terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 217 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Selasa umanis, 31 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Positif Covid-19 di Bali 19 Orang
Uang Curian untuk Foya-foya
Jam Buka Pasar Diperpanjang
Penambahan kasus positif Covid-19 di Bali meningkat signifikan. Sebelumnya, ada 10 pasien yang positif. Namun Senin (30/3) kemarin bertambah 9 pasien. Jadi jumlah total yang positif terpapar Covid-19 menjadi 19 orang.
Tim Opsnal Polsek Mengwi kembali menangkap pencuri yang selama ini meresahkan warga, Minggu (29/3) lalu. Pelakunya Kadek Supartika alias Ucil (29). Dia membobol warung di Banjar Sayan Delodan, Mengwi agar bisa berfoya-foya di kafe.
Jam buka pasar tradisional, supermarket, dan toko kelontong di Buleleng kini diperpanjang. Sebelumnya pasar buka selama empat jam dan kini bertambah menjadi delapan jam.
BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
BULELENG | HAL. 6
KEBIJAKAN STRATEGIS GUBERNUR KOSTER TANGANI COVID-19 BALI melakukan berbagai pendekatan strategis mengatasi dan menekan penyebaran pandemi Covid-19. Gubernur Bali Wayan Koster hingga Senin (30/3) kemarin bahkan telah mengambil sejumlah langkah terukur dan tegas untuk menjaga Bali. Koordinasi lintas sektoral termasuk dengan pemerintah pusat dan negara asing juga dilakukan. Tujuannya untuk menjaga Bali segera bebas dari penularan virus Corona atau Covid-19. ‘’Bali telah memetakan kekuatan dan merumuskan dan menjalankan beragam aksi mengatasi pandemi ini. Bali telah bergerak. Bahkan pembentukan Satgas Covid-19 telah dilakukan sejak awal dan bergerak sesuai protokol WHO dalam menangani pandemi ini,’’ tegas Gubernur Wayan Koster kepada Bali Post. Selebihnya, ia mengingatkan langkah strategis ini akan optimal dalam pencapaiannya jika semua elemen mendukung dan melakukan partisipasi aktif. Dijelaskannya, sejak munculnya wabah Covid-19 di Bali, selaku Gubernur Bali, pihaknya telah mengambil kebijakan dan berbagai upaya pencegahan serta penanganan Covid-19. Di antaranya membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan Protokol Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali, yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 236/03-B/HK/2020 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Satuan Tugas Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi
Bali, tanggal 10 Maret 2020. Pihaknya telah mengeluarkan kebijakan yang menyatakan Bali dalam Status Siaga Covid-19 dari tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 30 Maret 2020, dengan Surat Pernyataan Nomor 360/3054/ SET/BPBD, tanggal 16 Maret 2020. Selanjutnya, Status Siaga Covid-19 di Provinsi Bali ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor 258/04-G/ HK/2020, tanggal 16 Maret 2020. Selain itu, Koster juga mengeluarkan kebijakan tentang Panduan Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020. Dalam surat edaran ini mengatur sejumlah hal. Di antaranya, kegiatan belajar mengajar bagi siswa di rumah dengan menggunakan media online, pelaksanaan tugastugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan diupayakan dari rumah, penundaan
Denpasar (Bali Post) Desa adat memiliki peranan yang sangat strategis untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Itu sebabnya, Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali mengeluarkan Keputusan Bersama tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Keputusan Bersama ini ditandatangani Gubernur Wayan Koster dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet pada 28 Maret lalu. Keputusan Bersama Nomor : 472/1571/PPDA/DPMA dan Nomor : 05/SK/MDA-Prov Bali/III/2020 ini menetapkan agar setiap desa adat di Bali agar segera membentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat. Bertindak sebagai pelindung adalah bendesa adat/klian desa adat dan kepala desa/perbekel/lurah. Sedangkan untuk susunan ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan bidangbidang dipilih dari prajuru desa adat, atau perangkat desa/kelurahan, atau krama desa adat, termasuk yowana yang memiliki kemampuan serta Relawan Desa Lawan Covid-19. Tugas utama Satgas Gotong Royong adalah memberdayakan krama desa adat dan yowana untuk bergotong royong mencegah Covid-19 secara sekala dan niskala. Kemudian berkoordinasi dan
bersinergi dengan pihak-pihak terkait, termasuk aparat keamanan di desa adat. Untuk tugas secara niskala, nunas ica bersama pemangku di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat dengan cara nyejer daksina sampai Covid-19 berakhir dan ada pemberitahuan lebih lanjut. Selain itu, memohon kepada Ida Batara Sesuhunan sesuai dengan drestha desa adat setempat agar wabah Covid-19 segera berakhir demi keharmonisan alam, krama dan budaya Bali. Untuk tugas secara sekala, melaksanakan edukasi, sosialisasi, pencegahan, pembinaan dan pengawasan terkait dengan Covid-19. Kemudian mengarahkan krama desa adat agar tidak berkunjung ke tempat-tempat keramaian dan mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang. Mendata krama desa adat dan atau krama tamiu yang baru kembali dari bekerja di luar negeri, yang termasuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Para ODP di desa adat agar diarahkan untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah sesuai standar kesehatan, serta melaporkan ke puskesmas terdekat. Tak ketinggalan agar menyiapkan masker, hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun dan sejenisnya. Selain pencegahan Covid-19, tugas secara sekala juga membangun gotong royong sesama krama desa adat. Hal. 7 Himpun Kebutuhan
Koster Minta Pembatasan Operasional Pelabuhan
OPINI
Hikmah Bekerja dari Rumah Oleh: I Wayan Ramantha
BEKERJA dari rumah yang sejak marebaknya Covid-19 populer disebut work from home, mungkin merupakan sesuatu yang tidak biasa bagi kebanyakan orang. Iklim kerja di Indonesia memang belum membudayakan kerja tanpa tatap muka dengan pihak yang berkepentingan. Semua itu kini terpaksa harus dilakukan karena wabah Corona. Banyak hikmah yang bisa diambil dari imbauan pemerintah itu. Hikmah pertama dan terpenting, tentu dalam situasi genting seperti saat ini, kita harus menjadi bagian dari masyarakat yang menghambat penyebaran virus yang mematikan itu. Covid-19 yang menjadi musuh dunia, penyebarannya dari orang ke orang. Karenanya, tidak heran kalau banyak penentu kebijakan yang terus mempertimbangkan perlu-tidaknya lockdown, atau mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari daerah tertentu, atau masuk maupun keluar dari Indonesia. Hal. 7 Pertimbangan Sulit
Wayan Koster Gubernur Bali
Bali Post/eka
MELASTI - Sejumlah krama Desa Adat Seminyak melaksanakan ritual melasti di Seminyak, Badung, Minggu (22/3). Pelaksanaan melasti yang diikuti sedikit krama desa sebagai respons atas instruksi Gubernur Koster untuk membatasi kerumunan mencegah Covid-19.
Pemulihan, Koordinasi dan Pelibatan Desa Adat
BALI sebagai daerah tujuan wisata dan merupakan rumah kedua bagi wisatawan asing tentu harus melakukan koordinasi lintas sektoaral, antarlembaga pemerintah, daerah dan negara asing dalam hal ini. Koordinasi yang dibangun pun telah diapresiasi para duta besar negara sahabat. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk keseriusan Bali menjabarkan protokol penanganan Covid-19 sesuai standar WHO dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan. Pelibatan desa adat dalam hal ini juga dilakukan.
Kendalikan Penularan Covid-19
Darurat Sipil Opsi Terakhir
Jakarta (Bali Post) – Penerapan darurat sipil untuk mencegah penyebaran Covid-19 masih dalam tahap pertimbangan dan belum diputuskan. Penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir yang baru akan digunakan jika penyebaran Covid-19 semakin masif. Demikian penegasan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, Senin (30/3) kemarin. Fadjroel mengatakan, saat ini pemerintah masih terus mengupayakan kebijakan pembatasan sosial berskala besar
’’Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang sangat serius dan fokus melaksanakan upayaupaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Bali guna mempercepat pemulihan kondisi Bali. Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk mengurangi/menunda perjalanan ke Bali atau ke luar Bali, kecuali karena ada keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya.’’
Bentuk Satgas Gotong Royong Cegah Covid-19 Berbasis Desa Adat
Surati Menhub
PINTU masuk Bali kini masih terbuka. Tak ada pembatasan untuk kendaraan yang masuk maupun penumpang. Tentu ini menjadi salah satu kerawanan penyebaran Covid-19. Gubernur Wayan Koster pun mengambil langkah untuk mengerem laju penyebaran Covid-19 di Bali. Salah satunya bersurat kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI. Dalam suratnya itu, ia pun meminta pintu masuk Bali terutama di wilayah pelabuhan agar dilakukan pengawasan ketat bagi lalu lintas orang yang keluar-masuk Bali. Ia meminta penguatan pengawasan Pelabuhan Akses Provinsi Bali. Hal. 7 Kepentingan Angkutan
kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak, dan membatasi kegiatan keramaian/hiburan yang melibatkan massa. Di samping itu, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan tentang Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Covid-19 di Provinsi Bali dengan menetapkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 259/03-B/HK/2020, tanggal 16 Maret 2020. Keputusan ini merupakan penetapan rumah sakit di Bali yang menjadi rujukan terhadap penanggulangan Covid-19 untuk penanganan pasien dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum terkonfirmasi hasil laboratorium PCR (Polymerise Chain Reaction). Rumah sakit tersebut adalah RSUD Wangaya Denpasar, RSUD Bali Mandara, RSD Mangusada Badung, RSU Negara, RSUD Klungkung, dan RS Pratama Giri Emas Buleleng. Hal. 7 Tambah Tujuh
dan physical distancing (menjaga jarak aman). Menurutnya, Presiden Jokowi telah menginstruksikan kebijakan ini dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif agar memutus mata rantai persebaran virus Corona atau Covid-19. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar untuk mengendalikan penularan Covid-19 perlu didampingi dengan kebijakan darurat sipil. ‘’Saya minta pembatasan sosial berskala besar, physical distanc-
ing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi, sehingga tadi juga sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil,’’ katanya saat menyampaikan pengantar dalam rapat terbatas mengenai penanggulangan Covid-19 yang diselenggarakan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin kemarin. Presiden mengemukakan perlunya penyiapan peraturan yang lebih jelas sebagai panduan bagi pemerintah
provinsi, kabupaten, dan kota guna mendukung penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar dalam upaya mengendalikan penularan Covid-19. (ant/kmb)
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang sangat serius dan fokus melaksanakan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Bali guna mempercepat pemulihan kondisi Bali. Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk mengurangi/menunda perjalanan ke Bali atau ke luar Bali, kecuali karena ada keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya. Kendati demikian, im-
bauan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, kepada penyelenggara pintu masuk Pulau Bali (bandara, pelabuhan penyeberangan, dan pelabuhan laut) diminta agar meningkatkan pengawasan terhadap perlintasan penumpang sesuai protokol pintu masuk dan protokol kesehatan Covid-19. Hal. 7 RS Khusus
’’Saya minta pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi, sehingga tadi juga sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil.’’ Jokowi Presiden
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
Pelaksanaan US Ditentukan Sekolah
Denpasar (Bali Post) Di tengah mewabahnya virus Corona, proses belajar siswa dilakukan dengan pola daring. Siswa tetap belajar di rumah dengan tugas-tugas yang diberikan guru. Kondisi ini sudah berlangsung dua minggu. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar kini kembali memperpanjang kebijakan belajar di rumah tersebut. Bahkan, kemungkinan untuk ujian sekolah (US) juga dilakukan dengan pola ini. Kabid Pelaksana SMP, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, A.A. Gede Wiratama, yang ditemui Senin (30/3) kemarin di kantornya mengatakan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat yakni Menteri Pendidikan, bahwa ujian nasional untuk jenjang SD hingga SMA/ SMK sudah ditiadakan. Sekolah diberikan kewenangan untuk mendapatkan nilai untuk kelulusan masing-masing siswa. Sementara untuk US tetap akan dilaksanakan. Terkait dengan kapan pelaksanaannya US ini, semua kembali kepada sekolah masing-masing. ‘’Disdikpora hanya memberikan panduan yang bisa digunakan sekolah dalam pelaksanaan US,’’ ujar Wiratama. Dikatakan, rentang waktu pelaksanaan US ini sudah bisa dilakukan hingga akhir bulan ini. Selama waktu tersebut, sekolah sudah bisa melakukan US. Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka sekolah tidak bisa melakukan pembelajaran secara berkelompok atau di sekolah. Karena itu, US bisa dilakukan dengan pola yang sudah ada, yakni melalui daring atau google class room atau sejenisnya. ‘’Untuk teknisnya, silakan masing-masing sekolah yang mengaturnya,’’ jelasnya. Sebelumnya, akibat dari perkembangan wabah Covid-19 di Kota Denpasar, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga secara resmi memperpanjang masa siswa belajar di rumah yang sedianya akan berakhir Senin (30/3) ini. Hal tersebut tertuang dalam Surat Disdikpora Kota Denpasar Nomor: 420/1471/DISDIKPORA/2020 tanggal 27 Maret 2020. Di mana perpanjangan tersebut akan dilaksanakan hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut. (kmb12)
Belajar di Rumah
Melatih Siswa Belajar Otodidak dan Perkuat Pendidikan Karakter
Denpasar (Bali Post) Belajar selama dua pekan di rumah yang diterapkan pascapandemi Covid-19, jika tak dimanajerial dengan baik akan membuat kejenuhan bagi siswa dan orangtua. Caranya, berikan anak waktu luang untuk bermain sesuai tingkat usianya serta siapkan hadiah berupa makanan yang sehat. Hal itu diungkapkan pengamat pendidikan yang juga Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Senin (30/3) kemarin, menanggapi berakhirnya masa belajar di rumah bagi siswa, namun terus diperpanjang oleh pemerintah. Bagi dia, dalam kondisi darurat Covid-19 harus patuhi aturan belajar dan bekerja di rumah. Namun perlunya menyiasati agar model ini memberi nilai manfaat bagi siswa. Yang pertama, perlunya pemahaman bersama bahwa belajar di rumah sangat positif guna melatih siswa belajar secara otodidak. Belajar menemukan sendiri sehingga ilmu yang ditemukan sendiri akan lama tersimpan di memori otaknya. Sekaligus juga mengurangi sifat manjanya di rumah dan di sekolah. Hanya, katanya, hasil belajarnya patut dievaluasi. Kedua, belajar di rumah sangat baik dipakai kesempatan orangtua menanamkan pendidikan karakter kepada anaknya. Cara yang paling s e d e r hana yakni disuruh membuat canang, segehan dan lain-lain usai belajar mandiri. Pada prinsipnya, siswa selama belajar di rumah jangan hanya belajar, tidur dan makan. Isi juga dengan waktu bermain dan menyelipkan pendidikan karakter kepada mereka. Jika ini berhasil dilakukan, guru di sekolah akan lebih mudah mengajar dan mendidik. Jika ada kondisi serupa menimpa Bali, mereka dan orangtua sudah siap menjalani hal ini kembali. (sue)
702 Karyawan Dirumahkan
Denpasar (Bali Post) – Dampak penyebaran virus Corona mulai dirasakan kalangan pekerja di Denpasar. Sampai Senin (30/3) kemarin, sebanyak enam perusahaan yang melakukan kebijakan pengurangan karyawannya. Sedikitnya, 702 orang sudah dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, belum ada laporan sampai melakukan PHK terhadap karyawan masing-masing perusahaan. Yang mereka lakukan yakni merumahkan karyawan dan juga melakukan pembagian kerja (shift). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi, saat ditemui usai rapat dengan Tim Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Senin kemarin. Anom Suradi mengatakan, perusahaan yang
telah melaporkan melakukan perumahan terhadap karyawannya sebanyak enam perusahaan. Terbanyak perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata, seperti rekreasi wisata, perjalanan wisata, serta hotel. ‘’Untuk jenis perdagangan, seperti supermarket belum ada laporan yang masuk,’’ ujarnya. Dikatakan, sektor pariwisata dipastikan terkena dampak paling besar, karena wisatawan tidak ada yang datang ke Bali. Sedangkan sektor lainnya masih bisa berjalan. Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani mengakui telah terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Denpasar. Bahkan, akibat dari semua ini tingkat hunian hotel di Denpasar juga menurun drastis. Bila sebelumnya masih bertahan di angka 50 persen, kini anjlok menjadi lima persen. (kmb12)
Topik : satgas gotong royong berbasis desa adat
DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan dilakukan di Banjar Umasari, Desa Ubung Kaja.
Bali Post/ist
Kodam Semprot Disinfektan di Jalan Kargo Permai Denpasar (Bali Post) Pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara menyemprotkan disinfektan terus dilakukan Kodam IX/ Udayana. Pada Senin (30/3) kemarin, penyemprotan dilakukan di Banjar Umasari, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, khususnya di Jalan Cargo Permai karena banyak truk dari luar Bali parkir di sana. ‘’Terutama Jalan Cargo
Denpasar sering dijadikan sebagai tempat transitnya mobil atau truk barang yang datang dari luar Bali,’’ ungkap Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto kemarin. Penyemprotan disinfektan tersebut, lanjut Kapendam, ada beberapa wilayah dinilai cukup efektif untuk mencegah merebaknya virus Corona. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penye-
baran Covid-19 oleh jajaran TNI bekerja sama dengan instansi terkait. ‘’Penyemprotan ini bersinergi dengan masyarakat Banjar Umasari, Desa Ubung Kaja,’’ ungkapnya. Penyemprotan diprioritaskan pada fasilitas umum yang sering digunakan masyarakat berkumpul. Untuk pelaksanaannya, lanjut Kolonel Jonny, petugas menggunakan dua unit motor pertamanan Desa
Ubung Kaja yang telah dimodifikasi sehingga bisa difungsikan menyemprotkan disinfektan. Kapendam berharap warga juga menjalankan pola hidup sehat dan bersih, serta menjaga jarak atau social distancing ketika berada di tempat umum sesuai dengan apa yang ditekankan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sementara itu, Paurpam Pendam IX/Udayana Letda Inf. I Made Wenten
mengatakan pihaknya juga menyosialisasikan kepada warga Desa Ubung Kaja untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga yang teratur ataupun berjemur di pagi hari. Selain itu, warga juga diimbau untuk menggunakan masker saat di luar rumah serta menghindari keramaian atau kerumunan massa guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19. (kmb36)
untuk selalu waspada. Lebih baik bekerja dan belajar dari rumah. “Jika keluar rumah apabila ada suatu pekerjaan yang sangat mendesak. Lindungi diri dengan cara rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menggunakan masker. Usahakan jangan berada pada jarak yang dekat dengan orang lain dan tidak perlu berlama-lama di luar rumah,” pungkasnya. (win)
melakukan pencurian di SD 13 serta di 12 TKP lainnya,” ucapnya. Saat dikonfirmasi Senin (30/3) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya masih mendalami kasusnya. (kmb36)
Pasien Positif Covid-19 Bertambah Menjadi 19 Orang
Dewa Made Indra mengatakan, dari sembilan orang tambahan ini, delapan di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak dua orang. Dikatakan, saat ini jumlah akumulatif PDP (pasien dalam pengawasan) di Bali mencapai 146 orang.
Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak lima orang, yang sebelumnya hanya 141 orang. Dari 146 orang PDP ini sudah keluar hasil swab-nya 109 orang dan sebanyak 90 orang hasilnya dinyatakan negatif. Sedangkan 19 orang hasilnya positif. “Artinya, yang diumumkan hari ini (kemarin - red) ada tambahan kasus positif sebanyak sembilan orang,” ujar
Dewa Made Indra. Lebih lanjut dikatakan, delapan WNI yang positif tersebut semuanya merupakan warga asli Bali. Ada tiga di antaranya positif karena transmisi lokal (pernah berinteraksi jarak dekat dengan pasien positif sebelumnya). Sedangkan lima orang lainnya datang dari luar Bali. “Yang sembuh ada dua orang dan sedang
dalam persiapan pulang,” tandasnya. Dengan adanya penambahan kasus yang positif Corona, pria yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengajak agar masyarakat tetap mengikuti imbauan pemerintah pusat maupun daerah untuk tetap menjaga jarak (social distancing). Selain itu, mengurangi aktivitas di luar rumah dan tentunya harus disiplin. “Kalau tidak diikuti dengan baik, maka kemungkinan akan terjadi penambahan lagi transmisi lokal itu,” tandasnya. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat
Denpasar (Bali Post) Kasus pembobolan SD Negeri 13 Pedungan, Gelogor Carik dan curanmor berhasil diungkap Tim Resmob Polresta Denpasar, Sabtu (28/3) lalu. Pelaku yang masih anak baru gede (ABG) ini berinisial AWR (17), MW (16) pelajar, JR (16) pelajar, dan KBT (16). Mereka beraksi di belasan
TKP. Menurut informasi, guru SD Negeri 13 Pedungan, Jalan Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar, I Wayah Puja (59), melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar. Pada Sabtu pukul 07.00 Wita, Puja ditelepon satpam sekolah I Nyoman Subagia bahwa pintu ruang TU sekolah dirusak. Puja lang-
sung ke TKP dan mengecek barang yang hilang. Setelah menerima laporan itu, Tim Resmob Reskrim Polresta dipimpin Kanit I Iptu Made Putra Yudistira didampingi Panit Iptu Ngurah Eka Wisada melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi serta rekaman CCTV diduga pelakunya dua orang. Mereka
datang berjalan kaki masuk ke sekolah lalu mendobrak pintu ruang TU sekolah. Pelaku meninggalkan sepeda motornya di SPBU. Ciri-ciri pelaku kurus dan rambutnya disemir pirang. Berbekal ciri-ciri tersebut, pelaku berhasil ditangkap pukul 13.00 Wita. “Pelaku mengakui perbuatannya
Denpasar (Bali Post) -
Penambahan kasus positif Covid-19 di Bali meningkat signifikan. Sebelumnya ada 10 pasien yang positif. Namun pada teleconference yang digelar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada Senin (30/3) kemarin disebutkan bertambah sembilan pasien. Jadi jumlah total yang positif terpapar Covid-19 ini menjadi 19 orang.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bobol SD, Empat ABG Ditangkap
Jalani ’’Rapid Test’’
175 Tenaga Medis RSUP Sanglah Negatif Covid-19 Denpasar (Bali Post) Ratusan tenaga medis RSUP Sanglah yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sempat menjalani rapid test. Mereka yang dites lantaran sempat kontak dengan salah seorang residen yang positif Covid-19. Hasil tes tersebut, tim medis yang berjumlah 175 orang ini dinyatakan negatif terpapar virus Corona. Mereka pun hingga kini masih menjalani isolasi mandiri. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. saat dikonfirmasi, Senin (30/3) kemarin, mengakui hasil rapid test sudah keluar. Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, diketahui negatif. Diakui memang sebelumnya sempat ada tenaga medis RSUP Sanglah yang kontak dengan salah satu residen yang dinyatakan positif Covid-19.
Sesuai ketentuan dan SOP sudah dilakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran itu, ada 175 orang dalam kategori ODP. ‘’Selama ODP, pemantauannya sampai saat ini kondisi mereka baik dan sehat-sehat saja. Semoga mereka tetap sehat. Kalau sudah 14 hari, mereka bisa tidak diisolasi lagi karena hasil rapid test negatif,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada. Sebab, virus ini dengan cepat menular dari satu orang ke orang lainnya. Tentunya hal ini berkaitan dengan stamina tubuh. Meski dalam tubuh m a nus ia s ud a h a d a m ekanisme perlawanan melawan virus, namun pihaknya berharap tetap menjaga kondisi supaya tubuh lebih kuat.
Ruang Isolasi Sudana menambahkan, dengan meningkatnya pasien Covid-19, pihak RSUP Sanglah mulai melakukan penambahan ruangan isolasi. Dari sebelumnya 18 ruangan atau tempat tidur, kini ditambah sebanyak 16 ruangan. Sehingga totalnya ada sebanyak 34 ruangan. Dengan adanya penambahan itu, tentu membutuhkan APD lebih banyak. Untuk itu, kebutuhankebutuhan ini sudah diantisipasi, baik itu droping maupun pemberian dari provinsi dan berbagai kalangan. “Kita tambah lagi 16 tempat tidur atau ruangan. Begitu juga ada penambahan tenaga medis lagi,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis ini, pihaknya sudah melakukan perekrutan. Untuk tahap pertama, ada sebanyak 18 orang.(kmb23)
Bali Post/dok
RUANG PERAWATAN - Seseorang menuju ruang perawatan Nusa Indah di RSUP Sanglah, Denpasar. Pihak rumah sakit menyiapkan ruangan ini untuk perawatan pasien suspect virus Corona.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
DPMPTSP Segera Cek Legalitas Bangunan di Pantai Berawa Mangupura (Bali Post) Sebuah bangunan yang sedang dalam proses pembangunan di Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara mengudang perhatian. Pasalnya, bangunan yang berupa beach club ini berada tepat di pantai berpasir putih tersebut. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan pariwisata itu mengakui sempat mendatangi proyek tersebut. ‘’Kami sudah mengecek ke lokasi proyek. Di situ rencananya dibangun beach club dengan konsep green garden,’’ ujar Agung Ketut Suryanegara, Senin (30/3) kemarin.
Menurut birokrat asal Denpasar ini, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut masih dalam proses. ‘’Bangunan hanya beberapa tempat masih dalam proses IMB. Saat ini pun pembangunannya dihentikan, karena antisipasi wabah Corona,’’ katanya. Apakah diperbolehkan membangun, sementara IMB sedang dalam proses? Suryanegara mengatakan, bangunan tersebut mengacu
pada bangunan Finns Beach Club yang telah mendapatkan IMB. ‘’Kalau dilihat dari perencanaan yang diberikan ke kami, malah lebih mundur lagi 25 meter, cuman kolam renangnya yang sama,’’ terangnya. Disebutkan, hasil pantauan di lapangan proyek tersebut masih dalam penataan lahan. ITR sudah keluar. ‘’NIB, Izin Lokasi, dan Izin usaha online sudah didaftar,
dua hari ini keluar,’’ tegasnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung Made Agus Aryawan mengakui belum mengetahui perihal bangunan tersebut. ‘’Bangunan apa itu, saya harus cek dulu (legalitasnya - red),’’ ujarnya singkat. (kmb27) BANGUNAN Sebuah proyek bangunan yang berada di Pantai Berawa, Canggu, Kuta Utara.
Bali Post/ist
Jumlah Penerbangan dan Penumpang Turun Drastis
Bali Post/ist
LAYANAN - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat pandemi Covid-19 ini menerapkan layanan ‘’online customer service’’.
Bandara Ngurah Rai Terapkan ’’Online Customer Service’’ Mangupura (Bali Post) – Di tengah merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh pengguna jasa bandara. Salah satu bentuk optimalisasi layanan yang disediakan di saat pandemi Covid-19 ini yakni dengan menerapkan layanan online customer service. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado, mengatakan
penyediaan layanan online customer service ini merupakan salah satu upaya penerapan upaya social distancing dan physical distancing di lingkungan bandara. Mekanismenya sama seperti operasional customer service seperti biasanya. Hanya, penumpang yang ingin bertanya tidak lagi bertatap muka secara langsung dengan petugas, melainkan dengan interaksi melalui layar yang disediakan di customer service counter. ‘’Online customer service ini merupakan implementasi dari upaya social distancing dan physical distancing dalam upaya meminimal-
isasi risiko penyebaran Covid-19 di lingkungan bandara,’’ kata Herry A.Y. Sikado, Senin (30/3) kemarin. Menurut Herry A.Y. Sikado, petugas customer service yang semula bertugas memberikan layanan informasi kepada pengguna jasa bandara di gerai customer service, kini ditempatkan secara terpusat di Airport Operation Control Center (AOCC) dengan layanan yang dioperasikan berbasis teleconference. Dikatakan, layanan online customer service ini sudah tersedia di lima titik di terminal penumpang, yaitu pada lobi terminal keberang-
katan internasional, lobi terminal kedatangan internasional, ruang tunggu terminal keberangkatan internasional, areal check-in counter terminal keberangkatan domestik, dan ruang tunggu terminal keberangkatan domestik. ‘’Penerapan layanan ini akan dilakukan hingga nantinya situasi telah dianggap membaik. Untuk membantu memberikan kemudahan bagi para penumpang dalam menggunakan layanan ini, telah disediakan panduan penggunaan layanan pada layar monitor TV yang berada di gerai customer service,’’ ujarnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Jumlah penerbangan domestik di Bandara Ngurah Rai selama tanggal 29 Maret 2020, untuk kedatangan domestik sebanyak 62 penerbangan. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 42,59 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2019 sebanyak 108 penerbangan. Sedangkan untuk keberangkatan domestik sebanyak 67 penerbangan atau turun sebesar 40 persen dibandingkan periode sama tahun 2019, yakni sebanyak 111 penerbangan. Sementara untuk jumlah penerbangan internasional, jumlah kedatangan sebanyak 14 penerbangan atau turun sebesar 85,86 persen atau sebanyak 99 penerbangan pada periode sama tahun 2019. Keberangkatan internasional juga mengalami penurunan yakni sebanyak 15 penerbangan selama tanggal 29 Maret tahun 2020, turun sebesar 84,85 persen yakni sebanyak 99 penerbangan pada periode sama tahun 2019. Untuk jumlah penumpang, juga mengalami penurunan. Dari data kedatangan domestik ada sebanyak 3.538 penumpang turun sebesar 73,75 persen dibandingkan periode sama tahun 2019 yakni sebanyak 13.479 orang. Sedangkan untuk keberangkatan domestik sebanyak 4.298 orang atau turun sebesar 66 persen dibandingkan periode sama tahun 2019 yakni sebanyak 12.620 orang. Untuk penumpang internasional juga mengalami penurunan. Dari data yang ada, kedatangan internasional per tanggal 29 Maret, hanya sebanyak 389 orang atau turun sebesar 97,805 persen dibandingkan tahun 2019 yakni sebanyak 17.705 orang. Untuk keberangkatan inter-
nasional sebanyak 2.307 orang atau turun sebesar 86,53 persen dibandingkan periode sama tahun 2019 yakni 17.130 orang penumpang. Sementara rekap perbandingan pergerakan pesawat dan penumpang periode tanggal 1 Januari - 29 Maret 2019 dengan 1 Januari - 29 Maret 2020. Untuk jumlah penerbangan tahun 2019 sebanyak 35.678 turun 3,61 persen tahun ini yakni sebanyak 34.390 penerbangan. Sedangkan untuk jumlah penumpang yakni sebanyak 5.195.636 tahun 2019 turun sebesar 13,56 persen yakni sebanyak 4.491.015 orang tahun ini. Rekap perbandingan pergerakan pesawat dan penumpang periode tanggal 1 29 Maret 2019 dengan 1 - 29 Maret 2020. Untuk penerbangan, sebanyak 11.330 turun sebesar 20,51 persen yakni sebanyak 9.006 penerbangan. Untuk jumlah Penumpang sebanyak 1.635.686 tahun 2019 turun sebesar 43,82 persen tahun ini yakni sebanyak 918.908 orang. Dikonfirmasi terkait penurunan jumlah penumpang dan penerbangan Senin (30/3) kemarin, Communication and Legal Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsannurohim, membenarkan hal itu. Kondisi ini tidak terlepas akibat merebaknya virus Corona di seluruh dunia. Untuk itu, pihaknya menyebutkan untuk mengantisipasi penyebaran virus ini di Bandara Ngurah Rai terus melakukan upaya pencegahan. Selain rutin melakukan penyemprotan disinfektan, SOP terkait pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner dan penggunaan hand sanitizer terus dilakukan. ‘’Ini rutin kami lakukan,’’ tegasnya. (kmb23)
Bapenda Pasang Bilik Disinfektan di Pintu Masuk Uang Curian Dipakai Foya-foya
Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Mengwi kembali menangkap pencuri yang selama ini meresahkan warga, Minggu (29/3) lalu. Pelakunya Kadek Supartika alias Ucil (29) asal Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Dia membobol warung di Banjar Sayan Delodan, Mengwi agar bisa berfoya-foya di kafe di wilayah Singaraja. Kapolsek Mengwi, Kompol I Gede Eka Putra Astawa, mengatakan korban dalam kasus ini adalah Ketut Murna (57). Kronologinya, pada Sabtu (9/3) lalu sekitar pukul 15.00 Wita korban datang dari bekerja di Denpasar. Setibanya di warung korban menaruh tas pinggang berisi handphone (HP) dan uang Rp 1,5 juta di dalam rak warung dalam keadaan terkunci. Pukul 17.00 Wita korban memandikan anaknya di belakang warung dan rencananya diajak ke dokter gigi. ‘’Saat korban akan mengambil tas pingangnya di dalam rak, ternyata sudah hilang. Rak dalam keadaan rusak. Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Mengwi,’’ ujarnya, Senin (30/3) kemarin. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, Tim Opsnal Polsek Mengwi dip-
impin Kanit Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi didampingi Panit Iptu I Made Mangku Buciana melakukan penyelidikan secara intensif. Awal Januari lalu, polisi mendapat informasi ada transaksi HP milik korban di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Petugas langsung bergerak ke Desa Pedawa dan berhasil mengamankan pemegang HP milik korban berinisial Kr. ‘’Dari Kr ini terungkap jika penjual HP tersebut Kadek Supartika asal Dusun Sudakmukti, Buleleng,’’ tegasnya. Kompol Eka menambahkan, polisi selanjutnya mencari keberadaan pelaku dan terlacak di Jalan Veteran Singaraja. Pelaku berhasil ditangkap. Pengakuan pelaku, awalnya dia pura-pura membeli rokok. Saat tahu korban tidak ada, pelaku langsung mengambil sebuah tas pinggang yang berisi uang dan HP. Selanjutnya uang Rp 1,5 juta itu digunakan untuk berfoya-foya di kafe. Uang dari hasil menggadaikan HP Rp 1,4 juta juga dipakai berfoya-foya. ‘’Pelaku juga mengaku mencuri laptop di daerah Seririt, Bulelengl dan sertifikat tanah di Desa Pelapuan, Busungbiu, Buleleng,’’ ujar Kompol Eka. (kmb36)
Bali Post/ist
DITAHAN - Pelaku kasus pencurian, Kadek Supartika alias Ucil, ditahan di Polsek Mengwi.
Bali Post/kmb27
DISINFEKTAN - Bilik disinfektan untuk pegawai dan masyarakat yang mengunjungi gedung Bapenda Badung.
Mangupura (Bali Post) – Pencegahan penyebaran virus Corona terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Badung di kawasan publik. Bahkan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedehan Agung setempat menempatkan bilik disinfektan di halaman depan pintu masuk. Pantauan di lokasi Senin (30/3) kemarin, para pengunjung yang ingin mengakses layanan di Bapenda wajib melewati bilik tersebut guna terhindar dari wabah Covid-19. Dua buah bilik disinfektan disiapkan untuk penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh pengunjung yang datang di kantor pemungut pajak daerah tersebut. Tak hanya itu, pengecekan suhu tubuh juga diberlakukan untuk pengunjung termasuk karyawan dengan thermo infrared serta mencuci tangan dan mengusapkan hand sanitizer. Kepala Bapenda Badung Made Sutama mengatakan, bilik disinfektan ini dibuat sesuai dengan standar dari kesehatan. Pihaknya juga telah mengon-
sultasikan alat dan cairan yang digunakan, sehingga semua aman. ‘’Kami utamakan tidak menggunakan disinfektan yang keras, artinya berdampak pada kesehatan. Jadi, kami mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait obat yang disemprotkan ke tubuh mereka. Obatnya sudah standardisasi kesehatan,’’ terangnya. Disinggung mengenai bilik sterilisasi tersebut, birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan, pengadaan secara swadaya. Hal itu dilakukan untuk kenyamanan
petugas, pegawai maupun masyarakat yang datang ke Bapenda Badung. Pihaknya membeli alat tersebut seharga Rp 900 ribu. ‘’Mesti harganya relatif murah, namun manfaat dan fungsinya yang diutamakan. Semoga dengan adanya pencegahan ini virus tidak sampai menyebar,’’ katanya. Menurut Sutama, kunjungan ke Bapenda Badung mengalami penurunan lantaran pelayanan juga dilakukan secara on call. Pelayaan BPHTB, urusan piutan pajak, pencicilan piutang juga dilakukan on call. (kmb27)
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
Tangani Corona
Pemkab Jembrana Tambah Ruang Isolasi dan Beri Insentif Tenaga Medis LANGKAH antisipatif diambil Pemkab Jembrana guna menanggulangi penyebaran Covid-19. Kendati saat ini belum ditemukan pasien positif Covid-19, namun kewaspadaan terus ditingkatkan. Di antaranya lewat kebijakan penambahan ruang isolasi di RSU Negara untuk merawat pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Selain itu, tenaga medis sebagai garda terdepan juga diberikan reward dalam bentuk insentif. Hal itu bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kerja keras dan perjuangan tenaga medis sekaligus paparan risiko sebagai petugas terdepan. Termasuk memfasilitasi penginapan bagi petugas medis yang rumahnya jauh dari RSU Negara yang saat ini ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan. ‘’Ini langkah antisipasi kita menghadapi Corona. Kita siapkan terlebih dahulu, jangan sampai menunggu kasus makin banyak,’’ ujar Bupati Artha saat memimpin rapat tanggap Corona bersama pimpinan OPD Jembrana, Senin (30/3) kemarin.
Menariknya, rapat yang juga dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Sekda I Made Sudiada ini berlangsung di tempat terbuka (halaman belakang Kantor Bupati Jembrana - red). Rapat dimulai tepat pukul 11.00 Wita, dengan memberi jarak bagi tiap peserta sesuai imbauan physical distancing. Artha menambahkan, anggaran akan disiapkan dari anggaran perubahan mendahului. Saat ini masing-masing OPD diperintahkan untuk menyisir anggaran yang dianggap tidak penting atau tidak relevan di tengah kondisi penyebaran Covid-19 yang mulai meluas. ‘’Contohnya Porsenijar dan UN juga sudah dibatalkan. Anggaran itu bisa dialihkan untuk penanggulangan Covid-19. Tapi yang sifatnya vital, tidak boleh. OPD tetap harus kerja melayani masyarakat,’’ ujarnya. Selain insentif dan prasarana tenaga medis, rencananya tambahan uang makan juga akan diberikan kepada petugas yang menjaga pintu masuk Gilimanuk. Saat ini pemkab Jembrana turut menerjunkan timnya un-
tuk mengawasi arus masuk ke Bali. Bupati menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan lebih ketat dan selektif. ‘’Kalau dari zona merah dan terindikasi sakit, tidak perlu diizinkan masuk. Dikembalikan ke wilayah asalnya. Kita harus tegas, karena ini menyangkut keselamatan bersama,’’ sambung Bupati Artha. Penekanan senada juga disampaikan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Konsekuensi dari penanggulangan Covid-19 yang makin meluas, menurutnya, adalah ketersediaan anggaran. ‘’Kiranya kegiatan yang tidak mungkin terlaksana harus digeser. Misalnya perjalanan dinas, kegiatan pensi rutin, maupun pameran. Itu bisa dialihkan, karena tidak mungkin terealisasi saat ini,’’ katanya. Ia ingin anggaran itu bisa dialihkan untuk penyemprotan disinfektan secara rutin dan terus menerus. Termasuk pembelian APD petugas medis, ruang bilik disinfektan termasuk alat tes (rapid test). ‘’Saya bersama Bapak Bupati ingin Jembrana paling siap menghadapi Covid-19. Harus dip-
ikirkan dari sekarang, jangan terlambat karena itu berisiko. Termasuk APBDes sekiranya tidak bisa dilaksanakan, alihkan segera untuk penanggulangan Covid di tingkat desa,’’ ujarnya. Pada rapat itu, Kembang juga mengusulkan perlunya ditambah relawan (surveilance) di luar tim dari Dinas Kesehatan. Tugasnya nanti memantau, melaporkan dan mengedukasi orang dalam pemantauan (ODP) sehingga lebih banyak yang bisa dilacak. Relawan itu bisa berasal dari SMK Kesehatan maupun lulusan mahasiswa jurusan kesehatan akan ditempatkan di masing-masing desa. Nantinya mereka akan bergabung dan bertanggung jawab kepada tim Covid-19 Dinas Kesehatan Jembrana. ‘’Kita siapkan untuk memperluas tracking orang dalam pemantauan termasuk membantu tim dari Dinas Kesehatan. Tugasnya mengawasi kondisi, sekaligus memastikan ODP ini tidak keluar rumah, dan disiplin melaksanakan isolasi diri,’’ katanya memaparkan. Selain itu, Kembang juga ingin pecalang dan Ansor di-
berikan apresiasi dalam bentuk operasional. ‘’Saya kira mereka tugasnya berat untuk mengawasi warga di wilayahnya mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Jadi, perlu kita anggarkan operasionalnya,’’ katanya. Ia menambahkan, perkembangan Covid-19 saat ini sangat cepat, dan bisa berubah dari hari ke hari. Karena itu, anggaran ini juga sifatnya menyesuaikan. Tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan anggaran yang kedua maupun ketiga. ‘’Untuk ini kita menyesuaikan. Termasuk melihat arahan kebijakan pemerintah pusat serta perkembangan apa saja yang dibutuhkan,’’ ujar Kembang. Sementara itu, Sekda Jembrana I Made Sudiada mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyisir anggaran di masing-masing OPD. Secepatnya nilainya akan disampaikan. Pihak Satgas Covid-19 Jembrana juga sudah ditugaskan menyusun kebutuhan anggaran bersama RSU Negara untuk pengadaan mendesak penanganan Covid-19 di Jembrana. (ad685)
RAPAT - Bupati Jembrana I Putu Artha saat rapat membahas penanganan penanggulangan Corona di halaman belakang Pemkab Jembrana.
Belum Ada Larangan KTP Luar Bali Menyeberang dari Ketapang Negara (Bali Post) Menyikapi surat edaran dari Gubernur Bali yang salah satunya memperketat jalur pintu masuk Bali termasuk pelabuhan, juga diterapkan di Pelabuhan Ketapang. ASDP Cabang Ketapang bersama sejumlah stakeholder di Ketapang melakukan rapat terbatas. Salah satunya dilakukan imbauan kepada calon penumpang yang hendak menyeberang ke Bali untuk mengurungkan niatnya bilamana tidak penting.
Bali Post/kmb26
PENYEMPROTAN - Kendaraan barang yang melintas di UPPKB Cekik dilakukan penyemprotan disinfektan.
Dampak Wabah Covid-19
KPU Tabanan Tunda Dua Tahapan Pilkada Tabanan (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan melakukan penundaan dua tahapan Pilkada Tabanan yang rencananya digelar September mendatang. Penundaan ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) KPU RI. Penundaan ini dilakukan sebagai langkah mencegah penyebaran Covid-19 lebih masif. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, dua tahapan pilkada yang ditunda di Tabanan, yakni perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang seharusnya dilakukan mulai 16 April hingga 29 April mendatang serta tahapan proses pemutakhiran data pemilih. ‘’Seharusnya ada tiga tahapan yang ditunda, satu lagi yakni faktual syarat dukungan calon perseorangan, tapi di Tabanan bahkan di daerah lain di Bali tidak ada calon perseorangan. Jadi, hanya dua tahapan itu saja yang ditunda,’’ ujar Weda Subawa, Senin (30/3) kemarin. Weda Subawa menambahkan, PPDP sendiri ditempatkan di masing-masing TPS. Namun, jika DPT berjumlah di atas 400 pemilih, biasanya pihaknya menempatkan dua PPDP untuk bisa meng-cover jumlah pemilih yang cukup banyak. Penundaan dua tahapan ini dilakukan hingga situasi dan kondisi benarbenar aman dari ancaman Covid-19. ‘’Kalau dirasa sudah aman dan pulih, baru kami lanjutkan lagi proses tahapan yang tertunda itu,’’ terangnya. Penundaan dua tahapan ini, diakui Weda Subawa, untuk meminimalisasi potensi untuk penyebaran virus Covid-19 kepada petugas di lapangan, mengingat PPDP
harus melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Sehingga PPDP harus datang langsung memastikan para pemilih ini ke rumah masing-masing. Kondisi ini yang dianggap riskan penyebaran virus mengingat ada pertemuan dengan sejumlah orang untuk melakukan pemutakhiran data pemilih. Dampak lain dari wabah Covid-19 ini juga dialamai anggota ad hoc seperti anggota PPS yang baru dilantik 22 Maret lalu yang ditunda masa kerjanya. Sementara untuk PPK yang baru bekerja selama satu bulan hanya menerima honor satu bulan saja dan sementara diistirahatkan. (kmb28)
GM ASDP Cabang Ketapang Fahmi Alweni mengatakan, berdasarkan permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali, ASDP melakukan imbauan kepada para calon penumpang agar tidak melakukan perjalanan menyeberang ke Bali jika tidak terlalu penting. Sebab, di Pulau Bali saat ini Pemprov juga melakukan penanganan Covid-19 di mana beberapa kasus positif ditemukan, seperti halnya di beberapa daerah di Pulau Jawa. Masyarakat disarankan tidak bepergian keluar rumah, daerah ataupun luar negeri. ‘’Kita hanya meneruskan imbauan dari Pemprov Bali ke masyarakat. Jika tidak berkepentingan mendesak agar diurungkan perjalanan
ke Bali, bukan melarang,’’ ujar Fahmi, Senin (30/3) kemarin. Menurut Fahmi, ASDP membantu mengimbau hal ini ke masyarakat, terutama di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Pelabuhan tidak memiliki wewenang untuk melarang sebelum ada kebijakan pusat. Dikatakan, dalam rapat terbatas yang di antaranya diikuti Kepolisian Polresta Banyuwangi, KSOP Kelas III Tanjungwangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, DPC Infa Banyuwangi, DPC Gapasdap Banyuwangi kemarin dibahas terkait antisipasi bila ada kebijakan-kebijakan dari pusat berkaitan penyeberangan. Sementara itu, pemeriksaan di Pelabuhan Gilima-
nuk untuk setiap kendaraan dan orang yang masuk dilakukan dengan pos terpadu. Pos terpadu yang ditempatkan di Pos Pemeriksaan KTP di Terminal Gilimanuk ini melibatkan sejumlah instansi terkait seperti polisi, TNI, Dinas Kependudukan, Satpol PP dan Kesehatan Pelabuhan. Dalam pemeriksaan mengikuti protap yang sudah berlaku, yakni orang yang masuk tanpa KTP dipulangkan. Sejak Kamis (26/3) lalu hingga Senin kemarin siang tercatat ada 4 orang yang dipulangkan. 14 pelanggaran administrasi kependudukan di antaranya 2 KTP tak berlaku, 12 orang tanpa KTP. Dari data yang dihimpun, kendaraan pribadi masuk
Bali dan kendaraan umum cenderung turun 50 persen dibandingkan pasca-Nyepi tahun sebelumnya. Angkutan barang seperti truk justru meningkat sekitar 5 persen. Truk dan kendaraan barang sejenis yang masuk ke Bali juga dilakukan pemeriksaan di jembatan timbang Cekik, Gilimanuk. Koordinator Satpel Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, I Ketut Iriana Waskita, mengatakan pemeriksaan dilakukan selain beban kendaraan dan surat-surat juga penyemprotan disinfektan pada kendaraan. Upaya ini merupakan instruksi sesuai SOP BPTD Wil. XII Bali dan NTB bahwa UPPKB melakukan pencatatan dan pendataan kendaraan yang membawa komoditi dan menyosialisasikan pencegahan Covid-19. Termasuk dilakukan penyemprotan disinfektan di areal UPPKB Cekik dan kendaraan yang melintas. (kmb26)
Sosial
BNI Wilayah Denpasar Sumbangkan APD ke RS Unud PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada RS PTN Unud sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menekan penyebaran Covid-19. Bantuan berupa APD 420 set yang terdiri dari sarung tangan safety, sepatu booth, helm APD, baju APD, kacamata google, face shield, dan masker. Bantuan dari BNI Wilayah Denpasar diserahkan langsung oleh Pemimpin BNI Cabang Denpasar Mustaqiem kepada Direktur RS BANTUAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar memberikan bantuan APD kepada RS PTN Unud.
PTN Unud, Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K). BNI memberikan bantuan APD kepada RS Pendidikan Unud yang ditunjuk sebagai RS khusus isolasi Covid-19 dan khususnya untuk melindungi tenaga medis yang menangani agar mendapatkan perlindungan lebih. ‘’Dengan bantuan ini, kami harapkan tenaga medis dapat terlindungi dan merasa aman dalam menangani pasien Covid-19,’’ ujar Mustaqiem. Berbagai upaya pencegahan dan penyebaran juga dilakukan di lingkungan kerja BNI mulai pengukuran suhu tubuh pegawai, penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor, dan program social distancing pegawai dan nasabah, serta pemberian hand sanitizer dan masker kepada nasabah yang datang ke banking hall BNI. (ad683)
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
PN Gianyar Gelar Sidang ’’Teleconference’’ Gianyar (Bali Post) -
Mencegah penyebaran Covid-19, Pengadilan Negeri (PN) Gianyar melakukan sidang secara online. Sidang pidana menggunakan sistem online dengan teleconference itu digelar sejak Senin (30/3) kemarin. Upaya ini dilakukan guna mengurangi interaksi. Humas PN Gianyar Wawan Edy Prastiyo dikonfirmasi mengatakan, pelaksanaan sidang secara online itu dilakukan guna menindaklanjuti surat Dirjen Badan Peradilan Umum. Surat tersebut Nomor 379/DJU/ PS.00/3/2020, tertanggal 27 Maret 2020 yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Negeri seluruh Indonesia. Selama masa darurat bencana wabah Covid-19 ini, kata Wawan, persidangan perkara pidana dapat dilakukan secara jarak jauh dengan cara teleconference. Pelaksanaannya sudah dikoordinasikan dengan Kejaksaan Negeri Gianyar dan lapas terkait. ‘’Dalam sidang itu majelis hakim di Ruang Sidang Candra PN Gianyar, penuntut umum di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar dan terdakwa bersama pe-
nasihat hukumnya di Rutan Gianyar,’’ jelas Wawan. Nah, pada hari pertama sudah ada empat sidang pidana menggunakan sistem online itu. ‘’Sudah ada empat sidang pidana di PN Gianyar. Satu berkas pembacaan putusan, satu berkas pembacaan dakwaan dan dua berkas masih tahap pembuktian. Kempat berkas itu disidangkan secara teleconference,’’ katanya. Wawan juga menambahkan, pada dua berkas acara pembuktian, jaksa penuntut umum (JPU) meminta penjadwalan ulang kepada majelis hakim. Alasannya, pihak JPU belum bisa menghadirkan saksi-saksi, Senin kemarin. Sidang dengan cara teleconference itu, kata Wawan, akan dilakukan hingga bahaya Covid-19 telah dinyatakan aman dari pemerintah. (kmb35)
SIDANG TELECONFERENCE - Terlihat suasana sidang teleconference di PN Gianyar, Senin kemarin.
Panwascam dan Pengawas Kelurahan/Desa Diberhentikan Sementara
Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli akan memberhentikan sementara petugas pengawas pemilu di kecamatan (Panwascam) dan petugas pengawas pemilu di tingkat ke l u r a h a n / d e s a . H a l i t u sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Bawaslu RI tentang pengawasan penundaan tahapan penyelenggaraan penyelenggaraan pilgub, pilbup dan pilwali tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sesuai SE tersebut, pemberhentian sementara Panwascam dan pengawas kelu-
rahan/desa terhitung sejak 31 Maret 2020. Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Bangli yang dilantik 23 Desember lalu akan diberikan honorarium atas output kerja bulan Maret. Sementara honorarium kepada Panwaslu kelurahan/desa yang sudah dilantik per 18 Maret lalu tidak diberikan honorarium. Selanjutnya selama masa penundaan aktivitas, mereka tidak diberikan honorarium. Ketua Bawaslu Bangli, Nengah Purna, Senin (30/3) kemarin mengatakan pihaknya baru akan menyampaikan SK pemberhentian sementara ke Panwascam
dan pengawas kelurahan/ desa, Senin ini. Secara lisan pihaknya sudah menyampaikan pemberhentian sementara itu sejak dua hari lalu. Purna mengaku belum bisa memastikan sampai kapan pemberhentian sementara itu. Pihaknya akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bawaslu RI. Disebutkannya, total jumlah anggota Panwascam di Kabupaten Bangli ada 12 orang. Per masing-masing kecamatan ada 3 orang. Sementara pengawas kelurahan/desa total berjumlah 72 desa. ‘’Masing-masing kelurahan/desa satu orang pengawas,’’ sebutnya. (kmb40)
Keluar-Masuk Penglipuran Disemprot Disinfektan Bangli (Bali Post) Upaya pencegahan penyebaran virus Corona dengan penyemprotan disinfektan gencar dilakukan Desa Adat Penglipuran, Bangli. Tak hanya pada tempat dan fasilitas umum, orang yang keluar-masuk Penglipuran pun disemprot cairan disin-
fektan. ‘’Siapa pun yang masuk dan keluar disemprot. Misalnya ada warga mau ke pasar disemprot, agar jangan sampai ada bawa (virus) dari Penglipuran. Begitu juga datang dari pasar disemprot, agar jangan bawa virus dari pasar,’’ kata Bendesa Adat Penglipuran Wayan
Supat, Senin (30/3) kemarin. Penyemprotan dilakukan di jalan menuju wilayah Penglipuran tepatnya di sebelah timur gapura. Untuk menyemprotkan disinfektan, desa adat setempat menugaskan beberapa orang petugas khusus. Mereka standby dari pagi sampai
pukul 21.00 malam. ‘’Yang disemprot selain kendaraan juga orangnya,’’ ujarnya. Sesuai keputusan hasil paruman yang dilakukan krama Desa Adat Penglipuran, selama tanggal 18-30 Maret, Penglipuran tidak menerima kunjungan wisatawan. (kmb40)
Enam Bocah Pelempar Mobil Jalani Sidang Diversi Gianyar (Bali Post) Enam bocah yang sebelumnya diamankan aparat Polsek Sukawati sudah menjalani sidang diversi. Dalam proses sidang diversi yang berlangsung di Mapolsek Sukawati itu, antara korban dan para pelaku sepakat berdamai. Hal ini diungkapkan Kaposlek Sukawati, AKP Suryadi, Senin (30/3) kemarin. Dikatakan, enam pelaku pelemparan mobil ini disidangkan di luar ranah pengadilan. Upaya diversi itu telah dilakukan beberapa kali. ‘’Para pihak dihadirkan. Anak-anak yang terlibat termasuk pihak korban juga hadir,’’ ujar AKP Suryadi. Hasil diversi kasus pelemparan terha-
dap mobil yang melintas di Jalan By-pass IB Mantra itu diupayakan ke jalan damai. Ditekankan, antara korban dan pihak pelaku sudah sepakat berdamai dalam penyelesaian kasus itu. ‘’Itu sudah berlangsung di ruang Kanit. Sudah damai,’’ jelasnya. Sebelumnya, enam anak pelaku pelemparan mobil itu yakni Kadek B (14), I Gede N (13), Made MJ (14), YER, (16), Kadek AG, (14), Kadek BW, (13). Semua pelaku asal Denpasar ini beraksi melempar mobil Daihatsu Terios yang melintas di Jalan IB Mantra, Sabtu (7/3) lalu pukul 22.30. Pengemudi sempat melihat ada anak-anak berlarian usai melempar. (kmb35)
Dampak Covid-19
Semua Pendukung Pariwisata Nusa Penida ’’Mati Suri’’ SEMAKIN masifnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 ke Indonesia, termasuk ke Bali, telah melumpuhkan segala lini kehidupan. Khusus di Bali, virus asal Kota Wuhan, Tiongkok itu telah ‘’membunuh’’ pariwisata yang menyokong perekonomian Bali selama ini. Sementara Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang lima tahun belakangan ini tengah berkembang menjadi destinasi wisata pilihan wisatawan dunia pun ikut terkena imbasnya. Di tengah lesunya transportasi laut dan darat dan usaha lain sebagai penyokong, lalu bagaimanakah nasib pengusaha yang meminjam kredit untuk membeli mobil yang kemudian dipergunakan usaha jasa trasnportasi? Biasanya ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap harinya datang ke pulau yang dijuluki The Blues Paradise Island itu, namun kini hanya tinggal kenangan. Sejak sebaran Covid-19 ini semakin masif, Gubernur Bali pun mengeluarkan surat edaran untuk menutup destinasi wisata di seluruh Bali. Sejak itu, Nusa Penida pun sepi dari kunjungan turis. Imbasnya, semua sektor pendukung pariwisata Nusa Penida pun gulung tikar. Transportasi laut yaitu speed boat yang selama ini lalu-lalang di perairan laut, tarutama dari Pelabuhan Sanur dan Serangan menuju ke Nusa Lembongan, Jungut Batu, dan Nusa
Gede pun terhenti. Kebanyakan perusahaan speed boat itu menghentikan operasinya hingga waktu yang belum diketahui. Speed boat yang paling produktif hingga saat ini hanyalah speed boat dari Pelabuhan Tribuana dan Banjar Bias, Kusamba menuju Nusa Penida. Pasalnya, speed boat ini menjadi bagian mobilitas masyarakat lokal sebagai target utamanya. Tidak hanya jasa transportasi laut lajunya stag. Transportasi darat pun ikut mati suri. Biasanya, lalu lintas di Nusa Penida, dari pagi hingga malam selalu dipenuhi mobil-mobil yang mengantarkan para tamunya berwisata ke tempattempat wisata yang ada.
Namun kini nyaris menghilang. Terlebih, seluruh destinasi wisata di Nusa Penida kini sudah ditutup pengelolanya. Bahkan, sejumlah transportasi mobil yang masih kredit ditarik oleh dealer/bank karena tidak bisa membayar angsuran lagi. Bagi pengusaha vila, restoran, dan sejenisnya juga gulung tikar. Mereka menutup sementara usaha mereka. Karyawan pun dirumahkan. Ada juga pengusaha yang tidak bisa membayar utang di bank. Bagi masyarakat/pengusaha yang sedang membangun akomodasi wisata tetap melanjutkan pembangunannya, dengan harapan situasi cepat pulih. Kini semua masyarakat Nusa Penida pun merasakan dampak dari Covid-19 ini. Owner Bukit Sunrise Villa, I Wayan Leo Mahendranata, mengaku sudah hampir dua minggu menutup vilanya untuk wisatawan. Pengelola Gangga Express, Nyoman Landep, mengaku masih tetap melayani penyeberangan dari Nusa Penida-Kusamba, begitu juga sebaliknya. Sebab, targetnya adalah mobilitas masyarakat lokal. Penumpang disediakan hand sanitizer di tempat pembelian tiket. Penyeberangan hanya ditutup sementara dari Nusa Penida-Nusa Lembongan. (win)
DISEMPROT DISINFEKTAN - Warga yang hendak keluar-masuk Penglipuran kini disemprot disinfektan.
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
Pelayaran Kapal Ikan di PPI Sangsit Terhenti Sementara Singaraja (Bali Post) -
Aktivitas pelayaran kapal ikan dari Kepulauan Sapeken, Madura, Jawa Timur (Jatim) terhenti sejak satu pekan terakhir ini. Jika sebelumnya, dalam satu minggu kapal yang berlabuh antara 3 sampai 4 unit. Sekarang satupun kapal ikan itu tidak ada yang berlabuh untuk bongkar muatannya. Meski demikian, personel Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Buleleng tetap mengawasi aktivitas di PPI dan juga di pelabuhan tradisional lain di wilayah Pantai Utara (Pantura) itu.
Bali Post/dok
PATROLI - Jajaran Polairud Polres Buleleng melakukan pengawasan aktivitas pelayaran kapal ikan dari Kepulauan Sapeken, Madura, Jatim.
Kesehatan CAIRAN empedu yang berfungsi melarutkan komponen lemak ini dihasilkan oleh hati sebanyak ± 500 – 1.000 ml/hari. Cairan empedu itu bersifat basa, berasa pahit, berwarna hijau kekuningan, dan ditampung dalam kandung empedu. Nantinya cairan empedu itu akan dilepaskan ke dalam usus 12 jari untuk berperan dalam pencernaan makanan. Batu empedu adalah struktur kristal yang terbentuk dari bekuan dan pertumbuhan konstituen empedu normal dan abnormal. Batu empedu itu umumnya ditemukan pada kandung empedu dan dapat pula bermigrasi ke saluran empedu (menjadi batu saluran empedu sekunder). Jenis batu empedu yaitu batu kolesterol dan campuran (sekira 80%), serta sisanya adalah jenis batu pigmen. Angka prevalensi batu empedu di Indonesia tidak diketahui secara pasti. Namun diperkirakan sebesar 3% sampai 10%, tidak berbeda jauh dengan negara Asia lain. Seperti Jepang, Tiongkok, India dan Taiwan. Faktor risiko batu empedu itu di antaranya demografi (lebih tinggi di Eropa dan Amerika), obesitas, penurunan berat badan, hormon estrogen (penderita wanita lebih dominan), penyakit atau reseksi usus halus, pertambahan usia, pengobatan okreotid atau klofibrat, diabetes, merokok, dan hipomotilitas kandung empedu (puasa, kehamilan, nutrisi parenteral memanjang). Penyakit batu empedu kolesterol itu terjadi akibat
Batu Empedu dr. Zakaria J.P.
ggu lalu. Setelah itu hingga sekarang tidak satupun kapal masuk ke PPI,” katanya. Apa alasan kapal ikan dari Kepulauan Sapeken itu tidak beroperasi, sejauh ini belum diketahui pasti. Namun, kata Wayan Parta, diduga para pemilik kapal dari Kepulauan Sapeken itu sengaja menghentikan pelayarannya menyusul penyebaran wabah Covid-19 semakin melonjak belakangan ini. Apalagi, semakin ketatnya pemerintah mengawasi lalu lintas warga dari luar daerah. Kondisi itu diperkirakan menjadi penyebab aktivitas pelayaran itu dihentikan sementara. “Mungkin juga karena beredar informasi pengawasan laut sekarang
ketat terutama dari warga luar Bali,” jelasnya. Sesuai instruksi pimpinan, kata Wayan Parta, pihaknya tetap melakukan pengawasan pelayaran di Bali Utara itu. Juga mengedukasi para anak buah kapal (ABK) agar mereka waspada dengan sebaran Covid-19. Mereka diharapkan menjaga jarak sosial. Kalau kesehatan menurun dianjurkan periksa ke dokter dan tetap memakai masker. Terkait pengecekan suhu tubuh, pihaknya belum mendapatkan perintah tersebut. Ini karena pemeriksaan suhu tubuh penumpang atau ABK kapal itu dilakukan di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. (kmb38)
Pendekatan ’’Fast-Track’’ sebagai Solusi HIV Sudah di Manakah Indonesia? dr. Marianto, dr. Hartono Kosim
penjenuhan empedu oleh kolesterol dalam kandung empedu, percepatan kristalisasi kolesterol, serta gangguan gerak pengosongan kandung empedu dan usus. Batu empedu pigmen itu dapat disebabkan oleh infeksi saluran atau stasis empedu, malnutrisi serta diet tinggi protein dan lemak. 80 persen pasien batu empedu itu tidak bergejala. Namun gejala nyeri khas batu empedu itu adalah nyeri kolik bilier pada perut kanan atas, atau sekitar lambung. Dapat pula dirasakan pada perut kiri dan sekitar jantung. Nyeri itu datangnya cukup mendadak, lalu menghilang dengan cepat atau lambat selama 30 menit dan kurang dari 12 jam. Sering pula disertai mual dan muntah. Komplikasi batu empedu yaitu kolesistitis (radang dinding empedu) akut maupun kronis, ikterus (kuning pada mata hingga tubuh), kolangitis (radang saluran empedu), dan radang pankreas dapat pula
ditemukan bersamaan dengan kolik tersebut. Pencetus kolikbilier di antaranya konsumsi makanan berlemak, makan banyak setelah puasa jangka panjang maupun makan secara normal. Penanganan medik batu empedu itu dapat mengunakan terapi asam kenodioksikolat (asam kenat, CDCA) atau asam ursodeoksikolat 7β-epimernya (UDCA) oral untuk melarutkan batu empedu kolesterol atau campuran yang berdampak disolusi lengkap atau parsial. Pilihan medik lainnya adalah prosedur litotripsi (penghancuran batu empedu menggunakan gelombang kejut dari perangkat elektromagnetik, elektrohidrolik atau piezoceramic) yang dapat dikombinasi dengan CDCA/UDCA. Namun terapimedik ini memiliki peluang kekambuhan. Kolesistektomi (pengangkatan kandung empedu) sesuai indikasi secara terbuka maupun laparoskopik yang merupakan terapi bedahnya. (ad684)
INDONESIA sebagai salah satu negara dengan risiko HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome) tertinggi di Asia sejak 2013 itu, masih mempunyai banyak tantangan dalam penanggulangan HIV. Data dari UNAIDS menunjukkan hanya 51% penderita HIV di Indonesia yang mengetahui status penyakitnya. Dan hanya 17% orang dewasa yang menderita HIV menjalani pengobatan. Ini menunjukkan hanya 1 dari 3 penderita HIV itu yang menjalani terapi HIV. Karena itu, Indonesia termasuk negara dengan cakupan pengobatan HIV terburuk di Asia. Padahal, pengobatan HIV itu sudah tersedia gratis di berbagai layanan kesehatan. Untuk mengakhiri endemik HIV tahun 2030, Indonesia bersama 30 negara penyumbang HIV terbanyak sejak tahun 2017, melakukan pendekatan fast track 90-90-90. Dengan tujuan mendeteksi 90% orang yang terinfeksi, memberikan terapi antiretroviral (ARV) dini
Empat PDP ke Giri Emas Terkait perkembangan kasus, Bupati menyebut hingga kemarin RSUD Buleleng masih merawat empat orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yaitu kode 03, 06, 07, dan PDP kode 08. Dari observasi tim medis, untuk PDP kode 03 kondisi kesehatanya stabil dan tidak menunjukan gejala mirip terinfeksi Covid-19. Sedangkan PDP kode 06 masih Putu Agus Suradnyana ran (SE) Bupati Buleleng No. 08/Satgas Covid-19/III/2020 tanggal 30 Maret 2020. Dengan perubahan jam buka ini, pemerintah menginstruksikan semua jenis usaha agar mematuhi kebijakan ini termasuk semua jenis usaha jasa diberikan jam buka selama 9 jam setiap harinya. Sedangkan, usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan apotek dikecualikan dari perubahan edaran tersebut. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan Senin (30/3) kemarin, tujuan pembatasan jam buka itu untuk mencegah penularan Covid-19. Dipercaya, aktivitas di sektor usaha itu memicu kerumunan banyak warga, sehingga berpotensi terjadi penyebaran wabah virus seperti sekarang ini.
pada 90% penderita, dan mencapai keadaan virus tersupresi pada 90% penderita pada tahun 2020. Selain itu, fast track juga melibatkan pendekatan terhadap barrier sosial dan HAM yang akan menjawab diskriminasi yang menjadi hambatan penanganan HIV itu. Pada tahun 2030, keuntungan fast track yang diperoleh berupa pengurangan kematian 21 juta penduduk AIDS, penurunan 28 juta angka infeksi, dan kembalinya investasi HIV sebanyak 15 kali lipat. Namun, melihat kenyataan sampai saat ini, Indonesia masih jauh dalam pencapaian fast track 90-90-90. Salah satu kendala utama di bidang medis adalah stok obat ARV yang menipis secara nasional. Hal itu terjadi berulang kali sejak dua tahun terakhir. Pengadaan obat ARV juga semakin terhambat dengan adanya pandemi Covid-19 sejak awal tahun ini. Kendala lainnya terkait kurangnya dukungan dari sektor lain juga merupakan tantangan terbesar fast track 2030. Kebijakan pencegahan transmisi masih
dianggap bukan hal wajib oleh beberapa golongan, bahkan sebagian menganggap kebijakan tertentu memberikan dampak negatif dan bersifat tabu. Contohnya edukasi seks pada remaja. Padahal, dengan penyampaian yang tepat, akan membantu pencegahan transmisi HIV dan menurunkan beban HIV negara. Sejak tahun 2000, banyak organisasi non-profit berusaha mendampingi penderita HIV itu. Namun, salah satu laporan mengenai penolakan terhadap anak dengan HIV pada awal tahun 2019 menunjukkan masih adanya
stigma masyarakat. Diskriminasi tidak hanya terjadi di negara berkembang saja, tetapi di Amerika sekalipun juga masih terjadi. Hal ini tentunya menjadi refleksi kita semua. Sejatinya, masih banyak hal perlu diperbaiki dari setiap aspek. Tanpa dukungan pemerintah dan seluruh pihak, pemberantasan HIV itu tidak akan tercapai. Kontribusi dari segi nonmedis sangat mempengaruhi pencapaian fast track 90-9090. Kita semua harus saling merangkul, mendukung, dan bekerja sama dalam pemberantasan dan pencegahan HIV/AIDS itu. (ad673)
Sampel Swab Pasien PDP Diambil EMPAT warga Karangasem yang sedang dirawat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Karangasem, Senin (30/3) kemarin
Jam Buka Pasar dan Supermarket Diperpanjang
Singaraja (Bali Post) Hanya dua hari jam buka pasar tradisional, supermarket, toko modern berjejaring, dan toko kelontong berlaku dari pukul 10.00 Wita sampai 14.00 Wita. Tetapi jam buka itu kemudian direvisi. Perubahan jam buka itu lantaran ada gejolak di masyarakat. Warga menilai jam buka hanya lima jam setiap hari di masa darurat Covid-19 dinilai terlalu singkat, sehingga warga dan pengusaha sendiri merasa dirugikan. Mengakomodir keluhan itu, jam buka pasar tradisional, supermarket, toko modern berjejaring, dan toko kelontong itu disesuaikan. Solusinya, pemerintah memberikan batas waktu operasional usaha itu setiap hari dari pukul 08.00 dan berakhir pukul 16.00. Revisi jam buka itu sesuai Surat Eda-
Kasat Polairud AKP Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Senin (30/3) kemarin mengatakan, selama ini anggotanya tetap melaksanakan patroli di kawasan pesisir Bali Utara itu. Dari pengawasan sementara, aktivitas pelayaran kapal ikan di PPI Sangsit sejak sepakan terakhir ini telah terhenti. Sebelum penyebaran wabah Covid-19 itu, setiap minggu antara 3 sampai 4 unit kapan berlabuh. Kapal itu mengangkut ikan segar. Ada juga ikan yang sudah diawetkan selain olahan ikan lain juga dibongkar di dermaga PPI itu. “Dari pengawasan yang dilakukan, kapal yang terakhir masuk ke PPI min-
mengalami gejala batuk dan mengeluh sakit tenggorokan. Sedangkan PDP kode 07 dan 08, dari hasil pemeriksaan terakhir masih mengeluh batuk. Untuk mengoptimalkan perawatan, dan menunggu hasil uji sempel sweb, PDP itu akan dipindahkan dari ruang isolasi Lely I RSUD ke Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas yang sudah siap menjadi RSP isolasi pasien Covid-19. (kmb38)
diambil sampel pada bagian tenggorokannya. Cek melalui tes Swab itu sebagai penentu PDP positif atau tidak terinfeksi Covid-19. Hal itu diungkapkan salah satu sumber kompeten yang enggan disebutkan namanya. “Hari ini dikirim ke Denpasar,
semoga mereka baik-baik saja,” harapnya. Dikonfirmasi, Direktur RSUD Karangasem Wayan Suardana mengungkapkan warga Karangasem yang masuk sebagai PDP dalam kondisi baik-baik saja. “Saya baru saja dari ruang isolasi memantau
pasien tersebut,” imbuhnya. Untuk jam besuk memang ditiadakan sampai waktu yang belum ditentukan. Pasien hanya boleh didampingi satu orang penunggu,” ungkapnya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi pencegahan rantai Covid-19. (kmb)
Selasa Umanis, 31 Maret 2020
RS Khusus Isolasi Covid-19 Selain itu, Gubernur Koster juga mengeluarkan kebijakan berupa penunjukan RS PTN Unud sebagai RS Khusus Isolasi Covid-19, dengan Surat Gubernur Bali Nomor: 800/3521/ DisKes yang ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana, tanggal 27 Maret 2020. Akan mulai berfungsi efektif tanggal 7 April 2020. Mengeluarkan kebijakan bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dengan mengeluarkan Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Nomor: 472/1571/PPDA/DPMA, Nomor: 05/SK/MDA-Prov Bali/ III/2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Berbasis Desa Adat di Bali, tanggal 28 Maret 2020. Sementara itu, upaya-upaya terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 juga telah dilakukan. Di antaranya berkoordinasi dengan pemerintah pusat (Kepala BNPB) untuk memperoleh bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 4.000 unit, dan sudah terealisasi pada 23 Maret 2020.
APD ini langsung dibagikan kepada semua RS rujukan. Berjuang melalui Menteri Kesehatan RI, untuk menjadikan RSUP Sanglah sebagai tempat melakukan uji laboratorium bagi pasien Covid-19, dan sudah disetujui. Kemudian Pemerintah Provinsi Bali mengadakan peralatan dan melatih tenaga medis yang diperlukan, sehingga uji laboratorium bagi pasien Covid-19 dapat dilakukan secara mandiri di RSUP Sanglah, yang sudah mulai beroperasi 26 Maret 2020. Dengan demikian tidak perlu lagi memeriksakan uji laboratorium bagi pasien Covid-19 ke Litbang Kementerian Kesehatan dan ke Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan di Surabaya. Selain itu, upaya lainnya yaitu berkoordinasi dengan pemerintah pusat (Kepala BNPB), untuk memperoleh bantuan Rapid Test Kit Covid-19 sebanyak 4.000 unit, sudah terealisir sebanyak 3.800 unit pada 27 Maret 2020. Peralatan ini langsung dibagikan kepada rumah sakit rujukan untuk memprioritaskan memeriksa para tenaga medis. Menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali
yang pulang dari bekerja di luar negeri (kapal pesiar, spa, hotel, restoran, dll.) dengan kapasitas 1.012 tempat tidur. Lokasinya di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, dan Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan). Tempat yang dipakai karantina ini merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Berisi fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC. Juga telah diberi fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis yang biasa disiapkan oleh katering. Dalam pencegahan Covid-19 juga disiapkan petugas medis serta aparat keamanan. Di samping itu, Koster juga telah mengajukan surat kepada Menteri Perhubungan untuk memperketat pengawasan pelabuhan akses Provinsi Bali, pelabuhan penyeberangan Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, Pelabuhan Benoa, dan Lombok Barat. (kmb)
Dalam Surat Gubernur Bali nomor 551/2500/dishub, isinya antara lain melakukan seleksi secara ketat terhadap penumpang yang akan menyeberang di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Nusa
Antara lain, mendata krama desa adat yang memerlukan bantuan kebutuhan dasar pokok, menghimpun kebutuhan dasar pokok dari krama desa adat yang mampu untuk bergotong
PROPERTY DIJUAL RUMAH
kan dengan generasi ‘’colonial’’.
dukung pelaksanaan tugas operasional Satgas Gotong Royong. Di sisi lain, Satgas Gotong Royong juga berkewajiban membuat laporan yang disampaikan kepada krama desa adat, melalui prajuru desa adat dan kepala desa/perbekel/lurah. (kmb32)
RUPA-RUPA
BIRO JASA
BIRO JASA
mendesak. Selain itu, juga agar diberlakukan pembatasan operasional pelabuhan dan mengurangi frekuensi penyeberangan. Selain itu segera menugaskan Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan untuk membentuk posko terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, ambulans, thermogun, dan ruang isolasi serta tenaga medis. (dar)
gan Surat Edaran Nomor 730/8125/Sekret, tanggal 20 Maret 2020. Mengeluarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 267/01-B/HK/2020 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942, tanggal 20 Maret 2020. Instruksi ini menentukan pembatasan petugas pelaksana upacara Melasti, Tawur, dan Pangerupukan, serta pelarangan pengarakan ogohogoh dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942. Mengeluarkan kebijakan berupa imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berada di rumah pada hari Kamis, 26 Maret 2020, yang dituangkan dalam Surat Imbauan Gubernur Bali Nomor
45/Satgascovid19/III/2020, tanggal 23 Maret 2020. Mengeluarkan kebijakan untuk tidak lagi melakukan penutupan jalan di wilayahnya kepada bupati/wali kota dan desa adat, tanggal 26 Maret 2020. Mengeluarkan kebijakan pada 27 Maret 2020 berupa imbauan kepada masyarakat agar masyarakat tidak berkumpul, mengurangi interaksi, pengumpulan massa, dan menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Dan juga meniadakan kegiatan adat dan agama yang mengumpulkan banyak massa. (kmb)
Pertimbangan Sulit bagi Indonesia Industri 4.0 Konsep industri 4.0 muncul sebagai konvergensi inovasi digital, biologis dan fisik. Kombinasi dari sistem fisik-cyber, internet of things dan sistem internet ini adalah kelanjutan dari industri 3.0 yang ditandai dengan penggunaan tenaga digital dalam dunia industri. Sedangkan industri 3.0 merupakan pengembangan dari industri 2.0 yang ditandai dengan adanya revolosi teknologi. Industri 2.0 merupakan perubahan revolusi industri 1.0 yang dicirikan oleh penggunaan tenaga mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Industri 4.0 telah mengubah cara hidup manusia. Era ini telah menghasilkan kecerdasan buatan, rekayasa genetika, big data, cloud computing, neuroteknologi dan bahkan kendaraan otonom. Dengan teknologi tersebut, tentu mengubah sistem sosial, ekonomi dan politik. Pada sistem politik saat menghadapi Corona seperti sekarang, menjadi wajar kalau Presiden RI memerintahkan aparatur negara bekerja dari rumah. Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang infrastrukturnya hampir telah merata di seluruh negeri, tentu perintah itu harus dilaksanakan tanpa
Himpun Kebutuhan Dasar Pokok royong dan mendistribusikan kepada krama desa adat yang terdampak Covid-19 guna meringankan beban hidupnya, serta menghimpun dana punia dari krama desa adat, krama tamiu dan tamiu secara sukarela untuk membantu krama yang memerlukan dan men-
Tujuh RS ini merupakan tambahan RS rujukan, sebelumnya sudah ditentukan empat RS rujukan oleh pemerintah pusat, yaitu RSUP Sanglah, RSUD Tabanan, RSUD Sanjiwani Gianyar, dan RSUD Buleleng. Sehingga kini Bali memiliki 11 RS rujukan untuk menangani pasien Covid-19. Kebijakan lainnya, yaitu mengeluarkan kebijakan bersama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali tentang Pelak-
sanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942 di Bali dengan Surat Edaran Bersama Nomor: 019/PHDIBali/III/2020; Nomor: 019/ MDA-Prov Bali/III/2020; Nomor: 510/Kesra/B.Pem.Kesra, tanggal 17 Maret 2020. Mengeluarkan kebijakan tentang permintaan penutupan objek wisata kepada bupati/wali kota se-Bali, baik yang dikelola pemerintah/ pemerintah daerah maupun dikelola oleh swasta/desa/masyarakat dengan Surat Edaran Nomor 730/8080/Sekret, tanggal 20 Maret 2020. Mengeluarkan kebijakan tentang Pembatasan Kegiatan Keramaian Termasuk Sabung Ayam (Tajen) den-
Kondisi ekonomi memang harus dipertimbangkan kalau akan memberlakukan kebijakan lockdown. Konsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu, harus terjamin ketersediaannya dengan harga terjangkau. Ini merupakan pertimbangan sulit bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan berpenduduk terbesar keempat di dunia. Kalau sekadar pertumbuhan, inflasi, nilai tukar rupiah dan indikator ekonomi lainnya, sudah pasti akan memburuk. Indikator-indikator itu, walaupun akan tetap dikendalikan oleh pemerintah, pasti tidak menjadi pertimbangan bagi perlu/ tidaknya kebijakan lockdown. Hikmah kedua dari keterpaksaan work from home adalah penguasaan teknologi informasi (Information Technology/IT) dalam waktu yang singkat. Terkait dengan kondisi ini, mereka yang sudah berumur biasanya lebih merasakan kesulitannya. Hasil riset beberapa mahasiswa tentang penggunaan teknologi informasi, menyimpulkan bahwa orang tua lebih gagap IT dibandingkan dengan anak muda. Artinya, generasi milenial kebanyakan lebih mudah memanfaatkan IT dibanding-
Kepentingan Angkutan Logistik Tenggara Barat. Gubernur meminta agar pihak pelabuhan hanya mengizinkan penyeberangan bagi penumpang atau kendaraan yang berkaitan dengan kepentingan angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta keperluan perorangan yang bersifat
Tambah Tujuh RS Rujukan
mengurangi kinerja yang telah ditargetkan. Bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen kini teknologi e-learning atau kuliah dan ujian online, mudah dilakukan tanpa harus tatap muka seperti metode pembelajaran konvensional. Tantangannya memang, guru dan dosen yang notabene kebanyakan generasi ‘’colonial’’ harus belajar cepat. Dengan instruksi work from home, seharusnya memaksa kita belajar memanfaatkan IT yang kini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi profesi pendidik. Era industri 4.0 memberikan banyak manfaat. Banyak usaha baru yang lahir di era ini. Konvergensi digital, biologis dan fisik ini memungkinkan orang menjual jasa penginapan, tanpa harus mendirikan hotel. Juga bisa menjual jasa transportasi, tanpa harus membeli ratusan mobil. Efisiensi juga dirasakan oleh masyarakat luas sebagai konsumen. Orang bisa berbelanja dari rumah, tanpa harus mengorbankan waktu dan biaya untuk pergi ke mall, ke kota, bahkan ke luar negeri guna membeli kebutuhan hidupnya. Kini setelah banyak anak muda Indonesia menjadi startup, atau pengusaha bidang IT yang mencapai predikat
unicorn dunia dengan valuasi puluhan miliar dolar Amerika. Telah mendorong munculnya startup-startup baru lulusan terbaik perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu. Pemerintah pun telah ada yang memulai merangsang kreativitas anak muda untuk menjadi pengusaha startup. Pemerintah Kota Denpasar secara khusus membangun Dharma Negara Alaya sebagai sebuah creative hub, untuk merangsang tumbuhnya startup-startup baru. Dunia IT telah berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan seluruh umat manusia, tanpa membedakan umurnya. Charles Darwin, tokoh evolusi bidang ilmu pengetahuan mengatakan: ‘’bukan yang pintar ataupun yang besar, tapi mereka yang adaftif terhadap perubahan akan bisa bertahan dalam kehidupannya’’. Karena itu, siapa pun kita dan berapa pun umur kita, hendaknya kita manfaatkan waktu work from home ini untuk beradaptasi dengan perubahan IT. Mudahmudahan hmbauan bekerja dari rumah, membawa banyak hikmah. Penulis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud, warga Desa Batubulan
Rumah Type 50/68,470Jt,Tnh Kav 1Are/270Jt,Lok Premium di Celuk Sukawati.Hub/WA:081237044471
B.BP.001.03.20.0000666
SERVICE
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
SeLASA UMANIS, 31 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Bekerja di Rumah Sulit Diukur DULU orang banyak tak percaya manusia robot ala ‘’The Terminator’’ hanya khayalan, namun kini sudah menjadi kenyataan. Demikian juga ide-ide cemerlang di film kini sudah di hadapan kita. Termasuk bekerja dari rumah, sebelumnya dikecam sebagai bentuk kemalasan. Pada era Revolusi Industri 4.0 justru sebuah keharusan. Sekarang tergantung kita mampukah mengadaptasi diri secara cepat. Jika memang bekerja dari rumah lebih menguntungkan tak ada alasan bagi bos di perusahaan melarang agenda ini. Hanya tidak bisa kita samaratakan untuk semua jenis pekerjaan. Hanya bisa digunakan pada pekerjaan yang bisa dilakukan dengan bantuan internet. Maka dari itulah belakangan ini muncul tren work from home atau bekerja dari rumah. Konon, 21 persen warga Amerika Serikat bahkan sudah menerapkan tren work from home baik untuk pekerjaan paruh waktu (freelance) atau fulltime. Hal ini tentu saja berhubungan dengan keseimbangan antara kebahagiaan dan pekerjaan. Hasilnya, work from home atau bekerja di rumah ternyata berdampak juga pada kesehatan. Salah satu faktor penyebab stres adalah saat menuju tempat bekerja atau kantor. Tentu hal ini tidak berlaku bagi kita yang beruntung lokasi kantornya dekat dengan rumah. Berbeda dengan mereka yang sampai harus melintasi kota menggunakan KRL, contohnya. Kita bebas bereksperimen menentukan kapan waktu paling produktif bekerja. Keuntungan paling besar dan mencolok dari bekerja dari rumah adalah kebebasan untuk mengatur waktu. Namun begitu kita patut menjadi SDM yang tetap harus bertanggung jawab dan tidak semena-mena dalam mengatur waktu. Sejumlah kelemahannya yakni saat bekerja di kantor, waktu bekerja dan keluarga perlu diatur secara pasti karena kadang kepentingan keduanya bentrok dan dengan mudah dapat menyebabkan stres. Dengan begitu, pembagian waktu jadi tetap seimbang dan diatur dengan baik. Bekerja di rumah memang terdengar sangat menguntungkan dan membuat hidup terasa lebih ringan. Namun, kita perlu tetap bertanggung jawab dengan pekerjaan yang ditugaskan kepada kita. Sebab, dengan kebijakan jam kerja yang bisa kita atur sendiri, ini bukan berarti semua tugas dilakukan sekaligus agar cepat selesai atau malah jadi ditunda-tunda. Buatlah daftar prioritas. Dengan demikian produktivitas kerja tetap terjaga. Hanya dari segi budaya, program bekerja dari rumah bagi kita di Bali banyak digoda oleh kegiatan budaya dan ngayah di masyarakat. Kapan semua SDM pekerja menjadi SDM profesional, saat itulah baru bekerja dari rumah mendatangkan keuntungan. Bekerja di rumah kadang dapat membuat seseorang menjadi seenaknya, terlalu santai, dan bahkan kurang produktif karena sulit diukur performance review, performance appraisal, dan sistem lainnya untuk mengukur tingkat performance.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Imbauan Tidak Mudik Belakangan saya lihat sejumlah gubernur di Indonesia sudah mengeluarkan imbauan agar orang-orang tidak mudik saat Lebaran. Bagi penduduk mencari kerja di kota-kota besar dengan meninggalkan perkampungan diharapkan tetap berada di tempatnya bekerja, untuk membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Imbauan ini saya rasa dan sangat perlu dilakukan. Pemerintah daerah memang harus mengambil peran yang jelas dalam hal ini. Kebijakan membatasi mobilitas penduduk dalam satu wilayah provinsi dan kabupaten, saya rasa akan lebih efektif. Saya juga berharap semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam hal ini. Saya juga membaca di Bali Post, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan imbauan serupa. Ia mengajak warga untuk tidak meninggalkan Bali atau masuk Bali selama masa tanggap darurat Covid-19. Saya mendukung hal ini. Jika memungkinkan hal ini harus dijabarkan dengan pengawasan yang lebih ketat, termasuk melibatkan kepolisian. Harus jelas dan tegas dalam hal ini. Jika imbauan tak mempan, saya kira instruksi atau larangan bisa dikeluarkan.
POJOK
I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Gubernur Bali minta agar batasi operasional pelabuhan. - Batasi pergerakan orang. ***
Segera bentuk Satgas Gotong Royong berbasis desa adat.
Grafis : Putu Suarsana
Mereka Hanya Ingin Pulang KEPULANGAN 183 warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan kru kapal pesiar MSC Seaview pada Minggu (29/3), tentu menjadi kebahagiaan bagi mereka dan keluarga bersangkutan. Di tengah pandemi Covid-19, mereka akhirnya bisa kembali ke tanah kelahirannya. Sayangnya, tidak sedikit yang berpandangan negatif bahwa pahlawan devisa ini akan membawa virus Corona ke Bali. Persoalan ini diungkapkan netizen melalui akun Facebook @balipost. Sebagian besar netizen meminta semua pihak menahan diri dan berpikir positif. Virus Corona bukanlah aib melainkan bencana. Jadi, jangan sampai ada stigma yang dilayangkan kepada kelompok-kelompok tertentu, termasuk ke kru kapal pesiar yang hanya ingin pulang ke kampung halaman. Para kru kapal pesiar ini justru harus difasilitasi, bukan dihalangi. Kalaupun mesti dikarantina di tempat khusus, pemerintah diharapkan menyediakan fasilitas representatif. Sebaliknya, netizen juga berharap warga Bali yang baru datang dari luar negeri memastikan kesehatannya dengan mengikuti protokol penanganan Covid-19, termasuk melakukan isolasi mandiri. Semua ini harus dijalani demi kebaikan bersama.
Ayu Olsson Mereka berhak pulang, bersyukur mereka bisa pulang. Banyak yang tidak bisa pulang, yang mereka lakukan dan pemerintah harus bantu adalah melancarkan karantina 14 hari untuk mereka. Mereka semua warga Indonesia, mereka juga tidak mau kena virus seperti masyarakat lainnya. Man Ari Suta Welcome home. Mari ikuti aturan pemerintah, tunjukkan kalau kita sudah biasa hidup sehat dan disiplin. Keluarga ka-
lian pasti sabar menunggu demi kebaikan bersama. Made Jayen Mereka semua adalah warga Bali dan mereka juga sudah diperiksa secara ketat oleh perusahaannya sebelum balik ke Bali. Semoga mereka semua sehat dan prosedur harus tetap dijalani sesuai ketentuan yang berlaku.
Smara Jaya Ya tentu mereka berhak pulang, siapa yang melarang? Hanya, ikuti aturan dan protokoler penanganan Corona dengan disiplin, sehingga sebelum berkumpul dengan keluarga anda, dengan saudara, dengan orangtua yang mungkin imunnya tidak sekuat anda, maka anda bisa dipastikan tidak terpapar.
Kasna Kasnama Home sweet home orang-orang tangguh. Ikuti karantina 14 hari nggih. Jangan ada yang komplain, kita bantu pemerintah sama-sama.
Yuti Soblue Bali Semua orang berhak untuk pulang ke negaranya masing-masing, bukan hanya Indonesia tapi seluruh negara yang lockdown pun tetap open untuk citizens
negara mereka masing-masing dengan syarat harus karantina dua minggu.
Dwi Ajust Banyak yang menyinggung tentang karantina. Kenapa mesti dikarantina, sedangkan yang bersangkutan sudah mengikuti tes kesehatan yang menunjukkan hasil? Kalau memang negatif, dia akan dipulangkan. Begitu juga dengan yang positif atau menunjukkan gejala terinfeksi, mereka harus dikarantina. Dek Gus Tolong jangan terlalu mengintimidasi crew. Apakah pemerintah kita sudah benarbenar melakukan apa yang seharusnya dilakukan? Lihat dengan mata kepala sendiri di bandara kedatangan dan di pelabuhan, apakah mereka dicek dengan tes cepat apa tidak? Jangan seolah-olah ini semua salah crew kapal saja. Karena setahu saya, mereka hanya cek suhu tubuh dan mengelompokkan berdasarkan transit di negara yang sudah terjangkit. Bukannya seharusnya
mereka melakukan rapid test ke semua orang yang baru datang dari dalam atau luar negeri. Baru crew kapal datang, bilang Corona. Kalau bule, bilang Bali masih aman. Midia Midi Memang harus dikarantina tapi tempat karantinanya harus bersih dan nyaman. Jangan sampai mereka yang biasa hidup hygiene malah dapat lingkungan yang jorok dan kotor. Perusahaannya saja menjamin mereka dengan baik, harusnya pemerintah juga bisa seperti itu. Kalau tempat karantinanya tidak layak, mendingan karantina di rumah masing-masing dan petugas kesehatan setempat memantau keadaan mereka. Adhiputra Kolonk X Longor Selamat datang pejuang devisa. Jangan takut pulang ke Bali. Kita sudah biasa hal-hal seperti ini. Jangan takut kalau dikarantina. Yang penting kita sudah mejalankan presedur yang benar. Yang penting tetap jaga kesehatan, ikuti aturan yang ada.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Yehembang Larang Penggalian Pasir Laut DESA Adat Yehembang merupakan salah satu desa adat di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana yang wilayah wewidangan-nya berbatasan langsung dengan pantai. Dalam upayanya menjaga alam khususnya segara, desa adat yang memiliki 2.346 KK krama atau 7.000 jiwa lebih ini memiliki awig-awig larangan penggalian pasir laut. Upaya ini dilakukan untuk tidak memperparah abrasi yang sudah merusak tanggul dan merongrong aset tanah desa adat yakni setra desa. Garis Pantai Yehembang yang menjadi pembatas wewidangan Desa Adat Yehembang di sisi selatan ini juga menjulur hingga ke Pura Dangkhayangan Rambut Siwi. ‘’Awig-awig pelarangan (penggalian) pasir laut itu sudah kita terapkan sejak empat atau lima tahun lalu. Memang di awal muncul kontroversi dan bergejolak. Tetapi kami tetap jalankan awig-awig itu dan semakin hari semakin mengerti dan sadar dampak yang ditimbulkan bagi alam, khususnya di pantai,’’ ujar Bendesa Yehembang Ngurah Gede Aryana. Selaku bendesa dan krama Hindu Bali, Aryana mengaku sangat mengapresiasi Gubernur Bali Wayan Koster yang sudah dengan luar biasa melalui visi ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru. Di mana di dalamnya juga ada konsep segara kertih terkait dengan palemahan, yang sejalan menjaga lingkungan desa adat. ‘’Dengan adanya Perda Desa Adat sekarang ini, desa adat semakin terayomi. Aturan atau awig-awig yang sudah dibuat lebih awal merasa mendapat payung hukum. Astungkara, (penggalian) pasir laut sudah tidak ada masalah, dan masyarakat menyadari dampak penggalian pasir laut itu,’’ terangnya. Kini, Desa Adat Yehembang terus menata aset termasuk setra tempat pengabenan yang berada di pinggir Pantai Yehembang. Desa adat
- Jadi garda terdepan. ***
Presiden minta kepala daerah lebih tegas kendalikan Covid-19. - Lebih tegas lagi bila ‘’lockdown’’. Bali Post/olo
Ngurah Gede Aryana
berupaya melaksanakan fungsinya menyentuh dan membantu meringankan beban krama salah satunya membuat tempat permanen untuk pengabenan. Selain palemahan, Desa Adat Yehembang juga menilai aspek penting pendidikan agama Hindu salah satunya merancang sekolah TK Hindu (PAUD) seperti yang diamanatkan dalam Perda Desa Adat. Saat ini, di desa memang sudah ada PAUD Hindu namun di bawah desa pengayoman Pemkab Jembrana. Sekolah TK Hindu ini yang merupakan bantuan dari pusat melalui Kementerian Agama nantinya bisa berjenjang hingga ke tingkat SD dan SMP. ‘’Pendidikan Hindu mulai dari anak usia dini kami nilai sangat penting. Bagaimana nantinya krama bisa memahami sastra bukan hanya tahu berdasar gugon tuwon atau kone. Ini salah satu tugas kami selaku bendesa adat melaksanakan Jnana Yadnya. Bagaimana memberikan pembelajaran kepada umat berpedoman sastra,’’ tambahnya. Pembangunan ini nantinya selain dari provinsi dan Kementerian Agama, juga dilakukan secara swadaya tanpa membebani krama. Sama halnya yang dilakukan Aryana sejak awal ngayah enam tahun lalu. Apa pun bentuk kegiatan desa ataupun yadnya, krama tidak membayar. Di sisi lain pembangunan tetap bisa berjalan. Mantan klian adat ini berupaya membangkitkan kesadaran umat yang ekonominya menengah ke atas untuk ikut berpartisipasi. Ditambah dengan adanya konsep Gubernur Bali saat ini, menurutnya, sangat luar biasa dan mendukung ajegnya adat budaya Bali ke depan. ‘’Pendirian PAUD itu juga menjadi salah satu program desa adat. Karena menurut kami pendidikan agama dan budaya sejak usia dini sangat penting,’’ tambahnya. (olo)
Bali Post/olo
PURA PUSEH - Pura Puseh lan Desa Adat Yehembang.