Skip to main content

Edisi 29 November 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 102 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa pon, 29 november 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Komisi IV DPR Bertemu Investor Reklamasi Teluk Benoa

Dorong KPK Turun Tangan, Jokowi Mesti Bersikap

Jakarta (Bali Post) Komisi IV DPR-RI memenuhi permintaan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) untuk menggelar rapat dengar pendapat terkait berlarut-larutnya kegiatan reklamasi di Teluk Benoa, Bali. Sejumlah persoalan mengemuka dalam rapat tersebut antara lain permintaan agar Komisi IV DPR mengundang masyarakat Bali yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, mendorong KPK mengusut isu KKN dalam penerbitan izin lokasi reklamasi serta meminta Presiden Joko Widodo untuk bersikap tentang Perpres No.51/2014 yang menjadi pemicu pro-kontra di masyarakat. Hal. 19 Dari Bali

Bali Post/dok

TOLAK REKLAMASI - Ribuan krama Bali saat demo di Jalan Tol Bali Mandara. Mereka menolak reklamasi Teluk Benoa.

TWBI Minta Kepastian

DIREKTUR Utama PT TWBI Heru Budi Wasesa mengatakan kehadirannya ke DPR adalah meminta kepastian hukum dari proyek yang dikerjakan perusahaannya. ‘’Keinginan kami adalah pemerintah harus segera memutuskan. Kami mengharapkan apa pun yang berkaitan dengan lingkungan hidup di kawasan Teluk Benoa, kalau seandainya harus kembali ke konservasi, kami mendukung dengan catatan semua bangunan fisik yang ada di sana tidak boleh lagi ada. Hal-hal yang melanggar lingkungan hidup harus dilakukan tindakan tegas,’’ kata Heru. Hal. 19 Unsur KKN

Bali Post/dok

TELUK BENOA - Bendera tolak reklamasi dipancangkan di Teluk Benoa.

Polisi Ungkap Skenario Penyusup pada Demo 411

Jakarta (Bali Post) – Sembilan orang terduga teroris kelompok Abu Nusaibah yang berbaiat kepada ISIS membagi dua kelompoknya untuk memanfaatkan situasi ricuh pada unjuk rasa ‘’Bela Islam’’ 4 November (411). ‘’Pimpinannya, Abu Nusaibah membagi dua kelompoknya, ada yang bergerak ke Penjaringan, ada yang merapat ke DPR,’’ kata Kadivhumas Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Ia menjelaskan, Jumat (4/11) malam sete-

Bali Post/rtr

DIUSIR WASIT - Jose Mourinho diusir keluar dari tepi lapangan oleh wasit Jonathan Moss. Sebelumnya Mourinho memprotes kartu kuning yang diterima Paul Pogba.

Mourinho Diusir dari Tepi Lapangan

London – Manajer Manchester United (MU) Jose Mourinho diusir keluar lapangan untuk kedua kali dalam rentang waktu satu bulan ini. Kejadian terakhir terjadi Senin (28/11) kemarin, ketika pelatih kontroversial itu menyaksikan timnya bermain imbang 1-1 dengan West Ham United. Hal. 19 Harus Puas

lah terjadi bentrok antara demonstran dengan petugas keamanan, Abu Nusaibah memerintahkan Wandi Sopandi alias Abu Usama untuk mengumpulkan kelompok Khafilah Syuhada yakni kelompok Al-Hawariyun agar berkumpul di Masjid Al Fatah, Menteng. Ia mengatakan saat itu yang hadir di Masjid Al Fatah adalah Wandi Sopandi, Dimas Adi Saputra, Wahyu Widada, Ibnu Aji Maulana, Zubair, Reno Suhartono dan beberapa anggota Hawariyun. Pukul 20.00 WIB, mereka berkumpul di hala-

man Masjid Al Fatah, sementara di dalam masjid ada Abu Nusaibah, Samsudin Uba dan Ibnu Aji Maulana. Kemudian pukul 20.30 WIB, Abu Nusaibah keluar menuju halaman masjid dan memerintahkan Wandi Sopandi untuk membagi kelompoknya menjadi dua. ‘’Kelompok I dipimpin oleh Abu Fatir untuk bergerak ke Penjaringan (Jakarta Utara), karena sudah terjadi rusuh di Penjaringan. Kelompok II dipimpin oleh Abu Nusaibah untuk bergerak bergabung dengan massa di

DPR,’’ kata mantan Kapolda Banten ini. Tujuan rencana ini agar kelompok ini bisa berhadapan langsung dengan aparat saat ricuh dan mencari kelengahan aparat untuk merebut senjata api. Dari hasil pemeriksaan diketahui, kelompok yang bergerak ke Penjaringan, tidak bergabung dengan massa, melainkan langsung menyusup ke barisan di belakang polisi untuk mencari kelengahan aparat. Hal. 19 Terjadi Ricuh

SEPAKAT - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dan sejumlah tokoh agama usai menggelar pertemuan, Senin (28/11) kemarin. Pada pertemuan itu disepakati bahwa aksi demonstrasi Bela Islam jilid III akan digelar di lapangan Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016. Sebelumnya aksi itu rencananya dilakukan Bunderan Hotel Indonesia (HI) dan sepanjang Jalan MH Thamrin dan Sudirman. Bali Post/ade

Kasus OTT Pajak

Handang Bantah Memeras, Dijanjikan Komisi 10 Persen

Bali Post/ant

SETUJU - Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie berjabat tangan dengan disaksikan para pengurus DPP Partai Golkar usai bertemu, Senin (28/11) kemarin. Aburizal Bakrie menyetujui Ketua Umum Golkar Setya Novanto untuk menggantikan Ade Komarudin sebagai Ketua DPR.

Jakarta (Bali Post) – Kepala Sub-Direktorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum di Direktorat Jenderal Pajak Handang Sukarno mengakui ia dijanjikan mendapat komisi 10 persen dalam pengurusan pajak PT E.K. Prima Ekspor Indonesia (EKP). ‘’Yang saya tangkap ceritanya tadi, Pak Handang mengatakan dia tidak mau membantu hal ini sampai diiming-imingi kompensasi 10 persen dalam beberapa kali pertemuan. Pak Handang mengatakan lima kali pertemuan dan terjadi di satu hotel besar. Dia diundang makan malam,’’ kata pengacara Handang, Krisna Murti, di gedung KPK Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Dalam perkara ini, Handang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan Country Director PT E.K. Prima Ekspor Indonesia Rajesh Rajamohanan Nain ditetapkan sebagai

tersangka pemberi suap. Krisna membantah pernyataan pengacara Rajesh, Tommy Singh, yang mengklaim bahwa kliennya diperas oleh Handang. ‘’Pak Handang mengatakan dia tidak pernah meminta apa pun kepada pengusaha,’’ ungkap Krisna. Krisna menjelaskan bahwa memang Rajesh ingin PT EKP ikut program amnesti pajak (tax amnesty/TA), namun atasan Handang tidak menyetujuinya. ‘’Dia (Rajesh) mau ikut TA, TA itu tidak diperbolehkan pimpinannya. Kenapa tidak diperbolehkan pimpinannya? Menurut Pak Handang melihat dari peraturan yang ada, harusnya dia (PT EKP) boleh mengikuti TA, tetapi kenapa pimpinannya itu bilang tidak boleh? Itulah yang bertentangan dengan SOP,’’ ungkap Krisna. Hal. 19 Pengampunan Pajak

Bali Post/ant

PAJAK - Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Handang Sukarno memakai rompi tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/11) lalu.


DENPASAR

2

Selasa Pon, 29 November 2016

Penetapan Tersangka Tidak Sah

FIGUR

Maklumat Kebinekaan BERKENAAN rencana unjuk rasa, Jumat (2/12) mendatang oleh kelompok masyarakat tertentu di Jakarta, Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto telah mengambil sikap untuk antisipasi. Selain sudah mengumpulkan tokoh muslim di Bali, Irjen Sugeng Priyanto juga berkoordinasi Bali Post/rah dengan Pimpinan Daerah Bali untuk menyampaikan Maklumat Kebangsaan dan Kebinekaan. ‘’Maklumat itu terdiri dari empat poin,’’ ujar Kapolda, Senin (28/11) kemarin. Pertama, mengimbau kepada masyarakat Bali khususnya umat muslim untuk tidak berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam bentuk apa pun terkait aksi unjuk rasa kasus penistaan agama yang saat ini perkaranya sedang dalam proses hukum. Kedua, segala bentuk aspirasi kiranya dapat dilaksanakan dengan kegiatan doa bersama di masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya. Polda Bali siap menampung aspirasi dari masyarakat khususnya umat muslim untuk disampaikan ke Mabes Polri. ‘’Untuk poin ketiga, kami mengimbau supaya masyarakat Bali secara aktif senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, kerukunan, keharmonisan antarumat beragama dan selalu menjaga semangat kebinekaan untuk mempertahankan NKRI serta tidak terpengaruh terhadap isu-isu SARA,’’ tegas mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri ini. Poin keempat menyatakan, bagi masyarakat teridentifikasi melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di Bali, Polri bersinergi dengan aparat negara lainnya akan melakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kapolda kembali mengingatkan hasil pertemuan dengan tokoh ulama di Bali, Selasa (22/11) lalu, yang sepakat tidak mengirim warganya untuk demo ke Jakarta. ‘’Waktu itu kita dengar bersama, para eleman, tokoh masyarakat dan pimpinan umat sepakat tidak ada pendemo berangkat dari Bali ke Jakarta,’’ tandas jenderal bintang dua asal Purbalingga, Jawa Tengah ini. (rah)

ATM BCA Dibobol Maling Kerugian Masih Didata

Denpasar (Bali Post) Kasus pembobolan ATM kembali terjadi dan kali ini menyasar ATM BCA di dalam minimarket Indomaret di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian, Denpasar Barat, Senin (28/11) kemarin. Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, kerugiannya masih dihitung pihak bank. ‘’Dari rekaman CCTV, pelaku yang masuk dua orang. Mereka beraksi sekitar pukul 00.30 Wita, saat hujan lebat,’’ ujar Kapolresta. Namun, Kombes Hadi curiga jika ada pelaku lain yang berjaga di luar TKP. Pelaku beraksi menggunakan gunting besi. ‘’Pelaku sudah teridentifikasi dari rekaman CCTV. Anggota kami masih melakukan pengejaran,’’ ungkapnya. Dilihat dari cara kerjanya, menurut Hadi, komplotan tersebut sangat profesional. Pasalnya, mereka berhasil membobol ATM yang sistem pengamanannya canggih. Oleh karena itu, pihaknya telah memerintahkan Kasat Reskrim Kompol Reinhard untuk mendata pelaku bobol ATM yang sudah bebas dari lapas. Selain itu, petugas mendeteksi jaringan pembobol ATM yang belum pernah ditangkap. ‘’Sedang kami selidiki kasus itu. Dari rekaman CCTV, mudah-mudahan pelakunya cepat ditangkap,’’ ujar mantan Kapolres Gianyar ini. Informasi yang diperoleh di Polresta, minimarket itu tutup, Minggu (27/11) pukul 23.00 Wita dan Senin pagi pukul 06.20 Wita mulai buka kembali. Sartoni (23), karyawan Indomaret, kaget saat mau membuka toko, pintu harmonika tempat kerjanya terbuka dan gembok hilang. Selain itu, kaca depan toko pecah dan mesin ATM BCA jebol. Sartoni langsung menelepon pimpinannya dan dilaporkan ke Polresta. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana juga sempat ke TKP. Ia mengatakan, ATM BCA itu bersebelahan dengan ATM BRI. ‘’Kerugiannya kan pihak bank yang tahu. ATM itu sekali isi jumlahnya Rp 300 juta lebih. Mungkin saja sebelum dibobol nasabah bank ada yang menarik uang di sana, jadi kemungkinan berkurang jumlahnya. Kasus itu ditangani Polresta Denpasar,’’ tegas Wisnu. (kmb36)

Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan Aridus Denpasar (Bali Post) Hakim tunggal I Made Suarta mengabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Made Sudira alias Aridus Jiro terhadap Polda Bali. Atas putusan itu, puluhan pengunjung sidang, baik yang berpakaian adat madya, warga yang sedari awal memberikan support, aktivis, pengacara, dan tokoh masyarakat lainnya, langsung tepuk tangan. Bahkan, ada pengunjung yang langsung pelukpelukan. Walaupun demikian, ada beberapa permohonan yang ditolak, seperti permintaan maaf selama tujuh hari secara berturut-turut ke media massa. Sebelum pada proses kesimpulan yang dibacakan terbuka untuk umum, hakim menyampaikan sejumlah hal sebagai pertimbangan dalam memberikan keputusan. Berbagai pertimbangan yang dikemukakan di antaranya pertimbangan alat bukti, surat dan saksi, seperti yang diajukan pemohon yakni P1 sampai P23 dan surat bukti yang diajukan termohon dari T1 sampai T22. Di samping itu, hakim juga mempertimbangkan keterangan

saksi dan ahli yang diajukan pemohon. Di antaranya, keterangan saksi bahwa pohon berigin di Jayasabha dianggap sakral, dan sudah dipakai berpuluhpuluh tahun oleh masyarakat adat untuk upacara ngangget don bingin. ‘’Namun karena sudah dipangkas, maka tidak memenuhi syarat untuk dilakukan ngangget don bingin,’’ jelas hakim dalam pertimbangannya, Senin (28/11) kemarin. Peristiwa tersebut membuat kegelisahan pemohon, sehingga membuat postingan di media sosial (medsos) Facebook. Pemangkasan atau pemotongan beringin itu sempat dicek langsung oleh saksi Ida Bagus Gana Putra Karang selaku klian di sana. Dan ternyata benar, pohon beringin yang dinilai sakral dipangkas dan hanya menyisakan beberapa daun beringin. Kondisi itu sudah dinilai tidak layak untuk dijadikan lokasi ngangget don bingin untuk upacara atma wedana, sehingga saksi beralih ngangget don bingin ke Jro Kuta. Ini menjadi pertimbangan hakim, karena berkesesuaian dengan keterangan ahli bahasa Prof. Dr. I Wayan Pastika.

Bali Post/eka

PUTUSAN - Ekspresi para pengunjung mendengarkan putusan sidang praperadilan kasus Sudira (pemohon) terhadap Polda Bali (termohon) di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (28/11) kemarin. Dalam sidang tersebut, hakim mengabulkan gugatan Sudira (pemohon). Hakim dalam pertimbangannya bahwa keterangan ahli bahasa dari Unud itu menjelaskan bahwa penulis mengatakan postingan itu tidak berbau penghinaan, penistaan, perbuatan unsur pidana yang mengarah ke SARA. Ahli berkesimpulan, postingan itu akibat dari kegelisahan saja, hingga akhirnya menimbulkan keg-

usaran yang berbuah kritik. Sementara pihak Polda Bali dalam kasus ini tidak mengajukan satu pun saksi ataupun ahli. Dalam amar putusannya, hakim mengabulkan sebagian permohonan termohon, dan selebihnya ditolak. Yang dikabulkan hakim adalah penetapan tersangka Aridus dibatalkan karena penetapan Aridus seba-

gai tersangka tidak sah. Membebaskan status tersangka Aridus Jiro. ‘’Mengabulkan permohonan pemohon sebagian. Menyatakan penetapan tersangka pemohon (Aridus) tidak sah secara hukum, memerintahkan kepada termohon membebaskan status tersangka atas nama Made Sudira alias Aridus Jiro,’’ ucap hakim. (kmb37)

JE Ancam Bali Angka Kematian Capai 30 Persen

Denpasar (Bali Post) -

Dari hasil surveilans kasus Japanese Encephalitis (JE) yang dilakukan sejak tahun 2011, ditemukan kasusnya setiap tahun terus meningkat. Surveilans yang lebih intensif dilakukan di Bali, sehingga di Bali kasus JE juga banyak ditemukan. Pada awalnya, Kemenkes menetapkan surveilans JE sebagai program rutin untuk dilakukan di tujuh provinsi. Namun tahun 2016, Kemenkes meluaskan cakupan surveilans menjadi 11 provinsi. Sehingga kasus JE yang awalnya dianggap sebagai isu lokal Bali, kini mendapat perhatian khusus dari Kemenkes. Kasus JE sangat penting untuk diketahui masyarakat karena angka kasusnya semakin banyak dan angka kematiannya tinggi yaitu 30 persen. Artinya, orang yang terinfeksi positif JE, 30 persen meninggal, sisanya hidup dengan kecacatan dari sedang sampai berat. ‘’Sembuh hampir tidak ada, yang ada cacat ringan, itu pun sedikit. Cacat ringan misalnya gangguan konsentrasi, set-

elah beberapa tahun bisa menjadi epilepsi, kecerdasan berkurang. Dia kelihatan sehat, bisa berjalan, tetapi kecerdasannya tidak sebaik kalau tidak terkena JE,’’ beber Dr. dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A(K)., principal investigator JE yang juga dokter spesialis anak konsultan saraf anak RSUP Sanglah, Senin (28/11) kemarin. Sementara yang lain, katanya, mengalami cacat sedang seperti lumpuh, tuli, bisu. Sementara itu, belum ada obat untuk JE. Terapi yang dilakukan bersifat terapi supportif, bukan terapi definitif. Gejala klasiknya, demam selama 3-5 hari kemudian mengalami

kejang, lalu penurunan kesadaran. Biasanya, jika seseorang mulai mengalami kejang barulah dibawa ke RS. Vaksin JE memang kini sudah ada, namun hanya ada pada praktik swasta dan belum masuk program pemerintah. Di Malaysia dan Brunei Darussalam, vaksin telah diberikan dan terbukti bisa menurunkan angka JE cukup drastis. ‘’Kasus ini berbahaya dan dapat dicegah, maka dari itu masyarakat harus tahu, ini bukan untuk menakutnakuti, tetapi ini fakta,’’ tegasnya. Kandang babi menjadi salah

Pembangunan Kembali Pasar Badung

Pembongkaran Hampir Rampung, Bantuan Pusat Belum Jelas Denpasar (Bali Post) – Pembongkaran eks gedung Pasar Badung di Jalan Gajah Mada, Denpasar kini mendekati rampung. Di sisi lain, Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) sedang menyusun detail engineering design (DED) gedung yang akan dibangun kembali. Namun, bantuan dari pemerintah pusat hingga kini belum jelas. Karena itu, dalam waktu dekat ini Wali Kota Denpasar akan kembali melakukan koordinasi dengan pusat agar biaya pembangunan Pasar Badung bukan saja dari APBD Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditemui di sela-sela sidang paripurna penyampaian Rancangan APBD 2017, Senin (28/11) kemarin, menyebutkan akan segera melobi pusat terkait permohonan bantuan dana pembangunan Pasar Badung. ‘’Kita akan segera koordinasi lagi ke pusat,’’ ujar Wali Kota. Menurut Wali Kota Rai Mantra, Pemkot Denpasar telah berkomitmen untuk membangun gedung pasar itu pada 2017 ini. Karena biayanya sangat besar, pihaknya berharap ada bantuan dari pusat,

Bali Post/ara

sehingga sumber dana pembangunan tidak hanya dari APBD. Bahkan, sebelumnya Disperindag Kota Denpasar telah mengajukan permohonan dana ke Kementerian Perdagangan, namun belum ada kejelasan. Dirut PD Pasar Kota Denpasar I Made Westra mengatakan, pembongkaran gedung Pasar Badung yang terbakar Februari 2016 lalu, sudah mendekati rampung. Pihaknya yakin, pihak pembongkar akan mampu menyelesaikan pembongkaran tersebut per 15 Desember mendatang. ‘’Kini tinggal sedikit lagi, dan akan selesai sesuai waktu yang kita berikan,’’ kata Westra, kemarin. Pasar Badung mengalami

RATA Pengerjaan pembongkaran gedung eks Pasar Badung sudah mendekati rampung dan rata dengan tanah.

kebakaran hebat Senin (29/2) lalu. Api menghanguskan hampir seluruh bangunan pasar. Puluhan kios yang berada di pasar tersebut hangus dilahap si jago merah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 Wita, berawal dari adanya percikan api di lantai satu, kemudian merembet hingga ke bagian kios-kios yang lainnya. Untuk menampung para pedagang yang tempat berjualannya ludes terbakar, Pemkot Denpasar memindahkan mereka sementara ke eks lahan Tiara Grosir. Setelah Pasar Badung selesai dibangun kembali, para pedagang ini akan dikembalikan berjualan di Pasar Badung di Jalan Gajah Mada, Denpasar. (kmb12)

satu yang utama penyebab penularan JE karena virus JE ada di babi. Kondisi rumah di Bali yang berdampingan dengan kandang babi, semakin membuat potensi penularan JE semakin kuat. Selain babi, nyamuk culex juga berperan dalam penularan kasus JE. Nyamuk yang habitatnya di air, persawahan, rawa-rawa dan lebih banyak di musim hujan ini, juga mempunyai kemampuan terbang 1-4 km sehingga nyamuk culex dapat menggigit orang yang lokasinya sejauh 4 km dari virus JE berada. Kasus JE diprediksi meningkat pada musim hujan karena populasi nyamuk bertambah. Makanya, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan, menjaga kebersihan, kandang babi diharapkan jauh dari tempat tinggal. Kepala Bidang Kesehatan

Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Drh. IKG Nata Kesuma mengatakan, kasus JE secara klinis pada babi, sampai saat ini belum ditemukan di Bali. Sedangkan secara serologis, dengan uji ELISA dari hasil surveilans BBVET telah terdeteksi virus JE tidak menyebabkan kematian babi di Bali dan tidak bersifat zoonosis. ‘’Ternak babi hanya sebagai reservoir yang dapat mereplikasi virus JE dalam tubuh babi menjadi berkembang, sehingga menjadi sumber virus dan nyamuk sebagai vektor dapat menyebarkan virus ke hewan atau manusia,’’ ujarnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Dinas Pertanian Rancang Insentif untuk Petani

Denpasar (Bali Post) – Keberadaan lahan pertanian yang semakin menyempit di Kota Denpasar, kini diupayakan untuk bisa bertahan. Berbagai terobosan dicoba untuk diterapkan dalam menjaga dan mempertahankan lahan pertanian oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Setelah merancang subak lestari, kini akan dilakukan terobosan lainnya, yakni memberikan insentif kepada petani. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra saat ditemui di sela-sela sidang paripurna DPRD, Senin (28/11) kemarin. Pemberian insentif ini akan diterapkan pada 2017 mendatang. ‘’Saat ini kami sedang merancang landasan pemberian insentif ini,’’ ujar Ambara Putra. Menurut Ambara, petani yang akan diberikan insentif ini yakni mereka yang menjual gabahnya ke usaha penyosohan beras di Denpasar. Kalau petani itu menjual hasil panennya kepada tengkulak, tidak akan diberikan insentif. ‘’Langkah ini dilakukan untuk tetap menjaga dan mempertahankan pertanian di Denpasar,’’ katanya.

Langkah untuk mempertahankan pertanian di Denpasar, katanya, sudah dilakukan dengan merancang subak lestari di beberapa lokasi, di antaranya Subak Sembung, Peguyangan (Denpasar Utara), Subak Umadesa, Subak Anggabaya, Subak Umalayu (Denpasar Timur), serta Subak Intaran (Denpasar Selatan). Untuk lahan subak lestari ini, Dinas Pertanian telah memutuskan untuk bebas pajak. Selain itu, pihaknya sudah memberikan bantuan bibit serta alat pertanian lainnya. Dalam mewujudkan subak lestari ini, beberapa SKPD ikut terlibat. Di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas PU, Dinas Kebudayaan, serta instansi terkait lainnya. Anggota Komisi IV DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada menilai positif penetapan subak lestari yang dirancang Dinas Pertanian. Hanya, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya menyarankan agar pemerintah mampu membeli produk-produk petani tersebut dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan di pasaran. Karena selama ini, ketika musim panen tiba, harga produk pertanian pasti akan turun. (kmb12)

Tekankan Pemerataan Pembangunan Ekonomi

Pendapatan Daerah Dirancang Rp 1,90 Triliun Lebih Bali Post/ist

DIBOBOL MALING - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo (jongkok) saat mengecek kondisi ATM BCA yang dibobol maling.

(0361) 819446, 081337032965 FM 96,5

Topik : pt twbi minta kepastian Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun 2017 dan empat Ranperda Kota Denpasar saat pembukaan sidang paripurna DPRD Kota Denpasar, Senin (28/11) kemarin, di ruang pertemuan Gedung Sewaka Dharma Lumintang. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, juga dihadiri Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara serta para Wakil Ketua DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan pimpinan SKPD Pemkot Denpasar. Wali Kota Rai Mantra menyampaikan, kebijakan yang akan dilakukan dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2017 adalah meningkatkan kemandirian pendanaan pembangunan di Kota Denpasar melalui optimalisasi PAD. Di samping itu, Rai Mantra menekankan pada kebijakan pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, menurunkan tingkat pengangguran dan menekan masalah kemiskinan serta

pemerataan pembangunan ekonomi di setiap kecamatan. Mengacu pada kebijakan tersebut, pendapatan daerah tahun anggaran 2017 dirancang Rp 1,90 triliun lebih yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD Denpasar dirancang Rp 791,25 miliar lebih yang berasal dari pajak daerah, restribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain PAD yang sah. Dari persentase, kontribusi PAD terhadap APBD sebesar 41,60 persen. Rai Mantra mengatakan, dana perimbangan dalam Tahun Anggaran 2017 dirancang Rp 913,88 miliar lebih yang terdiri dari bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus. Dana bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak dirancang Rp 96,67 miliar lebih. Dana Alokasi Umum dirancang Rp 661,79 miliar lebih, Dana Alokasi Khusus dirancang 155,40 miliar lebih. Sementara kebijakan belanja daerah

yang terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung, diarahkan untuk memenuhi belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa, serta belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/ kota, pemerintah desa dan partai politik serta belanja tidak terduga. Belanja pegawai dirancang sebesar Rp 798,39 miliar lebih, belanja hibah dirancang Rp 63,32 miliar lebih, belanja bantuan sosial dirancang Rp 3,49 miliar lebih, belanja bagi hasil dirancang Rp 62,04 miliar lebih dan belanja tidak terduga dalam Tahun Anggaran 2017 dirancang sebesar Rp 3 miliar. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan empat ranperda yang terdiri dari Ranperda tentang Pedoman Struktur Organisasi dan Tata Kerja Keperbekelan, Ranperda tentang Bantuan Hukum, Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Perhubungan. (ad914)

RANPERDA - Wali Kota Rai Mantra menyampaikan Ranperda ABPBD 2017.


Selasa Pon, 29 November 2016

Badung

3

Sidak Perekaman KBS

Komisi IV Temukan Data Rekaman Tidak Sinkron PIAGAM - Direktur dan Manajer Pelayanan Medis & Operasional Klinik Penta Medica bersama piagam dan plakat FKTP Berprestasi Tingkat Nasional.

Duduki Peringkat II Nasional

Klinik Penta Medica Terus Berkomitmen Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan DALAM rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke52, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan Penganugerahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Berprestasi, Senin, 14 November 2016 di Jakarta. Pada acara penganugerahan tersebut, Klinik Penta Medica Denpasar, salah satu perwakilan FKTP dari Bali, berhasil menduduki peringkat II Nasional untuk kategori Klinik Pratama. Penerimaan penganugerahan tersebut diwakili dr. Ketut Satrya Wibawa selaku Manajer Pelayanan Medis dan Operasional Klinik Penta Medica. Klinik yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat–Marlboro No. 88 Denpasar, Bali ini bersaing dengan dua Klinik Pratama lainnya, yaitu Klinik Pegawai Bontang yang meduduki peringkat I dan Klinik Aura Medika yang menduduki peringkat III. Pada penganugerahan FKTP Berprestasi ini, ada beberapa aspek penting yang dinilai, yaitu kepemimpinan dan manajemen fasilitas kesehatan, layanan klinis yang berorientasi pada pasien, manajemen penunjang layanan klinis, serta peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien. Proses penilaian berlangsung selama dua hari, mulai Kamis 6 Oktober 2016 dan berakhir Jumat, 7 Oktober 2016. Penilaian dilakukan langsung di Klinik Penta Medica Denpasar oleh tim verifikator dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia didampingi tim BPJS Kesehatan Regional Bali dan Cabang Denpasar, Dinas

Kesehatan Kota Denpasar, serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dokter A.A. Gd. Yudi Yunardhana Putra selaku Direktur PT Penta Bali Media, perusahaan yang menaungi Klinik Penta Medica, menyampaikan bahwa penganugerahan FKTP Berprestasi ini merupakan suatu ajang yang sangat bagus untuk mendorong fasilitas kesehatan di Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Menurut dokter yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) Wilayah Bali itu, Klinik Penta Medica Denpasar maupun cabang Candidasa terus berkomitmen meningkatkan mutu, baik dari segi administrasi maupun pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Sebagai bukti komitmen tersebut, dokter yang juga mempunyai hobi bermain tenis serta musik ini menargetkan Klinik Penta Medica Denpasar sebagai klinik terakreditasi pada tahun 2017 mendatang. Tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan sebagai klinik 24 jam yang juga melayani pasien BPJS Kesehatan, tetapi Klinik Penta Medica juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya sebagai Medical Assistant, khususnya untuk pelayanan evakuasi medis dalam dan luar negeri. Standby Ambulance untuk kegiatan berskala nasional dan internasional, serta pelayanan lainnya seperti Ambulance Transfer (City Ambulance), Car Transfer, dan Ground Handling. (ad915)

Mangupura (Bali Post) – Keluhan masyarakat terhadap perekaman Kartu Badung Sehat (KBS) yang amburadul, akhirnya disikapi oleh jajaran Komisi IV DPRD Badung. Senin (28/11) kemarin, jajaran wakil rakyat turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perekaman KBS. Pada sidak yang menyasar Banjar Mumbul dan Banjar Delod Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini menemukan adanya data rekaman yang tidak sinkron dengan data yang dipegang oleh petugas perekam dari mahasiswa Unud. ‘’Ada beberapa kekurangan yang harus segera disempurnakan. Salah satunya adalah masalah data kependudukan. Sebab, banyak sekali data penduduk tidak nyambung dengan data yang dipegang oleh petugas rekam,’’ ungkap Ketua Komisi IV AAN Ketut Agus Nadhi Putra. Menurutnya, banyak data yang tidak valid antara

Kartu Keluarga (KK) dengan data yang dipegang petugas. Walaupun dia masuk di KK, tetapi karena tidak terdaftar di data perekam, otomatis tidak bisa direkam. ‘’Akibatnya, masyarakat yang mestinya mendapat pelayanan perekaman justru harus balik pulang,’’ katanya. Menyikapi permasalahan tersebut, Gung Nadhi

meminta data kependudukan yang dipakai acuan petugas harus valid. Semua warga Badung, baik anakanak, dewasa maupun orang tua harus direkam. ‘’Kami minta masalah data penduduk ini disempurnakan lagi. Jangan sampai ada warga kita yang tercecer,’’ pinta politisi asal Kerobokan ini. Warga yang mendapat KBS adalah seluruh penduduk ber-KTP Badung, termasuk anak-anak di atas umur satu tahun dengan jumlah 464.622 jiwa. Kegiatan pencetakan KBS ini dimenangkan oleh CV Sembe Dewata dengan nilai kontrak Rp 5.596.371.990 dari pagu senilai Rp 5.807.775.000 dan nilai HPS (Harga Perkiraan Sementara Paket) Rp 5.800.805.670. Sedangkan

Bali Post/ist

SIDAK - Jajaran Komisi IV DPRD Badung, Senin (28/11) kemarin menggelar sidak terhadap perekaman KBS di Banjar Mumbul dan Banjar Delod Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. proses perekaman KBS ditarget rampung Desember 2016. Program Krama Badung Sehat ini menurut rencana akan berlaku mulai Januari 2017. KBS akan menanggung biaya

pengobatan warga Badung yang dirawat di puskesmas, RSUD Mangusada, RSUP Sanglah dan rumah sakitrumah sakit yang diajak kerja sama oleh Pemkab Badung. (kmb27)

Saluran Irigasi Diganti ’’Precast’’

Mangupura (Bali Post) – Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Badung akan mengganti batu pasangan seluruh irigasi

di Gumi Keris dengan material beton pracetak atau precast. Kepala Dinas BMP I.B. Surya Suamba mengatakan, penggunaan precast

Bali Post/eka

DRAINASE - Kadis BMP Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba menjelaskan terkait penggunaan beton pracetak pada saluran drainase subak di Badung.

memiliki kelebihan dibandingkan batu pasangan. Selain prosesnya lebih cepat, usia proyek pun bisa mencapai 50 tahun. ‘’Proyek dengan metode precast bisa seragam, selain usia proyek yang menggunakan metode precast cukup lama, mencapai 50 tahun. Beton pracetak ini juga bisa dilalui motor,’’ ujar Surya Suamba, Senin (28/11) kemarin. Surya Suamba didampingi Kabid Pengairan A.A. Dalem menerangkan, jika secara konvensional, pengerjaan proyek akan memakan waktu yang cukup lama. Ini karena pelaksana proyek harus membawa material seperti batu, pasir, semen, besi dan sebagainya ke areal proyek. ‘’Karena membutuhkan waktu yang lama, proyek dipastikan akan mematikan profesi petani. Selama proyek berlangsung, petani tidak akan bisa melakukan pekerjaannya di areal persawahan,’’ katanya.

Menurutnya, proyek irigasi konvensional rawan jebol lantaran rongrongan air dan kepiting. Dengan menggunakan precast, irigasi akan tahan dari terjangan air dan rongrongan kepiting. ‘’Memang lumayan mahal. Kalau dirinci, proyek konvensional dengan pemasangan batu kali 50 cm kali 1 meter menghabiskan dana sekitar Rp 1,2 juta, sementara dengan precast menghabiskan dana Rp 1,6 juta. Ada selisih Rp 400.000 per meter jalan. Tapi dari sisi kekuatan, precast tahan hingga 50 tahun ke depan,’’ teranganya. Dikatakannya, jenis precast ada dua yakni L shape untuk saluran irigasi dan ellipscave untuk konstruksi terowongan. ‘’Panjang irigasi di Badung mencapai 600.000 kilometer. Sedangkan irigasi yang dibangun dengan metode precast baru mencapai 10,4 kilometer,’’ pungkasnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Intensifkan Upaya Pencegahan

Selasa Pon, 29 November 2016

Turut Cerdaskan Bangsa

BNNP Bangun Jejaring Antinarkoba Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar BUMN Mengajar HARUS disadari dan dipahami bahwa dampak narkoba sangat fatal. Selain menyerang organ vital tubuh, juga membuat hidup terpuruk. Namun, tidak semua masyarakat paham hal itu dan akibatnya masih saja yang mau ditipu oleh sindikat narkoba. “Yang rugi kan pengguna dan keluarganya, sementara bandarnya justru senang karena aksinya berhasil. Perlu disadari bangsa kita darurat narkoba dan Bapak Presiden menyatakan perang terhadap barang terlarang ini,” tegas Kabag Umum BNNP Bali AKBP Sang Gede Sukawiyasa di sela-sela kegiatan asistensi dalam rangka penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang, Denpasar Timur, Senin (28/11) kemarin. BNNP Bali, lanjut Sukawiyasa, memandang penting kegiatan tersebut dalam rangka membangun jejaring. Yang dikedepankan sekarang adalah membangun wawasan antinarkoba. “Jadi, beberapa strategi yang kami lakukan dalam rangka antisipasi dan menekan sekecil mungkin peredaran narkoba ini. Caranya membangun networking yang bagus. Bagaimana kita membangun partnership building ini dengan melibatkan seluruh stakeholder dari komponen masyarakat yang ada. Kami ajak mereka bersamasama membangun kawasan bebas narkoba,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjut mantan

BUKA KEGIATAN - Kabag Umum BNNP Bali AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat membuka kegiatan asistensi dalam rangka penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang, Denpasar Timur. Wadir Tahti Polda Bali ini, jejaring Sukawiyasa menegaskan, sutersebut harus dikuatkan, melihat dah tentu langkah-langkah yang perkembangan-perkembangan diambil dalam kegiatan melalui terakhir masalah narkoba cu- berbagai tahapan. Melalui kegkup memprihatinkan. Bahkan iatan tersebut yang diutamakan secara kualitas, sindikat narkoba adalah pencegahan dan pembermelakukan upaya-upaya meng- antasan. Bagaimana tugas pokok gunakan modus baru. “Menangani BNN meniadakan peredaran gelap modus-modus baru ini memerlu- narkoba. Oleh karena itu, upaya kan strategi mengantisipasinya. pencegahan harus dikedepankan. Segala upaya dilakukan, terutama Fungsi preemtif jadi prioritas dalam penanggulangan dan pen- yaitu memberikan edukasi kepada angkalannya. Inilah yang kami masyarakat tentang pengetahuan perlukan yaitu keterlibatan semua terkait bahaya narkoba sehingga komponen masyarakat. Tidak mampu membentengi diri dari cukup dari BNNP atau BNN, tapi bujuk rayuan sindikat narkoba. harus melibatkan pemerintah, “Kalau benteng dirinya kuat, ditamasyarakat, semua stakeholder. wari narkoba pasti menolak. Tidak Sekarang kita beri penguatan ada untungnya pakai narkoba. Itu jejaring dalam membangun wa- harus dipahami oleh kita semua,” wasan antinarkoba,” tandasnya. tegas Sukawiyasa. (ad912)

Unwar Kembali Terjunkan Mahasiswa KKN ke Desa

CENDERAMATA - Rektor Unwar Dewa Putu Widjana dan Ketua Yayasan A.A. Gede Oka Wisnumurti menyerahkan cenderamata kepada narasumber di workshop KKN. SETELAH lama tak men- skill yang memadai. Untuk itu, jalankan program Kuliah Kerja cara pemecahan masalahnya juga Nyata (KKN), mulai 2017, civitas harus multidisiplin ilmu. Dengan akademika Unwar Denpasar wajib demikian, program KKN ke desa mengikuti program KKN ke desa. bisa disinergikan dan saling menSelama ini, program KKN diganti guatkan KKN nonreguler. dengan program magang. Pada workshop kemarin dibahas Rektor Unwar Prof. Dewa Putu format bentuk KKN secara baik dan Widjana di sela-sela workshop KKN benar. Bukan berarti menghambat Unwar menyatakan, program KKN mahasiswa untuk cepat menyelesaiterjun ke desa efektif akan dilaku- kan studi, melainkan untuk memkan mulai 2017. Selain diamanah- bekali mahasiswa menjadi SDM yang kan oleh aturan Kemenristek Dikti, siap pakai dan terjun di masyarakat. dia menilai program KKN nonreg- Workshop menghadirkan narasumber uler yang selama ini dilakukan be- Dr. Ketut Sardiana, M.P., M.Si. dari lum mampu memecahkan masalah PPM Dikti dan Wagub Karangasem di lapangan khususnya memberi Wayan Artha Dipa, S.H., M.H. Pempembelajaran secara tim. kab Karangasem sengaja diundang Dia mengatakan program KKN di workshop sebagai wilayah yang nonreguler ke industri hanyalah paling banyak menerima mahasiswa program internal, sedangkan KKN KKN Unwar di Bali. ke desa selain menerapkan mulKetua Yayasan Kesejahteraan Kotidisipliner, masalah di desa juga rpri Provinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede multidimensi memerlukan sof- Oka Wisnumurti, M.Si. mengung-

kapkan, program KKN ini bagian implementasi dari program pengabdian masyarakat. Unwar sebagai kampus menara air, mahasiswa dan dosennya harus terjun dan mengabdi kepada masyarakat. Namun, dia tak setuju mendikotomikan antara KKN reguler dan alternatif, tinggal sekarang diformat dengan baik bahwa kelompok mahasiswa KKN di desa digabung antara yang sudah bekerja dan yang belum bekerja. Mereka di desa akan membagi tugas dengan baik soal bidang garapannya masingmasing. Kedua, mereka menjadi duta kampus di desa untuk memberikan informasi terbaik soal keberadaan Unwar Denpasar. Bagi dia, program KKN ke desa bukan bermaksud untuk menghambat mahasiswa tamat lebih awal, melainkan bagian dari penguatan kualitas lulusan Unwar yang berkualitas. Wisnumurti ingin meniru pola UGM dengan pola KKN sehingga UGM disebut kampus kerakyatan. Makanya, dia menyebut KKN ini adalah bagian dari kurikulum universitas (institusi). Selain ada kurikulum untuk fakultas dan prodi. Dia mengakui, program KKN sangat strategis menyiapkan lulusan Unwar yang tangguh dan siap kerja serta menjadi SDM seutuhnya. Karena diyakini KKN ke desa ini sangat menyentuh kepentingan masyarakat. Untuk itu, LPPM Unwar diminta menyusun kurikulum KKN dan memetakan kondisi daerah dan masyarakat yang ada di Bali. Pemetaan daerah ini bisa menentukan kondisi daerah dan kebutuhannya jelas. Bahkan untuk memperlancar tugas LPPM, yayasan akan menyiapkan dua mobil baru. (ad1785)

Tutup Rangkaian HDC 2016

AHM Sempurnakan Pembinaan Pembalap Berbakat Tanah Air

PT Astra Honda Motor (AHM) mengakhiri rangkaian pembinaan balap berjenjang melalui ajang balap One Make Race (OMR) Honda Dream Cup (HDC) 2016. Pada kesempatan ini, AHM memberikan apresiasi kepada para pembalap dan tim terbaik dalam ajang balapan OMR terbesar di Tanah Air yang telah memasuki tahun pelaksanaan ke-14. AHM terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembinaan balap untuk mencetak pembalap tangguh bertalenta. Salah satunya dengan membawa konsep anyar bertajuk Honda Dream Cup yang memiliki kelas baru, yaitu kelas bebek 150cc menggunakan New Honda Sonic 150R. Kelas khusus untuk New Honda Sonic 150R ini semakin menyempurnakan total 8 kelas yang dibuka pada HDC 2016 untuk para pebalap pecinta Honda yaitu kelas HDC 1 (Sport 150cc Tune Up Terbuka), HDC 2 (Sport Cub 150cc Tune Up Terbuka), HDC 3 (Cub 125cc Tune Up Seeded), HDC 4 (Cub 125cc Tune Up Pemula), HDC 5 (CBR150R Standar Pemula Khusus), HDC 6 (Sport Cub 150cc Tune Up Pemula), HDC 7 (Cub 125cc Standar Pemula), dan HDC 8 (Matic 130cc Terbuka). Pada ajang balap ini, gelar Best Rider dan Best Team HDC 2016 diperebutkan oleh ribuan starter yang telah bersaing ketat pada 8 putaran di 8 kota, dimulai dari Malang, Jawa Timur pada 1 Mei 2016 lalu dilanjutkan di kota lain berikutnya yaitu Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Cimahi, Jawa Barat, Kemayoran, Jakarta, Medan, Sumatera Utara, Pekanbaru, Riau, Sidrap, Sulawesi Selatan hingga puncaknya pada penutupan di Purwokerto 27 November 2016. Pada Kelas HDC 1, Best Rider diraih oleh M. Nurgianto dari Honda Loyaltech Nissin NHK FDR, disusul di posisi kedua oleh Wahyu Widodo dari Honda Kawahara FDR KYT NGK. Di kelas HDC 2, juara umum diraih oleh Boy Arby Febri dari tim Honda Kawahara FDR KYT NGK, disusul Anggi Permana dari Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya pada posisi kedua. HDC 2 merupakan salah satu kelas baru di HDC 2016 yang menggunakan motor light sport baru keluaran Honda, New Honda Sonic 150R yang diluncurkan pada akhir 2015 lalu. Karakter output New Honda Sonic 150R sesuai dengan karakter sirkuit balap, diperkaya dengan torsi putaran mesin bawah hingga menengah yang mampu memberikan akselerasi terbaik di kelasnya. Sementara itu, kelas HDC 3 pembalap asal Bandung, Awhin Sanjaya dari tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya berhasil menduduki posisi pertama di kelas

JUARA - Awarding juara umum HDC 1 pada Champion’s Night Honda Dream Cup 2016. Di posisi pertama adalah M. Nurgianto, kedua Wahyu Widodo dan ketiga Anggi Permana. ini. Di posisi kedua diduduki oleh pembalap Wawan Hermawan dari Astra Motor Racing Team. Pemenang kelas HDC 4 disabet oleh pebalap dari tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya, M. Erfin Firmansyah. Pada posisi kedua direbut oleh Roni Kurniawan dari Honda Daya KYT GG Tbk FDR Telkomsel SSS Showa Gold. Pada dua kelas terakhir HDC 6 dan HDC 7, keduanya berhasil dikuasai oleh pebalap muda asal Magetan, Mario SA yang lagi-lagi tergabung dalam tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya. Pada HDC 8 posisi puncak berhasil diraih oleh Irfan Kurniadi dari FBRT CLD BBS. Untuk memberikan apresiasi tinggi kepada para pebalap terbaik pada HDC 2016, AHM menyelenggarakan Champions Night yang diselenggarakan setelah seri akhir HDC 2016 selesai. Pada kesempatan ini, AHM juga mengapresiasi tim-tim balap yang terlibat dengan memberikan penghargaan Best Team. Tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya berjaya dengan menyapu bersih penghargaan untuk kelas HDC 1 dan HDC 2. Sementara itu, Astra Motor Racing Team berhasil meraih penghargaan Best Paddock. GM Marketing Planning and Analysis Division AHM, A Indraputra mengatakan, ketatnya kompetisi di HDC 2016 diharapkan dapat mewadahi pengembangan bakat pebalap muda Tanah Air dari berbagai daerah dan menguatkan semangat juang pebalap muda untuk meraih mimpinya dalam berprestasi di jenjang balap yang lebih tinggi. (bns1)

BANDAR Udara I Gusti Ngurah Rai menggelar kegiatan BUMN Mengajar di SMAN 1 Kuta, Senin (28/11) kemarin. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kontribusi PT Angkasa Pura I (Persero) terhadap kecerdasan kehidupan bangsa, dengan menghadirkan Co. General Manager Commercial RD Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yogisworo, sebagai pemateri utama. Dalam hal ini Kementerian BUMN menginisiasi Program “BUMN Mengajar” yang dilaksanakan di 34 provinsi seluruh Indonesia, dalam rangka BUMN Hadir untuk Negeri. Dengan tema “Indonesia Negeri Kebanggaanku” ini merupakan kontribusi BUMN dalam berperan serta membangun kapasitas nasional (national capacity building) melalui generasi penerus bangsa. “PT Angkasa Pura I memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi sosial masyarakat serta turut berkontribusi menumbuhkan kecerdasan kehidupan bangsa,” kata Yogisworo. Dalam sesi tersebut, pihaknya menyampaikan paparan terkait pengenalan PT Angkasa Pura I (Persero), sekaligus memotivasi siswa/siswi untuk lebih giat menempuh pendidikan dan memiliki semangat besar untuk maju dan berkembang sehingga mampu memberi kontribusi aktif terhadap pembangunan bangsa dan negara. Di

PEMBICARA - Co. General Manager Commercial RD Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yogisworo, menyampaikan materi saat menjadi pembicara pada kegiatan BUMN Mengajar di SMAN 1 Kuta, Senin (28/11) kemarin.

STIKES Bali terus mengisi mahasiswanya dengan penguatan bidang kompetensi dan profesinalisme. Senin (28/11) kemarin, Stikes Bali menggelar seminar Keperawatan NANDA NOC NIC. Seminar dibuka Ketua Stikes Bali diwakili Ketua LPPM Stikes Bali, Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ns., Ph.D. Saat itu, Darma Suyasa menekankan bahwa Stikes Bali sangat komit dengan program penguatan dan penguasaan kompetensi profesi keperawatan. Apalagi tantangan ke depan dunia keperawatan makin kompleks dan memerlukan SDM yang profesional. Untuk itu, Stikes Bali wajib membekali lulusannya dengan ilmu terbaru. Kedua, seminar ini sekaligus menguatkan iklim akademik di Kampus Stikes, sebagai ciri kampus yang hidup dan terus maju dan berkembang. Selain itu, untuk menyiapkan lulusan Stikes Bali bidang keperawatan yang siap kerja dan profesional. Seminar menampilkan dua pem-

bicara, masing-masing Intansari Nurjannah, S.Kp., MN.Sc., Ph.D. (Universitas Gajah Mada, Yogyakarta). Dia membawakan materi “Standardized Nursing Languange (SNL) dan Posisi SNL dalam Proses Keperawatan, NANDA, NOC, NIC dan Dokumentasi Keperawatan dan Mengenal Tahap-tahap dalam Mendiagnosis (Diagnostic Reasoning Process)”. Pembicara kedua IGA Puja Astuti Dewi, S.Kp., M.Kep. (Stikes Bali) dengan materi “Mengidentifikasi Permasalahan dalam Aplikasi NNN di Stikes Bali”. Ketua Panitia Ns. Ni Putu Kamaryati, S.Kep., MNS. menjelaskan, seminar diadakan karena pengetahuan dan keterampilan perawat merupakan salah satu bekal bagi perawat untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas melalui proses keperawatan. Asuhan keperawatan perlu didokumentasikan sehingga dapat menjadi bukti tanggung gugat perawat. Pendoku-

sela-sela acara, selain memberikan paket doorprize, pada kesempatan tersebut juga diserahkan paket suvenir kepada pihak sekolah dalam bentuk 1 perangkat laptop beserta printer oleh Co. GM Commercial kepada Kepala SMAN 1 Kuta, Drs. I Nyoman Yasa. Kepala SMAN 1 Kuta menyampaikan terima kasih kepada PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yang telah bersedia meluangkan waktu dalam kegiatan BUMN Mengajar. “Kami bersama siswa-siswi dan seluruh keluarga besar SMAN 1 Kuta san-

gat antusias dengan kegiatan ini,” ungkapnya. Salah seorang siswa SMAN 1 Kuta, Gung Indra, mengharapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan terkait bandar udara. “Kami berharap semoga program ini lebih ditingkatkan dan dilanjutkan kembali, sehingga Angkasa Pura I dikenal bukan hanya sebagai operator bandara melainkan juga dapat sebagai media edukasi bandara itu sendiri,” katanya. (ad911)

Stikes Bali Gelar Seminar Keperawatan NANDA NOC NIC

SEMINAR - Intansari Nurjannah saat menjadi narasumber pada Seminar Keperawatan di Stikes Bali.

mentasikan asuhan keperawatan perlu memperhatikan kebijakan yang telah ada dan akan diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. Salah satu usaha untuk dapat mengukur kualitas asuhan keperawatan adalah dengan menggunakan standar bahasa keperawatan, standardized nursing language (SNL). Salah satu standar bahasa keperawatan adalah NANDA – yang terdiri dari kumpulan diagnosis keperawatan, NOC (Nursing Outcome Classification) – yang merupakan kumpulan dari label outcome dan NIC (Nursing Intervention Classification) – yang merupakan kumpulan dari label intervensi keperawatan. NANDA dapat disetarakan dengan ICD (International Classification of Disease) yang digunakan untuk medis, sementara NANDA merupakan label diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat di dunia. Seminar bertujuan meningkatkan pengetahuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan melalui proses keperawatan yang berkualitas. Selain itu, meningkatkan pengetahuan tentang Standar Nursing Language dan proses keperawatan, meningkatkan pengetahuan tentang NANDA, NIC, NOC dan dokumentasi keperawatan serta mengenal tahap-tahap dalam mendiagnosis (diagnostic reasoning process). Seminar diikuti 600 orang peserta yang terdiri dari unsur dosen keperawatan yang berasal dari Stikes Bali dan undangan luar yang berasal dari seluruh RS pemerintah dan swasta se-Bali serta mahasiswa Stikes Bali. (ad1786)

Lebih dari 72.000 Agen

BRILink Kini Semakin Lengkap, Siap Melayani Masyarakat

TAN G G AL 16 November 2016, Kantor Wilayah BRI menyelenggarakan acara Gathering dan Implementasi Massal Layanan Fitur Baru di Agen BRILink yang dibuka secara resmi oleh Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Agung Setiabudi yang dihadiri 100 perwakilan Agen BRILink dari berbagai daerah. Seperti diketahui, Agen BRILink telah mendapatkan Sertifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan layanan keuangan inklusif dan satu-satunya yang mendapatkan izin dari OJK untuk memasarkan asuransi mikro kesehatan, kecelakaan dan meninggal dunia. Agen BRILink menjadi penyedia jasa layanan keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh jasa keuangan, sehingga melalui Agen BRILink diharapkan layanan keuangan dapat menjangkau hingga ke pelosok Indonesia dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat baik nasabah maupun non-nasabah yang lokasi domisilinya jauh dari kantor bank. Agen BRILink dapat melayani pembukaan rekening simpanan dan pinjaman (referral), menabung, tarik tunai, pembelian asuransi mikro serta melayani jasa keuangan lainnya sebagaimana fitur mini ATM (pembayaran pinjaman, pembayaran tagihan PLN dan telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan kendaraan, pembayaran kartu kredit dan transfer ke sesama rekening Bank BRI maupun rekening bank lain) serta melayani transaksi T-bank yaitu uang elektronik Bank BRI berbasis server dengan menggunakan nomor handphone sebagai pengganti nomor rekening. Hingga Oktober 2016, secara nasional terdapat 72.768 Agen BRILink. Khusus Agen BRILink wilayah binaan Kanwil BRI

Denpasar, terdapat 3.980 Agen BRILink pada posisi Oktober 2016 dan akan bertambah terus setiap bulannya. Jumlah transaksi sampai dengan Oktober 2016 sebesar 4,1 juta transaksi. Sebagai bentuk persembahan Bank BRI kepada pelanggan, digelar Program Pesta Hadiah bagi pelanggan yang bertransaksi di Agen BRILink, akan berkesempatan mendapatkan tiga buah mobil, delapan paket umroh/wisata rohani, 10 motor, 12 kulkas 2 pintu, 15 TV LED 32” dan 20 HP Samsung Andorid, 25 voucher belanja @ Rp.500.000 serta 30 voucer TBank @Rp.300.000. Semakin sering pelanggan bertransaksi di Agen BRILInk, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan hadiahnya. Program Pesta Hadiah bagi pelanggan ini hingga 31 Maret 2017. Selain pelanggan, Agen BRILink yang berprestasi berkesempatan mengikuti Program Super Agen BRILink. Agen BRIlink dengan transaksi dan fee tertinggi berkesempatan mendapatkan tiga buah mobil, tiga paket umroh/wisata rohani, 27 motor, 12 TV LED, 19 Samsung Galaxy Tab dan 29 voucer

T-Bank. Program Super Agen BRILink ini berlangsung hingga 31 Januari 2017. Seluruh Agen BRILink berkesempatan untuk mendapatkan hadiah tersebut tanpa diundi. Bank BRI pun memberikan reward berupa fasilitas perlindungan Asuransi kecelakaan diri dan kebakaran tempat usaha untuk Agen BRILink secara gratis, untuk mendukung penuh kelangsungan bisnis Agen BRILink dan menjaga Agen BRILink dari hal-hal yang tidak diinginkan (force majeur). Sedangkan Agen BRILink yang menjual Asuransi Mikro KKM terbanyak di tingkat regional/Kantor Wilayah BRI akan berkesempatan mendapatkan hadiah langsung berupa uang tunai Rp 5 juta. Syarat dan ketentuan berlaku. Pada kesempatan yang sama, Bank BRI melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Agen BRILink mengenai program pemerintah (bantuan sosial) yang penyalurannya secara nontunai melalui Agen BRILink. Bank BRI berharap terus memberikan kepuasan pelanggan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui akses layananan perbankan. (ad913)

AGEN BRILINK - Suasana acara Gathering dan Implementasi Massal Layanan Fitur Baru di Agen BRILink yang dibuka secara resmi oleh Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Agung Setiabudi.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Selasa Pon, 29 November 2016

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L C E R I T A S U K S E S S T R A T E G I P R O F I L E

Cek Kesehatan

Personel Polres Kebanyakan Terserang Hipertensi

Bali Post/udi

TES KESEHATAN - Kapolsek Giri, Banyuwangi menjalani tes kesehatan, Senin (28/11) kemarin. Banyuwangi (Bali Post) Tim kesehatan menyarankan para Jam kerja padat, kurang istirahat anggota Polsek memperhatikan jam mulai menganggu kesehatan para istirahat. “Kerja di bawah program personel Polres Banyuwangi. Mereka yang padat memang melelahkan, banyak yang terserang hipertensi sehingga pikiran terforsir. Dampakalias darah tinggi. Data ini terungkap nya penyakit darah tinggi rentan setelah Urusan Kesehatan (Urkes) menyerang siapapun, termasuk Polres Banyuwangi menggelar road anggota kepolisian. Anggota yang show cek kesehatan ke seluruh polsek terdeteksi mengalami penyakit ini di Banyuwangi. Setelah berkeliling kita sarankan memperhatikan lagi ke 25 polsek, pemeriksaan kesehatan jam istirahatnya,” kata Perwira Unit berakhir di Polsek Giri, Senin (28/11) Urusan Kesehatan (Paniturkes) Polkemarin. res Banyuwangi, Penda Nurprasetyo

Hadi usai pemeriksaan. Penyakit kedua yang menjadi perhatian Urkes Polres Banyuwangi adalah diabetes. Pasalnya, beberapa anggota terdekteksi mengalami masalah kadar gula dalam tubuh. Normalnya kadar gula dalam tubuh saat puasa berada di kisaran 90-100 ml/dl. Ketika situasi acak atau di luar puasa standar normal kadar gula darah di bawah 140 ml/dl. Sementara itu kolesterol batasan normalnya di bawah angka 200 ml/dl. Khusus asam urat untuk pria tidak boleh lebih dari 7 ml/dl dan 6 ml/dl untuk wanita. “Asam urat dan kolestorol relatif tidak berbahaya karena bisa diobati. Tapi kencing manis yang susah. Karena itu kita sarankan kepada anggota yang mengalami gejala seperti itu menjaga pola makan dan menghindari makanan yang menjadi pantangan,” tambahnya. Ditambahkan, cek kesehatan berkala dri Urkes Polres Banyuwangi digelar rutin tiap enam bulan sekali. Penghujung akhir November 2016 merupakan cek medis tahap kedua. Polsek Giri menjadi sasaran terakhir yang didatangi. Kapolsek Giri AKP Jodana Gunadi menyambut baik pemeriksaan medis ini. Dia mengaku hasil tes kesehatan personelnya rata-rata normal. Termasuk dia sendiri. “Alhamdulillah hasil tes menunjukkan hasil yang positif. Kadar gula normal, asam urat lebih sedikit. Hanya kolesterol yang kelebihan 57 ml/dl karena imbas banyak makan daging kambing. Maklum sekarang musim orang hajatan,” ungkap AKP Jodana Gunadi. (kmb30)

Ikadewa Pusat Kini Dipimpin Wimas Candranegara Diharapkan Seperti Ikatan Alumni UGM

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) ingin alumninya banyak berkiprah di masyarakat dan untuk kemajuan lembaga. Minggu (27/11) lalu dilakukan serah terima jabatan kepengurusan Ikatan Alumni Universitas Warmadewa (Ikadewa) periode 20162021 di Ruang Widya Sabha Utama Unwar. Ikadewa kini dipimpin I Made Wimas Candranegara, S.Sos., M.AP. Acara serah terima dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dewa Putu Widjana, Wakil Rektor I dan III Unwar Dr. I Wayan Parwata, M.Y. dan pejabat struktural di lingkungan Unwar dan pengurus Ikadewa Pusat. Rekto Unwar Dewa Putu Widjana berterima kasih kepada pengurus lama dan meminta untuk bisa menyampaikan pengalaman-pengalaman yang berguna agar lima tahun ke depan pengurus baru dapat bekerja secara optimal. Alumni bagi perguruan tinggi mempunyai peran yang sangat penting, baik dalam pembangunan hard ware maupun soft ware. Rektor yakin alumnus Unwar, terutama pada sektor-sektor penting mempunyai pengalaman yang luar biasa ini dapat disumbangkan ke almamaternya dalam rangka memperbaiki soft ware. Hubungan almamater dengan alumni terus dibina dan di tingkatkan. Agar peran alumni bisa lebih signifikan dalam rangka meningkatkan kualitas lembaga. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Gede Oka Wisnumurti mengatakan, yang harus dibangun adalah rasa bangga terhadap almamater. Rasa bangga ini kalau bisa dibangun, maka akan muncul rasa percaya diri sehingga di luar tidak

IKADEWA - Ketua Yayasan A.A. Gede Oka Wisnumurti dan Rektor Dewa Putu Widjana foto bersama pengurus Ikadewa Pusat. minder dan akan membawa nama almamater ke arah yg lebih baik. Ketua Yayasan mengharapkan pengurus Ikadewa dapat mengadakan temu alumni secara akbar dan diadakan tiap dies natalis Unwar. Dia ingin Ikadewa maju seperti alumni UGM yang sampai memiliki unit usaha. Untuk itu dia minta pengurus Ikadewa membangun networking. Ketua Umum Ikadewa Pusat Periode 2016-2021, Wimas Candranegara menjabarkan program kerja Ikadewa ke depan. Yang akan dilaksanakan membuat data base alumni, memanfaatkan media sosial dan membentuk website alumni, membuat kartu alumni sebagai identitas almamater, temu alumni akbar semua angkatan, membuat kegiatan dharma yatra dan pengabdian masyarakat di desa dan pura, menyelenggarakan seminar tentang entrepreneur. Ikadewa Award digelar berupa kegiatan penghargaan bagi alumni

Unwar yang telah sukses dan berprestasi di masyarakat, mengadakan job fair yang dilaksanakan saat wisuda bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Bali. Wakil Rektor III Wayan Parwata, mengatakan tahun 2016 Unwar memiliki pusat karier. Pusat karier ini merupakan suatu lembaga yang menginisiasi kegiatan enterpreneurship mahasiswa. Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri ketika usai kuliah dan ingin bekerja di luar, maka salah satu tempat yang mereka tuju pertama kali adalah pusat karier ini. Pusat Karier ini ke depan akan ditindaklanjuti dengan tracer study. Lewat pusat karier ini Ikadewa selain melacak alumni, juga menghubungkan antara alumni yang menjadi pengusaha ke pusat karier. Ini akan terus berlanjut sinergitas antara alumni dengan almamater. Dengan demikian lulusan Unwar dirangkul dalam Pusat Karier. (ad1787)

D I S I N I

Bali Post/ist

CAGAR BUDAYA - Salah satu bangunan cagar budaya peninggalan Inggris yang dikenal dengan Inggrisan di Banyuwangi.

Dewan Godok Ranperda Pelestarian Adat dan Budaya Banyuwangi (Bali Post) -

Banyaknya peninggalan purbakala di Banyuwangi mendapatkan perhatian khusus DPRD setempat. Bagi penyimpan benda purbakala akan dikenai denda Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan. Aturan baru ini sedang digodok dalam Rancangan Perda (Ranperda) Pelestarian Adat dan Budaya yang diusulkan DPRD. Ranperda ini sekaligus melindungi banyaknya peninggalan purbakala di bumi Blambangan. “Jadi, masyarakat harus melaporkannya ketika memiliki benda purbakala. Jika disimpan dan tidak melapor, sanksinya sudah ada. Ini yang kita atur,” kata Ketua Badan Pembentukan Perda (BPPD) DPRD Banyuwangi, Kusnan Abadi usai paripurna di DPRD Banyuwangi, Senin (28/11) kemarin. Politisi PKB ini menambahkan, Banyuwangi menyimpan banyak cagar budaya dan peninggalan purbakala. Namun banyak yang dimiliki pribadi, tak terawat. Parahnya lagi, benda purbakala diburu secara liar. Lalu dijual ke para kolektor. “Khawatirnya, jika tidak kita lindungi banyak cagar budaya yang hilang akibat perburuan liar,” tegasnya. Pihaknya mencontohkan situs cagar budaya Tawangalun yang masih banyak berdiri kokoh. Dengan ranperda ini, kata dia ada payung hukum untuk melindunginya. “Jangan sampai lenyap, karena perburuan liar,”

imbuhnya. Selain benda purbakala, ranperda ini juga mengatur pelestarian adat dan budaya yang berkembang di Banyuwangi. Harapannya, dengan ranperda ini berbagai adat dan budaya bisa dipertahankan. Bahkan bisa muncul tradisi baru yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Banyuwangi. “Ini kekayaan budaya Banyuwangi, wajib kita lindungi dan lestarikan,” tegasnya. Pihaknya optimis ranperda ini bisa rampung hingga akhir tahun. “Kalau soal pengesahan bisa awal tahun. Sekarang kita kebut pembahasannya,” tegas Kusnan. Menurutnya, ranperda usulan DPRD selalu rampung dibahas. Meski tinggal beberapa minggu, pansus akan mengodok ranperda ini dengan cepat. Selain ranperda Pelestarian Budaya dan Adat Istiadat, pihaknya juga menggodok ranperda Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiriyah, juga usu-

lan DPRD. Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Djajat Sudrajat, menegaskan Pemkab menyambut baik usulan dua ranperda itu. Bahkan pihaknya sudah merencanakan pembangunan museum Blambangan di areal kantor Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Banyuwangi. “Proses pembangunan museum sudah kita bahas akhir tahun ini. Tahun depan mudah-mudahan sudah bisa jalan,” tegasnya. Selama ini, kata Djajat museum yang ada masih dibutuhkan perluasan. Untuk itu benda purbakala dan sejarah Banyuwangi bisa dipajang dengan layak. Masyarakat atau wisatawan nantinya bisa menjadikan museum sebagai objek wisata. “Kita kan memiliki banyak peninggalan budaya. Sangat bagus jika bisa dipajang di museum,” pungkasnya. (kmb30)

”Road to Dies Natalis” Unmar Ke-54 Tahun 2017

Mahendradatta Sport Center Kembali Gelar Kejuaraan Catur dan ”Youth Body Contest” IGN Wira Wedawitry, S.Sos., S.H., M.H. (Ketua Umum Yayasan Universitas Mahendradatta Bali/Manager MSC) didampingi Drs. Abdul Samad, M.M. (Wakil Rektor III Kemahasiswaan) beserta I Putu Agus Ariyana (Ketua Panitia Kompetisi Mahendradatta Rektor Cup 2016) secara resmi membuka kegiatan Mahendradatta Rektor Cup 2016 di Mahendradatta Sport Center (MSC) di bilangan Jalan Ken Arok No. 14, Binoh, Denpasar Utara. Demikian diungkapkan I Made Agung Adi Putra Pemecutan (Presiden Mahasiswa BEM Unmar) saat Technical Meeting Sport Event di MSC. Kejuaraan Catur ini akan dilaksanakan pada 4 Desember 2016 dan pendaftaran masih dibuka di Kampus Pusat Universitas Mahendradatta. ”Selanjutnya pada 12 Desember 2016 nanti, bertempat di Fitnes Center Mahendradatta Sport Center kami akan menyelenggarakan Youth Body Contest untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan umum. Untuk memperebutkan Rek-

REKTOR CUP – Suasana penyerahan hadiah kepada para pemenang Rektor Cup Tahun 2016 di Mahendradatta Sport Center. Unmar satu–satunya PTS yang memiliki fasilitas Sport Center terlengkap di Bali sebagai fasilitas publik. tor Cup Youth Body Contest. pemuda di Bali yang memiEvent sport seperti ini akan liki keunggulan fisik untuk diadakan rutin setiap tahun. ikut serta memperebutkan I ni b ukt i b a hwa Unm a r Rektor Cup ini. Juara Youth peduli dengan atlet di Bali,” Body Contest akan direkokata Agung Adi. mendasikan menjadi Brand Ia juga menambahkan ada Ambassador dari MSC dan sejumlah kriteria dalam kom- dikontrak selama 1 tahun petisi Youth Body Contest, serta membawa misi duta yakni kriteria New Beginning olahraga di Bali,” jelas Agung dan kriteria The Ultimate Adi yang juga mahasiswa Body. ”Saya mengundang FISIP Unmar semester I ini. para penggemar fitness dan (ad917)

mengatakan bantuan hibah oleh Pemerintah Kota Denpasar sangat berguna dan akan ditempatkan di Penggak Men Mersi. Dengan demikian, otomatis akan melanjutkan dan menyelamatkan generasi muda untuk membiasakan budaya membaca. “Dalam situasi sekarang ini saya lihat kebanyakan anak-anak sudah sangat kurang sekali budaya membacanya. Kebanyakan di media sosial, di dunia maya, tidak produktif dan kadang merusak sikap mental anak-anak bangsa,” ujarnya. Dengan adanya perpustakaan ini diharapkan dapat dijadikan tempat untuk berkumpul untuk anak-anak. Secara tidak langsung anak-anak tersebut akan bisa menikmati bacaannya, belajar dan meningkatkan budaya membaca. (ad916)

SERAHKAN - Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar menyerahkan secara simbolis pemberian hibah buku pada Panglingsir Puri Kesiman.

S E J A R A H D I C A T A T

5

Bali Post/wan

PASANG PAGAR - Sejumlah pekerja memasang pagar di tepi Tukad Badung di Jalan Gatot Subroto, Lumintang, Senin (28/11) kemarin. Pemasangan pagar ini untuk mempercantik wajah Kota Denpasar.

Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar Serahkan Hibah Buku

BADAN Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar memberikan hibah buku, rak/ lemari kepada yayasan sosial serta Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Swasta di Lingkungan Kota Denpasar, Senin (28/11) kemarin. Salah satu yayasan yang diberikan hibah buku adalah Penggak Men Mersi yang dimiliki Puri Gede Kesiman, sedangkan yang lain adalah 10 SD Negeri di Kota Denpasar dan 1 sekolah swasta yaitu Raj Yamuna. Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar I Putu Budiasa mengatakan setiap tahun pemberian hibah terbatas hanya 10 SD Negeri. “Kita berharap di perpustakaan sekolah terdapat buku/materi bacaan di luar materi bacaan/buku yang

diberikan pemerintah pusat melalui BOS. Di sekolah pun di samping buku menunjang pembelajaran di sekolah seperti IPA sudah disiapkan, tapi juga masalah seni dan budaya, cerita anak-anak untuk merangsang mereka meningkatkan minat budaya bacanya,” katanya. Tujuannya menambah khasanah pustaka kepada sekolah di luar paket yang disiapkan pemerintah. “Kalau paket kan pelajaran tulen. Tapi bagaimana merangsang mereka untuk suka membaca, diantaranya dengan menyediakan buku cerita,” imbuhnya. Terkait minat baca generasi muda, diakui belum mengukur secara khusus. Tapi ketika melalui bantuan hibah dan layanan silang, pihaknya setiap bulan memberikan pinjaman buku

ke sekolah. Setelah itu diambil kembali, diganti dengan buku yang baru sehingga terjadi penyegaran di luar paket yang diterima siswa. Pihaknya memberikan 354 judul buku yang diserahkan ke perpustakaan di SD Negeri dan swasta di Kota Denpasar. Sedangkan bukubuku bertema sosial, budaya, sastra dihibahkan ke Penggak Men Mersi, Puri Kesiman karena tidak terlepas dari kehidupan sosial masyarakat. Harapannya, Penggak Men Mersi yang kerap dijadikan tempat berdiskusi diharapkan juga membaca buku-buku tersebut. Lalu terjadi kolaborasi sehingga muncul ide yang berkaitan dengan melestarikan budaya lokal. Panglingsir Puri Gede Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


OPINI

6

Selasa Pon, 29 November 2016

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Menakar Kinerja Legislatif “Untukmu yang duduk sambil diskusi. Untukmu yang biasa bersafari. Di sana, di gedung DPR. Di hati dan lidahmu kami berharap. Suara kami tolong dengar lalu sampaikan. Jangan ragu jangan takut karang menghadang. Bicaralah yang lantang jangan hanya diam. Wakil rakyat seharusnya merakyat. Jangan tidur waktu sidang soal rakyat. Wakil rakyat bukan paduan suara. Hanya tahu nyanyian lagu “setuju…” Cuplikan lirik lagu “Surat Buat Wakil Rakyat” dari penyanyi legendaris Iwan Fals tadi sudah berkumandang jauh sebelum era reformasi. Lirik lagu Iwan Fals itu menggambarkan kritikan pedas terhadap wakil rakyat, yang kala itu di masyarakat diistilahkan dengan 4D (datang, duduk, diam, duit) atau bahkan berkembang menjadi 5D (datang, duduk, diam, dengarkan, duit). Bahkan, sampai era reformasi sekarang ini pun sinisme terhadap mereka yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik di pusat maupun di daerah, masih terus terdengar di masyarakat. Ada yang menuding para anggota legislatif tersebut tak lebih dari pengangguran intelektual, pengangguran terselubung, dan berbagai hal negatif lainnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Barangkali, penilaian dari masyarakat itu tak lepas dari pengamatan mereka terhadap kinerja anggota legislatif sekarang ini. Belum ada ukuran yang pas dan pasti untuk menakar kinerja anggota legislatif ini. Fungsi legislasi yang diamanahkan untuk wakil rakyat, dalam pelaksanaannya selama ini belum menunjukkan seperti harapan masyarakat. Di antaranya dari sisi jumlah produk hukum seperti peraturan daerah (perda) yang dihasilkan, atau dari jumlah aspirasi rakyat yang telah berhasil mereka perjuangkan selama menjadi anggota Dewan. Jika dari sisi jumlah produk hukum, tentu haruslah ada perbandingan atau minimal dibandingluruskan dengan gaji, tunjangantunjangan, uang reses, uang ini dan itu yang diterima para wakil rakyat ini. Sebagai gambaran kasar misalnya, jika menghasilkan 7 produk hukum selama masa bakti mereka (5 tahun), maka gaji, tunjangan-tunjangan, uang reses, uang tetek bengek lainnya yang diterima selama lima tahun itu dibagi 7. Jika kumulatif yang diterima anggota Dewan sebulan misalnya Rp 49 juta, maka nilai kinerja (produktivitas) mereka bisa danggap Rp 49 juta dikalikan 12 (bulan) dikalikan 5 (tahun) dibagi 7 (produk hukum). Demikian pula untuk aspirasi yang berhasil diperjuangkan, barangkali bisa dilakukan dengan cara seperti itu. Hanya saja, apakah penilaian kinerja atau produktivitas Dewan dapat ditakar dengan cara-cara perhitungan atau logika ekonomis seperti itu? Jika ia, adakah atau siapakah auditor independen yang ditunjuk melakukan audit semacam itu? Tetapi jika melihat gambaran sebagian dari mereka yang berebut mati-matian agar bisa duduk menjadi anggota Dewan motivasinya untuk mengejar “deviden” dari investasi politik yang telah mereka keluarkan dalam pemilu legislatif sebelumnya, boleh saja ini dianggap hitung-hitungan bisnis. Sudah menjadi rahasia umum, sekarang ini banyak dari kader-kader partai harus merogoh kocek tidak sedikit untuk bisa menduduki posisi di legislatif. Terbukti, tak sedikit dari mereka yang kurang beruntung tak bisa duduk di kursi Dewan mengaku rugi sekian miliar rupiah atau bahkan sampai menjual tanah warisan mereka. Bahkan, ada yang sampai masuk rumah sakit jiwa atau teriak-teriak telanjang di jalanan akibat depresi dan stres tak bisa lolos pemilu legislatif, sementara modal mereka telah habis-habisan. Selama ini, takaran kinerja Dewan memang lebih dominan dari produk hukum yang berhasil mereka telorkan, aspirasi publik yang berhasil mereka perjuangkan. Terutama, yang banyak mencuat ke permukaan belakangan yakni perjuangan terhadap proposal bantuan hibah yang diajukan masyarakat. Namun harus pula dicatat, tak sedikit produk hukum yang telah berhasil ditelorkan ternyata kurang berhasil dalam penerapannya. Akhirnya, produk hukum yang dihasilkan hanya menjadi lembaran negara atau arsip daerah. Demikian halnya dalam hal perjuangan bantuan hibah masyarakat, banyak yang cacat hukum seperti diselewengkan, dikorupsi atau tidak tepat sasaran. Sementara perjuangan aspirasi publik, salah satu contohnya perjuangan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, malah tidak jelas nasibnya seperti apa. Meski cibiran negatif terus mengalir, tidak mengendurkan keinginan para wakil rakyat menaikkan “deviden” dari investasi politiknya. Mereka pun tak malu-malu mengusulkan kenaikan tunjangan bagi anggota DPRD. Dan rupanya, usulan mereka itu mendapat angin segar dari Presiden Jokowi yang menyatakan telah menyetujui Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD. Melalui PP dimaksud, sejumlah “deviden” tambahan akan segera masuk ke rekening para wakil rakyat ini. Di sisi lain, kinerja mereka belumlah terukur karena belum ada indicator valid yang dipakai menakar. Buruknya lagi, sikap dan moral yang dipertontonkan para wakil rakyat ini juga telah menyakiti rakyat yang diwakilinya. Kesejahteraan sudah dinaikkan, mereka tetap saja banyak yang terkena OTT (operasi tangkap tangan) korupsi. Kondisi ini tentu saja membuat rakyat menjadi hilang kepercayaan bahkan antipati, apatis dan sinis pada mereka. Dan, pesan Iwan Fals, “Di kantong safarimu kami titipkan. Masa depan kami dan negeri ini. Dari Sabang sampai Merauke. Saudara dipilih bukan dilotre. Meski kami tak kenal siapa saudara…” sepertinya akan tetap menjadi sebuah nyanyian galau rakyat.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Reuni Pendidikan Biologi Undiksha Lewat Surat Pembaca Bali Post ini, kami mengundang rekan-rekan PS Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk mengadakan reuni lintas angkatan. Kegiatan ini akan diselenggarakan Minggu (11/12) - Senin (12/12). Untuk kegiatan ini peserta bisa menghubungi Gede Nyoman Sujana (0811388723) dan I Putu Suyasa (08113801480. Demikian pemberitahuan ini semoga para alumni bisa bertemu dan berkumpul. Panitia I Putu Suyasa

Ironi, Kenaikan Tunjangan Legislatif Daerah Posisi sebagai wakil rakyat sepertinya memang menjadi sasaran empuk yang layak dilirik banyak pihak. Pasalnya, kendati hanya kerja pas-pasan, namun gelimang fasilitas dan ragam tunjangan penghasilan tetap saja menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan para wakil rakyat itu sendiri. Anggota parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah selama ini hanya mampu membukukan sejumlah catatan yang kurang sebanding dengan harapan publik. Hal demikian dapat dicermati dengan menganalisis lebih jauh perealisasian salah satu fungsi pokok yang diembannya, yaitu fungsi legislasi. Pelaksanaan fungsi legislasi selama ini hanya terkesan serampangan dan bahkan jauh dari harapan legislasi berkualitas.

Oleh Dr. Janpatar Simamora, S.H., M.H. ronisnya, kendati seluruh bidang yang menjadi tanggung jawabnya belum menunjukkan suatu fakta menggembirakan, namun upaya untuk memperbesar pundi-pundi keuangan anggota legislatif seolah tidak ada habisnya. Lihat saja misalnya, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang belakangan ini mengusung upaya menaikkan tunjangan bagi para wakil rakyat di daerah. Atas dasar usulan itu pula, Jokowi langsung menggulirkan respons positif bagi DPRD dengan menyatakan bahwa dirinya telah menyetujui Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Keuangan dan Administratif Pimpinan danAnggota DPRD. Melalui PP dimaksud, sejumlah penghasilan tambahan seperti tunjangan komunikasi, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan kesehatan, dana operasional, belanja sekretariat fraksi dan belanja rumah tangga pimpinan DPRD akan segera mengalir ke kantong para legislator daerah itu. Tentu saja hal demikian ibarat angin surga bagi para anggota DPRD. Namun, kondisi sebaliknya justru terjadi bagi rakyat negeri ini. Di tengah ragam persoalan hidup yang dihadapi rakyat, ternyata harus disuguhkan dengan pemberitaan seputar kenaikan tunjangan dimaksud. Hal demikian jelas sangat bertolak belakang dan bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah ironi yang teramat patut untuk disesalkan.Adapun pemerintah

I

pusat boleh saja berargumen bahwa langkah hukum yang digulirkan kali ini tidak akan mengganggu keuangan negara dalam APBN. Namun patut dicatat bahwa di era modern saat ini, rakyat bukanlah orang bodoh yang gampang dikelabui dengan dalih semacam itu. APBN memang tidak terpengaruh, sebab sumber tunjangan dimaksud dapat dipastikan bukan berasal dari APBN, melainkan APBD masing-masing daerah. Lantas yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah APBD bukan merupakan uang rakyat? Kalau bukan dari APBD, dari sumber mana kenaikan tunjangan itu akan direalisasikan? Hal ini jelas menjadi problem yang patut disoal. Baik APBN maupun APBD jelas merupakan uang rakyat, oleh sebab itu semestinya penggunaannya juga dapat lebih bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak. Jika pun harus mengusung usul kenaikan gaji maupun tunjangan, sejatinya para wakil rakyat di daerah terlebih dulu menata kinerja dengan lebih baik. Sayangnya, kondisi yang mengemuka selama ini mengindikasikan sebaliknya. Selain buruknya kinerja, parlemen daerah selama ini juga telah menorehkan sikap dan moral yang seharusnya tidak layak dimiliki oleh seorang wakil rakyat. Lihat saja misalnya beberapa anggota dewan yang terlibat dalam perilaku korup. Lembaga yang seharusnya menjadi pengawal hak-hak rakyat, justru tidak jarang berubah haluan menjadi penguras harta rakyat. Jika kemudian dihubung-

kan dengan sumpah jabatannya, ketika mereka hendak menduduki kursi wakil rakyat yang terhormat itu, jelas hal demikian akan sangat bertolak belakang. Begitu juga dalam berbagai momen di hadapan masyarakat banyak, mereka kerap mengusung agenda sebagai garda terdepan dalam membela hak-hak rakyat. Mereka juga kerap berkomitmen akan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi atau kelompok dan bahkan parpol pendukungnya. Namun semua itu tampaknya hanya formalitas belaka, sumpah jabatan seolah tidak berarti apa-apa ketika mereka diperhadapkan dengan empuknya kursi kekuasaan. Mereka bahkan banyak yang lupa diri, siapa yang mengantarkan mereka sampai ke kursi kekuasaan dan oleh siapa mereka sehingga dapat menikmati fasilitas yang diberikan oleh negara. Berbagai fakta semacam inilah yang kemudian membuat rakyat menjadi hilang keoptimisan terhadap para wakilnya.Apa yang mereka janjikan pada saat hendak meraih suara rakyat ternyata tidak berbanding lurus dengan realitanya. Yang dipertontonkan justru perilaku yang berbuah kekecewaan. Maka tidak mengherankan bila kemudian rakyat menjadi bersikap apatis dan hilang kepercayaan. Untunglah sikap apatis itu tidak sampai berlanjut pada pelaksanaan pemilu legislatif, kalau tidak maka tatanan demokrasi yang sudah lama dibangun bangsa ini bisa roboh. Pondasi kebangsaan yang

selama ini telah dikukuhkan dengan menyerahkan kedaulatan ke tangan rakyat bisa jadi akan runtuh ditelan perilaku para wakil rakyat yang tidak memiliki komitmen itu. Runyamnya wajah parlemen selama ini, semestinya menjadi tantangan terberat bagi para anggota dewan. Apa yang diwariskan oleh para wakil rakyat periode sebelumnya adalah menjadi tugas dan tanggung jawab anggota perlemen periode berikutnya. Mereka bekerja dalam bayangan citra yang begitu rusak dan bahkan hampir usang dimakan perilaku yang tidak patut untuk dicontoh. Para wakil rakyat adalah mereka-mereka yang sudah siap untuk mendedikasikan dirinya demi kepentingan rakyat banyak. Mereka juga orang-orang yang berjiwa besar, lapang dada dan siap dengan berbagai tuntutan karena memang itulah bagian dari tugas wakil rakyat. Oleh sebab itu, kalau tidak siap untuk dikritisi dan tidak mampu mengemban tugas membela kepentingan rakyat banyak, maka lebih baik mengundurkan diri dari julukan sebagai wakil rakyat. Para wakil rakyat juga harus sadar betul bahwa mereka yang duduk di kursi legislatif bukan kumpulan orang-orang pencari lapangan pekerjaan, melainkan orang-orang yang sudah siap mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat banyak. Atas dasar itulah maka kemudian mereka dijuluki sebagai wakil rakyat. Sebagai wakil rakyak, semestinya upaya memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi prioritas dibanding perjuangan kepentingan pribadi, kelompok dan parpol pengusungnya. Atas dasar itu pula, maka tidak terbuka ruang pembenar untuk mengusung kenaikan tunjangan anggota DPRD. Tanpa kenaikan tunjangan saja, mereka juga sudah hidup layak melebihi dari standar hidup rakyat. Konon lagi jika kemudian penghasilannya mengalami perbaikan, tentu hal demikian sangat tidak mencerminkan kepekaan dan kepedulian terhadap nasib rakyat. Penulis, Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran; Pengajar di Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan.

Demokrasi Ekonomi dan Demokrasi Politik

Pelaksanaan demonstrasi aksi damai 4 November 2016 berjalan sesuai konstitusi pasal 28 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Walaupun bangsa Indonesia sudah merdeka selama 71 tahun namun pola pikir dan konsep berdemokrasi belum menunjukkan (memperlihatkan) kedewasaan berdemokrasi. Karena demontrasi merupakan dimensi berdemokrasi, oleh sebab itu kebebasan adalah awal kemerdekaan dan masyarakat yang bebas merdeka selalu berjuang untuk memperoleh kesetaraan. Demokrasi bukan berarti kebebasan mutlak melainkan demokrasi justru merupakan tantangan bagi kebebasan, sehingga aturanaturan harus ditegakkan dan kesepakatan mesti dijalankan, juga harus dikontrol dengan seksama. Dengan demikian kebebasan dan demokrasi selalu membutuhkan aturan-aturan agar tidak tergelincir keluar dari relnya karena demokrasi tidak untuk menciptakan pertikaian, melainkan untuk menciptakan kedamaian yang abadi dan sejahtera. Demokrasi ekonomi merupakan sebuah konsep yang tidak saja mengandung konsekuensi ekonomi tetapi juga konsekuensi politik. Konsep ini merupakan refleksi dari sebuah proses untuk menemukan sebuah bentuk perekonomian yang tepat dan sesuai dengan karakter rakyat Indonesia, karena itu konsep demokrasi ekonomi merupakan konsep khas Indonesia yang tidak mudah dijumpai dalam berbagai bentuk demokrasi di dunia. Dengan demikian konsep demokrasi ekonomi bisa dikatakan milik Indonesia, karena telah sejak masa kemerdekaan konsep demokrasi lahir dan berkembang mencari bentuknya yang sesuai pada setiap momentum penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Adapun demokrasi menurut pandangan Bung Karno dan Bung Hatta tidak saja menyinggung masalah demokrasi ekonomi tetapi juga berusaha menjabarkannya dalam sistem kehidupan ekonomi sehari-hari. Pencarian bentuk demokrasi ekonomi dan demokrasi politik masih terus berlangsung mesikipun perubahan-perubahan situasi ekonomi dan politik sudah terjadi sedemikian pesat meninggalkan jejak-jejak orde lama, orde baru dan orde reformasi. Walaupun demokrasi tidak

Oleh Bambang Gede Kiswardi hanya memberi peluang terhadap kedudukan rakyat sederajat dalam memperjuangkan ekonomi dan politik, namun juga setara di depan hukum. Artinya kesetaraan dalam hukum ini sering menjadi tujuan terpenting dan strategis bagi negara yang berlandaskan hukum, untuk memperjuangkan demokrasi. Maka dari itu demokrasi ekonomi dan demokrasi politik ditempuh melalui penegakan eksistensi partaipartai politik, walaupun kebebasan mendirikan partai politik untuk mengimbangi kemampuan kekuasaan sering menjadi barometer kehidupan demokrasi sehingga semua pihak menjadi setara di depan hukum dan di ruang publik. Demokrasi pada hakikatnya adalah upaya untuk menghormati hak asasi dan harkat martabat, karena manusia punya watak menguasai orang lain dan memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang. Maka sudah sepantasnya semua orang memperjuangkan tegaknya demokrasi. Hanya demokrasiyang dapat memberi tempat bagi siapa saja untuk tampil setara dan sederajat, tidak perduli pada warna kulit, agama, adat dan budaya juga mayoritas dan minoritas dalam kelompok kehidupan, karena demokrasi dengan sendirinya juga sebuah wahana untuk keberagaman (kebhinekatunggalikaan) dan ruang bagi suburnya multi kulturisme. Dimensi ekonomi dan dimensi politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam meletakkan demokrasi, oleh karena itu demokrasi ekonomi adalah semua konsekuensi dari proses demokrasi politik. Juga banyak yang mengatakan tidak ada demokrasi ekonomi tanpa demokrasi politik. Pembangunan ekonomi memang tidak secara otomatis membawa demokrasi politik yang lebih kondusif, tetapi perbaikan-perbaikan kehidupan ekonomi suatu masyarakat akan cenderung mempengaruhi demokrasi politik karena tuntutan masyarakat tidak saja sebatas kebutuhan ekonominya, melainkan ada juga kebutuhan akan hak asasi dan aktualisasinya dalam kehidupan sosial politik yang lebih luas

membawa setiap individu ke arah kehidupan yang lebih kompleks. Kemudian dari aspirasi yang kompleks inilah demokrasi politik terasa sangat diperlukan. Perkembangan ekonomi ke depan memang mempengaruhi perkembangan politik, sehingga berbagai pranata politik yang ada dipaksa untuk mengikuti arus perubahan ekonomi tersebut. Di mana perubahan-perubahan sosial dan institusional menciptakan perubahan-perubahan kebutuhan akan demokrasi politik yang lebih luas. Juga partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan menjadi semakin luas pula, sehingga memungkinkan untuk mewadahi kebutuhan masyarakat untuk menikmati akses perubahan ekonomi yang lebih baik. Dari dasar-dasar pemikiran tersebut, pembangunan ekonomi kemudian terlihat sebagai cerminan dari proses kegiatan politik dan sebaliknya pengembangan struktur politik yang mapan tidak lepas dari kondisi ekonomi yang sedang melakukan proses pembangunan. Maka dari itu pembangunan nasional semesta berencana yang didasari dengan program Nawacita dan konsep Tri Sakti harus didukung dengan kekuatan demokrasi ekonomi dan demokrasi politik. Tujuannya agar apa yang diamanatkan oleh konstitusi yang ada dapat menciptakan kesejahteraan umum. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat diperlukan adanya stabilitas politik dan stabilitas keamanan dalam negeri. Dengan adanya gerakan demontrasi-demontrasi yang sudah dan yang akan berlanjut atas dugaan penistaan agama yang berkedok “aksi damai”. Kenyataannya sangat berdampak terhadap pelemahan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keadaan yang carut-marut tidak lantas membawa bangsa ini pada “penyesalan” karena telah memilih demontrasi sebagai alat untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang tidak tersalurkan atau kurang terpenuhi, karena tidak mempercayai peran dan fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dengan demikian demontrasi sebagai dimensi demokrasi diharapkan mampu menyelesaikan keadilan sosial dan keadilan ekonomi di dalam kehidupan masyarakat. Penulis, pemerhati masalah ekonomi, akademisi Unversitas Waremadewa

POJOK Bertemu Komisi IV DPR, PT TWBI minta kepastian soal reklamasi. - Pasubayan sudah pasti tolak reklamasi. *** Jokowi diharapkan segera bersikap soal reklamasi Teluk Benoa. - Rakyat Bali minta Jokowi ‘’satya wacana’’. *** Polisi ungkap strategi penyusup pada saat demo 4 November lalu. - Jangan ada lagi pada demo 212.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

SAMPAH – Sampah tampak menumpuk di tepi jurang di dekat jembatan di Jalan Raya Perang Lukluk, Kecamatan Mengwi - Desa Dharmasaba Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Senin (28/11) kemarin.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Selasa Pon, 29 November 2016

Bali Post/wan

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

7

Figur

Lebih Hati-hati

REVISI Undangundang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai diberlakukan pada Senin (28/11) kemarin. UU tersebut mengatur masyarakat dilarang membuat dan menyebarkan informasi bersifat tuduhan, fitnah, atau Bali Post/rah SARA yang mengundang kebencian. Selain pembuat status dan komentar di media sosial (medsos), penyebarnya juga bisa dijerat hukum. “Maka dari itu harus hati-hati menggunakan medsos. Apalagi penggunaan medsos itu tanpa batas dan semua orang bisa menggunakannya,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Senin (28/11) kemarin. Apalagi saat ini, lanjut Kapolresta, masyarakat cenderung lebih percaya medsos. Itu berarti, mereka gampang diombang-ambingkan. “Jangan mudah percaya sama medsos, sebelum ada dasar hukumnya. Ini belum ada dasar hukum langsung percaya,” ujarnya. Oleh karena itu, mantan Kapolres Gianyar ini mengimbau masyarakat Bali menjaga keamanan dan kondusivitas wilayahnya masing-masing. Jangan sampai gara-gara komentar di medsos, menimbulkan keresahan bahkan keributan. Apalagi Bali tujuan wisatawan dunia, keamanan jadi prioritas. “Mari bersamasama menjaga Bali tetap aman dan kondusif. Sekali lagi, saya imbau hati-hati komentar di medsos,” tegasnya. (rah)

Dua Calon Anggota KPID Bali Mundur

Denpasar (Bali Post) Dua dari 19 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menyatakan mundur dari proses seleksi. Sementara saat ini, proses seleksi sudah memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Bali. Dua orang yang menyatakan mundur yakni Ni Made Kusumawati dan Putu Swandewi Putra. Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya yang dikonfirmasi Senin (28/11) kemarin mengatakan, Ni Made Kusumawati mundur karena sudah mendapatkan pekerjaan. Kusumawati yang dijadwalkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan kemarin, secara otomatis dinyatakan gugur. Begitu juga Putu Swandewi Putra yang mendapatkan jadwal Selasa (29/11) ini. “Setelah uji kelayakan dan kepatutan, nanti akan dipilih tujuh orang untuk ditetapkan menjadi anggota KPID Bali,” ujarnya. Menurut Tama, uji kelayakan dan kepatutan hari pertama dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti 5 orang dan berikutnya 4 orang. Pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan dilakukan secara kolektif agar anggota Komisi I bisa langsung membandingkan calon satu dengan yang lainnya. “Tapi materinya sama saja. Ini untuk efisiensi waktu, juga untuk uji argumen dan uji mental karena KPID ini kan juga nantinya berhadapan dengan publik,” imbuh Politisi PDI-P ini. Sementara calon anggota KPID yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan kemarin adalah I Wayan Suwindu, I Gede Mustika, I Gusti Ngurah Murtana, I Made Sunarsa, I Wayan Sudiarsa, I Nyoman Kerta Widnyana, I Ketut Bagus Sarjana Wira Putra, Ni Wayan Yudiartini, dan I Made Joda. Selasa ini berlanjut diikuti I Wayan Ardika, Luh Putu Ayu Rita Kosrini, Ni Putu Mirayanthi Utami, Gede Palgunadi, I Nengah Muliarta, Ni Putu Suaryani, Anak Agung Gede Rai Sahadewa, dan I Gusti Agung Ngurah Alit Sumantri. (kmb32)

Bali Post/wan

PADI - Seorang petani menjunjung keranjang berisi padi di Jalan Anggungan - Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (28/11) kemarin. Petani di kawasan jalur hijau tersebut sudah mulai panen padi.

Sindikat Pencuri Data Nasabah Bank Ditangkap Denpasar (Bali Post) -

Tim Resmob Polresta Denpasar mengungkap sindikat pencurian data nasabah bank yang memiliki kartu kredit, Sabtu (26/11) lalu. Pelakunya, Kurnia Jaya (40), Andi Ismanto (26), dan Riansyah (31), ditangkap di Hotel Coco The Heaven di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta. Modusnya, mereka mengaku karyawan Bank Mandiri dan minta kartu kredit korban dengan alasan expired serta mau menaikkan limit kredit. Tersangka Kurnia berasal dari Sumatera Utara dan berperan menggesek kartu kredit milik korban serta membelanjakannya. Sedangkan Andi tinggal di Jalan Semangka III, Kecamatan Palmerah, Jakarta, berperan mengambil kartu kredit korban dengan mengaku karyawan Bank Mandiri (kurir pengambil kartu kredit). Sementara Riansyah asal Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tersangka yang bekerja jadi tukang ojek online ini berperan menyiapkan data nasabah kartu kredit Bank Mandiri. Selain itu, ia bertugas menghubungi calon korban via HP mengaku customer service Bank Mandiri. “Korbannya baru satu melapor atas nama Ninik Sucahyati usia 35 tahun. Dia istri anggota Brimob dan tinggal di Asrama Brimob, Tohpati. Ada tiga korban yang belum melapor. Tersangka (Riansyah -red) mendapat data itu dengan cara membeli di temannya seharga Rp 300 ribu,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kasat Reskrim Kompol Reinhard, Senin (28/11) kemarin. Barang bukti yang berhasil disita yaitu satu emas antam 4

gram disita dari istri tersangka Kurnia, Nurisyah, 1 HP merek Oppo, 1 HP Samsung, uang tunai Rp 10,8 juta, tas ransel hitam merek Polo berisi 1.139 lembar data nasabah kartu kredit Bank Mandiri. Jumlahnya 18.228 nasabah kartu kredit Bank Mandiri. Selain itu, diamankan sepuluh lembar tanda terima logo Bank Mandiri. Sementara barang bukti milik korban yang diamankan petugas, 1 master card titanium mandiri dan 1 visa mandiri atas nama korban. “Barang bukti sarana yang digunakan beraksi juga kami amankan seperti HP Samsung milik tersangka Kurnia Jaya dan digunakan tersangka Riansyah mengaku customer service Bank Mandiri saat menghubungi korbannya,” ujarnya. Selain itu, disita HP Samsung lipat, mobil Avanza milik rent car, tanda pengenal pers diduga palsu masing-masing atas nama Riansyah, Nawan Kurniawan, dan Kurnia Jaya. Modusnya tersangka mengaku dari customer service kartu kredit Bank Mandiri. Selanjutnya, mereka menghubungi korban dengan alasan kartu expired dan mau menaikkan limit kredit. Setelah itu, salah

Bali Post/eka

BOBOL KARTU - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo menunjukkan para tersangka dan bukti pembobolan kartu kredit di Mapolresta Denpasar, Senin (28/11) kemarin. Para tersangka melakukan pembobolan kartu kredit korban dengan modus menaikkan limit kartu kredit. satu tersangka menemui korban untuk mengambil kartu kredit tersebut. “Otaknya tersangka Kurnia. Kartu kredit korban dicairkan atau dipakai belanja di toko-toko di Denpasar yang ada mesin EDC. Korban mengalami kerugian Rp 40 juta,” tegas Reinhard. Terkait penangkapan tersang-

ka, menurut Kasat Reskrim, berdasarkan olah TKP awal dan keterangan korban yang dihubungi tersangka via HP, tim Resmob dipimpin Kanit I Iptu Sulhadi melacak keberadaan pelaku. Akhirnya, petugas mendapatkan informasi bahwa mereka sedang mencari sasaran di wilayah Kedonganan menggunakan mobil Avanza. Mobil itu disewa di

Rent Car Pustaka Kelan, Tuban, Kuta, Badung dan akhirnya sedang parkir di Hotel Coco The Heaven di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta. “Tersangka kami tangkap di salah satu kamar hotel tersebut. Mereka ditangkap pukul 13.00 wita,” ungkap mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (kmb36)

Badung Ingin Setorkan Langsung PHR ke Enam Kabupaten

Bali Post/rah

PAPARAN - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, S.E. saat pemaparan rencana kegiatan Nusantara Bersatu di ruang rapat Sekda Provinsi Bali, Senin (28/11) kemarin. Pejabat yang hadir di antaranya Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun, Kabinda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunartha, Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf. Heri Susanto, Dir. Lantas Polda Bali Kombes Pol. AKBP Agusli Rasyid dan Dandim 1611/Badung Letkol CZI M. Leo Pola Ardiansya. Hasil koordinasi disepakati, Selasa (29/11) ini dilaksanakan geladi bersih dan puncak pelaksanaan pada Rabu (30/11) pukul 08.00 wita di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, diikuti unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), ormas, mahasiswa/pelajar, tokoh masyarakat, dan masyarakat Denpasar.

Denpasar (Bali Post) Keinginan Pemkab Badung untuk menyetorkan langsung Pajak Hotel dan Restoran (PHR) ke enam kabupaten penerima, dibahas dalam rapat tertutup di Kantor Gubernur Bali, Senin (28/11) kemarin. Rapat diikuti Gubernur Bali bersama Bupati Badung serta perwakilan enam bupati se-Bali yakni Buleleng, Jembrana, Tabanan, Klungkung, Karangasem, dan Bangli. “Kebetulan kami dari Kabupaten Badung dan wakil dari kabupaten penerima sudah mengetahui semuanya. Kami menyampaikan aspek regulasinya, itu Undang-undang No.23 Tahun 2014 dan Permendagri No.13 Tahun 2006. PHR sesuai aturan kewenangan kabupaten, dan disetorkan untuk menambah pendapatan kabupetan penerima,” ujar Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, selepas rapat. Giri Prasta pun mengapresiasi Gubernur yang meminta Sekda Provinsi Bali untuk membuat kajian normatif. Mantan Ketua DPRD Badung ini membantah bila pihaknya tidak

puas dengan pengelolaan dana PHR oleh Pemprov Bali. Mengingat, PHR dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar selama ini disetorkan ke enam kabupaten penerima melalui Pemprov Bali. Bila Badung menyetorkan langsung, kabupaten penerima akan dibantu sesuai dengan peruntukannya. “Sekarang misalnya destinasi A menghabiskan uang Rp 45 miliar langsung kami bantu. Bukan berbicara masalah puas dan tidak puas. Ini yang paling menentukan arah PHR ini Badung, sehingga hubungan sinergitas kami jelas,” jelasnya. Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan, jajaran Pemprov Bali akan mengkaji dahulu terkait penyisihan PHR ini. Mengingat, ada nilai historis yakni berupa Kesepakatan Bersama Gubernur Bali, Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar No. 075/01/KB/B. Pem/2009 tanggal 12 Januari 2009 tentang realokasi hasil penerimaan pajak hotel dan pajak restoran Kabupaten Badung dan Kota Denpasar kepada Provinsi Bali.

“PHR memang kewenangan kabupaten/kota tetapi ada hal yang diurus provinsi. Misalnya masalah keamanan, persoalan promosi mengatasnamakan Bali, karena tidak mungkin promosi atas nama kabupaten. Kan orang datang berwisata ke Bali bukan ke Badung,” ujarnya. Pastika menambahkan, sesuai kesepakatan bersama, Pemprov Bali menyetorkan hasil dari PHR tersebut ke kabupaten yang berhak menerima dan dikelola sebagian oleh Pemprov Bali. Nilai dari penyisihan PHR yang masuk ke Pemprov Bali di tahun 2016 sebesar Rp 260 miliar dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. “Pariwisata itu lintas kabupatan, lintas provinsi bahkan lintas negara. Ini hal yang perlu diperhitungkan di samping yuridis, historis, dan filosofis. Dana itu tidak semuanya masuk ke provinsi tetapi disalurkan dari provinsi ke daerah yang tanggung jawab pariwisatanya besar. Bukan berarti provinsi menguasai itu semua, itu ada aspek yang diperhitungkan,” jelasnya. (kmb32)


BANGLI

8

Selasa Pon, 29 November 2016

SOSOK

Bali Post/sos

Fungsi Geopark BATUR Global Geopark masih menjadi magnet utama pariwisata Kabupaten Bangli. Wisatawan yang mengunjungi tak hanya domestik namun juga mancanegara. Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, masyarakat sekitar harus memahami fungsi penting warisan dunia tersebut. ‘’Kawasan geopark itu sangat penting untuk pariwisata Bangli. Masyarakat harus memahami fungsinya,’’ tegas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli I Wayan Adnyana, Senin (28/11) kemarin. Guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan fungsi geopark, pemerintah melakukan sosialisasi berkelanjutan. Sasarannya tak hanya masyarakat umum, tetapi juga yang bergabung pada kelompok sadar wisata (pokdarwis). Tahun ini langkah tersebut baru dilakukan di Desa Songan, Kintamani. ‘’Ini akan terus berkelanjutan. Desa lain yang mengelilingi kawasan geopark akan disasar,’’ tegasnya. Pada sosialisasi, hal yang disampaikan tak hanya terbatas pada upaya peningkatan perekonomian masyarakat berbasis ekowisata tetapi juga langkah-langkah penyelamatan lingkungan. Hal ini langsung diakomodir Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangli. Melalui gerakan lintas sektoral ini, diharapkan geliat pariwisata Kintamani akan semakin baik. ‘’Ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus paham itu,’’ pungkas mantan Kepala Kantor Perizinan Bangli ini. (sos)

Akibat Salah Paham, Pemuda Peninjoan Dianiaya hingga Memar

Bangli (Bali Post) Maksud hati menanyakan alasan orang mengepalkan tangan, seorang pemuda I Putu Kembeng (19), asal Desa Peninjoan, Tembuku, justru dianiaya hingga mengalami luka memar pada bagian wajah dan kepalanya. Korban dianiaya oleh seorang pria berinisial WR asal Banjar Desa Yangapi saat melintas di simpang pertigaan Desa Yangapi, Minggu (27/11). Informasi yang dihimpun, Senin (28/11) kemarin menyebutkan, kronologis penganiayaan bermula saat korban datang dengan mengendarai sepeda motor dari arah Tembuku menuju ke Yangapi. Saat tiba di simpang tiga Desa Yangapi korban berhenti karena melihat pelaku mengepalkan tangan ke arah korban. Lantaran tersinggung, korban kemudian mendatangi pelaku untuk menanyakan maksud pelaku mengacungkan kepalan tangan. Namun, bukannya jawaban yang didapat, korban justru mendapat dorongan dan pukulan di bagian pipi kiri, pelipis kanan serta kepala kiri korban. Korban yang tak terima dengan tindak penganiayaan yang dilakukan pelaku lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembuku. Kapolsek Tembuku, AKP I Made Adi Suryawan, mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Diketahui bahwa pemicu kasus penganiayaan tersebut karena salah paham. ‘’Sekarang kasusnya masih dimediasi,’’ ujarnya. (kmb40)

Hanya Sehari, Sisa Waktu Pembahasan RAPBD Bangli (Bali Post) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli ngotot meminta RAPBD Bangli 2017 dapat diserahkan eksekutif pada Senin (28/11) kemarin. Hal itu mengingat waktu yang tersisa untuk membahas RAPBD tinggal sehari yakni hari ini (29/11). Ditemui usai mengikuti rapat KUA-PPAS siang kemarin, anggota Banggar DPRD Bangli Made Sudiasa mengatakan, setelah adanya kesepakatan antara TAPD dan Banggar soal KUA-PPAS, maka yang selanjutnya harus dilaksanakan segera adalah menyerahkan RAPBD 2017 ke dewan. Hal ini mengingat waktu yang tersisa untuk membahas RAPBD 2017 sangat mepet yakni hanya tersisa satu hari. ‘’Waktu yang tersisa sangat mepet. Tanggal 30 November ini sudah harus ketok palu,’’ terangnya. Dikatakan Sudiasa, jika RAPBD diserahkan hari ini maka pembahasannya menyalahi ketentuan dan penetapannya pun dipastikan akan molor. Sesuai mekanisme, setelah RAPBD masuk ke DPRD maka ada beberapa agenda yang harus dilaksanakan melalui rapat paripurna yakni penyampaian pemandangan umum fraksi dilanjutkan dengan jawaban eksekutif. Setelah itu rancangan kemudian dibahas oleh eksekutif dan gabungan komisi. ‘’Artinya kalau melihat mekanisme itu, sekarang tanggal 28 berarti bisa dipepetkan waktunya. Hari ini rancangan dan pemandangan umum fraksi. Besok (hari ini-red) jawaban eksekutif dan punya celah untuk membahas bersama,’’ jelasnya. Anggota Banggar lainnya, Ketut Suastika juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kalau ingin RAPBD bisa ditetapkan 30 November, maka RAPBD harusnya sudah disampaikan kemarin. Sehingga di sisa waktu yang tinggal sehari bisa dilakukan pembahasan dan dilanjutkan penetapan pada 30 November. Sementara itu, usai rapat pembahasan KUA-PPAS, pimpinan dewan Nyoman Basma dan Komang Carles menemui bupati untuk menyelaraskan kaitannya dengan skala prioritas anggaran. (kmb40)

Bali Post/ina

KOORDINASI - Rapat koordinasi pembentukan Satgas Saber Pungli di Mapolres Bangli.

Satgas Saber Pungli Segera Ditetapkan Bangli (Bali Post) Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Bangli segera terbentuk. Satgas yang nantinya bertugas melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik akan terdiri dari berbagai unsur mulai dari kepolisian, kejaksaan, TNI, pemerintah serta instansi terkait lainnya. Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K. saat ditemui usai rapat koordinasi pembentukan tim Satgas Saber Pungli di Mapolres Bangli, Senin (28/11) kemarin menjelaskan, seba-

gaimana hasil rapat bersama Bupati, Dandim, Kejari dan sejumlah unsur muspida lainnya, rencananya SK Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Bangli bakal ditandatangani Bupati pada 1 Desember mendatang. Tugas Satgas Saber Pungli yakni mengawasi sejumlah hal terkait pelayanan birokrasi baik di pemerintahan maupun instansi lainnya. ‘’Kan selama ini banyak pelanggaran-pelanggaran seperti pungutan tak jelas, di lapangan mungkin ada premanisme pariwisata yang harusnya tidak ada.

Jadi intinya untuk memudahkan masyarakat dalam membuat izin-izin dan menghilangkan segala bentuk pungutan yang tak jelas,’’ terangnya. Dikatakannya, jika ada pelaku pungli yang tertangkap tangan oleh satgas, maka si pelaku tersebut akan dikenakan tindakan tegas. ‘’Jika dalam operasi nanti bisa dikembangkan, akan kita sidik secara pidana,’’ jelasnya. Satgas Saber Pungli Kabupaten Bangli nantinya akan diketuai Wakapolres Bangli Kompol Wimboko. Sekretariatnya berada

di Polres Bangli. Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, selaku bupati pihaknya memberi atensi terhadap Satgas Saber Pungli ini. Keberadaan satgas menurutnya seirama dengan perubahan yang harus dilakukan, yakni reformasi birokrasi. Dengan adanya satgas saber pungli diharapkan dapat menekan adanya kebocoran sehingga PAD bisa meningkat. Atas hal itulah pihaknya berkomitmen akan mendukung anggarannya dalam APBD sepanjang tidak melanggar aturan.

Sementara itu, Dandim 1626/ Bangli Letkol Susanto Lastua Manurung mengatakan, keberadaan Satgas Saber Pungli penting untuk menghapus budaya pungli. Pihaknya pun sangat mengapresiasi langkah Polres dalam membentuk satgas ini. Dukungan serupa juga disampaikan Kasi Intel Kejari Bangli, Mahariyanto, yang dalam kesempatan kemarin mewakili Kajari. Mahariyanto mengatakan, keberadaan Satgas Saber Pungli penting untuk meningkatkan kredibilitas pelayanan publik. (kmb40)

Pemkab akan Kaji Lamaran Jabatan Dibuka hingga Pemanfaatan Sumber 2 Desember Air Lembean Pengisian OPD

Bangli (Bali Post) -

Kesulitan air bersih tak hanya melanda sejumlah desa di wilayah Kintamani bagian timur. Di bagian barat juga demikian. Menyikapi hal itu, pada 2017, Pemkab Bangli berencana mengkaji pemanfaatan air pada sumber air di Desa Lembean, Kintamani. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangli I.B. Wediatmika menyampaikan itu belum lama ini. Dijelaskan, daerah di wilayah Kintamani Barat yang dilanda krisis air bersih yakni Desa Batur, Bayunggede, Bayung Cerik dan Langgaha. Selama ini, dalam memenuhi kebutuhan MCK, sebagian besar masyarakat setempat masih mendapatkan air dari membeli maupun memanfaatkan air hujan. Menyikapi persoalan itu, mantan Kepala Dinas Tata Kota Bangli ini merencanakan untuk mengkaji pemanfaatan air pada sumber air di Desa Lembean, Kintamani dengan debit yang tersisa mencapai 40 liter per detik. Sebagai gambaran awal, untuk mengalirkan air tersebut ke wilayah terdekat harus menggunakan empat pompa. ‘’Air yang di sumber itu sudah dimanfaatkan 20 liter per detik. Kami ingin sisanya dimanfaatkan. Tahun depan rencananya dikaji,’’ katanya. Selain untuk kebutuhan MCK, pengadaan layanan air bersih itu juga penting untuk mendukung program Dirjen Cipta Karya berupa 100 persen

akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak. ‘’Layanan ini bisa dikelola oleh PDAM,’’ imbuh Wediatmika. Sementara itu, Direktur PDAM Bangli I Wayan Gede Yuliawan Askara mengakui sejumlah daerah itu belum mendapat layanan air bersih. Ia pun sependapat, untuk mengatasi persoalan itu dengan memanfaatkan air di Desa Lembean. ‘’Air itu saja yang paling memungkinkan untuk membeli layanan,’’ ucapnya. Hanya saja anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan program tersebut sekitar Rp 30 miliar. Angka ini cukup besar bagi Kabupaten Bangli. Oleh karena itu pihaknya berencana mengusulkan permohonan bantuan ke pemerintah pusat. ‘’Anggarannya cukup besar. Tetapi air itu kan penting untuk masyarakat. Selama ini mereka harus membeli. Pengeluarannya cukup besar,’’ terangnya. Sebelumnya, pengkajian pemanfaatan air telah dilakukan pada Danau Batur. Air terse-

but nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kintamani bagian timur, yakni Desa Suter, Abang Batudinding, Abang Songan dan sejumah wilayah di Desa Terunyan. Anggaran untuk merealisasikan proyek tersebut sekitar mencapai Rp 15 miliar. Hal ini sudah diusulkan ke pemerintah pusat dan diharapkan bisa terealisasi pada 2017 mendatang. Sementara itu, anggota DPRD asal Kintamani I Komang Carles merespons positif rencana tersebut. Pihaknya berharap rencana itu bisa terealisasi mengingat masyarakat sudah sangat membutuhkannya. ‘’Kajian itu harus dilakukan tahun depan biar 2018 permohonan bantuannya bisa diusulkan ke pusat,’’ katanya, Senin (28/11) kemarin. Ditambahkan, jika air dari sumber itu bisa dimanfaatkan, daerah yang akan menikmatinya tak hanya Kintamani, tetapi juga hingga Desa Pengotan Kecamatan Bangli dan Desa Tiga Kecamatan Susut. (kmb45)

Bangli (Bali Post) Pengajuan lamaran jabatan di lingkungan Pemkab Bangli sesuai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sudah dibuka. Pelaksanaannya dibatasi sampai 2 Desember. Guna mendukung hal tersebut, seluruh pejabat diminta segera mempersiapkan persyaratan yang diperlukan, salah satunya surat pengunduran diri menjadi pengurus atau anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli Cokorda Bagus Gede Gaya Dirga, Senin (28/11) kemarin, menjelaskan pengajuan lamaran mulai dibuka 23 November sampai 2 Desember mendatang. Ini sudah disampaikan lewat surat edaran ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Persyaratan pengajuan lamaran, kata dia, tak hanya sebatas berkas umum seperti fotokopi ijazah terakhir, fotokopi SK kepangkatan atau jabatan terakhir dan riwayat hidup. Lebih dari itu, pejabat juga harus melampirkan fotokopi hasil penilaian prestasi kerja dua tahun terakhir, komitmen kinerja baik yang bersifat umum maupun khusus, surat pernyataan pengunduran diri/ izin tertulis menjadi pengurus atau anggota LSM, perangkat/ pengurus desa adat, bendesa adat, klian adat, klian dadia, klian subak dan pengurus/anggota kelopok tani dan ternak. ‘’Itu hal yang ditegaskan dalam surat. Syarat lain masih ada, pejabat bersangkutan

tidak sedang menjalani hukuman disiplin sedang atau berat, tidak sedang menjalani pemberhentian sementara sebagai PNS dan surat pernyataan tidak sedang menjalani tugas belajar,’’ tegasnya. Pejabat asal Lingkungan Nyalian, Kelurahan Kawan ini menyatakan setelah lamaran diajukan, berkasnya akan kembali diverifikasi sebelum dilanjutkan dengan tes wawancara oleh Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). ‘’Untuk jadwal tes wawancara masih disesuaikan dengan jumlah pelamar nantinya. Tes wawancara proses terakhir bagi para pelamar,’’ imbuhnya. Sebelumnya, Sekda Bangli I.B. Gede Giri Putra menyebutkan pengisian jabatan dengan cara melamar itu sudah menjadi keputusan bupati. Hal tersebut sebagai salah satu cara untuk mendapatkan pejabat yang sungguh-sungguh, memiliki kinerja baik, displin serta bertanggung jawab. ‘’Dari sisi aturan, melamar itu memang tidak diwajibkan. Tetapi pak bupati menginginkan itu,’’ tegasnya. Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Bangli I Nengah Darsana menegaskan, pengisian jabatan dengan sistem pengajuan lamaran ini harus dilakukan secara objektif. Pejabat yang ditunjuk harus memiliki keinginan untuk membangun daerah ke arah lebih baik. “Cari yang kompeten. Bukan yang hanya gila jabatan, tapi yang mau kerja,’’ tandasnya. (kmb45)

Warga Diminta Tak Ikuti Doa Lintas Agama di Demak

AKBP Danang Beny K.

Bali Post/ina

Bangli (Bali Post) – Polres mengimbau warga Bangli untuk tidak ikut dalam aksi doa lintas agama yang diselenggarakan Yayasan Surya Nuswantara, di Demak, Jawa Tengah 2 Desember mendatang. Imbauan tersebut dikeluarkan Polres Bangli lantaran dari hasil penelusuran, yayasan yang sekretariatnya di Tembuku tersebut belum mengantongi izin operasional. Tak hanya itu, imbauan tersebut juga disampaikan untuk mengantisipasi hal-

hal buruk yang kemungkinan terjadi mengingat di hari yang sama juga ada rencana demontrasi besar di Jakarta. ‘’Kami mengimbau agar masyarakat Bangli tidak turut berangkat ke Demak. Situasinya lagi tidak bagus,’’ kata Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K didampingi Kasat Intelkam AKP Ketut Jeksi, Senin (28/11) kemarin. Dijelaskan Kapolres, warga yang rencananya berangkat ke Demak dari Yayasan

Nuswantara di Bangli berjumlah 90 orang. Mereka berasal dari semua kecamatan. Warga yang terdiri dari lintas agama tersebut rencananya diberangkatkan pada 1 Desember mendatang menggunakan dua unit bus. Terkait rencana pemberangkatan tersebut Kapolres mengatakan pihaknya sudah sempat memanggil pengurus Yayasan Surya Nuswantara. Salah satu pengurus yang dipanggil yakni Wayan Sumada. Kapolres mengungkapkan

bahwa dari hasil koordinasinya dengan Kapolres Demak diketahui bahwa Yayasan tersebut selama ini hanya mengantongi izin dari provinsi. Oleh karenanya jika warga Bangli tetap memaksakan diri berangkat ke Demak, Kapolres menilai warga Bangli datang tidak pada tempatnya. Apalagi di hari yang bersamaan ada rencana demontrasi di Jakarta. ‘’Kita imbau supaya mundur, cukup di Bali saja berdoanya,’’ ujarnya. (kmb40)


GIANYAR

Selasa Pon, 29 November 2016

Pemkab Mulai Kembangkan PAUD Hindu

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar mulai mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Agama Hindu. Saat ini sudah dibentuk tiga PAUD Hindu di tiga zona wilayah Kabupaten Gianyar. Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dalam sosialisasi pengembangan PAUD berbasis Hindu, Senin (28/11) kemarin, mengatakan tiga PAUD Hindu yang sudah dibentuk meliputi zona utara (Payangan, Tegallalang, dan Tampaksiring), zona tengah (Kecamatan Gianyar dan Blahbatuh) dan zona selatan (Sukawati dan Ubud). Pembentukan PAUD berbasis Agama Hindu merupakan program pemerintah pusat. Dijelaskannya, di PAUD Hindu, metode pembelajaran sama seperti PAUD biasa. Dalam artian tetap mengedepankan belajar sambil bermain. Bedanya adalah dalam permainan diselipkan permainan tradisional Bali. ‘’Jadi nanti permainannya merupakan permainan tradisional yang merupakan kearifan lokal di Bali. Inilah nilai plusnya di mana dalam permainan tradisional itu mengandung konsep-konsep agama dan budaya Hindu,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, Pemkab Gianyar telah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui perhatian pemerintah terhadap pengembangan potensi anak sejak dini melalui PAUD Hindu tersebut. Pihaknya berharap PAUD Hindu bisa berkembang dengan baik. Hal ini sangat penting mengingat makin derasnya pengaruh globalisasi. Jika nilai-nilai budaya dan agama tidak ditanamkan sejak dini, maka generasi muda Bali akan makin kehilangan identitasnya. ‘’Diharapkan ke depan Pemkab Gianyar mampu mewujudkan 14 PAUD Hindu untuk tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Kami harapkan masyarakat bisa memberikan dukungan untuk hal ini,’’ ujarnya. (kmb25)

Musim Hujan, BPBD Gencarkan Pemangkasan Pohon

Gianyar (Bali Post) Hingga pertengahan November sudah puluhan kasus pohon tumbang yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar. Guna mengantisipasi bencana serupa, BPBD Gianyar pun menggencarkan pemangkasan pohon rawan tumbang. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, pemangkasan pohon rawan bencana adalah upaya rutin yang dilakukan pemerintah. Seperti yang dilakukan jajarannya, Senin (28/11) kemarin yakni melaksanakan pemangkasan pohon beringin di jaba Pura Dalem Taak Desa Pakraman Jro Kuta, Batubulan, Sukawati. ‘’Kegiatan ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya bencana pohon tumbang mengingat curah hujan semakin meningkat di seputaran Gianyar,’’ ucapnya Pihaknya pun kembali mengimbau agar warga Gianyar tetap waspada di tengah cuaca yang tidak menentu. Terlebih dalam beberapa hari terakhir sudah turun hujan dengan intensitas cukup tinggi yang disertai angin kencang. ‘’Kami tetap mengimbau agar masyarakat waspada dan memohon informasi bila ada pohon rawan tumbang, agar segera bisa dipangkas oleh petugas,’’ tandasnya. (kmb35)

Suara Gianyar Bantuan Kena Pajak Sebagai petani, beberapa hari lalu saya ikut sangkep subak. Bahwa subak di Gianyar mendapatkan bantuan dana dari Dinas Kebudayaan sebesar Rp 50 juta. Namun yang ingin saya tanyakan, kenapa ada pajak ganda. Kena PPN sebesar 11,5 persen dan PPH. Katanya komit melestarikan subak sebagai warisan budaya, kenapa harus kena pajak? Agung Purnawijaya, Blahbatuh

9

Diduga Bodong, Tower ’’Rooftop’’ di Banjar Bedil Gianyar (Bali Post) -

Menara telekomunikasi (tower) rooftop berdiri di atas sebuah bangunan berlantai tiga di Banjar Bedil Desa Sukawati. Tower tersebut diduga tidak berizin alias bodong lantaran Pemerintah Desa Sukawati dan BPPT Gianyar belum pernah menerima pengajuan izin atas pendirian tower tersebut.

Perbekel Sukawati Dewa Gde Dwi Putra, Senin (28/11) kemarin, mengatakan untuk pendirian bangunan tiga lantai di Banjar Bedil yang sempat dikeluhkan warga itu sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan untuk tower rooftop, pihaknya belum pernah menerima permohonan izin.

‘’Kalau pengajuan izin bangunan sudah diajukan ke saya dan sudah saya tanda tangani dan itu IMB-nya juga sudah keluar dari BPPT. Kalau permohonan izin rooftop sampai sekarang belum ada saya terima,’’ katanya. Hal senada disampaikan Kabid Perizinan dan NonPerizinan BPPT Gianyar

Gusti Ngurah Suastika. Dia menyampaikan bahwa hingga kini belum ada permohonan izin pendirian tower rooftop di Banjar Bedil. ‘’Kalau di desa belum ada diajukan, di BPPT juga pasti belum. Tetapi nanti akan saya cek lagi pemasangan rooftop tersebut,’’ ujarnya. (kmb35)

ROOFTOP - Tower rooftop berdiri di atas bangunan di Desa Sukawati. Pemerintah Desa maupun BPPT Gianyar belum pernah menerima permohonan izin atas pendirian tower tersebut.

Bali Post/nik

Perbekel dan Lurah Se-Kabupaten Gianyar

Unjuk Kebolehan di Lomba Busana ke Pura

SERAHKAN HADIAH - Ketua TP-PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat menyerahkan hadiah kepada para juara lomba busana yang diikuti perbekel dan lurah se-Kabupaten Gianyar, Senin (28/11) kemarin. PERBEKEL dan lurah se-Kabupaten Gianyar unjuk kebolehan memperagakan busana ke pura berpasangan dalam Lomba Busana ke Pura yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu ke-88, Senin (28/11) kemarin. Lomba yang digelar di Balai Budaya Gianyar itu berlangsung semarak. Saat lomba berlangsung, para perbekel dan lurah yang

sehari-harinya disibukkan dengan tugas kepemerintahan, harus berani tampil memperagakan busana ke pura bersama pasangannya. Diiringi tepuk tangan dan gelak tawa penonton, para model dadakan ini mampu tampil percaya diri. Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata saat membuka lomba mengaku sangat bangga dengan kebersamaan yang

ditunjukkan para pasangan perbekel/lurah se-Kabupaten Gianyar. Menurut Bupati Agung Bharata, kesuksesan seorang perbekel di masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran seorang istri. Mereka harus saling bekerja sama apalagi istri perbekel/lurah merupakan Ketua TP-PKK di desa/kelurahan. Sebagai wujud apresiasinya, Bupati Agung Barata secara spontan memberikan tambahan hadiah bagi peserta lomba sehingga hadiah menjadi dua kali lipat dari semula. Untuk juara pertama berhak mendapat hadiah Rp 15 juta, juara kedua mendapat Rp 10 juta, dan juara ketiga mendapat Rp 5 juta. Ketua TP-PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, yang diutamakan dalam lomba ini adalah bukan mereka harus tampil bak seorang model profesional, namun bagaimana mereka berani tampil di atas panggung. Ny. Adnyani Mahayastra yang selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar menambahkan, tujuan dari lomba ini sejatinya adalah ingin memberikan pemahaman pada

masyarakat bagaimana etika berbusana ke pura yang baik dan benar. Para perbekel dan lurah adalah ujung tombak masyarakat. Dengan demikian, mereka nantinya diharapkan dapat memberikan contoh bagaimana sebenarnya busana ke pura yang benar sesuai dengan etika dan Agama Hindu. ‘’Tidak disangka, mereka tampil luwes dan percaya diri. Saya sangat salut. Meski ada yang sempat grogi namun mereka akhirnya mampu tampil percaya diri,’’ ungkapnya. Ny. Adnyani Mahayastra yang juga bertindak sebagai dewan juri bersama anggota juri lainnya seperti Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. dan Dewa Putu Metayana, S.E. mengatakan, selain dipilih juara satu hingga harapan juga akan dipilih juara favorit, busana terbaik, pasangan terbaik/serasi, make-up terbaik dan best catwalk. Khusus untuk make-up atau tata rias terbaik, yang dinilai bukan pesertanya namun salon desa yang merias para peserta. Sebab seluruh peserta lomba wajib dirias oleh salon desa yang ada di wilayah masing-masing. ‘’Ini

sekaligus sebagai tantangan dan uji coba bagi pengelola salon desa, apakah mereka sudah mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat selama pelatihan,’’ tegasnya. Sedangkan untuk kriteria lomba lebih ditekankan pada keserasian, penampilan dan kerapian saat memperagakan busana di panggung. Setelah melewati proses penjurian yang cukup alot, karena semua peserta mampu menampilkan yang terbaik, akhirnya terpilih sebagai juara I pasangan Lurah Bitera, juara II Lurah Beng dan Juara III Perbekel Desa Melinggih. Sedangkan juara favorit adalah Perbekel Desa Bona, Juara Busana Terbaik diraih Lurah Gianyar, Juara Pasangan terbaik diraih Perbekel Desa Sukawati, Best Catwalk diraih Lurah Ubud dan untuk make-up terbaik diraih Salon Desa Bresela Payangan. Turut menyaksikan jalannya lomba, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua DPRD Wayan Tagel Winarta, anggota DPRD Gianyar dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Gianyar. (ad919)

Janda Tewas di Kamar Kos Korban Pembunuhan

Pelaku Mengaku Kesal Terus Dimintai Uang Gianyar (Bali Post) Polisi meringkus pelaku pembunuhan terhadap Ni Made Astini. Pelaku bernama Misbah alias Pak Yus (54) yang tidak lain merupakan pacar korban, diringkus Senin (28/11) dini hari. Pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa janda 44 tahun itu menggunakan martil lantaran kesal terusmenerus dimintai uang. Pria asal Jawa ini juga mengaku membunuh korban usai berhubungan badan. Ditemui di Mapolsek Sukawati, Pak Yus mengungkapkan, hubungan asmaranya dengan korban terjalin sejak tiga bulan lalu. Mereka pun tinggal satu kos di Banjar Negari Desa Singapadu layaknya suami istri. Selama hubungan tersebut, pelaku yang juga duda dua kali ini, mengaku kerap dimintai uang oleh korban. ‘’Saya terus dimintai uang. Disuruh pergi bekerja cari uang saja. Alasannya dibilang kebutuhannya banyak,’’ ucap pelaku. Pada Kamis (24/11) malam, tepat sebelum aksi pembunuhan tersebut, pria 54 tahun ini mengaku masih bercengkerama dengan korban. Bahkan, mereka sempat melakukan hubungan badan. Beberapa saat kemudian, Ni Made Yastini disebutnya kembali meminta uang sebanyak Rp 1 juta. Lantaran tidak diberikan, mereka pun akhirnya cekcok hingga tengah malam. Pelaku yang tidak tahan akhirnya mengambil martil kemudian memukul kepala kiri korban. Tiga kali pukulan menyasar kepala membuat janda penjual nasi ini mengembuskan napas terkahir. ‘’Pertama, saya pukul dia masih teriak aduh. Karena itu saya pukul lagi kepalanya dengan martil sebanyak dua kali. Setelah itu, dia sudah tidak sadar,’’ ungkapnya. Melihat korban tergeletak

tak bernyawa serta kamar yang penuh bercak darah, pelaku mengaku kebingungan. Hingga akhirnya pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 wita, pelaku memilih menyembunyikan mayat korban di bawah tempat tidur. ‘’Setelah kejadian itu, saya menyesal. Lama saya pandangi mayatnya hingga jam dua dini hari. Jam segitu biasanya saya sudah mengantar dia ke pasar untuk berjualan,’’ ucapnya. Usai itu pelaku langsung berkemas dan kabur ke Denpasar Barat menggunakan sepeda motor. Di lokasi itu, pelaku meminta pekerjaan kepada temannya sebagai buruh bangunan. Atas temuan mayat korban, polisi langsung bergerak cepat. Pelaku berhasil diringkus di salah satu proyek bangunan di Jalan Gunung Catur, Denpasar Barat,

kemarin sekitar pukul 02.00 wita. ‘’Kami bergerak cepat mencari keberadaan pelaku hingga akhirnya ditemukan di salah satu proyek bangunan di Denpasar Barat. Saat hendak digerebek, pelaku memang sempat berupaya kabur. Namun, petugas bergerak cepat membekuk pelaku, selanjutnya langsung digiring ke Mapolsek Sukawati,’’ ucap Kapolsek Sukawati AKP Wayan Wisnawa didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati AKP I.B. Mas Kencana. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti martil, Hp milik korban, baju serta celana yang dikenakan saat membunuh korban. Sementara berdasarkan hasil interogasi menyebutkan bahwa aksi pembunuhan ini dilakukan lantaran kekesalan pelaku

yang terus dimintai uang oleh korban. ‘’Motifnya karena kesal, lantaran terus dimintai uang oleh korban. Bahkan, pelaku mengaku kerap diusir karena tidak membawa uang,’’ terangnya. Wisnawa menambahkan, selain luka di kepala kiri akibat pukulan martil, dari hasil autopsi RSUP Sanglah ditemukan tulang patah serta pendarahan akibat cekikan pada leher korban. Disinggung terkait darah pada kelamin korban, AKP Wisnawa mengaku belum mendapatkan hasil pemeriksaan terkait hal itu. Kini, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukawati. Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 subsider 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Menyebabkan Meninggal Dunia. ‘’Dari pasal

itu dicantumkan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H., mengatakan, dari hasil autopsi yang dilakukan kemarin, ditemukan luka robek pada kepala bagian kanan dan kiri. Pada bagian kepala, setelah dilakukan pembedahan, ditemukan benturan pada tulang kepala di sebelah kiri. Selain itu, juga ditemukan luka memar pada leher bagian kanan. ‘’Ciri-cirinya sesuai peristiwa pencekikan,’’ imbuhnya. Di sisi lain, kakak korban, Putu Suastana mengatakan, rencananya jenazah adiknya akan dipulangkan Minggu (4/12) dan diaben di Setra Bitera, Gianyar, hari itu juga. (kmb35/kmb42)

Bali Post/nik

TUNJUKKAN PELAKU - Kapolsek Sukawati AKP Wayan Wisnawa didampingi jajarannya saat menunjukkan pelaku pembunuhan.


KLUNGKUNG

10

Selasa Pon, 29 November 2016

’’Boat’’ Dihantam Gelombang

Empat Wisman Diselamatkan Nelayan

Semarapura (Bali Post) – Perairan Nusa Penida, Klungkung kembali memakan korban. Boat Nautilius milik perusahaan Two Fish Dive di Desa Jungutbatu, Nusa Penida yang mengangkut empat warga asing terbalik setelah dihantam gelombang di perairan Mantan Point. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Empat warga asing yang menumpang boat tersebut berhasil ditolong boat yang lain yang berada di sekitar TKP. Keempat warga asing itu adalah Angeline Douant (35) asal Prancis, Ben Kit Chalans (40) dari Australia, Michel Beck (32) asal Swiss dan Hannah Kate Webster (21) dari Inggris. Wisman itu didampingi dua orang pemandu wisata, Rock Sarangati (19) dan Paula Ana Danti (40) yang juga instruktur selam. Boat yang dinakhodai Wayan Dediasa (35) asal Jungutbatu dan awaknya I Kadek Suarjana (21) berangkat dari perairan Jungutbatu sekitar pukul 08.00 Wita untuk melakukan diving di perairan Manta Point. Setibanya di lokasi boat ini dihantam ombak dan oleng. Awalnya bisa bertahan tetapi kemudian oleng dan terbalik. Semua penumpang termasuk nahkoda dan awaknya jatuh ke laut. Beruntung saat kejadian ada boat lain yang melintas. Semua penumpang yang tercebur ke laut berhasil diselamatkan nelayan di boat tersebut dan langsung dievakuasi ke daratan untuk dicek kesehatannya. Kapolsek Nusa Penida AKP Ketut Suastika membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Boat langsung dievakuasi ke perairan Cristalbay dalam posisi masih terbalik. (kmb)

FKUB Harus Difungsikan

Semarapura (Bali Post) – Sosialisasi Hasil Musyawarah Antara Umat Beragama dan Konferensi Nasional II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tahun 2016 dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kementerian Agama Klungkung, Senin (28/11) kemarin. Sosialisasi dihadiri Ketua FKUB Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua FKUB Klungkung I Wayan Adnyana, Kepala Kantor Kementerian Agama Klungkung Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, Dewan Penasihat Lembaga Umat dan tokoh umat beragama se-Kabupaten Klungkung. Wakil Bupati I Made Kasta selaku Ketua Pembina FKUB Klungkung dalam pengarahannya minta (FKUB) jangan hanya dibentuk, namun harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama. FKUB harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menanggulangi masalah kerukunan umat beragama yang mesti diselesaikan dengan musyawarah dan dialog lewat pikiran jernih serta jiwa dan hati yang baik. “Mari bersama-sama tumbuhkan rasa kebersamaan dan jaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Klungkung,” ujarnya. Salah satu pengurus FKUB Bali I Gede Nurjaya mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai program. Diantaranya mengadakan dialog dengan tokoh-tokoh umat, menampung aspirasi organisasi masyarakat dan menyalurkannya serta menambah kapasitas dan wawasan dengan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Bali mengatakan kerukunan harus diwujudkan. Tanpa kerukunan tidak akan ada kedamaian dan ketenteraman antarumat beragama. Untuk mewujudkan hal tersebut harus diimbangi kesigapan para pemimpin umat dengan mengadakan sosialisasi dan koordinasi. Apalagi Bali sudah menjadi ikon nasional dalam menjaga kerukunan umat beragama. Agung Putra Sukahet menyebut Bali sudah memiliki identitas untuk mempertahankan kerukunan “Kita sudah punya warisan leluhur menyame braya dan tatwam asi. Untuk skala nasional, terus dengungkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bahwa kita semua bersaudara,’’ ujarnya. (kmb)

Bali Post/dwa

RUMAH BUPATI – Sejumlah pedagang di Pasar Kusamba mendatangi rumah jabatan Bupati Klungkung mempertanyakan penempatan lokasi berjualan yang diduga ada unsur kecurangannya.

Pembagian Los Dinilai Tak Adil

Pedagang Mengadu ke Rumah Bupati Semarapura (Bali Post) –

Kekisruhan pedagang di Pasar Kusamba pascadirelokasi ke gedung baru akhirnya selesai berkat dialog dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Minggu (27/11) lalu. Puluhan pedagang mengadu di rumah jabatan bupati mengeluhkan ketidakadilan pembagian tempat berjualan atau los yang baru dan berharap diizinkan berdagang di depan pasar. Pada pertemuan itu, sebagian besar pedagang seperti diutarakan Nengah Lutra, Lanus dan Jero Kartika berharap bisa tetap berjualan di depan gedung pasar. Jero Kartika menduga ada lima pedagang lancuban baru memiliki tempat berjualan di dalam gedung, padahal mestinya di luar gedung. Pedagang lancuban lainnya Wayan Keneng berharap luas

area masing-masing pedagang diperluas, sedangkan Kadek Narmini mengeluhkan pedagang yang memiliki lebih dari satu lokasi berdagang. Bupati Suwirta berjanji menindaklanjutinya adanya dugaan pedagang lancuban baru yang mendapat tempat di dalam pasar dan ada pedagang yang memiliki lebih dari satu tempat berjualan. Jika benar,

izin berdagang di dalam pasar kelima pedagang akan ditarik kembali. “Kami akan menerjunkan inspektorat untuk menyelidiki dugaan kecurangan ini. Kalau ada orang pasar ikut bermain, kami akan kenakan sanksi,” tegasnya. Terkait permohonan pedagang berjualan di depan pasar, Bupati Klungkung menyatakan untuk sementara diizinkan

mengingat pelataran selatan untuk pedagang lancuban masih diperbaiki. Bila perbaikan telah selesai, pedagang lancuban harus pindah ke pelataran selatan, mengingat area depan pasar akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Ini demi kenyamanan dan ketertiban bersama. Soal luas tempat masingmasing pedagang lancuban, Suwirta meminta para pedagang bersyukur atas kondisi saat ini. Menurutnya, dibandingkan pedagang lancuban di Pasar Galiran tempat berdagang lancuban di Pasar Kusamba lebih luas.

Bupati Suwirta juga mengatakan, pada tahun 2017 Pasar Kusamba akan terus dibenahi. Mulai dari pengaspalan area parkir, penataan taman, hingga pembuatan atap kanopi di pelataran selatan sehingga para pedagang lancuban berdagang di tempat teduh. Janji orang nomor satu di Kabupaten Klungkung ini disambut riuh tepuk tangan para pedagang. Dalam pertemuan itu, Bupati Suwirta didampingi Kadiskoperidag Klungkung I Gede Kusuma Jaya, Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra dan beberapa petugas Pasar Kusamba. (dwa)

Uji Coba Pelabuhan Gunaksa

Kapal LCT Berhasil Naik-Turunkan Kendaraan Semarapura (Bali Post) – Uji coba Pelabuhan Gunaksa menggunakan Kapal Surya Agung 2 tipe landing craft-tank (LCT), Senin (28/11) siang kemarin berlangsung menegangkan. Kapal yang memasuki kolam labuh pada pukul 9.15 Wita, harus mencoba beberapa kali mendekati pintu masuk dermaga (movable bridge) karena terus digoncang gelombang. Akhirnya uji coba kedua ini berhasil menaikkan dan menurunkan kendaraan. Seperti yang pertama tahun lalu, uji coba kedua ini juga diganggu gelombang. Kapal LCT yang memiliki panjang dan lebar melebihi Kapal Nusa Jaya Abadi atau Kapal Roro sempat kesusahan mendekati pintu masuk dermaga. Begitu kerasnya goyangan kapal menyebabkan tali tros pengikat terputus. Setelah dilakukan penggantian tali dan gelombang tidak ganas lagi, Kapal LCT dapat menurunkan ramp door. Dua unit mobil berhasil masuk dan keluar dengan lancar. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Kadishubkominfo) Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta, menyatakan pihaknya menggunakan Kapal LCT dalam uji coba kedua karena Kapal

Roro sedang mengangkut penumpang. Meski menggunakan kapal yang ukurannya berbeda, ia yakin keberhasilan mengangkut kendaraan ini bisa dilakukan oleh Kapal Roro. Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Ketut Gede Sudarma menilai ombak di Pelabuhan Gunaksa cukup tenang sehingga uji coba berjalan lancar. “Saya nilai ini berhasil, tapi alurnya masih kuat sehingga kapal goyang,” sebutnya. Menurut Kadishub Bali Gusti Agung Ngurah Sudarsana, meski sukses menurunkan ramp door dan mengangkut kendaraan, uji coba kedua ini tidak maksimal akibat faktor cuaca. Ia menyarankan penambahan break water 25-30 meter untuk mengatasi gelombang laut masuk ke kolam labuh. “Kami akan mengkaji hasil uci coba kedua ini,’’ jelasnya. Posisi dermaga yang persis menghadap ke laut dianggap mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan saat kapal masuk ke kolam labuh. Kondisi ini dikeluhkan nahkoda Kapal Roro Abdul Manan, karena Pelabuhan Gunaksa dinilainya tidak melindungi keamanan kapal. (dwa)

Bali Post/dwa

DITURUNKAN - Kapal LCT berhasil menurunkan kendaraan saat uji coba di Pelabuhan Gunaksa, Senin (28/11) kemarin.

Bali Post/kmb

SOSIALISASI - FKUB Klungkung menyosialisasikan hasil musyawarah antara umat beragama dan Konferensi Nasional II FKUB Tahun 2016.

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366)

21115

Polsek Klungkung

(0366)

21090

Polsek Dawan

(0366)

23181

Polsek Banjarangkan

(0366)

23180

Polsek Nusa Penida

(0366)

5382838

RSUD Klungkung

(0366)

21172

RSU Bintang

(0366)

25241

PMI Klungkung

(0366)

21442

Damkar Klungkung

(0366)

22655

PDAM Klungkung

(0366)

21336

PLN Klungkung

(0366)

25599

Ada Guru Bekerja Setengah Hati

Peran Pengawasan Disdikpora Dinilai Lemah Semarapura (Bali Post) – Masih saja ada laporan guru PNS bekerja setengah hati. Mereka bolos mengajar dan memanfaatkan keberadaan tenaga pengabdian untuk mengisi jam kerja. Padahal guru PNS sudah mendapatkan sertifikat, sedangkan pegawai pengabdian tidak dibiayai APBD Klungkung. Adanya laporan guru PNS malas mengajar ini menjadi atensi Bupati I Nyoman Suwirta dan dikritisi Ketua Dewan Pendidikan yang juga anggota Komisi III DPRD

Klungkung I Ketut Sukma Sucita, Senin (28/11) kemarin. Menurutnya, keberadaan guru malas dan bolos mengajar sudah terjadi sejak dulu. Hal ini masih terjadi hingga saat ini tidak terlepas dari peran pengawas pendidikan serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung. Sukma Sucita menyampaikan, pengawas dan Disdikpora memiliki peran mengawasi kinerja tenaga pendidik. Minimnya peran Disdikpora sama dengan membiarkan kualitas

pendidikan terus merosot. DPRD Klungkung sudah merekomendasikan ke bupati untuk memberikan sanksi kepada guru malas. Bupati Suwirta menindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 424/1508/Dikpora. Pada SE ini disebutkan sanksi kepada oknum guru yang kedapatan tidak hadir di kelas atau absen lebih dari tiga hari dalam sebulan. Ia minta Disdikpora tegas menindak guru yang bolos atau wanprestasi. Guru yang

melakukan berbagai cara untuk meninggalkan tanggung jawabnya mengajar tidak layak dipertahankan, sehingga perlu diberikan tindakan riil berupa sanksi yang telah diatur. “Sanksi yang perlu diberikan seperti pemotongan sertifikasi dan tunjangan. Bisa juga dipecat atau diberikan skorsing tiga bulan,” tegasnya. Politikus dari Partai Nasdem itu mengharapkan Disdikpora lebih peka terhadap kinerja guru yang dibina. “Penghasilan guru sudah lebih besar

dibandingkan dulu. Mereka sudah sejahtera. Bisa dibilang Disdikpora lemah membina guru,” ungkap Sucita. Bupati Suwirta menerima laporan adanya guru PNS di suatu sekolah yang bekerja setengah hati. Jam mengajarnya diberikan kepada guru pengabdian dan bersangkutan hanya bekerja seminggu dua hingga tiga kali. Laporan tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari Disdikpora. Bupati Suwirta akan menindaklanjuti laporan tersebut. (dwa)


BULELENG

Selasa Pon, 29 November 2016

11

Tanah Longsor di Tiga Lokasi

SOSOK Kesejahteraan Guru Kontrak Mesti Diperjuangkan PEMERINTAH mesti meningkatkan pendapatan guru kontrak. Akademisi Undiksha Singaraja I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. mengatakan, dilihat dari jumlah penduduk yang cukup padat di Bali Utara, guru kontrak berperan penting. Perhatian terhadap kesejahteraan guru kontrak tidak dapat disepelekan dan harus diperjuangkan. Parma meminta pemerintah daerah menjalin komunikasi serius dengan pemerintah terkait di tingkat provinsi atau pusat, khususnya mengenai pendapatan guru kontrak yang masih di bawah UMK Buleleng. “Fakta di lapangan cukup banyak guru kontrak di Buleleng justru tidak mendapat upah minimum atau layak. Di sejumlah wilayah masih ada guru diberi gaji di bawah Rp 500 ribu. Harus ada yang memperjuangkan tenaga pendidik kita di Buleleng,” ujarnya, Senin (28/11) kemarin. Lalu bagaimana memenuhi standar pendidikan dengan upah yang minim? Parma menilai peran guru kontrak dan honorer tidak bisa disamaratakan dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), yang memperoleh gaji serta tunjangan sertifikasi lebih tinggi. “Jadi benar guru saat ini sudah tergolong berkecukupan. Tapi, apakah semua guru seperti iti. Tentu tidak, guru ada berstatus kontrak dan honorer, masih jauh dari kata layak bila dilihat dari pengabdian dalam memberi pendidikan kepada siswa-siswi di sekolah,” imbuhnya. Di sisi lain, Parma mengatakan, kualitas guru patut diperhatikan pemerintah kabupaten. Salah satunya dengan mempersiapkan standar akademik. Sebab, masih banyak guru belum mencapai strata satu (S1). Harus ada upaya serius dari pemkab memberikan kesejahteraan dan idealnya ada kesetaraan, meski tidak harus sama dengan guru PNS. “Hal itu agar tidak terjadi ketimpangan dan tanggung jawab mengajar antarguru PNS dan guru kontrak,” tandasnya. (dgk)

Mantan Kaur Diduga Korupsi Dana BKK

Singaraja (Bali Post) Penyalahgunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) menyeret nama mantan Kaur Keuangan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, KW. Unit III Tipikor Sat. Reskrim Polres Buleleng mengungkap yang bersangkutan terbukti melakukan korupsi dana BKK dari Pemkab Buleleng untuk kepentingan pribadi sebanyak Rp 100 juta. Dari penelusuran, tersangka mengajukan permohonan BKK kepada Pemkab Buleleng, sesuai proposal No. 02/PPRBB/LPS/VII/2014, tanggal 15 Juli 2014, dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 100 juta. Secara rinci, anggaran itu hendak dipakai membangun palinggih di Banjar Dinas Carik Agung Rp 40 juta, pembangunan tempat parkir Desa Lokapaksa Rp 40 juta, pengecatan Banjar Dinas Tengah Rp 5 juta, untuk Banjar Dinas Jero Agung sebesar Rp 5 juta, dan pembangunan Balai Kulkul Banjar Dinas Sorga Rp 10 juta. Tanggal 24 November 2014, Pemkab Buleleng lalu menyetujui permohononan bantuan tersebut dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Buleleng, No. 900/873/HK/2014 tentang penetapan besaran bantuan keuangan kepada desa dari Pemkab Buleleng tahun anggaran 2014. Selanjutnya, pada 29 Desember 2014, Pemkab Buleleng merealisasikan bantuan tersebut kepada Desa Lokapaksa melalui rekening tabungan di Bank BPD No. 015.02.02.01434-7 atas nama Kas Desa Lokapaksa sebesar Rp 100 juta. Bukti dokumen diketahui melalui Surat Perintah Membayar (SPM) nomor 2410/SPM-LS/ PPKD/2014, tanggal 19 Desember 2014, dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) No. 07937/LS/2014, tanggal 24 Desember 2014 dan pada tanggal 29 Desember 2014 didebet dari rekening umum kas daerah ke rekening kas Desa Lokapaksa. “Dana tersebut ditarik dari rekening tabungan kas Desa Lokapaksa secara bertahap oleh tersangka inisial KW sebagai kaur keuangan sebanyak dua kali. Pertama, 5 Januari 2015 ditarik Rp 74.265.000 dan kedua tanggal 13 Januari 2015 ditarik Rp 30.700.000,” papar Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. Senin (28/11) kemarin, didampingi Kanit III Tipikor Polres Buleleng Dewa Putu Adi Wijaya, S.H. di Ruang Rupatama Polres Buleleng. Dana tersebut tidak direalisasikan kepada panitia pembangunan di Desa Lokapaksa. Sebaliknya dana digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi. “Akibat perbuatannya ada kerugian keuangan negara atau daerah sebesar Rp 100 juta. Jaksa penuntut umum telah menyatakan berkas perkara tersangka KM telah lengkap alias P-21 sebagaimana Surat Kejari Buleleng nomor: B-1427/P.1.11/Ft.1/08/2016, tanggal 16 Agustus 2016,” kata Sukawijaya. Perkara diakui tersangka KW mengenai tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan penyimpangan dalam pengelolaan dana BKK dari Pemkab Buleleng, sebesar Rp 100 juta. Dana yang awalnya untuk pembangunan atau renovasi dipakai membeli kebutuhan sehari-hari. “Dana saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Saya ambil dua kali di rekening, karena gak ada SPJ saya ambil uang tersebut. Pengambilan dana diketahui kepala desa, tapi pemakaian dananya gak diketahui. Pemakaian dana yang tidak saya realisasikan, baru diketahui sudah saya pakai,” katanya. (kmb34)

Bali Post/kmb34

KORUPSI - Tersangka kasus tipikor dana BKK Pemkab Buleleng sebesar Rp 100 juta.

Jalan Singaraja-Bedugul Macet Tiga Jam

Singaraja (Bali Post) Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Singaraja-Bedugul tepatnya di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, macet selama tiga jam, karena terjadi tanah longsor di tiga lokasi. Tanah longsor itu menutupi setengah badan jalan. Tanah longsor dipicu hujan deras Senin (28/11) kemarin sekitar pukul 13.00 wita. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sebelum hujan deras, arus kendaraan dari Denpasar ke Singaraja atau sebaliknya berjalan normal. Jalur ini ramai dilalui sepeda motor, kendaraan pribadi, truk, hingga bus yang mengangkut rombongan wisatawan. Cuaca tiba-tiba berubah diawali dengan kabut tebal hingga hujan deras. Diduga karena tebing di pinggir jalan labil, tidak mampu menahan gerusan air hingga akhirnya longsor. Gundukan tanah kemudian menutupi setengah badan jalan. Saat itu juga, arus kendaraan dari arah selatan ke utara atau sebaliknya tersendat. Kendaraan roda dua atau minibus masih bisa melintas dengan

cara bergiliran. Sedangkan bus dan truk terpaksa berhenti menunggu proses pembersihan tanah oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan relawan di Desa Gitgit. Pembersihan d ilakukan menggunakan alat manual. Setelah tanah berhasil dibersihkan, aspal jalan kemudian disemprot petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Pemkab Buleleng. Sekitar pukul 16.00 wita, arus kendaraan dari dua arah kembai normal. Kepala Pelaksana BPBD Made Subur di lokasi kejadian menjelaskan, jalan nasional Singaraja-Bedugul ini rawan tanah longsor dan pohon tumbang. Ada tiga lokasi tanah longsor dengan tinggi sekitar

Bali Post/ist

LONGSOR - Tanah longsor menutupi badan jalan Singaraja-Bedugul, tepatnya di wilayah Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, Senin (28/11) kemarin. tiga meter dan lebar empat meter. Pihaknya langsung menurunkan petugas Posko Bencana Alam bersama relawan dari Desa Gitgit dengan peralatan manual berusaha

membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan. “Begitu kami terima laporan dari kecamatan, personel posko bencana alam kami turunkan untuk membersihkan

tanah dengan manual. Dengan dukungan relawan dan warga di sekitar lokasi, tanah berhasil kami bersihkan dan lalu lintas kembali normal,” jelasnya. (kmb38)

Dewan Kebut Pembahasan APBD Induk 2017 Penderita Penyakit ”Aneh” Meninggal Dunia Singaraja (Bali Post) DPRD Buleleng dan eksekutif membahas rancangan Perda APBD 2017 secara maraton. Ini karena batas akhir dokumen APBD sudah disahkan 30 hari sebelum tutup tahun anggaran 2016. Karena itu, DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati APBD 2017 disahkan pada 5 Desember 2016. Batas waktu yang sangat singkat tersebut langsung disikapi Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Senin (29/11) kemarin, Banggar melakukan rapat internal untuk mempersiapkan diri sebelum membahas draf rancangan APBD 2017. Rapat internal itu berlangsung tertutup dipimpin Ketua Banggar yang juga Ketua DPRD Gede Supriatna didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) Gede Wisnawa, dan tim pakar Wayan Rideng. Dalam rapat itu, Banggar menyusun poin tentang kebijakan anggaran yang akan dibahas bersama TAPD secara maraton. Selain itu, pembahasan lebih menukik terkait proporsi alokasi anggaran yang akan diplot untuk sekretariat DPRD. Salah satunya menyangkut dana hibah bantuan sosial (bansos -red) dan anggaran untuk perjalanan dinas ke luar daerah. Setelah rapat internal, Banggar kemudian baru mengundang TAPD untuk rapat di ruang kerja Ketua DPRD. Rapat ini kembali tertutup dihadiri Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. bersama Asisten III Astasemadi, Kepala BPKAD

Bali Post/kmb38

ANGGARAN - Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah membahas rancangan KUA, PPAS, dan APBD 2017, Senin (29/11) kemarin. Bimantara, Inspektorat Daerah Putu Yasa, dan pimpinan instansi terkait lain. Ketua DPRD Gede Supriatna usai rapat mengatakan, pembahasan KUA dan PPAS yang dilanjutkan dengan membahas APBD induk 2017 molor akibat perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru disetujui oleh Pemprov Bali. Sementara Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 31 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan APBD diatur bahwa pengesahan APBD 2017 sebelum 30 hari tutup tahun anggaran 2016. Atas kondisi ini, pihakya bersama TAPD telah menyepakati pembahasan mulai dari KUA, PPAS dan APBD 2017 mulai Selasa (29/11) pagi ini dan ditargetkan APBD ketok palu dalam enam hari ke depan atau tepatnya pada 5 Desember 2016. Terkait proporsi anggaran 2017, politisi PDI Perjuangan ini mengaku secara garis besar total APBD

2017 dirancang sebesar Rp 2,161 triliun. Sedangkan, Pendapatan Asli Daerah (TAPD) dirancang sebesar Rp 320 miliar. Sementara terkait proporsi anggaran di Sekretariat Dewan, pihaknya mengaku belum ada angka pasti. Namun, jatah alokasi bantuan hibah bansos telah dimasukkan dalam poin keputusan yang akan dibahas secara resmi pada rapat-rapat berikutnya. Terkait anggaran hibah bansos ini, pihaknya tidak menampik kalau dalam pembahasan sering menyita waktu panjang. Untuk itu, pihaknya berharap pembahasan alokasi hibah bansos ini tidak menjadi diskusi panjang atau bahkan berpolemik, sehingga dampaknya pengesahan APBD akan molor dari batas waktu yang sudah digariskan. Sementara itu, anggota Banggar yang juga Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa menegaskan, dalam penyusunan APBD, pihaknya tetap menitikberatkan pada efektif dan efesien. (kmb38)

Pencuri Motor Diciduk Sat. Reskrim

Singaraja (Bali Post) Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil diungkap Sat. Reskrim Polres Buleleng. Pencuri spesialis menyasar motor yang kuncinya nyantol, I Gusti LJ San (22), alamat Lingkungan Widya Sari Kelurahan Kampung Baru, Buleleng, diciduk petugas.

Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. mengatakan dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa dua motor Honda Vario DK 5028 VS, dan Honda Scopy DK 3716 MR. “Pelaku mencuri dua motor dalam keadaan kunci nyantol. Motor curian tersebut kemudian ditaruh di rumahnya,”

Bali Post/kmb34

CURANMOR – Dua motor dengan kunci nyantol dicuri pelaku I Gusti LJ San (22). Dia harus mempertanggungjawabkan aksinya di Polres Buleleng, Senin (28/11) kemarin.

jelas Sukawijaya, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Abdul Ajis, Senin (28/11) kemarin. Sebelumnya, polisi menerima laporan kehilangan motor dari korban Gede Muliawan (45) alamat Kampung Tambak Sari Gang III No. 2 Singaraja dan Dewa Gede Veri Indrayana (23) alamat Dusun Getakan Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Pelaku mengaku beraksi di TKP Banjar Dinas Sanih Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan, Minggu (20/11) pukul 12.20 wita dan di Jalan Pulau Maluku Gang II No. 27 Kelurahan Kampung Baru, Buleleng, Senin (21/11) pukul 05.30 wita. Sementara itu, pelaku I Gusti LJ San menyampaikan, awalnya ia berniat meminjam motor di rumah pamannya. Kemudian dia melihat motor Honda Vario DK 5028 VS tersebut yang kuncinya nyantol dan langsung dicuri. Motor tidak dijual, cuma ditaruh di rumah. (kmb34)

Singaraja (Bali Post) Satu dari empat pasien yang menderita penyakit “aneh” meninggal dunia Senin (29/11) kemarin. Dia adalah I Made Sudiarsa (44), warga Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan. Dia meninggal dunia setelah satu minggu menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Informasi yang dikumpulkan di RSUD kemarin, Sudiarsa meninggal dunia sekitar pukul 00.20 wita. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka, setelah sempat dimandikan di kamar jenazah RSUD Buleleng. Sudiarsa dirawat di RSUD Buleleng pada Senin (21/11) sore lalu. Saat itu, Sudiarsa dirawat di IGD RSUD Buleleng selama satu hari karena kesadarannya menurun. Selasa (22/11) lalu, dia sempat sadar namun kondisinya masih lemah. Rabu (23/11), kondisinya bertambah kritis hingga dipindahkan ke Ruang ICU RSUD Buleleng. Dalam perawatan ini, pasien dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter yang merawatnya. Keluarga pasien Wiwik Pastiningsih mengatakan, sebelum menderita penyakit misterius itu, Sudiarsa yang berprofesi sebagai nelayan sempat melaut pada Minggu (20/11) lalu. Pulang dari melaut, dia kemudian mengeluh tidak enak badan diikuti pusing. Kondisi kesehatannya itu sempat diperiksakan ke tempat praktik bidan desa. Namun rasa pusing itu terus berlanjut hingga keesokan harinya. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat meminta tolong kerabatnya Gede Budiana untuk memijat kepalanya. Budiana sendiri salah satu korban penyakit misterius yang hingga kemarin, masih dirawat di Ruang HCU RSUD Buleleng. “Sehabis dipijit itu kondisinya tidak membaik, malahan seperti orang bingung. Bantal dan baju yang dikenakannya dirobek. Biar tidak berontak langsung ke rumah sakit dan tangannya sempat diikat,” katanya. Anak sulung pasien, Putu Eka Saputra (21), tidak menyangka kalau orang tuanya meninggal dunia. Sejak ditinggal merantau di Denpasar dia mengetahui ayahnya rutin menangkap ikan. Setelah diberi tahu ayahnya masuk rumah sakit, Eka kemudian pulang dan mengurus pengobatan sang ayah. “Waktu itu hanya adik yang mimpi katanya ada seseorang yang memberi makan lawar untuk bapak dan sepupu saya (Kadek Sumertayasa yang dirawat di Ruang Sandat RSUD Buleleng-red),’’ ujarnya. Sebelumnya, empat warga dari Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan menderita penyakit “aneh”. Mereka adalah Made Sudiarsa (44), Kadek Sumertayasa (30) dan I Gede Budiana (47), ketiganya masih memiliki hubungan kekerabatan dan tinggal di Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Bukti. Sedangkan, Komang Budiarta (45) dirawat di RSAD Wirasatya Singaraja. Hingga kemarin, dokter belum melakukan penanganan lebih lanjut, karena belum mengetahui secara pasti apa pemicu munculnya penyakit tersebut. Dokter masih menunggu izin dari keluarga untuk melakukan penanganan sesuai prosedur medis yang disebut lumbal fungsi. Penanganan ini mengambil sampel cairan yang menggenangi sistem saraf pusat pada otak dan tulang belakang. (kmb38)

Suara Buleleng Toko Modern Menjamur Toko-toko modern menjamur di wilayah Buleleng, bahkan sampai masuk ke pelosok desa. Yang jadi pertanyaan apakah toko-toko modern itu sudah memiliki izin atau belum? Operasional dan lokasi toko-toko modern itu juga harus diatur untuk melindungi pedagang kecil dan pasar tradisional. Komang Suparta, Kerobokan

Terkait Permohonan Hak Milik

BPKAD Undang Penghuni RSS Kayubuntil Singaraja (Bali Post) Masih ingat dengan keinginan 98 kepala keluarga (KK) warga Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar memohon perumahan yang mereka tempati saat ini menjadi hak milik? Guna membahas tuntutan itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buleleng mengundang warga yang kini menghuni rumah sangat sederhana (RSS) di tepi pantai tersebut. Pembahasan ini menyusul hasil inventarisasi menyebut bahwa tanah lahan RSS itu merupakan tanah negara (TN -red). Sedangkan, bangunan rumahnya terhitung tahun 1994 silam diserahkan

oleh pemerintah pusat kepada Pemkab Buleleng dan sudah tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB -C). Kepala BPKAD Bimantara di sela-sela rapat di gedung DPRD Senin (28/11) kemarin, mengatakan, data yang sudah ditemukan selama melakukan inventarisasi telah selesai dibahas bersama instansi terkait. Melengkapi data inventarisasi itu, pihaknya mengundang seluruh warga yang menempati RSS Kayubuntil membahas permohonan RSS menjadi hak milik. Pembahasan ini diakuinya penting karena menyangkut hak dan kewajiban yang harus dibahas secara detail. Apalagi, dari fakta

di lapangan menyebut bahwa sejak warga menempati RSS itu kewajiban membayar sewa Rp 4.000 per bulan belum ada kejelasan. Untuk itu, masalah pembayaran sewa bulanan ini perlu dicarikan kejelasan, sehingga pada saat pengajuan permohonan menjadi hak milik kepada pemerintah pusat didukung oleh berkas administrasi lengkap dan akurat. “Kita selesaikan dulu masalah hak dan kewajiban sebelum nanti mengajukan permohonan menjadi hak milik. Kalau sudah ini tidak ada persoalan di lapangan untuk permohonan akan bisa dilakukan,” katanya. Menurut Bimantara, lahan

RSS yang berstatus tanah negara itu bisa saja dimohon asalkan didukung dengan berkas administrasi dan regulasi yang mengatur. Untuk itu, pihaknya tidak gegabah menyelesaikan keinginan warga. Apabila seluruh berkas ini lengkap, pengajuan permohonan kepada pemerintah pusat bisa saja difasilitasi oleh pemkab. Jika warga penghuni mengajukan secara langsung, maka pemkab akan memberikan kewengan penuh kepada warga penghuni. Di sisi lain, regulasi yang sudah dimiliki saat ini baru sebatas surat keputusan (SK) penyerahan aset RSS dari pemerintah pusat kepada pem-

kab tahun 1994. Selain itu, surat keputusan (SK) perjanjian tentang pembayaran sewa Rp 4.000 setiap bulan selama 20 tahun. Setelah batas waktu sewa tersebut berakhir, warga penghuni dapat mengajukan perohonan RSS menjadi hak milik. Sementara berapa luas areal RSS tersebut, hingga sekarang BPKAD belum memiliki data pasti karena lahan tersebut belum pernah dikur. “Dalam kartu inventaris barang (KIB-C) yang ada di BPKAD itu baru SK penyerahan aset bangunan, kalau lahannya belum tahu berapa luasnya karena kami sendiri belum pernah ukur lahan itu. (kmb38)


JEMBRANA

12 Spesialis Pencuri Burung Dibekuk Pelaku Beraksi di 25 TKP

Negara (Bali Post) Jajaran Reskrim Polres Jembrana berhasil menangkap spesialis pencurian burung, Jumat (25/11) lalu. Pelakunya I Gusti Ngurah Darma Santika (21), buruh kelahiran Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di 25 tempat kejadian perkara (TKP). Dalam menjalankan aksinya, pelaku cukup licin dan tak peduli rumah yang disasarnya milik siapa. Sebab, selain rumah warga, rumah milik kepala desa pun tak luput dari incaran pelaku. Pelaku membidik burung peliharaan para korban. “Pelaku ini juga merupakan residivis yang sudah tiga kali keluar-masuk penjara,” kata salah satu petugas kemarin. Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, Senin (28/11) kemarin mengatakan, pelaku sejatinya tak hanya menyasar burung, tetapi juga barang-barang lainnya seperti uang, laptop, tabung gas dan celengan. “Untuk semantara, diakui 25 TKP. Namun, baru 9 korban yang sudah membuat laporan,” jelasnya. Kapolres Djoni menerangkan, pelaku mengaku mencuri di Toko Krisna Gas. Di tempat ini, pelaku mengembat satu ekor burung Murai. Burung ini kemudian dijual seharga Rp 700 ribu. Selanjutnya, di rumah Pak Tangkil di Dauhwaru, pelaku juga mencuri burung kacer. Burung ini kemudian dijual seharga Rp 800 ribu. Tak hanya itu, juga mengembat burung cadet milik Nanang Kosim. Selanjutnya, beraksi di Yeh Kuning. Pelaku mencuri tabung gas dan uang Rp 500 ribu. Pelaku juga menyatroni warung di Banjar Taman, Desa Batuagung dengan mengambil 2 rokok Malboro, 1 bungkus Malboro putih, 3 bungkus rokok Sampurna, 2 bungkus Djisamsu dan 2 bungkus Gudang Garam pendek. Masih banyak TKP lainnya. Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Guna penyelidikan lebih lanjut, pelaku dan sejumlah barang buktinya kini diamankan di Polres Jembrana. “Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP,” imbuh mantan Kasubdit Regident Dit. Lantas Polda Bali ini. (kmb26/kmb)

Perbekel Yehembang Kauh Kumpulkan Pengelola Galian C Negara (Bali Post) Polemik antara warga Yehembang Kauh dengan pengelola galian C terkait keberadaan jalan rusak yang hingga kini belum diperbaiki, mendapat perhatian serius dari Perbekel setempat. Perbekel Yehembang Kauh I Ketut Mustika bersama Babinkamtibmas Aiptu Made Kartika pun turun tangan untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka akhirnya mengumpulkan para pengelola galian C, Senin (28/11) kemarin, untuk diajak berdiskusi. Dalam pertemuan itu, Perbekel Mustika meminta para pengelola galian C, baik itu yang di Banjar Munduk Anggrek maupun banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, agar menepati janjinya memperbaiki jalan desa yang rusak tersebut. Selain memperbaiki jalan rusak, juga memasang gorong-gorong dan menguruknya. Perbekel sengaja mengumpulkan kedua pengelola galian C tersebut lantaran lokasinya berada di Desa Yehembang Kauh. Untuk itu, Perbekel berkewajiban untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mencarikan solusi yang terbaik. Dari hasil pertemuan itu, pengelola galian C yang lokasinya di Banjar Munduk Anggrek mengaku menyerah atas permintaan warga itu. Alasannya, pihaknya tidak mempunyai biaya untuk memperbaiki jalan tersebut. Sedangkan, pemilik galian C yang berlokasi di Banjar Sekar Kejula mengaku sanggup memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Seperti berita sebelumnya, lantaran janji perbaikan jalan tak kunjung dipenuhi oleh pengelola galian C di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, warga setempat kembali melakukan protes. Sebab, hingga saat ini, jalan yang menghubungkan antardesa dan tembus ke Desa Yehembang itu masih rusak. Padahal, pihak pengelola galian C sudah berjanji kepada warga dan pemerintah desa untuk perbaikan jalan serta memasang gorong-gorong. (kmb26)

Bali Post/ist

Vila IX Praseva Ludes Terbakar

gunakan alat seadanya, mereka berupaya keras memadamkan apinya. Tak berselang lama, sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba di TKP dan langsung menyeprotkan air ke titik api. Upaya petugas pemadam kebakaran membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian. Sayangnya, seluruh barang-barang yang ada di dalam ruangan ludes terbakar. Begitu api padam, petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP guna mencari penyebab kebakaran tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebabnya. Selain itu, pihaknya juga belum berani memastikan kerugian yang diderita pemilik vila. (kmb)

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025

Bali Post/olo

GALIAN C - Galian C di Desa Yehembang Kauh terlihat masih beroperasi. Warga mendesak pihak pengelola galian C agar jalan yang rusak akibat dilintasi truk segera diperbaiki.

Tahun 2016, Pembangunan Taman Makepung Dibatalkan Negara (Bali Post) Sejumlah proyek yang direncanakan akan dikerjakan akhir tahun ini, batal dilakukan. Salah satunya proyek pembangunan Taman Makepung di lahan eks Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Pembatalan pengerjaan itu lantaran adanya kesalahan teknis terkait aset. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Jembrana, I Wayan Darwin, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi

tersebut. Pengerjaan tidak jadi dilaksanakan tahun ini karena masih ada masalah nilai lahan penukarnya. Sejatinya, Pemkab sudah menyediakan lahan penukar di sebelah barat kantor Camat Negara. Tetapi lahan penukar itu belum dapat diterima langsung karena harus ada penghitungan nilai pasti aset itu. Dari penghitungan nilai aset yang dilakukan pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja, masih terjadi selisih aset. Nilai aset la-

han penukar sekitar Rp 800 juta, sedangkan lahan eks Kejari Negara senilai Rp 1,8 miliar. Sementara rencana pengerjaan Taman Makepung itu sudah dianggarkan tahun 2016 ini. Tetapi pengerjaan batal lantaran masalah teknis terkait aset. Kejaksaan belum menerima lahan penukar yang sebanding dengan nilai aset eks Kantor Kejari Negara itu. Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu sudah direncanakan sejak bangunan kantor itu tidak digunakan lagi sejak tahun 2013 lalu. (kmb26)

Ribuan Warga Hadiri Deklarasi Jembrana KBS

TERBAKAR - Vila IX Praseva di Desa Perancak ludes terbakar. Sejumlah anggota kepolisian terlihat sedang melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran.

Negara (Bali Post) Warga Desa Perancak, Jembrana, Senin (28/11) kemarin, digegerkan dengan adanya kebakaran. Vila IX Praseva yang dikelola Made Mangku Sedana Yasa ludes dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemilik vila diperkirakan mengalami kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan insiden kebakaran vila tersebut pertama kali diketahui karyawan setempat, Wayan Sudi Antara. Saksi yang tinggal di Banjar Mekar Sari Desa Perancak Jembrana ini saat itu sedang bersih-bersih. Tiba-tiba, saksi melihat ada kepulan asap dari kamar staf. Kamar tersebut juga terdapat dapurnya. Mengetahui adanya kebakaran, saksi berteriak minta pertolongan. Sontak, karyawan lainnya dan warga setempat berbondong-bondong ke TKP untuk melakukan pemadaman. Dengan meng-

Selasa Pon, 29 November 2016

KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204

DUKUNGAN kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Dr. Ir. Wayan Koster sebagai Gubernur Bali semakin meluas dan nyata. Kamis (24/11), bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha, ribuan masyarakat Kabupaten Jembrana mendeklarasikan Jembrana KBS (Koster Bali Satu). Mereka yang hadir adalah tokoh-tokoh masyarakat dengan basis massa yang jelas serta dari jajaran pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan. Dengan tekad bulat mereka menyatakan siap memenangkan KBS sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023. Deklarasi sebagai bukti dukungan riil dari warga Bumi Makepung ini. Dihadiri dua kader PDI Perjuangan yang bertugas di eksekutif yaitu Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Jembrana, pengurus ranting dan anak ranting, perbekel, bendesa adat, kepala lingkungan se-Kabupaten Jembrana, serta sejumlah tokoh masyarakat. Deklarasi diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha Jembrana. Bendesa Pakraman Baler Bale Agung Negara, Nengah Subagia, mengatakan persembahyangan bertujuan mendoakan Wayan Koster

agar bisa mencapai tujuannya. Seluruh peserta tampak larut dalam doa-doanya. Usai persembahyangan bersama, dilakukan acara deklarasi. Ketua DPC PDI Perjuangan, Kembang Hartawan, mengungkapkan sebagai petugas partai di eksekutif, dirinya sudah sangat merasakan sepak terjang Koster yang telah tiga perode sebagai Anggota DPRRI Dapil Bali. “Sebagai anggota DPR-RI mewakili Bali, beliau (Koster) paling menonjol. Mampu menfasilitasi kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat Jembrana. Banyak bantuan yang sudah diturunkan ke Jembrana,” katanya. Menurutnya, Koster telah banyak berbuat untuk membangun Jembrana terutama bidang pendidikan. Di Jembrana dibangun perguruan tinggi negeri berbentuk Akademi Komunitas yang akan dijadikan Politeknik Negeri. Begitu juga membantu memperjuangkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, rumah sakit dan pasar. “Belum lagi bantuan lain yang langsung ke masyarakat. Ada 15 wantilan dan 15 paket gong yang sudah diturunkan di Jembrana,” imbuhnya. Kembang juga menyebutkan, Koster sudah memiliki konsep membangun Bali melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Konsep membangun Bali yang dimiliki sangat luar biasa, terpola dari hulu ke hilir secara

DEKLARASI - Deklarasi Jembrana KBS (Koster Bali Satu) digelar di Wantilan Pura Jagatnatha. menyeluruh. Maka dari itu, dengan tekad bulat, kita mendukung dan menjadikan Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali,” ujar Kembang. Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha juga tak mau kalah membeber sepak terjang politisi asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut. Artha menyebut, Koster memiliki komitmen dan selalu membuktikan janji-janji kepada masyarakat. Bantuan-bantuan untuk kepentingan masyarakat, seperti gong dan wantilan sudah banyak diturunkan. Nantinya, bila Koster menjadi Gubernur Bali kata dia, tentu perhatian kepada Kabupaten Jembrana akan semakin besar. Perbekel Melaya Kadek Mara juga mengakui telah banyak bantuan yang diberikan oleh Koster, termasuk yang diterima Desa Melaya. Tanpa ragu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung

dan memenangkan Koster sebagai Gubernur Bali. Mendapat dukungan yang luas, Koster menyatakan sangat berterima kasih. Dia mengatakan dukungan yang diawali dengan doa dan ketulusan akan menghasilkan pemimpin yang baik dan berkomitmen. Dengan kerendahan hati, Koster menyatakan siap mengabdikan diri untuk masyarakat Bali. Dengan konsep PPNSB yang merupakan buah pikiran dari Ir. Soekarno, dirinya akan membangun Bali ke depan. Konsep dengan landasan idiologi kerakyatan sesuai ajaran Tri Sakti Bung Karno, untuk mewujudkan masyarakat Bali yang berdaulat di bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. Tujuh kabupaten/kota di Bali yang dipimpin kader PDI Perjuangan telah mengimplementasikan dan menerapkan

pola ini pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). PPNSB ini lanjut Koster, meliputi lima bidang yaitu, pangan sandang papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat agama seni dan budaya, terakhir pariwisata dan infrastruktur. Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan, targetnya tahun 2018 semua jalan desa harus di-hotmix. Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI dirinya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan PPNSB, agar mempercepat tujuan yang hendak dicapai, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan PPNSB pembangunan kabupaten tidak berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini, namun lebih terpola dan terarah. Selain itu, menurut Koster, pembangunan Bali harus berdasarkan tatanan dan kultur kehidupan masyarakat yang berlandaskan adat, agama, tradisi, budaya dan seni. “Kita tidak anti investor. Tapi pembangunan jangan sampai merusak tatanan alam dan lingkungan, apalagi mengganggu kesucian. Jati diri masyarakat Bali yang berlandaskan adat, agama, tradisi dan budaya harus kita pertahankan,” tegasnya sembari mengatakan acara deklarasi ini diakhiri dengan makan nasi jinggo bersama. (ad1788)


Selasa Pon, 29 November 2016

KARANGASEM

13

Proses Izin Gamang

SOSOK ’’Ngutang Kandik, Nuduk Jaum’’ DI TENGAH kesulitan anggaran akibat turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Karangasem hingga sekitar Rp 4 miliar, ada rencana pihak eksekutif dalam hal ini pemkab menyertakan modal -– menabung -- di bank milik daerah Bali. Padahal, di satu sisi pemkab masih harus membayar pinjaman pokok berikut bunga di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu yang nilainya cukup besar, lebih dari Rp 11 miliar. Sedangkan di sisi lain malah harus menabung. Solusi tersebut bagi Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, S.E., M.Si., seperti peribahasa Bali ngutang kandik nuduk jaum -- membuang kapak, memungut jarum. ‘’Artinya membuang yang besar, kemudian memungut yang kecil,’’ jelasnya. Ketua Dewan asal Desa Sibetan itu mengatakan eksekutif merencanakan menambah investasi di bank sampai Rp 4 miliar. Baiknya, ke depan jangan lagi meminjam dana di PIP untuk membangun. Apalagi dari awal Bupati-Wabup Karangasem punya komitmen tidak akan meminjam dana dari pusat, melainkan berjuang, melakukan lobi-lobi untuk membawa anggaran pusat yang besar ke Karangasem. ‘’Mampu menyertakan modal besar ke bank itu sebetulnya bagus. Langkah itu sebagai upaya berinvestasi yang baik,’’ tandasnya. (bud)

Musim Hujan

Jumlah Penderita DB Naik Lagi

Amlapura (Bali Post) – Pada awal musim hujan ini, penderita demam berdarah (DB) di Karangasem meningkat lagi. Per hari rata-rata sepuluh orang jatuh sakit kena DB. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr. IGM Tirtayana mengatakan hal itu, Senin (28/11) kemarin. Menurutnya, ada saja tiap hari warga yang terkena DB. Namun termasuk tidak banyak. Dikatakan, tidak sebanyak Maret-Juni lalu, yang membeludak hingga total mencapai 1.500 selama empat bulan tersebut. Disampaikan, penderta DB tiap tahunnya biasanya bermula dari wilayah Paya, Lingkungan Galiran Kaler dan sekitarnya. ‘’Biasanya mulainya dari wilayah itu. Bisa jadi, karena penduduknya yang padat, mobilitasnya tinggi dan sibuk, sehingga mereka tidak sempat membersihkan lingkungan permukimannya, akibatnya muncul banyak sarang nyamuk,’’ paparnya. Dokter Tirtayana yang berasal dari Penebel, Tabanan itu menambahkan di Karangasem memang ada 46 desa/kelurahan yang diketahui endemis nyamuk Aedes Aegepty penyebab DB. Dari 78 desa dan kelurahan angka keberadaan jentik (AKJ) diakui masih buruk, yakni di bawah 90 persen. Padahal, yang aman dari DB itu AKJ di atas 95 persen. Artinya kalau ada 100 rumah, paling banyak ditemukan jentik nyamuk di lima rumah saja. ‘’Karena jentik nyamuk masih banyak, maka perlu digalakkan lagi gerakan memberantas sarang nyamuk tersebut,’’ katanya. Pihaknya di Diskes, mengalokasikan dana dari APBD perubahan Rp 100 juta, untuk kegiatan fogging. Namun, fogging itu hanya salah satu jalan. Malah kalau tidak pas menjadi kurang efektif, karena hanya sifatnya membunuh nyamuk dewasa. Ditemui di tempat terpisah, anggota Komisi IV DPRD Karangasem I Gede Dana menyampaikan, pemkab dengan instansi terkaitnya mesti lebih menggalakkan lagi upaya penyadaran masyarakat, pentingnya memberantas sarang nyamuk. Perlu dilakukan sosialisasi, termasuk lewat radio. ‘’Pencegahan harus lebih banyak dilakukan. Soalnya, biaya perawatan DB itu cukup besar. Salah-salah kalau terlambat nyawa bisa tak tertolong. Nah … hal seperti itu yang kita khawatirkan,’’ paparnya. Dari pantauan, di Galiran Kaler, dua hari lalu ada warga dari sana yang menderita DB. Salah satunya, Ni Komang Tri. Salah seorang keluarganya terkena DB, dia mesti menjalani rawat inap. Dari lingkungan itu, belakangan ini banyak yang kena DB. (013)

Bali Post/013

SEMINAR - Ibu-ibu mengikuti seminar antinarkoba.

Harus Waspada

Generasi Muda Jadi Target Bandar Narkoba Amlapura (Bali Post) – Penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah serius di Bali termasuk di Karangasem. Generasi muda sebagai pilar masa depan penerus bangsa sudah menjadi target pemasaran narkoba oleh para bandar barang laknat tersebut. Generasi muda yang sedang mencari indentitas itu memang kerap kepribadiannya labil. Kalau semua pihak tidak waspada, kasihan kalau anak-anak muda itu dijadikan target pemasaran para bandar narkoba. Staf ahli Bupati Karangasem Bidang Kemasyarakatan Ir. Pande Komang Ardita mengatakan hal itu di Amlapura, Senin (28/11) kemarin. Pada seminar pemberantasan narkoba, masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kenakalan remaja, kata Ardita, penyalahgunaan narkoba dan miras itu sering menjadi biang kerok masalah rumah tangga. Di Karangasem sering terjadi kasus KDRT, hingga kasusnya berlanjut ke meja hijau. Tentunya, KDRT itu memicu retaknya rumah tangga, yang berdampak pada ketidaknyamanan. Sudah pasti hal itu berimplikasi negatif bagi pembentukan kepribadian anak. Ketua Panitia Seminar yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) dr. Priagung Duarsa menyampaikan hal senada. Menurutnya, dari data yang dimuat di media massa, selain narkoba sering menyebabkan terjadi kasus KRDT, dari pelaku yang terungkap sebagai penyalahgunaan narkoba, kini sudah merambah ke pelosok-pelosok desa. Karena itu, semua pihak mesti waspada dan saling menjaga anggota keluarga, terutama mengawasi anak-anak remajanya. Jangan sampai karena ketidaktahuan, kemudian dapat pengaruh dari orang lain, lalu mereka terjerumus pada kehidupan narkoba. (013)

Investor Pabrik Beton akan PTUN-kan Pemkab

Amlapura (Bali Post) -

Pro-kontra pembangunan pabrik beton di Banjar Dinas Yeh Malet Desa Antiga Kelod, Manggis, berbuntut panjang. Sikap gamang yang ditunjukkan Pemkab Karangasem perihal proses perizinan yang sudah ditempuh investor, membuat pihak investor PT Catur Mandala Prima mempertimbangkan untuk menggugat pemerintah daerah melalui PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Manajer Teknik PT Catur Mandala Prima, Nyoman Upadana, yang dihubungi Senin (28/11) kemarin, mengatakan pihaknya tinggal menunggu sikap final dari pemerintah daerah, terhadap proses perizinan mereka. Apakah pemerintah daerah akan mengambil sikap melakukan penangguhan lagi, menerima atau menolak. ‘’Kalau proses izinnya ditolak, kami langsung bawa masalah ini ke PTUN,’’ ancam Nyoman Upadana. Dia mengaku sejak awal sudah sangat menghormati proses perizinan di Pemkab Karangasem. Sehingga, dia mengaku mengikuti prosedurnya dari tingkat banjar adat, desa adat, hingga pemerintah daerah. Hasil dari proses itu, pihaknya sudah mengantongi surat persetujuan Desa Pakraman Angentelu, surat penyanding dari masyarakat sekitar wilayah pabrik beton PT Catur Mandala Prima, surat dari Badan Lingkungan Hidup Pemkab Karangasem, surat IPR (Izin Pemanfaatan Ruang) dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Sebelum mempertimbang-

kan menggugat lewat PTUN, unsur terkait di Pemkab Karangasem, bersama pihak investor dari PT Catur Mandala Prima, kembali melakukan pertemuan dengan masyarakat Banjar Dinas Yeh Malet, khususnya anggota Subak Taman Sri Yeh Malet yang belakangan mulai menolak keberadaan pabrik beton itu. Pertemuan berlangsung Minggu (27/11) sore di Balai Subak Taman Sri Yeh Malet. Pertemuan ini untuk proses verifikasi penolakan warga Subak Taman Sri terhadap PT Catur Mandala Prima. ‘’Kami berinvestasi baik-baik, membuka lapangan kerja. Kalau hanya memikirkan untung, kami bisa saja buka di Gianyar, bukan di Karangasem,’’ kata Upadana. Dihadiri Pejabat Pemkab Proses verifikasi ini dihadiri langsung Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Karangasem I Ketut Sumarta, Kepala Badan Lingkungan Hidup I Komang Agus Sukasena, Kadis PU I Nyoman Sutirtayasa, Kabid Tata Ruang Bappeda I Komang Suarta, Kapolsek Manggis Kompol I Dewa

Bali Post/kmb31

PABRIK BETON - Lokasi pabrik beton di Banjar Dinas Yeh Malet saat ini sudah ditutup. Tidak ada aktivitas lagi di dalamnya. Gede Putra hingga Danramil-05 Manggis diwakili oleh Pelda I Ketut Merta. Dari pihak investor, selain Nunuk Purwandari sebagai pemilik perusahan PT Catur Mandala Prima, didampingi Hendrik (Direktur Operasional), dan lainnya. Hadir juga Perbekel Antiga Kelod, Klian Banjar Adat Yeh Malet, Klian Subak Taman Sri Yeh Malet, hingga Bendesa Angentelu. Ketut Sumarta mengakui pihak PT Catur Mandala Prima sudah mengantongi seluruh surat yang disebutkan di atas. Kepala BLH I Komang Agus Sukasena juga menegaskan secara aturan, pihak PT Catur Mandala Prima sudah beretika baik mengurus surat-surat yang diperlukan untuk mendiri-

kan suatu usaha. Berdasarkan dokumen yang dibuat PT Catur Mandala Prima, juga ditegaskan sudah sesuai amdal yang dibutuhkan dari prakonstruksi pembangunan hingga finishing bangunan. Dalam persoalan ini, katanya, BLH sudah berkoordinasi dengan PT Catur Mandala Prima. Terutama tentang aturan-aturan sistem kerja pabrik hingga dampak negatif dari usaha pabrik beton itu Meski sudah dijelaskan gamblang, anggota subak yang hadir tetap pada sikap semula. Beberapa perwakilan subak yang berbicara pada forum itu, tetap menyatakan pabrik beton ini harus segera ditutup total. Menurut anggota subak yang diketuai Wayan

Galang ini, wilayah Yeh Malet merupakan daerah kawasan pariwisata. Di sini bukan kawasan pabrik beton. Jika pabrik beton ini tetap berdiri, kata Ketut Sumarta, akan menimbulkan banyak pengaruh negatif, seperti suara bising. Sedangkan limbah dan asapnya dinilai bisa merusak ingkungan di sekitarnya. Setelah menyampaikan penolakan, warga subak yang hadir kompak membubarkan diri. Proses verifikasi warga subak yang menolak pun tak bisa dilakukan. Sebab, warga subak yang menolak menandatangani pada waktu pertama kali ada sosialisasi, tidak sesuai dengan yang hadir saat pertemuan Minggu (27/11) sore itu. (kmb31)

Pemilihan KBD Pemberlakuan OPD Tunggu Pengesahan APBD Camat Bisa Beri Rekomendasi

Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem mempersiapkan diri melaksanakan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Asisten I Setda Karangasem, I Ketut Wage Saputra, belum lama ini, mengatakan pemberlakuan OPD baru ini masih menunggu disahkannya APBD Induk 2017. Nantinya ada banyak perubahan pada SKPD saat ini. OPD Karangasem akan menjadi 30 OPD di luar delapan kecamatan. Menunggu disahkannya APBD itu berkaitan dengan pengguna anggaran nanti pada setiap SKPD baru. Dia meyakini akhir Desember nanti OPD baru sudah bisa diberlakukan. Berlakunya OPD baru itu setelah strukturalnya terisi. Hal itu sebagai tindak lanjut dari PP nomor 18 tahun 2016 maupun Perda nomor 10 tahun 2016. Dalam OPD nanti akan ada beberapa dinas yang hilang karena dilebur. Ada juga yang baru dan beberapa di antaranya bakal naik menjadi dinas. Dalam Perda OPD itu, terdapat 24 dinas, 8 kecamatan, 3 badan, 2 sekretariat, dan 1 Irda. “Semuanya sudah siap, hanya pengisian saja yang belum, karena harus menunggu APBD Induk,” ujarnya. Dinas yang nanti hilang dan akan dilebur, di antaranya Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) dilebur menjadi Dinas LH, Perumahan Permukiman dan PUTR. Dishutbun dalam OPD baru akan bergabung ke Dinas Pertanian untuk bidang perkebunannya. Sementara Bidang Kehutanannya gabung ke Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Sedangkan, dinas yang baru, di antaranya Damkar yang dulunya berada di bawah Dishub, kini berdiri sendiri menjadi Dinas Pemadam Kebakaran. Begitu juga nantinya ada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, Disbudpar akan terpisah menjadi dua menjadi Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Sementara di kesekretariatan daerah, Bagian Keuangan akan bergabung ke Dispenda sekarang dengan menjadi BPKAD -- Badan Pemeriksa Keuangan dan

I Ketut Wage Saputra Aset Daerah. Ada juga yang naik status dari kantor menjadi badan, seperti Satpol PP, Ketahanan Pangan, Perpustakaan dan Arsip dan Pelayanan Perizinan Terpadu, selain BPBD, Kesbangpollinmas, dan RSUD yang sebelumnya sudah menjadi badan. Mengacu pada PP Nomor 18 Tahun 2016, memberikan waktu selama enam bulan OPD sudah bisa dijalankan. Wage Saputra mengatakan, semestinya tenggang waktu yang diberikan per 30 November ini harus sudah dijalankan. Akan tetapi, karena masih menunggu APBD Induk, pihaknya menegaskan pelaksanaan OPD baru itu bisa dilaksanakan per akhir Desember. Sekarang, katanya masih dilakukan pembahasan KUA/ PPAS. Kalau selesai pembahasannya, OPD sudah bisa dilaksanakan. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Sejak disahkannya Perda Nomor 8 Tahun 2016, sejumlah desa di Karangasem sudah membentuk panitia dan melakukan proses seleksi perangkat desa untuk klian banjar dinas (KBD). Selain panitia, rupanya camat juga sangat menentukan proses kelancaran pemilihan ini. Bahkan, dengan fungsi pengawasannya itu, camat bisa memberikan rekomendasi berupa persetujuan atau penolakan terhadap hasil seleksi panitia. Camat Karangasem Tjokorda Alit Surya Prabawa, Senin (28/11) kemarin, mengatakan kewenanga itu sudah diatur pada PP nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana UU Desa. Di sana sudah diatur dengan jelas, kewenangan camat terhadap desa. Tetapi, dalam konteks Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Tjok. Alit meluruskan, kewenangan pengawasan dan pembinaan yang dimaksud, tidak akan mengintervensi proses penyaringan dan penjaringan yang dilakukan panitia pemilihan. Tetapi, apabila dalam proses yang dilakukan panitia ditemukan ada kekeliruan, maka tim dari camat akan mencatatnya sebagai bahan pertimbangan dalam kaitan memberikan rekomendasi. Rekomendasi yang dimaksud, berupa persetujuan atau penolakan pascapanitia bekerja. Sikap itu berdasarkan pertimbangan kesesuaian dan atau keabsahan dokumen persyaratan administrasi, hingga penilaian hasil seleksi (sudah diranking) yang dilakukan oleh tim. ‘’Tidak hanya pengawasan pada hasil. Kami juga memonitor sejak proses pencalonan di setiap desa,’’ katanya. Penjelasan Camat Tjok. Alit ini sekaligus meluruskan, kewenangan penuh dalam proses seleksi tetap dilakukan oleh panitia yang dibentuk desa. Sehingga hasil yang sudah diranking baru diserahkan kepada camat untuk dievaluasi sebelum hasilnya diserahkan kembali kepada perbekel. Bila dari hasil seleksi camat memberikan persetujuan, maka perbekel baru menerbitkan keputusan perbekel tentang pengangkatan perangkat desa. Hal ini sudah ditegaskan pada Perda nomor 8 tahun 2016 pasal 4 huruf h. Sedangkan kalau rekomendasi camat berisi penolakan, maka perbekel melalui panitia harus melakukan proses penjaringan ulang dan penyaringan lagi. Dengan sistem pemilihan perangkat desa yang baru seperti ini, pihaknya berharap out put yang dihasilkan dapat lebih berkualitas. Sehingga, perangkat desa yang baru bisa menunjang kinerja perbekel di bawah sebagai ujung tombak pemerintahan desa dengan maksimal. Pihaknya juga berharap proses yang dilakukan panitia bisa transparan. Hal itu semata-mata untuk mencapai hasil optimal. Bila ada gelagat proses yang dilakukan tidak transparan, pihaknya mengaku sewaktu-waktu bisa menerjunkan tim untuk melakukan monitoring. (kmb31)

Pembahasan KUA/PPAS Alot

Dana Ditabung, Aspirasi Tak Diakomodasi Rapat membahas kebijakan umum anggaran (KUA)/Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di DPRD Karangasem, Senin (28/11) kemarin berjalan alot. Silang pendapat terjadi, terutama ketika membahas rencana eksekutif menyertakan modal dalam bentuk tabungan sebesar Rp 4 miliar di BPD Bali cabang Karangasem. Ada anggota Badan Anggaran (Banggar) yang menolak, ada juga yang setuju. Apakah keputusan pihak eksekutif dalam hal ini Pemkab Karangasem itu sudah tepat, di tengah masyarakat Karangasem perlu anggaran untuk pembangunan di segala bidang?

DALAM rapat yang membahas kebijakan KUA/PPAS yang dipimpin Ketua Banggar Nengah Sumardi, S.E., M.Si. itu anggota yang tak setuju di antaranya Komang Sartika dan Gede Dauh Suprapta. Alasan pria asal Rubaya, Kubu itu, APBD Karangasem didesain turun. Karena turun, akibatnya, berdampak dengan banyak program seperti pembangunan atau peningkatan jalan yang menjadi aspirasi rakyat, otomatis tidak bisa diakomodasi. Bahkan, aspirasi rakyat yang diserap dewan saat reses beberapa bulan lalu, sangat banyak yang tak bisa dipenuhi. Karena itu, hemat Sartika, anggaran yang ada lebih baik dipergunakan untuk pembangunan yang berdampak positif untuk rakyat. Tidak masuk akal, kalau anggaran itu diinvestasikan. Idealnya, jangan dana itu diinvestasikan di bank. ‘’Saya berpendapat sebaiknya ditunda dulu menabung atau menyertakan modal di bank. Arahkan anggaran itu untuk

Bai Post/bud

mengakomodasi aspirasi rakyat dari hasil reses yang dituangkan pada pokok-pokok pikiran dewan yang sudah ditetapkan pada sidang paripurna dewan itu,’’ tegas Sartika.Dauh Suprapta yang juga asal Kubu itu menambahkan, di kala keuangan pemkab kurang sehat, kenapa tiba-tiba menaruh modal yang nilainya cukup fantastis di bank. ‘’Itu baik, tetapi saya kira momennya belum tepat. Karena itu, saya setuju ditunda,’’ ungkap Dauh. Anggota dewan Nyoman

BAHAS KUA/ PPAS - Tim anggaran daerah tampak serius saat membahas KUA/ PPAS dengan Banggar DPRD, kemarin.

Musna Antara menambahkan, aspirasi pemasangan lampu penerangan jalan (LPJ) juga masih banyak yang tak mampu dipenuhi. Sebaiknya katanya, anggaran dipakai menambah pengadaan LPJ. Sementara, anggota Banggar lainnya yang setuju menyertakan modal di bank, itu seperti Wayan Sudanta dan Wayan Sumatra. Keduanya sependapat perlu menyertakan modal di bank, kata Sudanta, karena sangat menguntungkan. Sekda Karangasem Gede

Adnya Mulyadi selaku Ketua Tim Anggaran Daerah (TAP) mengakui kondisi keuangan daerah memang belum menggembirakan. Namun soal eksekutif getol menaruh dana di bank, karena bunganya sangat menguntungkan. Selama ini, Karangasem sudah menyertakan modal di bank milik daerah itu Rp 36,6 miliar. Jadi, Karangasem per tahun mendapatkan pengembalian dalam bentuk deviden mencapai Rp 11 miliar lebih atau 30 persen per tahun. ‘’Pengembalian yang besar itu luar biasa. Dari sana kita mendapatkan pundi-pundi anggaran,’’ katanya. Atas silang pendapat di antara Banggar, itu sendiri soal investasi di bank tersebut, Ketua DPRD Nengah Sumardi akhirnya meminta pembahasan soal tabungan itu ditunda dulu. ‘’Kita pending dulu memahas soal itu. Kita bedah secara informal dulu, karena itu jangan diputuskan di sidang ini. Baiknya kita bicarakan dulu di masing-masing fraksi,’’ pinta Sumardi. (bud)


TABANAN

14

Selasa Pon, 29 November 2016

Tunggu Blangko, 23.000 E-KTP Belum Dicetak Tabanan (Bali Post) – D i n a s Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan telah merekam 99,8 persen e-KTP. Meski sudah mencapai target perekaman, masih ada 23.000 data yang sudah terekam belum dicetak akibat keterbatasan Bali Post/kmb24 stok blangko. I G.A. Rai Dwipayana Disdukcapil sedang menunggu pengadaan blangko dari pusat. Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana, Senin (28/11) kemarin. Di bagian lain, ia membantah masih ada 17.000 warga wajib KTP yang belum terekam. Menurutnya, berdasarkan data pusat memang ada 18.000 warga wajib KTP yang belum terekam, namun ini adalah data September 2016. Disdukcapil melakukan berbagai cara salah satunya meningkatkan peran kecamatan dalam melakukan perekaman eKTP termasuk dengan cara jemput bola ke sekolah-sekolah. Hasilnya, hingga kemarin sudah terekam sekitar 99,8 persen. ‘’Jadi, jika dikatakan belum terekam 17.000 tidak benar karena selama tiga bulan ini pencapaian mencapai 99,8 persen,’’ ujarnya. Rai menambahkan, meski sudah mencapai angka perekaman yang tinggi, masih ada 23.000 data perekaman yang belum dicetak. Untuk itu ia mengharapkan pengadaan blangko yang kerap kosong dan terbatas pada 2016 akan kembali normal tahun 2017. ‘’Menurut informasi, pengadaan blangko akan kembali normal tahun depan. Semoga terealisasi sehingga data yang sudah direkam bisa cepat dicetak,’’ imbuhnya. (kmb24)

Suara Tabanan Toilet di Gedung Maria Rusak

Toilet di sebelah selatan Gedung I Ketut Maria, satu tidak bisa dipakai (ditutup) dan satunya lagi rusak berat. Saat ada kegiatan di sana, pengunjung yang ingin buang air antre dan kebingungan mencari tempat. Pada kegiatan sebelumnya juga sama. Toiletnya ditutup, sehingga pengunjung terpaksa buang air di depan pintu. Mohon Pemerintah Kabupaten Tabanan menyediakan toilet yang layak, karena merupakan kebutuhan vital saat ada kegiatan. Suardana, Gubug

Truk Kelebihan Muatan Lolos

Truk kecelakaan karena kelebihan muatan adalah pemandangan biasa yang mengganggu lalu lintas. Kenapa truk–truk kelebihan muatan bisa lolos sampai di Tabanan, padahal di Cekik, Jembrana ada jembatan timbang? Apakah jembatan timbang tersebut tidak berfungsi? Bagaimana dengan sidak Gubernur Bali pada April lalu, apakah hanya dianggap angin lalu? Kemacetan parah sering terjadi akibat truk–truk yang kelebihan muatan kecelakaan. Bagaimana jika ada ambulance membawa orang sakit parah atau ibu yang akan melahirkan? Pemerintah mohon segera mencarikan solusinya! Dengkek, Tabanan

Buat Jalan Tol

Agar jalan tidak selalu amburadul akibat galian kabel atau galian pipa, sebaiknya dibuatkan semacam tol. Di samping aman, jalan tol tidak mengganggu keamanan, nyaman bagi pengguna jalan dan tidak cepat rusak. Suluh, Tanah Lot

Jalan Sering Rusak

Jalan Denpasar–Gilimanuk adalah urat nadi yang menghubungkan lalu lintas Jawa– Bali–Nusa Tenggara, sehingga setiap hari sangat padat dilalui berbagai macam kendaraan. Sangat disayangkan jalan sering rusak dan kurang mendapat perhatian, seperti di sepanjang Bajera hingga Surabrata saat ini. Mohon pemerintah memperhatikan dan menindaklanjutinya. Ireng, Bajera

Dewan Dorong Penerapan Sistem ’’Online’’ SKPD Diminta Ajukan Program

Tabanan (Bali Post) -

Saat ini daerah-daerah berlomba menerapkan sistem online untuk pelayanan publik. Meski sudah lama mendengungkan program itu, kenyataannya di Kabupaten Tabanan pelayanan publik kebanyakan masih bersifat manual. SKPD yang bergelut di bidang pelayanan publik berdalih sudah mengajukan anggaran untuk penerapan sistem online, namun belum banyak yang terealisasi. Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘‘Boping’’ Suryadi mendorong SKPD yang memberikan pelayanan publik mengajukan program sistem online. Politisi asal Bajera, Selemadeg ini membantah jika kalangan legislatif menghalang-halangi atau mencoba mencoret anggaran yang diajukan SKPD untuk penerapan layanan online. “Mereka tidak ada mengajukan, bagaimana kami coret. Tidak benar itu,” tegasnya, Senin (27/11) kemarin. Dari hasil koordinasi dengan Bappeda Tabanan, baru satu SKPD yang mengajukan anggaran program online, yakni Dinas Perhubungan, Rp 4 miliar. Karenanya Boping meragukan kesiapan SKPD untuk menggunakan sistem online. “Jangan-jangan tidak siap terus dalihnya dana dicoret. Saya mau panggil mereka,” ucapnya. Jika ada SKPD mengajukan anggaran untuk layanan online, pihaknya pasti mengamankan karena sistem

ini sangat diperlukan bagi layanan publik yang tepat, cepat dan transparan. Sebelumnya Dinas Perizinan sebagai salah satu instansi layanan publik di Pemkab Tabanan mengaku baru menerapkan sistem online sebatas internal. Pasalnya, perlu server besar dan jaringan internet kecepatan tinggi, padahal di Kantor Perizinan Jalan Gatot Subroto, Sanggulan yang masih berstatus pinjam belum ada jaringan fiber optic. Rencannya pihaknya meminjam server milik Dinas Perhubungan. “Saat ini sistem IT online baru sebatas internal menggunakan Wifi. Online secara penuh belum bisa,” jelas Kepala BPMPD Gusti Nyoman Arya Wardana belum lama ini. Pihaknya tengah merancang sistem online untuk pengurusan perizinan. Ini akan memudahkan dalam proses perizinan karena tidak harus bertemu langsung

Bali Post/kmb28

I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi

dengan warga yang mengurus izin. Pemohon juga bisa mengajukan proses perizinan melalui internet dan tinggal datang untuk memperifikasi berkas. “Kebutuhan anggaran sistem online termasuk perangkat kerasnya dan SDM sekitar Rp 400 juta. Kami usulkan itu tahun depan,” jelasnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

SEGEL - Tim Bursap Satpol PP Tabanan memasang papan pengumuman penyegelan rencana pembangunan usaha rumah makan di Tanah Lot karena terbukti tidak mengantongi izin.

Tak Kantongi Izin

Pembangunan RM di Tanah Lot Dihentikan

Tabanan (Bali Post) Tim Buru Sapa (Bursap) Satpol PP Kabupaten Tabanan kembali menemukan rencana pembangunan rumah makan (RM) ilegal di wilayah Banjar Batugaing, Desa Beraban Tanah Lot, Kecamatan Kediri. Karena terbukti melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang bangunan gedung, usaha rumah makan milik I Nyoman Sanjaya (34), asal Banjar Kukub, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti ini akhirnya dihentikan sementara, sampai yang bersangkutan mengurus izin yang diperlukan. Petugas memasang papan segel agar proses pengerjaan tidak berlanjut. Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba menjelaskan, informasi rencana pembangunan rumah makan itu didapat dari laporan masyarakat yang merasa curiga karena didirikan di jalur dekat dengan objek wisata Tanah Lot dan Pura Pekendungan. Atas dasar laporan tersebut anggotanya mencoba mengecek ke lapangan, Jumat (25/11) lalu, namun sayang pemiliknya tidak ada di tempat. “Petugas kami hanya menemukan sejumlah pekerja. Mereka menitipkan surat panggilan kepada pemilik usaha tersebut untuk datang ke kantor,” jelasnya, Senin (28/11) kemarin. Pemilik lahan mengakui dirinya sama sekali belum mengantongi izin apa pun. Padahal pembangunan usaha rumah makannya sudah berjalan 15 persen. “Karena belum melengkapi izin dan ada indikasi bangunan melanggar sempadan jalan, kami akhirnya melakukan penyegelan agar pekerjaan proyek dihentikan sementara sampai benar-benar mengantongi izin yang diperlukan,” ucapnya. Dari informasi yang dihimpun, rencana pembangunan usaha rumah makan yang akan dinamakan Warung Kampung Pedas ini sudah tampak berdiri tiang-tiang pancang. Lokasinya sangat dekat dengan jalan utama jalur keluar dari objek wisata Tanah Lot dan Pura Pekendungan. Mantan Kabag Humas Pemkab Tabanan itu mengimbau siapa pun yang ingin membuka peluang usaha harus mentaati aturan yang ada. “Sepanjang mentaati aturan, tidak masalah bagi kami. Minimal harus ada IMB,” tegas Sarba. (kmb28)

Akhir Rangkaian HUT Ke-523 Kota Tabanan

Dari Hiburan Sampai Jembatani Pemimpin dengan Masyarakat

SETELAH digelar secara road show di masing-masing kecamatan sejak awal Oktober 2016 lalu, rangkaian peringatan HUT ke-523 Kota Tabanan mencapai tahap akhir di Kecamatan Tabanan, Senin (28/11) kemarin. Ini seiring kegiatan peringatan yang digelar Kecamatan Tabanan di Lapangan Alit Saputra. Acara dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, mantan Wabup Tabanan I Gusti Gede Putra Wirasana, Kadisbud Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dan para pemain dari Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, Bupati Eka mengatakan, sejak awal kegiatan peringatan HUT ke-523 Kota Tabanan memang dirancang di masing-masing kecamatan. Penyebaran ini bertujuan mendekatkan masyarakat Tabanan dengan pemimpinnya. “Boleh dibilang kegiatan ini merupakan jembatan bagi masyarakat untuk bertemu dengan bupatinya. Kita

diingatkan bahwa dari desa dan kecamatan, Tabanan bisa maju dan sukses. Tahun depan tidak salah rasanya kalau HUT Kota Tabanan dirayakan seperti ini, diperingati di masing-masing kecamatan,” ujarnya. Peringatan HUT Kota Tabanan juga dikemas dalam bentuk pesta rakyat dan parade budaya,

dengan harapan masing-masing kecamatan mampu menunjukkan potensi yang dimiliki. Terlebih Tabanan memiliki budaya agraris yang menjelma dalam berbagai bentuk kesenian dan kebiasaan sehari-hari masyarakat. “Kita ingin mengangkat seni dan budaya yang dimiliki sehingga tetap lestari keberadaannya,”

POTONG TUMPENG - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memotong tumpeng pada malam perayaan HUT ke-523 Kota Tabanan, Senin (28/11) kemarin.

tegasnya. Ia berharap pesta rakyat dan parade budaya HUT Kota Tabanan menjadi etalase untuk seluruh produk ekonomi kreatif yang dimiliki masing-masing kecamatan. Sebab, Pemkab Tabanan sudah berkomitmen mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang ditunjang pelaku IKM dan UKM. “Dari sembilan kali menghadiri pesta rakyat dan parade budaya, saya punya kesimpulan bahwa sebetulnya banyak UKM dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang punya produk bagus. Mereka berusaha masuk ke ranah ekonomi kreatif. Jadi, pesta rakyat dan parade budaya yang disebar di masingmasing kecamatan secara tidak langsung menjadi ajang unjuk diri bagi pelaku UKM dan BUMDes yang selama ini mungkin belum terpantau atau terlihat,” imbuhnya. Peringatan terakhir HUT Kota Tabanan di Lapangan Dangin Carik digelar mulai pukul 14.00 Wita. Berbagai kegiatan digelar diantaranya lomba membuat kelengkapan penjor, membuat tamiang, mapidarta basa Bali

atau pidato bahasa Bali serta lomba mesatwa atau bercerita. Kegiatan kemudian disusul parade baleganjur dan drum band siswa TK dan PAUD se-Kecataman Tabanan. Acara juga diisi pameran beranekaragam produk mulai dari hasil produksi UKM yang dimotori seluruh BUMDes, industri rumah tangga, sampai produk clothing. “Selain melihat beraneka ragam produk kerajinan dan industri, pengunjung juga bisa mencicipi beragam kuliner khas Tabanan seperti lindung metunu, pesan telengis, serapah, ronde dan jukut gondo,” jelas Camat Tabanan I G.A. Supartiwi di sela-sela kegiatan. Malam harinya dipentasan tari bungan sandat serasi dari perwakilan masing-masing desa se-Kecamatan Tabanan, barong bangkung dan barong sai, pementasan oleh Teater Jineng, yel-yel dari karang taruna dan Adi Merdangga oleh Yowana Desa Pakraman Kota Tabanan. Kecamatan Tabanan juga mengukuhkan Kader Sadar Sampah dengan tagline Satu Banjar Satu Kader Sampah. (ad918)

Enam Tahun, Hanya 66 Persen Jalan Di-’’hotmix’’

Bali Post/kmb24

SERBU GEBOGAN – Sejumlah kera yang menghuni Alas Kedaton menyerbu gebogan buah yang dihaturkan sebagai sesaji dalam upacara ngerebeg yang digelar Desa Pakraman Kukuh, Marga di Pura Dalem Kahyangan Kedaton, Sabtu (26/11) sore lalu.

Tabanan (Bali Post) – Selama enam tahun terakhir, hanya 531,47 kilometer atau sekitar 66,38 persen jalan di wilayah Kabupaten Tabanan telah di-hotmix. Tahun 2017, sepanjang 80 kilometer lagi jalan rusak akan diperbaiki sehingga total 611,47 kilometer yang dihotmix. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tabanan I Gusti Ngurah Anom Antara, Senin (28/11) kemarin memaparkan tiap tahun rata-rata 150 kilometer jalan diperbaiki. Pada 2016 saja kurang lebih 140 kilometer jalan rusak di-hotmix. Dari 10 kecamatan, jalan rusak yang diperbaiki terpanjang ada di Kecamatan Baturiti, yaitu 83,6 persen atau dari 64,825 jalan kabupaten telah di-hotmix sepanjang 54,20 kilometer. Menyusul Kecamatan Selemadeg 83,05 persen atau dari panjang jalan 51,978 ki-

lometer telah diperbaiki 43,17 kilometer. Di Kecamatan Tabanan dari luas panjang jalan kabupaten 91,652 kilometer telah di-hotmix 72,62 kilometer atau 79 persen. Di Kecamatan Kediri jalan yang diperbaiki 76 persen atau dari 114,993 kilometer jalan kabupaten sekitar 88,37 telah di-hotmix. Di Kecamatan Pupuan dari 77,450 kilometer jalan kabupaten telah diperbaiki 57.058 km atau 73 persen. Di Kecamatan Kerambitan dan Marga, jalan kabupaten yang diperbaiki sepanjang 72 persen. Di Kerambitan dari 62,531 kilometer jalan diperbaiki 45,05 kilometer, sedangkan di Marga dari panjang jalan kabupaten 66,4 kilometer diperbaiki 47,6 kilometer. Sementara di Penebel, panjang jalan kabupaten 122,529 kilometer telah dihotmik 83,46 kilometer atau 68,1 persen. Kecamatan yang jalan kabupatennya baru diperbaiki sekitar

50 persen adalah Seltim, tepatnya 58 persen atau dari panjang jalan 105,960 kilometer telah diperbaiki 61,90 persen, sedangkan Selemadeg Barat 53 persen, yaitu 105,9 kilometer jalan kabupatennya baru tersentuh perbaikan sepanjang 58,450 kilometer. Hal itu dikarenakan panjang jalan kabupaten di kedua kecamatan tersebut lebih panjang dibandingkan kecamatan lainnya. ‘’Selain Seltim dan Selbar, Penebel juga memiliki jalan kabupaten yang panjang,’’ ujar Anom. Meski sudah diperbaiki, beberapa ruas jalan kembali mengalami kerusakan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Tabanan mengalokasikan dana perawatan. ‘’Ada namanya dana perawatan yang tahun ini Rp 1,5 miliar,’’ jelasnya. Kerusakan jalan di Tabanan salah satu penyebabnya adalah alam dan kondisi georafis tanah.

Jalan tanjakan dan turunan paling cepat rusak karena pemapatan tanah tidak berlang-

sung sempurna. Jalan biasanya bertahan sekitar lima tahun. (kmb24)

Bali Post/kmb24

JALAN MULUS – Salah satu ruas jalan di Kabupaten Tabanan yang tampak mulus karena baru selesai dihotmix.


15

Selasa Pon, 29 November 2016 Hasil Pertandingan Liga Spanyol Celta Vigo Osasuna Real Sociedad Villarreal

vs Granada CF 3-1 vs Atletico Madrid 0-3 vs Barcelona 1-1 vs Alaves 0-2

1. Real Madrid 13 10 3 2. Barcelona 13 8 3 3. Sevilla 13 8 3 4. Atletico Madrid 13 7 3 5. Real Sociedad 13 7 2 6. Villarreal 13 6 4 7. Eibar 13 6 3 8. Athletic Club 12 6 2 9. Celta Vigo 13 6 2 10. Malaga 13 5 4

0 2 2 3 4 3 4 4 5 4

36-11 33 33-14 27 24-18 27 28-11 24 22-14 23 19-10 22 20-16 21 16-13 20 21-23 20 21-19 19

Messi Dkk. Tertahan di Anoeta Barcelona -

Catatan buruk Barcelona dari Real Sociedad berlanjut ketika sang juara bertahan La Liga itu ditahan imbang 1-1 di Anoeta, Senin (28/11) kemarin. Tim Katalan itu kini tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen Real Madrid sebelum el Clasico akhir pekan ini melawan rival abadinya tersebut.

Pencetak gol : 10 - Cristiano Ronaldo (Real Madrid) Liga Inggris Arsenal Man. United Southampton Watford

vs Bournemouth vs West Ham vs Everton vs Stoke City

1. Chelsea 13 10 1 2. Liverpool 13 9 3 3. Man. City 13 9 3 4. Arsenal 13 8 4 5. Tottenham 13 6 6 6. Man. United 13 5 5 7. Everton 13 5 4 8. Watford 13 5 3 9. West Bromwich 13 4 5 10. Southampton 13 4 5

2 1 1 1 1 3 4 5 4 4

3-1 1-1 1-0 0-1

29-10 31 32-14 30 29-12 30 28-13 28 19-10 24 18-15 20 16-15 19 17-21 18 17-16 17 13-12 17

Pencetak gol : 10 - Diego Costa (Chelsea), Sergio Aguero (Manchester City) Liga Italia AS Roma Bologna Cagliari Crotone Genoa Palermo

Bali Post/rtr

vs Pescara 3-2 vs Atalanta Bergamo 0-2 vs Udinese 2-1 vs Sampdoria 1-1 vs Juventus 3-1 vs Lazio 0-1

1. Juventus 14 11 0 2. AS Roma 1 4 9 2 3. AC Milan 14 9 2 4. Lazio 14 8 4 5. Atalanta Bergam o14 9 1 6. Torino 14 7 4 7. Napoli 13 7 3 8. Fiorentina 12 5 5 9. Genoa 13 5 4 10. Sampdoria 14 5 4

3 29-12 33 3 33-16 29 3 25-18 29 2 27-14 28 4 23-14 28 3 31-17 25 3 23-14 24 2 18-11 20 4 17-15 19 5 17-20 19

Pencetak gol : 12 - Edin Dzeko (AS Roma) Liga Jerman Hertha Berlin Schalke

vs Mainz 2-1 vs SV Darmstadt 3-1

Liga Prancis Angers SCO vs St Etienne Nice vs Bastia Olympique Lyon vs PSG

1-2 1-1 1-2

PSG dan Nice Terpaut Satu Poin

Paris Nice kembali ke puncak klasemen Liga Prancis setelah bermain imbang 1-1 melawan Bastia, Senin (28/11) kemarin. Sementara juara bertahan Paris St Germain (PSG) mendekat dengan selisih satu angka dengan sang pemuncak klasemen ketika dua gol Edinson Cavani membawa mereka menang 2-1 di markas Lyon. Penyerang asal Uruguay Cavani menanduk bola untuk menjadi gol penentu kemenangan saat pertandingan tinggal menyisakan sembilan menit. Gol tersebut menjadi yang ke-18-nya di semua kompetisi musim ini. Cavani mengonversi tendangan penalti pada menit ke-30 setelah Rafael melanggar Thiago Motta saat PSG memimpin lebih dahulu. Namun pemain Lyon Mathieu Valbuena memperkecil ketertinggalan timnya tidak lama setelah turun minum. Sukses ini membuat PSG dapat merayakan kemenangan kedua mereka dari 11 lawatan ke markas Lyon. Tim asuhan Unay Emery itu naik ke peringkat ketiga klasemen dengan 32 angka, jumlah yang sama seperti yang dikumpulkan tim peringkat kedua AS Monaco yang menang 4-0 atas Marseille. Kedua tim itu menangguk keuntungan dari kegagalan Nice meraup angka penuh. Sang pemuncak klasemen memiliki 33 poin setelah tandukan Alassane Plea disamakan gol pemain Bastia Enzo Crivelli pada babak kedua. Tidak diperkuat Mario Balotelli yang cedera, Nice membuka keunggulan melalui Plea pada menit ke-11 sebelum kemudian kemasukan akibat tembakan Crivelli dari jarak 20 meter pada menit ke-60. Plea semestinya dapat mengamankan kemenangan pada fase akhir pertandingan, namun setelah mengecoh kiper, ia melepaskan tembakannya membentur mistar gawang. (kmb39/rtr/ant)

KECEWA - Bintang Barcelona Lionel Messi kecewa setelah timnya gagal memetik kemenangan di kandang Real Sociedad pada pertandingan Liga Spanyol, Senin (28/11).

Mantan pemain akademi Real Madrid Willian Jose membawa Sociedad memimpin pada menit ke-53. Namun Lionel Messi menyamakan kedudukan pada menit ke-59 menyusul penampilan gemilang dari Neymar. Barca mendapat keberuntungan ketika pemain Sociedad Juanmi menanduk bola setelah Carlos Vela melepaskan tendangan bebas melengkung yang mengenai mistar gawang dan membuat golnya dianulir karena offside. Sedangkan Vela memiliki peluang yang kembali menghantam tiang gawang pada fase akhir pertandingan. Barca tidak pernah menang di markas Real Sociedad sejak 2007. Hasil terakhir itu merupakan yang pertama kalinya dalam lima pertandingan liga di Anoeta, Messi dkk. terhindar dari kekalahan. Pasukan Luis Enrique berada di peringkat kedua klasemen dengan 27 poin, tertinggal enam angka dari Real Madrid dan selevel dengan Sevilla yang berada di peringkat ketiga. Atetico Madrid berada di peringkat keempat dengan 24 poin setelah menang 3-0 di markas Osasuna. Sedangkan Real Sociedad menghuni peringkat kelima dengan 23 poin. Villar-

real turun ke peringkat keenam setelah kalah 0-2 di markas Alaves. Memiliki bekal empat kemenangan beruntun di liga dan laju bagus mereka sebelumnya atas Barca di kandang sendiri, Real Sociedad mendominasi pada babak pertama. Vela bersama rekan-rekannya menguji Marc-Andre ter Stegen dua kali pada sepuluh menit pertama. Tembakan Vela, Mikel Oyarzabal, dan Xabi Prieto seluruhnya melebar. Barca hanya memiliki satu peluang sebelum turun minum, melalui upaya Luis Suarez. Sementara Neymar memaksa Geronimo Rulli melakukan penyelamatan dari tendangan bebas saat babak kedua dimulai. La Real mencetak gol pembukaan beberapa menit setelah babak kedua dimulai kemudian berkat ketekunan Vela. Ia mengejar Javier Mascherano pada area penalti dan menaklukkan Ter Stegen, namun bola liar kembali diarahkan ke gawang oleh Jose, melewati Gerard Pique. Barca bangkit enam menit kemudian. Neymar mengecoh para pemain bertahan di sisi kiri dan menyodorkan bola kepada Messi, yang mencungkil bola sebelum menaklukkan Rulli dengan

sepakan setengah voli. Permainan kemudian berlangsung terbuka dan kedua tim berpeluang memenanginya. Namun hingga peluit akhir dibunyikan tak ada tambahan gol. ‘’Real Sociedad memenangi hampir semua bola dan setiap duel, dan memiliki lebih banyak peluang pada setiap bola maka fakta bahwa kami mendapatkan satu angka merupakan sesuatu yang nyaris ajaib,’’ kata Enrique. Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, Atletico melupakan kekalahan 0-3 mereka dari Real Madrid, dengan mengalahkan Osasuna dengan skor yang sama. Bek Diego Godin membawa Atletico memimpin pada menit ke-36 melalui sundulan kepala, dan Kevin Gameiro menambahi gol kedua tidak lama berselang, sedangkan pemain pengganti Yannick Carasco menutup kemenangan timnya pada menit ke-90. Villarreal merasa kelelahan setelah kembali bermain kurang dari tujuh jam setelah pertandingan Liga Eropa mereka di markas Zurich, dan takluk melalui dua gol cepat dari dua pemain Alaves Ibai Gomez dan Victor Camarasa. Hasil ini menghentikan rekor kandang tanpa kekalahan mereka. (kmb39/rtr/ant)

Argentina Juara Piala Davis Zagreb Argentina meraih gelar Piala Davis untuk pertama kalinya setelah Juan Martin Del Potro dan Federico Delbonis memenangi pertandingan-pertandingan nomor tunggal, Senin (28/11) kemarin. Kemenangan mereka memicu kebangkitan tim Amerika Selatan itu menaklukkan tuan rumah Kroasia 3-2 di babak final di Zagreb. Del Potro bangkit dari ketinggalan dua set untuk menang 6-7(4), 2-6, 7-5, 6-4, 6-3 atas Marin Cilic. Delbonis menang 6-3, 6-4, 6-2 atas Ivo Karlovic pada pertandingan penentuan. Kemenangan mereka memicu perayaan kemenangan sejumlah penggemar tim tamu yang bertandang ke Zagreb Arena. Argentina bergabung dalam daftar juara Piala Davis setelah kalah pada keempatfinal sebelumnya. Rekor buruk mereka

di ajang ini terlihat akan terus menghantui ketika Cilic hanya terpaut satu set lagi untuk mengunci gelar kedua Kroasia. Sang juara 2005 terlihat telah sejengkal menuju gelar juara. Del Potro menorehkan kebangkitan dan bermain lima set dengan kondisi jari yang patah pada tangan kirinya. ‘’Hal itu terjadi ketika saya berusaha untuk menangkap bola pada set kelima,’’ kata Del Potro, yang diganggu sejumlah cedera pada beberapa tahun terakhir, pada konferensi pers sebelum kembali ke lapangan untuk menyaksikan Delbonis bertanding melawan Karlovic. ‘’Ini merupakan pertandingan yang menguras emosi dan salah satu kemenangan terbesar dalam karier saya. Terima kasih untuk semua orang yang mencegah saya pensiun, saya sangat dekat den-

Juara Piala Davis 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

- Spanyol - Prancis - Rusia - Australia - Spanyol - Kroasia - Rusia - AS - Spanyol - Spanyol - Serbia - Spanyol - Rep. Ceko - Rep. Ceko - Swiss - Inggris - Argentina

gan tidak lagi kembali bermain dan di sinilah saya,’’ katanya setelah menyelesaikan pertandingan. (kmb39/afp/ant)

Bali Post/ap

MENANG - Ujung tombak AS Roma Edin Dzeko (kiri) dikawal pemain Pescara Ahmad Benali pada pertandingan Serie A Liga Italia, Senin (28/11) . Roma memenangi laga kandang ini 3-2.

Roma Pangkas Jarak dengan Juventus

Bali Post/ap

FINAL - Tim Piala Davis Argentina merayakan kemenangan 3-2 atas Kroasia setelah memenangi laga final di Zagreb, Senin (28/11) kemarin.

Roma Dua gol Edin Dzeko membawa AS Roma memetik kemenangan tipis 3-2 atas tamunya Pescara pada pertandingan Serie A Liga Italia, Senin (28/11) kemarin. Kemenangan kandang ini memangkas jarak Roma dengan pimpin klasemen Juventus tinggal 4 poin. Sesaat sebelumnya Juve ditundukkan tuan rumah Genoa 1-3. Si Nyonya Tua kebobolan tiga gol beruntun melalui Giovanni Simeone menit ke-3 dan 13 serta gol bunuh diri Alex Sandro (29). Gol balasan Miralem Pjanic menjelang akhir pertandingan tak mampu menghindarkan mereka dari kekalahan ketiga musim kini. Pertandingan ini juga menelan korba, Bek Dani Alves mengalami cedera retak tulang kaki dan dipastikan absen dalam waktu lama. Pemain Brazil berusia 33 tahun itu menjalani musim

pertama dari kontrak dua tahun bersama klub juara Serie A itu. Ia meninggalkan Barcelona yang dibela selama delapan musim. Sementara di Roma, Dzeko membawa tuan rumah memimpin dua gol di 10 menit awal. Pescara membalas melalui Ledian Memushaj menit ke-60. Tetapi Diego Perotti mengembalikan keunggulan dua gol Roma dari titik penalti menit ke-70 setelah dia dijatuhkan bek Pescara Alessandro Crescenzi di depan gawang. Empat menit kemudian Gianluca Caprari yang mendapat bola sundulan bek Roma Emerson, melepaskan tembakan voli yang menjebol gawang tuan rumah. Pada pertandingan ini, legenda Roma Francesco Totti masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Ia nyaris mencetak gol namun tembakannya berhasil ditepis kiper Pescara Albano Bizzarri. (kmb39/ap)

Piala AFF 2016

Timnas Jamu Vietnam di Stadion Pakansari Jakarta (Bali Post) Timnas Indonesia dipastikan bakal menjamu Vietnam pada babak semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari Cibinong, Jawa Barat, 3 Desember. Kepastian digunakannya stadion yang selama ini menjadi markas tim PS TNI di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) disampaikan Sekjen PSSI Ade Wellington, Senin (28/11) kemarin. ‘’Betul, kita akan menggunakan Stadion Pakansari untuk menjamu

Vietnam,’’ kata Ade Wellington. Menurutnya, proses verifikasi stadion beserta pendukungnya telah dilakukan oleh tim dan hasilnya, stadion yang juga menjadi salah satu lokasi pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 layak untuk menggelar semifinal Piala AFF 2016. Sebelum menetapkan Stadion Pakansari sebagai kandang timnas Garuda, PSSI memiliki beberapa opsi stadion yang bakal menjadi kan-

dang timnas setelah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018. Sebut saja Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung Jawa Barat. Selain itu ada Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah dan Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Ketiga stadion ini menjadi nominator karena sudah sering menjadi tuan rumah pertandingan internasional. GBLA sebenarnya menjadi opsi utama menjadi tuan rumah. Hanya

stadion yang sebelumnya digunakan untuk pembukaan dan penutupan PON 2016 masih dilakukan renovasi rumput lapangan yang sebelumnya mengalami kerusakan. Stadion Pakansari terbilang stadion baru yang belum sering digunakan untuk pertandingan. Markas PS TNI itu memiliki kapasitas 30 ribu tempat duduk. Kapasitas ini sebenarnya lebih kecil dibandingkan GBLA sebanyak 38 ribu tempat duduk. (ant)

Bali Post/ant

SEMIFINAL - Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah pada laga semifinal Piala AFF melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat 3 Desember mendatang.


OLAHRAGA

16

Selasa Pon, 29 November 2016

Perseden Jumpa Persikota pada Delapan Besar

Denpasar (Bali Post) -

Kesebelasan Perseden Denpasar melaju ke babak delapan besar, usai menang tipis 5-4 atas Universitas Halu Oleo (Unhalu) Kendari, Sultra dalam babak 16 besar di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Senin (28/11) kemarin. Selanjutnya, Tim Laskar Catur Muka meladeni Persikota Tangerang pada babak delapan besar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (2/12) mendatang. Tim polesan duet pelatih Nyoman Ambara dan AAK Bramastra sempat dikejutkan dengan gol Unhalu yang diciptakan Hengky melalui tendangan bebas. Tendangan keras Hengky yang mengarah ke gawang, jatuh di sisi pojok gawang, dan gagal diselamatkan kiper Perseden Putu Dian Ananta. Wasit memberikan tendangan bebas kepada pemain Unhalu, karena pemain Perseden melakukan pelanggaran handball. Tertinggal 0-1, Perseden berupaya bangkit untuk menyamakan kedudukan. Skor imbang 1-1 baru bisa terwujud melalui tandukan bomber Ketut Sudi Katos Artawan di menit ke-78.

Bola lambung di depan gawang, disundul Sudi Katos hingga memperdaya kiper Unhalo. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang. Karena itu, pertandingan diperpanjang 2 x 15 menit. Akan tetapi, selama babak perpanjang waktu, tetap saja belum terjadi gol hingga dilakukana adu penalti. Dalam drama adu kiper, tercatat empat algojo Perseden sukses menceploskan bola ke gawang Unhalu FC. Mereka adalah Wayan Gede B a y u Y usa, Mucin Anta Wijaya, Ketut Tirtanadi, serta kapten Nengah Repot Sulendra. Sedangkan di kubu Unhalu FC, hanya tiga eksekutornya yang

bisa menjebol gawang Dian Ananta, dan skor akhir Perseden unggul 5-4. Asisten Pelatih AAK Bramastra yang dikontak, kemarin, menyatakan Unhalu diperkuat pemain muda seperti skuad PON Sultra. ‘’Kami akui pemain Unhalu gesit dan lincah,’’ ujar Gung Bram. Selain itu, sederet peluang emas asuhannya yang semestinya bisa dikonversi menjadi gol justru terbuang sia-sia. Untuk itu, ke depan pihaknya mengevaluasi agar mempertajam barisan lini depan, serta meningkatkan koordinasi antarlini. ‘’Kami akan benahi penyelesaian akhir (finishing),’’ kata Gung Bram. (022)

SUMBANG — Bomber Perseden Ketut Sudi Katos Artawan menyumbang sebiji gol untuk Perseden. Bali Post/wan

Putra Tresna Kejar Gol Cepat

Tim sepak bola Kaswari Dusun Wanasari.

Bali Post/ist

Kaswari Sempat Vakum karena Tak Ada Kompetisi

KESEBELASAN Wanasari (Kaswari) merupakan salah satu klub ternama di Denpasar yang lahir pada 1984. Klub ini bermarkas di Dusun Wanasari yang lebih populer dengan nama Kampung Jawa. Kaswari dipelopori Haji Ismail (alm) yang hobi bermain bola. Ia juga dikenal dengan sosok sering menyiapkan konsumsi para pemain tim elite Caprina Bali. Pertama kali Kaswari ditangani pelatih Usman Woda (alm), dan sebagai asisten M. Abduh. ‘’Kaswari ini didirikan untuk menampung para pemain berbakat dari Dusun Wanasari,’’ kata Abduh. Mereka ini berlatih di Lapangan Lumintang. Kaswari juga memiliki suporter fanatik dari kalangan remaja putri maupun kaum ibu senantiasa menyaksikan tim kesayangannya bertanding, baik di Stadion Ngurah Rai maupun Lapangan Kompyang Sujana. Hanya, dalam perkembangannya sekarang Lapangan Lumintang makin sempit karena sebagai dipakai taman. Selain itu, generasi muda Dusun Wanasari sekarang cenderung bermain futsal. Kendati Lapangan Lumintang kian menyempit, namun M. Subadi terketuk hatinya untuk tetap membentuk SSB Kaswari, dan tetap memilih berlatih di lapangan tersebut. Subadi meskipun usianya sudah sepuh, tetap bersemangat dan bertekad membagikan ilmu bermain bolanya kepada anak-anak. Bahkan, dia rela merangkak dari awal lagi demi menghidupkan kembali dan mengembalikan kembali kejayaan klub Kaswari. ‘’Saya membentuk SSB Kaswari baru seminggu, hanya mendapatkan tiga siswa, dan latihan di Lapangan Lumintang, cuma Minggu pagi saja,’’ terang Subadi. Kaswari pernah mengalami zaman keemasan ketika diperkuat Jos Manja, Putra Jaya (alm), Wahyu. Lilik, Usman Abu Bakar, Bambang Subandrio, Louis Berta, Irfan, Susila, Kaolid Wijaya, Kholik, Kadri, Triyanto Dwikora, Nyoman Nadiana serta Sugianta. ‘’Beberapa pemain kami dipanggil memperkuat Perseden Denpasar masuk tim divisi I nasional, dan bertanding ke Jepara,’’ kenang Bambang Subandrio. Selain itu, prestasi di lokal Bali, Kaswari pernah menduduki runner-up kejuaraan antarklub se-Bali, pascaditundukkan Perst Tabanan pada laga pamungkas. ‘’Kaswari juga pernah bertandang ke Banyuwangi,’’ tutur mantan pemain Kaswari Usman Abu Bakar. Tak cuma itu, Kaswari juga pernah menahan imbang 2-2 melawan timnas U-16. Padahal, dalam uji coba sebelumnya timnas U-16 mengalahkan tim-tim lokal Bali. Ia mengisahkan, Kaswari pernah mengalahkan Indonesia Muda (IM) Malang 8-1, kemudian menahan Arema Malang yang diperkuat Mecky Tata dengan skor 2-2, serta menahan tim mahasiswa DKI yang diperkuat Rahmad Darmawan 2-2. Pelatih Kaswari Abduh mengakui, kurang geliatnya persepakbolaan di Denpasar membuat Kaswari vakum, karena tidak digulirkannya kompetisi internal Perseden, sebagai dampak dari pusat yang juga tak mengadakan kompetisi. Prestasi Kaswari pada kompetisi Perseden pun lengkap mulai dari divisi II, divisi I sampai dengan divisi utama. ‘’Kami pernah juara pada tiap divisi,’’ tutur Abduh. (nel)

Denpasar (Bali Post) Skuad Putra Tresna U-17 Denpasar siap meredam permainan calon lawannya Persbit Bitung, Sulawesi dalam pertandingan babak 16 besar Piala Soeratin Putaran Nasional 2016 yang bakal berlangsung di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (29/11) sore ini. Pelatih Putra Tresna Dede Mahatma Dharma saat dikonfirmasi, Senin (28/11) kemarin menjelaskan, pihaknya meminta sejak menit-menit awal pertandingan asuhannya melakukan tekanan kepada Persbit Bitung. Pasalnya, itu dilakukan guna mengejar gol lebih cepat. ‘’Kami instruksikan kepada pemain supaya langsung memberikan tekanan (pressure) sejak awalawal agar mampu meredam

permainan Persbit dan bisa lebih cepat mencetak gol. Dengan mampu mencetak gol lebih awal akan sangat membantu pemain bisa lebih termotivasi lagi,’’ ucapnya. Dede menjelaskan, meski asuhannya langsung diinstruksikan menekan sejak kick off, akan tetapi semua pemain juga diminta tetap fokus dan konsentrasi terhadap pertahanan. Jangan sampai kesalahan kecil yang dilakukan pemain nantinya bisa berakibat fatal untuk tim. ‘’Intinya semua pemain harus disiplin menjaga daerah masing-masing. Jangan sampai kecolongan. Pemain harus terus melihat pergerakan lawan dan bisa mematikan pergerakan lawan, supaya permainan mereka tidak berkembang,’’ katanya.

Dikatakannya, selama pertandingan di babak penyisihan, dirinya melihat para pemainnya masih demam panggung. Artinya, pemain belum bisa menerapkan gaya permainan yang sudah dirancang tim pelatih. ‘’Mereka belum mampu menampilkan permainan terbaiknya. Mereka masih canggung dan belum bisa bermain lepas di lapangan. Mudah-mudahan di babak 16 besar anak-anak bisa lebih terlecut lagi untuk bisa tampil lebih baik agar bisa meraih kemenangan. Karena kemenangan sangat menentukan apakah tim akan melaju ke delapan besar atau tersingkir,’’ jelasnya sembari menyatakan, pihaknya belum mengetahui seperti apa gaya permainan mereka. (kmb41)

Bali Post/ist

Tim Putra Tresna akan menghadapi Persebit, Bitung di Piala Soeratin, Selasa (29/11) ini

Christo Bidik Grand Slam 2017

Jakarta (Bali Post) Petenis putra andalan Indonesia Christopher Rungkat membidik tiga turnamen tingkat Grand Slam 2017 yaitu Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon setelah mengikuti sekitar 25 turnamen sepanjang 2016. ‘’Target saya masuk kualifikasi Australia Terbuka 2016. Saya menargetkan juara dalam tiga seri turnamen Indonesia Men’s Future akhir tahun ini untuk menambah poin ke Grand Slam,’’ kata Christo seusai mencoba lapangan pertandingan Combiphar Tennis Open 2016 di Jakarta, Senin (28/11) kemarin.

Christo bersama dua petenis lain Indonesia David Agung Susanto dan Anthony Susanto masuk babak utama turnamen tenis berhadiah total 10 ribu dolar AS itu. ‘’Pesaing dalam turnamen akhir tahun seperti ini cukup berat yaitu pemain-pemain yang menempati peringkat 400-500-an dunia. Mereka juga mencoba menambah poin demi masuk kualifikasi Grand Slam 2017,’’ kata Christo yang menempati unggulan dua dalam seri pertama rangkaian turnamen tenis Indonesia Men’s Future pada 28 November - 18 Desember itu. Christo mengaku optimistis meraih gelar juara dalam tiga

seri turnamen tingkat ProCircuit penutup musim turnamen 2016 di Indonesia itu setelah menjalani 25 turnamen pada 2016. ‘’Saya telah terbiasa dengan beban target dan target ini memang dari saya sendiri,’’ kata Christo sembari menyebut sejumlah pesaing berat dalam Indonesia Men’s Future itu seperti Makoto Ochi dan Enzo Couacaud. Tiga seri turnamen Indonesia Men’s Future itu, lanjut Christo, sekaligus menjadi ajang pemanasan Tim Davis Indonesia sebelum berlaga dalam pertandingan putaran pertama Piala Davis 2017 pada Februari 2017 di Filipina. (ant)

PSAD Siap Ikuti Turnamen Perseden

Denpasar (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PSAD) berniat mengikuti turnamen yang diselenggarakan Perseden. Bak gayung bersambut, Panpel Perseden juga membuka pintu lebar-lebar bagi tim yang ber-home-base di ibu kota Provinsi Bali, guna menyemarakkan kejuaraan yang dihelat Askot PSSI Kota Denpasar. Pengurus Perseden AAN Pujawan usai rapat di Sekretariat Askot PSSI Denpasar, Senin (28/11) kemarin, me-

nyatakan pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi klub di Denpasar itu ikut menyemarakkan turnamen yang diselenggarakan Perseden. ‘’Kami akan mengadakan turnamen Perseden Cup usia bebas, persyaratannya pemain harus ber-KTP Bali,’’ katanya. Turnamen dibuka akhir Desember, namun pelaksanaannya bisa digelar sampai dengan Januari 2017 mendatang. Selain itu, Perseden juga menggelar kejuaraan sepak bola U-21 serta futsal U-21

guna pembentukan tim Porprov. Untuk sepak bola U-21 ketua panpelnya Gusti Ketut Anom, dan ketua panpel futsal U-21 Gede Made Anom Prenatha. ‘’Kejuaraan untuk pembentukan tim Porprov ini, bertajuk Denpasar Cup, khusus pemegang KTP Denpasar, kelahiran Januari 1995,’’ kata Agung Pujawan merujuk persyaratan pemainnya. Rencananya, Denpasar Cup futsal 10-12 Desember, babak penyisihan futsal di Jalan Teuku Umar, sedangkan final di Meazza Futsal. (022)

Empat Petenis Indonesia Tumbang di Kualifikasi Jakarta (Bali Post) Empat petenis tuan rumah tumbang pada babak kualifikasi turnamen tenis ITF Indonesia Men’s Future 4 Combiphar Tennis Open 2016 yang berlangsung di Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Empat petenis MerahPutih yang gagal masuk babak utama turnamen berhadiah total 10 ribu dolar AS itu adalah Iswandaru Kusumo Putra, Wisnu Adi Nugroho, Aditya Hari Sasongko, dan Arief Rahman. Iswandaru kalah dari putaran final babak kualifikasi Indonesia Men’s Future 4 dari petenis Kanada Kelsey Stevenson 4-6, 2-6. Sedangkan Wisnu takluk di tangan petenis Korea Selatan Oh Chan-Yeong dalam tiga set 2-6, 6-2, dan 5-7. Kemudian, Aditya kalah dari petenis Filipina Jeson Patrombon dengan skor 6-3, 2-6, 3-6. ‘’Jeson bermain lebih konsisten sepanjang pertandingan,’’ kata Adit. Sementara Jason mengaku telah mengetahui sisi kelemahan Adit dengan membuka sisi backhand pemain kidal Indonesia itu. Arief kalah dari petenis Taiwan yang menempati unggulan lima Meng Cing-Yang dalam dua set langsung 3-6, 2-6. Meskipun gagal menempatkan empat petenisnya pada seri pertama turnamen tingkat ProCircuit ITF itu, Indonesia masih punya tiga petenis yang langsung masuk babak utama. Mereka adalah Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Anthony Susanto. Christo yang menempati peringkat 429 dunia dan David yang menempati peringkat 760 dunia langsung masuk babak utama. Sedangkan Anthony masuk babak utama lewat fasilitas wild card. David akan menghadapi petenis Thailand yang masuk ke babak utama dengan wild card yaitu Kittiphong Wachiramanowong. Adik David, Anthony, akan melawan petenis Belgia Julien Cagnina yang menempati unggulan delapan. Christo yang menempati unggulan dua akan melawan petenis Vietnam Thien Nguyen Hoang. ‘’Target saya juara. Tapi, saya tetap waspada dengan beberapa pemain dalam turnamen ini karena persaingan di sini juga ketat,’’ ujar Christo. (ant)

Cricket Berharap Dikirim ke SEA Games Jakarta (Bali Post) Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) berharap timnya dikirim ke SEA Games 2017 di Malaysia karena cabang olahraga asal Inggris ini bakal dipertandingkan untuk pertama kalinya pada kejuaraan dua tahunan itu. Sekjen PP PCI Arsyad Ahmadin di Jakarta, Senin (28/11) kemarin, mengatakan salah satu upaya untuk meloloskan cricket menjadi salah satu cabang olahraga yang bakal dikirim ke Malaysia adalah melakukan koordinasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). ‘’Kami ingin mencetak sejarah dengan meraih medali emas pada penampilan perdana. Makanya saat ini kami menunggu panggilan dari Satlak Prima,’’ katanya. Terkait dengan atlet, Arsyad mengaku sudah tidak ada masalah karena pihaknya telah melakukan seleksi yang salah satunya melalui Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Saat ini, nama atlet putra maupun putri sudah dalam pegangan.

‘’Soal materi atlet tidak perlu dikhawatirkan. Begitu ada panggilan, kita akan langsung menyerahkan daftar nama-nama atlet baik putra maupun putri,’’ kata Arsyad Ahmadin menambahkan. Meski terbilang baru di Indonesia, cricket memang mulai diterima di masyarakat. Terbukti, cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada pesta olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia. Bahkan, timnas Indonesia juga sudah melakukan uji coba internasional. Timnas putri dalam uji coba internasionalnya mampu mengalahkan Korea Selatan dengan skor 4-1. Begitu juga dengan timnas putra yang sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Negeri Jiran ini merupakan salah satu rival Indonesia pada SEA Games 2017 mendatang. Demi meningkatkan performa atlet, PP PCI yang dipimpin Aziz Syamsudin terus melakukan pemusatan latihan. Bahkan, timnas cricket ini bakal diturunkan pada kualifikasi Kejuaraan Dunia Cricket 2018 di Melbourne, Australia, Februari 2017 nanti. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 29 November 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

Dicari Staff Wanita u/ Kantor Hub.0811394604

A.BP.153.11.16.0001784

Cust.Service for School,(F) Fluent English,Experience,Max 30yo,CV to:info@balikiddy.com

B.BP.164.11.16.0000890

Dcr PRT bs Masak Tinggal dlm Hub.087861361079-0817307166

B.BP.164.11.16.0000891

Dcr Sopir KTP Bali,Gaji 2 jt Karyawati Hub: 08873800044

A.BP.001.11.16.0001748

Dicari Design Grafis, Tenaga Srbtan,H:484042,087861340445

A.BP.001.11.16.0001513

Dcr Therapist Wnt @Soothe,Seminyak,089639890186/0811300723

A.BP.153.11.16.0001781

“Bth Tkg Masak Nasi Grg/Mie Area Kuta 081231000899"

B.BP.004.11.16.0000905

Adm,Sales TO&P.Srbutan Kantong Plastik PE/PP,Kresek, Tali Kertas Nasi,Dll 081230328172

A.BP.001.11.16.0001765

“Nike Villas Sanur Membutuhkan Staff untuk Posisi Security & Butler.Kirim CV & Lamaran ke Jalan.Bumi Ayu No.19 Sanur Ph.286912"Urgent

Dcr 2 Waitress Utk Restaurant Dcr Sarmud(D3) Laki2 KTP Bali Dicari Tenaga u/Showroom Mobil di Seminyak-Kuta Syarat Pasif Hub:08123928624/085100492291 Bks,Krj Keras&Jjur,08123633777 A.BP.001.11.16.0001728 B.BP.141.11.16.0000899 Bhs Inggris,Pengalaman Min.2Th Dcr Segera Supir Bujang Tdk Ramah,Team Work,Loyal, PenampiMerokok,Tdk Bertato.Makan lan Menarik Interview Dalam,Tidur luar.Gaji 2 Jt. B.BP.004.11.16.0000908 Hub:081337727881 Hub:081 339 132 993 ***A.BVC Kerja Diluar Negri A.BP.001.11.16.0001724 A.BP.001.11.16.0001753 Resmi utk Semua Usia,Resto Hotel Dcr Karyawan/Ti U.R.Makan Dcr Staf Acc&Sopir Bhs Inggris kebun081337903069,085953774417 Jl.P.Tarakan No.34,262409 B.BP.166.11.16.0000907 Merrys Tour T:0361-237821 081805314333 A.BP.001.11.16.0001779 Bth karyawan/ti toko d Kuta, A.BP.001.11.16.0001750 tdk perlu penglmn 081238474711 Dcr Krywn Buat Kue Pie,1,7/Bln Dcr Telemarketing Min.SMU,Bw C B.BP.004.11.16.0000872 Sidakarya-08563897679 V.Ke Synus Refill Center, Jl.Imam B.BP.004.11.16.0000853 Cr Staf Rest,Supervisor min D3 Bonjol 551A, T.0361-490452-3 Dcr Kurir(kuasai area dps&sktrPar max35th,(English,Mandarin) A.BP.005.11.16.0001758 Adm Gudang bs Comptr(Word&Exl) nya)pnymtr+SIMC max30th,Lmr+ Dibth:Supir,Lk,30-45Thn, Max30th.Cook Helper,Waiter/ss, Ijsah asli hrp dibw,081310745159 Manual Matic,Phm Wil Dps B.BP.817.11.16.0000896 Llsan Par Max27th-081236215048 Hub:08126324614 Dcr Manager Markting Fast Boat B.BP.154.11.16.0000861 B.BP.004.11.16.0000909 Krm CV ke Lembongan Sugriwa Dcr 15Sopir,7Sales,10 krywn/ti Dicari Sales Exclusive u/Prsh Express Jl.By Pass Ngr Rai No. &Kasir,Adm,Scrity,081999251555 Distribusi P/W,SIM C+Kendaraan A.BP.001.11.16.0001767 550 Bet Ngandang Sanur, Lam Jl.Gn.Himalaya Slt 6 Dps, Dcr Peg.Salon&Spa Pnglaman/Tdk Tlp:0361 281078,Email:lembonga Dicari pembantu laki&perempuan T.418531,08124646409 Jl.T.Badung Hub:081805547375 nsugriwaexpress@yahoo.com Renon Hub:081338325081 A.BP.176.11.16.0001761

A.BP.001.11.16.0001726

A.BP.001.11.16.0001745

A.BP.001.11.16.0001327

Dicari Perawat Home Care Hub.087862127626. TBS/Hc

A.BP.001.11.16.0001326

Dibthkn Therapist,Hairdresser yg brpnglmn bsa Bhs Inggris gaji bgs slhkn Hub.081337286599 B.BP.031.11.16.0000834

Dicari Baby Sitter 8 Bln, Kerja Jam 10-4 Sore Minggu Libur Mulai 1 Des-15 Jan Gaji 1,5Jt Biaung Hub:081338049038

A.BP.001.11.16.0001732

Htl,Spa Mncari Staf HK,GRO,Opr teleService.Krm:Jl.DewiSri 99Z

A.BP.001.11.16.0001762

Ymh Bisma Dicr:9 Mekanik(2Th) Hub.T.Umar 142 Dps

Dcr sgr Tnga kasir, Cleaning Services, Kolektor (penempatan Wil. Badung) A.BP.001.11.16.0001751 penddkn SMU/SMK, blm menikah, Dicari:Therapist massage&mani/ Pria/Wanita, umur maks. 27 thn. Lam ke Kop. Krama Bali, pedicure sebanyak2nya P.Min SMU(2,1jt+16rb/jam instv).Penga- Jl. Kepundung No. 61 A Dps atau laman Min 1th.Bawa Lamaran ke email:kkb_jobvacancy@yahoo.com G.01 Bodyworks Spa.Jl.Kayu Jati Looking For:Receptionist,F, No.2 Petitenget 735058 English(2,6jt+1jt instv),expr.

A.BP.001.11.16.0000981 Dicari Chief Accounting u/Prsh Dicrai Kryw/i di CV Jaya Tunik Distribusi,P/W S1 Akuntansi Pnglmn Min.3Thn,Py Jiwa Pemim- Mandiri,Bs Cmpter,087860146777 A.BP.001.11.16.0001771 pin,Tegas,Jujur,Disiplin,Umur Kami KJPP Persh Penilai di Den34-38Th.Lam Jl.Gn.Himalaya Slt pasar Mencari Tenaga Penilai No.6 Dps,T.418531,08124646409 Min.D3 Lamaran Langsung ke Jl. A.BP.001.11.16.0001744 Tukad Yeh Aya 70A Panjer Dps Dicari SPG u/Counter di CareTlp.08122894449 ffour 2-10pm.Engls Bgs n lancar A.BP.001.11.16.0001733 coki@bali-treasures.com Persh.Bakery,Dicari Admin 1. Hp.081 145 2173 Wanita usia maks 25thn 2.D3/S1 B.BP.004.11.16.0000784 4.Jujur,teliti,Team Work, 5.meSPG fasih Inggris, Gj+kmsi menarik, nguasai Ms.Office,6.Min.Punya Hub.Kidz World; Pasar Seni Kuta Square Blok E, 08164715909 pengalaman 1th.H.085100461626 B.BP.154.11.16.0000910

A.BP.001.11.16.0001626

min.1 year.Send CV to Bodyworks Spa,Jl.Kayu jati No.2 Petitenget E.acc.bodyworksbali@yahoo.com

A.BP.001.11.16.0000984

Pmbntu Vila,SuamiIstriPglm,Tgl Dlm Gj3,8Brdua Dps.08123889173

A.BP.153.11.16.0001783

Sales Marketing Freelance Uma De Villa Hub:0361 4490547 WA:081805467445

A.BP.001.11.16.0001756

Cari Krywn Kantor Tabanan Hub: 081805570756 min SMA/Wanita A.BP.001.11.16.0001775

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post All New Civic 2012 1.8A/T Gren White Pearl DK Asli Samsat Masih Lama 270Jt Nego 081338562235

Suzuki Wagon R Tipe GX Manual Asli Bali Hub:081239600959

B.BP.101.11.16.0000892

JEEP

A.BP.001.11.16.0001752 TOYOTA

Avanza G’05 Pajak Baru TV,AC Dobel Biru 95Jt,085107006868

Grand Cherokee’14 Htm+Fortuner 09+M.Biante’13 H.085737180911

B.BP.141.11.16.0000903

B.BP.164.11.16.0000897

Agya TRD S Th’2014 Tgn1 Hitam Manual BUC Hub.081 236 05780

MITSUBISHI

Kuda Spr Exeed’99Bensin,Mls Jl. Bikini V/1, H.082145991881 Prbd

B.BP.164.11.16.0000889

B.BP.164.11.16.0000894

SUZUKI

Karimun Estilo’2010 AsBali Pajak+Ban Baru,085107006868

B.BP.141.11.16.0000898

B.BP.141.11.16.0000904

CHEVROLET

Djl Taxi Wahana + Ijin Th’2010 80Jt+Over krdt H:081338811257 A.BP.001.11.16.0001780

Avanza G’09 Silver AsBali Ors Prbd,081933610070/082341251453

R3 Th’15 Putih AsliDK H.165Jt Gatsu I/3 No.41X T.0811395010

Avanza G New’09 Silver As Bali orisinil H114JtNg,081339628063 A.BP.001.11.16.0001774

B.BP.141.11.16.0000900

Mobil Bogy Villa Suzuki Th2007 Murh 50Jt SMS 081999343777

Jual Yaris Th’2008 Warna Hitam Velg 16 Jimbaran H:08124666682 A.BP.001.11.16.0001763

Ready HRV,Jaz,Mbilio, Brio Disc Sidekick Drag One’97 Slv 63Jt End Year Upto30Jt!087862130930 Prbd Kepundung 67,085239776321

Toyota Innova’10 Djl,Htm Met. Bensin Mulus 163Nego AsBali Hub:081933093236/0811397996

A.BP.001.11.16.0001764

A.BP.001.11.16.0001731

HONDA

A.BP.001.11.16.0001769

A.BP.153.11.16.0001782

SALON

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

ARSITEKTUR

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL PERCETAKAN SPA

FURNITURE FOTO COPY

SERVICE

SERVICE ALUMINIUM

Djl Tnh 2,58A Ocean View Kumba Pecatu Ling Villa.081999251555

DIJUAL RUMAH !!Dijual Rumah Indent Type 50 di Perum Green Lot Sambadha Hub.085100931195

A.BP.001.11.16.0001768

Jl Tnh 1Are Jl.Siligita 50m dr Bypass Hrg:350Jt H081529300148

B.BP.101.11.16.0000893

B.BP.141.11.16.0000901

Jual Cpt Tnh 165m2 ByPas IB. B.BP.004.11.16.0000906 Mantra P.Purnama 081366607676 Dkont.2Th Rmh Lux 2KT/2KM 25Jt A.BP.001.11.16.0001725 Jual Tanah 4,4Are 800Jt/A Nego /Th,Malboro XX/1,081999715914

Djl.Rmh Baru Gaya Villa Siap Huni Dalung Hub.082147454248

B.BP.164.11.16.0000895

Djl Rmh 2Lt 600m2,5Kmr Msh ada Space Tmn Jl.Gn.Catur IV Lingk Bagus,Blkg Htl H.081999418841

Jl.Tk.Citarum Dps,081238504518

A.BP.001.11.16.0001742

BIRO JASA Jasa Internal Auditor Keu/Pajak(Murah)H:08113893027

B.BP.141.11.16.0000902

Jual Tnh Kav Jl.Raya Padonan Dalung,Pinggir Jln,Cash/Kredit Hub.082237778545/087862281017

Kav 300&605m Jl.Kutat Lestari Gg.VI Snr,RS&Villa081280522204

A.BP.001.11.16.0001776

Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 150Jt/A Bs Kredit 087862450004

Tk Bdg XIA 3,5A(10x35) @ 725jt aspal 8M hdp tmr 0811393089 BU

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

KONTRAKTOR Terima Uji Tanah/Sondir/Beton Hub:081338325081/081239341363

Djl Rmh LT 4,9Are Lantai 2 Jln KutatLestari Sanur, 08113854455

Rmh Lok.Jl.ImamBonjol Dps-Bali LT.293m2,3KT,3KM,RT,R.Mkn,Grs, Dpr,H.2,250M Ng 081338150125

A.BP.001.11.16.0001653

DIJUAL TANAH Tanah Murah Prim Lokasi Abianbase Dalung sdh Bnyak Rmh masuk 20mtr Jl Utama Aspal 6mt 18 Ar 325Jt SMS 081999343777 A.BP.001.11.16.0001770

BIRO JASA

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh di Pemogan,Tnh 2Are,3KT,2KM,Garasi,Aman tdk Banjir,dkt ke Bypas n Dps 08174782549

A.BP.001.11.16.0001455

A.BP.001.11.16.0001741

A.BP.001.09.16.0001743

Djl Tanah 1,5Are SHM Jl.4mtr Jl.Astasura1 Pgyg 085237250549

A.BP.001.11.16.0001729

Djl Tnh 1,8Are Jl.Trengguli IV D3 Penatih Hub.087860146777

A.BP.001.11.16.0001772

BIRO JASA

A.BP.001.11.16.0001766

B.BP.031.11.16.0000884

A.BP.001.11.16.0001600

A.BP.001.11.16.0001328

A.BP.001.11.16.0001759

PENGOBATAN Karmel Konseling Kristen Mslh Keluarga,Krir dll, 081339077799 A.BP.001.11.16.0001754

Rmh Bocor Dak Dinding Atap Dll H.Sefri 085100774702 Grnsi A.BP.001.11.16.0001777

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

Kredit Murah 1,4% menurun,Hub: BPR Adiartha (0361-428348) 085738555185/081805325359 A.BP.001.11.16.0001496

RUPA-RUPA KEHILANGAN A.BP.001.11.16.0001685 ARSITEKTUR 1Hr Cair,BPKB/Stfkt 0,5% Tlh Hilang BPKB Suzuki Th 2008 SIUP Pajak Tax Amnesti SPT Th Jasa Bangun Rmh.Ruko,Villa Gbr IMB&3D Hub:08191 643 3040 H.087861895055 / 081238979088 NPWP PasportHP.081.338.344.155 No.BPKB:8310731.O A/N.Bardan A.BP.001.11.16.0001749

BENGKEL LAS

B.BP.164.11.16.0000887

A.BP.001.11.16.0000834

A.BP.001.11.16.0001738


EKONOMI

18 Penerima PMN agar Pandai Menabung Cirebon (Bali Post) Ibu prasejahtera penerima pinjaman Permodalan Nasional, Madani agar pandai menabung serta memanfaatkan dana yang dimiliki dan digunakan untuk menopang perekonomian keluarga. Menteri BUMN Rini Soemarno mengingatkan hal itu di Cirebon, Senin (28/11) keBali Post/ant marin. Menteri BUMN “Dengan menaRini Soemarno bung maka ibu-ibu bisa memiliki uang dan modal untuk usaha yang pada akhirnya bisa membantu keluarga prasejahtera,” kata Rini saat bertemu dengan ibu-ibu penerima bantuan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kecamatan Astanajapura, Cirebon. Rini mengatakan, program pinjaman PNM kepada ibu-ibu keluarga prasejahtera itu merupakan upaya pemerintah membantu keluarga prasejahtera yang tersebar di seluruh provinsi. Program itu, kata Rini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan agar para ibu-ibu bisa terus melakukan usaha sehingga ada aktivitas yang membantu pendapatan keluarga. “Pinjaman ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu agar kehidupan lebih baik dan meningkatkan perekonomian lokal,” kata Rini. Selama ini, katanya banyak ibu-ibu prasejahtera yang memiliki kemampuan usaha namun tak memiliki modal sehingga perlu mendapat bantuan dana dari pemerintah. Potensi ibu-ibu yang memiliki kemampuan usaha namun tak memiliki modal tersebut, katanya ditangkap pemerintah untuk bisa memberikan pinjaman melalui PNM. Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan program pinjaman yang dimulai sejak awal 2016 itu memang hanya diperuntukkan untuk ibu-ibu bukan untuk bapak-bapak. “Alasannya antara lain, ibu-ibu biasanya lebih hati-hati dalam mengeluarkan dana di keluarganya dan tidak digunakan untuk keperluan lain seperti membeli rokok,” katanya. Saat ini program tersebut sudah berada di hampir pelosok Nusantara dengan melibatkan ibu-ibu dari keluarga prasejahtera. Pinjaman yang diberikan kepada ibu-ibu besarnya bervariasi, tergantung kesepakatan kelompok yang memiliki anggota minimal 10 orang dan maksimal 30 orang. (ant)

Selasa Pon, 29 November 2016

Ekonomi Indonesia Melemah

Triwulan IV 2016

Ekonomi Bali Tumbuh 6,06 - 6,46 Persen

Denpasar (Bali Post) Perkembangan ekonomi Bali pada triwulan III 2016 sedikit mengalami perlambatan, menjadi sebesar 6,17 persen (yoy) dibandingkan capaian triwulan II 2016 sebesar 6,54 persen. Meskipun mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2016 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,02 persen (yoy). Memasuki triwulan IV 2016, pertumbuhan ekonomi Bali diperkirakan meningkat pada kisaran 6,06 - 6,46 persen (yoy). Optimisme tersebut didorong beberapa faktor antara lain, masuknya periode peak season pariwisata (libur musim dingin Eropa), meningkatnya permintaan domestik sejalan adanya hari libur dan perayaan hari raya keagamaan yang berlangsung di Triwulan IV (natal dan tahun baru), dorongan stimulus fiskal berupa penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur pemerintah, relaksasi ketentuan transhipment, telah selesainya pembangunan dan perbaikan beberapa proyek infrastruktur yang dapat mendorong peningkatan produksi antara lain berupa proyek irigasi, ekspektasi pelaku usaha ke depan seiring rencana relaksasi LTV

(KPR), pemberlakuan tax amnesti, dan tendensi penurunan suku bunga perbankan (dampak implementasi BI 7 days repo rate). Selanjutnya untuk keseluruhan tahun 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali memperkirakan akan tumbuh pada kisaran 6,15 persen - 6,55 persen (yoy), meningkat dibandingkan capaian 2015 sebesar 6,04 persen (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana memaparkan secara gamblang, Senin (28/11) kemarin. Bali dengan jumlah penduduk 4,1 juta jiwa, kata Causa Iman Karana memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lainnya. Keunikan itu sebagai destinasi baik, bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang mencapai 10 juta orang. “Maka dari itu, Bali harus menyiapkan ket-

ersediaan pangan cukup,” pintanya. Bali juga memiliki keunikan dengan cukup banyak kegiatan upacara keagamaan dan hari raya keagamaan (misalnya Nyepi, Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, dan Siwaratri). “Tentunya hal ini memerlukan supply komoditas yang memadai agar tidak menimbulkan tekanan inflasi di Bali,” imbuhnya. Dengan kondisi tersebut, inflasi Bali selama ini lebih banyak bersumber dari komponen harga bergejolak yaitu komoditas yang berasal dari tanaman pangan dan hortikultura. Karena itu berbagai upaya pengendalian inflasi telah dan akan terus dilakukan oleh seluruh TPID se-Provinsi Bali, lebih difokuskan menstabilkan komponen komoditas harga bergejolak, antara lain melalui upaya mencukupi supply melalui peningkatan produktivitas maupun memperpendek mata rantai jalur distribusi. (kmb42)

PANEN CABAI Petani memanen cabai di perkebunan kawasan Rembang, Jawa Tengah, Senin (28/11) kemarin. Faktor cuaca yang tidak menentu membuat harga cabai juga tidak menentu di kawasan tersebut, harga cabai hijau saat ini Rp 25.000 dan cabai merah besar mencapai Rp 57.000 per kilogram.

Pemerintah Bentuk Pengadilan Maritim

Jakarta (Bali Post) Kementerian Perhubungan akan membentuk Pengadilan Maritim di bawah Mahkamah Pelayaran untuk memperkuat penegakan hukum maritim. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal itu di Jakarta, Senin (28/11) kemairn. Menurutnya Indonesia belum memiliki sistem penegakan hukum yang kuat di bidang maritim. Hal itu ditandai jumlah kecelakaan kapal yang terus meningkat karena kurangnya disiplin dalam penegakan hukum. Budi mengatakan, bahwa 88 persen kecelakaan kapal terjadi karena kesalahan manusia. “Kita harus memberikan tekanan-tekanan, apa yang diperbuat oleh oknum-oknum itu harus kita berikan cara baru. Mau tidak mau harus menyentuh sumber daya manusianya,” katanya. Pengadilan maritime, kata Budi merupakan standar umum di negara maju, seperti Jerman dan Denmark. “Negara-negara dengan luas mungkin hanya satu per 10 dari luas negara kita, tetapi jadi pemain dunia kita dipermainkan dunia,” katanya. “Pengadilan maritim di Indonesia cukup relevan untuk dibentuk dengan kecenderungan, di era yang sudah modern kita harus meningkatkan fungsi kompetensi agar mampu bersaing di dunia internasional,” katanya. Dia menuturkan, Pengadilan Maritim itu nantinya diharapkan bisa menyelesaikan berbagai persoalan, seperti kasus kecelakaan kapal dan pencemaran lingkungan. Ia menambahkan, penegakan hukum administrasi juga harus lebih tegas mengingat saat ini sudah tercatat 156 kecelakaan kapal. (ant)

Bali Post/ant

Mangupura (Bali Post) Ekonomi Indonesia sedang melemah, sedang kurang berenergi sehingga harus menghimpun tenaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan ditentukan ekspor. Karena itu investasi seharusnya menjadi ujung tombak. Sayangnya investasi terus tertekan sehingga tumbuh hanya empat persen saja. Utang Indonesia dalam dua tahun terakhir ini naik luar biasa. Hal itu sangat mengganggu sektor perbankan. Utang negara yang semula Rp 2.600 triliun naik menjadi Rp 3.100 triliun dan per September Rp 3.400 triliun. Pertumbuhan deposito hanya 1,1 persen bulan September sehingga perbankan semakin sulit mencari dana dari masyarakat untuk membiayai proyek-proyek pada bidang pariwisata, tetapi juga infrastruktur. “Karena uang dari masyarakat makin banyak yang ditarik pemerintah,” papar pengamat ekonomi Faisal Basri. Masyarakat beramai-ramai menarik dananya di bank untuk dijadikan Surat Utang Negara (SUN). Akibatnya dana masyarakat di bank turun. Pertumbuhannya hanya 3,2 persen sehingga kemampuan bank menyalurkan kreditnya juga turun dari 20 persen menjadi 6,5 persen. Unuk itu investasi asing sangat diperlukan untuk membangun pabrik atau hotel, bukan membawa SUN atau membeli saham saja. Sejak Donald Trumph terpilih, uang yang ada di Indonesia sudah mulai keluar lumayan besar, 1 miliar USD sejak Trumph diumumkan menang sampai 22 November lalu. “Itu hilang 1 miliar USD surat utang negara (SUN) dijual oleh investor asing,” jelasnya. Equity dari pasar saham 400 juta dolar yang sudah keluar, maka dari itu harga saham Indonesia turun. “Semua itu belum dihitung saat menentukan 20 juta kunjungan turis,” tandasnya. Konsumsi masyarakat kelas menengah tidak terjadi masalah, namun pada kelas bawah, sedang bermasalah berat, kesejahteraan petani turun. Dalam dua tahun terakhir ini indeks Nilai Tukar Petani (NTP) turun, Upah buruh tani minus empat persen, upah buruh bangunan minus 1,74 persen. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB & NTT AAG Agung Dharmawan memaparkan, tahun 2017 ekonomi Bali masih sama dengan saat ini. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi lebih baik, namun dengan adanya perubahan di Amerika tentu akan berpengaruh terhadap Indonesia sehingga akan membuat orang untuk wait and see kebijakannya nanti seperti apa. Alasannya, setiap masa berbeda-beda maka tahun 2017 sektor yang bertumbuh juga akan berbeda. Jika sektor properti saat ini masih turun, ke depan ia memprediksi sektor properti akan bertumbuh. Mengingat pemerintah juga akan melonggarkan kebijakan terkait properti seperti, rencana pemerintah yang mencanangkan kunjungan non visa diperbanyak untuk beberapa negara, kepemilikan properti dipermudah, izin tinggal dipermudah. (kmb42)

Udang Indonesia Nomor Satu di AS Jakarta (Bali Post) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan udang Indonesia saat ini menjadi nomor satu di Amerika Serikat (AS). Udang Indonesia berhasil mengalahkan produk dari negara lain. “Tiga tahun terakhir ekspor udang ke AS dikuasai India, tetapi pada 2016 ekspor udang dari Indonesia nomor satu di AS,” kata Nilanto Perbowo di kantor KKP, Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Udang, kata Nilanto Perbowo juga merupakan komoditas utama dari sektor kelautan dan perikanan di Indonesia yang diekspor ke

berbagai negara. Selain ke AS, pasar potensial untuk komoditas udang Indonesia juga ke negara-negara Uni Eropa dan Republik Rakyat China. Berdasarkan data KKP, ekspor komoditas udang menunjukkan kecenderungan meningkat pada 2015-2016. Peningkatannya 6,84 persen dilihat dari volume, dan naik 3,75 persen bila dilihat dari nilai komoditas. Selain itu, ekspor ke AS pada periode yang sama juga meningkat hingga 13,4 persen, atau lebih tinggi dari sasaran ekspor tradisional lainnya seperti China (naik 6,4 persen), Uni Eropa (4 persen), Jepang (2,4 persen), dan negara-negara kawasan ASEAN

(0,2 persen). Sebelumnya KKP mengakui masih ada permasalahan dalam pengembangan komoditas udang yang bisa berpotensi berdampak kepada ekspor dari komoditas sektor kelautan dan perikanan. “Yang jelas untuk udang ada beberapa kendala seperti penyakit,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto, mengatakan mengatasi dampak sejumlah penyakit yang menyerang udang, pihaknya bakal berkoordinasi dengan SCI (Shrimp Club Indonesia) untuk roadshow ke sentra-sentra budi daya. Hal itu juga kata Dirjen Perikanan Budi daya KKP untuk membina para pembudidaya udang. (ant)

NOMOR SATU - Udang produksi laut Indonesia ternyata sangat enak, dikategorikan nomor satu di bumi adidaya Amerika.

Kelola Selat Malaka

Indonesia Ajak Denmark dan Norwegia

Bali Post/ant

RAPAT KERJA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Diprediksi Tahun 2017 Sama

Menhub Budi Karya Sumadi

Bali Post/ant

Jakarta (Bali Post) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak perusahaan asing dari Denmark dan Norwegia bekerja sama mengembangkan infrastruktur transportasi laut di Indonesia. Untuk mendukung hal itu, Menhub di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (28/11) kemarin telah mengeluarkan keputusan guna membentuk tim pembiayaan untuk investasi transportasi. “Denmark dan Norwegia mempunyai perusahaan-peru-

sahaan yang merajai pelayaran dunia. Karena itu kami mengajak mereka membangun Selat Malaka dan di bidang navigasi pelayaran,” katanya. Kementerian Perhubungan akan meminta satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam negeri bekerja sama dengan Denmark dan Norwegia dalam mengelola Selat Malaka. Pelayaran di Selat Malaka itu harus berjalan baik, karena untuk mempertahankan kedaulatan dan memelihara keselamatan dan keamanan pelayaran serta kelestarian

lingkungan laut. Terkait hal itu, Budi menyampaikan agar 33 perusahaan De nmark dan Norwegia yang hadir pada acara tersebut dapat bekerja sama di bidang infrastruktur di Indonesia.

Acara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kedutaan Besar Denmark dan Norwegia. (ant)


19

Selasa Pon, 29 November 2016

Jokowi akan Naikkan Dana Desa Dua Kali Lipat Tuban (Bali Post) – Presiden Joko Widodo berjanji akan menambah anggaran dana desa 2018 menjadi dua kali lipat dari anggaran 2017 yang telah dialokasikan Rp 60 triliun. ‘’Tahun depan kan sudah Rp 60-an (triliun) dari Rp 47 (triliun) 2016. Tahun depannya sudah kita hitunghitung, saya mau diduakalilipatkan. 2018 dua kali lipat tapi masih dihitung,’’ kata Presidan saat meninjau proyek dana desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Senin (28/11) kemarin. Menurut Presiden, dana tersebut telah memberikan efek berantai (efek ganda) ke mana-mana terhadap perekonomian masyarakat desa. ‘’Ini dalam rangka memberikan efek perputaran uang di bawah, di desa, di daerah, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari itu,’’ kata Presiden yang didampingi Menteri Desa Eko Putro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Kepala Desa Sumurgeneng.

Presiden mencontohkan dana Desa Sumurgeneng yang sekitar Rp 600 juta ditambah anggaran dari kabupaten dan provinsi sebesar Rp 400 juta telah menghidupkan perekonomian masyarakatnya. ‘’Meskipun yang kita lihat yang dikerjakan hal-hal yang kecil-kecil untuk pengerasan jalan seperti ini, kemudian untuk pembuatan saluran air seperti ini, tetapi perputaran uang yang ada di desa ini, sekali lagi Rp 1 miliar lebih, Rp 1,80 miliar. Tadi saya cek angka-angkanya kan bagus,’’ kata Presiden. Jokowi juga mengungkapkan hasil laporan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait penggunaan dana desa telah menunjukkan tepat sasaran. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Tuban, Presiden usai menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2016 langsung meninjau pembangunan saluran air yang berasal dari dana desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. (ant)

Terjadi Ricuh

Dari Hal. 1

‘’Tetapi karena saat itu bentrok sudah berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan, akhirnya kelompok I pimpinan Abu Fatir di Penjaringan bergerak menuju ke DPR untuk bergabung bersama massa di sana,’’ ujarnya. Ia menambahkan, kelompok ini tidak mengikuti aksi demonstrasi sejak siang, melainkan hanya memanfaatkan situasi bila terjadi ricuh. ‘’Dari pengakuan mereka, mereka bergerak berkumpul di Masjid Al Fatah dari rumah masing-masing, tidak ikut demo di siang harinya,

karena mereka akan memanfaatkan jika situasi rusuh saja,’’ imbuh Boy. Sebelumnya, Densus 88 menangkap sembilan terduga teroris kelompok Abu Nusaibah beberapa waktu lalu di Jakarta dan Bekasi. ‘’Awalnya yang ditangkap ada tujuh, lalu ditangkap lagi dua (orang) menjadi sembilan orang. Mereka ini terdeteksi para pemuda yang berbaiat langsung ke pimpinan ISIS. Selain itu, mereka juga bertekad memberikan bantuan bagi WNI yang hendak gabung ISIS ke Suriah,’’ katanya. Menurutnya, kelompok ini terbukti menyusup pada

Dari Bali

Dari Hal. 1

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo yang memimpin rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Hadir sejumlah anggota Komisi IV dari Bali. Di antaranya Made Urip dan A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra. Sedangkan dari PT TWBI hadir Direktur Utama PT TWBI Heru Budi Wasesa, Direksi Hendi Lukman, Direksi Marvin Lieano, Komisaris Jasin Yabanto, Direktur SDM Kadek Agus Ekanata, dan sejumlah pakar dan ahli yang tergabung dalam konsultan PT TWBI. Pada rapat tersebut, PT TWBI meminta adanya kepastian hukum dari proyek reklamasi yang mereka kerjakan. ‘’PT TWBI minta waktu terhadap apa yang menjadi program mereka. Saya pikir kalau dari pihak kelompok yang menolak pun kita akan panggil juga, tidak masalah. Kita mau mendudukkan ini agar duduk perkaranya clear karena teman-teman di sini punya hak sama, punya posisi yang sama,’’ kata Edhy Prabowo saat membuka acara tersebut. Edhy mengatakan dalam menyikapi persoalan ini, anggota DPR harus berdiri di tengah, tidak boleh terlalu ke kiri, juga tidak boleh terlalu ke kanan. Penegasan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengoreksi pernyataan anggota Komisi IV DPR I Made Urip yang tegas menyatakan menolak dan meminta agar proyek tersebut dihentikan. Selain itu, Made Urip juga mendesak agar KPK segera menelusuri isu yang berkembang di media massa tentang adanya praktik KKN dalam proses perizinan Teluk Benoa.

Atas pernyataan Made Urip itu, Edhy Prabowo mengatakan, ‘’Kita tidak mau setengah-setengah, siapa pun yang masuk menyelidiki, KPK, Kejaksaan, tidak masalah karena memang tugas kita sebagai pejabat negara wajib dikontrol untuk mengoreksi kita.’’ Dalam pernyataannya, Made Urip meminta kepada pimpinan Komisi IV DPR untuk mengundang juga masyarakat di Bali secara keseluruhan agar DPR memiliki gambaran yang berimbang. Terutama aspirasi dari desa-desa adat di Bali yang terkoordinasi dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman. Mereka harus didengar aspirasinya. ‘’Tentu harus mendengar aspirasi publik, dari Pasubayan Desa Adat di Bali. Kita panggil untuk kembangkan pemikiran-pemikiran, apa yang ditolak desa adat. Nah, aspirasi desa adat yang begitu masif dan gerakannya begitu kuat sekali, tentu harus dihargai juga. Dipanggil juga, jangan dari satu pihak saja,’’ kata politisi dari PDI Perjuangan ini. Pada kesempatan itu, Made Urip meminta klarifikasi dari Direksi PT TWBI tentang isu di media massa karena di awal proses kegiatan saja, pihak TWBI sudah menghabiskan dana Rp 1 triliun. ‘’Kita kan terkesima. Rp 1 triliun itu kan bukan duit sedikit. Ke mana itu? Sejauh mana peruntukannya? Untuk apa saja? Jadi saya baca KPK juga sudah mencium ini. Nah, ini supaya jangan melebar ke mana-mana, barangkali perlu dilakukan klarifikasi tentang ini,’’ tanyanya. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra mengingatkan peran serta

aksi 4 November dengan melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan kegiatan teror. ‘’Jadi omongan Kapolri yang bilang aksi 4 November disusupi kelompok radikal itu benar. Buktinya dilakukan penangkapan pada sembilan orang ini,’’ imbuhnya. Menurutnya, kelompok ini bermain keruh. Mereka ikut kegiatan seolah sama (unjuk rasa) padahal punya agenda terselubung yakni rebut senjata petugas. ‘’Mereka lihat momennya pas, sejauh ini kami belum lihat ada indikasi terkait dengan koordinator demo,’’ ujarnya. (ant)

masyarakat setempat dalam kegiatan suatu proyek dilindungi oleh Undang-undang yaitu UU No.32/2014 Pasal 70 ayat 3. Dia mengaku titik pangkal dari polemik di masyarakat akibat sosialisasi yang kurang. ‘’Saya ngeri juga desa adat sudah turun tangan. Desa adat yang tadinya hanya bicara tentang upacara keagamaan, bicara budaya dan agama, sekarang sudah bicara pembangunan fisik reklamasi Teluk Benoa. Saya pribadi berpendapat, kalau ini baik untuk Bali saya dukung. Tapi kalau mengabaikan kelestarian pembangunan, saya bersama masyarakat bersama desa adat akan bersatu menolak reklamasi. Jadi harus dikaji secara menyeluruh rencana reklamasi atau revitalisasi ini,’’ katanya. Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan sejahtera (PKS) Mahfudz Siddik menilai titik pangkal dari persoalan ini sebenarnya adalah Perpres No.51/2014 yang mengubah lahan konservasi Teluk Benoa menjadi lahan pemanfaatan. ‘’Menurut saya, harus diperiksa kembali dari hulu hingga ke hilirnya. Hulunya itu perpres. Kalau memang hulunya perpres, lalu bagaimana prosesnya di hilir ketika masih di bawah,’’ tanyanya. Oleh karena itu, dia mendesak agar proses perizinan dari reklamssi Teluk Benoa dievaluasi ulang, terutama mengenai dukungan sebenarnya di masyarakat. ‘’Pastikan dulu dukungan ulang di masyarakat sebenarnya. Meskipun tetap ujungnya ke hulu. Nah, di hulunya sendiri bagaimana, apakah posisi presiden saat ini tetap sama atau ada pikiran lain dengan presiden sebelumnya,’’ kata Mahfudz. (kmb4)

Korban Helikopter TNI

Tiga Korban Dievakuasi, Seorang Masih Dicari Jakarta (Bali Post) – Jenazah tiga korban kecelakaan Helikopter Bell-412 milik TNI-AD berhasil dievakuasi Tim SAR pada Senin (28/11) siang dari sekitar lokasi pesawat itu jatuh di hutan pegunungan sekitar lima kilometer dari Desa Long Sulit, Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. ‘’Evakuasi jenazah korban berhasil dilakukan sekitar pukul 13.00 Wita,’’ kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah, di Jakarta, Senin (28/11) kemarin. Nama-nama korban gugur pada peristiwa jatuhnya Helikopter Bell 412 milik TNI-AD adalah Lettu Cpn. Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra, dan Praka Suyanto. Ketiga korban meninggal dunia tersebut saat ini telah dievakuasi ke RSAL Tarakan untuk prosedur medis. ‘’Menurut rencana jenazah pada pukul 17.00 Wita akan dibawa ke Lanud Tarakan untuk disemayamkan,’’ kata Kadispenad. Kemudian, kata Sabrar, ketiga korban gugur pada hari Selasa (29/11) akan diterbangkan dan dimakamkan di daerah masing-masing. Sesuai rencana almarhum Lettu Ginas Sasmita Aji akan diterbangkan dan dimakamkan di Yogyakarta, almarhum Sertu Bayu Sadeli Putra ke Dumai dan almarhum Praka Suyanto ke Madiun. Sampai saat ini Tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap satu orang korban Lettu Cpn. Yohanes Syahputra. ‘’TNI-AD kehilangan putra-putra terbaiknya ketika sedang melaksanakan suatu misi dukungan logistik operasi pengamanan wilayah perbatasan negara di Desa Long Bawan,’’ kata jenderal bintang satu ini. Helikopter yang celaka itu diawaki lima orang, dengan co-pilot Letnan Satu CPN Abdi Darnain yang ditemukan selamat, sementara pilot Lettu Cpn. Yohanes Syahputra belum ditemukan. (ant)

Harus Puas

Dari Hal. 1

Pada pertandingan itu, Manchester United harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan West Ham United dalam laga pekan ke-13 Liga Utama Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Senin kemarin. Ketika itu Jose Mourinho mendapat ‘’perlakuan spesial’’ dari wasit Jonathan Moss, yakni diusir dari tepi lapangan pada menit 28 lantaran memprotes kartu kuning yang diterima Paul Pogba. Pogba terlihat menjatuhkan diri tanpa sentuhan apa pun dari Mark Noble, sehingga Moss menghadiahi gelandang berbanderol 90 juta poundsterling itu dengan kartu kuning dan Mourinho meresponsnya dengan menendang botol air minum di tepi lapangan. Hal itu terjadi hanya tujuh menit berselang setelah Zlatan Ibrahimovic berhasil menc-

etak gol penyama kedudukan usai menanduk umpan silang Pogba pada menit ke-21. Sebelumnya, West Ham unggul cepat atas MU lewat gol Diafra Sakho pada saat laga baru berjalan dua menit setelah menanduk bola tendangan bebas yang dilepaskan Dimitri Payet ke dalam kotak penalti. Meski tanpa kehadiran Mourinho di tepi lapangan, MU tampil dominan dengan menguasai 68 persen pengendalian bola sepanjang laga dan melepaskan 17 percobaan tembakan yang delapan di antaranya menemui sasaran. Hanya, MU tak mampu menghasilkan apa pun dari dominasi tersebut dan laga harus berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut tak memengaruhi posisi MU yang tetap berada di peringkat keenam klasemen dengan raihan 20 poin, sedangkan West Ham naik ke urutan 16. (ant)

Unsur KKN Dari Hal. 1

Mengenai pelibatan KPK untuk menelusuri dugaan adanya unsur KKN dalam proses pemberian izin lokasi yang sudah diberikan, Heru mempersilakannya. Bahkan, PT TWBI justru bersikap proaktif meminta KPK melakukan investigasi terkait proses dari proyek reklamasi Teluk Benoa yang sudah dan sedang dikerjakan. ‘’Soal KPK, kami sendiri telah bersurat ke KPK, silakan tolong dibimbing agar kami melakukan langkah seperti apa,’’ katanya. Soal Rp 1 triliun yang sudah dikeluarkan perusahaannya, Heru memastikan uang tersebut tidak digunakan untuk mempermudah proses perizinan terbitnya izin lokasi. ‘’Bagi perusahaan itu adalah lumrah, karena kalau seandainya proyeknya senilai Rp 30 triliun lebih maka harus ada untuk kegiatan operasional, untuk bayar konsultan, tentunya juga untuk CSR hutan mangrove itu sendiri, dan kita tahu pengeluarannya hampir Rp 500 juta sebulan yang harus kita sisihkan saat itu, serta biaya-biaya operasional lainnya,’’ kata Heru. Oleh karena itu, dia memastikan uang Rp 1 triliun yang sudah dikeluarkan peru-

sahaannya digunakan untuk kegiatan yang semestinya. ‘’Angka Rp 1 triliun itu adalah forecasting budget. Tidak ada seperti yang diisukan orang-orang, buat biaya segala macam. Karena memang kita tidak ke arah situ (KKN),’’ tegasnya. Sementara itu, Direksi PT TWBI Hendi Lukman mengaku sudah ‘’lelah’’ apabila terus didesak untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. ‘’Kalau kami terus-menerus bertemu, itu sama saja menjustifikasi diri kami sendiri. Sudah enggak bisa diterima juga, Pak. Itu yang juga jadi kendala kami. Buat investor juga memiliki keterbatasan,’’ kata Hendi di hadapan anggota dewan. Oleh karena itu, kehadiran di DPR adalah meminta kepada DPR untuk mengimbau pemerintah secepatnya membuat keputusan. ‘’Di amdal sudah jelas tujuan kami, sudah jelas tata cara pengelolaannya, sudah ada perencanaannya, bagaimana solusinya. Di situ pula kami mengimbau pemerintah selaku ayah kami, untuk memutuskan kalau memang (reklamasi) tidak benar, kami terima. Tetapi kalau memang benar kami juga minta agar bisa menyelesaikannya ke masyarakat,’’ tegasnya. (kmb4)

Pengampunan Pajak Dari Hal. 1

Krisna mengutip penjelasan Handang bahwa pihak yang tidak boleh mengikuti program pengampunan pajak adalah perusahaan yang padanya sudah ditemukan bukti permulaan adanya pelanggaran pidana atau perdata. ‘’Setelah ditelaah dan dilihat ternyata belum sama sekali dilakukan penyelidikan oleh Pak Handang. Belum pernah dilakukan bukti permulaan tetapi kenapa ditolak saat ingin TA? Kecuali sudah dilakukan bukti permulaan, ini belum dilakukan bukti permulaan tetapi sudah tidak boleh oleh pimpinannya,’’ jelas Krisna. Akhirnya Handang pun membantu PT EKP. ‘’Pak Handang kapasitasnya sebagai bawahan, prajuritlah, untuk membantu masalah ini, dia membantu. Pak Handang mengatakan mohon Pak Mohan datang ke kantor. Karena menurut Pak Handang sudah beres, sudah tidak dapat dibuktikan perbuatan pidana dan sudah keluar penetapan dari pajak. Lalu Mohan mengatakan ‘Apa yang saya janjikan ke Pak Handang, saya akan berikan’, tetapi dia (Mohan) sedang sakit, Pak Handang diminta datang ke sana,’’ tambah Krisna. Ia juga membantah tuduhan bahwa Handang pernah meminta uang dalam jumlah tertentu kepada Rajamohanan. ‘’Berapa

pun jumlahnya Pak Handang tidak pernah menyebutkan, karena awalnya sudah clear yaitu dari 10 persen yang Pak Mohan janjikan,’’ katanya. Komisi itu adalah terkait pengurusan Surat Tagihan Pajak yang menurut Krisna keliru. ‘’Kewajiban (pembayaran pajak PT EKP) sebesar Rp 78 miliar itu harusnya tidak ada menurut Pak Handang. Prosedur pemeriksaannya itu yang salah. Kenapa sampai muncul Rp 78 miliar ini? Padahal, misalkan, dia ekspor-impor pertanian, ini kan harusnya tidak ada. Itulah yang membuat Mohan keberatan. Padahal kalau sesuai prosedur harusnya nol, makanya Pak Handang membantu,’’ jelasnya. Rajesh dan Handang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah Rajesh di Springhill Residences, Kemayoran pada Senin (21/11) sekitar pukul 20.00 WIB, saat terjadi penyerahan uang sebesar 148.500 dolar AS atau setara Rp 1,9 miliar dari Rajesh ke Handang. Uang Rp 1,9 miliar itu merupakan bagian dari total komitmen sebanyak Rp 6 miliar dari Rajesh kepada Handang supaya Handang mencabut Surat Tagihan Pajak dari Pajak Pertambahan Nilai barang ekspor dan bunga tagihan tahun 2014-2015 senilai Rp 78 miliar. (ant)

Pangeran Satyaki Tewaskan Bhuri

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KEMUDIAN, oh raja cucu Sini, Satyaki, itu digairahkan kemarahannya. Sambil tersenyum beberapa saat, dia memotong busur prajurit Kuru yang terkenal itu. Setelah memotong busurnya, Satyaki dengan cepat menyerang pada bagian dada menggunakan sembilan batang anak panah tajam dan menyapanya, ‘’Tunggu! tunggu!’’ Penghangus musuh-musuh itu diserang hebat oleh musuhnya yang perkasa. Dengan cepat mengambil busur lainnya, menyerang prajurit Satwata itu sebagai balasannya. Setelah menyerang pahlawan Satwata itu dengan tiga batang panah, oh baginda, Bhuri sambil tersenyum beberapa saat memotong busur musuhnya dengan sebuah panah tajam berkepala lebar. Dengan busur yang dipatahkan itu Pangeran Satyaki, oh raja, seperti gila dengan kemarahannya. Akhirnya, dengan cepat melemparkan sebuah panah dengan tidak sabaran ke dada lebar Bhuri itu. Tertusuk panah, itu kemudian Bhuri terjungkal

dari keretanya yang sangat baik itu. Dia berlumuran darah, seperti matahari jatuh dari langit. Setelah melihatnya terbantai, ksatria kereta perkasa Aswatthaman menyerbu tidak sabaran cucu Sini itu. Putra Drona itu menyapa Satyaki, ‘’Tunggu, tunggu.’’ Dia menyelubunginya dengan hujanhujan panah. Seperti awan-awan mencurahkan aliran air hujan di puncak Gunung Meru. Setelah melihatnya menyerbu kereta cucu Sini, prajurit kereta perkasa Ghatotkacha, oh raja, sambil mengeluarkan sebuah raungan keras, menyapanya, ’’Tunggu, tunggu, oh putra Drona! Engkau tidak akan lolos dariku hidup-hidup. Sekarang ini aku akan membantai engkau seperti Dewa berkepala enam Karttikeya membantai Asura Mahisha. Hari ini aku di medan pertempuran, membersihkan hatimu dari semua keinginan bertempur.’’ Setelah mengucapkan kata-kata ini, pembantai pahlawan-pahlawan bermusuhan itu, Rakshasa Ghatotkacha, dengan mata merah

seperti tembaga dalam kegeraman, menyerbu putra Drona itu seperti seekor singa menyerbu seekor pangeran gajah-gajah. Putra Bhima, Ghatotkacha, melepaskan kepada musuh-musuhnya panah-panah berukuran aksha, sebuah kereta menutupi banteng di antara prajurit kereta secara bersamaan, seperti awan-awan mengucurkan aliran air hujan. Dengan panah-panahnya sendiri, yang menyerupai ular-ular berbisa dan mematikan. Putra Drona dengan cepat menghilangkan hujan anak-anak panah itu sebelum panah itu dapat mencapainya. Dia kemudian menyerang penghukum musuh-musuh itu, Pangeran Ghatotkacha, pangeran para rakshasa, dengan ratusan batang anak panah tajam yang dapat melintas dengan cepat. Semuanya benar-benar mampu menembus bagian badan vital itu. Demikian diserang panahpanah oleh Aswatthaman, rakshasa itu kelihatan tampan, oh baginda, seperti seekor landak dengan duri-duri yang berdiri di

atas badannya. Kemudian putra yang gagah berani Bhimasena itu dipenuhi kemarahannya. Selanjutnya menyerang putra Drona itu dengan banyak anak panah dahsyat. Anak-panah itu melesat melalui angkasa dengan raungan halilintar. Dan dia menghujani Aswatthaman dengan berbagai macam senjata yang sempurna. Beberapa dilengkapi kepala-kepala seperti pisau cukur. Beberapa seperti bulan sabit. Beberapa hanya ujungnya bermuka

seperti kodok. Beberapa dengan kepala-kepala menyerupai telinga babi hutan. Beberapa berjanggut dan beberapa dari jenis lainnya. Seperti angin menghalau kumpulan awan-awan yang kuat. Putra Drona, oh raja, tanpa indria-indria terpengaruh, menghancurkan dengan mengerikan menggunakan anak-anak panahnya sendiri. Anak-anak panah itu dibangkitkan mantra-mantra, dengan kekuatan senjata-senjata surgawi. (bersambung)

Sloka 11.9

Sanjaya uvaca: Evam uktva tato rajan Maha-yogesvaro harih Darsayam asa parthaya Paramam rupam aisvaram Sanjaya berkata: Wahai paduka raja, sesudah bersabda demikian, Tuhan Yang Mahakuasa, penguasa segala kekuatan batin, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, memperlihatkan bentuk semesta-Nya kepada Arjuna.


16 Pages

224 Number 8th year Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip

L O N A A T I E R N I N T

man rights Cuba’s hu stro Imagining n after Fidel Ca situatio

Monday,

r 28, 2016 Monday, Novembe

Wonderful Indonesia Focus Group Discussion (1) Five factors affect tourism of Indonesia

st.com. http://epaper.in rnationalbalipo

online: http://www.inte

r 28, 2016

Novembe

that Cuban each year to haterm arrests designed

of sentences governand stiff prison for 75 of the said down up to 28 yearsvocal critics charged be applauded,” and ership mustGuevara-Rosas. ment’s most money from diplomats receiving Amnesty’s noted that Castro’s with U.S. was with But she leadership. in power collaborating

are Cuba’s any attempt nearly half-centuryd by what she to undermine Castro, the yearsfree health dissidents say acts his countrycalled fights rass them and disrupt . Cubans also characterize suppression of Under Raul brought he for non-violentrarer, organizations their ruthless a strongman, Cubans in what Fidel Castro at political freer to criticize at- termed “a expression,” including long terms have grown terms for of dissidence but any n freedom of harassment HE overthrew and enlisted to South Africa. and gays, today feel long prison by frequent education, America jailing dissidents declaring government in public, demonstratio sometimes spoke out strongly replaced care and arrests. and from Central protest or who at home, . tempt at quashed. Independent and short-term laws that allowed for freedom a steel grip the coun- people the Cuban government. and expression the 1959 t — and “The Orwellian to be illegitimate is swiftly operate inside the of travel to againstthe early years after summary also maintained before freedom outside his control their imprisonmen of In impossible like in a future journalists t of thousands and hundreds they controlling will look as the for as, the try but find it nearly any activity imprisonmen man rights material and from revolution, were carried out on the books, to Guevara-Ros virtually called for them — remain continues for Amnesty distribute printed the revolution- Cuba,” Erika executions

REUTERS/Tyrone

Siu

his movie award for November Director the Best in Taipei, Taiwan after winning Awards Horse Film poses backstage Golden at the 53rd Feng Xiaogang Director Madame Bovary” “I Am Not 26, 2016.

ng wins Feng Xiaogase for ‘I Am Golden Hor e Bovary’ Not Madam

is whose relationship with best friends they fall in love Dalei’s when to Zhang about a tested man. a fantastic emony went Gone,” Inner the same we make not be me in Chinese “The Summer Is “Together would vacation up — Veteran summer early 1990s set duo,” said Ma. “I she would not be TAIPEI Xiaogang picked and jobs in the social boy’s director Feng award for his Mongolia without her, of shrinking Bovary” at to the backdrop companies during her without me.” best actor for his the best director won Not Madame conreform. The Fan Wei in “Mr. No Problem” satire “I Am at state-owned Horse Awards, of the Oscars a time of economic actor Kong performance of a money-losing the 53rd Golden new equivalent cinema. in the 1940s. sidered the film’s 10-year-oldthe best as the manager guage jury Madame Weiyi took home for Mandarin-lan farm in Chongqing grateful the I Am Not a award. in the said he was Feng’s “I Fan Bingbing as lead actresses Mate” Fan “perceived the subtleness fight- performer stars (ap) The two Bovary” spends a decade have drama “Soul Zhou had the character.” woman who bureaucracy to being romantic best actress award. two brought to ing China’s nullified after shared the Ma Sichun played her divorce her ex-husband. cer- Dongyu and by swindled at Saturday’s Best feature

of who new leaders human Americas directorSaturday. “The report repeated harassment In the wake as revolution- the Cuban government and groups for said Friday night, that pro- nation’s described individuals or call ary’s death said they hopedRaul International, depend on it.” has authorities.Thale, director of on what they as repress the government Miguel ViOffice justice. Geoff criticize rights groupsand successor, they chanted lives of many Castro, Cuba said Jose Washington Castro’s ary “To the wall!” President Ful- human rights,” director for Human Under Raulfrom jailing political grams at the his brother move faster toward said Fidel opposed of were of deposed away America, sentences, members vanco, Americas(rtr) Castro, would more freedom government basic moved for extended of short- Latin meant that hardliners Cubans modest re- gencio Batista’s lined up before Rights Watch. death allowing prisoners and other brother’s and “we making thousands to his youngerbe weakened, and quickly tried speech, assembly also be heard hu- instead death debate News can at Global forms would open political firing squads. rights. now is what retains the in “Bali Image” from 9.30 Cuba still capital punishment “The question 96.5 are hopeful Radio FM am. Listen to counup.” with squad, alwill pick discussing their penalty, until 10.00 FM at http:// over Cuban out by firing When Global Radio ten2myrights record, rights carried its use has declined at some globalfmbali.lis try’s human streaming of revo- though along with or live video and http:// officials point out that the Fidel the years. the last known cases radio.com lfmbali.com li. Among executions included advocates government under camhttp://radiogloba nel/global-fm-ba in the hijacking lutionary a massive literacy firing squad ustream.tv/chan men charged 2003. The Castro ran dramatically improved by three passenger ferry in a crackand people a of with paign, of coincided of millions the lives better access to housing lead- executions providing care. “For this, his and health

TPX IMAGES

OF THE

DAY

Cabrera the announceREUTERS/Jorge following a, Honduras of a tribute, as part Castro, in Tegucigalp of Fidel, Fidel picture ry leader beside a candles revolutiona People place death of Cuban the ment of 26, 2016. November

SELASA PON, 29 NOVEMBER 2016

balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

SIMAKRAMA - Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar Novias Dewo (paling kanan) didampingi Kabid Pelayanan A.A. Sg. Ratih Edyawati saat menerima simakrama YOGA - Masyarakat sedang melakukan yoga massal di Desa Sukawati.

Germas Mulai Marak di Bali

Sinergisitas PHDI Pusat dengan Kemenkes RI ADA tujuh indikator bentuk kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terus digaungkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Di antaranya adalah melakukan aktivitas fisik (yoga), mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Untuk merealisasikan program tersebut, Sabtu (5/11) lalu, PHDI Pusat bekerja sama dengan Kemenkes RI menggelar Lokakarya Germas PHBS di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta. Lokakarya tersebut dibuka Kepala Biro Dikemental Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat dan dihadiri Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes dr. Dedi Kuswenda, M.Kes., Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya serta tokoh masyarakat Hindu se-Jabodetabek. Sebelumnya, Lokakarya Germas PHBS juga digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach pada 26 September 2016. Ketua Panitia Lokakarya Ni Made Jendri, SKM., M.Si. mengatakan, lokakarya ini adalah rangkaian kegiatan kerja sama dalam program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya peningkatan PHBS di rumah tangga desa binaan yang meliputi enam provinsi yaitu DKI Jakarta, Bali, Jateng, Jatim, Lampung dan Sultra. Salah satu bentuk aktivitas fisik yang dilakukan masyarakat adalah yoga yang merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. ‘’Di Indonesia khususnya di Bali, mereka yang tertarik kepada yoga pada umumnya terdiri dari orang-orang yang memang gemar pada kesehatan dan hal-hal yang bersifat spiritual. Hal ini bisa dilihat dari mereka yang melakukan yoga baik sendiri maupun berkelompok di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan Germas sudah semarak di Bali, jauh sebelum konsep Germas dibuat oleh Kemenkes,’’ jelas Jendri, Senin (28/11) kemarin. Jendri berharap dengan meningkatnya masyarakat untuk melakukan yoga, maka komitmen PHDI dan stakeholder terkait dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, dapat memberikan kontribusi percepatan terbentuknya masyarakat sehat yang mandiri. Sebelumnya, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, Lokakarya Germas sangat penting disosialisasikan, sehingga dapat diterapkan oleh umat Hindu se-Nusantara dalam program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. ‘’Melalui kegiatan Lokakarya Germas dapat meningkatkan motivasi dan semangat bagi semeton kita umat Hindu sedharma agar lebih sadar akan kecintaan terhadap kebersihan. Dalam ajaran agama Hindu kita mengenal konsep Tri Hita Karana. Marilah kita terapkan bersama dan melalui sosialisasi Germas ini saya ingin mendorong terciptanya keharmonisan antarsesama dan kepedulian terhadap lingkungan makin meningkat,’’ tegasnya. (win/k100)

Syahnaz Mau Tampil Natural

PERAWATAN wajah bagi wanita tentunya sangat penting. Lantaran sering dipoles make-up, wajah biasanya rentan bermasalah jika tak tepat perawatannya. Sebagai seorang yang kerap tampil di layar kaca, Syahnaz Soehartono selalu menjaga wajahnya agar tampil sehat dan cerah. News anchor dan model ini mengaku lebih ketat memilih produk kecantikan untuk dirinya. ‘’Buat aku penting banget memilih produk kecantikan yang berbahan alami. Jadi sekarang pilih produk itu yang berbahan natural aja,’’ kata Syahnaz pada sebuah acara, belum lama ini. Syahnaz menyebut ia kini menghindari penggunaan produk kecantikan yang banyak berbahan kimia lantaran pernah mengalami alergi pada wajahnya. ‘’Kemarin itu aku sempat masalah, kayak alergi gitu, aku salah pakai produk. Tapi sekarang buat aku yang paling penting sih pakai produk yang berbahan alami. Produk yang berbahan natural aja, seperti royal jelly, green tea dan lainnya. Semakin natural maka efek bahayanya makin sedikit,’’ kata wanita kelahiran Jakarta 15 Agustus 1988 ini. Peraih predikat Pemenang I Wajah Femina tahun 2009 ini mengatakan ia tergolong wanita yang suka memakai makeup simpel. Syahnaz selalu menghindari pemakaian make-up yang tebal. ‘’Aku bukan termasuk wanita yang suka pakai make-up tebal. Aku selalu makeup yang simpel aja. Nggak tahu ya, biasanya aku merasa kurang cantik kalau pakai make-up tebal. Aku lebih suka makeup yang benar-benar kelihatan wajah aslinya,’’ ujarnya. (pik)

Redaksi Bali Post, Senin (28/11) kemarin.

BPJS Ketenagakerjaan

Bali Post/dir

Mengoptimalkan Partisipasi Angkatan Kerja PERLINDUNGAN sosial bagi masyarakat mestinya dikelola dan bisa diakses publik secara efektif. Sayangnya, hingga saat ini pemahaman atas layanan publik ini relatif rendah. Indikatornya bisa dilihat dari angka partisipasi masyarakat. Setidaknya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) juga belum begitu merakyat. Kondisi ini perlu dicermati dengan melakukan sosialisasi dan edukasi secara lebih intensif. ‘’BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosialekonomi. Kehadiran BPJS mestinya bisa menjadi perlindungan sosial bagi masyarakat agar ada jaminan

jika ada hal-hal yang tak diinginkan,’’ ujar Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar Novias Dewo didampingi Kabid Pelayanan A.A. Sg. Ratih Edyawati dan Tito Himawan saat menerima simakrama Redaksi Bali Post, Senin (28/11) kemarin. Novias Dewo yang baru sekitar sebulan bertugas di Bali mengaku akan berupaya secara maksimal membangun sinergi dengan semua elemen. Pihaknya berharap ada komunikasi yang lebih jelas dengan masyarakat pekerja,

pemegang kebijakan politis dan pengusaha untuk ikut mengedukasi masyarakat menjadi bagian dari BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Untuk itulah kami ingin bersinergi dengan Kelompok Media Bali Post. Setidaknya ada ruang komunikasi dan publikasi untuk mengedukasi masyarakat terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan,’’ paparnya. Pihaknya mengaku BPJS Ketenagakerjaan Bali-Denpasar mewilayahi Kabupaten Badung, Tabanan, Buleleng, Jembrana serta Kota Denpasar ini memiliki tenaga kerja

atau angkatan kerja mencapai 1,3 juta orang. Potensi ini sebenarnya sangat tinggi untuk diayomi BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Sayangnya sampai hari ini tingkat kepesertaannya masih rendah. Baru 16 persen atau sekitar 251.033 orang,’’ paparnya. Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan yang dahulu bernama PT Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana Undang-undang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Programnya tentu untuk memberikan jaminan kenyamanan kerja, termasuk saat hari tua nanti. Ia menjelaskan, lembaga negara ini mengedepankan kepentingan dan hak normatif tenaga kerja di Indonesia.

Sampai saat ini, pihaknya memberikan perlindungan yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya. Ia mengatakan, dengan hanya memberikan premi Rp 16.800, peserta nantinya bisa mendapat santunan Rp 24 juta. Angka santunan ini baru terakumulasi sekitar 119 tahun, jika total santunan dibagi jumlah premi. ‘’Intinya, kami akan terus mengedukasi krama Bali atau angkatan kerja di Bali untuk ikut program ini,’’ ujarnya. (dir)

FGD Wonderful Indonesia

Pariwisata Indonesia Dikenal karena Bali SEJAK dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus menunjukkan geliatnya. Indonesia yang dulu nyaris tidak dikenal di luar negeri, kini mulai terlihat ‘’besar’’ melalui branding ‘’Wonderful Indonesia’’. Tak salah bila Presiden RI Joko Widodo menyebut pariwisata sebagai core business negara. ‘’Keberhasilan di tahun kedua ini ada tiga, yang pertama adalah concern. Selama ini kita hanya bicara pariwisata, tetapi tidak pernah ada concern yang riil. Sejak 2016, concern-nya riil dari Presiden, menteri, sampai ke bawah,’’ ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI I Gde Pitana dalam acara FGD Tahunan Ke-2 Wonderful Indonesia-Pesona Indonesia 2016 yang diselenggarakan MarkPlus Center for Tourism and Hospitality di The Bhanda Hotel + Suite, Legian, Kuta, Senin (28/11) kemarin. Menurut Pitana, concern yang riil ini merupakan keberhasilan yang paling fenomenal. Keberhasilan itu dibarengi pula dengan brand awareness. Indonesia dulu berada sangat jauh di bawah negara-negara pesaing. Tetapi di tahun 2016 ini, Indonesia sudah berani membusungkan dada ke mana pun pergi. Brand Indonesia kini tercatat berada pada nomor 47 di dunia. ‘’Ketika mengatakan brand Indonesia mulai besar, jangan lupa bahwa langsung tidak langsung, disadari atau tidak disadari 60 persen lebih dari apa yang kami brand itu adalah Bali. Kami tidak pernah mempromosikan datanglah ke Banyuwangi atau ke Mandalika, tetapi datanglah ke Bali plus-plus. Datanglah ke Bali, setelah itu lanjutkan ke Raja Ampat, Mandalika dan sebagainya,’’ paparnya. Pitana menambahkan, saat ini pihaknya membuat 10 destinasi utama dan 10 destinasi prioritas. Destinasi utama adalah destinasi yang siap dijual, termasuk Bali. Sementara destinasi prioritas adalah destinasi yang sedang dikembangkan infrastrukturnya atau kerap disebut 10 Bali baru. ‘’Dalam

kajian kami menunjukkan bahwa untuk menjual yang 10 itu kecuali Batam, Bintan, harus menggunakan Bali sebagai jendela dan sekaligus sebagai gateway,’’ jelasnya. Pitana melanjutkan, masih ada satu keberhasilan lagi yang diraih pariwisata Indonesia pada tahun 2016 ini. Keberhasilan itu terkait angka kunjungan wisatawan yang sampai bulan September saja sudah mencapai 103 persen. Dari target 8,1 juta wisatawan, sampai bulan September ternyata melebihi sebanyak 8,3 juta. Pihaknya optimis, sampai akhir tahun nanti keseluruhan target 12 juta wisatawan pasti bisa terlampaui. ‘’Untuk Bali saja ada kenaikan kedatangan wisatawan 24 persen. Terutama dikejutkan wisatawan Australia dan Cina. Kalau tahun 2015, jumlah wisatawan itu 2,9 juta periode Januari sampai September. Tahun ini di periode yang sama sudah mencapai 3,6 juta,’’ imbuhnya. Kendati ada keberhasilan yang dicapai, lanjut Pitana, sejumlah tantangan besar juga masih menghantui pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Di antaranya menyangkut perubahan ke era digital, kapasitas bandara yang hanya memiliki satu runway serta persaingan yang semakin kencang ke depan. CEO dan Founder MarkPlus Hermawan Kartajaya mengatakan, branding pariwisata saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan produk yang bagus. Sementara saat ini, produk pariwisata yakni destinasi masih banyak yang belum ‘’benar’’. Di sini, pemerintah daerah tingkat I dan II bersama masyarakat mempunyai tugas untuk terus mengembangkan destinasi yang dimilikinya. ‘’Kalau ngomong branding Wonderful Indonesia, yang dapat manfaat, Bali yang paling banyak. Tapi bagaimana mengatur supaya Bali itu tidak kehilangan rohnya. Kalau rohnya ini hilang, maka akan hancur pariwisata Bali. Yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah tingkat II, tingkat I itu dan masyarakat adalah pengelolaan destinasi sebagai produk pariwisata itu sendiri,’’ ujarnya. (rin)

Bali Post/edi

PARIWISATA - Suasana Focus Group Discussion (FGD) tahunan ke-2 membahas masalah pariwisata di Indonesia, Senin (28/11) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 29 November 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu