Skip to main content

Edisi 6 September 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 20 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa wage, 6 september 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Kronologi OTT Bupati Banyuasin

Berawal Penangkapan ’’Pengepul’’ Setoran

Jakarta (Bali Post) – Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian yang dilakukan pada Minggu (4/9). ‘’KPK menggelar OTT pada Minggu, 4 September 2016 di Palembang. Dalam OTT tersebut KPK mengamankan 6 orang yaitu ZM dan K sebagai pengusaha, YAF Bupati dan Rus Kepala Subagian Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah kabupaten Banyuasin, UU (Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Banyuasin) dan STY adalah salah satu Kasie Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan di Disdik itu,’’ kata Basaria dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Senin (5/9) kemarin.

Bali Post/ade

BARANG BUKTI - Penyidik KPK disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) menunjukkan barang bukti pasca-OTT Bupati Banyuasin, Senin (5/9) kemarin.

Terkait Gatot Brajamusti

Kantor Parfi Digeledah

Jakarta (Bali Post) – Penyidik Polda Metro Jaya menggeledah kantor Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) terkait kasus narkoba dan kepemilikan senjata api yang menyeret tersangka Gatot Brajamusti. ‘’Ya, penggeledahan sore (Senin) ini,’’ kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Senin (5/9) kemarin. AKBP Budi juga menuturkan, penyidik kepolisian akan menggeledah tempat yang dijadikan ‘’padepokan’’ Ketua Umum Parfi tersebut. Penggeledahan tersebut untuk mencari barang bukti tambahan yang terkait dengan tindak pidana yang dituduhkan kepada Gatot. Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggeledah dua rumah yang ditempati Gatot di Jalan Niaga Hijau X Nomor 6 dan Nomor I Pondok Pinang Jakarta Selatan pada Jumat (2/9). Hal. 19 Kotak Cokelat

Penyidik KPK mengamankan Kriman pada pukul 07.00 WIB yang merupakan pengepul sekaligus orang kepercayaan Bupati Yan Anton. ‘’Kemudian tim bergerak ke kediaman STY, salah satu kasie tersebut lalu menangkap yang bersangkutan pukul 09.00. Setelah itu tim bergerak mengamankan

3 orang yaitu YAF sebagai bupati, RUS selaku kasubag, dan UU sebagai kadisdik. Ini dilakukan di rumah dinas Bupati Banyusin setelah selesai kegiatan pengajian sehubungan rencana Bupati YAF dan istri untuk menunaikan ibadah haji,’’ jelas Basaria. Hal. 19 Merupakan Bonus

Bali Post/ant

ORANG KEPERCAYAAN - Perantara Kirman berjalan usai diperiksa KPK, Jakarta, Senin (5/9) kemarin. Kirman merupakan orang kepercayaan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Bom Gereja di Medan

Ivan Kontak Langsung Bahrun Naim Jakarta (Bali Post) – Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menegaskan bahwa pelaku bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, Ivan Armadi Hasugian (IAH), berhubungan langsung dengan Bahrun Naim, tokoh ISIS di Asia Tenggara. ‘’Ivan punya kontak langsung ke Bahrun Naim,’’ kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (5/9) kemarin. Dia mengatakan, peristiwa bom di Medan SISIR - Petugas Jibom Polda Sumut menyisir Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pascaperistiwa teror bom di lokasi tersebut, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8).

itu merupakan fenomena baru dalam gerakan terorisme karena merekrut pelaku bom di bawah umur 18 tahun, lalu diajari merakit bom dan melakukan operasi sendiri. Tito menyebut operasi itu adalah lone wolf namun melakukan kontak langsung dengan Bahrun Naim. ‘’Ini pola lone wolf, Ivan merupakan self radicalisation tidak terkait jaringan apa pun namun punya kontak langsung dengan Bahrun Naim,’’ ujarnya. Kapolri mengatakan, Bahrun Naim merupakan tokoh ISIS di Asia Tenggara yang terkait peristiwa bom di Mapolres Sulu, dan rencana teror pada akhir tahun 2015 namun berhasil digagalkan. Hal. 19 Diringkus Jemaat

Bali Post/dok

Ahok Bersaksi untuk Sanusi

Akui Ditugaskan Jokowi Temui Pengusaha Jakarta (Bali Post) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan pembicaraannya dengan sejumlah pengembang reklamasi Pantai Utara Jakarta. ‘’Saya ditugaskan oleh Pak Jokowi untuk membicarakan mengenai kontribusi tambahan karena bisa ada triliunan dana di sana. Saya ditugaskan berkenalan sama mereka karena sebelumnya kita tidak kenal,’’ kata Ahok saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/9) kemarin. Ahok menjadi saksi untuk terdakwa mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi yang didakwa menerima suap Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, terkait pembahasan RTRKSP dan melakukan

pencucian uang sebesar Rp 45,28 miliar. Pertemuan itu terjadi pada awal 2013 di Sport Hotel yang dihadiri oleh pendiri Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik Agung Podomoro Land Trihatma Kusuma Haliman dan anakanaknya, termasuk Ariesman Widjaja, Suhendar dari Harapan Indah dan pengusaha lainnya. ‘’Saya sampaikan mereka kan mau izin baru, saya ingin mereka semua izin sesuai aturan, tetapi MKY (Manggala Karya Yudha) tidak mau karena waktu perjanjian zaman Pak Fauzi Bowo tidak ada kontribusi tambahan. Saya bilang tolong bantu saya, tolong bayar dulu. Itu bertemu pada awal 2013 di Pantai Mutiara setelah peristiwa banjir,’’ ungkap Ahok. Hal. 19 Ahok Bingung

Bali Post/ade

BERSAMA SANUSI - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama foto bersama terdakwa Mohamad Sanusi, mantan anggota DPRD DKI Jakarta, sebelum memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Senin (5/9) kemarin.

Hasil Konsultasi ke Pusat Bali Post/ant

SENJATA API - Gatot Brajamusti dikawal petugas saat menjalani pemeriksaan di Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9) kemarin. Ia diperiksa terkait kepemilikan senjata api.

Tidak Terbit Serangkaian hari raya Galungan yang merupakan hari raya umat Hindu, maka Bali Post pada tanggal 7 - 8 September 2016 tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa mulai 9 September 2016. Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Dermaga Tanah Ampo Tak Bisa Diperpanjang DUGAAN penyalahgunaan anggaran semakin kuat terendus dalam proyek pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo. Menyusul hasil konsultasi Komisi III DPRD Bali ke Kementerian Perhubungan yang memunculkan fakta baru. Bahwasanya panjang dermaga yang kini 150 meter, sudah tidak mungkin untuk ditambah lagi. ‘’Ternyata tidak mungkin bisa diperpanjang lagi karena di ujung dermaganya itu sudah terlalu dalam. Kedalamannya sampai 17 meter, sehingga isu penambahan panjang dermaga lagi 150 meter itu sudah tidak mungkin,’’ ujar Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana menyampaikan hasil konsultasi dengan Kabid Lalu Lintas

Laut Direktorat Kepelabuhan Kemenhub RI di Gedung Dewan, Senin (5/9) kemarin. Kariyasa menambahkan, kondisi dermaga saat ini hanya bisa untuk menambatkan kapal dengan panjang maksimal 120 meter. Sedangkan kapal cruise paling kecil memiliki panjang 300 meter. Namun di sisi lain, pemerintah pusat sudah merencanakan pembangunan break water atau pemecah gelombang pada 2017. Pembangunan break water sepanjang 100 meter itu untuk mengatasi gelombang besar yang selama ini juga menjadi kendala pengoperasian Dermaga Tanah Ampo. Hal. 19 Gelombang Besar

Dermaga Tanah Ampo

Bali Post/dok


denpasar

2 figur Alat Kontrol LPD PROGRAM yang dibuat suatu LPD di desa adat, dinilai sebagai tolok ukur dalam menilai kesehatan suatu LPD. Eksistensi usaha atau produk yang dibuat LPD terdapat pada nilai produk yang dibuatnya untuk dijadikan gambaran pengelolaan LPD tersebut. Dengan begitu, masyarakat adat bisa mengontrol eksistensi dan mengendalikan LPD itu. ‘’Produk LPD ini perlu dibuat sebagai alat kontrol bagi masyarakat. Masyarakat ini adalah selaku pemilik, penikmat, pengelola dan pengontrol LPD. Ketika program ini tidak bisa dilaksanakan, di sanalah patut dicurigai ada apa dengan LPD-nya,’’ ujar Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra, Senin (5/9) kemarin. Dikatakannya, salah satu program yang dipakai untuk menunjukkan eksistensi tersebut, seperti pembagian daging babi kepada krama adat dan krama tamiu secara gratis. Program ini secara rutin dilakukan LPD Kedonganan setiap enam bulan sekali, serangkaian menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. ‘’Untuk saat ini, kita bagikan sekitar 6,6 ton daging babi, atau 2.200 krama adat dan krama tamiu yang beragama Hindu di Kedonganan,’’ terangnya ditemui usai acara. Dalam mengelola LPD, kuncinya adalah menciptakan kepercayaan untuk menekan risiko manajemen LPD. Sebab, LPD adalah lembaga risiko yang dikelola masyarakat dan sangat sensitif sifatnya. Maka, diperlukan prajuru adat untuk memfilter risiko tersebut. Salah satu caranya, dengan membuatkan regulasi adat dengan dasar hukumnya pararem adat. Apalagi, dalam UU No. 1 Tahun 2013, pihak adat diberikan kewenangan absolut untuk mengatur hal tersebut. ‘’Pararem LPD harus lengkap, isinya adalah filosofi LPD, tata kelola LPD dan pengelolaan sumber daya manusianya. SDM itu ada 3, yaitu siapa yang mengawasi LPD, siapa yang mengelola LPD dan bagaimana masyarakatnya dimanajemen juga. Yang bisa menyelesaikan masalah LPD adalah pemilik LPD, yaitu krama adatnya,’’ jelasnya. Dana yang dikelola LPD, lanjutnya, adalah dana masyarakat adat sehingga hal itu perlu dijaga dan berpengaruh terhadap risiko pengelolaan. Utamanya menyangkut dana pihak ketiga, karena sangat riskan menyangkut kepercayaan. Jangan sampai terjadi rush (penarikan mendadak secara besarbesaran dana masyarakat) yang nantinya membuat kekuatan LPD runtuh dan mengarah kepada ranah pidana dan perdata. ‘’Kuncinya krama adat memahami LPD itu miliknya. Jika ada masalah harus diselesaikan dengan musyawarah, paras paros, segilik seguluk,’’ tegasnya. (edi)

Kasus Stitna/Stikes Jembrana

Dua Mantan Kadisdikpora Disidangkan

Denpasar (Bali Post) Sidang kasus dugaan korupsi beasiswa di Stitna/Stikes Jembrana untuk dua terdakwa mantan Kadisdikporabud Jembrana, Senin (5/9) kemarin memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Pertama yang diajukan ke persidangan adalah Drs. I Nyoman Suryadi. Jaksa penuntut umum (JPU) Gede Budi Suardana dan Gede Artana di depan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila dengan hakim anggota Dewa Gede Suardhita dan Nurbaya Lumba Gaol, memaparkan berbagai pertimbangan. Pada kesimpulan, jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu menyatakan terdakwa Suryadi tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara berlanjut sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara. Sebab, tidak terbukti melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 ayat 1 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHO, jo Pasal 64 ayat 1. ‘’Membebaskan terdakwa dari dakwaan primer,’’ tuntut jaksa. Namun, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan subsider, yakni melanggar Pasal 3 UU yang sama. ‘’Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Nyoman Suryadi dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun) dikurangi sepenuhnya selama terdakwa ditahan,’’ tuntut jaksa. Selain itu, terdakwa asal Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Jembrana itu juga dituntut membayar denda Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan. Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan pada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan dalam sidang berikutnya. ‘’Kami akan mengajukan pledoi,’’ jelas tim kuasa hukum terdakwa, Gede Darmawan dkk. Selang 20 menit, sidang dilanjutkan dengan menghadirkan terdakwa Anak Agung Gede Putra Yasa, yang juga mantan Kadisdikporabud Jembrana. Dia didampingi tim kuasa hukumnya, Agung Dwi, dkk. Dalam berbagai pertimbangan, JPU Agus Djehamad di hadapan majelis hakim yang sama, menuntut supaya terdakwa dihukum empat tahun penjara. ‘’Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini menghukum terdakwa Anak Agung Gede Putra Yasa dengan pidana empat tahun dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam tahanan,’’ tuntut JPU Agus. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : dermaga tanah ampo tidak bisa diperpanjang Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Selasa Wage, 6 September 2016

Berkas Pembunuhan Polantas di Kuta Dilimpahkan

Tersangka David Diduga Berusaha Lindungi Sara

Denpasar (Bali Post) Penyidik Sat. Reskrim Polresta Denpasar melimpahkan berkas perkara kasus pembunuhan anggota Polantas Aipda Wayan Sudarsa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Pelimpahan berkas itu baru tahap pertama dan berkas tersangka David James Taylor dan Sara Connor berdiri sendiri alias jadi dua berkas. ‘’Pengakuan kedua tersangka berbeda makanya dibuatkan berkas masing-masing. Kemungkinan David berusaha melindungi pacaranya (Sara - red) supaya lolos dari jeratan hukum, makanya pengakuan mereka ada perbedaan,’’ tegas Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan. Alasannya, lanjut Reinhard, David sangat sayang dengan Sara sehingga tidak ingin melibatkannya dalam kasus tersebut. ‘’Tapi dengan alat bukti yang kami peroleh termasuk hasil tes DNA, kami optimis kena semua,’’ ujarnya. Mantan Kapolsek Kuta Utara, Badung ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Kasipidum Kejari Denpasar. Sedangkan dakwaan kepada masing-masing tersangka, berdiri sendiri. Meski demikian, pasal yang dikenakan kepada tersangka David asal Inggris dan Sara asal Australia ini sama, yaitu Pasal 338 KHUP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan hingga membuat orang lain meninggal dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan meninggal. ‘’Berkas tersangka dipisah supaya dipertanggungjawabkan masing-masing pidananya. Berkas perkaranya sudah kita ajukan ke JPU (jaksa

penuntut umum),’’ jelasnya. Terkait masa penahanan tahap pertama berakhir 9 September lusa, Reinhard mengaku optimis mampu melimpahan tersangka dan berkas perkara sebelum jatuh tempo (20 hari masa penahanan). Namun, penyidik tetap mengajukan permohonan perpanjangan penahanan sesuai aturan berlaku. ‘’Kami tetap upayakan 20 hari rampung. Apalagi koordinasi kita dengan kejaksaan cukup baik, mudah-mudahan bisa langsung dilimpahkan untuk tersangka dan barang bukti sebelum jatuh tempo,’’ harapnya. Sementara itu, belasan awak media ramai-ramai ke Kejari Denpasar. Namun sayang, penyidik datang ke kejaksaan sore sehingga dianggap jam di luar dinas atau jam kantor oleh pihak kejaksaan. Pelimpahan berkas tahap I itu pun ditolak. ‘’Sampai saat ini, kami belum menerima pelimpahan tahap I untuk perkara David dan Sara.

Sekali lagi, sampai pukul 16.00 Wita ini, sampai jam kantor ini, saya belum terima berkasnya,’’

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Bali Post/eka

Pertanian Akar Budaya yang Harus Dipertahankan

PANEN - Wali Kota Rai Mantra melakukan panen perdana varietas Situbagendit dengan mesin mini combine (MMC) di Subak Renon. melalui Dinas Pertanian. Rai Mantra bersyukur, jenis varietas Situbagendit hasil panennya menjadi rebutan di pasaran. Untuk pengolahan pertanian di Denpasar, harus dipadukan dengan teknologi. Di samping mempermudah para petani, juga untuk meningkatkan daya saing petani itu sendiri. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menambahkan, panen kali ini merupakan panen perdana jenis varietas baru Situbagendit. Penanaman jenis varietas baru ini, menurut Ambara Putra, untuk menghindari serangan hama termasuk produksinya juga bagus setelah dilakukan percobaan. Di Kota Denpasar sendiri untuk jenis varietas ini telah ditanam seluas 600 hektar, sedangkan yang dipanen di Subak Renon ini baru

orang jaksa untuk mengawal kasus pembunuhan polisi itu. Mereka adalah Agung Jayalantara, Kadek Wahyudi, Oka Setiarini dan Bela Putra Atmaja. (kmb36/kmb37)

MAPATUNG - Menjelang hari raya Galungan, sejumlah krama Bali menggelar tradisi ‘’mapatung’’ (memotong babi bersama). Nampak beberapa warga yang tergabung dalam Paguyuban Tuak membersihkan babi di Jalan Cekomaria, Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Dalam tradisi ‘’mapatung’’, daging babi yang telah terpotong tersebut nantinya akan dibagi rata pada semua anggota kelompok.

Rai Mantra Panen Perdana dengan MMC

PERTANIAN yang ada saat ini merupakan akar budaya yang harus dipertahankan. Untuk itu, pertanian harus mendapatkan perhatian serius selain pariwisata. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai melakukan panen perdana dengan Mesin Mini Combine (MMC) di Subak Renon, Senin (5/9) kemarin. ‘’Petani saat ini tidak perlu lagi membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan panen setelah adanya mesin mini combine ini,’’ ujar Rai Mantra. Dengan mesin ini, hanya membutuhkan dua tenaga manusia dan untuk memanen satu hektar perlu waktu enam jam. Dengan mesin ini, jauh lebih efisien dalam melakukan panen. Di samping dengan memadukan teknologi, juga harus diimbangi dengan penerapan varietas unggul sehingga hasil panen terus mengalami peningkatan. Seperti sekarang ini, telah diterapkan varietas baru yaitu varietas Situbagendit. Rai Mantra mengatakan, varietas Situbagendit dapat menghasilkan 10 ton untuk 1 hektar. Meski varietas baru, para petani diharapkan tidak khawatir bila ada yang menyampaikan tidak akan ada yang membeli hasilnya. Mengingat, Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan dana talangan untuk membelinya

ucap Kasipidum Kejari Denpasar Ketut Maha Agung yang dikerubuti wartawan. Maha Agung menegaskan, pihak kejaksaan sudah memperpanjang masa penahanan David dan Sara selama 40 hari ke depan. ‘’Sudah diperpanjang 40 hari penahanannya David dan Sara. Santai saja, enggak usah dimepet-mepetin waktunya,’’ tutur Maha Agung. Pihaknya juga sedang menunjuk empat

seluas 50 hektar. Di samping menghindari hama, jenis varietas ini juga tidak membutuhkan banyak air mengingat debit air di Denpasar kecil. Bahkan, semua padi jenis varietas ini yang ada di Subak Renon telah laku terjual dengan harga Rp 330 ribu per are. ‘’Harga padi jenis ini tejual cukup mahal dibandingkan jenis varietas lainnya,’’ ujar Ambara Putra. Untuk mempermudah para petani melakukan panen, Pemkot Denpasar telah memadukan dengan teknologi dengan menggunakan MMC. Ia mengaku akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar. Pekaseh Subak Renon Made Bagiarta mengatakan, dengan adanya varietas baru ini hasilnya lebih baik dari varietas terdahulu. (ad149)

Minta SKPD Terkait Beri Pelayanan Cepat dan Tepat

Wali Kota Sidak Perekaman E-KTP di Kecamatan Densel

SETELAH meminta SKPD terkait memberi pelayanan prima perekaman e-KTP pada hari Sabtu dan Minggu sampai akhir bulan September, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (5/9) kemarin melakukan sidak proses perekaman e-KTP di Kantor Camat Denpasar Selatan (Densel). Kedatangan orang nomor satu di Pemkot Denpasar itu sempat membuat terkejut beberapa staf pelayanan dan masyarakat yang antre pelayanan e-KTP. Saat itu, Rai Mantra meminta Kadis Dukcapil dan Camat Denpasar Selatan memberikan pelayanan prima perekaman e-KTP kepada masyarakat, bahkan pelayanan ekstra pada hari Sabtu dan Minggu sampai akhir bulan

September. Sampai kemarin, warga yang ingin melakukan perekaman data di Kantor Camat Densel masih cukup ramai. ‘’Ini tinggal mengorganisasikan saja, karena jumlah warga masyarakat mencari e-KTP membeludak dan beberapa keterlambatan blangko dari pusat. Tapi semua sudah bisa diatasi,’’ ujarnya. Rai Mantra mengatakan, dari pusat sudah menyatakan akan ada keterlambatan karena ada pemotongan anggaran dan blangko. Ia juga meminta kepada Kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar untuk memberikan solusi kepada masyarakat, kapan mereka harus hadir agar masyarakat tidak bingung dan tidak banyak menghabiskan waktunya. ‘’Sebai-

SIDAK - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melakukan sidak dan pengecekan pelayanan perekaman dan input data e-KTP di Kantor Camat Denpasar Selatan, Senin (5/9) kemarin.

knya menggunakan nomor antrean serta diinformasikan kepada masyarakat. Jika kapasitasnya per hari itu 100-150 yang dilayani hari ini, dan dilanjutkan besok dan seterusnya agar masyarakat tidak bingung dan mengantre lama serta tidak mengganggu pekerjaan. Intinya, informasi yang diberikan harus jelas,’’ ujar Rai Mantra. Terkait liburan Galungan, Rai Mantra mengatakan pihaknya tetap memberikan dispensasi untuk pegawai yang merayakan. Setelah itu, mereka akan melanjutkan pelayanan hari Sabtu dan Minggu selama bulan September. ‘’Kalau saya liat antara liburan Galungan dan Sabtu Minggu ini sudah balance. Apalagi informasi dari Kemendagri, tanggal 30 September ini tidak menjadi batas sanksi. Tetapi masyarakat harus tetap merekam agar memenuhi persyaratan untuk data di pusat,’’ jelasnya. Kepala Disdukcapil Nyoman Gde Narendra mengatakan, terkait ketersediaan blangko, pihaknya sudah mendapat droping 10.000 blangko. Untuk bulan September, pihaknya sudah amprahkan lagi ke pusat. ‘’Menurut informasi terbaru dari Kemendagri yang kemarin, batas waktu 30 September akan diperpanjang proses perekaman e-KTP ini sampai Juli 2017. Jadi masyarakat tidak perlu panik,’’ katanya. (ad148)

Lima Ranperda Disepakati Jadi Perda

Pemangku Kahyangan Tiga Badung akan Terima Honor

DALAM masa kepemimpinannya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. bersama wakilnya Drs. Ketut Suiasa, S.H. dipastikan akan menjalankan program prorakyat. Selain bidang wajib di pendidikan dan kesehatan, sejumlah program pro-rakyat pun akan dilaksanakan. Hal itu diungkapkan Bupati Nyoman Giri Prasta usai rapat paripurna DPRD Badung untuk menyepakati dan menetapkan sejumlah ranperda, Senin (5/9) kemarin. ‘’Sebagai pemimpin daerah (bukan pemimpin golongan - red), program pro-rakyat tak bisa ditawar-tawar lagi,’’ katanya. Dalam APBD Perubahan 2016, katanya, belanja daerah dirancang Rp 4,5 triliun. Belanja publik mencapai 70 persen lebih, sementara belanja aparatur hanya 29 persen. Belanja publik ini jelas diprioritaskan untuk program pro-rakyat. Pertama, untuk program wajib yakni pendidikan dan kesehatan. Sesuai UU Sisdiknas, sektor pendidikan wajib memperoleh anggaran minimal 20 persen. Selanjutnya kesehatan, minimal memperoleh alokasi anggaran 10

persen. Kedua, barulah untuk programprogram lainnya yakni infrastruktur, pertanian, pariwisata budaya, lingkungan hidup, dan ekonomi kerakyatan. Beberapa program riil yang dilaksanakan berupa pemberian santunan kematian Rp 10 juta per kematian, e-learning dengan laptop untuk siswa kelas V dan VI SD, ambulans siaga dengan tenaga medisnya, guru agama, guru bimbingan dan konseling (BK). Soal kemungkinan Badung diserbu urban akibat dampak santunan yang dinilai cukup tinggi ini, Giri Prasta optimis takkan terjadi. Penyebabnya, saat ini dengan e-KTP tak mungkin seorang warga bisa membawa KTP ganda. ‘’Yang diberikan adalah warga yang ber-KK dan ber-KTP Badung,’’ katanya. Program lain, katanya, berupa tunjangan langsung (given) bagi bendesa adat, klian subak dan subak abian serta klian banjar. Honor ini diberikan secara langsung. Selain honor untuk bendesa adat dan pekaseh serta klian ban-

jar, Pemkab Badung juga akan memberikan honor atau gaji bagi pemangku kahyangan tiga. ‘’Kesejahteraan pemangku kahyangan tiga pun menjadi perhatian kami,’’ tegasnya. Saat ini, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat, kapan honor ini akan diberikan. ‘’Ya tinggal menunggu waktu yang tepat,’’ katanya ketika ditanya kapan program ini akan terealisasi. Untuk mewujudkan program-program tersebut, Bupati berkomitmen meningkatkan pendapatan daerah terutama dari pajak hotel dan restoran (PHR) serta retribusi. Untuk ini, pihaknya akan menerapkan sistem pajak online untuk menghindari kebocoran pendapatan, seperti dengan pemasangan tiping box. Sebelumnya saat rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Putu Parwata dan dihadiri anggota dan undangan lainnya, DPRD Badung menyepakati dan menetapkan lima ranperda menjadi perda. Kelima ranperda tersebut, Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) 2016,

KESEPAKATAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa beserta jajaran pimpinan dewan dan Sekda Badung menandatangani surat kesepakatan antara eksekutif dan legislatif, Senin (5/9) kemarin. Rancangan PPAS Perubahan APBD Badung 2016, Ranperda tentang Perubahan APBD Badung 2016, Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan

Perangkat Kelurahan. Khusus untuk OPD yang baru, akan diberlakukan pada 2017. SKPD sekarang ini diberi kesempatan untuk melanjutkan serta menuntaskan program-program yang telah dibuat. (ad155)


Selasa Wage, 6 September 2016

Dewan Apresiasi Kebijakan Bupati

Optimis Program Pemerintah Dapat Sejahterakan Masyarakat SEGENAP pimpinan dewan satu suara memuji dan mengapresiasi program pemerintah era kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Para wakil rakyat optimis semua program pemerintah khususnya yang tertuang dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016 dapat menyejahterakan masyarakat Badung. Usai memimpin sidang paripurna DPRD Badung, Senin (5/9) kemarin di Puspem Badung, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata menanggapi positif program-program pemerintah khususnya yang tertuang dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016. ‘’Pertama-tama kita sudah bersama-sama dengan pemerintah, dalam hal ini bupati dan jajarannya dapat menyelesaikan kewajiban yang harus kita jalankan, yaitu menetapkan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD Badung Tahun Anggaran 2016, Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2016, dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (OPD),’’ katanya didampingi Wakil Ketua I I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta. Sekarang, kata Parwata, ada hal yang menarik sekali dari kebijakan Bupati. Yang pertama, menaikkan pendapatan mencapai Rp 5 triliun. Kedua, memberikan laptop bagi siswa kelas V dan VI SD se-Badung. ‘’Ini sudah dilakukan dalam perubahan,’’ katanya. Di samping itu, kata politisi asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara ini, Bupati Giri Prasta juga menegaskan akan memberikan santuanan kematian Rp 10 juta bagi krama Badung. Termasuk, akan memberikan mobil ambulans di APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016. ‘’Menurut kami ini bentuk komitmen Bupati untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat Badung,’’ ucap Parwata, kemarin. Apresiasi dewan berikutnya adalah atas upaya pemerintah yang akan melakukan penertiban terhadap tempat prostitusi dan tempat akomodasi yang tidak berizin. Termasuk, peningkatan infrastruktur, pertanian, dan semua sektor yang lain yang akan pemkab kerjakan, juga mendapat tanggapan positif dari pawa wakil rakyat. ‘’Sekali lagi kami harapkan, dengan program-program yang pemerintah laksanakan betul-betul dirasakan oleh masyarakat Badung demi terwujudkan Badung yang Santhi dan Jagadita,’’ tandasnya. (ad151)

APRESIASI - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II I Made Sunarta mengapresiasi program-program yang dicanangkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Badung

3

Banyak Pelanggaran Perda Tak Tuntas

Bupati Giri Prasta Sebut Satpol PP Lemah

Dalam APBD Induk telah di-budget-kan Rp 100 juta, hanya terserap 10 persen. Kondisi ini menunjukan banyak program yang tidak berjalan dengan baik. ‘’Anggaran penegakan perda pada APBD Induk Rp

100 juta, tetapi hanya terserap 10 persen. Itu artinya apa? Kinerjanya sangat lemah,’’ ungkapnya. Menurut Bupati asal Desa Plaga, Petang ini, pelanggaran terhadap perda tidak dapat ditoleransi dan

harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. ‘’Setiap pelanggaran harus langsung ditindak, tidak perlu ada toleransi seperti peringatan-peringatan yang justru memberi angin kepada pelanggar,’’ katanya. Bupati Giri Prasta mengancam akan menggusur pejabat Pol PP yang tak becus melaksanakan tugasnya. ‘’Kalau memang tidak bisa bekerja, saya akan ganti (Pol PP) mulai dari kepala sampai akarakarnya,’’ tegasnya. Bupati sendiri mengaku telah

MENYAMBUT hari raya Galungan yang jatuh Rabu 7 September besok dan Kuningan yang akan datang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang dipimpin Bupati I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wakil Bupati (Wabup) Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengucapkan selamat pada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung yang merayakan hari besar keagamaan kemenangan dharma melawan adharma ini. Bupati Giri Prasta mengajak masyarakat Kabupaten Badung untuk memaknai perayaan hari suci keagamaan, baik Galungan dan Kuningan sebagai momentum membangun kesadaran diri terutama dalam meningkatkan sraddha bhakti/ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Kami berharap perayaan hari suci ini dimaknai sebagai penyucian lahir dan batin untuk kembali ke jalan dharma atau kebenaran,’’ ujar Bupati Giri Prasta, Senin (5/9) kemarin. Menurutnya, jika dengan penuh kesadaran semua umat Hindu di Badung selalu berpijak pada ajaranajaran dharma maka dharma pasti akan terus tegak. Dengan demikian

umat sedharma selayaknya di bulan yang suci ini merayakan kemenangan dharma. ‘’Ini merupakan hari kemenangan dharma, yakni memurnikan tubuh dan pikiran kita sehingga dapat menjalankan swadharma yang lebih baik. Untuk itu, kami mengajak segenap masyarakat yang merayakan Galungan dapat melaksanakan dengan sederhana, namun sarat akan makna, yakni bagaimana kita semua mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta. Inilah makna kemenangan,’’ terangnya. Termasuk, katanya, umat Hindu yang mengawali perayaan Galungan mulai dari Sugihan, yakni Sugihan Jawa adalah sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrokosmos) atau alam semesta. Sedangkan Sugihan Bali yang jatuh sehari setelah Sugihan Jawa memiliki makna menyucikan diri sendiri. ‘’Sugihan dimaknai sebagai pemberisihan bhuana agung dan bhuana alit, sehingga saat memasuki puncaknya yakni Galungan diharapkan kita mulat sarira atau introspeksi diri,’’ tegasnya. Selain kepada masyarakat di Kabupaten Badung, Bupati Giri

UCAPAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Wakil Bupati (Wabup) Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Prasta didampingi Wabup Suiasa diri dalam menjalankan swadharma dan segenap jajarannya juga mengu- sebagai pelayan publik. ‘’Semoga Ida capkan selamat hari raya Galungan Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan dan Kuningan kepada para Pegawai Yang Maha Esa selalu membimbing Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kita sehingga terus dapat berbakti Pemkab Badung. Perayaan hari kepada sesama, bangsa dan negara besar keagamaan ini diharapkan sesuai swadharma masing-masing,’’ menjadi cambuk untuk memacu pungkasnya. (ad156)

Mangupura (Bali Post) – Lambannya respons Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung terhadap pelanggaran perda di wilayahnya, memantik amarah Bupati Nyoman Giri Prasta. Dalam sidang paripurna DPRD Badung, Senin (5/9) kemarin, politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan jika kinerja penegak perda tersebut sangat lemah. Lemahnya kinerja Satpol PP Badung terlihat dari serapan anggaran.

memegang sejumlah pelanggaran seperti reklame dan sejenisnya. Tak hanya itu, pada anggaran perubahan tahun 2016 ini, Bupati menambahkan anggaran penegakan perda Rp 500 juta tanpa sepengetahuan Pol PP. ‘’Kita akan tindak semua, reklame tak berizin, prostitusi dan lainnya yang tak berizin. Selama ini alasannya kekurangan alat operasional, sekarang saya pasang Rp 500 juta di perubahan tanpa sepengetahuan Pol PP, kita liat kinerjanya,’’ pungkasnya. (kmb27)

Pemkab Badung Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan


DaERAH

4 170 Anggota Penegak Se-Bali Ikuti Pertisaka Dirgantara Daerah 2016

PERKEMAHAN Bhakti Saka (Pertisaka) Dirgantara Daerah Bali 2016 suskses dilaksanakan di Bumi Perkemahan Segara Mantra, Serangan, mulai Kamis (1/9) hingga Minggu (4/9) lalu. Kegiatan ini diikuti 170 orang peserta dari utusan 9 kabupaten/kota di seluruh Bali. Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Bali melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Setda Provinsi Bali I Ketut Wija. Pada kesempatan itu ditegaskan, Pertisaka Dirgantara merupakan upaya-upaya yang ditempuh guna memberikan motivasi kepada anggota pramuka di Bali dalam bidang kedirgantaran. Wagub Sudikerta yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Bali mengingatkan, setiap anggota Pramuka mampu menjadi contoh dan telandan. Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengarahkan dan mendorong untuk berpikir inovatif, kreatif dan bertingkah laku berdasarkan asas dan nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Pramuka menjadi wadah pendidikan dan pembianaan

generasi muda agar menjadi manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bermoral tinggi dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa,’’ ujar Sudikerta. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Dirgantara Letnan Kolonel Nav Endra Prasetiawan yang mewakili Komandan Lanud Ngurah Rai sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Dirgantara Bali Kolonel Penerbang Danet Hendriyanto, S.Sos. mengatakan, kegiatan Pertisaka sangat penting untuk menumbuhkan sikap kemandirian seorang Pramuka Saka Digantara. Model pembinaan Saka Dirgantara yakni member kail bukan ikan, sehingga setiap anggota dituntut untuk mampu berpikir inovatif dan kreatif,’’ ujarnya. Endra yang juga Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Ngurah Rai menambahkan, Pertisaka merupakan implementasi pembinaan potensi dirgantara dalam menyiapkan kader-kader komponen cadangan pertahanan negara matra udara. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini menitikberatkan pada

pemberian wawasan kedirgantaran dan selanjutnya dilakukan evaluasi melalui lomba-lomba yang diselenggarakan guna memperebutkan Piala Bergilir Satuan Karya Dirgantara Daerah Bali. Kegiatan diawali dengan demo aeromodelling chuck glider dan maneuver pesawat jet speed electric dari Pamong Saka Dirgantara Daerah Bali. Peserta juga diajak mengenal dan mencoba paralayang yang didemokan langsung oleh anggota Saka Dirgantara Daerah Bali. Pada hari ketiga, seluruh peserta juga melaksanakan wisata dirgantara dengan mengunjungi langsung Pangkalan TNI-AU Ngurah Rai untuk melihat dari dekat Fasilitas Penerbangan serta lautsista (alat utama sistem senjata) yang ada di Pangkalan TNI-AU Ngurah Rai serta memperkenalkan Helikopter SAR beserta sistemnya yang diberikan langsung oleh Air Crew SAR Bali. Pada akhir kegiatan, SMK 3 Singaraja sebagai perwakilan dari Pramuka Cabang Buleleng berhasil menyabet Piala Bergilir Saka Dirgantara Daerah Bali. (r)

Selasa Wage, 6 September 2016

Tabanan Berencana Bentuk UPTD Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat Kesehatan

Tabanan (Bali Post) -

tan bagi daerah. ‘’Potensinya bisa melayani layanan kesehatan swasta seluruh Bali yang tentu layanannya akan ditetapkan pola tarif. Meski nantinya belum mendapatkan izin, layanan kalibrasi masih bisa dilakukan di layanan kesehatan pemerintah di Tabanan,’’ papar Suratmika. Hal-hal yang perlu disiapkan untuk membentuk UPTD ini tentu harus ada kesiapan SDM, sarana dan prasarana. Untuk SDM sendiri Tabanan telah memiliki dua orang lulusan Akademi Teknik Medis yang nantinya melakukan kalibrasi alat kesehatan. Selain itu, dalam struktur

SDM akan ada Kepala UPTD, KTU, kepala unit, koordinator pemeliharaan, koordinator kalibrasi dan staf. Selain untuk sarana dan prasarana seperti gedung akan disiapkan tempat di dekat Gedung Farmasi Kabupaten Tabanan. ‘’Terkait pembentukan UPTD ini, kami sedang konsultasi ke pusat,’’ ujar Suratmika. Pentingnya pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan, kata Suratmika, dikarenakan alat-alat kesehatan kebanyakan bernilai mahal. Agar tidak cepat rusak dan mubazir, maka tindakan pemeliharaan dan kalibrasi perlu dilakukan. Apabilan UPTD nanti jadi terbentuk, pendanaannya akan ada dari APBD untuk operasional. Sedangkan dalam hal pembangunan gedung ada dana alokasi dari pusat. (kmb24)

Gede Geniten Sanur. Dari pihak Panitia Pembangunan yang diketuai oleh I Wayan Sukarya, S.Sos. bersama para pengurus, Peduluan WKS Provinsi Bali telah berkoordinasi dengan Pengurus WKS Denpasar untuk mengecek kebenarannya dan setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan ternyata memang benar pemenangnya adalah yang bersangkutan dari angga Geria Gede Geniten Sanur. Namun apa yang terjadi setelah panitia tangkil ke geria menghadap Ratu Peranda dan angga geria, beliau menyampaikan bahwa hadiah yang didapatkan dipuniakan kembali kepada Warga Kayu Selem Gwa Song untuk dapat dipakai lagi dalam menyelesaikan pembangunan Pura Kawitan Warga Kayu Selem Gwa Song yang berlokasi di Banjar Kayu Selem. Karena menurut beliau sudah saatnya kita saling membantu membangun kebersamaan dalam rangka memperkokoh

persatuan dan ketahanan budaya Bali tanpa meninggalkan fakta–fakta sejarah yang ada yang telah diwariskan oleh leluhur dan nenek moyang. Ratu Peranda adalah salah satu sulinggih yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat di sekitarnya, begitu juga dengan warga Kayu Selem yang ada di seluruh Bali. Beliau berpesan hubungan silaturahmi yang baik ini yang juga merupakan bhisama antara para leluhur terdahulu mestinya terus dijaga dan dilestarikan, khususnya kepada seluruh generasi muda warga Kayu Selem yang disebut sebagai warga Bali Mula dan angga geria ke depan harus bersatu padu, bahu-membahu untuk tetap menjaga keutuhan Bali sehingga Bali masih pantas disebut sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura dan yang paling penting disebut sebagai Bali yang Mulia. (ad256)

Dalam rangka mengimpletasi UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang menyatakan pemerintah melindungi masyarakat dari adanya alat kesehatan yang tidak memenuhi keamanan, mutu dan manfaat, Pemkab Tabanan berencana membentuk UPTD baru yaitu UPTD pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, rencana pembentukan UPTD itu masih dalam tahap konsultasi dan masih banyak yang harus dipersiapkan. Jika UPTD itu nantinya dikembangkan dan mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan, kata dia bisa menjadi pemasukan pendapatan bagi daerah. Menurut Suratmika, tugas UPTD Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat Kesehatan nantinya dibagi atas dua komponen, yaitu yang bertugas memelihara alat kesehatan mulai dari mendata spesifikasinya dan melakukan pemeliharaan

secara berkala sehingga alat kesehatan selalu siap. ‘’Yang kedua adalah melakukan kalibrasi. Untuk kalibrasi wajib dilakukan pada alat-alat tertentu, seperti tensimeter dan timbangan atau alat canggih seperti radiologi maupun MRI,’’ ujar Suratmika, belum lama ini. Dalam hal pelaksanaan kalibrasi, kata Suratmika, untuk bisa melayani layanan kesehatan swasta masih memerlukan proses panjang karena harus mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Jika sudah ada izin, layanan kalibrasi ini bisa menyumbangkan pendapa-

Pengundian Kupon Undian Berhadiah Pura Kawitan Warga Kayu Selem Gwa Song Provinsi Bali PERTISAKA - Para peserta Perkemahan Bhakti Saka (Pertisaka) Dirgantara Daerah Bali 2016 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Segara Mantra, Serangan, mulai Kamis (1/9) hingga Minggu (4/9) lalu.

Hari Pelanggan Nasional

Telkom Berikan Layanan Istimewa GUNA memberikan pelayanan yang terbaik buat pelanggan setianya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) memberikan perhatian khusus untuk pelanggan Telkom Group. Dalam merayakan Hari Pelanggan Nasional, Senin (5/9) kemarin operator telekomunikasi ini menghadirkan berbagai produk dan layanan menarik untuk pelanggan setianya. Pada Hari Pelanggan Nasional, Telkom memberikan pelayanan yang berbeda, antara lain bagi para pelanggan yang datang ke Plasa Telkom mendapatkan pelayanan spesial, khusus dilayani oleh jajaran manajemen Telkom yang akan bertugas sebagai tenaga front liner. Selain itu, sebagai bentuk perhatian khusus kepada para pengunjung yang datang ke Plasa Telkom diberikan welcome drink dan cenderamata. Layanan khusus pada Hari Pelanggan Nasional ini secara serentak dilakukan di Plasa Telkom yang tersebar di seluruh Indonesia. Direktur Consumer Service Telkom Dian Rachmawan mengatakan, turunnya jajaran manajemen Telkom melayani pelanggan dimaksudkan agar manajemen mengetahui sejauh mana pelanggan dapat menikmati layanan yang diberikan. ‘’Ada 4,3 juta pelanggan fixed internet termasuk di dalamnya 2 juta pelanggan IndiHome dan 10,6 juta pelanggan telepon rumah serta tidak kurang dari 156 juta pelanggan Telkomsel yang harus kami berikan perhatian. Pada tahun ini, tantangan bagi kami adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan sesuai dengan tema Hari Pelanggan

tahun ini yakni ‘we care you more’,’’ kata Dian Rachmawan. Selain bertugas melayani pelanggan di Plasa Telkom, jajaran manajemen di 7 Telkom Regional maupun 58 Wilayah Telekomunikasi di seluruh Indonesia akan mengunjungi rumah pelanggan. Melalui kunjungan ini, manajemen berharap dapat mendengar secara langsung kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi. Untuk Wilayah Telekomunikasi Denpasar, GM Witel Denpasar I Gusti Bagus Ranuh dan Deputy GM Witel Denpasar Fredy Kandora beserta Manajemen Witel Denpasar lainnya juga melakukan kunjungan ke beberapa pelanggan terpilih, baik untuk kategori pelanggan loyal, pelanggan yang pernah mengalami gangguan dan pelanggan yang berulang tahun pada hari tersebut. Memeriahkan Hari Pelanggan Nasional 2016 ini, Telkom

menggelar program khusus, yaitu gratis all channel UseeTV pada 4 - 6 September 2016 kepada semua pelanggan layanan triple play IndiHome, jaminan One Day Service untuk pasangan baru (PSB) dan gangguan. ‘’Saat ini Telkom senantiasa memperbaiki kualitas jaringan, sehingga kualitas layanan ke pelanggan akan terus meningkat dengan harapan dapat memberikan kepuasan dan keinginan pelanggan,’’ jelas Dian Rachmawan. Melalui momen Hari Pelanggan Nasional ini, pelanggan diharapkan dapat merasakan peningkatan layanan yang lebih baik. Salah satunya, Telkom memberikan solusi layanan IndiHome secara total, dengan menghadirkan IndiHomeSky untuk daerah yang tidak terjangkau jaringan kabel Telkom. Untuk pendaftaran dapat menghubungi 147 dan Plasa Telkom terdekat. (bns2)

Pengurus Pusat WKS dan Warga Kayu Selem seluruh Bali. Untuk tahap pertama dilakukan pengundian hadiah hiburan yang berjumlah 100 buah, dilanjutkan dengan pemutaran hadiah–hadiah di antaranya hadiah V (kelima) berupa 5 kompor gas yang dimenangkan nomor kupon 223815, 331291, 214351, 259539 dan 395708. Hadiah IV (keempat) berupa 5 lemari es dimenangkan kupon nomor 145016, 158887, 179645, 180072 dan 145118. Hadiah III (ketiga) berupa 5 buah TV 20 inci yang dimenangkan kupon nomor 298441, 371248, 046128, 434198 dan 410386. Hadiah II (kedua) berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat dimenangkan oleh kupon nomor 201085. Sedangkan hadiah I (pertama) berupa 1 unit sepeda motor Honda scoopy dimenangkan kupon nomor 250411. Sementara hadiah utama berupa 1 unit mobil Toyota Agya dimenangkan kupon nomor 031619. Dalam kurun waktu 1 bulan dari waktu pengundian yaitu sampai tanggal 31 Agustus 2016, adalah merupakan batas waktu terakhir untuk pengambilan hadiah-hadiah tersebut. Apabila hadiah tidak diambil maka hadiah-hadiah tersebut adalah menjadi milik panitia. Setelah ditunggu–tunggu, ternyata hadiah utama berupa mobil Toyota Agya dimenangkan oleh pembeli kupon dari Sanur yaitu Ida Pedanda Gede Dwija Ngenjung Geria

Relawan KBS Pasang Baliho Koster di Beringkit

MENARIK - Merayakan Hari Pelanggan Nasional, Senin (5/9) kemarin Telkom menghadirkan berbagai produk dan layanan menarik untuk pelanggan setianya.

Warga Culik Tewas Diseruduk Truk Amlapura (Bali Post) – Nasib malang menimpa korban I Nyoman Sudiana (50) asal Banjar Seloni, Desa Culik, Karangasem. Korban akhirnya tewas di RSUP Sanglah, setelah Jumat (2/9) pagi diseruduk truk di Culik. Korban meninggalkan istri, Ni Wayan Rini, yang kini tengah hamil empat bulan. Jenazah korban dikremasi (makingsan ring geni) di Setra Desa Pakraman Tampuagan, Amlapura, Senin (5/9) kemarin. Pasalnya, berkaitan dengan Ngenteg Linggih Manawa Ratna di Pura Dalem Setra Desa Pakraman Culik yang puncaknya Kamis (1/9) lalu sampai satu bulan tujuh hari setelah itu tak boleh mengkremasi jenazah maupun ngaben di Desa Culik. Salah seorang paman korban, Nyoman Tubuh, menuturkan korban yang berprofesi sebagai sopir ini tewas sekitar

MINGGU, 31 Juli 2016 lalu, Panitia Pembangunan Pura Kawitan dan seluruh warga Kayu Selem Gwa Song Provinsi Bali melaksanakan pengundian kupon berhadiah. Awalnya pengundian dijadwalkan tanggal 1 Januari 2016. Namun karena ada kendala teknis, pemutaran undian diundur pelaksanaannya. Hal ini dapat terlaksana berkat bantuan dan partisipasi seluruh warga Kayu Selem dan masyarakat di seluruh Nusantara. Untuk itu, pihak panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar–besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah ikut membantu dan berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut. Dikatakan, tujuan dari panitia melakukan penjualan kupon undian berhadiah ini adalah untuk membantu pendanaan pembangunan Pura Kawitan Warga Kayu Selem Gwa Song yang berlokasi di Banjar Kayu Selem, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 9.500.000.000 dan dengan target waktu penyelesaian tahun 2018. Pengundian dilakukan mulai pukul 10.00 Wita, bertempat di Pura Tampurhyang Luhur dan disaksikan oleh pejabat yang berwenang, diantaranya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli, Camat Kintamani, Kepala Desa Songan A, Babin Kamtibmas, Ida Manggala Utama WKS,

satu jam setelah sampai di RSUP Sanglah, Jumat (2/9) sore. Dikatakan, saat kejadian korban yang mengendarai sepeda motor diseruduk truk galian C yang tengah kosong. Truk yang dikemudikan Joko Prianto asal Jember, Jatim itu menabrak korban sehingga korban menderita cedera kepala berat dan patah lengan. Sementara seorang pelajar SMA Nyoman Sudana (16) dari Merita, luput dari maut dan hanya mengalami luka ringan. Korban Sudiana dalam keadaan tak sadarkan diri dilarikan ke UGD RSUD Karangasem. Tim medis setempat angkat tangan dan merujuk korban ke RSUP Sanglah dalam keadaan kritis dan tak sadarkan diri. Sementara itu, Humas Panitia Karya Ngenteg Linggih Manawa Ratna Desa Culik Ida Made Giur Dipta

di sela-sela prosesi kremasi korban menyampaikan, dengan korban Sudiana sudah enam krama Desa Culik yang meninggal dikremasi di Setra Tampuagan dan satu orang dikremasi di Setra Ujung. Sementara yang meninggal dan makingsan ring pertiwi di Setra Culik juga ada beberapa orang. Dalam sepekan ini, sudah dua korban tewas digilas truk galian C di jalur Kubu-Candidasa. Kini lalu-lalang truk galian C berpindah dari jalur Selat dan Sidemen, ke jalur Kubu-Candidasa. Situasi itu setelah galian C bodong di Kecamatan Selat dan sekitarnya ditutup. Selain Sudiana, satu korban tewas lainnya seorang mahasiswa asal Banjar Mimba, Padangbai, Kadek Apri Diantara. Korban tewas digilas truk di jalur Sanghyang Ambu, dekat Candidasa. (013)

RELAWAN Koster Bali Satu (KBS) di bawah komando ketuanya, I Wayan Tirta, dengan Pembina I Ketut Golak, S.H. mulai melakukan gerakan memperkenalkan Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. melalui baliho raksasa di kawasan Mengwi, Senin (5/9) kemarin. Gerakan memperkenalkan calon gubernur (cagub) Bali 2018 itu dilakukan dengan memasang baliho di depan Pasar Sapi Berikut Mengwi, Badung dengan bunyi ‘’KBS (Koster Bali Satu) – Rahajeng Galungan lan Kuningan’’. Lebih dari 50 relawan KBS terlibat dalam pemasangan baliho tersebut disertai satu barung gong baleganjur, sehingga menarik perhatian masyarakat setempat. Senin kemarin, kebetulan bukan hari pasaran sapi di Beringkit, sehingga Relawan KBS dapat dengan leluasa bergerak memasang baliho berisi foto idolanya itu. I Wayan Tirta mengatakan, gerakan ini baru tingkat awal. Hal serupa juga dilakukan di kawasan Nusa Dua dan di sejumlah titik di Bali Utara dalam satu-dua hari ini. Pemasangan baliho di Bali Utara dilaksanakan semeton Buldog (Buleleng Dogen). Tirta asal Plaga Badung Utara itu mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan gerakan KBS. Buktinya, banyak kalangan masyarakat meminta baliho KBS dengan foto cagub Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. untuk dipasang di daerahnya. ‘’Sebetulnya konsentrasi KBS adalah membentuk relawan KBS di seluruh Bali dengan target Desember tuntas di semua daerah. Namun relawan di berbagai tempat malahan minta baliho KBS,’’ kata Tirta didampingi Ketut Golak, Mardiana (Wakil Ketua) dan Sekjen KBS Pande Krisnayana. Dr. Wayan Koster, M.M. yang dihubungi Senin kemarin hanya mengucapkan terima kasih atas simpati Relawan KBS. Dia yang berada di Bali sejak Jumat lalu, sudah memahami aspirasi yang bermunculan dari bawah itu. ‘’Saya berterima kasih. Kebetulan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, saya pribadi menyampaikan hari raya untuk seluruh umat sedharma dan terima kasih atas segala perhatian terhadap perjuangan untuk membangun Bali ke depan,’’ kata Koster, Ketua DPD PDI-P Bali yang juga dikenal sebagai anggota Komisi X DPR-RI itu. Senin (5/9) sore kemarin, Karangasem juga mendeklarasikan KBS Kabupaten tersebut di Dermaga Kapal Pesiar Tanah Ampo dihadiri sejumlah Pengurus KBS Bali dan KBS Badung. Ratusan warga hadir dalam deklarasi KBS Karangasem yang akan bertugas mensosialisasikan Koster di daerah tersebut. (bns1)

KBS - Relawan Koster Bali Satu (KBS) mulai memperkenalkan Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. melalui baliho raksasa di kawasan Mengwi, Senin (5/9) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Selasa Wage, 6 September 2016

5

Antisipasi Virus Zika, Dinkes Kerahkan Jumantik Banyuwangi (Bali Post) Merebaknya virus Zika ikut membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi siaga. Beberapa hari terakhir, juru pemantau jentik (jumantik) dikerahkan lebih banyak. Sasarannya, membasmi pertumbuhan jentik nyamuk yang berpotensi memicu munculnya virus Zika. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menjelaskan, pencegahan virus Zika sama persis dengan penyakit demam berdarah dengue (BDB) dan chikungunya. Karena virus Zika juga disebabkan nyamuk aides aigepty. ‘’Jadi, munculnya virus Zika menjadi momen untuk makin menggiatkan pemberantasan nyamuk. Sama seperti pemberantasan nyamuk demam berdarah,’’ katanya, Senin (5/9) kemarin. Selain itu, pihaknya menambah area jumantik

melakukan gerakan. Jumantik, kata dia akan bertanggung jawab memantau dan membersihkan penampungan air di sekitar dan dalam rumah. Tujuannya agar jentik tidak sampai berkembang menjadi nyamuk. ‘’Justru aides aigepty tidak ada di selokan. Dia hidup di genangan air yang bersih atau dengan siklus dari telur menjadi nyamuk selama 7 hari. Jadi jangan lebih dari satu minggu, air bak mandi, gentong atau vas bunga harus rutin diganti. Ini bisa memotong siklus perkembangannya dan memperkecil peluang terinfeksi,’’ imbaunya. Ditambahkan, gejala yang biasa timbul jika terinfeksi virus Zika adalah pusing, panas tinggi, sakit kepala, nyeri sandi, dan timbul ruam. ‘’Bila mengalami gejala ini, segera berobat ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat,

Di Desa Tuwed

sehingga diketahui penyebabnya,’’ tambahnya. Inveksi virus Zika, menurutnya bisa sembuh dengan sendirinya. Jadi, penanganannya cukup dengan pengobatan yang bersifat menghilangkan gejala yang timbul. Selain itu, dengan meningkatkan daya tahan tubuh, seperti makan dan minum yang cukup, istirahat, tidur yang cukup, serta olah raga teratur. ‘’Yang ditakutkan jika virus ini menyerang ibu hamil. Virus ini akan menyerang otak janin sehingga menyebabkan anak lahir mengalami microcephaly atau otak bayi tidak berkembang. Dampaknya, ukuran kepala bayi lebih kecil,’’ jelasnya. Meski virus Zika sudah ada di Singapura, masyarakat diimbau tetap tenang. Bahkan Banyuwangi masih aman dari serangan virus ini. Virus ini juga tak memicu kematian. (kmb30) Bali POst/udi

Sejumlah Pohon Perindang Rawan Tumbang Dipangkas Negara (Bali Post) Pemangkasan pohon perindang yang dinilai rawan tumbang dan berbahaya kembali dilakukan pihak terkait. Seperti yang terlihat, Senin (5/9) kemarin. Pemangkasan pohon kali ini dilakukan di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Pemangkasan dilakukan secara selektif. Untuk pohon yang membahayakan langsung dipotong. Kemudian cabang-cabang pohon yang menjorok ke arah jalan maupun rumah penduduk dipangkas supaya tidak membahayakan. Dari kegiatan yang dilakukan kemarin, puluhan pohon perin-

dang jenis trembesi dipangkas dengan menggunakan dua mesin chainsaw dan dibantu satu mobil tangga. Kasi Linmas dan Kebencanaan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana, I Putu Pranajaya mengatakan pemangkasan kemarin memang dilakukan di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Upaya ini untuk merespons permintaan masyarakat karena di lokasi tersebut sering terjadi pohon tumbang. Dari lima kecamatan, Kecamatan Melaya yang paling banyak memiliki titik rawan pohon tumbang. Ada sekitar

200 titik, mulai dari Desa Tukadaya hingga Kelurahan Gilimanuk. Menurutnya, pemangkasan ini dilakukan berdasarkan kajian kondisi pohon, terutama yang sudah rapuh, mati dan membahayakan. Sebelumnya, sejumlah warga di Melaya juga meminta petugas untuk memangkas dan memotong pohon yang membahayakan. Pohonpohon yang sudah miring dan besar itu rawan roboh, bahkan dikhawatirkan menimpa rumah warga. Akar pohon juga menjalar hingga menyumbat saluran pipa PAM ke rumah warga. (kmb26)

E-KTP - Warga lansia melakukan perekaman e-KTP di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Senin (5/9) kemarin.

56.014 Warga Banyuwangi Belum Kantongi E-KTP

Banyuwangi (Bali Post) -

Warga Banyuwangi ternyata masih banyak yang belum terekam KTP elektronik atau e-KTP. Kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah kaum lanjut usia (lansia). Total ada 56.014 warga yang belum terekam dari total 1.288.630 wajib e-KTP. Untuk menyasar para lansia ini digelar perekaman secara jemput bola. Seperti digelar di Dusun Tembakon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Senin (5/9) kemarin.

Selain para lansia, warga yang belum merekam e-KTP adalah kaum perantauan yang bekerja di luar Banyuwangi. ‘’Sisanya, wajib KTP pemula yang jumlahnya terus naik,’’ kata Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Banyuwangi (Dispendukcapil) Iskandar Aziz disela rekam KTP massal, kemarin. Pejabat ini menjelaskan, pihaknya membuat program rekam jemput bola untuk

menjangkau warga. Sebab banyak lansia yang enggan datang ke kecamatan atau Dispendukcapil untuk melakukan perekaman data. Untuk itu mereka belum masuk ke data base kependudukan. Selain jemput bola, pihaknya juga memberlakukan layanan hingga Sabtu dan Minggu untuk melakukan perekaman. ‘’Setiap hari kami menerjunkan dua tim untuk melaku-

kan perekaman di tempat berbeda,’’ jelasnya. Rekam jemput bola difokuskan di wilayah pedesaan atau warga yang sakit. Selain petugas Dispendukcapil, perekaman data KTP elektronik jemput bola juga dilakukan petugas di setiap kecamatan di Banyuwangi. ‘’Kecamatan kan punya dua alat. Satu standby di kantor bila sewaktu-waktu ada yang mengurus, satunya lagi langsung turun ke desa dan

Singaraja (Bali Post) – Sebuah baliho tiba-tiba roboh saat diterpa angin kencang, Senin (5/9) kemarin. Akibatnya, seorang pegawai kontrak Made Sri Kusumawati tertimpa baliho berukuran jumbo tersebut. Beruntung korban yang bertugas pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PP) dan sedang hamil itu selamat dan hanya mengalami lukaluka dan merasa kesakitan. Sebelum kejadian, perempuan asal Desa Sambangan tersebut saat itu tengah melintas di Jalan Laksamana menuju Jalan Srikandi. Di lokasi kejadian, baliho berukuran jumbo milik sekolah kapal pesiar tiba-tiba roboh. Baliho itu seketika menimpa korban yang tengah hamil hingga mengalami luka-luka dan merasa kesakitan. Warga yang melihat kejadian itu, melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Korban mengalami luka lecet pada tangan kanan dan kiri serta kaki. Orangtua korban yang juga Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Gede Komang mengatakan, anaknya yang tengah hamil tujuh bulan sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Dia meminta pihak yang memasang baliho tersebut

untuk bertanggung jawab. Apalagi baliho tersebut masa izin pemasangannya telah kedaluwarsa. Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Buleleng Putu Karuna membenarkan bahwa baliho milik salah satu sekolah kapal pesiar tersebut izinnya telah berakhir Mei 2016. Harusnya perusahaan yang memasang baliho itu membongkar atau memperpanjang izin. Karuna telah menghubungi pihak pemasang baliho, namun belum mendapat konfirmasi yang jelas. “Saya sudah mencoba menghubungi yang punya, tapi tidak dijawab. Kami akan tanyakan sejauh mana tanggung jawabnya karena izinnya sudah berakhir,” tegasnya. (kmb38)

MEMBELI - Suasana di Pasar Badung di eks Tiara Grosir, Jalan Cokroaminoto, Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Sejumlah pengunjung terlihat membeli berbagai keperluan untuk perayaan hari raya Galungan dan Kuningan.

Tertimpa Baliho Jumbo, Ibu Hamil Tujuh Bulan Luka-luka

Bali Post/olo

PANGKAS POHON – Sejumlah petugas saat melakukan pemangkasan pohon perindang di jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya Desa Tuwed, Senin (5/9) kemarin.

Jelang Galungan dan Kuningan

Karangasem Datangkan Pisang dari Lombok dan Sumbawa Amlapura (Bali Post) – Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kebutuhan buah pisang di Karangasem sangat banyak. Karena kekurangan, maka buah pisang dipasok dari luar Bali seperti Lombok, Sumbawa dan daerah lain. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, saat ditemui usai menghadiri sidang paripurna di DPRD, Senin (5/9) kemarin mengatakan belum diterapkan teknologi anti penyakit busuk batang pisang di Karangasem. Untuk itu pihaknya bakal membentuk tim, serta minta masukan dari para ahli pertanian. Sementara itu, Wabup Karangasem Wayan Artha Dipa menyampaikan tanaman pisang selama ini tak bisa ditanam di sembarang tempat. Misalnya, di tanam dengan tanaman lain seperti cengkeh. Ia berharap petugas penyuluh lapangan (PPL) di Karangasem terus mencari dan bersama-sama dengan petani menerapkan ilmu. Tujuannya agar pertanian di Karangasem lebih maju dan mampu menyejahterakan petani di Karangasem. Di Kabupaten ujung timur Bali ini, penduduknya lebih banyak bekerja dalam sektor pertanian. ‘’Sebanyak 54 persen penduduk Karan-

gasem bergelut dan hidup dari sektor pertanian. Kalau pertanian maju, pendapatan petani jauh lebih tinggi dari pengeluaran. Maka kemiskinan akan teratasi,’’ ujar Artha Dipa. Dari pantauan selama ini, selain kian banyaknya kebun pisang beralih fungsi ke non

pertanian, tanaman itu sejak lama banyak yang mati. Tanaman pisang di Karangasem mati karena terserang penyakit busuk pada batang. Kini tinggal jenis pisang tertentu yang tahan penyakit, seperti pisang batu, pisang ambon serta pisang saba atau pisang kayu. (013)

rumah warga,’’ ujar Azis. Pelayanan jemput bola perekaman KTP elektronik, kata dia telah dilakukan sejak 2013. Pihaknya sebelumnya aktif melakukan perekaman di rumah jompo, sekolah untuk merekam wajib KTP pemula, hingga pusat rehabilitasi. ‘’Kami terus turun ke lapangan, sehingga target dari Kemendagri bisa terpenuhi,’’ pungkasnya. Perekaman jemput bola ini menarik perhatian warga, terutama kaum lansia. Bahkan satu warga terpaksa dibopong lantaran sakit lumpuh. Kebanyakan warga lansia yang melakukan perekaman berumur di atas 60 tahun, bahkan ada yang 80 tahun. (kmb30)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/wan


OPINI

6

Selasa Wage, 6 September 2016

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana THK, Kemenangan dalam Galungan BEBERAPA hari menjelang hari raya Galungan, tensi kesibukan umat Hindu utamanya di Bali, meningkat drastis. Puncak hari raya, puncak upacara belum dimulai, mereka sudah tampak khusyuk sibuk dengan ritual berbagai persiapan perayaan. Mulai menyiapkan berbagai sarana seperti janur, buah-buahan, bumbu-bumbuan sampai perlengkapan penjor serta daging seperti babi, ayam dan sejenisnya untuk diolah menjadi bahan persembahan (meski jika disimak hanya sekian persen untuk persembahan, porsi besarnya justru untuk pesta makan dan minum yang kerap ditemani minuman keras). Untuk memenuhi kebutuhan ‘’pesta’’ hari raya ini yang meningkat tajam ini, tanpa sadar umat Hindu mengeksplorasi besar-besaran sumber daya alam yang ada. Mereka membabat pohon kelapa mulai janurnya, daunnya yang sudah agak tua (slepan) sampai buahnya demi keperluan bahan upacara. Karena terus dieksplorasi, persediaan pun kian terbatas dan umat Hindu di Bali harus mendatangkannya dari luar Bali. Demikian pula untuk ternak babi dan ayam maupun itik dan sejenisnya, disembelih besar-besaran secara massal. Dan tanpa disadari, umat Hindu di Bali telah pula membabat salah satu aspek dalam Tri Hita Karana yang menjadi fundamental struktur kehidupan yang diwariskan para leluhurnya, yakni palemahan yang mewajibkan untuk merawat dan melestarikan alam lingkungannya. Begitu khusyuknya umat Hindu mempersiapkan penyambutan hari raya Galungan ini, mereka kadang sampai tak peduli dengan saudara, sanak famili dan tetangga sekitarnya. Yang penting, mereka bisa mempersiapkan upakara yang lebih besar agar tidak malu. Tak peduli tetangga di sebelahnya sudah makan atau belum, bisa membeli sarana upakara seperti dirinya apa tidak. Dan lagi-lagi mereka telah mengabaikan salah satu aspek dalam konsep Tri Hita Karana itu, yakni pawongan untuk menjaga keharmonisan hubungan antarsesama (manusia). Ketika mendekati puncak hari raya Galungan yakni penampahan (sehari sebelum Galungan), umat Hindu yang laki-laki disibukkan dengan membuat berbagai masakan dan hidangan (mebat/ngelawar). Mereka membuat hidangan super banyak, penjor super wah menjulang dengan aneka hiasan lumayan mahal. Lagi-lagi yang menonjol, jangan sampai memalukan atau kalah dengan yang lainnya. Mereka lupa makna sebenarnya dari simbol penjor itu, bahkan sastra agama yang mendasari pembuatan penjor itu sendiri mereka kurang tahu. Demikian pula yang perempuan, khusyuk matanding mempersiapkan berbagai sarana persembahyangan untuk esoknya yakni saat Galungan. Padahal, simbol-simbol (penjor dan aneka banten) ini sebenarnya -- yang kalau dipahami dengan baik dan benar -- akan mampu menghubungkan mereka dengan Sang Pencipta yang dipuja saat Galungan (parahyangan dalam Tri Hita Karana). Jika konsep adiluhung Tri Hita Karana tidak dapat dipahami dan diimplementasikan, bagaimana kita dengan bangga mengatakan Galungan sebagai perayaan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan/nafsu/ego)? Marilah kembalikan makna Galungan sebagai kemenangan melawan nafsu, ketidakbaikan, angkara murka dan sejenisnya dengan memahami dan menerapkan Tri Hita Karana. Apalah gunanya upacara yang megah, mewah dan meriah jika alam mejadi rusak, hubungan dengan sesama menjadi tidak harmonis, bahkan hubungan kita dengan Tuhan makin jauh. Sebab, segala upacara, upakara dan persembahan yang kita buat malah merusak alam, merusak rasa empati dan hubungan harmonis dengan sesama, bahkan menjauhkan kita dari Tuhan. Mari sambut dan rayakan Hari Suci Galungan dengan kesederhanaan untuk meraih kemenangan seperti yang diharapkan. Selamat Hari Raya Galungan.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Tanggapan PT PLN (Persero) Distribusi Bali Area Timur Rayon Karangasem Sehubungan dengan berita Harian Umum Bali Post, Kamis (1/9) halaman 13 kolom 4 perihal tiang listrik yang nyaris roboh di Banjar Dinas Perasan Jalur Ban – Daya, Kubu, Karangasem, bersama ini kami PT PLN (Persero) Rayon Karangasem menyampaikan tanggapan. Kami berterima kasih atas informasi yang disampaikan melalui Harian Umum Bali Post terkait dengan tiang listrik yang nyaris roboh di Banjar Dinas Perasan jalur Ban – Daya, Kubu, Karangasem. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Banjar Dinas Perasan jalur Ban – Daya, Kubu, Karangasem. Terkait dengan berita tersebut dapat kami sampaikan bahwa tiang listrik yang nyaris roboh di Banjar Dinas Perasan jalur Ban – Daya, Kubu, Karangasem sudah dilakukan perbaikan (sesuai foto terlampir) Demikian tanggapan yang dapat kami sampaikan. Untuk informasi kelistrikan di Bali dan pelayanan PLN dapat menghubungi Call Center 123/(kode area) 123. Anggoro Fajar Gandajati Manajer

Antre Perekaman E-KTP Kebijakan pemerintah dalam menata sistem kependudukan dengan e-KTP merupakan terobosan bagus. Namun, kenyataan di lapangan kesigapan pemerintah mengakomodasi kesiapan warga melakukan pendataan diri belum optimal. Untuk itu, saya berharap agar pemerintah benar-benar melakukan penyiapan sarana pendataan dan SDM yang profesional. Saya yang sempat antre untuk melakukan perekaman e-KTP berharap agar ke depan ada layanan keliling. Dengan perangkat digital yang memadai, saya rasa sangat mungkin perekaman e-KTP dilakukan di banjar-banjar. Mohon keluhan ini diperhatikan agar warga tak menghabiskan waktu hanya menunggu giliran untuk dipotret. Mohon buat sistem kerja yang lebih berpihak pada pelayanan. Dewa Gede Sudana Denpasar, Bali

THK Timpang, Dharma Belum Menang Secara fundamental, struktur kehidupan umat Hindu dibangun di atas konsep Tri Hita Karana (THK), guna mencapai harapan hidup sejahtera dan bahagia berasaskan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan antartiga elemen; parahyangan, pawongan dan palemahan. Konsep ajaran THK ini menjadikan hakikat hidup umat Hindu tidak saja berorientasi ke dunia niskala melalui aktivitas berdimensi parahyangan (dengan urusan pura dan ritual yadnya), tetapi juga berhubungan dengan ranah pawongan (hubungan antarmanusia) dan palemahan (kewajiban merawat dan melestarikan alam lingkungan).

Oleh I Gusti Ketut Widana elalui pencermatan terhadap realitas empirik terhadap ketiga ranah aktivitas sosial-adatkeagamaan umat Hindu tersebut, menunjukkan terjadinya ketimpangan proporsi akibat discontinuity -- terputusnya jalinan antarelemen/ranah. Ranah parahyangan, misalnya, masih didominasi urusan membangun kemegahan pura dan kemewahan ritual tanpa pernah dievaluasi apakah sudah mencapai kesadaran spiritual atau belum. Setali tiga uang dengan ranah pawongan, lebih menggambarkan fenomena gunung es, di permukaan terkesan begitu harmonis lantaran dikemas balutan konsep wasudewa kuthum bhakam (semua manusia bersaudara), meski pada kenyataannya terjadi dekonstruksi. Contohnya, semangat suka-duka cenderung berubah menjadi suka membuat orang lain berduka, ajakan manyama braya (menjalin rasa kekeluargaan) menjelma menjadi manyama brenye (membuat keluarga berantakan), atau piteket druwenang sareng (nasihat untuk menerima apa pun kelebihan dan kekurangan orang lain) berubah menjadi druwene serang (menyerang hak-hak orang lain). Belum lagi di ranah palemahan, yang berkaitan dengan kewajiban merawat, memelihara dan melestarikan alam ling-

M

kungan beserta segala isinya, yang terjadi justru proses pelemahan. Kalaupun ada konsep ajarannya, tetapi usaha yang dilakukan ke arah itu tetap menitikberatkan pada aktivitas ritual, tetap bermain di tingkatan simbolik, dan belum banyak berwujud di tataran praktik. Misalnya, ritual mulang pakelem dengan cara menenggelamkan aneka hewan ke laut atau danau, bagaimana mungkin bisa dianggap sebagai aktivitas mengharmoniskan alam, jika tidak disertai dengan perbuatan nyata ke arah pelestarian alam, seperti melakukan penanaman berbagai jenis pohon, setidaknya untuk kepentingan upacara, atau menebar bibit ikan, tukik, merawat terumbu karang laut, dan sejenisnya. Sepatutnya makna laten upacara mulang pakelem itu lebih dimaknai sebagai momen ‘’menenggelamkan’’ sifat kehewanan manusia yang cenderung rakus. Jika demikian adanya, makna laten mulang pakelem itu seharusnya dimanifestasikan ke dalam bentuk perbuatan nyata dan bermanfaat bagi terawat dan lestarinya alam beserta segala isinya. Kalau selalu berhenti pada tingkatan ritual, apa pun arti simbol dengan makna-makna luhurnya, tetap saja kondisi alam lingkungan beserta sumber daya hayatinya tidak akan terjamin keberlangsungan dan kelestariannya, bahkan pelan namun pasti mengalami kehancuran:

krisis, kritis, lalu habis. Prof. Sukarsa dalam bukunya ‘’Biaya Upacara Manusia Bali’’ (2006) membuktikan telah terjadi ketimpangan atau ketidakseimbangan proporsi kegiatan umat Hindu dalam mengejawantahkan konsep ajaran THK, dengan rincian; aktivitas manusia dengan Tuhan (parahyangan) mendapat porsi 42%, manusia dengan manusia (pawongan) 56%, dan manusia dengan alam lingkungan (palemahan) menyisakan porsi hanya 2%. Bahkan jika ditelisik lebih jauh, hubungan yang terjadi antara manusia dengan Tuhan, ternyata nyaris sepenuhnya berhubungan dengan aktivitas ritual juga, dalam hal ini dewa yadnya, seperti upacara melaspas, piodalan, ngenteg linggih, padudusan, dan sebagainya. Begitupun dengan porsi hubungan manusia dengan manusia, ternyata ujung-ujungnya bermuara lagi pada kegiatan ritual dalam bentuk manusa yadnya, mulai dari upacara bayi lahir sampai perkawinan, hingga ke tingkat kematian (pitra yadnya), mulai dari mendem sawa, ngaben, mamukur hingga maligya. Apalagi terkait hubungan manusia dengan alam lingkungan, hampir tak pernah bergeser dari urusan ritual bhuta yadnya, seperti macaru, mulang pakelem, tumpek bubuh, tumpek kandang, dan sebagainya. Jika kemudian ditanya, seberapa besar porsi kegiatan ritual terkait THK yang bermuara

langsung dan dirasakan di tataran sosial, behavioral, disiplin mental, karakter bermoral dan pencapaian kesadaran spiritual? Jawabannya ternyata telah terjadi discontinuity, keadaan yang terputus atau keadaan yang tak berkesinambungan antara konsep ajaran dengan konteks perbuatan, antara ideologi dengan realisasi, antara bahasa kitab suci dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, begitu ritual selesai, seolah tidak memiliki korelasi lagi dengan kewajiban, apalagi tanggung jawab mengejawantahkan simbol-simbol upacara yadnya yang sarat makna itu ke dalam bentuk laksana. Bila demikian kenyataannya, jangan heran upacara yadnya yang bermaterikan upakara bebanten itu bisa terpeleset pemaknaannya menjadi ‘’bebanteen’’: pertama, beban bagi alam, karena terus-menerus hanya dimanfaatkan sumber daya hayatinya tanpa usaha nyata merawat, memelihara atau melestarikannya, sehingga terjadi krisis bahan baku banten, seperti janur, buah, bunga, dll; dan kedua, dirasakan sebagai tekanan (teen/ teenang) bagi pelaku ritual, baik secara ekonomis, sosialistis maupun psikologis, meskipun tetap dilaksanakan sebagai kewajiban bhakti berdasar sraddha. Inilah kondisi dilematis keberagaman umat Hindu dalam perspektif kekinian, yang jika dikaitkan dengan ritual Galungan, tampak sekali, bahwa ternyata sejauh ini umat Hindu masih timpang dalam melaksanakan konsep ajaran THK, sehingga dharma dapat dikatakan belum menang, justru harus diakui umat Hindu terus-menerus mengalami kekalahan. Sebab, dari keseluruhan aktivitas hidupnya masih belum mampu menegakkan dharma, terutama dharmaning ngupapira sarwa tumuwuh lan mahurip : kewajiban merawat, memelihara dan melestarikan alam beserta segala isinya. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar

Tax Amnesty, Perbankan Kebanjiran Dana SEBAGAIMANA kita ketahui bersama, pemerintah telah me-launching Undangundang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty (TA) yang merupakan bagian dari kebijakan fiskal pemerintah. UU ini berlaku efektif sejak awal Juli 2016 dan hingga kini semakin marak dibicarakan di masyarakat maupun di media massa. Tujuan TA ini dimaksudkan untuk menarik dana WNI yang tersimpan di bank-bank di luar negeri yang jumlahnya sangat fantastis. Diperkirakan mencapai kisaran Rp 4.000 triliun. Namun dari TA itu pemerintah menargetkan dana yang masuk kisaran Rp 165 triliun yang diperlukan untuk menutupi defisit anggaran pembangunan dan belanja negara. Di samping itu, TA diberlakukan juga untuk masyarakat di dalam negeri kepada wajib pajak yang belum melaporkan harta kekayaan dalam laporan SPT tahunan dengan membayar uang tebusan sebagai pengampunan pajak sebesar 2%. Bagi yang tidak memanfaatkan kesempatan ini di kemudian hari bisa dilakukan pengusutan oleh petugas pajak akan bisa dikenakan PPh + denda 200% atau sekitar 60% dari harta, kemungkinan bisa plus pidana. Bila TA berjalan dengan baik dan dipatuhi oleh semua wajib pajak maka akan banyak dana bisa masuk ke kas negara melalui bankbank persepsi yang ditunjuk pemerintah. Membuat perbankan utamanya bank-bank persepsi akan kebanjiran dana dan bisa menjadikan perbankan overlikuiditas. Kelebihan likuiditas yang tinggi bisa menjadi beban bagi perbankan maupun BI karena kelebihan likuiditas akan tersimpan di BI kendatipun dengan pemberlakuan BI 7 Days Repo Rate diperbolehkan pinjam-meminjam antarbank. Kelebihan likuiditas oleh perbankan harus segera disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman, sehingga ada pendapatan bunga yang diterima yang diperlukan untuk membayar biaya dana yang dihimpun. Makin besar dana yang dapat dihimpun dari

Oleh IB Kade Perdana TA maka perbankan yang kebanjiran dana ini akan semakin besar peluangnya untuk melakukan ekspansi kredit, apalagi dengan suku bunga yang rendah sejalan dengan bunga acuan baru BI 7 DRR yang diharapkan mampu menjadikan bunga serendah mungkin. Untuk mengakomodir semuanya itu maka dituntut perbankan yang responsif mampu mendukung program pemerintah, sehingga berperan aktif dan berkemampuan memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Sejalan dengan itu perbankan harus menjadi lebih efisien, sehingga mampu menciptakan suku bunga yang serendah-rendahnya di Tanah Air sebagaimana layaknya agen pembangunan dan bukan sebagai agen kapitalis, sehingga dunia usaha menjadi terus tumbuh bergairah dan kondusif, tercipta banyak pengusaha yang berkualitas dan berdaya saing tinggi secara berkelanjutan dengan sendirinya kemampuan membayar kembali pinjaman menjadi efektif, sehingga potensi kredit bermasalah dapat diminimalisir. Asalkan dalam penyaluran kredit perbankan tetap berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian dengan lebih fokus memperhatikan bonafiditas calon debitur terkait dengan kemampuan dan kemauan membayar kembali pinjamannya dan hindarkan membiayai sector-sektor yang sudah jenuh maupun usaha yang telah masuk kategori sunset. Namun apabila hal ini terabaikan dipastikan kredit bermasalah akan meningkat tinggi akan membahayakan kelangsungan hidup perbankan. Apalagi ada pinjaman antarbank yang diperkenankan dan sifat bisnis perbankan yang sistemik maka apabila ada satu saja bank yang menjadi tidak sehat maka akan dengan

cepat bisa menjalar ke bank lainnya. Hal ini harus menjadi perhatian dan diwaspadai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya perbankan tetap tumbuh sehat dan tidak ada bank yang menjadi bermasalah (bank yang kolaps atau bangkrut). Ke depan bila hal tersebut terjadi tentu akan bisa mengganggu kinerja perekonomian nasional. Di samping itu, dengan adanya pelaksanaan UUTA maka menjadi kewajiban perbankan meneliti dan mengecek kembali fortofolio perkreditannya apakah barang jaminan kreditnya semuanya sudah terdaftar dan dilaporkan dalam SPT tahunan oleh para debeturnya sebagai wajib pajak. Apabila belum maka akan menjadi potensi kerugian nantinya bila kredit menjadi bermasalah (macet). Oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut di atas untuk memastikan bahwa barang jaminan dimaksud telah terdaftar dalam laporan pajak maka perbankan bisa mensyaratkan setiap calon debitur harus menyerahkan bukti pembayaran SPT tahun terakhir. Kita berharap ke depan UUTA ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan dipatuhi oleh semua wajib pajak, sehingga pendapatan pajak terpenuhi dan dana yang terparkir di luar negeri oleh para WNI bisa disimpan di bank dalam negeri. Mengingat negara kita sangat membutuhkannya untuk membiayai pembangunan agar negara kita yang kaya raya sumber daya alamnya dengan panoramanya yang indah dan masyarakatnya yang kaya akan budaya maka dengan pengelolaan negara dengan mengedepankan kejujuran dan kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja produktif, kerja tulus ikhlas tanpa pamerih maka dipastikan kita bisa membalikkan keadaan mewujudkan negara kita menjadi negara adidaya, maju, modern, sejahtera adil dan makmur, sehingga menjadi negara yang disegani dan dihormati serta bisa hidup berdampingan sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Penulis, pemerhati perbankan dan kebijakan publik bidang ekonomi

POJOK Hasil konsultasi ke pusat, Dermaga Tanah Ampo tak bisa diperpanjang. - Selama ini rakyat diberi ‘’mimpi’’. *** Disepakati jadi perda, pemangku kahyangan tiga Badung akan terima honor. - Biar terlambat yang penting dapat. *** Wali Kota Denpasar sidak perekaman e-KTP di Kecamatan Denpasar Selatan. - Tenang pak, sudah diperpanjang hingga 2017.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PASANG PENJOR - Sejumlah warga memasang penjor di depan pintu gerbang rumahnya, menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Foto diambil Senin (5/9) kemarin di Jalan Raya Canggu, Badung.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Selasa Wage, 6 September 2016

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Besoknya Sukarta Ditemukan Meninggal

Bali Post/ist

EVAKUASI - Jenazah Sukarta dievakuasi petugas, selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah.

Buat Data Kebutuhan Sarana Upakara

Bali Post/kmb23

ANTRE - Ribuan warga Desa Adat Kedonganan, Senin (5/9) kemarin antre mengambil pembagian daging babi di Kantor LPD Kedonganan. Pembagian daging babi ini serangkaian menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 2.200 KK mendapat masing-masing sebanyak 3 kg daging babi. Pembagian daging babi oleh pihak LPD Kedonganan ini bertujuan untuk memupuk rasa gotong royong antara sesama krama adat.

DPRD Bali Sidak Pasar Adat Wangaya

Prihatin Janur hingga Tebu Didatangkan dari Luar Bali Denpasar (Bali Post) -

DPRD Bali menggelar sidak di Pasar Adat Wangaya, Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Sidak yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bali ini terkait naiknya harga bahan atau sarana upacara menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Namun, Dewan justru mendapati bahan upacara seperti janur, buahbuahan, hingga tebu banyak didatangkan dari luar Bali. Janur khususnya malah ada yang diberi formalin atau pengawet. ‘’Saya prihatin keadaan ini, termasuk tebu saya lihat mulai langka, tidak datang dari Bali tetapi dari Jawa. Hanya kelapa gading yang saya lihat beberapa dari Jembrana. Pisangnya total (dari luar Bali - red),’’ ujar Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. Wiryatama menambahkan, Dewan akan segera membuat suatu inisiatif entah dalam bentuk peraturan daerah atau kebijakan lainnya. Dengan harapan, masyarakat ke depan mau berusaha menanam sendiri tanaman untuk memenuhi kebutuhan upacara agama Hindu. Pasalnya, bahan upacara yang kebanyakan didatangkan dari luar Bali sangat riskan dari segi suplai. ‘’Kita akan coba buat inisi-

atif apakah perda atau pergub sehingga kita ada payung hukumnya,’’ jelas politisi PDI Perjuangan ini. Saat ini, lanjut Wiryatama, pembatasan bahan upacara dari luar Bali tidak bisa dilakukan karena Pulau Dewata masih sangat bergantung pasokan dari luar. Kecuali bila ke depan, Bali sudah bisa mandiri menyuplai kebutuhan upacaranya sendiri. Pengawas Lapangan Pasar Adat Wangaya Gusti Made Wardana mengatakan, ada 200-an pedagang yang menggantungkan hidup di pasar tersebut. Jumlah itu bisa bertambah menjelang hari raya seperti Galungan dan Kuningan karena banyak pedagang musiman yang datang. Mayoritas pedagang

Pemkot-TNI Bangun Jalan Usaha Tani

Mempertahankan Sawah di Tengah Kota

Denpasar (Bali Post) Guna mempertahankan persawahan di kota, Pemkot Denpasar bekerja sama dengan TNI khususnya Kodim 1611/Badung memberi perhatian lebih kepada petani. Salah satunya dengan membangun jalan usaha tani di Subak Kerdung, Denpasar Selatan, sepanjang 4,3 kilometer. Kegiatan tersebut dimasukkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97. ‘’Pelaksanaan TMMD ke-97 ini mulai tanggal 20 September sampai 19 Oktober 2016. Kegiatan ini terealisasi berkat kerja sama Pemkot Denpasar dengan TNI, khususnya Kodim 1611/Badung sebagai pelaksana lapangan,’’ tegas Dandim Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa didampingi Pasiter Kapten Inf. I Made Mustika, Senin (5/9) kemarin. Dipilihnya Subak Kerdung, selain beberapa kali menjadi juara tingkat nasional, juga karena selama ini mampu mempertahankan luas sawahnya dari gempuran pembangunan. Oleh karena itu, sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah dan Kodim Badung dibuatkan jalan beton sepanjang 4,3 kilometer dan lebar 1,5 meter. Tujuannya, selain mempermudah petani membawa sarana-prasarana saat musim tanam, juga memperlancar pengangkutan hasil panen. Di samping itu, jalan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk jogging track. ‘’Berbagai keuntungan akan diperoleh petani Subak Kerdung dengan adanya jalan tersebut. Kita juga peduli den-

7

Dewan Minta Eksekutif

Dibiarkan Mabuk

Denpasar (Bali Post) Mayat laki-laki ditemukan tergeletak di jembatan Dam Tukad Badung, Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Senin (5/9) kemarin. Setelah ditelusuri petugas, ternyata pria itu bernama I Gede Nyoman Sukarta (42) asal Tabanan. ‘’Saksi atas nama Sukartini usia 50 tahun hari Minggu malam melihat pacarnya (Sukarta - red) tidur di TKP karena mabuk. Saksi takut membangunkan korban karena akan marah dan dibiarkn tidur di TKP. Keesokan paginya saksi balik ke TKP ternyata Sukarta ditemukan sudah meninggal,’’ ujar Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana. Dari keterangan Sukartini yang kos di dekat TKP, lanjut Kapolsek, Minggu (4/9) pukul 17.00 Wita, ia tiba di kos tetapi tidak melihat korban. Selanjutnya ia SMS korban dan dijawab mancing di bendungan. Selanjutnya wanita asal Penebel, Tabanan ini ke Pasar Pemogan untuk membeli buah-buahan. Saat balik ke kos, korban tidak ada, tetapi alat pancingnya ada. Saat ditelepon korban bilang di rumah temannya. Sampai pukul 22.00 Wita, korban belum pulang. Selanjutnya Sukartini diantar temannya mencari korban di TKP dan dilihat pacarnya itu tidur di atas jembatan. Menurut Sukartini, korban senang minum miras dan apabila dibangunkan saat mabuk korban marah-marah. Akhirnya korban dibiarkan tidur di TKP. Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 Wita, Sukartini kembali ke TKP. Ia mengambil air untuk membasuh muka korban karena dikira pingsan. Karena tangan korban dingin, Sukartini memanggil tetangganya yang tinggal di selatan TKP. Melihat hal tersebut saksi memberitahukan hal tersebut kepada pemilik kos, Ketut Suwita (51). Sementara keterangan Sigit Basuki (40), warga sekitar TKP, sekitar pukul 22.00 Wita saat tertidur dicari oleh anaknya, Gian, dan diberi tahu ada orang tergeletak di atas jembatan. Mendengar hal tersebut, Sigit keluar kamar dan dilihat korban telentang dengan dengkuran keras. Melihat hal tersebut ia kembali tidur. Keesokan harinya ia melihat warga berkumpul dan ada informasi korban meninggal dunia. ‘’Kejadian itu dilaporkan pemilik kos ke anggota Babinkamtibmas kami. Kami bersama anggota Identifikasi Polresta Denpasar langsung ke TKP,’’ ujarnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, di tubuh korban nihil ada bekas luka. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans BPBD Denpasar. ‘’Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, kami menunggu hasil pemeriksaan tim medis RSUP Sanglah,’’ tegas mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini. (kmb36)

Bali Post/wan

Bali Post/rah

TMMD - Anggota Kodim 1611/Badung melaksanakan pra-TMMD ke-97 yaitu membuat jalan usaha tani di Subak Kerdung, Denpasar Selatan. gan petani sebagai pahlawan pangan. Kalau enggak ada petani, kita mau makan apa?’’ tegasnya. Mengingat jalan yang digarap sangat panjang, waktu sebulan tidaklah cukup. Oleh karena itu telah dilakukan pra-TMMD sejak 20 Juli lalu. ‘’Untuk mempercepat proses pengerjaannya, sesuai waktu yang ditentukan akan dikerahkan Satgas TMMD berjumlah 150 berasal dari anggota TNI-AD, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Batalyon Zipur, Polri dan Pemda. Kami juga melibatkan ormas, pelajar dan pramuka. Masyarakat setempat sangat antusias, setiap hari dikerahkan 300 orang,’’ tegas Kapten Mustika. Selain pembuatan jalan, TMMD ke-97 juga menggarap

bedah rumah, sosialisasi bahaya narkoba, ceramah tentang bela negara dan cinta tanah air, bahaya laten komunisme, HIV/AIDS dan berbagai lomba serta hiburan rakyat. ‘’Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis, SIM dan samsat keliling serta banyak lagi kegiatan lainnya. Inti kegiatan pembuatan jalan usaha tani tersebut,’’ ungkapnya. Dari kegiatan itu diharapkan masyarakat tergugah membangun daerahnya sendiri dan mempertahankan pertanian. ‘’Dengan adanya jalan ini, sarana olahraga akan nambah lagi satu untuk masyarakat Denpasar. Olahraga dapat, bisa melihat hamparan sawah luas dan petani juga senang, sehingga tidak ingin menjual sawahnya,’’ tandasnya. (kmb36)

Bali Post/rin

SIDAK JELANG GALUNGAN - Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama bersama jajarannya saat sidak di Pasar Adat Wangaya, Senin (5/9) kemarin. berjualan janur dan bunga. ‘’Untuk janur, pedagang di sini memang mengambil dari Jawa. Sedikit sekali yang dari Bali. Kalau masalah harga juga lebih murah janur dari Jawa,’’ ujarnya. Mahalnya harga janur dari Bali, lanjut Wardana, tidak lepas dari kualitas janur yang jauh lebih bagus dari janur dari Jawa. Pasalnya, janur yang dijual hanyalah janur yang memang sudah saatnya dipetik. Berbeda dengan janur dari Jawa karena yang masih muda pun sudah dipetik dan dijual.

Itu sebabnya, janur dari Bali lebih tahan lama dan tidak cepat layu atau rusak sehingga harganya pun lebih tinggi. ‘’Saya setuju dengan bapak-bapak dari Dewan, memang kita ke depan bagaimana berpikir agar kita tidak mengandalkan semua dari Jawa contohnya janur dan buah-buah juga banyak impor sekarang. Kesadaran dari masyarakat sendiri sekarang dan bapak-bapak kita bisa mengimbau kembali untuk ke depan menanam,’’ tandasnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Pemerintah diminta membuat data kebutuhan sarana upakara di Bali. Baik itu sarana yang didapat dari Bali ataupun pasokan dari luar Bali. Jangan sampai masyarakat terbebani dengan mahalnya harga sarana upakara menjelang hari raya akibat stok yang terbatas maupun permainan harga. ‘’Hari raya seperti Galungan kan sudah jelas waktunya, setiap Buda Kliwon Dungulan. Mestinya, satu atau dua bulan sebelum Galungan pemerintah sudah bekerja. Berapa kebutuhan yang diperlukan oleh umat Hindu seluruh Bali terhadap hal ini,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba di Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Tamba menambahkan, pemerintah khususnya dinas terkait harus tahu betul berapa stok kebutuhan sarana upacara. Termasuk membuat prediksi dan mencarikan solusi. Khususnya pada saat hari raya keagamaan umat Hindu. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi sarana itu. Di sisi lain, Tamba menyarankan masyarakat agar mulai menanam tanaman untuk kebutuhan upacara. Mulai dari yang sederhana, seperti menanam bunga jepun atau yang lebih besar menanam pohon kelapa. Dengan demikian ke depan, uang masyarakat tidak perlu habis hanya untuk membeli janur atau bunga saja. Diwawancarai terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali menjamin harga kebutuhan pokok dan perlengkapan upacara stabil jelang hari raya Galungan dan Kuningan. Kendati, perlengkapan upacara khususnya masih ada yang didatangkan dari luar Bali. Meski demikian, pihaknya mengaku tidak memiliki data pasti mengenai jumlah pasokan maupun stok kebutuhan upacara karena tidak termasuk dalam komoditi pokok dan strategis. ‘’Pencatatan itu tidak ada karena tidak ada lagi perdagangan antarpulau, kita kan NKRI. Ada yang dari Bali, ada yang beberapa dari luar tetapi sementara ini harga stabil. Artinya masih terjangkau oleh masyarakat,’’ ujar Kepala Disperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi. Menurut Kusumawathi, kestabilan harga perlengkapan upacara seperti janur, buah, dan lainnya dijaga melalui kegiatan pasar murah. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Bali Wayan Kariarta melihat perayaan hari raya saat ini minim dengan ikatan emosional. Masyarakat hanya terkesan sibuk memenuhi kebutuhan hari raya, hingga menenggelamkan rasa bahagia menyambut hari raya itu sendiri. Tidak seperti dulu, masyarakat Bali mencari buah dari kebunnya sendiri serta antusias membuat kue tradisional seperti jaja begina atau jaja uli. Sementara sekarang, masyarakat lebih banyak yang mengutamakan kepraktisan dengan membeli. (kmb32)


BANGLI

8

Selasa Wage, 6 September 2016

Debit Air Turun, PDAM Stop Penambahan Sambungan Bangli (Bali Post) -

Debit air yang dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli terus menurun. Kondisi ini mengakibatkan pelayanan kepada puluhan warga yang sudah masuk daftar tunggu dihentikan sementara. Pelayanan akan diberikan jika penambahan debit air sudah selesai dilakukan. Demikian disampaikan Direktur PDAM Bangli I Wayan Gede Yuliawan Askara, Senin (5/9) kemarin. Dijelaskan Askara, debit air pada sumber yang dimanfaatkan selama ini khususnya untuk wilayah kota mengalami penurunan sekitar 30 persen. Hal tersebut berdampak pada aliran air ke pelanggan yang kerap terganggu terlebih memasuki hari raya Galungan. Di tengah persoalan itu, masyarakat yang mendaftar sebagai pelanggan atau masuk daftar tunggu cenderung bertambah. Berdasarkan data terakhir, jumlahnya mencapai 50 KK. ‘’Karena debit air turun, penambahan sambungan kami hentikan dulu. Yang sudah menunggu akan diberikan kalau debit air sudah normal,’’

ujarnya. Saat ini debit air yang dialirkan ke kota hanya 42 liter per detik. Supaya daftar tunggu tersebut bisa digarap, diperlukan tambahan 25 liter per detik. Hal ini tengah diupayakan. 10 liter per detik akan didatangkan dari sumber mata air di Dusun Cingang, Desa Kayubihi. Sementara sisanya masih dicarikan di sumber lain. ‘’Jaringan yang bocor sudah kami perbaiki. Sekarang untuk mengimbangi penambahan langganan itu hanya dengan penambahan debit,’’ kata Askara. Pejabat asal Kelurahan Kawan, Bangli ini juga menyebutkan debit air yang diman-

faatkan, salah satunya di Desa Tamanbali, Bangli tidak sesuai lagi dengan jumlah pelanggan. Kondisinya sudah masuk kategori overload. Langkah penambahan sumber pun belum bisa dilakukan lantaran terbentur biaya. Sebab pendapatan perusahaan plat merah ini setiap bulannya yang mencapai Rp 900 juta hanya habis untuk gaji pagawai dan biaya operasional, seperti pembayaran listrik dan pemeliharaan jaringan. ‘’Yang di sana (Desa Tamanbali-red) debitnya hanya 12 liter per detik. Itu idealnya hanya untuk 800 pelanggan. Tapi sekarang jadi 1.500. Anggaran untuk menambah debit itu cukup besar.

Bali Post/ina

LAMAK - Seorang warga Dusun Serokadan sedang membuat lamak.

Perajin ’’Lamak’’ di Serokadan Kebanjiran Order Bangli (Bali Post) Hari raya Galungan membawa berkah bagi sebagian besar perajin dan pedagang di Bangli. Tidak hanya pedagang bambu dan perlengkapan penjor, namun juga perajin dan pedagang lamak di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Selama seminggu jelang Galungan mereka kebanjiran order. Selain dipasarkan di wilayah Bangli, lamak juga dipasarkan hingga ke Denpasar. Salah seorang perajin asal Banjar Serokadan I Wayan Sabar mengatakan, kerajinan lamak merupakan kerajinan musiman warga Serokadan. Pasalnya kerajinan ini hanya dibuat oleh warga setiap enam bulan sekali saat jelang hari raya Galungan. Dikatakan Sabar, awalnya kerajinan lamak hanya dikembangkan oleh masyarakat di Banjar Serokadan. Namun sejalan makin banyaknya permintaan, kerajinan yang menggunakan bahan baku daun enau muda (ambu) dan janur ini belakangan telah berkembang ke sejumlah banjar tetangga, seperti Bangun Lemah dan Apuan. Sabar memaparkan, biasanya order lamak mulai datang sekitar delapan hari sebelum Galungan. Permintaan tak hanya datang dari pengepul atau konsumen di Bangli, namun juga dari wilayah luar Bangli seperti Denpasar. ‘’Untuk pemasaran ke Denpasar biasanya melalui pengepul,’’ ujarnya. Karena banyaknya permintaan, selama delapan hari ini para perajin lamak bisa meraup omzet sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Disinggung mengenai ketersediaan bahan baku, Sabar menyebut belakangan ini agak sulit. Pasalnya, pohon enau yang ada di wilayah desanya jumlahnya mengalami penurunan yang sangat drastis. Akhir-akhir ini perajin terpaksa banyak mendatangkan daun enau dari sejumlah wilayah, seperti Kintamani atau desa lainnya di luar kabupaten. Dikatakan Sabar, per satu dahan ambu biasanya dibeli dengan harga Rp 80 ribu, sementara untuk ron dibeli Rp 40 ribu. Dengan satu batang ambu dan satu dahan ron, biasanya perajin bisa membuat sekitar 300 lembar lamak. ‘’Untuk harga jualnya bervariasi, sesuai ukurannya. Untuk ukuran biasa harganya bisa mencapai Rp 20 ribu per 10 lembar,’’ jelasnya. (kmb40)

Bali Post/sos

PEREKAMAN DATA - Suasana perekaman data e-KTP di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bangli.

Terkait Batas Waktu Perekaman E-KTP

Disdukcapil Tunggu Surat Resmi dari Pusat

Bangli (Bali Post) Beredarnya informasi perpanjangan perekaman data e-KTP sampai Juli 2017, tak mengakibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bangli mengubah kebijakan. Batas perekaman masih tetap diberlakukan sesuai informasi awal yakni hingga akhir bulan ini. Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra, Senin (5/9) kemarin mengakui telah mendengar informasi perpanjangan waktu perekaman tersebut dari media. Akan tetapi, informasi secara resmi baik lisan maupun tertulis dari pemerintah pusat belum diterima pemkab. Oleh karena itu, batas waktu perekaman e-KTP tetap pada keputusan awal yakni sam-

pai 30 September mendatang. ‘’Informasi resmi belum kami terima. Jadinya kami tetap pada keputusan awal. Batas perekaman tetap sampai akhir bulan ini,’’ tegasnya. Guna memastikan informasi batas waktu perekaman data e-KTP, dia mengaku sudah koordinasi dengan Dinas Kependudukan Jembrana, Karangasem dan Denpasar. Persoalannya pun sama, yakni belum mendapatkan informasi secara resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya pun menegaskan jika informasi belum resmi itu diikuti, dikhawatirkan nantinya akan memunculkan persoalan. ‘’Kami tetap tunggu keputusan secara resmi. Belum berani menginformasikan ke masyarakat,’’ ujarnya.

Pejabat asal Desa Siakin, Kintamani ini menyebutkan, kalaupun batas waktu itu benar diperpanjang, perekaman tetap akan dikebut. Cara yang dilakukan tetap dengan memberikan pelayanan melalui UPTD maupun kantor dinas. Khusus untuk daerah yang jaraknya cukup jauh, seperti Kutuh dan Subaya dilakukan dengan sistem offline, yakni petugas langsung jemput bola. Cara ini diklaim cukup efektif dan mampu meringankan beban masyarakat. ‘’Untuk offline dari 50 desa sasaran, yang tersisa lagi 18 desa,’’ terangnya, seraya menambahkan pihaknya belum merencanakan adanya pemberian pelayanan saat hari libur. (kmb45)

Tidak bisa mengandalkan pendapatan,’’ bebernya. Secara keseluruhan, jumlah pelanggan PDAM telah mencapai 15.000 KK. Debit air yang telah dimanfaatkan mencapai 200 liter per detik. Idealnya jumlah itu hanya untuk memenuhi 12.000 pelanggan. Aliran air yang terganggu memicu munculnya kekecewaan dari pelanggan. A. A. Sutresna, salah seorang warga Kelurahan Kubu salah satunya. ‘’Tiga bulan terakhir aliran air kecrat-kecrit saja,’’ keluhnya. Ditegaskan pula, selama ini masyarakat yang terlambat melakukan pembayaran dikenakan denda. Ini dinilainya tak adil. Kebijakan itu seharusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. ‘’Sebelum airnya kembali lancar, saya tidak akan mau melakukan pembayaran terlebih sekarang mau hari raya Galungan,’’ tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

I Wayan Gede Yuliawan Askara

Perlindungan Kawasan Geopark Perlu Diperdakan Bangli (Bali Post) Sebanyak sepuluh rancangan peraturan daerah (ranperda) disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar kepada DPRD Bangli melalui rapat paripurna di DPRD Bangli, Senin (5/9) kemarin. Salah satu dari ranperda tersebut yakni tentang perlindungan geologi kawasan geopark Batur. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tersebut, Bupati I Made Gianyar menjelaskan bahwa Geopark merupakan kawasan yang memiliki warisan geologi sangat khas berkelas dunia yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi dan edukasi melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya terdapat hubungan saling menguatkan antara warisan geologi, keragaman hayati dan keragaman budaya yang harus dikelola secara baik dengan melibatkan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat setempat. Menurut Gianyar, pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan Geopark Batur harus dapat ditingkatkan melalui kegiatan wisata alam baik berupa geowisata, ekowisata, maupun wisata budaya. Mengingat kawasan Geopark Batur sebagian wilayahnya merupakan kawasan konservasi sumber daya alam (SDA) di bawah BKSDA maka menurutnya perlu diadakan kerja sama dalam perlindungan dan pengelolannya. ‘’Berdasarkan hal tersebut, demi kelangsungan warisan alam

yang adiluhung sebagai kawasan yang langka perlu mengupayakan perlindungan geologi kawasan geopark Batur dalam bentuk peraturan daerah,’’ jelasnya. Selain memaparkan ranperda tentang perlindungan geologi kawasan geopark Batur, Bupati juga memaparkan sembilan ranperda lainnya yang diajukannya untuk mendapat pembahasan dewan, diantaranya Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada PDAM Kabupaten Bangli, Ranperda tentang Urusan Pemerintahan dan Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Mengenai Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada PDAM Kabupaten Bangli, Bupati menyebut penyertaan modal merupakan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah utang PDAM yang terjadi hampir di seluruh Indonesia dengan cara menghibahkan utang tersebut kepada daerah yang selanjutnya diperhitunggkan sebagai penyertaan modal daerah kepada PDAM. ‘’Untuk memberikan landasan hukum yang kuat sesuai dengan amanat peraturan perundangundangan maka penyertaan modal daerah tersebut perlu ditetapkan dalam perda,’’ jelasnya. Lebih lanjut pihaknya berharap seluruh ranperda yang disampaikannya tersebut dapat dibahas dengan semangat kebersamaan dan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (kmb40)

Bali Post/ina

RANPERDA - Bupati Bangli saat menyampaikan sepuluh ranperda di DPRD Bangli, Senin (5/9) kemarin.

Ni Nyoman Landri, Perempuan Pemetik Kelapa di Peninjoan

Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Digerogoti Kanker PEKERJAAN sebagai pemetik kelapa biasanya dilakoni kaum laki-laki. Tapi di Banjar Penarukan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, salah seorang warga perempuan, Ni Nyoman Landri (45), justru telah menggeluti profesi ini sejak kecil. Dari sanalah dia menggantungkan hidup. Namun sayang, ketangguhan memanjat pohon kelapa kini tiada lagi karena Landri harus berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya.

Bali Post/sos

BERSAMA - Ni Nyoman Landri yang mengidap kanker payudara tengah duduk di teras rumahnya bersama suami dan anak-anak dan tetangga.

Nyoman Landri tidaklah tinggal di tempat yang padat penduduk. Rumahnya yang mungil berdinding batako dan beratap asbes itu berada di tengah-tengah perkebunan milik warga sekitar. Dapurnya beratap ilalang sudah tampak usang. Dindingnya pun hanya berbahan bambu. Sementara lantainya, hanya beralaskan tanah. Beban hidup istri dari I Made Sonder (65) ini semakin berat. Bagaimana tidak, sejak enam bulan lalu penyakit ganas berupa kanker payudara telah menggerogotinya. Ironisnya, tiga bulan lalu benjolan di dadanya pecah lantaran tertusuk pelepah kelapa saat memanjat. Makin hari, luka itu semakin melebar dan mengeluarkan

nanah dan darah. ‘’Saya dari dulu memang sering memetik kelapa. Pas itu benjolan ini ditusuk langsung pecah. Semakin hari tambah parah,’’ tuturnya, Senin (5/9) kemarin. Akibat kondisinya yang makin parah, dirinya hanya bisa beraktivitas di rumah seperti memasak. Itu pun terkadang harus dipaksakan. Sewaktu-waktu penyakitnya bisa kumat. Kalau itu terjadi, sakit dirasakan menjalar sampai ke punggung. Pekerjaan memanjat pohon kelapa yang menjadi sumber penghasilan satu-satunya tak lagi bisa dilakukan. Kini ia hanya menggantungkan nasib dari sang suami yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya

sangat kecil. Secara perlahan perempuan berkulit sawo matang ini menyempatkan untuk menceritakan aktivitasnya saat masih sehat. Dalam sehari ia mampu memanjat 40 pohon kelapa yang rata-rata cukup tinggi. Kelapa muda yang dipetik kembali dijual ke pengepul. Demikian juga dengan janurnya. Namun kini ceritanya tentu berbeda. Kesehariannya lebih banyak dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur melawan rasa sakit. ‘’Saya sudah biasa memanjat kelapa sejak kecil. Itu sudah menjadi pekerjaan,’’ tuturnya. Di tengah penyakitnya yang semakin parah, pengobatan hanya dilakukan di dokter umum di desanya. Sesekali Landri juga dibawa ke paranormal. Obat yang didapatkan hanya mampu mengatasi rasa sakit untuk sesaat, setelah itu kembali kumat. Ia pun mengaku tidak pernah berobat ke rumah sakit. Masalah biaya menjadi kendala utama. Suaminya, I Made Sonder,

menuturkan dengan kondisi istrinya yang demikian, beban hidupnya terasa semakin berat. Demi kesembuhan pendamping hidupnya itu, tak jarang dia berutang ke tetangga. Kondisi ekonominya yang sulit tak hanya berdampak pada biaya pengobatan istrinya saja. Anak pertamanya, Ni Wayan Astiani,dan anak keduanya, I Kadek Lipet, juga tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Tak ingin menambah beban orangtua, dengan berbekal ijazah SD Astiani memilih untuk menjadi asisten rumah tangga di bilangan Batubulan, Gianyar. Sementara Lipet bekerja sebagai buruh angkut kelapa dan nangka di rumah tetangganya. Hasil yang didapat sangat kecil yakni Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per hari. di usianya yang semakin senja, Sonder masih harus menanggung pendidikan anak ketiganya, Ni Komang Srimulih yang duduk di bangku kelas V dan anak keempatnya yang duduk di bangku kelas IV. (sos)


GIANYAR

Selasa Wage, 6 September 2016

9

Polisi Amankan 285 Liter Arak

Gianyar (Bali Post) Meski sudah berupaya keras menghentikan pengiriman minuman beralkohol (mikol) jenis arak masuk wilayah Gianyar, ternyata masih saja ada warung minum di kawasan seni ini yang menawarkan minuman lokal tersebut. Terbukti dalam sidak yang diselenggarakan, Minggu (4/9) malam, polisi berhasil mengamankan 285 liter arak dari lima warung. Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha tidak menampik masih ada pengiriman arak dari Kabupaten Karangsem menuju Gianyar yang lolos dari pantauan polisi. Meski demikian, kecolongan ini ditebus dengan sidak rutin di sejumlah warung minum menjelang hari Raya Galungan. ‘’Di sini kita berupaya menjaga kamtibmas dari pengaruh minuman beralkohol jenis arak yang kerap menemani pesta anak muda hingga memicu keributan,’’ jelasnya. Disebutkannya, pada Minggu malam polisi melakukan penggerebekan di warung minum di Banjar Dukuh Kawan, Desa Pejeng Kawan, Tampaksiring. Di warung milik I Wayan Tunas (45) itu polisi mengamankan 210 liter arak dalam kemasan botol dan jerigen. Selanjutnya polisi menyasar warung Dewa Gede Putu Galungan (44) di Banjar Dukuh Gria, Pejeng, Tampaksiring. Di lokasi ini diamankan 54 liter arak. Polisi kemudian mengarah ke warung di Jalan Raya Bukit Jati, Samplangan, Gianyar. Dari warung milik I Komang Wirajaya (42) diamankan 8,7 liter arak. Dari warung minum milik Ni Made Suartini (48) polisi mengamankan 7,5 liter arak. Terakhir dari warung milik Putu Budi Dharma (43) diamankan 4,8 liter. Total dari lima lokasi ini polisi mengamankan 285 liter arak. (kmb35)

Bali Post/nik

SIDAK - Suasana sidak di Rutan Kelas II B Gianyar, Senin (5/9) kemarin.

Tangani Persoalan di Masyarakat

Tiga Pilar Desa Harus Bersinergi

Gianyar (Bali Post) Sinergitas tiga pilar yakni kepala desa, Binmas dan Babinsa terus dioptimalkan jajaran Polres Gianyar. Hal ini amat penting guna mengatasi berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat. Hal itu diungkapkan Kapolsek Tampaksiring AKP Gede Sudyatmaja pada kegiatan Sinergitas Tiga Pilar Kamtibmas di Wantilan Pura Dalem Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Senin (5/9) kemarin. Menurut Kapolsek, tiga pilar tersebut merupakan kunci dari keamanan wilayah. Kekompakan ketiganya sangat diperlukan dalam mengatasi setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, kekompakan tiga pilar ini paling terlihat dalam penertiban penduduk pendatang. Selain itu, jika ada konflik di masyarakat tiga pilar ini mengambil langkah mediasi dengan tokoh masyarakat setempat. ‘’Selanjutnya tinggal pemasangan plang sinergitas tiga pilar. Yang jelas ini akan dioptimalkan dalam menjaga kamtibmas,’’ tandasnya. (kmb35)

Bebas, Nasib Delapan PNS Tunggu Kajian KASN

Gianyar (Bali Post) Delapan dari 14 PNS yang terlibat kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif sudah menghirup udara bebas. Meski demikian, Pemkab Gianyar masih belum mengambil keputusan untuk mereka yang kini berstatus cuti kerja. Sementara enam PNS lainnya melanjutkan masa hukuman di Rutan Kelas II B Gianyar. Kepala BKD Gianyar Ketut Artawa, Senin (5/9) kemarin mengatakan, delapan PNS yang sebelumnya menjadi narapidana di Rutan Gianyar itu sudah dibebaskan awal September lalu. ‘’Ya benar mereka sudah bebas awal September. Dan Kamis lalu mereka sudah menghadap saya menyampaikan hal ini,’’ ucapnya. Dijelaskannya, meski sudah menyelesaikan masa hukuman, namun pihaknya belum menentukan keputusan terkait status kepegawaian delapan PNS tersebut. Artawa beralasan keterlambatan ini terjadi lantaran masih menunggu hasil kajian yang sudah dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ‘’Ya keterlambatannya karena kita menunggu di sana (KASN - red). Tapi minggu depan setelah Galungan ini saya akan berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi,’’ katanya. Meski sudah bebas, PNS mantan narapidana kasus korupsi ini tetap belum diizinkan masuk kantor. Oleh sebab itu, delapan orang PNS ini diberikan status cuti kerja sembari menunggu putusan KASN. ‘’Sekarang pemerintah masih menjalankan legalitas formal keputusan akhir, karena ini masih jalan mereka belum boleh ke kantor, makanya diberikan cuti. Sementara untuk gaji, mereka tetap diberikan 75 persen dari gaji pokok,’’ jelasnya. Disinggung seperti apa sanksi yang akan diterima delapan PNS ini, Artawa kembali menegaskan belum bisa menjawab karena masih menunggu keputusan KASN. ‘’Kita sudah mengupayakan yang terbaik. Tapi kemarin Bapak Bupati juga menyampaikan agar diserahkan pada keputusan KASN,’’ tegasnya. Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Gianyar Herdian Rahardi juga menyatakan bahwa hanya delapan PNS yang sudah menyelesaikan masa hukuman. Sementara enam PNS lainnya melanjutkan masa tahanan karena terlibat dalam kasus SPPD fiktif jilid dua. ‘’SPPD babak dua ini juga sudah mendapat putusan Pengadilan Negeri Gianyar. Jadi sekarang yang enam ini langsung mengikuti masa tahanan,’’ katanya. (kmb35)

Telepon Penting gianyar

Kantor Bupati

- 943056

DPRD

- 943144

BPBD

- 7844717/7844718

PMK

- 943113

Kantor Satpol PP

- 944436

RSUD Sanjiwani

- 943020

PDAM

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

PMI Gianyar

- 8958414

KONI Gianyar

- 947261

BNN Kab. Gyr.

- 946122

PLN

- 947166

Kodim 1616 Gyr

- 943069

Koramil Gianyar

- 942289

Koramil Blahbatuh - 941167

Sidak Rutan

Tiga Napi Positif Narkoba

Gianyar (Bali Post) -

Polres Gianyar yang bersinergi dengan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar dan TNI melakukan inpeksi mendadak (sidak) di Rutan Kelas IIB Gianyar, Senin (5/9) kemarin. Hasilnya tiga narapidana atau napi dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine. Namun petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Petugas hanya mengamankan empat buah cutter. Sidak yang dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP Waluya ini dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Sidak diawali dengan penggeledahan sembilan blok di rutan. Dalam penggeledahan tersebut, satu-persatu napi diperiksa. Alhasil petugas hanya menemukan sejumlah senjata tajam berupa cutter dari sejumlah blok. Di sisi lain, petugas BNN

Kabupaten Gianyar yang melakukan tes urine berhasil mendeteksi tiga napi yang positif narkoba. Tiga napi berasal dari blok III. Mereka adalah Made S (29), Gede AD (18) dan WP (23). ‘’Dari tiga narapidana ini, WP itu napi kasus pencurian. Sementara dua lainnya terkait kasus narkoba,’’ ungkap AKBP Waluya. Perwira melati dua di pun-

Gianyar (Bali Post) Seluruh jajaran Pemkab Gianyar, khususnya para pejabat, agar tidak resah dalam menyikapi rencana penataan organisasi perangkat daerah (OPD) yang kini ranperda-nya tengah digodok. Sebab penataan OPD sebagai tindak lanjut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang OPD tersebut nantinya diarahkan pada penataan kelembagaan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gianyar Mahayastra pada apel bulanan di halaman kantor Bupati Gianyar, Senin (5/9) kemarin. Menurut Mahayastra, penataan OPD tidak perlu disikapi secara berlebihan. Seluruh pejabat dan pegawai harus bekerja dengan baik serta melaksanakan kewajiban sesuai tupoksi masing-masing. Jangan sampai kinerja jajaran Pemkab Gianyar malah menurun karena pegawai sibuk memperhitungkan di mana akan ditugaskan. ‘’Intinya, tetap bekerja dengan

baik agar seluruh kegiatan dan program dapat terlaksana dengan baik,’’ ujarnya. Di bagian lain, Mahayastra mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Gianyar agar tidak terjerumus narkoba. Beberapa waktu lalu telah ditemukan oknum pegawai yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dan hal ini sangat mencoreng citra Pemkab Gianyar. Sebagai langkah antisipasi bahaya narkoba pihaknya bekerja sama dengan BNN Kabupaten Gianyar akan melakukan tes urine bagi seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Gianyar. Jika ditemukan penyalah guna narkoba, Mahayastra menyatakan akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku. ‘’Ke depan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya narkoba juga akan kita lebih intens lakukan,’’ tegasnya. Kembali menyangkut rencana penataan OPD, Sekda Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra belum lama ini mengakui rencana itu menimbulkan kekhawatiran bagi para pejabat. Namun dia mengharapkan

daknya ini mengatakan, setelah melakukan sidak hingga pukul 11.30 Wita, seluruh barang bukti selanjutnya diamankan Sat Tahti Polres Gianyar. Ditambahkannya, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengantisipasi peredaran narkoba dan benda berbahaya di dalam Rutan Gianyar. ‘’Kita memastikan kondusifitas di dalam sel menjelang hari raya,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Gianyar Putu Astawa mengaku terkejut dengan sidak tersebut. Dia mengaku tidak mendapatkan informasi apapun terkait penyelenggaraan sidak. Terlebih lagi dari enam napi yang dicurigai pihak BNN, tiga orang dinyatakan positif narkoba. ‘’Terkait napi yang diketahui positif, ini akan kami koordinasikan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali,’’ ucapnya. Soal penemuan empat cutter, Astawa menyebutkan selama ini alat itu hanya digunakan untuk membuat kerajinan tangan berbahan baku kertas koran. Ditegas-

kan pula bahwa pisau itu ada dalam pengawasannya. ‘’Pisau itu untuk membuat kerajinan tangan. Di sini kami memiliki program napi kreatif. Selain untuk mengisi kejenuhan di dalam sel, kreativitas tersebut juga dijual pada pengunjung lapas,’’ katanya. Lebih lanjut Astawa kembali mengungkapkan, kondisi Rutan Kelas II B Gianyar yang overcapacity. Dari daya tampung 48 orang, rutan kini dihuni 95 orang napi dan tersangka titipan. ‘’Total penghuni lapas saat ini ada 95. Terdiri dari 88 tahanan laki-laki dan tujuh tahanan perempuan,’’ bebernya. (kmb35)

Rencana Penataan OPD, Pejabat Diminta Tak Resah

Bali Post/ist

APEL - Apel bulanan Pemkab Gianyar, Senin (5/9) kemarin. Pada kegiatan tersebut, Wabup Made Mahayastra mengimbau jajarannya agar tidak resah dalam menyikapi rencana penataan organisasi perangkat daerah. rencana penataan OPD tidak sampai meresahkan jajaran Pemkab Gianyar hingga menyebabkan menurunnya kinerja. Menurutnya, dalam penataan ini tidak ada istilah

menolkan pejabat atau nonjob. Yang ada hanya pengukuhan kembali. Apalagi dari analisa, ada penambahan dua pejabat eselon II. ‘’Tapi itu malah bertambah lagi dua eselon 2 bertambah.

Bergantung sekarang proses legislatif bersama bupati. Sedangkan dampaknya ke anggaran, tentunya akan penyesuaian asumsi perda kelembagaan,’’ katanya. (kmb25)


KLUNGKUNG

10

Selasa Wage, 6 September 2016

RSUD Mesti Optimalkan Sistem IT Semarapura (Bali Post) –

RSUD Klungkung mesti memperbaiki dan meningkatkan sistem informasi dan teknologi (IT). Jika hal tersebut dilakukan akan dapat menghemat waktu dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Pasien bakal lebih cepat dalam proses pengambilan obat. ‘’Ini untuk memberikan pelayanan terbaik serta sistem yang tepat dan cepat kepada masyarakat,’’ kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di sela-sela acara pemantauan di RSUD Klungkung, Senin (5/9) kemarin. Bupati Suwirta juga menginstruksikan Kabid Pelayanan RSUD dr. Ida Ayu Megawati agar membuat perencanaan dan memangkas pekerjaan yang masih menggunakan sistem manual. Bila perlu rekam medis bisa masuk ke sistem IT, sehingga pencatatan persediaan stok obat terlihat dan tidak perlu membuka kartu lagi. “Pemanfaatan IT sangat penting dikembangkan di rumah sakit. Antrean panjang bisa diminimalisir, namun dokter dan asisten harus siap di sana,” ujarnya. Bupati Klungkung sempat mengunjungi ruang operasi (OK). Hal ini dilakukannya karena mendapat banyak masukan dari masyarakat terkait antrean yang terjadi di ruang operasi. Suwirta minta pihak rumah sakit mengoptimalkan tenaga medis yang ada dengan memberlakukan dua shift untuk mengakali kurangya dokter bedah dan tenaga medis. Pada bagian lain, Suwirta berharap pihak rumah sakit meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang besar terhadap pelayanan masyarakat. “Bagaimana caranya mengatur antrean dan pergantian shift. Jangan sampai antrean orang yang akan operasi tidak tercatat dalam sistem,” sebutnya. Di hari yang sama, bupati asal Ceningan, Nusa Penida, itu mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung. Di kantor yang dipimpin Komang Darma Suyasa ini, Suwirta memberikan motivasi kepada seluruh pegawai agar memberikan pelayanan yang cepat dalam membuat e-KTP dan akta. ”Usirlah konsumen secepat mungkin dari hadapan kita dengan pelayanan yang cepat dan memuaskan,” tegasnya. (kmb)

Koperasi Diminta Garap Pasar Oleh-oleh

Semarapura (Bali Post) –

Pariwisata di Kabupaten Klungkung yang ditunjang program City Tour diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sayangnya, hingga saat ini pengusaha setempat masih enggan menggarap pasar oleh-oleh yang menyediakan buah tangan khas Klungkung. Bupati I Nyoman Suwirta minta koperasi menjadi pelopor penjualan oleh-oleh khas Klungkung. Bupati Suwirta mengatakan hal itu ketika meninjau penjualan oleh-oleh khas Klungkung di depan Swalayan Inti tepatnya di utara Subterminal Semarapura yang menjadi sentral parkir pariwisata kota, Senin (5/9) kemarin. Ia berharap koperasi dan pengusaha lokal dapat menggarap potensi Klungkung menjadi buah tangan wisatawan asing. Misalnya membuat kaos yang menggambarkan Kota Semarapura atau cemilan khas Klungkung. Untuk memikat konsumen berbelanja, bupati minta oleh-oleh khas Klungkung dikemas semenarik mungkin. Dengan kekhasan yang dimiliki, pria asal Ceningan ini optimis pasar oleh-oleh di Klungkung dapat bersaing dengan pasar oleh-oleh lainnya di Bali. “Saat ini baru Koppas Srinadi yang menggarap oleh-oleh khas Klungkung. Pengusaha lainnya mesti ikut serta mengembangkan,” jelasnya. Suwirta juga akan mengembangkan pasar senggol di pintu utara Pasar Semarapura. Senggol tersebut nantinya menempati tempat parkir utara pasar yang mampu menampung sekitar 20 pedagang. Pasar ini akan dikhususkan menyajikan kuliner khas Klungkung dengan memanfaatkan lorong pintu masuk utara Pasar Semarapura sebagai tempat makan pembeli. Menurut bupati, membangun pasar senggol tidak memerlukan anggaran mengingat lahan parkir sudah menjadi tempat yang representatif untuk berjualan. Pihaknya hanya membutuhkan sponsor untuk pengadaan tempat makan konsumen. “Pengelolaan akan kami berikan ke desa adat sekitar. Setelah Galungan atau Kuningan, pasar senggol akan mulai beroperasi,” ungkap Suwirta. (dwa)

Bali Post/dwa

HASIL SELEKSI - Wayan Gede Suparta (kiri) menyampaikan hasil seleksi dewan pengawas PDAM Klungkung saat mendampingi Bupati I Nyoman Suwirta, Senin (5/9) kemarin.

Cegah PDAM Jadi ”ATM”

Dewan Pengawas Diperkuat Mantan Wakapolres Semarapura (Bali Post) – Mantan Wakapolres Gianyar Ni Made Asmiriwati yang sempat menduduki Kepala BNN Badung, mengisi posisi Dewan Pengawas PDAM Klungkung setelah lulus dalam seleksi yang diselenggarakan tim appraiser dari akademisi Unud yang diketuai Prof. Dr. Wayan Gede Suparta, S.E., S.U. Asmiriwati lolos di bidang hukum dengan pertimbangan mampu menjaga PDAM dari upaya pemerasan pihak luar. Keberadaan Wakapolres Gianyar periode 2003-2006 itu diharapkan dapat menjaga PDAM Klungkung dari upaya kriminalisasi dan permasalahan di bidang hukum. Gede Suparta menyampaikan itu saat mendampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di kantor bupati, Senin (5/9) kemarin. Dua orang lagi yang lulus seleksi adalah Dewa Gede Su-

nantara di bidang teknik serta Drs. Cokorda Darma Putra di bidang administrasi dan keuangan. Dari empat calon di bidang hukum, hanya dua yang lolos passing grade. Asmiriwati mampu mengungguli calon lainnya pada tes yang diselenggarakan tim panitia seleksi (pansel). “Made Asmiriwati unggul di tes psikologi sehingga mendapatkan nilai tertinggi 75,9,” tutur

Suparta. Ia menilai Asmiriwati pantas menduduki dewan pengawas mengingat mumpuni di bidang akademik serta memiliki karier cemerlang sebagai Wakapolres Gianyar dan Ketua BNN Badung. Pengalaman tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga PDAM Klungkung dari upaya oknum yang ingin menggunakannya sebagai mesin ATM.

“Ini untuk mencegah adanya upaya pemerasan PDAM Klungkung dengan dalih permintaan sumbangan yang tidak jelas,” imbuhnya. Keikutsertaan Asmiriwati pada seleksi dewan pengawas PDAM Klungkung sempat menjadi kontroversi mengingat statusnya yang merupakan istri Kabag Hukum Klungkung Ketut Mudita. Bupati Suwirta saat ditanya mengenai hal itu mengaku tidak mengetahui caloncalon yang mengikuti seleksi. Ia juga tidak dilibatkan saat proses seleksi meski pemilihan dewan pengawas merupakan hak prerogatif bupati.

Terhantam Gelombang, Sampan Terbalik di Kusamba Semarapura (Bali Post) –

Sebuah sampan jangolan yang mengangkut palen-palen (makanan dan minuman ringan) terbalik ketika hendak berlayar di Pantai Segara, Kusamba, Klungkung, Senin (5/9) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Akan tetapi tidak sedikit barang berupa sembako hilang akibat tenggelam. Menurut informasi yang didapat di lapangan, sampan mini itu rencananya menyeberang ke wilayah Jungutbatu, Nusa Penida, sekitar pukul 06.30 Wita. Sampan milik Komang Amer (40) asal Jungutbatu ini mengakut 25 kampil beras dan sejumlah palen-palen. Namun, baru 20 meter lewat dari bibir pantai, sampan jangolan yang tidak memakai kantih ini terhantam gelombang setinggi tiga meter. Sampan yang dinahkodai Komang Amer ini kemasukan air laut dan terbalik. Saat kejadian hanya ada Amer di atas kapal. Dia langsung meloncat ke laut setelah mengetahui sampannya terbalik. Akan tetapi 25 kampil beras yang diangkut tidak bisa diselamatkan karena sudah basah dan tenggelam. Barang yang dapat diamankan hanya yang mengambang di laut. Semua barang tersebut berhasil dievakuasi

ke daratan oleh buruh dorong yang kebetulan masih berada di lokasi pantai. Amer mengalami kerugian sekitar Rp 6.250 ribu. Sampan miliknya juga berhasil dievakuasi ke daratan setelah mendapat bantuan warga dan anggota Pol Air dan Polsek Dawan. Saat itu bersama petugas, warga secara gotong royong menarik sampan jangolan tersebut ke pesisir pantai menggunakan tali tambang. Sampan baru dapat dievakuasi ke pesisir pantai satu setengah jam kemudian atau sekitar pukul 08.10. Salah seorang nelayan, Ketut Sendi, ditemui di lokasi mengakui gelombang di Pantai Segara sempat besar pada pagi harinya. Saat itu ketinggian gelombang mencapai tiga meter lebih. “Biasanya gelombang besar pada pagi hari, tapi siangnya kembali normal,” katanya. Sampan jangolan berwarna putih kuning itu kembali digiring ke tepi pantai sekitar pukul 12.00. Belasan buruh angkut di Kusamba bergotong royong menggiring sampan kembali ke laut untuk dipakai menyebrang ke Jungutbatu. ‘’Sampan tidak ada yang rusak dan bocor ketika dihantam gelombang. Jadi, saya akan berlayar lagi,” tegas Amer. (kmb)

Tahun Depan Dipersiapkan Lebih Matang

Banyaknya pengunjung yang datang membuat petugas parkir sempat kewalahan dan mengganggu arus lalu lintas. Untuk itu, panitia akan mematangkan lagi pengaturan lalu lintas di antara jalan menuju kedua pantai agar masuknya peserta dan pengunjung tidak mengalami masalah. “Lahan parkir bisa menampung seluruh peserta, hanya terjadi sedikit masalah saat pengaturan arus kendaraan,” ujar Mas Ananda. Festival dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, ditandai penaikan layanglayang Pemkab Klungkung, Sabtu (3/9). Hadir Wabup Made Kasta, Ketua DPRD I Wayan Baru, Dandim 1610 FX Ari Susetyo, Camat Banjarangkan Ida Bagus Mas Ananda, jajaran SKPD Kabupaten Klungkung, Perbekel Desa Takmung I Nyoman Mudita, prajuru adat dan dinas serta masyarakat setempat.

Bupati Suwirta mengatakan Desa Takmung yang memiliki pantai indah bila dikelola dengan baik dan serius akan menjadi primadona Kabupaten Klungkung. Diselenggarakannya Festival Layang-layang diharapkan dapat menjadi ajang motivasi dan inovasi bagi anakanak muda untuk berkreasi. “Mari jengah dan bangkit. Kejayaan Klungkung di masa lalu harus dikejar melalui kerja keras agar bisa sejajar dengan kabupaten lainnya,” ujarnya. (ad147)

NAIKKAN LAYANGLAYANG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wabup Made Kasta dan Kepada DPRD Wayan Baru menaikkan layang-layang pada pembukaan Klungkung Kite’s Festival 2016.

Bali Post/kmb

EVAKUASI - Warga bersama petugas bahu-membahu mengevakuasi sampan jangolan yang dihantam gelombang di Pantai Segara, Kusamba.

Klungkung Kite’s Festival 2016 Sukses MESKI baru pertama kali melaksanakan, Pemkab Klungkung bersama Desa Takmung dan Kecamatan Banjarangkan sukses menyelenggarakan Festival Layanglayang Kabupaten Klungkung (Klungkung Kite’s Festival) yang diikuti 696 peserta. Kegiatan yang melibatkan ribuan orang dari berbagai daerah di Bali ini menjadi festival dengan menyedot pengunjung terbanyak di Kabupaten Klungkung. Camat Banjarangkan Ida Bagus Ketut Mas Ananda menyampaikan, festival layanglayang diselenggarakan 3-4 September di Pantai Lepang dan Sidayu. Seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan lancar. ‘’Semuanya akan dievaluasi agar persiapan menggelar festival tahun 2017 lebih matang. Pantai Lepang dan Sidayu mampu menampung 1.000 peserta,’’ katanya, Sabtu (3/9).

Suwirta menerima hasil seleksi yang dilakukan tim pansel dan akan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen dewan pengawas baru dalam mengemban tugasnya. Ia minta dewan pengawas dapat menjadi perpanjangan tangan untuk melakukan pengawasan di PDAM Klungkung. Ketiga dewan pengawas akan menghadap Bupati Suwirta untuk melakukan wawancara dan selanjutnya magang selama seminggu. “Dewan pengawas mulai efektif bertugas Oktober. Saya harapkan mereka bekerja dan membuat laporan kinerja PDAM,’’ tegas Suwirta. (dwa)

Para Juara Kategori Pecukan Remaja Dauh Setra (Denpasar), 2. Bencingah Bon Biyu (Donb Biyu), 3. Buaya Caplok Alu (Blahbatuh) Kategori Bebean Remaja Tigor 965 (Kutuh Bukit Pandawa), 2. Jiura Manganti (Denpasar Utara), 3. MKMA Kusamba Kategori Janggan Remaja Pelayan Liar (Denpasar), 2. KRIS Cemengaon, 3. RA Jigeh (Sanur) . Kategori Janggan Dewasa No Label (Puaya), 2. Nakula (Kesiman), 3. RA JG (Jigeh) Kategori Bebean Dewasa Rare Kite (Bitra, Gianyar), 2. Cool and Sejuk (Batu Yang), 3. Semara Gening (Jalan Permai) Kategori Pecukan Dewasa Browcek (Sumerta, Denpasar), 2. Tambak Sari (Sukawati), 3. Rare Uled Bijal (Blahbatuh) Kategori Layangan Kreasi Kite Melangit (Jalan Werkudara), 2. Semila Sari Yowana (Jalan Gunung Agung), 3. Leak Sanur (Padanggalak).


Selasa Wage, 6 September 2016

BULELENG

11

Bocah SD Meninggal Dunia Diduga ’’Suspect’’ Rabies Singaraja (Bali Post) – Seorang bocah FY (10) asal Banjar Dinas Bajangan, Desa Dencarik, Banjar meninggal dunia Senin (5/9) kemarin. Bocah yang duduk di kelas IV SD ini meninggal dunia setelah diduga terjangkit penyakit anjing gila (rabies - red). Sebelum kejadian ini, sekitar Juni 2016 lalu, lengan kanan korban sempat tergigit anjing liar di desanya. Pascakejadian itu, kesehatan korban mulai melemah, hingga mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. SELAMAT GALUNGAN - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. dan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan kepada umat se-dharma di Kabupaten Buleleng.

Putu Agus Suradnyana–Sutjidra

Dengan Kerja Nyata Maknai Hari Raya Galungan-Kuningan SATU hari lagi umat Hindu merayakan Hari Suci Galungan dan 10 hari kemudian Kuningan. Hari raya suci ini dipercaya sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. dan Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengucapkan selamat merayakan hari raya Galungan dan juga Kuningan kepada umat se-dharma di Buleleng. Pasangan yang dikenal dengan sebutan PASSutjidra ini mengajak masyarakat dan umat sedharma memaknai hari raya Galungan dan Kuningan ini dengan implementasi melalui ‘’Kerja Nyata’’ untuk Buleleng. ‘’Melalui perayaan hari besar umat Hindu ini, kami mengajak masyarakat Buleleng agar memaknai hari raya suci ini dengan kerja nyata. Mari bersamasama membangun Buleleng lebih baik. Dengan kerja nyata ini kita tingkatkan sraddha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jadikan momen yang baik ini sebagai wahana sangat baik menumbuhkan rasa persaudaraan di kalangan umat beragama. Ke depannya dapat menimbulkan shanti atau kedamaian antarkomponen masyarakat, sehingga pada akhirnya Buleleng tetap aman, nyaman dan kondusif,’’ kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang akrab dipanggil PAS ini. Pada momentum yang baik ini, Bupati PAS juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Buleleng yang telah ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, utamanya berpartisipasi memerangi sampah plastik. Kesadaran

masyarakat, menurut Bupati yang dikenal merakyat ini, telah membuahkan prestasi luar biasa, dengan bukti Pemkab Buleleng meraih penghargaan Adipura. Sementara itu, Wabup Sutjidra juga mengingatkan krama Buleleng dalam menjalankan dan merayakan kemenangan dharma melawan adharma agar senantiasa berpikiran suci, merayakan dengan khidmat dan penuh tenggang rasa, tepaserira. Selama ini aplikasi toleransi dan tenggangrasa sudah ditunjukkan dengan baik oleh warga selama ini. Hal itu sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan sekaligus menjabarkan berbagai program yang digulirkan pemkab selama ini. Hari Galungan yang kita rayakan selama 210 hari setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan ini sesungguhnya merupakan perjuangan manusia di dalam mempertahankan hidupnya. Pada hakikatnya manusia dapat mewujudkan citacitanya dengan senantiasa menegakkan kebenaran. Selain itu, wajib melakukan introspeksi ke dalam diri maupun keluar terhadap alam lingkungannya. ‘’Kami mengajak masyarakat Buleleng mengimplementasikan kesucian hari raya Galungan dan Kuningan, agar senantiasa berpikir, berkata dan berbuat yang baik dengan kerja nyata,’’ imbuhnya. Akhir kata Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Nyoman Sutjidra mengucapkan selamat Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Buleleng. Dari hati untuk hati yang tulus membangun negeri. (ad154)

Dua Residivis Dibekuk Singaraja (Bali Post) Sat Reskrim Polres Buleleng membekuk dua mantan narapidana yang usianya masih tergolong muda, setelah mereka melakukan pencurian di dua tempat berbeda. Tersangka Santo (18) ditangkap di Jalan Gempol Gang Beo, Banyuning, sedangkan tersangka inisial AF (19) dijinakkan di rumahnya Jalan Parkit Kelurahan Kaliuntu. Penangkapan diawali Rabu (17/8) pukul 03.00 Wita, kedua tersangka bekerja sama melakukan pencurian satu laptop merek Sony Vaio warna hitam 14 inch beserta charger, 1 unit laptop Asus Aspire warna biru 10 inch dan charger, 2 unit handphone merek Samsung Galaxy Grand putih, 1 HP merwk Asus warna hitam, 1 charger HP warna hitam, dan 1 buah tas gendong warna hitam di Gang 7 Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran Kelurahan Kendran. Leluasanya pencuri ini karena rumah dalam keadaan pintunya terbuka. Karena itu tersangka M. AS alias Santo dengan gampang bisa masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat tembok pagar. Tersangka AF menunggu di luar rumah dan mengawasi situasi. Setelah mendapat barang-barang curian itu, mereka langsung kabur. Tersangka ini juga beraksi di TKP di Jalan Gempol Gang Beo Kelurahan Banyuning, Buleleng, Sabtu (3/9) pukul 03.00 Wita. Barang curian selanjutnya diserahkan kepada tersangka AF untuk dijual kepada penadah. Uang pen-

jualan dibagi dua. Uang itu dipergunakan memenuhi kehidupan sehari-harinya. ‘’Hasil pemeriksaan awal mereka hanya mengakui perbuatan di dua TKP di Jalan Gempol dan Jalan Gajah Mada Singaraja,’’ ujar Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Teuku Ricki Fadliansyah, Senin kemarin. Korban melapor bernama Ni Kadek Desy Nurani dan Mader Jery Pustaka Putra. Polisi menerima laporan langsung menurunkan tim opsnal Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan olah TKP. Saksi-saksi telah diperiksa aparat menguatkan ciri-ciri tersangka. ‘’Modus dua residivis ini mengincar rumah kos-kosan dan mengambil barang berharga diincar. Perlu diketahui mereka berdua adalah residivis curanmor tahun 2013. Tiga tahun lalu sudah pernah ditangani kasusnya di Polres Buleleng. Aksi mereka berujung penangkapan dan menembus kesalahannya di balik jeruji besi,’’ imbuhnya. Barang-barang yang mereka curi dijual dengan harga murah. ‘’Kami masih dalami kasus ini, kami berusaha mencari apakah mereka punya jaringan apa bermain sendiri. Penyidik kami sempat menanyakan menggunakan uang curiannya ke kafe, sementara dia mengelak,’’ paparnya sembari menyatakan barang-barang yang dicuri tersebut diamankan dijadikan barang bukti. (kmb34)

Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, saat kesehatan drop, Minggu (4/9) lalu pihak orangtuanya memeriksakan korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Santi Graha di Desa Sulayah, Seririt. Saat diperiksa, kesehatannya semakin kritis, sehingga korban dirujuk ke RSUD. Di IGD RSUD korban sempat mendapat perawatan intensif. Setelah pindah rumah sakit, kondisi kesehatannya tidak ada perubahan, hingga korban dinyatakan meninggal dunia Senin kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Gede Wiartana, M.Kes. saat dimintai konfirmasinya membenarkan pihaknya menerima pasien dengan kondisi kesehatan sudah kritis. Saat dirawat di IGD, kondsi korban lemas

disertai sesak napas. Korban mengeluhkan sakit pada lengan kanannya. Tim dokter yang ditugaskan merawat sudah melakukan perawatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Meski demikian, Tuhan berkehendak lain, sehingga korban dinyatakan meninggal dunia. ‘’Waktu kita menerima pasien sudah lemas, sesak napas, dan sesekali mengeluh sakit pada lengan kanannya. Kami sudah melakukan perawatan maksimal dan mengacu SOP yang ada, namun korban gagal kita selamatkan,’’ katanya. Pemeriksaan yang dilakukan tim dokter, kata Wiartana, penyakit yang diderita korban mirip terjangkit virus rabies. Gejala klinisnya muncul, korban mengalam sesak napas, badan lemas, takut

cahaya, dan mengeluh sakit pada lengan kanan. Atas gejala klinis itu, tim dokter belum berani memastikan apakah korban positif tertular virus rabies atau tidak. Tim dokter kemudian mengategorikan pasien itu suspect rabies. Ini dikuatkan dengan riwayat korban yang pernah tergigit anjing liar Juni 2016 lalu. Untuk memastikan penyakit yang diderita korban, tim dokter bersama petugas dari Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng sudah mengambil sampel air liur korban. Dari sampel ini kemudian diuji untuk memastikan apakah korban tertular virus rabies atau tidak. ‘’Dari penuturan keluarganya, korban sempat digigit anjing tiga bulan lalu. Kami dan Diskes juga sudah mengambil sempel air liurnya untuk diuji, sehingga nanti baru kita pastikan apakah

positif tertular rabies atau tidak,’’ jelasnya. Air Liur Dicek ke Unud Pendapat senada sampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) IGN Mahapramana. Menurutnya, setelah pihaknya menerima kabar pasien suspect rabies meninggal dunia, langsung ke rumah sakit guna melakukan penyelidikan. Riwayat korban tergigit anjing juga sudah dikumpulkan dan sampel air liur korban sudah diambil diteliti di Laboratorium Mikrobiologi Faklultas Kedokteran Universidat Udayana (Unud) Denpasar. Hasil sampel air liur ini nantinya akan memberikan titik terang, apakah korban terjangkit virus rabies atau tidak. ‘’Kami sudah melakukan penyelidikan dan sampel air liur itu akan memberikan petunjuk apakah korban tertular rabies atau tidak. Dan kalau positif tentu akan ada penanganan bersamasama instansi terkait agar kasusnya ini tidak meluas,’’ tegasnya. Pihak orangtua korban, Made Suyasa, ditemui di ru-

mah duka tidak menyangka anaknya meninggal dunia begitu cepat. Setelah tergigit anjing liar korban diperiksakan ke Puskemas Banjar untuk mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR). Saat diperiksa, petugas di puskemas tidak memberikan suntikan VAR. Alasannya, karena belum pasti korban tergigit anjing yang positif menularkan rabies. Pihak orangtua malah disuruh menunggu satu minggu sambil mencari anjing liar yang menggigit. Jika korban menunjukkan gejala terjangkit rabies, korban baru akan diberikan suntikan VAR. Anjing itu tidak ditemukan karena tidak jelas siapa pemiliknya. Saat korban dirawat di UGD kondisi kesehatannya mulai membaik dan bahkan akan diperbolehkan pulang. Namun tidak disangka, anaknya meninggal dunia. ‘’Setelah digigit saya sudah cuci dengan sabun dan langsung periksakan ke puskemas. Karena tidak ada gejala yang muncul saya biarkan saja. Justru anak kami saat dirawat di rumah sakit malah meninggal dunia,’’ tuturnya sedih. (kmb38)

’’Pick-up’’ Tabrak Warung dan Honda Beat

Bali Post/kmb34

TABRAK MOTOR - Mobil Colt T120 pick-up DK 9619 SB tampak menabrak sejumlah tumpukan batu, warung soto, termasuk motor dan dua pejalan kaki, Minggu (4/9) pukul 21.30 Wita dengan TKP di titik jurusan Jalan Singaraja-Asah Gobleg Kmr 7,750 di wilayah Banjar Dinas Anyar Desa Anturan, Buleleng.

Singaraja (Bali Post) Peristiwa lakalantas melibatkan kendaraan Colt T120 Pick-up DK 9619 SB terjadi tepatnya di jurusan jalan Singaraja-Asahgobleg, kilometer 7,7 di Banjar Dinas Anyar Desa Anturan, Buleleng, Minggu (4/9) pukul 21.30 Wita. Colt yang melaju kencang itu awalnya menabrak tumpukan batu, kemudian pengendara sepeda motor Honda Beat DK 8427 VY, warung soto dan dua orang lainnya yang sedang jalan. Tabrakan tersebut mengakibatkan tiga orang menderita luka-luka. Dari data dihimpun di lapangan Colt pick-up itu dikemudikan Putu Putra (47) dari Desa Selat, Kecamatan Sukasada. Sedangkan sepeda motor Honda Beat itu dikendarai Putu Suardana (14) dari Banjar Dinas Anyar Desa Anturan. Tabrakan itu juga menyebabkan pejalan kaki Putu Kelvin (15), pemilik toko Ketut Blenjut (40) serta pemilik warung soto Kadek Loyod (36) mengalami luka-luka. Kanit Laka Sat Lantas Iptu Nyoman Pasek Widiasa menjelaskan, berdasarkan laporan, awalnya mobil pick up DK 9619 SB datang dari arah selatan menuju utara. Mobil melaju dalam kecepatan tinggi melintas di TKP. Secara mendadak sopir susah mengendalikan kemudinya, dan kemudian menabrak tumpukan batu di pinggiran jalan. Hal itu membuat mobil pick-up itu oleng ke kiri lalu menabrak pengendara sepeda motor Honda Beat. Selain itu juga mengenai tiga orang lainnya. ‘’Laju mobil itu baru berhenti setelah menabrak tembok pembatas toko dan sebuah warung soto,’’ jelasnya, Senin (5/9) kemarin. Aparat langsung mendata kecelakaam dengan meminta keterangan sejumlah saksi mata di TKP yakni Kadek Sugiarta (38) dan Putu Agus Dwi Sastra (23). Pengemudi mobil pick-up diperkirakan kurang berhati-hati melaju dalam kecepatan tinggi. Kondisi pengemudi pick-up Putu Putra sakit pada bagian rusuk kanan. Korban lainnya, Putu Suardana dan Putu Kelvin, hanya mengalami luka robek bagian betis kaki. Polisi telah meminta keterangan saksi sekaligus korban pada lakalantas beruntun itu. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu. ‘’Kondisi sepeda motor dan warung rusak relatif berat. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 15 juta,’’ paparnya. (kmb34)

Ditangkap, Pencuri Motor Gunakan Kunci T Diharapkan Angka Kehilangan Turun

Dua gembong pencuri sepeda motor menggunakan kunci T sudah ditangkap aparat kepolisian Polres Buleleng. Selain Ida Bagus Putu Surya Wibawa (24) juga Dewa Komang Riang (33). Mereka berdua tinggal di Banjar Dinas Munduk Desa Banjar Kecamatan Banjar. Apakah setelah tertangkap dua tersangka ini angka kehilangan sepeda motor di Bumi Dek Bukit bisa menurun? KAPOLRES Buleleng AKBP Made Sukawijaya, M.Si. berharap dengan tertangkapnya dua gembong pencuri sepeda motor menggunakan letter T ini , angka pencurian sepeda motor di Buleleng bisa menurun. Tetapi, baik anggotanya serta masyarakat tetap diharapkan ekstra hati-hati. ‘’Bagaimanapun kita tetap waspada. Jangan biarkan peluang sedikit pun pencuri beraksi. Solusinya, jangan meninggalkan kunci masih nyantol. Selain itu, berusaha parkir di tempat aman,’’ harap Kapolres. Sebelumnya, anggotanya telah menangkap pencuri spesialis sepeda motor. Tersangka pertama adalah Ida Bagus Putu Surya Wibawa (24) dan satu lagi bernama Dewa Komang Riang (33). Mereka berdua beralamat di Banjar Dinas Munduk Desa Banjar Kecamatan Banjar. Awalnya korban Zulkarnain (31) dari Banjar Dinas Bunut Panggang Desa Kaliasem, Banjar, melaporkan

istrinya Nur Fatimah (30) telah kehilangan sepeda motor miliknya, Minggu (28/8) pukul 04.30 Wita. Korban Nur Fatimah saat itu pulang dari pasar. Dia memarkir motor Honda Vario DK 4092 VR di depan warung miliknya yang juga persis berada di depan Masjid Ukhwatul Islam di Jalan Raya Singaraja-Seririt, Banjar Dinas Lebah Desa Kaliasem. Sekitar pukul 05.00 Wita ketika dia melihat sepeda motornya sudah hilang. Betapa kagetnya korban. Dengan cepat dia memberi tahu suaminya. Dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Banjar. Tim Reskrim Polres kemudian mendatangi TKP mencatat keterangan korban. Tidak lama Kanit Reskrim Polsek Banjar Iptu Putu Mulana melaporkan kepada Kapolsek Banjar Kompol A.A. Ketut Gede Sena. Dan, sejumlah anggota melakukan penyelidikan dengan cara anak buahnya disebar untuk mencari motor curian itu secepatnya. Dari informasi yang telah

dikumpulkan di lapangan, kata Kapolres, pihaknya curiga dengan tersangka Ida Bagus Surya Wibawa. Sebelumnya, tersangka sempat bercerita memiliki kunci T tetapi patah. Informasi diperkuat salah satu pemilik bengkel di wilayah Banjar, yang tidak sengaja melihat tersangka membawa motor yang diincar polisi tersebut. ‘’Anggota sempat menyamar sebagai pembeli di depan rumah tersangka IBSW di Banjar Dinas Munduk Desa Banjar setelah lolos pengejaran sampai ke wilayah Seririt. Pencarian gencar dilakukan dan kemudian ditemukan di dekat Pasar Banjar,’’ ujarnya. Awalnya tersangka sempat mengelak, kemudian setelah ditunjukkan ke bengkel sepeda motor itu, lalu tersangka tidak berekutik dan mengakuinya. Kasus itu kemudian dikembangkan bersama anggota lidik Polres Buleleng. Akhirnya tersangka lainnya, Dewa Komang Riang, berhasil diringkus. Mereka juga mengakui telah mencuri di wilayah Desa Patas, Gerokgak. Di rumahnya juga ditemukan satu sepeda motor Honda Beat warna putih. Motor lainnya yang pernah dia curi adalah jenis Kawasaki KLX. Ketika itu dia melibat-

kan pelaku Gusti AA. Kejadiannya sekitar Januari 2016 pukul 02.00 Wita. Sepeda motor yang dicuri itu kemudian dijual ke Denpasar. ‘’Hanya baru dua motor curian ditemukan yakni motor Vario Tekno warna hitam dan Honda Beat warna putih. Mereka berdua sudah tergolong spesialis karena menggunakan kunci palsu atau kunci T. Kasus ini masih kami kembangkan di TKP lainnya, maksudnya agar bisa terungkap semuanya. Selama ini tersangkanya banyak membekali diri dengan kunci palsu. Mereka berdua ini su-

dah tergolong spesialis pakai kunci T,’’ paparnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHP tentang Pencurian. Hukuman penjara maksimal tujuh tahun. ‘’Kesulitan aparat hanya ketika motor digadai tersangka. Kebanyakan pemilik usaha gadai motor tidak tahu bila motor yang digadainya itu merupakan hasil curian. Penerapan gadai motor untuk unsur Pasal 480 belum bisa dilakukan, karena kasusnya berbeda dengan motor curian yang dijual,’’ pungkas Kapolres Made Sukawijaya. (dgk)

Bali Post/dgk

PENCURIAN MOTOR - Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya saat memberikan keterangan pers terkait pencurian motor. Tampak dua tersangka pencurian (pakai penutup kepala) yakni IBPutu Surya Wibawa (24) dan Dewa Komang Riang (33).


JEMBRANA

12

Selasa Wage, 6 September 2016

SOSOK Bangun Politeknik Kelautan

POTENSI kelautan di Jembrana akan menjadi kekuatan ketika serius digarap. Sejumlah faktor pendukung juga memiliki andil, salah satunya sumber daya manusia (SDM) yang andal. Selain telah memiliki SMK Negeri dengan salah satu program studi Kemaritiman, kini Jembrana mendapatkan kesempatan memiliki Politeknik Kelautan dan Perikanan. Pada tahun 2016-2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun Politeknik di tiga tempat di seluruh Indonesia. Di antaranya Pangandaran, Bone (sudah beroprasi) dan di Jembrana. Politeknik ini merupakan perguruan tinggi vokasional program Diploma 3 (D-3), nantinya untuk semua mahasiswanya akan tinggal di asrama dan biayanya ditanggung pemerintah. Bupati Jembrana I Putu Artha sangat mengapresiasi rencana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut. “Ini bak gayung bersambut. Kami sebenarnya sedang merencanakan untuk menambah program perikanan di Akademi Komunitas yang sudah ada di Jembrana. Hal tersebut melihat potensi perikanan yang sudah ada. Hanya saja tingkatannya Diploma 1 (D-1). Dengan adanya rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan ini, kami tentunya menyambut dengan baik dan kami sangat berterima kasih sudah di beri kesempatan,” ujar Bupati Artha. Artha menambahkan, Pemkab memiliki lahan seluas 12 hektar di Baluk, tempat berdirinya Akademi Komunitas dan SMK. Lokasinya juga tidak jauh dari sentra perikanan seperti Cupel dan Pengambengan. Lulusan Politeknik ini nanti memiliki prospek menjadi tenaga kerja produktif, baik itu tenaga ahli budidaya perikanan maupun perwira pada kapal pengawas perikanan. Lulusan seperti perwira kapal dan tenaga ahli kelautan akan diterima pada perusahaan perikanan dalam dan luar negeri, pegawai negeri sipil (PNS) pada instansi pemerintah pusat dan daerah maupun sebagai wirausaha mandiri. (olo)

PASAR MURAH - Pasar murah yang digelar di depan kantor Bupati Jembrana, Senin (5/9) kemarin.

Bali Post/kmb

Pasar Murah di Depan Kantor Bupati Dikeluhkan

Diprioritaskan Pegawai Kontrak Justru Diserbu PNS

Negara (Bali Post) Pasar murah yang digelar di depan Kantor Bupati Jembrana dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, Senin (5/9) kemarin dikeluhkan sejumlah pegawai kontrak. Pasalnya, pasar murah tersebut justru diserbu oleh para PNS setempat. Padahal sebelumnya Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan bahwa pasar murah itu diprioritaskan untuk pegawai kontrak. Dengan diserbunya oleh PNS, para pegawai kontrak harus kembali dengan tangan kosong. Pasar murah yang berlangsung lebih dari satu jam itu, sejumlah kebutuhan pokok ludes terjual. Sayangnya yang membeli sembako itu kebanyakan PNS, sehingga para pegawai kontrak

tidak mendapat bagian. Hal ini membuat kecewa sejumlah pegawai kontrak. Tak hanya itu, pelaksanaan pasar murah ini rupanya banyak yang tidak mengetahuinya. Hal itu diungkapkan sejumlah pegawai kontrak yang bertugas di luar kawasan civic centre. “Saya

tidak tahu ada pasar murah,” kata salah satu pegawai yang tidak mau menyebutkan namanya di koran. Dikatakan, jika Pemkab Jembrana benar-benar memprioritaskan pegawai kontrak, seharusnya jangan sampai ada PNS yang membeli sembako di pasar murah itu.

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Jembrana I Made Sudantra saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik ada sejumlah PNS yang ikut menikmati pasar murah tersebut. Padahal pasar murah itu memang sebenarnya diprioritaskan untuk pegawai kontrak. Ia menjelaskan, justru para PNS yang datang dan berebut lebih awal. Melihat kondisi itu, pihaknya berkoordinasi dengan Inspektorat untuk mengawasi agar PNS lain yang belum membeli sembako

agar mengurungkan niatnya sehingga benar-benar para pegawai kontrak yang membelinya. Sementara itu, Kabid Perdagangan I Komang Susila juga mengakui banyak PNS yang justru menyuruh karyawan kontrak untuk membelikan sembako. Bahkan, ada beberapa pegawai kontrak yang membeli sembako hingga tiga kali. Namun hal itu langsung dilarangnya. Setelah ditanya, pegawai tersebut mengaku disuruh oleh salah satu PNS. (kmb)

Bupati Artha: Jadikan Kemenangan Dharma Keroyok Buruh Proyek, sebagai Spirit Membangun Jembrana Dua Pemuda Bertato Ditangkap

SELURUH umat Hindu di Bali, bahkan di Indonesia kembali merayakan hari raya Galungan dan Kuningan yang diyakini sebagai kemenangan dharma atas adharma. Hari suci Galungan datang setiap enam bulan sekali, tepatnya Budha Kliwon, Wuku Dungulan dan tahun ini jatuh pada 7 September 2016. Sedangkan Kuningan datang setiap Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan dan tahun ini jatuh pada 17 September 2016. Umat Hindu Jembrana tampak sudah mulai melakukan persiapan untuk merayakan hari suci Galungan maupun Kuningan. Bupati Jembrana I Putu Artha, Senin (5/9) pagi di Kantor Bupati Jembrana mengucapkan selamat merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu. Artha mengajak seluruh masyarakat Jembrana untuk menjadikan momentum kemenangan dharma atas adharma sebagai spirit untuk membangun Jembrana dari desa dan kelurahan. Bupati Artha juga mensyukuri ketersediaan bahan-bahan upacara di pasar yang harganya masih stabil, dapat dijangkau bah-

kan sejumlah barang cenderung menurun. “Kepada seluruh masyarakat dan umat Hindu, atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah Kabupaten Jembrana, saya mengucapkan selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan. Mari kita jadikan momentum kemenangan dharma sebagai spirit dalam melaksanakan pembangunan dari desa dan kelurahan,“ kata Artha. Selain itu, Bupati asal Melaya ini mengingatkan, pengabdian dan pekerjaan yang dilakukan hendaknya tetap berlandaskan pada ajaran dharma, kebenaran dan keikhlasan, terlebih saat merayakan hari suci seperti Galungan dan Kuningan. Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat bersamaan menambahkan semangat juang untuk membangun Jembrana yang dilandasi kekuatan dharma, tiada lain bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. “Kita tidak boleh lelah untuk menyejahterakan masyarakat, kekuatan dharma menjadi penyemangat untuk terus bekerja dan

berjuang meraih tujuan itu,“ ujar Kembang. Hari suci Galungan dan Kuningan bulan ini juga berdekatan dengan hari raya Idul Adha 1437 H yang diperingati oleh umat Islam. Bupati Artha pun menyambut positif kedekatan

hari raya ini. Pasalnya, umat Hindu dan Islam juga melakukan hal yang sama yaitu nampah atau nyemblih hewan. Artha menilai kedekatan hari raya merupakan wujud nyata kebersamaan dan keharmonisan umat di Jembrana. (ad153)

ARTHA-KEMBANG - Bupati Artha bersama Wabup Kembang Hartawan mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Negara (Bali Post) Jajaran Reskrim Polres Jembrana, Minggu (4/9) malam menangkap dua pemuda lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap buruh proyek, Ilham Sampurna (20). Kedua pelaku itu masing-masing berinisial I Kadek Sd (34) asal Banjar Pukuh, Desa Susut, Bangli dan I Kadek Sm (29) asal Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Melaya. Aksi pengeroyokan ini berlangsung di areal Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Melaya, Rabu (31/8) lalu. Informasi di kepolisian, Senin (5/9) kemarin menyebutkan, korban yang merupakan buruh proyek pengaspalan babak belur dikeroyok kedua pelaku. Sebelum terjadinya aksi pengeroyokan itu, korban sedang bekerja di TKP. Saat itu ada dua remaja dengan mengendarai sepeda motor sedang melintas di lokasi kejadian. Tanpa sengaja sepeda motornya kena taburan aspal. “Ketika itu tidak ada kejadian apa-apa. Kedua remaja

itu pulang ke rumahnya,” kata salah satu petugas kepolisian. Begitu tiba di rumahnya, kedua remaja itu rupanya melapor kepada orangtuanya. Nah, kebetulan di rumah tersebut ada upacara nyambutin yang mengundang sejumlah pemuda berbadan kekar. Mendengar pengaduan anak itu, justru kedua pelaku ini yang naik pitam dan marah. Mereka mencari korban ke TKP. Tanpa banyak cakap, kedua pelaku langsung main pukul. Tak hanya itu, korban juga ditendang dan diseret hingga dua meter. Akibatnya, wajah korban pun babak belur. Puas dengan apa yang dilakukan, kedua pelaku langsung kabur. Sementara korban yang tinggal di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara ini melaporkan kasus tersebut ke Polres Jembrana. Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Hasilnya, kedua pelaku

berhasil diidentifikasi. Keduanya ternyata bekerja di Denpasar sebagai security di tempat hiburan malam. Polisi pun melakukan pengejaran dan kedua pelaku berhasil ditangkap di tempat berbeda di Denpasar. Keduanya langsung digenlandang ke Polres Jembrana guna diproses lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gusti Made Sudharma Putra seizin Kapolres Jembrana saat dimintai konfirmasinya kemarin, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua pemuda bertato. Keduanya diduga sebagai pelaku pengeroyokan korban. Ia menjelaskan, saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Jembrana. Untuk sementara, kedua pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara. “Masih kami dalami kasusnya,” katanya. (kmb26/kmb)


Selasa Wage, 6 September 2016

KARANGASEM

13

Bupati Usulkan Lima Dinas Baru Sejumlah Dinas Digabung

Amlapura (Bali Post) – Bupati Karangasem mengajukan Ranperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ke DPRD Karangasem, Senin (5/9) kemarin. Dari 30 dinas, badan, sekretariat dan inspektorat, ada enam dinas baru. Selain itu, kata Bupati IGA Mas Sumatri di depan sidang paripurna Dewan, ada juga dinas yang akan dimerger atau digabung. Enam dinas baru yang diusulkan dibentuk itu di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tipe C. Dinas ini nanti perangkatnya bertugas mengurusi bidang perumahan dan kawasan permukiman penduduk. Selain itu diusulkan dibentuk Dinas Pemadam Kebakaran tipe C. Sebelumnya, pemadam kebakaran merupakan satu bidang di Dinas Perhubungan. Selanjutnya, diajukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tipe B, di samping ada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga tipe C. ‘’Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang dulu dihilangkan dan dimerger menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena sebagian kewenangannya sudah diambil Pemprov,’’ kata Mas Sumatri. Bupati Mas menambahkan, di Karangasem juga diusulkan Dinas Kebudayaan tipe B yang nantinya akan menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang kebudayaan. Dinas yang baru juga diusulkan Dinas Penanaman Modal tipe B, bertugas menyelenggarakan urusan penanaman modal. Dinas Pariwisata diusulkan tipe B, sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara itu, Bappeda sebelumnya diusulkan menjadi Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah. Badan Kepegawaian menjadi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Keuangan sebelumnya di bawah Setda, diusulkan berdiri sendiri menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Bupati Mas menambahkan, Setda tipe A, Setwan dan Inspektorat Daerah semuanya tipe A. Dinas lainnya tetap, sementara Dinas PU kewenangannya bertambah menjadi Dinas PU dan Penataan Ruang. Kantor Kesbangpolimnas yang ada selama ini hilang, karena kewenangannya lebih banyak diambil pusat. Penggantinya diusulkan Dinas Pemadam Kebakaran tipe C mengurusi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat. Sementara itu, dari informasi yang berkembang, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) juga sudah mengikuti tes bulan lalu di Denpasar. Namun, baik Bupati Mas maupun Wabup Artha Dipa tidak mau menyampaikan kapan mutasi bakal digelar serta kapan target pengesahan Ranperda Perangkat Daerah itu tuntas. ‘’Itu ranahnya DPRD Karangasem,’’ kata Mas Sumatri. (013)

Tiga Tahun Vakum

Bali Post/wan

BUKIT JAMBUL - Panorama alam objek wisata Bukit Jambul dengan bentang lahan pertanian yang asri sangat menarik perhatian wisatawan maupun warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.

Soal Angka Buta Aksara

Disdikpora Mentahkan Data BPS Amlapura (Bali Post) Keraguan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem terhadap data buta aksara Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya terjawab. Melalui pendataan manual Disdikpora atau sensus pendidikan melibatkan seluruh klian banjar dinas, didapat angka riil buta aksara 14.498 atau 3,37 persen dari total jumlah penduduk. Data ini jauh lebih rendah dari data buta aksara yang dikeluarkan BPS sebelumnya yang mencapai 21 persen. Kepala Disdikpora Karangasem I Gede Ariyasa menegaskan hal itu, setelah menerima hasil resmi pendataan angka buta aksara by name by addres dari seluruh desa se-Karangasem, Senin (5/9) kemarin. riyasa mengaku lega, setelah kecurigaannya selama ini terbukti. Sejak awal, Ariyasa yakin angka buta aksara di Karangasem tak mungkin mencapai 21 persen. Proses pendataan secara riil ini sudah dilakukan sejak Desember tahun lalu, meliputi desa-desa di Kecamatan Kubu, Abang, Bebandem, Selat, Rendang dan Karangasem.

Sedangkan tahun ini, tepatnya pada Februari lalu, dilanjutkan dengan Kecamatan Sidemen dan Manggis. ‘’Data ini memperlihatkan keraguan kami terbukti. Sekarang data riil sudah kami pegang. Sasarannya jelas, tinggal kerja saja,’’ kata Ariyasa. Melihat data tersebut, angka buta aksara tertinggi terdapat di Kecamatan Kubu, mencapai

5.046 orang, Karangasem 2.677 orang, Abang 2.449 orang, Selat 1.417 orang, Rendang 921 orang, Bebandem 808 orang, Sidemen 800 orang dan Manggis 380 orang. Persentase tertinggi penyandang buta aksara terjadi pada kelompok usia 45 tahun sampai 59 tahun, mencapai 57,59 persen. Sedangkan kelompok usia 25 tahun sampai 44 tahun

mencapai 36,22 persen dan kelompok usia 15 tahun sampai 24 tahun 6,19 persen. Setelah mengantongi data ini, Disdikpora langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal pengentasan buta aksara. Tahun ini difokuskan di Desa Seraya dengan sasaran sebanyak 500 orang. Kemudian tahun depan ditarget bisa tertangani lagi sebanyak 5.000 orang. Sisanya baru akan digarap lagi pada tahun ketiga. ‘’Tahun ketiga kami targetkan penanganan buta aksara bisa tuntas,’’ tegasnya. Setelah memperoleh data lengkap angka buta aksara ini, Ariyasa mengaku akan segera menyampaikannya kepada Bupati Karangasem untuk mem-

bicarakan persoalan anggaran. Ada beberapa hal yang tentunya membutuhkan pembiayaan, seperti untuk pelatihan tutor, modul, buku saku, ATK, honor dan kebutuhan lainnya. Ia yakin, Bupati akan mendukung penuh. Sebab, penuntasan angka buta aksara ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah yang harus tuntas dalam waktu lima tahun. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah daerah juga menggandeng perguruan tinggi. Sebanyak sepuluh perguruan tinggi memastikan diri bersedia menjalin kerja sama dengan Pemkab Karangasem dalam penanganan angka buta aksara. (kmb31)

Terlindas Truk, Tangan Pemkab Siapkan Mahasiswa Remuk Timsel Rekrut Pengurus Dewan Pendidikan

Amlapura (Bali Post) P e m k a b Karangasem berencana melakukan pergantian pengurus Dewan Pendidikan Karangasem. Tim Seleksi (Timsel) segera dibentuk untuk melaksanakan mekanisme perekrutan. Nantinya, akan dipilih 22 orang calon pengurus, kemudian baru dipilih sebelas orang. Dihubungi Senin (5/9) keBali Post/kmb31 marin, Kepala I Gede Ariyasa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gede Ariyasa mengatakan, pergantian pengurus belum bisa dilakukan sejak tiga tahun lalu. Penyebabnya, Ketua Dewan Pendidikan sebelumnya sedang sakit. Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu buku panduan resmi dari pemerintah pusat yang baru turun tahun ini. Sesuai PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Ariyasa mengatakan dari sebelas orang pengurus itu, nantinya tiga orang berasal dari unsur masyarakat dan empat orang dari unsur pendidik, seperti kepala sekolah maupun guru. ‘’Setelah ditetapkan 22 orang, dipilihlah sebelas orang. Ada sebagai ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara. Sisa tujuh orang lainnya sebagai anggota,’’ tegas Ariyasa saat ditemui usai rapat pembahasan teknis pembentukan timsel, sebelum disampaikan kepada Bupati Karangasem. Dewan Pendidikan memiliki peran cukup besar dalam keberlangsungan peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan. Dewan Pendidikan memiliki peran penting untuk menghimpun, menganalisis dan memberikan rekomendasi kepada bupati terhadap keluhan, saran, kritik, aspirasi terhadap pendidikan. Lembaga ini nantinya bersifat independen. Bahkan, setelah ada kejelasan dari pemerintah pusat melalui PP Nomor 17 Tahun 2010, Dewan Pendidikan ini juga akan memperoleh anggaran dari APBD kabupaten. ‘’Sekretariat akan kami siapkan di Disdikpora, sekaligus tempat untuk PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),’’ katanya. Pembentukan timsel akan segera dilakukan setelah rencana ini disampaikan kepada Bupati Karangasem. Target tahun ini, pengurus Dewan Pendidikan yang baru sudah terbentuk untuk membantu Disdikpora bersama-sama berupaya meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan di Karangasem. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Tidak hati-hati saat berkendara di jalan raya, akibatnya sangat fatal. Begitu pula yang dialami pengendara sepeda motor I Ketut Dedy Ariwiguna (21), Senin (5/9) kemarin. Mahasiswa asal Lingkungan Galiran, Subagan ini terlindas truk pada bagian tangan kanannya hingga remuk dan nyaris putus. Dia langsung bergegas dibawa ke RSUD Karangasem untuk memperoleh penanganan. Kanit Lantas Sat Lantas Polres Karangasem Ipda Nyoman Sucipta mengatakan, sepeda motor Yamaha Mio DK 8384 SQ yang dikendarai Dedy datang dari arah timur Jalan Sudirman menuju Jalan A. Yani, sekitar pukul 10.30 Wita. Saat tiba di TKP, persis di depan UD Toya, dia hendak mendahului sebuah truk DK 9437 AH yang ada di di depannya. Namun, apes bagi Dedy, motornya terpeleset karena menekan rem mendadak lantaran ada pasir di sekitarnya. Lantaran menyalip dari kiri, Dedy yang terjatuh ke kanan langsung diterjang truk di belakangnya. Dia sempat menghindar, namun tangannya tak bisa diselamatkan. Roda depan truk melindas tangan kanannya hingga remuk. ‘’Dia sudah dibawa ke RSUD Karangasem. Kemungkinan dirujuk ke RSUP Sanglah karena lukanya cukup parah. Tangannya remuk,’’ kata Sucipta

saat ditemui di lokasi kejadian. Hal serupa juga disampaikan saksi sesama sopir truk I Gede Sudiadnya yang melintas beriringan dengan truk yang melindas Dedy. Dia mengira temannya di depan melindas badan Dedy, karena dia lihat sendiri ketika Dedy terjatuh. ‘’Dia injak rem mendadak. Dia nyalip dari kiri. Saya kira kepalanya yang remuk, saya kaget,’’ ujar sopir truk galian C asal Banyuatis, Buleleng ini. Setelah melakukan oleh TKP, pihak kepolisian berkesimpulan peristiwa ini terjadi karena kelalaian pengendara sepeda motor yang mendahului kendaraan di depannya dari kiri. Sebelumnya, seorang mahasiswa lain juga tewas dilindas truk di wilayah Bukit Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, Minggu (4/9) lalu. Seorang mahasiswa I Kadek Apri Diantara tewas setelah sebelumnya diterjang dari arah berlawanan di jalan rawan lakalantas di Bukit Sanghyang Ambu. Korban asal Banjar Mimba, Padangbai ini tak bisa menghindar ketika jalurnya dihadang truk penuh muatan pasir tersebut. Sucipta meminta masyarakat pengguna jalan lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Terlebih dengan aktivitas padat truk angkut galian C yang kini difokuskan ke Kecamatan Kubu, akibatnya sangat fatal bila tak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. (kmb31)

Bali Post/kmb31

MENGATUR - Polisi setelah mengevakuasi korban, kembali mengatur arus lalu lintas agar tak terjadi kemacetan di TKP.

Ribuan Petani Mete di Kubu Terancam Gagal Panen

Amlapura (Bali Post) – Ribuan petani jambu mete di Kubu terancam gagal panen pada tahun ini. Penyebabnya, cuaca yang tak menentu, terkadang panas terik, lalu turun hujan. Kondisi cuaca yang tak bersahabat itu menyebabkan bunga mete rusak dan gugur. Kekhawatiran itu dilontarkan sejumlah petani dan Perbekel Desa Ban Wayan Potag, Senin (5/9) kemarin. Potag mengatakan, di Desa Ban ada ribuan petani. Di desa itu, tiap petani memiliki pohon

mete. Selama ini, saat hasil panen mete bagus, biji mete menjadi tumpuan harapan petani saat panen sekitar September sampai Desember. Selain akibat cuaca buruk, kata Potag, saat ini juga sudah banyak pohon mete layu dan akhirnya mati akibat terserang jamur akar putih (JAP). Serangan jamur pada bagian cairan di bawah kulit pangkal pohon itu terjadi pada kemarau panjang. Jamur mencari cairan atau bagian basah pohon mete, yakni bagian pangkal dan akar.

‘’Jamur akar putih menyerang pohon mete tua,’’ katanya. Dari pantauan selama ini, pohon mete banyak yang mati terserang jamur akar putih pada areal perkebunan yang dekat dengan pantai. Serangan parah, misalnya, terjadi di perkebunan Desa Datah dekat pantai seperti di Puahan dan Tegallanglangan, Tukad Abu dan Batu Dawa Desa Tulamben serta di perkebunan tepi pantai Kubu. Selama ini, perkebunan mete banyak terdapat di Kecamatan Kubu dan Abang. (013)

Dewan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Berdekatan Idul Adha, Rekatkan Kerukunan KETUA DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, S.E., M.Si., Senin (5/9) kemarin menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu, serta Idul Adha bagi umat Muslim tahun ini. Dikatakannya, hari raya Galungan yang jatuh pada Rabu (7/9) dan Kuningan pada Sabtu (17/9) cukup berdekatan dengan Idul Adha, Senin (12/9). Diharapkan semua hari raya yang dirayakan umatnya masing-masing makin meningkatkan kerukunan antarumat beragama di Karangasem. Biasanya antara umat Hindu dan Muslim yang bertetangga di Karangasem dari dulu saling ngejot saat hari raya. ‘’Saya baik sebagai pribadi maupun sebagai pimpinan Dewan mewakili teman-teman seluruh ang-

gota DPRD dan staf Sekretariat Dewan menyampaikan selamat merayakan hari raya masing-masing,’’ paparnya. Sumardi mengharapkan hari raya dijadikan momen saling memaafkan dan merekatkan hubungan antarintern umat beragama dan ekstern. Khusus bagi umat Hindu yang merayakan Galungan dan Kuningan diharapkan bisa menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya. Menurut Sumardi, perayaan hari raya keagamaan tak perlu jor-joran dan juga tak harus semuanya serba baru, seperti tak harus membeli baju baru, kalau memang tak mampu. Perayaan bisa secara sederhana, yang penting inti dan filsafat dari hari raya itu mampu dijalankan sesuai dengan ajaran agama. ‘’Karena sesuai tradisi

di Bali, khususnya di Karangasem, perayaan Galungan menggunakan banten, sebaiknya utamakan penggunaan buah-buahan produk pertanian lokal. Di Karangasem menghasilkan salak, jambu sotong (biji), jeruk dan buah-buahan lainnya. Apa yang kita miliki, apa yang kita tanam, itulah yang kita petik hasilnya untuk dipersembahkan sebagai tanda dan ucapan bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi, Sang Maha Pencipta yang telah memberikan anugerah. Sebab, ada dalam Kitab Suci Weda disebutkan, apa yang kita makan tanpa terlebih dahulu mempersembahkan kepada Yang Maha Pemberi Anugerah, itu sama artinya dengan mencuri. Makanan dari hasil mencuri tak akan memberikan manfaat bagi tubuh kita,’’ tandas Sumardi. (ad152)

Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi


TABANAN

14 Potong Kerbau di Pandak Gede Tradisi Sejak 1360

KRAMA Desa Pakraman Pandak Gede, Kediri, Tabanan memiliki tradisi unik menyambut Hari Raya Galungan. Jelang penampahan, Senin (5/9) kemarin, warga setempat menyembelih kerbau untuk bebantenan. Tradisi ini sudah turun-temurun dengan jenis kerbau yang dipotong harus berwarna hitam. Meski harganya mahal, warga tidak pernah meninggalkan tradisi ini. Daging kerbau tidak hanya digunakan sendiri, melainkan dijual hingga keluar Tabanan seperti Denpasar, Badung dan Gianyar. Selain potong kerbau, kegiatan memotong babi masih ada, namun jumlahnya sedikit. Made Munia (71), warga Banjar Batan Poh di sela-sela pembagian daging mengatakan kegiatan potong kerbau dilakukan tiap enam bulan atau menjelang Galungan. Tradisi ini sudah ada sejak dirinya masih kecil. “Ada yang potong babi, namun lebih banyak potong kerbau untuk bebantenan dan sisanya dikonsumsi,” ucapnya. Harga kerbau cukup mahal, yakni mencapai Rp 20 juta per ekor, tetapi peminatnya cukup tinggi. Satu ekor kerbau rata-rata dibagi menjadi 80 bagian dengan harga Rp 300 ribu. Kebanyakan sudah ada yang memesan jauhjauh hari, bahkan ada dari Gianyar. Jro Bendesa Adat Pandak Gede I Gusti Gede N. Ary Subawa menjelaskan tradisi menyembelih kerbau ini tidak terlepas dari dua hal, yakni kepercayaan masyarakat yang tidak memakan atau memotong sapi. “Karena kepercayaan ini, warga memelihara kerbau untuk menggarap lahan pertanian dan bisa dipotong untuk dikonsumsi,” katanya. Tradisi memotong kerbau juga berkaitan dengan sejarah Desa Pandak pada 1360. Saat itu Kerajaan Bali berpusat di Samprangan, Gianyar, di bawah pemerintahan Ida Sri Kresna Kepakisan dengan tiga putranya. Wilayah Tabanan pusat pemerintahannya di Desa Buahan. Kondisi yang makmur membuat warga menyelenggarakan karya ratu Bali Raja Peni, sebuah upacara syukuran yang digelar 42 hari. Di Desa Pandak disuguhi bermacam olah-olahan tradisional Bali seperti lawar, urap dan sate. Pada malam harinya disajikan sejumlah kesenian tradisional, yaitu tari gambuh, joged pingit dan arja. “Suguhan makanan tradisional ini salah satunya masakan berbahan daging kerbau. Dari sini akhirnya masyarakat terbiasa mengolah daging kerbau sampai sekarang,” jelas Ary Subawa. Seiring kondisi perekonomian, jumlah kerbau yang dipotong berkurang. Jika sebelumnya pernah 18 ekor, kini rata-rata 10 ekor. Pemotongan mulai bergeser ke Senin, karena penampahan kerap digunakan untuk paruman banjar, mengingat kebanyakan warga perantau. (bit)

Selasa Wage, 6 September 2016

Bupati Eka Ajak Masyarakat Rayakan Galungan dan Kuningan dengan Niat Tulus Ikhlas BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengimbau seluruh jajaran dan umat Hindu di Kabupaten Tabanan merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan tulus ikhlas serta menjalankan ibadah dengan khidmat. Menurut Eka, rutinitas keagamaan sudah menjadi warna-warni kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Tabanan, karena budaya dan agama menjadi bagian penting dan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk menjadikan momen keagamaan bukan sebagai beban. Sebaliknya, dimaknai sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban dan mendekatkan diri pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dilanjutkannya, yang paling utama adalah momen keagamaan harus dijadikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Lakukan

yadnya dengan tulus ikhlas dan semampunya. Beliau tidak pernah menuntut lebih kepada umatnya,” ungkap Eka. Selama ini perayaan hari-hari besar agama di Tabanan berjalan dengan baik dan lancar. Ini membuktikan masyarakat Tabanan bisa menjaga kondusivitas dan menjalin hubungan baik dengan warga lainnya, meskipun berbeda agama. “Kerukunan masyarakat di Tabanan sangat tinggi, meskipun heterogen atau majemuk. Ini harus dipertahankan,” katanya. Eka Wiryastuti berharap di balik perayaan yang rutin tersebut, warga juga mesti memahami esensi perayaan hari-hari keagamaan dengan baik dan benar berlandaskan sastra agama. Pada kesempatan yang sama, Bupati Tabanan mengharapkan agar momen penggalian dana di masing-masing banjar yang biasa digelar pada peringatan Galungan

dan Kuningan dilaksanakan dan dikemas dengan baik. Dengan demikian, penyelenggaraannya tidak merusak perayaan Galungan dan Kuningan. Dia kembali menegaskan agar momen Galungan dimaknai sebagai hari kemenangan dharma atas adharma dan diisi dengan introspeksi diri. Berbekal pemahaman ini, umat bisa lebih tulus meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala prabawanya. Bupati Eka mewakili seluruh jajaran Pemkab Tabanan juga mengucapkan selamat merayakan Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat Hindu di mana pun berada. “Semoga momen ini bisa kita jadikan kesempatan untuk lebih mengintrospeksi diri, melakukan sraddha bhakti dan tetap membangun Tabanan dengan pikiran positif,” tandasnya. (ad150)

SELAMAT - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (kiri) dan Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan.

Sidak di Pasar Dauh Pala

BBPOM Temukan Rhodamin B pada Gulali

Tabanan (Bali Post) –

Kerap disidak oleh instansi terkait rupanya tidak menyurutkan niat oknum produsen nakal untuk mencurangi konsumen. Mereka tidak memikirkan risiko bahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi hasil produksinya. Ini terbukti dalam sidak jajanan di Pasar Dauh Pala, Tabanan, Senin (5/9) kemarin. Petugas BBPOM Denpasar menemukan penggunaan zat berbahaya seperti rhodamin B (pewarna teksil) pada gulali.

Kepala BBPOM Denpasar Endang Widowati di sela-sela sidak mengatakan, temuan zat berbahaya pada makanan bisa dilihat setelah sampel diuji langsung lewat tes kit. Dari 46 sampel yang diambil secara acak dari sejumlah pedagang, ditemukan satu produk makanan ringan positif mengandung pewarna tekstil. “Temuan ini kami teruskan ke Disperindag Tabanan untuk nantinya dilakukan pembinaan,” ucapnya. Sidak yang rutin dilakukan menjelang hari raya atau saat peredaran barang cukup tinggi, sifatnya adalah pembinaan baik kepada produsen maupun konsumen. Namun, jika setelah tiga kali telah dilakukan pembinaan tetap membandel, sesuai undangundang perlindungan konsumen, oknum produsen tersebut bisa diancam pidana. “Kami lihat di Tabanan dari sidak yang terus dilakukan, jumlah penggunaan zat berbahaya mengalami tren menurun,” katanya. Dalam sidak yang dilakukan BBPOM Denpasar dengan mengandeng Dinas Kesehatan Tabanan, Disperindag Tabanan dan Dinas Perikanan Tabanan, petugas mengambil 46 sampel beragam jenis ikan asin, jajan upakara, teri,

kerupuk dan jajanan lainnya yang disinyalir mengandung zat berbahaya. Sampel tersebut kemudian diuji dengan tes kit dalam mobil keliling BBPOM Denpasar. Hanya dalam waktu singkat petugas bisa mengetahui apakah sampel tersebut positif atau negatif mengandung zat berbahaya. Menurut Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disper-

indag Tabanan Ir. I Gusti Ayu Sri Wahyuni, kecilnya temuan dalam sidak penggunaan zat berbahaya pada makanan menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini telah berjalan baik. Sejumlah pedagang yang dikonfirmasi langsung saat sidak mengatakan sudah bisa membedakan mana ikan yang berformalin atau tidak secara kasat mata. “Saya dulu pernah kecolongan membeli ikan teri yang kaku ternyata berformalin. Sekarang saya sudah tahu cara membedakannya. Apalagi barang-barang yang saya jual ini dibeli di Pasar Tabanan,” ungkap Putu Kartini (60), penjual sembako asal Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. (kmb28)

Bali Post/kmb28

SAMPEL - Petugas (kanan) mengambil sampel dari pedagang di Pasar Dauh Pala, Tabanan untuk kemudian diuji tes kit, Senin (5/9) kemarin.

Enam Tahun Kesulitan Air

Subak Mayungan Hanya Tanam Sayur Tabanan (Bali Post) Petani di Subak Mayungan, Desa Antapan, Baturiti selama enam tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat kekurangan air. Hal ini dikarenakan sumber mata air debitnya mengecil, sehingga tidak mampu mengairi sawah meski musim hujan. Untuk bisa menyambung hidup, petani setempat beralih menanam sayur. Kerinduan menanam padi membuat petani di Subak Mayungan mengajukan proposal pada 2015, untuk membangun dam parit. Hasilnya, air dari sumber air bisa ditampung dan tahun ini mereka berencana menanam padi kembali. Klian Subak Mayungan Kadek Mardika, Senin (5/9) kemarin mengatakan, luas lahan di subaknya kurang lebih 35 hektar yang dimiliki 44 anggota. Dulu sewaktu debit air masih besar, petani bisa menanam padi hingga dua kali. Namun semenjak enam tahun lalu mereka tidak bisa lagi bercocok tanam padi karena kekurangan air, sehingga beralih menanam sayur. Meski menanam sayur keuntungannya lebih besar, keinginan menanam padi tetap ada, terlebih beras adalah kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu, pihak subak mengajukan proposal untuk meminta bantuan dam parit yang selesai dibangun tahun 2015. Saat ini air sudah bisa ditampung di dam parit dan pihak petani sedang menunggu hari baik untuk menanam padi. “Mungkin sekitar Oktober sudah bisa. Saat ini air yang ditampung digunakan menyiram tanaman sayur,” ujarnya. Mardika mengakui di subaknya terjadi penyusutan luas lahan dari tahun ke tahun. Namun bukan dijual oleh petani, melainkan untuk membangun rumah pribadi. “Saat ini belum ada niat petani menjual lahan untuk perumahan, tetapi ke depan harus ada aturan agar lahan bisa dipertahankan,” paparnya. (kmb24)

Warung Global

Zona Pertanian Abadi Jangan Hanya Wacana

Bali Post/bit

KERBAU - Warga Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede, memotong kerbau menjelang Galungan.

Suara Tabanan Buka Sampai Sabtu

Saya salut pada PT Pos Indonesia yang tetap membuka kantor menjelang hari raya bahkan sampai Sabtu. Saya usulkan kantorkantor pelayanan publik lainnya tetap buka meski menjelang hari raya dan akhir pekan. Ugi, Tabanan

Lintas Tabanan

DWP Jayapura Kunker

PENGURUS Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura, Papau, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tabanan, Jumat (2/8) kemarin. Kunjungan ini, menurut Ketua DWP Jayapura Nyonya Siahaya, untuk menambah wawasan dan berbagi pengalaman dengan DWP Tabanan. Ia berharap studi banding ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ilmu yang didapatnya di Tabanan akan diambil manfaatnya untuk diterapkan di Jayapura. Ketua DWP Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna memaparkan kegiatan yang dilakukan anggotanya di antaranya di bidang sosial, seperti persembahyangan bersama dan kunjungan sosial ke mantan ketua atau pengurus DWP Tabanan serta bekerja sama dengan Dinas Sosial dalam program bedah rumah. Pihaknya juga mengundang DWP Jayapura untuk berkunjung ke Poklahsar Mina Karya Lestari. Di tempat ini mereka bisa langsung melihat hasil olahan ikan dan cara pembuatannya. (kmb24)

WACANA merancang zona pertanian di Bali rasanya tidak bisa dan tidak akan terwujud. Sebab Bali belum memiliki blue print yang jelas soal pembangunan serta pemetaan daerah pertanian mana yang boleh dibangun dan mana yang tidak boleh. Arya di Denpasar menyatakan ini mengomentari topik ‘’Merancang Zona Pertanian Abadi’’ dalam acara Warung Global di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Senin (5/9) kemarin. Arya menilai wacana ini sebuah kebohongan karena lahan hijau telah dibangun menjadi pertokoan dan lahan basah dijadikan perumahan. Hal ini terjadi karena komitmen pemerintah tidak seluruhnya mendukung sektor pertanian. Jika prosektor pertanian mestinya pemerintah memperhatikan dan menyejahterakan petani, minimal membebaskan pajak pertanian. Membuat zona pertanian abadi, menurut Made Bimasena di Gianyar, sangat memungkingkan jika tidak ada “pengkhianatan” dari pemerintah dengan mengeluarkan peraturan. Selama ini terjadi pengingkaran atas penegakan aturan itu. Siapa yang mengawasi? Siapa

yang harusnya menjalankan? Siapa yang memberikan tindakan? Semua wewenang itu ada di pemerintah. Ia berani menyalahkah

sepenuhnya pemerintah atas semua yang terjadi ini. Jika ingin merancang zona pertanian abadi, pemerintah juga harus bisa mewujudkannya. Sebab, semua sudah diatur dalam peraturan kecuali diingkari. Ireng di Bajera mempertanyakan kapan bisa terwujud jika baru sebatas ngomong. Wacana ini sudah sejak dulu, namun cuma diwacanakan. Kalau memang ada komitmen mestinya dari dulu ada zona pertanian abadi. Sekarang

sepertinya sulit diwujudkan sebab semua telah berubah, lahan pertanian sudah beralihfungsi. Kondisi ini dibenarkan Dewa Gama di Tabanan. Untuk kembali seperti pertanian terdahulu rasanya sangat sulit. Sekarang lahan pertanian sudah disulap jadi ruko

dan sebagainya. Pemerintah terlalu banyak berkhayal. Yang kekal dan abadi adalah perubahan. Demikian menurut Becik di Tuban. Ia tidak dapat menjamin zona pertanian abadi bisa bertahan lama. Kalau dalam jangka pendek mungkin saja bisa. (sikha)


15

Selasa Wage, 6 September 2016 Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018 Kualifikasi Zona Eropa Rabu (7/9) dini hari Grup A Swedia vs Bulgaria vs Belarus vs Grup B Swiss Kep. Faroe Andorra

Belanda Luksemburg Prancis

vs vs vs

Portugal Hungaria Latvia

Grup H Siprus vs Bosnia & Herzegovina vs Gibraltar vs

Belgia Estonia Yunani

Zona Asia Selasa (6/9) malam Grup A Tiongkok Suriah Qatar

vs vs vs

Iran Korea Selatan uzbekistan

Grup B Irak Thailand UEA

vs vs vs

Arab Saudi Jepang Australia

Zona Amerika Selatan Venezuela vs Uruguay vs Chile vs Brazil vs Peru vs

Argentina Paraguay Bolivia Kolombia Ekuador

Hasil Pertandingan Zona Eropa Grup C Rep. Ceko Norwegia San Marino 1. Jerman 2. Azerbaijan 3. Rep. Ceko 4. Irlandia Utr. 5. San Marino 6. Norwegia

vs Irlandia Utara 0-0 vs Jerman 0-3 vs Azerbaijan 0-1 1 1 1 1 1 1

1 1 0 0 0 0

0 0 1 1 0 0

0 0 0 0 1 1

3-0 1-0 0-0 0-0 0-1 0-3

3 3 1 1 0 0

Grup E Denmark Kazakhstan Rumania 1. Denmark 2. Kazakhstan 3. Poland 4. Montenegro 5. Rumania 6. Armenia

vs Armenia 1-0 vs Polandia 2-2 vs Montenegro 1-1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 0 0 0

0 1 1 1 1 0

0 0 0 0 0 1

1-0 2-2 2-2 1-1 1-1 0-1

Lallana, Ironi Kemenangan Inggris London -

Salah satu ironi dari pencetak gol kemenangan Inggris atas tuan rumah Slovakia, Adam Lallana, adalah dia bukan pemain andalan di lapangan. Tetapi gol semata wayangnya mengamankan kemenangan the Three Lions 1-0 pada kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F Zona Eropa, Senin (5/9) kemarin. Gol Lallana tercipta pada di menit ke-95, setelah Inggris kesulitan membongkar pertahanan Slovakia pada pertandingan yang digelar di City Arena, Trnava. Bahkan tuan rumah bermain 10 orang sejak menit ke-57 setelah bek Martin Skrtel menerima kartu kuning kedua akibat menginjak kaki Harry Kane. Selama Piala Eropa 2016, pelatih timnas Inggris sebelumnya Roy Hodgson dua kali memujinya, dan kemudian mencoretnya ketika putaran final dimulai. Talenta dan kreativitasnya tidak diragukan. Namun Lallana sejauh ini tidak pernah dianggap sebagai pemain yang mampu menjadi penentu kemenangan di fase akhir pertandingan. Itu semua berubah setelah ia mengakhiri puasa golnya di timnas Inggris pada pe-

nampilan internasional ke-27nya. Gol yang terjadi jelang peluit akhir pertandingan itu diakuinya ‘’sudah dinantinanti sejak lama.’’ ‘’Saya tahu bahwa itu hanya masalah waktu. Saya melakukan sedikit perubahan,’’ katanya mengomentari gol langka itu. Dengan fakta bahwa gol per-

tama Wayne Rooney untuk Inggris tercipta saat masih berusia 17 tahun dan Theo Walcott telah mengukir tiga gol pada usia 19 tahun, Lallana (28) merupakan pemain yang terlambat berkembang. Ia disebutsebut tidak mampu mencetak gol-gol yang cukup, untuk Inggris maupun Liverpool klubnya. Rasio golnya per pertandingan

orang pemain senior kreatif. ‘’Jika saya menjadi manajer, saya tidak akan menginginkan ‘sosok nyaris’ dalam tim saya. Tidak

menurun, khususnya sejak Liverpool merekrutnya dari Southampton dengan harga 25 juta pound pada 2014. Koleksi sepuluh gol dari 60 pertandingan dan sekarang satu gol untuk timnas Inggris bukan hal yang diharapkan dari se-

1. Skotlandia 2. Inggris 3. Lithuania 4. Slovenia 5. Slovakia 6. Malta

Puasa Gol Mueller Berakhir

3 1 1 1 1 0

vs Slovenia 2-2 vs Skotlandia 1-5 vs Inggris 0-1 1 1 1 1 1 1

1 1 0 0 0 0

0 0 1 1 0 0

0 0 0 0 1 1

5-1 1-0 2-2 2-2 0-1 1-5

3 3 1 1 0 0

Lucas Pouille Tumbangkan Nadal New York Petenis muda Prancis Lucas Pouille membuat kejutan ketika berhasil menaklukkan juara grand slam 14 kali Rafa Nadal, Senin (5/9) kemarin dan maju ke babak perempatfinal turnamen grand slam AS Terbuka. Sementara petenis nomor satu dunia Novak Djokovic juga meraih tiket ke perempatfinal. Pemain berusia 22 Bali Post/ap tahun itu membukukan Petenis Prancis kemenangan 6-1, 2-6, Lucas Pouille. 6-4, 3-6, 7-6(6) setelah bermain selama empat jam melawan unggulan keempat tersebut. Tampil untuk ketiga kalinya dalam pertandingan lima set, Pouille yang masih memburu gelar pertama ATP Tour, membuktikan bahwa lolosnya dia ke babak delapan besar bukan suatu kebetulan. ‘’Ini merupakan pertandingan pertama saya di lapangan utama, melawan Rafa,’’ kata Pouille yang pukulan forehand-nya pada match point keempatnya mengakhiri pertandingan maraton itu. Nadal, petenis Spanyol yang kembali tampil setelah istirahat cukup lama karena cedera saat turnamen Prancis Terbuka, sempat mencoba mengamankan tie break di set lima ketika mencapai match point, namun pukulan forehannya menyangkut di net. Kesempatan itu tidak disiasiakan oleh Pouille yang melancarkan pukulan kerasnya untuk memastikan kemenangan. Pada babak perempatfinal Poulle akan menghadapi rekan senegaranya, unggulan ke-10 Gael Monfils, yang lolos setelah mengalahkan Marcos Baghdatis dari Siprus 6-3, 6-2, 6-3. Unggulan teratas Novak Djokovic menaklukkan petenis non unggulan Kyle Edmund dengan skor 6-2, 6-1, 6-4 yang membawa dia melaju ke perempatfinal. Djokovic mendapat walkover di putaran kedua ketika petenis Ceko Jiri Vesely mengundurkan diri karena cedera. Di putaran ketiga, lawannya petenis Rusia Mikhail Youzhny tidak dapat meneruskan permainan karena cidera kaki. Kemenangan Djokovic membawanya ke delapan besar untuk menghadapi unggulan kesembilan asal Prancis Jo-Wilfried Tsonga, yang menang 6-3, 6-3, 6-7(7), 6-2 atas unggulan ke-26 asal AS Jack Sock. (afp/ant)

merupakan hal yang indah untuk mencetak gol pada hari itu namun percayalah kepada saya, para manajer tidak peduli siapa yang mencetak gol.’’ Pelatih baru Inggris Sam Allardyce mungkin akan setuju dengan hal itu, namun Lallana memberi banyak kontribusi selain mencetak gol penentu kemenangan saat melawan Slovakia. Ia berhasil mengubah serangan lewat sayap menjadi lebih aktif dan secara konstan mengancam pertahanan lawan. Pada akhirnya, Lallana memperlihatkan dirinya saat mengecoh seorang pemain bertahan untuk kemudian menyepak bola ke sela-sela kaki kiper Matus Kozacik. Selain golnya itu, Lallana juga memiliki peluang yang membentur tiang gawang dan tampil padu bersama pemain pengganti Dele Alli dan menghidupkan permainan penyerang Harry Kane. ‘’Terkadang Anda hanya harus bertahan dengan rencana sampai menit terakhir dan mudah-mudahan kami mendapatkan gol. Ini adalah awal yang bagus,’’ tegasnya. (rtr/ant)

GOL - Gelandang Inggris Adam Lallana (kiri) merayakan golnya dengan Gary Cahill pada pertandingan melawan Slovakia City Arena, Trnava, Senin (5/9) kemarin.

Grup F Lithuania Malta Slovakia

ada peluang,’’ kata Lallana pada awal bulan ini setelah mencetak gol saat Liverpool menang 4-3 atas Arsenal. ‘’Tentu saja

Bali Post/rtr

RIVAL - Gelandang Jerman Thomas Mueller (kiri) berebut bola dengan rivalnya dari Norwegia Havard Nordtveit.

Oslo Thomas Mueller mengakhiri masa puasa golnya di Piala Eropa 2016, dengan mencetak dua gol untuk membawa Jerman menang 3-0 di markas Norwegia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup C, Senin (5/9) kemarin. Mueller mengambil keuntungan dari rapuhnya pertahanan Norwegia untuk membawa sang juara memimpin di babak pertama dan menanduk bola untuk menjadi gol ketiga dalam rentang waktu satu jam. Ia memberikan umpan bagus untuk dikonversi Joshua Kimmich menjadi gol kedua Jerman. Jerman tidak disulitkan dengan absennya Jerome Boateng, Mario Gomez, dan Andre Schuerrle, ditambah Lukas Podoslki dan Bastian Schweinsteiger yang telah pensiun dari timnas. Die Mannschaft menikmati 68 persen penguasaan bola, menghabiskan nyaris seluruh pertandingan di area pertahanan Norwegia. Sementara kiper Manuel Neuer, yang menjabat sebagai kapten, tidak perlu menggagalkan satu tembakan pun. Norwegia, yang menang 1-0 atas Jerman pada pertandingan persahabatan yang dimainkan pada 2009 saat terakhir kali kedua tim bertemu, kurang memperlihatkan ambisinya. Pertahanan tuan rumah

dua kali gagal menyapu bola dan Mueller, yang gagal mencetak gol pada Piala Eropa 2016, mengemas gol dengan tembakan yang terdefleksi pada menit ke-15. Bola pantul membuat Norwegia memiliki peluang langka untuk mengemas gol, namun Joshua King yang berdiri bebas di depan gawang, melepaskan tembakan yang terlalu tinggi. Jerman kembali mencetak gol menjelang turun minum, ketika Mueller menyodorkan bola kepada Kimmich yang meneruskannya dengan sepakan ke sudut jauh. Babak kedua berjalan 15 menit ketika Mueller menambahi gol dengan menanduk umpan silang Sami Khedira untuk menjadi gol internasionalnya yang ke-34. Di laga lainnya Grup C, Republik Ceko bermain imbang 0-0 dengan tamunya Irlandia Utara. Ceko berpeluang unggul pada menit keempat ketika umpan silang tertuju pada bek kanan Pavel Kaderabek yang tidak terkawal di kotak penalti, namun ia hanya mampu menyepak bola melewati mistar gawang. Dengan hasil pertandingan ini, maka juara dunia Jerman memuncaki klasemen grup setelah menang 3-0 di Norwegia, dan Azerbaijan berada di posisi kedua menyusul kemenangan 1-0 mereka di San Marino. (afp/ant)

Indonesia dan Malaysia Janjikan Permainan Menyerang Solo (Bali Post) Timnas Indonesia dan Malaysia bernjanji sama-sama ingin menampilkan permainan yang bermutu pada pertandingan uji coba persiapan kejuaraan AFF Suzuki Cup 2016, di Stadion Manahan Solo, Jateng, Selasa (6/9) malam ini. ‘’Timnas Indonesia menghadapi Malaysia tidak hanya bertahan saja, tetapi timnya akan bermain terbuka dan menyerang ke pertahanan lawan,’’ kata Asisten Pelatih Timnas Indonesia Hang Peter Schaller’, usai technical meeting IndonesiaMalaysia, di Hotel Lor In Solo, Senin (5/9) kemarin. Meskipun Timnas Indonesia melakukan persiapan waktunya hanya dua hingga tiga hari atau lebih pendek dibanding Malaysia sekitar 10 hari, tetapi timnya akan tampil maksimal dengan bermain terbuka menyerang. ‘’Kami akan menggunakan formasi tim 4-4-2, tetapi siapa pemain yang akan diturukan masih menunggu saat laga, Selasa (6/9),’’ kata Hang Peter Schaller. Meskipun Timnas Indonesia yang sekarang tidak diperkuat pemain bintang seperti Bambang Pamungkas dan Firman

Utina tidak menjadi masalah. Timnas ini mengambil dua pemain terbaik di setiap klub yang ikut Liga. Mereka banyak diperkuat pemain muda akan bermain terbuka untuk menampilkan permainan yang berkualitas. ‘’Kita lihat pertandingan Timnas melawan Malaysia yang akan sama-sama menampilkan yang terbaik,’’ ujarnya. Menyinggung soal kapten Timnas Indonesia, Hang Peter Schaller mengatakan mempercayakan kepada pemain senior Boaz Salossa untuk memimpin timnya di lapangan. ‘’Boaz ini selain pemain berpengalaman dia juga bermain konsisten di lapangan,’’ ucap Schaller. Pelatih Timnas Malaysia Datuk Ong Kim Swee mengatakan baik Timnas Indonesia maupun Malaysia akan menampilkan bermainan yang berkualitas untuk menghibur penonton. Menurut On Kim Swee, persiapan Indonesia yang lebih mepet dibanding Malaysia, tetapi tuan rumah banyak jadwal kegiatan kompetisi di Liga dalam negerinya. ‘’Timnas Indonesia yang tidak ada kegiatan internasional yang cukup lama, tetapi mereka mem-

punyai kompetisi Liga di dalam negeri yang jadwalnya padat,’’ kata Ong Kim Swee. Meskipun kedua tim melakukan persiapan waktu yang cukup singkat, tetapi baik Indonesia maupun Malaysia akan menampilkan permainan yang berkualias untuk persiapan ke AFF Suzuki Cup 2016 mendatang. Menyinggung target Malaysia menghadapi Indonesia, Ong Kim Swee mengatakan timnya ingin kemenangan atas tuan rumah Indonesia. Namun, katanya, Malaysia melawan Indonesia kemenangan bukan menjadi utama, tetapi melihat keserasian dan kekompakan tim yang sedang melakukan transisi dari pemain senior ke juniornya. Ong Kim Swee mengatakan salah satu pemain Indonesia yang dikenal di Malaysia yakni Andik Vermansyah. Dia pernah bermain Tim Selangor pada 2011 dan 2013 serta akan menjadi keuntungan bagi Indonesia. Andik dapat mengenali tipe permainan Malaysia. ‘’Bagi saya Timnas Indonesia dan Malaysia akan mengeluarkan semua kemampuan untuk menampilan yang berkualitas,’’ tuturnya.

Bali Post/ant

ARAHAN - Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl memberikan pengarahan saat sesi latihan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/9) kemarin. Timnas Indonesia akan melakukan laga persahabatan melawan Malaysia pada 6 September 2016. Namun, pelatih Datuk Ong Kim Swee masih merahasiakan formasi tim yang akan diturunkan melawan tim tuan rumah, dan tidak ada pemain lawan yang harus mendapat penjagaan khusus. Semua pemain lawan harus dijaga waspadai. ‘’Saya dan timnya akan tampil bersemangat dan baik. Namun, timnya yang terpenting menjaga kekompakan antara pemain,’’ kata kapten Timnas Malaysia Amri Yahya.

Menurut Amri Yahya yang termasuk pemain senior di Malaysia, timnya saat ini, banyak diperkuat pemain-pemain muda potensial yang sering bermain di Timnas Malaysia. ‘’Saya berharap gabungan pemain senior dan junior dapat bermain kompak untuk menampilkan yang terbaik. Semua pemain komitmen fokus pada permainan dan akan mengeluarkan kemampuannnya yang terbaik,’’ imbuh Amri. (ant)


OLAHRAGA

16

Selasa Wage, 6 September 2016 API PON - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyerahkan api PON kepada pasukan pembawa api di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Senin (5/9) kemarin. Api PON tersebut diambil dari sumber api alam

Bali Post/ist

LATIHAN - Reza Melenia Eka Suci saat menjalani latihan di Pulau Serangan.

yang ditemukan pada ta-

Aeromodeling Matangkan Teknik dan Strategi Bertanding

Denpasar (Bali Post) Cabang olahraga (cabor) Aeromodeling PON Bali yang hanya meloloskan seorang atlet yakni Reza Melenia Eka Suci ke PON XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016, kini tengah mematangkan asuhanya jelang turun di hajatan multi event empat tahunan antar provinsi itu. Pelatih Aeromodeling PON Bali Sunarto Efendi menjelaskan, dari sisi persiapan sekarang ini sudah mencapai 90 persen. Hanya, ada beberapa komponen yang perlu dimantapkan sebelum turun di PON nanti. Jadi, waktu yang tersisa kurang lebih dua pekan lagi, harus dimanfaatkan dengan baik untuk menyempurnakan kekuarang itu. ‘’Persiapan sudah matang. Sekarang ini tinggal mematangkan tenik dan strategi bertanding saja,’’ ungkap Sunarto Efendi di Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Sunarto menjelaskan, untuk peralatan sendiri pihaknya tidak ada masalah lagi. Pasalnya, pihaknya sudah membeli alat baru untuk berlatih maupun saat pertandingan nanti di PON Jabar. ‘’Kalau dilihat dari atlet memang masih seimbang, hanya saja dari segi alat kita masih kalah, mengingat masih merancang sendiri,’’ katanya sambil menambahkan. Berdasarkan pengalaman itu tim memutuskan untuk membeli beberapa pesawat. ‘’Bahkan, khusus untuk kompetisi kami sudah siapkan sekitar delapan alat,’’ terangnya. Menurutnya, meski dengan peralatan baru, akan tetapi itu tidak menjadi persoalan. Meski alat yang dipergunakan tergolong baru, akan tetapi tidak ada kesulitan di dalam penyesuaian tersebut. Untuk tempat latihan sendiri tidak ada permasalah yang berarti. Meski sebelumnya pihaknya sempat mengalami kendala tempat berlatih di Pulau Serangan, namun kini tempat latihan sudah ditata dengan baik. Disinggung peluang medali mengingat hanya meloloskan satu atlet saja ke PON, Sunarto mengakui masih bisa bersaing. Karena saingannya nanti di PON hanya enam atlet dari empat provinsi yakni Kalbar, tuan rumah Jabar, Jateng, dan Yogyakarta. ‘’Kalau atlet putri peluangnya terbuka. Mengingat kekuatan merata karena batasan umur yang boleh bertanding mulai 17-18 tahun. Mudah mudahan bisa raih perunggu,’’ tutup sembari menjelaskan di PON nanti asuhannya turun di nomor OHLG (outdoor hand launch glider). (kmb41)

hun 1820 saat eksplorasi minyak.

Bali Post/ant

Kirab Api Pon 2016 Dimulai dari Indramayu Indramayu (Bali Post) -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membuka upacara pelepasan Api PON XIX Jawa Barat di Kabupaten Indramayu, Senin (5/9) kemarin. ‘’Semoga kirab Api PON bisa berjalan sukses dan berkah untuk kita semua,’’ katanya saat melepaskan Kirab Api PON. Puan berharap dengan diselenggarakannya PON Jabar bisa menjadikan momentum tonggak pembangunan manusia Indonesia sebagai pemenang. ‘’Kita jadikan momentum PON sebagai tonggak pembangunan manusia Indonesia sebagai pemenang,’’ tuturnya. Selain itu dengan direncanakannya kirab Api PON yang mencapai 1005,6 km bisa masuk rekor Muri sebagaimana yang diharapkan

oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Api PON yang dimulai pelaksanaan kirabnya Senin kemarin, akan melewati semua kabupaten/kota di Jawa Barat. Jarak tempuh dari titik pelepasan hingga tujuan 1.005,6 kilometer. ‘’Kami harapkan kirab api PON ini dicatat di rekor Muri, karena ini yang terpanjang di Indonesia selama diadakannya PON,’’ kata Gubernur yang akrab disapa

Aher di Indramayu. Aher menuturkan, kirab api PON XIX ini akan menyinggahi semua daerah yang berada di Jawa Barat dan disambut pemerintah daerah dan para atlet legendaris. Kirab ini juga diharapkan bisa mempersatukan bangsa melalui ajang PON yang setiap empat tahun sekali digelar. ‘’Ajang PON ini semoga bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia dengan olahraga,’’ ujarnya.

Sumsel Promo Asian Games 2018 di PON Jabar

Palembang (Bali Post) Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 di Jawa Barat, 17-29 September 2016 akan dijadikan Sumatera Selatan kesempatan untuk menyosialisasikan Asian Games ke-18 2018 di Palembang. Kepala Bidang Humas KONI Sumsel Darmansah di Palembang, Senin (5/9) kemarin, mengatakan sosialisasi ini akan dilakukan oleh pengurus KONI, atlet Sumsel, dan pejabat pemerintah provinsi dengan mengenaikan seragam kontingen yang turut menampilkan logo Asian Games. ‘’Selain itu, direncanakan akan dibuka stan di pameran PON untuk mempromosikan Asian Games,’’ kata Darmansah. Kegiatan sosialisasi ini akan disamakan seperti yang sempat dilakukan di Singapura saat Olimpiade Remaja yakni dengan membagikan baju kaos, suvenir, dan buku petunjuk mengenai Kota Palembang. ‘’Harapannya dengan sosialisasi baik di dalam dan luar negeri, maka banyak yang akan datang ke Palembang untuk menonton pertandingan,’’ ujarnya. Sebanyak 37 cabang olahraga resmi ditetapkan akan dipertandingkan di pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang. Cabang olahraga tersebut terdiri dari 28 cabor Olimpiade, delapan cabor non-Olimpiade, dan satu cabor tambahan berdasarkan hasil keputusan Rapat Kordinasi Komite (Corcom) ke-4 yang digelar di New Kuta Hotel a Lexington Legacy, Bali (11/5), dan tidak mengubah hasil Corcom ke-3 pada Januari lalu. Cabang olahraga yang digelar di Palembang di antaranya adalah basket, menembak, triathlon, dayung, bola voli, kano/ kayak, sepak bola, tenis, sepak takraw, sport climbing dan boling. Khusus untuk boling merupakan cabang baru karena sebelumnya akan dipertandingkan di Jakarta. Sementara Jakarta menggelar cabang olahraga yakni di antaranya panahan, berkuda, senam, modern pentathlon, renang, tinju, anggar, handball, tenis meja, atletik, final sepak bola putra, hocky, rugby, taekwondo, angkat besi, bulu tangkis, sepeda, golf, judo, layar, gulat, martials arts, kabaddi, kriket, squash dan baseball/softball. (ant)

Venue Siap Digunakan Aher juga memastikan sejumlah venue yang akan digunakan untuk PON dapat dipastikan semua sudah siap 100 persen setelah melakukan peninjauan ke lokasi yang nantinya digunakan untuk lomba itu. Sebelum ke Cirebon pihaknya meninjau venue

yang berada di Indramayu yaitu venue layar, selam laut dan renang di perairan terbuka. Sedangkan di Cirebon, Aher meninjau kesiapan venue selam di kolam renang Chaterine Surya dan GOR Bima yang digunakan untuk venue bulutangkis. ‘’Kemarin saya juga sudah meninjau beberapa venue dan semuanya sudah siap untuk digunakan,’’ ujarnya. Ia menambahkan, untuk penunjang memang belum semuanya selesai seperti halnya taman dan jalan. Namun, ia memastikan untuk venue semua sudah bisa digunakan. (kmb39/ant/net)

Stadion GBLA Dipasangi 17 Kamera

Turun Kelas, Sinta Tetap Targetkan Medali Emas Denpasar (Bali Post) Salah satu lifter putri Ni Luh Sinta Darmariani tidak akan turun di kelas spesialisnya yakni 69 kg saat melakoni PON XIX Bandung, Jawa Barat. Dirinya bakal turun di kelas 63 kg di hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi itu. ‘’Ya saya memang turun kelas di PON nanti yakni kelas 63 kg. Saat PON Riau dulu saya turun di kelas 69 kg,’’ ungkap Sinta Darmariani di latihan di GOR Permata, Ubung, Denpasar, Senin (5/9) kemarin. Lifter peraih medali emas saat PON Riau 2012 itu menjelaskan, alasan tim pelatih memberikan bermain di kelas 63 kg, mengingat di kelas tersebut peluang untuk meraih medali emas lebih terbuka. ‘’Di kelas ini kans untuk meraih medali emas memang lebih besar. Akan tetapi, kami tetap akan berjuang makasimal, mengingat daerah lain seperti Papua dan tuan rumah Jabar menjadi rival berat nanti. Meski begitu, saya tetap bertekad bisa meraih emas agar bisa mempertahankan prestasi sebelumnya,’’ jelasnya. Meski turun di kelas baru, akan tetapi tidak menjadi persoalan yang berarti baginya. Mengingat, ini sudah menjadi keputusan pelatih dipercaya turun di kelas tersebut. ‘’Saya turun di kelas apa saja saya siap. Yang penting tekad besar untuk meraih yang terbaik tetap ada. Ini juga bagian dari strategi pelatih yang sudah mengetahui peluang medali di nomor ini lebih besar,’’ kata Sinta. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini dirinya fokus di dalam penjagaan fisik serta meningkatkan angkatan agar lebih baik lagi, agar saat PON nanti dirinya bisa meraih angkatan sesuai dengan harapan. (kmb41)

Api PON diambil dari Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, yang mempunyai sejarah panjang. Api itu ditemukan sekitar tahun 1820 saat eksplorasi migas dan itu bermula dari gas alam.

Bali Post/ant

GBLA - Areal Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung, Jawa Barat yang akan digunakan sebagai lokasi upacara pembukaan PON XIX.

Empat Wasit Voli Bali Pimpin Laga PON Denpasar (Bali Post) Tercatat empat wasit voli Pengprov PBVSI Bali dipercaya PP PBVSI guna memimpin pertandingan pada PON XIX

di Jawa Barat. Mereka adalah Made Adnyana dan Gede Sukardiana (voli indoor), Nyoman Gede Surata dan Made Sudarma (voli pantai). Sudarma ditemui di KONI Bali, Senin (5/9) kemarin mengungkapkan, Bali mendapat kepercayaan hingga empat personel pengadil lapangannya ditugaskan memimpin hajatan multievent empat tahunan antar provinsi tersebut. ‘’Kami bangga Bali mendapat kehormatan sampai empat wasit yang diturunkan pada PON, dibandingkan provinsi lain Bali cukup banyak, dan secara kebetulan keempat wasit ini asal Denpasar,’’ ujar Sudarma yang dipercaya keempat kalinya memimpin pertandingan di PON. Guru SMAN 1 Kuta ini mengakui, PP PBVSI lebih jeli memilih wasit berkualitas, berikut lisensinya. Misalnya Adnyana (wasit internasional), Sudarma (kandidat wasit internasional), Surata dan Sukardiana (sertifikat nasional A). Alasannya, kata Sudarma, peta kekuatan tim voli indoor maupun voli outdoor merata, sehingga menuntut kinerja wasit yang fair-play, serta menjunjung tinggi sportivitas. Untuk voli pantai pertandingan akan digelar di GOR Arca Manik Sukamiskin, Bandung, 14-21 September, sedangkan voli indoor digulirkan 19-27 September. (022) Made Sudarma

Bandung (Bali Post) Sebanyak 17 kamera dipasang untuk mengabadikan upacara pembukaan PON XIX/2016 Jawa Barat yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, 17 September 2016. ‘’Ada sebanyak 17 kamera yang akan dipasang di keliling Stadion GBLA untuk mengabadikan momen bersejarah pembukaan PON XIX/2016 Jabar,’’ kata Manajer Tim Kreatif Bidang Upacara PB PON XIX/2016 Jabar Satria Yanuar Akbar di Bandung, Senin (5/9) kemarin. Menurut Satria, kehadiran kamera yang dipasang di berbagai sudut stadion itu akan memberikan gambar dari berbagai sisi untuk bisa mendapatkan momen gambar yang baik pada acara itu. Ia menyebutkan, kamera itu sudah ditempatkan di beberapa sisi di lokasi yang telah disiapkan di dalam stadion termegah di Jawa Barat itu. Awalnya pengambilan gambar upacara pembukaan perhelatan olahraga nasional itu akan dilakukan dengan menggunakan teknologi spider web di sekitar stadion, namun rencana itu urung dilakukan dan sebagai gantinya dilakukan penempatan kamera perekam yang akan menampilkan gambar megahnya upacara pembukaan PON yang mengusung tema besar ‘’Berjaya di Tanah Legenda’’ itu. Sementara itu, tim kreatif juga telah mempersiapkan pencahayaan dan sound system yang akan mendukung pergelaran upacara pembukaan PON yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana itu. ‘’Saat ini terus dilakukan pemasangan instalasi, hampir sebagian besar barang untuk kebutuhan sudah diangkut ke stadion itu,’’ kata Satria. Sebuah layar ukuran raksasa juga dipasangkan di bagian timur stadion itu, sehingga tribun timur dikosongkan karena digunakan untuk panggung pergelaran yang akan melibatkan 1.500 penari tersebut. (ant)

Komang Teguh Masuk Timnas U-15

Denpasar (Bali Post) Komang Teguh Trisnanda lolos seleknas U-15, pascamengikuti seleksi di Makassar, 22-29 Agustus lalu. Pesepak bola yang berposisi di gelandang serang ini diproyeksikan berlaga pada Turnamen Pelajar Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 September - 1 Oktober nanti. Ayah Komang Teguh, Nyoman Mertajiwa, di Sanur, Senin (5/9) kemarin menerangkan, putranya dipanggil berdasarkan penampilannya pada putaran nasional Piala Menpora U-14 2015 lalu ketika membela Putra Tresna. ‘’Tiga pemain Bali yang dipanggil yakni Teguh, Gede Aditya, dan Dodik Mahendra, tetapi yang lolos hanya Teguh,’’ jelasnya. Dia merinci, pemanggilan seleksi oleh pihak Kemenpora 50 pemain, tetapi yang lolos masuk skuad timnas U-15 hanya 20 pemain. Timnas yang ditangani pelatih Deni Syamsuddin ini, selanjutnya melakukan pemusatan latihan di ibu kota hingga menjelang bertolak ke negeri jiran. Mertajiwa mengakui putranya sering mengikuti berbagai turnamen misalnya bergabung dengan Tim ASSBI Jakarta, juara Bali Super Cup. Siswa kelas III SMPN 9 Denpasar ini

memegang ban kapten pada tim Garuda Impian Soccer School Indonesia (GISSI) juara Singa Cup di Singapura, sekaligus pemain terbaik (2014), serta juara Piala Gubernur Jatim (2015). (022)

Bali Post/ist

Komang Teguh Trisnanda


Selasa Wage , 6 September 2016

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

!!!Karyawati SMA/Diploma,Sukses Abadi Bgn Jl.Sunset Road Barat 888 Kuta B.BP.141.09.16.0000111

Dibutuhkan Staff Acc. Hub:0361 270670 Krm CV ke runningmantour.acc@hotmail.com runningmantour.opr@hotmail.com A.BP.153.09.16.0000254

Dcr Bag.Umum Pria Max.35Th T.427575 E:adhyara@gmail.com B.BP.141.09.16.0000093

Cr PRT Wnt BsMtr,TglDlm+Sopir Prbd,Srbt,SIM A+C,085238127777 B.BP.164.09.16.0000141

Dcr Butler/HK H.081337460096 BaliLife Jl.Bumiayu V/88 Sanur A.BP.001.09.16.0000249

Dcr Security,Sertifikat,Bw CV ke Ktr Siaga86,Jl.Pendidikan 62 Dps T.710644 H:085737782974

Dcr Graphic Designer & Accounting Hub.081936071174

A.BP.001.09.16.0000001

Dcr Pembantu produksi kue Sidakarya sktarnya 08563897679

A.BP.001.09.16.0000102

!!!Butuh Cepat! 10 Terapis Reflexi Pria/Wanita di Renon Gajimenarik+Bonus+Lembur+THR Hub Telp.9002588-9002599

B.BP.004.09.16.0000137

Dcr Sales,Kurir,Teknisi Gaji, Bonus Menarik 4743092

A.BP.001.09.16.0000144

A.BP.001.08.16.0001847

Dcr Tkg Sablon+Srabutan Garmen Jl.Patih Nambi 7A 085103008088

Bth Desain Grafis utk Resto/ Bar/Apartement krm lam ke Sama SamaGroup Jl.ByPass Ngurah Rai 128 Nusa Dua HP.08123841129

A.BP.001.09.16.0000241

Dcr: Reseptionist/FO,HK,Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta40,Kuta

B.BP.101.09.16.0000142

A.BP.001.09.16.0000218

Cari Sopir SIM A/B Umum Bs Inggris/Jepang Hub.081236651991

Dibuthkan Segera Apoteker utk Farmasi PBF Hub:082147096454

Company in Sanur Looking for Consultant Management Staff “must be Experienced”Speak English salary start from 5 million T.0361-9381372-4490319

Dibutuhkan Segera Driver Hub. 081805333616 cocok Lnsung Kerja

A.BP.001.09.16.0000252

A.BP.001.09.16.0000243

A.BP.001.09.16.0000253

Dibutuhkan Sgr Maintenance Tlp 081338144102/Citra Soputan No2

A.BP.001.09.16.0000234

A.BP.001.08.16.0002145

Urg Personal Asst speak English Can do Accounting.3 years exp. Send np1707@icloud.com

Dicari Karyawan untuk Artshop yang bisa Bhs Inggris Hub:08123641774

B.BP.154.09.16.0000146

A.BP.001.09.16.0000172

Dibutuhkan Sopir Mobil Kanvas Utk Roti/Kue,Pria,SIM A, Usia Max 40Th,Kirim Lamaran ke Jln.Keboiwa Utara No.12,Slbh Bali TV/H:081933012164/08123844836 A.BP.001.09.16.0000021

Dicari Pegawai Min Tamat SMA Bhs.Inggris Hub:08113882660 A.BP.001.09.16.0000237

Resto & Hotel Bth Staff,Gj Tnggi Fasilitas Dijamin 082266036588 A.BP.001.09.16.0000048

Dcr Aconting Wanita Penampilan Menarik Usia 23-26Th Lamaran ke PT Enelog Semesta Andal Dermaga Sltn Benoa081239583987 A.BP.001.09.16.0000158 SINGARAJA

DcrManager U,PT Lejel Shopping Cab.Sgrj P/W min S1 bsKomputer dpt Bekerja dgn Team Work Jjr Disiplin, Bertanggungjawab Krm CV Ke Jl.Surapati 128 Sgr A.BP.009.09.16.0000167

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

Ayla X’2015 Putih Manual 103Jt Brio’14 Htm 119Jt,085100856999

B.BP.164.09.16.0000143

HONDA

Jual Jazz RS MMC’12 AsBali Jln Ceningan Sari XVI.081353014183

A.BP.001.09.16.0000246

SUZUKI

Ertiga GX Th’2013 Silver Tgn 1 Asli Bali 08123605780

DIJUAL RUMAH Dj Cpt Perumahan Bayu Segara Residence-Padang Galak Sanur Harga 1.280Jt T.081337171703

DIJUAL TANAH Dijual Sebidang Tanah Min ± 2 Are di Jalan Pantai Starlight Lovina Bali Hub.0811396755

DISEWAKAN RUKO Dikontrakan Ruko Jl.By Pass Tuban 5x20m,Ada Parkir Mobil Hub:081220989460

Djl Cpt,BU,rmh mwh 2M nego, Bumi Jimbaran Asri,dkt UNUD, 4KT,2KM,full furnish,LT.216, LB.150.Vania-081298699947

Jual Tanah,Jl.Mahoni 2 Taman Mumbul Nusa Dua.3,2A Hub. 0818.055.18000/0813.5333.8666

Over Kontrak Ruko 2Lt Semawang Sanur Hub.08113882660

DISEWAKAN TANAH Dswkn Tanah di Uluwatu u/Hotel Villa Hub.08563734043

RUPA-RUPA Obral Rak kaca berbagai type Telp:08123983100

Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban Luas 5Are Hub:081220989460

Peluanasan/Gastun kartu kredit promo 2,3% Hub.082340004545

Sewa Tanah Jl.By Pass Ngurah Rai Kelan Tuban.Luas 18Are Hub:081220989460

KEHILANGAN BPKB Minibus’2008 DK120MO AN: Gereja Roh Kudus Katedral,Noka MHFM1CA4J8K009367 Nosin:DAH984

A.BP.001.08.16.0002143

B.BP.004.09.16.0000140

Djl Rmh di Jln.Pitu,Sibang Kaja A.BP.001.09.16.0000244 Karimun Estilo’2008 Slvr Jl.P. Badung Hrg.300Jt, 087820307999 A.BP.153.09.16.0000255 Flores VII/4, Hub.081238309099 A.BP.001.09.16.0000220 DISEWAKAN TOKO Suzuki Carry Pick UP’15 Putih Dikontrakan Toko Jl.Letda Made AsBali Hub.089619874461 Putra No.29 Tlp.081935188923 A.BP.001.09.16.0000235 TOYOTA

Agya TRD S Th’2014 Tgn 1 Hitam Asli Bali 085105052880 A.BP.001.09.16.0000245

Avanza G’2010,Silver 120Jt nego 081249713886

A.BP.001.09.16.0000247

DISEWAKAN TEMPAT Disewakan Tempat Usaha Cocok Untuk Toko,Restaurant,Spa Atau Dll,Di Jalan Raya Lovina Singaraja Lovina Hub.087860901559

B.BP.154.09.16.0000145

AC

A.BP.001.09.16.0000240

A.BP.001.08.16.0000751

A.BP.001.09.16.0000238

B.BP.031.09.16.0000139

A.BP.001.09.16.0000109

A.BP.001.08.16.0000749

A.BP.001.08.16.0000750

KOST Super Elite Bule Sanur S.Pool, Lengkap 3Jt UP:087762566220

A.BP.001.09.16.0000181

A.BP.001.09.16.0000239

AC

SERVICE

SPA

A.BP.001.09.16.0000233

A.BP.001.08.16.0002202

A.BP.001.08.16.0001589

Tlh Hilang STNK Th’2011 No.Pol P 4057 VW AN.RA.Mita Setia W A.BP.001.09.16.0000250

PELUANG BISNIS

DIJUAL MOTOR

BIRO JASA

KOMPUTER

DIJUAL MOBIL


EKONOMI

18 Rupiah Menguat 65 Poin

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (5/9) pagi, bergerak menguat sebesar 65 poin. Rupiah kemudian menjadi 13.182 dibandingkan posisi sebelumnya di 13.247 per dolar AS. ‘’Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS menyusul data serapan tenaga kerja di Amerika Serikat yang belum solid,’’ kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta, di Jakarta, Senin kemarin. Ia mengemukakan, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan penggajian pekerja nonpertanian menambahkan

151.000 pekerja di bulan Agustus. Hasil tersebut di bawah harapan untuk kenaikan 180.000. Jumlah lapang pekerjaan yang tercipta di bulan Juli sebesar 275.000. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova menambahkan, potensi penurunan Bank Indonesia 7-Day Repo Rate diharapkan dapat membuat yield di surat utang negara (SUN) kembali menarik sehingga memicu capital inflow. ‘’Pelonggaran kebijakan di pasar keuangan domestik diharapkan membantu pemulihan ekonomi,’’ katanya. (ant)

Tiongkok Investor Terbesar di Indonesia?

Nilai Investasi 549 Juta USD di 499 Proyek

Jakarta (Bali Post) Tiongkok diasumsikan bakal menjadi investor asing terbesar di Indonesia pada dasawarsa mendatang. Hal itu tercermin dengan terus meningkatnya nilai investasi negeri Tirai Bambu itu di Tanah Air. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan komitmen Presiden Jokowi memangkas jalur birokrasi dan pengurusan izin telah menumbuhkan harapan besar bagi kalangan pengusaha Tiongkok. ‘’Mereka sangat antusias meningkatkan investasi di Indonesia,’’ kata Rosan di Jakarta, Senin (5/9) kemarin. Pernyataan itu disampaikan Rosan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu ratusan pengusaha Negeri Tirai Bambu pada Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Shanghai, Tiongkok, akhir pekan lalu. Rosan yang juga hadir pada pertemuan itu mengungkapkan Presiden Jokowi secara langsung memberikan jaminan kepada pengusaha Tiongkok mengenai berbagai kemudahan investasi seperti Layanan Izin Investasi 3 Jam, Layanan Jalur Hijau, Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK),

dan regulasi investasi yang lebih terbuka melalui perbaikan Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk mempermudah arus masuk investasi Tiongkok ke dalam negeri. ‘’Memang masih ada kendala, terutama bahasa dan kemitraan. Tetapi, saya yakin hal itu akan dapat teratasi. Satu hal yang harus dicermati adalah Indonesia kini menjadi salah satu negara tujuan investasi paling menarik bagi Tiongkok,’’ kata Rosan. Nilai investasi Tiongkok mencapai 549 juta dolar AS yang tersebar di 499 proyek, sementara itu Singapura berada di urutan teratas dengan investasi senilai 2 miliar dolar AS untuk 1.927 proyek, menyusul Jepang 1,3 miliar dolar AS, dan Hongkong 597 juta dolar AS. ‘’Investasi Tiongkok naik sangat signifikan. Pencapaian Tiongkok melampaui Malaysia yang nilai investasinya 393 juta dolar AS dan Belanda 346 juta dolar AS,’’

jelas Rosan. Di sisi lain, dia mengaku sangat mengapresiasi konsistensi Presiden Jokowi untuk tetap menyinergikan kebijakan fiskal, moneter dan reformasi struktural bagi perbaikan ekonomi nasional. Keterpaduan kebijakan fiskal dan moneter selain dapat mendorong pergerakan sektor riil, juga akan memacu pertumbuhan investasi, produksi, distribusi, dan konsumsi. ‘’Saya yakin, konsistensi pemerintah memperbaiki pertumbuhan ekonomi akan berdampak luas. Setiap kebijakan ekonomi harus mendorong pertumbuhan yang solid dan inklusif,’’ katanya. Dikatakan, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dapat berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi global. ‘’Tekad pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih terbuka dan kompetitif harus didukung,’’ katanya. (ant)

Hari Raya Galungan

Tak Terjadi Lonjakan Transaksi Presiden Joko Widodo

Bali Post/ant

Didorong, Pertukaran Informasi Keuangan Antarnegara Hangzhou (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia mendorong dan mendukung diterapkannya kebijakan pertukaran informasi keuangan antarnegara untuk kepentingan perpajakan. Kebijakan itu terkait meningkatkan pendapatan negara-negara berkembang. Presiden Joko Widodo mengatakan hal itu saat menjadi pembicara utama sesi kedua KTT G-20 di Hangzhou International Expo Center, Tiongkok, Senin (5/9) kemarin. Menurutnya, Indonesia akan mendorong dibentuknya sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan. Selain itu, kepada sejumlah negara anggota G-20, Indonesia juga mengimbau setiap negara untuk tidak membuat kebijakan yang merugikan negara lain. ‘’Mengingat perlambatan ekonomi global, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan pajak kita dalam menjaga iklim bisnis dan investasi. Hal ini membutuhkan sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan,’’ ujar Presiden. Kebutuhan akan kerja sama internasional dalam sistem perpajakan tersebut, kata Presiden, berguna untuk menghindari adanya penghindaran pajak dan mendorong kebijakan pajak kondusif di masing-masing

negara anggota. Presiden Jokowi percaya sistem tersebut pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan bagi negara-negara berkembang. Karena itu, Presiden Joko Widodo mendukung kerja sama dan koordinasi antarnegara-negara anggota G20 guna mewujudkan hal tersebut. Adapun bentuk dukungan kerja sama yang dimaksud Presiden ialah implementasi dari Automatic Exchange of Information (AEoI) atau yang biasa disebut keterbukaan informasi untuk kepentingan perpajakan. ‘’Saya percaya, transparansi keuangan melalui AEoI akan bermanfaat dalam mengatasi arus keuangan terlarang yang telah menghasilkan kerugian bagi negara-negara berkembang selama bertahun-tahun,’’ imbuhnya. Di hadapan para pemimpin negara anggota G-20, sejalan dengan upaya mereformasi sistem perpajakan, Presiden juga mendorong dilakukannya kerja sama terhadap pemberantasan korupsi. Presiden menyebut, Indonesia dapat dijadikan contoh utama dari negara yang proaktif memerangi perilaku korupsi. ‘’Saya percaya G-20 harus memperkuat kerja sama antikorupsi. Dalam hal ini, Indonesia dapat menjadi contoh negara yang aktif memerangi korupsi,’’ tegas Presiden. (ant)

Selasa Wage, 6 September 2016

Denpasar (Bali Post) Perbankan tidak akan menyiapkan kas lebih pada libur hari raya Galungan. Alasannya, libur hari raya jatuhnya pada Rabu. Apalagi hanya satu hari sehingga tidak ada persiapan khusus oleh perbankan mengantisipasi transaksi di hari raya Galungan ini. ‘’Libur sehari tidak terlalu berefek. Soalnya hari raya Galungan tidak akan terlalu banyak ada transaksi. Tetapi uang di ATM tetap ada, tidak dikurangi,’’ kata M. Fankar Umran, Pemimpin BRI Wilayah Bali Nusa Tenggara, didampingin Arif Wicaksono, Wakil Pimpinan Wilayah Bidang Operasional BRI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Senin (5/9) kemarin. Pada hari libur Galungan sama seperti hari biasa, bahkan kenaikan transaksi terjadi hari Sabtu dan Minggu (week end), karena saat itu bank libur selama dua hari, ditambah biasanya masyarakat pada waktu tersebut cenderung banyak melakukan transaksi liburan untuk berbelanja dan lain sebagainya. ‘’Kalau ATM hari Sabtu-Minggu malah cepat

habis,’’ imbuhnya. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, hari raya Galungan transaksi cenderung turun. Khusus di wilayah Bali, pihaknya menyiapkan kas Rp 21 miliar per hari. Kalaupun ada lonjakan transaksi, pihaknya telah menyiapkan dan kas cadangan hingga 20 persen. Namun biasanya, lonjakan transaksi tidak lebih dari 5 persen. Dari Rp 21 miliar tersebut, tidak lebih Rp 17 miliar uang habis. Dikatakan, tingkat konsumsi di Bali lebih tinggi dibandingkan Riau atau Pekanbaru. BRI berusaha menggenjot transaksi nontunai agar ketika saat hari raya seperti ini, pihak perbankan tidak perlu khawatir terjadinya kekurangan uang lantaran transaksi electronic money atau transaksi nontunai tidak memerlukan uang tunai. Sementara itu, BNI Kantor Wilayah Denpasar sendiri untuk kebutuhan menjelang hari raya Galungan, Kuningan serta Idul Adha 1437 H (4-17 September), BNI menyiapkan kebutuhan uang sekitar Rp 447 miliar khusus keperluan di mesin

Bali Post/kmb42

BERSAMA - M. Fankar Umran, Pemimpin BRI Wilayah Bali Nusa Tenggara, bersama Arif Wicaksono, Wakil Pimpinan Wilayah Bidang Operasional BRI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

ATM di Bali (ATM pecahan 100 ribu dan 50 ribu). Hal itu diungkapkan Widiarto, Pemimpin Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Denpasar. BNI mengoperasikan total 457 ATM yang terdiri dari ATM tarikan tunai sebanyak 406 ATM, ATM nontunai sebanyak 21 ATM, ATM CDM (Cash Deposit Machine)/ATM Setoran Tunai sebanyak 13 ATM, ATM CRM (Cash Recycle Machine)/ATM setoran tunai dan tarik tunai sebanyak 16 ATM, ATM BLG (Layanan Mobile) sebanyak 1 ATM. (kmb42)

Rosan P Roeslani

Bali Post/ant

Pajak Sejahterakan Masyarakat Jakarta (Bali Post) – Anggota DPR-RI Mukhamad Misbakhun mengimbau masyarakat membayar pajak karena pajak dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. ‘’Kalau ingin menjadi bangsa merdeka dan sejahtera, maka bayarlah pajak,’’ kata Mukhammad Misbakhun di Jakarta, Minggu (4/9) malam. Pajak yang dibayarkan masyarakat, kata Misbakhun, dimanfaatkan untuk pembangunan fisik seperti infrastruktur maupun nonfisik seperti gaji pegawai, dan sebagainya. Misbakhun yang menjadi pembicara pada sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pasuruan, Jawa Timur, menegaskan semangat patriotisme untuk membangun bangsa dan negara dengan membayar pajak, harus ditumbuhkan di hati setiap warga negara Indo-

nesia (WNI). ‘’Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang membiayai semua biaya pembangunan bangsanya dengan mandiri, baik dari pajak maupun dari kekayaan alamnya,’’ katanya. Bangsa Indonesia selama ini, kata Misbakhun, masih terbelit persoalan perpajakan, yakni minimnya data wajib pajak, sehingga target penerimaan negara dari sektor perpajakan kerap tidak tercapai. Padahal, penerimaan dari sektor pajak merupakan penerimaan utama untuk pembiayaan negara. Puncaknya terjadi pada 2015, penerimaan pajak hanya 82 persen dari target yang disepakati dalam UU APBN 2015. ‘’Berdasarkan komposisi penerimaan negara, 78-82 persen pembiayaan pembangunan ditopang dari sektor perpajakan,’’ katanya. (ant)


19

Selasa Wage, 6 September 2016

Demo Tolak Reklamasi

Kongkow dengan Bos Pembakar Hutan

Cara Rakyat Tolak Tujuh Polisi akan Dikenai Sanksi Kebijakan yang Tak Pro-Rakyat GERAKAN tolak reklamasi Teluk Benoa kini mulai diusik. Setelah pentolannya dilaporkan ke polisi, kini sejumlah pihak menyoroti soal aksi demo yang digelar hampir setiap minggu. Bahkan, penaikan bendera ForBALI yang berada satu tiang dengan bendera Merah Putih juga menjadi sorotan. Terhadap hal itu, Hendardi, Ketua Setara Institute, mengatakan gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa adalah bagian dan cara rakyat menolak kebijakan yang tidak memberikan dampak bagi rakyat, bahkan justru berpotensi membahayakan lingkungan hidup dan dampak sosial ikutan. Penegasan Hendardi itu terkait beragam tuduhan yang dialamatkan kepada pegiat dan pendukung ForBALI, yang sudah lebih kurang empat tahun menolak reklamasi. Dalam rencana reklamasi, Ketua ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengatakan, resistensi para pejabat pada ForBALI lebih menunjukkan ketundukan para penyelenggara pemerintah pada kehendak pengusaha yang ekspansif mengeksploitasi

Bali. Pelaporan atas I Wayan Suardana (Gendo) atas tuduhan penyebaran kebencian atas dasar ras dan tuduhan penghinaan bendera Merah Putih pada aksi 25 Agustus lalu terhadap pendukung ForBALI, merupakan caracara primitif dan tidak rasional yang ditujukan untuk membungkam aktivisme warga sipil. Para pejabat daerah yang seharusnya menjadi katalisator yang netral dalam isu reklamasi justru lebih memilih berhadapan dengan warganya sendiri, termasuk menggunakan berbagai cara. Polda Bali sebagai institusi penegak hukum semestinya jernih melihat persoalan hukum yang lahir dari gerakan penolakan reklamasi ini. Polda Bali harus menjadi penengah yang adil dan melihat detail motivasi dari pelaporan atas Gendo dan tuduhan merendahkan bendera Merah Putih, yang bisa jadi akan berujung pada pelaporan terhadap polisi. Warga Bali telah memperoleh gambaran utuh tentang sosok para pemimpinnya. Kepada siapa sebenarnya mereka bekerja. (r/kmb)

Jakarta (Bali Post) Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Mabes Polri Irjen Pol. Muhammad Iriawan memastikan tujuh orang polisi yang kongkow bareng bersama bos PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) akan dijatuhi sanksi. Iriawan berpendapat, tidak pantas anggota polisi kongkow di salah satu hotel dengan bos yang perusahaannya diduga sebagai pembakar hutan. ‘’Keberadaan anggota di sana akan kami dalami, termasuk etikanya. Pantes enggak kumpul-kumpul, ada wine-nya juga. Ini akan kami disiplinkan. (Akan diberi sanksi?) Ya… iyalah,’’ kata Irjen Muhammad Iriawan di Gedung DPR, Senin (5/9) kemarin. Kehadiran Iriawan mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR. Dia mengakui kasus kongkow bareng polisi dengan bos perusahaan pembakar hutan mendapat perhatian masyarakat. Sebab, pertemuan tersebut terjadi di tengah isu adanya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau yang diduga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan seperti perkebunan sawit. ‘’Kami akan tanya ngapain di sana,’’ katanya. Menurut Iriawan, sejumlah bukti sedang dikumpulkan. Antara lain saksi yang mengetahui persis pertemuan tersebut, juga rekaman CCTV yang akan digunakan untuk menguatkan bukti-bukti yang sudah ada. ‘’Begitu kasus ini, kita langsung ke sana untuk melakukan pemeriksaan. Sudah diperiksa semua. Dan kasus ini akan kita putuskan di wanjak (dewan jabatan dan kepangkatan),’’ tegasnya. Foto sejumlah anggota polisi foto bareng dengan bos perusahaan swasta yang diduga perusahaannya menjadi pembakar hutan dan lahan tersebar di media sosial. Foto tersebut kemudian mendapat kecaman luas masyarakat karena seolah menjadi pembenar adanya kongkalikong antara aparat penegak

Diringkus Jemaat Dari Hal. 1

Sebelumnya, IAH diamankan di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr. Mansyur Medan pada Minggu (28/8) pagi. Pemuda yang bulan Oktober nanti berusia 18 tahun ini diringkus jemaat saat menyerang pastor dengan pisau, IAH pun diduga in-

gin meledakkan bom yang dibawanya. IAH menyamar sebagai jemaat dengan duduk mengikuti misa sekitar pukul 08.00 WIB, lalu menyerang Pastor Albert Pandiangan (60) ketika hendak memberikan khotbah, korban mengalami luka ringan di bagian tangan karena tusukan pisau. (ant)

Ahok Bingung Dari Hal. 1

Izin pelaksanaan reklamasi sudah dikeluarkan sejak zaman Gubernur Fauzi Bowo pada 2010 yaitu Pulau 2A kepada PT Kapuk Naga Indah (KPI), dilanjutkan penerbitan persetujuan prinsip pulau A, B, C dan D kepada PT KPI; izin pelaksanaan Pulau 1 dan Pulau 2B kepada PT KPI; Pulau G kepada PT MWS; Pulai I kepada PT Jaladri Kartika Pakci; dan Pulau F kepada PT Jakarta Propertindo bekerja sama dengan PT Agung Dinamika Persada. Izin pun diperpanjang saat Ahok memimpin pada 2014-2015. ‘’Saya sampaikan agar jangan cari untung di lahan tapi di bangunan, jadi saya bingung kalau pengembang keberatan dasarnya apa? Kan ada kesepakatan bersama kok. Kemudian mereka sampaikan bagaimana kalau Rp 1-2 juta per meter, saya

katakan jangan begitu karena nanti orang akan tanya kenapa tidak Rp 3 juta?’’ ungkap Ahok. Akhirnya para pengembang menyepakati sejumlah kontribusi dengan membangun beberapa fasilitas umum seperti rumah susun dan jalan. Yang sudah serah terima itu ada Rusun Daan Mogot, Rusun Muara Baru itu dari PT Muara Wisesa Samudera, anak perusahaan Agung Podomoro, termasuk beberapa jalan inspeksi, sedangkan PT Taman Harapan Indah sudah mengeruk Waduk Pluit. ‘’Perusahaan lain belum menyerahkan, Agung Sedayu waktu itu membatalkan dan menghitung kewajiban yang lain karena menganggap tidak wajib untuk memberikan kontribusi tambahan karena izin Pak Fauzi tidak ada, tetapi saya bilang harus,’’ tegas Ahok. (ant)

hukum dengan perusahaan yang sedang berperkara, hingga terbitnya SP3 terhadap kasus hukum perusahaan-perusahaan tersebut. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa Bareskrim Mabes Polri hanya menerbitkan dua surat perintah penghentian penyidikan (SP3) tentang kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau. ‘’Yang dihentikan di Bareskrim ada dua,’’ kata Tito. Alasan penghentiannya, karena api yang membakar hutan berada dan berasal di luar area konsesi perusahaan. ‘’Pelaku pembakarannya adalah masyarakat, bukan korporasi dan sudah mendapat vonis dari MA tiga tahun,’’ ujarnya. Sementara untuk yang ditangani Polda Riau ada 15 kasus yang dihentikan. Dia membantah penghentian dilakukan secara serentak. Menurut Tito, penghentian dilakukan dalam kurun waktu sejak Januari sampai Mei 2016. ‘’Sekali lagi kami klarifikasi bukan dihentikan secara serempak baru-baru ini, bukan. Tapi itu dihentikan mulai bulan Januari. Ada dibahas dihentikan lagi bulan Februari dan sama yang terakhir Mei 2016 sebanyak 15 kasus,’’ kata Tito. SP3 diberikan karena lahan yang terbakar di luar peta kerja perusahaan yang dikuasai oleh masyarakat. Lahan ini berada dalam lingkungan perusahaan namun ada masyarakat yang di dalam peta konsesi itu. ‘’Terbakarnya adalah yang dikuasai oleh masyarakat tadi, perusahaan sudah melaksanakan kewajiban sesuai dengan amdal. Berdasarkan keterangan ahli, kebakaran bukan karena perbuatan atau kelalaian perusahaan,’’ kata Tito. Selain itu, kata Tito, mengenai izin pengelolaan lahan yang tidak dibatalkan oleh pemerintah, karena saat area itu terbakar, izin kepemilikan perusahaannya sudah dicabut oleh pemerintah. ‘’Otomatis korperasi tersebut bukan haknya lagi. Dan pun kalau terbakar bukan bagian pertangungajawaban pidana yang bersangkutan,’’ imbuhnya. (kmb4)

Gelombang Besar Dari Hal. 1

Kariyasa menilai aneh ketika mengetahui dermaga tidak bisa diperpanjang lagi dan juga ada gelombang besar. Sementara pelabuhan yang rampung dibangun tahun 2012 itu, dari awal dirancang bisa untuk kapal cruise. Namun sekarang, dermaga yang menelan dana Rp 100 miliar itu tidak bisa dimanfaatkan. ‘’Ini sudah menjadi temuan BPK RI, bagaimana uang yang sudah diinvestasikan itu harus dapat bermanfaat,

baik yang dikeluarkan oleh APBD kabupaten, provinsi maupun APBN. Kalau itu tidak dimanfaatkan berarti kan ada penyalahgunaan anggaran, merugikan keuangan negara,’’ jelasnya. Anggota Komisi III Kadek Nuartana melihat ada kesan bila feasibility study dan DED dulu dipaksakan. Akibatnya, Dermaga Tanah Ampo belum mempunyai asas manfaat sampai sekarang. ‘’Pelabuhan harus berfungsi sesuai rencana awal. Bagaimana caranya mempertanggungjawabkan anggaran itu, karena apa

Merupakan Bonus Dari Hal. 1

Pada saat sama, KPK juga mengamankan ZM selaku Direktur CV Putra Pratama sekitar pukul 12.00 di sebuah hotel di Mangga Dua, Jakarta. Dari beberapa lokasi penangkapan tim sejumlah uang dan bukti transfer kepada Yan Anton. ‘’Tim mengamankan uang dalam pecahan Rp 299.800.000 atau setara 200 ribu dolar AS dan 11.200 dollar AS atau setara Rp 150 juta, selain itu dari tangan STY disita juga Rp 50 juta,’’ tambah Basaria. Menurut Basaria, uang Rp 50 juta tersebut merupakan bonus yang diminta STY

dari pengusaha selain Rp 1 miliar untuk bupati. ‘’Dari tangan K, pengepul, disita setoran biaya haji ke sebuah biro perjalanan haji yakni PT TB sebesar Rp 531,6 juta yang diduga pemberian untuk suami-istri bupati sebagai fasilitas biaya haji dari ZM,’’ ungkap Basaria. Menurut Basaria, uang Rp 531,6 juta ditransfer ke biro perjalanan haji pada 3 September 2016. Lalu 11.200 dolar AS diterima bupati pada 2 September 2016 sedangkan uang Rp 299,8 juta diterima pada 1 September 2016. ‘’Kemungkinan ada beberapa lagi dan masih dalam pengembangan penyidik,’’ tambah Basaria. (ant)

Selasa, 6 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Kemenangan Dharma Dalam Diri bag. 3 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita : Sanggar Seni Tari Widya Santika Graha (2) 08.00 Education On Bali TV

08.35 BCTTV 09.05 Halo Kamtibmas 10.00 Lejel Home Shopping 10.30 Traventure/Etalase 11.00 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Kita 12.05 Dharma Wacana Kemenangan Dharma Dalam Diri bag 3 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping

14.00 Klip Bali 14.30 Lila Cita Sanggar Savitri (1) 15.30 Education On Bali TV 16.05 Upakara 17.00 Nangun Yadnya 17.30 Taman Sari TK Widya Dharma Sastra (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda

20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Sanggar Alit Sundari (1) 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Taksu 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cupak Grantang (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Plaza Kuta (2) 24.00 Closing

yang dibuat harus mempunyai asas manfaat. Uji coba agar segera dilakukan untuk menemukan titik lemahnya yang riil,’’ ujarnya. Ketua Komisi III Nengah Tamba sepakat, pemerintah harus segera melakukan uji coba Dermaga Tanah Ampo sekalipun hanya bisa untuk kapal dengan panjang maksimal 120 meter. Menurutnya, sudah ada usulan untuk melakukan uji coba pada bulan September ini. Setelah ada uji coba, barulah dilanjutkan dengan pembangunan break water. (kmb32)

Kotak Cokelat Dari Hal. 1

Petugas menemukan brankas berisi satu kotak berwarna cokelat bertuliskan ‘’Honest’’ terdapat satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu. Kemudian satu kotak ‘’Cafe Crime’’ berisi dua plastik klip isi kristal putih diduga sabu, satu botol ‘’Gluco’’ warna hitam berisi satu plastik klip isi kristal putih diduga sabu, satu cangklong, satu kotak amunisi ‘’Flochi’’ isi 36 butir peluru kaliber 7,65 mm. Selain itu, 24 tabungan BCA, satu buku rekening Bank Panin, dua buah dompet berisi tiga kartu ATM

BCA, satu kartu tanda pengenal, satu kartu RS Pondok Indah, satu kartu Apartemen Poins Square dan 10 bungkus ‘’Extra Viga’’. Pada penggeledahan awal, tim Satgasus Merah Putih pimpinan Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Haryadi dan AKBP Herry Heryawan bersama 20 anggota lainnya menggeledah rumah tersangka Gatot di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tim gabungan menemukan 30 jarum suntik, sembilan bong, tujuh cangklong, 39 korek dan satu bungkus psikotropika jenis sabu seberat 10 gram. (ant)


16 Pages

168 Number 8th year Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip

st.com. http://epaper.in

rnationalbalipo online: http://www.inte

L O N A A T I E R N I N T

Tuesday,

r 6, 2016

Tuesday, Septembe

Actors Pierre Niney and Paula Beer attend the photocall for the movie “Frantz” at the 73rd Venice Film in Festival Italy Venice, September 3, 2016.

” ma “Frantz Post-war dratongues to shot in two ctor says dire add truth,

er 6, 2016

Septemb

fires three N.Korea missiles ballistic as G20 leaders China meet in Page 6

ed Not Publish

would like l Bali Post will not becuase we We, the Internationa in advance Thursday to apologize on Wednesday and be published to Galungan Day due

lucky Holding e penny, Allardyc enjoys winning start England

sts Not all touri coming to Bali are noble hearted

dro Bianchi

REUTERS/Alessan

the French

Ozon point of view, of a

in from it from the perspective “Frantz” does comes girl. Ozon shot Francois make the post-World German artistic element director colour with to Another more truthful, - French the use of ly in and German VENICE through in shot predominant film festival native languageat the Venice colour scenes the drama both his screening are part black and white and to emphasise because they War I drama he and there by the Saturday. real languages of both countries,”hav- dotted herecharacters, burnt finally he said on the story of cultures Niney ones,

tells the by of theadding this required the way. when of their loved The movie German played along loss said, linked the death ing to learn German of 20 U.S. and come to life. of war are and Anna, a young is one who mourns battle, black “Our memories “Frantz” l movies competing Paula Beer,her fiance killed in starthe will be with these two colours, the films, internationa of Frantz, Frenchman Adrien, Lion that archives, of sorrow white, the and meets Niney, who lays flowers for the Golden is a time black and on Sept. 10. on a play ring Pierre is based Maurice footage...this grave. the this awarded so I thought The movie there is colours for and loss author on her fiance’s speaks written by French World War I white were the best is much “In Hollywood, an that everyone right after adopted for story,” he said. “Colour convention the audience doesn’t and it provides be- Rostand already been in his (rtr) more emotional, Lubitsch English but that any longerOzon that had by Ernst Lullaby”. of one’s feeling.” truth,” want to have story idea want to see “Broken of the cinema 1932 film Lubitsch told the cause they conference ahead But while told a news to use the film’s premier. important Jl. D.Tamblingan “It was very Sanur

You can

ional Bali find Internat

Post at:

Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee Sari Kuta Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Kuta Hotel Jl. Pantai 20 Legwa Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 21 Nu Laser Jl. Camplung Kuta Jl. D.Tamblingan Kuta Book Sari 17 DKerobokan Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 22 Ganesa Jl.Petitenget Paradiso Bali Daiving Legian Kuta 17E Kerobokan 3 Seminyak 23 All For Jl. Padma 23 Jl.Petitenget Klod Resort&Spa 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 Legian Resort&Spa Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod 5 The Lokha 25 Lantern Emtertaiment Jl. D.TamblinganA Sanur Jl.Petitenget Live Sport No. 106 Dps No.126 6 66 Corner 26 Shearlock 140 Jl. Raya Puputan Jl. D.Tamblingan Grill No 148 7 Leghawa 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan 68 Mandala Renon Renon No dan Restoran 148 Jl. Raya Niti Jl. D.Poso 8 Retno Barr 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Poso 9 Elkomedor 29 Dimsum Jl. Mohamad No. 39 Scret No.88 Renon Jl. D.Poso 10 Malaika 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar Jl. D.Poso 11 Snack Shack 31 Warung Wuruk 184 khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam Lokal Jl. D.Poso 12 Warung 32 Ayam Betutu Sanur Jl. D.Poso 13 Cokro Cafee 33 Bali Bakery Sanur Jl. D.Poso 14 T.J.Bar Sanur Kebab N 15 J & Jl. D.Tamblingan Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar

Too costly for Indonesia to thoroughly test for Zika - health official

of the most AS one tourist destipopular in the world, nations visited Bali is certainly from different by travelers They mostly world. the parts of the nights to enjoy the stay for few culture of come and beauty and unique uniquepanoramic and look for another community by tourism businesses. community, ness offered products of the are the prin“Cultural natural beauty to and in addition hospitality of Bali tourism owned and facilities cipal capital transport,” infrastructure adequate accommodation and player, by such the Ardana Putra, a tourism said I Made 4). Sunday (Sep. Tourists... on page 2 Continued

ghly sia to thorou for Indone Too costly a - health official test for Zik REUTERS/Iqro

Zika virus about the explaining 2, 2016. a poster taken September stands near A woman 2, 2016. Picture September

at the Ministry

of Health

office in

Jakarta,

Rinaldi

Indonesia

s. brain abnormalitie have well as other Zika infections In adults, rare neurologiof many ordinary linked to a as Guillainit out of reach also been ac- ting right now cal syndrome known Indonesians our resources challenge as other neurological of its neigh“The biggest miss Zika-infected Barre, as well have to allocate Like many thousands may check facilities disorders. the spread is that we records of lack of experts say to thoroughlysaid, as cordingly.” Asia is Sasmono, Regional a year. patients because bours, Indonesia official said Tedjo can not afford infections Asia’s across Southeast underministry and testing,”at Jakarta’s Eijkman of Zika on fighting of dengue significantly fail to - Indonesia is Southeast a health . Indonesia JAKARTA Zika outbreak, country must focus but the World a scientist of only two facilities likely to remain authorities one diagnosing reported as health screening.(rtr) populous also carried by mosquitoes Institute, biggest economythe government for a possible capable of Asia’s most estimates virus of its gross in Indonesia on Saturday. conduct adequate Southeast potentially fatal on Bank percent infection governalso be heard public health, Zika. confirmed this spends 5.7 transmitted News can receives no at Global dengue, a product on$99 per person The Philippines of Zika The institutespecifically for Zika in “Bali Image” from 9.30 domestic Health Organisain out to 96.5 likely” among Monday its first case funding Radio FM am. Listen to from private The World with $459 which works it was “highly lists Indonesia compared third largest mentrelies on funds until 10.00 FM at http:// transmitted. with possible year and said and tion (WHO) per year, he said. Global Radio ten2myinfected of, or evi- it had been locally we cannot go Malaysia, the region’s Asian countries who are at globalfmbali.lis but but was hospitals, or evtransmission streaming “At the moment Most peoplemild symptoms endemic local Zika infections, economy. said the ministry but or live video and http:// have have nation and test everybody because radio.com Subuh lfmbali.com for Zika, li. with Zika in pregnant women dence of, in the sprawling yet to out there case for Zika Subuh, would monitoring http://radiogloba nel/global-fm-ba ery suspected authorities Muhamad people have the to cause microcephaly pre- actively said authorities as few infections ustream.tv/chan costly,” million which shown too in disease patients it is been of 250 experts for defect as recent infections. are spread director general Indonesia’s struggle to identifyZika testing, and - a severe birth are undersized report any and Zika to control at brain offered Both dengue aegypti mosquito, vention and told Reuters. like hospitals did expected patientsput- head and ministry, by the Aedes those that than $150 for a test, across Southeast other priorities has health “There are is more prevawhich is common g Singapore pay more and we it detected dengue fever, which Asia. Neighbourin week said while more dangerous, lent and over the past240 Zika cases locally more thanreported its first Malaysia

balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

SELASA WAGE, 6 SEPTEMBER 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Efek Rumah Kaca Hadirkan Banyak Kejutan Bali Post/kmb38

KERBAU - Warga Lingkungan Pura Tengah, Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar memotong kerbau untuk sarana upacara Galungan dan Kuningan.

Warga Lingkungan Pura Tengah Munduk

Lestarikan Tradisi ’’Mapatung’’ SEKITAR 40 kepala keluarga (KK) warga Lingkungan Pura Tengah, Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, tetap melestarikan tradisi mapatung. Mereka memotong kerbau setiap hari raya Galungan dan Kuningan. Daging kerbau itu kemudian dibagi rata. Tradisi mapatung dengan memotong kerbau secara bersamasama dilakukan Senin (5/9) kemarin. Uang pembelian kerbau itu bersumber dari urunan semua warga yang dikumpulkan selama enam bulan. Setiap hari masing-masing warga mengumpulkan Rp 3.000. Selama enam bulan total uang yang dikumpulkan mencapai Rp 22,6 juta. Uang itulah digunakan membeli kerbau. Setelah dipotong daging kerbau ini kemudian dibagi rata. Ketua Lingkungan Pura Tengah Ida Kade Genjing mengatakan, tradisi ini sudah dijalankan sejak lama dengan tujuan memupuk tali persaudaraan sesama warga dan mengedepankan prinsip gotong royong. Dari tradisi ini pihaknya ingin membangun kebersamaan dan semangat mempersiapkan persembahan kepada leluhur dan Tuhan saat Galungan. Selain di Desa Banjar, ada beberapa desa lain di Kecamatan Seririt, setiap Galungan memotong kerbau untuk bahan utama dalam sarana upacara Galungan. Desa yang juga melakukan tradisi memotong kerbau dilakukan di Desa Lokapaksa, Bubunan, dan beberapa desa lainnya. Umumnya, daging hewan kerbau ini dijadikan berbagai olahan mulai lawar, dendeng, dan olahan lain. Selain rasanya yang beda, harga daging ini juga tergolong mahal yakni mencapai Rp 200.000 per kilogram untuk daging super. Meski mahal, namun warga tetap antusias membeli daging kerbau demi menjaga kelestarian tradisi. (kmb38)

Bali Post/eka

PASAR KETAPIAN - Aktivitas para pedagang dan pembeli di Pasar Ketapian, Denpasar, Senin (5/9) kemarin.

Pasar Ketapian

Pedagang Lokal Hanya 30 Persen

PASAR Ketapian yang terletak di Jalan Pucuk, Sumerta, Denpasar Timur berdiri pada tahun 1978. Mengingat masyarakat memerlukan sentra-sentra pelayanan, maka sekolah, rumah sakit termasuk pasar pun dibangun. Akhirnya dibangun Pasar Ketapian oleh pemerintah di lahan seluas 2.200 meter persegi milik pemerintah kabupaten/ kota. ‘’Melihat kebutuhan masyarakat, pemerintah berinisiatif membangun pasar. Jadi ada bangunan dulu, barulah pedagang mulai berdatangan, hingga saat ini sampai tumpah ke Jalan Katrangan,’’ kata Kepala Bagian Pengawasan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Denpasar A.A. Ngurah Yuliartha, S.H., Senin (5/9) kemarin. Dengan luas bangunan berlantai dua yaitu 1.338 meter persegi, Pasar Ketapian dihuni lebih dari 263 pedagang, terdiri atas 64 kios, 154 los dan pedagang pelataran sebanyak 83. ‘’Jadi pasar ini dibangun melengkapi infrastruktur, terlebih dahulu ada bangunan, baru ada pedagang. Berbeda dengan Pasar Badung yang merupakan warisan dari Kerajaan Denpasar,’’ imbuhnya. Pada awalnya pedagang yang berjualan di Pasar Ketapian merupakan masyarakat sekitarnya. Lambat laun karena pengaruh urbanisasi, banyak penduduk pendatang yang melihat celah dan ingin ikut berjualan di Pasar Ketapian sehingga lamakelamaan diisi oleh pedagang dari luar Kota Denpasar (kabupaten lain) bahkan provinsi lain. Bahkan kini pedagang lokal di sana tidak lebih dari 30 persen. ‘’Mayoritas penduduk urban yang jualan, ada yang dari luar kabupaten atau provinsi, tetapi lebih banyak yang dari kabupaten lain,’’ tandasnya. Pendapatan dari pasar ini per bulan ditarget Rp 68 jutaan dan diakui realisasinya tidak jauh berbeda dari target tersebut. ‘’Kalaupun tidak tercapai, paling 0,2 persen karena target kita tidak muluk-muluk,’’ ujarnya. Pendapatan tersebut didapat dari uang sewa dan iuran. Mengingat waktu sewa minimal dua tahun, maka pihaknya bisa menaikkan harga sewa setiap dua tahun tergantung situasi ekonomi. Sebelum menaikkan tarif pun, pihaknya melakukan kajian kelayakan kenaikan tarif. Masalah keamanan pangan yang dijual di Pasar Ketapian, pihak pasar bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dalam hal pengawasan dan pengujian mengingat pangan yang mengandung bahan berbahaya tidak bisa dilihat secara kasat mata, harus uji laboratorium. (kmb42)

Bali Post/edi

SOUNDRENALINE - Soundrenaline 2016 ditutup, Minggu (4/9). Tampak salah satu penampilan grup musik pada ajang musik terbesar di Indonesia tersebut.

Soundrenaline 2016

Kolaborasi Suara, Ide, dan Kreasi Musisi

FESTIVAL bertaraf internasional Soundrenaline 2016 yang juga merupakan ajang musik terbesar di Indonesia telah ditutup, Minggu (4/9). Memasuki tahun ke-14 ini, Soundrenaline 2016 ternyata sangat ditunggu-tunggu pecinta musik. Ini dibuktikan dengan jumlah penonton yang mencapai 101.520 orang yang memadati kawasan Garuda Wisnu Kencana. Menurut Novrial Rustam selaku Managing Director KILAU Indonesia, penyelenggara Soundrenaline 2016 tidak hanya berbekal daftar panjang musisi berkualitas yang tampil di lima panggung megah, keberhasilan Soundrenaline 2016 juga lahir dari sebuah konsep yang unik dan kolaborasi gila-gilaan. Dalam ajang ini tidak hanya musisi yang saling berbagi inspirasi tetapi juga para komunitas dan pengunjung yang hadir. ‘’Penikmat musik kini tidak sekadar mencari hiburan musik, tapi sebuah pengalaman festival yang one-of-akind. Dengan dukungan dari Sampoerna A, kami mampu menyatukan musisi dari berbagai aliran music, juga berbagai komunitas kreatif dalam Soundrenaline 2016. Inilah yang tentunya menjadi nilai lebih Soundrenaline bagi penikmat musik Indonesia yang hadir,’’ ujarnya. Mengusung tema ‘’Louder Than Ever’’, deretan musisi yang meramaikan panggung Soundrenaline 2016 memang cukup beragam. Kehadiran nama besar langganan Soundrenaline, seperti Sheila On 7, Seringai, dan NAIF kini disandingkan

dengan Efek Rumah Kaca, Isyana Sarasvati, dan Kelompok Penerbang Roket yang baru pertama kali menjajal panggung Soundrenaline. Pihaknya pun menjelaskan bahwa Soundrenaline juga memberi ruang bagi musisi emerging Indonesia seperti Scaller, Poison Nova dan Morganostic untuk tampil. ‘’Kami pun tak ragu untuk memberi kesempatan bagi band-band tersebut untuk naik di A Stage yang berkapasitas 15.000 penonton. Inilah salah satu bentuk pemberdayaan Soundrenaline bagi masa depan musik Indonesia,’’ tambahnya. Kedatangan tiga musisi internasional, yaitu Simple Plan, The Temper Trap dan Bloc Party juga makin melengkapi kemeriahan Soundrenaline 2016. Salah satu penampilan yang cukup istimewa datang dari Efek Rumah Kaca (ERK). Adrian Yunan yang membuka penampilan ERK secara mengejutkan, ditemani oleh Cholil di lagu kedua. ‘’Bagi kami, tampil pertama kali di panggung Soundrenaline 2016 memiliki arti tersendiri. Maka saya pun nggak ragu ketika diajak untuk kembali ke Tanah Air untuk manggung bersama Efek Rumah Kaca, khusus untuk Soundrenaline,’’ ujar Cholil, vokalis dari Efek Rumah Kaca. ‘’Kami bangga bahwa semua artis internasional yang hadir di Soundrenaline bisa berkolaborasi dengan musisi atau komunitas kreatif Indonesia. Tantri yang berduet dengan Simple Plan, Stefiano Barasuara yang

berkolaborasi dengan The Temper Trap, serta Bloc Party yang hadir di panggung besutan Grafis Huru Hara adalah bukti bahwa kami serius menggarap konsep kolaborasi di Soundrenaline,’’ kata Novi. Semangat Louder Than Ever tidak hanya tampak dari penampilan musisinya saja. Soundrenaline juga berkolaborasi dengan komunitas kreatif seperti Catalyst Arts, Localbrand.id, dan Grafis Huru Hara. Panji Putra perwakilan dari 8 anggota Grafis Huru Hara mengungkapkan, untuk Memadupadankan 52 warna untuk menyuarakan satu irama di medium 40x14m adalah tantangan terbesar bagi mereka. ‘’Kami yang biasa berkarya secara individu, dipersatukan dan ditantang untuk mendesain dekorasi panggung Panggung Go Ahead di Soundrenaline 2016. Apalagi ketika kami tahu bahwa Bloc Party, salah satu musisi internasional juga tampil di panggung tersebut,’’ ungkap panji. Pada akhirnya, Soundrenaline memang layak disebut sebagai festival musik akbar. Penampilan lebih dari 70 musisi di lima panggung Soundrenaline selama dua hari bersama dengan berbagai komunitas kreatif, makin mengukuhkan posisi Soundrenaline sebagai festival musik terbesar di Indonesia. (kmb23)

EFEK Rumah Kaca (ERK) sukses melancarkan debutnya di panggung Soundrenaline 2016, Minggu (4/9) di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Yang paling istimewa, Cholil Mahmud yang selama ini berdomisili di Amerika Serikat kembali ke Indonesia khusus untuk gelaran Soundrenaline 2016. Hal ini menjadi kejutan manis bagi para penggemar setia ERK yang memadati panggung Go Ahead Stage. Cholil pada kesempatan tersebut mengaku senang bisa kembali ke Tanah Air untuk penampilan perdana Efek Rumah Kaca di Soundrenaline 2016. ‘’Setelah beberapa kali kami menerima undangan, akhirnya tahun ini kami bisa tampil dan saya juga tak ingin melewatkannya. Oleh karena itu, terima kasih banyak untuk Soundrenaline yang telah memberikan kesempatan ini,’’ ujarnya. Sebelumnya, Efek Rumah Kaca telah menyelenggarakan konser Sinestesia dalam rangka meluncurkan album Sinestesia

pada 13 Januari 2016. Pada konser tersebut, Cholil juga pamit selama dua tahun untuk vakum dari ERK karena akan menemani istrinya melanjutkan studi di Amerika Serikat. ‘’Luar biasa rasanya kami bisa tampil dengan formasi lengkap untuk Soundrenaline. Rencananya, selepas Soundrenaline saya akan kembali aktif di Efek Rumah Kaca sebagai vokalis,’’ kata Adrian. Dengan membawakan tujuh lagu yang mayoritas dari album Sinestesia, band yang digawangi oleh Cholil Mahmud (vokal dan gitar), Adrian Yunan (vokal), Akbar Bagus Sudibyo (drum) dan Poppie Airil (gitar) tampil prima dan mampu memancing koor panjang dari penonton sejak lagu pertama. Adrian Yunan memimpin penampilan ERK dengan lagu andalan Sebelah Mata. Lalu secara mengejutkan, suara tenor Cholil yang khas nyaring terdengar setelah intro lagu Putih. Sontak para penonton langsung berteriak riuh menyambut kejutan tersebut. (kmb23)

Bali Post/edi

Penampilan Grup Efek Rumah Kaca pada Soundrenaline 2016 di GWK, Minggu (4/9).

Monty Tiwa Garap Film ’’Aku Ingin Ibu Pulang’’

SUTRADARA Monty Tiwa kembali hadir dengan film bergenre drama. Setelah ‘’Sabtu Bersama Bapak’’, ia kini menyutradarai ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’. Monty merasa degdegan ketika menyutradarai film ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’. Pasalnya, arus film Indonesia saat ini banyak yang mengangkat dari novel dan proses syuting di luar negeri. ‘’Awalnya saya agak degdegan dengan rilisnya film ini,’’ kata Monty usai press screening ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’ di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (29/8) lalu. Monty menjelaskan, proses syuting film ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’ dilakukan di Jakarta, tepatnya perkampungan kumuh yang terletak di Bendungan Hilir. Hal ini menjadi kebanggaan di tengah produser yang bermain aman. ‘’Rasa bangga, tapi ada rasa takut, apakah film ini akan bisa buat produser menjadi saya kapok bikin film,’’ ucap Monty. Monty berharap film ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’ bisa diterima oleh masyarakat. ‘’Semoga tang-

gapan dari penonton bertemu dengan harapan saya. Sebab film ini bagus, para pemainnya juga total,’’ ungkapnya. Film ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’ digarap Maxima Pictures bersama SRN Production. Film ini akan tayang pada September 2016.Film ‘’Aku Ingin Ibu Pulang’’ dibintangi oleh Jefan Nathanio, Nirina Zubir, Teuku Rifnu Wikana, Geccha Tavvara, Nova Eliza, Desta, Mario Irwinsyah, Verdi Solaiman, dan Acha Sinaga. (pik)

Bali Post/pik


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 6 September 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu