Skip to main content

Edisi 31 Agustus 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

20 HALAMAN NOMOR 143TAHUN KE 13

Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Hasil Survei PolMark

Hasil Survei, Elektabilitas Ahyar Paling Tinggi LEMBAGA survei PolMark besutan Eep Saefulloh Fattah ditunjuk oleh Partai Gerindra untuk melakukan survei elektabilitas bakal calon Gubernur NTB. Survei dilakukan dalam Bulan Agustus. Hasil survei menunjukkan

bahwa elektabilitas H. Ahyar Abduh paling tinggi dibandingkan bakal calon Gubernur NTB lainnya. Elektabilitas Ahyar yang melampaui pesaing-pesaingnya, membuat Partai Gerindra makin pede mengusung Walikota Mat-

aram ini pada suksesi Pilkada NTB 2018. Bahkan, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat, optimis kalau Ahyar mampu memenangkan pertarungan politik di 2018 mendatang. Bersambung ke hal 19

Kasus K2 Dompu

Dompu (Suara NTB) Penyidik Polda NTB kembali turun ke Dompu untuk melengkapi berkas kasus dugaan korupsi pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS tahun 2014. Selain memeriksa beberapa orang terkait K2 di Polres Dompu, penyidik juga melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah dokumen di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Dompu.

TO K O H

(Suara NTB/dok)

Beri yang Terbaik untuk Mataram DALAM memperingati HUT Kota Mataram ke-24 tahun 2017 ini, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., mengajak semua elemen masyarakat untuk menghayati dan membuka lembaran sejarah 24 tahun Kota Mataram dengan berbagai keberhasilan yang telah diraih. ‘’Sekaligus terbentang tantangan dan persoalan yang harus menjadi perhatian seluruh komponen pembangunan di kota ini,’’ ungkapnya saat memimpin rapat paripurna istimewa di DPRD Kota Mataram, Rabu (30/8). Bersambung ke hal 19

Penggeledahan Kantor BKDPSDM Dompu ini dipimpin langsung oleh Kanit III Tipikor Polda NTB, AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK, didampingi oleh lima orang anggotanya. Para penyidik terlihat mengenakan rompi hitam dan pada bagian belakangnya bertuliskan Polda NTB Subdit III Tipikor. Di Kantor BKDPSDM, penyidik menggeledah ruang kerja Kepala BKDPSDM dan di ruang Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai BKDPSDM Dompu. Penggeledahan ini dimulai sekitar jam 11.40 Wita, Rabu (30/8) kemarin. Kepala BKDPSDM Dompu, Ir Ruslan usai penggeledahan ruang kerjanya, mengaku kehadiran penyidik Polda NTB ke BKDPSDM untuk mencari dokumen terkait penyidikan kasus K2 yang sedang ditanganinya. Dalam kasus ini, Polda NTB telah menetapkan Bupati Dompu, Drs.H. Bambang M.Yasin sebagai tersangka. Bersambung ke hal 19

GELEDAH - Penyidik Polda NTB yang sedang melakukan penggeledahan di ruang bidang pengadaan dan pembinaan pegawai BKDPSDM Dompu, Rabu (30/8) kemarin.

12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 Kerugian Negara Rp 5,4 Miliar 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 Mataram (Suara NTB) 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa 12345678901234567890123456789 Keuangan (BPK), kerugian negara tahun 2016 12345678901234567890123456789 mencapai Rp 5,3 miliar. Saat ini Inspektorat NTB 12345678901234567890123456789 sedang bekerja keras melakukan upaya penyele12345678901234567890123456789 saian ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 yang jadi temuan. Tertuang dalam rekomendasi, 12345678901234567890123456789 batas waktu penyelesaian hingga 60 hari. 12345678901234567890123456789 Temuan itu tertuang dalam Laporan 12345678901234567890123456789 Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pem12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789 prov NTB tahun 2016. BPK telah menemukan 12345678901234567890123456789 kerugian negara sebesar Rp 5.341.138.834, 12345678901234567890123456789 terdiri dari 24 rekomendasi. 12345678901234567890123456789 Bersambung ke hal 19 12345678901234567890123456789 12345678901234567890123456789

(Suara NTB/ula)

”Grand Fondo New York Championship” Asia Digelar di Lombok Mataram (Suara NTB) Event balap sepeda internasional Grand Fondo New York (GFNY) Championship kembali digelar. Ini merupakan kegiatan GFNY kedua kalinya diselenggarakan di Lombok. Indonesia, khususnya Lombok kembali dipercaya sebagai tuan rumah bagi peserta dari 33 negara itu. Sebanyak 800 peserta akan mengikuti GFNY dengan rute yang telah disiapkan. ‘’Para peserta akan melintasi Pusuk, Tanjung, Bayan, Nipah, Malimbu dan akan menyusuri sepanjang jalan yang melintasi pantai bagian utara Pulau Lombok,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal, S.Sos,M.Si, di Mataram, Rabu (30/8). Jarak balapan dibagi menjadi dua, yaitu long distance dan medio distance. Di mana masing-masing berjarak 168 dan 82 kilometer. Semua peserta akan memulai balap di Mangsit, tepat di depan Hotel Holiday Resort. Para peserta akan melewati medan datar sejauh 27 kilometer. Setelah itu akan melewati tanjakan di kawasan Pusuk, dengan ketinggian mencapai 332 meter. Sementara itu, untuk pebal-

(Suara NTB/lin)

KETERANGAN PERS - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal bersama Tim Leader GFNY Indonesia,Tenne Permatasari saat memberikan keterangan pers, di Mataram, Rabu (30/8). ap yang mengambil bagian long distance akan melanjutkan ke Tanjung kemudian ke Anyar dan kembali untuk melewati garis finish. Sedangkan untuk peserta short distance akan ke Tanjung dan akan langsung kembali ke Mangsit untuk melewati garis finish. ‘’Balap ini akan dimulai pada pukul 06.00 Wita dan beberapa

ruas jalan akan ditutup total pada saat pebalap melintas,’’ ujarnya. Menurut Tim Leader GFNY Indonesia, Tenne mengatakan bahwa kali ini peserta dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori 18-39 tahun, 40-44 tahun, 45-49 tahun, 45 tahun keatas, dan 5059 tahun putra dan putri. Bersambung ke hal 19

Inspektorat ’’Deadline’’ Penyelesaian 60 Hari

Tidak Terbit Berkaitan dengan Hari Raya Idul Adha 1438 H, pada Jumat (1/9) SUARA NTB tidak terbit. Kami akan terbit kembali Sabtu (2/9). Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan harap maklum. Terima Kasih Penerbit

Ditunjuk sebagai Pengelola Dana Revitalisasi SMK dari Kemendikbud

SMKN 1 Sakra Gelar Workshop Pendampingan Program Revitalisasi SMK Selong (Suara NTB) – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi sala satu SMK dari 219 SMK di Indonesia yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mendapatkan Program Revitalisasi SMK. Untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres ) No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Bersambung ke hal 19

(Suara NTB/ist)

NARASUMBER - Para narasumber dalam kegiatan workshop (foto kiri). Suasana praktik siswa SMK


SUARA MATARAM

SUARA NTB Kamis, 31 Agustus 2017

Jadi Kado HUT Kota Mataram Ke-24

PARLEMENTARIA Mataram (Suara NTB) DPRD Kota Mataram memberikan kado manis bagi HUT Kota Mataram ke-24. Sehari sebelum HUT Kota Mataram, Rabu (30/8), DPRD Kota Mataram menetapkan Perda Perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2017. Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dan dihadiri oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Mengawali paripurna itu, Sekretaris gabungan komisi DPRD Kota Mataram, H. Saipul Wardi menyampaikan, bahwa mencermati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kota Mataram Tahun Anggaran 2017, Gabungan Komisi DPRD Kota Mataram memberikan apresiasi terhadap target Pendapatan Asli Daerah yang telah ditetapkan dan terus mendukung upaya-upaya yang

Halaman 2

DPRD Tetapkan Perubahan APBD 2017

dilakukan Pemkot Mataram dalam optimalisasi PAD melalui peningkatan manajemen dan sistem pengelolaan PAD termasuk peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana pendukung serta Sumber Daya Manusia. Terhadap adanya kebijakan Pemerintah Pusat dalam bentuk Pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Mataram sebesar 1,8 %, Gabungan Komisi DPRD berharap dilakukan efisiensi belanja dengan tidak menghambat pelaksanaan program-program prioritas khususnya di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Sarana dan Prasarana Umum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai titik awal pelaksanaan RPJMD Kota Mataram Tahun 2016-2021, melalui Perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2017 ini diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan di masing-masing

OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dapat lebih optimal sesuai tugas dan fungsi sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 15 Tahun 2016. Dikatakan Saipul Wardi, berdasarkan hasil pembahasan rapat intern komisi, gabungan Komisi dan gabungan komisi dengan eksekutif, maka Gabungan Komisi Dewan dapat menerima dan menyetujui Nota Keuangan dan Rancangan APBD Perubahan Kota Mataram Tahun Anggaran 2017 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Mataram sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku dengan rincian sebagai berikut : Sebelum mengakhiri Laporan Gabungan Komisi, Dewan menyampaikan saran-saran berikut : Penguatan koordinasi antar OPD terhadap izin investor, agar sebelum pengurusan perizinan,

terlebih dahulu investor mendapatkan kesepakatan/MoU antara investor dengan masyarakat setempat sebagai konpensasi terhadap program pembinaan/ CSR yang terkena dampak radius yang ditimbulkan. Diperlukan pemutakhiran data aparatur terutama guru, sebagai aparatur pendidik jangan ada kesenjangan dengan aparatur pendidik lainnya, untuk itu perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif jagan sampai ada kensenjangan guru sekolah antara sekolah favorit dengan sekolah pinggiran. Disarankan agar dilakukan analisa potensi PAD khususnya yang bersumber dari Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum, baik dari Sistem Pengelolaannya, Sarana Prasarana dan SDM Pengelola. Diperlukan dukungan yang lebih maksimal dalam program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam

mewujudkan Mataram sebagai Kota Layak Anak. ‘’Kita bersama telah mengikuti dengan seksama penyampaian Laporan Gabungan Komisi DPRD terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD Kota Mataram Tahun Anggaran 2017 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,’’ ujar Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam pendapat akhir kepala daerah. Hal ini menunjukkan bahwa, antara eksekutif dan legislatif terdapat kesamaan pandangan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan dalam merajut masa depan yang lebih baik. ‘’Kiranya langkah dan upaya yang kita lakukan akan bermanfaat bagi lancarnya penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan pada tahun-tahun mendatang,’’ katanya. (fit/*)

APBD PERUBAHAN TAHUN 2017 1.Pendapatan

a. Semula Rp 1.307.783.709.106,85 b. Bertambah Rp 107.421.970.397,00 Jumlah setelah Perubahan Rp 1.415.205.679.503,85

2.Belanja

a. Semula Rp 1.358.971.263.504,87 b. Bertambah Rp 177.573.100.860,35 Jumlah Belanja setelah Perubahan Rp 1.536.544.364.365,22 Defisit setelah Perubahan

Rp ( 121.338.684.861,37 )

3. Pembiayaan Penerimaan

1. Semula Rp 66.639.554.398,02,2. Bertambah Rp 70.151.130.463,35,Jumlah Penerimaan setelah Perubahan Rp 136.790.684.861,37,Pengeluaran

1. Semula Rp 15.452.000.000,00,2. Bertambah Rp 0 Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan Rp 15.452.000.000,00 Jumlah Pembiayaan setelah Perubahan Rp 121.338.684.861,37

(Suara NTB/ist) foto utama

BERJABAT TANGAN - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., (Suara NTB/ist) berjabat tangan dengan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh usai men- PIMPIN PARIPURNA - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., yampaikan tanggapan akhir kepala daerah atas telah ditetapkannya memimpin rapat paripurna penetapan perubahan APBD Kota Mataram Perda Kota Mataram tentang Penetapan Perubahan APBD 2017. tahun anggaran 2017.

(Suara NTB/ist)

PENDAPAT AKHIR - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pendapat akhir kepala daerah setelah penetapan perda perubahan APBD Kota Mataram 2017.

Walikota Keluhkan Masih Ada Tumpukan Sampah Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengeluhkan masih adanya tumpukan sampah di beberapa titik kendati ratusan kendaraan roda tiga telah mulai beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Keluhan ini disampaikan Ahyar saat berpidato dalam rapat paripurna istimewa di Kantor DPRD Kota Mataram, Rabu (30/8). Dikonfirmasi usai rapat, ia mengatakan Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Namun sayangnya, masih ada tumpukan sampah di beberapa titik. “Mahal sudah ini (anggarannya) masih saja ada (tumpukan sampah) di beber-

apa tempat,” jelasnya. Atas persoalan ini, ia pun meminta agar pengawasan terhadap operator kendaraan roda tiga yang bertugas mengangkut sampah dari lingkungan ke TPS ditingkatkan. “Supaya Pak Camat, Pak Lurah itu mengawasi,” ujarnya. Pihaknya telah me-

limpahkan kewenangan kepada camat dan lurah untuk ikut mengawasi persoalan kebersihan di wilayah masing-masing. Operasional kendaraan roda tiga juga berada di bawah pengawasan camat dan lurah. Capaian pelayanan persampahan di Kota Mataram

baru sekitar 72 persen. Pihaknya pun berupaya meningkatkan, namun menurutnya pelayanan persampahan sulit untuk mencapai angka 100 persen. “Kalau seratus persen ini saya kira semua daerah juga sulit. Kita baru 72 persen lebih dan ini akan terus kita tingkatkan,” jelasnya. Agar pelayanan berjalan maksimal, ia mengatakan para operator sampah juga perlu diawasi oleh

Keberhasilan Dinikmati Masyarakat HARI ini, Kota Mataram genap berusia 24 tahun. Di usia yang masih tergolong muda ini, berbagai pencapaian telah diraih kota ini. Pembangunan pun telah berjalan cukup pesat dimana banyak tumbuh pusat-pusat perekonomian baru. Di HUT Kota Mataram ini, Camat Mataram, Hariadi, S.IP berharap keberhasilan pembangunan di kota ini semakin dapat dinikmati oleh masyarakat. Hariadi mengatakan perkembangan kota ini cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. “Harapan kita apa yang kita raih sekarang ini ke depan bisa betul-betul dinikmati oleh masyarakat Kota Mataram. Baik itu pembangunannya, infrastrukturnya, dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat Kota Mataram betulbetul merasakan bahwa Mataram di usia ke-24 ini begitu pesat kemajuannya,” paparnya kepada Suara NTB ditemui usai rapat paripurna istimewa di Kantor DPRD Kota Mataram, Rabu (30/8). Mantan Camat Sekarbela ini juga berharap dengan pesatnya pembangunan ini, masyarakat bisa sejahtera lahir dan batin. Progres pembangunan juga sangat terlihat di Kecamatan Mataram, yang mana merupakan wilayah sentral di kota ini. “Dari tahun ke tahun progresnya tentu akan berbeda, kita lihat sekarang ini

Hariadi

(Suara NTB/ynt)

di infrastrukturnya, pembangunan sekarang ini sudah begitu pesatnya. Khususnya kita di kecamatan Mataram,” jelasnya. Perekonomian juga tumbuh dengan pesat dimana ia melihat banyak usaha mulai tumbuh dan berkembang, khususnya di wilayah Pagutan. “Dengan adanya kunjungan wisata ke Kota mataram dan ada event-event berskala nasional dan intenasional, banyak

warga yang bekerja di sektor jasa juga terutama warga kami di Pagutan dan sekitarnya,” ujarnya. Tak dipungkiri memang masih ada warga miskin di wilayahnya, termasuk juga pengangguran. Ke depan dengan semakin pesatnya pembangunan, maka persoalan diharapkan dapat teratasi. “Walaupun itu kita lihat sudah agak berkurang tapi tentunya kita inginkan bahwa dengan adanya perkembangan Kota Mataram pada saat ini mereka juga bisa berkiprah untuk bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” jelasnya. Terkait keamanan wilayah, Hariadi mengatakan cukup kondusif. Masyarakat juga perlu terlibat dalam memelihara kondusivitas ini dengan menjaga lingkungan masingmasing. Ia mengatakan antar warga juga perlu merekatkan rasa persaudaraan, mengingat Kota Mataram dihuni oleh penduduk yang heterogen, berasal dari berbagai latar belakang agama, budaya, adat istiadat, dan suku bangsa. “Mataram begitu heterogen dan masyarakat menyadari dengan heterogenitas itu kita bisa membangun Kota Mataram itu,” demikian Hariadi. (ynt)

Cegah PKL, Lapangan Umum Mataram Dipagari Mataram (Suara NTB) – Lapangan Umum Mataram dipenuhi PKL khususnya pada malam hari. Kendati berulang kali ditertibkan, namun jumlah PKL semakin banyak. Padahal bagian tengah lapangan dilarang untuk PKL dan mereka hanya diperbolehkan berjualan di pinggir lapangan. Untuk mencegah semakin menjamurnya PKL, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram memagai sekeliling lapangan dan membuatkan gerbang khusus. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H. M. Kemal Islam kepada Suara NTB, Rabu (30/8). Ia mengatakan pihaknya telah berulang kali melarang, bahkan spanduk larangan juga telah dipasang di sekitar lapangan. “Kita melakukan upaya-upaya bagaimana mencegah mereka pertama dengan cara memberikan mereka penyuluhan dan sebagainya. Sekarang saya akan pagar dan buatkan pintu

semuanya agar mereka tidak berjualan dan tidak dipakai berjualan dan tempat parkir,” jelasnya. Lapangan ditegaskan Kemal hanya boleh digunakan untuk aktivitas masyarakat seperti olahraga dan bersantai. Sementara ruang bagi pedagang telah disiapkan di pinggir lapangan. “Pedagang sudah kita berikan di areal luar trotoar. Silakan berjualan, menawarkan dagangannya kepada masyarakat pengunjung yang bersantai di alunalun. Yang jelas dilarang untuk berjualan di areal lapangan,” jelasnya. Kemal mengatakan pihaknya telah memagari pintu masuk dan proyek ini akan berlanjut di sisi selatan lapangan. Pemasangan pagar di pintu selatan lapangan akan dilakukan setelah proyek lapangan futsal rampung. “Di selatan belum saya tutup. Yang lain sudah saya tutup,” ujarnya. Belum lama ini, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan pihaknya melarang aktivi-

tas PKL dan arena permainan di tengah lapangan. Jika pun diberikan tempat, PKL hanya boleh menggunakan pinggir lapangan. Selain itu, mereka juga diberikan batas waktu berjualan hanya sampai pukul 22.00 WITA. “Ada batas waktu sebenarnya. Kemarin kita hanya berikan pada saat bulan puasa, setelah bulan puasa tidak boleh lagi berada di dalam kawasan,” jelasnya. Ia mengimbau kepada para PKL yang masih berjualan jangan sampai melawan anggota tim yustisi yang turun untuk memberikan teguran atau menertibkan mereka. “Mereka tidak usah menunjukkan perlawanan-perlawanan seperti itu kepada aparat, kepada tim yustisi karena tim yustisi melaksanakan itu dalam rangka melaksanakan tugas,” terangnya. Tim yustisi sambungnya juga bekerja berdasarkan aturan untuk menegakkan aturan maupun kebijakan Pemkot Mataram. (ynt)

lurah karena lurah yang telah menunjuk mereka. Ia pun meminta agar para operator ini bekerja maksimal mengangkut sampah dari lingkungan ke TPA sehingga tak ada lagi tumpukan sampah. “Bagaimana petugas-petugas yang sudah ditunjuk, yang sudah diberikan dana insentif tiap bulan di lingkungan itu supaya bekerja dengan maksimal. Ini

yang saya minta terus dilakukan pengawasan,” tegasnya. Persoalan yang menjadi tantangan Pemkot Mataram dalam menangani sampah ialah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib membuang sampah sesuai jadwal dan tempat yang telah disiapkan. Walikota mengatakan mengubah perilaku masyarakat tidak gampang

dan harus ditangani bersamasama. Terkait sanksi bagi warga yang buang sampah sembarangan, Ahyar mengatakan tidak ingin menerapkan kebijakan tersebut. “Kita ingatkan saja lah, jangan sanksi-sanksi. Nanti enggak efektif. Yang penting kita sosialisasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat,” tandasnya. (ynt)


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 3


SUARA NTB Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Sertifikat Bebas Buta Aksara

Rata-rata Warga KLU Hanya Tamat Kelas 5 SD

Tanjung (Suara NTB) Angka buta huruf di Kabupaten Lombok Utara (KLU) disinyalir masih banyak. Kaitan dengan itu, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., akan mengukur sejauhmana efektivitas program buta aksara di masyarakat. Salah satunya dengan memberi predikat “Bebas Buta Aksara” melalui pemberian Sertifikat Sukma (Sertifikat Bebas Buta Aksara Masyarakat). “Ada sekitar 11.000 warga KLU yang akan diberikan sertifikat Sukma. Saya juga akan buat Perbup untuk mengharuskan bahkan mewajibkan, kalau belum miliki ijazah setara SD, diberikan Sukma untuk memudahkan mengejar

paket A,” ungkap Bupati KLU, saat menghadiri Harganas, Selasa (29/8) lalu. Najmul Akhyar prihatin dengan kondisi pendidikan masyarakat KLU saat ini. Di mana berdasarkan data BPS, kata dia, rata-rata warga KLU

Kembalikan Penyusunan ke Sekolah UPAYA meningkatkan peran gugus di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim saat ini mengembalikan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) menjadi tanggung jawab gugus dan sekolah. ‘’Pelaksanaan UTS dikembalikan ke sekolah sesuai dengan tugas fungsi guru,’’ ujar Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Dikbud Lotim, Muhir, S.Pd, Rabu (30/8). Dikembalikannya pelak(Suara NTB/yon) sanaan UTS terhadap Muhir sekolah, menurutnya, tugas dan fungsi guru yakni menilai hasil pembelajaran, baik dengan melaksanakan evaluasi harian dan lainnya. Pelaksanaan UTS dikembalikan sepenuhnya ke sekolah, mulai dari perencanaan, penggandaan soal, pelaksanaan hingga evaluasi. Untuk menyamakan takaran, masing-masing gugus menfasilitasi penyusunan kisi-kisi, sehingga dalam satu kecamatan nantinya akan ada variasi kisi-kisi UTS yang berbasis sekolah. Selain itu, dengan dikembalikannya pelaksanaan UTS ke masing-masing sekolah, setiap gugus memiliki variasi soal, karena mengacu pada kisi-kisi yang dibuat oleh masing-masing gugus sudah berbeda. Hal ini dilakukan karena yang berkewajiban menilai adalah guru, mengetahui batas pekerjaan atau pembelajaran yang dilakukan hingga pelaksanaan UTS adalah guru itu sendiri. Kendati demikian, tetap dalam penyusunan gugus ini, peran pembina atau pengawas ini tetap masuk mengawasi. “Sebelumnya dipusatkan di tingkat kabupaten untuk penyusunan soal dan kisi-kisinya, nah sekarang dengan melihat fakta di lapangan yang selalu terjadi persoalan. Maka kita kembalikan ke setiap sekolah pelaksanaan UTS. Jika ini sukses, maka Lotim memiliki 720 lebih variasi soal,” ujarnya. (yon)

saat ini hanya tamat di kelas 5 SD. Untuk itulah ia mendorong agar masyarakat ikut berinisiatif mengikuti sekolah penyetaraan melalui jenjang Paket A, paket B dan Paket C yang disiapkan pemerintah. “Kita ingin naikkan secara

drastis angka partisipasi sekolah ini. Menurut BPS, di KLU ini, walaupun ada doktor, S2, ada sarjana, tapi jika dirata-ratakan dibagi jumlah penduduk, maka kita semua hanya tamat kelas 5 SD. Termasuk Pak Kepala Bappeda, Kadis Dikpora, beliau tamat kelas 5 SD,” paparnya setengah berseloroh kepada para pejabat yang hadir. Fenomena rendahnya Angka Partisipasi Sekolah (APS) di masyarakat ini, ajak Bupati agar diubah secara bersama-

sama antara pemerintah, LSM, dunia usaha dan masyarakat. Logikanya, kata dia, semakin rendah APS maka semakin rendah pula Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KLU. Sebagai bagian dari upaya menggerakkan APS, Najmul menginstruksikan kepada Dikpora KLU untuk membentuk Tim Saber Drop Out (DO)/putus sekolah dari tingkat kecamatan hingga desa. Tim Saber DO ini akan begerak di bawah koordinasi

Dikpora KLU. “Saya harapkan Dikpora agresif mensukseskan DO. Tim Saber DO ini bertugas membawa anak-anak DO kembali ke sekolah. Jadi tidak hanya Pungli saja yang bahaya, DO juga bahaya,” papar Najmul mengenai alasannya membentuk Tim Saber DO. Saat ini diklaim Bupati, data anak-anak yang diketahui DO dan belum menyelesaikan sekolahnya di semua tingkatan (SD, SMP, SMA) sebanyak 448 anak. Mereka

yang sudah terdata ini selanjutnya akan dikawal agar menuntaskan sekolahnya. Jika memungkinkan mereka yang lulus melalui ujian penyetaraan didorong untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. “Sembari kita pelajari apa masalahnya. Kalau memang masalah ekonomi, kita siapkan dana untuk masalah ekonominya. Umpama masalah keluarga kita carikan solusi bersama-sama,” pungkasnya. (ari)

PKPI Tarik Diri dari Fraksi Restorasi Keadilan Selong (Suara NTB)Fraksi Restorasi Keadilan DPRD Kabupaten Lombok Timur kabarnya bubar. Pasalnya, Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) menarik diri dari fraksi yang tergabung dengan Partai Nasionalis Demokrat (Nasdem). Ketua DPC PKPI Lotim, Asatul Anwar kepada Suara NTB, Rabu (30/8) mengaku pilihan partainya menarik diri dari dari fraksi Restorasi Keadilan, karena merasa tidak pernah dilibatkan. Wakil rakyat dari PKPI yang duduk di dewan tidak pernah dihargai. Asatul Anwar menolak alasan penarikan dirinya, karena beda pilihan pasangan calon yang akan maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lotim maupun Pilkada Gubernur. Alasan utama karena antara PKPI dengan Nasdem tidak terbangun komunikasi yang baik. PKPI pun sudah melayangkan surat ke pimpinan dewan. Bubar dari Nasdem, ketua PKPI ini mengaku lebih condong ke PDIP. Bersama dengan Partai berlambang moncong putih itu sudah terbangun komunikasi yang baik. “Kalau bersama PDIP komunikasi kita sangat baik,” ucapnya

Ketua DPRD Lotim, H. M. Khaerul Rizal mengakui adanya surat dari PKPI yang bubar dari restorasi. Rabu kemarin, rencana akan dibacakan surat PKPI tersebut dalam sidang paripurna. Akan tetapi, wakil rakyat dari PKPI tidak hadir. “Kita sebenarnya ingin mempertemukan dulu,” ucap Ketua. Secara hukum, ditariknya kursi PKPI dari Fraksi Restorasi Keadilan, kata Rizal, fraksi tersebut akan bubar. Informasi yang diterima pimpinan dewan, bubarnya Fraksi Restorasi Keadilan itu bersumber dari surat PKPI dan memilih akan bergabung ke PDIP. “Tinggal sekarang kita menunggu Nasdem akan bergabung dengan partai mana, kita tunggu dari ketua partai Nasdem kadernya mau diarahkan kemana,” ungkapnya. Hilangnya fraksi Restorasi Keadilan membuat jumlah fraksi di DPRD Lotim ini berkurang menjadi 9. “Sebelumnya kan 10,” demikian sebutnya. Terpisah, Ketua DPD Nasdem Lotim yang juga ketua fraksi partai Restorasi Keadilan Syamsul Rizal saat dikonfirmasi mengaku belum tahu penarikan PKPI. Kalaupun benar-benar dilakukan katanya hal itu menjadi hak politik dari PKPI. (rus)

(Suara NTB/ist)

KUNJUNGI - Bupati KLU H. Najmul Akhyar saat turun mengunjungi Amaq Sugianom di pondoknya. Rehab rumah Amaq Sugianom ini menjadi rebutan antara GR 1.000 dan Jubah Pemda KLU.

Rehab Pondok Amaq Sugianom

Jubah Pemkab ”Rebutan” dengan GR 10.000 Tanjung (Suara NTB) Rehabilitasi pondok kediaman Lansia kurang mampu Amaq Sugianom, mendapat perhatian Pemkab Lombok Utara. Rabu (30/8) atau dua hari setelah terpublikasi oleh media, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dr. H. Najmul Akhyar, langsung mengunjungi Amaq Sugianom dan istrinya, Inaq Nurnep. Dalam kunjungan lapangan itu, Bupati yang ditemani Camat Tanjung, Kadis Sosial PPPA dan Kepala Inspektorat Lombok Utara memutuskan untuk memperbaiki kediaman lansia yang berdomisili di RT 3, Dusun Gumpang Geluk, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung tersebut. Sayang, niatan Pemda tidak akan terwujud karena GR 10.000 yang turun bersama koran ini Senin (28/8) ke lokasi itu, tetap bertekad merehabilitasi kediaman tersebut. “Itu ditemukan oleh GR 10.000, bukan persoalan siapa yang bangun tapi paling tidak

mereka dari Jubah (Jumat Berkah) Pemda konfirmasi ke GR,” cetus Ketua GR 10.000, Asmuni Bimbo, Rabu (30/8). Sekilas kekecewaan Bimbo dapat dimaklumi. Pasalnya pada Senin lalu, saat Suara NTB dan GR 10.000 turun ke lapangan, GR sudah sepakat bersama Inaq Nunep dan anaknya, Mariadi, untuk memulai membongkar pondok pada Jumat setelah lebaran Idul Adha. Tepatnya bagian dapur yang akan dibongkar. Bimbo pada kesempatan yang sama juga memberi edukasi, agar Mariadi berkenan menggunakan sekitar 1.000 batu bata lama yang menganggur di sebelah kandang sapi, serta beberapa potong material bahan bangunan yang disimpan sejak lama. “Kita sudah sepakat batako, kumpulkan bahan. Sekarang pun saya carikan dana untuk membelikan seng. Kalau tidak GR yang kerjakan dikiranya saya plin-plan, rusak nama GR kalau begini,” cetusnya lagi.

Ia berkomitmen rehab pondok Amaq Sugianom akan diselesaikan oleh GR 10.000. Sebaliknya ia menyayangkan tidak adanya konfirmasi dari Jubah Pemkab Lombok Utara atas cara kerja LSM yang membantu Pemkab atas persoalan rumah kumuh di masyarakat. Terpisah, kepada wartawan saat mengunjungi kediaman Amaq Sugianom, Bupati KLU H. Najmul Akhyar menegaskan akan membantu rehabilitasi kediaman Amaq Sugianom dan istrinya. Sebelum itu, ia meminta agar Kepala Dusun Gumpang Geluk, memperjelas status lahan yang kini ditempati oleh pasangan lansia tersebut. “Pemkab akan membantu merehab rumah Amaq Sugianom melalui jubah. Kadus saya minta perjelas status tanah yang sekarang ditempati agar bisa dibangunkan rumah. Selesai lebaran Idul Adha akan mulai dibantu,” demikian Bupati. (ari)

Wakil Rakyat Tak Lagi Pegang Randis

Pimpinan Lebih Memilih Tunjangan Transportasi Selong (Suara NTB)Wakil Rakyat Lombok Timur (Lotim) tak lagi pegang kendaraan dinas (randis). Seluruh randis baik dari pimpinan maupun yang dipegang kemisi DPRD Lotim diserahkan ke eksekutif Pemda Lotim. Ketua DPRD Lotim, H. M. Khaerul Rizal kepada Suara NTB, Rabu (30/8), mengaku, pimpinan Dewan diberikan kesempatan memilih untuk randis atau tunjangan transportasi. Pimpinan memilih tunjangan transportasi, karena dinilai lebih efektif. Penarikan randis ini juga dianggap bisa mengefisiensi anggaran. Randis di pimpinan dewan saja katanya butuh biaya cukup besar. Ada biaya pemeliharaan dan biaya bahan bakar minyak. Randis pelimpahan Dewan ini bisa digunakan oleh pejabat-pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang banyak belum memiliki randis. Penyerahan randis seluruh pejabat politik DPRD Lotim karena melihat banyak pejabat Lotim yang tidak memiliki randis. “Seperti Kepala Bidang Anggaran Pak Purnomo sampai saat ini masih pakai sepeda motor,” sebutnya. Ditegaskan, para wakil rakyat kehidupannya selalu dengan masyarakat. Seperti bantuan-bantuan banyak hal bersinggungan dengan masyarakat. Pimpinan kemudian memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Rizal menyebut, pimpinan dewan sebagian besar memiliki kendaraan pribadi. Penyerahan randis itu juga bisa menghemat anggaran daerah. Eksekutif tidak lagi menganggarkan untuk biaya pengadaan randis. “DPRD mengem-

(Suara NTB/rus)

RANDIS - Randis yang sebelumnya dipegang pimpinan dewan diserahkan ke pemerintah daerah Kabupaten Lotim. balikan mobil dinas, begitu pimpinan terganti kan langsung ada pengadaan, biaya perawatan selama melekat di pimpinan ditanggung oleh sekretariat dewan,” ucapnya. Penyerahan secara simbolis sudah dilakukan Agustus 2017 ini. Sekarang seluruh kegiatan murni menggunakan kendaraan pribadi dan tidak akan terganggu kegiatan operasional. Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Ihsan menambahkan penyerahan randis sudah dilakukan sejak tanggal 27 Agustus lalu. Pimpinan yang baru dilantik ini mengaku hanya sebulan menggunakan kendaraan dinas Toyota Fortuner. Namun karena aturan, sehingga ia mengikhlaskan pengembaliannya ke pemerintah daerah. Senada dengan Ketua DPRD, Daeng Ihsan beranggapan memang lebih efisien para wakil rakyat diberikan tunjan-

gan transportasi dibandingkan kendaraan dinas, karena biaya perawatan dan operasional randis sangat besar. Dijelaskan, karena aturan maka langsung diserahkan. Setelah diberikan tunjangan transportasi, maka wakil rakyat tidak boleh memegang randis. “Jadi kita harus tunduk pada aturan,” paparnya. Penarikan katanya sama sekali tidak membuat para wakil rakyat keberatan. Soal besaran nilai tunjangan transportasi itu katanya tidak diketahui sampai sekarang jumlahnya. Sepengetahuannya, untuk pimpinan dewan minimal kendaraannya 2.500 cc. Sedangkan untuk anggota minimal 2.000 cc. Pengalaman sebulan menggunakan mobil Toyota Fortuner, Daeng Ihsan ini mengakui cukup nyaman. “Tidak heran kalau harganya mahal,” demikian sebutnya. (rus)


SUARA NTBLOMBOK SUARA PULAU

Kamis, 31 Agustus 2017

Laboratorium Stikes Yarsi Jadi Pilihan Kunjungan Pendidikan Dini Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Mataram terus mengembangkan fasilitas pendukung perkuliahan. Salah satunya laboratorium kampus yang lengkap, serta menjadi pilihan pendidikan dini, seperti Taman Kanak-kanak (TK). Seperti Rabu (30/8), laboratorium Stikes Yarsi Mataram dikunjungi oleh TK Pertiwi. Menurut Ketua Stikes Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep. NS., M.Kes., kunjungan peserta didik dari TK Pertiwi ini untuk belajar anatomi dan seks edukasi. “Alhamdulillah kunjungan tamu-tamu kecil kita hari ini, mereka belajar anatomi dan seks edukasi,” katanya Di laboratorium, ujarnya, anakanak bisa banyak belajar tentang anatomi fisiologi, belajar alat alat kesehatan, dan diberikan penyuluhan tentang kesehatan dasar, kesehatan gigi mulut, kebersihan diri dan kebersihan lingkungan. “Termasuk tentang kebersihan makanan dan minuman,” kata Zulkahfi. Zulkahfi menjelaskan, Stikes Yarsi Mataram memiliki sarana dan prasarana yang sangat representatif dalam menunjang proses belajar mengajar. Seperti ruang kuliah berpendingin, laboratorium yang lengkap, perpustakaan lengkap, dan proses belajar juga ditunjang oleh sarana elektronik ter-

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dengan Harian Suara NTB

Rektor UIN Monev Mahasiswa KKP ke KLU Mataram (Suara NTB) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr. H. Mutawalli beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pelaksanaan program KKP di Kabupaten Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kunjungan Mutawalli kali ini untuk meninjau sejauhmana program-program mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) berjalan optimal di lapangan. Menurutnya, perkembangan pelaksanaan KKP tahun ini cukup bagus. Ke depan pola pelaksanaan seperti ini akan terus dikembangkan ke

arah yang lebih baik. Selain itu, pada kesempatan kunjungan, Mutawalli meminta agar seluruh mahasiswa KKP menceritakan apa program yang telah berjalan, termasuk juga kendala dihadapi di lapangan. Kepala LP2M UIN Mataram Dr. M. Sobry, M.Pd., mengungkapkan para peserta KKP tahun ini disebar ke tiga kabupaten, yakni KLU, Lombok Barat dan Lombok Tengah dengan jumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang dikirim ke seluruh lokasi KKP di masing-masing kelompok KKP sebanyak 113 orang dosen. Pemilihan lokasi berdasarkan analisis kebutuhan. (dys/*)

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Rektor UIN Mataram H. Mutawalli foto bersama mahasiswa KKP UIN di KLU beberapa waktu lalu.

Unram Ketua ASPIKOM Korwil NTB

Lulusan Pendidikan Komunikasi Diharap Punya Standar Sama (Suara NTB/ron)

KUNJUNG - Sejumlah peserta didik dari TK Pertiwi berkunjung ke Laboratorium Stikes Yarsi Mataram, Rabu (30/8). baru. Lengkap dengan gedung kuliah yang representatif. Hal itu didukung pula dengan adanya Ru-

mah Sakit yang dimiliki oleh Stikes Yarsi, yaitu Rumah Sakit Islam “Siti Hajar” Mataram. (ron)

Mataram (Suara NTB) – Kepengurusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi terbentuk Rabu (30/8). Pengurus ASPIKOM Korwil NTB dilantik Ketua Umum ASPIKOM Dr. Heri Budianto, S.Sos, M.Si., di Kampus Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Unram). Ketua ASPIKOM Korwil NTB yang terpilih yaitu Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unram, Ir. I Wayan Suadnya, M.Agr. Sc, PhD. Dengan terbentuknya kepengurusan ASPIKOM ini, diharapkan bisa membawa semangat positif untuk bersinergi dalam meng-

Perundungan dan Kekerasan pada Anak Harus Dicegah Sejak Dini Mataram (Suara NTB) Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB, Hj. Syamsiah Muh. Amin mengajak segenap organisasi wanita di NTB untuk solid dan semakin kompak melakukan upaya upaya pencegahan dan menangkal bullying (perundungan) dan kekerasan terhadap anak. Sebab hal itu dapat mempengaruhi dan merusak mental anak-anak kita. Untuk itu, pihaknya menyambut baik atas pelaksanaan seminar sosialisasi kepemimpinan wanita, pencegahan perundungan terhadap anak, perdagangan orang/trafficking dan penyalahgunaan narkoba yang diadakan oleh organisasi-organisasi wanita di NTB, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/8). Ditegaskannya, organisasi wanita merupakan mitra kerja pemerintah sekaligus pendukung program pembangunan. Sebab organisasi wanita di NTB merupakan perpanjangan tangan yang tidak jauh beda dengan organisasi besar lainnya. “Saya rasa semua organisasi wanita punya program masing-masing yang sasarannya kepada

Halaman 5

masyarakat,” ucapnya. Istri Wakil Gubernur NTB ini berharap, diadakannya kegiatan seperti ini, organisasi wanita di NTB bisa tetap kompak dan solid, walaupun terdapat banyak perbedaan, tetapi dapat menjadikan perbedaan tersebut sebagai motivasi dan evaluasi untuk mempererat tali silaturrahmi. Sebelumnya Ketua Panitia Dr. Stella Utomo, menjelaskan, seminar ini akan berlangsung dari tanggal 30 Agustus 2017 sampai dengan 2 September 2017 dan dihadiri oleh ibu-ibu GOW (Gabungan Organisasi Wanita) kabupaten/kota se-NTB dan acara ini merupakan program BKOW tahun 2017. Ia juga menyampaikan, perilaku perundungan merupakan suatu perbuatan yang sudah menjadi

(Suara NTB/humas/Setda NTB)

SAMBUTAN - Ketua BKOW NTB Hj. Syamsiah Muh. Amin memberikan sambutan pada Seminar Sosialisasi Kepemimpinan Wanita di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/8). masalah nasional dan internasional, yakni anak-anak generasi muda penerus bangsa mengalami kekerasan di usia muda, lain halnya dengan trafficking atau perdagangan orang yang beda tipis dengan pengiriman TKW ilegal. Stella berharap dengan adanya seminar ini, manfaatnya dapat dirasakan bersama dan ilmu yang diperoleh dapat diteruskan ke organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW. (ham)

hasilkan lulusan sarjana komunikasi yang siap bersaing. “Untuk saat ini baru tiga universitas yang bergabung, yakni Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas 45 Mataram dan Universitas Mataram sebagai koordinator. Ke depan kami berharap bisa mengajak Prodi Ilmu Komunikasi dari universitas lainnya yang berada di wilayah NTB untuk bergabung, “ ujar I Wayan Suadnya. Menurut Wayan, kepesertaan dalam asosiasi sangatlah bermanfaat, karena bisa terus bekerja sama dengan universitas lain secara nasional dan bisa membangun jaringan kerja sama dengan lebih baik lagi. “Kehadiran asosiasi bisa merumuskan standar minimum lulusan yang dihasilkan, jangan sampai kita yang berada di daerah jauh tertinggal dari yang ada di pusat. Karena dari sisi kreativitas kita semua memiliki potensi yang siap bersaing, “ jelasnya. Ketua Umum ASPIKOM, Heri Budianto menyampaikan, tujuan dari ASPIKOM ini untuk menghasilkan lulusan komunikasi yang memiliki standar yang sama. Hal ini untuk mempersiapkan lulusan menghadapi persaingan kerja dan persaingan secara global. “Ketika semua lulusan daerah pu-

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Ketua Umum ASPIKOM, Heri Budianto, foto bersama Ketua ASPIKOM Korwil NTB, yang juga Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unram, I Wayan Suadnya, beserta pengurus Korwil ASPIKOM lainnya. nya lulusan dan standar yang sama, persaingan di tingkat global sama,” katanya. Pihaknya sudah menyusun kurikulum di tingkat asosiasi yang digunakan di seluruh program studi ilmu komunikasi. Menurut Heri, yang perlu dibenahi di daerah, terutama berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM). Diperlukan peningkatan jenjang pendidikan bagi dosen. Di daerah seperti di NTB juga harus memiliki ciri khas, harus dibuat berbeda dengan pendidikan komunikasi di daerah lain. “Contohnya bisa mengembangkan aspek terkait pengembangan komunikasi pariwisata,

bagaimana bersinergi dengan pemerintah. Mereka harus siap pakai di industri pariwisata, mereka menjadi tenaga ahli di bidang professional humas, pemasaran pariwisata, dan lainnya,” kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana ini. Di NTB juga perlu peningkatan fasilitas terutama laboratorium, seperti fotografi, broadcasting, dan lainnya. Hal penting lainnya adalah kerjasama ke luar kampus, terutama mahasiswa magang. “Kalau itu semua bisa dilaksanakan saya yakin lulusan komunikasi Unram bisa bersaing di nasional,” harapnya. (ron/*)


SUARA NTB Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Kerjasama Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Dinas Dikbud Gelar Lokakarya Penyusunan Perbup Tentang Mulok Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menggelar lokakarya penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Muatan Lokal (Mulok), Selasa (29/8) kemarin, di Hotel Cendrawasih. Kegiatan ini diikuti perwakilan sejumlah instansi terkait, perguruan tinggi, LATS, Dewan Pendidikan, pengawas sekolah, guru dan kepala sekolah SD/SMP serta KUPT. Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SD, Junaidi, S.Pd, M.Pd menjelaskan, penyusunan kurikulum muatan lokal Kabupaten Sumbawa merupakan bagian dari pembangunan manusia Indonesia. Kurikulum dapat menjadi wahana untuk melestarikan budaya dan adat istiadat. Sekaligus mengembangkan

potensi, bakat, dan minat peserta didik seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kini dan masa depan. Untuk itu, melalui kegiatan lokakarya penyusunan Perbup ini, diharapkan adanya gambaran tentang identifikasi lingkungan alam, sosial dan budaya yang akan dijadikan sebagai dasar utama penyusunan perbup tentang muatan lokal. Yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Kabupaten Sumbawa. Di sisi lain, regulasi yang akan disusun akan memberi penguatan terhadap karakteristik dan keunggulan lokal yang akan memperkuat masyarakat Sumbawa dengan segala atributnya ditengah pergaulan antar suku dan bangsa di Indonesia. Kegiatan ini kata Jun, bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang urgensi

muatan lokal untuk lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sumbawa. Selain itu untuk mendapatkan gambaran tentang muatan keunggulan lokal yang layak dimasukkan ke dalam muatan lokal. Selain itu juga menjadi dasar penyusunan muatan lokal serta menentukan jenis muatan lokal yang akan dikembangkan di Kabupaten Sumbawa. Adapun peserta dalam kegiatan yakni dari Dinas Dikbud, DPRD, Bappeda, Baian ukum Setda Kemenag, Perguruan Tinggi, LATS, Dewan Pendidikan pengawas sekolah SD, SMP, guru SD, SMP, Kepala SD, Kepala SMP, dan KUPT dan pihak lainnya. “Peserta diharapkan bisa memberikan masukan terhadap muatan Perbup yang akan disusun,”terangnya. Sementara Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa,

H. Sudirman, S. Pd berharap melalui kegiatan ini diharapkan menjadi forum rembuk untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan melaksanakan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Khususnya terkait muatan lokal. “Dengan masuknya kebudayaan menjadi bagian dari Dinas pendidikan beberapa bulan lalu, ini menjadi wadah kita bersama-sama untuk menggali terutama terkait kebudayaan itu sendiri. Muatan lokal itu saya harapkan agar kebudayaan itu benarbenar masuk menjadi ikon kita kedepannya,” ujarnya. Dikbud berharap dalam kurikulum mutan lokal ini nantinya lebih banyak mengenai kebudayaan. Makanya melalui pertemuan ini, semua pihak dapat meyampaikan ide dan gagasannya. Sehingga hasil yang diperoleh berdasar-

kan kesepakatan bersama yang akan menjadi acuan terbentuknya perbup nantinya. “Saya berharap rekan-rekan semua dapat menyampaikan ide dan gagasannya. Sehingga hasil yang kita peroleh dalam kesempatan ini adalah kesepakatan kita semua utuk kita jadikan acuan dalam melakukan proses pembelajaran. Khususnya muatan lokal ini di Kabupaten Sumbawa,” tukas Kadis. Tentunya sambung Kadis, untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan dengan tiga hal, yakni sidik (jujur), amanah dan fatonah (cerdas). Kemudian dilandasi dengan tulus ikhlas. Sehingga apa yang dicita-citakan dapat terlaksana dengan baik. “Semoga dari kegiatan ini nantinya mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan yang kita harapkan,”pungkasnya. (ind/arn/*)

Kadis Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sudirman (kanan), Dr. Iwan dan Junaidi

Para peserta Lokakarya penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Muatan Lokal (Mulok) di Hotel Cendrawasih, Sumbawa.

Jaringan Air Baku Bendungan Hadirkan Kembali Fud di Persidangan Bintang Bano Didanai Pusat Taliwang (Suara NTB) Satu lagi item pembiayaan proyek bendungan Bintang Bano di kecamatan Brang Rea akan ditangani pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) telah menyetujui untuk membiayai pembangunan jaringan pemanfaatan sumber air baku bendungan yang kini dalam tahap pembangunan tersebut. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB, Amar Nurmansyah, ST mengatakan, persetujuan pusat untuk membiayai pembangunan jaringan pemanfaatan air baku bendungan Bintang Bano itu sebelumnya telah diinformasikan oleh Badan Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara. “Jadi informasinya demikian. Untuk jaringan air baku bendungan akan dikerjakan pusat juga,” terangnya kepada wartawan, Rabu (30/8). Pembiayaan itu dimulai pada 2018. Pengerjaannya sepenuhnya akan dikelola oleh BWS. “Semuanya pekerjaannya oleh BWS termasuk DED-nya (detail engineering design) seperti itu informasi yang kami dapatkan,” sebutnya. Amar mengaku, belum mengetahui secara pasti berapa besar anggaran untuk pembangunan jaringan air baku bendungan Bintang Bano itu. Namun ia menyebutkan, panjang jaringan dalam bentuk jaringan saluran primer itu diproyeksi hingga menjangkau kecamatan Poto Tano. “Hanya jaringan primer saja yang dikerjakan. Untuk jaringan lainnya tentu daerah yang mengupayakannya,” paparnya. Terkait pembangunan jaringan air baku bendungan Bintang Bano itu pihaknya telah memberikan saran kepada BWS Nusa Tenggara. Pembuatan jaringan itu sebaiknya didesain agar dibangun terpisah mengikuti wilayah pelayanannya dari hulu. Hal ini diupayakan agar penyaluran air ke setiap wilayah kecamatan bisa maksimal. (bug)

Kajari Sebut Harus Ada Penetapan Majelis Hakim

Sumbawa Besar (Suara NTB) Persidangan kasus dugaan korupsi Uang Persediaan (UP) Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan terdakwa Elisawati terus berlanjut. Dalam persidangan yang dilakukan Senin lalu, Wakil Bupati KSB, Fud Syaifudin tidak hadir memenuhi permintaan majelis hakim Pengadilan Tipikor. Rencananya, persidangan kembali akan digelar Senin depan. Kajari Sumbawa, Paryono, SH yang dikonfirmasi Suara NTB di ruangannya, Rabu (30/ 8) kemarin menyampaikan, ketidakhadiran Fud awalnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap saksi (Fud) guna menghadiri persidangan. Panggilan tersebut dipenuhi oleh yang bersangkutan. Usai sidang majelis hakim meminta secara langsung

agar saksi kembali hadir dalam persidangan selajutnya. Namun saksi tidak menghadiri persidangan. Tentunya untuk melakukan pemanggilan selanjutnya terhadap saksi, harus ada penetapan dari majelis hakim. “Pertama kan sudah saya panggil dan beliau (Fud) hadir. Pada saat sidang selesai diminta oleh majelis hakim untuk hadir minggu depannya,

tetapi tidak hadir. Sekarang saya mau memanggil lagi tidak ada dasarnya. Untuk berikutnya tentu harus ada penetapan dari hakim. Supaya ada dasar saya melakukan pemanggilan,” terangnya. Dijelaskannya, menurut tim JPU bukti yang ada sudah dirasakan cukup untuk membuktikan terdakwa bersalah. Dimana dalam kasus ini pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa. Apakah dengan kesaksian Fud dan

”

Paryono (Suara NTB/ind)

kesaksian saksi yang lainnya membuktikan kesalahan terdakwa. “Kalau menurut kami tim jaksa sudah cukup membuktikan bahwa terdakwa ini bersalah,” tukas Paryono. Mengenai adanya dugaan keterlibatan Fud yang disebutkan terdakwa, diakuinya

Sekarang saya mau memanggil lagi tidak ada dasarnya. Untuk berikutnya tentu harus ada penetapan dari hakim belum ditemukannya buktibukti. Pihaknya pun sudah melakukan pemeriksaan saat kasus masih dalam tahap penyidikan. Sedangkan untuk saksi meringankan, menjadi kewajiban dari terdakwa untuk menghadirkannya dalam persidangan. (ind)

Disambut Wabup

Wisman Peserta Sail Senang Keramahan Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Para wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi peserta Sail Indonesia dimanjakan keindahan alam Sumbawa. Termasuk melalui sejumlah atraksi yang disajikan dalam beberapa hari ini. Mulai dari budaya, adat istiadat, serta kesenian yang ada. Rabu (30/ 8) kemarin, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang menyambut secara resmi,, para peserta Sail di Pantai Goa. Kegiatan yang dihadiri Kabid Yach Rally Aswindo (Asosiasi Wisata Layar Indonesia), Humphry Sinyal, Kepala Bappeda NTB, Ir. Ridwansah, M.Sc,. M.MTP, Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, Pimpinan DPRD dan sejumlah pejabat tersebut dihubur dengan Gong Genang Gantao, dan pagelaran Seni Etnik Karaci. Para wisman pun sangat berkesan dan senang mendapat penyambutan tersebut. Terlebih dengan keramahtamahan masyarakat yang ada. Wabup menyampaikan apresiasinya kepada Asosiasi Sail Wisata Indonesia (Aswindo) yang telah memasukkan Kabupaten Sumbawa sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Sekaligus menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sumbawa. Selain itu pihaknya juga beterima kasih kepada tim penyelenggara Sail Indonesia 2017 Kabupaten Sumbawa atas peran aktif semuanya. Pihaknya merasa gembira dan masyarakat pun akan menyambut dan menyapa para tamu dengan penuh keramahan. Dimana selama berada di Tana Samawa para tamu bisa menikmati panorama alam pulau-pulau kecil yang unik dan eksotis yang dimiliki, serta keragaman budaya Sumbawa. Kata Wabup, Sumbawa memiliki 63 pulau kecil. Sebanyak enam diantaranya berpenghuni, selain Pulau Moyo yang sudah sangat terkenal sebagai ikon wisata dunia dan Pulau Bungin sebagai pulau terpadat di dunia. Untuk diketahui, tercatat ada 231 potensi obyek wisata di Kabupaten sumbawa yang membutuhkan interaksi cita rasa dalam konteks kepariwisataan dari segenap komponen. Baik pemerintah, masyarakat, pelaku wisata, maupun wisatawan itu sendiri. Terkait hal ini, pihaknya telah meminta segenap perangkat daerah, untuk menyelesaikan penyusunan RIPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah). Karena hal

(Suara NTB/ind)

SELEMPANG - Wabup saat mengenakan selempang adat kepada salah seorang Wisman. tersebut merupakan amanat undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Dengan adanya Ripda tersebut, nantinya akan membantu arah pengembangan sektor kepariwisataan daerah Sumbawa kedepan. “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi penyelenggaraan Sail indonesia 2017 yang menempatkan perairan Pantai Goa Sumbawa sebagai salah satu titik singgah atau titik labuh perahu layar peserta Yacth Rally Sail Indonesia 2017 mulai tanggal 28 hingga 31 Agustus 2017,” ujarnya. Dalam kesempatan ini pihaknya menyematkan harapan kepada tim Aswindo agar penyelenggaraan Sail Indonesia atau Sail Sunda Kecil 2018 dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi Kabupaten Sumbawa untuk menjadi tuan rumah. Pemda akan memberdayakan secara maksimal semua potensi yang ada untuk menjadi tuan rumah yang baik, jika nantinya diberikan amanat menjadi tuan rumah. “Sebagai daerah yang sedang menggeliatkan sektor pariwisata, tentu masih banyak hal yang harus disempurnakan. Seiring berjalannya waktu, pemerintah bersama masyarakat kabupaten sumbawa berkomitmen untuk terus mengupayakan dan mengaktualisasikan program- program pembangunan kepariwisataan,” tukasnya. Kepada peserta Sail Indone-

sia 2017, selama empat hari di Sumbawa pihaknya yakin peserta akan merasakan situasi yang hangat dan akrab bersama masyarakat Sumbawa. Mrs. Jaqualine salah satu peserta Sail Indonesia 2017 dari Canada, yang mewakili para wisman mengaku sangat senang dan tersanjung atas penyambutan pemerintah dan masyarakat Sumbawa. Mereka sangat berkesan dengan antusiasme pemda dalam kegiatan ini. Apalagi event yang ditampilkan juga dinilainya sangat bagus. Dari dari skala 1 sampai 10, mereka memberikan nilai 10 untuk event yang disuguhkan. Melihat antusiasme dari pemerintah dalam kegiatan ini kami sangat tersanjung dan senang. Dan menurut kami sangat berkesan,” terangnya. Terkait destinasi yang ada, juga dinilainya sangat bagus. Hanya saja sebagai tempat berlabuh mereka membutuhkan tempat yang pas. Dimana membutuhkan keamanan dan kenyamanan, apakah itu dari tiupan angin kencang dan lainnya. Sebenarnya, lanjut Jackling, mereka tidak hanya melihat dari segi destinasi saja di Sumbawa. Tetapi senang dengan keramah tamahan masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa. Makanya mereka tidak hanya datang sekali ini saja. Tetapi tahun depan juga berencana ke Sumbawa. Tentunya dengan mengajak temanteman yang lainya. (ind/arn)


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 7


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Garuda Promosikan Pariwisata NTB Melalui Seluruh Jaringannya NTB memiliki kekayaan alam yang sungguh luar biasa. Tidak saja indah, kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan juga sangat lengkap. Dikatakan lengkap karena destinasinya ada gunung , ada pantai , dan keindahan bawah laut yang semuanya memiliki nilai yang luar biasa. ‘’Destinasi lengkap itu, semuanya dapat ditempuh dalam (Suara NTB/ist) jarak yang berdekatan. SehingHerri Darmawan ga wisawatan bisa menikmati lebih efisien dari sisi waktu dan tidak banyak dimiliki oleh tempat di manapun juga,’’ ungkap Commercial Expert, Coordinator Domestic Sales & Distribution, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Herri Darmawan kepada Suara NTB, Rabu (30/8). Pengetahuan Herri Darmawan tentang pariwisata NTB lumayan lengkap. Karena sebelumnya Herri sempat bertugas sebagai NTB sebagai Sales &Services Manager Branch Office Mataram. Herri sejak 23 Agustus 2017, mendapat alih tugas ke Jakarta. Melihat potensi pariwisata NTB yang luar biasa katanya, tidak salah jika pariwisata NTB, menjadi icon pariwisata Indonesia di masa yg akan datang selain Bali. ‘’Pandangan saya ini dikuatkan oleh pencapaian penghargaan yg telah didapatkan baik tingkat regional, nasional maupun dunia . Secara singkat di Lombok ada Bali , di Bali tidak ada Lombok artinya di NTB memiliki keaneragaman yang luar biasa dan alam serta keindahan NTB tidak kalah dengan Bali.’’ Kondisi dan posisi ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh stakeholders di NTB. ‘’ Sehingga Lombok, NTB semakin senang dikunjungi, semakin membuat pengunjung yang datang nyaman dan semakin mendunia,’’ harapnya. Garuda Indonesia sebagai flight carrier kata Herri, memiliki network baik domestik maupun internasional . Sudah barang tentu, Garuda tidak menyia-nyiakan momentum nilai strategis keindahan alam yang luar biasa di Lombok ( NTB). ‘’Garuda Indonesia memiliki peranan bagaimana mempromosikan NTB ke seluruh jaringan yang dimiliknya. Baik domestik maupun internasional. Sehingga keindahan dan kekayaan alam NTB sampai ke end customer Garuda Indonesia,’’ katanya. Kemitraan dengan travel agent di NTB terus dikembangkan khususnya dalam hal bagaimana mengemas paket-paket yang menarik sesuai dengan segmen market Garuda Indonesia. ‘’Ini sekaligus juga untuk mempromosikan pariwisata NTB,’’ pungkasnya. (r)

Mangkirnya Anggota DPRD Jangan Sampai Rugikan Rakyat Sumbawa Besar (Suara NTB)Diskorsnya Pembahasan APBD Perubahan Sumbawa hingga tiga hari, akibat mangkirnya sebagian besar anggota DPRD Sumbawa mendapat tanggapan dari pengamat politik Universitas Samawa (UNSA), Ardiansyah S.IP, M.Si, Rabu (30/8) kemarin. Kedua lembaga mesti mencairkan kebekuan dan membangun pola komunikasi yang lebih baik. Agar rakyat tidak dirugikan dengan persoalan tersebut. Dosen Ilmu Politik UNSA ini, menyatakan ketidakhadiran anggota DPRD dalam pembahasan APBDP lebih disebabkan belum ada titik temu program yang diusulkan oleh DPRD kabupaten Sumbawa. Terutama program yang masuk dalam “dana aspirasi”. Oleh karena itu perlu dibangun komunikasi yang lebih baik lagi antara eksekutif dan legislatif untuk menghindari ketegangan ketengangan politik. Sebab kalau masalah ini tidak dapat diselesaikan, menurut Ardiansyah, pada gilirannya akan berdampak bagi masyarakat. Makanya perlu kedua lembaga duduk bersama, mencarikan solusi dan jalan tengah terbaik. Agar APBD P untuk rakyat tidak kemudian dikorbankan. Hanya karena tidak ada titik temu kedua lembaga. (arn)

Halaman 8

Membangun Desa di Lombok Barat ala Lalu Sajim Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM. (Ketua STIE AMM Mataram) KETIKA pemerintah memfokuskan kebijakannya yang besar terhadap seluruh desadesa di seluruh Indonesia, maka kebijakan ini merupakan angin segar bagi masyarakatnya yang tinggal di perdesaan. Tampaknya pemerintah pusat bersikap konsisten untuk membangun desa agar berkembang menjadi desa-desa swasembada, mengingat desa merupakan pemerintahan otonom murni. Hal ini sesuai dengan pandangan mendasar Lalu Sajim mengenai pembangunan desa. Hal inidikarenakan desa adalah kaki dari sebuah daerah atau negara, maka sejatinya kaki ini harus diperkuat terlebih dahulu. Bila perlu dipakaikan sepatu emas, sehingga masyarakat desa menjadi sejahtera. Beberapa aspek seperti pemerintahan, pembangunan dan kebudayaan, harus terbangun dengan baik di setiap desa. Apabila sudah baik, maka barulah tata pengelolaan pemerintah daerah dapat didukung dengan baik. Harus kita sadari bahwa desa adalah sebagai dasar kokohnya negara, maka yang pertama kali diperhatikan adalah tertib administrasi. Sehingga desa mampu menjadi sumber data dan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Oleh karena itu jelas bahwa pemerintahan desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan NKRI. Landasan pemikiran dan ide oleh Lalu Sajim ini sebenarnya telah menjadi acuan motto Patut, Patuh, Patju yang dilandasi oleh pemikiran para sesepuh. Karena mengingat luasnya

daratan Lombok Barat mencapai 862,6 Km2, maka dipandang sangat perlu bagi seorang pemimpin daerah untuk menempuh pendidikan di Lemhanas. Pada saat itu, pimpinan daerah diharuskan memenuhi berbagai macam persyaratan termasuk untuk mengikuti pendidikan Lamhanas. Ketentuan seperti ini akhirnya telah membawa Pemda Lombok Barat pernah memiliki desa-desa Swasembada.Tetapi kesemuanya telah usai, dikarenakan sifat Patut, Patuh, Patju hanya terpampang di plang saja. Lalu Sajim telah menyatakan kepercayaan dirinya apabila dia telah dipercayai oleh masyarakat Lombok Barat karena adanya kesamaan persepsi dengan masyarakat. Sehingga Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat kembali berjaya seperti di masa silam. Sebab apa artinya segudang pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama bekerja di Pemerintahan Lombok barat dan juga Provinsi NTB kalau tidak diamalkan. Rasanya sudah lebih dari cukup pengalaman yang dilaluinya, sehingga di dalam hatinya memiliki keinginan untuk mengemban amanah dan menata kembali Kabupaten Lombok Barat. DikarenakanLalu Sajim berasal dan bekerja dimulai dari jabatan staf hingga menjadi Kepala Biro di kantor Gubernur maka”permainan” staf bagaimanapun akan mudah dia ketahui. Tetapi lain halnya apabila seorang yang hanya mengandalkan nasib namun tidak memiliki kemampuan dan pengalaman malah terpilih menjadi pemimpin daerah, maka kedepannyamasa

lima tahun kepemimpinannya akan menjadi sia-sia karena hanya menerima kesimpulan dan rekomendasi dari para stafnya. Pengalaman dan kemampuan inilah yang akhirnya membuat Lalu Sajim akan memproklamirkan dirinya untuk berkompetisi pada pemilu tahun 2018 yang akan datang. Ia pun telah melihat masyarakat sudah mulai cerdas dan relatif objektif untuk menggunakan akal sehatnya dalam menentukan pimpinannya. Seperti apa yang dilakukan oleh para sesepuh Golkar dimana para sesepuh tersebut adalah mantan pimpinan daerah masa lalu, sehingga dia tahu persis bagaimana kaliber atau kemampuan orang yang akan mampu memperbaiki kondisi yang tengah terjadi di zaman internet ini. Tidak tanggung-tanggung dari pengamatan mereka tentang kondisi ini maka mereka akan menjumpai pimpinan Golkar (Ir. H.Suhaili) untuk beraudensi masa depan dengan pimpinan partai Golkar. Kalau saja kita kembali berpikir mengenai masa depan partai apapun, dimana masing-masing partai akan berusaha untuk memenangkan calon-

nya. Sebab apabila calonnya dapat menjadi pimpinan, maka partai tersebutpun akan mendapat kredibilitas tinggi dari masyarakat. Terlebih lagi apabila pimpinan tersebut berhasil memimpin daerahnya, maka hal ini akan menjadi kebanggaan partai itu sendiri. Lalu Sajim telah beritikad untuk berkompetisi dengan kawan-kawan yang berasal partai lain apabila tidak terdapat kesepahaman dari partai-partai lainnya seperti Golkar. dikarenakantidak terpenuhinya beberapa persyaratan yang ditetapkan maka ia pun akan menempuh jalur independen, sebagaimana permintaan oleh koleganya yang lalu dengan itikad untuk terus maju. Hal ini dilandasi dengan adanya hubungan batin yang dilambangkan dengan motto Patut, Patut, Patju. Sekiranya inilah rupanya yang kurang dimengerti oleh para lawan politiknya. Lalu sajim bersama koleganya hendak membangun kembali Lombok Barat yang merupakan daerah agraris. Maka apakah prioritas programnya nantiakan tetap pada lahan pertanian? Apakah saat ini lahan pertanian yang telah berkurang dan menjadi bangunan dapat mensejahterakan masyarakatnya? Apakah hasil lahan pertanian dapat mendukung dan menjadikan suatu potensi industri-industri wisata? Potensi apa lagi yang harus dikembangkan oleh masyarakat? Semua ini menjadi pertanyaan kepada desa. Sebab pejabat Pemerintah Desa-lah yang mempunyai wewenang tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desanya dan melaksanakan tugas-tugas dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Hal ini harus disosialisasikan kepada sang kepala desa den-

gan motto Patut, Patuh, Patjunya sehinggahati pimpinan dan kepala desa beserta rakyatnya dapat menyatu. Kedepannya pimpinan harus menyadari siklus tersebut, sehingga keberhasilan pimpinan tidak hanya dilihat dari berjalannya suatu perintah saja, tetapi dilihat apakah pembangunan yang satu sudah terkait dengan yang lainnya. barulah kelihatan manfaatnya. Karena masyarakatlah yang akan kebingungan bila hanya melihat daftar keinginan pemimpinnya tanpa mengetahui apa yang hendak dicapai dan berapasatuan besaran yang harus diperoleh dalam mencapai tujuan tersebut. Apakah pemimpin akanbekerja sesuai RPJMD atau mungkin dengan motivasi dan cara-cara yang lain sebagainya. Sehingga jelas masyarakat dapat mengetahui mau dibawa kemana Lombok Barat dalam lima tahun kedepan. Sebab sebagaimana yang diketahui bahwa RPJMD yang merupakan panduan dalam pembangunan itu sudah benar, tetapi visi dan misi seorang pemimpin harus jelas sehingga RPJM diarahkan menuju visi yang sesuai dengan hasil baik Musrenbang, UDKP, Rakorbang dan sebagainya. Siklus pembangunan pada daerah merupakan hal yang tepat, tetapi inovasi dan kreatifitas seorang pimpinan sangat diperlukan. Untuk itu kiranya yang paling tepat adalah bila para kandidat dapat mengadu program lima tahun kedepan agar rakyat mengetahui nama calon pimpinan yang mampu untuk memimpin serta mensejahterakannya ketimbang saling menyinggung pribadi para calon lainnya. Sebab saat ini masyarakat dinilai sudah pekadan akan menuntut janji para pemimpinya nantinya.(*)

“Kita akan minta pertanggungjawaban mereka (pemegang mobil). Karena mobil itu sejak awal kondisi baik, lalu bagaimana tanggunjawab mereka yang pegang,” ungkapnya. Modis yang ditarik dari pimpinan dan anggota Dewan, diakui M Amin, akan diarahkan kepada forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) dan Dinasn/Instansi yang sangat membutuhkan kendaraan dinas untuk operasionalnya. Seperti Dinas Perijinan Terpadu, Dinas Pariwisa-

ta, Dinas Perumahan dan Dinas/Instansi lainnya. Sementara di Sekretariat Dewan, hingga Rabu (30/8) kemarin, belum ada anggota Dewan yang mengembalikan kendaraan dinas yang dipegangnya. Baik berupa mobil dinas maupun sepeda motor dinas. Selain 12 unit modis yang dipinjam pake ke Bagian Umum Setda Dompu, terdapat 2 modis aset Setwan yang dipegang alat kelengkapan Dewan yaitu di komisi III dan Komisi II DPRD Dompu. (ula)

Dapat Tunjangan Transportasi, Randis Anggota Dewan Ditarik

Dompu (Suara NTB) Kepala Bagian Umum Setda Dompu, M. Amin, S.Sos mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Dompu terkait aset kendaraan dinas (Randis) yang dipinjam pakai oleh pimpinan dan anggota Dewan. Penarikan Randis dilakukan karena pimpinan dan anggota Dewan mulai September 2017 akan mendapat tunjangan transportasi. “Ada 12 mobil dinas aset Bagian Umum Setda yang dipinjam pake oleh pimpinan dan anggota Dewan. Dua mobil jenis Fortuner, satu jenis Rush, dan sembilan unit jenis Avanza,” kata M Amin, S.Sos kepada Suara NTB di kantornya,

Rabu (30/8) kemarin. M. Amin mengaku, ada praktik nakal yang dilakukan oknum pejabat atau sopirnya saat pengembalian modis. Beberapa aksesoris kendaraan seperti tape, ban serep, donkrak dan perlengkapan kunci ken-

daraan hingga accu diganti. Bahkan ban dan veleg mobil diganti dengan yang lebih buruk. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya akan melakukan konfirimasi dan klarifikasi kepada pemegang kendaraan atau dengan sopir pemegang kendaraan.

Dana Operasional Perusda Diduga Digelapkan Marak Maling Ternak, Kades Kokarlian Minta Dompu (Suara NTB) Dana operasional Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Dompu Tahun 2015 diduga digelapkan oknum pengelola perusahaan. Pasalnya, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat ditemukan kerugian negara. Namun Inspektorat enggan menyebut nilai kerugiannya. Diduga, temuannya mencapai ratusan juta rupiah dan telah diserahkan ke Bupati Dompu LHP nya sejak 2016 lalu. “Kita sudah periksa (pihak perusahaan, red), sudah kita kirim ke pak Bupati. Jadi masalahnya itu kita sudah ada rekomendasi-rekomendasi disana, tergantungBupati untuk menindak lanjutinya,”

aku Inspektur Inspektorat Dompu, Ir. H. Moh Syaiful HS, M.Si yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/8). Atas adanya kerugian negara itu pihak perusahaan telah menyatakan menjamin rumah dan perlengkapan lainnya untuk mengganti kerugian negara yang ditimbulkan. Dengan demikian prosesnya diserahkan ke majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti rugi (TPTGR) yang dikamandoi Sekda Dompu. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa anggaran itu digunakan untuk operasional perusahaan, namun diduga ada yangdisalahgunakan. “Normatifnya itu kalau sudah

direncanakan untuk operasional perusahaan, misalnya kegiatan yang direncanakan pembelian gabah ya harus beli gabah. Dari LHP sendiri ada yang dilakukan, ada yang tidak. Yang pasti kita sudah periksa dan sekarang ini kita sudah membentuk tim tindak lanjut,” ungkapnya. Dari sela waktu dua tahun itu kata Moh. Syaiful, ada beberapa pihak perusahaan yang sudah dan belum melakukan pengembalian kerugian negaranya. Sementara Sekda Dompu, H. Agus Buhari, SH., M.Si., yang dikonfirmasi, Rabu (30/ 9) kemarin membatah telah terjadi penggelapan dana operasional perusda, itu hanya

pinjaman sementara direktur pemasaran. “Dan dia sudah membuat surat pernyataan sanggup mengembalikan, itu kan perusahaan darah yang dipisahkan, aset yang diperusahaan itu jadi itu oleh perusahaan,” ujarnya. Pihaknya belum bisa menindaklanjuti persoalan ini karena belum menerima laporan resmi pihak terkait. Dan karena ini perusahaan maka kekayaanya terpisah dengan kekayaan pemerintah daerah sehingga permasalahanya harus diselesaikan diinternal perusahaan.”Nanti saya akan panggil direktur untuk menindaklanjuti. Kalau ada penyalahgunaan pasti akan disikapi,” pungkasnya. (jun)

Penegak Hukum dan Pemda Ambil Sikap

Taliwang (Suara NTB) Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat akhir-akhir ini risau dengan maraknya aksi pencurian ternak yang terjadi di wilayah tersebut. Meskipun sampai dengan saat ini belum ada satupun warga yang merasa kehilangan ternaknya, tetapi kondisi tersebut sudah menjadikan warga sekitar resah. Pasalnya, kawanan para pencuri tidak segan-segan melakukan pengerusakan kandang-kandang milik warga sekitar sekaligus melakukan pengancaman dan pemaksaan apabila ada masyarakat yang melawan. “Sudah dua minggu ini kita

terus diserang oleh para kawanan pencuri ternak ini. Apalagi para pencuri ini sering mengancam dan memaksa warga sekitar apabila ada yang menghalangi aksi mereka. Tetapi yang jelas, para pelaku ini bukan dari Sumbawa Barat melainkan dari pulau seberang, “ ungkap Kades Kokarlian M. Dahlan kepada Wartawan di Masjid Agung Darussalam, Rabu (30/8) kemarin. Kondisi ini kembali diperparah dengan letak desa yang sangat strategis dan memudahkan para kawanan pencuri ini untuk mengangkut hasil curiannya. Apalagi para pelaku ketika melakukan aksi tidak pernah sendiri melainkan selalu dilaku-

kan secara bergerombol. Begitupun dengan alat yang digunakan oleh para pelaku, selain senjata tajam, para pelaku juga kerap membunyikan sesuatu yang mirip dengan suara senjata rakitan, sehingga masyarakat ketakutan untuk mendekat dan menangkap kawanan pencuri ini. “Tadi malam kita sempat amankan kendaraan yang diduga digunakan oleh para pelaku ini. Sebelum penemuan kendaraan ini juga, kita sudah dipusingkan dengan aksi kawanan pencuri ini dan khusus di di Desa Kokarlian dan Desa Senayan sudah ada dua kali kejadian,” imbuhnya. (ils)

DP3A Bentuk Aktivis PATBM Dompu (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu mulai melakukan upayaupaya preventif untuk menekan kasus kejahatan anak. Salah satunya dengan membentuk aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Aktivis gabungan dari berbagai elemen di desa itu diharapkan bisa menjadi penyambung lidah pihaknya dalam mengurangi angka kejahatan anak. “Saat ini kita bentuk di Desa Matua Kecamatan Woja, dan sebelumnya sudah kita bentuk di dua desa yaitu Desa Mbawi dan Oo,” kata Kabid Perlindungan Anak DP3A, Rahman, Skm., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (30/8). Kasus kejahatan yang melibatkan anak sudah cukup tinggi, dari Januari-Agustus 2017 ini data realnya tercatat 81 kasus, baik itu kasus yang mengorbankan atau dilakukan anak. Seperti pencabulan, penganiayaan, pemerkosaan, pencurian dan sebagianya. Sehingga dianggap perlu untuk membentuk aktivis PATBM.

Hal tersebut lanjut Rahman, juga selaras dengan kebijakan menteri PPA Tahun 2016 untuk mengembangkan program PATBM di 136 desa di Indonesia. “Termasuk Desa Tembalai dan Kareke itu adalah desa pilot proyek mereka untuk bisa ditularkan kepada desa-desa lain, mengingat Dompu ini tinggi juga untuk kasus kekerasan anak, data real yang kita list ini untuk Tahun 2017 ada 81 kasus,” ungkapnya. Dalam pelaksanaan tugasnya PATBM ditutut mampu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadinya kasus kejahatan anak, baik melalui sosialisasi maupun pembentukan kelompok peduli anak ditingkat dusun. Sehingga dengan keterlibatan aktif masyarakat ini tumbuh rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan generasi bangsa. “Generasi-generasi muda itu harus dilibatkan dalam kegiatan yang sifatnya positif, mengubah norma sosial masyarakat yang selama ini mengabaikan kekeran,” pungkasnya. (jun)


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 9


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 10

PEMKOT MATARAM RESMI LAUNCHING

MATARAM SMART CITY

Sekda Kota Mataram sedang ujicoba system Smart City

Mataram (Suara NTB) Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Mataram pada 31 Agustus 2017, Pemerintah Kota Mataram resmi menerapkan program Mataram Smart City (Kota Pintar). Tekad ini didasari atas keinginan memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat dan memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan perangkat daerah Penerapan Program Smart City sejalan dengan kerangka pembangunan global yang dituangkan dalam Sustainable Develepment Goals (SDG’s) dari PBB yang salah satunya yaitu menciptakan perkotaan dan permukiman yang inklusif, aman, berdaya tahan dan berkelanjutan. Pada skala nasional, hal ini sejalan dengan Kota Masa Depan Indonesia yaitu Kota Berkelanjutan dan Berdaya Saing 2015-2045 yang

salah satu pilarnya yaitu Kota Cerdas yang Berdaya Saing dan Berbasis Teknologi. Pilar Kota Cerdas dijabarkan menjadi komponen Smart Economy, Smart People, Smart Governance, Smart Mobility, Smart Environment dan Smart Living. Indikator Smart Governance adalah transparansi dan keterbukaan data, mendukung kebijakan permintaan dan penyediaan (supply and demand) serta penerapan teknologi informasi dan komunikasi dan e-gov. Ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram sejalan dengan tujuan pengembangan Kota Pintar yaitu untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan memanfaatkan teknologi dan informasi perkotaan guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan memenuhi kebutuhan warga perkotaan. Information and communication Technology (ICT) memu-

ngkinkan pejabat daerah untuk berinteraksi secaara langsung dengan warga serta dengan perangkat daerah lainnya serta untuk memonitor apa yang terjadi di perkotaan, bagaimana kota berkembang dan bagaimana memungkinkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Penerapan Mataram Smart City yang berkelanjutan akan diproyeksikan melalui Sistem Pengelolaan Keuangan dan Perencanaan, Sistem Monitoring, Sistem Pengelolaan SDM (e-SDM) dan Sistem Pengelolaan Administrasi (e-office). Dalam pengelolaan e-office sendiri, akan diterapkan beberapa diantaranya adalah e-PATEN, Aplikasi LAPOR, Perijinan Online (e-MOLAH), SMS Gateway, Call Center 112 dan Mataramku Lapor. Sebagai langkah persiapan awal penerapan Mataram Smart City, Pemerintah Kota Mataram telah men-

jalin kemitraan dengan PT. Tower Bersama Grup (TBG) untuk mengembangkan beberapa aplikasi Smart City. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya training aplikasi Smart City yang diikuti oleh praktisi IT. Kegiatan lainnya adalah studi banding ke Kota Tangerang Selatan Banten dengan tujuan menggali informasi dan mempelajari seluruh mekanisme yang dilakukan untuk penerapan Mataram Smart City. Selanjutnya dilaksanakan pula rapat koordinasi internal Pemkot Mataram serta sosialisasi dan permintaan komitmen kepada seluruh Kepala OPD terkait untuk menerapkan Mataram Smart City. Dengan keterbatasan dan kendala yang ada, Pemerintah Kota Mataram bertekad menerapkan Mataram Smart City dengan cara yang ‘Smart”, dengan komitmen bersama antar semua pihak.

Dirgahayu Kota Mataram ke-24. Jadikan Kota Mataram sebagai Kota Kita Bersama

RUANG COMMAND CENTER

TRAINING OF TRAINERS APLIKASI SMART CITY

OPERATOR MATARAM SMART CITY

Studi banding ke Kota Tangerang Selatan Banten

Training aplikasi Smart City yang diikuti oleh praktisi IT

RAPAT KOORDINASI MATARAM SMART CITY

SOSIALISASI DAN BINTEK LAPOR

Tampilan Dashboard Command Center


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Halaman 11

Kerjasama Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

Catatan Prestasi

Butuh Kerja Keras karena Mataram Kota Kita Mataram (Suara NTB) Segudang prestasi telah ditorehkan Kota Mataram diusianya yang ke - 24 tahun baik tingkat provinsi maupun nasional. Penghargaan ini tidak lepas dari pengelolaan sistem pemerintahan yang baik dibawah kepemimpinan pasangan H. Ahyar Abduh - H. Mohan Roliskana. Dua periode kepemimpinannya ( 2010 - 2015 dan 2016 - 2021) pasangan Walikota dan Wakil Walikota Mataram dikenal dengan jargon AMAN Jilid II menghasilkan penghargaan sebagai berikut. Sertifikat ISO 9001 - 2008 Bidang Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil, Penghargaan Penyelenggaraan Penerapan KTP elektronik, IPHI Award 2016 Bidang Kepedulian

Lingkungan Hidup, Penghargaan WTP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2015. Selanjutnya, Piagam Citra Satelit Resolusi Tinggi dari Badan Informasi Geopasial Indonesia RI, National Procurement Award 2016 Kategori Komitmen 100 Persen e - Procurement untuk Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Peringkat I Keterpaduan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016 oleh Kementerian PUPR, Kota Peduli HAM 2016. Kemudian, Penghargaan Atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2015. Peringkat I Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Pemkab - Pemkot se - Provinsi NTB 2016. Penyerahan Sertifikat Penghargaan Pengurangan Resiko Bencana dari SiTRRD, Penghargaan Pengem-

bangan Ekonomi Kreatif pada Musrembang Provinsi NTB 2017. Juara I Stand Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi NTB ke XV, IPHI Award Terbaik Tingkat Nasional 2017 Bidang Pemberdayaan Umat, Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2016 Kategori Kota Sedang oleh Wapres, Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM, dan Piala Adipura yang jadi kebanggaan setelah tujuh tahun puasa menoreh prestasi dalam pengelolaan lingkungan tersebut. Meskipun telah mendapatkan prestasi demikian, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh lantas tak besar kepala atau merasa diatas angin. Menurutnya, prestasi itu sesungguhnya keberhasilan masyarakat. Seperti penghargaan Adipura dan juara I Lomba Kelurahan Terintegrasi Tingkat Nasional. “Saya kira itu reward saja untuk Kota Mataram karena keberhasilan itu kan dari masyarakat,” jawab Walikota. Penghargaan itu sambungnya, bisa jadi motivasi bagi pejabat di Pemkot Mataram untuk bekerja keras mempertahankan prestasi tersebut. Sebab, tantangan kedepan semakin berat se-

hingga sejak awal ia meminta pejabat meningkatkan kinerja. Sejak awal, ia memberikan pemberdayaan dengan meningkatkan peran kelurahan terkait tupoksi mereka. Baik itu, aspek peningkatan sumber daya manusia, anggaran, dan berbagai urusan telah dilimpahkan. “Bisa saja anggaran bisa ditambah kembali menunjang kinerja di kelurahan,” tambahnya. Walikota menegaskan, penghargaan maupun prestasi tersebut membutuhkan ikhtiar dan kerja keras bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Karena, Mataram adalah Kota Kita. (cem/*)

Sertifikat ISO 9001-2008 Bidang Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Penghargaan Penyelenggaraan Penerapan KTP-Elektronik

Sertifikat ISO 9001-2008 Bidang Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2015 dari Menteri Keuangan

Piagam dari Gubernur Prov. NTB sebagai Kabupaten atau Kota Terbaik dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Musrenbang prov NTB 2017

Peringkat I Nasional Keterpaduan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2016 oleh Kementrian PUPR di Jakarta, 8 Desember 2016

Penyerahan Sertifikat Penghargaan Pengurangan Risiko Bencana dari SiTRRRD

Juara I Stand Gelar Teknologi Tepat Guna Tk. Provinsi NTB ke-XV pada 25 April 2017 di Lombok Barat

Penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang diberikan kepada Wakil Walikota Mataram diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM R.I A.A. Puspayoga

Peringkat I Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Pemkab Pemkot se-Provinsi NTB Tahun 2016

Penghargaan WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2015

Piagam Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) dari Badan Informasi Geospasial Indonesia RI tgl 21 Juli 2016.

Piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2016 Kategori Kota sedang oleh Wapres RI tanggal 31 Januari 2017


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Mataram (Suara NTB) Hari ini, Kota Mataram genap berusia 24 tahun. Usia yang telah matang bagi daerah dengan luas wilayah 61,30 km. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ibukota Provinsi NTB memiliki jumlah penduduk 450 ribu jiwa tersebar di enam kecamatan 50 kelurahan. Meski luas wilayah paling kecil dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB, Kota Mataram jadi surga bagi pengusaha. Kepemimpinan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh berpasangan dengan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana segala pencapaian telah diraih. Investasi meningkat dan pendapatan asli daerah melonjak drastis. Peningkataninibisadilihatdari pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. Pada tahun anggaran 2016, laju pertumbuhan ekonomi Kota Mataram adalah sebesar 8,06 persen, naik dari tahun 2015 sebesar 7,99 persen.

Hal ini diiringi pula dengan laju pertumbuhan investasi yang naik dari angka 12,96 persen di tahun 2015 menjadi 13,30 persen tahun 2016. Dari Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Mataram mengarah kepada kota dengan struktur jasa (Service City), dimana Kota Mataram yang menjadi Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai fungsi-fungsi utama sebagai pusat pelayanan bagi kegiatan perdagangan,jasadanpariwisata,sebagai pusat pelayanan bagi kegiatan pemerintahan dan fasilitas sosial,pusat pelayanan bagi kegiatan perdagangan serta pusat kegiatan bisnis. Ditangan dingin pasangan H. Ahyar Abduh - H. Mohan Roliskana dari target PAD dilima tahun kepemimpinannya 2010 - 2015 ditargetkan Rp 100 miliar. PAD tingkat kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan dapat dilihat dari perkembangan PAD, juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 PAD Kota Mataram terealisasi sebesar Rp 225,07

milyar dari target sebesar Rp 215,59 milyar. Sedangkan pada tahun 2016, PAD Kota Mataram terealisasi sebesar Rp 288,46 milyar , melewati target sebesar Rp 279,67 miliar. Bahkan,terakhir mencapai Rp 360 miliar. Disamping itu, laju inflasi tahunan Kota Mataram terus berhasil dipertahankan. Di tahun 2016 laju inflasi berada pada angka 2,47 persen, jauh menurun dari tahun 2015 sebesar 3,25 persen. Laju inflasi tersebut berada pada posisi dibawah angka rata-rata inflasi Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nasional. Selanjutnya, dari sisi kemampuan mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mengedepankan prinsip Good Governance (Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik) mendukung terlaksananya berbagai program pembangunan. APBD dikelola sebagai Government Spending dan diarahkan sebagai stimulus bagi perkembangan perekonomian daer-

ah. Anggaran Pendapatan Kota Mataram sendiri mengalami peningkatan dari tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 1,21 triliun lebih menjadi Rp 1,35 triliun lebih pada tahun anggaran 2016. Dari target tersebut, realisasi pendapatan meningkat di tahun 2015 sebesar Rp 1,18 triliun lebih menjadi Rp 1,39 triliun lebih di tahun 2016. Demikian pula anggaran belanja daerah mengalami peningkatan dari Rp 1,29 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 1,42 triliun di tahun 2016 dengan realisasi sebesar Rp 1,18 triliun pa nggaran 2015 dan pada tahun anggaran 2016 terealisasi sebesar Rp 1,33 Triliun Rupiah lebih. Lalu bagaimana pendapat para tokoh? Mantan Walikota Mataram, Drs. H. L. Mudjitahid mengungkapkan, perkembangan Kota Mataram saat ini sangat luar biasa. Pertumbuhan ekonomi meningkat pesat dan perguruan tinggi banyak. Berbeda halnya saat men-

Halaman 12

jadi kota administrasi pusat perdagangan di Cakranegara masih warung - warung dan hotel baru satu yang skala kecil. “Dulu belum ada lampu stop seperti sekarang. Kalau mau kita pasang harus hitung dulu berapa kendaraan yang lewat,” kenangnya. Secara fisik juga luar biasa. Sekolah tinggi swasta tersebar dimana - mana. Fungsi kota sebagai pusat pemerintah telah terpola. Pusat pendidikan juga demikian. Selain itu, tumbuhan, perumahan - perumahan baru serta kompleks pertokoan dan mall. “Luar biasa dan kita bersyukur,” katanya. Namun demikian, Miq Mudji sapaan akrabnya memberikan masukan ke Pemkot Mataram. Pertama, harus disikapi pengendalian penduduk. Sepengetahuannya, penduduk Kota Mataram hanya 276 ribu jiwa dengan luas wilayah 72 km2. Diasumsikan dengan luas itu masyarakat bisa hidup nyaman, bernafas longgar dengan ruang hi-

jau mencukupi menurutnya perhitungan penduduk di Mataram tidak lebih dari 367 ribu. Sementarasaatinikatadia,arus urbanisasi tinggi. Sehingga, perlu ada kebijakan kerjasama dengan Pemkab sekitarnya bahwa orang orangyangbekerjadiMataramtinggal perlu tinggal di kota atau dipikirkan hunian vertical. “Jika tidak begitu semakin sesak kota ini,” terangnya. Kedua, pertumbuhan ekonomi tinggi memiliki tentu memiliki dampak negatif. Diantaranya, persoalan sampah, narkoba, dan ketertiban masyarakat. Kedepan, ia menyarankanPemkotlebihmenggerakan masyarakat jadi subjek bukan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan kedinasan. Mustahil kata Miq Mudji, sampah dan persoalan sosial apapun bisa selesai tanpa keterlibatan masyarakat. “Mumpung lebih kecil dan masyarakat memegang teguh adat,” demikian ujarnya. (cem/*)

Walikota Mataram Periode 1978 s/d 1989 Drs. H. L. Mudjitahid

Walikota Mataram Periode 1989 s/d 1999 H. L. Mas'ud

Walikota Mataram & Wakil Wali Kota Mataram Periode 2000 s/d 2010 H. Moh. Ruslan, SH & H. Ahyar Abduh

Walikota Mataram & Wakil Wali Kota Mataram Periode 2010 sampai dengan sekarang, H. Ahyar Abduh & H. Mohan Roliskana


POLHUKAM

SUARA NTB Kamis, 31 Agustus 2017

Halaman 13

Diduga Jadi Kurir Ganja

Seorang Mahasiswa Diciduk Polisi (Suara NTB/ndi)

MENDAFTAR – H. M. Izzul Islam saat mendaftar di PKB diterima langsung oleH.Khudari yang digadang-gadang akan menjadi wakilnya. Tampak Ketua Fraksi PDI-P, Ruslan Turmuzi ikut mengantar Izzul mendaftar ke PKB.

PDI-P Antarkan Izzul Mendaftar ke PKB Mataram (Suara NTB) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) nampaknya sangat serius memberikan dukungan pada bakal calon bupati kabupaten Lombok Barat (Lobar), H.M. Izzul Islam pada pilkada serentak 2018. Sebagai salah satu bukti keseriusannya, PDI-P langsung mengantar Izzul Islam untuk mendaftar di kantor DP PKB Lobar, Rabu (30/8). Kedatangan Izzul Islam ke DPC PKB Lobar, berangkat dari kantor DPD PDI-P, ditemani oleh Wakil Ketua DPD PDI-P NTB, Drs. Ruslan Turmuzi, yang juga kini tengah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPRD NTB, dan sejumlah petinggi DPD PDI-P lainnya. Keikutsertaan PDI-P untuk mengantar Izzul mendaftar ke PKB, sebagai bentuk keseriusan partai berlambang banteng moncong putih itu mendukung Izzul. Sementara itu, dalam pernyataannya, Izzul yang juga sebagai Ketua DPD Partai Perindo NTB, menjelaskan bahwa dirinya merapat ke PDI-P dan PKB, merupakan amanat langsung dari Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hari Tanoe. Karena Perindo dengan PDI-P telah membangun komitmen untuk bersama-sama membangun daerah. “Saya dapat telepon dari istana empat hari lalu, yang menyuruh saya mendekat ke PDI-P dan alhamdulillah itu berjalan lancar. Selanjutnya saya sampailan ke pak Hari Tonoe (HT), dan pak HT langsung ke Said Aqil Siradj (Ketua PB NU),” jelas Izzul mengapa dia memilih kedua partai itu sebagai kendaraannya untuk maju di pilkada Lobar. Pada kesempatan itu, Izzul juga membeberkan kedekatannya dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Izzul mengaku ia sangat kenal baik dengan Muhaimin (Cak Imin), terutama pada saat ia masih bersama-sama duduk sebagai anggota Dwan. Dan ini tentu penghargaan yang luar biasa pada kami, dan PDI-P sudah final, tinggal PKB,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPC PKB Lobar, TGH. Khudari Ibrahim, Lc yang menerima langsung kedatangan Izzul, mengatakan bahwa dengan munculnya Izzul bersama dukungan PDI-P, sudah memberikan titik terang, terkait kepastian bakal calon yang akan tampil. Sebab, sampai saat ini masyarakat masih menunggu. “Banyak orang di Lobar yang galau dan gundah dengan keadaan saat ini. Tapi dengan mendaftarnya Izzul Islam, maka kami akan segera mengirim ke DPP,” jelasnya.(ndi)

Janjikan Masuk Fakultas Kedokteran

Oknum Dosen Diduga Tipu Calon Mahasiswa Mataram (Suara NTB) Seorang oknum dosen Unram, HC (39) diduga menipu dan menggelapkan uang Rp 550 juta. Uang tersebut sebagai uang pelicin masuk fakultas kedokteran. Uang sudah dibayar tapi korban tak juga diterima masuk sebagai mahasiswa. Oknum dosen yang sudah ditahan di Rutan Polda NTB itu tak beraksi sendiri. Pria bergelar magister pendidikan itu bersekongkol dengan oknum advokat, LS (53). HC, warga Sandik, Gunung Sari, Lombok Barat ditangkap Senin (28/8) lalu. Sementara LS, warga Sikur, Lombok Timur diamankan Kamis (24/8). Masing-masing langsung dijebloskan ke penjara. “Sudah diberi surat panggilan tiga kali untuk pemeriksaan sebagai tersangka tetapi tidak diindahkan sehingga dilakukan upaya paksa,” ungkap Wadir Reskrimum Polda NTB, AKBP Nurodin menjawab Suara NTB, Rabu (30/8). Komplotan itu dilaporkan Kahan Kampanye, warga Terara, Lombok Timur yang menjadi korban penipuan seleksi masuk fakultas kedokteran Unram, Desember 2016 lalu. Ia menjelaskan, modus yang dilakukan para tersangka yakni menjanjikan masuk fakultas kedokteran yang dianggap prestisius. Namun, korbannya diminta untuk menyerahkan sejumlah uang terlebih dulu. “Dua pelaku menyanggupi akan memasukkan anak korban ke fakultas kedokteran Unram. Korban sudah menyerahkan Rp 250 juta tetapi ternyata tidak lulus,” jelas Nurodin. Aksi dua tersangka itu pun berlanjut. Korban kembali dijanjikan masuk ke perguruan tinggi berbeda, yakni fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba). “Korban kembali dimintai uang dan diberikan korban Rp 300 juta. Namun setelah ditunggu-tunggu anak korban tidak masuk juga,” beber mantan Kapolres Lombok Tengah itu. Akhirnya korban merasa gerah dan melapor ke polisi. Sampai kemudian dua tersangka diamankan tanpa perlawanan dan segera ditahan di Rutan Polda NTB. Barang bukti yang menguatkan dugaan penipuan tersebut, lanjut dia, antara lain, kuitansi penyerahan uang, serta surat pernyataan antara pelaku dan korban. Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Mataram bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/8), mengatakan secara pribadi ia baru mengetahui hal itu. Ia sudah mengonfirmasi Dekan FKIP Unram, Dr. H. Wildan, dan benar dosen berinisial HC itu merupakan dosen program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. “Saya secara pribadi baru dengar,” katanya. Ia menegaskan, pihaknya sebagai penyelenggara penerimaan mahasiswa baru selalu mengantisipasi penipuan, dengan menyosialisasikannya melalui media massa. Karena tingkat persaingan di Unram sangat tinggi, dan peluang untuk masuk kecil. Dengan demikian umumnya sering sekali dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Namun, katanya, memang ada kekhawatiran dari awal ada oknum yang terkadang berspekulasi menawarkan jasa agar seseorang bisa masuk ke fakultas kedokteran atau prodi tertentu dengan imbal jasa. “Kami tentunya tidak bisa memantau sejauh mana praktik yang demikian ini terjadi, yang kami bisa lakukan adalah langkah preventif, langkah pencegahan, dengan menginformasikan ke masyarakat bahwa tingkat keketatan masuk di Unram memang tinggi,” ujar Wiresapta. Terkait dengan oknum dosen tersebut, Wiresapta menegaskan, pihak Unram akan memberikan sanksi sesuai dengan Undang-undang Guru dan dosen, serta peraturan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya. Termasuk kode etik dosen dan berbagai aturan lainnya. “Kita tunggu prosesnya di penegak hukum dulu. Kami juga koordinasi dengan Dekan FKIP,” katanya. Sementara itu, Wiresapata selaku ketua tim atau koordinator dalam setiap penerimaan mahasiswa baru menegaskan tahu persis prosesnya berdasarkan penilaian yang objektif. Ia menyampaikan, pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) itu ditentukan berdasarkan Pangkala Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dari pusat. Pada SBMPTN juga menggunakan tes tulis, yang keputusan akhirnya ada di panitia pusat. “Tidak ada kemungkinan orang Unram bisa menentukan keputusan lulus, karena itu semua diproses di IT ITB, sebagai koordinator pengelolaan data,” katanya. (why/ron)

Mataram (Suara NTB) – Oknum mahasiswa semester delapan, HR (22) diciduk polisi Rabu (30/8). Mahasiswa Fakultas Hukum Unram itu diduga menjembatani transaksi ganja antarkabupaten. Pelaku digerebek saat dalam perjalanan mengantarkan ganja dari Kediri, Lombok Barat menuju Kuta, Lombok Tengah. Tepatnya saat sedang mengisi BBM motornya di SPBU Labulia, Lombok Tengah sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam penggerebekan itu, pelaku HR membawa paketan ganja yang dibungkus bersama bunga hiasan untuk pengelabuan. Saat digeledah, ditemukan tiga paketan yang salah satunya berisi 58 gram ganja. Ditemukan pula satu poket sabu 0,34 gram. Kawan HR yang berposisi sebagai joki motor terlebih dahulu kabur meninggalkan HR ditangkap polisi. Usai diamankan, pelaku HR digelandang terlebih dahulu ke rumahnya di Gerung, Lombok Barat. Ditemukan sejumlah barang bukti lain terkait narkoba, di antaranya alat hisap sabu. “Ya benar sudah diamankan mahasiswa semester delapan,” ungkap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP I Komang Satra. Pelaku HR sudah diamankan ke Mapolda NTB. Sementara kawan HR masih dalam pengejaran. “Dia terindikasi memiliki dan menguasai ganja dan sabu,” pungkas Satra. (why) (Suara NTB/why)

BARANGB BUKTI GANJA - Suasana penangkapan mahasiswa diduga kurir ganja dan pemeriksaan barang bukti di SPBU Labulia, Lombok Tengah, Rabu (30/8).

Pilkada NTB 2018

Koalisi Parpol Poros Tengah Diduga Terbelah Mataram (Suara NTB)Dukungan sejumlah partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi poros tengah masih belum kompak mengarah ke H. Ahyar Abduh. Partai peserta koalisi poros tengah, yang terdiri dari Partai Gerindra, PPP, PAN, PKB dan Hanura, masih saling tarik menarik dukungan, dan bahkan cenderung terbelah. Hal itu terungkap dari pengakuan Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, M.Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (30/8). Menurut Lalu Hadrian, komunikasi politik terkait arah dukungan diinternal koalisi poros tengah masih belum menemui titik temu. “Betul, masih belum mencapai titik temu,” ujarnya. Ia juga membenarkan bahwa, masih belum tercapainya titik temu soal arah dukungan koalisi poros tengah itu, menjadi alasan di balik penundaan deklarasi Ahyar Abduh, yang direncanakan pada pertengahan bulan Agustus lalu. Namun demikain, Lalu Hadrian memastikan, meskipun belum tercapai kata sepakat terkait sosok figur yang akan didukung, komunikasi politik di internal poros tengah masih berjalan dinamis, dalam rangka mencari kesepakatan. “Kalau komunikasi, poros tengah masih tetap jalan, hanya saja PKB sendiri masih belum menentukan (dukungan). Karena masih melakukan tahap terakhir mekanisme partai,” jelasnya. Sebelumnya, pada minggu kemarin DPW PKB NTB menggelar jumpa pers untuk menegaskan bahwa partai dengan basis massa warga nahdliyin itu, belum sama sekali memutuskan dukungan pada salah satu calon. Oleh karena itu, pada saat itu juga, Lalu Hadrian menegaskan bahwa klaim bahwa PKB telah mendukung Ahyar Abduh yang berpasangan dengan Mori Hanafi, tidak benar.

Dari informasi yang diserap oleh Suara NTB dari sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam koalisi poros tengah itu, bahwa dari lima partai peserta koalisi, tiga di antaranya masih belum final mendukung Ahyar, yakni, PKB, PAN dan Hanura. Namun demikain, isu terkait alasan di balik penundaan deklarasi Ahyar Abduh tersebut karena koalisi poros tengah tidak kompak, ditepis oleh partai Gerindra. Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat, yang juga merupakan kakak kandung dari Ahyar Abduh pada Suara NTB dengan tegas menyatakan bahwa isu itu tidak benar. Menurutnya penundaan itu murni hanya oleh alasan teknis semata, yakni di mana lokasi deklarasi yang direncanakan di Lapangan Umum Kecamatan Mabagik, Lombok Timur, akan digunakan selama satu bulan penuh untuk kegiatan perayaan menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus. Sementara untuk partai koalisi pendukung Ahyar, Ridwan menuturkan sudah final dengan empat partai, yakni Gerindra sebagai pengusung utama, disusul PPP, PKB dan PAN. Koalisi keempat partai itu juga sudah menyepakati untuk mengumumkan secara bersamasama pada saat waktu deklarasi nanti. “Kalau soal calon wakil, itu akan diumumkan oleh nomor satunya nanti, pak Ahyar sendiri nanti yang akan menjawab itu,” pungkasnya. (ndi)

Polisi Tangkap Tersangka Pencuri Laptop Mataram (Suara NTB) Seorang pecandu sabu, AME alias FN (38) nekat mencuri barang tetangganya sendiri. Selain didesak utang, pria asal Kelurahan Karang Baru, Selaparang itu juga menggunakan uang curian untuk membeli sabu. Kapolsek Mataram melalui Kanit Reskrim, Iptu Putu Pujangga menjelaskan, tersangka menurut warga sekitar kerap jadi sasaran bulan-bulanan setiap ada kehilangan. “Setiap ada kecurian, orang ini selalu tidak ada di rumahnya,” ungkap dia, ditemui Rabu (30/8). Persis seperti kasus kehilangan yang menimpa mahasiswa yang tinggal kos-kosan di samping rumah tersangka. Saat korban menginap di lokasi KKN, tersangka mendobrak kamar kos korban dan mengambil laptop 12 inch serta gitar listrik akustik. Usai beraksi, kata Pujangga, tersangka langsung ke Sayangsayang, Cakranegara untuk menjual barang curian tersebut. Laptop dihargai Rp 500 ribu, sementara gitar dilego Rp 300 ribu.

Dalam pengakuannya, tersangka FN menggunakan uang itu untuk membayar utang, sisanya untuk membeli sabu. “Yang Rp 500 ribu saya pakai bayar utang, Rp 150 ribu saya pakai beli sabu di Karang Bagu,” kata FN menjawab interogasi Kanit Reskrim “Saya beli sabu pas saya pengen saja pak. Gak sering pak,” imbuh dia berkilah. Pria yang sudah bercerai dengan istrinya itu sempat kabur ke rumah mantan mertuanya di Batulayar, Lombok Barat. Namun, dapat diciduk tanpa perlawanan saat digerebek di rumahnya. “Waktu ditangkap dia langsung mengaku memang dia yang mengambil barang-barang itu,” sambung Pujangga. Atas peristiwa itu korban merugi Rp 3,5 juta. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. “Sambil juga kita lidik ini penadahnya. Pada saat kita amankan barang buktinya yang bersangkutan dua orang diduga penadah ini tifak ada di rumah,” pungkasnya. (why)

(Suara NTB/why)

DIINTEROGASI - Kanit Reskrim Polsek Mataram, Putu Pujangga menginterogasi tersangka FN dengan barang bukti laptop dan gitar, Rabu (30/8).


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Halaman 14

Bappenda NTB Gelar Pekan Panutan Pajak di Lombok Tengah Praya (Suara NTB) Untuk mensosialisasikan kesadaran wajib pajak bagi para pemilik kendaraan, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB mengadakan Pekan Panutan Pajak di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Rabu (30/8). Acara ini di selenggarakan dihalaman UPTB UPPD Praya Lombok Tengah, Acara ini dihadiri oleh kepala cabang Bank NTB Loteng, Jasa Raharja, Kepolisian, unsur SKPD lingkup loteng beserta kepala desa dan lurah yang ada di Lombok Tengah. Kepala UPTB UPPD Praya Lombok Tengah, Wildan S.E, M.M, merasa bangga karena Pekan Panutan Pajak di Lombok pertama kali diadakan di Lombok Tengah. “Hal ini menunjukkan bahwa Lombok

Foto bersama para wajib pajak teladan

Tengah sebagai pintu gerbang Lombok dari seluruh dunia,” ujarnya dalam sambutannya. Ia juga melaporkan bahwa target penerimaan pajak kendaraan sebesar Rp 4,2 miliar untuk bulan Agustus tahun ini sudah ter-

Kepala Bappenda NTB, H. Iswandi Ibrahim memberikan sambutan

Foto bersama dari kiri, Dandim Loteng, Kepala Jasa Raharja NTB, Wakil Bupati Loteng, Kapolres Loteng dan Kepala Bappenda NTB

capai bahkan mencapai 116%. “Tetapi realisasi tahunan kita baru mencapai 65% yang seharusnya bisa 70%,” tambahnya. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh dukungan dari seluruh SKPD dan komponen masyrakat yang ada agar target bisa terpenuhi. Untuk itu, dalam Pekan Panutan Pajak di Lombok Tengah, UPTB UPPD Praya megadakan berbagai acara yang dapat menarik perhatian masyarakat. “Kita mulai dengan lomba mancing, terus panjat pinang, sampai pesta hiburan rakyat,” kata Wildan. Sedangkan Kepala Bappenda Provinsi NTB, Ir.H. Iswandi Ibrahim, M.Si, menyebut di Lombok Tengah sudah ada 52% wajib pajak yang sudah membayar. ‘’Sisanya sebesar 48% masih belum membayar pajak yang jumlahnya cukup besar,” ungkapnya. Jika penerimaan pajak tidak

mencapai target, maka pembangunan daerah akan terhambat. Apalagi di Lombok Tengah yang sedang giat membangun. Sementara tahun ini target untuk penerimaan pajak kendaraan Lombok Tengah mencapai Rp 45 miliar. Adanya Pekan Panutan Pajak ini, merupakan media yang tepat untuk mengumpulkan masyarakat. Untuk itu, ia memohon dari semua dukungan dari semua komponen masyrakat terutama kalangan APN. Ia juga memohon dukungan dari kepala desa yang hadir serta Bhabinkamtibnas untuk mengajak warganya taat membayar pajak. “Nanti mereka yang akan mendatangi langsung ke rumah warga untuk mengingatkan membayar pajak,”kata Iswandi. Apalagi untuk di tahun ini, Bappenda memberikan insentif berupa pembebasan denda yang berlaku sampai 31

Kepala Bappenda bersama Wabup Loteng dan tamu undangan

Agustus 2017 dan bebas biaya balik nama kendaraan luar daerah sampai 15 Desember 2017. Sementara Wakil Bupati Lombok Tengah, L. Pathul Bahri, S.IP, dalam sambutannya menyatakan dengan pener-

imaan pajak membantu pembangunan yang dilakukan di Loteng. “Apalagi dengan banyaknya investasi di sini maka jumlah kendaraan akan meningkat,” katanya. Ia juga mengkritisi bahwa masih ada kepala dinas di Loteng yang belum membayar pajak kendaraan. “Saya memerintahkan seluruh SKPD untuk menempatkan diri sebagai panutan dalam membayar pajak kendaraan,” ujarnya. Apalagi mengingat potensi pajak di Loteng termasuk tertinggi nomor 3 di NTB. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada para wajib pajak teladan serta UPPD dengan kinerja terbaik, serta adanya pengobatan dan servis motor gratis bekerja sama dengan dealer motor yang ada di Loteng. (uul/*)

Kepala UPTD UPPD Praya Lombok Tengah, Wildan memberikan laporan

Wakil Bupati Loteng memukul gong sebagai tanda pembukaan Pekan Panutan Pajak di Loteng


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Halaman 15

554 Karyawan AMNT Masuk Eksekusi Program RTK Tahap Pertama Taliwang (Suara NTB) Sedikitnya ada sekitar 554 karyawan dari 2.263 yang sudah mengajukan diri mengikuti program Restrukturalisasi Karyawan (RTK) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di eksekusi dalam tahun ini (2017) untuk tahap pertama. Jumlah ini akan terus berlanjut ke tahap selanjutnya sampai dengan batas kuota yang telah ditetapkan oleh management sekitar 1. 700 orang karyawan. “Hasil pertemuan saya tadi pagi dengan manajemen PT AMNT sudah memberikan penjelasan bahwa dari 2. 263 orang yang sudah mengajukan, yang sudah disetujui untuk tahap pertama sekitar 554 karyawan. Sementara untuk realisasinya, mulai dari Bulan September sampai dengan bulan Desember tahun 2017,” ungkap Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM kepada wartawan, Rabu (30/8) kemarin.

Dijelaskannya, khusus untuk 554 karyawan yang akan dieksekusi tahap pertama tersebut, ada sekitar 36 persen Karyawan lokal Sumbawa Barat. Sementara karyawan yang berasal dari luar NTB sekitar 34 persen. Karena program ini tidak ada unsur pemaksaan, maka kewenangan semua berada di masing-masing individu. Apakah karyawan yang sudah lama bekerja capek atau tidak belum ada yang bisa menjelaskan

apa yang melatarbelakangi para karyawan ini untuk mengambil program ini. “Kita belum pastikan secara jelas apa alasan para karyawan mengambil program RTK ini, tetapi yang jelas tidak ada pemaksaan untuk tetap mengambil program tersebut,” ungkapnya. Sementara terkait dengan beredarnya isu para karyawan ini akan dialihkan ke Mac Mahon, bupati tidak menampik itu semua. Karena ada beberapa kriteria karyawan yang

akan mendapatkan kesempatan pertama untuk kembali bekerja di Mac Mahon. Kriteria khusus tersebut yakni, bagi para karyawan yang bekerja di Mining (penambangan), karena Mac Mahon ini bergerak di Mining maka akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Sementara bagi karyawan yang berada di departement lain tidak ada jaminan khusus apabila sudah mengambil program RTK untuk bisa kembali bekerja. Hanya

saja komitmen perusahaan, sangat kuat dab bersedia untuk memberikan rekomendasi kepada karyawan apabila memilih pekerjaan ditempat lain. “Khusus yang bekerja di Mining, maka akan diberikan kesempatan pertama untuk dialihkan ke Mac Mahon. Karena pada dasarnya, Mac Mahon ini merupakan perusahaan yang akan bergerak di bidang mining,” terangnya.(ils)

”Sangkep Beleq”, Memperkuat Kebijakan Menetapkan Salut sebagai Sentra Kemiri Mataram (Suara NTB) Hutan mempunyai keterikatan yang sangat erat dengan masyarakat, termasuk wilayah hutan kemasyarakatan (HKm) Santong Group, Kabupaten Lombok Utara. Berawal dari kondisi tersebut, difasilitasi oleh WWF Indonesia CT Program maka kelompok HKm dan pemangku kehutanan terkait mengadakan acara Sangkep Beleq atau pertemuan akbar. Sangkep Beleq yang diadakan Rabu (30/8) berlokasi di Desa Salut. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, WWF Indonesia bermitra dengan Koperasi Maju Bersama, Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Lombok Utara. Hadir pada acara tersebut para pemangku kepentingan setidaknya 250 orang diantaranya dari DPRD Kabupaten, Dinas Koperasi dan Perindustrian Kabupaten, Kepolisian, Desa, LSM, Ketua blok dan anggota kelompok/penggarap HKM Santong, hingga pengusaha Kemiri dari Pancor Dao Kemiri. “Tujuannya adalah untuk melakukan konsolidasi petani dalam rangka pengembangan kemiri,” kata Arya Ahsani Takwim, Officer Forest WWF IIndonesa, Rabu (30/8). Saat ini hutan Santong dikelola oleh petani yang tergabung dalam empat wilayah HKm, yaitu Santong, Selengen, Salut, dan Mumbulsari. Keempat wilayah hutan ini, telah mendapatkan ijin HKm dari Bupati untuk mengelola areal seluas 758 Ha. Penetapan 4 wilayah ini menjadi HKm didasarkan pada SK Menhut No: 447/Menhut-II/2009. “Bagi pemerintah, HKm dianggap sebagai solusi untuk menghilangkan penebangan liar dan aktivitas illegal lainnya. Masyarakat yang mendapat izin mendapat kepastian hukum untuk mengelo-

la lahan yang harus benar-benar dimanfaatkan,” ujarnya. Sayangnya salah satu masalah utama yang dihadapi oleh banyak HKm di NTB adalah tidak berjalannya fungsi ekologis dari kawasan hutan. Bahkan banyak HKm ditengarai menjadi sumber bencana. Karena masyarakat pengelola HKm dengan merubah hutan menjadi lahan – lahan pertanian produktif. “Tetapi tidak semua HKm di NTB tergambar seperti itu. HKm Santong contohnya, semula adalah padang alang-alang atau kondisi pada umumnya hutan produksi di NTB,” jelasnya. Sejak 2016, kelompok HKm Santong yang tergabung dalam Koperasi Maju Bersama Desa Santong didampingi oleh WWF Indonesia CT Program melalui dukungan MCA – Indonesia telah melakukan rekonstruksi sosial, penguatan kapasitas kelompok tani yang mengelola kawasan hutan produksi dengan mengembangkan program HHBK berkelanjutan. “Hasilnya, pengelola HKm dikawasan ini telah mampu mengembangkan hutan dengan kegiatan produktif HHBK yaitu dengan mengembangkan Kemiri,” sebut Arya. Berdasarkan data WWF 2016, diketahui bahwa pada wilayah ini terdapat potensi HHBK kemiri sebesar 500 ton per tahun. Potensi ini telah diolah menjadi kemiri kupas dan minyak kemiri. 3 kg kemiri gelondongan (Rp.6.000 per kg) mampu menghasilkan 1 kg kemiri kupas (Rp.25.000) atau 4 botol minyak kemiri (Rp.25.000 per botol). “Sehingga bila kesemuanya diolah menjadi kemiri kupas akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sedikitnya 2,2 miliar dan bila diolah menjadi minyak kemiri akan menghasilkan 6,6 miliar,” ungkapnya. Melihat besarnya potensi ini,

(Suara NTB/ist_wwf)

SANGKEP BELEQ - Pertemuan akbar (Sangkep Beleq) di Desa Salut dalam rangka konsolidasi petani untuk pengembangan Kemiri dukungan Desa, BUMDES, Pemprov, Pemkab, pengusaha dan legislatif sangat diharapkan untuk mempercepat tumbuh kembangnya bisnis HHBK Kemiri di Kabupaten Lombok Utara dan umumnya dikawasan Rinjani. Abdul Gani selaku Anggota DPRD KLU mengatakan, ada banyak potensi sumberdaya hutan yang ada di hutan kemasyarakat. Kemiri sebagai salah satu produk hasil hutan di Salut memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena itu, perlu didukung baik sarana, prasarana maupun dukungan permodalan. Kami di legislatif akan mendukung penuh program ini. Dan kami harapkankan eksekutif di KLU mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Salut,” katanya. Disinggung terkait dengan potensi HHBK lain seperti bambu, Mustawa, mantan Sekdes Salut menjelaskan, ada banyak bambu yang keluar dari HKm. Semua dijual oleh petani dalam bentuk bahan baku, tidak ada yang diolah menjadi kerajinan atau berugak. Agenda dalam Sangkep Beleq ini

adalah dialog multipihak, antara masyarakat dengan pemerintah dan kalangan swasta. Dari dialog para pihak ini telah dirumuskan kesepakatan, pertama politik anggaran oleh DPRD Kabupaten Lombok Utara untuk memastikan kemiri menjadi produk unggulan di Lombok Utara. Komitmen pembangunan jembatan penghubung dua desa antar Desa Selengen dan Desa Salut untuk mempercepat proses transaksi kemiri pada tahun 2018. Dukungan penganggaran untuk modal Kemiri oleh Bumdes Salut sebesar 50 juta dan akan diserahkan oleh Desa Kepada BUMDES pada September 2017, penyediaan Peraturan Desa Salut tentang pengelolaan hutan dan air, penyediaan peralatan pengolahan dan pengemasan serta sertifikasi Kemiri oleh Diskoperindag KLU, pengusaha Pancor Dao siap menampung seluruh produk kemiri yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Terakhir, WWF Indonesia akan memfasilitasi penguatan kapasitas dan keterampilan kelompok masyarakat pengelola baik Kemiri dan Bambu. (ars)

Hasil LKPM, Realisasi Penanaman Modal di KSB Capai Rp 52 Triliun HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR4201SJ NOKA/NOSIN : MHIHB621X7K212404/HB62E1214392 AN. RINA OVIANTARI HILANG DISEKITAR JL. ADI SUCIPTO AMPENAN HILANG STNK R2 HONDA DR5735CI NOKA/NOSIN : MH1JFH116EK138253/JFH1E1139525 AN. RINA OVIANTARI HILANG DISEKITAR JL. ADI SUCIPTO AMPENAN HILANG STNK R2 HONDA DR3674HI NOKA/NOSIN : MH1JF8118BK385429/ JF81E-1382511 AN. HIEMAN HILANG DISEKITAR JL. ADI SUCIPTO AMPENAN HILANG BPKB R2 HONDA DR2927 NOKA/NOSIN : GD002-01273/GDE-1001080 AN. PEMDA PROV. NTB BPKB : 8061388.O HILANG DISEKITAR KANTOR PEMDA PROV. NTB HILANG STNK R2 HONDA BEAT DR3912BT NOKA/ NOSIN : MH1JF5115AK648974/JF51E-1644104 AN. SUPRATMAN HILANG DISEKITAR JL. MAJAPAHIT KOTA MATARAM

Taliwang (Suara NTB) Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP ) Sumbawa Barat menyebutkan realisasi inRUPA-RUPA vestasi berdasarkan hasil LapKRIDA TOYOTA MTR, dpt- oran Kegiatan Penanaman kn Prgram Khusus bln Modal (LKPM) sampai dengan Agsts,Diskon Pluhan Jt akhir bulan Juli mencapai anRupiah,Prgrm DP murah,- gka Rp 52 Triliun. Jumlah ini, Gratis Jasa Service s/d 3th/ diprediksikan akan terus men50rb KM,Ayo Buruan,Info&- ingkat seiring dengan mulai Pmesanan Hub Hery Toyota dikenalnya Sumbawa Barat 081907921999,Beli Toyota In- oleh para investor baik lokal gat Hery,Melayani dgn Pasti. maupun mancanegara. Kepala DPMP-PTSP SumbaDAPUR BU’ANI mnydiakan wa Barat Drs. Hajamuddin MM ayam rumpak,ceker balado,pkt kepada Suara NTB, Rabu (30/8) mkan siang mulai 12rb,aneka kemarin mengatakan berdasarmcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan SALON Agung,tlp.087864657127 Al Beauty Salon & Spa, PURI MAMA, Menyewakan promo : pkt full body treatToyota Hiace, muat hingga 16 ment terlaris ONE DAY Orang dengan supir,penyewaan SPA(13 trtment) hnya 250rb bisa disewa terpisah, bisa ar- free fc antiaging 135rb,pkt madanya saja, Informasi plangsing (fc strika penyewaan, Hub : 082266194177 wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free GameHouse: MELAYANI msker rmbt stlh 3hr, PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT Hp: 081907050543 PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PEN- Yanti Salon & Spa menerima : DIDIKAN NO. 2 (UTARA KAM- prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok PUS AMM) HP. 085858403130 wjah =80rb, SPA pkt II : body scrub,totok Airlangga Fotocopy Meneri- mssage,body wjah,Ratus Vagina : 105rb, ma: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Lami- Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. nating dan Menyediakan alat tu- 081917913809 lis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up 30 Gomong HP. 081803740769 & sanggul,ptng rmbut & kritV Laundry Menerima: cuci set- ing, Pnywaan pkaian adat rika, cuci karpet, cuci boneka,cuci ank-ank&dwsa, sewa mobil gorden, cuci tas + sepatu DLL. a n t i k , & d e k o r a s i . j l . j n d r l Alamat. JL. Airlangga No. 30 sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311Gomong HP. 081803740769 441(Hj.Ninik Ridwan) Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

SALON

KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4

AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836

SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha

kan hasil evaluasi dari LKPM tercatat ada sekitar Rp 52 triliun investasi yang terjadi dari awal tahun 2017 hingga bulan Juli. Jumlah tersebut masih didominasi oleh sektor tambang khususnya PT AMNT dan non LKPM sekitar Rp 381 miliar. Sementara untuk sektor lain, seperti sektor pariwisata dimana pertumbuhan hotel, vila, bungalow, dan restoran terus berkembang mulai dari Poto Tano sampai kecamatan Sekongkang. Sektor kelautan dan perikanan juga terus menggeliat begitupan juga dengan sektor perdagangan, perkebunan dan peternakan. “Insya Allah kedepan kita juga berharap untuk sektor industri (PT Kawi) pembuatan galangan kapal juga bisa memberikan kontribusi maksimal,” ungkapnya. Dikatakannya, geliat investasi tersebut dianggap

LOWONGAN AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBTHKAN Kryawati untk Salon Kecantikan.Diutamakan yg Mnguasai Smua Prwtan Rambut dan Kulit. Brpngalaman Mnimal 1 Thn dibidangnya. Brpnampilan Mnarik usia 18-30 Thn dan Mmiliki Kndraan Sndiri. Berminat hub. Yuni Salon Jl. dr. Stomo No. 18 Krg. Baru, Mtrm. HP : 087865155031 DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

masih belum maksimal karena untuk proses pengurusan perizinan yang ada belum maksimal. Hal ini bukan hanya terjadi ditingkat kabupaten melainkan di tingkat provinsi juga mengalami kendala. Salah satu contoh misalnya, untuk mendapatkan rekomendasi izin pemanfaatan ruang, dinas terkait masih membutuhkan waktu yang cukup lama dari tiga sampai empat minggu. Kemudian untuk rekomendasi izin pemanfaatan ruang yang sudah menjadi kewenangan provinsi baik itu sektor pertambangan, kehutanan dan kelautan masih membutuhkan waktu tiga sampai dengan empat bulan lamanya. “Inilah yang menjadi kendala sehingga potensi investasi yang seharusnya bisa ditarik ke Sumbawa Barat tidak bisa maksimal,” tandasnya. Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM yang ditemui secara terpisah mengatakan, realisasi investasi tersebut sudah sangat baik. Tetapi kenapa tidak untuk meningkatkan jumlah investasi yang ada saat ini. Kalaupun ada kendala di proses periz-

LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela.

inan, maka untuk pengurusan izin yang ada di tingkat Kabupaten, tidak ada alasan untuk tidak mempercepat prosesnya. Bahkan proses perizinan yang memakan waktu cukup lama merupakan cara kuno yang harus dihilangkan. (ils)

SALON AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya) Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 16

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Halaman 17

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


Kamis, 31 Agustus 2017

SUARA NTB

Halaman 18


SUARA NTB

Kamis, 31 Agustus 2017

Inspektorat ’’Deadline’’ Penyelesaian 60 Hari Dari Hal. 1 Dari jumlah itu, sebanyak 18 rekomendasi yang telah diselesaikan, dengan nilai Rp 279.970.784 atau 5,24 persen. Sementara, 8 rekomendasi yang belum selesai ditindaklanjuti nilainya cukup besar mencapai Rp 5.061.168.050 atau 94,76 persen. Terkait temuan ini, Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si memastikan timnya sedang turun lapangan melakukan penagihan ke entitas. Sekaligus mengecek kondisi para pihak yang berutang atau bertanggung jawab mengembalikan kerugian negara. Ini ditemukan di sejumlah OPD. “Misal, menurut laporan Sekwan (DPRD NTB), klaim asuransi atas keterlambatan pengerjaan Gedung DPRD berpotensi tidak bisa dicairkan, karena sudah lewat masa klaim. Padahal sebelumnya sudah dilakukan klaim oleh pihak PPK atau KPA Sekwan,” kata Ibnu Salim. Atas temuan ini, pihaknya perlu berkoordinasi dan melakukan kajian lagi sehingga tetap dilakukan penagihan atau diusulkan pada status 4. ‘’Kategori tindak lanjut LHP BPK status 4 itu maksudnya tidak dapat ditindak lanjuti dengan alasan yang sah,’’ jelasnya. Terkait LKPD tahun 2016 itu, semua OPD dipastikannya sudah ada komitmen dan pernyataan dalam masa 60 hari kerja akan dituntaskan. “Nah ini penyetorannya berjalan sampai dengan Desember, seperti RSUP dan OPD

lainnya,” sebutnya. Lanjut Ibnu, masa 60 hari pengertiannya tidak saja pengembalian, akan tetapi juga komitmen berupa pernyataan waktu yang ditetapkan untuk penyelesaian kerugian negara. Intinya, pihaknya sedang berikhtiar keras untuk mengembalikan kerugian negara atau kerugian daerah tersebut. Tunggakan yang lawas, akan diusahakan semaksimal mungkin, namun jika mentok, maka akan memanfaatkan tindak lanjut LHP status 4 tadi. ‘’Karena sebenarnya banyak sekali item lama yang layak diusulkan ke kategori ini,” jelasnya. Atas dasar itulah timnya diturunkan untuk menagih sekaligus mengecek agar akurasi dan validasi kondisi entitas yang akan ditetapkan. Apakah memenuhi syarat diusulkan kategori 4 atau tidak. Sementara data BPK sebelumnya, temuan kerugian negara yang belum diselesaikan dari beberapa tahun lalu sampai tahun 2005 total sebesar Rp 97,5 miliar dengan 1.378 rekomendasi. Pada tahun 2005 saja ada 31 rekomendasi dengan kerugian negara mencapai Rp 41,7 miliar. Namun yang telah tuntas ditindaklanjuti hanya 26 rekomendasi senilai Rp 18,5 miliar. Sedangkan yang masih dalam proses masih ada 4 rekomendasi senilai Rp 3,9 miliar. (ars)

”Grand Fondo New York Championship” Asia Digelar di Lombok Dari Hal. 1 Ada pula kategori pasangan putra dan putri. Dalam kategori ini pasangan harus finish dalam rentang waktu 30 detik. Kategori terakhir yaitu regu, dimana pesertanya lebih dari satu orang. ‘’Sebagai hadiahnya, sebanyak 20 persen finisher pertama dari tujuh nomor untuk kategori individu berhak untuk ikut GNFY di New York tahun depan dan berhak pula untuk start di first corral,” ujarnya. Event ini juga bekerjasama dengan Polda NTB. Sebanyak 1.023 personel disiapkan untuk melakukan pengamanan. Beberapa ruas jalan akan ditutup dengan pengamanan dari kepolisian. Masyarakat diharapkan turut menyukseskan kegiatan ini. Sebab ini menjadi salah satu bagian dari promosi wisata NTB. ‘’Ini menjadi bagian dari sport tourism. Kita ingin Lombok ini juga dapat dinikmati keindahannya bagi pecinta

sport. Ini salah satunya melalui GNFY. Semoga para peserta merasa nyaman dan senang saat berada di sini,’’ harap Faozal. Beberapa negara yang akan mengikuti GFNY, Amerika, Selandia Baru, Italia, Norwegia, Polandia, Skotlandia, Jepang, Inggris, Mexico, Korea, Thailand, Australia, Singapura dan negera-negara lainnya. GFNY Indonesia di Lombok tahun ini diikuti oleh 40 persen peserta GFNY Malaysia yang telah digelar pada 23 April 2017. Sementara untuk tahun berikutnya akan diselenggarakan di Bali pada 4 Februari 2018. GFNY merupakan event balap sepeda sejauh 160 kilometer untuk Grand Fondo dan 80 kilometer untuk Medio Fondo. Lebih dari 5.000 peserta dari 90 negara biasanya mengikuti event ini di New York dengan slogan ‘’be a pro in a day’’. (lin/*)

Beri yang Terbaik untuk Mataram Dari Hal. 1 Sebagai bangsa yang tetap menghargai dan tidak melupakan sejarah, maka proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah ini, telah dimulai dengan kerja keras dan perjuangan oleh tokoh pembangunan Kota Mataram yang secara silih berganti telah memimpin Kota Mataram dengan kontribusi dan pengabdian karya nyata dalam membangun Kota Mataram. Dimulai dengan kepemimpinan Drs. H. Lalu Mas’ud pada periode 19931999, kemudian dilanjutkan dengan kepemimpinan Almarhum Drs. H. Moh. Ruslan dari tahun 1999 - 2004, dan dilanjutkan kepemimpinan Almarhum Drs. H. Moh. Ruslan sebagai Walikota Mataram dan H. Ahyar Abduh sebagai Wakil Walikota Mataram pada periode 2005 - 2010. Estafet kepemimpinan Kota Mataram kemudian dilanjutkan oleh H. Ahyar Abduh sebagai Walikota Mataram dan H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH., sebagai Wakil Walikota Mataram periode 2010 sampai dengan sekarang. ‘’Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tokoh pejuang pembangunan Kota Mataram yang telah berjasa, bekerja tak kenal lelah, mengabdi dan berbakti sepenuh hati dalam membangun Kota Mataram yang kita cintai sehingga tercapai Kota Mataram yang maju seperti saat ini,’’ ulas Didi. Momentum hari jadi Kota Mataram ke 24 ini juga bertepatan dengan titik awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram tahun 2016-2021. Oleh karena itulah, dan sejalan dengan tema besar HUT RI ke 72 ‘’Indonesia Kerja Bersama’’, orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini mengajak

semua pihak menguatkan tekad dan komitmen kebersamaan untuk bekerja dan memberikan yang terbaik untuk Kota Mataram tercinta dalam mencapai visi terwujudnya Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya. Segenap komponen masyarakat di Kota Mataram pasti sepakat, dalam menatap masa depan Kota Mataram dengan segala tantangan dan hambatan serta peluang yang akan mewarnai tugas dan tanggung jawab kita, mutlak diperlukan sinergitas dan komitmen yang kuat dari semua pelaku pembangunan untuk bekerja dan melayani masyarakat demi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram. Seiring dengan itu, kerjasama dan komitmen yang kuat antara Pemerintah Daerah dan jajaran DPRD telah membuahkan sejumlah keberhasilan dengan peran dan dukungan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta partisipasi dari seluruh komponen masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan di Kota Mataram. ‘’Terhadap permasalahan yang belum sepenuhnya terselesaikan, kita patut menanamkan tekad dan membulatkan semangat agar ke depan mampu dan segera kita selesaikan dengan memberikan karya terbaik sesuai profesi, tugas dan fungsi masing-masing,’’ ujar Didi. ‘’Akhirnya atas nama keluarga besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Mataram dan seluruh masyarakat Kota Mataram, kami mengucapkan Dirgahayu Kota Mataram Ke-24. Semoga dapat menjadi momentum untuk dapat membangkitkan motivasi kita semua dan masyarakat dari generasi ke generasi untuk berbuat yang terbaik bagi Kota Mataram yang kita cintai,’’ tutupnya. (fit)

Halaman 19

Coca-Cola Tambah Investasi 20 Juta Dolar Amerika di Sumut Mataram (Suara NTB) Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meluncurkan lini produksi terbaru dengan total investasi sebesar 20 juta dolar Amerika di pabrik Medan yang merupakan pabrik terbesar CCAI di Sumatera. Pabrik lini terbaru ini memiliki kapasitas untuk memproduksi 150 juta botol per tahun untuk didistribusi ke seluruh wilayah Sumatera, yaitu: Aceh, Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi. Presiden Direktur CCAI, Kadir Gunduz, meresmikan fasilitas terbaru tersebut bersama Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan Menteri Ketenagakerjaan yang diwakilkan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Haiyani Rumondang. ‘’Selama tahun 2017 kami telah menanam investasi sebesar 90 juta dolar Amerika di Indonesia,’’ demikian Gunduz pada saat acara peresmian. “Investasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen kami untuk bertumbuh bersama Indonesia. Kami percaya bahwa meski banyak tantangan, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan dengan peluang yang terus bertambah, kami optimis tentang masa depan CCAI di negara yang hebat ini,” imbuhnya. Di awal tahun 2017, CCAI telah meresmikan fasilitas seluas 6 hektare di Pandaan, Jawa Timur, dan lini produksi Affordable Small Sparkling Packaging (ASSP) di Cikedokan, Jawa Barat. Fasilitas di Jawa Timur adalah dalam bentuk Mega Distribution Center keempat setelah

Medan, Bekasi, dan Semarang, serta Packaging Service Division (PSD) kedua setelah Bekasi. Lini ASSP di CCAI Cikedokan merupakan lini ASSP kedua di dunia yang memiliki kapasitas untuk memproduksi botol plastik berkualitas tinggi yang lebih ringan dengan glass coating. Sejak awal beroperasi di Indonesia pada tahun 1992, CCAI telah memiliki 39 lini produksi di 8 pabrik, dan mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan untuk melayani lebih dari 720.000 pelanggan di seluruh pasar tradisional dan modern di Indonesia, sekitar 120.000 diantaranya tersebar di wilayah Sumatera. Saat ini Sumatera Utara, melalui CCAI pabrik Medan, memasok 75 persen dari total volume produksi CCAI untuk seluruh pulau tersebut. Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare ini terdiri dari 5 lini produksi yang memiliki kapasitas 114.000 botol per jam; serta Mega Distribution Centre seluas 1 hektare dengan kapasitas penyimpanan mencapai 8.106 palet atau 9,7 juta botol produk. Komitmen yang kuat untuk terus berinvestasi di berbagai fasilitas baru juga diperkuat dengan komitmen CCAI untuk berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Saat ini CCAI memiliki 8 akademi pelatihan di 7 departemen dengan total 35,000 training days setiap tahunnya. Hingga saat ini sebanyak 46 karyawan CCAI di pabrik Medan telah menerima sertifikasi dari CCAI Supply Chain Technical Academy (SCTA). Salah sat-

DIRESMIKAN: Peresmian lini produksi di pabrik Medan CCAI oleh (ki-ka) Direktur Supply Chain CCAI Gigy Philip, Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz; Menteri Ketenagakerjaan yang diwakilkan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Haiyani Rumondang; team leader line 1 Pabrik Medan CCAI Mulawarman Hutasulut; Kepala Pabrik Medan CCAI, Ilman Sabri. unya adalah Mulawarman Hutasuhut, team leader line 1 yang diresmikan hari ini. Mulawarman memulai karirnya di CCAI pada tahun 2000 sebagai line crew, sejak saat itu karirnya terus berkembang dengan dukungan berbagai program pengembangan kapabilitas yang tersedia untuk karyawan CCAI. “Fokus kami tidak hanya kepada pengembangan kemampuan teknis antar fungsi, tetapi juga kepada pengembangan kepemimpinan untuk para leader dan supervisor. Melalui program ini, kami terus-menerus membangun sebuah tim dengan karyawan yang memiliki

Hasil Survei, Elektabilitas Ahyar Paling Tinggi Dari Hal. 1 Melihat hasil survei, Ridwan mengaku sangat bersyukur karena ternyata popularitas Ahyar paling unggul dibandingkan bakal calon Gubernur NTB lainnya. Ini, katanya, berkat kerja keras semua tim dan juga dukungan dari masyarakat. Kendati demikian, saudara kandung H. Ahyar Abduh ini belum berani berpuas diri terhadap hasil survei tersebut. Karena, swing votters survei tersebut masih cukup tinggi, yakni mencapai 30 persen lebih. Oleh karena itu, Tim Ahyar masih harus bekerja keras. Tapi paling tidak dengan hasil survei tersebut, semakin memacu semangat Tim Ahyar untuk lebih bekerja keras, sehingga bisa memenangkan Pilkada NTB 2018. Dijelaskan Ridwan, dalam survei PolMark tidak saja mengukur kekuatan dan kelemahan Ahyar. Tapi juga mengukur sejauh mana kekuatan lawan dan mencari potensi lawan yang paling tangguh, dari nama-nama yang sudah muncul saat ini. “Sehingga survei itu kita lakukan simulasi dengan skema, lima orang dulu. Selanjutnya dengan empat orang dan kita unggul dan terus kita sandingkan dengan tiga orang lagi sampai menjadi dua orang yang paling kuat. Dan Ahyar tetap unggul,” ungkapnya. Nama – nama balon lain yang disurvei oleh Gerindra dan persentase elektabilitas

masing-masing, Ahyar mendapat 19 persen, Suhaili FT 14,1 persen, Ali BD 13,9 persen, Rohmi 6,4 persen dan Zulkieflimansyah 1,6 persen. Dicoba dengan skema empat orang balon, hasilnya Ahyar tetap unggul dengan angka 19,4 persen, Ali BD, 14,5 persen, Suhaili FT 13,9 persen dan Sitti Rohmi 6,8 persen. Begitupun setelah dipres menjadi tiga calon, yakni antara Ahyar, Ali DB dan Suhaili. Ahyar masih tetap unggul dengan angka 20,5 persen, sementara Ali BD 17,1 persen, sedangkan Suhaili menempati posisi terakhir dengan 15,0 persen. “Nah kita coba sandingkan yang tiga ini dengan skema head to head, kalau sama Ali BD, Ahyar memperoleh 23,9 persesn, Ali BD, 16,7. Kita masih unggul. Kalau sama Suhaili, Ahyar 24,1 persen, Suhaili 12,8 persen,” ujarnya. Dari model simulasi survei yang dilakukan oleh Partai Gerindra itu, meskipun Ahyar unggul, tapi menunjukkan bahwa Gerindra mengetahui lawan terberat yang akan dihadapi oleh Ahyar, yakni Bupati Lombok Timur, Ali BD dan Bupati Lombok Tengah, H.M. Suhaili FT. Di tempat terpisah, H. Ahyar Abduh menanggapi santai hasil survei PolMark itu. Ia bersyukur atas hasil survei yang menempatkan dirinya di posisi teratas. Ahyar mengaku, itu sebagai sesuatu yang sangat positif dan akan menambah semangat serta

motivasi untuk bekerja keras dan terus bersilaturahmi ke masyarakat menyampaikan gagasan dan program. Walikota Mataram dua periode ini memperkirakan semua bakal calon sama - sama bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas mereka. Ahyar melihat swing votter masih cukup tinggi. Ini menjadi tantangan tersendiri. Pola - pola silaturahmi bertemu para tokoh di NTB demikian dikatakan Ahyar, akan tetap dilakukan. Karena, mau tidak mau ia harus rajin turun ke masyarakat. Ahyar mengaku kewalahan mengatur jadwal. Beberapa aspirasi secara langsung disampaikan masyarakat terutama berkaitan dengan isu - isu pembangunan di NTB. Meskipun demikian, ia tak sungkan menyampaikan keberhasilan dicapai oleh Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB saat ini. Sehingga, PR selama ini seperti infrastruktur, jaringan irigasi, air baku seperti di wilayah selatan, kemiskinan dan pengangguran disampaikan apa adanya. Isu paling menonjol, lanjutnya, persoalan lapangan pekerjaan. Ini harus dijawab secara realistis karena pemerintah tidak bisa menyiapkan tenaga kerja secara keseluruhan tapi dicarikan solusi menyiapkan melalui program. Meski cukup senang dengan hasil survei itu, namun menurut Ahyar hasil itu bisa saja berubah mengingat Pilkada NTB masih jauh. (*)

kapabilitas tinggi yang hanya bisa ditemukan di perusahaan bottling system paling canggih di dunia,” katanya dalam rilis yang disampaikan Humas, Selasa (29/8) kemarin. Dalam waktu dua tahun ke depan, CCAI berencana untuk menanamkan investasi sebesar US$ 204 juta dalam rangka meningkatkan pelayanan di pasar Indonesia yang terus berkembang. Secara bersamaan CCAI akan terus memperkuat hubungan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah dan komunitas lokal. Diatur oleh empat pilar keberlanjutan terintegrasi, yaitu: People, Wellbeing, Environment dan Community, CCAI telah menjalankan berbagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai berikut: pro-

gram Water Stewardship untuk mengembalikan jumlah air yang terpakai dalam proses produksi kembali ke alam dan masyarakat, Coke Kicks, City Clean-ups (termasuk kegiatan Bali Beach Clean Up yang sering mendapatkan penghargaan), dan Coca-Cola Forest. Program Coca-Cola Forest menggabungkan kegiatan penanaman pohon dengan pelayanan pendidikan, dan program pemberdayaan masyarakat. Inisiatif tersebut pertama kali berjalan di Lampung pada tahun 2014, disusul dengan wilayah Jawa Barat pada tahun 2015, dan Jawa Tengah pada tahun 2017. Melalui program Coca-Cola Forest, CCAI telah menanam lebih dari 6.200 pohon dan menyumbangkan lebih dari 300.000 pohon pada masyarakat. (bul)

Penyidik Polda NTB Geledah dan Sita Dokumen di BKDPSDM Dari Hal. 1 Para penyidik hadir dilengkapi surat perintah dari atasannya dan berkoordinasi lebih dulu kepada pihak BKDPSDM Dompu sebelum melakukan penggeledahan. ‘’Mereka cukup sopan. Sebagai aparatur, tentu kami bersikap kooperatif. Makanya tadi saya langsung persilakan kepada mereka untuk menggeledah dan mencari dokumen yang hendak mereka cari. Tapi mereka fokus di dua ruangan. Ruangan Kepala BKD dan Ruang Bidang Pengembangan,’’ kata Ruslan. Dalam surat perintah tugasnya, diakui Ruslan, ada delapan penyidik yang ditugaskan menggeledah di BKD Dompu. Dari delapan petugas, enam orang diantaranya penyidik Polda NTB serta dua orang dari Polres Dompu. Tapi yang hadir di Kantor BKDPSDM Dompu hanya penyidik dari Polda NTB. ‘’Di ruang saya, mereka menyita satu surat Bupati Dompu yang ditujukan ke Gubernur NTB bulan Oktober 2016 lalu. Itu surat biasa berisi laporan kronologis pengangkatan CPNS K2,’’ jelasnya. Di ruang bidang pengadaan dan pembinaan pegawai BKDPSDM Dompu, para penyidik melakukan penggeledah-

an cukup lama, bahkan hingga pukul 14.00 Wita masih melakukan penggeledahan. Sehingga belum diketahui berapa banyak dokumen yang disita dan diamankan. ‘’Paling nanti setelah penggeledahan, mereka akan memberitahukan dokumen yang disita,’’ katanya. Sebelum melakukan penggeledahan di Kantor BKDPSDM Dompu, para penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang dari 134 CPNS Dompu yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Pemeriksaan yang dilangsungkan di Mapolres Dompu, Selasa (29/ 8) itu difokuskan pada mereka yang diduga memiliki kedekatan dengan para tersangka. Pemeriksaan ini dan penggeledahan di Kantor BKDPSDM diduga untuk melengkapi petunjuk jaksa terhadap berkas para tersangka. Kanit III Tipikor Polda NTB, AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK yang dikonfirmasi, enggan memberikan keterangan. Bahkan ia terkesan menghindar dan langsung menaiki mobil Toyota Inova dengan nomor polisi EA 1202 YZ warna silver. ‘’Kita datang jalan – jalan. Sekarang juga mau pulang,’’ kata Bagus yang lebih banyak tersenyum dan bercanda ini. (ula)

SMKN 1 Sakra Gelar Workshop Pendampingan Program Revitalisasi SMK Dari Hal. 1 yang sudah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo pada tanggal 26 Mei 2017 di Surakarta, Jawa Tengah. SMK Negeri 1 Sakra mengadakan Workshop Pendampingan Revitalisasi SMK selama tiga hari dari tanggal 28 Agustus s/d 30 Agustus 2017. Acara Workshop Pendampingan Revitalisasi SMK tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan SMKN 1 Sakra yang dibuka resmi oleh Kepala SMK Negeri 1 Sakra, Abdul Wahid,S.Pd. Dihadiri oleh peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari para staf pimpinan SMK Negeri 1 Sakra, seperti para Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian, Koordinator BKK ( Bursa Kerja Khusus ). Ketua Bisnis Center , Pengawas Pembina SMK dari UPT Layanan Dikmen Lotim dan perwakilan dari DU/DI ( Dunia Usaha/Dunia Industri ) selaku kemitraan SMK. Pada acara workshop tersebut bertindak sebagai narasumber, yakni Dr. Muksin, SP, M.Si , staf ahli Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, yang juga merupakan Wakil Direktur Bidang Akademik Program Pasca Sarjana Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 1 Sakra, Abdul Wahid,S.Pd, menjelaskan, pencapaian Program Revitalisasi SMK sebagian sudah terlaksana dari mulai penyelarasan kurikulum dengan DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri), inovasi pembelajaran melalui Teaching Factory, dan kerjasama industri. Agenda lainnya

akan dituntaskan sampai dengan Desember 2017. Pada acara tersebut masing-masing ketua program keahlian memaparkan kegiatan pembelajaran produktif siswa yang sudah dilaksanakan di jurusannya. Ketua Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas, Ir.Siti Nurjanah, menjelaskan bahwa siswanya sudah mampu melakukan kegiatan penetasan telur ayam KUB ( Kampung Unggul Balitbang ) dengan presentase keberhasilan sekitar 80 %. Selain itu mampu membuat telur asin dan membuat produk olahan dalam bentuk ayam bakar pelecing. Bahkan, salah satu produk unggulan yang sedang berproses menuju tahap penyelesaian adalah adanya kandang ayam broiler Closed House berkapasitas 12.000 ekor ayam yang dilengkapi dengan peralatan modern, seperti, exhaust fan, cooling pad, temptron, alat pakan dan minum otomatis. Sedangkan Ketua Program

Keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar, Yuliana, S.Pi memaparkan tentang keterampilan siswanya di bidang pendederan dan pemijahan ikan nila, ikan lele , ikan gurame, dan membuat abon ikan. Ketua Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Rohatin Arpianingsih , SP menjelaskan tentang keberhasilan siswanya yang sudah mampu membuat produk olahan seperti, roti rasa coklat, rasa nanas, rasa pisang, keripik ubi, keripik pisang, dodol nangka, dodol tomat, ice cream. Sementara Dr.Muksin, SP, M.Si , staf ahli Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, dalam presentasinya menjelaskan tentang, pentingya pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan. Peningkatan peran industri dalam pemagangan guru dan praktik kerja industri serta optimalisasi peran industri dalam pengembangan kurikulum SMK, peny-

erapan tenaga kerja lulusan SMK oleh dunia usaha dan dunia industri , serta penyelarasan standar kompetensi dan sertifikasi keahlian. Selanjutnya, pemenuhan standar sarana dan prasarana utama melalui Resources Sharing dengan industri, pengendalian dan penataan program keahlian sesuai dengan kebutuhan pembangunan, pengembangan Teaching Factory dan Techno Park sebagai pusat kreativitas dan inovasi. Pada acara diskusi berlangsung banyak saran dan pendapat dari pihak dunia usaha/dunia industri , diantaranya dari Muhammad Saleh, SPt, selaku Manager PT.Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Hatchery yang merupakan perusahaan penetasan telur ayam ras di Lotim, mengatakan bahwa pihak SMKN 1 Sakra perlu meningkatkan lagi kompetensi siswa dan karakter mental siswanya sebelum dikirim ke Praktik Kerja Industri (Prakerin) agar dapat melaksanakan kegiatan diindustri dengan baik. Sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh perusahaan. Pihak perusahaan juga berniat menawarkan agar SMKN 1 Sakra dapat memanfaatkan limbah perusahaan berupa telur afkir, telur infertil, telur busuk yang gagal tetas agar dapat diolah menjadi pakan ikan yang berprotein tinggi di kolam ikan SMK . Sedangkan saran dan pendapat dari IGN. Putu Utama ,S.Pi, selaku perwakilan dari Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Lotim bahwa pihak dinas juga siap memfasilitasi siswa SMKN 1 Sakra untuk meningkatkan kompe-

tensinya di bidang injeksi dan mengoperasi mutiara, serta budidaya rumput laut . Adapun saran dan pendapat dari Daeng Siti Aminah, dari UD. Sinar Timur Tanjung Luar yang bergelut di usaha bidang olahan hasil laut, seperti dodol rumput laut, keripik rumput laut, dan terasi menjelaskan bahwa pihaknya tetap membuka kesempatan kepada siswa SMKN 1 Sakra untuk melaksanakan Prakerin di perusahaannya, dengan syarat harus siap mengikuti prosedur kerja yang sudah ditetapkan perusahaan. Perlu diketahui bahwa kedatangan narasumber Dr. Muksin, SP, M.Si di SMKN 1 Sakra sudah dimulai sejak tanggal 26 Agustus 2017 berupa pertemuan dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Ketua Program Keahlian . Pada tanggal 27 Agustus 2017, Muksin melakukan kunjungan ke alumni SMKN 1 Sakra yang sudah berhasil. Diantaranya, mengunjungi Tafaul Rozy ,SPt, M.Si , seorang wirausahawan muda bidang budidaya ayam broiler dengan populasi ayammya mencapai 64.000 ekor di Lingsar, Lombok Barat. Tafaul juga merupakan dosen di Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke alumni yang berwirausaha di bidang pembibitan tanaman sayuran bernama Lalu Irham Jayadi, yang mampu mengupah tenaga kerja sebanyak 19 orang di usaha pembibitan tanaman sayuran dari berbagai jenis. Seperti bibit tomat, cabai merah, cabai keriting , kubis, sawi dan sebagainya. (yon/*)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Kamis, 31 Agustus 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

DPRD Gelar Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Kota Mataram Ke-24 Mataram (Suara NTB) – DPRD Kota Mataram, Rabu (30/8) menggelar rapat paripurna istimewa. Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., selain dihadiri Walikota H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Sekda Ir. H. Effendi Eko Saswito, MM., juga dihadiri oleh sesepuh Kota Mataram. Ketua DPRD H. Didi Sumardi dalam pidato pengantar rapat paripurna istimewa itu mengatakan, Peringatan hari jadi Kota Mataram kali ini bermakna istimewa. Disamping hampir bertepatan dengan Hari Raya Suci Idul Adha 1438 hijriyah, juga merupakan momentum pertama dilaksanakan rapat paripurna istimewa Penyampaian Pidato Walikota Mataram dalam rangka menyambut HUT Kota Mataram yang ke-24 tahun 2017 ini. ‘’Semoga dengan momentum bersejarah ini, akan semakin meningkatkan serta memperkokoh tekad dan semangat kita untuk terus membangun dan mengantarkan Kota Mataram menjadi Kota yang maju, religius dan berbudaya. Ditempat yang sama, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pembangunan di Kota Mataram senantiasa ditekankan pada empat prinsip perencanaan dan penganggaran yang sinergis dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemprov NTB, yaitu yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, dan memihak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin, serta tetap memperhatikan keberlanjutan fung-

si dan kelestarian lingkungan hidup. ‘’Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Mataram, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kerja sama yang terjalin di antara kita selama ini. Sehingga memasuki usia ke-24 Kota Mataram bisa menjadi hunian yang aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung,’’ terang Walikota. Hasilnya, pada sisi sosial ekonomi laju pertumbuhan ekonomi Kota Mataram naik dari tahun 2015 sebesar 7,99 persen menjadi 8,06 persen pada tahun 2016. Hal ini diiringi dengan laju pertumbuhan investasi yang naik dari angka 12,96 persen di tahun 2015 menjadi 13,30 persen tahun 2016. Dengan terbatasnya Sumber Daya Alam yang dimiliki, maka Kota Mataram diarahkan menjadi kota dengan struktur jasa (Service City), maka Kota Mataram mempunyai fungsifungsi utama sebagai pusat pelayanan bagi kegiatan perdagangan, jasa dan pariwisata, sebagai pusat pelayanan bagi kegiatan pemerintahan dan fasilitas sosial, pusat pelayanan bagi kegiatan perdagangan serta pusat kegiatan bisnis. Adapun Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan (Tahun Dasar 2010) Kota Mataram mengalami kenaikan dari 29 Juta Rupiah lebih pada tahun 2015 menjadi Rp 32 juta lebih pada tahun 2016. Sedangkan laju inflasi, pada tahun 2016 berada pada angka 2,47 persen, jauh menurun dari tahun 2015 sebesar 3,25 persen. Dalam hal pengelolaan keuangan daerah disampaikan walikota, bahwa Anggaran Pendapatan Kota Mataram mengalami peningkatan dari Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 1,21 triliun lebih menjadi Rp 1,35 triliun

(Suara NTB/ist)

LAGU KEBANGSAAN - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., (kanan), Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

(Suara NTB/ist)

PIDATO - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh membacakan pidato dalam rangka HUT Kota Mataram ke-24 pada rapat paripurna istimewa Rabu (30/8). lebih pada tahun anggaran 2016. Dari target tersebut, realisasi pendapatan meningkat dari tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1,18 triliun lebih menjadi Rp 1,39 triliun lebih pada tahun anggaran 2016. Demikian pula anggaran Belanja Daerah mengalami peningkatan dari Rp 1,29 triliun lebih pada tahun 2015 menjadi Rp 1,42 triliun lebih pada tahun 2016. Sedangkan perkembangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang menjadi ukuran tingkat kemandirian daerah dalam pembiayaan pembangunan juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 PAD Kota Mataram terealisasi sebesar Rp 225,07 milyar lebih, dari target sebesar Rp 215,59 mil-

iar lebih. Sedangkan pada tahun 2016, PAD Kota Mataram terealisasi sebesar 288,46 miliar lebih, melewati target sebesar Rp 279,67 milyar. Dalam hal pembangunan sosial, secara keseluruhan pengaruhnya terlihat pada peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2015 berada pada angka 76,37 menjadi 77,34 pada tahun 2016. Angka tersebut berada dalam range 70-80, yang berarti IPM Kota Mataram termasuk dalam kategori tinggi. Meskipun pada tahun anggaran 2016 Pemkot Mataram harus mengadakan rasionalisasi belanja sebagai dampak dari kebijakan Pemerintah Pusat, namun capaian kinerja

Pemkot Mataram sesuai dengan indikator kinerja daerah yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram tahun 2016-2021 terbilang cukup memuaskan. Hal ini terlihat pada aspek kesejahteraan masyarakat, dimana persentase penduduk miskin menurun 0,65 persen dari 10,45 persen menjadi 9,8 persen. Kemudian dalam aspek pelayanan umum, diantaranya adalah cakupan Rumah Tangga menurut akses sanitasi layak sebanyak 90,07 persen, Rumah Tangga pengguna air bersih sebesar 70,48 persen, Rumah Layak Huni sejumlah 95.867 unit dari 96.756 unit rumah yang ada di Kota Mataram, dan penanganan sampah mencapai 72,50

persen. Sedangkan dalam aspek daya saing daerah, terlihat salah satunya dari kunjungan wisatawan ke Kota Mataram cukup tinggi yaitu sebanyak 623.835 orang. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Mataram ini membeberkan sejumlah prestasi dan keberhasilan Kota Mataram. Di bidang keuangan, untuk kedua kalinya Kota Mataram meraih opini WTP atas hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemda Tahun Anggaran 2015 oleh BPK. Kota Mataram juga meraih penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2015 dari Menteri Keuangan. (fit/*)

(Suara NTB/ist)

KETOK PALU - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., (kanan) mengetok palu, saat membuka rapat paripurna istimewa di ruang sidang utama, Rabu (30/8).

(Suara NTB/ist)

SESEPUH - Rapat paripurna istimewa dihadiri sesepuh Kota Mataram dan juga Forum Koordinasi Pemerintah Daerah.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 31 Agustus 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu