16 HALAMAN
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 74 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Wisata Tirta Hadapi Masalah Serius
Gahawisri agar Buat Rekomendasi
Bali Post/rin
TUMPENG - Ketua Gahawisri Bali I.B. Agung Partha Adnyana menyerahkan tumpeng kepada Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Ada Usulan Teluk Benoa Jadi Kawasan Konservasi Badung (Bali Post) Bali sudah merancang kawasan konservasi perairan seluas 55 ribu hektar secara bertahap. Saat ini, perairan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi baru Nusa Penida seluas 20 ribu hektar lebih. Sedangkan untuk daerah lain seperti Karangasem dan Buleleng masih berproses. ‘’Untuk Karangasem sudah kita menyusun rencana pengelolaan dan zonasinya. Pencadangan oleh gubernur juga sudah dilakukan pada 2017. Mau kita usulkan lagi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk ditetapkan sebagai kawasan konservasi,’’ ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja di sela-sela Our Ocean Conference 2018 di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Senin (29/10). Hal. 15 Jalan Tol
Terima ’’Fee’’ Rp 3,7 M
Wakil Ketua DPR Tersangka Jakarta (Bali Post) KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (TK) sebagai tersangka. Penetapan tersangka Wakil Ketua DPR-RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat itu merupakan hasil pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. ‘’KPK menetapkan TK, Wakil Ketua DPR-RI periode 2014-2019, sebagai tersangka,’’ ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Selasa (30/10) kemarin. Saat menyampaikan keterangan pers tersebut, Basaria didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Menurut Basaria, penetapan tersangka Taufik Kurniawan merupakan hasil pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hal. 15 Anggaran DAK
DLHK Denpasar membentuk Komunitas Anak Peduli Sungai. Komunitas ini akan bertugas menjaga kebersihan sungai di tempat mereka masing-masing. Halaman 2
dikeluarkan terus izin. Maka turun harga sampai drop ke 35 dolar dari 67 dolar pertama. Pada saat 35 dolar itulah tahun 1996 saya mulai goyang. Ini bahaya lamalama kalau pemerintah tidak melindungi kami. Aset saya hanya sungai, yang kita jual lingkungan. Kalau ini rusak, maka makin lama makin tidak punya nilai,’’ kenang mantan Bupati Gianyar ini. Cok Ace akhirnya memutuskan untuk menjual usaha rafting-nya di tahun 1996. Dari pengamatannya selama ini, usaha rafting dan termasuk juga diving kini berkembang semakin banyak. Hal. 15 Kerusakan Lingkungan
Pencarian Korban Lion Air JT-610 35 Kapal
Lebih dari
350 150
Sudah dikerahkan, salah satu kapal yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi permukaan bawah laut yakni KRI Regel milik TNI Angkatan Laut
Personel Dikerahkan
Personel TNI/POLRI
30
150
Kotak Hitam Masih Misterius Jakarta (Bali Post) – Badan SAR Nasional hingga Selasa (30/10) kemarin pukul 17.00 WIB sudah mengumpulkan 34 kantong jenazah korban Lion Air JT-610. Demikian penegasan Ketua Badan SAR Nasional M. Syaugi. ‘’Kemarin ada 24 kantong, kemudian tadi ada dua dan yang sekarang delapan kantong,’’ kata Syaugi saat ditemui di posko evakuasi JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta. Dia mengatakan kantong jenazah itu banyak berupa potongan tubuh. Kantong-kantong itu langsung dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi. Pihak rumah sakit mengatakan untuk mengidentifikasi korban paling cepat butuh waktu sekitar empat sampai lima hari. Syaugi mengatakan tim gabungan
terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban. ‘’Tim penyelam terus ada 24 jam di tengah laut, pencarian di permukaan laut, melalui udara dan menggunakan multibeam echo sounder sonar juga kami lakukan,’’ katanya. Hal. 15 Dibantu Nelayan
Penyelam Basarnas dan Kopaska
Personel Basarnas
Sejauh ini tim di lapangan telah menemukan sejumlah SIM,KTP, paspor, KTA, kartu BPJS, buku tabungan, dan sejumlah barang, seperti dompet dan tas serta beberapa bagian pesawat
PA PAS SSPSOP R OT RT
Evakuasi dilakukan
24 jam 26 dengan sistem shift operasi pencarian
Kantong Jenazah
Korban Lion Air JT 610 Sudah Diterima RS Polri
Search And Rescue (SAR) Pangkalpinang akan membuka posko di Pelabuhan Pangkalbalam sehubungan dengan tragedi pesawat Lion Air. Sedangkan posko pengaduan dibuka di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
Tinggi, Jumlah Karyawan Swasta Terlibat Narkoba
Halaman 10
pecah semua di lapangan. Ketika lewat, ada ranjau di sungai, bocor. Padahal pada waktu itu untuk satu orang, tiketnya 67 US dolar,’’ ungkapnya. Cok Ace menambahkan, harga tiket hampir Rp 1 juta itu untuk kegiatan rafting dari Payangan sampai Kedewatan sejauh 7 sampai 8 km. Namun, harga itu kemudian turun menjadi 55 US dolar seiring dengan munculnya usaha rafting lain. SOP mengenai carrying capacity Sungai Ayung untuk rafting sebetulnya sudah dibuat dengan asumsi jumlah boat yang berangkat setiap sekian menit. ‘’Tapi dilanggar oleh pemerintah,
Disaster Victim Identification (DVI) Polri membuka posko identifikasi ante mortem di Rumah Sakit Bhayangkara I. R Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur.
DLHK Denpasar Bentuk Komunitas Anak Peduli Sungai
Penyelewengan Dana Desa, Sembilan Warga Diperiksa
Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Provinsi Bali, di Sanur, Denpasar, Selasa (30/10) kemarin. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menuturkan, dirinyalah yang dulu pertama kali membawa rafting ke Bali pada 1989. Kala itu, belum ada peraturan yang mengatur apakah rafting masuk dalam rekreasi atau olahraga. Bupati Gianyar yang dimintai arahan terkait pajak juga masih kebingungan untuk mengeluarkan izin. ‘’Tantangan di lapangan juga luar biasa. Masyarakat yang biasa bawa sapinya ke sungai, terganggu sehingga sering dipasang bambu runcing. Jadi, boat-boat hancur,
SAR Kumpulkan 34 Kantong Jenazah
POSKO
Angka penyalah guna narkoba yang melibatkan karyawan swasta masih bertengger di posisi teratas. BNNP Bali pun merangkul mereka agar mampu membentengi diri dari pengaruh narkoba. Halaman 3
WISATA tirta telah lama menghadapi masalah serius terkait persaingan usaha. Seperti halnya hotel, banting harga juga terjadi pada usaha wisata tirta seperti rafting dan diving. Hal ini bahkan sudah diprediksi sejak tahun 1996. Jika dibiarkan, wisata tirta dikhawatirkan terus terpuruk ke depannya. ‘’Saya berharap Musda Gahawisri mengeluarkan sebuah rekomendasi penting untuk pemerintah. Apa yang perlu dilakukan ke depan karena asosiasi yang paling tahu persoalan yang dihadapi sehari-harinya,’’ ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai membuka Musda VI DPD
Kapolsek Pastikan Tak Ada Penggalian Pasir Pantai Warga keluhkan penggalian pasir pantai dan karang di pesisir pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida. Namun, Kapolsek Nusa Penida memastikan tak ada penggalian pasir ke lokasi tersebut. Halaman 8
Posko evakuasi di Desa Tanjung Pakis, Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat. Posko pengaduan Crisis Center Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Untuk memudahkan identifikasi korban , Biddokkes Polda Babel membuka posko Ante Mortem DVI di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Bali Post/ade
KUNJUNGI POSKO - Presiden Jokowi mengunjungi posko utama evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Selasa (30/10) Kemarin
Komit Berikan Ruang Kreativitas
Denpasar Raih Dua Penghargaan Layak Pemuda 2018
PENGHARGAAN - Pemilik Mangsi Grill and Caffee Made Windu Segara Senet menerima penghargaan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi tingkat Nasional Bidang Pangan dan Kuliner. Penghargaan diserahkan Menpora Imam Nahrawi, Senin (29/10) di Bali Samudera, Jakarta Utara.
SEBAGAI wujud apresiasi atas prestasi pemuda di berbagai bidang, pada momentum 90 tahun Sumpah Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda melaksanakan Malam Anugerah Pemuda Pelopor Tahun 2018. Anugerah dibagi sejumlah kategori yakni kategori Pemuda Pelopor, Wirausaha Muda Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional serta Anugerah Kabupaten/Kota Layak Pemuda Tahun 2018. Penghargaan diserahkan, Senin (29/10) di Bali Samudera, Jakarta Utara. Pada kesempatan tersebut, Kota Denpasar dianugerahi
penghargaan Kota Layak Pemuda 2018 Kategori Madya yang diserahkan oleh Sekjen Kemenpora Gatot Sulistianto Dewa Broto kepada Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Sedangkan penghargaan kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional, Bidang Pangan dan Kuliner diserahkan oleh Menpora Imam Nahrawi kepada Made Windu Segara Senet yang merupakan pemilik Mangsi Grill and Caffee. Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrawi mengucapkan selamat kepada para pemenang semoga menambah motivasi dan semangat. Kemudian untuk kabupaten/ kota diharapkan dapat mem-
berikan ruang yang luas bagi peran serta kaum muda. Acara ini sangat penting dan bukan sekadar simbolis. Karena kegiatan ini nantinya memberi peran dan ruang yang besar bagi keterlibatan anak-anak muda yang kreatif dan bertalenta. ‘’Penting sekali bagi kami untuk mengantarkan anakanak muda ini sebagai pemimpin yang hebat serta menjadikan mereka generasi hebat juga dan membuat sejarah seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita 90 tahun silam,’’ pungkasnya sembari mengajak seluruh undangan untuk mengucapkan bersama Sumpah Pemuda. Wakil Wali Kota Jaya Neg-
ara didampingi Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan dan Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora A.A. Made Wijaya Asmara mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kemenpora RI. Capaian ini tak lepas dari peran serta semua elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di Denpasar yang ramah bagi semua kalangan, tak terkecuali kepemudaan. Menurutnya, penganugerahan ini dapat menjadi momentum historis untuk mempersatukan semua elemen bangsa guna menghadapi semua tantangan secara bersama-sama. Hal. 15 Ide Kreatif
DENPASAR
2
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
FIGUR BMW untuk Lulusan SMK GUBERNUR Bali Wayan Koster kini mengagendakan 40 persen SMA dan 60 persen SMK dalam kebijakannya. Dalam hal ini, pemerintah ingin memberikan ruang bagi siswa yang menyelesaikan pendidikan menengah agar memiliki kompetensi. Kebijakan ini sejalan dengan upaya promosi yang dilakukan sekolah kejuruan. Seperti yang dilakukan SMK PGRI 4 Denpasar dengan menawarkan bekal BMW bagi siswa-siswi SMP jika melanjutkan ke sekolah itu. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar I Ketut Suarya menjelaskan, BMW adalah kependekan dari Bekerja, Melanjutkan ke perguruan tinggi, dan Wirausaha. Artinya, siswa setelah nanti lulus SMK akan memiliki tiga pilihan itu. Itulah mengapa pihaknya meragukan data yang menyebut angka pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK. ‘’Contoh anak kami lulusan jasa boga, ada yang membuka warung kue laklak yang trend sekarang. Dia buka laris, kalau saya bandingkan per bulannya lebih gede gajinya dari kepala SMK PGRI 4. Bukan pengangguran ini, tapi wirausaha,’’ ujarnya dalam Editorial Bali Post Club di Arowana Food Street-Warung 63 Denpasar, Sabtu (26/10) lalu. Pria berkumis lebat ini menyadari pentingnya tenaga pengajar untuk bisa memberikan ilmu yang link and match dengan industri atau dunia usaha. Guru normatif yang dialihfungsikan menjadi guru produktif (misalnya guru matematika menjadi guru produktif) harus mengikuti upgrade terlebih dulu. Proses upgrade dilakukan selama dua semester di Bogor, dan dua semester upgrade jarak jauh. ‘’Kemudian setelah ujian terakhir dia punya sertifikat. Misalnya, guru produktif akomodasi perhotelan sertifikatnya ini diakui oleh pemerintah yang kaitannya dengan sertifikasi guru. Artinya linier,’’ jelasnya. Selain itu, katanya, guru-guru juga mengikuti magang di hotel setiap mengakhiri semester. Magang dilakukan kurang lebih tiga bulan saat libur semester. ‘’Tahun lalu enam orang, sekarang kami berkeinginan mengadakan lagi untuk enam orang,’’ tandasnya. (rin)
Bali Post/kmb32
PEDAGANG - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama para pedagang yang tergabung dalam kelompok Nedauh Mercure.
Bertemu Gubernur
Pedagang Diberi Waktu hingga 31 Desember untuk Pindah
Denpasar (Bali Post) -
Para pedagang di Pantai Mertasari, Sanur yang tergabung dalam kelompok Nedauh Mercure akhirnya bisa bernapas lega. Sebab, rencana pembongkaran warung mereka pascamenerima Surat Peringatan (SP) III dari Satpol PP Provinsi Bali urung dilakukan, Selasa (30/10) kemarin. Para pedagang diberikan waktu untuk pindah hingga 31 Desember mendatang. ‘’Penggusuran untuk hari ini (kemarin - red) tidak ada sesuai SP III. Tadi Gubernur memberikan kita perpanjangan waktu,’’ ujar Sekretaris Kelompok Pedagang I.B. Sedana usai diterima Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Selasa (30/10) kemarin. Sedana datang bersama puluhan pedagang lain ke
Kantor Gubernur Bali dan sempat menunggu sekitar satu jam sebelum bertemu orang nomor satu di Bali itu. Pertemuan yang akhirnya diikuti beberapa perwakilan pedagang berlangsung secara tertutup. Gubernur antara lain didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Made Sukadana, dan Kepala BPKAD
Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda. Menurut Sedana, Gubernur Koster sangat concern dan siap membantu keberadaan kelompok Nedauh Mercure. Termasuk telah berjanji akan menyampaikan perpanjangan waktu kepada investor. ‘’Nanti disiapkan surat pernyataan bahwa kami bersedia pindah per 31 Desember. Apabila
tidak, kami siap dipindahkan secara paksa,’’ imbuhnya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, masalah ini sudah diambil alih dan ditangani langsung oleh dirinya. Koster sudah memberikan pemahaman bila posisi pedagang juga salah. Kendati demikian, mereka tidak boleh diperlakukan secara tidak manusiawi. ‘’Dia (pedagang - red) minta batas waktu Desember untuk bisa pindah. Saya akan bicara dengan penyewa,’’ ujarnya. Tak sekadar dipindah, Koster juga meminta para pedagang membuat kelompok
atau koperasi yang berbadan hukum. Dalam hal ini, membuat unit usaha baru sesuai pengalaman mereka. Mantan anggota DPR-RI ini bahkan siap membantu dengan uang pribadi dan mencarikan akses permodalan dengan bunga serendah-rendahnya. ‘’Mindahin orang nanti enggak makan bagaimana? Kehidupan orang juga harus kita pikirkan,’’ jelasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Jaga Kebersihan Sungai
DLHK Bentuk Komunitas Anak Peduli Sungai Bali Post/kmb36
KASUS NARKOBA - Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana merilis kasus narkoba yang melibatkan oknum bendesa adat, I Nyoman Gede Eka M.
Kerja Berat, Alasan Oknum Bendesa Adat Pakai Narkoba
Denpasar (Bali Post) Satresnarkoba Polresta Denpasar merilis penangkapan oknum bendesa adat I Nyoman Gede Eka M (47), Selasa (30/10) kemarin. Hasil pemeriksaan, pelaku menggunakan narkoba sejak enam bulan lalu. Alasannya, karena beban kerja sebagai bendesa adat sangat berat. ‘’Pelaku sebagai bendesa adat sepatutnya menjadi panutan masyarakat. Ini yang kita sayangkan. Walau demikian, siapa pun pelakunya, apa pun pekerjaannya, manakala cukup bukti melakukan tindak pidana narkoba pasti diproses sesuai ketentuan yang berlaku,’’ tegas Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto. Apalagi, kata Artana, penangkapan tersebut menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, mestinya menjadi cerminan bagi kita semua bagaimana ke depan para pejabat dan tokoh masyarakat menjadi contoh yang baik kepada generasi muda supaya tidak terlibat narkoba. ‘’Pelaku membeli sabu-sabu 1,01 gram bruto untuk dipakai sendiri. Rencananya dipakai untuk beberapa kali. Kami masih menyelidiki orang yang menjual barang terlarang itu kepada pelaku,’’ ungkap Kompol Aris Purwanto. Apakah pelaku akan diasesmen? ‘’Nanti kami koordinasikan dulu,’’ ujar Aris Purwanto. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menegaskan, pelaku harus diasesmen dulu oleh tim medis BNNP Bali atau BNNK. ‘’Apakah dia sebagai penyalah guna awal, korban atau benar-benar terlibat sebagai pengedar? Kalau dia penyalah guna awal atau korban, aturannya direhabilitasi,’’ ujar Suastawa. Apabila hasil asesmen terlibat peredaran narkoba, kata Suastawa, siapa pun dia tidak mengenal jabatan, status dan sebagainya, harus proses hukum. ‘’Belum ada koordinasi dari Polresta Denpasar,’’ ujarnya. Suastawa mengatakan, seorang bendesa adat seharusnya menjadi contoh kepada warganya, sehingga tidak sampai melakukan perbuatan seperti itu. Pasalnya, seorang bendesa adat merupakan penggerak, pendorong, motivator dan inisiator. ‘’Tidak boleh sebagai pengguna, apalagi pengedar. Tapi, tetap diuji asesmen dulu untuk mengetahui tingkat keterlibatannya,’’ ujar mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap oknum bendesa adat di Denpasar I Nyoman Gede Eka M (47), Jumat (26/10) lalu. Tersangka Eka dibekuk di depan Warung Jonkey di Jalan Seroja Gang Nyuh Gading, Denpasar Utara terkait kasus narkoba. Dari pelaku diamankan barang bukti satu paket sabu-sabu (SS) dibungkus pipet seberat 1,01 gram bruto dan masker. Penangkapan dilakukan pukul 15.30 Wita. Pelaku mengaku barang terlarang itu dibeli dari temannya berinisial MB seharga Rp 1,7 juta. Setelah uang ditransfer ke rekening MB, pelaku disuruh mengambil paket SS tersebut di TKP. (kmb36)
819446 / 081337032965
Topik :
DLHK Bentuk Komunitas Anak Peduli Sungai
Denpasar (Bali Post) Keberadaan sungai di Denpasar mulai mendapat perhatian serius. Selain jajaran Dinas PUPR Denpasar melakukan penataan, kini giliran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar ikut ambil bagian dalam mewujudkan kebersihan sungai. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membentuk Komunitas Anak Peduli Sungai. Komunitas ini akan bertugas untuk menjaga kebersihan sungai di tempat mereka masing-masing. Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada mengatakan hal itu, Selasa (30/10) kemarin. Menurut Wisada, Denpasar dilintasi 11 sungai. Dari 11 sungai itu, delapan sungai yang memiliki alur ke laut. Karena itu, kebersihan sungai harus menjadi prioritas agar sampah tidak masuk sampai ke laut. ‘’Inilah perannya komunitas
dalam menjaga kebersihan sungai. Kalau tidak ada yang peduli, sungai kita akan tercemar,’’ katanya. Untuk menggugah masyarakat ikut peduli, kata Wisada, DLHK Denpasar juga sudah menggelar lomba sungai bersih. Lomba ini diikuti oleh 20 desa/kelurahan yang memiliki aliran sungai. Kegiatan lomba ini untuk meminimalisasi ancaman terhadap pencemaran air sungai. Terlebih penduduk Denpasar cukup padat dengan laju pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan terjadi degradasi kualitas air sungai. ‘’Lomba seperti yang dilakukan tersebut merupakan salah satu strategi dalam pengelolaan sungai. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga air sungai menjadi sangat penting, sehingga tidak hanya membebani pemerintah saja. Partisipasi masyarakat ini diharapkan dapat saling men-
guntungkan antarkomponen yang ada, yakni pemerintah dan masyarakat itu sendiri,’’ ujarnya. Wisada mengingatkan, Denpasar yang tumbuh dengan pesat menjadi kota metropolitan juga muncul dampak ikutannya. Salah satunya yakni terjadinya penurunan kualitas lingkungan, seperti pencemaran udara, tanah dan air. Ini merupakan persoalan universal yang saling terkait satu dengan yang lainnya. ‘’Karena itu, untuk bisa tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup, pemanfaatan dan penggunaannya harus dilakukan sebijaksana mungkin. Begitu juga dalam kaitannya untuk mengurangi pencemaran air, harus ada langkah yang lebih gencar untuk melakukan halhal yang mampu mengurangi pencemaran tersebut,’’ tegasnya. (kmb12)
Bali Post/kmb12
SUNGAI - Aliran Tukad Buluh yang berlokasi di sebelah Pasar Penatih.
Sidang Dugaan Pungli Pengurusan Sertifikat
BPN Sebut Tanpa Biaya, Perbekel Akui Ada Perdes Denpasar (Bali Post) Sidang perkara dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan surat-surat pensertifikatan tanah dengan terdakwa Kepala Dusun atau Klian Banjar Dinas Buahan, Desa Buahan, Payangan, I Nyoman Wirawan alias Komang Bilawa, Selasa (30/10) kemarin menghadirkan sejumlah saksi. JPU Putu Iskadi Kekeran dan Putu Wiwin Sutariyanti mengajukan saksi Ni wayan Eka Asih, I Wayan
Widarta, mantan Perbekel Desa Buahan, Payangan dan I Made Daging dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gianyar. Di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handayani Day didampingi hakim anggota Esthar Oktavi dan Miftahul, saksi dari pihak BPN mengatakan tidak ada pungutan dalam pengurusan pensertifikatan tanah. Itu dikatakan saksi dari Kepala BPN Gianyar manakala
JPU Putu Iskadi Kekeran membacakan BAP yang pernah disampaikan saksi dalam pemeriksaan di kepolisian. Dalam pertanyaannya disebut jika memang dipungut biaya, apa dasar hukumnya? Namun pihak BPN mengatakan tidak ada pungutan. Namun hal itu berbeda dengan yang ada di Desa Buahan. Saksi perbekel setelah ditanya kuasa hukum terdakwa mengatakan me-
mang ada Perdes Buahan. Perdes tersebut soal retribusi pungutan pembiayaan pengurusan administrasi sertifikat tanah. Dalam Perdes ini yang disentuh adalah pengurusan sertifikat secara sporadik. Saksi perbekel mengatakan pemungutan dilakukan oleh pemerintah desa, dalam hal ini Kaur Keuangan. JPU dari Kejari Gianyar sempat menanyakan terkait yang dilakukan terdakwa
memungut dana dari pemohon sertifikat, apakah ada dalam perdes? Saksi perbekel mengatakan tidak. Atas perdes itu, anggota majelis hakim Esthar Oktavi sempat menanyakan berapa biaya dalam perdes tersebut, apakah per are atau bagaimana? Saksi perbekel mengatakan tidak disebutkan per are. Namun dihitung dalam satu berkas yang biayanya sekitar Rp 200 ribu. (kmb37)
Operasi Zebra Agung Sasar Pemabuk dan Pengguna HP Denpasar (Bali Post) Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Zebra 2018 di Mapolda, Selasa (30/10) kemarin. Apel ini dipimpin Waka Polda Brigjen Pol. Wayan Sunartha. Operasi tahun ini diharapkan bisa menekan jumlah kecelakaan dan pelanggaran yang hingga saat ini masih tinggi di Bali. Apel gelar pasukan kali ini melibatkan anggota TNI, Dishub, Jasa Raharja, pecalang dan pelajar. Adapun sasarannya adalah pengemudi yang menggunakan HP, melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, mengonsumsi narkoba, mabuk dan melebihi batas kecepatan. “Apel gelar pasukan mengawali dilaksanakannya Operasi Zebra tahun 2018 mulai 30 Oktober hingga 12 November serentak di seluruh Polda. Gelar pasukan ini untuk mengetahui sejauh mana
kesiapan personel maupun prasarana lainnya, sehingga operasi terlaksana dengan optimal dan berhasil mencapai tujuan serta sasaran,” ujar Waka Polda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunartha. Dari data tingkat nasional jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2017 sebanyak 2.097 kejadian, menurun 863 kejadian dibandingkan tahun 2016 sebanyak 2.990 kejadian. Untuk korban meninggal dunia tahun 2017 sebanyak 388 orang dan tahun 2016 sebanyak 649 orang. “Kalau saat Operasi Zebra untuk di Bali tahun 2017 dibandingkan dengan di tahun 2016, jumlah pelanggaran dan kecelakaan meningkat. Namun jumlah korban meninggal justru menurun,” ujarnya. Dari data tersebut, mantan Kabinda Bali ini mengharapkan anggota di lapangan lebih fokus, serius dan memahami langkah-langkah dilaksanakan-
nya operasi tersebut, termasuk tujuannya. “Terima kasih kepada pemerintah dengan dibangunnya shortcut di wilayah Tabanan, sehingga potensi kemacetan sudah teratasi. Apalagi di jalur Tabanan-Gilimanuk dikenal dengan jalur maut,” ujarnya. Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawati Ismail menyampaikan, ada tiga target ruas jalan yang disasar selama operasi yang berlangsung selama 14 hari ini, yaitu di Jalan Gunung Agung, Denpasar karena sering terjadi pelanggaran pengendara di bawah umur. Pasalnya, di sana banyak sekolah. Di Jalan By-pass Ngurah Rai dari simpang Pesanggaran hingga perempatan Grand Bali Beach, terkait data lakalantas biasa terjadi di malam hari, karena sebagian besar dalam pengaruh alkohol. Selanjutnya di ruas Jalan Dewi Sri, Kuta, targetnya
Bali Post/kmb36
OPERASI - Waka Polda Brigjen Pol. Wayan Sunartha menyematkan pita tanda Operasi Zebra Agung dimulai. parkir kendaraan roda empat di badan jalan karena banyak rumah makan dan tempat hiburan yang tidak punya lahan parkir. “Akan kami tertibkan mulai hari ini sampai selesai operasi,” ujarnya. Rahmawati Ismail menambahkan, dalam operasi ini ada tiga prioritas yaitu preemtif, preventif dan represif atau
penegakan hukum. Persentase untuk penegakan hukum sebanyak 80 persen. “Jadi, lebih tinggi kami melakukan penindakan. Kami mengimbau kepada masyarakat karena kaitannya dengan kecelakaan di wilayah Polresta Denpasar cukup tinggi diakibatkan atau diawali pelanggaran,” ujarnya. (kmb36)
BADUNG
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
3
Evaluasi ”Underpass” Tunggu Musim Hujan Mangupura (Bali Post) Evaluasi terhadap underpass Simpang Tugu Ngurah Rai belum bisa dilakukan secara maksimal. Sebab, saat ini masih musim kemarau. Evaluasi baru bisa dilakukan menyeluruh saat musim hujan. Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara, Selasa (30/10) kemarin. Menurutnya, sejauh ini kondisi fisik underpass masih normal. Namun penilaian akan lebih maksimal apabila musim hujan tiba. ‘’Kalau setelah hujan, baru bisa kita evaluasi, seperti apa nanti dindingnya dan juga drainase apakah bisa berjalan semuanya. Untuk pompa juga seperti apa nanti. Apabila ada kendala, mudah-mudahan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada yang perlu diperbaiki, semoga tidak banyak,’’ katanya. Di sisi lain dia menjelaskan, selama masa pemeliharaan, tanggung jawab berada di rekanan seperti taman yang mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan beberapa waktu lalu. ‘’Selama masa pemeliharaan dalam dua tahun, rekanan masih ada yang perlu dijaga terkait pemeliharaan. Seperti ada lampu yang mati, pemeliharaan taman dan yang lainnya, tetap ada pemeliharaan dari mereka,’’ katanya. Guna mengantisipasi ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti aksi vandalisme yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mulai melakukan pemasangan CCTV. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengawasan di sekitar underpass. CCTV dipasang di beberapa titik, baik di underpass simpang Tugu Ngurah Rai maupun underpass simpang Dewa Ruci. ‘’Untuk di underpass simpang Tugu Ngurah Rai dipasang sebanyak tujuh titik. Sedangkan untuk di simpang Dewa Ruci dipasang sebanyak empat titik,’’ ucapnya. (kmb23)
SOSOK Moratorium Reklame SAAT ini wajah Badung semakin kumuh dengan maraknya reklame, billboard dan spanduk, baik berizin maupun tak berizin. Melihat kondisi ini, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan memiliki ide untuk menghentikan sementara atau moratorium izin reklame hingga benar-benar semua reklame di Badung berizin dan tertata dengan baik. ‘’Rencana penghentian sementara izin reklame akan kami usulkan tahun 2019. Sebab, kebijakan ini memerlukan kajian dan dukungan semua pihak, karena harus merubah aturan dan menata ulang zona-
zona pemasangan reklame,’’ jelasnya. Menurutnya, moratorium reklame ini sangat diperlukan untuk menata ulang seluruh reklame di Badung. Sebab, perwajahan Badung sudah mulai kumuh, sehingga perlu segera diatasi. ‘’Harus tinjau ulang Perbup 80 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame, karena selama ini yang kita lakukan adalah pengendalian, mulai dari penataan sampai penertiban. Padahal, kalau mau menolkan penerbitan, izin distop dulu,’’ jelasnya. Namun dengan adanya moratorium, kata Agus Aryawan, Perbup tentang penyelenggaraan reklame harus direvisi. ‘’Kami butuh dukungan semua pihak. Salah satunya adalah lembaga dewan, karena harus mengubah perda,’’ ujarnya. (par)
Daur Ulang, Solusi Atasi Sampah Plastik
Mangupura (Bali Post) Penggunaan plastik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang sulit terpisahkan, terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Namun tidak bisa dihindari, penggunaan plastik yang terus meningkat membawa dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Bahkan
Bali Post/edi
Underpass simpang Tugu Ngurah Rai.
fenomena sampah plastik telah menjadi momok di berbagai negara. Untuk mencegah sampah kemasan plastik berakhir di lautan dan saluran air, daur ulang menjadi salah satu solusi. Seperti yang disampaikan Director Public Affairs & Communication Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo di sela-sela Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua, Selasa (30/10) kemarin. Menurutnya, Coca-Cola menargetkan sebanyak 50 persen konten daur ulang untuk digunakan dalam kemasan pada tahun 2030. Ini akan dijalankan dalam program W o r l d Without Waste.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menargetkan seluruh produk kemasan primer dapat didaur ulang 100 persen pada tahun 2025 untuk berkontribusi mengurangi pencemaran sampah plastik secara global. Bahkan perusahaan itu sudah menginventasikan dana jutaan dolar AS secara global yang dialokasikan melalui anggaran multi tahun untuk mendukung target tersebut. Di Indonesia pihaknya menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi nirlaba. Hingga Oktober 2018, melalui inisiatif Bali Beach Clean Up pihaknya mengumpulkan lebih dari 39 juta kilogram sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer sebagai bagian menjaga lingkungan pantai bersih dari sampah plastik. Selain bidang desain, perusahaan minuman itu juga mencanangkan dua strategi lainnya, yakni dalam pengumpulan kemasan bekas pakai dan menggandeng mitra lainnya. (kmb23)
KONFERENSI - Director Public Affairs & Communication Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo di sela-sela Our Ocean Conference di Nusa Dua, Selasa (30/10) kemarin.
Bangun Dua SMPN, Pemkab Anggarkan Rp 50 Miliar Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung menganggarkan Rp 50 miliar untuk merealisasikan dua gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di tahun 2019. Detail Engineering Design (DED) dua fasilitas publik ini tengah digarap. Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Badung I Made Mandi mengatakan, pemerintah berencana membangun lima SMPN baru. Hanya saja pihaknya baru bisa mewujudkan dua sekolah yakni SMPN 5 Abiansemal dan SMPN 6 Mengwi. ‘’Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak desa,
karena faktor utamanya adalah lahan. Kalau lahan belum siap, ya kita tidak bisa bangun,’’ ungkap Made Mandi saat dikonfirmasi, Selasa (30/10) kemarin. Rencananya SMPN 6 Mengwi dibangun di Banjar Jempayah Desa Kekeran, Mengwi. Sedangkan SMPN 5 Abiansemal di Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal. Namun, sembari menunggu
proses pembangunan fisik yang dirancang tahun 2019, kini kedua SMP dimaksud meminjam tempat untuk kegiatan belajar mengajar sementara. ‘’SMPN 5 Abiansemal saat ini meminjam di SD 1 Abiansemal dan SMPN 6 Mengwi di SD 2 Kekeran. Untuk pembangunan sekolah yang baru, masingmasing dianggarkan Rp
25 miliar. Untuk SMPN 5 Abiansemal Rp 25 miliar dan SMPN 6 Mengwi juga Rp 25 miliar,’’ jelasnya. Disinggung rencana pembangunan tiga SMP lainnya, yakni SMPN 7 Mengwi, SMPN 3 Kuta Utara, dan SMPN 3 Kuta, Mandi mengaku masih terus berproses. ‘’Yang jelas sambil menunggu lahan, SMPN 7 Mengwi saat ini meminjam tempat di SD 4 Cemagi, SMPN 3 Kuta Utara di SD 1 dan SD 2 Kerobokan Kelod, SMPN 3 Kuta di SD 1 Kedonganan,’’ katanya. (kmb27)
Tinggi, Jumlah Karyawan Swasta Terlibat Narkoba
Bali Post/ist
WORKSHOP - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menjadi narasumber workshop pengembangan kapasitas (P4GN) di Kuta.
Mangupura (Bali Post) Angka penyalahguna narkoba yang melibatkan karyawan swasta masih bertengger di posisi teratas. Untuk itu, secara bertahap BNNP Bali beserta jajarannya merangkul karyawan swasta agar mampu membentengi diri dari pengaruh narkoba. Pada Selasa (30/10) kemarin, BNNP Bali dan BNNK Badung mengundang 30 karyawan bidang pariwisata, hiburan dan jasa di Kabupaten Badung. Mereka dikumpulkan untuk mengikuti workshop pengembangan kapasitas pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kuta. ‘’Masih banyaknya penyalahguna narkoba di Bali, sehingga perlu adanya langkah antisipasi untuk menekannya. Salah satu program BNN untuk menekan angka prevalensi penyalahguna narkoba melalui kegiatan workshop ini,’’ ucap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa didamping Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini dan perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupateb Badung I Gusti Ngurah Agung.
Suastawa menyampaikan, permasalahan narkoba tidak bisa dilaksanakan secara mandiri oleh BNN. Oleh karena itu perlu adanya kolaborasi dan sinergitas dari berbagai macam multidisiplin ilmu, terutama dari para instansi swasta yang notabene berperan dalam upaya P4GN. ‘’Dari data penyalaguna yang direhabilitasi pelaku karyawan swasta, angka prevalensi masih tinggi,’’ ujarnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali seluruh peserta agar peduli terhadap permasalahan narkoba di lingkungan kerjanya. Selain itu mampu mensinergikan program pemberdayaan masyarakat antinarkoba. Termasuk memetakan calon pegiat antinarkoba yang akan dibekali untuk pengembangan kapasitas P4GN. ‘’Kami berharap terselenggaranya kegiatan ini bisa mewujudkan kepedulian lembaga atau instansi untuk berperan aktif dalam membangun lingkungan kerja bersih dan bebas dari narkoba. Dari lingkungan kerja masing-masing secara mandiri, sukarela dan berkelanjutan,’’ tegas Suastawa. (bns1)
UMK Badung 2019 Rp 2.700.297
Dewan Pengupahan Sepakat, FSP Tegaskan Hanya bagi Pemula
Mangupura (Bali Post) – Dewan Pengupahan Kabupaten Badung menyepakati Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Badung tahun 2019 mencapai Rp 2.700.297. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,3 persen dibadingkan tahun 2018. ‘’Kenaikan UMK ini sudah mendapat persetujuan Dewan Pengupuhan, terdiri unsur serikat pekerja, pengusaha, serta pemerin-
tah,’’ ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga, Selasa (30/10) kemarin. Menurutnya, penetapan UMK 2019 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kesepakatan ini nantinya akan dilaporkan ke Bupati Badung untuk kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi Bali dan
ditetapkan. ‘’Sudah ada ketentuan terkait UMK. Kami di Badung sudah berdasarkan PP 78 itu, sehingga disepakai Dewan Pengupahan UMK Badung tahun 2019 naik. Kita akan segera ajukan, karena penetapan UMK ini adalah kewenangan Provinsi Bali, tapi kami akan laporkan dulu ke pimpinan,’’ terangnya. Pihaknya akan mengagendakan sosialisasi kepada
para pengusaha di Badung setelah ada penetepan resmi dari provinsi. Pejabat asal Desa Taman, Kecamatan Abiansemal ini juga berharap, per 1 Januari 2019 UMK tersebut sudah diterapkan. ‘’Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa dilaksanakan. Meski ada pengusaha yang belum siap menerapkan UMK baru, bisa mengajukan penundaan
sesuai prosedur perundangundangan,’’ tegasnya. Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali Cabang Badung I Wayan Suyasa menegaskan, selaku perwakilan serikat pekerja pihaknya berharap UMK ini sebagai jaring pengaman, khususnya bagi pegawai yang baru bekerja atau pemula antara 0-1 tahun. ‘’Namun kalau sudah lebih
dari masa kerja 1 tahun, bukan UMK lagi patokannya, namun bagaimana kondisi masing-masing perusahaan. Karena pekerja adalah bagian dari perusahaan,’’ tegasnya. Kendati demikian, Ketua Komisi I DPRD Badung itu menyambut positif disepakatinya UMK tahun 2019. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengupahan yang telah me-
nyepakati UMK. ‘’Bagi kita ini (UMK 2019 - red) cukup tinggi,’’ ucapnya. Untuk diketahui, UMK Badung selama lima tahun terakhir terus meningkat. Pada 2013, UMK sebesar Rp 1.401.000. Kemudian, tahun 2014 sebesar Rp 1.728.000, tahun 2015 sebesar Rp 1.905.000, tahun 2016 sebesar Rp 2.124.075 dan tahun 2017 sebesar Rp 2.299.311. (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4
A Senator Hadiri Mahasabha Prajaniti dan ICHI di TMII Jakarta K Dr. Wedakarna Ingatkan Saatnya Intelektual T Hindu Kuasai Kepemimpinan Nasional I SENATOR DPD-RI utusan bangsa. ‘’Sebagai wakil umat di sebuah negara adalah jika Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Hindu di Senayan saya berkeya- negara itu bisa mengakomodir Wedakarna MWS III men- kinan jika eksistensi agama kelompok minoritas, maksudnya V Arya gapresiasi bangkitnya kembali Hindu di era modern ini sangat bukan dari segi kuantitasnya Prajaniti Indonesia dan Ikatan ditentukan lewat tajamnya tapi juga kualitas dan kapaHindu Indonesia ujung lidah para kesatrianya. bilitasnya. Anak muda Hindu I Cendekiawan (ICHI) sebagai wadah organ- Para pengurus Prajaniti dan harus merebut posisi penting di intelektual Hindu yang ICHI adalah kesatria-kesatria republik ini harus dikuasai oleh T isasi diharapkan ikut berkontribusi H i n d u y a n g k i t a h a r a p k a n umat Hindu. Dalam kepemimpiuntuk pembangunan bangsa bisa mengambil peran baik di nan saat ini kita sudah punya negara, khususnya dalam dunia politik, wawasan kebang- menteri, DPR, DPD, pejabat A dan mengisi ruang-ruang politik dan saan, keberdikarian ekonomi militer, duta besar, petinggi di Indonesia. dan juga kepribadian budaya BUMN dan juga pejabat yang S kepemimpinan Hal itu disampaikan senator sebagaimana cita-cita Bung berpengaruh di Indonesia dan termuda dari Bali dalam kapaS E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
sitas mewakili DPD-RI saat ikut mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pembukaan Mahasabha Prajaniti dan ICHI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Tampak hadir, Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum PHDI), Marsekal TNI-AU (Purn) Ida Bagus Putu Dunia (Mantan Kasau), delegasi internasional dari World Hindu serta ratusan pengurus Prajaniti dan ICHI dari seluruh Indonesia. Lebih lanjut, Senator Wedakarna menyatakan jika ke depan diperlukan anak- anak muda Hindu Indonesia yang bisa membawa eksistensi Hindu ke dalam ranah kepemimpinan
Karno. Ini penting, sama seperti perjuangan leluhur kita Mr. Gusti Ketut Pudja dari Bali saat menentukan ideologi negara Pancasila pada 1945. Walaupun Hindu minoritas, tapi saya percaya bahwa suara umat Hindu akan terdengar lantang di setiap zaman. Saya berharap ICHI dan Prajaniti terus berkontribusi terhadap pembangunan nasional,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang mantan aktivis Hindu KMHDI DKI Jakarta ini. Ke depan, selaku wakil rakyat di DPD-RI, ia berharap agar peran umat Hindu semakin nyata di panggung nasional yakni dengan merebut kekuasaan di segala bidang. ‘’Saya berpendapat bahwa salah satu sehatnya sistem demokrasi
kini perlu kaderisasi. Untuk itu saya berharap ke depan, para intelektual, pejuang pemikir Hindu ikut mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru di setiap generasi. Pemimpin yang baik adalah mereka yang bisa melahirkan pemimpin lainnya, dan ajaran Hindu Asta Bratha, Ramayana dan Niti Sastra akan jadi pedoman,’’ ujar Dr. Arya Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. Di sisi lain, Senator Wedakarna menyatakan apresiasi atas kinerja panitia ICHI dan Prajaniti yang telah menggelar kegiatan Mahasabha dengan baik dan bisa mendatangkan Panglima TNI. Ini sebagai bukti bahwa organisasi ini sudah mendapatkan kepercayaan dari negara. (ad1261)
MAHASABHA – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan tokoh Hindu pada pembukaan Mahasabha di Jakarta.
KPI Pusat Dukung PRSSNI Bali dan KPID Selenggarakan ’’Radio Academy 2018’’ KETUA Umum Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis mendukung langkah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menyelenggarakan kegiatan ‘’Radio Academy 2018’’ guna mewujudkan penyiar radio yang berkualitas, tahu aturan dan profesional. ‘’Kami mendukung kegiatan yang diprakarsai oleh PRSSNI Provinsi Bali dan KPI Daerah Bali menyelenggarakan kegiatan ‘Radio Academy 2018’,’’ kata Yuliandre di sela-sela pembukaan kegiatan tersebut di Gedung DPD-RI Renon, Denpasar, Selasa (30/10) kemarin. Ia mengatakan keberadaan stasiun radio di era globalisasi tetap eksis, karena itu kesiapan sumber daya manusia (SDM) harus lebih berkualitas dan profesional dalam menyajikan siaran kepada publik. ‘’Saat ini publik sangat membutuhan informasi yang berkualitas, termasuk penyajian berita-berita yang aktual, namun tetap berpedoman pada aturan lembaga penyiaran itu sendiri sesuai dengan undang-undang yang berlaku,’’ ujarnya. Dengan kegiatan ‘’Radio Academy 2018: Basic Announcing Skill’’ yang pertama diselenggarakan di Bali ini akan mendorong semangat bagi penyiar radio untuk menambah wawasan dan cara pandang dalam penyajian berita di radio. ‘’Kegiatan ini sebagai upaya
untuk membentuk karakter dan melahirkan SDM yang berkualitas, khususnya insan yang bergerak di radio atau penyiar,’’ ucapnya. Dengan langkah tersebut, kata Yuliandre, masyarakat akan dapat menikmati sajian yang disiarkan oleh stasiun radio yang lebih menarik dan akurat, baik itu dalam bentuk berita maupun hiburan lainnya. Ketua KPID Bali Made Sunarsa menyampaikan, menjadi penyiar selain bersuara bagus juga mesti tahu Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran agar setiap stasiun radio nantinya memiliki personel yang tersertifikasi, salah satunya melalui Radio Academy 2018 ini. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Suastini Putri Koster mendukung kegiatan yang dilakukan PRSSNI Bali dalam membentuk penyiar yang terampil dan profesional. Suastini Koster berharap konten siaran radio menyajikan tentang seni dan budaya. Sehingga kreativitas yang bergerak di bidang budaya dan susastra memiliki ruang untuk berkiprah pada ruang publik melalui siaran radio. ‘’Media radio banyak memberi peluang pada kemajuan pembangunan. Bahkan dalam siaran, banyak penyiar yang memiliki fans yang banyak. Tapi tidak ada yang tahu wajahnya (ana ring uruh, tan anak ring rupa atau suaranya
kenal, tapi tak tahu wajah penyiarnya),’’ ucapnya. Suastini Putri Koster juga berharap kepada perusahaan stasiun radio terus mendukung informasi pemberitaan yang mendukung pembangunan, sebab keberadaan radio jangkauannya cukup luas hingga ke perdesaan. Ketua PRSSNI Bali Nyoman Agus Satuhedi menekankan PD PRSSNI Bali menyadari bahwa peningkatan dan pengembangan profesionalisme penyelenggaraan radio siaran anggota adalah kunci dari penguatan organisasi itu sendiri. PD PRSSNI Bali juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam meningkatkan kapabilitas organisasi, PRSSNI tidak dapat bekerja sendiri, namun perlu dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Sesuai dengan Arah Kebijakan Organisasi yang tertuang dalam program umum organisasi maka PD PRSSNI Bali menjalin kerja sama dengan KPID Bali untuk melakukan langkah-langkah pemberdayaan dan penguatan kapasitas lembaga penyiaran, salah satu yang dianggap sangat penting adalah peningkatan kualitas penyiar. Penyiar merupakan salah satu elemen yang sangat vital dalam industri penyiaran. Pertimbangan dimaksud menjadi salah satu yang dianggap urgen untuk melaksankan kegiatan ‘’Radio Academy 2018: Basic Announcing Skill’’.(kmb)
Bali Post/kmb
RADIO ACADEMY - PRSSNI Provinsi Bali dan KPI Daerah Bali menyelenggarakan kegiatan ‘‘Radio Academy 2018’’, Selasa (30/10) kemarin,
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Dies Natalis Ke-9 Monarch Bali
Bertajuk ’’Empowering Cultural Values and Hospitality Behavior for Global Competitiveness’’ DIES NATALIS ke-9 Monarch Bali yang bertajuk ‘’Empowering cultural values and hospitality behavior for global competitiveness’’ (memberdayakan kebudayaan dan perilaku keramahtamahan untuk menghadapi persaingan global) diselanggarakan di seluruh Monarch yang berada di lima kabupaten. Yakni Monarch BaliDalung, Monarch Bali-Gianyar, Monarch Bali-Candidasa, Monarch Bali-Singaraja dan Monarch Bali-Negara. Dies Natalis 9 Monarch Bali dimeriahkan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta didik Monarch Bali dan juga pihak eksternal. Dalam hal ini, Monarch Bali memberi kesempatan kepada siswa-siswi SMA/ SMK/sederajat di seluruh Bali untuk mengikuti kompetisi di masing-masing daerah. Adapun Monarch Bali-Dalung menyelenggarakan kompetisi band, story telling, flair, cooking competition, fun carrying tray, sea animal towel, voli, futsal, tenis meja, dan bulu tangkis. Pada acara Dies Natalis Monarch Bali–Gianyar yang dibuka langsung Wakil Direktur Monarch Bali-Gianyar I Wayan Suartana, dimeriahkan berbagai lomba seperti English Speech Competition, Making Bed Competition, Black Box Competition, Table Set–Up competition dan babak final Mogi Quiz. Monarch Bali-Singaraja menyelenggarakan beragam acara yang terjadwalkan selama 4 hari, yaitu pada tanggal 19, 20, 22, dan 25 Oktober 2018. Pada tanggal 20 Oktober 2018 diselengarakan Fun Walk yang dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Sepanjang perjalanan fun walk diiringi oleh marching band dari siswa-siswi SMA Lab
Undiksha Singaraja dan Sekaa Baleganjur Dharma Pradangga Desa Tukadmungga. Acara ini juga mengundang siswa-siswi dari SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata dan sponsorship dari BPD Cabang Singaraja, BRI dan Bank Mandiri. Kegiatan ini juga didukung oleh PT Aromaduta Rasaprima dan Indonesian Chef Association (ICA) dalam kegiatan cooking demo. Selain itu diselenggarakan juga Job Fair yang melibatkan pihak industri pariwisata seperti PT Ratu Oceania Raya Bali, PT Cahaya Persada, PT Saraswati Management dan CTI Group. Acara ini juga dimeriahkan berbagai hiburan seperti Zumba, Modern Dance, Accoustic Band dan pengundian doorprize. Di akhir acara diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolis dari perayaan Dies Natalis ke-9 Monarch Bali. Monarch Bali-Candidasa mengadakan kegiatan kompetisi eksternal dan internal sebelum puncak perayaan Dies Natalis ke-9 Monarch Bali pada 26 Oktober 2018. Kegiatan kompetisi eksternal diselenggarakan pada 18-19 Oktober 2018. Pada 18 Oktober 2018, Monarch BaliCandidasa mengadakan lomba Senam Gemufamire, Guiding Contest, Mixology Art Competition, Honeymoon Bedding Competition, dan Photo contest. Sedangkan pada 19 Oktober 2018 Monarch Bali-Candidasa mengadakan Cooking competition, Sequence of Service dan Photo Contest. Pada 20 Oktober 2018 diselenggarakan kegiatan internal, seperti jalan santai, donor darah dan mengadakan beberapa kompetisi internal (lomba karaoke, lomba musika-
lisasi puisi, dan game ranking). Monarch Bali-Negara melaksanakan beberapa kegiatan yaitu internal competition dan bazaar. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada 25-26 Oktober 2018. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari pertama yaitu internal competition yang diikuti oleh setiap perwakilan kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan antarpeserta didik, staf dan juga instruktur Monarch Bali-Negara. Internal competition yang dilaksanakan pada 25 Oktober 2018 terdiri dari Balinese Food Creation Competition, Mixiology Competition, Table Set Up Creation Competition, Making Bed Creation Competition, dan juga babak penyisihan Karaoke Competition. Pada Dies Natalis ke-9 Monarch Bali kegiatan-kegiatan internal yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik Monarch Bali agar melakukan tindakan yang kreatif dan inovatif demi masa depan yang gemilang. Hal ini diimplementasikan salah satunya dengan mengadakan kegiatan kewirausahaan dalam bentuk bazaar di masing-masing Monarch Bali, yang diikuti oleh seluruh program dan jurusan seperti Program Basic Level (1 tahun ), Butler, Bar, Divisi Makanan dan Minuman dan Divisi Akomodasi Kamar, yang bertujuan untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship yang dimiliki oleh peserta didik. Selain kegiatan perlombaan internal, eksternal, aktivitas sosial juga diadakan di seluruh Monarch Bali, yang memberikan pengalaman positif kepada seluruh peserta didik dan civitas akademik Monarch Bali. (ad1260)
Seminar Nasional Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar
Melalui Pemahaman Religius Lokal, Bangkitkan Pemahaman Teologi Nusantara
FAKULTAS Brahma Widya, Program Studi Filsafat, Institut Hindhu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menyelenggarakan seminar nasional, Selasa (30/10) kemarin. Seminar yang diikuti sekitar 200 mahasiwa tersebut mengambil tema ‘’Melalui Pemahaman Religius Lokal Kita Bangkitkan Pemahaman Teologi Nusantara’’. Acara yang dibuka Wakil Rektor (WR) II Dr. Drs. Nengah Lestawi, M.Si. tersebut menghadirkan dua narasumber atau pembicara. Mereka adalah Ngakan Putu Putra, S.H., M.Hum., pemimpin majalah media Hindu Jakarta, dan Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran. WR II Nengah Lestawi mengatakan, seminar ini dilakukan di samping untuk memperkuat prodi, juga berkaitan dengan dies natalis nanti. ‘’Kita akan laksanakan dies natalis 8 November nanti. Jadi tema yang diangkat sesuai dengan prodi filsafat, yakni ‘Melalui Pemahaman Religius Lokal Kita Tingkatkan Pemahaman Teologi Nusantara’. Ini tema yang sangat bagus,’’ jelasnya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kembali teologi Nusantara, sehingga tidak ada pemahaman bahwa teologi itu milik Hindu di Bali semata, tetapi juga Hindu Nusantara. Kaitannya, kata Nengah Lestawi, bahwa religius lokal itu adalah nilai-nilai religius yang dimiliki setiap daerah. Misalnya di Bali memiliki keyakinan religius yang berbeda dengan daerah lain. Jadi, untuk bisa membentuk yang namanya teologi Nusantara, sudah barang tentu semuanya harus di-input dari teologi lokal. ‘’Jadi, tidak hanya di Bali. Namun juga nanti di daerah lain yang memiliki komunitas Hindu, seperti di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, atau daerah lainnya,’’ sebutnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Brahma Widya Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag.
didampingi Ketua panitia Dr. I Nyoman Subrata, S.Ag., S.H., M.Ag. mengatakan, terkait seminar ini pihaknya harus mampu menunjukkan karakter akademis. Sehingga dengan seminar ini bisa ditanamkan keyakinan, yakni apa yang dilakukan sebagai religius lokal di Bali dengan implikasi dan aflikasi yang berbeda-beda itu jelas ada dasarnya, ada keyakinan terhadap kepercayaan manifestasi Tuhan, dengan berbagai macam identitas ketuhanan. ‘’Ini sebenarnya suatu kebudayaan atau keberadaban yang menjaga kebinekaan. Ini literasi bagaimana kita sebagai umat Hindu, dengan banyaknya tradisi yang kita laksanakan sesungguhnya kita didorong untuk menjaga dan menghormati kepercayaan orang atau umat lain,’’ jelasnya. Girinata menambahkan, karena di religius lokal itu sudah diajarkan seperti itu, yakni ada berbagai dewa namun semuanya bersumber satu. Dari sana didorong agar menjaga dan menghormati umat lain,
karena religius lokal memiliki peradaban yang mampu menghargai keyakinan orang lain tanpa memandang kebenaran agama lain dari sudut pandang kebenaran agama kita. ‘’Kita sesungguhnya satu. Ini yang kita tanamkan, yakni melalui religiusitas kearifan lokal. Kita saja di Bali satu desa kadang berbeda, namun satu tujuan satu prinsip. Ini intinya merawat kebinekaan,’’ sambung Dekan Girinata. Karena itu, seminar itu diharapkan bisa menyukseskan program prodi salah satunya dalam rangka dies natalis dan kedua adalah menambah wawasan dalam bidang ke agamaan. Dengan seminar ini mahasiswa yang nantinya terjun ke masyarakat tidak fanatik dengan mengagung-agungkan agama sendiri, namun itu sejatinya sama. Tak salah jika salah satu narasumber membahas soal teologi dari perspektif Bali, menyangkut konsep Tuhan, yakni Hyang Widhi, Batara, Dewa, manusia, Kanda Mpat dan juga bhuta. (ad1258)
SEMINAR - Ratusan mahasiswa IHDN Denpasar mengikuti Seminar ‘’Melalui Pemahaman Religius Lokal, Kita Bangkitkan Pemahaman Teologi Nusantara’’ yang dibuka Wakil Rektor II IHDN Denpasar Dr. Drs. Nengah Lestawi, M.Si.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
5
Kembangkan Sektor Pariwisata
Dorong Pertumbuhan ’’Community Based’’
Denpasar (Bali Post) Pariwisata Denpasar mampu mendongkrat perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini artinya, sektor pariwisata memiliki nilai strategis untuk bisa dikembangkan. Terlebih, Denpasar juga menjadi ibu kota provinsi yang menjadi urat nadi perkembangan di berbagai sektor. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (30/10) kemarin, mengungkapkan sektor pariwisata memberikan kontribusi pada PAD mencapai 32 persen. Jumlah ini terus meningkat yang membuktikan perkembangan kepariwisataan di Denpasar semakin baik. Rai Mantra mengatakan dengan semakin pesatnya pertumbuhan pariwisata di Bali, khususnya di Kota Denpasar, memang menjadi angin segar bagi kita semua. Kendati demikian, pihaknya mengajak semua pihak agar tidak terlena, melainkan terus mengikuti perkembangan sehingga mampu memberikan pertumbuhan ekonomi di segala bidang. ‘’Pariwisata harus memberikan dampak bagi semua kalangan dan mendukung pertumbuhan eko-
nomi hingga sektor terbawah sebagai wujud pemerataan,’’ jelas Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, pemerataan ini dapat diwujudkan dengan menggali potensi dengan menciptakan destinasi wisata baru dengan mendorong terbentuknya komunitas (community based) sehingga kemajuan pariwisata ini tidak hanya dinikmati oleh golongan tertentu. ‘’Sebagai masyarakat tentu kita harus mampu bersama-sama melihat peluang, sehingga semakin banyak adanya ide kreatif dengan menggali potensi yang ada dapat menciptakan objek wisata baru dengan tetap menjaga kearifan lokal yang ada,’’ ujarnya. Pihaknya mencontohkan kawasan Tukad Bindu, kawasan Tukad Loloan, kawasan Taman Kumbasari Tukad Badung, serta sungai lainnya yang telah direvitalisasi. Melalui program tersebut, tentu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sungai itu bukan tempat sampah ataupun tempat pembuangan limbah. Sehingga dengan didukung pengembangan Smart City Kota Denpasar yang salah satunya adalah smart river walk yang dapat memberikan nilai tambah bagi sungai itu sendiri.
‘’Dengan begitu maka sungai sebagai tempat yang disucikan, benar-benar menjadi tempat yang suci, serta memberikan nilai tambah dan menjadi potensi wisata baru,’’ paparnya. Rai Mantra menuturkan bahwa selain sungai, pasar rakyat (tradisional) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan juga gencar direvitalisasi. Hingga saat ini terdapat sedikitnya 33 pasar tradisional yang telah direvitalisasi dan sebagian besar menjadi objek wisata baru. Dengan munculnya objek wisata baru ini tentu akan memberikan zonasi secara langsung terhadap pengembangan objek wisata, khususnya di Kota Denpasar. Dengan adanya zonasi ini tentu problematika klasik kepariwisataan seperti perang harga dapat diminimalisir. Seperti halnya Sanur dengan keindahan pantai dan hotel berbintang, kawasan heritage city tour dengan city hotel-nya, agrowisata dengan wisata pertanian, wisata religi, wisata budaya dengan berbagai sajian seni budaya dan kearifan lokal yang mataksu dan harus berkualitas, wisata pasar yang kini masuk dalam program smart herittage market yang diapresiasi semua pihak. (kmb12)
Atasi Kesulitan Bahan Baku
Akan Dibentuk Koperasi Kria Tenun Denpasar (Bali Post) Industri tekstil sedang menggeliat. Permintaan pun meningkat. Permintaan yang meningkat, tidak diiringi dengan peningkatan bahan baku. Akibatnya, pelaku usaha pun mengalami kesulitan bahan baku. Bahkan permasalahan bahan baku tenun sudah lama terjadi. Oleh karena itu, pelaku usaha di Bali dengan difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali akan membentuk koperasi. Owner Tenun Bali Arta Nadhi dari Sidemen, Karangasem I Wayan Suartana menuturkan, permasalahan bahan baku benang memang dari dulu terjadi. Selama ini perajin mengambil bahan baku dari stokist atau pengepul. Kelangkaan bahan baku menyebabkan kenaikan harga. Kenaikan harga bahan baku setiap tahunnya bisa mencapai 10 persen bahkan lebih. Menurutnya, kenaikan harga bahan baku seperti itu tidak wajar. Ia menduga ada permainan di stokist. Selama ini bahan baku ia dapat dari stokis di Bali. Stokist mendapatkan bahan baku dari impor ke India dan Cina. ‘’Kita belinya di Bali karena dari India langsung dikirim ke Bali (stokist di Bali),’’
ujar Suartana ketika ditemui usai FGD di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Senin (29/10). Dengan adanya permasalahan bahan baku tenun bertahun-tahun, maka ia dan pelaku usaha lain akan membentuk koperasi tenun Bali. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi bahan baku atau memudahkan mendapat bahan baku. ‘’Supaya kita tidak dipermainkan lagi soal bahan baku benang karena selama ini kita masih impor bahan baku,’’ tandasnya. Koperasi ini rencananya yang akan melakukan impor ke produsen bahan baku dari berbagai negara. Impor ini juga akan dibantu oleh pemerintah. ‘’Jadi masing–masing kabupaten akan ada koordinator–koordinator yang akan bergabung di provinsi mengenai koperasi kria tenun,’’ jelasnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, penenun sering menghadapi kelangkaan bahan baku. Penyebab kelangkaan, menurutnya, karena bahan baku tenun tidak ada di Bali. ‘’Dulu di sini kan ada pabrik Patal Tohpati, Balitex, sekarang sudah tidak ada,’’ ujarnya. Selain itu, kelangkaan bahan baku juga karena perminta-
an akan kain tenun Bali yang semakin meningkat. ‘’Mungkin juga kebijakan pemerintah yang menggunakan wastra kemudian juga kain tenun sehingga meningkatkan permintaan,’’ ujarnya. Dalam rangka menangani permasalahan bahan baku, pemerintah melalui Menko Ekonomi membuat paket kebijakan mengenai PLB (Pusat Logistik Berikat). Dengan PLB ini akan memudahkan perajin dan pelaku usaha tenun dalam mendapatkan bahan baku impor. Melalui skema atau pola PLB, memudahkan pelaku usaha dalam penyimpanan di gudang, kecepatan mendapatkan bahan baku dan harga logistik bisa lebih murah. Dengan skema PLB, impor bahan baku dilakukan oleh kelompok usaha yang tergabung dalam koperasi kria tenun yang akan dibentuk. Impor dilakukan sekaligus dalam jumlah besar, sehingga pajaknya bisa ditekan. ‘’Misalnya pelaku usaha A membutuhkan bahan baku 300 kg, pelaku usaha B 2 ton. Kebutuhannya beda–beda. Jadi ordernya sekaligus satu kontainer (8 ton). Impor bahan baku ini disimpan di PLB dan bisa diambil secara bertahap, sehingga lebih efisien,’’ bebernya. (kmb42)
Jakarta Fashion Week 2019
Matahari Department Store Tampilkan Beragam Koleksi Gaya MATAHARI Department Store (Matahari) kembali memeriahkan Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 yang diselenggarakan di Senayan City, Jakarta. Sebagai bagian dari industri fashion di Indonesia, Matahari selalu berupaya mendukung event fashion ternama di Tanah Air. Kali ini Matahari menggelar dua fashion show yang menampilkan dua tema yang sangat menarik, ‘’In/Out Town’’ yang telah berlangsung 21 Oktober 2018 serta ‘’Disney and Marvel Fashion Parade’’ pada 23 Oktober 2018. JFW 2019 merupakan kali keenam Matahari ikut serta dalam ajang fashion bergengsi ini. Keikutsertaan Matahari tahun ini menandai bulan ulang tahun Matahari yang ke-60 sekaligus memperlihatkan koleksi terbaik yang fashion forward dan on trend untuk memuaskan selera para konsumennya. Koleksi ‘’In Town/Out Town’’ menampilkan gaya fashion kasual anak muda saat mereka berjalan-jalan keliling kota atau ke luar kota bahkan ke luar negeri. Sedangkan tema kedua menampilkan koleksi yang terinspirasi dari karakter Disney dan Marvel, salah satunya ‘’Mickey and Friends’’ yang hadir dengan rangkaian busana musim panas yang penuh kegembiraan. Koleksi ini siap menyapa seluruh penggemar dari segala umur di gerai Matahari. Christian Kurnia, Merchandising, Marketing & Store Operations Director Matahari, mengatakan melalui kolaborasi dengan Disney ini, Matahari
ingin melanjutkan komitmennya untuk menyediakan beragam produk yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Produk fashion termasuk di dalamnya pakaian, sepatu, aseksoris maupun mainan anak-anak. ‘’Hal ini kami lakukan untuk memberikan pengalaman belanja yang menyeluruh dan menyenangkan bagi para konsumen setia Matahari,’’ ujarnya. ‘’Seluruh koleksi Disney yang telah kita saksikan akan tersedia di semua gerai Matahari pada musim semi/ musim panas 2019 nanti. Kami berharap dapat mengajak lebih banyak keluarga Indonesia untuk menyambut musim mendatang dengan beragam pilihan koleksi yang terinspirasi dari karakter Disney,’’ ujar Imelda Like, Head of Marketing Communication & Fashion Director Matahari. Matahari dan The Walt Disney Company Indonesia telah berkolaborasi sejak tahun 2017 lalu dan terus berupaya untuk untuk memberikan pengalaman berbelanja yang unik melalui produk–produk Disney yang dijual di gerai Matahari di seluruh Indonesia. Koleksi In/Out Town menampilkan gaya fashion kasual anak muda saat mereka berjalan-jalan keliling kota atau bahkan bepergian ke luar kota. Diperagakan di area Atrium Senayan City, koleksi ini terbagi atas dua sekuens yang sangat seru khas anak muda. Sekuens pertama menampilkan koleksi Speak Up, sebuah koleksi dengan palet
warna merah, putih dan hitam dipadukan dengan jeans serta visual tulisan yang inspiratif. Beragam t-shirt, hoody, sweater bertuliskan kalimat yang menarik dan terlihat stylish saat dikenakan untuk bepergian. Dilengkapi dengan aksesoris seperti headband serta ikat pinggang berwarna senada yang serasi saat dipakai bersama. Sekuens kedua bertajuk Urban Safari menampilkan koleksi menarik bagi yang senang berpetualang; jaket safari, parka, celana berkantong dalam palet warna tanah yang teduh seperti hijau, cokelat dan krem. Pemilihan bahan yang disesuaikan dengan model dan gayanya menjadikan sekuens ini terlihat stylish namun tidak berlebihan. Kolaborasi Matahari dan Disney Indonesia dalam fashion show berjudul ‘’Disney and Marvel Fashion Parade’’ menampilkan rangkaian busana yang terinspirasi dari karakter Marvel yang populer serta Disney Princess yang dicintai oleh para konsumen. Koleksi Marvel menampilkan desain yang terinspirasi dari para karakter Marvel seperti Captain America, Spider-Man, Hulk, Thor, Iron Man, dan Super Hero Avengers lainnya, serta logo Marvel yang ikonik. Untuk koleksi Disney yang akan hadir musim semi/ musim panas 2019 nanti, Matahari menampilkan kolaborasi bertema Disney Princess dengan karakter Cinderella, Ariel, dan Jasmine sebagai inspirasi utama. (bns2)
Bali Post/win
Jaga Persatuan Melalui Elemen-elemen Keagamaan SEMINAR - Suasana Seminar Wawasan Keagamaan yang digelar di Kantor PHDI Bali, Selasa (30/10) kemarin.
Denpasar (Bali Post) -
Menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan. Salah satu caranya adalah dengan pendekatan elemen-elemen keagamaan. ‘’Dalam proses menata diri merekatkan persatuan itu, kami berupaya menggandeng langsung organisasi-organisasi keagamaan. Karena ternyata masyarakat kita unik, lebih manut dengan tokoh agama dibandingkan yang lain,’’ ujar Kepala Bidang Kerukunan Umat Beragama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) Cecep Khairul Anwar di sela-sela Seminar Wawasan Keagamaan yang digelar di Kantor PHDI Bali, Selasa (30/10) kemarin. Chairul menilai kepercayaan masyarakat Indonesia pada unsur-unsur agama adalah ‘’amunisi’’ yang cu-
kup jitu digunakan untuk merekatkan serta mengukuhkan Bhinneka Tunggal Ika. Digandengnya organisasiorganisasi agama dalam program itu diharapkan dapat saling isi, yang nantinya akan bermuara pada kerukunan antarbangsa. ‘’Sebagai negara multikultural kita sangat riskan terpecah belah, terlebih dalam perhelatan politik. Jangankan pilpres, selevel bupati atau gubernur saja masalah SARA itu sangat seksi. Nah, dengan forum-forum komunikasi semacam inilah kita berupaya menciptakan kesejukan, merekatkan kebinekaan,’’ tandasnya. Munculnya berbagai wujud
berita bohong (hoax) belakangan ini yang juga sangat rentan memecah persatuan diharapkan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat harus bisa memilah, tidak semata-mata langsung menelan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, terlebih yang mengedepankan agama. Di sisi lain, munculnya isuisu radikal yang berujung pada tindakan intoleran mengatasnamakan agama dapat diminimalisir. Masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan adanya isu-isu miring terkait hal tersebut. ‘’Kita sadar jika agama adalah unsur yang dominan Indonesia. Namun, kebanyakan orang yang memahami agama yang separuh-separuh,
sehingga bisa menimbulkan tindakan intoleran. Untuk itu kita harus berhati-hati,’’ tegasnya. Hal senada juga diungkap pembicara lainnya, I Wayan Sudirta. Ia berharap unsur-unsur keagamaan bisa berperan penting dalam upaya mencegah perkembangan paham radikal yang berupaya mengganti Pancasila. ‘’Radikalisme bisa menang kalau kita lengah, radikalisme yang ingin mengganti Pancasila akan berhasil jika kita lengah, tapi kalau kita waspada tidak akan bisa. Caranya ya… dengan sosialisasi, dengan butir-butir yang bisa menyentuh aspek kehidupan, yang materinya menarik, tidak mengawang-awang, tidak normatif,’’ ujarnya. Ke depan nilai-nilai gotong royong diharapkan bisa kembali diterapkan untuk mengikis kesenjangan yang terjadi di masyarakat. (win)
Didakwa Kasus Kokain
Turis Rusia Dituntut Setahun
Denpasar (Bali Post) Didakwa atas kasus kokain, turis asal Rusia, terdakwa Iurii Shpiro, Selasa (30/10) kemarin dituntut pidana penjara setahun. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai terdakwa yang bekerja sebagai programmer ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika jenis kokain untuk dirinya sendiri. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 127 ayat 1
huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang didampingi Agus Suparman selaku kuasa hukum mengatakan akan mengajukan pledoi tertulis. Karenanya majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa memberikan waktu satu pekan untuk menyampaikan pembelaannya. Dalam perkara ini dijelaskan JPU Agus Suraharta, petugas mencurigai orang asing di minimart, Jalan Wana Segara, Kuta. Petugas Polsek
Kuta kemudian melakukan lidik. Pada 26 April sekitar pukul 00.20, polisi menangkap terdakwa yang sedang berbelanja di minimart tersebut. Saat digeledah badan dan pakaiannya, polisi tidak menemukan barang bukti. Polisi kemudian menggeledah tas bawaan terdakwa, yakni tas kain motif batik yang diakui milik pacar terdakwa. Saat buku paspor dibuka, polisi menemukan dua plastik klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis kokain
masing-masing isinya dua gram. Dalam keterangan BAP di kepolisian saat itu terdakwa mengakui jika kokain itu dibeli dari seseorang bernama Rybnokov Vladimir Aleksandrovich (terdakwa berkas terpisah), yang juga warga Rusia. Saat itu terdakwa Iurii mengaku kokain itu dibelinya dengan harga Rp 5 juta per plastik klip. Terdakwa mengaku bahwa dia membeli kokain untuk dipakai sendiri selama berlibur di Bali. (kmb37)
OPINI
6
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membidik Wisatawan Berbelanja BICARA soal kualitas dan kuantitas wisatawan yang diinginkan Bali, jawabnya jelas keduanya. Jumlah wisman ke Bali terus meningkat, juga kualitasnya pro dengan pertumbuhan ekonomi Bali. Jangan sekadar mengejar target kunjungan wisman dua juta per tahun, namun tidak membawa dampak positif peningkatan ekonomi masyarakat Bali. Buktinya dengan program bebas visa ke Bali, membuat sektor pariwisata Bali tergoncang. Padahal secara teori, jumlah wisman ke suatu destinasi berupa daerah, resort, kawasan, atau objek meningkat jika daerah ini mampu mengembangkan diri dan menjalankan Sapta Pesona terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, dan ramah. Faktor eskternal sangat memengaruhi pariwisata Bali. Buktinya kemarin, ada keluhan pariwisata Bali dijual sangat murah oleh agen di Tiongkok. Modusnya mereka mengajak wisman Tiongkok hanya belanja di toko milik warganya, hanya melintasi objek wisata. Jadi, tak sampai mereka masuk ke kawasan objek wisata. Itu artinya mematikan krama Bali. Bagaimana pedagang Bali bisa laku dagangannya. Padahal, semuanya bermuara untuk mempertahankan budaya Bali. Praktis semua uang akan lari keluar Bali. Pemotongan peran krama Bali di tengah jalan ini membunuh krama Bali yang notabena adalah pelaku pariwisata Bali. Semua tindakan ini harus segera dicegah agar krama Bali tak terus menjadi korban uluk-uluk nak len (dibohongi orang lain - red). Coba bayangkan tanpa budaya, pariwisata Bali tak ada apa-apanya. Bayangkan juga apakah pemerintah dan pelaku pariwisata pernah memberdayakan pelaku budaya Bali? Jawabnya pasti tidak. Orang Bali selama ini masih mandiri dalam bidang budaya, yang justru dipakai barang dagangan oleh agen pariwisata. Untungnya, krama Bali tak pernah sampai berutang untuk mayadnya. Tuhan sudah adil, ada saja rezeki termasuk tritisan sektor pariwisata. Terus terang, krama Bali hanya mendapatkan tritisan (bagian kecil) dari pariwisata Bali. Jika yang kecil ini lagi ditutup dengan program pariwisata murah, habislah nasib krama Bali. Mati pulalah pedagang canang, pedagang banten dan lain-lainnya. Jadi, jangan kita berpikir sempit, asal kita tak dirugikan selesai urusannya. Secara teori, kita mengenal empat tahap perkembangan pariwisata. Tahap pertama merupakan awal dari perkembangan, ditandai dengan jumlah wisatawan, tetapi kurang signifikan. Pada tahap kedua, jumlah wisatawan meningkat tajam. Tahap ketiga, perkembangan jumlah wisatawan mulai melambat atau boleh dikatakan berhenti pada tahap ketiga. Pertumbuhan yang melambat ini bisa disebabkan karena terjadinya kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Terjadinya pertumbuhan jumlah wisatawan yang menurun bisa juga disebabkan karena mulai terjadi kejenuhan pasar wisata sebagai akibat ketidakpuasan wisatawan terhadap pelayanan dan kualitas daya tarik wisata. Tahap keempat, mulai terjadinya kerusakan pada daya tarik wisata. Kondisi seperti ini disebut daya dukung lingkungan pariwisata telah terlampaui. Pada saat demikian ini, upaya pembinaan pariwisata sangat diperlukan. Makanya hakikat kualitas daya tarik wisata dipengaruhi oleh daya dukungnya. Daya dukung pariwisata ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah jumlah wisatawan, aktivitas wisatawan, intensitas, pengaruh wisatawan, kualitas dan daya pulih secara alami serta tingkat pengelolaan. Pengembangan berdasarkan potensi dasar, kemungkinan tidak dapat menghasilkan jumlah kunjungan wisatawan yang banyak dan meningkat tajam. Tetapi wisatawan berkunjung jumlahnya relatif sedikit dengan segmen yang kecil. Perjalanan yang demikian menimbulkan belanja harian wisatawan (tourist expenditure) yang rendah namun mempunyai manfaat meningkatkan peluang kerja dan peningkatan penyebaran pembangunan yang lebih luas dan merata. Ini yang kita perlukan untuk Bali. Ada wisatawan dan mereka berbelanja.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gaung Sumpah Pemuda Hingga memasuki hari terakhir bulan Oktober, saya merasakan gaung perayaan Sumpah Pemuda tak begitu kencang. Semangatnya juga belum terasakan. Dulu, ketika saya SMP, setiap Sumpah Pemuda ada saja kegiatan yang berkesan. Mulai dari penggunaan pakaian adat daerah masingmasing saat upacara. Itu bentuk-bentuk nasionalisme yang saya lihat. Bahkan, setiap bulan Oktober ketika saya masih SMA, kegiatan bulan bahasa sangat terasakan. Ada banyak kegiatan di sekolah. Kesannya sekolah santai, namun ada banyak hal yang bisa membuat kita sebagai generasi muda punya kenangan. Mudah-mudahan ke depan, kegiatan Sumpah Pemuda lebih dimaknai. Ketika kita berharap dari generasi milenial untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini. Memberikan generasi muda ruang dan kesempatan berorganisasi tentu hal yang positif dilakukan. Mudah-mudahan kita ke depan membangun spirit kebangsaan secara ikhlas, bukan karena paksaan politik atau karena kepentingan politik. Elite bangsa ini mudah-mudahan bisa membangun kedamaian bangsa ini. Jangan lagi meributkan hal-hal yang tak jelas dan hanya menyita energi kita. Mari maknai Sumpah Pemuda sebagai bentuk penguataan nilai kebangsaan. Hindari konflik politik yang hanya berorientasi pada kepentingan berkuasa. Salam Sumpah Pemuda, semoga Indonesia makin jaya. I Ketut Putra Sudarma Denpasar, Bali
Kuantitas Vs Kualitas Pariwisata Bali Menyikapi isu akan produk yang dijual murah di toko online untuk pasar Tiongkok perlu diluruskan. Dikotomi antara kualitas dan kuantitas sebetulnuya tidak perlu terjadi sepanjang kita paham arti serta maknanya. Mana yang seharusnya dipilih. Banyak yang beranggapan bahwa kualitas seharusnya berada di atas kuantitas dan sebaliknya. Namun, sebenarnya yang mana seharusnya didahulukan? Kualitas atau kuantitas?
Oleh I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA.
I
tu memang pertanyaan yang menarik tetapi sering kali kita tidak selalu mendapatkan jawaban yang tepat. Coba saja kita tengok dunia pariwisata Bali dan Indonesia. Bagaimana pendapat Anda? Kepariwisataan bisa menjadi aset dan modal untuk peningkatan kualitas daerah. Baik peningkatan mutu pengolahan produk perdagangan, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan pendapatan daerah, dan lain-lainnya. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan pariwisata, pemerintah dan lembagalembaga yang terkait dengan kepariwisataan perlu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana pariwisata itu, seberapa banyak memberikan keuntungan kepada masyarakat dan daerah. Target 20 juta wisatawan pada tahun 2019 yang dicanangkan pemerintahan Jokowi - JK merupakan target yang tidak muluk-muluk mengingat Indonesia sebagai negara yang besar sudah sepantasnya mencapai target tersebut sebab kita membandingkan country to country. Negara tetangga seperti Thailand sudah mampu melampaui 30 juta wisatawan, Malaysia lebih dari 27 juta wisatawan dan Singapura lebih dari 20 juta wisatawan setiap tahunnya. Sekilas memang tidak ada yang salah dari peningkatan kuantitas tersebut sebab jumlah sangat berimplikasi terhadap jumlah pendapatan. Akan tetapi, bagaimanapun juga pening-
katan devisa berperan dalam kesejahteraan masyarakatnya. Mengenai kuantitas memang selalu berkaitan dengan angka atau jumlah, entah itu jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia terutama ke Bali, berapa pendapatan yang dihasilkan pertahunnya untuk mengakomodasi pelancong internasional dan nasional. Kuantitas memang bicara mengenai hal-hal yang pasti dan jelas. Namun, pemerintah dan para pelaku industri perlu mengantisipasi akan dampak negatif yang dihasilkan dari kesuksesan secara kuantitas. Di satu sisi, perlu diperhatikan aspek kualitas secara mendalam agar ketika kuantitas sudah tercapai maka kualitas sudah mesti berjalan secara beriringan. Ketika aspek kualitas diabaikan maka akan terjadi mass tourism ini yang kita amati terjadi di Bali pada saat ini. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali naiknya sangat signifikan namun tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas. Banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi yaitu: masih tumpang tindihnya program empat pilar kepariwisataan yaitu: 1. Destinasi kepariwisataan, 2. Pemasaran kepariwisataan, 3. Industri kepariwisataan dan, 4. Kelembagaan/SDM kepariwisataan. Pemasaran yang kenceng mesti diimbangi dengan pembangunan infrastruktur di destinasi wisata karena ini berkaitan dengan accessibility, kemudian peningkatan SDM yang memiliki kompetensi seperti pegawai, hotel, para guide, sopir taksi, pelayan toko, pelayan restoran, dan industri pariwisata
yang juga harus dibenahi secara menyeluruh melalui standardisasi produk-produk pariwisata agar lebih berkualitas. Pariwisata memang jenis industri cukup unik. Industri ini masih tergantung pada alam. Bagaimana Indonesia tanpa destinasi-destinasi wisata seperti pantai-pantai di Bali, Candi Borobudor di Magelang, Jateng, fauna yang eksotis yang tersebar di sekitar Indonesia? Tentu saja industri pariwisata tidak akan berkembang dengan cepat tanpa “it” faktor yang ada di negeri ini. Maka eksploitasi tidak dapat dihindari dan fenomena ”Bali Dijual Murah” pun terjadi. Sungguh disayangkan jika mengingat betapa kayanya Pulau Dewata. Bali selama ini dikenal sebagai destinasi yang kaya akan pantai yang eksotis dan tempat yang sempurna untuk melihat sunset di dunia internasional. Ketika mendengar “Bali”, mindset seseorang tak jarang langsung tertuju pada Pulau Penuh Pantai atau destinasi wisata yang instagramable, tempat yang tepat untuk dijadikan background photoshoot misalnya. Atau tempat yang murah untuk berwisata. Tentu saja Bali lebih dari sekadar tempat “jalan-jalan” karena ada banyak hal yang ditawarkan Pulau Dewata. Banyak ahli budaya berpendapat bahwa diperlukan adanya batasan yang jelas terkait dengan penerapan target-target tersebut di beberapa destinasi wisata agar destinasi wisata tersebut dapat berkelanjutan, karena sekali destinasi tersebut rusak maka tidak bisa dimung-
kiri kemungkinan ditinggalkan oleh wisatawan tidak bisa dihindari. Mereka melihat pariwisata sangat tergantung terhadap keberlanjutan sumber daya yang ada dan jumlah kunjungan wisatawan yang berlebihan sangat berpotensi untuk mengancam keberlanjutan sumber daya tersebut. Penetapan kapasitas daya dukung harus diterapkan untuk membatasi jumlah pengunjung yang datang demi keberlanjutan pariwisata. Apa yang sebenarnya terjadi? Eksploitasi alam dan buddy ini diakibatkan oleh minimnya kesadaran pelaku pariwisata terhadap pentingnya kualitas. Berbanding dengan kuantitas, kualitas industri pariwisata hampir berada dalam taraf yang mengkhawatirkan. Seperti yang sudah diketahui, pariwisata di Bali berdampak pada budaya. Kualitas pariwisata di Bali bisa dikatakan mengecewakan karena meskipun pendapatan di pariwisata di Bali semakin hari kian meningkat, nyatanya banyak warisan budaya lokal tidak mendapatkan perhatian seharusnya. Saat ini, keberhasilan pariwisata tidak lagi ditentukan oleh banyaknya jumlah orang berkunjung ke sebuah destinasi wisata, tetapi ditentukan seberapa besar benefit yang didapatkan baik oleh wisatawan maupun para pelaku pariwisata di destinasi wisata. Jumlah kunjungan yang besar tidak lagi berbanding lurus dengan jumlah pendapatan yang didapatkan. Jumlah wisatawan mungkin kecil tapi pendapatan besar. Tapi apakah ini menguntungkan secara ekonomi? Konsep quality tourism yang sudah diterapkan di negara-negara maju, di mana untuk beberapa destinasi wisata yang memiliki keunikan dan memberikan pengalaman yang luar biasa membatasi jumlah pengunjung tetapi menerapkan harga yang tinggi. Konsep ini sepertinya bisa dikatakan sebagai alter-
Pelajaran Pariwisata dari Tiongkok
Pariwisata Bali Tak Bermartabat. Demikian judul berita Bali Post (24/10). Komunitas pelaku bisnis pariwisata Bali memang sedang dihenyakkan oleh semakin masifnya “paket pariwisata Bali” yang dijual murah kepada wisatawan Tiongkok. Tingginya kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali saat ini dibarengi kabar tak sedap dengan ditengarai adanya dugaan bahwa Bali “dijual” sangat murah pada harga yang tidak masuk akal. Belakangan, harga tersebut disebut sudah menyentuh angka Rp 600 ribu, untuk tiket pesawat pergi-pulang Tiongkok-Bali beserta akomodasi makan dan hotel di Bali dalam durasi lima hari empat malam. Kondisi ini patut kita cermati dan waspadai. Tentu ada yang salah dalam mekanisme pariwisata Tiongkok ini sehingga fenomena “jual murah Bali” dapat berlangsung. Secara hitungan matematis harga jual paket wisata Tiongkok-Bali ini jelas tidak masuk akal. Namun secara teori bisnis, pola marketing seperti itu sangat mungkin dilakukan dan tetap menguntungkan. Kita tentu masih ingat bagaimana maskapai penerbangan low cost carrier di Indonesia juga bisa menjual tiket seharga seratus rupiah, dari harga normal satu jutaan. Masifnya mass tourism (pariwisata masal), sudah lama banyak dikeluhkan oleh para pelaku bisnis pariwisata Bali. Hal ini mengingat bahwa dampak positif kesejahteraan bagi krama Bali, tidak sebanding dengan dampak negatif kerusakan terhadap alam
Oleh Agung Kresna dan budaya Bali yang ditimbulkannya. Belum lagi dominasi pariwisata buatan yang semakin marak di Bali. Pariwisata masal memang cenderung lebih menguntungkan para operator bisnis pariwisata, dibanding keuntungan bagi warga lokal destinasi wisatanya. Pariwisata Avant-garde Bali Realitas wisata murah Bali tersebut harus kita sikapi bersama agar pariwisata Bali tidak bercitra buruk di kemudian hari. Orisinalitas pariwisata Bali adalah menawarkan keelokan alam dan pesona kebudayaan Bali. Identitas Bali sebagai destinasi pariwisata alam dan budaya bisa jadi saat ini sudah mendapat sinyal lampu kuning. Jika hal ini berlangsung secara berkepanjangan, bukan tidak mungkin Bali sebagai sebuah destinasi wisata akan kehilangan pamor daya tarik dari identitas jati dirinya. Ranah pariwisata Bali harus kembali ditarik ke jalur pariwisata avant-garde, bukan pariwisata massal yang semakin menjadi primadona pariwisata Bali saat ini. Sejatinya, pariwisata massal kurang memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan kepada krama Bali di pelosok desa. Justru sering kali muncul kerusakan alam dan budaya Bali akibat cara “penjualan” pariwisata
massal yang cenderung bersifat instan, dengan durasi lama tinggal (length of stay) yang pendek. Peluang pariwisata avant-garde sangat terbuka melalui model special interest tourism (pariwisata minat khusus). Wisatawan minat khusus cenderung intens dalam menikmati destinasi wisata yang diminatinya. Bahkan, selalu ada semangat pelestarian dari wisatawan atas objek destinasi tujuan wisatanya, karena mereka tidak ingin kehilangan atas objek yang diminatinya. Multiplier effect ekonominya juga akan lebih banyak dinikmati krama Bali setempat. Pesona kebudayaan krama Bali dalam keelokan bentang alamnya, adalah living culture yang akan selalu tetap ada, walaupun tidak ada pariwisata Bali. Living culture adalah modal krama Bali dalam membangun pariwisata, tanpa memerlukan nilai investasi yang besar. Ada beberapa catatan guna menumbuhkan pariwisata avant-garde Bali. Pertama, harus dilakukan pemetaan (mapping) atas potensi pariwisata alam-budaya seantero Pulau Bali yang memiliki nilai avant-garde, untuk menjadi destinasi unggulan dalam upaya memacu pariwisata minat khusus. Kedua, para pemegang kebijakan publik di lingkungan pemerintahan selaku regula-
tor harus menyiapkan piranti lunak regulasi yang tepat dan komprehensif, guna menjaga martabat pariwisata Bali agar tidak terpuruk menjadi pariwisata bernilai rendah. Pada akhirnya, model jual murah wisatawan Tiongkok harus menjadi cermin dalam membenahi pariwisata Bali secara komprehensif. Dari sisi regulasi, cara pembayaran belanja wisatawan Tiongkok dengan menggunakan sistem scan-barcode melalui aplikasi WeChat yang banyak digunakan di Tiongkok harus dapat dicegah melalui piranti regulasi. Mengingat dengan cara pembayaran tersebut hampir dapat dipastikan bahwa tidak terjadi perputaran uang yang signifkan di Bali dari para wisatawan Tiongkok. Insan pelaku pariwisata Bali harus saling bergandengan tangan dengan stakeholders yang lain agar martabat pariwisata Bali tidak dicemari oleh pelaku pariwisata asing yang kurang bertanggung jawab. Pariwisata Bali harus dikembalikan pada marwahnya sebagai pariwisata alam dan budaya yang bermartabat. Harus menjadi pariwisata avant-garde yang elegan dan berharga mahal, bukan murahan. Namun harus tetap seiring dengan tatanan anatomi tradisi sosial-budaya krama Bali, berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana.
natif jika kita memang menginginkan kualitas diterapkan di industri. Beberapa destinasi wisata harus mendapatkan perlakuan khusus untuk kepentingan perlindungan sumber daya. Jika berhenti di sini, maka akan didapatkan hasil sebagai berikut: kuantitas di dunia pariwisata berkaitan dengan jumlah atau angka yang besar dan berdampak negatif dan kualitas sebaliknya tidak fokus terhadap jumlah atau tangka. Kualitas berkaitan dengan keseimbangan. Konsep kualitas ini memang menarik karena tidak mengindahkan nilai-nilai budaya. Pelestarian budaya memang jarang diperhitungkan dalam industri ini. Kualitas wisatawan sebenarnya bisa diukur lewat beberapa indikator. Di antaranya adalah indikator kesejahteraan, penurunan tingkat pengangguran, gini ratio atau tingkat kesenjangan, tingkat belanja wisman, hingga lama tinggal wisman yang terdampak oleh pariwisata (Kompas.com). Mengutip tulisan dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof. Dr. I Gde Pitana, M.Sc.: target kuantitas dan kualitas wisatawan mancanegara adalah dua hal yang penting. Itu berarti tak perlu ada dikotomi (perbedaan) antara kuantitas dan kualitas wisatawan. Kedua hal ini sulit untuk dipisahkan. Keduanya saling berkaitan. Kita memang tidak bisa bilang mengejar salah satunya karena keduanya berkaitan. Ketika kita berbicara mengenai kuantitas, memang tidak bisa dipisahkan dengan kualitas. Penulis, Mahasiswa Doktor Pariwisata Universitas Udayana Angkatan VIII, Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, Wakil Ketua PHRI Badung Bidang Komunikasi & Informasi, Wakil Ketua BPPD Badung
POJOK Denpasar berkomitmen berikan ruang kreatif pada generasi muda. - Kreativitas kunci sukses. *** Banting-bantingan harga paket wisata tirta sudah diprediksi sejak lama. - Prediksinya semua akan terbanting. *** Ada usulan dalam FGD, Teluk Benoa kembali dijadikan kawasan konservasi. - Konservasi selamatkan manusia dari kehancuran.
Penulis Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7 TABANAN Desa Bantas akan Kembangkan Potensi Kelapa Lewat BUMDes
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Bali Post/san
KELAPA - Warga Desa Bantas mengupas kulit kelapa. Kelapa merupakan produk pertanian unggulan di desa ini.
DPRD Bali Pantau Proyek Pengaspalan di Marga Tabanan (Bali Post) – Komisi III DPRD Provinsi Bali, Selasa (30/10) kemarin melakukan peninjauan proyek dan pengaspalan jalan jurusan Marga menuju Apuan, Kecamatan Baturiti, sepanjang 11,73 km. Turut serta dalam peninjauan tersebut, Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama. Kedatangan mereka untuk mengecek apakah proyek tersebut berjalan sesuai ketentuan. Sebab, dewan curiga proyek tersebut dikerjakan asal-asalan, mengingat nilai kontrak proyek jauh di bawah pagu anggaran. Saat tatap muka dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan, rekanan, Camat Marga dan Perbekel se-Kecamatan Marga, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama mengatakan, pagu anggaran pengaspalan dan pelebaran jalan tersebut bersumber dari BKK Provinsi Bali sebesar Rp 22,5 miliar. Namun nilai kontrak hanya sebesar Rp 15,275 miliar lebih. Ada selisih angka sekitar Rp 7,225 miliar. Inilah yang membuat pihaknya menilai ada ketidakwajaran. Pada kesempatan itu, Adi
Wiryatama juga menanyakan apakah proyek tersebut juga sudah termasuk pembuatan pengaman jalan dari beton di bagian pinggir. ‘’Kenapa nilai kontrak jauh di bawah nilai pagu? Jangan hanya alasan efisiensi, kualitas pengerjaan tidak bagus,’’ tegasnya. Terkait proyek tersebut, politisi yang juga ayah dari Bupati Tabanan ini menekankan, agar bisa dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan, seperti administrasi bagus dan tepat waktu serta hasil pengerjaan bisa dipertanggungjawabkan. Dia pun meminta agar perencanaan proyek lebih konkrit sehingga nilai pagu dengan nilai kontrak tidak terlalu jauh. ‘’Memang alasan dari PU Tabanan dan rekanan bisa kita terima, karena rekanan memiliki alat berat dan alat angkut sendiri, serta bahanbahan sendiri sehingga itu yang mungkin bisa lebih efisien. Selama tidak mengurangi standar proyek, itu mungkin bagian dari strategi bisnis,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan I Made Yudiana menjelaskan, pihaknya memang mengaju-
kan proyek senilai Rp 22,5 miliar tersebut sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang disusun bersama konsultan proyek. ‘’Nilai itu sesuai dengan perkiraan kami, tapi rekanan menawar jauh di bawah dan memenuhi persyaratan yang ada. Itu karena rekanan memiliki alat sendiri, alat angkut sendiri serta bahan material sehingga lebih efisien,’’ jelasnya. Dikatakannya, proyek tersebut merupakan pelebaran dan pengaspalan jalan sepanjang 11,73 km dengan lebar 4,5 m dan ketebalan hotmix 10 cm. Proyek dimulai 14 Agustus dan berakhir 11 Desember. ‘’Saat ini pengerjaan sudah mencapai 50,46 persen dari target 36,8 persen. Saya yakin akan selesai tepat waktu,’’ ungkapnya. Manajer Operasional PT Adi Murti I Gede Cahyadi selaku rekanan menjelaskan, penawaran yang dilakukannya tentu sudah melewati perhitungan. Pihaknya pun menegaskan, kualitas proyek tetap bisa terjaga baik. ‘’Tentu kami sudah berhitung, tak mungkin kami asal-asalan apalagi banyak proyek di Tabanan yang kami kerjakan,’’ tegasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
TATAP MUKA - Ketua DPRD Provinsi Bali dan Komisi III DPRD Bali saat tatap muka di kantor Camat Marga.
Tabanan (Bali Post) Hampir sebagian besar penduduk Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur berprofesi sebagai petani. Hampir semuanya memiliki kebun yang ditanami pohon kelapa. Sayangnya, karena tidak diolah menjadi produk tertentu, penjualan kelapa mengikuti harga pasar. Jika harga kelapa naik, petani untung, tetapi jika jeblok petani merugi. Agar nilai ekonomis kelapa dapat terjaga, Pemerintah Desa Bantas berencana mengembangkan produk olahan kelapa. Perbekel Bantas I Gede Ketut Catur Adi Purnawan, Selasa (30/10) kemarin, mengatakan produksi kelapa Desa Bantas biasanya dijual ke pulau Jawa. Untuk mengirimnya ada beberapa pengepul yang membeli kelapa dari petani. Saat ini harga ke-
Desa Bantas memiliki pertanian organik sehingga berencana menjadi desa agrowisata. Terlebih desa ini juga sudah baik dalam hal mengelola sampahnya. Bahkan banyak warga negara asing maupun domestik yang datang ke Bantas untuk mempelajari cara pengolahan sampahnya. Potensi-potensi ini yang akan dijadikan modal dasar Desa Bantas dalam membangun BUMDes dan menuju desa agrowisata. ‘’Diharapkan BUMDes dan agrowisata bisa berjalan tahun 2019 mendatang,’’ ujar Catur. Salah satu warga yang sedang bekerja mengupas kulit kelapa, Mitha, mengatakan kelapa yang dikupas hasilnya akan dikirim ke Jawa. Sementara kulitnya akan dijual ke perajin genteng di pejaten. ‘’Ada juga dipakai sendiri,’’ ujarnya. (kmb24)
Bursa Calon Sekda Masih Sepi Peminat
Tabanan (Bali Post) -
Dalam seleksi terbuka untuk posisi Sekda, lanjut Sugatra, diharapkan akan ada minimal empat pendaftar untuk selanjutnya diproses sesuai tahapan. Jika hingga masa pendaftaran kuota tersebut belum terpenuhi, masa pendaftaran akan diperpanjang. ‘’Tetap akan kami buka ruang untuk perpanjangan masa pendaftaran. Berapa lamanya, masih tentatif,’’ jelasnya. Perpanjangan masa pendaftaran, selain sesuai dengan mekanisme dan aturan pansel, juga bertu-
juan menghasilkan calon Sekda yang benar-benar menguasai dan tahu arah pembangunan Kabupaten Tabanan. Mereka harus paham betul Tabanan. ‘’Saya harap ada pelamar sebanyak-banyaknya, sehingga betul terjaring pejabat yang sangat kompetitif,’’ terangnya. Disinggung apakah dirinya akan ikut bursa calon Sekda, mengingat dari sisi persyaratan dia sangat memungkinkan untuk ikut serta berkompetisi. Sugatra menegaskan, untuk saat
ini dia hanya ingin menjadi penyelenggara seleksi yang baik. Hal ini juga untuk menghindari opini negatif selama proses seleksi jabatan. ‘’Secara pribadi saya ingin memberikan kesempatan kepada teman yang memiliki kualifikasi lebih bagus, paham tentang Tabanan dengan arah yang jelas, karena jabatan Sekda adalah jabatan strategis,’’ tegasnya. Sementara itu, sejumlah nama pejabat di Tabanan santer terdengar akan ikut meramaikan bursa calon
Sekda. Mereka adalah Kepala Bapelitbang I.B. Wiratmaja, Kadisdik I Gede Susila dan Kadishub I Made Agus Harta Wiguna. Selain itu, muncul nama Asisten II I Wayan Miarsana, Asisten III I Wayan Sukada, Kadis Kebudayaan I G.N. Supanji dan Kadispar I Made Yasa. Namun dari nama-nama tersebut, belum ada yang mau secara gamblang mengatakan apakah mau mendaftar atau tidak. Seperti Kadisdik I Gede Susila yang hanya tersenyum saat ditanya kapan akan mendaftar. ‘’Belum tahu, lihat perkembangannya saja nanti,’’ katanya. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja juga tidak mau berkomentar banyak. ‘’Sementara saya tidak mengikuti proses ini. Masih banyak senior yang lebih mampu,’’ ucapnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Sepanjang musim kemarau, komplain masyarakat ke PDAM Tabanan mengalami peningkatan. Saat ini rata-rata komplain mencapai 250 pengaduan per bulan. Sebagian besar komplain dikarenakan air yang tidak mengalir lancar. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tababan I.B. Marjaya Wirata, Selasa (30/10) kemarin, mengatakan komplain memang meningkat, meski tidak signifikan. Sebelumnya komplain mencapai 214 per bulan dan saat memasuki kemarau menjadi
250 per bulan. Komplain kebanyakan karena air yang tidak lancar. Ketidaklancaran air, lanjut Wirata, terjadi di daerah tertentu, terutama yang lokasinya tinggi atau yang padat penduduk. ‘’Musim kemarau menjadikan debit air turun 15 persen. Ini menyebabkan di beberapa daerah terutama yang lokasinya tinggi atau padat penduduk pada jam-jam tertentu air tidak lancar atau tidak mengalir,’’ jelasnya. Namun dipastikan ketidaklancaran ini tidak terjadi lama atau hingga 24 jam. Ke-
tika pemakaian sudah tidak tinggi, maka air akan lancar kembali. Mengenai keluhan jaringan rusak kata Wirata juga diterima oleh pihaknya meski tidak banyak. Untuk perbaikan, ada SOP waktu yang harus dipenuhi yakni maksimal 2 kali 24 jam. ‘’Tetapi biasanya diatasi kurang dari itu. Rata-rata sehari sudah baik asalkan yang melapor jelas nama, alamat serta nomor sambungannya,’’ jelas Wirata. Dalam menampung keluhan, PDAM Tabanan telah mengeluarkan nomor pen-
gaduan yang bisa dihubungi masyarakat melalui SMS. Sementara untuk menangani keluhan media sosial, telah ada group teknisi. Laporan keluhan akan diteruskan ke group dan langsung ditangani. Dari jumlah keluhan yang ada, menurut Wirata hanya sebagian kecil dari keseluruhan jumlah pelanggan yang dilayani PDAM Tabanan. ‘’Saat ini langganan mencapai 65 ribu sambungan rumah. Komplainnya hanya 240 per bulan. Jadi masih sangat kecil,’’ ujar Wirata. (kmb24)
Lelang jabatan yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Tabanan untuk mengisi jabatan Sekda Tabanan masih sepi peminat. Hingga hari ketujuh masa pendaftaran atau Selasa (30/10) kemarin, belum ada yang mendaftar. Hal ini kemungkinan akibat sejumlah pejabat yang memenuhi persyaratan masih menunggu hari baik untuk mendaftar. Batas pendaftaran dibuka hingga 7 November mendatang. ‘’Sementara belum ada, kemungkinan menunggu hari baik. Kalau persyaratan, saya rasa tidak ada yang rumit,’’ ucap Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra.
Kemarau, Komplain Layanan PDAM Meningkat
Gara-gara Dupa, Tiga Bangunan Ludes Terbakar Tabanan (Bali Post) – Kebakaran terjadi di Kerambitan, Selasa (30/10) kemarin. Diduga akibat lalai mematikan dupa usai sembahyang, tiga bangunan berupa bale gede saka roras, palinggih Taksu dan bale bandung milik I Dewa Made Maharjana (52) dan Dewa Made Wedastra (56), warga Banjar Kelating Dauh Desa Kelating, Kerambitan, ludes terbakar. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi dikarenakan istri Maharjana lupa mematikan dupa usai sembahyang di bale gede. Sebelum kejadian, sekitar pukul 08.00 Wita, istri Maharjana sembahyang di pelangkiran bale gede dan palinggih Taksu di dekat bale. Usai sembahyang, dia meninggalkan dupa dalam keadaan menyala. Maharjana dan istri kemudian pergi ke setra karena ada prosesi ngaben. Rupanya api dupa tersebut mengenai wastra pelangkiran, sehingga api membesar. Warga yang mengetahui hal tersebut memberi tahu Maharjana kalau api telah membakar tiga bangunan milik mereka. Maharjana dan istri langsung pulang dan mendapati api sudah membesar membakar bale gede, palinggih Taksu dan bale bandung. Bahkan bale gede sudah rata dengan tanah. Mencegah api merembet ke bale daja, bangunan utama di bagian utara, korban terpaksa merobohkan palinggih Taksu yang juga sedang dilalap api. Warga sekitar segera berdatangan ke lokasi membantu memadamkan api. Sesaat kemudian mobil pemadam tiba di lokasi. Dalam waktu sekejap api berhasil dikuasai. Namun ketiga bangunan tersebut sudah ludes terbakar dan rata dengan tanah. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta lebih. Pemilik rumah hanya bisa meratapi kejadian yang menimpanya. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana menjelaskan, dari keterangan saksi dan hasil olah TKP, kebakaran tersebut diduga akibat api dupa di bale gede yang lupa dimatikan dan merembet ke wastra pelangkiran. (kmb28)
lapa terjun bebas menjadi Rp 850 per butir, yang dulunya sempat menyentuh harga Rp 5.000 per butir. Melihat potensi ini, pihak Desa sedang menyiapkan masyarakatnya agar bisa mengolah kelapa menjadi produk seperti VCO dan sejenisnya. Bersiap menuju ini, kata Catur, sedang disiapkan SDM dan lembaganya dalam hal ini BUMDes. Hingga saat ini Desa Bantas belum memiliki Bumdes. Untuk bisa membentuk BUMDes, Catur menyebut tidak bisa semerta-merta tetapi harus melihat potensi apa yang dimiliki desa serta kesiapan SDM. ‘’Sedang dipelajari potensinya, sekaligus menyiapkan masyarakat serta SDM yang akan mengelola BUMDes nantinya,’’ jelas Catur. Selain produksi kelapa,
Bali Post/ist
TERBAKAR - Bangunan milik warga Banjar Kelating ludes terbakar, Selasa (30/10) kemarin.
Musyawarah FKUB Tegaskan Pentingnya Kerukunan Tabanan (Bali Post) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan organisasi lintas agama yang dianggap mampu menjaga tatanan, nilai-nilai etika dan moral serta sosial budaya masyarakat Tabanan. Organisasi ini diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama dari tingkat tokoh sampai paling bawah, sehingga kerukunan betul-betul dapat dirasakan oleh semua umat. Hal ini dikatakan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menghadiri musyawarah antar umat beragama FKUB, dengan agenda pemilihan pengurus masa bakti 2018-2023. Bupati Eka menjelaskan, di era globalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kemajuan dalam kehidupan manusia. Tapi kemajuan itu hendaknya disertai dengan etika dan moral agar dapat memberikan kebahagiaan, kerukunan dan ketentraman. Oleh karena itu, FKUB diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama dari tingkat tokoh sampai
ke tingkat paling bawah. ‘’FKUB sebagai forum umat beragama, berkewajiban secara terus menerus mem berikan pembinaan tentang kerukunan kepada umat beragama yang ada di Tabanan,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan, kerukunan adalah pondasi pembangunan. Kerukunan ini berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta nilai-nilai agama. ‘’Jika terjadi krisis kerukunan, maka bangsa terpecah belah dan taruhannya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita Bersyukur Pancasila yang menyatukan kita,’’ tegasnya. Ia melanjutkan, Tabanan adalah daerah yang menjadi rujukan kerukunan umat beragama di Bali dan bahkan rujukan untuk Indonesia yang mana dibuktikan dengan diraihnya harmony award untuk Kabupaten Tabanan. ‘’Harapan saya, kerukunan ini akan terus dipelihara dan tentu ditingkatkan lagi,’’ tegasnya. (kmb24)
BULELENG
8
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Lahan Pertanian Warga di Santal Terbakar 35 Menit, Api Berhasil Dijinakkan
Singaraja (Bali Post) – Akibat kemarau, lahan pertanian milik warga kembali terbakar. Peristiwa itu terjadi di Banjar Dinas Santal, Desa/Kecamatan Banjar, Selasa (30/10) kemarin. Untuk kesekian kalinya, si jago merah mengamuk di Den Bukit. Namun, kali ini di lahan pertanian milik Nyoman Ayu (65). Beruntung, titik api di lahan pertanian itu tidak meluas. Warga yang melihat dengan cepat melaporkan kejadian itu, sehingga personel pemadam kebakaran merespons, cepat tiba di lokasi kejadian. Sekitar 35 menit, api berhasil dipadamkan, dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Dinas Pemadam Kebakaran di Seririt. Apa pemicu kebakaran lahan ini belum diketahui secara pasti. Alasannya, tidak ada saksi sebelumnya melihat kebakaran lahan itu. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gede Sugiartha Widiada mengatakan, belakangan ini kebakaran lahan memang sering terjadi seperti di Banjar Dinas Santal. Angin kencang dan kondisi tanaman yang kering diakuinya menjadi pemicu mudahnya terjadi kebakaran lahan pertanian. Mengapa lahan pertanian sering terbakar? Sugiartha mengaku tidak mengetahui pasti. Dirinya menduga kalau pemicu kebakaran lahan itu disebabkan kelalaian warga.
Ada petani sengaja membuat api di lahan itu. Mereka kemudian lupa memadamkan setelah selesai beraktivitas. Dari kejadian kebakaran lahan di Buleleng, beberapa di antarnya terjadi karena awalnya warga sengaja membakar sampah di dalam lahan. Kemudian pembakaran sampah itu tidak diawasi dengan baik. Akibatnya, percikan api itu diterbangkan angin. Jika membakar sesuatu tidak diawasi, hal itu kerap menyebabkan titik api menjadi pemicu kebakaran
lahan itu. “Sudah sering kami imbau. Kalau di musim kering ini kebakaran lahan sangat rentan terjadi. Kami tetap imbau warga tidak membuat api di lahan pertanian dan juga membakar sampah sembarangan tanpa diawasi. Kalau membuat api boleh saja, tetapi mohon dikontrol. Titik api yang ditinggalkan pastikan sudah padam total. Hal itu sebagai antisipasi mencegah terjadinya kebakaran lahan itu,” pintanya. (kmb38)
Bali Post/ist
TERBAKAR - Lahan pertanian milik Nyoman Ayu (65), warga Banjar Dinas Santal, Desa/Kecamatan Banjar, terbakar Selasa (30/10) kemarin.
Hidup Sehat dan Bahagia
Ada Inovasi Kembangkan Potensi Optimal Singaraja (Bali Post) – Agar mampu hidup sehat, bahagia, dan mandiri, setiap komponen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi melakukan inovasiinovasi yang efektif, terkait pengembangan potensi yang ada di suatu daerah secara optimal. Harapan itu disampaikan Bupati Putu Agus Suradnyana saat menghadiri penilaian lomba KKG KB Kes di Desa Tampekan, Kecamatan Banjar, Selasa (30/10) kemarin. Bupati didampingi Ketua TP PKK Ny. Aries Suradnyana dan pimpinan instansi terkait dari jajaran Pemkab Buleleng. Lomba
itu tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu hidup sehat dan bahagia secara mandiri. ‘’Kami mohon penilaian itu dilakukan seobjektif mungkin,’’ pinta Bupati. Penilaian lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan itu digulirkan jajaran Pemkab Buleleng. Masing-masing desa menjadi duta kecamatan mengikuti proses penilaian yang dipimpin Tim Penggerak (TP) PKK Buleleng. Lomba itu diyakini tidak sekadar acara seremonial dan semata-mata ajang mencari juara. Namun, kegiatan ini menjadi ruang bagi kader PKK desa melaku-
kan inovasi mengembangkan semua potensi yang ada di daerahnya masing-masing. Ketua TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana mengatakan, desa-desa yang mengikuti lomba, sebelumnya sudah menjalani pembinaan hingga ditetapkan menjadi duta masing-masing kecamatan. Materi pembinaannya meliputi penyuluhan, pembinaan kelompok, pelayanan KB, pembinaan UPK, dan sejumlah materi penting lainnya. Dari persiapan materi itu sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan capaian target program KB dan Kesehatan gerakan PKK. (kmb38)
Bali Post/ist
AIR BERSIH – Mobil AWC Polres Buleleng dikerahkan memasok air bersih untuk warga Dusun Sembung, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Selasa (30/10) kemarin.
Bantu Air Bersih
Polres Terjunkan Mobil ’’Water Cannon’’ Singaraja (Bali Post) – Dampak kemarau panjang tahun ini menyulitkan warga mendapat pasokan air bersih untuk keperluan rumah tangga. Atas kondisi ini, Selasa (30/10) kemarin, jajaran Polres Buleleng menerjunkan mobil Amoured Water Cannon (AWC) ke Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Mobil yang bisa dioperasikan membubarkan aksi
massa demo, sekarang dialihfungsikan memasok air bersih untuk warga ke desa-desa. Begitu mobil dengan kapasitas 6.000 liter air bersih itu tiba, warga mendatangi lokasi pengiriman air bersih itu. Masyarakat antusias antre mengambil air bersih dengan membawa ember atau jeriken. Wakapolres Kompol Ronny Riantoko mengatakan,
AWC itu dimanfaatkan untuk membantu warga mendapat air bersih. Dengan bantuan ini, warga bisa menampung air bersih untuk persedian cadangan air di tengah musim kemarau panjang, seperti sekarang ini. “Kita coba terjunkan AWC membantu air bersih warga. Bantuan air bersih itu untuk persedian beberapa hari ke depan,” katanya.
Selain di Tembok, mobil AWC Rabu (31/10) ini, akan diterjunkan ke Desa Pucak Sari, Busungbiu. Di desa ini pun sejak kemarau panjang warga juga mengalami kesulitan air bersih. Pemicunya masih sama di mana pasokan air bersih dari sumber mata air baku yang dikelola desa tidak mampu memenuhi kebutuhan semua warga setempat. (kmb38)
Bali Post/kmb38
LOMBA KKG KB - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menghadiri penilaian lomba KKG KB Kes di Desa Tampekan, Banjar, Selasa (30/10) kemarin.
Tes Urine Bersih Narkoba
Para Jaksa pun ’’Disasar’’
Instansi vertikal di Buleleng semakin banyak saja yang disasar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Dalam rangka gerakan deteksi dini peredaran dan penyalahgunaan narkoba, 35 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja wajib menjalani tes urine, Selasa (30/10) kemarin. Tak hanya itu, 12 orang pegawai kontrak di lembaga itu juga mengikuti tes yang sama. Deteksi dini ini penting karena ASN di Kejari bersinggungan dengan barang bukti (BB) narkoba, ketika akan menangani suatu perkara hukum. Lalu, bagaimanakah hasil tes urine para ASN di Kejaksaan Negeri Singaraja itu?
Bali Post/kmb38
IKUTI TES URINE - Puluhan jaksa dan pegawai kontrak di Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja mengikuti tes urine, Selasa (30/10) kemarin.
TES urine berlangsung beberapa jam saja sejak pukul 08.00 Wita hingga tengah hari. ASN dan pegawai kontrak usai apel pagi langsung berkumpul di ruang rapat Kejari. Para ASN ini pun kemudian mengikuti sosialisasi terkait program P4GN yang dipresentasikan Kepala BNNK AKBP Gede Astawa. Turut mendampingi Kajari Singaraja Wahyudi, M.H. Setelah presentasi, satu per satu ASN dan pegawai kontrak di Kejari itu mengikuti tes urine. Setiap ASN pun mengisi daftar hadir dan membawa botol kecil untuk menampung sempel urine mereka. Tahapan tes urine itu sangat ketat. Tidak pelak, hal itu sedikit membuat ASN
itu degdegan. Bahkan, ada ASN yang mengaku tidak bisa buang air kecil (kencing - red). Namun setelah banyak minum air, dan berusaha tidak menjadikan hal itu beban, ASN itu bisa menampung sempel air kencingnya. Kajari Wahyudi mengatakan, deteksi dini peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN adalah program yang perlu didukung. Apalagi, pemberantasan kejahatan narkoba itu menjadi program pemerintah secara nasional, sehingga aparat penegak hukum atau instansi vertikal lain di daerah wajib mendukung positif program pemerintah itu. ‘’Kita penegak hukum perlu membersihkan
diri sebelum membersihkan lingkungan dari pengaruh narkoba,’’ ujarnya. Masalah narkoba ini sudah menjadi program nasional. Hal itu harus kita dukung penuh. Terkait hasil tes urine, Kajari Wahyudi meyakini kalau para jaksa atau pegawai tata usaha dan pegawai kontrak, di lembaganya itu bersih dari pengaruh narkoba. Meski demikian, kalau ada sempel tes urine terindikasi mengandung zat narkoba, pihaknya meminta agar BNNK melakukan assessment lanjutan. Hal itu untuk memastikan apakah sempel urine itu mengandung zat narkotika atau terpengaruh setelah meminum obat kesehatan tubuh tertentu. ‘’Jangan langsung ‘divonis’ pemilik sempel urine itu memakai narkoba. Tetapi kami minta ada penelitian lanjutan karena bisa saja karena minum obat mengandung zat tertentu. Meski demikian, kami yakin pegawai di sini baik-baik,’’ ujarnya. Kepala BNNK AKBP Gede Astawa mengatakan, hasil sempel urine milik ASN di Kejari Singaraja itu akan disampaikan kepada pucuk pimpinan di lembaga itu. Terkait hasil, AKBP Astawa menyebut kalau sampel urine yang ada terindikasi narkoba atau
obat lain, maka akan ditindaklanjuti dengan proses rehabilitasi. ‘’Ini deteksi dini untuk mengetahui kalau ada sempel urine terindikasi positif tetap kita laukan rehab. Hal itu pasti kami sampaikan kepada Pak Kajari,’’ jelasnya. Perwira asal Desa Temukus, Banjar ini mengatakan, jaksa atau pegawai tata usaha di Kejari rentan terpengaruh terhadap bahaya narkoba. Alasannya, aparat penegak hukum ini bersinggungan dengan barang bukti (BB) ketika menangani suatu perkara penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar sama-sama berpartisipasi aktif, mencegah narkoba itu. Jangan mencoba-coba menggunakan narkoba. Menanggapi kemungkinan itu, Kajari Wahyudi menjamin kalau aparatnya tetap bekerja profesional dan bersih narkoba. Khusus perlakuan BB perkara narkoba, Kejari tetap mengacu mekanisme. Protapnya, setelah perkara tuntas, maka tahapan lanjutannya pemusnahan BB. ‘’Kemarin, kami bersama Polres dan instansi lain memusnahkan BB karena kasus narkoba itu sudah tuntas berkekuatan hukum tetap inkrah,’’ jelasnya. (mud)
GIANYAR
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
9
Awali Operasi Zebra Agung 2018
Polres Jaring Ratusan Pelanggar Gianyar (Bali Post) Jajaran kepolisian kini menggelar Operasi Zebra Agung 2018. Operasi yang digelar secara serentak ini, dimulai Selasa (30/10) hingga Senin (12/11) mendatang. Pada hari pertama operasi polisi sudah menjaring ratusan pelanggar. Para pelanggar ini langsung dikenakan tilang. Berdasarkan data dari dua lokasi razia yakni di wilayah Kecamatan Ubud dan Kecamatan Gianyar, polisi berhasil menjaring 188 pelanggar dan
OPERASI - Suasana Operasi Zebra Agung 2018 di Jalan Kesatrian Selatan Gianyar, Selasa (30/10) kemarin.
Gerebek Rumah Penyalah Guna Narkoba, BNNK Amankan SS rawan peredaran gelap narkoba di wilayah Kelurahan Gianyar. “Di samping itu, kami juga menerima laporan dari masyarakat bahwa ada orang yang dicurigai sebagai pengedar,” terang Sukawiyasa. Berdasarkan pemeriksaan sementara, BNNK Gianyar belum banyak mendapatkan informasi dari saksi DA. Sebab, sejak ditahan hingga kemarin ia masih bungkam dan sering menangis. Apalagi harus terpisah dari anak balitanya yang baru berusia 1,8 bulan. Saksi DA yang statusnya sudah menikah dua kali ini masih menyusui. Supaya tidak terus bersedih, BNNK Gianyar memberikan kesempatan keluarga dan anaknya untuk datang menjenguk. “Saksi masih berusaha kami interogasi, sementara saat ini dia nangis terus. Jadi agak susah. Makanya kami panggil keluarganya agar diberikan motivasi,” ujarnya. Sukawiyasa menegaskan, BNNK Gianyar juga tengah berupaya mengungkap adanya dugaan jaringan lain. Sementara terkait pengungkapan kasus, ia mengaku sampai saat ini BNNK Gianyar sudah melampaui target. “Tiap tahun ditarget
dua pengungkapan kasus. Selama tahun 2018 sudah melampaui target. Yakni 200 persen atau empat kasus,” katanya. Selain penangkapan, BNNK Gianyar juga berupaya melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba, seperti bekerja sama dengan MMDP Kabupaten Gianyar merancang pararem anti narkoba. Sukawiyasa berharap, pararem ini nanti bisa mengerem peredaran gelap narkoba karena sanksi adat cukup ditakuti oleh krama. Salah satu bunyi sanksi adat terkait narkoba yakni, pembayaran satu kilogram beras kali jumlah warga tempat kasus tersebut terjadi. “Sejauh ini kami sudah lima kali rapat dengan MMDP. Mudah-mudahan segera rampung. Nanti akan diresmikan oleh Kepala BNN Pusat,” tandasnya. (kmb35)
lakukan guna meminimalisasi angka kecelakaan pengendara. Karena dari hal-hal yang sepele seperti pengendara motor tidak menggunakan helm justru memicu lakalantas yang berakibat fatal “Biasanya pelanggaran dimulai dari halhal yang kecil,” ujar Muliarta. Muliarta mengimbau masyarakat saat mengendarai sepeda motor maupun mobil, jangan melanggar aturan lalu lintas yang tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009. “Mari kita tertib berlalu lintas kerena banyak kecelakaan dan meninggal dunia karena dimulai dari pelanggaran yang kecil. Mari kita taati aturan yang ada demi keselamatan kita bersama,” tegasnya. (kmb35)
Seniman Arja Ketut Dibia Berpulang
Gianyar (Bali Post) Peredaran gelap narkoba di wilayah Kelurahan Gianyar berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Penggerebekkan dilakukan di rumah salah seorang pelaku penyalah guna narkoba, Senin (29/10). Namun pelaku yang menjadi target operasi tidak berada di rumahnya. Dari kamar pelaku petugas mengamankan barang bukti sembilan plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu. Petugas juga mengamankan istri dari pelaku berinisial DA. Bahkan wanita berusia 30 tahun ini terdeteksi positif narkoba melalui tes urine. Dikonfirmasi Selasa (30/10) kemarin, Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa membenarkan adanya penggerebekkan di rumah pelaku penyalahguna narkoba di seputaran kelurahan Gianyar. Namun kini jajarannya masih melakukan pengembangan penyelidikan. “Terutama untuk menangkap pelaku utama yang sejak awal menjadi target operasi. Saat ini anggota masih bergerak melakukan perburuan,” ujarnya. Sementara itu, istri pelaku ketika dites urine ternyata positif memakai narkoba. Meski terdeteksi positif, pihaknya masih menunggu hasil lab dari BNNP Bali. Dikatakan, penangkapan terhadap saksi DA berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak beberapa minggu. Rumah terduga juga dikenal sebagai daerah yang
langsung ditilang. Rinciannya, 98 pelanggar terjaring operasi di wilayah Kecamatan Ubud dan 90 pelanggar terjaring di Kecamatan Gianyar. Kasatgas Preventif Operasi Zebra Agung 2018 Polres Gianyar Iptu I Ketut Muliarta yang juga Kanit Lantas Polres Gianyar mengatakan, Operasi Zebra Agung 2018 menyasar pengemudi menggunakan HP, pengemudi melawan arus, pengemudi di bawah umur, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi dan penumpamng sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang mengkomsumsi narkoba dan pengemudi yang melebihi kecepatan yang telah ditentukan. Hal ini di-
Gianyar (Bali Post) – Seniman Arja Keramas, I Ketut Dibia, asal Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Blahbatuh, berpulang. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pukul 03.00 Wita di RS Sanjiwani, Selasa (30/10) kemarin. Almarhum sebelum meninggal dunia sempat menderita sakit. Hampir 1,5 tahun mengalami sakit struk. “Almarhum sempat berobat, rawat inap di RS Sanglah dan terakhir di RS Sanjiwani,” kata anak pertama almarhum, I Wayan Bhuwana. Pemeran Cupak dan Penasar
(Kunta) buduh dalam seni tari Arja ini meninggal dalam usia 70 tahun. Ketut Dibia meninggalkan seorang istri, dua anak dan empat cucu. Rencananya prosesi pengabenan almarhum dilaksanakan di Setra Desa Adat Medahan, Jumat (2/11). Selama menjadi seniman Arja, almarhum bersama rekan sejawatnya dalam sekaa Arja pernah menjadi duta kesenian Bali dan Indonesia, menari di lima negara. Seperti Prancis, Swiss, Jerman, Italia, dan negara lainnya di Eropa. “Pemeran Penasar (punakawan) buduh dilakoninya sejak tahun 1976. Almarhum belajar menari di Puri Anyar Keramas,” kenang Putu Berata, rekannya sesama seniman Arja yang berperan sebagai Wijil. Dalam pementasan Arja, keduanya (almarhum dan Putu Berata) selalu berpasangan sebagai punakawan. Setiap mereka keluar dari langse panggung, gelak tawa penontonpun tak terhindarkan. Punakawan ini berperan penting sebagai penentu hidupnya pementasan Arja. Bahkan, saat pementasan Arja berkisah tentang Cupak Grantang di mana almarhum berperan sebagai Cupak, taksu Cupak sangat kental pada dirinya. “Selama ini belum pernah saya lihat pemeran Cupak seperti almarhum. Taksu tokoh Cupak bahkan merasuk dalam kesehariannya. Salah satunya berkenaan dengan rasa laparnya yang seakan tak pernah hilang setelah melakoni peran Cupak,” kenang Berata. Selain tari Arja, almarhum juga dikenal sebagai seniman topeng, berperan sebagai punakawan. Begitu besar dedikasinya dalam bidang pelestarian dan pengembangan seni tari Arja, sehingga Pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan penghargaan Wija Kusuma, sekitar tahun 2001. Selain seniman, almarhum juga seorang tokoh di desanya. Semasa hidupnya beliau pernah menjabat sebagai Klian Adat di Banjar Anggarkasih, Pekaseh, dan Bendesa Adat Desa Pakraman Medahan. (kmb16)
Kerap Acungkan Sajam, ODGJ Diamankan Satpol PP
Bali Post/kmb35
PELATIHAN - Suasana Pelatihan Karakter Generasi Muda di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (30/10) kemarin.
Pendidikan Karakter Bersifat Mutlak Gianyar (Bali Post) Pelatihan karakter sangat penting untuk diberikan bagi masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Terlebih saat ini terjadi krisis moral dalam pergaulan di masyarakat luas. “Saat ini kita sangat membutuhkan generasi yang berkualitas dan berkepribadian tangguh,” ujar Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Gianyar Dewa Alit Mudiartha pada
kegiatan Pelatihan Karakter Generasi Muda di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (30/10) kemarin. Pejabat yang juga Kepala Kesbang Gianyar ini mengatakan, pendidikan karakter bagi generasi muda bersifat mutlak. Oleh karena itu, pembentukan karakter bagi generasi muda sangat penting. “Makanya pemerintah serius melakukan pembentukan kepribadian remaja. Sehingga setiap remaja men-
jadi duta yang memiliki karakter yang baik,” katanya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, generasi muda yang tergabung dalam karang taruna memang sangat perlu mendapat pelatihan. “Hal ini mengingat mereka inilah yang nantinya sebagai pewaris bangsa,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk kembali diterima petugas Satpol PP Gianyar, Selasa (30/10) kemarin. Kali ini I Nyoman Adi (40) asal Banjar Kelod Kangin, Kelurahan Beng, diamankan petugas lantaran mengamuk dengan mengacungkan senjata tajam. Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar Wayan Nasta mengatakan, pihaknya memperoleh laporan dari warga sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (30/10) kemarin. Menerima laporan ini, petugas Regu II Satpol PP langsung
menuju lokasi dengan mengendarai mobil operasional. Setiba di rumah Nyoman Adi, petugas mendapati Nyoman Adi sedang membawa senjata tajam (sajam). “Dia membawa sabit. Langsung kami dekati pelan-pelan,” ujarnya. Menurut Nasta, petugas berhasil menangkap Nyoman Adi setelah dibujuk. Dikatakan, petugas juga harus sigap dengan segala kemungkinan yang terjadi. “Akhirnya kami amankan dia saat berada di dalam kamarnya. Sabit yang dibawanya juga kami amankan,” katanya. Setelah Nyoman Adi tenang, petugas langsung men-
Pemerintah Tingkatkan Dana Bantuan Upacara Masyarakat Diimbau Segera Kirim Proposal
Gianyar (Bali Post) Program yang bersentuhan dengan masyarakat akan langsung dijalankan Pemkab Gianyar mulai APBD 2019. Salah satunya, bantuan untuk upacara agama seperti ngaben massal, matatah massal hingga upacara keagamaan lainnya. Bahkan dalam sejumlah bantuan upacara itu nilainya dinaikkan oleh pemerintah. Namun sebelum akhir 2018, masyarakat diimbau untuk mengajukan proposal kegiataan upacara massal di desa adat masing-masing. Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun mengatakan, dalam mendampingi pemerintahan Bupati Gianyar Made Mahayastra, pemerintah memang berupaya memastikan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. ‘’Ini juga salah satu janji kampanye paket Aman, dan sekarang direalisasikan,’’ ujar Mayun, Selasa (30/10) kemarin.
Salah satu program itu adalah bantuan untuk upacara ngaben massal di desa adat, jika sebelumnya diberikan bantuan Rp 2 juta per sawa (jenazah), maka mulai APBD 2019 akan ditingkatkan menjadi Rp 5 juta per sawa. ‘’Sejak awal kami sudah merancang hal ini, melihat beban biaya yang diemban warga untuk ngaben massal,” katanya. Tidak hanya ngaben massal, kata Mayun, matatah massal juga akan diberikan bantuan oleh pemerintah per orang Rp 1 juta. Diketahui, program ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan akan mulai terealisasi pada APBD 2019. ‘’Ngaben dan matatah ini program yang khusus untuk kegiatan upacara massal yang diselenggarakan oleh desa,’’ katanya. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk upacara, seperti karya agung pada pura di wilayah Gianyar. Anggaran yang disiapkan untuk program ini juga
meningkat signifikan, dari sebelumnya Rp 150 juta naik menjadi Rp 250 juta. ‘’Memang ini naik Rp 100 juta, sehingga menjadi Rp 250 juta untuk karya agung di pura,’’ kata Mayun. Wakil Bupati asal Puri Agung Gianyar ini menegaskan, tidak ada seleksi khusus agar masyarakat mendapat program ini, cukup mengajukan proposal ke Kantor Bupati Gianyar. Yang terpenting, proposal diajukan sebelum APBD tahun anggaran ketok palu. Lantas berapa proposal yang sudah masuk hingga akhir Oktober ini untuk tahun 2019? Mayun mengaku belum mengecek rekapan tersebut. ‘’Yang jelas data kan terus berkembang, karena masih ada waktu untuk masyarakat mengajukan proposal ke Kantor Bupati Gianyar,’’ katanya. Disinggung terkait ketersediaan anggaran pada APBD 2019, Mayun mengatakan rancangan APBD tahun depan sebesar Rp 2,5 triliun
lebih. Jumlah itu dinilai sudah mencukupi untuk merealisasikan program-program tersebut. ‘’Nilainya mencukupi, apalagi ini program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,’’ tegasnya. Mayun juga memastikan dalam proses ini tidak akan ada istilah anak tiri. Semua desa di Gianyar akan terangkul dalam program ini, walaupun dalam pilkada Juni lalu ada desa paket Aman menderita kekalahan. ‘’Tidak ada seperti itu. Sekarang kami sudah menjadi pemerintah, wajib kami untuk melayani semua masyarakat. Di desa yang katanya kalah pun pasti terlayani, tinggal mengajukan proposal,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam menjalankan program pemerintahan, pendapatan daerah Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2019 direncanakan sebesar Rp 2,1 triliun lebih. Rinciannya, pendapatan asli daerah sebesar Rp
970 miliar lebih atau 44,50 persen, dana perimbangan direncanakan sebesar Rp 940 miliar lebih atau 43,16 persen, dan pendapatan lainlain yang sah direncanakan sebesar Rp 268 miliar lebih atau 12,34 persen. Dibandingkan dengan PAD tahun 2018 memiliki peningkatan sebesar 20,40 persen atau Rp 164 miliar lebih. Sementara itu, belanja daerah dalam Rancangan APBD tahun 2019 direncanakan sebesar Rp 2,5 triliun lebih. Rinciannya, belanja tidak langsung sebesar Rp 1,2 triliun lebih atau sekitar 51,21 persen, serta belanja langsung sebesar Rp 1,2 triliun lebih atau 48,79 persen. Defisit anggaran dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2019 sebesar Rp 339 miliar lebih. Defisit ini akan ditutupi dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran 2018 yang saat ini sedang berjalan. (kmb35)
gajaknya ke mobil operasional Satpol PP. “Sesuai petunjuk, kami bawa dia ke RS Sanjiwani Gianyar untuk memperoleh penanganan,” jelas Nasta yang juga guru silat ini. Menurut Nasta, Nyoman Adi ini mengalami depresi. Ia memang memiliki riwayat ODGJ, bahkan sempat dirawat di RSJ Bangli sekitar empat tahun lalu. Namun setelah keluar, Nyoman Adi kerap mengancam orangtuanya dengan senjata tajam. “Ibunya sering diancam dengan sabit, sehingga keluarganya sangat khawatir,” tegasnya. (kmb35)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati
- 943056
DPRD
BPBD
- 943144 - 7844717/7844718
PMK
- 943113
Kantor Satpol PP
- 944436
RSUD Sanjiwani
- 943020
PDAM
- 944225/943233
KPA Gianyar
- 942184
PMI Gianyar
- 8958414
KONI Gianyar
- 947261
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PLN
- 947166
Kodim 1616 Gyr
- 943069
Koramil Gianyar
- 942289
Koramil Blahbatuh
- 941167
Koramil Tegallalang
- 974792
Koramil Tampaksiring
- 901601
Koramil Sukawati
- 297564
JEMBRANA
10
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Penulisan Aksara Bali di Sejumlah SD Masih Salah Negara (Bali Post) – Instruksi Gubernur Bali agar di setiap instansi menggunakan tulisan aksara Bali telah dilakukan di seluruh Bali, termasuk juga di Kabupaten Jembrana. Tak hanya di kantor pemerintahan, tetapi juga sekolah-sekolah di pelosok desa. Meski hal itu sudah dilakukan, namun penulisan aksara Bali rupanya belum semuanya benar. Ada beberapa tulisan aksara Bali di sekolah-sekolah diketahui salah. Seperti yang terlihat di sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Mendoyo. Dari pengamatan Selasa (30/10) kemarin, di papan nama sekolah itu terdapat kesalahan penulisan aksara Bali pada kata ‘’Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga’’. Kata ‘’Kepemudaan’’ ini kalau dibaca tulisan aksara Bali-nya menjadi ‘’Kepemusaan’’. Bahkan sebagian besar SD yang memasang nama berbahan pinyl (bahan spanduk) itu mengalami kesalahan. Seperti di SD Negeri di Desa Pergung dan SD Negeri di Kelurahan Tegalcangkring. Hampir semua SD dan SMP di Kecamatan Mendoyo mengalami kesalahan penulisan. Fatalnya lagi, meskipun papan nama dengan tulisan aksara Bali yang masih berupa spanduk itu sudah diketahui salah, pihak sekolah justru masih membiarkannya hal itu terpasang. ‘’Memang ada kesalahan, tapi sedikit. Toh juga nanti diganti yang permanen,’’ ujar salah satu kepala sekolah. Padahal semestinya sekolah menjadi contoh penulisan aksara Bali yang benar. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana I Putu Eka Suarnama saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya kesalahan penulisan aksara Bali tersebut. Apalagi sampai beberapa SD Negeri yang mengalami kesalahan penulisan. Kalau memang salah, semestinya diganti, apalagi dipasang di sekolah. ‘’Ya… semestinya diganti saja. Sementara nunggu sampai Desember anggaran baru dipasang tulisan permanen,’’ ujar Suarnama. (kmb26)
REKONSTRUKSI – Salah satu pelaku komplotan gendam seusai melakukan rekonstruksi di salah satu bank, Selasa (30/10) kemarin.
Bali Post/olo
Komplotan Gendam Ditangkap Empat Pelaku Asal Tiongkok
Negara (Bali Post) –
Upaya jajaran Reskrim Polres Jembrana mengungkap pelaku penipuan dengan modus gendam atau hipnotis yang belakangan meresahkan warga Jembrana akhirnya membuahkan hasil. Tim Buser Reskrim Polres Jembrana yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Yusak A. Sooai, Senin (29/10), berhasil menangkap komplotan gendam berjumlah tujuh orang. Dari jumlah itu, empat pelaku di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Dari informasi yang dihimpun, Selasa (30/10) kemarin, modus pelaku yang ini dengan membuntuti dan menawarkan obat kepada korban. Setelah terperdaya dengan hipnotis, korban diminta menyerahkan uang tunai. Tak hanya itu, korban pun diminta menyerahkan
semua perhiasannya. Setelah pelaku berhasil mengantongi harta benda korban, mereka langsung kabur. Salah satu korban yang menjadi korban gendam ini yakni Sl, pemilik salah satu rumah makan di Yehembang. Korban mengalami kejadian itu
pada Kamis (25/10) lalu. Korban yang pergi berbelanja ke Pasar Inpres Negara bertemu dengan pelaku dan akhirnya digendam. Akibatnya uang korban senilai Rp 650.000.000 berikut berbagai macam perhiasan ludes dibawa kabur komplotan ini. Dari tujuh pelaku itu em-
pat di antaranya merupakan WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial HP (37), CC (38), TFK (27) dan CA (31). Sedangkan tiga pelaku lainnya berasal Jawa Timur dan Jawa Tengah yakni MS (39), DIH (38) dan MU (33). Dalam melakukan aksinya sepekan lalu, komplotan ini menawarkan obat untuk anak korban. Setelah dibujuk dan digendam, korban menyerahkan uang hingga yang ada di tabungan bank serta perhiasan. Diduga komplotan ini sebel-
umnya juga melakukan kejahatan serupa setahun lalu dengan korban pemilik salah satu toko di Jalan Ngurah Rai. Korban saat itu juga ludes uangnya hingga ratusan juta rupiah. Modusnya hampir sama. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai dikonfirmasi kemarin sore membenarkan penangkapan tersebut. Ada tujuh orang diamankan, tiga di antaranya merupakan WNA. Namun polisi masih melakukan pendalaman, termasuk rekonstruksi di sejumlah TKP. (kmb26)
Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Desa
Sembilan Warga Tegalbadeng Barat Diperiksa
Bali Post/olo
SEKOLAH – Salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mendoyo yang penulisan aksara Bali-nya masih salah.
Operasi Zebra Agung 2018
Tingkatkan Kesadaran Berkendara untuk Mewujudkan Kamseltibcarlantas Negara (Bali Post)Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Jembrana mulai, Selasa (30/10) kemarin menggelar Operasi Zebra Agung 2018. Operasi yang akan digelar kurang lebih dua minggu ke depan ini akan menyasar tujuh prioritas jenis pelanggaran pengemudi kendaraan. Di antaranya pengendara motor tanpa helm hingga pengemudi menggunakan ponsel. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko, Selasa (30/10) kemarin mengatakan, sebelum dilaksanakan operasi tersebut, Satlantas Polres Jembrana telah melakukan sosialisasi yang dipusatkan di simpang Sudirman Agung, Jalan Sudirman. Selain sosialisasi, sejumlah petugas juga menyebarkan brosur dan famplet. Petugas mengimbau kepada para pengendara, baik roda dua maupun roda empat untuk melengkapi kendaraannya, menaati peraturan lalu lintas, dan menjaga keselamatan di jalan raya. Dalam operasi kali ini, kata AKP Yoga, ada tujuh sasaran prioritas pelanggaran. Pertama, pengemudi menggunakan ponsel, melawan arus, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tanpa helm, pengemudi yang mengkonsumsi narkoba/miras dan terakhir pengemudi yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan. “Kami terus menyosialisasikan kepada para pengendara terkait Operasi Zebra Agung 2018 agar para pengendara selalu tertib berlalu lintas dan tak lupa membawa surat kelengkapan berkendara, seperti SIM dan STNK,” tandas AKP Yoga. Diharapkan, melalui operasi ini bisa meningkatkan kesadaran berkendara sehingga terwujud keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). (kmb26)
Bali Post/olo
SOSIALISASI – Sejumlah petugas Satlantas Polres Jembrana melakukan sosialisasi Operasi Zebra Agung 2018 kepada para pengendara motor yang melintas di simpang Sudirman Agung.
Negara (Bali Post) – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menelusuri dugaan penyelewengan dana desa terus dilakukan. Selama ini, guna mengungkap secara jelas kasus itu, tim Pidana Khusus (Pidsus) telah memintai keterangan terhadap sembilan warga yang diantaranya merupakan perangkat desa, Desa Tegalbadeng Barat. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Selasa (30/10) kemarin, mengatakan hingga saat ini tim masih melakukan penelusuran. Sebelumnya Kejari menerima informasi dari surat kaleng. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran atau penyelewengan dana desa sesuai yang tercantum dalam surat tersebut. Terkait hal itu, Perbekel
Desa Tegalbadeng Barat Kade Sudiana mengakui ada beberapa perangkat desa yang telah diperiksa Kejari Jembrana. Namun terkait dugaan itu pihaknya membantah adanya penyelewengan dana desa melalui sejumlah program desa 2018. Menurutnya, desa bisa mempertanggung jawabkan dengan data dan bukti terkait program desa yang sudah dilaksanakan. Dari penjelasan Sudiana, munculnya dugaan penyelewengan ini kemungkinan terkait infrastruktur rabat beton yang baru berjalan. Saat itu ketika sidak dari pihak pengawas di desa (BPD), di semester kedua penyerapan anggaran belum penuh. Hal itu dikarenakan ada tahap ketiga dari pusat yang belum cair. Lantaran ada pengerjaan swakelola yang
Penanganan Sampah di TPA Peh Tak Kunjung Tuntas Warga Kembali Tuntut Janji Pemkab
Negara (Bali Post) Penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh hingga kini rupanya masih menjadi polemik. Setelah tuntutan warga Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, sudah berjalan tiga bulan, namun belum ada solusi sampai sekarang. Warga pun kembali menuntut janji Pemkab Jembrana terkait penanganan sampah yang semakin menggunung di TPA Peh tersebut. Tuntutan itu dilontarkan karena warga sangat terdampak dengan keberadaan TPA tersebut. Bahkan sudah sejak puluhan tahun terkena dampak. Sebelumnya, pada 24 Juli lalu warga sekitar sempat demo dan menutup akses menuju TPA Peh. Warga mengaku keberadaan TPA itu berdampak buruk, baik polusi udara (bau) maupun polusi air bawah tanah (sumur). Bukan itu saja, air yang menggenang di sekitar TPA menimbulkan jentik-jentik nyamuk dan warna airnya sangat pekat. Demikian juga terjadi pencemaran air yang mengalir ke saluran irigasi. Nengah Wisana, salah seorang krama Subak Tegalasih mengungkapkan air subak terdampak karena bercampur air rembesan sampah di TPA. Sebagian besar warga di Peh sudah cukup bersabar dengan kondisi itu. Kini tuntutan itu pun kembali ditagih. Ketua Komisi C DPRD Jembrana IB Susrama, Selasa (30/10) kemarin mengatakan, tuntutan warga Peh
itu wajar karena sampah kini sampai menggunung dan harus ada penanganan. Satu per satu tuntutan sudah disikapi, baik penanganan kesehatan maupun pembangunan saluran drainase. Untuk permintaan warga agar sampah ditangani di masing-masing kecamatan atau desa, sehingga sampah tidak sampai di TPA Peh juga sudah berusaha dilakukan. Dengan pembuatan TPS 3R. “Ini akan ditangani dan dimaksimalkan,” katanya. Masalah sampah katanya memang perlu kepedulian semua pihak dengan memulai pemilahan sampah dari rumah tangga. Sementara itu pascapemblokiran pintu masuk TPA Peh oleh warga setempat kini Pemkab mulai mencari solusi untuk penanganan sampah. Untuk mempercepat solusi penanganan, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan sudah sempat melaksanakan rakor (rapat koordinasi). Rapat tersebut membahas secara detail penanganan sampah di Jembrana yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. Dalam rakor tersebut, Wabup Kembang memutuskan untuk mengambil sejumlah langkah cepat yang dilaksanakan hari itu juga. Dalam jangka pendek yakni pembuatan TPS 3R di kecamatan harus segera di tuntaskan. Bahkan saat itu juga Kembang memerintahkan Sekda untuk membawa alat berat (eksavator) guna membuat saluran drainase manual agar melancarkan aliran limbah. (kmb)
Bali Post/olo
LAPANGAN - Lahan yang digunakan untuk lapangan umum di Tegalbadeng Barat. harus dibayar akhirnya menggunakan dana talangan dari warga. Sementara itu dalam pengadaan dan penggarapan lapangan umum memang menggunakan alat berat yang dipinjam dari kabupaten. Sedangkan untuk BBM menggu-
nakan biaya swadaya. Bukan dari dana desa yang belum keluar. Perataan lapangan itu harus dilakukan dengan alat berat lantaran banyak akar pohon. Dari pelaksanaan itu sudah ada kesepakatan melalui musyawarah. Semua dokumen dan berita acara masih ada.
Sudiana menegaskan tidak ada penyelewengan. Pihaknya mempersilakan Kejari Jembrana melakukan penelusuran terkait program desa. Namun pihaknya meyakini bila kegiatan yang dilakukan sudah berjalan pada rel yang benar. (kmb26)
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
KARANGASEM
11
Masuki Musim Panen Ikan Awan
Banyak Tawaran Ikan, Harga Jadi Anjlok Amlapura (Bali Post) Para nelayan saat ini tidak bisa tersenyum sumringah. Penyebabnya, ikan awan hasil tangkapan nelayan berlimpah. Hal itu berimplikasi terhadap anjloknya harga tangkapan nelayan itu. Keluhan itu diungkapkan nelayan di Pantai Bias Putih, Desa Bugbug, Karangasem, Nyoman Simpen, Selasa (30/10) kemarin. Simpen menuturkan, jika harga ikan awan saat ini memang turun dari sebelumnya. Disebutkan, harga ikan awa n ukura n kecil hanya Rp 500. Sedangkan ukuran sedang Rp 1.000, ukuran besar saja hanya Rp 2.000 per ekornya. “Sekarang, harga ikan awan anjok sekali. Turunnya harga ikan itu malah sudah sejak sekitar dua pekan lalu,” ujarnya. Simpen menegaskan jika hasil tangkapan ikannya itu langsung dijual ke pengepul yang ada di Kusamba Klungkung. Sebab, jika dijual di sini tidak laku. Alasannya, ikan hasil tangkapnnya itu lumayan banyak. “Sekarang, hasil tangkapan ikan awan itu memang cukup banyak. Mulai hari ini, tangkapan banyak.
Sebelumnya, tidak pernah dapat ikan sebanyak ini,” katanya. Hal senada dilontarkan nelayan lainnya Gede Tirta. Nelayan asal Banjar Dinas Bugbug, Kelodan itu menjelaskan, jika harga sekarang ini memang anjlok. Hal itu disebabkan, saat ini mulai musim panen. Akan t et a p i, ket ika pas t idak musim panen, dirinya cukup kesulitan mencari ikan. Bahkan sebelumnya, tiga bulan melaut tidak pernah dapat ikan sama sekali. “Karena pengepul ikannya hanya satu di Kusamba Klungkung. Apalagi sekarang ini pas musim panen. Jadi, nelayan mudah dan banyak mendapatkan ikan. Dengan penawaran ikan lebih banyak harga otomatis jadi anjlok,’’ ujar Gede Tirta. Di sini juga berlaku hukum ekonomi, ketika persedian ikan melimpah, maka harga praktis turun. Dirinya, memperkirakan musim panen ini tidak berlangsung lama. ‘’Tidak lama kok. Paling hanya sampai dua minggu. Setelah itu, paceklik lagi alias sulit mendapatkan ikan,” jelas Tirta. (kmb41)
LAHAN TERBAKAR - Lahan hutan di lereng Gunung Agung kembali terbakar, Selasa (30/10) kemarin.
Bali Post/kmb41
Satu Hektar Semak-semak Terbakar di Hutan Lerang Gunung Agung Bali Post/kmb41
HARGA ANJLOK - Harga ikan awan anjlok akibat musim panen melimpah.
Ribuan Nelayan Dibantu Mesin Degdeg
Amlapura (Bali Post) Musim kemarau yang berkepanjangan terus memicu terjadinya kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung. Kali ini kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan hutan di Desa Ban, Kubu, Karangasem, Selasa (30/10) kemarin. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, lahan hutan di lereng Gunung Agung itu memang kembali terbakar. Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran hutan itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, persisnya di Munduk Pikat, Dusun Belong, Desa Ban Kubu. Jenis lahan hutan yang terbakar merupakan semak-semak, dengan luas mencapai satu hektar. Kebakaran itu tidak pelak membuat asap sangat pekat. Asapnya bahkan mengarah ke beberapa sisi. “Lokasi kebakaran itu berada di wilayah KRB
harus dikeluarkan nelayan ketika melaut. Dengan bantuan itu nelayan sekali melaut hanya mengeluarkan biaya Rp 20 ribu sesuai harga gas. Jika masih menggunakan mesin tempel biaya yang dikeluarkan ratusan ribu. “Sekarang ini sekali melaut hanya habis satu tabung gas saja. Jika diberikan bantuan dua tabung gas, nelayan bisa melaut sampai dua kali,’’ ujarnya. Dibandingkan memakai mesin tempel dengan bahan BBM jauh lebih murah jika memakai tabung gas. Penggunaan gas itu juga tidak mencemari laut. Selain itu, jauh lebih aman. ‘’Lewat bantuan ini, kami berharap para nelayan lebih sejahtera,” tegasnya. Dia juga berharap ada kaderisasi nelayan. Sebab saat ini, warga menjadi nelayan umurnya sudah tua. Lewat bantuan yang diberikan bisa dipergunakan secara berkelanjutan oleh generasi muda nelayan. Kadis Perikanan Karangasem I Ketut Artama merupakan yang kedua kalinya. “Kalau memakai mesin temple, sekali melaut bisa ratusan ribu sebab harga BBM lumayan mahal. Jika menggunakan mesin degdeg hanya Rp 20 ribu,” jelas Artama. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BANTUAN MESIN - Nelayan mendapatkan bantuan mesin degdeg dari Kementerian ESDM.
dari puncak Gunung Agung. Jika dilakukan pemada-
Saat ini api memang tidak besar lagi. Hanya, asapnya terlihat pekat merembet dengan dominan mengarah puncak. Hal itu disebabkan, tiupan angin yang sangat kencang. Lokasi kebakaran itu cukup jauh dari permukiman penduduk. ‘’Penyebab kebakaran itu diperkirakan akibat gesekan kayu karena cuaca sangat panas, sehingga memicu terjadinya kebakaran,” ujar Merta. (kmb41)
Peringati Hari Sumpah Pemuda
Sekali Melaut Biayanya Rp 20 Ribu Amlapura (Bali Post) Ribuan nelayan di empat kecamatan di Karangasem mendapatkan bantuan mesin degdeg dari Kementerian ESDM. Bantuan dari pusat itu diserahkan di Pantai, Bias Putih, Desa Bugbug, Karangasem, Selasa (30/10) kemarin. Dengan mesin degdeg itu para nelayan bisa melakukan efisiensi pengeluaran bahan bakar saat melaut. Kalau menggunakan bensin biayanya ratusan ribu, dengan mesin degdeg Rp 20 ribu saja. Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono mengungkapkan, tahun ini Kementerian ESDM memberikan bantuan mesin degdeg ini kepada nelayan sebanyak 1.081 unit. Nelayan yang diberikan bantuan itu dari Kecamatan Abang, Karangasem, Kubu, dan Manggis. “Kecamatan Kubu dibantu 345 unit, Abang 380, Karangaem, dan Manggis 356 unit,” ujarnya. Kuswandono menambahkan, pihaknya sangat berharap bantuan yang diberikan itu bermanfaat bagi nelayan. Bantuan mesin degdeg ini juga sudah dilengkapi tabung gas. Sehingga, bantuan itu sebagai upaya efisiensi biaya yang
III. Titik api kebakaran itu jaraknya sekitar 4 km
man memang sangat sulit. Karena medan untuk mencapai titik api itu terjal,” ujarnya. Sementara itu, KRPH Daya I Gede Arta menjelaskan, jika pihaknya bersama petugas lainnya sudah melakukan pemantauan lokasi kebakaran hutan yang terjadi dari Desa Bukit Anyar, persisnya di Munduk Pikat. Pemantaun telah dilakukan mulai pukul 10.30 Wita.
SMPN 3 Rendang Bangun Generasi Berprestasi Serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 tahun 2018 yang jatuh 28 Oktober lalu, SMPN 3 Rendang melaksankan sejumlah kegiatankegiatan konstruktif. Program- program cerdas digulirkan oleh Tim GLS dan OSIS itu dalam rangka mengisi kreativitas siswa. Agenda kreatif itu dirancang dengan tujuan membangun generasi muda yang berprestasi, terampil, berbudaya, cinta lingkungan yang berlandaskan Tri Hita Karana. Lalu, bagaimanakah hari Sumpah Pemuda itu dimaknai anak-anak di sana? KEGIATAN-KEGIATAN kreatif yang diagendakan diyakini mampu membentuk jiwa kepemimpinan para siswa, selain naluri kewirausahaan serta kerelawanan. Ketua panitia sekaligus Ketua OSIS SMPN 3 Rendang, Ni Kadek Soviani, Selasa (30/10) kemarin, mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan adalah menggelar berbagai lomba seperti pidato basa Bali, story telling, puisi, drama, kerja bakti, dan persembahyangan di Pura Puseh
Batusesa. Selain itu juga dilangsungkan kompetensi di bidang kepemimpinan entrepreneur dan kesetiakawanan atau kerelawanan. Termasuk pelatihan jurnalistik yang akan mengundang tokoh nasional di bidang sastra pada saat launching kording “Widya Pustaka” di ruang baca SMPN 3 Rendang. “Semoga kegiatan yang dilakukan itu berjalan sukses dan bermanfaat bagi siswa,” jelas Soviani. Kepala SMPN 3 Rendang Wayan Siram mengapre-
siasi kegiatan itu agar dapat dilaksanakan setiap tahun. “Kita harap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin sekolah. Jangan putus sampai di sini saja. Karena apa yang dilakukan ini sangat p e nt i ng d a n b a i k un t uk
siswa ke depannya,” tandasnya. Kepala Perpustakaan SMPN 3 Rendang Wayan Suiji menambahkan, kegiatan ini sangat penting karena maraknya perilaku anarkisme, alkoholisme,
Bali Post/kmb41
GALANG DANA SULTENG - SMPN 3 Rendang memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 yang jatuh 28 Oktober, sekaligus dipergunakan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah.
narkoba, berita hoax, dan bahkan terorisme yang dilakukan oknum generasi muda dewasa ini. Karena itu, sangat perlu diantisipasi sedini mungkin dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif. “Hal itu sejalan dengan program revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi. Sehingga sangat penting diaplikasikan kepada peserta didik melalui momen peringatan Hari Sumpah Pemuda,” tegas Suiji. Pada kesempatan itu, segenap warga sekolah juga diajak agar mereka peduli saudara-saudara yang sedang terkena musibah di Palu, Sulawesi Tengah. Ada aksi membeli TTS Peduli Palu yang nomornya sesuai jumlah punia yang disetor. “Hasil pengumpulan dana itu akan disalurkan lewat koran harian Bali Post. Sehingga Bali Post yang akan menyalurkan bantuan ini ke Palu,” katanya. (eka)
KLUNGKUNG
12
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Operasi Zebra Agung 2018 Sasar Tujuh Pelanggaran Semarapura (Bali Post) Jajaran Polres Klungkung kembali menggelar Operasi Zebra Agung 2018 selama 14 hari, sejak 30 Oktober sampai 12 November nanti. Operasi ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban berlalu lintas (kamseltibcarlantas). Operasi difokuskan pada tujuh pelanggaran serius. Sebelum Operasi Zebra Agung digelar, Kepolisian Resort Klungkung melaksanakan apel gelar pasukan di halaman depan Mapolres Klungkung, Selasa (30/10) kemarin. Apel dipimpin Waka Polres Klungkung Kompol Heri Supriawan yang diikuti Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung. Kompol Heri menyampaikan operasi ini bertujuan untuk mewujudkan dan memelihara kamseltibcarlantas. Operasi difokuskan pada tujuh potensi pelanggaran, seperti pengendara dan pembonceng sepeda motor wajib menggunakan helm SNI, gunakan sabuk pengaman untuk keselamatan, kurangi kecepatan kendaraan demi keselamatan, jangan berkendara atau mengemudi saat keadaan mabuk, jangan biarkan anak di bawah umur berkendara
sepeda motor, jangan menggunakan handphone saat berkendara/mengemudi, dan pengendara dilarang melawan arus dalam keadaan apa pun. Dengan pelaksanaan operasi di wilayah Polres Klungkung ini diharapkan akan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fa t a l i t a s k or ban k ec el akaan lalu lintas hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas. ‘’Ini juga sebagai awal terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,’’ katanya. Kompol Heri berharap peran serta masyarakat dapat mendukung agenda Operasi Zebra Agung 2018 ini dengan cara tertib berlalu lintas di jalan. Pada saat mengendarai kendaraannya melengkapi kelengkapan kendaraan seperti lampu sein, kaca spion, nomor polisi terpasang di bagian depan dan belakang, memakai helm standar bagi pengendara sepeda motor, serta melengkapi administrasi kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK. (kmb31)
KARANG - Tumpukan karang mati yang dikumpulkan warga sekitar di Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida.
Kapolsek Pastikan Tak Ada Penggalian Pasir Pantai dan Karang Semarapura (Bali Post) Adanya dugaan aktivitas penggalian pasir pantai dan karang di pesisir pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida, dikeluhkan warga sekitar. Menurut warga, itu adalah tindakan ilegal yang jika dilakukan semakin masif maka dikhawatirkan akan mengganggu bentang garis pantai.
Bali Post/gik
APEL - Jajaran Polres Klungkung saat mengikuti apel persiapan Operasi Zebra Agung 2018.
Siap Fasilitasi Desa Kembangkan TOSS
Semarapura (Bali Post) Program Tempat Olahan Sampah Sementara (TOSS) telah banyak membantu desa menekan produksi sampah. Ini menjadi salah satu jawaban dalam menghadapi polemik sampah, khususnya di tingkat desa. Bagi desa-desa yang komitmen memerangi sampah, PT Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan Bali menyatakan siap memfasilitasi desa di Klungkung, khususnya untuk ketersediaan mesin pencacah maupun mesin produksi peletnya. Manajer Administrasi IP Unit Pembangkitan Bali Made Sukarma, Selasa (30/10) kemarin, menyampaikan bantuan sebelumnya di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, sudah berjalan cukup baik. Dia mengaku sempat meninjau lagi bagaimana proses produksi pelet di tempat itu. Menurutnya, semua aspek sudah berjalan cukup baik. Hanya, yang menjadi kendala adalah kapasitas mesin yang tak sebanding dengan produksi sampah yang cukup tinggi. Terkait persoalan mesin yang kapasitas kecil, Sukarma menambahkan sekarang sudah ditemukan mesin serupa yang kapasitas lebih besar dan cara kerjanya juga lebih cepat. “Tahun depan akan di upgrade (diperbarui). Bagi desa lain yang berkomit-
men melakukan penanganan sampah, silakan ajukan proposal. Yang penting ada komitmen peduli lingkungan. Itu yang penting,” tegasnya. Disinggung soal harga pembelian hasil produksi pelet yang dinilai masih rendah, hanya Rp 300 per kg, Sukarma mengakui hal itu. Akan tetapi, menurutnya, program TOSS ini semata-mata bukan bicara profit. Tetapi, tahap pertama yang paling penting adalah bagaimana produksi sampah ini bisa tertangani di setiap desa. Bagaimana menciptakan situasi di setiap desa yang mandiri, mengelola sampahnya sendiri. Sebab, di tempat mana pun sulit bicara profit dalam penanganan sampah. Program TOSS sudah berjalan di 18 desa dari 53 desa dan enam kelurahan di Klungkung. Dari jumlah itu, pelaksanaan di 12 desa berjalan cukup baik, sementara sisanya terkendala kapasitas mesin ini. Dalam upaya pengembangan TOSS ini, dia mendorong agar setiap desa mengalokasikan anggaran dana desanya untuk pengelolaan sampah atau bergerak dalam aspek lingkungan. “Paling tidak tahun 2020, seluruh desa sudah mampu mengelola TOSS dengan baik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup A.A. Ngurah Kirana. (kmb31)
Bali Post/gik
TOSS - Aktivitas salah satu TOSS di Kabupaten Klungkung.
Bali Post/gik
Salah seorang warga menyebutkan aktivitas ini sudah berlangsung lama. Akan tetapi, tidak ada upaya penertiban. Di lokasi nampak beberapa tumpukan karang mati yang dikumpulkan seseorang yang diduga dilakukan tanpa izin. ‘’Aktivitas ilegal seperti itu seharusnya ada yang kontrol,’’ kata warga
setempat. Kasatpol PP Pemkab Klungkung Putu Suartha, Selasa (30/10) kemarin, mengaku belum tahu perihal adanya aktivitas penggalian pasir dan karang oleh warga tersebut. Atas laporan itu, pihaknya mengaku langsung meminta jajarannya di Nusa Penida untuk mengecek ke
lapangan. ‘’Kami juga menerima laporan keluhan warga soal pengerjaan jukung fiber yang mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar di SMPN 1. Katanya bikin bising. Laporan yang masuk aktivitasnya juga di sekitar garis pantai setempat,’’ kata Suartha. Sementara itu, Kapol-
sek Nusa Penida Kompol Ketut Suastika menyampaikan pihaknya juga sudah mengecek ke lokasi tersebut. Menurutnya, tidak benar di sana ada aktivitas penggalian pasir pantai. Warga hanya mengumpulkan karang-karang mati yang terdampar di pinggir pantai. ‘’Agar tidak berpasir, karang-karang itu dikumpulkan lebih dulu di satu tempat. Tidak benar ada yang sampai menjual, karena karang-karang itu justru digunakan menata pantai
sekitar. Seperti untuk lantai dan lainnya. Warga sekitar kadang juga hanya mengambil seperlunya saja, untuk lantai di rumahnya,’’ ucap Suastika. Kalau dikatakan ada pencurian pasir maupun usaha sejenisnya yang beroperasi secara ilegal, menurut Kapolsek, itu terlalu berlebihan. Apalagi lokasi garis pantai itu cukup dekat dengan Kantor Polsek Nusa Penida. ‘’Kalau ada yang seperti itu, pasti kami langsung hentikan,’’ tegasnya. (kmb31)
Kominda Klungkung Gelar Studi Komparatif ke Gunung Kidul DALAM rangka meningkatkan wawasan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Klungkung melakukan studi komparatif ke Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Banyak hal dibahas dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat V Setda Kabupaten Gunung Kidul, Selasa (30/10) kemarin. Seperti peran Kominda dalam menciptakan kondusivitas daerah, metode pengawasan warga negara asing, kewaspadaan dini daerah dan lainnya. Rombongan dipimpin Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta sekaligus selaku Wakil Ketua Kominda Klungkung diterima Wakil Bupati Gunung Kidul Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H. didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunung Kidul Drs. Wahyu Nugroho, M.Si. bersama anggota Kominda Gunung Kidul. Kabupaten Gunung Kidul memiliki kontur wilayah dan geografis hampir sama dengan Kabupaten Klungkung. Kabupaten dengan 18 kecamatan ini memiliki wilayah pantai yang dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Sudah tentu, perkembangan pariwisata akan dibarengi dengan banyaknya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Satu hal yang harus dilakukan terkait hal tersebut adalah melakukan pengawasan terhadap warga asing. Wabup Kasta menyampaikan tujuan dari studi komparatif ini adalah untuk sharing terkait keberadaan Kominda di Kabupaten Gunung Kidul. Keberadaan Kominda menyangkut bagaimana upayaupaya yang dilakukan dalam menjaga situasi keamanan daerah di wilayah Kabupaten Gunung Kidul. “Kita melakukan studi komparatif untuk mengetahui bagaimana Kominda di Gunung Kidul dan bagaima-
na langkah-langkah yang dilakukan dalam menjaga keamanan wilayah di sini,” ujar Wabup Kasta didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung, I Wayan Sujana. Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Kidul Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H. menyampaikan secara umum kondisi wilayah Gunung Kidul relatif kondusif. Bahkan dari data yang tercatat sebelumnya beberapa wilayah nihil kasus atau tidak ada laporan kejadian di kepolisian. Menurutnya, sesuai Permendagri 11 Tahun 2006 tentang Kominda sudah dapat ditindaklanjuti dan dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Gunung Kidul. Sedangkan untuk Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini Daerah baru ditindaklanjuti dalam bentuk sosialisasi ke setiap kecamatan selain melakukan konsultasi ke kementerian terkait. “Secara umum pembentukan Kominda di Kabupaten
Gunung Kidul berdasarkan Permendagri 11 Tahun 2006 tidak mengalami kendala,” ujarnya didampingi Kepala Badan Kesbangpol Gunung Kidul Drs. Wahyu Nugroho, M.Si. Kepala Badan Kesbangpol Wahyu Nugroho menambahkan dalam hal menjaga keamanan wilayah, sistem pemeliharaan jaringan informasi antara Kominda dan Badan Kesbangpol dilakukan dengan rakor, monev situasi dan kondisi wilayah secara terpadu serta memberdayakan jajaran dari tingkat kabupaten hingga ke desa untuk saling memberi informasi terhadap perkembangan dan isu strategis di wilayah masing-masing. “Peran Kominda dalam situasi daerah adalah deteksi dini yang disampaikan kepada unsur pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan dan tindakan terhadap isuisu strategis dan situasi yang terjadi di masyarakat,” imbuhnya. (ad1259)
Bali Post/ist
CENDERAMATA - Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta beserta rombongan Kominda Klungkung saat menyerahkan cendermata kepada jajaran Pemkab Gunung Kidul.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN
Dcr Karyawan Pria SMU/Sedrajat KTP SIMC u/Bag.Teknis Lapangan Fasilitas Gaji UMK Bonus Tunjangan Kesehatan Termasuk Anak Istri.Lam ke:CV Gong Dewata Tlp.0361722709/ 03614480750/081246383864
B.BP.001.10.18.0001179
PT.Fuji Home Japan cari Marketing Property Pnglaman min 1 th Brpnmln Mnarik, jujur,disiplin & time work (gaji+bonus) T.4723564 Email: info@fujihomejapan.com
Dicari Sopir Memiliki Sim A Bawa Lamaran ke GMIS Bali Jl.Tukad Yeh Penet No.8A Renon Dps Telp:0361239744
Dcr Sgr Therapist Spa Wnt di Canggu,Pengalmn/Tdk,Gaji+Bonus Mnrik,081239621123 Massaji Spa
B.BP.001.10.18.0000905
Dcr Staff Reservation,Sopir & Crew Boat Hub Jl.Tirta Ening No.1 Sanur Tlp.288829
Dcr Sopir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr OB Ktr, Pglm, 085829145389
Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
Dcr TmtSTMMesin,SMKBangunan SMK Akuntansi,Mekannik,Sopir. 08113975654 PTAdiMurti Plawa 37
B.BP.001.10.18.0001234
!Dcr 2PRT Tgl dlm G.1,5 LgsKrj Sgr 081237903622/087861412911
B.BP.001.10.18.0001251
Bth Sales Py Mtr & SIM C Area Dps.SeriusKerja.H:081238277401
B.BP.803.10.18.0001233
Cr Adm Kantor Bs.Comp&Tk.Jahit Bikini Brpngalaman Telp:755204
B.BP.001.10.18.0001137
Cr Sales,Supir, Helper.Gaji Tinggi H.081558096445/235062 B.BP.001.10.18.0001250
Dcr Kary/i, D3 Jur.Perpajakan Hub.(0361) 292308/081909169090 B.BP.001.10.18.0001226
Dicari Karyawan Laundry Hotel di Dalung hub.08123832761
B.BP.004.10.18.0001248
B.BP.001.10.18.0001216
Dibthkan PRT,Pengalaman,Jujur, Rajin.Hub:082236904848
B.BP.001.10.18.0001213
Dicari Admin 2or, Ass.Apoteker 2 or, Sales 2org,sopir 2or.Hub. PT.Bali Cakra Kusuma Jl.Banyusari Gg.XI/1 T.081338667100 B.BP.001.10.18.0001252
Dicari Guru Bhs Inggris&Admin Lamaran:Sekolah Pelita Bangsa Mahendradatta 88 Dps.Tlp490565 B.BP.001.10.18.0001231
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
B.BP.166.10.18.0001254
SERVICE
B.BP.001.10.18.0001223
Dicari PRT Alamat di Jl.Gunung Agung No.180 (Belakang Toko Bangunan UD.Agus Jaya) Hub.081338427227/081916451954
B.BP.001.10.18.0001256
B.BP.153.10.18.0001242
Dicari Karyawan/ti yg sdh Berpengalaman Bekerja di Kantor Notaris/PPAT.Hub:087761101177
G.05
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
Operator Mesin utk Percetakan Laki2.Hub:Diponegoro 51/228872
B.BP.001.10.18.0001169
Ymh Bisma Dicr:1.SMA/D1/S1 Ek; 2.Supir SIM B1. Hub.T.Umar 142 Dps B.BP.001.10.18.0001170
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818
B.BP.001.10.18.0000732
Dicari Supir Serabutan Hub .Ayani 169 Dps
B.BP.001.10.18.0001244
Dicari Tukang Kebun Brpengalaman Gaji UMK,Gallery 101 Kerobokan,085333516555
B.BP.004.10.18.0001238
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
B.BP.004.10.18.0001138
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS 0816571027
G.03
B.BP.004.10.18.0001247
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)
B.BP.001.10.18.0000900
RUPA-RUPA
PENGUMUMAN
BMW
Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222
B.BP.153.10.18.0001241
HONDA
Brio 2014 AT Type E Jok Kulit V Kool,Nego WA:081337390588
B.BP.001.10.18.0001211
Honda Brio Matic’16 Satya E Grey Asli DK Bagus 087861572012 B.BP.004.10.18.0001237
SUZUKI
APV Luxury M/T Th 2014 Hub:081337566566 B.BP.001.10.18.0001225
Suzuki Futura Box’08 Biru.Asli DK.KondBagusHub.087861572012 B.BP.004.10.18.0001236 TOYOTA
Avanza 2016 Silver Tgn 1 AsBali Km36rb,H.175jtNego,08113920699 B.BP.004.10.18.0001236
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 2Lt LT:1,5Are LB:250M2 Fas.SHM,Listrik 1300va,Pompa/ PAM & Telp.Jl.Perintis No.7 2.750Jt Nego Hub.085237124278
B.BP.001.10.18.0001224
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.10.18.0001152
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
Hlg Srtfkat Tanah Hak Milik No. 41/Desa Benoa A/N I Made Dami
Tanah 1,5Are Buduk 2A Dalung Aspek Prmhn Hub.082147454248
BIRO JASA
G.01
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS 0816571027
B.BP.001.10.18.0000693
B.BP.154.10.18.0001245
B.BP.001.10.18.0001049
Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max. 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV Ke Jl.Raya Uluwatu, Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa
Looking For:Receptionist,F, Good English(2,6jt+1jt instv) Send CV to Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget E:acc.bodyworksbali@yahoo.com
Dicari Waiter/ss, Kitchen di Santa Fe Seminyak Jl.Camplung Tanduk Tlp.731147/081999418286
Sgr Staff Acct/Resv u/Travel Bhs Ing, Exp 1Th T.082144136320 Emil:ptworldsurfaris@gmail.com
B.BP.001.10.18.0001228
DIJUAL RUMAH SERVICE
G.02
B.BP.001.10.18.0001215
SERVICE
SERVICE
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.164.10.18.0001243
DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222
B.BP.154.10.18.0001239
Siap Bnt Pajak SPT Tahunan&Bln IMB,NPWP SIUP, 081338344155 B.BP.001.10.18.0000120
PELUANG USAHA
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
BU Cepat Sewa/Jual Cash/KPR Ruko2Lt SHM 104m2 Tepi Jl Cokroaminoto H.087856227779 Nego Cpt
Potensi Income Puluhan-Ratusan Jt / Bln dlm Wkt Max 2Thn,Mau? Hadir di Bincang Bisnis: Jumat,02 Nov Pkl 18.30 Mangsi Tropical,Renon-Dps Info : 087866990684
G.04
B.BP.033.10.18.0001253
B.BP.031.10.18.0001249
B.BP.153.10.18.0001240
DIJUAL RUKO
BANGLI
14 Operasi Zebra Sasar Pengemudi di Bawah Umur Bangli (Bali Post) Operasi Zebra Agung kembali digelar Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Bangli. Kegiatan yang dimulai sejak Selasa (30/10) kemarin itu, akan dilaksanakan selama dua pekan ke depan. Ada tujuh bentuk pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas penindakan dalam Ops Zebra kali ini, salah satunya pengemudi yang masih di bawah umur. Sebagai tanda dimulainya Ops Zebra Agung 2018, Polres Bangli melaksanakan apel gelar pasukan di halaman Mapolres. Apel dipimpin Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo diikuti seluruh pejabat utama Polres Bangli, Dishub, Satpol PP dan siswa-siswi Patroli Keamanan Sekolah (PKS). AKBP Agus yang membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas Polri menyampaikan, apel gelar pasukan Ops Zebra 2018 ini dilaksanakan untuk memeriksa kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya yang akan dilibatkan selama pelaksanaan operasi berlangsung. Tujuannya, menekan angka pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas. Sesuai data yang ada, jumlah kecelakaan lalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017 lalu mengalami penurunan 41 persen dibandingkan pelaksanaan operasi tahun 2016. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan mencapai 67 persen. Dijelaskan juga, dalam pelaksanaan Ops Zebra kali ini, ada tujuh bentuk pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas penindakan yakni pengemudi yang menggunakan HP saat berkendara, pengemudi yang melawan arus, pengemudi yang berboncengan lebih dari dua orang, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang sedang mabuk atau menggunakan narkoba serta pengemudi yang melebihi kecepatan yang ditentukan. Agar tak menjadi sasaran penindakan petugas, pihaknya pun mengimbau masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas. ‘’Ini demi keselamatan bersama,’’ kata Agus Tri Waluyo. (kmb40)
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Baru Tersedia 25 Persen
Dishub Usulkan Pengadaan LPJU Bertahap Bangli (Bali Post) Keberadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Bangli sangat minim. Kondisi ini menyebabkan banyaknya ruas jalan di Bangli yang gelap gulita saat malam hari. Ruas jalan yang sampai saat ini belum mendapat penerangan jalan seperti di Jalan Raya Kintamani tepatnya dari Pasar Tenten ke utara. Tidak adanya pencahayaan LPJU di sepanjang jalur itu membuat kondisi jalan protokol menuju arah Buleleng itu gelap gulita. Belum lagi ditambah kabut tebal saat malam hari menyebabkan jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta, belum lama ini, tak menampik kondisi itu. Dia mengungkapkan, ketersediaan LPJU di Kabupaten Bangli baru mencapai 25 persen. Titik lampu yang terpasang paling banyak berada
Bali Post/ina
JALAN - Jalan Raya Kintamani yang sampai sekarang belum dilengkapi LPJU. di ruas jalan protokol di wilayah Kota Bangli, yakni dari pintu masuk Bangli sebelah selatan hingga ke wilayah Kelurahan Kubu. Sementara di wilayah Kintamani, LPJU baru tersedia dari Penelokan sampai Tenten. ‘’Sedangkan untuk di Susut dan Tembuku baru di titik-titik sentral saja. Jadi, belum semua
ruas jalan bisa kita lengkapi lampu PJU,’’ terangnya. Gede Arta mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan LPJU di Kabupaten Bangli, pihaknya selama ini telah rutin mengusulkan pengadaan LPJU baru setiap tahunnya. Di samping juga mengusulkan perbaikan LPJU rusak, yang usianya sudah men-
capai puluhan tahun. Pengadaan LPJU dipriorittaskan untuk jalan-jalan protokol dan objek-objek wisata. Menurutnya, jika saja pengadaan lampu PJU bisa dilakukan sebanyak 50 hingga 100 unit per tahunnya secara bertahap, diyakini masalah jalan gelap di Bangli bisa tuntas dalam
jangka waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. ‘’Untuk pengadaan lampu PJU, tidak mesti kalau jalan berstatus provinsi harus provinsi yang melakukan pengadaan lampu PJU. Bisa saja pengadaannya dilakukan kabupaten, tergantung kemampuan daerah,’’ jelasnya. (kmb40)
TAPD Belum Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2019
Kecewa, Banggar Batalkan Rapat Pembahasan Bangli (Bali Post) -
Bali Post/ina
CEK KESIAPAN - Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo saat mengecek kesiapan personel dan sarpras pendukung Operasi Zebra Agung.
Cabuli Bocah Lima Tahun, Lansia Bujang Diamankan Polisi Bangli (Bali Post) Seorang lansia bujang berinisial JT (62) asal Dusun Catur Parahyangan Desa Batur Utara, Kintamani diamankan aparat Satreskrim Polres Bangli. Pria yang kesehariannya berdagang itu diamankan lantaran dilaporkan melakukan pencabulan terhadap seorang bocah berusia lima tahun berinisial KM yang tak lain adalah anak temannya sendiri. Kasus pencabulan terjadi pada Jumat (26/10) lalu. Terungkapnya kasus pencabulan itu bermula saat ibu korban yang baru saja selesai memasak, hendak ke luar dapur. Saat itu, dia sempat melirik ke dalam ruang tamu untuk melihat keadaan korban. Dia terkejut melihat JT tengah memeluk korban yang sedang tertidur dalam posisi miring sambil ditutupi selimut. Ibu korban juga melihat keanehan yakni terlapor sedang menggerak-gerakkan badannya sambil memegangi alat kelaminnya. Menyaksikan gelagat aneh itu, sontak ibu korban langsung mendekat dan menarik selimut yang menutupi korban dan terlapor. Sedangkan JT yang kaget aksinya dipergoki segera merapikan kain yang dipakainya. JT lalu bergegas kabur meninggalkan rumah korban. Sementara korban ketika ditanya ibunya mengaku sempat diajak bersetubuh oleh terlapor. Meski sudah menolak, namun JT tetap memaksa dan memeluk korban. Kepada ibunya, korban juga mengaku mengalami sakit pada bagian kemaluan. Tak terima anaknya telah dicabuli, ibu korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Bangli. Kasatrerkrim Polres Bangli AKP Akbar Samosir didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari ibu korban, pihaknya langsung mengamankan pelaku. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa helai pakaian milik pelaku, pakaian korban, dan selimut yang sempat dipakai pelaku saat berada di rumah korban. Dikatakannya, pelaku selama ini cukup sering berkunjung ke rumah korban. Pelaku merupakan teman dari kedua orangtua korban. Berdasarkan pengakuannya saat diperiksa, bujang tua ini diketahui sudah dua kali berusaha mencabuli korban. Namun, aksinya yang pertama gagal dilakukan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1), Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar. Sementara itu, tersangka di hadapan polisi mengaku khilaf ketika melakukan aksi tidak senonoh itu. (kmb40)
Bali Post/ina
SAMPAIKAN KETERANGAN - Kasatrerkrim Polres Bangli AKP Akbar Samosir didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi menyampaikan keterangan mengenai penangkapan pelaku pencabulan anak di bawah umur.
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli benarbenar dibuat kecewa dengan kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pasalnya, meski sudah dua pekan lebih diberikan waktu untuk melakukan perbaikan terhadap draf rancangan KUA-PPAS 2019, namun sampai Selasa (30/10) kemarin, TAPD belum bisa membawa draf dimaksud. Rapat dengan agenda pembahasan KUA-PPAS 2019 yang telah dijadwalkan berlangsung pagi kemarin pun akhirnya dibatalkan. Sesuai surat undangan rapat yang dikirimkan DPRD Bangli ke TAPD, rapat dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 Wita. Namun baru sekitar pukul 12.00 Wita, satu per satu anggota TAPD hadir ke gedung dewan. Sementara sejumlah anggota Banggar sudah terlebih dahulu menunggu di ruang rapat. Jajaran TAPD yang nampak hadir yakni Asisten I Setda Bangli Nyoman Puja, Kepala Bapedalitbang Nyoman Widiana, Sekretaris BKPAD Agung Trisna dan Kabag Hukum Ida Bagus Widnyana. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata didampingi kedua wakilnya sempat membuka rapat. Namun rapat dibubarkan lantaran TAPD belum membawa rancangan KUA-PPAS 2019 terbaru hasil perbaikan. Pimpinan rapat sempat mencak-mencak karena kecewa dengan kinerja TAPD. Kepala Bappedalitbang Nyoman Widiana menjelaskan alasan pihaknya belum bisa
membawakan draf rancangan KUA-PPAS terbaru dengan struktur berimbang, karena masih dalam proses penyusunan. Dalam proses penyusunan itu, pihaknya juga masih harus berkoordinasi dengan Ketua TAPD dalam hal ini Sekda. Akan tetapi itu belum bisa dilakukan kemarin, lantaran Sekda masih berada di luar daerah. Asisten I, Nyoman Puja, juga mengungkapkan hal serupa. Dia menegaskan, pihaknya tidak mengetahui jadwal rapat Banggar dan TAPD kemarin, karena undangannya tidak sampai. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa surat undangan dari DPRD nyangkut di Bagian Umum. ‘’Kami hadir setelah Bapak Sekda memberi mandat ke kami untuk hadir,’’ terangnya. Kutha Parwata saat ditemui di ruangannya menunjukkan kekecewaannya. Dia mengungkapkan, bahwa dengan waktu dua pekan yang diberikan, semestinya TAPD bisa menyelesaikan perbaikan draf
Bangli (Bali Post) Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2017 tentang APBD 2018 dan Rancangan Perbup Bangli tentang Perubahan Kedua atas Perbup Bangli Nomor 40 Tahun 2017 tentang Penjabaran APBD Bangli 2018 telah dievaluasi Gubernur. Sesuai hasil evaluasi tersebut, Pemkab Bangli diminta mempertimbangkan kembali beberapa kegiatan yang mendapatkan tambahan anggaran cukup tinggi dalam APBD Perubahan 2018. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli A.A. Trisnawijaya dalam rapat di DPRD Bangli, Selasa (30/10) kemarin, memaparkan terkait kebijakan umum anggaran, alokasi anggaran yang tercantum dalam Ranperda APBD Perubahan 2018 sudah konsisten dengan yang tercantum pada KUPA-PPAS. Mengenai pendapatan, mengingat pendapatan daerah akan digunakan untuk mendanai program dan kegiatan dalam APBD Perubahan 2018, pemkab diminta melakukan prognosis target pendapatan secara lebih akurat sesuai potensi sumber pendapatan, berdasarkan peraturan perundang-undangan serta memerhatikan perkembangan berbagai indikator perekonomian nasional dan daerah yang dapat memengaruhi realisasi pendapatan daerah dimaksud. Dalam hal belanja daerah, Pemkab Bangli diminta memprioritaskan alokasi belanja modal untuk pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana yang terkait dengan peningkatan pelayanan kepada
masyarakat. Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan yang dalam APBD Perubahan 2018 telah dirancang 22,06 persen dari belanja daerah, diharapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan. Demikian juga dengan alokasi anggaran untuk fungsi kesehatan yang dalam APBD Perubahan 2018 telah dialokasikan 15,73 persen atau melebihi ketentuan minimal. Soal penyediaan belanja modal, pemkab diminta mempedomani sejumlah peraturan pusat. ‘’Mengingat sisa waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2018 sangat terbatas, terhadap beberapa kegiatan yang mendapat tambahan anggaran cukup tinggi diharapkan perlu dipertimbangkan kembali pelaksanaannya untuk menghindari tidak selesainya kegiatan tersebut sampai akhir tahun anggaran 2018,’’ kata Trisnawijaya. Mengenai penyediaan anggaran belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat, Pemkab Bangli diharapkan dapat merealisasikannya spanjang penganggaran telah sesuai dengan kriteria, persyaratan, proses, dan tahapannya. Dalam rangka meningkatkan efisiensi anggaran daerah, penganggaran bagi PNSD dan Non-PNSD, Pemkab Bangli juga diminta memerhatikan asa kepatutan, kewajaran, rasionaliyas dan efektivitas dalam rangka mencapai target kinerja kegiatan dimaksud. Sesuai hasil evaluasi tersebut, khusus penyediaan anggaran belanja perjalanan dinas dalam daerah pada Sekretariat DPRD, dalam pelaksanaannya diharapkan supaya dilaku-
Bali Post/ina
RAPAT - Pimpinan DPRD Bangli saat membuka rapat pembahasan KUA-PPAS, Selasa (30/10) kemarin. KUA-PPAS 2019 dengan tepat waktu. Draf harus disusun dengan struktur berimbang dan di dalamnya telah memuat program GGS. ‘’Kalau dalam rapat terakhir tanggal 15 lalu, draf KUAPPAS yang dibuat kan belum berimbang dan belum memuat program GGS. Teman-teman di Banggar tidak mau seperti itu. Kita tidak mau kesannya seolah-olah APBD Bangli defisit disebabkan oleh GGS. Itu yang kita minta untuk diubah. Tapi sudah dua minggu kita tunggu, ternyata belum juga selesai,’’ jelasnya. Kutha Parwata menilai, alasan yang disampaikan kepala Bappedalitbang soal belum bisa melakukan koordinasi karena Sekda masih di luar daerah, berlebihan. Menurutnya, dengan kecanggihan teknologi saat
ini, koordinasi bisa dilakukan dengan cepat di mana saja melalui Hp. Kekecewaan yang sama disampaikan Wakil Ketua DPRD, Komang Carles. Politisi Demokrat ini mengatakan, meski ada banyak kegiatan upacara belakangan ini, namun dengan waktu dua pekan yang telah diberikan, TAPD mestinya sudah bisa menyelesaikan tugas memperbaiki draf rancangan KUA-PPAS. Dia menilai TAPD tidak kompak. Beberapa hari lalu, dirinya sempat menghubungi Kepala Bappedalitbang untuk menanyakan draf rancangan KUAPPAS 2019, namun dilempar ke Sekda. Sementara, Sekda justru berdalih belum menyampaikannya karena menunggu undangan dewan. Carles menegaskan, ala-
san pihaknya meminta TAPD segera menyerahkan perbaikan KUA-PPAS dengan struktur berimbang semata-mata agar pembahasan bisa segera dilakukan dengan detail dan sesuai prosedur. Terlebih waktu yang tersisa saat ini sangat singkat. RAPBD 2019 harus sudah ketok palu akhir November. Carles menyatakan, dirinya lebih memilih tak ikut membahas RAPBD, jika pembahasan lagi-lagi dilakukan dengan grasa-grusu seperti tahun sebelumnya. ‘’Kalau ini tidak dibahas detail dan dibahas hanya sehari, saya memilih tidak ikut membahas. Kalau polanya eksekutif seperti ini terus, lebih baik mengikuti Karangasem saja pakai Perkada (Peraturan Kepala Daerah),’’ tegasnya. (kmb40)
kan secara selektif, frekuensi jumlah hari dan pesertanya dibatasi serta memerhatikan target kinerja. Juga harus
relevan dengan substansi kegiatan dan kebijakan Pemkab. ‘’Secara umum tidak terlalu banyak evaluasinya, justru
diapresiasi APBD kita. Cuma ada ditekankan agar anggaran efisiensi, efektif dan tepat sasaran,’’ katanya. (kmb40)
Waktu Terbatas, Pemkab Diminta Pertimbangkan Sejumlah Kegiatan
15
Rabu Wage, 31 Oktober 2018
Pencarian Lion Air
AS dan Boeing Bantu Teknisi, Singapura ’’Hydrophone’’
Bali Post/ant
FOTO - Pegawai Kementerian Keuangan melihat foto korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (30/10) kemarin. Sebanyak 21 pegawai Kementerian Keuangan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Jalan Tol Gunaja menyebutkan ada pula aspirasi agar Teluk Benoa difungsikan kembali menjadi kawasan konservasi. Aspirasi ini muncul dalam FGD penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Mengingat dalam Perpres No.51 Tahun 2014, Teluk Benoa dimasukkan dalam zona penyangga. ‘’Kalau itu dikonservasi, bagaimana yang dikonservasi. Kalau teluknya dikonservasi,
nanti kalau ada jembatan di situ, ada bangunan jalan tol di situ, bagaimana? Nanti kita kaji lebih jauh, karena RZWP3K itu kan produknya perda. Sedangkan ada produk yang lebih tinggi (perpres - red),’’ jelasnya. Menurut Gunaja, aturan yang sudah ada namun bertentangan dengan Perpres No.51 Tahun 2014 agar menyesuaikan sesuai isi Pasal 122 dalam Perpres tersebut. Meski demikian, pihaknya akan berupaya mengadopsi keinginan masyarakat dan menyelaraskannya dengan aturan.
‘’Apakah bisa nanti perda-nya mengatur tersendiri yang agak tidak selaras dengan perpresnya? Kan itu pertanyaannya. Kalau itu bisa, apa payung hukumnya,’’ imbuhnya. Selain kawasan konservasi, lanjut Gunaja, perairan Bali juga menghadapi persoalan kesehatan laut. Dari interval 100, ukuran kesehatan laut Bali hanya 51 persen.Kendati, variabel yang dipakai mengukur masih belum utuh. Kesulitan yang dihadapi utamanya mengukur pemanfaatan laut dari aspek pariwisata.(kmb32)
Anggaran DAK Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan perolehan anggaran DAK fisik pada APBN Perubahan Tahun Anggaran 2016. ‘’Saat itu terdapat rencana alokasi Dana Alokasi Khusus senilai Rp 100 miliar. Diduga fee untuk kepengurusan anggaran DAK ini adalah sebesar 5 persen dari total anggaran,’’ kata Basaria. Ikhwal terseretnya Taufik dalam pusaran kasus korupsi
ini berawal ketika Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad menyebut keterlibatannya. Saat itu Yahya bersaksi untuk terdakwa pengusaha asal Kebumen Khayub Muhammad Lutfi di Pengadilan Tipikor Semarang pada Rabu 4 Juli 2018. Dalam persidangan, Yahya Fuad menyebut Taufik menerima uang Rp 3,7 miliar terkait dengan pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN. Taufik pun sempat dihad-
irkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (4/7) lalu. Kemudian dari fakta di persidangan itu, penyidik KPK mengembangkan penyelidikan terhadap Taufik dengan memeriksanya sebagai saksi di Gedung KPK. Dalam persidangan Yahya juga mengaku telah dua kali bertemu Taufik di Semarang dan Jakarta. Ada kewajiban 5 persen yang harus diberikan jika DAK Rp 100 miliar cair. Fee diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik. (kmb4)
Kerusakan Lingkungan Berbanding terbalik dengan harga yang terus turun, sehingga berimplikasi pada pengamanan dan pelayanan yang diberikan untuk wisatawan. Di samping implikasi berupa kerusakan lingkungan. ‘’Banyak kita dapat keluhan tamu yang diving hanyut dibawa arus, naik bus pariwisata, busnya tidak ada remnya, blong. Itu semua garagara bayarnya murah, tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimum. Ini persoalan-persoalan yang harus kita sikapi sampai batas ambang berapa carrying capacity yang kita masih anggap wajar,’’ paparnya.
Menurut Cok Ace, pengusaha memang diharapkan memenuhi kewajiban membayar pajak sesuai aturan. Tetapi mereka juga membutuhkan perlindungan dan kepastian hukum, termasuk soal carrying capacity. ‘’Ini perlu kita menginstrospeksi diri. Saya tahun 1996 sudah tahu ini akan bahaya ke depan, pasti banting-bantingan harga,’’ tandasnya. Sementara itu, Ketua DPD Gahawisri Bali I.B. Agung Partha Adnyana mengatakan pengusaha wisata tirta berkomitmen untuk menjaga lingkungan demi keberlanjutan usaha mereka. Sebab, lingkungan yang rusak sama dengan menghilangkan usaha wisata tirta itu sendiri. ‘’Jadi harus benar-benar
PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. Eugine Room Bali BPR Cahaya Bina Putra Organisasi Perjalanan Tri Luhur Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp
3.550.000 1.000.000 1.000.000
Rp 5.550.000 Rp 525.092.848 Rp 530.642.848 $ 2.500
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
BPR Cahaya Bina Putra NN Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp Rp Rp
1.000.000 100.000 1.100.000 633.166.377 634.266.377
komitmen dengan lingkungannya, alamnya, karena itu jualannya. Kalau jualannya rusak, lalu apa yang dijual. Kan tidak ada lagi. Artinya, image Bali juga tidak bagus. Nanti wisatawan yang pulang dari Bali tidak happy mendapatkan alam yang sudah rusak,’’ ujarnya. (kmb32)
Ide Kreatif Seperti diketahui bersama, Pemkot Denpasar selama ini telah memberikan ruang seluas-luasnya untuk kegiatan kepemudaan di Kota Denpasar dengan sarana pendukung. Seperti halnya Youth Park, Denpasar Art Space, Taman Photography, Exstrime Park, Videotron Amphitheater, seni mural serta berbagai ruang kreatif lainnya. Sehingga ide kreatif pemuda dapat terfasilitasi menuju pembangunan Denpasar yang berkelanjutan. ‘’Ke depan partisipasi pemuda akan terus kami libatkan karena di tangan pemudalah masa depan ini kita gantungkan. Selain itu pemuda diharapkan mampu menjaga eksistensi serta menjaga kearifan lokal yang ada di Bali serta mampunyai jiwa kreatif dan visioner,’’ pungkasnya. Sementara itu, Made Windu Segara Senet mengatakan dirinya sangat mendukung pelaksanaan program tahunan Kemenpora ini. Program ini adalah wahana untuk mengasah semangat kompetisi yang harus dimiliki pengusaha dan pemuda. ‘’Atas penghargaan ini kami cukup berbangga karena membuktikan adanya bisnis dan brand anak muda dari Denpasar yang mampu bicara lebih banyak di panggung kompetisi nasional. Pemkot Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota Rai Mantra dan Wawali Jaya Negara telah banyak memberi berbagai dukungan dan pembinaan bagi perkembangan wirausaha muda seperti memberi pembinaan melalui program Rumah Perubahan Renal Kasali serta lainnya,’’ tegas Windu Segara. (ad1257)
Jakarta (Bali Post) Banyak tawaran bantuan dari sejumlah negara asing, termasuk Amerika Serikat, dalam pencarian pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan. Investigator Kecelakaan Penerbangan KNKT Ony Soerjo Wibowo dalam konferensi pers di Gedung KNKT Jakarta, Selasa (30/10) kemarin, mengatakan tim dari Amerika Serikat (AS) yaitu dari National Transportation Safety Bureau (NTSB) direncanakan datang pada Rabu (31/10) bersama teknisi dari Boeing. ‘’Tim Amerika Serikat dari NTSB rencananya akan datang ke Indonesia,
mereka akan membawa teknisi Boeing, pabrik pesawat ini, juga pihak-pihak terkait yang akan datang kira-kira hari Rabu,’’ kata Ony. Boeing merupakan perusahaan yang memproduksi pesawat Boeing 737 MAX 8. Pesawat jenis itu dengan nomor registrasi PK-LQP itu dioperasikan oleh Lion Air sebagai penerbangan JT-610 dari Jakarta ke Pangkalpinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Tim evakuasi dari NTSB AS dan perwakilan Boeing berjumlah 10 orang akan membantu proses pencarian pesawat JT-610 yang dilaporkan mengalami hi-
lang kontak atau lost contact sekitar pukul 06.33 WIB atau 13 menit setelah pesawat lepas landas pukul 06.10 WIB. Selain dari Amerika Serikat, KNKT mendapatkan penawaran bantuan dari negara lain, seperti Argentina JIAAC, Singapura TSIB (Transport Safety Investigation Bureau), Malaysia AAIB (Air Accident Investigation Bureau) dan Arab Saudi. Ony menjelaskan, setelah KNKT mengirimkan notifikasi atas kecelakaan penerbangan Lion Air, respons dari negara-negara terkait sangat cepat dan langsung ditanggapi, salah satunya pada bantuan hydrophone,
bantuan dari Singapura, untuk mendengarkan suara di air. ‘’Hydrophone untuk mendengarkan suara di air, yakni underwater located beacon. Inilah yang kita cari dan yang menempel di black box. Kalau ini kedengaran, kita bisa mendapatkan suara yang paling keras dan berharap di situlah black box berada,’’ katanya. Ony menambahkan, meskipun seluruh negara terkait yang merespons notifikasi dari KNKT boleh datang ke Indonesia, seluruh administrasi dan ketentuan dari Kementerian Luar Negeri tetap harus dipenuhi. (ant)
Instalasi Coral dari Keramik
Simbol AS-RI Bisa Bekerja Sama di Berbagai Sektor Denpasar (Bali Post) Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengunjungi The Coral Triangle Center (CTT), Sanur, Denpasar, Selasa (30/10) kemarin. Ia menyebut karya seni gabungan antara seniman AS dan Indonesia ini simbol atau wujud AS dan Indonesia bisa bekerja sama di berbagai sektor. Berkunjung ke CTC merupakan kesempatan bagi Donovan untuk bisa melihat hasil karya seniman asal AS Courtney Mattison, yaitu instalasi keramik dengan ilustrasi yang indah. Ilustrasi keramik itu menjelaskan tentang keindahan dan kerentanan coral reef, sehingga membutuhkan komunitas masyarakat global untuk bekerja bersama-sama melindungi coral reef. Untuk membuat karya instalasi keramik itu dibutuhkan lebih 300 relawan konservasi koral, terumbu karang dan juga seniman-seniman asal Bali untuk menciptakan lebih dari 3.000 karya keramik untuk instalasi ini. Karya Courtney juga dipajang di lobi depan pintu Kedutaan Besar AS. Nama karyanya ‘’Titik Temu’’. Karya dari seniman yang terpampang di CTC dan Gedung Dubes AS di Jakarta adalah simbol AS dan Indonesia bisa bekerja sama di berbagai sektor. ‘’Jadi CTC mewakili kemi-
Bali Post/may
SANUR - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengunjungi The Coral Triangle Center (CTT) Sanur, Denpasar, Selasa (30/10). traan antara Indonesia dan AS untuk mempromosikan konservasi laut dan pemerintah AS melalui USAID,’’ ujarnya. USAID Indonesia dapat bermitra dengan CTC untuk memperkuat kawasan marine yang dilindungi dan untuk mempromosikan pengelolaan penangkapan ikan secara berkelanjutan
di Provinsi Maluku, salah satunya dengan program US sustainable ecosystem advance. Kolaborasi AS Indonesia melalui seni dan program konservasi yang berkelanjutan terlihat dalam proyek-proyek ini. Melalui seni instalasi koral ini dapat memberikan informasi pada masyarakat
luas, mengenai alam dan menginspirasi orang untuk melindungi alam kita. ‘’Yang dilakukan Courtney juga sangat penting yang memberikan informasi tentang terumbu karang dan betapa rapuhnya terumbu karang dan betapa penting kita melindungi terumbu karang,’’ imbuhnya. (kmb42)
Dibantu Nelayan
Dia mengatakan tim gabungan tersebut telah bekerja keras untuk mengevakuasi korban. Tidak hanya itu pihaknya juga terbantu oleh nelayan-nelayan yang ikut membantu mencari korban. Kepala Basarnas berharap tubuh utama pesawat dan kotak hitam dapat segera ditemukan.
Sementara itu, pencarian black box atau kotak hitam rekaman komunikasi pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat masih belum menemui titik terang. Tim SAR juga telah menggunakan multibeam echo sounder sonar yang dapat menyisir adanya logam berat di bawah laut. ‘’Kami masih mencari khususnya badan utama
pesawat dan black box. Sejak pukul 10.30 WIB telah menggunakan multibeam echo sounder sonar tetapi belum melihat sesuatu yang besar di dalam air,’’ kata Syaugi. Dia mengatakan alat tersebut mempunyai daya jangkau yang luas, sehingga jika telah terdeteksi adanya badan pesawat maka para penyelam akan segera ke bawah. Pada hari pertama pencarian dilakukan lima
mil laut dari titik hilang, pada hari kedua pencarian diperluas lagi lima mil laut. Dia mengatakan pencarian di hari kedua tidak mengalami kendala, hanya saja arus laut bergerak ke arah selatan dan barat daya. ‘’Kami akan terus melakukan pencarian sampai malam, kalau tidak ketemu maka area pencaran akan diperluas lagi,’’ katanya. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
rabu wage, 31 oktober 2018
Liga 1 Indonesia
Bali United Tak Beranjak di Klasemen Balikpapan (Bali Post) -
Ida Bagus Made Dwija Natha Manuaba
Bali Post/ist
Bali Pari Juara Umum KRAP
Dwija Natha Pecahkan Rekornas Mangupura (Bali Post) Klub Bali Pari Badung keluar sebagai juara umum dalam Kejurnas Renang Antar-Perkumpulan (KRAP) memperebutkan Piala Wali Kota Yogyakarta VI/2018 di Kolam Renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 26-28 Oktober lalu. KRAP melibatkan 783 atlet dan 73 perkumpulan. Tim Bali Pari mendulang 33 medali emas, 17 perak dan 15 perunggu. Salah seorang atletnya Ida Bagus Made Dwija Natha Manuaba yang turun pada kategori kelompok umur (KU-5) menyumbang 5 emas perorangan dan 2 emas estafet. Bahkan, atlet yang akrab disapa Gus De ini memecahkan dua rekornas yaitu nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya punggung. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu, Gus De mencatat waktu 34,75 detik, memecahkan rekornas yang dipegang Anak Agung Deyn Felo (34,91 detik). Sementara rekornas 50 meter gaya punggung yang sebelumnya 39,22 detik oleh Bryan Hasganta S. Tarigan dipertajamnya menjadi 38,53 detik. Dwija Natha berlatih renang di klub Bali Pari mulai dua tahun lalu. Perenang kelahiran Badung, 15 Januari 2009 ini ditangani kuartet pelatih Kadek Sudiyasa, Putu Era Larasati, Putu Saputra Wijaya dan Made Kariana. ‘’Saya biasa berlatih di kolam Taman Tirta Gulingan dan Tirta Arum Blahkiuh,’’ terang siswa kelas IV SDN 3 Mengwi ini, Selasa (30/10) kemarin. Ajang berikut yang akan diikutinya adalah Kejurnas Selam memperebutkan Piala Gubernur Jatim di Surabaya, 10-11 November mendatang. Gus De turun pada kelompok umur F dan terjun pada enam kelas. ‘’Saya ikut kejurnas selam ini dikirim oleh Pengkab POSSI Badung,’’ ujar atlet yang bercitacita menjadi perenang nasional ini. Sebelumnya Dwija Natha tampil pada Kejurnas Selam di Singaraja dengan prestasi peringkat keempat pada kelompok E. (022)
Bali United semakin akrab dengan hasil seri. Setelah ditahan Borneo FC di kandang, Tim Serdadu Tridatu harus rela berbagi skor 1-1 (1-0) dengan tuan tumah Persib Bandung dalam laga lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (30/10) malam kemarin. Mendapat tambahan satu poin tidak mengubah posisi Bali United di klasemen sementara. Fadil Sausu dan kawan-kawan tetap di peringkat ketujuh mendulang 42 poin hasil 38 kali berlaga. Padahal kalau menang atau berbekal nilai 44, Bali United berpeluang masuk empat besar. Hal yang sama berlaku buat Persib yang tidak beranjak dari ranking ketiga dengan poin 46. Bermain tanpa dukungan penonton, Bali United unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui sontekan Stefano Lilipaly. Berawal dari serangan balik cepat, penyerang Antonius Johannes Melvin Platje menukik ke
jantung pertahanan Persib. Platje kemudian memberikan umpan lambung yang disundul tidak sempurna oleh stoper Persib Ardi Idrus. Bola lepas ini lalu dituntaskan oleh Lilipaly lewat tembakan keras mendatar yang mengoyak gawang Persib yang dikawal kiper M. Natsir Fadhil Mahbuby. Tertinggal 0-1, Persib berupaya mengejar ketinggalan. Tim Maung Bandung nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-43 dari titik putih. Penalti diberikan wasit Dwi Purba Adi Wicaksana (Jateng) setelah bek Ahmad Agung Setia Budi yang masuk menggantikan Agus Nova Sablun
menjatuhkan Supardi Nasir di petak keramat. Beruntung tendangan sang algojo Oh Inkyun melambung ke atas mistar Wawan Hendrawan. Babak kedua baru bergulir dua menit, Persib mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan Supardi Nasir. Gelandang sayap Febri Hariyadi yang menerima umpan matang dari rekannya menyodorkan bola kepada Supardi. Oleh karena tidak terkawal, kapten Persib ini dengan mudah melepaskan tembakan mendatar yang memperdaya Wawan Hendrawan. Skor imbang 1-1 membuat kedua tim tampil ofensif dan saling melancarkan
serangan. Permainan terbuka pun tersaji sepanjang babak kedua. Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menarik Irfan Bachdim dan memasukkan Kadek Agung Widnyana pada menit ke-77 untuk menambah daya gedor. Akan tetapi sampai pertandingan berakhir skor tetap imbang 1-1. Persipura Tuan rumah Persipura Jayapura berhasil menundukkan tamunya Persebaya Surabaya 3-1 di Stadion Mandala, Papua, Selasa sore kemarin. Hasil ini membawa Persipura mengemas 38 poin dan masih bertengger di peringkat kesembilan, sedangkan Persebaya bertahan di posisi 12 klasemen sementara. Tim Mutiara Hitam menggetarkan jala gawang Persebaya yang dikawal kiper Miswar Putra pada menit
ke-5 yang dilesakkan kapten tim Boaz TE Solossa. Babak kedua baru berjalan sekitar 12 menit, Marcio menambah keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Tendangan terukur Hilton Moreira berbuah gol ketiga Persipura pada menit ke-66. Tiga menit kemudian wasit memberikan hadiah penalti kepada Persebaya. Otavio Dutra yang menjadi eksekutor sukses memperdaya kiper Dede Sulaiman sekaligus memperkecil kekalahan tim tamu menjadi 1-3. Dalam pertandingan lainnya, Persija Jakarta sukses memperdaya Barito Putera 3-0 di Stadion Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. Striker Marko Simic menyumbangkan dua gol untuk Tim Macan Kemayoran pada menit ke-41 (penalti) dan 74. Satu gol lagi dihasilkan Novri Setiawan menjelang babak pertama berakhir. (022)
Petembak Bali Rebut Dua Emas
Denpasar (Bali Post) Atlet tembak Bali untuk sementara merebut 2 medali emas dan 1 perak pada Kejurnas Tembak Piala Gubernur Kalsel 2018 di Lapangan Batara, Banjarmasin, Selasa (30/10) kemarin. Kejurnas berlangsung sejak 27 Oktober sampai 3 November mendatang. Dua keping emas tersebut dipersembahkan petembak Kadek Rico Vergian Dinatha dari nomor air pistol perorangan senior dan beregu putri yang diperkuat Luh Gede Rismayanti, Lily Setiawati dan Sherly dari nomor air pistol. Sementara medali perak disumbangkan trio Kadek Rico, Kadek Diana dan Dwi Wahyono di nomor air pistol senior beregu. Pelatih Tembak Bali Made Sugiantara yang dikontak dari Denpasar menerangkan, atletnya berpeluang menambah pundi-pundi medali mengingat kejurnas masih mempertandingkan banyak nomor hingga empat hari ke depan. Namun, ia tidak menyebutkan di nomor mana saja petembak Bali mempunyai kans menyabet medali. (022) LATIHAN – Santiago Solari (kiri) dan asistennya menjalankan tugas pertamanya sebagai pelatih baru Real Madrid.
Bali Post/afp
Solari Gantikan Lopetegui Latih Madrid
Kadek Rico Vergian Dinatha
Bali Post/ist
Tabanan Tak Punya ’’Venue Road Race’’
Tabanan (Bali Post) Tabanan selaku tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 tidak memiliki sirkuit atau venue balap motor jalan raya (road race). Kabupaten ini hanya mempunyai sirkuit untuk motocross dan grasstrack di Tengkudak, Penebel. Oleh karena itu, yang sudah pasti dilombakan pada Porprov tahun depan adalah nomor motocross dan grasstrack. Meski begitu, bukan berarti KONI Tabanan berniat mencoret nomor road race dari ajang pertandingan Porprov. ‘’Pengprov IMI Bali memang tidak melombakan balap motor jalan raya,’’ tegas Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, Selasa (30/10) kemarin. Di bagian lain, ia menyatakan sejauh ini pihaknya juga belum tahu berapa cabang olahraga (cabor) berikut nomor yang akan dipertandingkan di Porprov 2019. KONI Tabanan belum menerima kepastian dari Technical Delegate (TD) apakah benar 38 cabor yang resmi dipertandingkan. Sementara itu, Kabid Roda Dua IMI Bali Cok. Vicky menuturkan, Sirkuit Tengkudak memang dipakai venue motocross dan grasstrack, sedangkan sirkuit balap motor jalan raya tidak ada di Tabanan dan kabupaten/kota lainnya di Bali. Apalagi peraturan cukup ketat yaitu tidak boleh lagi menutup jalan raya untuk sirkuit balap motor. Bagi pembalap Bali yang ingin berkiprah di kancah Road Race Region III (Bali, NTB dan NTT), ia mempersilakan memacu motornya atau berlatih di sirkuit di NTB. ‘’Kami juga prihatin dan kasihan para atlet balap muda Bali tak punya fasilitas yang memadai,’’ tuturnya. (022)
Madrid – Real Madrid secara resmi memecat Julen Lopetegui dari kursi pelatih. Lewat laman resminya pada Selasa (30/10) dini hari kemarin, Madrid menyebut bahwa keputusan itu ditempuh demi mengubah dinamika klub agar masih bisa mencapai berbagai target musim ini. Lebih jauh lagi pihak Madrid menilai bahwa ada ketidaksinkronan antara kualitas tim yang dihuni tak kurang dari delapan pemain nominasi Bola Emas dan hasil yang diraih hingga saat ini. ‘’Klub berterima kasih kepada Julen Lopetegui dan tim teknisnya atas upaya dan kerja kerasnya, serta mengharapkan yang terbaik bagi karier pro-
fesional mereka selanjutnya,’’ tulis pernyataan resmi klub. Mantan pemain Madrid asal Argentina yang kini menukangi tim Castilla (tim lapis kedua Madrid), Santiago Solari, ditunjuk sebagai pengganti Lopetegui. Lopetegui menjabat sebagai pelatih Madrid sejak 12 Juni 2018 atau tak lebih dari 140 hari, durasi tersingkat di antara 10 pelatih terakhir Madrid. Selama ditanganinya, Madrid hanya meraih enam kemenangan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi. Di Liga Spanyol, Madrid bahkan terdampar di urutan kesembilan klasemen dengan raihan 14 poin hasil empat kali menang dan empat kali kalah dalam 10 laga.
Kekalahan 1-5 dari Barcelona dalam laga el clasico pada pekan ke-10 La Liga, Senin (29/10), menjadi batas kesabaran bagi direksi Madrid terhadap pengganti Zinedine Zidane itu.
Xiamen Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia yang dijuluki spiderwoman (laba-laba wanita) yakni Aries Susanti Rahayu kembali merebut medali emas dalam kompetisi bergengsi dan tertinggi di dunia yaitu IFSC Climbing World Cup di Xiamen, Cina. Medali emas kategori women’s speed ini sekaligus menjadi medali emas ketiganya di ajang yang berlangsung 27-28 Oktober itu. Aries Susanti mengalahkan Iuliia Kaplina (Rusia) di final. Aries membukukan catatan waktu 7,532 detik, sedangkan lawannya jatuh. Posisi ketiga diduduki Anouck Jaubert (Prancis) setelah mengungguli Elena Remizova (Rusia). Prestasi ini membuat semangat Aries Susanti untuk
berprestasi semakin tinggi. ‘’Ini memotivasi saya makin mantap menyongsong Olimpiade Tokyo 2020,’’ ujarnya. Di nomor putra, Aspar Jaelolo sukses meraih medali perak. Ia harus mengakui keunggulan Bassa Mawem (Prancis) di partai puncak. Mawem merebut emas setelah membukukan waktu 5,600 detik, sedangkan Aspar 5,620 detik. Posisi ketiga diduduki Reza Alipourshena (Iran) dan keempat Dmitrii Timofeev (Rusia). Pelatih Hendra Basir menilai atletnya bisa tampil lebih maksimal lagi. ‘’Dibandingin dua seri terakhir, performa atlet masih bagus seri awal-awal yang kita ikuti. Sekarang kita tak ada pelatnas lagi. Jadi, sifatnya mempertahankan performa saja,’’
paparnya. Atlet Indonesia kembali ke Tanah Air untuk kemudian tampil pada Asian Champhionship 2018 di Kurayoshi, Jepang, 7-11 November. Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pristiawan Buntoro mengatakan, prestasi ini merupakan pencapaian yang luar biasa. ‘’Aries Susanti Rahayu sudah sah sebagai pemanjat dunia. Tahun depan dia harus ikut semua seri (IFSC Climbing Worldcup),’’ jelasnya. Menurut Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza, kompetisi di luar negeri sangat bermanfaat bagi para Indonesia. Kemenangan ini semakin menunjukkan kesiapan atlet kita untuk berlaga di Olimpiade. (kmb)
City Manchester City berhasil mengalahkan tuan rumah Tottenham Hotspur 1-0 pada laga pekan ke-10 Liga Inggris di Stadion Wembley, London. Riyad Mahrez menjadi pencetak gol semata wayang sang juara bertahan meneruskan umpan Raheem Sterling pada menit ke-6. Hasil itu mengantarkan tim besutan Pep Guardiola kembali ke puncak klasemen dengan raihan 26 poin, meng-
gusur Liverpool (26) yang sempat mendudukinya dalam kurun kurang dari 48 jam. Sementara Tottenham (21) tak beranjak dari urutan kelima. Mahrez mengaku mengenang mendiang pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, saat melakukan selebrasi gol ke gawang Tottenham. Ia mendongak dan mengangkat kedua telunjuknya ke udara sesaat setelah mencetak gol. ‘’Dia orang yang spesial bagi saya. Saya menghabiskan empat setengah tahun di sana,’’ katanya. Vichai merupakan satu dari lima korban tewas dalam kecelakaan jatuhnya helikopter di area parkir Stadion King Power, Leicester, Minggu (28/10)
lalu. ‘’Saya memiliki banyak kenangan tentangnya. Dia orang yang baik, manusia yang baik. Dia telah berbuat banyak untuk saya dan Leicester,’’ ujarnya. Pengusaha Thailand itu membeli Leicester pada 2010 dan di bawah kepemilikannya The Foxes sukses menjuarai Liga Inggris pada 2016. Di Italia, kapten Inter Milan, Mauro Icardi, mengemas dua gol ketika timnya menang 3-0 di markas Lazio untuk mencatatkan kemenangan beruntun keenam di Liga Seri A. Hasil ini membawa Inter selevel dengan Napoli samasama mengoleksi 22 poin, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Juventus. Lazio berada di peringkat keempat (18). (ant/rtr)
Aries Susanti Makin Termotivasi ke Olimpiade
Aries Susanti Rahayu
Bali Post/ist