Skip to main content

edisi-1033

Page 1

16

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Jika mendengar nama “Ode. nant”, yang langsung terbayang di benak kita adalah toko kain/ tekstil dengan sistem penjualan yang berbeda dari toko sejenis lainnya. Adalah Cokorda Istri Mirah, S.E., M.A.P., menjadi “komandan” di balik nama besar Ode.nant tersebut. Sosok perempuan energik yang selalu tampil sederhana ini, oleh para member dan koordinator akrab dipanggil Bu Cok. Programprogram kreatif dan inovatifnya selalu ditunggu-tunggu.

“K

ami di Ode.nant ini sudah seperti keluarga. Apapun program yang dibuat Ode.nant pasti selalu didukung oleh para member dan koordinator, makanya kami selalu bersemangat. Mereka sangat loyal kepada perusahaan,” ujar Bu Cok bangga. Tak heran, jika dalam setiap acara yang digelar Ode.nant, pesertanya selalu membludak hingga melebihi target kuota. Ini dikarenakan pula, dalam setiap acara, Bu Cok selalu menyelipkan humorhumor segar dan hiburan untuk meramaikan suasana, serta banjir hadiah. “Prinsip kami adalah berbagi

Jujur dan Beretika dalam Berbisnis rezeki, juga berbagi keuntungan dalam bentuk diskon dan reward. Jika mereka senang, kamilah yang paling senang,” ucap owner Ode. nant Textile ini. Keberadaan Ode.nant Textile ini, setidaknya turut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran serta membentuk wirausaha kecil, yang bisa berbisnis tanpa modal dan tanpa risiko. “Karena sistem kami memberikan mereka pinjaman barang. Jika laku, dibayar, jika tidak laku dikembalikan. Modalnya hanya tekun. Beli produk untuk dipakai sendiri bagus, apalagi jika ingin berkarier disini, lebih bagus lagi. Karena itu banyak yang ingin bergabung menjadi member, makanya Ode. nant cepat besar,” paparnya. Bu Cok sendiri mengaku tak menyangka, Ode.nant yang tahun ini baru menginjak usia ke-6 berkembang begitu pesat, dan

memiliki banyak member. Bahkan, 2 tahun lalu Bu������������������ C���������������� ok juga mendirikan Koperasi Simpan Pinjam Bali Satya Madani (BSM). Tujuannya tak lain menjadikan koperasi sebagai wadah kesejahteraan dengan mengutamakan inovasi dan pembelajaran. “Dan visi KSP BSM menjadikan anggotanya sejahtera beretika dan penuh rasa kasih sayang,” ujarnya. KSP BSM yang awal berdiri beranggotakan 120 anggota, saat RAT kedua pada Januari 2019 dilaporkan berkembang menjadi 184 anggota. Aset saat itu mencapai Rp 1,6 miliar, dengan penyaluran pinjaman mencapai Rp 1,4 miliar. Dari data tersebut dapat disimpulkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan koperasi ini cukup tinggi. “Anggotanya memang kebanyakan member Ode.nant (pelaku UMKM). Dengan adanya koperasi ini mereka terbantukan dari segi

Wanita Penggerak Ekonomi

P

esatnya perkembangan teknologi memberi dampak bagi kehidupan masyarakat. Kaum wanita yang dulu dianggap hanya berurusan dengan ranah domestik atau rumah tangga, sudah mulai beralih. Kini banyak wanita yang berkiprah di ranah publik dengan menjadi pengusaha, birokrat, hingga pejabat. Eksistensi para entrepreneur wanita juga banyak terlihat di media sosial. Mereka menekuni bisnis dari rumah dengan mengandalkan media sosial. Walaupun sibuk dengan bisnis, namun para wanita tetap bisa mengurus rumah tangga dan keluarga. Ini karena wanita termasuk multitalenta karena mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. “Wanita punya cita rasa tinggi. Bagi yang menekuni bisnis,teruslah berinovasi, belajar, perluas jaringan. Bergabunglah dalam asosiasi atau koperasi. Ini memudahkan pemerintah lakukan pembinaan dan pendampingan,” ujar Kadis Koperasi dan UKM Bali Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. seraya menyambut positif diadakanya talkshow “Kreatif Berbisnis Keluarga Harmonis” yang merupakan ajang yang tepat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Data Dinas Koperasi dan UKM Bali per Desember 2018 menunjukkan jumlah koperasi di Bali 4.882 dengan jumlah anggota mencapai 1.088.338. Dari jumlah anggota koperasi tersebut, 345.489 merupakan wanita. Untuk koperasi wanita, tercatat 216. Angka-angka ini menunjukkan potensi wanita di bidang koperasi sangat luar biasa. “Peluang ini harus dimanfaatkan para kaum wanita untuk bergabung menjadi anggota koperasi yang nantinya akan memudahkan dalam hal permodalan. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar wanita dan koperasi bisa saling bersinergi,” tegas alumnus Undiknas Denpasar ini. Ia menambahkan peran wanita luar biasa, tidak hanya untuk aktualisasi diri tetapi bisa mengimplementasikan ilmu untuk kehidupan. Kaum wanita perlu diapresiasi karena bisa mencurahkan perhatian untuk membangun usaha atau bisnis. Ini akan menjadi penggerak ekonomi daerah karena bisa membuka lapangan kerja. Di sisi lain, kaum wanita tetap ikut bertanggungjawab menghidupi keluarga. Indra pun berharap para wanita yang menjadi pebisnis ini mau bergabung dalam asosiasi atau koperasi. “Jumlah koperasi wanita kami biarkan berjalan alami. Sosialisasi sudah terus dilakukan. Kami mengutamakan kualitas koperasi, bukan kuantitas.

Koperasi tidak harus berdiri sendiri. Bisa bergabung dengan koperasi lain. Dukungan pemerintah dari sisi regulasi, tentu ada kemudahan pendirian koperasi. Penyuluhan pun bisa dilakukan Sabtu dan Minggu, di luar jam kerja,” jelasnya. TERUS BERINOVASI Ia mencontohkan pedagang di pasar yang kebanyakan wanita. Para pedagang ini pintar kelola keuangannya. Mereka bahkan ikut lebih dari lima koperasi. “Mereka juga merasakan manfaat koperasi. Tinggal kontak kalau perlu dana. Track record mereka sudah dicatat koperasi. Inilah keuntungan ikut koperasi. Nanti setelah RAT, dapat SHU. Dari mereka untuk mereka juga,” kata Indra. Terkait kiprah wanita di bidang UKM, Indra mengingatkan mereka yang berkecimpung di dunia UKM agar menghasilkan produk berkualitas, berkelanjutan, serta memiliki standar internasional untuk keamanan, kemasan, dan kesehatannya. “Desain Bali unik, ini keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain. Negara lain terus belajar, mengintip kelemahan kita. Kita jangan berpuas diri, jangan sampai produk dijiplak. Harus waspada dan tetap berinovasi sehingga memiliki banyak variasi p r o d u k b e rbagai macam harga sesuai kantong pembeli,” ujar Indra. (Ngurah Budi)

Gede Indra Dewa Putra

permodalan,” imbuh Bu Cok. Atas semuanya itu, Bu Cok tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada keluarga besar, kerabat dan kolega atas dukungan yang begitu tulus. Satu yang selalu dijaga Bu Cok dalam berbisnis yakni selalu jujur dan beretika. Pesan ayahandanya itu selalu ia ingat dan dijalani, meski ia sendiri mengaku pernah dicurangi, pernah ditipu, dan jatuh bangun dalam merintis bisnisnya ini. “Mendapat kepercayaan orang itu susah. Jadi harus benar-benar kita jaga,” tegasnya. Lalu, seperti apa kiat Bu Cok dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya? “Berbisnis itu gampang. Selalulah jujur dan beretika, serta inovatif-kreatif dalam segala hal,” ucapnya singkat. Dalam Talkshow “Kreatif Berbisnis Keluarga Harmonis”, Bu C���������������������������� ok akan tampil sebagai narasumber bersama Kadis Koperasi dan UKM Bali, yang digelar Sabtu 1 Juni 2019, kerjasama Ode.nant dan Tokoh. Ia berjanji akan berbagi pengalaman kiprahnya dalam berbisnis. (Ngurah Budi)

Cokorda Istri Mirah, S.E., M.A.P.

Iklan Talkshow

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Espresso

2

GORO-GORO Bu Amat tetap tak menjawab. “Lihat, ini catatannya. Menurut perhitungan Bapak, malah masih banyak sisanya padahal sudah dikurangi untuk beli oleh-oleh untuk cucu kita dan tetangga. Lihat, Bu!” Amat membeberkan buku tabunPutu Wijaya gan di depan mata istrinya. Baru Bu Amat berhenti makan. “Pak, sudah, Pak. Saya tak ingin Amat membuka buku tabungan. Dana yang dicanangkan untuk ke sana, Pak. Bapak saja yang betamasya seminggu ke Jakarta, belum rangkat sama Ami.” Amat tertegun. cukup untuk 3 kepala. Tapi Ami “Lho katanya mau ke Taman Mini sekarang sudah menikah dan punya nonton Keong Mas, mau ke Dufan, anak masih kecil. “Dia pasti tak akan mau ikut. Atau mau ke...” “Tidak.” kita bisa akali agar tak usahlah dia Amat bengong. lkut. Untuk apa cari-cari banjir ke “Kok tidak? Atau mau ke tempat Jakarta,” kata Amat kemudian pada lain di Jakarta?” istrinya saat makan malam. “Tidak.” Bu Amat tak menjawab. Ia terus “Tapi tadi pagi kok nangis bomsaja asyik mengunyah. Amat jadi bay mau ke Jakarta?” penasaran. “Ya, memang dari dulu saya sam“Tapi Bu, untuk kita berdua, dana sudah lebih dari cukup. Kita pai mimpi-mimpi mau ke tempatmalah bisa singgah ke Bandung dan tempat pelesiran yang ada di Jakarta Surabaya lihat jembatan Suramadu yang Ibukota NKRI.” “Ya itu dia! Ini sekarang waktunya dan selfi-selfian di Lumpur Lapindo, sebelum ibukota dipindah.” Bu!”

Kebudayaan adalah unsur fundamental dalam pengembangan pendidikan secara utuh. Pendidikan yang baik adalah intelektualitas yang berbudaya. Artinya, penyelenggarana pendidikan tidak hanya difokuskan pada pengembangan kemampuan berpikir saja, tetapi juga bisa menciptakan peserta didik yang berbudaya. Unsur budaya sebagai salah satu perwujudan identitas masyarakat yang khas,sebagai sumber penguatan karakter dan kepribadian peserta didik untuk menangkal pengaruh negatif. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang demikian pesat menyebabkan banyak kebudayaan baru yang masuk. Perlu diingat bahwa tidak semua yang baru adalah baik dan sesuai realitas dan kondisi bangsa Indonesia. Dalam beberapa hal, sesuatu yang baru tersebut tak jarang merusak nilai-nilai lama. Oleh karena itu, perlu adanya filter untuk memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk, mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan budaya bangsa. Untuk melakukan hal tersebut internalisasi nilai-nilai

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

BINI TUA

“Tidak. Saya tidak ingin ke Jakarta yang nanti akan bukan lagi ibukota!” Amat bingung. “Wah kalau begiu tabungannya mubazir, dong!” “Nanti saja, kalau ibukota barunya sudah pasti, sudah jadi, kita ke situ.” “Tapi di situ pastl tidak akan ada Monas, Taman Mini, tidak akan ada TIM, tidak akan ada ..” “Biarin!” Amat kaget. “Jadi begitu kelakuan ibumu, Ami, bagaimana bapak tidak bingung,” curhat Amat esoknya di rumah Ami. “Mengapa Ibumu jadi kacau begitu?” Ami mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Di mana kacaunya?” “Ya, karena jadi tak jelas, apa maunya perempuan yang kuajak tidur tiap malam itu. Maunya apa? Mau ke Monas, ya ke Jakarta! Mau ke Jakarta, ya tak perlu mikirin Jakarta itu ibukota atau bukan. Pergi saja

ke Jakarta. Beres! Tak perlu bikin masalah baru. Satu-satunya masalah yang konkrit, ada uang atau tidak? Dan kita ada, karena sudah 10 tahun nabung. Titik! Beres ewes-ewes! Gitu aja kok repot! Ya nggak?” “Nggak!” Amat terkejut. “Kok nggak?” “Karena Bapak memaksakan perasaan Bapak ke Ibu!” “Memaksakan bagaimana? Bapak ngajak ibumu itu jangan mimpi di tengah perubahan zaman yang terus-menerus ini? Apa salahnya ibukota dipindah, karena sekarang saja penduduknya lebih dari 10 juta. Tiap hari 18 juta kendaraan gentayangan di jalanan, apa....” “Stop! Ibu setuju ibukota pindah karena alasannya kuat!” “Makanya! Nah, kalau setuju mengapa tak mau ke Jakarta?” “Karena ibu ingin ke ibukota!” Amat mau protes lagi, tapi Ami keburu berdiri karena ada tamu ngetok pintu. Amat terpaksa menelan sendiri gerutuannya. “Sampai sore tak tunggu tamu-

SDM Berbudaya dan Intelektual

kearifan lokal yang bersumber dari budaya lokal memiliki peran strategis untuk mewujudkannya. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. Setiap daerah di Indonesia memiliki banyak konsep kearifan lokal yang dapat diajarkan kepada peserta didik. Misalnya saja konsep “SagilikSaguluk Salunglung Sabayantaka, Paras-Paros Sarpanaya, Saling Asah, Asih, Asuh” yang merupakan salah satu kearifan lokal di Bali. Konsep tersebut memliki makna bersatupadu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolongmenolong, karena manusia adalah mahluk social. Melalui konsep tersebut diajarkan bahwa sangat penting jika sesama manusia saling membantu. Selain itu. dikenal pula konsep “Tri Kaya Parisudha” yaitu sebagai landasan etika perbuatan dalam agama Hindu, masyarakat Bali diajarkan agar selalu berpikir, berbicara dan berperilaku yang baik. Masyarakat yang memahami

AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

konsep “Tri Kaya Parisudha” mendorong masyarakat untuk berpikir, berbicara dan berperilaku yang baik kepada semua orang. Selain beberapa konsep di atas masih banyak lagi konsep kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai penguatan pendidikan berbasis budaya. Dengan memperhatikan aspek kebudayaan dalam pendidikan,diharapkan nantinya mampu menghasilkan generasi muda Indonesia yang cerdas dan berbudaya. ‘Technical Education’ and’ Skills Development Authority’ menyatakan terdapat beberapa kemampuan

yang penting untuk dikuasai peserta didik. Kemampuan tersebut mencakup perpaduan kemampuan intelektual yang diperoleh dengan mengembangkan kemampuan literasi baru. Berbeda dengan kemampuan literasi lama yang mencakup kompetensi calistung. Literasi baru mencakup literasi data, teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa untuk menghadapi era industri 4.0, dibutuhkan

nya pulang, karena mau nyambung rembugan. Tapi jangankan pulang, tamunya datang, datang lagi sampai 5 orang, seperti bikin rapat. Kelihatan serius sekali. Akhirnya karena capek bapak pulang,” lapor Amat pada istrinya setelah kembali ke rumah. Bu Amat kecewa. “Jadi belum sempat nanyain Ami mau ikut ke Jakarta, tidak?” “Mana sempat!” “Ya, sudah Bapak berangkat saja sendiri. Nanti uangnya keburu habis. “Ah nggak mau! Nanti saja kita ke ibukota baru kalau sudah jadi. Buat apa ke Jakarta, kalau sudah bukan ibukota lagi, mau tamasya banjir?” Bu Amat menatap suaminya. Lalu senyum. “Kok, senyum?” “Itu berarti bahwa ramalan penduduk DKI Jakarta akan mencapai puncak tertingginya pada 2040, yakni 11,28 juta, bisa melorot sampai hanya tinggal 5 juta? Waktu itulah kita harus ke Jakarta untuk menghibur, mengurangi kesunyiannya!” Amat tertegun.

SDM yang memiliki kemampuan kognitif yang fleksibel, logika berpikir yang baik, sensitif terhadap masalah, kemampuan matematika, dan visualisasi. Berkaitan dengan hal tersebut tiba saatnya kini lembaga pendidikan melakukan reorientasi penyelengaraan pembelajaran kelas. Pendekatan dan metode yang digunakan harus mampu mengarahkan siswa mengembangkan kemampuannya. Sudah saatnya pula model pembelajaran hybrid/blended learning, penggunaan metode-metode pembelajaran kooperatif digunakan sebagai basis pembelajaran di kelas. Guru harus mulai meninggalkan praktik mengajar lama yang hanya berpusat pada perolehan skor atau nilai ujian. Tinggalkan metode mengajar yang sudah usang jika ingin menciptakan peserta didik yang berdaya saing tinggi. AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

SUDUT PANDANG

15

Nggak Afdal, Lebaran tanpa Keluarga Besar

Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya mereka yang bekerja dan tinggal jauh dari kampung halaman. Lebaran tanpa kebersamaan dengan keluarga besar, dirasakan kurang afdal. Karenanya meski mudik Lebaran berarti ‘bermacet-macet ria’ kebanyakan orang tetap enjoy menjalaninya.

A

palagi kini ada moda transportasi yang bisa membantu menghidarkan para pemudik dari kemacetan. Kereta api misalnya. Selain nyaman, tiket nya pun relatif terjangkau apalagi kalau pesan jauhjauh hari. Itu juga yang menjadi pilihan Fitri Tropica yang mengaku masih trauma dengan pengalamannya terjebak macet mudik Lebaran tahun lalu. Lain lagi dengan Connie Sutedja, artis senior yang juga punya tradisi mudik Lebaran. Ia mengaku sudah terbiasa dan justru sudah bisa menikmati kemacetan saat musim mudik Lebaran. “Kalau dulu, mungkin ya, di awalawal, masih ada rasa stres karena terlalu lama diperjalanan. Tapi karena setiap kali mudik (Lebaran) seperti itu, ya jadi terbiasa. Mau tidak mau kita ikut menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau tidak bisa menikmati perjalanan yang macet ini, ya payah dong ya. Kan mau nggak mau, itu konsekuensinya. Kalau cape dan bosen kan kita bisa berhenti, ada banyak rest area kok. Tapi bagi saya, mudik di masa sekarang ini mah sudah lebih bagus dibanding dulu. Dulu waktu tempuh ke Tasikmalaya bisa mencapai 12 jam bahkan lebih, kemudian turun menjadi 9 jam. Udah lumayan banget lah,” kata pemeran utama film ‘Singa Betina dari Marunda’, ini. Menurut Connie, kumpul di kampung halaman saat Lebaran, sudah menjadi tradisi keluarga besarnya. Sejak dirinya kecil sampai besar, kemudian juga menurut pada cucu dan cicit, tradisi kumpul di kampung halaman saat Lebaran masih tetap dipertahankan. “Rasanya nggak afdal kalau Lebaran tanpa keluarga besar. Mungkin karena kebiasaan ya,” tambah mantan artis era 1970-1980 –an ini. Tahun lalu, dia mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi tahun ini Connie berencana untuk naik pesawat. “Sekarang ke Tasik sudah bisa naik pesawat. Enak dan nyaman. Hanya 45 menit. Saya ingin coba. Keluarga saya juga kebanyakan menggunakan pesawat,” ujar Connie yang berencana

Fitri Tropika

mudik pada H-2. Segala persiapan mudik sudah dilakukan, termasuk membeli oleh-oleh untuk keluarga di kampung. “Bawaan saya banyak, kebanyakan untuk oleh-oleh keluarga. Mulai dari makanan, pakaian, pernak-pernik, dll. Saya juga bawa banyak baju-baju pertunjukan yang hanya sekali pakai saat syuting plus aksesorisnya. Mereka (keluarga) biasanya suka tanya, makanya saya bawakan untuk dibagi-bagi,” ungkap Connie. Namun karena rencananya akan naik pesawat, maka barang-barang itu kemungkinan dititipkan pada saudara yang melakukan perjalanan darat. Sebenarnya, kota Tasikmalaya sekarang ini sudah sangat maju dan modern. Ada banyak mall di sana, begitu juga aneka barang yang tadinya hanya bisa didapat di Jakarta, kini sudah ada di Tasik. Walau begitu, tuturnya, yang namanya oleh-oleh, tetap saja diperlukan dan selalu disambut meriah oleh saudara . “Oleh-oleh itu bukan soal harganya berapa, tapi nilai persaudaraannya. Oleh-oleh sebagai tanda perhatian dan kasih kepada saudara. Itu sebabnya, meski banyak saudaranya di kampung tergolong mampu secara ekonomi, mereka tetap senang dan selalu menantikan oleh-oleh dari saya,” tutur Connie. Karena tidak terikat dengan pekerjaan, maka rencananya Connie akan lama berada di kampung halamannya. “Ramadan tahun ini saya sengaja tidak mengambil pekerjaan karena ingin santai dan khusuk menjalankan ibadah puasa. Tahun lalu saya syuting di bulan Ramadan, wah, makannya jadi kacau. Malah gula darah saya naik karena kebanyakan makanan manis. Jadi saya pikir tahun ini mau santai saja, tidak ada beban, apalagi saya kan sudah umur (74 tahun),” ujarnya. Connie mengaku sangat menantikan bisa kumpul dengan saudara dan menikmati makanan khas Lebaran kotanya. “Yang pasti ada ketupat dan gulai. Nah yang tak pernah ketinggalan adalah pepes ikan. Biasanya segala hidangan ikan air tawar tersedia. Trus ada opak dan rengginang

Ayu Putu Ratna Kusuma Arsa

Energi Positif untuk Suami

Connie Sutedja makanan khas Tasik,” kata Connie yang rumahnya open house saat Lebaran. “Kebetulan rumah saya dekat dengan masjid, jadi setelah Ied, selain sanaksaudara kumpul juga para tetangga yang mampir setelah Ied,” tambah Connie yang juga menyiapkan THR untuk saudara-saudaranya.

NAIK KERETA LEBIH ASYIK

Artis peran juga presenter kocak Fitri Tropika mengaku mempersiapkan mudiknya jauh-jauh hari. Bukan hanya soal pendanaan tapi juga transportasi yang akan digunakan. Tahun ini, kata wanita bernama asli Fitri Rakhmawati, ini, giliran mudik ke kampung halamannya, Cimahi, Jawa Barat. Transportasi yang dipilihnya bukan mobil pribadi seperti tahun lalu, tapi kereta api. Bukan alasan kenapa Fitri memilih kereta api sebagai moda transportasinya dalam mudik tahun ini. Ini lantaran Fitri trauma dengan kemacetan mudik tahun lalu. Bagi Fitri yang hampir setiap tahunnya selalu mudik di musim mudik Lebaran, baru tahun lalu lah membuatnya terasa ‘termehe-mehe’. “Terjebak macet yang luar biasa. Belasan jam di jalan tol. Mau ke rest area aja susah, harus ngantri. Belum lagi perut yang lapar,” ungkap Fitri yang kini berjilbab. Dalam kondisi berpuasa trus terjebak di kemacetan yang luar biasa, rasanya benar-benar menderita. Trauma yang masih membayang hingga kini, membuat dirinya memilih transportasi lain. “Nah, aku liat di teman-teman aku mudik naik kereta. Mereka ceria dan nyaman. Aku jadi teringat, ya, kenapa nggak pakai kereta saja. Apalagi kereta sekarang sudah bagus fasilitasnya. Nggak pake macet, fasilitasnya juga oke,” ujarnya yang memesan tiket kereta api sejak jauh-jauh hari. Memesan tiket kereta harus jauh-jauh hari karena kalau tidak bakal kehabisan karcis.

Menjadi ibu rumah rangga merupakan tugas mulia. Di sana mereka bisa fokus mengasuh anak sekaligus menata rumah tangga. Namun menjadi ibu rumah tangga sekaligus berkarier dalam birokrasi kenotariatan juga impian banyak orang. Walau memerlukan tenaga, pikiran dan juga harus membagi waktu, baik dengan suami, anak maupun orangtua, tidak membuat sosok Ayu Putu Ratna Kusuma Arsa, S.H.,M.Kn., kehilangan kodrat keibuan. Bahkan dengan pekerjaannya sebagai notaris, wanita kelahiran 6 Juni 1980 ini justru tambah semangat untuk meniti karier, sebagai tanggungjawab untuk membesarkan empat anak hasil perkawinannya dengan I Wayan Eka Widanta. Kesempatan emas sebagai seorang notaris tidak dia sia-siakan, karena kesempatan emas itu bakal dia emban sebagai pertanggungjawaban moral dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Apalagi, wanita yang kini berdomisili di Banjar Siyut, Tulikup, Gianyar, itu harus memberikan dukungan pada sang suami yang harus berjibaku dalam hal penegakkan hukum. “Ya, kami dukung langkah suami untuk memangkas birokrasi yang ribet sebagaimana angan-angan yang sering digelorakan Pak Presiden Jokowi. Yakni birokrasi melayani tanpa birokrasi yang rumit,” tandas perempuan asal Banjar Yeh Malet, Antiga, Manggis, Karangasem itu. Apa yang disampaikan tersebut memang semuanya mendasar, karena suaminya yang lama bertugas di Kejati Bali, sejak beberapa minggu lalu menduduki jabatan baru sebagai Kasipidum Kejari Denpasar. Sang suami harus konsentrasi dalam penegakkan hukum, khususnya dalam refleksi hukum bagian pidana umum. Apalagi jumlah perkara yang masuk ke Kejari Denpasar cukup besar, sehingga sang suami juga memerlukan energi positif guna menyelesaikan persoalan hukum yang diembannya. Sebagai seorang istri yang juga berkarier tak jauh beda dengan persoalan hukum, ia akan selalu mendukung kinerja sang suami. “Selain sebagai ibu, kan juga biasa kita sharing dengan suami untuk membangun paradigma hukum yang positif. Makanya saya selain berkoordinasi masalah keluarga, sesekali ga salah dong kita bahas hukum. Bukan menghukum looo..,” ungkap ibu dari I Wayan Raya Karna Jiwa Negara, Ni Made Wangi Svarigayatri, Ni Nyoman Cendana Ayumning Savitri, dan Ni Ketut Cempaka Harum Paramesti ini. (Miasa) Kalau sudah ada tiket di tangan, lebih tenang. Meski mudiknya H-2 pun tidak masalah. Sejak menikah, katanya, dia memiliki tradisi mudik yang berbeda. “Ya jadi sudah lima tahun ini (mudik) kita berganti-gantian. Aku kan dari Cimahi, keluarga aku di sana semua. Sedang orangtua

suami dan keluarga besarnya ada di BSD Tangerang. Nah setiap tahun kita ganti-gantian. Biasanya kita habis Ied, trus halal bihalan sebentar , sorenya ke rumah mertua di BSD Tangerang. Begitu juga sebaliknya,” tambah pemeran film ‘Insya Allah Sah’ini. (Diana Runtu)


14

SUDUT PANDANG Mudik yang Mudik Jelang Bulan Puasa Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Menyenangkan

Lebaran telah tiba, waktunya akan mudik ke kampung halaman sudah menjadi tradisi. Bagaimana persiapannya? Menurut Titik Suharyati, biasanya kalau mau mudik ia akan pilih H-5 atau H-3. “Biasanya cuti bersama kan satu minggu dan kami senang setelah lebaran waktu liburnya lebih lama. Untuk balik mudik menunggu lebaran ketupat H +7,” ujarnya.

M

enurut Titik, ada beberapa persiapan yang akan lakukan agar mudik berjalan lancar. Hal paling utama, jelas fisik menjadi hal pokok. “Karena dalam perjalanan mudik masih suasana puasa, kami selalu membawa obatobatan seperti obat sakit panas, obat luka, bekal makanan, dan air minum untuk antisipasi,” tuturnya. Ia menambahkan, bekal makanan harus dibawa untuk antisipasi berbuka di jalan karena macet. Jadi makanan wajib dibawa secukupnya, terutama buah-buahan segar agar badan lebih fit. Yang penting adalah, mudik menggunakan apa, apakah mobil atau pesawat terbang. “Kendaraan wajib dalam kondisi baik. Jadi kendaraan harus diservis sebelum berangkat. Kalau naik pesawat, harus beli tiket jauh-jauh sebelumnya mengantisipasi tiket naik. Alangkah baiknya jika dapat tiket promo. Saya biasanya kalau pulang mudik naik pesawat sudah pesan tiket tiga bulan sebelumnya untuk dapat tiket promo,” ujarnya. Untuk berbagi, ia selalu menyiapkan membawa uang receh kecil yang banyak, seperti pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. “Ketemunya hanya setahun sekali sehingga banyak memberi sangu kepada kemenakan di kampung. Untuk yang tua seperti bude dan bulik saya siapkan uang Rp 100 ribuan. Hal ini sudah menjadi tradisi,” kata Titik. Sementara, untuk barang-barang seperti baju ia bawa seperlunya saja. “Apalagi sekarang bagasi pesawat berbayar, jadi bawa secukupnya. Kalau kurang, nanti lebih baik beli di kampung saja,” imbuhnya. Ia mengatakan, yang pasti tidak lupa membawa oleh-oleh khas Bali seperti pie susu, ayam betutu, kacang Bali dan baju Bali. Ada hal unik yang dituturkan aktivis Bali Sruti ini. Ia punya pengalaman tak terlupakan waktu pulang mudik sendirian dua tahun lalu. “Saat tiba di bandara agak telat ternyata pesawat berangkat tepat waktu. Akhirnya ketinggalan. Cari-cari tiket lagi tidak ada yang tersisa hanya tiket kelas bisnis dengan harga selangit dan terpaksa diambil,” tuturnya sembari tertawa. Sedangkan, pengalaman mudik bersama keluarga naik mobil, ia pernah berbuka puasa di tengah antrian panjang saat menuju Pelabuhan Gilimanuk. “Sudah 8 jam antri, tetap saja masih harus menunggu dan akhirnya berbuka di dalam mobil di tengah antrian,” kata Titik yang mudik ke Mojokerto ini. Ia mengatakan, walaupun mudik penuh dengan warna-warni, tetap saja tradisi mudik itu menyenangkan. “Kami bisa berkumpul bersama keluarga besar setahun sekali. Kami menyiapkan waktu dengan baik agar bisa bertemu. Tentu hal ini sangat membahagiakan,” kata Titik. (Wirati Astiti)

Titik Suharyati

L

ibur lebaran memang makam orangtuanya. Sebelum meselalu identik dengan pumasuki bulan suci Ramadan, sudah lang kampung bagi umat menjadi sebuah tradisi baginya Muslim. Kesempatan ini untuk berkunjung ke makam dan tentu akan digunakan bagi umat mendoakan orangtuanya yang telah Muslim untuk pulang ke kampung meninggal. “Memasuki bulan puasa halaman atau yang lebih sering disbulan suci yang penuh berkah, saya ebut dengan mudik. Tradisi mudik ziarah ke makam orangtua dan saat lebaran, menjadi momen mendoakan beliau, ini juga menjadi berkumpul bagi keluarga yang lama salah satu alasan saya untuk mudik merantau untuk bekerja. Selain jelang bulan puasa,” imbuhnya. berkumpul dengan keluarga, traPerempuan kelahiran 31 Agustus disi mudik ini juga sebagai momen 1966 ini mengatakan jika memungsilahturahmi yang tidak tergantikan kinkan dirinya lebih suka melakukan dengan kecanggihan berbagai alat mudik setelah lebaran. komunikasi. Meskipun perayaan Idulfitri Mudik bukan menjadi sebuah dan lebaran dilakukan di perantradisi yang wajib bagi Dr. Tuty tauan, Tuty mengatakan tidak ada Maryati, M.Pd. Bagi akademisi Unperbedaan yang mencolok dari diksha ini, dirinya memang berasal perayaan di kampung halamannya. Dr Tuty Maryati, M.Pd dari Magetan, Jawa Timur dan telah Justru di Buleleng, dirinya dapat lama tinggal di kawasan Banyuning, Buleleng. Namun merayakan lebaran dengan nilai toleransi yang sangat ketika hari raya Idulfitri tiba, ia dan keluarga sangat tinggi. Bahkan di momen hari raya dirinya bersama jarang menggunakan libur lebaran untuk pulang ke umat Muslim lain dapat melakukan sholat ied dengan kampung halaman. Perempuan yang saat ini menjabat dibantu pengamanan pecalang setempat. “Saya sebagai sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah kaum minoritas di Buleleng merasa sangat nyaman Undiksha ini sangat menghindari mudik saat lebaran. karena di sini toleransinya sangat tinggi. Bahkan ketika Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi krodit kami melakukan sholat ied pecalang juga ikut mengadan kemacetan lalu lintas selama perjalanan menuju mankan,” tambahnya. Nilai toleransi juga dapat dilihat kampung halaman. dari terjalinnya hubungan kekeluargaan antara dirinya Sebaliknya, perempuan yang akrab disapa Tuty ini dengan tetangga non Muslim dalam perayaan hari akan melakukan perjalanan pulang kampung jelang bu- raya. Saat hari raya, tradisi ngejot diterapkan untuk lan puasa dan atau setelah hari lebaran. Mudik sebelum mempererat jalinan silahturahmi antar umat beragama. bulan puasa ia lakukan untuk berziarah mengunjungi (Wiwin Meliana)

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019 “Long Life Education”. Sepertinya istilah ini tepat mewakili apa yang dilakoni Prof. Dr. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. Meski sekian banyak gelar akademis sudah melekat pada dirinya, bahkan gelar tertinggi sebagai Guru Besar (profesor), namun tetap saja ia masih “haus” menimba ilmu. Kamis, 9 Mei 2019, Prof. Suparta kembali menyandang gelar Doktor, yang kali ini pada Program Studi Ilmu Agama, Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

S

ebelumnya, suami dari Dra. Wayan Karsini ini menuntaskan Program S3 (Doktor) di Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN), Pascasarjana IPB Bogor tahun 2001. Di tahun 2003, pria kelahiran Karangasem 19 Maret

Sosialita

3

Prof. Suparta & Dra. Karsini

Dari Peternakan hingga Agama 1953 ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unud. Kemudian, mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XV, Ketahanan Nasional (Tannas), Lemhannas RI di Kampus Lemhannas RI Jakarta tahun 2007. Dengan riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan organisasi, serta pelaku agribisnis peternakan, Prof. Suparta kerap diundang sebagai narasumber, ikut aktif dalam pengembangan agribisnis sapi potong di Bali, terlibat dalam beberapa organisasi sosial ekonomi khususnya UMKM dan Koperasi, sehingga lebih sering berpikir dan

berbicara mengenai penyuluhan pertanian, pembangunan kelembagaan ekonomi pertanian, dll. Ia juga ikut terlibat dalam organisasi penyuluh pertanian (Perhiptani Bali), sehingga sering melakukan pertemuan dengan para penyuluh pertanian seluruh Bali; organisasi pertanian HKTI bahkan dipercaya sebagai Ketua HKTI Bali periode 2016-2021, sehingga banyak melakukan kegiatan di bidang pertanian dal am arti luas; serta ikut terlibat dalam organisasi sosial adat/pakraman, sehingga banyak juga melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sosial keagamaan,

adat, dan pakraman. Ketika ditanya, mengapa seorang Guru Besar Fakultas Peternakan berlari ke ranah agama/ spiritual, Prof. Suparta tersenyum. “Sebenarnya ini berkaitan dengan umur saya yang sudah kepala enam. Jika dalam Catur Asrama, empat tingkatan kehidupan manusia, sekarang ini saya persiapan berada pada posisi wanaprastha,” ucapnya.

Prof. Dr. Dr.Ir. Nyoman Suparta, MS., MM.

Makin Diperlukan Makin Dilestarikan Prof. Suparta yang selama ini bergelut dengan penelitian seputar hewan ternak, pada program Doktornya kali ini mengambil judul Disertasi “Ritual Wewalungan Tawur Tabuh Gentuh di Pura Besakih”. “Wewalungan itu hewan/binatang yang ada tulang di bagian punggungnya. Mengapa saya mengambil Wewalungan, ini karena ada kaitannya dengan peternakan,” jelasnya. Di dalam keseharian, dijelaskannya wewalungan itu merupakan bagian dari hewan secara keseluruhan, dan hewan tersebut dipakai sebagai Tawur. Hewan-hewan yang digunakan adalah hewan-hewan langka. Ada yang namanya panca sata (lima warna), dilengkapi empat warna lagi, jadi sembilan warna. Caru panca sata ini dikatakannya selalu ada dalam tiap Tawur. “Ditambah lagi dengan 11 warna hewan berkaki empat, seperti menjangan, burung brekaok, sapi, asu bang bungkem, kijang, kambing, petu, babi butuan, kera hitam, kerbau, angsa putih, angsa hitam. Ada 9 warna ayam (hewan berkaki dua) dan 11 warna hewan berkaki empat, jadi semuanya ada 20,” imbuhnya lagi. Disebutkan juga, ada cara pandang dari orang-orang ter-

tentu yang pendidikannya cukup maju dan banyak tahu di bidang ini, mengkritisi, seakan-akan tidak setuju menggunakan hewan dalam ritual tersebut. Padahal menurut mereka hewan ini bisa digantikan. Namun, bagi warga Besakih sendiri, tidak mau menggantikan hewan-hewan tersebut meskipun hewan tersebut sulit didapatkan. “Sebenarnya, hewan itu bisa diubah atau digantikan, istilahnya pemade. Namun, ada keyakinan dalam diri masyarakat Besakih, jika itu diganti dengan yang lain, “rasa” itu kurang. Karena agama ini adalah rasa, ada nilai pengorbanan dan ketulus ikhlasan. Dengan ikut mencari haturan banten upacara yang lengkap untuk butha kala sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Lontar Raja Purana Besakih, itu mereka merasa puas. Jadi, sebisanya masyarakat mencari sesuai hewan aslinya. Dan biasanya pasti dapat,” paparnya. Pemilihan judul disertasi ini diakatakan Prof. Suparta juga berkaitan dengan animal welfare, bagaimana hewan tersebut selama persiapan sampai dipergunakan dalam upacara. Ritual wewalungan mapepada itu merupakan acara penyupatan/ mendoakan agar roh-roh hewan tersebut mendapat tempat

Prof. Suparta bersama keluarga besar

terbaik di sisi Tuhan. Di dalamnya juga ada makna pelestarian, semakin hewan tersebut dibutuhkan untuk digunakan maka semakin banyak upaya manusia untuk melestarikannya. Sehingga, terjadilah tindakan pelestarian. Alasan lain, kenapa hewan-hewan tersebut digunakan, karena dalam diri manusia ada tiga sifat yang mempengaruhi (Tri Guna), yakni Sattva (baik), Rajah, Tamah. Filosofinya, sifat-sifat hewan yang ada pada diri manusia harus dihilangkan, dikorbankan oleh manusia dalam rangka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Termasuk dari warna-warna bulu ayam dengan segala kombinasi warnanya, uniknya semuanya itu dikatakannya ada pada ayam lokal Bali (buras). “Dari segi warna, disini juga ada pemberdayaan hewan lokal. Karena pada ayam broiler kita tidak akan menemukan warna-warna tersebut,” ucapnya. Makna filosofi pada pemakaian hewan kaki dua bersifat untuk kestabilan (kekuatan), simbol rwa bhineda, dan kaki empat untuk simbol stabilitas Swastika, yang jika diputar cepat akan kembali menjadi nol, dan nol sama dengan Tuhan.


Woman on Top

4

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Ayu Saraswati

“Astungkara Ada Jalan” Kiprah Ayu Saraswati di dunia seni tak pernah kendor walaupun dirinya sibuk sebagai Operational Manager Krishna Holding Company. Setelah meluncurkan single bernuansa religius, “Siwa Ratri”, kini Ayu memperkenalkan lagu “Astungkara Ada Jalan” yang dinyanyikan bersama Eka Jaya.

“S

Ayu Saraswati dan Eka Jaya

Pulau Dewata selain sebagai destinasi wisata, juga makin popular sebagai wedding destination. Diperkirakan ada sekitar 16.000 pernikahan dilaksanakan di Bali dalam satu tahun. Hal ini menjadikan Bali sebagai salah satu wedding destination impian dan terpopuler di dunia. Karena itu pula, ‘Bali Wedding Easy ’, sebuah online wedding marketplace yang pertama kali di Bali, fokus mempertemukan vendor wedding destination terpercaya di Bali dan klien calon mempelai wedding destination. Marketplace ini resmi diluncurkan Jumat (17/5) di International Conference (IC) Center Bali, di Mall Bali Galeria, Kuta dengan tema “Connect 2 In-

aya dan Eka berteman sejak muda. Kami sudah seperti saudara. Duet terakhir kami di lagu “Ngancan Demen”. Lagu “Astungkara Ada Jalan” awalnya mau saya bawakan solo. Tetapi, setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya duet langsung dengan penciptanya,” ungkap penyanyi bernama lengkap Ni Wayan Ayu Yuliani ini. Tema lagu terbaru ini tentang cinta yang universal. Kita semua wajib bersyukur dalam kondisi apapun. Saling memotivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Ketika diberikan lagu ini, saya sudah bayangkan video klipnya. Saya langsung langsung mencari anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik tetapi memiliki kemampuan luar biasa. Ketemulah dengan Yoko dan Agus Mertayasa yang kemudian menjadi model video klip,” ungkap penyanyi yang juga MC dan dalang ini. Video klip yang digarap Andy Duarsa dibuat senatural mungkin sehingga membuat tema lagu tersampaikan. Saat video klip ditayangkan di acara peluncuran lagu ini, Selasa (21/5), banyak

yang menangis karena terharu dan tersentuh dengan semangat Yoko dan Agus. Ayu pun menuturkan jika lagu ini dibawakan dalam sebuah konser, wajib ada video klipnya agar penonton memahami makna lagu. Adanya visual akan memudahkan penonton menyelami maksud dari lagu ini. Eka Jaya menambahkan dirinya bertemu Ayu saat menghibur pengungsi erupsi Gunung Agung. “Kami lalu ngobrol dan merancang kerjasama. Dari sana juga sering muncul kata astungkara. Kemudian, jadilah kata astungkara sebagai bagian dari lagu yang diaransemen Sila ini,” ujarnya. Ia ingin tema lagu tidak melulu cinta dua insan. Cinta bisa berlaku universal dan dipakai untuk saling memotivasi satu sama lain. “Kami berproses dalam penciptaan lagu ini. Jangan Ayu bersama Eka dan Agus Mertayasa mudah menyerah, jangan mudah terpuruk, dan jangan mudah mengeluh terhadap situasi yang dialami. Astungkara pasti ada jalan keluarnya. Semoga lagu kami ini bisa diterima masyarakat,” kata Eka. (Ngurah Budi)

Bali Jadi Wedding Destination Impian novate”. Menurut Yano Sumampow, salah seorang pendiri Bali Wedding Easy, peluncuran dimeriahkan mini expo yang diikuti sekitar 15 vendor katering, dekorasi hingga wedding planner. “Kami hadir memang untuk memudahkan calon pengantin mencari keperluan mereka, yakni menemukan vendor yang terpercaya serta menentukan anggaran pernikahan yang disepakati. Di sini, mereka menggabungkan teknologi online dan interaksi sosial media ke dalam industri pernikahan,” ujar pria yang juga fotografer ini. Mencari vendor yang tepat merupakan tugas sulit calon pengantin

Suasana Bali Wedding Easy Highlight di IC Center

yang memiliki impian menikah di Bali. Karena itu pula di dalam situs marketplace Bali Wedding Easy, para vendor dapat menampilkan produk atau layanan mereka dengan mencantumkan profil dan estimasi harga. Sehingga calon pengantin dapat memilih sesuai dengan anggarannya. Yano ingin mengubah paradigma bahwa menikah di Bali itu tidaklah selalu mahal.Mereka dapat saling berkomunikasi di situs online marketplace tersebut. Yang membedakan Bali Wedding Easy dengan usaha jasa sejenis yakni, paduan paket dan verifikasi yang terjamin atas vendor yang digunakan. Begitu pula dengan penawaran atas paket pernikahan cukup mudah dan terjangkau. Bahkan, metode pembayarannya terus disempurnakan hingga menjadi salah satu daya tarik utamanya. Lebih dari 70 vendor yang sudah terdaftar dalam listing mereka dan masih ada ratusan lainnya yang menunggu untuk diverifikasi sebagai vendor terdaftar. Ari Anastasia, pendiri ‘Konsep Sejiwa’salah satu vendor Bali Wedding Easy mengatakan salah satu servis yang dilakukannya adalah membantu serta mengarahkan para

calon pengantin. “Kami membantu memberikan ide atau konsep yang terbaik dan cocok diaplikasikan ke dalam acara yang diinginkan. Konsep Sejiwa dalam membangun atau membentuk konsep yang tepat , juga disesuaikan dengan budget yang disediakan,” ujar Ari. Sementara itu Jimmy Gunawan, Chief Executive Officer AIM Hospitality Group yang menaungi IC Center ber-

harap adanya Bali Wedding Easy Highlight makin mengenalkan keberadaan IC Center. “Selama ini hall dengan kapasitas besar dan parkir luas sulit ditemukan di Bali. Kami memiliki kelebihan dengan adanya hall besar dan parkir luas. Bahkan kami satu areal dengan mall. Ini merupakan nilai lebih dari IC Center,” ungkap Jimmy. (Sri Ardhini)

Dari kiri: Yano Sumampow, Ari Anastasia, dan Jimmy Gunawan

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

METROPOLITAN

Lebaran sebentar lagi. Problema yang kerap muncul menghadapi Lebaran khususnya bagi keluarga yang memiliki asisten rumah tangga adalah mudiknya para asisten itu ke kampung halamannya. Dengan mudiknya mereka, bisa dibayangkan betapa repotnya keluarga yang ditinggalkan. Apalagi untuk sebuah keluarga besar yang menempati rumah besar pula.

A

da banyak cara yang biasanya ditempuh oleh para majikan untuk menyiasati asistennya mudik. Ada yang membujuk agar tidak mudik di saat hari raya dengan iming-iming bonus besar, ada juga yang menerapkan mudik bergilir jika memiliki asisten lebih dari satu. Namun ada juga yang tak mampu berbuat banyak untuk mencegah para asisten rumah tangganya mudik. Maka salah satu alternatif yang kadang ditempuh adalah dengan menginap di hotel. Atau mengambil asisten pengganti alias infal yang tarifnya lumayan mahal. Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, pasangan selebriti terkenal, mengaku pada Lebaran nanti asistennya akan pulang, dan itu tidak mengapa. “Nggak masalah sih, mereka mudik. Karena memang mereka kan mudik setahun sekali,” ungkap Raffi. Baik Raffi maupun istrinya Nagita atau akrab disapa dengan panggilan Gigi, dikenal masyarakat sebagai majikan yang baik. Pujian kepada Raffi-Gigi muncul karena pasangan ini kerap mengunggah berbagai kegiatan keluarganya di medsos. Dari sanalah masyarakat mendapat kesan kalau pasangan muda ini begitu baik kepada para asistennya. Bagi mereka para pembantunya itu sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Tak heran kalau mereka pun kadang diajak Raffi dan keluarganya untuk ikut jalan-jalan hingga ke luar negeri. Royalnya Raffi dan Gigi pada para asisten rumah tangganya ini juga diakui oleh para asisten itu dalam sebuah tayangan di youtube. Awak media juga kadang menuliskan hal ini ketika mendapat kesempatan untuk mewawancarai mereka. Kebaikan hati kedua majikannya lah yang—salah satunya--- membuat mereka betah bekerja di rumah Raffi-Gigi. Lihat saja tayangan RANS entertainment di channel youtube baru-baru ini yang menunjukkan betapa royalnya pasangan ini pada asisten rumah tangganya. Lala, pengasuh Rafathar, anak tunggal Raffi-Gigi, misalnya. Dia dibuat terkaget-kaget ketika mendapat bonus ‘berbelanja semaunya’ di sebuah mall. Oleh Nagita, Lala diajak ke sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Di sana gadis berjilbab itu disuruh berbe-

lanja apa saja semaunya dalam tempo 10 menit. Jangan memikirkan berapa harganya, ambil saja, urusan pembayaran dilakukan oleh Gigi. “Jadi waktunya 10 menit ya La, kamu bisa belanja apa saja semau kamu. Nggak usah peduli harganya,” ucap Gigi setelah sebelumnya menanyakan toko mana yang ingin dikunjunginya. Mendapat tantangan berbelanja semaunya, seperti umumnya orang, tentu saja senang minta ampun. Itu juga yang tergambar di wajah Lala yang langsung semringah mendapat tawaran itu. Tak menunggu lama, begitu Gigi memberi tanda aksi dimulai, Lala pun langsung ngacir ke toko. Sementara Gigi mengawasi sambil tersenyum. Setelah 10 menit berlalu, Gigi pun berjalan ke meja kasir untuk membayar. Sampai di sana dia dibuat terlongo-longo dengan belanjaan Lala yang seabreg-abreg. “Waduhh si Lala nih bener-bener aji mumpung nih,” kata Gigi sambil menggeleng. Maksud Gigi, di antara barang belanjaan itu, ada barang-barang yang sesungguhnya tidak dipakai Lala. Ketika ditanya bagaimana komentar Gigi tentang belanjaan Lala, Gigi hanya menjawab,’ Ya pokoknya begitu deh. Pokoknya mules deh. Hehehe..” Sementara Lala yang merasa tak enak hati dengan begitu banyak barang yang diambilnya, yang ternyata setelah ditotal nilainya lumayan besar, mengatakan,”Aduh..Bu Gigi, tahu gitu mending ‘mentahnya’ aja lah bu..hahaha”. “Aduhh mahal yaaa, nggak enak saya sebenarnya. Tahu gitu mending kasih mentahnya aja ya,” tambah Lala dengan rupa menyesal. Makanya, ujar Gigi menasehati, kalau apa-apa itu mbok dilihat dulu, ini (barang) bagus nggak, cocok nggak. Maksud Gigi belanja jangan aji mumpung dan jangan kalap. Lala mengaku dirinya jadi begitu karena ada yang ‘mengompori’ untuk mengambil barang. Akibatnya, dia tanpa berpikir panjang—karena mengingat waktu yang pendek untuk berbelaja—langsung mengambil saja apa yang dilihatnya seperti sepatu, tas dan parfum. Tayangan Lala belanja sampai ‘termehek-mehek’ itu ada di channel RANS youtube ini ditonton oleh 4,982 juta

anang-ashanty dan keluarganya

13

Memanjakan Asisten Rumah Tangga

raffi - gigi - rafathar

orang. Channel kreatif yang dibangun oleh Raffi dan Gigi ini memang menghadirkan tayangan-tayangan menghibur yang tak kalah dengan acara-acara hiburan di televisi. Materi-materi menarik yang tak jarang bersumber dari orang-orang dekatnya begitu memikat. Tak heran jumlah orang yang berkunjung dan mengklik channel tersebut semakin banyak. Bahkan ada satu tayangan tentang salah satu pembantunya yang biasa dipanggil Merry mencapai 9,8 juta viewer. MAJIKAN YANG DICINTAI Selain Raffi dan Gigi, selebriti tajir yang juga dikenal royal kepada para asistennya adalah Ashanty. Belum lama ini pun, Ashanty yang mempunyai belasan asisten di rumahnya, menayangkan video tentang para pembantunya yang mendapat kesempatan berbelanja sepuasnya. Seperti halnya Gigi yang menyuruh Lala belanja apa saja yang diinginkannya, Ashanty pun demikian. Hasilnya, Ashanty merogoh koceknya sekitar Rp 11 juta untuk membayar semua belanjaan berupa baju, tas, dll. Para pembantu mengaku senang dengan rezeki yang didapatnya, sementara Ashanty pun tertawa lebar. Membelanjakan para asisten rumah tangganya, bisa dibilang hanyalah sebagian kecil dari dilakukan Ashanty dalam memanjakan para pembantunya. Betapa tidak, aneka barang mewah serta jalan-jalan keluar negeri pernah diterima para asisten setianya itu, bahkan oleh Ashanty mereka pun dikasih kesempatan umroh.

gigi di kasir

Bagi Ashanty dan keluarganya, para asisten bukan hanya sekadar pekerja dan penolong mereka, tapi lebih dari itu. Mereka adalah bagian dari keluarga besarnya. Karenanya sebagai ungkapan kasih, Ashanty pun tak segan menyenangkan mereka dalam bentuk pemberian materi. Aksi Ashanty ini kadang mucul di akun instagramnya. Misalnya saat dia dan keluarga umroh dan mengajak serta asistennya. Pasangan selebriti Arshanty-Anang Hermansyah, bukan hanya sukses dalam karier mereka di dunia hiburan tapi juga dalam berbisnis. Ada beragam jenis bisnis yang digeluti di antaranya kuliner hingga kosmetik. Di Cinere mereka membangun rumah besar dan megah, plus mempekerjakan belasan asisten rumah tangga, sopir, dan beberapa satpam. Baiknya perlakuan Ashanty dan kelu-

para pembantu ashanty

arganya kepada para asistennya bukan hanya mengundang puja-puji tapi juga mengundang iri dari nitizen. Menurut mereka para pembantu Ashanty itu termasuk orang-orang yang beruntung. Karena tidak banyak orang yang memperlakukan para pembantunya sebaik itu. “Bu, kalau ada lowongan saya mau,” tulis seorang nitizen di akun instagram Ashanty. Para fans memang kerap memantau kegiatan keluarga Ashanty-Anang ini lewat instagram maupun channel youtube. Seperti halnya Raffi-Gigi, Arshanty dan keluarganya pun memiliki channel sendiri yang memuat berbagai aktivitas dirinya juga keluarganya. Channel ini pun kerap mendapat banyak kunjungan dari penonton youtube. Nah para asisten rumah tangga ini pun kadang ikut mengisi channel tersebut dengan aneka kegiatan menarik. Terkait para asisten mudik Lebaran, Ashanty tidak mempermasalahkannya. Baginya itu adalah hak mereka. Dia sendiri telah mempersiapkan diri. Sama seperti tahun lalu ketika para asisten mudik, maka untuk urusan rumah mereka pun bekerja gotong royong. “Anak-anakku nggak ada yang manja kok, mereka semua mau kerja. Ya kita bagi-bagi tugas. Mereka (anakanak) tahu kalau mbak nggak ada, mereka harus ikut membantu beresberes rumah. Jadi nggak masalah,” ungkap ibu sambung Aurel dan Azriel, ini. (Diana Runtu)


bumi gora

12

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Jokowi Datang dengan Senyum

Minggu lalu, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, kembali mengunjungi Nusa Tenggara Barat. Ini menjadi kunjungan ke sekian kali setelah berkali-kali kunjungan sebelumnya. Ia termasuk Presiden RI yang paling rajin mengunjungi rakyatnya di Nusa Tenggara Barat. Bukan hanya di pusat ibu kota provinsi bergelar Bumi Gora ini, ia bahkan hampir telah mengunjungi 10 kabupaten dan kota yang ada di Nusa Tenggara Barat.

M

eski pada Pilpres 2019 ini ia kalah telak di Nusa Tenggara Barat, ia tetap datang dengan senyum sebagai bapaknya bangsa ini, bapak bagi juga rakyat Nusa Tenggara Barat. Tidak peduli siapa yang memilihnya

atau tidak. Ia menjalankan tugas dan kewajiban untuk mencintai seluruh rakyat Indonesia dan membangun di seluruh titik nusantara demi menjamin kesejahteran bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada kunjungan kali ini ke NTB, Joko Widodo singgah ke Desa Sade

Joko Widodo singgah ke Desa Sade

Jokowi bersama Gubernur NTB Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke-7 ini terlihat tertarik dan langsung menawar kain tenun yang dipilihnya. Dialog pasar pun dimulai. Dengan bersahaja Presiden RI dan Gubernur NTB melakukan penawaran sebagai bentuk kedekatan dan keakraban dalam

yang merupakan salah satu desa adat di NTB yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Di dampingi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., setiba di desa ini Presiden Joko Widodo langsung menuju Masjid Nur Syahada yang merupakan masjid Desa Sade untuk melaksanakan salat Jumat bersama warga yang hadir. Usai melaksanakan salat Jumat, Jokowi berkeliling di Desa Sade yang terkenal dengan pelestarian adat istiadatnya. Menyapa akrab warga menjadi ciri khas pemimpin yang sederhana ini. Ia singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya dan kerajinan masyarakat Desa Sade berupa kain tenun.

pertemuan yang berkesan bagi orang-orang kecil yang bisa langsung bertatap muka bahkan berdialog dengan pemimpin negara sedekat itu. Peristiwa yang akhirakhir ini kerap dipertontonkan secara alami oleh Joko Widodo. “Ini saya beli Bu, tapi boleh saya tawar ya,” kata Jokowi dengan logat khasnya. Doktor Zul yang menemani Jokowi pun ikut menawar kain yang telah dipilih tersebut, “Bu, Presiden kita ini jarang-jarang ke Lombok, apalagi khusus ke Sade, kasih harga khusus buat Presiden ya,” ungkapnya dengan ramah. Usai membayar kain tenun tersebut, Presiden Jokowi beserta Gubernur Doktor Zul beranjak dari Desa Sade dengan iringan musik khas Sasak dan Presean. (Naniek I. Taufan)

Jokowi menawar kain tenun

Jangan Ada Anak yang Telantar Pendidikannya Bekerjasama dengan Baznas Provinsi NTB, Dinas Sosial Prov. NTB, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB yang diketuai Ketua Umum Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menggelar acara pemberian santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa di pendopo Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S. E., M.Sc., digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan

di Bulan Peduli Sosial. Gubernur NTB yang hadir, menyampaikan harapannya agar anak-anak yatim dan dhuafa di NTB, dapat mengenyam pendidikan dengan baik sesuai dengan tingkatan umurnya tanpa ada yang terlantar pendidikannya. “Mudah-mudahan apapun keadaan kita, anak-anak di NTB jangan sampai ada yang tidak sempat melanjutkan pendidikan, mencintai anak yatim sama dengan kita mencintai Rasulullah

Gubernur bersama anak yatim dan kaum dhu’afa di NTB

shalallahu’alaihiwasallam”, ungkap Dr. Zul. Pada kesempatan yang melibatkan 64 panti asuhan, dengan total 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa ini, Hj. Niken menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas juga kepada Baznas NTB atas segala bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terimakasih pada para donatur dan Baznas NTB atas bantuannya sehingga acara ini bisa terlaksana, semoga Allah memberi kita keluangan waktu dan rezeki, sehingga kita bisa memberi perhatian dan sebagian rezeki bagi anak-anak yang membutuhkan,” ungkapnya. Wakil Ketua I Basnas NTB, Drs TGH Munajib Khalid pun turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengungkapkan, tahun ini Baznas juga bekerjasama dengan Unilever, untuk mengadakan buka bersama di lokasi korban gempa dengan total 1800 orang, yang terbagi di kabupaten Lombok Utara 900 orang dan kabupaten Lombok Barat 900 orang. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar”,

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Penyakit infeksi HIV selain menimbulkan ancaman terhadap masalah fisik, risiko gangguan mental juga terjadi. Kondisi kesehatan mental anak dan perempuan penderita HIV lebih buruk dibandingkan yang tidak mengalami HIV. Demikian diungkapkan ahli kejiwaan Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ., dalam seminar yang digelar LBH APIK Bali, pekan lalu.

M

enurut dr. Sri Wahyuni, gangguan mental yang dapat terjadi seperti depresi, kecemasan, masalah sekolah, gangguan regulasi emosi, persepsi yang buruk terhadap diri sendiri, menarik diri dari lingkungan pergaulan ataupun perilaku menghindar. Ia mengatakan, berbagai masalah psikologis muncul karena adanya gangguan respon koping terhadap stresor, ketakutan menghadapi kondisi penyakitnya ketakutan akan kematian, dan ketakutan akan kehilangan anggota keluarga yang mengalami HIV positif. “Perempuan memang rentan untuk tein feksi HIV, beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain adanya kesenjangan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki. Ke s e n j a n g a n i n i s e r i n g m e nyebabkan perempuan terlibat dalam perilaku seks yang tidak aman seperti dipaksa suami,” jelasnya. Rasa marah, diskriminasi, rasa bersalah, penolakan, dan tingginya kebutuhan akan harapan, dapat menimbulkan berbagai gejala psikomatik seperti sakit kepala, mual, gangguan makan dan ketakutan akan masa depan. Dari aspek psikologis, diagnosis HIV dan AIDS dapat mengakibatkan berbagai masalah, baik dengan penerimaan status diri sebagai seseorang yang positif HIV maupun penerim a a n o r a n g t e rdekat atas status

Pemberian santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa di NTB ungkapnya. Pada kegiatan ini Anak LKSA Kota Mataram dan juga dilakukan penyerahan san- (LKSA) Kabupaten Lombok Barat tunan secara simbolis, dilakukan kepada perwakilan panti asuhan/ oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial anak yatim. (Naniek I. Taufan)

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan santunan untuk anak yatim

Bunda ananda

dr. Sri Wahyuni

p o s i t i f H I V t e r s e b u t . “A d a ODHA (orang dengan HIV/ AIDS) yang langsung dapat kembali hidup normal setelah menerima diagnosis, ada pula yang masih mengalami tekanan emosional besar,” ujarnya. Salah satu aspek paling sulit dalam menghadapi diagnosis HIV positif adalah merasakan perasaan terancam dan tidak sanggup menghadapi keadaan pada saat yang bersamaan dengan harus melakukan perubahan besar dalam gaya hidup dan tingkah laku untuk melindungi diri dan orang lain. Perubahan kondisi fisik akibat AIDS pada orang tua atau pelaku rawat dapat mampengaruhi perkembangan motorik dan kemampuan adaptif anak. “Seorang anak dengan HIV dan salah satu orangtuanya meninggal karena HIV akan memiliki tingkat kecemasan yang lebih berat,” ujarnya. Ia menilai, faktor yang dapat menguatkan penderita, adanya fungsi keluarga yang baik, tingkat pemahaman dan pengetahuan anak terhadap kondisinya, serta usia saat pertama mengetahui status HIV pada dirinya dan orangtuanya. Dokter Sri Wahyuni menambahkan, dampak psikologis dari diagnosis HIV dan AIDS sesungguhnya sangat besar, mempengaruhi banyak pihak, dan membutuhkan penanganan serius. Sayangnya, belum banyak inisiatif baik dari pihak Pemerintah maupun swasta untuk menyediakan layanan psikologis yang terjangkau bagi ODHA maupun bagi masyarakat luas. Sejauh ini, layanan yang disediakan lebih banyak layanan psikiatrik berupa pengobatan antidepresan dan antipsikotik. Ia memberikan data, dari penelitian pen dahuluan di praktik swasta psikater di Denpasar. Terdapat 39 orang klien anak dengan HIV. Perempuan 15 orang, sisanya laki-laki. Wilayah tempat tinggal Denpasar, Gianyar, Ke-

5

Dampak Mental pada Anak dengan HIV

lungkung, dan Bangli. Klien berumur 5 tahun-15 tahun. Dampak gangguan mental mereka, cemas berlebihan 40%, tidak percaya diri 70% , gangguan emosional tidak stabil 10%, belum memahami apa yang terjadi pada diri 100%, gangguan fungsi kognitif/belajar 100%, dan depresi 5%.

PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS

Dari data LBH APIK Bali, jumlah klien perempuan yang dilayani 25 orang dan laki laki 3 orang. Sebanyak 80 % klien mengalami gangguan cemas dan depresi, 10% depresi berat tanpa gejala psikotik, 10% dgn gangguan PTSD. Menurutnya, penanganan untuk pasien gangguan mental ODHA bisa dengan psikofarmaka, psikoterapi dinamik, psikoterapi suportif , psikot-

erapi keluarga, dan psikoterapi kelompok. Ia mengatakan, penularan yang paling mengenaskan adalah penularan perinatal dari ibu yang sudah terinfeksi. Banyak kasus, ibu baru mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi HIV/AIDS setelah melahirkan seorang anak yang tidak bisa gemuk, diare terus menerus, batuk tidak berhenti dan luka-luka sariawan di mulutnya. Apakah layanan kesehatan jiwa dari sudut pandang psikologis termasuk dalam layanan mereka. Padahal, layanan pendampingan psikologis merupakan bentuk layanan kesehatan jiwa yang akan dibutuhkan semua orang pada satu waktu dalam hidup, bukan suatu layanan opsional. Menurutnya, dalam hidup setiap orang, akan terjadi berbagai masalah, dan orang tersebut akan membutuhkan bantuan pendampingan psikologis yang baik

agar mampu kembali berfungsi dengan optimal. Apa yang harus dilakukan oleh pemegang kebijakan? Ada beberapa rekomendasi yang ia sarankan. Umur harapan hidup bertambah, perbaikan fisik harus disertai dengan perbaikan fungsi mental. Menurutnya, klien sebelum masa pubertas, harus sudah memahami apa yang dialami. Siapa yang bertanggung jawab membuka statusnya dan mempersiapkan pengetahuan kesehatan reproduksinya. Sejak tumbuh kembang klien dan pelaku rawat/orangtua harus sudah mendapatkan pendampingan psikologis. Perlu keterbukaan pada anak yang terinfeksi ketika logikanya mulai terbentuk, minimal 10 tahun, mengapa ia harus minum obat. Dokter Yuni juga melihat, belum semua penderita terjangkau dengan layanan asuransi kesehatan pemerintah. (Wirati Astiti)

Mendongeng Lima Menit

MENYAMBUT KEMATIAN BESOK

Tersebutlah seorang pekerja laki-laki. Setiap hari ia bekerja keras. Mengangkut pasir, mengangkut kerikil, mengaduk semen, melabur tembok, dan pekerjaan kasar lainnya. Sore hari ia pulang membawa oleh-oleh untuk ibunya dan segepok koin, upah hari itu. Ia melewati lorong kecil menuju rumahnya. Di lorong itu banyak orang lalu- lalang. Ia lewati seorang peramal yang biasa mangkal di situ. Ia tak pernah menghiraukan peramal itu, karena ia menganggap keadaan itu sudah biasa. Namun ketika lima langkah melewati peramal itu, tiba-tiba ia mendengar panggilan. “Hai, Kawan! Kau belum tahu nasibmu besok!” Demikian peramal itu memanggilnya. Laki-laki pekerja keras itu balik melangkah ke tukang ramal. “Kau pasti tidak percaya dan tidak pernah membayangkan, bahwa besok kau akan mati.” Mendengar ucapan yang ngacuh itu, pekerja keras itu segera meninggalkan tempat. “Peramal bisa mengatakan apa saja. Itu memang pekerjaannya!” omelnya dalam hati. Di tengah jalan ia bertemu dengan serombongan anak-anak yang membawa obor. “Hai, anak-anak! Untuk apa obor itu?” tanyanya. “Untuk mengusir lebah. Lihat di pohon itu bergantung sebuah sarang yang dihuni ribuan lebah!” jawab anak-anak itu. “Waduh! Batalkanlah niatmu itu! Kalau kalian usir lebah itu, mereka tambah marah. Mereka akan menyengatmu ramai-ramai, dan kamu akan bengkak dan demam. Di samping itu, tindakanmu itu sangat membahayakan rumah-rumah yang ada di sekitar sarang lebah itu.” Namun anak-anak usil itu tidak percaya akan peringatan laki-laki itu.

“Mohon anak-anak! Padamkanlah api obor itu! Kalau kalian mau menuruti permintaanku, kalian akan kuberi uang koin hasil kerjaku hari ini. Belilah coklat, permen atau roti!” Anak-anak itu sangat gembira. Mereka memadamkan obornya, lalu berlarian menuju sebuah warung. Setiba di rumah, laki-laki pekerja keras itu termenung. Bahkan sampai waktu tidur malam, ia merasa terganggu oleh ucapan tukang ramal itu. Percaya…, tidak…, percaya…, tidak…, percaya...! Akhirnya, ia membayangkan dirinya akan mati besok. Esok harinya, pagi-pagi benar ia bangun. Ia benahi tempat tidurnya. Ia bersihkan lantai kamar tidurnya. Ia benahi dan ia bersihkan kamar tidur ibunya. Ia rapikan pakaiannya sendiri. Sebagian dilipat lalu dimasukkannya ke dalam tas. Dan itu, pakaian khusus yang akan dikenakannya menyambut kematian. “Sebelum kematian itu tiba,” pikirnya. “Aku harus mandi. Setelah mandi, aku akan mengenakan pakaian kematian, lalu tidur lelap.” Maka ia bergegas ke kamar mandi. Ia ambil gayung untuk memenuhi bak air. “Auwww!” Tiba-tiba laki-laki pekerja keras itu berteriak. Ia mengaduh karena seekor lebah menyengat hidungnya. Karena terkejut dan merasakan sakit, ia membuang gayung penimba air itu. Ibunya datang tergopoh-gopoh. “Auwww!” Sang ibu juga berteriak. Bukan berteriak karena sengatan lebah di hidung anaknya, tetapi karena terkejut dan takut. Dalam gayung yang akan dipakai menimba air itu, didapatinya seekor ular yang siap mematuk. Sang ibu dan anaknya yang pekerja keras itu mengambil tongkat lalu mengusir ular itu. Kedua orang anggota keluarga itu sangat bersyukur akan kejadian yang hampir membawa maut. “Terimakasih, Lebah! Untung engkau menyelamatkanku!” kata laki-laki pekerja keras itu sambil meraba-raba hidungnya. Laki-laki pekerja keras yang menyelamatkan lebah-lebah itu ternyata tidak jadi menyambut kematian. Ia sehat-sehat saja sampai puluhan tahun kemudian. (Cina)


dara

6 Cantik, cerdas, berprestasi. Usianya baru 14 tahun, namun telah memiliki segalanya. Apartemen, mobil, juga tabungan untuk masa depannya, khususnya pendidikan. Dialah Adyla Rafa Naura Ayu, putri sulung Nola, personil Be3.

A

gaknya pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’ kembali terbukti. Naura, begitu gadis lincah ini akrab disapa, mengikuti jejak ibunya, Nola, vokalis grup B3, menjadi penyanyi. Bahkan, asal tahu saja, dia telah meminta kepada ibunya untuk menjadi penyanyi sejak umur 4 tahun, dan baru dikabulkan Nola pada usianya 7 tahun. Generasi tahun 1990-an mengenal betul grup vokal AB Three dimana Nola, Lusy dan Widi, tergabung. Ketiganya adalah jebolan kontes menyanyi tingkat Asia, Asia Bagus. Di masanya, grup vokal besutan Christ Patikawa ini begitu terkenal. Lagu hitsnya pun sampai kini masih kerap dinyanyikan, sebut saja ‘Cintailah Aku’, ‘Kerinduanku’, dll. Grup ini kemudian berubah formasi dengan keluarnya Lusy dan masuknya Cynthia Lamusu. Tahun 2009, grup ini berubah nama menjad Be3 (Becoming 3) Kembali tentang Naura yang memiliki segudang prestasi di dunia menyanyi. Di antaranya tiga kali meraih penghargaan AMI Awards yakni tahun 2015, 2016 dan September 2018 lalu, dimana dia meraih peng-

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Naura

Beasiswa ke Broadway

hargaan untuk kategori yakni Penyanyi Anak Solo Terbaik. Dia juga memenangi penghargaan Mom&Kids tahun 2015, 2016 dan 2018. Prestasi lainnya yang juga membuat Naura bangga adalah kesempatannya meraih beasiswa memperdalam ilmu pertunjukkan di Broadway, New York, Amerika. “Seleksinya berat sekali. Tapi Naura berhasil tembus. Juli mendatang dia akan berangkat ke Amerika untuk ikut pelatihan selama dua pekan,” ujar Nola yang mengaku bangga dengan kiprah dan prestasi anaknya di dunia tarik suara. Menurut Nola, di usia seperti Naura sekarang, dia pun mulai berkiprah di dunia tarik suara, ikut aneka lomba-lomba. Beruntung Naura, kehadirannya di saat lagu-lagu anak begitu langka dan diisi lagu cinta-cintaan orang dewasa--- mendapat respons bagus sekali. Sebagai orangtua, dia mendukung apa yang menjadi hobi sang anak. “Syaratnya adalah dia harus bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Juga, bertanggung jawab pada pendidikannya karena itu adalah yang prioritas. Itu tuntutan saya. Saya galak kalau soal itu (pendidikan), apalagi papanya. Dan Naura menyanggupinya,” ungkap Nola yang menikah dengan Baldy Mulya Putra dan dikarunia tiga anak, Naura, Bevan dan Neona.

ENJOY JADI PENYANYI

Naura sendiri adalah pribadi yang ceria dan lancar dalam berkomunikasi. Nampaknya ia menyadari betul posisi dirinya sebagai pekerja yang berkiprah di dunia entertainmen, sehingga tidak susah bagi awak media untuk bercakap-cakap dengannya. “Aku enjoy menjadi penyanyi karena itu sudah menjadi cita-cita aku sejak kecil. Aku senang kalau orang terhibur mendengar aku menyanyi,” tutur remaja kelahiran Juni 2005 ini. Diakui Naura, dia mulai suka menyanyi dan bermimpi menjadi penyanyi sejak masih kecil. Mungkin, karena sejak kecil dia kerap melihat mamanya bernyanyi, juga diajak ke event-event dimana mamanya menjadi salah satu penyanyinya. “Sejak kecil aku sudah sering melihat mama menyanyi. Trus, kalau mama ada acara menyanyi di luar, aku sering diajak. Itu mungkin yang membuat aku suka menyanyi dan tertarik menjadi penyanyi,” ujar Naura. Ketika dirinya usia 4 tahun menyampaikan keinginannya menjadi penyanyi, tidak lantas diiyakan orangtua. Mama bilang, tidak mudah menjadi penyanyi. “Jika aku serius, maka aku harus belajar dan itu perlu waktu,” jelasnya. Hal itu juga diakui oleh Nola. “Meski dia suka menyanyi, aku kan nggak bisa langsung iya ketika dia bilang ingin jadi penyanyi. Aku bilang belajar dulu. Karena menjadi penyanyi itu tidak

mudah seperti tampaknya, tapi sebaliknya sulit. Sejak itu dia pun belajar giat,” kata Nola. Barulah pada usia 7 tahun Naura mendapat kesempatan emas, untuk tampil di hadapan khalayak. Diakui Nola, melihat penampilan Naura, dirinya sebagai ibu agak terkejut-kejut. Tak disangka Naura punya kemampuan seperti itu. “Bukan hanya Naura, malah sekarang adiknya pun Neona juga mengikuti jejak kakaknya. Aku nggak pernah mengarahkan anak-anakku untuk menjadi penyanyi. Tapi mereka meminta sendiri. Aku senang banget. Mungkin karena aku suka menyanyi. Dan waktu

mereka masih di perut aku suka menyanyikan ya,” ungkap Nola yang setia mendampingi anakanaknya. Yang juga bikin Nola terkejut adalah baru satu tahun Naura merintis kariernya sebagai penyanyi, sudah minta digelarkan konser tunggal. Walah! Nola kagetnya minta ampun. Tapi akhirnya setelah membicarakannya dengan sang suami, Baldy dan tim kreatif, akhirnya permintaan Naura pun diwujudkan. Bayangkan, usia 8 tahun Naura konser tunggal musikal dengan tema ‘Dongeng’. Yang membahagiakan, respons orangtua juga anak-anak luar biasa atas konser lagu a n a k ya n g dibawakan Naura. (Diana Runtu)

11 buleleng Turunkan Prevalensi Stunting dengan GenBest Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Anak sebagai aset bangsa harus dijaga dan dilindungi terutama dari pola asuh dan pemberian asupan gizi. Pola asuh dan asupan gizi buruk akan berdampak pada pertumbuhan dan kecerdasan kognitif anak. Bahkan tidak jarang kondisi ini akan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya stunting.

S

tunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi serta nutrisi dalam jangka waktu lama dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, sehingga anak yang terkena stunting bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Umumnya, gangguan kesehatan ini sering ditemukan pada balita, khususnya usia 1 sampai 3 tahun. Saat ini, di Indonesia angka stunting masih terhitung cukup tinggi yaitu sekitar 30,8 %. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyelenggarakan forum sosialisasi GenBest (Generasi Bersih dan Sehat) dalam rangka

penurunan Prevalensi Stunting di Melka Hotel, Selasa (21/05). Sosialisasi ini diikuti oleh kalangan akademisi baik di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dengan menyasar ibu hamil dan anak-anak. Kampanye ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka stunting di Indonesia dengan peningkatan kesadaran akan ancaman stunting dan kemauan untuk mengubah prilaku masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat. Forum sosialisasi GenBest ini juga dilakukan sebagai upaya pemcegahan SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030 mendatang. Tahun itu, diperkirakan 68% penyangga ekonomi bangsa adalah orangorang produktif.

pelajar yang memiliki tugas-tugas sekolah yang harus diselesaikan. “Ya cape sih cape ya tapi kan ini kemauan aku sendiri, jadi aku senang aja. Lagi pula ini adalah kesempatan aku yang mungkin

Naura bersama ibu dan adiknya

kalau aku menyerah kesempatan ini tak bakal terulang lagi,” ujar Naura yang telah mengoleksi empat album. Sebagai pelajar, dia juga menyadari kewajibannya dalam pendidikan. Dia juga sadar, pendidikan adalah hal prioritas dan itu tidak bisa diganggu-gugat. “Aku tahu kok, meski aku punya banyak kegiatan, tapi sekolah harus yang utama. Aku sudah janji pada mama dan papa soal itu. Makanya saat ada kegiatan off air pun, di sela-sela waktu aku pasti belajar atau mengerjakan tugas-tugas aku,” tambah Naura yang pada Asian Para Games lalu menyanyikan theme song Asian Para Games, ‘Sang Juara’. Terkait pendidikan, Naura menyimpang keinginan untuk kelak bisa bersekolah di luar negeri. Itu sebabnya, dia giat menabung. “Aku terinspirasi dengan kak Maudy (Maudy Ayunda) yang

karier dan pendidikannya bagus. Kak Maudy mengharumkan nama Indonesia. Dia juga bersekolah di luar negeri. Aku juga ingin seperti itu,” ungkapnya. Soal pentingnya pendidikan, itu juga ditegaskan oleh Nola. “Aku sudah bilang ke Naura tentang hal ini. Kalau urusan pendidikan aku sih galak ya, apalagi papanya. Makanya Naura hanya bisa manggung pada weekend, sedang hari lainnya dia harus konsentrasi sekolah,” ucap Nola. Selain bernyanyi, Naura yang tahun lalu juga kembali meraih penghargaan Mom and Kids Award 2018, juga kebanjiran job mulai dari kegiatan off air maupun mengisi acara televisi. Dia juga merambah ke dunia akting dan menjadi model iklan anak. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir dia telah membintangi tiga judul film. Yakni, film Petualangan Singa Pemberani Atlan-

tos (2016), Naura & Gank Juara (2017), dan DoReMi & You yang sekarang sedang diproduksi. Rencananya film ini dirilis Juni 2019. (Diana Runtu)

Galungan, Kubutambahan, Lemukih, Bulian, dan Kayu Putih. Pemerintah mengambil beragam intervensi dalam penanggulangan stunting. Pertama intervensi spesifik atau gizi dengan melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, suplemen gizi, pemberian tablet tambah darah, dan kon-

sultasi. Kedua, intervensi sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, dan sosialisasi. “Pemerintah berupaya menjalakan program penurunan prevalensi stunting ini dari berbagai aspek, baik dari sisi kesehatan maupun non kesehatan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

persepsi, informasi antar anggota asosiasi, dan keseragaman dalam teknik budidaya, kualitas produksi, kontroling dan evaluasi produksi. Menurut ketua Forum Petani Muda Bali AA. Gede Agung Wedhatama, mengatakan dalam kegiatan ini, para petani muda Bali akan diberikan edukasi dan pelatihan tentang penerapan SOP dan GAP (Good Agriculture Practice). “Para petani di masing-masing asosiasi dapat secara berkelanjutan bertukar informasi tentang perkembangan harga dan sentra-sentra usaha yang dapat menyerap produk pertanian dalam skala lokal dan ekspor,” ungkapnya Agung Wedha menambahkan, dalam kegiatan Farmer Camp, para petani ini akan diberikan materi-materi training dari trainer-trainer nasional antara lain Leadership, Be a Champion, Ba-

sic financial management for farmer, organic farming, pembuatan sarang lebah di kebun, pengembangan agrowisata, teknologi pertanian, dan paskapanen. Bertempat di Soewan Garden Pancasari, Buleleng peserta Farmers Camp akan diajak kemah 3 hari 2 malam dalam suasana keakraban dan diisi oleh acara-acara menarik seputar pertanian. Dimulai dari training, workshop, testimoni, entertaintmen, games, dan malam keakraban. “Kegiatan ini kami harapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan perkembangan pertanian dan peternakan yang ada di Bali dan Mendukung Pergub Bali No 99 tahun 2018 Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

“Farmer Camp” Ajang Diskusi dan Eksekusi

Bagi Waktu Sekolah dan Karier Naura mengaku sangat menikmati segala aktivitasnya. Meski diakuinya juga itu semua kadang membuatnya lelah. Maklum, agendanya sangat padat, di sisi lain, dia juga masih seorang

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo, Wiryanta mengatakan GenBest merupakan inisiasi dari Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. “Pencegahan stunting sangatlah bergantung pada peran aktif keluarga dan komunitas untuk mengubah prilaku serta penerapan gaya hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Untuk itu, penyediaan informasi terkait isu stunting harus mudah diakses dan dipahami masyarakat. salah satunya melalui forum GenBest,” ujarnya. Lebih lanjut Wiryanta mengatakan Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting. Sosilasasi ini menargetkan ibu muda, tenaga kesehatan, serta perangkat daerah dari sepuluh desa prioritas di Kabupaten Buleleng, di antaranya Sekumpul, Pegayaman, Tampekan, Patas, Gerokgak, Kerobokan,

Suasana Farmer Camp Pertanian masih menjadi salah 31 Mei hingga 2 Juni 2019. satu sektor sebagai penopang Farmer Camp adalah ajang kehidupan masyarakat di Bali. bertemunya para petani muda daBerbagai komoditas dari berbagai lam rangka meningkatkan kualitas daerah di Bali telah mampu men- produksi pertanian dan peterembus pasar modern hingga pasar nakan yang ada di Bali. Kegiatan eksport. Untuk mempertemukan Farmer Camp akan dirangkaikan para petani dari berbagai bidang pengukuhan kepengurusan masa maka Forum Petani Muda Bali bakti 2019-2021. Forum Petani akan menggelar Farmers Camp Muda Bali hadir sebagai wadah

penyerap aspirasi petani-petani muda Bali serta sebagai media diskusi serta eksekusi bagi para petani muda. Forum Petani Muda Bali nantinya akan diisi oleh petanipetani muda yang tergabung dalam komunitas Petani Muda Keren yang masing-masing berfokus dalam bidangnya. Masing-masing petani muda akan dibagi berdasar bidangnya dalam bentuk asosiasi, yaitu Asosiasi Petani Muda Durian, Asosiasi Petani Muda Manggis, Asosiasi Petani Muda Cengkeh, Asosiasi Petani Muda Kopi, Asosiasi Petani Muda Jeruk, Asosiasi Petani Muda Buah Naga, Asosiasi Petani Muda Salak, Asosiasi Petani Muda Pisang, Asosiasi Petani Muda Strawberry, Asosiasi Petani Muda Padi, Asosiasi Petani Muda Holtikultura, Asosiasi Petani Muda Vanili, Asosiasi Petani Muda Jangkrik, Asosiasi Petani Muda Lebah Madu dan Asosiasi Produk Olahan Pertanian dan Peternakan. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing ketua asosiasi akan memaparkan berbagai pengalaman yang telah didapatkan dalam menanam komoditas yang digelutinya. Selain itu, berbagi solusi dalam menghadapi kendala-kendala dalam proses budidaya dan proses produksi. Diskusi ini juga untuk membangun alur komunikasi yang terintregitas antar anggotaanggota asosiasi untuk penyamaan

Diskusi petani muda


10

Gaya Layering nan Indah

Style

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Ada aura cantik dengan penampilan yang elegan.“Hijab Mandjha’ karya perancang multitalenta. Ivan Gunawan. Ini adalah busana sehari-hari yang diperhalus dengan ide baru serta sentuhan detail khusus untuk dikenakan pada hari–hari yang istimewa.

M

enariknya, seluruh koleksi berbahan buatan lokal. Mulai dari katun, linen, sifon, lace, poliester, satin, jacquard, hingga renda dan kancingnya. Hasil akhir gaya layering dari Ivan Gunawan ini setara kualitasnya dengan busana berbahan impor. Koleksi ready-towear yang dijalin indah dalam warna dominan

EDUKASI

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

7

Pendekatan Realistik dalam Pembelajaran Matematika Salah satu unsur pendidikan yang dapat digunakan sebagai media menyiapkan sumber daya manusia dalam menyiapkan adaptif, kreatif, inovatif, dan rasional melalui pembelajaran matematika. Melihat peran strategis pendidikan dan pembelajaran matematika tersebut, semestinya pembelajaran matematika dilaksanakan dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

biru dan putih ini dilengkapi kerudung bermotif yang juga sangat mudah dipadupadankan satu sama lain. Desain yang ditampilkan Ivan Gunawan kali ini diantaranya berupa rok berbiku, celana skinny, palazzo, jodhpur, dengan blus panjang, jaket panjang berpotongan tailor, hingga terusan longgar.

M

enghubungkan pengalaman kehidupan nyata peserta didik dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas penting dilakukan agar pembelajaran lebih bermakna. Melalui sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Treffinger Berpendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Keterampilan Dalam Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Matematika Dengan Kovariabel Kemampuan Numerik Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar”, Sabina Ndiung menyelesaikan studi S3 program studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Undiksha. Perempuan kelahiran 29 September 1979 tersebut mengatakan model

(Sri Ardhini)

Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.IKom., tokoh Desa Gulingan, Mengwi, Badung yang dikenal sebagai SDM serbabisa. Dikatakan demikian karena secara akademis sukses hingga menempuh pendidikan S-2 alias magister, dari segi kematangan sosial Ida Bagus Dwi Oka Putra juga padat pengalaman dalam bidang pengabdian pada masyarakat. Ivan Gunawan

K

ini Ida Bagus Dwi Oka Putra dipercaya menjadi Kepala SMK Dwijendra Denpasar. Putra kedua pasangan Ida Bagus Oka dan Ida Ayu Dewi Ariani ini sejak dua tahun dipercayakan menjadi kepala sekolah menggantikan I Ketut Widya. Dalam waktu dua tahun dia sudah sukses menghantarkan SMK Dwijendra maju dalam segala hal. Riwayat pendidikannya dimulai dari desa yakni di SD No 10 Mengwi, kemudian lanjut ke SMPN 1 Mengwi dan SMAN 1 Mengwi. Lanjut ke S-1 di MIPA Unud dan S-2 diraih di Magister Ilmu Komunikasi di Univ. Dr. Sutomo Surabaya. Banyak yang belum mengenal ayah tercinta dari Ida Bagus Garda Indrayana Sidemen dan Ida Bagus Dwi Surya Negara Sidemen ini teryata pernah menjabat sebagai Kepala Dusun Br. Sedahan, Gulingan. Karena terbukti sukses mengadi dan memimpin di tingkat banjar Ida Bagus Dwi Oka Putra dari Griya Sidemen, Gulingan ini juga

dan pendekatan pembelajaran guru sejauh ini kurang menciptakan iklim pembelajaran yang mengembangkan sikap dan kemampuan kreatif peserta didik. Untuk mengatasi kelemahan model pembelajaran konvensional dibutuhkan alternatif yang mampu menuntun proses pembentukan ketrampilan berpikir kreatif dan hasil belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah model pembelajaran Treffinger. Mengingat matematika merupakan ilmu yang bersifat abstrak, sementara perkembangan kognitif peserta didik masih berada pada proses berpikir operasional konkret, maka dalam mengimplementasikan model pembelajaran tersebut dibutuhkan pendeka-

Sabina Ndiung saat mengikuti ujian Promosi Doktor di gedung Pascasarjana Undiksha

tan pembelajaran yang mampu menjembatani proses berpikir dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Sabina berhasil menyelesaikan kuliah doktornya dalam kurun waktu 3 tahun, sebuah pencapaian besar mengingat ia aktif sebagai dosen di STKIP Santu Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sabina Ndiung ditemui di sela-sela sidang terbuka promosi doktornya mengatakan penelitiannya berfokus kepada keterampilan pendidikan abad ke-21. “Guru perlu mengedepankan proses

keterampilan berpikir kreatif melalui latihan-latihan soal yang memerlukan syarat-sarat khusus dalam penyelesaiannya,” ungkapnya. Hasil penelitian desertasinya akan secara terus menerus diimplementasikan pada sistem pembelajaran. Pihaknya mengaku mengambil 101 sampel peserta didik dari 16 kelas dari 11 Sekolah Dasar di Kecamatan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Selama proses penelitian, Sabina mengatakan sangat kesulitan berkomunikasi karena bahasa. Penggunaan bahasa Indonesia yang kurang fasih oleh peserta didik

membuat makna pembelajaran sulit tersampaikan. “Penguasaan bahasa ini sangat penting dalam pembelajaran, sehingga ke depan saya sangat berharap agar bahasa Indonesia selalu digunakan dalam situasi formal maupun nonformal,” jelasnya. Sementara itu Direktur Pascasarjana Prof. Dr. I Wayan Suastra M. Pd menyampaikan promosi doktor kali ini merupakan yang keempat kalinya di prodi S3 Pendidikan Dasar. Lulusan diharapkan untuk terus berkarya sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan ke depan. (Wiwin Meliana)

Ida Bagus Dwi Oka Putra

Dari Kades Jadi Kasek, Rindu ke Politik dipercaya dan dipilih masyarakat Gulingan menjadi Kades Gulingan selama dua periode. Sejak 1997 suami tercinta dari Ni Kadek Widiasih,SPd., tepatnya usai menyelesaikan studi S-1 di MIPA Unud tahun 1997 dia diterima sebagai guru di Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Gus Dwi selama enam tahun menjadi kepala unit pelayanan teknis ( U P T )

membidangi TI dan sarana dan prasarana di Yayasan Dwijendra sambil mengajar IPA di SMK dan SMA Dwijendra. Sekalipun berbasis IPA namun Gus Dwi juga mahir dalam TI. Ini pas dengan basis prodi SMK Dwijendra yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Akuntansi dan Akomodasi Perhotelan (AP). Anak muda ini bertekad ingin membawa SMK Dwijendra pada perubahan dan kemajuan. Bahkan Ida Bagus Dwi Oka Putra juga dipercaya mengajar di FKIP Undwi. Sambil meng a j a r, s e mangat-

Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si.,M.Ikom.

nya melanjutkan studi patut diteladani sehingga sukses meraih magister Ilmu Komunikasi di Dr. Sutomo Surabaya. Konsentrasi yang diambil pun terbilang menantang yakni Komunikasi Politik. Ilmu ini yang membuat kader Partai Nasdem ini mulai rindu bergelut di politik. Pasalnya, elite politik kita sangat rendah dalam bidang ini. Ini dibuktikan munculnya demo dan kerusuhan akibat tak menerima hasil pemilu. Untuk itu dia ke depan ingin ikut memberikan pendidikan politik ke masyarakat yang beretika. Kuncinya politik harus diisi oleh orang yang beretika dan bermartabat. “Tak ada gunanya demo di jalan hanya menguras energi,” tegasnya. Kini Ida Bagus Dwi Oka Putra ingin menjadikan SMK Dwijendra di Jl. Suradipa, Peguyangan ini sebagai SMK yang sekenseken SMK. Menjadi SMK yang benar-benar SMK ini bisa diukur dari kelengkapan dan fasilitas lab harus mendukung kompetensi lulusan sehingga memenangkan persaingan di dunia kerja dan output-nya diterima di PTN dan PTS favorit. Dengan demikian target kedua mengikuti yakni menin-

gkatkan jumlah input sekolah ini. Untuk memberi kontribusi kepada masyarakat ,Gus Dwi mulai tahun ajaran baru ini memberi bebas biaya pendaftaran bagi calon siswa baru asal Peguyangan. Kemudian menggenjot disiplin siswa dan menumbuhkan budaya berprestasi. Setiap hari pukul 07.15 pintu seolah sudah ditutup. Siswa yang terlambat diserahkan ke guru BK dan dikoordinasikan dengan orangtua siswa. Makanya jumlah siswa barunya disesuaikan dengan kapasitas yakni 275 orang, dengan 20 ruang belajar membuat semua siswa bisa masuk pagi alias fullday school. Selain menggembleng disiplin, SMK Dwijendra juga dikenal memiliki program literasi. Sepuluh menit sebelum belajar siswa wajib membaca bahan bacaan. Termasuk tabloid Wiyata Mandala dijadikan sumber belajar. Sementara gurunya wajib bercerita dengan bahasa Bali baru dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan. Dia pun tertantang untuk membuka program langka seperti Prodi Kepramugarian, Penerbangan, Teknik Industri Perkapalan, Kelautan dan lainnya. Jenis prodi baru ini diberi berkembang sesuai arahan Presiden Jokowi. (Sueca)


jelita

8

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Cantik Saat Wisuda Wisuda memang jadi waktu yang spesial untuk merayakan kedewasaan. Saat itu akhirnya perjuangan merampungkan studi terbayarkan. Momen penting harus dibarengi dengan penampilan yang oke. Bahkan demi mencapai penampilan yang paripurna saat wisuda, tidak sedikit perempuan rela mengeluarkan uang lebih demi memanggil make up artist alias MUA untuk mendandani mereka.

Daging Suwir Lombok Ijo

D

i hari spesial tentu kita ingin tampil dengan wajah mulus tanpa cela. Bekas jerawat tidak lagi kelihatan, kulit wajah yang warnanya kurang merata bisa tertutup sempurna. Salah seorang MUA, Melati Pyo berbagi tips agar Anda terlihat cantik saat wisuda. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pergunakan foundation yang tahan lama dan cocok dengan warna kulit. “Sebelum mengenakan foundation bersihkan dulu wajah secara merata. Anda tidak perlu melakukan make over besar-besaran ke wajah agar terlihat beda di hari wisuda,” ujarnya. Kuncinya, kata dia, cukup di make up mata dan bibir saja. “Asal dua bagian wajah ini dirias dengan oke, penampilan juga akan stunning dengan sendirinya,” sarannya. Saat prosesi wisuda pasti ada foto -foto, mengobrol sama teman, dan mengenang masa kuliah, biasanya memakan waktu lumayan lama dari pagi sampai siang hari, sehingga make up pun harus bertahan lama. Permasalahan yang paling kerap

9

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Rica-Rica Kambing

muncul di kancah make up wisuda adalah minyak yang menghiasi muka padahal baru ber-make up beberapa jam saja. Untuk mengatasinya pastikan membawa tisu dan bedak transparan yang berfungsi menghilangkan kelebihan minyak dari wajah Anda.

ti Pyo Tips ala Mela hat cantik saat wisuda. rli agar Anda te

Anda yang dikenang sesuai gaya ya A U M h la dengan pakaian lih da na - Pi se ng ya make up ral. - Pilihlah warna ake up yang natu m na ar w h la n. lih ka rias hari pi dengan penata tuk acara siang - Sebaiknya un up tahan lama, komunikasikan undation yang e ri fo inta- Tips agar mak isi kulit Anda, agar bisa dibe lit berminyak m nd ku ko a a Jik an a. im nd ga A ba kulit jika kulit Anda sesuai dengan atte, sebaiknya m kandungannya r hi ak l si ha ngan wy. lah foundation de dation dengan hasil akhir de oof, un fo ra yang waterpr h ka la as m uk od pr kering minta lah gtahan lama, pilih inyak harus men an ak - Agar maskara kelopak matanya cepat berm k ya in lit berm untuk yang area aterproof, karena biasanya ku a. at ra w wah m gunakan maska babkan maskara luntur ke ba bibir ye pat hilang. Jika ce en g m lin pa ng ya k lebih cepat iknya lipstic ptick glossy seba k glossy adalah lis ic st an lip ak r un tu gg ks en Te m - stick dengan gelap dan ingin bibir lalu beri lip ea Anda berwarna ar ngan di n tio da t foun glossy lipstick, de an ng de ng hi is bubuhkan sediki fin n terakhir beri irati Astiti) tekstur matte da bibir kalian akan tertutupi. (W lap begini warna ge

Bahan: 1 kg : daging tanpa lemak 1 liter : air 2 sdm : minyak 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu Iris: 8 buah : cabe hijau besar potong potong 15 buah : cabe rawit hijau potong 2 buah : tomat hijau potong dadu 7 buah : bawang merah cincang halus 4 siung : bawang putih cincang 2 ruas jari : jahe keprek Cara Membuat: Rebus air sampai mendidih lalu masukkan daging rebus sampai matang lalu tiriskan. Kalau sudah dingin disuwir-suwir lalu panaskan minyak hingga panas lalu masukkan bumbu iris tumis hingga harum lalu masukkan suwiran daging aduk rata. Masukkan lada bubuk garam, gula, kaldu tambahkan air kaldu kira-kira 150 ml lalu aduk. Biarkan sampai bumbu meresap dan air kering. Siap disajikan dengan hiasan dan menurut selera.

Bahan: 750 kg : daging kambing potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 buah : bawang bombai cincang kasar 7 buah : bawang merah cincang kasar 4 siung : bawang putih cincang 20 : cabe rawit cincang 4 buah : cabe merah besar cincang 100ml : kecap manis 600ml : air 2 sdm : minyak goreng Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Chef Sarwan

Cara Membuat: Lumuri daging kambing dengan air jeruk nipis, diamkan 5 menit lalu cuci bersih, tiriskan. Panaskan minyak, tumis baham bahan cincangan tumis hingga harum lalu masukkan kambing aduk hingga kaku. Masukkan air kecap manis juga garam gula dan kaldu bubuk juga lada aduk rata lalu tutup atau ungkep. Masak sampai matang, bumbu meresap dan air agak kering, siap disajikan.

Iga Kambing Masak Pedas Bahan: 750 : iga kambing potong menurut selera 2 btg : serai memarkan 3 lbr : daun jeruk 400 ml : air 15 : cabe rawit utuh Minyak secukupnya Garam, gula, kaldu bubuk se­ cukupnya Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 5 buah : cabe merah besar 15 buah : cabe rawit 5 butir : kemiri sangria 7 butir : lada 2 ruas jari : jahe 2 ruas jari : lengkuwas Cara Membuat: Panaskan minyak di dalam panci

presto lalu masukkan bumbu halus daun serai tumis hingga harum. Masukkan potongan iga lalu air dan dan cabe rawit garam gula dan kaldu lalu tutup panci presto.

Masak kira-kira 25 menit sampai matang. Matikan kompor buang uap presto baru dibuka. Siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Ayam Bakar Bumbu Kuning Bahan: 750 gr : ayam potong menurut selera 350 ml : santan encer 2 buah : serai, memarkan 3 lbr : daun jeruk Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 2 ruas jari : jahe 1 ruas jari : lengkuas 4 butir : kemiri sangria

1 jari : kunyit bakar 5 buah : cabe rawit Cara Membuat: Cuci bersih ayam tiriskan,lalu panaskan minyak dalam wajan hingga panas lalu masukkan bumbu halus juga serai dan daun jeruk tumis hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk rata, masukkan santan encer gula garam dan kaldu bubuk masak sampai matang dan bumbu meresap. Siap dibakar dan siap dan disajikan dengan lalapan menurut selera.


jelita

8

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Cantik Saat Wisuda Wisuda memang jadi waktu yang spesial untuk merayakan kedewasaan. Saat itu akhirnya perjuangan merampungkan studi terbayarkan. Momen penting harus dibarengi dengan penampilan yang oke. Bahkan demi mencapai penampilan yang paripurna saat wisuda, tidak sedikit perempuan rela mengeluarkan uang lebih demi memanggil make up artist alias MUA untuk mendandani mereka.

Daging Suwir Lombok Ijo

D

i hari spesial tentu kita ingin tampil dengan wajah mulus tanpa cela. Bekas jerawat tidak lagi kelihatan, kulit wajah yang warnanya kurang merata bisa tertutup sempurna. Salah seorang MUA, Melati Pyo berbagi tips agar Anda terlihat cantik saat wisuda. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pergunakan foundation yang tahan lama dan cocok dengan warna kulit. “Sebelum mengenakan foundation bersihkan dulu wajah secara merata. Anda tidak perlu melakukan make over besar-besaran ke wajah agar terlihat beda di hari wisuda,” ujarnya. Kuncinya, kata dia, cukup di make up mata dan bibir saja. “Asal dua bagian wajah ini dirias dengan oke, penampilan juga akan stunning dengan sendirinya,” sarannya. Saat prosesi wisuda pasti ada foto -foto, mengobrol sama teman, dan mengenang masa kuliah, biasanya memakan waktu lumayan lama dari pagi sampai siang hari, sehingga make up pun harus bertahan lama. Permasalahan yang paling kerap

9

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Rica-Rica Kambing

muncul di kancah make up wisuda adalah minyak yang menghiasi muka padahal baru ber-make up beberapa jam saja. Untuk mengatasinya pastikan membawa tisu dan bedak transparan yang berfungsi menghilangkan kelebihan minyak dari wajah Anda.

ti Pyo Tips ala Mela hat cantik saat wisuda. rli agar Anda te

Anda yang dikenang sesuai gaya ya A U M h la dengan pakaian lih da na - Pi se ng ya make up ral. - Pilihlah warna ake up yang natu m na ar w h la n. lih ka rias hari pi dengan penata tuk acara siang - Sebaiknya un up tahan lama, komunikasikan undation yang e ri fo inta- Tips agar mak isi kulit Anda, agar bisa dibe lit berminyak m nd ku ko a a Jik an a. im nd ga A ba kulit jika kulit Anda sesuai dengan atte, sebaiknya m kandungannya r hi ak l si ha ngan wy. lah foundation de dation dengan hasil akhir de oof, un fo ra yang waterpr h ka la as m uk od pr kering minta lah gtahan lama, pilih inyak harus men an ak - Agar maskara kelopak matanya cepat berm k ya in lit berm untuk yang area aterproof, karena biasanya ku a. at ra w wah m gunakan maska babkan maskara luntur ke ba bibir ye pat hilang. Jika ce en g m lin pa ng ya k lebih cepat iknya lipstic ptick glossy seba k glossy adalah lis ic st an lip ak r un tu gg ks en Te m - stick dengan gelap dan ingin bibir lalu beri lip ea Anda berwarna ar ngan di n tio da t foun glossy lipstick, de an ng de ng hi is bubuhkan sediki fin n terakhir beri irati Astiti) tekstur matte da bibir kalian akan tertutupi. (W lap begini warna ge

Bahan: 1 kg : daging tanpa lemak 1 liter : air 2 sdm : minyak 1 sdt : lada bubuk Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya. Bumbu Iris: 8 buah : cabe hijau besar potong potong 15 buah : cabe rawit hijau potong 2 buah : tomat hijau potong dadu 7 buah : bawang merah cincang halus 4 siung : bawang putih cincang 2 ruas jari : jahe keprek Cara Membuat: Rebus air sampai mendidih lalu masukkan daging rebus sampai matang lalu tiriskan. Kalau sudah dingin disuwir-suwir lalu panaskan minyak hingga panas lalu masukkan bumbu iris tumis hingga harum lalu masukkan suwiran daging aduk rata. Masukkan lada bubuk garam, gula, kaldu tambahkan air kaldu kira-kira 150 ml lalu aduk. Biarkan sampai bumbu meresap dan air kering. Siap disajikan dengan hiasan dan menurut selera.

Bahan: 750 kg : daging kambing potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 1 buah : bawang bombai cincang kasar 7 buah : bawang merah cincang kasar 4 siung : bawang putih cincang 20 : cabe rawit cincang 4 buah : cabe merah besar cincang 100ml : kecap manis 600ml : air 2 sdm : minyak goreng Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

Chef Sarwan

Cara Membuat: Lumuri daging kambing dengan air jeruk nipis, diamkan 5 menit lalu cuci bersih, tiriskan. Panaskan minyak, tumis baham bahan cincangan tumis hingga harum lalu masukkan kambing aduk hingga kaku. Masukkan air kecap manis juga garam gula dan kaldu bubuk juga lada aduk rata lalu tutup atau ungkep. Masak sampai matang, bumbu meresap dan air agak kering, siap disajikan.

Iga Kambing Masak Pedas Bahan: 750 : iga kambing potong menurut selera 2 btg : serai memarkan 3 lbr : daun jeruk 400 ml : air 15 : cabe rawit utuh Minyak secukupnya Garam, gula, kaldu bubuk se­ cukupnya Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 5 buah : cabe merah besar 15 buah : cabe rawit 5 butir : kemiri sangria 7 butir : lada 2 ruas jari : jahe 2 ruas jari : lengkuwas Cara Membuat: Panaskan minyak di dalam panci

presto lalu masukkan bumbu halus daun serai tumis hingga harum. Masukkan potongan iga lalu air dan dan cabe rawit garam gula dan kaldu lalu tutup panci presto.

Masak kira-kira 25 menit sampai matang. Matikan kompor buang uap presto baru dibuka. Siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Ayam Bakar Bumbu Kuning Bahan: 750 gr : ayam potong menurut selera 350 ml : santan encer 2 buah : serai, memarkan 3 lbr : daun jeruk Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya Bumbu Halus: 7 buah : bawang merah 2 ruas jari : jahe 1 ruas jari : lengkuas 4 butir : kemiri sangria

1 jari : kunyit bakar 5 buah : cabe rawit Cara Membuat: Cuci bersih ayam tiriskan,lalu panaskan minyak dalam wajan hingga panas lalu masukkan bumbu halus juga serai dan daun jeruk tumis hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk rata, masukkan santan encer gula garam dan kaldu bubuk masak sampai matang dan bumbu meresap. Siap dibakar dan siap dan disajikan dengan lalapan menurut selera.


10

Gaya Layering nan Indah

Style

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Ada aura cantik dengan penampilan yang elegan.“Hijab Mandjha’ karya perancang multitalenta. Ivan Gunawan. Ini adalah busana sehari-hari yang diperhalus dengan ide baru serta sentuhan detail khusus untuk dikenakan pada hari–hari yang istimewa.

M

enariknya, seluruh koleksi berbahan buatan lokal. Mulai dari katun, linen, sifon, lace, poliester, satin, jacquard, hingga renda dan kancingnya. Hasil akhir gaya layering dari Ivan Gunawan ini setara kualitasnya dengan busana berbahan impor. Koleksi ready-towear yang dijalin indah dalam warna dominan

EDUKASI

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

7

Pendekatan Realistik dalam Pembelajaran Matematika Salah satu unsur pendidikan yang dapat digunakan sebagai media menyiapkan sumber daya manusia dalam menyiapkan adaptif, kreatif, inovatif, dan rasional melalui pembelajaran matematika. Melihat peran strategis pendidikan dan pembelajaran matematika tersebut, semestinya pembelajaran matematika dilaksanakan dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

biru dan putih ini dilengkapi kerudung bermotif yang juga sangat mudah dipadupadankan satu sama lain. Desain yang ditampilkan Ivan Gunawan kali ini diantaranya berupa rok berbiku, celana skinny, palazzo, jodhpur, dengan blus panjang, jaket panjang berpotongan tailor, hingga terusan longgar.

M

enghubungkan pengalaman kehidupan nyata peserta didik dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas penting dilakukan agar pembelajaran lebih bermakna. Melalui sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Treffinger Berpendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Keterampilan Dalam Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Matematika Dengan Kovariabel Kemampuan Numerik Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar”, Sabina Ndiung menyelesaikan studi S3 program studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Undiksha. Perempuan kelahiran 29 September 1979 tersebut mengatakan model

(Sri Ardhini)

Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.IKom., tokoh Desa Gulingan, Mengwi, Badung yang dikenal sebagai SDM serbabisa. Dikatakan demikian karena secara akademis sukses hingga menempuh pendidikan S-2 alias magister, dari segi kematangan sosial Ida Bagus Dwi Oka Putra juga padat pengalaman dalam bidang pengabdian pada masyarakat. Ivan Gunawan

K

ini Ida Bagus Dwi Oka Putra dipercaya menjadi Kepala SMK Dwijendra Denpasar. Putra kedua pasangan Ida Bagus Oka dan Ida Ayu Dewi Ariani ini sejak dua tahun dipercayakan menjadi kepala sekolah menggantikan I Ketut Widya. Dalam waktu dua tahun dia sudah sukses menghantarkan SMK Dwijendra maju dalam segala hal. Riwayat pendidikannya dimulai dari desa yakni di SD No 10 Mengwi, kemudian lanjut ke SMPN 1 Mengwi dan SMAN 1 Mengwi. Lanjut ke S-1 di MIPA Unud dan S-2 diraih di Magister Ilmu Komunikasi di Univ. Dr. Sutomo Surabaya. Banyak yang belum mengenal ayah tercinta dari Ida Bagus Garda Indrayana Sidemen dan Ida Bagus Dwi Surya Negara Sidemen ini teryata pernah menjabat sebagai Kepala Dusun Br. Sedahan, Gulingan. Karena terbukti sukses mengadi dan memimpin di tingkat banjar Ida Bagus Dwi Oka Putra dari Griya Sidemen, Gulingan ini juga

dan pendekatan pembelajaran guru sejauh ini kurang menciptakan iklim pembelajaran yang mengembangkan sikap dan kemampuan kreatif peserta didik. Untuk mengatasi kelemahan model pembelajaran konvensional dibutuhkan alternatif yang mampu menuntun proses pembentukan ketrampilan berpikir kreatif dan hasil belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah model pembelajaran Treffinger. Mengingat matematika merupakan ilmu yang bersifat abstrak, sementara perkembangan kognitif peserta didik masih berada pada proses berpikir operasional konkret, maka dalam mengimplementasikan model pembelajaran tersebut dibutuhkan pendeka-

Sabina Ndiung saat mengikuti ujian Promosi Doktor di gedung Pascasarjana Undiksha

tan pembelajaran yang mampu menjembatani proses berpikir dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Sabina berhasil menyelesaikan kuliah doktornya dalam kurun waktu 3 tahun, sebuah pencapaian besar mengingat ia aktif sebagai dosen di STKIP Santu Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sabina Ndiung ditemui di sela-sela sidang terbuka promosi doktornya mengatakan penelitiannya berfokus kepada keterampilan pendidikan abad ke-21. “Guru perlu mengedepankan proses

keterampilan berpikir kreatif melalui latihan-latihan soal yang memerlukan syarat-sarat khusus dalam penyelesaiannya,” ungkapnya. Hasil penelitian desertasinya akan secara terus menerus diimplementasikan pada sistem pembelajaran. Pihaknya mengaku mengambil 101 sampel peserta didik dari 16 kelas dari 11 Sekolah Dasar di Kecamatan Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Selama proses penelitian, Sabina mengatakan sangat kesulitan berkomunikasi karena bahasa. Penggunaan bahasa Indonesia yang kurang fasih oleh peserta didik

membuat makna pembelajaran sulit tersampaikan. “Penguasaan bahasa ini sangat penting dalam pembelajaran, sehingga ke depan saya sangat berharap agar bahasa Indonesia selalu digunakan dalam situasi formal maupun nonformal,” jelasnya. Sementara itu Direktur Pascasarjana Prof. Dr. I Wayan Suastra M. Pd menyampaikan promosi doktor kali ini merupakan yang keempat kalinya di prodi S3 Pendidikan Dasar. Lulusan diharapkan untuk terus berkarya sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan ke depan. (Wiwin Meliana)

Ida Bagus Dwi Oka Putra

Dari Kades Jadi Kasek, Rindu ke Politik dipercaya dan dipilih masyarakat Gulingan menjadi Kades Gulingan selama dua periode. Sejak 1997 suami tercinta dari Ni Kadek Widiasih,SPd., tepatnya usai menyelesaikan studi S-1 di MIPA Unud tahun 1997 dia diterima sebagai guru di Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Gus Dwi selama enam tahun menjadi kepala unit pelayanan teknis ( U P T )

membidangi TI dan sarana dan prasarana di Yayasan Dwijendra sambil mengajar IPA di SMK dan SMA Dwijendra. Sekalipun berbasis IPA namun Gus Dwi juga mahir dalam TI. Ini pas dengan basis prodi SMK Dwijendra yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Akuntansi dan Akomodasi Perhotelan (AP). Anak muda ini bertekad ingin membawa SMK Dwijendra pada perubahan dan kemajuan. Bahkan Ida Bagus Dwi Oka Putra juga dipercaya mengajar di FKIP Undwi. Sambil meng a j a r, s e mangat-

Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si.,M.Ikom.

nya melanjutkan studi patut diteladani sehingga sukses meraih magister Ilmu Komunikasi di Dr. Sutomo Surabaya. Konsentrasi yang diambil pun terbilang menantang yakni Komunikasi Politik. Ilmu ini yang membuat kader Partai Nasdem ini mulai rindu bergelut di politik. Pasalnya, elite politik kita sangat rendah dalam bidang ini. Ini dibuktikan munculnya demo dan kerusuhan akibat tak menerima hasil pemilu. Untuk itu dia ke depan ingin ikut memberikan pendidikan politik ke masyarakat yang beretika. Kuncinya politik harus diisi oleh orang yang beretika dan bermartabat. “Tak ada gunanya demo di jalan hanya menguras energi,” tegasnya. Kini Ida Bagus Dwi Oka Putra ingin menjadikan SMK Dwijendra di Jl. Suradipa, Peguyangan ini sebagai SMK yang sekenseken SMK. Menjadi SMK yang benar-benar SMK ini bisa diukur dari kelengkapan dan fasilitas lab harus mendukung kompetensi lulusan sehingga memenangkan persaingan di dunia kerja dan output-nya diterima di PTN dan PTS favorit. Dengan demikian target kedua mengikuti yakni menin-

gkatkan jumlah input sekolah ini. Untuk memberi kontribusi kepada masyarakat ,Gus Dwi mulai tahun ajaran baru ini memberi bebas biaya pendaftaran bagi calon siswa baru asal Peguyangan. Kemudian menggenjot disiplin siswa dan menumbuhkan budaya berprestasi. Setiap hari pukul 07.15 pintu seolah sudah ditutup. Siswa yang terlambat diserahkan ke guru BK dan dikoordinasikan dengan orangtua siswa. Makanya jumlah siswa barunya disesuaikan dengan kapasitas yakni 275 orang, dengan 20 ruang belajar membuat semua siswa bisa masuk pagi alias fullday school. Selain menggembleng disiplin, SMK Dwijendra juga dikenal memiliki program literasi. Sepuluh menit sebelum belajar siswa wajib membaca bahan bacaan. Termasuk tabloid Wiyata Mandala dijadikan sumber belajar. Sementara gurunya wajib bercerita dengan bahasa Bali baru dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan. Dia pun tertantang untuk membuka program langka seperti Prodi Kepramugarian, Penerbangan, Teknik Industri Perkapalan, Kelautan dan lainnya. Jenis prodi baru ini diberi berkembang sesuai arahan Presiden Jokowi. (Sueca)


dara

6 Cantik, cerdas, berprestasi. Usianya baru 14 tahun, namun telah memiliki segalanya. Apartemen, mobil, juga tabungan untuk masa depannya, khususnya pendidikan. Dialah Adyla Rafa Naura Ayu, putri sulung Nola, personil Be3.

A

gaknya pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’ kembali terbukti. Naura, begitu gadis lincah ini akrab disapa, mengikuti jejak ibunya, Nola, vokalis grup B3, menjadi penyanyi. Bahkan, asal tahu saja, dia telah meminta kepada ibunya untuk menjadi penyanyi sejak umur 4 tahun, dan baru dikabulkan Nola pada usianya 7 tahun. Generasi tahun 1990-an mengenal betul grup vokal AB Three dimana Nola, Lusy dan Widi, tergabung. Ketiganya adalah jebolan kontes menyanyi tingkat Asia, Asia Bagus. Di masanya, grup vokal besutan Christ Patikawa ini begitu terkenal. Lagu hitsnya pun sampai kini masih kerap dinyanyikan, sebut saja ‘Cintailah Aku’, ‘Kerinduanku’, dll. Grup ini kemudian berubah formasi dengan keluarnya Lusy dan masuknya Cynthia Lamusu. Tahun 2009, grup ini berubah nama menjad Be3 (Becoming 3) Kembali tentang Naura yang memiliki segudang prestasi di dunia menyanyi. Di antaranya tiga kali meraih penghargaan AMI Awards yakni tahun 2015, 2016 dan September 2018 lalu, dimana dia meraih peng-

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Naura

Beasiswa ke Broadway

hargaan untuk kategori yakni Penyanyi Anak Solo Terbaik. Dia juga memenangi penghargaan Mom&Kids tahun 2015, 2016 dan 2018. Prestasi lainnya yang juga membuat Naura bangga adalah kesempatannya meraih beasiswa memperdalam ilmu pertunjukkan di Broadway, New York, Amerika. “Seleksinya berat sekali. Tapi Naura berhasil tembus. Juli mendatang dia akan berangkat ke Amerika untuk ikut pelatihan selama dua pekan,” ujar Nola yang mengaku bangga dengan kiprah dan prestasi anaknya di dunia tarik suara. Menurut Nola, di usia seperti Naura sekarang, dia pun mulai berkiprah di dunia tarik suara, ikut aneka lomba-lomba. Beruntung Naura, kehadirannya di saat lagu-lagu anak begitu langka dan diisi lagu cinta-cintaan orang dewasa--- mendapat respons bagus sekali. Sebagai orangtua, dia mendukung apa yang menjadi hobi sang anak. “Syaratnya adalah dia harus bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Juga, bertanggung jawab pada pendidikannya karena itu adalah yang prioritas. Itu tuntutan saya. Saya galak kalau soal itu (pendidikan), apalagi papanya. Dan Naura menyanggupinya,” ungkap Nola yang menikah dengan Baldy Mulya Putra dan dikarunia tiga anak, Naura, Bevan dan Neona.

ENJOY JADI PENYANYI

Naura sendiri adalah pribadi yang ceria dan lancar dalam berkomunikasi. Nampaknya ia menyadari betul posisi dirinya sebagai pekerja yang berkiprah di dunia entertainmen, sehingga tidak susah bagi awak media untuk bercakap-cakap dengannya. “Aku enjoy menjadi penyanyi karena itu sudah menjadi cita-cita aku sejak kecil. Aku senang kalau orang terhibur mendengar aku menyanyi,” tutur remaja kelahiran Juni 2005 ini. Diakui Naura, dia mulai suka menyanyi dan bermimpi menjadi penyanyi sejak masih kecil. Mungkin, karena sejak kecil dia kerap melihat mamanya bernyanyi, juga diajak ke event-event dimana mamanya menjadi salah satu penyanyinya. “Sejak kecil aku sudah sering melihat mama menyanyi. Trus, kalau mama ada acara menyanyi di luar, aku sering diajak. Itu mungkin yang membuat aku suka menyanyi dan tertarik menjadi penyanyi,” ujar Naura. Ketika dirinya usia 4 tahun menyampaikan keinginannya menjadi penyanyi, tidak lantas diiyakan orangtua. Mama bilang, tidak mudah menjadi penyanyi. “Jika aku serius, maka aku harus belajar dan itu perlu waktu,” jelasnya. Hal itu juga diakui oleh Nola. “Meski dia suka menyanyi, aku kan nggak bisa langsung iya ketika dia bilang ingin jadi penyanyi. Aku bilang belajar dulu. Karena menjadi penyanyi itu tidak

mudah seperti tampaknya, tapi sebaliknya sulit. Sejak itu dia pun belajar giat,” kata Nola. Barulah pada usia 7 tahun Naura mendapat kesempatan emas, untuk tampil di hadapan khalayak. Diakui Nola, melihat penampilan Naura, dirinya sebagai ibu agak terkejut-kejut. Tak disangka Naura punya kemampuan seperti itu. “Bukan hanya Naura, malah sekarang adiknya pun Neona juga mengikuti jejak kakaknya. Aku nggak pernah mengarahkan anak-anakku untuk menjadi penyanyi. Tapi mereka meminta sendiri. Aku senang banget. Mungkin karena aku suka menyanyi. Dan waktu

mereka masih di perut aku suka menyanyikan ya,” ungkap Nola yang setia mendampingi anakanaknya. Yang juga bikin Nola terkejut adalah baru satu tahun Naura merintis kariernya sebagai penyanyi, sudah minta digelarkan konser tunggal. Walah! Nola kagetnya minta ampun. Tapi akhirnya setelah membicarakannya dengan sang suami, Baldy dan tim kreatif, akhirnya permintaan Naura pun diwujudkan. Bayangkan, usia 8 tahun Naura konser tunggal musikal dengan tema ‘Dongeng’. Yang membahagiakan, respons orangtua juga anak-anak luar biasa atas konser lagu a n a k ya n g dibawakan Naura. (Diana Runtu)

11 buleleng Turunkan Prevalensi Stunting dengan GenBest Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Anak sebagai aset bangsa harus dijaga dan dilindungi terutama dari pola asuh dan pemberian asupan gizi. Pola asuh dan asupan gizi buruk akan berdampak pada pertumbuhan dan kecerdasan kognitif anak. Bahkan tidak jarang kondisi ini akan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya stunting.

S

tunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi serta nutrisi dalam jangka waktu lama dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, sehingga anak yang terkena stunting bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Umumnya, gangguan kesehatan ini sering ditemukan pada balita, khususnya usia 1 sampai 3 tahun. Saat ini, di Indonesia angka stunting masih terhitung cukup tinggi yaitu sekitar 30,8 %. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyelenggarakan forum sosialisasi GenBest (Generasi Bersih dan Sehat) dalam rangka

penurunan Prevalensi Stunting di Melka Hotel, Selasa (21/05). Sosialisasi ini diikuti oleh kalangan akademisi baik di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dengan menyasar ibu hamil dan anak-anak. Kampanye ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka stunting di Indonesia dengan peningkatan kesadaran akan ancaman stunting dan kemauan untuk mengubah prilaku masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat. Forum sosialisasi GenBest ini juga dilakukan sebagai upaya pemcegahan SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030 mendatang. Tahun itu, diperkirakan 68% penyangga ekonomi bangsa adalah orangorang produktif.

pelajar yang memiliki tugas-tugas sekolah yang harus diselesaikan. “Ya cape sih cape ya tapi kan ini kemauan aku sendiri, jadi aku senang aja. Lagi pula ini adalah kesempatan aku yang mungkin

Naura bersama ibu dan adiknya

kalau aku menyerah kesempatan ini tak bakal terulang lagi,” ujar Naura yang telah mengoleksi empat album. Sebagai pelajar, dia juga menyadari kewajibannya dalam pendidikan. Dia juga sadar, pendidikan adalah hal prioritas dan itu tidak bisa diganggu-gugat. “Aku tahu kok, meski aku punya banyak kegiatan, tapi sekolah harus yang utama. Aku sudah janji pada mama dan papa soal itu. Makanya saat ada kegiatan off air pun, di sela-sela waktu aku pasti belajar atau mengerjakan tugas-tugas aku,” tambah Naura yang pada Asian Para Games lalu menyanyikan theme song Asian Para Games, ‘Sang Juara’. Terkait pendidikan, Naura menyimpang keinginan untuk kelak bisa bersekolah di luar negeri. Itu sebabnya, dia giat menabung. “Aku terinspirasi dengan kak Maudy (Maudy Ayunda) yang

karier dan pendidikannya bagus. Kak Maudy mengharumkan nama Indonesia. Dia juga bersekolah di luar negeri. Aku juga ingin seperti itu,” ungkapnya. Soal pentingnya pendidikan, itu juga ditegaskan oleh Nola. “Aku sudah bilang ke Naura tentang hal ini. Kalau urusan pendidikan aku sih galak ya, apalagi papanya. Makanya Naura hanya bisa manggung pada weekend, sedang hari lainnya dia harus konsentrasi sekolah,” ucap Nola. Selain bernyanyi, Naura yang tahun lalu juga kembali meraih penghargaan Mom and Kids Award 2018, juga kebanjiran job mulai dari kegiatan off air maupun mengisi acara televisi. Dia juga merambah ke dunia akting dan menjadi model iklan anak. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir dia telah membintangi tiga judul film. Yakni, film Petualangan Singa Pemberani Atlan-

tos (2016), Naura & Gank Juara (2017), dan DoReMi & You yang sekarang sedang diproduksi. Rencananya film ini dirilis Juni 2019. (Diana Runtu)

Galungan, Kubutambahan, Lemukih, Bulian, dan Kayu Putih. Pemerintah mengambil beragam intervensi dalam penanggulangan stunting. Pertama intervensi spesifik atau gizi dengan melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, suplemen gizi, pemberian tablet tambah darah, dan kon-

sultasi. Kedua, intervensi sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, dan sosialisasi. “Pemerintah berupaya menjalakan program penurunan prevalensi stunting ini dari berbagai aspek, baik dari sisi kesehatan maupun non kesehatan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

persepsi, informasi antar anggota asosiasi, dan keseragaman dalam teknik budidaya, kualitas produksi, kontroling dan evaluasi produksi. Menurut ketua Forum Petani Muda Bali AA. Gede Agung Wedhatama, mengatakan dalam kegiatan ini, para petani muda Bali akan diberikan edukasi dan pelatihan tentang penerapan SOP dan GAP (Good Agriculture Practice). “Para petani di masing-masing asosiasi dapat secara berkelanjutan bertukar informasi tentang perkembangan harga dan sentra-sentra usaha yang dapat menyerap produk pertanian dalam skala lokal dan ekspor,” ungkapnya Agung Wedha menambahkan, dalam kegiatan Farmer Camp, para petani ini akan diberikan materi-materi training dari trainer-trainer nasional antara lain Leadership, Be a Champion, Ba-

sic financial management for farmer, organic farming, pembuatan sarang lebah di kebun, pengembangan agrowisata, teknologi pertanian, dan paskapanen. Bertempat di Soewan Garden Pancasari, Buleleng peserta Farmers Camp akan diajak kemah 3 hari 2 malam dalam suasana keakraban dan diisi oleh acara-acara menarik seputar pertanian. Dimulai dari training, workshop, testimoni, entertaintmen, games, dan malam keakraban. “Kegiatan ini kami harapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan perkembangan pertanian dan peternakan yang ada di Bali dan Mendukung Pergub Bali No 99 tahun 2018 Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

“Farmer Camp” Ajang Diskusi dan Eksekusi

Bagi Waktu Sekolah dan Karier Naura mengaku sangat menikmati segala aktivitasnya. Meski diakuinya juga itu semua kadang membuatnya lelah. Maklum, agendanya sangat padat, di sisi lain, dia juga masih seorang

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo, Wiryanta mengatakan GenBest merupakan inisiasi dari Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. “Pencegahan stunting sangatlah bergantung pada peran aktif keluarga dan komunitas untuk mengubah prilaku serta penerapan gaya hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Untuk itu, penyediaan informasi terkait isu stunting harus mudah diakses dan dipahami masyarakat. salah satunya melalui forum GenBest,” ujarnya. Lebih lanjut Wiryanta mengatakan Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting. Sosilasasi ini menargetkan ibu muda, tenaga kesehatan, serta perangkat daerah dari sepuluh desa prioritas di Kabupaten Buleleng, di antaranya Sekumpul, Pegayaman, Tampekan, Patas, Gerokgak, Kerobokan,

Suasana Farmer Camp Pertanian masih menjadi salah 31 Mei hingga 2 Juni 2019. satu sektor sebagai penopang Farmer Camp adalah ajang kehidupan masyarakat di Bali. bertemunya para petani muda daBerbagai komoditas dari berbagai lam rangka meningkatkan kualitas daerah di Bali telah mampu men- produksi pertanian dan peterembus pasar modern hingga pasar nakan yang ada di Bali. Kegiatan eksport. Untuk mempertemukan Farmer Camp akan dirangkaikan para petani dari berbagai bidang pengukuhan kepengurusan masa maka Forum Petani Muda Bali bakti 2019-2021. Forum Petani akan menggelar Farmers Camp Muda Bali hadir sebagai wadah

penyerap aspirasi petani-petani muda Bali serta sebagai media diskusi serta eksekusi bagi para petani muda. Forum Petani Muda Bali nantinya akan diisi oleh petanipetani muda yang tergabung dalam komunitas Petani Muda Keren yang masing-masing berfokus dalam bidangnya. Masing-masing petani muda akan dibagi berdasar bidangnya dalam bentuk asosiasi, yaitu Asosiasi Petani Muda Durian, Asosiasi Petani Muda Manggis, Asosiasi Petani Muda Cengkeh, Asosiasi Petani Muda Kopi, Asosiasi Petani Muda Jeruk, Asosiasi Petani Muda Buah Naga, Asosiasi Petani Muda Salak, Asosiasi Petani Muda Pisang, Asosiasi Petani Muda Strawberry, Asosiasi Petani Muda Padi, Asosiasi Petani Muda Holtikultura, Asosiasi Petani Muda Vanili, Asosiasi Petani Muda Jangkrik, Asosiasi Petani Muda Lebah Madu dan Asosiasi Produk Olahan Pertanian dan Peternakan. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing ketua asosiasi akan memaparkan berbagai pengalaman yang telah didapatkan dalam menanam komoditas yang digelutinya. Selain itu, berbagi solusi dalam menghadapi kendala-kendala dalam proses budidaya dan proses produksi. Diskusi ini juga untuk membangun alur komunikasi yang terintregitas antar anggotaanggota asosiasi untuk penyamaan

Diskusi petani muda


bumi gora

12

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Jokowi Datang dengan Senyum

Minggu lalu, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, kembali mengunjungi Nusa Tenggara Barat. Ini menjadi kunjungan ke sekian kali setelah berkali-kali kunjungan sebelumnya. Ia termasuk Presiden RI yang paling rajin mengunjungi rakyatnya di Nusa Tenggara Barat. Bukan hanya di pusat ibu kota provinsi bergelar Bumi Gora ini, ia bahkan hampir telah mengunjungi 10 kabupaten dan kota yang ada di Nusa Tenggara Barat.

M

eski pada Pilpres 2019 ini ia kalah telak di Nusa Tenggara Barat, ia tetap datang dengan senyum sebagai bapaknya bangsa ini, bapak bagi juga rakyat Nusa Tenggara Barat. Tidak peduli siapa yang memilihnya

atau tidak. Ia menjalankan tugas dan kewajiban untuk mencintai seluruh rakyat Indonesia dan membangun di seluruh titik nusantara demi menjamin kesejahteran bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada kunjungan kali ini ke NTB, Joko Widodo singgah ke Desa Sade

Joko Widodo singgah ke Desa Sade

Jokowi bersama Gubernur NTB Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke-7 ini terlihat tertarik dan langsung menawar kain tenun yang dipilihnya. Dialog pasar pun dimulai. Dengan bersahaja Presiden RI dan Gubernur NTB melakukan penawaran sebagai bentuk kedekatan dan keakraban dalam

yang merupakan salah satu desa adat di NTB yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Di dampingi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., setiba di desa ini Presiden Joko Widodo langsung menuju Masjid Nur Syahada yang merupakan masjid Desa Sade untuk melaksanakan salat Jumat bersama warga yang hadir. Usai melaksanakan salat Jumat, Jokowi berkeliling di Desa Sade yang terkenal dengan pelestarian adat istiadatnya. Menyapa akrab warga menjadi ciri khas pemimpin yang sederhana ini. Ia singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya dan kerajinan masyarakat Desa Sade berupa kain tenun.

pertemuan yang berkesan bagi orang-orang kecil yang bisa langsung bertatap muka bahkan berdialog dengan pemimpin negara sedekat itu. Peristiwa yang akhirakhir ini kerap dipertontonkan secara alami oleh Joko Widodo. “Ini saya beli Bu, tapi boleh saya tawar ya,” kata Jokowi dengan logat khasnya. Doktor Zul yang menemani Jokowi pun ikut menawar kain yang telah dipilih tersebut, “Bu, Presiden kita ini jarang-jarang ke Lombok, apalagi khusus ke Sade, kasih harga khusus buat Presiden ya,” ungkapnya dengan ramah. Usai membayar kain tenun tersebut, Presiden Jokowi beserta Gubernur Doktor Zul beranjak dari Desa Sade dengan iringan musik khas Sasak dan Presean. (Naniek I. Taufan)

Jokowi menawar kain tenun

Jangan Ada Anak yang Telantar Pendidikannya Bekerjasama dengan Baznas Provinsi NTB, Dinas Sosial Prov. NTB, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB yang diketuai Ketua Umum Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menggelar acara pemberian santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa di pendopo Gubernur NTB, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S. E., M.Sc., digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan

di Bulan Peduli Sosial. Gubernur NTB yang hadir, menyampaikan harapannya agar anak-anak yatim dan dhuafa di NTB, dapat mengenyam pendidikan dengan baik sesuai dengan tingkatan umurnya tanpa ada yang terlantar pendidikannya. “Mudah-mudahan apapun keadaan kita, anak-anak di NTB jangan sampai ada yang tidak sempat melanjutkan pendidikan, mencintai anak yatim sama dengan kita mencintai Rasulullah

Gubernur bersama anak yatim dan kaum dhu’afa di NTB

shalallahu’alaihiwasallam”, ungkap Dr. Zul. Pada kesempatan yang melibatkan 64 panti asuhan, dengan total 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa ini, Hj. Niken menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas juga kepada Baznas NTB atas segala bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terimakasih pada para donatur dan Baznas NTB atas bantuannya sehingga acara ini bisa terlaksana, semoga Allah memberi kita keluangan waktu dan rezeki, sehingga kita bisa memberi perhatian dan sebagian rezeki bagi anak-anak yang membutuhkan,” ungkapnya. Wakil Ketua I Basnas NTB, Drs TGH Munajib Khalid pun turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengungkapkan, tahun ini Baznas juga bekerjasama dengan Unilever, untuk mengadakan buka bersama di lokasi korban gempa dengan total 1800 orang, yang terbagi di kabupaten Lombok Utara 900 orang dan kabupaten Lombok Barat 900 orang. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar”,

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

Penyakit infeksi HIV selain menimbulkan ancaman terhadap masalah fisik, risiko gangguan mental juga terjadi. Kondisi kesehatan mental anak dan perempuan penderita HIV lebih buruk dibandingkan yang tidak mengalami HIV. Demikian diungkapkan ahli kejiwaan Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ., dalam seminar yang digelar LBH APIK Bali, pekan lalu.

M

enurut dr. Sri Wahyuni, gangguan mental yang dapat terjadi seperti depresi, kecemasan, masalah sekolah, gangguan regulasi emosi, persepsi yang buruk terhadap diri sendiri, menarik diri dari lingkungan pergaulan ataupun perilaku menghindar. Ia mengatakan, berbagai masalah psikologis muncul karena adanya gangguan respon koping terhadap stresor, ketakutan menghadapi kondisi penyakitnya ketakutan akan kematian, dan ketakutan akan kehilangan anggota keluarga yang mengalami HIV positif. “Perempuan memang rentan untuk tein feksi HIV, beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain adanya kesenjangan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki. Ke s e n j a n g a n i n i s e r i n g m e nyebabkan perempuan terlibat dalam perilaku seks yang tidak aman seperti dipaksa suami,” jelasnya. Rasa marah, diskriminasi, rasa bersalah, penolakan, dan tingginya kebutuhan akan harapan, dapat menimbulkan berbagai gejala psikomatik seperti sakit kepala, mual, gangguan makan dan ketakutan akan masa depan. Dari aspek psikologis, diagnosis HIV dan AIDS dapat mengakibatkan berbagai masalah, baik dengan penerimaan status diri sebagai seseorang yang positif HIV maupun penerim a a n o r a n g t e rdekat atas status

Pemberian santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dhu’afa di NTB ungkapnya. Pada kegiatan ini Anak LKSA Kota Mataram dan juga dilakukan penyerahan san- (LKSA) Kabupaten Lombok Barat tunan secara simbolis, dilakukan kepada perwakilan panti asuhan/ oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial anak yatim. (Naniek I. Taufan)

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memberikan santunan untuk anak yatim

Bunda ananda

dr. Sri Wahyuni

p o s i t i f H I V t e r s e b u t . “A d a ODHA (orang dengan HIV/ AIDS) yang langsung dapat kembali hidup normal setelah menerima diagnosis, ada pula yang masih mengalami tekanan emosional besar,” ujarnya. Salah satu aspek paling sulit dalam menghadapi diagnosis HIV positif adalah merasakan perasaan terancam dan tidak sanggup menghadapi keadaan pada saat yang bersamaan dengan harus melakukan perubahan besar dalam gaya hidup dan tingkah laku untuk melindungi diri dan orang lain. Perubahan kondisi fisik akibat AIDS pada orang tua atau pelaku rawat dapat mampengaruhi perkembangan motorik dan kemampuan adaptif anak. “Seorang anak dengan HIV dan salah satu orangtuanya meninggal karena HIV akan memiliki tingkat kecemasan yang lebih berat,” ujarnya. Ia menilai, faktor yang dapat menguatkan penderita, adanya fungsi keluarga yang baik, tingkat pemahaman dan pengetahuan anak terhadap kondisinya, serta usia saat pertama mengetahui status HIV pada dirinya dan orangtuanya. Dokter Sri Wahyuni menambahkan, dampak psikologis dari diagnosis HIV dan AIDS sesungguhnya sangat besar, mempengaruhi banyak pihak, dan membutuhkan penanganan serius. Sayangnya, belum banyak inisiatif baik dari pihak Pemerintah maupun swasta untuk menyediakan layanan psikologis yang terjangkau bagi ODHA maupun bagi masyarakat luas. Sejauh ini, layanan yang disediakan lebih banyak layanan psikiatrik berupa pengobatan antidepresan dan antipsikotik. Ia memberikan data, dari penelitian pen dahuluan di praktik swasta psikater di Denpasar. Terdapat 39 orang klien anak dengan HIV. Perempuan 15 orang, sisanya laki-laki. Wilayah tempat tinggal Denpasar, Gianyar, Ke-

5

Dampak Mental pada Anak dengan HIV

lungkung, dan Bangli. Klien berumur 5 tahun-15 tahun. Dampak gangguan mental mereka, cemas berlebihan 40%, tidak percaya diri 70% , gangguan emosional tidak stabil 10%, belum memahami apa yang terjadi pada diri 100%, gangguan fungsi kognitif/belajar 100%, dan depresi 5%.

PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS

Dari data LBH APIK Bali, jumlah klien perempuan yang dilayani 25 orang dan laki laki 3 orang. Sebanyak 80 % klien mengalami gangguan cemas dan depresi, 10% depresi berat tanpa gejala psikotik, 10% dgn gangguan PTSD. Menurutnya, penanganan untuk pasien gangguan mental ODHA bisa dengan psikofarmaka, psikoterapi dinamik, psikoterapi suportif , psikot-

erapi keluarga, dan psikoterapi kelompok. Ia mengatakan, penularan yang paling mengenaskan adalah penularan perinatal dari ibu yang sudah terinfeksi. Banyak kasus, ibu baru mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi HIV/AIDS setelah melahirkan seorang anak yang tidak bisa gemuk, diare terus menerus, batuk tidak berhenti dan luka-luka sariawan di mulutnya. Apakah layanan kesehatan jiwa dari sudut pandang psikologis termasuk dalam layanan mereka. Padahal, layanan pendampingan psikologis merupakan bentuk layanan kesehatan jiwa yang akan dibutuhkan semua orang pada satu waktu dalam hidup, bukan suatu layanan opsional. Menurutnya, dalam hidup setiap orang, akan terjadi berbagai masalah, dan orang tersebut akan membutuhkan bantuan pendampingan psikologis yang baik

agar mampu kembali berfungsi dengan optimal. Apa yang harus dilakukan oleh pemegang kebijakan? Ada beberapa rekomendasi yang ia sarankan. Umur harapan hidup bertambah, perbaikan fisik harus disertai dengan perbaikan fungsi mental. Menurutnya, klien sebelum masa pubertas, harus sudah memahami apa yang dialami. Siapa yang bertanggung jawab membuka statusnya dan mempersiapkan pengetahuan kesehatan reproduksinya. Sejak tumbuh kembang klien dan pelaku rawat/orangtua harus sudah mendapatkan pendampingan psikologis. Perlu keterbukaan pada anak yang terinfeksi ketika logikanya mulai terbentuk, minimal 10 tahun, mengapa ia harus minum obat. Dokter Yuni juga melihat, belum semua penderita terjangkau dengan layanan asuransi kesehatan pemerintah. (Wirati Astiti)

Mendongeng Lima Menit

MENYAMBUT KEMATIAN BESOK

Tersebutlah seorang pekerja laki-laki. Setiap hari ia bekerja keras. Mengangkut pasir, mengangkut kerikil, mengaduk semen, melabur tembok, dan pekerjaan kasar lainnya. Sore hari ia pulang membawa oleh-oleh untuk ibunya dan segepok koin, upah hari itu. Ia melewati lorong kecil menuju rumahnya. Di lorong itu banyak orang lalu- lalang. Ia lewati seorang peramal yang biasa mangkal di situ. Ia tak pernah menghiraukan peramal itu, karena ia menganggap keadaan itu sudah biasa. Namun ketika lima langkah melewati peramal itu, tiba-tiba ia mendengar panggilan. “Hai, Kawan! Kau belum tahu nasibmu besok!” Demikian peramal itu memanggilnya. Laki-laki pekerja keras itu balik melangkah ke tukang ramal. “Kau pasti tidak percaya dan tidak pernah membayangkan, bahwa besok kau akan mati.” Mendengar ucapan yang ngacuh itu, pekerja keras itu segera meninggalkan tempat. “Peramal bisa mengatakan apa saja. Itu memang pekerjaannya!” omelnya dalam hati. Di tengah jalan ia bertemu dengan serombongan anak-anak yang membawa obor. “Hai, anak-anak! Untuk apa obor itu?” tanyanya. “Untuk mengusir lebah. Lihat di pohon itu bergantung sebuah sarang yang dihuni ribuan lebah!” jawab anak-anak itu. “Waduh! Batalkanlah niatmu itu! Kalau kalian usir lebah itu, mereka tambah marah. Mereka akan menyengatmu ramai-ramai, dan kamu akan bengkak dan demam. Di samping itu, tindakanmu itu sangat membahayakan rumah-rumah yang ada di sekitar sarang lebah itu.” Namun anak-anak usil itu tidak percaya akan peringatan laki-laki itu.

“Mohon anak-anak! Padamkanlah api obor itu! Kalau kalian mau menuruti permintaanku, kalian akan kuberi uang koin hasil kerjaku hari ini. Belilah coklat, permen atau roti!” Anak-anak itu sangat gembira. Mereka memadamkan obornya, lalu berlarian menuju sebuah warung. Setiba di rumah, laki-laki pekerja keras itu termenung. Bahkan sampai waktu tidur malam, ia merasa terganggu oleh ucapan tukang ramal itu. Percaya…, tidak…, percaya…, tidak…, percaya...! Akhirnya, ia membayangkan dirinya akan mati besok. Esok harinya, pagi-pagi benar ia bangun. Ia benahi tempat tidurnya. Ia bersihkan lantai kamar tidurnya. Ia benahi dan ia bersihkan kamar tidur ibunya. Ia rapikan pakaiannya sendiri. Sebagian dilipat lalu dimasukkannya ke dalam tas. Dan itu, pakaian khusus yang akan dikenakannya menyambut kematian. “Sebelum kematian itu tiba,” pikirnya. “Aku harus mandi. Setelah mandi, aku akan mengenakan pakaian kematian, lalu tidur lelap.” Maka ia bergegas ke kamar mandi. Ia ambil gayung untuk memenuhi bak air. “Auwww!” Tiba-tiba laki-laki pekerja keras itu berteriak. Ia mengaduh karena seekor lebah menyengat hidungnya. Karena terkejut dan merasakan sakit, ia membuang gayung penimba air itu. Ibunya datang tergopoh-gopoh. “Auwww!” Sang ibu juga berteriak. Bukan berteriak karena sengatan lebah di hidung anaknya, tetapi karena terkejut dan takut. Dalam gayung yang akan dipakai menimba air itu, didapatinya seekor ular yang siap mematuk. Sang ibu dan anaknya yang pekerja keras itu mengambil tongkat lalu mengusir ular itu. Kedua orang anggota keluarga itu sangat bersyukur akan kejadian yang hampir membawa maut. “Terimakasih, Lebah! Untung engkau menyelamatkanku!” kata laki-laki pekerja keras itu sambil meraba-raba hidungnya. Laki-laki pekerja keras yang menyelamatkan lebah-lebah itu ternyata tidak jadi menyambut kematian. Ia sehat-sehat saja sampai puluhan tahun kemudian. (Cina)


Woman on Top

4

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Ayu Saraswati

“Astungkara Ada Jalan” Kiprah Ayu Saraswati di dunia seni tak pernah kendor walaupun dirinya sibuk sebagai Operational Manager Krishna Holding Company. Setelah meluncurkan single bernuansa religius, “Siwa Ratri”, kini Ayu memperkenalkan lagu “Astungkara Ada Jalan” yang dinyanyikan bersama Eka Jaya.

“S

Ayu Saraswati dan Eka Jaya

Pulau Dewata selain sebagai destinasi wisata, juga makin popular sebagai wedding destination. Diperkirakan ada sekitar 16.000 pernikahan dilaksanakan di Bali dalam satu tahun. Hal ini menjadikan Bali sebagai salah satu wedding destination impian dan terpopuler di dunia. Karena itu pula, ‘Bali Wedding Easy ’, sebuah online wedding marketplace yang pertama kali di Bali, fokus mempertemukan vendor wedding destination terpercaya di Bali dan klien calon mempelai wedding destination. Marketplace ini resmi diluncurkan Jumat (17/5) di International Conference (IC) Center Bali, di Mall Bali Galeria, Kuta dengan tema “Connect 2 In-

aya dan Eka berteman sejak muda. Kami sudah seperti saudara. Duet terakhir kami di lagu “Ngancan Demen”. Lagu “Astungkara Ada Jalan” awalnya mau saya bawakan solo. Tetapi, setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya duet langsung dengan penciptanya,” ungkap penyanyi bernama lengkap Ni Wayan Ayu Yuliani ini. Tema lagu terbaru ini tentang cinta yang universal. Kita semua wajib bersyukur dalam kondisi apapun. Saling memotivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Ketika diberikan lagu ini, saya sudah bayangkan video klipnya. Saya langsung langsung mencari anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik tetapi memiliki kemampuan luar biasa. Ketemulah dengan Yoko dan Agus Mertayasa yang kemudian menjadi model video klip,” ungkap penyanyi yang juga MC dan dalang ini. Video klip yang digarap Andy Duarsa dibuat senatural mungkin sehingga membuat tema lagu tersampaikan. Saat video klip ditayangkan di acara peluncuran lagu ini, Selasa (21/5), banyak

yang menangis karena terharu dan tersentuh dengan semangat Yoko dan Agus. Ayu pun menuturkan jika lagu ini dibawakan dalam sebuah konser, wajib ada video klipnya agar penonton memahami makna lagu. Adanya visual akan memudahkan penonton menyelami maksud dari lagu ini. Eka Jaya menambahkan dirinya bertemu Ayu saat menghibur pengungsi erupsi Gunung Agung. “Kami lalu ngobrol dan merancang kerjasama. Dari sana juga sering muncul kata astungkara. Kemudian, jadilah kata astungkara sebagai bagian dari lagu yang diaransemen Sila ini,” ujarnya. Ia ingin tema lagu tidak melulu cinta dua insan. Cinta bisa berlaku universal dan dipakai untuk saling memotivasi satu sama lain. “Kami berproses dalam penciptaan lagu ini. Jangan Ayu bersama Eka dan Agus Mertayasa mudah menyerah, jangan mudah terpuruk, dan jangan mudah mengeluh terhadap situasi yang dialami. Astungkara pasti ada jalan keluarnya. Semoga lagu kami ini bisa diterima masyarakat,” kata Eka. (Ngurah Budi)

Bali Jadi Wedding Destination Impian novate”. Menurut Yano Sumampow, salah seorang pendiri Bali Wedding Easy, peluncuran dimeriahkan mini expo yang diikuti sekitar 15 vendor katering, dekorasi hingga wedding planner. “Kami hadir memang untuk memudahkan calon pengantin mencari keperluan mereka, yakni menemukan vendor yang terpercaya serta menentukan anggaran pernikahan yang disepakati. Di sini, mereka menggabungkan teknologi online dan interaksi sosial media ke dalam industri pernikahan,” ujar pria yang juga fotografer ini. Mencari vendor yang tepat merupakan tugas sulit calon pengantin

Suasana Bali Wedding Easy Highlight di IC Center

yang memiliki impian menikah di Bali. Karena itu pula di dalam situs marketplace Bali Wedding Easy, para vendor dapat menampilkan produk atau layanan mereka dengan mencantumkan profil dan estimasi harga. Sehingga calon pengantin dapat memilih sesuai dengan anggarannya. Yano ingin mengubah paradigma bahwa menikah di Bali itu tidaklah selalu mahal.Mereka dapat saling berkomunikasi di situs online marketplace tersebut. Yang membedakan Bali Wedding Easy dengan usaha jasa sejenis yakni, paduan paket dan verifikasi yang terjamin atas vendor yang digunakan. Begitu pula dengan penawaran atas paket pernikahan cukup mudah dan terjangkau. Bahkan, metode pembayarannya terus disempurnakan hingga menjadi salah satu daya tarik utamanya. Lebih dari 70 vendor yang sudah terdaftar dalam listing mereka dan masih ada ratusan lainnya yang menunggu untuk diverifikasi sebagai vendor terdaftar. Ari Anastasia, pendiri ‘Konsep Sejiwa’salah satu vendor Bali Wedding Easy mengatakan salah satu servis yang dilakukannya adalah membantu serta mengarahkan para

calon pengantin. “Kami membantu memberikan ide atau konsep yang terbaik dan cocok diaplikasikan ke dalam acara yang diinginkan. Konsep Sejiwa dalam membangun atau membentuk konsep yang tepat , juga disesuaikan dengan budget yang disediakan,” ujar Ari. Sementara itu Jimmy Gunawan, Chief Executive Officer AIM Hospitality Group yang menaungi IC Center ber-

harap adanya Bali Wedding Easy Highlight makin mengenalkan keberadaan IC Center. “Selama ini hall dengan kapasitas besar dan parkir luas sulit ditemukan di Bali. Kami memiliki kelebihan dengan adanya hall besar dan parkir luas. Bahkan kami satu areal dengan mall. Ini merupakan nilai lebih dari IC Center,” ungkap Jimmy. (Sri Ardhini)

Dari kiri: Yano Sumampow, Ari Anastasia, dan Jimmy Gunawan

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

METROPOLITAN

Lebaran sebentar lagi. Problema yang kerap muncul menghadapi Lebaran khususnya bagi keluarga yang memiliki asisten rumah tangga adalah mudiknya para asisten itu ke kampung halamannya. Dengan mudiknya mereka, bisa dibayangkan betapa repotnya keluarga yang ditinggalkan. Apalagi untuk sebuah keluarga besar yang menempati rumah besar pula.

A

da banyak cara yang biasanya ditempuh oleh para majikan untuk menyiasati asistennya mudik. Ada yang membujuk agar tidak mudik di saat hari raya dengan iming-iming bonus besar, ada juga yang menerapkan mudik bergilir jika memiliki asisten lebih dari satu. Namun ada juga yang tak mampu berbuat banyak untuk mencegah para asisten rumah tangganya mudik. Maka salah satu alternatif yang kadang ditempuh adalah dengan menginap di hotel. Atau mengambil asisten pengganti alias infal yang tarifnya lumayan mahal. Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, pasangan selebriti terkenal, mengaku pada Lebaran nanti asistennya akan pulang, dan itu tidak mengapa. “Nggak masalah sih, mereka mudik. Karena memang mereka kan mudik setahun sekali,” ungkap Raffi. Baik Raffi maupun istrinya Nagita atau akrab disapa dengan panggilan Gigi, dikenal masyarakat sebagai majikan yang baik. Pujian kepada Raffi-Gigi muncul karena pasangan ini kerap mengunggah berbagai kegiatan keluarganya di medsos. Dari sanalah masyarakat mendapat kesan kalau pasangan muda ini begitu baik kepada para asistennya. Bagi mereka para pembantunya itu sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Tak heran kalau mereka pun kadang diajak Raffi dan keluarganya untuk ikut jalan-jalan hingga ke luar negeri. Royalnya Raffi dan Gigi pada para asisten rumah tangganya ini juga diakui oleh para asisten itu dalam sebuah tayangan di youtube. Awak media juga kadang menuliskan hal ini ketika mendapat kesempatan untuk mewawancarai mereka. Kebaikan hati kedua majikannya lah yang—salah satunya--- membuat mereka betah bekerja di rumah Raffi-Gigi. Lihat saja tayangan RANS entertainment di channel youtube baru-baru ini yang menunjukkan betapa royalnya pasangan ini pada asisten rumah tangganya. Lala, pengasuh Rafathar, anak tunggal Raffi-Gigi, misalnya. Dia dibuat terkaget-kaget ketika mendapat bonus ‘berbelanja semaunya’ di sebuah mall. Oleh Nagita, Lala diajak ke sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Di sana gadis berjilbab itu disuruh berbe-

lanja apa saja semaunya dalam tempo 10 menit. Jangan memikirkan berapa harganya, ambil saja, urusan pembayaran dilakukan oleh Gigi. “Jadi waktunya 10 menit ya La, kamu bisa belanja apa saja semau kamu. Nggak usah peduli harganya,” ucap Gigi setelah sebelumnya menanyakan toko mana yang ingin dikunjunginya. Mendapat tantangan berbelanja semaunya, seperti umumnya orang, tentu saja senang minta ampun. Itu juga yang tergambar di wajah Lala yang langsung semringah mendapat tawaran itu. Tak menunggu lama, begitu Gigi memberi tanda aksi dimulai, Lala pun langsung ngacir ke toko. Sementara Gigi mengawasi sambil tersenyum. Setelah 10 menit berlalu, Gigi pun berjalan ke meja kasir untuk membayar. Sampai di sana dia dibuat terlongo-longo dengan belanjaan Lala yang seabreg-abreg. “Waduhh si Lala nih bener-bener aji mumpung nih,” kata Gigi sambil menggeleng. Maksud Gigi, di antara barang belanjaan itu, ada barang-barang yang sesungguhnya tidak dipakai Lala. Ketika ditanya bagaimana komentar Gigi tentang belanjaan Lala, Gigi hanya menjawab,’ Ya pokoknya begitu deh. Pokoknya mules deh. Hehehe..” Sementara Lala yang merasa tak enak hati dengan begitu banyak barang yang diambilnya, yang ternyata setelah ditotal nilainya lumayan besar, mengatakan,”Aduh..Bu Gigi, tahu gitu mending ‘mentahnya’ aja lah bu..hahaha”. “Aduhh mahal yaaa, nggak enak saya sebenarnya. Tahu gitu mending kasih mentahnya aja ya,” tambah Lala dengan rupa menyesal. Makanya, ujar Gigi menasehati, kalau apa-apa itu mbok dilihat dulu, ini (barang) bagus nggak, cocok nggak. Maksud Gigi belanja jangan aji mumpung dan jangan kalap. Lala mengaku dirinya jadi begitu karena ada yang ‘mengompori’ untuk mengambil barang. Akibatnya, dia tanpa berpikir panjang—karena mengingat waktu yang pendek untuk berbelaja—langsung mengambil saja apa yang dilihatnya seperti sepatu, tas dan parfum. Tayangan Lala belanja sampai ‘termehek-mehek’ itu ada di channel RANS youtube ini ditonton oleh 4,982 juta

anang-ashanty dan keluarganya

13

Memanjakan Asisten Rumah Tangga

raffi - gigi - rafathar

orang. Channel kreatif yang dibangun oleh Raffi dan Gigi ini memang menghadirkan tayangan-tayangan menghibur yang tak kalah dengan acara-acara hiburan di televisi. Materi-materi menarik yang tak jarang bersumber dari orang-orang dekatnya begitu memikat. Tak heran jumlah orang yang berkunjung dan mengklik channel tersebut semakin banyak. Bahkan ada satu tayangan tentang salah satu pembantunya yang biasa dipanggil Merry mencapai 9,8 juta viewer. MAJIKAN YANG DICINTAI Selain Raffi dan Gigi, selebriti tajir yang juga dikenal royal kepada para asistennya adalah Ashanty. Belum lama ini pun, Ashanty yang mempunyai belasan asisten di rumahnya, menayangkan video tentang para pembantunya yang mendapat kesempatan berbelanja sepuasnya. Seperti halnya Gigi yang menyuruh Lala belanja apa saja yang diinginkannya, Ashanty pun demikian. Hasilnya, Ashanty merogoh koceknya sekitar Rp 11 juta untuk membayar semua belanjaan berupa baju, tas, dll. Para pembantu mengaku senang dengan rezeki yang didapatnya, sementara Ashanty pun tertawa lebar. Membelanjakan para asisten rumah tangganya, bisa dibilang hanyalah sebagian kecil dari dilakukan Ashanty dalam memanjakan para pembantunya. Betapa tidak, aneka barang mewah serta jalan-jalan keluar negeri pernah diterima para asisten setianya itu, bahkan oleh Ashanty mereka pun dikasih kesempatan umroh.

gigi di kasir

Bagi Ashanty dan keluarganya, para asisten bukan hanya sekadar pekerja dan penolong mereka, tapi lebih dari itu. Mereka adalah bagian dari keluarga besarnya. Karenanya sebagai ungkapan kasih, Ashanty pun tak segan menyenangkan mereka dalam bentuk pemberian materi. Aksi Ashanty ini kadang mucul di akun instagramnya. Misalnya saat dia dan keluarga umroh dan mengajak serta asistennya. Pasangan selebriti Arshanty-Anang Hermansyah, bukan hanya sukses dalam karier mereka di dunia hiburan tapi juga dalam berbisnis. Ada beragam jenis bisnis yang digeluti di antaranya kuliner hingga kosmetik. Di Cinere mereka membangun rumah besar dan megah, plus mempekerjakan belasan asisten rumah tangga, sopir, dan beberapa satpam. Baiknya perlakuan Ashanty dan kelu-

para pembantu ashanty

arganya kepada para asistennya bukan hanya mengundang puja-puji tapi juga mengundang iri dari nitizen. Menurut mereka para pembantu Ashanty itu termasuk orang-orang yang beruntung. Karena tidak banyak orang yang memperlakukan para pembantunya sebaik itu. “Bu, kalau ada lowongan saya mau,” tulis seorang nitizen di akun instagram Ashanty. Para fans memang kerap memantau kegiatan keluarga Ashanty-Anang ini lewat instagram maupun channel youtube. Seperti halnya Raffi-Gigi, Arshanty dan keluarganya pun memiliki channel sendiri yang memuat berbagai aktivitas dirinya juga keluarganya. Channel ini pun kerap mendapat banyak kunjungan dari penonton youtube. Nah para asisten rumah tangga ini pun kadang ikut mengisi channel tersebut dengan aneka kegiatan menarik. Terkait para asisten mudik Lebaran, Ashanty tidak mempermasalahkannya. Baginya itu adalah hak mereka. Dia sendiri telah mempersiapkan diri. Sama seperti tahun lalu ketika para asisten mudik, maka untuk urusan rumah mereka pun bekerja gotong royong. “Anak-anakku nggak ada yang manja kok, mereka semua mau kerja. Ya kita bagi-bagi tugas. Mereka (anakanak) tahu kalau mbak nggak ada, mereka harus ikut membantu beresberes rumah. Jadi nggak masalah,” ungkap ibu sambung Aurel dan Azriel, ini. (Diana Runtu)


14

SUDUT PANDANG Mudik yang Mudik Jelang Bulan Puasa Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Menyenangkan

Lebaran telah tiba, waktunya akan mudik ke kampung halaman sudah menjadi tradisi. Bagaimana persiapannya? Menurut Titik Suharyati, biasanya kalau mau mudik ia akan pilih H-5 atau H-3. “Biasanya cuti bersama kan satu minggu dan kami senang setelah lebaran waktu liburnya lebih lama. Untuk balik mudik menunggu lebaran ketupat H +7,” ujarnya.

M

enurut Titik, ada beberapa persiapan yang akan lakukan agar mudik berjalan lancar. Hal paling utama, jelas fisik menjadi hal pokok. “Karena dalam perjalanan mudik masih suasana puasa, kami selalu membawa obatobatan seperti obat sakit panas, obat luka, bekal makanan, dan air minum untuk antisipasi,” tuturnya. Ia menambahkan, bekal makanan harus dibawa untuk antisipasi berbuka di jalan karena macet. Jadi makanan wajib dibawa secukupnya, terutama buah-buahan segar agar badan lebih fit. Yang penting adalah, mudik menggunakan apa, apakah mobil atau pesawat terbang. “Kendaraan wajib dalam kondisi baik. Jadi kendaraan harus diservis sebelum berangkat. Kalau naik pesawat, harus beli tiket jauh-jauh sebelumnya mengantisipasi tiket naik. Alangkah baiknya jika dapat tiket promo. Saya biasanya kalau pulang mudik naik pesawat sudah pesan tiket tiga bulan sebelumnya untuk dapat tiket promo,” ujarnya. Untuk berbagi, ia selalu menyiapkan membawa uang receh kecil yang banyak, seperti pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. “Ketemunya hanya setahun sekali sehingga banyak memberi sangu kepada kemenakan di kampung. Untuk yang tua seperti bude dan bulik saya siapkan uang Rp 100 ribuan. Hal ini sudah menjadi tradisi,” kata Titik. Sementara, untuk barang-barang seperti baju ia bawa seperlunya saja. “Apalagi sekarang bagasi pesawat berbayar, jadi bawa secukupnya. Kalau kurang, nanti lebih baik beli di kampung saja,” imbuhnya. Ia mengatakan, yang pasti tidak lupa membawa oleh-oleh khas Bali seperti pie susu, ayam betutu, kacang Bali dan baju Bali. Ada hal unik yang dituturkan aktivis Bali Sruti ini. Ia punya pengalaman tak terlupakan waktu pulang mudik sendirian dua tahun lalu. “Saat tiba di bandara agak telat ternyata pesawat berangkat tepat waktu. Akhirnya ketinggalan. Cari-cari tiket lagi tidak ada yang tersisa hanya tiket kelas bisnis dengan harga selangit dan terpaksa diambil,” tuturnya sembari tertawa. Sedangkan, pengalaman mudik bersama keluarga naik mobil, ia pernah berbuka puasa di tengah antrian panjang saat menuju Pelabuhan Gilimanuk. “Sudah 8 jam antri, tetap saja masih harus menunggu dan akhirnya berbuka di dalam mobil di tengah antrian,” kata Titik yang mudik ke Mojokerto ini. Ia mengatakan, walaupun mudik penuh dengan warna-warni, tetap saja tradisi mudik itu menyenangkan. “Kami bisa berkumpul bersama keluarga besar setahun sekali. Kami menyiapkan waktu dengan baik agar bisa bertemu. Tentu hal ini sangat membahagiakan,” kata Titik. (Wirati Astiti)

Titik Suharyati

L

ibur lebaran memang makam orangtuanya. Sebelum meselalu identik dengan pumasuki bulan suci Ramadan, sudah lang kampung bagi umat menjadi sebuah tradisi baginya Muslim. Kesempatan ini untuk berkunjung ke makam dan tentu akan digunakan bagi umat mendoakan orangtuanya yang telah Muslim untuk pulang ke kampung meninggal. “Memasuki bulan puasa halaman atau yang lebih sering disbulan suci yang penuh berkah, saya ebut dengan mudik. Tradisi mudik ziarah ke makam orangtua dan saat lebaran, menjadi momen mendoakan beliau, ini juga menjadi berkumpul bagi keluarga yang lama salah satu alasan saya untuk mudik merantau untuk bekerja. Selain jelang bulan puasa,” imbuhnya. berkumpul dengan keluarga, traPerempuan kelahiran 31 Agustus disi mudik ini juga sebagai momen 1966 ini mengatakan jika memungsilahturahmi yang tidak tergantikan kinkan dirinya lebih suka melakukan dengan kecanggihan berbagai alat mudik setelah lebaran. komunikasi. Meskipun perayaan Idulfitri Mudik bukan menjadi sebuah dan lebaran dilakukan di perantradisi yang wajib bagi Dr. Tuty tauan, Tuty mengatakan tidak ada Maryati, M.Pd. Bagi akademisi Unperbedaan yang mencolok dari diksha ini, dirinya memang berasal perayaan di kampung halamannya. Dr Tuty Maryati, M.Pd dari Magetan, Jawa Timur dan telah Justru di Buleleng, dirinya dapat lama tinggal di kawasan Banyuning, Buleleng. Namun merayakan lebaran dengan nilai toleransi yang sangat ketika hari raya Idulfitri tiba, ia dan keluarga sangat tinggi. Bahkan di momen hari raya dirinya bersama jarang menggunakan libur lebaran untuk pulang ke umat Muslim lain dapat melakukan sholat ied dengan kampung halaman. Perempuan yang saat ini menjabat dibantu pengamanan pecalang setempat. “Saya sebagai sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah kaum minoritas di Buleleng merasa sangat nyaman Undiksha ini sangat menghindari mudik saat lebaran. karena di sini toleransinya sangat tinggi. Bahkan ketika Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi krodit kami melakukan sholat ied pecalang juga ikut mengadan kemacetan lalu lintas selama perjalanan menuju mankan,” tambahnya. Nilai toleransi juga dapat dilihat kampung halaman. dari terjalinnya hubungan kekeluargaan antara dirinya Sebaliknya, perempuan yang akrab disapa Tuty ini dengan tetangga non Muslim dalam perayaan hari akan melakukan perjalanan pulang kampung jelang bu- raya. Saat hari raya, tradisi ngejot diterapkan untuk lan puasa dan atau setelah hari lebaran. Mudik sebelum mempererat jalinan silahturahmi antar umat beragama. bulan puasa ia lakukan untuk berziarah mengunjungi (Wiwin Meliana)

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019 “Long Life Education”. Sepertinya istilah ini tepat mewakili apa yang dilakoni Prof. Dr. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. Meski sekian banyak gelar akademis sudah melekat pada dirinya, bahkan gelar tertinggi sebagai Guru Besar (profesor), namun tetap saja ia masih “haus” menimba ilmu. Kamis, 9 Mei 2019, Prof. Suparta kembali menyandang gelar Doktor, yang kali ini pada Program Studi Ilmu Agama, Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

S

ebelumnya, suami dari Dra. Wayan Karsini ini menuntaskan Program S3 (Doktor) di Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN), Pascasarjana IPB Bogor tahun 2001. Di tahun 2003, pria kelahiran Karangasem 19 Maret

Sosialita

3

Prof. Suparta & Dra. Karsini

Dari Peternakan hingga Agama 1953 ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Peternakan Unud. Kemudian, mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XV, Ketahanan Nasional (Tannas), Lemhannas RI di Kampus Lemhannas RI Jakarta tahun 2007. Dengan riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan organisasi, serta pelaku agribisnis peternakan, Prof. Suparta kerap diundang sebagai narasumber, ikut aktif dalam pengembangan agribisnis sapi potong di Bali, terlibat dalam beberapa organisasi sosial ekonomi khususnya UMKM dan Koperasi, sehingga lebih sering berpikir dan

berbicara mengenai penyuluhan pertanian, pembangunan kelembagaan ekonomi pertanian, dll. Ia juga ikut terlibat dalam organisasi penyuluh pertanian (Perhiptani Bali), sehingga sering melakukan pertemuan dengan para penyuluh pertanian seluruh Bali; organisasi pertanian HKTI bahkan dipercaya sebagai Ketua HKTI Bali periode 2016-2021, sehingga banyak melakukan kegiatan di bidang pertanian dal am arti luas; serta ikut terlibat dalam organisasi sosial adat/pakraman, sehingga banyak juga melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sosial keagamaan,

adat, dan pakraman. Ketika ditanya, mengapa seorang Guru Besar Fakultas Peternakan berlari ke ranah agama/ spiritual, Prof. Suparta tersenyum. “Sebenarnya ini berkaitan dengan umur saya yang sudah kepala enam. Jika dalam Catur Asrama, empat tingkatan kehidupan manusia, sekarang ini saya persiapan berada pada posisi wanaprastha,” ucapnya.

Prof. Dr. Dr.Ir. Nyoman Suparta, MS., MM.

Makin Diperlukan Makin Dilestarikan Prof. Suparta yang selama ini bergelut dengan penelitian seputar hewan ternak, pada program Doktornya kali ini mengambil judul Disertasi “Ritual Wewalungan Tawur Tabuh Gentuh di Pura Besakih”. “Wewalungan itu hewan/binatang yang ada tulang di bagian punggungnya. Mengapa saya mengambil Wewalungan, ini karena ada kaitannya dengan peternakan,” jelasnya. Di dalam keseharian, dijelaskannya wewalungan itu merupakan bagian dari hewan secara keseluruhan, dan hewan tersebut dipakai sebagai Tawur. Hewan-hewan yang digunakan adalah hewan-hewan langka. Ada yang namanya panca sata (lima warna), dilengkapi empat warna lagi, jadi sembilan warna. Caru panca sata ini dikatakannya selalu ada dalam tiap Tawur. “Ditambah lagi dengan 11 warna hewan berkaki empat, seperti menjangan, burung brekaok, sapi, asu bang bungkem, kijang, kambing, petu, babi butuan, kera hitam, kerbau, angsa putih, angsa hitam. Ada 9 warna ayam (hewan berkaki dua) dan 11 warna hewan berkaki empat, jadi semuanya ada 20,” imbuhnya lagi. Disebutkan juga, ada cara pandang dari orang-orang ter-

tentu yang pendidikannya cukup maju dan banyak tahu di bidang ini, mengkritisi, seakan-akan tidak setuju menggunakan hewan dalam ritual tersebut. Padahal menurut mereka hewan ini bisa digantikan. Namun, bagi warga Besakih sendiri, tidak mau menggantikan hewan-hewan tersebut meskipun hewan tersebut sulit didapatkan. “Sebenarnya, hewan itu bisa diubah atau digantikan, istilahnya pemade. Namun, ada keyakinan dalam diri masyarakat Besakih, jika itu diganti dengan yang lain, “rasa” itu kurang. Karena agama ini adalah rasa, ada nilai pengorbanan dan ketulus ikhlasan. Dengan ikut mencari haturan banten upacara yang lengkap untuk butha kala sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Lontar Raja Purana Besakih, itu mereka merasa puas. Jadi, sebisanya masyarakat mencari sesuai hewan aslinya. Dan biasanya pasti dapat,” paparnya. Pemilihan judul disertasi ini diakatakan Prof. Suparta juga berkaitan dengan animal welfare, bagaimana hewan tersebut selama persiapan sampai dipergunakan dalam upacara. Ritual wewalungan mapepada itu merupakan acara penyupatan/ mendoakan agar roh-roh hewan tersebut mendapat tempat

Prof. Suparta bersama keluarga besar

terbaik di sisi Tuhan. Di dalamnya juga ada makna pelestarian, semakin hewan tersebut dibutuhkan untuk digunakan maka semakin banyak upaya manusia untuk melestarikannya. Sehingga, terjadilah tindakan pelestarian. Alasan lain, kenapa hewan-hewan tersebut digunakan, karena dalam diri manusia ada tiga sifat yang mempengaruhi (Tri Guna), yakni Sattva (baik), Rajah, Tamah. Filosofinya, sifat-sifat hewan yang ada pada diri manusia harus dihilangkan, dikorbankan oleh manusia dalam rangka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Termasuk dari warna-warna bulu ayam dengan segala kombinasi warnanya, uniknya semuanya itu dikatakannya ada pada ayam lokal Bali (buras). “Dari segi warna, disini juga ada pemberdayaan hewan lokal. Karena pada ayam broiler kita tidak akan menemukan warna-warna tersebut,” ucapnya. Makna filosofi pada pemakaian hewan kaki dua bersifat untuk kestabilan (kekuatan), simbol rwa bhineda, dan kaki empat untuk simbol stabilitas Swastika, yang jika diputar cepat akan kembali menjadi nol, dan nol sama dengan Tuhan.


Espresso

2

GORO-GORO Bu Amat tetap tak menjawab. “Lihat, ini catatannya. Menurut perhitungan Bapak, malah masih banyak sisanya padahal sudah dikurangi untuk beli oleh-oleh untuk cucu kita dan tetangga. Lihat, Bu!” Amat membeberkan buku tabunPutu Wijaya gan di depan mata istrinya. Baru Bu Amat berhenti makan. “Pak, sudah, Pak. Saya tak ingin Amat membuka buku tabungan. Dana yang dicanangkan untuk ke sana, Pak. Bapak saja yang betamasya seminggu ke Jakarta, belum rangkat sama Ami.” Amat tertegun. cukup untuk 3 kepala. Tapi Ami “Lho katanya mau ke Taman Mini sekarang sudah menikah dan punya nonton Keong Mas, mau ke Dufan, anak masih kecil. “Dia pasti tak akan mau ikut. Atau mau ke...” “Tidak.” kita bisa akali agar tak usahlah dia Amat bengong. lkut. Untuk apa cari-cari banjir ke “Kok tidak? Atau mau ke tempat Jakarta,” kata Amat kemudian pada lain di Jakarta?” istrinya saat makan malam. “Tidak.” Bu Amat tak menjawab. Ia terus “Tapi tadi pagi kok nangis bomsaja asyik mengunyah. Amat jadi bay mau ke Jakarta?” penasaran. “Ya, memang dari dulu saya sam“Tapi Bu, untuk kita berdua, dana sudah lebih dari cukup. Kita pai mimpi-mimpi mau ke tempatmalah bisa singgah ke Bandung dan tempat pelesiran yang ada di Jakarta Surabaya lihat jembatan Suramadu yang Ibukota NKRI.” “Ya itu dia! Ini sekarang waktunya dan selfi-selfian di Lumpur Lapindo, sebelum ibukota dipindah.” Bu!”

Kebudayaan adalah unsur fundamental dalam pengembangan pendidikan secara utuh. Pendidikan yang baik adalah intelektualitas yang berbudaya. Artinya, penyelenggarana pendidikan tidak hanya difokuskan pada pengembangan kemampuan berpikir saja, tetapi juga bisa menciptakan peserta didik yang berbudaya. Unsur budaya sebagai salah satu perwujudan identitas masyarakat yang khas,sebagai sumber penguatan karakter dan kepribadian peserta didik untuk menangkal pengaruh negatif. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang demikian pesat menyebabkan banyak kebudayaan baru yang masuk. Perlu diingat bahwa tidak semua yang baru adalah baik dan sesuai realitas dan kondisi bangsa Indonesia. Dalam beberapa hal, sesuatu yang baru tersebut tak jarang merusak nilai-nilai lama. Oleh karena itu, perlu adanya filter untuk memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk, mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan budaya bangsa. Untuk melakukan hal tersebut internalisasi nilai-nilai

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

BINI TUA

“Tidak. Saya tidak ingin ke Jakarta yang nanti akan bukan lagi ibukota!” Amat bingung. “Wah kalau begiu tabungannya mubazir, dong!” “Nanti saja, kalau ibukota barunya sudah pasti, sudah jadi, kita ke situ.” “Tapi di situ pastl tidak akan ada Monas, Taman Mini, tidak akan ada TIM, tidak akan ada ..” “Biarin!” Amat kaget. “Jadi begitu kelakuan ibumu, Ami, bagaimana bapak tidak bingung,” curhat Amat esoknya di rumah Ami. “Mengapa Ibumu jadi kacau begitu?” Ami mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Di mana kacaunya?” “Ya, karena jadi tak jelas, apa maunya perempuan yang kuajak tidur tiap malam itu. Maunya apa? Mau ke Monas, ya ke Jakarta! Mau ke Jakarta, ya tak perlu mikirin Jakarta itu ibukota atau bukan. Pergi saja

ke Jakarta. Beres! Tak perlu bikin masalah baru. Satu-satunya masalah yang konkrit, ada uang atau tidak? Dan kita ada, karena sudah 10 tahun nabung. Titik! Beres ewes-ewes! Gitu aja kok repot! Ya nggak?” “Nggak!” Amat terkejut. “Kok nggak?” “Karena Bapak memaksakan perasaan Bapak ke Ibu!” “Memaksakan bagaimana? Bapak ngajak ibumu itu jangan mimpi di tengah perubahan zaman yang terus-menerus ini? Apa salahnya ibukota dipindah, karena sekarang saja penduduknya lebih dari 10 juta. Tiap hari 18 juta kendaraan gentayangan di jalanan, apa....” “Stop! Ibu setuju ibukota pindah karena alasannya kuat!” “Makanya! Nah, kalau setuju mengapa tak mau ke Jakarta?” “Karena ibu ingin ke ibukota!” Amat mau protes lagi, tapi Ami keburu berdiri karena ada tamu ngetok pintu. Amat terpaksa menelan sendiri gerutuannya. “Sampai sore tak tunggu tamu-

SDM Berbudaya dan Intelektual

kearifan lokal yang bersumber dari budaya lokal memiliki peran strategis untuk mewujudkannya. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. Setiap daerah di Indonesia memiliki banyak konsep kearifan lokal yang dapat diajarkan kepada peserta didik. Misalnya saja konsep “SagilikSaguluk Salunglung Sabayantaka, Paras-Paros Sarpanaya, Saling Asah, Asih, Asuh” yang merupakan salah satu kearifan lokal di Bali. Konsep tersebut memliki makna bersatupadu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolongmenolong, karena manusia adalah mahluk social. Melalui konsep tersebut diajarkan bahwa sangat penting jika sesama manusia saling membantu. Selain itu. dikenal pula konsep “Tri Kaya Parisudha” yaitu sebagai landasan etika perbuatan dalam agama Hindu, masyarakat Bali diajarkan agar selalu berpikir, berbicara dan berperilaku yang baik. Masyarakat yang memahami

AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

konsep “Tri Kaya Parisudha” mendorong masyarakat untuk berpikir, berbicara dan berperilaku yang baik kepada semua orang. Selain beberapa konsep di atas masih banyak lagi konsep kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai penguatan pendidikan berbasis budaya. Dengan memperhatikan aspek kebudayaan dalam pendidikan,diharapkan nantinya mampu menghasilkan generasi muda Indonesia yang cerdas dan berbudaya. ‘Technical Education’ and’ Skills Development Authority’ menyatakan terdapat beberapa kemampuan

yang penting untuk dikuasai peserta didik. Kemampuan tersebut mencakup perpaduan kemampuan intelektual yang diperoleh dengan mengembangkan kemampuan literasi baru. Berbeda dengan kemampuan literasi lama yang mencakup kompetensi calistung. Literasi baru mencakup literasi data, teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa untuk menghadapi era industri 4.0, dibutuhkan

nya pulang, karena mau nyambung rembugan. Tapi jangankan pulang, tamunya datang, datang lagi sampai 5 orang, seperti bikin rapat. Kelihatan serius sekali. Akhirnya karena capek bapak pulang,” lapor Amat pada istrinya setelah kembali ke rumah. Bu Amat kecewa. “Jadi belum sempat nanyain Ami mau ikut ke Jakarta, tidak?” “Mana sempat!” “Ya, sudah Bapak berangkat saja sendiri. Nanti uangnya keburu habis. “Ah nggak mau! Nanti saja kita ke ibukota baru kalau sudah jadi. Buat apa ke Jakarta, kalau sudah bukan ibukota lagi, mau tamasya banjir?” Bu Amat menatap suaminya. Lalu senyum. “Kok, senyum?” “Itu berarti bahwa ramalan penduduk DKI Jakarta akan mencapai puncak tertingginya pada 2040, yakni 11,28 juta, bisa melorot sampai hanya tinggal 5 juta? Waktu itulah kita harus ke Jakarta untuk menghibur, mengurangi kesunyiannya!” Amat tertegun.

SDM yang memiliki kemampuan kognitif yang fleksibel, logika berpikir yang baik, sensitif terhadap masalah, kemampuan matematika, dan visualisasi. Berkaitan dengan hal tersebut tiba saatnya kini lembaga pendidikan melakukan reorientasi penyelengaraan pembelajaran kelas. Pendekatan dan metode yang digunakan harus mampu mengarahkan siswa mengembangkan kemampuannya. Sudah saatnya pula model pembelajaran hybrid/blended learning, penggunaan metode-metode pembelajaran kooperatif digunakan sebagai basis pembelajaran di kelas. Guru harus mulai meninggalkan praktik mengajar lama yang hanya berpusat pada perolehan skor atau nilai ujian. Tinggalkan metode mengajar yang sudah usang jika ingin menciptakan peserta didik yang berdaya saing tinggi. AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1033/ 27 MEI - 2 juni 2019

SUDUT PANDANG

15

Nggak Afdal, Lebaran tanpa Keluarga Besar

Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya mereka yang bekerja dan tinggal jauh dari kampung halaman. Lebaran tanpa kebersamaan dengan keluarga besar, dirasakan kurang afdal. Karenanya meski mudik Lebaran berarti ‘bermacet-macet ria’ kebanyakan orang tetap enjoy menjalaninya.

A

palagi kini ada moda transportasi yang bisa membantu menghidarkan para pemudik dari kemacetan. Kereta api misalnya. Selain nyaman, tiket nya pun relatif terjangkau apalagi kalau pesan jauhjauh hari. Itu juga yang menjadi pilihan Fitri Tropica yang mengaku masih trauma dengan pengalamannya terjebak macet mudik Lebaran tahun lalu. Lain lagi dengan Connie Sutedja, artis senior yang juga punya tradisi mudik Lebaran. Ia mengaku sudah terbiasa dan justru sudah bisa menikmati kemacetan saat musim mudik Lebaran. “Kalau dulu, mungkin ya, di awalawal, masih ada rasa stres karena terlalu lama diperjalanan. Tapi karena setiap kali mudik (Lebaran) seperti itu, ya jadi terbiasa. Mau tidak mau kita ikut menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau tidak bisa menikmati perjalanan yang macet ini, ya payah dong ya. Kan mau nggak mau, itu konsekuensinya. Kalau cape dan bosen kan kita bisa berhenti, ada banyak rest area kok. Tapi bagi saya, mudik di masa sekarang ini mah sudah lebih bagus dibanding dulu. Dulu waktu tempuh ke Tasikmalaya bisa mencapai 12 jam bahkan lebih, kemudian turun menjadi 9 jam. Udah lumayan banget lah,” kata pemeran utama film ‘Singa Betina dari Marunda’, ini. Menurut Connie, kumpul di kampung halaman saat Lebaran, sudah menjadi tradisi keluarga besarnya. Sejak dirinya kecil sampai besar, kemudian juga menurut pada cucu dan cicit, tradisi kumpul di kampung halaman saat Lebaran masih tetap dipertahankan. “Rasanya nggak afdal kalau Lebaran tanpa keluarga besar. Mungkin karena kebiasaan ya,” tambah mantan artis era 1970-1980 –an ini. Tahun lalu, dia mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi tahun ini Connie berencana untuk naik pesawat. “Sekarang ke Tasik sudah bisa naik pesawat. Enak dan nyaman. Hanya 45 menit. Saya ingin coba. Keluarga saya juga kebanyakan menggunakan pesawat,” ujar Connie yang berencana

Fitri Tropika

mudik pada H-2. Segala persiapan mudik sudah dilakukan, termasuk membeli oleh-oleh untuk keluarga di kampung. “Bawaan saya banyak, kebanyakan untuk oleh-oleh keluarga. Mulai dari makanan, pakaian, pernak-pernik, dll. Saya juga bawa banyak baju-baju pertunjukan yang hanya sekali pakai saat syuting plus aksesorisnya. Mereka (keluarga) biasanya suka tanya, makanya saya bawakan untuk dibagi-bagi,” ungkap Connie. Namun karena rencananya akan naik pesawat, maka barang-barang itu kemungkinan dititipkan pada saudara yang melakukan perjalanan darat. Sebenarnya, kota Tasikmalaya sekarang ini sudah sangat maju dan modern. Ada banyak mall di sana, begitu juga aneka barang yang tadinya hanya bisa didapat di Jakarta, kini sudah ada di Tasik. Walau begitu, tuturnya, yang namanya oleh-oleh, tetap saja diperlukan dan selalu disambut meriah oleh saudara . “Oleh-oleh itu bukan soal harganya berapa, tapi nilai persaudaraannya. Oleh-oleh sebagai tanda perhatian dan kasih kepada saudara. Itu sebabnya, meski banyak saudaranya di kampung tergolong mampu secara ekonomi, mereka tetap senang dan selalu menantikan oleh-oleh dari saya,” tutur Connie. Karena tidak terikat dengan pekerjaan, maka rencananya Connie akan lama berada di kampung halamannya. “Ramadan tahun ini saya sengaja tidak mengambil pekerjaan karena ingin santai dan khusuk menjalankan ibadah puasa. Tahun lalu saya syuting di bulan Ramadan, wah, makannya jadi kacau. Malah gula darah saya naik karena kebanyakan makanan manis. Jadi saya pikir tahun ini mau santai saja, tidak ada beban, apalagi saya kan sudah umur (74 tahun),” ujarnya. Connie mengaku sangat menantikan bisa kumpul dengan saudara dan menikmati makanan khas Lebaran kotanya. “Yang pasti ada ketupat dan gulai. Nah yang tak pernah ketinggalan adalah pepes ikan. Biasanya segala hidangan ikan air tawar tersedia. Trus ada opak dan rengginang

Ayu Putu Ratna Kusuma Arsa

Energi Positif untuk Suami

Connie Sutedja makanan khas Tasik,” kata Connie yang rumahnya open house saat Lebaran. “Kebetulan rumah saya dekat dengan masjid, jadi setelah Ied, selain sanaksaudara kumpul juga para tetangga yang mampir setelah Ied,” tambah Connie yang juga menyiapkan THR untuk saudara-saudaranya.

NAIK KERETA LEBIH ASYIK

Artis peran juga presenter kocak Fitri Tropika mengaku mempersiapkan mudiknya jauh-jauh hari. Bukan hanya soal pendanaan tapi juga transportasi yang akan digunakan. Tahun ini, kata wanita bernama asli Fitri Rakhmawati, ini, giliran mudik ke kampung halamannya, Cimahi, Jawa Barat. Transportasi yang dipilihnya bukan mobil pribadi seperti tahun lalu, tapi kereta api. Bukan alasan kenapa Fitri memilih kereta api sebagai moda transportasinya dalam mudik tahun ini. Ini lantaran Fitri trauma dengan kemacetan mudik tahun lalu. Bagi Fitri yang hampir setiap tahunnya selalu mudik di musim mudik Lebaran, baru tahun lalu lah membuatnya terasa ‘termehe-mehe’. “Terjebak macet yang luar biasa. Belasan jam di jalan tol. Mau ke rest area aja susah, harus ngantri. Belum lagi perut yang lapar,” ungkap Fitri yang kini berjilbab. Dalam kondisi berpuasa trus terjebak di kemacetan yang luar biasa, rasanya benar-benar menderita. Trauma yang masih membayang hingga kini, membuat dirinya memilih transportasi lain. “Nah, aku liat di teman-teman aku mudik naik kereta. Mereka ceria dan nyaman. Aku jadi teringat, ya, kenapa nggak pakai kereta saja. Apalagi kereta sekarang sudah bagus fasilitasnya. Nggak pake macet, fasilitasnya juga oke,” ujarnya yang memesan tiket kereta api sejak jauh-jauh hari. Memesan tiket kereta harus jauh-jauh hari karena kalau tidak bakal kehabisan karcis.

Menjadi ibu rumah rangga merupakan tugas mulia. Di sana mereka bisa fokus mengasuh anak sekaligus menata rumah tangga. Namun menjadi ibu rumah tangga sekaligus berkarier dalam birokrasi kenotariatan juga impian banyak orang. Walau memerlukan tenaga, pikiran dan juga harus membagi waktu, baik dengan suami, anak maupun orangtua, tidak membuat sosok Ayu Putu Ratna Kusuma Arsa, S.H.,M.Kn., kehilangan kodrat keibuan. Bahkan dengan pekerjaannya sebagai notaris, wanita kelahiran 6 Juni 1980 ini justru tambah semangat untuk meniti karier, sebagai tanggungjawab untuk membesarkan empat anak hasil perkawinannya dengan I Wayan Eka Widanta. Kesempatan emas sebagai seorang notaris tidak dia sia-siakan, karena kesempatan emas itu bakal dia emban sebagai pertanggungjawaban moral dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Apalagi, wanita yang kini berdomisili di Banjar Siyut, Tulikup, Gianyar, itu harus memberikan dukungan pada sang suami yang harus berjibaku dalam hal penegakkan hukum. “Ya, kami dukung langkah suami untuk memangkas birokrasi yang ribet sebagaimana angan-angan yang sering digelorakan Pak Presiden Jokowi. Yakni birokrasi melayani tanpa birokrasi yang rumit,” tandas perempuan asal Banjar Yeh Malet, Antiga, Manggis, Karangasem itu. Apa yang disampaikan tersebut memang semuanya mendasar, karena suaminya yang lama bertugas di Kejati Bali, sejak beberapa minggu lalu menduduki jabatan baru sebagai Kasipidum Kejari Denpasar. Sang suami harus konsentrasi dalam penegakkan hukum, khususnya dalam refleksi hukum bagian pidana umum. Apalagi jumlah perkara yang masuk ke Kejari Denpasar cukup besar, sehingga sang suami juga memerlukan energi positif guna menyelesaikan persoalan hukum yang diembannya. Sebagai seorang istri yang juga berkarier tak jauh beda dengan persoalan hukum, ia akan selalu mendukung kinerja sang suami. “Selain sebagai ibu, kan juga biasa kita sharing dengan suami untuk membangun paradigma hukum yang positif. Makanya saya selain berkoordinasi masalah keluarga, sesekali ga salah dong kita bahas hukum. Bukan menghukum looo..,” ungkap ibu dari I Wayan Raya Karna Jiwa Negara, Ni Made Wangi Svarigayatri, Ni Nyoman Cendana Ayumning Savitri, dan Ni Ketut Cempaka Harum Paramesti ini. (Miasa) Kalau sudah ada tiket di tangan, lebih tenang. Meski mudiknya H-2 pun tidak masalah. Sejak menikah, katanya, dia memiliki tradisi mudik yang berbeda. “Ya jadi sudah lima tahun ini (mudik) kita berganti-gantian. Aku kan dari Cimahi, keluarga aku di sana semua. Sedang orangtua

suami dan keluarga besarnya ada di BSD Tangerang. Nah setiap tahun kita ganti-gantian. Biasanya kita habis Ied, trus halal bihalan sebentar , sorenya ke rumah mertua di BSD Tangerang. Begitu juga sebaliknya,” tambah pemeran film ‘Insya Allah Sah’ini. (Diana Runtu)


16

Edisi 1033/ 27 mei - 2 juni 2019

Jika mendengar nama “Ode. nant”, yang langsung terbayang di benak kita adalah toko kain/ tekstil dengan sistem penjualan yang berbeda dari toko sejenis lainnya. Adalah Cokorda Istri Mirah, S.E., M.A.P., menjadi “komandan” di balik nama besar Ode.nant tersebut. Sosok perempuan energik yang selalu tampil sederhana ini, oleh para member dan koordinator akrab dipanggil Bu Cok. Programprogram kreatif dan inovatifnya selalu ditunggu-tunggu.

“K

ami di Ode.nant ini sudah seperti keluarga. Apapun program yang dibuat Ode.nant pasti selalu didukung oleh para member dan koordinator, makanya kami selalu bersemangat. Mereka sangat loyal kepada perusahaan,” ujar Bu Cok bangga. Tak heran, jika dalam setiap acara yang digelar Ode.nant, pesertanya selalu membludak hingga melebihi target kuota. Ini dikarenakan pula, dalam setiap acara, Bu Cok selalu menyelipkan humorhumor segar dan hiburan untuk meramaikan suasana, serta banjir hadiah. “Prinsip kami adalah berbagi

Jujur dan Beretika dalam Berbisnis rezeki, juga berbagi keuntungan dalam bentuk diskon dan reward. Jika mereka senang, kamilah yang paling senang,” ucap owner Ode. nant Textile ini. Keberadaan Ode.nant Textile ini, setidaknya turut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran serta membentuk wirausaha kecil, yang bisa berbisnis tanpa modal dan tanpa risiko. “Karena sistem kami memberikan mereka pinjaman barang. Jika laku, dibayar, jika tidak laku dikembalikan. Modalnya hanya tekun. Beli produk untuk dipakai sendiri bagus, apalagi jika ingin berkarier disini, lebih bagus lagi. Karena itu banyak yang ingin bergabung menjadi member, makanya Ode. nant cepat besar,” paparnya. Bu Cok sendiri mengaku tak menyangka, Ode.nant yang tahun ini baru menginjak usia ke-6 berkembang begitu pesat, dan

memiliki banyak member. Bahkan, 2 tahun lalu Bu������������������ C���������������� ok juga mendirikan Koperasi Simpan Pinjam Bali Satya Madani (BSM). Tujuannya tak lain menjadikan koperasi sebagai wadah kesejahteraan dengan mengutamakan inovasi dan pembelajaran. “Dan visi KSP BSM menjadikan anggotanya sejahtera beretika dan penuh rasa kasih sayang,” ujarnya. KSP BSM yang awal berdiri beranggotakan 120 anggota, saat RAT kedua pada Januari 2019 dilaporkan berkembang menjadi 184 anggota. Aset saat itu mencapai Rp 1,6 miliar, dengan penyaluran pinjaman mencapai Rp 1,4 miliar. Dari data tersebut dapat disimpulkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan koperasi ini cukup tinggi. “Anggotanya memang kebanyakan member Ode.nant (pelaku UMKM). Dengan adanya koperasi ini mereka terbantukan dari segi

Wanita Penggerak Ekonomi

P

esatnya perkembangan teknologi memberi dampak bagi kehidupan masyarakat. Kaum wanita yang dulu dianggap hanya berurusan dengan ranah domestik atau rumah tangga, sudah mulai beralih. Kini banyak wanita yang berkiprah di ranah publik dengan menjadi pengusaha, birokrat, hingga pejabat. Eksistensi para entrepreneur wanita juga banyak terlihat di media sosial. Mereka menekuni bisnis dari rumah dengan mengandalkan media sosial. Walaupun sibuk dengan bisnis, namun para wanita tetap bisa mengurus rumah tangga dan keluarga. Ini karena wanita termasuk multitalenta karena mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. “Wanita punya cita rasa tinggi. Bagi yang menekuni bisnis,teruslah berinovasi, belajar, perluas jaringan. Bergabunglah dalam asosiasi atau koperasi. Ini memudahkan pemerintah lakukan pembinaan dan pendampingan,” ujar Kadis Koperasi dan UKM Bali Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. seraya menyambut positif diadakanya talkshow “Kreatif Berbisnis Keluarga Harmonis” yang merupakan ajang yang tepat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Data Dinas Koperasi dan UKM Bali per Desember 2018 menunjukkan jumlah koperasi di Bali 4.882 dengan jumlah anggota mencapai 1.088.338. Dari jumlah anggota koperasi tersebut, 345.489 merupakan wanita. Untuk koperasi wanita, tercatat 216. Angka-angka ini menunjukkan potensi wanita di bidang koperasi sangat luar biasa. “Peluang ini harus dimanfaatkan para kaum wanita untuk bergabung menjadi anggota koperasi yang nantinya akan memudahkan dalam hal permodalan. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar wanita dan koperasi bisa saling bersinergi,” tegas alumnus Undiknas Denpasar ini. Ia menambahkan peran wanita luar biasa, tidak hanya untuk aktualisasi diri tetapi bisa mengimplementasikan ilmu untuk kehidupan. Kaum wanita perlu diapresiasi karena bisa mencurahkan perhatian untuk membangun usaha atau bisnis. Ini akan menjadi penggerak ekonomi daerah karena bisa membuka lapangan kerja. Di sisi lain, kaum wanita tetap ikut bertanggungjawab menghidupi keluarga. Indra pun berharap para wanita yang menjadi pebisnis ini mau bergabung dalam asosiasi atau koperasi. “Jumlah koperasi wanita kami biarkan berjalan alami. Sosialisasi sudah terus dilakukan. Kami mengutamakan kualitas koperasi, bukan kuantitas.

Koperasi tidak harus berdiri sendiri. Bisa bergabung dengan koperasi lain. Dukungan pemerintah dari sisi regulasi, tentu ada kemudahan pendirian koperasi. Penyuluhan pun bisa dilakukan Sabtu dan Minggu, di luar jam kerja,” jelasnya. TERUS BERINOVASI Ia mencontohkan pedagang di pasar yang kebanyakan wanita. Para pedagang ini pintar kelola keuangannya. Mereka bahkan ikut lebih dari lima koperasi. “Mereka juga merasakan manfaat koperasi. Tinggal kontak kalau perlu dana. Track record mereka sudah dicatat koperasi. Inilah keuntungan ikut koperasi. Nanti setelah RAT, dapat SHU. Dari mereka untuk mereka juga,” kata Indra. Terkait kiprah wanita di bidang UKM, Indra mengingatkan mereka yang berkecimpung di dunia UKM agar menghasilkan produk berkualitas, berkelanjutan, serta memiliki standar internasional untuk keamanan, kemasan, dan kesehatannya. “Desain Bali unik, ini keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain. Negara lain terus belajar, mengintip kelemahan kita. Kita jangan berpuas diri, jangan sampai produk dijiplak. Harus waspada dan tetap berinovasi sehingga memiliki banyak variasi p r o d u k b e rbagai macam harga sesuai kantong pembeli,” ujar Indra. (Ngurah Budi)

Gede Indra Dewa Putra

permodalan,” imbuh Bu Cok. Atas semuanya itu, Bu Cok tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada keluarga besar, kerabat dan kolega atas dukungan yang begitu tulus. Satu yang selalu dijaga Bu Cok dalam berbisnis yakni selalu jujur dan beretika. Pesan ayahandanya itu selalu ia ingat dan dijalani, meski ia sendiri mengaku pernah dicurangi, pernah ditipu, dan jatuh bangun dalam merintis bisnisnya ini. “Mendapat kepercayaan orang itu susah. Jadi harus benar-benar kita jaga,” tegasnya. Lalu, seperti apa kiat Bu Cok dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya? “Berbisnis itu gampang. Selalulah jujur dan beretika, serta inovatif-kreatif dalam segala hal,” ucapnya singkat. Dalam Talkshow “Kreatif Berbisnis Keluarga Harmonis”, Bu C���������������������������� ok akan tampil sebagai narasumber bersama Kadis Koperasi dan UKM Bali, yang digelar Sabtu 1 Juni 2019, kerjasama Ode.nant dan Tokoh. Ia berjanji akan berbagi pengalaman kiprahnya dalam berbisnis. (Ngurah Budi)

Cokorda Istri Mirah, S.E., M.A.P.

Iklan Talkshow

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
edisi-1033 by e-Paper KMB - Issuu