terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 242 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Kamis umanis, 30 april 2020 Pemkot Kaji Pembatasan Berskala Desa/Kelurahan Kasus positif Covid-19 di Denpasar semakin meningkat. Salah satu upaya yang akan dilakukan Pemkot Denpasar yakni pembatasan kegiatan berskala kewilayahan desa atau kelurahan. DENPASAR | HAL. 2
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Selundupkan Narkoba, Oknum Sipir Ditangkap
Mangkir ‘’Rapid Test’’, PMI Bisa Dijemput Paksa
Oknum sipir Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar (Kerobokan), Luh Eka Ratna Paramita (26), ditangkap pada Selasa (28/4) lalu. Barang bukti (BB) yang disita, yaitu satu paket sabu-sabu (SS) seberat 4,83 gram brutto, satu buah charger HP, satu buah tas ransel dan HP warna biru. BADUNG | HAL. 3
Upaya rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan para PMI, Rabu (29/4) kemarin, di Klungkung tak berjalan mulus. Sebanyak 22 orang dari 113 orang malah tidak hadir tanpa alasan jelas. Jika tetap membandel, mereka akan dijembut paksa petugas kesehatan KLUNGKUNG | HAL. 5
GUBERNUR BALI TERUS BEKERJA KERAS DAN PENUH UPAYA INOVATIF TANGANI COVID-19 BERKENAAN dengan perkembangan Covid-19 akhirakhir ini di Provinsi Bali dapat disampaikan bahwa sampai tanggal 28 April 2020 secara kumulatif jumlah pasien positif Covid-19 telah mencapai 215 orang, bertambah sebanyak 22 orang dari hari sebelumnya. Penambahan ini berasal dari Kabupaten Bangli yang positif sebanyak 11 orang, Kabupaten Karangasem sebanyak 5 orang, Kabupaten Klungkung sebanyak 2 orang, Kabupaten Badung sebanyak 2 orang, dan Kabupaten Buleleng sebanyak 2 orang. Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Co-
vid-19 Provinsi Bali, Rabu (29/4) kemarin memberikan penegasannya. Penambahan yang positif berasal dari PMI/ABK sebanyak 9 orang dan terjangkit di Bali (penularan lokal) sebanyak 13 orang. Di antaranya sebanyak 8 orang yang positif dari Banjar Srokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli, yang ditularkan oleh seorang PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri di rumahnya. Demikian juga sebanyak 5 orang di Karangasem, 4 orang di antaranya dalam satu keluarga di Desa Padangkerta, terjadi penularan dari seorang PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri. Begitu juga
OPINI
Program Padat Karya Pariwisata Oleh : K. Swabawa, CHA. BANTUAN pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 bagi industri pariwisata merupakan kesempatan yang sangat bagus dalam rangka akselerasi pencapaian dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kepariwisataan di Indonesia. Mengapa ‘’pencapaian’’ dan bukan hanya ‘’peningkatan’’? Jika kita melihat pariwisata sebagai industri yang mencakup kegiatan trans-nasional, maka predikat kompetensi yang berstandar internasional (misalnya standar ASEAN) yang telah diterapkan di Indonesia selama ini harus diimplementasikan oleh seluruh lapisan industri dan tenaga kerja di bidang kepariwisataan. Hal. 7 Masih Memiliki Tantangan
yang 1 (satu) orang PMI/ABK di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem yang melaksanakan karantina secara mandiri. Menurut Koster, para PMI/ ABK yang melaksanakan karantina mandiri ini ternyata tidak tertib dan tidak disiplin, sehingga menularkan kepada keluarganya dan warga lain di sekitarnya. Kondisi ini baru bisa diketahui setelah Gugus Tugas Provinsi dan Kabupaten/ Kota melakukan rapid test tahap kedua beberapa hari yang lalu bagi para PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri. Dari hasil rapid test ditemukan ada yang positif Covid-19, kemudian diambil swab dan diuji laboratorium ternyata hasilnya positif Covid-19. Selanjutnya mereka yang positif Covid-19 telah diambil dan ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi untuk menjalani perawatan. Koster perlu menyampaikan bahwa para PMI/ABK yang melaksanakan karantina secara mandiri, pada saat mereka pulang hanya membawa Surat Keterangan Sehat dari perusahaan tempat mereka bekerja di luar negeri, dan di bandara dilakukan pemeriksaan dengan thermo gun. Pada saat itu, sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ditentukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan, bagi
PMI/ABK yang telah membawa Surat Keterangan Sehat langsung bisa melaksanakan karantina secara mandiri. Pada umumnya mereka pulang sebelum tanggal 22 Maret 2020. Bahkan di antara PMI/ABK tersebut ada yang pulang tidak melalui prosedur resmi dari luar negeri,
melakukan rapid test di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa bagi para PMI/ABK yang datang dari berbagai negara mulai tanggal 22 Maret 2020. Mereka yang negatif boleh pulang mengikuti karantina mandiri di rumahnya selama dua minggu, dan yang
’’Sebagai Gubernur Bali dan selaku Ketua Gugus Tugas, saya harus menyampaikan dan memastikan bahwa Gugus Tugas Provinsi Bali bersama-sama Gugus Tugas Kabupaten/Kota se-Bali dengan dukungan berbagai pihak akan terus bekerja keras dengan berbagai upaya yang inovatif, baik secara niskala dan sekala dalam menangani Covid-19. Astungkara, semoga Covid-19 cepat berakhir. Svaha.’’ Wayan Koster Gubernur Bali yaitu pulang dengan penerbangan sendiri, sehingga tidak terpantau oleh pihak otoritas bandara. ‘’Ternyata di antara para PMI/ABK yang pulang melalui prosedur tidak resmi dan yang pulang melalui prosedur resmi tetapi melaksanakan karantina secara mandiri di rumahnya, ditemukan ada yang positif setelah dirawat di rumah sakit,’’ kata Koster. Berdasarkan temuan beberapa orang PMI/ABK yang positif Covid-19 tersebut, Gugus Tugas Provinsi Bali langsung bertindak cepat dengan
positif Covid-19 langsung dirawat di rumah sakit rujukan. Kemudian Gugus Tugas Provinsi memperkuat penanganan PMI/ABK yang diputuskan pada tanggal 13 April 2020, dengan berbagi tugas secara bergotong royong yaitu; PMI/ ABK yang positif ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi dan yang negatif ditangani oleh Gugus Tugas Kabupaten/ Kota dengan mengarantina di hotel atau di fasilitas lain. Kita bersyukur karena dari jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 215 orang, sebanyak
88 orang atau sekitar 41% telah berhasil sembuh. Ini angka yang cukup tinggi yaitu peringkat 5 secara Nasional di bawah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 39 orang dari 93 kasus (42%), Aceh sebanyak 4 orang dari 9 kasus (44%), Maluku sebanyak 11 orang dari 22 kasus (50%), dan Nusa Tenggara Timur 1 orang dari 1 kasus (100%). Sementara dilihat dari jumlah pasien yang meninggal, Bali termasuk dalam kelompok paling rendah yaitu sebanyak 4 orang dari 215 kasus atau sekitar 2%, terdiri dari 2 orang WNA, 1 orang daerah luar yang berdomisili di Bali, dan 1 orang PMI/ABK warga Bali. Dengan mempertimbangkan perkembangan pasien positif Covid-19 di Provinsi Bali yang ternyata bersumber dari PMI/ABK dan telah menularkan kepada keluarga dan warga sekitarnya, Koster sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Bali menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, kepada Bupati/ Wali Kota se-Bali bersamasama aparat keamanan agar memperketat pengawasan para PMI/ABK yang dikarantina oleh pemerintah kabupaten/kota dan yang melaksanakan karantina secara mandiri di rumah. Hal. 7 Tegas Kepada
BALI TAK TERDAMPAK ANCAMAN KRISIS PANGAN
Denpasar (Bali Post) Ancaman krisis pangan kini menjadi salah satu isu seksi saat pandemi Covid-19 menghancurkan pertahanan dunia. Isu lainnya terkait ketenagakerjaan dan ekonomi bahkan telah lama menjadi perdebatan. Kini, mitigasi ketahanan pangan menjadi atensi pemerintah daerah. Potensi terjadinya krisis cadangan pangan menguat. Syukurnya Provinsi Bali tak terdampak. Bali dipastikan aman, bahkan sejumlah produk bahan pokok surplus.
S
elama ini Bali memang dikenal menggantungkan cadangan pangannya dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sebagiannya lagi datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ini terjadi mengingat Bali juga menyangga kebutuhan jutaan orang wisatawan yang menginap di Bali. Namun, saat pandemi terjadi, cadangan pangan Bali dipastikan aman. Ini karena konsumsinya hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Kepada Bali Post, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. dan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Anak Agung Ngurah Agra Putra, Rabu (29/4) kemarin, memastikan distribusi dan stok bisa ditangani dengan baik.
Tidak Terbit Terkait Hari Buruh Sedunia, Bali Post tidak terbit pada Jumat (1/5). Bali Post terbit kembali Sabtu (2/5) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan pemasang iklan mohon maklum. Berita-berita terkini Bali Post dapat diikuti di portal Balipost.com dan BALI POST NEWS di Bali TV. Penerbit
Ida Bagus Wisnuardhana memastikan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 memang dirasakan di Bali. Bahkan, bebannya berpotensi terus menguat. Mencermati hal ini, pihaknya telah memproyeksikan pada bulan April hingga Desember 2020 ketersediaan pangan di Bali sangat memadai. Proyeksi ini berdasarkan luas tanam dan luas panen di Bali. Bahkan, beras yang menjadi bahan kebutuhan pokok utama masyarakat jumlahnya surplus untuk kebutuhan masyarakat Bali hingga Desember 2020. Sepuluh kebutuhan pokok lainnya, seperti jagung, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan cabai rawit merah, minyak goreng, dan gula juga sangat memadai. Hanya, bawang merah dan bawah putih yang langka. Hal. 7 Surplus 120.000 Ton Beras
”Untuk di Bali distribusi kebutuhan pokok tidak ada kendala, hanya di Nusa Penida. Di wilayah ini tidak ada sawah, sehingga harus didistribusikan lewat transportasi laut.” Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali
’’Bahkan, barang yang paling meningkat dibutuhkan via online adalah kebutuhan dasar pokok di dapur yaitu 13 persen dibandingkan tahun lalu. Ini karena masyarakat kebanyakan tinggal di rumah.’’ Anak Agung Ngurah Agra Putra Ketua DPD Aprindo Bali
Keterbatasan Nakes, Potong TPP hingga Siapkan RS Khusus
PENANGANAN pandemi Covid-19 tak cukup hanya dengan ketersediaan anggaran. Komitmen sangat diperlukan. Tak hanya itu, fasilitas dan dukungan tenaga kesehatan, baik dokter maupun paramedis juga perlu penuhi. Khusus untuk penanganan kesehatan mulai dari gubernur hingga bupati/wali kota telah melakukan pendekatan terukur. Sayangnya, lonjakan pasien positif belum bisa dikendalikan. Angkanya terus naik. Bahkan,
rekor penambahan harian sampai 22 kasus per hari tampaknya perlu dikaji. Terkait dengan komitmen dan strategi mengendalikan lonjakan pasien positif, Bali Post mewawancarai sejumlah bupati di Bali. Pada prinsipnya protokol penanganan Covid-19 sudah dipatuhi. Jika kasus meningkat, tentu harus dicermati pemicunya. ‘’Untuk mengatasi penyebaran pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat dan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi pemicu utama lonjakan angka positif sangat diperlukan. Bangli menaruh perhatian serius dalam hal ini,’’ ujar Bupati Bangli I Made Gianyar. Di Bangli kini ada satu dusun yang penderita Covid-19 positifnya sangat tinggi. Sampai 12 orang. Bahkan, angka ini berpeluang bertambah jika
semua warga dalam satu banjar itu di-rapid test. Bupati Made Gianyar mengaku telah menangani hal ini dan berkoordinasi dengan Provinsi Bali. Ini sesuai dengan kesepakatan yang ada. Dijelas-
kan pula, mencermati hal ini pihaknya terus berhitung terkait ketersediaan fasilitas yang ada dan tenaga medis. ‘’Kami memiliki sekitar 190 ruang perawatan, sedangakn tenaga medis kami kekurangan. Kami
akan atasi dengan mengangkat tenaga pengabdi di puskesmas sebagai tenaga kontrak,’’ jelas Bupati Made Gianyar. Selain itu, katanya, juga akan mengangkat tenaga kontrak BLU RSUD dan warga
Bangli yang memiliki kualifikasi bidang kesehatan. Terkait dengan anggaran, keseluruhan ada Rp 33 miliar untuk penanganan Covid-19 di Bangli. Besaran angka ini didapat dari penyisiran proyek, pemoton-
gan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) termasuk penggunaan dana desa. ‘’Bahkan, kami juga melakukan pola pinjaman selama dua bulan,’’ jelasnya. Hal. 7 Siapkan Rumah Sakit
Kamis Umanis, 30 April 2020
9.771 1.391 784 215 96 4
Nihil, Penambahan Positif Covid-19 di Bali
Denpasar (Bali Post) Kasus baru positif Covid-19 di Bali pada Selasa (28/4) mengalami penambahan yang signifikan. Bahkan, jumlahnya memecahkan rekor penambahan kasus harian yang dicapai Bali sejak kasus positif pertama diumumkan, yakni sebanyak 22 kasus. Namun pada Rabu (29/4) kemarin, Bali akhirnya memperoleh berita gembira. Dari data yang ada, akumulatif kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 215 kasus. Artinya tidak ada penambahan kasus baru. Sementara untuk yang sembuh ada penambahan 8 orang, sehingga akumulatifnya mencapai 96 orang. Sedangkan yang meninggal masih tetap 4 orang. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya mengatakan penambahan kasus positif di Indonesia sebanyak 260 orang. Total kasus sekarang mencapai 9.771 pasien. Persentasenya 59 persen adalah laki-laki dan 41 persen perempuan. Ia melanjutkan, untuk yang sehat ada penambahan 137 orang, sehingga totalnya menjadi 1.391 orang. Kasus meninggal bertambah 11 orang, sehingga total kasus menjadi 784 orang. ‘’Distribusi terbanyak untuk yang meninggal adalah rentang usia 35-59, sebanyak 364 orang,’’ jelasnya. Yurianto mengatakan, pemerintah sudah ada 89 laboratorium aktif bekerja, di antaranya 48 lab di berbagai RS rujukan, 15 lab di universitas, dan 3 lab yang ada di Direktorat Veteriner. Spesimen yang diperiksa mencapai 86.985 dari 67.784 pasien. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 21.653 orang. ‘’Kita harapkan secepatnya bisa didapat hasil tesnya sehingga bisa ditentukan positif atau negatif,’’ ujarnya. Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 86.985 kasus. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 297 terdampak. (iah)
Amir Machmud Dituntut 10 Tahun
Denpasar (Bali Post) Terlibat dalam kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu-sabu dan ekstasi, terdakwa Amir Machmud (27), Selasa (28/4) lalu dituntut pidana penjara 10 tahun penjara. Jaksa Ni Wayan Erawati dalam sidang secara virtual menyatakan terdakwa Amir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman berupa metamfetamin yang beratnya melebihi 5 gram. Atas kasus itu, terdakwa disebut melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain menuntut 10 tahun penjara, juga didenda Rp 1 miliar subsider empat bulan penjara. Diungkap dalam surat dakwaan, Amir ditangkap polisi. Awalnya polisi menangkap Harmanto Agung Dewantara (terdakwa berkas terpisah) yang menguasai dan menyimpan 119 paket sabu-sabu dan 750 butir ekstasi di rumahnya. Dari pengakuan Harmanto, ia mendapat barang terlarang itu dari Kakul (DPO). Hermanto mengambil narkotika itu bersama terdakwa Amir. Atas informasi itu petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan menangkap Amir di Jalan Pulau Saelus, Denpasar. Saat digeledah, petugas mendapati barang bukti 11 paket sabu-sabu dengan berat keseluruhan 5,87 gram netto dan 5 butir ekstasi 1,56 gram netto. Juga ditemukan alat isap atau bong dan barang bukti terkait lainnya. Sementara dari tangan Harmanto, petugas kepolisian berhasil mengamankan 115 paket sabu-sabu dan 750 butir ekstasi siap edar. Keduanya pun kemudian dibawa ke Polresta Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (kmb37)
Bali Post/eka
RAMAI - Sejumlah pengendara ramai melintas di persimpangan Jalan Mahendradatta, Denpasar, beberapa hari lalu.
Pemkot Kaji Pembatasan Berskala Kewilayahan Desa/Kelurahan
Denpasar (Bali Post) -
Kasus positif Covid-19 di Denpasar semakin meningkat. Bahkan, kasus transmisi lokal cukup banyak. Karena itu, penanganan yang dilakukan juga harus lebih terfokus, sehingga penanganannya bisa lebih maksimal. Kabag Humas Pemkot Denpasar yang juga Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Dewa Gede Rai, Rabu (29/4) kemarin mengatakan, selama ini muncul wacana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, ia menilai usulan itu berlum tepat. Salah satu upaya yang akan dilakukan Pemkot Denpasar yakni pembatasan kegiatan berskala kewilayahan desa atau kelurahan
untuk mencegah penularan Covid-19 bertambah parah. Namun, usaha-usaha untuk melakukan pencegahan penyebaran tetap dilakukan. Saat ini sedang dikaji pelaksanaan pembatasan kegiatan berskala wilayah. Artinya, ini lebih kecil dari segi cakupan, namun dinilai lebih efektif dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Dewa Rai mengatakan, pola
ini sejatinya sudah diterapkan Pemkot Semarang. Pemerintah di Jawa Tengah tersebut mengaturnya melalui Perwali dan SK untuk kegiatan teknisnya. ‘’Pak Wali sudah meminta tim untuk melakukan kajian, bila memungkinkan akan diterapkan di sini juga,’’ ujar Dewa Rai. Di Semarang, kata Dewa Rai, istilah yang digunakan yakni Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Cakupan-
nya bisa per desa atau skala lebih kecil. Ini sesuai dengan kondisi di lapangan. Terpenting dalam pelaksanaannya nanti, akan melibatkan komponen masyarakat yang ada. Seperti petugas jagabaya di masing-masing desa adat. Pelibatan komponen masyarakat ini dinilai sangat efektif karena akan dilakukan oleh mereka yang di bawah. ‘’Ini sedang kita rancang dan dalam waktu cepat akan selesai,’’ jelasnya. Di sisi lain, salah seorang dosen PTS di Denpasar Dr. Wayan Subawa menerangkan, melihat kondisi
perkembangan kasus Covid-19 yang terus meningkat, semestinya Pemprov Bali mengusulkan dilakukan PSBB ke Kemenkes sesuai Permenkes No. 9 Tahun 2020 Pasal 3 ayat 2. Bahkan, bila Pemprov Bali tidak mengusulkan, Pemkot Denpasar bisa mengusulkan secara langsung ke Kemenkes, tanpa persetujuan Pemprov Bali (Pasal 3 ayat 3). (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Disiplin, Kunci Atasi Transmisi Lokal Covid-19 Denpasar (Bali Post) Sebelum Bangli mencatatkan kasus positif Covid-19 akibat transmisi lokal sebanyak 8 orang sekaligus, Denpasar sudah terlebih dulu disoroti. Mengingat tingginya kasus positif Covid-19 yakni mencapai 52 orang, yang 15 di antaranya transmisi lokal. Kendati memang ada perbedaan intensitas transmisi lokal antara di Denpasar dengan kabupaten lain seperti Bangli dan Karangasem. ‘’Kalau yang terjadi di Denpasar, itu sebenarnya kasusnya juga sama transmisi lokal. Tapi dalam intensitas yang kecil,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Selasa (28/4).
Dalam hal ini, lanjut Dewa Indra, satu orang positif Covid-19 menginfeksi satu orang berikutnya. Berbeda dengan yang terjadi di Bangli, di mana satu orang positif menginfeksi sampai 8 orang lainnya. Atau di Karangasem, satu orang positif menginfeksi 4 orang. ‘’Kalau di Denpasar, boleh dikatakan tidak terjadi sampai sedemikian banyak. Bahwa ada banyak yang terinfeksi (karena transmisi lokal - red), tapi orang yang menginfeksi juga banyak,’’ jelasnya. Menurut Dewa Indra, peningkatan kasus transmisi lokal harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Baik pemerintah kabupaten/kota maupun masyarakatnya. Kunci untuk memutus mata rantai penyebaran virus adalah kedisiplinan.
Yakni disiplin menjaga jarak, membatasi interaksi dengan orang lain, mencuci tangan, memakai masker dan khusus bagi para pekerja migran yang baru datang dari luar negeri agar benar-benar mengisolasi diri sampai tuntas melalui dua kali rapid test dinyatakan negatif. Hingga Selasa (28/4) sore, Bali mencatat akumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 215 orang. Terdiri dari 8 WNA dan 207 WNI. Untuk WNI, rinciannya, 133 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri (65,58 persen) dan mayoritas adalah pekerja migran, terinfeksi dari daerah terjangkit sebanyak 20 orang (9,30 persen), dan transmisi lokal 54 orang (25,11 persen). (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Warga di seputaran Jalan Segara Wangi, Kedonganan, Kuta, Selasa (28/4) lalu, geger. Pasalnya, di salah satu kamar apartemen di sana ditemukan mayat pasangan suami-istri (pasutri), yakni Andrii Suslenko (54) dan Tamara Mionchynska (52). Pasutri ini berasal dari Ukraina. Belum diketahui penyebab kematian kedua korban. Karena kejadiannya di tengah wabah ini, jasad kedua korban dievakuasi tim medis sesuai prosedur Covid-19 dan disemprot disinfektan. ‘’Sedang dilidik (penyebab meninggal - red). Saat dievakuasi, kita laksanakan sesuai prosedur Covid-19,’’ kata Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (29/4) kemarin. Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra menambahkan, dari keterangan sejumlah saksi, kedua korban
check-in di TKP pada Rabu (22/4) lalu. Mereka menempati kamar nomor 5. Sebelumnya mereka menginap di guest house di Jalan Bantas Kangin, Kedonganan. Saat check-in, mereka terlihat dalam keadaan sehat. Akan tetapi, pasutri ini sangat jarang beraktivitas di luar kamar. ‘’Korban laki-laki, terakhir kali terlihat pada 26 April 2020 pukul 20.00 Wita dan sempat ngobrol dengan tamu lain di depan kamarnya. Sedangkan korban perempuan dilihat terakhir kali pada 27 April 2020 sedang merokok di depan kamarnya pukul 19.30 Wita,’’ ucapnya. Pada Selasa pukul 18.20 Wita, salah satu tamu yang menempati kamar nomor 6 mulai curiga. Sebab, sejak pagi kedua korban tidak keluar kamarnya. Saksi pun menggedor pintu kamar korban. Tidak ada jawaban dari dalam kamar, sedangkan pintu terkunci dari dalam. Selanjutnya
Bali Post/eka
RAPID TEST - Petugas kesehatan melakukan rapid test pada seorang warga.
Pasutri Asal Ukraina Tewas di Apartemen
EVAKUASI - Jasad pasutri WNA dievakuasi tim medis ber-APD.
Bali Post/ist
dicarikan tukang kunci untuk membuka pintu kamar tersebut. Setelah terbuka, saksi kaget lantaran kedua korban dilihat tergeletak di lantai kamar dan meninggal dunia. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kuta. Berselang beberapa saat kemudian, datang Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Badung. Lalu jasad kedua korban dievakuasi. Namun, sebelumnya disemprot disinfektan lebih dulu. Selanjutnya dibawa ke
RSUP Sanglah Denpasar dengan menggunakan ambulans BPBD dan PMI Badung pukul 23.48 Wita. ‘’Untuk memastikan penyebab kematian korban, perlu dilakukan pemeriksaan uji laboratorium. Mengingat saat ini terjadi wabah Covid-19. Jika positif terinfeksi virus ini, maka perlu dilakukan pengecekan terhadap orangorang yang sebelumnya sempat kontak dengan korban,’’ ujar Kompol Gatra. (kmb36)
Topik : pemkot Kanji pembatasan Berskala kewilayahan desa/kelurahan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Umanis, 30 April 2020
Optimalkan Peran LPD sebagai Antisipasi Dampak Sosial
Sekda Adi Arnawa: Tak Ada Pembebanan ke Masyarakat PANDEMI Covid-19 di Bali belum bisa diprediksi berakhir, karena ada kecederungan warga yang terpapar mengalami peningkatan. Di sisi lain, fiskal pemerintah terus berkurang, selain karena sebagian besar anggaran diarahkan untuk penanganan Covid-19, sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) telah mati suri. Seperti Kabupaten Badung yang 80 persen PAD-nya dari sektor pariwisata. Bagaimana kalau cadangan fiskal habis dan pandemi masih berlanjut? Sekertaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, pemerintah harus memiliki opsi jika pandemi berkepanjangan. ‘’Yang kita pikir-
kan sekarang bukan hanya penanggulangan Covid-19, tapi juga dampak sosial yang diakibatkan. Misalnya masalah kebutuhan pangan untuk masyarakat,’’ katanya di Puspem Badung, Rabu (29/4) kemarin. Dalam kondisi memaksa, lanjut Adi Arnawa, di mana pandemi berkepanjangan dan pemerintah sudah tidak memiliki anggaran, di sinilah harus ada opsi dari pemerintah. ‘’Pandemi berkepanjangan, masyarakat banyak kehilangan pekerjaan, masyarakat juga butuh pangan. Harus ada opsi dalam kondisi overmacht. Pemerintah bisa saja mengeluarkan surat utang, tapi kami memiliki pemikiran memaksimalkan peranan
LPD (Lembaga Perkreditan Desa) milik desa adat,’’ terangnya. Mengapa LPD, karena menurut pejabat asal Pecatu ini, akan terjadi multiplier effect yang baik, untuk LPD itu sendiri maupun untuk masyarakat. Bagaimana mekanismenya? LPD di Badung yang memiliki dana cukup besar, bisa mendanai kebutuhan pangan masyarakat setempat. Penggunaan dana LPD ini akan dipertanggungjawabkan atau menjadi tanggung jawab pemerintah, baik pokok maupun beban bunganya. ‘’Misalkan tiap kepala keluarga kebutuhannya Rp 250 ribu per minggu atau Rp 1 juta per bulan. Dana inilah yang diambil dari LPD dan dikelola oleh banjar
atau perbekel yang digunakan untuk membeli sembako,’’ jelas Adi Arnawa. Pembelian sembako dan bahan pangan juga wajib dari wilayah setempat, agar produksi petani dapat disalurkan. Di sisi lain perputaran dana di LPD tetap bisa berlangsung. ‘’Perlu kami tegaskan, opsi ini tidak ada pembebanan ke masyarakat. Untuk pembayaran ke LPD baik pokok maupun bunga menjadi tanggung jawab pemerintah. Mekanismenya bisa berupa bansos yang dialokasikan pada tahun anggaran selanjutnya. Misalkan, opsi ini dilaksanakan tahun 2020, maka anggarannya akan dipasang tahun 2021,’’ tandasnya. (ad336)
Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa
Petugas Jaga Lapas Perempuan Selundupkan SS Mangupura (Bali Post) -
Petugas regu jaga IV yang menggantikan regu jaga I di Lapas Perempuan Kerobokan, berinisial ER, menyelundupkan sabu-sabu (SS) ke dalam lapas terbesar di Bali itu. Ia ditangkap pada Selasa (28/4) malam.
Bali Post/ist
DIPERIKSA - ER saat diamankan dan diperiksa oleh petugas Lapas Perempuan.
Atas tertangkapnya ER yang direkrut sebagai pegawai tahun 2017 dan mulai bekerja di lapas pada 2018, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Bali Suprapto bergegas meminta bawahannya (KPLP dan Kalapas Perempuan) melakukan pemeriksaan sekaligus penggeledahan hingga larut malam. Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma, Rabu (29/4) kemarin mengatakan, aksi nekat ER diketahui sekitar pukul 19.00 Wita. ER malam itu hendak piket jaga malam.
FT Unud Serahkan Bilik Uji Swab ke RS PTN Unud Mangupura (Bali Post) – Fakultas Teknik Universitas Udayana (FT Unud) menyerahkan bantuan berupa dua bilik pengambilan swab kepada RS PTN Unud, Selasa (28/4). Bantuan ini untuk mempermudah tenaga medis mengambil sampel swab dari pasien. Bilik uji swab ini dikerjakan oleh tiga mahasiswa, yaitu I Putu Agus Surya Adi Pratama, I Putu Diky Dadri Setiawan dan I Putu Darmawan. Menurut Agus Surya, pengerjaan bilik uji swab ini memakan waktu dua hari. Mahasiswa semester VI ini menerangkan, komponen pada bilik ini menggunakan bahan besi sebagai rangka agar lebih tahan daripada aluminium. Sementara bagian depannya memakai akrilik. Komponen lainnya seperti alat elektronik yakni microphone untuk penghubung an-
tara tenaga medis dan pasien. ‘’Kami berinovasi untuk dapat membuat interaksi dua arah. Pengerjaan satu bilik menghabiskan biaya sekitar Rp 4,5 juta,’’ katanya saat ditemui di RS PTN Unud. Dekan FT Unud Prof. Ngakan Putu Gede Suardana meyakini alat ini dapat menghemat penggunaan alat pelindung diri (APD). APD merupakan barang sekali pakai, sehingga penggunaan bilik ini diharapkan dapat mengurangi limbah APD medis. ‘’Kami melihat adanya keterbatasan APD. Jadi, penggunaan bilik uji swab ini diharapkan bermanfaat,’’ ujarnya. Ia berharap alat ini bisa digunakan sebaik dan bisa membantu kelancaran penanganan pasien oleh tenaga medis yang bertugas. ‘’Tentu perlu masukan untuk perbaikan alat ini karena kami
Bali Post/kmb23
BILIK - Bilik uji swab yang dikerjakan oleh tiga mahasiswa FT Unud. bukan orang medis. Jadi, melalui keilmuan yang kami miliki, kami akan membantu tenaga medis dengan membuatkan alat-alat yang dibutuhkan,’’ ucapnya. Direktur Utama RS PTN Unud Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra mengharap-
kan bantuan alat ini dapat mempercepat kerja tenaga medis dalam pemeriksaan pasien Covid-19. ‘’Dengan adanya bantuan ini dan alat PCR yang akan diinstal, mudah-mudahan dapat menambah cepat pemeriksaan pasien,’’ jelasnya. (kmb23)
Efisien Bercocok Tanam, Petani di Baturiti Buat POC
DI TENGAH pandemi Covid-19, petani di Baturiti, Tabanan, berupaya tetap berproduksi maksimal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan efisiensi dalam proses produksi. Made Sandi, petani sayur di Baturiti, menggunakan pupuk organik cair (POC) yang diraciknya sendiri untuk efisiensi dalam produksi tanaman. Efisiensi bisa berkali–kali lipat menggunakan POC. Jika menggunakan pupuk kimia dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per sak, dengan POC tidak lebih dari Rp 100.000 untuk menghasilkan 100 liter. Efisiensi yang didapat tidak hanya dari penghematan pembelian pupuk, tetapi juga dari satu produk tersebut dan bisa digunakan untuk pestisida pengusir hama. ‘’Pupuk cair yang dibuat bisa untuk nyemprot dan kocor. Jadi multifungsi, bisa untuk di atas, bisa untuk di bawah, untuk tanaman dan tanah,’’ ujarnya, Selasa (28/4). Ia menuturkan, POC dibuat untuk mengantisipasi saprodi (sarana-prasarana produksi) yang sebelumnya dikeluarkan oleh petani begitu banyak. Kini, setelah dikembangkan POC buatan sendiri, dipastikan bisa menekan biaya pertanian tersebut. Selain itu, Sandi membuat POC untuk menciptakan pangan sehat sesuai Pergub dan Perda Bali sebagai penghasil pangan organik. ‘’Dengan mengaplikasikan POC berarti kita sudah menginjak ke pertanian ramah lingkungan. Pertanian ramah lingkungan adalah pertanian organik. Di sini tonggak awal kami melakukan perawatan tanaman dan mengaplikasikannya dengan POC yang dibuat sendiri,’’ jelasnya.
Dengan menekan saprodi, petani bisa menikmati hasil nyata. Dengan biaya kecil, pendapatan yang dihasilkan lumayan. ‘’Itu sudah saya terapkan selama lima tahun dan sampai saat ini hasilnya tidak kalah dengan pertanian konvensional,’’ imbuh Sandi. Bahan–bahan yang digunakan tergolong mudah didapat, seperti daun kelor, kencur, jahe, lengkuas, kunyit dan cabai. Pengalaman menjadi petani bertahun–tahun membuatnya peka terhadap kebutuhan tanaman. Jadi, ia tahu betul bahan–bahan herbal tersebut mengandung banyak nutrisi termasuk antibiotik yang berguna untuk tanaman. Bahan-bahan itu dipotong rajang dan dicampur dengan air sisa rendaman beras atau air kelapa. Adonan cair kemudian difermentasi selama tiga minggu. Setelah itu,
Bali Post/ist
RAWAT SAYUR - Made Sandi sedang merawat sayurnya. disaring dan sudah mulai bisa digunakan. POC tersebut bisa dicampur air dengan perbandingan 1:15. POC yang disiram pada tanah bisa mengaktifkan kembali unsur hara, mikroba–mikroba probiotik dan
positif yang ada dalam tanah yang diperlukan oleh tanaman. Selain itu, pupuk cair lebih mudah diserap oleh tumbuhan. Garansi tambahan yang diberikan, sayur menjadi lebih sehat dan aman dari bahan kimia. (may)
Saat memasuki P2U, ER oleh petugas tim P2U atas nama Dhayani dan Mita diperiksa menggunakan X-ray. ‘’Selanjutnya dilakukan penggeledahan manual terhadap barangbarang bawaan dan badan,’’ ucapnya. Dhayani mencurigai barang bawaan ER berupa batok charger jenis Samsung Galaxy S berwarna putih di dalam tas. Ia disaksikan temannya membuka tutup batok charger tersebut. ER yang juga teman jaga lapas di sana ternyata membawa butiran berwarna
putih yang dicurigai narkoba jenis sabu-sabu. Saat diinterogasi oleh temannya, ER mengaku tidak tahu barang yang dibawanya dan bukan miliknya. Setelah dicongkel menggunakan gunting, barang terlarang itu bisa dikeluarkan disaksikan sekitar tujuh petugas jaga lainnya. ‘’Temuan itu dilaporkan ke Komandan Regu IV,’’ ucap Surya. Lalu, kepala regu melaporkan ke KPLP Ayu Mudiartini dan diteruskan ke Lili selaku Kalapas Perempuan. Penangkapan petugas jaga
ini pun heboh, hingga Kalapas minta petunjuk Kadivpas dan Kakanwil Bali. Setelah berkoordinasi, petugas dari Satuan Narkoba Polres Badung datang. Kopolres Badung AKBP Roby Septiadi turun langsung ke Lapas Perempuan di Kerobokan. Menurut Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, barang bukti (BB) yang disita berupa SS seberat 4,83 gram brutto, satu buah charger HP, satu buah tas ransel dan HP Xiaomi warna biru. ‘’Charger HP berisi paket sabu-sabu tersebut disimpan di dalam tas ransel dibawa pelaku,’’ katanya didampingi Kasatresnarkoba Iptu Wayan Sujana. (kmb37/kmb36)
Buruh Proyek di Tibubeneng Dipulangkan Mangupura (Bali Post) Buruh bangunan yang menempati bedeng di Tibubeneng, Kuta Utara, dipulangkan lantaran pekerja proyek ini tidak bisa melakukan isolasi mandiri. Pasalnya, kecamatan ini mewajibkan warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang datang ke Kuta Utara melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana membenarkan pemulangan empat buruh yang diketahui tiba di rumah bedeng proyek di Tibubeneng. Keempatnya terpaksa dipulangkan lantaran tak memungkinkan dilakukan isolasi mandiri.
‘’Kami belum diketahui asal mereka termasuk zona merah atau bukan. Mereka juga tinggal di rumah bedeng, jadi tak bisa dilakukan isolasi mandiri. Kepala tukangnya memberi mereka uang untuk kembali pulang,’’ jelasnya, Rabu (29/4) kemarin. Menurutnya, kewajibkan isolasi mandiri selama 14 hari berlaku bagi semua orang, baik yang datang dari daerah lain di Bali maupun Badung. ‘’Jadi, jika masuk Kuta Utara, kami arahkan untuk sosialisasi mandiri, walaupun dari kecamatan lainnya di Badung,’’ tegasnya. Kendati demikian, pihaknya mengakui
ada masyarakat yang masih membandel. Mereka nekat bermain ke pantai dengan masuk lewat celah-celah yang tak mungkin diawasi semua oleh petugas lantaran keterbatasan personel. ‘’Ada pula yang sampai lompat pagar. Tapi banyak di antara mereka yang mengatakan mengerti larangan tak berkerumun. Hanya, kami tetap beri penjelasan,’’ katanya. Pihaknya tak bisa mengenakan sanksi kecuali mereka berkerumun. Hal itu melanggar maklumat Kapolri dan wewenang kepolisian. ‘’Kami hanya mengingatkan dan mengimbau,’’ tandas Eka Parmana. (kmb27)
Dua Pelajar SD Tewas Tenggelam di Kolam Vila
Mangupura (Bali Post) Dua bocah, Nyoman Pradipta Anggara Putra (6) siswa kelas II SD dan Ni Kadek Dias (10) siswa kelas V SD, ditemukan tewas di kolam vila di Jalan Mertasari, Pantai Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Selasa (28/4) lalu. Diduga mereka tenggelam saat berenang di TKP dan dalam posisi berpelukan. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kejadian tersebut. Petugas telah memeriksa sejumlah saksi. Keterangan saksi I Wayan Aldi Wiryanata (21), pukul 18.00 Wita dia tiba di vila tersebut untuk menemui pacarnya, Ni Luh Dian Anggraeni (23). Aldi ke TKP bersama kedua korban karena mereka ingin berenang di sana. Sesampainya di TKP, Aldi duduk di gazebo, sedangkan kedua korban langsung berenang di lokasi kolam untuk anak-anak seluas 3 meter dengan kedalaman 1 meter. Berselang satu jam, Aldi ke toilet karena perutnya sakit. ‘’Sebelum masuk toilet, saksi (Aldi) berpesan kepada kedua korban untuk tidak ke mana-mana, termasuk tak berenang di kolam dewasa,’’ kata Kasubbag Humas. Setelah sekitar 10 menit berada di toilet, Aldi keluar. Ia kaget melihat kedua korban tenggelam dalam posisi saling berpelukan di kolam orang dewasa. Aldi langsung masuk ke
kolam untuk menyelamatkan kedua korban. Sementara menurut Dian, saat itu dirinya menyapu halaman vila. Ia dikagetkan oleh teriakan pacarnya. Dian bergegas ke sumber suara dan melihat pacarnya mengangkat kedua korban, lalu direbahkan di samping kolam sambil menangis. ‘’Pukul 18.50 Wita, kedua korban dibawa ambulans Desa Pecatu menuju rumah duka. Dugaan awal, Nyoman Pradipta mencoba berenang di kolam orang dewasa dengan kedalaman 1,6 meter. Mungkin Pradipta tenggelam, sehingga Ni Kadek Dias berupaya menolong, tetapi ikut tenggelam,’’ ujar Iptu Sukadi. (kmb36)
Bali Post/ist
JASAD - Jasad kedua siswa SD setelah dievakuasi dari kolam renang.
Kamis Umanis, 30 April 2020
Dewan Tabanan Sampaikan Rekomendasi LPJ Anggaran Tahun 2019 DPRD Tabanan memberikan tiga rekomendasi terhadap LPJ Bupati Tabanan terkait pelaksanaan anggaran tahun 2019. Tiga rekomendasi ini berdasarkan hasil pembahasan anggaran (Banggar) DPRD Tabanan. Tiga rekomendasi tersebut terkait kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah, kebijakan pemerintah daerah dan penyelengaraan tugas perbantuan. Pemberian rekomendasi dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Tabanan yang digelar secara online, Rabu (29/4) kemarin. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Banggar yang juga Sekretaris Dewan (Sekwan) I Made Sugiarta membacakan hasil rekomendasi DPRD Tabanan terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2019. Di bidang kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah, Dewan memberikan catatan pada pendapatan yang jauh dari target yang ditetapkan. Begitu juga belanja. Terhadap hal ini, Dewan minta eksekutif meningkatkan potensi pendapatan daerah termasuk penerapan PHR secara on-
line untuk mencegah kebocoran dan melakukan inovasi guna meningkatkan sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah. Sementara dari sisi belanja, Dewan berharap realisasi di bawah target terjadi karena kemampuaan daerah melakukan efisiensi penggunaan anggaran bukan karena ketidakmampuan menyerap anggaran dan ada program yang tidak bisa dijalankan termasuk dalam pembiayaan sehingga silpa besar. Dari sisi kebijakan pemerintah, Dewan mengharapkan eksekutif tetap konsentrasi pada prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, seperti bidang pendidikan, kesehatan dan pertanian. Selain itu, tetap memperhatian bidangbidang lain seperti pariwisata yang sangat penting, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan tata ruang. Keenam sektor ini harus menjadi prioritas pemerintah karena ujungujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara di sisi penyelenggaran tugas perbantuan, Dewan menilai pada tahun 2019 Pemkab Tabanan hanya menerima tiga tugas pemban-
tuan yaitu dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas serta Kementerian Pertanian Satker Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, yang telah dapat diselesaikan dengan baik dengan segala kendala yang dihadapi. “Ke depan diharapkan Perangkat Daerah terkait dapat menjalin komunikasi dan pendekatan yang lebih intensif dengan kementerian terkait agar dapat memanfaatkan lebih banyak program dari pusat untuk disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah sehingga dana yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) dapat dioptimalkan untuk program kesejahteraan masyarakat,” katanya. Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga berharap rekomendasi yang diberikan Dewan dalam tugasnya melakukan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan pelaksana program pemerintah, dapat dilaksanakan eksekutif. Rekomendasi ini dapat dijadikan masukan untuk pembenahan berbagai sektor yang harus ditingkatkan terutama pendapa-
Kesehatan
PNB Bersama Bank BPD Bali Serahkan Bantuan Alat ’’Hand Sanitizer’’ Otomatis dan APD untuk Provinsi Bali SETELAH sebelumnya menyalurkan bantuan paket sembako untuk 210 mahasiswa, Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menyerahkan bantuan. Untuk bantuan tahap kedua, PNB menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyalurkan bantuan berupa alat hand sanitizer otomatis dan APD untuk Provinsi Bali. Bantuan tahap kedua ini diserahkan langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali I Made Rentin di ruang tamu Sekda Provinsi Bali, Rabu (29/4) kemarin. Ditemui di sela penyerahan bantuan, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi menyampaikan bantuan ini merupakan tahap kedua yang disalurkan PNB melalui donasi peduli Covid-19. Sebelumnya pihaknya dari Civitas Akademika PNB menyerahkan sembako kepada 210 mahasiswa yang berasal dari luar Bali karena tidak bisa pulang ke daerahnya. Bantuan tahap kedua ini berupa APD yang diserahkan kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Terkait upaya penanganan wabah Covid-19, pihaknya sependapat harus dilakukan secara gotong royong bersama agar penyebaran virus ini bisa segera tuntas. Pihaknya juga mengapresiasi semangat Pemprov Bali dalam upaya melakukan penanganan. PNB bersama civitas akademika berusaha ikut melakukan penguatan, tidak hanya hari ini, namun juga pada hari-hari selanjutnya. ‘’Ini perlu kita lakukan kare-
tan yang masih jauh dari target serta efisiensi penggunaaan anggaran. Selain itu, kebijakan yang dibuat harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengatakan, pihaknya selaku kepala daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD atas pembahasan yang telah dilakukan terhadap LPJ yang disampaikan, sehingga menghasilkan rekomendasi atas keseluruhan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah Kabupaten Tabanan selama tahun 2019. “Penyampaian rekomendasi atas LPJ Bupati Tabanan akhir tahun anggaran 2019 adalah tahap akhir proses pembahasan LPJ yang dimulai dari tahapan penyampaian, pembahasan dan akhirnya sampai pada penetapan keputusan DPRD tentang rekomendasi terhadap LPJ Bupati Tabanan akhir tahun anggaran 2019,” jelasnya. Pihaknya sangat menghargai dan memaknai rekomendasi yang disampaikan DPRD Tabanan sebagai wu-
RAPAT PARIPURNA - Rapat paripurna DPRD Tabanan, Rabu (29/4) kemarin. jud kepedulian dan kesungguhan segenap anggota Dewan dalam rangka memperhatikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Tabanan. “Segala saran, masukan atau kritik yang tertuang dalam poinpoin rekomendasi DPRD ter-
hadap LPJ Bupati Tabanan tahun 2019 merupakan bahan yang sangat berharga, yang akan ditindaklanjuti demi optimalisasi kinerja Pemkab Tabanan ke depan,” janji Bupati Eka. Selanjutnya atas rekomendasi ini, Bupati beserta seluruh jajaran Pemkab Ta-
banan berkomitmen terus memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan saran dan masukan yang tertuang dalam rekomendasi yang disampaikan DPRD Tabanan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (kmb28)
42 PMI Jembrana Menyusul Dipulangkan
Negara (Bali Post) – Sebanyak 18 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana dinyatakan sehat dan sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (28/4). Rabu (29/4) kemarin menyusul 42 orang PMI lagi yang telah menjalani karantina selama 14 hari di Hotel Jimbarwana, dibolehkan kembali ke tengahtengah keluarganya.
SERAHKAN BANTUAN - Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. (dua dari kanan) menyerahkan alat hand sanitizer otomatis kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra di ruang tamu Sekda Provinsi Bali, Rabu (29/4) kemarin. na tidak tahu Covid-19 akan berhenti kapan. Jadi, kita terus gelorakan semangat kepada mahasiswa dan civitas akademika untuk bersama secara gotong royong melakukan penanganan,’’ ucap Nyoman Abdi. Meski donasi yang diserahkan nilainya tidak seberapa, pihaknya berharap apa yang diberikan ini bisa menambah semangat dalam melakukan penanganan wabah Covid-19. Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma pada kesempatan tersebut menyampaikan, pihak Bank BPD Bali hingga saat ini sudah menyalurkan bantuan mencapai Rp 2,4 miliar dari dana yang ada. Di luar itu, pihaknya bersama karyawan sudah mengumpulkan donasi yang nantinya disalurkan kepada masyarakat. ‘’Kita bekerja sama juga dengan PNB untuk membuat hand sanitizer otomatis, sehingga nanti kemitraan antara BPD dan PNB bisa terus dilanjutkan,’’ jelasnya. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi atas bantuan yang disampaikan
pihak PNB bersama Bank BPD Bali dan alumni PNB. Dikatakannya, donasi ini mengandung makna bahwa pesoalan ini merupakan persoalan bersama. Untuk itu, pihaknya berharap semua pihak ikut bersama-sama mengatasi permasalahan ini. ‘’Kita sudah melihat terbangunnya kesadaran bersama di Bali bahwa persoalan penangaan Covid-19 merupakan persoalan bersama. Bantuan ini akan disalurkan ke masyarakat,’’ ucapnya. Bantuan dari dan Lembaga Pendidikan PNB berupa masker 17.000 pieces, thermogun 10 pieces, baju lapangan 230 pieces dan wastafel 10 pieces. Total bantuan senilai Rp 162 juta ini diserahkan dalam bentuk barang. Sementara bantuan berupa automatic hand sanitizer yang merupakan karya mahasiswa PNB sebanyak 3 pieces, hand sanitizer 5 liter sebanyak 10 jeriken, alat pelindung diri (APD) 200 unit, wastafel 7 set, thermogun 8 unit, face shield 200 unit, masker 13.000 pieces, slop tangan karet 2.000 pieces dan baju pasien 60 set. (ad333)
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana menyambangi warga yang pulang tersebut. Kembang Hartawan sekaligus menyerahkan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan Jembrana. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, ke-42 PMI yang dipulangkan merupakan gelombang kedua setelah dinyatakan sehat lewat rapid test kedua yang hasilnya negatif. ‘’PMI yang dikarantina di Hotel Jimbarwana tinggal menyisakan tiga orang. Rencananya besok
(30/4) mereka juga menyusul dipulangkan,’’ katanya. Kembang Hartawan usai pelepasan memberikan apresiasi karena hingga saat ini PMI mampu melaksanakan prosedur karantina dengan baik dan disiplin. Ia berharap saat kembali di masyarakat, para PMI bisa menjadi teladan dan ikut membantu pemerintah daerah membagikan hal positif yang diterima selama menjalani karantina. ‘’Setelah ini kalian akan berada di lingkup yang lebih besar. Bantu pemerintah daerah mulai dari lingkup terkecil, dari keluarga, lingkungan hingga masyarakat lebih luas. Sosialisasikan langkah pencegahan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona di
Jembrana,’’ ujarnya. Wabup Jembrana juga minta para PMI menjalankan imbauan pemerintah menerapkan physical distancing, memakai masker serta menjaga kebersihan tubuh secara higienis. ‘’Perjuangan menghadapi Corona ini kita ibaratkan perang. Saat ini adik-adik PMI sudah menyelesaikan tahap pertama. Ke depan kita akan lanjutkan bersama-sama di medan yang lebih luas yakni lingkungan masyarakat,’’ paparnya. Para pahlawan devisa ini juga diharapkan tetap semangat. Kelak jika kondisi sudah membaik, silakan kembali bekerja ke luar untuk kemajuan bangsa dan meningkatkan hidup. Jangan
trauma karena kita bersama yakin kondisi ini tidak akan selamanya dan akan lekas membaik. Sementara itu, 32 PMI di Hotel Negara juga sudah menyelesaikan rapid test kedua dan hasilnya negatif. Dengan demikian sampai Rabu kemarin, PMI yang masih menjalani karantina 106 orang. Dengan rincian di Hotel Jimbarwana 3 orang, Hotel Ratu 21 orang, Hotel Negara 49 orang, Hotel Hapel 32 orang dan Hotel Bali Sunset 1 orang. Pasien positif Covid-19 masih tetap 11 orang dan PDP 27 orang. Di luar pasien positif, 13 orang PDP dinyatakan sembuh dan tiga masih dirawat di RSU Negara. (kmb26)
Negatif, Hasil ’’Rapid Test’’ 18 PMI Tabanan Tabanan (Bali Post) Setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di hotel yang disiapkan oleh Gugus Harian Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan, 18 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Tabanan menjalani rapid test tahap II, Rabu (29/4) kemarin. Hasilnya, semuanya menunjukkan hasil negatif. Mereka sudah diberikan surat keterangan oleh Dinas Kesehatan Tabanan dan dibolehkan dijemput oleh pihak keluarga untuk kembali ke rumah masing-masing, Kamis (30/4) ini. Meski demikian, Diskes menyarankan para PMI itu tetap harus menjaga jarak, disiplin menggunakan masker serta menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pelaksanaan rapid test di salah satu hotel di Tabanan ini mendapat perhatian langsung Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, dan sejumlah jajaran dewan lainnya. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan I Gede Susila mengatakan, hasil rapid test kedua untuk 18 PMI asal Tabanan menunjukkan hasil negatif. ‘’Tujuh PMI di hotel di wilayah Tabanan hasilnya negatif dan besok (Kamis - red) sudah boleh pulang. Sebelas PMI yang rapid test di Denpasar juga negatif. Empat sudah rampung masa
karantina selama 14 hari dan besok sudah boleh pulang. Tujuh orang juga hasilnya negatif, namun karena baru 13 hari karantina, dua hari lagi baru boleh pulang,’’ terangnya. Terkait persediaan rapid test, menurut Susila, relatif masih aman. Saat ini tersedia 600 rapid test dan jumlah PMI yang menjalani karantina sekitar 500 orang. Begitu pula alat pelindung diri (APD) relatif aman karena dari provinsi, pengadaan dan donasi terus berdatangan. Seorang PMI yang menjalani rapid test, I Nyoman Yuliastika asal Desa Payangan, Kecamatan Marga, mengaku kondisinya sehat. Ia mengucapkan terima ka-
sih atas perhatian Pemkab Tabanan melalui Gugus Harian Percepatan Penanganan Covid-19 yang memberikan layanan terbaik selama menjalani karantina. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama di sela meninjau kegiatan rapid test minta agar para PMI yang dinyatakan negatif selama kembali ke rumahnya masing-masing tetap mendapatkan pengawasan, terutama perkembangan kondisi kesehatannya. ‘’Tetap diawasi baik oleh pihak keluarga, tenaga kesehatan dari puskesmas, masyarakat, adat maupun dinas. Kalau ada gejala lagi langsung laporkan untuk segera mendapatkan penanganan,’’ tandasnya.(kmb28)
Kamis Umanis, 30 April 2020
Serius Tangani Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Gianyar Dapatkan ’’Reward’’ TPS 3R KOMITMEN serius Kabupaten Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pengelolaan sampah. Khusus pengelolaan sampah itu mendapat apreasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Karena itu, Kementerian ini menghadiahkan satu unit TPS 3R senilai Rp 600 juta kepada Pemkab Gianyar. Hal itu terungkap saat Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Infrastruktur berbasis Masyarakat Bidang Sanitasi Tahun 2020 dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali itu beraudienssi dengan jajaran DLH Gianyar, Selasa (28/4) lalu. TFL tersebut terdiri dari Koordinator Dewa Alit Setiarsa, TFL Bidang Pemberdayaan Dewa Gede Janardana, dan TFL Teknik Dewa Gede Suariawan Dwipayana. Mereka diterima Plt. Kepala DLH Gianyar Drs. I Wayan Kujus Pawitra, M.Si., S.Sos. didampingi jajaran
DLH, dan pegiat lingkungan sekaligus konsultan pengelolaan sampah Ketut Suarnaya. Dewa Alit Setiarsa menjelaskan, Kementerian PUPR RI melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali telah memantau secara cermat tentang keseriusan pemkab/kota se-Bali dalam mengelola sampah. Dari pemantauan itu diperoleh data, belum semua kabupaten/ kota masuk kategori berhasil mengelola sampah. Bahkan dari hasil pemantauan pihak Balai tahun 2018, ada Program TPS 3R yang tak jalan. Penyebabnya, antara lain, tidak ada biaya operasional dan kurangnya komitmen penanganan sampah secara serius. Karena itu, Kementerian PUPR hanya dapat memberikan penghargaan masing-masing satu unit TPS3R kepada kabupaten yang dinilai serius. ‘’Dari sembilan kabupate/kota se-Bali yang dapat bantuan TPS3R ini adalah
BICARA - Suwirta saat berbicara dengan para PMI.
Mangkir ’’Rapid Test’’ PMI Bisa Dijemput Paksa Semarapura (Bali Post) – Upaya rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan para PMI terus dilakukan, Rabu (29/4) kemarin. Namun, tidak seperti sebelumnya, proses rapid test itu tak berjalan mulus. Sebanyak 22 orang dari 113 orang yang sudah masuk data rapid test di GOR Swecapura itu malah tidak hadir tanpa alasan jelas. Sementara di Dawan Kelod semuanya hadir. Jika tetap membandel, mereka akan dijembut paksa petugas kesehatan. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, Nyoman Suwirta, menegaskan hal itu. Pihaknya mengaku sangat kecewa karena para PMI maupun ODP itu tidak mau lagi kooperatif. Padahal, langkah rapid test itu penting sebagai upaya awal. Laporan Dinas Kesehatan Klungkung kegiatan rapid test di Dawan Kelod itu menyasar 25 orang. Terdiri dari tujuh orang PMI dan 18 orang non-PMI. Hasil rapid test-nya menunjukkan 25 itu non-reaktif. Sementara pelaksanaan rapid test di GOR Swecapura, jumlah yang terdaftar 113 orang. Namun, yang datang 84 orang PMI dan 29 orang non-PMI. Dari jumlah itu ternyata yang mengikuti rapid test hanya sebanyak 91 orang. Terdiri dari 71 PMI dan 20 orang non-PMI. Sementara 22 orang di antaranya belum hadir. Bukan 100 orang sebagaimana informasi yang sudah beredar luas saat pelaksaan rapid test tadi. Hasil rapid test di GOR Suwecapura, berdasarkan rilis Dinas Kesehatan terdapat sembilan
orang reaktif terdiri dari empat PMI dan lima non-PMI. Sisanya non-reaktif. ‘’Bagi PMI yang sudah terdata tapi tidak datang mengikuti rapid test, mereka bisa kita jemput paksa,’’ tegas Suwirta. Tetapi sebelum langkah jemput paksa itu, Tim Kesehatan diminta melakukan pendekatan lebih dulu. Mereka harus memahami betapa pentingnya rapid test ini. Rapid test itu untuk memastikan kondisi kesehatannya dan menentukan langkah kebijakan pemerintah. Jangan sampai ada yang positif, tetapi justru masih berkeliaran. Selain memantau proses rapid test, Suwirta juga sempat melepas 25 PMI yang sudah menjalani karantina dan sudah dinyatakan sehat. Mereka dilepas di GOR Swecapura, Rabu (29/4) kemarin. Suwirta meminta kepada 25 orang PMI asal Klungkung itu, walaupun sudah melewati masa karantina 14 hari dengan baik, para PMI diminta kembali ke keluarga masing–masing agar tetap melakukan imbauan pemerintah. Baik itu social distancing, karantina dan lain-lainnya dengan baik. Demi kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Bupati Suwirta meminta agar para PMI itu dapat menjadi contoh dalam mematuhi imbauan pemerintah dan dapat bekerja sama dengan pemerintah memerangi Covid-19. Salah satu perwakilan PMI, Wayan Muliarsana, yang dikarantina di Hotel Harris, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemkab Klungkung terhadap PMI Klungkung. (kmb31)
Dipulangkan dari Hotel, PMI Tetap Diharuskan Karantina Mandiri
Bangli (Bali Post) Sebanyak 30 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli yang telah menjalani karantina di sebuah hotel di wilayah Kuta selama dua pekan, segera dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Meski dipulangkan, mereka tetap diharuskan menjalani karantina kembali secara mandiri. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, rencananya pemulangan 30 PMI tersebut dilakukan Kamis (30/4) hari ini. Mereka diperkirakan tiba di Bangli sekitar pukul 11.30 wita. Setibanya di Bangli mereka dijemput oleh Satgas Kecamatan didampingi Satgas Desa dan keluarga masing-masing. ‘’Yang akan melaksanakan penjemputan hari ini sudah kami atur. Dari keluarga jumlahnya seorang saja, Satgas Desa dua orang dari Kecamatan tiga orang,’’ kata Dirgayusa, Rabu (29/4) kemarin. Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli itu, 30 PMI yang akan dipulangkan itu berasal dari empat kecamatan. Paling banyak dari Kecamatan Susut. Mereka menjalani karantina di sebuah hotel di wilayah Kuta, sejak 15 April lalu. Setelah PMI itu dipulangkan ke rumah masing-masing, sesuai SOP Dinas Kesehatan. Mereka diminta melakukan karantina kembali secara mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan. Pengawasan akan dilaksanakan secara aktif Satgas Desa dan Satgas Gotong Royong yang dibentuk desa adat. Perkembangan PMI setiap hari akan dilaporkan satgas desa dan satgas gotong royong. ‘’Kalau ada yang sakit nanti dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan sesuai standar Covid-19,’’ jelasnya. Dengan dipulangkannya 30 PMI itu maka jumlah PMI yang masih menjalani karantina sebanyak 185 orang. Selama ini para PMI asal Bangli yang pulang sejak 15 April lalu, dikarantina di dua hotel berbeda di wilayah Kuta, Badung. (kmb40)
Jembrana, Tabanan, Gianyar, Buleleng, dan Klungkung,’’ jelasnya. Dewa Alit Setirasa menambahkan, TPS 3R ini senilai Rp 600 juta dari APBN yang terdiri dari unit hanggar, mesin pencacah sampah, mesin pengayak, motor angkut sampah jenis motor cikar, perkantoran sederhana dilengkapi toilet. Anggaran ini tak boleh dipakai untuk honor-honor. Hanya boleh tiga persen saja digunakan biaya operasional. TPS 3R ini diwujudkan dan dikelola dengan pola swakelola oleh pokmas (kelompok masyarakat) berbasis banjar, desa adat atau kedinasan. Idealnya TPS 3R ini dibangun di atas lahan 8 - 15 are yang disediakan pihak pokmas/ desa. ‘’Harapan kami karena pengelolaannya swadaya, unit TPS 3R ini ditopang dana dari desa. Misalnya, pembuatan pagar, dan kebutuhan standar lainnya,’’ ujarnya seraya menambahkan TPS 3R ini ditar-
get mulai operasi November 2020. Selanjutnya manakala dioperasionalkan, diberikan pendampingan sampai Desember 2020. Kemudian dievaluasi dan monitoring dari Balai dengan melibatkan konsultan atau DLH Gianyar. Plt. Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra memaparkan, model bantuan program TPS 3 R ini sejalan dengan konsep penanganan dan pengelolaan sampah kita di Gianyar. Kita sekarang sedang menuju ke arah itu. Banyak desa di Gianyar sedang merancang pembangunan TPS 3R. Bahkan sudah memiliki TPS 3 R. Untuk pembangunan TPS 3R ini, selain dilakukan di desa juga desa adat difasilitasi oleh komunitas peduli lingkungan, Pemkab Gianyar juga sudah menjalin kerja sama dengan Yayasan Bumi Sasmaya dalam upaya pembangunan TPS 3 R di desa-desa di Gianyar. Dia menyatakan bangga
sekaligus terima kasih atas apresiasi Kementerian PUPR RI yang serius penciptaan lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat melalui bantuan program TPS 3 R ini. Bantuan itu jelas sangat berarti bagi DLH dan desa yang masih membutuhkan. Lebih-lebih bantuan ini tak hanya fisik, juga pendampingan berbasis pokmas. ‘’Tak kalah penting dari manfaat bantuan ini, tentu ada nilai edukasi untuk masyarakat. Model ini sangat baik karena sekaligus dapat mendidik masyarakat, mereka tidak manja karena bantuan,’’ jelasnya. Dia menambahkan DLH segera membuat kajian tentang desa/kelurahan mana yang dipercaya menerima bantuan TPS3R ini. Tentu syaratnya, ada komitmen tinggi dari masyarakat, belum punya TPS 3R, dan ketersediaan lahan harus memadai. ‘’Kami pastikan banyak desa menginginkan bantuan
Ruang Karantina di RSU Bangli Penuh
Bangli (Bali Post) Ruang karantina yang disediakan Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli untuk warga yang hasil rapid test-nya reaktif, telah penuh. Dari 30 tempat tidur yang disiapkan, semuanya terisi. Direktur RSU Bangli dr. I Nyoman Arsana mengungkapkan hal itu saat ditemui, Rabu (29/4) siang. Menurutnya, penambahan warga yang dikarantina di RSU Bangli terjadi Rabu siang. Ia tidak menyebut secara detail dari mana saja asal warga yang kini menempati ruang karantina di RSU itu. ‘’Ada yang PMI (pekerja migran Indonesia), ada yang tidak,’’ ujarnya. Puluhan warga yang saat ini dikarantina di RSU Bangli, kata dr. Arsana kondisinya sehat. Tidak ada gejala sakit. Mereka menjalani karantina di RSU hingga hasil swabnya keluar. Dia mengatakan, kebijakan penempatan warga yang hasil rapid test-nya reaktif di RSU Bangli bersifat sementara. Jika hasil swabnya positif, maka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah. Dokter asal Desa Songan,
Kintamani itu mengakui RSU Bangli tidak bisa lagi menambah ruang karantina. Alasannya, harus merawat pasien lain. Jika ada tambahan warga yang hasil rapid test-nya reaktif, maka pihaknya meminta bantuan ke pemerintah Provinsi Bali. Diwawancarai terpisah, Bupati Bangli I Made Gianyar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli mengatakan, ketersediaan tempat karantina di Bangli untuk warga yang hasil rapid testnya reaktif, terbatas. RSU Bangli kapasitasnya hanya 30 orang. Sedangkan gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Kayuambua, Susut itu hanya 60 orang, serta gedung Diklat RSJP Bali di Kelurahan Kawan hanya bisa
menampung 100 orang. Pihaknya saat ini masih mencari lokasi baru untuk tempat karantina bilamana terjadi lonjakan warga yang hasil rapid test-nya positif. Sesuai rencana dalam waktu dekat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli akan melaksanakan rapid test massal di Desa Abuan. Ada sekitar lima ribu warga di wilayah setempat yang akan di-rapid test massal. Jika misalnya ada banyak warga yang hasil rapid test-nya reaktif, hingga ratusan mungkin ribuan orang, maka Bangli tentunya kekurangan tempat. Karenanya besar harapan Made Gianyar, kepada Pemerintah Provinsi Bali, agar dapat membantu jika hal itu sampai terjadi. (kmb40)
Desa Abuan akan Dikarantina Seluruh Warganya Di-’’rapid Test’’ DESA Abuan, Kecamatan Susut, Bangli akan dikarantina. Langkah itu diambil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli menyusul bertambahnya hasil tes swab positif yang berasal dari warga di Desa Abuan sendiri. Selain di desa itu dilakukan karantina, Gugus Tugas juga me-rapid test seluruh warga di desa setempat. Lalu tindakan efektif apa yang diinstruksikan Bupati Made Gianyar agar warganya senantiasa menjalani regulasi kesehatan sebagaimana diharapkan? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanga- nah bersentuhan/berinteraksi dengan nan Covid-19 Kabupaten Bangli yang juga PMI. ‘’Kami akan laksanakan rapid test Bupati Bangli, I Made Gianyar, Rabu (29/4) ini secepatnya. Mulai besok seluruh warga kemarin menyebutkan, saat ini jumlah Abuan akan kami rapid test,’’ terangnya. warga Bangli yang tercatat positif Covid-19 Selain melaksanakan rapid test, pisebanyak 38 orang. Desa Abuan khususnya haknya juga telah memutuskan mengamBanjar Serokadan menjadi penyumbang bil langkah isolasi/karantina terhadap kasus positif terbanyak lewat kasus trans- Desa Abuan. ‘’Saya tidak gunakan istilah misi lokal. PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Menyikapi hal itu, pihaknya mengaku Saya pakai istilah isolasi/karantina Desa telah memerintahkan seluruh organ gu- Abuan,’’ jelasnya. gus tugas melakukan penanganan cepat. Selama dilakukan karantina di sana, Menurutnya, Desa Abuan saat ini perlu Gugus Tugas memastikan akan memenuhi perlakuan khusus. Hal itu penting dilaku- kebutuhan sembako warga Desa Abuan. kan supaya tidak terjadi perluasan lagi. Made Gianyar mengatakan, pihaknya Dinas Kesehatan telah diperintelah memerintahkan Dinas Sosial tahkan melakukan rapid test menyiapkan sembako untuk semua kepada semua warga Desa warga selama dua minggu. KaAbuan. Desa itu terdiri tiga polres, Dandim dan Kasatpol PP banjar yakni Abuan, Sala dan juga telah diminta membantu Serokadan. Jumlah warga di pecalang terkait pengamanan desa setempat sekitar lima pintu masuk-keluar Desa Abuan. ribu jiwa. Dalam pelaksaBupati Made Gianyar juga naan rapid test itu, Gugus memerintahkan Kadis PemberTugas Kabupaten Bangli medayaan Masyarakat dan Desa minta bantuan Pemerintah (PMD) agar menekankan lagi Provinsi Bali. Sebab, selain instruksi Bupati kepada seluruh keterbatasan alat, Bangli juga satgas desa, satgas gotong royketerbatasan tenaga. ong desa adat, supaya mereka Secara teknis, Bumemperketat pelaksanaan pati Made Gianyar social dan physical dismenginginkan tancing, perilaku warga yang dihidup bersih dan rapid test itu sehat (PSHB) dipilah. Warga dan selalu pakyang punya ai masker. Dekeluarga atau sa-desa juga pernah berdiminta supasentuhan ya memperketat PMI dengan pehasil kebikerja mijakan isolagran Insi mandiri donesia di rumah, (PMI) didan kerapid test l u a r di tempat g a n y a tersendsupaya tidak i r i . keluar rumah Demikian sebelum dilakujuga warkan rapid test. ga yang I Made Gianyar (ina) tidak per-
AUDIENSI - Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Infrastruktur berbasis Masyarakat Bidang Sanitasi Tahun 2020 dari Balai Prasarana Pemukimaan Wilayah Bali beraudienssi dengan jajaran DLH Gianyar, Selasa (28/4). ini. Makanya kami mohonkan kepada balai, satker kementerian melakukan seleksi ketat dan benar serta survei ke lapangan sesuai kriteria. Teru-
tama komitmen masyarakat menjaga keberlanjutan operasional TPS 3R ini,’’ harap pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar itu. (ad334)
’’Pararem’’ Pembatasan Aktivitas Warga Dievaluasi Desa Gelgel Semarapura (Bali Post) Parerem Desa Adat Gelgel yang khusus mengatur warganya menghadapi pandemi Covid-19, segera dievaluasi. Ini mengingat pararem itu akan berakhir 30 April ini. Hasil evaluasi akan menentukan langkah selanjutnya. Apakah tetap mengatur secara tegas tentang pembatasan aktivitas warga hingga pukul 20.00 Wita atau tidak. Bendesa Gelgel Putu Arimbawa, Rabu (29/4) kemarin, mengatakan akan segera membahasnya bersama para prajuru desa adat setempat. Pihaknya belum berani memberikan gambaran akan seperti apa nanti langkah-langkah yang diambil desa adat, sebelum ada putusan final berdasarkan pasangkepan. ‘’Meski ada pembatasan jam aktivitas warga, tetapi dalam penerapannya ada toleransi. Bagi yang ada keperluan sangat penting tetap diizinkan. Misalnya, para petani mengairi sawah, yang dapat giliran malam dari subak, tetap diizinkan keluar,’’ katanya. Sejauh ini pararem yang digagas Desa Adat Gelgel di awal penanganan pandemi Covid-19 ini cukup efektif. Ini mampu memutus rantai penyebaran
wabah Covid-19 di sekitar desa setempat. Malah setelah sikap ini diambil, kemudian menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali menerapkan langkah serupa, untuk mengurangi aktivitas warga dan physical distancing. ‘’Sejak pertama kali diterapkan sampai berakhir, tidak ada sampai dijatuhi sanksi adat. Kalaupun ada beberapa warga belum paham, kami lakukan upaya persuasif, sehingga semua warga desa adat mau mematuhinya,’’ tegasnya. Penerapan upaya-upaya pencegahan di Desa Adat Gelgel dilakukan langsung Satgas Goyong Royong. Satgas sejauh ini cukup maksimal melakukan tugas-tugasnya. Wilayah Desa Adat Gelgel cukup luas, mewilayahi tiga desa dinas, yakni Gelgel, Kamasan dan Tojan. Dalam sehari, setidaknya ada sekitar 60 orang yang bertugas di lapangan. Di antara mereka ada klian banjar hingga anggota linmas. Selama masa pandemi ini, pihak desa adat juga sudah mencairkan kompensasi sembako untuk seluruh warga Desa Adat Gelgel. Total, seluruhnya mencapai 17 ton beras senilai Rp 152 juta. Ada juga mie instan Rp 52 juta, minyak goreng seharga sekitar Rp 37 juta dan lainnya. Total, sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 270 juta. Sembako dibagikan merata kepada semua warga sekitar 3.200 KK. (kmb31)
Putu Arimbawa
Polres Gianyar Dibantu APD Dewan Bali
Gianyar (Bali Post) Aparat kepolisian juga menjadi garda terdepan menangani Covid-19, sebab mereka juga bersentuhan dengan warga yang terinfeksi wabah ini. Melihat kondisi tersebut, Polres Gianyar menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari anggota DPRD Bali, Rabu (29/4) kemarin. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, S.IK., S.H., M.H. mengatakan, APD itu memang menjadi kebutuhan utama polisi menjalankan tugas. APD ini tentunya sangat berguna untuk menunjang tugas kepolisian. ‘’Khususnya di wilayah hukum Polres Gianyar menghadapi pandemi Covid-19, tentu ini akan sangat berguna,’’ katanya. Kapolres Gianyar mengatakan, APD ini akan segera didistribusikan kepada personel yang berada di lapangan, khususnya aparat yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Tidak hanya itu, khusus untuk APD, Kapolres Gianyar telah memberikan pelatihan kepada personel Polres Gianyar tentang cara pemakaian dan prosedur penggunaan APD yang benar. ‘’Kami telah latih personel tentang cara penggunaan dan prosedur pemakaian APD yang benar. Pemakaian APD itu dilatih langsung oleh Paur Kesehatan Polres Gianyar yang membidanginya,’’ jelasnya. Anggota DPRD Provinsi Bali I Made Rai Warsa mengatakan, bantuan APD ini memang diberikan untuk mendukung tugas jajaran Polres Gianyar, yang sampai saat ini berinteraksi langsung di masyarakat. Terutama warga yang diduga positif Covid-19. ‘’Semoga dengan adanya alat pelindung diri (APD) dan masker yang kami berikan ini dapat membantu menunjang tugas Polri selaku pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat,’’ ucapnya. (kmb35)
BANTUAN APD - Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana saat menerima bantuan APD di Mapolres Gianyar, Rabu kemarin.
Kamis Umanis, 30 April 2020
Ketua DPRD Gede Dana Dukung Penuh Rasionalisasi Anggaran DPRD untuk Penanganan Covid-19 PENANGANAN Covid-19 sejatinya memang memerlukan anggaran yang cukup besar. Pemkab Karangasem telah maksimal menyisir anggaran untuk penanganan tersebut. Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, mendukung penuh langkah rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 secara optimal. I Gede Dana yang juga Ketua DPRD Karangasem itu menyatakan, lembaga DPRD pada intinya setuju penyediaan anggaran yang memadai untuk penanganan Covid-19.
I Gede Dana
Dengan catatan harus sesuai ketentuan, dan sepanjang peruntukannya tepat sasaran. ‘’Kami harapkan pihak eksekutif serius menangani penyebaran Covid-19 ini. Masalahnya masih terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif transmisi lokal,’’ ujar I Gede Dana mengingatkan. Gede Dana menambahkan, dalam upaya penanganan Covid-19 secara optimal pihaknya telah beberapa kali mengundang TAPD untuk mengadakan rapat koordinasi guna membahas pen-
ganggaran Covid-19, terakhir sesuai surat undangan Dewan Karangasem Nomor : 005/322/DPRD, tanggal 28 April 2020. Tetapi justru pihak eksekutif tidak hadir ketika diundang membahas anggaran penanganan Covid-19 itu. ‘’Ada tiga hal diprioritaskan, yakni Bidang Kesehatan, Dampak Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net). Jadi, pada intinya kami DPRD mendukung penuh rasionalisasi anggaran di DPRD untuk penanganam Covid-19 ini,’’ kata Gede Dana.
Selesai Jalani Karantina Puluhan PMI Dipulangkan Amlapura (Bali Post) Puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang menjalani masa karantina di Hotel Ramayana, Candidasa dipulangkan, Rabu (29/4) kemarin. Mereka dipulangkan ke rumahnya masing-masing karena telah usai menjalani karantina Covid-19 selama 14 hari. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mengatakan para pekerja migran itu dipulangkan karena mereka sudah mengikuti masa karantina selama 14 hari. Jumlah
PMI yang dipulangkan dari Hotel Ramayana sebanyak 21 orang. ‘’Setelah menuntaskan masa karantina, mereka dinyatakan sehat pascamenjalani berbagai macam tes dari rapid test hingga swab,’’ ujarnya. Mas Sumatri menam-
bahkan, warga masyarakat diharapkan menerima kepulangan para PMI ke rumahnya masing-masing. Jadi, tidak bolah ada yang mengucilkanm apalagi menolak mereka. ‘’Kami harap tidak ada pengucilan, apalagi penolakan. Karena semua
PMI itu sehat,’’ pintanya. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gede Darmawa menambahkan, hingga 28 April 2020 tercatat 209 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih menjalani masa karantina. Kepada PMI yang sudah diperbolehkan pulang, mereka tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang ada. Mereka diminta tetap menjalani karantina secara mandiri
selama 14 hari untuk evaluasi kesehatan. ‘’Meski sudah dinyatakan sehat, kami berharap kepada para tenaga kerja migran itu agar disiplin melakukan karantina mandiri. Kami meminta desa dinas dan desa adat serta keluarga, bersama-sama mengawasi PMI yang pulang itu, agar mereka tidak berkeliaran,’’ harap Darmawa yang juga Sekda Karangasem ini. (kmb41)
Satgas Gotong Royong Dijatah Sembako Singaraja (Bali Post) Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana akan memberikan bantuan beras kepada Satgas Gotong Royong Covid-19 seluruh desa dan kelurahan di Buleleng. Bantuan itu sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap kerja anggota Satgas Gotong Royong Covid-19 yang sudah melakukan berbagai upaya mencegah virus Corona di
desa dan kelurahan. Bupati Putu Agus Suradnyana, Rabu (29/4) kemarin mengatakan, Satgas Gotong Royong Covid-19 itu juga disibukkan dengan pendataan dan penjemputan hingga melayani pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di masing-masing desa. Kerja itu bukan mudah, tetapi juga penuh risiko, sudah pasti terjadi kelelahan hingga
potensi penularan dari orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Selain itu, Satgas juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Sinergitas penanganan hingga lapisan terbawah itu diharapkan efektif, dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona. Santunan itu berupa beras sebanyak 25 kg selama satu bulan. Pemberian santu-
nan itu akan dianggarkan melalui APBD Kabupaten Buleleng. ‘’Banyak manfaat keberadaan anggota Satgas Gotong Royong ini. Mereka juga meninggalkan pekerjaan untuk melakukan tugas. Karena itu mereka sangat berhak menerima bantuan,’’ katanya. Bupati juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang dirasakan
masyarakat Buleleng. Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) sedang melakukan validasi data penduduk yang berhak menerima bantuan itu. ‘’Kepala Dinas Sosial (Dinsos) saya instruksikan bergerak cepat melakukan validasi data, agar pertengahan bulan Mei sudah cair. Kasihan masyarakat terlalu lama menunggu bantuan itu,’’ harap Bupati. (kmb38)
Hindari Masyarakat Stres di Rumah
Warga Susuan Dibantu Seribu Paket Bibit Agar masyarakat terhindar dari stres akibat lama diam di rumah, Dinas Pertanian Karangasem melakukan terobosan. Dinas Pertanian memberikan bantuan ribuan paket bibit pertanian kepada warga di Desa Adat Susuan, Karangasem, Rabu (29/4) kemarin. Bantuan yang diberikan itu selain agar ada kegiatan konstruktif bagi masyarakat, juga untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di tengah pandemi Covid-19 ini. Apa saja jenis bantuan bibit yang diberikan itu? Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandi mengatakan, kegiatan itu merupakan implementasi program Dinas Pertanian. Bantuan yang diberikan itu berupa seribu paket bibit pertanian khususnsya sayur-sayuran. Bibit yang disalurkan itu yakni 10 ribu bibit cabai, 5 ribu bibit terong ungu dan putih, dua ribu gram benih bayam, 1.000 gram benih sawi ditambah 11 ribu polibek. Pengadaan bibit itu menggunakan dana dari gaji para pegawai yang disisihkan selama ini. ‘’Bantuan bibit ini diberikan untuk mengisi waktu agar
tidak stres saat masyarakat diminta diam di rumah, sesuai imbauan pemerintah. Kita harap, bantuan bibit ini nantinya bisa dikembangkan masyarakat di pekarangan rumahnya masing-masing. Dengan bantuan itu agar masyarakat tidak kesulitan lagi dalam upaya pemenuhan pangan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini,’’ ucapnya. Setelah bantuan bibit itu disalurkan, kata Supandi, agar bisa ditanam dengan baik. Pihaknya tidak ingin setelah bantuan ini diberikan malah tidak dikembangkan secara optimal. ‘’Intinya bibit
itu ditanam dulu, setelah itu dipelihara dengan baik, sehingga mampu dimanfaatkan. Hasilnya sudah tentu untuk memenuhi kebutuhan khususnya pangan. Dalam pengembangannya, akan dilakukan pendampingan oleh petugas penyuluh dengan harapan
program itu sukses,’’ katanya. Di awal kegiatan ini, kata Wayan Supandi, pihaknya memberikan bantuan kepada tiga desa adat yang ada di wilayah perkotaan. Tiga desa adat yang dijadikan percontohan itu yakni Desa Adat Susuan, Desa Adat Subagan, Desa
Bali Post/kmb41
BANTUAN BIBIT - Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandi saat menyerahkan bantuan bibit secara simbolis kepada warga Desa Adat Susuan.
Adat Karangasem. ‘’Kami pilih tiga desa adat ini. Kenapa, permasalahan sayuran itu sebenarnya ada di masyarakat perkotaan. Asumsi kami masyarakat yang ada di pedesaan, mereka sudah punya lahan kebun ladang luas, sehingga sayuran tidak masalah buat mereka,’’ jelas Supandi. Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan Gede Sandi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Dinas Pertanian terkait batuan ini. Selama ini masyarakat jenuh dengan kebijakan diam di rumah. Jadi bantuan bibit ini diharapkan dapat membuat masyarakat beraktivitas mengembangkan komoditas ini. ‘’Pemberian bibit ini ibarat obat bagi masyarakat agar berkegiatan untuk menghilangkah stres. Bisa spaneng diam di rumah tidak ada aktivitas, tapi sekarang ini masyarakat bisa mengembangkan bibit yang telah diberikan agar ditanam di perkarangan rumahnya masing-masing,’’ harapnya. (nan)
Sebelumnya, kata Gede Dana, Bupati Karangasem berbicara di media, menganggarkan Rp 86,7 miliar penanganan Covid-19. Namun disampaikan ke dewan pada rapat pertama TAPD turun menjadi Rp 36 miliar. Kemudian rapat kedua justru berkurang lagi dengan hanya tersisa Rp 12 miliar. ‘’Kami lembaga dewan mempertanyakan konsistensi eksekutif merancang anggaran penanganan Covid-19 itu. Pertanyaan besar, ke manakah anggaran Rp 86,7 miliar itu,’’ tanya Gede Dana heran.
Lebih lanjut dikatakannya, jangankan belanja perjalanan dinas yang merupakan anggaran tidak wajib, gaji dewan pun siap dipangkas. Namun, Gede Dana juga berharap unsur pimpinan eksekutif di Karangasem juga harus berani melakukan hal sama. Bahkan anggaran aspirasi pokok-pokok pikiran DPRD pun telah lebih dulu dinolkan pihak eksekutif. ‘’Karena itu perlu koordinasi dan komunikasi yang baik antara lembaga eksekutif dan legislatif,’’ pinta Gede Dana dengan rendah hati. (ad337)
Realisasi JPS Dampak Covid-19 Tunggu Verivali Data Singaraja (Bali Post) Pemerintah pusat dipastikan akan merealisasikan bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19. Kebijakan ini dituangkan dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Hanya, pemerintah belum merealisasikan bantuan bagi warga terdampak pandemi Covid-19 karena masih melakukan verivali atau verifikasi dan validasi data agar tidak ada penerima bantuan ganda. Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Drs. Gede Suyasa di ruang kerjanya, Rabu (29/4) kemarin mengatakan, sesuai kebijakan Nasional, pemerintah akan menggelontorkan empat jenis bantuan melalui program JPS. Bantuan ini yaitu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Sembako Non-Program (SNP). Setelah data penerimanya sudah valid, rencananya realisasi JPS ini dilakukan serentak. Di mana penyerahannya dilakukan di setiap Kantor Pos Indonesia di daerah. ‘’Ada empat program yang akan direalsiasikan dan rencananya serentak melalui kantor Pos. Kami masih menunggu instruksi pemerintah pusat kepastian realisasinya,’’ katanya. JPS dengan empat program yang akan digulirkan itu, kata Gede Suyasa, penerimanya adalah penduduk yang sudah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterbitkan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos-RI). Semula penduduk yang masuk DTKS di Kabupaten Buleleng sebanyak 74 ribu jiwa. Kemudian berkembang menjadi 76 ribu jiwa. Data ini sekarang masih dimutakhirkan, karena target penduduk yang sudah masuk DTKS itu bisa di-cover sebanyak 60 ribu jiwa. Untuk memverivali data tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) sendiri sejak 10 hari terakhir mengebut pemutakhiran data berdasarkan nama dan alamat atau lebih dikenal dengan istilah by nama by address. Dari jumlah awal, Dinsos sendiri sudah menyelesaikan verivali data sebanyak 18 ribu jiwa. Data ini terus dimutakhirkan dan ditargetkan paling lambat harus sudah tuntas Mei 2020, sehingga data terbaru itu akan diusulkan kepada pemerintah pusat merealisasikan empat program JPS akibat virus Corona itu. ‘’Karena terjadi perubahan data itu, pusat memerintahkan kita melakukan verivali kembali. Dan hal itu masih berproses. Sebenarnya pimpinan ingin cepat merealisasikan, tetapi karena data ini harus valid, makanya pemutakhiran data itu kita genjot dulu, sehingga tidak terjadi penerima bantuan ganda,’’ jelasnya. Gede Suyasa menambahkan, realisasi JPS itu tidak saja dari pemerintah pusat. Bantuan yang sama juga direalisasikan melalui pemerintahan desa yang telah mendapatkan kuota Alokasi Dana Desa (ADD). Skema yang akan dilakukan pemerintahan desa adalah wajib meng-cover penduduk yang tidak termasuk DTKS Kemensos-RI. Untuk menentukan siapa saja sasaran penerima bantuan yang bersumber dari ADD itu, pemerintahan desa ditugaskan melakukan musyawarah desa (musdes). Kebijakan ini dilakukan di desa, karena siapa saja penduduk yang terdampak Covid-19 yang paling memahami kondisinya ya... pastinya pemerintahan desa dan jajarannya. ‘’Katakanlah pekerja yang sudah di-PHK. Mereka itu tidak masuk dalam DTKS, sehingga data itu ditangani ADD. Siapa saja penerimanya, desa yang lebih tahu yang ditentukan melalui musdes,’’ jelasnya. (kmb38)
Warga Padangkerta Dilarang Terima Tamu Luar Amlapura (Bali Post) Pasca-ada tambahan warga positif terjangkit virus Corona atau Covid-19, membuat Desa Padangkerta kian meningkatkan pengawasan terhadap warga luar. Warganya telah diimbau, selama pandemi Covid-19 ini, tidak diperkenankan berkunjung atau menerima tamu dari luar desa setempat. Bendesa Adat Padangkerta Gusti Ngurah Putra mengungkapkan hal itu, Rabu (29/4) kemarin. Pihak desa memang meningkatkan kewaspadaan pasca-adanya tambahan warga positif Covid-19 akibat tranmisi lokal. Menurutnya, untuk memutus penyebaran virus itu semakin bertambah, semua warga menyatakan komit mening-
katkan kewaspadaan. ‘’Kami mengimbau kepada semua warga ada di rumah masing-masing. Selama pandemi Covid-19 ini. Kami benar-benar minta warga melakukan pembatasan aktivitas agar tidak terjangkit. Jangan dulu mendatangkan tamu dari desa jauh,’’ harapnya. Ngurah Putra mengatakan, pihaknya memastikan tidak ada kerumunan warga di wilayahnya. Bahkan, sudah menugaskan pecalang rutin melakukan patroli dan melakukan penjagaan di jalan protokol mulai pukul 19.00 Wita sampai 23.00 Wita. ‘’Patroli dilakukan sampai masuk ke desa-desa guna memastikan tidak ada warga berkumpul,’’ tegasnya. (kmb41)
Kamis Umanis, 30 April 2020
Surplus 120.000 Ton Beras Terkait pangan beras, dikatakan, jumlah konsumsi masyarakat Bali dari April hingga Desember 2020 diprediksi lebih dari 280.000 ton. Sementara ketersediaan beras di Bali hingga akhir tahun 2020 sebanyak 400.000 ton (hasil panen petani lokal), sehingga Bali surplus 120.000 ton beras. Bahkan, surplus ini diprediksi akan jauh lebih banyak, karena konsumsi wisatawan berkurang, seiring dengan tidak adanya kunjungan wisatawan ke Bali selama pandemi Covid-19. Komoditi kebutuhan pangan lainnya, dikatakannya, juga tidak ada masalah. Hanya bawang merah dan bawang putih yang akan mengalami kekurangan. Hingga akhir tahun 2020, kekurangan bawang
merah diprediksi sebanyak 2.700 ton dan bawang putih sebanyak 9.500 ton. ‘’Untuk dua komoditi ini (bawang merah dan bawang putih - red) sudah saya lapor ke Gubernur Bali dan Kementerian Pertanian pada saat teleconference, dan akan dipenuhi dari luar Bali. Bahkan bawang putih saat ini sudah datang, dan sudah kami koordinasikan dengan pihak Bulog agar distok lebih banyak,’’ tandas Wisnuardhana dalam Talkshow Merah Putih ‘’Antisipasi Ketersediaan Logistik dalam Pandemi Covid-19’’ di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Sementara itu, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam sangat surplus, bahkan harganya sangat murah, karena relatif sulit pemasarannya. Selama ini komoditi pertanian Bali sebanyak 20-30 persen terserap di
hotel dan swalayan, sehingga dalam kondisi seperti saat ini pemasarannya sangat sulit. ‘’Untuk di Bali distribusi kebutuhan pokok tidak ada kendala, hanya di Nusa Penida karena di sana tidak ada sawah, sehingga harus didistribusikan lewat transportasi laut,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, Anak Agung Ngurah Agra Putra, mengatakan kondisi ritel di Bali pada kuartal I tahun 2020, baik ritel modern maupun tradisional meningkat atau tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Terutama pada bulan Maret, karena ada hari raya Nyepi dan panic buying masyarakat Bali akibat pandemi Covid-19. Ini membutuhkan stok bahan pangan di Bali memadai.(win)
Bali sebagai hub pariwisata nasional masih memiliki tantangan dalam menggarap tenaga kerja pariwisata di sektor penunjang industri. Misalnya freelance driver, rafting guide, pengelola desa wisata, boat captain, dan sebagainya yang jarang bahkan belum tersentuh program pelatihan yang komprehensif. Sistem uji kompetensi di dunia perhotelan dan restoran juga masih menyisakan tugas tindak lanjut, misalnya seorang karyawan yang telah menduduki posisi supervisor namun hanya memiliki sertifikat kompetensi di level rank and file tidak melanjutkan proses uji kompetensinya di tingkat jabatan yang sekarang. Kembali pada program padat karya bidang pariwisata, sebaiknya agar digarap dengan berbagai pertimbangan, sehingga hasilnya nanti memiliki manfaat yang berkesinambungan. Pertimbangan tersebut meliputi: 1) Kelemahan kompetensi SDM saat ini; 2) Jenis dan modul pelatihan yang dibutuhkan untuk peningkatan kompetensi; 3) Strategi persiapan SDM dalam menghadapi tren baru pascaCovid-19; 4) Mencakup seluruh SDM pariwisata yang mewakili berbagai sektor kegiatan wisata;
5) Melibatkan para ahli lokal bersertifikat di bidang industri; 6) Skema ujian dan fakta integritas bagi peserta pelatihan; 6) Peluang untuk menggarap hal baru untuk kemajuan kepariwisataan; dan 7) Manfaat bagi keberlangsungan industri pariwisata dan hidup masyarakat. Ketujuh poin di atas ini adalah bertujuan untuk menepis bahwa bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat membutuhkan bentuk kegiatan yang formalitas saja. Sebaliknya, pemerintah dalam hal ini memiliki hak dan kesempatan untuk mengambil manfaat balik dari bantuan yang digulirkan, yaitu SDM yang unggul, pariwisata yang berkualitas, kondisi ekonomi yang sehat serta kesejahteraan masyarakat. Kita sangat memahami bahwa waktu yang tersedia sangat singkat untuk merancang, melakukan persiapan hingga pelaksanaan programnya. Namun dengan koordinasi dan sinergitas semua pemangku kebijakan dan stakeholders kepariwisataan, kita yakin program ini akan dapat bergulir dengan baik. Kita semua mengetahui bahwa program padat karya bidang pariwisata ini menganggarkan rancangan biaya yang tidak sedikit, maka dari itu kita dorong bersama-sama agar program ini
tepat implementasi, tepat sasaran serta tepat manfaat. Bantuan yang juga tersedia dalam bentuk uang tunai sebagai uang saku atau sebutan lainnya bagi peserta program diharapkan dapat membantu meringankan biaya hidup keluarga tenaga kerja pariwisata terdampak Covid-19. Program ini harus berkualitas sehingga dapat menstimulasi semangat peserta program yaitu tenaga kerja bidang pariwisata untuk selalu meningkatkan kualitas diri ke depannya. Bahkan nantinya tenaga kerja harus bisa dengan program mandiri karena proses belajar atau berlatih bisa menjadi kebutuhan bagi mereka untuk mencapai karier dan jabatan yang lebih tinggi. Kita yakin jika program padat karya bidang pariwisata ini disiapkan dengan sangat baik maka multiplier effect-nya akan mampu mengakselerasi berbagai hal: kompetensi, kemandirian dan profesionalisme sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung upaya pembangunan pariwisata budaya yang berkualitas dan berkelanjutan serta berbasis kerakyatan.
Masih Memiliki Tantangan
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Djl Rmh 2A, 2L Jln. Paku Sari HP/WA:085338259999
B.BP.004.04.20.0000332
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Rmh 2KT,1KM Jl.Tunjung Biru III/A15 Pemogan 087853383748
B.BP.001.04.20.0000327
PROPERTY DIJUAL TANAH
Jual Tnh Daerah Pering Gianyar SHM, Hub:081338451085
B.BP.001.04.20.0000331
KEHILANGAN Hilang BPKB No.5121090-J DK 1168 HL AN.I Ketut Jaya
B.BP.001.04.20.0000325
Hlg SHM No.HM 00561-Dauh Puri Klod Ls.250M2 An.I Nyoman Suka
B.BP.001.04.20.0000326
Penulis, praktisi, Akademisi dan Trainer Kepariwisataan
Tegas kepada PMI/ABK Kedua, kepada para PMI/ ABK agar benar-benar tertib dan disiplin selama mengikuti karantina, tidak boleh menerima tamu, tidak boleh keluar, dan tidak boleh bandel. Ketiga, kepada aparat keamanan yang bertugas di tempat karantina agar bertindak tegas terhadap PMI/ABK yang tidak tertib dan tidak disiplin. Keempat, kepada Bupati/ Wali Kota melalui Gugus Tugas agar melaksanakan rapid test kepada para PMI/ABK yang dikarantina, baik yang dikarantina oleh kabupaten/ kota maupun yang melaksanakan karantina secara mandiri. Selain itu agar segera melaksanakan rapid test di banjar/desa bagi semua warga yang berpotensi terkena positif Covid-19 yang ditularkan oleh PMI/ABK di wilayahnya, seperti di Banjar Srokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli dan Desa Padangkerta dan Desa Bungaya Kangin, Kabupaten Karangasem. Kelima, pelaksanaan rapid test akan dikoordinasikan oleh Gugus Tugas Provinsi
Bali termasuk penyediaan rapid test kit yang diperlukan oleh Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, Gugus Tugas Kabupaten/ Kota dan Dinas Kesehatan yang menangani Covid-19 agar aktif dan selalu siaga untuk berkoordinasi agar penanganan Covid-19 dapat dilaksanakan dengan cepat. Keenam, kepada Bupati/Wali Kota se-Bali agar segera mengambil kebijakan untuk memperketat pergerakan masyarakat yaitu; bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah, dan mengurangi/ membatasi aktivitas dan interaksi dengan masyarakat di luar rumah yang melibatkan banyak orang. Ketujuh, kepada desa adat dan desa/kelurahan melalui Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa agar bersinergi dalam rangka memperketat pergerakan dan memantau aktivitas warga di wilayahnya. Kedelapan, mengimbau kepada krama Bali agar benar-benar tertib dan disiplin mengikuti kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah dengan melaksanakan standar kesehatan; kalau keluar rumah
harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan selalu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kese m b ila n, keg ia t a n usaha pasar, toko, dan warung tetap bisa dilaksanakan dengan waktu secara terbatas serta mengikuti standar kesehatan secara tertib, disiplin, dan sedapat mungkin pelayanan dilakukan secara online. Kesepuluh, kepada desa adat bersama desa/kelurahan agar dengan tertib dan disiplin melaksanakan kegiatan upakara secara niskala yaitu Nyejer dan Nunas Ica setiap hari di Pura Kahyangan Tiga sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, memohon agar Covid-19 segera berakhir. Kesebelas, saya harus menegaskan kembali kepada semua pihak dan krama Bali bahwa penularan Covid-19 hanya bisa diatasi dengan perilaku yang tertib dan disiplin, tidak boleh bengkung, tidak boleh maboya, tidak boleh belog ajum; sayangi diri sendiri, sayangi keluarga, dan sayangi sesama demi keselamatan bersama. Ikutilah arahan pemer-
intah dan pemerintah daerah. ‘’Sebagai Gubernur Bali dan selaku Ketua Gugus Tugas, saya harus menyampaikan dan memastikan bahwa Gugus Tugas Provinsi Bali bersamasama Gugus Tugas Kabupaten/ Kota se-Bali dengan dukungan berbagai pihak akan terus bekerja keras dengan berbagai upaya yang inovatif, baik secara niskala dan sekala dalam menangani Covid-19. Astungkara, semoga Covid-19 cepat berakhir. Svaha,’’ kata Koster. Sebagai Gubernur Bali dan mewakili masyarakat Bali, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada para tenaga medis, Bapak Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kajati Bali, Bupati/Wali Kota se-Bali, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, para Camat, Bandesa Adat, Kepala Desa, Satgas Gotong Royong, Relawan Desa, dan para pihak yang telah berdedikasi dan berkontribusi secara nyata tanpa lelah secara bersama-sama dalam menangani Covid-19. Namun, kita masih harus bersabar sambil terus bekerja sama dan samasama bekerja sampai Covid-19 berakhir.(kmb)
Di Buleleng, Pemkab Buleleng di bawah ‘’kendali’’ Bupati Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutjidra) dari segi anggaran telah dilakukan refocusing anggaran. Semula angaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dialokasikan Rp 13 miliar, kemudian direvisi menjadi Rp 17 miliar. Sejalan dengan perkembangan kasus Covid-19, anggaran ini kembali ditambah, sehingga Buleleng mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 Rp 57 miliar. Bupati Agus Suradnyana juga menyiapkan fasilitas di rumah sakit yang memadai untuk perawatan pasien positif terinfeksi Covid-19. Kebijakan ini kemudian dilakukan dengan membuat rumah sakit khusus untuk isolasi pasien positif virus Corona. Fasilitas
ini dibentuk dengan memfungsikan Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas sebagai rumah sakit isolasi Covid-19. Tidak cukup di RSP Giri Emas, Bupati kembali melakukan antisipasi kemungkinan buruk selama pandemi akan terjadi penambahan pasien dengan memfungsikan Ruang VIV Mahotama RSUD Buleleng untuk ruang isolasi. Dalam upaya penanganan Covid-19 ini, Tim Anggaran Pemkot telah melakukan revisi terhadap sejumlah kegiatan dalam rangka refocusing anggaran. Karena sejumlah kegiatan tidak bisa berjalan, sehingga bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, saat ini alokasi anggaran untuk kesehatan membengkak menjadi Rp 29,9 miliar. Anggaran ini dilakukan dengan mereposisi sejumlah
dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Karena tidak digelar, dananya dialihkan untuk penanganan Covid-19, alat kesehatan, rapid test, tempat karantina, serta kegiatan lainnya untuk penanganan Covid-19. ‘’Covid-19 ini kan tidak terduga, sehingga dana penanganannya dilakukan setelah mereposisi anggaran yang sudah ada,’’ ujar Rai Mantra. Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi wabah Covid-19, selain melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitazer, juga menyiapkan dana hingga Rp 114 miliar untuk menangani wabah pandemi ini. ‘’Kesehatan masyarakat menjadi prioritas kami. Dalam situasi begini kami berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga bisa meringankan beban masyarakat,’’ ungkap Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.
Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini juga menyiapkan ruang isolasi untuk pasien yang terpapar virus Corona. Ruang isolasi ini akan disiapkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Badung. ‘’Kami juga telah mengeluarkan enam kebijakan strategis utamnya untuk meringankan beban masyarakat,’’ katanya. Kebijakan tersebut adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Badung meliputi menggratiskan pembayaran PDAM untuk rumah tangga dan sosial selama 3 bulan, pemberian sembako untuk masyarakat terdampak, insentif untuk masyarakat Badung yang di-PHK dan atau dirumahkan termasuk sektor informal, menyiapkan rumah singgah untuk PMI/ABK, pembiayaan BPJS, pengadaan APD dan insentif kepada tenaga medis serta pemberian masker kepada masyarakat. (tim BP)
Siapkan Rumah Sakit Khusus
PENGUMUMAN Saya, Ari Misda J.S 30Th dari Susut Menyatakan Permohonan Maaf kepada PT.Artha Sedana Gianyar atas Perbuatan Pencurian yg tlh sy lakukan 28/4/20, sehingga merugikan PT.Artha Sedana Gianyar.Demikian Permohonan maaf ini saya sampaikan. B.BP.001.04.20.0000328
Saya.Kadek Lisa Yani.24th.Lrt dari Bd.Tegal Ds.Patemon Kec. Seririt-Buleleng Menyatakan Permohonan Maaf Kpd PT.Arta Sedana Singaraja(Cbng Seririt) atas Pencurian yg saya lakukan shg merugikan Perusahaan. Demikian Permohonan maaf ini saya sampaikan. Terimakasih B.BP.004.04.20.0000302
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
kamis umanis, 30 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Bergotong Royong Atasi Beban Kehidupan PANDEMI Covid-19 ini memang menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat global. Korban jiwa dan perekonomian dunia ambruk. Banyak asumsi bahwa kondisi ini jauh lebih buruk daripada pascaperang. Baik Perang Dunia I maupun Perang Dunia II. Meski demikian, di tengah kesulitan yang kita alami saat ini, tentu ada hal positif yang kita temui. Ada skenario yang muncul secara dadakan. Ini tentu hal positif yang patut disyukuri. Seperti kita ketahui, banyak muncul semangat muda yang kreatif serta inovatif. Dari segala macam lapisan kulit masyarakat. Dengan berbagai disiplin ilmu dan pekerjaan. Banyak dari mereka yang dirumahkan karena kondisi perusahaan di mana mereka bekerja. Dapat kita lihat banyak muncul bakat-bakat ‘’dadakan’’. Yang tiba-tiba muncul bakat terpendam sebagai juru masak dengan aneka olahan masakan. Diunggah di medsos, ditawarkan dan deal! Olahan masakan tradisional, aneka kue, roti, minuman dan sebagainya. Tidak pernah terbayang sebelumnya kalau saja tidak ada pandemi. Bakat itu pasti terus terpendam. Tidak penting amat apakah itu bakat atau memang karena terpaksa, tetapi itulah upaya maksimal yang bisa dilakukan pada masa-masa sulit ini. Di sisi lain, tentu pemerintah tetap menjadi penyemangat dengan terus melakukan upaya inti dalam konteks pemulihan akibat pandemi ini. Jangan lupa terus monitor kondisi ini sebagai benih untuk menggairahkan upaya pembentukan wirausaha. Kondisi sekarang sulit. Tidak usah dipersulit lagi oleh upaya teoretis yang tidak menyelesaikan masalah. Langsung ke langkah praktis. Omong banyak tanpa manfaat hanya bagi pembual. Teori banyak hanya bagi pemimpi. Wujudkan tekad kerja, kerja dan kerjanya yang nyata dalam kondisi sulit ini. Sekecil apa pun kerja kita, itu sangat berharga. Mari satukan kekuatan untuk bisa mengatasi beban kehidupan yang akan datang. Masalah ini tentu tak mudah kita urai jika hanya dengan mengandalkan kekuasaan, kelompok dan kekayaan. Harus ada partisipasi semua pihak untuk memastikan kita bisa keluar jadi pemenang, jika pandemi kali ini kita anggap perang.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Optimalkan Peran Para Guru Penularan lokal katanya terus terjadi di Bali. Namun, informasi terkait bagaimana penularan lokal yang terjadi tergolong sangat terbatas. Jika ini tak segera dijelaskan kepada publik, saya khawatir masyarakat tak tahu bagaimana model penularan lokal ini terkondisikan. Saya punya usul agar Kominfo lebih banyak membuat iklan-iklan layanan masyarakat yang isinya mengajak masyarakat sadar dan waspada terhadap hal ini. Tempat-tempat mana saja yang harus diwaspadai terkait hal ini. Terkait dengan jumpa pers soal perkembangan jumlah penambahan pasien positif, meninggal dan sembuh, saya setuju itu tetap dilakukan. Namun harus diimbangi dengan pesan-pesan efektif untuk mengedukasi masyarakat lebih waspada. Jika perlu libatkan guru–guru dalam hal ini. Guru saya pikir perlu diberikan peran menyadarkan anak didiknya untuk tetap waspada. Jangan hanya berlomba memberikan tugas rumah kepada anak didik yang pada gilirannya juga menimbulkan beban baru. Jika anak setres imunnya juga akan terganggu dan ini katanya berisiko. Mari bersama-sama membangun kesadaran baru mewaspadai Covid-19. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Buka Pasar Baru Merebaknya Covid-19, kini banyak karyawan dan pekerja yang dirumahkan, malah banyak pula yang di-PHK. Konkretnya mereka mengalami kesulitan untuk menyambung hidupnya. Selaku pembaca, saya menyodorkan usulan kepada pemerintah untuk memfasilitasi dibukanya pasar-pasar (tradisional) baru. Anggaplah pasar itu sebagai pasar kaget. Lokasinya di mana? Di mana saja bisa, yang pasti agak jauh dengan pasar induk. Keuntungan dibukanya pasar baru tersebut: (1) Menunjang program mengatur jarak atau physical distanting karena mereka sudah terpencar ke pasar-pasar yang lebih kecil, (2) Menampung mereka yang di-PHK untuk berjualan di pasar tersebut, (3) Peredaran perekonomian semakin bertambah sehat dan tidak lesu seperti yang ada sekarang. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja
POJOK
Pemkot Denpasar kaji pembatasan berskala desa/kelurahan. - Sejalan dengan harapan rakyat. *** Desa Abuan Bangli dikarantina, seluruh warga di-’’rapid test’’. - Protokolnya memang begitu. *** Mangkir ’’rapid test’’, PMI akan dijemput paksa. - Diperhatikan malah bandel.
Grafis : Tomik Cahya
Satukan Komitmen Selamatkan Bali KASUS positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Bahkan, publik kembali dibuat tercengang lantaran pada Selasa (28/4), jumlah kasus harian mencapai 22 kasus. Lonjakan ini adalah yang tertinggi dibandingkan sebelumnya. Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona telah dilakukan, tidak saja oleh pemerintah melainkan masyarakat hingga tingkat desa adat dan banjar. Namun, upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Netizen pun kembali menyuarakan pentingnya kebijakan lebih agresif dari pemerintah guna menutup celah penularan Covid-19. Jika tak ada langkah progresif, maka pekerjaan pemerintah ke depan sangat berat. Bukan saja soal kesehatan, tetapi juga bencana ekonomi sebagai imbas pandemi Covid-19. Pikiran, tenaga dan anggaran bakal terkuras. Oleh karena itu, saat ini sebaiknya dipikirkan solusi lebih efektif guna melindungi Bali. Tak kalah pentingnya, peran masyarakat dengan selalu disiplin menjalankan protokol pencegahan virus Corona. Semua elemen masyarakat, tanpa terkecuali, mesti terlibat aktif. Virus adalah musuh tak terlihat, sehingga jangan sekali-sekali meremehkannya. Siapa saja bisa tertular jika tak menjaga diri dengan baik. Pada intinya, netizen mengajak semua komponen menyatukan komitmen demi menyelamatkan Bali. Berikut komentar sejumlah netizen. Mas Teddy Wahyudhana Yah, saling menyalahkan. Kalau bukan orang medis lebih baik cukup ikuti arahan pemerintah, social distancing dan pakai masker setiap kali ke luar. Selebihnya, batasi informasi tentang Covid karena informasi banyak tapi tidak dimengerti hanya bikin sakit mental, ujung-ujungnya imun lemah, psikomatis. Yang harusnya kerja, silakan kerja, ingat pakai masker, jaga jarak. Yang bisa di rumah, syukur, diam di rumah. Langkah pemerintah sudah tepat. Pemerintah dalam situasi pandemi tidak mungkin ambil tindakan tanpa konsultasi dengan tim ahli, menimbang risiko medis, risiko sosial dan ekonomi, itu pasti ada ahlinya. Jangan jadi ilmuwan dadakan. Hujat sana-sini tidak menyelesaikan masalah, yang ada memperkeruh masalah.
gerak masyarakat yang lalu-lalang dari luar kota. Justru menambah parah kondisi ekonomi secara umum. Kondisi ekonomi rakyat yang lemah makin lemah. Kondisi ekonomi yang masih baik jangan makin melemah.
Roy Kikhau Jalan terbaik untuk menghentikan penyebaran virus memang harus lockdown. Tapi jujur, kita tidak punya biaya yang cukup untuk itu jadinya hanya sebatas imbauan untuk jaga jarak, dll. Tapi memang kenyataannya penyebaran akan terus ada dan tidak bisa dihindari.
Kasrieka Gara-gara virus ini banyak pedagang jadi kehilangan mata pencaharian. Mana bantuannya, pak?
Yudi Putra Ketegasan pemerintah sangat lemah dalam rangka pembatasan ruang
Andy Law Obat virus Corona itu harus diupayakan dan diriset dengan para Diskes agar virus Corona terbasmi dan rakyat aman keluar rumah mencari duit untuk beli beras dan sayur, semoga cepat terlaksana vaksinnya. Komang Adi Takut jangan, fobia apalagi. Tapi waspada harus dan wajib. Tetap jaga jarak, jaga kebersihan, jaga sumbangan di rumah.
Ben Brutallity Anda-anda tahu yang menyebar sehingga secepat ini, kenapa tak ada antisipasi sejak awal? Apa mereka berani bayar agar tetap di rumah? Kenapa tak menerapkan camp seperti di Natuna kemarin. Ingin pulang ya ikuti perintah,
tak ingin balik ya stay di sana. Darmika Putra Mari kita waspada, tapi jangan panik. Transmisi lokal sudah mulai banyak, sudah ada 13 kasus trasmisi lokal. Penambahan kasus positif Covid-19 cukup banyak yaitu 22 kasus terkonfirmasi. Tetap waspada, ikuti protokol kesehatan yang ada. Jika keluar rumah pakai masker, selalu cuci tangan dan berusahalah untuk jaga jarak. Asti Swastini Putu Wajar saja. Karena rapid test sudah mulai dilakukan massal. Tinggal ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan masing-masing, sesuai protap resmi yang berlaku. Wena Ajimb Penularan dari oknum PMI yang tidak disiplin, kasihan keluarganya semua kena, dianya masih kuat. Ini sebagai pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada dan taat aturan. Muhammad Iqbal Sudah saatnya seluruh masyarakat yang ada di Bali untuk menaati peraturan pemerintah daerah. Stay at home lebih baik. Ketut Sugiarta Saran dan pendapat sameton itu
semuanya benar. Cuma yang tidak benar itu ketika perut saya lapar dan tidak ada nasi. Mau belanja tapi tak punya uang. Mana yang benar? Mau kerja apa sekarang? Resmiada Wayan Kasus nambah terus, ekonomi masyarakat makin terpuruk. Bagaimana sekarang jalan keluarnya, pak? Kadek Sila Angelina Jangan ngomongin virus, hal yang tak kelihatan. Warga menjerit, tidak bisa makan karena mengikuti imbauan untuk diam di rumah saja, belum dapat solusi. Hal yang kelihatan inilah yang membuat kita tidak dapat menangani virus. Komang Budi Adnyana Pintar-pintar membawa diri saja supaya tidak kena virus dan kelaparan. Jangan pula melakukan hal-hal tidak terpuji. Andi Brawa Jangan terus melihat kanan-kiri, utara-selatan. Lihat yang paling dekat dulu di sekitar kita, masih banyak yang mengabaikan. Siang hari berseliweran, malam Minggu masih groang groeng motor. Ada yang pacaran juga tak lihat lewat di depan rumah. Maaf kalau salah kata, ini cuma imbauan.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Pedungan Peduli Warga Terdampak Covid-19 DESA adat di Bali mulai bergerak menyalurkan sembako menggunakan bantuan dana desa adat untuk jaring pengaman sosial (JPS). Seperti dilakukan Desa Adat Pedungan, Denpasar yang menyalurkan paket sembako kepada kurang lebih 2.700 KK pangarep. Terlebih di desa adat yang memiliki 14 banjar ini, hampir 70 persen warganya bekerja di sektor pariwisata dan sekarang terdampak pandemi Covid-19. ‘’Ada yang di-PHK, ada yang dirumahkan. Artinya dampak Covid-19 terhadap kehidupan sosial masyarakat kita sangat luar biasa,’’ ungkap Bendesa Adat Pedungan I Gusti Putu Budiartha, belum lama ini. Menurut Budiartha, desa adat sudah mendapat lampu hijau untuk melakukan program JPS memakai dana desa adat sesuai instruksi Gubernur Bali. Oleh karena itu, pihaknya memberikan paket sembako kepada seluruh krama pangarep. Artinya, tidak hanya terbatas pada krama yang di-PHK atau dirumahkan saja, tetapi semua krama yang juga terdampak se-
cara sosial ekonomi. ‘’Semuanya biar tidak ada pengecualian. Semuanya pasti terdampak di sini,’’ jelas pria yang juga Ketua Komisi IV DPRD Bali ini. Budiartha menambahkan, paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 1 liter minyak dan 10 pcs mi instan senilai Rp 100 ribu ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 270 juta. Rinciannya, Rp 100 juta diambil dari dana desa adat dan sisanya dari pendapatan asli desa adat. Salah satunya dari LPD Desa Adat Pedungan yang kini memiliki aset Rp 180 miliar. Bantuan sembako untuk pengamanan dari sisi pangan akan terus dilakukan secara bertahap melibatkan banjar dan LPD. ‘’Usaha kita yang paling besar adalah LPD. Itu yang paling kuat pendanaannya mendukung kegiatan
Bali Post/rin
PAKET SEMBAKO - Bendesa Adat Pedungan, Denpasar menyalurkan paket sembako kepada kurang lebih 2.700 KK pangarep. desa adat, di samping ada ban- mengatakan, upaya pencega- sembako ini kepada werdyak usaha lain. Tapi yang lain- han telah dilakukan dengan hatama atau orang-orang tua nya itu bersifat mendukung,’’ penyemprotan disinfektan se- yang tidak mampu,’’ imbuh imbuhnya. cara rutin ke seluruh wilayah Petajuh Baga Pawongan di Sebelumnya, lanjut Budiar- Pedungan. Putaran pertama Desa Adat Pedungan ini. tha, dana desa adat sebesar Rp sudah dilakukan sebanyak Dengan demikian, lanjut 50 juta juga telah digunakan delapan kali dan kini masuk Rinda, sembako yang disaluntuk membentuk Satgas Go- di putaran kedua yang sudah urkan sebetulnya mencapai tong Royong serta melaku- dilakukan dua kali. Selain hampir 3.000 paket. Pihaknya kan tindakan pencegahan dan memanfaatkan dana desa adat, berharap Covid-19 dapat edukasi kesehatan kepada juga memakai dana swadaya segera berlalu, sehingga mamasyarakat sejak satu seten- desa adat. syarakat aman dan kembali gah bulan lalu sesuai instruksi Seiring dengan perkem- bisa melakukan swadharma Gubernur. bangan Covid-19, ada dam- masing-masing. Ketua Satgas Gotong Royong pak sosial dan ekonomi yang Panyarikan Desa Adat PePenanganan Covid-19 Desa juga timbul. Untuk menga- dungan A.A. Made Gede SuAdat Pedungan Wayan Rinda tasi dampak sosial, dilaku- kadana mengatakan, saat ini kan upaya edukasi terhadap pihaknya juga melaksanakan masyarakat agar tidak men- Surat Edaran Gubernur un’’Ada yang di-PHK, ada yang gucilkan pihak-pihak yang tuk mengumpulkan data dirumahkan. Artinya damterdampak, utamanya pe- pekerja migran atau mereka kerja migran. Artinya, secara yang bekerja di luar daerah pak Covid-19 terhadap kekemanusiaan agar jangan Bali. Saat ini sudah terhidupan sosial masyarakat sampai ada diskriminasi. catat ada 12 pekerja migran kita sangat luar biasa.’’ Sedangkan untuk dampak di Pedungan. ‘’Semuanya ekonomi, dengan memberikan s u d a h d i - r a p i d t e s t d a n I Gusti Putu Budiartha bantuan sembako. ‘’Di samp- sudah selesai melakukan Bendesa Adat Pedungan ing untuk KK pangarep, kami karantina. Semuanya sejuga memberikan bantuan hat,’’ katanya. (rin)