HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
16 HALAMAN NOMOR 128 TAHUN KE 13
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
SABTU, 12 AGUSTUS 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Diluncurkan Gubernur
NTB Resmi Terapkan ”Entebe Plan” dalam Perencanaan Pembangunan
(SuaraNTB/humasntb)
SOSIALISASI - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Kepala Satgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwanda foto bersama pimpinan DPRD NTB usai sosialisasi dan launching “e-KUA PPAS Entebe Plan”.
Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB secara resmi menerapkan “eKUA PPAS Entebe Plan” dalam proses penyusunan APBD 2018. Sistem perencanaan berbasis elektronik itu di-launching atau diluncurkan langsung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Ruang Sidang Utama DPRD NTB, Jumat (11/8) sore kemarin. Hadir pada acara tersebut Kepala Satgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwanda yang memberikan sosialisasi mengenai penggunaan sistem e-planning dalam penganggaran untuk mencegah korupsi. Hadir juga, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si, Ketua DPRD NTB, Hj. Bq. Isvie Rupaeda, SH, MH, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hamafi, SE, M.Comm, Wakil Ketua DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri, anggota DPRD NTB dan Pimpinan SKPD lingkup Pemprov NTB. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, sosialisasi dan peluncuran ‘’e-KUA PPAS Entebe Plan’’ intinya bagaimana melakukan proses perencanaan penganggaran yang berbasis kepada teknologi informasi. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
BERSAMA - Kepala Bappeda NTB, H. Ridwan Syah bersama Kepala Satgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwanda.
Korsup KPK Antisipasi SP3 Kasus Korupsi Mataram (Suara NTB) Kasus honorer K2 Dompu berlabuh di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik Ditreskrimsus Polda NTB menyodorkan kasus itu ke lembaga antirasuah untuk dilakukan koordinasi dan supervisi (Korsup). Langkah ini diapresiasi pegiat antikorupsi sebagai bagian dari upaya meminimalisir penghentian kasus atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Alasan kasus ini diminta supervisi kepada KPK, karena pertimbangan sulitnya tembus P21 Kejaksaan. Tercatat sudah dua kali berkas ini dikembalikan jaksa disertai petunjuk dalam berkas P19. Peneliti Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi
TO K O H
Harus Tetap Solid KEPALA Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono mengingatkan elemen di provinsi ini untuk tetap solid mensukseskan target penurunan angka kemiskinan, dua persen pertahun. Hal ini ditegaskan Prijono, menanggapi pengaruh semakin tingginya dinamika politik menjelang Pilkada belakangan ini terhadap perekonomian. Seperti diketahui, tensi meningkatnya suhu politik menuju Pilkada 2018 kian tampak. Bank Indonesia tetap akan melakukan analisa seberapa besar pengaruh politik terhadap ekonomi. ‘’Saat ini, belum dapat disimpulkan secara kuantitatif (angka),’’ kata Prijono, Jumat (11/8). Bersambung ke hal 15 Prijono (Suara NTB/bul)
(Somasi) NTB, Johan Rahmatullah, SH.,MH, melihat Korsup ini sebagai upaya mulai membangun sinergitas antarlembaga penegak hukum yang menanganani kasus korupsi. ‘’Ini merupakan langkah awal yang positif untuk membangun sistem
penegakan hukum melalui Korsup tersebut. Hal ini tentu bertujuan jangan sampai ada upaya untuk pemberhentian (SP3) suatu kasus,’’ kata Johan kepada Suara NTB, Jumat (11/8) kemarin. Dia memantau, dalam kasus honorer K2 Dompu, berkas
perkara dari Polda NTB yang dilimpahkan tahap satu dikembalikan oleh jaksa peneliti pada Kejati NTB. Penyidik diminta untuk memperjelas unsur perbuatan melawan hukum (mensrea) tersangka utama Bupati Dompu, Drs.H. Bambang M. Yasin. Kedua, dia melihat Polda NTB serius mengusut tuntas kasus honorer K2 Dompu tersebut. Terlebih ada perlawanan dari tim kuasa hukum Bupati Dompu yang menyodorkan putusan PTUN Mataram yang berisi pembatalan SK
pencabutan 134 honorer K2 yang jadi objek penyidikan Polda NTB. Dalam hal ini, satu sisi pihaknya ingin mendorong penyidik Polda NTB agar menyelesaikan petunjuk dari Kejati NTB tersebut, sebagai upaya meminimalisir penghentian kasus korupsi yang akan menambah daftar panjang SP3 sebelumnya. Di sisi lain, Kejaksaan diminta tetap objektif dan profesional dalam memberikan petunjuk ke Polda NTB. Bersambung ke hal 15
Gubernur Undur Mutasi, Selly Siap Terima Konsekuensi Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengundurkan rencana pelaksanaan mutasi pejabat struktural yang rencananya dilaksanakan Jumat (11/8) pukul 16.00 Wita. Dikonfirmasi usai sosialisasi dan launching e-KUA PPAS Entebe Plan di Kantor DPRD NTB, Jumat (11/8) sore, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan pelaksanaan mutasi diundur hingga Senin depan. ‘’Diundur Senin. Nanti ngantukngantuk, salah sebut nama,’’ gubernur berseloroh. Gubernur juga berseloroh ketika ditanya pejabat eselon berapa saja yang akan dimutasi. Bahkan ia sempat bercanda pejabat eselon tertentu yang bagus kinerjanya akan dinaikkan eselonnya. ‘’Misalnya eselon II bagus, naikkan eselon III,’’ katanya bercanda. Ketika ditanya apakah itu artinya isyarat bahwa akan ada pejabat yang akan turun eselon dalam mutasi kali ini? Gubernur mengatakan ia hanya bercanda. Begitu juga ketika ditanya apakah mutasi kali ini ada kaitannya dengan sejumlah Kepala SKPD yang akan maju dalam Pilkada 2018 mendatang. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
INDAH - Pemandangan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dipotret dari perbukitan sangat indah. Pembangunan di kawasan ini terus digenjot dan minat investor menanamkan investasi di kawasan ini terus berdatangan.
Enam Cukong Kayu di Pulau Sumbawa Diburu Mataram (Suara NTB) Ditangkapnya dua cukong kayu kelas kakap DM dan SJ beberapa waktu lalu, bukan akhir dari kerja Satgas Pencegahan dan Pemberan-
tasan Perusakan Hutan (P3H) Provinsi NTB. Mereka masih memburu enam orang lagi yang jadi pemodal aktivitas illegal logging di Pulau Sumbawa. ‘’Dua orang di Sumbawa, empat
orang di Bima, ini yang masih kita buru terus pelan-pelan,” kata Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom kepada Suara NTB di ruangannya, Jumat (11/8). Meski berada di Sumbawa dan Bima, namun kendali kayu ilegal mereka cukup luas. Dua cukong yang di Sumbawa, beroperasi hingga Kabupaten Dompu. Bersambung ke hal 15
Tak Kunjung Membangun, Pemprov Tegur Investor NCC Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB mengaku sudah melayangkan surat teguran kepada investor yang akan membangun NTB Convention Centre (NCC). Surat teguran pertama ini dilayangkan lantaran belum ada aktivitas pembangunan di lapangan. Padahal, Pemprov dan investor NCC, PT. Lombok Plaza telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). ‘’Sekarang kita sudah melayangkan teguran supaya segera mulai membangun,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Drs. H. Supran, MM dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (11/8) siang kemarin. Supran mengatakan, Pemprov NTB baru memberikan teguran pertama kepada investor tersebut. Selain mengingatkan supaya mereka segera melaku-
kan pembangunan, investor tersebut juga harus membayar kontribusi kepada daerah sekitar Rp 750 juta setahun. Kontribusi ini, terang Supran di luar royalti yang nantinya juga akan diterima pemerintah daerah ketika bangunan tersebut sudah berfungsi. Untuk kontribusi, investor mulai membayar ke daerah pada September mendatang. ‘’Sejak penandatangan perjanjian kerja sama, mereka harus sudah mulai membayar kontribusi. Kan itu sudah ada di SPK. Kontribusinya saya lupa. Kurang lebih Rp 750 juta kalau ndak salah setahun,’’ ungkapnya. Dalam kerjasama pemanfaatan aset daerah itu, lanjut Supran, Pemprov mendapatkan dua penerimaan, yakni kontribusi dan royalti. Namun, untuk besaran royalti yang akan diterima pemerintah
daerah, Supran tak menyebutkan. ‘’Royalti ada, kontribusi setiap tahun ada yang diterima oleh Pemda,’’ tambahnya.
‘’
Sekarang kita sudah melayangkan teguran supaya segera mulai membangun Disinggung mengenai kendala yang dihadapi investor sehingga belum melakukan pembangunan. Supran mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi investor. Namun berdasarkan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani, investor harus mulai membangun tahun 2017 ini.
‘’Itulah makanya kenapa kita melayangkan surat untuk memperingati dia terhadap PKSnya. Kewajibannya membayar kontribusi, kewajibannya mulai membangun,’’ jelasnya. Supran menambahkan, Pemprov NTB dapat memutuskan perjanjian kerja sama dengan investor jika tidak mengindahkan teguran yang dilayangkan selama tiga kali. Teguran yang dilayangkan tersebut bertujuan mengingatkan investor atas kewajibannya sesuai SPK. ‘’Ke dua, mengingatkan bahwa dia membayar kontribusi berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangani bersama dengan Pemprov,’’ tandasnya. Bersambung ke hal 15
H. Supran (Suara NTB/dok)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Sudah Lama Disewakan SEJUMLAH warga penerima bantuan lapak di Pantai Ampenan diduga menyewakan lapaknya kepada pedagang lain. Padahal menyewakan lapak tersebut merupakan praktik ilegal karena lapak maupun tanah tersebut bukan milik pribadi melainkan milik Pemkot Mataram. Dugaan praktik sewamenyewa ini diduga telah berlangsung lama. Demikian disampaikan Lurah Ampenan Tengah, Hasbullah kepada Suara NTB, Jumat (11/8). Ia mengatakan praktik tersebut telah berlangsung sebelum ia menjabat Lurah Ampenan Tengah. “Jadi yang menyewakan itu sebelum saya di sini (Ampenan Tengah). Sudah lama itu. Saya temukan sudah begini,” jelasnya. Hasbullah juga mengaku tak mengetahui bagaimana awalnya hingga pedagang menyewakan lapaknya kepada pedagang lain. Ia juga tak mengetahui isi perjanjian pedagang penerima bantuan dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram saat itu (sekarang Dinas Perdagangan). Bantuan lapak tersebut diserahkan kepada pedagang pada 2013 lalu. Saat itu salah satu persyaratannya ialah dilarang menjual atau menyewakan. Pedagang yang berjualan di sekitar Pantai Ampenan disebutkan Hasbullah tidak hanya berasal dari wilayahnya, tapi juga berasal dari kelurahan sekitarnya seperti Banjar, Bintaro dan Dayen Peken. Selain itu bahkan ada pula yang berasal dari Lombok Barat namun tidak menetap. Pedagang dari Lombok Barat ini tidak berjualan di lapak, melainkan di luar. “Saya temukan waktu pendataan itu,” ujarnya. Total pedagang secara keseluruhan sebanyak 46 orang. Pemkot Mataram akan segera membongkar puluhan lapak pedagang karena lahannya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Pedagang pun untuk sementara akan dipindah ke tempat lain. Hasbullah mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana tersebut. “Sudah lama sosialisasinya, (pedagang) sudah dipanggil sama Pak Camat karena ini kan komandonya dari Pak Wakil (Walikota) diserahkan ke Pak Camat,” kata dia. Relokasi pedagang setelah lapak sementara disiapkan Pemkot Mataram. Terkait proyek penataan Pantai Ampenan yang akan segera dimulai, Hasbullah mengatakan masyarakat sekitarnya sangat menyambut baik dan mendukung. Karena dengan adanya penataan, dampak positif akan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Tidak ada masalah karena sejak jauh hari kita sudah sosialisasikan dengan Balok Tuan (Badan Pengelola Kota Tua Ampenan),” jelasnya. (ynt) Hasbullah (Suara NTB/dok)
Ganggu Pelayanan Kesehatan KETUA Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., menyayangkan proyek Alkes (alat kesehatan) dan pengadaan obat-obatan, belum ditender. “Makanya saya selalu minta kepada TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) mana anggaran yang belum dieksekusi, tolong dipercepat,” katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin. Karena bagaimanapun, Alkes dan obat - obatan itu untuk kepentingan masyarakat. Kemampuan SKPD dalam menyerap anggaran, akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Komisi yang membidangi masalah kesehatan ini. “Untuk anggaran selanjutnya bisa saja kita kurangi,” ujar Muhir. Karena akan menjadi sia-sia SKPD diberikan anggaran besar tapi tidak mampu dieksekusi. Untuk itu, dalam membagikan anggaran ke masing-masing SKPD, TAPD harus betul-betul melihat mana SKPD yang benarbenar mau bekerja atau sebaliknya. Karena jangan sampai, setelah diberikan anggaran, justru tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi Alkes dan obat-obatan, sangat berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat. ‘’Karena orang sakit itu tidak bisa ditunda-tunda,’’ cetusnya. Politisi Golkar ini mengkritik kinerja Dinas Kesehatan Kota Mataram yang dianggap sangat terlambat dalam melakukan eksekusi anggaran. Tidak heran kalau Dikes menjadi salah satu SKPD dengan realisasi anggaran paling rendah. Komisi IV, demikian Muhir meminta Walikota maupun TAPD untuk melakukan evaluasi SKPD dengan realisasi anggaran yang masih minim. Anggota Dewan dari dapil Cakranegara ini tidak menampik kinerja yang minimnya, berkaitan dengan SDM pejabat di sana. ‘’Kemampuan mereka untuk mentelaah. Apa sebabnya sampai mereka itu realisasi anggaran, mau ABT saja baru sekian persen,’’ sesalnya. Untuk itu, lanjut Muhir, pihaknya menyarankan TAPD untuk mengurangi anggaran bagi SKPD yang terbukti tidak dapat menggunakan anggaran yang telah diberikan pemerintah. Ketua DPW PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) NTB ini menegaskan, belum terlaksananya tender pengadaan Alkes dan obat-obatan ini jelas akan sangat mengganggu pelayanan di pusat-pusat kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit. Terlebih dengan pemutusan kerjasama antara BPJS dengan sejumlah rumah sakit swasta, berakibat pada terjadinya penumpukkan pasien di rumah sakit milik pemerintah. ‘’Disanalah peran dari pemerintah daerah terhadap BPJS. Demikian pula BPJS jangan semenamena juga,’’ katanya. Karena bagaimanapun, rumah sakit pemerintah tidak m a m p u menampung sem u a p a sien. (fit) H. Muhir (Suara NTB/fit)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Izin Empat Retail Modern Diduga Dimainkan
Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram kembali menerbitkan izin empat retail modern. Padahal telah disepakati untuk melakukan moratorium. Terbitnya izin empat retail modern yaitu dua di Jalan AA. Gde Ngurah Cakranegara, satu di Jalan Panca Usaha, dan satu lainnya di Rembiga diduga ada permainan. Informasi yang dihimpun Suara NTB, penerbitan izin empat retail modern ini terjadi pembahasan cukup alot di internal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Mataram. Bahkan, salah satu kepala bidang enggan menandatangani izin yang diajukan sang pengusaha dengan alasan moratorium tersebut.
Kendati demikian, izin tersebut lolos begitu saja. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa mengklaim permohonan izin yang diajukan oleh pemilik retail modern itu sudah sejak lama. Dan, itu sudah disetujui oleh tim terutama dari Dinas Perdagangan.
Saat ini, ia masih menunggu apakah benar sudah dilakukan moratorium pasar modern di Kota Mataram. Sehingga, dasar itu dijadikan sebagai bukti kepada pemohon. “Kan belum ada moratorium,” kata Cokorda. Secara detail, Cok sapaan akrabnya tidak mengetahui bentuk kajian retail modern tersebut. Apakah pemerataan
di lokasi atau melihat dampak sosial ekonomi masyarakat. Ia membantah adanya permainan dikeluarkannya empat izin tersebut. Menurutnya, persyaratan dan permohonan diajukan pemohon sesuai mekanisme. Disamping itu, tim yang terdiri dari 13 SKPD juga mengkaji. “Sepanjang permohonan jelas, lengkap dan benar. Iya, kita layani,” tuturnya. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri juga membantah adanya permainan diterbitkannya izin empat retail modern tersebut. Ia mengaku jika pengurusan izin telah lama diajukan oleh pemo-
hon. Hanya saja, pemiliknya mencari lokasi yang tepat untuk membuka usaha mereka. “Izinnya itu masuk Februari Maret,” kata Alwan. Ia menegaskan, Pemkot Mataram sudah melakukan moratorium terhadap pasar modern. Pengajuan izin bisa dilakukan setelah hasil kajian rampung dikerjakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Mataram. Pihaknya akan menutup paksa bilamana ada retail modern berani membuka tanpa mengantongi izin. “Silahkan saja kalau mau buka. Nanti kita tutup paksa,” tegasnya. (cem)
Tanggulnya Terbaik
Abrasi Ampenan Makin Parah
(Suara NTB/ynt)
PELUK - Salah seorang JCH lansia memeluk Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana setelah sebelumnya juga memeluk dan mencium Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat acara pelepasan di Halaman Kantor Walikota, Jumat (11/8) pagi.
Petugas Haji Jangan Malas Layani JCH Mataram (Suara NTB) Sebanyak 450 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram dilepas secara resmi oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pada Jumat (11/8) pagi. Mereka akan bertolak ke Tanah Suci melalui Jeddah pada Sabtu (12/8) siang langsung dari Lombok International Airport (LIA) setelah semalam menginap di Asrama Haji NTB. Selain 450 JCH, rombongan kloter pertama embarkasi Lombok ini juga disertai dengan lima petugas haji daerah. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengimbau kepada para petugas haji agar jangan malas melayani para JCH. Mereka pun diminta agar memberikan pelayanan terbaik kepada para JCH. “Kepada petugas haji kami mohon agar benar-benar memperhatikan (JCH) baik para pembimbing ibadah haji maupun para tenaga kesehatan. Jangan
malas-malas,” imbaunya. Ia pun meminta kepada para ketua kelompok maupun ketua rombongan agar gesit melapor kepada petugas kesehatan jika ada anggota dari kelompok atau rombongan yang sakit. Dengan demikian yang bersangkutan dapat langsung ditangani. Ahyar pun mengimbau kepada seluruh JCH untuk menjaga kesehatan, terlebih saat ini cuaca di Tanah Suci terbilang ekstrem. Khususnya kepada para perokok yang disebutnya sebagai ahli hisap agar mengurangi kebiasaan merokoknya. “Bagi yang ahli hisap agar dikurangi. Menjaga kesehatan sangat penting,” pesannya. Tiap tahun disampaikan Ahyar Pemkot Mataram bekerja sama dengan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kota Mataram selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para JCH. Selain memberikan ban-
tuan bimbingan manasik haji, beberapa bantuan kelengkapan para JCH juga diberikan termasuk vaksinasi gratis. Perjalanan ibadah haji akan mempertemukan para jemaah dengan jemaah lain dari berbagai penjuru dunia yang berbeda etnis, warna kulit, budaya, maupun perilaku. Para JCH akan menemukan ujian dalam berkomunikasi dengan jemaah dari berbagai negara ini karena itulah Ahyar berpesan agar para JCH selalu bersabar. “Modalnya sabar karena banyak sekali ujiannya. Mudahan JCH Kota Mataram jadi contoh bagi jemaah lainnya,” pesannya. Ahyar juga mendoakan keselamatan perjalanan para JCH dan kelancaran dalam menjalankan rukun Islam kelima bagi umat Islam itu. “Selamat perjalanan, bisa menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan saat kembali kepada keluarga bisa menjadi haji mabrur,” doanya. (ynt)
Mataram (Suara NTB) Abrasi di pesisir Kota Mataram nampaknya semakin parah. Salah satunya di sekitar Pantai Ampenan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya air laut masih cukup jauh dari tanggul yang dibangun di sekitarnya, kini telah mendekati di sekitar tanggul. Hamparan pasir yang dulunya masih bisa dijadikan tempat bermain di pinggir pantai kini telah tertutup air laut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengklaim tanggul yang dibangun di sepanjang Pantai Ampenan merupakan tanggul terbaik jika dibandingkan di wilayah pesisir lainnya sehingga belum ada program penanganan abrasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura. Kendati bagian bawah tanggul ada yang berlubang, namun menurutnya konstruksi tanggul masih kuat menahan hantaman ombak. “Alhamdulillah kalau di sini sudah bagus ini. Sepanjang pantai ini yang terbagus. Yang bolong itu hanya bawahnya saja,” ujarnya. Sebenarnya diterangkan
Mahmuddin struktur utama tanggul menancap kuat ke dalam dan menggunakan pancang. “Makanya ini paling tahan ini. Yang lain itu ambruk semua,” ujarnya. Karena dinilai cukup kuat, maka penanganan abrasi di wilayah Pantai Ampenan dianggap tak perlu. “Kalau daerah sini tak perlu karena biaya juga cukup besar,” jelasnya. Biaya penanganan abrasi atau pembangunan tanggul cukup besar dan Pemkot Mataram tak bisa hanya mengandalkan APBD. Sehingga harus meminta bantuan pusat. Pembangunan tanggul juga seharusnya dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS). “BWS kan leading sector kerjanya ialah sungai dan pantai,” jelasnya. Dalam rangka penataan Pantai Ampenan, rencananya Pemkot Mataram juga akan membuat lesehan di atas tanggul. Mahmuddin mengatakan pemerintah provinsi juga berminat membiayai pembangunan lesehan ini. Jika akan dibangun lesehan, maka tanggul akan dilebarkan sampai 2 meter. “Jadi dicor dua meter dan kita lihat apakah hanya sepanjang areal ini atau dipotong,” ujarnya. (ynt)
(Suara NTB/ynt)
TANGGUL - Wisatawan lokal duduk di atas tanggul Pantai Ampenan sembari menikmati panorama sekitarnya.
28 JCH Adalah Lansia Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 450 JCH dan lima petugas haji akan berangkat ke Tanah Suci Sabtu (12/8) siang ini,
setelah sebelumnya pada Jumat (11/8) pagi kemarin dilepas secara resmi oleh Walikota Mataram dan semalam menginap di
(Suara NTB/ynt)
BANTU - Anggota Satpol PP Kota Mataram membantu mendorong kursi roda salah seorang JCH yang akan menaiki bus menuju Asrama Haji NTB di kawasan lingkar selatan, Sekarbela.
Asrama Haji NTB. Ratusan JCH ini masuk kloter pertama embarkasi Lombok. Dari 450 JCH tersebut, sebanyak 28 orang masuk kategori lanjut usia (lansia) dengan usia mulai dari 75 tahun90 tahun. Sementara dua JCH menggunakan kursi roda. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Burhanul Islam ditemui usai pelepasan JCH. “Kita berharap dengan kondisi seperti ini insyaallah semua jemaah kita dalam keadaan sehat-sehat. Tidak ada yang tertunda, tidak ada yang ditolak di asrama haji,” harapnya mengingat tahun lalu ada satu JCH yang gagal berangkat kendati telah masuk asrama haji dikarenakan sakit. Burhanul mengatakan se-
mua lansia tersebut memiliki pendamping yang akan menjaganya selama proses ibadah haji. Ada juga satu orang JCH lansia yang didampingi langsung anggota keluarganya. Bagi JCH yang menggunakan kursi roda, mereka telah membawa sendiri kursi roda yang dimasukkan di dalam koper bagasi. Kursi roda yang digunakan saat pelepasan hanya digunakan sampai di BIL. “Kursi roda yang sampai asrama haji akan kembali dan sampai bandara. Nanti di Tanah Suci pakai kursi roda yang dibawa di dalam bagasi,” jelasnya. Terkait kondisi cuaca di Tanah Suci, berdasarkan surat terakhir yang diterima dari Kemenag RI, Burhanul mengatakan kondisinya masih ekstrem. Karena itu
JCH diimbau agar mengenaikan pakaian ihram mulai dari asrama embarkasi. “Begitu nanti di atas pesawat, di daerah yang namanya Yalamlam di sanalah dipasang niatnya untuk ihram apakah ihram untuk umrah atau ihram untuk haji. Itu imbauan resmi dari Kementerian Agama,” jelasnya. Saat pelepasan kemarin, ada juga salah seorang JCH yang dibawa ke asrama menggunakan ambulans karena diduga mengalami gejala stroke. “Mudah-mudahan jangan jadi pengahmbat tidak jadi berangkat. Tapi insyaallah kalau kita lihat dari kondisi fisiknya insyaallah sehat,” ujarnya. Selain itu ada juga JCH yang ditandu menuju bus karena sesak nafas. (ynt)
Semangat Berhaji, JCH Lansia Minta Tim Medis Tetap Mengontrol Pemandangan berbeda terlihat di halaman kantor Walikota Mataram. Ratusan orang duduk rapi dengan pakaian serba putih. Sementara, di luar masyarakat menyemut menyaksikan pelepasan jemaah calon haji (JCH) kloter pertama embarkasi Lombok. SUASANA haru menghiasi pemberangkatan 450 CJH Kota Mataram. Tetes air mata disambut isak tangis keluarga mengiringi pelepasan. Ada yang saling peluk, mencium tangan bahkan melambaikan tangan dari kejauhan. Sorot mata justru tertuju dari JCH usia lanjut. Meski usia mereka di atas 61 tahun, tapi semangat melaksanakan rukun islam yang terakhir tetap terpancar. Data Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, dari 650 CJH yang berangkat tahun ini. Sebanyak 147 orang CJH di atas usia 61 tahun. Sementara, 404 orang berusia 41 - 61 tahun. Sisanya, 102 orang berusia 12 -
41 tahun. Hamidah. Salah seorang JCH asal Kelurahan Bertais masuk kategori usia 61 tahun ke atas. Usia tak lagi jadi penghalang baginya untuk melaksanakan ibadah. Di atas kursi rodanya, ia tetap semangat mendengarkan arahan panitia pelaksana ibadah haji. Hamidah telah berusia 84 tahun. Sembilan tahun, ia menunggu antrean untuk berangkat menuju Mekkah dan Madinah. Sebuah harapan yang ditanamkan sejak lama. Dalam benaknya hanya satu tekad yaitu melaksanakan rukun haji dengan sempurna. Dengan suara kecil, ia menuturkan akan semangat melak-
sanakan ibadah haji. Dibantu oleh anak dan cucunya seluruh rukun akan dikerjakan. “Insya Allah tetap semangat,” tuturnya, Jumat (11/8). Ini kata dia, merupakan kesempatan pertama setelah bertahun - tahun menunggu jadwal pemberangkatan. Sebuah pengharapan panjang sehingga akan memanfaatkan ibadah ini sebaik baiknya. Meskipun demikian, di hati Hamidah masih tersirat kekhawatiran akan kesehatannya. Ia meminta tim medis memperhatikannya ketika berada di Tanah Suci Mekkah. “Sering - sering dijenguk saja,” pintanya. Selain Hamidah. JCH lainnya yaitu Rabitah warga Lendang Lekong Kelurahan Turida Kecamatan Sandubaya. Usianya genap 90 tahun. Untuk menunaikan ibadah haji, ia harus menunggu selama sembilan tahun.
Walaupun kondisi fisiknya sudah tidak sekuat JCH lainnya. Tetapi, ia tetap semangat melaksanakan segala rukun haji. “Insya Allah tetap semangat menunaikan haji,” jawabnya.
Rabitah menunaikan ibadah haji bersama cucunya. Ia sadar dengan kondisinya saat ini, sehingga menaruh harapan kepada cucunya untuk menuntun saat berada di Mekkah. (cem)
(Suara NTB/cem)
LANSIA - Rabitah JCH yang berusia 84 tahun didorong menggunakan kursi roda oleh anaknya. Meski berusia senja tapi tetap semangat melaksanakan ibadah haji.
EKONOMI DAN BISNIS
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
(Suara NTB/yon)
Halaman 3 (Suara NTB/bul)
KUNJUNGI PETANI GARAM - Anggota Komisi XI DPR-RI Dapil NTB H. Wilgo Zainar saat melakukan kunjungan ke petani garam di Wlayah Keruak, Lombok Timur.
Ditanami 1.250 Hektar Bawang Putih SEBELUM akhir tahun ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menginginkan lahan pertanian di Sembalun, Lombok Timur ditanami bawang putih pada lahan seluas 1.250 hektar. Ada potensi penanaman seluas 4.000 hektar di sana. Dengan luas yang biasanya dimanfaatkan oleh petani tak lebih dari 500 hektar. Karena itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si menargetkan penanaman seluas 1.250 hektar hingga akhir tahun ini. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan jatah dukungan untuk memproduksi bawang putih di lahan seluas 10.000 hektar di NTB. Husnul Fauzi mengatakan, sementara di tahun ini hanya menggarap 1.250 hektar dimaksud. Target 10.000 hektar yang diperintahkan oleh Menteri Pertanian hanya memungkinkan dilaksanakan pada 2018 mendatang. “Swasembada bawang putih dihajatkan 60.000 hektar di Indonesia. 10.000 hektar ditugaskan ke NTB. 4.000 hektar di Sembalun, 6.000 hektar sangat memungkinkan di Bima. Bahkan perhitungan saya kita bisa 12.000 hektar,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada kedatangannya di Sembalun 24 Mei lalu, bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Menteri PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo sangat bersemangat untuk mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun. Dari Sembalun, Menteri Pertanian menargetkan bawang putih ditanam di lahan seluas 10.000 hektar di NTB. Sepuluh persen dari dari target tanam nasional seluas 100.000 hektar yang ingin dicapai pada 2018 mendatang. Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan, baik dalam bentuk bibit, maupun sarana dan prasarana pendukung. Mentan memiliki ekspektasi besar untuk mewujudkan mimpinya dari NTB. Andi waktu itu secara terbuka mengakui bahwa NTB adalah provinsi yang memiliki kekayaan potensi sumber daya alam yang luar biasa bila dikelola dan dikembangkan dengan baik. Sembalun adalah sentra pertanian khusus, yang memiliki karakteristik alam yang sangat mendukung untuk mengembangkan bawang putih. Untuk mendukung produksi bawang putih di provinsi ini, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) juga akan ikut mengembangkan sebanyak 100 ton benih bawang putih. Inipun tugas yang diemban dari Kementerian Pertanian. (bul)
Petani Garam Dikuasai Tengkulak Mataram (Suara NTB) Anggota Komisi XI DPR-RI Dapil NTB, H. Wilgo Zainar, SE., MBA., menyorot krisis dukungan industri keuangan kepada petani garam. Hal ini menjadi celah bagi tengkulak menguasai kaum identik marginal ini. Wilgo menyebut salah satu kunjungan yang dilakukan ke sentra produksi garam di Ketapang Raya wilayah Keruak, Lombok Timur. Terungkap bahwa produsen garam tradisional di sana dikuasai tengkulak. Terdapat 200 hektar potensi lahan garam, hanya saja yang dimanfaatkan tak lebih dari 10 persen. Mantan Ketua DPD Partai Gerinda NTB ini mengaku
melakukan kunjungan, terkait isu garam yang sempat menjadi trending topic nasional, hingga adanya kebijakan impor. “Hanya 10 persen yang produktif, karena faktor harga garam yang hancur-hancuran,” katanya, Jumat (11/8) kemarin. Peran tengkulak ini menyiapkan kebutuhan finansial kelompok masyarakat produsen garam di sana. Bahkan tengkulak dimaksud mendatangkan garam dari Bima untuk diproduksi menjadi garam halus di Ketapang Raya. Hasil produksi itulah yang dibeli kembali, dengan harga yang ditentukan sendiri oleh tengkulak. Persoalan ini menurutnya miris, melihat kondisi
para produsen garam yang demikian beratnya secara ekonomi. Karena itu, Anggota Badan Anggaran DPR-RI ini mendorong perbankan atau industri keuangan umumnya, untuk masuk dan memangkas peran tengkulak. Agar petani garam bisa menikmati hasil yang diharapkan. Ia berencana akan memfasilitasi para petani garam untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar bisa terlepas dari pengaruh tengkulak. “Di Ketapang Raya Keruak itu saja ada 26 kelompok. Satu kelompok ada 10 orang. Mereka-mereka ini hitungannya hanya ngambil upah dari
tengkulak ini. Karena harga sudah ditentukan sendiri, kasian melihat mereka,” ujarnya. Persoalan lain yang dilihat adalah minimnya dukungan untuk perbaikan ladang garam. Dari 200 hektar potensi lahan garam ini, hanya 10 persen yang bisa dioptimalkan karena pengaruh sedimentasi yang tinggi sehingga berkibat aliran air yang tidak baik. Harapan yang disampaikan petani garam ini, katanya, pemerintah bisa memfasilitasi mereka untuk melakukan pengerukan menggunakan alat berat. Karena itu, H. Wilgo juga mengharapkan Dinas PU untuk memberikan perhatian. Permintaan petani garam, po-
tensi seluas 200 hektar tersebut bisa dikeruk hanya dalam waktu seminggu. Karenanya, perlu dikerahkan eksavator. Belum lagi para petani garam terbatas alat-alat produksi yang masih sangat tradisional. Wajar kalau petani garam terus dikungkung kemiskinan. Lebih-lebih harga garam sangat rendah. “Makanya saya sampaikan ke fraksi dan kita bahas untuk kita sampaikan ke komisi IV yang membidanganinya. Jangan ada impor garam harusnya, dan perlu ada Harga Eceran Tertinggi (HET). Kita akan bahas, karena ini menjadi persoalan kita bersama,” ujarnya. (bul)
Husnul Fauzi (Suara NTB/dok)
PLN Siapkan Promo Spesial Bulan Kemerdekaan Mataram (Suara NTB) Merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-72, PLN memberikan kado istimewa bagi pelanggan dan calon pelanggan di seluruh Indonesia melalui promo Gebyar Kemerdekaan 2017 yang berlaku dari 8 Agustus hingga 21 September 2017. Selama 45 hari periode promosi ini, PLN memberi potongan biaya sebesar 17% untuk permohonan dan pembayaran biaya penyambungan (BP) pasang baru mulai tanggal 8 Agustus hingga 21 September 2017, dengan daya mulai 450 Volt Ampere (VA) hingga 197 kilo Volt Ampere (kVA). Khusus bagi calon pelanggan yang melakukan permohonan dan pembayaran pada tanggal 8 hingga 31 Agustus 2017, PLN memberikan tambahan lagi diskon sebesar 8% dari biaya penyambungan yang telah dikenakan diskon 17%. Untuk di Provinsi NTB, melalui program ini, PLN juga berharap dapat mendorong peningkatkan rasio elektrifikasi. Hingga Bulan Juni 2017 rasio elektrifikasi di NTB telah mencapai 80,6 persen. “Kita terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi, harapannya dengan kemudahan ini masyarakat yang belum berlistrik bisa daftar untuk penyambungan baru, sehingga rasio elektrifikasi bisa terus meningkat,” Kata Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah NTB, Deddy Hidayat dalam keterangan resminya. Pada tahun 2019, rasio elektirifikasi NTB ditargetkan mencapai 92,75 persen pada 2020. Meskipun demikian, PLN merasa optimis rasio elektrifikasi NTB akan mencapai 95 persen pada tahun 2019. “Setiap tahunnya kita selalu di atas target yang diberikan. Oleh karena itu kita optimis rasio elektrifikasi di atas 95 persen pada 2020,” imbuhnya. Tidak hanya memberi diskon biaya penyambungan baru, PLN juga memberi harga khusus bagi pelanggan yang ingin mendapatkan layanan penyambungan sementara pada 8 Agustus hingga 21 September 2017, yang dapat digunakan untuk rangkaian pesta perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelanggan cukup membayar Rp 170.845 saja untuk mendapatkan sambungan listrik sementara selama periode promosi. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan daya listrik lebih dari 80 kilo Watt hour (kWh) dan selebihnya dapat diisi ulang. Permintaan sambungan listrik sementara ini dibatasi sampai daya maksimum 5.500 VA. Bagi pelanggan yang ingin menikmati promo Gebar Kemerdekaan 2017 dapat langsung mendaftar ke Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui ponsel (kode area+123), telepon 123, email pln123@pln.co.id, Twitter @pln_123, Facebook PLN 123, dan website www.pln.co.id. (bul)
KPP Incar Investor Asing Gili Matra Giri Menang (Suara NTB) Kantor Pajak Pratama (KPP) Mataram Timur masih kesulitan menemui para pemodal asing yang memiliki unit bisnis di Gili Meno, Trawangan dan Air (Gili Matra). Karenanya, berbagai strategi dilakukan untuk menjaring potensi pajak yang disasar. Beberapa pemilik usaha di Gili Matra, kata Kepala KPP Mataram Timur, Teguh Imam Basuki sulit ditemui karena memiliki usaha dan domisili di tempat lain. Meskipun ada perwakilannya orang pribumi, keputusan pembayaran pajak tetap menjadi kewenangan pemilik. “Usahanya di sini (NTB), dia tinggal di Bali. Itu yang membuat kita sulit menemuinya,” ujarnya. Teguh ditemui usai membuka kegiatan iklusi kesadaran pajak di SMP Negeri 1 Gunung Sari, Lombok Barat menyebut, untuk lebih mudah menjumpai pemodal asing itu, kantor pajak melakukan kerjasama dengan stakeholder yang ada di Gili Matra. Mereka akan memberikan informasi keberadaan pemodal asing ini. Selain itu, kantor pajak akan melakukan kerjasama dengan Imigrasi untuk menjaring potensi pajak dari pemodal-pemodal asing yang menjalankan usahanya kawasan-kawasan pariwisata. “Data mereka (pemodal asing) sudah ada kita pegang,
(Suara NTB/bul)
Teguh Imam Basuki tinggal ketemunya. Karena orang lokal yang dia suruh, tidak bisa memberikan keputusan, hanya sebatas menyampaikan,” imbuhnya. KPP Mataram Timur wilayahnya Lombok Barat dan Lombok Utara. Tahun ini target penerimaan yang harus diserap sebesar Rp 340 miliar, dan saat ini baru terserap hanya 129,4 miliar (setara 40 persen). Ada 25 ribuan Wajib Pajak (WP) potensi yang wajib menyampaikan Surat
Produk Levi’s Diskon hingga 50 Persen Mataram (Suara NTB) Bagi pencinta produk Levi’s, saat ini Levi’s kembali memanjakan para pencintanya dengan produk-produk koleksi terbaru. Produk itu bisa didapatkan di seluruh Levi’s Store di Indonesia. Berbagai variasi koleksi seperti 501, 505, Commuter, Coolmax, MIJ dan juga tidak ketinggalan produk untuk wanita yaitu Revel, 501CT dan Lot 700 serta berbagai varian atasan untuk pria dan wanita dapat diperoleh di semua Levi’s store di Indonesia. Beberapa diantaranya tengah ada diskon hingga 50 persen. “Beberapa produk sedang ada diskon hingga 50 persen. Ada juga yang diskon 20 dan 30 persen,” kata Manajer Toko Levi’s Lombok, Fatimatuzzahra. Diskon ini dinamakan program End Season Sale di semua Levi’s Store. Telah dimulai sejak tanggal 4 Agustus
(Suara NTB/lin)
LEVI’S - Gerai Levi’s yang ada di Lombok Epicentrum Mall. sampai dengan 24 Agustus Bukan hanya jeans, namun 2017. Pecinta Levi’s akan di- ada pula kaos o’blong, jaket manjakan dengan banyak dis- dan lainnya. “Kami ingin memberikan kon yang telah disediakan.
kejutan kepada pecinta Levi’s dengan memberikan diskon. Kami berharap pelanggan kami merasa senang dengan adanya diskon ini,” ujarnya. Menurut Zahra, End of Sale adalah salah satu program yang senantiasa ditunggu oleh masyarkat terutama oleh para pencinta produk Levi’s. Dan untuk memenuhi keinginan para pencinta Levi’s, pihaknya telah menyediakan berbagai koleksi produk Levi’s baik atasan, bawahan dan juga aksesori. Diskon khusus yang diberikan adalah berkisar antara 20% sampai 50% untuk barang seleksi atau barang khusus. “Jadi, untuk para pencinta produk Levi’s yang ingin menambah koleksinya bisa segera mendatangi Levi’s Store Lombok Epicentum Mall,Lt-GF #62 A-B Lombok. Jl Sriwijaya No.333, Mataram,” kata Zahra. (lin)
Pemberitahuan Tahunan (SPT). Sejumlah potensi inilah yang dioptimalkan penagihan pajaknya. Meskipun sebagian besarnya adalah porsi penerimaan pajak dari APBD. Diluar pajak yang disetorkan oleh bendara pemerintah ini, Teguh mengatakan, melanjutkan strategi dari Kanwil Pajak Nusa Tenggara. Bahwa seluruh potensi dimaksud, harus didatangi satu persatu, apakah besaran pajak yang disetorkan sudah sesuai dengan potensi pajak yang dihitung. “Kita datangi satu-satu, baik UMKM dan pengusaha besarnya. Kalau ada setorannya yang kurang, kita imbau lagi dan dilakukan perbaikan bersama. Demikian juga untuk pengusaha asing ini, kita datangi satu persatu, di Gili Trawangan milsanya, petugas kita dua minggu di sana, pindah lagi ke tempat lain. Hal ini untuk mengoptimalkan penerimaan sesuai potensinya,” demikian Teguh. (bul)
Jumat, 12
Kepala Pasar ACC Tolak Rencana Revitalisasi Pasar Mataram (Suara NTB) Kepala Pasar ACC Ampenan, Malwi menolak rencana Pemkot Mataram khususnya Dinas Perdagangan melakukan revitalisasi pasar tradisional di Kota Tua Ampenan tersebut. Menurutnya, pasar yang dulunya jadi primadona masyarakat Ampenan hanya butuh penataan. “Ini dulu kan pasar sejarah. Jadi tidak perlu direvitalisasi,” tegas Malwi, Jumat (11/8). Malwi memberikan gambar bahwa kondisi Pasar ACC sudah over kapasitas. Pedagang jumlahnya 500 orang. Sementara, ruang disiapkan untuk pedagang tidak memadai. Isu revitalisasi ini membuat pedagang resah. Mereka berpikir tidak akan mendapatkan lokasi, termasuk mengancam nilai sejarah dari pasar tersebut. “Dulu kan ini primadona masyarakat Ampenan,” kata dia. Menurutnya, butuh polesan sedikit sehingga Pasar ACC terlihat lebih indah. Daripada menghabiskan anggaran besar, tetapi menghilangkan nilai sejarah. Dari hasil pendataan terhadap pedagang 300 ternyata 100 persen merupakan warga Kota Mataram. Berbeda halnya di Pasar Kebon Roek 70 persen merupakan warga dari Lombok Barat. Sebenarnya, ia sudah meminta agar eks Barata yang menjadi milik Pemkot Mataram dipergunakan untuk para pedagang. “Lebih baik tempat Barata itu dipakai,” tuturnya. Malwi mendata dari 500 pedagang hanya 300 orang yang memiliki izin. Sedangkan, sisanya yang berjualan di luar sifatnya sementara. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Perdagangan segera menata bukan merevitalisasi agar pedagang memiliki tempat yang representatif. (cem)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Kawal Proyek Pantai Tebing KOMISI II DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta agar Inspektorat ikut mengawal proyek Pantai Tebing, Dusun Montong Pal, Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Permintaan tersebut dilayangkan Komisi II seiring aparat penegak hukum telah mengecek proyek tersebut. Di samping itu, substansi bahwa proyek tersebut diduga dikerjakan kontraktor tanpa mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK). “Fakta bahwa proyek itu sudah dikerjakan tanpa SPK, itu dari sisi hukum. Tetapi menyangkut pembayaran, adalah soal uang daerah, (Suara NTB/dok) dan itu harus ada SPK,” ceTusen Lasima tus Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima, SH., kepada Suara NTB, Jumat (11/8). Setengah berkelakar, Tusen memberi jempol kepada kontraktor yang membangun penataan Pantai Tebing tanpa uang APBD. Ia melihatnya sebagai kontribusi positif atas pembangunan daerah. Namun karena proyek tersebut juga telah tertuang di DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, maka menurut Tusen, sudah seharusnya mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa (tender/PL). “Maka jalan tengah terbaik adalah selesaikan SPK dan pekerjaan harus sesuai dengan SPK. Sudah sesuai dengan itu, baru terjadi pembayaran. Saya kira bisa saja itu dibayarkan tapi selesaikan dulu SPKnya,” papar Tusen. Menyangkut potensi hukum atas pembayaran proyek tanpa SPK tersebut, Politisi PDIP Lombok Utara ini mengelak mengomentari. Baginya Aparat Penegak Hukum lebih paham akan hal itu. Hanya saja, ia berharap agar SKPD lain - termasuk Dibudpar KLU tidak mengulangi pengerjaan paket-paket kegiatan Penunjukan Langsung (PL) dikerjakan sebelum ada SPK. Terlebih lagi, kasus Proyek Pantai Tebing telah diketahui publik, di mana PPKnya mengundurkan diri. Tusen melihat ada “masalah” pada persoalan pengunduran diri PPK dimaksud. “Kontraktor sudah punya niat baik mengerjakan proyek sesuai petunjuk gambar, cuma memang SPK belum diberikan, itu juga masalah. Idealnya memang harus ada dulu (SPK),” ucapnya. Ia berharap pula, diatensinya paket Pantai Tebing oleh APH menjadi pelajaran berharga bagi seluruh SKPD. Bilamana secara administratif dan regulasi langkah Disbudpar melanggar ketentuan, Tusen meminta Inspektorat tegas. “Mungkin ada teguran seperti surat peringatan keras dari Inspektorat. Supaya tidak terulang kembali,” demikian Tusen. (ari)
SUARA PULAU LOMBOK
Lotim Pastikan Tidak Kena Sanksi Penyaluran DAK Fisik Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) sudah memenuhi batasan waktu mengenai laporan terkait laporan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2017. Diakui ada batasan waktu diberikan sampai dengan 31 Juli 2017 dan hal ini sudah dipenuhi Pemkab Lotim melalui sistem online monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berdasarkan proses yang sudah dilalui jajaran Pemkab Lotim dipastikan tidak akan kena sanksi penyaluran DAK Fisik triwulan ke dua yang besarannya 25 persen dari total pagu untuk Lotim sebesar Rp 226,09 miliar. “Kita sudah menyampaikan laporan melalui sistem OM SPAM itu,” tegas Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pegelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Hasni saat dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (11/8) kemarin. Sesungguhnya secara sistem tidaklah terlambat. Hanya saja, fisik laporan memang disampaikan pada hari berikutnya. “Fisik
laporan itu kita sampaikan hari Senin,” tuturnya. Akan tetapi, ada surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga yang sudah menginformasikan laporan diperpanjang waktunya sampai dengan 31 Agustus 2017. Hal ini tertuang dalam surat Kemenkeu Nomor S-450/PMK/ 2017 tentang perihal penyaluran DAK fisik triwulan II. Surat Kemenkeu itu pun diterima Pemkab Lotim 21 Juli 2017 lalu. “Tidak ada sanksi saya kira untuk triwulan I ini, karena kami menyampaikan laporan sesuai aturan terbaru kan masih ada waktu,” ungkap Hasni menegaskan.
Tinggal kemudian, laporan itu sendiri sesuai aturan terbarunya yang harus melampirkan hard copy di-scan untuk dikirim melalui OM SPAM. “Ini OM SPAM -nya baru dibuka setelah perubahan ke peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru,” urainya. PMK terbaru nomor 115 tentang perubahan Menteri Keuangan terkait batasan waktu sampai dengan tanggal 31 Agustus. Berdasarkan ketentuan yang dibuat Kemenkeu itu diyakinkan kembali, Lotim tidak akan kena sanksi apalagi sampai pemotongan DAK. Dalam waktu dekat, disam-
(Suara NTB/ist)
TUNJUK - Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Remanto (kanan) menunjukkan terduga pelaku pengedar narkoba, Jumat (11/8).
Semarak Penyambutan HUT RI di Labuhan Haji Selong (Suara NTB) Kegiatan penyambutan HUT RI ke 72 di Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim) berlangsung semarak. Di antara kegiatan penyambutan hari kemerdekaan RI digelar sejumlah kegiatan melibatkan semua unsur muspika Kecamatan Labuhan Haji dan seluruh satuan pendidikan di lingkup Kecamatan Labuhan Haji. Plh Komandan Rayon Militer (Koramil) Labuhan Haji, Kapten (Inf) Agil menjelaskan , gerak jalan ini setiap 17 Agustus rutin dilaksanakan. Akan tetapi khusus dalam perayaan kali ini semangat masyarakat sangat antusias dilakukan. Hal itu, katanya, terbukti dengan jumlah peserta yang ikut memeriahkan penyambutan HUT kemerdekaan. Kegiatan digelar mulai Kamis (10/8) lalu dan akan berlangsung sampai puncak acara pada tanggal 17 Agustus 2017 mendatang. “Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir Labuhan Haji tidak lain tujuannya untuk menyambut HUT RI,” ungkap Agil. Gelaran penyambutan hari bersejarah bagi NKRI ini juga ditujukan untuk mengenang jasa para para pahlawan yang sudah
Lomba Gerak Jalan Meriahkan Peringatan HUT RI Ke-72 Selong (Suara NTB) Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72, Pemda Lombok Timur (Lotim) menggelar berbagai lomba, seperti lomba gerak jalan, karnaval dan kegiatan lainnya. Bahkan, Jumat (11/8), lomba gerak jalan indah mulai digelar. Koordinator Lomba Gerak Jalan dan Karnaval peringatan HUT RI ke-72 di Lotim, Drs. M. Zaini mengatakan, lomba gerak jalan indah mulai digelar yang diikuti oleh peserta dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Di mana, masing tingkatan itu terdapat sejumlah tim gerak jalan, seperti untuk tingkat SD sebanyak 64 tim, SMP 26 tim dan SMA sebanyak 23 tim. ‘’Selain untuk tingkat pelajar, juga dilaksanakan gerak jalan indah untuk tingkat SKPD atau umum,’’ ujarnya pada Suara NTB. Selain lomba gerak jalan, untuk mata lomba karnaval juga tidak kalah dari segi jumlah peserta. Disebutkannya, jumlah peserta yang ikut dalam lomba karnaval ini sebanyak 30 peserta, SMP 14 peserta dan SMA 11 peserta serta dari kalangan umum sebanyak 20 peserta. Menurutnya, banyaknya peserta yang terlibat baik dalam lomba gerak jalan maupun karnaval menunjukkan jika partisipasi serta antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT RI cukup tinggi. (yon)
(Suara NTB/rus)
Hasni Selain itu ada untuk pengadaan obat-obatan dan lainnya. Termasuk juga DAK yang dilaksanakan di Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan dinas lainnya. (rus)
mengorbankan jiwa dan raganya hingga menghadiahkan kemerdekaan RI. “Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu kegiatan perayaan HUT RI Ke 72 kali ini jauh lebih semarak,” ungkapnya. Kepala Unit Dikbud Labuhan Suardi, menambahkan, kegiatan memeriahkan HUT RI Ke 72 juga dirangkai kegiatan karaoke lagu nasional, gerak jalan indah tingkat SD, SMP, SMA sederajat yang dilaksanakan lebih awal. Ada juga pawai alagoris TK, SD, SMP SMA dan umum. “Untuk peserta gerak jalan dari tingkat sekolah dasar SD berjumlah 63 regu dan umum 18 regu termasuk kelompok pemuda Karang Taruna,” imbuhnya. Sementara, Camat Labuhan Haji, Rusno mengapresiasi kegiatan penyambutan 17 Agustus 2017. Semangat masyarakat dinilainya sangat luar biasa. Senada dengan Danramil, penyambutan HUT RI ke 72 kali ini Lebih baik persiapannya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari kecamatan sendiri dalam memeriahkan HUT RI yang ke 72 melaksanakan kegiatan lomba bersih desa dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Aspek kebersihan, katanya, menjadi hal penting untuk dijadikan kebiasaan. (rus)
Tanjung (Suara NTB) Polres Lombok Utara kembali menciduk 3 orang pria yang diduga pengedar narkoba. Pengungkapan kasus narkoba pada Kamis (10/8) lalu itu, menambah deretan pengedar narkoba yang berhasil diungkap menjadi 12 kasus pada periode Juli - Agustus 2017 ini. Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai, SH., Jumat (11/8) mengungkap, Polres Lombok Utara melalui jajaran Satnarkoba kembali mengamankan 3 terduga pelaku narkoba. Mereka antara lain, DJ asal Labuhan Haji, Arm asal Selong dan Fat asal Pohgading. Ketiganya diamankan saat mereka berada di kos DJ di Gili Trawangan. DJ sendiri mengaku jika dirinya menjalani profesi sebagai guide dan pernah bekerja di salah satu bar di Gili Trawangan. “Setelah mendapat laporan dari masyarakat, tim Opsnal Polres Lombok Utara bergerak cepat menyisir pelaku. Sehingga pada Kamis sekitar pukul 14.00
wita, 3 orang pelaku langsung diamankan,” ungkap Kapolres. Saat penggedelahan di kamar kos pelaku, Tim Opsnal menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya 4 poket ganja, serbuk putih di duga sabu sebanyak 5 poket , pil diduga inex sebanyak 9 butir dan 1 buah alat hisap (bong). Saat dilakukan penangkapan, tidak ada perlawanan dari pelaku. Hanya saja, aparat sempat kesulitan menemukan barang bukti. Pasalnya, barang-barang tersebut disembunyikan di balik dinding kamar yang ditutup kain. “Barang-barang berada di dalam kamar kos, satu di tas, 2 lagi ditemukan disembunyikan di dinding,” imbuhnya. Atas kasus ini, Polres Lombok Utara akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polres juga akan melakukan uji laboratorium dan melakukan tes urin untuk memastikan apakah ketiga pelaku terlibat mengkonsumsi barkoba atu tidak. (ari)
Pilkada Lotim
Gerindra Anggap Sukiman Cakap dan Layak Selong (Suara NTB) Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Timur (Lotim) Syawaludin menegaskan partainya tetap mutlak akan menjatuhkan pilihan kepada kader untuk maju ke Pilkada Lotim 2018 mendatang. Sampai detik ini katanya, peluang kader dikedepankan untuk menjadi nomor satu di Lotim. Gerindra sudah final untuk kader dan menjadi barang wajib untuk kader. Apalagi kader yang sudah punya elektabilitas tinggi. Kepada Suara NTB, Jumat (11/8) menjelaskan salah satu kader yang sudah serius ingin maju memimpin Lotim kembali adalah H. M. Sukiman Azmy. Bupati Lotim periode 2009-2013 itu dipandang cakap dan layak menjadi orang nomor satu di Lotim. “Kalau saya, tetap masih berkiblat pada keputusan kemarin, di mana Gerindra tetap mengusung kadernya yang terbaik,” tegasnya kembali, seraya menambahkan, selain Sukiman, belum
(Suara NTB/rus)
Syawaludin ada pilihan lain kader yang dianggap memenuhi kriteria kemenangan. H.M. Sukiman Azmy menjadi kader Gerindra sudah lama. Jabatan saat ini adalah Ketua dewan Penasehat Partai Gerindra yang diemban sejak 2013 lalu. Soal siapa pilihan pendamping H.M. Sukiman katanya menjadi ke-
wenangan penuh dari bakal calon bupati tersebut. Jika pasangannya saat ini adalah H. Rumaksi dirinya tidak mempersoalkannya. Mekanisme penentuan pasangan calon dalam Partai Gerindra katanya sistem. Belum dilakukan proses pendaftaran, seperti halnya partai lain. Gerindra masih menunggu petunjuk teknis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Setahu saya, kitalah dari bawah (DPC-red) yang mengusulkan siapa yang berminat dan tentunya yang akan kita usulkan itu adalah para partai,” ungkap Syawaludin. Selanjutnya, diterangkan langkah Partai Gerindra sedang mempersiapkan mesin partai yang akan digerakkan untuk memenangkan. Mulai dari DPC, pengrus anak cabang hingga pengurus ranting siap digerakkan. “PAC sudah 100 persen dan ranting 25 persen dan semua mesin partai yang ada sekarang bisa memenangkan Pilkada,” ujarnya. (rus)
Kelemahan LPSE Lombok Utara
(Suara NTB/yon)
RAMPUNG - Pasar Paokmotong yang pembangunannya sudah rampung dan siap ditempati pedagang.
paikan Hasni justru akan dilakukan pencairan 25 persen untuk triwulan II dari total pagu tersebut. Sebelumnya nilai yang direalisasikan pada triwulan I itu sebesar 30 persen dari total pagu. Untuk laporan triwulan II, Pemkab Lotim segera akan melaporkan sesuai PMK sebelum batas waktu yang telah ditetapkan. Di mana perkembangan kemajuan fisik di lapangan sudah menunjukkan kemajuan yang cukup besar. “Terbesar ini kan DAK untuk jalan yang nilainya seluruhnya mencapai Rp 98 miliar,” ucapnya. Selain untuk infrastruktur jalan, proyek fisik lain yang sumber dananya dari DAK digunakan di Lotim Dinas Kesehatan. Seperti pengadaan mobil ambulans puskesmas yang fisiknya sudah diserahkan oleh Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan beberapa waktu lalu.
Terduga Pengedar Narkoba Ditangkap
Pedagang Pasar Paokmotong Segera Dipindah Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menyampaikan jika pembangunan fisik pasar rakyat Paokmotong sudah rampung. Maka dari itu, para pedagang di Pasar Paokmotong lama siap untuk dipindah. Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindag Lotim Farida Apriani, S.Sos, mengatakan pada Sabtu ini, para pedagang sudah dapat dipindah untuk menempati Pasar Paokmotong yang proses pembangunan fisiknya sudah rampung dan sudah dilakukan pemeriksaan dari Petugas Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP). Namun, katanya, proses pemindahan merupakan kewenangan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim yang berkoordinasi dengan kepala pasar. “Kita dari dari Dinas perdagangan secara pembangunan fisik sudah bisa dipindah. Segala masukan sudah diselesaikan,” ujarnya pada Suara NTB, Jumat (11/8). Disebutkannya, pasar yang terletak di belakang gedung agrobisnis milik provinsi itu, dibangun dari dana tugas perbantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI tahun 2016 dengan pagu anggaran sekitar Rp 6 miliar dan untuk fisik menelan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar. Selain itu, proses pengerjaan pasar tersebut ditambah melalui dana APBD induk tahun 2017 sekitar Rp 60 juta untuk pembangunan sumur bor, tanggul dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sementara untuk fasilitas yang terdapat di dalam pasar, terdapat kios sebanyak 24 unit dan los ada tiga. Namun proses pemindahan para pedagang dari pasar lama ke pasar yang baru, kemungkinan dilakukan setelah pengerjaan jalan lingkar Paokmotong Sikur rampung. Pasalnya, salah satu tujuan dari pembangunan pasar itu untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Pasar Paokmotong yang lama. (yon)
Halaman 4
Belum Cerminkan Semangat Efektif dan Efisiensi Kinerja Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) sangat menentukan cepat/lambatnya realisasi kegiatan (fisik dan non fisik) di suatu daerah. Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) misalnya, dari total 78 paket fisik dari APBD murni 2017 yang harus ditender, masih ada sisa 24 paket yang belum selesai. Fakta bahwa periode pelaksanaan anggaran memasuki Semester II - 2017, menuntut adanya keseriusan pejabat pelaksana untuk memikirkan penanganan kendala di LPSE. Betapa tidak, realisasi anggaran APBD KLU 2017 sampai dengan 4 Agustus, hanya sebesar 35,98 persen.Tentu ini sangat mengkhawatirkan. DIKUTIP dari website lpse.lkpp.go.id, LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudu-
kannya untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik. Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan. Termask, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Menilik kutipan itu, tentu sangat disayangkan masih ada daer-
ah yang belum memperhatikan betul kinerja LPSE. Spesifik pada daerah KLU dengan angka APBD yang tergolong minim (Rp 878,5 miliar), keterlambatan pengerjaan kegiatan fisik sangat berdampak pada proses mobilisasi ekonomi di daerah. Perputaran uang menjadi terhambat. Klaim bahwa kinerja LPSE sangat bergantung dari pasokan listrik, hanyalah bagian kecil dari sejumlah kendala lain yang “diciptakan” oleh daerah sendiri. Paling penting justru berkaitan dengan lembaga LPSE sendiri. Di beberapa daerah di NTB seperti Lombok Tengah, LPSE sudah berdiri sendiri. Di KLU, pengelolaan lembaga ini berada di bawah Bagian Humas dan Protokol Setda KLU. Kondisi ini mempersempit ruang gerak Pokja LPSE/ULP dalam proses akselerasi tender. “Perpres (54 tahun 2010) mengatur LPSE harus menjadi bagian tersendiri. Di Kabupaten lain ada yang sudah berdiri sendiri, sehingga mereka memperoleh pendampingan dari LKPP (lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemer-
intah). Personilnya juga terpisah,” ungkap Kasi Program sekaligus teknisi Unit Layanan Pengadaan, Habib, kepada Suara NTB, Kamis (10/8) lalu. Lombok Utara setidaknya memerlukan Perbup sebagai dukungan berdirinya LPSE secara terpisah. Situasi saat ini, diakui Habib memunculkan banyak kendala dalam pengelolaan tender. Sementara daerah lain dengan LPSE tersendiri, bisa melakukan efisiensi dan efektifitas pelayanan. “Ini juga terkait dengan remunerasi. Di Pokja ULP kami ada 3 orang. Besaran remunerasi untuk Ketua Pokja sekitar Rp 400.000 lebih, dan anggota Rp 300 ribu lebih per satu paket. Jumlah itu kalau dikali ratusan paket tentu sangat besar.” “Di kabupaten lain, remunerasinya diubah lebih efisien. Pokja cukup digaji sekian juta untuk seluruh paket,” sambungnya. Pengakuan Habib ada benarnya. Flashback pada anggaran khususnya Belanja Langsung (BL) APBD 2017, item belanja pegawai (honorarium) tercatat sebesar Rp 55,552 miliar lebih. Angka yang
tidak kecil jika dilihat dari total BL sebesar Rp 496,072 miliar. Seandainya LPSE berdiri sendiri, besaran honor PNS ini sangat bisa ditekan. “Di Banggar kami sudah pernah menyoroti hal itu. Kami lihat program-program kegiatan SKPD terlalu banyak honor,” kata Anggota Fraksi Golkar, Debi Ariawan, Jumat (11/8). Ia membayangkan ada batasan klaster tertentu paket kegiatan untuk bisa dibebankan honorarium. Misalnya di angka Rp 1 miliar. Tujuannya untuk mempertajam fokus anggaran agar tidak terkesan gampang “dibagi-bagi” oleh SKPD. “Saat ini paket PL itu banyak sekali. Ironinya yang hanya Rp 30 juta saja harus dikenakan lagi honornya,” ujarnya berharap ada regulasi baru menyangkut paket yang membebankan honorarium. “Kita sudah maklumi itu, itu hanya akal-akalan SKPD yang seolah senagaja membuat rumit. Dan anehnya dana-dana itu tidak bisa dipantau oleh dewan, karena memang dokumennya tebal sekali,” cetus Ketua Fraksi PKN, Tusen Lasima menguatkan. (ari)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5 (Suara NTB/her)
BURUH - Buruh pertanian di Lobar yang masih sebagian besar hidup dalam kondisi miskin. Sebagian besar petani di Lobar menyewa lahan pada pemilik lahan yang berasal dari luar.
Program Daerah Aman RENCANA pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2017 oleh pemerintah pusatnya, nyatanya sudah diantisipasi oleh Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Dengan begitu, seluruh program daerah dipastikan aman. Demikian ditegaskan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Jumat (11/8). Hanya saja, kata Nursiah, pihaknya sampai saat ini masih belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat terkait besaran potongan DAU. “Memang ada rencana pemotongan. Tapi sampai sejauh ini belum ada kepastian secara resmi dari pemerintah pusat,” akunya. Ia mengatakan dari informasi awal, besaran potongan sekitar 4 persen dari total DAU. Namun setelah mengkonfirmasi ke pemerintah pusat, besaran potongan antara 2-3 persen. “Kalau besaran pemotongan antara 2-3 persen, maka akan ada sekitar Rp 11 miliar yang akan dipotong,” tandasnya. Meski demikian, kalau jadi ada pemotongan tidak akan berpengaruh pada program daerah. Pasalnya, Pemkab Loteng sudah melakukan langkah antisipasi terkait rencana pemotongan sejak awal dengan mengurangi alokasi DAU Loteng pada APBD Perubahan tahun 2017 ini. Meski demikian, pihaknya tetap berharap rencana tersebut urung H. M. Nursiah dilakukan. (kir) (Suara NTB/dok)
Semua Desa di Lobar Belum Serahkan Laporan Realisasi Tahap I Giri Menang (Suara NTB) – Semua desa di Lombok Barat (Lobar) belum menyerahkan laporan realisasi Dana Desa (DD) tahap I. Padahal sudah memasuki semester II. Laporan realisasi ini menjadi syarat yang harus dipenuhi desa paling lambat tanggal 24 Agustus ini untuk bisa mencairkan DD tahap II. Untuk mempercepat pelaporan ini, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turun jemput bola membantu desa menyelesaikan laporan. Kepala Dinas PMD Lobar L. Edi Sadikin dikonfirmasi Kamis (10/8), mengaku, semua desa masih membuat laporan realisasi DD tahap I. Pihak desa masih menuntaskan realisasi 75 persen anggaran tahap I tersebut. Sebab sesuai ketentuan untuk bisa mencairkan DD tahap II, maka realisasi tahap I harus 50-75 persen. Bagi desa yang belum menyelesaikan laporan, pihaknya terus menggenjot hingga tanggal 31 Agustus. Namun pihaknya menargetkan paling lambat tanggal 24 agustus ini desa sudah menyerahkan laporan tersebut. Pihaknya terus turun jemput bola ke bawah untuk mempercepat laporan tersebut. Sejauh ini desa tidak terkendala membuat laporan, sebab hanya membuat realisasi anggaran dan fisik yang telah dicapai. Hanya saja desa perlu menunggu realisasi hingga 75 persen agar memenuhi ketentuan pencairan DD tahap II. Menyoal pelaporan DD yang tercatat nol persen di online monitoring (Omspan) yang ada di Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), menurutnya disebabkan belum diinput. Format pengisian data ini, jelasnya, berbeda, sehingga pihaknya perlu memadukan. “Realisasinya bukan nol persen, ini karena perlu kita padukan format input data itu,” ujarnya. Terkait siapa yang melakukan input data realisasi ini, jelas Edi, terkait penyiapan data realisasi menjadi tugas Dinas PMD, setelah itu barulah diolah di BPKAD untuk diinput ke dalam sistem. Untuk itu pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan desa Jumat ini, tujuannya selain meminta desa mempercepat laporan realisasi juga terkait input data realisasi DD tahap I. Pihaknya akan mengundang semua desa secara bertahap mengingat banyaknya desa di Lobar. Sementara Kepala Desa Badrain Kecamatan Narmada Romi Purwandi menyatakan sejauh ini realisasi DD tahap I di desanya sudah 90 persen hanya satu program belum dicairkan. Tinggal saat ini pihaknya tengah membuat laporan realisasi untuk diserahkan ke Dinas PMD sebagai syarat pencairan DD tahap II. Bahkan ia menargetkan sebelum tanggal 24 Agustus nanti, laporan itu sudah tuntas dan diserahkan ke dinas terkait.”Realisasi DD tahap I sudah 90 persen, tinggal satu program belum cair. Kami malah targetkan sebelum tanggal 24 Agustus ini sudah rampung dan serahkan ke Dinas PMD, bahkan sebelum tanggal 17 Agustus sudah selesai,” janjinya. Sekretaris AKAD Lobar ini menjelaskan DD tahap I yang diperoleh desanya mencapai Rp 500 juta atau 60 persen dari total DD yang diperoleh sebesar Rp 890 juta lebih. DD ini, jelasnya, diarahkan untuk pembangunan infastruktur, penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan dan pemberdayaan. Sedangkan untuk pembangunan kantor desa dari ADD secara bertahap, sebab untuk DD sesuai ketentuan menyentuh ke masyarakat. ADD diperoleh sebesar Rp 737 juta lebih, termasuk penghasilan tetap aparatur desa. Pihaknya berharap agar penghasilan tetap dengan ADD ini dipisahkan, supaya tidak berpengaruh terhadap pelaporan. (her)
Inspektorat Audit PT. Tripat Giri Menang (Suara NTB) – PT Tripat Lombok Barat selama dua tahun terakhir ini tidak pernah menyetor dividen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini diakibatkan perusahaan tersebut mengalami kolaps lantaran pimpinan di perusahaan tersebut kosong. Kondisi ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sehingga tidak menyetor selama beberapa tahun terakhir. “Tripat ini belum pernah memberikan dividen ke pemda selama dua tahun terakhir karena merugi akibat kondisi perusahaan, saat ini BMD ini tengah diaudit Inspektorat,’’ tegas Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Lobar, H. Poniman di ruang kerjanya, Jumat (11/8). Selain itu, ujarnya, target penerimaan yang dituangkan dalam APBD tidak pernah terpenuhi, bahkan setahunya belum pernah disetorkan selama dua tahun terakhir. Kondisi ini menjadi sorotan, sebab di PT. Tripat, pemda memiliki saham mayoritas, dibandingkan BUMD lain selalu ada pembagian dividennya ke pemda. Tripat tercatat hanya pernah menyetor dividen beberapa tahun lalu itupun sangat kecil sekali dari target. Diakuinya, kondisi perusahaan ini tidak sehat, sehingga perlu dievaluasi. Apalagi kondisi saat ini perusahaan ini tidak memiliki direktur dan direktur utama (dirut), lantaran habis masa jabatannya dan mengundurkan diri. Untuk pengisian jabatan direksi ini jelasnya masih menunggu hasil audit ini. Terkait kapan pengisiannya tergantung pemegang saham, mengacu siapa yang dinilai berkompeten. Menurutnya direksi yang nanti yang ditunjuk untuk menjalankan perusahaan ini mesti tahu segala hal terkait kondisi perusahaan. “Sehingga akan ditunjuk PLT untuk menjalankan perusahaan, sekarang kan yang kosong dirut kosong, direktur kosong. Semua kosong,” ujarnya. Kebijakan inilah yang bakal diambil oleh pemilik saham. Terkait target PAD PT Tripat, jelasnya, tahun ini ditargetkan sebesar Rp 500 juta, namun itu tidak tercapai, diakibatkan kondisi perusahaan seperti ini. Apakah pemda akan membubarkan PT tripat? Menurut Asisten II ini tidak semudah itu. Sebab BUMD ini berbeda dengan perusahaan lain, seperti bank. PT Tripat ini bekerja mencari uang bagi daerah, sehingga agak sulit mengelola perusahaan daerah ini. PT Tripat ini, jelasnya, bekerja melakukan usaha dengan berbagai persaingan, sehingga perusahaan bisa untung dan rugi. (her)
Pendidikan Rendah
42 Ribu Pekerja Sektor Pertanian Hidup di Bawah Garis Kemiskinan Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan data BPS dan hasil Pemutakhiran Berbasis Data Terpadu (PBDT) jumlah tenaga kerja di Lombok Barat (Lobar) di sektor pertanian sebanyak 98 ribu lebih. Dari jumlah ini sekitar 35 persen atau sekitar 42.742 orang tidak tamat SD. Puluhan ribu buruh tani ini memiliki upah yang sangat minim, belum mencapai Upah Minimum Kabupaten (UMK). ‘’Hal ini yang menyebabkan buruh tani ini menyumbang kemiskinan tertinggi di Lobar,’’ aku Kepala Dinas Pertanian Lobar, Muhur Zokhri ditemui di Giri Menang, Jumat (10/8) kemarin, Menurut Muhur berdasarkan data BPS, kemiskinan di Lobar mencapai 16,73 persen sebagian besar disumbangkan oleh buruh tani. Untuk menekan angka kemiskinan di buruh tani ini, jelasnya, ada beberapa program yang diajukan dinasn-
ya. Salah satunya pemberdayaan istri buruh tani melalui Kelompok Usaha Tani (KWT). Menurutnya rata-rata tingkat kepemilihan lahan di Lobar sempit rata-rata mulai dari 0,1-1,3 hektar. Banyak di antara petani bukan menggarap lahan, namun sebagai buruh tani, karena diakuinya banyak lahan pertanian di Lobar dikuasai orang luar. Pemilik lahan ini bukan warga setempat, sehingga mem-
inta warga sekitar yang menggarap lahan tersebut. Selain itu permasalahan yang dialami buruh tani modal terbatas. Dengan kondisi ini, banyak waktu luang mereka yang tersisa, sehingga pihaknya memprogramkan beberapa kegiatan pemberdayaan melalui KWT. Pihaknya membentuk unit usaha di kelompok usaha yang sebagian besar para istri petani. Pihaknya akan memberikan bantuan
Penutupan Kawasan Kuta Hanya Sementara Praya (Suara NTB) Rencana penutupan untuk sementara waktu kawasan Pantai Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng) oleh Indonesia Tourism Development Corpotarion (ITDC) mau tidak mau harus dilakukan. Penutupan ini demi mendukung percepatan penyelesaian proyek penataan kawasan Pantai Kuta itu sendiri. “Kita maklumi itu. Toh, itu juga demi kepentingan kita bersama. Supaya proyek penataan Pantai Kuta bisa cepat selesai,” ujar Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, Jumat (11/8). Ditemui di rumah dinasnya, Suhaili, mengaku sudah mendapat laporan rencana penutupan kawasan Pantai Kuta oleh ITDC. Dan, pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung, supaya proses pengerjaan penataan kawasan Pantai Kuta bisa lebih cepat dan optimal. Dari laporan pihak ITDC, aktivitas pengerjaan penataan kawasan Kuta saat ini tengah dikebut. Pengerjaan proyek tidak hanya dilaksanakan pada siang hari tapi hingga larut malam. Itu semua dilakukan untuk mengejar target waktu penyelesaian
(Suara NTB/kir)
DITATA - Kawasan Pantai Kuta yang sedang ditata ITDC. Selama penataan, kawasan Pantai Kuta ditutup. proyek tersebut. Mengingat, batas waktu pengerjaan proyek sudah sangat mepet. Di satu sisi, masih banyak kegiatan yang harus diselesaikan, sehingga sampai malam haripun, pekerjaan masih tetap berlangsung. Hanya saja, lanjut Suhaili penutupan kawasan Kuta bukan dalam arti ditutup total. Di mana masyarakat atau pengunjung tidak boleh datang ke kawasan Pantai Kuta, tapi ditutup hanya bagi kendaraan semua jenis. “Masyarakat tetap bisa berkunjung ke kawasan pantai. Hanya kendaraan saja yang tidak bisa
masuk,” tandasnya. Terhadap pemilik atau pun mengelola hotel yang ada di kawasan Pantai Kuta masih bisa membawa kendaraan ke dalam kawasan, tapi harus dengan izin pihak ITDC dahulu, karena tidak semua kendaraan yang diberikan akses masuk ke kawasan Pantai Kuta selama penutupan berlangsung. Sebelumnya, Deputy Projcet Director ITDC, H. Adi Sujono, mengatakan, penutupan kawasan Pantai Kuta bersifat sementara. Mulai hari Senin (14/8) besok sampai 31 Agustus. Setelah itu akan dibuka kembali. (kir)
Dukung Poltekpar Lombok, SMK Pariwisata Ikut Dibangun Praya (Suara NTB) Pembangunan kampus Polteknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng) nyatanya membawa efek domino. Di mana pemerintah pusat rencananya juga akan membangun SMK Pariwisata di area yang sama dengan lokasi pembangunan kampus Poltekpar Lombok tersebut. Hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) NTB, H.L.Moh. Faozal, Kamis (10/8). Dikatakannya, pemerintah pusat sudah meminta pihaknya untuk menyusun rencana pembangunan SMK Pariwisata, termasuk be-
saran kebutuhan anggarannya. “Konsep dan rencana pembangunan SMK Pariwisata ini sedang disusun yang ditargetkan tuntas tahun ini. Sehingga tahun inirencana pembangunan SMK sudah bisa diajukan ke pemerintah pusat. Dengan begitu, paling telat tahun 2019 mendatang, pembangunan SMK Pariwisata sudah bisa dimulai. Dan, semua anggaran akan ditanggung pemerintah pusat,’’ ujarnya. Untuk lokasi pembangunan SMK Pariwisata akan menggunakan sisa lahan sekitar 3 hektar yang tidak digunakan untuk pembangunan Poltekpar Lombok. Jadi nantinya, kampus Poltekpar Lombok dengan SMK pari-
wisata ini berada di satu area yang sama, karena diharapkan, keberadaan SMK Pariwisata bisa mendukung keberadaan Poltekpar Lombok itu nantinya. Untuk jurusan yang akan dibuka di SMK Pariwisata akan disesuaikan dengan program studi (prodi) yang ada di Poltekpar Lombok. Di antaranya Jurusan Tata Boga, Perjalanan atau Traveler, Manajemen Hotel serta Tata Hidang. Disinggung rencana pembangunan kampus Poltekpar Lombok, Faozal mengatakan, akan dibangun secara bertahap hingga tahun 2019 mendatang dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun. (kir)
Lobar Pangkas Target IKU di RPJMD Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) telah melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perubahan RPJMD 2014-2019, dari hasil musrenbang ini terdapat tujuh indikator kinerja utama (IKU) dalam RPJMD yang bakal dipangkas. Sebelumnya pemnda menetapkan 35 indikator, namun dipangkas sebanyak tujuh indikator, sehingga menjadi 28 indikator. Pemangkasan ini dikarenakan berbagai pertimbangan. “Jadi target IKU dalam RPJMD itu dipres menjadi 28 indikator sebelumnya 35 indikator,” jelas Kepala Bappeda Lobar Dr. H. Baehaqi pada Suara NTB belum lama ini. Dijelaskan lebih jauh, hasil Musrenbang revisi RPJMD bahwa pemda akan merekonstruksi target IKU yang ada dalam RPMD, sebelumnya dipasang 35 indikator dipangkas menjadi 28 indikator.
Target IKU yang bisa dipangkas, ujarnya, indikator kualitas air sungai tidak lagi masuk IKU RPJMD namun masuk ke dalam indikator kinerja OPD Dinas Lingkungan Hidup, sebab penanganan kualitas air sungai sebelumnya di Dinas Pertambangan dialihkan ke provinsi. Indikator yang masuk IKU RJMD, jelasnya, harus bersifar makro, seperti kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa dikerjakan oleh banyak SKPD. Indikator ini bisa dikeroyok oleh Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas lainnya. ‘Jadi yang lebih bersifat makro ini masuk indikator RPJMD,” jelasnya. Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Mukhlis mengkritisi sejumlah target RPJMD yang tidak tercapai dengan gap yang
terlalu tinggi. Karena itulah penting diadakan Musrenbang RPJMD yang bakal bertanggung jawab terhadap indikator RPJMD. Ia menekankan target indikator jangan direndahkan (diturunkan), seperti hanya kemiskinan supaya pemda berpacu. Seperti di provinsi tidak ada penurunan target kemiskinan. “Ada beberapa pencapaian indikator yang lamban, gapnya terlalu tinggi dengan target yang mesti dicapai, seperti kemiskinan,” ujarnya mengingatkan. Selain itu target PAD mesti dinaikkan, karena dinilai cukup rendah di tahun 2017 di bawah Rp 200 miliar. Padahal target RPJMD di atas Rp 300 miliar, sehingga target inilah yang mesti disesuaikan dan target ini realistis. “Target indikator yang pencapaiannya tidak realistis mesti direview, karena itulah pentingnya dilakukan review pada musrenbang ini,” sarannya. (her)
peralatan bagi kelompok usaha tani, selain itu dukungan permodalan bagi para istri petani dan diharapkan bisa memproduksi hasil olahan untuk nantinya bisa diakomodir oleh ASN di Lobar melalui perbup yang telah dibuat. Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar Dr. H. Baehaqi membenarkan angka kemiskinan di Lobar disumbang buruh tani lantaran upahnya sangat rendah tidak sesuai UMK. Kondisi ini dipicu, pendidikan buruh tani ini ratarata tidak tamat SD. Untuk mengatasi hal ini, pemda tahun ini dan tahun 2018 akan fokus pada pengelolaan pascapanen. Bahkan pemda sudah mendahului dengan
membuat Perbup Garam dan Perlindungan Produk Lokal. Dalam hal ini, ujarnya, pemda lebih dulu memperkuat kelembagaan barulah disentuh kapasitas building para pekerja di segala sektor. Terkait peningkatan kapasitas building ini, Pemda sudah bekerjasama dengan BI untuk membantu dari sisi penguatan kelembagaan keuangan melalui pelatihan bagi petani. Selain dibangun kapasitas buildingnya, pemda juga akan mencarikan bantuan di pusat, terutama dari sisi peralatan dan permodalan. Setelah produk mereka ada, maka produk ini akan diakomodir oleh ASN, sehingga tidak lagi membeli produk dari luar, namun dari produk lokal. (her)
Pemda Akui Sewa Kontrak Aset Daerah Kecil Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Badan Pengelolaan Keuaangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno mengakui nilai atau tarif sewa kontrak aset berupa bangunan dan lahan sangat kecil. Sebab mengacu ketentuan perbup dan Perda Sewa Aset Bangunan hanya Rp 600-1 juta setahun, sedangkan tanah berkisar antara Rp 5-15 juta tergantung kelas tanah. Kondisi ini menyebabkan pemda dilematis, sebab di satu sisi pemda mau menaikkan sewa kontrak tersebut, namun disatu sisi warga menolak. “Sewa kontrak aset ini kan kecil, tapi kami dilematis ketika digenjot mau naikkan target PAD justru tidak disetujui,”akunya belum lama ini. Dijelaskan, pemda berencana menaikkan nilai sewa kontrak ini, bahkan sudah dilakukan uji publik ke masyarakat, namun ada penolakan dari warga. Penolakan ini disebabkan warga merasa
dibebankan lagi, padahal sewa kontrak ini bisa dijadikan sebagai sumber untuk mengembangkan dan memelihara. Sebab jika tidak ada dana untuk itu, maka khawatirnya aset bangunan ini rusak. Sementara warga ini, jelasnya, mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari sewa kontrak aset ini. Sebab banyak di antara mereka menjual di bawah tangan bangunan aset yang telah dikuasai. Selain itu, mereka tidak pernah melakukan pemeliharaan terhadap aset bangunan, sehingga kondisinya rusak. Diakui, mengacu perda standar sewa aset toko dan tanah menurutnya standarisasi sewa kontrak aset baik pasar dan pasar kuliner yang ada kecil sekali. Sementara harga di pasaran Rp 25 juta tidak akan ditawar. Terkait penentuan harga sewa kontrak ini sendiri jelasnya ditentukan melalui perbup dan perda yang disepakati bersama mengacu standarisasi harga. (her)
Distan Lobar Bantah Bantuan Alat Pertanian Dipolitisasi Giri Menang (suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) membantah pemberian bantuan di sektor pertanian seperti alat mesin pertanian (alsintan) dipolitisiasi untuk kepentingan politik. Pasalnya, dalam hal pemberian bantuan ini telah dipertimbangkan dari berbagai aspek, baik secara teknis, azas keadilan, azas manfaat dan pemerataan. “Jadi bantuan ini tidak dipolitisasi, mungkin karena situasi sekarang orang menarik-narik benang merahnya ke arah itu (politis),” bantah Kepala Distan Lobar Muihur Zokhri, Jumat (11/8). Dijelaskan dalam pemberian bantuan ini tetap mengacu standar teknis, dan mengacu pedoman yang ada. jika daerahnya tembakau, maka diberikan alat untuk pengelolaan tembakau. Pemberian ini juga tidak ujuk-ujuk langsung, namun melalui proses pengusulan proposal. Bahkan usulan proposal ini ada yang satu tahun bahkan ada yang sudah 3-5 tahun. Dari sisi azas pemerataan juga pihaknya mengevaluasi dan mengkaji usulan, jika ada penumpukan di satu tempat, maka pihaknya tidak akan memberikan bantuan supaya jangan menumpuk di satu tempat ban-
tuan ini. Hal ini dilakukan sesuai arahan bupati, agar kelompok yang lain hidup dan berkembang, seperti pada saat Safari Ramadhan dilakukan penyerahan alat pertanian di semua tempat. Baru-baru ini, jelasnya, pihaknya telah menyerahkan bantuan alat pertanian terdiri dari handtraktor kurang lebih 40 unit, pompa air 34 ukuran 3 inchi, pompa air berukuran besar sebanyak 20 unit, handtraktor roda empat dua unit, transplanter 6 unit dan alat panen (Combain harvester) berukuranbesar9unitdanberukuran menengah 8 unit. Terkait total alat pertanian yang bakal diserahkan ke masyarakat, pihaknya belum bisa mengkalkulasikan, sebab ada tambahan pada APBD-P. Sebelumnya, H. Muhsin warga Mareje Gerung mengungkap dugaan bahwa bantuan yang diserahkan pemda melalui Distan khusus di daerah Mareje dipolitisasi. Indikasinya, kelompok yang dinilai tidak pro ke Fauzan Khalid tidak diberikan bantuan. Sebaliknya yang dinilai pro malah diberikan bantuan. Padahal, lanjutnya, poktan ini sangat butuh alat pertanian tersebut. Pihaknya mengharapkan agar dinas terkait turun langsung mengecek ke bawah. (her)
(Suara NTB/her)
ALAT PERTANIAN - Alat pertanian saat dibagikan ke masyarakat. Pihak Distan membantah ada politisasi penyaluran bantuan.
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Halaman 6
Kerjasama Bidang Pembinaan PAUD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Guru PAUD, SD dan SMP Ikuti Sosialisasi Pendidikan Keluarga
Suara NTB/ind)
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sudirman, S.Pd dan Kabid PAUD dan PNF, Drs. Umar M.Si saat membuka kegiatan. Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pedidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) menggelar sosialisasi pendidikan keluarga di Hotel Dewi, Kamis (10/8) lalu. Bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, dengan peserta kepala TK, KB, SPS, SD, dan SMP. Kabid PAUD dan PNF, Drs. Umar M.Si dalam laporannya menyampaikan, keluarga meru-
pakan unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai peran penting terhadap pendidikan anak untuk mewujudkan generasi emas 2025. Dimana perkembangan anak dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga, selain faktor lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan yang juga sangat berperan penting. Berbagai tantangan di era globalisasi membutuhkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Tentunya, kemitraan antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat diharap-
Kontraktor Bendungan Bintang Bano Tak Kantongi Izin TPS B3 Taliwang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengungkapkan, kontraktor pelaksana pembangunan proyek Bintang Bano hingga kini belum mengantongi izin Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Kasi Pengkajian Amdal DLH KSB, Trisman, ST mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada dua perusahaan kontraktor pelaksana proyek. Hanya saja hingga kini belum ada tanggapan dari masing-masing perusahaan bersangkutan. “Sudah surat teguran ketiga kita layangkan sampai sekarang,” sebutnya kepada wartawan, Jum’at (11/8). Tidak saja melayangkan surat teguran, DLH KSB bahkan telah turun lapangan melakukan pengecekan lokasi. Hasilnya kedua perusahaan pelaksana, tidak melengkapi seluruh fasilitas TPS limbah B3-nya. Menurutnya, saat ini kondisi air sungai di sekitar areal pembangunan bendungan telah menunjukan gejala tercemar. Berdasarkan hasil pengujian sampel air permukaan di sekitar lokasi proyek, DLH KSB menemukan kadar ph (tingkat keasaman) air sungai menunjukkan di atas ambang batas yang ditentukan. “Kita sudah cek menggunakan lab lapangan. Indikasinya, ph-nya di atas ambang batas. Tapi ini masih akan kita cek di lab independen supaya hasilnya lebih valid,” cetus Trisman. Ia menyampaian, pihaknya tidak akan membiarkan hal tersebut terus berlanjut. Pasalnya aktivitas pembangunan proyek Bintang Bano masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. “Kami akan terus desak kedua perusahaan pelaksana untuk melengkapi izinnya dan menerapkan prosedur yang telah ditentukan. Mereka masih lama di sana, kalau dibiarkan masyarakat yang rugi,” tandasnya. Selanjutnya Trisman menambahkan, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada kepada daerah. Harapannya ada tindakan tegas pemerintah terhadap kedua perusahaan pelaksana agar mentaati aturan lingkungan yang ada. “Kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah kalau kemudian mereka tidak juga mengindahkan teguran kami,” tegasnya. Untuk diketahui, kegiatan pembangunan proyek bendungan yang berlokasi di desa Bangkat Monteh, kecamatan Brang Rea itu telah berlangsung sejak tahun 2015 lalu. Rencana bendungan yang dibiayai oleh APBN senilai Rp 667,7 miliar itu ditarget rampung pada tahun 2019 mendatang. (bug)
Indisipliner, Tiga Anggota Polres KSB Dicopot Taliwang (Suara NTB) Sedikitnya tiga orang anggota Polres Sumbawa Barat terancam dilakukan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) hasil sidang kode etik yang dilakukan belum lama ini. Tiga anggota tersebut terbukti melakukan pelanggaran karena tidak masuk kantor selama empat bulan meskipun tidak secara berturut-turut. Wakapolres Sumbawa Barat, Kompol I Nengah Martawan, S. Sos kepada Suara NTB, Jumat (11/8) kemarin mengatakan, tiga anggota tersebut yakni, Bripda Widiyas Saputra Lutfi, Briptu Yudhi (Suara NTB/ils) Chrisma Fiedata dan Brigadir I Nengah Martawan Herry Purwanto. Ketiga anggota tersebut diberhentikan berdasarkan hasil sidang kode etik dan surat keputusan dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain anggot tersebut, tiga orang anggota lainnya juga akan menyusul yakni Brigadir Sunardika, Brigadir Indra Wahyono, dan Briptu M. A Hadi yang saat ini sedang mengajukan banding ke Polda. “Kita sudah sering ingatkan tiga orang anggota tersebut untuk disiplin, tetapi tetap saja melanggar maka PTDH merupakan cara terakhir,” tegasnya. Dikatakannya, kasus ketiga orang anggota tersebut yakni tidak masuk kantor selama beberapa bulan. Bahkan hasil klarifikasi yang dilakukan pihaknya, rata-rata ketiga anggota ini tidak masuk kantor selama tiga sampai empat bulan lamanya tanpa izin dan tanpa alasan yang jelas. Padahal pada saat sidang disiplin pertama, pihaknya sudah mengingatkan kepada ketiga anggota tersebut untuk tetap masuk, tetapi kenyataannya mereka tidak masuk kantor juga. Melihat dari hal tersebut maka PTDH merupakan jalan terakhir yang dilakukan pihaknya. “Kita sudah berikan peringatan, tetapi tetap diulang. Konsekuensinya ya kita lakukan PTDH,” tegasnya. Seraya menambahkan, terkait dengan masalah disiplin ini, pihaknya sudah melakukan pengawasan melekat kepada semua anggota yang ada. Termasuk juga bagi anggota yang terbukti tidak masuk kantor selama satu hari tetap akan diberikan sanksi berupa sidang disiplin. Apabila sudah lima kali melakukan pelanggaran disiplin dan sudah memiliki SKHD maka anggota tersebut akan dilakukan sidang kode etik. “Kita tetap akan berikan sanksi tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran. Mudah-mudahan dengan adanya PTDH ini bisa memberikan contoh bagi anggota yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama,” harapnya. Selain itu, dalam pembinaan tersebut pihaknya akan terus melakukan pemantauan kepada anggota baik di Polres maupun di Polsek-polsek. (ils)
kan menjadi salah satu langkah dalam mendukung perkembangan anak dengan optimal. Dijelaskannya, kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga ini tujuannya guna meningkatkan kapasitas pada kepala satuan pendidikan dalam mengimplementasikan pendidikan keluarga yang berkualitas dan berkesinambungan di satuan pendidikan yang dipimpin. Kemudian meningkatkan kapasitas para kepala satuan pendidikan dalam menumbuhkembangkan karakter dan budaya prestasi peserta didik. Adapun kegiatan diikuti kepala TK, KB, SPS, SD, dan SMP yang dibagi dalam empat angkatan dengan total peserta 680 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama empathari sejak Kamis (10/8) hingga Minggu (14/8). Sementara Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H. Sudirman, S.Pd berharap peserta dapat memanfaatkan waktu yag ada untuk megikuti kegiatan sosialisasi pedidikan keluarga ini dengan baik. Sehingga apa yang mejadi tujuan dari kegiatan dapat tercapai dan diimplementasikan dengan baik. Dimana pendidikan adalah suatu contoh dalam mengembangkan diri dalam suatu keluarga. Dalam satuan pendidikan, gurulah yang paling utama mem-
berikan contoh kepada anak didiknya. Jangan menjadi guru yang hanya mengurus orang lain, tetapi tidak mampu mengurus diri sendiri. Melainkan dapat memberikan contoh yang baik terhadap anak didik. Sehingga pendidikan di Kabupaten Sumbawa kedepan hebat dan bermartabat karena mendapatkan anak yang berkualitas dari keberhasilan dalam memberikan pendidikan. Dijelaskannya guru haruslah memiliki sifat fatonah (cerdas). Cerdas dalam hal ini saling mengisi dan saling berbagi dengan yang lainnya. Karena sebagian kecerdasan yang dimiliki berada pada orang lain. Untuk itu diharapkan guru saling bersinergi dalam mengimplementasikan pendidikan keluarga ini. Supaya kedepannya mendapatkan generasi emas tahun 2025. “Untuk mendapat generasi emas ini tidak perlu menunggu hingga 2025, tetapi harus dimulai dari sekarang. Makanya saya harapkan guru dapat bersinergi,” terangnya. Tentunya, kata Kadis, untuk mencapai generasi emas tersebut semuanya harus bekerja keras. Hal ini dilakukan haruslah dengan tulus ikhlas. Karea merupakan amanah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab baik terhadap masyarakat maupun
bangsa dan bernegara. Sementara, Perwakilan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, Edy, SS menyampaikan, program pendidikan keluarga ini dilaksanakan dimulai dari jenjang PAUD sampai jenjang SMA/SMK. Tujuannya supaya ada keselarasan, komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru. Karena pendidikan ini tidak hanya bisa diserahkan kepada sekolah saja, tetapi orang tua juga mempunyai peran. Dimana selama ini peran keterlibatan orang tua masih minim di tingkat satuan pendidikan. Makanya program pendidikan keluarga ini dilaksaakan orang tua lebih aktif lagi. “Kita sosialisasikan kepada sekolah-sekolah supaya melibatkan orang tua terhadap proses pembelajaran,” jelasnya. Menurutnya, program ini bukan berarti menginterpesi secara langsung terhadap kurikulum yang sudah ada. Tetapi lebih kepada melibatkan peran serta orang tua dalam pendidikan anakanak di sekolahnya. Seperti halnya adanya pertemuan antara orang tua dengan wali kelas yang lebih intens lagi untuk mengetahui perkembangan anaknya. Kemudian hal lain yang menjadi konsennya sekolah, orang tua
(Suara NTB/ind)
Perwakilan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, Edy saat memberikan materi kepada para peserta dan masyarakat bisa dikomunikasikan lebih lanjut melalui program pedidikan keluarga ini. Dalam artian bagaimana orang tua bisa memberikan pengasuhan dan pendidikan yang positif sesuai degan tahapan perkembangannya, sehingga tidak salah asuh. Disamping itu di era digital anak remaja banyak menggunakan internet. Orag tua haruslah bisa mengontrol dan memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak. “Makanya ini pentingnya program pendidikan keluarga. Sehingga ikatan emosional antara
orang tua dan anak serta sekolah ini bisa terjalin melalui program pendidikan keluarga,” tukasnya. Ia berharap kepada para peserta kegiatan supaya bagaimana sekolah bisa menginsiasi dalam melibatkan orang tua. Agar komunikasi positif dilakukan sekolah dibangun dengan keluarga. Harus dilakukan yang baik di sekolah juga dilaporkan ke orang tuaya. Kemudian orang tua juga harus aktif dalam proses. Sehingga anak juga terpantau dengan baik karena ada komunikasi antara sekolah dengan orang tua. (ind/arn/*)
DAU Dipangkas, KSB Tunda Sejumlah Program Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akhirnya menerima tembusan Peraturan Presiden (Perpres) 97 tahun 2017 tentang rincian APBN-P tahun 2017. Dimana dalam peraturan tersebut Sumbawa Barat akan mengalami pemotongan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar 0,47 persen atau sekitar Rp 3,5 miliar. Terhadap kondisi tersebut, maka akan disampaikan ke DPRD untuk dilakukan pembicaraan lebih lanjut terkait masalah ini. Karena untuk APBD-P tahun 2017 ini sudah ditetapkan dan sudah dilakukan evaluasi di Provinsi. “Kita akan melakukan penyesuaian anggaran terhadap beberapa program yang ada akibat pemotongan DAU ini. Karena pendapatan di APBD-P yang kita tetapkan sebagai belanja kemarin, sudah dievaluasi oleh Pemprov maka penyesuaian ini sangat perlu
dilakukan,” ungkap Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sumbawa Barat Nurdin Rachman SE kepada Suara NTB, Jumat (11/8). Dikatakannya, terhadap pemotongan ini, maka secara tidak langsung akan berdampak pada pelaksanaan pro-
gram yang ada. Hanya saja pihaknya tidak akan melakukan pemangkasan jumlah anggaran terhadap sejumlah program daerah yang sudah terprogram. Hanya saja akan dilakukan penundaan atau penghentian sementara sebesar anggaran (Suara NTB/bug)
Dermaga Labuhan Lalar
Penyusun RIP Dermaga Labuhan Lalar Diminta Lebih Detail Taliwang (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta PT Gumilang Sajati, selaku rekanan pelaksana penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dermaga Labuhan Lalar memuat seluruh aspek terkait dermaga untuk tujuan pengembangannya ke depan. Kepala Dishub KSB, Ir. H. Muslimin. HMY mengatakan, sebelumnya PT Gumilang Sajati telah melakukan presentasi awal kepada pemerintah. Namun penyampaiannya belum secara mendalam dan melingkupi seluruh aspek mengenai pengembangan dermaga Labuhan Lalar. “Kemarin (Rabu) mereka presentasi. Tapi saya lihat belum detail, makanya kita anggap presentasi mereka itu baru pra saja,” cetusnya kepada wartawan, Jum’at (11/8). Menurut hematnya, dalam dokumen RIP harus melingkupi seluruh aspek. Tidak saja pada obyek dermagatertapijugaharusmemuat analisa terkait dampak dari kegiatanpengelolaandanpengembangan
dermaga ke depannya. “Misalnya saja kalau ada terjadi pengembangan apa dampak pada nelayan sekitar dermaga, lingkungan laut sekitar dan sampai multiplier effect-nya secara ekonomi kepada masyarakat. Nah ini belum dijelaskan rekanan,” timpalnya. Sebagai acuan acuan pengembangan dermaga Labuhan Lalar, RIP dermaga harus juga menganalisis segala sesuatunya. Hal ini dikarenakan, dokumen tersebut akan digunakan dalam jangka waktu panjang untuk pelaksanaan pengembangan dermaga. “Minimal RIP itu bisa menggambarkan rencana 20 tahun ke depan berikut dengan dampak dari proses pengembangan tersebut,” papar Muslimin. Ia menjelaskan, untuk pemanfaatan dermaga Labuhan Lalar, pemerintah tidak ingin gegabah. Meski di sisi lain dermaga tersebut diharapkan secepatnya dapat dimanfaatkan karena sejumlah rencana penggunaannya telah disiapkan. “Untuk tahap awal ini kita tetapkan sebagai dermaga pengumpan lokal dulu. Baru ber-
tahap menjadi dermaga pengumpan regional dan terakhir dermaga umun nasional. Makanya RIP harus menjadikannya acuan rencana kita itu,” ujarnya. Selain penyusunan dokumen RIP, Pemda KSB juga tengah mengupayakan penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED) dermaga Labuhan Lalar. Untuk hal ini Muslimin mengungkapkan, prosesnya sementara ini belum berjalan karena masih menunggu rampunya dokumen RIP. “Dokumen RIP itu jadi acuan penyusunanDED.Jadiharustunggu yang itu selesai dulu,” ujarnya seraya menambahkan, pihakanya menargetkan dokumen RIP rampung di bulan Agustus ini. Selanjutnya mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KSB ini menyampaikan, dokumen DED yang akan disusun saat ini khusus untuk mengatur pengembangan bangunan dermaga yang akan dilaksanakan ke depannya. “Untuk bangunan yang sudah ada, itu sudah punya DED tersendiri,” tukasnya. (bug)
tersebut (Rp 3,5 M). Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penjadwalan ulang terhadap program yang tidak bisa dilaksanakan, sebagai program prioritas di tahun 2018 mendatang di APBD murni. “Kita akan bicarakan masalah ini dulu dengan DPRD terkait jalan keluar terbaik. Ketika DPRD ini meminta dipending kita akan pending,” sebutnya. Sementara DAU tahun 2017 sekitar Rp 403 miliar sebelum ada pemotongan. Sementara ketika ada pemotongan, maka nilainya menjadi Rp 400 miliar atau ada selisih sekitar Rp 3,5 miliar. (ils)
(Suara NTB/ils)
Nurdin Rachman
RUPS Hasil Penjualan Saham PT DMB Belum Dijadwalkan Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengungkapkan hingga kini PT Daerah Maju Bersaing (DMB) belum menyampaikan jadwal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait pembagian hasil penjualan saham perusahaan di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). “Mereka (PT DMB) belum menjadwalkan kapan akan akan dilaksanakan RUPSnya,” ungkap bupati menjawab pertawaan sejumlah wartawan, Jumat (11/8). Bupati pun mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan PT DMB masih menunda RUPS untuk penentuan pembagian hasil penjualan saham itu kepada pemerintah tiga daerah selaku pemilik saham perusahaan. Namun demikian dirinya mensinyalir, seluruh hasil penjualan saham patungan PT DMB dengan PT Multi Capital (Bakrie Group) belum diterima. “Ini mungkin ya. Uangnya belum semua masuk. Karena informasi yang saya peroleh baru setengahnya dari total hasil penjualan yang jadi presentase PT DMB di PT MDB (Multi Daerah Bersaing),” paparnya. Ia memastikan, PT DMB tidak akan mengulur waktu RUPS untuk membagi hasil penjualan saham tersebut. Termasuk setiap informasi mengenai progres realisasi transfer dari PT Multi Capital kepada PT DMB. “Kalau sudah ada pasti mereka lapor ke kita selaku pemegang saham,” timpalnya.
(Suara NTB/bug)
H. W. Musyafirin Selaku bagian pemilik saham di PT DMB, Pemda KSB berharap realisasi pembagian hasil penjualan saham PT NNT itu segera dibagikan. Dan PT DMB sendiri sebelumnya telah memberikan sinyal akan menuntaskannya di bulan Agustus ini. “Itu kata mereka. Cuma kepastiannya kapan belum disampaikan ke kami,” ulang bupati. Pembagian hasil penjualan saham PT NNT oleh PT DMB kepada pemerintah tiga daerah hingga saat ini banyak menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat. Sebab diketahui proses akuisisi saham PT NNT oleh PT Amman Mineral Internasional (AMI) sebesar 82,2 persen (termasuk 24 persen saham PT MDB) sudah terlaksana pada akhir tahun 2016 lalu. Banyak pihak menilai idealnya hasil penjualan saham itu sudah diterima pemerintah tiga daerah. (bug)
Nilai Lakip Masih di Bawah Standar, RPJMD KSB akan Dievaluasi Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat akan melakukan evaluasi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) setempat. Evaluasi tersebut sangat perlu dilakukan mengingat nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Lakip) masih berada di nilai D. Inspektur Inspektorat Sumbawa Barat Ir. H. Ady Maulud-
din M. Si, kepada Suara NTB, Jumat (11/8) kemarin mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan yang ada di SKPD masih banyak yang tidak konsisten dengan RPJMD yang ada. Seperti, tidak ada di RPJMD tetapi ada di SKPD inilah yang tidak bisa dilakukan penilaian. Makanya pihaknya akan melakukan revisi terhadap RPJMD
yang ada saat ini. Revisi ini juga akan dilakukan pendampingan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) sekitar bulan September mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program yang ada dan dilaksanakan bisa sinkron. “Kita akan lakukan revisi dan evaluasi terhadap RPJMD yang ada, dengan harapan nilainya bisa lebih baik dengan yang
ada saat ini,” ungkapnya. Dikatakannya, terkait masalah ini (tidak sinkron program SKPD dan RPJMD) pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Mengingat dalam penilaian baru akan mulai terlihat tidak sinkronnya pelaksanaan program yang ada. Guna memecahkan masalah ini, pihaknya akan melakukan rapat kordinasi dengan para pimp-
inan SKPD sehingga apa yang menjadi target meningkatkan nilai Lakip bisa tercapai. Kalau saat ini berada pada nilai D, minimal di tahun berikutnya bisa menjadi CC atau bisa lebih dari nilai tersebut. “Kita targetkan tahun berikutnya bisa menjadi CC atau B karena saat ini kita sedang melakukan evaluasi terhadap RPJMD yang ada,” tandasnya. (ils)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Realisasi DAK Fisik Berkas Pengaduan Segera Dikirim Masih Terus Dipacu Dompu (Suara NTB) Pemerintah daerah (Pemda) Dompu memastikan tidak sampai terkena sanksi pemotongan dana transfer untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Realisasi 75 persen dari 30 persen dana transfer triwulan pertama diyakini bisa dicapai hingga 31 Agustus mendatang. Para kontraktor dan pelaksana terus dipacu untuk merealisasi anggaran proyeknya. “Minggu kedua Agustus, target bisa tercapai. Karena seluruh pelelangan hampir ram(Suara NTB/ula) pung. Terakhir, Dinas PUPR Nasrun Hanif sebanyak Rp 10 M sudah kita rampungkan proses tendernya. Rp 3 M –nya untuk air bersih dan Rp 7 M untuk air irigasi,” kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Dompu, Nasrun Hanif di ruang kerjanya, Jumat (11/8). Diakui Nasrun Hanif, Kabupaten Dompu sedikit terlampat dalam merealisasikan penyerapan DAK fisik dibandingkan daerah lain. Tapi dipastikan, target yang ditetapkan pemerintah melalui surat perpanjangan waktu hingga 31 Agustus akan bisa direalisasikan. Karena banyak DAK fisik ini hanya pengadaan yang proses pengadaannya melalui E-Katalog. Pelaporan realisasi DAK fisik ke pemerintah atasan dilakukan secara otomatis ketika SP2D diterbitkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk merealisasikan anggaran proyek dari bank kas daerah. Untuk mendorong realisasi ini, pemerintah mendorong kontraktor pelaksana program kegiatan untuk segera mencairkan anggaran proyeknya sesuai tahapan pelaksanaan. “Untuk proyek – proyek kecil, biasanya mereka tidak mengambil uang muka. Tapi untuk mempercepat serapan anggaran, kita dorong mereka untuk mengambil uang mukanya yang 30 persen dari nilai proyek. Kalau 30 persen mereka ambil, itu artinya bisa lebih dari 75 persen serapan anggaran transfer tahap pertama,” jelas Nasrun Hanif. Terkait DAK Pariwisata yang dikabarkan sempat dirubah, dikatakan Nasrun Hanif, sudah selesai dan sudah mulai dikerjakan setelah penandatanganan kontrak dilakukan. Begitu juga dengan DAK di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu sekitar Rp4 M lebih juga sudah ditandatangani kontrak, tinggal pencairan uang muka. Seperti yang diberikan Suara NTB pada edisi sebelumnya, Kabupaten Dompu termasuk daerah yang belum ditransfer DAK fisik untuk triwulan kedua. Karena Dompu tidak bisa menyelesaikan laporan hingga 21 Juli untuk penyerapan anggaran 75 persen dari 30 persen DAK fisik yang ditransfer triwulan pertama. Namun Kementrian Keuangan kembali memperpanjang waktu pelaporan hingga 31 Agustus 2017 ini. (ula)
Sekda Akui Tim Belum Dibentuk untuk Periksa ASN
Dompu (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H Agus Bukhari, SH, M.Si mengaku dalam waktu dekat akan segera mengirim berkas yang diminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terhadap 23 orang ASN. Berkas ini akan dikirim bersamaan dengan revisi stuktur panitia seleksi (Pansel) jabatan tinggi pratama. Namun tim yang akan memeriksa 23 ASN sesuai rekomendasi KASN justru belum terbentuk hingga saat ini. “Draf tim sedang disiapkan Asisten 1. Ini formalnya,” kata Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si menjawab soal rekomendasi KASN terkait pengaduan 23 orang pejabat yang merasa diberi sanksi pasca mutasi pengisian jabatan pada struktur organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Januari 2017 lalu dalam jumpa persnya, Jumat (11/8). Kendati tim yang akan memeriksa kesalahan dan alasan kebijakan memberikan sanksi terhadap 23 pejabat struktural ini belum terbentuk, H. Agus Bukhari justru mengaku,
tengah menyiapkan berkas untuk dibawa dalam dua pekan kedepan ke KASN. Berkas untuk mendukung keputusan Bupati memberi sanksi bagi para pejabat ini sedang disiapkan Kepala BKD Dompu. “Ini sedang disiapkan (dokumen) oleh kepala BKD,” katanya. Dokumen yang akan dikirim ini bersamaan dengan dokumen revisi pansel yang disesuaikan dengan PP 11 tahun 2017. Karena dalam pengajuan sebelumnya, komposisi pansel 60 persen dari internal pemerintah dan hanya 40 persen dari eksternal. Mestinya
60 persen dari eksternal dan 40 persen dari internal. Kendati demikian, H. Agus Bukhari mengaku, dari 23 orang yang mengadu ke KASN, ada 20an orang hanya atas nama dan tidak ikut mengadukan keputusan Bupati yang menonjobkan serta menurunkan jabatannya. Sehingga dari 23 orang ini sebagiannya akan dikembalikan, tapi saat ini sedang didiskusikan bersama KASN. “Dari 23, lebih kurang 20an nama hanya atas nama saja. Mereka ini ada pernyataan tertulisnya di atas materai,” akunya.
Selain itu, H. Agus Bukhari mengaku, dari 23 orang pejabat yang dinonjob dan diturunkan jabatannya ini, ada yang sudah ada LHP Inspektorat. Dalam LHP tersebut, Inspektorat merekomendasikan hukuman berat berupa pembebasan dari jabatan. Hasil asesman akhir 2016 lalu juga menjadi dasar menonjobkan dan menurunkan jabatan 23 orang pejabat ini. Namun Sekda tidak menjawab terkait beberapa pejabat yang tidak mengikuti Asesman secara tuntas dan bahkan beberapa pejabat yang ditempatkan di jabatan strategis ini justru tidak melaksanakan tugas saat assessment. Ia juga mengungkapkan, pengalihan dari pejabat struktural eselon IIb ke fungsional sesuai jenjang karir dan awal menjadi PNS. Pengalihan ke fungsional tampa disebutkan secara rinci jenjang fungsion-
(Suara NTB/ula)
H. Agus Bukhari alnya karena sedang masa transisi perangkat baru dan itu akan dibenahi. (ula)
Jalan Soeta dan Gama akan Diberlakukan Satu Arah Kota Bima (Suara NTB) Dua jalan protokol di Kota Bima, yakni jalan Soekarno Hatta (Soeta) dan Gajah Mada (Gama), akan mulai diberlakukan satu arah tahun 2017. Bahkan akan dilakukan ujicoba dalam waktu dekat. Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima, Sugiarto kepada Suara NTB, Jumat (11/8) mengatakan, diberlakukannya satu arah tersebut untuk mengurai kemacetan. “Untuk penyesuaian saja. Mengurangi kemacetan,” katanya. Ia menjelaskan, jalan Soeta nantinya akan dilalui kendaraan ke arah barat. Mulai dari perempatan lapangan Pahlawan, Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba hingga sampai di perempatan yang menuju pasar lama, Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat. Sementara, jalan Gama, lanjutnya, untuk kendaraan ke arah bagian timur. Mulai di perempatan pasar Senggol, Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat hingga tembus ke perempatan lapangan pahlawan. “Yang jelas pemberlakuan jalan satu arah mulai tahun 2017,” tegasnya. Meski begitu, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan ujicoba. Apakah layak atau tidak dengan sistem pemberlakuannya. Sembari melakukan sosialisasi untuk diketahui lebih luas oleh masyarakat atau para pengendara. “Kemungkinan antara September dan Oktober ini dilakukan ujicoba,” kata Sugiarto. (uki)
Lakalantas di Dompu Menurun Dompu (Suara NTB) Angka Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Dompu pada semester pertama Tahun 2017 ini menurun signifikan, yakni 47 kasus. Dibanding semester pertama tahun sebelumnya tercatat sekitar 77 lebih kasus. Beberapa kasus ada yang sudah rampung diproses hukum dan beberapa diantaranya juga masih tahap penyidikan. “Ada yang P21, ada yang diversi ada yang masih proses sidik,” ungkap Kasat Lantas Polres Dompu, Iptu Gde Sukarta, SH kepada Suara (Suara NTB/jun) NTB di kantor BKD Dompu, Gde Sukarta Jumat (11/8). Ia mengatakan, penurunan 30 persen angka laka lantas ini mengingat gencarnya upaya pencegahan yang dilakukan, terlebih intensitas penindakan juga terus ditingkatkan bagi pelanggar lalu lintas. Karena bagaimana pun kecelakaan baik yang mengakibatkan korbanya meninggal maupun luka-luka biasanya diawali aksi pelanggaran lalu lintas. “Sehingga ini lah yang kita kencangkan untuk kita tindak, salah satu tujuan kita untuk mengencangkan penindakan itu ya menurunkan angka laka ini,” jelasnya. Penurunan tersebut apakah bentuk tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas, Gde Sukarta mengaku tidak sepenuhnya demikian, kesadaran masyarakat saat ini masih perlu digenjot terutama bagi kalangan muda. Hal ini pula yang mendasari pihaknya masuk ke tiap satuan pendidikan guna memberi pembinaan, termasuk menyarankan pihak sekolah menyelipkan materi pembelajaran soal tertib berlalu lintas. “Secara dini kita berikan pemahaman dan ini menyasar semua tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Untuk masyarakat umum kita buat papan himbauan di daerah-daerah rawan,” ujarnya. Daerah rawan ini lanjut dia, diantaranya tanjakan Teka Sire Kecamatan Woja, Moti Toi Kecamatan Pekat dan beberapa titik jalan di Kecamatan Kilo. Dan beberapa daerah rawan tersebut rata-rata berada di wilayah pedesaan, sementara untuk wilayah perkotaan tak ada titik rawan laka lantas. “Karena di kota kan tiap hari kita berikan penindakan,” pungkas Gde Sukarta. (jun)
(Suara NTB/ist)
BB - Barang bukti (BB) truk dan kayu milik dua terduga cukong kayu hasil pembalakan liar di Pulau Sumbawa yang diamankan oleh aparat. (berita selengkapnya di halaman 1)
Pelajar Diajak Melawan Pengaruh Tramadol Kota Bima (Suara NTB) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima melakukan sosialisasi bahaya obat keras, Tramadol di SMPN di SMPN 2 Kota Bima. Di hadapan ratusan pelajar, BSMI mengajak agar tidak sekali – sekali mencoba obat yang merusak generasi tersebut. Sosialisasi ini dilakukan melalui ajang IMTAQ, di lapangan sekolah, Jumat (11/8) pagi. Kehadiran BSMI Kota Bima disambut suka cita oleh pelajar dan jajaran guru SMP setempat. BSMI menggambarkan bagaimana bahayanya Tramadol bila dikonsumsi. Rupanya, nama obat tersebut juga cukup dikenal oleh siswa setempat. Namun dengan lantang seluruh siswa mengaku tidak ingin mencoba – coba untuk konsumsi obat medis yang sudah dijual bebas tersebut. Bahkan salah seorang siswa maju dan berdiri dan mengajak teman – temannya untuk tidak meminum Tramadol, karena tidak baik untuk kesehatan. “Obat Tramadol itu obat keras. Saat ini tidak hanya dijual di Apotek, tapi juga dijual di tengah – tengah masyarakat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelas Ketua BSMI Kota Bima, Muhammad Akbar. Untuk itu, Akbar mengajak siswa untuk siap membentengi diri jika saja ada teman – teman yang mengajak untuk meminum Tramadol. Karena, jika dikonsumsi tanpa resep dokter maka akan merusak sistem saraf. “Itu obat keras. Kalau rutin diminum setiap hari, apalagi dalam jumlah yang lebih dari ketentuan, maka akan membuat peminumnya gila,” tegasnya.
Dokter yang bertugas di RSUD Bima itu bahkan mengungkapkan sudah banyak remaja dan pemuda Bima yang dilarikan ke RS Jiwa karena dampak minum Tramadol. Bahkan Pemerintah Kota Bima sudah menyatakan darurat Tramadol. “Tramadol itu ancaman serius untuk generasi. Jika kita sekali saja mencoba, maka akan ketagihan dan membuat peminumnya gila,” tuturnya. Di tempat yang sama, anggota BSMI Kota Bima, Izzawaty Daud mengungkapkan, bahaya Tramadol sekarang sudah menyasar ke sekolah – sekolah. Bahkan tidak menutup kemungkinan masuk hingga ke Sekolah Dasar. “Sebab, cara mendapatkannya pun tidak sulit. Karena di tengah masyarakat sudah tersedia” katanya. Sebagai seorang apoteker, Izzawaty juga memaparkan tentang pengaruh buruk jika Tramadol dikonsumsi secara terus menerus, apalagi sekali minum dalam jumlah banyak tanpa ketentuan. “Setelah minum memang bikin mabuk, kepala pusing, percaya diri. Tapi pikirkan dampak jangka panjangnya. Saraf kita rusak, dan masa depan kita pun akan hilang,” terangnya. Kepala SMPN 2 Kota Bima, Yusuf Ahmad, mengapresiasi langkah yang dilakukan BSMI. Ia berharap, kepedulian tersebut terus digalakkan. Karena semakin banyak yang peduli, maka upaya pencegahan bisa maksimal dilakukan. “Ini kegiatan yang sangat bermanfaat. Kami berharap, setelah sosialisasi soal dampak ini timbul rasa takut dari siswa untuk mencobanya,” kata Yusuf. (uki)
(Suara NTB/uki)
SOSIALISASI - BSMI yang melakukan sosialisasi kepada pelajar dan guru di SMPN 2 Kota Bima, Jumat (11/8).
Puluhan Ribu KK Terdampak Kekeringan di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB)Dampak kekeringan mulai melanda masyarakat di Provinsi NTB termasuk di Kabupaten Sumbawa. Tahun 2017 ini di Kabupaten Sumbawa sendiri terdapat puluhan ribu Kepala Keluarga (KK) yang terdampak tersebar di 18 kecamatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, sebanyak 23.706 KK atau 84.988 jiwa yang terdampak kekeringan. Jumlah tersebut tersebar di 161 dusun di 60 desa yang ada di 18 kecamatan. Adapun 18 kecamatan tersebut yakni Plampang, La-
bangka, Maronge, Lopok, Moyo Hulu, Lunyuk, Lape, Rhee, Alas Barat, Moyo Hilir, Moyo Utara, Lenangguar, Unter Iwis, Utan, Labuhan Badas, Buer, Alas dan Empang. “Rekapitulasi wilayah kekeringan di Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 tercatat 60 desa di 18 kecamatan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Tanggap Darurat, Syafruddin, MT yang ditemui Suara NTB, Jumat (11/8) kemarin. Dijelaskannya, dari 18 kecamatan yang ada, hampir semuanya parah karena membutuhkan air bersih. Dimana, berdasarkan data BMKG musim kemarau puncaknya diprediksi sampai Agustus ini. Hujan
baru turun sekitar awal September sifatnya hujan lokal. Rencananya pihaknya akan menyalurkan air bersih ke daerah yang terkena dampak kekeringan tersebut mulai pekan depan. Dalam hal ini sesuai dengan anggaran yang ada, sebanyak 500 ribu liter air bersih yang akan disalurkan. Jumlah tersebut sangatlah kurang jika dibandingkan dengan jumlah yang terdampak. Makanya, dalam APBDP pihaknya juga mengusulkan sekitar 400 ribu liter. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dalam penyaluran air bersih ini. Diantaranya Polres Sumbawa, PDAM dan instansi lainnya. (ind)
Bronjong Kuburan Desa Mura Dipastikan Tidak Dikerjakan Sumbawa Besar (Suara NTB)Proyek bronjong pengaman kuburan Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, KSB dipastikan tidak dikerjakan. Di lokasi yang seharusnya tempat pembangunan bronjong hanya terdapat tumpukan batu. Hal ini berdasarkan pengecekan lokasi yang dilakukan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa ke wilayah setempat, Jumat (11/8). Tim dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD, SH dengan anggota dua orang. Di lokasi proyek, tim didampingi PPK, PPTK,
Pengawas Utama, Pengawas Lapangan,dan Kades Mura. Kedatangan tim guna mengecek fisik proyek senilai puluhan juta tersebut. Dalam keterangannya melalui via WhatsApp, Raka sapaan akrab Kasi Pidsus membenarkan tidak adanya bangunan bronjong di lokasi tersebut. Hanya terdapat tumpukan batu sekitar di sekitar lokasi sekitar 4 truk. “Di lokasi tidak ada kegiatan, hanya ada material batu sekitar 4 dump truck,” terangnya. Selain melakukan pengecekan ke lokasi, diakuinya, tim juga mendatangi rumah AG
selaku kontraktor proyek tersebut. Hal ini guna melayangkan panggilan ketiga, karena sebelumnya yang bersangkutan belum memenuhi panggilan selama dua kali dengan alasa sakit. Namun AG nampaknya tidak berada di tempat, sehingga surat panggilan diterima orang tuanya. Berdasarkan pengakuan orang tuanya, AG sedang pergi ke Alas, Kabupaten Sumbawa. Dalam kasus ini, pihaknya sudah memeriksa 12 saksi guna dimintai keterangan. Sementara tiga saksi lainnya termasuk AG aka diperiksa dalam minggu depan. (ind)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
POLHUKAM
Halaman 8
KPK Minta DPRD NTB Berhenti Rapat di Luar Mataram (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyerukan pada DPRD NTB untuk berhenti melakukan rapat-rapat di luar gedung wakil rakyat Jl. Udayana. Sebab rapat yang dilaksanakan di tempat lain itu, dinilai rawan dijadikan tempat transaksi.
Dana Desa Minim Sosialisasi WAKIL rakyat di DPRD NTB ikut prihatin dengan ancaman dari pemerintah pusat akan menahan dana desa tahap II. Karena belum tuntasnya pelaporan penggunaan dana desa tahap I sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Anggota komisi II DPRD NTB dari fraksi Bintang Restorasi, H. Burhanuddin melihat bahwa buruknya pengelolaan dana desa karena masih minimnya sosialisasi mengenai dana desa itu sendiri terhadap aparatur pemerintah desa. “Sosialisasi tentang Undang-Undang Desa itu masih belum optimal, sehingga kurang dipahami oleh kepala desa dan perangkatnya,” ujar politisi PBB itu. Burhanuddin sendiri mengakui realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak kepala desa yang belum memahami mengenai anggaran, karena banyak kepala desa yang terpilih tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan urusan pemerintahan. “Karena masyarakat memilih kepala desa itu, tidak melihat pertimbangan aspek itu. Asal orangnya jujur, baik hati, itu sudah yang diangkat. Sehingga tidak heran kalau eksekusi anggaran itu tidak lancar, karena tidak paham anggaran,” sebutnya. Namun demikian, wakil rakyat dari daerah pemilihan Lombok Timur Selatan itu, tidak sepenuhnya menyalahkan posisi pemerintah desa, karena bagaimanapun dalam pengelolaan dana desa tersebut banyak pihak yang ikut berperan untuk mengawal. Salah satunya yakni peran dari para pendamping desa. Menurutnya, pendamping desa masih belum berperan optimal. “Harusnya disinilah peran dari pendamping desa itu, untuk mendampingi desa dalam pengelolaan. Tapi dengan adanya ratusan desa yang belum membuat laporan itu, mengindikasikan bahwa pendamping desa itu tidak berperan,” pungkasnya. (ndi) H. Burhanuddin (Suara NTB/ndi)
Komplotan Rampok Ternak Sadis Ditangkap Mataram (Suara NTB) Satu anggota komplotan rampok ternak yang beraksi di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, 14 Juni 2016 silam, Amaq Sular alias Saat (46) akhirnya tertangkap. Ia diciduk di rumahnya usai pulang dari pelarian ke Malaysia sebagai TKI. Amaq Sular masuk daftar buronan Polda NTB sejak Januari 2017, hampir enam bulan setelah beraksi yang melukai tiga korbannya. “Baru dua hari pulang dari Malaysia, kita tangkap,” ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Herman Suryono, Jumat (11/8). Tersangka, sambung dia, perannya ikut menganiaya penjaga kandang, yakni Amaq Mariam yang menderita luka sabetan di kepala, tangan, dan kaki, serta Amaq Malini dan Jayadi yang juga menderita luka yang sama akibat sabetan parang. Korban Amaq Mariam pun harus menderita cacat tetap akibat perbuatan komplotan rampok tersebut. Amaq Sular yang berasal dari Dusun Sape, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, beraksi bersama empat kawannya, yakni Rontok –yang sudah menjadi napi, serta AD, TB, NB, dan SR yang masuk buron. “Dia waktu itu menjaga di luar. Tapi karena ada temannya yang kalah duel dengan korban, dia lalu masuk ikut membantu,” terangnya. Perampokan yang berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita dini hari itu gagal. Kawan Sular yang tertangkap duluan, Abdul Hamid alias Rontok sudah terlebih dahulu ditangkap. Rontok dihukum penjara dua tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Praya, lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut dengan penjara tiga tahun. Terpidana itu terbukti bersalah melanggar pasal 365 KUHP jo pasal 53 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan. “Barang bukti Amaq Sular ini kita gunakan bukti yang digunakan untuk persidangan Abdul Hamid, sudah di Lapas dia terbukti bersalah,” terangnya. Herman menyebutkan, Amaq Sular akan disangkakan pasal yang sama yang digunakan untuk membuktikan kesalahan terpidana Rontok. Komplotan berjumlah lima orang itu masuk ke pekarangan rumah Amaq Mariam dengan melompat pagar, terlebih dahulu mereka mengintai dan menunggu penjaga kandang tidur. Mereka berhasil masuk ke kandang dan sempat melepaskan temali kerbau miliki Amaq Mariam, tetapi aksi mereka cukup berisik sehingga ketahun. Korban pun melawan. Tetapi apa daya, meski sudah bersenjatakan tombak, korban roboh juga. Berikut dua kawannya yang datang membantu belakangan. Meski demikian komplotan itu akhirnya kabur tanpa membawa pulang kerbau yang hendak dicurinya. Barang bukti berupa parang, senter, dan senpi rakitan tertinggal di TKP, yang menuntun jejak penangkapan mereka. (why)
Demikian ditegaskan Kasatgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suandha, saat memberikan materi sosialisasi perencanaan anggaran daerah berbasis aplikasi teknologi, di ruang rapat paripurna DPRD NTB, Jumat (11/8). Harapan agar para wakil rakyat itu berhenti menggelar rapat-rapat bersama mitra kerja di luar, dianggap penting dalam rangka untuk peningkatan perbaikan transparansi dan akuntabilitas. Sebab rapat-rapat yang dilakukan di luar tersebut seringkali dipersepsikan sebagai tempat melakukan transaksi.
“Karena pengalaman kami banyak kegiatan rapat di luar itu dipersepsikan ada sesuatu. Kami bahkan telah melakukan rekonstruksi (kasus) bahwa pemberian sesuatu itu dilakukan di sana,” ungkapnya. Selain itu, KPK juga memberikan beberapa rekomendasinya terhadap DPRD NTB dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses penganggaran, yakni DPRD NTB harus melakukan revisi tata tertib tata kerja, serta perbaikan sarana prasarana, seperti perlunya pemasangan CCTV di setiap ruang rapat. “Misalnya di ruang rapat
paripurna dan Komisi-Komisi bersama mitra kerja, kami mohon untuk dipasangkan CCTV. Paling tidak yang bisa merekam selama 15 hari,” ujar Asep. Selain itu, KPK juga menyarankan pada DPRD NTB untuk memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) kinerja. Sehingga dalam setiap rapat-rapat dipastikan selalu dibuatkan risalah rapat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan hasil rapat dibagikan kedua belah pihak. “Dan juga perlu dorongan agar masyarakat memiliki akses yang luas untuk berpartispasi dalam proses pengambilan
kebijakan, ucapnya. Terakhir, Asep mengingatkan pada pimpinan dan anggota DPRD NTB untuk mengisi LHKPN. Karena dari data KPK sendiri, bahwa anggota DPRD NTB masih sangat rendah yang telah mengisi LHKPN. Sementara itu, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH yang dikonformasi Suara NTB, terkait rekomendasi KPK tersebut, menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan apa yang menjadi saran dari KPK untuk perbaikan kinerja DPRD NTB. “Kita akan laksanakan semuanya, untuk memperbaiki kinerja DPRD. Kita habis ini akan langsung pasang CCTV di setiap ruangan, (paripurna, banggar, komisi dan pimpinan). Dan termasuk kita tidak akan lagi melakukan rapat di luar seperti saran
(Suara NTB/ndi)
Asep Rahmat Suandha KPK tadi,” tegasnya. Isvie juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mendorong anggotanya untuk segera mengisi LHKPN. Karena hal itu sudah menjadi komitmen DPRD NTB beberapa waktu lalu. (ndi)
Polisi Tembak Tersangka Curanmor Mataram (Suara NTB) Polres Mataram meringkus pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersama dengan penadahnya, Jumat (11/8). Total tiga pelaku yang ditangkap, dua di antaranya harus dirobohkan dengan timah panas. Para tersangka itu, Arif (22) dan DR (17), asal Batu Lajang, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Keduanya diduga berperan sebagai eksekutor curanmor. Serta tersangka penadah motor curian, Muhadil alias Hadil (38), warga Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah, Lombok Barat. “Tersangka Arif mencoba kabur saat akan dinaikkan ke mobil, sementara Hadil mau kabur saat digerebek,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Jumat (11/8). Ia menjelaskan, tersangka curanmor itu diduga sudah beraksi di delapan tempat berbeda, mulai dari wilayah Mataram sampai Lombok Tengah.
Di antaranya, pada Selasa (1/8) lalu Honda Beat Pop di pelataran parkir Masjid Perum Bulog, Kekalik, Kecamatan Sekarbela; sebelumnya Honda Beat Pop di Pagutan, Kecamatan Mataram, Honda Vario di Jalan Sriwijaya, Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, dan Honda Beat di Lombok Tengah. Empat motor yang dicuri dengan bekal kunci letter T itu, semuanya dijual Arif dan Darma kepada Hadil. Sementara si penadah motor curian, dalam pekan ini saja sudah membeli sembilan motor curian. Diakui tersangka Hadil dirinya sudah memberi sekitar 40 motor curian. “Itu dari berbagai pelaku curanmor. Dia ini memang langganan sama pelaku curanmor. Untuk pelaku lainnya masih dalam pengembangan,” ujar Muhammad. Dari pengakuan Hadil, untuk sepeda motor matic dibeli dari pelaku curanmor antara Rp 1,4 sampai Rp 1,6 juta ter-
gantung kondisi. Kemudian ia jual kembali ke warga di pedalaman Sekotong seharga Rp 2 juta. “Ya itu untuk digunakan di dalam kampung-kampung, yang tidak setiap waktu ada pemeriksaan kendaraan bermotor,” terangnya. Arif dan Darma ditangkap di SPBU Gerung, Kamis (10/8) sekitar pukul 20.00 Wita usai mengisi bensin motor curiannya, ditemukan bukti kunci letter dan uang tunai Rp 700 ribu. Enam jam kemudian, Hadil ditangkap di rumahnya. Di belakang rumah Hadil, ditemukan empat motor diduga dibeli dari pelaku curanmor, serta sebilah golok. (why) DIGIRING - Penadah motor curian asal Sekotong, Lombok Barat, Hadil berjalan tertatih dengan luka tembak di betis kiri saat digiring polisi ke Rutan Polres Mataram, Jumat (11/8). (Suara NTB/why)
Tak Diberikan Izin
Deklarasi Ahyar di Masbagik Batal Mataram (Suara NTB) Rencana bakal calon gubernur H. Ahyar Abduh untuk deklarasi tanggal 27 Agustus mendatang terancam batal. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak memberikan izin menggunakan lapangan Masbagik sebagai tempat deklarasi. Terhadap batalnya deklarasi tanggal 27 Agustus tak ditampik oleh Ahyar Abduh. Ia menjelaskan, panitia teknis deklarasi menginformasikan bahwa Pemkab Kabupaten Lombok Timur tidak memberikan izin menggunakan lapangan Masbagik sebagai lokasi deklarasi untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang. Alasannya, lapangan tersebut sepanjang bulan Agustus digunakan sebagai tempat kegiatan lomba. “Iya, begitu informasi dilaporkan panitia teknis di Masbagik,” kata Ahyar ditemui Jumat (11/8). Skenario awal, ia memberikan dua opsi ke koordinator tim sukses se - Pulau Lombok bahkan perwakilan koordinator dari Pulau Sumbawa bahwa deklarasi di Mataram dan Mas-
bagik. Keputusannya memilih lapangan Masbagik. Ahyar yang juga Walikota Mataram dua periode ini akan membahas kembali waktu dan lokasi deklarasi. “Nanti kita bahas lagi dengan tim bagaimana keputusan selanjutnya,” kata dia. Spekulasi bermunculan tak dikeluarkan izin deklarasi tersebut karena persoalan politis mengingat Bupati Lombok Timur, H. Ali Bin Dachlan juga bakal maju di Pilkada NTB 2018. Namun, Ahyar memilih berpikir positif saja dan menganggap hal tersebut wajar. “InsyaAllahndaklah,”tuturnya. Selasa (8/8), Ahyar Abduh mengumpulkan koordinator, pendukung, dan simpatisan dari se - Pulau Lombok. Pertemuan itu membahas rencana deklarasi tanggal 27 Agustus. Masing - masing tim sukses telah menyiapkan massa. Estimasi akan meramaikan deklarasi mencapai ribuan orang. Kemungkinan kata Ahyar, deklarasi akan dilaksanakan bulan September sembari melihat perkembangan. (cem)
Polisi Amankan Pemberangkatan JCH Mataram (Suara NTB) Jemaah Calon Haji (JCH) asal NTB mulai diberangkatkan Jumat (11/8). Kepolisian mengamankan lokasi pemberangkatan yang diprediksi dibanjiri pihak pengantar. Kabag Ops Polres Mataram, Kompol Mujahidin menyebutkan, pihaknya mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan sekitar lokasi Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar Selatan, Sekarbela, Mataram. “Mulai persiapan sampai pemberangkatan karena diprediksi akan banyak pihak keluarga yang ikut mengantar memadati lokasi,” terangnya, Kamis (10/8). Ia menambahkan, pengamanan tersebut berlaku sampai 10 hari ke depan terhitung dari Jumat (11/8), yang merupakan hari pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama dari Kota Mataram. Untuk mendukung pengamanan tersebut, sambung dia, pihaknya juga sudah mendirikan pos beserta personel yang akan berjaga dan berpatroli 24 jam penuh. Kerawanannya, ungkap Mujahidin, yang paling menonjol yakni kemacetan lalu lintas. Mengingat banyaknya masyarakat pengantar JCH. “Kita akan terapkan sistem
(Suara NTB/why)
Mujahidin buka tutup arus lalu lintas. Mulai dari bundaran simpang empat Jempong,” jelasnya. JCH embarkasi Lombok dibagi menjadi 11 kloter. Rombongan JCH dari NTB pada 2017 ini yang diberangkatkan mencapai 4.498 orang, termasuk tim pemandu ibadah haji. Masing-masing kloter berjumlah 450 orang. JCH asal NTB masuk dalam fase pemberangkatan JCH gelombang kedua dari Indonesia menuju Jeddah. JCH akan terbang langsung ke Jeddah melalui Lombok International Airport (LIA), Praya, Lombok Tengah. (why)
Izin Pinjam Motor Malah Digadaikan Mataram (Suara NTB) Haeri H alias Heri alias Juan (24) diciduk polisi. warga Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lobar itu diduga menggelapkan motor kawannya. Kapolsek Pagutan, Iptu Wayan Putu Sudarsana mengatakan, tersangka diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. “Modusnya meminjam dengan alasan mengambil motor pacar yang ditilang, ternyata dia gadaikan ke orang lain,” ungkapnya dikon-
firmasi, Rabu (9/8). Tersangka Heri meminjam sepeda motor kawannya yang tinggal di kos-kosan di Lingkungan Pagesangan Baru, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Selasa (8/8). Tersangka yang meminjam dengan alasan mengambil motor kekasihnya itu diizinkan korban. Tetapi, tersangka malah ke kawasan Cakranegara untuk menggadaikan motor tersebut. “Dia gadai Rp 2,6 juta,” ungkap Sudarsana. Korban yang mempertany-
akan motor tersebut kepada tersangka tak kunjung digubris yang kemudian melapor ke polisi. Tersangka kemudian ditangkap hari itu juga sekitar pukul 19.30 Wita, berikut barang bukti Honda Vario DR 4425 DV dan STNK-nya. “Tersangka sudah diamankan dan masih menjalani penyidikan,” ujarnya. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun. (why)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Jendela Sastra
Halaman 9
Perempuan yang Berlari Pelan di Taman pada Sore Hari Jamil Massa Rachel Hershkovitz (fineartamerica.com)
Kau sudah mendengar suaranya. Cuma dua atau tiga kalimat pendek, tetapi kau dapat menangkap pantulan kepercayaan diri yang mengagumkan darinya. Perempuan yang kau telepon itu sepertinya telah terlatih menangani pembicaraan dengan orang asing, dalam kondisi tanpa dukungan kode non verbal yang memadai. Ia pun seolah tahu ingatanmu lemah. Atau ia tahu kebanyakan manusia modern memiliki ingatan lemah, terutama dalam menghapalkan nama jalan, nomor rumah, atau nama kompleks perumahan. Kau sudah mendengar suaranya dan ia akan mengirimimu alamat rumahnya lewat pesan singkat. Untuk itu, kau harus memutus percakapan telepon tersebut. Beberapa detik kemudian SMS itu masuk. Kau membalasnya, mengatakan kalau paket untuknya akan kau antarkan sekitar pukul lima sore. Kau beri penjelasan tambahan, di jam itu kau biasanya baru pulang kantor. Ia menjawab, juga dengan SMS, kau boleh datang kapan saja selama kau memberinya kabar terlebih dahulu. Pukul lima sore ia biasanya joging di taman. Akan tetapi semua bisa diatur. Kau menutup percakapan itu dengan sebuah persetujuan. Kau kantongi kembali telepon genggammu seraya membatin, jadi inilah pembaca pertama buku puisiku; seorang perempuan dengan suara yang kukuh dan dewasa, yang punya kebiasaaan berlari pelan di taman pada sore hari. Kau coba mengingat-ingat siapa di antara teman-temanmu yang memiliki profil sekaligus kebiasaan semacam itu. Kau berusaha mereka-reka orang seperti apa pembeli pertama buku puisimu. Apakah ia gemuk atau kurus? Gemuk berarti kebiasaan berlari pelan di sore hari belum lama ia jalani. Mungkin ia seseseorang yang mudah risau, setidaknya risau akan bentuk tubuhnya sendiri. Jika kurus, barangkali joging sore adalah sebuah gaya hidup yang sungguh-sungguh ia hayati. Jadi, gemuk atau kurus? Kau ingat suara yang begitu percaya diri itu. Darinya kau menyusun asumsi yang paling kau yakini. Perempuan itu kurus. Tetapi, apakah orang semacam itu memiliki hasrat membaca empat puluh enam buah puisi dalam bukumu? Di kantor pemerintah tempat kau bekerja, kebanyakan pegawainya, termasuk dirimu sendiri, memiliki lingkar badan yang amat diragukan aktivitas fisiknya. Kecuali Hendra dari Bagian Umum, seorang duda beranak satu yang mengelola bisnis sampingan sebuah pusat kebugaran. Ia punya otot-otot yang bagus, tapi bukan berlari pelan di taman pada sore hari
yang membentuknya. Dan dia bukan penggemar puisi. Kau kemudian membayangkan seorang perempuan berambut sebahu, rambut bergelombang diikat ke belakang, tengkuk mengilap putih kecokelatan lantaran keringat. Kedua pundaknya mantap, punggung kausnya basah—ada dua berkas basah; yang atas berbentuk oval, sebesar telapak tanganmu, dan yang bawah bermotif lingkaran tak beraturan, satu seperempat kali lebih luas dari berkas basah yang pertama. Kau bayangkan ia berbalik, menghadapmu, memperlihatkan mata kecilnya. Juga hidung bulat yang mirip seekor moluska sedang kelelahan. Dan ternyata ada berkas basah ketiga. Paling kecil di antara semuanya, merembes dari leher kausnya. Berkasberkas basah itu begitu gelap, sebab kausnya berwarna ungu polos. Tentu saja, sebelum itu sejumlah titik keringat muncul satu-satu di lehernya. Ia berlari, menyerap unsur-unsur paling murni dari kehangatan matahari dan bumi, lalu titiktitik bening itu tersentak dan luruh seperti hujan lelatu dari pancaran kembang api. Akhirnya, kau bayangkan perempuan itu mencangkung di suatu bagian taman, atau duduk selonjoran dengan ujung sepatu lari yang menuding awan-awan, sembari membaca beberapa baris salah satu puisimu. Percakapan ini alangkah sunyi sebab kata-kata telah terlanjur kita imani. Kau seolah menemukan kesedihan di wajahnya. Dan kau tahu mengapa. *** KAU mengucek-ngucek mata. Seseorang membangunkanmu. Bu Ratna. Berapa lama kau tertidur tadi? “Undangan untuk peserta dan pemateri sudah selesai?” tanya Bu Ratna. Di kantor ini, perempuan itu meminta orang-orang memanggilnya Ummi. “Sudah selesai saya print.” Kau mendorong setumpuk dokumen. “Tapi belum lengkap. Lampirannya belum ada.” “Jadwal acara ya? Ambil dari flashdisk saya saja.”
“Bervirus tidak? Komputer saya ini komputer tua. Sensitif. Suka mati sendiri kalau salah colok flashdisk.” Bu Ratna berpikir agak lama sebelum akhirnya berkata, “Print dari komputer saya saja ya?” “Nah, itu lebih baik.” Bu Ratna lalu mengangguk dan berbalik pergi. Kau melihat sepintas pundak, pinggang, dan panggulnya. Perempuan pertengahan tigapuluhan yang kurus, tapi sepertinya bukan karena joging. Lebih seperti kurus akibat malas makan dan sakit-sakitan. Terpenjara dalam lingkungan yang stagnan begini, siapa yang tidak akan kehilangan nafsu makan dan sakit-sakitan? Rutinitas, proposal, nota, surat-surat dan laporan yang menumpuk adalah bola meriam berantai yang mencekik dan mengikatmu di belakang meja. Telah dua tahun delapan bulan kau bekerja di tempat itu, tetapi cinta belum datang juga. Hubunganmu dengan pekerjaan mirip betul dengan ikatan gundik dengan majikan. Ia memberimu hidup yang layak, tapi sebagai gantinya kau boleh diperah sampai jadi sepah. “Menulis puisi membuatku merasa tetap manusia.” Begitulah kau berujar kepada istrimu, di hari ketika ia pergi dari rumah, atau sehari setelah penerbit di Jogjakarta mengabarkan bukumu telah selesai cetak dan siap diedarkan. “Aku tak melarangmu menulis puisi. Aku cuma membenci puisi-puisi yang kau tulis ketika kau masih bersama mantan-mantan kekasihmu itu,” jawabnya. “Buku itu bisa terbit karena penerbit suka. Matang secara estetik, bagus secara puitik, dan ada pasarnya. Tidak ada sentimen masa lalu. Aku menulis bukan untuk merayakan kenangan seperti tuduhanmu.” “Andai perasaanku bisa diyakinkan.” Istrimu terisak. “Seharusnya bisa. Aku pernah kok bersama seseorang yang tak ambil pusing akan apa yang aku tulis.” Ia berhenti terisak, lalu menatapmu tajam. Kau menyesali kata-katamu, tapi kau tak melakukan apa-apa, bahkan ketika ia mulai berkemas.
*** BEBERAPA hari lalu seorang kakak angkatan dari kampusmu mengirim pesan di kotak surat Facebook-mu. Ia memesan buku puisimu, edisi bertandatangan, dan memintamu mengantarkannya kepada kenalannya yang kebetulan sedang bermukim di Gorontalo, kotamu. Kau pikir si kenalan adalah perantara, yang kelak akan membawakan buku itu ke kota tempat kakak angkatanmu berada untuk memangkas ongkos kirim. Ternyata si kenalan itu, perempuan yang baru saja kau telepon itu, justru adalah tujuannya. Dan kau baru menyadari itu setelah kakak angkatanmu menghubungimu lagi. “Jangan lupa tandatangan, ya. Disertai pesan, untuk Marsha, ibu terbaik sedunia.” Kau iyakan permintaannya seraya membatin, jadi inilah pembaca pertama buku puisiku; seorang ibu terbaik sedunia, dengan suara yang kukuh dan dewasa, yang punya kebiasaaan berlari pelan di taman pada sore hari. Tidak. Istrimulah ibu terbaik sedunia. Dahulu ia senang naik gunung, juga suka berlari, meski lebih sering bersepeda. Sekarang, satu-satunya olahraga yang rutin ia jalani adalah mengurus anak lelakimu, yang sebulan lagi merayakan ulangtahun pertamanya itu. Dan ia pernah sangat tergila-gila pada puisi-puisimu. Kalian memang sering berdebat. Hal-hal kecil dan mudah didamaikan sebetulnya. Misalnya, apakah sapuan minyak telon di batang leher bisa mengobati batuk; apakah nyeri gusi pada anak yang sedang tumbuh gigi bisa dihilangkan dengan sentuhan orang saleh; apakah dosis parasetamol untuk bayi mesti disesuaikan dengan umur atau dengan berat badan; apakah mengenalkan aksara dan angka-angka pada anak prasekolah adalah sebentuk ketergesaan yang keji; apakah peradaban lebih membutuhkan bandar udara daripada sawah; lebih membutuhkan hotel bintang lima ketimbang hutan mangrove; apakah kaum homoseksual yang ditolak surga itu juga tidak layak hidup di bumi; apakah agama benar-benar bisa dinista; dan
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 kecemasan melemparkanku jauh ketika terlontar dari tempat semula 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dari rumah dan penjuru langit tak lagi memunculkan gema setelah ini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 tangan-tangan angin yang meniti ia akan meniupkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 seutas jalan nama seorang kasim seseorang membuang dirinya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dari sebuah daratan pasir merindukan daratan luas 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 sembilan hari untuk menjaga seraya menunggu matahari dalam ribuan mitos 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 sepuluh hari untuk melepas tumbuh 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 seseorang datang dari pergi gua yang tertimbun rerimbun 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 “di kanopi dunia begitu pagi dan laut yang terputus 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 berbahaya” bisiknya setelah menemukan simpul 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dalam buku-buku lama sebuah syair dinyanyikan berulang kali 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 setelah ini perambah dari abad ke 16 untuk mencari senja abadi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ia akan membunyikan memintas 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 suara itu, lengking palung hanya dengan memisahkan diri 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dari geliginya yang gigil mengulurkan lengannya dari seberang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 oleh sisa kabut pedalaman menghubungkan garis biru akan dapat ia temui 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 di luar waktu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 2016 dan orang-orang tanjung semesta, buih, ombak, puisi, kilau, kerang, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ke daratan seberang bintang, garis, kabut, tiga titik, iota 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 2016 2016 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 di antara sehampar pelita 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 langu udara 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dua anjing pelabuhan berlarian 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 seperti suar 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 menantikan suara 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dengung di ketinggian 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 denting pertama yang terdengar dari tiang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 mengajariku 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 bagaimana menambatkan sampan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 di hadapan gelombang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 : ini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Irma Agryanti, Lahir di Mataram, Lombok. Buku 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 2016 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 puisinya, Kejahatan Ciuman, akan segera terbit. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567
Irma Agryanti Tali
Seberang
Tiang
Peluit
sebagainya. Bahkan saat menonton film berdua pun kalian berdebat, siapa karakter yang paling memikat. Berbeda denganmu yang menyukai Sherlock Holmes, ia menjadikan karakter kikuk John Watson sebagai favoritnya. Dokter Watson, menurutnya, adalah sosok yang memperlihatkan betapa manusia bisa saja melakukan kesalahan. Tidak. Manusia sering melakukan kesalahan. Dan karena itu, kualitas terbaik yang bisa diharapkan dari seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kesetiaannya. Kecerdasan cuma bisa membentuk, mengeraskan, dan mengawetkan ego. Sementara kesetiaan membuatmu layak mendapatkan dekapan hangat, atau setidaknya simpati dan dukungan yang tulus. “Ya, kesetiaan. Pada kebenaran. Pada kehidupan. Pada cinta,” bisiknya seraya mengetatkan pelukan di tubuhmu. *** SEBETULNYA kau telah mengabarinya. Menjelang waktu pulang kantor, pekerjaanmu bertambah banyak. Selepas magrib baru memungkinkan, dan perempuan itu
mengerti. Ternyata perkiraanmu meleset. Semua pekerjaan bisa kau selesaikan lebih cepat. Kau ingin memberitahunya hal ini, tapi kau sedang letih mengirim SMS, atau menelepon, atau apa pun. Namun kau tetap datang juga di taman itu. Duduk bersandar di salah satu bangku. Memandangi banyak orang dan lebih banyak bunga-bunga. Menikmati hangat matahari yang bercampur udara sejuk selepas hujan. Sebuah jalur lari mengelilingi taman itu mengikuti pola sayap kupukupu. Namun cuma satu atau dua orang yang berjoging. Selebihnya duduk berduaan dan bergerombol. Pacaran atau sekadar berfoto-foto. Kau sendiri lalu membayangkan perempuan itu. Ia berlari. Rambut bergelombang yang diikat ke belakang, dan bahunya yang mantap berayun seperti suara biola yang mengalunkan lagu sedih. Bachianas Brasilieras No. 5, dari Heitor Villa-Lobos kedengarannya cocok. Satu berkas basah saja yang kelihatan sebab ia sedang menujumu. Kausnya bukan ungu polos, melainkan putih dengan beberapa garis hitam dan merah; seragam
kesebelasan Jerman. Semakin dekat, ia melambat, lalu berhenti selangkah di hadapanmu. Sembari terengah ia melirik buku puisi bersampul warna persik di pangkuanmu. Ia mengambilnya kemudian duduk di sisimu. Mengingat suaranya yang penuh percaya diri itu, kau menganggap wajar jika ia berperilaku sedemikian akrab. Ia melepas segel plastik bukumu, lalu membuka entah halaman berapa. Dan di lengkung pipimu, senja menjadi murni seperti dosa kecil yang sedang diampuni. Kau merasakan kesedihan menggumpal di dadamu. Dan kau tahu mengapa. Ia membaca puisi yang penah kau tulis untuknya. Puisi yang tak ada di sana.*** Gorontalo, 2017 Jamil Massa, lahir di Gorontalo, 14 Maret 1985. Menulis puisi cerpen dan esai. Buku puisinya berjudul Sayembara Tebu (2016) dan Pemanggil Air (2017).
PENDIDIKAN
10 Jabatan Kepala Sekolah di Lobar Lowong
(Suara NTB/dok)
JABATAN kepala sekolah (kepsek) yang ada di 10 sekolah masih lowong. Baik itu yang berada di Sekolah Dasar (SD) maupun yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jabatan kepsek ini pun masih diisi pelaksana tugas, rencananya pengisian jabatan kepsek ini bakal dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, M Hendrayadi, menyebut, kekosongan kepsek terdapat di M. Hendrayadi 8 SD dan 2 SMP yang ada di Lobar.”Ada yang meninggal seperti di SMP 3 Gunung Sari, ada yang pensiun juga di Desember kemarin, kemudian tidak ada pengukuhan di tahun kemarin, karena ada pengukuhan kepala dinas, sehingga tidak bisa dilakukan pengukuhan dengan cepat,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/8). Sementara waktu, untuk mengisi kekosongan sejumlah kepsek tersebut diisi oleh pelaksana tugas hingga pengukuhan Kepsek yang baru. Hendrayadi mengatakan awalnya terdapat kebiasaan di dinas yang mengunakan pengawas dinas dan data struktural untuk menjadi pelaksana tugas. Namun ia merasa hal itu tidak efektif jika dikaji dari beberapa aspek. Sehingga ia memutuskan untuk pelaksana tugas Kepala SMP diisi oleh wakil kepala sekolah dan SD oleh guru yang dianggap senior. Pihaknya pun mengharapkan dalam waktu dekat ini dapat mengukuhkan kepsek yang akan mengisi kekosongan di sejumlah sekolah terebut. Ia pun mengharapkan pada bulan Agustus ini dapat yang berdekatan dengan tahun ajaran baru. “Jadi pendataan baik internal bisa dilakukan,”ujarnya. Terkait dengan syarat guru yang akan dikukuhkan untuk menjadi kepsek, pria yang sempat menjabat sebagai Plt Kadis Dikbud ini mengaku cukup banyak jika melihat dari ketentuan kementerian. Namun ia memastikan pihaknya akan melihat dari kapasitas yang bersangkutan, kemampuan mengelola, baik itu mengelola sekolah maupun personel yang ada. Kemudian faktor komunikasi baik itu komunikasi keatas, bawah kekiri dan kanan. Serta yang utama faktor integritas dan loyalitas. “Itu pilihan utama untuk menetapkan seorang guru menjadi kepala sekolah,”katanya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan pengisian nantinya akan dilakukan acak, sehingga tidak meski pada satu sekolah yang sama. Bisa juga dari berbeda sekolah, namun masih dalam wilayah Lobar. “Kita upayakan yang terdekat dengan rumahnya, jangan sampai ada alasan jauh tempat tugas, sehingga menghambat dia melaksanakan tugas,”ucapnya. Adakah yang menyodorkan nama calon ?. Ia mengatakan banyak. Menurutnya nama-nama tersebut datang dari berbagai stakeholder, baik itu dari bawah maupun sebagainya. “Tapi tetap indikator penilaian kita integritas dan loyalitas,” tegasnya. (her)
Belum Efektif, Larangan Membawa HP di Sekolah
Mataram (Suara NTB) – Larangan membawa Handphone (HP) oleh siswa masih belum efektif berjalan. Pasalnya fasilitas pengganti seperti HP kelas atau call center belum sepenuhnya berjalan. Menurut Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PK-PLK) Lombok Barat (Lobar)-Mataram, H. M. Mashun, belum efektifnya larangan membawa HP, karena terkendala untuk mengganti HP dengan fasilitas yang disediakan sekolah. ‘’Memang ada beberapa sekolah yang sudah menyediakan, tapi belum maksimal,” akunya. Pihaknya sendiri berharap ada fasilitas HP kelas atau call centre di setiap wali kelas. Namun ini yang masih belum bisa berjalan dengan baik. Larangan membawa HP diatur oleh surat edaran guber-
nur tentang Kawasan Sekolah yang Aman, Nyaman, Tertib dan Kondusif. Dalam Surat Edaran itu tertuang enam poin instruksi Gubernur kepada Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta dalam rangka mewujudkan kawasan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Di surat edaran itu, poin pertama diinstruksikan agar kepala sekolah menerapkan larangan membawa alat komunikasi ke sekolah bagi peserta didik, kedua menerapkan larangan penggunaan alat komunikasi kepada pendidik (guru) pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Sekolah juga diminta memfasilitasi komunikasi peserta didik dengan orang tua/
(Suara NTB/ist)
wali. Dengan menyediakan fasilitas komunikasi peserta didik dengan orang tua/wali dan menyediakannya fasilitas komunikasi itu dengan jumlah yang memadai sesuai dengan jumlah siswa. Selain itu, instruksi lainnya, sekolah diminta melatih kedisiplinan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan untuk para peserta didik dengan melarang penggunaan kendaraan bermotor bagi peserta didik yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Termasuk memberikan pendampingan psikologis kepada peserta didik yang mengalami permasalahan emosional dan sosial di sekolah. Serta membina hubungan yang
baik dan harmonis antara kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua/wali. Aturan ini mulai diujicoba sejak 1 April. Di awal tahun ajaran 2017/2018 inilah mulai diterapkan sepenuhnya. Pihaknya melakukan pemantauan di sejumlah sekolah selama ini, terutama berkaitan dengan larangan membawa sepeda motor bagi siswa yang tidak memiliki SIM. Selain juga larangan membawa HP dan larangan mengecat rambut dan melukis badan. Berdasarkan pantauannya, larangan membawa sepeda motor bagi siswa yang tidak memiliki SIM berjalan cukup efektif. Terlihat sepeda motor yang dibawa siswa sedikit lengang. Masing-masing sekolah juga sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian. “Sekolah merasa nyaman, mudah-mudahan jadi ke-
biasaan. Terasa efektif larangan membawa sepeda motor bagi siswa yang tidak punya SIM, karena beberapa sekolah bangun kerja sama juga dengan kepolisian,” kata mashun. Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Surya Bahri, mengatakan beberapa sekolah sudah melaksanakan ketentuan itu. Diharapkan seluruh sekolah di NTB dapat menerapkannnya. Ketentuan ini menurutnya bagian dari pendidikan karakter dan orang tua yang paham memberi sambutan yang baik. “Jadi bagaimana kita mengajar anak sejak dini, bahwa yang tidak boleh itu jangan dilakukan, tidak boleh naik motor tidak punya SIM. Kalau kita biarkan itu kita akan mendidik ke hal yang salah,” kata Surya. (ron)
Hari Ini, Penyerahan SK Guru Besar
STMIK Bumigora Mataram Miliki Guru Besar Pertama
(Suara NTB/ron)
PEMBEKALAN - (Dari kiri ke kanan) Ketua Panitia PPL, Gede Eka Puja Dyatmika, Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Susilo Edi Purwanto, Wakil Ketua III STAHN Gde Pudja Mataram, I Nyoman Murba Widana, dan Wakil Ketua II STAHN Gde Pudja Mataram, Ida Ayu Nyoman Widia Laksmi, saat pembukaan pembekalan PPL periode XVI Jurusan Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Jumat (11/8).
STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Pembekalan dan Pelepasan Guru Harus Jadi Prioritas Mahasiswa PPL Ke XVI
POSISI guru dalam dunia pendidikan sangat strategis. Bahkan tidak dapat tergantikan oleh yang lain dalam struktur ekosistem pendidikan. Untuk itu, perhatian pada nasib para guru harus jadi perhatian serius. Kepala SMK Pelayaran Mataram, Baiq Yusriana mengatakan guru punya peran mendasar dalam mendidik peserta didik agar terbentuk watak dan karakternya. Bahkan warna watak dan karakter peserta didik tergantung dari guru. Secara sederhana, jika seorang peserta didik hendak dibentuk karakter kejujurannya, maka seorang guru memiliki tugas pertama berlaku jujur. Selanjutnya sikap jujur itu akan ditiru peserta didik. Dapat dibayangkan, ujarnya, jika seandainya guru tidak mampu lahir jadi sosok yang ditiru dan digugu, maka jangan berharap karakter peserta didik dapat terbentuk dengan baik. Lebih jauh mengingat pentingnya posisi guru, wajar jika mereka harus diistimewakan bahkan dimuliakan dalam hal perlakuan. Mereka harus mendapat pembinaan, pemberdayaan dan memperoleh tingkat kesejahteraan yang baik. Tentu hal tersebut untuk memacu guru jadi lebih baik lagi. Pemerintah hendaknya mampu memperlakukan guru dengan baik yang tercermin dalam setiap kebijakan yang dilahirkan. Agar jangan sampai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan membebani dan merugikan, karena tidak diimbangi dengan tingkat perhatian yang baik. (dys)
Halaman 10
Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan pembekalan dan Pelepasan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) periode ke XVI bagi Jurusan Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Jumat (11/8) di Kampus STAHN Gde Pudja Mataram. Sebanyak 38 orang mahasiswa akan mengikuti PPL periode ke XVI ini. Ketua Panitia, Gede Eka Puja Dyatmika, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menjelaskan, sebanyak 38 mahasiswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 26 perempuan akan mengikuti PPL periode ke XVI ini. Berlokasi di 15 lokasi, dengan rincian tiga lokasi di tingkat SMA dan 12 lokasi di tingkat SD. ‘’Pembekalan PPL ini mengangkat tema, melalui PPL Periode XVI, kita tingkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru,’’ ujarnya. Eka menyampaikan, berdasarkan Undang-undang No-
mor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada Bab IV pasal 10 dan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada Bab VI pasal 3 telah menegaskan tentang kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. “Oleh karena itu para guru harus mendapatkan bekal yang memadai agar dapat menguasai sejumlah kompetensi yang diharapkan tersebut,” katanya. Menurutnya untuk mencapai kompetensi yang diharapkan tersebut, maka di perguruan tinggi dilaksanakan kegiatan PPL. PPL merupakan titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa di bangku kuliah. PPL merupakan ajang pelatihan bagi mahasiswa utnuk menerapkan berbagai pengetahuan yang telah diperoleh di perkuliahan dalam rangka pembentukan calon tenaga pendidik yang profesional. Tujuan dari PPL ini, untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih menjadi seorang calon pendidik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Serta menciptakan calon pendidik yang profesional. Kegiatan PPL berlangsung dari Pertengahan Agustus sampai dengan Desember 2017 atau satu semester. Narasumber untuk pembekalan PPL yaitu, Dr. Drs. I Nyoman Budhita S., S.Ag., M.Pd., menyampaikan materi mengenai etika guru dalam proses pembelajaran. Sementara Ketut Suparta, S.Ag., meyampaikan materi tentang perangkat pembelajaran. Wakil Ketua (Waka) I STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Susilo Edi Purwanto, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya mewakili Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, menyampaikan, mahasiswa yang mengikuti PPL dicetak untuk menjadi pendidik. “Profil menjadi seorang pendidik berarti harus terdidik, juga menjadi seorang peneliti. Ini harus dicermati sebelum turun PPL,” katanya. Ia juga menyampaikan agar mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, dengan menunjukkan diri sebagai mahasiswa yang benarbenar berkualitas. Kualitas secara akademik maupun berkualitas secara moral. “Karena sebagai pendidik tentang agama,” katanya. (ron/*)
Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Bumigora Mataram memiliki guru besar pertama, menjadikan STMIK Bumigora sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki guru besar pertama di Lombok dan yang kedua di NTB. Sabtu (12/ 8) ini akan diselenggarakan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan jabatan fungsional Guru Besar Tetap dalam Sistem Informasi kepada Prof. Dr. Muhammad Tajuddin, M.Si. Penyerahan akan dilakukan di Aula STMIK Bumigora. Penyerahan SK ini akan diberikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa kepada Dr. Muhammad Tajuddin, M.Si., dengan surat pengangkatan itu maka Dr. Muhammad Tajuddin, M.Si., berhak menjadi guru besar dan menyandang gelar profesor. Tajuddin saat ditemui Suara NTB, Kamis (10/8) menyampaikan, gelar profesor yang diraihnya bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Berbagai usaha baik melalui penelitian, penulisan buku, pengabdian masyarakat dan melaksanakan Tri Dharma Pendidikan dipenuhi dan dikerjakan. “Bahwa pengusulan jabatan Guru Besar, SOP-nya sangat jelas, standar operasi dan prosedurnya sangat jelas,” katanya. Ia menceritakan, pengusulan jabatan guru besar atau profesor untuk Kopertis Wilayah VIII yang meliputi Provinsi Bali, NTB, dan NTT dilakukan pada awal Bulan Maret tahun 2016. Syarat untuk guru besar adalah presentasi di Kopertis Wilayah Profesor/Guru Besar Kopertis Wilayah VIII yang dilakukan pada 27 Juli 2016 di hadapan tim Penetapan Angka Kredit)beranggotakan lima orang profesor atau guru besar. Pada presentasi untuk calon profesor di tanggal itu diikuti sebanyak empat orang. Pengusulan guru besar/profesor pada Kopertis Wilayah VIII baru menggunakan sistem online maka ada beberapa kendala yang dihadapi operator dalam pengisian jabatan fungsional untuk Lektor Kepala dan Profesor, sehingga baru selesai pada 30 Januari 2017, untuk di pusat yaitu pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Tajuddin mengatakan, maka per tanggal 1 Maret 2017, Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit (PAK) sudah selesai, karena untuk profesor melalui dua tahap yaitu tahap validasi semua karya ilmiah yang ada. Surat Keputusan Menteri baru turun pada tanggal 26 Juli 2017. “Untuk profesor saya pada bidang Ilmu Sistem Informasi, merupakan profesor pertama untuk PTS di Lombok, sedangkan untuk NTB baru yang kedua. Sedangkan untuk level Kopertis Wilayah VIII, pada urutan 25 berdasarkan data dari Forlap Dikti,” jelas Tajuddin. Beberapa pencapaikan pendidikan sebelum gelar
profesor yang didapat Tajuddin yaitu Strata Dua (S2) lulus pada tahun 2000 dengan predikat cumlaude, sedangkan S3 masuk tahun 2009 lulus tahun 2012 dengan predikat cumlaude. Dalam karir, alumnus Universitas Brawijaya Malang ini , berkarir sebagai Direktur CPMU TPSDP STMIK Bumigora Mataram. Juga sebagai reviewer Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) Dikti semenjak tahun 2006 sampai sekarang. Ia juga menjadi Training of Trainer (ToT) untuk karya ilmiah. Sedangkan untuk penelitian telah memenangkan penelitian dari Dikti khusus Riset Strategis Nasional selama tujuh tahun berturut-turut serta penelitian dari sumber lainnya, seperti Riset Dikti, Litbang Dikbud, dan lain sebagainya. Ketua STMIK Bumigora Mataram, Komariyuli Anwariyah, M.Kom., merasa bangga dengan pencapaian ini. Ia berharap dengan adanya guru besar di STMIK Bumigora Mataram bisa menjadi awal yang baik bagi STMIK ke depannya. Ia menekankan, pencapaian ini bukan merupakan akhir, tapi awal meniti kampus menjadi lebih baik, dengan kualitas yang sesuai dengan standar dan kriteria yang ada. “Ini kan guru besar pertama di STMIK Bumigora Mataram ini bisa menjadi tolok ukur nantinya bagi pengembangan kualitas akademik dari STMIK sendiri,” katanya. Pembantu Ketua I STMIK Bumigora, Heroe Santoso, M.Kom., menambahkan, adanya guru besar di kampus akan membuat kampus semakin prestisius. Menjadi kebanggaan bagi pihak kampus. Nantinya, pihaknya akan mendorong adanya profesor lagi, sehingga masyarakat semakin percaya dengan mutu pendidikan di STMIK Bumigora. Hal senada disampaikan Pembantu Ketua III STMIK Bumigora, Muhammad Yunus, M.Kom., adanya guru besar juga mempengaruhi akreditasi perguruan tinggi. Diharapkan dengan adanya guru besar bisa menaikkan ranking perguruan tinggi di kopertis. “Dengan adanya
profesor bisa menaikkan ranking kampus, ketika ranking kampus naik akan berdampak ke yang lain, dari segi penerimaan mahasiswa baru, hibah juga digelontorkan lebih banyak ke kampus. Brand image semakin bagus, promosi ke masyarakat lebih optimal,” kata Yunus. STMIK Bumigora terus berkembang menjadi lebih baik. STMIK memiliki empat program studi, yaitu S1 Teknik Informatika, S1 Desain Komunikasi Visual, DIII Teknik Informatika, dan DIII Manajemen Informatika. Pembantu Ketua I STMIK Bumigora, Heroe Santoso, M.Kom., mengatakan dari sisi akademik STMIK Bumigora terus dikembangkan. Dosen diarahkan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu pembenahan infrastruktur terus dilakukan, seiring dengan meningkatnya mahasiswa yang mendaftar. “Kita imbangi dengan pemenuhan infrastruktur. Dari sisi SDM, terus mengembangkan dosen untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Kita juga dari sisi penelitian, terkait dengan jurnal kita upayakan untuk jurnal internasional,” katanya. Peringkat STMIK Bumigora juga cukup baik. Berdasarkan pemeringkatan Ristekdikti tahun 2016, menduduki peringkat 323 dari 3244 perguruan tinggi di Indonesia. STMIK juga mendapatkan penghargaan sebagai perguruan tinggi bidang informasi dan teknologi terbaik di NTB serta perguruan tinggi swasta dengan peringkat tiga terbaik di NTB. STMIK Bumigora juga dinobatkan sebagai perguruan tinggi dengan sistem penjaminan mutu terbaik (Juara 1) tingkat PTS se-Kopertis Wilayah VIII dengan piagam nomor. 1541/K8/TU/2014. STMIK Bumigora juga satu-satunya perguruan tinggi di NTB yang memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk sertifikat nasional. Adam Bachtiar dari LSP, mengatakan LSP di STMIK Bumigora jenisnya P1, yang memberikan sertifikasi profesi bagi lulusan. “Lulusan kita sudah dibekali surat keterangan pendamping ijazah berupa sertifikasi profesi. Membuat kredibilitas alumni bisa lebih tinggi di publik. Selain ijazah juga diberikan sertifikat profesi yang secara nasional diakui,” katanya. (ron)
(Suara NTB/ist)
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Halaman 11
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Safwaturrahman Bidik Rekor Nasional Mataram (Suara NTB) Atlet lompat jauh unggulan NTB, Safwaturrahman akan ambil bagian di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bulan Oktober mendatang. Peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar),15-29 September 2016 itu bertekad meraih medali emas dan memecahkan rekor nasional di nomor lompat jauh.
(Suara NTB/fan)
TETAP LATIHAN - Atlet Pelatda Mayung 2017 tetap intens latihan meski jatah uang saku mereka kurang dari jatah uang saku Pelatda tahun lalu. Tampak atlet senior NTB, Ridwan dan Arif Rahman sedang latihan di di GOR Turide Mataram, Jumat (11/8).
Panji Tak Ingin Gagal di Piala Danrem 162/WB Mataram (Suara NTB) Atlet tenis lapangan andalan NTB tak ingin gagal mengukir prestasi di Kejurnas Tenis Piala Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Yonif 742/ SWY Gebang Mataram, 1013 Agustus. Dia siap mempersembahkan medali emas untuk masyarakat NTB. Demikian disampaikan Panji Untung Setiawan kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (11/8) kemarin. “Target saya medali emas, meskipun pada kejurnas sebelumnya saya hanya dapat perunggu,” ucap Panji. Di kejurnas yang sama bulan April lalu, Panji memang gagal mempersembahkan medali emas untuk NTB setelah dikalahkan atlet asal Kaltim di babak semifinal, namun di Kejurnas Tenis Pia-
la Danrem 162/WB bulan ini, Panji tak ingin mengulangi kegagalannya. Dia berambisi untuk merebut medali emas yang menjadi impiannya. Peraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) ini mengatakan, pernyataannya untuk meraih medali emas bukan sekedar janji. Dia yakin bisa mewujudkan harapannya tersebut setelah memenangkan pertandingan babak penyisihan Piala Danrem 162/WB kemarin. Sebagaimana diketahui, pada pertandingan babak penyisihan hari kedua kelas tenis perorangan putra, di Lapangan Tenis Yonif 742/ SWY, Jumat (11/8) kemarin, Panji berhasil mengalahkan atlet asal Sumatera Selatan
(Sumsel) 2-0. Hasil itu membuat Panji lebih percaya diri menghadapi pertandingan babak berikutnya. Panji yang saat itu didampingi pelatinya, Erni Susanti mengatakan dirinya bertekad meraih medali emas karena ingin membuktikan kemampuan terbaiknya kepada masyarakat NTB. Maklum dia merupakan atlet kebanggaan NTB yang akan kembali mewakili NTB di PON XX di Papua 2020. Namun untuk meraih medali emas, tantangan terberat Panji adalah menghadapi petenis asal Kaltim, Arif Rahman yang meraih medali emas di kejurnas yang sama bulan April lalu. Panji Harus bisa mengalahkan Arif Rahman untuk bisa menjuarai event itu. (fan)
Panji Untung Setiawan
SALON
SALON
SALON
SALON
Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543
SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin,perawatanpengantin,make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370-636344, 08180373677
Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666
Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
Hal itu dikatakan Pelatih Atletik NTB, Aria Yuniawan kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (11/8) kemarin. “Saya berharap Safwaturrahman jadi dikirim di POMNAS 2017. Pasalnya kami ingin Safwaturrahman bisa pecahkan rekor nasional di nomor lompat jauh,” ucapnya. Aria mengatakan atletnya sudah siap ambil bagian ke POMNAS 2017, meskipun sejauh ini belum keluar jadwal resmi pertandingan POMNAS 2017. “Atlet kami sudah siap bertanding. Dan atlet kami tidak pernah tidak siap, karena setiap hari atlet tetap latihan,” jelasnya.
Aria menjelaskan, dirinya memasang target sangat tinggi untuk atletnya di POMNAS 2017. Alasannya, dia ingin atletnya dapat mewakili Indonesia di Asian Games 2017. Target pribadi pelatih atletnya bisa memecahkan rekor nasional di nomor lompat jauh. Dan saat ini rekor nasional masih dipegang oleh Agus Reza, yang di catat sejak tahun 1985 dengan jauh lompatan 7 meter, 85 Centimeter (cm). Menurut Aria, lompatan Safwaturrahman di lompat jauh saat ini sudah dapat melampaui rekor nasional. Hasil latihan terakhir di GOR
Turide Mataram, Jumat (11/ 8) kemarin lompatan Safwaturrahman sudah diatas 7 meter, 85 cm. Lanjut Aria, selain memasang target pecahan rekor nasional, Safwaturrahman juga siap memberikan kontribusi dua medali emas di dua nomor andalannya, yakni lompat jangkit dan lompat jauh. “Kalau cuman ingin menyumbang dua medali emas lewat Safwaturrahman, saya pikir bisa. Tapi fokus utama Safwaturrahman di Popnas yakni di nomor lompat jauh karena targetnya pecahkan rekor nasional,” tutur Aria. (fan)
Porkab II 2017
Bibit Baru Atlet Bermunculan
(Suara NTB/fan)
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha
Sumbawa Besar (NTB) Porkab II Sumbawa tahun 2017 gampir tuntas, tinggal menyisakan beberapa pertandingan final cabor seperti Tarung Derajat yang bakal dipertandingkan Sabtu (12/8) hari ini. Dari 15 cabor yang dipertandingkan pada event KONI Sumbawa ini. Evaluasi sementara sejauh ini, secara perorangan muncul beberapa bibit atlet baru yang berbakat. Beberapa cabor yang telah menyelesaikan pertandingan, seperti Taekwondo dan silat berlangsung semarak dengan banyaknya peserta yang ikut. Bahkan, harus dituntaskan dalam berapa hari. Ketua Panitia Porkab II 2017, Amiruddin Bryan, menyatakan perhitungan panitia, pelaksanaan Porkab maksimal enam hari. Untuk venue (tempat pertandingan) yang telah disiapkan sudah diatur sedemikian rupa, sehingga semua pertandingan berjalan dan tidak ada yang tumpang tindih. Evaluasi sementara dari hasil pertandingan, lanjut Amir, secara perorangan ada bermunculan bibit baru yang bisa diandalkan mengikuti jejak seniornya. Misalkan di tenis meja, bilyar, atletik, silat
serta voli. ‘’Inilah salah satu tujuan digelar Porkab agar lahir atlet-atlet yang ke depannya bisa mengharumkan daerah kita ini,” tukasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua KONI Sumbawa, Mustami H. Hamzah. Dari beberapa cabor yang telah tuntas pertandingannya, terlihat beberapa bibit atlet baru mumcul dan berbakat. Tinggal bagaimana pembinaan berikutnya oleh Cabor masing masing. Agar mereka dapat terasah dan terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Beberapa hasil pertandingan, diantaranya dari Taekwondo, Juara Under 54 Putra, I.Yudi Ilham II. Rizma Apriyantara, III. Uda Mahardika.A. Under 58 Putra : I.Dery Agus Susanto, II.Deden Ardiansyah, III.Zuniartha Putra. Under 68 Putra : I. Rizki Aprilio, II. Yoyo Januarta Pratama, III. Ahyad Syafi’i, Under 46 Putri : I. Juliana Azizah, II. Vhara Hermawati, III. Aldo Asvita. F, Under 53 Putri : I.Yani Yuliana, II. Donie Ramdaningsih, III. Dwiyana Azizah. Dari Bulu tangkis, Tunggal Putra : I.Asmi Fahrurreza Mawardi (PB Maras), II. Rizki Ilahi ( SBC), III.Etwin Teja Kesuma (SBC), Tungal Putri : I.Jessica
LOWONGAN
LOWONGAN
DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBTHKAN Kryawati untk Salon Kecantikan.Diutamakan yg Mnguasai Smua Prwtan Rambut dan Kulit. Brpngalaman Mnimal 1 Thn dibidangnya. Brpnampilan Mnarik usia 18-30 Thn dan Mmiliki Kndraan Sndiri. Berminat hub. Yuni Salon Jl. dr. Stomo No. 18 Krg. Baru, Mtrm. HP : 087865155031 DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.
Angelina Funai (PB Maja), II. Naya Dwi Oktaviani (Maras), III. Lizda (PB MAJA), Ganda Putra : I.Fajar Dhuha Barelza/Asmi Fahrurreza Mawardi (PB Maras), II.Rizki Ilahi/ Etwin Teja Kesuma (SBC), III.Dody Pratama/Syahrul Gunawan (PB Maras), Ganda Putri : I.Jessica Angelina Funai/ Lizda (PB MAJA), II.Rauhun Nabisa/Maulidia Rahmi Aulia (SBC), III.Saulia/Risma (PB Maja), Ganda Campuran : I.Fajar Dhuha Barelza/Naya Dwi Oktaviani (PB Maras), II.Dandi Akbarsani Devanegara/Yoriza Maryanto (PB Maras), III.Yudi/Dian (Kec. Utan). Dari Bilyard, Bola 9 : I.Andiyansyah, II. Iwan Tara, III. Iksan Rolis, Bola 10 :I. Wira, II. Arifin, III. Ilham. Sedangkan Basket, Juara I : Kharisma, Juara II SMA 2 dan SMA 3 juara III. (arn)
HILANG HILANG STNK R2 HONDA VARIO DR4338CL NOKA/ NOSIN : MH1JFH114FK415449/JFH1E-1413876 AN. SAHRI RAMDAN HILANG DISEKITAR JL. GORA SELAGALAS HILANG STNK R2 HONDA DR4758CI NOKA/NOSIN : MH1JBK317CK04/ 612JBK36-1043896 NO. BPKB : I-04274532 AN. YUSTINUS TRIWAHYUNDI HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
SUARA NTB
Sabtu, 12 Agustus 2017
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 12 Agustus 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
Sabtu, 12 Agustus 2017
Halaman 14
PT. UNI-CHARM INDONESIA dan CV. Delapan Delapan
Bagi-bagi Popok Celana Dewasa untuk JCH Kota Mataram Mataram (Suara NTB) PT. Uni-Charm Indonesia bekerjasama dengan CV. Delapan Delapan ikut terlibat dalam persiapan keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Mataram. Perusahaan ini memberikan popok celana dewasa bagi seluruh jamaah haji yang berangkat dari kota Mataram. Penggunaan popok celana selama ibadah haji akan memberikan rasa nyaman kepada JCH selama berada di Tanah Suci. “ PT.Uni-Charm Indonesia bersama dengan CV.Delapan Delapan memberikan dukungan berupa pemberian popok celana dewasa kepada seluruh Jamaah Calon Haji. Ini untuk kenyamanan jamaah selama perjalanan jauh,” kata Hendro selaku Sales Operation Manager CV. Delapan Delapan kepada Suara NTB, usai menyerahkan popok celana dewasa secara simbolis pada saat acara pelepasan JCH Kota Mataram kloter utuh di Kantor Walikota Mataram, Jumat (11/8). Hendro menyerahkan popok celana dewasa secara simbolis kepada para JCH melalui Walikota Mataram H Ahyar Abduh disaksikan langsung oleh seluruh JCH, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD NTB H. Didi Sumardi, pejabat Kementerian Agama Kota Mataram, kepala SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen lainnya. Penyerahan dilakukan Hendro mengatakan, pihaknya memberikan sebanyak 651 pax popok celana dewasa sesuai dengan jumlah jamaah haji asal Kota Mataram yang berangkat tahun ini. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di NTB.“ Jadi tidak hanya diberikan kepada jamaah haji yang lansia saja, namun untuk seluruh jamaah haji atau semua umur. Barang ini seperti celana dalam yang cocok digunakan pada saat perjalanan jauh,” tambah Hendro. Ide awal digelarnya kegiatan ini murni karena PT. Uni-Charm Indonesia dan CV. Delapan-Delapan memberikan perhatian kepada para jamaah haji agar selama melaksanakan ibadah bisa lebih lancar. “Ini juga bagian dari kepedulian kita, terlebih untuk orang yang sedang melaksanakan ibadah ,” ujarnya. CV. Delapan Delapan sebagai distributor produk Uni-Charm yang ditunjuk langsung oleh PT. Uni-Charm Indonesia di wilayah NTB mengucapkan banyak terima kasih kepada Walikota Mataram dan Wakil Walikota Mataram serta seluruh pihak penyelenggara acara pelepasan jamaah haji pada periode tahun 2017. Karena sudah memberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam acara pelepasan jamaah haji ke Tanah Suci yang sudah dilaksanakan di kantor Walikota Mataram. Dalam kesempatan itu, PT.Uni-Charm Indonesia dan CV. Delapan Delapan mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji dengan harapan agar diberi keselamatan baik dalam perjalanan ke Tanah Suci, selama disana dan kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat dan selamat,” Yang sangat penting lagi tentu kami berdoa agar semoga menjadi haji yang mabrur,” katanya. Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setda Kota Mataram H Syaihul Islam mengatakan, pihaknya sangat respek dengan adanya partisipasi dari Pt. Uni-Charm dan CV. Delapan Delapan ini, mengingat popok celana sangat dibutuhkan oleh jamaah haji selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci. “Karena dalam perjalanan mulai dari menuju pesawat kan terbatas tempat buang air keci. Jadi secara tidak langsung ini bisa teratasi dengan pemberian popok celana ini,” kata Syaihul Islam. Ia mengatakan, setelah mereka dibekali dengan popok celana tergantung mereka apakah akan digunakan atau tidak, namun secara logika saat perjalanan jauh, popok celana itu sangat dibutuhkan oleh jamaah. “Ini barang relatif, kembali lagi ke jamaah masing-masing, mau menggunakan atau tidak. Tapi ini sangat membantu,” ujarnya. Syaihul Islam menambahkan, usai pelaksanaan ibadah haji nanti akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan pelayanan yang sudah diberikan kepada para jamaah. “Sekecil apapun kita akan tetap evaluasi pelayanan kepada para jamaah,” katanya. Dalam situs resminya diterangkan bahwa Lifree popok celana Unicharm ini mudah dipakai karena elastis. Cocok bagi orang tua yang bisa berdiri dan berjalan dengan dibantu, karena memiliki daya serap yang ekstra dan bisa dipakai lebih lama, sehingga tidak perlu khawatir saat tidak sempat mencapai toilet. Nyaman beraktivitas tanpa khawatir bocor. Keunggulan lifree popok celana Unicharm ini salah satunya daya serapnya yang tinggi. Daya serap lebih banyak hingga 6 kali buang air kecil, dan menjaga permukaan tetap kering sehingga dapat dipakai lebih lama, tidak perlu cemas saat tidak bisa mencapai toilet. Memiliki pelindung samping yang tinggi untuk mencegah bocor samping urin. Dengan karet pinggang
yang elastis sehingga lebih mudah dipakai dibanding tipe perekat, langsung tarik ke atas seperti celana dalam. Popok celana ini juga memiliki sirkulasi udara yang menyeluruh di semua bagian popok, sehingga nyaman dan tidak lembab. Dengan bahan yang selembut kain sehingga nyaman digunakan. Lifree popok celana pertama kali renewal pada tahun 2012, dengan dua tipe berdasarkan penyerapannya yaitu tipe regular atau tipe celana untuk peneyerapan yang standart dan tipe daya serap ektra atau tipe perekat untuk penyarapan lebih maksimal. Pada akhir 2013 dilakukan renewal Lifree popok celana dengan penambahan produk tipe tipis dan nyaman bergerak. Untuk memberikan nilai lebih akan keunggulan produk kepada konsumen, Lifree perekat juga memberikan inovasi berupa garis penyerap, cepat dan dapat menyerap urin banyak dengan cepat. Untuk diketahui, saat ini harapan hidup penduduk Indonesia telah meningkat pesat dan kita juga menyadari pentingnya kesehatan dan kehidupan yang nyaman di hari tua , sehingga kita semua bisa beraktifitas dengan bebas dan nyaman termasuk saat menjalankan ibadah Haji. Tingginya aktifitas ibadah di Tanah Suci, banyaknya Jamaah Calon Haji dan minimnya fasilitas toilet umum merupakan tantangan tersendiri bagi para jamaah dalam menjalankan Ibadah , khususnya bagi para jamaah lanjut usia atau memerlukan perhatian khusus untuk buang air. Karena itulah untuk membantu para jamaah dapat menjalankan Ibadah dengan khusuk , LIFREE, popok dewasa adalah produk yang tepat, karena mampu menyerap 6 kali pipis orang dewasa sehingga para jamaah
menjadi sangat leluasa dalam menjalankan aktifitasnya. PT. Uni-Charm Indonesia, selaku Produsen LIFREE , senantiasa berinovasi menciptakan produk produk yang dapat meningkatkan kesehatan dan kenyamanan hidup, telah memproduksi popok dewasa Lifree sejak tahun 2012. Produk popok dewasa Lifree terus menerus disempurnakan sehingga menjadi produk popok dewasa yang benar benar berkualitas terbaik dan mampu meningkatkan kenyamanan dalam beraktifitas. PT Uni-Charm Indonesia berkeyakinan kerja sama ini dapat lebih ditingkatkan lagi dengan memberikan bantuan kepada seluruh Jamaah Calon Haji NTB di tahun depan agar seluruh warga NTB dapat menjalankan aktifitas ibadah dengan nyaman. Dalam kesempatan ini perlu diinformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat NTB, bahwa PT Uni-Charm Indonesia juga memproduksi Popok Bayi MAMYPOKO untuk kesehatan dan kenyamanan bayi kita.Tersedia pembalut wanita CHARM, yang tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wanita dengan aktifitas tinggi. Sementara tissue basah Mamypoko yang terbuat dari 99% air murni digunakan untuk menjaga kebersihan dan hygienis kulit saat mengganti Popok (Lifree – Mamypoko) maupun untuk kebersihan dan hygienis tangan. Dalam melayani kebutuhan masyarakat NTB, PT.Uni-Charm Indonesia menunjuk dan bekerjasama dengan distributor lokal CV Delapan Delapan. Dengan Kantor Pusat di Mataram dan 3 cabang di Selong , Sumbawa Besar dan Bima, kami yakin kebutuhan masyarakat NTB akan Produk yang berkualitas dapat terpenuhi. Semoga menjadi Haji yang Mabrur. (ris/*)
Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana memeluk salah seorang JCH saat akan menaiki bus yang membawanya ke gedung Asrama Haji.
Seorang JCH yang sudah lansia menggunakan kursi roda saat pelepasan keberangkatan ke Tanah Suci
Seorang JCH menangis haru saat acara pelepasan haji. Tampak Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi menenangkan JCH tersebut.
Ratusan JCH terlihat sangat khusyu berdoa pada saat pelepasan di Kantor Walikota Mataram.
Salah seorang JCH lansia sedang dibantu oleh petugas saat hendak mengikuti acara pelepasan haji di Kantor Walikota Mataram.
Salah seorang JCH lansia berjalan di dekat banner popok dewasa Lifree produksi PT. Uni-Charm di Kantor Walikota Mataram.
Sales Operation Manager CV. Delapan Delapan, Hendro saat menyerahkan popok celana dewasa Lifree secara simbolis kepada Walikota Mataram H Ahyar Abduh.
Jenis jenis Popok Celana Lifree
Para JCH Kota Mataram saat menerima celana popok dewasa di kantor LPTQ dan IPHI Kota Mataram.
Para JCH Kota Mataram saat menerima celana popok dewasa di kantor LPTQ dan IPHI Kota Mataram.
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 12 Agustus 2017
Korsup KPK Antisipasi SP3 Kasus Korupsi Dari Hal. 1 Alasan Korsup Sebelumnya Polda NTB menggandeng KPK dalam menuntaskan kasus rekrutmen CPNS honorer K2 Dompu. Pelibatan KPK setelah penyidik menemui kendala memenuhi petunjuk jaksa dalam berkas tersangka, Bupati Dompu, Drs.H Bambang M.Yasin. Pemberkasan perkara yang diambilalih dari Polres Dompu sejak Juli 2016 itu belum lengkap. Pertengahan Juli 2017 lalu, jaksa peneliti Kejati NTB mengembalikan berkas perkara dengan tersangka Drs.H Bambang M.Yasin dengan petunjuk P-19. Jaksa meminta penyidik untuk melengkapi keterangan tambahan para saksi untuk mempertegas unsur pidana niat jahat yang diduga dilakukan tersangka. Petunjuk jaksa itu sudah dilengkapi dengan pemeriksaan saksi, diantaranya, pegawai BKD Dompu, beberapa orang dari 134 honorer K2 tidak memenuhi kriteria, dan pejabat BKN Regional X Denpasar. Diperiksa juga untuk kedua kalinya tersangka,
Bambang M. Yasin. Berkas kemudian dikembalikan lagi kepada jaksa Rabu (26/7) untuk diteliti kembali kelengkapannya. Dalam kasus itu Bupati Dompu H Bambang M Yasin disangkakan pasal 2 dan atau pasal 3 UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/ 1999 tentang Tipikor juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP. Adapun yang bertindak sebagai perwakilan Polda NTB yakni Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Bagus Satrio Wibowo yang melakukan gelar perkara bersama penyidik KPK pada Senin (7/8) di kantor KPK di Jakarta. Dalam kasus itu, Bupati Dompu yang akrab disapa HBY diduga berperan meluluskan 134 honorer K2 sebagai CPNS dalam seleksi tahun 2013/2014 dengan tahun anggaran 2015. 134 orang itu tidak memenuhi kriteria, seperti dinyatakan BKD Dompu dan BKN Regional X Denpasar. (ars)
Baiq Diah Ganefi Kunjungi LKSA Dharma Laksana Mataram (Suara NTB) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil NTB, Baiq Diah Ratu Ganefi ,SH, mengunjungi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Dharma Laksana Mataram, Kamis (10/8). Kunjungan ini, sebagai salah satu kegiatan dalam rangka melaksanakan kewajibannya sebagai wakil rakyat. Kehadiran Baiq Diah Ratu Ganefi memberikan spirit dan semangat baru bagi anak-anak asuh. Ketua Yayasan Dharma Laksana Ir. Made Slamet, MM, memberi apreasi atas kunjungan salah seorang anggota DPD RI Dapil NTB ini. Slamet mengharapkan, setelah melihat secara langsung situasi dan kondisi para anak asuh dapat turut membantu baik secara moril maupun pemikiranpemikiran untuk memperjuangkan agar anak-anak bangsa ini mendapatkan hak pendidikan yang selayaknya. Disebutkan, jumlah anak asuh seluruhnya 50 orang dari berbagai daerah seperti Lombok Barat, Lombok Utara, Sum-
(SUara NTB/ist)
MERANGKUL ANAK - Ketua Yayasan Dharma Laksana bersama Baiq Diah Ganefi dan anak-anak LKSA bawa bahkan ada yang dari Lampung. Mereka semua adalah dari keluarga masyarakat pra sejahtera. Sebagian dari mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sebagian lagi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Sebenarnya jika dilihat dari kemampuan daya tampung panti asuhan yang sangat terbatas , jumlah tersebut melebihi kapasitas. Akan tetapi kare-
Demikian juga empat orang lainnya yang diduga jadi mafia di Bima, menjangkau hingga Dompu. ‘’Mereka sudah lama jadi buruan kita. Pelan-pelan kami lakukan pengejaran,’’ jelasnya. Selama ini, penangkapan diakuinya masih seputar sopir dan kurir pembaya kayu. Jaringan mafia kayu begitu kuat sehingga tidak sampai pada cukong atau pemodalnya. Saat ini pihaknya harus lebih bekerja keras, melibatkan Kelompok Pengelola Hutan (KPH) di daerah itu, bekerjasama juga dengan Kodim hingga Koramil. Meski pun tantangannya cukup berat, harus hadapi mafia kayu dengan bekingan pihak tertentu, namun pihaknya tidak akan surut. “Sekarang kita keras, libatkan Kodim Sumbawa, KPH Dompu. sasaran mereka masih berupa kayu rimba campuran,” katanya. Enam orang yang disebutkan itu, diakui Madani, jadi bagian dari dua mafia kayu yang ditangkap sebelumnya. Cukong Kayu Kakap Dua yang ditangkap Satgas P3H sebelumnya, SJ dan DM, diketahui berperan sebagai cukong atau pemodal kayu dari
kawasan hutan negara Ampang, Desa Mata Sumbawa Besar. Dua tersangka kini ditangani Tim Satgas Penyidik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB bersama Polda NTB. “Dua aktor ini bermain di kawasan hulu dan hilir untuk peredaran kayu hasil illegal logging,” kata Madani Mukarom. Tersangka SJ adalah Direktur UD. MI. SJ selama ini bermain di sektor hulu. Sementara jaringannya DM bermain di sektor hilir untuk peredaran hasil hutan ilegal. DM adalah Direktur UD. D. ‘’Tersangka tesebut ditahan penyidik untuk pemberkasan tahap I selama 20 hari,’’ kata Madani Mukarom. Dari tangan tersangka, barang bukti yang disita berupa 10 truk yang sebelumnya ditangkap dalam sebuah operasi Satgas P3H dan diamankan sementara di Markas Kodim 1607/Sumbawa. Satgas ini merupakan gabungan dari TNI, Kehutanan, BKPH, Polri. Dari truk itu disita 625 batang kayu, Volume 73,0048 meter kubik. ‘’Kayu kayu ini berasal dari penebagan liar dalam kawasan Hutan Mata RTK 70,’’ jelasnya. (ars)
Tak Kunjung Membangun, Pemprov Tegur Investor NCC Dari Hal. 1 Rencana pembangunan NCC pada lahan milik Pemprov di Jalan Bung Karno Kota Mataram hingga kini belum jelas. Padahal, penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov NTB dengan investor yang menjadi mitra pemerintah daerah untuk pembangunan NCC tersebut sudah dilakukan sejak 2013. Pantauan Suara NTB di lapangan, lokasi pembangunan NCC tersebut dipenuhi semak belukar. Banyak tumbuhan-tumbuhan liar yang tumbuh pada lahan eks Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi tersebut. Pemprov sudah melakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Pemprov NTB dan PT. Lombok Plaza yang akan membangun NCC. Gedung NCC rencananya dibangun 20 lantai serta convention centre dengan kapasitas 5.000
- 7.000 orang. Sesuai dengan hasil beauty contest yang dilakukan tim terpadu Pemprov NTB, pekerjaan pembangunan NCC dimenangkan oleh PT. Lombok Plaza dengan rencana investasi Rp 360 miliar dan kontribusi Rp 50 miliar. PT. Lombok Plaza dipilih menjadi mitra pemda dalam pengelolaan aset daerah itu setelah dilakukan beauty contest sebanyak sembilan investor yang berminat. Dari sembilan investor yang berminat itu, terjaring tiga investor. Setelah dilakukan pendalaman untuk mengetahui track record investor mulai dari kantor, bonafide dan neraca keuangannya maka dipilih satu investor menjadi mitra pemerintah daerah. Penandatanganan MoU untuk pembangunan NCC dilakukan pada Juni 2013. (nas)
Harus Tetap Solid Dari Hal. 1 Secara kualitatif, kegiatan perekonomian dapat digerakkan oleh berbagai aktivitas politik, apalagi menjelang berlangsungnya Pilkada. Belum waktumnya kata Prijono untuk menghitung pengaruhnya. Biasanya jika pengaruhnya sudah ada, perputaran uang lebih bergerak, ekonomiekonomi kecil juga ikut bergerak, termasuk ekonomi kreatif. ‘’Produsen atribut-atribut kampanye biasanya bergerak. Seberapa besar pengaruhnya, bisa kita lihat dari SKDU (Survey Kegiatan Dunia Usaha). Tapi (sekarang) belum kita lakukan,’’ katanya. Prijono di damping Deputy Bank Indonesia, Wahyu Hidayat dan Analis Bank Indonesia, Andaru Satyapradana tetap mengingatkan agar perbedaan politik tidak kemudian membuat tujuan utama mensejahterakan masyarakat terpecah-pecah. ‘’Harus satu tujuan, kalau mau nembak bebek, semua harus nembak bebek. Jangan ada yang nembak bebek, ada yang nembak lain,” demikian Prijono mengibaratkan perbedaan politik tersebut. Meskipun terlalu dini membahas pengaruh politik ini. Apakah aktivitas politik sudah berdampak terhadap pergerakan ekonomi? Prijono memberikan gambaran secara umum. Hingga saat ini, belum terlihat adanya aktivitas yang menonjol untuk distribusi uang. Meskipun di luar dis-
ebut-sebut adanya aktivitas pengucuran dana dari sejumlah figur yang akan berkompetisi di Pilkada, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten. Sejauh ini, Bank Indonesia melihat arus keluar masuk uang dari dan ke Bank Indonesia relatif masih normal. Pada Junilalu,BankIndonesiamendistribusikan sebesar Rp 2 triliununtukmemenuhikebutuhan masyarakat. Saat itu bertepatan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pada bulan Juli 2017, uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia menurun drastis, Rp 250 miliar, didistribusikan ke perbankan yang ada di provinsi ini. Melihat hal itu, Prijono mengatakan situasi ekonomi menjelang Pilkada relatif masih normal. ‘’Kecuali kalau pengeluaran uang tiba-tiba melonjak dan perubahannya luar biasa. Bisa kita lihat itu pengaruh politik. Saat ini masih normal-normal saja,’’ ujarnya. Berkaitan dengan kegiatan politik ini, Prijono tetap mengingatkan agar program-program yang dijalankan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, tetap dilaksanakan konsisten dan tidak terpecahpecah. Sasarannya adalah menurunkan angka kemiskinan dua persen. ‘’Harus tetap solid,” tegas Prijono. (bul)
na banyaknya permintaan masyarakat agar pihak yayasan bisa membantu putraputri mereka, maka pengurus mengupayakan berbagai cara agar mereka bisa ditampung. Selanjutnya Made Slamet yang baru sebulan menjabat sebagai Ketua Yayasan Dharma Laksana menyampaikan bahwa unit-unit yang menjadi tanggung jawabnya adalah Taman Kanak-Kanak, Sek-
olah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Pesraman dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau dulu dikenal dengan Panti Asuhan. Sebagai pengurus baru dalam rangka menunjang kelancaran kegiatan, khususnya memenuhi kebutuhan anak-anak LKSA, semua pengurus berkomitmen menjadi donatur tetap setiap bulan sesuai dengan kemampuan-masing-masing. Untuk meningkatkan kemampuan anak-anak, program yang dilaksanakan di luar jamjam belajar adalah mengembangkan potensi dan bakat mereka melalui kegiatan yoga asanas, kesenian seperti seni tari seni kerajinan serta melakukan pembekalan ketrampilan wirausaha serta kegiatan-kegiatan pembinaan mental spiritual. Sehingga kelak setelah mereka meninggalkan tempat ini mampu menjadi insan yang berkualitas sebagaimana visi yayasan yakni menciptakan generasi mandiri dengan berkepribadian Trikaya Parisudha.
Ratu Ganefi berjanji untuk membantu pengurus melalui garis relasi yang dimiliki untuk turut memperjuangkannya. Agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan baik sarana maupun prasarana agar tugas mulia yang dilakukan yayasan yang turut membangun bangsa ini dapat terpenuhi sesuai standar pelayanan yang ada. Di samping itu sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) NTB Diah Ganefi menyampaikan semua anakanak yang berminat untuk memiliki keterampilan seperti memasak, menjahit , kecantikan dan-lain-lain diberi kesempatan untuk belajar gratis, sehingga kelak mereka memiliki ketrampilan untuk berwirausaha. Mengakhiri kunjungannya Diah Ganefi memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta dan sebuah televisi sebagai salah satu sumber informasi bagi warga panti sekaligus dapat menjadi hiburan. Hal itu dilakukan setelah ia tidak melihat ada televisi di tempat itu. (r)
Zulkifli Hasan Sebut Tiga Syarat Indonesia Maju
Enam Cukong Kayu di Pulau Sumbawa Diburu Dari Hal. 1
Halaman 15
(Suara NTB/kir)
TERIMA - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jumat (11/8) sore.
Bahas Program, Menteri Susi Pudjiastuti Datangi Loteng Praya (Suara NTB) Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Jumat (11/8) sore mengunjungi Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Kedatangannya untuk mengevaluasi beberapa kegiatan yang akan dan telah dilaksanakan di daerah ini. Termasuk memantau langsung lokasi rencana peluncuran KEK Mandalika di Desa Kuta Pujut oleh Presiden Joko Widodo, akhir Agustus mendatang. Datang bersama beberapa staf KKP, Menteri Susi Pudjiastuti diterima Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., di Pendopo Bupati Loteng. Bersama Wabup Loteng dan kepala SKPD lingkup Pemkab Loteng lainnya. Usai penyambutan,
Menteri Susi langsung bertolak ke Kuta. “Ada beberapa hal yang ingin dibahas,” sebut Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT. Ia mengaku, kedatangan Menteri Susi Pudjiastuti ke Loteng di luar kedinasan. Agenda utamanya akan ke Kabupaten Sumbawa untuk mengikuti kegiatan seminar kelautan. “Kebetulan menginap di Loteng, jadi kesempatan ini digunakan untuk membahas beberapa program,” ujarnya. Pemkab Loteng berharap ke depan semakin banyak program yang turun ke Loteng, sehingga bisa mendukung kemajuan pembangunan di daerah ini. Terlebih Loteng saat ini tengah gencar-gencarnya membangun, terutama di sektor pariwisata. (kir)
Mataram (Suara NTB) Suatu negara akan maju dengan tiga syarat yang harus dimiliki. Pertama, apabila rakyatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengelola sumber daya alam yang ada. Kemudian adanya kerjasama, rasa aman dan damai serta adanya nilainilai luhur bangsa yang dipedomani dan diamalkan bersama secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ‘’Demikian pula, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan menjadi negara maju, kuat dan disegani oleh negara-negara lain di dunia apabila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai luhur dari dasar negara kita Pancasila. Taat terhadap Undang-undang Dasar 1945 yang menjadi konstitusi kita serta menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,’’ ujar Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, SE. MM, di hadapan ratusan peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor Tarbiyah Indonesia Daerah Provinsi NTB, di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Jumat (11/8). Hadir mendampingi kunjungan kerja Ketua MPR-RI saat itu Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si., bersama Pimpinan Daerah Per-
(SUara NTB/ist)
BERBINCANG - Wagub NTB, H.Muh.Amin berbincang dengan Ketua MPR RI, H. Zulkifli Hasan satuan Tarbiyah, H. Ahmad Rusni, SE., MM., M.Pd dan pimpinan PUSAT PERSATUAN TARBIYAH INDONesia, Drs. H. Basri Bermanda, Zulkifli Hasan melihat saat ini adanya kelunturan nilainilai luhur dari Pancasila yang merupakan ideologi bangsa kita. Efek dari kelunturan nilai luhur Pancasila adalah timbulnya berbagai macam permasalah di NKRI. Mulai dari tindakan korupsi, keributankeributan, saling hujat yang
tidak berkesudahan dan demokrasi kita hanya dinilai dengan materi saja. Kondisi itu, menurutnya telah memunculkan lahirnya perilaku elite-elite bangsa ini yang mementingkan diri sendiri dan golongannya. Semua itu terjadi karena rakyat Indonesia telah jauh dari nilai-nilai luhur pancasila. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat NTB menjaga dan merawat ideologi Pancasila itu. (r)
Gubernur Undur Mutasi, Selly Siap Terima Konsekuensi Dari Hal. 1 Ia menepis bahwa mutasi yang akan dilakukan berkaitan dengan Pilkada. “Ndak ada apa-apa, biasa saja. Mutasi itu kan kalau diperlukan,’’ tandasnya. Salah satu Kepala SKPD yang santer diisukan akan kena mutasi kali ini adalah Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. Mantan Penjabat Walikota Mataram ini akan maju dalam kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 mendatang. Dikonfirmasi terpisah, Selly menyatakan siap menerima konsekuensi apapun, termasuk jika dimutasi atau dinonjobkan dari jabatannya saat ini. Selly mengaku sudah diberikan amanah oleh masyarakat dan DPP PDI-P untuk maju dalam Pilkada 2018. ‘’Memang kenapa kalau digeser. Ndak apa-apa. Itu sebuah
konsekeuensi logis. Cepat atau lambat itu juga akan terjadi. Santai saja, namanya kita jadi abdi negara, jadi staf. Kalau itu keputusan pimpinan yang terbaik, kita jalani,’’ katanya. Selly mengatakan, jabatan di dunia ini tak akan ada yang abadi. Artinya, jabatan yang dipegang seseorang pasti akan berakhir. “Ndak mungkin pesta sepanjang masa. Sama seperti saya jadi pejabat, pasti akan berakhir. Tidak ada yang abadi,’’ imbuhnya. Selly mangku sudah mantap maju dalam Pilgub mendatang. Karean ia melihat adanya aspirasi yang berkembang di masyarakat sampai keluarnya keputusan DPP PDI-P yang menetapkan dirinya sebagai bakal calon dalam Pilgub 2018. Karena itu merupakan suatu amanah yang dibebankan kepada dirinya, maka ia siap menerima konsekuensi apapun terhadap jabatan yang dipegang saat ini.
Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah ini mengatakan dari sisi usia sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia masih pensiun tinggal dua tahun lagi. Namun, banyaknya aspirasi dari masyarakat yang mendorong dirinya maju Pilkada 2018. Sehingga ia siap menanggalkan jabatan sebagai ASN. Kalaupun dinonjobkan dari jabatannya sebagai Kepala SKPD, Selly mengaku siap. Bahkan dirinya tak akan protes. ‘’Itu sebuah konsekuensi. Itu yang terbaik diambil oleh pimpinan. Jangan setengah hati kalau mau maju. Harus lebur, ndak apa-apa. Mau alasan apa itu hak prerogatif pimpinan. Atas dasar apapun silakan, bunda itu ikhlas,’’ ucapnya. Istri Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, SH ini mengatakan dirinya hanya berserah diri kepada Allah SWT. Bukan kepada manusia atau siapapun. (nas)
(Suara NTB/ist)
DIALOG INTERAKTIF - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat bekerjasama dengan Radio Global FM Lombok, Jumat (11/8) menggelar dialog interaktif dengan tema penanaman nilai wawasan kebangsaan kepada generasi muda, dengan menghadirkan nara sumber Kasdim 1606/Lobar Mayor Inf. Januardi dan Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Bakesbanglinmas Lombok Barat, Drs. Alwi , yang dipandu oleh penyiar Radio Global FM Lombok, Ni Wayan Raka Arini.
NTB Resmi Terapkan ”Entebe Plan” dalam Perencanaan Pembangunan Dari Hal. 1 Dengan demikian diharapkan Entebe Plan ini berkontribusi untuk memperkokoh good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya tata kelola keuangan daerah. “Supaya lebih mudah kita mengukur segala sesuatu, basisnya jelas RPJMD. Kesesuaian antara program prioritas dengan program yang dilaksanakan masing-masing SKPD. Supaya substansi tidak saling tumpang tindih, tidak ada duplikasi,” kata gubernur. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi Entebe Plan dalam proses penganggaran, supaya tak ada intervensi. Artinya, proses penganggaran alurnya jelas, benarbenar teknokratik dan birokratik. Bukan berarti sistem perencanaan yang sebelumnya tidak bagus. Gubernur mengatakan, sistem yang digunakan sebelumnya sudah bagus tetapi belum sempurna dan terus ditingkatkan. Kepala Satgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rah-
mat Suwanda dalam pemaparannya menyampaikan beberapa poin penting, manfaat dari penggunaan perencanaan anggaran berbasis elektronik tersebut. Pertama, dokumen perencanaan anggaran yang dihasilkan, betul-betul murni disusun berdasarkan kebutuhan rakyat luas dan bebas dari intevensi pihak lain. Kemudian, perencanaan anggaran dengan aplikasi elektronik akan sangat efektif untuk mendeteksi munculnya duplikasi anggaran dalam dokumen APBD. Dengan perencanaan anggaran berbasis elektronik, lanjutnya, bisa dilihat konsistensi dari RPJMD yang dituangkan dalam KUA PPAS sampai dokumen APBD. Terpisah, Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP mengatakan KPK memberikan pendampingan kepada Pemprov NTB dalam penyusunan anggaran daerah berbasis elektronik. Sistem perencanaan berbasis elektronik ini disusun Bappeda NTB yang dinamakan “Entebe Plan”. Menurutnya, penyusunan anggaran berbasis elektronik
ini merupakan salah satu dari beberapa rencana aksi KPK dalam rangka mencegah korupsi. Bahkan sesuai dnegan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan diperkuat surat gubernur kepada seluruh SKPD bahwa mulai tahun anggaran 2018, seluruh perencanaan anggaran di NTB wajib menggunakan ‘’e-planning’’. ‘’Karena tahun anggaran 2018 mulai disusun sekarang kita mulai ini. Hari ini, KPK secara resmi melakukan sosilaisasi terhadap pencegahan korupsi dengan menggunakan perencanaan ‘’e-planning’’ ini. Sekaligus peluncurannya,’’ kata Ridwan. Ia menyebutkan, ‘’e-planning’’ terdiri dari tujuh aplikasi yang menggambarkan seluruh proses perencanaan anggaran. Yakni, e-RPJMD, eRenja, e-Renstra, e-RKPD, ePokir, e-Musrenbang, e-KUA PPAS dan e-ASB. Ia mengatakan, alasan seluruh pemda menggunakan ‘’e-planning’’ ini supaya konsistensi dalam perencanaan. Mulai dari RPJMD sampai kepada program tahunan yang
namanya APBD. Dari sisi perencanaan, produknya adalah KUA PPAS yang akan disinkronkan dengan Simda Keuangan yang ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang merupakan aplikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Dengan kita memiliki ‘’eplanning’’ ini, tidak ada lagi harapannya keterlambatan atau tidak sinkron program/kegiatan, karena semua diatur oleh aplikasi. Ketika SKPD memasukkan program atau kegiatan yang tidak menukik kepada indikator RPJMD, dia tertolak oleh sistem,’’ terangnya. Dengan adanya sistem aplikasi ini, lanjut Ridwan, maka Pemda terikat oleh waktu dalam penyusunan APBD. Artinya, kapan APBD harus dibahas dan disahkan sesuai ketentuan. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses atau melihat proses perencanaan anggaran. ‘’Terutama aparat pengawasan juga bisa melihat. Jadi prinsip konsistensi, akuntabilitas, dan ketepatan waktu.
Pada akhirnya nanti, dengan adanya ‘’e-planning’’ yang kita namakan “Entebe Plan” ini, kita akan mewujudkan APBD yang efisien, konsisten, dan memberi kemaslahatan kepada masyarakat,” ungkapnya. Ridwan menambahkan, dengan adanya supervisi oleh KPK terhadap proses perencanaan anggaran berbasis elektronik ini, pencegahan korupsi dapat dicegah melalui perencanaan yang baik. Selama ini masih terjadi program yang tiba-tiba muncul saat pembahasan KUA PPAS. Dengan adanya aplikasi ini, maka tidak boleh ada yang keluar dari sistem tersebut. “Aplikasi untuk menyerap pokok-pokok pikiran DPRD, program aspirasi. Ini akan masuk menjadi program SKPD, akan menjadi RKPD. Dan dia harus selesai lima bulan sebelum KUA PPAS. Selama ini ada keterlambatan muncul program di tengah jalan. Dengan adanya aplikasi ini, ndak bisa lagi. Misalnya, RKPD ditutup bulan Juli. Ndak boleh ada lagi yang nyelonong masuk,’’ tandasnya. (nas/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 12 Agustus 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Hindari Anggaran Siluman
KPK Sosialisasi dan ”Launching” e-KUA/PPAS di DPRD NTB (Suara NTB/dok)
OPGAB – Foto saat terjadi keributan di atas lahan Jurang Koak beberapa waktu lalu. Pamhut kembali akan melakukan Operasi Gabungan (Opgab) untuk mengambil lahan di sana yang dikuasai masyarakat.
TNGR akan Gelar Opgab di Jurang Koak Selong (Suara NTB) – Polemik antara pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan warga Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba terkait hak kepemilikan lahan hingga saat belum ada titik terang. Bahkan, untuk mengambil lahan itu, pihak TNGR berencana melakukan operasi gabungan (Opgab). Menurut Koordinator Pamhut TNGR NTB, Daniel Rosang, dilakukannnya operasi gabungan itu untuk mengambil kembali lahan milik pemerintah di Desa Bebidas yang memiliki luas sekitar 200 hektar dengan warga yang menguasai sebanyak 300 orang. “Kita sedang susun untuk pelaksanaan Opgab itu dengan melibatkan pihak-pihak terkait, seperti TNI dan Polri,” ungkapnya via ponsel, Jumat (11/8). Kendati demikian, Daniel Rosang mengimbau kepada warga Jurang Koak untuk meninggalkan kawasan itu terlebih dahulu sebelum tim Opgab terjun ke lokasi. Karena apabila masyarakat tetap ngotot untuk bertahan di lahan tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas. “Tahapan-tahapan sudah dilakukan melalui pemasangan spanduk maupun sosialisasi dan mediasi sudah dilakukan beberapa kali dari awal. Sehingga jika masyarakat tidak secepatnya meninggalkan kawasan itu, tentu kita akan lakukan Opgab,” jelasnya. Selain itu, pihak TNGR juga sangat menyayangkan adanya aksi penebangan liar yang dilakukan oleh para masyarakat terhadap sejumlah pohon di sana. Sehingga menyebabkan terjadinya kegundulan. Dampak dari itu, katanya, masyarakat yang bertempat tinggal di bawah maupun samping kiri kanan tidak menutup kemungkinan kedepan akan mengalami krisis air. “Kalau memang mengaku menjaga hutan, bukan begitu caranya melakukan penebangan secara sembarang,” kritiknya. (yon)
Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mendorong transparansi proses perencanaan dan pembahasan anggaran di daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan sosialisasi sekaligus launching program e-KUA/ PPAS di ruang rapat paripurna DPRD NTB, Jumat (11/8). Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kehadiran KPK di DPRD NTB untuk memberikan sosialisasi sekaligus melaunching e-KUA/PPAS. Karena langkah tersebut diyakini akan membuat perencanaan anggaran di Provinsi NTB jauh semakin lebih baik. “Perencanaan anggaran daerah berbasis teknologi ini harus kita apresiasi. Sosialisasi dan launching e-KUA/PPAS, ini di DPRD NTB, maka sebagai tuan rumah, kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk pembangunan daerah yang lebih baik,” ujarnya. Isvie berharap, dengan prencanaan dan pembahasan anggaran berbasis elektronik ini dapat dilaksanakan dengan baik di NTB. Sehingga dengan demikian dapat menghasilkan program-program yang memberikan manfaat yang jauh lebih besar pada masyarakat. “Maka dari itu kepada semua OPD untuk bisa merencanakan anggaran berbasis elektronik ini. Kita berharap program ini dap-
at berjalan dan tepat guna untuk mencapai visi dan misi Gubernur untuk masyarakat NTB yang sejahtera,” ucapnya. Sosialisasi sekaligus launching program e-KUA/PPAS di DPRD NTB itu, dihadiri oleh seluruh pimpinan dan anggota Dewan, Gubernur dan Wakil Gubernur, beserta seluruh jajaran SKPD lingkup Pemprov NTB, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD). Sementara itu, Kasatgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suandha, dalam materi sosialisasinya penyampaian beberapa poin penting, manfaat dari penggunaan perencanaan anggaran berbasis elektronik tersebut. “Ada beberapa target yang ingin kita capai dalam perencanaan anggaran berbasis elektronik ini. Pertama dokumenan perencanaan anggaran yang dihasilkan, betul-betul murni disusun berdasarkan kebutuhan rakyat luas dan bebas dari intevensi pihak lain,” sebutnya. Lanjut disampaikan oleh Asep, dengan perencanaan anggaran dengan aplikasi elektronik ini, akan sangat efektif untuk mendeteksi munculnya anggaran siluman dalam dokumen APBD. “Di sini kita bisa melihat konsistensi dari RPJMD, yang dituangkam mulai dari KUA/ PPAS sampai dokumen APBD. Sehingga bisa kita lihat setiap program, kok bisa muncul atau hilang. Itu akan mudah bisa
(Suara NTB/ndi)
BERSAMA - Kasatgas Unit Korsup Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suandha, pose bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, serta Pimpinan DPRD NTB, usai sosialisasi dan launching e-KUA/PPAS, Jumat (11/8). dideteksi munculnya anggaran siluman,” tegasnya. Aplikasi tersebut juga bisa menghidari duplikasi atau penganggaran ganda dalam satu program. Sebab semakin banyak sumber pendanaan, seperti adanya dana desa, ini sangat rawan munculnya anggaran ganda. “Sasarannya, misalnya kalau ada prencanaan anggaran yang tidak jelas dari eksekutif, maka dengan mudah bisa dicoret,” jelasnya. Tidak hanya itu, manfaat lain dari e-KUA/PPAS ini juga untuk menghindari keterlambatan dan kesalahan dalam penetapan penganggaran. Se-
Kampus Pariwisata Menjamur
STP Tak Takut Bersaing Mataram (Suara NTB) Bermunculannya kampus vokasional bidang pariwisata di Kota Mataram menambah ketat persaingan dunia pendidikan. Tentu, kualitas bagus akan jadi prioritas masyarakat dalam memilih tempat pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka. Kepada Suara NTB, Made Suyasa, Pengawas Bidang SDM pada Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram mengaku tak gentar menghadapi persaingan ketat dengan kampus bidang pariwisata lainnya. Berbekal pengalaman puluhan tahun mengelola pendidikan pariwisata, dirinya optimis pilihan masyarakat jatuh pada kampus STP yang dulu bernama Akpar Mataram. “Kita punya pengalaman hampir 30 tahun mulai 1986 kita sudah merintis sekolah di bidang kepariwisataan mulai dari vokasional sampai SI sampai sekarang ini,” terangnya. Diakuinya, keberadaan berbagai sekolah dan kampus pariwisata meski sejauh ini berpengaruh terhadap jumlah mahasiswa yang diterima, akan tetapi belum terlalu signifikan. Dirinya yakin, masyarakat akan memilih STP sebagai pilihan pertama dunia pendidikan bidang kepariwisataan. “Kepercayaan dari pihak keluarga itu yang memguatkan kita. Kita percaya masyarakat pasti memberikan kepercayaan karena kita sudah terbukti berpengalaman,” imbuhnya.
(Suara NTB/dys)
MENDAFTAR - Sejumlah pendaftar sedang mendaftar sebagai calon mahasiswa baru di STP Mataram. STP Mataram tidak takut bersaing dengan banyaknya perguruan tinggi pariwisata di NTB. Terlebih lagi, STP telah membangun MoU dengan 50 dunia usaha dan dunia industri. Sehingga wajar ketika mahasiswa wisuda berdasarkan pengalaman tiap tahun, hampir 70 persen di antaranya sudah bekerja, sedang 30 persen sisanya masih dalam status waiting list. Bahkan kata dia, banyak mahasiswa STP yang DO, karena tertarik terjun ke dunia kerja langsung pada saat dilakukan pemagangan. Tentu ini masalah tersendiri karena merupakan pilihan mahasiswa, namun juga menggembirakan karena mahasiswa STP hampir diterima di semua tempat kerja Lebih jauh dikatakan, untuk jumlah pendaftar memasuki gelombang terakhir pertengahan September mendatang sudah mencapai 200 orang. Diprediksi pendaftar akan terus bertambah. Apalagi jurusan SI Pariwisata masa pendaftarannya masih panjang. “Yang sudah daftar ulang sampai detik ini 140 itu yang sudah pasti karena sudah daftar ulang. Adapun kuota untuk DIII karena sudah dari bulan Maret buka pendaftaran untuk 5 kelas, satu kelas isinya untuk 30 orang. Kemudian untuk yang SI kuotanya sekitar 4 kelas”. Untuk program SI Pariwisata, pihaknya menargetkan alumni DIII Pariwisata untuk dapat melanjutkan ke jenjang sarjana. Bahkan sebenarnya, perjuangan membuka program sarjana atas desakan para alumninya yang banyak sekali menuntut. “Bahkan kita kasih diskon 50 persen jika masuk. Alumni banyak yang kontak kita setelah kita publish di media sosial terutama. Respons mereka bagus diharapkan mereka bisa ambil SI,” ujarnya. (dys)
hingga kedepannya tidak ada lagi ada istilah penetapan APBD yang terlambat. Sebab setiap kendala yang dialami akan terlihat dalam siatem. Terakhir disampaikan oleh Asep, bahwa tujuan sosialisasi tersebut murni untuk melakukan upaya pencegahan. Oleh karena itu, supaya harapan tersebut bisa terwu-
jud, maka dibutuhkan komitmen bersama. “Harapanya dengan pertemuan ini ada pemahaman bahwa kita sedang melakukan sesuatu perbaikan di sini oleh kita semua. Dan ada keinginan yang kuat untuk ikut aktif di sana, untuk menuju NTB yang jauh lebih baik,” tutupnya. (ndi/*)
Diduga Dagang Sabu
Ibu Rumah Tangga Diamankan Polisi Mataram (Suara NTB) – Seorang ibu rumah tangga di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Haeniah alias Haen (42) diciduk polisi. Ia diduga mengedarkan sabu, ditemukan barang bukti 40 poket saat ia digerebek, Rabu (9/8) lalu. Dirresnarkoba Polda NTB melalui Kasubdit I, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat menjelaskan, tersangka merupakan salah satu buruan pihaknya. “Pengakuannya pemain baru, tapi masih kita dalami lagi,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (11/8) di Mapolda NTB. Tersangka digerebek sekitar pukul 07.30 Wita saat hendak mengerjakan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga, yakni mencuci. Saat digerebek, tersangka tidak cerewet. Seluruh bagian rumah di Jalan Semangka Gang Kubur itu digeledah. Tetapi, ternyata tersangka menyimpan sabunya di ember cucian, yang tampak tidak mencurigakan. Ember yang berisi pakaian kotor siap cuci itu dibongkar. Ditemukan 40 poket sabu dengan berat kotor 20,78 gram di berbagai tempat, seperti dompet kecil, kantong celana jeans anak-anak, dan dompet sedang. Barang bukti lainnya yakni sendok dari dari bahan pipet, telepon genggam di kasur, serta uang tunai Rp 1,9 juta. “Uang itu diduga hasil transaksi sabu tersebut,” ujarnya. Tersangka, kata Cheppy, akan dikenai pasal 114 ayat 1 dan ayat 2, pasal 112 ayat 1 dan ayat 2, serta pasal 132 UU 35/2009 tentang Narkotika. (why)