Skip to main content

Edisi 21 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 5 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gempa Lombok

Dampak Gempa NTB 29 Juli

Daerah yang terdampak : - Kabupaten Lombok Utara - Lombok Timur - Kabupaten Sumbawa barat - Bali - Flores - Kota Mataram

6,4 SR

10 Km

5 agustus

5 agustus - Korban meninggal sampai 19 Agustus 2018 sebanyak 548 Jiwa - 7.773 orang luka-luka - 417.529 orang mengungsi - 71.962 rumah rusak

15 Km

7 SR KET : -

9 agustus BULELENG

MAGNITUDO KEDALAMAN

JEMBRANA

Bali Post/ant

Gempa Minggu Malam

12 Meninggal

Lombok (Bali Post) – Gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok, NTB, Minggu (19/8) malam pukul 21.56 WIB, mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Demikian informasi yang diperoleh dari BPBD, Senin (20/8) malam. Sementara siaran pers yang diterima dari BNPB, Senin kemarin, menyebutkan bahwa data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak dan 6 unit fasilitas ibadah juga mengalami kerusakan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pendataan masih terus berlangsung, dan kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat. Dari 10 orang meninggal dunia itu, dari Kabupaten

Lombok Timur ada 4 orang, Sumbawa Besar ada 5 orang, dan Sumbawa Barat ada 1 orang. BNPB menyatakan data tersebut terpisah dari dampak gempa sebelumnya. Hal. 15 Ratusan Korban

RUSSIA GEORGIA

CYPRUS

China JAPAN INDONESIA

LEBANON ISRAEL JORDAN

JAPAN

TURKEY ARMENIA AZERBAIJAN

SYRIA

UZBEKISTAN TURKMENISTAN

IRAQ

SAUDI ARABIA

IRAN KUWAIT

QATAR

AE

NORTH KOREA

KAZAKHSTAN

MONGOLIA SOUTH KOREA

KYRGYZSTAN TAJIKISTAN

CHINA

AFGHANISTAN

TAIWAN

PAKISTAN

NEPAL

OMAN

perolehan medali SEMENTARA Asian games 2018 YEMEN

INDIA

MYANMAR

BANGLADHES

IR IRAN THAILAND INDIA KHAZAKHTAN CHINESE TAIPEI

VIETNAM

CAMBODIA

BRUNEI

SRI LANKA

KOREA

LAOS

THAILAND

PHILIPPINES

NO No.

negara NEGARA

MALDIVES

1 China 2 Jepang 3 Indonesia 4 Korea Selatan 5 Chinese Taipei 6 Iran 7 Korea Utara 8 Uzbekistan 9 India 10 Thailand Hal. 15 Kazakhstan

gemas 14 6 4 3 3 2 2 1 1 1

MALAYSIA

total s perak b perunggu

INDONESIA

EAST TIMOR

7 9 2 8 1 2 1 1 2 1

8 7 2 8 4 2 0 3 1 4

MALAYSIA

19 Agustus 12.06 WITA 10 Km 5,4 SR

Bali Post/ant

TAHAN SERANGAN - Pesepak bola Indonesia Hansamu Yama (kiri) berhasil menahan serangan dari pesepak bola Hongkong, Senin (20/8) malam.

Indonesia Lolos Dramatis

Bekasi (Bali Post) – Tim nasional sepak bola U-23 Indonesia lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018. Tim Merah Putih mencapai itu secara dramatis karena sempat ketinggalan 0-1 dari Hongkong pada babak pertama penyisihan terakhir Grup A di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/8) malam kemarin. Pemain Indonesia tampil menggila di babak kedua dengan mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan. Kemenangan ini menjadikan Indonesia sebagai juara Grup A dengan nilai 9 hasil empat kali bertanding. Garuda Muda asuhan Luis Milla lolos bersama Palestina yang mengumpulkan poin 8 di posisi kedua. Hal. 15 Umpan Lilipaly

Tidak Terbit Sehubungan hari raya Idul Adha 1439 Hijriah yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Rabu (22/8) besok tidak terbit. Bali Post akan kembali hadir seperti biasa mulai Kamis (23/8). Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

GUNUNG RINJANI

MANGSIT

KARANGASEM

LOMBOK MATARAM

DENPASAR

KLUNGKUNG

SAKRA LEMBAR

PRAYA

SENGKOL

22.56 WITA 6,9 SR 10 Km

23.16 WITA 10 Km 5,6 SR

23.28 WITA 10 Km 5,8 SR

Diguncang Gempa, Wantilan Ambruk Bangli (Bali Post) – Gempa yang berpusat di Lombok lagi-lagi menimbulkan dampak di Bangli. Setelah timbul longsor di Kintamani, gempa yang terjadi Minggu (19/8) malam juga mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah titik. Di kampung halaman Bupati Bangli di Desa Bunutin, Kintamani, sebuah wantilan di areal Pura Dalem setempat ambruk. Kerasnya guncangan gempa yang terjadi beberapa kali sejak siang hari, juga menyebabkan tembok belakang bangunan bale daja milik warga di Desa Tamanbali jebol. Perbekel Desa Bunutin I Made Subrata, Senin (20/8) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, ambruknya bangunan wantilan di Pura Dalem terjadi sesaat setelah diguncang gempa sekitar pukul 23.00 Wita. Kerasnya

guncangan gempa menyebabkan atap bangunan ambruk dan beberapa tiang wantilan patah. ‘’Atapnya jebol. Bangunan wantilan sudah tidak bisa dipergunakan sama sekali,’’ terangnya. Menurut Subrata, ambruknya bangunan wantilan yang baru selesai dibangun dua tahun lalu itu diduga terjadi karena struktur tanah dan konstruksi bangunan mengalami pergeseran pascadiguncang gempa berkali-kali sejak 5 Agustus lalu. Beruntung tidak ada warganya yang menjadi korban akibat peristiwa itu. ‘’Wantilan ini adalah bangunan multifungsi,’’ terangnya. Ditambahkannya, akibat rusaknya bangunan berukuran 27 x 20 meter itu, kerugian materi yang harus ditanggung krama-nya mencapai Rp 1,2 miliar. Hal. 15 Desa Bunutin

Bali Post/ist

WANTILAN - Kondisi wantilan Pura Dalem Desa Bunutin, Bangli yang ambruk akibat guncangan gempa, Minggu (19/8) malam.

Persoalan Sampah Kian Sulit Dipecahkan Persoalan sampah khususnya sampah plastik, tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Apalagi volume sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Jika tidak diantisipasi dengan program berkelanjutan dan digarap dari hulu ke hilir, persoalan tersebut justru semakin sulit dipecahkan, seperti yang terjadi saat ini.

kap atau perilaku yang cuek terhadap lingkungan inilah semestinya diubah. Selain itu, kata Aksara, pemerintah harus lebih gencar mengampanyekan gerakan pengelolaan sampah. Sasarannya jangan hanya masyarakat perkotaan, juga perdesaan yang notabene penghasil sampah di hulu. Masyarakat harus mulai mengelola sampah dari tingkat rumah tangga. Pemilahan antara sampah organik dan non-organik sangat penting dilakukan agar sampah bisa lebih mudah dikelola di TPS maupun TPA. Selain itu, perlu ada payung hukum berupa peraturan gubernur (pergub) yang lebih spesifik mengatur mengenai pembatasan produk berbahan plastik.

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada mengakui sampah plastik memang menjadi ancaman yang perlu ditangani secara serius. Penggunaan bahan plastik tidak bisa dilarang. Oleh karena itu, perlu penanganan ekstra untuk menangani sampah jenis ini. ‘’Berbagai program terobosan telah dilakukan bersama masyarakat. Salah satunya, menggencarkan sosialisasi pengurangan kantong plastik ke sejumlah komponen masyarakat, seperti supermarket, bank, sekolah, serta komponen masyarakat lainnya. Komitmen ini sudah dilakukan MoU dengan beberapa komponen masyarakat di Renon, beberapa waktu lalu,’’ ujar Wisada yang didampingi Kabid Pengelolahan Sampah dan Limbah Sampah 11.730 M3 / Hari B3 DLHK Denpasar Ketut Adi Wiguna, Perkotaan : Senin (20/8) kemarin. Komposisi Sampah : Hal serupa juga diungkapkan Ketua Organik : 3 8.211 M / Hari Trash Hero Indonesia I Wayan Aksara, Anorganik : Senin kemarin. Menurutnya, peliknya 3.519 M3 / Hari Plastik masalah sampah tidak terlepas dari masih 246,33 M3 / Hari Nonplastik minimnya kesadaran masyarakat untuk 3 3.272 M / Hari menjaga lingkungan. Di beberapa kegiatan, bahkan termasuk upacara keagamaan sekalipun, masih belum banyak masyarakat atau lembaga adat yang peduli dampak sampah. Padahal sebagai krama Bali, ketidakpedulian akan lingkungan jelas bertentangan dengan konsep Tri Hita Karana. Si-

SAMPAH DI BALI

UZBEKISTAN

GUNUNG AGUNG

TABANAN

19 agustus

RETAK - Sejumlah orang melintas di jalan yang retak akibat gempa di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8) kemarin. Retakan areal parkir sedalam sekitar 1 meter tersebut akibat gempa bumi yang berkekuatan 6,9 skala Richter yang mengguncang Lombok pada Minggu (19/8) malam pukul 22.56 Wita.

PEMENANG

BANGLI

BALI

BADUNG GIANYAR

- KORBAN MENINGGAL : 12 ORANG - LUKA -LUKA : 24 ORANG - RUMAH RUSAK : 151 UNIT - FASILITAS IBADAH RUSAK : 6 UNIT

12 Km

6,7 SR

Sementara itu, Adi Wiguna menambahkan, dengan adanya Peraturan Presiden RI Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan. Salah satu targetnya, semua kabupaten/kota didorong untuk membuat kebijakan strategis daerah (jakstrada) untuk pengurangan sampah di tingkat hulu sebanyak 30 persen. Jakstrada juga dapat mendorong masyarakat memilah sampah di tingkat rumah tangga, sehingga target 30 persen naik menjadi lebih dari 35 persen. Di sisi lain, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan perlu ada upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam memilah sampah. Bukan hanya rumah tangga, tetapi juga pihak pengusaha, seperti hotel dan restoran. Pasalnya, pemilahan sampah ini akan sangat membantu upaya pengurangan sampah ke TPA. (kmb25/kmb12)

DILARANG!!! MEMBUANG SAMPAH DISINI

Sumber Sampah: IRT : 3.430M3 / Hari Spesifik : - Medis : 2,1 ton / Hari - Pestisida : 1,2 ton / Hari TPA = 49 Bank Sampah = 207

Tutup Tanah Lot Art and Food Festival II

Pesan Megawati, Jangan Lupa Budaya Indonesia

TANAH Lot and Art Food Festival II yang digelar Sabtu (18/8) hingga Senin (20/8) kemarin benar-benar spektakuler. Tak hanya dihadiri ribuan krama Bali, wisatawan asing juga secara khusus menantikan event budaya yang dipadukan dengan kuliner khas Tabanan. Apalagi pada ajang tahunan itu juga digelar tari kolosal Rejang Sandat Ratu Segara oleh 1.800 penari. Tari yang diciptakan Bupati Eka Wiryastuti itu, selain meraih rekor MURI juga mendapatkan sertifikat hak cipta kekayaan intelektual (HKI) dari Kementerian Hu-

kum dan HAM. Tak hanya itu. Kebanggaan lain juga dirasakan di hari ketiga festival atau penutupan festival, Senin kemarin. Penutupan festival dihadiri langsung Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri dan sang adik Guruh Soekarnoputra. Kehadiran Megawati disambut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Bali N Adi Wiryatama, dan Nyonya Bintang Puspayoga. Kehadiran Megawati men-

jadi perhatian tersendiri. Megawati disambut dengan tabuh khas Tabanan berupa Okokan dari Banjar Sema Kecamatan Kediri yang telah dikolaborasi dengan tabuh baleganjur yang lengkap menuju Wantilan Pura Luhur Tanah Lot. Setelah disambut dengan tarian maskot Tabanan, tari Bungan Sandat Serasi, turut juga ditampilkan tari kolosal Rejang Sandat Ratu Segara dari rekaman saat dipentaskan pada pembukaan, Sabtu (18/08) lalu. Hal. 15 Rasa Kangen

STAN UKM - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat mengunjungi stan UKM di Festival Tanah Lot II.


DENPASAR

2

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Sempat Dirantai, Lutung Jawa Mati

Bali Post/eka

DILINDUNGI - Reskrimsus Polda Bali menunjukkan sitaan hewan yang dilindungi dan tersangkanya di Reskrimsus Polda Bali, Senin (20/8) kemarin.

Distan Cek Kesehatan Hewan Kurban Denpasar (Bali Post) – Guna menjaga kualitas daging hewan kurban agar tetap sehat sampai di tangan masyarakat, Dinas Pertanian (Distan) Denpasar sudah melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. Pengecekan kesehatan hewan ini dilakukan sejak satu pekan lalu. Namun, pada saat hari H, tim dari Distan yang dibantu mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana akan kembali turun untuk melakukan pengecekan. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan hal itu, Senin (20/8) kemarin. Menurut Ambara Putra, pihaknya mulai menerjunkan petugas sejak Sabtu (18/8) lalu, menyasar penjual hewan kurban di pinggir jalan. ”Hari H kami kembali mengecek antemortem dan postmortem daging sapi dan kambing setelah dipotong, sehingga daging yang diterima masyarakat benar-benar sehat,” ujarnya. Ambara Putra menambahkan, pengecekan kesehatan ternak yang dijual dilakukan tiga tahap di 180 titik tempat pemotongan hewan kurban. Pengecekan kesehatan hewan kurban yang dijual, baik di Kampung Jawa, Jalan Gatot Subroto Barat dan tempat lainnya. Hewan untuk kurban seperti kambing dan sapi yang dijual tersebut harus diketahui asal-usulnya. Sehari sebelum dipotong, petugas akan menjajaki penampungan ternak di masjid dan mushola guna mengecek postmortem sebelum hewan itu disemblih. ”Kami mengecek kembali kesehatan daging hewan kurban setelah dipotong agar betul-betul sehat dan aman dikonsumsi,” katanya. Ambara Putra meminta pedagang yang menjual hewan kurban ikut menjaga kesehatan hewannya, terutama ternak kambing dan sapi yang dipotong pada hari Idul Adha besok. ”Kami harapkan pedagang ikut menjaga kesehatan hewan yang dijual, sehingga saat dipotong dagingnya betul-betul sehat dan tidak ditemukan permasalahan saat mengkonsumsi daging tersebut,” katanya. (kmb12)

Bali Post/ist

MENGECEK - Petugas Distan Denpasar sedang mengecek kesehatan hewan kurban.

Penyedotan Pasir untuk Perluasan Bandara

Denpasar (Bali Post) Penyedotan pasir yang meresahkan masyarakat awalnya dilakukan untuk mereklamasi pantai yang rusak. Perizinannya dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali. Namun, belakangan justru terkait pula dengan perluasan apron Bandara Ngurah Rai. Izinnya tidak lagi dikeluarkan Pemprov Bali, melainkan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perhubungan. “Pengambilan pasirnya sudah selesai kayaknya itu. Artinya begini, kalau izin saya itu kan untuk reklamasi pantai yang rusak. Jadi, tidak masalah itu. Justru itu yang kita harapkan. Ternyata dapat juga izin dari pusat yang dipakai untuk bandara. Jadi, bukan izin kita, itu izin pusat,” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi Bali I.B. Parwata, Senin (20/8) kemarin. Menurut Parwata, pengembangan apron Bandara Ngurah Rai dengan cara reklamasi merupakan proyek strategis nasional dan menjadi prioritas dalam rangka menyambut IMF-World Bank Annual Meeting. Selain itu, proyek ini juga untuk mempersiapkan kedatangan 10 juta wisatawan di tahun 2025. Pesawat-pesawat yang nantinya mengangkut delegasi IMF-World Bank diharapkan bisa parkir di Bali, dan tidak lagi parkir di Surabaya, Banyuwangi atau Lombok. “Itu sebenarnya sangat menguntungkan Bali. Proyeknya Pak Presiden, proyek strategis dan prioritas. Tidak bisa dihalanghalangi, harus jalan,” jelasnya. Parwata menambahkan, sosialisasi sebelumnya juga telah dilakukan. Saat turun ke lapangan, pihaknya tidak menerima protes dari bendesa adat di sekitar sana. Justru para bendesa dikatakan setuju Bandara Ngurah Rai diperluas. Hanya memang mereka meminta agar ada proses revitalisasi jika proyek tersebut menimbulkan abrasi pantai. “Perluasan bandara ini memang mendesak sekali,” imbuhnya. Berkaitan dengan pengerukkan pasir di kawasan pelabuhan Benoa, Parwata menyebutkan hal itu dilakukan untuk memperluas sandaran kapal. Pasir dikeruk agar kapal tidak karam dan yang bersandar bisa lebih banyak. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Bali dan BKSDA B a l i m e n g u n g ka p ka s u s kepemilikan satwa dilindungi secara ilegal. Tempat kejadian perkaranya di objek wisata Rumah Pohon Bukit Lemped Peladung, Lingkungan Peladung Budakeling, Desa Padangkerta, Karangasem. Ironisnya, salah satu binatang langka yang diamankan yaitu lutung Jawa mati. Penyebabnya karena lehernya dirantai, stres, pakannya tidak bagus dan asupan gizinya kurang. ‘’Rencananya kasus ini akan kami limpahkan tanggal 23 Agustus 2018 ke Kejati Bali. Tapi lutung Jawa sudah mati tadi malam (kemarin - red),’’ kata Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan, Senin (20/8) kemarin. Berdasarkan keterangan pelaku, I Nyoman Putu Mudita (43), lutung Jawa itu

dibeli seharga Rp 1,5 juta di pasar di Jalan Veteran, Denpasar. Sedangkan dua ekor landak, satu ekor anak kucing hutan dan satu ekor anak kijang ditangkap di sekitar TKP. Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Bali Sulistyo Widodo menyampaikan, awalnya ada informasi dari masyarakat terkait kasus ini ke call centre BKSDA Bali. ‘’Informasi itu kami tindak lanjuti bersama tim Ditreskrimsus Polda Bali,’’ ujarnya. Alhasil, ternyata benar ada satwa dilindungi di sana dan langsung diamankan. Saat ditemukan di TKP, lutung Jawa kondisinya cukup memprihatikan, lehernya dirantai. Semua hewan dilindungi tersebut diperlakukan tidak layak. ‘’Selanjutnya, hewan tersebut kami titipkan di lembaga konservasi Bali Zoo,’’ kata Sulistyo Widodo. (kmb36)

Aksi Warga Bulgaria Usik Keamanan Perbankan

Denpasar (Bali Post) -

Menyimpan uang di bank saat ini tidak sepenuhnya aman. Justru saat ini menjadi incaran sindikat skimming internasional. Bermodal obeng, hidden camera dan kanopi yang dimodifikasi, sindikat skimming melancarkan aksinya di Pulau Dewata ini. Dari pengungkapan kasus ini oleh Polda Bali beserta jajarannya, pelakunya didominasi warga negara Bulgaria. Sejak 2017 hingga Agustus 2018, 12 tersangka ditangkap dan mereka beraksi hampir di seluruh Bali. “Memang ahli kejahatan skimming kebanyakan dari Eropa Timur, Bulgaria, Rusia dan Turki. Untuk di Bali, didominasi dari Bulgaria,” kata Wadir, Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kanit Cyber Crime Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa Adi Putra, Senin (20/8) kemarin. Berapa jumlah rekening nasabah bank yang dibobol? “Soal itu sulit didata karena pihak bank yang lebih paham. Kerugiannya juga sulit didata, karena pihak bank yang lebih tahu,” ujar Wisnawa Adi Putra. Mantan Kapolsek Sukawati Gianyar ini mengungkapkan, korbannya kebanyakan nasabah lalu dibuatkan kartu kredit palsu. Disinggung soal maraknya kasus ini di Bali, karena banyak wisatawan asing atau perkembangan pariwisata. Perwira melati satu asal Karangasem ini menegaskan, bukan selalu efek negatif dari pariwisata. Melainkan suatu tantangan keamanan di bidang

perbankan dan kemampuan polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Dengan kemajuan teknologi, berkembang pula kejahatan ini dan kepolisian harus terus update menemukan solusinya. Kasus teranyar diungkap tim gabungan Unit Cyber Crime Ditreskrimsus dan Satgas CTOC Polda Bali serta pegawai Bank Mandiri yaitu ditangkapnya Tsvetanov Radoslav Inanov (45) di ATM SPBU di wilayah Pengosekan, Gianyar. Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Cyber Crime Kompol Wisnawa, Selasa (14/8) pukul 02.30 Wita. Terkait pengungkapan kasus ini, AKBP Ruddi Setiawan didampingi Kasubdit II AKBP Agung Kanigoro Nusantoro mengatakan, berawal dari penyelidikan yang dilaksanakan oleh tim gabungan di wilayah Kota Gianyar. Selanjutnya dilakukan pengintaian di TKP dan pada Selasa (14/8) pukul 02.30 Wita dilakukan penangkapan terhadap pelaku saat melakukan aksinya. Petugas juga mengamankan barang bukti, di antaranya satu buah kanopi asli, satu buah kanopi sudah dimodifikasi dengan seperangkat alat hidden camera, dompet berisi satu lembar uang

Bali Post/eka

SKIMMING - Reskrimsus Polda Bali menggelar tersangka beserta barang bukti skimming di Reskrimsus Polda Bali, Senin (20/8) kemarin. Dolar Singapura pecahan 100, SIM, bukti transfer uang ke beberapa rekening, 63 kartu skimming, dua obeng, pisau tajam, satu buah flashdisk 16 GB, satu ikat karet gelang, kabel USB, 40 lembar uang rupiah pecahan Rp 100.000, 50 buah kartu skimming dan 13 buah sim card. “Pelaku ini melakukan aksinya di ATM di Bali yang situasinya sepi dan tidak ada satpam. Ini yang perlu dievaluasi dan dibenahi,” kata mantan Kapolres

Badung ini. Selanjutnya, dilakukannya penggeledahan di rumah kontrakan pelaku di Jalan Kerta Dalem Sari III, Gang Cemara Nomor 12B Denpasar ditemukan barang bukti, di antaranya laptop, 99 lembar uang rupiah pecahan Rp 100.000 dan beberpa lembar uang asing. Untuk korban dan jumlah kerugiannya, menurut AKBP Agung Kanigoro masih koordinasikan dengan pihak bank

terkait. Dominan korbannya nasabah di luar negeri dan kasus ini masih dikembangkan. “Kartu kredit palsu sebanyak 113 lembar, pengakuan pelaku dibeli di Malaysia. Kartu palsu inilah dipakai pelaku menarik uang nasabah,” tegas Agung Kanigoro. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Boneka Cilota

Terinspirasi Keindahan Cili KREATIVITAS adalah kunci kesuksesan. Itulah yang dilakukan Komang Sukarma (24), mahasiswa Prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia membuat boneka cili dari daun lontar yang bisa digunakan untuk suvenir, plakat, dan boneka wisuda. Boneka itu dinamakan boneka Cilota Bali. Boneka Cilota Bali itu dibuat dengan cara dianyam, kemudian dihias dengan kain

serta kain kebaya menyerupai mahasiswa yang akan diwisuda. Dengan kemasan

kaca yang cantik, jadilah boneka Cilota Bali menjadi suvenir atau plakat kreativitas tinggi. Sukarma menuturkan, ia berasal dari desa yang kering dan jauh di pelosok yaitu Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem. Daerah itu memang kering, namun tersimpan kekayaan alam di dalamnya yaitu pohon lontar. Di sanalah ia lahir dan dibesarkan. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, sejak kecil ia sudah terbiasa

Topik : Penyedotan Pasir untuk Perluasan Bandara Bali Post/may

BONEKA - Sukarma memberdayakan ibu-ibu di desanya untuk menganyam Boneka Cilota.

membuat anyaman dari daun lontar. Klopok adalah produk yang kerap ia buat saat masih SD. ‘’Dulu buat satu lusin, dua lusin, dijual ke Gianyar. Itu lumayan untuk bekel,’’ ujar Sukarma, Senin (20/8) kemarin. Ribuan hektar lahan di Desa Tianyar Barat ditumbuhi pohon lontar. Sehingga di sana kaya akan daun lontar. Dengan melihat potensi desanya, Sukarma memiliki gagasan untuk membuat produk suvenir dari daun lontar. ‘’Kalau buat tas dari lontar itu kan sudah banyak, makanya saya mencari ide untuk membuat produk lain. Terbersitlah untuk membuat boneka,’’ ungkapnya. Di tahun 2016 saat ada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Lampung, Sukarma membuat esai tentang kreativitas dengan memanfaatkan potensi desa yaitu lontar. Dibuatlah Boneka Cilota. Dari lomba itu ia ingin mengembangkan gagasannya tersebut. Boneka Cilota akhirnya menjadi plakat, suvenir, dan boneka wisuda. Menurut Sukarma, Boneka Cilota terinpirasi dan mengadopsi budaya cili dalam Agama Hindu yang merupakan lambang kesuburan dan kemakmuran. Cili yang biasa digunakan sebagai simbol dalam Agama Hindu itu dimodifikasi, namun konsep bentuknya tetap segitiga. Cili ini juga merupakan lambang keindahan, kecil, dan kecantikan. Dari budaya itulah ia mengadopsinya menjadi Boneka Cili Lontar (Cilota).

Meskipun hanya sebuah boneka dan pada akhirnya menjadi suvenir, namun banyak nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai Tri Hita Karana masuk dalam satu boneka. Palemahan yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan alam, diimplementasikan dengan pemanfaatan barang-barang bekas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Pawongan yaitu hubungan manusia dengan manusia. Konsep itu diimplementasikan dengan pemberdayaan masyarakat desa untuk membuat anyaman dari daun lontar. Parahyangan, hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan. Dengan menggunakan konsep cili yang memberikan inspirasi padanya. Dengan demikian, selalu mengingatkannya pada Tuhan. Sejak diproduksi di tahun 2016 dan konsep yang matang di tahun 2017, Sukarma telah menerima banyak pesanan. Bersama timnya, ia memasarkan produk-produk tersebut. Setiap bulan ada saja pesanan yang datang. Untuk menyelesaikan satu boneka dibutuhkan waktu tiga hari sampai bulanan. Tergantung kerumitan dan besarannya. Harganya pun beragam dari Rp 50.000 sampai Rp 400.000. Itu juga tergantung kerumitan dan ukuran. ‘’Saya berharap fakultas yang ada di Unud serta Unud sendiri mau memanfaatkan produk saya untuk dijadikan suvenir atau plakat saat wisuda,’’ ujarnya. (may)


BADUNG

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

3

Naik 7,32 Persen

Kedatangan Wisman Melalui Bandara Ngurah Rai Mangupura (Bali Post) –

Periode Januari–Juli 2018, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 3.527.980 wisatawan mancanegara (wisman). Kedatangan wisman melalui bandara ini naik sebesar 7,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang hanya 3.287.205 wisatawan.

RSUD Mangusada Dinilai Tim Lomba GRSSI-B TIM Penilai Provinsi Bali melakukan penilaian lomba Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi Baru Lahir (GRSSIB) di RSUD Mangusada, Senin (20/8) kemarin. Tim Provinsi diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Direktur RSUD Mangusada Nyoman Gunarta. Hadir pula Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Kristiani Suiasa, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwata, istri Sekda Badung Rasmiati Adi Arnawa mewakili Dharma Wanita Persatuan. Wabup Suiasa mengatakan, Pemkab Badung berkomitmen meningkatkan kesejahteraan krama Badung. Salah satunya dengan program Krama Badung Sehat (KBS). Pemkab Badung juga telah melaksanakan Universal Health Coverage (UHC) dengan menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh penduduk yang pada akhirnya akan turut berkontribusi terhadap pembangunan. Upaya untuk dapat memberikan pen-

anganan kegawatdaruratan yang lebih komprehensif telah dilaksanakan mulai tingkat puskesmas sampai rumah sakit yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Lebih lanjut dijelaskan, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Badung cenderung menurun setiap tahunnya. Hasil pencapaian indikator AKB tahun 2017 sebesar 2,99 per 1.000 kelahiran hidup, lebih rendah dibandingkan 2016 sebesar 3,16 per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi ini bila dibandingkan dengan target RPJMD yaitu telah mencapai target di bawah 4,5 per 1.000 kelahiran hidup dan secara nasional telah tercapai target yaitu di bawah angka nasional sebesar 48 per 1.000 kelahiran hidup dan target MDGs sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara Angka Kematian Ibu (AKI), hasil capaian angka kematian ibu/maternal di Badung tahun 2016 sebesar 0 per 100.000 kelahiran hidup, dan di tahun 2017 ada tiga kematian ibu atau 34,51 per 100.000 kela-

LOMBA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyambut Tim Penilai Provinsi Bali saat penilaian Lomba Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi Baru Lahir (GRSSI-B) di RSUD Mangusada, Senin (20/8) kemarin.

hiran hidup. Hal ini sudah lebih rendah dari target RPJMD Badung serta telah mencapai di bawah target yang ditetapkan secara nasional sebesar 118 per 100.000 kelahiran hidup serta target MDGs sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. ‘’Kegiatan dari tim provinsi Bali ini dapat memberikan manfaat untuk RSUD Mangusada yaitu untuk menjadi alat evaluasi terhadap pelayanan kesehatan ibu dan bayinya, sehingga dapat meminimalisir AKB dan AKI di Kabupaten Badung,’’ ungkapnya. Direktur RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta menyampaikan, RSUD Mangusada melakukan beberapa inovasi untuk mencapai rumah sakit sayang ibu dan anak. Seperti terdapat loket khusus untuk ibu hamil tanpa harus mengantre. ‘’Di awal diberikan satu minggu untuk mendaftar, dipermudah lagi setelah selesai kontrol, ibu hamil sudah bisa mendaftar langsung untuk kontrol berikutnya, jadi tidak perlu bolak balik ke rumah sakit,’’ jelasnya. Ketua Tim Penilai Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya sangat mengapresiasi RSUD Mangusada Kabupaen Badung yang telah melaksanakan pelayanan terkait ibu hamil, ibu melahirkan serta kesehatan anak sudah berjalan dengan maksimal. Terlebih sudah menugaskan dokter spesialis di setiap Puskesmas. Inovasi pelayanan yang telah dilakukan RSUD Mangusada mencerminkan rumah sakit ini telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. ‘’Kami berharap RSUD Badung memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, semua rumah sakit jangan ada yang menolak pasien,’’ tegasnya. (ad950)

Dukungan Badung kepada Instansi Vertikal Diapresiasi Kementerian PAN-RB DEPUTI Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA. mengadakan kunjungan ke Badung yang disambut langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa. Turut mendampingi Sekda, Kadis PMPTSP I Made Agus Aryawan serta seluruh pejabat struktural dan petugas pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung, Minggu (19/8). Adi Arnawa menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ibu Deputi dan lanjut melaporkan bahwa Badung sudah siap menyelenggarakan pelayanan terpadu pada Mal Pelayanan Publik. ‘’Se-

bagai upaya peningkatan pelayanan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, kami telah menyediakan launge untuk priority service, termasuk menyiapkan anggaran pengadaan sarana dan prasarana untuk seluruh instansi yang bergabung pada Mal Pelayanan Publik melalui Perubahan APBD Kabupaten Badung tahun 2018,’’ ungkap Adi Arnawa. Sementara itu, menurut Agus Aryawan, instansi di luar OPD Badung yang telah bergabung ke Mal Pelayanan Publik Badung sampai saat ini mencapai 13 instansi dengan jumlah layanan seluruhnya 113 jenis layanan perizinan dan non-perizinan. Saat ini diprioritaskan bagi instansi pelayanan publik yang paling banyak dibutuhkan masyara-

KUNJUNGAN - Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof. Dr. Diah Natalisa diterima Sekda Wayan Adi Arnawa saat melakukan kunjungan ke Puspem Badung, Minggu (19/8).

kat, namun ke depan diyakini terus bertambah karena sangat memudahkan masyarakat memperoleh berbagai layanan pada satu lokasi. Agar lebih optimal diperlukan kebijakan satu database yang dapat diakses oleh semua instansi pelayanan publik, antara lain data kependudukan, data pertanahan maupun data spasial secara terintegrasi dan online. Diah Natalisa mengapresiasi langkah-langkah dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan pelayanan publik khususnya melalui PTSP. Kebijakan membantu instansi vertikal dalam penyediaan sarana dan prasarana sangat kami aprèsiasi. Ini menunjukkan sinergi dan kerja sama yang sangat baik karena berdampak positif bagi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Diah juga menyatakan banyak perubahan yang telah dilaksanakan PTSP Badung, mulai dari performance ruang pelayanan, penggunaan aplikasi online termasuk Lapor (SP4N), online single submission (OSS) serta aplikasi Laperon (Layanan Perizinan Online) yang dibangun secara mandiri. Dari berbagai aspek, Badung sangat siap dan segera kami laporkan kepada Bapak Menteri PAN dan RB agar dijadwalkan untuk peresmiannya. ‘’Kami mengharapkan MPP Badung bisa menjadi role model dan akan saya publikasikan dalam berbagai kesempatan,’’ jelas Diah. (ad949)

Bali Post/kmb23

Menurut General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Senin (20/8) kemarin, kedatangan wisatawan ini masih didominasi wisatawan Tiongkok dengan persentase 23.65 persen dari jumlah keseluruhan wisatawan. Disusul wisatawan Australia dan India, masing-masing sebesar 18.84 persen dan 6,37 persen. Kata Yanus, untuk bulan Juli tahun ini total kedatangan wisatawan mancanegara yang dilayani sebanyak 635.578 wisman. Jumlah ini dikatakannya naik cukup drastis sebesar 13,43 persen dibandingkan bulan Juli tahun 2017 lalu. “Pada bulan Juli tahun ini, wisatawan asal Tiongkok masih menduduki peringkat pertama dalam jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, dengan jumlah total 150.093 penumpang. Atau naik sebe-

sar 2,59 persen dibandingkan dengan jumlah kedatangan wisatawan asal Tiongkok, periode yang sama tahun lalu,” ucapnya. Sementara Prancis menjadi negara dengan kenaikan jumlah wisatawan paling tinggi pada bulan Juli tahun ini dibandingkan dengan Juli tahun lalu. Di bulan Juli tahun 2018, jumlah kedatangan wisatawan Prancis sebanyak 28.432 orang atau melonjak 65,88 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Saat ini Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan para delegasi IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 yang akan dilaksanakan Oktober nanti, dengan pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas. (kmb23)

TAPD dan Dewan Badung Gelar Rapat Bahas Hasil Evaluasi APBD Perubahan 2018

TIM Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Bangar) DPRD Badung, Senin (20/8) kemarin menggelar rapat di gedung DPRD Badung. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata tersebut digelar membahas hasil evaluasi Gubernur Bali terhadap Rancangan Perubahan APBD 2018. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TAPD Badung yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat IBA Yoga Segara, Asisten III Administrasi Umum Setda Badung Cokorda Raka Darmawan serta SKPD terkait. Sementara dari pihak DPRD Badung hadir Wakil Ketua I I Nyoman Karyana, Wakil Ketua II I Made Sunarta beserta sejumlah anggota seperti Putu Alit Yandinata, I Made Sumerta dan Made Retha. Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi dari Gubernur Bali, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 dianggarkan

sebesar Rp 7,5 triliun dari sebelumnya Rp 6,5 triliun pada APBD Induk. Pendapatan asli daerah yang awalnya dirancang ditarget Rp 5,7 triliun menjadi Rp 6,5 triliun lebih. Sementara anggaran belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 7,2 triliun lebih menjadi Rp 8,1 triliun lebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp 900 miliar lebih yang terdiri atas belanja langsung sebesar Rp 3,8 triliun lebih dan belanja tidak langsung Rp 4,2 triliun lebih. Adi Arnawa dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pihak DPRD Badung yang sudah memberikan dukungan terkait Rancangan APBD Perubahan tahun 2018 ini. ‘’Mudah-mudahan apa yang sudah kita rancang dan sudah dievaluasi oleh Gubernur Bali ini segera bisa kita dituntaskan. Apa yang menjadi target bisa kita capai,’’ ujarnya. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, draf yang sudah disampaikan Ketua TAPD Badung tersebut sudah merupakan hasil evaluasi dari Gubernur Bali. Apa yang menjadi kebutu-

RAPAT - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata memimpin rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Bangar) DPRD Badung membahas hasil evaluasi Gubernur Bali terhadap Rancangan Perubahan APBD 2018. han dasar masyarakat tetap menjadi prioritas seperti pendidikan, kesehatan dan peningkatan infrastruktur. ‘’Hasil dari evaluasi pada APBD Perubahan 2018 tersebut, terkait pergeseran dari angka-angka tersebut merupakan hal-hal yang prinsip kebutuhan dasar tetap jadi prioritas,’’ katanya. Namun, kata Parwata, satu dalam hal ini mengenai

pengerjaan Pura Uluwatu dengan nilai kontrak Rp 29,5 miliar lebih rencananya akan digeser menjadi multi years akibat gagal lelang. Untuk bisa memberikan persetujuan di dewan, kata Parwata, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu. ‘’Jadi agar tidak salah tidak, rencananya kami akan konsultasi terlebih dahulu ke Jakarta,’’ paparnya. (ad951)

Awal September, Uji Coba ’’Underpass’’ Simpang Tugu Ngurah Rai Mangupura (Bali Post) Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai sudah mendekati rampung. Saat ini progress pengerjaannya mencapai 96,9 persen. Underpass untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting ini rencananya diuji coba awal September mendatang. Saat ini pekerja sedang menyelesaikan pemasangan sejumlah ornamen dan juga rambu-rambu. Ornamen dinding underpass terlihat sudah mulai dipasang. ‘’Yang di kolom di dalam, sudah selesai semuanya. Tinggal yang dua kolom di awal dan di akhir yang belum, karena ada ornamen ukiran Bali,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara saat duhubungi, Senin (20/8) kemarin. Dijelaskannya, ornamen naga di utara dan selatan sudah mulai disatukan. Sementara untuk ornamen cerita I Gusti Ngurah Rai memang belum terpasang. Di bagian dalam pengaspalan jalan rencananya dikerjakan 23 Agustus ini. ‘’Saat ini tinggal pemasangan ornamen, modul di luar dan pengaspalan un-

Bali Post/kmb23

UNDERPASS - Seorang pekerja melakukan pemasangan pada dinding kolong luar underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Senin (20/8) kemarin. tuk bagian dalamnya. Di luarnya tinggal pemasangan modul dan beberapa kegiatan ringan lainnya,’’ ucapnya. Di atas underpass, penataan taman juga sudah hampir rampung. Hanya tersisa sedikit pekerjaan di depan patung Ngurah Rai untuk trotoar dan batu sikatnya. ‘’Sementara untuk struktur sudah selesai semua. Secara keseluruhan progress sudah mencapai 96,9 persen,’’ ucapnya.

Patung pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang ada sebelumnya, kata Yasmara, saat ini sudah diganti dengan patung yang baru. Rencananya patung Ngurah Rai yang lama akan dipasang di Puri Canang Sari, desa kelahiran I Gusti Ngurah Rai. Sementara patung barunya saat ini sudah dipasang sekitar tiga minggu lalu. ‘’Posisinya pada lokasi yang sama. Hanya patung yang diganti, sementara dudukannya atau ped-

estalnya masih yang lama,’’ terangnya. Pihaknya menargetkan pengerjaan underpass rampung pada akhir Agustus ini. Sementara untuk uji coba kemungkinan dilakukan awal September nanti. Peresmiannya belum bisa dipastikan. ‘’Belum tahu, kami belum dapat arahan dari pimpinan. Apakah bareng dengan peresmian GWK pada 22 September, belum tahu juga,’’ ujarnya. (kmb23)


info seremoniAL

4

Prodi Seni S-2 ISI Denpasar Gelar Tes Seleksi Mahasiswa Baru

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Tes Seleksi Mahasiswa Baru Prodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar

Hasilkan Magister Seni Berbasis Riset Seni Budaya Inovatif Berbasis Penciptaan dan Pengkajian Seni Budaya Lokal Berwawasan Universal PROGRAM Studi (Prodi) Seni Program Magister (S-2) Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar menggelar tes seleksi Mahasiswa Baru Gelombang I Angkatan VIII Tahun Akdemik 2018/2019, Senin (20/8) kemarin. Sebanyak 37 orang calon mahasiswa baru Program Magister antusias mengikuti tes tulis pengetahuan dasar seni yang berlangsung di ruang kelas Pascasarjana ISI Denpasar. Setelah tes tulis, hari ini (Selasa, 21/8) akan dilanjutkan tes wawancara dan hasilnya akan diumumkan pada 24 Agustus 2018 mendatang. Ketua Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan terget mahasiswa S-2 tahun akademik 2018/2019 adalah 50 orang. Oleh karena itu, pihaknya membuka pendaftaran gelombang II yang akan dimulai 21-28 Agustus 2018. Untuk tes seleksi tertulis dan wawancara Gelombang II akan dilaksanakan pada 30 dan 31 Agustus 2018 dan hasilnya akan diumumkan pada 4 September 2018. Sementara itu, bagi calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus seleksi, baik gelombang I dan II akan diberikan kuliah matrikulasi pada 11-14 September, sebelum mengikuti perkuliahan pada 17 September 2018. ‘’Bagi para pelamar yang ingin mendapatkan beasiswa bisa mengajukan ke Kemenristek-Dikti,’’ ujar Sariada. Sariada menjelaskan, Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar hadir untuk menghasilkan lulusan Magister Seni yang berbasis penciptaan dan keilmuan seni yang unggul untuk menyikapi tuntutan internal dan eksternal tentang kebutuhan sumber

TES - Ketua Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. saat memantau ujian tulis tes seleksi mahasiswa baru gelombang I angkatan VIII Tahun Akdemik 2018/2019, Senin (20/8) kemarin. daya dan perkembangan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di samping juga untuk menghasilkan lulusan yang mampu mencipta dan mengkaji budaya Nusantara melalui pendekatan interdisipliner dan multidisipliner yang memiliki berbagai kompetensi. ‘’Ciri khas kurikulum kami mengacu pada eksplorasi kesenian dan budaya lokal Bali. Sejak menjadi Prodi Seni kami tidak hanya berfokus pada lulusan bidang ilmu penciptaan dan pengkajian seni saja, tetapi semua bidang ilmu seni bisa masuk. Sehingga, yang tamatan seni rupa dan desain, seni pertunjukan semuanya bisa masuk. Kita tidak menjurus pada satu bidang

ilmu saja, tetapi multi dan darim ana saja bisa masuk, yang penting nanti karya tugas akhirnya berkaitan dengan penciptaan ataupun pengkajian seni,’’ tandasnya. Sejak dibuka pada tahun 2011, Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar telah mempunyai alumni sebanyak 167 orang. Jumlah ini telah memenuhi target yang direncanakan sesuai dengan visi untuk menjadikan Prodi Seni S-2 sebagai pusat unggulan (centre of Exellence) melalui kegiatan penciptaan, penelitian, yang inovatif dan kreatif berdasarkan potensi seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal pada tahun 2020. (ad943)

FIB Unud Kenalkan Kampus pada Mahasiswa Baru

Melakukan Perubahan Mengarah ke Kemajuan

Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. saat menyalami mahasiswa baru. FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dibuka Senin (20/8) kemarin dan akan berlangsung selama dua hari. PKKMB yang diikuti 444 mahasiswa baru (maru) itu bertemakan ‘’Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, Berbedabeda dalam Satu-kesatuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia’’. Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. mengatakan, setiap tahun PKKMB berupaya menghadirkan sesuatu yang baru yaitu tetap melakukan perubahan mengarah ke kemajuan. Agar mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu, maka PKKMB pun didesain untuk memberikan pemahaman dan mengenalkan lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya. PKKMB bertujuan menambah

wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal agar mampu belajar di perguruan tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib dan dinamis. Serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKKMB wajib diikuti seluruh mahasiswa FIB Unud karena akan diberikan materi tentang wawasan kebangsaan, pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Unud, mengenal nilai budaya, tata krama dan etika. Ceramah yang terkait dengan alumni, perkenalan dan pengenalan PS dan staf, dan ceramah peluang kerja. Yang penting juga untuk ke-

berlangsungan perkuliahan adalah layanan mahasiswa dan persiapan penyesuaian diri di PT dan pengenalan pengisian KRS Online. Hal ini sesuai dengan upaya fakultas agar dapat menyesuaikan diri dengan revolusi industri 4.0. Selain tantangan revolusi industri 4.0, PT juga menghadapi tantangan pemberantasan korupsi, penguatan daya saing. ‘’Tantangan-tantangan ini tidak boleh menjadi aral semangat kita. Karena kita yakin, sepanjang kita bersatu, bergotong royong, bersungguh-sungguh dan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja amanah pada bidang tugas kita masing-masing, kita akan mampu menjawab tantangan ini,’’ ujarnya. Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, maka harus diperkuat literasi lama yang hanya mengandalkan baca, tulis dan matematika dengan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi. Yaitu data literation, technology literation, dan human literation. Untuk menanamkan literasi itu, para dosen, guru maupun tenaga kependidikan juga harus meningkat kualitasnya, terutama pada skills kepemimpinan dan kerja sama tim, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global, serta mempunyai kemampuan entrepreneurship, termasuk penguasaan social entrepreneurship. ‘’Kita tidak inginkan lulusan kita nganggur setelah tamat. Kami sesuai dengan arahan Kemenristek Dikti diberikan rambu–rambu agar menghasilkan produk yang inovatif, juga harus mampu menciptakan lapangan kerja baru,’’ tandasnya. (ad944)

SEJAK dibuka tahun 2017 lalu, kini Program Studi (Prodi) Seni Program Doktor (S-3) Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar kembali menerima calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2018/2019. Tes ujian tertulis seleksi penerimaan mahasiswa baru gelombang I dilaksanakan di ruang kelas Pascasarjana ISI Denpasar, Senin (20/8) kemarin. Sementara untuk tes wawancara akan dilaksanakan hari ini (Selasa, 21/8) dan hasil keseluruhan akan diumumkan pada 24 Agustus 2018 mendatang. Sementara itu, bagi calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus seleksi akan diberikan kuliah matrikulasi pada 11-14 September, sebelum mengikuti perkuliahan pada 17 September 2018. Ketua Prodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar Dr. I Gede Yudarta, S.Skar., M.Si. mengatakan, pada tahun 2017 Prodi Seni Program Doktor PPs ISI Denpasar menerima sebanyak 12 mahasiswa calon doktor. Namun, dalam perjalanannya salah satu mahasiswa mengundurkan diri. Pada tahun akademik 2018/2019 ini pihaknya menargetkan jumlah calon mahasiswa S-3 mengalami peningkatan dengan jumlah kuota 15 orang. ‘’Yang mengikuti ujian seleksi hari ini (kemarin - red) 9 orang dan 2 orang dari Jakarta berhalangan hadir. Kami berencana akan membuka gelombang II untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa S-2 yang baru lulus tahun ini,’’ tandas Gede Yudarta, Senin (20/8) kemarin. Dikatakan, Prodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar merupakan satu-satunya program Pendidikan S-3 yang ada di lingkungan ISI Denpasar dengan visi menjadi pusat unggulan penelitian pengkajian, penciptaan,

TES SELEKSI - Ketua Prodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar Dr. I Gede Yudarta, S.Skar., M.Si. saat memantau ujian tulis tes seleksi mahasiswa baru Prodi Seni Program Doktor ISI Denpasar Tahun Akdemik 2018/2019, Senin (20/8) kemarin. dan penyajian seni yang inovatif berdasarkan riset seni budaya berbasis budaya lokal berwawasan universal pada tahun 2020. ‘’Fokus kita berusaha untuk mengangkat kearifan lokal yang kita punya, tidak hanya di Bali tetapi seluruh Nusantara untuk menjadi sebuah penciptaan ataupun pengkajian yang nantinya memiliki wawasan universal,’’ tukasnya. Selain itu, dalam menghadapi percaturan seni global, Prodi Seni S-3 senantiasa merespons perkembangan dunia seni, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi dalam upaya meningkatkan kecerdasan dan kreativitas masyarakat. Realisasi ini diwujudkan melalui peran ISI Denpasar sebagai pendidik, pelestari,

pengemban, dan pengembang seni budaya lokal dan Nusantara. Sementara itu, kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum K-Dikti dengan menekankan kekhasan dalam mengeksplorasi kesenian dan budaya lokal Bali di samping budaya Nusantara yang dianalisis, diteliti, dikaji, diinovasi, dan disajikan berdasarkan metode ilmiah. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki tersebut, Gede Yudarta optimis lulusan Doktor Prodi Seni ISI Denpasar akan mampu mengkaji, mencipta, dan menyajikan karya seni secara kreatif dan inovatif melalui pendekatan interdisipliner dan mutidisipliner untuk menghasilkan seni yang unggul. (ad945)

Dalam Suasana Kemerdekaan

STIKI Indonesia ’’Launching’’ Dua Aplikasi Mobile Kearifan Lokal

MASIH dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) melaunching dua Aplikasi Berbasis Android dengan konteks kearifan lokal. Acara launching yang dikemas dengan talkshow tersebut dilaksanakan di Stan Techno Corner Pameran Pembangunan Provinsi Bali yang bertempat di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Minggu (19/8) lalu. Dua aplikasi berbasis android yang di-launching tersebut adalah aplikasi game edukatif Rare Angon dan Lubang Kuri serta aplikasi Papan Ketik Aksara Bali (PaTiK). Game edukatif Rare Angon dan Lubang Kuri merupakan hasil

karya tugas akhir dari Ni Putu Efri Lantari, S.Kom. yang selanjutnya dikembangkan bersama dosen STIKI Indonesia Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd. Ada satu keunikan game ini, yaitu aplikasi dilengkapi dengan cerita Rare Angon dan Lubang Kuri dalam bentuk animasi dua dimensi yang bersumber dari buku dongeng karya Made Taro. Tidak kalah seru dengan hadirnya aplikasi Papan Ketik Aksara Bali (PaTiK) yang dikembangkan oleh tiga dosen muda STIKI Indonesia yaitu Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom., Putu Praba Santika, M.Kom. dan I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya, M.Cs. Papan Ketik aksara Bali ini adalah sebuah

PATIK - Suasana launching PaTiK.

keyboard untuk mengetik aksara Bali di perangkat android. Dengan keyboard aksara Bali ini pengguna dapat mengetik aksara Bali di aplikasi apa saja, seperti Whatsapp, Line, Telegram, Facebook, Tweeter, Instagram. Bahkan aplikasi keyboard ini sudah dapat melakukan perbaikan pasang aksara Rangkap Wianjana secara otomatis. Menurut Ida Bagus Ary Indra Iswara, aplikasi yang dikembangkan itu (PaTiK –red) merupakan hasil penelitian yang didanai dari Hibah Kemenristek Dikti di tahun 2017 yang lalu. Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. mengatakan bahwa apa yang dibuat dan diinovasikan oleh para dosen dan mahasiswa di STIKI Indonesia, baik dalam bentuk penelitian maupun produk-produk kreativitas selalu diarahkan ke ranah kearifan lokal. ‘’Napas kami di STIKI Indonesia adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, bahkan visi kami juga arahnya pengembangan teknologi informasi yang berwawasan budaya dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Bali. Senantiasa kami akan menciptakan produk-produk memperkuat nilai kearifan lokal dalam sajian yang berbasis teknologi informasi,’’ jelasnya. Aplikasi-aplikasi yang telah dilaunching tersebut, saat ini telah dapat diunduh secara gratis oleh seluruh masyarakat melalui play store atau google store, serta telah dapat dipergunakan dalam smartphone dengan sistem operasi android. (ad954)

BPR Lestari Pertahankan Gelar BPR Pengobatan Tradisional Jnana Marga Berkinerja Sangat Bagus dari Infobank Suami Enggan Bercinta, Mungkin Dia Lelah

SETELAH berhasil mempertahankan gelar The Best Digital Brand untuk yang kedua kalinya di bulan Mei 2018 lalu, BPR Lestari kembali meraih penghargaan sebagai BPR dengan kinerja keuangan ‘’Sangat Bagus’’ untuk kategori BPR dengan aset di atas Rp 1 triliun dari majalah Infobank. ‘’Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada kami sebagai salah satu pelaku bisnis BPR. Kami berharap penghargaan ini akan memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja keuangan menjadi lebih baik lagi. Ada banyak hal yang masih bisa ditingkatkan kinerjanya,’’ kata I Made Wenten Budiada, Direktur Operasional BPR Lestari, yang hadir menerima penghargaan. Infobank 9th BPR Awards diselenggarakan pada 15 Agustus 2018 di Hotel Ambarrukmo, Yogyakarta. Acara ini merupakan ajang penganugerahan yang diinisasi oleh majalah Infobank dan Biro Riset Infobank yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada dunia perbankan dan keuangan yang telah berhasil meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat. Kinerja keuangan yang dimaksud diukur dari berbagai aspek meliputi aset, permodalaan, kualitas kredit, keberhasilan menghimpun dana pihak ketiga, penyaluran kredit, persentase laba serta kemampuan

pengelolaan manajemen selama tahun 2017. BPR Lestari telah menerima penghargaan ini selama delapan kali berturut-turut sejak tahun 2010 dan telah mendapatkan Golden Awards karena keberhasilannya mempertahankan kinerja keuangan sangat bagus ini selama lima tahun berturut-turut. ‘’Mempertahankan kinerja keuangan yang bagus selama be-

berapa tahun belakangan ini bukan kerja yang mudah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik. Namun kami terus berusaha menjaga kinerjanya. Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat Bali kepada BPR Lestari,’’ tutup Wenten. (ad946)

BANYAK hal membuat pria enggan bercinta. Salah satunya karena bekerja terlalu keras dan dikejar banyak tugas, sehingga mengalami kelelahan dan rasa cemas. Kondisi ini bisa mengganggu fokus pria dalam urusan ranjang. Dalam sebuah survei, disebutkan bahwa sekitar 61 persen orang menyatakan kelelahan sebagai alasan paling umum untuk malas berhubungan seks. Mereka yang menderita kelelahan harus berjuang untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, sehingga seks adalah hal terakhir yang ada dalam pikiran mereka. Jika ini terjadi, ahli seksual, Grand Master Energi Kejantanan dan Grand Master Metafisika Indonesia Bali I Nengah Edy Warsita menyarankan untuk istirahat bercinta sementara waktu. Namun jika cara ini tidak membuahkan hasil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahlinya untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan tindakan yang tepat. Pengobatan Tradisional Jnana Marga, di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600, menjadi solusi yang tepat bagi penderita disfungsi seksual seperti impotensi, ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbang-

kan energi seksual), lama tidak mendapat keturunan dan lain– lain. Untuk yang ingin menambah ukuran Mr. P. tersedia lengis TU (Tambah Ukuran) Janur Sakti. Juga membuka pelatihan aktivasi seksual bagi mereka yang ingin mendapatkan kesehatan sek-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

sual dan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan berkesinambungan. Dengan izin Dinkes no : 448stpt.41.07.17/Dinkes.17, sudah tergabung dalam IPATRI, Paksi dan AP3I. Buka setiap hari Senin sampai hari Sabtu pkl.10.00 sampai 17.00 Wita. (ad947)


daerah

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Peletakan Batu Pertama Pasraman Satyam Eva Jayate

Pastika Ingatkan Modal SDM Bali ANCAMAN bencana yang ada di Bali maupun daerah di sekitarnya menjadi salah satu alasan mengapa Bali harus memperkuat sumber daya manusianya dan tak tergantung pada satu sektor saja. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri dan melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasraman Satyam Eva Jayate di Jalan Trengguli, Denpasar, Senin (20/8) kemarin. Saat memberikan sambutan, Gubernur Pastika menyambut gembira prakarsa Forum Alumni Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) untuk membangun pasraman yang dinilainya sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita dan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Pastika mengingatkan kembali bahwa Bali tidak memiliki modal sumber daya alam yang kaya seperti daerah lain. ‘’Saya sering mengatakan kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang kita punya hanya manusia Bali yang terkenal gigih, jujur, pandai membawa diri,’’ kata Pastika. Menurutnya, negara seperti Singapura dan Swiss juga tidak memiliki sumber daya alam namun bisa maju karena memiliki sumber daya manusia yang baik. Gubernur Pastika mengatakan selama ini Bali masih

bertumpu pada sektor pariwisata yang sangat rentan dengan gangguan alam maupun gangguan manusia yang bisa berdampak luar biasa terhadap sektor tersebut. Itu sebabnya ia mengajak untuk menyiapkan diri agar menjadi manusia yang tidak bergantung pada satu sektor saja. ‘’Kalau semua manusia di Bali berkualitas, kita tidak perlu takut dengan apa pun,’’ kata Pastika. Ketua Umum Forum Alumni KMHDI Ketut Udi Prayudi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali yang memperkenankan FA KMHDI mempergunakan 13,9 are lahan milik Pemprov Bali untuk kepentingan generasi muda Hindu Nusantara. ‘’Harapan kami, pasraman ini tidak hanya digunakan umat

Hindu etnis Bali tapi juga mahasiswa Hindu asli Jawa, Dayak, Kaharingan, Toraja atau Ambon yang menuntut ilmu di Bali,’’ kata Udi. Menurut Udi, selain pasraman di lokasi tersebut akan dibangun tempat suci, lapangan bulu tangkis yang bisa digunakan warga sekitar dan wantilan serbaguna berlantai tiga yang akan digunakan untuk tempat pelatihan, perpustakaan dan inkubator bisnis. Dalam acara ini, Udi juga mengundang organisasi mahasiswa lain sebagai bagian dari semangat kebinekaan. Tampak hadir Wakil Wali Kota Denpasar A.A. Jaya Negara, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas PU Provinsi Bali dan tokoh alumni KMHDI. (ad942)

Peduli Korban Gempa di Lombok

Barong Bali Community Kirim Bantuan Bersinergi dengan Korem

MASYARAKAT Bali, termasuk Barong Bali Community, sangat merasakan kesedihan dan penderitaan korban gempa bumi di Lombok, NTB. Wujud rasa empati terhadap korban gempa tersebut, Barong Bali Community mengirim bantuan ke Lombok, di mana pengirimannya bersinergi dengan Korem 163/Wira Satya, Senin (20/8) kemarin. Ketua Barong Bali Community Rudy Santoso didampingi Koordinator Bantuan Gde Anom Santika menyampaikan bantuan yang dikirim tersebut diharapkan meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi pada 5 Agustus 2018 dan beberapa kali gempa susulan dengan skala yang berbeda. Komunitas Barong Bali merupakan salah satu kelompok elemen masyarakat yang ikut peduli kondisi tersebut dan memberikan bantuan yang terkumpul dari anggotanya. ‘’Kerja sama dengan Korem 163/Wira Satya ini dimaksudkan untuk membantu proses pemberangkatan ke lokasi tujuan di Lombok. Karena nanti setelah sampai bantuan akan diserahteri-

5

Besok, Festival Nandini Puja ”Tedunkan Duwe’’ Desa Adat Taro

Gusti Wedakarna Mendidik Umat Hindu Menyucikan Hewan Melalui Kirab Lembu

BALI adalah pulau yang umatnya sebagian besar penganut Hindu Siwaisme. Hal ini ditandai dengan betapa pentingnya ajaran–ajaran Siwa Mahadewa dalam keseharian umat. Cerita Lubdaka, penganut Siwa yang akhirnya menjadi cikal-bakal hari Siwaratri di Bali. Begitu juga di sejumlah pura di Bali terdapat arca Nandini (Dewa Lembu/Sapi) yang menandai penghormatan terhadap kendaraan Siwa. Dan salah satu teladan akan pelestarian nilai-nilai Weda diungkapkan Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang rutin setiap tahun dengan menghadirkan sembilan ekor lembu putih milik (duwe) Desa Adat Taro, Gianyar dalam acara Kirab Lembu Nandini yang dipusatkan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan Badung). ‘’Saya akui bahwa sebagian besar umat Hindu di Bali sangat menyucikan lembu, sapi dan kerbau, karena sapi adalah kendaraan Siwa Mahadewa, lambang dari keperkasaan Dewa Indra dan juga hewan kesayangan Sri Krisna. Dan kewajiban bagi

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memimpin upacara Kirab Lembu Putih Duwe Desa Adat Taro di Denpasar. setiap pemimpin Hindu di Bali khususnya untuk membantu melindungi sapi dan bukan sebaliknya. Kita harus manut pada sastra Weda yang kita yakini sebagai pedoman umat Hindu dalam menjalankan sesana-nya,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. Gusti Wedakarna juga menyampaikan bahwa dalam aja-

”Guide’’ Harus Lulus Uji Budaya

Denpasar (Bali Post) Data terakhir Dinas Pariwisata Provinsi Bali, wisatawan Tiongkok mendominasi kunjungan ke Pulau Dewata. Ada sekitar 600 ribuan wisatawan Tiongkok sampai dengan Juli 2018. Jumlah ini mengungguli kunjungan wisatawan Australia yang berada di angka sekitar 500 ribu dan India 200 ribu orang. Sayangnya terkait masalah guide banyak yang belum memahami soal budaya Bali. ‘’Banyak orang Tiongkok sudah tahu Bali, bahkan tanpa mengetahui letaknya di mana. Bali memang sangat populer. Menurut saya, turis asal Tiongkok akan semakin meningkat jumlahnya di masa mendatang,’’ ujar Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Gou Haodong di Denpasar, belum lama ini. Menurut Gou Haodong, Bali memiliki daya tarik yang luar

biasa khususnya dari sisi budaya dan alamnya. Infrastruktur pendukungnya juga sangat baik, mulai dari kamar hotel, akomodasi lain hingga pelayanan pada wisatawan. Namun, Bali masih perlu memperhatikan sistem transportasi lantaran kekurangan ini sering membuat wisatawan merasa kurang nyaman. ‘’Berikutnya yang perlu diperhatikan adalah SDM pariwisata, seperti guide. Terkadang mereka kurang mampu menjelaskan secara detail tentang objek wisata,’’ imbuhnya. Gou Haodong menambahkan, guide harus memiliki pengetahuan luas dan mendalam tentang budaya dan agama Hindu yang menjadi roh pariwisata Bali. Oleh karena itu, guide mesti distandardisasi dan diberikan pelatihan agar bisa memberikan lebih banyak

KIRIM BANTUAN - Barong Bali Community mengirim bantuan untuk korban gempa di Lombok, NTB. makan kepada Posko Bantuan Bencana Gempa Bumi Lombok di Korem 162/Wira Bhakti Mataram, NTB,’’ ujarnya. Menurut Rudy Santoso, dari donatur yang merupakan anggota komunitas pencinta otomotif bersifat komunitas sosial ini terkumpul uang tunai Rp 151 juta. Selanjutnya dana tersebut dibelanjakan seribu dus air mineral, 5 ton beras dan 500 dus mi instan. ‘’Kita juga ucapkan terima kasih ke BPBD Bali

dan ASDP untuk fasilitas penyeberangan gratis. Barangbarang ini sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Lombok yang lagi menghadapi bencana,’’ tegas Rudy Santoso. Lanjut Rudy Santoso, tiga truk mengangkut bantuan tersebut diberangkatkan lewat Pelabuhan Padangbai, Karangasem. ‘’Semoga selamat sampai tujuan dan nantinya bermanfaat buat saudara-saudara kita di Lombok,’’ harapnya. (ad955)

Yuniartha Putra

Akomodir Kuliner Lokal

Sanur Village Festival Siapkan Stan Gratis Denpasar (Bali Post) Sanur Village Festival 2018 kembali akan digelar. Festival yang mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata ini tetap komitmen berbasis community, yakni komponen di Desa Sanur. Misalnya saja tetap mengakomodir potensi lokal untuk bisa tampil di ajang SVF yang kini memasuki tahun ke-13. ‘’Kami memberikan stan gratis untuk kuliner lokal, seperti jaja laklak. Sedangkan kalau hotel harus membayar malah mereka,’’ ujar Ketua Umum Sanur Village Festival yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah (BPPD) Kota Denpasar Ida Bagus Gde Sidharta Putra didampingi Kadis Pariwisata Denpasar Desire Mulyani, Senin (20/8) kemarin. Gusde -- sapaan akrab Sidharta Putra -- mengungkapkan lokasi SVF kali ini dipindah dari Lapangan Maisonette Inna Grand Bali Beach ke Pantai Matahari Terbit. Banyak alasan soal perpindahan tempat ini di antaranya tentang potensi pengembangan pariwisata seiring meningkatnya kebutuhan pasar pariwisata. Upaya ini merupakan bagian dari rancangan pemetaaan zonasi dan pengembangan destinasi bagi kenyamanan para pengunjung festival, dan wisatawan yang bertandang ke Sanur. Selain itu, Pantai Matahari Terbit juga pernah digunakan sebagai lokasi Sanur Village Festival

ran Hindu disebutkan bahwa jika ada seekor sapi yang dibantai sebuah negeri, dan ketika darah sapi itu masuk ke tanah pertiwi dan lolongan tangisan sapi tersebut terdengar hingga Indraloka, maka seketika itu para dewa akan menghujamkan bencana pada negeri itu. Ini yang menyebabkan Bali sangat memuliakan sapi. ‘’Kita perbaiki kesalahan leluhur kita

dan itulah gunanya Jnana Yadnya, melahirkan generasi muda di setiap penjuru Bali yang semakin cerdas dan memahami ajaran agama,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun memaklumi bahwa di sejumlah ritual dan desa adat masih ada praktik penyembelihan sapi sebagai syarat ritual. ‘’Bagi saya agama itu memberi pedoman. Jika ada orang Bali masih memakan daging sapi, ada desa adat menyembelih sapi, ada pejabat yang menyerahkan sapi untuk disembelih, kita anggap saja Awidya (tidak ada pengetahuan). Tugas cendekiawan menyadarkan dan selanjutnya jika ada yang tidak sadar maka biarkan karmaphala mengatur. Siarkanlah agama Hindu dengan damai. Dalam Hindu pun dipercaya, pembantaian sapi akan mengakibatkan pemimpin yang pendek umur, kehancuran keluarga para pemimpin, terjadinya bencana alam dan alam menjadi cemer. Ini juga yang terus saya sampaikan saat bertemu warga di seluruh Bali,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. (ad952)

Bali Post/ara

SVF - Ketua SVF bersama Dinas Pariwisata Denpasar memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan SVF ke-13 besok. 2011 bersamaan dengan Fes- wasan destinasi dan mem- perhatian kembali kepada Sementara itu, Desire tival Flora & Flori Nasional berikan keleluasaan serta Gunung Agung. Ketika ak- Mulyani menyambut baik yang dihelat bersama Kemen- kenyamanan kepada pengun- tivitas vulkanik Gunung terselenggaranya SVF yang terian Pertanian. jung,’’ katanya. Agung meningkat pada No- telah diakui secara nasional. Pada awal pelaksanaan, Sanur Village Festival vember 2017 dan berulang Hal ini terbukti pemerintah festival ini pernah digelar 2018 akan digelar pada 22- erupsi hingga saat ini adalah pusat menetapkan event di Pantai Matahari Terbit. 26 Agustus dengan tema kenyataan yang memberi- ini sebagai kegiatan yang ‘’Pemindahan lokasi festival ‘’Mandala Giri’’ yang meru- kan refleksi dalam hal kema- sangat positif dalam menuntuk menjajaki berbagai pakan sebuah semangat pe- nusiaan, persaudaraan, dan dukung kegiatan pariwisata. kemungkinan perluasan ka- mikiran untuk memusatkan pendekatan terhadap alam. (kmb12)

Gou Haodong penjelasan tentang Bali kepada menyeluruh. ‘’Harapan kita, dia para wisatawan, khususnya tetap harus belajar mengemwisatawan negeri tirai bambu. bangkan dirinya. Jadi, tidak Dikonfirmasi terpisah, Ke- hanya di tes itu saja dia harus pala Dinas Pariwisata Provinsi belajar,’’ jelasnya. Bali A.A. Gede Yuniartha Putra Menurut Yuniartha, pimengatakan, uji budaya sebet- haknya telah berencana untuk ulnya telah menjadi salah satu menggandeng Dinas Kebusyarat untuk mendapatkan dayaan dalam membuat buku lisensi guide. Ada tim yang panduan tentang budaya Bali. dibentuk untuk melaksanakan Sementara ini, simbol-simbol uji budaya, terdiri dari akade- budaya atau sejarah mengenai misi, budayawan, dan tokoh destinasi wisata di Bali dapat masyarakat. dipelajari melalui internet. ‘’Jadi kalau mereka tidak luDi sisi lain, Himpunan lus, mereka belum bisa menjadi Pramuwisata Indonesia (HPI) guide. Setelah lulus itu baru Bali juga akan diminta membisa,’’ katanya. berikan pembelajaran terkait Yuniartha mengakui me- budaya bagi para guide. ‘’Itu mang ada keterbatasan dalam semua dalam rangka meninuji budaya itu. Khususnya gkatkan pengetahuan guide menyangkut pertanyaan yang tentang budaya Bali. Pada diajukan, belum tentu mem- dasarnya, mereka harus senang buat para calon guide langsung belajar dan senang baca,’’ tanmengetahui budaya Bali secara dasnya. (kmb32)


OPINI

6

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Sinergi Ekonomi Kerakyatan EKONOMI kerakyatan merupakan ciri sekaligus menjadi cita-cita perekonomian bangsa Indonesia. Ekonomi kerakyatan ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1896, dipelopori Patih Purwokerto yang bernama Aria Wiratmaja. Keinginannya ini muncul ketika ada penindasan terhadap masyarakat yang hendak menginginkan pinjaman. Usaha ini berkembang menjadi bentuk koperasi yang juga melakukan usaha pemberian kredit di sektor pertanian. Inilah yang dianggap sebagai awal lahirnya ekonomi kerakyatan di Indonesia. Gagasan konkret tentang ekonomi kerakyatan ini kemudian direalisasikan oleh Bung Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Ekonomi kerakyatan lahir dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Salah satunya bisa dilihat dari keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali, atau lembaga keuangan sejenis di daerah lain di Indonesia. Keberadaan LPD di Bali terproses dari sebuah kesadaran dan kemauan bersama dari masyarakat adat Bali yang telah lama ada dan berkembang, jauh sebelum Indonesia merdeka. Kesadaran dan kemauan bersama itu terwadahi melalui organisasi komunitas berbasis wilayah, yakni desa adat (pakraman) dan banjar adat (pakraman). Juga, berbagai organisasi masyarakat berbasis kegiatan ekonomi sosial. Misalnya di Bali ada sekaa manyi (kelompok pemanen padi), sekaa gong (kelompok penabuh), sekaa semal (kelompok pengusir hama tupai) dan lainnya. Kelompok-kelompok sekaa ini di Bali aktif melakukan kegiatan bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Ini pula yang menjadi landasan koperasi di Indonesia. Salah satunya, menghimpun dan peminjaman dana di antara anggota sekaa. Semua dilakukan berdasarkan hasil rapat anggota, yang digerakkan koperasi dikenal sebagai Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kearifan lokal inilah yang menginspirasi Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra mendirikan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Tujuan utamanya, membantu desa adat. Keuntungan LPD direncanakan untuk membangun kehidupan religius berikut kegiatan upacaranya seperti piodalan, sehingga warganya tidak perlu membayar iuran wajib. Terlepas dari ada LPD yang sakit, sekarat bahkan bangkrut, keberadaan LPD memang diharapkan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di wilayahnya. Sama halnya koperasi, paling tidak diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hanya, LPD mendapat penekanan lebih, yakni menyangkut aspek spiritualnya. Jadi, bukan hanya pada sosial ekonomi, apalagi keuntungan. Hanya, kini LPD juga harus menghadapi persaingan dengan pelaku ekonomi lainnya. Bahkan, mereka harus “berkelahi” dengan gerakan ekonomi kerakyatan yang lain, koperasi dan yang baru yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jika saja tiga pilar ekonomi kerakyatan ini bisa bersinergi saling menguatkan, perekonomian masyarakat perdesaan dapat dipastikan akan menjadi kuat. LPD, koperasi, dan BUMDes haruslah bersinergi dan berbagi peran dalam meningkatkan perekonomian masyarakat (perdesaan) yang menjadi anggotanya. Jangan sampai, keberadaan ketiga pilar ekonomi kerakyatan ini malah “saling membunuh” di rimba persaingan bebas ini. Terlebih, LPD yang selain mengemban beban sosial ekonomi, juga spiritual membangun kehidupan religius berikut kegiatan upacaranya seperti piodalan, ngaben, dan berbagai upakara lainnya di masyarakat Hindu Bali.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bangga sebagai Warga RI Saya menonton tayangan televisi dengan pembukaan Asian Games 2018. Saya bangga. Itu yang saya rasakan dengan apa yang ditampilkan penyelenggara. Ini benar-benar membuat saya sebagai warga bangsa ini patut bersyukur, masih banyak orang yang memiliki dedikasi yang sangat jelas terhadap bangsanya. Saya berterima kasih atas apa yang dikerjakan pemerintah untuk membangun citra bangsa ini di mata internasional. Sebagai warga Republik Indonesia (RI), saya mengapresiasi penuh keragaman yang ditampilkan dalam pesta pembukaan ini. Cara pengemasannya begitu apik. Saya yakin, hal ini membuat banyak rakyat negeri ini tak meninggalkan televisinya sampai tayangannya berakhir. Mudah-mudahan apa yang kini kita jalani sebagai tuan rumah Asian Games 2018 benar-benar bisa mengispirasi dunia, bahwa Indonesai memang spirit of Asian. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Bangunan Tahan Gempa Gempa kini nyaris membuat trauma sebagian warga yang tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan penduduk lainnya yang berdekatan dengan Pulau Lombok. Mari kita berdoa untuk bisa keluar dari ancaman bencana alam ini. Hal lain, saya juga berharap ke depan ada edukasi yang berkaitan dengan membangun rumah tahan gempa. Kini, banyak rumah yang ambruk akibat digoyang gempa yang berulang kali. Tentu ini kita bisa jadikan pelajaran untuk melakukan antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana. I Gede Suparta Buleleng, Bali

LPD Sehat, Desa Adat Kuat Laporan kompilasian Lembaga Pembina-Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD) Bali tahun ini menjadikan kita bangga, sekaligus prihatin. Bangga, karena pada usianya yang matang, kini sudah 34 tahun, aset 1.433 buah LPD di Bali hingga April 2018 telah mencapai Rp 19,2 triliun. Dibandingkan dengan industri sejenis, seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Simpan Pinjam, kontribusi LPD terhadap perekonomian Bali lebih tinggi, karena total aset BPR hanya Rp 13,8 triliun per akhir 2017 dan Koperasi Simpan Pinjam hanya Rp 12,04 triliun pada periode yang sama.

Oleh I Wayan Ramantha

P

rihatin, karena ibarat manusia, pada usianya yang seharusnya sudah mapan, ternyata hingga kini terdapat 149 unit LPD yang tidak beroperasi lagi, 58 unit tergolong tidak sehat, 199 kurang sehat, dan 242 unit cukup sehat. Dengan demikian, hanya 865 unit LPD tergolong sehat. Hingga akhir tahun 2017, LPD telah menyalurkan pinjaman kepada 429.766 nasabah. Tabungan masyarakat yang berhasil dihimpun oleh LPD dari 1.954.545 nasabah dan deposito dari 172.690 nasabah, serta laba tahun 2017 sebanyak Rp 564 miliar lebih dan Rp 141 miliar lebih disalurkan untuk desa adat dan dana sosial. Penggunaan laba LPD ke desa adat tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa. Pasal 23 mengatur pembagian keuntungan bersih LPD pada akhir tahun pembukuan dengan perincian untuk Cadangan Modal 60 persen, Dana Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 20 persen, Jasa Produksi 10 persen, Dana

Pemberdayaan 5 persen atau paling banyak Rp 300.000.000 dan Dana Sosial 5 persen. Penyaluran bagian laba LPD per tahun untuk kegiatan desa adat itu, jelas dapat menjadikan desa adat lebih mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Sebagaimana diketahui dalam pelaksanaan adat di Bali, berlaku prinsip yang disebut dengan Desa Mawecara. Prinsip tersebut menjadikan masing-masing desa adat memiliki budaya tersendiri, terutama dalam melaksanakan upacara keagamaan. Prinsip itu pula yang kemudian menjadikan biaya upakara sangat beragam, antara satu desa adat dengan desa adat yang lainnya. Masalah kadang-kadang muncul, ketika LPD milik desa adat setempat sudah tidak beroperasi lagi, atau tergolong tidak sehat. Mandiri Secara Ekonomi LPD sangat potensial dapat memandirikan desa adat secara ekonomi. Sebagaimana terurai dalam tujuannya, dari sejak awal berdirinya LPD diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat di daerah Bali melalui tabungan

yang terarah serta penyaluran modal yang efektif. LPD juga diharapkan memberantas sistem ijon, gadai gelap dan lain-lain yang bisa disamakan dengan itu di daerah pedesaan. Di samping itu, LPD juga mengemban tugas menciptakan pemerataan dan kesempatan kerja bagi warga pedesaan, baik yang bisa ditampung secara langsung di LPD, maupun yang bisa ditampung oleh usaha-usaha produktif masyarakat yang dibiayai oleh LPD. Menciptakan daya beli dan melancarkan lalu lintas pembayaran dan pertukaran di desa, juga menjadi tugas pokok LPD. Apabila tugas-tugas tersebut dikaitkan dengan indikator ekonomi makro, maka apa yang ingin dicapai oleh LPD adalah selaras dengan tujuan ekonomi makro. Ada empat tujuan yang biasanya ingin dicapai dalam kebijakan ekonomi makro, yaitu; pertama, mengupayakan peningkatan pendapatan nasional secara terus-menerus. Kedua, mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kesempatan bekerja yang seluas-luasnya dan menekan angka pengangguran. Ketiga, menjaga stabilitas hargaharga, keempat, memperkuat

perdagangan internasional dengan menjaga keseimbangan nilai ekspor. Sebagai lembaga intermediasi keuangan pedesaan, jumlah dana Rp 14,75 triliun yang berhasil dihimpun dengan penyaluran kembali kepada masyarakat Rp 13,11 triliun pada tahun 2017, menunjukkan bahwa peran ekonomi LPD cukup dominan di pedesaan. Bila dilihat dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun, dibandingkan dengan penyaluran kredit kepada masyarakat pada periode yang sama tahun 2017 berarti Loan to Deposit Ratio LPD mencapai 88,88 persen. Suatu persentase yang sangat ideal untuk ukuran lembaga keuangan mikro. Dengan kondisi seperti itu, sangat jelas peran LPD dalam kemandirian ekonomi masingmasing desa adat LPD juga berkontribusi secara signifikan dalam menjadikan desa adat berkepribadian secara budaya. Biasanya desa adat memiliki tradisi yang kadangkadang berbeda satu sama lainnya. Windia (2014) menyebut tradisi itu sebagai dresta. Dresta itu sama dengan kebiasaan. Dresta dikelompokkan menjadi empat, disebut dengan catur dresta yang terdiri atas: sastra dresta, merupakan kebiasaan yang bersumber dari sastra agama, desa dresta, kebiasaan yang bersumber dari aturanaturan negara, loka dresta, kebiasaan yang bersumber dan berlaku untuk desa tertentu, yang ini kemudian dikenal dengan istilah desa mawecara, dan kuna dresta, merupakan kebiasaan yang diwariskan secara turuntemurun oleh para leluhur. Referensi lain ada yang me-

nyebut sebagai desa mawecara negara mawetata. Artinya, desa mawacara, desa mempunyai adat sendiri, negara mawatata di mana negara memiliki tatanan atau hukum tertentu. Ungkapan tersebut memuat inti dari pandangan masyarakat yang menghargai adanya pluralisme dengan segala perbedaan adat kebiasaannya. Terkait dengan pandangan ini, desa adat memiliki aturan yang disebut dengan awig-awig dan pararem untuk lingkungan sendiri yang cenderung lebih lentur. Sementara negara memiliki hukum atau peraturan yang lebih tegas, namun tetap bersumber pada adat istiadat yang tumbuh berkembang dalam masyarakat. Dari dulu hingga kini, masing-masing desa adat sangat menekankan gotong royong dan kebersamaan. Keadaan ini tercermin dalam kegiatan masyarakat sehari-hari. Kepentingan mempertahankan gaya hidup masyarakat seperti ini, telah membawa orang kita mampu mengombinasikan etos kerja dan semangat berusaha dengan ikatan kekeluargaan, ekonomi dan kebudayaan. Orang Bali juga mengakui, bahwa peningkatan pendapatan sangat berhubungan dengan peningkatan kegiatan budaya. Semua itu ditunjang oleh LPD, terutama yang sehat. Karenanya, layaklah kita katakan, bahwa LPD berperan nyata dalam menjadikan desa adat mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Layak pula kita katakan LPD sehat desa adat kuat. Penulis, Guru Besar FEB Unud, Pengawas LPD Desa Adat Tegaltamu-Batubulan

Bermukim di Negeri Rawan Bencana POJOK

Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi, karena Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik; yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik (Bali Post, 9/8). Ketiga lempeng tektonik bergerak dalam arahnya masing-masing dan saling bertumbukan di wilayah Indonesia. Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah utara dan menyusup ke dalam Lempeng Eurasia yang bergerak ke arah selatan. Sementara Lempeng Pasifik bergerak dari timur ke Indonesia. Kondisi inilah yang menjadikan wilayah Indonesia rawan terhadap gempa bumi. Situasi tersebut masih ditambah dengan kenyataan bahwa jalur gunung api paling aktif di dunia Pacific Ring of Fire (cincinapi Pasifik) -- yang terbentang sepanjang 40.000 km dari pantai barat Amerika Selatan mengelilingi Samudera Pasifik -- melintasi nusantara dari Aceh hingga tanah Papua menuju New Zealand. Sementara jalur gunung api aktif nomor dua di dunia Alpide Belt (sabuk Alpide) membelit dari Timor melintas ke arah Jawa, Sumatera, menuju Himalaya hingga ke Samudera Atlantik. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan 127 gunung api aktif di Indonesia yang setara dengan 20 persen dari total gunung api aktif dunia. Bangunan Tradisional Keunikan bentuk bangunan hunian masyarakat Indonesia yang berbeda-beda antardaerah satu dengan lainnya, merupakan bukti kearifan kebudayaan masyarakat

Oleh Agung Kresna Indonesia dalam menanggapi kondisi alam lingkungan kehidupan mereka. Hal ini merupakan bentuk strategi adaptasi nenek moyang kita. Aneka ragam bentuk bangunan tradisional terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Keanekaragaman tersebut muncul akibat adanya tantangan alam yang berbeda-beda di alam lingkungan permukiman masyarakat Indonesia. Rumah tradisional Indonesia didominasi bentuk rumah panggung, dengan material utama bangunan adalah kayu atau bambu. Bentuk rumah panggung merupakan strategi adaptasi nenek moyang kita dalam menghadapi gangguan binatang buas. Hal ini terlihat pada rumah panggung tradisional Sunda yang pendek, atau bahkan rumah tradisional Jawa dan Bali yang tidak berbentuk panggung. Mengingat Jawa dan Bali tidak dominan dengan hutan belantara. Sementara konstruksi bangunan kayu adalah cara antisipasi nenek moyang kita atas goncangan gempa yang sewaktu-waktu akan menimpa rumah mereka. Material kayu dengan sistem struktur rangka, adalah bentuk yang cukup lentur terhadap beban horizontal yang merupakan ciri beban gempa bumi. Bangunan dengan sistem struktur rangka jika terkena beban gempa maka akan bergoyang secara lentur. Jika guncangan gempa cukup kuat, maka bangunan akan condong miring, roboh

secara perlahan. Bangunan tidak akan runtuh seketika, sehingga penghuni mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan diri dari bangunan yang roboh. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan saat ini di Bali dan Lombok, ketika terjadi gempa Lombok. Banyak bangunan gedung yang runtuh. Hal ini akibat penggunaan material semen dan beton, namun dengan sistem struktur rangka yang tidak sempurna. Sehingga ketika terjadi gempa, bangunan tidak cukup lentur untuk menahan beban horizontal gempa. Akibatnya banyak korban berjatuhan, yang sebenarnya bisa dihindari. Agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita semua. Pertama, perhatikan mekanika konstruksi bangunannya. Bangunan harus memiliki tingkat kestabilan beban yang tinggi. Secara teori, titik berat bangunan harus berada di bawah titik setengah ketinggian bangunan. Itulah sebabnya nenek moyang kita banyak menggunakan bahan ijuk maupun rumbia sebagai penutup atap. Kedua, kenali karakter material bangunan yang digunakan. Kearifan nenek moyang kita sudah mengajarkan untuk menggunakan material bangunan yang lentur, agar tahan terhadap goyangan beban gempa. Secara tradisional memang menggunakan kayu atau bambu. Namun, kemajuan

teknologi memungkinkan kita untuk menggunakan beton atau baja, sepanjang sistem strukturnya diterapkan dengan benar; sehingga bangunan tetap lentur saat terdampak gempa. Ketiga, serahkan pembangunan gedung kepada ahlinya. Sudah seharusnya tidak sembarang orang boleh melakukan pembangunan gedung, tanpa adanya penanggung jawab yang ahli. Secara tradisi kebudayaan, di Bali ada undagi sebagai penanggung jawab pembuatan suatu bangunan. Hanya, undagi yang boleh melakukan perancangan dan penciptaan karya bangunan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh proses dan hasil karyanya selalu selaras dan sejalan dengan konsep filosofi Tri Hita Karana yang menjadi pegangan hidup krama Bali. Sehingga tidak muncul malapetaka di kemudian hari. Menyitir pernyataan seorang ahli mitigasi bencana, bahwa kita sudah seharusnya berdamai dengan alam. Alam telah memberikan berkah kehidupan kepada kita, sudah selayaknya kalau kita yang harus menyesuaikan diri dengan alam sekitar. Bagi krama Bali sikap ini tentu bukan sesuatu yang baru, hanya mungkin perlu selalu diingatkan. Bahwa peradaban Bali mengajarkan agar anatomi tradisi sosial-budaya krama Bali harus dalam tatanan dan bingkai filosofi keseimbangan Tri Hita Karana. Niscaya Bali akan tetap shanti.

Persoalan sampah di Bali kian sulit dipecahkan. - Ancaman Bali dianggap sampah. *** Jokowi akan terbitkan inpres terkait gempa Lombok. - Selamatkan anak bangsa. *** Peraih medali di Asian Games berkesempatan jadi PNS. - Jadi PNS harus layani rakyat.

Penulis, Arsitek Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Dampak Gempa Lombok

Kerugian Capai Rp 9 Miliar, BPBD Usulkan Bantuan ke Pusat Tabanan (Bali Post)-

Gempa Lombok yang terjadi Minggu (5/8) lalu, berdampak pada kerusakan bangunan di sejumlah titik di Kabupaten Tabanan. Data BPBD Tabanan menyebutkan ada 399 titik kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp 9 miliar. Sayangnya untuk menangani kerusakan yang terjadi, dana Bansos tak terduga yang dianggarkan dari APBD Tabanan di tahun 2018 hanya tersisa Rp 145 juta. Dengan sisa anggaran tersebut, tentu saja tidak bisa meng-cover semua kerusakan yang ada.

I Gusti Ngurah Made Sucita

Bali Post/kmb28

Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menjelaskan, dari hasil pengecekan ke titik terdampak bencana, total kerusakan sebanyak 399. Jumlah ini terus berkembang, seiring gempa yang sewaktu-waktu kembali terjadi. Bahkan untuk pendataan agar lebih akurat, anggotanya menggandeng pihak desa dan kecamatan. “Cukup banyak titik kerugian, kalau untuk akibat

gempa Minggu (19/8) kemarin, belum ada laporan,” ujarnya, Senin (20/8) kemarin. Sementara dari total 399 titik tersebut, kerusakan didominasi bangunan merajan, palinggih dan rumah. Bahkan ada juga seperti kios pasar Baturiti dan sejumlah sekolah SD yang rusak. “Meski demikian, proses belajar mengajar masih seperti biasa, namun memang harus secepatnya

mendapatkan atensi agar tidak sampai membahayakan anakanak belajar,” tutur Sucita. Kerugian yang ditimbulkan dari gempa tersebut, pihaknya telah berusaha mengajukan bantuan ke pusat lewat BPBD Provinsi. Mengingat dana Bansos tidak terduga tahun 2018 masih tersisa Rp 145 juta dari anggaran Rp 2,8 miliar. “Kami akan usulkan ke pusat seluruhnya itu. Agar bisa membantu

masyarakat,” jelasnya. Dana kerugian dampak gempa dikatakan Sucita akan diusahakan untuk meringankan beban masyarakat. Namun jumlahnya tidak total melainkan hanya setengah. “Misalnya masyarakat mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta, kita bantu setengahnya. Mudah-mudahan segera bisa terealisasi, kita tengah berusaha. Masyarakat mohon bersabar,” tegasnya. Sementara disinggung dampak gempa yang terjadi Minggu (19/8) tengah malam kemarin, Sucita sudah mengerahkan anggotanya mengecek ke lapangan. Sejauh ini belum ada laporan diterima. (kmb28)

”Belayag”, Makanan Khas Tak Terlupakan Di-”launching”, Palm Sugar Park Desa Belimbing

MEMASUKI hari ketiga (terakhir - red) Tanah Lot Art and Food Festival 2, Senin (20/8) kemarin, para wisatawan tampak ramai mengunjungi acara tersebut. Bahkan stan kuliner tradisional khas Tabanan yang mulai dibuka sejak Sabtu (18/8), diminati pecinta kuliner. Para pengunjung disajikan beragam kuliner lezat khas Tabanan, di antaranya, aneka olahan kuwir, belut, bebek, kakul, dan ayam betutu. Bahkan kuliner yang menarik dicoba adalah belayag khas Tabanan. Masyarakat Tabanan tentunya tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini. Belayag merupakan salah satu hidangan olahan beras

yang dibungkus daun kelapa muda ataupun daun pisang. Belayag sejenis dengan ketupat atau lontong. Hidangan yang tergolong makanan pokok ini sangat populer dan banyak digemari masyarakat. Salah satunya belayag Jidekoh. Belayag ini memiliki ciri khas dengan perpaduan ayam pencok. Seperti disampaikan penjaga stan kuliner Belayag Jidekoh, Sagung Alit Sukeni (50) asal Banjar Jambe, Desa Dajan Peken, Tabanan. Ayam pecok merupakan olahan ayam bakar dengan perpaduan bumbu yang juga dibakar. Citarasa semakin kuat, ketika ayam pecok ini selanjutnya disuwir dan diisi kemangi serta perasan jeruk

lemo dengan dilengkapi minyak tandusan Bali. “Pelengkap lain yang menambah citarasa kuliner yakni sayur paku dan kacang merah dengan campuran kelapa dibakar dan santan kental,” ucapnya. Selama tiga hari pelaksanaan festival diakuinya animo pengunjung lumayan meningkat. Dalam sehari rata-rata 100 porsi terjual. “sempat kewalahan juga, tetapi senang akhirnya kuliner belayag makin dikenal wisatawan,” terangnya. Bagi Sagung Alit, keterlibatan kuliner tradisional dalam setiap event festival di sejumlah objek wisata menjadi ajang lebih mempromosikan citarasa kuliner

khas tradisional hingga luar kabupaten Tabanan. Bahkan menurutnya ada wisatawan yang sampai tiga kali mengunjungi stannya untuk terus bisa menikmati sajian kuliner belayag khas Tabanan. “Kalau bisa rutin digelar enam bulan sekali. Ajang promosi semacam ini sangat kami tunggu,” ucapnya. Seperti diketahui, selain mementaskan tarian secara kolosal tari Rejang Sandat Ratu Segara, festival tahun ini juga memanjakan pengunjung dengan menghadirkan 10 barista terbaik Tabanan yang menyajikan produk kopi. Selain itu, ada stan kuliner dan UMKM yang merupakan potensi tradisional Tabanan. (bit)

Tabanan (Bali Post) Bapelitbang Kabupaten Tabanan meluncurkan Palm Sugar Park atau Taman Gula Aren di wantilan Desa Belimbing, Pupuan, Senin (20/8) kemarin. Kick off dan FGD Palm Sugar Park secara resmi di-launching Sekda Wirna Ariwangsa. Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menyampaikan, acara itu merupakan tindak lanjut dari kick of dan workshop konsolidasi internal pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan nira, kopi, salak dan kelapa (nikosake) di Desa Belimbing, bulan Mei lalu. Kegiatan ini untuk mensosialisasikan pada seluruh elemen masyarakat bahwa ada program baru yang disebut nikosake sebagai kawasan pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata. Ditindaklanjuti mulai dari Desa Belimbing melalui palm sugar park pelestarian budaya lokal sebagai daya tarik wisata di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. “Selanjutnya, mohon dukungan dan masukan dari seluruh stakeholders untuk dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) ini,” ujarnya. Wiratmaja melanjutkan, kegiatan itu merupakan satu bagian dari keseluruhan perencanaan di kawasan nikosake yang terdiri atas Desa Wanagiri, Munduk Temu, Sanda, Lumbung Kauh dan

Bali Post/kmb28

TAMAN GULA - Peluncuran Palm Sugar Park/Taman Gula Aren di Wantilan Desa Belimbing, Pupuan, Senin (20/8) kemarin. Desa Belimbing. Desa Belimbing yang dikedepankan adalah niranya. “Kita mencoba mengkemas potensi nira menjadi sebuah taman gula aren, menjadi sebuah atraksi wisata yang menampilkan proses pembuatan gula aren secara tradisional,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan Sekda Wirna Ariwangsa mengatakan, salah satu strategi dalam mewujudkan Visi Tabanan Serasi adalah menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis usaha pertanian dan pariwisata. “Salah satu penerapannya, kami telah menetapkan Perbup nomor 24 tahun 2018 tentang action plan tourism

models melalui pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan nikosake,” jelasnya. “Jadikan Perbup ini rujukan dalam mengembangkan Desa Belimbing. Segera implementasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan nyata, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan ini,” imbuhnya. Masih kata Wirna, pengembangan Desa Belimbing dalam rangka pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat nikosake sejajar dengan masyarakat di kawasan timur Tabanan. (kmb28)

Stok Obat di Lapas Habis Bali Post/kmb28

BELAYAG - Salah satu stan kuliner pada arena Festival Tanah Lot yang menyajikan makanan tradisional, belayag.

Ida A.A. Ngurah Gede Sadiartha Kaleran

Panglingsir Puri Kaleran Kediri Tabanan

Bali Post/ist

PANGLINGSIR PURI - Ida Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha Kaleran dan Ida Istri Sagung Mas Lestari Kaleran saat menjalani upacara pamadegan Panglingsir Puri Kaleran, Kediri, Tabanan, Jumat lalu.

MELALUI proses yang panjang, prosesi pamadegan Panglingsir Puri Kaleran, Kediri, Tabanan, akhirnya terlaksana bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 RI, Jumat (17/8) lalu. Dr. A.A. Ngurah Sadiartha, S.E., M.M. dan istrinya, Sagung Mas Lestari, resmi menjadi Panglingsir Puri Kaleran. Kini maparab Ida Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha Kaleran dan istrinya maparab Ida Istri Sagung Mas Lestari Kaleran. Prosesi upacara pamadegan panglingsir puri itu di-puput Ida Pedanda Putra Pesaji dari Geria Gede Pesaji Dangin Carik Tabanan. Penyerahan tongkat sebagai sahnya pamadegan dilakukan oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan kepada Panglingsir Puri Kaleran, Kediri Tabanan. Ida Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha Kaleran yang sehariharinya dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar tersebut menegaskan, madeg panglingsir puri ini sebagai simbol upaya pendakian spiritual, melalui prosesi pawintenan, padudusan dan pralina, di-geseng dan di-utpeti lagi sebagai kelahiran baru. ‘’Proses ini diawali dengan rapat pasemetonan di Puri Kaleran Kediri, Tabanan untuk merencanakan pemilihan panglingsir

puri. Dari tiga kali rapat ditetapkan kami sebagai Panglingsir Puri Kaleran,’’ ujar mantan Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi ini, Senin (20/8) kemarin. Selanjutnya, keluarga bersama wargi atau braya Demung menyampaikan hal tersebut kepada Panglingsir Puri Agung Tabanan yakni Ida Tjokorda Anglurah Tabanan. Atas perkenan dan persetujuan beliau, setelah menanyakan satu persatu keluarga besar dan para wargi, maka dilanjutkan dengan memohon perkenan Ida Pedanda Putra Pesaji untuk muput dan sekaligus sebagai nabe. ‘’Persiapan ini membutuhkan waktu mulai Oktober 2017 hingga puncak karya 17 Agustus 2018,’’ ujar dosen yang sedang menunggu proses pengusulan guru besarnya ke Kementerian Ristekdikti. Sementara itu, menurut Ida Pedande Putra Pesaji, madeg panglingsir puri ini bukanlah kembali ke zaman feodal, akan tetapi sebagai salah satu bentuk pelestarian kearifan lokal Bali. Ketua Panitia I Gusti Ngurah Bagus Parasara menyampaikan, ngemadegan panglingsir ini bertujuan internal sebagai perekat hubungan keluarga besar, dan memudahkan krama atau pihak yang hendak ngolemin (mengundang) terkait dengan adat, budaya dan agama. (08)

Tabanan (Bali Post) Minimnya anggaran dari pemerintah pusat, mengakibatkan stok obat-obatan bagi warga binaan Lapas Tabanan menipis. Pihak lapas berencana mengoordinasikan hal itu ke Dinas Kesehatan. Pasalnya, jumlah penghuni yang sakit meningkat selama setahun. Kalapas Kelas IIB Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, obat untuk narapidana dianggarkan Rp 5 juta per tahun dari pusat. Jika dibagi anggaran tersebut per bulannya sebesar Rp 416.666. Sedangkan jumlah narapidana di Tabanan sebanyak 146 orang. “Rata-rata satu orang hanya dapat jatah Rp 2.853,” ungkapnya, Senin

(20/8) kemarin. Sementara pencairan anggaran dari Rp 5 juta tersebut sudah dilakukan. Tahap pertama sebesar Rp 2,5 juta pada bulan Januari, dan tahap kedua Rp 2,5 juta bulan Maret. “Namun pada bulan Juli stok obat sudah habis. Sementara jumlah penghuni yang sakit meningkat karena cuaca,” tegasnya. Mengatasi masalah tersebut, agar warga binaan tetap bisa mendapat pelayanan dengan baik, pihak Lapas akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tabanan. “Besok saya mau ketemu,” jelasnya. Obat-obatan yang habis tersebut, seperti obat alergi, flu, vitamin, antibiotik, anti nyeri dan lainnya. (kmb28)


BULELENG

8

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Jenazah Korban Penusukan Diautopsi Hari Ini Singaraja (Bali Post) – Jenazah korban penusukan, almarhum Wayan Gunami (60), warga Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, rencananya diautopsi di RS Sanglah, Denpasar, Selasa (21/8) ini. Autopsi ini diperlukan untuk melengkapi bukti dan memastikan penyebab kematian korban saat dianiaya oleh terduga pelaku anak tirinya sendiri, Ketut BA (24), warga Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Selain melakukan autopsi, penyidik Reskrim Polsek KubuBali Post/kmb38 tambahan mengintensifkan AKP Nyoman Mustiada pemeriksaan saksi yang diduga mengetahui kasus yang membuat warga Desa Tamblang geger pada Sabtu (18/8) lalu. Kapolsek Kubutambahan AKP Nyoman Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (21/8) kemarin mengatakan, sebelum memutuskan untuk melakukan autopsi, pihaknya sudah meminta persetujuan keluarga korban. Dari pemeriksaan awal pascakejadian, korban mengalami luka tusuk di perut. Bahkan, bilah senjata tajam yang diduga digunakan oleh terduga pelaku saat kejadian masih menancap di perut korban. Sekarang, pisau yang berisi bercak darah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Tadi pagi (Senin), jenazah sudah kami kirim dan sudah sampai di Rumah Sakit Sanglah. Dari koordinasi dengan pihak rumah sakit, jenazah diautopsi besok (Selasa ini),” tandas Kapolsek. Sembari menunggu hasil autopsi, penyidik sekarang mengintensifkan pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Empat saksi sudah dimintai keterangan. Keterangannya menyebutkan bahwa korban meninggal dunia karena dianiayai oleh terduga pelaku. Dengan keterangan saksi tersebut dan barang bukti di lokasi kejadian, polisi telah menetapkan terduga pelaku menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Kami sudah mengantongi dua alat bukti yang sah dan keterangan itu menyebut kalau terduga pelaku adalah tersangka dalam kasus ini. Namun, anggota masih terus bekerja untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain dan barang bukti pendukung untuk menyempurnakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, Wayan Gunami (60), warga Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan dianiaya oleh terduga pelaku Ketut BA yang notabene anak tirinya. Peristiwa ini berawal ketika korban bersama saudaranya Made Rediani (45) sedang mengupas kacang di tempat berjualan di Pasar Desa Tambang. Saat itu, tiba-tiba Ketut BA (terduga pelaku) degan mengendarai sepeda motor langsung menghampiri korban. Tak lama berselang, korban diserang oleh terduga pelaku menggunakan senjata tajam. Perut korban tertusuk senjata tajam. Sejumlah saksi yang melihat peristiwa itu berusaha melerai dengan merebut senjata tajam yang dibawa terdruga pelaku. Sayang, upaya itu gagal karena saksi kalah kuat. Sedangkan korban lemas akibat luka parah. Warga sekitar melarikan korban ke rumah sakit dan saat menjalani perawatan, korban dinyataan meninggal dunia. (kmb38)

Satu Keluarga Asal Lombok Ngungsi ke Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (TNB) mengakibatkan trauma mendalam bagi warga sekitar. Bahkan, salah satu pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Maulidin (33) dan Samiwati (26), serta dua orang anak mereka masing-masing Faturohman (6) dan Patia (1), memilih meninggalkan kampung halamannya untuk sementara. Warga asal Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara itu mengungsi dan numpang di rumah kerabatnya di RT 2 Lingkungan III, Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt. Mereka mulai tinggal di Seririt sejak Rabu (15/8) lalu. Sekarang, keluarga ini tinggal di rumah Muhammad Sanimbar. Mereka akan tinggal di sana hingga situasi di Lombok terasa aman. Maulidin mengaku memboyong keluarganya karena merasa trauma dengan gempa Lombok. Selain itu, aktivitas di Lombok kini tengah lumpuh. Meski trauma dengan kejadian tersebut, keluarga ini akan kembali setelah kondisi dirasa aman. “Rasanya hampir tiap lima menit gempa, dan suasana di sana juga lumpuh. Sekarang, kebetulan ada saudara di sini, jadi numpang dulu di sini sampai situasi aman,” katanya. Lurah Seririt I Gusti Bagus Sarpa Wijaya mengaku baru mengetahui ada pengungsi gempa Lombok yang kini menumpang di wilayahnya. Pihaknya berjanji akan melaporkan ke BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos), sehingga bisa mendapat logistik pengungsi akibat bencana alam. “Sekarang baru satu keluarga ini saja yang terpantau, nanti kami laporkan ke instansi terkait, agar bisa dikoordinasikan terkait kebutuhan logistik,” jelasnya. (kmb38)

Suara Buleleng Jati Diri Bangsa

Setelah 56 tahun berlalu, Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Sebagai warga masyarakat Bali, bangsa Indonesia patut merasa bangga dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah. Ini juga menunjukkan jati diri kita sebagai negara berdaulat yang sangat membanggakan. Semoga ini menjadi momentum kemajuan Indonesia di mata dunia. Kami juga merasa prihatin dengan terus-menerusnya gempa yang melanda NTB. Mari kita sama-sama berdoa agar gempa yang melanda NTB berhenti dan warga yang telah tertimpa gempa agar tabah menghadapi cobaan ini. Nang Mologan, Mayong

Mari Waspadai Gempa

Gempa bumi yang melanda NTB yang sampai saat ini masih dirasakan baik oleh penduduk NTB maupun penduduk Bali perlu untuk diwaspadai, mengingat getaran yang secara terus-menerus, yang nantinya bisa berdampak tsunami. Mari kita berdoa agar tidak terjadi hal tersebut dan gempa berhenti sehingga warga masyarakat NTB terbebas dari getaran gempa. Marilah kita bersama-sama menjaga alam kita agar selalu lestari. Gung Surya, Lovina

Penanganan Terminal Sangket

Adanya terminal di Sangket sebagai upaya untuk lebih memberikan manfaat bagi warga masyarakat agar bisa mendapatkan hasil demi masa depan. Namun saat ini, sudah mulai adanya pelanggaran di wilayah terminal. Pelanggaran dilakukan justru diduga oleh pengguna terminal itu sendiri, sehingga banyak sekali yang merasakan kerugian. Dengan tidak difungsikannya terminal tersebut sesuai fungsinya, dipandang perlu penanganan dari dinas terkait untuk kembali menertibkan terminal tersebut. Pasek Sujana, Bantang Banua

Dengarkan Suara Rakyat

Apa yang telah dikeluhkan masyarakat sudah ada yang ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah. Namun juga ada keterbatasan dari pemerintah untuk memenuhi seluruh keinginan rakyat. Namun, saat ini sudah banyak ada perubahan di Buleleng. Suara rakyat telah banyak didengar, walau belum maksimal. Masyarakat juga diminta agar bisa memahami kemampuan dari pemerintah. Mari kita ciptakan Buleleng yang harmonis sehingga kesejahteraan warga bisa terjangkau. Gung De, Ngurah Rai

Bali Post/kmb38

REVITALISASI – Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng mulai tahun 2019 mendatang direvitalisasi dengan anggaran APBD murni senilai Rp 100 miliar.

Gagal Dapat Dana APBN Rp 100 Miliar

Revitalisasi Pasar Banyuasri Didanai APBD Murni

Singaraja (Bali Post) –

Program revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng gagal dilakukan dengan memanfaatkan dana bantuan dari APBN Tahun 2018. Pasalnya dari usulan dana maksimal Rp 100 miliar, ternyata hanya disetujui Rp 6 miliar. Lantaran dana yang disetujui di bawah kebutuhan maksimal, Pemkab Buleleng memutuskan untuk merevitalisasi pasar tradisional terbesar kedua di Bali Utara itu memanfaatkan dana APBD murni secara bertahap hingga tiga tahun anggaran. Mengetahui dana revitalisasi Pasar Banyuasri di bawah kebutuhan maksimal, Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng tahun ini telah menyusun Detail Engeneering Design (DED). Dokumen awal ini ditargetkan rampung September 2018 mendatang. Selanjutnya, tahap awal lewat APBD Induk 2019 mendatang, Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar untuk membangun struktur bangu-

nan fisik Pasar Banyuasri. Tahapan berikutnya, pemkab mengalokasikan anggaran tahap dua dan ketiga sampai proyek revitalisasi untuk menyulap Pasar Banyuasri menjadi pasar semimodern itu dikerjakan tuntas seratus persen dengan dana APBD murni. Kepala Disdagprin Buleleng Ketut Suparto, Senin (20/8) kemarin mengatakan, walau bantuan dana ke APBN tidak memenuhi kebutuhan maksimal, namun kebijakan pemerintah daerah tidak putus di tengah jalan. Ini karena pemerintah daerah tidak ingin program pembangunan seperti revitalisasi pasar ini disebut “proyek akan” alias hanya diwacanakan. Untuk itu, dengan komitmen mewu-

judkan infrastruktur pasar semimodern di tengah Kota Singaraja, pemerintah daerah tetap merevitalisasi Pasar Banyuasri dengan pola bertahap. “Setelah kita ajukan itu memang disetujui Rp 6 miliar dari kebutuhan maksimal Rp 100 miliar. Kebijakan pemerintah daerah tidak ingin program ini hanya wacana, sehingga seratus persen revitalisasi dibiayai dari APBD,” katanya. Menurut mantan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sekab Buleleng ini, sesuai dengan DED yang sudah disusun pada tahun ini, revitalisasi akan dilakukan bertahap sampai tiga kali anggaran. Pertama, tahun 2019 mendatang dialokasikan Rp 50 miliar. Dana

sebesar itu untuk membiayai pembangunan struktur gedung pasar. Selanjutnya, pada tahun 2020 kembali pemkab akan mengalokasikan anggaran untuk tahap dua. Jika nanti ketersediaan anggaran melebihi dari tahap pertama, bisa saja revitalisasi dituntaskan hanya dengan dua kali anggaran. Namun jika tidak, maka target penuntasan revitalisasi sampai tahun 2021 mendatang. Selama proyek revitalisasi, ribuan pedagang di Pasar Banyuasri akan dipindahkan ke lokasi pasar darurat. Saat ini, Disdagprin bersama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng telah mengkaji sejumlah lokasi pasar darurat. Dari skema awal, pedagang akan berjualan sementara mulai dari areal Terminal Banyuasri dan di badan Jalan Samudra dan sekitarnya. “Dulu waktu revitalisasi pascapasar terbakar kan pernah

kita relokasi ke areal terminal dan Jalan Samudra. Nah nanti dalam revitalisasi kembali kita siapkan pasar darurat di lokasi tersebut,” jelasnya. Pasar Sumberkima Sementara soal kucuran dana APBN yang tadinya telah disetujui untuk revitalisasi Pasar Banyuasri dialihkan untuk membiayai revitalisasi Pasar Tradisional Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Pasar di ujung barat Buleleng itu akan dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 6 miliar. Proyek ini sudah masuk tahap pengumuman lelang di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) barang dan jasa dan dipastikan dalam waktu dekat ini, proyek akan mulai dikerjakan. Revitalisasi pasar desa ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang terus menggenjot revitalisasi infrastruktur pasar desa. (kmb38)

BPN Buleleng Rampungkan 23 Ribu Sertifikat PTSL Singaraja (Bali Post) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Buleleng hingga saat ini terus bergulir. Memasuki pertengahan tahun, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng menerbitkan Sertifikat PTSL 38 persen. Meski begitu, masyarakat belum sepenuhnya aktif untuk mendatangi posko-posko program PTSL yang tersebar di Buleleng. Kepala BPN Ir. I Gusti Ngurah Pariatna Jaya saat

dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (20/8) kemarin, mengatakan, hingga kini BPN Buleleng telah merampungkan lebih dari 23 ribu sertifikat atau 38 persen dari total 60.250 permohonan sertifikat yang ditargetkan oleh BPN Buleleng. Memenuhi target 60.250 sertifikat dengan tenaga 128 orang untuk melayani kegiatan rutin dan PTSL. Selain itu, dukungan tenaga masih kurang dan alat ukur yang masih terbatas. Sementara kesadaran

Berkibarnya Merah Putih PEMASANGAN atribut merah putih pada bulan Agustus menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Warga ingin merayakan momentum 17 Agustus yang merupakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemasangan atribut dengan nuansa merah putih juga terjadi di Buleleng. Bahkan di tempat tertentu menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah pemasangan merah putih di sepanjang jalan Desa Tangguwisia hingga Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Di bagian kanan dan kiri jalan terpasang bendera Merah Putih dalam jumlah banyak. Ukuran Sang Saka Merah Putih yang terpasang di sana tampak lebar. Tak pelak, suasana nasionalisme sangat tampak saat melintasi kedua desa bertetangga tersebut. (mud)

masyarakat di desa belum aktif mendatangi posko-posko di masing-masing desa. “Ada 120 staf, itu rutin pada pagi hari dan sore untuk mengurus PTSL. Di samping itu, ada sebagian staf yang turun sejak pagi ke desa. Alat ukur, sarana dan prasarana lainnya memang masih kurang,” katanya. Gusti Ngurah Pariatna Jaya menambahkan, dari pemantauan di lapangan belum sepenuhnya masyarakat menyadari arti

pentingnya program PTSL yang digulirkan Presiden Joko Widodo. Dalam kebijakan ini, masyarakat mendapatkan banyak kemudahan baik dari sisi proses maupun dari sisi biaya. Untuk itu, pihaknya tetap berkomitmen meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, sosialisasi itu mungkin tidak langsung kepada pemilik tanah, sehingga warga juga diingatkan untuk proaktif untuk mencari informasi

PTSL di wilayahnya. Dalam sosialisasi ini, BPN Buleleng mengingatkan bahwa masyarakat hanya perlu menyiapkan pemberkasan, meterai dan patok batas. Jika program ini tidak diambil hingga tahun 2019 mendatang, maka tahun berikutnya tidak akan ada lagi PTSL. “Pemilik tanah yang harus aktif mendatangi posko-posko dan ikut dalam PTSL ini. Sebab, proses sertifikat ini dibiayai oleh negara,” jelasnya. (kmb38)


GIANYAR

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

9

Terserang Penyakit, Ratusan Tanaman Pepaya Membusuk Gianyar (Bali Post) -

Petani di Subak Purnajaya, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar mengeluhkan serangan jamur yang merusak tanaman pepaya. Akibat serangan jamur ini, ratusan tanaman pepaya jenis Calina (California Indonesia) membusuk. Ratusan tanaman itu langsung dieliminasi oleh petani di subak tersebut. Alhasil, petani mengalami kerugiaan jutaan rupiah.

MENGECEK - Petani mengecek tanaman pepaya yang sudah dieliminasi di Subak Purnajaya, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Senin (20/8) kemarin.

Salah seorang petani, Made Sulatra, mengatakan sedikitnya 367 tanaman pepaya jenis Calina dibudidayakannya di atas lahan miliknya seluas satu hektar. Kondisi tanaman terserang penyakit ini sudah terlihat sejak delapan hari lalu. Supaya tidak menyebar ke tanaman lain, petani yang juga polisi ini melakukan eliminasi tanaman. “Ada sekitar 145 tanaman pepaya yang dieliminasi,” kata Sulatra, Senin (20/8) kemarin. Pepaya yang ditanam itu baru berusia empat bulan dan belum waktunya panen. Menurut Sulatra, ketika penyakit berupa ber-

Wujudkan Ketahanan Pangan

Gunakan Teknologi ”Microcontroller”

Bali Post/ist

Kodim Panen Padi di Subak Kembengan Gianyar (Bali Post) Mewujudkan program Ketahanan Pangan 2018, Kodim 161 Gianyar bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gianyar menggelar kegiatan panen raya padi di Subak Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Senin (20/8) kemarin. Dipimpin langsung Dandim 1616 Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat, S.E., sejumlah aparat Kodim tampak berbaur dengan krama subak setempat. Mengusung tema “Melalui Pembinaan Ketahanan Pangan, Prajurit TNI-AD Siap Mendukung Pemerintah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Perekonomian Bangsa dengan Memanfaatkan Sum-

ber Daya Alam yang Ada di Wilayah”, panen padi kali ini melibatkan para staf dan PPL se-Kecamatan Gianyar, Perbekel Desa Tulikup, para Babinsa jajaran Kodim 1616/ Gianyar serta para pakaseh se-Kecamatan Gianyar. Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat menerangkan, kegiatan ini merupakan sinergi untuk mewujudkan ketahanan pangan. Kegiatan ini sudah berjalan sesuai MoU antara TNI dengan Kementerian Pertanian RI. “Sebagai bentuk kerja sama, tentunya kedua institusi ini sudah melakukan langkah-langkah proaktif dengan langsung turun ke sawah,” katanya. Asep Noer Rokhmat mengatakan, kegiatan panen

padi ini juga dalam rangka mendukung para petani agar lebih semangat dalam mengembangkan pertanian. “Melalui pembinaan ketahanan pangan, prajurit TNIAD khususnya Kodim 1616/ Gianyar siap mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” tegasnya. Asep Noer Rokhmat mengharapkan ke depan instansi terkait bisa menyiasati apa yang perlu diantisipasi, terhadap olah tanah dan tambah tanam kepada para petani. “Mari kita sama-sama bekerja untuk mendukung program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik di wilayah Gianyar,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PANEN - Suasana panen padi di Subak Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Senin (20/8) kemarin.

Belum Ada Pengganti Bacaleg yang Meninggal Gianyar (Bali Post) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, sampai saat ini belum ada pengajuan pengganti bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Hanura, Dewa Alit Budiana, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. ”Sampai saat ini belum ada dari Partai Hanura yang mengajukan bakal calon pengganti Dewa Alit Budiana,” ujar Putra saat ditemui di kantornya, Senin (20/8) kemarin. Sesuai aturan, kata Putra, bakal calon yang meninggal dunia bisa diganti paling lambat 13 hari sebelum penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) yang akan dilakukan pertengahan September 2018. Melihat tenggang waktu tersebut, pihak KPU Gianyar masih menunggu nama pengganti Dewa Alit Budiana yang merupakan bakal calon nomor urut 1 dapil Kecamatan Gianyar tersebut. “Apabila KPU Gianyar sudah penetapan DCT, tidak diperbolehkan untuk mengajukan pengganti bakal calon yang meningal dunia,” katannya mengingatkan. Putra menambahkan, KPU Gianyar akan menggelar rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kantor KPU Gianyar, Selasa (21/8) hari ini.

Pleno penetapan DPT, baik dalam tahap Pileg maupun Pilres 2019 mendatang. Disinggung terkait berapa DPT di Gianyar, Putra mengaku masih mengacu kepada data Pilkada 2018. Berdasarkan data Pilkada Gianyar dan

Pilgub Bali, pemilih di Gianyar mencapai 363.084 orang. “Data itu dipastikan mengalami kenaikan karena ada pemilih pemula yang umurnya sudah 17 tahun dan ada juga TNI, Polri yang sudah pensiun,” tegasnya. (kmb35)

cak jamur keluar di buah dan batang, dia sudah sempat berkonsultasi dengan ahli pertanian di Denpasar. “Sudah diberi cara menanggulanginya, tapi tidak membuahkan hasil. Makanya tadi langsung saya eleminasi daripada menjalar ke tanaman lain,” ujarnya. Sulatra menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar. Petugas terkait langsung melakukan pengecekan ke Subak Purnajaya. “Tadi sudah dicek, sudah diberikan obat supaya tanaman lain tidak kena,” jelasnya. Mengutip keterangan

petugas, Sulatra mengatakan ratusan tanaman pepaya jenis Calina ini membusuk karena terjangkit penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur. Akibat penyakit tersebut, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. “Kerugian dari pembibitan sampai obat,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gianyar Made Raka mengatakan, petugas sudah diterjunkan ke Subak Purnajaya. Dari luas lahan satu hektar yang ditanami pepaya, yang terdampak hanya 35 are. “Jadi yang terdampak sebanyak 150-

an tanaman pepaya. Kalau dilihat tanaman lain (yang tidak parah - red) juga terkontaminasi tapi masih diambang normal,” katanya. Raka menjelaskan, awal munculnya penyakit ini dapat dilihat melalui gejala berupa bercak hitam pada batang dan buah. Bercak hitam ini sendiri muncul dari jamur. Selanjutnya terjadi proses pembusukan pada bagian yang terkena bercak hitam tersebut dan layu. “Ini disebabkan oleh jamur yang tumbuh sebagai dampak fenomena iklim yakni hujan yang belum waktunya atau kemarau basah,” jelasnya. Menurut Raka, cara penanggulangan kondisi ini cukup dengan memangkas bagian yang terkena jamur atau bercak hitam. “Bagian buah dan daun yang terserang dipetik. Lalu disemprot,” tegasnya. (kmb35)

Bunyikan ”Kulkul” dengan Kirim SMS ADA yang unik dari bale kulkul di Banjar Puri Chandra Asri, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Bale kulkul dengan ketinggian tujuh meter lebih ini menggunakan teknologi microcontroller. Yakni palu pemukul akan bergerak membunyikan kulkul cukup dengan dipacu short message service (SMS) dari ponsel klian di banjar setempat. Klian Dinas Banjar Puri Chandra Asri Made Aswin Sugihartana, S.T. mengatakan, kulkul merupakan media komunikasi yang hingga kini masih digunakan. Hanya dalam membunyikannya, pihaknya kini dibantu dengan teknologi. “Esensi untuk fungsi kulkul masih tetap sama. Hanya sebelumnya dibunyikan oleh orang, sekarang kami dibantu media teknologi,” ujar Aswin Sugihartana, Senin (20/8) kemarin. Menurut Aswin Sugihartana, teknologi tersebut menggerakkan palu pemukul yang bekerja dengan pemicu pesan singkat dari klian dinas setempat. Dikatakan, nomor ponsel klian dinas itu sendiri sudah dimasukkan dalam program alat tersebut. “Nomor ponsel klian adat dan dinas sudah terprogram dalam alat ini, kemudian kita di mana saja bisa membunyikannya. Tinggal mengirim SMS ke nomor alat tersebut,” jelasnya. Aswin Sugihartana menambahkan, pembunyian kulkul menggunakan sandi khusus yang sudah disiapkan. Misalnya, sandi 01 untuk membunyikan kulkul paruman warga

di balai banjar, sandi 02 untuk kulkul bila ada kematian dan sandi 03 untuk membunyikan kulkul bulus bila terjadi bencana seperti kebakaran atau semacamnya. “Dari rumah atau tempat kerja saya selaku klian dinas bisa langsung membunyikan kulkul tanpa harus naik ke bale kulkul yang tingginya mencapai tujuh meter lebih,” katanya. Menurut Aswin Sugihartana, teknologi ini diperoleh sebagai hibah dari salah satu perguruan tinggi di Bali. Teknologi ini sudah diujicobakan sejak sebulan lalu dan di-launching pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018 lalu. “Selama uji coba, teknologi ini berjalan dengan baik dan sangat membantu. Kami launching bersamaan dengan Hari Kemerdekaan,” kata klian dinas yang sudah menjabat sejak tahun 2013 ini. Aswin Sugihartana mengatakan, Banjar Puri Chandra Asri memiliki 330 KK yang terdiri dari warga lokal dan pendatang. Banjar ini dibentuk pada 1983, kemudian resmi berdiri pada 1986 sebagai bagian dari Desa Batubulan. Kecamatan Sukawati. Ia menegaskan, alat ini menjadi teknologi yang berbudaya, yakni tetap menjalankan budaya dengan dipermudah teknologi. “Teknologi ini mempermudah budaya itu sendiri, dan ini benar-benar kreasi anak muda milenial. Kita tidak bisa menolak kehadiran teknologi, tapi bagaimana agar teknologi bisa mempermudah budaya,” tegasnya. (kmb35)

KULKUL - Teknologi di Banjar Puri Chandra Asri, Desa Batubulan yang digunakan untuk membunyikan kulkul.

Gianyar (Bali Post) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Gianyar menerima limpahan empat ekor burung jalak putih, hasil tangkapan Satuan Reskrim Polres Gianyar dari dua orang pemelihara di Desa Blahbatuh, beberapa waktu lalu. Lantaran BKSDA belum memiliki penangkaran sendiri, kini satwa yang dilindungi itu dititipkan di Blanco Renaissance Museum, Ubud. “Burung dilindungi itu kami titip di penangkaran Museum

Blanco milik Mario Blanco,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali di Gianyar Sulistiyo Widodo, Senin (20/8) kemarin. Menurut Sulistiyo Widodo, burung jalak putih asal Madura itu termasuk jenis burung langka dan dilindungi. Karena burung ini lama dalam sangkar, bila langsung dilepas pada habitat aslinya dikhawatirkan burung itu akan mati. “Kami khawatir belum bisa menyesuaikan dengan alamnya sehingga burung tersebut bisa

mati. Untuk itu, burung ini harus direhabilitasi terlebih dahulu, sebelum dilepasliarkan di habitat alaminya,” jelasnya. Dalam rehabilitasi di Museum Blanco, satwa ini dilatih hidup sesuai di habitat aslinya, seperti belajar mencari makan sendiri. Setelah dinilai mampu hidup di alam liar, burung sitaan polisi akan dilepas dihabitatnya. “Ini habitatnya di Madura, tapi kita tunggu dulu burung ini direhabilitasi,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan

Bali Post/ist

Empat Jalak Putih Sitaan Dititipkan di Museum Blanco

dua pria asal Desa Blahbatuh, berinisial WG (43) dan MS (52), Minggu (12/8) lalu. Pengamanan ini dilakukan karena mereka memelihara burung jalak putih tanpa dokumen dari pemerintah. Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, dari kediaman WG, polisi mendapati tiga ekor burung jalak putih dipelihara tanpa dokumen. Sementara dari kediaman MS, polisi mengamankan seekor burung jalak putih. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Digagalkan, Pengiriman Ratusan Botol Arak ke Banyuwangi

Negara (Bali Post) Upaya pengiriman ratusan botol minuman keras (miras) jenis arak keluar Bali berhasil digagalkan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Minggu (19/8). Arak yang dikemas dengan ratusan botol plastik ukuran 600 ml ini hendak dikirim ke Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dari ratusan botol itu, totalnya mencapai 150 liter. Dari informasi yang dihimpun, upaya penyelundupan miras digagalkan saat dilakukan pemeriksaan di Pos I, pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Miras itu diangkut dengan menggunakan mobil Suzuki APV warna silver dengan nomor polisi DK 1929 JW

oleh Made Agus Arnawa (49) asal Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Petugas yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL) yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Komang Muliyadi memeriksa isi mobil yang dikemudikan Putu Sumadi tersebut. Dari hasil pemeriksaan ditemukan arak sebanyak 250 botol. Dari keterangan Arnawa, semua arak tersebut dibeli di daerah Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem pada Sabtu (18/8) lalu. Per botolnya seharga Rp 10.000. Rencananya arak tersebut akan dikirim ke saudaranya di Wongsorejo,

Banyuwangi, Jawa Timur. Nantinya arak itu akan dijual di sana seharga Rp 18.000 per botol. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa seizin Kapolres Jembrana, Senin (20/8) kemarin, membenarkan pihaknya mengamankan ratusan borol arak tersebut. Tindakan ini dikatakan melanggar Pasal 14 huruf b Perda Kabupaten Jembrana No. 6 Tahun 2007 tentang pengawasan dan pengendalian mikol. Selain ratusan botol berisi arak, petugas juga mengamankan unit mobil APV dan STNK-nya. Kasus ini selanjutnya akan dilimpahkan ke Satpol PP Pemkab Jembrana. (kmb26)

Bali Post/olo

DISEGEL – Proses penyegelan yang dilakukan petugas Satpol PP terhadap bangunan usaha penyulingan minyak di Desa Pengambengan, Senin (20/8) kemarin.

Disegel, Usaha Penyulingan Minyak Ikan di Pengambengan

Negara (Bali Post)–

Sikap tegas akhirnya diambil petugas Satpol PP Jembrana. Karena terus beroperasi, usaha penyulingan minyak di Desa Pengambengan akhirnta disegel, Senin (20/8) kemarin. Selain usaha ini tak berizin juga karena berdiri di atas tanah negara.

Bali Post/olo

ARAK - Ratusan botol yang berisi arak yang diamankan petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Alutsista Yonif Mekanis 741/GN Sedot Banyak Pengunjung

Negara (Bali Post) Pameran Industri dan Kerajinan Jembrana banyak dikunjungi warga. Akan tetapi, ada satu stan yang menjadi perhatian khusus yakni Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) Koperasi Primer Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara (GN). Stan ini menyedot pengunjung yang ingin tahu tentang peralatan pertahanan TNI. Selain menyiagakan dua Panser Anoa, sejumlah senjata dan kelengkapan tempur juga dipamerkan. Koperasi Primer Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara (GN) ini juga membuka stan latihan menembak menggunakan airsoft gun. Sejak dibuka pada Sabtu (11/8) lalu,

stan ketangkasan menembak itu rata-rata dikunjungi hingga 100 orang lebih per harinya. ‘’Kita mengenalkan alutsista yang ada, termasuk Panser Anoa. Banyak yang berkunjung ke sini dan kami berikan penjelasan fungsi alutsista itu,’’ kata Kepala Koperasi Primer (Kaprim) Yonif GN Letda Teguh Prasetyo, Senin (20/8) kemarin. Ia mengatakan, sebenarnya tahun lalu juga menggelar stan serupa, namun tahun ini lebih banyak alutsista yang dipamerkan. Selain itu, untuk semakin menyedot pengunjung datang, pihaknya menyediakan stan ketangkasan menembak sasaran. ‘’Kalau semua sasaran jatuh

Bali Post/olo

ALUTSISTA – Stan Koperasi Primer dari Yonif Mekanis 741/GN yang memamerkan alutsista.

kena peluru, kami berikan suvenir. Intinya lebih ke pengenalan fungsi dan tugas (yonif mekanis),’’ tambah pria asal Jawa Barat ini. Sementara dari data yang dihimpun, dalam pameran ini terlihat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Made Gede Budhiarta mengungkapkan di pameran ini mengalami peningkatan, baik sisi pengunjung maupun uang yang berputar (omzet). Sejak awal pembukaan, omzetnya tercatat hingga mencapai Rp 782.040.000. Artinya, dalam seminggu ini, terdapat omzet Rp 100 juta per hari. Pihaknya sengaja memberikan porsi lebih banyak UMKM dari Jembrana yang buka stan pameran. Dengan perbandingan 70 persen UMKM lokal dan 30 persen dari luar Jembrana. UMKM Jembrana itu bergerak di bidang industri dan kerajinan serta kuliner. Selain itu untuk menarik perhatian pengunjung, beberapa stan dari instansi, koperasi maupun BUMN dan BUMD juga disediakan. Salah satunya stan dari Yonif Mekanis 741/GN itu. Total ada 113 stan dengan 207 peserta dari berbagai bidang UMKM, BUMD dan koperasi. (kmb26)

Pencuri Ponsel Pelayan Kafe Ditangkap

Negara (Bali Post) Petugas Satreskrim Polres Jembrana berhasil mengungkap kasus pencurian ponsel yang terjadi pada 23 Mei 2018. Pelaku pencurian berinisial RIS (32) asal Medewi, Kecamatan Pekutatan. Pelaku ditangkap, Sabtu (18/8) lalu. Dari tangan pelaku, polisi menyita uang Rp 400 ribu hasil gadai. Kini pelaku telah mendekam di sel tahanan dan kasusnya masih dikembangkan. Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiarta, Senin (20/8) kemarin, mengatakan pengungkapan kasus ini atas dasar laporan korban Reva Aprilia (21) asal Desa Curah Manis, Kecamatan

Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Wanita yang bekerja sebagai pelayan kafe ini mengaku kehilangan ponsel merek Oppo warna gold di mesnya di Banjar Dauhmarga, Desa Delodberawah, Mendoyo. Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Setelah beberapa minggu melakukan lidik di lapangan, pelakunya mengarah kepada RIS. Tanpa pikir panjang, RIS berhasil dibekuk di Desa Medewi. ‘’Penyidik melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Pelakunya pengarah kepada RIS,’’ katanya. Hasil pemeriksaan, RIS mengaku nekat mengembat

Bali Post/olo

TUNJUKAN – Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiarta didampingi Kabag Ops Kompol M. Didik Wiratmoko daat menunjukkan barang bukti dan tiga pelaku kasus pencurian.

ponsel milik korban lantaran hendak membangun fondasi rumah. Uang hasil gadainya pun digunakan untuk membeli batu dan sarana bangunan lainnya. ‘’Saat beraksi, RIS masuk dengan leluasa lewat pintu kafe yang terbuka. Kemudian ke kamar korban dan mengambil ponsel. Pelaku langsung kabur,’’ jelasnya. Curi Cengkeh Selain kasus pencurian ponsel, Satreskrim Polres Jembrana juga sukses mengungkap kasus pencurian cengkeh di Banjar Taman, Desa Batuagung, Jembrana. Dua pelaku masingmasing Ketut RN alias Mancrut (18) dan I Putu K. Kedua pelaku ini mencuri cengkeh milik Ida Bagus Komang Swastika (56). Aksi pencurian itu dilakukan, Kamis (16/8) siang. Namun setelah dilakukan penyelidikan selama tiga hari, kedua pelaku berhasil dibekuk. Pelaku Mancrut ditangkap di kos temannya di Jalan Imam Bonjol, Denpasar pada Minggu (19/8) lalu. Sedangkan pelaku Putu K di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara. ‘’Cengkeh yang dicuri sebanyak satu karung dengan berat 31 kilogram,’’ imbuhnya didampingi Kabag Ops Kompol M. Didik Wiratmoko. (kmb26)

Sebelumnya, petugas Satpol PP bersama aparat keamanan sudah melakukan eksekusi, termasuk bangunan penyulingan minyak ikan dan minyak jelantah tersebut. Saat itu pihak pemilik mengaku bersedia membongkar sendiri, namun faktanya hingga kini masih beroperasi. Pantauan Bali Post di lapangan, saat proses penyegelan sempat terjadi ketegangan. Adu mulut sempat muncul antara Kepala Desa Pengambengan dengan petugas Satpol PP. Saat petugas yang dipimpin Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I

Made Tarma hendak melakukan penyegelan, datang kepala desa setempat, Samsul Anam. Samsul mempertanyakan kedatangan petugas ke lokasi tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan desa. Apalagi ada upaya paksa hendak membongkar usaha tersebut dengan alat berat. Menanggapi hal itu, Tarma menjelaskan bahwa pihaknya sudah sejak awal memberikan peringatan, bahkan sudah dilakukan eksekusi. Tetapi pihak pengelola sampai sekarang tidak membongkar. ‘’Kami mendapatkan laporan dari warga, tadi malam

(usaha ini) disebut-sebut beroperasi lagi. Kalau sampai beberapa hari ke depan tidak dibongkar, maka kami akan bongkar paksa. Kami melaksanakan perintah dan ada surat tugas,’’ tegasnya. Dari penjelasan itu, Samsul justru terkesan emosi, sehingga terjadi adu mulut. ‘’Bapak tahu, yang punya wilayah saya. Jangan main nyelonong begini. Saya malu sama warga saya,’’ ketus Samsul. Adanya ketegangan itu membuat sejumlah warga berupaya meredakan situasi. Setelah situasi reda, petugas Satpol PP akhirnya menyegel usaha tersebut dengan memasang garis kuning. Selain itu petugas juga menempel pengumuman penyegelan. Sementara itu, pemilik usaha sebelumnya, Daeng Fathurrahman, mengatakan

bukan dirinya yang mengoperasikan penyulingan minyak tersebut, namun pamannya. Saat dilakukan penyegelan, Daeng bersikap kooperatif dan bersedia untuk membongkar sisa bangunan yang masih berdiri. Namun pihaknya meminta waktu untuk melakukan pembongkaran. Perlu diketahui, bangunan yang terdapat dua tungku itu masih terlihat kepulan asap sisa penyulingan sebelumnya. Kondisi tungku juga nampak mendidih. Setelah dilakukan penyegelan dan penandatanganan berkas acara, petugas meninggalkan lokasi. Seusai penyegelan, Tarma mengatakan sejak awal bangunan ini hendak dibongkar karena menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. (kmb26)


Selasa Pon, 21 Agustus 2018

SOSOK Sambangi Nelayan

NELAYAN memiliki peran penting dalam menjaga keamanan laut. Melihat vitalnya peran nelayan, polisi terus merekatkan komunikasi dengan mereka, sehingga terjalin kerja sama yang baik, khususnya dengan Sat. Polair Polres Karangasem. Setiap bulan, Sat. Polair punya agenda khusus, bersosialisasi dengan nelayan, untuk merekatkan kerja sama dalam menghadapi ragam ancaman dan persoalan dari wilayah pesisir. Demikian disampaikan Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama usai bertemu dengan puluhan nelayan dari Kelompok Nelayan Astuti Guna Bahari, di Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya, Senin (20/8) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Kasat Polair menyampaikan tentang tugastugas Sat. Polair dan situasi perairan Wilayah Hukum Polres Karangasem. Selain itu, juga terkait persoalan organisasi radikal dan anti-Pancasila yang sangat bertentangan dan dapat memecah belah NKRI. Masyarakat nelayan juga diminta peduli dengan sampah di perairan dan laut agar tidak tercemar dari sampah non-organik. Pihaknya juga mengimbau agar para nelayan tetap menjaga keamanan barang-barangnya yang disimpan atau ditaruh di pesisir pantai. “Sebaiknya tidak menyimpan dalam sebuah gudang penyimpanan dan menyarankan agar para nelayan dilibatkan secara bergilir untuk menjaga barang tersebut supaya tidak hilang,” tandas I Made Wartama. Nelayan juga diimbau agar tetap selalu mengutamakan keselamatan dalam melaut dengan menggunakan life jacket karena ada beberapa kejadian, di mana seorang nelayan hilang saat melaut. Pada kesempatan tersebut, Kasat Polair juga menyerahkan sepuluh buah life jacket, buku Pancasila dan paket sembako kepada perwakilan kelompok nelayan. (gik)

Karangasem

11

Tambah Satu Tenda

Puluhan Pasien Tetap Dirawat di Tenda Darurat

Amlapura (Bali Post) Puluhan pasien di RSUD Karangasem masih menjalani perawatan dalam tenda darurat yang dibangun oleh BPBD. Mereka enggan masuk ke dalam gedung, karena dilanda rasa cemas, waswas, dan khawatir akan gempa susulan. Kepala Instalasi Humas RSUD Karangasem I Gede Dedy Artho, Senin (20/8) kemarin, mengatakan sejak adanya gempa Minggu (19/8) malam, seluruh pasien di RSUD dirawat di tenda-tenda darurat yang telah dibangun oleh BPBD. Bahkan, untuk mengantisipasi pasien yang ada di seputaran ruang Gangga, pihak BPBD kembali membangun satu tenda baru. Dengan tambahan satu tenda, kini ada tiga tenda darurat yang siap untuk menampung pasien. “Satu tenda sudah dibangun. Tenda ini dibangun khusus untuk mengantisipasi pasien-pasien yang ada di Gangga dan sekitaranya. Sehingga tidak ada pasien yang menjalani perawatan di selasar rumah sakit,” tandas dia. Dedy Artho menambahkan, pasien yang saat ini menjalani perawatan di tenda kurang lebih 30 orang. Sebab,

ada pasien yang sebelumnya dirawat sudah pulang. “Untuk jumlah pastinya masih didata. Karena ada pasien yang pulang dan ada juga pasien baru yang dirawat. Bahkan, ada empat pasien yang akan dioperasi. Namun datanya belum masuk,” ucap Dedy Artho. Menurut dia, pihaknya belum bisa mastikan sampai kapan pasien akan menjalani perawatan di tenda darurat. Pasalnya, gempa masih terus terjadi. Di samping itu, pihak keluarga juga belum mau masuk ke dalam gedung karena masih cemas dan waswas. “Dari struktur bangunan memang masih kuat karena bangunan ini kuat untuk menahan gempa hingga 8,5 SR. Kendati begitu, psikologis pasien dan pihak keluarga yang terganggu. Kalau sudah di tenda kan aman,” ujarnya. Apakah ada pasien yang

Bali Post/kmb41

PINDAH - Perawat saat memindahkan pasien ke tenda darurat yang dibangun di halaman rumah sakit. mengeluh setelah menjalani perawatan di tenda? Ditanya demikian, Dedy mengatakan sejauh ini belum ada pasien yang mengeluh meski menjalani perawatan di tenda. Karena mereka memahami kondisi seperti ini. “Kalau siang, pasien pasti panas.

Sebaliknya malam mereka kedinginan. Untuk malamnya, pasien sudah diberikan bantuan selimut oleh Dinas Sosial,” sambung Dedy. Penunggu pasien, Ketut Widana, yang orangtuanya sudah tiga hari menjalani pengobatan di RSUD, menga-

takan dengan adanya gempa seperti ini, pihaknya memilih di tenda ketimbang di dalam gedung. “Saya merasa lebih nyaman di tenda daripada gedung. Memang sih panas di siang harinya dan dingin di malam hari. Yang penting aman,” ucapnya. (kmb41)

Rencana ”Melaspas” Ditunda

Ratusan Truk Bantuan Korban Gempa Didistribusikan Lewat Padangbai

Amlapura (Bali Post) Sederet gempa susulan yang berpusat di Lombok, terus mengakibatkan kerusakan fasilitas umum di Karangasem. Salah satunya Pura Penataran Agung linggih Ida Batara Gunung Agung di Desa Adat Nangka, Kecamatan Bebandem. Informasi yang didapat, bangunan itu baru saja selesai dibangun. Kerusakan paling parah terjadi di bagian candi bentar. Penyarikan Desa Adat Nangka Made Ngurah Alit, Senin (20/8) kemarin, mengatakan sederet gempa susulan berskala besar mengakibatkan beberapa bagian pura rusak. Di antaranya palinggih Padma Tiga ada beberapa bagian patah. Palinggih Batara Ngrurah juga sebagian di atas rusak. Kemudian Candi Gelung Kori paling kiri dari jeroan pura sedikit bergeser di bagian puncak. Bagian terparah adalah candi bentar di pintu masuk pura yang baru selesai 90 persen, langsung roboh. Sisanya tinggal setengah, atau masih tersisa kira-kira 40 persen bagian dasarnya. Made Ngurah Alit amat menyayangkan peristiwa ini. Padahal, pengerjaan proyek yang dikebut sejak awal tahun ini sudah hampir rampung. Akibat dampak kerusakan dari peristiwa gempa ini, agenda melaspas yang sedianya dilakukan 22 Agustus besok, terpaksa ditunda sampai 9 September. “Karena terjadi musibah gempa, melaspas-nya kami tunda dulu. Kerusakannya harus diperbaiki dulu, sebelum melaspas nanti,” kata Made Ngurah Alit. Semua bagian bangunan pura yang mengalami kerusakan, katanya, sudah mulai diperbaiki. Pelaporan juga sudah dilakukan ke BPBD Karangasem. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, dari proposal yang masuk ke BPBD, total kerugian akibat gempa untuk Pura Penataran Agung Nangka mencapai Rp 500 juta. “Tetapi ini belum penilaian kerusakan dari dinas terkait, yakni Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” kata I.B. Arimbawa. Anggaran fisik pembangunan pura, dirancang menghabiskan Rp 4 miliar. Anggaran sebesar itu digunakan untuk pembangunan Candi Gelung Kori Betelan, Perantenan Suci, Bale Pasandekan, Gedong Pasimpenan, Bale Kulkul, Bale Gong, panyengker dan paduraksa. Sedangkan, untuk kebutuhan ritual karya ngenteg linggih dan tawur agung dirancang menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar. Masingmasing untuk ngenteg linggih Rp 1,2 miliar dan tawur agung Rp 1 miliar. Bendesa Adat Nangka I Ketut Oka menambahkan, dukungan warga Nangka dalam menuntaskan pembangunan pura ini luar biasa. Warga secara rutin menggelar gotong royong sejak awal pura ini dibangun kembali, guna membantu mempercepat proses pembangunan. Menurutnya, warga sangat berharap pura ini bisa rampung sesuai perencanaan yang telah tersusun. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Bantuan korban gempa bumi di Lombok, NTB, terus mengalir dari berbagai pihak. Bantuan cukup banyak tersalurkan melalui Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem. Sejak terjadi gempa besar beberapa pekan lalu, tercatat ratusan truk bantuan dan jenis kendaraan pengangkut lainnya, terdistribusikan melalui Pelabuhan Padangbai. Bantuan bisa tersalurkan dengan cepat, lewat fasilitasi Korsatpel Padangbai. Bahkan, kendaraan khusus pengangkut bantuan tidak dikenakan biaya. Cukup setorkan surat pengantar saja, sebelum memasuki kawasan pelabuhan. BPTD Korsatpel Padangbai Agus Sugiarta, Senin (20/8) kemarin, mengatakan keseluruhan ada 37 kapal yang melayani rute penyeberangan Padangbai-Lembar. Empat di antaranya adalah kapal pemerintah. Setiap tripnya ada dua kapal yang melayani distribusi bantuan. “Satu kapal cadangan lagi juga siaga di Labuan Amuk. Sengaja kami minta dari Lembar, agar siaga di dekat pelabuhan kita. Kalau dibutuhkan sewaktu-waktu, kapal ini selalu siap membantu pengangkutan bantuan,” kata Agus Sugiarta. Tak seperti biasanya, sejak terjadi gempa dahsyat di Lombok, arus penyeberangan ke Lombok diakui sedikit menurun. Kecuali penyeberangan untuk pendistribusian bantuan korban gempa. Agus menambahkan, kendaraan yang mengangkut kebutuhan seharihari, seperti sembako maupun penumpang biasa memang menurun. Situasi demikian terjadi karena wilayah Lombok sejak 5 Agustus lalu, sampai Senin (20/8) kemarin, terus-menerus diguncang gempa susulan. Beruntung, dua dermaga di Pelabuhan Padangbai dapat berfungsi dengan baik, sehingga tak menghambat proses distribusi bantuan maupun angkutan penumpang lainnya. Selain itu, cuaca juga sangat mendukung penyeberangan. Tak lagi ada gelombang tinggi disertai angin kencang. Bantuan pun terdistribusikan tepat waktu, sekitar 5 jam dalam perjalanan dari Padangbai menuju Lombok. Bantuan dari pembaca Harian Bali Post juga terus disalurkan ke Lombok melalui Pelabuhan Padangbai. Penyaluran dilakukan secara bertahap, karena antusias masyarakat Bali membantu korban gempa di Lombok cukup tinggi. Sebelumnya, Kepala ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Padangbai Wayan Rosta mengatakan, sampai tanggal 25 Agustus nanti, Pelabuhan Padangbai menyiagakan dua kapal tiap trip penyeberangan. Kapal-kapal ini juga khusus untuk mengangkut kendaraan yang mengangkut berbagai jenis bantuan ke Lombok. “Kecuali kapal ekstra, bisa lebih. Kalau kapal portlink 7 milik ASDP ekstra, bisa angkut 10 sampai 15 unit kendaraan,” tandas Rosta. (kmb31)

Candi Bentar Pura Penataran Agung Nangka Roboh

Bali Post/kmb41

AMBROL - Tembok panyengker Taman Kota Candra Bhuana, Amlapura yang ambrol pascadiguncang gempa, Minggu (19/8) malam.

Diguncang Gempa

Tembok ’’Panyengker’’ Taman Budaya dan Puri Kreshna Duta Ambrol

Amlapura (Bali Post) Gempa cukup dahsyat yang melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/8) malam, turut membuat warga Karangasem panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain membuat warga takut dan waswas, gempa juga mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan. Di antaranya tembok panyengker Taman Budaya Candra Bhuana dan tembok panyengker Puri Kreshna Duta di Kota Amlapura. Kedua tembok tersebut ambrol. Pantauan di lokasi, tembok panyengker Taman Budaya Candra Bhuana jebolnya cukup parah. Panjang jebol mencapai 10 hingga 12 meter. Tak hanya itu, tembok Puri Kreshna Duta yang dibangun pada zaman kerajaan yang usianya ratusan tahun juga ambruk. Tak pelak, sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi tembok yang ambrol tersebut. Termasuk di antaranya petugas

dari BPBD Karangasem turut mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap tembok yang jebol. “Saat gempa pertama, saya beserta keluarga lainnya berhamburan keluar rumah. Sesampai di luar, saya kaget mendengar suara reruntuhan. Setelah saya cek ternyata tembok puri yang ambrol. Setelah itu kambali dikagetkan dengan tembok panyengker Taman Kota yang jebol,” tutur salah seorang warga sekitar, I Ketut Kantun. Dia menambahkan, saat tembok panyengker Taman Budaya Candra Bhuana roboh, banyak mobil DKP yang terparkir di bawahnya. “Memang banyak mobil DKP milik Dinas Perkim yang parkir di sini. Ada beberapa mobil yang terkena robohan tembok. Tapi tidak sampai rusak parah,” katanya. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan pihaknya hingga saat ini terus melakukan pendataan kerusakan

yang terjadi akibat gempa Minggu malam. Kata dia, untuk melakukan pendataan apakah ada dampak kerusakan akibat gempa itu, pihaknya tetap bekerja sama dengan kadus, perbekel, dan camat untuk mendata kerusakan secara baik, sehingga tidak ada yang tertinggal. “Data awal kerusakan sudah dikirim. Dan kami masih terus mengumpulkan datadata itu,” terangnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk bantuan kerusakan rumah dan tempat ibadah akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya akan mengusulkan melalui dana pascabencana atau stimulan ke BNPB Pusat. “Sementara untuk santunan kepada yang meninggal di Denpasar yang berasal dari Tianyar dan seorang nenek yang beralamat di Dusun Bunga, Ban, Kubu, persyaratan santunan ke Gubernur Bali melalui BPBD provinsi sudah berjalan dengan jemput bola,” tegas Arimbawa (kmb41)

Bali Post/kmb31

BANTUAN - Bantuan dari pembaca Bali Post saat tiba di Pelabuhan Padangbai, untuk selanjutnya didistribusikan ke Lombok.

TMMD Sidemen Dianggarkan Rp 1,2 Miliar

Bali Post/kmb31

PEKERJA - Para pekerja saat menyelesaikan pembangunan bagian Candi Bentar Pura Penataran Agung Nangka.

Bali Post/kmb 41

Dandim 1623 Karangsem, Lekol Inf. Beny Rahdian, saat berdiskusi dalam kegiatan TMMD.

Amlapura (Bali Post) Kodim 1623 Karangasem kembali membuka jalan untuk melancarkan akses ekonomi masyarakat melalui kegiatan TMMD. Tahun ini, program TMMD mengambil lokasi di Kecamatan Sidemen, Karangasem. Pelaksanaannya sudah memasuki Minggu kedua pada bulan Agustus dengan anggaran yang digelontorkan Rp 1,2 miliar melalui dana BKK Provinsi Bali. Dandim 1623 Karangsem Lekol Inf. Beny Rahdian, Senin (20/8) kemarin, mengatakan TMMD Sidemen, mulai dilaksanakan sejak 1 Agustus lalu. Akses jalan yang dibuka merupakan kawasan perbukitan dari Dusun Guninten menuju Pura Dewangga, Dusun Tengah, Side-

men. “Panjang jalan yang dibuka 3 km dengan lebar 7 meter. Selain untuk akses jalan petani, juga untuk jalan ibadah,” ungkapnya. Letkol Beny Rahdian menambahkan, selama pengerjaannya nanti, personel Kodim Karangasem akan didukung personel Korem 163/Wirasatya dan Kodam IX/ Udayana. Sedangkan untuk medannya, mereka akan dihadapkan pada kondisi medan yang terjal serta dipenuhi bebatuan. “Masyarakat sangat antusias menyambut TMMD ini. Dengan dukungan penuh dari mereka, kami sangat optimis diselesaikan tepat waktu,” tandas Letkol Beny Rahdian. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa

(DPMD) Karangasem Komang Agus Sukasena mengatakan, Sidemen dipilih sebagai lokasi pelaksanaan TMMD untuk menjawab persoalan infrastruktur jalan yang dihadapi masyarakat terutama warga Banjar Guminten. Kata dia, selain untuk akses pengangkutan hasil kebun, ruas jalan dari program TMMD itu nantinya dapat mempermudah akses jalan dalam rangka kegiatan agama di pura milik desa setempat yaitu Pura Puncak Sari Guminten, Pura Puncak Sari Cemeng, dan Pura Dewangga di Banjar Tengah. “Selain untuk akses pertanian, ruas jalan hasil TMMD juga diarahkan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata di Sidemen secara umum,” terangnya. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Pendataan Lahan di Eks Galian C

Lama Tak Tuntas, Pemkab Didesak Lakukan Percepatan

Semarapura (Bali Post) Pendataan kepemilikan lahan di eks galian C Klungkung belum tuntas. Padahal prosesnya sudah berjalan selama bertahun-tahun. Hal ini menjadi sorotan kalangan legislatif. Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara mendesak pemkab untuk melakukan percepatan. ‘’Ini sudah berjalan sejak lama. Termasuk dalam kepemimpinan Bupati Suwirta pada periode pertama juga dilaksanakan. Tetapi belum tuntas. Kami mendesak supaya segera diselesaikan,’’ ungkapnya usai rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Senin (20/8) kemarin. Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menyatakan saat adanya banjir lumpur yang membawa material erupsi Gunung Agung akhir 2017, lahan di eks galian C yang luasnya hampir 300 hektar itu banyak yang berubah. Oleh sebab itu, Pemkab dinilai perlu merekontruksi ulang dan secara komprehensif. ‘’Mana yang menjadi milik masyarakat, kabupaten, provinsi dan sitaan kejaksaan. Ini harus

ditentukan. Juga perlu dimusyawarahkan. Termasuk dengan pemerintah desa yang ada di sekitarnya karena itu menyangkut juga dengan perbatasan,’’ jelasnya. Guna menghindari penyimpangan, dalam pendataan tersebut, pemkab diharapkan bisa menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang di dalamnya terdapat lembaga hukum. ‘’Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah siap dengan data dan sistem. Sekaranng tinggal keseriusan pemkab saja,’’ ucapnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sempat melo n t a r k an wacana untuk menjadikan eks galian C itu sebagai objek wisata berskala besar. Secara otomatis, itu akan mampu membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Berangkat

dari hal tersebut, kejelasan kepemilikan lahan sangat penting. ‘’Investasi akan datang jika status (eks galian C - red) jelas. Kalau tidak maka akan sulit masuk,’’ imbuh Suantara. Sementara itu, Kepala DLHP Klungkung Anak Agung Kirana menyampaikan peta desain perencanaan untuk pendataan lahan di lokasi itu sudah ada pada 2016. Namun, karena pada 2017 ada pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, pihaknya tidak mendapat alokasi anggaran sehingga apa yang direncanakan belum bisa berjalan. ‘’Jadinya kami hanya sebatas sosialisasi ke masyarakat terkait ke pemetaan. Erupsi Gunung Agung juga menyebabkan penundaan. Soal pensertifikatan, sepenuhnya ada di BPN,’’ terangnya. (kmb45)

Akibat Guncangan Gempa

Gedung SMAN 2 Semarapura Rusak Semarapura (Bali Post) Gempa yang terjadi dan berpusat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/8) malam, menyebabkan kerusakan bangunan. Salah satunya gedung SMAN 2 Semarapura, Klungkung. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan pantauan, Senin (20/8) pagi kemarin, kerusakan tersebut terjadi pada ornamen dinding bangunan Ruang Tata Usaha dengan tinggi 12 meter. Material berupa batu padas itu juga menimpa jendela bangunan hingga kacanya pecah. Menurut Kepala Sekolah (Kasek) Gusti Lanang Made Puji, kejadan tersebut berlangsung sekitar pukul 23.00 Wita, bertepatan dengan gempa M-6,9. ‘’Kejadiannya malam, saat gempa paling keras. Saat itu saya dihubungi satpam. Materialnya juga menimpa alat musik milik sekolah, selain jendela,’’ ungkapnya. Disampaikan juga, gem-

Bali Post/sos

MATERIAL - Material ornamen bangunan SMAN 2 Semarapura, Klungkung terlihat menumpuk setelah diguncang gempa, Minggu (19/8) malam.

pa tersebut menyebabkan ornamen bangunan di sisi selatan retak. Hal tersebut juga dikhawatirkan lepas. ‘’Karena seperti itu, untuk aktivitas kami batasi. Takutnya itu roboh,’’ jelasnya. Kerusakaan ini, imbuhnya, sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Diharapkan segera mendapat penanganan. ‘’Minimal untuk memperbaiki jendela. Supaya ruangannya tidak bolong,’’ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada memperkirakan kerugian kerusakan itu mencapai Rp 25 juta. Sementara itu, untuk kerusakan lain, pihaknya hanya menerima laporan dari warga Desa Selat Kecamatan Klungkung. ‘’Itu hanya tembok rumah retak. Kalau laporan lain tidak ada. Semoga aman,’’ ungkapnya. (kmb45)

Pileg 2019

Menguji Kecerdasan Pemilih TAH AP A N Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah berjalan, termasuk di Kabupaten Klungkung. Lima belas partai politik telah mendaftarkan bakal calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. Itu pun telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai dafar calon sementara. Beberapa ada yang dicoret lantaran tidak memenuhi syarat. Tahapannya tak berhenti sampai di sana. Senin (20/8) kemarin, dilanjutkan ke penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berdasarkan data, jumlahnya mencapai 159.774 orang. Naik dari Pilkada 2018 yang mencapai 156.501 dan Pemilu 2014 sebanyak 153.724 orang. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada mengatakan jumlah pemilih tersebut sudah termasuk yang berusia 17 tahun saat pemilihan yang berlangsung pada 17 April 2019. “Untuk DPT, tentu kami mengacu pada data sebelumnya. Ada perbaikan, menyesuaikan juga dengan masukan masyarakat,” ungkapnya. Pemilih tersebut, menurut pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini,

tidak menutup kemungkinan akan ada yang tak memenuhi syarat akibat meninggal, alih status menjadi anggota TNI dan Polri, maupun pindah alamat tempat tinggal. Terhadap itu, saat pemberian surat panggilan memilih (C6) akan ditandai dan di salinan daftar pemilih akan dicoret. “C6-nya tidak akan diberikan supaya tidak disalahgunakan. Nama yang bersangkutan akan dicoret. Tidak akan mengubah jumlah. Kalau a d a d a ta pem ilih belum masuk DPT, namun sudah memiliki hak pilih dan e-KTP, nanti bisa masuk daftar pemilih khusus,” jelasnya. Pada hajatan politik lima tahunan ini, partisipasi pemilih ditarget mencapai 80 persen, sama seperti Pilkada yang berlangsung 27 Juni 2018. Namun, partisipasi bukan hal utama untuk menjadi perhatian KPU. Namun lebih pada kualitas dan kecerdasan pemilih. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya jumlah calon. Ada ratusan dari 15 parpol khusus untuk Pileg Klungkung. Belum lagi untuk Pileg Bali, Pileg RI, DPD, dan Pilpres. “Sekarang ini, kecerdasan pemilih akan

Bali Post/sos

RAPAT - KPU Klungkung menggelar rapat pleno penetapan DPT Pemilu 2019, Senin (20/8) kemarin.

diuji. Karena memilih banyak orang dan belum tentu seluruhnya dikenal. Tidak seperti Pilkada. Hanya ada dua pasangan calon yang m udah di k et ahui ,” uc ap Kariada. Disampaikan lebih lanjut, meningkatkan kualitas, pemahaman kepada pemilih tak sebatas pada caleg. Namun juga partai politik yang menjadi kendaraannya. “Kita akan berikan juga pemahaan tentang kebijakan-kebijakan partai politik. Masyarakat juga menilai caleg itu, berapa yang berkualitas. Nanti kalau bingung memilih caleg, bisa memilih partai. Karena yang memperoleh kursi itu adalah partai politik,” jelasnya. Sebelumnya, diungkapkan dalam pemilihan ini, perlu keterlibatan parpol maupun calon dalam mengedukasi masyarakat. “Parpol atau peserta pemilu juga harus menekankan cara mencoblos yang benar,” tegasnya. Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung I Wayan Baru pun menyatakan pada pemilihan itu, angka suara tak sah juga harus diantisipasi. Hal tersebut tak hanya dilakukan penyelenggara, dalam hal ini KPU. Partai politik yang berkepentingan untuk mendapatkan suara, juga turut terlibat. Di internal Gerindra, sosialisasi akan dilakukan setelah calon legislatif ditetapkan. “Calon nanti akan turun. Ikut sosialisasi ke masyarakat. Memberikan pemahaman tentang pemilihan supaya suara dinyatakan sah,” katanya. Ketua Fraksi PDI-P DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa menilai perlu ada sosialisasi lebih maksimal kepada masyarakat. “Pada intinya sosialisasi ini harus lebih maksimal. Perlu dilakukan sejak dini,” tegasnya. (sos)

Bali Post/dok

GALIAN - Lokasi eks galian C Klungkung. Selama bertahun-tahun pendataan kepemilikan lahan hingga kini belum tuntas.

Lewat TK Gema Santi

Bupati Suwirta Berupaya Wujudkan TK Negeri Percontohan BERBAGAI upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung guna meningkatkan kualitas pendidikan. Setelah meluncurkan Program Angkutan Siswa Gratis dan Penegerian Taman Kanak-kanak (TK) melalui ‘’Satu Desa Satu TK Negeri’’, kini juga disiapkan TK Negeri sebagai percontohan. Hal ini terungkap saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan monitoring terhadap TK Negeri Gema Santi di Jalan Gunung Agung, Semarapura Kangin, Klungkung, didampingi Sekretaris Dinas Pendikan Ketut Sujana, Senin (20/8) kemarin. ‘’Sekolah ini diharapkan menjadi TK Negeri percontohan dengan konsep yang berbeda, baik dari segi bangunan, konsep belajar mengajar, taman bermain dan lain-lain,’’ ujarnya. Ditambahkan, sekolah TK Negeri Gema Santi akan ditata ulang mulai dari bentuk bangunannya, arena bermain, sarana-prasarana belajar yang memadai hingga sumber daya manusia di dalamnya. Sekolah juga diharapkan tidak lagi akan memungut iuran setiap bulan untuk menggaji para guru honorer karena semua akan ditanggung pemda. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida

Bali Post/ist

MONITORING - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan monitoring terhadap TK Negeri Gema Santi di Jalan Gunung Agung, Semarapura Kangin, Klungkung, didampingi Sekretaris Dinas Pendikan Ketut Sujana, Senin (20/8) kemarin. ini meminta para guru dan Dinas Pendidikan proaktif merancang konsep dan perencanaan, sehingga TK Gema Santi bisa menjadi pionir bagi TK lain. Selain itu, para siswa juga hanya diberikan materi yang sesuai dengan umur dan kemampuannya, tidak dipaksakan untuk menjadi lebih pintar dari TK lainnya. Dirinya berharap tahun 2019–2020 TK Gema Santi benar-benar terealisasi

menjadi TK percontohan. Sesuai target, pada pemerintahan periode ke-2, seluruh desa memiliki minimal satu TK negeri. ‘’Sampai saat ini ada 12 TK yang sudah dinegerikan. Ini akan terus ditambah,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Sekolah TK Negeri Gema Santi Dewa Ayu Ariesta Ningsih melaporkan, saat ini sekolahnya memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang

guru. Siswa 72 orang dengan 7 orang guru Standar Kompetensi Minimum (SKM). Dua guru berstatus PNS, sedangkan lima lainya berstatus kontrak sekolah yang saat tengah diajukan menjadi tenaga kontrak daerah. ‘’Saat ini TK Gema Santi memungut iuran siswa Rp 90 ribu. Uang tersebut untuk konsumsi Rp 40 ribu dan menggaji tenaga guru Rp 50 ribu,’’ jelasnya. (ad948)

Angkutan Siswa Gratis

Perluasan Layanan Terbentur Anggaran Semarapura (Bali Post) Angkutan siswa gratis diklaim sangat diharapkan bisa diterapkan di luar Kecamatan Klungkung. Namun oleh pemkab, hal tersebut belum bisa direalisasikan pada 2019. Penyebabnya tak sebatas keterbatasan armada, namun juga anggaran. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra, Senin (20/8) kemarin. Pejabat asal Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan ini mengatakan, penerapan program yang bergulir sejak 2017 itu sejauh ini baru melayani siswa SMPN 1, 2, 3 Semarapura dan SMP PGRI Klungkung. Angkutan yang dilibatkan mencapai 85 unit dengan anggaran operasional sekitar Rp 4

miliar per tahun. ‘’Ini untuk anggaran seluruhnya. Termasuk uji kir. Cukup besar,’’ sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, pada 2019 direncanakan ada layanan untuk siswa SMP Hasanudin dan SMPN 4 Semarapura. Berdasarkan hitungan, angkutan yang dilibatkan mencapai 15 unit dan memerlukan anggaran sekitar Rp 800 juta. ‘’Anggaran ini saja belum tentu dapat. Tapi kami berharap bisa berjalan. Untuk kecamatan lain, tahun depan belum bisa diterapkan. Padahal sesuai hasil evaluasi, banyak yang menginginkan supaya berjalan,’’ ucapnya. Ditambahkan, program ini tak sebatas untuk meringankan beban para orangtua lantaran tidak lagi

Bali Post/sos

ANGKUTAN - Angkutan siswa gratis tengah parkir di Terminal Semarapura. Angkutan ini baru melayani sejumlah sekolah di Kecamatan Klungkung.

mengantar anaknya ke sekolah, tetapi juga untuk mengantisipasi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. ‘’Kalau dari sisi umur,

kan belum memungkinkan untuk membawa kendaraan sendiri. Angkutan ini untuk memfasilitasi,’’ tandasnya. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dibutuhkan Segera Pramuniaga Pria/Wanita untuk Mini Market Surya Mas Legian No.478 Hub.087862979641

B.BP.001.08.18.0000938

Dcr Sopir bisa Bhs.Jepang max 38th Hub.08124606355

Dcr Staf Pria Bisa Bhs.Inggris Krja Serabutan Sgr,08113931711

B.BP.001.08.18.0000929

B.BP.001.08.18.0000909

Dcr Sopir u/vila Jl.Kesambi Gg Kesambi Indah 22, 081337542061

Dicari 3 peg.Salon wanita pglm 082140776776 T.UmarBrt Mrlboro

B.BP.001.08.18.0000936

B.BP.001.08.18.0000932

Teknisi Listrik (Tabanan) Pengalaman,Hub.Dewi0818343077

B.BP.001.08.18.0000896

PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan Sgr:Kepala Kantor Kas,Kepala Bag.Kredit,Kepala Bag.Pembukuan/SPI,Marketing Kredit:Pendidikan S1,D3 Kirim CV ke Jl.Diponegoro No.162 Dps Telp:(0361) 223740 - 264236

B.BP.001.08.18.0000937

Urgently Required:Accounting Staff, Basic English and Accounting Back Ground. Please Call 085339071033

B.BP.004.08.18.0000852

*Dcr Cook,Mrkting,Akuntan,Wnta Sopir Hub Telp/WA 08123929167

Rest Sanur Cari :Waitress, Cook Helper Laki,Bartender. Hub.Md.Darsana 08123614559

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

B.BP.004.08.18.0000834

Dcr Krywn/ti u/Laundry Krbokan Kelod,Kuta Utara,082147086628

B.BP.001.08.18.0000939

B.BP.001.08.18.0000891

Dcr Sgr 2 Admin Wanita bisa Computer Max.25 Hub. Telp. 087.860.560.187

Dicari 3Guru TK&2Pembantu TPA utk TK Madhu Vidya Celuk Sukawati Hub.081239539944 Santosa B.BP.001.08.18.0000920

B.BP.001.08.18.0000844

Dcr Sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin

Dicari staf database/design D3/S1,exel,corel draw, photo shop,programming.0818346584 B.BP.004.08.18.0000835

B.BP.001.08.18.0000824

Dcr Sopir/Helper untuk Kuras WC,Hub.085100956099 Dps

Dcr Pgws Pryk Pria,SMKPmbgn/D1 CV gentaproperty108@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000910

B.BP.001.08.18.0000926

BENGKEL LAS

BIRO JASA

BENGKEL LAS

SPA

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.001.08.18.0000930

B.BP.001.08.18.0000913

T.10A SHM dkt Jln Utama&Pantai LksTabanan 85Jt/A.085257539923 B.BP.167.08.18.0000912

Tanah Kvl Di Mengwi 135Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit,087862450004 B.BP.001.08.18.0000908

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818

B.BP.001.07.18.0000043

G.10

DIJUAL RUKO

Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818

Ruko Daerah Sesetan Harga Mulai 1M,Hub.087862821569 B.BP.001.08.18.0000903

G.11

KONTRAKTOR Mengerjakan Bangunan Baru dan Renovasi untuk Rumah,Villa, Kost-Kostan Hub.081236321537

G.12

B.BP.001.08.18.0000900

HONDA

RUPA-RUPA

Dilelang Honda CRV’17 Asli Bali Hub:089619874461

Bantu Murah Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.08.18.0000706

B.BP.001.08.18.0000895

KIA

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Splash Mnual Th2013Hitam Audio TV,VR17baruMTsian081238169620

G.03

B.BP.001.08.18.0000953

Picanto All New Th’2014 Putih Tgn 1 Manual H.087 862 270 180 B.BP.164.08.18.0000933 SUZUKI

B.BP.001.08.18.0000931 TOYOTA

Avanza G 2014 Putih AsBali Mls Prbd082341251453/081933610070

B.BP.001.08.18.0000905

Djl Tnh LT.1680 m2 Lok.Sragen Jatim,Tnh LT.5508 m2 Lok.Pujut Lombok Tengah H.Tim Likuidasi 085333538057/082388292898 B.BP.004.08.18.0000917

G.09

DIJUAL MOBIL

Djl Tnh 1 Hektar,Petang Pelaga 25Jt/are,Hub:08123665040 BU.TP

Jual Tnh By Pass Kediri - Tbn LT.1,55A H.1,4M/A,089520387811

Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818

Tukang Las(Tabanan), Pengalaman Hub.Dewi 0818343077

G.02

HONDA

Honda Beat CW th’2017 Tgn1 Spt BaruHP081238169620KM3000BUC

G.08

Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.001.08.18.0000914

Cr Pembantu Villa Cwek Tgl Dlm Biasa Krj d Villa 081946555765

DIJUAL MOTOR

G.07

Sopir KTP Bali Manual /Matic SMS:08123809013,Hpl Wil DPS

B.BP.004.08.18.0000915

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818

B.BP.001.08.18.0000923

Cari PRT Pribadi Tinggal dalam T.UmarTlp/SMS/WA:081999038555

Dicari Segera:2 Org Waiter SMK 19-23 Th,Dan 2 Org Staff Dapur Max.23Th.Lam.Ke: GoshaSeminyak Ph.738701 (Jam:04.00 Sore)

G.01

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000919

B.BP.004.08.18.0000921

B.BP.001.08.18.0000924

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

B.BP.001.08.18.0000899

B.BP.166.08.18.0000940

Dcr Manager Bartender&Waitress u/diSanur, sutoyo27c@gmail.com

B.BP.001.08.18.0000847

Dicari Tng Cuci Mobil,Jujur,Rjn diBatubulan.H:081916808118/SMS

Krywati Akunting Bs MYOB/Internet SMK Akuntansi,081338344155

Bth Staf S1,D3 Sekretaris, Admin,HRD,Contractor Gatsu CV ke 082132807562 Mr.Herry

B.BP.001.08.18.0000898

B.BP.001.08.18.0000907

Dicari Telemarketing dan Kurir Hub:0361-239117, 4743092

B.BP.001.08.18.0000904

B.BP.004.08.18.0000916

Dcr Krywti Niki Salon Pnglm Jl. Katrangan 25/081337820930/Putu

Dicari Karyawan Garmen Lulusan SMKTataBusana,HP.08123926999

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Kos2an 5KT,LT 106m2 Jl.Mataram Kuta 085965916902 B.BP.154.08.18.0000934

Djl Rmh Lt1(3KT&1KM)&Lt2(6KT& 2KM)Jl.G.AgungHb.089653508588 B.BP.001.08.18.0000928

DIJUAL TANAH

Dijual Tanah Kav, Buana Raya, Padang Griya Hub.0811398086 B.BP.001.08.18.0000721

Dijual Barang2 Bekas Linen Ex. Hotel/Villa Hub.089653508588 B.BP.001.08.18.0000927

KEHILANGAN Hilang BPKB No.M11371164-O DK 3029 QU An.Jumratul Haryani B.BP.001.08.18.0000906

PENGUMUMAN

Akuisisi PT.Saka Bali Jaya Berkedudukan di Kabupaten Tabanan - Bali B.BP.001.08.18.0000897


BANGLI

14

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

Pastikan Berfungsi Normal Saat Musim Hujan

BPBD Cek Kondisi EWS di Abang Batudinding Bangli (Bali Post) -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli akan mengecek kembali kondisi dua unit alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang selama ini dipasang di Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi alat berfungsi dengan normal, sehingga mampu mengurangi risiko bencana saat musim hujan pada bulan November-Desember mendatang. Kepala BPBD Bangli Wayan Karmawan, Senin (20/8) kemarin, mengatakan alat EWS sudah dipasang di Desa Abang Batudinding sejak tiga tahun lalu. Pemasangan alat yang merupakan bantuan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dilakukan guna mengurangi risiko bencana terutama banjir bandang di desa setempat. Dijelaskan Karmawan, cara kerja EWS yakni apabila terjadi pergerakan tanah dan air hujan

yang sangat tinggi, maka dengan sendirinya alat tersebut akan mengeluarkan bunyi sirene. Dengan adanya tanda tersebut maka masyarakat di wilayah tersebut harus mengevakuasi diri ke titik kumpul yang telah ditentukan. Karmawan menduga saat ini kondisi dua unit EWS di wilayah Desa Abang Batudinding, Kintamani kurang normal. Untuk memastikannya, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali. Terlebih dalam waktu dekat ini akan datang musim hujan seki-

tar bulan November-Desember. ‘’Di samping itu kita lakukan pengecekan lagi, mengingat situasi kegempaan belakangan ini,’’ ujarnya. Untuk mengecek alat tersebut pihaknya mengaku akan bersurat dan berkoordinasi ke tim teknis di UGM. Pengecekan terhadap kondisi alat nantinya akan dilakukan bersama-sama. ‘’Kami di BPBD tidak bisa melakukan perbaikan sendiri, untuk itu kita akan berkoordinasi dengan tim di UGM,’’ imbuhnya. (kmb40)

’’Kita lakukan pengecekan, mengingat situasi kegempaan belakangan ini. Kami di BPBD tidak bisa melakukan perbaikan sendiri, untuk itu kita akan berkoordinasi dengan tim di UGM.’’ Kepala BPBD Bangli Wayan Karmawan Bali Post/kmb40

Kekurangan Anggaran Ditutupi 2019

Bupati Pastikan GGS Tetap Berjalan

PEDAGANG - Sejumlah pedagang acung di objek wisata Penelokan.

Bali Post/kmb40

Tampung Pedagang di Penelokan

Disperindag Siapkan Tempat di Pasar Seni Geopark Bangli (Bali Post) Proyek penataan Penelokan di Kintamani rencananya mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Terkait hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli telah menyiapkan tempat untuk menampung p a r a p e d a g a n g y a n g s elama ini mengais rezeki di objek wisata tersebut. Para pedagang nantinya akan dipindahkan untuk berjualan di lantai dua Pasar Seni Geopark. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya saat dikonfirmasi, Senin (20/8) kemarin, mengatakan tempat yang disiap-

kan di lantai dua Pasar Seni Geopark cukup luas. Sehingga menurutnya cukup untuk menampung pedagang yang selama ini menempati kios termasuk pedagang acung di Penelokan. ‘’Tempatnya sudah bersih. Lumayan untuk nampung. Mereka kan jualannya giliran dan sedikit-sedikit bawa barang,’’ ujarnya. Terkait hal tersebut, Sudibya mengaku pihaknya bersama Disparbud sejak beberapa waktu lalu sudah sempat mensosialisasikan kepada para pedagang secara door to door agar mereka mau pindah ke Pasar Seni Geopark. Pihaknya juga sudah sempat mengedarkan

surat kepada pedagang terkait larangan berjualan di tempat-tempat tertentu sesuai Perda No. 2 Tahun 1990. Hanya, para pedagang tetap memilih bertahan berjualan di Penelokan. Sudibya meyakini para pedagang yang selama ini mengais rezeki di objek wisata Penelokan nantinya mau tidak mau akan pindah dengan sendirinya ke Pasar Seni Geopark saat proyek penataan sudah mulai dikerjakan. ‘’Nanti kita akan kumpulkan lagi untuk diberikan sosialisasi. Kemarin, sempat mau dikumpulkan tetapi kita tunda karena di Desa Batur Tengah sedang ada upacara

PAW DPRD Bangli

Wayan Artom Gantikan Made Bawa Bangli (Bali Post) Kursi Fraksi PDI-P di DPRD Bangli yang sejak dua bulan terakhir kosong pascameninggalnya Made Bawa, kini telah diisi Wayan Artom Krisna Putra. Kader PDI-P asal Desa Songan itu resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD Bangli melalui rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah janji anggota DPRD Bangli pengganti antar-waktu (PAW), Senin (20/8) kemarin. Acara pengambilan sumpah janji dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Hadir dalam acara kemarin, seluruh anggota DPRD Bangli, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, pimpinan OPD dan Forum Komunikasi Bali Post/ina Pimpinan DaeWayan Artom Krisna Putra rah (FKPD) di

Kabupaten Bangli. Kutha Parwata menyampaikan, meninggalnya anggota DPRD Bangli I Made Bawa pada 7 Juni 2018 lalu, menyebabkan terjadinya kekosongan satu kursi anggota dewan selama dua bulan. Untuk proses pengisian kekosongan tersebut, DPRD Bangli membutuhkan waktu untuk memproses mulai dari peresmian pemberhentian sampai dengan dikeluarkannya surat keputusan gubernur tentang pengangkatan pengganti antarwaktu DPRD Bangli sesuai peraturan perundang-undangan. ‘’Akhirnya, pada hari yang baik ini, kami melaksanakan pengambilan sumpah terhadap satu orang pengganti antarwaktu anggota DPRD Kabupaten Bangli yaitu Wayan Artom Krisna Putra dari daerah pemilihan (dapil) IV Kabupaten Bangli,’’ kata Kutha Parwata. Kutha Parwata selaku pribadi dan segenap keluarga besar DPRD Bangli menyampaikan selamat dan selamat datang di rumah rakyat. Pihaknya mengajak Wayan Artom dan seluruh anggota DPRD Bangli senantiasa memadukan pandangan dan langkah ke depan dalam bingkai kebersamaan demi terciptanya sebuah perbaikan dan kesejahteraan kolektif bagi rakyat Bangli tercinta. (kmb40)

ngaben,’’ tandasnya. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan/penataan Penelokan di Kintamani segera dikerjakan dalam waktu dekat. Hal itu menyusul sudah adanya pemenang tender proyek tersebut. Di sisi lain, sejumlah pedagang kain dan makanan yang selama ini mengais rezeki di kios objek wisata Penelokan kini mulai bingung. Pasalnya, meski pngerjaan proyek akan segera dimulai, namun sampai saat ini belum ada penyampaian dari dinas terkait mengenai rencana pemindahan/relokasi pedagang selama proyek berlangsung. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Meski mengalami defisit anggaran dalam APBD tahun ini, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan seluruh kegiatan yang masuk skala prioritas tidak akan dirasionalisasi. Salah satunya kegiatan Gerbang Gita Santi (GGS) yang dipastikan tetap berjalan tahun ini. “Semua kegiatan yang termasuk skala prioritas tetap berjalan. Hotmik tetap jalan, GGS tetap jalan, (penataan) Penelokan juga jalan,” kata Made Gianyar saat ditemui usai mengikuti rapat kerja bersama DPRD Bangli, Senin (20/8) kemarin. Bupati mengatakan, untuk menutupi kekurangan anggaran pihaknya berencana melakukan pinjaman daerah. Namun karena alasan teknis operasional, pinjaman daerah tidak bisa dilakukan pada tahun berjalan saat ini. Untuk itu, pihaknya telah merencanakan untuk mengajukan pinjaman daerah pada tahun 2019 sebesar Rp 81 miliar. Selain digunakan untuk membayar utang kegiatan, pinjaman daerah tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Pasar Kintamani, danau buatan di Suter hingga pembangunan infrastruktur lainnya. “Kalau Rp

81 miliar ini dipenuhi di tahun 2019 dengan tidak melakukan pinjaman, maka kegiatan pada tahun 2019 akan ada yang dikurangi. Membuat danau buatan tidak bisa, pasar tidak bisa. Sekarang sudah tidak ada masalah. Kesepakatan sudah ada. Dewan sepakat 2019 nanti kita gunakan pinjaman daerah, untuk bangun pasar dan infrastruktur lainnya,” terangnya. Dikatakan juga bahwa untuk bisa mendapat pinjaman daerah pada tahun 2019, pihaknya akan melakukan pengajuan pinjaman pada tahun ini. Pinjaman daerah akan disiapkan di KUA-PPAS. “Dengan pinjaman daerah ini, maka 2019 tidak ada pengurangan kegiatan,” tegasnya. Sebagaimana yang sempat diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota dewan di Bangli menyarankan Bupati untuk mengambil langkah rasionalisasi kegiatan, jika rencana menutupi defisit dengan mencari pinjaman daerah tak bisa dilakukan tahun ini. Hanya dari sekian kegiatan yang memungkinkan dirasionalisasi, dewan meminta Bupati tak mengutak-atik kegiatan Gerbang Gita Santi (GGS). Dewan khawatir jika kegiatan GGS dirasionalisasi nantinya akan menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Seperti yang diungkapkan

anggota DPRD Bangli, Nengah Darsana. Dia mengatakan jika rencana Pemkab Bangli untuk mendapatkan pinjaman daerah gagal atau tak memungkinkan tahun ini, maka salah satu langkah yang bisa dilakukan Bupati untuk menutupi kekurangan anggaran APBD 2018 yakni dengan merasionalisasi kegiatan. Bupati diminta untuk menghitung dan menunda ulang kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak menyentuh langsung ke masyarakat serta tidak terlalu mendesak untuk dilaksanakan tahun ini. Sebaliknya untuk kegiatan yang sifatnya menyentuh langsung masyarakat diharapkan jangan diutak-atik. Kegiatan GGS misalnya yang selama ini sudah tersosialisasikan ke masyarakat. Menurut Darsana, jika GGS sampai dirasionalisasi, maka dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Terlebih tahun ini masuk tahun politik. “Pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat. Malu kita di masyarakat. Kita sudah pahami bahwa sentuhan-sentuhan seperti ini akan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada lembaga DPRD. Kalau GGS tidak direalisasikan, lembaga kami tidak akan punya nilai tawar di masyarakat,” kata Darsana. (kmb40)

Bali Post/kmb40

RAPAT KERJA - Bupati Bangli I Made Gianyar saat rapat kerja bersama DPRD Bangli, Senin (20/8) kemarin.


15

Selasa Pon, 21 Agustus 2018

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

SDN 12 PADANGSAMBIAN - Perwakilan guru dan siswa SD Negeri 12 Padangsambian menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok sebesar Rp 2.737.000.

SUMBANGAN SMA PGRI 2 - Penyerahan titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok oleh perwakilan guru dan siswa SMA PGRI 2 Denpasar. Sumbangan yg dikumpulkan dari guru, pegawai, dan siswa diserahkan ke Bali Post, Senin (20/8) kemarin sebanyak Rp 5.015.000.

Joni Gala Dapat Rumah dan Sepeda YOHANES Andekala Marcal Lau alias Joni Gala, siswa SMP kelas I dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendapat hadiah rumah dan sepeda dari Presiden Joko Widodo. ‘’Pertanyaan terakhir, Joni mau minta apa ke saya?’’ tanya Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (20/8) kemarin. ‘’Sepeda,’’ jawab Joni yang mengenakan seragam SMP berupa kemeja putih dan celana pendek warna biru tersebut dalam acara Silaturahmi Presiden dengan Teladan Nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Gita Bahana Nusantara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. ‘’Kamu ini jauh-jauh dari Belu kok hanya minta sepeda? Apa hanya itu?’’ tanya Presiden. ‘’Minta bikinin rumah saja,’’ jawab Joni. Joni pada Jumat (17/8) memanjat tiang bendera saat upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. ‘’Sudah itu saja sepeda sama rumah? Dah, jangan nanti saya tanya nambah lagi nanti,’’ kata Presiden. Presiden secara khusus berbincang-bincang dengan Joni selama sekitar tujuh menit di depan para undangan. ‘’Ini ada tamu masih SMP kelas I, Jon sini Jon. Dia berani panjat tiang bendera 20 meter, sekali lagi ada yang berani seperti Joni? Tiang yang itu lho ya… bukan tiang yang lain, tiang bendera di sini gede, di sana kecil banget, kalau ada yang berani naik tiangnya yang dinaiki Joni, saya beri sepeda. Kamu tahu apa ya? Menaiki tiang yang kamu lakukan itu ada bahayanya, terus terang waktu saya melihat, mikir khawatir dan cemas, gimana? Kok

gak takut menaiki tiang yang kecil yang katanya pas kamu sakit perut ya? Bagaimana?’’ tanya Presiden. ‘’Begini pertama saya sakit perut, terus ditarik mundur suruh ke UKS,’’ kata Joni. ‘’Di ruangan diobati tidak?’’ tanya Presiden. ‘’Tidak,’’ jawab Joni yang mengundang tawa. ‘’Hanya disuruh duduk? Gak diobati atau dikasih makan?’’ tanya Presiden. ‘’Diberi minum,’’ jawab Joni. ‘’Tidak diberi obat?’’ tanya Presiden. ‘’Nggak,’’ jawab Joni. ‘’Terus kamu duduk, duduk atau tiduran?’’ tanya Presiden. ‘’Tiduran,’’ jawab Joni. ‘’Berarti sakit beneran dong? terus setelah tiduran?’’ tanya Presiden. ‘’Terus ada bapak wakil bupati bilang siapa bisa manjat tiang bendera, langsung saya bangun lari,’’ jawab Joni. ‘’Kamu tiduran, upacaranya berlangsung, bapak wakil bupati memanggil, siapa bisa manjat tiang bendera terus?’’ tanya Presiden. ‘’Saya langsung buka sepatu ke lapangan,’’ jawab Joni. ‘’Terus langsung manjat gak bilang ke bapak wakil bupati saya mau manjat?’’ tanya Presiden. ‘’Enggak,’’ jawab Joni. ‘’Langsung naik ke tiang?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Yakin bisa naik sampai puncak?’’ tanya Presiden. ‘’Yakin,’’ jawab Joni. ‘’Kenapa yakin? Saya lihat pas kamu sampai di tengah kamu berhenti ngos-ngosan begitu?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Kenapa berhenti?’’ tanya Presiden. ‘’Capek,’’ jawab Joni. ‘’Ya iya saya lihat waktu sudah sampai setengah kamu udah ngos-ngosan udah capek ini, terus? Berhenti dulu lalu naik lagi?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Kenapa yakin sudah sering manjat-manjat pohon?’’ tanya Presiden. ‘’Manjat pinang,’’ jawab Joni. ‘’Ooh…

Bali Post/ant

DIALOG - Presiden Joko Widodo berdialog dengan Joni, bocah yang menaiki tiang bendera, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8) kemarin. Presiden Joko Widodo menggelar silaturahmi dengan para teladan nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Gita Bahana Nusantara untuk memberikan apresiasi dalam rangka HUT ke-73 RI. biasa manjat pinang, sehari berapa kali? Atau sebulan berapa kali? Atau seminggu berapa kali? Sekali sebulan manjat pinang?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Tinggian tiang bendera atau pinang?’’ tanya Presiden. ‘’Tiang bendera,’’ jawab Joni. ‘’Ya… tiang bendera kan tinggi banget dan pinang pohonnya lebih tinggi, terus setelah manjat sampai di puncak ngapain?’’ tanya Presiden. ‘’Talinya diambil terus digigit,’’ jawab Joni. ‘’Terus melorot ke bawah?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Di tengah juga berhenti lagi waktu melorot ke bawah, capek juga?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Capek?’’ tanya Presiden. ‘’Capek,’’ jawab

Joni. ‘’Melorot sampai bawah tetap kamu gigit?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Terus sampai di bawah?’’ tanya Presiden. ‘’Sudah ada wakil bupati,’’ jawab Joni. ‘’Terus benderanya bisa naik?’’ tanya Presiden. ‘’Ya,’’ jawab Joni. ‘’Saya titip ya belajar yang baik, kan udah dapat beasiswa juga kan? Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu. Pengen jadi apa?’’ tanya Presiden. ‘’Pengen jadi tentara,’’ jawab Joni. ‘’Ya… sudah langsung daftar ke panglima, langsung daftar kamu, jaga kesehatan, ya sudah silakan duduk,’’ jawab Presiden. Anak kesembilan dari pasangan Viktor Lino Fahik Marsal dan Lorensa Gama itu pun

mendapat tepuk tangan meriah dari para undangan di ruang resepsi Istana Negara. ‘’Ini apa yang dilakukan Joni sesuatu yang membahayakan dan harus diingatkan, tapi itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih yang saya kemarin baca wawancara dengan Joni ingin agar Merah Putih bisa terus berkibar, mumpung sudah di Jakarta Pak Mensesneg (Pratikno) diajak lihat Dunia Fantasi dan Taman Mini, ini kan dunia anak-anak jangan dibawa yang sulit-sulit. Belum pernah kan ke Taman Mini?’’ tanya Presiden. ‘’Belum,’’ jawab Joni dari kursinya. ‘’Ke Dufan belum juga kan?’’ tanya Presiden. “Belum,’’ jawab Joni. ‘’Ya sudah itu urusan Pak Mensesneg,’’ kata Presiden. (ant)

Rasa Kangen SUMBANGAN TAMAN RAMA - Bali Post menerima titipan sumbangan barang yang dihimpun dari Siswa SMP & SMA Taman Rama dan Cambridge Taman Rama School, beserta guru dan pegawai. Barang sumbangan berupa kebutuhan sehari–hari, obat–obatan, alat–alat dapur, bantal, dan pakaian layak pakai digalang selama dua hari. Barang sumbangan diangkut dengan dua mobil pick-up. Sumbangan diserahkan langsung oleh Kepala SMA Taman Rama Drs. I Gede Made Sutama, M.Hum., Kepala SMP Taman Rama Tri Martin, perwakilan Cambridge Taman Rama School Ms Angie, dan siswa SMP/SMA Taman Rama, Senin (20/8) kemarin.

Bupati Eka dalam ucapan selamat datang mengaku sangat gembira dengan kehadiran Ibu Megawati. ‘’Saya sebenarnya berharap ibu bisa datang saat pembukaan sekaligus membuka acara, tetapi syukur hari ini bisa datang. Rasa kangen saya terobati,’’ katanya. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan filosofi tari Rejang Sandat Ratu Segara yang terkait rasa syukur pada bumi air dan angkasa untuk keajegan bumi pertiwi dan angkasa. Sementara itu, Megawati dalam sambutan mengapresiasi Festival Tanah Lot 2018 ini. Dia pun menyarankan setiap daerah lebih banyak membuat festival seperti ini untuk mempromosikan Bali.

‘’Ya… kalau bisa setiap dua bulan sekali ada festival seperti ini, nanti bisa Badung buat disusul daerah lainnya memperkenalkan seni, budaya termasuk makanan khas daerah masing-masing,’’ sarannya. Megawati pada kesempatan itu juga mengingatkan agar tetap melestarikan budaya Indonesia. ‘’Kita harus mempertahankan kelestarian budaya kita, karena sangat indah,’’ ucapnya. Namun, hal tersebut bukan berarti melarang anak muda Indonesia untuk pergi dan melihat dunia internasional. Megawati mengatakan, mempelajari budaya mereka tidak berarti lupa akan budaya sendiri. Salah satunya penggunaan bahasa Indonesia dalam setiap event. Dikatakan, bahasa mencirikan bangsa. Festival yang dibuat harus mengedepankan

budaya lokal sekaligus memperkenalkan pada tamu asing. Megawati tak ingin Bali seperti Hawaii yang kehilangan identitas dan budaya aslinya akibat tergerus budaya luar. ‘’Bali harus terus dijaga,’’ tandasnya. Selain menutup secara resmi Tanah Lot Art and Food Festival II secara resmi, Megawati juga menyempatkan diri melihat pameran kerajinan khas Tabanan, kuliner sekaligus menikmati musik mandolin Gita Baskara dari Pujungan, Pupuan sambil menikmati kuliner yang disajikan. Selama tiga hari pelaksanaan Festival Tanah Lot II, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan, secara kasat mata jumlah kunjungan di hari pertama festival mencapai lebih dari 60 ribu orang. Meski jumlah pengun-

Ratusan Korban SUMBANGAN SMAN 8 - Titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok diterima Bali Post, Senin (20/8) kemarin dari guru, pegawai, dan siswa SMA Negeri 8 Denpasar. Uang yang terkumpul Rp 8.698.000, semoga dapat meringankan saudara-saudara di Lombok yang terkena musibah. SMA Negeri 8 Denpasar SMA PGRI 2 Denpasar Anggota Pusat Koperasi Bali (Puskop Bali) SD Negeri 12 Padangsambian Jaya Susila & Luh An Dewi SDN 4 Dauh Puri, Denpasar Kel. Naresh, Denpasar I Wayan Wanija & Keluarga, Denpasar Rara Money Changer, Jl. Nuansa Barat I/30 Jimbaran Duara Jaya Keliki Sri Cantika Keliki I Wayan Ebuh Sugiartana, Denpasar Anonim, Denpasar

Rp Rp

8.698.000 5.015.000

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

3.000.000 2.737.000 2.500.000 2.195.000 1.000.000 1.000.000

Rp 1.000.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 2 dus pakaian layak pakai Anonim, Denpasar 15 kg beras Sekolah Taman Rama : 234,5 kg, mie instan 99 dus, mie gelas 1 dus, makanan bayi 1 dus, mie telur 1 dus, 39 dus air mineral, perlengkapan madi 7 dus, kopi/gula/teh/ susu kaleng 8 dus, obat - obatan 2 dus, minyak goreng 5 dus, susu cair kemasan 6 dus, minuman kemasan 1 dus, roti 1 dus, bubur bayi 20 kotak, sepatu 2 pasang, selimut 1 buah, matras 5 buah, bantal/guling 108 buah, popok bayi/pembalut 3 dus, susu bubuk 2 dus, pakaian layak pakai 6 dus, makanan ringan 4 dus, penggorengan 1 buah, panci 1 buah, penyuling air 2 buah, tongkat tandu 1 pasang Jumlah penerimaan hari ini Rp 27.445.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 145.940.167 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 173.385.167

Umpan Lilipaly

Hongkong memimpin lebih dulu pada menit ke-37 melalui tendangan Hok Ming Lau yang lolos dari jebakan offside dan menaklukkan kiper Andritany. Titik balik Indonesia terjadi setelah turun minum. Pemain sayap Irfan Jaya mencetak gol penyeimbang di awal paruh kedua. Dua gol kemenangan tuan rumah dihasilkan Ste-

fano Lilipaly pada menit ke84 dan gelandang bertahan Hanif Sjahbandi pada injury time. Gol pertama dan ketiga berkat umpan brilian Lilipaly. Hasil ini harus dibayar mahal oleh Timnas Indonesia. Pertarungan yang berlangsung keras terutama pada menit-menit terakhir babak pertama menyebabkan tiga pemain tuan rumah mendapat tiga kartu kuning, yaitu Hansamu Yama, Stefano Lilipaly dan I Putu Gede Juni Antara. (kmb)

Sebelumnya Lombok Timur diguncang gempa 6,4 SR pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018, yang juga menimbulkan korban ratusan korban meninggal. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan status gempa di Lombok dan sekitarnya tidak akan dinaikkan menjadi bencana nasional, namun penanganannya akan diintensifkan. ‘’Supaya tidak salah persepsi, kalau kita menyatakan bencana nasional berarti bencana itu adalah seluruh nasional RI dan menjadikan travel warning. Bukan hanya ke Lombok tapi bisa ke Bali dampaknya luar biasa yang biasanya tidak diketahui oleh publik. Maka penanganannya seperti bencana nasional,’’ katanya, Senin kemarin. Kata dia, kalau inpres kan instruksi presiden kepada seluruh menteri dan jajaran ke bawah. Itu jauh lebih efektif dan kita punya pengalaman kebetulan pada saat gempa di Pidie, Aceh itu kan penangannya jauh lebih cepat. ‘’Inpres itu memberikan mandat kewenangan kepada Menteri PUPR, BNPB untuk melakukan penanganan itu. Pelaksanaan di lapangan melibatkan TNI/Polri supaya ada kaki di bawah itu, jadi supaya tidak salah karena begitu bencana nasional dampaknya luar biasa,’’ tambah Pramono. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan inpres tersebut juga ditujukan agar tidak menimbulkan kepanikan dan travel warning dari negara-negara lain. ‘’Kalau pakai terminologi bencana nasional nanti travel warning, kan jadi repot, tapi kalau standar penanganannya sudah sama semua. Pengalaman kita waktu di Bali begitu kita mengatakan bencana nasional, langsung (wisatawan) lari. Padahal treatment-nya sama saja,’’ ujar Luhut. (ant)

SANTAP SIANG - Kebersamaan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan Ibu Megawati serta Guruh Soekarnoputra saat santap siang kuliner khas Tabanan di Festival Tanah Lot II. jung yang menggunakan tiket sekitar 11 ribu di hari pertama, 12.987 di hari kedua, angka ini cukup bagus dan berharap ini menjadi ajang promosi yang efektif untuk menarik minat

wisatawan lebih banyak lagi. ‘’Target kami bukan saat festival saja, tapi ke depannya pengunjung Tanah Lot bisa terus meningkat,’’ harapnya. (ad941)

Desa Bunutin Selain mengakibatkan ambruknya bangunan wantilan di Pura Dalem Desa Bunutin, guncangan gempa juga mengakibatkan jebolnya tembok belakang bangunan bale daja milik Ketut Rai

Puspani, warga Banjar Gaga, Desa Tamanbali, Bangli. Rai Puspani menuturkan, jebolnya tembok bale daja-nya terjadi sesaat setelah gempa mengguncang pada Minggu siang. Kepala Pelaksana BPBD Bangli Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan

Kazakhstan

11 12 13 14 15 16 17 18 19

Kazakhstan Mongolia Yordania Hongkong Vietnam Lebanon Kyrgistan Filipina Malaysia

1 1 1 0 0 0 0 0 0

1 0 0 1 1 1 1 0 0

3 2 0 3 3 2 0 3 1

dan Logistik Ketut Agus Sutapa mengatakan, selain berdampak kerusakan di dua lokasi tersebut, gempa yang terjadi pada Minggu malam juga berdampak pada rusaknya empat bangunan rumah warga di Desa Undisan, Tembuku. Guncangan gempa yang cukup keras

juga kembali mengakibatkan Bukit Abang di Desa Buahan mengalami longsor dan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas. ‘’Tidak ada korban jiwa akibat gempa kemarin. Pendataan terhadap dampak gempa masih terus kita lakukan,’’ kata Karmawan. (kmb40)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

selasa Pon, 21 Agustus 2018

Raih Perak, Sri Wahyuni Minta Maaf

Tunggang Serasi Beregu Gagal Raih Medali Jakarta (Bali Post) – Indonesia gagal menyabet medali di cabang olahraga berkuda Asian Games 2018 untuk kompetisi nomor disiplin tunggang serasi (dressage) beregu atau team prix st-georges. Dalam kompetisi yang digelar di Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas, Jakarta, Senin (20/8) kemarin, tuan rumah hanya mampu bertengger di posisi keempat dari lima negara yang bertanding. Medali emas tunggang serasi beregu diraih Jepang yang mengumpulkan total skor tertinggi 69,499 persen. Jepang mengungguli Korea Selatan yang mendapatkan medali perak dengan total skor 68,440 persen dan Thailand memperoleh medali perunggu dengan total skor 66,715 persen. Indonesia yang berada di urutan keempat hanya mampu menorehkan total skor 66,606 persen dan Chinese Taipei berada di posisi terbawah dengan total skor 64,009 persen. Atlet Indonesia yang tergabung dalam tunggang serasi beregu adalah Njoto Dewi Kunti Setiowati, Dara Ninggar Prameswari, Nadya Allegra Zax dan Larasati Iris Rischka Gading. Skor atlet tertinggi diperoleh Larasati Gading yang berlaga bersama kuda Calaiza T. Atlet berkuda senior ini menorehkan total skor 69,146 persen. Dara Ninggar Prameswari bersama kuda Commodore menyusul dengan memperoleh total skor 65,734 persen. Selanjutnya Njoto Dewi Kunti Setiowati dan kuda Diamond Boy 8 mendapatkan total skor 65,734 persen. Nadya Allegra Zax bersama kuda Bique-Bique Cedros hanya mampu menorehkan total skor 63,175 persen. Skor yang diperoleh Nadya tidak masuk dalam hitungan total nilai beregu. Kompetisi tunggang serasi beregu dinilai oleh lima juri yaitu Maria Eleanor Schwennesen (Australia), Peter Johannes Holler (Jerman), Freddy P.H. Leyman (Belgia), Susan Wendy Hobson (Selandia Baru) dan Elisabeth Max-Theurer (Austria). (ant)

Jakarta (Bali Post) – Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni yang turun pada kelas 48 kg Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas. ‘’Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan saya akan mencoba pada kesempatan yang lain,’’ katanya di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8) sore kemarin. Menyinggung perolehan medali di dua Asian Games terakhir yang hanya mendapat perak, ia mengaku penasaran dan ingin mencoba lagi jika ada kesempatan pada Asian Games berikutnya. Pada Asian Games 2018, Sri Wahyuni meraih medali perak setelah berhasil mengumpulkan total angkatan 195 kg. Perebut emas adalah lifter Korea Utara Song Gum dengan total angkatan 199 kg. Untuk jenis angkatan snatch, Sri Wahyuni berhasil mengangkat barbel terberatnya yakni 88 kilogram. Pada kesempatan pertama berhasil mengangkat barbel seberat 85 kilogram

Lima Atlet Gulat Kalah

Jakarta (Bali Post) – Lima atlet gulat Indonesia kalah pada hari kedua pertandingan Asian Games 2018 yang digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senin (20/8) kemarin. Mereka terdiri atas satu pegulat putra dan empat atlet putri. Dimas Septo Anugraha ditaklukkan Davit Modzmanashvili dari Uzbekistan di babak perdelapanfinal nomor gaya bebas kelas 125 kg putra. Pegulat asal Jawa Timur itu menyerah telak dengan poin teknikal 0-10 dan poin klasifikasi 0-4. Dimas Septo yang merupakan harapan satu-satunya Indonesia di gaya bebas putra setelah lima pegulat lainnya kalah di hari pertama, tak berdaya menghadapi lawannya dan menyerah hanya dalam waktu satu menit 58 detik. Ditemui usai pertandingan, Dimas Septo enggan berkomentar sedikit pun, sedangkan pelatihnya Fathur Rahman mengakui keunggulan lawan yang dihadapi. ‘’Tapi masih ada kesempatan di perebutan medali perunggu. Mohon doanya,’’ ujar pelatih asal Jawa Timur ini. Di bagian putri, Dewi Ulfah yang turun pada nomor 53 kg kalah melawan Ti Ha Phuong Pham (Vietnam) di babak perdelapanfinal. Mutiara Ayuningtias di kelas 57 kg harus mengakui keunggulan Nabira Esenbaeva (Uzbekistan). Dewi Atiya di kelas 62 kg ditaklukkan Ayaulym Kassymova (Kazakhstan). Eka Setiawati yang tampil di babak perempatfinal harus mengakui keunggulan Yuki Irie (Jepang) di kelas 50 kg. (ant)

dan pada angkatan kedua seberat 88 kg gagal, namun berhasil diangkat pada kesempatan ketiga. Sri Wahyuni sebenarnya bisa mencuri kesempatan jika pada angkatan kedua atau ketiga clean and jerk seberat 112 kg berhasil, namun semuanya gagal. Lifter Indonesia lainnya yang turun pada kelas tersebut yakni Putri Yolanda pada dua kali mengangkat barbel jenis angkatan snatch seberatl 72 kg gagal, namun berhasil pada kesempatan ketiga yakni dengan berat yang sama yaitu 72 kg dan clean and jerk 90 sehingga total angkatannya hanya 162 kg. (ant)

Siman Finis Kelima di Final

Jakarta (Bali Post) – Harapan perenang unggulan Indonesia I Gede Siman Sudartawa meraih medali di Asian Games 2018 dari nomor 50 meter gaya punggung putra pupus setelah finis di posisi kelima dalam final di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Senin (20/8) malam kemarin. Siman mencatatkan waktu 25,29 detik dalam final, sedangkan saat babak penyisihan di hari yang sama membubuhkan catatan waktu lebih baik 25,01 detik sekaligus menempati

posisi pertama. Dengan catatan waktu 25,01 detik saat babak penyisihan, peluang Siman untuk ‘’memecahkan telur’’ medali cabang renang terbuka. Apalagi ia mencatatkan waktu lebih baik daripada dua unggulan, perenang Cina dan Jepang. Akan tetapi di final, Siman tidak mengawali dengan baik sehingga tertinggal dari Xu Jiayu (Cina) yang finis di posisi pertama sekaligus menggenggam medali emas keduanya di Asian Games 2018 dengan catatan waktu

24,75 detik. Usai bertanding, Siman bersalaman dengan Xu Jiayu yang berada di line sebelahnya dengan tersenyum. Setelah itu, ia berjalan terkulai meninggalkan kolam renang. Perenang Indonesia lain yang tampil di final yakni Triady Fauzi Sidiq di nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra juga belum berhasil membawa pulang medali meski mencatatkan waktu lebih baik dibanding babak penyisihan. Ia menorehkan waktu 2 menit 02,09 detik untuk finis di posisi keenam

saat final, sedangkan pada babak penyisihan catatan waktunya 2 menit 03,32 detik dan berada di peringkat kedelapan. Peraih medali emas nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra adalah Shun Wang (Cina) yang mencatatkan waktu 1 menit 56,52 detik. Perak disabet Kosuke Hagino (Jepang) dengan waktu 1 menit 56,75 detik dan medali perunggu dibawa pulang oleh Qin Haiyang (Cina) dengan waktu 1 menit 57,09 detik. (ant)

PFA Peringkat III Piala Menpora Madrid Hapus Tekanan, MU Bermasalah

Mangupura (Bali Post) Tim sepak bola putri Paradise Football Angels (PFA) Bali tampil sebagai juara III dalam Liga Sepak Bola Wanita Piala Menpora 2018 yang digelar di Lapangan Beji Mandala, Pecatu, Badung, 13-17 Agutsus lalu. Juara I direbut Arimbi Yogyakarta dan runner-up MI Bondowoso, Jatim. Liga Sepak Bola Wanita ini diikuti delapan tim dari delapan provinsi. Lima tim lainnya adalah SoE Generation (NTT), Immapa (Papua), RGC Foundatio Makassar (Sulsel), Neo Angel (NTB) dan Persijap Kartini Jepara (Jateng). Pembina PFA I Gusti Agung Putu Nuaba mengungkapkan, penampilan Dewa Ayu Ratnasari alias Dede dan kawankawan cukup lumayan. Pada babak penyisihan, Dede yang asal Petang, Badung, memimpin rekan-rekannya tampil trengginas sehingga mampu menahan Arimbi Yogyakarta

0-0. ‘’Tampil perdana di babak kenyisihan, pemain kami masih segar bugar,’’ ujarnya di Mangupura, Senin (20/8) kemarin. Akan tetapi ketika meladeni MI Bondowoso, PFA kalah tipis 1-2. Saat itu, tiga pemain pilar PFA yang menempati posisi penyerang, gelandang

dan sayap didera cedera. ‘’Tim kami sudah mampu mengukir prestasi gemilang di level nasional. Ini sebagai modal menghadapi turnamen nasional Piala Pertiwi. Jika anak-anak dipoles serius, saya optimis bisa berprestasi lebih baik lagi,’’ tutur Nuaba. (022)

Denpasar (Bali Post) Tim tenis Pelti Buleleng keluar sebagai juara dalam turnamen tenis beregu Bali Terbuka setelah di final menundukkan tim sekota PDAM Buleleng di Lapangan Tenis Werdha Pura, Sanur, Denpasar, Senin (20/8) kemarin. Kejuaraan yang digelar Bali Travel News (BTN), Bali Hotels Association (BHA) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini berlangsung sejak Sabtu (18/8) lalu. Tim Pelti Buleleng menurunkan petenis Agus Satriya, Gede Falyawan, Soleh dan Sumarta, sedangkan PDAM Buleleng menerjunkan Ngurah Bende, Komang Artana, Made Permadi dan Juni Ardana.

Juara III direbut KTCD Gianyar yang diperkuat Prima, Yuliadi, Darwis dan Edwin. Sementara peringkat IV diraih Pelti Denpasar yang menampilkan Aditya Smbu, Yudi, Rudi dan Ketut Dirga. Government Relation and Event Manager BHA Andy menyatakan kejuaraan ini awalnya diadakan antarkaryawan hotel, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Bali Terbuka. ‘’Tahun ini melibatkan 20 tim, sedangkan tahun lalu pesertanya 23 tim,’’ terangnya. Beberapa hotel juga mengirimkan atletnya, tetapi tersingkir. Ke depannya, event yang dirangkaikan dengan Sanur Village Festival ini diharapkan bisa menjadi Indonesia Open, bahkan ajang

internasional. Ketua Pelti Kota Denpasar Ketut Dirga yang menutup turnamen menjelaskan, tiap regu harus menyiapkan satu tunggal dan dua ganda dalam tiap pertandingan. Materi pemainnya perpaduan antara profesional dan veteran. Di ajang inilah mereka bisa unjuk kebolehan. (022)

Tim Paradise Football Angels (PFA) Bali.

Bali Post/ist

Pelti Buleleng Juara Bali Terbuka

Bali Post/022

JUARA - Tim juara turnamen tenis beregu Bali Terbuka 2018.

Madrid – Real Madrid mengawali musim baru Liga Spanyol dengan kemenangan 2-0 atas tim sekota Getafe di kandang sendiri, Senin (20/8) dini hari kemarin. Gareth Bale tampil inspiratif pada pertandingan pertama di kancah liga bagi sang juara Eropa pascaera Cristiano Ronaldo. Bale melepaskan sundulan yang mengenai mistar gawang pada fase awal pertandingan, membantu menyiapkan Dani Carvajal untuk menanduk bola yang memecah kebuntuan pada menit ke-20 dan kemudian memastikan raihan tiga poin deng a n

sepakan penyelesaiannya pada awal babak kedua. Penyerang Wales ini kembali ke Santiago Bernabeu sejak mencetak dua gol saat timnya menang 3-1 atas Liverpool di final Liga Champions. Hasil ini sedikit menghapus tekanan terhadap pelatih baru Julen Lopetegui setelah kekalahan menyakitkan 2-4 dari Atletico Madrid di Piala Super UEFA dan membuat Madrid mendampingi juara bertahan Barcelona mengoleksi tiga poin. Sevilla memuncaki klasemen dengan keunggulan selisih gol setelah menang 4-1 di markas Rayo Vallecano. ‘’Sang a t penting

melakukan awal yang kuat dengan sensasi-sensasi bagus. Kami bermain sangat baik dan harus melangkah sedikit demi sedikit. Inilah cara yang tepat untuk memulai musim liga. Cristiano telah pergi, namun kami memiliki tim yang bagus. Kami bekerja keras. Anda melihat hal itu tercermin di lapangan hari ini. Kami harus melupakan kekalahan di Piala Super dan membalikkan halaman. Hari ini adalah awal kompetisi baru,’’ kata pemain sayap Marco Asensio kepada para pewarta.

Manchester United Start bermasalah Manchester United (MU) musim ini berlanjut ketika kalah 2-3 di markas Brighton & Hove Albion. Pertahanan buruk menjadi penyebab dua gol Brighton yang tercipta dalam rentang waktu dua menit di babak pertama. Glenn Murray (34) dan Shane Duffy mengecoh empat bek United yang total bernilai 117 juta pound untuk mendemonstrasikan mengapa MU harus mencari solusi untuk masalah di sektor tersebut. Manajer MU Jose Mourinho menyebut timnya dihukum

karena melakukan terlalu banyak kesalahan, namun menolak mengkritik para pemain secara individu. ‘’Akumulasi kesalahan-kesalahan itu, dan fakta bahwa mereka dihukum oleh gol-gol, memberi kepercayaan diri kepada Brighton dan menjauhkan (kemenangan) dari kami,’’ ujarnya. Penyerang Edin Dzeko mencetak gol dengan sepakan voli menyusul pergerakan bagus yang dilakukan pemain debutan Justin Kluivert untuk membawa AS Roma menang 1-0 di markas Torino pada pertandingan pembukaan Liga Italia. Inter Milan menyerah 0-1 di kandang Sassuolo dan Parma yang sempat unggul dua gol harus bermain imbang 2-2 kontra tamunya Udinese. ‘’Kami kalah karena penalti, tidak lebih. Ini bukan masalah gol kami, bukan merupakan ancaman konstan atau bahwa tim lain lebih superior. Jika Anda memainkan serangan balik, permukaan lapangannya tidak banyak berpengaruh sebanyak ketika Anda memainkan bola dari kaki ke kaki,’’ ucap pelatih Inter Luciano Spalletti. (ant/rtr)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 21 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu