Skip to main content

Edisi Sabtu 30 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

SERAHKAN LAPORAN - Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Laporan Keuangan Unaudited Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Provinsi Bali kepada Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto, Jumat (29/3) kemarin.

Koster Serahkan Laporan Keuangan TA 2018 ke BPK

GUBERNUR Bali Wayan Koster secara langsung melakukan Penyerahan Laporan Keuangan Unaudited Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Provinsi Bali di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Bali, Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada pasal 190 dan pasal 191 disebutkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disampaikan oleh Kepala Daerah paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir dan direview oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebelum disampaikan kepada BPK untuk dilakukan pemeriksaan, kata

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya. Dengan disampaikanya laporan pada tanggal 29 Maret 2019 maka penyerahan ini sudah sesuai dengan peraturan. ‘’Saya hadir langsung karena memang ini satu agenda yang harus dijalankan dengan baik dengan tanggung jawab kepala daerah dan saya berharap agar laporan ini bisa diproses lebih lanjut oleh BPK Perwakilan Provinsi Bali,’’ kata Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini

setelah acara penyerahan. Gubernur Koster berharap seluruh kepala perangkat daerah agar meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang terbaik khususnya kesesuaian antara pelaksanaan dengan pertanggungjawaban laporan keuangan. ‘’Saya memerintahkan jajaran saya untuk menyiapkan dokumen, data dan informasi serta keterangan dengan baik,’’ ujarnya. Hal. 15 Beri Apresiasi

MANGROVE - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memimpin langsung kegiatan penanaman mangrove serta pelepasan satwa langka di kawasan Tahura Ngurah Rai Patasari Kuta, Jumat (29/3) kemarin.

Komitmen Menjaga Keberlangsungan Lingkungan

Badung Tanam 5.000 Bibit Mangrove serta Pelepasan Satwa Langka KABUPATEN Badung sebagai daerah penunjang pariwisata, tentu harus terus dijaga utamanya dalam pelestarian lingkungannya. Sebagai aksi nyata sebagai komitmen untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung melakukan aksi tanam mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai Patasari Kuta. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta langsung memimpin ratusan warga yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) OPD di lingkungan Pemkab Badung, lembaga masyarakat, pemuda serta undangan lainnya, yang tumpah ruah melakukan penanaman bibit mangrove. Pada aksi tanam mangrove bertajuk ‘’Badung Peduli Lingkungan, 5.000 Mangrove Berjuta Manfaat’’, sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam di Tahura Ngurah Rai Patasari. Di mana 10 pohon di antaranya merupakan tanaman mangrove langka jenis banang-banang. Selain itu dilakukan pula pelepasliaran satwa spesies hutan mangrove, yaitu seekor burung langka berjenis elang bio, 25 ekor burung tekukur, 7 ekor biawak, 2 ekor kura-kura dan seekor empas (bulus). ‘’Kegiatan ini merupakan salah satu dari 6 prinsip dasar pembangunan di Ka-

bupaten Badung, yaitu Pro-Growth (pro-pertumbuhan), Pro-Poor (propengentasan kemiskinan), Pro-Job (pro-penciptaan lapangan kerja) Pro-Law Enforcement (pro-penegakan aturan), Pro Environment (pro-lingkungan) dan Pro-Culture (pro-budaya). Mari kita bersamasama melestarikan lingkungan,’’ terang Giri Prasta. Dikatakannya, kegiatan ini sekaligus bentuk komitmen Pemkab Badung yang senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana, atau tiga sebab yang membuat manusia bahagia. Khususnya di bagha Palemahan, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Sedangkan bagha Parhyangan yaitu hubungan harmonis manusia dengan Tuhan diimplementasikan melalui kegiatan perbaikan tempat persembahyangan, termasuk upacaranya. Sementara untuk bagha Pawongan hubungan harmonis manusia dengan sesama diimplementasikan melalui pendidikan gratis, kesehatan gratis dan sebagainya. ‘’Ini implementasi Tri Hita Karana yang wajib dilakukan. Hubungan manusia dengan lingkungan ini salah satu bentuk riilnya adalah normalisasi sungai yang telah kita lakukan

dan penanaman hutan mangrove,’’ tegasnya. Dipaparkannya, upaya menjaga kawasan hutan mangrove harus senantiasa digelorakan. Sebab, itu merupakan salah satu langkah normalisasi, yaitu bagaimana membuat kawasan yang tidak normal (gundul) kembali normal. Selain itu sedimentasi yang terjadi di muara dinilainya harus diangkat, sehingga tidak terjadi rob. Bukan hanya itu, komitmen terkait kebijakan pro-environment juga akan terus dikembangkan. Yaitu dengan melakukan reboisasi di daerah aliran sungai di hulu bersama dengan pekaseh subak. ‘’Mangrove merupakan salah satu paru-paru dunia, jadi kita harus jaga. Kebijakan pro-environment ini adalah komitmen kita sedari awal, jadi kita awali dulu di daerah pesisir (hutan mangrove), nanti kita akan telusuri juga ke hulu untuk melakukan reboisasi,’’ pungkasnya sembari sempat mengabsen kepala OPD yang tidak hadir, karena ia mengaku tidak memberikan toleransi akan hal itu, sebab itu merupakan cermin bagi stafnya. Hal. 15 Komponen Masyarakat


DENPASAR

2

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Denpasar FIGUR Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara Sampaikan LKPJ dan Dua Ranperda Minat Baca dan Karakter SMPN 4 Denpasar tahun ini genap berusia 40 tahun. Di usia yang sudah mapan, sekolah ini makin mapan menjadi sekolah negeri unggulan dalam akademik, lingkungan dan budaya. Salah satu predikat sekolah ini adalah green school dan karakter. Hal itulah menjadi tema HUT kali ini. “Pendidikan karakter memegang peran penting untuk menjadikan lulusan sekolah ini berdaya saing tinggi,” ujar Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dhania M.Pd. di selsela persiapan Bali Post Goes to School di sekolah ini, Jumat (29/3) kemarin. Dia mengaku HUT kali ini dirayakan secara sederhana. Tahun ini menggandeng KMB guna bersama-sama meningkatkan minat baca siswa. Termasuk tantangan ke depan juga soal minat baca para gurunya. Ini kata dia bagian penting, juga dalam pendidikan karakter. “Di era serba canggih ini guru-guru juga harus ngeh dengan minat baca mereka. Jangan sampai tak ada waktu untuk meng-update materi, dengan alasan toh sudah ada di internet,” tegasnya. Ia mengungkapkan, berbagai atraksi yang dipentaskan dan program HUT semuanya mengarah pada pendidikan karakter. Di antaranya lewat yoga, atraksi Pramuka, dharmagita, lomba ajeg Bali dan aksi sosial lainnya. Inilah yang dikatakannya SMPN 4 Denpasar ingin meningkatkan daya saing anak bangsa lewat prestasi akademik dan penguatan dalam pendidikan karakter. (sue)

Perlu Dipikirkan Transportasi Publik Kereta Api Denpasar (Bali Post) Pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan menjadi isu utama setiap pembangunan di Bali, agar sedikit menimbulkan dampak negatif bagi Bali. Karena Bali sudah cukup banyak mengalami perubahan-perubahan. Salah satu permasalahan Bali saat ini yang disampaikan saat Rapimprov Kadin Bali 2019 adalah masalah infrastruktur, terutama jalan. Ketua Inkindo Bali Ketut Gupta mengatakan, pihaknya berharap permasalahan infrastruktur jalan ini agar segera diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, karena sudah ada master plan terkait infrastruktur ini. Dalam kajian revisi terhadap tata ruang, Inkindo berharap eksekutif dan legislatif memperhatikan masalah revisi agar ke depan Bali selalu ajeg, selalu dalam konteks bahwa Bali tetap membangun tapi pembangunan tidak merusak lingkungan. “Mari membangun Bali secara bersama, bersinergi untuk tetap mengunggulkan sektor pariwisata, pertanian itu menjadi sektor unggulan di Bali,” kata Wakil Ketua Konsultansi dan Pertanahan Kadin Bali ini, Kamis (28/3). Menurut Gupta, tidak hanya infrastruktur yang dapat mempengaruhi citra Bali, tapi juga transportasi. Infrastruktur dan transportasi merupakan dua hal yang saling berkaitan yang juga sama-sama harus dipikirkan. Dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat dan jarak tempuh antarkabupaten yang cukup jauh, ditambah infrastruktur jalan yang belum memadai, maka Bali perlu juga memikirkan soal transportasi publik. Bali belum memiliki transportasi darat berupa kereta api. Transportasi di Bali utara memang menjadi suatu penekanan Inkindo karena pihaknya sudah merasakan krodit dan macetnya lalu lintas dengan terbatasnya jalan-jalan. Selain itu, banyak tumbuh alat transportasi yang si-

fatnya pribadi. “Oleh karena itu, kami mengusulkan agar pemerintah memikirkan alat angkut umum, public transport. Pemerintah harus segera melakukan kajian secara sungguh-sungguh untuk segera diwujudkan,” tegasnya. Gupta mengatakan, Jakarta sudah memiliki MRT dan LRT. Sedangkan Bali sudah sangat membutuhkan. Memang MRT untuk Bali agak berat dari sisi pembiayaan. Namun untuk daerah-daerah yang tidak mengganggu dari sisi budaya, adat istiadat sangat diperlukan. “Apakah untuk daerah pantai atau gunung itu juga akan menjadi suatu daya tarik. Sambil menggunakan sarana transportasi, dia juga bisa menikmati alam Bali. Jadi dia tanpa merusak budaya, masyarakat yang melakukan upacara tidak terganggu, jarak tempuhnya lebih cepat, tentu ini akan menguntungkan dari sektor pariwisata,” bebernya. Maka dari itu, kata Gupta, Inkindo Bali mendorong pemerintah untuk bisa segera mengimplementasikan sarana public transport itu. Selain itu juga agar mulai dipikirkan infrastruktur jalan tol menuju arah timur Bali melewati Kubutambahan ke Singaraja. “Mungkin itu sekarang tidak menjadi suatu hambatan dan mungkin sekarang sudah dilakukan kajian oleh Jasa Marga,” ungkapnya. Gupta menambahkan, pemerintah bisa bersinergi untuk mendorong hal itu bisa terwujud. “Jangan hanya wacana, tapi problem tidak bisa terselesaikan. Jangan sampai menunggu. Karena kalau sampai menunggu, maka kita akan menjadi masalah di kemudian hari. Inkindo mendorong pemerintah untuk segera melakukan percepatan pembangunan prasarana jalan tol yang memang sudah ada master plan agar segera diwujudkan,” tegasnya. (kmb42)

Topik : cegah penyalahgunaan dana desa

PEMBUKAAN rapat paripurna DPRD Kota Denpasar dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2018 dan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) disampaikan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara di Gedung DPRD Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandhira, A.A. Ketut Asmara Putra, dan Made Muliawan Arya yang diawali pembacaan surat masuk oleh Sekretaris Dewan Putu Gede Dharma Wiyasa. Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pimpinan dan segenap anggota DPRD Denpasar yang telah mengagendakan pembahasan LKPJ Wali Kota Denpasar dan juga dua Ranperda. Dua ranperda tersebut meliputi Ranperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman kumuh, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan. Dijelaskan, Pemkot Denpasar terus mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal dan berupaya menarik investasi dengan memberikan kemudahan berusaha sehingga diharapkan mampu mendorong angka pertumbuhan ekonomi lebih meningkat di tahun 2019. Selanjutnya, pelaksana-

an kinerja Pemkot Denpasar tahun 2018 tetap mengacu pada dokumen perencanaan dan juga menyerasikan dengan kebijakan pemerintah serta sekaligus sebagai ukuran kinerja atas capaian, baik output maupun outcome tahun 2018. Menurut Jaya Negara, pada bidang pendidikan kualitas pendidikan menjadi dasar dalam upaya untuk meningkatkan kualitas SDM. Hal ini lewat program kegiatan diarahkan untuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola dan akuntabilitas yang mengacu pada standar nasional pendidikan. Salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan penduduk Kota Denpasar adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2016 dengan angka 82,58 yang mengalami peningkatan pada tahun 2017 mencapai angka 83,01. Pada bidang kesehatan dengan langkah peningkatan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan indikator kesehatan yaitu angka harapan hidup mengalami peningkatan dari 74,04 tahun pada tahun 2016 menjadi 74,17 tahun di tahun 2017. Dalam mengentaskan angka kemiskinan, Pemkot Denpasar telah melakukan kegiatan yang bersifat inklusif berdasarkan pada basis data terpadu yang memiliki spesifikasi sampai ke tingkat by name by address. Di samping menyampaikan LKPJ, Wakil Wali Kota Jaya

LKPJ - Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, menyerahkan LKPJ dan dua ranperda kepada fraksi-fraksi DPRD Kota Denpasar pada pembukaan sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Negara juga menyampikan dua ranpaerda Kota Denpasar. Ranperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang melihat pesatnya tingkat urbanisasi di Kota Denpasar. Hal ini tidak disertai penyediaan lahan untuk perumahan dan permukiman beserta infrastruktur pendukungnya. Secara yuridis penyusunan ranperda ini berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman khusunya pada pasal 94 ayat (3) dan pasal

98 ayat (3). Di mana, gagasan awal pokok pemikiran berdasarkan kajian teknis kebijakan perumahan dan kawasan permukiman serta pengkajian pendalamannya yang diselenggarakan dengan memperhatikan kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana. “Pada prinsipnya, Ranperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh ini memiliki muatan pengaturan fisik yang terdiri dari aspek pencegahan, peningkatan kualitas melalui pendekatan pola-pola penanganan, kualitas infrastruktur perumahan dan kawasan per-

mukiman serta pengelolaan pascapenanganan. Terkait dengan Ranperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan yang bertujuan memberikan kemudahan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Di samping itu meningkatkan kualitas kesejahteraan pengelola perpustakaan/pustakawan. Ranperda ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum dalam menyelenggarakan serta mengembangkan perpustakaan benar-benar menjadi wahana pembelajaran serta wahana rekreasi ilmiah. (ad936)

Kekerasan Seksual di Ruang Publik Mengkhawatirkan

Denpasar (Bali Post) -

Kekerasan seksual selama ini tidak banyak dibicarakan lantaran dianggap tabu. Padahal di Indonesia kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Komnas Perempuan di tahun 2018 mencatat kekerasan seksual yang dialami perempuan, baik di ruang privat maupun di ruang publik mencapai sekitar 406.300 kasus. “Bisa kita bayangkan di setiap harinya ada seribu kasus. Kalau kita melihat persentasenya, 80 persen ada di ruang privat, 20 persen ada di ruang publik. Tapi itu hanya yang terlapor,” ujar Co-Director Hollaback Anindya Restuviani di Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Menurut perempuan yang akrab disapa Vivi ini, kekerasan seksual di ruang publik seringkali dianggap normal oleh masyarakat. Ada banyak orang yang mengalami, tapi mereka tidak menceritakan hal itu. Sebab, hal itu dianggap sering terjadi kepada dirinya sehingga akhirnya dibiasakan begitu saja. “Itu yang sebetulnya ingin kita coba untuk hapuskan. Stigma itu bahwa ini adalah hal yang bukan seharusnya dinormalisasikan oleh masyarakat. Ini hal yang urgen, yang memang benar-benar harus diselesai-

kan,” jelasnya. Hollaback! sendiri, lanjut Vivi, merupakan komunitas gerakan global untuk mengakhiri kekerasan seksual di ruang publik. Di seluruh dunia, Hollaback! ada di 27 kota termasuk Jakarta untuk di Indonesia. Sejak 2016, komunitas ini telah menerima 500 cerita tentang kekerasan seksual di ruang publik serta memetakan di mana saja lokasi kejadiannya. “Kebetulan saja kita base di Jakarta, cuma cerita yang masuk ke website bisa dari mana saja termasuk dari Bali. Dari Bali juga lumayan banyak, seperti ada yang lari di pantai terus tiba-tiba ada orang yang nepok pantatnya. Kebanyakan yang lapor itu turis,” ungkapnya. Vivi menambahkan, cerita tentang kekerasan seksual di ruang publik memang paling banyak ada di Jakarta.

Sebuah yayasan bahkan menempatkan ibu kota negara ini di peringkat V untuk transportasi umum paling tidak aman bagi perempuan, serta kota nomor 9 paling berbahaya ditinggali perempuan. Cerita-cerita tersebut telah di-follow up oleh instansi terkait, seperti MRT dan KRL di Jakarta yang Topikresponsif. : dinilai “Tapi kembali lagi di saat kita bicara tentang ruang publik, kita juga bicara soal infrastruktur yang ada di masyarakat di kota itu sendiri. Termasuk di Bali, Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan. Sampai sekarang masih sedikit dari pihak pemerintah yang memang mau melakukan hal-hal Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

mitigasi,” imbuhnya. Vivi melanjutkan, Hollaback! juga gencar mengadvokasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar segera disahkan DPR-RI. Pada April mendatang pihaknya akan meluncurkan survei tentang kekerasan seksual di ruang publik yang fokusnya tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. Respondennya mencapai sekitar 62.200 orang. Survei ini untuk memberitahu masyarakat bahwa telah banyak terjadi kekerasan seksual di ruang publik. Namun masih banyak yang tidak tahu bahwa itu a d a l a h pelecehan. (kmb32)

Pembegal Asal Surabaya Polda Berharap Situasi Tidak Memanas Beraksi di Bali Jelang Pemilu

Denpasar (Bali Post) Menjelang pemilu serentak 2019, Bidang Humas Polda Bali melaksanakan workshop dengan peserta awak media dan netizen, Jumat (29/3) kemarin. Hal ini dilakukan agar situasi menjelang pemilu tidak makin memanas. “Pelaksanaan Pemilu 2019 kita harapkan berlangsung aman dan kondusif. Agar suasana yang panas tidak tambah panas dan yang panas bisa jadi dingin,” tegas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja. Kabid Hengky saat memberikan sambutan menyampaikan, bila ditelaah dengan seksama, baik media massa maupun media sosial (medsos) memiliki masing-masing dua faktor penentu. Faktor pertama sebagai pelaku dan kedua sebagai alat atau sarana. “Siapa pelaku di balik roda operasional sebuah program di media massa? Mereka adalah awak media yang salah satu bagiannya wartawan. Siapa pelaku yang menjalankan aktivitas di medsos? Mereka adalah masyarakat yang bebas mengutarakan isi hatinya melalui dunia maya,” ungkapnya. Medsos berperan penting dalam memberikan edukasi, sosialisasi, promosi dan wawasan global kepada masyarakat. Bahkan pada satu titik dapat menggiring

opini publik secara frontal. Melihat betapa potensialnya media massa, Polri sebagai aparat negara harus lihai dalam bersikap. Perkembangan media tidak boleh dianggap sebagai ancaman, sebaliknya inilah peluang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bersandar pada perspektif tersebut, kata dia wajar, apabila banyak program Polri yang mengacu pada optimalisasi peran media massa. Dalam perjalanannya menyentuh pula pada aspek media medsos. Sebagaimana diketahui bersama, medsos dengan ragam jejaring dan aplikasi yang muncul belakangan ini merupakan penentu kesuksesan sebuah gagasan. “Sebagai Kabid Humas, saya mengarahkan pada jajaran agar selalu menjalin kerja sama dan bersahabat dengan awak pers dan masyarakat. Polri harus dekat dan bermitra dengan awak media dan netizen jurnalis,” kata mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini. Mengapa? Selain agar mendapat pengawasan yang objektif dan maksimal, jurnalis juga memiliki radar yang peka dan umumnya punya jangkauan lebih luas. Di sisi lain, Polri wajib dekat dengan masyarakat, termasuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat. “Semua orang paham, sarana dan prasarana yang

digunakan para anggota Polri merupakan milik Bangsa Indonesia. Artinya harus dipertanggungjawabkan dengan benar,” tegasnya. Kepala Seksi Sumberdaya Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Ida Bagus Ketut Agung Ludra selaku narasumber menyampaikan, perkembangan internet begitu masif di Indonesia dan membuka peluang sangat luar biasa. Selain berdampak positif, ada juga negatifnya. “Masyarakat di desa juga jadi pengguna internet. Tugas kami mencerdaskan masyarakat menggunakan internet. Manfaat adanya internet salah satu contohnya untuk promosi objek wisata dan itu dampaknya sangat luar biasa. Promosinya melalui media sosial,” ungkapnya. Ludra mengingatkan pengguna internet harus waspada karena jangan sampai terjerat masalah hukum. Ia juga mengingatkan pemanfaatan internet bukan untuk kepentingan politik, tapi demokrasi. Oleh karena itu, tidak boleh menjelekkan dan memfitnah orang lain. “Kami harapkan netizen bisa menyebarkan informasi untuk kesejahteraan masyarakat, bukan menyebar kebencian. Kalau tugas wartawan itu sudah diatur oleh Undang-undang Pers dan Kode Etik Junalistik,” tegasnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Tim Ospnal Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus pembegalan yang terjadi di traffic light di Jalan By-pass Ngurah Rai, depan McDonald Sanur, Denpasar Selatan (Densel). Pelakunya adalah residivis kasus pembegalan dari Surabaya, Pitono Mulyo (27). Ia ditangkap di Pelabuhan Benoa, Densel, Kamis (28/3). Dikonfirmasi Jumat (29/3) kemarin, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, kasus ini dilaporkan korban I Gusti Ayu Satriani Aryawangsa (54) yang beralamat di Perum Candra Asli Blok G, Biaung, Denpasar Timur. Kronologinya, pada Kamis (7/2) pukul 14.45 Wita korban mengendarai mobil dari Sesetan hendak pulang. Setibanya di traffic light Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, depan McDonalds, korban berhenti karena lampu merah menyala. Saat itulah pelaku langsung memepet mobil korban dan membuka pintu kiri mobil yang kebetulan tidak dikunci. Pelaku langsung mengambil tas milik korban berisi KTP, SIM A, Kartu IDI, buku tabungan BNI, uang Rp 2 juta dan HP. Korban tidak bisa mengejar karena naik mobil, selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polda Bali. “Berdasarkan laporan tersebut, anggota kami melakukan penyelidikan selama tiga hari di Pelabuhan Benoa.

Pasalnya, hasil penyelidikan diperoleh informasi jika pelakunya residivis penjahat jalanan,” kata mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini. Perburuan tersebut membuahkan hasil. Pada Kamis (28/3) pukul 19.00 Wita, petugas menangkap pelaku saat melintas di Pelabuhan Benoa. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu HP Xiomi Redmix. Saat diinterogasi, pelaku yang selama di Bali kos di Jalan Pemelisan, Suwung Kangin, Denpasar Selatan ini mengakui HP tersebut milik korban. Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan penggeledahan di kamar kos pelaku dan mengamankan beberapa HP yang diduga kuat ada kaitannya dengan kejahatan. Selama di Bali, pelaku mengaku beraksi di delapan TKP. Pelaku mengatakan tiga bulan terakhir beraksi di Jalan Legian Kuta, Jalan Raya Kuta, Jalan Raya Seminyak Kuta, Jalan Pantai Mertasari Denpasar, tiga kali di Jalan Sunset Road Kuta dan Jalan By-pass Sanur. Barang yang didapat yaitu tas berisi uang, HP dan surat-surat penting. “Kasus ini masih dikembangkan oleh anggota. Saat ini kami menggelar Operasi Sikat Agung 2019 dengan sasaran penjahat jalanan,” tegas Kombes Andi. (kmb36)


BADUNG

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

3 Kembangkan Wisata Bahari

Pemilik Kapal Diminta Perhatikan Standar Keamanan

Mangupura (Bali Post) Potensi wisata bahari di Bali sangat besar. Namun tidak mudah untuk mengelolanya. Berbagai hal perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya terkait faktor keamanan fasilitas, khususnya kapal untuk wisatawan. Menurut Bendahara Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Nova Yudhanto Mugijanto, tahun 2018 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia mencapai lebih dari 15 juta orang. Sedangkan tahun ini ditargetkan mencapai 20 juta orang. Dari jumlah itu, 40 persennya mengunjungi Bali. Seiring hal itu, jumlah wisman dengan kapal pesiar di Indonesia

Bali Post/edi

Penipu Sasar Pelajar SD Mangupura (Bali Post) Tidak hanya menyasar orang dewasa, penipu juga mengincar pelajar Sekolah Dasar (SD). Dengan modus adiknya kecelakaan, tersangka Ketut Tanggu (19) menipu Kadek Danantara (11), siswa SDN 2 Gulingan. Akibat ulahnya itu, Tanggu ditangkap di Jalan Sekuta, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (28/3) lalu. ‘’Modusnya, pelaku purapura minta tolong pinjam HP kepada korban dengan alasan adiknya kecelakaan untuk menghubungi keluarga. Selanjutnya pelaku membawa kabur HP milik korban,’’ ujar Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa didampingi Kanitreskrim Iptu I Wayan Sujana, Jumat (29/3) kemarin. Kapolsek Eka menjelaskan, pada Sabtu (9/3) pukul 10.00 Wita, Tim Opsnal Pol-

sek Mengwi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada tindak pidana penipuan di sebelah timur Pura Taman Ayun, Banjar Dharmayasa, Mengwi. Mendapatkan informasi tersebut, polisi mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan secara intensif. ‘’Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggota kami, pelaku mengarah kepada Ketut Tanggu. Dia sebelumnya pernah divonis melakukan perbuatan atau modus yang sama,’’ ujar AKP Eka. Pada Kamis pukul 11.00 Wita petugas mendapatkan informasi keberadaan pelaku di wilayah Sanur. Polisi langsung bergerak ke sana dan berhasil menangkap pelaku di rumah kakaknya di Jalan Sekuta, Sanur. Saat diinterogasi, pria asal Buleleng dan bekerja se-

bagai buruh proyek ini mengaku melakukan aksinya di beberapa tempat di Badung dan Denpasar. Dia mengaku pernah beraksi di wilayah Banjar Kang Kang Desa Pererenan, mendapatkan dua HP. Kemudian di Taman Ayun, Mengwi mendapatkan dua HP, di Banjar Uma Gunung Sempidi mendapatkan satu HP dan di Jalan Gunung Agung, Denpasar mendapatkan satu HP. ‘’Hp hasil penipuan tersebut lalu dijual disebuah counter HP di daerah Sibang, kurang lebih Rp 3 juta. Uang tersebut dipergunakan untuk membeli baju, keperluan sehari-hari dan foya-foya,’’ tegasnya. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti sepeda motor Yamaha Mio, jaket warna hitam, sepasang sandal, celana panjang abuabu dan satu HP. (kmb36)

WISATA BAHARI - Salah satu aktivitas wisata bahari.

tahun ini juga diprediksi tumbuh 9,7 persen menjadi 387 ribu lebih wisman. Prediksi kedatangan kapal mencapai 593 unit. ‘’Tentunya ini menjadi peluang sekaligus tantangan pelayaran nasional kita yang berada di Bali dalam mengakselerasi pengembangan pariwisata di daerah Bali yang juga dapat memberikan benefit bagi pelayaran nasional di Bali,’’ kata Nova, Jumat (29/3) kemarin di Kuta. Menurutnya, faktor safety atau keamanan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas wisata bahari. Untuk itu, seluruh pemilik kapal diharapkan selalu memperhatikan standar keamanan. Dia berharap keamanan kapal berstandar internasional, mengingat sebagian besar penumpang merupakan wisatawan internasional. (kmb23)

Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi Aktivitas Bandara Ngurah Rai Mangupura (Bali Post) –

Meski sempat terjadi erupsi Gunung Agung pada Kamis (28/3) lalu, aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai dipastikan tidak terdampak. Bahkan dari hasil paper test yang dilakukan, tidak ditemukan sebaran abu vulkanik di kawasan udara Bandara Ngurah Rai. Hal itu disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, Jumat (29/3) kemarin.

Haruman Sulaksono

Dijelaskannya, begitu mendapatkan informasi terkait erupsi pada Kamis malam, pihaknya langsung berkoordinasi dengan stakeholder terkait baik otoritas bandara, air navigation dan BMKG. ‘’Kita lakukan paper test untuk mengetahui perkembangan tiap jam dan bersama memonitor progres update perkembangan

situasi. Dari hasil paper test, belum ada kita temukan dampaknya,’’ jelasnya saat ditemui di sela-sela bersihbersih Pantai Kuta. Terkait bersih-bersih pantai, Sulaksono menyampaikan hal ini merupakan rangkaian peringatan Earth Hour 2019 yang jatuh pada Sabtu (30/3) hari ini. Kegiatan tersebut merupakan wujud

peranan Bandara Ngurah Rai dalam pelestarian lingkungan. ‘’Tujuannya agar bandar udara kebanggaan masyarakat Pulau Dewata ini dapat ikut menjadi bagian dari gerakan yang dapat membangun kesadaran masyarakat sekitar bandar udara, serta publik Bali pada umumnya akan pentingnya kelestarian alam,’’ ucapnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Minat peternak di Kabupaten Badung untuk mengembangkan ayam bukan ras (buras), menurun. Penurunan minat peternak mengakibatkan turunnya populasi ayam buras mencapai 49 persen. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, pada 2017 populasi ayam buras mencapai 507.424 ekor. Sementara pada 2018 hanya 258.552 ekor. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Putu Oka Swadiana menyampaikan, penurunan minat peternak diakibatkan

kemampuan peternak itu sendiri. Selain itu, alih fungsi lahan, biaya produksi yang tinggi, hingga angka kematian ayam, menjadi pemicu penurunan minat peternak. ‘’Seperti daerah Kuta Selatan yang dulunya cukup banyak peternakan, kini dialihfungsikan untuk akomodasi pariwisata. Peternak juga banyak yang menyudahi usahanya, akibatnya populasi ayam buras dari daerah ini juga merosot,’’ jelasnya. Di sisi lain, populasi ayam petelur dan pedaging justru meningkat. Berdasarkan data, pada 2017 populasi ayam ras petelur tercatat 116.181 ekor.

Sementara pada 2018 menjadi 132.497 ekor. Artinya, ada penambahan 16.296 ekor atau naik 14 persen. Sementara ayam ras pedaging, kata dia naik 15 persen dari 611.503 ekor pada 2017 menjadi 703.962 ekor pada 2018. ‘’Jadi di satu sisi ayam buras populasinya berkurang, di sisi lain ayam petelur dan pedaging justru meningkat. Khusus ayam petelur, Pemkab Badung juga sudah membuat percontohan. Pengembangan ayam petelur ini dalam rangka peningkatan produksi telur di Kabupaten Badung,’’ katanya. Pejabat asal Kerobokan ini

melanjutkan, terdapat dua kelompok peternak yang digerakkan. Pertama, Kelompok Ternak Giri Landuh Sari Banjar Pelaga Desa Pelaga, Petang dengan populasi 40.704 ekor. Kedua, Kelompok Ternak Manuk Sari Banjar Kauh Desa Getasan, Petang sejumlah 13.992 ekor ayam petelur. Kebutuhan telur di Gumi Keris cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Litbang Badung, kebutuhan telur untuk konsumsi masyarakat dan wisatawan sebanyak 464.172 butir per hari. Sedangkan produksi baru mampu menyentuh 90.148 butir per hari. (kmb27)

Bali Post/edi

Peternak Ayam Buras Menurun

Bali Post/ist

DITAHAN - Tersangka Ketut Tanggu ditahan di Polsek Mengwi terkait kasus penipuan.

Tusuk Manajer Restoran, Anggota Satpol PP Dipecat Mangupura (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memberhentikan anggotanya yang melakukan tindakan kriminal. Oknum Satpol PP ini diduga melakukan penusukan terhadap manajer restoran Mie Kober, Aris Ardiansyah (39), beberapa waktu lalu. Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara, Jumat (29/3) kemarin, membenarkan telah menerbitkan surat pemecatan terhadap pegawai kontrak tersebut. Surat pemberhentian anggota ini dilakukan setelah tim Satpol PP Badung melakukan

kroscek terhadap oknum tersebut di Pospol Desa Ungasan. ‘’Setelah kami lakukan kroscek dan penelusuran, kami membuat surat pemberhentian secara tidak hormat terhadap oknum tersebut,’’ ujarnya. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Bupati Badung. Bahkan Bupati langsung menandatangani surat pemberhentian tidak hormat tersebut. ‘’Hari Rabu lalu surat pemecatan secara tidak hormat sudah dilayangkan ke yang bersangkutan,’’ ungkapnya. Suryanegara menegaskan, hal serupa diharapkan tidak terulang. Untuk

itu pihaknya mewajibkan seluruh pegawai di instans i ny a b a i k y a n g b e r s t atus kontrak maupun ASN, membuat surat perjanjian komitmen bekerja. Jika terjadi pelanggaran aturan dan perundang-undangan, pegawai akan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan. ‘’Nanti kalau membuat kesalahan, otomatis mereka terkena saksi sesuai surat perjanjian komitmen yang telah mereka buat,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, oknum Satpol PP Badung yang tinggal di Jalan Kurusetra No. 14 Lingkungan Peken, Benoa, Kuta Selatan, Badung

tersebut bekerja sambilan di Restoran Mie Kober. Sebelum kejadian, ia mengkonsumsi arak di areal parkir restoran. Setelah araknya habis, ia menuju restoran dan mempermainkan sakelar lampu dengan cara menekan on/off berulangulang. Selanjutnya korban mendekati oknum tersebut seraya menegur. Setelah itu korban yang asal Lumajang, Jatim itu kembali ke ruangannya. Rupanya teguran korban tak diindahkan. Pelaku malah menjadi-jadi, hingga mengambil pisau di bar lantas menusuk korban sebanyak dua kali. (kmb27)

Kapolres Imbau Warga Gunakan Hak Pilih

Bali Post/ist

SAFARI KAMTIBMAS - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta saat safari kamtibmas di Masjid Baiturrahman Angantiga, Desa Petang.

Mangupura (Bali Post) Pemilu 2019 berbeda dari sebelumnya karena langsung memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/ kota dan DPD. Mekanismenya diakui lebih rumit dibandingkan pemilu sebelumnya, sebab pemilih harus mencoblos lima surat suara. Meski demikian, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta tetap mengimbau masyarakat tidak golput. Kapolres AKBP Yudith saat safari kamtibmas di Masjid Baiturrahman Angantiga, Desa Petang, Jumat (29/3) kemarin, mengimbau masyarakat khususnya umat Islam di Angantiga agar selalu menjaga kerukunan antarumat beragama. Selain itu, masyarakat diimbau turut serta mensukseskan pemilu pada 17 April. Ia mengajak masyarakat menjaga kondusivitas wilayah agar pemilu berjalan sejuk, aman dan damai. ‘’Kami berharap masyarakat dapat memilih atau mencoblos dengan baik dan benar. Semoga pileg dan pilpres berjalan aman dan lancar,’’ katanya. (kmb36)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

IKIP PGRI Bali dan BKOW Gelar Seminar Nasional

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Made Urip Gempur Kantong Suara Warga Muslim Tabanan

Guru PAUD Diminta Kampanyekan Deklarasikan 100 Persen Menangkan Jokowi-Amin Budaya Mendongeng IKIP PGRI Bali bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Organiasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali mengadakan seminar nasional bertema ‘’Literasi Pembentukan Karakter Anak Melalui Dongeng’’, Jumat (29/3) kemarin. Tampil sebagai pembicara Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Prof. Darma Putra, M.Lit. dan Dra. Maretta Wahyuni, M.Pd., Kepala Seksi Pembelajaran Kurikulum PAUD Ditjen PAUD dan Dikmas Kurikulum Kemendikbud. Maretta Wahyuni mengingatkan bahwa budaya mendongeng kini makin memudar dan nyaris tenggelam. Untuk itu, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta mengampanyekan budaya mendongeng di kelas setiap pertemuan. Selama ini, kata Maretta, siswa jarang tersentuh dengan dongeng karena alasan gurunya sibuk dan kurangnya buku cerita. Makanya Kemendikbud kini melatih guru PAUD untuk diberikan teknik mendongeng yang baik dan mudah dipahami anak. Dia yakin dalam mendongeng banyak pesan pendidikan karakter di dalamnya. Dia tak mempersoalkan banyaknya dongeng luar negeri masuk ke internet dan dibaca anakanak kita karena pada prinsipnya ikut mendidik mereka. Hanya, diperlukan adanya pendampingan dari guru agar pesan dongeng tersebut sampai ke anak. Hal ini juga menjadi penekanan Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Dr. AAA Nurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Dia mengatakan seminar kerja sama dengan IKIP PGRI Bali serangkaian HUT ke-56 BKOW sekaligus menyosialisasikan keberadaan BKOW di semua PTS di Bali. BKOW Bali

DONGENG - Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta didampingi Kasi Pembelajaran dan Kurikulum PAUD Kemendikbud Maretta Wahyuni dan AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda saat membuka seminar soal mendongeng. terus memberdayakan kalangan wanita termasuk dalam pendidikan karakter anak, khususnya dalam budaya mendongeng. Bagi dia, cerita dongeng banyak mengandung pesan moral untuk pembentukan karakter yang kita tinggalkan. Bentuk dongeng kekinian juga berubah, namun tak bisa masuk ke anak karena orangtua jarang memberi pemahaman karena mereka juga sibuk dengan gadget. Makanya dia menilai pentingnya pendampingan dari orangtua secara totalitas. Tak sekadar menyampaikan materi dongeng, tetapi memberi nilai-nilai positif. Rektor IKIP PGRI Bali Made Suarta saat membuka seminar setuju dongeng atau satua Bali sangat sarat dengan pendidikan karakter dan kearifan lokal. Namun sayang, budaya ini kian digerus oleh kemajuan zaman dan masuknya materi dongeng luar negeri. Dia minta guru lulusan IKIP PGRI mengintensifkan budaya mendongeng di kelas dengan cara yang

lebih inovatif. Selain itu, pentingnya lahirnya pendongeng ala Made Taro dari IKIP PGRI Bali. Soal masuknya materi dongeng luar negeri, Prof. Nyoman Darma Putra mengatakan tak masalah, toh intinya sangat universal yakni humaniora, kepercayaan dengan Tuhan, dll. Di sinilah guru dan orangtua menjadi garda terdepan dalam literasi dongeng. Dia sepakat dongeng kita jadikan obat agar anak tak bodoh dan cengeng. Dulu cerita dongeng fiktif, di era revolusi industri 4.0, dibuat semakin nyata. Soal kemajuan teknologi ini, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Artha Negara, S.H., M.H., M.Pd. menambahkan, di sinilah kecerdasan guru dan orangtua menggunakan kecanggihan teknologi untuk menyebarkan dongeng berkonten Bali dan nusantara. ‘’Kita tak boleh kalah dan menyerah, guru dan orangtua harus punya waktu mendogeng kepada anak-anak sebelum mengajar dan sebelum tidur,’’ tegasnya. (ad937)

Warga Kerta Jati Pinjam SMP PGRI 5 Denpasar untuk TPS

SKM Kelulusannya Setara dengan Sekolah Negeri SMP PGRI 5 Denpasar selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal juga tiap tahun dipakai warga Banjar Kerta Jati, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denut, sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di sela-sela pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Jumat (29/3) kemarin, Kepala Dusun Banjar Kerta Jati, I Nyoman Merta, bersama prajuru banjar memohon kepada kepala sekolah agar SMP PGRI 5 Denpasar kembali dijadikan TPS. Kali ini banjar meminjam tiga ruangan kelas untuk tiga TPS yakni TPS 26,27 dan 28. ‘’Sejak lama kami selalu bekerja sama dengan sekolah. SMP PGRI 5 Denpasar banyak memberi kontribusi bagi masyarakat,’’ tegas Sumerta alias Mang Mingkling. Sementara itu, 557 siswa SMP PGRI 5 Denpasar mengikuti USBN berintegritas. Peserta USBN hadir 100 persen berjalan tertib dan lancar. Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. Drs. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si. menjelaskan, dari jumlah itu 303 laki-laki dan 254 perempuan menggunakan 28 ruangan. UN melibatkan 58 pengawas dari gabungan Sub-Rayon II yakni SMPN 2, SMP PGRI 5, SMP Muhammadiyah, SMPN 6, dan SMP Tunas Daud. Yang menarik standar kelulusan minimal (SKM) SMP PGRI 5 Denpasar sama dengan di sekolah negeri yakni 75, dengan syarat berkepribadian baik. Standar ini memang tergolong tinggi karena siswanya sudah terbiasa dengan SKM 75 di semua mata pelajaran. SMP PGRI 5 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Gang Indus No. 8 dikenal sebagai gudangnya atlet berprestasi. Yang menarik, anak-anak kelas IX di

sekolah ini ternyata sudah disiapkan menghadapi USBN dan UNKP sejak mereka duduk di kelas I atau kelas VII. I Wayan Wirasa didampingi Wakasek SMP PGRI 5 Denpasar I Wayan Adi Jaya, S.Pd. dan I Made Radita Berata, S.Pd. menambahkan, program ini bentuk pelayanan prima kepada siswa dan orangtua siswa. Dengan demikian, masyarakat merasa puas bahwa anaknya benar-benar dididik secara baik dan profesional. Sekolah ini dikenal juara I KSPAN di Denpasar dan juara III di provinsi, juara II lomba PKTP seBali dan juara III Sekolah Sehat di Denpasar. SMP PGRI 5 Denpasar juga tiga kali juara umum Porsenijar Sekolah PGRI dan selalu meraih ranking lima besar di Porjar Denpasar. Dalam bidang sains juga sering langganan juara di SMA negeri dan rutin menggelar olimpiade sains antarsiswa SD se-Denpasar dan Badung. Bagi yang ingin anaknya memiliki disiplin dan budaya berprestasi, Wayan Wirasa mengajak masyarakat di Denpasar Utara dan

Barat bergabung dengan SMP PGRI 5 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Gang Indus, Denpasar. Sekolah ini sudah mulai menerima pendaftaran calon siswa baru sampai kuota terpenuhi yakni 12 kelas, semua siswa masuk pagi. ‘’Sekalipun akan dibangun SMPN 13 di Denut, kami pasti menjadi pilihan masyarakat karena memiliki budaya kualitas,’’ ujarnya. Lulusannya juga teruji diterima di semua sekolah negeri di Denpasar dan Badung. Hasil tracer study menunjukkan 65 persen lulusannya diterima di sekolah negeri. Hal ini berkat gemblengan disiplin siswa dan guru di sekolah. Bagi siswa yang saudaranya juga sekolah di SMP PGRI 5 diberi keringanan 25 persen uang gedung, anak kembar juga diberi keringanan 25 persen uang gedung. Siswa berprestasi yakni juara I dan II di kota diberi bebas uang pembangunan. Siswa dari KK miskin namun berprestasi, 100 persen biaya sekolah ditanggung sekolah, termasuk biaya buku dan penginapan. (ad946)

SELAMAT - Kadus Kerta Jati Nyoman Merta memberi selamat kepada Kasek Wayan Wirasa bersama siswa peserta USBN SMP PGRI 5 Denpasar.

Kontes Modifikasi Daihatsu Hadir di Surabaya

SUKSES dengan pameran modifikasi sebelumnya, Daihatsu di Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Automodified (IAM) kembali menyelenggarakan adu kreasi bagi para modifikator antarkawula muda melalui acara bertajuk ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’. Kontes ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’ terbuka untuk seluruh model Daihatsu, dengan tetap memberikan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan pengendara. Kontes modifikasi dari Daihatsu ini merupakan sebuah sarana aktivitas dress-up sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi bagi generasi kekinian atau kawula muda yang diadakan untuk keenam kalinya sejak tahun 2014, dengan nama ‘’Sirion Dress-up Challenge’’ pada 2014-2016, dan berganti nama menjadi ‘’Daihatsu Dress-up Challenge’’ (2017 – saat ini). Kontes modifikasi

MODIFIKASI - Salah satu mobil peserta modifikasi Taruna tahun 2003 di Surabaya pada acara DDC 2019. Mobil ini dimodifikasi bergaya ‘’off road’’ yang kekar.

‘’Daihatsu Dress-Up Challenge 2019’’ digelar dengan total 14 series, 13 kota di Indonesia dengan target total 600 kontestan. Kontes ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’ ini diawali di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 23 – 24 Maret 2019. Sebagai destinasi pertama, kontes modifikasi ini tercatat sebanyak total 37 unit peserta mobil modifikasi Daihatsu, yang terdiri dari 20 Unit Ayla, 7 Xenia, 4 GranMax, 3 Sigra, 2 Sirion, dan 1 Taruna. Setelah Surabaya, acara ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ ini juga segera hadir di Yogyakarta, Balikpapan, IIMS (Jakarta), IIMS (Makassar), Bali, Malang, Batam, Medan, Banjarmasin, Bandung, Palembang, Semarang, dan babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kontes modifikasi kawula muda ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ ini memiliki kriteria penilaian dengan memperhatikan 8 aspek, meliputi aspek overall build, exterior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video, dan presentation. Tak hanya itu, pada setiap kota penyelenggara babak penyisihan juga akan dipilih total dua peserta modifikasi terbaik pada setiap produk line-up Daihatsu, seperti Sirion, Xenia, Ayla, Terios, Sigra, GranMax dan Luxio, serta mobil Daihatsu lainnya tanpa dibatasi jenis, dan tahun pembuatannya atau kategori Free For All (FFA). Para peserta modifikasi ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ juga ditantang untuk memperebutkan elite point yang diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah. Pendaftaran peserta ‘’Daihatsu Dress-up Challenge 2019’’ dapat dilakukan dengan menghubungi panitia di nomor 0815-937-1128. (bns1)

KOORDINATOR Pemenangan Jokowi-Amin Dapil Bali Drs. I Made Urip, M.Si. turun langsung menggempur kantong-kantong suara, termasuk warga muslim terutama di Tabanan. Alhasil, dukungan untuk Capres dan Cawapres Jokowi-Amin pada 17 April 2019 terus mengalir. Bahkan, ribuan umat muslim di Tabanan yang tergabung dalam Bali Satu Suara (BASRA) Kabupaten Tabanan mendeklarasikan diri 100 persen untuk mendukung Jokowi-Amin, Kamis (28/3) lalu di Lapangan Kompleks Pasar OB Tabanan. Di mana suara umat muslim Kabupaten Tabanan untuk Jokowi-Amin ditarget 95 persen. Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu juga didampingi Wakil Sekretaris DPD PDI-P Bali I Made Suparta, S.H., Sekretaris DPC PDI-P Tabanan I Nyoman Arnawa, tokoh masyarakat Tabanan I Gusti Komang Wastana dan calon DPD-RI Ida Bagus Purbanegara beserta Koordinator BASRA Tapal Kuda Wilayah Madura-Bali DR. Nyai. Hj. Djuwairiyah Fawaid As’ Ad. Pada kesempatan itu, anggota Komisi IV DPR-RI empat periode ini mengungkapkan, acara Deklarasi Relawan BASRA Kabupaten Tabanan ini adalah acara yang luar biasa, karena baru pertama kali dilakukan umat muslim yang ada di Tabanan. ‘’Kita mengajak memenangkan secara mutlak 01 di Bali, agar bisa menjaga ideologi kita Pancasila, NKRI dan memelihara kebinekaan, menjaga kerukunan, kebersamaan, persatuan dalam rumah besar kebangsaan,’’ tandas wakil rakyat sejuta traktor itu, seraya menyebutkan pasangan Jokowi-Amin merupakan pasangan ideal untuk memimpin Indonesia yaitu nasionalis dan religius. Karena seperti sejarah kemerdekaan Indonesia dahulu merupakan salah satu perjuangan dari kaum nasionalis dan kaum religius dari ulamaulama NU. Caleg DPR-RI nomor urut 1 dapil Bali dari PDI Perjuangan ini meminta pasangan nomor urut 01 agar diberi kesempatan memimpin Indonesia kedua kalinya untuk melanjutkan program memajukan Indonesia. ‘’Mari kita bergandengan

DEKLARASI - Koordinator Pemenangan Jokowi-Amin dapil Bali Drs. I Made Urip, M.Si. saat deklarasi Relawan BASRA Tabanan mendukung dan memenangkan Jokowi-Amin. antara nasionalis dam religius. Ini adalah momentum politik yang amat berharga bagi kita semua untuk memenangkan Jokowi-Amin pada 17 April besok. Mari kita beri dukungan penuh untuk nomor 01 JokowiAmin,’’ ujarnya. Koordinator BASRA Tabanan yang juga Ketua Panitia Deklarasi Achmad Yani Zain menambahkan, umat muslim Kabupaten Tabanan yang tergabung dalam BASRA Tabanan siap untuk memilih dan memenangkan Jokowi-Amin pada 17 April 2019. Menurutnya, Jokowi sudah terbukti selama empat tahun ini menjadi Presiden RI. Beberapa pembangunan dan program untuk kesejahteraan rakyat sudah dinikmati rakyat Indonesia. Untuk itu, pihaknya sangat yakin untuk memilih JokowiAmin menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI lima tahun ke depan. Di mana untuk suara umat muslim di Kabupaten Tabanan optimis bisa menang mutlak yaitu 95 persen memilih Jokowi-Amin. ‘’Kita target kemenangan mutlak untuk di Tabanan. Kita lebih yakin untuk memilih Jokowi karena beliau sudah berprestasi. Kita memilih karena prestasi, kita memilih karena bukti,’’ tegasnya. Sementara itu, Koordinator BASRA Tapal Kuda Wilayah

Madura-Bali DR. Nyai. Hj. Djuwairiyah Fawaid As’ Ad di hadapan ribuan umat muslim yang hadir mengajak untuk bersatu padu memenangkan JokowiAmin pada 17 April mendatang. Menurutnya, banyak prestasi yang telah dilakukan Presiden Jokowi selama ini, seperti pembangunan jalan tol di Jawa, pembangunan jalan baru di luar wilayah Jawa, pembangunan bandara baru, pelabuhan dan yang lainnya. Selain itu, Jokowi juga mampu mempersatukan semua suku yang ada di Indonesia, meskipun Indonesia terdiri dari ribuan suku, dan ada lima agama, namun Jokowi mampu untuk mempersatukan semuanya dalam sebuah keberagaman. Jokowi juga mampu menjaga martabat bangsa dalam NKRI yang merupakan harga mati. Yang dengan tegas berani membubarkan sebuah ormas Islam. Menurutnya, hanya Presiden Jokowi yang berani melakukan itu. Selain itu, Presiden Jokowi juga mampu menambah nilai saham di PT Freeport di Papua menjadi 51,2 persen. Di mana sebelumnya kepemilikan Indonesia di PT Freeport sangat kecil. ‘’Dengan prestasi yang telah dilakukan oleh Pak Jokowi, mari kita dukung bagaimana Jokowi bisa memimpin Indonesia untuk kedua kalinya,’’ jelasnya. (ad944)

Senator Hadir di Selat Karangasem dan Banjarangkan Klungkung

Wedakarna Berpesan agar Orangtua di Desa Beri Panggung kepada Anak Muda Tampil Memimpin

SALAH satu ciri sehatnya organisasi adalah dengan berjalannya proses kaderisasi yang pasti didorong orangtua kepada anak-anak muda sebagai calon pemimpin masa depan. Hal ini sangat penting, mengingat sikap sportif dan fair atas prestasi dan kinerja anak-anak muda, khususnya generasi Hindu harus dikenalkan sejak dini. Jika berjalan alamiah maka ke depan Bali tidak akan pernah khawatir akan masa depan dirinya, termasuk pertahanan agama Hindu dan budaya Bali. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarn MWS III usai menghadiri upacara adat warga Pasek di Desa Duda, Selat, Karangasem. Dalam kesempatan itu, Arya Wedakarna (AWK) menyatakan masih banyak ditemukan sejumlah karakter negatif pada sebagian orang Bali yang harus segera dihilangkan, yakni sikap belog ajum, suryak siu, de ngaden awak bisa, gugon tuwon dan juga jele iri ati yang sampai saat ini masih menghalangi orang-orang Bali to the next level. ‘’Kita harus akui, di balik kebudayan Bali yang luar biasa hebat, ada sebagian sifat negatif manusia Bali yang harus dihilangkan. Ini hanya bisa dilakukan oleh generasi milenial. Orangtua berperan untuk mendorong agar lahir anak-anak muda Bali berkarakter dewata, berkarakter suci dan juga sportif. Salah satu caranya, orangtua di desa, di keluarga dan juga di komunitas harus bisa memberikan panggung kepada anak-anak mudanya agar berani tampil dan percaya diri, sehingga generasi Hindu Bali memiliki sifat superior, pede dan agurmentatif serta berani ber-debatbale terhadap pendatang yang antiPancasilias, termasuk tidak takut menghadapi globalisasi,’’ kata AWK. Hal senada juga ia sampaikan usai acara di Pura Puseh Bumbungan, Banjarangkan, Klungkung yang mana AWK mengingatkan bahwa masa depan agama Hindu dan desa adat di Bali terletak pada kedaulatan generasi mudanya. ‘’Anak muda Bali harus menjadi generasi yang debatbale

MARHAENIS – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama generasi muda Hindu di Karanggasem dan Klungkung. dan juga berpendidikan tinggi. Maka dari itu saya mendorong agar anak-anak muda di desa, bersekolah setinggi-tingginya. Karena hanya lewat jnana yadnya, Bali akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat dan itu butuh kemauan orangtua sebagai pendorong. Sayang di Bali para orangtua masih berpikir pragmatis agar anak mereka bisa menghasilkan uang setelah dari tamat sekolah menengah. Seharusnya dorong anak-anak di desa agar mereka bisa ke perguruan tinggi dan juga sambil bekerja. Kalau mau sukses dan kaya, maka anak-anak muda Bali harus bekerja dan berusaha lebih keras dua kali lipat. Karena tanpa pendidikan tinggi, tidak mungkin Bali Berdaulat. Ini pesan tiang,’’ jelas Gusti Arya Wedakarna. Maka dari itu, ia meminta kepada semua pihak di Bali agar fokus dalam peningkatan SDM keluarga dan juga memperkuat ketahanan keluarga melalui pencarian Artha sesuai ajaran Catur Purusha Artha.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

‘’Umat Hindu jika ingin bertahan, maka anak mudanya harus menjadi orang kaya. Orang yang kaya serta berhasil dalam karier itu diakibatkan karena orangtuanya mendorong si anak ke pendidikan tinggi dan pola kepemimpinan yang baik. Tidak ada jalan lain. Ini sudah dicontohkan oleh intelektual bangsa seperti Bung Karno yang keturunan orang Bali saat menjadi insinyur di ITB Bandung, Mr. Gusti Ketut Puja seorang pahlawan nasional dari Bali yang merupakan sarjana pertama dari Hindu Bali serta Ida Bagus Mantra yang seorang doktor Hindu yang tamatan India. Niscaya jika pahlawan kita bukan orang berpendidikan, mustahil Indonesia merdeka. Tidak mungkin Bali bisa hebat seperti ini dan yang penting mereka bisa menjadi teladan bagi Bali. Ngiring mulat saria dan wujudkan Satyagraha Pendidikan,’’ terang Gusti Wedakarna yang juga seorang doktor ilmu pemerintahan termuda di Republik Indonesia ini. (ad945)


DAERAH

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

5

Bayar Kerugian Negara Rp 1,7 Miliar

Mantan Kepala LPD Kapal Dituntut Lima Tahun Denpasar (Bali Post) -

Mantan Kepala LPD Desa Kapal, terdakwa Drs. I Made Ladra (53), Kamis (28/3) malam dituntut pidana penjara selama lima tahun. JPU I Wayan Suardi di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day didampingi Esthar Oktavi dan Miptahul Halis juga menuntut terdakwa membayar kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.796.916.100. Bilamana terdakwa tidak membayar dalam waktu satu bulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang. Bilamana tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama 2,5 tahun. Masih dalam tuntutan, jaksa juga meminta supaya terdakwa dituntut membayar denda Rp 500 juta, subsider enam bulan kurungan. Dalam surat tuntutan jaksa dari Kejati Bali itu, juga dipertimbangkan sejumlah hal baik yang memberatkan maupun yang meringankan hukuman terdakwa. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara. Sedangkan yang meringankan, perbuatan terdakwa belum pernah dihukum dan bersifat sopan dalam persidangan. Jaksa Wayan Suardi juga mengatakan unsur-unsur dalam Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah

dengan UU No.20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana, jo Pasal 64 ayat 1 ke-1 sudah terpenuhi, sehingga hukuman dinilai sudah setimpal. Sebelumnya, I Made Ladra (53) diadili kasus dugaan korupsi. JPU Wayan Suardi di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menguraikan peristiwa hukum yang menyebabkan kerugian hingga Rp 15,35 miliar. Awalnya, kata jaksa dalam surat dakwaannya, LPD Desa Kapal, Badung mati suri. Sehingga dilakukan verifikasi, hingga dibentuk konsultan publik dan dilakukan audit. Dari sana disimpulkan ada 11 temuan prinsip yang menyebabkan LPD Kapal mati suri. Pertama, adanya pemufakatan jahat pengurus LPD Kapal hingga menikmati fasilitas

kredit dalam jumlah yang besar. Banyak kredit LPD yang jatuh tempo, namun tidak dilakukan upaya penyelamatan. Adanya rekayasa pemberian kredit (window dressing) kepada mantan kolektor LPD atas nama Ni Luh Rai Kristianti Rp 8,5 miliar dengan bunga 1%. Adanya kredit topengan, atau kredit atas nama (fiktif). Selain itu, ada kredit tempilan, pemberikan kredit tanpa proses 5C, adanya pemalsuan dokumen gaji pegawai, adanya aset diambil alih atau digadaikan, terjadi potongan uang asuransi, adanya kebijakan yang merugikan LPD, beban kantor dan lainnya, termasuk terdakwa Ladra dengan menggunakan programer atas nama Martinus Baha mengubah data di LPD yang dipimpinnya. Tak pelak, sambung jaksa, LPD rugi

Bertemu Menteri Luhut

Nelayan Muncar Keluhkan Hilangnya Habitat Ikan Lemuru Banyuwangi (Bali Post) Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ke kawasan Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, Jumat (29/3) kemarin, dimanfaatkan nelayan setempat untuk menyampaikan keluhan. Salah satunya terkait hilangnya habitat ikan lemuru. Versi nelayan, sejak tahun 2009, habitat ikan lemuru terus berkurang. Padahal, dahulu, ikan lemuru menjadi ikon bagi nelayan Muncar. Selain kaya gizi, harga dari ikan ini juga relatif baik. Menyikapi keluhan ini, Luhut berjanji akan segera mengambil tindakan. ‘’Nanti akan segera kita teliti, melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun BPPT. Apakah masalah migrasi ikan atau terkait palung laut. Segera kita tin-

jau,’’ tegasnya. Luhut mengajak nelayan menjaga kebersihan Pelabuhan Muncar. Apalagi, memiliki potensi sebagai salah satu destinasi wisata daerah. ‘’Presiden telah mencanangkan program Indonesia bersih dan sehat. Masalah kebersihan menjadi aspek yang penting. Banyuwangi juga punya peran yang penting untuk kesuksesan program ini. Apalagi saat ini Banyuwangi salah satu daerah tujuan wisata,’’ imbuhnya. Kawasan Muncar, katanya, memiliki daya tarik pariwisata yang unik. Potensi ikan dan budaya lokalnya sangat menarik jika menjadi destinasi wisata. Salah satunya, pasar ikan yang bisa menjadi daya tarik turis, sehingga harus dijaga keber-

sihannya. ‘’Jangan sampai sampah-sampah, terutama sampah plastik mengotori laut,’’ ujarnya. Ditambahkan, jika partikel sampah plastik yang dibuang ke laut sampai dimakan ikan, maka akan tersimpan sebagai racun di tubuh ikan. Apabila ikan itu dimakan oleh manusia akan menjadi sumber penyakit bagi tubuh. Pihaknya berharap, penyakit akibat makan ikan yang tercemar sampah plastik ini bisa dihindari. Nelayan juga diminta ikut menjaga tanaman mangrove di sekitar pantai. Kawasan mangrove, kata Luhut, sebagai tempat berkembang biak ikan. ‘’Saya lihat dari udara mangrovenya sangat bagus, jadi tolong dijaga, termasuk dari serbuan sampah,’’ pungkasnya. (udi)

hingga Rp 15,35 miliar. Namun, sebagaimana dakwaan jaksa, yang harus atau menjadi tanggung jawab terdakwa sebesar Rp 7,18 miliar. Sedangkan yang menjadi tanggung jawab Ni Luh Rai Kristianti terkait dana nasabah yang diambilnya, sebut jaksa, sebesar Rp 5,02 miliar. Dan yang menjadi tanggungan kolektor Ni Kadek Kartaningsih antara lain temuan dana nasabah yang dipakai Luh Rai Kristianti sejumlah Rp 1,82 miliar dan tabungan sukarela nasabah yang ditarik adalah milik I Made Sama sebesar Rp 378 juta dan dikembalikan Rp 404 juta, namun pengembalian menggunakan tabungan fiktif. ‘’Sehingga total yang menjadi tanggungan Ni Kadek Ratnaningsih sebesar Rp 2,22 miliar,’’ cetus jaksa. Selain itu, yang menjadi tanggung jawab kolektor Ni Nyoman Sudiasih terkait dana tabungan nasabah sebesar Rp 400 juta. Yang menjadi tanggungan Wayan Suardani Rp 246,3 juta, dan tanggungan Ni Made Ayu Arsianti sebesar Rp 272,8 juta. (kmb37)

Bali Post/asa

SIDANG - Mantan Kepala LPD Desa Kapal, terdakwa Drs. I Made Ladra, Kamis (28/3) malam menjalani sidang tuntutan. Terdakwa dituntut pidana penjara selama lima tahun.

Fluktuasi Harga Manggis di Cina Tergantung Hari Raya Denpasar (Bali Post) Penurunan harga manggis biasa terjadi di Cina. Sama halnya dengan di Bali, permintaan akan buah manggis di Cina tergantung hari raya. Namun penurunan harga ini tidak signifikan atau anjlok. Karena harga di tingkat petani masih bisa menutupi biaya produksi petani. Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) I Wayan Sugiarta mengatakan harga memang turun, tetapi tidak anjlok karena penurunan harga ini biasa terjadi untuk produk yang diekspor. ‘’Itu tergantung pasar. Kebetulan pasar (kebutuhan) di Cina setelah bulan purnama kemarin kan biasa, agak kendur penjualannya,’’ tandasnya. Saat bulan purnama belum lama ini, harga manggis mencapai Rp 30.000 per kg untuk yang kualitas super satu. Sedangkan penurunannya menjadi Rp 20.000 per kg. Meski demikian, dikatakan, harga root di

petani untuk harga manggis Rp 30.000 adalah Rp 16.000. Sedangkan untuk manggis dengan harga Rp 20.000, harga root di petani menjadi Rp 12.000. Harga root adalah harga manggis setelah dipetik dan belum disortir. Ekspor manggis ke Cina dilakukan setiap hari. Kenaikan dan penurunan impor oleh Cina tergantung dari ada tidaknya persembahyangan atau hari raya di sana. ‘’Kebutuhan banyak ketika hari purnama. Setelah itu turun, hari raya nanti naik lagi. Cina sama seperti di Bali upacaranya,’’ jelasnya. Menurutnya, sekarang manggis Bali bisa diekspor lebih banyak lagi yaitu 10 ton per hari. Untuk kebutuhan lokal biasanya diambil dari sisa sortiran ekspor yaitu sekitar 5 ton per hari untuk konsumsi di Bali saja. ‘’Tapi susah didata, dideteksi karena bercampur dengan barang (manggis) dari luar Bali seperti dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banyuwangi,’’

ungkapnya. Sebagian besar manggis Bali diekspor. Presentasenya 60% dan 40% untuk memenuhi kebutuhan lokal. ‘’Karena setelah diproses sisanya itu untuk memenuhi lokalan Bali,’’ tandasnya. Panen raya manggis terjadi dari Oktober sampai April. Meski saat ini sedang panen manggis, dikatakan, penurunan harga ini bukan karena pengaruh panen, karena ketersediaan pasokan manggis tetap terjaga. Pergub 99 Tahun 2018 diharapkan dapat membuat tataniaga manggis Bali lebih baik. Karena hanya manggis, produk hortikultura Bali yang bagus untuk ekspor. ‘’Manggis adalah produk buah lokal kita yang sudah keluar dan menguasai pasar terutama di Cina,’’ imbuhnya. Sementara produk hortikultura seperti rambutan belum bisa diekspor karena masih adanya hama seperti semut. Selain itu packing house rambutan belum ada,

kemasan belum ada. ‘’Rambutan, salak gula pasir, naga, sudah mulai ditawarkan eksportir yang ada di Bali tetapi belum ketemu pasarnya,’’ ungkapnya. Ketua Asosiasi Petani Manggis Kabupaten Tabanan Jero Tesan membenarkan terjadinya penurunan harga karena adanya saingan yaitu manggis Bangkok. ‘’Turun sedikit karena manggis Bangkok keluar,’’ ujarnya. Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bali Sunarta mengatakan, harga manggis turun untuk yang mutunya rendah. Karena manggis sudah mulai diekspor. ‘’Eksportir malah sedang kesulitan cari barangnya,’’ pungkasnya. Sementara hotel-hotel di Bali juga minta pasokan manggis, namun dengan kualitas yang bagus. Kata Sunarta, secara bertahap kualitas akan meningkat seiring dengan adanya harga yang menarik. (kmb42)

Gojek Inisiasi ’’Uninstall Khawatir’’

Jadi Pelopor Gerakan Antikekerasan Seksual di Industri ’’Ride-Hailing’’ Bali Post/udi

KUNJUNGI - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengunjungi kawasan pasar ikan Muncar, Banyuwangi, Jumat (29/3) kemarin.

Warung Global

Persoalan akan Selesai jika Ada Kesadaran dan Niat

Denpasar (Bali Post) Gojek menginisiasi hashtag ‘’uninstall khawatir’’ untuk memberikan solusi keamanan yang menyeluruh, khususnya dalam melawan tindak kekerasan seksual di ruang publik. Terdiri dari pengembangan fitur keamanan terbaru dalam aplikasi Gojek, program mitigasi risiko berupa edukasi mitra driver, serta menggandeng Hollaback untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mitra driver terhadap isu kekerasan seksual. ‘’Fitur-fitur keamanan terbaru dikembangkan oleh Gojek supaya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi

pelanggan Gojek,’’ ujar Head of Communication Transport Marketing Gojek Pingkan Irwin di Sanur, Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Fitur tersebut, lanjut Pingkan, salah satunya adalah fitur Bagikan Perjalanan (Share Trip) yang dapat digunakan dengan memperbarui aplikasi Gojek ke versi terbaru (3.24). Melalui fitur ini, pelanggan Go-Ride dan Go-Car di seluruh Indonesia dapat membagikan informasi perjalanan kepada kerabat mereka. Seperti lokasi penjemputan dan pengantaran, informasi lengkap mitra driver (nama, pelat nomor, rating, nomor pemesanan),

BALI menghadapi sebelas permasalahan. Permasalahan yang dihadapi Bali ini memang klasik yaitu infrastruktur yang belum memadai, pariwisata yang belum merata, persoalan sampah, krisis air bersih, energi terbarukan, abrasi pantai, pemerataan investasi, SDM wirausaha Bali dan sebagainya. Persoalan akan selesai jika ada kesadaran dan niat untuk mengerjakan dan menyelesaikannya. Sebab, Bali memiliki banyak orang pintar dan cerdas. Sebelas masalah tak akan sulit untuk menyelesaikannya jika memiliki niat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Demikian kunci menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Bali saat ini menurut pendengar Radio Global 96,5 FM yang menyampaikan opininya dalam acara dialog interaktif Warung Global, Jumat (29/3) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai warga Bali, Ayu di Petang menyoroti permasalahan sampah yang belum terselesaikan. Jika tak dimulai dari diri kita sendiri, masalah sampah tak akan pernah selesai. Manusia selama hidup pasti akan ada masalah. Ketut Mursi di Denpasar menyampaikan sebelas permasalahan yang dihadapi Bali akan mudah diselesaikan jika para ahli, orang pintar yang ada di Bali ini bekerja. Masalah akan bisa diselesaikan, tetapi hanya butuh proses saja. Permasalahan yang di-

hadapi Bali cukup klasik, artinya masalah sudah lama. Demikian dikatakan Wayan Suardana di Tabanan. Masalah akan selesai jika dikerjakan. Jika ada niat dan kesadaran, masalah akan terselesaikan. Pemerintah punya banyak PR. Fera di Tabanan menyarankan agar diselesaikan satu per satu, mulai dari masalah yang pokok dulu yaitu infrastruktur. Jika infrastruktur bagus maka perekonomian rakyat akan baik juga. Masalah yang dihadapi Bali saat ini harus diselesaikan secara profesional.

Demikian dijelaskan Budiada di Tabanan. Sementara itu, Nyoman Mastra di Gianyar menilai bahwa masalah yang dihadapi Bali juga merupakan masalah yang dihadapi dunia. Ia juga berharap para ahli, orangorang cerdas dan pintar yang ada di Bali mengaplikasikan ilmunya. Harus kreatif, inovatif. Angga di Denpasar menambahkan, jangan hanya karena faktor kepentingan baru bekerja. Butuh pengabdian yang totalitas. Jika mau bekerja dengan baik, masalah pasti akan tersesaikan. (sikha)

Bali Post/rin

GOJEK - Gojek mengembangkan fitur keamanan terbaru pada aplikasi dan terlibat dalam inisiatif melawan tindak kekerasan seksual di ruang publik.

status perjalanan dan estimasi waktu pengantaran, serta rute yang ditempuh oleh mitra driver. ‘’Cara pakai fitur ini, pengguna dapat meng-klik icon perisai ketika sudah mendapatkan driver atau dalam perjalanan bersama driver. Kemudian meng-klik icon Bagikan Perjalanan untuk memilih kepada siapa informasi mengenai perjalanan ini akan dibagikan, serta melalui aplikasi apa,’’ jelasnya. Menurut Pingkan, informasi dapat dibagikan melalui SMS, Messenger, WhatsApp, atau LINE, sesuai pilihan pengguna. Kontak orang terdekat yang dipilih akan mendapat akses untuk membuka tautan di browser dan dapat melacak perjalanan dari pengguna secara real time. Senior Manager Corporate Affairs Gojek Alvita Chen mengatakan, Gojek tidak hanya berinovasi lewat pengembangan teknologi. Tetapi juga melakukan upaya mitigasi risiko dengan memberikan pelatihan bagi mitra driver untuk meningkatkan kesadaran akan kekerasan seksual. Pihaknya berkolaborasi dengan institusi nirlaba Hollaback! dengan tema Hari Perempuan Sedunia. Mengingat, perempuan dan anak-anak rentan menjadi korban kekerasan seksual. Kelompok masyarakat ini juga merupakan salah satu pengguna terbesar layanan transportasi Gojek. ‘’Kekerasan seksual itu ada yang verbal, ada yang nonverbal. Pemahaman ini kami rasa sangat penting. Bukan cuma untuk pengetahuan driver, bukan cuma

untuk driver bisa memberikan pelayanan yang terbaik, namun juga supaya driver kami bisa menjadi agen perubahan yang baik,’’ ujarnya. Menurut Alvita, materi pelatihan disusun secara komprehensif. Mencakup pengetahuan tentang jenisjenis pelecehan seksual yang harus dihindari serta langkah intervensi seperti apa yang dapat diambil apabila menghadapi kasus tersebut. Siklus pelatihan perdana telah dimulai di Jakarta, lalu Bandung dan Palembang. Sementara Bali khususnya Denpasar merupakan kota keempat dilaksanakannya pelatihan sebagai upaya preventif tersebut. Alvita menambahkan, bantuan mencakup tindakan medis untuk pemeriksaan fisik, pengobatan, serta layanan pendampingan oleh psikiater sebagai bagian dari proses penyembuhan trauma. Gojek juga siap melakukan pendampingan hukum apabila korban, baik mitra driver maupun pengguna, merasa kasus ini harus diselesaikan di jalur hukum. Pematangan fitur dan pelatihan kepada mitra akan terus dilakukan agar Gojek dapat menjadi aplikasi andal pilihan masyarakat Indonesia. Co-Director Hollaback! Anindya Restuviani mengapresiasi langkah Gojek. Terlebih, Gojek memiliki jutaan mitra driver sehingga membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan seksual di ruang publik. ‘’Di saat kita melihat bahwa mitra Gojek bisa menguasai jalan, daripada menjadi pelaku lebih baik mereka menjadi seseorang yang membantu orang lain,’’ ujarnya. (kmb32)


OPINI

6

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengelola Politik secara Beretika dan Berbudaya DEMOKRASI bergulir dengan berbagai model dan seninya. Terkadang pengelolaan demokrasi sangat pincang antara teori politik dan praktik berpolitik. Secara teori, politik dikorelasikan dengan seni mengelola strategi untuk mencapai tujuan politik. Etika pun selalu dijadikan rujukan. Propaganda politik pun didesain dan disuarakan berdasarkan prinsip-prinsip persuasif dan berpijak pada kebenaran. Di sisi lain, pada kenyataannya praktik pengelolaan politik cenderung pragmatis dan transaksional. Bahkan menyebar kebohongan, fitnah, dan hasutan menjadi salah satu produknya. Akibatnya, pengelolaan politik secara pragmatis membuat publik makin transaksional dan pada gilirannya apatis. Dalam kondisi begini maka praktik politik pada kenyataannya tak berkorelasi dengan seni merancang strategi untuk mencapai kemenangan. Walaupun pesta politik disepadankan dengan pesta demokrasi pada banyak hal praktik berpolitik berdampak pada ancaman stabilitas dan inharmonisasi hubungan kekerabatan. Hal inilah yang harus dibenahi dengan pola-pola kaderisasi politik dan pendidikan politik yang lebih intensif. Kini di era digital dan ruang tanpa batas, pengelolaan politik secara beretika hendaknya dibudayakan. Politisi hendaknya melakukan perubahan pola-pola politik pragmatis ke politik nurani. Jika ini tak segera dilakukan maka dunia maya atau media sosial akan penuh sesak oleh isu politik sesat. Politik dengan kampanye hitam akan menjadi pilihan. Jika prosesnya sudah jauh dari standar politik berbudaya maka kecenderungan produknya juga akan absurd. Jika prosesnya sarat rekayasa maka kekuasaan yang lahir dari politik kotor juga akan menghasilkan penguasa korup dan jauh dari harapan publik. Mencermati panasnya dunia politik dan mahalnya biaya propaganda maka pertarungan pada dunia ini juga cenderung keras. Dalam iklim politik yang panas maka harapan terjadinya perimbangan pemenang antara calon pria dan wanita juga akan pincang. Dapat diprediksi bahkan diyakini bahwa calon pria akan lebih tahan menghadapi tantangan dan mencapai tujuan politiknya. Terlebih jika dicermati nama-nama caleg dari kaum perempuan, mereka nyaris jadi pelengkap kuota. Diyakini, ada banyak caleg perempuan dicalonkan sebagai strategi parpol memenuhi syarat minimal 30 persen calon perempuan diakomodasi. Jika fakta politiknya semacam ini, kesetaraan gender di parlemen sulit terwujud. Kalaupun ada calon perempuan yang menjadi wakil rakyat maka kepincangan kesetaraan gender akan terjadi. Itu artinya, aturan tentang politik bisa didesain ideal namun praktinya akan jauh dari harapan kita. Mudah-mudahan kaum perempuan yang menjadi calon legislatif kuat menghadapi cuaca politik. Terpilih atau tidak kita harus yakin bahwa ruang untuk mendedikasikan diri pada dunia politik adalah proses pendewasaan diri.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Jalan Rusak Parah Beberapa hari terakhir ini, bahkan telah beberapa bulan terakhir ini, jalan nasional Denpasar-Gilimanuk sangat tidak aman dan nyaman untuk dilalui, khususnya pada malam hari dan di saat hujan. Banyak jalan berlubang dan kontur permukaan jalan yang bergelombang tak beraturan, hal ini menjadi salah satu faktor banyaknya terjadi kecelakaan lalu lintas. Saya sendiri melihat langsung korban berjatuhan di jalanan khususnya di jalan antara Selemadeg Barat (Tabanan) sampai dengan Pekutatan (Jembrana). Mohon bantuan pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan tersebut, sebelum banyak korban akan jatuh di jalanan tersebut, kemacetan lalu lintas bertambah, operasional logistik terganggu dan banyak lagi yang akan merugi bila jalanan tersebut tetap dibiarkan seperti saat ini. Adrid Indaryanto Denpasar, Bali

Jaga Kawasan Hulu Cuaca belakangan ini di Bali tak menentu. Yang nyaris pasti adalah turunnya hujan lebat mulai siang hari hingga petang. Yang saya ingin tahu, sampai kapan cuaca yang tak menentu akan terjadi di Bali? Melihat tingginya curah hujan di Bali belakangan ini tentu semua pihak harus mulai makin sadar tentang pentingnya menjaga kawasan hulu. Kawasan resapan air hendaknya dijaga jangan dijadikan ruang investasi. Bali harus mulai protektif menjaga alamnya, jangan terjebak pada kepentingan bisnis saja. Mudah-mudahan pada era baru Bali ini ada kebijakan yang jelas dalam penyelamatan lingkungan. I Putu Sudana Tabanan, Bali

Perempuan Bali Dalam Kancah Politik Dalam usaha meraup suara pemilih, kader perempuan Bali memilih memajang baliho-baliho di sepanjang jalan. Baliho-baliho tersebut tidak dilengkapi informasi mengenai visi-misi yang mereka tawarkan. Sepak terjang kader perempuan Bali bisa dikatakan masih jauh dari sosialisasi. Padahal, ada berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi dalam usaha meraup perolehan suara.

Oleh

Putu Simpen Arini eran serta perempuan dalam pembangunan sangatlah strategis. Presiden pertama Indonesia, Soerkarno, pernah berpesan “Perempuan Indonesia, kewajibanmu telah terang, sekarang ikutlah serta dalam usaha menyelamatkan republik, dan jika republik telah selamat, ikutlah serta mutlak dalam usaha menyusun negara nasional.” Melalui pesan ini, perempuan Indonesia diharapkan ikut serta mengambil bagian dalam proses pembangunan bangsa. Perempuan memiliki peran yang setara dengan laki-laki. Melalui kesetaraan, perempuan diberikan kesempatan mengembangkan potensi sehingga mampu berkontribusi baik pada perekonomian maupun pembangunan. Pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan merupakan salah satu target dalam SDGs. Perhatian dunia mengenai kesetaraan gender terlihat dari digunakannya hasil Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) oleh Majelis Umum PBB sejak tahun 1979. Konvensi ini berpedoman pada fakta bahwa meskipun sudah ada berbagai instrumen internasional men-

genai hak asasi manusia (HAM) di mana perempuan termasuk dalam subjek yang diatur, namun pada kenyataannya di berbagai belahan dunia, perempuan kerap menjadi warga negara yang terpinggirkan. Bukan hanya tidak mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dengan laki-laki namun juga tidak diakui perannya yang sangat sentral di ranah publik. Salah satu cara untuk memastikan tersalurnya aspirasi perempuan adalah melalui keterwakilan dalam bidang politik. Keterwakilan perempuan dalam parlemen menjadi sangat penting karena dengan ikut dalam parlemen, perempuan memiliki kesempatan ikut menentukan kebijakan politik terutama mengenai prioritas pendanaan yang mendukung berkembangnya organisasi dan kegiatan pemberdayaan perempuan. Di Indonesia kebijakan khusus bagi perempuan di bidang politik telah diterapkan pasca-Pemilu 1999. Negara menjamin kepentingan perempuan dengan menetapkan kuota sedikitnya harus ada 30 persen perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat dan pada bakal calon anggota lembaga legislatif. Kebijakan tersebut tercantum dalam Undang-undang

Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Angka 30 persen tersebut adalah rekomendasi United Nations Divisions for the Advancement of Women (UNDAW). Menurut rekomendasi ini, suara dan kepentingan perempuan baru diperhatikan dalam kehidupan publik, apabila peran serta perempuan di parlemen mencapai 30 persen. Namun, walaupun telah dijamin undang-undang, masalah keterwakilan perempuan dalam politik dewasa ini masih memprihatinkan. Keterwakilan perempuan yang terlibat langsung dalam politik masih jauh dari kata proporsional. Hal ini cukup miris, karena jika dilihat dari komposisi penduduk Indonesia antara laki-laki dan perempuan, jumlahnya hampir berimbang. Berdasarkan proyeksi penduduk dengan hasil SUPAS 2015 oleh BPS, pada tahun 2019, jumlah penduduk perempuan 132,89 juta jiwa sedangkan penduduk laki-laki 134,03 juta. Sementara itu, jumlah keterwakilan perempuan dalam legislatif masih sangat minim. Pada tahun 2009, persentase kursi yang diduduki perempuan di DPR 17,86 persen sedangkan pada tahun 2014 turun menjadi 17,32 persen. Di Provinsi Bali, partisipasi perem-

puan dalam bidang politik bisa dikatakan berkembang lambat. Partisipasi perempuan dalam parlemen masih jauh di bawah nasional yaitu hanya mencapai 9,09 persen atau sejumlah 5 orang pada tahun 2017. Persentase perempuan Bali yang bergabung dalam parlemen menduduki peringkat ke-32 dari 34 provinsi di Indonesia. Agaknya sistem patriarki yang kuat di Bali menyebabkan masih rendahnya partisipasi perempuan dalam parlemen. Ideologi patriarki telah membatasi gerak kaum perempuan terutama di ruang publik karena umumnya pengambilan keputusan masih didominasi oleh kaum laki-laki. Sebuah studi yang dilakukan oleh Sukerti (2016) mengenai pengambilan keputusan dalam adat menyebutkan bahwa sebagai penganut budaya patriaki, ideologi gender belum berimplikasi dalam hukum adat Bali. Faktor-faktor yang menjadi penghambatnya adalah budaya hukum adat patriarki yang masih kuat mengikat kehidupan masyarakat Bali. Budaya ini menciptakan mindset/pola pikir bahwa perempuan selalu mendapat tempat kedua. Selain itu, kurang seriusnya kaderisasi partai juga menyebabkan sedikitnya kader perempuan Bali yang berkualitas. Dikutip dari mediaindonesia.com, yang terjadi di Indonesia, begitu banyak kader politik dadakan muncul saat proses politik berlangsung. Munculnya kader dadakan ini untuk memenuhi syarat administratif partai politik bisa ikut dalam pemilu. Kader perempuan yang dipilih umumnya dari kalangan artis yang telah terkenal namun tanpa dibekali kemampuan poli-

tik yang mumpuni. Dalam usaha meraup suara pemilih, kader perempuan Bali memilih memajang baliho-baliho di sepanjang jalan. Namun, baliho-baliho tersebut tidak dilengkapi informasi mengenai visi misi yang mereka tawarkan. Sepak terjang kader perempuan Bali bisa dikatakan masih jauh dari sosialisasi. Padahal, ada berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi dalam usaha meraup perolehan suara. Sebagai contoh, sosialisasi bisa dilaksanakan melalui interaksi langsung dengan warga. Berdasarkan data Bali dalam angka 2018, Bali memiliki lebih dari 3 ribu banjar dinas. Hal ini berarti ada lebih dari 3 ribu kelompok ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Sosialisasi visi misi melalui kelompok ini tentu dapat membuat kader perempuan Bali lebih dikenal pribadinya dan visi misinya. Selain itu, para kader perempuan dapat lebih mengetahui masalah riil yang sedang dihadapi masyarakat di lapangan. Cara lainnya yaitu sosialisasi melalui media sosial. Penyampaian visi misi yang menarik melalui media sosial tentu mampu menarik perhatian masyarakat khususnya para generasi milenial yang merupakan potensi besar dalam perolehan suara pada pemilu tahun ini. Berdasarkan hal ini, untuk meraup suara dalam pemilu mendatang, para kader perempuan harus lebih proaktif melakukan sosialisasi agar lebih dikenal oleh masyarakat. Penulis, Statistisi BPS Provinsi Bali

Golput dan Akselerasi Partisipatori Demokrasi POJOK HANTU abadi yang hadir dalam setiap kontestasi demokrasi adalah golongan putih (golput). Tidak terkecuali di Pemilu 2019 ini. Golput menjadikan kontestan dan penyelenggara pemilu diselimuti rasa galau menghadapi pemilu. Kontestan pemilu dirugikan terkait pengurangan potensi suara. Penyelenggara pemilu dirugikan terkait stigma negatif menyangkut kinerja lembaganya. Golput menjadi momok bagi kualitas demokrasi. Partisipasi politik menunjukkan tren mengkhawatirkan selama pemilu pascareformasi. Tingkat partisipasi Pemilu 1999 sebesar 92,74 persen, Pemilu 2004 sebesar 84,07 persen, Pemilu 2009 semakin turun menjadi 70,99 persen, dan membaik pada Pemilu 2014 sebesar 75,11 persen. KPU hanya mampu menargetkan partisipasi Pemilu 2019 sebesar 77,5 persen. Artinya masih belum ada obsesi melampaui capaian Pemilu 2004. Partisipasi memang tidak memengaruhi legitimasi. Akan tetapi berefek pada kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Golput penting dirunut akarnya hingga dapat ditempuh strategi mengakselerasi partisipasi. Banyak kemungkinan yang menjadi akar penyebab golput. Pertama, golput sebagai ideologi. Beberapa kelompok keagamaan menganggap pemilu sebagai produk demokrasi adalah haram atau najis. Kalangan antidemokrasi ini menjadikan golput sebagai kewajiban ideologis. Jumlah kalangan ini terbatas, tetapi loyal. Perubahan ideologis hampir mustahil dilakukan kecuali langsung melalui instruksi pucuk pimpinannya. Kedua, golput sebagai pilihan idealisme. Pelaku golput jenis ini tidak memiliki identitas komunal, tetapi lebih bersifat individual. Hak memilih dikorbankan lantaran ketidaksesuaiannya dengan dinamika politik dan tingkah polah kontestan. Generalisasi kerap dilakukan dengan menilai politik kotor, semua parpol korup, semua caleg melakukan politik uang, dan lainnya. Kalangan ini mendominasi pelaku golput karena lebih aktif menyatakan kekecewaan dan menginformasikan aib politik kepada publik. Mereka umumnya terjangkit

Oleh

Ribut Lupiyanto apatisme dan apolitisme. Ketiga, golput karena administratif. Administrasi kepemiluan selalu menghadapi permasalahan kompleks. Daftar pemilih pemilu tidak pernah beres dan terus berada pada posisi darurat. Karut-marut disebabkan validitas data yang rendah. Problem data terletak pada data ganda, masih tercantumnya penduduk meninggal, terdaftarnya TNI/Polri, nama tidak dikenal dan alamat tidak jelas, pemilih yang tidak ada pemilik atau tidak sesuai informasinya (ghost voters), serta warga yang belum terdaftar. Ketidakvalidan daftar pemilih memicu peningkatan angka golput, padahal pemilih itu memang tidak ada. Warga yang tidak terdaftar juga terpaksa melakukan golput. Keempat, golput akibat buta politik. Pelaku golput ini tidak memahami urgensi politik dan tidak mau tahu terhadap politik. Seorang penyair Jerman bernama Bertolt Brecht mengatakan bahwa buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Kelima, golput karena situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang paling menentukan adalah saat hari pemungut an suara. Pelaku golput ini kebanyakan warga yang sedang melakukan mobilitas antartempat. Regulasi mengatur perpindahan tempat pemungutan suara (TPS) dengan birokrasi berbelit, seperti harus meminta formulir pindah. Hal ini akan sulit dilakukan bagi mereka yang bepergian mendadak atau malas mengurus perpindahan TPS. Akselerasi Partisipasi Politik di Indonesia secara strategis mengandung dua unsur, yaitu kepemimpinan nasional dan partisipasi masyarakat (Lemha-

nas, 1975). Pemilu merupakan agenda suksesi politik yang akan menentukan nasib bangsa ke depan. Perubahan mustahil akan terwujud tanpa adanya semangat demokratisasi melalui partisipasi masyarakat. Persepsi politik masyarakat di negara berkembang cenderung dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk, pendidikan, jenis kelamin, unsur primordial daerah, dan perbedaan nilai-nilai tradisional (Rush, 1983). Golput menjadi tantangan yang mesti ditekan demi peningkatan partisipasi. Golput dapat ditekan melalui pendidikan politik, akomodasi regulasi, dan perbaikan administrasi data. Pendekatan spesifik penting dibedakan sesuai akar golput di atas. Penekanan angka golput juga hendaknya bersifat prioritatif. Pertama, dengan pendidikan politik. Pendidikan politik dapat dilakukan terhadap pelaku golput karena buta politik dan idealisme. Kalangan buta politik dapat dididik mengenai urgensi politik bagi pembangunan bangsa. Pemahaman juga penting ditanamkan bahwa semua penduduk berkepentingan terhadap politik karena semua urusan negara diselenggarakan melalui kebijakan politik. Kalangan ini dapat didorong untuk aktif memberikan aspirasi agar kepentingannya terakomodasi secara politis. Pelaku golput idealis lebih membutuhkan waktu lama melalui diskusi dan peyakinan. Kontestan politik penting meyakinkan kepada mereka dengan gagasan dan program ke depan. Kalangan ini mesti dicerahkan bahwa tidak sepenuhnya politik kotor dan tidak semua politisi busuk. Mereka dapat memilih yang buruk dari yang paling buruk. Kedua, melalui akomodasi regulasi. Regulasi kepemiluan hendaknya mengedepankan kemudahan demi kepentingan demokrasi. KPU layak mempertimbangkan terobosan pengaturan bahwa pemilih dapat memilih meski belum memiliki e-KTP di hari pencoblosan. Selain itu juga penting mempermudah syarat pindah lokasi pemilihan TPS.

Biaya produksi tinggi, peternak ayam buras di Badung menurun. - Sabar dan tetap semangat. *** Angkat ekonomi warga, Dekranasda kembangkan ekonomi kreatif. - Tetap semangat kreatif. *** Tanam 5.000 mangrove, Badung wujudkan pelestarian lingkungan. - Dari Badung lestarikan Bali.

Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA); Blogger

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Bali Post/bit

PDAM - Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas Wayan Agus Suanjaya memberikan penjelasan terkait pelayanan ke masyarakat.

Jadi Kawasan Cengkeh Tabanan Belum Dapat Bantuan Pusat Tabanan (Bali Post) Daerah penghasil cengkeh di Tabanan adalah Selemadeg Barat. Sejak tahun 2018, Tabanan ditetapkan sebagai kawasan cengkeh oleh pemerintah pusat. Namun sampai saat ini Tabanan belum mendapatkan bantuan pusat untuk pengembangan cengkeh. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Budidana Susila, Jumat (29/3) kemarin mengatakan, awalnya Tabanan ditetapkan sebagai kawasan kakao dan kopi. Namun kemudian kawasan kakao dihilangkan dan diganti oleh Kabupaten Jembrana. ‘’Tahun 2018 kita tercatat sebagai kawasan cengkeh disamping menjadi kawasan kopi,’’ ujarnya. S e t e l a h d i j a d i k a n k awasan cengkeh, diakui Dewa Budi pihaknya sudah mengusulkan bantuan untuk pengembangannya. Namun hingga saat ini belum ada program dari pusat diarahkan ke Tabanan untuk pengembangan cengkeh. ‘’Jika sudah ditetapkan kawasan, harusnya dapat program dari pusat seperti halnya menjadi kawasan kopi. Setidaknya dapat bantuan intensifikasi dan peremajaan karena pohon cengkeh di Tabanan semuanya sudah tua,’’ jelas Dewa Budi. Mengenai potensi, sebenarnya hanya Selemadeg Barat yang banyak memiliki pohon cengkeh. Tetapi dari pusat ditetapkan wilayah Selemadeg Raya dan Penebel. Mengenai harga jual, lanjut Dewa Budi, cengkeh termasuk mahal. Saat ini cengkeh dihargai Rp 84.000 per kilogram kering di petani dan Rp 86.000 perkilogram kering di pengepul. ‘’Kadang sampai Rp 120 ribu per kilogram kering,’’ ujarnya.

Berdasarkan data luasan tahun 2018, perkebunan cengkeh yang dimiliki Tabanan seluas 2.367,95 hektar. Jika dibandingkan tahun 2017 yang seluas 2.372,45 hektar, maka terjadi pengurangan seluas 4,5 hektar. Dari data luasan tahun 2018, yang masuk dalam tanaman menghasilkan seluas 1.345,51 hektar, tanaman belum menghasilkan seluas 191,22 hektar dan tidak menghasilkan atau tanaman rusak seluas 331,22 hektar. Menurut Dewa Budi, tahun ini hasil panen tidak begitu baik. Karena kebanyakan pohon cengkeh tidak berbuah disebabkan musim hujan yang terjadi tahun 2018. ‘’Itu menyebabkan pohon cengkeh tidak berbunga. Meskipun ada yang panen tidak begitu banyak,’’ ujarnya. Karena faktor cuaca, membuat waktu panen cengkeh di Bali yang biasanya terjadi Juni menjadi tidak menentu. Seperti bulan ini, ternyata ada petani yang melakukan panen meski tidak banyak. Hal ini dibenarkan Pj. Perbekel Lumbung Kauh, Selemadeg Barat, Nengah Sukendya. Menurutnya, saat ini petani di desanya memang sedang panen cengkeh meski tidak banyak. Panen cengkeh yang bagus biasanya berlangsung dua tahun sekali. Dalam menjual cengkehnya, petani biasanya menjual dengan sistem kontrak per pohon kepada pengepul. Sehingga harga cengkeh tergantung dari bunga dan buah yang dihasilkan per pohon. ‘’Karena musim hujan, petani tidak mau repot memetik dan mengeringkannya. Kebanyakan dijual dengan sistem kontrak,’’ paparnya. (kmb24)

7 TABANAN Empat Kecamatan Rawan Gangguan Layanan PDAM Tabanan (Bali Post)Layanan PDAM di Kabupaten Tabanan sering dikeluhkan pelanggan, karena air lebih sering ngadat. Ratarata jumlah keluhan di media sosial bisa mencapai 200 per hari. PDAM Tabanan menyatakan empat kecamatan masuk wilayah rawan gangguan. Ini dikarenakan kecamatan tersebut berada di dataran tinggi. Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tabanan

meliputi Desa Gubug dan Desa Dauh Peken, Kecamatan Kediri meliputi Desa Kediri serta Kecamatan Kerambitan tepatnya di Desa Samsam, Kecamatan Selemadeg Timur yakni di desa Beraban dan Desa Tegal Mengkeb. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas Wayan Agus Suanjaya, Jumat (29/3) kemarin menjelaskan, selain berada di dataran tinggi, pe-

nyebab layanan air mati juga dikarenakan pipa transmisi bocor. Misalnya awal Februari di Jalan Rajawali, Desa Subamia yang bocor hingga kedalaman 4 meter dan penanganannya sangat sulit. ‘’Pipa sering bocor juga karena memang pertumbuhan penduduk diiringi maraknya pembangunan perumahan,’’ jelasnya. Namun diakui Marjaya, semua bisa diatasi, apalagi pelanggan yang mengalami

gangguan sudah berkoordinasi dengan baik, melaporkan langsung maupun lewat telepon. Komplain kebanyakan akibat air tidak lancar. Ketidaklancaran air terjadi di daerah tertentu terutama yang lokasinya tinggi atau yang padat penduduk. ‘’Sebulan ada sekitar 250 keluhan dan rata-rata karena airnya mati,’’ jelasnya. Terkait perbaikan sistem, dia menyatakan, ada SOP waktu yang harus dipenuhi.

Jika ada kerusakan, maksimal harus diperbaiki dalam 2x24 jam. ‘’Tetapi biasanya diatasi kurang dari itu. Rata-rata sehari sudah baik asalkan yang melapor jelas nama, alamat serta nomor sambungannya,’’ katanya. Guna menampung keluhan masyarakat, PDAM Tabanan telah memberikan nomor pengaduan yang bisa melalui SMS. Sementara untuk keluhan di media social sudah ada group teknisi. (kmb28)

Puncak Kasus DBD Diprediksi April Tabanan (Bali Post) -

Memasuki musim hujan, kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Tabanan mengalami peningkatan. Diprediksi kasus DBD mencapai puncaknya pada April hingga Mei mendatang.

FOGGING - Petugas saat melaksanakan fogging di salah satu desa di Tabanan.

Bali Post/san

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana, Jumat (29/3) kemarin mengatakan, pada Januari 2019 di Tabanan terjadi delapan kasus DBD. Pada Februari meningkat yakni 24 kasus. Pihaknya memprediksi angka kasus tertinggi terjadi pada April dan Mei. Terkait peningkatan kasus, telah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Tabanan dengan menggelar fogging ke desa yang terdapat kasus positif DBD. Anggaran fogging dan ULV tahun ini sebanyak Rp 1 miliar. Anggaran ini mencukupi, mengingat besarannya sama dengan tahun 2017. ‘’Jika dibandingkan kasus 2017, kasus di tahun 2018 lebih sedikit. Sehingga anggaran untuk fogging dan ULV tahun ini pasti cukup karena tahun lalu juga cukup,’’ jelas Nariana. Lebih lanjut ia memaparkan perbedaan fogging dan ULV. Untuk fogging atau pengasapan biasanya dilakukan jika sudah ada kasus positif DBD. Sementara ULV adalah tindakan pembunuhan nyamuk dewasa sebelum terjadinya kasus DBD atau dilakukan sebelum pancaroba. ‘’Biasanya dilakukan sebelum musim hujan atau pada akhir tahun,’’ jelas Nariana. Dijelaskan Nariana, fogging dan ULV tidak boleh terlalu sering karena bisa berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Apalagi cara ini hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memberantas jentik. Sehingga cara yang disarankan untuk selalu dilakukan adalah menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala. ‘’Fogging dan ULV berbahaya karena terdiri dari pestisida dan bakan bakar solar sehingga tidak baik bagi kesehatan jika terlalu sering diterapkan. Karena itu, cara ini dibatasi dan hanya dilakukan saat ada kasus positif atau sebelum pancaroba,’’ jelas Nariana. Jika masyarakat melakukan PSN secara berkala, maka diyakini Nariana akan jauh lebih efektif dan menekan perkembangbiakan vektor nyamuk penyebar DBD. ‘’Selain PSN, juga harus rutin menaburkan abate pada penampungan air seperti kolam ikan maupun bak air mandi,’’ imbuhnya. (kmb24)

Cegah Penyalahgunaan Dana Desa

Pemkab Tekankan Pentingnya Siskeudes

Tabanan (Bali Post)Pemerintah Desa dituntut mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa. Menghindari penyalahgunaan karena ketidakpahaman aturan dan sistem aplikasi yang terus berkembang, ratusan Perbekel dan Ketua BPD di Kabupaten Tabanan, Jumat (29/3) kemarin dikumpulkan di Balai Mathika Subak Sanggulan untuk mendapatkan pemaparan dari BPKP dan BPK. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan Roemi Liestyowati menjelaskan,

berbeda dengan tahun-tahun s e b e l u mnya, Dana Desa tahun ini lebih diprioritaskan untuk pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat perdesaan. Bahkan aplikasi Siskeudes juga disesuaikan dengan aturan Kementerian Desa yakni Versi 2.0. Sistem aplikasi Siskeudes berfungsi sebagai alat pengawasan internal Kementerian Desa terhadap Pemerintah Desa dalam pengelolaan keuangan dan Dana Desa. ‘’Lewat aplikasi ini bisa diketahui langsung bentuk penyimpangan Dana Desa yang terjadi. Misalnya penggunaan Dana Desa tidak sesuai prioritas, persentase

tenaga kerjanya kurang,’’ terangnya. Roemi mengakui, kompetensi SDM operator aplikasi keuangan di tiap desa tidak sama. Untuk itu, sejak tahun 2015 di DPMD telah disiapkan Klinik Siskeudes untuk tempat konsultasi bagi mereka yang kurang paham. ‘’Rata-rata tiap hari ada saja yang datang konsultasi. Adapula pendampingan ke desa yang mengalami kesulitan,’’ ucapnya. Dalam konsultasi tersebut, hal-hal krusial yang kerap ditemukan yakni terkait kesalahan pos anggaran. ‘’Terus kita dampingi, bahkan ada koreksi saat input oleh admin dan verifikasi

di kecamatan,’’ terangnya. Selaku salah satu narasumber, anggota Komisi XI DPR-RI Tutik Kusuma Wardhani berharap, melalui aplikasi Siskeudes, desa se-Kabupaten Tabanan bisa membangun tata kelola keuangan desa yang lebih baik lagi. Ia mengimbau seluruh Perbekel dan aparatur desa selalu menjalin komunikasi yang baik, berbagi informasi yang positif antaraparatur desa. (kmb28) WORKSHOP - Para Perbekel dan Ketua BPD se-Kabupaten Tabanan mengikuti Workshop dari BPKP dan BPK.

Bali Post/bit

MARI WUJUDKAN

PEMILU DAMAI Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM C.0000673-RPA-01


BULELENG

8

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Di Bawah Duet PAS-Sutjidra

Buleleng Semakin Bergeliat, Menuju Sejahtera TANGGAL 30 Maret 2019 Kota Singaraja genap berusia 415 tahun. Sejalan dengan perkembangan dan bertambahnya usia, kota yang didirikan Raja Buleleng Ki Gusti Anglurah Panji Sakti ini terus menunjukkan perkembangan wilayah. Kemajuan kota secara umum nampak nyata di bawah kepem impinan duet Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) dan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Kebijakan sejak duet PAS-Sutjidra hingga Kota Singaraja sekarang berusia 415 terus bergeliat, bergerak mendulang berbagai keberhasilan dalam capaian pembangunan. Satu demi satu raihan prestasi ditunjukkan pucuk pimpinan berlatar belakang pengusaha dan dokter tersebut. Melalui berbagai kebijakan strategis dilahirkan untuk mengantarkan kesejahteraan warga Buleleng. Sejumlah proyek monumental juga sudah dituntaskan, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya oleh warga kota dan masyarakat Buleleng. Dalam usia yang tidak muda lagi, Kota Singaraja saat ini semakin ramah dengan warganya. Ini diwujudkan dengan kebijakan membangun kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk memberikan kesan kota yang hijau, ramah, dan nyaman dikunjungi. Mulai dari Taman Yowana Asri (di Kelurahan Banyuasri), Taman Kebangsaan (di Kelurahan Kampung Tinggi), sampai RTH Taman Bung Karno (di Kelurahan Sukasada) dibangun untuk memberikan ruang interaksi bagi warga Singaraja. Bahkan, halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng pun disulap menjadi taman yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga Singaraja. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan Kota Singaraja perlu lebih banyak lagi RTH. Sebab, RTH itu tidak saja mampu menjadi produsen oksigen, tetapi lebih dari itu

RTH-RTH itu nantinya agar bisa menjadi ruang berinteraksi warga Kota Singaraja di tengah padatnya aktivitas mereka. Saat ini Bupati Agus tengah melirik aset-aset milik Pemkab Buleleng yang belum dimanfaatkan atau masih terbengkalai untuk dijadikan RTH atau taman tematik. Sehingga hal itu akan memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat dalam menghabiskan waktu beraktivitas. ‘’RTH ini kami rancang untuk memberikan ruang interaksi bagi warga Kota Singaraja. Silakan dimanfaatkan untuk sekadar refreshing, berkumpul dengan keluarga, atau bisa sebagai tempat bermain anak-anak. Taman-taman itu juga akan memberikan kesan asri, sejuk, dan nyaman bagi Kota Singaraja,’’ katanya. Bupati Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati Nyoman Sutjidra sangat memahami dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Buleleng diperlukan prasarana infrastruktur yang memadai. Infrastruktur ini menjadi prasarana dasar dan prasyarat mutlak bagi masyarakat untuk menggerakkan ekonominya. Nantinya akan menuju pada tahap sejahtera. Selama tujuh tahun masa kepemimpinan Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra, telah mampu menuntaskan perbaikan jalan kabupaten lebih dari 1.000 kilometer. Melalui program tuntas yang digulirkan dalam kebijakan PAS-Sutjidra sejak tahun 2012 silam, secara bertahap infrastruktur jalan kabupaten yang menghubungkan antardesa telah diaspal hotmix. Untuk membangun infrastruktur jalan dengan kualitas yang baik secara masif di Buleleng

diakuinya tidak mudah. Hal itu karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng masih sangat rendah. Ditambah lagi luasnya wilayah Buleleng, sehingga memerlukan anggaran yang sangat besar untuk membenahi infra-

kepimimpinannya justru banyak jalan yang nonstatus atau yang berstatus jalan desa dialihkan menjadi jalan kabupaten. Tujuannya tidak lain agar mendapat penanganan perbaikan yang cepat dari pemerintah kabupaten. Tercatat, lebih dari 1.000 kilometer jalan baru beralih status menjadi jalan kabupaten sejak tahun 2012. Apa yg dilakukan Bupati Agus Suradnyana dan Wakil Bupati Nyoman Sutjidra dalam bidang pembangunan infrastruktur jalan merupakan wujud komitmennya mendorong terealisasinya kesejahteraan masyarakat Bule-

upaya juga telah berhasil diwujudkan Bupati Agus Suradnyana dan Wabup Nyoman S u t j i dra. Dua Rumah S a k i t Pratama pertama di Bali berhasil dibangun

struktur. Meski demikian, Bupati Agus Suradnyana berkomitmen mewujudkan keadilan dalam hal infrastruktur. Seluruh warga Buleleng, menurutnya, harus mendapat akses infrastruktur yang baik untuk membangun kemandirian ekonominya. Sebelum menjabat, dirinya melihat masih ada kesenjangan yang luar biasa antara infrastruktur perkotaan dengan yang ada di desa. Padahal, menurutnya, sebagian besar penduduk Buleleng justru berada di pedesaan. Ekonomi mikro masyarakat justru bertumpu pada sektor pertanian dalam arti luas, yang dominan berada di wilayah pedesaan. Bukan hanya memperbaiki jalan kabupaten yang secara eksisting sudah ada sebelum tahun 2012. Sejak

leng. ‘’Dengan infrastruktur yang baik, jalan-jalan desa yang baik, hal itu akan memudahkan masyarakat menjual hasil pertanian, hasil perkebunan, atau hasil kerajinan mereka. Demikian juga yang bersekolah tidak sulit lagi menuju sekolahnya. Dengan infrastruktur yang baik itu masyarakat juga akan lebih cepat menuju pusat-pusat pelayanan kesehatan,’’ tegasnya. Lebih jauh dijelaskan, mudahnya masyarakat Buleleng mengakses pusat- pusat ekonomi, pendidikan dan kesehatan, maka hal itu akan bisa men-drive terwujudnya masyarakat sejahtera. Karena itu, dirinya memfokuskan pengerjaan infrastruktur jalan dalam lima tahun masa jabatan pertama. Dalam bidang kesehatan, berbagai

masing-masing di Desa Tangguwisa Kecamatan Seririt dan Desa Giri Emas Kecamatan Sawan. Bukan upaya mudah mewujudkan hal itu. Masih rendahnya anggaran APBD Buleleng tidak menjadi penghambat Pemkab Buleleng mewujudkan pelayanan di bidang kesehatan yang bermutu. Wabup Sutjidra mengungkapkan, kesehatan sejatinya merupakan faktor penting dalam membangun sumber daya manusia di Buleleng. Adanya prasarana dan sarana kesehatan yang memadai, diharapkan masyarakat Buleleng dapat meningkatkan kualitas kesehatannya. Setelah terwujudnya dua Rumah Sakit Pratama, Pemkab Buleleng juga sudah membangun gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) pada

Kebijakan Membangun Karakter dengan Hati MAJUNYA suatu secara matang untuk mereka mampu bersaing bangsa salah satunya di- secara sehat, mengasah keterampilan sendiri, pengaruhi generasi yang serta menjadi seorang pemimpin andal dan berani memegang peranan pada tampil di tengah-tengah masyarakat nantinya. zamannya. Bukan seka- Selaku Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, dirinya dar menguasai ilmu pen- sudah banyak memberikan kontribusi positif bagi getahuan dan teknologi pengembangan baik kuantitas maupun kualitas (iptek), generasi penerus PAUD di Buleleng. Salah satunya menjadikan bangsa itulah yang melan- PAUD atau TK yang selama ini dikelola swasta jutkan pembangunan tersebut. Namun, di dalam- melalui yayasan dialihkan statusnya menjadi nya harus memiliki karakter yang baik. Seperti negeri. menerapkan nilai-nilai kesopanan, kejujuran, dan Dari berbagai upaya yang telah dilakukan Aries sikap saling menghargai serta rasa hormat ada Sujati sebagai Bunda PAUD selama ini, sekarang pada dirinya. Bagaimana karakter suatu bangsa semakin banyak berdiri lembaga pendidikan praitu dipengaruhi karakter generasi penerusnya. sekolah. Selain itu, sejumlah TK yang selama ini Membangun karakter sebuah generasi tentu dikelola swasta sudah dialihkan statusnya menjadi tidak bisa dengan cara instan. Perlu upaya TK negeri. ‘’Awalnya di Buleleng hanya ada 3 TK konsisten dan berkelanjutan. Karakter harus negeri, namun sampai saat ini sudah ada 25 TK dibentuk dan dibangun dengan kesungguhan dan negeri. Selama ini TK-TK itu berstatus swasta keikhlasan hati. Dengan demikian akan terbentuk yang dikelola yayasan. Dengan status negeri maka generasi penerus bangsa berkarakter mulia dan biaya operasional dan pengadaan perlengkapannya berkepribadian yang berbudaya. sekarang menjadi tanggung jawab pemerinHal itu sangat disadari Bunda Ny. tah daerah. Demikian juga guru-gurunya I Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana. digaji dari pemerintah daerah,’’ paparnya. Istri Bupati Putu Agus Suradnyana Selain menegerikan lembaga PAUD, ini sangat paham dalam membangun mantan birokrat ini juga gencar menBuleleng ke depannya tidak hanya dorong pemerintah desa mengambil diperlukan generasi yang memiliki alih lembaga pendidikan pra-sekolah intelektualitas yang bagus, tetapi (PAUD) yang ada di desanya dengan juga dituntut memiliki karakter status swasta untuk dikelola pemerdan kepribadian tangguh, jujur, intah desa. Hal itu, menurutnya, dapat rendah hati dan mampu bekerja mengurangi beban masyarakat desa sama antara satu dengan lainnya. yang ingin mengirim anaknya ke Setiap anak, menurutnya, memlembaga PAUD. Karena dengan punyai hak hidup dan berkemstatus dikelola pemerintah desa, bang dengan sehat melalui maka biaya operasional dapat imunisasi, vitamin, dan gizi ditanggung melalui ABPDesa, yang cukup. Anak-anak juga sehingga tidak lagi membebani memiliki hak untuk menumbiaya ke masyarakat. Selain buhkembangkan potensinya, pengalihan status TK menjadi baik dalam masa usia emas negeri, Aries Sujati juga telah (golden age - red) maupun berhasil menaikkan secara dalam masa pertumbuhan. signifikan Angka Partisipasi Selain itu mereka juga berhak Kasar (APK) untuk PAUD. atas perlindungan, terutama Hal itu diakuinya buterlindungi dari tindak kekerasan kanlah upaya mudah. Ada secara fisik, nonfisik, diskriminasi banyak faktor yang memendan eksploitasi. Anak-anak juga garuhi. Salah satunya kurangharus diberikan hak partisipasi, nya kesadaran orangtua untuk menjamin peran dan menghargai mengirim anaknya mengikuti pendapat anak sesuai usia serta pendidikan pra-sekolah. Selain itu, tingkat psikologinya. faktor geografis di beberapa desa Membangun karakter anak juga mempunyai pengaruh, jarak sejak dini tentu saja memerlukan yang jauh antara TK dengan wadah yang memang secara khurumah penduduk. Selain itu medan sus dapat memberikan perhatian yang tidak mudah dilalui menjadi atas perkembangan anak-anak. Bunda Ny. I Gusti Ayu penghambat orangtua mengirim Itu dapat diarahkan melalui de- Aries Sujati Suradnyana putra-putri mereka ke TK. ‘’Dilihat sain pola asuh yang sesuai dengan dari Angka Partisipasi Kasar saat tingkat usia anak. Pendidikan Anak Usia Dini ini sudah meningkat, sekarang angkanya sudah (PAUD) menjadi tahapan sekaligus media yang mencapai 75,09 persen dari sebelumnya di tahun tepat dalam mengasah karakter anak usia dini. 2012 berada pada angka 65 persen. Jadi sebagian Aries Sujati mengungkapkan, PAUD meru- besar mereka sudah tertampung di lembaga pakan sebuah kebutuhan bagi anak-anak usia PAUD yang ada. Angka ini akan terus kita dorong 0-6 tahun saat ini. Dalam PAUD, anak-anak yang naik. Tentunya dengan upaya-upaya terukur,’’ termasuk golden period (periode emas) itu harus kata Aries Sujati meyakinkan. lebih banyak memperoleh pendidikan karakter. Mengatasi permasalahan geografis di beMenurutnya, anak-anak yang masuk golden berepa desa, Bunda PAUD ini juga sudah period itu memiliki daya tangkap yang sangat mengarahkan adanya pembentukan kelas jauh besar, sehingga dengan demikian harus diberikan di dusun-dusun tertentu. Guru-guru PAUD itu asupan perilaku yang baik. yang ditugaskan untuk mendatangi kelas jauh ‘’Mereka menyimpan perilaku baik itu di dalam yang ada. Dengan dikembangkannya kelas jauh otaknya. Dengan asupan perilaku yang baik, ini, Aries Sujati berharap semakin banyak gennantinya mereka tumbuh menjadi anak yang baik. erasi emas di desa-desa yang dapat mengakses Membangun karakter anak diperlukan kesabaran, pendidikan usia dini tersebut. keikhlasan, dan ketulusan. Karena yang kita Terkait SDM atau tenaga guru PAUD, Bunda hadapi adalah anak-anak yang memang belum PAUD juga telah mengalokasikan anggaran untuk tahu dan mengerti apa pun. Jadi ketika mendidik kegiatan pelatihan-pelatihan. Selain itu, pemerinmereka harus setulus hati. Nah, sekaranglah saat- tah desa juga didorong mengalokasikan anggaran nya kita memberikan pendidikan karakter melalui untuk kegiatan pelatihan guru PAUD dan pengPAUD-PAUD yang ada di Kabupaten Buleleng,’’ gajiannya. Hal itu sudah memungkinkan jika ungkap Aries Sujati pada suatu kesempatan dialog mengacu pada penggunaan Alokasi Dana Desa interaktif, belum lama ini. dan Dana Desa. Dari kunjungan ke desa-desa, Aries Sujati menambahkan, melalui PAUD ini, sejumlah desa saat ini diketahui sudah mengaloselain mental, seorang anak juga dipersiapkan kasikan anggaran yang dimaksud. *

RSUD Buleleng. Fasilitas IRD ini juga diharapkan dapat memberikan pelayanan kedaruratan, sehingga mengurangi risiko yang tidak diinginkan bagi pasien yang memerlukan pertolongan gawat darurat. ‘’Selain bangunan fisik, kami juga sudah lengkapi dengan alat-alat kesehatan yang memadai. Kedepannya alat-alat kesehatan itu akan terus kami tambah dan perbarui sesuai kebutuhan,’’ katanya. Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih maksimal, Pemkab Buleleng juga mengupayakan mencari dokter spesialis. Dokter spesialis itu ditempatkan di Rumah Sakit Pratama. Upaya itu diakui Wabup Sutjidra untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal dan menyeluruh. Selain alat-alat kesehatan memadai, sarana kesehatan itu perlu didukung sumber daya manusia andal, yaitu tersedianya tenaga medis dan paramedis. ‘’Pemkab Buleleng memperoleh sepuluh dokter spesialis. Ada spesialis kandungan, spesialis bedah, spesialis anak, dan spesialis penyakit dalam,’’ jelas Wabup Sutjidra seusai menandatangani nota kesepakatan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) di Jakarta, belum lama ini. Sutjidra melanjutkan, nantinya para dokter spesialis itu akan ditempatkan di Rumah Sakit Pratama Tangguwisia dan Giri Emas. Dengan diperolehnya tambahan dokter spesialis itu, maka pelayanan kesehatan di dua rumah sakit itu akan bisa ditingkatkan. *

Dekranasda Optimalisasi Industri Kerajinan Khas Buleleng

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mendorong kemandirian masyarakat untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan adalah dengan mendorong pengembangan produk kerajinan industri rumah tangga. Menggerakkan kerajinan industri kecil dan menengah ini, diyakini akan mampu mewujudkan kemandirian masyarakat yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui wadah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Buleleng, produsen kerajinan rumah tangga terus mendapat perhatian, motivasi, dan dukungan untuk meningkatkan produktivitasnya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Ketua Dekranasda Buleleng Ny. I Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana menuturkan, pengembangan usaha kerajinan ini merupakan salah satu pendorong ekonomi mikro masyarakat. Bahkan di satu desa tertentu, potensi usaha kerajinan rumah tangga, bahkan mampu menjadi penopang perekonomian sebagian besar masyarakat di desa itu. ‘’Saat ini Dekranasda terus bergerak bersama dinas terkait untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada rekan-rekan perajin di seluruh Buleleng. Prinsipnya, Dekranasda siap menjadi mitra kerja pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat dan pengentasan kemiskinan,’’ ungkap Aries Sujati pada suatu kesempatan di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar. Aries Sujati menambahkan, potensi bahan baku di desa menjadi salah satu pendukung berkembangnya industri kerajinan di suatu desa itu. Dirinya mencontohkan Desa Tigawasa, Sidetapa, Cempaga, dan Pedawa yang menghasilkan kerajinan anyaman bambu. Di sana bambu menjadi

potensi andalan yang bisa dikembangkan. Selain itu, peningkatan keterampilan para perajin juga akan menjadi faktor pendukung menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Untuk itu, Aries Sujati mengharapkan para perajin agar terus mengasah keterampilan, baik melalui forum-forum yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun melakukan riset mandiri secara sederhana. Terkait pemasaran produk, istri Bupati Agus Suradnyana ini menjelaskan bahwa dirinya melalui Dekranasda sudah sering memberikan ruang promosi produk bagi perajin di Buleleng. Promosi baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. Menurutnya, yang lebih penting dari promosi itu sebenarnya adalah membangun jaringan pasar. ‘’Ruang-ruang promosi terus kami carikan. Hal itu untuk memberikan celah bagi perajin agar dapat menembus pasar yang lebih luas,’’ ujarnya. Aries Sujati yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Buleleng ini juga telah

berhasil memfasilitasi pemberian bantuan berupa alat-alat produksi bagi beberapa perajin di Buleleng. Bantuan itu tentunya mendorong perajin tidak saja mampu meningkatkan kuantitas produksinya, tetapi juga kualitas produk kerajinan yang dihasilkan. Ke depan dirinya terus berupaya memfasilitasi pemberian bantuan peralatan untuk para perajin. Selain kuantitas dan kualitas produk yang harus ditingkatkan, Aries Sujati mengharapkan para perajin itu mampu berinovasi dalam menghasilkan produk kerajinan. Menurutnya, hal itu untuk memenuhi tuntutan pasar saat ini. Diakuinya, seiring kian kompleksnya permintaan pasar, maka perajin harus mampu menjawab hal itu dengan kreativitas yang berbeda. ‘’Misalnya dalam produksi anyaman bambu, perajin jangan hanya bisa membuat keben atau sokasi saja. Tetapi perajin itu harus bisa berinovasi membuat tempat tisu, tutup lampu, tas, dan barang lainnya,’’ tutupnya. *

ad.940


GIANYAR

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

9

Jelang ’’Deadline’’ Pengosongan Pasar Seni Sukawati

Pedagang Mulai Pindahkan Meja ke Lapangan Sutasoma Gianyar (Bali Post) -

Sejumlah pedagang Pasar Seni Sukawati mulai berkemas untuk pindah ke lokasi pasar relokasi. Namun mereka baru sebatas memindahkan meja dagangan ke pasar sementara yang berlokasi di Lapangan Sutasoma tersebut. Sejumlah pedagang memilih pindah di waktu akhir, karena khawatir terkait keamanan barang dagangan mereka di lokasi pasar sementara itu. Pantauan Bali Post, Jumat (29/3) kemarin, terlihat sejumlah pedagang mulai membawa meja dagangan menggunakan mobil pick-up. Namun yang dibawa hanya sebatas meja untuk menempati blok sementara sesuai nomor urut yang sudah ditentukan. ‘’Saya mau cek nomor urut, karena sore ini saya mau bawa meja, kalau yang lain sudah sejak Rabu kemarin ada yang bawa meja,’’ ujar Jamaludin, pedagang di Pasar Seni Sukawati yang berasal dari Klungkung. Sementara untuk membawa barang dagangan, ia mengaku masih berpikir untuk menaruh barang dagangan ke lokasi tersebut. Pria kurus ini beralasan di pasar tersebut belum ada penjagaan, khususnya saat malam, sehingga khawatir nanti terjadi aksi pencurian. ‘’Penjaga belum ada, selain itu di sini kan masih terbuka begini. Jadi takut juga kalau nanti barang dagangan hilang. Pedagang yang lain saya kira juga demikian,’’ jelasnya. Sementara itu, Plt. Asisten II Setda Kabupaten Gianyar Gede Widarma Suharta menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan petugas keamanan yang akan menjaga barang dagangan di pasar relokasi tersebut. Mereka yang bertugas ini merupakan sat-

pam yang sebelumnya memang bertugas di Pasar Seni Sukawati sebanyak 10 orang. ‘’Jadi, nanti mereka yang akan bertugas siang dan malam. Tentu nanti diatur shift-nya,’’ jelasnya. Widarma Suharta mengakui sampai saat ini pihaknya memang belum mengerahkan petugas keamanan tersebut, karena memang belum ada barang yang dibawa pedagang ke lokasi tersebut. Selain itu, pos khusus untuk petugas keamanan juga sedang dipersiapkan. ‘’Sekarang memang kalau malam belum ada di sana, karena memang belum ada barang. Pos petugas keamanan juga sedang dikerjakan,’’ katanya. Widarma Suharta menambahkan, pihaknya juga sedang membuat los tambahan untuk pedagang minuman dan pos keamanan. Total ada sebelas los yang kini disiapkan di sebelah selatan Lapangan Sutasoma. ‘’Ada permintaan desa adat, tempat untuk pedagang minuman atau buah-buahan, nanti lima los untuk pedagang Desa Adat Sukawati dan lima untuk Batuan, ditambah satu los untuk pos keamanan,’’ katanya. Widarma Suharta mengatakan, pedagang memang sudah menyatakan akan pindah di waktu akhir. Oleh karena

itu, pihaknya masih memiliki kesempatan untuk menambah persiapan seperti los pedagang. ‘’Pedagang kan memilih pindah last minute. Katanya agar bisa dapat jualan lagi sedikit, toh juga bawa barang tidak sampai dua kali angkut. Sehari saja selesai karena hanya barang dengan satu meja,’’ katanya. Menurut Widarma Suharta, per 31 Maret ini pihaknya akan mengawasi para pedagang yang melakukan proses pemindahan. Apabila masih ada pedagang yang membandel hingga 1 April 2019, dipastikan pemerintah akan melakukan pemindahan paksa. ‘’Kalau 1 April belum pindah, maka kami yang akan memindahkan,’’ tegasnya. Sesuai surat edaran, kata Widarma Suharta, para pedagang yang pindah dari Pasar Seni Sukawati harus menempati sesuai nomor urut di pasar relokasi. ‘’Keseluruhan pedagang wajib menempati kios yang sudah disediakan. Kalau tidak menempati harus suruh orang berjualan di sana, dengan barang dagangan yang sama. Kalau tidak menempati dan tidak menempatkan orang, tentu di perjanjian sewa berikutnya akan dipertimbangkan untuk menempati pasar yang baru,’’ katanya. (kmb35)

Pemkab Gianyar ’’Ngaturang Bhakti Panganyar’’ di Pura Ulun Danu Batur PEMERINTAH Kabupaten Gianyar dikomando Bupati Gianyar I Made Mahayastra menghaturkan bhakti panganyar di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli terkait rangkaian Karya Ngusaba Kadasa, Jumat (29/3) kemarin. Selain Bupati Gianyar Made Mahayastra, bhakti panganyar ini juga dihadiri Sekda I Made Gede Wisnu Wijaya dan kepala OPD beserta karyawan dan

karyawati di lingkungan Pemkab Gianyar. Dalam bhakti panganyar ini menghaturkan upacara gelar sanga, bebangkit, pakoleman. Rangkaian upacara di-puput oleh Ida Pedanda Puri Putra Bajangan dari Geria Tegal Suci Tampaksiring. Seluruh rangkaian upacara panganyar diakhiri dengan persembahyangan bersama. Bupati Mahayastra pada kesempatan itu mengatakan, upacara panganyar ini meru-

pakan wujud bhakti pada Ida Batara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur, di samping juga memohon keselamatan, serta kerahayuan jagat Bali. ‘’Dumogi semua umat mendapat kerahayuan,’’ katanya. Rentetan atau dudonan karya pujawali Ngusaba Kadasa, di mana bhakti panganyar akan dilaksanakan hingga Senin (1/4) dan bhakti panyineban akan dilaksanakan pada Selasa (2/4) mendatang. (ad939)

Bali Post/kmb35

RELOKASI - Sejumlah meja milik pedagang yang sudah ditempatkan pada blok sesuai nomor urut yang sudah disediakan di pasar relokasi di Lapangan Sutasoma.

Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan sebuah truk pengangkut genteng yang terperosok ke jurang sedalam sekitar lima meter di Jembatan Kangetan, perbatasan Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Jumat (29/3) kemarin. Saat kejadian, Musa, sopir truk dengan nomor polisi DK 8303 SA berhasil menyelamatkan diri. Pemilik truk, Putu Suardika, menceritakan truk yang mengangkut genteng itu berangkat dari Surabaya menuju Gianyar. “Dari Surabaya saya yang bawa truknya, tidak apa-apa. Sampai di Gilimanuk saya capek, jadi digantikan sama sopir saya,” ujar pria asal Jembrana ini. Selama perjalanan dari Gilimanuk ke Gianyar, Suardika tidak ikut mendampingi sopirnya. Musa mengangkut genteng sendirian ke Gianyar. Sampai di TKP diketahui rem truk tersebut blong, hingga akhirnya masuk jurang. Ketika truk masuk jurang, kejadian-

nya dramatis karena sopir ikut terperosok bersama truknya. Beruntung sopir truk tidak mengalami luka. “Ya, sopirnya ikut masuk ke jurang. Tapi tidak apa-apa,” terangnya. Menerima informasi ini, Suardika mengaku langsung meluncur dari Jembrana ke Gianyar untuk melihat kondisi sopir dan truk miliknya. Sementara itu, menurut karyawan Sinar Genteng I Made Suweta, perusahaannya tempatnya bekerja memesan genteng untuk dibawa ke Sinar Genteng di Jalan Goa Gajah. “Genteng kami pesan dari Surabaya, sopirnya melewati jalan ini. Ketika dekat Gianyar, kami menerima telepon kalau genteng pesanan kami jatuh. Saya langsung ke sini mengecek,” ujar Suweta. Dari percakapannya dengan sopir truk, kata Suweta truk itu hendak menghindari kendaraan yang menyalipnya. “Truk ini habis disalip sama mobil. Karena situasinya mepet, jadi truknya kemung-

kinan rem blong. Jadi, dia banting setir masuk ke jurang ini,” jelasnya. Sampai di lokasi kejadian, sopir truk tersebut sudah tidak ada. Mengenai nasib genteng tersebut, akan dibicarakan lebih lanjut. Sementara itu, truk berwarna merah yang terperosok ke jurang menjadi perhatian

masyarakat. Pihak kepolisian juga memantau lokasi kejadian. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, kasus tersebut sudah ditangani Unit Laka Polres Gianyar. “Setelah saya cek, kasusnya ditangani Unit Laka,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

TERJUN - Truk pengangkut genteng yang terjun ke jurang menjadi perhatian warga, Jumat (29/3) kemarin.

Aniaya Warga, Ketut AW Ditahan Polisi

BHAKTI PANGAYAR - Bupati Gianyar I Made Mahayastra menghaturkan bhakti panganyar di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (29/3) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Ketut AW ditahan jajaran Polsek Sukawati, Jumat (29/3) kemarin. Pelaku asal Denpasar ini diduga telah melakukan aksi penganiayaan terhadap Ketut Pastika. Kini kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati ini masih di tangani unit Reskrim Polsek Sukawati. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun menerangkan, kasus ini sesuai laporan korban ke polisi yakni LPB/12/III/2019/Bali/Res Gianyar tertanggal 26 Maret

Buru Pencuri ”Sesari”

Polisi Siapkan Sketsa Wajah Pelaku Gianyar (Bali Post) Kasus pencurian sesari di Pura Dalem Desa Pakraman Subilang, Desa Bukian, Kecamatan Payangan masih dalam penyelidikan polisi hingga Jumat (29/3) kemarin. Mempercepat pengungkapan kasus ini, polisi juga menyiapkan sketsa wajah pelaku yang sepeda motornya hangus dibakar massa. Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja mengatakan, anggotanya masih di lapangan mengumpulkan informasi terkait kasus pencurian sesari di Pura Dalem Desa Pakraman Subilang itu. Dia mengakui, hingga kini pelaku belum terdeteksi. “Belum ketemu, masih kita lidik itu,” ungkapnya. Mempercepat pengungkapan kasus ini, polisi juga membuat sketsa

wajah pelaku sesuai ciri-ciri yang diingat oleh para saksi. Sketsa wajah ini akan disebar polisi di sejumlah tempat setrategis. “Sketsanya sudah jadi kemarin, tapi belum disebar. Masih berupaya menelusuri dulu,” jelasnya. Sudyatmaja mengatakan, dalam pengungkapan kasus ini polisi sudah mengobok-obok sejumlah bedeng proyek di sekitar lokasi. Bahkan, upaya ini tidak hanya di wilayah hukum Polsek Payangan, namun diperluas hingga ke Kecamatan Tegallalang. “Informasinya di Keliki ada temannya,” ujarnya. Sebagai antisipasi, kata Sudyatmaja, pihaknya berencana mengumpulkan prajuru bendesa seKecamatan Payangan agar lebih waspada. Pihaknya berharap agar

diaktifkan kembali peran pecalang di desa masing-masing. Selain itu, ia juga mengimbau kepada prajuru agar mengamankan tempat sesari. “Selesai upacara agar sesari dihitung langsung disimpan. Termasuk pratima dan benda-benda suci lainnya, kami imbau agar dijaga dan diamankan,” pintanya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Bukian, Payangan, Gianyar digegerkan dengan kasus pencurian sesari canang, Rabu (27/3) lalu. Pelaku sempat dipergoki dan diamankan warga, namun berhasil kabur. Sementara sepeda motor Shogun warna biru DK 6526 KY yang ditinggal pelaku langsung dibakar massa yang emosi. Aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah uang yang diduga hasil curian pelaku. (kmb35)

2019. Kepada polisi, korban Ketut Pastika melaporkan aksi penganiyaan yang dialaminya. Kala itu korban mengendarai sepeda motor dari arah selatan di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Selasa malam sekitar pukul 21.30 Wita. Sesampainya di depan proyek tempatnya bekerja yakni di Banjar Telabah Desa Batubulan, ia menyeberang ke arah timur. Sementara pelaku kala itu meluncur dari arah utara melewati Ketut Pastika. Beberapa saat kemudian Ketut AW kembali dan mendatangi korban. Tanpa

basa-basi ia langsung melayangkan pukulan ke arah pelipis korban asal Buleleng ini. Usai melakukan aksinya, Ketut AW langsung kabur ke arah selatan bersama seorang perempuan. Beberapa teman korban yang melihat aksi penganiyaan itu langsung mendekat, namun tidak sempat menanyakan permasalahan ke pelaku yang sudah meluncur kearah selatan. Namun, kala itu sejumlah teman Ketut Pastika mengingat nomor kendaraan pelaku. “Kami lantas menelusuri plat kend-

araan tersebut, dan diketahui itu milik warga atas nama Ni Putu YK. Dari sanalah kami melakukan penelusuran hingga berhasil mengamankan Ketut AW pada Rabu dini hari,” kata Winangun. Dalam pemeriksaan polisi, kata Winangun Ketut AW mengakui melakukan aksi penganiayaan terhadap korban. Ia melakukan aksi tersebut lantaran hal sepele, yakni tidak terima saat berkendara haluannya dipotong oleh Ketut Pastika. ”Pelaku sudah di tahan di Mapolsek Sukawati,” katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Pembangunan Jembatan Kembar Tukad Aya

SOSOK

Penggalian Dimulai, Gunakan Aset Tanah BPJN

Sampah Medis PENANGANAN sampah medis oleh para pelaku medis (paramedis) diharapkan tidak sembarangan. Tak terkecuali para dokter praktik, maupun pengelola klinik serta laboratorium. Paramedis yang menghasilkan sampah medis (infeksius), harus memperlakukan sesuai peraturan. Hal ini juga menjadi fokus yang ditekankan kepada para anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jembrana. “Tidak boleh dibuang sembarangan, ada perlakuannya dan harus dihancurkan serta diolah,” tandas Ketua IDI Jembrana dr. I Wayan Sujana. Karena itu di setiap kegiatan medis, sampai tingkat dokter praktik, harus mengikuti aturan tentang pengelolaan sampah medis yang termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). “Sekarang kita lagi getol-getolnya menyampaikan hal itu (pengelolaan limbah B3) ke teman-teman (dokter, red), sebab ini juga terkait masalah lingkungan. Memperlakukan sampah medis harus ada perlakuan khusus,” ujar Sujana. Bila sebelumnya hal seperti ini tak terpikir dan dibuang begitu saja, maka sekarang sudah harus diperhatikan. Sebab, ketika pengelolaan tidak sesuai, ancaman sanksi mulai dari administrasi, perdata hingga pidana menunggu. “Kalau pidana penjara 1 sampai 3 tahun dan denda 1 sampai 3 miliar. Administrasi bisa dicabut izinnya,” ujar Sujana. Namun saat ini, seluruh dokter di Jembrana sudah mengikuti untuk pengelolaan sampah medis itu melalui perusahaan transporter B3. Perusahaan tersebut akan bertanggung jawab mengambil dan mengangkut ke Jawa guna diolah lebih lanjut. Mengapa harus ke luar Bali? Karena memang saat ini belum ada pabrik pengolahan B3 di Bali. Sehingga seluruh sampah medis, tidak bisa dikelola secara mandiri. Termasuk rumah sakit, puskesmas serta klinik dan dokter paramedis praktik. (olo)

Bali Post/olo

PENGGALIAN – Sejumlah pekerja mulai melakukan aktivitas penggalian untuk pembangunan jembatan duplikasi di atas tukad Tukadaya.

Negara (Bali Post) – Pembangunan jembatan kembar di Tukad Tukadaya, Melaya mulai tahap pengerjaan penggalian. Jembatan baru di jalur jalan nasional ini akan menggunakan tanah aset jalan nasional (Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII) yang masuk Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya dan Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Dari pengamatan Jumat (29/3) kemarin, selain pemasangan patok dan pagar pembatas di sekitar proyek, aktivitas yang dilakukan adalah penggalian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03, CekikBatas Kota Tabanan BPJN Wilayah III, Grace Agustina Togatorop mengatakan, jembatan yang akan dibangun work pile dengan panjang bentang 40 meter. Rencana pengerjaan hingga batas akhir pada 25 Desember 2019. Terkait dengan tanah yang digunakan saat ini, menurutnya merupakan aset dari BPJN yang sebelumnya memang merupakan jalur jembatan lama. Beberapa bukti tanah kepemilikan, di antaranya patok-

patok baik di wilayah timur maupun barat sungai. Dari koordinasi dengan warga setempat, justru mereka yang memberikan info di mana titiktitik patok yang merupakan batas tanah aset. “Yang di timur itu memang kena sedikit bagian depan, tapi kita sudah koordinasikan dan buatkan jalan agar mereka tetap enak,” ujar Grace. Proses pembangunan juga tidak mengganggu lalu lintas Jawa-Bali. Sebab, lahan yang digunakan untuk jembatan baru itu berada di sebelah jembatan yang saat ini dioperasikan. Jembatan kembar atau duplikasi ini dibangun selain untuk mempercepat akses juga antisipasi kondisi jembatan lama yang sudah berumur. Ketika terbangun dua jembatan, maka selain akan mengurangi beban jembatan lama, juga memperlancar arus karena masingmasing jembatan untuk satu jalur. Jembatan Tukadaya yang menjadi perbatasan Kecamatan Melaya dan Negara ini sering krodit karena jalurnya yang sempit dan menikung. (kmb26)

Dikira Penyebab Anjing ”Gudig”

Warga Sering Tolak Vaksinasi Rabies

Negara, (Bali Post) Jembrana termasuk wilayah yang rawan rabies. Salah satu upaya pencegahan dari ancaman yang mematikan adalah vaksinasi antirabies kepada anjing baik peliharaan maupun yang liar. Pemerintah sudah menyiapkan program vasksinasi massal. Namun akibat pemahaman masyarakat terhadap rabies yang masih rendah, petugas vaksinasi massal justru sering ditolak kehadirannya.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana (0365) 41025 KPU Jembrana (0365) 3944 Kejari Negara (0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164

Kepala Bidang Keswan Kesmavet drh. I Wayan Widarsa dikonfirmasi, Jumat (29/3) kemarin, membenarkan hal ini. Dikatakan, pemahaman masyarakat terhadap bahaya rabies masih rendah termasuk kesadaran untuk mencegah penularannya. Selama turun ke lapangan atau wilayah zona merah itu, personelnya memang kerap mendapat penolakan dari pemilik HPR. Menurutnya ada warga di desa-desa menolak hewan peliharaannya divaksin karena dikira akan menyebabkan gudig. “Padahal tidak ada kaitannya sama sekali sama penyakit kulit,” ujarnya.

Pihaknya pun menurunkan 60 personel yang terdiri dari A-tim yang bertugas untuk menangani HPR beringas dan 30 orang Tim Regular untuk menangani HPR jinak selama enam hari kerja dari pukul 08.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Pihaknya mengejar target sehingga 11 April prioritas pertama sudah tuntas. Tapi saat turun ke lapangan pihaknya juga harus kembali memberikan pemahaman dan penjelasan terkadang sampai berdebat karena ada saja yang menolak HPR-nya divaksin. Disebutkan tiga desa zona merah di Kecamatan Pekutatan sudah berhasil dituntaskan.

Di Pekutatan sudah 9 banjar dengan 1.438 anjing, 49 kucing dan 2 kera. Dari 27 banjar di Melaya baru 10 banjar dengan 1.250 anjing, 6 kucing dan 1 kera. Di Negara baru 10 banjar, sisa 3 banjar, ada 1.642 ekor dan 63 kucing. Di Jembrana ada 16 banjar, yang sudah divaksin baru 10 banjar dengan 1.337 anjing, 32 kucing dan 4 monyet. Di Mendoyo sudah 10 desa dengan 1.413 anjing, 65 kucing dan 2 monyet, 19 banjar lainnya masih digarap. “Setelah prioritas pertama tuntas kami sasar wilayah yang lain. Kami siapkan 40 ribu dosis,” tegasnya. Widarsa mengatakan, pi-

haknya menargetkan vaksinasi di seluruh wilayah di Jembrana bisa tuntas pada awal Mei mendatang sehingga menekan angka gigitan positif rabies yang tahun ini sudah ditemukan 2 gigitan positif, yakni di Desa Berangbang dan Desa Warnasari. Pihaknya tidak dapat menekan angka gigitan. Yang ditekan adalah kasus positif rabies. Kalaupun HPR menggigit manusia, katanya kalau sudah divaksinasi jelas aman. Selain HPR memakai kalung (colar) merah, rumah pemilik HPR yang sudah divaksinasi juga ditempel stiker dan diberikan buku tanda vaksinasi. “Setelah tuntas semuanya, tinggal antisipasi kelahiran baru,” tandasnya. Berdasarkan data yang diperoleh pada Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana terdapat 16 desa yang menjadi proritas pertama pada vaksinasi rabies massal kali ini. Untuk Kecamatan Melaya terdapat 5 desa yakni Warnasari, Melaya, Tukadaya, Blimbingsari, Tuwed. Di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana terdapat masing-masing dua desa, yakni Berambang dan Kaliakah serta Dauhwaru dan Batuagung. Di Kecamatan Mendoyo ada empat desa, yakni Yehembang Kangin, Delodbrawah, Penyaringan, dan Yeh Sumbul. Sementara ada tiga desa di Kecamatan Pekutatan, yakni Asahduren, Gumbrih dan Pangyangan. Widarsa mengatakan, vaksinasi massal prioritas pertama yang dimulai sejak Senin (18/3) tersebut menyasar wilayah yang terdapat kasus gigitan positif dua tahun terakhir. (kmb)

Dipusatkan di Jembrana Puluhan Napi Bersihkan Tempat Ibadah Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-47 Provinsi Bali 2019

Negara (Bali Post) – Puluhan warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Negara, Jumat (29/3) kemarin melakukan aksi bersih tempat ibadah, tepatnya di Masjid Mujahidin, Loloan Barat, Kecamatan Negara. Bakti sosial Merah Putih narapidana dan petugas rutan merupakan rangkaian hari bakti pemasyarakatan ke55 yang jatuh setiap 27 April. Sekitar 25 narapidana dan 40 orang petugas berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih tempat ibadah tersebut. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal men gatakan, selain aksi bersih tempat ibadah, para narapidana dan petugas juga melaksanakan berbagai kegiatan seperti penguatan kapasitas petugas, donor darah, penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan dan wujud dukungan terhadap program go green (save earth). Bakti sosial membersihkan tempat ibadah ini melibatkan narapidana yang tergabung dalam Pasukan Merah Putih narapidana bersama petugas rutan kelas IIb Negara. Menurut pejabat asal Lombok ini,

upaya ini merupakan implementasi dari program pembinaan kepribadian dan mental rohani. Serta penanaman dan memupuk jiwa toleransi dan kerukunan dalam kehidupan sosial masyarakat. Pengurus masjid dan masyarakat sekitar menyambut baik upaya yang dilakukan dari para narapidana serta petugas rutan tersebut. “Kami pasti berbakti kepada masyarakat dan ibu pertiwi. Untuk Indonesia yang rukun damai dan harmonis,” terang Purniawal. Pasukan yang berasal dari narapidana di Rutan Negara ini dalam kesehariannya juga diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pihak swasta. Mereka dibekali keterampilan kerja, baik pertukangan kayu, otomotif, pertanian, peternakan, perkebunan dan lainnya yang termasuk dalam pembinaan kemandirian. Sehingga ketika kembali ke lingkungan masyarakat, bisa menjadi tenaga yang handal serta bemanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. (kmb26)

Bali Post/olo

BERSIH-BERSIH – Puluhan narapidana yang tergabung dalam pasukan Merah Putih Rutan Kelas IIB Negara melakukan aksi bersih tempat ibadah bersama petugas.

PERINGATAN Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 bertempat di Gedung Kesenian DR. Ir. Soekarno diselenggarakan pada Jumat (29/3). Hadir dalam acara tersebut Ni Putu Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali beserta pengurus PKK Provinsi Bali, mewakili Gubernur Bali Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa, Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali dan kepala–kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana. Ni Putu Putri Suastini Koster menyampaikan dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK akan selalu mengingatkan keluarga besar Tim Penggerak PKK Provinsi Bali untuk terus meningkatkan kinerjanya dan selalu mengingatkan bahwa Tim Penggerak PKK

Provinsi Bali adalah partner pemerintah yang tentunya ruang geraknya yang ada di antara 10 program pokok PKK adalah untuk menunjang visi misi pemerintah yang dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali. ”Kita akan mempercepat visi misi Bapak Gubernur, Nangun Sat Kerthi Loka Bali (menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya),” ujarnya. Sementara itu, membacakan sambutan Gubernur Bali, Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana meyakini dengan berbagai peran yang telah dilaksanakan selama ini, serta dengan komitmen dan proyeksi mendatang, PKK dengan gerakannya tetap mampu menjadi garda terdepan untuk bersama dengan masyarakat dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera yang dapat membawa perubahan bagi masyarakat menuju terwujudnya Nangun Sat Kerthi Loka Bali seperti yang diidamkan bersama. Pada kesempatan tersebut, Bupati Artha menyam-

PENYERAHAN HADIAH - Penyerahan hadiah kepada sejumlah pemenang lomba dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47. Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Provinsi Bali 2019 diselenggarakan di Jembrana. paikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Pemprov Bali kepada Pemkab Jembrana untuk melaksanakan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Menurut Artha selama ini, pembinaan PKK Provinsi Bali sudah sangat luar biasa bahkan hingga

menyentuh ke desa–desa. “Terdapat sejumlah desa yang menjadi juara dalam bidang PKK atas pembinaan dari PKK Provinsi Bali. Saya sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi, semoga ke depan hal tersebut bisa berlanjut,” ucapnya. Pada acara yang ber-

langsung sederhana namun meriah tersebut, dilaksanakan peninjauan stand hasil PKK se-Bali, pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah berbagai lomba dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali. (ad942)


Karangasem

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

11

Erupsi Gunung Agung

Tak Pengaruhi ’’Pamedek’’ ke Pura Pasar Agung Amlapura (Bali Post) Gunung Agung memang kembali mengalami erupsi Kamis (28/3) malam. Kendati erupsi dan jarak puncak kawah gunung dari Pura Pasar Agung itu hanya 1,5 kilometer, hal itu tidak memengaruhi pamedek tangkil ngaturang bhakti ke Pura Pasar Agung Sebudi, Selat. Pujawali di pura lereng Gunung Agung bagian selatan itu dirangkaikan dengan pujawali kadasa yang akan masineb Minggu besok. Humas Pura Pasar Agung I Wayan Suara didampingi pangemong pura Jro Mangku Umbara, Jumat (29/3) kemarin mengungkapkan, Gunung Agung memang sempat kembali erupsi Kamis (28/3) malam. Bahkan, warga yang ada di balik gunung yakni

masyarakat Ban mengungsi ke kantor Desa Ban. Walau erupsi lagi, pamedek masih tetap saja ramai tangkil ngaturang bhakti ke Pura Pasar Agung itu. “Memang jarak Gunung Agung dengan Pura Pasar Agung sangat dekat, hanya 1,5 kilometer. Bagi warga yang memiliki keyakinan tetap tidak ada pengaruh yang berarti untuk puji syukur dalam persembahyangan serangkaian pujawali kadasa itu. Bahkan, Jumat kemarin, pamedek lumayan ramai tangkil sembahyang. Tetapi memang tidak seramai sebelum Gunung Agung erupsi 2017 lalu,” ujarnya. Suara berandai-adai, jika kebetulan pamedek saat tangkil ngaturang bhakti itu Gunung Agung erupsi,

Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem sejauh ini masih menanggung beban utang relatif besar. Sebab, kewajibannya membayar iuran layanan kesehatan kepada BPJS periode Februari-Maret belum dilakukan. Karena itu, mau tidak mau pemkab harus membayar iuran itu Rp 11.490.041.000. Terkait hal ini, BPJS dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi dengan pemkab, supaya pembayaran itu segera diusahakan.

meriksakan keluarganya yang menderita sakit, maka bisa dilayani di puskesmas selama 24 jam,’’ ujarnya. Karena Karangasem sebelumnya senantiasa berusaha optimal, agar bisa memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakatnya. Semoga, harap Triana Simanjuntak, hal itu bisa diikuti puskesmas lainnya di luar Karangasem. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TANGKIL KE PURA PASAR AGUNG - Masyarakat saat tangkil ke Pura Pasar Agung, Sebudi, Kecamatan Selat, Jumat (29/3) kemarin.

Desa Pakraman Diminta Lestarikan Lembaga Tradisional Amlapura (Bali Post) Desa pakraman diharapkan dapat menggali sekaligus juga mengembangkan serta melestarikan lembaga tradisional yang ada di masing-masing desa. Lembaga tradisional itu dipercaya sebagai salah satu sumber kebudayaan daerah. Lembaga itu perlu diberdayakan dalam rangka memperkuat jati diri serta memperkaya kebudayaan nasional. “Kita sangat berharap lewat Bantuan Keuangan Khusus Rp 30 juta itu desa pakraman dapat mendukung kegiatan pembangunan di desanya dan juga meningkatkan sumber daya masyarakatnya,” harap Kadis Kebudayaan Putu Arnawa yang dikonfirmasi, Kamis (28/3) lalu. Di Karangasem, setiap desa pakraman digelontor dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp 30 juta. BKK itu diharapkan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa tidak disalahgunakan. Malah peruntukannya harus dikreasi tepat sasaran. Masing-masing desa pakraman, kata Artha Dipa, yang

menerima bantuan BKK Rp 30 juta itu dapat mempertanggungjawabkan dengan baik. Sebab, peruntukan dana itu harus digunakan sesuai usulan kegiatan yang diajukan. Jadi, pihaknya berharap dana ini benar-benar dapat dikelola dengan manajemen desa pakraman yang semestinya. ‘’Kami minta dana itu dipergunakan dengan efektif dan baik sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pesan Artha Dipa. Wabup berupaya agar bantaun BKK ini bisa berlanjut ke depannya. Sebab, bantuan itu juga dalam upaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Karangasem. Diharapkan, nantinya dapat membawa warga Karangasem ke arah yang lebih baik lagi. “Desa pakraman itu wajar mendapatkan bantuan ini. Karena desa pakraman itu sebagai lembaga tradisional yang mengusung semangat program yang berlandaskan Tri Hita Karana. Jadi, keberadaannya harus diperhatikan, diberdayakan, sekaligus dikembangkan,” katanya. (kmb41)

maka pihaknya sudah menyiapkan sejumlah petugas untuk mengevakuasi pamedek menuju ke bawah. ”Tetap ada dan disiapkan petugas di pura ini. Bila Gunung Agung kembali erupsi, petugas siaga dan gerak cepat mengevakuasi pamedek,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pujawali kadasa di Pura Pasar Agung itu akan kasineb Minggu (31/4) besok. Karena itu, bagi warga yang hendak tangkil dipersilakan. “Jika ingin tangkil, kita persilakan sesuai panggilan hatinya. Kalau masih ragu-ragu dan takut dengan situasi Gunung Agung, lebih baik jangan. Karena di sini kita berbicara keyakinan dan kepasrahan total,” tegas Suara. (kmb41)

Pemkab Belum Bayar Iuran BPJS Rp 11,4 Miliar

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak mengungkapkan, untuk periode Januari, Pemkab Karangasem sudah membayarkan apa yang semestinya. Hanya, periode Februari-Maret, pemkab belum melakukan kewajibannya. “Pembayaran ini mencakup sharing dengan provinsi dan KKS pemerintah daerah,” ucapnya. Dari pengalaman sebelumnya, Kabupaten Karangasem selama ini, kata Simanjuntak, cukup komit membayar iuran itu. Malah Pemkab Karangasem paling cepat dalam proses pembayaran iuran itu. “Mungkin pembayaran itu

Sempat Mengungsi Semalam

masih dalam proses. Karena pembayaran ini juga sharing dengan provinsi. Sebab, mengacu ketentuan paling lambat pembayaran iuran itu 10 Mei mendatang,” katanya. Atas keterlambatan itu, maka pihak BPJS segera melakukan koordinasi dengan Sekda Karangasem. Sehingga iuran ini bisa segera dibayarkan. “Kita berharap supaya pemkab segera bisa melaksanakan kewajibannya membayar iuran itu. Kita koordinasikan minggu ini,” jelasnya sembari menegaskan keterlambatan ini tidak memengaruhi pelayanan kesehatan. Lebih lanjut dikatakannya,

jika dibandingkan kabupaten lainnya, Karangasem paling tinggi dalam melayani kesehatan masyarakatnya karena mencapai 250 jiwa sharing dengan provinsi maupun KKS. Di samping itu, Karangasem juga sudah menjalankan Universal Health Coverage (UHC) bersama dua kabupaten lainnya yakni Klungkung dan Badung. Sementara untuk kabupaten lainnya masih dalam proses penerapan UHC ini. “Kita juga apresiasi Karangasem. Sebab, saat ini, puskesmas yang ada di sini telah membuka layanan selama 24 jam. Jadi, warga yang sakit yang hendak me-

Endang Triana Simanjuntak

Bali Post/kmb41

Bekerja Sama dengan RSU Surya Husadha dan RSUD Mangusada

25 Warga Pucang Kembali KMB Gelar Pengobatan Gratis di Besakih ke Rumah Masing-masing Erupsi Gunung Agung yang terjadi Kamis (28/3) malam, membuat puluhan warga di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kubu, Karangasem sempat panik, sehingga warga memilih mengungsi ke Kantor Desa Ban. Hanya semalam. Sebab, Jumat (29/3) kemarin seluruh warga yang sempat mengungsi itu sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Lalu, bagaimanakah latar belakang warga harus mengungsi ke Kantor Desa Ban itu? KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, akibat erupsi Gunung Agung yang kembali terjadi Kamis (28/3) malam, memang membuat sejumlah warga di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kubu, Karangasem panik. Di tengah kepanikan itu, mereka memilih mengungsi semalam di Kantor Desa Ban. “Warga yang mengungsi sebanyak 25 orang. Mereka memilih mengungsi karena alasan keamanan dan kenyamanan akibat aktivitas Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkaniknya,” ucapnya. Namun sekarang ini, kata Arimbawa, seluruh warga yang mengungsi itu sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Warga memilih kembali ke tempat tinggalnya karena sudah merasa aman. Alasannya, aktivitas Gunung Agung itu kembali landai. Terlebih lagi, pagi harinya Gunung Agung terihat bersih dari asap. “Warga sudah kembali ke rumahnya. Masyarakat mulai meninggalkan Kantor Desa Ban sekitar pukul 06.00 Wita,” katanya. Guna mengantisipasi Gunung Agung erupsi dan menyemburkan abu vulkaniknya, kata Arimbawa, pihaknya telah membagikan masker kepada warga melalui Perbekel Ban. Nantinya, masker itu dibagikan kepada masyarakat setempat sebagai upaya berjaga-jaga bila kembali ada hujan abu vulkanik.

“Karena saat erupsi kemarin (Kamis - red), Desa Ban dan desa lainnya terpapar abu vulkanik. Jadi, bila Gunung Agung itu kembali erupsi nantinya, supaya masker ini bisa dibagikan kepada masyarakat,” tambah Arimbawa. Sementara itu, Perbekel Ban I Wayan Potag mengatakan, memang seluruh warganya sempat mengungsi ke Kantor Desa Ban. Tetapi mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. “Semua sudah balik kok. Sekarang ini,

kantor desa sudah kosong,” katanya. Disinggung apakah nantinya warga yang sempat mengungsi akan kembali ke Kantor Desa Ban pada malam harinya? Potag menegaskan, pihaknya tidak berani memastikan hal yang berkaitan dengan alam itu. “Semoga Gunung Agung tidak erupsi yang memicu kekhawatiran warga. Kita sangat berharap erupsi tidak ada lagi. Demikian juga, warga tidak ada yang harus mengungsi lagi,” harap Potag. (nan)

PENGOBATAN GRATIS - Sejumlah dokter ngaturang ayah pengobatan gratis di Pasraman Besakih, Jumat (29/3) kemarin.

Amlapura (Bali Post) – Kegiatan pengobatan gratis digelar selama dua hari berturut-turut oleh Kelompok Media Bali Post (KMB) bekerja sama dengan dua rumah sakit yaitu RSU Surya Husadha dan RSUD Mangusada. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (28/3) dan Jumat (29/3) kemarin, menyasar pamedek, pemangku, serta masyarakat sekitar Besakih. Ketua Dewan Komisaris PT Surya Husadha Gede Darma mengatakan, bakti sosial kerja sama antara KMB dengan RSU Surya Husadha sangat bermanfaat melihat banyaknya masyarakat yang datang untuk memeriksakan dirinya. Hal senada juga diungkapkan dokter RSUD Mangusada dr. Franciscus Sanjaya. Dia mengungkapkan, dengan padatnya jumlah pamedek sehingga kondisi tersebut sangat rawan membuat warga mengalami gangguan kesehatan. Kebanyakan masyarakat yang datang mengeluhkan kelelahan karena kurang tidur. Kondisi yang sangat padat di Pura Besakih saat pagi dan siang hari, pamedek maupun pemangku diimbau senantiasa menyi-apkan diri terutama dari segi tenaga agar tidak sampai pingsan. Salah seorang pasien dari Besakih yang berprofesi sebagai pedagang, Peji, memeriksakan kesehatannya dan mengeluhkan demam, sakit kepala, dan batuk. Sudah sepuluh hari, Peji mengeluhkan hal tersebut. Dokter menyarankan agar banyak istirahat mengingat dia selalu bangun subuh pukul 04.00 Wita untuk mempersiapkan dagangannya dan berjualan hingga pukul 20.00 Wita. Ke depan, kerja sama antara KMB dan berbagai rumah sakit di Bali agar bisa tetap berjalan sehingga kegiatan pengobatan gratis seperti ini bisa rutin digelar. (kmb)


KLUNGKUNG

12 SOSOK Inovasi Hadapi Digitalisasi Pers REVOLUSI media massa bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan. Ini terlihat dari kian menjamurnya media massa. Terlebih, dengan adanya media sosial. Ini membuat persaingan menjadi kian ketat. Maka dari itu, inovasi juga penting dalam menghadapi digitalisasi pers. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya oleh PWI Cabang Bali, Jumat (29/3) kemarin. Tidak bisa dimungkiri digitalisasi pers membuat akses informasi kian cepat. Ini menjadi salah satu alasan masyarakat menentukan media massa yang tepat sebagai acuannya menerima informasi. Namun, menurutnya, bukan kecepatan yang menjadi satu-satunya kelebihan. Lebih dari itu adalah akurasi, kredibilitas dan inovasinya dalam merebut perhatian masyarakat sebagai pembaca. “Klungkung dikenal dengan inovasinya. Saya rasa pers juga harus memiliki inovasi sendiri, untuk mengikuti perubahan zaman, sehingga tetap dicintai masyarakat pembacanya,” tegasnya. Bupati Suwirta berharap pada momen HPN ini PWI Bali agar menjadi lembaga yang dapat mengadvokasi kerja jurnalistik dari ancaman premanisme. Melindungi kerja-kerja jurnalistik. Selain itu juga mampu menciptakan dan membina wartawan agar semakin profesional, dan tetap berpedoman kepada kode etik jurnalistik. Ini dapat meningkatkan kerja sama yang lebih baik lagi antara pers dengan pemerintahan yang saling menguntungkan tanpa kehilangan indepedensi. “Semoga pers kita di Bali, ke depan bisa lebih profesional, interaktif, dan bisa memberikan informasi yang positif ke masyarakat,” tutup Bupati Suwirta. (gik)

Cegah DB, Jungut Batu Maksimalkan ”Fogging” Semarapura (Bali Post) Ancaman demam berdarah (DB) kian menghantui warga. Guna mencegah DB, Desa Jungut Batu, Nusa Penida menggencarkan fogging. Perbekel Jungut Batu Made Gede Suryawan, Jumat (29/3) kemarin, mengatakan fogging harus digencarkan, mengingat informasi perihal demam berdarah sudah kian menyebar dan mengkhawatirkan. Sebagai bagian dari kawasan pariwisata, dia ingin wilayahnya bebas dari ancaman demam berdarah. “Fogging kami lakukan ke tempattempat padat penduduk, dari kawasan permukiman warga hingga ke akomodasi pariwisata,” katanya. Fogging kian digencarkan, lantaran sudah ada lima orang terserang demam berdarah. Fogging menyasar seluruh wilayah banjar dinas di Desa Jungut Batu. Antara lain, Banjar Dinas Kelod I dan Banjar Dinas Kelod II, Banjar Dinas Kaja I dan Banjar Dinas Kaja II, Banjar Dinas Kangin I dan Banjar Dinas Kangin II (Lingkungan Telata). “Kami berdayakan tukang fogging dari desa yang dipandu oleh staf puskesmas dan para klian banjar dinas,” katanya. Untuk menjangkau seluruh wilayah tersebut, pihak desa melakukan fogging selama tiga hari. Tujuannya,

agar proses fogging merata hingga ke akomodasi pariwisata, baik hotel, restoran maupun bungalo yang tersebar di seluruh Jungut Batu. Pihak berharap, dengan antisipasi fogging ini, demam berdarah tak lagi merebak. Apalagi sampai menyerang wisatawan yang berkunjung ke Jungut Batu. Pihaknya juga mengimbau kepada warga, agar senantiasa menjaga kebersihan dan memproses benda-benda yang bisa menampung air di tempat-tempat tersembunyi. Agar, tidak menjadi sumber berkembangnya jentik-jentik nyamuk. Satu warga setempat, Gede Subrata, menyampaikan agar fogging dilakukan secara berkala. Sebab, demam berdarah saat ini penyebarannya dikatakan tidak lagi memandang musim. Penderita demam berdarah (DB) cukup tinggi di awal tahun 2019. Sepanjang Januari saja, RSUD Klungkung mencatat ada sebanyak 37 orang suspect DB dan 21 orang lainnya positif DB. Sementara sepanjang Februari sebanyak 30 orang dan untuk Maret sampai Jumat (29/3) kemarin, sudah mencapai 41 pasien. Data tiga bulan terakhir ini tergolong tinggi. Total, tahun 2018, ditemukan sebanyak 85 kasus DB. (kmb31)

Bali Post/kmb31

FOGGING - Petugas dari Desa Jungut Batu saat melakukan fogging di sekitar permukiman padat penduduk.

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Satgas Saber Pungli Fokus Sasar Penggunaan Dana Desa Semarapura (Bali Post) Ketua Satgas Saber Pungli Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha seizin Kapolres Klungkung, Jumat (29/3) kemarin mengatakan, Satgas Saber Pungli fokus menyasar penggunaan dana desa, agar tidak terjadi penyimpangan. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi di Mapolres Klungkung. Dalam rapat tersebut Januartha ingin menegaskan kembali rencana aksi tahun 2019 ini. Sekaligus untuk mendengar paparan dari pokja-pokja mengenai hambatan dan masalah yang dialami dalam bertugas. Pokja yang akan dimaksimalkan dalam awal kegiatannya adalah Pokja Pencegahan. Dalam seminggu ke depan, dia menegaskan Satgas Saber Pungli akan menyasar sejumlah desa. Pencegahan dimaksudkan, agar dana desa dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Agar tidak berlangsung tegang, Pokja Pencegahan akan turun ke desa-desa dengan konsep sosialisasi y a ng d i p a d uka n d eng a n seni. Konsep pencegahan itu dikemas dengan pementasan bondres promoter dari personel kepolisian. Selain itu, juga melibatkan lembaga lain, seperti dari Kejaksaan, dan Kemenkumham. “Masyarakat kita kebiasaan kalau sudah polisi turun ke desa, tegang duluan. Kami

akan lakukan pencegahan dengan bondres, agar pesan pencegahan itu lebih sampai kepada masyarakat,” kata Januartha, yang juga Wakapolres Klungkung ini. Satgas Saber Pungli memberikan sorotan lebih terhadap desa, karena desa saat ini mengelola anggaran miliaran rupiah. Baik dari sumber dana Alokasi Dana Desa, Bagi Hasil Pajak maupun Dana Desa. Mengelola dana sebanyak itu, tentu

diakui rawan terjadi penyimpangan. Maka, sistem pengawasan juga harus diperketat. Dia menegaskan, tidak hanya mendorong Pokja Pencegahan, tetapi juga Pokja Penindakan juga akan didorong menuntaskan dugaan temuan penyimpangan di lapangan. “Ini sebagai warning kepada pengelola anggaran di desa. Seluruh pokja kami siap memantau setiap desa. Maka, kelolalah anggaran di desa, sesuai pe-

runtukannya,” tegasnya. Terkait Pokja Penindakan, pihaknya mengatakan sudah ada serangkaian penyelidikan. Kalau ditemukan penyimpangan, pihaknya tidak segan-segan

melanjutkan proses hukumnya. “Seluruh pokja sudah bekerja. Apapun temuannya nanti, khususnya pada Pokja Penindakan, akan diproses lebih lanjut,” katanya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

SABER PUNGLI - Ketua Satgas Saber Pungli Kompol Ida Bagus Dedi Januartha (kiri) saat memimpin rapat, Jumat kemarin.

Puncak HPN di Klungkung

Kualitas Informasi Tentukan Kesejahteraan Masyarakat Semarapura (Bali Post)Kabupaten Klungkung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali. Seluruh

kegiatannya dipusatkan di Balai Budaya Kota Semarapura, Jumat (29/3) kemarin. Pada kesempatan itu, pemerintah daerah mengakui pentingnya peran pers. Bahkan, akses informasi yang benar

Bali Post/kmb31

PIAGAM - Ketua PWI Bali saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

dari pers bisa menentukan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan puncak HPN tersebut dihadiri para petinggi media massa di Bali, baik cetak maupun elektronik, Sekda Bali Dewa Made Indra, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wabup Made Kasta dan beberapa pimpinan OPD terkait. Dewa Made Indra, usai acara itu menyampaikan bahwa media massa berperan maha penting melaksanakan fungsi literasi, edukasi dan deseminasi. Ia menggarisbawahi bahwa fungsi ini sesungguhnya sebagai salah satu syarat mensejahterakan warga. “Jangan pikir kesejahteraan itu terbangun dari sekadar membangun bendungan. Tetapi, uangnya dari mana?” katanya. Artinya, sebelum ada uang dan pembangunan, maka akses informasi yang benar amat diperlukan. Menurut

Sekda Bali, kesejahteraan masyarakat itu, dimensinya sangat luas. Semua pihak bisa berperan dan berkontribusi dalam mewujudkannya. Termasuk pers. Jadi, dia berharap media massa, khususnya media mainstream, dapat mengambil peran itu, di tengah kekacauan informasi, akibat kian merebaknya hoax di tengah masyarakat. Pers mampu membendung agar hoax itu tidak semakin berdampak buruk. Dewa Made Indra juga membahas dinamika pemerintah daerah dengan pers. Dia menyarankan agar pemerintah daerah semakin membuka ruang komunikasi yang baik. Ada banyak ruang yang seharusnya pemerintah dan pers dapat menjalin kerja sama, agar saling berkolaborasi tanpa menanggalkan independensi pers itu. Dalam acara ini, juga diserahkan secara simbolis ser-

tifikat UKW (Uji Kompetensi Wartawan). Termasuk penyerahan piala pada kompetisi futsal yang digelar PWI. Acara juga diisi dengan deklarasi bersama bertajuk “Pers Bijak, Rakyat Cerdas dan Pemilu Damai”. Ketua PWI Cabang Bali Dwikora Putra mengatakan, deklarasi pemilu damai ini sesungguhnya menjadi kewajiban bersama, apalagi sebagai masyarakat pers. Pihaknya menegaskan, pers wajib mengawal pemilu serentak Pilpres, DPR-RI DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD-RI ini berlangsung lancar dan damai serta berkualitas. “Saya mengajak masyarakat pers, berkomitmen mewujudkan pemilu serentak ini berlangsung damai. Salah satu caranya, dengan cara jangan menyebarkan hoax yang bisa memicu kekisruhan masyarakat,” tegasnya. (kmb31)

Pemkab Tabalong Kunjungi Teknologi Pengolah Sampah TOSS Klungkung KESEKIAN kalinya salah satu program Pemkab Klungkung terkait penanganan sampah kembali dikunjungi. Kali ini rombongan Pemkab Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong Ir. Rowi Rawatianice, M.T. belajar masalah proses Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Klungkung. Rombongan itu diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana, di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (29/3) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, di hadapan Pemkab Tabalong, Bupati Suwirta menceritakan sejarah awal mula dirinya melirik teknologi TOSS ini. Awal penerapan teknologi ini mendapat banyak tantangan dan sejumlah permasalahan. Namun berkat sosialisasi, serta kerja sama yang baik semua pihak, yaitu Pemda Klungkung STTPLN dan PT Indonesia Power, teknologi ini dapat diwujudkan dan diaplikasikan di beberapa desa. “Program TOSS saat ini masih memiliki kendala dalam pengadaan alat, semoga cepat mendapat tindak lanjut, supaya bisa memproduksi pelet dengan kapasitas yang besar,” ujarnya. Selain itu, Bupati Suwirta juga mengaku optimis ke depannya akan keberhasilan program TOSS ini. Semakin banyak kunjungan ke Klungkung, maka akan menjadi tantangan untuk lebih menyempurnakan program ini. Sehingga program ini akan menjadi lebih baik dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu Klungkung bebas dari sampah bisa terwujud. “Saya optimis program TOSS ini bisa segera diduplikasi ke semua desa di Klungkung dan semoga nantinya bisa diterapkan di kabupaten lainnya, sehingga dalam memerangi sampah bisa cepat teratasi dengan maksimal,” harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong Ir. Rowi Rawatianice, M.T. menyampaikan tujuan kunjungannya

kali ini ke Pemkab Klungkung untuk melihat sistem pengelolaan sampah, melalui program TOSS yang telah diakui secara nasional. “Kami jauh-jauh dari Pemkab Tabalong datang ke Klungkung hanya untuk belajar dan melihat proses program TOSS yang dimiliki Klungkung dalam menangani sampah. Kebetulan kami juga sedang concern manangani sampah,” ujarnya. Lebih lanjut, Ir. Rowi Rawatianice, M.T. mengatakan sangat kagum dengan program TOSS ini. “Semoga nantinya setelah kami belajar program TOSS ke Klungkung kami bisa menerapkan dan memaksimalkan program ini dengan sebaik-baiknya,” harapnya. (ad938)

ROMBONGAN - Bupati Suwirta saat menyambut kedatangan rombongan Pemkab Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

WALK IN INTERVIEW Chick n Roll Restaurant membutuhkan karyawan untuk posisi

MARKETING RESTAURANT Bertempat di Chick n Roll Teuku Umar Jl. Teuku Umar No. 152, Denpasar (Simpang 6) tanggal 2 s/d 4 April 2019 pada pukul 08.00 -15.00 WITA

Dcr Sgr Guru TK (S.Pd), unt TK Kristen. Krm CV : intibudiasih.school@gmail.com B.BP.004.03.19.0000792

Indonesian Language Teacher. Min.bachelor,teaching experience English fluent. CV:YTMG, Jl.Cokroaminoto 382 Dps / jobapplybali@gmail.com B.BP.004.03.19.0000883

Dicr Tng Kirim Lele (Pake Spd Mtr) H.081246682139/0818503603 B.BP.004.03.19.0000923

U.0000921-LOW

Dibutuhkan Segera Accounting Pengalaman Min.2Th Hub. Email: vitaluxebali@gmail. com WA.081353770406

1.Admin Wnt;2.Supervisor Sales; 3.Saleman/Girl Income 10jt; 4.Sopir B1. Jl.Bedahulu 4 No.12 erfintricahyo@gmail.com

B.BP.004.03.19.0000924

B.BP.004.03.19.0000928

Bank Swasta Nasional di Dps butuh Cpt Teller wnt,pend.S1 berpenampilan menarik,lebih diutamakan berpengalaman,Kirim CV ke: liemliliwati@yahoo.com

Administration(TU)Min bachelor comp.skill, English fluent. CV:YTMG,Jl.Cokroaminoto 382Dps jobapplybali@gmail.com

B.BP.001.03.19.0000822

B.BP.004.03.19.0000880

Bth Kurir SIM C+Srabutan di Bt.Bulan,ada Mes, 089635328455

*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizuna Bali B.BP.166.03.19.0000935

Business Support,Llsn Stikom /IT, Skill Bahasa Inggris,Experience,CV to: inf@tsbali.com B.BP.031.03.19.0000927

Dbthkn:Pengacara/Legal Drafter Syrt:SH,bisa Bhs.Inggris,siap krja team. Gaji/Tunjangan. CV: aya@vlobali.com / 759722 B.BP.001.03.19.0000601

Dcr Karyawan/i 15 org SMU-S1 utk Staff Promosi Karma Group Hotel Ditempatkan diKuta&Seminyak SMU-S1 Bhs Inggris Pglmn tdk Diutmkn Fresh Graduate are Welcome Gaji Pokok+BPJS+Bns 25$-150$ Dtng Interview Tgl . 1 April 2019 Mulai Jm10.00-Slsai di Ktr Jl.Plawa No.37A Seminyak Kuta/WA Hilla 08123986414 B.BP.154.03.19.0000926

Dcr PRT u/di Batubulan tgal dlm /luar 1,5-2Jt SMS:08123831133

Dealer Honda mencari Mekanik & Sales Counter, berpengalaman. Hub.Kecak Motor Jl.Ry.Padang Luwih 166 Dalung T.0361-412106 B.BP.001.03.19.0000931

B.BP.001.03.19.0000904

Dcr Sales Min:SMA,Max35Thn Memiliki Motor Sndiri&SIM C,Menguasai Wil.Bali Hub:081999711468

Dicari Adm.Wanita & Bag.Kasir MaxUmur.35Th(Gaji,UM,THR)Bawa CV Anda ke Jl.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung. 085921213232

B.BP.001.03.19.0000903

Dcr Sgr 2 Supir SIM A/B1 u/Tk Bahan Bangunan, punya Motor Sendiri Hub.085105111992 B.BP.001.03.19.0000886

Dcr Staf Accont&bs Exel u/Perusahan PT.Bali Tropical JP.Hub: 081237170506,Jl.Tkd Petanu 11 B.BP.001.03.19.0000821

Dcr Staff Kirim. Pria,SMK/SMA, SIM C/A. Krm CV: Jaya Motor Jl.Setia Budi 21, Dps Dcr Tenaga STM&SMA u/Operator STP.Lam ke dayapioneercontrolm atic@yahoo.com Tlp.728939

Bth Satpam,Pria,SLTA BPR Duta Bali Jl.Raya Sesetan 48 Dps

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

B.BP.001.03.19.0000909

B.BP.004.03.19.0000917

TOYOTA PROMOSI Diskon s/d 45 JUTA

AVANZA DP

30

JT-an Angsuran 3 Jt-an

INNOVA DP

50

JT-an Angsuran 5 Jt-an

Aksesoris & Hadiah langsung

HUBUNGI

SANTI

087888229156 089657803589 C.0000641-MBL

KONTRAKTOR

KURSUS

BAHAN BANGUNAN

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.03.19.0000930

Dcr Staf Vila di Sanur, wanita, bersih & rapi Hub.082146181808 B.BP.001.03.19.0000869

B.BP.001.03.19.0000873

Dicari Pembantu RT/W diutmakan bisa masak & pengalaman kerja dgn org asing Hub.081374220873 B.BP.001.03.19.0000922

Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.,IPA, Komputer,Sejarah,Olah Raga (W) Guru PAUD,Guru PGSD,Helper, Administrasi, Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.01.19.0000271

B.BP.004.03.19.0000793

Dicari staff wanita, single, bisa MS.Office. Krm lamaran ke Tangkuban Perahu 2X Kerobokan. Telp.9348949

B.BP.004.03.19.0000885

Dibutuhkn Sales Marketing,Pria Max40Th,PendMinSMA,Pglmnkerja 2Th,Pekerja keras&Brtnggung Jawab Krm CV:Jln.Maruti 33 Dps

B.BP.001.03.19.0000932

Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman. Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839 B.BP.001.03.19.0000630

DIJUAL MOBIL MITSUBISHI

Jual Mitsubishi Outlander Thn 2016 PX Automatic Transmission 280Jt Nego Hub.087861762330 / 081239366264 B.BP.001.03.19.0000911

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOTOR HONDA

Ready,Beat,Scoopy,All Vario, Dp 1jt CP.Bayu 082147929294 B.BP.001.03.19.0000914

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Jual Rmh Elit Banyuwangi Kota dkt Pantai, 082237670250 Elena B.BP.001.03.19.0000331

BUC Dijual Rumah Lt.2 Daerah Pamogan Dps Hub.081338008522 B.BP.001.03.19.0000881

Jual Rmh 2Lt LT:96 LB:131 SHM KM:3 KT:3 Jl Cargo Indah IV/28 Telp:085100535516/085100503875 B.BP.001.03.19.0000905

Rmh Jl.Siulan Dps T36/70, 45/70 45/100.60/100 D’%08113971580 B.BP.001.03.19.0000870

Rumah Lantai II Harga di bawah 800Jt di Perumahan Taman Anggrek Biaung. Dapatkan Cash back Hingga 40Jt Hub .Segera 081246699918 B.BP.004.03.19.0000925

PROPERTY DIJUAL TANAH

1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.03.19.0000934

Dijual Murah 3.6M kavling SHM 480M2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272 B.BP.004.03.19.0000327

Dijual Tnh 2A di Sanur SHM Rp.825 Jt/Are Belakang RS Bali Mandara.Hubungi:0811398772 B.BP.001.03.19.0000912

Djl Tnh ex Pabrik Mnyk Klp ada Sengon 1000 Phn & Jati L.94are pinggir jln utama Dps Glmnk Ds. Tuwed Bali Hub 087760055121 B.BP.159.03.19.0000642

Kav.1 Are,SHM,Bringkit/Sempidi Murah Hub:085937089333 BUC B.BP.001.03.19.0000910

Tnh Kav 1-2A Jl.Kutat Lestari & Jln Tunjung Sanur cck u/Vila Hub.082144836241/08123922938 B.BP.001.03.19.0000920

BIRO JASA

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.03.19.0000753


BANGLI

14

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

Dewan Minta Jalan Rusak Akibat Bencana Prioritas Diperbaiki

Bali Post/kmb40

RUSAK - Kondisi salah satu jalan yang rusak akibat bencana alam banjir bandang tahun 2017 di wilayah Kintamani.

Kerusakan Atap Gedung BMB Makin Parah

Bangli (Bali Post) -

Kondisi gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) di areal Kantor Bupati Bangli makin memprihatinkan. Kerusakan atap gedung berlantai dua itu semakin parah. Sejumlah genteng terlihat bocor, demikian juga plafonnya banyak yang rontok. Meski demikian Pemkab Bangli masih tetap menggunakannya untuk menggelar kegiatan pertemuan. Berdasarkan pantauan, Jumat (29/3) kemarin, kerusakan atap tak hanya terlihat pada bagian luar gedung. Di bagian dalam, kondisinya tak kalah mengenaskan. Sejumlah plafon berbahan asbes putih terlihat rontok. Selain mengganggu pemandangan, kerusakan plafon juga cukup mengkhawatirkan. Sebab, pada bagian plafon yang rontok

masih terdapat sisa plafon yang menempel dan sewaktu-waktu bisa jatuh. Meski kondisi itu sudah terjadi sejak lama, sampai saat ini pemerintah tak kunjung melakukan perbaikan. Renovasi yang selama ini direncanakan hampir setiap tahun, selalu berakhir sebatas wacana. Padahal sebagaimana yang diketahui, hanya Gedung BMB menjadi satu-satunya gedung

berkapasitas besar yang saat ini dimiliki Pemkab Bangli untuk menggelar acara maupun pertemuan resmi. Dikonfirmasi siang kemarin, Kepala Bagian Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra tak menampik kerusakan atap gedung itu. Diakuinya, Gedung BMB memang sudah cukup lama tak mendapat perbaikan. Mahindra mengatakan, pada tahun ini, pihaknya

Bangli (Bali Post)Sejumlah ruas jalan yang rusak akibat bencana alam banjir bandang tahun 2017 diharapkan menjadi prioritas perbaikan. Sebab keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat, sebagai akses ekonomi dan pertanian. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles saat menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangli Tahun 2020, Jumat (29/3) kemarin. Carles mengatakan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung upaya yang selama ini telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur jalan. Namun pihaknya menyayangkan, perbaikan yang dilakukan tidak memprioritaskan ruas jalan yang rusak dan putus akibat bencana alam. Adapun beberapa ruas jalan yang sampai saat ini masih rusak akibat bencana dan membutuhkan perbaikan yaitu ruas jalan Penelokan-Payang, ruas jalan BaturTandang Buana Sari, PenelokanBubung Kelambu dan jalan menuju Pura Tirta Mas Mampeh. “Justru badan jalan yang baru, yang banyak diperbaiki dan dihotmik tahun 2018. Sementara yang putus akibat bencana sampai sekarang dibiarkan, belum tertangani,” jelasnya. Menurut Carles, semestinya Pemk-

ab Bangli bisa memprioritaskan penanganan jalan korban bencana tersebut. Mengingat jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat, sebagai akses pertanian dan perekonomian. Akibat belum adanya penanganan dari pemerintah, masyarakat selama ini terpaksa mengeluarkan biaya transportasi lebih banyak dari sebelumnya. “Kalau dulu hasil pertanian bisa dibawa truk sekali. Sekarang karena jalurnya berat, tidak bisa. Otomatis beban biaya transportasi yang harus ditanggung masyarakat jadi lebih banyak,” terangnya. Selain infrastruktur jalan, dalam Musrenbang yang dihadiri pejabat dari Bappeda Provinsi Bali kemarin, politisi asal Batur itu juga menyampaikan harapannya agar beberapa wilayah yang memiliki objek wisata dan selama ini telah berkembang di Bangli bisa ditetapkan sebagai satu kawasan pariwisata oleh Pemerintah Provinsi. Dengan adanya kawasan pariwisata diyakini pariwisata di Bangli bisa semakin berkembang dan maju, tanpa harus merusak hutan. Terkait harapan itu, Carles mengatakan Bupati Bangli sudah bersurat ke gubernur. “Kita harapkan surat bupati bisa ditindaklanjuti. Agar Bangli yang selama ini hanya menjadi daerah resapan, bisa punya kawasan pariwisata,” harapnya. (kmb40)

telah merencanakan untuk melakukan perbaikan ringan pada gedung tersebut. Perbaikan yang akan dilakukan, yakni menutup kebocoran-kebocoran pada bagian atap bangunan. Untuk perbaikannya, pihaknya mengaku sudah menyiapkan anggaran. “Anggaran pemeliharaan gedung kantor kita siapkan Rp 200 juta,” pungkasnya. (kmb40) GEDUNG - Atap Gedung BMB makin memprihatinkan. Beberapa plafon terlihat rontok dan beberapa gentengnya bocor.

Bali Post/kmb40

Pemkab Seleksi Pasukan Pengibar Bendera

MUSRENBANG - Suasana Musrenbang RKPD, Jumat (29/3) kemarin.

Bali Post/kmb40

2020, Pembenahan Tata Kelola Objek Pariwisata Jadi Prioritas Bangli (Bali Post) – Pembenahan tata kelola objek pariwisata, salah satu dari lima hal yang menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bangli tahun 2020. Hal itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bangli Tahun 2020 yang digelar Pemkab, Jumat (29/3) kemarin. Kepala Bappeda, Penelitian, dan Pengembangan (Bapedalitbang) Kabupaten Bangli I Nyoman Widiana selaku ketua panitia penyelenggara musrenbang menjelaskan tujuan dari pelaksanaan Musrenbang RKPD sesuai Pasal 95 Permendegri 86 Tahun 2017 antara lain, menyepakati permasalahan pembangunan daerah, menyepakati prioritas pembangunan daerah, menyepakati program kegiatan, pagu indikatif, indikator, dan target kinerja serta lokasi, penyelerasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi serta klarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten/kota dengan program dan kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil musrenbang kecamatan. Dia menyebutkan, lima hal

yang menjadi prioritas tahun 2020, yakni peningkatan pendidikan, kesehatan dan layanan sosial. Kedua, pembenahan tata kelola objek pariwisata. Ketiga, peningkatan penanganan panen dan pascapanen produk pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Keempat, peningkatan peran dan fungsi adat istiadat, serta kelima, yakni peningkatan pemerintah yang demokratis, bersih dan efisien. Mengenai jumlah usulan masyarakat yang masuk melalui Musrenbang RKPD di Kecamatan, disebutkan ada sebanyak 889 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp 775.809.484.500. Adapun rinciannya, yakni di Kecamatan Bangli 89 anggaran dengan anggaran Rp 60.241.335.000, Kecamatan Susut 191 kegiatan dengan anggaran Rp 81.715.385.000, Kecamatan Tembuku 350 kegiatan dengan anggaran Rp 249.968.377.500, dan Kecamatan Kintamani 415 kegiatan dengan anggaran Rp 383.884.387.000. “Usulan masyarakat tersebut telah diselaraskan dengan program dan kegiatan perangkat daerah dalam forum perangkat daerah di masing-masing perangkat daerah,” jelasnya. Sementara itu, Sekda Ida Bagus Giri Putra yang ha-

dir membacakan sambutan Bupati Bangli menyampaikan bahwa pelaksanaan musrenbang RKPD merupakan momen yang sangat penting dan strategis dalam upaya menyusun prioritas pembangunan tahun 2020. Disampaikan bahwa berdasarkan monitoring dan evaluasi terhadap program dan kegiatan tahun sebelumnya, masih ditemukan berbagai kelemahan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bangli. Karena itu, seluruh perangkat daerah kembali diingatkan beberapa hal di antaranya, yakni agar dalam penyusunan program dan kegiatan berdasarkan filosofi anggaran mengikuti program. Dalam penyusunan kegiatan harus jelas output dan outcome-nya. Selain itu, dalam perumusan kegiatan perangkat daerah harus memperhatikan kemampuan keuangan daerah, memperhatikan sinergitas program dan kegiatan baik di dalam perangkat daerah dan antarperangkat daerah maupun dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Kepada perangkat daerah agar berusaha untuk mencari pendanaan dari sumber nonAPBD kabupaten, baik melalui APBD provinsi dan APBN,” kata Giri Putra. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli saat ini tengah menyiapkan pasukan pengibar bendera (paskibra) untuk ditugaskan saat upacara peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang. Sebagaimana yang berjalan selama ini, penyiapan pasukan pengibar bendera tersebut dilakukan melalui proses seleksi. Ketua Pelaksana Kegiatan Seleksi Paskibra Sang Nyoman Nada, Jumat (29/3) kemarin mengatakan, saat ini proses seleksi paskibra untuk di kabupaten maupun yang akan dikirim mewakili

provinsi sudah selesai. Proses diawali dengan sosialisasi ke SMA/SMK pada Februari lalu, dan dilanjutkan seleksi mulai awal Maret. Dia menyebutkan dari 204 pelajar yang semula terdaftar, hanya 199 di antaranya yang ikut proses seleksi. “Yang lolos seleksi 80 orang,” terangnya. Dari 80 orang tersebut, 10 orang di antaranya akan dikirim untuk mewakili Kabupaten Bangli dalam seleksi di tingkat Provinsi Bali. Nantinya dalam proses seleksi di Provinsi, hanya akan dua orang yang dipilih untuk bergabung sebagai pasukan pengibar bendera

di provinsi. “Sementara sisa yang tidak terpilih di provinsi akan bergabung di pasukan di kabupaten,” jelasnya. Nada mengatakan, untuk memantapkan kesiapan 10 orang wakil Bangli sebelum ikut proses seleksi di Provinsi, mereka akan diberikan pembinaan selama beberapa hari mulai 12 April mendatang. Sementara pembinaan terhadap 70 orang pasukan pengibar bendera lainnya rencananya dilakukan mulai 26 Juli mendatang. Dalam pembinaan tersebut mereka juga akan melalui proses karantina. Pria yang menjabat se-

bagai Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Bangli ini mengatakan, sudah cukup lama tidak ada pelajar Bangli yang lolos menjadi pasukan pengibar bendera di tingkat nasional. Menurut informasi yang didapatnya, salah satu hal yang menjadi kendala pelajar Bangli gagal lolos seleksi pasukan pengibar bendera nasional karena tinggi badan yang kurang. “Terakhir kali, tahun 2009 ada pelajar kita yang lolos menjadi pasnas,” terangya. Pihaknya sangat berharap, kebanggaan itu akan kembali terulang pada tahun ini. (kmb40)

Petani Catur Buat Parfum Kopi PETANI kopi di Kintamani kini mulai kreatif mengolah biji kopi. Biji kopi tak hanya diolah dijadikan serbuk, namun juga jadi parfum. Seperti yang selama ini dilakukan Gusti Ngurah Rupa, petani kopi dari Desa Catur, Kintamani.

Bali Post/kmb40

PARKO - Gusti Ngurah Rupa menunjukkan parfum kopi buatannya yang diberi label Parko.

Gusti Ngurah Rupa mulai membuat parfum berbahan kopi sejak 2018. Dia mendapat ide membuat parfum kopi dari kehebatan kopi yang mampu menyerap segala aroma tak sedap di dalam ruangan. “Aromanya sangat natural. Coba saja di dalam ruangan ada aroma tidak sedap bekas makanan misalnya, lalu kita tempatkan kopi, maka aroma tidak sedap itu akan terserap,” terangnya belum lama ini. Tidak seperti parfum umumnya yang berbentuk cair, parfum kopi buatannya yang diberi merek ‘’Parko’’ berbentuk kemasan kantong yang di dalamnya berisi biji kopi. Menurutnya, membuat parfum kopi, tidak sulit. Biji kopi yang sudah dikeringkan kemudian disangrai. Selanjutnya dikemas dengan menggunakan kantong kecil berbahan karung goni. “Kenapa karung goni, karena sifatnya kering. Dari lubang-lubangnya akan keluar aroma kopinya,” ujarnya. Dengan kemasan kantong

kecil, parfum kopi buatannya cocok dan praktis digunakan untuk pewangi di dalam mobil dan ruangan ber-AC. Selama ini produk parfum kopinya sudah banyak diminati konsumen. Permintaan tak hanya datang dari konsumen di Bangli namun juga luar Bangli seperti Denpasar. Tingginya permintaan parfum kopi seiring dengan tren masyarakat dalam mengonsumsi kopi. Dia mengatakan, sama seperti produk parfum atau pewangi ruangan pada umumnya, parfum kopi buatannya yang dijual Rp 25 ribu per satu pcs, juga memiliki batas waktu tertentu untuk bisa tetap dinikmati aromanya. Rupa mengatakan, aroma kopi pada produk parko bisa bertahan selama sebulan. “Dua minggu aroma parfum kopinya sudah mulai agak berkurang. Tapi bisa diperpanjang. Caranya dengan dipecahkan biji kopi di dalam kemasannya. Itu bisa bertahan hingga sebulan,” terangnya. (ina)


OLAHRAGA

Sabtu Wage, 30 Maret 2019

15

Liga Utama Inggris

Pemain City Bugar Lawan Fulham London – Manchester City dijamu Fulham dalam lanjutan pertandingan kompetisi Liga Utama Inggris pada Sabtu (30/3) malam ini. Merebut 19 kemenangan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi dan sudah meraih Piala Liga membuat City berada pada jalur terdepan untuk mempertahankan gelar Liga Primer serta favorit di Liga Champions dan Piala FA. Jeda internasional selama dua minggu tidak mengganggu ritme pemain City. Sergio Aguero, David Silva, dan Fernandinho tidak lagi membela timnas Argentina, Spanyol, dan Brazil. Bek Aymeric Laporte terus diabaikan oleh pelatih Prancis Didier Deschamps. Sementara Kevin de Bruyne, Vincent Kompany, Nicolas Otamendi, John Stones, Fabian Delph, dan Benjamin Mendy diberi lebih banyak waktu un-

tuk pulih dari cedera. “Mereka harus pergi ke tim nasional, menikmati dan bermain untuk negara, tetapi saya berharap mereka kembali fit. Saya hanya ingin mereka bugar dan di sini,” kata pelatih Pep Guardiola usai City mengalahkan Swansea 3-2 di perempatfinal Piala FA beberapa hari lalu. Pemain kunci City seperti Ilkay Gundogan, Leroy Sane, dan Bernardo Silva telah kembali tanpa cedera. Raheem Sterling mencetak empat gol dalam kemenangan Inggris atas Republik Ceko dan Montenegro. “Dia berada dalam momen yang sangat percaya

diri, tidak hanya di lapangan, tetapi di luar lapangan. Dia sangat dewasa dan nyaman,” ujar manajer Inggris Gareth Southgate. Fulham menghadapi pertarungan yang sangat berbeda dalam beberapa minggu mendatang karena mem butuhkan perjuangan hebat untuk menghindari degradasi. Pasukan Scott Parker kini terpaut 13 poin dari zona merah. “Kami memahami tantangan di depan. City adalah tim yang fantastis, memiliki pemain fantastis dan manajer yang bisa dibilang sebagai salah satu yang terbesar,” sebut Parker. United Sabtu malam ini juga turun Manchester United di Old Trafford melawan Watford. Ini merupakan laga pertama MU di bawah Ole Gunnar Solskjaer yang ditunjuk sebagai manajer tetap pada Kamis (28/3). Pertandingan kandang ini juga menjadi momen kebangkitan Setan Merah setelah sebelumnya dikalahkan Arsenal dan di-

sisihkan Wolves dari Piala FA. “Kami sekarang dalam posisi yang bagus untuk masuk ke Liga Champions tetapi itu belum diputuskan sampai 12 Mei (hari terakhir musim). Watford dan Wolves adalah dua tim yang berkembang pesat, terbaik dari yang lain saat ini. Jadi, kami harus fokus pada dua pertandingan itu,’’ papar Solskjaer. Dalam laga lainnya turun Brighton kontra Southampton, Burnley melawan Wolves, Crystal Palace bertemu Huddersfield, Leicester kedatangan Bournemouth, dan West Ham menjamu Everton. Sementara Minggu (31/3) besok, tampil Cardiff versus Chelsea dan Liverpool versus Tottenham Hotspur. (afp/kmb)

PSSI Badung Tambah Klub Anggota Mangupura (Bali Post) Lima klub sepak bola mengusulkan menjadi anggota Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Badung. Akan tetapi, hanya utusan Penarungan FC yang hadir dalam Kongres Tahunan Askab PSSI Badung di Puspem Kabupaten Badung, Jumat (29/3) kemarin. Menurut Asosiasi Futsal Badung, Ketut Sukadana, lima klub baru mengajukan diri menjadi anggota klub Askab PSSI Badung, namun cuma utusan Penarungan FC yang hadir di ajang kongres. Oleh sebab itu, sejauh ini yang diterima menjadi klub baru anggota Askab PSSI Badung adalah Penarungan FC, sedangkan empat tim lainnya ditunda. Sekum Askab PSSI Badung Gede Eka Surawan menjelaskan, empat klub yang ditunda penerimaannya adalah Udayana Putra Taman Abiansemal, D’Sulangai FC, Bayu Suta Sedang, dan Sibang Gede United. Kongres dihadiri 29 klub dari total 38 klub

anggota. Pihaknya akan berupaya menggelar kompetisi atau turnamen bagi klub–klub anggota dan bersiap mengikuti berbagai kompetisi yang digelar Asprov PSSI Bali. Anggota Komite Eksekutif Askab PSSI Badung Ketut Muskaadi menambahkan, Kongres Tahunan membahas soal laporan pertanggungjawaban 2018 dan menyusun program 2019. Semua laporan pertanggungjawaban bisa diterima. Untuk program 2019, pihaknya fokus pada pembentukan tim Porprov yang ditangani duet pelatih Nyoman Sujata dan Nyoman Karton Sukadana. (022)

Komponen Masyarakat Dewi Ayu Agung Kurniayanti

Bali Post/ist

Kejurnas Atletik Jatim Terbuka

Atlet Bali Tambah Dua Emas

Denpasar (Bali Post) Atlet Bali menambah dua keping medali emas pada hari kedua Kejurnas Atletik Jatim Terbuka di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jumat (29/3) kemarin. Ditambah tiga emas yang direbut pada hari pertama maka tim atletik Pulau Dewata sudah mengumpulkan lima emas. Kedua emas masing-masing dipersembahkan Maria Natalia Londa di nomor lompat jangkit dengan prestasi 12,98 meter dan Dewi Ayu Agung Kurniayanti di nomor lari 400 meter putri dengan catatan waktu 57,24 detik.

Maria sudah menyumbang dua emas untuk Bali setelah menjuarai nomor lompat jauh pada hari pertama. Manajer Tim Atletik Bali Wayan Mudana yang dikontak dari Denpasar menjelaskan, atlet yang mendulang emas otomatis mengantongi tiket berlaga pada PON 2020 di Papua. Kejurnas Atletik Jatim Terbuka merupakan ajang pertama untuk kualifikasi PON. Event selanjutnya adalah Jateng Terbuka. “Kami berharap atlet Bali mampu mempersembahkan yang terbaik dan lolos PON lewat Jatim Terbuka ini,” tutur Mudana. (022)

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, perwakilan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Badung bersama staf ahli dan asisten Setda Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Badung, Kapolresta Denpasar dan Kapolsek Kuta, Kadishut Provinsi dan Kepala UPT Tahura Ngurah Rai, Bendesa Adat Kuta, Camat Kuta, lurah se-Kecamatan Kuta, Kepala Lingkungan, LPM, tokoh masyarakat lainnya. Darurat Berbenah Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan menerangkan, kegiatan tersebut merupakan inovasi nyata dari Bupati Badung, yang mengadopsi konsep Badung darurat berbenah. ‘’Terselengaranya program ini berkat sinergitas lintas OPD Badung dengan komponen masyarakat, yaitu

Sabtu, 30 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Keteladanan (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Kurusetra Parwa (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Alam dengan Elemen Api

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Keteladanan (3) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Juara Umum Tim Paskibra GRISDA 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari TK Eka Dasi

16:30 Wita Taman Sari TK Titi Dharma 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Tawur Tabuh Gentuh Desa Pakraman Duda Karangasem 17:30 Wita Kartun Kurusetra Parwa (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Suara Kandidat DPD-RI 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Nyirimbit (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping

Dinas PUPR, DLHK, Satpol PP, Dinas Damkar, Bagian SDA, Bagian Umum, Bagian Perwat, Humas dan Camat Kuta. Adapun kelompok masyarakat yang bersinergi adalah kelompok Nelayan Prapat Agung Mangening Patasari Kuta dan Krisna Oleh-oleh Bali,’’ terang Eka Merthawan. Penanaman 5.000 bibit mangrove tersebut terbagi di dua kawasan. Yaitu zona barat sebanyak 2.000 pohon mangrove jenis lindur dan tanjang, dengan penangungg jawab seluruh staf DLHK Badung. Sedangkan zona timur sebanyak 3.000 pohon mengrove jenis lindur, tanjang, tengeh dan jangkang, dengan penannggung jawab seluruh ASN, OPD dan komponen masyarakat Kuta. Adapun bibit mangrove dan pirantinya tersebut seluruhnya berasal dari kelompok nelayan Prapat Agung Mangening Patasari, di bawah pembina I Gusti Anom Gumanti. ‘’Diharapkan pohon ini bisa hidup sekitar 70-80 persen dengan perawatan dari nelayan. Jika dibandingkan di tempat lain harapan hidupnya hanya 10 persen,’’ pungkasnya. (ad941)

Beri Apresiasi Miami – Simona Halep melewatkan kesempatan untuk kembali menjadi petenis putri nomor satu dunia. Tampil buruk, petenis Rumania ini dikalahkan Karolina Pliskova (Ceko) dengan skor 5-7, 1-6 pada pertandingan semifinal turnamen Miami Terbuka, AS, Jumat (29/3) kemarin. Halep akan merebut kembali posisi teratas jika mencapai final setelah tersingkirnya peringkat pertama Naomi Osaka (Jepang) dan Petra Kvitova ditaklukkan Ashleigh Barty (Australia) di delapan besar. Tetapi Pliskova membombardir Halep, sedangkan Barty menang 6-3, 6-3 atas Anett Kontaveit (Estonia). ‘’Tidak mudah menunggu begitu lama tetapi saya berhasil tetap agresif. Ashleigh adalah pemain yang bagus, tapi saya bersemangat menanti final,’’ kata Pliskova. Duel Pliskova-Halep selesai pukul 01.00 dini hari menyusul serangkaian penundaan akibat hujan. Di bagian putra, Roger Federer mencapai babak semifinal setelah menghentikan langkah Kevin Anderson

(Rusia) 6-0, 6-4. Petenis Swiss itu selanjutnya ditantang Denis Shapovalov (Kanada) pada perebutan tiket ke final. Shapovalov mengalahkan rekan Frances Tiafoe (AS) 6-7 (5/7), 6-4, 6-2 untuk mencapai semifinal ATP Masters ketiganya. Duel Shapovalov kontra Federer merupakan pertemuan pertama bagi kedua petenis. ‘’Ini pertandingan yang cocok. Aku telah menantikan seluruh hidupku melawan idola. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,’’ ujar Shapovalov. ‘’Ini merupakan undian yang menarik. Ia tidak hanya muda, tetapi juga sangat baik,’’ ujar Federer. (afp/kmb)

Kepala BPK RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto memberikan apresiasi kepada Gubernur Koster yang secara langsung menyerahkan laporan kepada BPK-RI. ‘’Ini adalah yang pertama dilakukan di BPK-RI wilayah Bali, sesuai dengan amanat UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,’’ kata Sri Haryoso. Ia menambahkan, dua bulan setelah penyerahan ini BPK akan menyerahkan hasil pemeriksaan. ‘’Setelah penyerahan ini BPK akan segera membentuk tim dan segera melakukan pemeriksaan,’’ ujarnya. (ad947)


@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

uara

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

H

IN

B

nderful donesia

SKandidat

Sabtu Wage, 30 MAret 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

VV V VV V VVV

Bali

balipost http://facebook.com/balipost

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s uar

a

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

Oka Gunastawa

Minta Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Baju Putih

’’Bli Jokowi’’ deklarasi dan reuni agung SMA dan SMK se-Bali Bersatu yang berlangsung Jumat (29/3) kemarin di Lapangan Renon, Denpasar menyatukan tekad para alumni untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden RI kembali. Solidaritas para alumni itu muncul dari hati nurani, tidak ada paksaan, semua demi masa depan Indonesia beberapa tahun lagi. Demikian halnya dengan I.B. Oka Gunastawa yang merupakan alumni SMAN Amlapura 1990 juga memberi dukungan dan solidaritas pada acara tersebut. ‘’Sebagai alumni, kegiatan hari ini memberikan ruang yang terbuka lebar bagi sejumlah alumni SMA/SMK di seluruh Bali untuk bisa hadir di tengah–tengah semangat masyarakat memperjuangkan untuk pemenangan calon Presiden 01 Jokowi-Ma’ruf Amin,’’ ujarnya. Komando Pemenangan Wilayah Jokowi-Ma’ruf Amin Partai NasDem Provinsi Bali ini berpesan agar masyarakat berduyun–duyun datang ke TPS pada 17 April 2019 dengan satu kesepakatan menggunakan baju putih dalam rangka memenangkan pasangan Jokow-Ma’ruf Amin. ‘’Sebagaimana yang menjadi arahan Calon Presiden nomor urut 01, mari datang pada tanggal 17 April 2019, dari seluruh elemen

PERIKSA KOLEKSI - Anggota DPR-RI I Gusti Agung Putri Astrid Kartika (Gung Tri) didampingi Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa memeriksa koleksi Museum Wastra di Karangasem. Museum ini diresmikan Kamis (28/3) dan berlokasi di Taman Soekasada Ujung.

Gung Tri Dukung Pendirian Museum Wastra di Karangasem

Hotel, Villa dan Restoran

Ukm

TANDA TANGAN – I.B. Oka Gunastawa, Komando Pemenangan Wilayah Jokowi-Ma’ruf Amin Partai NasDem Provinsi Bali yang juga alumni SMAN Amlapura 1990 membubuhkan tanda tangan dalam acara ‘’Bli Jokowi’’ Deklarasi dan Reuni Agung SMA dan SMK se-Bali Bersatu, Jumat (29/3) kemarin di Lapangan Renon, Denpasar. masyarakat yang memiliki hak pilih, dengan satu kesepakatan menggunakan baju putih itu sebagai ikon utama kita di dalam rangka memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,’’ tegasnya. Pada reuni agung ini adalah suatu momentum yang sangat menentukan tentang perspektif wajah Indonesia di masa yang akan datang. ‘’Saya kira pilpres kali ini merupakan salah satu pemilihan presiden yang berbeda dengan pemilihan–pemilihan presiden sebelumnya. Oleh karena itu kita harus

Pendidikan

pastikan Jokowi-Ma’ruf Amin menang,’’ pungkas pria yang juga Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini. Selain menang, Capres nomor urut 01 ini juga harus menang dalam angka yang signifikan. Karena dari perolehan angka ini dapat melihat perspektif wajah Indonesia 5 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun yang akan datang. ‘’Saya kira itu sebagai suatu pemahaman penting bagi kita dalam rangka memenangkan pemilihan presiden pada Pilpres 2019 ini,’’ imbuhnya. (kmb42)

ANGGOTA DPR-RI I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, M.A. mendukung pendirian dan pengembangan Museum Wastra di Karangasem, Bali. Museum yang diresmikan Kamis (28/3), sementara berlokasi di Taman Soekasada Ujung itu mengoleksi warisan budaya berbagai kain tradisional yang ada di desadesa di Karangasem. ‘’Ini wujud dari perjuangan menjaga taksu Bali di mana kearifan lokal dalam wujud kain kita kumpulkan agar bisa diwarisi oleh anak-cucu kita,’’ tegasnya. Menurut Gung Tri, sapaan akrabnya, warisan budaya bukan hanya bangunan fisik yang indah tetapi juga pengetahuan lokal sebagai sumber kemajuan budaya. ‘’Dari wastra lokal kita belajar tentang nilai kain, fungsi kultural dan spiritual hingga teknik pembuatan yang berbeda-beda dari satu desa dengan desa yang lain,’’ tegas Gung Tri, yang kembali dicalonkan oleh PDI Perjuangan. Ia berharap dengan upaya mengangkat nilai historis itu nilai ekonomi dari kain itu juga akan terangkat, sehingga bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi warga. Apalagi saat ini ada

Kesehatan

Putu Hendika Permana

’’Hub Project’’ Renon

Menyediakan Lokasi Usaha di Dunia Virtual

Ukm Dunia usaha berubah. Tidak hanya cara tetapi juga tempat usahanya. Jika dulu orang membutuhkan tempat atau kantor yang mahal sebagai tempat usaha, kini cukup dengan memanfaatkan dunia virtual. Maka, yang disewakan bukan lagi gedung atau ruko, melainkan lokasi bekerja yang menyediakan akses mudah ke dunia virtual. Lokasi berusaha yang harga sewanya jauh lebih murah ini disebut dengan Hub atau co working space. Salah satu adalah yang dikembangkan Putu Hendika Permana (32) yang diberi nama Hub Project. Hub Project berlokasi di kawasan Jalan Merdeka, Renon, Denpasar. ‘’Hub Project adalah ruang untuk melakukan banyak hal. Ada coffeee shop, guest house, distro untuk clothing, class room di atas, meeting room, ada co working space, ada virtual office,’’ tutur Hendika mengawali perbincangan sore di akhir bulan Maret. Hub Project, kata Hendika, adalah sebuah project atau kegiatan yang berupaya untuk saling berhubungan dan berkolaborasi. ‘’Tagline-nya ‘connect colaborate’, usaha kecil yang menjadi besar akan berkolaborasi di sini,’’ ungkapnya. Tujuan utama berdirinya tempat tersebut adalah untuk membentuk sebuah komunitas, untuk kepentingan membesarkan bisnis masing-masing atau membuat bisnis baru. Karena tuntutan zaman di era sekarang

adalah kolaborasi. ‘’Ketika punya bisnis sendiri, misalnya bisnis makanan. Dalam bisnis itu yang ke pasar kita, yang masak kita, yang jual dan waiter atau waitress kita, itu akan sulit berkembang. Anak-anak muda sekarang agar bisa tumbuh lebih tinggi, salah satunya dengan cara berkolaborasi,’’ bebernya. Pekerjaan tersebut hendaknya dibagi dan ditekuni setiap bidangnya. Misalnya untuk marketing, dikerjakan oleh pihak A. Jadi tidak semua pekerjaan dilakukan oleh satu orang. Gaya berbisnis ini tidak mengasah kemampuan di seluruh lini karena hasilnya akan minim. ‘’Lebih baik mengasah satu kemampuan di satu lini tapi sangat tajam,’’ tandasnya. Jika tempat tersebut sudah running, diharapkan segmen marketnya adalah pengusaha kecil di industri kreatif. Industri kreatif ada 16 subsektor, ada yang bisa dan ada yang tidak bisa difasilitasi di Hub pproject, karena di sini ada virtual office dan

tren untuk menggunakan corak lokal dan yang ramah lingkungan. Manajer Badan Pengelola Taman Soekasada, Ujung, Karangasem, Ida Made Alit, menyatakan penempatan lokasi museum di tempat itu sifatnya sementara karena akan disiapkan tempat yang khusus oleh Pemkab Karangasem dengan bantuan Dirjen Kebudayaan. Adapun kain yang dikumpulkan akan berasal dari desa-desa adat di Karangasem, khususnya yang telah dikenal memiliki ciri khas yang kuat seperti dari Tenganan, Bungaya, Budakeling, Timbrah, dan Asah. Di desa-desa itu wastra diproduksi dengan bahan dan corak yang beragam tergantung penggunaannya. ‘’Jadi ada perbedaan antara saat upacara manusa yadnya, dewa yadnya dan pitra yadnya,’’ jelasnnya. Setiap kain juga memiliki kekuatan tersendiri, sehingga nyaman dipakai dan memberikan ketenteraman bagi yang melihatnya. Peresmian museum dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Karangasem I Wayan Artha Dipa didampingi jajaran Kementerian Kebudayaan dan perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. (kmb)

co working space. Virtual office dijual dengan harga Rp 100.000 per bulan namun kontraknya harus setahun. Yang bisa didapat adalah bisa menggunakan alamat bisa melakukan penerimaan surat, mendapatkan fix line, mendapatkan cust service di Hub Project. Sedangkan co working space sama dengan benefit dari virtual office, namun ditambahkan dengan ruang kerja dan bisa memakai meeting room. Biaya sewa Rp 500.000 per bulan. ‘’Virtual hanya terhubung dengan dunia virtual, tidak ada tempat yang didapat,’’ imbuhnya. Namun yang bisa dilayani hanya industri digital dari 16 subsektor industri kreatif. Dengan adanya Hub Project diharapkan muncul pelaku usaha industri kreatif yang baru atas hasil kolaborasi yang terjadi di Hub Project. Selain itu pelaku usaha yang kecil ini bisa menjadi besar dengan terhubung dan berkolaborasi pada Hub Project. (may)

Membantu Membangun UMKM

PUTU Hendika Permana, pemuda yang berada di balik Hub Project, memiliki misi besar terutama dalam hal membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Belajar dari pengalamannya, mengoptimalkan kemajuan teknologi komunikasi terutam internet adalah salah satu strategi. Maka, Hub Project yang digagasnya memiliki misi penting yakni ikut membangun UMKM agar berkembang lebih lebih baik. ‘’Dulu saya memulai usaha kecil tahun 2009 dari rumah, masih membuat bisnis di rumah. Namun saat itu saya tidak bisa membuat branding yang baik karena tidak memiliki alamat yang bonafit, fix line atau nomor telepon, tidak punya customer service, tidak enak mengundang orang datang ke rumah kita sendiri karena image perusahaan tidak baik jika tempatnya di rumah,’’ tuturnya. Maka dari itu ia membangun tempat tersebut dan memfasilitasi anak muda yang memiliki problem sama dengan dirinya. Ada dua opsi yang ditawarkan Hub Project, yaitu co working space dan virtual office. ‘’Dia bisa hanya menyewa virtual office. Dia akan mendapatkan alamat, nomor telepon dan bisa customer service. Dia bisa ajak makan kliennya di bawah. Kalau mau meeting room bisa di atas,’’ bebernya. Bisa juga dengan co working space, bisa bekerja di

Putu Hendika Permana (nomor dua dari kanan) sana, alamat dan nomor telepon bisa menggunakan di sana, terima tamu juga bisa. Pengusaha yang bergerak di UMKM menjadi market Hub Project. Market kedua adalah komunitas. Saat launching beberapa waktu lalu, ia mengundang 50 komunitas dan pengusaha muda. Diundangnya pengusaha muda, karena spririt dari Hub Project yaitu ia akan melakukan upayaupaya agar semua terhubung dan berkolaborasi, sekaligus menemukan pasar. ‘’Jadi dari internal mereka, kita akan hubung-hubungkan sehingga timbulnya usaha baru. Yang ada ini kan yang lagi melejit ekonomi kreatif,’’ tandasnya. Market ketiga adalah wisatawan yang ingin bekerja sambil liburan. Trending yang ia lihat ke depan adalah holiday with working. Orang-orang di luar Bali, baik di Indone-

sia maupun luar negeri bisa ke Bali tanpa meninggalkan pekerjaannya. ‘’Misalnya dia bekerja setengah hari di sini, dia bisa makan, stay di sini, di belakang juga ada koin laundry, jadi enggak perlu cuci baju keluar. Kalau kurang baju, bisa belanja baju di store di sini,’ bebernya. Para youtuber dan pelaku usaha kreatif lainnya memilih Bali sebagai tempat untuk tinggal karena di Bali bisa bekerja sambil berlibur. Agar semua pelaku industri kreatif tersebut dapat terhubung yaitu ada banyak media yang bisa digunakan, misalnya whatsapp, sosial media, pihaknya juga membantu mencari partner, berjualan apa, dibantu promosi di media sosial Hub Project. ‘’Disini ada admin dua orang yang menghubungkan pelaku usaha satu dengan yang lainnya. Misalnya dengan via email blasting,’’ jelasnya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 30 Maret 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu