Skip to main content

Edisi Senin 23 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 318 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Raih Dua Penghargaan

Denpasar Kota Terbaik ’’Wonderful Indonesia’’

KOTA Denpasar berhasil menyabet dua penghargaan terbaik pada Penganugerahan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jumat (20/7) malam. Denpasar berhasil unggul dari kota-kota besar di Indonesia. Sebagai jantungnya Pulau Bali, Denpasar meraih penghargaan 10 Kota Terbaik Nasional dan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Bali dalam performansi, inovasi dan komitmen membangun pariwisata daerah. Penghargaan diserahkan

langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya bersama Staf Ahli Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri Dr. Reydonnyzar Moenek kepada Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara. Menpar Arief Yahya mengatakan, penghargaan atau awards tersebut memiliki makna 3C yaitu calibration (kalibrasi), confidence (kepercayaan diri) dan credibility (kredibilitas). ‘’Ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur bahwa para pemenang dalam ajang ini di mana sadar wisata dan komitmen kabupaten kota dalam program sustainable tourism development di daerahnya ma-

sing-masing,’’ tegasnya. Ketua Dewan Juri Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 Didien Junaedi mengatakan, ada empat indikator dalam penghargaan internasional dan nasional. Untuk penghargaan nasional di antaranya memasukkan award ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Awards) yang diselenggarakan oleh Kemenpar. Masing-masing indikator penilaian memiliki bobot berbeda. Pertama, kinerja usaha pariwisata (akomodasi dan makan minum), PDRB dan tenaga kerja, serta dampak atau outcome, data statistik BPS dengan bobot 40 persen.

Kedua, Indeks Pariwisata Indonesia: daya saing dengan bobot 30 persen. Ketiga, Indonesia’s Attractiveness Award: dimensi pariwisata dengan bobot 15 persen dan keempat berupa penghargaan internasional dan nasional (kementerian/lembaga) dengan bobot 15 persen. Didien juga menyampaikan, terdapat 134 kabupaten/ kota terbaik di bidang pariwisata di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dipilih top-10 kota terbaik, top-10 kabupaten terbaik dan top-1 dari masingmasing provinsi di Indonesia. Hal. 15 Sangat Besar

TERIMA PENGHARGAAN - Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara saat menerima penghargaan Kota Terbaik Nasional pada Penganugerahan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018, Jumat (20/7) malam yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI.

Kalapas Sukamiskin

Bali Post

SEJAK 1948

Ibarat Benang Kusut ADA tiga hal yang dikeluhkan oleh wisatawan yang datang ke Bali yakni pramuwisata tak berlisensi, sampah, dan kemacetan. Dari ketiga hal tersebut, kemacetan menjadi persoalan yang nampak dibiarkan tanpa solusi pasti. Data Biro Pusat Statistik Bali tahun 2017 menyebutkan jumlah kendaraan di seluruh Bali mencapai 3.907.094 unit, hampir sama dengan jumlah penduduk Bali. Sebagian besar numplek di Bali Selatan. Di Denpasar tercatat ada 1,2 juta unit, di Badung 769,6 ribu unit, Tabanan dan Gianyar masing-masing 386,8 ribu unit dan 408,5 ribu unit. Artinya hampir 73 persen kendaraan di Bali berada di kawasan Sarbagita. Dari jutaan kendaraan yang berseliweran di Bali, persentase angkutan umum tidak lebih dari 3 persen. Ini menurut data yang disodorkan oleh DPD Organda Bali. Kondisi ini jauh bertolak belakang dengan era 70-an hingga 90-an, di mana perbandingan jumlah kendaraan di Bali 80 persen angkutan umum dan 20 persen kendaraan pribadi. Wajarlah jika jalanan terutama di kawasan Bali bagian selatan hampir selalu diwarnai kemacetan karena terlalu banyak kendaraan. Hal. 15 Justru Menyusut

Di Bandara Soetta

Senpi Meledak, Satu Luka-luka

Tangerang (Bali Post) – Minggu (22/7) kemarin pukul 05.55 WIB terjadi ledakan senpi di area check-in counter Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Peristiwa itu menyebabkan satu orang mengalami lukaluka. Peristiwa tersebut terjadi saat anggota Protokol Polri Bripda Galuh Apriyana melakukan kegiatan membantu rekannya, Briptu Fajar Firmansyah, untuk mengosongkan senpi saat akan terbang dengan pesawat Garuda Indonesia GA140 tujuan Banda Aceh. Tidak disangka, senpi yang sedang dikosongkan itu masih menyisakan sebutir peluru. Senpi yang mengarah ke lantai tersebut kemudian meledak dan serpihannya mengenai seorang petugas dari perusahaan ground handling Ikhwanul Hakim Siregar. Korban pada saat itu

Terang-terangan Minta Uang dan Mobil Jakarta (Bali Post) – Kalapas Sukamiskin ternyata tak suka miskin. Belum genap lima bulan berkuasa di lapas para koruptor itu, dia sudah mendapat hadiah dua mobil mewah dan uang. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan permintaan mobil, uang, dan sejenisnya oleh Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein (WH) dilakukan secara gamblang.

Fahmi Darmawansyah

‘’KPK menemukan bukti-bukti permintaan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, bahkan tidak lagi menggunakan sandi atau kode-kode terselubung, sangat terang, termasuk pembicaraan tentang ‘nilai kamar’ dalam rentang Rp 200 juta sampai dengan Rp 500 juta per kamar,’’ kata Febri, Minggu (22/7) kemarin. Kata Febri, KPK mengidentifikasi bahwa Wahid Husein meminta mobil jenis Mitsubishi Triton Athlete warna putih, bahkan sempat menawarkan agar dibeli di dealer

yang sudah dikenalnya. ‘’Namun, karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa pelat nomor ke rumah WH,’’ ungkap Febri. Diduga sebagai penerima Wahid Husein dan Hendry Saputra. Diduga sebagai pemberi yakni Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. Hal. 15 Luar Biasa

Wahid Husein

Ada Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Berobat Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menemukan dugaan penyalahgunaan fasilitas berobat narapidana dalam proses penanganan kasus di Lapas Sukamiskin, Bandung. ‘’Kami mengin-

gatkan pihak rumah sakit, dokter atau tenaga kesehatan agar tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas,’’ kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Sabtu (21/7) malam. Menurut Saut, jika ada

informasi narapidana yang menyalahgunakan fasilitas tersebut maka pihaknya mengimbau untuk segera melapor kepada KPK. ‘’Kami berharap proses hukum terhadap oknum-oknum dokter atau tenaga kesehatan tidak

sedang bertugas di counter check-in. Ledakan dari senjata api berjenis Glock tersebut membuat luka pada kaki Ikhwanul Hakim Siregar, kemudian korban langsung mendapatkan perawatan. Dia ditangani petugas OIC. Atas kejadian itu, pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, menghimbau airlines atau ground handling untuk mengarahkan siapa saja yang akan mengosongkan senjata ke ruang khusus pengosongan senjata api yang sudah tersedia. (ant)

perlu lagi terjadi karena ini merupakan profesi yang mulia untuk kemanusiaan, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan koruptor atau pihak-pihak yang menjalani proses hukum dalam kasus korupsi,’’ tuturnya. Ia pun mencontohkan kasus yang menimpa dokter Bimanesh Sutarjo karena menghalangi proses penyidikan atas nama tersangka Setya Novanto saat itu. KPK sudah menetapkan empat tersangka suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin, Bandung. Empat tersangka itu yakni Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 Wahid Husein (WH), Hendry Saputra (HND) yang merupakan staf Wahid Husein, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah. Diduga sebagai penerima Wahid Husein dan Hendry Saputra, sedangkan diduga sebagai pemberi yakni Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. KPK menduga Kalapas Sukamiskin menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak

Maret 2018 terkait pemberian fasilitas, izin, luar biasa dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu. ‘’Diduga pemberian dari FD tersebut terkait fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluarmasuk tahanan,’’ kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7) malam. Penerimaan-penerimaan tersebut, kata Syarif, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya, yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat. Dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) itu, lanjut Syarif, KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana, yaitu dua unit mobil masing-masing satu unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Kemudian, katanya, uang total Rp 279.920.000 dan 1.410 dolar AS, catatan penerimaan uang, dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil. Dalam konferensi pers itu, KPK juga menampilkan video yang menunjukkan salah satu sel atau kamar di Lapas Sukamiskin dari terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah, suami dari artis Inneke Koesherawati.(ant)

Ratusan Undangan Hadiri HUT Ke-16 Toya Devasya

Tingkatkan Jumlah Kunjungan, Pelayanan dan Pembangunan Fasilitas Terus Digenjot

POTONG TUMPENG - Acara potong tumpeng pada puncak HUT Toya Devasya, Sabtu (21/7) malam.

PUNCAK perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Toya Devasya Hot Spring Wellness Resort digelar Sabtu (21/7) malam. Dalam perayaan HUT yang mengambil tema ‘’Prosper With Toya Devasya’’ itu dihadiri ratusan undangan dari berbagai instansi dan swasta. Sebelum acara dimulai, para undangan lebih dulu disuguhkan dengan tarian Sekar Sandat, dilanjutkan dengan penampilan senam poco-poco. Setelah itu acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan pemotongan tumpeng. Usai pemotongan tumpeng acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah, tari Panyembrama, band Toya Devasya, joged dan

tukar hadiah antarkaryawan. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang hadir pada acara itu mengucapkan selamat HUT kepada Toya Devasya. Dia pun menyatakan bahwa semangat owner Toya Devasya perlu diapresiasi. Karena berani melakukan investasi di tengah kondisi seperti ini. Wakil Bupati pun ingin mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke Toya Devasya untuk bisa bersama-sama menikmati alam Kintamani lewat Toya Devasya. Sementara itu, Owner Toya Devasya I Ketut Mardjana mengungkapkan, hari (Sabtu)

ini merupakan puncak HUT ke-16 Toya Devasya. Kata dia, sebelum acara puncak, dalam sepekan terakhir, telah melakukan berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT. Di antaranya lomba bersepeda, lomba cano, lomba mancing, dan memberikan pengobatan gratis serta pembagian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. ‘’Ini adalah salah satu wujud implementasi filosofi dari makna gajah. Karena filosofi gajah bahwa kita harus berbagi. Dengan begitu kita bisa menjalin kebersamaan serta berbagi kegembiraan dengan orang lain,’’ ucapnya. Mardjana menambahkan,

pihaknya berharap dengan keberadaan Toya Devasya ini nantinya akan mampu memberikan kucuran ke bawah. Artinya, jika Toya Devasya ini maju dan berkembang, maka juga harus bisa memajukan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga terus membangun kebersamaan di manajemen. Tujuannya menyolidkan karyawan karena mereka merupakan bagian dari Toya Devasya. Maka dari itu, mereka patut dijaga dan mereka juga memiliki kewajiban memelihara segala sesuatu yang ada di Toya Devasya ini. Hal. 15 Destinasi Utama


DENPASAR

2

Senin Wage, 23 Juli 2018

FIGUR Pengakuan UNESCO TAHUN 2015, sembilan tari tradisional Bali yang mewakili tiga genre tari tradisi telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Rinciannya, Rejang, Sanghyang Dedari, dan Baris Upacara yang digolongkan sebagai tari Wali atau sakral, Topeng Sidakarya, Sendratari Gambuh, dan Sendratari Wayang Wong sebagai tari Bebali atau semisakral, serta tari Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong Ket ‘’Kuntisraya’’ sebagai tarian hiburan atau balih-balihan. Saat ini Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sedang mempersiapkan dan mengajukan seni lukis klasik Bali untuk bisa diakui oleh UNESCO. ‘’Itu kajian akademisnya sedang diperbaiki dan sudah masuk ke Jakarta, karena di Jakarta itu ada daftar tunggunya,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, belum lama ini. Menurutnya, seni lukis klasik Bali antara lain diwakili seni lukis Kamasan (Klungkung), Kerambitan (Tabanan), dan Nagasepaha (Buleleng). Warisan adiluhung ini telah mendunia dan mulai dikoleksi sejak Bali kedatangan wisatawan mancanegara di tahun 1930. Sementara seni lukis klasik Bali telah berkembang pada masa pemerintahan Raja Bali Dalem Waturenggong pada abad ke-15. ‘’Saat itu kebudayaan Bali mengalami masa keemasan. Seni lukis klasik Bali merefleksikan nilai estetika, filosofi, agama Hindu, etika dan sekaligus karya narasi. Biasanya mengambil tema dari cerita seperti Mahabharata dan Ramayana,’’ jelasnya. Beratha menambahkan, seni lukis klasik Bali adalah local genius Pulau Dewata yang tidak ada di daerah lain di Indonesia bahkan dunia. Itu sebabnya patut diperjuangkan agar mendapat pengakuan dari UNESCO. (rin)

Tolak Radikalisme di Kampus Denpasar (Bali Post) Saat ini bangsa Indonesia sedang gencar memerangi paham radikal yang penyebarannya merambah ke dunia pendidikan, termasuk ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, S.IK., MSM. mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kampus dari pahampaham radikalisme. ‘’Mahasiswa dan generasi muda harus memiliki benteng pertahanan dari kelompok radikal terorisme,’’ tegas Kombes Andi saat menjadi narasumber seminar nasional di Kampus Warmadewa, Sabtu (21/7) lalu. Andi mengungkapkan, bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku, budaya, agama, adat istiadat, dan ras. Masyarakatnya yang majemuk menjadikan Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Bila masyarakat Indonesia tidak bisa membentengi diri, maka kemajemukan ini sangat rentan dipengaruhi radikalisme yang ingin memecah belah persatuan NKRI. Dia menjelaskan, Polda Bali telah berupaya mengantisipasi masuknya paham radikal dan aksi teror di Bali. Upaya tersebut di antaranya memperketat pengamanan di setiap pintu masuk dan memberantas aksi premanisme, membentuk Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC), tim Sabata dan Unit Cyber Crime. Kombes Andi mengapresiasi diadakannya seminar terkait nasionalisme yang dinilainya sebagai salah satu wujud nyata partisipasi elemen bangsa dalam membantu pemerintah melaksanakan diseminasi program kontra radikalisasi. Salah satu programnya adalah menangkal perkembangan paham radikal melalui peningkatan kesadaran bagi masyarakat. Paham radikal sangat berbahaya karena dapat mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI. (kmb36)

Korupsi Aset Tahura

Jaksa Sebut Sudah Eksekusi, Papan Sitaan Masih Terpasang Denpasar (Bali Post) Kasus korupsi pelepasan aset negara yang diklaim masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Suwung Batankendal, Sesetan, Denpasar, sudah inkracht. Dua terpidana, I Wayan Suwirta dan I Wayan Sudarta, divonis bersalah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Mereka tidak mengajukan banding. Sementara kejaksaan tidak ikut serta dalam negosiasi antara pihak kehutanan dan Sinar Mas selaku pemilik gedung di atas tanah sengketa. Salah seorang jaksa dalam perkara ini, Hary Soetopo, Minggu (22/7) kemarin, mengatakan pihaknya sudah melakukan eksekusi atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor. ‘’Sudah kami lakukan eksekusi. Kasusnya sudah inkracht,’’ sebutnya. Menurutnya, pekerjaan jaksa sudah selesai jika eksekusi telah dilaksanakan. Sedangkan pelang sitaan yang hingga kemarin masih terpasang di kawasan setempat, menjadi urusan pemilik yang menempati objek sengketa, dalam hal ini pihak Tahura dan Bank Sinar Mas. ‘’Ini sudah inkracht dan kami sudah serahkan ke kehutanan. Soal negosiasi antara kehutanan dan Sinar Mas, kami tidak tahu. Kami tidak ikutikut,’’ tegas Hary Soetopo. Sebelumnya, sempat beredar kabar, eksekusi gedung Sinar Mas di atas tanah yang menjadi objek sengketa akan rumit. Bahkan ditengarai akan menjadi kasus kedua. Namun jaksa untuk perkara ini secara tegas menyatakan sudah melakukan eksekusi tanpa ada hambatan. (kmb37)

Topik : ”Cruise Tourism” Diharapkan Jadi Alternatif

Bali Post/wan

PEDAGANG BERMOBIL - Pedagang bermobil di kawasan sentral parkir Pasar Kumbasari saat menurunkan barang dagangannya. Pasar tradisional ini merupakan salah satu denyut nadi perekonomian masyarakat Bali, khususnya Denpasar.

Perdaya Satpam, Tahanan BNNP Kabur

Ditangkap di By-pass Ngurah Rai Denpasar (Bali Post) -

Tahanan kasus narkoba BNNP Bali, Dwi Nova Dian Kusuma (29), kembali berulah. Dia kabur dari tahanan isolasi setelah memperdaya satpam, Minggu (22/7) kemarin. Namun akhirnya Nova berhasil ditangkap di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta pada pukul 21.00 Wita semalam. Sebelumnya dia juga sempat mengelabui petugas dengan berdalih sakit, minta diantar ke dokter. Saat diobati dokter dia kabur, namun akhirnya berhasil ditangkap. Informasi di lapangan, awalnya Nova minta dibuatkan mi rebus kepada satpam yang jaga saat itu. Tanpa curiga sedikit pun satpam

tersebut menuruti permintaan Nova. Selesai membuat mi, satpam itu pun mengantarkannya ke sel Nova. Karena mangkok berisi mi tidak bisa masuk lewat jeruji besi, satpam lalu membuka kunci pintu sel. Saat itulah Nova mendorong pintu sel sehingga membuat satpam tersebut terjungkal

dan pelaku langsung kabur. ‘’Mungkin kena pintu sel, pipi satpam tersebut memar. Karena didorong keras oleh pelaku,’’ ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Sumber ini mengungkapkan, jika tidak menggunakan cara tersebut, mustahil Nova bisa kabur. Pasalnya, pelaku ditempatkan sendirian di sel

tersebut. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan, anggotanya sudah dikerahkan untuk memburu pelaku. Hasilnya Nova berhasil ditangkap semalam. Kasus Nova berawal saat Dwi Nova Dian Kusuma (29) ditangkap di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Dari tangan tersangka Dian, petugas menyita barang

bukti 33 paket SS dengan berat total 21,89 gram bruto dan sembilan butir ekstasi yang disimpan di dalam saku celana kanan. Pelaku sempat mengeluhkan sakit pada organ anusnya karena mengidap ambaien. Saat diobati tim dokter, tersangka kabur dan berhasil ditangkap lagi. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

JICA Jadikan Denpasar Kota Percontohan Tangguh Bencana KOTA Denpasar terpilih mewakili Indonesia menjadi kota percontohan dalam pencanangan kota tangguh di negara-negara ASEAN yang dilaksanakan Japan International Cooperation Agency (JICA). Dua perwakilan dari Pemkot Denpasar yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar I.B. Joni Ariwibawa dan Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Denpasar, Julia Krisna Siagian menjadi narasumber di hadapan peserta dalam seminar Kota Tangguh Bencana yang dilaksanakan di Kota Luang Prabang Laos, Jumat (20/7) lalu. ‘’Terpilihnya Denpasar dari kunjungan yang telah dilakukan perwakilan JICA beberapa waktu lalu di Kota Denpasar, dengan melihat kepemilikan kajian tentang risiko bencana,’’ ujar I.B Joni Ariwibawa. Lebih lanjut dikatakannya, kota percontohan dalam ketangguhan menghadapi bencana tsunami dipilih dengan menganalisis sarana-prasarana yang tersedia serta hasil pengisian checklist oleh OPD atau stakeholder terkait. Di samping itu, Denpasar juga telah memiliki Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan

Bencana, Peta Rawan Bencana serta Rencana Tata Ruang yang berbasiskan Pengurangan Risiko Bencana.

Denpasar juga telah memiliki Tempat Evakuasi Sementara di Serangan, peta dan rambu jalur evakuasi, sirene tsunami

SEMINAR - Kepala BPBD Denpasar I.B Joni Ariwibawa dan Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Denpasar Julia Krisna Siagian menjadi narasumber di hadapan peserta seminar Kota Tangguh Bencana yang dilaksanakan di Kota Luang Prabang Laos, Jumat (20/7) lalu.

serta simulasi ancaman tsunami yang secara rutin telah dilaksanakan. ‘’Dari kajian yang telah dilakukan, JICA memberikan Denpasar kepercayaan sebagai salah satu kota percontohan dengan berbagai sarana dan kajian yang dimiliki,’’ ujarnya. Menurut I.B Joni, kegiatan di Kota Luang Prabang Laos merupakan kegiatan 3rd Asean Urban Resilience Forum dengan tema Building Disaster and Climate Resilient Cities in ASEAN, yang merupakan program atas inisiatif dan asistensi JICA. Dari hasil analisis checklist oleh Tim Project JICA, terdapat beberapa masukan guna lebih meningkatkan ketangguhan Kota Denpasar yaitu peningkatan peran aktif OPD dan stakeholder sesuai tupoksinya dalam kesiapsiagaan dan membangun kebijakan yang berbasis pengurangan risiko bencana. Kemudian, ketersediaan data akurat mengenai ketinggian dan kekuatan gedung-gedung yang ada di Kota Denpasar untuk dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi sementara oleh masyarakat apabila terjadi tsunami. Harapan ke depan, perlu untuk menambah peta jalur evakuasi dan menginformasikannya kepada masyarakat serta menyempurnakan dan

merawat tanda-tanda jalur evakuasi yang telah terpasang. ‘’Dari pelaksanaan forum tersebut, diharapkan negara-negara di ASEAN untuk bekerja sama bertukar informasi dan pengalaman serta pengetahuan dalam penanggulangan bencana untuk terwujudnya kota tangguh bencana di kawasan ASEAN,’’ ujarnya. Sementara dalam tataran inovasi pelayanan kegawatdaruratan kepada masyarakat, Denpasar memberikan layanan seperti pelayanan penanganan kecelakaan lalu lintas, permintaan penjemputan orang sakit dari rumah ke rumah sakit, penanganan kebakaran, pohon tumbang, hewan liar hingga penanggulangan kebencanaan lainnya yang siap melayani masyarakat 24 jam setiap harinya. ‘’Pelayanan kegawatdaruratan juga telah dilengkapi dengan nomor pengaduan 112, bebas pulsa alias gratis dan berlaku 24 jam. Meski layanan 112 telah dibuka, namun masyarakat tetap bisa menghubungi nomor 223333,’’ ujar I.B Joni sembari mengatakan, hingga kini Pemkot terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat. (ad1258)

Sistem ’’Online’’ Permudah Pendaftaran Produk Kosmetik Konsekuensi Pengusaha Makin Besar Denpasar (Bali Post) Sebagai implikasi dari harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik, pendaftaran produk kosmetik kini bisa dilakukan melalui sistem notifikasi yang dapat diakses secara online. Namun, konsekuensi yang ditanggung pelaku usaha menjadi lebih besar, terutama dalam hal menjamin mutu dan keamanan produknya. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dr. Ir. Penny K.Lukito, MCP., Minggu (22/7) kemarin, menyampaikan BPOM selaku regulator komoditas kosmetik telah memudahkan pendaftaran produk kosmetik bagi pelaku usaha. Bila semua dokumen dan persyaratan telah dipenuhi oleh pendaftar, nomor notifikasi atau nomor izin edar kosmetik akan keluar dalam 14 hari kerja. Meski demikian, kemudahan pendaftaran kosmetik ini memiliki konsekuensi bagi pemilik nomor notifikasi. Pelaku usaha memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memastikan kosmetik yang

diedarkan aman, bermutu, serta memiliki manfaat bagi konsumen. ‘‘Dengan sistem notifikasi ini, jumlah kosmetik yang terdaftar di BPOM semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, jumlah kosmetik terdaftar sebanyak 35.203 item dan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2017 menjadi 51.025 item. Hal ini juga mengindikasikan semakin besarnya demand produk kosmetik di masyarakat,’’ ujarnya. Secara proporsi, lebih banyak kosmetik impor yang didaftarkan dibandingkan kosmetik lokal. Pada tahun 2017, 56 persen kosmetik yang didaftarkan merupakan kosmetik impor. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan kosmetik impor oleh masyarakat Indonesia. Namun tingginya demand belum dibarengi dengan tingkat edukasi masyarakat tentang kosmetik. Untuk itu, pihaknya mengintensifkan edukasi untuk pelaku usaha,

karena pelaku usaha kosmetik banyak yang merupakan UMKM. ‘’UMKM bagus, karena menggerakkan ekonomi masyarakat. Tapi juga harus memenuhi standar yang berlaku bahwa produknya itu tidak membahayakan untuk dikonsumsi atau dipakai,’’ tegasnya. BPOM juga melakukan penindakan di hulu dan hilir. Di hulu, pihaknya melakukan pendampingan dan fasilitasi untuk para produsen terutama UMKM agar mempunyai fasilitas produksi yang higienis dan memenuhi standar-standar produksi. Mulai dari bahan baku, proses pembuatan, tempat pembuatan dan alat yang digunakan. Dengan demikian, UMKM kosmetik akan mampu berdaya saing, karena bisa masuk ke retailer yang baik dengan konsumen yang teredukasi. ‘’Konsumen yang teredukasi tentu mereka akan menuntut produk yang aman dan bermutu. Jadi itu adalah paralel,’’ imbuhnya. Pelanggaran di bidang

kosmetik merupakan yang terbesar yang ditemukan di Indonesia. Karena tren kosmetik semakin berkembang dan semakin banyak dibutuhkan, terutama kosmetik impor. ‘’Kita memang dibanjiri kosmetik ilegal dari negara tetangga, kandungan produk yang tidak sesuai standar dan palsu,’’ ungkapnya Maka, selain edukasi terhadap pelaku usaha, BPOM juga melakukan edukasi pada konsumen. Ia menyadari generasi milenial merupakan market besar yang menjadi sasaran pengusaha kosmetik. Oleh karena itu, ia mengajak generasi milenial mengkampanyekan cerdas menggunakan kosmetik untuk generasi milenial. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, pergerakan kosmetik terbilang dinamis dan sangat cepat. Kosmetik yang telah menjadi kebutuhan primer, dari sisi pemasaran tergolong sangat cepat. Teknik periklanannya pun berkembang sangat cepat sehingga

calon konsumen mudah terpengaruh. Maka edukasinya pun harus semakin digencarkan. (kmb42)

Dengan sistem notifikasi ini, jumlah kosmetik yang terdaftar di BPOM semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, jumlah kosmetik terdaftar sebanyak 35.203 item dan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2017 menjadi 51.025 item. Hal ini juga mengindikasikan semakin besarnya demand produk kosmetik di masyarakat. Dr. Ir. Penny K.Lukito, MCP.


BADUNG

Senin Wage, 23 Juli 2018

3

Bali Post/kmb23

PENATAAN PANTAI - Sejumlah pekerja melakukan pengisian pasir ke geobag untuk penataan Pantai Selagan Nusa Dua.

Tangani Abrasi, ITDC akan Pasang Peredam Gelombang Mangupura (Bali Post) Pasca-abrasi akibat gempuran ombak, kini sudah dilakukan penataan kembali di kawasan Pantai Selagan Nusa Dua. Walaupun sudah dipasang geobag untuk melindungi bibir pantai dari hempasan ombak, hal itu belum cukup mengurangi abrasi. Managing Director The Nusa Dua ITDC I Wayan Karioka mengatakan, apabila gelombang laut

tidak diredam, penataan yang selama ini dilakukan akan sia-sia. Untuk itu, setelah menata bibir pantai pihaknya juga akan membuat struktur untuk meredam gelombang. “Pengerjaan yang dilakukan sekarang adalah tahap satu. Sementara untuk meredam gelombang belum,” ujarnya, Minggu (22/7) kemarin. Dijelaskannya, untuk struktur peredam gelombang yang akan

SOSOK ST Ujung Tombak KEBERADAAN Sekaa Teruna (ST) di Kabupaten Badung mendapat perhatian penuh dari pemerintah setempat. Sebab, ST merupakan ujung tombak Kabupaten Badung dalam mengajegkan dan melestarikan adat, seni dan budaya, karena Badung merupakan daerah pariwisata yang berbasis budaya. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan Pemkab Badung selalu hadir untuk membantu kebutuhan masyarakat banjar, desa dan sekaa teruna dalam mengajegkan dan melestarikan adat, seni dan budaya. “Organisasi ST terus diaktifkan. Suatu organisasi dikatakan hidup apabila dinamis, ada kreativitas. Karena ke depan tantangan semakin berat di zaman milenial ini,” ucapnya belum lama ini. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini berharap agar generasi muda mulat sarira atau introspeksi diri agar tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif, seperti narkoba, mabuk-mabukan, serta pergaulan bebas. (par)

Perbekel Nyaleg

Pengunduran Diri Dilakukan Setelah DCT

Mangupura (Bali Post) Perbekel yang maju dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 harus menanggalkan jabatannya. Meski demikian, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan pengunduran diri perangkat desa ini dilakukan setelah Daftar Calon Tetap (DCT). “Harus sesuai dengan mekanisme, karena pengunduran diri perbekel itu setelah DCT,” ungkap Giri Prasta, belum lama ini. Bupati asal Desa Pelaga, Petang itu juga menyatakan ada beberapa tahapan untuk menghentikan perbekel/lurah yang maju di pileg. Salah satunya harus sudah mundur apabila sudah masuk DCT. “Jika sudah resmi dinyatakan mundur dengan SK pemberhentian dari bupati, maka kekosongan pucuk pimpinan di desa akan dijabat oleh pelaksana tugas,” ucapnya. Bupati Giri Prasta mengatakan pelaksana tugas (plt) perbekel yang mundur lantaran nyaleg akan dipersiapkan dari pejabat kecamatan setempat. “Kalau pengunduran itu kan ada kasi (pejabat kepala seksi - red) kami di kecamatan yang akan mengisi posisi itu, sampai ada pemilihan (perbekel - red),” jelasnya. Disinggung mengenai dua perbekel sudah mengajukan surat permohonan pengunduran diri ke Bupati, Giri Prasta menyatakan itu adalah bagian dari persyaratan KPU. Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Badung I Putu Gede Sridana mengatakan, karena ikut mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif otomatis perbekel mengajukan pengunduran diri, sesuai syarat pencalonan. ‘’Sebagai calon legislatif seorang perbekel harus mengundurkan diri dari jabatannya,” ungkapnya. Menurutnya, kedua perbekel yang nyaleg tersebut telah mendapatkan surat keterangan bahwa pengunduran dirinya sedang diproses. Proses pengunduran diri akan dimulai dari permohonan pengunduran diri perbekel yang disampaikan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Selanjutnya dibahas oleh BPD, yang kemudian diajukan ke Bupati, karena surat keputusan (SK) pemberhentian ditandatangani oleh Bapak Bupati,” ujarnya. Birokrat asal Denpasar itu menjelaskan, sesuai ketentuan jika sisa masa jabatan lebih dari satu tahun, maka dapat dilakukan pengisian jabatan. Namun, mengenai mekanismenya tergantung keputusan BPD setempat. “Yang jelas bila lebih dari satu tahun, maka dapat dilakukan pengisian jabatan,” pungkasnya. (kmb27)

dipasang nanti, ada beberapa alternatif. Di antaranya ada yang konvensional, yaitu break water yang bangunannya sampai dasar laut dan ada juga break water teknologi baru yang posisinya mengambang di atas air. Dikatakannya, untuk rencana pemasangan break water tersebut, saat ini sedang didiskusikan dengan BPLH dan pihak terkait lainnya. Karena, untuk di luar

garis pantai memang otoritasnya ada di provinsi. “Pembuatan peredam gelombang ini kami harus koordinasi dengan provinsi dan pusat. Apakah sudah ada ketentuannya di provinsi. Saat ini sedang dibahas,” katanya. Diakuinya, penataan yang dilakukan saat ini memang sifatnya untuk emergency saja. Karena seperti diketahui, pantai Selagan memang mengalami

abrasi yang cukup parah akibat gempuran ombak. Pekerjaan revetment pantai yang dilakukan saat ini dengan menggunakan geobag sepanjang 415 m. Untuk penataan yang sedang berjalan, saat ini progresnya sudah 70 persen lebih, atau sepanjang 300 meter. “Saat ini sudah hampir tersambung dengan struktur lama. Dari ujung Pulau Nusa Darma sampai ke Peninsula,”

pungkasnya. Pengerjaan pengaman bibir pantai ini ditargetkan selesai Agustus nanti. Tetapi, untuk peredam gelombangnya akan dimulai setelah gelaran IMF-WB, bulan Oktober nanti. “Saat ini kami sambil proses administrasi diselesaikan dulu. Baik teknis, perizinan maupun ketentuanketentuan legalnya,” tambahnya. (kmb23)

Tingkatkan Kunjungan Wisman

”Cruise Tourism” Diharapkan Jadi Alternatif

Mangupura (Bali Post) -

Bali yang luas wilayahnya lima kali lebih besar daripada Singapura, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) baru sebanyak 6 juta orang. Berbeda dengan Singapura, jumlah kunjungan wisman ke negara ini sudah mencapai 16 juta orang. Kondisi ini menurut Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, memang dipengaruhi oleh daya tampung Bandara Ngurah Rai. Bandara satu-satunya di Bali ini, menurutnya, belum bisa menampung kedatangan pesawat lebih banyak lagi untuk bisa mendatangkan lebih dari 10 juta wisatawan. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah segera mencari solusi alternatif. Seperti pengembangan cruise tourism. Dengan cruise tourism ini, kapal pesiar yang besar diharapkan bisa masuk. “Ini merupakan salah satu alternatif yang perlu dipikirkan sehingga kedatangan wisatawan mancanegara tidak hanya melalui bandara, namun bisa melalui cruise ini,” katanya saat ditemui usai penyerahan penghargaan Kayak Travel Awards Singapore 2018 kepada pihak Bandara Ngurah Rai, Sabtu (21/7). Saat ini, melalui Singapura pihaknya sudah mendorong empat destinasi

ke Indonesia. Pertama Bali Utara sudah masuk sebagai tujuan cruise tourism, Surabaya, Jakarta, dan Bintan. Dikatakannya, untuk satu kapal pesiar besar yang masuk bisa membawa 3.000-4.000 orang. Kalau dibandingkan dengan pesawat terbang, jumlah itu bisa diangkut dengan beberapa pesawat. “Ini tentunya potensi yang sangat luar biasa,” ujarnya. Meski demikian, pengembangan terhadap bandara juga perlu terus dilakukan. Tidak hanya melakukan penambahan kapasitas, namum juga terkait dengan daya dukung dan juga keselamatan dan kenyamanan

penerbangan. Kalau bicara pariwisata, menurutnya peran bandara sangatlah penting. Karena bandara ini ibarat tampak depannya dari rumah atau pintu masuk. Untuk itu, memang merupakan kewajiban kita semua untuk meningkatkan pelayanan, kenyamanan, sehingga Bandara Ngurah Rai bisa menjadi kebanggaan, tidak hanya untuk Bali, namun juga nasional. “Ini memang memerlukan dukungan dari semua stakeholder, termasuk pemerintah Provinsi Bali. Sehingga betulbetul Bali yang memiliki nama yang luar biasa, bisa terus dipertahankan dan terus menjadi destinasi yang

Bali Post/kmb23

PENGHARGAAN - Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya (kiri) menyerahkan penghargaan Kayak Travel Awards Singapore 2018 kepada pihak Bandara Ngurah Rai, Sabtu (21/7). menarik,” katanya. Dalam ajang penghargaan yang diperuntukkan khusus bagi pengakses website asal Singapura tersebut, Bandara Ngurah Rai berhasil menjadi runner-up dan mengungguli Kuala Lumpur

International Airport (Malaysia), Suvarnabhumi Airport (Thailand), dan Phuket International Airport (Thailand). Sementara peringkat pertama kategori Favourite Airport diraih oleh Bandara Changi, Singapura. (kmb23)

Dewan Dorong Pemkab Berikan Dana Pendamping BOS SMA Swasta

Mangupura (Bali Post) DPRD Badung mendorong Pemkab Badung memberikan dana pendamping Biaya Operasional Sekolah (BOS) bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta. Batuan ini sebagai wujud komitmen pemerintah yang berencana memsubsidi sekolah swasta di Gumi Keris. Seperti diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Badung Made Retha, Minggu (22/7) kemarin. Menurut politisi Demokrat ini, dengan adanya dana pendamping BOS siswa Badung yang tidak mendapat sekolah negeri dapat bersekolah di sekolah swasta dengan diberikan bantuan pendampingan dana BOS tersebut. “Dengan adanya pendampingan dana BOS ini, beban siswa yang bersekolah di sekolah swasta akan bisa dikurangi. Misalnya dana BOS untuk siswa SMP sebesar Rp 700 ribu per tahun, namun kebutuhan seorang siswa pertahun lebih dari itu, atau misalkan Rp 1 juta. Sisanya nanti pemerintah Kabupaten Badung yang menanggungnya,” ungkapnya. Menurutnya, pendampingan BOS tersebut bersumber dari APBD Badung. Sebab, selama ini pendamping BOS hanya diberikan pemerintah pusat. “Untuk meningkatkan agar siswa kita dapat sekolah gratis di sekolah

“Dengan adanya pendampingan dana BOS ini, beban siswa yang bersekolah di sekolah swasta akan bisa dikurangi. Misalnya, dana BOS untuk siswa SMP sebesar Rp 700 ribu per tahun, namun kebutuhan seorang siswa pertahun lebih dari itu atau misalkan Rp 1 juta. Sisanya nanti pemerintah Kabupaten Badung yang menanggungnya.” _______________________________ Made Retha Anggota Komisi IV DPRD Badung swasta, harus ada dana pendamping selain dana BOS yang telah diberikan pusat,” katanya. Mantan Bendesa Adat Bualu itu mengungkapkan, dengan meratanya siswa bersekolah swasta dan negeri di Kabupaten Badung, jadi tidak ada alasan lagi Badung tidak menerapkan full day school seperti siswa di Denpasar. “Tidak ada lagi kecemburuan sekolah swasta yang tidak dapat murid dan kami harus hargai sekolah swasta yang dulunya telah ikut memperjuangkan, memajukan dunia pendidikan di

Kabupaten Badung sebelum adanya sekolah negeri di sini,” jelasnya. Kendati demikian, pihaknya meminta pemerintah melakukan kajian sekolah-sekolah swasta mana saja yang mendapat bantuan subsidi, mengingat cukup banyak sekolah swasta di Kabupaten Badung, mulai dari standar nasional hingga sekolah internasional. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengakui dana pendamping ini untuk operasional sekolah dalam rangka mendukung kebutuhan pembelajaran baru diberikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu menyebutkan, sekolah swasta, khususnya SD dan SMP swasta di Badung juga mendapat dana BOS dari pemerintah pusat dan dana pendamping BOS dari Pemkab Badung. “Kalau sekolah negeri langsung dibantu berupa kegiatan dan semua kebutuhan operasional juga ditanggung,” ucapnya. Disebutkan, anggaran yang dikeluarkan untuk dana pendamping BOS SD dan SMP swasta se-Badung di 2018 mencapai Rp 8.088.750.000 yang dianggarkan pada APBD Induk Kabu-

paten Badung tahun 2018. “Ini untuk operasional sekolah dalam rangka mendukung kebutuhan pembelajaran siswa,” katanya. Berdasarkan informasi, terdapat 42 SD swasta dan 41 SMP swasta di Badung yang mendapat dana pendamping BOS. Sekolah swasta ini mendapat dana pendamping BOS yang dianggarkan Rp 8 miliar lebih per tahun pada APBD Induk Kabupaten Badung tahun 2018. Pembagiannya yakni untuk siswa SMP dihitung Rp 850 ribu per siswa dalam setahun dan untuk SD Rp 200 ribu per siswa per tahun. Sementara sekolah swasta juga mendapat dana BOS dari pemerintah pusat, yakni untuk SD mendapat Rp 800 ribu per siswa dalam setahun dan untuk SMP mendapat Rp 1 juta per siswa dalam setahun. “Kalau sekolah negeri, selain mendapat dana BOS dari pemerintah pusat, seluruh kegiatan sekolah pun di-cover oleh Pemkab Badung. Baik berupa bantuan seragam gratis, laptop dan lainnya. Sehingga siswa SD dan SMP negeri di Badung orangtuanya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sekolah. Karena semua kebutuhan telah ditanggung oleh Pemkab Badung,” pungkasnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senin Wage, 23 Juli 2018

Stratton Mountain Resort VT Rekrut Mahasiswa Membeludak, Kunjungan Calon Mahasiswa Saat ”Open House’’ IIK Bali Perhotelan di Kampus SPB/STPBI Denpasar UNTUK kesekian kalinya Stratton Mountain Resort yang berlokasi di Stratton Mountain, Vermont, kembali melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di Kampus SPB-STPBI untuk melaksanakan internship di hotel mereka. Hotel-hotel yang sebelumnya sudah melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI seperti Faena Hotel dan The Setai tahun 2018. Pada 21 Mei 2018, Stratton Mountain Resort melaksanakan kunjungan di Kampus SPB-STPBI Denpasar. Kunjungan mereka kali ini diwakili oleh Anne Reynolds selaku Director of Human Resources dan Jan Giejda selaku Executive Chef. Mereka menawarkan posisi F&B Service dan Culinary. Mahasiswa yang diharapkan lulus sebanyak-banyaknya dan akan memulai intership diperkirakan pada November 2018. Stratton Mountain Resort berlokasi di Stratton Mountain di Vermont, USA. Ini merupakan salah satu resort dengan area ski dengan fasilitas lengkap seperti restoran, sky area dan masih banyak lagi fasilitas yang disediakan untuk tamu yang berlibur dan menghabiskan waktu untuk belajar bermain ski. Pelaksanaan perekrutan oleh Stratton Mountain Resort ini berjalan lancar dan sukses. Hal ini disampaikan oleh Miss Anne dan Mr. Jan. Mereka sangat puas datang ke Kampus STPBI-SPB. Di samping pelayanan atau hospitality yang sangat bagus, mereka puas serta kagum

Stratton Mountain Resort melihat fisik dan kemampuan (skill) yang dimiliki oleh mahasiswa SPBSTPBI. Para mahasiswa diberikan gaji berkisar US$ 9 - US$ 12 per jam selama mengikuti Program Internship ini, dan akan dibayar satu setengah kali gaji normal apabila bekerja lembur (over time). Gusti Made Sujana, S.E., M.M., CHT., CHA. selaku Direktur SPB dan merangkap Ketua STPBI mengatakan, banyak benefit yang akan didapatkan oleh mahasiswa di samping pengalaman internasional yaitu kemampuan bahasa Inggris akan jauh lebih bagus, bisa belajar lebih mandiri, percaya diri, mengerti budaya AS, mendapatkan sertifikat training dari hotel-hotel berkelas serta memperoleh penghasilan (uang). Mahasiswa STPBI yang mengikuti proses perekrutan menyampaikan ucapan terima kasih pada

manajemen Kampus SPB-STPBI, khususnya PT Bali Duta Mandiri yang merupakan PPTKIS milik Kampus SPB-STPBI, yang telah membantu para mahasiswa perhotelan melakukan on the job training di AS. Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. selaku Direktur Utama PT Bali Duta Mandiri mengatakan bangga dapat bekerja sama dengan partner di AS yaitu ITN (International Trainee Network) yang berkedudukan di Los Angeles sejak 2010. ‘’Mahasiswa yang kami dapat kirim setiap tahunnya 200-300 orang. Itu artinya selama kurun waktu tujuh tahun ini kami dapat membantu kurang lebih 1.800 mahasiswa perhotelan kita memperoleh kesempatan mendapatkan pengalaman internasional di hotelhotel besar ternama di Amerika,’’ ujarnya. (ad1257)

Gelar ’’Workshop’’ Penguatan K-13

Disdikpora Puji ”Grisda Digital Learning Centre’’ Siapkan Guru Profesional

SMP PGR 2 Denpasar yang akrab dipanggil Grisda secara kontinu memberi penguatan mutu pendidikan lewat peningkatan kualitas gurunya. Sabtu (21/7), 57 guru di sekolah ini dilibatkan mengikuti Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kadis Disdikpora Kota Denpasar diwakili Kabid Pembinaan SMP Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Workshop juga dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Pembina SMP PGRI 2 Denpasar yang juga Kepala SMPN 8 Denpasar I Wayan Murah, S.Pd. dan Pengawas Pembina I Wayan Ginastra, S.Pd., M.M. Workshop kali ini memberi penguatan pada terwujudnya pembelajaran profesional di SMP PGRI 2 Denpasar. Menurut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., workshop guna memperkuat posisi guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Dengan demikian PBM tahun ajaran 2018-2019 lebih berkualitas lagi. Ia juga ingin tetap memberi penguatan pendidikan karakter kepada anak didiknya. Dikatakannya, guru harus memiliki empat kompetensi yakni pedagogik, profesi, sosial dan kepribadian. Dua kompetensi terkahir ini tak lekang oleh zaman. Guru Grisda harus berkarakter terlebih dahulu sebelum menjadikan siswa berkarakter. Guru juga harus banyak berinteraksi dengan

WORKSHOP - Kabid Agung Wiratama bersama Nengah Madiadnyana, Kasek Gede Wenten Aryasuda dan pembicara saat workshop K-13 di SMP PGRI 2 Denpasar. lingkungan dan penjadi panutan di masyarakat seperti menjadi klian adat dan banjar. Pengalaman ini akan ditransfer di depan kelas kepada peserta didik. Untuk memperkuat kompetensi pedagogik, guru di Grisda wajib menguasai pembelajaran berbasis IT. Sekolah memiliki Grisda Digital Learning Centre (GDLC). Fasilitas ini dipakai menggodok guru dan siswanya menguasai TI. Guru dibimbing oleh tutor sesama guru (induksi) sehingga semua guru siap dengan PBM berbasis IT secara bertahap dan berkelanjutan. Workshop selama dua hari ini menghadirkan pembicara dari LPMP Bali, 60 persen diisi on house training, sisanya in house training. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana menyambut baik workshop K-13 sebagai tanda sekolah ini kontinyu tampil berkualitas. Dia memuji kasek dan gurunya cerdas dalam

memanajemen sekolah berkualitas sehingga dikejar oleh masyarakat. Kepercayaan ini harus dijawab dengan pelayanan penuh senyum dan happy karena dalam senyum ada keindahan. Dari segi administrasi, guru Grisda juga wajib taat asas seperti menyusun RPP yang realistis. Artinya, RPP yang bisa dilaksanakan dan bisa diukur. ‘’Kuncinya, lakukan kurikulum secara benar,’’ tegasnya. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Denpasar Agung Wiratama memuji keberadaan GDLC sebagai kawah candradimuka Grisda dalam menggembleng guru menguasai pembelajaran berbasis IT. Ini artinya SMP PGRI 2 Denpasar telah memberi contoh yang baik dalam hal penguatan mutu guru di zaman now. Tidak di situ saja, sebelum mentransfer pelayanan 5-S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), gurunya wajib menerapkan 5-S sehari-hari. (ad1254)

PMI Badung Gelorakan Gerakan Donor Darah Songsong Hari Donor Darah Sedunia Dalam Latihan Bersama PMR PMI Kabupaten Badung

KESIAPSIAGAAN relawan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kejadian bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masyarakat. Bencana memang tidak dapat dihindari, namun dapat diantisipasi dengan pengetahuan dan ilmu serta praktik yang baik. Atas dasar itulah PMI Kabupaten Badung mengadakan kegiatan Latihan Bersama Palang Merah Remaja (PMR) PMI Kabupaten Badung. Materi yang diberikan tidak hanya untuk para PMR, melainkan juga pembinanya. Itu bertujuan menyamakan pemahaman tentang ilmu seputar PMI seperti Pertolongan Pertama dan Perawatan Keluarga yang sangat dekat di sekitar lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta yang turut mengikuti kegiatan sebanyak 200 orang, terdiri atas anggota PMR tingkat Madya (SMP), Wira (SMA), Pembina PMR di sekolah se-Kabupaten Badung, Relawan KSR dari masingmasing perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung. Kegiatan yang berlangsung 20-21 Juli 2018 tersebut mengambil tempat di Agrowisata Soewan Garden. Suasana yang sejuk serta hamparan pemandangan alam menambah suasana belajar sangat nyaman dan tidak membosankan. Dalam sambutannya, Ketua Pengurus PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, S.H., M.H.

LATIHAN BERSAMA - Peserta Latihan Bersama PMR PMI Kabupaten Badung yang berlangsung di Agrowisata Soewan Garden, 20-21 Juli. menyampaikan, tujuan diadakan kegiatan latihan bersama (latber) ini adalah untuk menambah ilmu tentang kepalangmerahan. Selain itu, untuk menjalin silaturahmi antar-PMR yang ada di Kabupaten Badung, memperteguh semangat persatuan dan kesatuan antar-Relawan PMR dan KSR serta meningkatkan semangat kesetiakawanan dan kepekaan sosial, cinta lingkungan dan cinta tanah air Indonesia. Kegiatan latber juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia. Dalam kesempatan ini, Ketua Pengurus PMI Kabupaten Badung menyerahkan piagam penghargaan kepada unit-unit donor darah yang telah berperan menjaga ketersedi-

aan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Badung. ‘’Dalam momentum ini juga sebagai peringatan Hari Donor Darah Sedunia, kami apresiasi kepada para donor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya setiap waktu. Gelorakan gerakan donor darah ini dalam rangka mengamankan ketersediaan darah yang berkualitas untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat oleh Pemkab Badung menuju Badung sehat dan sejahtera,’’ tambah Kompyang R. Swandika dalam sambutannya. Adapun unit penerima penghargaan Donor Darah Sukarela yaitu PLN APP Bali, PT Indomarco Prismatama dan SMIP Mengwitani. (ad1253)

SABTU (21/7), suasana Kampus Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) di Denpasar terlihat ramai oleh siswa-siswi dari beberapa SMA/SMK/MA di Bali yang sedang mengikuti kegiatan ‘’Open House’’ Perdana IIK Bali dalam rangkaian Dies Natalis ke-3. Kegiatan ini digelar dengan tujuan memperkenalkan lebih jauh mengenai IIK Bali ke masyarakat dan calon mahasiswa sebagai institusi yang unggul dalam mutu pembelajaran, berbudaya dalam membangun karakter mahasiswa, memiliki atmosfer akademik yang berkualitas. Calon mahasiswa didampingi untuk mengikuti tour kampus dan melihat keseluruhan tempat perkuliahan hingga dijelaskan mengenai program studi yang ada di IIK Bali, sehingga nantinya mampu menentukkan pilihan yang tepat sesuai minat, bakat dan tujuan dirinya sendiri. Dengan mengikuti acara ini, peserta mendapatkan segala informasi berkaitan dengan 8 program studi dan pengenalan sistem perkuliahan yang dimiliki oleh IIK Bali. Kegiatan Open House IIK Bali pertama ini dikemas apik dengan mempersembahkan kuliner hasil kewirausahaan mahasiswa, serta pengenalan produk kosmetik dan detergen buatan mahasiswa IIK Bali. Pengenalan produk hasil kewirausahaan mahasiswa tersebut memanfaatkan bahan alam dalam bentuk makanan, minuman dan produk kosmetik dengan inspirasi budaya usadha Bali dan dalam persiapan menyongsong revolusi industri 4.0. Tidak hanya berupa hasil karya mahasiswa, IIK Bali juga mengundang Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. I

OPEN HOUSE - Suasana open house di Kampus IIK Bali, Denpasar, Sabtu (21/7). Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam pemaparan materi mengenai persiapan menyongsong revolusi industri 4.0 kepada peserta open house yang akan menduduki bangku perguruan tinggi. ‘’Saya merasa bangga dan luar biasa, tidak lagi bermimpi dan sudah menjadi kenyataan kampus ini dikelola secara benar dan selalu mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah,’’ ujar Prof. Nengah Dasi Astawa. Ia bangga terhadap IIK Bali karena dosen mudanya menjadi juara I dosen berprestasi se-Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra. Artinya, ada 166 perguruan tinggi, dan Kampus IIK Bali yang baru akan berumur 3 tahun telah mampu menghasilkan dosen yang berprestasi di tingkat Bali, NTB dan NTT. ‘’Kami akan sekuat mungkin me-

nyelenggarakan dan menjalankan proses pendidikan yang berkualitas, profesional yang mumpuni, unggul dan berbudaya sehingga masyarakat mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami,’’ ungkap Rektor IIK Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM). Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, M.HA. menambahkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak lulusan SMA untuk mengenal bagaimana proses pendidikan di IIK Bali dan prodinya yang sangat langka sehingga menjadi pilihan utama bagi adik-adik yang sudah lulus SMA. Open House IIK Bali juga menampilkan kreativitas mahasiswa dalam pertunjukan musik akustik, dance dan teater, serta bintang tamunya artis Bali, Jun Bintang, menemani seluruh peserta. (ad1256)

FPOK IKIP PGRI Bali Lepas 135 Sarjana

18 Orang Lulus ”Cumlaude’’, 3 Jadi Atlet Asian Games

DEKAN Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Bali Dr. Drs. I Wayan Adnyana, M.M., M.Erg. melepas 135 sarjana penjaskes, Sabtu (21/7). Yang membanggakan, tahun ini 18 orang lulusannya meraih predikat cumlaude. Acara yudisium dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Artanegara, S.H., M.H., M.Pd., PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., PR II Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd. dan PR III Dr. I Wayan Citrawan, M.Si. Ketua Panitia yang juga Wakil Dekan I FPOK Drs. Agus Dei Segu, S.H., M.Fis. mengungkapkan, pada yudisium ini IPK tertinggi I diraih oleh I Made Vickay (3,78) dan 82 persen lulus dengan sangat memuaskan. Mereka yang diyudisium sudah memenuhi syarat akademik dengan 148 SKS dan masa studi delapan semester. Alumni FPOK IKIP PGRI Bali kini mencapai 3.472 sarjana. Semuanya diperkuat dengan pendidikan karakter berupa skill, psikomotor dan berprestasi hingga dunia. Dekan Wayan Adnyana didampingi WD II Drs. II Drs. Putu Mertayasa, M.Si., WD III Luh Gde Widiantara, S.Pd., M.Fis. dan Kaprodi I Gusti Agung Cahya Pramanta, S.Pd., M.Fis. menegaskan, hingga kini semua lulusannya terserap di dunia usaha dan lembaga pendidikan. FPOK sampai kehabisan stok lulusan. Hal ini disebabkan lulusannya dibekali ilmu guru olahraga dan kesehatan serta diberikan keterampilan lain seperti kewirausahaan dan kepelatihan. Setelah

YUDISIUM - Dekan FPOK IKIP PGRI Bali I Wayan Adnyana (kanan) beserta wakil dekan saat meyudisium 135 sarjana penjaskes. lulus mereka sudah berkreasi untuk menciptakan lapangan kerja baru, baik sebagai guru honorer, pelatih, juri maupun membuka usaha olahraga secara mandiri. Semua sarjana yang dilepas sudah berbekali ilmu olahraga berbasis sains dan TI, tidak lagi sekadar berbekal pengalaman. Dia menilai FPOK IKI PGRI Bali sangat prospektif ke depan karena cabang olahraga selalu diperlukan sepanjang masa dengan inovasi bidang TI. Termasuk menggarap olahraga tradisional, selain cabang prestasi. Ini juga berarti olahraga rekreasi dan kesehatan membuka peluang bisnis bagi lulusan FPOK. Bali masih banyak kekurangan guru olahraga dan kesehatan. Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah terus mengangkat guru PNS atau mengangkat guru kontrak. Soal prestasi, FPOK IKIP PGRI

Bali adalah gudangnya. Tiga mahasiswanya menjadi atlet RI di Asian Games 2018 yakni Komang Hari Saputra (silat), I Putu Wahyu Juniarta dan I Made Arya Negara (kabaddi). Tujuh alumni juga ikut di Asian Games, serta dua dosennya menjadi pelatih dan ofisial nasional kabaddi. Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta membenarkan FPOK adalah prodi favorit di IKIP PGRI Bali. Di samping itu, mampu memberi kontribusi kepada daerah dan negara serta lulusannya menjadi guru profesional dan memiliki skill. Rektor didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara juga menilai pas kurikulum FPOK IKIP PGRI Bali kini diperkuat dengan kewirausahaan. Sebab, lulusan FPOK tak hanya siap menjadi guru, namun juga menjadi pengusaha. (ad1255)

Kelola ASN dengan Baik, Pemprov Bali Raih BKN Award 2018 PEMERINTAH Provinsi Bali meraih penghargaan BKN Award 2018 untuk Instansi Daerah Kategori Provinsi. Penghargaan ini diserahkan pada acara Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian Tahun 2018 di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Rabu (11/7) lalu. BKN Award merupakan upaya BKN dalam memberikan motivasi untuk instansi dalam mengelola kepegawaian Aparatur Sipil Negara Terbaik. Dalam siaran persnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Bali dalam melakukan pengelolaan kepegawaian dengan baik. ‘’BKN Award 2018 untuk Provinsi Bali menunjukkan komitmen Pemprov Bali dalam mengelola kepegawaian ASN secara baik,’’ kata Dewa Mahendra. Ada tujuh kriteria dalam penilaian BKN Award 2018, yakni perencanaan formasi; pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun; implementasi sistem aplikasi pelayanan kepegawaian; pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT-BKN); penilaian kompetensi Aparatur Sipil Negara; implementasi penilaian kinerja; serta komitmen pengawasan dan pengendalian. Penghargaan BKN Award 2018 diberikan kepada 35 instansi dengan tujuh kategori. Untuk kategori provinsi selain Provinsi Bali, penghargaan juga didapatkan Provinsi Jawa Timur, Sulawasi Utara, Riau dan Jawa Barat. (ad1250)

BKN AWARD – Pemprov Bali meraih penghargaan BKN Award 2018 untuk Instansi Daerah Kategori Provinsi yang diterima Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Rochineng.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Senin Wage, 23 Juli 2018

Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisipol UNR Gelar Kuliah Umum

5

Ribuan Masyarakat Sambut Senator RI di Perean, Pupuan, Tegallalang

”New Public Governance di Antara Wedakarna Minta Orang Tua di Desa Tantangan Global dan Dimensi Lokal’’ Mulai Percaya Kepemimpinan Anak Muda

PROGRAM Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai (Fisipol UNR) menggelar kuliah umum ‘’New Public Governance Reformasi Administrasi di Antara Tantangan Global dan Berbagai Dimensi Lokal’’, Sabtu (21/7). Kuliah umum ini diisi oleh dosen tamu Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.Rer.Publ., Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI). Dekan Fisipol UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. mengatakan, tujuan kuliah umum ini untuk menambah wawasan mahasiswa khususnya di bidang reformasi birokrasi, sehingga mahasiswa memahami birokrasi dan tantangan ke depan. Saat ini birokrasi mendapat tantangan yang luar biasa, karena pada tahun–tahun ke depan tenaga manusia akan berkurang, yang lebih banyak adalah IT. Ada semacam robotisasi. ‘’Jadi, lebih banyak IT yang bergerak, inilah tantangan ke depannya. Karena tenaga kerja manusia akan berkurang, otomatis ini akan menjadi tantangan bagi kita semua. Mahasiswa harus tahu hal ini,’’ ujarnya. Kuliah umum ini sangat penting diketahui karena merupakan tantangan mahasiswa ke depan. Walaupun globalisasi terjadi, nilai–nilai lokal harus tetap terjaga. ‘’Karena nilai lokal ini yang justru membantu globalisasi, jadi kita tidak bisa berorientasi pada global,’’ imbuhnya. Dengan mendapatkan kuliah umum ini, ia berharap mahasiswa akan terbuka wawasannya, tidak lokal sentris tetapi lebih berkembang lagi. Rektor UNR Dr. Drs. Ny-

KULIAH UMUM - Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisipol UNR menggelar kuliah umum yang diisi oleh Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Negara UI. oman Sura Adi Tanaya, M.Si. menyatakan UNR sangat bersyukur bisa kedatangan dosen sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Negara UI untuk memberikan kuliah umum di UNR. Apalagi materi yang disampaikan jarang dan bahkan belum pernah didengar oleh mahasiswa UNR. Materi kuliah umum ini sangat relevan dibicarakan sekarang ini. ‘’New public governance sebagai ciri bahwa kita harus memperbaiki pemerintah kita agar bisa mencapai masyarakat adil makmur di kemudian hari, walaupun sekarang ini masih dalam proses. Oleh karena itu, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara harus bersyukur bisa kuliah di prodi ini,’’ ungkapnya. Ilmu Administrasi Negara sangat penting karena tanpa administrasi yang baik, negara akan kacau. ‘’Administrasi negara kacau berarti perencanaan pembangunan juga kacau. Apabila administrasi yang sederha-

na tidak dilakukan dengan baik dengan terstruktur dan benar, negara ini akan hancur. Oleh karena itu, administrasi negara sangat penting,’’ tandasnya. Prof. Eko Prasojo menyampaikan beberapa indikator pemerintahan di seluruh dunia, yaitu kualitas pelayanan publik, kualitas pelayanan aparatur, tingkat kemandirian dari tekanan politik, kualitas rumusan kebijakan dan implementasinya, kredibilitas komitmen pemerintah. Jika indikator tersebut diranking, Indonesia menduduki peringkat keempat terendah di ASEAN tahun 2016. Maka dari itu new public governance perlu dibangun di Indonesia. ‘’Bagaimana kita bisa bersaing secara global tapi tetap memanfaatkan nilai–nilai lokal. THK adalah salah satu nilai lokal yang harus dipakai dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara terutama dalam konteks pembangunan di Bali,’’ jelasnya. (ad1260)

Dinas PKP Murnikan 15 Ekor Anjing Kintamani

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Bangli untuk melestarikan anjing Kintamani. Salah satunya dengan melaksanakan program pemurnian anjing Kintamani guna mendapatkan bibit anjing Kintamani yang sesuai standar. Jumlah induk anjing Kintamani yang saat dimurnikan sebanyak 15 ekor. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan (PKP) Kabupaten Bangli Sri Rahayu, Minggu (22/7) kemarin, mengatakan kegiatan pemurnian anjing Kintamani ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Tujuannya untuk mendapatkan bibit anjing Kintamani yang sesuai standar dan ciri khas yang dimilikinya. Dalam upaya tersebut, Dinas PKP kini memelihara 9 ekor anjing Kintamani betina dan 6 jantan untuk dikawinkan. Pemurnian dilakukan di sebuah kandang di pojok Kantor DPMPTSP Bangli. ‘’Sebelumnya kami cuma murnikan induk 6 ekor betina dan 3 ekor jantan,’’ jelasnya. Dalam kegiatan pemurniana anjing ini, pihaknya menyeleksi

anak anjing yang dihasilkan. Anak anjing yang fisiknya sesuai standar anjing Kintamani dipelihara untuk dipakai induk, sedangkan yang tidak sesuai standar dihibahkan kepada pencinta anjing. ‘’Secara teori, anjing Kintamani yang benarbenar murni di F7. Sekarang ini baru F2,’’ ujarnya. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas PKP selama ini rutin mengalokasian anggaran dalam APBD untuk biaya pakan, vaksin dan obat-obatan lainnya. Mengenai besarannya, dia mengaku tidak hapal. Dikatakannya, Dinas PKP akan memindahkan kandang pemurnian anjing Kintamani ke Kantor Dinas PKP Bangli sekarang di Jalan Merdeka. Rencana ini tergantung anggaran. Sri Rahayu menyampaikan, saat ini anjing Kintamani sudah mendapat pengakuan di tingkat dunia sebagai salah satu anjing ras. Tinggal menunggu sertifikat pengakuannya. Dengan pengakuan tersebut, anjing Kintamani akan sejajar dengan anjing ras lainnya di dunia. Bagi peternak anjing Kintamani, hal itu tentu akan memberi keun-

tungan tersendiri, terutama nilai jualnya menjadi lebih tinggi. Disinggung mengenai kendala yang dihadapi Dinas PKP dalam melestarikan anjing Kintamani, Sri Rahayu menyatakan sampai saat masih banyak peternak anjing Kintamani yang mengembangkannya dengan cara meliarkannya. Karena diliarkan, potensi perkawinan anjing Kintamani yang tidak sewarna dan kawin dengan induknya menjadi lebih tinggi, sehingga berdampak pada kurang bagusnya kualitas anjing yang dihasilkan. Terkait hal itu, pihaknya terus melakukan pembinaan ke desa-desa yang menjadi habitat anjing Kintamani. Selain di Sukawana, Dinas PKP Bangli akan mengembangkan kawasan pelestarian anjing Kintamani di Desa Siakin dan Pinggan. (kmb40)

KURANGNYA kepercayaan orang tua terhadap pemimpin-pemimpin muda di desa dikhawatirkan akan menghambat kaderisasi dan regenerasi pada bidang kepemimpinan di Bali, khususnya jika dikaitkan dengan eksistensi Hindu dan budaya Bali. Demikian diungkapkan oleh Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat membuka acara Hari Jadi STT Eka Karya Banjar Perean, Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar. Di hadapan para pejabat desa dinas dan desa adat serta ribuan masyarakat adat yang hadir, Senator Arya Wedakarna terus memompa semangat anak–anak muda desa untuk jengah lan matangi. ‘’Bung Karno itu sangat mencintai anak-anak muda dan selalu megingatkan bahwa masa depan bangsa Indonesia ada di tangan anak mudanya. Nilai-nilai itu yang harus kita gali khususnya bagaimana melindungi desa dari serbuan budaya asing, meningkatkan kedaulatan politik orang desa serta memakmurkan orang desa. Saya minta desa adat di Bali harus waspada dengan gerakan radikalisme berkedok agama. Ngiring selektif terhadap tamiu atau pendatang.

STT - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III pada acara STT Eka Karya Banjar Perean, Pupuan, Tegallalang, Gianyar. Terlepas orang Bali harus terbuka dan ramah, tapi wajib hukumnya menanamkan rasa curiga. Jangan lupa, Bali pernah jadi korban Bom Bali I dan II. Bali sebagai minoritas ini masih terus terdiskriminasi, baik dari produk politik, politik kebijakan maupun politik anggaran. Makanya saya minta, orang tua di desa harus gandeng anak muda untuk memberantas radikalisme. Orang tua di desa harus kasi kepercayaan

dan beri panggung pada anak muda di desa. Karena masa depan agama Hindu dan budaya Bali ada di tangan kaum muda,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait kegiatan STT Eka Karya, Senator Arya Wedakarna mengapresiasi bahwa STT ini mampu membuat acara yang besar namun dengan sederhana. ‘’Saya minta kepada seluruh perbekel di Bali agar membagi sebagian anggarannya bagi dana desa

dari pusat dan dana desa dari APBD untuk mensubsidi kegiatan STT dan Karang Taruna. Jangan pelit terhadap anak-anak muda di desa. Di Bali ini banyak perbekel baru mendekati anak muda menjelang pilkades, tapi setelah duduk lupa memperhatikan mereka. Saya minta, jangan sampai kegiatan STT di desa di Bali menjadi vakum. Kalau sampai vakum, jangan pilih lagi sebagai perbekel berikutnya. Saya ingatkan, karena berkegiatan, anggaran untuk STT adalah hak anak muda Bali. Di satu sisi pengurus STT jangan pasif, jangan pasrah. Hanya STT yang hebat yang bisa bergerak dan bergerak. Saya akan monitor seluruh STT di seluruh Bali melalui Forum STT. Kita akan dorong STT yang maju dan berdaulat,’’ papar Gusti Wedakarna yang juga anggota Komite III DPD-RI Bidang Pemuda dan Olahraga. Sejumlah program pemberdayaan STT akan disiapkan oleh Senator RI Arya Wedakarna tahun 2018/2019 ini di antaranya pembagian Kitab Suci Hindu Bhagawad-Gita, penyebaran sound system otomatis untuk Tri Sandya, termasuk mendorong turnamen olahraga di desa-desa. (ad1261)

Tingkatkan Sinergitas, TNI-AL Gelar ”Fun Walk’’ Denpasar (Bali Post) Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, TNI Angkatan Laut (TNI-AL) menggelar kegiatan fun walk, Minggu (22/7) kemarin. Bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, kegiatan ini juga diikuti instansi lain dan masyarakat luas. Menurut Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, kegiatan ini untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain itu, dengan dihadiri unsur TNI, Polri dan instansi sipil lainnya, fun walk ini juga bertujuan meningkatkan sinergitas. ‘’Termasuk bersama rakyat sehingga kebersamaan antara TNI, Polri, instansi sipil dan masyarakat bisa bersatu dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 RI,’’ pungkasnya. Menurut Henricus Prihantoko yang baru dua hari menjabat sebagai Dan Lanal Denpasar, melalui keg-

iatan ini pihaknya berharap hubungan antarinstansi pemerintah dan masyara-

kat bisa lebih dekat bahkan menyatu. Dengan demikian, ke depan dapat lebih menin-

gkatkan rasa bela negara dan kecintaan terhadap Tanah Air. (kmb23)


OPINI

6

Senin Wage, 23 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kegotongroyongan Bangun Ekonomi Bali BALI kini dibanjiri wisatawan Tiongkok. Jumlahnya nomor satu, mengalahkan pelancong Australia. Ke depan wisatawan dari negeri Tirai Bambu itu makin prospektif. Ada 400 juta warga Tiongkok yang akan bepergian ke luar negeri pada tahun 2020. Indonesia khususnya Bali harus mampu lebih banyak menarik mereka untuk datang. Alasannya, keindahan alam dan budayanya yang sangat diminati. Sasarannya bukan sekadar wisatawan, namun lebih menitikberatkan pada mereka yang berkantong tebal. Bukan kelas menengah ke bawah seperti yang datang saat ini. Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Gou Haodong (BP, 23/7) menyatakan pemerintah daerah harus bisa menarik wisatawan Tiongkok kelas menengah ke atas, karena sekarang yang datang lebih banyak wisatawan kelas menengah ke bawah. Mereka datang hanya untuk bisa ke luar negeri, dan yang seperti ini tidak bisa diandalkan. Apa yang disampaikan Haodong harus menjadi optimisme bahwa Bali mampu mendatangkan wisatawan yang berkelas. Tak hanya dari Eropa, juga Tiongkok. Tentu bukan sebanyak-banyak yang menjadi target, tetapi wisatawan kelas menengah ke atas lah yang harus disasar. Sebab, Bali ini kecil. Jangan sampai semuanya untuk pariwisata. Walaupun kita menyadari bahwa pariwisata merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat Bali. Harus ada ruang yang mereka jaga secara konsisten. Sanur telah memberi contoh untuk itu. Ketika ada rencana reklamasi Teluk Benoa, desa adat se-Sanur menyatakan menolak. Alasannya, walaupun Teluk Benoa bukan wilayah Sanur, tetapi dampak yang ditimbulkan akan dirasakan warga Sanur. Selain alasan penyelamatan lingkungan, penolakan terhadap rencana reklamasi juga didasari alasan ekonomi. Penjejalan pembangunan di Bali Selatan akan semakin menimbulkan ketimpangan ekonomi. Jurang kemiskinan akan semakin melebar antara Bali Seletan dan Bali Timur, Utara dan Barat. Di tiga wilayah itu masyarakat Bali takkan pernah merasakan dampak kemajuan pariwisata. Sementara pemerintah selaku regulator sebenarnya punya perangkat hukum untuk mengerem hal ini. Namun belum berdaya melawan syahwat investor. Hal ini justru disebabkan oleh keengganan pemerintah untuk melakukan pembatasan. Mengapa pemerintah melakukan hal ini, boleh jadi merupakan sebuah pengejawantahan dari pemerintah yang easy going serta meletakkan semuanya kepada mekanisme pasar. Sehingga yang terjadi adalah siapa yang punya modal besar serta punya jaringan, maka dialah yang menang. Model ketimpangan yang terjadi lainnya di Bali adalah sesuai dengan kondisi geografis serta potensi yang dimiliki terkait pembangunan pariwisata. Artinya, ketimpangan sektoral serta geografis menyebabkan ketidakadilan ekonomi itu sendiri. Ini salah satu contohnya. Pusat-pusat ekonomi pariwisata yang sentralistik di Bali Selatan membuat persebaran ekonomi serta kesejahteraan rakyat menjadi timpang. Sistem ekonomi yang lebih berorientasi kepada pendewaan kapital/modal yang pada intinya didasarkan pada konsep keuntungan maksimal, semakin mendegradasi nilai kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat tidak jarang mengorbankan nilainilai sosial kemasyarakatan, eksploitasi sumber daya alam berlebihan, perhatian yang minim terhadap eksternalitas negatif dari kegiatan usaha. Dampak tersebut bukan saja merugikan kesinambungan persediaan sumber daya alam, namun di balik bungkus target pertumbuhan ekonomi justru telah menyisakan kerusakan lingkungan, polusi dan penyakit kronis secara perlahan-lahan. ‘’Solusinya’’ kemudian muncul lewat UU Otonomi Daerah yang memungkinkan setiap daerah kemudian mengejar serta menyejajarkan diri untuk memangkas ketimpangan tersebut. Namun apa yang terjadi? Di sisi lain memang ada positifnya, namun banyak juga negatifnya. Eksplorasi potensi daerah untuk kepentingan ekonomi semakin bergeser ke arah eksploitasi, sehingga banyak menimbulkan kerusakan budaya, alam serta tatanan sosial. Ini berbahaya daripada sekadar ketimpangan ekonomi. Solusinya, mentalitas ke-Bali-an para pengambil kebijakan ini harus direkonstruksi ulang agar muncul semangat baru, kegotongroyongan baru, sagilik saguluk sabayantaka muncul lagi ke permukaan. Ini yang sangat kurang yang kita lihat serta rasakan sekarang.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Wakil Aspiratif dan Bansos Setelah pemilihan Gubenur Bali berlalu, kini rakyat Bali juga akan memilih para wakil rakyatnya. Para calon pembahas anggaran ini merupakan regenerasi wakil rakyat yang kini duduk di kursi wakil rakyat. Nominasinya macam-macam. Ada pendatang baru, ada politisi terdepak, dan ada juga yang naik kelas dari DPRD kabupaten ke provinsi, dari DPRD provinsi ke Senayan. Ini tentu hal yang menggembirakan dari sisi karier politik. Tetapi ada yang gagal masuk bursa pencalonan dan tereliminasi pada babak awal. Pilihan sikap politik pun telah dilakukan dengan meninggalkan partai. Terkait fenomena saat pencalonan, yang saya pahami hak dan keputusan politik sudah ditentukan. Ini urusan pribadi mungkin juga urusan partai politik. Yang jelas saya sebagai rakyat Bali berharap Pemilu Legislatif 2019 hendaknya melahirkan figur wakil rakyat yang lebih baik. Jangan memilih wakil rakyat yang hanya bekerja bagi-bagikan bantuan sosial (bansos). Yang saya tahu, saat ini ada banyak calon yang sudah melakukan investasi bertahun-tahun dengan memberikan bansos kepada kelompok tertentu. Bansos dijadikan dasar pengikat dukungan. Cara-cara seperti ini tentu harus diimbangi dengan terpilihnya wakil rakyat yang memang inovatif dan aspiratif. Untuk itulah sangat penting bagi saya agar para calon wakil rakyat memperkenalkan diri kepada rakyat Bali. Ini penting untuk menghindari transaksi pilihan saat pileg. I Dewa Made Sudarma Putra Tabanan, Bali

Pariwisata Berkualitas dan Ekonomi Krama Bali Bila berbicara ekonomi Bali, kita sering berhadapan dengan dua kondisi yang dilematis. Tingkat pertumbuhan yang tinggi, bahkan berada satu persen di atas rata-rata nasional, tapi tidak disertai dengan pemerataan. Daerah selatan yang sangat maju, tapi tidak disertai oleh kemajuan utara, barat dan timur. Sektor pariwisata yang berkembang pesat, tetapi tidak sama halnya dengan sektor pertanian yang terus menyusut. Di sektor pariwisata sendiri, Bali berhadapan dengan dua pilihan sulit, antara pariwisata berkualitas (quality tourism) dan pariwisata massal (mass tourism).

Oleh I Wayan Ramantha

D

ilemanya menjadi semakin tajam, bila dikaitkan dengan keberadaan ekonomi orang Bali. Sangat banyak orang kita yang berpenghasilan menengah ke bawah. Banyak orang Bali yang tinggal di utara, barat dan timur. Banyak orang kita yang masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Dan demikian pula kondisi keterlibatan manusia Bali pada sektor pariwisata, kebanyakan bermodal rendah, berkeahlian rendah dan mayoritas berada di pariwisata massal. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bila dilihat angkanya satu setengah tahun terakhir, didominasi oleh wisatawan Tiongkok yang notabene kebanyakan mass tourism. Demikian pula yang ada pada posisi kedua terbanyak disumbang oleh Australia yang tourist nya kebanyakan tergolong wisatawan massal. Bila dilihat dalam waktu yang lebih panjang lagi, misalnya lima tahun terakhir, tetap saja pariwisata Bali tergolong massal, karena penyumbang wisatawan terbanyak adalah Australia, sementara Tiongkok

saat itu menempati urutan kedua. Ke depan, kedatangan wisatawan Tiongkok ke Bali nampaknya akan tetap ada di urutan teratas, karena menurut data World Travel and Tourist Council, industri perjalanan Tiongkok diprediksi tumbuh rata-rata delapan persen per tahun. Sedangkan negaranegara Amerika, Eropa, Korea Selatan, Spanyol dan India hanya tumbuh di angka dua persen (BP,17/7). Kondisi yang sama juga akan terjadi bila dibandingkan dengan kedatangan wisatawan Australia. Masyarakat dari negara kanguru ini dari dua puluhan tahun lalu memang sudah banyak dan rutin datang ke Bali, sehingga secara persentase pertumbuhannya tidak akan tinggi. Di sisi lain, kalau diperhatikan wisatawan nusantara (wisnus) yang dalam setahun belakangan jumlahnya mencapai dua kali lipat dibandingkan wisman, akan terlihat hal yang sama, bahkan lebih “murah” lagi dibandingkan dengan wisatawan Tiongkok dan Australia. Di antara sekitar delapan juta orang wisnus per tahun yang mengunjungi Bali, kebanyakan mereka tergolong wisatawan

massal. Mereka sebagian besar datang melalui transportasi darat, menginap di budget hotel, makan nasi kotak, dengan pembelanjaan uang per hari yang kurang dari satu juta rupiah. “Quality Tourism” Pariwisata berkualitas bagi Bali, sebetulnya sudah menjadi wacana sejak puluhan tahun lalu. Pemikiran ke arah itu selalu muncul manakala ada masalah yang berkaitan dengan pariwisata. Apakah yang bersifat langsung seperti perang tarif, kelebihan kamar hotel, dan persaingan tenaga kerja. Maupun yang bersifat tidak langsung seperti daya dukung geografis, lingkungan, degradasi budaya, dan keamanan. Namun pada setiap topik itu dibahas, belum pernah ada kesepakatan untuk menentukan satu pilihan bersama yang mana akan dikembangkan. Apakah akan mengembangkan pariwisata berkualitas ataukah pariwisata massal untuk Bali di masa mendatang. Regulasi yang ada hingga kini, juga tidak ada yang mencerminkan pendorongan terhadap salah satu jenis, misalnya mengarah pada pariwisata berkualitas saja atau memberikan dorongan untuk

mengembangkan pariwisata massal. Kondisi tersebut bisa dimaklumi, karena pemerintah memang wajib memperhatikan segala aspek. Tidak hanya aspek makro dan mikro ekonomi bagi masyarakat, tapi juga aspek sosial, budaya, geografis dan keamanan. Guna mendorong pertumbuhan pariwisata di Bali Utara, Timur dan Barat, misalnya, tidak mungkin pemerintah bisa mewajibkan hanya mengembangkan salah satu jenis saja. Salah satu karakteristik wisatawan berkualitas adalah mereka yang melakukan keseluruh tujuan berwisata, yaitu melihat sesuatu (some thing to see), melakukan sesuatu (some thing to do), belajar sesuatu (some thing to learn) dan membeli sesuatu (some thing to bay). Mereka biasanya membelanjakan uangnya minimum 1.000 dolar AS per satu kali kunjungan. Pembelanjaan itu terdiri atas akomodasi yang biasanya pada hotel butik atau berbintang, makan dan minum yang biasanya pada restoran besar, serta penunjang pariwisata yang lain seperti bermain golf, dan hiburan yang lain. Bila dilihat dari aspek mikro ekonomi, kalau yang dikembangkan hanya pariwisata berkualitas, mungkin akan menghambat upaya pemerataan ekonomi bagi masyarakat lokal. Kita bisa menghitung dengan jari berapa banyak orang Bali yang punya hotel berbintang, berapa banyak orang kita yang pemilik lapangan golf dan berapa banyak yang punya sarana penunjang pariwisata lainnya yang dibutuhkan oleh wisatawan yang “berkantong tebal”. Pengem-

Pemimpin Bali dan Janji Politiknya

FENOMENA klasik yang muncul di setiap pemilihan kepala daerah di Bali masih terus berlangsung, khususnya terkait dengan semakin jauhnya rasionalitas dari diadakannya perhelatan untuk memilih pemimpin yang kredibel, dibandingkan dengan realita distorsi yang berlangsung. Ketika seorang kader partai menyampaikan pandangan ke masyarakat, agar memilih pemimpin yang mampu melahirkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, justru dianggap sebagai sebuah penghianatan kepada partainya sendiri. Jika pandangan seperti itu dihalalkan, pelan tapi pasti rakyat akan semakin apatis, karena menyadari tujuan pemilu telah dibelokkan. Begitu juga dengan keberadaan isu penolakan reklamasi yang menjadi isu sentral, dan mengintervensi prosesi Pilgub Bali yang baru saja berakhir. Untuk itu, saya berharap upaya penggagalan rencana reklamasi Teluk Benoa tidak menjadi dendam politik berkelanjutan. Dendam yang

Oleh Nyoman Dhamantra pada kenyataannya digunakan sebagai dasar untuk menindas ataupun menghukum para kadernya dengan berupaya memberikan stigma pengkhianat bagi mereka yang menolak reklamasi. Ajang pilkada telah berakhir, semua komponen harus kembali bersatu padu membangun Bali. Sekecil apa pun konflik yang pernah ditimbulkan, hendaknya mulai ditinggalkan demi sebuah cita-cita menghadirkan Bali yang lebih baik demi anak-cucu kita. Perlu disadari, dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2011 yang merupakan perubahan dari Undang-undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, di mana tujuan dibentuknya parpol adalah untuk menyerap aspirasi, dan sekaligus meningkatkan partisipasi politik rakyat, dengan memberikan pencerahan guna meningkatkan kematangan politiknya. Kematangan untuk menge-

nal, memahami dan memaknai akan hak dan kewajiban. Hak rakyat yang paling mendasar di dalam proses demokrasi adalah hak untuk memilih pemimpin. Pemimpin yang diharapkan dapat mendengar dan memperjuangkan jeritan rakyat. Sekecil apa pun aspirasi itu, wajib untuk diperjuangkan. Jangankan penolakan reklamasi Teluk Benoa yang ditolak secara masif oleh rakyat Bali, satu orang pun rakyat datang menyampaikan aspirasi, hukumnya wajib untuk diperjuangkan. Aspirasi rakyat untuk keluar dari kemelaratan, kemiskinan, kebodohan dan segala bentuk keterbelakangan, kunci satu-satunya adalah rakyat harus mampu melahirkan pemimpin yang jujur, adil dan bijaksana (aspiratif). Semua itu hanya dapat dicapai ketika proses pemilihannya tidak melalui proses yang intimidatif, dan menghindari digunakan pola yang rasionali-

tasnya justru akan melahirkan pemimpin seperti layaknya srigala berbulu domba. Pemimpin yang pada akhirnya hanya mampu bersilat lidah, menggunakan manisnya kata-kata dengan meramu wacana pembangunan, sebagai pembenaran untuk melakukan ekploitasi atas alam, budaya dan rakyatnya sendiri, demi melanggengkan kekuasaan. Sebagai kepala daerah di Bali, pesan saya berbuatlah sesuai dengan janji kampanye, tanpa berupaya mencari seribu alasan, ketika nanti harus mempertanggungjawabkan kepada rakyat, sebuah fakta kinerja yang jauh dari keberhasilan. Kondisi rakyat Bali dengan kemiskinan dan keterpinggirannya merupakan situasi yang sudah sangat krusial dan tidak dapat ditolerir lagi. Saatnya para pemimpin di Bali punya kesadaran baru untuk menjalankan roda kekuasaan jauh dari hipokrisi dan melepaskan topeng untuk menjadi pemimpin rakyat yang seutuhnya.

bangan pariwisata berkualitas hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas kepada masyarakat lokal, tetapi dengan dampak ganda ekonomi (multiplier effect) yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan mereka sebagai pelaku usaha. Road Map pengembangan pariwisata Bali ke depan memang sudah saatnya dievaluasi, disepakati dengan seluruh stakeholder, dipertegas dan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Provinsi agar lebih mengikat. Prinsip one island management pada persoalan ini amat sangat diperlukan, karena ego sektoral, ego otonomi (kabupaten/kota), kebebasan inovasi pengusaha, dan independensi desa adat, kadang-kadang sulit untuk menemukan kata sepakat. Kesepakatan menjadi semakin susah dicapai, manakala masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda dalam pengembangan pariwisata. Merencanakan dan mengarahkan pengembangan pariwisata Bali yang sudah lama berjalan, memang lebih sulit jika dibandingkan dengan yang baru berkembang. Namun hal itu harus segera dilakukan agar Palau Bali yang sangat sempit ini betul-betul bisa efektif dalam menyerap pariwisata, untuk selanjutnya menyejahterakan masyarakatnya. Pemerintah Daerah Provinsi Bali bersama kabupaten/kota dan seluruh stakeholder, perlu segera duduk bersama, apalagi akan menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru tahun 2018-2023. Penulis, Guru Besar FEB Unud, warga Batubulan

POJOK

Lalu lintas di Bali krodit, anggaran transportasi umum malah dipangkas. - Di mana-mana bagai benang kusut. *** Kalapas Sukamiskin terangterangan minta mobil dan uang pada narapidana. - ‘’Sukakaya’’ rupanya. *** Calon legislatif dari unsur perempuan tidak sekadar memenuhi kuota. - Bukan pula pelengkap penderita.

Penulis, anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Wage, 23 Juli 2018

Bertambah 4.348, DPS Hasil Perbaikan Pileg 2019

Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb24

KOMPETENSI - Sebanyak 100 orang peserta mengikuti uji kompetensi di TUK PSMKP Karya Lestari.

Tabanan Miliki TUK Kelautan dan Perikanan

Tabanan (Bali Post) Tabanan satu-satunya daerah di Bali yang memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) Kelautan dan Perikanan. Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Karya Lestari di Tabanan yang lulus verifikasi sebagai TUK Kelautan dan Perikanan. Sekda Kabupaten Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa mengatakan, di Indonesia saat ini baru ada empat P2MKP yang ditetapkan sebagai TUK Perikanan dan Kelautan. ‘’P2MKP Karya Lestari merupakan satu dari empat P2MKP yang ditetapkan sebagai TUK tersebut,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, dalam menghadapi era globalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku perikanan harus berkompeten di bidang-

nya masing-masing. Untuk bisa memiliki kompetensi tersebut, perlu mengikuti uji kompetensi sehingga memiliki sertifikat kompetensi dari pihak yang berkompeten, yakni Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan . ‘’Karenanya saya mengimbau pelaku utama dan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Tabanan ke depan agar bisa mengikuti uji kompetensi perikanan sesuai bidangnya masing-masing,’’ ujarnya. Dalam menyiapkan lokasi praktik dan sarana-prasarana, Ketua TUK P2MKP Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna mengatakan telah bekerja sama dengan Dinas Perikanan Tabanan. Ia melanjutkan, TUK P2MKP Karya Lestari telah lulus verifikasi dan menerima sertifikat sebagai TUK pada 5 Juli 2018 lalu. P2MKP Karya

Atasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Dua KWT Jadi ’’Pilot Project’’ KRPL Tabanan (Bali Post) Kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dihindari. Seperti saat ini, harga bahan pokok seperti sayur-sayuran, lombok dan bawang mengalami kenaikan. Beberapa waktu lalu, harga beras medium pun mengalami kenaikan secara signifikan, meski saat ini sudah kembali stabil. Untuk mengatasi ini, pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun mulai mengubah kebiasaan makan nasi dengan makanan pokok lainnya, seperti singkong, jagung dan kentang. Untuk mewujudkan hal ini, Dinas Ketahanan Pangan Tabanan memilih dua Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pilot project Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Tabanan. Adapun dua KWT tersebut adalah KWT Panca Tani Makmur di Basang Be Desa Perean Kangin, Baturiti dan KWT Nandini Lestari di Desa Berembeng Selemadeg. Kedua KWT ini mendapatkan bantuan bibit seperti lombok, terong, tomat dan mentimun. Penanaman bibit ini memanfaatkan lahan pakarang maupun pot jika tidak memiliki pakarangan yang luas. Saat ini program KRPL yang didanai lewat dana APBD kabupaten ini sudah masuk dalam proses penanaman dan sedang menunggu panen. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tabanan Ni Ketut Warsiki, Minggu (22/7) kemarin, mengatakan program KRPL merupakan program pemanfaat pakarangan rumah secara intensif. Tujuan KRPL sendiri adalah untuk mendorong masyarakat di tingkat rumah tangga memanfaatkan pakarangan rumah secara maksimal dan ramah lingkungan, sehingga terwujud ketahanan dan kemandiran pangan tingkat keluarga. Dijelaskan Warsiki, jika memaksimalkan pakarangan, keluarga yang merupakan kelompok masyarakat terkecil bisa mengatasi ke-

naikan harga bahan pokok yang terjadi di pasaran. ‘’Misalnya harga cabai naik. Ini tentu tidak mempengaruhi jika di pakarangan ditanam cabai. Begitu juga dengan tanaman pokok lain seperti sayur-mayur,’’ ujarnya. Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk mulai mengonsumsi makanan pokok lain selain nasi, seperti singkong maupun kentang. Meski saat ini Tabanan surplus beras, namun langkah antisipasi untuk mengatasi krisis pangan di kemudian hari harus dirintis sejak sekarang. Salah satu langkah untuk mendorong masyarakat mulai mengonsumi makanan pokok selain nasi adalah mendorong KTW maupun ibu-ibu PKK membuat menu berbahan dasar bahan pokok selain beras. Menumenu ini kemudian dilombakan sehingga memberikan stimulasi bagi para ibu untuk terus berkarya. Dalam menu cipta sendiri ini, lanjut Warsiki, ibu PKK Selemadeg tahun ini mewakili Tabanan ke Provinsi untuk mewakili lomba cipta menu. (kmb24)

Bali Post/kmb24

Ni Ketut Warsiki

KPU Tabanan menggelar pleno Daftar Pemilih Sementara (DPS) Hasil Perbaikan, Minggu (22/7) kemarin. Hasilnya, DPS hasil perbaikan pemilihan legislatif 2019 sebanyak 362.500. Dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Bali 2018, jumlah tersebut mengalami penambahan sebanyak 4.348.

Lestari langsung dipercaya dan ditunjuk Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP) sebagai TUK bagi 100 orang peserta uji kompetensi. Menurut Putriningsih Wirna, berdasarkan hasil verifikasi dan sertifikat yang diberikan LSP-KP, P2MKP Karya Lestari telah ditetapkan sebagai TUK Perikanan dan Kelautan untuk bidang Pengolahan, Budi Daya, Penangkapan dan Penyuluhan Perikanan. ‘’Untuk tahap awal ini, peserta uji kompetensi perikanan di TUK P2MKP Karya Lestari terbagi dalam bidang pengolahan hasil perikanan dan budi daya ikan. Sambil melengkapi sarana dan prasarana, ke depan kami juga akan menjadi TUK bidang perikanan lainnya,’’ ujarnya. (kmb24)

Komisioner KPU Tabanan Bagian Perencanaan Program dan Data I Wayan Sutama mengatakan, memang benar terjadi penambahan jumlah DPS hasil perbaikan untuk Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan dengan DPT Pilgub Bali 2018 yang baru saja berlangsung. “Jumlah DPT Pilgub Bali 358.152, sementara itu dalam DPS hasil perbaikan untuk Pileg 2019 menjadi 362.500,” jelas Sutama. Jadi, ada penambahan antara DPT Pilgub dan DPS Hasil Perbikan (HP) Pileg sebanyak 4.348. Penambahan jumlah DPS HP ini bersumber dari pemilih yang menggunakan eKTP dan suket pada Pilgub Bali 2018. “Kemungkinan jumlah pemilih bertambah lagi sangat besar. Penambahan itu dari pemilih pemula yang usianya 17 tahun pada tanggal 17 April 2019,” ucapnya. Ditambahkanya, selanjutnya DPS HP ini akan dicetak tanggal 23 Juli 2018

PEMERINTAH Kabupaten Tabanan dengan visi Tabanan Serasi, Tabanan sejahtera, aman dan berprestasi, telah dan terus berbuat untuk kepentingan masyarakat. Guna terwujudnya visi besar itu, Bupati Eka Wiryastuti mengambil kebijakan yang benar-benar pro-rakyat, dengan menelurkan programprogram inovatif. Berkat kerja keras semua komponen, dua program inovasinya kembali mendapat apresiasi dari pusat, yaitu Program Trans Serasi dan kebijakan di bidang pariwisata. Trans Serasi telah dinyatakan masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). Di bidang pariwisata Tabanan masuk nominasi kabupaten terbaik kategori pariwisata dalam Indonesia Attractiveness Index 2018. Indonesia Attractiveness Index adalah suatu penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik dan pariwisata. Keduanya telah memasuki tahap akhir yaitu tahap presentasi di hadapan dewan juri. Bertempat di Kantor Kemen-PAN RB, Kamis (19/7), Bupati Eka Wiryastuti melakukan presentasi dan wawancara di hadapan enam dewan juri. Ini merupakan tahapan untuk menjadikan Trans Serasi yang dikembangkan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan menjadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Turut hadir mendampingi Asisten III Setda Kabupaten Tabanan I Made Sukada, Kadis Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Harta Wiguna dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda

Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan. Di hadapan para dewan juri Bupati Eka mempresentasikan Trans Serasi dengan bahasa yang lugas dan jelas, sehingga kelihatan kalau dirinya benar-benar memahami secara utuh program inovasi Trans Serasi tersebut. Dijelaskan, Trans Serasi merupakan konsep baru angkutan siswa (Tabanan concept) yang menggunakan angkutan kota dan angkutan pedesaan sebagai backborn-nya. Dalam Trans Serasi, angkutan kota dan pedesaan dibeli layanannya melalui mekanisme buy the service, di mana trayeknya berdevinasi dari trayek angkutan kota/pedesaan menjadi trayek angkutan siswa pada jam berangkat dan pulang sekolah. ‘’Di tahap awal pada tahun 2014, angkutan siswa hanya dilayani oleh 57 armada. Hingga tahun 2018 sudah ada 80 angkot, tiga bus sedang, 63 bus kecil, dan berpotensi bertambah menjadi 103 bus kecil mulai Oktober 2018. Sedangkan jumlah siswa yang terangkut di tahun 2014 ratarata 2.343 orang siswa per hari. Di Tahun 2018 berjalan sudah mencapai 18.923 orang atau diperkirakan mencapai 4.333.450 orang di tahun 2018,’’ ungkapnya. Bupati Eka mengatakan jumlah armada tiap tahun juga ditingkatkan. Jumlah siswa yang terlayani juga meningkat. Ini menunjukkan program Trans Serasi mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya orangtua siswa. Inilah program keberpihakan pada rakyat. Masih kata Bupati Eka, bahwa Trans Serasi telah memberikan dampak positif kepada masyarakat, mulai dari menurunkan atau menekan angka kecelakaan khususnya yang melibatkan

dan akan ditempel di tempat-tempat umum, seperti balai banjar atau poskamling yang mudah diketahui masyarakat. “Bila ada yang sudah memiliki hak pilih tetapi namanya tidak tercantum dalam DPS HP bisa menghubungi PPS yang ada di desa atau ke PPK di kecamatan,’’ ujar Sutama. Penempelan DPS HP yang bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat ditempel sampai tanggal 14 Agustus 2018. ‘’Penetapan DPS HP menjadi DPT dijadwalkan tanggal 15 Agustus 2018,” tegasnya. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat dengan cermat mengamati DPS HP yang ditempel di masing-masing balai banjar, sehingga tidak kelabakan ketika hari H pencoblosan. Pleno dan penetapan DPS HP dihadiri partai politik yang ada di Tabanan. Plt. Sekretaris DPC Partai Demokrat Tabanan IGM Purnayasa mengapresiasi kinerja KPU Tabanan dalam

Bali Post/kmb28

PLENO - KPU Tabanan menggelar pleno daftar pemilih sementara hasil perbaikan Pileg 2019. penyusunan DPS HP. “Kinerja KPU Tabanan sudah serius bertanggung jawab. Hanya nanti jangan sampai ada DPS yang ganda dan tercecer,” tandasnya. Pihaknya sudah bisa menerima DPS HP yang telah ditetapkan oleh KPU Tabanan. “Kami sudah bisa menerima DPS HP ini,” ucap mantan Sekda Tabanan ini. Anggota DPRD Tabanan dari Partai Demokrat ini

mengatakan, meskipun partisipasi pemilih di Tabanan tinggi yakni 82 persen pada Pilgub Bali 2018, namun kerja maksimal terus ditingkatkan oleh KPU Tabanan selaku penyelenggara pemilu. “Tekan semaksimal mungkin jangan sampai ada pemilih yang tidak terekam atau terdata,” pungkas Purnayasa yang kini dicalonkan lagi menjadi Bacaleg Partai Demokrat. (kmb28)

Diapresiasi Pusat, Bupati Eka Presentasikan Dua Kebijakan Pro-Rakyat

presentasi - Bupati Tabanan ketika presentasi kebijakan dalam mengoptimalkan sektor pariwisata. siswa SMP, pemanfaatan angkutan kota dan perdesaan dapat menghemat nilai investasi untuk membeli kendaraan baru. Serta berdampak juga terhadap kesejahteraan awak angkutan yang sudah ada, sekaligus memperbaiki kualitas layanan angkutan umum. Terakhir menekan polusi, penghematan bahan bakar, dan mengurangi sudsidi BBM. ‘’Sudah menjadi kewajiban kami selaku pemerintah untuk menyediakan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, murah, cepat, andal dan tepat waktu dapat tercapai,’’ tutup Bupati Eka. Sementara untuk nominasi kabupaten terbaik kategori pariwisata dalam Indonesia Attractiveness Index (IAI) 2018, Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan paparannya di depan lima dewan juri, bertempat di Ruang dan Tempo Co-working space, Gedung Tempo Lantai 8 Jakarta. IAI 2018 diselenggarakan oleh Tempo Media Group bekerja sama dengan frontier consulting group. Turut hadir dalam kesempatan itu Kadis Pariwisata

Kabupaten Tabanan I Made Yasa dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan. Saat itu Bupati Eka Wiryastuti dengan penuh semangat dan gamblang memaparkan kebijakan Tabanan dalam mengoptimalkan sektor pariwisata, seperti dengan pelaksanaan festival, promosi pariwisata, pembangunan TIC (Tourism Information Center), penataan dan pengembangan infrastruktur pariwisata, pelestarian seni dan budaya, penguatan peran BUMDes dan BUMDa dalam sektor pariwisata serta program gerbang pariwisata. ‘’Jadi, hulu ke hilir kita kawal. Kita ingin pariwisata Tabanan itu pariwisata pertanian yang berbasis alami ini bisa lestari,’’ ucapnya. Dikatakan, pariwisata Tabanan berkonsep ‘’Nyegara Gunung’’, dengan indahnya pantai sepanjang 33 km, menawannya pemandangan sawah sepanjang dataran rendah menuju puncak, dan pemandangan pegunungan di dataran perbukitan. ‘’Hal

ini mencerminkan konsep nyegara gunung dan mengacu pada sapta pesona, ditunjang pula dengan tatanan kehidupan masyarakat melalui penerapan prinsip filosofi Tri Hita Karana agama Hindu melengkapi kesempurnaan alam Tabanan sebagai potensi pariwisata yang layak dikembangkan,’’ ucapnya. Bupati Eka Wiryastuti juga menyampaikan persentase rata-rata kenaikan wisatawan ke Tabanan 2,84 persen per tahun. Dengan daya tarik wisata unggulan pariwisata Tabanan mulai dari DTW Tanah Lot, Ulun Danu, Jatiluwih, Kebun Raya Eka Karya Bali, Alas Kedaton, Museum Subak, areal Pura Batukaru, Taman Kupukupu Bali, TPB Margarana, dan air panas Penatahan. ‘’Di Tabanan juga sudah ada 23 desa wisata, yaitu Desa Wisata Pinge, Nyambu, Belimbing, Jatiluwih, Tista, Kaba-kaba, Tua, Kukuh, Antapan, Mengesta, Biaung, Antap, Lalanglinggah, dan Desa Wisata Gunung Salak. Serta ada 74 BUMDa,’’ jelasnya. (ad1252)


BULELENG

8 SOSOK Luh Kerthianing Yakinkan ’’Costumer’’ BISNIS properti di Buleleng masih mengalami fluktuasi relatif tinggi. Daya beli costumer sangat sulit diprediksi. Akibatnya, pelaku bisnis ini pun harus pintar-pintar memutar otak. Itu wajib dilakukan, agar bisnis yang digawangi itu tetap bisa jalan. Kondisi persaingan sesama pelaku bisnis ini realitasnya semakin ketat. Tidak heran kalau ingin memenangkan persaingan itu pelaku bisnis properti harus mengeluarkan berbagai strategi. Bukan saja modal usaha sebagai andalan, juga wajib ada komitmen ekstra, memberikan pelayanan maksimal kepada setiap costumer. Salah seorang pebisnis properti asal Buleleng, Luh Kerthianing, mengatakan dinamika properti yang terjadi belakangan ini mayoritas memperkenalkan latar belakang perusahaan dalam rangka menggaet calon costumer-nya. Pasalnya, calon costumer masih banyak tergiur nama besar perusahaan properti itu sendiri. Padahal, buktinya beberapa perusahaan properti terkemuka itu juga banyak masalah. ‘’Siapa pun calon costumer itu memang harus jeli dan tidak boleh terpengaruh latar belakang perusahaan besar ada jaminan memberi produk properti berkualitas,’’ katanya. Perempuan pemilik Garden Villa Residence ini menambahkan, sebagai pelaku bisnis properti di Buleleng, setiap produk properti yang ditawarkan kepada calon costumer, perlu diimbangi komitmen perusahaan terkait memberi pelayanan yang terbaik kepada semua costumer itu. Komitmen ini mulai dari kualitas, lokasi, dokumen perizinan, kenyamanan, hingga dukungan fasilitas umum (fasum) wajib dipenuhi perusahaan. ‘’Konsep ini saya lakukan sejak merintis bisnis properti dan astungkara unit properti yang saya tawarkan, bisa membuat puas costumer kami,’’ jelas wanita peraih The Best Deplover dari Bank Mandiri itu. (mud)

Senin Wage, 23 Juli 2018

Berkurang 1.535 Pemilih, DPS Pemilu 2019 di Buleleng Singaraja (Bali Post) –

Setelah melakukan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, KPU Buleleng pada Minggu (22/7) kemarin menetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Dari jumlah DPS sebanyak 566.854 pemilih, setelah dilakukan pebaikan jumlahnya berkurang sebanyak 1.535 pemilih, sehingga sekarang menjadi 565.319 pemilih. Data pemilih ini ditetapkan sebagai DPSHP sebelum nantinya ditetapkan jadi DPT Pemilu di Kabupaten Buleleng, yang rencananya pada tanggal 12 sampai 21 Agustus 2018 mendatang. Penetapan DPSHP ini dilakukan melalui rapat pleno terbuka di salah satu hotel di Lovina. Pleno itu dipimpin Komisioner KPU Buleleng Nyoman Gede Cakra Budaya, ikut juga I Made Seriyasa, Gede Sutrawan, dan Luh Putu Widiyastini, serta para Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pengurus partai politik (parpol) peserta pemilu, dan perwakilan dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Tidak ketinggalan, Ketua Panwaslu Buleleng Ketut Ariyani turut juga hadir. Komisioner KPU I Made Seriyasa usai rapat mengatakan, tahapan perbaikan DPS menjadi DPSHP dilakukan secara berjenjang dari tingkat

desa sampai kecamatan. Dari penetapan DPSHP masingmasing kecamatan dan terakhir di kabupaten, KPU menetapkan DPSHP sejumlah 565.319 pemilih. Penurunan jumlah sebanyak 1.535 pemilih itu karena KPU menghapus pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Pemilih TMS itu itemukan ada disebabkan meninggal dunia, pindah alamat domisili, dan tercatat masih sebagai anggota TNI/ Polri aktif. Selain itu, dari DPS Pemilu 2019 itu sejumlah 566.854 pemilih ditemukan pemilih TMS sebanyak 12.990. Sedangkan pemilih baru tercatat 11.455 pemilih. ‘’Terjadinya penurunan ini menunjukkan kalau data pemilih semakin

akurat. Di mana dari DPS itu kita perbaiki dan pemilih TMS itu kita bersihkan, sehingga dari DPS menjadi DPSHP ada penurunan sebanyak 1.535 pemilih,’’ katanya. Setelah ditetapkan Senin (23/7) hari ini, KPU akan mencetak DPSHP untuk diumumkan ke semua desa dan juga kelurahan di Bali Utara. Selanjutnya, masyarakat, Panwaslu, dan pengurus parpol peserta pemilu dipersilakan mencermati terkait rekapitulasi DPSHP tersebut hingga tanggal 30 Juli 2018. Dalam masa pengumuman itu kalau masih ada penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum tercantum pada DPSHP, KPU mempersilakan penduduk bersangkutan atau

Bali Post/kmb38

REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH - Komisioner KPU Buleleng menyerahkan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perubahan (DPSHP) Pemilu Tahun 2019, Minggu (22/7) kemarin. parpol melaporkan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di mana alamat tempat tinggal penduduk yang tercecer itu dengan cara mengisi Formulir A1A DPSHP. Setelah masa pengumuman ini berakhir, KPU kembali menetapkan DPHSP akhir menuju DPT Pemilu 2019 di Kabupaten

Buleleng. ‘’Kalau setelah penelitan kemudian dicermati ada penduduk memenuhi syarat menjadi pemilih, namun tidak masuk DPSHP, maka baik penduduk atau parpol itu kami silakan menyampaikan kepada PPS dan akan dimasukkan DPSHP yang selanjutnya masuk pada DPT,’’ jelasnya. (kmb38)

mengajarkan kelompok petani itu dalam pengolahan cengkeh termasuk penanganan serangan JAP itu sendiri. ‘’Sangat sederhana metode membasmi JAP ini. Pengambilan daun cengkeh untuk disuling itu tidak serta merta memicu serangan JAP. Petani wajib diedukasi, dari hasil penyulingan daun cengkeh itu dipersilahkan membeli pupuk organik dan pakan Trichoderma yang tidak lebih Rp 5.000 per pohon. Dengan cara itu hasilnya petani jauh lebih baik dibanding melarang petani menyuling daun cengkeh,’’ jelasnya. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep mengatakan, perbup larangan penyulingan daun cengkeh itu tidak serta merta memutus serangan JAP. Penyakit ini masih terjadi di beberapa desa di Buleleng seperti di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Desa Tajun,

Kecamatan Kubutambahan, dan desa lain. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini juga sependapat perlunya dikaji kembali larangan pengambilan daun cengkeh itu sendiri. Dia beralasan berkembangbiaknya JAP itu kalau kelembaban kebun itu terlalu tinggi. Apalagi kebiasaan petani kurang rajin merabas gulma atau rumput liar yang menyebabkan terjadinya kelembaban tanah, sehingga JAP akan cepat berkembang biak. Pihaknya juga memprogramkan membuat unit demplop pengendalian JAP, caranya dengan pemeliharaan yang baik, pemupukan berimbang dan penambahan pupuk guna merangsang perkembagbiakan Trichoderma. Dengan cara ini, petani tetap mendapatkan hasil tambahan dari penyulingan daun cengkeh yang rontok dan serangan JAP tetap bisa dibasmi. (mud)

Pemprov Bali Minta Perbup Larangan Penyulingan Daun Cengkeh Dikaji Ulang

Masih ingat terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng No. 62 Tahun 2012 tentang Larangan Penyulingan Daun Cengkeh? Berlakunya regulasi lokal ini, dinilai kontraproduktif. Karena itu, Pemprov Bali meminta penerapan aturan itu dikaji ulang. Alasannya, larangan penyulingan daun cengkeh kering itu dinilai menghilangkan penghasilan tambahan petani. Selain itu, kendati daun cengkeh yang rontok disuling tidak akan menumbuhkan perkembangan Jamur Akar Putih (JAP) yang merusak tanaman. Bagaimanakah sesungguhnya dampak penyulingan daun cengkeh kering itu buat perkembangan tanaman cengkeh? SESUNGGUHNYA JAP itu bisa dibasmi dengan cara melakukan pemupukan berimbang. Selain itu penambahan pupuk bahan makanan perkembangbiakan Trichoderma itu sendiri yang dikenal menjadi musuh alami JAP. Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provisi Bali Lanang Aryawan mengatakan hal itu pada akhir pekan lalu saat menghadiri Media Trip ke

perkebunan cengkeh di Desa Selat, Kecamatan Sukasada. Pengambilan daun cengkeh yang rontok untuk disuling itu, kata Lanang Aryawan, mendatangkan penghasilan tambahan dalam pengelolaan usaha perkebunan cengkeh di Bali. Rata-rata harga minyak sulingan daun cengkeh ini mampu dijual di pasar Rp 125.000. Hanya, petani kehilangan penghasilan tambahan itu karena adanya larangan penyulingan

Bali Post/mud

SULING DAUN CENGKEH - Pemerintah daerah mengupayakan pengendalian JAP tanpa harus melarang petani menyuling daun cengkeh yang rontok. daun cengkeh tersebut. Terbitnya regulasi tersebut dinilai kurang tepat karena tidak menyelesaikan persoalan. Malah justru menghilangkan penghasilan tambahan bagi petani. Karena itu, hematnya, kebijakan Pemkab Bule-

leng melalui regulasi itu perlu dikaji kembali. ‘’Waktu itu karena hanya berlaku di Buleleng. Ya… kami tidak bisa campur tangan, tetapi kelihatannya ini sudah memicu permasalahan, sehingga kami menyarankan regulasi itu dipertimbangkan

kembali,’’ pintanya. Sebenarnya, pengambilan daun cengkeh kering itu tidak akan memicu serangan JAP, yang merusak tanaman. Justru sebaliknya, JAP itu bisa dibasmi bila petani bisa melakukan pengendalian dengan cara pemeliharaan tanaman yang baik, yakni pemupukan berimbang dan juga rutin menambahkan bahan makanan untuk jamur Trichoderma, yang merupakan musuh alami JAP. Dia mencontohkan, dari hasil penyulingan daun cengkeh itu petani itu justru bisa membeli pupuk organik dan bahan Trichoderma, yang rata-rata per pohon hanya Rp 5.000. Dengan modal yang murah itu dirinya meyakini kalau JAP itu bisa dibasmi walaupun daun cengkeh yang rontok itu diambil untuk disuling. Untuk itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan saat ini sudah membentuk Lembaga Ekonomi Mandiri (LEM). Lembaga LEM inilah yang


Senin Wage, 23 Juli 2018

GIANYAR

9

BNNK Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Objek Wisata Sasar Wisatawan dan Masyarakat Sekitar

Gianyar (Bali Post) Pencegahan peredaran gelap narkotika terus digalakkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Salah satu upaya BNNK Gianyar adalah melalui sosialisasi. Sosialisasi tidak saja digelar di instansi pemerintah, swasta ataupun sekolah, tetapi juga di objek wisata. Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, Minggu (22/7) kemarin, mengungkapkan SOSIALISASI - Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa (baju biru lengan panjang) saat melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada wisatawan di Objek Wisata Goa Gajah.

Tri Hita Karana, Marketing Ubud Sesungguhnya Gianyar (Bali Post) Tahun ini Ubud ditetapkan sebagai kota keempat di dunia yang paling ramai dikunjungi pelancong versi Travel and Leisure. Hal ini tentu tidak terlepas dari marketing pariwisata yang dikelola masyarakat di kampung turis itu. Sistem marketing itu juga tidak bisa terlepas dari peran para panglingsir Puri Ubud. ‘’Selama ini marketing hanya dikira tentang bisnis, tetapi bukan itu. Marketing yang sebenarnya adalah seni, seni dalam ilmu memuaskan orang, alam dan persembahan kepada Tuhan,’’ ucap panglingsir Puri Ubud Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, Jumat (20/7). Sebagai salah satu praktisi pariwisata di Ubud, ia mengaku selama ini tidak pernah berupaya menarik wisatawan dengan berbagai strategi melalui promosi atau semacamnya. Masyarakat Ubud hanya menjalankan kewajiban menjaga Tri Hita Karana, turis otomatis tertarik. ‘’Kami hanya mencoba menjaga alam, mewujudkan keharmonisan dengan masyarakat sekitar serta keharmonisan dengan Tuhan melalui upacara agama,’’ katanya. Dengan menjaga keharmonisan tersebut, pelancong yang berkunjung ke Ubud justru merasa nyaman meski sampai saat ini Ubud masih dibalut dalam persoalan sampah, infrastruktur dan gepeng. ‘’Menjalankan aktivitas dan melestarikan aktivitas budaya dengan tulus ikhlas, inilah sesungguhnya marketing yang menarik wisatawan ke Ubud,’’ ungkapnya. Pria yang akrab disapa Cok De ini mencontohkan upacara palebon beberapa waktu lalu yang tidak ada maksud untuk umbar kemegahan dalam mendirikan bade, apalagi memecahkan rekor Muri. Semua itu, menu-

rutnya, hanya upaya persembahan tulus ikhlas dalam menjalankan tradisi, sampai pada akhirnya banyak yang tertarik untuk menyaksikan. Ketulusan itu pula yang menurutnya menjadi kunci dalam marketing 3.0. Dijabarkannya, dalam poin marketing itu, 1.0 diorientasikan untuk keharmonisan alam, 2.0 diorientasikan dalam pelayanan terhadap konsumen. ‘’Kemudian pada 3.0 ini adalah human spirit kepada Yang Maha Kuasa, inilah yang tidak ada di kota lain dan hanya ada di Bali,’’ tegasnya. (nik)

sosialisasi di objek wisata menyasar masyarakat dan wisatawan. Sosialisasi di objek wisata dinilai cukup efektif. Sebab, dalam satu kali sosialisasi, puluhan wisatawan dan masyarakat sekitar objek wisata bisa mendapatkan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan narkoba. ‘’Kami hanya mencoba berinovasi, bagaimana melakukan pencegahan dengan cara yang lebih kreatif dan lebih mudah diterima masyarakat,’’ jelasnya. Setiap sosialisasi lewat percakapan secara langsung dengan masyarakat atau wisatawan, tercipta diskusi yang lebih mendalam terkait bahaya narkoba dan penanggulangannya. ‘’Kita jelaskan, kalau ada terindikasi penyalahgunaan narkotika, untuk segera disampai-

kan ke BNN agar mendapat pengobatan secara gratis,’’ ungkapnya. Kasus narkoba sangat rentan terjadi di Kabupaten Gianyar karena berbatasan langsung dengan Kota Denpasar. Apalagi ada penyalahguna narkoba yang diindikasikan berkomunikasi langsung dengan salah satu bandar di Denpasar. Namun, dia mengakui untuk menguak hal tersebut tidaklah mudah. Peredaran narkoba dengan jaringan sangat tertutup membuat pihaknya kesulitan mendeteksi sang bandar. ‘’Meski demikian, kita terus berupaya melakukan pencegahan. Setelah di Goa Gajah, beberapa objek wisata lain juga akan kita sasar untuk sosialisasi bahaya narkoba,’’ tegasnya. (kmb35)

Diskusi di Ubud Royal Weekend

Tumbuhkan Potensi Setiap Kabupaten Gianyar (Bali Post) Sebagai Wakil Gubernur Bali terpilih, Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengembangkan potensi masing-masing kabupaten/kota di Bali. Hal ini dalam rangka pemerataan pembangunan dan mengatasi persoalan ketimpangan ekonomi Bali yang terjadi selama ini. Cok Ace saat mengisi acara Ubud Royal Weekend di Museum Puri Lukisan Ubud, Minggu (22/7) kemarin, menyatakan pemerataan pembangunan yang dimaksudkannya bukanlah pemerataan pembangunan akomodasi pariwisata. Sebab, jika sekadar akomodasi pariwisata yang dibangun, maka Bali akan makin krodit dan pembangunan justru tak terarah. ‘’Yang saya maksud seperti pengembangan Tabanan dengan memasukkan kawasan Jatiluwih dalam sektor pertanian. Sementara Ubud terus dikembangkan dengan konsep desa wisata. Ini pemerataan pengembangan potensi, jadi bukan semata akomodasi. Kalau setiap kabupaten dikasi kesempatan membangun akomodasi seperti Badung, ya... habis kita,’’ katanya.

Saat ini hampir 70 persen masyarakat Bali bergerak di sektor pariwisata. Dia menilai sudah saatnya sektor lain digarap, namun tetap menunjang pariwisata. Pengembangan UKM dan industri kreatif merupakan hal akan menjadi fokus panglingsir Puri Ubud ini. ‘’Salah satunya melalui Ubud Royal Weekend ini kita membuka kesempatan untuk pengusaha muda agar dikenal,’’ tegasnya. Ketua Panitia Ubud Royal Weekend Cokorda Agung Ichiro Sukawati mengatakan, Ubud Royal Weekend memang dirancang untuk mampu menumbuhkan wirausahawan muda dan tangguh serta siap bersaing di pasar global. ‘’Jadi, indikator event ini bukan ramai berarti sukses, tidak demikian. Yang terpenting, setelah event, bisa menghasilkan wirausahawan muda,’’ kata pria yang juga pengusaha muda dari Ubud ini. Ubud Royal Weekend diikuti 40 lebih wirausahawan muda dengan jenis usaha bervariasi. Acara telah berlangsung sejak Kamis (19/7) hingga penutupan yang berlangsung malam kemarin. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Wage, 23 Juli 2018

Mantan Napi Warnai Pendaftaran Bacaleg

Negara (Bali Post) –

Sejumlah persyaratan bakal calon legislatif (caleg) diketahui belum lengkap setelah dilakukan verifikasi. Beberapa persyaratan seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat keterangan dari Pengadilan Negeri yang paling banyak belum dipenuhi. Hal tersebut diketahui saat penyerahan Berita Acara Hasil Pemeriksaan (BAHP) dokumen syarat bacaleg akhir pekan lalu. Selain itu, KPU Jembrana juga mendapati ada satu bacaleg yang merupakan mantan narapidana (napi) kasus korupsi dan sejumlah mantan napi kasus pidana. Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengatakan, dari 344 bacaleg untuk 13 partai politik (parpol) yang mendaftar, sudah rampung diperiksa dan dikembalikan ke parpol masing-masing, Sabtu (21/7) lalu. Diakuinya, ada beberapa bacaleg yang belum lengkap persyaratannya, tetapi ada juga yang melampirkan syarat tambahan. Beberapa syarat yang kurang itu sudah dilampirkan di berkas yang dikembalikan ke

masing-masing parpol. Sementara syarat tambahan itu beberapa bacaleg yang berstatus mantan terpidana. ‘’Ada satu yang mantan napi korupsi. Selain itu ada juga yang kasus pidana lain seperti illegal logging dan perjudian,’’ ujar Darmasanjaya. Khusus untuk mantan napi korupsi, sesuai persyaratan memang tidak boleh bersama dua kasus lainnya yakni bandar narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak.

Sedangkan untuk pidana lainnya diharuskan melengkapi persyaratan seperti mengumumkan ke media cetak dan dilengkapi surat keterangan dari redaksinya. ‘’Caleg diberikan waktu hingga 31 Juli ini untuk melengkapi syarat yang kurang,’’ tambahnya didampingi Komisioner KPU Jembrana Divisi Teknis Penyelenggaraan, Gede Tangkas Sudiantara. Pemilih Bertambah Selain penyerahan BAHP bacaleg

Sempit, Jembatan Blimbingsari-Ekasari Diusulkan Diperlebar

Bali Post/olo

JEMBATAN – Jembatan penghubung Desa Blimbingsari dan Ekasari yang diusulkan untuk diperlebar.

Negara (Bali Post) – Kendati kondisinya masih bagus dan kuat, jembatan penghubung Desa Blimbingsari-Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, rupanya masih ada yang kurang. Jembatan ini hanya memiliki lebar 3 meter dan itu dinilai sangat sempit. Dengan demikian, warga mengusulkan bahwa jembatan itu diperlebar, sehingga dua kendaraan bisa melintas dan berpapasan. Kondisi jembatan yang lebarnya hanya 3 meter, tentunya tidak memungkinkan untuk dua kendaraan melintas secara berpapasan. Jembatan yang sudah dibangun sejak puluhan tahun ini menjadi jalan penghubung tercepat. Baik untuk keperluan sehari-hari, lalu lintas hasil bumi (pertanian) hingga pariwisata. Khusus fungsi pariwisata, dua desa yang saling terhubung ini kerap dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Warga sejatinya sudah lama mengusulkan pelebaran jembatan penghubung antardesa itu. Jika jembatan itu diperlebar, maka aktivitas pariwisata dan pertanian warga akan berjalan lebih cepat. Dulu saat dibangun, jembatan di atas sungai untuk pengairan sawah di Blimbingsari dan Melaya (Subak Eka Santosa) ini sangat membantu aktivitas warga. Namun, seiring dengan kebutuhan dan fungsi jalan, jembatan ini dinilai kurang lebar. Di sekitar jembatan juga terdapat pintu air DAM untuk pengairan. Kepala Desa Blimbingsari I Made John Ronny, Minggu (22/7) kemarin, tak menapik kalau warga menghendaki jembatan itu diperlebar. Atas aspirasi warga itu, pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah. ‘’Kita sudah usulkan untuk diperlebar, salah satu pertimbangan karena jembatan itu miring dan tidak bisa dilalui bus pariwisata,’’ terang Ronny. (kmb26)

ke parpol, KPU Jembrana juga menetapkan jumlah pemilih dan tempat pemungutan suara (TPS) tingkat Kabupaten Jembrana untuk Pemilu 2019 nanti. Dibandingkan pemilu serentak akhir Juni lalu, pemilih bertambah sekitar 3,326 orang. Begitu juga dengan TPS yang sebelumnya 499 menjadi 869 TPS. Sebelumnya pada DPT dalam Pilgub Bali, 225.651 pemilih. Sementara dari hasil rekapitulasi pemilih sementara hasil perbaikan untuk Pemilu 2019 ada 228.977 pemilih. Hal itu dikarenakan adanya pemilih pemula yang usianya pada saat pemilu nanti sudah 17 tahun. Terkait TPS yang bertambah hampir dua kali lipat dibanding pilgub dikarenakan perbedaan aturan jumlah pemilih di masing-masing TPS.

Komisioner KPU Jembrana Divisi Teknis Penyelenggaraan Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengatakan aturan jumlah pemilih di setiap TPS dalam pemilihan umum tahun depan maksimal 300 pemilih dalam setiap TPS. Hal itu dikarenakan banyaknya surat suara yang akan dicoblos yakni 5 surat suara. Di antaranya surat suara pemilihan presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Untuk itu membutuhkan waktu saat pemungutan maupun penghitungan, sehingga dibatasi maksimal 300 pemilih. (kmb26)

Diseminasi Informasi P4GN

Cegah Peredaran Narkoba, BNNP Bali Dorong Desa Pakraman Buat ’’Pararem’’ Negara (Bali Post) Ratusan warga Peh, Desa Kaliakah mengikuti diseminasi informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Sabtu (21/7) lalu di Balai Banjar Peh, Kecamatan Negara. Kegiatan dirangkai dengan pelantikan Relawan Anti Narkoba oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan sekaligus sebagai Kepala BNNK Jembrana, Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba serta penggiat antinarkoba. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa menjelaskan, acara diseminasi informasi P4GN dan pelantikan Relawan Anti Narkoba bertujuan agar lebih menyentuh secara langsung ke desa pakraman. ‘’Hari ini ada Wakil Bupati yang juga sebagai Ketua BNNK dan DPRD Bali. Ini menunjukkan sinergi bahwa masalah narkoba bukan hanya milik BNN saja. Di Bali ini, Desa Pakraman merupakan jantungnya karena berbagai profesi ada di sana, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat,’’ kata Suastawa. Suastawa menyampaikan dirinya akan mendorong desa pakraman yang ada di Jembrana membuat pararem untuk mencegah masuknya narkoba. ‘’Saya berharap agar Banjar Peh yang memulai. Nanti akan saya berikan contoh tiga pararem di desa lain yang dipakai dalam pencegahan narkoba,’’ imbuh Suastawa. Suastawa mengingatkan kondisi penyalahgunaan narkoba di Provinsi

Bali Post/ist

MELANTIK RELAWAN – Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa didampingi Wabup Jembrana Kembang Hartawan saat melantik relawan antinarkoba di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Sabtu (21/7) lalu. Bali tahun 2017 berada di urutan 23 dalam tingkat kerawanan penyalahgunaan narkotika dari 34 provinsi di Indonesia. Kabupaten Jembrana yang merupakan pintu masuk Pulau Bali melalui darat sangat rentan terhadap kejahatan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu diharapkan masyarakat di Kabupaten Jembrana agar paham akan narkoba dan bahayanya serta dapat menjaga lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Peran serta masyarakat dan stakeholder dalam P4GN yang diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu Pasal 104, 106, 108 dan 109 tentang peran serta masyarakat dalam pencegahan pemberantasan

penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN. Kepala desa sebagai pelopor dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai program pencegahan dan pemberantasan narkoba, deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Dan sebagai informan BNN dalam pengawasan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Dalam kegiatan itu, BNNP Bali juga melantik 10 relawan antinarkoba dari berbagai profesi seperti kepala desa, bendesa, pecalang dan tokoh masyarakat. BNNP Bali telah melantik 2.308 relawan antinarkoba di seluruh Bali yang diberi pelatihan sebagai penggiat anti narkoba di lingkungannya. (bns)

Kejari Terima Petikan Putusan Kasus Winasa Negara (Bali Post) Putusan kasasi terkait kasus korupsi perjalanan dinas mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa, telah turun. Petikan putusan kasasi yang menjerat mantan orang nomor satu di Jembrana tersebut sudah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Dalam petikan putusan Mahkamah Agung (MA) bertanggal 25 April 2019 nomor 389 K/Pid. Sus/2018, hukuman penjara lebih lama dibandingkan putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar maupun Pengadilan Tinggi Bali. Kasipidsus Kejari Jembrana I Made Pasek Budiawan, Minggu (22/7) kemarin, membenarkan pihaknya telah menerima peti-

kan putusan kasasi terkait kasus perjalanan dinas tersebut. Dalam putusan itu disebutkan pertama menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi penuntut umum pada Kejari Jembrana. Kedua memperbaiki putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi Bali tanggal 26 Juli 2017 yang menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Denpasar 9 Juni 2017. Lebih lanjut dijelaskan Pasek, pada putusan di tingkat Pengadilan Tipikor Denpasar, Winasa diputus 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Berlanjut banding di Pengadilan Tinggi putusan menguatkan putusan sebelumnya.

Sebelumnya, JPU menuntut Winasa 7 tahun penjara. Selanjutnya dalam putusan kasasi (MA) ini, Winasa diputuskan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan. Selain itu juga pidana tambahan membayar uang pengganti senilai Rp 797.554.800. Uang pengganti tersebut diperhitungkan dengan penyetoran pengembalian kelebihan perjalanan dinas Winasa. Bila tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang guna menutupi uang pengganti. Bila hal ini tidak terpenuhi, maka akan dipidana penjara selama 3 tahun. Winasa saat ini menjalani huku-

man penjara terkait kasus korupsi beasiswa Stikes dan Stitna dengan pidana penjara 7 tahun. Dalam putusan kasus beasiswa itu, Winasa juga diminta membayar denda Rp 500 juta subsider delapan bulan serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp 2,322 miliar. Bila tidak membayar ganti rugi, diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun. Namun hingga saat ini, Winasa belum membayar denda maupun pengganti terkait kasus tersebut. Sebelumnya, Winasa juga sudah menjalani hukuman selama 2,5 tahun terkait kasus korupsi pengadaan mesin pabrik kompos. (kmb26)

Made Pasek Budiawan

Bali Post/olo


KARANGASEM

Senin Wage, 23 Juli 2018

SOSOK Wujudkan Kertha Warga

ORGANISASI atas dasar klan atau soroh, mesti membawa pesan damai. Jangan kemudian merasa diri paling hebat, tetapi harus mampu membimbing warganya menuju kesejahteraan (kertha warga). Demikian ditegaskan Wakil Bupati Karangasem Dr. Wayan Artha Dipa saat membuka acara Lokasabha I MSKMT (Maha Semaya Ki Mantri Tutuan) Pratisentana Sira Dalem Mangori di Gedung UKM Center Amlapura, Sabtu (21/7) lalu. Semangat bersama dalam tagline “Karangasem The Spirit of Bali” telah melandasi lokasabha ini, untuk bersamasama mencapai kertha warga itu. Dia mewanti-wanti agar seluruh pasemetonan mampu saling menghormati antarsesama. Saling menjaga adat istiadat Bali dan bersama-sama mewujudkan perdamaian. Dengan konsep ini, maka sebenarnya tidak perlu adanya pertikaian di antara warga Bali, karena walaupun berbeda banjar, desa dan soroh sekalipun, sejatinya seluruh masyarakat Bali, khususnya Karangasem masih bersaudara. “Banyaknya klan di Bali tidak perlu dipermasalahkan sehingga menjadi fanatik, tetapi sepatutnya harus bisa bersatu demi menjaga keajegan Bali. Seperti taman yang akan terlihat indah bila dihiasi bunga berwarna warni,” tegasnya. Ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi terhadap kawitan dan selanjutnya akan mampu mempererat pasemetonan. “Ini bukan sekadar bicara klan. Apalagi menganggap klan tertentu paling hebat. Tetapi, bagaimana dengan adanya kesadaran tinggi terhadap pasemetonan itu ke depannya agar Bali ini semakin ajeg,” kata Wabup Artha Dipa. (gik)

Tabrak Truk Tronton Parkir, Gede Ngurah Meninggal Amlapura (Bali Post) Seorang pengendara sepeda motor, Gede Ngurah Andi Wirawan (21), meninggal dunia di tempat kejadian setelah pemuda yang berasal dari Banjar Dinas Labuhan, Desa Antiga, Manggis itu menambrak truk tronton yang tengah parkir, Sabtu (21/7) malam. Korban pun sempat dilarikan ke Klinik Penta Medika Manggis, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Sebelum kejadian, sepeda motor hitam DK 6513 SX yang di kendarai korban datang dari arah Klungkung menuju Amlapura. Saat tiba di TKP sekitar pukul 21.30 Wita, di depan Banjar Pangitebel, Antiga, tiba-tiba korban menabrak pantat truk tronton yang tengah parkir. Truk Hino Tronton warna putih DR 8706 AZ itu sedang parkir akibat mengalami kerusakan lemah pada aki. Lokasi titik tabrakan berada di sebelah kiri as jalan dari arah Klungkung menuju Amlapura. Saat itu situasi arus lalu lintas setempat memang sedang padat, karena arus penyeberangan di Pelabuhan Padangbai sedang buka-tutup akibat cuaca buruk. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Manggis. Kasubag Humas Polres Karangasem AKP Harson Juanda membenarkan kejadian tersebut. Setelah menda-

pat penanganan di Klinik Penta Medika, diketahui akibat kejadian itu korban mengalami luka patah bagian rahang, kepala bagian depan pecah, leher patah, keluar darah dari hidung dan telinga. Setelah mendapat perawatan di Klinik Penta Medika Manggis, dia kemudian dirujuk ke RSUD Klungkung. Tetapi tetap nyawanya tak tertolong lagi. Hasil olah TKP di lokasi kecelakaan, diduga karena korban lalai akibat kurang hati-hati. Dia dinilai tidak memperhatikan kendaraan yang sedang parkir di sebelah kiri as jalan dari arah Klungkung menuju Amlapura. Sehingga terjadi tabrakan. AKP Harson berharap agar pengguna jalan yang melintas di lokasi lebih berhati-hati. Sebab, situasi arus lalu lintas di jalur Klungkung-Padangbai sedang padat. (kmb31)

Diduga Sisa Letusan 1963

Susunan Batu Misterius Kagetkan Warga Temukus Warga Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, dikagetkan penemuan susunan batu misterius di dekat Pura Dalem Temukus. Batu yang tersusun rapi yang menyerupai fondasi bangunan itu ditemukan saat warga setempat melakukan penggalian di dekat Pura Dalem Temukus. Melihat posisi dan strukturnya, susunan batu itu diduga sisa-sisa letusan Gunung Agung tahun 1963. Bagaimanakah asal-usul sesungguhnya batu bertumpuk itu?

11

DARI informasi, susunan batu yang ditemukan warga Selasa (17/7) lalu, memang mirip fondasi bangunan. Posisi susunan batu berada di kedalaman dua meter. Persisnya di antara Pura Dalem dan kuburan Banjar Adat Temukus. Bendesa Adat Temukus I Nengah Sindia, Minggu (22/7) kemarin mengatakan, susunan batu itu ditemukan secara tidak sengaja. Saat itu, menurutnya, beberapa warga menggali tanah untuk membuat tempat penyulingan minyak sereh. ‘’Mulanya banyak yang mengira bongkahan batu biasa. Namun ketika semakin digali ternyata

batunya banyak. Bahkan tersusun memanjang mirip fondasi rumah,’’ katanya. Sindia tidak berani menyimpulkan apakah susunan batu itu adalah situs purba atau hanya bekas fondasi bangunan biasa milik warga lereng gunung sebelum erupsi 1963. Yang pasti, beberapa tetua desa yang sudah remaja ketika erupsi 1963, menyatakan tempat ditemukannya susunan batu itu dulunya hanya berupa hutan yang ditumbuhi pepohonan besar. Apa di sana ada permukiman penduduk? ‘’Saya sendiri masih bertanyatanya dalam hati,’’ ungkapnya.

Sampai saat ini susunan batu itu masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan keberadaannya. Belakangan muncul rumor susunan batu yang tersusun mirip fondisi bangunan itu kemungkinan merupakan desa tua di lereng Gunung Agung. Desa itu ditinggalkan penduduknya karena erupsi sekitar 1963 silam. ‘’Kalau cerita dari mulut ke mulut. Dulu disebutkan di daerah atas itu ada permukiman penduduk. Namun kami tidak bisa memastikan. Persoalannya, semua masih berupa rumor,’’ timpal Kepala Wilayah Temukus I Wayan Sudiana. (kmb)

PENANGANAN MEDIS - Korban saat mendapat penanganan medis sebelum dinyatakan meninggal.

Korsleting, Rumah Terbakar

Amlapura (Bali Post) Api membakar rumah milik Made Warki (45) di Banjar Magetelu, Desa Tista, Abang, Minggu (22/7) kemarin. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, namun kebakaran yang diduga akibat korsleling listrik itu menghanguskan harta benda korban. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Kejadiannya pertama kali diketahui tetangga korban, I Wayan Geden (40), karena saat itu korban sedang tidak di rumah. ‘’Saya dengar seperti suara kayu terbakar. Ternyata rumah De Warki terbakar,’’

ungkap Geden saat petugas dari Polsek Abang turun melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Ketika api mulai membakar rumah tetangganya, Geden bersama dua orang warga lainnya sudah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api justru bertambah besar, membumbung membakar bagian atap rumah yang terdiri dari dua kamar tidur tersebut. Api kemudian merembet ke bawah. Api juga menyambar kamar tidur dan isinya. Tim pemadam datang beberapa saat kemudian. Perlu waktu 15 menit menjinakkan si jago merah, kendati demikian seisi bangunan

sudah jadi puing-puing. ‘’Tak ada yang sempat diselamatkan,’’ kata korban saat memberi kesaksian kepada polisi. Polsek Abang bersama Tim Damkar Karangasem yang turun ke lokasi kejadian memastikan tidak ada unsur kesengajaan pada peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, diduga kuat kebakaran itu terjadi karena arus pendek jaringan kabel listrik di bagian kap rumah korban. ‘’Sepertinya terjadi korsleting pada sambungan kabel di bagian atas. Kerugiannya ditaksir sekitar Rp 25 juta,’’ terang Kapolsek Abang AKP Nyoman Wiranata. (kmb)


KLUNGKUNG

12

Senin Wage, 23 Juli 2018

Penganugerahan ’’Wonderful Indonesia Tourism Award 2018’’

Klungkung Masuk Top 10 Terbaik Nasional K AB U P A T E N Klungkung terus menunjukkan taji di kancah nasional. Setelah program Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) dan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) masuk sebagai nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kabupaten yang memiliki wilayah kepulauan ini juga berhasil menjadi Top 10 Kabupaten Terbaik Tingkat Nasional dalam penganugerahan Wonderful Indonesia Tourism Award 2018. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Aula Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kemenpar, Jumat (20/7). Menteri Arief Yahya menyatakan, penghargaan ini

sebagai wujud apresiasi pemerintah akan performansi, inovasi dan komitmen dari pemerintah daerah dalam membangun pariwisata. “Penghargaan ini sebagai upaya untuk mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam membangun potensi pariwisata di daerah sekaligus mendukung pariwisata nasional. Juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur atau kalibrasi kepada kepala daerah untuk berkomitmen membangun wisata berkelanjutan dalam membangun pariwisata di daerahnya,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Suwirta menyampaikan rasa syukurnya karena mampu meraih penghargaan ini. “Saya ucapkan terima kasih bahwa Kabupaten Klungkung diberikan kepercayaan untuk menerima penghargaan ini, penghargaan ini merupakan hasil dari kinerja kami dalam mengembangkan wisata di Nusa Penida yang sedang mengalami peningkatan

Bali Post/sos

PENGHARGAAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kanan) menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam penganugerahan Wonderful Indonesia Tourism Award 2018 di Aula Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kemenpar, Jumat (20/7).

jumlah wisatawan yang sangat pesat,” ujarnya. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini berharap dengan penghargaan ini Kepulauan Nusa Penida dapat menjadi salah satu penopang pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali. “Nusa Penida sudah menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Saya berharap pemerintah pusat dapat selalu memberikan dukungan kepada kami. Saya yakin Nusa Penida bisa menjadi salah satu daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” tambahnya. Sejauh ini, Pemkab Klungkung telah melakukan berbagai upaya untuk menggeliatkan pariwisata di kepulauan the blue paradise island itu. Mulai dari pembenahan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ke depan, masih ada sejumlah kegiatan yang akan digulirkan. Salah satunya pembangunan pelabuhan segi tiga emas. Selain itu, Ketua Penyelenggara Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 Yong Keng Hoat menjelaskan, 4 kriteria dalam penghargaan ini, yang masing-masing memiliki bobot berbeda. Pertama, kinerja usaha pariwisata, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan tenaga kerja, serta dampak/ outcome berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) dengan bobot 40%. Kedua, indeks pariwisata Indonesia, daya saing 30%. Ketiga, Indonesia’s Attractiveness Award, dimensi pariwisata 15% dan keempat, penghargaan internasional dan nasional 15%. (ad1251)

Imbas Cuaca Buruk

30 Persen Wisatawan Batal Menginap di Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Gelombang tinggi yang terjadi di Selat Badung menyebabkan aktivitas penyeberangan ke Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dari wilayah daratan terganggu. Bahkan beberapa hari sempat tutup. Kondisi alam ini berimbas pada pembatalan pemesanan penginapan alias cancel. Pemilik pun harus menelan kerugian. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung I Wayan Sukadana, Minggu (22/7) kemarin menjelaskan, pembatalan pesanan kamar cukup banyak terjadi, kisaran 20 sampai 30 persen. Ini berlangsung sejak 20 Juli lalu, tepat dengan penutupan aktivitas fast boat dari pelabuhan tradisional di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan maupun dari Sanur, Denpasar. “Informasi penyeberangan masih simpang siur antara bisa menyeberang dan tidak. Ini yang membuat banyak cancel kamar,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, dihadapkan situasi demikian, pemilik akomodasi tak bisa berbuat banyak. Hanya berharap situasi segera membaik. “Kalau misalnya cuaca baik, kondisi laut tenang, hunian hotel sebenarnya tinggi. Sekarang masuk high season,” ungkapnya. Seorang pemilik akomodasi di Nusa Lembongan, I Wayan Topik Nusa Putra, mengatakan pembatalan juga sudah muncul sejak 19 Juli. “Kerugian pasti

Bali Post/sos

NUSA PENIDA - Akomodasi pariwisata di Kepulauan Nusa Penida. Cuaca buruk yang melanda beberapa hari ini menyebabkan banyak wisatawan yang membatalkan pemesanan. ada karena kamar yang seharusnya terisi menjadi kosong. Tamu yang seharusnya lebih lama tinggal memilih lebih awal check out,” jelasnya. Tak hanya itu, penutupan aktivitas transportasi laut juga menyebabkan pasokan kebutuhan pokok tersendat. “Kami hanya mengandalkan transportasi laut untuk mengirim barang ke Nusa Penida. Seperti halnya beberapa waktu lalu untuk mencari cabai dan bawang serta daging saja sangat sulit,” sebutnya. Kemarin, katanya, kondisi laut memang sudah membaik. Namun beredar informasi beberapa hari ke depan berpotensi lagi gelombang tinggi. Itu pun bisa memengaruhi pesanan kamar. “Kesulitan bahan pokok sudah kami antisipasi. Khawatir nanti penyeberangan ditutup lagi,” imbuhnya. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra

mengatakan, aktivitas fast boat sudah mulai dibuka. Demikian pula kapal roro menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem. “Hari ini (kemarin - red) sudah buka. Situasi di laut termasuk baik. Roro sudah berangkat pagi bawa penumpang,” bebernya. Hanya, kata pejabat asal Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan ini, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gelombang tak bersahabat perpotensi terjadi sampai 25 Juli. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap waspada. “Waspada saja karena situasi alam sulit ditebak,” pintanya. Sebelumnya, penutupan aktivitas fast boat dan roro menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Nusa Penida. Banyak juga wisatawan domestik dan mancanegara. Hal tersebut pun menuai keluhan. (kmb45)

PADI - Padi di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan terserang tikus.

Bali Post/sos

Belasan Hektar Padi Diserang Tikus Petani Dihantui Gagal Panen

Semarapura (Bali Post) Harapan sejumlah petani di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan Klungkung untuk mendapatkan panen padi maksimal harus pupus. Menyusul maraknya serangan tikus yang telah berlangsung sejak padinya hendak berbuah. Seorang petani I Nengah Surita, Minggu (22/7) kemarin, nampak sibuk di sawahnya di Tempek Dangin Desa. Sesaat setelah guyuran hujan lebat mereda, ia masuk ke tengah petakan sawah, membersihkan batang padi yang telah menguning. Padahal belum tumbuh buah. Itu dikumpulkan ke pematang sawah. “Ini diserang tikus. Banyak dimakan pangkalnya. Jadi mati,” tuturnya. Serangan itu berlangsung sejak padinya baru berumur 50 hari. Tepat saat hendak tumbuh buah. Baru musim ini terjadi hal demikian. Sebelum-

nya tidak ada. Pertumbuhan padinya sangat baik. Tidak ada serangan hama, baik tikus maupun tungro. “Tumben seperti ini. Tikus sangat marak,” ucapnya. Petani sangat sulit menangani itu. Jalan yang ditempuh tak hanya dengan meracun, namun juga menggelar upacara paneduh. Tetapi tak membuahkan hasil. Serangan tikus justru semakin menjadi-jadi. “Tikusnya besar-besar. Racun tidak mempan,” kata petani asal Banjar Mungguna, Desa Tihingan ini. Selain padi, tanaman ka-

cangnya juga turut menjadi sasaran hingga membuatnya gagal panen. “Daun kacang awalnya menguning. Dikira kenapa. Ternyata pangkalnya sudah semua putus dimakan tikus. Habis semua. Gagal panen satu petak,” terangnya. Petani lain, I Wayan Edi Arianto, juga mengatakan hal senada. Hasil panennya musim ini dipastikan merosot. Ia hanya bisa pasrah. “Satu petak ada separuh habis diserang. Banyak yang seperti itu. Upaya uang dilakukan tak mempan,” jelasnya. Persoalan yang menjerat

petani itu dibenarkan Klian Subak Penasan I Wayan Rupa. Ada sekitar 15 hektar sawah yang terserang tikus dari 143 hektar. Terparah ada di Tempek Dangin Desa. Terdapat satu hamparan padi yang gagal panen. Subak telah melakukan upacara paneduh yang telah menjadi tradisi. Tetapi tak ada tanda-tanda perubahan. Ancaman gagal panen pun masih menghantui. “Justru tambah marak. Tumben seperti ini. Bingung juga menanganinya,” katanya. Hal tersebut sudah sempat dipantau petugas Dinas Pertanian Klungkung. Penanganannya, petani hanya diminta menggunakan racun. “Ini sudah juga dilakukan. Belum ada perubahan. Tumben seperti ini,” pungkasnya. (kmb45)

Cerita Pasutri Penjual Kain Ikut Pencalegan

Satu Partai, Satu Dapil HAJATAN pemilihan legislatif (pileg) telah dimulai, termasuk di Kabupaten Klungkung. Belasan partai politik (parpol) telah mendaftarkan sederet nama ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bertarung. Ada hal menarik pada pencalegan ini. Sepasang suami-istri bertekad maju. Melenggang dari partai sama dan merebut suara pada dapil yang sama pula. Seperti apakah ceritanya? Ketika batas akhir pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) 17 Juli lalu, suasana di Kantor KPU Klungkung yang berlokasi di Jalan Gadjah Mada nampak berbeda dengan sebelumnya. Jauh lebih ramai. Menginjak petang, sejumlah orang datang. Mengenakan pakaian kompak, lengkap dengan atribut parpol. Mereka menyerahkan setumpuk berkas. Komisioner KPU pun melayaninya. Berkas itu diperiksa dengan teliti. Nampaknya tak ada persoalan berarti. Kedatangan itu bukan yang terakhir. Sekitar pukul 21.00 Wita, datang seorang pria dan perempuan. Mengajak seorang anaknya yang masih kecil. Mereka pun melakukan hal yang sama dengan orang-orang

Bali Post/sos

PASUTRI - Pasangan suami-sitri (pasutri) Marsudi Bambang Wijanarko dan Ida Rosida saat ditemui di kediamannya di Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, Minggu (22/7) kemarin. sebelumnya. Menyerahkan berkas kepada petugas. Ketika itu, setelah diperiksa, beberapa kali dinyatakan masih ada kekurangan. Seolah tak ingin kehabisan waktu, itu segera dilengkapi. Ditelusuri lebih jauh, rupanya mereka itu sepasang suami istri. Namanya Marsudi Bambang Wijanarko dan Ida Rosida. Warga Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin yang maju dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ditemui langsung di kediamannya, Minggu (22/7) kemarin, Marsudi nampak polos. Kesan ramah terpancar dari wajahnya. Mengeluarkan karpet, mempersilakan untuk duduk. Ia pun tak sungkan berbagi cerita soal langkah nekatnya untuk ikut pencalegan. Bukan tanpa alasan. Selain menjabat sebagai Ketua DPD PAN Klungkung, juga

ingin memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat ke pemerintah untuk bisa disikapi. “Dari sisi aturan, PAN tidak mewajibkan ada calon yg maju. Tetapi karena jadi pengurus, ya harus maju. Yang lebih besar juga karena ingin ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat. Masih banyak yang belum tersampaikan,” ujarnya. Pada pencalegan itu, juga ada hal menarik. Pria asal Solo ini juga sekaligus sebagai LO. Berbeda dengan parpol lain yang ada secara khusus. Pada hajatan politik lima tahunan ini, ia masuk dapil Klungkung. Sementara itu, sang istri, Ida Rosida, awalnya masuk dapil Nusa Penida. Alasannya karena di sana banyak ada keluarga. Jadi lebih mudah dalam menggalang suara. Namun keinginannya itu harus pupus. Perempuan berjilbab itu

bergeser ke dapil Klungkung, “menyelamatkan” sang suami. “Dari PAN kan hanya maju berdua. Tidak bisa pada dapil hanya laki-laki sendirian. Harus ada perempuan. Jadi istri pindah dapil. Tidak jadi di Nusa Penida,” ucap Wijanarko. Memutuskan untuk bersamasama melenggang merebut kursi dewan hanya berlangsung singkat. Termotivasi dukungan dari keluarga. “Memang ingin maju. Tidak lama memutuskannya,” tuturnya. Meski batal masuk dapil Nusa Penida, Ida Rosida mengaku tetap berupaya semaksimal mungkin meyakinkan masyarakat Kecamatan Klungkung untuk bisa memberikan dukungan. “Ya tetap berusaha. Meski satu dapil dengan suami,” katanya. Mendulang suara, pasutri empat anak ini sudah mempersiapkan strategi. Ada yang dijalankan sendiri-sendiri. Ada pula yang bersamaan. Kini, sekadar sowan ke keluarga yang ada di kampung muslim sudah dilakukan. “Kalau saya lebih ke keluarga pendekatannya. Kalau bapak, jangkauannya lebih luas,” ucap perempuan yang juga sebagai Bendahara DPD PAN Klungkung ini. Keseharian, mereka bekerja sebagai penjual kain. Profesi itu telah ditekuni sejak tiga tahun lalu. Sejauh ini, di tengah tahapan pileg, itu masih dilakoni seperti biasa. “Masih jalan. Jualan tetap,” imbuh Rosida. (sos)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Wage, 23 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

LOWONGAN !!Dcr 2 Karyawati, 2 Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan By Pass 777 Jimbaran(SelatanSPBU)

G.01

B.BP.004.07.18.0001233

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Kuta: SPV Bar,Waiter/s(3Jt)DJ, Cook,Bartender,CS,H.08123807241 B.BP.001.07.18.0001211

Asmen/Asstn Mgr3org,Supervisor 6 org, Marketing 20 org, Akunting 1 org,Keuangan 1 org, Admin 1 org,Tng Gudang 1org,OB 1 org.lamaran ditujukan ke PT. Sarana Pancakarya Nusa Bandung Jl.Gatot Subroto Timur No.244A Denpsar.Syrat & ketentuan bisa hubungi CP.Anis:081342407993

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

B.BP.001.07.18.0001208

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

G.03

B.BP.004.07.18.0001222

CV.SIP Jl.Gatsu 1/5.Bth 3sopir pglmn,0818359889,081936550777

B.BP.001.07.18.0001180

Dbthkan Sgr Cook Berpengalaman & Waitress Non Pengalaman Dipersilahkan,bs Bahasa Inggris. Hub / WA : 087861864937

B.BP.004.07.18.0001246

Dcr Sopir Berpenglmn,Bs Matic& Manual,Punya SIM B1,KTP Bali, Rapi. Lamaran Langsung ke Yamaha Hasanudin 74-78 Dps B.BP.001.07.18.0000955

Dcr PRT Tdr dlm, Supir Pglm2Th Tamat SMA Hub.085829145389 B.BP.004.07.18.0001030

Dcari Sopir Hub:Restoran Renon Jln. Cok Agung Tresna 85 Renon Hp:085100805000

B.BP.001.07.18.0001209

Dcr Adm Acct&Adm Gdg Tmt SMK/ SMA Lam Thpati PS,081337273111

B.BP.001.07.18.0001164

Dicari Salesman/Girl & Sopir, Gaji,Transport, Komisi, Bonus Hub.HP.087761391444(TidakSMS)

B.BP.001.07.18.0001232

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

Dcr Staf Admin Min D3 Akuntansi/Management,Max. 28Th Hub.0361482704/085237775687 CV.Dapur Prima

Distributor Philips:Salesman/ Girl,Spv Sales,Admin Wnt Hub: Bedahulu IV No.12 Denpasar Email:binjaya_sby@yahoo.co.id

Dicri 2 guru wanita PGTK bs B.Inggris Hub.0811398772

Dicr Waitres/CS Utk Resto.N2 Kuta. SMS:085100433309

B.BP.001.07.18.0000990

B.BP.001.07.18.0001023

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

SERVICE DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTOCOPY

G.06

B.BP.001.07.18.0001218

B.BP.001.07.18.0001155

B.BP.004.07.18.0000136

Rmh Tipe 36/70 Lok.Kori Nuansa Jimbaran.Hubungi:081338207795

B.BP.001.07.18.0001152

B.BP.001.07.18.0000998

Dibutuhkan Guru Olahraga SD. Syarat:Pria,S1 FKIP Olahraga. Denpasar Children Centre. Telpon (0361) 725725

Dikontrkn Rumah 3Kmr,2KM Mandi Dkt KFC Jimbaran/082227776866

Dicari Assistant Production Manager kualifikasi:Pengalaman Min 1 Thn,Bhs. Inggris, Admin Skill, MYOB.Kirim CV : lina@lillalane.com

Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl .G.Agung Dps HP:087761724888

Dicr Grafic Designer Utk Gatsu Timur SMS:085100433309

Dikontrkn Tnh 1H Sblh Beverly Hill Hotel Hub:082227776866

DISEWAKAN RUMAH B.BP.001.07.18.0001221

B.BP.001.07.18.0000997

KOST

B.BP.001.07.18.0000991

DISEWAKAN TANAH

B.BP.004.07.18.0001170

B.BP.001.07.18.0001154

AN ENglish Media in Bali looking for a Marketing Staff. Good Salary, benefits and commissions.Fresh graduate is welcome.Max 27yo.Email CV and salary expectation to : vacancyforlife@gmail.com

Dcr Sgr Karyawati utk Rmh Makan Hub.087862087334

B.BP.001.07.18.0001243

G.07

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

G.05

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Candikuning Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

Dibutuhkan Guru Bhs Indonesia SD.Syarat:S1 PGSD/Sastra Indonesia.Denpasar Children Centre.Telpon(0361) 725725

Dicr Krywti u/Ditemptkn di Gyr Lam Jl.Bedahulu35A,03618449831

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

G.04

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.07.18.0001220

RUPA-RUPA

B.BP.001.07.18.0001226

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

B.BP.001.07.18.0001247

Badut,MC,Sulap,Dekorasi Balon, Games,MurahKeren,081338544255 Jual Harrier,Th’2007,Hitam, Mulus,Asli DK Hub.081337188868 B.BP.004.07.18.0001213

B.BP.004.07.18.0000964

DIJUAL MOBIL

DIJUAL TANAH

Avanza G 1.3’2016 Htm AsliBali Hrg Net 164Jt,081999299227 BU

Buruan Beli Tanah Dapat Scoopy Dijual Tanah 1 Are Jl.Astasura I Denpasar Harga 350Jt Nego Hub.081338711554/081338960016

B.BP.001.07.18.0001248

B.BP.001.07.18.0001148

TOYOTA

B.BP.001.07.18.0000871

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.07.18.0000779

Djl 1 Barung Gong Kebyar Antik /Lama,Murah,Bagus,08123948476

B.BP.001.07.18.0000889

BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWP SIUP IMB 081338344155

B.BP.001.07.18.0000914


BANGLI 14 Pemkab Tunggu Realisasi Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli masih menunggu realisasi proposal bantuan dana bencana rehabilitasi dan rekonstruksi bencana banjir dan tanah longsor di Kintamani yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak setahun lalu. Sesuai proposal, bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur berupa jalan, jembatan dan lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli Wayan Karmawan saat dikonfirmasi, Minggu (22/7) kemarin, mengatakan proposal terkait bantuan dana bencana rehabilitasi dan rekonstruksi sudah diajukan ke BNPB sejak setahun lalu. Pihak BNPB juga sudah menindaklanjutinya dengan melakukan verifikasi ke lapangan

beberapa bulan lalu. Namun, sampai saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai realisasinya. ‘’Kita saat ini masih tunggu jawaban BNPB. BNPB mengajukannya ke Kementerian Keuangan. Apakah di tahun ini direalisasikan atau kapan. Berapa dapatnya, kita masih belum tahu,’’ terangnya. Diakuinya bahwa pencairan proposal bantuan dana bencana seperti itu memang memakan waktu yang cukup lama, karena memerlukan persetujuan dari Kementerian Keuangan. Meski demikian, untuk mengetahui perkembangan terkait realisasi proposal tersebut, Karmawan mengaku akan mengeceknya ke pusat Senin ini. Selain mengecek perkembangan proposal bantuan bencana, pihaknya juga sekaligus akan mengoordinasikan kembali soal rencana relokasi untuk korban bencana tanah longsor di Banjar Bantas, Desa Songan ke Kementerian Kehutanan. ‘’Izin prinsip

sudah keluar. Karena ada 8 poin yang harus dipenuhi dan kita sedang berproses di bawah, maka perlu ada koordinasi lebih lanjut dengan Kemenhut,’’ ujarnya. Dalam kunjungannya ke pusat pihaknya juga akan mengajukan proposal bantuan peralatan kebencanaan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pascabencana alam Februari lalu, BPBD bersama Dinas PUTRPerkim melakukan pendataan secara rinci kerusakan infrastruktur akibat bencana. Sesuai data, kerusakan jalan, jembatan dan lahan pertanian yang perlu mendapat penanganan ada di 23 titik. Untuk merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur dan lahan pertanian yang rusak terkena bencana tersebut BPBD telah membuat proposal dan mengajukan ke BNPB. Total nilai usulan kegiatan yang diajukan dalam proposal mencapai Rp 32 miliar lebih. (kmb40)

Senin Wage, 23 Juli 2018

RUSAK - Kondisi infrastruktur jalan di Kintamani yang rusak akibat bencana.

Bali Post/kmb40


15

Senin Wage, 23 Juli 2018

Penerapan Uang Digital Perlu Dikaji

Jakarta (Bali Post) – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan perubahan gaya hidup masyarakat dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, telah membuat menjamurnya bisnis berbasis digital yaitu e-commerce. Selain itu, terdapatnya teknologi keuangan atau financial technology yang tentunya membutuhkan alat pembayaran yang lebih cepat, aman dan efisien.

TINJAU TOSS - KH Said Aqil Siradj meninjau TOSS di Banjar Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Minggu (22/7) kemarin. Rombongan diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Sambangi Klungkung

PBNU Apresiasi Program TOSS, Nilai Layak Dikembangkan

PROGRAM Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang digagas Pemkab Klungkung di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Suwirta dan Wabup I Made Kasta terus mendapatkan apresiasi. Tak hanya datang dari Dewan Pertimbangan Presiden maupun anggota Komisi V DPRRI, juga dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Hal tersebut terungkap dalam kunjungannya, Minggu (22/7) kemarin. Kunjungannya itu menyasar TOSS di Banjar Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. KH Said Aqil Siradj disambut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) Anak Agung Ngurah Kirana. Bupati Suwirta menyampaikan proses terciptanya program bidang lingkungan ini bermula dari kunjungannya ke STT PLN Jakarta.

Hal tersebut dilanjutkan dengan tahapan survei, analisis, uji coba, hingga sosialisasi. Maka dari itu, STT PLN mengadakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang dalam implementasinya kemudian diberi nama program TOSS Gema Santi. Program ini pun telah masuk nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. ‘’Target dua tahun ke depan seluruh desa di Kabupaten Klungkung sudah memiliki TOSS,’’ harapnya. Disampaikan lebih lanjut, melalui metode ini, sampah diolah menjadi pelet sebagai bahan bakar maupun energi listrik. Produk ini pun telah dibeli PT Indonesia Power untuk diuji coba. ‘’Program ini akan terus dievaluasi,’’ ucap Suwirta. Sementra itu, Said Aqil Siradj mengapresiasi program inovatif ini. Menurutnya, di tingkat pusat TOSS baru sebatas program per-

encanaan. Namun di Kabupaten Klungkung sudah mulai dan berjalan baik. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain. ‘’Saya sangat kagum, sangat respect dengan TOSS ini. Ini semua merupakan kreativitas Bapak Bupati Klungkung yang tidak pernah lelah, tidak pernah berhenti melakukan inovasi di berbagai hal,’’ ujarnya. Kunjungan sebelumnya juga dilakukan Direktur Pengembangan PLP, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dodi Krispratmadi. Ia mengaku sangat tertarik dengan pengolahan sampah dengan metode ini. Diharapkan penerapannya diperluas, termasuk bisa diadopsi daerah lain. ‘’Klungkung akan saya jadikan contoh dan akan diterapkan di daerah lain di Indonesia, salah satunya di Depok yang siap untuk menerapkan teknologi ini,’’ ujarnya. (ad1263)

Sangat Besar Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 merupakan bentuk penghargaan kepada kabupaten atau kota yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah serta merupakan apresiasi bagi pemerintah daerah yang memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata di daerah. Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara merasa bangga dan senang atas penghargaan

yang diraih Kota Denpasar di ajang bergengsi ini. Hal ini, menurutnya, tak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder pariwisata di Kota Denpasar, baik masyarakat, pemerintah yang terus berinovasi, pelaku usaha serta para wisatawan untuk selalu memaksimalkan pertumbuhan pariwisata di Denpasar. Selain itu, dukungan maksimal masyarakat dalam pengembangan Kelompok Sadar Wisata (Podarwis) juga menjadi indikator penting kemajuan pariwisata di Kota Denpasar. ‘’Kita meraih dua penghargaan. Pertama, kita masuk 10

besar untuk kota terbaik pariwisatanya secara nasional, dan kita mendapatkan penghargaan untuk kota terbaik di Bali. Sebagai daerah tujuan wisata, potensi wisata yang ditawarkan Denpasar memang sangat beragam. Mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner dan tradisi yang dikemas dalam Denpasar Heritage City Tour,’’ ungkapnya. Adapun 10 kota terbaik nasional ditempati oleh Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Batam, Kota Yogyakarta, Kota Padang, Kota Makassar, Kota Balikpapan, Kota Palembang. (ad1249)

Luar Biasa KPK menduga Wahid Husein menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait dengan pemberian fasili-

tas, izin, luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu. ‘’Diduga pemberian dari FD tersebut terkait dengan fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar-masuk tahanan,’’ kata Wakil Ketua

KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Sabtu (21/7) malam. Penerimaan-penerimaan tersebut, kata Syarif, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat. (ant)

Wimboh menyampaikan hal tersebut dalam acara Seminar tentang Standardisasi Mata Uang Digital Fiat (DFC) dan Penerapannya yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU) dengan Cornell Research Academy pada akhir pekan lalu di Cornell Tech, New York. Seminar tersebut membahas tren teknologi terbaru dan inovasi di penerbitan mata uang digital dan pengaruhnya terhadap ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Menurut Wimboh, dalam keterangan resminya, Minggu (22/7) kemarin, penggunaan e-money dan cryptocurrency dalam bisnis ber-

basis digital akan terhambat beberapa keterbatasan sehingga banyak negara mulai mengkaji dan mencoba menerapkan Central Bank Digital Currency (CBDC) dan Crypto Fiat Currency yang menggunakan teknologi Block Chain (Distributed Ledger Technology) serta didukung oleh sovereign currency (diterbitkan oleh bank sentral). Wimboh menyampaikan bahwa penerapan CBDC yang menggunakan teknologi Distributed Ledger di Indonesia perlu untuk terus dikaji penerapannya karena adanya manfaat pada penguatan sistem pembayaran. ‘’Untuk Indonesia yang berpenduduk

besar dan kondisi demografi yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau, berkembangnya financial technology dan digital payments yang andal harus terus kita dukung karena merupakan salah satu solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tersedianya akses keuangan,’’ ujar Wimboh. Wimboh juga menyampaikan bahwa penerapan CBDC tersebut harus tetap mempertahankan peran bank sentral sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran. Aspek stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen juga tidak boleh dikesampingkan dalam penerapan CBDC.

Penerapan CBDC itu akan menghemat banyak biaya di sistem pembayaran dan mempercepat peningkatan inklusi keuangan masyarakat. Dalam penerapannya perlu transisi bertahap dan paralel serta mekanisme konversi juga harus jelas dan transparan. Begitu pula dari aspek legalitas juga perlu untuk disesuaikan. Penyesuaian legalitas sistem pembayaran digital di negara berkembang relatif lebih mudah daripada di negara Amerika Serikat yang membutuhkan proses lebih panjang, berdasarkan riset dari Angela Walch, Professor di St. Mary’s University School of Law. (ant)

DPD Demokrat Jatim Pilih Jokowi Surabaya (Bali Post) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur memilih Joko Widodo sebagai calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2019 melalui pemungutan suara di sela rakorda di Surabaya, Sabtu (21/7). ‘’Ini bagian dari proses internal menghadapi pemilihan presiden tahun depan,’’ ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio di sela rakorda. Proses pemungutan suara terbuka diikuti seluruh anggota Fraksi Demokrat di DPRD, baik tingkat kabupat-

en/kota maupun provinsi, 38 ketua DPC, dan 5 perwakilan DPD. Dari dua pilihan calon, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, hasilnya diketahui 152 suara untuk Jokowi, kemudian 56 suara untuk Prabowo dan enam suara dinyatakan tidak sah. Menurutnya, proses yang dilakukan partainya merupakan arah dukungan yang tidak ditentukan secara aklamasi dan hasilnya juga tidak mutlak condong ke satu calon secara khusus. ‘’Hasilnya akan segera dilaporkan ke DPP oleh Ketua DPD Demokrat Soek-

arwo. Dalam waktu dekat ini beliau akan ke Jakarta,’’ ucap anggota DPRD Jatim tersebut. Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan sejauh ini tidak pernah membahas soal pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 ketika bertemu Presiden Joko Widodo. ‘’Sampai hari ini, saya tidak pernah bicara pilpres dengan Pak Jokowi, dan Pak Jokowi pun tidak pernah,’’ katanya di Semarang, Sabtu (21/7), saat ditanya dirinya masuk bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping

Jokowi. Mahfud mengaku komunikasinya dengan Presiden Jokowi selama ini intens, tetapi tidak dalam kerangka Pilpres 2019, melainkan dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). ‘’Karena saya anggota BPIP sering rapat rutin dan bertemu dengan beliau. Saya dulu sebagai pimpinan ormas Islam, saya dulu pimpinan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sering diundang dan diskusi bersama,’’ katanya.(ant)

Destinasi Utama Apalagi, saat ini Toya Devasya sudah jadi destinasi utama di Kintamani. Hal itu dibuktikan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kintamani terus mengalami peningkatan dan itu tidak lepas dari peran serta Toya Devasya. Pasalnya, sekarang ini hotel-hotel dan penginapan, home stay, pedagang khusus-

nya di Kintamani tumbuh dan berkembang. ‘’Kita harap ke depannya pemkab bisa memberikan perhatian yang lebih dan men-support pelaku-pelaku wisata dalam mengembangkan usahanya, sehingga pelakupelaku wisata terus mampu berkembang,’’ harap Mardjana. Manajer Toya Devasya Ayu Saraswati menambahkan, dalam puncak HUT ini melibatkan ratusan masyarakat sekitar termasuk karyawan

dari Toya Devasya untuk berbagi kebahagiaan selama perjalanan yang telah dilakukan Toya Devasya selama 16 tahun ini. ‘’Kita berharap ke depannya Toya Devasya bisa jauh lebih baik lagi dari sekarang. Secara bisnis dari sisi pendapatan bisa meningkat,’’ paparnya. Dalam mendukung pengembangan ke depannya, jelas Saraswati, Toya Devasya terus melakukan pembangunan fasilitas pendukung. Karena dengan

tambahan fasilitas juga sangat membantu dalam meningkatkan kunjungan. ‘’Dari sisi kunjungan semakin hari terus menangalami peningkatan. Saat ini rata-rata jumlah kunjungan setiap harinya mencapai 800 orang. Dengan peningkatan itu kita pasti terus melakukan pembangunan fasilitas. Kita juga nantinya akan membangun hotel untuk meningkatkan jumlah kunjungan,’’ tegas Saraswati. (ad1259)

Justru Menyusut

Pemerintah daerah bukannya tidak pernah mengupayakan kebijakan menanggulangi kemacetan. Salah satu kebijakan adalah memperbaiki transportasi umum. Pada tahun 2011, diluncurkanlah Bus Trans Sarbagita dengan menyediakan 25 bus yang melayani 3 trayek atau koridor. Ketika itu, pemerintah merencanakan akan menyediakan setidaknya 17 koridor untuk kawasan Sarbagita. Ironisnya, dalam perkembangan tahun-tahun berikutnya, koridor bukannya bertambah melainkan justru menyusut. Dengan alasan terus merugi, anggaran dari APBD Provinsi Bali yang dipergunakan menghidupkan Bus Trans Sarbagita terus dipangkas. Tahun 2018 pemo-

tongan anggaran luar biasa drastis yakni dari Rp 13 miliar menjadi hanya Rp 4 miliar. Padahal dari Rp 3,39 triliun pendaptan asli daerah (PAD) Bali hampir 70 persennya diraup dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemotongan anggaran Bus Trans Sarbagita menunjukkan ketidakpahaman pengambil kebijakan tentang prinsip penyediaan sarana transportasi umum sebagai kewajiban dari negara. Transportasi dalam konsep negara kesejahteraan (welfare state) termasuk salah satu sektor yang wajib diperhatikan di samping pendidikan dan kesehatan. Transportasi adalah urat nadi ekonomi yang memajukan atau menghancurkan ekonomi sebuah negara. Dalam kajian teori-teori akademik, tidak ada cara efektif yang dapat digunakan men-

gatasi kemacetan di kawasan perkotaan selain memperbaiki sarana transportasi umum. Penambahan ruas-ruas jalan atau rekayasa-rekayasa lalu lintas hanyalah solusi tambal sulam. Sayangnya, solusi penyediaan transportasi umum layu sebelum berkembang, bahkan justru ‘’dibunuh’’ pengambil kebijakan. Meski demikian, penyebab utama makin kusutnya transportasi di Bali yang berwujud kemacetan juga disumbang perilaku budaya masyarakat. Kenyamanan yang dirasakan menggunakan kendaraan pribadi enggan diusik. Mengendarai kendaraan pribadi, apalagi dengan merek tertentu, adalah kebanggaan yang enggan ditanggalkan. Menumpang angkutan umum seolah-olah aib. Memang kondisi ini diperparah dengan ketidakmampuan pemerintah menye-

diakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman dan mendukung aksesibilitas masyarakat. Membicarakan solusi masalah transportasi di Bali seperti mencoba mengurai benang yang sudah terlalu kusut. Tidak mudah lagi menemukan mana ujung mana pangkal dan di mana kekusutan harus diurai. Namun solusi mau tidak mau harus dicarikan karena bagi Bali risikonya adalah terancamnya sektor pariwisata. Siapa yang mau berlibur ke Bali jika harus dihadapkan pada kondisi jalanan yang selalu macet bak neraka? Bahkan bisa saja, mengutip tulisan Michel Picard, predikat Bali sebagai The Last Paradise (Surga yang Tersisa) akan berubah menjadi The Lost Paradise (Surga yang Hilang) gara-gara jalanan di Bali selalu macet. * I Nyoman Winata


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Wage, 23 Juli 2018

Pedrosa Jelaskan Alasan Pensiun Madrid – Pembalap asal Spanyol Dani Pedrosa mengumumkan secara resmi bahwa ia akan pensiun di akhir musim ini. Pedrosa mengakui bahwa sulitnya mengendarai motor Honda 2018 menjadi salah satu alasannya.

Dani Pedrosa

Chelsea Incar Higuain London – Chelsea dikabarkan sudah melayangkan tawaran ke Juventus untuk memboyong Gonzalo Higuain. The Blues disebut menyodorkan Rp 1 triliun. Dikutip media-media Inggris, Minggu (22/7) kemarin, Chelsea menyodorkan proposal

penawaran sebesar 59,2 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun. Higuain disebut memang menjadi incaran utama manajer Maurizio Sarri. Kedua pihak kini tinggal bernegosiasi dengan menunggu Nicolas, agen sekaligus kakak Higuain, pulang berlibur dari Argentina. Kabarnya, bos Chelsea Roman Abramovich terbang langsung ke Italia untuk membantu menyelesaikan transfer. Selain Higuain, Chelsea juga kabarnya sekalian menawar bek Daniel Rugani, dengan total menyodorkan 100 juta euro (Rp 1,6 triliun) untuk kedua pemain. Namun, si Nyonya Tua disebut tidak mau melepas bek 23 tahun itu. Juventus diklaim memang sedang butuh uang, mengingat baru saja menghabiskan banyak dana untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo. Bianconeri merogoh dana sebesar 100 juta euro. Sementara Chelsea butuh Higuain untuk memperkuat lini serangnya. Untuk menyediakan tempat, Chelsea disebut siap melepas salah satu strikernya antara Alvaro Morata, Michy Batshuayi, dan Olivier Giroud. Higuain dibidik Sarri mengingat keduanya pernah bekerja sama sewaktu masih di Napoli. Pada musim 2015/2016, penyerang berusia 30 tahun itu mampu mencetak 38 gol dari 42 penampilan di bawah asuhan sang pelatih. (kmb33/afp)

Selain itu, Pedrosa juga menyebut pihak Honda tak terlalu ingin memperpanjang kontrak balapnya. Saking susahnya mengendalikan RC213V 2018, Pedrosa belum pernah menang tahun ini dan bahkan kalah jauh di Sachsenring kemarin, yang merupakan sirkuit favorit ‘’The Little Samurai’’ ini. ‘’Mungkin karakter motor tahun ini sedikit berbeda dalam beberapa aspek, dan itu tidak memungkinkan saya untuk berkendara seperti yang saya inginkan lagi,’’ tutur Pedrosa,

Minggu (22/7) kemarin. ‘’Karakter mesin kami saat ini sangat konstan, tapi membuat lebih sulit untuk mencetak satu lap yang cepat. Menggunakan motor sekarang semakin sulit, saya tak bisa senyaman saat tahun lalu,’’ lanjutnya. Kondisi Pedrosa yang tak kunjung membaik tahun ini nampaknya telah membuatnya berani mengambil keputusan besar, yakni mengakhiri karier balap Grand Prix-nya mulai akhir musim ini. Sementara itu, Loris Capirossi menyayangkan keputusan Dani Pedrosa yang lebih memilih pensiun ketimbang bergabung dengan tim satelit Yamaha, SIC Petronas Racing pada musim 2019. Capirossi menilai Pedrosa punya peluang sukses di tim barunya itu. ‘’Saya sudah mengenal Dani Pedrosa sejak lama. Gaya balapannya pun sangat bagus. Dia bisa menjadi sangat cepat ketika mengendarai mo-

Ahsan/Hendra Persembahkan Gelar Juara

Singapura – Kabar gembira datang dari pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di kejuaraan Singapore Open 2018. Pasalnya, mereka berhasil mempersembahkan gelar juara di level HSBC BWF World Tour Super 500. Bagi Ahsan/Hendra ini gelar pertama kalinya sejak dipasangkan kembali awal tahun 2018 ini. Gelar juara ini diraih oleh Ahsan/ Hendra. Ketika di babak final, Minggu (22/7) kemarin, mereka menundukkan pasangan muda Tiongkok Ou Xuanyi/

Xiangyu Ren dalam pertarungan 30 menit. Pada laga yang digelar di Singapore Indoor Stadium, di game pertama Ahsan/Hendra memang mendominasi permainan dan menang dengan skor 21-13. Pada game kedua juga tidak ada perubahan, hanya di poin-poin terakhir Ahsan/Hendra sering buat salah. Namun mereka beruntung bisa menyudahi pertarungan dengan kemenangan. Game kedua Ahsan/Hendra menang tipis, 21-19. ‘’Pastinya kita senang dengan hasil

Denpasar Juara Umum Kejurda Dancesport Denpasar (Bali Ppst) Kontingen tuan rumah Kota Denpasar keluar sebagai juara umum dalam Kejurda Dancesport antarkabupaten dan kota serta klub se-Bali yang digelar di GOR Ngurah Rai sejak Jumat (20/7) lalu dan berakhir Minggu (22/7) kemarin. Kerurda diikuti sekitar 350 atlet dancesport dari kabupaten dan kota se-Bali, termasuk enam klub. Ketua Umum Pengprov Ikatan OLahaga Dancesport Indonesia (IODI) Bali Ni Made Suparmi usai kejurda menjelaskan, pihaknya bangga kejurda bisa diikuti seluruh kabupaten utamanya Bangli dan Jembrana yang baru terbentuk. ‘’Kami berharap pada Porprov Bali XIV di Tabanan 2019 nanti, seluruh kabupaten dan kota bisa

mengirimkan atlet dancesport terbaiknya,’’ kata Suparmi. Dikemukakan, tujuan kejurda untuk menjaring atlet sekaligus menyiapkan ke kejurnas di Medan, Sumut, 8-9 September nanti. ‘’Kami akan menyeleksi lagi bagi juara I dan II di kelasnya,’’ tuturnya. Kejurnas di Medan melombakan 21 nomor, dan atlet Bali berniat turun full-team. Menurutnya, kejurda melombakan kategori senior (di atas 16 tahun) dan junior (di bawah 16 tahun), serta U-12 tahun, mengingat kejurnas juga melombakan U-12. ‘’Kategori U-12 sifatnya pembinaan, dan kami juga menyiapkan atlet untuk kejurnas, namun sebelumnya ditempa dalam pemusatan latihan dulu,’’ katanya.

Bali Post/022

JUARA - Para atlet dancesport yang keluar sebagai juara dalam Kejurda Dancesport antarkabupaten/kota dan klub se-Bali di GOR Ngurah Rai yang berakhir Minggu (22/7) kemarin.

Diakuinya, IODI Bali sedang getol melakukan pembinaan utamanya pemerataan atlet berikut pelatihnya. Untuk itu, pihaknya bakal melakukan pengayaan pelatih pemula dancepsor, yang melibatkan para guru olahraga se-Bali, dan diikuti 500 peserta di GOR Lila Bhuana, 28-29 Juli mendatang. ‘’Program Kemenpora secara nasional, sosialisasi dancesport ini menargetkan mencetak 100.000 pelatih pemula, dan Bali mendapat jatah 500 pelatih,’’ ucapnya. (022)

tor Yamaha,’’ kata Capirossi. Sejak bergabung dengan Repsol Honda pada 2006, Pedrosa memang belum sekalipun mampu mencicipi gelar juara MotoGP. Pencapaian terbaiknya adalah peringkat kedua pada edisi 2007, 2010, dan 2012. Capirossi menilai Pedrosa sebenarnya merupakan pembalap yang berbakat. Namun, kesialan selalu menimpa Pedrosa ketika selangkah lagi menyegel gelar MotoGP. ‘’Gelar juara MotoGP tak bisa diraihnya karena Dani selalu memiliki nasib buruk. Kapan pun dia punya kesempatan untuk meraih gelar, dia kerap terjatuh dan terluka parah,’’ ujar Capirossi. Dani Pedrosa saat ini tercecer di posisi ke-12 klasemen sementara MotoGP 2018. Pembalap berjuluk Spanish Smurf itu mengoleksi 49 poin hasil sembilan balapan yang sudah dilakukan. (kmb33/afp)

Bali Post/PBSI

Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

ini bisa juara lagi, sejak beberapa tahun lalu dan kali ini juara lagi. Untuk pertandingan tadi walau kita mendominasi tapi tak mudah, karena kita harus tetap terus fokus dan berusaha agar lawan tidak berkembang mainnya,’’ ujar Ahsan. ‘’Seperti Ahsan bilang, sudah lama kita tak juara. Dengan hasil ini semoga bisa menambah kepercayaan diri kita untuk turnamen ke depannya. Di game kedua kita kaget, lawan mainnya lebih lepas dan tidak gampang mati tadi. Kitanya aja yang kepancing aja,’’ tutup Hendra. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 23 Juli 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu