Skip to main content

Edisi Senin 27 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 10 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Polisi Bubarkan Aksi #2019GantiPresiden Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Surabaya (Bali Post) –

Polrestabes Surabaya membubarkan aksi deklrasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Minggu (26/8) kemarin. Mereka khawatir akan memicu bentrok antara massa pro dan kontra deklarasi itu. Bentrokan antarmassa, baik pendukung deklarasi #2019GantiPresiden dan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP), Banser Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, serta masyarakat Surabaya hampir terjadi di depan Kantor DRPD Provinsi Jatim. Beruntung polisi cepat datang, sehingga bentrokan bisa dihindarkan. ‘’Marilah kita cintai Surabaya. Mari sama-sama membubarkan diri. Semua sudah bubar. Saya yang tanggung jawab. Saya di belakang kalian,’’ kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Rudi Setiawan kepada massa PP dan Banser. Kepolrestabes Surabaya mengatakan bahwa pihaknya sudah mengimbau sejak kemarin supaya kedua massa menahan diri dan menjaga Surabaya agar tetap kondusif. Terkait dengan pembuba-

ran kegiatan itu, kata Rudi, kepolisian hanya menegakkan aturan yang berlaku. Menurutnya, boleh saja menyampaikan pendapat tetapi undang-undang sudah mengatur hal itu. Sementara itu, sukarelawan deklarasi #2019GantiPresiden menilai pihak Polrestabes Surabaya sewenang-wenang karena membubarkan kegiatan mereka di Surabaya, Minggu kemarin. Hal. 15 Ingkar Janji

Surabaya (Bali Post) – Ratusan warga yang tergabung dalam Elemen Bela NKRI meminta musisi Ahmad Dhani, pentolan aksi gerakan #2019GantiPresiden segera meninggalkan Kota Surabaya, Jatim. ‘’Saya mewakili temanteman hanya menginginkan Ahmad Dhani agar segera

meninggalkan Kota Surabaya saat ini juga,’’ kata Koordinator Aksi Koalisi Elemen Bela NKRI Ahmad Aminuddin pada saat mendatangi tempat singgah Ahmad Dhani di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (26/8) sore kemarin. Hal. 15 Dua Jam

Didemo, Ahmad Dhani Terkurung di Hotel

Atlet Asal Bali Raih Perunggu

RUSSIA GEORGIA

CYPRUS

China JAPAN INDONESIA

LEBANON ISRAEL JORDAN

JAPAN

TURKEY SYRIA

UZBEKISTAN TURKMENISTAN

IRAQ

SAUDI ARABIA

NORTH KOREA

KAZAKHSTAN

ARMENIA AZERBAIJAN

IRAN KUWAIT

QATAR

AE

MONGOLIA SOUTH KOREA

KYRGYZSTAN TAJIKISTAN

CHINA

AFGHANISTAN

TAIWAN

PAKISTAN

NEPAL

OMAN

perolehan medali SEMENTARA Asian games 2018 YEMEN

INDIA

MYANMAR

BANGLADHES

LAOS

THAILAND

KOREA IR IRAN THAILAND INDIA KHAZAKHTAN CHINESE TAIPEI MALAYSIA UZBEKISTAN

PHILIPPINES

VIETNAM

CAMBODIA

BRUNEI

MALAYSIA

SRI LANKA

NO No.

negara NEGARA

MALDIVES

total g emas s perak b perunggu INDONESIA

EAST TIMOR

China 1 Jepang 2 Korea Selatan 3 Iran 4 Indonesia 5 Korea Utara 6 Thailand 7 Chinese Taipei 8 India 9 Uzbekistan 10 Kazakhstan 11 Uni Emirat Arab 12 Mongolia 13 Hong Kong 14 Kirgistan 15 Singapura 16 Kamboja 17 Vietnam 18 Hal. 15 Malaysia

BPR Kanti

72 37 25 14 11 10 9 8 7 5 4 3 3 2 2 2 2 1

54 32 27 13 12 5 8 11 7 10 7 4 2 6 4 2 0 7

Bali Post/ant

AMUK MASSA - Polisi mengamankan seorang pemuda dari amukan massa saat aksi yang melibatkan dua kubu yang mendeklarasikan #2019GantiPresiden dan kubu yang menentang dan menyerukan cinta NKRI, di Surabaya, Minggu (26/8) kemarin.

31 44 35 9 19 7 28 13 17 9 27 1 5 13 6 8 1 11

KARATEKA putri Indonesia Cokorda Istri Agung Sanistyarani meraih medali perunggu pada nomor pertandingan Kumite -55 kilogram cabang olahraga karate Asian Games 2018 di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8) kemarin. Medali perunggu tersebut berhasil diraih Coki -– sapaan akrab

Cokorda Istri -- setelah mengalahkan karateka asal Cina Jiamei Ding dengan skor 1-0. Pada babak penyisihan final delapan besar nomor pertandingan Kumite putri -55 kilogram, ia berhasil mengalahkan karateka asal Thailand Tippawan Khamsi dengan skor 5-1. Namun pada babak perempatfinal, Coki terpaksa harus menerima kekalahan dari karateka asal Iran Taravat Khaksar dengan perolehan nilai 1-1. Walaupun tidak berhasil melangkah ke babak semifinal maupun final, Coki masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan medali perunggu dengan menghadapi karateka Cina. Kesempatan itu pun ternyata dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Coki hingga medali perunggu berhasil dia Bali Post/ant genggam. (ant) Cokorda Istri Agung Sanistyarini

Bali Post/ant

Rifki Ardiansyah Arrosyiid

Rifki Raih Emas

Jakarta (Bali Post)Karateka putra Indonesia Rifki Ardiansyah Arrosyiid memenangkan medali emas pada babak final nomor Kumite -60 kilogram Asian Games 2018 di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, Minggu (26/8) kemarin. Medali emas tersebut berhasil diraih Rifki setelah mengalahkan karateka asal Iran Amir Mahdi Zadeh dengan skor akhir 9-7. Pada babak penyisihan 16 besar nomor Kumite -60 kilo-

gram, Rifki berhasil mengalahkan karateka asal Thailand Siravit Sawangsri dengan skor 5-1. Kemudian, pada babak delapan besar, dia kembali menumbangkan karateka asal Cina Hu Chen dengan skor telak 8-0. Terus melaju, di babak perempatfinal, Rifki bertemu dengan karateka asal Hongkong dan berhasil mengalahkannya dengan perolehan nilai 3-0. Usai mengalahkan Hong-

kong, Rifki maju ke babak semifinal untuk menghadapi karateka Malaysia Prem Kumar Selvam. Dengan skor 4-4, Rifki sukses mengalahkan karateka asal negeri jiran itu. Kemenangan itu akhirnya mengantarkan Rifki menuju babak final dan berhadapan dengan karateka Iran Amir Mahdi Zadeh. Pada pertandingan akhir tersebut, sekali lagi Rifki menunjukkan keahliannya sebagai karateka dan membawa pulang medali emas. (ant)

BPR Pertama di Indonesia yang Salurkan KUR

BPR Kanti menggelar acara Meet and Greet Stakeholder Gathering 2018 di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Pada acara yang dihadiri banyak pejabat tersebut terungkap sejumlah capaian BPR Kanti. Seperti aset BPR Kanti tumbuh 12,75% (yoy), sementara aset BPR di Bali hanya tumbuh 9,72% (Januari – Juni 2018). Demikian pula kredit yang disalurkan mengalami pertumbuhan 14,66% (yoy), sementara kredit yang disalurkan BPR di Bali tumbuh 9,9% (Januari – Juni 2018). Selain itu yang patut mendapat apresiasi adalah BPR Kanti merupakan BPR pertama di Indonesia yang akan menyalurkan KUR. Pada acara tersebut juga digelar seminar dengan topik bahasan ‘’Peran Adat dan Budaya Bali dalam Memperkokoh Perekonomian Daerah’’. Tampil sebagai pembicara Wakil Gubernur Bali terpilih Dr. Ir. Tjokorda Oka

Artha Ardhana Sukawati, M.Si. Sementara Drs. Viraguna Bagoes Oka, M.A., MBA. menyampaikan ‘’Outlook Economy Menjelang Tahun 2019’’. Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Kanti I Made Arya Amitaba menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawabannya untuk melaporkan kinerja BPR Kanti. BPR Kanti yang usianya akan menginjak 30 tahun akan mengembangkan sayap hingga ke Jembrana, Buleleng, dan Kota Denpasar dengan membuka tiga kantor. Ini semata-mata untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabahnya. Pelayanan yang maksimal tidak terlepas dari kinerja BPR Kanti. Asetnya tumbuh 12,75 persen, kredit yang disalurkan tumbuh 14,66 persen, dan DPK tumbuh 12,65 persen. Tidak hanya kinerja keuangan yang mem-

baik, BPR Kanti sejak lima tahun terakhir juga banyak mendapatkan penghargaan. Perkembangan teknologi juga tidak membuat BPR Kanti berhenti berkarya. Arya Amitaba pun telah mempersiapkan ke arah itu. Yaitu pengamanan data melalui data recovery system. Sistem itu tersimpan di luar Bali. Ketika terjadi persoalan yang menyebabkan sistem layanan perbankan bermasalah, data tetap aman karena telah tersimpan di luar Pulau Bali. BPR Kanti juga siap dengan layanan mobile banking. Bahkan dalam waktu dekat, BPR Kanti akan menjadi pilot project dalam hal pelaksanaan fintech. Untuk meningkatkan kinerja itu, BPR Kanti akan membentuk corporate university BPR Kanti (Kanti Banking University). Di corporate ini akan disiapkan SDM yang andal untuk kemajuan BPR Kanti. Sementara itu, Sekretaris

Menteri Koperasi dan UKM RI Meliadi Sembiring mengapresiasi acara yang digelar BPR Kanti. Ia kagum dengan pertemanan BPR Kanti dengan berbagai stakeholder. Karena pertemanan itulah, semua stakeholder dapat berkumpul dalam meet and greet stakeholder gathering BPR Kanti 2018. Ia juga mengapresiasi BPR Kanti yang akan menyalurkan KUR. BPR pertama di Indonesia yang akan menyalurkan KUR. Keberadaan BPR Kanti dan banyaknya LJK di Bali juga dapat mengurangi rentenir, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Sembiring berharap BPR Kanti bisa menjadi partner LPDB dari Kemenkop dan UKM. Dengan adanya penghargaan yang diterima BPR Kanti menunjukkan BPR Kanti dikelola dengan profesional. Hal. 15 Salurkan Kredit

BPR KANTI - Dirut BPR Kanti Arya Amitaba bersama Hizbullah, Viraguna Bagoes Oka, Tutiek Kusumawardhani, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Meliadi Sembiring, dan Rai Wirajaya.


DENPASAR

2

Senin Wage, 27 Agustus 2018

ATRAKTIF - Penampilan atraktif Cak Rina saat berkolaborasi dengan Ni Putu Putri Suastini Koster yang membawakan puisi berjudul “Sumpah Kumba Karna”. Bali Post/wan

Cak Rina ”Hipnotis” Penonton PERSEMBAHAN seni yang disuguhkan 90 penari Cak yang tergabung dalam Sekaa Cak Rina pada event “Bali Merah Putih 2018” di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (25/8) malam, sang-

gup menghipnotis ribuan penonton yang memadati areal panggung termegah di Bali tersebut. Pada event tersebut, sekaa Cak fenomenal ini tampil atraktif dan berkarakter kuat. Uniknya, malam itu se-

Jadi Calo Jual-Beli Narkoba, Dua Pria Diadili Denpasar (Bali Post) Diduga menjadi calo dalam jual-beli narkotika, Kadek Rusdi (32) asal Gianyar dan Supriyanto Wahyudi (22) asal Jember, Jumat (24/8) mulai diadili di PN Denpasar. Keduanya dibekuk polisi April 2018. Dalam sidang yang dipimpin hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, jaksa mengatakan kedua terdakwa ditangkap di kamar nomor 206 Hotel BPC City, Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung tanggal 6 April 2018. Saat ditangkap, polisi menemukan sepuluh butir narkotika jenis ineks. Terdakwa mengaku ineks itu dibeli dari seseorang bernama John. Keduanya membeli secara patungan seharga Rp 4,3 juta. Rusdi memberikan uang Rp 3,2 juta dan Supriyanto sebanyak Rp 800 ribu. Uang itu tidak langsung diserahkan kepada John. Ada dugaan mereka sudah saling kenal. Sehingga usai memesan mereka sudah diberikan alamat

tempat mengambil pesanannya dari John. Keduanya lalu pergi ke tempat pengambilan ineks tersebut. Selanjutnya, keduanya ke hotel tempat mereka menginap. Pada 5 April 2018 atau sehari sebelum penangkapan, Rusdi dihubungi seseorang bernama Ni Kadek Eli Supayani (terdakwa dalam berkas terpisah) yang memesan sabu-sabu seberat 0,1 gram seharga Rp 300 ribu. Pesanan itu diladeni Rusdi. Dia meminta Eli bertemu di pinggir Jalan Tukad Batanghari, Denpasar. Bersama Supriyanto, Rusdi menuju lokasi itu dan menyerahkan pesanan sabusabu tersebut. Usai melakukan transaksi, keduanya kembali ke hotel. Namun sebelum masuk ke dalam hotel, Rusdi meminta Supriyanto mentransfer uang pembayaran sepuluh butir ineks ke John sebesar Rp 4,3 juta. Besoknya, Jumat (6/4) sekitar pukul 12.00 Wita, keduanya ditangkap polisi. (kmb37)

Kuasai 0,56 Gram Sabu-sabu

Amarudin Dituntut Enam Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Gara-gara didakwa memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,56 gram bruto atau 0,56 gram neto, terdakwa Amarudin (40) asal Loloan Timur, Jembrana dituntut enam tahun penjara. Dalam sidang akhir pekan lalu, JPU Ketut Sujaya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terungkap, terdakwa Amarudin dibekuk polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali di rumahnya di Jalan Gunung Angung, Gg XIX/2, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana pada 3 April 2018. JPU I Ketut Sujaya meminta pada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja agar terdakwa Amarudin diberi hukuman

yang setimpal. Selain menuntut enam tahun, terdakwa juga didenda Rp 800 juta subsider empat bulan kurungan. Yang menjadi pertimbagan JPU, yakni yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi serta tidak pernah dihukum. Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Made Suardika Adyana, langsung mengajukan pledoi secara lisan. Intinya, meminta majelis hakim dapat meringankan hukuman bagi terdakwa Amarudin. (kmb37)

Topik : Dewan Soroti Kebijakan BPJS Kesehatan

kaa Cak binaan I Ketut Rina ini tampil satu panggung dengan satrawati senior Bali Ni Putu Putri Suastini Koster yang membawakan puisi “Sumpah Kumba Karna”. Gerak ritmis dan alunan vokal acapela puluhan

penari Cak menciptakan aksentuasi yang harmonis mengiringi bait-bait puisi yang dilantunkan istri Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster ini. Tak pelak ribuan penonton yang memadati

areal panggung berbentuk bulan sabit itu pun larut dalam kontemplasi rasa yang terbangun dari lantunan bait-bait puisi yang mengembuskan semangat patriotik tersebut. Apalagi sosok fenomenal I Ketut

Rina juga ikut tampil sehingga kolaborasi puisi dan Cak yang diiringi musik dari Indrawan dkk. ini menjadi persembahan seni yang paripurna. Kolaborasi ini membuat merinding ribuan penon-

ton yang menyaksikannya. Adegan-adegan perang pun sesekali ditunjukkan sebagai refleksi kisah heroik Kumba Karna yang dengan gagah berani berjuang membela tanah airnya. (win)

BPD Bali Kurangi Deposito Berbunga Tinggi Denpasar (Bali Post) -

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak pasti dan pascapulihnya ekonomi Bali dari dampak erupsi Gunung Agung, sejumlah perbankan melakukan efisiensi. Salah satunya Bank BPD Bali. Efisiensi yang dilakukan dengan mengurangi deposito berbunga tinggi dan mengefektifkan pembiayaan, sehingga Net Interest Margin (NIM) meningkat, rasio intensitas bunga meningkat, otomatis juga akan meningkatkan pencapaian laba. Dikonfirmasi Minggu (26/8) kemarin, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma didampingi Direktur Operasional I.B. Gede Setia Yasa membeberkan, pertumbuhan asetnya pada Juni 2018 mencapai Rp 23,15 triliun. Tumbuh 96,7 persen dari target Rp 23,793 triliun. Demikian juga dengan posisi kredit tumbuh 97,8 persen dari target Rp 16,7 triliun, telah tercapai Rp 16,3 triliun. Sudharma menambahkan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada semester I 2018 tumbuh 95,73 persen dari target Rp 19,5 triliun yaitu Rp 18,7 triliun. Komposisi DPK terbesar

BPD Bali adalah tabungan. Jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Ini karena dampak dari layanan ebanking. Sejak tahun 2015 dikembangkan, layanan itu baru efektif dirasakan di tahun 2018. ‘’Pencapaian DPK 95,73 persen semester I 2018 karena fitur-fitur yang dikembangkan memberikan value edge terhadap layanan CASA account baik giro maupun tabungan,’’ ujarnya. Menurut Sudharma, DPK dari tabungan sudah memberikan manfaat pada komposisi pendanaan yang cukup signifikan, ditambah LDR masih rendah, sehingga beberapa deposito

yang berbunga mahal dikurangi. Dengan demikian, tingkat NIM bisa terjaga karena penggunaan DPK untuk pembiayaan kredit saat ini bisa dioptimalisasi. Seiring dengan itu, rasio bottom line bisa cukup baik atau mencapai target. ‘’Kami kurangi karena suku bunganya tinggi yaitu 4,5 persen. Penghimpunan dana dari tabungan lebih bagus dan lebih murah dengan bunga 2,5 persen. Itulah yang dipelihara. Hal ini juga sejalan dengan visi-misi BPD Bali untuk meningkatkan peran pada UMKM,’’ imbuhnya. Dengan upaya itu, kata Sudharma, pada akhir Juli 2018 bottom line BPD Bali

telah mencapai target 111 persen. Pencapaian laba semester I BPD Bali 98,89 persen atau Rp 318 miliar atau Rp 322 miliar. Sementara itu, rasio gross NPL BPD Bali 3,75 persen semester I 2018. Untuk menekan NPL dan mencapai target NPL 2,53 persen, upaya penyelamatan terhadap sektor produktif telah dilakukan. Ditemui terpisah, Kepala OJK Divisi Regional Bali Hizbullah mengatakan, total aset perbankan di Bali mencapai Rp 126 triliun. Pertumbuhannya dibandingkan tahun lalu 8,28 persen. Kredit yang disalurkan oleh perbankan di Bali sampai Juni 2018 mencapai Rp 83,9 triliun, tumbuh empat persen. Menurut Hizbullah, pertumbuhan kredit ini di bawah pertumbuhan nasional karena pertumbuhan nasional 10,8 persen. ‘’Jadi, pertumbuhan kredit di Bali

melambat. Ini yang perlu jadi perhatian bersama, karena pertumbuhan kredit menggambarkan aktivitas ekonomi di suatu daerah. Kalau pertumbuhan ekonomi melambat, artinya aktivitas ekonomi melambat,’’ katanya. Penghimpunan DPK perbankan di Bali mencapai Rp 99,69 triliun, pertumbuhannya 8,56 persen. Pertumbuhan dana masyarakat yang dihimpun oleh bank lebih tinggi dari pertumbuhan kredit yang disalurkan. ‘’Artinya, masyarakat lebih suka menyimpan uang daripada mengambil pinjaman. Sebagian dana tersebut mungkin disimpan di bank-bank lain atau dibawa ke bank luar Bali,’’ katanya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Siswa TK dan SD Diedukasi Siaga Bencana dan Tsunami Denpasar (Bali Post) Bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok akhir-akhir ini menjadi perhatian Boost Sanur Village Festival (SVF) 2018. Apalagi guncangan gempa bumi juga dirasakan hingga di Bali. Edukasi siaga bencana pun menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan. Sekitar 200 siswa TK dan SD di wilayah Sanur mengikuti program edukasi ini selama dua hari di Segara Seaside Bar and Grilled Sanur, mulai Jumat (24/8) hingga Sabtu (25/8). Koordinator Acara Wayan Parka mengatakan, program edukasi dirancang dengan aneka permainan, lomba mewarnai dan menggambar yang melibatkan siswa TK dan SD, orangtua siswa dan guru. Edukasi ini sangat penting bagi anak-anak mengingat hidup di Indonesia yang selalu berurusan dengan gempa bumi karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan kawasan ring of fire. ‘’Program edukasi yang dirancang secara riang ini meliputi pengetahuan mengenai gempa bumi dan tsunami. Kedua menyampaikan kemungkinan hal-hal yang terjadi, dan ketiga mengatasi diri dari bencana,’’ ujar Parka, Minggu (26/8) kemarin. Para peserta tampak sangat menikmati program ini. Tak sedikit dari peserta menunjuk-

kan raut muka terkejut mendengar bahaya bencana. Namun setelah dijelaskan oleh pengajar sekaligus melihat video dan alat peraga, mereka akhirnya paham. Menurut Parka yang juga relawan pengajar bencana alam di berbagai sekolah, anakanak sangat antusias mengikuti program ini. Mengingat mereka masih tergolong usia anak-anak, maka metode pengajaran dengan kegembiraan sangat mendukung untuk memasukkan ingatan yang telah diberikan. Ketua Boost Sanur Village Festival 2018 Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan program edukasi lingkungan hidup dan mitigasi bencana alam yang telah dilaksanakan di setiap pelaksanaan SVF memberikan arti yang sangat penting bagi upaya penanaman pemahaman menyelamatkan lingkungan dan mengatasi kejadian bencana alam. ‘’Anak-anak itu bagai tanaman yang baru tumbuh. Apabila terus disirami dan dipupuk dengan pengetahuan dan pemahaman untuk mencintai alam serta tanggap terhadap bahaya bencana alam, maka akan tumbuh subur untuk selalu berbuat yang terbaik bagi alam, serta tidak panik dan mampu menyelamatkan diri bila bencana gempa bumi dan tsunami terjadi,’’ tegasnya. (win)

Bali Post/win

EDUKASI - Ratusan anak-anak TK dan SD sangat antusias mengikuti edukasi siaga bencana dan tsunami pada acara Boost Sanur Village Festival 2018.


BADUNG

Senin Wage, 27 Agustus 2018

3

Terkait Masalah Sosial

Masyarakat Diharapkan Proaktif

Mangupura (Bali Post) Permasalahan sosial di masyarakat belum semua bisa ditangani pemerintah. Bahkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Badung masih mengalami kendala dalam hal pendataan, seperti keberadaan masyarakat yang mengalami disabilitas. Kondisi ini diakibatkan karena masih ada masyarakat yang enggan menyampaikan keberadaan keluarga yang mengalami disabilitas. Untuk itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana berharap adanya peran aktif dari masyarakat untuk mau menyampaikan permasalahan sosial. Seperti misalnya adanya penyandang disabilitas, keluarga perlu berani mengungkapkan kepada pemerintah. ‘’Kami perlu peran aktif masyarakat. Sering kami temukan masyarakat malu-malu mau menyampaikan keluhannya. Bagaimana kami bisa membantu kalau tidak disampaikan,’’ ujarnya. Diakuinya, data penyandang disabilitas memang masih kurang. Ini

perlu peran aktif masyarakat. Tidak hanya untuk disabilitas, masalah apa pun yang berkaitan dengan masalah sosial bisa dilaporkan kepada Dinsos. Sehingga nanti bisa diusahakan untuk dicarikan jalan keluar. ‘’Apalagi Bupati komitmen untuk memberikan pelayanan maksimal. Untuk masalah sosial Bapak Bupati siap membantu,’’ ucapnya di sela-sela sosialisasi kegiatan Dinas Sosial, Minggu (26/8) kemarin di Wantilan Desa Pecatu. Dikatakan, data penyandang disabilitas di Badung setiap tahun terus diperbarui. Menurutnya, disabilitas

itu datanya dinamis. ‘’Mungkin ada yang tiba-tiba pendengarannya terganggu akibat sakit. Inilah peran masyarakat sangat diperlukan, sehingga mereka secara aktif melaporkan,’’ ungkapnya. Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan saat ini pemerintah sudah melindungi penyandang disabilitas. Pihaknya sangat berharap masyarakat ikut berperan aktif menyampaikan keberadaan keluarga yang disabilitas. Mereka yang kurang beruntung, yang lahir dalam kondisi berbeda dengan orang normal, harusnya keluarga

Giri Prasta Lirik Potensi ’’Sport Tourism’’ Kejuaraan Menembak

BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta hadir dan memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan kejuaraan menembak yang dilaksanakan Polda Bali di Lapangan Tembak Bhayangkara Pecatu, Sabtu (25/8) lalu. Dia bahkan menyebut bahwa pelaksanaan kejuaraan tersebut sebenarnya juga menyimpan sebuah potensi daya tarik wisata. Menurut Giri Prasta, kejuaraan menembak juga bisa dikemas sebagai sport tourism. Di mana pelaksanaannya mampu menarik minat orang untuk datang dan berwisata di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung. ‘’Saya selaku Bupati Badung tentu mendukung sepenuhnya kegiatan olahraga seperti ini. Kami di Kabupaten Badung memang sedang berbenah dalam hal sport tourism,’’ ucapnya ditemui di lokasi pelaksanaan kejuaraan. Festival Budaya Bahari (FBB) Kabupaten Badung, salah satu event yang dirasa mungkin dirangkaikan dengan pelaksanaan kejuaraan semacam itu. Mengingat FBB adalah event tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, untuk mengangkat berbagai potensi wisata di wilayah Badung Selatan. Tidak terkecuali potensi sport tourism yang ada di wilayah Badung Selatan. ‘’Festival Budaya Bahari ini kami fokuskan di wilayah Badung Selatan. Itu adalah sebuah event tahunan yang berpotensi menarik minat wisatawan secara umum ataupun penghobi olahraga tertentu. Saya pastikan semua rangkaiannya itu kami akan anggarkan sepenuhnya,’’ sebut Giri Prasta sembari menggambarkan, jika di wilayah Badung Selatan ada FBB, maka di wilayah

MENEMBAK - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta (ketiga dari kanan) saat menghadiri kejuaraan menembak yang dilaksanakan oleh Polda Bali di Lapangan Tembak Bhayangkara Pecatu, Sabtu (25/8). Badung Tengah itu ada Festival Seni Budaya, sementara Badung Utara ada Festival Budaya Pertanian. Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose yang juga hadir di lokasi kejuaraan, tidak memungkiri bahwa pariwisata memanglah merupakan salah satu tujuan dari penyelenggaraan kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 orang penembak tersebut. Buktinya, kegiatan itu bukan hanya diikuti oleh penembak daerah ataupun nasional saja, melainkan juga penembak dari sejumlah negara asing. ‘’Jika dikaitkan dengan pelaksanaan Asian Games, ini bisa juga disebut sebagai sebuah kegiatan imbangan. Di mana melalui kegiatan ini maka para penembak kita bisa tetap mempertahankan atapun meningkatkan kemampuan dan prestasinya,’’ sebutnya. Lebih jauh dikabarkannya pula, ke depan di Lapangan Tembak Bhayangkara Pecatu juga akan dilaksanakan

kompetisi nasional. Di mana pesertanya adalah para polwan se-Indonesia yang memang memiliki kemampuan di bidang menembak. ‘’Jadi, nanti akan ada polwan-polwan penembak dari seluruh Indonesia yang datang ke tempat ini,’’ ujarnya. Meski para polwan yang akan hadir diketahui memiliki kemampuan luar biasa di bidang menembak, dirinya tetaplah berpesan agar mereka tetap memperhatikan Standard Operating Procedure (SOP) dalam menembak. Tujuannya tiada lain adalah untuk menghindari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. ‘’Saya pesan kepada para atlet, lapangan tembak itu haruslah zero mistake dan zero accident. Jadi yang namanya SOP dalam pengamanan senjata, itu harus benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan,’’ pungkasnya dalam kegiatan yang dihadiri pula oleh pihak Kodam IX/Udayana, BNN Provinsi Bali, serta KONI Provinsi Bali. (ad1198)

Agrowisata Bisa Jadi Magnet Datangkan Wisatawan

Mangupura (Bali Post) Meski tandus, kawasan Pecatu kini memiliki agrowisata yang bisa menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Badung, khususnya di Kuta Selatan. Selain sebagai daya tarik, produk yang dihasilkan agrowisata tersebut juga bisa disalurkan ke hotel-hotel berbintang di kawasan Kuta Selatan dan sekitarnya. Terlebih yang dihasilkan produk organik, ini bisa menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan. “Jika dilihat saat ini, di Kuta Selatan, Badung bertaburan hotel berbintang. Tentu peluang tersebut harus dimanfaatkan serta produkproduk dari hasil argowisata tersebut harus masuk ke hotel-hotel. Apalagi yang ditanam adalah organik. Saya rasa wisatawan akan sangat senang dengan yang berbau organik tersebut,” kata Camat Kuta Selatan Made Widiana di sela-sela pembukaan Malini Argo Park.

Pemilik objek agro wisata Malini Argo Park, Wayan Tana, mengatakan wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata akan tertarik, dan suka dengan suasana lingkungan yang alami. Apalagi produk yang dihasilkan juga produk-produk yang organik, tentu itu akan bisa diolah dan dinikmati oleh wisatawan. “Usaha wisata yang berbasis pertanian ke depan saya yakin akan dicari bahkan akan memunculkan kecintaan yang universal,” ujarnya. Tidak hanya itu, keberadaan agrowisata akan mampu menawarkan pariwisata sehat, bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena hasil produknya organik. “Selain akan memberi prospek yang baik. Agrowisata tentunya akan bisa menjadi wisata sehat yang bisa ditawarkan kepada setiap wisatawan yang berlibur di Bali. Baik itu bagi wisatawan lokal, maupun mancanegara,” pungkasnya. (kmb23)

melaporkan, karena pemerintah tidak serta-merta tahu kondisi itu. Made Sumerta yang juga anggota DPRD Badung ini menerangkan, untuk di Desa Pecatu, dari segi kesadaran keluarga untuk melaporkan memang cukup tinggi. Bahkan mereka juga berani menyampaikan di sela pertemuan. Hal itu, menurutnya, karena kondisi ini merupakan sebuah anugerah, sehingga mereka yang kurang beruntung tersebut harus dikuatkan dari segi mental. Pada sosialisai tersebut, di Desa Pecatu baru diserahkan enam unit kursi roda kepada mereka yang betulbetul membutuhkan. Sedangkan tahun 2019, dari data yang ada akan diserahkan sebanyak 106 unit. Tidak hanya kursi roda, juga ada tongkat dan alat bantu pendengaran. (kmb23)

Bali Post/kmb23

KURSI RODA - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana menyerahkan kursi roda, Minggu (26/8) kemarin di Wantilan Desa Pecatu.

Hadiri HUT ST Adnya Switra Banjar Gede Sempidi

Bupati Giri Prasta Mendukung Kebutuhan Sekaa Teruna BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Sekaa Teruna (ST) Adnya Switra, Banjar Gede Sempidi, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Sabtu (25/8). Acara HUT juga dirangkaikan dengan pengukuhan anggota baru sebanyak 15 orang. Selain Bupati Giri Prasta, turut hadir Ketua DPRD Badung yang diwakili I Nyoman Satria, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, calon DPR-RI IGN Kesuma Kelakan, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, Lurah Sempidi IGAK Oka Dewi Pertiwi, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Bendesa Sempidi Made Rai Astra, Tripika Mengwi dan seluruh tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi dan Kwanji. Puncak perayaan HUT ST Adnya Switra ditandai pemotongan tumpeng oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Bupati juga mensuport dana sebesar Rp 20 juta, turut juga menyerahkan dana anggota DPRD I Nyoman Satria Rp 5 juta, Ida Bagus Alit Sucipta Rp

5 juta, IGN Kesuma Kelakan Rp 5 juta, A.A. Gde Agung Rp 5 juta. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan sangat mendukung perayaan HUT ST Adnya Switra. Hal ini membuktikan program kegiatan sekaa teruna telah berjalan dengan baik. Pemkab Badung akan selalu mendukung kebutuhan dari sekaa teruna, baik kebutuhan di bidang seni maupun sarana olahraga. Kata Bupati, Pemkab Badung berkomitmen untuk hadir meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan pribadi maupun komunal masyarakat. Tujuannya, dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan krama Badung dan menekan angka kemiskinan. Bupati juga mengapresiasi Kelurahan Sempidi telah menjadi penerapan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dengan Program 3R yaitu mengurangi sampah, memilah sampah, mengelola sampah. Lanjut Bupati, dengan perkembangan teknologi informasi, generasi milenial dan masyarakat di Badung dalam waktu dekat

akan menikmati Wifi gratis, karena saat konsep Smart City telah dibangun melalui Dinas Kominfo dengan adanya Badung Command Center. Bendesa Adat Sempidi selaku panitia mengatakan krama Desa Sempidi dan Kwanji mengucapkan banyak terima kasih kepada Kabupaten Badung, khususnya Bupati Badung telah banyak mendukung program pembangunan di Desa Adat Sempidi. Sekaa Teruna

di Banjar Gede memiliki anggota sebanyak 91 orang, serta ditambah 15 orang yang baru dikukuhkan sehingga total 106 anggota. Kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda ada dua kegiatan umum, pertama mendukung kegiatan agama, seni dan budaya Bali dengan melaksanakan kegiatan tabuh dan tari Bali. Kegiatan kedua di bidang olahraga, terutamanya tenis meja dan bola voli. (ad1199)

HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-48 Sekaa Teruna Adnya Switra, Banjar Gede Sempidi, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Sabtu (25/8).


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

”Meet & Greet Customer Gala Dinner’’ PT BPR Kertiawan 2018 ”Partnership’’ adalah Mitra Sejati dalam Kebersamaan

PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kertiawan, Jumat (24/8) menggelar Meet & Greet Customer Gala Dinner di Hongkong Garden Restaurant, Jalan By-pass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar. Acara ini juga dirangkai dengan pengundian Program Kado Kredit Kertiawan berhadiah satu unit mobil Daihatsu Ayla dan dua unit sepeda motor Honda Beat, kulkas, mesin cuci serta smartphone sebagai bentuk apresiasi bank terhadap mitra kerja, khususnya nasabah yang begitu setia bekerja sama dengan PT BPR Bank Kertiawan. Komisaris PT BPR Bank Kertiawan Sang Kompiang Ratwiatma, S.H., M.M. mengatakan meet & greet ini untuk menjaga keharmonisan empat pilar sebagai penopang kemajuan Bank Kertiawan, yakni OJK (Otoritas Jasa Keuangan), nasabah, mitra bisnis dan PT BPR Bank Kertiawan. Sang Kompiang Ratwiatma menambahkan, dalam pertemuan ini apa yang dinilai penting bisa langsung dibicarakan. Mendengar dan mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah menjadi tujuan acara ini. Dalam kesempatan ini, seleksi manfaat doorprize 12 dan manfaat emas Tabungan Arisan Paket 5 berhadiah utama mobil Toyota Yaris juga digelar. ‘’Intinya kita selalu mengupayakan untuk menjaga hubungan dengan nasabah, begitu juga dengan kreditur,’’ jelas Kompiang Ratwiatma sembari menambahkan, kendati pertumbuhan ekonomi saat ini kurang bagus, PT BPR Bank Kertiawan dapat tumbuh dan berkembang dengan bagus baik. ‘’Untuk memanjakan partner

BANK KERTIAWAN - Suasana meet & greet customer gala dinner PT BPR Bank Kertiawan di Hongkong Garden, Jalan By-pass Ngurah Rai, Denpasar. bisnis maupun partner kerja, pihak PT BPR Bank Kertiawan berani memberikan bunga yang sangat kompetitif, yakni 1,25 persen menurun per bulan. ‘’Sekarang saja kita bisa cairkan kredit Rp 20 miliar,’’ sebut Sang Kompiang Ratwiatma. Kelebihan PT BPR Bank Kertiawan, Sang Kompiang Ratwiatma menjelaskan, selain di suku bunga juga ada di pelayanan. ‘’Sepanjang syarat dipenuhi, satu hingga dua hari kredit sudah bisa dicairkan,’’ tandas sang komisaris. Dirut PT BPR Bank Kertiawan Emic Dwi Setyawati G.S., S.E., MBA. mengatakan pihaknya berusaha berkinerja secara efisien sehingga cost of fund dapat ditekan dan bunga kredit bisa diturunkan. Dalam HUT ke-24, 2018 lalu, pihaknya bisa mengeluarkan promo kredit dengan bunga 1,25 persen. ‘’Selain bunga rendah, juga kami memberikan pelayanan yang cepat dan lebih baik. Selain dana untuk

usaha mereka, juga edukasi yang bisa dimanfaatkan oleh mitra kerja dan mitra usaha,’’ tegas Dirut Emic. Sang Kompiang Ratwiatma menambahkan, kantor pusat layanan BPR Bank Kertiawan ada di Jalan By-pass Prof Mantra, No. 88 Denpasar Timur. ‘’Kami ada tujuh kantor. Tiga kantor cabang satu kantor pusat dan tiga kantor kas. Nasabah maupun masyarakat yang belum menjadi nasabah yang berminat berpartner dengan Bank Kertiawan dapat datang ke kantor-kantor kami yang terdekat,’’ sebutnya. Ke depannya, dengan acara meet & greet ini pihak BPR Bank Kertiawan berharap jika ada keluhan bisa dibicarakan, akan dilakukan pembinaan guna menjalin hubungan yang harmonis antara customer dengan manajemen PT BPR Bank Kertiawan, sehingga kerja sama bisa terus ditingkatkan, sesuai dengan mottonya ‘’Sinergi Berdasarkan Dharma’’. (ad1194)

Pendidikan Jadi Kunci Membentuk Pemimpin Muda Hindu

PENDIDIKAN yang benar menjadi kunci untuk mencetak generasi muda Hindu yang memiliki karakter kepemimpinan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberikan kuliah umum pada acara Mahasisya Upanayana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Minggu (26/8) pagi kemarin. Dalam acara yang menjadi bagian dari orientasi mahasiswa baru tersebut, Gubernur Pastika memberikan kuliah umum dengan topik ‘’Strategi Membentuk Karakter Kepemimpinan Generasi Muda Hindu’’. Sebagai calon cendekiawan Hindu ke depan, Gubernur Pastika mengatakan para mahasiswa harus benar-benar mengetahui apa yang dicarinya dengan kuliah di IHDN. ‘’Bukan hanya untuk mencari gelar atau untuk mencari pekerjaan, tapi memang untuk mencari pengetahuan tentang Hindu dan menguasai tentang Hindu,’’ pinta Pastika. Ia menambahkan, dengan belajar secara benar, maka pengetahuan tentang Hindu menjadi kuat. ‘’Bahwa nanti mendapat gelar atau pekerjaan itu menjadi prioritas berikutnya,’’ imbuhnya. Gubernur yang juga Presiden World Hindu Parisad ini mengatakan untuk menjadi pemimpin harus lebih daripada yang dipimpinnya. ‘’Pemimpin itu harus lebih pintar, lebih berani, lebih bertanggung jawab, lebih jujur, lebih tahan menghadapi masalah, lebih rela berkorban, bisa memberi arah, bisa ngemong sesuai dengan

tempat, waktu dan situasinya, bisa menjadi teladan buat yang lain,’’ ujar Pastika. Menurutnya, dalam Hindu ada Asta Brata yang bisa menjadi pokok kepemimpinan yang bisa diterapkan di mana pun, ditambah dengan kemampuan lain yang menyesuaikan dengan kondisi, situasi bahkan masa di mana pemimpin itu berada. ‘’Cara memimpin sebagai gubernur berbeda dengan menjadi rektor, berbeda dengan presiden World Hindu Parisad, berbeda dengan presiden BEM, tapi sifat kepemimpinan pokoknya sama,’’ jelasnya. Dalam kuliah umum ini, Gubernur Pastika juga melakukan dialog interaktif dengan memanggil para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan tanya jawab seputar agama Hindu. Dengan dialog ini, Pastika memberikan contoh-contoh ciri seorang pemimpin

seperti keberanian, kejujuran dan kemampuan menyimak mahasiswa. Pastika sekaligus memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan waktu belajar untuk menggali dengan sungguh-sungguh ilmu yang bisa didapatkan. ‘’Cara yang paling ampuh untuk menjadi pemimipin adalah pendidikan. Menurut saya pendidikan adalah kunci dari semuanya. Pendidikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh belajar,’’ simpulnya. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan tahun ini IHDN memiliki 3.275 orang mahasiswa dengan 626 orang mahasiswa baru tingkatan S-1 dan 147 orang mahasiswa baru tingkatan S-3. Tahun ini IHDN berharap bisa mulai mengajukan diri menjadi universitas setelah mendapat akreditasi B dan memenuhi persyaratan lainnya. (ad1193)

ACE Central Parkir Kuta Gelar Promo ”Weekly Offer’’

ACE HARDWARE Istana Kuta Galeria kembali menghadirkan promo menarik kepada para pelanggan setianya. Kali ini promo Weekly Offer dibuka dari 27 Agustus hingga 2 September 2018. Discount dengan harga menarik diberikan untuk beberapa produk, di antaranya aneka kotak penyimpanan, rak serbaguna (brand Masterspace), water kettle, treadmill manual, berbagai cermin, penggisap debu basah & kering (brand Maximus). Selain promo Weekly Offer, promo lainnya yang sedang berlangsung di ACE adalah Time for Aceventure dengan memberikan diskon hingga 50 persen untuk produk yang ada di dalam brosur promo dan mendapatkan Gift With Purchase. Masa berlaku promo ini hingga 28 Agustus 2018 untuk berbagai perlengkapan travel, automotive, tools, tangga dan sebagainya. Khusus Member ACE atau pemegang kartu BNI mendapatkan diskon aneka brankas, kamera, CCTV, pemanas air, setrika uap, lampu LED dan masih banyak lagi. ‘’Bagi Member ACE yang bertransaksi minimum 3 juta rupiah akan mendapatkan satu buah tangga 1 step, namun tidak berlaku kelipatan dan selama persediaan masih ada,’’ ujar Store Manager ACE Hardware Istana Kuta Galeria, Putu Ada, Minggu (26/8) kemarin. Selain memberikan promo manarik, sebagai persembahan anak bangsa di bulan kemerdekaan

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Senator RI Serahkan 190 Sertifikat Profesi Pendamping Pertanian

Siapa pun Gubernurnya, Wedakarna Minta Program Simantri Harus Tetap Ada BERTEMPAT di Museum Subak di Masceti Gianyar, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyerahkan secara simbolis kurang lebih 190 Sertifikat Profesi (SP) khusus pendamping Simantri di Bali. Program ini terlaksana berkat inisiatif dari Dinas Pertanian Provinsi Bali yang didukung sejumlah pihak, termasuk BNSP, Mandhara Research Institute (MRI), Lembaga LSP Agribisnis Bogor dan juga DPD-RI Provinsi Bali. Di hadapan ratusan peserta dan undangan yang hadir, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyebutkan program Simantri yang digagas Gubenur Bali Made Mangku Pastika adalah program yang baik dan harus dilanjutkan Gubernur terpilih Dr. Ir. Wayan Koster. ‘’Program Simantri adalah program yang sangat Sukarnois, program yang peduli akan nasib petani dan peternak, begitu juga memberi kesempatan kepada lulusan sarjana pertanian. Efeknya jadi sangat baik, di antaranya fakultas pertanian di beberapa perguruan tinggi menjadi diminati, potensi petani dan peternak juga terangkat. Saya minta gubernur baru terpilih termasuk DPRD Provinsi Bali agar dukung program ini berkelanjutan. Kalau masalah nama Simantri mau diganti, misalkan diganti Pro Marhaen, ya… silakan saja karena itu kan hak branding pemerintahan satu jalur. Asalkan programnya tetap dan aman secara anggaran. Saya akan kawal ya,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, DPD-RI juga mendukung agar program Sertifikasi Profesi bidang pertanian dan organik ini tetap menjadi program rutin. ‘’Saya sudah berkali-kali berdiskusi bersama Forum Revolusi Mental (FRM) bahwa cita-cita Bali men-

SINERGI – I.B. Sukarya (Ketua MRI), Dr. I Made Sudarma (PPLH Unud), Bagus Sudibya (Bagus Agro/Tokoh Pariwisata), Senator Arya Wedakarna, Prof. Dr. I Wayan Supartha (Guru Besar Pertanian Unud), I.B. Mandara Brasika (MRI), Dr. Luh Kartini (Unud), Sunarbowo (LSP Bogor) di Museum Subak. jadi Pulau Organik harus menjadi kenyataan. Ke depan anggaran sertifikasi harus ditingkatkan. Saya sudah berikan rekomendasi resmi ke MRI, agar Bali memiliki Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) mandiri di Bali. Karena selama ini semua masih tergantung Bogor. Jadi teruskan kerja baik ini dan semoga Bali berdaulat dalam bidang pertanian. This is Satyagraha,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Setelah memberikan dukungan pada acara pembagian Sertifikasi Profesi ini, sejumlah program kerja sama antara Senator Arya Wedakarna akan dikonkretkan yakni; pertama, mendesak Menteri Kebudayaan segera meresmikan Museum Subak di Masceti pada 2018. Kedua Senator AWK memberikan sponsor pada 7 item produk organik di 7 kabupaten/ kota di tahun 2018–2019, dua di

antaranya adalah produk cokelat Cau di Tabanan dan produk jagung popcorn di Seraya, Karangasem. Ketiga, DPD memberi rekomendasi resmi agar izin LSO mandiri di Bali dipermudah selambatnya dibentuk 2018. Keempat, DPD mendukung aspirasi agar seluruh tenaga pendamping Simantri yang saat ini berstatus pegawai kontrak agar bisa diangkat menjadi tenaga penyuluh di 700-an desa di Bali, khususnya menghadapi akan pensiunnya mayoritas tenaga penyuluh selama lima tahun ke depan tanpa seleksi. Kelima, DPD akan segera berkomunikasi dengan Majelis Subak Bali agar Rancangan Perda Bali tentang Desa Adat (Pengganti Perda 2003) yang sedang disusun memasukkan peran Majelis Subak dan Bendega dalam postur anggaran dan wewenang yang lebih dalam. (ad1189)

Cok Ace Hadiri ”Grand Opening New Executive Medical Check-Up’’

RS Kasih Ibu Dinilai Buat Terobosan Cerdas WAKIL Gubernur Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri Grand Opening New Executive Medical Check-Up di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Denpasar, Sabtu (25/8). Pria yang akrab disapa Cok Ace ini juga berkesempatan mencoba fasilitas baru dalam pelayanan medical check-up di rumah sakit tersebut. Menurutnya, RS Kasih Ibu telah membuat terobosan cerdas. ‘’Kalau kita berbicara tentang rumah sakit, kita berbicara tentang teknologi. Di sini Kasih Ibu telah berani menerobos teknologi yang baru. Mekanisme, prosedur pemeriksaan tidak lagi ruwet. Hanya berdiri dan memegang (alat) saja, kondisi kesehatan semua sudah ter-record,’’ ujarnya. Cok Ace mengaku baru pertama kali mencoba metode pemeriksaan kesehatan seperti di RS Kasih Ibu. Terobosan seperti yang dilakukan RS Kasih Ibu harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta mampu bersaing dengan kompetitor dari luar daerah dan luar negeri. ‘’Apa yang sudah dilakukan dengan new executive medical check-up ini, saya harapkan ke depan Kasih Ibu terus mengikuti perkembangan dunia pengobatan, dunia medical, dan lebih meningkatkan lagi SDM-nya,’’ imbuh Ketua PHRI Bali ini. Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali Cahaya Wirawan Hadi yang juga pelanggan loyal RS Kasih Ibu mengapresiasi ketulusan tenaga kesehatan dalam melayani. Ia memberi penilaian positif pada fasilitas baru dalam pelayanan medical check-up. ‘’Dari dulu, sejak didirikan tahun 1987, Kasih Ibu itu baik sekali. Perilaku tenaga

GRAND OPENING - Wakil Gubernur Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Direktur RS Kasih Ibu Denpasar dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG.(K) (3 dari kanan) saat menghadiri Grand Opening New Executive Medical Check-Up di RS Kasih Ibu Denpasar. kesehatan di Kasih Ibu itu bagus, penuh perhatian kepada pasien. Kalau ada masyarakat yang sakit, saya sarankan datang ke rumah sakit ini supaya sembuh dan bahagia. Untuk menjaga kesehatan bisa datang ramai-ramai check-up ke sini,’’ katanya. Sementara itu, Direktur RS Kasih Ibu Denpasar dr. I Wayan Kesumadana, Sp.OG.(K) mengatakan, new executive medical check-up kini memiliki fasilitas baru berupa satu tempat khusus yang dilengkapi peralatan Medical Body Composition Analyzer (mBCA). mBCA sangat istimewa lantaran dapat menganalisis komposisi tubuh seperti melihat bagaimana sel, menghitung massa lemak tubuh, massa otot rangka, dan lainnya. ‘’Itu satu-satunya di Bali. Di samping itu, kita menjanjikan bahwa hampir semua pemeriksaan

medical check-up itu dalam satu hari jadi. Karena dalam komponen pemeriksaan itu ada pemeriksaan lab, pemeriksaan radiologi, MRI, CT-scan, pemeriksaan jantung, EKG, maupun treadmill dan pemeriksaan dokter,’’ paparnya. Kesumadana menambahkan, RS Kasih Ibu memiliki tenaga dokter yang lengkap untuk menunjang layanan medical check-up guna menginterpretasi hasil dan memberikan advice kepada pasien terkait apa yang harus mereka lakukan setelah pemeriksaan. New executive medical check-up juga ditunjang KIH Priority Lounge untuk para pelanggan loyal. Sementara aspek promosi sudah dikembangkan digital promotion lewat medsos. Juga ada sejumlah paket MCU serta pemeriksaan custom yang bisa di-download di internet. (ad1191)

Bantuan untuk Lombok dari Pacto dan Bali Prima Holidays

PADUAN SUARA ACE - Paduan Suara yang dipersembahkan karyawan ACE Hardware Istana Kuta Raya untuk pelanggan, Minggu (26/8) kemarin. ini, ACE Central Parkir Kuta mempersembahkan Paduan Suara sebagai program tahunan yang di selenggarakan oleh ACE untuk memperingati bulan kemerdekaan Indonesia. Lagu yang dipersembahkan berupa lagu nasional dan lagu daerah untuk para pelanggan yang berkunjung. Kegiatan ini merupakan unique activity yang dilakukan oleh ACE sebagai retailer di Indonesia. ‘’Adapun maksud dan tujuan di selenggarakan kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap

Indonesia, edukasi lagu nasional dan lagu daerah, memperingati bulan kemerdekaan Indonesia. Untuk ACE Central Parkir Kuta, adapun lagu yang di bawakan adalah dua lagu wajib yaitu ‘Maju Tak Gentar’ dan ‘Berkibarlah Benderaku’ dan satu lagu daerah yaitu ‘Don Dapdape’,’’ tandas Putu Ada. Harapannya ACE dapat memberikan persembahan yang sifatnya edukatif kepada pelanggan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia melalui kegiatan di bulan kemerdekaan ini. (bns1)

PASCAGEMPA bumi berkekuatan 7,0 SR yang menghantam Lombok 5 Agustus 2018 lalu dan menyebabkan kerusakan berupa bangunan runtuh di beberapa tempat, Pacto Ltd. Indonesia melalui dua kantor cabang di Bali telah mengorganisir misi bantuan untuk para pengungsi yang karena alasan keamanan harus dievakuasi di tenda darurat di luar tempat tinggal mereka. Kantor Pacto Inbound Bali telah mengirimkan dukungan mereka dalam bentuk makanan pokok, air mineral kemasan dan selimut pada tanggal 11 Agustus 2018. Sementara itu, Bali Prima Holidays, sebuah perusahaan dari Pacto Group yang khusus membidangi tailor made travel, pada 14 Agustus juga mengirimkan dukungan berupa air mineral kemasan, makanan pokok, tenda serta obat-obatan yang merupakan persediaan yang paling dibutuhkan pascabencana alam. Bantuan yang dikirimkan langsung oleh tim dengan armada dari kedua kantor tersebut berkoordinasi dengan tim Pacto di Lombok telah diterima oleh mitra Pacto

yang telah menjalin kerja sama selama beberapa dekade Bidy Tours Lombok yang berperan sangat besar dalam mendukung evakuasi, untuk kemudian disalurkan ke pos-pos pengungsian darurat. ‘’Untuk pengiriman pertama ini kami telah mengalokasikan bantuan berupa kebutuhan pokok senilai lebih dari 9.000 USD. Karena di banyak bagian di pulau ini yang masih membutuhkan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

dukungan lebih lanjut, sejalan dengan tradisi perusahaan yaitu community support yang telah lama kami jalankan, kami akan terus mengatur pengiriman lebih lanjut. Kami berharap inisiatif ini dapat sedikit membantu keluarga-keluarga yang tinggal di pengungsian dalam situasi sulit ini,’’ kata Umberto Cadamuro, Chief Operating Officer Pacto Ltd. Indonesia. (ad1192)


Senin Wage, 27 Agustus 2018

figur Siap Siaga Bencana BALI termasuk wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi karena masuk zona ring of fire. Belum adanya alat pendeteksi akurat yang memprediksi terjadinya gempa bumi mengharuskan warga Bali untuk selalu siaga bencana. ‘’Upaya penanaman kesadaran bencana dapat dilakukan sejak usia dini, sehingga setiap warga Bali memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana,’’ ungkap Budi Suharjo, Kepala Markas PMI Daerah Bali. Pria yang sudah aktif di dunia kepalangmerahan sejak di bangku kuliah ini melihat kesadaran ancaman bencana masih minim. Hal ini tidak lepas dari terjadinya bencana alam yang berakibat fatal seperti gempa bumi terjadi tanpa dapat pernah diprediksi. ‘’Gempa bumi tak bisa diprediksi, berbeda dengan bencana alam seperti banjir yang didahului tanda-tanda alam seperti hujan lebat,’’ terang mantan Pengurus UKM KSRPMI Unit Universitas Udayana ini. Kesadaran bahwa Bali adalah daerah rawan bencana alam akan membuat warga dengan serius melakukan upaya-upaya penanggulangan untuk mencegah dampak yang parah. Misalnya dalam soal bagaimana bertindak ketika terjadi gempa bumi. Selama ini masih banyak yang salah bertindak saat gempa bumi mengguncang. ‘’Ada cara-cara antisipasi yang lebih tepat dapat dilakukan. Ini untuk meminimalkan cedera atau mencegah terjadinya korban jiwa,’’ ujar pria yang selalu tampil kalem ini. Tanpa adanya kemampuan dalam kesiapsiagaan bencana, sering yang terjadi adalah kepanikan. Tidak jarang justru jatuh korban jiwa bukan karena bencana alamnya, melainkan karena saking paniknya ketika dihadapkan pada kondisi mencekam. Untuk itu, Budi Suhardjo berharap warga Bali mulai menyadari bahwa Bali rawan bencana dan menyiapkan diri agar selalu siaga bencana. Salah satu yang dapat dilakukan secara komunal adalah membentuk desa-desa siaga bencana. Ini terutama bagi desa-desa yang secara geografis memang rawan bencana, mulai dari tanah longsor, gempa bumi maupun tsunami. (ata)

daerah

5

Reklamasi Mengatasnamakan Kepentingan Publik Terkesan Dipaksakan Denpasar (Bali Post) Rencana reklamasi Teluk Benoa memang telah berhasil digagalkan. Namun reklamasi yang mengatasnamakan proyek pemerintah seperti perluasan Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai tetap berjalan. Selama ini reklamasi mengatasnamakan kepentingan publik memang terkesan dipaksakan. Masyarakat daerah pun hanya bisa menerima karena dari segi peraturan yang ada, reklamasi proyek-proyek pemerintah tersebut diargumentasikan telah memiliki dasar hukum yang kuat. Menurut aktivis lingkungan I Nyoman Mardika, pemerintah sering berlindung di balik kepentingan publik untuk melakukan reklamasi. Perluasan Pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai dengan reklamasi, misalnya, dikaitkan dengan pelaksanaan event besar IMF-WB di Bali, Oktober 2018 nanti. ‘’Seolah-olah reklamasi itu adalah keharusan,’’ tegas Mardika dalam sebuah kesempatan Talk Show Merah Putih di Bali TV, beberapa waktu lalu. Padahal dalam konteks reklamasi tidak ada pembedaan antara proyek swasta (privat) ataupun proyek pemerintah (publik) karena keduanya tetap memiliki dampak merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat nelayan. ‘’Seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan antara reklamasi yang dilakukan oleh investor swasta dengan yang dilakukan pemerintah mengatasnamakan demi kepentingan publik,’’ tegas Mardika. Pemerintah mestinya tetap memperhatikan kepentingan masyarakat

yang terdampak. Mardika mencontohkan bagaimana reklamasi yang dilakukan Pelindo di Teluk Benoa meminggirkan nelayan setempat. Kehilangan tempat menambatkan perahu menjadi realitas yang harus dihadapi nelayan, sementara pihak terkait tidak menyediakan solusi yang jelas. Kondisi ini dibenarkan I Nengah Manumudita, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). ‘’Nelayan sering dikorbankan dalam proyek-proyek reklamasi karena mengakibatkan nelayan selalu menjadi pihak yang terusir,’’ tegas Manumudita. Dalam kasus reklamasi Bandara Ngurah Rai, Manumudita juga menyinggung nelayan di Sawangan menjadi korban. Penyedotan pasir laut di Sawangan untuk mereklamasi laut demi perluasan bandara terbesar di Bali tersebut mengikis pasir pantai melenyapkan tempat menambatkan perahu. Pemerintah daerah nampaknya tidak dapat berbuat banyak karena lagi-lagi kebijakan reklamasi

terkait perluasan bandara ada di pemerintah pusat. Sementara mengenai dampak lingkungannya, reklamasi dipastikan tidak terhindarkan. ‘’Perubahan arus laut pasti akan terjadi,’’ tegas Mardika. Belajar dari reklamasi Bandara Ngurah Rai yang dilakukan pada awal pembangunannya di tahun 1960an, abrasi parah terjadi di sejumlah pantai di Bali. Demikian pula akibat reklamasi Pulau Serangan faktanya

abrasi terjadi makin parah di Pantai Sanur dan Padanggalak. Mardika berharap pemerintah tidak semata-mata mementingkan aspek ekonomi dalam pembangunan fasilitas publik seperti pelabuhan dan bandara di Bali. Dengan Pulau Bali yang kecil, sedikit saja alamnya mendapatkan perlakuan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan Bali. (kmb14)

Ajang Kontes Layanan Honda Nasional 2018

Wakil Bali Sabet Juara Satu Kategori Pimpinan Jaringan

KEMBALI perwakilan Bali menorehkan prestasi membanggakan dalam perhelatan Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2018 yang diadakan PT Astra Honda Motor yang sudah dimulai 13-16 Agustus 2018 lalu. Budi Sanjaya Putra selaku pimpinan dealer Honda Enam Tiga Sejahtera Singaraja dinobatkan sebagai Pimpinan Jaringan Terbaik se-Indonesia dalam kategori Pimpinan Jaringan Wing/ Big Wing. Kontes kali ini adalah kontes perdana yang diikuti oleh Budi Sanjaya yang mewakili Astra Motor Bali yang telah melakukan berbagai persiapan, serta optimis untuk mempertahankan juara yang berturut-turut selalu diraih oleh Bali. ‘’Kemenangan ini adalah kemenangan dari seluruh tim, terima kasih atas kerja samanya yang solid dan telah menjalankan standar layanan dengan konsisten dan sepenuh hati, sehingga konsumen dapat merasakan serta semakin dekat dengan Dealer Enam Tiga Sejahtera,’’ ungkap Budi. Untuk mengikuti kontes ini, di kategori pimpinan jaringan Honda harus memiliki program pengembangan layanan konsumen yang berkualitas di jaringannya. Seleksi Kontes Layanan Honda tahun ini telah dilaksanakan sejak bulan Januari sebagai tahap awal seleksi tahap regional. ‘’Pelayanan yang prima menjadi prioritas kami dalam menyuguhkan kepuasan dan kebahagiaan konsumen sepeda motor Honda. Melalui kontes layanan ini, kami berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi konsumen seiring dengan Bali Post/sos

BALIHO - KPU Klungkung telah memasang baliho Pileg 2019 di utara Lapangan Puputan Klungkung. Ini sebagai salah satu cara sosialisasi ke masyarakat. Anggaran fasilitasi hajatan politik lima tahunan ini mencapai Rp 15 miliar.

Anggaran Pemilu Rp 15 Miliar Tergolong Murah Dibandingkan Pilkada TAHAPAN perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah berlangsung. Di Kabupaten Klungkung, anggaran yang dihabiskan untuk fasilitasi hajatan politik lima tahunan ini sekitar Rp 15 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk honor penyelenggara, yakni PPK, PPS, KPPS dan sekretariat. Selain itu ada untuk biaya setiap tahapan, seperti pendaftaran peserta pemilu, pemutakhiran data pemilih, pencalonan, sosialisasi, kampanye, termasuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mencapai 619 lokasi. Hampir dua kali lipat dari pilkada lalu yang hanya 350 lokasi. ‘’Itu hanya untuk fasilitasi proses di kabupaten,’’ jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung I Made Kariada, Minggu (26/8) kemarin, sembari menegaskan untuk tahun anggaran 2018, mendapat alokasi sekitar Rp 6 miliar dan tambahannya dipasang pada 2019. Semua logistik akan diadakan di pusat. Dikatakan, anggaran itu tergolong murah bila dibandingkan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) sekitar Rp 5 miliar. ‘’Pilkada hanya untuk satu lembaga dengan dua peserta. Sedangkan pemilu ada 16 peserta termasuk DPD. Ada lima lembaga. Itu pileg kabupaten, provinsi, RI, DPD dan pilpres. Anggaran sekian termasuk murah,’’ ungkapnya. Pria asal Desa Jungutbatu Kecamatan Nusa Penida ini menjelaskan, pada pemilu

tidak ada istilah buang-buang anggaran. Seluruhnya digunakan untuk peserta pemilu dan pemilih maupun pendidikan politik. ‘’Anggaran itu berputar di wilayah Indonesia, dipergunakan untuk orang Indonesia, dan dimanfaatkan untuk Indonesia,’’ sebutnya. Mengingat pemilu sebagai proses politik, sudah seharusnya disambut oleh masyarakat dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil-hasil pembangunan pemimpinpemimpin yang telah terpilih. ‘’Jika masih layak, harus dipertahankan. Kalau tidak layak, ganti dengan yang layak. Kami berharap masyarakat peduli terhadap pemilu ini,’’ kata Kariada. Saat ini tahapan pemilihan ini sudah masuk Penetapan Daftar Pemilih Tetap. Jumlahnya mencapai 159,774 orang, naik dari Pilkada 2018 yang mencapai 156.501 dan Pemilu 2014 sebanyak 153.724 orang. Kariada menjelaskan

jumlah pemilih tersebut sudah termasuk yang berusia 17 tahun saat pemilihan yang berlangsung pada 17 April 2019. ‘’Untuk DPT, tentu kami mengacu pada data sebelumnya. Ada perbaikan, menyesuaikan juga dengan masukan masyarakat,’’ ungkapnya. Ditambahkan, tidak menutup kemungkinan pemilih tersebut nantinya ada yang tak memenuhi syarat akibat meninggal, alih status menjadi anggota TNI dan Polri, maupun pindah alamat tempat tinggal. Terhadap itu, saat pemberian surat panggilan memilih (C6) akan ditandai dan di salinan daftar pemilih akan dicoret. ‘’C6-nya tidak akan diberikan supaya tidak disalahgunakan. Nama bersangkutan akan dicoret. Tidak akan mengubah jumlah. Kalau ada data pemilih belum masuk DPT, namun sudah memiliki hak pilih dan e-KTP, nanti bisa masuk daftar pemilih khusus,’’ jelasnya. (sos)

meningkatnya ekspektasi masyarakat,’’ ujar Ronaldo Widjaja selaku Region Head Astra Motor Bali. Sebanyak 1.859 peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang adu skill layanan yang dilaksanakan oleh main dealer. Dari jumlah tersebut, terbagi sebanyak 1.039 peserta yang terdiri dari Sales Man, Sales Counter, Petugas Administrasi dan Sales Counter Part mengikuti penilaian pada kategori Front Line People (FLP). Pada kategori Deliveryman diikuti oleh 433 peserta dan 387 peserta lainnya merupakan penanggung jawab AHASS dan

Showroom. Setelah melewati tahap seleksi regional, 141 peserta dari tiga kategori yang terdiri dari 51 FLP, 45 deliveryman, dan 45 pimpinan jaringan terbaik berkompetisi pada tahap Nasional. Pada tahap Nasional, para peserta melewati beberapa tahap penilaian precontest serta proses karantina selama tiga hari. Pada kategori Pimpinan Jaringan dilakukan dealer audit, mystery shopping dan mystery calling. Pada masa karantina tersebut, para peserta diuji dengan beberapa rangkaian penilaian seperti tes tertulis, studi kasus, role play, presentasi dan wawancara. (bns2)

Terserap Hanya 50 Persen

KPU Gianyar Kembalikan Anggaran Belasan Miliar Gianyar (Bali Post) KPU Gianyar sudah menuntaskan pelaksanaan Pilkada Gianyar dan Pilgub Bali. Namun selama pelaksanaan pesta demokrasi tersebut penyerapan anggaran nampak tak maksimal, bahkan tidak sampai 50 persen dari total anggaran Rp 20,6 miliar. Melihat kondisi ini, KPU Gianyar pun memastikan akan mengembalikan anggaran mencapai belasan miliar ke Pemkab Gianyar. Anggota komisioner KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna, Minggu (26/8) kemarin menjelaskan, untuk Pilkada Gianyar pihaknya memang menerima anggaran sekitar Rp 20,6 miliar dari Pemkab Gianyar. ‘’Penghitungan sementara ada dana sisa sekitar Rp 12 miliar hingga Rp 14 miliar, yang akan dikembailkan ke Pemkab Gianyar, sebagai sisa dari penggunaan anggaran kemarin,’’ katanya. Diakui, anggaran yang tidak terserap ini memang mencapai 50 persen lebih. Kondisi ini salah satunya terjadi lantaran perkiraan peserta Pilkada Gianyar sampai 5 pasangan

calon, namun nyatanya anggaran tersebut hanya digunakan untuk dua pasangan calon. ‘’Karena pasangan calon yang tampil hanya dua, jadi anggaran cukup segitu yang digunakan,’’ katanya. Ditegaskan, pihaknya masih melakukan penghitungan pasti terkait detail penggunaan anggaran tersebut. Terlebih ada beberapa pembayaran yang masih akan dilakukan. ‘’Penghitungan dari penggunaan anggran itu bisa dilakukan selama tiga bulan setelah penetapan pasangan calon terpilih. Jadi masih ada waktu hingga Oktober ini,’’ katanya. Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mentargetkan penuntasan penghitungan ini bisa selesai pada awal September mendatang, sehingga sesegera mungkin pihaknya akan menggelar rapat dengan eksekutif dan legislatif terkait laporan dari penggunaan anggaran tersebut. ‘’Memang ada waktu hingga Oktober, tetapi secepatnya akan kita proses penghitungan anggaran ini,’’ tandasnya. (kmb35)

I Putu Agus Tirta Suguna


OPINI

6

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Pemda Harus Tingkatkan Anggaran Tangani Sampah SAMPAH menjadi masalah besar bagi Bali. Apalagi Bali sering dijadikan tempat pertemuan tingkat dunia. Tentu ini menjadi ganjalan dan menurunkan citra Bali sebagai destinasi yang berfalsafahkan Tri Hita Karana. Beruntung Bali pada tahun 2018 ini akan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-WB yang berpusat di kawasan Nusa Dua. Lokasi TPA Suwung kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebab, TPA yang sampanya sudah tingginya melebihi 20 meter itu terlihat jelas dari jalan tol. Tentu ini akan merusak citra keindahan Pulau Bali. TPA Suwung yang menjadi muara sampah dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan ini pun sudah direvitalisasi dengan dana Rp 250 miliar dalam waktu tiga tahun mulai akhir 2017 hingga 2019. Lalu pertanyaannya, apakah revitalisasi hanya berhenti di TPA Suwung? Bagaimana dengan TPA di luar Denpasar yang juga dikeluhkan. Kalau hanya di Suwung, tentu ini bagian dari pencitraan. Bukan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan Bali. Kalau demikian halnya, tentu tidak ada manfaat bagi Bali. Padahal soal sampah yang mengotori citra pariwisata Bali bukan hal baru. Tak hanya di pegunungan, sungai, sampah juga mengotori pantai yang menjadi salah satu daya tarik Bali. Apalagi di Pantai Kuta. Hampir sepanjang tahun dibanjiri sampah kiriman. Hal ini kerap menjadi keluhan para pelancong. Kondisi ini memunculkan wacana bahwa Bali darurat sampah. Berdasarkan penelitian, penyumbang terbesar sampah yang memenuhi bentang pantai di Bali 80 persen merupakan kiriman dari sungai-sungai di Bali yang bermuara ke laut. Sementara volume sampah yang dihasilkan per hari mencapai 10.849 meter kubik ini, setara dengan sekitar 3.000 ton. Sampah sebanyak itu sebagian besar hanya dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA), sedikit sekali yang diolah kembali. Alasannya, dana mengolah kembali sampah tidak tersedia. Selain sampah, pencemaran limbah juga mengotori sungai termasuk laut di Bali. Di Denpasar, misalnya, sebagian besar sungai di ibu kota Provinsi Bali ini dicemari limbah rumah tangga. Demikian pula di pantai. Sejumlah hotel malah membuat saluran rahasia untuk membuang limbahnya ke laut. Sungguh tindakan yang keliru. Apalagi Bali juga terkenal karena keindahan pantainya. Ini tentu menjadi ancaman keberlangsungan pariwisata Bali. Apalagi anggaran untuk penanganan sampah juga tidak pernah menunjukkan jumlah menggembirakan. Dalam mata anggaran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, bahwasanya anggaran untuk penanganan sampah hanya Rp 4 miliar. Sementara kalau kita bandingkan dengan daerah lain, anggaran penanganan sampah bisa mencapai Rp 30 miliar. Ini tentu menjadi persoalan. Pemerintah harus punya keberanian untuk meningkatkan anggaran penanganan sampah. Di antaranya adalah: pengangkatan lebih banyak lagi tenaga DKP serta memperbanyak armada angkut sampah. Tanpa langkah tersebut, tentu sampah akan terusmenerus jadi masalah tanpa pernah ada solusinya. Memang tidak mudah untuk menuntaskan masalah sampah, apalagi jika hanya diserahkan kepada pemerintah. Sampah adalah problem kompleks yang bisa dituntaskan dengan langkah kebersamaan. Masyarakat memegang peranan yang sangat penting karena bertanggung jawab pada rantai pertama persoalan. Perlakuan yang benar dari setiap warga terhadap sampah mungkin akan menuntaskan sekitar 80 persen persoalan. Langkah paling mudah tentu dengan membuang sampah tidak secara sembarangan, terutama ke sungai. Sayangnya langkah mudah ini justru menjadi sangat sulit. Kebiasaan membuang sampah sembarangan nyaris sulit diubah. Modernisasi boleh saja telah merasuki, tetapi ternyata perlakuan terhadap sampah tidak menunjukkan perkembangan berarti. Mungkin karena sampah itu sesuatu yang tak berguna, sehingga diperlakukan dengan sembarangan.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bahasa Bali, Siapa Pewarisnya? Membiasakan berbahasa Bali mungkin dianggap sebagai hal wajib bagi banyak orang saat ini, khususnya bagi orang Bali. Kita tak bisa menyalahkan anak-anak yang tak tertarik berbahasa Bali. Jika ada waktu dan pendapatan tambahan, kebanyakan orangtua meminta anaknya les bahasa Inggris. Ini karena bahasa Inggris dinilai lebih prospektif dan berguna. Dampak dari abai membudayakan bahasa Bali memang kita tak akan rasakan saat ini. Ketika penutur bahasa Bali dari kalangan tua masih dominan, maka kelalaian mengajarkan bahasa Bali dikalangan anak milenia pasti akan berdampak bagi Bali. Lalu siapa yang akan mewariskan bahasa Bali ke depan? Padahal ada banyak hal yang bisa diselamatkan dengan fasih berbahasa Bali. Setidaknya identitas kita sebagai manusia Bali tetap terjaga dan bahasa itu menjadi bagian yang begitu erat dengan kelompok sosial di masyarakat. Bahkan, dengan fasih berbahasa Bali peluang pekerjaan ke depan juga saya yakini terbuka. Saya yakin, suatu saat akan ada orangtua yang merasa perlu mengkhursuskan anak-anaknya belajar bahasa Bali. Entah kapan waktunya itu akan terjadi, yang jelas itu akan terjadi. Masalahnya, bagi umat Hindu bahasa Bali adalah bahasa yang menjadi penguat pewarisan budaya dan itu akan menentukan nasib peradaban Bali ke depan. Untuk itu, pemerintah Bali jangan sampai mengabaikan pentingnya pembelajaran dan membiasakan berbahasa Bali. Jika pemerintahnya sampai lupa menjadikan bahasa Bali sebagai satu hal yang strategis untuk dipelajari, maka lambat laut bahasa Bali juga berpotensi kehilangan penutur. I Nengah Sudiana Denpasar, Bali

Bebaskan Bali dari Sampah Plastik Keberadaan sampah plastik di Bali nampaknya sudah sangat mencemaskan banyak pihak. Tidak kurang tayangan video sampah plastik di dalam laut hasil release penyelam asing yang sempat viral di media social, beberapa waktu lalu. Atau banyaknya sampah di muara dan bentang pantai Bali. Ini indikator bahwa sungai masih menjadi tempat sampah raksasa. Bertebarnya sampah di ruang publik tentu dapat memberi dampak buruk bagi pariwisata Bali.

Oleh Agung Kresna

K

ondisi sampah yang berada tidak pada tempatnya, dapat mempengaruhi persepsi wisatawan tentang kebersihan di Pulau Bali. Pada kelanjutannya akan berdampak pada pandangan tentang adanya ancaman kesehatan terhadap publik di Pulau Bali. Kebersihan dan kesehatan merupakan isu yang sensitif bagi wisatawan, utamanya wisatawan manca negara, di samping isu keamanan dan keselamatan. Menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), menunjukkan tingginya volume produksi sampah dari masyarakat. Produksi sampah perkotaan di Bali tercatat 11.730 m3/hari. Dengan rincian 8.211 m3 berwujud sampah organik dan 3.519 m3 berupa sampah anorganik. Tercatat bahwa 246,33 m3 sampah anorganik berwujud sampah plastik, suatu jumlah yang tidak sedikit untuk mencemari alam Bali. Mengingat sampah plastik tidak dapat didaur ulang oleh alam. Pemerintah daerah Bali sebenarnya sudah mencanangkan program Bali Green and Clean yang diluncurkan pada

2010. Program strategis dalam rangka menjadikan Bali sebagai pulau yang bersih dan hijau. Bersih dalam arti tidak tercemar oleh sampah dan hijau dengan maksud memiliki ruang terbuka hijau yang banyak dengan tutupan vegetasi tanah yang baik. Program ini bahkan menargetkan Bali bebas sampah plastik pada 2013. Hanya saja implementasinya memang masih jauh dari harapan. Mengubah Perilaku Perilaku masyarakat dalam hal penanganan sampah memang masih saja sering seenaknya. Pola pikir tentang definisi kebersihan masih sebatas sekadar bersih dari pandangan kita masing-masing. Akibatnya, kita memperlakukan sampah dengan cara asal hilang dari pandangan mata kita. Sehingga prinsip penanganan sampah adalah hilangkan sampah dengan secepatnya agar rumah kita kelihatan bersih. Tidak ada kepedulian ke mana sampah itu akan bermuara setelah terbuang. Pada gilirannya TPS selalu dipenuhi sampah rumah tangga dalam volume yang tidak sedikit. Tidak elok jika kita hanya menyalahkan pemerintah dae-

rah dalam hal karut marut penanganan sampah di Bali. Keberadaan Peraturan Presiden RI Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, telah disikapi pemerintah kabupaten/kota dengan membuat kebijakan strategis daerah untuk pengurangan sampah di tingkat rumah tangga sebesar 30 persen. Persoalan mendasar sebenarnya justru pada perilaku warga dalam mengelola sampah yang dihasilkannya. Model penanganan komunitas sebagaimana dilakukan di Banjar Tagtag, Peguyangan melalui bank sampah, dapat menjadi contoh dalam memberikan kesadaran hidup bersih sekaligus mendatangkan berkah bagi masyarakat. Sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah (utamanya sampah plastik) adalah masalah kita bersama. Metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang dilakukan di Klungkung juga dapat menjadi contoh penanganan sampah dalam skala yang lebih luas. Metode yang menggunakan bio-activator ini dilakukan melalui proses peuy-

eumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, akan mengolah sampah menjadi pelet untuk bahan bakar maupun energi listrik. Lepas dari berbagai cara penanganan sampah tersebut, ada tiga hal yang perlu kita lakukan bersama dalam mengatasi sampah di Bali. Pertama, mengubah perilaku krama Bali. Sosialisasi dampak buruk akibat penanganan sampah plastik yang sembarangan harus terus digemakan. Krama Bali harus terus ditunjukkan pada apa yang akan terjadi di bumi Bali ini, jika mereka tetap saja membuang sampah secara sembarangan dan serampangan. Perilaku krama Bali dalam menangani sampah harus seiring dengan filosofi Tri Hita Karana mereka. Kedua, pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari keluarga. Model penanganan sampah melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan solusi yang efektif untuk mengatasi sampah. Sampah akan terus menggunung berapapun luas TPA yang disediakan. Penanganan sampah hanya akan efektif jika dikelola dalam skala kecil, seperti di tingkat rumah tangga atau desa. Sampah dari rumah tangga sebaiknya sudah mulai dipilah dalam kategori sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik sendiri harus terpisah menjadi sampah plastik dan non plastik. Karena alam tidak dapat mengurai sampah plastik, sehingga memerlukan penanganan khusus. Ketiga, masalah sampah plastik adalah masalah “menggunakan” bukan ma-

salah “membuang”. Kebiasaan krama Bali mengkonsumsi makanan instan dalam kemasan plastik (berupa botol maupun sachet), relatif cukup tinggi. Kebiasaan ini belum diikuti dengan pola pikir menjalankan konsep reduce, reuse, dan recycle atas sampah plastik. Meminimalisir dampak buruk sampah plastik sebenarnya lebih pada pengurangan penggunaan material plastik dalam keseharian kita. Bukan semata menangani pembuangan sampah plastiknya. Kesadaran bahwa sampah plastik telah meracuni bumi Bali, sama sekali belum terbangun. Saat ini kehadiran ancaman plastik mengotori bumi Bali sudah nyata ada di depan mata kita. Masyarakat tradisional Bali sebenarnya sudah bijak dalam menangani sampah. Local genius krama Bali sudah mengajarkan bagaimana kita harus menangani sampah. Ajaran Tri Hita Karana mengajarkan bagaimana menjaga keselarasan hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia. Implementasinya bisa dengan menerapkan Catur Guru. Keyakinan kita kepada guru Swadiaya harusnya membuat kita tidak mempersembahkan bebantenan yang mengandung plastik. Sayangnya persembahan dalam canang sari kita sekarang sering berbungkus sachet. Bukan lagi produk alami dari ladang dan kebun kita. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

Subak, Warisan Dunia yang Tidak Mendunia POJOK

PERTANIAN sawah di Bali tidak pernah lepas dengan keberadaan dan peranan daripada sistem subak. Subak sendiri adalah sebuah organisasi yang ada di Bali yang mana khusus mengatur mengenai sistem perairan sawah yang digunakan untuk bercocok tanam di Bali. Sistem subak tersebut memiliki dua konsep utama yang diusung yaitu konsep Tri Hita Karana dan gotong royong sehingga menjadikan subak sebagai salah satu warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Ditetapkannya sistem subak sebagai warisan budaya dunia merupakan hal positif terhadap kepentingan bersama yang mana dari segi ekonomi akan mampu menambah pemasukan dan perhatian pemerintah terhadap pelestarian subak itu sendiri. Selain itu juga menandakan bahwa Bali memiliki peran penting dalam mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Hal tersebut karena sistem subak sendiri merupakan satu-satunya sistem di dunia yang mana didukung oleh infrastruktur dan suprastruktur yang sempurna. Penetapan sistem subak sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO membawa konsekuensi bagi masyarakat Indonesia

Oleh Ida Ayu Adelia Putri khususnya masyarakat Bali. Hal tersebut karena adanya banyak pandangan atau visioner yang timbul karena subak ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Sistem subak sudah lama diterapkan di Bali, yang mana melalui sistem Pura Air, sistem ini dianggap sebagai sebuah anugerah. Selain konsep Tri Hita Karana, masyarakat Bali juga memiliki jiwa ngayah yang tinggi dalam setiap kegiatan sehingga membuat masyarakat Bali selalu mengedepankan kewajiban. Diiringi dengan kondisi penetapan sistem subak sebagai warisan budaya dunia membuat orang Bali memiliki kewajiban, yaitu menjaga dan melestarikan sistem subak yang menjadi kepemilikan sah masyarakat Bali serta membangun pemahaman yang benar mengenai sistem subak sebagai warisan dunia. Perlunya kesamaan pemahaman tentang kebenaran sistem subak sebagai warisan dunia bertujuan agar dunia mengerti dan bantu ikut menjaga sistem subak agar tetap ada dan tetap menjadi warisan dunia yang patut dilestarikan.

Kewajiban tersebut menginspirasi untuk melakukan sebuah riset mengenai sejauh mana pemahaman masyarakat di luar Bali mengenai sistem subak. Masyarakat yang dipilih adalah masyarakat yang bergerak di bidang pertanian. Terpilihnya masyarakat pertanian luar Bali untuk dilakukannya riset, karena diharapkannya masyarakat yang menjadi objek riset mengetahui sistem subak yang menjadi warisan dunia dan mengetahui lebih baik daripada masyarakat umum lainnya. Namun hasil riset yang didapatkan di lapangan adalah masyarakat hanya mengetahui sistem subak sebagai salah satu sistem pertanian tradisional yang ada di Bali dan ditunjang dengan pengetahuan minim yaitu mengetahui sistem subak hanya ada di sekitar Jatiluwih. Kondisi seperti itu sebaiknya bisa menjadi sebuah penyadaran, bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan masyarakat Bali untuk melakukan sebuah tindakan untuk membangun sebuah pemahaman yang mana menjadi salah satu kewajiban yang harus

dijalankan. Menilik kondisi pemahaman masyarakat yang terjadi di luar Bali, menunjukkan perlunya konsistensi dari masyarakat Bali seperti melakukan posting-posting hal yang berkaitan dengan subak di media sosial, melakukan penyuluhan sederhana kepada masyarakat dan tentunya ditunjang dengan bantuan pemerintah untuk membentuk satu tim khusus dalam penyelamatan, subak, memberikan pamahaman secara tegas di media mengenai konsep sistem subak merupakan sistem perairan sawah yang dapat diterapkan di seluruh Bali, dan revitalisasi museum subak yang telah ada. Karena sesungguhnya mendapatkan adalah hal yang mudah, namun mempertahankan apa yang sudah didapatkan adalah hal yang susah, dan dengan menjaga subak sebagai warisan dunia yang harus tetap dilestarikan adalah bukan hanya tugas satu dua orang saja, namun menjadi tugas seluruh warga Indonesia.

Mall pelayanan publik di Tabanan belum terwujud.

- Ditunggu rekor Muri pelayanan publik. *** Terkait disabilitas, masyarakat Badung agar proaktif. - Cenik gae to * *** Puluhan kilometer jalan menuju objek wisata di Klungkung rusak. - Menunggu jalan satu jalur. * Itu masalah kecil.

Penulis, Mahasiswi Biokimia Institut Pertanian Bogor Semester 7, Asisten Pembina Kader Pelestari Budaya Kota Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Terkendala Gedung, Mal Pelayanan Publik Belum Terwujud Tabanan (Bali Post)-

Keinginan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tabanan membuat mal pelayanan publik belum terwujud, karena terkendala gedung kantor yang masih meminjam. Mal ini sejatinya diharapkan bisa meningkatan pelayanan publik, khususnya di bidang perizinan. Sebelumnya tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sempat turun untuk mengecek pelayanan publik di Tabanan, termasuk perizinan. Begitupun mengecek gedung yang ditempati DPMPPTSP saat ini yang masih mengontrak. Tim dari kemen-PAN RB akhirnya melarang Tabanan untuk membangun mal pelayanan publik sampai nantinya bisa memiliki gedung sendiri. “Memang terkendala gedung, kami masih ngontrak, jadi mal pelayan publik belum

Bali Post/kmb28

MAL - DPMPPTSP Tabanan saat ini menempati gedung bekas bank swasta di timur patung Debes Wagimin, Jalan Pahlawan, Tabanan.

Capaian Imunisasi MR 63,91 Persen Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan imunisasi MR di Tabanan sudah mencapai 63,91 persen. Meski masih ada yang menolak diimunisasi, diyakini target 100 persen bisa tercapai. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (26/8) kemarin, mengatakan pelaksanaan imunisasi massal MR masih ada waktu sebulan lagi yaitu hingga akhir September. Sementara pencapaian setelah satu bulan pelaksanaan sudah melebihi 50 persen, tepatnya 63,91 persen. ‘’Pasti tercapai target 100 persen sampai akhir pelaksanaan. Sekarang saja sudah lebih dari 50 persen,’’ ujar Surtamika. Penolakan imunisasi MR karena belum mendapatkan sertifikat halal dari MUI, diakui Suratmika masih ada. Pihak Dinkes masih terus menerus melakukan pendekatan dan sosialisasi mengenai manfaat vaksin MR. Suratmika menjelaskan, imunisasi MR wajib diberikan

saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi ini nantinya diberikan kembali pada usia 18 bulan dan terakhir enam tahun. Dalam dua bulan pelaksanaan imunisasi massal, targetnya adalah anak-anak usia sembilan bulan hingga di bawah 15 tahun. ‘’Mulai tahun ini imunisasi MR menjadi imunisasi wajib. Diberikan pada anak 9 bulan dan nantinya diberikan kembali pada usia 18 bulan dan 6 tahun,’’ ujarnya. Vaksin MR mencegah anak untuk tidak terkena dua penyakit sekaligus yaitu campak dan rubella. Penanganan tidak tepat pada penderita campak bisa menyebabkan komplikasi radang otak, cacat permanen bahkan radang paru-paru. Sementara rubella akan menunjukkan ancaman terbesarnya pada ibu-ibu yang tengah hamil muda. ‘’Rubella pada anak tidak terlalu berat, mirip campak tapi lebih ringan. Yang kita takutkan kalau anak sakit rubella menulari ibu yang sedang hamil muda. Bahayanya adalah 90 persen ibu hamil

muda yang tertular rubella janinnya bisa cacat,’’ ungkap Suratmika. Menurut Suratmika campak rubella mudah menulari manusia. Penularannya bisa lewat droplet penderita, berbagi makanan dengan peralatan yang sama dengan penderita atau melalui benda yang terkontaminasi rubella. Rubella bisa menyerang anak-anak dan dewasa. Penderita pada anak cenderung mengalami gejala yang lebih ringan daripada dewasa, tetapi ada juga penderita rubella yang tak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan rubella. Penyakit ini membutuhkan waktu 1421 hari untuk menunjukkan gejala. Gejala-gejala yang ditimbulkan di antaranya, demam, sakit kepala, hidung tersumbat atau beringus, tak nafsu makan, iritasi ringan pada mata, pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher, ruam atau bintik kemerahan, dan nyeri pada sendi. (kmb24)

IMUNISASI - Pelaksanaan imunisasi MR di Tabanan.

Tabanan (Bali Post) Sampah masuk ke TPA Mandung mencapai 250-300 meter kubik per hari. Dari jumlah ini, 65 persen adalah sampah organik dan 35 persen sampah anorganik. Sampah anorganik ini meliputi sampah plastik berbagai jenis, kertas dan kaleng. Menangani sampah anorganik, TPA Mandung bekerja sama dengan 12 orang pemulung yang memilah sampah anorganik di TPA Mandung. Meski sudah ada yang memilah sampah tersebut, ternyata masih ada sekitar 15 persen sampah plastik belum terkelola dan terbuang percuma. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Minggu (26/8) kemarin, mengatakan dalam sebulan rata-rata sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan mencapai dua ton. Sampah anorganik ini terdiri atas sampah plastik jenis gelas plastik, botol plastik, kresek dan plastik

bening. ‘’Sampah anorganik plastik rata-rata yang dipilah dalam sebulan mencapai 1,5 ton. Sementara sampah anorganik jenis kertas rata-rata 500 kilogram perbulan dan kaleng sebanyak 500 kilogram sebulan,’’ ujar Sukartini. Ia melanjutkan, masih ada 10 hingga 15 persen sampah plastik yang tidak terpilah karena rusak ataupun kotor. Namun diharapkan dengan kerja sama bersama BUMDa dalam hal ini Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) plastik yang kotor ini bisa juga terserap. ‘’Selama ini pemulung yang memilah sampah di TPA menjualnya ke pengepul di Denpasar. Namun sampah plastik yang diminta harus bersih. Kotor sedikit ditolak. Sementara untuk BUMDa mau yang bersih ataupun kotor diterima,’’ ujar Sukartini. Karenanya pihak TPA Mandung mendorong para pemulung untuk memilah

Bali Post/kmb24

15 Persen Sampah Plastik di TPA Mandung Tak Terkelola

Bali Post/kmb24

SAMPAH - Tumpukan sampah di TPA Mandung di mana 65 persennya adalah sampah organik.

Hendak Kabur Saat Ditangkap, Pencuri Ditembak Tabanan (Bali Post) Jajaran Sat Reskrim Polres Tabanan meringkus I Gede Sugiarta (36) warga salah satu desa di Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang meresahkan warga di Kecamatan Baturiti, lewat aksi pencurian dengan kekerasan. Saat diamankan, petugas sempat kesulitan lantaran pelaku hendak melarikan diri. Namun upaya pelaku sia-sia karena polisi berhasil melumpuhkannya usai menyarangkan timah panas di kaki kanannya. Pelaku dibekuk Sabtu (25/8) sekitar pukul 17.30 Wita di seputaran Jalan Darmasaba, Badung. Dari informasi yang dihimpun, pelaku melancarkan aksi kejahatannya terhadap Ni Wayan Suliasih (45), Banjar Pekarangan, Desa/ Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (16/8). Saat itu sekitar pukul 10.00 Wita pelaku memakai cadar datang ke rumah korban dan menggendor pintu kamar belakang korban. Korban yang dalam keadaan sakit dan juga saat itu sendiri membuka pintu kamar. Tanpa disangka pelaku justru menodongkan pisau dapur yang kemungkinan didapat pelaku dari warung korban. Merasa takut dan terancam, korban membiarkan pelaku mengambil HP Samsung yang masih dicas di dalam kamar. Serta mengambil uang Rp 120 ribu di kotak warung korban. Pelaku kemudian pergi dan mengunci korban dari luar kamar.

Lalu sekitar pukul 10.15 Wita datang suami korban I Nyoman Selamet mendapati istrinya ketakutan di dalam kamar. Setelah diceritakan oleh sang istri, Nyoman Selamet langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Baturiti. Mendapat laporan tersebut, jajaran Sat Reskrim Polres Tabanan dipimpin oleh Kanit I Ipda Hardian Andrianto langsung melakukan penyelidikan. Setelah kurang lebih dua hari berdasarkan informasi masyarakat, pelaku berhasil dibekuk di seputaran Jalan Darmasaba, Badung. Namun saat hendak ditangkap pelaku justru berusaha kabur, hingga akhirnya timah panas polisi pun bersarang di kaki kanan pelaku. Bersamaan dengan barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha N Max biru nopol DK 3002 UAH, satu buah HP Merk Samsung J7, uang tunai sebesar Rp 37.000 serta baju topi dan celana, pelaku digiring ke Polres Tabanan. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma membenarkan pengungkapan kasus pencurian tersebut, dan membenarkan pelaku ditembak pada kaki kanan karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. “Sebelum pelaku dibawa ke Polres, pelaku diajak ke rumah sakit untuk diobati. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polres Tabanan,” jelasnya, Minggu (26/8). (kmb28)

Bali Post/ist

DIOBATI - Pelaku pencurian saat diobati di BRSUD Tabanan, Minggu (26/8) kemarin.

sampah plastik dan menjualnya kepada BUMDa. Dengan harapan plastik kotor yang dulunya tidak diambil oleh pemulung, bisa terpilah dan akhirnya mengurangi jumlah sampah plastik dan mengurangi ketinggian sampah yang ada di TPA Mandung. Selain ada pemilahan sampah anorganik dalam rangka mengurangi ketinggian sampah yang ada di TPA Mandung, pihak TPA melakukan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk. Rata-rata dalam sehari bisa diolah sebanyak lima hingga delapan meter kubik per hari. (kmb24)

bisa kami wujudkan,” ungkap Kepala DPMPPTSP Tabanan I Made Sumertayasa, Minggu (26/8) kemarin. Meski belum boleh membuat mal pelayanan publik, pihaknya tetap melakukan proses pelayanan perizinan secara terpadu satu pintu. Apalagi saat ini sudah memiliki sistem pelayanan perizinan secara online yang disebut Online Single Submission (OSS). OSS ini sudah diterapkan OPD perizianan di seluruh Indonesia, termasuk yang belum memiliki mal pelayanan publik. “Kami telah menerapkan sistem OSS dalam pelayanan perizinan di Tabanan,” tandasnya. Dengan sistem OSS tersebut, kata mantan Kabag Umum Setda Tabanan ini, pelayanan perizinan terhadap masyarakat dilakukan

secara online dan lebih cepat. Apalagi hampir seluruh perizinan kini sudah ditangani di DPMPPTSP dilakukan dengan sistem online, sehingga lebih memudahkan masyarakat. “Meski belum ada mal pelayanan publik, kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat,” katanya. Seperti diketahui DPMPPSTP sampai saat ini belum memiliki gedung sendiri. Bahkan sejak awal dinas ini belum memiliki gedung sendiri dan selalu mengontrak tempat dan berpindah-pindah. Sebelumnya sempat menempati gedung di Museum Subak, kemudian pindah di Sanggulan dan terakhir saat ini menempati gedung bekas bank swasta di timur patung Debes Wagimin Jalan Pahlawan, Tabanan. (kmb28)

Pupuan Jual Potensi Alam

Tabanan (Bali Post) Asah di Desa Bantiran. ‘’SeKabupaten Tabanan me- dikit tidaknya kami bisa jamiliki 10 kecamatan dengan dikan layaknya Desa Penglipotensi wilayah masing-ma- puran di Kabupaten Bangli, sing. Jika Kecamatan Kediri karena banjar itu areal buntu, dengan DTW Tanah Lot-nya, dan masyarakat juga menduKecamatan Baturiti dengan kung gagasan ini,’’ ucapnya. DTW Ulun Danu Beratan, Lebih memantapkan gagadan Kecamatan Penebel den- san ini, pihaknya sudah terus gan DTW Jatiluwih, maka melakukan koordinasi dengan Kecamatan Pupuan beru- perangkat desa terkait, mapaya mengembangkan potensi syarakat serta dari dinas parialam. Potensi yang dimiliki wisata Kabupaten Tabanan. ini diharapkan dapat me- Yang menarik lagi, ide banjar ningkatkan kesejahteraan wisata ini sebagai tahap awal masyarakat. Seperti disampai- menggunakan anggaran yang kan Camat Pupuan I Putu A. berasal dari iuran warga seHendra Manik, dari 14 desa di tempat yang sifatnya gotong Kecamatan Pupuan, sembilan royong. (bit) desa di antaranya telah mengantongi SK Bupati terkait desa wisata. ‘’Lima di antaranya sudah masuk rancangan desa wisata, hanya progres di bawah masih pelan-pelan. Ini akan terus digenjot,’’ ucapnya, Minggu (26/8) kemarin. Bagi desa yang telah mengantongi SK desa wisata tentunya akan terus melakukan pembenahan dan pengembangan sehingga bisa mendatangkan para wisatawan. ‘’Kami di Pupuan yang coba kita jual adalah alamnya, baik itu pemandangan sawah yang berbukit, serta beragam perkebunan seperti kopi, salak dan potensi alam lainnya yakni air terjun. Kami harapkan potensi alam yang dimiliki ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata ke depan, dengan inovasi yang coba kami bangun bersana masyarakat setempat,’’ terangnya. Tidak hanya itu, salah satu terobosan yang tengah digagas yakni keberadaan banjar wisata, denBali Post/bit gan memilih Banjar I Putu A. Hendra Manik


BULELENG

8

Senin Wage, 27 Agustus 2018

15 Desa Pentaskan Potensi Seni dan Budaya Singaraja (Bali Post) – Kecamatan Busungbiu tahun ini menghelat gelar seni dan budaya. Gelaran yang sudah menginjak tahun keempat ini untuk melestarikan, menggali, dan pengembangan potensi seni dan budaya di wilayah ini. Apalagi, di beberapa desa di kecamatan itu dikenal sebagai desa tempat lahirnya seniman tabuh dan juga penari. Gelar seni dan budaya ini dibuka, Jumat (24/8) lalu oleh Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., anggota DPRD Bali Ketut Kariasa Adnyana, S.T. dan Camat Busungbiu Made Supartawan. Gelar seni dan budaya ini mengusung tema ‘’Sunya Mandala’’. Bupati mengatakan, gelar seni dan budaya ini diyakini dapat menggelorakan aktivitas seni dan budaya di Kecamatan Busungbiu. Aktivitas ini tidak saja untuk melestarikan menggali, dan mengembangkan seni dan budaya itu sendiri. Namun juga dipercaya dapat memberikan dampak positif untuk pengembangan pariwisata Buleleng. Kegiatan berkesenian selama ini kata Bupati PAS itu berjalan baik. Ini terlihat dari partisipasi masyarakat, anak-anak dan orang dewasa yang yang memeriahkan pagelaran ini. Partisipasi ini dinilai sudah terbangun dari tingkat paling bawah sampai paling atas, sehingga pelestarian, penggalian, dan pengembangan sebuah potensi seni atau warisan budaya tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar. ‘’Saya mengapresiasi tingkat kecamatan mampu menggulirkan pagelaran seni dan budaya. Kalau bisa setiap gelaran kegiatan ini harus lebih berkualitas,’’ katanya. Sementara itu, Camat Busungbiu Made Supartawan mengatakan, gelar seni dan budaya itu dihelat selama 5 hari. Event-nya dimulai sejak 24 Juli sampai 28 Agustus 2018. Selama pagelaran, ditampilkan berbagai kesenian dari 15 desa di daerahnya. Terkait dana penyelenggaran, selain memanfaatkan dana DPA Kecamatan Busungbiu Tahun 2018, pembiayaan juga bersumber dari dana sponsor. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERBAKAR - Rumah I Nyoman Sudarmika (31), warga Banjar Dinas Asah Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada hangus terbakar sekitar pukul 10.00 wita, Minggu (27/8) kemarin.

Rumah RTM Terbakar, Satu Keluarga Mengungsi ke Rumah Kerabat

Singaraja (Bali Post) –

Kebakaran hebat melanda rumah warga, di Banjar Dinas Asah Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Minggu (27/8) kemarin. Rumah sederhana berikut perlengkapan rumah tangga dan barang berharga lainnya milik korban I Nyoman Sudarmika (31) hangus terbakar. Akibat kejadian itu korban bersama istri dan kedua orang anaknya terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya.

Bali Post/kmb38

SENI BUSUNGBIU DIGELAR - Sebanyak 15 desa di Kecamatan Busungbiu menampilkan potensi seni dan budaya dalam gelaran Seni dan Budaya Kecamatan Busungbiu ke-4 tahun 2018.

Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, kebakaran itu berlangsung cepat sekitar pukul 10.00 wita. Ini karena posisi rumah itu ada di ketinggian dan kebetulan angin bertiup kencang. Hal itu menyebabkan, api dengan cepat melahap seluruh bangunan rumah tersebut. Saat ini hanya tersisa puing-puing. Sebelum kejadian, korban mengantar istrinya dan kedua anakanaknya mencari angkutan umum di Jalan Singaraja – Bedugul yang akan ke Karangasem. Setelah istrinya menda-

pat angkutan umum, korban tidak kembali ke rumah. Sebab, ada gotong royong membantu kerabatnya yang sedang membangun rumah. Tiba-tiba dari kejauhan korban sendiri melihat asap mengepul. Posisi kepulan asap itu persis di atas rumahnya. Korban yang sudah curiga itu kemudian mengecek. Dia pun tercengang melihat rumah berukuran 5 x 5,5 meter itu sudah luluh lantak dilahap si jago merah. Dia dan warga di sekitarnya tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api. Ini karena sumber air terbatas. Hal itu

membuat bahan-bahan yang mudah terbakar terus membuat api membesar hingga mati dengan sendirinya. Perbekel Desa Wanagiri Sukasada Wayan Gumiasa membenarkan kebakaran menimpa salah satu warganya. Saat kejadian, rumah korban dalam keadaan kosong. Rumah itu ditinggal pemiliknya. Namun sebelum meninggalkan rumah, korban sempat bersembahyang. Diduga api dupa lupa dipadamkan, itu memicu percikan api sampai menghanguskan seisi rumah warganya. “Sekitar pukul 10.00 wita

itu api sudah melahap seluruh bangunan rumah yang terbuat dari papan kayu kering dan atap asbes itu. Angin kencang, membuat api sulit dipadamkan,’’ ujar Gumiasa. Kabarnya, dia (korban-red) sempat sembahyang sebelum meninggalkan rumah. Apa karena api dupa, atau ada percikan api lainnya. Hal itu masih belum bisa dipastikan. Akibat kebakaran itu satu keluarga ini terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya. Ini karena rumah tersebut satu-satunya yang ditempati oleh korban bersama keluarganya. Sementara, korban menumpang di rumah kerabatnya yang juga masih di Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri. Korban sendiri termasuk rumah tangga miskin (RTM), sehingga aparat desa

telah berkoordinasi ke Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Upaya ini dilakukan agar warganya yang dilanda bencana, itu segera menerima bantuan guna meringankan beban hidupnya sehari-hari termasuk usulan perbaikan rumah tersebut. Warganya itu sangat memerlukan sembako dan juga perlengkapan rumah tangga. Di samping juga kebutuhan kedua anaknya yang masih berumur 2,5 tahun dan 5,5 tahun. “Warga kami ini masuk data RTM. Tadi sudah kami laporkan ke Dinsos dan BPBD. Mudah-mudahan bisa difasilitasi agar korban dapat bantuan sehingga meringankan kebutuhan mereka,” jelasnya. (kmb38)

Realisasi DBHCT Tak Jelas, Budi Daya Tembakau Terancam Gagal Singaraja (Bali Post) – Realisasi jatah Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2018 hingga pertengahan tahun ini belum juga bisa dinikmati oleh petani di Buleleng. Seharusnya dana itu cair April 2018. Namun, sampai bulan ini belum jelas dana itu akan direalisasikan. Akibatnya, sejumlah program yang sudah disusun terancam gagal dijalankan. Tahun ini Buleleng mendapat kucuran DBHCT bersumber dari pemerintah pusat. Kemudian dana ini dimasukan di komponen penerimaan APBD 2018 sebesar Rp 3,3 miliar. Dari total dana itu petani hanya diberikan Rp 300 juta saja. Sebagian besar dana yang dihasilkan petani itu sendiri justru dialokasikan untuk program bidang kesehatan. Meski proporsi pemanfaatan dana ini diatur Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 222/PMK.07/2017. Faktanya di lapangan pembagian dana antara yang dikembalikan kepada petani dengan program lain terkesan terjadi ketimpangan. Kelompok petani yang difasili-

tasi Dinas Pertanian (Distan) Buleleng tidak bisa berbuat banyak. Karena itu kelompok petani itu tidak berani menyusun program yang “memakan” dana besar itu. Apalagi, situasi ini diperparah lagi DBHCT sampai pertengahan tahun ini belum juga terealisasi. Tidak jelas, apa alasan instansi yang berwenang menunda realisasi dana itu. Padahal dana itu sudah diamanatkan oleh regulasi agar petani bisa menggunakannya. Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Buleleng Agung Adnyana, Minggu (27/8) kemarin membenarkan DBHCT tahun ini belum diterima oleh petani. Pada awal tahun kelompok petani bersama Distan, sudah menyusun program yang dibiayai DBHCT. Dia mencontohkan, beberapa program itu seperti biaya Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT), pembelian pupuk, dan membeli cangkang kemiri sebagai bahan bakar kompor pengering daun tembakau. Program yang disusun itu diakui sekadar program. Alasannya, akibat jatah

DBHCT yang dialokasikan untuk petani kecil, hanya Rp 300 juta. Parahnya lagi, dana tersebut sampai awal masa pemetikan daun tembakau justru tidak kunjung terealisasi. Dana Tak Cair “Petani sudah tidak bisa berbuat banyak dengan situasi ini. Dana yang kecil itu membuat kita hanya menyusun beberapa program saja. Permasalahan lainnya timbul akibat dananya tidak kunjung cair. Kami khawatir kalau program itu gagal karena dananya tidak cair. Ada kabar Oktober ini baru dibayarkan. Lalu bagaimanakah program diharapkan bisa jalan, sementara bulan itu petani sudah selesai memetik daun tembakau,” jelasnya. Sejauh ini, kata Agung Adnyana, upaya menanyakan kejelasan pencairan DBHCT itu sudah dilakukan berulang kali. Hanya, keinginan petani agar dananya segera direalisasikan belum ditindaklanjuti. Konon, dirinya mendapat kabar kalau DBHCT itu terpaksa dia-

lokasikan untuk program prioritas. Malah sekarang sedang dicarikan dana untuk mengembalikan dana hak petani tersebut. Tidak ingin persoalan itu terjadi polemik berkepanjangan, yang ujung- ujungnya merugikan petani. Pihaknya merencanakan akan mengadukan masalah itu ke DPRD Buleleng. Selain meminta dewan memfasilitasi agar DBHCT itu direalisasikan. Petani juga meminta agar wakil rakyat itu “berjuang” ke pusat untuk mengubah regulasi terkait proporsi pembagian pemanfaatan DBHCT tahun berikutnya. “Secara lisan kami sudah menyampaikan masalah ini kepada anggota DPRD. Dalam waktu dekat kami juga akan sampaikan secara resmi permintaan itu agar dewan memperhatikan nasib petani tembakau dalam mendapat “kue” DBHCT secara proporsional. Tidak muncul ketimpangan seperti tahun lalu. Kami hanya dapat sebagian kecil dan yang banyak pihak lainnya,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERANCAM GAGAL – Program untuk mendukung budi daya Tembakau Virginia di Buleleng terancam gagal. Pemicunya, karena petani belum juga menerima realisasi jatah DBHCT dari pemerintah pusat.

Buku Tua Koleksi Gedong Kirtya Direstorasi SELAIN menyimpan ribuan judul lontar, Gedong Kirtya Singaraja memiliki koleksi buku-buku tua hasil karya para penulis, baik di Bali hingga dari penulis asal Belanda. Buku tersebut ada yang ditulis tahun 1950 silam dan juga ada yang diciptakan pada akhir abad ke-19. Akibat usia tersebut, kondisi buku ini rapuh. Bahkan sangat sulit untuk dibaca, apalagi dicerna isinya. Bagaimanakah apresiasi pihak yang berkepentingan terkait kontribusi restorasi yang akan dilakukan itu?

Bali Post/kmb38

GEDONG KIRTYA – Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng dalam waktu dekat ini akan merestorasi koleksi buku tua yang selama ini disimpan di tempat ini.

Atas kondisi buku-buku bagus di Gedong Kirtya sudah rusak, maka, Pemkab Buleleng melakukan langkah-langkah antisipatif. Dalam waktu dekat ini, Pemkab akan melakukan restorasi buku-buku tua yang tersimpan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gedong Kirtya tersebut.

Kepala Dinas (Disbud) Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si. akhir pekan lalu mengatakan, buku-buku yang tersimpan di Gedong yang ada sejak zaman Belanda itu memang sangat berharga. Utamanya buku-buku tua yang memiliki muatan sangat langka. Jadi buku yang termasuk sangat terbatas

jumlahnya itu harus bisa dipelihara dengan baik. Hal itu penting, agar generasi mendatang bisa memanfaatkan khazanah yang ada sebagai bahan referensi. Karena itu, sekarang ini pihaknya baru bisa melakukan perawatan seadanya. Ini karena sampai sekarang belum ada staf Dishub yang memahami mekanisme perawatan koleksi buku secara baik itu. ‘’Memang sebagian besar buku itu kondisinya sudah rusak. Buku itu saat ini sangat sulit dibaca. Sebab, kondisi bukunya sudah hancur,’’ katanya. Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng itu menambahkan, pihaknya sekarang sudah berkoordinasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng dan juga Dinas Arsip Provinsi Bali. Hasil koordinasi itu direspons positif. Disbud disarankan mengajukan proposal restorasi ke Arsip Nasional

Republik Indonesia (ANRI). Terkait biaya restorasi buku itu diperkirakan biaya yang diperlukan untuk merestorasi buku itu mencapai angka Rp 25 juta. Pihaknya kemudian mengajukan proposal pada ANRI, sehingga buku-buku koleksi di Gedong Kirtya itu bisa direstorasi dengan baik. Sebelum memulai merestorasi, Gede Kamang sekarang sedang mendata buku-buku yang akan direstorasi tersebut. Identifikasi buku-buku itu diharapkan sudah tuntas dalam sepekan ke depan. Proposal sendiri ditargetkan dikirim September 2018. Sehingga dana restorasi sudah bisa tercantum dalam anggaran induk tahun 2019. ‘’Tim dari Arsip Nasional yang akan melakukan restorasi. Staf kami juga dilibatkan, sehingga kami bisa belajar bagaimana merestorasi koleksi buku yang ada,’’ tegasnya. (mud)


Senin Wage, 27 Agustus 2018

GIANYAR

Dewan Soroti Kebijakan BPJS Kesehatan

9

Pasien Puskesmas Tak Bisa Dirujuk ke RSUD Sanjiwani

Bali Post/kmb35

PELAKU - Kanit Reskrim Polsek Suawati Iptu IGN Winangun menunjukkan empat pelaku yang tersangkut kasus pencurian dengan pemberatan.

Sikat Barang Penunggak Utang

Empat Pengelola Koperasi Diringkus Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Sukawati mengamankan empat orang pemuda pengelola salah satu koperasi di Denpasar. Para pelaku ini diketahui telah mengambil barang berharga milik korban, Nia Agustin, yang tinggal di sebuah rumah kos di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Aksi ini dilakukan para pelaku lantaran korban yang asal Malang ini tidak mampu membayar utang sebesar Rp 500 ribu. Dikonfirmasi Minggu (26/8) kemarin, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan empat pemuda pengelola koperasi di Denpasar, yakni Jaya Relindosia Hutapea (21), Jili Ewin Sitorus alias Reza (19), Arya Suranta Subakti (21), dan Riko Simanjuntak alias Jaky (24). ‘’Kempat tersangka ini ditahan di Mapolsek,’’ ujarnya. Menurut Winangun, sekitar pukul 18.30 Wita Selasa (21/8) lalu, tiga orang pelaku yakni Reza, Arya dan Jaky mendatangi rumah kos korban di Desa Batuan untuk meminta tagihan utang. Lantaran belum ada uang, korban asal Malang ini meminta para pelaku menunggu. ‘’Kemudian korban bersama suaminya keluar bermaksud untuk meminjam uang di salah

satu temannya yang ada di wilayah Gianyar,’’ jelasnya. Sepulang dari Gianyar, korban kaget melihat kamar tidur dan isi lemarinya dalam kondisi berantakan. Setelah dicek, sejumlah barang yang ada di kamarnya itu lenyap. Sementara tiga orang penagih utang itu juga menghilang. ‘’Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Sukawati. Kasusnya tindak pidana pencurian,’’ kata Winangun. Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan pelaku Reza, Arya dan Jaky di sebuah perumahan di kawasan Denpasar Timur, Jumat (24/8). Tiga pemuda ini pun langsung digiring polisi ke Mapolsek Sukawati. Dalam pemeriksaan, mereka mengaku melakukan aksi tersebut atas perintah bos koperasi, Jaya Relindosia Hutapea. ‘’Bosnya ini juga kita amankan. Mereka mengaku melakukan aksi itu lantaran korban lama menunggak atau tidak membayar kredit,’’ ujar Winangun. Dalam kasus ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. ‘’Polisi juga akan mengecek koperasi yang dikelola pelaku. Apakah koperasi ini legal atau tidak,’’ tegas Winangun. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara mengeluhkan aturan baru dalam pelayanan BPJS Kesehatan. Yakni masyarakat yang sebelumnya mendapat perawatan di puskesmas tidak bisa dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar. ‘’Ini keputusan BPJS Kesehatan. RSUD Sanjiwani sebagai rumah sakit tipe B tidak bisa digunakan sebagai rujukan pertama dari puskesmas,’’ ujar Pebriantara, Minggu (26/8) kemarin. Menurut Pebriantara, pihaknya sudah menerima puluhan keluhan masyarakat terkait kebijakan tersebut. Terlebih, masyarakat yang sebelumnya diperiksa di puskesmas hanya bisa menggunakan BPJS Kesehatan pada rumah sait tipe C dan D. ‘’Rumah sakit tipe C dan D di Gianyar itu kan swasta saja. Ketika masyarakat sudah ke sana, malah kekurangan kamar, disuruh naik kelas atau tidak ada dokter dan kurang dalam kelengkapan lainnya,’’ keluh politisi PDI-P ini. Pebriantara mengaku sangat kecewa dengan kebijakan baru tersebut. Sebab, RSUD Sanjiwani Gianyar baru saja direnovasi dengan anggaran miliaran rupiah untuk meningkatkan pelayanan, khususnya menambah pelayanan untuk kelas III. ‘’Bangunan rumah sakit sudah diperluas,

harapan kita lebih banyak masyarakat kurang mampu yang tertampung. Tapi, sekarang malah muncul kebijakan seperti ini,’’ katanya menyesalkan. Pebriantara menegaskan, pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Bahkan, pihaknya berencana melakukan pertemuan antara Pemkab Gianyar dengan pihak BPJS Kesehatan pekan ini. ‘’Rencana pertemuannya Senin atau Selasa ini untuk mencari solusi dari kebijakan baru BPJS Kesehatan tersebut. Pasalnya, ini sudah kebijakan BPJS Pusat,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung yang juga membawahi wilayah Gianyar Dr. Endang Triana Simanjuntak mengatakan, sistem ini sudah sejak dari awal BPJS Kesehatan

resmi beroperasi. “Jadi, pelayanan ini berjenjang, dari terbawah di puskesmas, hingga rumah sakit tipe C dan D, baru selanjutnya ke tipe B seperti RSUD Sanjiwani,” katanya. Meskipun aturan ini sudah ada sejak awal BPJS Kesehatan berdiri pada 2012 lalu, namun kini aturan ini baru ditegaskan berkat sistem online yang sudah disediakan. “Jadi, pelayanan tidak lagi harus numplek di RSUD Sanjiwani. Misalnya, pelayanan anak saja bisa di rumah sakit swasta dulu yang tipe C atau D. Kalau parah misalnya gangguan jantung yang penanganannya tidak ada di rumah sakit swasta, barulah diarahkan ke rumah sait tipe B dan seterusnya,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar Ida Ayus Cahyani belum bisa dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut. Berulangkali dihubungi via telepon seluler, pejabat bersangkutan tidak menjawab panggilan. (kmb35)

Kurangi Sampah Plastik

Griya Luhu Kampanyekan Penggunaan Sedotan Bambu GERAKAN mengurangi produksi sampah plastik harus menjadi komitmen seluruh komponen masyarakat. Komitmen ini mulai digaungkan oleh Komunitas Griya Luhu Gianyar. Salah satunya mengampanyekan penggunaan sedotan atau pipet berbahan organik. Sedotan berbahan bambu dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pipet plastik yang sampahnya sulit terurai, baik di darat maupun di laut. Ketua Komunitas Griya Luhu Gianyar I.B. Mandara Brasika mengatakan, sedotan organik yang dicetuskan ini berbahan bambu PIPET – I.B. Mandara Brasika menunjukkan pipet berbahan organik.

buluh. Untuk tahap awal, pihaknya baru memproduksi sekitar 200 batang dan mulai mengedukasi generasi muda peduli lingkungan khususnya pramuka agar berailh menggunakan sedotan berbahan organik ini. ‘’Kami optimis, sedotan bambu ini sangat potensial dipasarkan di Bali. Saat ini, 200 batang pipet organik produksi Griya Luhu sering dijadikan bahan edukasi dan suvenir pada acara lingkungan,’’ kata Mandara Brasika, Minggu (26/8) kemarin. Mandara Brasika berharap sedotan organik itu bisa digunakan di hotel dan restoran yang selama ini menangguk berkah dari industri pariwisata. Guna mengurangi produksi sampah plastik, para pengelola hotel dan restoran diminta se-

cara konsisten menggunakan sedotan berbahan organik maupun peralatan ramah lingkungan lainnya. ‘’Karena ketika lingkungan rusak, maka wisatawan pasti akan berpikir berulang kali untuk berkunjung ke Bali,’’ katanya mengingatkan. Mandara Brasika menegaskan, target utama dari Griya Luhu yang bernaung di bawah Mandara Riset Institute (MRI) ini bukan untuk profit. Namun, bertujuan untuk mengurangi produksi sampah pipet yang berbahan plastik. ‘’Tujuan kita untuk masa depan lingkungan yang lebih cerah. Sebab, sedotan bambu ini selain bisa dipakai berulang kali, sampahnya juga bisa kembali menyatu dengan alam. Jadi, tidak merusak lingkungan,’’ tegasnya. (nik)


JEMBRANA

10

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Menjelang ’’Pujawali’’ Pura Rambut Siwi

Pangempon Gelar Upacara ’’Pakelem’’ Negara (Bali Post) Menjelang pujawali di Pura Dangkhayangan Rambut Siwi, Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, para pangempon mulai melakukan berbagai persiapan. Seperti yang terlihat pada Minggu (26/8) kemarin dilaksanakan pacaruan, ngaturang pakelem dan mendak tirtha di Pura Tirtha lan Segara Dangkahyangan Rambutsiwi. Pelaksana Harian Ketua Pangempon Pura Dangkhayangan I Gusti Made Sedana menjelaskan, pujawali di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi digelar setiap 6 bulan sekali selama lima hari, yakni sejak Rabu (Pancawara Umanis) hingga Minggu (Pancawara Kliwon Wuku Perangbakat). Untuk pujawali saat ini akan digelar mulai 29 Agustus hingga 2 September. “Sudah dilakukan Pacaruan

Pamahayu Segara, yakni ngaturang pakelem berupa ayam dan bebek warna hitam sebagai ritual kurban kepada Dewa Wisnu dan Dewa Baruna selaku dewa penguasa lautan,” ujarnya. Selanjutnya Selasa (28/8) akan dilaksanakan penyucian Ida Batara Sesuhunan sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang distanakan di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi. Sedangkan Rabu (29/8) dilaksanakan puncak pujawali dan nyejer hingga Minggu (2/9). Di hari terakhir tersebut dilakukan panyineban pujawali diiringi pementasan tarian Topeng Sidakarya dan Pependetan. Di Pura Dangkahyangan Luhur Rambut Siwi terdapat sembilan parahyangan dan persembahyangan mulai Pura Pesanggrahan yang terletak di selatan Jalan Raya Denpas-

ar-Gilimanuk, dilanjutkan ke Pura Taman, Pura Penataran, Pura Goa Dasar, Pura Tirtha lan Segara, Pura Pasimpangan Melanting, Pura Pasimpangan Gading Wani, Pura Pasimpangan Dalem Ped dan terakhir di Pura Luhur. “Pura Dangkahyangan Rambut Siwi adalah salah satu Pura Kahyangan Jagad di Bali, sehingga umat yang melakukan persembahyangan bukan saja umat yang ada di Bali melainkan seluruh umat Hindu yang ada,” ungkap mantan Bendesa Munduk Anggrek, Yehembang Kauh ini. Prosesi penyelenggaraan pujawali tetap dilakukan secara sederhana di tingkat madya dengan upakara banten pulagembal, kecuali pujawali bertepatan dengan rahinan Purnama akan dilaksanakan tingkat utama. (kmb26)

PAKELEM – Salah satu prosesi persiapan pujawali Pura Dangkhayangan Rambut Siwi yang digelar Minggu (26/8) kemarin.

Pohon Perindang Mati Pascalibur Idul Adha Tanggung Jawab Rekanan Negara (Bali Post) Beberapa pohon tangi untuk perindang jalan yang ditanam di sejumlah titik di Jembrana, mati. Kendati sudah lama mati, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pohon tersebut diganti. Seperti yang terlihat di jalan Gajah Mada dan dekat perbatasan Kecamatan Jembrana- Kecamatan Mendoyo. Deretan pohon berjarak sekitar lima meter terlihat mati. Selain di Jalan Gajah Mada, di beberapa titik lainnya juga ada yang mengalami hal serupa. Seperti di Jalan Udayana, Kaliakah dan Banyubiru. Informasinya selain dari Pemkab, penganggaran penanaman pohon di pinggir jalan juga dilakukan di sejumlah desa di Jembrana. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat dikonfirmasi mengakui banyak pohon tangi yang ditanam tersebut mati. Menurutnya, itu masih tanggung jawab pihak rekanan atau penyedia tanaman. Ketika ada yang mati menjadi tanggung jawab penyedia tanaman untuk menggantinya. (kmb26)

Bali Post/olo

MATI – Pohon perindang mati di jalan DenpasarGilimanuk.

Anggota Polres Jadi Wasit Asian Games 2018

Negara (Bali Post)Dua anggota Polres Jembrana mendapat kepercayaan sebagai wasit cabang olahraga menembak Asian Games 2018, Minggu (26/8) kemarin. Anggota yang mendapat kepercayaan tersebut, Aiptu I Wayan Arinata dan Aipda I Komang Agus Wiadnyana. Informasi di Polres Jembrana, kedua anggota tersebut pernah mengikuti penataran juri International Shooting Sport Federation (ISSF) B Internasional. Dari hasil mengikuti penataran itu, Aiptu Arinata dan Aipda Wiadnyana berhasil mendapatkan License International Shooting Sport Federation (ISSF) B Internasional. Oleh karena itu, kemampuan personel tersebut tidak diragukan lagi sehingga dipercaya menjadi wasit atau juri pada cabang olahraga menembak. Selain itu mereka sering dilibatkan pada pertandingan menembak yang diselenggarakan tingkat daerah maupun nasional. Selain mempunyai kemampuan sebagai juri atau wasit, Arinata yang menjabat Ps. Kanit 1 Satuan Intelkam Polres Jembrana dan Wiadnyana menjabat sebagai Banit Shabara Polsek Melaya, merupakan atlet menembak andalan Polres Jembrana dan sering menyabet juara di tingkat daerah. “Ada empat orang juri atau wasit untuk cabang menembak dari Bali. Keempat orang tersebut merupakan personel Polri yang bertugas di jajaran Polda Bali,” ujar Arinata saat dihubungi lewat ponselnya. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih mengakui dua anggotanya tersebut mendapat kepercayaan itu dan hal ini tidak mudah meraihnya. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi atas kepercayaan ini. Semoga hal-hal positif seperti ini bisa diikuti oleh personel Polres Jembrana lainnya,” harap Kapolres. (kmb)

Bali Post/ist

JADI WASIT - Personel Polres Jembrana mendapat kepercayaan sebagai wasit/juri Asian Games 2018.

ASDP Siapkan 32 KMP Negara (Bali Post) -

Pascalibur Idul Adha, ribuan kendaraan dan orang mulai masuk ke Bali. Kepadatan kendaraan dan orang mulai terlihat mulai Sabtu (25/6) hingga Minggu (26/8) kemarin. Setiap kapal penumpang yang bersandar di Dermaga Gilimanuk, dipenuhi kendaraan terutama sepeda motor. ASDP Ketapang-Gilimanuk menyiagakan 32 unit KMP dari 56 unit. General Manager (GM) ASDP Cabang KetapangGilimanuk, Solikhin, saat dikonfirmasi mengatakan secara umum arus kendaraan yang menyeberang pada akhir pekan kemarin relatif normal. Kendaraan maupun penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, ramai lancar. Namun, diakui kemarin sore mulai ada kepadatan kendaraan untuk roda dua. “Sekarang kami pantau memang sudah mulai ada kepadatan, khususnya sepeda motor,” terangnya. Kendati sudah mulai diterapkan pembelian tiket penyeberangan menggu nakan e-money, namun belum diterapkan semuanya. Apalagi bila terjadi padat, para penumpang juga masih dibolehkan membeli tiket dengan uang tunai. Sistem ini menurutnya juga masih dievaluasi dari Bank Indonesia (BI) yang rencananya dilakukan awal pekan ini. “Masih kita evaluasi, tidak keseluruhan cash less (gunakan e-money). Masih bisa bayar dengan uang tu-

nai. Besok BI mau melihat langsung penerapannya,” tambah Solikhin. Sementara itu di Pelabuhan Gilimanuk juga mulai terlihat kendaraan khususnya roda dua padat, tetapi datangnya berkelompok. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa saat dikonfirmasi membenarkan arus balik pascalibur Idul Adha mulai ada peningkatan di Gilimanuk, namun relatif masih normal. “Datangnya bergerombol, khususnya sepeda motor,” terang Kompol Subawa. Pemeriksaan, menurutnya, juga dilakukan sesuai protap di Pos II (pintu masuk Bali). Selain pemeriksaan dari petugas Kepolisian, pemeriksaan juga dilakukan terhadap identitas orang yang masuk di Pos KTP Gilimanuk. Dari pemeriksaan KTP hingga Sabtu siang, terdata ada sejumlah pelanggaran hingga dua orang penduduk pendatang dipulangkan. Keduanya dari Banyuwangi, Sancoko dan Purwanto yang

bertujuan ke Denpasar dan Singaraja. Lantaran tanpa KTP, keduanya dipulangkan oleh petugas. Selain pemeriksaan di Gilimanuk, razia jalan raya juga dilakukan sejumlah Polsek di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk. Seperti yang dilakukan Polsek Melaya, Minggu kemarin, melakukan razia di jalan umum Denpasar-Gilimanuk. Kapolsek Melaya AKP I Ketut Wijaya Kesuma mengatakan, razia kendaraan bermotor ini bertujuan menangkal masuk atau keluarnya barang-barang berbahaya seperti narkoba, senpi/handak serta menertibkan pengguna jalan baik surat-surat kendaraan bermotor dan surat-surat kelengkapan diri serta kelengkapan kendaraan itu sendiri. (kmb26) RAZIA – Razia kendaraan yang dilakukan petugas dari Polsek Melaya, Minggu kemarin.

Rangkaian HUT Ke-123 Kota Negara

Digelar ”Jembrana Body Contest Bupati Cup I” PULUHAN pria berbadan kekar, Sabtu (25/8) lalu, memenuhi halaman Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana. Mereka merupakan peserta “Jembrana Body Contest Bupati Cup I 2018”. Kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati HUT ke-123 Kota Negara dan dibuka Bupati Jembrana I Putu Artha ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada, serta Ketua KONI Jembrana Gede Gunadnya. Ketua Panitia I Gede Suegardana Cita mengatakan, turnamen ini dibagi menjadi dua kelas/kategori, yaitu new muscle serta middle muscle.

“Total peserta event Bupati Cup I ini sebanyak 56 orang. Tidak hanya dari Jembrana, tapi juga datang dari luar daerah, seperti Banyuwangi, Jember, Kupang bahkan ada dari Palu,” ujar Ketua PB PABSI Jembrana ini. Suegar menambahkan, melalui turnamen ini, selain menciptakan generasi muda yang sehat secara jasmani maupun rohani, diharapkan dapat menggali potensi dan bakat generasi muda Jembrana untuk menekuni cabang olahraga binaraga. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha menyambut baik terselenggaranya event yang digelar untuk pertama kalinya ini. Bupati Artha juga berharap melalui event ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, olahraga

binaraga tidak hanya soal pembentukan fisik, namun juga pembentukan karakter manusia yang bisa membuat rasa aman dan nyaman. Yang tak kalah pentingnya, menurut Artha, selain menghasilkan atlet binaraga, melalui event semacam ini akan dapat membudayakan gemar berolahraga serta pola hidup sehat di Jembrana. Pemenang kategori middle muscle, juara I diraih Huri dari Lapendos Gym Jember, juara II Polce dari Globalgym Kupang dan juara III Ari Wijaya, Thor Gym, Palu. Sedangkan untuk kategori new muscle, juara I diraih Robert Key, Tiger Gym Denpasar, juara II Purwandi dari Sipo Gym, Jember dan juara III Ida Bagus Krisna dari Baguz Fitness, Jembrana. (ad1190)

BUKA TURNAMEN – Bupati Jembrana I Putu Artha membuka turnamen Jembrana Body Contest Bupati Cup I, Sabtu lalu.


Senin Wage, 27 Agustus 2018

Puntung Rokok Picu ’’Bale Dangin’’ Terbakar Amlapura (Bali Post) Peristiwa kebakaran rumah bale dangin milik Jro Gede Suputra asal Banjar Abian Jero, Desa Ababi, Abang, terjadi Minggu (26/8) kemarin. Diduga kebakaran itu disebabkan puntung rokok yang belum dimatikan seorang keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Informasi yang dihimpun kemarin, kebakaran itu terjadi pada pukul 05.00 Wita. Pemilik rumah masih tidur, kemudian mendengar suara letupan api. Setelah keluar Saputra pun kaget karena bangunan bale dangin-nya telah terbakar. Melihat api berkobar besar, korban langsung berteriak minta tolong untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api membuat warga tidak mampu menjinakkan api dengan cepat. Setelah satu jam kemudian, mobil pemadam kebakaran datang baru bisa api dipadamkan, tepatnya pukul 06.00 Wita. Salah seorang keluarga korban Ni Wayan Putu Suardani mengatakan, jika kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa mengatakan, untuk memadamkan kobaran api pihaknya menerjunkan empat mobil damkar. Memang sejam kemudian api itu baru bisa diatasi. (kmb41)

KARANGASEM

11

Pemkab Rancang Proposal Perbaiki Infrastruktur Rusak Amlapura (Bali Post) Kerusakan infrastruktur akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, sejauh ini belum dilakukan perbaikan. Untuk perbaikan, pemkab tengah merancang proposal bantuan ke Pemerintah Provinsi Bali maupun ke pusat. Wakil Bupati Wayan Artha Dipa mengatakan, sebelumnya pihaknya memang telah turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan bersama dinas terkait. Seperti Dinas PU dan BPBD. Memang banyak ditemukan kerusakan bagunan pemerintahan. Salah satunya gedung pelayanan publik. Pihaknya tengah melakukan inventarisasi atas kerusakan yang terjadi. Juga dilakukan penghitungan dari dampak kerugian material akibat bencana tersebut. ‘’Kita terus dorong dinas terkait secepatnya melakukan pendataan ini. Walau tenaga terbatas. Kami berharap penghitungan kerugian material segera

didapat angkanya. Kita masih merancang proposal. Kemudian akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Bali maupun pusat, agar kita bisa diberikan bantuan,’’ harap Wabup yang belum lama ini mendapatkan gelar doktor di Unhi Denpasar. Artha Dipa menambahkan, kantor-kantor pemerintahan relatif banyak yang rusak. Salah satunya Gedung Pelayanan Publik. Kerusakannya mulai kategori rendah sampai berat. Untuk pelayanan publik, sementara waktu terpaksa dikembalikan ke gedung lama. Pihaknya telah mengedukasi petugas, kalau gedung masih memungkinkan untuk memberikan pelayanan, maka tetap akan diberikan di gedung itu. Bagaimanapun pelayanan harus tetap jalan, apalagi kepada masyarakat yang memerlukan. Kedis PU Karangasem Ketut Sedana Merta menjelaskan, jika pihaknya sudah menapsir jumlah kerugian akibat kerusakan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

GEDUNG - Karena gedung pelayanan publik di Karangasem rusak, sejumlah pelayanan di lantai tiga terpaksa dipindah ke tempat yang lama.


KLUNGKUNG

12

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Sandang Status KSPN

FIGUR Garap Sektor UKM DESA Wisata Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung cukup dilirik wisatawan. Selama ini, daya tariknya lebih banyak mengandalkan pesona Tukad Unda. Sungai yang mengalir dari wilayah Karangasem ini, menjadi perbatasan Kecamatan Klungkung dan Dawan. Upaya untuk mempermanis itu tetap dilakukan. Salah satunya dengan membangkitkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) yang khusus memproduksi suvenir. “Ini untuk mengimbangi objek wisata yang sudah ada,” kata Perbekel Paksebali, Putu Ariadi, Minggu (26/8) kemarin. Suvenir yang diproduksi berbahan kayu dengan berbagai bentuk yang menjadi ciri khas desa wisata. Dalam berkreativitas, dinilai tidaklah sulit. Masyarakat yang terlibat sudah terbiasa bergelut dalam produksi kerajinan, seperti tedung. “Masyarakat di sini sudah banyak sebagai perajin tedung. Jadinya untuk buat suvenir tidak sulit, seperti gantungan kunci berbentuk ikan,” ucapnya. Pemasarannya pun sudah dirancang. Nantinya akan difasilitasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini telah mengelola sejumlah jenis usaha. Terobosan tersebut dipandang juga akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat. “Dengan adanya usaha seperti ini, tentu akan bisa memberikaan penghasilan untuk masyarakat,” ungkapnya. Melancarkan ini, sambungnya Pemkab Klungkung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja telah memberikan pelatihan yang melibatkan 20 orang peserta. Ini pun diharapkan bisa berjalan berkelanjutan. “Pelatihannya empat hari. Tetapi kami ingin bisa terus berjalan, termasuk sampai pemasaran,” pungkasnya. (sos)

Puluhan Kilometer Jalan di Nusa Penida Rusak Semarapura (Bali Post) -

Arus lalu lintas di Kepulauan Nusa Penida semakin padat, terlebih ketika musim libur panjang yang memicu peningkatan kunjungan wisatawan. Di tengah hal tersebut, sejumlah ruas jalan masih rusak hingga memicu ketidaknyamanan. Kondisi jalan tersebut salah satunya ada di wilayah Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar memiliki objek wisata terkenal Broken Beach dan Angel Billabong. Padahal Nusa Penida mendapat julukan The Blue Paradise Island. Kendaraan melintas di sana dibuat layaknya kuda. Bergoyang-goyang melewati sejumlah lubang. Beberapa juga harus tersendat dan mencari jalur lebih baik. Tak jauh beda dengan jalan menuju Desa Sekartaji yang berada di kawasan perbukitan. Bebatuannya lepas hingga memicu lubang cukup banyak. Pengusaha jasa angkutan I Made Sugita menuturkan, jalan rusak itu sudah berlangsung cukup lama dan memicu ketidaknyamanan pengendara termasuk wisatawan yang menumpang. “Jalan ke destinasi wisata juga masih ada yang rusak,” tuturnya, baru-

baru ini. Sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata sangat besar, perbaikan infrastruktur di kepulauan dengan julukan The Blue Paradise Island ini bisa dipercepat. “Apa lagi saat hight season. Infrastruktur sangat penting. Termasuk juga air,” imbuhnya. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-PRKP) Klungkung Ida Bagus Gede Eka Putra, Minggu (26/8) kemarin mengatakan, jalan yang masih rusak di wilayah kepulauan yang masuk sebagai Kawasan

Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) itu panjangnya mencapai 70 kilometer dari total 229 kilometer. Itu tak hanya rusak ringan maupun sedang, namun juga ada berat. “Ini jalan masuk sebagai aset pemkab, bukan sampai yang non status,” jelasnya. Perbaikan, katanya diusulkan pada 2019, salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Panjang jalannya mencapai 21 kilometer. “Selain itu juga diusulkan melalui dana lain. Semoga bisa terealisasi,” sebut Putra. Anggaran yang terbatas, diyakini tak bisa tuntas dalam satu tahun. “Ditargetkan 2020

Bali Post/sos

RUSAK - Kendaraan melintas di jalan wilayah Desa Sekartaji, Nusa Penida yang rusak. sudah tuntas semua. Itu perlu anggaran sekitar Rp 80 miliar,” ucapnya. Khusus untuk tahun ini, perbaikan dilakukan sepanjang 30 kilometer dengan coolmix yang anggarannya

mencapai Rp 35 miliar. Lebih banyak dilakukan pada jalan dengan lalu lintas padat dan jadi penghubung antardesa maupun objek wisata. “Perbaikan pakai skala prioritas,” imbuhnya. (kmb45)

Harumkan Indonesia di Asian Games 2018

Bupati Suwirta Apresiasi Atlet Klungkung

Bali Post/sos

KESULITAN AIR - Petani uzur di Subak Tohpati, Kecamatan Banjarangkan menjunjung sekarung rumput yang disabit pada lahan persawahan yang sejak belasan tahun kerap krisis air. Supaya tak terus berlanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali merencanakan membangun bendungan di wilayah Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli. Oleh klian subak setempat, I Nengah Sudana, realisasinya diperkirakan pada 2019. “Kami berharap itu bisa direalisasikan. Petani sudah sangat lama kesulitan air. Penanganan sangat dinanti,” ujarnya, Minggu (26/8) kemarin.

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri perhelatan Asian Games 2018 di Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (26/8) kemarin, untuk menyaksikan langsung pertandingan karate Indonesia yang diwakili atlet asal Klungkung, Cok Istri Agung Sanistyarani. Atlet yang akrab disapa Coki ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan membawa pulang medali perunggu setelah menang melawan karateka asal Cina Ding Jiamei di kategori Kumite 55 kg. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini mengaku bangga dan bahagia dengan capaian tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sangat bangga atas prestasi yang telah diraih oleh ananda Cok Istri Agung Sanistyarani pada hari ini telah membawa

medali perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2018 pada cabang olahraga karate. Saya juga merasa bangga karena pada ajang ini Klungkung mengirimkan beberapa atlet untuk cabang olahraga lain,” ujarnya. Suwirta menambahkan, prestasi itu bisa dijadikan motivasi oleh atlet-atlet lain terutama yang berasal dari Kabupaten Klungkung. “Harus optimis, meskipun dari daerah pinggiran. Jika mau berusaha dan menekuni salah satu cabang olahraga pasti kita bisa berbuat lebih baik lagi untuk bangsa dan negara ini,” tambahnya. Disampaikan lebih lanjut, Pemkab Klungkung akan memberikan apresiasi kepada Coki dan atlet Klungkung lainnya yang berlaga di kejuaraan terbesar di Asia itu. “Saya akan membicarakan dengan Ketua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Klungkung tentang apresiasi yang nantinya diberikan,” sebutnya. “Bagi atlet asal Klungkung yang tidak mendapat juara, kami juga akan memberikan apresiasi. Apabila di antara mereka ada yang mau cari kerja tentu akan jadi prioritas kami di Kabupaten Klungkung,” papar Suwirta. Meski sudah mampu menorehkan prestasi gemilang, Suwirta menegaskan tetap akan mengevaluasi bidang olahraga sehingga ke depannya lebih banyak atlet Klungkung yang bisa membela Indonesia. “Dari Klungkung untuk Indonesia,” harapnya. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia berharap dengan torehan ini ke depannya muncul atlet andal yang bisa mengikuti kompetisi, baik

ATLET ASAL KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berfoto dengan atlet karate asal Klungkung Cok Istri Agung Sanistyarani (tengah) yang mewakili Indonesia dalan Asian Games Jakarta Palembang 2018. Ia berhasil merebut medali perunggu setelah menang melawan karateka asal Cina Ding Jiamei di kategori Kumite 50 kilogram. regional, nasional maupun internasional. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa berprestasi lebih baik lagi. Selanjutnya, kami berharap adalah pada Olimpiade 2020 di Jepang, Coki bisa ikut,” ungkapnya.

Saat pertandingan, Coki juga disaksikan langsung kedua orangtuanya. Pada ajang ini, Kabupaten Klungkung juga mengirimkan enam atlet untuk olahraga Kabaddi dan satu untuk olahraga kurash. (ad1201)


Senin Wage, 27 Agustus 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.08.18.0001184

Cari: Serabutan Pria & Wanita Tinggal dalam Hub.082349227530

B.BP.001.08.18.0001162

Cr Admin/Op Printer Pria bs Comp Min SMA 082139313737

B.BP.004.08.18.0001039

Dbthkn 2 Driver Max.35Th u/di Rokok Fix Mil Hub.081353776888

B.BP.001.08.18.0001181

Dcr ART > 40th, telaten dgn org tua.Nangka Sltn 156Dps,Bln I=2 jt.Bln II Naik.Hp=081337506750

B.BP.001.08.18.0001175

Dcr Arsitek,Marketing,Operator Email:linagusti814@yahoo.com

B.BP.001.08.18.0001143

Dcr Sgr Teknisi&Telemarketing Hub:(0361) 239117/4743092 B.BP.001.08.18.0001077

Dcr Sopir + Kernet SIM A kirim Galon, Kuta, 082144877778 B.BP.001.08.18.0001167

Dcr Sopir&Karyawan Laundry Jl.Kerobokan 78X T081933110424 B.BP.001.08.18.0001127

Dibutuhkan Sopir Pariwsata berpengalaman Hub.081386676388 B.BP.001.08.18.0001177

ALUMINIUM

Dcr Sopir(Pria)Min.SMA Usia 20 s/d 30 Thn.Memiliki SIM B1 Brpnglmn,Disiplin.Krm CV ke PT.Liqtro Sanurbali Jl.Ry Pel. Benoa Gg.Sinar Mutiara Indah (0361)710971,710972,710973, 0878 6233 2606 Email: marketing@liqtrosanurbali.com

Dicari Sopir Max 40th,SIM A/B1 & 2 Helper Pria utk Bekerja di Prsh.Karton/Kardus. Hub:Segera 0811393815/08113983750

Dcr Staf Admin SMK Sdrjat Bali Silver Sukawati.H:081703339991

Looking For Receptionist,F, Good English(2,6jt+1jt Instv) Send CV to Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget E:acc.bodyworksbali@yahoo.com

B.BP.001.08.18.0001118

B.BP.001.08.18.0001010

Dcr Tk.jht blnn&brongn,Tk. Cek, CS,Tk.Patroon,Admin,Pngpul Jht Gj memuskn+Uang mkn+Uang lmbur H:0361-4701622/WA:082339912360

B.BP.001.08.18.0001147

Dcr:Therapist sebanyak2nya,P, Min SMU(2,5jt+16rb/jam instv, Cleaning Service, L/P(2,5jt+500 rb instv)Pglmn Min 1th.Lamaran ke Bodyworks Spa.Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget/Telp:735058

B.BP.001.08.18.0001102

B.BP.001.08.18.0001161

Sales Marketing Instalasi Gas, House keeping,WA:082349227530

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTO COPY

G.12

B.BP.001.08.18.0000985

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.08

G.02

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

BENGKEL LAS SERVICE

G.11

Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818

Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818

DIJUAL MOBIL

n

Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818

Urgent Staff Tukang/Mandor T.289742(asahrd2018@gmail.com)

SERVICE

Desig

G.10

B.BP.001.08.18.0001179

RUPA-RUPA

Free

Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818

Sopir Pribadi RT Bujang Tidur dalam,Pengalaman,08123861941

BIRO JASA

SERVICE

G.09

B.BP.001.08.18.0000973

B.BP.001.08.18.0001178

ALUMINIUM

Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818

Salesman Executive,Max 35Th, Jl.Tunjung Danu 3 Dps.Tlp:464286

B.BP.001.08.18.0001166

Dicari PRT Tidur Dalam WR. Supratman 66 Dps,081237651088

G.07

B.BP.001.08.18.0001163

B.BP.001.08.18.0000986

B.BP.004.08.18.0001152

G.03

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000648

Urgent Staff HK/Butler Bahasa Inggris aktif pengalaman T.289742(asahrd2018@gmail.com)

Dibutuhkan 2 Orang Terapis Serius Kerja.Daerah Seminyak Khusus Wanita Hub.081213932299

B.BP.004.08.18.0001112

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Distributor Bth:Salesman/Girl, Kolektor,Bedahulu IV No.12 Dps Email: herryy.hr@gmail.com

Dcri karyawan Bag.Gudang,Gn.Andakasa 081237811808(Jam Kerja)

B.BP.001.08.18.0000649

Villa Seminyak Teknisi Enginer Listrik Mekanik 081999882123

BIRO JASA

Dcr Peg.Mini Market(laki)Lam: MiniMarket 3Tri Jl.D.Tempe Snr

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.01

DIJUAL MOBIL FORD

Dijual Ecosport Thn 2014 Warna Silver Hub.081338631985 B.BP.001.08.18.0001070 KIA

All New Picanto Th’2014 Tgn 1 Putih Manual H.087 862 270 180 B.BP.164.08.18.0001183 SUZUKI

Cary Extra Gajah Mada Abu Met Th’91 Mulus,081337178240 B.BP.166.08.18.0001186

DIJUAL TANAH

Djl Tanah 1,5A 3A 5A Buduk Gunung,2ADamaH.082147454248 B.BP.164.08.18.0001182

Djl Tnh 1 Hektar,Petang Pelaga 25Jt/are,Hub:08123665040 BU.TP B.BP.001.08.18.0000905

Djl Tnh sdh SHM 80m2 di Perumahan Hero 2 Pering 087860900005 B.BP.001.08.18.0001185

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.07.18.0000043

DIJUAL RUMAH

Jual Rmh Jl.P.Galang Perum Amerta Wisata Lt3 LT140 LB250 5KM+AC Lok 500m Transmart Imam Bonjol Hub.081337518675 B.BP.001.08.18.0001180

Rmh Minimlis 45/80.C/Krd,250Jt Lok.IB Mantra/081703280603Pmlk B.BP.001.08.18.0001176

RmhLT=1,33are LB=100m2 Panjer 975Ng pemilik BUC 087860391057 B.BP.001.08.18.0001197

DISEWAKAN RUMAH

Kont Sgr Rmh u Ush/Kantor Lok Jl.Diponogoro 182,08123932552 B.BP.001.08.18.0001174

Rmh/Villa LT2&Pool,Seaview,5KT F.Furnish,Jimbarn,085935208386 B.BP.001.08.18.0001100

KONTRAKTOR

Servis Rmh/Vila,Brong Bangunan Design,Ijin IMB, 081361696640 B.BP.004.08.18.0001155

RUPA-RUPA

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.08.18.0000574

Dcr Peg.Butik(SMU)Indi Butik & Jewelry Jl.Danau Buyan 33Sanur

Tanah Kav Jl.Imam Bonjol,Buana Raya,Penamparan,Hrg Mulai 275 Jt/Are Hub:0811398086/245460

Sulam/Shading Alis,Eyeliner, Memerahkan Bibir, Telp. 0821.1788.7374, 0821.1745.4848

B.BP.001.08.18.0001195

B.BP.001.08.18.0001069

B.BP.004.08.18.0001036

B.BP.001.08.18.0001196


BANGLI

14

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Rumah untuk Korban Bencana Belum Dilengkapi Listrik dan Air Bangli (Bali Post) –

Lima puluh unit rumah yang didirikan pemerintah untuk merelokasi para korban bencana alam banjir bandang di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani sudah selesai dibangun beberapa bulan lalu. Namun menjelang diresmikan, rumah tersebut belum dilengkapi jaringan listrik dan air. Meski demikian, beberapa warga sudah ada yang menghuni rumah tersebut. Perbekel Desa Batur Selatan Gede Sarjana saat dikonfirmasi, Minggu (26/8) kemarin, mengatakan puluhan unit rumah tersebut sudah rampung dibangun awal 2018 lalu. Beberapa unit di antaranya sudah ada yang ditempati warganya meski belum dilengkapi jaringan listrik dan air. “Untuk listrik belum ada. Sementara pakai lampu manual atau lilin, ada yang nebeng sementara di tetangga,” ungkapnya. Sementara untuk memenuhi kebutuhan air, beberapa warganya mendapatkannya dengan mengambil sendiri di air terjun yang

ada di dekat wilayah dusun setempat, dan ada juga yang meminta ke warga lainnya. Dikatakan Sarjana, untuk bisa mendapat jaringan listrik dan air bagi warganya yang tinggal di rumah relokasi tersebut, pihaknya sudah mengajukan proposal ke Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bangli. “Rencananya tanggal 27 Agustus besok dilakukan serah terima rumah relokasinya,” kata Sarjana. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan membenarkan bahwa sejak selesai dibangun, rumah bantuan yang dibangun se-

Dilantik, Pengurus Peradah Bangli Bangli (Bali Post) Kepengurusan anyar Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu (DPK Peradah) Indonesia Bangli periode 2018-2021 dilantik Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih, Sos.H., M.Ikom. di Kantor PHDI Bangli, Minggu (26/8) kemarin. Pelantikan itu disaksikan Ketua PHDI Bangli, Ketua MMDP Bangli, Dewan Pembina DPK Peradah Indonesia Bangli dan undangan lainnya. Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli periode 2018-2021 I Ketut Eriadi Ariana, S.S. mengatakan, pihaknya siap berkontribusi untuk pengembangan sumber daya pemuda Hindu di Bangli. Program itu akan dikhususkan pada pengembangan kepemimpinan (leadership development) dan pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship development). “Sesuai program induk organisasi kita akan garap serius dua program tersebut. Selain itu kita akan galakkan kaderisasi serta melaksanakan program-program sesuai dengan kebutuhan di Bangli, misalnya penyikapan isu terkait keagamaan, budaya, lingkungan, politik, ekonomi, dan sebagainya,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, awalnya, pihaknya merasa pesi-

mis untuk mengembangkan organisasi tersebut. Namun, seiring dengan penggalakan komunikasi dengan sejumlah pemuda, ia yakin bisa mengeksiskan Peradah Bangli. “DPK Peradah Bangli sejatinya telah lama vakum, kami pun awalnya merasa kesulitan menjejak pengurus terdahulu. Hingga akhirnya dari DPP Peradah Bali memfasilitasi, dan setelah terus-menerus ‘gerilya’, akhirnya kami bisa merekrut sejumlah orang dan kami yakin organisasi ini bisa berjalan dengan baik. Lewat organisasi ini kita bersama-sama membangun daerah tercinta kita, Bangli,” ujar Eriadi. Sementara itu, Ketua DPP Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih menyatakan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan DPK Peradah Indonesia Bangli. Saat ini, lanjutnya, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, sudah ada delapan kepengurusan yang aktif, termasuk DPK Peradah Indonesia Bangli. Setelah ini, pihaknya akan melantik kepengurusan DPK Peradah Indonesia Kabupaten Klungkung. Ketua PHDI Kabupaten Bangli Drs. I Nyoman Sukra menyampaikan, di Kabupaten Bangli, Peradah Indonesia telah ada sejak tahun 1986. Ia merupakan ketua pertamanya. (win)

PERADAH - Penyerahan berita acara pelantikan oleh Ketua DPP Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih (kanan) kepada Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli I Ketut Eriadi Ariana.

nilai Rp 40 juta per unitnya itu sudah dihuni korban bencana alam. Meski demikian, peresmian rumah tersebut rencananya baru akan dilakukan Pemkab Bangli pada Senin (27/8) hari ini. Dalam peresmian itu Pemkab Bangli telah mengundang BNPB. Karmawan juga mengakui bantuan tersebut sampai saat ini masih belum dilengkapi jaringan listrik dan air. Untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air, pihaknya mengaku akan mengupayakan dengan melapor ke Bupati. “Intinya besok (Senin-red) kita akan lakukan peresmian dulu. Mengenai kebutuhan lain-

lainnya menyusul,” terangnya. Sementara itu disinggung mengenai progres rencana relokasi untuk warga korban bencana alam tanah longsor di Dusun Bantas, Desa Songan, Karmawan mengatakan sejauh ini masih dalam proses pembebasan lahan. Pihaknya tidak bisa memperkirakan berapa lama proses itu rampung. “Yang jelas kita menargetkan proses relokasi bisa secepatnya sesuai jenjang yang ada,” imbuhnya. (kmb40) RUMAH - Rumah yang dibangun pemerintah untuk merelokasi warga korban bencana banjir bandang di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani.

Meriahkan HUT Ke-73 RI

Puluhan Kelompok PKK Ikuti Gerak Jalan Kreasi

GERAK JALAN - Acara gerak jalan kreasi yang diikuti puluhan kelompok PKK di Kabupaten Bangli dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Sabtu (25/8). PULUHAN kelompok PKK di Kabupaten Bangli ikut serta menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-73 dengan

mengikuti acara gerak jalan kreasi, Sabtu (25/8). Acara yang mengambil start di depan Kantor Bupati, dilepas Wakil Ketua Tim Penggerak

Bangli (Bali Post) Dua unit rumah veteran di Bangli dibedah Kodim 1626/ Bangli. Kegiatan bedah rumah ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud penghargaan dan bakti TNI terhadap para pejuang Kemerdekaan RI. Kegiatan bedah rumah yang mulai dilaksanakan 2 Agustus lalu menyasar dua unit rumah veteran, masing-masing milik I Komang Cau (95) di Banjar Bangbang, Desa Bangbang, Tembuku dan rumah Ni Jero Sunara (88) di Banjar Belong, Desa Abang Batudinding, Kintamani. Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andi Pranoto, Minggu (26/8) kemarin menjelaskan, kegiatan bedah rumah dilaksanakan menindaklanjuti perintah dari Kodam IX/ Udayana, dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Sebelum kegiatan bedah rumah dilaksanakan, Kodim Bangli terlebih dahulu telah melaku-

kan pendataan terhadap rumah veteran yang akan direhab/ dibedah. Selanjutnya, data yang diperoleh diajukan ke satuan atas untuk diverifikasi. Kegiatan bedah rumah veteran ini dilaksanakan Kodim bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangli. Menurut Letkol Andi, program bedah rumah ini merupakan salah satu wujud perhatian dan kepedulian jajaran TNI-AD bagi para pejuang Kemerdekaan RI. “Para pejuang telah banyak berbuat untuk bangsa dan negara ini dalam memperjuangkan kemerdekaan dan patut untuk dihargai. Dengan adanya bedah rumah bagi para veteran, mudah-mudahan dapat membantu dalam kehidupan, terutama dalam hal tempat tinggal yang lebih layak, bersih dan sehat. Kodim juga berkomitmen untuk tetap memperhatikan kesejahteraan bagi para veteran dengan mengajak seluruh elemen bangsa. Karena

PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta. Penampilan peserta gerak jalan yang mengenakan aksesoris menarik serta gerakan dan aba-aba yang unik, mampu memukau dan mengundang gelak tawa penonton. Acara gerak jalan kreasi yang berlangsung Sabtu siang turut disaksikan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Kajari Bangli serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Adapun rute gerak jalan dimulai dari depan kantor bupati menuju ke arah utara, lalu menuju perempatan catus pata. Dari Catus Pata peserta ke selatan menuju patung

Adipura kemudian ke utara dan finisnya di Lapangan Kapten Mudita. Dengan total jarak tempuh sekitar 3 kilometer, para peserta wajib melakukan tiga kali atraksi yang dinilai oleh tim juri, yakni di depan Kantor Bupati, di depan Catus Pata dan terakhir di depan Pura Penunggekan Banjar Blungbang, Bangli. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, tingginya antusias peserta dan banyaknya penonton yang hadir menyaksikan gerak jalan kreasi yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 RI, membuktikan bahwa tingkat nasionalisme warga Bangli pada negara betul-betul nyata. Lebih lanjut disampai-

kan, selain menumbuhkan semangat kreativitas para ibu-ibu yang tergabung dalam PKK desa, acara gerak jalan kreasi ini sekaligus juga dapat menghibur masyarakat. Di samping itu, ajang gerak jalan kreasi ini juga mampu menjadi ajang mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan antarwarga untuk mewujudkan Bangli yang Gita Santhi. Menilai penampilan/aksi para peserta gerak jalan kreasi, Ny. Sariasih sedana Arta merasa puas dan kagum. Dia mengatakan penampilan seluruh peserta sangat apik dan menghibur para penonton. “Ajang seperti ini patut untuk dilanjutkan, tentunya dengan peserta yang lebih banyak dengan kemasan yang lebih baik,” kata Ny. Sriasih Sedana Arta. (ad1188)

Kodim Bangli Bedah Dua Rumah Veteran

Bali Post/kmb40

BEDAH RUMAH - Prajurit Kodim Bangli melaksanakan bedah rumah veteran. masih ada Veteran yang belum memiliki rumah layak huni,” kata Letkol Andi. Pasiterdim 1626/Bangli Kapten Chb. Komang Gita menambahkan, pelaksanaan bedah rumah veteran dilaksanakan Kodim Bangli mulai 2 Agustus

2018 sampai dengan 25 Agustus 2018. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola dengan melibatkan anggota TNI, pemda dan masyarakat setempat. Sementara itu, Ni Jero Sunara, veteran yang menerima

bantuan bedah rumah, mengucapkan terima kasih kepada TNI dan pemda yang telah memberikan perhatian sehingga dirinya kini sudah memiliki rumah layak huni. Selama ini Sunara tinggal di rumah dengan dinding dari gedek. (kmb40)


15

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Pascapenembakan Polisi Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

DPR Dorong Pembentukan UU Perlindungan Aparat Jakarta (Bali Post) -

Pemerintah dan DPR diminta membentuk undang-undang yang mengatur perlindungan hukum terhadap aparat penegak hukum yang sedang melaksanakan tugas. Penegasan itu disampaikan anggota Komisi III DPR-RI Nasir Djamil menyusul peristiwa penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya oleh orang tak dikenal di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Jawa Barat, dan juga gugurnya anggota Polri Polres Aceh Utara Brigadir Faisal dalam kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. ‘’Dua kejadian tragis itu harus menjadi momentum untuk mengatur undangundang, yang mengatur perlindungan terhadap alat negara yang menjaga keamanan, ketertiban umum dan penegakan hukum,’’ kata Nasir Djamil di Jakarta, Minggu (26/8) kemarin.

Anggota Komisi Hukum DPR itu menegaskan, aturan perlindungan terhadap aparat penegak hukum menjadi penting dan mendesak meningat dalam kurun waktu lima tahun ini, banyak aparat penegak hukum, terutama polisi, yang mening-

gal dan menjadi korban saat melaksanakan tugas memberantasan kejahatan. ‘’Negara harus melindungi alat negara yang menjaga pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum agar wibawa negara tegak di mata rakyat dan para penegak hukum,’’ katanya.

Seperti diketahui, dua anggota kepolisian ditembak OTK saat berpatroli di Tol Cipali, Jabar, Jumat (24/8) malam. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, peristiwa penembakan tersebut terjadi saat petugas melintas di Km 224 Tol Cipali sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas melihat tiga orang tak dikenal duduk di pinggir tol. Kemudian, mobil patroli mendekat ke tiga orang tersebut dan dari dalam kendaraan, Aiptu Widi menanyakan tujuan mereka duduk di pinggir tol.

Alih-alih menjawab, salah satu pelaku justru melepaskan tembakan ke arah Aiptu Widi. Sementara Aiptu Dodon yang juga berada di dalam mobil sempat membalas tembakan ke arah pelaku. Namun mereka melarikan diri. Kedua anggota langsung dilarikan ke RS Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat untuk mendapatkan perawatan. Tak ada peluru yang bersarang di tubuh korban. Hanya ada beberapa serpihan proyektil yang tengah dilakukan pengangkatan. (kmb4)

SUMBANGAN - Titipan sumbangan Rp 9.252.000 dan barang berupa 1 kg beras serta 2 dus pakaian layak pakai diterima dari SD Saraswati 6 Denpasar, Sabtu (25/8). Sumbangan tersebut terkumpul dari siswa, guru, dan staf untuk gempa Lombok. Sumbangan diserahkan Kepala Sekolah Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M. beserta kaur kesiswaan, humas dan kurikulum beserta perwakilan siswa. Denpasar Children Center (SD Cerdas Mandiri) Rp 10.090.000 SD Saraswati 6 Denpasar Rp 9.252.000 1 kg beras 2 dus Pakaian Layak Pakai Karyawan Engine Room Dan suka Duka Engine Room Rp 4.825.000 Made Dwi Indrawan Jl. Noja Rp 3.900.000 Sang Ayu Gedong Nusani Jl Bedugul Gang Tirta No.4A dps Rp 1.000.000 1 dus pakaian layak pakai I Gusti Puri Supartha, jl Pulau Adi No.49 Denpasar Rp 300.000 Made Buana Rp 300.000 Cok Gede Putra Yudistira Rp 200.000 Rico & Ricky, Denpasar Rp 200.000 5 dus pakaian layak pakai Monika 1 karung pakaian layak pakai Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp 30.067.000 Rp 274.573.867 Rp 304.640.867

Bali Post/eka

CSR - BPR Kanti menyerahkan CSR ke pandita dan pecalang se-Desa Pakraman Sukawati, Panitia Karya di Pura Erjeruk Sukawati, Karang Taruna Putra Persada Desa Sukawati, juga kepada Sekaa Gong Anak-anak Sila Pertipa Banjar Palak Sukawati, Jumat (24/8) malam, di Inna Grand Bali Beach. Penyerahan CSR ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial BPR Kanti.

Presiden Jokowi Bawa Kemajuan di Perbatasan

Putussibau (Bali Post) – Warga perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatam Badau, Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menilai kepemimpinan Presiden Joko Widodo begitu membawa dampak kemajuan pembangunan di daerah perbatasan.

‘’Kami tidak mungkin menutup mata atas perhatian serius Pak Presiden yang menjadikan pembangunan di perbatasan ini berkembang pesat,’’ kata warga Badau, Matius (48), di Putussibau, Minggu (26/8) kemarin. Menurutnya, sudah berapa kali ganti presiden, baru di

Dari Hal. 1

Malaysia

19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Malaysia Makau Bahrain Yordania Lebanon Filipina Korea Bersatu Irak Laos Turkmenistan Arab Saudi Qatar Myanmar Pakistan Afghanistan

1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0

4 2 2 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0

4 1 0 5 2 9 1 0 2 2 1 1 2 2 1

masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo pembangunan infrstruktur dasar benar-benar diperhatikan. Ia menjelaskan, saat ini ruas jalan dari ibu kota Kapuas Hulu menuju Badau sangat mulus, bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Badau berdiri megah, pembangunan rumah sakit bergerak dan puskesmas yang luar biasa serta sejumlah bidang pembangunan lainnya. ‘’Jadi saya merasa prihatin apabila ada yang menjelek-jelekkan Presiden Joko Widodo, karena setahu saya Pak Jokowi membangun Indonesia ini melalui program Nawacita justru pembangunan dimulai dari pinggiran,’’ terangnya. Ia menyebutkan era kepemimpinan Presiden Jokowi semua daerah merasakan dampak pembangunan, apalagi daerah perbatasan. Selaku warga, ia tidak melihat perbedaan dalam membangun di masa kepemimpinan Presiden Jokowi, tidak seperti presiden lainnya tidak ada pemerataan pembangunan. (ant)

Salurkan Kredit Dari Hal. 1 Kepala OJK Regional Bali Nusra Hizbullah mengatakan, di Bali ada 136 BPR, sebagian besar masih sehat, termasuk BPR Kanti. Total aset BPR sampai Juni 2018 mencapai Rp 14,5 triliun dengan pertumbuhan

9,72 persen. Sehingga pertumbuhan BPR lebih tinggi dari bank umum. Kredit yang disalurkan BPR mencapai Rp 9,9 triliun hampir Rp 10 triliun. Dari angka itu, kredit yang disalurkan tumbuh 9,9 persen. Sementara bank umum pertumbuhannya hanya 4 persen. DPK BPR se-Bali

Dua Jam

Dari Hal. 1 Aksi #2019GantiPresiden sebelumnya sempat digelar di Tugu Pahlawan. Namun aksi tersebut dibubarkan pihak kepolisian karena tidak mengantongi izin. Dari sisi lain,

massa yang menolak deklarasi #2019GantiPresiden juga menggelar aksi di depan hotel tempat Ahmad Dhani menginap. Mereka mendemo Ahmad Dhani yang direncanakan hadir dalam aksi di Tugu Pahlawan. Akibatnya Dhani terjebak

mencapai Rp 10 triliun, tumbuh 16 persen. Ia berharap perbankan di Bali dapat tumbuh dengan baik, agar mampu menyalurkan kredit kepada industri atau perusahaan yang ada di Bali. Ekonomi masyarakat pun akan bisa tumbuh. (ad1200)

di dalam Hotel Mojopahit selama dua jam. Melalui vlog pribadi yang beredar, Ahmad Dhani menyatakan permintaan maafnya pada massa aksi #2019GantiPresiden karena tidak bisa keluar dari dalam hotel. (ant)

Ingkar Janji Dari Hal. 1 ‘’Dalam undang-undang tidak diamanatkan polisi untuk menolak, tetapi menjaga kamtibmas, melindungi siapa pun yang melakukan aksi. Saya melihat perbuatan polisi sangat sewenang-wenang,’’ kata Tjetjep M. Yasien, Humas Deklarasi #2019GantiPresiden. Tjetjep mengatakan bahwa

aksi #2019GantiPresiden lahir satu tahun sebelum adanya pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menyikapi kondisi Indonesia saat ini. ‘’Menyikapi kondisi presiden kita yang tidak tepat janji, kondisi rakyat yang saat ini dalam kondisi terpuruk,’’ katanya. Menurutnya, deklarasi ini sebagai respons masyarakat

melihat harga-harga kebutuhan pokok yang naik. ‘’Ingkar janjinya kayak tenaga kerja, tidak akan menaikkan BBM, tidak akan menaikkan tarif harga listrik, ternyata diingkari semua. Maka, Relawan Ganti Presiden itu mendengar melihat fakta lantas melakukan aspirasi. Ini dilakukan sampai Pilpres 2019,’’ katanya. (ant)

Boost Sanur Village Festival 2018 Berakhir

Terbukti Mampu Mendorong Ekonomi Kreatif

Denpasar (Bali Post) Boost Sanur Village Festival 2018 ‘’Mandala Giri’’ resmi ditutup, Minggu (26/8) malam kemarin. Bertepatan dengan Purnama Sasih Katiga, penutupan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara ditandai dengan pemukulan gong. Jaya Negara memuji konsistensi Sanur menggelar festival yang terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. ‘’Saya berharap festival yang digelar Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) ini dijaga, berkelanjutan, dan ditingkatkan kontennya untuk melestarikan seni budaya, mengembangkan potensi wilayah, dan mendorong ekonomi kreatif yang menyejahterakan,’’ pesan Jaya Negara. Ketua Umum Boost Sanur Village Festival 2018 Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde mengatakan, selama lima hari festival yang telah digelar, berbagai kegiatan seperti dari sport, lingkungan, seni budaya, hiburan, kuliner, pameran produk UMKM, edukasi kebencanaan, diskusi pariwisata, dan dialog budaya dilaksanakan. ‘’Kami berharap spirit dari tema ‘Mandala Giri’ memberikan kesadaran bersama bahwa peristiwa erupsi Gunung Agung telah menggugah rasa senasib sepenanggungan dan membuat berbagai pihak dituntut untuk memberikan perhatian, menjaga, dan melestarikan gunung serta lingkungannya,’’

tandas Gusde. Sebanyak 13 kali penyelenggaraan festival sejak 2006, dinilai memberikan sumbangsih promosi pariwisata yang bermuara kepada peningkatan angka kunjungan wisatawan. Di samping juga mendorong semakin banyak muncul ide dan inovasi serta upaya kreatif terkait konten festival. Apalagi keterlibatan warga Sanur dan sekitarnya untuk mendukung festival ini, dikatakan, telah menghasilkan komitmen bersama menjaga destinasi pinggir pantai itu agar tetap indah, bersih, nyaman, tertib, dan aman. Melalui ajang festival ini berbagai komponen di Sanur telah ikut berupaya melestarikan warisan budaya sekaligus memelihara citra kawasan ini sebagai salah satu destinasi utama pariwisata. ‘’Dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh dari pelaksanaan festival dan mendengar masukan dari berbagai pihak untuk penyempurnaan festival di masa mendatang,’’ tandasnya. Gusde yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini menambahkan, Sanur Village Festival 2018 masih menyisakan satu program kegiatan yakni Herballife Bali Triathlon yang akan digelar pada 21 Oktober 2018. Dia berharap seluruh pogram festival dapat menyumbangkan suatu nilai tambah terhadap perkembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bagi warga.

DITUTUP - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua Umum Boost Sanur Village Festival 2018 Ida Bagus Gede Sidharta Putra (2 dari kiri) memukul gong sebagai tanda ditutupnya Boost Sanur Village Festival 2018, Minggu (26/8) malam kemarin. Seiring dengan diluncurkannya persewaan sepeda GoWes dan transportasi mobil listrik MetroCar berbasis aplikasi, Sanur akan terus melakukan upaya pengembangan layanan digital untuk semakin memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi warga dan wisatawan. Sebelum penutupan, digelar parade budaya yang diikuti sekitar 1.000 warga dan seniman yang melakukan pawai dari SMP Pariwisata Sanur di ujung Jalan Danau Tamblingan menuju lokasi festival di Pantai Matahari Terbit. Selain warga, juga terdapat wisatawan asing yang dengan sukarela ikut pawai dengan mengenakan pakaian adat

Bali. Diawali dengan Marching Band SMP Wisata, wakil dari Yayasan Pembangunan Sanur, Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, Kelurahan Sanur, 27 banjar, dan lima tim gabungan industri pariwisata mengikuti pawai hingga panggung kehormatan di Pantai Matahari Terbit. Selain itu, pada malam terakhir, panggung utama berturut-turut menyajikan garapan tari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, serta menghadirkan tiga band reggae yang telah familiar di Bali yakni The Body, Small Axe dan Joni Agung & Double T. Konser pamungkas ini seakan mengukuhkan Sanur sebagai kawasan reggae. (ad)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Wage, 27 Agustus 2018

Jetski Sumbang Emas Jakarta (Bali Post) – Atlet Indonesia Aqsa Sutan Aswar berhasil menyumbangkan medali emas dari cabang olahraga jetski kelas endurance runabout open (ERO) Asian Games 2018 setelah unggul dalam perolehan poin akhir di antara sembilan peserta. Dalam pertandingan terakhir moto 3 kelas ERO atau babak penentuan di Ancol, Jakarta, Minggu (26/8) kemarin, Aqsa mampu menempati posisi kedua di bawah atlet Uni Emirat Arab Ali Allanjawi. Peringkat ketiga ditempati kakak kandung Aqsa, Aero Sutan Aswar. Hasil perolehan kelas moto 3 tersebut membuat Aqsa berhasil mengumpulkan 1.148 poin dari tiga babak yang telah dijalani dan berhak mendapat medali emas. Medali perak diraih Ali Allanjawi dengan perolehan 1.132 poin, perunggu disabet atlet Thailand Footrakul Suphathat dengan 1.088 poin. Dengan hasil ini, Indonesia mengantongi tiga medali, yaitu satu emas, satu perak dan satu perunggu dari empat kelas yang dipertandingkan dalam cabang olahraga jetski. Sementara itu, atlet Thailand Buree Phadit dan Kunsa Attapon meraih medali emas dan perak kelas runabout 1.100 stock. Buree mengumpulkan total 240 poin atau menyapu bersih empat babak yang telah dijalani yakni moto 1, moto 2, moto 3 dan moto 4 di posisi pertama. Kunsa Attapon mengumpulkan poin 192 dan berhak menempati posisi kedua dalam perolehan akhir. Posisi ketiga atau medali perunggu diraih atlet Kamboja Saly Ou Moeut dengan poin 178. Indonesia yang menurunkan Muhammad Farizi harus puas menempati posisi kelima dengan perolehan poin akhir 148. (ant)

Owi/Butet Gagal ke Final

Jakarta (Bali Post) – Tuan rumah Indonesia gagal mengirimkan wakilnya di babak final bulu tangkis nomor ganda campuran Asian Games 2018 setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi satu-satunya pasangan tersisa kalah pada pertandingan semifinal di Istora Senayan, Minggu (26/8) kemarin. Pada pertandingan yang berlangsung di bawah gemuruh dukungan suporter tuan rumah, pasangan yang akrab disapa Owi/ Butet itu harus mengakui keunggulan ganda campuran Cina Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong 13-21, 18-21 dalam waktu 35 menit. Sejak awal pertandingan, pasangan Indonesia yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga tersebut tidak mampu mengembangkan permainan dan hampir tidak berkutik menghadapi tekanan lawan. ‘’Memang hasilnya kurang memuaskan, tetapi kami sudah berupaya tampil semaksimal mungkin. Pasangan Cina bermain baik. Kami akui, kami kalah power dan speed. Kami sudah mencoba untuk bangkit dan membalikkan keadaan, tetapi kemenangan lawan di game pertama tentu membuat mereka bisa bermain tanpa beban di game kedua,’’ kata Butet usai pertandingan. Owi menegaskan bahwa sejak awal hingga pertandingan berakhir tidak dapat keluar dari tekanan lawan. ‘’Kami selalu diserang. Saat mencoba bermain bertahan, pasti mati. Jika mencoba menyerang juga sulit mematikan lawan. Hari ini saya tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa bola yang keluar lapangan, itu disebabkan tekanan lawan,’’ ujarnya. Langkah ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga harus terhenti usai dihadang pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di babak semifinal. Greysia/Apriyani dipaksa mengakui keunggulan Matsutomo/Takahashi 15-21, 1721. Dengan demikian, Greysia/Apriani harus puas dengan medali perunggu. Sementara itu, pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting kembali membukukan kejutan di babak perempatfinal. Ginting yang tidak diunggulkan mampu menghentikan perlawanan unggulan kelima Chen Long (Cina) yang juga juara Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan skor 21-19, 21-11 dan melaju ke semifinal. Sebelumnya, Ginting menghentikan langkah unggulan kedua Kento Momota (Jepang) di babak 16 besar. (ant)

Dayung Tambah Perunggu Palembang (Bali Post) – Tim dayung Indonesia menambah medali perunggu dari nomor perahu naga putra (men’s canoe traditional boat race/ TBR) 500 meter Asian Games 2018. Dalam final di arena dayung Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (26/8) siang kemarin, yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, perjuangan keras pedayung tuan rumah belum berhasil mempersembahkan prestasi lebih tinggi. Final perahu naga putra (TBR) 500 meter diikuti enam negara di jalur pertama yaitu Myanmar, jalur dua Indonesia, jalur tiga Thailand, jalur empat Chinese Taipei, jalur lima Filipina dan jalur enam Cina. Medali emas diraih tim dayung Chinese Taipei, perak direbut Cina dan perunggu buat Indonesia. Sementara itu, dalam final perahu naga putri kelas 500 meter (women’s canoe TBR 500 meter) yang diikuti enam peserta di jalur satu Singapura, jalur dua Myanmar, jalur tiga Indonesia, jalur empat Korea, jalur lima Cina dan jalur enam Thailand, tim putri tuan rumah gagal memperoleh medali. Tim putri Korea berhasil memenangi lomba dengan merebut medali emas, perak direbut Cina dan perunggu didulang Thailand. Tim putri Indonesia hanya mampu menduduki posisi keempat, disusul Myanmar dan Singapura. (ant)

Tim nasional kabaddi putri Indonesia.

BPM/ist

Kabaddi Tanpa Medali

Denpasar (Bali Post) Tim nasional kabaddi putra dan putri Indonesia gagal menyumbangkan medali pada Asian Games XVIII/2018. Padahal baik Halus Suardana dan kawan-kawan di bagian putra maupun Dewi dan kawan-kawan di kelompok putri, ditargetkan meraup medali meskipun bukan emas pada pertandingan yang digelar di Teater Garuda Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Timnas putra berturut-turut menundukkan Nepal dengan skor 33-29, menaklukkan Jepang 34-26, mengalahkan Malaysia 30-22 dan menekuk tim tangguh Pakistan 40-11. Namun timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan Iran 24-65. Di sektor putri, Dewi dan kawan-kawan hanya sekali memetik kemenangan atas Jepang dengan skor 30-22. Selanjutnya timnas Indonesia dipukul Sri Lanka 17-34, ditundukkan India 22-54 dan menyerah dari Thailand 15-35. Manajer Timnas Kabaddi Indonesia Ida Bagus Gede Gana Putra yang dikontak dari Denpasar, Sabtu (25/8), menyebut kegagalan ini lebih disebabkan persiapan tim yang serba instan. Ia berharap ke depan terjadi regenerasi atlet ditambah persiapan yang matang, sehingga mampu berkiprah di level Asia. ‘’Kami ingin kabaddi tetap dipertandingkan di Asian Games,’’ ujar Ketua Umum Pengkot Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Kota Denpasar ini. Timnas kabaddi didominasi pemain Bali. Dari total 12 pemain putra, delapan dari Pulau Dewata, sedangkan di bagian putri tercatat 10 atletnya berasal dari Bali. Mereka sempat berlatih ke India selama tiga pekan menjelang Asian Games 2018 didampingi pelatih asal negara tersebut, Chajju Ram Goyat. (022)

Bali Post/ant

TENDANG – Komang Harik Adi Putra (kiri) melepaskan tendangan ketika melawan pesilat Vietnam pada semifinal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (26/8) kemarin.

Indonesia Loloskan Delapan Pesilat ke Final Jakarta (Bali Post) – Delapan atlet pencak silat Indonesia lolos ke babak final Asian Games 2018 setelah mengalahkan lawan-lawannya pada pertarungan semifinal di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/8) kemarin. Mereka adalah Komang Harik Adi Putra, Iqbal Candra Pratama, Abdul Malik, Wewey Wita, Aji Bangkit Pamungkas, Hanifan Yudani Kusumah (putra), Pipiet Kamelia dan Sarah Tria Monita (putri). Ini artinya delapan medali perak sudah di tangan kontingen tuan rumah. Komang Harik Adi Putra asal Bali melaju final setelah mengalahkan pesilat Vietnam Tuan Anh Pham di semifinal kelas E (65-70 kg). Sepanjang pertarungan, Komang beberapa kali merepotkan Pham dengan serangan-serangannya. Sejumlah pukulan

yang dilepaskan Komang mampu mendarat di tubuh Pham. Pesilat Kota Denpasar ini bakal menghadapi Mohammad Al Jufferi Jamari dari Malaysia dalam perebutan medali emas. Abdul Malik menaklukkan pesilat Laos BO Thammavongsa di kelas B

(50-55 kg) dengan skor 5-0. Iqbal Candra Pratama mengatasi perlawanan Abdumalik Salimov dari Uzbekistan dengan skor telak 5-0 di kelas D (6065 kg). Wewey Wita menang telak 5-0 atas pesilat Laos Olathai Sounthavong di kelas B (50-55 kg). Aji Bangkit Pamungkas menyusul lolos ke putaran final setelah mengalahkan pesilat Vietnam Duy Tuyen Nguyen. Aji menang mudah 5-0 di kelas I (85-90 kg). Hanifan menjadi pesilat terakhir yang lolos setelah menyingkirkan andalan Thailand Adilan Chemaeng dengan skor 5-0. Hanifan akan dijajal Thai Linh Nguyen (Vietnam) di final.

Pesilat tuan rumah lainnya, Amri Rusdana, harus tersingkir setelah menelan kekalahan tipis 2-3 dari pesilat Malaysia Mohd Fauzi Khalid di kelas F (70-75 kg) putra. Dengan demikian, Amri mendapat medali perunggu bersama pesilat Kirgistan Daniiar Tokurov. Di bagian putri, Pipiet Kamelia menang atas pesilat Thailand Janejira Wankrue di kelas D (60-65 kg) dan Sarah Tria Monita mengungguli jagoan Vietnam Thi Loan Hoang di kelas C (55-60 kg). Pipiet melawan Thi Cam Nhi Nguyen (Vietnam), sedangkan Sarah bertemu Nong Oy Vongphakdy (Laos) di final. (ant)

Tim Futsal The Jayakarta Juara Denpasar (Bali Post) Tim futsal The Jayakarta Kuta keluar sebagai juara dalam turnamen antarkaryawan hotel yang diselenggarakan Bali Travel News (BTN), Bali Hotels Association (BHA) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. The Jayakarta menaklukkan Fox Harris Jimbaran dengan skor 2-1 pada pertandingan final, Minggu (26/8) kemarin. Kedua tim saling melancarkan serangan sepanjang pertandingan. Skor imbang 1-1 bertahan cukup lama, hingga nyaris dilanjutkan

dengan adu penalti. Gol penentu kemenangan The Jayakarta lahir tiga menit menjelang bubaran. Berkat kemenangan tipis 2-1, The Jayakarta yang tahun lalu menempati peringkat ketiga berhak merebut gelar juara. Juara III direbut Tanjung Sari Sanur yang unggul atas Indigo Bali dengan skor 5-1. Pada babak semifinal, The Jayakarta mengungguli Indigo Bali dengan skor 8-1, sedangkan Fox Harris mengalahkan Tanjung Sari 3-1. Turnamen yang digelar sejak Kamis (23/8) lalu, ditutup Government Relation and

Bali Post/ist

JUARA - Tim juara futsal antarkaryawan hotel yang dihelat BTN, BHA dan PHRI Bali di lapangan futsal Sanur.

Event Manager BHA Andy. Andy menyatakan bangga, sebab selama kejuaraan tidak ada protes dan pemain terbebas dari cedera. Di lokasi pertandingan, panitia menyiagakan polisi dan pecalang serta tenaga medis berikut

ambulans. Ia menilai wajar The Jayakarta menjadi kampiun karena sejak babak penyisihan selalu didampingi General Manager Agus Tabah Wardhana. Atas hasil ini, The Jayakarta meraup 1 emas dan

1 perunggu dari cabor bulu tangkis. Agus Tabah menyatakan siap hotelnya dipakai menggelar pertandingan catur, September mendatang. Apalagi para karyawannya cukup tangguh pada cabang olahaga asah otak ini. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 27 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu