: Cyber Tokoh
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
2
Anindya Restuviani
Denpasar
Perempuan harus Berani Melawan Kekerasan Seksual Kekerasan seksual menjadi salah satu topik yang menyita perhatian masyarakat. Perempuan dan anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban kekerasan seksual, baik kekerasan yang sifatnya fisik maupun non-fisik. “Kami menyadari kasus kekerasan seksual, bukanlah kasus pelanggaran biasa. Kekerasan seksual, apapun bentuk dan tingkatannya, berpotensi memberikan trauma yang mendalam kepada korban,” ujar Anindya Restuviani, Co-Director Hollaback!.
H
ollaback! hadir sebagai sebuah gerakan untuk mengakhiri pelecahan di ruang publik. Hingga saat ini masih banyak perempuan yang masih belum mendapatkan kesetaraan. Misalnya, perempuan belum mendapatkan rasa aman saat beraktivitas di ruang publik. Hollaback! Jakarta sendiri merupakan sebuah komunitas berbasis website dan aplikasi ponsel yang memiliki tujuan untuk menghentikan kekerasan di ruang publik. “Setidaknya ada 400 lebih cerita yang masuk ke website kami mengenai kekerasan di ruang publik, dan tidak jarang kejadian tersebut dialami oleh pelari perempuan,” kata Anindya. Selain melakukan himbauan bagi perempuan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kita semua punya peran untuk menghentikan kekerasan di ruang publik. Hollaback! Jakarta memi-
liki metode intervensi saksi yang mengajarkan masyarakat untuk aktif dalam menghentikan kekerasan di ruang publik. Ada sebuah kekuatan besar yang sedang terjadi di media sosial sekarang. Setelah terungkapnya sejarah pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein, para penyintas mulai membagikan pengalaman pribadi mereka menggunakan tagar #MeToo (Saya Juga). “Kami di Hollaback! percaya storytelling atau menceritakan kembali mempunyai kekuatan untuk merebut kembali pembahasan untuk melawan kekerasan. Kami mengerti bahwa mungkin ini adalah pertama kalinya kamu berbagi ceritamu, kami bangga terhadap keberanianmu. Terima kasih atas ceritamu, kamu tidak sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan, bagi penyintas lain yang memilih untuk membawa #MeToo dalam diam, kami menghargai keputusanmu, kami tetap mempercayaimu, dan kamu
mendapatkan dukungan kami. “Kamu dapat berbagi cerita kamu mengenai kekerasan atau intervensi pelecehan seksual yang pernah kamu alami di website atau aplikasi kami. Dapatkan tips untuk bagaimana merespon pelecehan dan dapatkan lebih banyak sumber lagi dari Hollaback! Ceritakan pengalaman kamu mengenai pelecehan secara online melalui HeartMob dan dapatkan dukungan atau lakukan sesuatu untuk menolong korban pelecehan online dengan menawarkan bantuanmu. Pelajari bagaima cara intervensi pelecehan secara aman dan efektif disaat kamu melihat ada insiden kekerasan seskual melalui Hollaback!’s bystander resources,” katanya. Melihat kondisi kekerasan seksual tersebut, Gojek bersama para mitra drivernya berkomitmen untuk menjadi pelopor di industri ride-hailing dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kekerasan seksual di ruang publik. Berkolaborasi dengan Hollaback!, Gojek menyelenggarakan program pelatihan mitra driver untuk meningkatkan kesadaran akan kekerasan seksual. Materi pelatihan disusun secara komprehensif mencakup pengetahuan tentang jenis-jenis pelecehan seksual yang harus dihindari serta langkah intervensi seperti apa yang dapat diambil apabila
Suralaga, Sekwan DPRD Bali Gubernur Bali Wayan Koster melantik 12 pejabat Eselon II hasil proses lelang (seleksi terbuka) oleh Tim Seleksi (Timsel) yang dipimpin langsung Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu (10/4). Dari 12 pejabat yang dilantik tersebut, satu di antaranya adalah Gede Suralaga, SIP, M.Si, yang dilantik menjadi Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Bali. Sebelumnya Suralaga duduk sebagai Kabag Umum Sekretariat DPRD Bali tahun 2018-2019 menggantikan I Made Rentin. Pria kelahiran Buleleng, 25 Mei 1970 itu pernah menjabat sebagai Kasubag Aspirasi Masyarakat Sekretariat DPRD Provinsi Bali tahun 2009 - 2012. Selanjutnya lulusan APDN
Mataram 1991 ini dipercaya sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bali tahun 2012 - 2017. Lulusan
Fisipol UGM tahun 1998 dan MEP UGM tahun 2001 itu kemudian ditempatkan sebagai Kabid Pajak
Gubernur Bali Wayan Koster melantik pejabat tinggi pimpinan pratama di Wismasabha
menghadapi kasus tersebut. Siklus pelatihan perdana telah dimulai di Jakarta. Bali menjadi kota keempat pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh mitra driver dan pelaksana Kopdar Mitra Gojek. Sampai akhir bulan Maret ini, pelatihan juga akan dilaksanakan di Palembang dan Denpasar. Anindya mengatakan, ia sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Gojek. Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi dan layanan non-demand lainnya yang mempunyai jutaan mitra, hal ini tentu Anindya Restuviani membawa angin segar bagi gerakan melawan an seksual dan menghindarinya, kekerasan seksual. namun juga berperan aktif untuk “Kami berharap ke depannya, mengambil tindakan dalam melapara mitra Gojek tak sekadar me- wan kekerasan seksual di ruang mahami bentuk-bentuk kekeras- publik,” ujarnya. (Wirati Astiti) pada Bapenda Provinsi Bali tahun 2017-2018. Suralaga mengatakan dirinya akan melanjutkan program pendahulunya di Sekretariat DPRD Provinsi Bali. Ia mengatakan, tidak akan kesulitan untuk melaksanakan tugas-tugas barunya, karena selama satu tahun terakhir bertugas di Sekretariat DPRD Provinsi Bali sebagai Kabag Umum. “Astungkara, hampir satu tahun ini sudah ditempatkan di Sekretariat DPRD, sebagai Kabag Umum, semoga bisa mengemban amanat ini dengan baik. Prinsipnya, tugas utama kita kan memfasilitasi dewan,” tutur Suralaga. Pejabat lain yang juga yang dilantik yaitu Kepala Dinas Pendidikan Drs. Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, M.Si.; Kepala Dinas Kebudayaan Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn.; Kadis Pem-
berdayaan Masyarakat dan Desa Putu Anom Agustina, S.I.P., M.Si.; Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Gede Pramana, S.T., M.T.; Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. I Made Sudarsana, M.Si.; Kepala Satuan Pol.PP I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, S.H.,M.Si.; Kadis Perhubungan Ir. I Gede Wayan Samsi Gunarta, M.Appl, Sc.; Kadis Ketahanan Pangan Ir. Wayan Jarta, M.M.; Kepala Biro Humas dan Protokol Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana, S.H., M.Si.; Karo Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H., Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah I Ketut Sukra Negara, S.Sos, M.Si. Gubernur juga melantik dr. Made Yuniti sebagai Direktur UPTD RS Mata Bali Mandara. (Wirati Astiti).
COVER
3
Cindy Yuliani
Miss Grand Bali M
engenai kei� kutsertaan� nya di ajang Pemilihan Miss Grand Bali, Cindy mengatakan bahwa di� rinya memperoleh info acaranya dari keluarga ‘Paguyuban Jegeg Ba� gus Undiknas’ dan di sosial media. “Moti� vasi saya pada saat itu, ingin lebih lagi mengembangkan diri dan selanjutnya dapat membang� gakan keluarga,” cetus pemilik motto hidup “do something today that your future self will thankyou for”. Mengingat pemilihan Miss Grand, tidak hanya mengedepankan kecanti� kan, namun peserta harus memiliki intelektual, ke� pribadian yang baik, dan turut mengampanye� kan kepedulian pada kemanusiaan serta misi perdamaian dunia. Begitulah, ia lantas mem� persiapkan diri untuk mengikuti Miss Grand Bali, dengan mem� baca referensi terkait visi Miss Grand. Selain itu, ia juga mem�
“Awalnya saya melihat ajang dengan tema ‘Abinhaya Shanti Jagadditha’ ini sebagai platform yang bagus untuk bisa mengasah skill saya. Dan, tentunya juga mengembangkan diri saya,” begitu salah satu alasan yang disampaikan Cindy Yuliani, yang ternyata berhasil mengungguli sembilan finalis lainnya dan terpilih menjadi “Miss Grand Bali 2019” ini. bekali diri dengan latihan publik speaking, catwalk. Yang tak kalah penting yang dilakukannya adalah mempersiapkan diri secara fisik. Persiapan itu pent� ing, kata gadis kelahiran Denpasar 13 Juli 1999 ini, apalagi, persyaratan, selain difokuskan wanita Bali berusia 18 tahun kea� tas dan minimal bersta� tus mahasiswi dengan postur badan propor� sional serta memiliki wawasan yang luas. Selain itu kriterianya juga menekankan pada 4 R , yakni ‘raga’ atau penampilan , ‘rasio’ berupa wawasan yang luas, ‘rasa’ men� cakup perilaku dan kemampuan team work yang baik ser� ta ‘ruh’yang berarti akhlak yang baik. Ditanya mengenai masa karatinia, Cindy mengakui banyak yang didapatnya. “Sukanya adalah bisa menggali,belajar, dan menimba ilmu dari para pembi�
cara yang sangat kompeten di bidangnya. Saya juga merasakan situasi kekeluargaan diantara para finalis ,” paparnya sembari menambahkan kalau dukanya adalah saat harus farewell dengan keluarga yayasan Miss Grand dan finalis di hari terakhir. Kenangan indah lainnya bagi Cindy selama mengikuti proses pemilihan, ia bisa mengenal dan berkembang ber�
sama seluruh finalis yang berasal dari daerahnya masing-masing,” ujar putri kedua dari tiga bersaudara pasutri Lee Ten Hau dan Ni Luh Putu Mulyani ini sambil menyebutkan selama ini sangat didukung oleh keluarganya. Dalam
mengikuti kegiatan, kata Cindy, ia sangat merasakan dukungan keluarga, kera� bat dan para sahabatnya . Hal ini juga memberinya energi dan menguatkannya dalam mengikuti pemilihan Miss Grand Bali. (Sri Ardhini)
Bermanfaat bagi Keluarga dan Masyarakat Saat terpilih menjadi pemenang Miss Grand Bali, Cindy jujur mengakui ia bangga karena merupakan prestasi tertinggi baginya selama ini. Ke de� pannya diiringi dengan rasa tanggung jawab karena akan membawa nama Bali ke ajang Miss Grand Indonesia, yang direncanakan berlangsung pada bulan Juni mendatang. “Sampai saat ini, saya masih dalam tahap persiapan untuk ke ajang Miss Grand Indonesia, seperti les bahasa Inggris, catwalk, juga melakukan photoshoot. Namun disamping itu, ada pula tugas melakukan kunjungan kepada pihak sponsor yang telah menyukseskan pemilihan kemarin,” ungkapnya. Sebelum menjadi Miss Grand Bali , Wakil �������������������������������� Ketua Badan Perwakilan Ma� hasiswa (BPM – FEB) Undiknas 20182019 dan Wakil Ketua Paguyuban Jegeg Bagus Undiknas 2018-2019 ini, juga sempat mengikuti ajang ‘Yamaha Knowledge Competition se-Bali 2015’ dan berhasil menjadi Juara 1.
Ia juga mengikuti ajang pageant tingkat kampus yaitu Jegeg Bagus Duta Kampus Undiknas University dan berhasil terpi� lih menjadi ‘Jegeg Undiknas 2017’ Semua momen memiliki kesan tersendiri, katanya dan Cindy juga merasakan berada di titik indah, be�
tapa semua orang di sekitarnya senantiasa mendukung baik disaat senang maupun susah. Hal ini pula yang menjadikan semangat luar biasa bagi penghobi baca ini untuk terus berjuang. Termasuk mengejar mimpinya menjadi pribadi yang ber� manfaat bagi keluarga bahkan juga bagi masyarakat. Dan, ajang Miss Grand ini menjadi media baginya untuk menyalurkan aspirasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan seh� ingga nantinya dapat memperkaya dirinya dengan cinta dan pengeta� huan. Selanjutnya sebagai generasi muda, Cindy tak ketinggalan memiliki seorang role model. “Saya suka Maudy Ayunda, sosok anak muda yang bukan hanya cantik, tapi juga cerdas dengan behavior-nya yang sangat baik,” tandasnya dan mengatakan kalau ia juga baru saja selesai mem� baca buku karya Maudy Ayunda yang berjudul “Dear Tomorrow: Notes To My Future Self.” (Sri Ardhini)
ntb
4
“Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” di Lapas Mataram Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan peran dan tugas yang diembannya, terus berupaya mengayomi, melindungi, dan memberikan perhatiannya kepada seluruh warga NTB. Tidak terkecuali warga binaan Lapas kelas IIA Mataram yang beberapa waktu lalu secara khusus dikunjungi langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB beserta hampir seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Ini merupakan bagian dari kegiatan “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi”.
“J
umpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” minggu lalu berlangsung unik sebab digelar di lapangan Lapas Kelas II A Mataram. Gubernur, Wakil Gubernur dan para kepala OPD bersilaturahim dan langsung mendengarkan aspi-
rasi dan keluh kesah para warga binaan Lapas Mataram ini. Suasana gelaran Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi yang diikuti dengan antusias oleh warga binaan di sini dibuka dengan memberi semangat bagi warga binaan dengan “Lagu Jangan Menyerah” yang dimainkan
oleh PRCC band. Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengawali kunjungannya yang dikemas dalam agenda rutin dua mingguan ini dengan menyapa warga dan memperkenalkan rombongan. Dari Wagub hingga seluruh kepala OPD diperkenalkan satu persatu. “Kami datang lengkap, hampir semua kepala dinas datang. Mudah-mudahan ada perubahan yang bisa kami hadirkan untuk bapak dan ibu semua di sini,” ungkapnya. Gubernur NTB kemudian melanjutkan dengan menceritakan sebuah kisah inspiratif tentang persahabatan. “Esensinya adalah, da-
lam hidup tidak ada yang percuma. Semua ada maksud dan tujuannya, Allah SWT lebih mengetahui daripada makhluknya,” ujar Gubernur memotivasi warga binaan. Ia mengatakan dalam hidup ini harus mensyukuri apa yang ada. Apa yang ada pada diri manusia adalah Allah hadirkan yang terbaik untuk manusia itu sendiri. Dalam sesi dialog, warga binaan mengaku bangga bisa bertemu langsung Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB. Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respons cepat dari pemerintah. Sebagian pertanyaan yang disampaikan dijawab langsung oleh
Gubernur NTB dan kepala OPD terkait. Mulai dari masalah kasus yang menjerat, kebutuhan alat olahraga, alat musik hingga alat masak dan pemasaran produk karya warga binaan. Dari semua permasalahan yang disampaikan, Gubernur NTB langsung menjawab dan akan segera menghadirkan kebutuhan warga lapas seperti alat musik dan olahraga. “Insha Allah apa yang sudah disampaikan akan dibantu. Mengenai tataboga dan alat masak juga akan kami bantu,” tambah Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Wakil Gubernur NTB menjawab pertanyaan warga. Kepala Lapas kelas IIa Mataram Tri Saptono Sambudji, Bc.Ip, SH, M.AP., mengatakan dengan total 1.030 orang, kondisi lapas sebenarnya over kapasitas sebanyak 350%. Namun berkat dukungan pemerintah daerah dan para stakeholders, kondisi lapas tetap dalam keadaan kondusif dan warga juga dalam kondisi sehat. Pada kesempatan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB juga melihat-lihat hasil kreasi para warga lapas. Gubernur NTB juga sempat membeli sebuah lukisan hasil buatan warga binaan seharga Rp 5 juta. (Naniek I. Taufan)
Gerakan PKK Menuju NTB Gemilang Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 yang dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Konsultasi (Rakon) PKK Provinsi NTB Tahun 2019 di Gedung Pendopo Gubernur NTB berlangsung minggu lalu. Dibuka oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, kegiatan ini berlangsung hikmad. Gubernur NTB mengajak agar PKK NTB terus berpartisipasi dalam segala aspek pembangunan demi menuju NTB Gemilang. “Terima kasih kepada PKK, tidak berlebihan saya mengatakan kalau suksesnya NTB kelak, tergantung pada PKK nya,” kata Dr. Zul yang juga merupakan pembina TP PKK Provinsi NTB. Ia berharap Rapat Konsultasi (Rakon) yang mengusung tema ‘’Tingkatkan Kinerja Gerakan PKK Menuju NTB Gemilang” ini dapat melahirkan konsep-konsep yang mendukung kemajuan dan sinergitas dengan pemerintah daerah.
Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, menyampaikan pesan Ketua Umum TP PKK Pusat, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo,agar Peringatan HKG PKK ke 47 dapat menumbuhkan semangat dan energi baru pada setiap gerak langkah dan krida gerakan PKK, sehingga tidak sebatas pada ser-
emonial saja tapi berujung pada kemanfaatan dari kegiatan ini. Selain peringatan puncak, kegiatan ini dirangkaikan pula dengan Penandatanganan Kerjasama Antara TP PKK Provinsi NTB dengan berbagai dinas dan lembaga terkait. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba pada
peringatan HKG PKK ke 47. Pameran dan Bazar dari Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK) se Provinsi NTB juga ikut meramaikan kegiatan kali ini.
Turut pula hadir sejumlah Kepala OPD lingkup provinsi NTB, Perwakilan dari masing-masing PKK se-Provinsi NTB, serta organisasiorganisasi wanita lainnya yang ada di NTB. (Naniek I. Taufan)
buleleng
5
Pilih Pemimpin yang Berintegritas dan Berintelektual Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd.,M.Hum., akademisi di Jurusan Ilmu Hukum dan Kewarganegaraan mengatakan menentukan kriteria calon pemimpin sangat urgent untuk dilakukan dengan tujuan agar bakal calon pemimpin yang terpilih dinilai dapat mewadahi aspirasi rakyat dalam proses pembuatan kebijakan negara. Sikap respek terhadap kehidupan bangsa dan negara oleh seorang warga negara salah satunya dalam menentukan kandidat calon yang akan dipilih mau dan mampu menampung seluruh aspirasi rakyat.
“K
etika yang bersangkutan terpilih dapat melaksanakan pertanggungjawaban kepada rakyat (akuntabilitas publik) dinilai sebagai sendi utama dari asas kedaulatan rakyat dengan menerima segala masukan, kritik, dan saran yang sifatnya membangun dari rakyatnya,” jelasnya. Perempuan yang akrab disapa Sari ini menambahkan, sistem demokrasi yang menjadi pilihan bernegara di Indonesia pasca reformasi ini diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mem-
punyai akar kebangsaan yang kuat, yang mampu memilih kepentingan rakyat dan bangsanya sebagai jalan penting dalam menjalankan kepemimpinannya. Mencari sosok pemimpin yang memiliki integritas intelektual dan etik-moral menjadi barang langka dan sukar untuk ditemukan. Oleh karenanya calon pemilih harus selektif dan akomodatif dalam menyeleksi bakal calon yang dirasakan pantas untuk memimpin dan membawa perubahan bagi masa depan negara Indonesia. “Maka sesungguhnya baik dan bijak untuk mendapatkan gambaran bagaimana karakter
Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd.,M.Hum.
pemimpin yang diinginkan oleh rakyatnya,”imbuhnya. Memasuki era baru dengan beragam agenda reformasi, Indonesia terus menjalani proses konsolidasi demokrasi, yaitu membangun institusi demokrasi yang kokoh dan menyelesaikan sejumlah
masalah dalam beragam bidang kehidupan. Pada kondisi sekarang ini, Indonesia mesti menjadi negara yang makin kuat, berdaulat dan bermartabat. Dalam konteks itu, Indonesia memerlukan figur pemimpin yang amanah dan mampu melayani rakyat. Faktor kepemimpinan yang penting adalah memiliki wibawa moral yang ditopang dengan wawasan global dan mengetahui hal-hal mendasar mengenai apa saja yang menjadi tantangan utama bangsa Indonesia ke depan, penentuan sikap dan otoritas pemimpin dapat memilih jajaran pembantunya yang berintegritas dan handal kemampuan teknokratiknya. “Memimpin adalah menginspirasi. Memimpin adalah menggerakkan. Untuk itu, tanpa wibawa moral dan visi yang jelas, sulit menggerakkan anak buah, terlebih lagi menginspirasi dan menggerakkan rakyat Indonesia,” ujarnya. Saat ini diperlukan seorang pemimpin yang mampu meng-
hargai kemajemukan, menjunjung tinggi perbedaan untuk memupuk persaudaraan (Bhinneka Tunggal Ika). Fenomena ini didasarkan bahwa dengan semakin kompleksnya dinamika sosial politik hukum dan budaya yang terus berkembang di Indonesia, maka memerlukan penanganan dan antisipasi yang sesuai, sehingga tercapai suatu kondisi, di mana Indonesia dapat mengatasi semua problem kebangsaan secara komprehensif dan integral. Pengambilan solusi yang dilakukan oleh pemimpin yang memiliki latar belakang profesi yang sesuai merupakan tuntutan ideal yang sekaligus mensyaratkan bahwa semua keputusan harus dilakukan melalui pertimbanganpertimbangan akademis yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. “Tepatnya seorang pemimpin yang mampu bekerja dan memahami mekanisme kerja kepemimpinan Indonesia,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)
Menjadi Pemilih Cerdas bagi Generasi Milenial
Pemilihan umum berlangsung secara nasional 17 April 2019. Melalui pemilu ini, diharapkan rakyat menggunankan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin yang akan menyuarakan segala permasalahan yang dihadapi masyarakat dan membuatkan kebijakan yang tepat. Tetapi, tidak semua masyarakat menggunakan hak pilihnya. Maka dari itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buleleng sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki fungsi dan peran dalam mensukseskan program nasional dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Salah satunya dalam hal penyelenggaraan pemilu. Hal ini disampaikan oleh Ketua KNPI I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. Menurut Parma, KNPI terus mendorong baik secara internal organisasi-organisasi kepemudaan yang berada dibawah binaanya untuk turut mensukseskan hajatan demokrasi tersebut. Salah satu hal paling sederhana yaitu dengan mengajak seluruh anggota datang ke TPS untuk menggunakan hal suaranya. “Kami mendorong komponen baik KNPI maupun OKP-
OKP yang ada dibawah naungan KNPI untuk berpartisipasi dalam pencoblosan,” jelasnya. Akademisi di Fakultas Ekonomi Undiksha ini juga mengatakan KNPI telah bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu sebagai relawan demokrasi. Pengawasan keamanan jelang pemilu hingga saat pencoblosan pun dilakukan dengan melibatkan semua anggota. Bahkan di masing-masing OKP, meskipun secara nonformal dengan tertib dan terukur ikut mengawal dan mengawasi jalan-
nya pemilu jelang maupun pasca pemilu. “Ketika pencoblosan tiba, kami akan terlibat aktif dengan datang ke TPS-TPS untuk memantau maupun mengawasi jalannya pemlu secara independen,” imbuhnya. Parma juga menambahkan, generasi milenial saat ini harus diberikan pemahaman pendidikan politik sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Sebab, imbuhnya tingkat keberhasilan dalam pemilu dapat dilihat dari tingkat keterli-
I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. bersama anggota KNPI
batan masyarakat dalam penggunaan hak pilihnya. “Pemahaman yang salah ditengah carut-marut perpolitikan saat ini membuat masyarakat apatis terhadap perpolitikan,” ujarnya. Sebagai generasi milenial, Parma mengatakan pemuda harus cerdas dalam menentukan pemimpin yang nantinya memegang kekuasaan dalam mengambil kebijakan. Dirinya menghimbau agar pemuda tetap waspada dengan serangan fajar yang datang jelang pemilu. “Ini sudah menjadi rahasia umum, politik uang, bantuan yang digelontorkan dalam jumlah besar, harus kita waspadai,” tambahnya. Maka dari itu, dirinya menjelaskan dalam menentukan pemimpin harus melihat integritas, kapabilitas dan akuntabilitas. Pemilih milenial harus mampu menganalisis treck record (rekam jejak) calon yang akan dipilih (pendidikan, keberhasilan, jabatan yang pernah diampu, aktvitas sebelumnya, kemampuan manajemen, kejujuran, integritas), serta menganalisis visi, misi dan program calon yang akan dipilih. Visi dan misi merupakan tujuan
I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par.
ke depan yang akan dicapai dan diwujudkan melalui program kerja yang jelas dan berpihak kepada kepentingan bersama masyarakat. Visi dan misi serta program yang ditawarkan mesti tetap berlandaskan dan memperkuat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika sebagai karakter abadi bangsa Indonesia. (Wiwin Meliana)
JAKARTA
6
Ruth Sahanaya dan Yuni Shara
Resepnya Bahagia dan Bersyukur Katanya, wanita bertubuh mungil punya banyak kelebihan, bukan hanya terlihat imut, tapi juga lebih awet muda dibanding wanita bertubuh jangkung. Anggapan ini bisa jadi benar, karena faktanya, beberapa selebriti yang bertubuh mungil memang terlihat menarik dan awet muda meski usianya sudah lebih dari 40 tahun.
S
Ruth Sahanaya dan Soimah
ebut saja, Yuni Shara yang di usianya hampir 47 tahun terlihat tetap imut dan jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Begitu juga dengan Ruth Sahanaya, penyanyi kenamaan Indonesia. Ruth yang telah lebih 30 tahun berkiprah di dunia musik dan tetap eksis sebagai penyanyi papan atas Indonesia, juga kerap mendapat pujian banyak orang karena wajahnya yang awet muda. “Memang banyak yang bilang begitu, katanya awet muda. Tapi sebenarnya nggak ada hal-hal khusus yang saya lakukan agar terlihat awet muda. Semuanya biasa saja. Mungkin karena badan saya kecil, ya, jadi terlihat awet muda,” ujar juri ‘Liga Dangdut’ ini sambil tertawa. ‘Resepnya hidup bahagia dan selalu bersyukur,” tambah Uthe, begitu namanya akrab disapa. Perawatan kecantikan maupun perawatan tubuh, Uthe mengaku
kebanyakan dilakukannya sendiri. Dia termasuk jarang ke salon kecuali untuk hal-hal khusus, selebihnya semuanya dilakukan sendiri. Kalaupun mendapat bantuan terapis, itu pun datang ke rumah. “Kalau ke salon saya jarang ya. Kebanyakan dilakukan di rumah dengan bahan-bahan alami saja.” “Ada langganan yang biasa membantu melulur, dia datang ke rumah. Jadi bukan saya saja yang menikmati, tapi anak-anak pun kalau pas mereka ada. Yang ahli terapi kesehatan untuk memperlancar aliran darah juga kerap ke rumah. Lebih enak kalau di rumah,” ungkap ibu dua anak yang mengaku berusaha selalu positive thinking dalam menjalani kehidupannya. POLA HIDUP SEHAT Di usianya yang sudah tidak muda lagi, kata Uthe, dia memang harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Maksudnya adalah menjalani pola hidup
sehat, istirahat yang cukup, menjaga agar tidak stress dan berolah raga. “Buah” dari menjalani pola hidup sehat itulah, bisa jadi salah satunya adalah tampilannya yang selalu segar dan terlihat awet muda. Menurutnya, menjalani pola hidup sehat adalah wajib dilakukannya apalagi dia adalah seorang penyanyi. ‘Suara’ adalah senjata utamanya untuk ‘bertempur’ di dunia musik. “Makanya saya sangat menjaga sekali. Misalnya dalam hal makanan, tidak makan gorengan. Saya sensitif terhadap makana-makanan yang berminyak, bisa langsung membuat suara jadi serak. Begitu juga kalau terlalu telat makan, pengaruhnya bisa ke suara. Karenanya harus saya jaga baik-baik,” ungkap Uthe yang belum lama ini bersama Afgan menerima penghargaan ‘Top 10 Asia Award 2018’. Dan yang juga kini dilakukannya, ungkap pemegang penghargaan ‘Mahabhakti Adikarya Utama’, melakukan ‘diet karbo’ alias tidak makan nasi. Hal ini, katanya, bukan hanya untuk kesehatan tapi juga menjaga bentuk tubuhnya. “Umur sudah setengah abad lebih, harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Terutama makanan. Saya diet karbo, hasilnya bagus sekali. Saya merasa lebih fit,” ucap Uthe yang sebisa mungkin menghindari begadang karena dari pengalamannya itu bisa mempengaruhi kualitas suaranya.
merlukan ke salon kecantikan, ya saya kesana. Tapi kalau perawatan rutin, ya lebih banyak melakukannya sendiri dengan bahan-bahan alami,” ungkapnya. Salah satu bahan alami yang paling rutin digunakannya adalah lidah buaya yang langsung diambil dari tanamannya. Maka tak heran karena kebutuhan akan lidah buaya begitu tinggi, dia pun menanam banyak pohon lidah buaya di rumahnya. “Pohon lidah buaya bukan hanya sangat bermanfaat tapi juga bagus untuk hiasan di rumah,” tambahnya. Setiap hari, dia melakukan masker lidah buaya, juga mengonsumsinya dengan dicampur madu. “Menggunakannya mudah ya. Tinggal diambil sesuai keperluan, dagingnya bisa ditambah madu kemudian diminum. Sedang sisa kulit yang sudah diambil dagingnya itu, kan masih tersisa banyak dagingnya, itu bisa dijadikan masker,” ucapnya. “Jadi yang ingin menghilangkan kerutan secara alami dan perlahan, pakai lidah buaya un-
MENGADALKAN LIDAH BUAYA Hal senada juga disampaikan Yuni Shara, penyanyi lagu-lagu lawas yang awet muda meski hampir berusia 47 tahun. Seperti Ruth, Yuni juga lebih mengandalkan perawatan kecantikan dan tubuhnya di rumah, bukan di salon. “Sekalikali kalau ada keperluan khusus yang memang me-
tuk masker wajah dan leher,” tambahnya. Untuk sehat dan cantik, ujar Yuni, ada banyak hal yang harus dilakukan, bukan sekadar perawatan kecantikan dan tubuh. Dari ‘dalam’ sendiri juga harus dirawat. ‘Merawat’ jiwa, ‘merawat’ pikiran. Dia berkeyakinan, dengan selalu berpikiran positif, banyak
bersyukur, itu bisa membantu untuk tampil cantik. “Jadi menurut saya, sebenarnya, kalau kita selalu berpikiran positif, itu akan membuat kita terlihat cantik. Tapi kalau misalnya, selalu berpikiran negatif tentang berbagai hal, termasuk negatif terhadap orang lain, itu membuat terlihat kurang cantik. Itu menurut saya, ya. Kalau selalu positive thinking, tenang-tenang saja, biasa-biasa saja, nggak terlalu kepo sama orang, ya itu bisa membuatnya kelihatan cantik,” tutur penembang lagu ‘Mengapa Tiada Maaf’, ini. Yuni menambahkan, apa yang dia jalani sekarang ini, termasuk biasa-biasa saja. Dia enggan melakukan perawatan yang terlalu rumit atau mengikuti tren-tren perawatan kecantikan yang sekarang sedang marak, karena dirinya tak tahan sakit. Makanya, kata Yuni, dia kerap heran kalau ditanya apa yang digunakannya agar awet muda. “Kalau ditanya orang, saya suka bingung jawabnya. Karena yang saya lakukan biasa saja ya. Apa mungkin karena badan saya kecil jadi keliatan awet muda. Hehehe. Mereka mungkin nggak tahu ya kalau saya juga ada kerutan di wajah, rambut saya juga ada banyak ubannya. Nggak kelihatan karena kan dicat,” ucap Yuni sambil tertawa. Selain perawatan tubuh dan lain-lain, yang juga penting menurut Yuni adalah menjalani pola hidup sehat dan berolah raga setiap hari. Dia tidak melakukan diet ketat sebagaimana wanita lainnya, namun kata Yuni, dia membiasakan untuk tidak makan nasi di waktu malam. “ Saya makan biasa saja, sarapan, makan siang dan makan malam. Cuma kalau malam, saya kurangi makan nasi. Itu saja,” kata Yuni yang hobi ngopi ini. (Diana Runtu)
Yuni Shara
EDUKASI
7
Pentas Cilik Denpasar Children Centre
Meriahkan Panggung Ksirarnawa
Denpasar Children Centre (DCC) kembali semarakkan Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu (13/4). Kali ini muridmurid DCC mempersembahkan pagelaran seni Pentas Cilik di panggung yang tertata megah. Ratusan anak didik mulai playgroup, TK hingga SD DCC, dengan suka cita menyuguhkan beragam aksi dan kreativitas seni.
Format video dari artikel ini bisa disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=-tpbZUv4_5k
M
enurut Dr. Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ketua Yayasan DCC, sejak awal, puluhan tahun silam, hingga tahun 2019 ini Pentas Cilik tetap di Gedung Ksirarnawa. DCC ingin konsisten memberikan anak didiknya media untuk tempat berkreasi hingga mampu membanggakan orangtua mereka. Agung Suryawan pun tak lupa berterima kasih pada semua pihak yang membantu, terutama orangtua murid yang telah mendukung acara Pentas Cilik dengan menyiapkan waktu hingga menyiapkan dukungan finansial untuk anak-anak mereka. Dikatakannya ajang Pentas Cilik tersebut, diikuti semua siswa yang berjumlah sekitar 450 anak. Mereka berkesempatan untuk ikut pentas, selama mereka bersedia bergabung dengan salah kelompok. Termasuk mereka yang masih malu-malu atau belum percaya diri bisa ikut dalam tim Menyanyi Bersama. ”Diselenggarakannya ’Pentas Cilik’ demi menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak disamping memberikan ruang untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki,” ungkap Agung Suryawan. Siswa pun berkesempatan mengisi selingan acara Pentas Cilik dengan aksi
Cheerleader yang tampil keren dan sangat menghibur. S����������������������������������� uasana meriah tiada henti hadir menyertai para seniman kecil yang dipandu empat pasang MC secara bergantian. Mereka terlihat sangat piawai mengantarkan acara dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan bahasa Bali. Pentas Cilik DCC ini juga, lanjutnya direkam oleh Bali TV dan akan ditayangkan di Bali TV dalam acara Taman Sari dalam dua episode. (Sri Ardhini)
Ekspresi Kecerdasan dan Kemadirian Nampaknya semua penonton kagum, betapa murid SD DCC, dengan gemulai menarikan tari ’Sekar Jagat’. Kegembiraan semakin terasa ketika muncul siswa -siswi TK B dengan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi, bergerak membawakan Tari Janger dan Kecak ’. Tepuk tangan penonton yang riuh serasa menggetarkan Gedung Ksirarnawa, ketika Siswi Playgroup Senior’ unjuk kebisaan dengan riang dan lucu menarikan Gerak dan Lagu Mon Petit Panda serta Siswa PG Seniornya Tampilkan Tari Hu Hu Uaa. Sangat luas biasa, dalam usia dini mereka sudah berani tampil percaya diri di atas panggung. Hal ini memberikan rasa bangga bagi orangtua mereka. Begitu juga tak mau ketinggalan kemeriahan aksi Siswi TK A dalam Gerak dan lagu Hujan Rintik-rintik dan Siswa TKA dengan “Hai Tayo” serta dilengkapi dengan siswa-siswi TK B menyuguhkan Meraih Bintang
. Selanjutnya penampilan yang tak kalah mempesona adalah persembahan talenta seni siswa SD Cerdas Mandiri DCC melalui Gerak dan Lagu Toka-Toka. Persembahan murid DCC tersebut, bukan hanya menghibur namun semakin memikat, ketika Dolanan Tradisional yang terdiri dari permainan Montor-montoran, Megala-gala, Perang-perangan, Ular Naga, Meong meong, Congklak hingga Dengkleng. Kemudian dilanjutkan penampilan
’Ensamble Musik Pianika’ yang dibawakan sangat apik dan diakhiri dengan Menyanyi bersama. Pada kesempatan tersebut, Agung Suryawan juga mengatakan bahwa anak-anak cerdasdibidang intelektual belumlah cukup, perlu diimbangi kecerdasan lain seperti, kecerdasan sosial-emosional yang disertai dengan kemandirian anak. Selanjutnya, disampaikan pula bahwa pada tahun ini DCC kembali akan melaksanakan Student Exchange Program ke Australia. Dan, kali ini tergolong peserta yang terbanyak, yakni 18 0rang termasuk guru dan dari pihak Yayasan. Mereka akan berangkat pada 17 Mei dan kembali pada 26 Mei. (Sri Ardhini)