Skip to main content

Edisi 28 maret 2018 |Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 209 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu Paing, 28 maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Proyeksi Bank Dunia

2018, Ekonomi Indonesia Membaik

KAMPANYE - Pengrajeg Puri Gobleg I Gusti Agung Pradnyan (kanan) menjabat erat Cawagub Bali I Ketut Sudikerta saat berkampanye di Desa Gobleg, Buleleng, Selasa (27/3) kemarin.

Mantra-Kerta Bobol Catur Desa Buleleng

PERGERAKAN pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), yang tenang namun pasti semakin menguatkan posisi paslon ini di hati masyarakat Bali. Kampanye paslon yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) ini bahkan semakin mampu menembus kantongkantong dan basis suara partai politik yang mengusung paslon lain. Kampanye Mantra-Kerta di wilayah Buleleng, Selasa (27/3) kemarin, mencatat sejarah tersendiri, terutama karena berhasil menjebol desa-desa yang dikenal sebagai ‘’Catur Desa’’ di Kecamata Banjar, Buleleng. Setelah beberapa waktu lalu menjebol desa-desa SCTP (Sidetapa, Cempaga, Tigewasa dan Pedawa), kampanye dialogis Mantra-Kerta yang dilakukan Cawagub I Ketut Sudikerta, Mantra-Kerta bersama tim kampanyenya berhasil menarik simpati ribuan warga Catur Desa yakni Desa Gobleg, Munduk, Gesing dan Umejero di Wantilan Desa Gobleg. Paslon Mantra-Kerta yang diwakili Sudikerta diterima dan mendapat dukungan langsung Pengrajeg Puri Gobleg I Gusti Agung Pradnyan dan Panglingsir Puri Singaraja A.A. Ugrasena bersama para simpatisan. Sudikerta didampingi Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry menyampaikan program-program unggulan Mantra-Kerta yang direspons sangat antusias masyarakat. Mereka pun memberikan dukungan tulus ikhlas untuk kemenangan Mantra-Kerta. Sebelum di Gobleg, Sudikerta melaksanakan kampanye dialogis di Desa Padangbulia dan mendapat sambutan luar biasa masyarakat setempat. Siang harinya Mantra-Kerta menyapa masyarakat di RRI Singaraja. Diminta komentar seusai rangkaian kampanyenya di Buleleng, Sudikerta mengaku sangat terharu. ‘’Begitu kuatnya dukungan masyarakat Buleleng kepada Mantra-Kerta. Mantra-Kerta semakin membumi di Bumi Panji Sakti...Astungkara,’’ tandas Sudikerta. (kmb)

Jakarta (Bali Post) – Laporan ekonomi triwulan terbaru Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2020 berada pada kisaran 5,3 persen atau lebih tinggi dari pencapaian 2017 sebesar 5,1 persen. ‘’Rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen pada periode 2018-2020,’’ kata Direktur Wilayah Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves dalam pemaparan laporan ekonomi triwulanan terbaru di Jakarta, Selasa (27/3) kemarin. Rodrigo mengatakan proyeksi rata-rata 5,3 persen merupakan perkiraan terdekat yang bisa dicapai pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam kondisi perekonomian global yang saat ini sedang mengalami pemulihan. ‘’Pertumbuhan di atas lima persen ini sudah termasuk tiga besar di antara negara-negara G-20, tapi masih ada kesempatan untuk improve, karena pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia bisa mencapai 5,6 persen,’’ kata Rodrigo. Menurutnya, proyeksi ini lebih realistis untuk tercapai karena saat ini banyak risiko yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti melambatnya perdagangan global, volatilitas kurs dan menurunnya kinerja konsumsi rumah tangga. Namun, sangat penting bagi

Indonesia untuk terus memperbaiki kinerja perekonomian untuk tumbuh lebih optimal. Salah satunya dengan mendorong kinerja investasi melalui konsistensi perbaikan kemudahan berusaha seperti yang sudah dilakukan pemerintah. ‘’Indonesia harus memberikan pesan yang jelas bahwa modal masuk seperti FDI tidak hanya diundang namun juga disambut dengan baik,’’ kata Rodrigo. Selain itu, peningkatan kualitas kebijakan fiskal harus dilakukan untuk akselerasi pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja yang lebih efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia. Hal. 19 Risiko Eksternal

Joko Widodo

Birokrat Muda Harus ’’KEPO’’ Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo meminta birokrat muda yaitu para calon pegawai negeri sipil (CPNS) hasil seleksi 2017 punya sikap knowing every particular object (KEPO) alias rasa ingin tahu yang tinggi. ‘’Pesan saya, saudara harus terus penuh rasa ingin tahu, ini penting sekali kalau bahasa anak muda sekarang harus kepo,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istora Senayan Jakarta, Selasa (27/3) kemarin. Presiden menyampaikan hal itu dalam Kuliah Umum Presiden bagi CPNS Seleksi Tahun 2017 dengan tema ‘’Bersatu Dalam Harmoni menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024’’. ‘’Sekali lagi harus kepo, ‘pengen tahu’, ‘pengen ngerti’, jangan rutinitas, jangan monoton, harus ‘kepo’ terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ‘kepo’ terhadap inovasi, ‘kepo’ terhadap dinamika zaman, ‘kepo’ terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat, jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja,’’ tambah Presiden yang mengundang tawa para CPNS. Hal. 19 Hormati Hukum

Rodrigo Chaves

’’Bali Post Goes to School’’ di SMPN 3 Denpasar

Tumbuh Kembangkan Minat Baca Siswa Zaman Milenial

Bali Post/wan

LOMBA - Guru dan siswa SMPN 3 Denpasar pada acara Bali Post Goes to Scholl, Selasa (27/3) kemarin. Pada ke-giatan tersebut digelar berbagai lomba di antaranya paduan suara dan pemilihan Jegeg-Bagus SMPN 3 Denpasar.

PROGRAM Bali Post Goes to School (BPGS) 2018, Selasa (27/3) kemarin digelar di SMPN 3 Denpasar. Sebelumnya acara serupa juga dilakukan di Yayasan Dwijendra Denpasar dan di SMAN 1 Selat, Karangasem. Program yang digagas Kelompok Media Bali Post ini bertujuan untuk mewadahi, menumbuhkembangkan dan membangkitkan minat baca, kreativitas siswa di bidang jurnalistik, seni dan budaya. Berbagai jenis kegiatan digelar. Di antaranya lomba Paduan Suara, pemilihan Jegeg Bagus siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP N 3 Denpasar. Perlombaan ini digelar sekaligus dalam rangka HUT ke-39 SMPN 3 Denpasar, 1 April mendatang. Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.30 Wita ini diawali dengan memekikkan yel-yel SMPN 3 Denpasar. Ratusan siswa SMPN 3

Denpasar yang menggunakan atribut dari koran Bali Post sangat antusias mengikuti berbagai jenis kegiatan itu. Bahkan, Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. menyambut positif program BPGS yang dinilai dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan menulis anak-anak didiknya di zaman milenial seperti saat ini. Murdana mengatakan, di era globalisasi seperti saat ini, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah memengaruhi minat baca dan menulis anak-anak didiknya. Bahkan, tren minat baca dan menulis anakanak mulai menurun. Padahal, membaca dan menulis merupakan salah satu modal dasar di dalam menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Hal. 19 Harus Bangkit

Inovasi Siswa SMPN 3 Denpasar

Dari Baju Antipeluru hingga ’’Cassing’’ HP Antiradiasi

Prestasi akademik, inovasi dalam teknologi dan kreativitas dalam pelestasian budaya, berhasil dipadukan SMP Negeri 3 Denpasar. Terbukti, banyak prestasi akademik yang diraih para siswanya. Tak hanya tingkat Bali, juga nasional. Demikian pula dalam inovasi dan pengembangan teknologi juga patut diapresiasi. Terbukti para siswa berhasil meraih medali di ajang Wintex di ITB, Maret ini. Apa saja prestasi mereka?

ADA yang berbeda pada pelaksanaan program Bali Post Goes to School (BPGS) 2018 yang di selenggarakan di SMPN 3 Denpasar, Selasa (27/3) kemarin. Selain memamerkan hasil karya jurnalistik dan menggelar perlombaan seni dan budaya, siswa-siswi SMPN 3 Denpasar juga memamerkan hasil karya inovasinya. Bahkan, hasil karya inovasi tersebut telah dikompetisikan di ajang regional, nasional bahkan tingkat internasional. Mulai dari karya inovasi baju antipeluru hingga cassing HP antiradiasi yang menggunakan bahan-bahan alamiah. Berbahan sampah daun ketapang dan jerami padi yang dicampur geometri dan solulosa, 5 siswa-siswi SMPN 3 Denpasar menciptakan baju antipelu-

ru. Mereka; Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya, Ketut Desta Pradnyaswari, I Ketut Cahaya Tirta Dharmaputra, Sang Ayu Rania Callista Astarina, dan Ida Ayu Sri Widyastuti. Mereka berhasil mengembangkan rompi antipeluru yang diberi nama Prototype Bulletproof Vest Series 02-GCRDW. Karya inovasi anak bangsa ini sukses meraih medali perak di ajang Wintex di ITB bulan Maret 2018 lalu. I Ketut Cahaya Tirta Dharmaputra mengungkapkan ide pembuatan prototype rompi antipeluru berawal dari kasus maraknya kejahatan yang terjadi, sehingga masyarakat memerlukan perlindungan. Hal. 19 Bahan Sintetis

Bali Post/wan

ANTIPELURU - Salah seorang siswa SMPN 3 Denpasar (tengah) mengenakan baju antipeluru. Penemuan itu dipamerkan saat acara Bali Post Goes to School, Selasa (27/3) kemarin.


denpasar

2 figur Belum Miliki E-KTP SETELAH dilaksanakan coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilihan (PPDP), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar telah menetapkan data pemilih sementara (DPS). Tercatat sedikitnya 407.572 warga Denpasar yang tercatat dalam DPS Pilgub Bali, 27 Juni 2018 mendatang. Namun, KPU juga menemukan sebanyak 5.364 calon pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP. Dikonfirmasi, Selasa (27/3) kemarin, Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Dharmawan mengatakan, pemilih sementara tersebut merupakan jumlah yang didata petugasnya sebelum diproses sebagai pemilih tetap pada Pilgub Bali 27 Juni 2018 mendatang. Namun saat pendataan, pihaknya menemukan ribuan warga belum memiliki e-KTP sebagai persyaratan daftar pemilih. Kendati belum melakukan perekaman, pihaknya tetap akan memberikan hak mereka untuk memilih. Karena sesuai dengan data yang dilakukan petugas PPDP, warga non e-KTP tersebut sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Sebab, dari data mereka memiliki kartu keluarga dan KTP lama yang masih bisa dipakai sebagai persyaratan. ‘’Walaupun belum memiliki e-KTP atau suket karena belum perekaman, dari data yang diterima mereka punya hak pilih yang sah. Dilihat dari kartu keluarga dan KTP lama yang mereka masih miliki sebelum adanya e-KTP, itu bisa dipakai karena akan dibedakan pada formulir pemilih,’’ ujarnya. Ia menambahkan, dari data tersebut daftar pemilih yang tidak memiliki e-KTP akan dipisahkan sesuai aturannya. Pemilih non eKTP akan menggunakan formulir model A.C.3KWK sebagai pembeda antara pemilih yang menggunakan e-KTP dan non e-KTP. Sedangkan pemilih yang menggunakan e-KTP akan menggunakan formulir A.1.3-KWK. Selain akan dibedakan menggunakan formulir, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil untuk dilakukan upaya perekaman sebelum pilgub mendatang. Sayangnya tidak berjalan secara maksimal karena minat warga yang sedikit untuk melakukan perekaman. ‘’Tadi (kemarin - red), saya sudah berkoordinasi menanyakan kembali masalah perekaman dan mencocokkan data yang ada. Katanya mereka sudah berupaya untuk melakukan perekaman keliling bahkan berkoordinasi dengan kaling, desa dan lurah, namun minat warga untuk melakukan perekaman sangat sedikit,’’ katanya. Ia menambahkan, pemilih sementara yang sudah ditetapkan saat ini sesuai dengan rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih sementara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali tahun 2018 nomor 103/pl.03.1-BA/01/KPU/III/2018 menyatakan jumlah pemilih tetap di Kota Denpasar sebanyak 407. 572 pemilih yang tersebar di 817 TPS, 43 desa pada empat kecamatan. Dari jumlah itu, terdapat pemilih laki-laki sebanyak 203.335 orang dan pemilih perempuan sebanyak 204.237 orang. Sedangkan jumlah TPS di masing-masing kecamatan, yakni Denpasar Barat 251, Denpasar Selatan 208, Denpasar Timur 162 dan Denpasar Utara 196 TPS. (ara)

Diduga Terlibat Kasus Penipuan

Oknum Notaris Diadili

Denpasar (Bali Post) Oknum notaris yang diduga terlibat kasus penipuan jual-beli tanah yang merugikan korbannya Rp 3,2 miliar, terdakwa Ni Ketut Alit Astari, Senin (26/3) kemarin diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Untuk menjalani persidangan dalam perkara ini, terdakwa ditahan di Lapas Kerobokan. Dalam sidang yang dipimpin I Wayan Kawisada, jaksa sudah menghadirkan saksi korban yaitu Tugiman dan Sri Haryani. Dalam keterangannya, korban Tugiman mengaku awalnya ditawari membeli sebidang tanah di kawasan Jalan Taman Giri Mumbul, Kuta Selatan, Badung sekitar tahun 2013 lalu. Korban mendatangi Notaris Ni Ketut Alit yang berkantor di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar. Dari keterangan notaris, tanah yang akan dibeli korban seluas 19 are tersebut adalah miliknya. Tanah itu didapat dari upah mengurus pensertifikatan tanah milik I Made Rupit dan I Ketut Kasir. ‘’Saya diberi tahu notaris jika tanah itu miliknya dan saya langsung buat ikatan jual-beli dan menyerahkan uang tanda jadi kepada notaris Rp 257 juta,’’ jelas korban. Setelah itu, selama rentang waktu 2013 korban membayar secara bertahap tanah tersebut kepada Notaris Ni Ketut Alit hingga total pembayaran keseluruhan Rp 3.257.000.000. ‘’Uang itu ada yang dibayar secara cash dan transfer rekening,’’ tandas saksi korban. Begitu pembayaran lunas, korban menanyakan sertifikat tanah tersebut. Namun pihak notaris berkilah dan hanya menjanjikan sertifikat tersebut. Karena tak kunjung diberikan, korban mendatangi rumah sang notaris dan bertemu dengan suami notaris. Dijelaskan jika sertifikat tanah tersebut masih dijaminkan di Debora. Karena tak kunjung mendapatkan sertifikat, korban akhirnya memilih melaporkan kasus ini ke Polda Bali. ‘’Kami hanya berharap mendapat sertifikat tanah yang sudah kami bayar lunas,’’ tegas korban. Terdakwa Ni Ketut Alit membenarkan keterangan korban. Termasuk saat diperlihatkan bukti transfer dan kuitansi penyerahan uang total Rp 3,25 miliar. ‘’Ya, benar yang mulia,’’ ujar oknum notaris itu. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Picu Perang Tarif, Dispar Tata Hostel Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Bobol Rp 2,5 Miliar

Mantan Kasir Dibui 3,5 Tahun

Denpasar (Bali Post)Mantan kasir PT Arta Boga Cemerlang (ABC), terdakwa Nyoman Suharyeni, Selasa (27/3) kemarin dihukum selama tiga tahun enam bulan atau 3,5 tahun penjara, Selasa (27/3) kemarin. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana fraud dan membuat laporan keuangan fiktif. JPU Ketut Yulia Wirasningrum sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama empat tahun penjara. Namun, majelis hakim pimpinan I Gusti Partha Bhargawa menghukum terdakwa 3,5 tahun. Yakni, terdakwa melanggar Pasal 374 ayat 1 KUHP jo Pasal 56 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya Yanuar Nahak dan kawan-kawan menyatakan pikir-pikir. Begitu juga jaksa. “Ini perkara penggelapan dalam jabatan. Ada sekitar Rp 2,5 miliar kerugian pihak perusahaan. Tak sepeser pun dikembalikan terdakwa,” tandas Yanuar Nahak selaku kuasa hukum terdakwa. Sementara pihak PT Arta Boga Cemerlang mengaku dirugikan Rp 2.570.472.175. “Selaku kasir, mestinya dia menjaga reputasi perusahaan dan mampu bertanggung jawab terhadap perusahaan. Bukan sebaliknya melakukan pembobolan,” tandas pihak Arta

Bali Post/kmb37

DIHUKUM - Nyoman Suharyeni usai sidang di PN Denpasar, Selasa (27/3) kemarin. Oleh majelis hakim terdakwa dihukum 3,5 tahun penjara. Boga Cemerlang yang diwakili E.M Jagat Kautsar di PN Denpasar. Dijelaskan, terdakwa sebagai kasir di perusahaan distribusi produk FMCG itu diketahui melakukan aksinya dengan modus fraud dan membuat laporan

keuangan fiktif serta pembayaran ganda yang diduga dilakukan selama kurun waktu tiga tahun. “Sehingga perusahaan rugi Rp 2,5 miliar. Kami sangat menyesalkan tindakan terdakwa karena menyalahgunakan kepercayaan peru-

sahaan,” tandas Jagat Kautsar. Oleh karena itu, pihak PT ABC akan melakukan tindakan hukum bagi staf dan karyawan yang melakukan pelanggaran hukum. Kasus ini diharapkan dijadikan pembelajaran bagi pekerja atau

karyawan lainnya untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Pihaknya mengapresiasi putusan hakim atas vonis 3,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada mantan kasir, Nyoman Suharyeni. (kmb37)

Bahas Ranperda Retribusi Tera

Pansus Usulkan Pedagang Kecil Bebas Retribusi

Denpasar (Bali Post) Pansus XIV DPRD Kota Denpasar terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Setelah mengadakan rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Selasa (27/3) kemarin Pansus XIV kembali menggelar rapat intern. Dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus XIV I Made Suweta tersebut, terungkap usulan agar pedagang kecil di sejumlah pasar tradisional dibebaskan dari retribusi tera. Menurut Suweta, pembahasan materi ranperda tentang retribusi pelayanan tera/tera ulang, menindaklanjuti hasil rapat kerja yang telah dilaksanakan dengan OPD terkait. ‘’Dalam pembahasan tersebut, salah satu yang terungkap yakni adanya keinginan pansus agar para pedagang kecil di pasar tradisional digratiskan dari retribusi tera. Khususnya pedagang sembako yang ada di pasar tradisional,’’ kata Suweta didampingi anggota Pansus XIV seperti Hil-

mun Nabi, I Wayan Warka dan I Wayan Suwirya. Hilmun Nabi menambahkan, secara umum dengan adanya perda ini di samping untuk mencari retribusi dalam meningkatkan PAD, yang terpenting untuk memberikan kepastian kepada para konsumen. Artinya, konsumen yakin bahwa sudah ada alat ukur yang legal dan sesuai standar. Diharapkan dengan dilakukannya tera ulang secara berkala, masyarakat

atau konsumen tidak dirugikan. Hal senada juga dilontarkan Warka. Dikatakan, tera itu akan dilakukan secara berkala dan disesuaikan dengan spesifikasinya. “Sedangkan tarif retribusi akan ditinjau setiap tiga tahun sekali,’’ katanya. Sementara itu, anggota Pansus XIV I Wayan Suwirya mengatakan, pembahasan intern ini dilakukan guna menindaklanjuti hasil rapat kerja dengan OPD. Dikatakan, dalam pembahasan

sebelumnya yang dominan terkait masalah redaksional. Tapi ada juga usulan agar susunan bab diubah. ‘’Misalnya, tentang tata cara pembayaran, tata cara penagihan dan terkait sanksi,’’ ujar Suwirya. Sebelumnya Kepala Disperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra mengungkapkan, pemerintah pusat telah menetapkan Denpasar sebagai kota yang tertib ukur. Oleh karena itu, salah satu landasan yang harus dimiliki yakni dasar hukum dari pelaksanaan tera dan tera ulang. “Ini merupakan kebijakan pemerintah yang melimpahkan kewenangan melakukan tera dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota, sehingga kita sekarang bisa melakukan tera,”

kata Gatra. Sejalan dengan pelimpahan kewenangan itu, kata Gatra, Pemkot Denpasar juga diberikan hibah alat dan juga lahan. Namun alat yang dilimpahkan tersebut banyak yang rusak. Harus ada perbaikan serta membeli lagi yang baru. Sedangkan untuk gedung masih dalam tahap rencana pembuatan karena harus ada gedungnya. Sedangkan untuk SDM, Pemkot Denpasar sudah diberikan 12 tenaga yang memiliki kemampuan untuk melakukan tera. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Petugas Karantina Amankan Benih Sayuran dari Tiongkok

Bali Post/ist

ILEGAL - Benih sayuran ilegal yang dibawa penumpang dari luar negeri. Penyelundupan benih ini berhasil digagalkan petugas Karantina Denpasar bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Denpasar (Bali Post) Penyelundupan atau pemasukan benih sayuran ilegal yang dibawa penumpang dari luar negeri berhasil digagalkan petugas Karantina Denpasar bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, belum lama ini. Pada kesempatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah 13,5 kilogram benih sayuran yang terdiri dari 23 sachet benih sawi seberat 500 gram, dua sachet benih pokcay seberat 400 gram dan empat sachet benih seledri seberat 300 gram. Menurut Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar Irsan Nurhantoro, benih tersebut diamankan karena tidak dilengkapi dengan kelengkapan SIP Mentan dan Phytosanitari Certificate dari Tiongkok. Dikatakan, beraneka jenis benih sayuran ini seperti benih sawi,

benih pokcay dan benih seledri sangat berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di dalamnya karena benih itu berasal dari daerah yang belum diketahui riwayat kesehatan tanamannya. “Setidaknya tiga virus tanaman, enam bakteri pada tanaman, empat cendawan dan kemungkinan tiga jenis biji gulma yang dapat terbawa benih tersebut. Contoh yang sangat berbahaya, golongan bakteri Pseudomonas syringae pv maculicola yang mampu menyerang lebih dari 25 species tanaman dalam famili Brassicaceae atau suku sawi-sawian,” ujarnya. Irsan Nurhantoro menambahkan, hal itu bisa sangat berbahaya apabila sampai ditanam di lahan sawah warga. Pasalnya, per 500 gram benih sayuran mampu untuk ditanamkan dilahan seluas 1 ha. Tentunya benih

ini rentan menyebarkan penyakit bagi lahan pertanian lainnya. “Petani sayuran kita akan rugi besar bila benih ini malah menyebarkan penyakit bagi tanamannya,” tambahnya. Irsan Nurhantoro menegaskan, kejadian ini bukan hal yang disengaja untuk diselundupkan. Berdasarkan investigasi yang telah dilakukan, pembawa benih sangat kooperatif dan tidak paham aturan pemasukan benih dari luar negeri. “Setiap benih yang masuk dan dibawa mempunyai potensi besar dalam penyebaran OPTK di lahan pertanian kita. Itu sebabnya kami sangat ketat dalam menerapkan pemeriksaan setiap media pembawa yang dilalulintaskan,” katanya dan menambahkan, seluruh benih itu selanjutnya dimusnahkan oleh petugas karantina dan pemilik diberikan pembinaan agar kasus ini tidak terulang lagi. (kmb23)

Dukung Kemajuan UKM

PT Jasa Raharja Cabang Bali Salurkan Bantuan Puluhan Miliar Rupiah

PT Jasa Raharja (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat agar manfaat santunan yang diberikan kepada korban/ahli waris kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas jalan dapat dirasakan sepenuhnya. Undang-undang Nomor 33 dan Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 mengamanatkan kepada Jasa Raharja untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam upaya membayar santunan melalui dua sumber pendanaan. Pertama, pengutipan premi iuran wajib dari setiap penumpang alat angkutan umum yang sah. Kedua, pengutipan SWDKLJ (premi) dari kendaraan bermotor yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan pada saat melakukan pendaftaran atau perpanjangan STNK setiap tahunnya di Kantor Samsat seluruh Indonesia.

Selain itu, Jasa Raharja juga memiliki tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang merupakan salah satu elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas rutin. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di mana dana Program Kemitraan (PK) diberikan kepada mitra usaha dalam bentuk pinjaman lunak bersyarat, kegiatan pendampingan dan pembinaan usaha kecil dan menengah. Selain itu juga ada kegiatan Bina Lingkungan (BL). Pada Selasa (27/3) kemarin, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali menyalurkan bantuan kepada masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM) berupa program PK untuk 17 Mitra Binaan (MB) sebesar Rp 468 juta. Rinciannya yaitu sektor industri 3 MB, perdagangan 11 MB, jasa 2 MB dan perkebunan 1

MB. ‘’PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali telah menyalurkan bantuan berupa pinjaman lunak bersyarat kepada 43 Mitra Binaan pada Triwulan I tahun 2018 sebesar Rp 1.225.000.000. Sampai dengan Maret tahun 2018, jumlah yang telah disalurkan kepada Mitra Binaan mencapai Rp 22.557.000.000,’’ ujar Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali Sulistianingtias saat penyerahan bantuan program kemitraan di Kantor PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur. Sementara jumlah MB PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali mencapai 1.088 orang. Selain itu, pihaknya juga memiliki beberapa Mitra Binaan Unggulan yang selalu diikutsertakan dalam kegiatan pameran, baik yang diadakan di Provinsi Bali maupun di luar Bali. ‘’Dalam membina Mitra Binaan, kami juga memberikan pendidikan dan pelatihan yang

BANTUAN - Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali Sulistianingtias saat penyerahan bantuan program kemitraan. diadakan setiap tahun. Mudahmudahan dengan bantuan ini

UKM di Bali berkembang pesat,’’ ucapnya. (ad1266)


BADUNG

Rabu Paing, 28 Maret 2018

3

Songan dan Kintamani Barat Satu Jalur Menangkan Koster-Ace

KEBULATAN TEKAD - Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Kintamani berkumpul di Bale Banjar Desa Songan untuk menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni mendatang.

RATUSAN warga dari tiga desa di Kecamatan Kintamani berkumpul di Bale Banjar Desa Songan. Mereka menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni mendatang. Ketiga desa yang menyatakan satu jalur itu adalah Desa Adat Songan, Desa Adat Blandingan dan Desa Adat Bukit Sari. Tokoh masyarakat Desa Songan Wayan Tebu mengaku cukup senang atas terselenggaranya acara ini. Sebab, sepanjang sejarah yang ia ketahui, belum pernah ada kandidat yang datang ke daerahnya. “Belum pernah

Picu Perang Tarif

Dispar Tata Hostel Mangupura (Bali Post) –

Keberadaan hostel atau rumah yang dioperasionalkan layaknya hotel di Kabupaten Badung, mendapat perhatian serius pemerintah setempat. Pasalnya, keberadaan usaha ini dinilai menjadi salah satu biang kerok terjadinya perang tarif. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung I Made Badra mengatakan hal itu, Selasa (27/3) kemarin. Menurut Badra, pihaknya tengah berupaya untuk dapat menata keberadaan hostel dan akomodasi lainnya. Penataan ini akan dilakukan setelah kondisi pariwisata pascaerupsi Gunung Agung pulih. “Industri pariwisata, khususnya di Badung dan Bali saat ini perlu pemulihan pascaerupsi Gunung Agung. Ke depan kami pasti melakukan penataan pariwisata sehingga berkualitas dan sustainable,” ujar Made Badra, Selasa (27/3) kemarin. Badra menegaskan, seluruh akomodasi pariwisata, baik hotel, vila, hostel dan lainnya akan ditata dengan standar Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH). Sehingga keberadaan usaha ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, khususnya di Badung. “Kami sedang dalam progres untuk menata hotel, vila hostel dan lainnya dengan standar sesuai SMPH dan kelas hotelnya,” tegasnya. Seperti diketahui, jumlah hostel di Gumi Keris, Badung diperkirakan mencapai pulu-

han yang tersebar di wilayah Badung Selatan dan sebagian di Kuta Utara, seperti Canggu dan Kerobokan. Mereka menawarkan penginapan bagi wisatawan dengan harga yang sangat murah, yakni berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribuan. Hostel biasanya menyasar turisturis dengan kemampuan keuangan pas-pasan atau sering disebut backpaker. Terkadang turis yang tinggal dalam satu kamar tidak saling mengenal. Badra mengatakan, jumlah hostel di Badung diperkirakan mencapai puluhan dan sama sekali tidak memiliki izin. “Hostel dan kondotel perlu ditata dan dibenahi agar saling bersinergi dan saling mendukung. Jangan sampai merusak harga,” tegas pejabat asal Kuta itu. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra juga mengakui akomodasi yang dijual murah itu menyasar wisatawan backpacker. Biasanya mereka hanya berbekal tas ransel

dengan budget yang rendah. “Kehadiran rumah kos-kosan tapi beroperasi layaknya hotel ini jelas merugikan pengusaha. Selain itu, juga merugikan pemeritah karena mereka tidak membayar pajak,” ujarnya. Alit Wiraputra mengatakan, keberadaan kos-kosan yang beroperasi layaknya hotel ditawarkan dengan harga yang fantastis murah, yakni dikisaran Rp 1 Juta hingga Rp 4 juta per bulan. Praktik seperti ini sangat mempengaruhi anjloknya okupansi hotel di Badung. “Secara akumulasi, wisatawan asing ke Bali naik. Namun karena adanya kos-kosan, vila bodong dan pertumbuhan kamar hotel yang tidak terkendali mengakibatkan okupansi hotel jeblok,” ujarnya. Alit Wiraputra menambahkan, anggota Kadin Badung yang bergerak di sektor perhotelan sangat terbebani dengan kondisi tersebut. Sebab, di tengah tingginya tingkat kunjungan wisatawan asing, okupansi hotel justru mengalami penurunan. (kmb27)

ada yang datang ke sini. Ini suatu kehormatan bagi kami, Pak Wayan Koster dan Cok Ace mau datang ke sini,” ujar Tebu, Senin (26/3). Ia melanjutkan, desanya merupakan wilayah bertuah di Kabupaten Bangli. Suatu ketika Megawati Soekarnoputri pernah berkunjung ke desa ini untuk menyatakan diri maju sebagai calon Presiden Indonesia. “Dan keinginan beliau (Megawati - red) tercapai. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan Pak Koster dan Cok Ace bisa tercapai. Biasanya yang datang ke sini keinginannya tercapai,” jelasnya. Menurut Tebu, satu-satunya kebanggaan warga di sini adalah keberadaan Pura Ulun Danu. “Pura Ulun Danu adalah napas kami,” tegasnya

dan menambahkan, secara kependudukan wilayah di sini dihuni oleh 3.300 krama yang tersebar di 33 banjar adat. Sementara itu, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebulatan tekad yang dideklarasikan tiga desa tersebut. Ia menjamin jika kehadirannya bukan untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Kelak ketika terpilih nanti ia akan hadir kembali untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bangli. “Terima kasih atas dukungan luar biasa yang diberikan kepada saya. Tentu dukungan ini tidak akan kami sia-siakan. Mari kita bangun Bangli ke depan bersama-sama dengan daerah lainnya dalam satu

tata kelola, satu perencanaan dan satu pola,” ujar Cok Ace. Sebelumnya, sebanyak 32 desa di Kecamatan Kintamani Barat juga menyatakan kebulatan tekad mendukung Koster-Ace. Di antara 32 desa itu adalah Desa Catur, Desa Mengani, Desa Batukang, Desa Binyan, Desa Belanga, Desa Belantih, Desa Selulung, Desa Daup, Desa Pengejaran dan 23 desa lainnya di Kecamatan Kintamani Barat. Tak tanggung-tanggung pada acara kebulatan tekad yang digelar di Desa Adat Mengani, mereka berkomitmen memenangkan Koster-Ace dengan perolehan 91,3 persen suara. Tokoh masyarakat Bangli I Made Gianyar menjelaskan, pada pemilihan Bupati Bangli lalu, di 32 desa di Kecamatan

Kintamani Barat menyumbangkan suara sebesar 85,62 persen suara. “Untuk Pilgub Bali kali ini, komitmennya adalah 91,3 persen suara. Angka ini tidak mengkhayal. Ini semua berdasar pada hubungan baik antarkrama yang telah terjalin selama ini di sini,” kata Gianyar. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali I Nyoman Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan KosterAce Kabupaten Bangli Sang Nyoman Sedana Artha, Ketua Dewan Pembina DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli Made Gianyar, jajaran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangli dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. (kmb)

Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1940 di Kabupaten Badung

Tingkatkan Solidaritas, Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI PEMERINTAH Kabupaten Badung menggelar Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Selasa (27/3) kemarin mengangkat tema, “Melalui Catur Brata Panyepian Kita Tingkatkan Solidaritas Sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI”. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para camat se-Badung, Ketua Harian PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, WHDI, Majelis Madya, Majelis Alit, perbekel/lurah serta bendesa adat se-Badung. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, pelaksanaan dharma santi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk para tokoh umat beragama lainnya dilakukan dalam rangka kembali menyatukan, mengikatkan diri dalam satu kesamaan pikiran dan perbuatan serta perkataan-perkataan kita yang berlandaskan Tri Kaya Parisudha. “Perbuatan yang kita lakukan selama satu tahun Çaka yang lalu, walaupun telah banyak kita berbuat bersama, memberikan pemikiran-pemikiran dan hal-hal yang kita sampaikan tentunya banyak kekurangan dan kesalahan yang terjadi

dan perlu disempurnakan,” katanya. Karena itu, melalui dharma santi ini pemerintah mengajak kembali mempersatukan pikiran, niatan-niatan serta saling memahami dan memaafkan terhadap segala hal yang menjadi kekurangan, kelemahan dan kesalahan yang lalu. “Dan kemudian kita satukan komitmen kembali untuk ke depannya agar dapat melakukan hal-hal yang lebih baik,” katanya. Lebih lanjut, Suiasa menyampaikan landasan-landasan yang diinginkan dalam berbuat agar selalu sesuai dan berpedoman pada ajaranajaran agama yang disesuaikan dengan budaya, adat, tradisi dan seni yang dimiliki, merupakan komitmen yang selalu dipakai untuk melakukan segala aspek pembangunan, khususnya di Kabupaten Badung yang merupakan fundamen yang mewarnai dan mendasari aktivitas dari pembangunan di Kabupaten Badung. “Melalui dharma santi ini kita persatukan kembali, bahkan kita perkuat komitmen kita, perluas kesadaran kolektif kita untuk menuju hal yang lebih mulia di masa depan. Di samping itu, melalui dharma santi ini juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan tali silaturahmi dalam rangka mensolidkan kembali rasa manyama braya,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pani-

DHARMA SANTI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Ketua Harian PHDI Badung I Gede Rudia Adiputra saat acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1940 di Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (27/3) kemarin. tia Ida Ayu Eka Dewi Wijaya yang juga Direktur Umum PDAM Badung melaporkan, dharma santi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1940 yang memiliki arti yang sangat penting terutama bagi umat Hindu dalam meningkatkan sradha bhakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan mulat sarira untuk dapat melaksanakan Tri Kaya Parisudha yang telah dilaksanakan setahun berlalu. Hal senada juga disampaikan Ketua Harian PHDI Badung I Gede Rudia Adiputra. Menurutnya, Nyepi tahun ini sangat spesial karena berte-

patan pula dengan hari raya Saraswati sebagai turunnya ilmu pengetahuan. Untuk itu, diharapkan momentum hari raya Nyepi dapat dipakai untuk menciptakan shanti/kedamaian serta melaksanakan prilaku yang baik serta saling memaafkan. Di akhir-akhir acara dharma santi diisi pementasan fragmentari yang berjudul “Ketatwaning Taru Pole”. Fragmentari yang cukup menghibur tersebut merupakan garapan dari Majelis Pertimbangan Kebudayaan (Listibiya) Badung yang diiringi Sekaa Gong Banda Yowana, Desa Blahkiuh. (ad1256)

Desa Cemagi Rawan Tsunami BPBD Rancang Simulasi Bencana

Bali Post/kmb23

BHFF - Head of Commercial Division The Nusa Dua Anak Agung Istri Ratnadewi (dua kiri) memberikan keterangan terkait pelaksaan BHFF 2018.

BHFF Perkenalkan Makanan Tradisional Indonesia Mangupura (Bali Post) Culinary tourism atau wisata kuliner di Indonesia merupakan sebuah daya tarik bagi wisatawan. Wisata kuliner ini untuk mengenalkan berbagai macam kuliner di Indonesia, mulai dari cara penyajian dan teknik memasak serta keunikan setiap daerah. Untuk itu, The Nusa Dua akan memperkenalkan berbagai macam makanan tradisional khas Indonesia melalui event Bali Heritage Food Festival (BHFF) 2018. Event kuliner bertajuk Bhinneka Rasa Nusantara ini akan melibatkan wisatawan yang diagendakan berlangsung tanggal 30-31 Maret 2018 di Pulau Peninsula, Nusa Dua. Dikonfirmasi Selasa (27/3) kemarin, Head of Commercial Division The Nusa Dua Anak Agung Istri Ratnadewi mengatakan, BHFF ini digelar untuk pemulihan pariwisata Bali yang sempat menurun pascaerupsi Gunung Agung akhir 2017 lalu. “Bali Heritage Food Festival suatu event yang diadakan untuk pemu-

lihan pariwisata Bali. Tahun ini dalam IMF-WB kita harus menampilkan kekayaan Indonesia dalam bidang makanan,” ujarnya. Wisatawan yang menginap di hotel di kawasan Nusa Dua juga diundang datang dan terlibat dalam kegiatan ngelawar massal saat festival makanan berlangsung. Festival makanan ini akan menampilkan sejumlah kegiatan kuliner yang melibatkan banyak peserta. “Supaya wisatawan tahu cara dan bahan membuat lawar. Di samping itu, juga ada nyate massal, eating contest spicy food, cooking class, food battle competition, suguhan makanan nusantara dan live music,” jelasnya. Ratnadewi menambahkan, pihaknya menargetkan sebanyak 2.000 pengunjung per hari, selama pelaksanaan BHFF 2018 dan tanpa dikenakan biaya masuk. “Kami menargetkan kunjungan dari kalangan keluarga, blogger makanan dan wisatawan penggemar kuliner,” ujarnya. Ratnadewi mengatakan,

festival ini merupakan bagian dari 12 kegiatan dalam kalender event yang diprogramkan The Nusa Dua selama tahun 2018. Culinary tourism atau wisata kuliner di Indonesia merupakan sebuah daya tarik bagi wisatawan. Wisata kuliner tersebut juga untuk mengenalkan berbagai macam kuliner di Indonesia, mulai dari cara penyajian dan teknik memasak serta keunikan setiap daerah. Ketua BPD Indonesia Chef Association (ICA) Bali I Gede Putu Hendra Mahena mengungkapkan, peserta harus menonjolkan dan mempertahankan kuliner tradisional dengan teknik memasak berdasarkan standarisasi hygiene dan sanitasi untuk menjadi go international. “Akan ada 120 peserta yang dibagi enam tim. Event ini akan jadi tontonan menarik bagi wisatawan yang datang. Selain itu, juga ada penanganan tentang daging olahan dan non-olahan serta demo cooking untuk pengolahan ikan dari mentah sampai siap disajikan,” terangnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, merupakan daerah pesisir yang sangat rawan terhadap gempa bumi serta tsunami. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Selasa (27/3) kemarin menggelar simulasi bencana untuk mengantisipasi dan menanggapi kesiapsiagaan di kalangan masyarakat. Kabid Kesiapsiagaan BPBD Badung I Wayan Netra mengatakan, simulasi penanganan bencana melibatkan masyarakat desa/kelurahan. Dengan kegiatan Desa Tangguh Bencana ini, diharapkan warga di desa/kelurahan itu memiliki kemampuan dalam menghadapi bencana alam. “Gelar simulasi ini dalam rangka mengantisipasi terjadinya gempa bumi yang berpotensi tsunami. Ini dilakukan agar masyarakat mengetahui bagaimana desa tangguh bencana tersebut. Kami juga bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana,” katanya. Menurut Netra, dari pesisir Pantai Cemagi sampai ujung Pantai Tanjung Benoa sangat rawan terhadap gempa bumi dan tsunami, karena berbatasan dengan Samudera Indonesia dan berbatasan dengan lempeng Indo Australia yang memungkinkan terjadinya tsunami. Hal ini karena terjadinya benturan-benturan lempeng, sehingga daerah-daerah yang berada di pesisir Badung sangat rawan terhadap terjadinya tsunami. “Kami berharap Desa Cemagi secara mandiri dapat melakukan evakuasi secara mandiri, sedangkan

BPBD Badung akan mengkoordinir dan mengarahkan kemana mereka harus berkumpul,” ujarnya. Kepala Desa Cemagi Ketut Wirama juga mengakui Cemagi merupakan desa pesisir, di mana wilayah Cemagi merupakan wilayah rawan bencana tsunami. Guna mengantisipasi bencana tsunami, BPBD Badung melaksanakan simulasi Desa Tangguh Bencana Tsunami. “Kawasan kami di pesisir Pantai Cemagi beberapa kali diterpa gelombang pasang, tapi tidak berpotensi tsunami. Ke depan kami memohon agar Pemkab Badung terus mengadakan sosialisasi tentang kebencanaan,” katanya.

Wirama menambahkan, Desa Cemagi mempunyai bentangan pantai kurang lebih sepanjang dua kilometer dan di Cemagi sudah ada Kelompok Destana sebagai kelompok penanggulangan bencana, khususnya di daerah pesisir. “Kami akan memperkuat dan mempertangguh Destana Desa Cemagi, sehingga nantinya dari kelompok ini akan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat. Jadi, bila terjadi kebencanaan tsunami, mereka sudah tahu ada titik-titik kumpulnya nanti supaya mereka merasa nyaman dan tetap siap dengan sarana dan prasarana yang ada,” tegasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

SIMULASI - BPBD Badung menggelar simulasi bencana tsunami di Desa Cemagi, Kuta Utara, Selasa (27/3) kemarin.


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

FKG Unmas Teken MoU dengan Tokushima University Jepang

KERJA SAMA - Dekan FKG Unmas Dr. Dewa Made Wedagama dan Dekan FKG Tokushima Fimiaki Kawano bersama WR IV Dr. Ketut Arnawa usai meneken MoU kerja sama internasional. FAKULTAS Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar semakin banyak menjalin kerja sama bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan perguruan tinggi asing. Setelah dengan sejumah perguruan tinggi (PT) di India, FKG Unmas juga mengikat kerja sama dengan sejumlah FKG di Jepang. Selasa ( 27/3) kemarin FKG Unmas menjalin kerja sama dengan Tokushima University, Jepang. Naskah kerja sama (MoU) diteken Dekan FKG Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. dan Dekan FKG Tokushima University Fumiaki Kawano, D.D.S., Ph.D. di Kampus FKG Unmas disaksikan WR IV Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. Usai menandatangani MoU, tamu dari Jepang itu diajak mengelilingi ruang RSGM Unmas,

pelayanan pasien dan fasilitas kampus. Fumiaki Kawano mengaku berbahagia karena kembali bisa bekerja sama dengan FKG Unmas setelah lama terjalin, namun sempat terputus. Baginya kerja sama ini saling menguntungkan kedua belah pihak karena dalam menghadapi era global, semua PT dituntut menjalin kerja sama. Dekan FKG Unmas didampingi WD I Dr. drg. Michammad Taha Ma’ruf, M.Erg., WD II drg. I Gusti Agung Ayu Hartini, M.Biomed., WD III drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes. dan Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri drg. Dewi Farida, Sp.Pros. mengungkapkan, kerja sama FKG Unmas dengan Tokushima University Facukty of Dentistry menyangkut Tri Dharma PT. Kerja sama yang sudah berjalan berupa pertukaran mahasiswa, pengiriman dosen mengikuti kursus

singkat kedokteran gigi dan dosen FKG Unmas melanjutkan studi S-3 di Jepang. Dikatakannya, kerja sama dengan Tokushima sangat menguntungkan FKG Unmas. Pertama, hampir semua beasiswa pendidikan studi lanjut dosen S-3 didanai oleh Tokushima. Kedua, sangat penting bagi FKG Unmas dalam mengisi boring akreditasi. Dengan makin banyak menjalin kerja sama internasional, FKG Unmas berpeluang meraih akreditasi A. Dekan Dewa Made Wedagama menambahkan, FKG Unmas selama ini menjalin kerja sama dengan PT di Jepang masing-masing Showa University Shool of Dentistry, Tokyo, dan Kindai University Faculty of Medicine, Osaka. Tim FKG Unmas pada 19 September 2017 lalu diundang ke Tokushima University. Saat itu Dewa Wedagama dan drg. Dewa Gede Budi Janana, Sp.Orto. yang juga alumni Tokushima disambut khusus oleh Dekan Faculty of Dentistry Prof. Fumiaki Kawano. WR IV Unmas Dr. I Ketut Arnawa memberi apresiasi positif atas kerja keras FKG Unmas untuk terus memperkuat kerja sama dengan PT asing karena memberi implikasi positif dalam menambah wawasan keilmuan dan transfer teknologi kedokteran gigi serta mewujudkan Tri Dharma PT yang seimbang dan berkualitas. Selain itu, menaikkan grade dan ranking FKG Unmas di pangkalan data Dikti serta berkontribusi untuk nilai akreditasi prodi-fakultas dan akreditasi institusi. Apalagi FKG Unmas akan reakreditasi di LAM PT Kes. dari B menuju A. (ad1261)

Putu Suryawati

Raih Doktor dengan Predikat ’’Cumlaude’’

LULUS - Putu Suryawati (kiri) usai mengikuti ujian terbuka Prodi Doktor Pascasarjana Unhi dan dinyatakan lulus dengan predikat ‘’cumlaude’’. SETELAH mampu mempertahankan disertasi di depan tim penguji pada ujian terbuka Program Studi Doktor Pascasarjana Univeritas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Putu Suryawati, S.H., M.M. dinyatakan berhasil meraih gelar Doktor. Bukan hanya lulus, PNS di Pemkab Badung ini sukses mendapat predikat cumlaude. Karena itu, Putu Suryawati dinyatakan berhak menyandang gelar akademik Doktor mulai saat ini. Hal itu terungkap dalam sidang ujian terbuka Program Doktor

yang diketuai Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. yang juga Rektor Unhi, Selasa (27/3) kemarin. Pada ujian terbuka tersebut, Suryawati berhadapan dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Putu Gelgel (promotor), Prof. Wayan Suka Yasa, Prof. Ketut Suda, Dr. Wayan Budi Utama, Dr. I.B. Darmika, Dr. Ni Made Ruastini, Dr. Wayan Winaya, Dr. Wayan Paramartha, Dr. I Gusti Ayu Mimba dan Dr. Wayan Subrata. Semua pertanyaan dan sanggahan yang disampaikan tim pen-

guji secara bergiliran selama 50 menit, berhasil dijawab dengan baik, sehingga dinyatakan mampu mempertahankan disertasi berjudul ‘’Reaktualisasi Fungsi Bale Banjar di Kota Denpasar’’. Demikian pula pertanyaan dari undangan akademik, semua bisa ditanggapi dengan baik oleh promovendus. Dalam disertasinya, Suryawati menyebutkan faktor reaktualisasi pada bale banjar di Denpasar akibat didorong oleh tingginya permintaan akan ruang ekonomi di masyarakat setempat. Tingginya kebutuhan ekonomi di masyarakat perkotaan dan didukung lingkungan sekitarnya, keberadaan bale banjar yang sebelumnya hanya untuk kegiatan sosial dan keagamaan, kini sudah mulai dijadikan tempat usaha seperti salon dan kegiatan ekonomi lainnya. Dalam sarannya, Suryawati berharap kepada prajuru banjar dan pemerintah untuk mendorong agar fungsi bale banjar tetap dipertahankan sebagai media untuk bersosialisasi, menjaga budaya dan tradisi serta kegiatan yang ada kaitannya dengan adat istiadat serta keagamaan. Sebab, bale banjar masih menjadi benteng dalam menjaga budaya dan tradisi yang telah dilakukan masyarakat Bali sejak lama. (ad1267)

Inbis Unhi Gelar ’’Dare To Be Balinese Entrepreneur’’

Cetak Wirausaha Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Kearifan Lokal

TALKSHOW - Suasana talkshow ‘’Dare To Be Balinese Entrepreneur (Berani Menjadi Wirausaha Bali)’’ yang digelar Inbis Unhi Denpasar. INKUBATOR Bisnis Universitas Hindu Indonesia (Inbis Unhi) menggelar ‘’Dare To Be Balinese Entrepreneur (Berani Menjadi Wirausaha Bali)’’ di Gedung Pascasarjana Unhi Denpasar, Selasa (27/3) kemarin. Acara yang dikemas dalam bentuk talkshow ini menghadirkan tiga pembicara yakni Founder STIMIK Primakara I Made Artana, alumni Unhi sekaligus penekun Bangli Bali Usada I Dewa Agung Made Suryawan, dan artis selebgram yang sedang hits Puja Astawa. Ketua Inbis Unhi Denpasar Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, S.E., Ak., M.M. mengatakan, entrepreneur saat ini adalah sebuah kebutuhan, sedangkan keberadaan inbis di perguruan tinggi adalah sebuah keharusan. Artinya, hubungan antara entrepreneur dan in-

bis adalah signifikan dan saling membutuhkan. ‘’Dengan adanya inbis sesuai dengan fungsinya yaitu mendampingi, membimbing bahkan memfasilitasi dan memediasi entrepreneur, maka kemungkinan untuk memperjuangkan entrepreneur menjadi wirausaha yang mandiri dan memiliki daya saing akan lebih cepat tercipta,’’ ujarnya. Kendati tergolong baru, lanjut Ayu Yayati, inbis Unhi Denpasar sangat siap memfasilitasi startupstartup yang muncul, baik itu dari mahasiswa, alumni, dosen Unhi maupun masyarakat umum. Saat ini inbis tengah membina 2-3 tenant inwall dan 8 tenant outwall. Itu pun masih banyak yang mengantre untuk bisa menjadi bagian dari Inbis Unhi. Minimal tenant sudah berjalan selama satu tahun. ‘’Ada proses seleksi tenant untuk bisa diberikan pelatihan dan

pendampingan sampai bisa lulus sebagai startup dari inbis. Ada berbagai kriteria, salah satunya untuk di Unhi, kami punya kekhasan atau keunikan yaitu tenant berbasis kearifan lokal,’’ jelasnya. Menurut Ayu Yayati, produkproduk yang dihasilkan antara lain berupa herbal Ayurweda, tabuh berbasis seni dan adat budaya Bali, tata rias pengantin yang spesifik berpegang pada sastra, serta bebantenan yang mengacu pada sastra dan tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat. Apakah itu nista, madya atau utama, pihaknya sangat berharap mendapatkan suport dari semua pihak, termasuk organisasi entrepreneur seperti JCI, Java, Hipmi dan OMD dalam bentuk MoU dengan Inbis Unhi. ‘’Ke depan kami juga berharap bisa mengembangkan bisnis dari tenant kami yang tidak hanya berbasis kearifan lokal, tapi juga dibantu dengan teknologi,’’ tandasnya. Sementara itu, Wakil Rektor II Unhi Denpasar Dr. I Gede Putu Kawiana, S.E., M.M. saat membuka acara ini mengatakan, bibit-bibit entrepreneur sejatinya sudah ada sejak dulu di Unhi, mengingat sudah diajarkan dalam kurikulum khususnya di Fakultas Ekonomi. Beberapa mahasiswa bahkan mendapatkan hibah-hibah dari kementerian atau lembaga terkait. Oleh karena itu, keberadaan inbis mendapat dukungan penuh dari kampus. ‘’Tidak hanya Fakultas Ekonomi, nanti semua fakultas dan prodi dapat mata kuliah Kewirausahaan karena semua orang memang harus memiliki jiwa entrepreneur. Intinya keberanian, berani ambil risiko dan bertanggung jawab,’’ tegasnya. (ad1259)

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Akademi Farmasi Saraswati Kerja Sama dengan MSU Malaysia

Buka Pendaftaran SPMB Gelombang I hingga 20 April AKADEMI Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar terus memperkuat kerja sama internasional dengan sejumlah PT asing. Senin (26/3) lalu, AFS Denpasar menjalin kerja sama dengan Management and Science University (MSU), Malaysia. Penandatangan MoU dilakukan Direktur AFS Denpasar Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., Apt. dan President MSU Prof. Tan Sri Dato’wiral di Kampus MSU, Malaysia. Made Agus Sunadi Putra didampingi Kaprodi D-3 Farmasi Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Biomed., Apt. Made Agus Sunadi Putra mengungkapkan rasa bahagianya AFS diundang mengunjungi MSU di Malaysia. Ia diterima langsung oleh President MSU Prof. Tan Sri Dato’wiral bersama jajarangan dengan penuh rasa kekeluargaan. Dikatakannya, kerja sama dengan MSU menyangkut kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT). Pertama, kerja sama dan sharing dalam penelitian dosen dan pertukaran dosen. Kedua, studi lanjut dosen dan pertukaran dosen tamu. Ketiga, kerja sama dalam meningkatkan iklim akademik dosen berupa seminar dan pelatihan singkat. Keempat, saling tukar informasi akademik baik dalam materi maupun publikasi. Terakhir, memfasilitasi pertukaran mahasiswa, penguatan program, kerja sama double degree serta kunjungan antarkampus. Made Sunadi Putra dari Malaysia, Selasa (27/3) kemarin, melaporkan kerja sama ini saling menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi menghadapi era global, semua PT wajib menjalin kerja sama dengan PT asing. Selain menambah wawasan keilmuan, juga penting untuk meningkatkan iklim akademik, meningkatkan mutu dosen serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang seimbang dan berkualitas. Kerja sama ini sangat positif menaikkan grade dan ranking AFS di pangkalan data Dikti serta berkontribusi untuk nilai akreditasi prodi dan institusi. ‘’Semakin banyak dosen bergelar magister dan doktor di luar negeri, AFS semakin berkualitas,’’ tegasnya. Made Agus Sunadi Putra mengungkapkan, kerja sama internasional ini juga memberi implikasi positif bagi AFS yang sedang membuka pendaftaran calon mahasiswa baru 2018/2019. Pendaftaran gelombang I dibuka sejak 19 Februari lalu dan akan berakhir 24 April 2018. Pendaftaran bisa dilakukan di Kampus AFS, Jalan Kamboja, Denpasar, atau secara online di www.farmasisaraswati.ac.id di laman pendaftaran

TEKEN MOU - Direktur AFS Denpasar Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., Apt. dan President MSU Prof. Tan Sri Dato’wiral usai meneken MoU di Kampus MSU, Malaysia. SPMB. Tes SPMB Gelombang I dilakukan 22 April, pengumuman kelulusan 24 April dan pendaftaran ulang hingga 2 Mei. Sementara SPMB Gelombang II dibuka 25 April-18 Mei. Tes SPMB dilakukan 20 Mei dan pengumuman hasilnya 22 Mei. ‘’Kami tak mengenal SPMB Gelombang III,‘’ ujarnya. Ia mengajak lulusan SMA-SMK Kesehatan yang berminat segera bergabung ke AFS cukup membawa surat keterangan mengikuti USBN dan UN. Jumlah kursi yang tersedia sangat terbatas. Kedua, serapan lulusannya nol tahun yakni semua mahasiswa bekerja sebelum tamat. (ad1262)

MKn Unwar Kini Terakreditasi B Mulai Terima Pendaftaran Angkatan Ketiga

PROGRAM Studi Magister Kenotariatan (MKn) Universitas Warmadewa (Unwar) mengalami kemajuan pesat. Baru berusia dua tahun, Prodi MKn Unwar kini sukses meraih akreditasi B dengan nilai gemuk (344). Tinggal 17 poin lagi maka berhak mendapat nilai A. Kabar gembira turunnya nilai akreditasi B bagi MKn Unwar ini membuat civitas akademika MKn Unwar makin percaya diri. Dengan nilai B ini Prodi MKn Unwar telah menyelenggarakan proses pembejaran yang ditetapkan berdasarkan standar mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti. Menurut Ketua Prodi MKnN Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum., keberhasilan itu berkat kerja sama civitas akademika MKn Unwar yang selama ini tampil kompak dan berkualitas didukung fasilitas yang disediakan oleh Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali dan jajaran Rektorat Unwar. MKn Unwar memiliki ruang lab berupa kantor notaris/IPPAT yang dikelola mandiri secara profesional sebagai tempat praktik mahasiswa. Hasil ini juga berkat kerja sama MKN Unwar dengan MKN UGM dan MKN Universitas Padjajaran. Barusan MKN Unwar juga menjalin kerja sama dengan Universitas Prima Indonesia, Medan. Sementara kerja sama internasional dilakukan dengan Universitas Dilli (Timor Leste), Nigata (Jepang) dan Queensland (Australia). Dikatakannya, yang penting adalah kualitas PBM dan SDM dosen. Hal ini digenjotnya guna merealisasikan visi MKN Unwar yakni ‘’Menghasilkan lulusan magister kenotariatan yang berwawasan lingkungan kepariwisataan, berintegritas dan berdaya

KERJA SAMA - Direktur PPS Unwar Prof. Suranaya Pandit dan Kaprodi MKn Unwar Dr. I Nyoman Sujana menjalin kerja sama dengan Universitas Prima Indonesia, Medan. saing tinggi berlandaskan Tri Hita Karana’’. Saat ini MKN Unwar memiliki 11 orang dosen, dua di antaranya guru besar dan sisanya bergelar doktor. Dari 11 tersebut, empat dosen doktor berprofesi sebagai notaris profesional. Sementara ini student body angkatan pertama berjumlah 68 orang dan angkatan kedua 55 orang. Sekarang dibuka pendaftaran calon mahasiswa baru angkatan ketiga mulai Maret hingga Mei 2018. Bagi yang berminat dipersilakan mendaftar secara online ke web: pascasarjana.warmadewa. ac.id. klik laman Sipenmaru. Atau langsung ke kampus di Sekretariat PPS Unwar, Jalan Terompong 24, Tanjung Bungkak. Untuk MKN tahun ini biaya pendidikan tak mengalami kenaikan alias sama seperti tahun lalu. Angkatan ketiga dibatasi dua kelas. Direktur PPS Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. mengungkapkan, dengan MKN meraih B berarti kelima Prodi

Magister di lingkungan PPS Unwar telah terakreditasi B. Hal ini berimplikasi positif karena saat ini terjadi proses penerimaan calon mahasiswa baru angkatan 20182019 untuk semua prodi. Nilai akreditasi B akan memberi peluang yang sangat besar bagi lulusan dan stakeholder untuk pengembangan karier dan memenuhi syarat di pasar kerja. Ia memuji kerja keras tim MKn Unwar yang dalam dua tahun mampu meraih akreditasii B sesuai harapan rektor dan yayasan. Hal ini mempercepat Unwar go global 2034. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengucapkan selamat dan berharap MKn Unwar menjadi barometer pendidikan hukum di Bali dan menjadi prodi unggulan di PPS Unwar. Di samping itu, sebagai sektor terdepan dalam penyelengaraan pendidikan kenotariatan di Indonesia Timur. (ad1263)

232 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi Penerimaan Tenaga Penyuluh Bahasa Bali

SEBANYAK 232 pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi dalam tahapan Penerimaan Tenaga Kontrak Penyuluh Bahasa Bali Tahun 2018. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan 179 lowongan Tenaga Penyuluh Bali yang dibuka tahun ini. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Selasa (27/3) kemarin. Mengutip pengumuman resmi yang dikeluarkan Panitia Seleksi Tenaga Kontrak/Non-PNS Penyuluh Bahasa Bali Tahun 2018, peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi selanjutnya mengikuti tahap Tes Tulis Kemampuan Bidang Keahlian. Tes tulis akan diselenggarakan pada 6 April 2018 di Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang beralamat di Jalan Raya Puputan Niti Mandala, Denpasar. ‘’Tes tulis akan dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Para peserta diharapkan hadir lebih awal dengan pakaian bebas rapi dan membawa alat tulis berupa pulpen, alas tulis dan identitas diri,’’ jelasnya. Pengumuman lengkap yang memuat nama peserta yang lulus seleksi administrasi dapat diakses melalui Website disdikpora.baliprov.go.id dan Facebook Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pengumuman juga dipasang pada papan pengumuman Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Hasil rekrutmen Tenaga Kontrak Penyuluh Bahasa Bali Tahun 2018 nantinya akan ditempatkan di 179 desa yang saat ini belum memiliki tenaga penyuluh. Melalui rekrutmen kali ini, Pemprov Bali menargetkan seluruh desa di Bali memiliki tenaga

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Penyuluh Bahasa Bali yang nantinya diharapkan berperan optimal dalam upaya melestarikan, mengembangkan serta memberdayakan bahasa, aksara dan sastra Bali. (ad1268)

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.


daerah

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Senator RI Senang Banyak Warga Kembali ke Pangkuan Hindu

5 Puncak Dies Natalis Ke-40 STP Bali

Unggul dan Bersaing Dalam Warga Adat ”Mesadu’’ pada Wedakarna, Siap Lindungi Pura Dalem dan Setra di Eka Sari Kompetisi Pariwisata Global MENINDAKLANJUTI aspirasi organisasi Pusat Koordinasi Hindunesia (Puskorhindunesia) atas temuan terkait tanah milik desa adat namun diduga diklaim sepihak oleh kelompok umat lain di Jembrana, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III turun langsung ke lapangan. Ia disambut oleh Ida Bagus Susena (Ketua Puskorhindunesia), I Wayan Winara (Bendesa Adat Eka Sari), I Ketut Karnawa (Sekretaris Perbekel) serta puluhan masyarakat Hindu dan krama adat. Dalam kunjungan Komite III DPD-RI Utusan Bali Bidang Agama dan Kesejahteraan Rakyat tersebut, Senator Wedakarna mendengar langsung aspirasi umat Hindu terkait adanya dugaan klaim sepihak tanah yang dipercaya sebagai milik desa adat (umat Hindu). Ia menyampaikan keprihatinannya terutama saat mendengar bahwa ada sejumlah bidang tanah yang telah disertifikatkan oleh pihak umat lain. ‘’Saya sampaikan dan beri wawasan hukum pada desa adat bahwa dalam ilmu hukum, barang siapa mendaftarkan dan memproses tanah lebih dulu disertai bukti yang cukup ditambah argumentasi yang kuat di pengadilan, maka mereka mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menang. Ini kelemahan prajuru di Desa Adat Eka Sari. Kenapa baru saat ini melapor, kenapa tidak dari awal sampaikan? Saya tegur juga peran perbekel yang menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Jembrana yang dinilai tidak tanggap dan responsif. Seharusnya aparat desa apalagi pejabat desa memberikan informasi apa adanya, dibimbing dan dimediasi sebelum jatuhnya ke pengadilan. Nanti akan tiang periksa lagi data di BPN. Jika ada pejabat BPN di Jembrana yang main–main, nanti kita sampaikan ke Kementerian Agraria RI. Jika perlu disengketakan, saya kira warga adat

BERSAMA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama pimpinan Puskorhindunesia, bendesa adat, klian adat, sekretariat perbekel di Desa Eka Sari, Melaya, Jembrana. masih punya hak karena posisinya sama di depan hukum,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Di satu sisi, Shri Arya Wedakarna juga bangga dengan perkembangan umat Hindu di Eka Sari khususnya dan di Kecamatan Melaya yang semakin banyak kembali ke pangkuan Hindu Dharma. ‘’Saya dapat laporan bahwa puluhan KK sejak beberapa tahun terakhir kembali ke agama Hindu. Saya berpesan layani mereka sebaik–baiknya. Proses sudiwidani, proses administrasi dan mereka harus dirangkul. Pindah agama ke Hindu adalah pilihan hati dan harus dilindungi karena amanat UU. Saya tidak mau ada intimidasi dan tekanan. Saya sambut warga Jembrana yang sudah kembali ke Hindu dengan baik, mereka semua saudara kita. Ke depan saya akan mendorong lembaga Dharma Dutta Hindu untuk berperan aktif memberikan

Sidang Kilat Bule Australia

Hakim Hanya Rehabilitasi Terdakwa

Denpasar (Bali Post) Sidang kilat kasus narkoba yang melibatkan orang asing terjadi di PN Denpasar, Selasa (27/3) kemarin. Bahkan, Baker Joshua James asal Australia yang didakwa kasus tembakau double cherry yang berisi ganja seberat 36,42 gram brutto atau 28,02 gram netto serta tiga strip dan 10 tablet diazepam yang disembunyikan dalam slop rokok dan 7 tablet diazepam, hanya diputus rehabilitasi oleh majelis hakim pimpimam Wayan Kawisada. Majelis hakim menghukum terdakwa dengan rehabilitasi selama sepuluh bulan, padahal sempat kabur dari ventilasi kamar mandi RS Trijata. ‘’Menjatuhkan hukuman sepuluh bulan rehab di Yayasan Kita Bali, Jalan Mohammad Yamin 9, Renon, Denpasar,’’ tegas hakim pada persidangan. Dalam amar putusannya menilai terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika golongan 1 bukan tanaman bagi dirinya sendiri dan menguasai narkotika sebagaimana Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 ayat 1 UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Sebelum pada putusan, hakim lebih dulu menguraikan pertimbangan memberatkam dan meringankan. Untuk memberatkan, terdakwa dinilai memberikan citra buruk pada Bali, sedangkan meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sebagai pengguna sejak usia 14 tahun (ketergantungan) dan mengalami gangguan jiwa berupa depresi berat. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman penjara satu tahun. Atas putusan hakim, JPU menyatakan pikir-pikir, sedangkan terdakwa melalui kuasa hukumnya dan penerjemah, langsung menerima vonis dengan sebaikbaiknya. (kmb37)

Teluk Lembar Jadi KEE Mangrove Lombok Barat (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Teluk Lembar di Desa Cendi Manik, sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove yang merupakan kawasan di luar daerah konservasi. Penetapan KEE Mangrove itu dilakukan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat H.L. Saswadi bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Ari Subiantoro di Dusun Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Sekotong, Lombok Barat, Selasa (27/3) kemarin. Saswadi mengaku sangat mendukung kawasan Teluk Lembar dijadikan sebagai KEE Mangrove. Pasalnya, keberadaan ekosistem mangrove di Lombok Barat sangat penting untuk pelestarian lingkungan dan penunjang pariwisata. ‘’Kami berharap agar kawasan ini bisa bertambah lagi. Semoga dengan semakin meluasnya kawasan mangrove yang dilindungi menjadikan Lombok Barat semakin maju dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,’’ katanya. KEE merupakan kawasan di luar kawasan konservasi yang secara ekologis atau secara fisik penting bagi konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik yang mencakup ekosistem alami dan buatan. Dengan ditetapkannya Teluk Lembar sebagai KEE Mangrove, menjadikan kawasan ini sebagai KEE Mangrove pertama di NTB. KEE ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan konservasi mangrove di daerah lain. Kepala BKSDA NTB Ari Subiantoro berharap semua pihak termasuk Pemkab Lombok Barat dan unsur swasta serta masyarakat umum dapat berperan melestarikan dan menjaga KEE Mangrove yang memiliki luas sekitar 86,46 hektar. ‘’Mangrove sebagai kesatuan ekosistem yang sangat penting bagi penahan abrasi, menjaga kualitas air, area pemijahan ikan, area pembesaran ikan dan penahan erosi,’’ katanya. Sementara itu, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial yang diwakili oleh Kasubdit Lahan Basah Margo Utomo menjelaskan, KEE merupakan ekosistem esensial yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip konservasi yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif provinsi/kabupaten/kota. (ant)

pencerahan (widya jnana) kepada umat,’’ jelas putra dari pemimpin besar Bali (swargi) Shri Wedastera Suyasa asal Jembrana ini. Terkait keberadaan Pura Dalem Eka Sari dan Setra Eka Sari yang sudah berdiri selama bertahuntahun, Senator DPD-RI berpesan agar terus dilestarikan mengingat tidak patut ada penggusuran pura di Pulau Dewata. ‘’Saya prihatin mendengar curhat semeton di sini bahwa akses ke setra mulai dihalangi oleh sekelompok oknum, sehingga jika ada orang Hindu meninggal kesulitan mendapat akses. Keberadaan Pura Dalem juga terancam. Ini artinya tidak ada kasih dalam toleransi. Saya akan lindungi pura ini dan akan carikan solusinya. Kasus Eka Sari ini akan saya sosialisasikan ke 1.493 desa adat agar waspada,’’ tegas Shri Arya Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. (ad1271)

SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Bali merayakan puncak Dies Natalis ke-40 di aula kampus setempat, Selasa (27/3) kemarin. Semangat Dies Natalis kali ini adalah meningkatkan kreativitas dan inovasi di era digitalisasi terutama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mandiri guna menghadapi pariwisata global sesuai tema Dies Natalis ke-40. ‘’STP Bali berkeinginan meningkatkan kreativitas dan sisi inovatif setiap civitas akademika STP Bali untuk mampu unggul dan bersaing dalam kompetisi pariwisata global,’’ ujar Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara dalam Sidang Terbuka Senat STP Bali Dies Natalis ke-40. Menurutnya, kreativitas dan inovasi diimplementasikan dalam pemanfaatan teknologi informasi melalui kegiatan yang berhubungan dengan dunia digital, di samping meningkatkan jiwa wirausaha para mahasiswa. Pasalnya, kombinasi antara implementasi digital teknologi informasi dan jiwa kewirausahaan sangatlah erat di era sekarang ini, mengingat perkembangan teknologi yang sangat pesat di berbagai bidang. STP Bali, kata Byomantara, memiliki visi menjadi pusat unggulan dalam bidang pendidikan tinggi kepariwisataan di Asia Pasifik tahun 2025. Di bidang akademik, STP Bali mempunyai 151 dosen yang 92 persen di antaranya bergelar magister. Tahun 2018, 14 orang dosen (9,2 persen) ditarget bergelar doktor. Dari segi mahasiswa, 65 persen ditarget lulus tepat waktu dengan rerata IPK 3,20 (S-1, D-4, D-3) dan 3,30 (S-2) serta masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan pertama kurang dari tiga bulan. k D-3. ‘’Salah satu misi kami adalah menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang kepariwisataan yang berdaya saing internasional,’’ katanya.

DIES NATALIS - Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara (kanan) dan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Riski Handayani Mustafa pada Dies Natalis ke-40 STP Bali. Byomantara menambahkan, STP Bali juga ingin berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan daerah dan nasional melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Selain itu, memiliki misi untuk menyelenggarakan tata kelola birokrasi secara profesional melalui peningkatan kapasitas, etos kerja serta penghargaan bagi civitas akademika dan tenaga kependidikan. ‘’Kami tengah dalam persiapan reakreditasi prodi dan tedqual. Sebelumnya telah dilaksanakan penilaian lapangan akreditasi institusi perguruan tinggi oleh BAN-PT dan sudah berstandardisasi ISO 9001:2015,’’ jelasnya. Dikatakannya, STP Bali memiliki Program Magister Terapan Pariwisata pertama di Indonesia. Terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, STP Bali selama 2017 menghasilkan 30 penelitian individu,

16 penelitian kelompok, 24 publikasi dalam jurnal ilmiah dan 24 program pengabdian kepada masyarakat. Tahun 2018, pencapaian di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ditarget meningkat. ‘’Seperti penelitian individu kami targetkan 40, 28 publikasi jurnal ilmiah di tingkat nasional dan internasional terakreditasi serta 40 publikasi jurnal ilmiah tidak terakreditasi. Setiap dosen minimal melakukan tiga penelitian per tahun. Kami juga menargetkan 12 program pendampingan desa wisata dan empat program pendampingan DTW,’’ paparnya. Byomantara melanjutkan, pengabdian kepada masyarakat tahun 2017 tersebar di sejumlah destinasi unggulan di Indonesia seperti Jatim, NTB dan Kabupaten Manggarai Barat. STP Bali juga telah melaksanakan joint conference kolaborasi dengan People & Global Business Association serta Pukyong Nasional University, Korea Selatan. (ad1257)

Diadili Kasus Korupsi

Kaur Keuangan Mengwitani Divonis 2,5 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Setelah dituntut pidana penjara selama tiga tahun enam bulan oleh JPU Anom Rai dan kawan-kawan, Kaur Keuangan sekaligus Bendahara Desa Mengwitani, terdakwa Ni Wayan Nestri (49), Selasa (27/3) kemarin dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dana Desa Mengwitani. Oleh majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, terdakwa dihukum selama dua tahun enam bulan (2,5 tahun) penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, terdakwa dihukum membayar uang pengganti Rp 300 juta dengan ketentuan apabila dalam waktu satu bulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum, terdakwa tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita untuk dilelang. Jika tidak mempunyai harta benda yang cukup, diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Sebelumnya, Ni Wayan Nestri dituntut hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU Anom Rai dan kawan-kawan menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider yakni dalam pengelolaan keuangan Desa Mengwitani yang merugikan keuangan negara, dalam hal ini Desa Mengwitani sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Tak pelak terdakwa dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001

tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Jaksa di depan persidangan mengatakan terdakwa Nestri sebagai Kaur Keuangan dan selanjutnya ditunjuk sebagai bendahara dinilai sebagai orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut perbuatan secara bersama-sama. Terdakwa juga bertindak secara sendiri-sendiri dengan I Made Rai Sukadana dan Ni Kadek Wirastini, bertujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi. Jaksa juga menuding Nestri menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan negara. (kmb37) USAI SIDANG - Terdakwa Ni Wayan Nestri usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (27/3) kemarin. Ia dihukum selama 2,5 tahun penjara.

Dishub Siapkan Angkot Pengumpan Mataram (Bali Post) – Dinas Perhubungan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan angkutan kota sebagai pengumpan (feeder) menjelang beroperasionalnya Bus Rapid Transit (BRT) mulai 2 April 2018. “Saat ini kami sedang melakukan koordinasi intensif dengan Organda Mataram untuk menyiapkan pihak ketiga sebagai penyalur bantuan bagi angkutan kota (angkot) yang akan dijadikan pengumpan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram H Khalid di Mataram, Selasa (27/3) kemarin. Untuk pendistribusian subsidi sebagai dampak dari beroperasionalnya BRT, Organda diminta menyiapkan setidaknya tiga lembaga keuangan yang bergerak di bidang transportasi atau koperasi yang dijadikan pihak ketiga sebagai pendistribusi bantuan. Total alokasi bantuan yang diberikan pemerintah kota untuk subsidi angkot Rp 500 juta. “Untuk persoalan bagi-membagi, saat ini tim sedang berhitung dengan Organda agar tercipta keadilan,” ujarnya. Menurutnya, jalur pengumpan itu nantinya akan menyesuaikan dengan jalur BRT. Sebagai kendaraan pengumpan, angkot di-

berikan trayek menjemput calon penumpang atau siswa dari jalur kecil menuju halte BRT. Setelah sampai di BRT, pelajar dan penumpang umum bisa menunggu kedatangan BRT yang akan melintas sesuai dengan jalur dan waktu yang telah ditetapkan. ‘’Pelajar yang naik BRT diberikan gratis. Beroperasionalnya BRT ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas di Kota Mataram pada jalur-jalur dan waktu-waktu tertentu,” tandas Khalid. Guna mengoptimalkan beroperasional BRT ini, perlu ada sosialisasi dengan kalangan Dinas Pendidikan, agar bisa dilanjutkan ke siswa dan orangtua. Sementara rute dan waktu operasional BRT berdasarkan sosialisasi yang dilakukan Dishub NTB. BRT dijadwalkan beroperasional setiap SeninSabtu. Pagi pukul 06.00-08.30 dan siang pukul 13.00-15.30 Wita. Waktu ini disesuaikan dengan jam berangkat dan pulang sekolah. Rute di Kota Mataram akan melewati Pool Damri menuju Jalan Brawijaya, Catur Warga, Jalan Pendidikan, Taman Jangkar Ampenan, Jalan Langko, Jalan Pejanggik, Jalan Selaparang dan kembali ke Pool Damri. (ant)

Bali Post/kmb37


OPINI

6

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menuntut Guru Berkualitas TUGAS guru saat ini diakui banyak dijejali tugas administratif, apalgi menjadi guru SD. Tercatat ada 15 buku saku dan buku administrasi yang harus dimiliki oleh seorang guru guna mempertanggungjawabkan tugas profesinya kepada masyarakat. Makanya dipadati dengan tugas demikian, banyak yang berpikir kapan guru bisa berkreativitas. Seperti kita ketahui kualitas sebuah negara salah satunya dapat dilihat dari aspek pendidikan. Apabila pendidikan di suatu negara tersebut belum berkualitas atau tidak berkualitas maka nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas kelas teri. Jawabnya ada di pundak kaum guru. Bukankah mereka yang disebut-sebut menentukan kualitas SDM masa depan ditambah peran orangtua di rumah dan masyarakat. Namun kini, kita akui perhatian pemerintah terhadap guru juga sangat luar biasa. Bayangkan saja guru SD yang pada tahun 1980-an hanya bergaji Rp 750 ribu per bulan, kini sudah membawa uang pulang bersih Rp 12-14 juta per bulan. Ini berkat sertifikasi guru yang terkesan diberikan secara gratis kepada pemerintah. Alasannya, semua guru mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok, tak diseleksi berdasarkan kualitas dan kompetensinya mengajar di kelas. Sementara hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) secara nasional menunjukkan angka cukup jelek. Ini juga menunjukkan kalau kita jujur masih banyak guru yang tak memenuhi standar juga dapat tunjangan sertifikasi. Terlepas dari itu mestinya dengan sertifikasi guru ini semangat mengajar mereka bertambah terus. Makanya wajar kalau kini pemerintah menuntut kualitas dari guru. Katanya guru sejahtera dan bermartabat. Setelah kesejahteraannya dijamin oleh negara, mestinya motivasi mengajarnya juga tinggi. Yang terjadi kebalikannya, lihat saja semangat guru khususnya SMP dan SMA-SMK sekarang makin turun karena alasan dihapusnya uang komite. Hilangnya dana besar sekolah dari siswa ini membuat anggaran guru dipotong seperti tunjangan wali kelas, panitia ini dan itu bahkan untuk mengantar siswa lomba saja juga dulu disiapkan dana. Proses pemanjaan guru ini perlu kita hentikan, toh mereka juga sudah dibayar mahal oleh negara. Apalagi guru swasta juga ditanggung negara. Makanya wajar saja kini pemerintah menuntut guru berkinerja baik. Salah satunya lewat berbagai syarat administrasi yang harus dipenuhi. Jika tidak demikian, benar juga alasan pemerintah akan membuat guru makin manja dengan gaji lumayan. Namun, pemerintah tak boleh mengabaikan dampak lainnya. Saking sibuknya guru dalam urusan administrasi, mereka tak bisa punya ruang untuk berkreativitas. Bukankah ada PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini juga media guru untuk berkreativitas, asalkan mau. Jadi, kata mau berkreativitas ini kuncinya. Apalagi di Denpasar, banyak media bagi guru untuk berkreasi seperti lomba membuat rencana pelajaran dan media pembelajaran. Nah, jadi guru juga jangan cengeng. Apa pun tugas yang diberikan harus diyakini guna membentuk SDM guru berkualitas. Caranya kembangkan teknologi, inovasi. Pada era globalisasi saat ini, tuntutan penguasaan media canggih dan modern merupakan suatu hal yang vital. Guru dituntut untuk dapat menguasai teknologi modern, melakukan inovasi-inovasi pembelajaran melalui media berbasis ICT dan selalu mengembangkan pengetahuanpengetahuan berbasis teknologi. Kedua, perekrutan guru perlu dibenahi. Model SG dan SGO perlu dikembangkan lagi untuk mendapatkan calon guru yang benarbenar berminat menjadi guru, bukan dididik secara instan. Banyak yang menjadi guru saat ini, awalnya mereka adalah mahasiswa yang salah alamat akibat tak diterima di prodi lain. Inilah yang menjadi cikal bakal guru yang kurang berkualitas.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Sungai atau Parit?

Dulu sungai kini parit. Seperti itu rasanya keadaan sungai di desa kami saat ini. Atau kami waktu itu masih kecil ya, maka parit itu terasa lebar seperti sungai? Akan tetapi, teman-teman juga mengatakan bahwa itu sungai yang mengecil. Sungai itu membentang di sebelah timur Banjar Babakan, Canggu, Kuta Utara, yang muaranya di Pantai Canggu. Dulu, kami para warga sering menggunakan aliran sungai itu untuk mandi dan mencuci pakaian. Air sungainya masih bersih dan layak untuk digunakan alias belum tercemar. Kini, sungai mulai tercemari berbagai sisa atau buangan rumah tangga. Sungai mengecil karena bibirnya disampahi setiap saat bukan setiap hari. Kalau sungai itu bisa ngomong, dia pasti akan berkata, ‘’Mengapa orang sekarang seperti ini tak pedulikan aku. Orang zaman dulu lebih bersahabat dengan aku.’’ Itu sekelumit cerita tentang sungai yang mengecil. Oleh karena keadaan seperti itu, kami tidak paham betul siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab terhadap keadaan sungai tersebut? Kami merindukan sungai yang asri, sejuk, bahkan menjadi objek wisata pelepas lelah. Kami sangat mengharapkan action dari para pihak yang bertanggung jawab untuk mengasrikan kembali sungai tersebut. Ketut Werta Canggu, Kuta Utara, Badung

Basa-basi Janji Kampanye Pilkada Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) sudah masuk pada masa kampanye. Kampanye identik dengan musim janji politik. Tebar janji politik saat kampanye adalah keniscayaan yang dibenarkan. Esensi kampanye untuk mendulang suara membutuhkan strategi janji. Janji yang terlarang menurut Undang-undang Pemilu adalah menjanjikan sesuatu agar pemilih tidak menggunakan atau menggunakan hak pilihnya. Janji semacam ini tergolong politik uang.

Oleh Ribut Lupiyanto ompetisi yang keras dan ketat berimplikasi terhadap semakin beraninya politisi dalam menebar janji. Trauma publik mengisyaratkan bahwa sebagian besar janji politik sekadar basa-basi dan berpotensi diingkari. Kondisi ini menjadi tantangan politisi kontestan Pilkada dan pemilu untuk meyakinkan publik saat berjanji. Publik juga penting mencermati, menilai, dan memilah mana janji yang realistis, legal, dan berpotensi dipenuhi.

K

Janji Politik Janji merupakan strategi kampanye demi meningkatkan elektabilitas. Menurut UU Pemilu, Kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, program peserta pemilu dan atau informasi lainnya. Kampanye tersebut merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggung jawab. Artinya, janji politik mesti berprinsip

mendidik publik melek politik dan akuntabel. Kristiadi (2014) menyampaikan bahwa janji politik merupakan etika sosial dan bagian dari peradaban. Hal ini terkait dengan niat, komitmen, dan iktikad untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Janji politik misalnya berupa akan melakukan upaya menyejahterakan rakyat atau tidak akan melakukan korupsi. Sihir janji politik pada musim kampanye Pemilu 2019 diprediksikan akan memudar kekuatan pengaruhnya. Kondisi ini berangkat dari pengalaman masyarakat menyikapi jani-janji pada pemilu sebelumnya. Pemimpin yang dinilai belum memenuhi dan mengingkari janji dapat disebabkan beberapa kemungkinan sebab. Pertama, parpol tidak menyusun visi dan misi secara realistis dan aplikatif. Kedua, parpol pemimpin tersebut dibentuk secara pragmatis yang hanya berambisi mencari keuntungan pribadi dan kelompok. Ketiga, parpol pemimpin tersebut menjadi tempat pelarian

politisi yang kurang puas dari parpol lamanya. Keempat, parpol pemimpin tersebut sekadar tempat mencari makan dari politisi. Kepala daerah yang sengaja atau tidak sengaja belum memenuhi dan mengingkari janji politik disebabkan faktor kualitas dan integritas. Mereka yang tidak memili kapasitas memadai akan kebingungan bagaimana merumuskan dan merealisasikan janjinya dalam kebijakan politik saat berkuasa. Kepala daerah dan caleg yang tidak memiliki integritas akan mudah melupakan janji dan hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Masyarakat tidak bisa lari dari kenyataan hadirnya angin surga selama pilkada. Masyarakat mesti proporsional pula dalam mengajukan proposal politik terhadap kontestan. Sikap kritis penting ditunjukkan terhadap pemberi janji agar mereka tidak main-main dan menempatkan janji sekadar angin surga. Pertama, melihat rekam jejak serta integritas kontestan dan timnya. Rekam jejak menjadi indikator peluang penepatan janji. Pe-

rilaku dan tingkah polah mereka selama ini dapat menjadi ukuran penilaian. Integritas dapat dinilai dari moralitas dan akuntabilitas. Kontestan yang kerap melanggar moralitas politik dan tidak akuntabel terhadap publik hampir pasti akan mudah mengingkari janji. Kedua, basa-basi menanggapi janji berlebihan atau dari politisi busuk. Kontestan yang hanya memberi angin surga dalam berjanji mesti disikapi dengan angin surga juga. Janji mereka cukup didengarkan sambil lalu untuk tidak diperhatikan dengan serius. Masyarakat diharapkan tidak mudah memberikan janji dukungan suara kepada mereka. Ketiga, menangkal janji politik material. Iming-iming materi dalam pemilu termasuk politik uang yang haram. Politik uang adalah hantu pengisap darah uang rakyat. Korupsi umumnya menjadi jalan politisi untuk mengembalikan modal dalam berpolitik uang. Janji ini bukan lagi sekadar angin surga tetapi sudah mengarah pada niatan mengkhianati demokrasi. Janji materi mesti dilawan dan dilaporkan kepada Panwaslu. Keempat, menghukum pemberi janji palsu secara sosial dan elektoral. Trauma berdasarkan pengalaman sebelumnya mesti diungkapkan dengan pemberian hukuman. Kontestan yang sudah terbukti pernah mengingkari dapat dihukum dengan tidak memberikan suara kepadanya. Sebelum menyikapi janji terlebih dahulu dapat dituntut dari mereka janji sebelumnya. Upaya ini

Jalan Manusia hingga Akhirnya Keberadaan manusia di bumi dapat diselami di kedalaman Sloka III.10 BG, yang menurut terjemahan Nyoman S. Pendit; bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat-Nya berkembang-biak disertai kasih karunia-Nya berupa bekal hidup yang dalam sloka tersebut tersurat ‘’kamadhuk’’. Dalam pemahaman penulis, nilai kamadhuk dimaksud adalah ruang hidup dengan sumber daya hidup terkandung melimpah di dalamnya, yang dalam ilmu fisika disebut sebagai sumber daya alam (SDA). Dengan SDA itulah manusia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, tidak hanya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan, tapi juga nilai kebutuhan lain dengan interioritas yang semakin menggairahkan. Harus dipahami bahwa Tuhan tidak menurunkan langsung dari langit kebutuhan hidup manusia di bumi. Manusia harus memerah SDA dalam khamaduk dimaksud, bukan dengan cara menunggu di dalam diam hingga SDA itu siap menjadi produk untuk dikonsumsi. Dengan sumber daya yang ada di dalam diri manusia secara immanent berupa Tri Pramana: sabda, bayu, akal budi/idep (SDM) dan sumber daya yang ada di luar dirinya secara transitif (SDA), keduanya harus terkelola secara maksimal dengan melalui tindakan kerja oleh manusia (tersurat dalam Sloka III.4 BG). Dalam religi Bali, manajemen pengerahan SDM dan SDA dimaksud diikat dengan rumusan tiga hubungan yang saling mengait satu sama lain, yakni: Tuhan

Oleh I Wayan Sariasa Sang Pencipta, SDM dan SDA ciptaan-Nya, yang disebut Tri Hita Karana (THK). Dengan akal budi dalam Tri Pramana yang dimiliki manusia hingga menempatkan dirinya sebagai makhluk hidup yang sempurna, membuat manusia berkemampuan untuk mendiskripsikan dan mengelola THK tersebut sebagai sumber daya bagi kelangsungan hidup manusia. Kemampuan manusia tersebut dituangkan dalam; (i) konsep-konsep universal; baik konsep ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun konsep pertahanan keamanan. Dari konsep tersebut, manusia juga berkemampuan untuk (ii) membuat pertimbangan dengan menggabungkan atau membagi konsep yang telah dibuatnya dalam suatu logika yang silogis sehingga menghasilkan sebuah (iii) kesimpulan untuk melakukan tindakan kerja dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat tidak hanya bagi dirinya secara immanent tetapi juga bagi orang lain di luar dirinya secara transitif. Makhluk hidup yang tanpa akal budi seperti hewan/binatang yang hanya memiliki dwi pramana (bayu dan sabda), bahkan tanaman/tumbuhan yang tanpa sabda dan tanpa akal budi, hanya memiliki bayu saja (eka pramana); pergerakan kedua makhluk hidup tersebut tidak dengan konsep, atau tanpa diskripsi. Dalam pergerakan tanaman

hanya berdasarkan operasi yang ada di dalam dirinya, hanya mengikuti apa yang telah diberikan Tuhan, seperti: menyerap makanan/air, tumbuh dan reproduksi. Tanaman tidak penduli kejadian yang telah, sedang dan akan dialami dirinya, juga tidak peduli dengan kejadian lingkungan sekitarnya; yang semua itu karena tanaman memang tanpa pengetahuan perasa (tanpa indera atau insting). Sedangkan binatang, walau tanpa akal budi, tetapi kodrati dwi pramana di dalam dirinya memiliki indera, seperti manusia dengan dasa indrianya, sehingga secara transitif, binatang memungkinkan untuk berkemampuan melakukan pergerakan terhadap objek diluar dirinya. Namun pergerakannya terbatas, tidak sesempurna manusia, seperti misalnya berjalan/berlari, mencari dan mendapat makanan/ minuman, bertemu kawan atau beradu dengan lawan jenisnya, dll. Semakin sempurna indera binatang, operasi pergerakannya semakin sempurna, namun kodrat binatang tidak memungkinkan untuk melakukan penilaian terhadap segala hal. Binatang hanya dapat merasakan kejadian yang sedang dialaminya, tidak peduli apa yang terjadi saatsaat sebelum dan sesudahnya. Berbeda dengan manusia yang dengan akal budi didalam Tri Pramana yang dimiliki, operasi pergerakan manusia bisa dengan

sempurna melakukan penilaian terhadap saat-saat kejadian pada hari ini dan sebelum hari ini serta merencanakan harapan hari esok yang lebih baik. Dan manusia harus angkat topi kepada tanaman, karena walau tanaman hanya eka pramana saja; tanpa ada tanaman apa yang bisa dilakukan oleh manusia maupun binatang? Bahkan bagi manusia, nilai tanaman tidak hanya untuk kelangsungan hidup manusia dan atau binatang, tetapi juga sebagai sarana persembahan kepada Tuhan (tersurat dalam Sloka IX. 26 BG). Manusia yang walau dengan akal budi dan binatang yang tanpa akal budi, tetapi keduanya yang sama-sama mempunyai indera, sehingga perilaku manusia memungkinkan bisa seperti binatang. Dan binatang yang walau bisa meniru perilaku manusia tetapi perilakunya tidak bisa sesempurna manusia. Sedangkan tanaman yang tanpa akal budi dan tidak berindera, tidak akan pernah bisa berperilaku seperti binatang ataupun seperti manusia. Sebaliknya, nilai manusia ataupun binatang tidak mungkin bisa sesemulia tanaman. Oleh karena itu, dalam konteks THK, sebagai makhluk hidup yang tercipta sempurna, tugas manusia adalah mampu mengelola secara maksimal penunggalan Tri Pramana yang ada di dalam dirinya dengan Tri Pramana yang ada di luar dirinya (Agama Pramana, Anumana Pramana, dan Pratyaksa Pramana).

dapat menjadi informasi sekaligus pendidikan politik bagi publik. Publik berhak memberikan sanksi elektoral sebagai karma bagi para pemberi janji yang mudah mengkhianati. Kelima, ke depan, semua pihak penting memikirkan mekanisme pertanggungjawaban atas janji politik. Upaya ini dapat menjadi pertimbangan politisi agar tidak mudah memberikan janji manis di depan tanpa realisasi. Pengaturan janji politik tentu akan sulit dan rumit. Sulit mengingat penyusun regulasi memiliki konflik kepentingan. Rumit terkait ukuran penilaiannya. Janji-janji normatif, kualitatif, dan tanpa bukti akan tidak mudah dinilai. Selama ini, janji politik masih bekerja di lingkup etika dan moralitas. Minimal publik mesti melek politik untuk bisa menyikapi kritis setiap janji dan memberikan sanksi jika mengingkari. Pilkada serentak 2018 menjadi barometer pengukuran kualitas demokrasi. Jika angin surga masih marak terjadi, maka mengindikasikan belum membaiknya kualitas demokrasi. Rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan berhak menilai dan mengawasi sehingga kontestan pemilu berpikir seribu kali setiap akan menyodorkan janji-janji. Kontestan juga mesti berhati-hati untuk tidak mudah mengembuskan angin surga jika ingin memenangi kompetisi demokrasi secara bermartabat. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

POJOK Kata Jokowi, birokrat muda harus pupuk rasa ingin tahu. - Bukan ingin tahu cara korupsi. *** Bank Dunia proyeksikan ekonomi Indonesia 2018 lebih baik. - Yang penting baik untuk rakyat. *** Banyak paslon jadi tersangka, KPU sarankan pemerintah buat perppu. - Artinya darurat korupsi.

Penulis, pemerhati budaya Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Penyakit DBD Menurun

Permintaan Darah Didominasi Pasien HD

Tabanan (Bali Post) Jika lima tahun kebelakang permintaan darah di BRSU Tabanan didominasi pasien Demam Berdarah Denque (DBD). Akan tetapi permintaan darah tahun ini justru ‘‘dibanjiri’’ pasien hemodialis (HD). Hal itu terjadi seiring ada penurunan pasien DBD yang mendapatkan perawatan di BRSU. Berdasarkan data, pasien rawat inap DBD di BRSU Januari, tercatat ada empat pasien, Februari dan Maret masing-masing tujuh pasien. Kepala UTD PMI Tabanan dr. I. N.Gede Sumardika, Sp.PK. beberapa waktu lalu mengatakan, saat pasien rawat inap DBD itu tinggi, permintaan darah terutama hemoglobin justru jadi meningkat, disebabkan permintaan darah pasien cuci darah alias HD yang naik drastis. Golongan darah yang paling banyak diminta adalah darah O. Sedangkan yang jarang darah AB. Dalam pemenuhan darah, kata Sumardika, selain berasal dari pendonor juga didapatkan dari pendonor pengganti. Saat ini Tabanan sediri memiliki 3.500 pendonor rutin. Mulai ada perubahan permintaan darah mengacu tipe penyakit, itu dibenarkan Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila. Menurutnya, permintaan darah untuk pasien DBD saat ini memang jauh menurun. Alasannya, jumlah pasien yang dirawat juga mengalami angka penurunan. Penurunan pasien rawat inap DBD di BRSU itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya ada kebiasaan hidup sehat di masyarakat. Karena itu penanganan pasien DBD sudah berjalan baik pada tingkat puskesmas. Pasien yang perlu rujukan ke BRSU itu hanya mereka yang memerlukan tindakan tingkat lanjut saja. Meski terjadi penurunan pasien DBD, kata Susila, bukan berarti kewaspadaan terhadap penyakit ini dikendorkan. Alasannya, sifat virus penyebab DBD jika dilihat dari pola lima tahunan ada fluktuasinya. Agar tidak terjadi lonjakan kasus tersebut diharapkan masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika dilihat dari data 10 penyakit rawat inap saat ini pasien terbanyak ada di BRSU. Dikatakan, untuk penyakit DBD tahun 2018 ini tidak tercatat masuk 10 besar. Penyakit yang paling banyak dirawat inap di BRSU justru penyakit diare selain gangguan pencernaan, pneumonia akut serta cidera kepala ringan. (kmb24)

Tahun Depan, Puskesmas Siap-siap Jadi BLU Tabanan (Bali Post) Tahun 2019 mendatang seluruh puskesmas di Tabanan bersiap-siap menuju Badan Layanan Umum (BLU). Dengan menjadi BLU, ke depan puskesmas bisa melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri. Diyakini dengan cara tersebut, pelayanan kepada masyarakat bisa menjadi lebih baik. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Tabanan I Wayan Triana mengatakan, Selasa (27/3) kemarin, dengan menjadi BLU nantinya puskesmas di Tabanan bisa secara fleksibel mengelola keuangannya. Pengelolaan uang secara lebih flesibel itu juga sekaligus dapat melakukan pembelanjaan sarana obat dan lain lainnya sendiri. Sejauh ini pengadaan sarana hingga obat masih melalui Dinas Kesehatan yang harus melalui proses tender, sehingga memakan waktu relatif lama. Namun, apabila puskesmas berstatus BLU, pengadaannya tidak perlu lagi menunggu tender. “Pengadaan melalui Dinkes paling cepat dua bulan. Itu pun kalau tidak gagal. Bila gagal malah bisa lebih lama,” ujarnya. Tahun depan, kata Triana, seluruh puskesmas di Tabanan yang berjumlah 20 itu diharapkan semuanya bisa berstatus BLU. “Memang ada desain direncanakan secara bersamaan. Regulasinya memang seperti itu. Pilihannya ada dua menjadi BLU atau tidak,” ujarnya. Meski Dinkes mengajukan 20 puskesmas, Triana mengatakan hal itu tergantung penilaian tim Pemkab Tabanan. Sekarang proses BLU-nya sendiri sedang tahap penyusunan dokumen. (kmb24)

WORKSHOP - Wabup Sanjaya saat menghadiri workshop yang digelar Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan.

Lulus TK Tidak Harus Pintar Baca Tulis

Tabanan (Bali Post) Selama ini masih banyak orangtua yang beranggapan salah terkait anak lulusan Taman Kanak-kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebanyakan apresiasi para orangtua menilai anak lulusan TK/Paud wajib sudah bisa baca tulis dan juga berhitung (calistung). Padahal, calistung itu baru diajarkan pada anak ketika masuk Sekolah Dasar. Bahkan tuntutan lulusan TK/Paud bisa baca tulis hitung juga muncul dari pihak SD itu sendiri. Kondisi inilah yang mendapat sorotan Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan yang akhirnya mereka sepakat menggelar workshop pendidikan karakter dan pembelajaran inovatif guru TK/Paud se-Kabupaten Tabanan, Selasa (27/3) kemarin. Ketua Dewan Pendidikan I Wayan Madra Suartana mengatakan, pembelajaran di TK/Paud semestinya hanya bersifat bermain, bergembira

dan bercanda. Alasannya, pada jenjang pendidikan tersebut idealnya harus lebih diarahkan pada pendidikan karakter dan pembelajaran inovatif. ‘’Dari workshop ini kami ingin menyamakan persepsi, sehingga tidak ada lagi persoalan yang aneh-aneh, apalagi muncul masalah unik dan spesial di TK/PAUD,’’ terangnya. Tidak hanya itu, dikatakan kondisi gedung TK/Paud di sejumlah wilayah Kabupaten

Tabanan ada juga yang belum representatif. ‘’Ini yang coba kita cari solusinya, agar ke depan standar TK/Paud harus sama antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya,’’ ucapnya. Bahkan Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan berharap ke depannya antara Paud dan TK di desa masingmasing bisa disatukan. Sebab, selama ini jenjang pendidikan ini belum maksimal dapat

kucuran bantuan. Sehingga masih ada kondisi sekolah cukup memprihatinkan dari segi sarana prasarana. ‘’Dengan penggabungkan antara Paud dan TK, dimungkinkan dikelola di desa setempat. Itu ada anggarannya, dengan cara standardisasi TK/Paud yang ada di desa dan kota ataupun TK negeri dan swasta, maka standarnya akan sama,’’ ucapnya. Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga menilai pendidikan di TK/ Paud lebih tepat diarahkan pada pendidikan karakter. Pihaknya pun mengapresiasi langkah para pakar pendidikan di Tabanan, karena di tengah minimnya anggaran pendidikan, mereka masih bisa

mencoba mencari solusi dari munculnya beragam persoalan pendidikan. Pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan jajaran legislative, khususnya dalam penyiapan anggaran untuk jenjang pendidikan TK/ Paud yang merupakan pendidikan dasar, pembentukan karakter generasi muda yang baik. ‘’Kami akan desak jajaran komisi III di DPRD, agar mengalokasikan anggaran pendidikan yang ideal sesuai standarisasinya,’’ ucapnya. Workshop yang digelar selama dua hari itu mendatangkan pemateri dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali, Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI), dari pakar akademisi Unud. (kmb28)

Bupati Eka Tinjau Imunisasi JE di SMPN 3 Penebel

Bangsa Sehat Dibangun dari Generasi yang Sehat

SETELAH ditunjuk sebagai pilot project program Kementrian Kesehatan dalam kampanye sekaligus imunisasi penyakit radang otak Japanese Encephalitis (JE), Pemkab Tabanan terus melakukan langkah-langkah cepat imunisasi tersebut. Setelah sukses dilakukan di SMPN 1 Tabanan, imunisasi/vaksinasi tersebut berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya. Salah satu sekolah yang menjadi pusat imunisasi JE tersebut adalah SMPN 3 Penebel. Acara itu dihadiri dan dipantau langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Selasa (27/3) kemarin. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Camat Penebel IGA Supartiwi dan OPD Tabanan. Bupati Eka mengatakan program JE ini merupakan salah satu agenda yang diprioritaskan di Tabanan. Pasalnya, Japanese Encephalitis ini merupakan penyakit berbahaya. Untuk membentuk suatu bangsa yang sehat kata Bupati harus dimulai dari generasi penerus yang sehat pula. ‘’Program ini harus terus dijalankan dan digaungkan dalam membentuk bangsa sehat yang dimulai dari generasi penerus yang sehat. Dengan adanya anak-

TINJAU - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat meninjau pelaksanaan imunisasi JE, Selasa (27/3) kemarin di SMPN 3 Penebel. anak yang sehat dan cerdas, maka kita akan memiliki anak-anak yang bisa kita percayakan dapat memikul beban membangunkan bangsa ini. Di Tabanan sendiri kita telah berhasil mencapai 65 persen imunisasi. Program ini terus berlanjut hingga April, saya menargetkan 100 persen berhasil,’’ ungkapnya. Bupati Eka berpesan kepada

para siswa agar memiliki kepribadian yang tangguh. Itu penting untuk mengejar cita-cita dan menjadi anak yang berguna. Tidak lupa Bupati Eka berpesan agar anak-anak selalu berpikir positif dan menjadi anak yang memiliki Budi Pekerti yang baik. ‘’Bangunlah mental dan jiwa yang kuat. Artinya, kalian dapat memperjuangkan keinginan dan

Warga Binaan Lapas Dilatih Buat Tempe Dua puluh warga binaan Lapas II B Kabupaten Tabanan dilatih membuat tempe, Selasa (27/3) kemarin. Pelatihan membuat tempe itu diberikan untuk menambah keterampilan para napi tersebut. Dengan harapan, setelah rampung masa hukumannya para warga binaan mampu membuka lapangan usaha baru. Bagaimanakah atensi dan apresiasi para napi mengikuti pelatihan pembuatan tempe tersebut? TUJUAN diberikan pelatihan pembuatan tempe tersebut, di samping sebagai bekal ketrampilan setelah mereka bebas kelak, juga karena keperluan tempe juga dipergunakan bahan makanan sehari-hari bagi warga binaan. ‘’Karena itu pelatihan pembuatan tempe secara mandiri menjadi efektif,’’ ucap Kasi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja I Gusti Agus Putra Mahendra seizin Kepala Lapas II B Tabanan. Pelatihan keterampilan pembuatan makanan bagi

Bali Post/kmb28

warga binaan sesungguhnya rutin dilakukan tiap tahun. Pelatihan yang diberikan pun beragam, mulai pelatihan cuci motor, berternak. Nantinya juga akan dilakukan pelatihan potong rambut alias cukur. Dengan bekal seperti itu mereka akan memiliki keterampilan setelah kembali ke masyarakat. ‘’Bahkan mantan napi kami harapkan bisa membuka lapangan kerja baru,’’ terangnya. Kegiatan yang digelar ini bekerja sama dengan

program pelatihan kerja kabupaten, di bawah naungan Disnakertrans Tabanan. Melalui transformasi seperti ini, diharapkan bisa menjadikan lembaga pemasyarakatan Lapas II B Tabanan menjadi lembaga produktif. Sehingga warga binaan dapat memanfaatkan waktunya dengan baik untuk menghasilkan sesuatu yang berguna. Sejumlah narapidana yang ditunjuk mengikuti pelatihan juga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya pelatihan pembuatan tempe, sebelumnya pada hari yang sama juga dilakukan peresmian penerapan transaksi nontunai, khususnya di kantin dan koperasi lapas. Di mana para narapidana mendapatkan kartu semacam ATM. Kartu itu untuk transaksi di kantin lapas. Program ini selain merupakan agenda pemerintah pusat, juga bertujuan

menjaga keamanan di dalam lapas sendiri. Seperti warga binaan agar lebih mudah melakukan transaksi. Selain itu, juga untuk meminimalisasi hal-hal negatif lainnya. Seperti transaksi narkoba dan juga mencegah pungli dalam kaitan kepengurusan hak-hak warga binaan. Bahkan sebelum diterapkan transaksi nontunai, juga telah dilakukan sosialisasi bagi warga binaan dari perbankan yang ditunjuk. ‘’Untuk menertibkan peredaran uang serta mencegah pungli, bahkan pada kartu warga binaan itu dicantumkan nama napi masing-masing. Karena itu tidak mungkin tertukar,’’ pungkasnya. (bit)

PELATIHAN - Pelatihan pembuatan tempe oleh warga binaan Lapas II B Tabanan.

cita-cita kalian. Boleh gantungkan cita-cita kalian setinggi langit. Yakinlah dengan cita-citamu. Selalu berpikir positif serta Berbudi Pekerti luhur. Hormati orangtua dan jangan menjadi pribadi yang individualistik. Ingat, dalam hidup ini kita harus selalu menabung kebaikan,’’ ucap Bupati Eka. Bupati Eka menambahkan, di tahun 2019 nanti dirinya berharap program Trans Serasi ini bisa dinikmati oleh seluruh kecamatan, termasuk Kecamatan Penebel. Selain melakukan peninjauan, Bupati Eka juga memberikan kuis kepada anak-anak SMPN 3 Penebel. Para siswa yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah sebuah sepeda. Sementara itu, dr. I Nyoman Suratmika menjelaskan, imunisasi JE ini akan menjadi imunisasi rutin yang akan diberikan kepada anak-anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun. Hingga kemarin jumlah anak-anak yang di imunisasi di Tabanan ini sudah mencapai 54 ribu lebih dari total yang ditargetkan 84 ribu lebih. Diharapkan April nanti imunisasi ini sudah selesai sesuai 100 persen sesuai target ‘’Imunisasi dilakukan Maret hingga April 2018. Pada Maret

nanti kami fokus pada sekolah yang terdiri dari Paud, TK, SD, dan SMP. Sedangkan di April kami fokus pada nonsekolah. Seperti Posyandu, Poskesdes, Puskesmas dan Rumah Sakit,’’ jelasnya. Selain imunisasi/vaksinasi pihaknya juga menjelaskan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Karena kegiatan itu dapat mencegah siklus nyamuk dan menekan penyakit lainnya. Dirinya juga menambahkan, Agustus mendatang akan dilakukan vaksin Rubella (MR). ‘’Kami berharap masyarakat dan semua pihak sadar pentingnya imunisasi ini,’’ imbuhnya. Kepala SMPN 3 Penebel I Made Wiratnyana memberikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Tabanan, Dinas Kesehatan serta semua pihak yang telah memberikan imunisasi secara gratis. ‘’Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan vaksinasi kepada siswa kami. Kami juga berterima kasih kepada Ibu Bupati Tabanan yang telah memfasilitasi kepada kami. Kami juga berterima kasih karena infrastruktur, semua jalan sudah di-hotmix sehingga warga yang berangkat sekolah dapat lebih cepat,’’ ungkapnya. (ad1264)


KARANGASEM

8 SOSOK Usulan dari Bawah DESA Bugbug kini terus melakukan penataan. Setelah menyelesaikan pembangunan pasar desa, rencananya desa tua ini ingin membangun sebuah gedung yang akan dijadikan Kantor Perbekel Bugbug baru. Sudah tentu yang lebih representatif di lahan SDN 5 Bugbug. Sayangnya, rencana tersebut masih terganjal upaya regrouping SD ini. Akan tetapi, sejauh ini belum mendapat lampu hijau dari Disdikpora Karangasem. Perbekel Desa Bugbug Gede Suteja mengatakan seharusnya sudah tidak ada alasan lagi, untuk tak merespons usulan regrouping ini. Sebab, usulan ini datang dari bawah. Selain itu, SDN ini jumlah siswanya juga sangat minim. Masih ada empat sekolah lainnya yang siap menampung siswa, bila regrouping ini berjalan. ‘’Soal regrouping ini, beda persoalan dengan yang di Sibetan. Di Bugbug ini, usulannya secara berjenjang dari bawah sebelum diusulkan ke Disdikpora,’’ kata Suteja saat ditemui di Desa Bugbug, Senin (26/3) lalu. Bila usulan regrouping itu disetujui, maka areal itu rencananya dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru Perbekel Bugbug. Didesain lengkap dengan kantor perangkat desanya. Terlebih, sesuai tuntutan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, semua perangkat desa itu harus memberikan pelayanan yang teritegrasi satu kantor dengan staf perbekel. Itu penting, agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Setelah usulan itu disampaikan sejak tahun lalu, pihaknya mengaku belum mendapat penjelasan resmi dari Disdikpora Karangasem. Suteja berharap aspirasi masyarakat ini dapat diakomodir terkait realisasi rencana tersebut. ‘’Bugbug ini desa yang besar. Rencana itu harus segera direalisasikan, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,’’ tegas pensiunan polisi ini. (gik)

Pasebaya Agung Komit Takkan Pernah Bubar Amlapura (Bali Post) -

Gunung Agung memang tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda bahaya. Harapan Gunung tertinggi di Bali itu akan kembali normal pun semakin besar. Meski demikian, Pasebaya Gunung Agung, sebagai lembaga nonformal yang selama ini menjalankan fungsi edukasi dan pengawasan itu menetapkan komitmen tidak pernah mengendurkan kewaspadaan. Bahkan, sejumlah relawan di lembaga ini memastikan, meski Gunung Agung sudah normal sekalipun, Pasebaya Agung tak akan pernah bubar.

Sidak KTR

Tim Yustisi Pergoki ASN Merokok

Amlapura (Bali Post) Tim Yustisi Pemkab Karangasem mengadakan inspeksi mendadak (sidak) penegakan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tim Yustisi itu melakukan penyisiran ke sejumlah organisasi perangkat daerah Senin (26/3) lalu. Hasilnya, tim memergoki beberapa pegawai sedang asyik merokok di lingkungan tempat kerjanya. Tim Yustisi yang berkekuatan 30 personel, itu pertama kali menyasar Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sekitar pukul 09.00 Wita. Di sana, tim yang dipimpin Made Subagia Wijaya itu menemukan salah seorang pegawai sedang asyik merokok. Oknum ASN berinisial PA itu tak sempat membuang puntung rokoknya sebab Tim Yustisi datang secara tiba-tiba. Usai memberi surat peringatan kepada oknum pegawai tersebut, Tim Yustisi kemudian bergerak ke Kantor Dinas Pertanian di Jalan Ngurah Rai. Di dinas yang dipimpin Wayan Supandi itu tim memang tidak menemukan pegawai sedang merokok. Namun di halaman depan kantor tim ditemukan banyak puntung rokok. Kesannya sengaja dibuang di tempat sulit. Temuan serupa juga didapatkan ketika Tim Yustisi mengadakan sidak ke Kantor Lurah Padangkerta. Puntung rokok itu malah ditemukan di halaman di bagian depan kantor. Sebelum meluncur ke Padangkerta, tim mampir ke Kantor Dinas Sosial di sebelah utara Kantor DPRD. Di sana tim kembali mendapati seorang pegawai sedang merokok di halaman kantor. Pegawai berinisial RM itu hanya pasrah ketika tim penegak Perda itu datang menghampiri dirinya. Yang bersangkutan hanya bisa menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Meski Perda KTR Karangasem menjatuhkan sanksi kepada setiap PNS yang melanggar, namun pada sidak tersebut Tim Yustisi masih mengagendakan pola persuasif. Oknum pegawai yang kedapatan merokok hanya diberikan pembinaan agar tidak merokok disembarang tempat. Untuk memunculkan efek jera, oknum pegawai bersangkutan diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermeterai. ‘’Sementara masih bersifat peringatan, kalau kedapatan lagi baru kemudian kita berikan sanksi,’’ ujar Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Karangasem Made Sukanta Winaya dikonfirmasi, Selasa (27/3) kemarin. Sukanta mengatakan sidak Tim Yustisi itu juga untuk tujuan sosialisasi. Selain memberikan pembinaan kepada pegawai yang kedapatan merokok, tim juga melakukan pemasangan stiker kawasan tanpa rokok di perkantoran yang menjadi sasaran sidak. (kmb)

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya

Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura

0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Bali Post/kmb31

DISKUSI PASEBAYA - Aktivitas diskusi di Posko Pasebaya Agung sekaligus bertukat informasi terkini perihal informasi yang ditemukan di lapangan.

Pasemetonan Jagabaya atau disingkat Pasebaya Lingkar Gunung Agung bukan sekadar ikatan relawan biasa. Setelah dibentuk, tanggung jawabnya rupanya lebih dari sekadar mengamati dan memberikan informasi seputar aktivitas Gunung Agung. Kepercayaan masyarakat terhadap Pasebaya ini membuat lembaga nonformal ini kini menjadi komunitas relawan serba bisa. Tidak hanya soal mengamati dan melaporkan, tetapi juga menjembatani hampir seluruh persoalan warga di kaki Gunung Agung. Salah satu relawan Wayan Turun, Selasa (27/3) kemarin, mengatakan ada atau tidaknya bahaya aktivitas Gunung Agung itu kesiapsiagaan harus tetap dibangun. Sebab, Gunung Agung sebagai gunung api aktif itu pasti akan meletus. Tetapi, kapan waktunya tiba dan letusannya seperti apa, tidak ada yang akan pernah tahu. Dikatakan, para relawan yang selama ini bergabung ini tidak terikat. Mereka bekerja sebagai relawan ini muncul dari kesadaran mereka terhadap pentingnya peran optimal sebagia warga ikut penyebarluasan informasi selain edukasi kepada warga dan 28 desa yang terdampak. Relawan lainnya, Nyoman Eka Semaraputra, juga mengungkapkan hal serupa. Selain edukasi dan pengawasan aktivitas Gunung Agung, selama ini relawan Pasebaya Agung juga proaktif membantu penanganan dampak bencana lainnya. Melakukan kegiatan lainnya yang bersifat kemanusiaan. ‘’Selama Gunung Agung ada, ancaman bahaya juga pasti ada. Karena itu, tidak ada alasan, buat kami bubar,’’ kata relawan yang akrab disapa Mang Eka ini. Para relawan ini memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Meski tahu pasemetonan seperti ini tidak mungkin mengharapkan imbalan, mereka tetap bersemangat. Kepuasan

menjadi relawan bukan diukur dari materi. Tetapi, bagaimana memberikan informasi yang riil di lapangan hingga mampu menyelamatkan nyawa banyak orang. Jangankan mendapatkan materi, biaya operasional sehari-hari di lapangan yang cukup tinggi ditalangi sendiri. ‘’Kita ingin semua warga selamat dari ancaman bencana seperti ini. Dengan memperoleh informasi dini dan benar. Kita bahagia kebersamaan kita ternyata bermanfaat,’’ tegas Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana. Pawana juga berpikiran tak akan pernah membubarkan Pasebaya Agung. Sebab, membentuknya juga tidak mudah, hingga bisa berperan efektif seperti sekarang ini. Bukan saja menjadi andalan masyarakat juga lembaga lain yang perlu informasi seputar aktivitas Gunung Agung dan peristiwa di sekitarnya. Justru sebagai penghargaan begitu banyak peran dan fungsi relawan di lapangan, dia kini sedang menyusun buku perjalanan Pasebaya Agung sejak dibentuk hingga sekarang. Ini sebagai bahan edukasi ke depannya. Seperti apa gambaran bencana saat itu dan apa yang harus dilakukan. Pasebaya ini dideklarasikan 17 November 2017. Lembaga nonprofit ini bertujuan memberikan informasi kepada warga, khususnya di 28 desa. Melalui informasi yang diterima warga di wilayah terpapar, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana erupsi Gunung Agung. Melalui jejaring Pasebaya ini, informasi mengenai Gunung Agung lebih akurat dan terkini dengan dukungan 727 relawan aktif di lapangan. Di samping jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi via aplikasi Whatsapp. ami akan tetap bertugas seperti biasa. Tanpa banyak mengeluh dan juga meminta. Sebab, kami sadar ini adalah misi kemanusiaan kami,’’ tegas Pawana. (kmb31)

Dari Turki Jatuh ke Karangasem

Mas Sumatri Tanda Tangani Prasasti Perdamaian Dunia di Putung SUASANA di objek wisata Putung di Desa Duda Timur, Selat terlihat berbeda dari biasanya. Bekas bangunan hotel dan restoran yang sempat lumutan itu iba-tiba berubah, dibalut kain merah putih, sehingga kesannya tampak meriah dan semarak. Putung yang sempat menjadi ikon pariwisata Karangasem itu mendadak ramai. Sebab, Selasa (27/3) kemarin di tempat itu menjadi lokasi penetapan Hari Keluarga Bumi. Penetapan Hari Keluarga Bumi itu ditegaskan dengan penandatangan prasasti oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia Dr. Djuyuto Suntani bersama Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Panandatanganan itu dilakukan pada sebuah batu besar, yang didatangkan dari Pura Tapsai, Rendang, sekitar pukul 10.00 Wita. Momen bersejarah bagi Karangasem itu diiringi tabuh baleganjur yang digarap I.B. Darma Satya Wibawa atau Gus Mame. Tabuh itu mendukung tari Hanoman dari Komunitas Budaya Dwi Poma, Desa Duda. Pada awal acara, maestro musik Gus Teja membawakan dua buah lagu musikal melalui alunan serulingnya.

Bupati Mas Sumatri berharap penetapan Hari Keluarga Bumi ini menjadi momentum kebangkitan Putung sekaligus Karangasem. Pihaknya bahkan meminta Komite Perdamaian Dunia ini bisa setiap tahun datang ke Putung, terkait peringatan hari bersejarah perdamaian dunia tersebut. ‘’Perdamaian dunia ini merupakan harapan bersama, agar kita bisa saling menghargai antarsesama umat beragama. Konsep Tri Hita Karana mendasari Hari Keluarga Bumi ini. Kita semua makhluk bumi ini sesungguhnya juga merupakan keluarga Bumi,’’ ujarnya. Bupati juga memberikan penekanan bahaya terjadinya disintegrasi bangsa. Salah satu solusinya harus komunikasi itu terus dibangun untuk menekan radikalisme. Putung ini sesungguhnya punya aura luar biasa. Dengan adanya prasasti batu yang diambil dari lereng barat Gunung Agung itu diharapkan mampu menyedot perhatian masyarakat dunia agar datang ke Putung ini. ‘’Mari gaungkan ke seluruh dunia bahwa kita adalah keluarga Bumi. Yang tak kalah pentingnya, jangan lupakan Karangasem karena

Karangasem merupakan the Spirit of Bali,’’ serunya. Dr. Djuyoto Suntani mengatakan terpilihnya Putung sebagai tempat penetapan Hari Keluarga Bumi ini merupakan kehendak Tuhan. Dirinya kemarin semestinya berada di Konya, Turki untuk menetapkan Kota Tasaup Dunia itu. Namun, tiba-tiba ada perubahan agenda dan akhirnya bisa datang ke Karangasem meresmikan sekaligus mencanangkan Hari Keluarga Bumi ini. ‘’Ada sembilan alasan memilih Karangasem menjadi tempat peresmian Hari Keluarga Bumi ini. Bukan saja aspek spiritual, juga budaya, geografis, relegiusitas, demografi, sosial, mutasi dan siklus kehidupan, aspek filosofis dan aspek etika tata krama. Semua aspek itu sekaligus dicanangkan di Karangasem, hari ini (kemarin - red) Hari Keluarga Bumi sudah dirayakan di Kosovo,’’ ungkapnya. Pihaknya sependapat konsep Tri Hita Karana di Bali, ini juga mengajarkan bahwa seisi alam ini adalah keluarga. Prasasti sebagai simbol hari Keluarga Bumi, itu dibubuhkan di atas batu yang merupakan keluarga tua bumi ini.

BUBUHKAN TANDA TANGAN - Bupati IGA Mas Sumatri dan Presiden Komite Perdamian Dunia Dr. Djuyoto Suntani membubuhkan tanda tangan di atas batu prasasti sebagai tanda penetapan Hari Keluarga Bumi di objek wisata Putung, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem. Batu adalah peradaban kuno. Bahkan, paradaban prasejarah. Terpilihnya Karangasem juga karena sejarah masa lampaunya. Karangasem dan Bali juga memiliki nilai-nilai kedewataan. Prinsip local genius yang mendasari itu layak diajarkan ke seluruh dunia. Penetapan Hari Keluarga Bumi di Putung ini juga dihadiri Wabup Wayan Artha Dipa, para tokoh masyarakat,

OPD di lingkungan Pemkab Karangasem, para perbekel, Forkompinda dan para pelaku pariwisata. Perbekel Duda Timur, Gede Pawana, berharap batu prasasti Hari Keluarga Bumi ini mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Putung. ‘’Melalui momen ini, kita harapkan Putung mampu bangkit kembali seperti era 1980-an,’’ harapnya. (ad1269)

Terkait Penanganan Narkoba

BNK Karangasem Dorong Desa Bikin Perdes Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sudah resmi dibentuk di Karangasem. BNK ini di bawah pimpinan AKBP Nyoman Sebudi. BNK Karangasem mulai bekerja melakukan upaya-upaya pencegahan. Salah satunya mendorong partisipasi desa membuat peraturan desa (perdes) yang mengatur sanksi moral, bagi siapa saja yang menyalahgunakan narkoba. Bagaimanakah wujud perdes tersebut?

AKBP I Nyoman Sebudi

AKBP Nyoman Sebudi menegaskan, perdes yang akan disusun itu sudah pasti nantinya tidak akan bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Pembuatan perdes itu sesunggunya dalam rangka program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Di dalam perdes itu nanti diatur lebih rinci masalah sanksi sosial. Perdes

itu dampaknya sangat bagus, bila desa itu mampu menerapkannya. Penting perdes itu dibuat sebagai langkah efektif memberikan efek jera kepada pelakunya. Jadi, sebelum mendapat sanksi moral, bagi siapa pun yang sudah pernah melakukan penyalahgunaan narkoba itu, mereka itu diharapkan segera bisa insyaf. Karena itu, perlu segera melaporkan diri

ke BNK daripada petugas tahu lebih dulu kemudian ditangkap. Jika mau kooperatif, yakni melapor terlebih dulu, maka pihak BNK bisa membantu warga itu melakukan rehabilitasi. ‘’Jadi jangan takut. Bagi masyarakat kiranya mengetahui, mengalami, melihat orang memakai narkoba harus ada kesadaran sendiri untuk segera melapor ke BNK. BNK Karangasem berkantor di Lingkungan Karanglangko. Atau bisa juga mengadukan melalui email atau media sosial BNK,’’ ujar Kepala BNK asal Buleleng ini, Selasa (27/3) kemarin. BNK Karangasem ini baru efektif bertugas sekitar seminggu lalu. Saat ini, BNK sedang fokus mempersiapkan saranaprasarana dulu. Seperti kantor

di Jalan Diponegoro, Lingkungan Karanglangko, tepatnya di sebelah Kantor Saber Pungli Karangasem. Untuk biaya operasionalnya, saat ini masih dibantu pemerintah daerah, melalui Kesbanglinmas. Karena pemerintah daerah juga mendukung penuh adanya upaya P4GN ini, guna terus menekan penyalahgunaan narkoba yang ujung ujungnya dapat merusak generasi muda. BNK Karangasem ini akan berkantor di Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Karangasem itu, sampai rencana gedung sendiri terbangun. AKBP Sebudi menegaskan, pihaknya sudah mendapatkan hibah untuk membangun gedung sendiri di lahan seluas 15 are di belakang Gedung Bank

Sampah, sebelah selatan Tugu Pahlawan Karangasem. Saat ini, BNK Karangasem juga proaktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Action itu sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dibandingkan kabupaten/kota di Bali, tingkat penyalahgunaan narkoba di Karangasem memang masih terendah di Bali. Tetapi, pihaknya sudah memetakan ada beberapa daerah abu-abu di Karangasem yang dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkoba. ‘’Tentu kehadiran BNK Karangasem ini dapat menekan ruang gerak peredaran penyalahgunaan narkoba ini menjadi kian sempit,’’ tegasnya. (gik)


Rabu Paing, 28 Maret 2018

SOSOK

GIANYAR

Pemkab Tetap Proses Permohonan Bansos

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar tetap memproses pencairan bansos, meskipun Bawaslu Bali telah menyampaikan imbauan agar pencairan bansos ditunda. Alasannya, belum ada petunjuk tertulis mengenai hal tersebut dan permohonan bantuan dari masyarakat sudah diakomodir di APBD.

Perkuat ”Green Tourism” PELESTARIAN lingkungan tidak bisa dilepaskan dari konsep pengembangan dan pengelolaan desa wisata di Kabupaten Gianyar. Salah satu persoalan yang selalu menjadi kendala pelestarian lingkungan adalah peliknya masalah sampah. Oleh karena itu, Disparda Gianyar memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta belum lama ini menyampaikan, persoalan sampah menjadi tanggung jawab semua pihak. Beranjak dari pemikiran tersebut, pihaknya telah mengupayakan agar desa wisata memiliki sistem pengelolaan sampah. Selain pelestarian lingkungan, tujuannya juga terkait peningkatan ekonomi masyarakat. ‘’Kita ingin bagaimana sampah bisa dikelola dan punya manfaat ekonomis ke warga,’’ kata mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Gianyar ini. Dijelaskannya, pihaknya telah menyiapkan mesin pencacah sampah plastik yang akan dibagikan ke dua desa wisata di Kabupaten Gianyar. Alat tersebut akan mendukung bank sampah atau TPST di desa bersangkutan. ‘’KK miskin kita pandu dia agar kelola bank sampah. Desa punya dana dan lahan yang bisa digunakan untuk pengelolaan sampah ini. Masuklah konsep green tourism,’’ ujarnya. Diungkapkannya lebih lanjut, konsep ini memang baru akan diterapkan di dua desa wisata. Namun pihaknya berkeinginan seluruh desa wisata bahkan seluruh desa di Kabupaten Gianyar bisa melaksanakannya. ‘’Dengan begitu, konsep community based tourism, sustainable tourism, ecotourism dan green tourism bisa benar-benar diimplementasikan,’’ tegas Ari Brahmanta. (ded)

Keracunan di Mudita

Kadiskes Nyatakan Disebabkan Bakteri Gianyar (Bali Post) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Gianyar sudah menerima hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan massal di Banjar Mudita, Desa Sukawati. Hasil penelitian menyimpulkan penyebab keracunan adalah bakteri pada makanan. ‘’Itu hanya bakteri yang ada di sekitar kita, karena kurang bersih atau tercemar waktu memasak atau membungkus,’’ ungkap Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani, Selasa (27/3) kemarin. Dijelaskannya, makanan yang sebelum dikonsumsi oleh krama Banjar Mudita saat pangerupukan bisa tercemar saat proses memasak atau pembungkusan akibat tangan yang kotor atau pun alat pembungkus yang tercemar. ‘’Intinya, pengelolaan makanan harus bersih, mulai dari bahan, cara mamasak, alat memasak sampai termasuk kebersihan orang yang makan,’’ ucapnya. Faktor lain yang berpengaruh, katanya, rentang waktu memasak dengan saat dikonsumsi. Ia pun kembali mengimbau agar pengelola makanan memperhatikan kebersihan dan kesehatan konsumen. Ditegaskannya, hasil temuan bakteri ini membantah dugaan unsur kesengajaan atau upaya meracuni yang dilakukan oleh oknum tertentu. Namun, ia enggan menjelaskan di makanan apa terdapat unsur bakteri yang menjadi penyebab keracunan. ‘’Masalah bakteri kan bisa di mana-mana, terutama pada lingkungan yang kotor,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukawati AKP I.B. Mas Kencana mengaku masih menunggu hasil penelitian Laboratorium Forensik. Petugas sudah mengambil sampel makanan di antaranya berupa nasi, lauk dan mie. ‘’Kami masih menunggu pengecekan di labfor. Kalau Diskes mungkin melakukan pengecekan di BBPOM,’’ jelasnya. Mengenai penyebab keracunan massal, Mas Kencana menduga ada pada nasi yang dikonsumsi secara bersama seusai mengarak ogoh-ogoh pada malam pangerupukan. Nasi inilah yang diduga mengandung racun. ‘’Cuma kandungan racun di dalamnya seperti apa, itu yang belum diketahui,’’ katanya. Meski dugaan kuat sumber keracunan adalah nasi bungkus, namun dia tidak melihat adanya faktor kesengajaan dalam kasus ini, terlebih keluarga dari penjual nasi sendiri ikut keracunan. ‘’Kalau faktor keteledoran itu mungkin, kan bisa saja bahan makanan kurang dicuci bersih atau semacamnya,’’ ujarnya. (kmb35)

Berdasarkan data, terdapat 1.735 proposal yang masuk di APBD 2018 melalui Bagian Pengelolaan Bantuan Masyarakat Setda Kabupaten Gianyar. Total nilainya mencapai Rp 73,8 miliar. Dari jumlah itu, baru tujuh proposal dengan nilai Rp 485 juta sudah cair. Sedangkan yang masih dalam proses sebanyak 218 proposal dengan nilai Rp 8,3 miliar. Kabag Pengelolaan Bantuan

Masyarakat Wayan Wirasa mengaku terus memproses pencairan bansos, meski ia sudah mendengar mengenai imbauan Bawaslu dari media massa. ‘’Imbauannya saya baca begitu. Korannya pun sudah saya kliping,’’ ucapnya saat ditemui, Selasa (27/3) kemarin. Meski sudah mengetahui imbauan tersebut, namun ia mengaku belum menerima surat resmi dari Bawaslu sehingga

DALAM rangka konsolidasi program serta memperoleh kesepakatan bersama, sinergitas dan prioritas program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019, Pemkab Gianyar melalui Bappeda dan Litbang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD Tahun 2018 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (27/3) kemarin. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. serta dihadiri anggota DPRD Kabupaten Gianyar dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Gianyar. Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng mengatakan, terkadang penyusunan Dokumen RPJMD kabupaten, substansinya belum sepenuhnya mengacu kepada RPJMD provinsi. Begitu pula RPJMD desa substansinya belum sepenuhnya mengacu kepada RPJMD kabupaten. Di samping fenomena itu, terlihat juga di tingkat kelembagaan acapkali terjadi hubungan yang belum linier. Hal ini diakibatkan oleh adanya variasi nomenklatur kelembagaan OPD yang berbeda antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten. Perbedaan nomenklatur ini berimplikasi pada kurang optimalnya pelaksanaan koordinasi dalam pelaksanaan tugas yang bersifat lintas-kabupaten. Guna meminimalisir dampak dari hal tersebut, sangat diperlukan adanya koordinasi yang lebih intensif dari berbagai strata pemerintahan dan juga berbagai pihak terkait

melalui Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD Tahun 2019. ‘’Dengan kegiatan ini, kami harapkan dapat terwujud pemahaman yang sama tentang tahapan, proses dan substansi membangun perencanaan yang berkualitas. Yaitu perencanaan yang transparan, responsif, efisien, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan dan berwawasan lingkungan,’’ tegas Rochineng. Rochineng menambahkan, draf substansi perencanaan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rancangan Awal RKPD Kabupaten Gianyar Tahun 2019 sudah mengalir dan mencerminkan sinergi serta harmonisasi antara kebijakan dari hulu ke hilir, serta usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat. Mengedepankan prinsip-prinsip perencanaan pembangunan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, budaya dan lingkungan melalui pendekatan THIS (Thematic, Holistic, Integrated, dan Special). Diakui Rochineng, di balik upaya semaksimal mungkin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, masih banyak permasalahan yang dihadapi dan harus diselesaikan pemerintah. Masalah dimaksud di antaranya, kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, alih fungsi lahan, kemacetan di kawasan pariwisata Ubud, bencana alam, kebersihan lingkungan dan layanan birokrasi yang masih perlu ditingkatkan. Menyikapi permasalahan tersebut, maka tema kegiatan saat ini adalah ‘’Memantap-

PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD Tahun 2018 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (27/3) kemarin. kan infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam rangka mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat’’. ‘’Prioritas pembangunan pada RKPD Kabupaten Gianyar Tahun 2019 yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, lingkungan hidup, reformasi birokrasi dan ketentraman ketertiban, sosial, agama dan budaya, koperasi, UKM serta pariwisata,’’ kata Rochineng. Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar Drs. I Gede Widarma Suharta, M.M. mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk implementasi dari UU No. 25 Tahun 2014 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah sebagaimana diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang menyatakan, Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah dan Forum Musrenbang RKPD adalah media memperoleh masukan guna melengkapi dan menyempurnakan Rencana RKPD, baik pada proses maupun pada tahapan pelaksanaan mulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah. ‘’Implementasi dari UU ini mew-

ajibkan pemerintah daerah untuk menyusun RKPD yang berfungsi sebagai Dokumen Perencanaan Pembangunan Tahunan. Penyusunan RKPD dimulai dari Forum Musrenbang secara berjenjang. Mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah hingga pelaksanaan Musrenbang RKPD,’’ terang Widarma Suharta. Lebih lanjut dikatakan Widarma Sukarta, tujuan ketiga kegiatan ini adalah Forum Konsultasi Publik bertujuan untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan dari masyarakat, stakeholders atau perwakilan stakeholders terkait dengan rumusan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Forum Perangkat Daerah bertujuan untuk memaparkan dan merumuskan program dan kegiatan, melakukan sinkronisasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah untuk merumuskan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah. Musrenbang RKPD Kabupaten Gianyar Tahun 2019 bertujuan menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan pada tingkat kabupaten berdasarkan hasil Musrenbang tingkat kecamatan, Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah dan menselaraskan seluruh usulan dari bawah dan kebijakan tingkat atas sehingga dapat ditentukan program dan kegiatan prioritas pembangunan yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD Kabupaten Gianyar Tahun 2019. (ad1260)

Berkas Kasus Kepemilikan 177 Ekstasi Ditemukan

Proses Kasasi Dilanjutkan Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar sempat dibuat geram dengan hilangnya berkas terdakwa kasus narkoba, Joshua Lee Wilson. Akibatnya, proses kasasi sempat terkendala untuk terdakwa kasus narkotika yang menerima vonis bebas di Pengadilan Negeri Gianyar pada 2016 itu. Kini, ketika berkas kasus kepemilikan 177 ekstasi itu ditemukan dan kasasi berlanjut, terdakwa

asal Amerika itu justru sudah tidak diketahui keberadaannya. Pascadivonis bebas, Josh Wilson langsung dikeluarkan dari tahanan. Saat itu pula Kejari Gianyar mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). ‘’Kami juga sempat bersurat ke Mahkamah Agung menanyakan soal kasasi itu, tapi kami malah baru dengar kalau berkasnya hilang,’’ ungkap Kasi Pidana Umum Kejari Gianyar I Wayan Genip,

Selasa (27/3) kemarin. Dijelaskannya, Kejari mendapat informasi bahwa berkas terdakwa yang ditangkap oleh BNN itu sudah ditemukan. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah Josh Wilson yang dituntut jaksa 15 tahun penjara kini tidak diketahui keberadaannya karena sudah divonis bebas. ‘’Sekarang kami tidak tahu di mana dia berada. Untuk selanjutnya kami harus tunggu dulu

putusan dari MA,’’ terangnya. Secara terpisah, Humas PN Gianyar Ida Bagus Ari Suamba mengakui hilangnya berkas perkara vonis bebas yang hendak dikasasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gianyar. ‘’Ya, berkas sempat tidak ketemu, tapi sekarang sudah kami temukan. Kami temukan sekitar awal bulan Maret ini,’’ ujar Ari Suamba. Menurutnya, berkas itu sem-

pat raib karena proses pembangunan gedung baru PN Gianyar, tepatnya saat proses pemindahan berkas dari gedung lama ke gedung sementara. Ketika berkas ditemukan, permohonan dari JPU untuk kasasi langsung diteruskan. Berkas diserahkan ke MA. Dia pun mengakui, keberadaan Josh Wilson belum diketahui. ‘’Untuk eksekusinya itu, menjadi tanggung jawab jaksa,’’ tegasnya. (kmb35)

Budi Daya Lele

Pemkab Kembangkan Sistem Bioflok

Gianyar (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan produksi ikan. Salah satunya berupa pengembangan sistem bioflok. Sistem ini diharapkan bisa memperbesar ukuran ikan lele. Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar I G.A. Dewi Hariani mengatakan secara ekonomis, usaha budi daya lele sangat menguntungkan masyarakat,

karena ikan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tidak memerlukan perawatan rumit. ‘’Namun saat ini yang menjadi kendala di kalangan peternak ikan adalah masalah kebutuhan pakan yang merupakan biaya produksi terbesar yaitu berkisar antara 80-85 persen dari total biaya produksi,’’ katanya, Selasa (27/3) kemarin. Dewi Hariani yang didampingi Kabid Budi Daya DKPKP Gianyar Pande Putu Ayu Sri Ratnawati menjelaskan, program

gianyar - 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122

Kalau tidak, pekerjaan kami menumpuk. Nanti saat pencairan kapan, misalnya setelah pilkada, saat itu kami serahkan,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan membenarkan adanya surat imbauan dari Bawaslu untuk semua kepala daerah di Bali. Namun seperti apa implementasi dari imbauan itu, Hartawan belum melakukan pengecekan mendalam. ‘’Kalau kita hanya meminta penyaluran bansos itu tidak digunakan untuk kepentingan kampanye salah satu paslon,’’ ucapnya. (kmb35)

Rochineng Buka Forum Konsultasi Publik dan Musrenbang RKPD

Telepon Penting Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr.

pihaknya belum memiliki dasar untuk penundaan proses pencairan bansos. Dikatakannya, bansos dari masyarakat ini telah dimohonkan sejak setahun lalu. Kemudian, tahun ini diproses untuk pencairannya. ‘’Semuanya sesuai mekanisme. Sudah masuk buku ABPD. Masyarakat juga sudah kemari untuk memproses. Maka tetap kami jalankan,’’ ujarnya. Apabila surat resmi dari

Bawaslu sudah turun, Wirasa menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah dalam hal ini Penjabat Bupati dan Sekda Gianyar untuk mengambil langkah selanjutnya. ‘’Sepanjang belum ada surat resmi dari Bawaslu, tetap kami jalankan ini,’’ terangnya. Jika nantinya memang harus dilakukan penundaan pencairan bansos, pihaknya akan siap melaksanakannya. Satusatunya cara ialah menunda penyerahan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kepada para penerima bansos. ‘’Proses tetap kami jalankan.

9

PELATIHAN - Pelatihan budi daya lele dengan sistem bioflok, Selasa (27/3) kemarin.

dan kegiatan di bidang perikanan budi daya terus dikembangkan melalui terobosan inovatif seperti minapadi dan saat ini melalui bioflok yang merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bahkan tahun ini pihaknya telah melaksanakan program pengembangan perikanan budi daya melalui beberapa kegiatan seperti pembinaan dan pengembangan perikanan yang merupakan support untuk Balai Benih Ikan Payangan dan Pasar Benih Ikan

Siangan agar dapat menghasilkan benih ikan yang berkualitas. ‘’Ke depan, kami juga akan mengadakan bimtek budi daya dan pengenalan cuaca pada kelompok nelayan agar mereka tahu kapan cuaca bagus untuk melaut. Meskipun secara tradisional nelayan ini sudah sangat paham dengan kondisi laut, tapi tidak ada salahnya kami memberikan pembekalan secara teknologi modern,’’ tegas Dewi Hariani. Pande Putu Ayu Sri Ratnawa-

ti menambahkan, sistem bioflok mampu mengolah limbah menjadi pakan. Bioflok merupakan kunci jawaban dalam menciptakan budi daya ikan yang ramah lingkungan berkelanjutan, efisien dalam penggunaan air maupun pakan dapat meminimalisir limbah serta menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan. ‘’Nanti ada kolam bioflok, membuat pakan, mengukur parameter air monitoring hingga mampu melakukan pemanenan,’’ katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Ditera Ulang, Timbangan Pedagang di Pasar Melaya Negara (Bali Post) Puluhan timbangan pedagang di Pasar Umum Melaya, Selasa (27/3) kemarin ditera ulang. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan timbangan yang digunakan untuk berjualan di pasar tradisional itu sesuai standar dan akurat. Timbangan yang di antaranya sudah berumur usang itu diperiksa oleh petugas dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Meteorologi Singaraja. Para pedagang yang diketahui menggunakan timbangan, tak dapat mengelak ketika petugas meminta agar dilakukan tera ulang. Satu per satu timbangan yang dibawa petugas diperiksa kondisinya. Petugas memastikan apakah komponennya ada yang rusak. Selain itu juga pengecekan fisik untuk memastikan standar timbangan. Petugas juga memastikan timbangan ini benar-benar akurat. Dengan demikian, para pembeli mendapatkan hasil penimbangan yang sesuai permintaan. Begitu juga halnya para pedagang tidak dirugikan ketika timbangan akurat. Kepala Dinas Koperindag Jembrana I Made Gede Budiartha mengatakan tera ulang ini memberikan kepastian hasil timbangan yang digunakan pedagang khususnya di pasar tradisional. Harapannya timbangan yang digunakan pedagang ini pas dan akurat. Untuk itu, baik pedagang maupun pembeli tidak ada yang dirugikan. Tera ulang ini rutin dilakukan dinas untuk melindungi konsumen. (kmb26)

DATANGI – Puluhan warga mendatangi kantor DPRD Jembrana terkait permasalahan tanah di pinggir Pantai Yeh Sumbul.

Bali Post/olo

Warga Yeh Sumbul Kembali Datangi Kantor DPRD

Dimediasi, BPN KP Diminta Perjelas Status Tanah Warga

Bali Post/olo

TIMBANGAN - Puluhan timbangan milik para pedagang di Pasar Umum Melaya dilakukan tera ulang oleh petugas dari Dinas Koperindag dan UPT Meteorologi.

Calon Sipir Ikuti ”Teleconference” Pembekalan

Negara (Bali Post) – Para calon sipir di Rutan Kelas IIB Negara, Selasa (27/3) kemarin mengikuti pembekalan secara teleconference. Sebelumnya, selain pembekalan dari Presiden (Presidential Lecture), belasan personel baru ini juga mendapatkan orientasi dari Kodim 1617/Jembrana. Belasan Tunas Pengayoman ini merupakan rekrutmen CPNS Kemenkumham tahun 2017. Untuk tahun 2017 lalu, Rutan Negara mendapatkan alokasi penambahan personel sebanyak 11 orang terdiri dari tiga wanita dan delapan laki-laki. Mereka nantinya mengisi jabatan untuk petugas keamanan sebanyak 10 orang dan 1 orang perawat. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal mengatakan para calon sipir di lingkungan Rutan Negara ini wajib mengikuti teleconference presidential lecture. Kuliah yang diikuti serentak ini diharapkan memberikan motivasi para calon sipir ini dalam bertugas. Purniawal didampingi Kasubsi Pengelolaan Rutan Putu Mardana menambahkan, para sipir ini mengikuti magang selama setahun. Mereka ditempatkan di sejumlah titik untuk beradaptasi. Dengan adanya belasan personel di Rutan ini, menambah petugas khususnya dalam pengawasan. Walaupun sejatinya khusus tenaga sipir masih belum ideal, namun sangat membantu. “Idealnya untuk mengisi pos-pos di rutan 10 orang. Tapi kita masih kurang. Untuk medis sudah mencukupi. Sekarang ada dua perawat,” tambah Mardana. Selama pembekalan, salah satu yang harus dijaga oleh para calon sipir ini adalah kedisiplinan dan integritas sebagai tunas pengayoman. Termasuk tidak melakukan pungli dan hal tercela lain. (kmb26)

Bali Post/olo

PEMBEKALAN - Sejumlah calon sipir di Rutan Negara mengikuti pembekalan secara teleconference di dalam areal Rutan Negara, Selasa (27/3) kemarin.

Telepon Penting

Negara (Bali Post) – Puluhan warga Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Selasa (27/3) kemarin kembali mendatangi kantor DPRD Jembrana. Dari sekitar 60 warga yang datang, sebagian (perwakilan) diterima Komisi C DPRD Jembrana, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan (KP) Jembrana, perangkat Desa Yeh Sumbul, Camat Mendoyo dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kedatangan puluhan warga ini menindaklanjuti pengaduan sebelumnya terkait penolakan dari Kantor Desa ketika hendak meminta tanda tangan untuk syarat pengurusan penyertifikatan tanah. Dalam mediasi yang dibuka Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa tersebut, sem-

pat berlangsung panas. Terutama menjelang pertemuan akan ditutup oleh pimpinan rapat, Ketua Komisi C Ida Bagus Susrama, beberapa warga nampak kecewa. Padahal dalam pertemuan itu sudah disepakati untuk menindaklanjuti sampai tuntas dan Dewan bersama BPN akan mengecek langsung lokasinya. Namun, mereka meminta supaya ada kepastian agar segera mendapatkan tanda tangan dari perbekel terkait Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT). Pasalnya, sebelum warga datang ke gedung DPRD ini, mereka sudah dijanjikan akan mendapatkan tanda tangan untuk SPPT itu. Warga, perbekel dan anggota DPRD sempat adu argumen terkait masalah tanda tangan itu. Namun akhirnya

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

status tanah warga tersebut. Akhirnya masalah menjadi jelas dan warga mau menunggu kejelasan status setelah Kepala BPN KP Jembrana I Made Sujana memberikan penjelasan langsung. Pejabat asal Tabanan ini meminta warga yang memohon ini memberikan keterangan sejujurnya. Apakah itu memang bagian tanah hak milik dengan bukti, baik girik pipil atau sepadan pantai maupun Tanah Negara (TN). “Kami minta kejujuran warga,” tegasnya. Sebab, bisa saja tanah tersebut merupakan TN. Kalau memang TN, permohonan bisa diajukan, tidak perlu menggunakan SPPT. Artinya syarat untuk SPPT dengan tanda tangan juga tidak diperlukan. Nanti BPN yang akan menindaklanjuti dengan turun ke

lokasi tanah yang dimohonkan guna memastikan kepastian statusnya. Mendapat penjelasan itu, warga akhirnya mau mengikuti prosedur dan menunggu kepastian tindak lanjut DPRD. Sebelumnya, pada Kamis (22/3) lalu, belasan warga Yeh Sumbul mendatangi Kantor DPRD mengadukan penolakan dari kantor desa ketika hendak meminta tanda tangan untuk pengurusan penyertifikatan tanah. Perbekel, menurutnya, tidak mau menandatangani permohonan SPPT sebagai syarat untuk mengikuti PTSL. Alasannya, tanah-tanah yang berada di sekitar pantai itu merupakan tanah negara. Tetapi, faktanya ada beberapa warga yang juga telah memiliki sertifikat tanah dengan lokasi yang berdekatan. (kmb26)

Pemanfaatan Persil di Melaya

Dinilai Langgar SK Menteri Negara (Bali Post) –

Adanya pemanfaatan sejumlah lahan perkebunan (persil) di Melaya yang dikelola Perusda Bali kembali menuai sorotan dari kalangan DPRD Jembrana. Wakil Ketua DPRD Jembrana Wayan Wardana, Selasa (27/3) kemarin, mengungkapkan ada sejumlah keganjilan terkait penggunaan lahan perkebunan aset provinsi itu. Salah satunya melanggar Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian tahun 2006, di mana peruntukannya untuk perkebunan. Untuk itu, aneh ketika ada rencana pembangunan tambak udang dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Wardana meminta kepada pimpinan Perusda Bali untuk tidak membuat kebijakan yang spektakuler. Apalagi tahun ini adalah tahun politik. “Kita belum tahu calon gubernur mana nantinya terpilih. Saya dengar informasi jabatan Direktur Perusda masih enam bulan lagi. Jangan terlalu jauh mengambil kebijakan,” katanya. Sebab, menurut Dewan dari Tuwed ini, ketika ada gubernur baru nanti, belum tentu masih menjadi Direktur Perusda lagi. Yang membuatnya sangat heran, nota kesepakatan (MoU) terkait pemanfaatan tambak udang itu terkesan mendadak. Tanpa proses dan dari pengecekan lahan yang akan digunakan (tambak) justru yang masih produktif atau subur. Namun yang jelas, pemanfaatan itu telah melabrak SK Menteri Pertanian tahun 2006. Dari sidak yang dilakukan

Senin (26/3) lalu, diketahui selain tambak udang juga dimanfaatkan untuk PLTS. Dari total lahan perkebunan Sangyang 106 hektar, 50 hektar di antaranya untuk PLTS dan 20 hektar tambak. Khusus untuk MoU budi daya tambak udang, ditandatangani November 2017 lalu. Sementara untuk PLTS, dari informasi pihak investor sudah memberikan booking fee (tanda jadi). Sementara itu, Direksi Perusda Bali Nyoman Baskara mengungkapkan terkait pemanfaatan lahan di perkebunan Sangyang, Melaya itu memang ada dua MoU yakni PLTS dan tambak udang. Untuk PLTS, Perusda bekerja sama dengan PT Akuo Energi Indonesia (AEI). Hal itu didasari adanya MoU antara pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun centre

Bali Post/olo

CEK – Sejumlah anggota DPRD Jembrana saat mengecek lokasi di Perkebunan Sangyang, Melaya, Senin (26/3) lalu. of excellence (pusat pengembangan energi yang terbarukan) di Melaya. Perusda merespons positif penawaran kerja sama dengan investor PT AEI. Targetnya listrik yang dihasilkan 50 MW dan telah mendapatkan dukungan dari PLN pusat. Sementara untuk rencana tambak udang, didasari untuk meningkatkan produktivitas lahan yang dikelola, sehingga mampu memberikan kontribusi untuk PAD Provinsi Bali. Direksi mengungkapkan

terobosan yang dilakukan salah satunya melalui tambak ini bertujuan memberikan kepastian akan perbaikan nasib karyawan, memastikan kontribusi Perusda Bali terhadap PAD memang meningkat setiap tahun dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, Sekda Jembrana I Made Sudiada didampingi Asisten I Made Wisarjita mengatakan untuk rencana PLTS memang ada rekomendasi dari Pemkab Jembrana. Pemerintah Daerah (Pemda)

mendukung, sebab untuk kepentingan orang banyak. Namun, untuk tambak, pemda baru mengetahui. Pembangunan tambak seluas 20 ha di lahan milik Perusda Provinsi Bali pemerintah kabupaten baru mengetahui rencana itu dari media. Pemkab menurutnya akan mengawal segala proses perizinan tambak tersebut di Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMTSP) Jembrana sesuai dengan ketentuan. (kmb26)

Dorong Aktifkan Angkutan Siswa

Dewan Minta Pemkab Kerja Sama dengan Komite Sekolah

jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

ditengahi Ketua Komisi C selaku pimpinan sidang. “Saya minta tenang. Saya mendengar semuanya dan masingmasing persepsi berbeda. Di sinilah kita luruskan,” ujar Dewan asal Pendem ini. Permasalahan utama adalah warga tidak mendapatkan tanda tangan SPPT yang menjadi syarat untuk mengikuti PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Perbekel Yeh Sumbul Komang Dentra lantas memaparkan alasan belum mau menandatangani. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pihaknya tidak ingin terkena masalah karena belum jelasnya status tanah. “Dulu ada tanah sudah bersertifikat. Lalu dibuatkan sertifikat lagi,” ujarnya. Karena itu pihaknya berharap ada kejelasan dari BPN KP Jembrana terkait

I Komang Adiyasa

Bali Post/olo

Negara (Bali Post) Usulan untuk mengaktifkan angkutan kota (angkot) dan angkutan desa (angdes) menjadi angkutan siswa terus didorong sejumlah anggota DPRD Jembrana. Kendati wacana itu sudah bergulir tahun ini, Pemkab Jembrana kesulitan merealisasikan karena terbentur aturan. Padahal di kabupaten lain di Bali, pemanfaatan angkot dan angdes untuk angkutan siswa sudah berjalan. Bahkan untuk merealisasikan itu, Dewan mengusulkan dari APBD atau opsi kedua bekerja sama dengan komite sekolah. “Sebenarnya bisa kalau memang mau merealisasikan. Misalnya, bekerja sama dengan komite sekolah. Tidak perlu dari BOS (Biaya Operasional Sekolah),” kata anggota Komisi A DPRD Jembrana Komang Adiyasa saat ditemui, Selasa (27/3) kemarin.

Pihaknya meyakini sebagian besar orang tua setuju bila ada kendaraan untuk transportasi siswa. Dewan asal Tegalcangkring, Mendoyo ini menilai banyak manfaat positif jika diterapkannya kendaraan sekolah ini. Salah satunya faktor keamanan bagi siswa. “Orang tua pastinya tidak khawatir saat anaknya pergi ke sekolah,” tandasnya. Politisi Partai Hanura ini juga mengungkapkan sekolah tidak perlu membeli bus. Melainkan memanfaatkan kendaraan umum yang sudah ada untuk melayani jalur yang dilalui siswa. Bila memang dinas terbentur dengan anggaran atau aturan, bisa mencari jalan keluar lainnya. Sebab, di sejumlah kabupaten lainnya, justru sudah menerapkan kendaraan sekolah ini. Anggota DPRD I Ketut Catur sebelumnya juga getol

mengusulkan pemanfaatan angkot dan angdes untuk kendaraan sekolah. Ketua Fraksi Demokrat ini menilai pemanfaatan angdes dan angkot itu diharapkan bisa mengurangi mati surinya transportasi umum yang biasa ngetem di Terminal Umum Negara. “kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah lebih peduli dengan pendidikan,” terang Dewan asal Lelateng ini. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jembrana I Putu Eka Suarnama mengungkapkan terkait program itu belum bisa diterapkan lantaran terbentur aturan. Rencana awal, biaya untuk transportasi pelajar itu diambil dari BOS. Tetapi secara aturan, tidak bisa diambil dari sumber dana tersebut. Di samping itu, hitungan biaya untuk angkutan itu juga belum pas. (kmb26)


BALI DWIPA

Rabu Paing, 28 Maret 2018

11

Dewan Pastikan Revisi Perda RTRWP Tanpa Titipan Investor Denpasar (Bali Post) -

Pansus di DPRD Bali memastikan revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali 2009-2029 tanpa ada titipan investor. Sekalipun regulasi tersebut nantinya untuk memberikan kepastian hukum bagi investor dalam kegiatan penanaman modal. “Tidak ada istilah titipan investor atau revisi RTRW nanti terbawa arus kepentingan investor. Tapi regulasi untuk kepentingan kepastian

hukum bagi investor itu. Selama ini kan investor sering nakal,” ujar Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP I Ketut Kariyasa Adnyana, di Den-

pasar, Selasa (27/3) kemarin. Kariyasa menjelaskan, banyak investor yang selama ini melanggar ketentuan dalam Perda RTRWP Bali. Seba-

gai contoh, melakukan pembangunan di daerah-daerah yang semestinya tidak boleh dilakukan aktivitas fisik. Atau melakukan eksploitasi di daerah penyangga. “Daerah-daerah seperti itu kan diincar, terutama daerah hulu, daerah pinggir sungai. Kita ingin menyelamatkan alam, karena Bali ini bukan

saat ini saja. Kita juga berpikir pemerataan pembangunan, tapi ada daerah-daerah tertentu yang harus kita jaga agar tetap lestari,” jelas politisi PDI-P asal Busungbiu, Buleleng ini. Kariyasa menambahkan, pengelolaan Bali ke depan diupayakan one island, one management. Daerah-daerah yang selama ini menjadi sum-

ber pendapatan, akan dibuatkan regulasi agar bisa mensubsidi daerah-daerah hulu atau penyangga. Termasuk daerah yang pendapatan asli daerahnya rendah akibat keterbatasan infrastruktur. Dikatakan, Bali tetap harus dijaga keistimewaannya dengan mengembangkan destinasi sesuai potensi yang ada

di setiap daerah. “Umpama kalau kita ke Karangasem, kita lihat wisata spiritualnya, wisata gunungnya. Kemudian keseniannya ada di Gianyar. Dengan catatan kita juga menyelamatkan Bali, terutama daerah-daerah yang selama ini menjadi tujuan wisatawan itu sendiri,” tandasnya. (kmb32)

Berperan Strategis

Kodam-Angkatan Darat Thailand Perkuat Kerja Sama Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto bersama Kasdam Brigjen TNI Kasuri menerima kunjungan delegasi Angkatan Darat Thailand, Selasa (27/3) kemarin. Kunjungan delegasi Angkatan Darat Thailand dipimpin Mayor Jenderal Sawat Chanajittrasakui dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan kondusivitas keamanan, khususnya di kawasan Asia. Pasalnya, kerja sama antara

Tentara Nasional Indonesia dengan militer di Negara kawasan Asia dinilai mempunyai peran strategis. Pada pertemuan tersebut, Mayjen Benny Susianto menyampaikan tugas pokok Kodam yaitu menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah darat NKRI, terutama Bali dan Nusa Tenggara. Implementasikan dengan melaksanakan tugas TNI Matra Darat bidang pertahanan melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan

Bali Post/ist

TERIMA KUNJUNGAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat menerima kunjungan delegasi Angkatan Darat Thailand.

Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kodam IX/Udayana selaku komando utama operasi, lanjut Pangdam menyelenggarakan fungsi staf umum di bidang pembinaan dan pengendalian kekuatan operasi dan latihan. Selain itu, peningkatan mutu tempur serta kesiapan operasional dan selaku komando utama pembinaan melaksanakan fungsi pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar satuan yang diarahkan untuk mewujudkan postur yang andal dan mampu melaksanakan tugas pokok secara profesional. “Kedua fungsi itu dilaksanakan sinergis dan terpadu untuk menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” tegasnya. Menurutnya, Indonesia dan Thailand memiliki hubungan kerja sama diplomatik sangat baik untuk keberlangsungan pembangunan ekonomi dan pertahanan masing-masing negara. Salah satu peran strategis dalam mendukung kelancaran pembangunan pertahanan tersebut adalah keberadaan tentara nasional di masing-masing negara. (kmb36)

Badung Lelang Endek untuk PNS Mangupura (Bali Post) – Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di Kabupaten Badung akan mendapatkan seragam endek baru. Pemerintah setempat tengah melakukan lelang 5.964 endek untuk PNS Badung ini telah terpampang di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) setempat. Dalam website tersebut tertera lelang pengadaan bahan pakaian dinas dan perlengkapannya berupa bahan pakaian batik tradisional yaitu bahan pakaian endek sejumlah 5.964 (lima ribu sembilan ratus

enam puluh empat set), serta bahan kain celana rok sebanyak 5.964 set. Nilai pagu paket Rp 7.126.980.000 dan nilai harga perkiraan sementara paket Rp 6.888.420.000. Sumber dana pengadaan pakaian dinas ini dari APBD Kabupaten Badung tahun 2018. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, I Gede Wijaya, membenarkan perihal tersebut. Masing-masing pegawai akan mendapat pakaian endek dan bahan kain celana rok. “Lelang sudah diumumkan (pengadaan endek – red).

Pengadaan pakaian dinas ini untuk semua PNS di lingkungan Pemkab Badung tetapi untuk pegawai non-PNS belum dapat,” ujar Gede Wijaya, Selasa (27/3) kemarin. Menurutnya, pemberian kain kepada seluruh PNS di Badung itu termasuk ongkos jahit. Namun, untuk pemberian bahan baku kain masih menunggu hasil lelang. “Ini juga nanti langsung diberikan ongkos jahitnya. Pemberiannya nanti setelah ada pemenang lelang baru bisa diketahui pembagian kain itu,” jelasnya. (kmb27)

Percepatan Pembangunan Perlu Didukung Rancang Bangun Terencana Mangupura (Bali Post) Percepatan pembangunan di Indonesia saat ini perlu didukung proses rancang bangun terencana, bersinergi dengan sistem regulasi terpadu untuk menghasilkan terlaksananya penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan berkualitas. Untuk itu, Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan kampanye edukasi publik terkait sosialisasi dua peraturan baru, Selasa (27/3) kemarin di Nusa Dua. Yaitu sosialisasi UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitektur dan Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan. Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Ir. Iwan Supriyanto mengatakan, terkait dengan perizinan terutama penyelenggaraan bangunan gedung, tidak bisa disamakan dengan perizinan yang lain. Karena dalam penyelenggaraan bangunan gedung, tidak hanya pemenuhan persyaratan administratif. Namun, yang harus didorong juga pemenuhan persyaratan teknis. ‘’Harus dipenuhi persyaratan teknis, salah satunya bangunan tersebut dibangun sesuai RTRW, sesuai topografi dan persayaratan teknis lainnya,’’ ujarnya. Sehingga, kata Iwan, bangunan yang dimaksud, untuk IMB-nya dari sisi perencanaan dan rancangannya bisa sesuai. Setelah konstruksi selesai maka akan diterbitkan sertifikasi laik fungsi. ‘’Jaminan-jaminan seperti inilah

Bali Post/kmb23

SOSIALISASI - Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Ir. Iwan Supriyanto (tengah) di selasela sosialisasi, Selasa (27/3) kemarin di Nusa Dua. yang sebenarnya mendorong investasi, wisatawan masuk. Ini sudah menjadi standar dunia,’’ kata Iwan. Untuk penyelenggaraan perda bangunan gedung di daerah, saat ini sudah ada 91 persen, dan sebanyak 9 persen daerah yang belum menyusun perda. Untuk itu, pihaknya menargetkan sampai 2019 harus sudah tuntas 100 persen. ‘’Pekerjaan rumahnya tidak hanya perda, yang sudah ada perda akan kita mendorong percepatan implementasi perda pembangunan gedungnya,’’ ujarnya. Dengan cepatnya investasi di Indonesia saat ini, pemerintah pun menargetkan ada peningkatan peringkat investasi sampai di peringkat 40 di tahun 2019. Menurutnya, iklim investasi akan tercipta apabila semua persyaratan pemenuhan-pemenuhan, serta kemudahan dan jami-

nan seperti penyelenggaraan banguna gedung sudah terpenuhi. Dengan semakin kencangnya investasi pariwisata saat ini, terutama pembangunan destinasi wisata baru tentu daerah harus sudah siap, karena ivestasi di sana akan masuk. Sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk hadir memberikan jaminan bahwa infrastruktur yang dibangun sudah memenuhi persyaratan teknis. Pihaknya berharap daerah terutama kabupaten/kota yang belum memiliki perda pembangunan gedung harus segera memilikinya. Kemudian daerah yang sudah memiliki perda bangunan gedung akan didorong percepatan implementasinya. Untuk di Provinsi Bali, termasuk paling awal sudah memiliki perda bangunan gedung. Bahkan sudah mengakomodir arsitektur lokal. (kmb23)

Bali Post/rah

SOSIALISASI - Sosialisasi syarat dan santunan bagi korban lakalantas oleh perwakilan Jasa Raharja Bali.

Tekan Angka Kecelakaan

Polantas Sasar Perusahaan dan Sekolah

Denpasar (Bali Post) Tingginya angka kecelakaan tahun 2017 yang melibatkan karyawan dan pelajar, membuat Polantas mesti kerja keras agar jumlahnya turun tahun ini. Ditlantas Polda Bali pun melakukan sosialisasi ke perusahaan dan sekolah tentang tata tertib berlalu lintas. “Tahun ini, kami fokuskan sosialisasi ke perusahaan dan sekolah. Ini penting agar karyawan paham jika keselamatan di jalan paling utama. Tadi pagi (kemarin - red), kami sosialisasi ke mal,” tegas Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena, Selasa (27/3) kemarin. Dari hasil analisis dan evaluasi, lanjut Sukasena, dominan lakalantas terjadi ketika pengendara keluar dari gang atau jalan perumahan ke jalan raya. “Biasanya

pengendara main nyelonong saja tanpa melihat kendaraan dari samping kiri atau kanan. Seharusnya, menoleh kiri kanan dulu, kalau aman baru masuk jalan raya,” ungkapnya. Mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini menyatakan, untuk kalangan pelajar, Ditlantas akan lebih gencar sosialisasi ke sekolahsekolah. Dengan lebih sering diberikan sosialisasi diharapkan kesadaran mereka tentang tertib berlalu lintas semakin kuat. “Kami juga sampaikan jika korban kecelakaan dapat asuransi dari Jasa Raharja, kecuali kecelakaan tunggal. Tidak semua warga paham ini. Padahal, kami melakukan koordinasi yang baik dengan Jasa Raharja demi pelayanan terbaik kepada korban,” tegasnya.

Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Bali A. Sumaryo didampingi Kasubag SW Humas dan Hukum I Ketut Suwana saat dikonfirmasi mengatakan, klaim asuransi yang terbayar tahun 2017 sebesar Rp 34.635.305.496. Santunan tersebut termasuk biaya penguburan Rp 26 juta. “Kalau korban kecelakaan lalu lintas tidak punya ahli waris maka yang dibayar hanya biaya penguburannya Rp 4 juta. Untuk kecelakaan tunggal misalnya nabrak pohon atau mabuk, tidak ditanggung,” tegas Sumaryo. Ia menyayangkan ada pemilik angkutan umum yang tidak menyetor asuransi penumpangnya. Termasuk kendaraan pribadi yang disewakan. “Maka dari itu, kami berharap penumpang harus jeli memilih angkutan umum,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, korban lakalantas tidak perlu khawatir saat dirawat di rumah sakit. Pasalnya, Jasa Raharja sebagai penjaminnya. “Kalau kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit, kurang dari dua jam petugas kami pasti datang. Tapi dengan syarat sudah ditangani polisi atau lapor polisi. Setelah itu, kami yang urus semua. Untuk korban luka santunannya Rp 20 juta,” ungkapnya. Namun selama ini, korban kecelakaan enggan melapor alasannya ribet. Tapi sebenarnya itu keliru karena pelayanan kepolisian saat ini lebih mudah dan cepat. “Luka ringan saja misalnya lecet, juga ditanggung Rp 1 juta. Tapi harus ada surat keterangan kecelakaan dari kepolisian. Intinya jangan malas melapor,” ungkap Sumaryo. (kmb36)

Mantapkan Ketahanan Pangan, OPD Diminta Bersinergi Bangli (Bali Post) Upaya memantapkan ketahanan pangan di daerah menjadi hal yang penting. Mengingat adanya ketidakseimbangan antara produksi pangan dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Hal itu dikatakan Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra saat membuka Rapat Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Bangli Semester II tahun 2017 di ruang pertemuan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP), Selasa (27/3) kemarin.

Memantapakan ketahanan pangan di Bangli, Sekda Giri Putra meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Dewan Ketahanan Pangan untuk terus bersinergi sesuai peran masing-masing. Dikatakannya, dalam memantapkan ketahanan pangan haruslah diikuti dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi profesi, koperasi, bahkan sampai pada tingkat rumah tangga.

‘’Kemandirian pangan harus tetap memperhatikan potensi sumber daya alam dan sosial budaya serta tidak tergantung pada beras. Pangan harus bergizi seimbang dan aman sejak usia dini. Mengingat pola konsumsi pangan sebagian penduduk yang masih berbasis pada ubi jalar, ubi kayu dan jagung bisa menjadi alternatif dasar utama dalam implementasi program pembangunan ketahanan pangan,’’ kata Giri Putra. Sementara itu, Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli

I Wayan Sukartana mengatakan secara umum ketahanan pangan di Kabupaten Bangli masih cukup terjaga. Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap perlu mendapat perhatian di antaranya alih fungsi lahan, masih tingginya tingkat konsumsi beras, peningkatan keanekaragaman konsumsi pangan, pengembangan teknologi pengolahan bahan pangan lokal serta alokasi penganggaran untuk dukungan manajemen dan kegiatan Dewan Ketahanan Pangan Daerah. (kmb40)


KLUNGKUNG

12

Belajar, Tujuh Siswa SMK Kesurupan

Semarapura (Bali Post) Suasana Laboratorium SMK Kesehatan Penca Atma Jaya, Klungkung yang berlokasi di Kelurahan Semarapura Kaja, tepatnya depan Kodim 1610/Klungkung, Selasa (27/3) pagi kemarin nampak riuh. Menyusul tujuh siswa kelas X kesurupan atau trance saat sedang mengikuti pelajaran. Atas hal tersebut, aktivitas belajar-mengajar dihentikan. Berdasarkan pantauan, suasana gedung laboratorium yang bertingkat ini sangat berbeda dari hari biasanya. Siswa yang kesurupan berteriakteriak hingga mengundang perhatian siswa lain. Mereka langsung ditenangkan. Hal ini juga memunculkan kesan tegang pada siswa lain, seolah takut mengalami hal serupa. Dengan berbagai upaya, siswa yang kesurupan saat mendapat pelajaran itu bisa ditenangkan dan langsung dibawa ke gedung sekolah yang berlokasi di sebelah timur yang jaraknya sekitar

Perencanaan Kegiatan Lambat

Triwulan I Serapan DAK Nihil

Semarapura (Bali Post) Serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan pemerintah pusat kepada Pemkab Klungkung tahun ini masih nihil hingga jelang triwulan pertama berakhir. Hal tersebut salah satunya sebagai dampak keterlambatan perencanaan kegiatan. Kondisi yang demikian juga berimbas pada asas manfaat program. Bali Post/sos

KESURUPAN - Sejumlah siswa SMK Kesehatan Penca Atma Jaya, Klungkung nampak tegang setelah ada sejumlah temannya kesurupan saat belajar-mengajar berlangsung, Selasa (27/3) kemarin. 100 meter. Petugas Perpustakaan I Nengah Wardana mengatakan kejadian yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita ini sudah yang kesekian kalinya. Terakhir sekitar seminggu lalu di tempat yang sama. Menyikapi hal itu, pihak sekolah langsung menghaturkan pejati. “Katanya ada yang kurang secara niskala. Kami

sudah menghaturkan pejati,” tuturnya. Menjaga psikologi siswa, aktivitas belajar-mengajar kelas X yang berjumlah 32 orang langsung dihentikan dan kembali berjalan seperti biasa hari ini. “Siswa dipulangkan. Kecuali kelas XII karena masih mengikuti ujian sekolah,” tandasnya. (kmb45)

Minta Penyesuaian Retribusi Pasar

Puluhan Pedagang Senggol Datangi Kediaman Suwirta Semarapura (Bali Post) Puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Senggol Klungkung mendatangi kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Selasa (27/3) kemarin. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya supaya ada penyesuaian retribusi pasar. Kedatangan warga yang terdiri dari berbagai usia ini diterima I Nyoman Suwirta dan Cawabup I Made Kasta. Mereka duduk di halaman yang dilengkapi tenda. Beberapa ada yang mempertanyakan kabar bahwa pedagang akan dipindahkan ke Terminal Semarapura yang berlokasi di utara Pasar Galiran jika pembangunan mall layanan publik terealisasi. Tak hanya itu, pada periode selanjutnya, pemerintah diminta untuk mengkaji ulang retribusi pasar

Rabu Paing, 28 Maret 2018

yang saat ini dinilai masih terlalu tinggi. Koordinator pedagang Haji Matosen mengatakan saat ini ada pedagang yang belum mampu membayar restribusi sesuai Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2012. Pedagang “menuntut” supaya ke depannya ada penyesuaian. Pembayaran bisa disamakan dengan pasar umum, Rp 5 ribu per hari. “Sekarang ada kena delapan ribu, sepuluh ribu, dan dua belas ribu. Tergantung besarannya. Kami berharap ada penyesuaian supaya bisa dijangkau pedagang,” katanya. Disampaikan pula, pendapatan yang disumbangkan pasar yang berlokasi di timur Monumen Puputan Klungkung ini per tahun ke daerah sekitar Rp 300 juta. Jumlahnya yang tergolong tinggi, sudah sewajarnya pemerintah bisa memberikan

Bali Post/sos

DATANGI - Puluhan pedagang Pasar Senggol Klungkung mendatangi kediaman Cabup Suwirta, Selasa (27/3) kemarin.

perhatian kepada pedagang. “Yang terpenting usulan kami, retribusi ada penyesuaian. Supaya tidak naik,” ungkapnya. Terkait kehadirannya itu, diakui karena diundang pasangan calon. Terkait dukungan, ditegaskan masyarakat komitmen untuk memberikan kepada orang yang serius membangun Klungkung. Bukan hanya sebatas janji, tetapi memberikan bukti nyata. Cabup I Nyoman Suwirta mengatakan jika terpilih lagi menjadi orang nomor satu di Bumi Serombotan, bersama I Made Kasta menggagas pembangunan mall pelayanan publik yang berlokasi di lahan yang menjadi pasar senggol. Namun, ditegaskan, itu tidak akan merugikan pedagang. Mereka akan dipindahkan sementara ke tempat lain selama pembangunan dan tidak berlangsung hingga bertahun-tahun. “Kami rancang bangunan mall layanan publik itu berlantai dua. Lantai dasar tetap jadi tempat berdagang. Nanti pedagang tidak lagi harus membawa terpal untuk atap. Akan tetap bisa berjualan di sana,” tegasnya. Terkait penyesuaian retribusi, pria asal Nusa Ceningan ini menegaskan itu perlu dikaji terlebih dulu. “Jangan ujug-ujug naik. Tetapi harus dikaji dulu. Kalau penyesuaian, saya rasa perlu untuk keadilan,” tandasnya. (kmb45)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (27/3) kemarin, DAK tahun ini mencapai Rp 128.491.261.000. Alokasi terbagi untuk kegiatan fisik Rp 47.763.000.000, seperti bidang pendidikan, kesehatan dan KB, jalan, bidang irigasi, kelautan dan perikanan, pertanian, perumahan dan kawasan permukiman dan pasar. Sementara untuk non fisik sebesar Rp 80.728.261.000 yang meliputi tunjangan profesi guru, tambahan penghasilan guru, bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD), bidang operasional kesehatan, akreditasi puskesmas, jaminan persalinan, bantuan operasional keluarga berencana dan dana pelayanan administrasi kependudukan. Sekretaris Daerah Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan nihilnya realisasi dana hingga menjelang triwulan pertama berakhir karena adanya keterlambatan perencanaan untuk sejumlah kegiatan. Misalnya, pembangunan Pasar Semarapura. Perencanaannya justru dilaksanakan pada tahun yang sama dengan pelaksanaan kegiatan. “Untuk

percepatan pembangunan, semestinya perencanaan dibuat tahun sebelumnya. Tahun ini mulai pengerjaan,” jelasnya. Selain itu, menurut pejabat asal Tabanan ini, hal demikian juga dipicu kurang cermatnya perencanaan, sehingga memicu terjadinya perubahan di pertengahan jalan. Ia mencontohkan, tahun lalu ada rencana pembangunan UPT Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di masing-masing kecamatan. Tetapi, saat anggaran sudah sudah siap, lahan justru tidak ada. “Kami sudah dorong dalam perencanaan lebih teliti dan cermat lagi. Baperlitbang dan bagian keuangan yang ngedesk anggaran, harus lebih detail bertanya ke OPD terkait. Tidak langsung menerima usulan begitu saja,” tegasnya. Terlepas dari hal itu, sejumlah kegiatan dinyatakan sudah ada yang masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa. Seluruhnya didorong bisa lolos tender sebelum 21 Juli yang menjadi batas akhir penyampaian laporan kontrak ke pemer-

PRODUKSI garam di Pantai Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan masih menggunakan cara tradisional. Hal tersebut mampu menarik wisatawan asing dari berbagai negara untuk berkunjung. Ini memberikan berkah untuk petani yang sudah berusia tua. Hari menginjak siang, petani garam di pantai yang berlokasi di timur Pura Goa Lawah itu mulai sibuk. Meratakan pasir hitam yang terhampar luas. Tak peduli dengan sinar matahari yang semakin menyengat. Tak lama, mengambil air laut dengan peralatan sederhana. Berupa dua wadah yang sekilas sep-

erti timbangan itu dipikul. Berjalan terayun-ayun, memperlihatkan bahwa itu cukup berat. Air laut lalu disiramkan secara merata pada pasir itu. Ini dilakukan berulangulang. Tak lama, belasan orang berperawakan tinggi datang dari jalan raya. Rambutnya ada yang pirang. Kulitnya

Intensifkan Komunikasi

dimaksimalkan melalui musyawarah Rencana Pembangunan yang rutin berlangsung setiap tahun. Di sini pemerintah harus hadir dan langsung memberikan solusi, baik jangka pendek maupun panjang. “Setiap tahun kan ada Musrenbang. Di sini bisa ungkap persoalan desa,” jelasnya. Dinyatakan pula, mempercepat penyerapan aspirasi masyarakat, pihaknya akan menggunakan sistem IT, membuat semacam tempat pengaduan. Diakui, tak seluruh masyarakat bisa menjangkau ini, terlebih yang berusia tua. “Misalnya petani. Kan ada yang tidak bisa menggunakan teknologi. Ini tetap kami jajagi dengan turun langsung ke orangnya,” tandasnya. (sos)

sung mencarikan solusi untuk memecahkan persoalan masyarakat maupun menggali bahan untuk penyusunan perencanaan program untuk tahun selanjutnya. “Saat bedah desa, ditemukan ada beberapa penyandang disabilitas yang belum terdata. Dengan ini, OPD terkait bisa langsung menindaklanjuti. Seperti memberikan bantuan atau yang lainnya,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, program ini juga akan menyasar kawasan perkampungan yang ada di sekitar perkotaan. Tujuannya pun sama dengan bedah desa. “Sekarang baru ada

bedah desa. Nanti akan ada bedah kampung,” ucapnya. Sementara itu, untuk menyerap keluhan masyarakat, pemkab telah menyediakan aplikasi pengaduan yang menjadi bagian dari smart city. “Ini akan terus dimaksimalkan. Supaya bisa diakses masyarakat,” tandasnya. (sos)

Lanjutkan Bedah Desa

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengatakan program bedah desa tetap menjadi strategi untuk mempercepat penanganan persoalan di masyarakat. Hal ini juga dimaksudkan untuk menggali persoalan langsung ke sumbernya dan bisa lebih mendalam. Misal, orang miskin, tidak sekadar mendapat laporan dari pemerintah desa, tetapi bisa bertemu langsung dengan warga bersangkutan. “Bedah desa ini tetap akan berlanjut. Segala persoalan bisa langsung terungkap dalam sekali turun,” ungkapnya. Pada program ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga diajak turun. Mereka akan lang-

bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang belum terserap, Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gede Darmawan megaku belum menerima petunjuk pelaksanaan dan teknis. Hal ini sudah disampaikan kepada para guru. (kmb45)

Produksi Masih Tradisional, Jadi Pemanis Pariwisata

Topik : Penanganan persoalan desa

gatakan penanganan maupun inventarisasi persoalan di desa menjadi hal yang wajib dilakukan pemerintah. Langkah yang ditempuh bukan melalui program bedah desa, seperti yang digulirkan pemkab beberapa tahun terakhir. Tetapi lebih pada komunikasi semakin intens dengan pemerintah desa maupun tokoh masyarakat. “Saya lebih memilih jalanjalan ke desa. Tidak langsung bertemu masyarakat. Itu akan mengganggu kesibukan. Tetapi lebih berkomunikasi dengan tokoh atau pemerintah desa,” ungkapnya, Selasa (27/3) kemarin. Disampaikan lebih lanjut, penyerapan persoalan juga akan

intah pusat. “Kepada OPD sudah sering juga diingatkan soal ini. Saat rapat staf lengkap, ini akan dipertegas lagi,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Klungkung ini. Khusus untuk dana tunjangan profesi guru, tambahan penghasilan guru,

Bali Post/sos

Pertanian Garam yang Kian Ditinggalkan

SOLUSI SEJUMLAH desa di Kabupaten Klungkung masih memiliki persoalan. Ada berupa kemiskinan, pengangguran, kesehatan hingga infrastruktur. Hal ini perlu segera mendapat penanganan dari pemerintah. Langkah apa yang dilakukan pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang? Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka, men-

Gede Putu Winastra

Bali Post/sos

PERTANIAN GARAM - Sejumlah wisatawan asing tengah melihat pertanian garam di Pantai Belatung, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Selasa (27/3) kemarin.

putih. Mereka wisatawan dari luar negeri. Penasaran melihat proses pembuatan garam dengan cara tradisional. Perhatiannya tertuju pada proses lain. Saat air laut telah ditaruh pada pohon kelapa yang terbelah, dengan cekungan di bagian tengah. Itu dijemur. Tempatnya berjajar rapi. Berpadu apik dengan gubuk bambu beratap ilalang. Selain mengabadikan momen perjalanannya dengan berfoto, beberapa wisatawan nampak penasaran dengan rasa garam yang warnanya putih bersih itu. Mereka langsung mencicipi. Di sini, petani langsung menawarkan untuk membeli. Harganya tak mahal. Satu kilo Rp 25 ribu. Ini tergantung dengan musim. Upayanya membuahkan hasil. Beberapa wisatawan tertarik untuk membeli. Senyum sumringah pun muncul dari petani yang kulitnya sudah mengkeriput. Guide Putu Rias mengatakan wisatawan yang diajak itu berasal dari Denmark. Di negaranya sudah ada pertanian garam. Hanya menggunakan cara modern. “Di sini kan masih tradisional. Itu yang menjadi daya tarik mereka ingin berkunjung,” tuturnya, Selasa (27/3) kemarin. Ia mengaku cukup sering mengajak

wisatawan ke tempat ini. Petani I Wayan Warta menuturkan kunjungan wisatawan selalu ada setiap bulannya. Namun, sejak erupsi Gunung Agung, jumlahnya berkurang. Namun demikian, itu tetap disyukuri karena bisa menambah pemasukan dari hasil berjualan. “Ada saja yang ke sini. Tetapi tidak banyak,” ucapnya. Bumbu dapur bercita rasa asin buatannya ini lebih banyak dijual ke pengepul. Itu menjadi berkah. Ada bekal untuk menyambung hidup di tengah usianya yang semakin tua. Di sela-sela itu, ia menuturkan profesinya itu sudah dilakoni sejak masih kecil. Pengetahuannya didapat dari orangtua. Saat musim baik seperti saat ini, produksinya per hari mencapai 10 kilogram. “Kalau musim hujan, berkurang banyak,” ucap pria 60 tahun ini. Keberadaannya yang mampu menjadi “pemanis” dunia pariwisata, jumlah petani kian berkurang. Generasi muda tak lagi melirik. Mereka lebih memilih untuk mengadu nasib ke perkotaan dengan harapan penghasilan yang lebih menjanjikan. “Sekarang di sini tinggal bertiga yang buat. Anak muda tidak mau lagi,” tandasnya. (sos)


Rabu Paing, 28 Maret 2018

EKONOMI

13

Masih Manual, Jokowi Kritik Sistem Dokumen Kepabeanan

Cileungsi (Bali Post) Sistem dokumen di kepabeanan yang masih manual menggunakan kertas mendapat kritikan pedas dari Presiden Joko Widodo. Tumpukan kertas sebagai dokumen di kapabeanan itu disebut Jokowi sangat kuno dan membuat orang berkepentingan terutama untuk melakukan ekspor menjadi pusing. Proses perizinan akan segera menggunakan online supaya lebih cepat.

Bali Post/ant

PELUNCURAN - Presiden Joko Widodo saat berada di PT Samick Indonesia untuk peluncuran perizinan online, Selasa (27/3) kemarin. Jokowi menyampaikan kritik sistem kepabeanan yang masih manual.

Bali Ekspor Beras Merah ke Amerika Permintaan Tinggi, Pasokan Kurang

Denpasar (Bali Post) Permintaan produk beras merah Bali ternyata cukup tinggi terutama untuk tujuan ekspor. Namun tingginya permintaan belum diimbangi dengan pasokan yang memadai. Selain itu standar produk beras merah dalam hal pengemasan untuk ekspor juga belum dapat dipenuhi. Selama ini pengolahan beras merah masih dengan cara konvensional atau manual. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan berupa penyediaan alat pengolah beras merah kepada kelompok tani di Jatiluwih. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali I Wayan Sunarta mengatakan, Bali sudah sejak lama melakukan ekspor beras khusus yaitu beras merah. Namun dalam skala kecil dan tidak terdata. Ekspor secara resmi baru dilakukan awal tahun 2018. ‘’Baru kemarin tahun 2018 ekspor. Tujuannya ke Amerika,’’ ungkapnya, Senin (26/3). Ekspor Bali ke negara lain melalui Pelabuhan Tanjung Perak. ‘’Kita kerja sama dengan pengusaha dari Surabaya. Tapi labelnya tetap Bali Red Rice Flour, product of Bali, Indonesia,’’ imbuhnya. Kendala yang dihadapi saat ini, kata Sunarta, petani tidak mampu memenuhi permintaan ekspor karena pasokannya kurang. Selain itu, pengolahan beras merah yang konvensional membuat waktu pengerjaan lama. Melihat kendala yang dihadapi petani tersebut, pemerintah akan memberikan alat pengolah beras merah berupa alat sangrai otomatis dan alat grader. Selama ini menyangrai dan grading masih dilakukan secara manual sehingga waktu pengerjaannya dikebut untuk memenuhi target. Kendala lain yang dialami adalah pengemasan. Karena produk ekspor harus memenuhi standar sterilitas. Alat yang digunakan untuk mengolah juga harus steril. Sentra beras merah Bali yaitu di Jatiluwih dengan luas 400 ha. Rencananya beras merah juga dikembangkan di Buleleng di daerah Sudaji dan Banjar. Selain beras merah, pihaknya juga akan mengembangkan beras khusus yang lain seperti beras jenis Japonika. Saat ini beras Japonika telah dikembangkan di Jawa. ‘’Karena Bali kecil, tidak mungkin ke depan kita bersaing di beras putih. Makanya kita kembangkan beras khusus seperti beras organik, ketan, beras merah, japonika,’’ jelasnya. Dari 400 ha luas tanam beras merah diakui tidak semua diekspor. Ada juga yang dikonsumsi sendiri. Bahkan di Bangli, ia memberikan bibit padi organik, masyarakat tidak menjual tetapi dikonsumsi sendiri. ‘’Tujuannya menyehatkan diri, lingkungan dan menambah uang dengan menjual. Kelebihannya dijual untuk menyekolahkan anak dan kebutuhan sehari-hari,’’ imbuhnya. Produk asal Bali selalu laku dijual di pasar dunia. Bahkan beras merah dengan berbagai keterbatasan telah memiliki pasar. Selain Amerika, ia akan melakukan penjajakan ke negara lain. (kmb42)

Awasi Kemitraan UMKM dan Pengusaha Besar, KPPU Bentuk Satgas

Denpasar (Bali Post) Banyak kemitraan yang dibuat antara UMKM dengan pengusaha besar ternyata tidak sehat. Pengusaha besar lebih sering hanya memanfaatkan UMKM, sehingga merugikan. Padahal pemerintah telah mengeluarkan dana cukup besar untuk program kemitraan tersebut. Untuk melakukan pengawasan dalam kemitraan UMKM dan pengusaha besar, tahun 2018 satgas pengawas kemitraan usaha akan mulai beroperasi di Bali. Satgas pengawasan ini merupakan amanat UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM untuk mengawasi kemitraan usaha. Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kamser Lumbanradja, MBA. mengatakan, selama ini pemerintah hanya sibuk membuat program usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun output-nya dinilai belum dapat dirasakan maksimal. ‘’Kemitraan itu digelontorkan anggaran yang besar tapi hasilnya dirasakan tidak terlalu menggembirakan. Salah satu sebabnya karena tidak adanya pengawasan terhadap kemitraan tersebut,’’ ungkapnya. Maka KPPU dan Kementerian Koperasi dan UMKM melakukan MoU untuk membentuk satgas bersama. Satgas ini mulai running tahun 2017. Tahun 2018, satgas ini akan mulai beroperasi di Bali. Ada 6.000 petugas yang mengawasi kemitraan tersebut. Hingga saat ini satgas tersebut telah ada lima perwakilan di masing-masing daerah. Sayangnya, KPPU belum memiliki data pasti kemitraan yang ada di Indonesia maupun di Bali. Meski demikian, setiap aduan kemitraan tidak sehat yang disampaikan ke KPPU akan segera ia tindak lanjuti. Namun diperkirakan dari 2 juta UMKM yang ada di Indonesia, hanya 2 persen yang mempunyai kemitraan dengan pengusaha besar. Ia menjelaskan hubungan kemitraan tersebut pada prinsipnya saling memerlukan, saling memercayai, saling menguntungkan. ‘’Pada prinsipnya meningkatakan nilai tawar antara pengusaha kecil dan besar,’’ imbuhnya. Ia mendorong untuk membangun kemitraan yang sehat. Bentuk-bentuk kemitraan yang biasanya dilakukan yaitu inti plasma, sula kontrak, waralaba, perdagangan umum, distribusi dan keagenan, bagi hasil, kerjasama operasional, joint venture, outsourcing. Pengalaman di negara maju kemitraan yang tidak sehat tidak hanya dilakukan pengusaha besar tetapi justru dilakukan pengusaha kecil. ‘’Pelaku usaha yang nakal banyak yang kecil, bukan yang besar karena yang besar lebih dulu takut dengan aturan-aturan,’’ ungkapnya. Pengawasan yang sudah mulai jalan yaitu pada beberapa industri yaitu peternakan ayam dan sawit. ‘’Ternak ayam di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera. Sawit di Sulawesi Selatan, Kalimatan, Sumatera,’’ katanya. (kmb42)

‘’Sangat kuno sekali begitu kita isi dokumen kepabeanan, sangat kuno sekali untuk isi dokumen bertumpuk-tumpuk. Kuno sekali,’’ kata Jokowi dalam acara Silaturahmi Presiden dengan pengguna fasilitas kepabeanan dan peluncuran perizinan online dilaksanakan di PT Samick Indonesia di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/3) kemarin. Ia mengatakan, proses perizinan dengan kertas yang bertumpuk-tumpuk akan cenderung membuat orang pusing. Oleh karena itu, ia meminta agar hal itu segera diubah dan mengajak jajarannya untuk segera beralih ke online. Ia pun meminta agar izin kepabeanan

atau dokumen kepabeanan dipangkas sebanyak-banyaknya sehingga pengurusan menjadi lebih singkat dan tidak melalui proses yang panjang. Ia juga menceritakan tentang kisahnya yang pernah mengurus surat izin usaha perusahaan dahulu yang perlu waktu sampai bertahun-tahun, padahal semestinya hal itu bisa selesai hanya dalam dua menit. ‘’Masih banyak hal besar yang mesti kita lakukan untuk memperbaiki negara ini. Sudah enggak zaman urus izin ke sana ke mari terus isi berpuluh-puluh kertas. Ini sudah bukan zamannya sekarang,’’ katanya. Presiden menegaskan saat ini semuanya hidup di era modern yang semua

ingin serba singkat serba cepat dan serba online. ‘’Dan sudah saatnya kita bawa proses perizinan ke era modern, singkat cepat online,’’ katanya. Pada kesempatan itu diluncurkan perizinan online di mana Presiden juga menyosialisasikan mengenai aturan baru soal percepatan perizinan kepabeanan dan cukai dalam rangka kemudahan berusaha kepada 1.425 perusahaan yang hadir. Percepatan perizinan kepabeanan dan cukai dalam rangka kemudahan berusaha sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan fokus untuk mendorong kemudahan berinvestasi dan ekspor. (ant)

Tingkatkan Kualitas Statistik Pariwisata, Pemerintah Implementasikan MPD Mangupura (Bali Post) Pemerintah saat ini mendorong implementasi Mobile Positioning Data (MPD) untuk meningkatkan kualitas statistik pariwisata. Selain untuk media promosi di bidang pariwisata, MPD ini juga bisa digunakan untuk data statistik di sektor pembangunan nasional. Penggunaan

MPD ini bisa dikatakan paling cepat dalam mendapatkan data statistik. Karena data yang dikumpulkan sifatnya real time, mudah, dan lebih murah. Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ditemui di sela Workshop Internasional Pemanfaatan MPD, Selasa (27/3) kemarin di

Nusa Dua, Indonesia sudah menerapkan MPD sejak tahun 2016. Bahkan tahun ini sudah diterapkan sepenuhnya. Saat ini fokus dalam penerapannya masih untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia. Untuk ke depannya, MPD ini juga akan diterapkan untuk wisatawan nusantara.

WORKSHOP - Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) saat menghadiri Workshop Internasional Pemanfaatan MPD, Selasa (27/3) kemarin di Nusa Dua.

Selain untuk statistik pariwisata, kata Menpar, MPD ini juga bisa digunakan untuk sektor lain. Seperti untuk mengukur perdagangan dan investasi. Tentunya MPD ini tidak hanya untuk pariwisata, karena pergerakan orang selalu diikuti perpindahan barang dan uang. ‘’Nantinya juga bisa digunakan untuk menghitung perdagangan dan investasi. Itu bisa kita tracking, kita ukur dengan cara mengukur perpindahan orang,’’ pungkasnya. Untuk data statistik pariwisata, memang diperlukan data yang cepat dan valid. Karena apabila hanya menunggu data konvensional dari imigrasi, tentu akan lebih lama. Sebab, data baru bisa didapat pada bulan berikutnya. ‘’Padahal kalau kita mengadakan event kita ingin mengukur efektivitas event itu besar atau tidak, sehingga bisa mengukur perkiraan wismannya berapa. Angka-angka perkiraan yang menggunakan digital ini valid untuk mengambil putusan yang lebih cepat,’’ terangnya. Workshop pemanfaatan mobile positioning data (MPD) untuk mendukung statistik pariwisata ini dihadiri oleh 100 peserta dari institusi kementerian maupun stakeholder terkait. (kmb23)

Dari Seminar Strategi Memulai dan Mengembangkan Bisnis Digital

Generasi Muda Harus Manfaatkan Kemajuan TI untuk Bisnis GENERASI muda harusnya dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (TI) secara positif. Salah satunya untuk peningkatan kesejahteraan melalui usaha bisnis. Generasi muda mesti mengubah mindset dari pekerja menjadi pelaku wirausaha yang tangguh, sehingga turut andil dalam pembangunan perekonomian daerah dan bangsa. Demikian antara lain terungkap dalam Seminar Strategi Memulai dan Mengembangkan Bisnis Digital bertempat di Wantilan Pura Lingga Bhuana Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (27/3) kemarin. Bupati Badung yang diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Badung Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada Harian Bisnis Bali yang memprakarsai seminar kewirausahaan berbasis digital ini. Menurut Adi Arnawa, kewirausahaan diharapkan menjauhkan sikap pesimis generasi muda karena hanya akan menghambat proses kemajuan. Dibutuhkan pemikiran optimis, sehingga mampu memotivasi diri meningkatkan daya saing khususnya dengan mengaplikasikan kemajuan IT secara mumpuni. Ketua Stikom Bali Dadang Hermawan menyampaikan, seminar ini untuk menyosialisasikan kepada peserta khususnya siswa SMK seBadung yang merupakan calon-calon generasi penerus bangsa untuk bisa mengubah mindset dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi (IT) secara positif. Dengan kemajuan IT, hidup akan lebih praktis dan mudah. Dalam konteks bisnis, jangkauan pasar juga lebih luas pun biaya relatif murah. Saat ini berbisnis tak hanya bisa dijalankan lulusan perguruan tinggi tetapi juga SMA atau SMK. Karena itu, besar harapan kepada anakanak SMK atau sederajat untuk meningkatkan kemampuan di bidang IT dan mulai manfaatkannya untuk tujuan bisnis. Bisnis online bagi generasi muda saat ini makin menjanjikan karena di era revolusi 4.0 segala hal bisa di-manage secara cepat dan efisien. Dalam kenyataannya

memang memulai sebuah bisnis bisa dimulai dari sekarang yakni usia 20-40 tahun. Usia tersebut merupakan fase perkembangan dan puncak dalam berbisnis. ‘’Suka tak suka, mau tak mau kemajuan IT harus diterima masyarakat pada era milenial sekarang ini. Revolusi 4.0 ditandai dengan berkembangnya digitalisasi di segala aspek kehidupan. Diharapkan generasi muda bisa termotivasi memanfaatkan kemajuan IT menjadi wirausaha yang andal,’’ kata Dadang Hermawan. Dia menilik dengan berpikir maju, obsesi tak hanya jadi pegawai negeri atau perusahaan. Sebab, jadi pegawai dari sisi pendapatan jelas terbatas. Tetapi kalau mau jadi wirausaha dengan pendapatan tak terbatas, impian jadi orang kaya akan terwujud. Direktur Politeknik Nasional Denpasar juga Bisma Informatika Indonesia I Made Adi Purwantara menyampaikan kalau ingin sukses, sukseslah yang luar biasa. Maka itu kuasailah IT secara cerdas dan bijak. Seperti perusahaan besar di dunia, yakni Amazon, Microsoft, dan lainnya. Perusahaan tersebut jadi besar karena berbasis IT. Wajar saja kalau kemudian ada istilah siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia. Jangan jadi korban karena pemanfaatan IT yang tidak positif. Moderator seminar Made Sarjana menyampaikan, untuk jadi pebisnis sukses amati tren. Terkait bisnis digital 2021 Google memprediksi

dunia akan tersambung semua. Jika mampu pasarkan produk, dampaknya akan bersifat mendunia. Sebaliknya,

banyak perusahaan yang bangkrut karena terlambat aplikasikan pola bisnis online. Karena itu, berbisnis kekinian harus berbasis IT. Contoh bisnis yang memanfaatkan aplikasi online yakni Gojek, Uber, dan lainnya yang sukses diterima pasar. Narasumber lainnya dari Stikom Bali Panji Agustino menyampaikan, belanja online kini sudah biasa. Tinggal modal gadget pesan dan ba-

rang dikirim. Di sini ada peluang pasar online yang begitu besar untuk digarap pebisnis. Di dunia pemanfaatan internet sudah mencapai 4 miliar orang dengan memanfaatkan smartphone atau gadget. Ini peluang pasar online yang besar dan luas. Fenomena kenapa banyak bisnis tutup itu salah satu dampak perubahan pemanfaatan bisnis digital. Saat ini revolusi 4.0 yang berbasis digital. (kmb)


BULELENG

14

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Ditinggal Jalan-jalan, Rumah Terbakar

Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami pasangan suami-istri (pasutri) Kadek Happy Suryanto (28) dan Ketut Karianing (23), warga Bajar Dinas Dharma Yadnya, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Rumah semipermanen milik pasutri itu terbakar, Senin (26/3) malam lalu. Akibat kejadian ini pemilik rumah mengalami kerugian material sekitar Rp 30 juta. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 18.30 Wita Suryanto mengajak istrinya Karianing dan anaknya jalanjalan ke kota Singaraja. Rumah terkunci dan kompor serta listrik sudah dipadamkan. Belum puas mengajak anak-anaknya rekreasi di kota, dia mendapat telepon dari tetangganya dan menyebutkan rumahnya terbakar. Tidak berpikir panjang, Suryanto bergegas pulang. Tiba di rumah, dia dan istrinya tercengang, rumahnya

berukuran tiga kali delapan meter persegi itu terbakar dan hanya menyisakan puingpuing kebakaran. Khawatir api merembet, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Karena terkunci, warga hanya bisa memindahkan barang di luar rumah. Selain itu, seorang tetangganya, Komang Wiryani (50), langsung memindahkan barang berharga miliknya. Pasalnya, api yang dengan cepat membesar hingga dikhawatirkan akan membakar warung miliknya.

Saat itu dia melihat api sudah membesar di salah satu kamar rumah korban. ‘’Kalau lambat sedikit saja, mungkin rumah saya ikut terbakar. Saya dibantu anak kemudian menyiram api dan dibantu warga,’’ tuturnya. Sementara itu, sekitar 30 menit satu unit mobil pemadam dari Pos Singaraja berhasil memadamkan api. Api berhasil dipadamkan, sehingga tidak merembet ke bangunan warung milik tetangga korban. Kapolsek Kota Singaraja

Kompol AA Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (27/3) kemarin mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki. Hasil pemeriksaan korban dan saksi diduga kebakaran ini akibat hubungan arus pendek listrik di rumah korban. Apalagi, korban menyebut bahwa kabel di ruang kamar rumahnya banyak yang terkelupas. Prihatin dengan kondisi dialami pemilik rumah, Kapolsek Wiranata Kusuma menyerahkan paket sembako kepada korban. Bantuan ini wujud kepedulian polisi atas kejadian dialami korban. Pihaknya berharap bantuan sembako ini dapat dimanfaatkan oleh keluarga korban. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SOSIALISASI – Pansus melakukan sosialisasi penyesuaian tarif PBB-P2 di tiga kecamatan meliputi Gerokgak, Buleleng, dan Kecamatan Sawan, Selasa (27/3) kemarin.

Pansus DPRD Sosialisasikan Penyesuaian Tarif PBB-P2

Singaraja (Bali Post) – Panitia khusus (pansus) DPRD Buleleng mensosialisasikan rancangan perda (ranperda) tentang penyesuaian tarif Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2). Sosialisasi untuk menyerap aspirasi wajib pajak (WP) tersebut dilakukan dengan sistem sampel di tiga kecamatan yakni Gerokgak, Buleleng, dan Sawan. Hasilnya, wajib pajak mengusulkan agar kenaikan PBB-P2 perlu diimbangi dengan penanganan kerusakan fasilitas infrastruktur di daerah ini. Sosialisasi Selasa (27/3) kemarin dipimpin Ketua Pansus H. Mulyadi Putra. Rombongan pansus juga didampingi perwakilan Badan Keuangan Daerah (BKD)

Buleleng. Sebelum diskusi, rombongan pansus meninjau sejumlah lokasi objek pajak di tiga wilayah tersebut. Ketua Pansus H. Mulyadi Putra mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan untuk mendapatkan tanggapan atau aspirasi wajib pajak terkait rencana kenaikan tarif PBB-P2 yang akan dituangkan dalam peraturan daerah (perda). Setelah berdiskusi, pansus diharapkan memperjuangkan aspirasi wajib pajak kepada pemerintah daerah setelah menaikkan tarif PBBP2. Aspirasi itu menyangkut perbaikan kerusakan infrastruktur seperti trotoar, jalan, lampu penerangan jalan, dan infrastruktur lain. “Dari sosialisasi ini wajib pajak minta ada timbal balik

atas kenaikan PBB-P2 oleh pemerintah. Ini akan kami bahas dalam rapat internal pansus hingga gabungan komisi-komisi dan kepada eksekutif,” katanya. Di sisi lain, politisi PPP ini menyatakan, dari sampel peninjauan objek pajak menyebutkan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kebanyakan tidak relevan. Ini terjadi karena perkembangan harga jual jauh di atas ketetapan NJOP. Dengan temuan ini, pihaknya menilai tarif PBBP2 perlu dibahas. “Ini juga akan kami bahas lebih intens karena kalau NJOP sudah tidak cocok dengan kondisi di lapangan, maka penyesuaian tarifnya menurut kami perlu ditindaklanjuti,” tegasnya. (kmb38)

Bangun Rumah Sakit

Investor Dukung Pembukaan Prodi Pendidikan Dokter Undiksha

Bali Post/kmb38

LOMBA – Sebanyak 30 regu senam mengikuti lomba senam kreasi di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Selasa (27/3) kemarin.

Serangkaian HUT Ke-414 Kota Singaraja

Digelar Lomba Janger dan Senam Kreasi

Singaraja (Bali Post) – Delapan sekaa janger dari SMP di Buleleng mengikuti lomba Janger Kreasi serangkaian HUT ke-414 Kota Singaraja di panggung terbuka Lapangan Bhuana Patra Singaraja. Sekaa janger itu yakni SMPN 1 Sukasada, SMPN 1 Singaraja, SMPN 4 Seririt, SMPN 2 Busungbiu, SMPN 4 Kubutambahan, SMPN 4 Banjar, SMPN 1 Sawan, dan SMPN 2 Singaraja. Tahun sebelumnya, peserta lomba janger kreasi ini dari kalangan pelajar SMA/ SMK. Sedangkan tahun ini khusus bagi siswa SMP. Saat tampil di atas panggung, siswa berusaha semaksimal mungkin menarik perhatian dewan juri. Mereka melaku-

kan berbagai jenis kreasi, mulai dari gending, gerak tari, hingga formasi dalam pementasan. Seluruh sekolah harus melakukan persiapan selama sebulan untuk menghadapi lomba itu. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya mencoba mengenalkan janger sejak dini di kalangan siswa SMP. Terlebih kesenian janger lahir dan sempat mengalami masa kejayaannya di Buleleng, sebelum akhirnya berkembang di Bali Selatan. ‘’Perlu proses latihan dan pembinaan yang lebih intens. Namun demikian dari lomba kali ini semangat sekolah

mengikuti kompetisi cukup besar,’’ katanya. Senam Kreasi Sementara itu, masih dalam rangkaian HUT ke414 Kota Singaraja, Selasa (27/3) kemarin panitia menggelar lomba senam kreasi antar-Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja. Ada 30 regu senam dari masing-masing OPD mengikuti kompetisi ini. Lomba senam dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Aries Suradnyana dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi gerakan pemanasan, teknik gerak,

harmonisasi gerak dan musik, penguasaan panggung, kreativitas dan tingkat kesulitan gerak, kekompakan serta penampilan secara umum. Dari lomba ini, dewan juri menetapkan regu senam wakil Sekretariat DPRD Buleleng sebagai juara pertama. Atas juara itu, peserta mendapat hadiah trofi, piagam, dan uang pembinaan Rp 4,5 juta. Disusul juara dua regu senam Dinas Pertanian (Distan) Buleleng dengan hadiah trofi, piagam dan uang sebesar Rp 3,5 juta. Sedangkan regu senam PDAM Buleleng harus puas sebagai juara tiga degan hadiah trofi, piagam, dan uang Rp 2,5 juta. (kmb38)

Suara Buleleng Tangani Bersama Danau Buyan

Pemerintah seharusnya segera memperbaiki pendangkalan yang berakibat meluapnya air di Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Minimal berkoordinasi dengan Pemprov Bali, untuk bersama-sama menangani luapan air yang telah menggenangi rumah warga. Gung Surya, Lovina

Berhenti jika Mengantuk

Para sopir truk bilamana merasa mengantuk dalam perjalanan sebaiknya berhenti. Jangan terlalu memaksa mengemudikan kendaraan yang bisa menyebabkan out of control (OC), seperti belum lama ini kasus sopir truk berpelat Banyuwangi yang menabrak dua motor terparkir, bale sakepat serta sanggah (palinggih) di areal Jalan Singaraja-Gilimanuk Km 38 Desa Patas Kecamatan

Gerokgak. Syukurnya itu tidak ada korban jiwa. Gung Surya, Lovina

Pariwisata yang Bermanfaat

Arah pariwisata harus lebih serius dikembangkan ke depannya, khususnya potensi pariwisata yang sudah ada di Buleleng. Bagaimana agar dapat memberi manfaat untuk seluruh warga masyarakatnya di daerah. Gung De, Ngurah Rai

Stabilitas Demokrasi Indonesia

Demokrasi yang dibangun di Indonesia sudah semakin baik. Mudah-mudahan pengalaman terdahulu dialami masyarakat dalam berdemokrasi dan mengembangkan ekonomi mampu lebih pesat berkembang. Mologan, Mayong

Singaraja (Bali Post) – Ketertarikan investor Amerika yang tergabung dalam Stern Resource (SR) Group berinvestasi di Buleleng disambut positif Pemkab Buleleng. Dari pertemuan antara pihak manajemen SR Group dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), Selasa (27/3) kemarin, menyebut bahwa pemkab mendukung investor yang menanamkan modal di daerahnya. Sementara, manajemen SR Group menyatakan alasan mengembangkan bisnis kesehatan mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Usai bertemu Bupati, CoChief Executive Officer Hartadinata Harianto didampingi Carl E. Bolch mengatakan, setelah beberapa hari berkunjung di Buleleng, dirinya telah mendapat gambaran awal terkait potensi di daerah ini. Dia mengaku tertantang mengembangkan bisnisnya di Buleleng diawali dengan investasi bidang kesehatan. Investasi itu akan dikembangkan bersama relasinya Luh Kerthianing yang lebih awal membuka investasi kawasan permukiman eksklusif di tengah Kota Singaraja yakni di Kelurahan Penarukan, Singaraja. Areal permukiman itu akan dikembangkan dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan atau rumah sakit berkelas. Untuk itu, dari hasil penjajakan awal dan bertemu Bupati, Hartadinata dan rekannya Carl E. Bolch dalam waktu dekat ini akan melakukan kajian lebih lanjut. Jika tidak ada halangan, investasinya itu akan dikembangkan dalam tahun

ini. “Potensi di Buleleng sangat besar dan daerahnya yang indah ini belum seramai di Bali Selatan. Visi dan misi kami sama dengan Ibu Luh yang ingin membangun daerah ini lebih maju. Langkah awal permukiman eksklusif yang sudah dikelola partner kami ini akan dikembangkan dengan jasa kesehatan,” katanya. Sementara itu, pengusaha properti asal Desa Sudaji, Luh Kerthianing, mengatakan, pengembangan jasa kesehatan di kawasan permukiman yang dikelolanya itu sangat memungkinkan. Pertimbangannya setiap kawasan permukiman eksklusif cocok dilengkapi dengan jasa kesehatan mulai dari klinik kesehatan, rumah sakit, bisnis center, atau sekolah internasional. Untuk itu, kerja sama dengan investor asal Amerika

itu, dirinya optimis dapat berpartisipasi membangun daerah kelahirannya bisa berkembang dan menambah peluang pekerjaan. Untuk investasi kesehatan itu, Kerthianing menyatakan bahwa investasi itu tidak saja murni untuk usaha, tetapi dirinya komitmen mendukung kebijakan pemerintah daerah yang memperjuangkan dibukanya Prodi Pendidikan Dokter di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. “Apalagi akan dibuka Prodi Dokter di Undiksha. Jadi, pengembangan bisnis kesehatan ini akan mendukung kebijakan pemerintah itu sendiri. Jasa kesehatan yang kami kembangkan ini mendukung studi mereka atau ikut mengembangkan bisnis kami ini memberi pelayanan kesehatan untuk warga kita sendiri,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

INVESTASI – Manajemen Stern Resource (SR) Group dan pemilik Garden Villa Recidence Luh Kerthianing (tengah) usai audiensi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa (27/3) kemarin.


15

Rabu Paing, 28 Maret 2018 Hasil Pertandingan internasional Finlandia Bulgaria Albania Portugal Curaçao

vs vs vs vs vs

Malta Kazakhstan Norwegia Belanda Bolivia

Pejabat Islandia Tak Hadiri Piala Dunia

5-0 2-1 0-1 0-3 1-0

Ganti Klub, Pemain Tetap Diperbolehkan Tampil di Liga Champions Zurich Pemain yang berganti klub selama berjalannya musim akan tetap diizinkan bermain untuk keduanya di Liga Champions di bawah aturan baru yang diumumkan UEFA pada Selasa (27/3) kemarin. Badan sepak bola Eropa tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peraturan baru itu juga akan memungkinkan tim untuk menggunakan pemain pengganti keempat dalam perpanjangan waktu selama Liga Champions dan Liga Europa. Keputusan baru mulai berlaku musim depan, berarti bahwa pemain yang telah diturunkan oleh satu klub di babak penyisihan grup Liga Champions, dan ditransfer selama jendela transfer Januari, dapat bermain untuk klub barunya di babak sistem gugur. Hal yang sama berlaku untuk Liga Europa. Berdasarkan aturan saat ini, klub yang lolos ke babak sistem gugur Liga Champions atau Liga Europa diizinkan untuk mendaftarkan tiga pemain baru. Ketentuan ini termasuk satu pemain yang telah mewakili klub yang berbeda di babak grup Liga Europa, tetapi tidak bisa dimainkan lagi untuk klub lain di babak penyisihan grup Liga Champions. Aturan yang sama menggagalkan Barcelona menurunkan Philippe Coutinho di Liga Champions musim ini karena ia telah bermain untuk Liverpool. Sebaliknya Alexis Sanchez memenuhi syarat untuk Manchester United, karena ia beralih dari Arsenal di Liga Europa ke Liga Champions. (rtr/ant)

Bali Post/rtr

Bola resmi Piala Dunia 2018 Telstar 18.

Bali Post/rtr

REBUT BOLA - Gelandang Jepang Keisuke Honda (kanan) berebut bola dengan rivalnya dari Ukraina pada pertandingan intrenasional di Stadion Maurice Dufrasne, Liege, Selasa (27/3) kemarin.

Samurai Biru Belum Temukan Kualitas Terbaiknya

Liege -

Tim Samurai Biru Jepang tak berkutik saat menghadapi Ukraina pada pertandingan internasional di Liege, Selasa (27/3) kemarin. Tim asuhan Vahid Halilhodzic belum memperlihatkan kualitas terbaiknya setelah menyerah 1-2 atas tim yang tak lolos ke putaran final Piala Dunia itu. Kemenangan Ukraina ditentukan oleh gol Oleksandr Karavaev lewat sepakan jarak dekatnya pada menit ke-69, menyusul tekanan dari sisi kiri yang dibangun Yevhen Konoplyanka. Ini menjadi kesuksesan tersendiri bagi tim yang dilatih mantan penyerang Andriy Shevchenko. Ukraina memimpin lebih dahulu menit ke-21 setelah

tembakan jarak jauh Yaroslav Rakitskiy terdefleksi dan menembus gawang Jepang yang dikawal Eiji Kawashima. Jepang mampu menyamakan skor melalui sundulan keras Tomoaki Makino yang memanfaatkan tembakan bebas menit ke-41. Tim Jepang memainkan pertandingan internasional ini di stadion milik klub Liga Belgia Standard Liege. Pe-

Pemain Harus Biasakan Diri dengan Bola Piala Dunia Madrid Pelatih timnas Spanyol Julen Lopetegui mengatakan para kiper harus terbiasa dengan bola Piala Dunia sebelum putaran final turnamen itu dimulai pada Juni mendatang, ketimbang mengeluhkan tentang bola itu menyusul kritik yang dilontarkan kiper Jerman Marc-Andre ter Stegen dan kiper Spanyol Pepe Reina. ‘’Saya tahu apa yang para pemain sampaikan kepada saya, namun itulah bola yang akan digunakan dan yang lainnya, semata-mata hanya menginjak kaki anda dan menimbulkan kehebohan,’’ kata Lopetegui yang merupakan mantan kiper Barcelona dan Real Madrid, Selasa (27/3) kemarin. ‘’Apa yang perlu kami lakukan adalah mengambil hal-hal positif, menbiasakannya, dan tidak ada yang lain,’’ tambahnya menjelang pertandingan pemanasan Piala Dunia melawan Argentina dan setelah Spanyol bermain imbang 1-1 dengan juara dunia Jerman pada Jumat. Tim-tim nasional menggunakan bola Adidas Telstar 18 untuk pertama kalinya pada pertandingan-pertandingan internasional terkini, Minimnya daya cengkram dan pergerakan yang liar saat di udara telah membuat bola ini mendapat banyak kritik. Kiper Napoli Reina, yang kemungkinan akan masuk skuad Spanyol untuk putaran final di Rusia, tidak senang dengan bola ini, ia mengatakan kepada Diario AS. ‘’Masih ada waktu untuk menggantinya, bahkan sebelum ajang ini dimulai.’’ ‘’Saya bertaruh kepada Anda bahwa setidaknya akan ada 35 gol yang tercipta dari jarak jauh, karena mustahil untuk mengantisipasinya, belum lagi menyebutkan bahwa (bola) ini dilapisi dengan plastik film yang menyulitkan untuk digenggam,’’ tambah Reina. Media lokal melaporkan pandangan serupa dari kiper-kiper lain di timnas Spanyol, David de Gea dan Kepa Arrizabalaga, di mana nama yang disebut terakhir hanya berkata ‘’tidak’’ ketika ditanyai apakah dirinya menyenangi bola itu. Penyerang Jerman Thomas Mueller mencetak gol saat melawan Spanyol pekan lalu dengan sepakan jarak jauh yang terlihat mengecoh De Gea. Sedangkan kiper Jerman Ter Stegen menyebut Telstar sebagai ‘’bola yang rumit’’. ‘’Bahkan meski bola tidak selalu salah, memang benar bahwa yang satu ini sedikit rumit. Anda dapat melihat gol yang kami bukukan. (Bola) itu banyak bergerak dan semestinya dapat lebih baik lagi,’’ tuturnya. ‘’Kami tidak memiliki opsi lain selain membiasakan diri,’’ tambah Ter Stegen, senada dengan Lopetegui. (rtr/ant)

kan lalu pasukan Halilhodzic nyaris dipermalukan Mali namun akhirnya diselamatkan oleh gol Shoya Nakajima lima menit sebelum bubaran untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1. Di Rusia nanti, Jepang akan melakoni babak penyisihan Grup H melawan Kolombia, Senegal dan Polandia. (kmb39/rtr)

KECEWA - Penyerang Portugal berjalan keluar lapangan dengan kecewa setelah timnya dihancurkan Belanda 0-3 pada pertandingan internasional di Stade de Geneve, Jenewa, Swiss (27/3) kemarin.

Hadapi Belanda, Ronaldo Paceklik Gol Jenewa Juara Eropa Portugal tak mampu memperlihatkan kejayaannya saat dihancurkan Belanda 0-3 pada pertandingan internasional, Selasa (27/3) kemarin. Bahkan penyerang Cristiano Ronaldo pun langsung mengalami paceklik gol. Pada pertandingan di Stade de Geneve, Swiss, Memphis Depay, Ryan Babel, dan Virgil van Dijk menjadi pencetak gol bagi tim Oranye. Pertahanan Portugal terlihat keropos ketika Belanda, yang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia tahun ini, mengamankan kemenangan perdana di bawah pelatih baru Ronald Koeman. Kapten Portugal Ronaldo memulai pertandingan dengan terpaut tiga gol dari menyamai rekor 84 gol milik pemain Hun-

garia Ferenc Puskas sebagai pemain tersubur sepanjang masa di Eropa. Namun pada pertandingan ini ia terlihat tidak mampu mencetak satu gol pun. Portugal, yang akan menghadapi Spanyol, Iran, dan Maroko pada penyisihan grup Piala Dunia, mendominasi penguasaan bola untuk beberapa menit pembukaan. Namun, Belanda mencetak gol pertama ketika Depay menaklukkan bek Jose Fonte untuk mendapatkan bola liar dan menembakkan tembakan ke gawang Portugal pada menit ke-12. Ryan Babel tidak terkawal untuk kemudian menanduk bola umpan silang Matthijs De Ligt masuk ke tiang jauh pada menit ke-32. Diperlukan penyelamatan super dari An-

thony Lopes untuk menahan sundulan Depay beberapa saat kemudian. Menjelang turun minum, tendangan bebas Depay diteruskan De Ligt kepada Van Dijk yang tidak terkawal untuk mencetak gol ketiga. Portugal mengetatkan pertahanan mereka setelah turun minum dan selamat dari dipermalukan lebih besar lagi. Upaya mencetak gol balasan mendapat pukulan saat Cancelo mendapatkan kartu kuning kedua akibat hadangannya yang terlambat. Belanda memasukkan Justin Kluivert, pemain 18 tahun yang merupakan putra mantan penyerang Belanda Patrick, untuk melakukan debut internasionalnya pada menit ke-78. (kmb39/ant)

London Pejabat tinggi negara Islandia tidak akan menghadiri Piala Dunia 2018 di Rusia. Sementara itu Australia, Selasa (27/3) kemarin akan mengusir dua diplomat Rusia. Langkah ini merupakan tanggapan internasional untuk menekan pemerintah Kremlin atas serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris, sebagaimana dituduhkan pemerintah Inggris kepada Moskow. Meskipun Islandia, negara kepulauan kecil dengan 300.000 penduduk berhasil mencapai putaran turnamen sepak bola terbesar di dunia, tidak akan ada kehadiran perwakilan diplomatik Islandia di Piala Dunia nanti, kata Kementerian Luar Negeri Islandia. ‘’Di antara tindakan yang diambil Islandia adalah penundaan sementara dari semua dialog bilateral tingkat tinggi dengan pihak berwenang Rusia. Akibatnya, para pemimpin Islandia tidak akan menghadiri Piala Dunia FIFA di Rusia musim panas ini,’’ isi pernyataan kementerian itu. Pada awal pekan ini, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa lebih dari 130 orang mungkin telah terpapar gas saraf yang diyakini telah digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu. May yang menyambut baik aksi solidaritas internasional mengatakan 18 negara telah mengumumkan rencananya untuk mengusir para pejabat Rusia. Mereka termasuk 14 negara Uni Eropa. Secara total, 100 diplomat Rusia dipaksa pulang, pengusiran negaranegara Barat terbesar kepada para diplomat Rusia sejak puncak Perang Dingin. Rusia telah berulang kali membantah bertanggung jawab atas serangan gas saraf tersebut. ‘’Sejauh ini tanggapan Rusia sangat kurang,’’ kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Islandia. ‘’Rusia harus memberikan penjelasan yang dapat dipercaya tentang bagaimana gas saraf yang awalnya diproduksi di laboratorium Soviet, digunakan untuk menyerang warga sipil di Inggris.’’ Dua Diplomat Australia pada Selasa kemarin menyatakan akan mengusir dua diplomat Rusia dan mengisyaratkan kemungkinan memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia. Sebelumnya, Amerika Serikat juga menyatakan akan mengusir 60 diplomat Rusia sebagai bentuk kesetia-kawanan dengan negara Eropa untuk menghukum Kremlin. ‘’Bersama-sama dengan Inggris dan sekutu lain, Australia mengambil langkah sebagai tanggapan atas serangan gas saraf di Salisbury, Inggris,’’ kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull dalam pernyataan tertulis. ‘’Dua diplomat Rusia, yang diketahui sebagai petugas intelijen tidak terdaftar, akan diusir pemerintah Australia karena pekerjaan tidak sesuai kedudukannya, sesuai dengan Konvensi Wina,’’ kata Turnbull. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengaku tengah mempertimbangkan sejumlah tindakan, seperti pemboikotan terhadap Piala Dunia 2018 di Rusia. ‘’Masih banyak pilihan aksi lanjutan yang bisa diambil. Pemboikotan Piala Dunia adalah salah satu kebijakan susulan yang bisa diambil terkait hal ini,’’ kata Bishop kepada sejumlah wartawan di Canberra. Di sisi lain, otoritas sepak bola Australia mengatakan bahwa sejauh ini Piala Dunia masih akan digelar sesuai rencana. ‘’Sejauh ini, semua tim yang lolos, termasuk tim sepak bola nasional Inggris, akan ambil bagian dalam acara FIFA tersebut dan ini juga merupakan niat kami,’’ kata Federasi Sepakbola Australia dalam pernyataan tertulis yang dikirim melalui surat elektronik. Australia sudah menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia menyusul jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17 dan atas aneksasi Moskow terhadap sebagian wilayah Ukraina pada 2014 lalu. Pada 2014, pesawat MH17 yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh sehingga menewaskan 298 penumpang dan kru. Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda dan 28 dari Australia. Penyidik internasional menyimpulkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari sebuah peluncur Rusia di sebuah sebuah desa yang dikuasai oleh kelompok gerilyawan pro-Rusia. Moskow mengatakan bahwa militer Ukraina menembak jatuh pesawat itu. (rtr/ant)


OLAHRAGA

16

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Pegolf Melati Masuk Timnas AG

Denpasar (Bali Post) Satu-satu pegolf Bali yang dipanggil PB PGI masuk skuad timnas Asian Games (AG) adalah Ida Ayu Indira Melati Putri. Sebelumnya, pegolf yang akrab disapa Dayu Mela ini juga turun di SEA Games Singapura (2015) dan Malaysia (2017), dan ikut andil menyumbangkan medali perak pada nomor beregu putri. Sang ayah Ida Bagus Surya Sanjaya yang dihubungi di Denpasar, Selasa (27/3) kemarin menjelaskan, Dayu Mela sekitar dua bulan lalu masuk skuad, hanya belum masuk tim definitif. ‘’Dayu Mela saat in sedang kuliah di Jurusan Bisnis dan Manajemen semester VI di Universitas Purdue, Indiana, AS,’’ jelas Bagus Surya Sanjaya. Rencananya, Dayu Mela akan pulang ke Tanah Air pada Mei mendatang bertepatan liburan kuliahnya. ‘’Dayu Mela kuliah di AS, berkat prestasi golfnya. Dia mendapatkan beasiswa, dan hampir tiap dua pekan rutin ada turnamen mahasiswa antarkampus,’’ jelasnya. Karena itu, setelah Dayu Mela tiba di Tanah Air, diharapkan bisa bergabung dengan rekan timnas putri lainnya, sekaligus mengikuti seleknas. ‘’Saya berharap dia tetap lolos sampai pembentukan tim definitif,’’ harapnya. (022)

Bali Post/ant

ATLET MUDA - Menpora Imam Nahrawi (kedua kiri) berbincang dengan pebulu tangkis ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kedua kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) serta pesepak bola Lechia Gdansk Egy Maulana Vikri di sela-sela kunjungannya ke Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan di Jakarta, Selasa (27/3) kemarin. Kunjungan Menpora bertujuan untuk melihat kelayakan sarana pendidikan dan olahraga untuk para atlet muda itu serta memberikan dukungan kepada mereka.

Kevin/Marcus Motivasi Siswa SKO Ragunan Tidak hanya berbincang dengan atlet bulu tangkis muda, pasangan yang dikenal dengan julukan The Minions itu menunjukkan kemampuannya dalam bermain bulu tangkis bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. ‘’Mereka sengaja kami undang untuk memberi seman-

gat, motivasi dan supaya menginspirasi atlet muda untuk berprestasi,’’ kata Menpora Imam Nahrawi. Menpora sebenarnya mengajak pemain sepak bola muda yang lagi naik daun, Egy Maulana Vikri, namun pemain yang siswa SKO Ragunan itu mengaku masih dalam masa pemulihan setelah bersama Timnas In-

donesia U-19 menghadapi Jepang. Menpora terus memberikan motivasi kepada atlet muda dan mencontohkan pasangan Marcus/Kevin yang sukses menjadi terbaik pada beberapa kejuaraan internasional, termasuk ajang kejuaraan bergengsi All England. ‘’Sebenarnya saya ngajak Egy juga,’’ kata pria kela-

hiran Bangkalan, Madura itu. Egy Maulana Vikri meski tidak bermain bersama Mercus/Kevin namun tetap memberikan dukungan di pinggir lapangan bersama dengan pemain sepak bola binaan SKO Ragunan lainnya seperti Witan Sulaeman. Sementara itu, Kevin Sanjaya mengaku bangga bisa dilibatkan dalam memotivasi atlet bulu tangkis muda Indonesia maupun atlet cabang olahraga lain yang saat ini mengenyam pendidikan di SKO Ragunan. ‘’Semoga mer-

Jakarta (Bali Post) Kejuaraan balap sepeda internasional dengan tajuk ‘’Indonesia Down Hill 2018’’ bakal berlangsung lima seri dan menawarkan tiga trek baru yang salah satunya adalah lintasan balap yang bakal digunakan untuk Asian Games 2018. Penggagas Indonesia Down Hill Parama Nugroho di Jakarta, Selasa (27/3) kemarin, mengatakan kejuaraan ini masuk dalam kalender federasi balap sepeda dunia atau UCI sehingga persaingan bakal berlangsung ketat karena juga diikuti oleh pembalap mancanegara. ‘’Pembalap asing

pasti banyak yang datang karena mencari poin UCI. Di sini kami menggelar dua jenis kejuaraan yaitu C 1 dan C 2. Apalagi ada tiga trek baru yang cukup menantang,’’ katanya. Menurutnya, Indonesia Down Hill 2018 bakal dibuka di Bukit Hijau, Bantul, Yogyakarta, 21-22 April dengan menggunakan trek baru. Seri dua di Klemuk Hill Batu, 4-5 Agustus, seri tiga di Khe Bun Subang, 22-23 September yang menggunakan trek baru. Seri empat di Wonogiri, 13-14 Oktober dengan trek baru dan seri terakhir di Kudus, 3-4 November. Meski di dua seri yaitu seri

kedua dan kelima menggunakan trek yang sebelumnya ada, pria yang akrab dipanggil Nunung itu menegaskan jika trek yang digunakan sudah mengalami modifikasi dibandingkan sebelumnya. ‘’Untuk tantangan pembalap yang bisa menjawab dengan detail. Tapi untuk pelaksanaan saya kira bakal bersaing ketat karena cukup menantang,’’ kata pria yang juga pengurus PB ISSI itu. Terkait dengan peserta, Nunung menjelaskan bakal banyak pembalap mancanegara yang hadir. Meski belum konfirmasi resmi, pembalap dari Thailand, Taiwan, Jepang,

Ceko serta Portugal sudah menyatakan niatnya untuk mengejar poin UCI di Indonesia. ‘’Poinnya cukup besar. Jadi banyak pembalap bakal datang ke sini. Kita saat ini terus menunggu. Apalagi kejuaraan ini juga menjadi media menambah poin untuk ke olimpiade,’’ kata Nunung menegaskan. Sementara itu, pembalap down hill senior Indonesia Popo Ario Sejati mengaku Indonesia Down Hill merupakan wadah yang tepat untuk mengasah kemampuan. Apalagi banyak pembalap nasional lahir di kompetisi ini. ‘’Semakin tahun pelaksa-

Jakarta (Bali Post) -

Pasangan andalan bulu tangkis Indonesia Marcus Gideon Fernaldi dan Kevin Sanjaya memotivasi atlet muda yang tengah menjalani pembinaan olahraga di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3) kemarin.

Ida Ayu Indira Melati Putri

Bali Post/ist

eka termotivasi. Ini adalah salah satu modal untuk terus berprestasi. Dengan motivasi yang tinggi peluang untuk menjadi yang terbaik sangat terbuka,’’ kata Kevin usai bermain bersama Menpora. Pasangan Marcus/Kevin selama di SKO Ragunan menjadi buruan atlet muda untuk berfoto bersama. Tidak hanya atlet, pelatih pendamping maupun guru juga tidak ketinggalan untuk berfoto bersama dengan pasangan ganda putra nomor satu dunia itu. (ant)

naan semakin bagus dan tahun ini merupakan kejuaraan level C1 dan C2 UCI. Persaingan bakal ketat. Harapan saya, kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial,’’ kata pembalap timnas Indonesia untuk Asian Games 2018 itu. Sebelum Indonesia Down Hill 2018 berlangsung, pihak penyelenggara menggelar kejuaraan yang hampir sama yaitu Indonesia Down Hill Urban 2018. Untuk seri pertama berlangsung di Selo Boyolali, Jawa Tengah, 31 Maret - 1 April dan di Bandungan Umbul Sidomukti Semarang, 29-30 Juni. (ant)

Borneo Pecat Indonesia Down Hill 2018 Digelar dalam Lima Seri Iwan Setiawan

Samarinda (Bali Post) Manajemen Borneo FC, Selasa (27/3) kemarin resmi mengumumkan pemecatan Iwan Setiawan dari kursi pelatih ketika kompetisi Liga 1 musim 2018 baru menjalani satu pertandingan. Iwan Setiawan menjadi pelatih ketiga di kompetisi kasta tertinggi yang diputus kontraknya oleh klub musim ini. Iwan Setiawan didepak karena terlibat konflik dengan suporter tim berjuluk ‘’Pesut Etam’’. Kasus serupa sebelumnya dialami pelatih bertubuh subur itu saat menangani Persebaya Surabaya pada kompetisi Liga 2 musim 2017. Di klub ‘’Bajul Ijo’’, Iwan juga terlibat konflik panas dengan suporter sehingga memaksa manajemen Persebaya mengambil langkah tegas dengan menghentikan kontrak kerjanya di tengah jalan. Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengungkapkan bahwa keputusan mendepak Iwan Setiawan demi menjaga hubungan baik antara tim dengan suporter dan telah melalui pertimbangan matang serta evaluasi menyeluruh manajemen. ‘’Sejujurnya ini berat buat saya, karena kedekatan saya dengan coach Iwan sangat luar biasa. Tapi, di sisi lain saya tidak bisa juga kehilangan pendukung dan masyarakat, karena saat ini saya sedang berjuang agar masyarakat Samarinda bisa mencintai klub ini dengan tulus. Jadi, keputusan yang sangat berat harus saya ambil, demi Borneo FC ke depan nya,’’ ungkap Nabil. Ketidakpuasan suporter Borneo terhadap kinerja Iwan Setiawan sebenarnya sudah mulai muncul saat tim berjuluk ‘’Pesut Etam’’ gagal mewujudkan target mempertahankan Piala Gubernur Kaltim 2018, karena hanya finis di posisi keempat. Puncak kekecewaan suporter ketika Borneo FC hanya meraih hasil imbang tanpa gol pada laga perdana Liga 1 melawan Sriwijaya FC di Stadion Segiri Samarinda, Kaltim, Minggu (25/3) malam. Para suporter meneriakkan seruan ‘’Iwan out, Iwan out’’ setelah laga berakhir. Teriakan itu disambut aksi kurang simpatik dari Iwan Setiawan dengan mendekati tribun suporter, seraya mengacungkan jempol dalam posisi terbalik atau ke bawah. Saat sesi jumpa pers usai pertandingan, mantan pelatih Persija Jakarta itu mengatakan bahwa perlakuan suporter terhadap dirinya sangat tidak fair, padahal dia sudah memberikan banyak kontribusi kepada tim, termasuk membawa Borneo FC menjuarai kompetisi Divisi Utama 2014 dan Piala Gubernur Kaltim 2016. ‘’Sebenarnya hasil draw dengan tim sekelas Sriwijaya FC itu merupakan hasil yang menurut saya tidak terlalu jelek. Mengingat pertama, Sriwijaya tim yang memiliki persiapan lebih awal. Kedua, Sriwijaya juga tim yang bermaterikan pemain terbaik yang ada di Indonesia,’’ kata Iwan. Iwan Setiawan merupakan pelatih ketiga di Liga 1 yang didepak oleh manajemen klub. Sebelumnya, Madura United memutus kontrak pelatih Gomes de Oliviera dan PSIS Semarang menghentikan pelatih Subangkit. Baik Gomes maupun Subangkit diberhentikan manajemen klub menjelang kompetisi Liga 1 dimulai. Hasil mengecewakan Madura United dan PSIS di turnamen pramusim Piala Gubernur Kaltim 2018 pada akhir Februari lalu menjadi salah satu pemicunya. Subangkit setelah dipecat pada pertengahan Maret 2018 mengaku kaget dengan keputusan manajemen PSIS Semarang yang sangat mendadak, apalagi sebelum kompetisi Liga 1 dimulai. Kendati demikian, pelatih bertubuh kekar ini tetap berpikir positif dengan langkah perubahan yang dilakukan manajemen klub, meskipun kecewa karena sebelumnya sudah berkontribusi membawa PSIS kembali promosi ke Liga 1. ‘’Mungkin PSIS membutuhkan penyegaran dengan merombak pelatih. Sebenarnya kondisi tim sudah lumayan, karena saya sudah memberikan dasar-dasar dan pemahaman taktik serta strategi kepada para pemain. Setelah Piala Gubernur Kaltim, saya langsung evaluasi tim untuk persiapan Liga 1,’’ tuturnya. (ant)

Istri Prajurit Kodam Gelar Olahraga Bersama

Bali Post/ist

LIPESIA - Kesebelasan Indonesia Power (kiri) berhak mewakili Bali pada Liga Pekerja Seluruh Indonesia (Lipesia) Regional Bali, NTB, NTT, di Lombok, April mendatang.

Tim Indonesia Power Wakil Bali di Lipesia

Denpasar (Bali Post) Kesebelasan PT Indonesia Power (IP) berhak mewakili Bali dalam Liga Pekerja setelah menang tipis atas lawannya Perum Angkasa Pura (AP) dengan skor 2-1 (1-1) dalam laga Liga Pekerja Seluruh Indonesia (Lipesia) Rayon Bali, di Stadion Ngurah Rai, Minggu (25/3) lalu. Dua gol kemenangan IP hasil bidikan Kadek Pati pada menit ke-18 dan Anta Wijaya pada menit ke-63 yang menggetarkan jala AP yang dikawal kiper Wayan Soma Antara. Sedangkan gol balasan AP dicetak Mario Syah Pradana melalui tendangan penalti di menit ke30. Laga tersebut dipimpin

wasit Ali Bacho, berdurasi 2 x 40 menit. Salah seorang Panpel Gede Gepeng Subrata di Denpasar, Selasa (27/3) kemarin, mengakui jumlah kontestan Lipesia hanya dua tim dan cukup digelar sekali pertandingan. Gepeng menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Lipesia sejak Februari lalu, namun tim yang ikut hanya dua perusahaan. ‘’Kami akui Lipesia yang baru pertama kali digelar ini dan hanya melibatkan dua tim perusahaan’’ ujar Gepeng. Penyebabnya, katanya, persyaratan yan dipatok dari pusat cukup memberatkan, misalnya biaya pendaftaran Rp 5 juta. ‘’Kemungkinan kondisi perekonomian Bali

yang sedang terpuruk, mengingat Lipesia di Riau disambut antusias, bahkan para peserta rela merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya pendaftaran berikut menjadi sponsor,’’ ucapnya. Selain itu, persyaratan lainnya pemain harus berusia 20-40 tahun, wajib menjadi peserta BPJS, serta bukan berstatus PNS. Knedati demikian, Gepen tetap optimis, tahun depan jika perekonomian Bali membaik, peserta dipastikan bertambah. Selanjutnya, tim IP mewakili Bali meladeni tim juara Lipesia NTB dan NTT, di Lombok, April mendatang. Bagi tim juara regional berhak ke putaran nasional Lipesia. (022)

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memperingati HUT ke-54 Dharma Pertiwi 2018, istri prajurit Kodoam IX/Udayana, melaksanakan olahraga bersama dan bazar di Lapangan Korem 163 Wira Satya, Selasa (27/3) kemarin. Olahraga bersama diprakarsai Ketua Dharma Pertiwi Daerah ‘’J’’ Reza Benny Susianto tersebut diawali jalan sehat di lingkungan Korem 163/Wira Satya. Setelah itu dilanjutkan dengan senam aerobik dan pertandingan bola voli serta bazar. Kegiatan tersebut diikuti segenap anggota Dharma Pertiwi, terdiri dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jala Sena Stri dan Via Ardya Garini. Dalam sambutannya, Reza Benny Susianto mengatakan, olahraga bersama merupakan kegiatan positif. Selain untuk memelihara

dan menjaga kesehatan, juga menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan diantara istri prajurit TNI. Ia berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling mengenal dan bertukar informasi tentang berbagai hal terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan organisasi Dharma Pertiwi Daerah ‘’J’’. Terkait acara bazar, panitia menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga relatif murah. Kegiatan ini dimaksudkan dapat membantu ibu rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan pokok seharihari. ‘’Saya mengharapkan ibu-ibu selalu menjaga kekompakan, kebersamaan, saling asah dan saling asuh sebagai satu keluarga besar dalam ikatan organisasi Dharma Pertiwi,’’ ujarnya. (kmb36)

Bali Post/ist

HUT - Memperingati HUT ke-54 Dharma Pertiwi 2018, istri prajurit Kodam IX/Udayana melaksanakan olahraga bersama dan bazar.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Paing, 28 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dcr:Pembantu masak u/RM di Legian,ada Gaji+Tip,081236109808

Staff Adm & Kasir Bs.Comp,Toko Meat Shop Sanur H.081236648152

Dcri Guru Private Tehnik,Pglmn Min 2Th,Sabar & Disiplin.Kirim CV ke : hrdbali2018@gmail.com

Wahwah Burger Seminyak Needs Waitress & Barista Send CV to WA:081236600800

B.BP.004.03.18.0001182

B.BP.001.03.18.0001211

B.BP.001.03.18.0001049

B.BP.001.03.18.0001216

Dcri Staf Acc Bid.Travel Send CV ke:fadjarlontoh1@gmail.com

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.03.18.0001120

DAIHATSU

Dibth:HK u/Villa Area Seminyak &Uluwatu dan Villa Coordinator Pnglmn,Kprbdian Baik,Pkrja Krs Good Salary Hub.0361-4490319 / CV:asavillasproperty@gmail.com

Over Kredit Grand Max PU Th’ 2017 Akhir.Kondisi msh Baru. Warna Putih Hub.082144146000

B.BP.001.03.18.0001236

TOYOTA

B.BP.001.03.18.0001092

Dibthkn Sgr Customer Service, Cleaning Service.081237201410

B.BP.001.03.18.0001212

LOWONGAN Dicari Seles Dupa Hubungi 081246757777

Cr:Karyawan(Pria)Money Changer Berizin Hb.08123636456

B.BP.001.03.18.0001237

Kerja Diluar Negeri, Semua Usia Pasutri 081375409869

Dcr 5 P/W Marketing, 2 org sopir Sim*A Syrt;SMA-S1 ulet,P. menarik Fas:Gj,Bns,Tj.Kes. CV: PT.BSM Komp.Diponegoro Indah C-4 Blk Tk Dunia Jam Dps. Jam 10-15 Wita, 085737003277

Cr Cpt2PRT+1B.Siter G1,8JtTdr dlm 082237995324 081999776071

Dcr Admin Hub.087761340455/0361-238462

B.BP.817.03.18.0001074

Dibutuhkan segera Koki waiter&waitres T.082247191953

B.BP.001.03.18.0001255

B.BP.004.03.18.0001055

B.BP.001.03.18.0001243

PT.Genta Property Mbthkn Staf Admn&Acc Pria SMK/S1 Akuntansi CV ke:gentaproperty@yahoo.com

B.BP.001.03.18.0001235

!!Dicari Sopir Sim B1 + SIM A utk Cargo Hub.081338781418

B.BP.166.03.18.0001248

!Bersih Rmh Kost,Pria,Tggl Dlm Rajin,Jujur,Sopan/085238203818

B.BP.001.03.18.0001226

BJA Arsitek utk Accounting, Personal Assistance, Interior Designer.Krm lamaran CV Email tapakdisain.bja@gmail.com

B.BP.004.03.18.0001181

Butuh Sopir & Staff Catering di Pemogan.Hub:08123846867

B.BP.001.03.18.0001200

Dcr Sopir,Staff Produksi&SPG u/Kopi Luwak,Lulusan Min SMA Hub.085100619419

B.BP.001.03.18.0001245

ALUMINIUM

SERVICE

B.BP.001.03.18.0001238

B.BP.001.03.18.0001244

Dcr Housekeeping Pglmn Min 2Th untuk di Private Villa, Jujur, Hardworking, Kerja Team.Kirim CV ke : hrdbali2018@gmail.com

B.BP.001.03.18.0001048

Dcr Pgw Wnt Grosir Pakaian Brpngalaman, Brtenaga Kuat 16-30 Th, di Psr Kmbasari Hub.08174800075 B.BP.004.03.18.0001113

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.03.18.0000836

Dcr Tk.Pot+Patrun,Tk.Jahit Pnglmn,Gj Blnan,H.081237393388 B.BP.001.03.18.0000825

Dicari Accounting Bs MYOB, Bhs Inggris & Staff Gudang CV:meisindo@gmail.com B.BP.004.03.18.0001214

Dibutuhkan Segera Tenaga IT Networking/Hardware berpengala man,Sarjana Informatika, rajin jujur,Hub.081246180181 Email:vitaluxebali@gmail.com

B.BP.001.03.18.0001254

Dibutuhkan Teknisi & Crew utk McD Sanur Hub.08111927472

Dicari Sopir/Jl.Gunung Soputan Hubungi Hp:081949605613

B.BP.001.03.18.0001207

Dicr Sopir Serabutan Jl.Siulan -Penatih.Hubungi:08179751379

B.BP.001.03.18.0001202

Karywti single,SMU/SMK,manarik tdk sedang kuliah:Queen Optik Jl.Hayam Wuruk 90 Dps T.242307

B.BP.001.03.18.0001250

B.BP.001.03.18.0001206

DIJUAL RUMAH !!!081558041018 Djl Rmh Murah Banget Hny 590 diDps Siap Huni

B.BP.001.03.18.0000755

B.BP.164.03.18.0001249

Dicari OB Kantor,Punya Motor Bensin Ditanggung 085935135291

Dijual Rmh L2 di Kota Gianyar DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.082236881191/081805374433

B.BP.004.03.18.0001118

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum nikah Hub:085333468877

B.BP.004.03.18.0001132

Rmh 130-300Jt dg Subsidi Angs Tnp Bunga(Bbs Riba) Bahkan Bs Bbs Angsuran Hny 150Rb/Mg SMS/ WA “Rmh150” ke:085848906132

B.BP.001.03.18.0001177

B.BP.031.03.18.0001219

Dicari Sales,Wanita Max 40 Thn Min Tmtn SMA,Diutamakan Bisa Mandarin,Penmpln Menarik,Rajin Gaji 2,5Jt,Btggjwb,Hub:Lusi 0361-769780,Penempatan di Discovery Shopping Mall Kuta B.BP.001.03.18.0000766

Dicari Security dan Gardener u/Villa di Jl.Tirta Akasa No.28 Sanur.0361-270260/Kayumanis

B.BP.001.03.18.0001247

Restau Kerobokan,Tkg Bakery/ Pastry,Tnp Pnglaman Dilatih dg Cara Profesional,087861378730 B.BP.001.03.18.0001233

Sekolah di Jimbaran cari : Guru & Kep.Sek.TK, Guru Bhs. Inggris, Geografi, PPKN,Musik, Mandarin,Komputer,Olah Raga, Driver,Receptionist, Dokter, Perawat, Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.03.18.0000945

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUKO

2 UNIT RUKO DIJUAL TK. YEH AYA RENON LB . 318 M2 LT . 300 M2

SERTIFIKAT HAK MILIK

�0811613807

C.0000917-DJR

AC

SERVICE

FOTO COPY

B.BP.141.03.18.0001241

Avanza G’14 Silver TgnI DK Terawat Asli Bali.Hub:08124615206

B.BP.001.03.18.0001201

Dibutuhkan:1.Waiter/ss 2.Bar back 3.Cleaning Servis Min SMA.Hubungi:087755763368 Casablanca Sanur)

Dicari PRT/ART Yg Serius Kerja & Pengalaman.Tinggal & Makan Dalam.Umur Diatas 30thn.Dps Hub: 0811394116

**Matahari Auto Gallery** *Hub.464168/081238116467* *Toyota Lexus RX 270 Facelift Th’2014 Warna Hitam KM27Rb* *New Landcruiser Prado 2.7L* *Vellfire 2.4 Th’2011 Warna Hitam Asli DK KM38Ribu* *Harrier 2.4 Th’11 Htm LowKM*

TOUR

B.BP.001.03.18.0001215

Rmh LT II,100m2(LT),135m2(LB) Prm Griya Loka Tbn,08113802880 B.BP.001.03.18.0001231

Rmh LT2,5KT,4KM,Garase,Perum Pesona Agung Graha Adi Jl.Gn. Agung 1C Hub.08113802880 TP B.BP.001.03.18.0001229

DISEWAKAN RUMAH Disewa Rmh LT 2,3KT,3KM,Garase Jl.Tukad Badung XVII (Tukad Badung Residence)08113802880 B.BP.001.03.18.0001228

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DISEWAKAN RUKO

PENGUMUMAN

Disewakan Ruko 60M2,42Jt/Th, 3,5Jt/Bln.Hubungi:085739316281

B.BP.001.03.18.0001199

RukoLT3,DkatKampusWarmadewa Jl.Akasia 7A Hub.08113802880

B.BP.001.03.18.0001230

DIJUAL TANAH 5A Kedewatan Ubud 310Jt/A 089 6056 37173

B.BP.001.03.18.0001046

Dijual Tanah 3 Are Br.Pemaron Munggu-Badung.Hub:087874680077

B.BP.001.03.18.0000996

Djl/Diswa Tnh Jl.Tukad Citarum O,Ls.5 & 6are Hub.08113802880

B.BP.001.03.18.0001227

Tnh 7,7A pgr jl Raya ±2KM dr RS Kasih Ibu Saba 081337561687 B.BP.001.03.18.0001232

DICARI TANAH Dcr Tnh Los Pantai, Pasir Putih Diutamakan,Luas 10-15are,Hak Milik/Sewa Hub.08123632500

B.BP.001.03.18.0001224

Dicari Tanah/Rumah Strategis Denpasar utk Di-develop/Dijual Kembali.Budget Rp.5-10 Milyar Hub .Purnama:085881515449

B.BP.820.03.18.0001246

DISEWAKAN TOKO Diswk Toko di Jl.Tukad Banyusari Denpasar Hub.085792252412 B.BP.001.03.18.0001066

DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok Mertanadi No.101 Krobokan LT/LB 3500/3900m2, 08123812222 B.BP.001.03.18.0001252

ARSITEKTUR Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll.081337230907 B.BP.001.03.18.0000181

RUPA-RUPA Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5%Hb.430373/74-085100026010

B.BP.164.03.18.0001251

Ahli Rmh Bcr:Dak,dinding,Tlang Dll,H.Anis 081236805370 Gransi

B.BP.001.03.18.0001198

Cuci Gudang Alat Fitnes Second HP/WA:08123634805/082131234798

B.BP.001.03.18.0001217

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

B.BP.001.03.18.0000525

Djl 1 Container 20Ft Ex.Proyek Kondisi Bagus Hub.081337775758

B.BP.001.03.18.0001240

KEHILANGAN Hilang BPKB AN I Md Nukarya,DK 2053 MN,Dsn Pasek Ds Aan Klk

B.BP.001.03.18.0001253

Hilang BPKB No.M 11357440-O DK 5297 QT An.Ketut Apri Irawan

B.BP.001.03.18.0001204

Hlg BPKB:R/15270/IV/-O DK8045 AR a.n Tini Ryan.Denpasar

B.BP.001.03.18.0001209

BIRO JASA !Urus LaporanPajak SPT Tahunan NPWP,SIUP,Paspor 081235887887

B.BP.001.03.18.0000681

RUPA-RUPA Djl 1 Set Theater Sofa Buatan Malinda Furniture (2 Single Seat Manual &3 Seater Electric) blm prnh dipakai Hrg 20Jt Hub.081337775758 B.BP.001.03.18.0001239

SEMINAR Seminar Visual Marketing & Lisensi Studio Pop Hotel Teuku Umar Dps 29 Maret 2018 Jam 15.00 CP:Arik (085792265267), Desi (081558074186)

B.BP.004.03.18.0001220


BANGLI

18 DPS Pilgub 185.195 Pemilih Bangli (Bali Post) – KPU Bangli telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilgub 2016. Berdasarkan hasil pemutakhiran data, jumlah DPS sebanyak 185.195 pemilih. Pascaditetapkan, DPS diumumkan ke desa-desa untuk dicermati masyarakat sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Komisioner KPU Bangli Putu Ariyanti Suningsih, Selasa (27/3) kemarin, mengatakan penetapan DPS dilakukan melalui rapat pleno yang dilaksanakan 23 Maret lalu. Dari jumlah total DPS, sebanyak 93.203 orang di antaranya adalah laki-laki dan 91.992 perempuan. Rincian DPS di masing-masing kecamatan yakni 39.717 pemilih di Kecamatan Bangli, 76.925 pemilih di Kecamatan Kintamani, 36.737 pemilih di Kecamatan Susut dan 31.816 pemilih di Kecamatan Tembuku. Sehari setelah penetapan, KPU langsung mengumumkan DPS tersebut di masing-masing wilayah desa atau TPS dengan cara ditempel di tempat-tempat strategis. Tujuan pengumuman DPS adalah untuk mendapatkan tanggapan atau masukan dari warga atau peserta pemilihan. Dicontohkannya, apabila ada warga yang belum masuk dalam DPS tersebut, maka warga bersangkutan bisa melapor ke PPS di wilayahnya atau langsung datang ke KPU Bangli dengan membawa identitas kependudukan dan mengisi form tanggapan dan masukan (A.1A. kWK). Demikian juga jika ada pemilih yang tidak memenuhi syarat namun masih terdaftar di DPS, diharapkan segera disampaikan ke KPU. Dengan demikian, KPU nantinya bisa melakukan perbaikan terhadap data DPS. ‘’Jadi kami imbau kepada masyarakat untuk mencermati DPS yang diumumkan sehingga nantinya KPU bisa melakukan perbaikan terhadap DPS ini sebelum ditetapkan menjadi DPT pada 13 hingga 19 April mendatang,’’ jelasnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tingkat kesadaran masyarakat untuk mencermati pengumuman DPS masih kurang. Itu sebabnya pihaknya mengimbau PPS untuk gencar mengumumkan dan mensosialisasikan pengumuman DPS tersebut ke masyarakat dalam setiap kesempatan. Jika hingga masa pengumuman DPS berakhir masih ada warga yang tercecer karena belum tercatat sebagai calon pemilih, Ariyanti mengatakan, warga bersangkutan masih bisa menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan dengan membawa E-KTP sesuai dengan alamat yang ada di wilayah TPS. Warga tersebut akan didaftarkan dalam Daftar Pemilih Tambahan. ‘’Tapi dengan catatan, jika masih ada sisa surat suara. Karena pengadaan surat suara dasarnya adalah jumlah DPT,’’ imbuhnya. (kmb40)

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Sekolah Harus Pastikan Keamanan Makanan di Kantin Bangli (Bali Post) –

Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja prihatin atas terjadinya kasus keracunan yang menimpa belasan siswa SDN 2 Abuan usai jajan di kantin sekolah. Guna mengantisipasi musibah serupa, Suteja mengaku telah mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk selalu memastikan kebersihan dan kesehatan produk makanan yang dijual di kantin sekolah.

Nyoman Suteja

Bali Post/ina

Dijelaskan Suteja, sebelum keracunan di SDN 2 Abuan terjadi, pihaknya sudah rutin melakukan pembinaan sekaligus monitoring ke sekolahsekolah. Dalam pembinaan tersebut, pihaknya meminta sekolah untuk selalu menjaga kebersihan, tidak hanya kebersihan lingkungan namun juga kebersihan kantin. Disdikpora juga meminta sekolah selalu memastikan produk makanan yang dijual kepada para siswa terjaga kebersihan serta kesehatannya serta memperhatikan jenis-jenis makanan apa saja yang layak dijual di kantin sekolah. ‘’Tapi yang namanya musibah, tidak bisa dihindari walaupun kita sudah lakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin,’’ kata Suteja, Selasa (27/3) kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, pascakeracunan di SDN 2 Abuan, pihaknya telah mengingatkan seluruh sekolah untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pihaknya mengingatkan kembali agar sekolah-sekolah memperhatikan kebersihan kantin dan memastikan produk makanan yang dijual di kantin sekolah higienis sehingga aman dikonsumsi siswa. Suteja mengharapkan agar kantin sekolah mengurangi produk makanan siap saji. Akan lebih baik jika yang dijual lebih banyak makanan khas Bali seperti pisang goreng, kue kukus, dan lainnya. Demikian juga dengan kemasannya, agar menggunakan bahan yang aman untuk makanan seperti daun. ‘’Saya harapkan kantin sekolah dapat lebih selektif

menjual produk makanannya. Dan musibah ini saya harapkan menjadi yang pertama dan terakhir,’’ harapnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 14 siswa SDN 2 Abuan, Kecamatan Susut, Senin (26/3) pagi, terpaksa dilarikan ke IGD RSU Bangli usai mengkonsumsi sosis dan nugget yang mereka beli di kantin sekolah. Mereka mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing dan muntah. Menurut keterangan beberapa guru, ditemukan adanya ulat pada sisa makanan dan muntahan siswa yang mengalami gejala keracunan. Setelah mendapatkan penanganan medis di RSU Bangli, sore harinya seluruh siswa yang menjadi korban keracunan diperbolehkan pulang. (kmb40)

Kunjungi dan Berikan Pembinaan

Dekranasda Minta Perajin Pertahankan Kualitas Produk WAKIL Ketua II Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangli Ny. Ida Ayu Suardini Giri Putra, Selasa (27/3) kemarin, mendampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika mengunjungi sekaligus memberikan pembinaan kepada sejumlah perajin di Kabupaten Bangli. Perajin yang disasar di antarannya I Ketut Suda, perajin alat musik Hand Pan asal Banjar Manuk, Desa Susut dan Ni Luh Adiari, perajin keripik asal Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Bangli. Wakil Ketua Dekranasda Bangli Ny. Ida Ayu Suardini Giri Putra pada kesempatan itu menyampaikan, pihaknya bangga karena Dekranasda Provinsi Bangli yang dipimpin Ny. Ayu Pastika bisa datang ke Bangli dan melakukan pembinaan langsung ke perajin. Menurutnya, ini merupakan wujud nyata kepedulian Dekranasda Provinsi Bali terhadap eksistensi perajin di Bangli. ‘’Kami Dekranasda Bangli mewakili perajin di Bangli, me-

nyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan sekaligus pembinaan yang diberikan kepada perajin kami di Bangli. Tentu banyak manfaat yang akan didapat dengan kunjungan ini,’’ kata Suardini Giri Putra didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli Nengah Sudibia. Terkait dengan pembinaan ini, ia pun mengaku ikut memberikan masukan kepada perajin, khususnya kepada Ni Luh Adiari, perajin keripik asal Banjar Kayuambua. Menurutnya, produk keripik dengan merek ‘’Keripik Santi’’ yang diproduksi Adiari sangat potensial dan dari sisi bisnis, sangat menjanjikan. Terlebih dari usaha ini, Adiari bisa mempekerjakan sampai 22 orang. Untuk itu, Suardini Giri Putra mengimbau Ni Luh Adiari agar bisa mempertahankan kebersihan serta kualitas Keripik Santi. Selain itu, ia pun menekankan agar perajin menghindari pemakaian bahan kimia dalam produk, terutama pengawet, pemanis maupun

pewarna. Sebab bukan tidak mungkin, Keripik Santi ini bisa digunakan sebagai produk unggulan oleh-oleh khas Bangli. ‘’Kita minta kebersihan dan kualitas Keripik Santi bisa ditingkatkan. Terutama dalam pengemasan, harus bisa dibuat lebih menarik lagi. Kan sangat mungkin produk keripik ini bisa dijadikan oleh-oleh khas Bangli,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika mengaku terkesima dengan produk alat musik Hand Pan produksi I Ketut Suda. Menurutnya, alat musik ini sangat khas, unik dan bernilai seni tinggi, karena tidak semua orang bisa memainkannya. Ia pun mengaku baru pertama kali melihat alat musik jenis ini sehingga ia meminta Ketut Suda lebih sering ikut pameran dan Dekranasda Provinsi Bali siap memfasilitasi. Dengan pameran, diharapkan alat musik hand pan bisa lebih dikenal banyak orang. ‘’Hand Pan alat musik yang unik.

PEMBINAAN - Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Bangli Ny. Ida Ayu Suardini Giri Putra mendampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika mengunjungi sekaligus melakukan pembinaan kepada salah satu perajin di Kabupaten Bangli, Selasa (27/3) kemarin. Suaranya pun sangat indah. Alat musik ini harus dipromosikan sehingga semakin banyak yang tahu. Di PKB mendatang, Hand Pan harus dipamerkan,’’ tegasnya. Sementara, saat mengunjungi perajin Keripik Santi, Ayu Pastika mengatakan, produk ini sangat menjan-

jikan di pasaran. Apalagi banyak jenis keripik yang diproduksi seperti keripik berbahan kacang ijo, kacang merah, kedelai dan kacang tanah. Jadi, banyak variasi dan rasanya pun enak. ‘’Ini bisnis yang menjanjikan. Cocok untuk bekal pensiun nanti,’’ kata Ayu Pastika. (ad1258)

Pengambilan Sumpah 45 CPNS

Sekda Tekankan Peningkatan Kualitas Kerja

Bali Post/nan

PADAM - Traffic light di persimpangan Jalan Brigjen Ngurah Rai padam sejak beberapa bulan lalu.

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra melakukan pengambilan sumpah atau janji sebanyak 45 CPNS di lingkungan Pemkab Bangli, Selasa (27/3) kemarin, di halaman kantor Bupati Bangli. Para ASN atau PNS pun diminta meningkatkan kualitas kerja dan lebih profesional. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manu-

sia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Sekretaris BKDPSDM I Dewa Nyoman Oka Astawa dalam laporannya menyampaikan, peserta pengambilan sumpah atau janji PNS tahun 2018 di lingkungan Pemkab Bangli sebanyak 45 orang yang terdiri dari CPNS formasi khusus bidan dari Kementerian Kesehatan 41 orang dan CPNS formasi khusus tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh

Pemkab Didesak Perbaiki ”Traffic Light” di Ngurah Rai Bangli (Bali Post) Traffic light di persimpangan Jalan Brigjen Ngurah Rai, tepatnya di timur RSJ sejak beberapa bulan lalu padam. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kecelakaan lalu lintas. Warga pun berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan. Salah seorang warga Bangli, Wayan Arya, mengatakan PENGAMBILAN SUMPAH - Sekda Bangli Ida Bagus Gde sampai saat ini traffic light tersebut tak kunjung mendapat Giri Putra saat melakukan pengambilan sumpah atau perhatian dari dinas terkait. ‘’Matinya traffic light ini sangat janji 45 CPNS, Selasa (27/3) kemarin. membahayakan pengendara. Pengendara harus sangat hatihati agar tidak menimbulkan kecelakaan,’’ ucapnya, belum lama ini. Kepala Dinas Perhubungan Bangli I Gede Arta mengatakan, traffic light tersebut mati sejak dilaksanakannya perbaikan drainase beberapa bulan lalu akibat arena semua kabel yang terhubung ke lampu, rusak. ‘’Kami sudah mencari teknisi untuk memperbaiki itu. Hanya saja, perbaikannya belum maksimal sehingga lampu belum bisa hidup lagi. Teknisi masih mencari kabel-kabel yang rusak untuk diperbaiki. Selain di sana, traffic light yang ada di depan SMAN 1 Bangli hidupnya juga belum begitu maksimal. Kami akan fokuskan dulu di depan SMAN 1 Bangli,’’ jelasnya. Lebih lanjut, dia mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati agar tidak terSub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 jadi kecelakaan. Pasalnya, di pertigaan tersebut meSub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 mang cukup rawan kecelaSub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 kaan. (kmb41) C.0000171-RPA-05

pertanian dari Kementerian Pertanian 4 orang. ‘’Pengambilan sumpah ini bertujuan agar setiap PNS terikat akan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar akan dijatuhi hukuman disiplin. Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya PNS yang berkompeten dan dapat meningkatkan kinerja, profesionalisme dan menjadi pegawai yang lebih amanah dalam mengemban tugas dan fungsi sebagai PNS,’’ ungkapnya.

Bupati Bangli dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra menegaskan, peningkatan kualitas kerja dan profesionalisme sejalan dengan tuntutan publik akan kinerja aparatur pemerintah yang lebih profesional serta seperti yang sudah dicanangkan dalam gerakan revolusi mental di Kabupaten Bangli. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap ASN untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya. ‘’Kita harap kepada CPNS yang baru diambil sumpahnya supaya ikut membangun

dan menjaga citra positif ASN dengan bekerja sebaikbaiknya dan harus mampu menunjukan figur aparatur yang berkualitas dan profesional. Selain itu, sebagai ASN juga terikat oleh aturanaturan kepegawaian dan kode etik yang jelas. Oleh karena itu, perlu berpikir ke depan mengenai konsekuensi sebagai ASN sehingga nantinya mampu menjadi aparatur yang benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan dan pembangunan masyarakat khususnya di Kabupaten Bangli,’’ kata Giri Putra. (ad1270)


19

Rabu Paing, 28 Maret 2018

Terkait Banyak Paslon Jadi Tersangka

PKPU Lebih Baik dari Perppu Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (27/3) kemarin, mengatakan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) lebih baik daripada peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu), untuk diterapkan di kondisi saat ini ketika banyak calon kepala daerah menjadi tersangka dugaan kasus korupsi. ‘’Kalau ingin segera ya… Peraturan KPU itu lebih ringkas dan lebih baik daripada perppu kan harus ke DPR lagi, panjang urusannya,’’ kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (27/3) kemarin. Pernyataan tersebut selaras dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengatakan pengguguran tersangka dari daftar calon kepala daerah cukup diatur oleh KPU, tanpa perlu pemerintah menerbitkan perppu. ‘’Halhal yang sifatnya mendesak, seperti usulan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) soal tersangka itu, kalau harus lewat perppu, apalagi harus mengubah undang-undang kan dibahas panjang dengan DPR. Jadi saya kira cukup dengan PKPU,’’ kata Tjahjo usai menghadiri Rapat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (26/3). Pemerintah, lanjut Tjahjo, belum memandang adanya situasi darurat dalam pelak-

sanaan pemilihan kepala daerah; sehingga penerbitan perppu dirasa belum diperlukan untuk saat ini. ‘’Yang menentukan adalah KPU, apakah ini akan mengganggu tahapan atau tidak. Saya kira tinggal dua kendala itu. Soal calon tersangka, kemarin ada yang sudah ditahan pun menang, yang masuk penjara pun dilantik,’’ kata Tjahjo. Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan keputusan untuk menerbitkan perppu bukan berasal dari KPU, melainkan dari pembuat undang-undang yakni DPR dan pemerintah. Keadaan darurat, menurut Arief, bisa saja ditafsirkan berbeda-beda oleh sejumlah pihak. Menurutnya, kondisi darurat itu bisa saja dimaknai apabila calon kepala daerah berstatus tersangka jumlahnya banyak, lebih dari separuhnya. ‘’Misalnya saja, sekarang ada 569 pasangan calon, kemudian ada pengumuman bahwa sekian persen di antaranya, katakanlah, tersangka semua. Itu kan bisa saja mungkin dinilai gawat darurat,’’ kata Arief. Namun untuk saat ini, Arief menegaskan, KPU tidak dapat mengganti calon kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi, karena UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah tidak mengatur mekanisme penggantian tersebut. (ant)

WARUNG GLOBAL

Masyarakat Bali agar Berbenah Diri BALI sangat terkenal di dunia, baik karena pariwisata maupun kearifan lokal dan budayanya. Bali yang masih sangat memegang teguh budaya dan kearifan lokalnya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang. Namun dampak globalisasi membuat keberadaan kearifan lokal Bali mulai tergerus. Keberadaan subak, manyamabraya/gotong royong sudah menyusut. Jika ingin mengembalikan seperti semula, tentu sangat susah. Perlu ada campur tangan pemerintah. Demikian keprihatinan masyarakat pendengar yang bergabung dalam Acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (27/3) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Kawan Global dari Tampaksiring, Gusti Guatama, mengawali dengan memberikan apresiasi kepada Bappeda Bali yang mendapatkan penghargaan. Bahwasanya kearifan lokal Bali tidak perlu diutak-atik lagi. Mestinya kearifan lokal Bali dijaga dan terus dilestarikan. Ia juga berharap agar kearifan lokal Bali seperti puri dan juga geria mampu menjadi dan membrikan contoh kepada umat Hindu. Warga Bali lainnya, Fera di Tabanan, juga menyarankan hal yang sama. Saat ini kearifan lokal sedikit demi sedikit mulai tergerus karena ego masing-masing pihak. Sementara Ketut Teken di Denpasar sepakat bahwa kearifan lokal harus tetap dijaga. Sebagai orang Bali, Gung Derah di Denpasar melihat bahwa kearifan lokal seperti ajeg Bali, Tri Hita Karana, Karma Phala, Tri Kaya Parisudha, Tat Twan Asi merupakan ajaran adiluhung yang harus terus dilanjutkan. Lilis dan Made Suardana di Tabanan dan Febri di Denpasar melihat bahwa di era globalisasi yang serba modern ini, justru begitu tampak jelas, kearifkan lokal ini dipertahankan atau justru dibiarkan tergerus zaman. Itu semua karena pengaruh materialistik. Dengan kondisi ini masyarakat Bali tak memiliki daya upaya apa pun, kecuali mulai dari pemerintah.

Demikian pula subak sebagai salah satu kearifan lokal Bali pun ikut tergerus. Jika bukan pemerintah yang mulai membenahi, lalu siapa lagi? Zaman sekarang semua sudah tergerus kehidupan yang penuh materialistis, demikian pandangan Arya di Denpasar. Selaku masyarakat ia rasa sulit memperbaiki semua ini terlebih di wilayah perkotaan. Meskipun terlambat, Made Torek di Denpasar berpikir bahwa semua bisa diperbaiki, jangan pesimis. Intinya, bagaimana menjaga kearifan lokal ini dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Bali sebagai destinasi pariwisata mestinya memberikan kontribusi bagi sektor lainnya seperti pertanian. Sementara Mastra di Gianyar menyatakan, Bali memiliki religiusitas yang cukup tinggi dibanding wilayah lainnya. Untuk itu ia tetap berdoa dan mengajak masyarakat agar berbenah diri ke dalam. Werdha di Gianyar menanyakan masihkah kearifan lokal memiliki kekuatan untuk menopang perencanaan program pembangunan di Bali? Dengan kondisi saat ini, ia merasa agak pesimis. Sebab, peraturan yang dibuat untuk melindungi kearifan lokal itu sering dilanggar. Dengan penghargaan ini, ia mengajak semua pihak introspeksi diri. (sikha)

Risiko Eksternal Dari Hal. 1

Dalam kesempatan ini, Laporan Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan positif hingga periode 2020, meski terdapat sejumlah risiko eksternal maupun domestik yang dapat muncul untuk mengganggu proyeksi ini. Laporan triwulanan juga menyatakan inflasi yang rendah didukung oleh peningkatan pengeluaran menjelang pemilu dan membaiknya harga

komoditas bisa menjadi pemicu pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam periode ini. Defisit anggaran diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran 2,3 persen terhadap PDB pada 2018, atau sedikit lebih baik dari periode 2017 sebesar 2,4 persen terhadap PDB, yang didukung oleh membaiknya penerimaan karena meningkatnya harga komoditas dan berjalannya reformasi perpajakan. Defisit neraca transaksi berjalan diperkirakan melebar

pada kisaran 1,9 persen terhadap PDB pada 2018, lebih tinggi dari 2017 sebesar 1,7 persen terhadap PDB, seiring dengan penguatan permintaan dalam negeri dan perlemahan nilai tukar perdagangan. Meski demikian, risiko dari proyeksi ini adalah kemungkinan meningkatnya proteksionisme global yang bisa membebani pertumbuhan ekonomi dan harga komoditas serta arus modal keluar sebagai dampak kebijakan normalisasi moneter The Fed. (ant)

Harus Bangkit Dari Hal. 1

‘’Tanpa membaca saya yakin anak-anak, bahkan kita semuanya tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih. Saya salut dengan Bali Post yang telah memotivasi anak-anak kami. Sebab, pada era seperti saat ini tidak cukup dengan memberikan buku saja kepada aank-anak, tetapi action-nya harus benar-benar dibangkitkan. Paling tidak dengan lomba-lomba seperti saat ini, seperti lomba paduan suara, di mana isi makna dari lagu wajib yang dilombakan (baca koran Bali Post) sangat bagus untuk membangun minat baca anak-anak,’’ ujar Murdana. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan minat baca siswanya, SMPN 3 Denpasar telah menyiapkan perpustakaan yang dinamakan ‘’Literasi’’. Di samping juga menyediakan ruang dan pojokpojok baca untuk siswanya pada saat jam istirahat. Upaya ini dilakukan agar waktu luang siswa diisi dengan membaca buku. Kendati demikian, Murdana mengakui minat baca anak didiknya masih kurang. Oleh karenanya, pihaknya berharap agar program BPGS ini terus dilakukan di sekolah-sekolah lainnya. Sehingga siswa yang merupakan aset bangsa bisa terlatih sejak dini dan mempunyai ilmu pengetahuan yang luas. Pimpinan Umum Bali Post Satria Naradha mengatakan pada zaman milenial seperti saat ini dan persaingan kehidupan yang semakin ketat

ke depannya, menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan sangat penting dilakukan oleh anak-anak dalam mencapai cita-citanya. Salah satunya adalah dengan membaca, di samping mengikuti semua pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Sebab, dengan membaca akan dapat memperluas wawasan, sehingga mempunyai strategi di dalam mencapai cita-cita yang diimpikan. ‘’Rajin membaca, rajin menulis dan berusaha untuk mendengar yang baik, maka anak-anak akan bisa menyampaikan pendapat ke masyarakat umum dan cita-cita akan bisa tercapai,’’ pesan Satria Naradha. Selain itu, ia juga berpesan bahwa di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat saat ini, anak-anak didik harus bisa memilih dan memilah informasi yang dibaca agar bermanfaat. Sebab, saat ini berita yang tidak kredibel sangat banyak dan mudah diakses melalui gadget. ‘’Jangan sampai informasi yang dibaca tidak kredibel dan membohongi adik-adik semua. Bali Post adalah sumber informasi yang berkualitas, kredibel dan terpercaya yang sudah ada sejak tahun 1948. Banyak ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan di dalamnya. ‘’Mari kita di zaman now ini tetap manfaatkan teknologi, tetapi bagaimana kita membaca sumber informasi yang benar, kemudian kita mampu menulis, mendengar dan menonton yang benar, sehingga mampu berpendapat informasi yang benar pula,’’ pungkasnya. (win)

Hormati Hukum Dari Hal. 1

Total ada 5.165 CPNS yang hadir mewakili 33.155 CPNS yang lolos dari seleksi reguler 2017. ‘’Sebagai warga negara yang terpilih, saudarasaudara terpilih dari 2,4 juta pendaftar, tetapi hanya dipilih 33 ribu, saudara-saudara warga negara terpilih dan punya tanggung jawab yang besar tanggung jawab sosial, tanggung jawab menghormati hukum dan ketertiban sosial, tanggung jawab menjunjung tinggi etika dan sopan santun,’’ jelas Presiden.

Selanjutnya Presiden juga meminta agar mereka dapat menjadi pembela Pancasila di Indonesia. ‘’Saudara-saudara menjadi sosok-sosok istimewa bagi bangsa karena sudah terpilih, karena itu saya titip saudara-saudara jadi simbol pemersatu bangsa, pembela Pancasila yang aktif mengamalkannya, birokrat-birokrat yang penuh intergritas dan bebas korupsi, yang melayani masyarakat serta birokrat yang membawa lompatan kemajuan bagi kejayaan bangsa kita Indonesia,’’ ungkap Presiden. (ant)

Bahan Sintetis Dari Hal. 1

Salah satu perlindungan adalah menggunakan rompi antipeluru, seperti yang digunakan aparat keamanan dan militer dalam menjalankan tugasnya. Permasalahannya, rompi antipeluru selama ini menggunakan bahan-bahan seperti Aramid (Kevlar), CNT (Carbon nanotubes) dan bahan lainnya. ‘’Semua bahan itu umumnya menggunakan bahan sintetis. Dan kami mencoba berpikir untuk memanfaatkan bahan yang ada di sekitar lingkungan kita sebagai bahannya. Dan kami mencoba sampah daun ketapang dan jerami padi yang kami campur geometri dan selulosa. Ternyata setelah ditembak tidak tembus,’’ ujar Cahaya, Selasa (27/3) kemarin. Dijelaskan, secara umum rompi antipeluru tersebut terbagai menjadi dua bagian terpisah yang dirangkai menjadi satu. Bagian pertama adalah material seminanokomposit dari kombinasi sampah daun ketapang (Terminalia Catappa) dan limbah jerami padi (Oryza Sativa). Pada sampah daun ketapang yang dimanfaatkan adalah unsur carbonnya. Sementara pada jerami padi (Oryza Sativa) yang dimanfaatkan adalah senyawa silika dan unsur carbonnya. Guna merekatkan campuran itu sehingga terbentuk komposit, digunakan lem perekat resin dan hardener. Material ini berbentuk padat, keras, kuat tetapi sedikit agak lentur. Sehingga fungsi material bagian pertama ini untuk mencegah peluru menembus hingga ke tubuh pemakai rompi antipeluru. Material bagian kedua adalah material kombinasi sabut kelapa (Cocoa Nucifera), daun pisang dan kain katun. Material ini berupa lapisan selang-seling antara kain katun dan sabut kelapa secara berlapis-lapis hingga ketebalan yang tertentu. Guna merekatkannya digunakan lem putih. Material ini memanfaatkan selulosa dan lignin yang dikandung sabut kelapa dan selulosa pada kain katun. Fungsi material bagian kedua ini adalah untuk menjerat dan mengurangi energi dari terjangan peluru saat menerobos lapisan material ini. Sehingga saat peluru menghantam material bagian pertama, energi

yang yang tersisa tidak sebesar awal. Dengan demikian mengurangi besarnya energi tumbukan pada material bagian pertama. Sekaligus mencegah terjadinya retakan pada material bagian pertama. ‘’Bahan yang kami gunakan sudah sempat diuji dengan menggunakan senjata revolver 38 dari jarak 15 meter di lapangan tembak Polda Bali di Kesiman. Dan material dengan ketebalan 1 cm tidak mampu ditembus peluru revolver 38. Hanya terjadi retakan kecil di bagian belakang material berbentuk palang. Sementara bagian depannya yang berbenturan langsung dengan tumbukan peluru tetap mulus tanpa retakan,’’ tukasnya. Selain baju rompi antipeluru, karya inovasi lainnya yang tak kalah bergengsi yaitu Biomaterial Casing Telepon Seluler (HP) Antiradiasi, juga dipamerkan pada kesempatan tersebut. Karya inovasi yang berhasil meraih medali emas pada ajang Malaysian Association of Research Scientists (MARS) pada Februari 2018 lalu ini memanfaatkan limbah jerami padi (Oryza Sativa) sebagai bahan utamanya. Karya inovasi ini diciptakan oleh lima siswa SMPN 3 Denpasar, yaitu I Gede Adhie Kinandana, I Made Dika Damanata, Gede Aryana Saputra, I Putu Aryana Saputra, dan I Putu Mahendi Krisna Massudana. I Putu Mahendi Krisna Massudana mengatakan bahwa ide pembuatan Biomaterial Casing HP Antiradiasi ini bermula dari keprihatinannya kepada masyarakat yang semakin bergantungan pada HP, namun tidak menggunakannya dengan baik. Sebab, dalam penggunaannya seseorang sering menaruh HP di saku celananya. Padahal itu sangat berefek buruk bagi organ vitalnya. Sebab, HP mempunyai gelombang radio frekuensi yang dapat berpengaruh pada kerusakan sel-sel dalam organ tubuh. ‘’Selain berguna mengurangi limbah jerami padi, biomaterial casing ini juga dapat menghambat gelombang radiasi HP, sehingga orang tidak perlu takut lagi meletakkan HP-nya di saku celana. Sebab, biomaterial casing ini dapat menyerap gelombang radiasi HP sebesar 70,7% yang dikeluarkan dari HP tersebut. Jadi sangat aman,’’ pungkasnya. (win)

Rabu, 28 Maret 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Nangun Kesucian

Sajeroning Kahuripan (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Lila Cita Janger Sanggar Ratu Kinasih (1)

10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Nangun Kesucian Sajeroning Kahuripan (4) 12:30 Wita Berita Siang

13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Healthy Life 15:00 Wita Agrobisnis Pengembangan Beras Hitam

15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda

19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesamamu 21:30 Wita Mahadewi Manfaat Sun Glasses

22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Penyalonarang Poh Gading (5) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Rabu Paing, 28 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

karya inovasi Siswa SMPN 3 Denpasar Ciptakan Alat Pemandu Tunanetra Denpasar (Bali Post) Tiga siswa SMPN 3 Denpasar mengembangkan alat yang bisa menuntun penyandang tunanetra saat berjalan di trotoar. Alat yang diberi nama Guiding Block Follower For Blind Disability ini memiliki sensor warna dengan akurasi yang tinggi. Penciptanya adalah I Putu Evan Priya Saguna, Kadek Winata Kusuma dan Ni Putu Dipta Danena. Bahkan karya inovasi siswa SMPN 3 Denpasar ini sukses meraih medali perunggu di ajang Wintex di ITB, 13 Maret 2018 lalu. Menurut Evan, pemerintah sudah membuatkan fasilitas trotoar yang ramah bagi tunanetra agar penyandang tunanetra dapat berjalan di jalan raya dengan aman dan nyaman. Trotoar yang ramah bagi tunanetra ialah trotoar yang memiliki fasilitas guiding block berupa persegi

yang biasanya terbuat dari beton yang berwarna kuning dan terletak di trotoar jalan. Namun, terkadang guiding block saja belum cukup untuk memandu penyandang tunanetra berjalan di trotoar. Karena, bisa saja penyandang tunanetra melenceng atau keluar dari jalur khusus tunanetra. Karena itu, Evan, dan dua temannya berinisiatif membuat alat yang dapat memandu penyandang tunanetra agar dapat tetap berjalan di jalurnya. Evan menjelaskan, pola kerja alat ini berbasis arduino uno, karena memiliki bahasa program yang lebih mudah daripada komponen lain yang serupa. Selain itu meng-upload program dari laptop ke arduino uno lebih mudah karena hanya memerlukan kabel USB port dan tidak menggunakan USB downloader.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat alat ini adalah arduino uno sebagai otak dari semua komponen, lalu ada 2 vibrate motor untuk mengontrol gerak kedua sebagai output penanda arah yang harus diambil pengguna atau penyandang tunanetra. Lalu ada sensor kamera (pixy cmu cam 5) yang berfungsi membaca warna guiding block dan batrei Li-Po berkapasitas 1100 MAH. Parameter pengujian alat ini yang pertama, daya tahan baterai, yang kedua pembacaan warna dan yang ketiga pengujian sudut yang ideal dalam penggunaan alat ini. ‘’Daya tahan baterai dari alat ini yaitu selama 117 menit,” jelas Evan, Selasa (27/3) kemarin. Evan menjelaskan, alat ini dapat membaca warna atau guiding block yang terdapat pada trotoar, karena alat

ini memiliki sensor warna dengan akurasi yang tinggi. Sensor pada alat ini dapat membaca gambar dengan kecepatan 50fps. Dari hasil pengujian, sudut ideal alat ini dalam membaca guiding block adalah 36 derajat. Sudut ini didapat dari perhitungan tinggi alat yang terpasang pada dada pengguna yaitu 110 cm dan jarak alat dengan guiding block yaitu 80 cm. Evan menambahkan, alat tersebut sudah diuji coba kepada penyandang tunanetra di seputaran Sanglah, dan mendapat respons positif. Respons sensor dan peringatan yang cukup cepat membantu penyandang tunanetra berjalan di trotoar. Ia berharap temuannya ini bisa menginspirasi teman-temannya bisa menemukan riset yang lebih baik lagi untuk menunjang prestasi SMPN 3 Denpasar. (win)

Bali Post/wan

SENSOR - Alat pemandu bagi tunatetra yang diberi nama Guiding Block Follower For Blind Disability karya siswa SMPN 3 Denpasar meraih medali perunggu di ajang Wintex di ITB, 13 Maret 2018 lalu.

Putin Sebut Kebakaran Mall sebagai Kelalaian Kriminal Kemerovo (Bali Post) –

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (27/3) kemarin mengunjungi lokasi kebakaran mengerikan di pusat perbelanjaan yang menewaskan sedikitnya 64 orang, 41 di antaranya anak-anak. Dalam pernyataannya, Putin mengecam kebakaran dan menyebutnya sebagai “kelalaian kriminal” yang menurutnya harus dihukum karena menyebabkan banyaknya korban tewas.

“Apa yang terjadi di sini? Ini bukan perang, itu bukan ledakan metana spontan. Orang-orang datang untuk bersantai, anak-anak. Kami berbicara tentang demografi dan hilangnya banyak nyawa,” kata Putin dalam pertemuan dengan para menteri di Kemerovo. Putin menyatakan keheranannya peristiwa kebakaran yang demikian fatal dapat terjadi di negara yang dipimpinya itu. “Kenapa? Karena beberapa kelalaian kriminal, karena kecerobohan. Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Putin. Kepala Komite Investigasi Rusia, yang menangani kejahatan besar, mengatakan sistem peringatan kebakaran di mal telah rusak sejak 19

Maret dan seorang penjaga keamanan tidak menyalakan sistem alamat publik untuk memperingatkan orang-orang untuk mengevakuasi gedung. Komite tersebut mengatakan sebelumnya bahwa mereka mencoba menangkap pemilik mal untuk diinterogasi. “Pelanggaran serius (hukum) terjadi ketika mal sedang dibangun dan ketika itu berfungsi. Pintu keluar api diblokir,” kata Svetlana Petrenko, juru bicara komite, dalam sebuah pernyataan pada Senin. Empat orang telah ditahan, termasuk dua karyawan perusahaan yang melayani peringatan kebakaran mal. Menteri Kesehatan Veronika Skvortsova mengatakan dari tempat kejadian bahwa

KUNJUNGI LOKASI - Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi kebakaran mengerikan sebuah mall di Kemerovo Rusia yang tewaskan 64 orang, 41 di antaranya anak-anak.

”DangDutch 2018”, Promosikan Dangdut di Belanda Jakarta, (Bali Post) – Dangdut adalah genre musik khas Indonesia yang telah dikenal masyarakat dunia. Bahkan seorang profesor di Amerika Serikat menjadikan musik dangdut sebagai desertasinya. Memperkenalkan lebih luas khasanah musik khas Indonesia tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag mempromosikan dangdut di Belanda dengan menyelenggarakan acara kebudayaan yang berjudul “DangDutch 2018” di Event Plaza, Rijswijk, Belanda.

Acara tersebut diadakan bertepatan dengan hari pertama musim semi di Belanda, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Den Haag yang diterima di Jakarta, Selasa (27/3) kemarin. “DangDutch dipilih menjadi nama acara tersebut karena kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan musik dangdut di Belanda,” ujar Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam sambutannya Dubes RI mengapresiasi para pengunjung yang hadir untuk menikmati musik

dangdut sebagai bagian dari budaya Indonesia. Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan artis-artis dangdut yang merupakan diaspora Indonesia di Belanda, antara lain Nilam Sari, Asti Dewi, Duo RudiCici, serta Idris Permata. Para penyanyi tersebut tampil membawakan tembang-tembang dangdut populer, seperti “Kopi Dangdut”, “Mbah Dukun”, “Jaran Goyang”, “Cucak Rowo”, “Kereta Malam” dan lagu-lagu dangdut lainnya. Acara “DangDutch” dihadiri oleh

”Pacific Rim Uprising”, Tantang ”Black Panther” di Box Office Los Angeles (Bali Post) Setelah berminggu-minggu berspekulasi film mana yang dapat memperlambat laju “Black Panther” di jajaran box office, akhirnya “Pacific Rim Uprising” memberi jawaban setelah berhasil menduduki posisi teratas di box office domestik di Amerika Serikat. Film “Pacific Rim Uprising” meraup pendapatan 28 juta dolar AS dalam pembukaan akhir pekan di 3.708 lokasi. Film pertarungan manusia melawan monster ini memang mendapatkan kritikan terbukti dari raihan respons hanya 46 persen di Rotten Tomatoes sebuah situs yang memberi penilaian terhadap sebuah film. Meskipun dibuka dengan debut yang lebih lembut dari “Pacific Rim” karya Guillermo del Toro yang meraup 37 juta dolar AS saat pemutaran perdananya pada Juli 2013, sekuel itu cukup berhasil menurunkan film superhero “Black Panther” yang telah bertahta hingga pekan keenam. Sementara untuk pendapatan di seluruh dunia, film “Pacific Rim Uprising” yang di sutradarai Steven S. DeKnight dan menghabiskan biaya 150 juta dolar

AS ini berhasil meraup pendaptaran kotor 411 juta dolar AS. Hal ini berkat antusiasme luar biasa publik di Cina yang menyumbang pendapatan 112 juta dolar AS. Namun demikian, “Black Panther” tetap tercatat sebagai film superhero yang sukses karena mencatatkan diri sebagai salah satu dari tujuh film yang mampu bertahan selama enam minggu di jajaran box office. Hingga hari ini film sueprhero Marvel’s ini meraup 631 juta dolar AS, sehingga masuk urutan kelima peraih pendapatan kotor sepanjang massa di atas “The Avengers” Film Pacific Rim Uprising” berkisah tentang masa setelah 10 tahun pertempuran di Breach dimana sejumlah pilot muda harus menghadapi monster Kaiju yang berevolusi dan mengancam kepunahan manusia. John Boyega memerankan Jake Pentecost, putra dari karakter Elba Stacker Pentecost, yang mengorbankan hidupnya dalam film Pacific Rim sekuel pertama. Film ini juga dibintangi Scott Eastwood, Jing Tian, Cailee Spaeny, Kikuchi, Burn Gorman, Adria Arjona, dan Day. (BP/ reuters)

LILY JI - Salah satu pemeran “Pacific Rim Uprising” Lily Ji saat penayangan perdana. Film sekuel “Pasific Rim” ini menempel ketat “Black Panther” di Box Office.

sekitar 1.000 pengunjung dan tamu undangan, yang terdiri dari kalangan diplomatik, mitra kerja KBRI Den Haag, pelajar dan masyarakat Indonesia di Belanda, serta komunitas diaspora. Para pengunjung menunjukan antusiasme yang cukup tinggi dengan turut bernyanyi dan berjoget hingga akhir acara. Selain menikmati musik dangdut, para hadirin juga dapat mencicipi aneka makanan dan minuman khas Indonesia yang telah dipersiapkan oleh KBRI Den Haag. (ant)

13 orang berada di rumah sakit, termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dalam kondisi serius. Media Rusia mengatakan bocah itu melompat dari jendela dan kedua orangtuanya tewas. Daftar tidak resmi dari mereka yang hilang beredar di media Rusia termasuk lebih dari 20 anak-anak, beberapa yang paling muda berumur lima tahun. Ban-

yak korban hanya akan dapat diidentifikasi dengan tes DNA, menurut para pejabat setempat. Pesan-pesan telepon seluler yang dikirim dari salah satu dari mereka dalam daftar itu, Maria Moroz yang berusia 13 tahun, dan diterbitkan oleh media Rusia, mengatakan: “Kami terbakar. Saya mencintai kalian semua. Ini mungkin adalah perpisahan”. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook