: Cyber Tokoh
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
2
Denpasar
Bijaksana Berinternet
Orangtua Wajib Awasi Anak Kecanggihan teknologi kini dengan mudah diakses anak-anak. Bahkan anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan smartphone. Apa yang harus dilakukan orangtua menyikapi fenomena ini? Semua terungkap saat talk show “Dampak Negatif Internet pada Anak” yang diadakan Lentera Anak Bali di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (21/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Kartini dan sewindu Yayasan Lentera Anak Bali.
T
iga narasumber yang dihadirkan adalah Kompol Gusti Ayu Putu Suwinaci (Kasubdit Cyber Crime Polda Bali), Ida Ayu Surya Sulistyawati (Women Google, mantan Miss Internet), serta Dr. AA Sri Wahyuni, SpKJ (psikiater, Yayasan Lentera Anak Bali). Talk show dipandu Yuni dari Lentera Anak Bali. Suwinaci menuturkan pihaknya sering menerima laporan kasus penipuan, penghinaan, pemerasan, pencemaran nama baik. “Ada juga cyber bully, ini bentuk kekerasan di dunia maya dan termasuk tindak pidana seperti diatur Pasal 27 UU ITE,” ujarnya. Ia menambahkan cyber bully banyak terjadi di kalangan remaja. Sudah ada beberapa kasus yang ditangani Polda Bali. Mantan Kapolsek KP3 Ngurah Rai ini mencontohkan kasus remaja yang dulu pacaran, lalu putus. Salah satu pihak tidak terima putusnya hubungan ini lalu menyebarluaskan foto-foto syur mereka.
Akhirnya, ada pengaduan ke pihak kepolisan. “Pencegahan lebih banyak ke diri sendiri, bijaksanalah bermedsos dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Jangan salahkan alat. Agar terhindar dari ketergantungan gadget, harus cari kesibukan. Sosialisasi langsung. Pilih bisnis yang ketemu customer atau bisa ketemu teman. Aktivitas online pun diupayakan yang bisa ketemu langsung,” jelasnya. Suwinaci mengingatkan anak yang kena kasus biasanya yang kurang cerdas memilih pergaulan. Ada juga mengabaikan nasihat orangtua. Jangan sampai anak jadi korban atau pelaku kejahatan dunia maya. Sementara itu Dayu Surya menuturkan ada pencegahan dari Google dengan tindakan preventif. “Ada “save search” untuk lindungi anak dari konten dewasa. Anak sekarang lebih pintar dari orangtua. Tidak semua game aman untuk anak-anak. Ada tembak-tembakan, penggunaan
Kompol Gusti Ayu Putu Suwinaci
Ida Ayu Surya Sulistyawati
Dr. AA Sri Wahyuni, SpKJ
Ia pun sepakat dengan Dayu Surya agar orangtua mengaktifkan fitur save search untuk mengurangi konten yang tidak pantas untuk anak. Bila perlu awasi anak dan alihkan ke personal computer serta disiplin dengan hanya menonton youtube di akhir pekan. “Kami ingin menggugah orangtua untuk peduli, smartphone bisa hancurkan keluarga. Selama ini mereka konsul setelah peristiwa terjadi dan anak sudah dipecat. Orangtua kadang tidak mengerti apa yang sudah diakses anak melalui internet. Jangan bangga kalau anak hanya di kamar dengan ponselnya. Ajarkan anak main ponsel di ruang keluarga. Buat kesepakatan, kapan boleh bermain gadget. Perbanyaklah aktivitas keluarga secara fisik,” ujar psikiater di RS Sanglah ini. Dari kalangan peserta, IB Rudra menuturkan penekanan dampak negatif internet jangan hanya untuk anak saja. “Orang dewasa juga perlu literasi. Ribuan konten
ditutup tiap hari. Dulu kalau ada kecelakaan, orang di sekitar sigap membantu. Sekarang, orang di sekitar berlomba memfoto lalu mengunggah ke medsos, takut ketinggalan,” ujarnya. Pengalaman juga diungkapkan Oka. Ia pernah setahun tidak internetan alias menghilang dari dunia maya. “Saya heran orang saling berdekatan tapi merasa berjauhan karena sibuk sendiri-sendiri dengan ponselnya,” kata Oka. Sementara itu, remaja-remaja yang ikut talk show mempertanyakan apakah wajar jika ikutikutan arus K-Pop. Hal ini banyak dilakukan remaja dengan meniru cara berpakaian serta lifestyle artis-artis Korea. Di sisi lain, Tino seorang aktivis sosial mengatakan perlu jejaring untuk ungkap prostitusi online. Perlu kerjasama dengan polisi agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam lembah prostitusi online.
pakaian seksi yang belum pantas dilihat anak kecil,” ungkapnya. Perempuan yang aktif di berbagai kegiatan ini menyarankan orangtua harus mengarahkan anak untuk berkegiatan. “Jangan hanya biarkan anak main ponsel. Pengalaman saya ikut banyak kegiatan ternyata bermanfaat bahkan dapat beasiswa. Carilah kegiatan positif di luar sekolah. Kebanyakan waktu luang lalu main ponsel, bisa bahaya. Kalau mau bisnis online agar produktif, manfaatkanlah internet untuk hal positif,” ujar pemilik beberapa usaha online ini. BUAT KESEPAKATAN KELUARGA Dokter Sri Wahyuni menjelaskan internet menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Diagnostik kesehatan dunia menyatakan, kecanduan internet seperti kecanduan drug. “Pakai internet 7 jam sehari selama 6 bulan, mengabaikan fungsi sosial. Menelantarkan diri, mencederai diri sendiri. Ketika kalah, ngamuk. Ini tanda-tanda depresi dan agresi,” ungkapnya.
(Ngurah Budi)
COVER
3
Luh Intan Purnama Dewi
Tantangan Baru Sejak berdiri tahun 2014 lalu, Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha memiliki role input yang sangat bagus sehingga perlahan dan pasti mahasiswa dan mahasiswinya menunjukkan prestasi yang baik pula. Dengan usia yang masih muda dan jumlah mahasiswa yang masih sedikit, program studi Ilmu Hukum mampu menunjukkan prestasi di berbagai kegiatan dan perlombaan baik tingkat regional maupun nasional.
L
uh Intan Purnama Dewi merupakan salah satu mahasiswi yang mampu membawa nama lembaga ke tingkat nasional. Belum lama ini, perempuan yang akrab disapa Intan tersebut berhasil menyabet juara kedua dalam ajang Indonesia Debate Competition serangkaian 5th International Accounting Week yang berlangsung di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Berkompetisi di tingkat nasional dengan bertemu rival-rivalnya dari berbagai universitas ternama di
Indonesia merupakan kesempatan yang luar biasa baginya. Apalagi, perempuan yang saat ini masih berada di semester II prodi Hukum ini masih sangat minim dengan pengalaman mengikuti ajang tingkat nasional. Kiprahnya baru di tingkat lembaga dengan mengikuti berbagai kegiatan lomba menulis karya ilmiah bersama teman-temannya yang lain. “Sebelumnya cukup sering mengikuti kegiatan menulis karya ilmiah di tingkat lembaga dan ini merupakan pengalaman yang pertama saya untuk mengikuti perlombaan bahkan lang-
sung ke tingkat nasional,” ungkapnya Intan saat ditemui di kampusnya beberapa waktu lalu. Minim pengalaman tentu sempat membuat gadis berparas cantik ini merasa minder. Ia merasa tidak yakin jika mampu berhadapan dengan berbagai mahasiswa terbaik dari universitas ternama di seluruh Indonesia. Rupanya kegigihan Intan berbuah manis, esai yang ia kirim berhasil lolos dan masuk 8 besar dari ratusan esai yang diseleksi. Dalam ajang ini Intan tidak sendiri, bersama kedua rekannya Desi Yunitasari dan Devi Yusvitasari, mahasiswi kembar yang telah banyak mendulang prestasi di berbagai ajang perlombaan. Uniknya, meskipun dirinya merupakan mahasiswa Hukum namun kali ini ia mengikuti debat dengan tema Ekonomi. Hal ini merupakan sebuah tantangan baru sehingga dirinya berserta tim harus bekerja keras dan tekun. Menurutnya, meskipun mengambil tema Ekonomi, akan tetapi masih relevan dengan bidang ilmu yang ia dapatkan di kampus. Ilmu Hukum kata Intan, tidak bisa dilepaskan dari ekonomi bahkan dengan ilmu-ilmu lainnya masih sangat berkaitan. “Ilmu Hukum tidak bisa dilepaskan dengan bidang lain, dan ternyata memang ada mosi yang berkaitan dengan hukum yang bisa kita gunakan untuk menyerang lawan. Kami juga gencar mencari materimateri yang berkaitan dan membaca isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat,” jelasnya. Bergabung bersama kedua rekannya, Desi Yunitasari dan Devi Yusvitasari ke dalam satu tim tentu membuat Intan merasa bangga. Sebab dari kedua kakak tingkatnya itulah dirinya belajar dan termotivasi untuk menggali dan mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki. Bahkan dalam satu timnya, perempuan kelahiran 23 November 1999 ini merasa bisa saling mendukung dan menemukan ide-ide baru sebagai bahan untuk debat. “Biasanya kami selalu lakukan diskusi yang terkadang membuat kami berdebat, tetapi dari itu kami menemukan ide-ide baru
sebagai bahan debat,” paparnya. Atas prestasi yang telah diraihnya, Intan berharap dapat mengembangkan diri untuk dapat kembali berkompetisi di ajang lain dan di tingkat yang lebih tinggi. “Nantinya pengen ikut international debat, tetapi untuk sekarang fokus dulu nambah pengala-
man di tingkat nasional,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha, Ratna Artha Windari, S.H.,M.H.. mengatakan sejak tahun 2018, pihaknya telah mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti ajang di tingkat internasional. Di tahun 2018 ada dua lomba yang telah diikuti yaitu Kompetisi Sidang Semu internasional tingkat dunia dan lomba internasional tingkat Asia. Ratna menambahkan akan terus mendorong agar mahasiswanya mampu bersaing di berbagai lomba tingkat dunia. “Saya sangat bersyukur karena mereka sendiri yang memiliki inisiatif dan motivasi yang kuat untuk mengikuti berbagai kompetisi, saya juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga karena dukungan yang diberikan dalam bentuk pendanaan. Sebab seberapa besarpun kemampuan mahasiswa jika tidak dibarengi dengan dana yang kuat tidak akan bisa,” jelasnya. (Wiwin Meliana)
4
denpasar
Menkes Nila Djuwita Moeloek
Apresiasi Rumah Berdaya
Serangkaian Kegiatan Ekspose Media Kementerian Kesehatan RI Tahun 2019, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita F. Moeloek berkesempatan untuk mengunjungi Posyandu Mandala Kumara dan Rumah Berdaya Kota Denpasar Rabu (24/4). Kunjungan Menteri Kesehatan ini disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sekaligus Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara.
D
alam kunjungan tersebut Menteri Ke s e h a t a n N i l a Djuwita F. Moeloek kagum dengan pelaksanaan Posyandu dan Rumah Berdaya yang dilaksanakan Pemerintah Kota
waan tentunya sangat bermanfaat dan cepat kembali kepada keluarga. “Ini sangat luar biasa maka dari itu saya titip pesan kepada Ibu Walikota agar di Rumah Berdaya juga bisa untuk menangani orang yang depresi,” ujarnya.
Denpasar. “Saya sangat mengapresiasi Rumah Berdaya Pemerintah Kota Denpasar karena menampung orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Mengingat kita dulu hanya memperhatikan orang normal sehingga yang mengalami gangguan kejiwaan seperti “terbuang”, bahkan dulu ada warga yang memasung anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan. Selain itu ada juga yang memasukkan ke Rumah Sakit Jiwa namun setelah itu diputus sebelum sembuh benar,” ucapnya. Dengan adanya Rumah Berdaya ini menurut Menkes menjadi solusi bagi orang yang mengalami gangguan kejiwaan. “Ini sangat bagus dan semoga menjadi inspirasi bagi daerah lainnya dalam menangani warganya yg mengalami gangguan kejiwaan,” katanya. Selain menampung ODGJ, di Rumah Berdaya juga memberikan pelayanan pengobatan dan memberdayakan sehingga banyak hal yang bisa dilakukan bagi orang yang mengalami gangguan keji-
Dengan diberi pengetahuan dan keterampilan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa maka rasa percaya dirinya akan kembali. Ia berharap Rumah Berdaya menjadi contoh agar bisa bergulir dan ditetapkan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita F. Moeloek memberikan tanggapan positif terkait spanduk
bisa menghasilkan dan produktif karena kegiatan disini sangat banyak dan dapat menghilangkan stres dan kepengatan ini juga sebagai tempat terapi penyembuhan. Sedangkan untuk tempat posyandu Ny. Selly menemukan inovasi yang menarik dari daun kelor. Karena daun kelor itu banyak ditemukan di jalan-jalan sehingga kader posyandu kami membuat berbagai makanan dari daun kelor seperti jeli, nugget. Penanggung Jawab Rumah Berdaya Kota Denpasar Dr. I Gusti Rai Putra Wiguna mengaku senang Rumah Berdaya dikunjungi secara langsung oleh Menteri Kesehatan ucapan selamat datang Ibu Men- daya, nantinya Pemkot Denpasar RI. Menurutnya kunjungan ini teri Kesehatan Jiwa dan Raga. bisa berbuat yang lebih baik lagi. sebagai wujud kepedulian dan Menurutnya kesehatan itu kalau Menurut Ny. Selly kunjungan ini perhatiannya. Mengingat selama dilihat definisinya dari WHO, sakit menjadi motivasi dan penghargaan ini banyak orang berpikir kesehaitu memang betul-betul sakit den- dari Menteri Kesehatan sehingga tan itu hanya kesehatan fisik, sakit gan hasil laboratorium yang jelek teman-teman disini atau orang menular dan tidak menular. “Dari pula. Namun sekarang di WHO yang mengalami gangguan keji- kunjungan ini beliau menunjukan kesehatan itu dilihat dari fisik, waan bisa lebih bisa beraktivitas bahwa kesehatan jiwa dapat jiwa dan hasil lab. “Ini yang sudah dan berinovasi serta mandiri lagi perhatian, untuk itu kami merasa diterapkan disini, yakni sehat jiwa dalam menjalani kehidupannya. bangga dan mengucapkan terima dan raga,” ucapnya. Sehingga tidak menjadi beban un- kasih kepada Menteri Kesehatan,” Menteri Kesehatan juga mem- tuk keluarga mereka. “Jadi mereka ujarnya. (Wirati Astiti) berikan apresiasi kepada kreativitas Posyandu Mandala Kumara yang mengelola daun kelor menjadi jeli, nugget, es cream dan sayur bening. Itu bagus dilakukan mengingat di Indonesia banyak yang kekurangan gizi padahal Indonesia sangat kaya raya dengan tumbuh-tumbuhan, bahkan di jalan banyak tumbuhtumbuhan kelor. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sekaligus Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan kunjungan yang dilakukan Menteri Kesehatan ke Posyandu Mandala Kumara dan Rumah Ber-
jakarta Tina Toon
5
Menangkan Hati Rakyat Meski perhitungan suara oleh Komisi Pemilu masih berlangsung namun beberapa nama yang ikut Pemilihan Legislatif sudah bisa diprediksi berhasil atau tidak menjadi anggota legislatif. Salah satu yang kemungkinan akan lolos menjadi anggota legislatif adalah artis Tina Toon. Mantan penyanyi cilik yang namanya menjulang berkat lagu anak ‘Bolo-bolo’ ini, berdasarkan perhitungan sementara kemungkinan berhasil masuk DPRD DKI Jakarta.
B
Tina
ocoran tentang peluang artis bernama lengkap Agustina Hermanto ini didapat dari Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDI P DKI Jakarta. “Dari hitungan sementara Tina Toon masuk,” ujar Gembong. Hadirnya Tina di DPRD DKI nanti, ujar Gembong, selain merupakan angin segar juga semakin memperkuat legislatif dalam mengawal pemerintahan Provinsi DKI Jakarta ke depan. Meski begitu ucap Gembong lagi, hasil ini masih bersifat sementara, jadi belum valid. “Yang resminya ya tunggu KPU,” ujarnya. Tina Toon, yang kemungkinan bakal menjadi anggota legislatif termuda di DPRD DKI Jakarta, tidak mau berkomentar banyak tentang informasi keberhasilannya masuk DPRD. Bukan hanya karena perhitungan suara masih terus berlangsung sampai kini, juga karena memang KPU belum mengumumkannya secara resmi. Sesuai UU KPU akan mengumumkan hasil Pemilu paling lambat 35 hari setelah perhitungan suara, yang artinya paling lamat sekitar 22 Mei mendatang. “Apapun hasilnya nanti, aku secara pribadi mendapat pengalaman dan pembelajaran yang luar biasa selama delapan bulan ini. Itu semua ‘membuka mata’, ‘membuka hati’ aku dan pandangan hidup, bahwa hidup ini bukan hanya ten-
To o n tang aku, kamu, tapi kita semua. Aku berterimakasih pada Tuhan yang telah memberi kesempatan aku untuk mengalami ini, juga terima kasih untuk kekuatan yang diberikan selama perjuangan,” ungkap gadis kelahiran Agustus 1993 ini. Baginya perjuangan delapan bulan sungguh berarti dalam hidupnya. Suka-duka yang dialaminya di lapangan, digambarkan Tina sebagai suatu yang luar biasa. “Banyak lah suka-dukanya. Banyak hal menarik. Nangis bareng sama tim aku, ketawa bareng, marah-marah juga ada. Pokoknya semua seru. Digangguin selama kampanye juga ada. Itu kayak spanduk aku dirobek, dll,” ucap pemeran film ‘Anak Hoki’, ini. Bagaimana dia dan timnya blusukan ke pelosok-pelosok Dapil DKI 2 yang meliputi Kelapa Gading, Cilincing Koja hinga Kepulauan Seribu, berbicara dengan rakyat dan menyerap apa keinginan dan kebutuhan masyarakat setempat. “Selama ini aku sebagai artis kan hanya menghibur. Tapi dengan menjadi caleg, turun ke
masyarakat aku jadi tahu lewat twice comunication,” tambahnya. Dari sana juga dirinya menjadi semakin sadar bahwa untuk menjadi pejabat publik, politisi, harus dekat dengan rakyat. Harus tahu apa yang diperlukan masyarakat, menjadi jembatan aspirasi rakyat. “Jadi kalau mau jadi pejabat, politisi, dekat lah dengan rakyat. Karena ‘nafasnya’ ada pada rakyat, ada di masyarakat, bukan di kita. Setinggitingginya kita sekolah, sehebat-hebatnya link kita di pemerintahan –maksudnya anaknya siapa gitu ya--- tapi kuncinya bagaimana kita menangkan hati rakyat,” ungkapnya bersemangat. Dirinya ingat betul yang disampaikan adiknya sebelum masuk ‘gelanggang’ Pileg. “Kata adik aku,’Kalau elu takut kalah maju, tapi kalau elu takut menang jangan maju’. Itu artinya apa? Artinya, ini adalah amanah. Suara itu yang dititipkan rakyat kepada kita. Kita harus perjuangkan. Bukannya malah ‘nyogok sana-nyogok sini
Tina saat kampanye
Tina saat nyoblos supaya terpilih, itu tidak beretika sama sekali. Suara kok dibeli? Suara itu dititipkan bukan dibeli!” Tandas Tina. PENGALAMAN DITOLAK SAAT KAMPANYE Bahkan, katanya, pernah juga dia ditolak saat akan kampanye. “Jadi ceritanya, aku akan kampanye di suatu tempat. Yang namanya artis, mereka ingin aku juga menyanyi. Panggung sudah tersedia, ijin juga sudah didapat. Biasanya kan kalau ada public figure (penyanyi) datang masyarakat ingin kita menyanyi, suasana akan menyenangkan dan heboh.” “Nah ketika akan menyanyi, ternyata ada lah yang menolak. Sepertinya pendukung berbeda. Ya maklum, sekarang ini kan roof Pilpres berasa sekali, ada yang dukung ini-itu. Aku ingin suasana kondusif. Jadi daripada ribut, aku lebih baik melipir, pergi,” tutur Tina sambil tersenyum. Dari pengalaman kampanye, dia melihat bagaimana kerja Bawaslu, Panwas, dan petugas lain bekerja keras untuk melindungi
para Caleg. “Aku benarbenar berterima kasih ya kepada para petugas di lapangan, Bawaslu, Panwas, dan petugas lainnya yang sangat melindungi hak aku sebagai Caleg,” ungkapnya. Dari berbagai uraian yang disampaikan Tina, terlihat sekali perubahan yang terjadi pada gadis 25 tahun ini. Dari gaya bicaranya, maupun ideide yang disampaikannya. Tina yang biasanya suka bercanda dan tersenyum ceria layaknya anak muda, tiba-tiba menjadi berbicara serius. Hal itupun diakuinya. Banyak yang berubah dari dirinya. Setidaknya wawasan dan pandangan hidupnya berubah menjadi makin kaya. “Melihat apa yang aku jumpai di masyarakat, aku semakin berharap bahwa aku akan terpilih masuk DPRD.” “Aku pribadi tidak mengincar jabatan atau apa gitu. Tidak ada kepentingan pribadi. Tapi aku ingin berbuat untuk masyarakat. Aku ingin membuat perubahan dengan cara bergotong royong,” tutur sembari menambahkan, dirinya optimis berhasil melangkah ke ‘Kebon Sirih’ (alamat gedung DPRD DKI Jakarta). Pun, lanjut Tina, jika tidak berhasil, dirinya tidak patah semangat karena ada banyak jalan untuk berjuang bagi rakyat. “Apapun hasilnya aku terima. Kalau nantinya (hasil suara) ternyata bukan di sini (legislatif) tempat aku berjuang, ya tidak apa-apa. Aku sudah siap. Karena aku pikin berjuang untuk rakyat, membantu rakyat, ada banyak caranya. Mungkin bukan jalannya di sini, atau belum saatnya. Kalau jadi artis kan aku hanya bisa menghibur. Nah aku sekarang ini punya platform yang jelas, konstituennya juga ada. Jadi aku bisa bantu lebih banyak orang semampu aku,” tutur lulusan S2 Universitas Tarumanegara ini. (Diana Runtu)
DENPASAR
6
Tubuh Ideal dan Sehat bersama WRP
WRP bersama Shopee Indonesia menggelar talk show untuk membuka rahasia perempuan Indonesia mewujudkan bobot tubuh ideal yang sehat dengan tema “3 Steps to Reach Your Body Goals”. Talk show yang didukung Tokoh sebagai media partner ini diadakan di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (20/4).
dari sudut pandang sebagai seorang ahli gizi. Dikatakannya, diet jangan yang susah-susah. Lakukanlah diet yang menyenangkan. Sebab, diet bukan berarti mengurangi porsi makan yang berujung stres, melainkan diet berarti ‘mengatur pola makan’. Apakah tujuannya untuk meningkatkan berat badan maupun menurunkan berat badan, termasuk menjaga kondisi kesehatan akibat sakit, agar semua sesuai dengan kebutuhan. Ida Ayu Kade Ary Cahyani
M
elalui “3 Steps to Reach Your Body Goals” ini diharapkan dapat menginpirasi para wanita modern , dengan segala rutinitas harian mereka, yang terkadang membuat para wanita ini lupa untuk merawat dirinya. Jangankan menyiapkan waktu berolahraga, untuk makan teratur terjaga pun seringa kesulitan. Hal inilah yang bisa menyebabkan wanita tidak lagi memiliki bentuk tubuh mereka yang ideal. Ida Ayu Kade Ary Cahyani, pemilik usaha makanan sehat, dengan santai mampu memberikan informasi bagaimana diet dilakukan dapat menyenangkan. Ia juga mengajak para wanita untuk sadar akan pentingnya kualitas makanan dan minuman yang diasup sehari-hari, dan tidak lupa untuk sarapan. Dengan pengalamannya pernah memiliki berat badan 75 -80 kg, Ary pun dengan senag hati membagi tips dan
Ni Wayan Rapiasih, SST, MPH.
trik seputar inovasi menu diet yang enak dan sehat, termasuk juga bagaimana merencanakan diet yang benar dengan tetap menyenangkan (fun). Dikatakannya juga bahwa soal diet ini berawal dari mindset. Selanjutnya Ary mengajak semua untuk mengubah kata “diet” ini menjadi mempunyai pola makan sehat yang bernutrisi. Malah, katanya menjalani pola hidup sehat dapat menjadi ‘me time’ bagi para perempuan sibuk. Misalnya mereka yang suka nyemil di kantor mulai sekarang bisa lebih memilih buah atau cemilan dari WRP. Dengan begitu, menjalani pola hidup sehat menjadi lebih menyenangkan. Berikutnya melengkapi informasi makanan sehat, Ni Wayan Rapiasih, SST, MPH., seorang Nutrisionis , yang seharihari bertugas di Instalasi Gizi RS Sanglah, mengajak para wanita yang hadir untuk membuat menu makanan sehat dan
Diet juga, bukan berarti tidak makan, justru ini akan berisiko. Berbicara tentang diet katanya, adalah untuk sehat, sedangkan langsing itu bonus. Pada kesempatan tersebut, Rapiasih sempat juga berbagi mengenai pilihan menu sehat. Selain itu, ia juga mengingatkan hendaknya para wanita dapat secara mandiri membuat menu makanan sehat untuk mendukung diet sehatnya. Untuk mengatur pola makan, katanya ada beberapa langkah yang harus diper-
hatikan. Mulai dari mengenal tubuh sendiri dan status gizi masing-masing. Kedua, mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Rapiasih juga menguraikan berbagai sumber makanan yang diperlukan oleh tubuh lengkap dengan kandungan yang ada di dalamnya. Ia mengingatkan untuk membiasakan kita makan teratur. Karena, hal ini juga akan lebih bagus bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. (Sri Ardhini)
WRP Susu Diet Pengganti Sarapan Dalam acara ini juga dihadirkan salah seorang konsumen setia WRP, Ni Made Ayu Permita Budiani, yang mengisahkan pengalaman pribadinya, betapa ia pernah berat badannya di 75 kg. Karena itu pula ia sempat juga mengalami di-bully oleh temantemannya. Ayu juga mengatakan bersama WRP Lose Weight , ia bisa melakukan diet yang menyenangkan dengan mengonsumsi produk –produknya. Selanjutnya dengan antusia ia memaparkan produk yang mana saja dan kapan ia mengonsumsinya. Hingga, dalam 4 bulan dirinya berhasil menurunkan berat badannya hingga 14 kg, sampai akhirnya dia mencapai ‘body goals’ dan kini menjadikannnya lebih percaya diri. Ayu yang saat ini tercatat sebagai seorang guru ini mengaku, setelah mengenal produk WRP, ia bisa merasakan perbaikan pola makan sehat. Ia bisa merasakan mendapatkan tubuh idealnya kini di angka 55 kg
Ni Made Ayu Permita Budiani
dengan menyenangkan pula. Hingga kini, katanya kebiasaan baik tersebut akhirnya menjadi pola hidupnya demi menjaga tubuhnya bukan hanya ideal tapi juga sehat.
Ayu jugamengtakan melalui produk-produknya seperti WRP Meal Replacement sebagai susu diet pengganti sarapan dan makan malam yang berfungsi untuk mengontrol berat badan, dengan gizi yang lengkap. Kini hadir WRP On The Go dalam kemasan siap minum, sebagai susu pengontrol berat badan pengganti sarapan dan makan malam. Kehadian WRP, katanya sangat bisa membantu mereka untuk dapat tetap menjaga kesehatan dan bentuk tubuh yang ideal dengan cara yang praktis. Untuk melengkapi lini produk di kategori lose weight, WRP hadir dengan produk Diet Tea, yaitu teh diet yang berfungsi sebagai carbo blocker, dapat mengurangi penyerapan karbohidrat. Maka, para wanita tidak perlu khawatir perihal asupan karbonya. Dan, kini mereka juga semakin dimudahkan untuk mendapatkan produk produk dari WRP, karena telah berkerja sama dengan Shopee. (Sri Ardhini)
BUMI GORA
7
Drs. Sahnan, M.Pd.
Tiada Mimpi yang Mustahil Berangkat dari keluarga yang serba kekurangan, Drs. Sahnan, M.Pd, Kepala SMAN 2 Mataram, mengerti benar artinya berjuang untuk bisa meraih mimpi sederhananya. Hidup lebih baik dan mengangkat harkat serta martabat keluarga, begitu keinginannya. Meski sejujurnya dulu Sahnan mengaku tidak pernah berani punya mimpi, sebab kondisi hidup yang serba terbatas. Demi untuk bisa mendapatkan uang jajan saat Sekolah Dasar di Benyer dan SMP di Pringgabaya Lombok Timur, Sahnan harus rela berjualan keliling es mambo sebelum waktu sekolahnya tiba. Begitu juga ketika ia duduk di bangku SMA di Masbagik, ia harus bekerja menjadi peladen buruh bangunan demi bisa mendapatkan uang untuk membiayai berbagai kebutuhannya. Anak buruh tani itu telah sukses menjadi Kepala Sekolah teladan. Foto saat kunjungan ke CCG Australia.
itu. Dan itu memotivasi anak-anak muda lainnya untuk kuliah seperti dirinya. Setelah lulus, Sahnan mengikuti tes dan lulus menjadi guru di tahun itu juga. Hanya tiga tahun ia mengajar kemudian menjadi Kepala Sekolah SMA Hang Tuah Mataram tahun 1993 dalam usianya yang relatif muda, 27 tahun. Sejak itulah dunia kepala sekolah menjadi bagian yang terus mengikuti kariernya dan benar-benar menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Sejak tahun 1993 hingga hari ini, ia sudah menjadi kepala sekolah selama seperempat abad. Setelah dari SMA Hang Tuah, ia menjadi kepala
I
Drs. Sahnan, M.Pd.
a tentu tidak mendapatkan uang dari orang tua yang hanya seorang buruh tani, bekerja di sawah orang sehingga penghasilannya hanya pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari. Itu pun lebih banyak kekurangan. Selain menjadi peladen saat SMA itu, ia juga harus ikut mengangkut barang-barang, bakul-bakul dagangan pemilik rumah (yang berjualan di pasar), tempat ia menumpang hidup. Semua itu dilakukannya agar ia bisa menumpang hidup secara gratis. Saya kerjakan apa saja yang penting halal untuk bisa bertahan dan dapat uang jajan seadanya, ungkapnya. Sampai di sini, Sahnan belum punya mimpi kecuali menjalani kehidupannya dan bersekolah dengan serius. Selama menempuh SMA Sahnan yang rajin termasuk anak berprestasi. Menjelang tamat akhirnya ia diminta untuk mengisi formulir PMJK (penerimaan mahasiswa jalur khusus) dari FKIP Unram. Saat mengisi formulir, ia sempat mendapat informasi yang salah gurunya. Namun siapa sangka dari kesalahan informasi sang guru itulah rupanya menjadi titik balik hidupnya. Guru saya bilang waktu, kuliah S1 itu hanya setahun. Jadi saya berpikir bagus juga, bisa cepat dapat kerja dengan menjadi guru, katanya tertawa. Kabar dari gurunya bahwa S1 yang harus dijalaninya hanyalah dalam waktu 1 tahun. Ia pun bergegas mengisi formulir dengan harapan 1 tahun kemudian bisa menjadi guru. Sebab jika Sahnan tahu bahwa kuliah S1 itu memakan waktu 4 tahun, maka pastilah saat itu juga ia tidak akan ikut mendaftar PMJK Unram. Ia tahu persis kuliah selama itu pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan
demi terobosan dilakukannya selama menjadi kepala sekolah. Sahnan yang kreatif bukan kepala sekolah biasa, ragam prestasi telah diraihnya. Ia pernah menjadi kepala sekolah terbaik di Kota Mataram dan juga Provinsi NTB serta pernah menjadi 6 kepala sekolah terbaik tingkat nasional. Kini, setelah mimpinya terwujud, ia hanya ingin mengabdikan dan mendedikasikan dirinya bagi dunia pendidikan demi melahirkan generasigenerasi cerdas yang tumbuh kreatif dan mampu menerobos lajunya globalisasi dengan keimanan dan
Drs. Sahnan, M.Pd., bersama pimpinan CCG Geloong Australia.
orang tuanya jelas tak mampu. Sahnan yang termasuk siswa berprestasi ini pun akhirnya diterima di FKIP Unram dengan kekagetan bahwa kuliah yang harus ditempuhnya ratarata 4 tahun. Di sanalah saya tahu bahwa kuliah ini begitu lama, katanya. Namun karena sudah masuk, mau tidak mau Sahnan pun membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan kuliahnya. Penuh semangat ia belajar meski biaya kembang kempis. Apalagi di Mataram ia tidak memiliki keluarga yang bisa diandalkan untuk sekedar menumpang tinggal. Itu artinya ia harus mengekos dan biaya kos pasti tak punya. Lagi-lagi ia beruntung sebab ada keluarga jauh ya yang bersedia menampungnya untuk menumpang di rumahnya. Ia tidak sendiri karena yang menumpang juga banyak di situ. Terpaksalah hidup berdesakdesakan dengan penghuni lainnya ia lakoni. Untuk mendapatkan biaya kuliah, ia tidak pernah malu untuk bekerja apa saja yang diminta pemilik rumah bahkan
tetangga-tetangganya, termasuk bersih-bersih, angkut-angkut barang dan pekerjaan lainnya. Seluruh pekerjaan yang bisa memberinya upah ia lalui dengan ikhlas dan sabar serta tau diri. Situasinya sedikit membaik ketika ia menerima b e a s i s w a S u p e r s e m a r. S e m u a perjuangan selama perjalanannya itu kemudian membuatnya harus percaya, bahwa mimpi itu begitu dekat dengan dirinya. Berjuang keras dan melewati masa-masa demikian sulit untuk bisa menyelesaikan kuliahnya, tahun 1989 anak buruh tani ini pun menjadi Sarjana. Hebatnya, Sahnan menjadi sarjana pertama di kampung halamannya kala
n putrinya
Bersama istri da
sekolah SMAN 6 Mataram, lalu SMAN 3 Mataram, SMKN 2 Mataram dan kini di SMAN 2 Mataram. Terobosan
ketaqwaan yang tetap terjaga. Hari ini, Sahnan menyadari dengan tekad dan kesungguhan serta kesabaran dan keikhlasan, tiada mimpi yang mustahil untuk diraih. Ia menjadi bukti dari mimpi itu sendiri. (Naniek I. Taufan)