Skip to main content

Edisi Kamis 30 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 163 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

kamis kliwon, 30 januari 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

564 Babi Mati Mendadak

Puluhan Warga Terjangkit DB

KMP Kandas di Padangbai

Sejak awal Januari, sedikitnya ada 564 babi yang dilaporkan mati dari 1.300 populasi babi di Badung. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung tidak menampik hal tersebut.

Kasus DB di Gianyar mulai meningkat. Berdasarkan data di RSUD Sanjiwani, jumlah pasien DB yang dirawat pada November 2019 mencapai 25 orang. Sementara pada Desember 2019 pasien DB sebanyak 47 orang. GIANYAR | HAL. 6

KMP Parama Kalyani yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) kandas di perairan Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, Rabu (29/1) kemarin. Kapal itu mengangkut 50 sepeda motor, 26 truk dan 176 penumpang.

BADUNG | HAL. 3

KARANGASEM | HAL. 8

Puluhan Ribu Umat Ikuti ’’Pamelastian’’ Karya Pangurip Gumi

Bali Post/edi

TUKAD YEH HO - Iring-iringan pamelastian serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau melintasi Tukad Yeh Ho, Penatahan, Tabanan, Rabu (29/1) kemarin.

OPINI

Masa Depan Birokrasi

Oleh : Nyoman Sukamara SELEKSI Kompetensi Dasar, sebagai bagian dari proses pengadaan 197.111 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari 4.195.837 pelamar yang telah lolos seleksi administrasi di seluruh Indonesia, untuk di Bali dilaksanakan mulai 28 Januari 2020. Satu formasi CPNS yang diperebutkan oleh rata-rata lebih dari 25 pelamar menunjukkan sebuah persaingan ketat. Pertanyaan sekaligus keheranan pernah diungkapkan Renhald Kasali tentang tingginya minat generasi muda menjadi PNS (Jawa Pos 24 Juni 2016). Pertanyaan senada diulang oleh Tajuk Rencana Harian Kompas 28 Desember 2019. Kenapa di tengah persaingan yang begitu ketat, PNS tetap menjadi pilihan profesi bagi banyak pelamar. Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Drajat Tri Kartono mengungkapkan bahwa terdapat dua faktor yang mendasari PNS masih diburu banyak orang. Pertama, masih lemahnya kemampuan sektor industri swasta dalam menampung jumlah tenaga kerja. Kedua, karena orientasi simbolik dari pekerjaan PNS masih cukup tinggi. Menjadi PNS masih dipandang terhormat (Surya Hanggea Saptari, Bali Post, 19 November 2019). Hal. 11 Lebih Mudah

Harian Bisnis Bali 10.000 Turis Tiongkok Batal ke Bali Akibat merebaknya virus Corona di Kota Wuhan, Tiongkok banyak maskapai penerbangan menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Akibatnya, lebih dari 10 ribu wisatawan Tiongkok batal berlibur ke Bali. www.bisnisbali.com

Harian DENPOST

Calon Pengantin Tes Urine Calon pengantin di Desa Bukian, Payangan, Gianyar, mesti menjalani tes urine sebelum menikah sesuai pararem setempat. www.denpost.id

Ribuan umat Hindu tampak antusias berjalan kaki mengikuti upacara Pamelastian serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Tabanan, Rabu (29/1) kemarin. Terik matahari tak menyurutkan krama ngaturang ayah berjalan puluhan kilometer. Bahkan menyeberangi tiga sungai yakni Sungai Yeh Ho, Yeh Empas dan Sungai Yeh Panahan.

amelastian dari Pura Luhur Batukau menuju Segara Tanah Lot, Kediri, dimulai pukul 09.00 Wita. Umat di sepanjang jalur melasti juga telah mempersiapkan upakara, konsumsi hingga penyediaan kantong sampah. Setelah berjalan belasan kilometer, tibalah saatnya menyeberangi Tukad Yeh Ho. Tempatnya di Desa Penatahah, persis di sebelah objek wisata Yeh Panes. Ketika itu sejumlah pamedek pun karauhan. Pamargi menyeberangi sungai selebar 15 meter tersebut pun berlangsung langcar. Iring-iringan melasti menyeberangi Tukad Yeh Ho sekitar pukul 15.30 Wita. Ribuan umat yang ikut ngiring berjalan dengan tertib. Semangat mereka tak luntur meski cuaca cukup panas dan telah berjalan cukup jauh dari Pura Luhur Batukau. Saat pratima melewati kawasan tersebut, warga panyanggra di sepanjang jalur lintasan melasti spontan duduk dan menghaturkan

sembah bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ini adalah wujud rasa syukur umat atas karunia yang diberikan selama ini. Ketua Panitia I Karya Agung Pangurip Gumi I Wayan Arya mengatakan, persiapan untuk Ida Batara turun melasti dimulai sekitar pukul 06.30 Wita. Namun baru bisa mamargi pukul 09.00 Wita, karena banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan serta dudonan yang disesuaikan dengan dresta yang ada. Dikatakannya, pangiring Ida Batara masucian tidak saja krama dari Tabanan, juga ada yang datang dari Denpasar, Badung dan Jembrana. Mereka makemit di Pura Luhur Batukau. ‘’Pangiring kira-kira lebih dari 20 ribu, karena jumlahnya terus bertambah baik itu pangiring dari Pura Puncak Sari, Pura Tamba Waras, Pura Puncak Kedaton, Pura Batu Salahan, Pecalang Agung Luhur Batukau, selain ada juga pangiring dari Pura Besi Kalung, Pura Petali,’’ ucapnya.

Pamelastian melewati 12 desa adat di Tabanan. Rute ini sesuai dengan rute pamelastian di tahun 1993 silam atau saat Pujawali Ngenteg Linggih di Pura Luhur Batukau. Begitupun dalam pamelastian melewati tiga sungai yakni Sungai Yeh Ho, Sungai Yeh Empas dan Sungai Yeh Panahan. Dikatakan oleh Arya, makna Ida Batara Luhur Batukau melewati sungai atau Napak Luah Agung (sungai) untuk memberikan restu kepada amerta (air) agar memberikan kehidupan kepada seluruh mahkluk hidup. Begitu pula terkait dengan pamelastian yang harus ditempuh dengan jalan kaki. Hal itu juga sesuai dengan pawuwus Ida Batara untuk tedun (turun) napak pertiwi dalam rangka menghilangkan leteh atau kabrebehan jagat (menghilangkan kotor alam semesta) sekaligus untuk membersihkan dan mengembalikan kembali fungsi ibu pertiwi. Hal. 11 Pura Puseh

Jalan Panjang Legalisasi Arak Bali Jutaan liter minuman beralkohol (mikol) tiap tahun diperdagangkan dan dikonsumsi dalam industri pariwisata Bali. Ironisnya, hampir sebagian besar dipenuhi mikol produk impor atau produk berlisensi asing. Padahal Bali memiliki produk mikol yang seharusnya dapat dipasarkan di industri pariwisata yakni arak Bali. Sayangkan hingga kini belum bisa masuk pasar karena alasan legalitas. Upaya legalisasi arak Bali menjadi kunci masuk, namun jalannya masih sangat panjang. Sejumlah petani arak asal Karangasem, Selasa (28/1) menghadap Gubernur Bali Wayan Koster. Diantar Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, petani arak Bali menyampaikan harapan agar nilai ekonomis arak dapat ditingkatkan. Ini berarti, manis bisnis mikol di industri pariwisata Bali dapat ikut dicecap para petani arak Bali. Menurut data yang ada, konsumsi mikol di Bali cukup tinggi. Untuk golongan A yang kadar alkoholnya berkisar antara 0 hingga 5% mencapai 7,1 juta liter di tahun 2018. Golongan B dengan kandungan alkohol 5-20% sebanyak 1,2 juta liter. Sementara golongan C dengan kandungan alkohol 20-60% ada di angka 4,6 juta liter. Dari jutaan liter mikol yang diperdagangkan dan dikonsumsi, nyaris tak ada dari jenis arak Bali. Petani arak Bali lebih banyak memasarkan produknya untuk kebutuhan masyarakat lokal. Itu pun kadang harus sembunyi-sembunyi karena ilegal. Gubernur Bali kepada para petani arak menyatakan saat ini pihaknya tengah serius mempersiapkan dan merancang kebijakan untuk melegalkan arak. Sebab, arak merupakan minuman tradisional Bali yang harus dijaga dan dilestarikan. ‘’Saya telah membuat kebijakan (Pergub - red) terkait Tata Kelola Minuman Nusantara Khas Bali. Nanti akan diatur bagaimana produksinya dan pemasarannya. Semua akan dikendalikan dengan baik,’’ ujar Koster. Menurut Koster, pergub akan mengatur tentang pengolahan atau produksi dan penjualan arak Bali. Dengan demikian, petani atau perajin arak tradisional Bali bisa mendapatkan payung hukum yang jelas serta wadah untuk mengembangkan usahanya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi petani arak tradisional yang ada di Pulau Dewata. ‘’Saya ingin buatkan koperasi khusus para petani arak. Bila perlu hulu dan hilirnya mereka adalah di koperasi. Saya akan kembangkan menjadi industri agar arak tradisional Bali ini bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat,’’ katanya. Janji legalisasi arak bukan hal baru. Tahun 2018 hal serupa pernah disampaikan. Demikian pula tahun 2019, arak Bali akan diperhatikan. Masalahnya adalah Bali termasuk daerah yang investasi untuk industri mikol masih terlarang alias negatif investasi. (rin/ata)


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

FIGUR Dorong Guru Buat Buku BELUM genap sebulan dilantik, Pengurus Provinsi PGRI Bali langsung tancap gas ngayah untuk guru berkualitas. Salah satu target Ketua Pengurus Provinsi PGRI Bali I Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. yakni semua guru bisa menulis buku dan menghasilkan buku pelajaran untuk dipakai di Bali. Makanya dia mendorong guru-guru memiliki kompetensi menulis buku. Para guru akan diberikan pelatihan hingga ke tingkat ranting dan cabang. Komang Artha Saputra didampingi Wakil Ketua Dra. Mercy Viktoria Gigir mengakui sejumlah guru sudah melaporkan bahwa dia sudah menyusun buku, alangkah baiknya hasil karya guru ini dipakai semua komponen guru di Bali. Sebab, dia yakin jika guru mengajar dengan sumber buku karyanya, hasil PBM akan lebih baik. Guru menulis buku, penting untuk meraih angka kredit kenaikan pangkat. ‘’Jadi, jangan orientasinya bisnis, namun guru memiliki kompetensi bidang ini,’’ tegas Komang Artha Saputra di hadapan 300 guru se-Bali saat membuka pelatihan menulis buku bagi guru, Rabu (29/1) kemarin di SMAN 4 Denpasar. Para guru ini dibina selama tiga hari oleh narasumber Guru Ajeg Bali yang diadakan Bali Post, Made Sudibawa, M.Pd. dan Joko Mumpuni. Duta guru ini akan mengimbaskan kepada rekannya di tingkat ranting dan cabang. Dengan demikian, kata Komang Artha Saputra, amanah hasil Konprov PGRI Bali ini ikut mendukung program ‘’Merdeka Belajar’’ Kemendikbud. Namun dia menekankan makin banyak guru menulis buku jangan diartikan persaingan, melainkan dijadikan kekuatan agar karya guru Bali juga dipakai di tingkat nasional. (sue)

Gunakan Paspor Palsu Warga Afrika Dibui 16 Bulan Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan I Wayan Gede Rumega dalam sidang di PN Denpasar, Rabu (29/1) kemarin, akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama 16 bulan kepada terdakwa Abdoul Wahidou Compaore (23). Pria asal Burkina Faso, Afrika ini dinyatakan terbukti menggunakan paspor palsu. Dia dijerat Pasal 119 ayat (2) Undang-undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Hukuman tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Fajar Said menuntut terdakwa Abdoul dengan pidana penjara selama dua tahun. Sehingga saat terdakwa diberikan kesempatan menanggapi putusan hakim, melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, terdakwa langsung menerimanya. Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan terdakwa kelahiran 28 April 1996 itu telah terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja menggunakan dokumen perjalanan, tetapi diketahui atau patut diduga bahwa dokumen perjalanan itu palsu atau dipalsukan. Selain dihukum 16 bulan, terdakwa juga didenda Rp100 juta subsider empat bulan kurungan. Dalam sidang pembelaan sebelumnya, Abdoul Wahidou Compaore meminta maaf atas ketidaktahuannya menggunakan dokumen keimigrasian palsu. Terdakwa juga mengatakan telah ditipu oleh temannya sehingga harus berhadapan dengan hukum di Indonesia. Harapannya untuk ke London, Inggris mendapat suaka dan memperbaiki perekonomian keluarga pun pupus. Dalam surat dakwaan disebut, awalnya pada tanggal 27 Juni 2019 terdakwa datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan rute Mali ke Adis Ababa, Ethopia kemudian ke Jakarta menggunakan paspor berkebangsaan Burkina Faso dan bebas visa kunjungan. ‘’Tujuan terdakwa datang ke Indonesia adalah untuk bertemu dengan seseorang bernama Adama (DPO) yang akan membantunya ke London untuk mencari pekerjaan,’’ jelas jaksa Fajar Said. (kmb37)

PEMADAMAN - Petugas sedang memadamkan api yang melalap atap palinggih di Pura Majapahit, Denbar.

’’Palinggih’’ Pura Majapahit Terbakar

Denpasar (Bali Post) Beberapa palinggih di Pura Majapahit di Jalan Imam Bonjol, Banjar Monang-Maning, Denpasar Barat, Rabu (29/1) kemarin terbakar. Akibat kejadian ini, pangempon pura diperkirakan mengalami kerugian Rp500 juta. Menurut sumber, kejadiannya diperkirakan pukul 13.30 Wita. Petugas telah minta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Yani Suryani (41)

dan Erisna (34). Dari keterangan Erisna asal Kabupaten Garut, Jawa Barat ini, pukul 13.00 Wita dia berada di lobi Garasi Music di samping pura. Saat itu dia sedang duduk dan melihat ke arah pura. Saat itulah dia melihat mengepul asap dan api besar dari atas atap ijuk salah satu palinggih. Erisna langsung memberi tahu Yani. Mereka lalu berupaya memadamkan api dengan

peralatan seadanya. Sedangkan suami Erisna minta tolong kepada warga sekitar TKP dan menelepon pemadam kebakaran. ‘’Beberapa menit kemudian sejumlah mobil pemadam tiba di TKP. Petugas dengan sigap memadamkan api,’’ kata sumber. Saat proses pemadaman berlangsung, sejumlah warga karauhan. Warga setempat membantu petugas memad-

Bali Post/eka

VERIFIKASI - Perwakilan prajuru beberapa desa adat melakukan proses verifikasi di Dinas PMA Provinsi Bali, Rabu (29/1) kemarin.

Topik : legalisasi arak bali

amkan api. Sekitar pukul 14.20 Wita api berhasil dipadamkan. ‘’Informasinya kerugian akibat kejadian ini sekitar Rp 500 juta,’’ tutup sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Masih proses penanganan, mohon waktu,’’ tegasnya. Kebakaran palinggih juga

terjadi di Jalan Pakisaji Gang Cengana Sari IX, Denpasar Timur (Dentim), Rabu pukul 11.50 Wita. Dua palinggih di rumah Ibu Nusa (56) ludes terbakar. Penyebabnya diduga berasal dari api dupa, dan kerugiannya sekitar Rp50 juta. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi mengatakan Polsek Dentim belum menerima laporan terkait kebakaran tersebut. (kmb36)

Nikolov saat melepas kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai Tap Cash e-money ATM BNI. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan di dalam mobil pelaku tiga buah kamera tersembunyi yang sama. Setelah itu dilakukan pengembangan dan tim gabungan berhasil mengamankan Yanko di sebuah vila di seputaran Seminyak. ‘’Kedua pelaku ini tugasnya sama, yaitu memasang dan melepas kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai Tap Cash e-money ATM BNI. Alat ini dipasang di samping keypad ATM,’’ ucap AKBP Bambang. Barang bukti yang diamankan satu set wifi router, empat buah kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai Tap Cash e-money BNI, satu unit mobil merk Suzuki Splash warna silver, sepasang sandal jenis selop merk Sports, satu pcs baju berkerah warna merah merek Guess dan sepasang sandal jepit merek Falm yang digunakan oleh pelaku pada saat memasang kamera tersembunyi. ‘’Seperti biasa, para pelaku ini tidak kooperatif saat diperiksa. Ini menjadi kendala saat penyidik kami mengembangkan kasus ini,’’ ujarnya.

AKBP Bambang mengatakan, modus pelaku dengan cara memasang peralatan berupa satu set router pada bagian modem mesin ATM yang berfungsi untuk mengambil atau mengkopi data nasabah. Selain itu, mereka memasang alat berupa kamera tersembunyi yang dimodifikasi menyerupai Tap Cash e-money untuk mengetahui PIN nasabah. Terkait masih terjadi kasus ini, AKBP Bambang mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. Selalu memastikan keamanan dari nomor PIN yang dimilikinya di antaranya dengan cara tidak memberikan nomor PIN ATM kepada siapa pun, termasuk pihak keluarga. Dalam melakukan transaksi pada mesin ATM agar menutup tombol keypad agar tidak mudah diketahui nomor PIN ATM. Melakukan pergantian nomor PIN secara berkala. Apabila menemukan hal yang mencurigakan, agar segera melaporkan kepada pihak berwajib. AKBP Suinaci mengatakan, tahun 2019 Polda Bali mengungkap 11 kasus skimming melibatkan WNA. Sedangkan pelaku WNA yang diciduk terkait kasus ini 24 orang. . (kmb36)

Komplotan ’’Skimming’’ Asal Bulgaria Diringkus

Denpasar (Bali Post) -

Kesekian kalinya Polda Bali khususnya Ditreskrimsus mengungkap kasus skimming melibatkan warga negara asing (WNA). Pada Jumat (27/1) lalu, Tim Cyber Crime Ditreskrimsus dan Satgas CTOC Polda Bali menangkap dua pelaku, Metodi Angelov Nikolov (39) dan Yanko Naydenov Borisov (33), asal Bulgaria di wilayah Kuta Utara. Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Bambang Tertianto, S.IK., CFE. didampingi Kasubdit V Ditreskrimsus AKBP Gusti Ayu Suinaci, Rabu (29/1)

kemarin, mengatakan kronologinya menindaklanjuti maraknya laporan skimming di wilayah Polda Bali, Subdit V (Siber) bersama Satgas CTOC

Polda Bali melaksanakan penyelidikan intensif di seputaran Canggu, Kuta Utara, Badung. Alhasil pada Jumat (17/1), polisi menangkap tersangka

Diperpanjang, Verifikasi Persyaratan Pencairan Dana Desa Adat

Denpasar (Bali Post) Tahapan verifikasi persyaratan pencairan dana desa adat masing-masing Rp300 juta sedianya berakhir Rabu (29/1) kemarin. Namun, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali memperpanjang tahapan ini sampai dengan hari Minggu (2/2). Utamanya untuk memberikan kesempatan bagi desa adat yang belum menyampaikan dokumen. “Masih ada 92 desa adat yang belum mengajukan dokumen persyaratan alokasi dana desa adat,” ujar Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dikonfirmasi Rabu (29/1). Selain itu, lanjut Kartika, beberapa dokumen persyaratan yang sudah diajukan desa adat masih ada yang harus disempurnakan sesuai juknis. Hingga 28 Januari lalu, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah terbit untuk 682 desa adat. Artinya, uang itu kini sudah ada di rekening desa adat. “Per tanggal 28 Januari 2020, yang sudah cair (SP2D) berjumlah 682 desa adat dari 1.493 desa adat,” jelasnya. Dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020, seluruh desa adat dialokasikan dana desa adat sebesar Rp447,9 miliar. Sehingga, masing-masing desa adat menerima Rp300 juta. Di dalamnya sudah termasuk pemberian insentif untuk bendesa adat sebesar Rp1,5 juta per bulan dan prajuru yang besarnya ditentukan melalui musyawarah. Sebelumnya, Petengen Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, I Gede Arya Sena, mengatakan Pemprov Bali khususnya gubernur berniat baik memberikan dana desa adat Rp300 juta. Niat baik itu sudah ditindaklanjuti oleh desa adat dengan membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Adat tahun 2020 yang dilengkapi Rencana Keuangan Tahunan 2020. Arya Sena menambahkan, masih adanya revisi lantaran bantuan langsung masuk ke rekening desa adat merupakan hal yang baru pertama kali. Selain itu, desa adat juga langsung mengelola kegiatan tanpa ada pendampingan dan belum semua memahami pola yang dimaksud di dalam juknis. (kmb32)

Bali Post/kmb36

Bali Post/eka

SKIMMING - Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka tindak pidana skimming di Mapolda Bali, Rabu (29/1) kemarin. Para tersangka yang berkewarganegaraan Bulgaria ini ditangkap tangan polisi di wilayah Canggu dan Seminyak, Badung.

Rai Mantra Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Bantuan Sosial di Ubung Kaja

PENYERAHAN bantuan bedah rumah dan bantuan sosial lainnya kembali dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dengan sistem kerja sama dengan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BPD Bali dan Tiara Dewata. Bantuan bedah rumah dan bantuan sosial itu diserahkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra kepada keluarga I Ketut Wijaya di Banjar Tegal Kangin, Ubung Kaja, Denpasar, Rabu (29/1) kemarin. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya serta jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Rai Mantra mengatakan, bantuan bedah rumah ini terintegrasi dengan bantuan pendampingan dalam memberikan usaha ekonomi produktif, hingga pendidikan kepada anakanaknya. Mengingat kesehatan I Ketut Wijaya mengalami gangguan mental, sehingga pihaknya minta Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial memberikan konseling dan mengajak ke Rumah Berdaya Kota Denpasar. ‘’Dengan adanya konseling dan diberikan

pendampingan di Rumah Berdaya, akan banyak teman dan memiliki kreativitas sehingga penyakitnya bisa cepat disembuhkan,’’ ungkap Rai Mantra. Khusus anaknnya yang putus sekolah, Rai Mantra menginstruksikan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar untuk memberikan bantuan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tunas Bangsa Kota Denpasar. Hal itu harus dilakukan, mengingat anak pertamanya telah memasuki usia 17 tahun. Lebih lanjut Rai Mantra berharap hal ini terintegrasi nantinya dapat lebih cepat melakukan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial di Kota Denpasar. Di samping itu, langkah ini juga dapat lebih cepat melakukan pelayanan kepada masyarakat lewat pendataan dan pengolahan data penyandang kesejahteran sosial. ‘’Bantuan bedah rumah terintegrasi dengan bantuan lainnya, seperti peningkatan ekonomi keluarga lewat pelatihan kelompok usaha hingga beasiswa kepada anak dari penerima bantuan bedah rumah tersebut,’’ ujarnya. Ketua K3S Denpasar Ny.

I.A. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan bantuan bedah rumah dan bantuan sosial seperti kasur dan pakaian sekolah, kerja sama dengan pihak CSR dari Bank BPD Bali dan Tiara Dewata. Pihak swasta melalui CSR sangat berperan secara bersamasama melaksanakan program kesejahteraan sosial kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini mampu mengatasi masalah sosial di Kota Denpasar dan harus dilakukan sacara bergotong royong. ‘’Untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Denpasar, kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menyempurnakan harus gotong royong dengan berbagai pihak, salah satunya melalui dana CSR dari pihak perbankan,’’ ungkapnya. Dengan cara seperti ini, Ny. Selly berharap kehidupan masyarakat bisa lebih terjamin dan bisa sejahtera. Ny. Selly Mantra menjelaskan, K3S selalu siap memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Direktur Bisnis Non Kredit Bank BPD Bali I Nyoman Sumanaya mengatakan CSR bedah rumah yang diserahkan kali ini senilai Rp30 juta per unit. Bedah rumah ini

BANTUAN – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra foto bersama usai penyerahan bantuan bedah rumah dan bantuan sosial kepada keluarga I Ketut Wijaya di Banjar Tegal Kangin, Ubung Kaja, Denpasar, Rabu (29/1) kemarin. merupakan anggaran tahun 2019, namun baru diserahkan di tahun ini. Untuk di tahun 2020 untuk di Kota Denpasar bantuan bedah rumah dianggarkan sebanyak 7 unit, satuan 1 unit rumah sebesar Rp50 juta. Sementara istri I Ketut Wijaya, Luh Taman, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mem-

bantu memberikan bantuan bedah rumah. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota I.B. Rai Mantra bersama Pemerintah Kota Denpasar yang juga memperhatikan keberlanjutan ekonomi keluarga kami lewat bantuan peningkatan ekonomi, serta memberikan pendidikan untuk anak kami,’’ ujarnya. (ad755)


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT Ke-48 ST Eka Mana Swara Banjar Dajan Peken Sembung Harapkan Sekaa Teruna Terus Berinovasi

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-48 Sekaa Teruna (ST) Eka Mana Swara, Banjar Dajan Peken, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi di Wantilan Pura Dalem Paruman, Sembung, Selasa (28/1). Puncak acara HUT diisi dengan pemotongan tumpeng dan pengukuhan pengurus ST masa bakti tahun 2020-2023. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi kreativitas sekaa teruna yang dari tahun ke tahun selalu meningkat. Hal ini dapat dilihat dari kemasan perayaan

HUT yang sudah sangat baik dengan menonjolkan kegiatan seni dan budaya. Selain itu, dalam kreativitas pembuatan ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Nyepi juga dinilai banyak inovasi yang ditonjolkan. Untuk itu, Bupati Giri Prasta senantiasa memberikan bantuan kegiatan perayaan HUT sekaa teruna maupun kreativitas ogoh-ogoh. ‘’Karena pelaksanaan hari pawai ogoh-ogoh dan penyepian pada tahun lalu berlangsung dengan aman, sehingga tahun ini bantuan pembuatan ogohogoh untuk 534 sekaa teru-

2021, Pembangunan Diprioritaskan di Sembilan Titik Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung tengah menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Badung Tahun 2021. Rencananya RKPD Badung 2021 akan meprioritaskan pembangunan di Gumi Keris pada sembilan titik pembangunan. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya mengatakan sembilan titik pembangunan yang menjadi prioritas Pemkab Badung, di antaranya pendidikan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi, kesehatan, pengembangan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sarana-prasarana wilayah perumahan dan permukiman, perlindungan sosial dan pengarustamaan gender, penataan ruang dan lingkungan hidup, pariwisata pertanian kebudayaan, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. ‘’Arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Badung untuk tahun 2021 selaras dengan prioritas kebijakan PPNSB Kabupaten Badung, yaitu pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama dan budaya, serta pariwisata,’’ ujar Wira Dharmajaya, Rabu (29/1) kemarin. Menurut Wira Dharmajaya, pihaknya terbuka untuk menerima masukan dan saran kepada anggota Forum Konsultasi Publik untuk bisa menyempurnakan RKPD ini yang nantinya akan dijadikan bahan untuk musrembang tingkat kecamatan dan musrenbang tingkat kabupaten yang akan datang. ‘’Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi terhadap rumusan tema RKPD dan menghimpun aspirasi para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan serta dapat menghasilkan pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam penyusunan rencana kerja bagi perangkat daerah,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/kmb37

FORUM - Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Badung Tahun 2021 di Ruang Pertemuan Inspektorat Puspem Badung, Rabu (29/1) kemarin.

na di Badung kami tingkatkan menjadi Rp40 juta per ST,’’ jelasnya. Bupati Giri Prasta juga meminta kepada sekaa teruna untuk tidak mabuk-mabukan, mengganggu ketertiban umum, seks bebas dan narkoba. Ke depan, sekaa teruna diharapkan terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada sekarang. Terlebih Pemkab Badung telah memberikan wifi gratis di seluruh kawasan strategis di Badung. Di akhir sambutannya, Bupati Giri Prasta minta sekaa teruna beserta krama

banjar agar tetap bersatu. ‘’Trisakti di banjar ini yakni wimuda (anak-anak), winata (sekaa teruna) dan wiwerda (orang tua) harus bersatu sehingga segala pembangunan akan berhasil,’’ tegasnya. Bupati Giri Prasta yang didampingi Kabag Humas Setda Badung I Made Suardita dan Camat Mengwi I Nyoman Suhartana juga menyampaikan komitmennya untuk meringankan beban pribadi masyarakat maupun beban komunal masyarakat. Sehingga dana yang semestinya untuk itu

dapat dikelola guna meningkatkan ekonomi keluarga. Ketua ST Eka Mana Swara I Made Andy Mandarika mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Bupati Badung. Bantuan ini sangat dirasakan dan sangat mendukung program/ kegiatan sekaa teruna, salah satunya dalam pelaksanaan acara ulang tahun maupun pembuatan ogoh-ogoh. ‘’Untuk itu, kami siap mendukung program Bapak Bupati. Salah satunya siap melestarikan seni, adat dan budaya Bali,’’ imbuhnya. (ad764)

Sejak Awal Januari

564 Babi Mati Mendadak

Mangupura (Bali Post) –

Ratusan ternak babi di Kabupaten Badung mati mendadak sejak awal Januari lalu. Setidaknya ada 564 babi yang dilaporkan mati dari 1.300 populasi babi di Gumi Keris. Kondisi ini membuat para peternak khawatir kematian ternak mereka akibat adanya isu penyebaran virus African Swine Fever (ASF). Dikonfirmasi Rabu (29/1) kemarin, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana tidak menampik adanya ratusan ternak babi yang mati selama Januari ini. Guna mengantisipasi menyebaran wabah tersebut, petugas Dinas Pertanian dan Pangan di lapangan sudah mengambil sejumlah sampel darah dan organ dalam untuk diteliti di Laboratorium BB Vet Denpasar. ‘’Ada penyakit menyerang babi yang mengakibatkan pada kematian babi. Dari 1.300 populasi babi yang dilaporkan dan kami survei langsung, sebanyak 564 dilaporkan mati. Sampai saat ini hasilnya masih dikonfirmasi ke BB Vet Medan,’’ ujarnya. Menurut Wijana, pihaknya belum mengetahui jenis penyakit yang menyerang ternak babi di Bali. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan langkahlangkah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah

menyebarnya wabah. ‘’Dengan menerapkan biosecurity yaitu selalu menjaga kebersihan kandang, menyemprot dengan disinfektan, membatasi secara ketat orang, barang, bahan, dan hewan keluar-masuk kandang untuk mencegah masuknya virus,’’ jelasnya. Ditanya apakah virus yang menjangkiti ternak babi menular pada manusia, Wijana menegaskan tidak menular kepada manusia sehingga daging babi masih aman untuk dikonsumsi. ‘’Asalkan dari babi yang sehat dan dimasak dengan baik, kami pastikan daging babi aman dikonsumsi,’’ katanya. Wijana menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) mengenai kebutuhan daging babi saat perayaan hari raya Galungan. ‘’Stok daging babi untuk masyarakat Badung khususnya menjelang hari raya Galungan diperkirakan masih aman,’’ ujarnya. (kmb27)

Bali Post/dok

BABI – Peternak babi diminta selalu menjaga kebersihan kandang dan menyemprot kandang dengan disinfektan untuk mencegah masuknya virus.

Kasus Pengeroyokan hingga Tewas

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Denpasar (Bali Post) Setelah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pengeroyokan Muhammad Lutfi hingga tewas, penyidik Polsek Kuta akhirnya menetapkan empat orang tersangka. Hal ini disampaikan Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiantara, Rabu (29/1) kemarin. ‘’Kemarin (Selasa - red) sudah dilakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara kasus tersebut ditetapkanlah empat tersangka,’’ ujarnya.

Untuk identitas para pelaku, Wakapolresta menyarankan wartawan agar menanyakan langsung ke Polsek Kuta. ‘’Untuk nama tersangka dan apakah mereka ditahan atau tidak, silakan tanya langsung ke Polsek Kuta,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Lutfi dikeroyok warga karena diduga melakukan pencurian helm. Korban sempat dirawat di rumah sakit dalam kondisi koma. Namun,

GOJEK melatih istri mitra GoRide dan GoCar terampil memasak untuk menjadi wirausaha di Berlin Resto, Kuta, Rabu (29/1) kemarin. Sekitar 300-an istri mitra yang mengikuti keterampilan memasak di Kota Surabaya, Denpasar, dan Malang. Strategic Regional Head Gojek Jatim Bali Nusra Leo Wibisono mengatakan, program Gojek yang bertemakan ‘’Cerdik Berwirausaha dan Belajar Bareng Gojek’’ ini merupakan langkah awal yang dikembangkan Gojek untuk terus meningkatkan keberlangsungan pendapatan mitra dan keluarganya melalui ekosistem Gojek. Keputusan untuk memberikan keterampilan memasak dan mengikutsertakan usaha kuliner para istri mitra ke dalam ekosistem GoFood diambil terutama karena dampak positif yang diberikan oleh layanan pesan antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut. Menurut hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), ada dampak positif dari teknologi Gojek yang langsung terlihat pada performa bisnis partner UMKM GoFood. Hal ini tercermin dari 72 persen responden UMKM

mengalami kenaikan kla sifikasi omzet setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen partner (GoBiz) dan 93 persen responden UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi GoBiz. Sejalan dengan hal tersebut, Gojek menggandeng praktisi kuliner Chef Gery Nainggolan yang akan membantu untuk meningkatkan keterampilan memasak para istri mitra. Di samping itu, para chef yang melatih langsung keterampilan mereka akan mengkurasi makanan yang akan ditampilkan di menu aplikasi GoFood sehingga menarik pembeli. ‘’Sebagai sumber app pilihan utama masyarakat Indonesia, Gojek terus memberikan solusi bagi semua pihak yang ada di dalam ekosistemnya untuk hidup yang lebih baik. Fokus kami pada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada inovasi yang kami lakukan pada platform kami. Kami percaya bahwa keluarga mitra memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan cara menambah wawasan kewirausahaan dan juga keterampilan memasak. Untuk itulah kami meluncurkan program Cerdik Berwirausaha Bareng Gojek ini,’’ ujar Leo Wibisono.

HUT - Bupati Giri Prasta saat menghadiri HUT ke48 ST Eka Mana Swara Banjar Dajan Peken, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Selasa (28/1).

dia akhirnya meninggal dunia. Dari rekaman CCTV dan rekaman video terkait kasus tersebut, diduga terjadi kesalahpahaman. Menurut Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Senin (27/1) lalu, kronologi peristiwa ini adalah Lutfi datang dan memarkir motor Yamaha R15 di depan Paddy’s Bar. Dia berjalan kaki menuju arah Monumen Bom Bali dan masih menggunakan helm warna putih merek KYT. Sesampainya di seputar monu-

men, tepatnya di samping Apotek Guardian, dia minta korek api kepada I Nengah Nebel. Namun saat Nebel akan memberikan korek, Lutfi malah menolaknya dan mengaku akan mengambil korek api di bawah jok sepeda motornya sendiri. ‘’Namun jok sepeda motor yang dimaksud adalah punya orang lain. Karena jok sepeda motor terkunci, terduga pelaku mencoba untuk membukanya namun tidak berhasil. Dia kemudian menaruh jaket di atas

motor dan langsung mengambil helm yang ada kemudian memakainya dengan kondisi terduga pelaku masih menggunakan helmnya sendiri,’’ jelasnya. Akibat hal itulah, Lutfi dicurigai mencuri helm hingga diamankan warga. Lantaran tidak bisa diajak berkomunikasi lancar serta mencoba melarikan diri, masyarakat menjadi emosi dan memukuli Lutfi sampai tak sadarkan diri. (kmb36)

Gojek Latih Istri Mitra Go-Ride dan Go-Car Terampil Memasak

Bali Post/may

PELATIHAN - Suasana press conference usai pelatihan memasak yang diadakan Gojek untuk para istri mitra. Setelah menjalani pelatihan, kata Leo Wibisono, Gojek juga langsung mendaftarkan para istri mitra ke dalam ekosistem GoFood dan GoPay. Kegiatan pelatihan memasak dan kewirausahaan di Bali telah dilakukan pada tanggal 10 Januari 2020 yang lalu, setelah tim Gojek di kota lain juga menjalankan pelatihan serupa. Gojek berharap dengan mengikutsertakan usaha kuliner para istri mitra dalam ekosistem GoFood, teknologi

yang dimiliki Gojek bisa membantu mereka dalam lingkup mengembangkan skala bisnisnya. Perkembangan positif ini terlihat dari para partner usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergabung dengan GoFood secara nasional, termasuk di Bali yang rata-rata mengalami peningkatan omzet hingga 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung. Chef Gery Nainggolan yang melatih keterampilan

memasak pada istri mitra menuturkan, selain makanan yang enak, packaging dan tampilan makanan sangat penting. Dalam menentukan bisnis kuliner yang akan dijalani juga perlu melihat tren makanan meskipun tren makanan cepat berubah karena dunia bergerak sangat cepat. Dari perubahan tren tersebut, pebisnis juga harus jeli melihat peluang apakah harus mengikuti tren baru atau meng-upgrade tren yang pernah ada. (may)


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jadilah Birokrasi Profesional PENATAAN birokrasi kini sedang menjadi model pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini mungkin akan menjadi terobosan terbesar dalam pengelolaan ASN dalam sepuluh tahun terakhir di negeri ini. Jika sebelumnya ASN disiapkan berbagai pos jabatan untuk memudahkan komunikasi, kini hal itu dipangkas. Pengurangan jabatan eselon IV dan III mungkin akan mengubah struktur dan formasi birokrasi. Ini tentu akan berdampak pada ASN yang selama ini menempati pospos tersebut. Namun, kita tentu tak boleh fokus pada hal tersebut saja. Kita tak boleh hanya bekerja berdasarkan struktur jabatan. Sebagai birokrasi yang profesional dan mendukung gerakan reformasi birokrasi, terobosan ini memang layak diapresiasi. Bahkan menjadi strategis untuk secepatnya diterapkan. Selama ini publik terlalu banyak mendengar istilah–istilah yang kontradiktif dengan slogan ASN yang melayani masyarakat. Kita sering dengan kata ‘’yanpin’’ misalnya. Kata ini jika diterjemahkan akan menjadi birokrasi atau personel yang tugasnya hanya melayani pimpinan. Jadi ketika pimpinan punya mau, kepentingan publik bisa diabaikan. Bahkan, demi pelayanan terhadap pimpinan semua personel harus siaga siang atau malam. Padahal, belum tentu pimpinan yang diatensi saat itu sedang melakukan tugas negara atau tugas yang melekat pada jabatannya. Reformasi birokrasi yang kini menjadi model penataan birokrat mesti kita tunggu efektivitasnya. Sosialisasi dan dampaknya juga harus dikomunikasikan secara intens. Apakah gerakan ini benar-benar mengubah pola kerja dan kinerja birokrat, tergantung eksekusinya. Ini juga sangat tergantung pada mentalitas ASN dan kepemimpinan. ASN akan mengubah pola kerjanya jika pimpinannya juga berani keluar dari pola-pola tradisional. Jika pimpinannya memiliki mental takut keluar dari zona nyaman, maka reformasi birokrasi akan berhadapan dengan tembok beton. Protokoler yang selama ini menyita banyak tenaga, anggaran dan fasilitas juga mesti ditinjau. Jangan sampai hanya untuk melayani seorang pejabat, ada puluhan ASN yang dilibatkan. Semua harus efisien, baik dari sisi anggaran maupun pelibatan personel. Pimpinan harus berani dan cerdas mengelola situasi. Menata birokrasi yang modelnya sudah terbentuk bertahun-tahun tentu tak cukup hanya dengan aturan. Fasilitas dan dukungan sarana kerja juga harus dipikirkan. Optimalisasi kinerja ASN termasuk birokratnya mestinya juga memiliki rujukan yang jelas. Tolok ukurnya juga harus jelas. Antara disiplin dan produktivitas haruslah sejalan. Jangan sampai ada ASN yang datang hanya untuk absensi lalu tak terpantau. Produktivitas kerjanya juga harus terukur. Ini yang memerlukan alat kontrol yang jelas. Prinsipnya antara disiplin kerja dan produktivitas harus sejalan. Hal lain yang juga perlu dibenahi adalah mentalitas ASN. Jika kita cermati pemberitaan media massa, kini masih banyak ASN yang berurusan dengan lembaga hukum. Baik karena tersangkut korupsi, kejahatan, atau karena urusan ekonomi dan rumah tangga. ASN haruslah mampu menjadi panutan, sehingga pembinaan mental juga sangat penting bagi para ASN dan birokrat. Jika ini kita abaikan, maka kecerdasan, profesionalisme dan kecakapan kerja akan mubazir. Kita tentu sangat berharap wajah birokrat di negeri ini benar-benar profesional dengan mentalitas positif. Tentunya juga jumlah ASN tetap harus sesuai dengan beban kerja yang ada. Kita jangan sampai obesitas dalam urusan mempekerjakan ASN. Terlebih, kini selain ASN ada banyak tenaga kontrak dan honorer yang direkrut sesuai kehendak para penguasanya.

Legalisasi Arak Jangan Sekadar Wacana

GUBERNUR Bali Wayan Koster menginginkan minuman tradisional Bali khususnya arak menjadi sumber ekonomi masyarakat. Maka dari itu, ia pun menyatakan tengah serius mempersiapkan aturan melegalkan minuman beralkohol tersebut. Dengan aturan yang jelas pula, perajin dan penjual arak tidak perlu khawatir berurusan dengan hukum. Netizen yang mengunjungi akun Facebook @balipost, sebagian besar menyambut baik langkah yang diambil Gubernur Koster tersebut. Alasannya sama: melestarikan minuman tradisional Bali dan mengangkat ekonomi masyarakat khususnya petani atau perajin arak. Bahkan kalau perlu, arak dijadikan komoditas ekspor agar turut mengangkat nama minuman tradisional Bali. Jangan seperti sekarang, arak ditertibkan, sedangkan miras impor merajai akomodasi pariwisata. Netizen berharap legalitas arak tidak sekadar wacana. Harus ada langkah nyata dan terpadu dari instansi terkait. Tidak saja di tataran payung hukum, lebih jauh dari itu, pemerintah diminta serius memfasilitasi perajin arak dalam hal produksi dan pemasaran. Sebab, netizen khawatir, legalitas arak justru jadi karpet merah bagi investor skala besar untuk bermain di sektor ini. Ujung-ujungnya, bukan rakyat kecil lagi yang menikmati. Berikut sejumlah komentar netizen. Adi Kusuma Bagus Dari dulu wacana seperti itu, belum juga berhasil. Apa sudah benar diperjuangkan atau belum? Tiru NTT perjuangkan sopi. Trash Red Jack Asalkan bisa bayar ngurus izin menjual dan mengedarkan miras, jelata mana mampu. Dedy Suandana Araknya dilegalkan tapi pedagangnya ditangkap karena harus punya izin men-

S URAT PEMBACA Dukung Gubernur Legalkan Arak Bali

Selama ini perajin arak, hingga penjual arak eceran ketar-ketir karena sering ditangkap, khususnya jelang tahun baru dan perayaan hari-hari besar lainnya. Di Bali sendiri ada puluhan, bahkan seratusan petani yang menggantungkan hidupnya dari produksi arak Bali. Dan memang, berbicara arak Bali, tidak lepas dari home industry, dan juga merupakan kearifan lokal yang perlu dilindungi.

jual dan pajaknya besar. Kapan rakyat kecil bisa maju perekonomiannya? Yang membuat arak harus punya izin produksi yang harganya tinggi, kapan petani arak terangkat ekonominya? Jika legalisasi bisa mengangkat ekonomi pedagang arak dan petani arak, maka saya sangat setuju. Tapi kalau legal hanya untuk pemanis dan menambah pundipundi investor berkantong tebal karena hanya mereka saja yang bisa menjual dan memproduksi karena punya uang banyak, ya… sama saja. Kalau masih izin jualnya dimiliki oleh para investor

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

berkantong tebal, ya… masih jalan di tempat namanya. Ngurah Swetha Mantap, tapi tolong bikin aturan hukuman sangat berat bagi yang setengah mabuk atau mabuk bawa kendaraan ngebut di jalan. Karena mereka sangat membahayakan pengendara lain. Omienk Zdenk Fakta di lapangan, masih banyak penjual arak kena razia.

Kadek Gino Impor ke Paris. Biar tambah terkenal arak Bali nature. Sangat setuju pak. Kadek Ari Andana Dipercepat prosesnya bapak-bapak. NTT sudah duluan melegalkan minuman khas mereka. Dex Awan Bikin arak Bali seperti whisky. Made Muliarta Ayo bangkit petani penghasil tuak.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. Pola perlindungan petani arak salah satunya dengan regulasi hukum (payung hukum) yakni legalitas baik melalui perda dan juga Peraturan Gubernur Bali. Disperindag bisa membuatkan format hukum, sebagaimana produk minuman lainnya yang beredar di masyarakat. Sebagai masyarakat Bali, sangat mendukung Gubernur Bali Wayan Koster melegalkan arak Bali. Langkah tersebut tidak hanya mempertahankan kearifan lokal, namun harapan lainnya juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa, masyarakat lokal, dan komunitas pencinta arak Bali.

Selama ini, tanpa label Depkes saja arak banyak diburu masyarakat luar Bali, termasuk orang asing. Apalagi dilegalkan dan bisa promosi go international, arak Bali bisa mendunia, yang tentu dapat menggeliatkan ekonomi di tingkat masyarakat paling bawah. Ayo Pak Gubernur, segera legalkan arak Bali. Bentuk tim, buat regulasi hukum, dan juga jaga kualitas arak Bali. Apalagi, sudah ada Peraturan Gubernur No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sehingga pihak terkait

dengan mudah bisa menggaungkan arak Bali sebagai minuman dengan khas kearifan lokal. Arak merupakan minuman tradisional Bali yang harus dijaga dan dilestarikan. Ayo Pak Gub, sejahterakan masyarakat Bali dengan arak Balinya. Jangan lagi ada penjual arak yang ditangkapi. Arak pasti bisa bersaing dengan minuman lainnya, yang ‘’menggempur’’ Bali. Arak Bali tidak kalah kualitas, dengan minuman berlabel Depkes lainnya. M. Yasa Denpasar, Bali

Sosial Senator RI Mediasi Pungutan di Abiantuwung Kediri terhadap Pengusaha

Surat Domisili Ashram Ditunda, Wedakarna Ingatkan Potensi Pelanggaran UU di Desa Werdi Bhuwana WALAUPUN tidak di masa reses, Senator DPD-RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menunjukkan kualitasnya sebagai Senator Bali yang tangguh dalam menyelesaikan urusan di masyarakat. Hal ini dibuk-

tikan saat kunjungan kerja Senator Arya Wedakarna (AWK) di Kabupaten Badung dan Tabanan. Dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Kepala Desa Werdi Bhuwana, AWK memanggil sejumlah pejabat di antaranya Kesbangpol Pemkab Badung, Camat

POJOK Perajin arak di Karangasem adukan nasibnya pada Gubernur Bali. - Sudah lama tak diperhatikan. *** Puluhan ribu umat ikuti Melasti Karya Agung Pangurip Gumi. - Semoga alam beri kesejahteraan. *** Sebanyak 564 ekor babi di Badung mati mendadak. - Peternak gigit jari. SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat hadir di Desa Abiantuwung, Tabanan dan Banjar Sayan Baleran, Desa Werdi Bhuwana, Badung terkait aspirasi masalah administrasi dan hukum.

Mengwi, Perbekel, Polsek, Babinsa, PHDI Badung, Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Bendesa Adat Sayan Baleran Mengwi Badung, Klian Adat, Klian Dinas serta pihak Yayasan Ashram Sri Radha Gopinatha. Pada RDP itu, AWK mendengar aspirasi dari Ashram yang menyampaikan bahwa mengalami kerugian saat hangusnya rencana bantuan pemerintah pusat karena ada persyaratan surat domisili tidak bisa diterbitkan oleh pihak klian, padahal pada tahun 2017 saat ada pejabat lama, pihak perbekel dan klian sudah menerbitkan surat yang sama dan pihaknya mempertanyakan penyebab tertundanya terbitnya surat (perpanjangan) domisili ini. AWK juga menanyakan alasan kepada pihak klian kenapa pihaknya tidak menerbitkan perpanjangan surat ini. Terhadap hal ini, DPD-RI mengingatkan bahwa ada potensi pelanggaran aturan dan UU terkait dengan kasus ini, mengingat pihak yayasan sudah memenuhi izin dari Kementerian Hukum HAM RI, serta sudah berdiri sejak dua puluh tahunan yang lalu. ‘’Dalam UU Yayasan, negara menjamin konstitusi kemerdekaan untuk melakukan aktivitas sosial, budaya, pendidikan dan keagamaan. Saya sudah hadir ke Ashram, banyak pejabat negara yang hadir langsung di sana dan keberadaan Ashram ini sudah memenuhi legal standing baik dari status tanah, kegiatan pendidikan dan juga aktivitasnya. Bahkan dengan tokoh-tokoh desa sudah saling mengundang. Jadi alasan melarang apa ya? Jadi jika ini dibiarkan maka Badung akan dikenal sebagai daerah intoleransi oleh republik. Komnas HAM dan Ombudsman pun berhak turun tangan jika ditemukan pelanggaran HAM sesuai UU HAM dan maladministrasi. Kasihan nama baik Badung. Saya datang untuk membantu beliau. Segera bereskan dan beri surat domisili, karena jika tidak ada

surat ini maka bantuan untuk Asharam Hindu ini akan hangus,’’ ungkap AWK. Hal senada juga disampaikan oleh AWK saat memediasi terkait adanya keberatan pengusaha Bali yakni manajemen Toko Bli Wayan yang berdiri di daerah Abiantuwung, Kediri, Tabanan. Saat sidak di Toko Minimarket Bli Wayan, Senator AWK juga memeriksa seluruh izin kelengkapan dari toko serta meminta penjelasan dari kepala desa terkait dengan adanya pungutan kepada pengusaha. Dihadiri oleh pejabat desa dan prajuru desa adat, Senator AWK mendengar secara dua pihak argumentasi dari pihak investor dan juga pihak desa adat, dan mengemuka bahwa benar terdapat pasal pararem untuk pengusaha luar desa senilai antara Rp20 juta hingga Rp80 juta tergantung dari skala kecil, menengah dan besar. ‘’Saya kira masalahnya tidak besar, hanya saling pengertian saja. Pihak pengusaha lokal Hindu Bali merasa tidak mampu membayar biaya iuran adat senilai Rp20 juta dan mohon keringanan dan itu wajar saja. Silakan nego ke desa adat minta agar diberi kemudahan dari jumlah atau cara pembayaran. Yang lain, desa adat saya minta jangan terlalu kaku jika berurusan dengan warga krama Hindu Bali. Jangan sampai ada kesan, terhadap pendatang non-Hindu kita mudah mengayomi tapi dengan semeton Bali sangat kaku. Astungkara dari dialog tadi sudah ada kesepakatan dan pengertian. Dan DPD-RI akan mengeluarkan rekomendasi resmi agar masalah ini selesai. Jangan sampai dijadikan contoh negatif di ribuan desa adat yang lain. Kalau ribut nanti kita krama Bali yang rugi. Apalagi sebagian syarat legal formal secara pemerintah dinas sudah dipenuhi oleh pengusaha Bali ini. Kita bantu manten nggih,’’ pungkas Arya Wedakarna yang juga Pelindung dari Gerakan Ekonomi Sukla Satyagraga ini. (ad761)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

RAT Tahun Buku 2019

LPD Desa Adat Nyitdah Raup Keuntungan Rp1 Miliar

RAT - Kegiatan RAT LPD Desa Adat Nyitdah Tahun Buku 2019 di Wantilan Kahyangan Dalem Desa Pakraman Nyitdah, Rabu (29/1) kemarin. LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 di Wantilan Kahyangan Dalem Desa Pakraman Nyitdah, Rabu (29/1) kemarin. Dalam laporan tahunan itu, LPD Desa Adat Nyitdah membukukan keuntungan bersih di tahun 2019 sebesar Rp1.157.832.887. Raihan keuntungan itu meningkat dibandingkan tahun lalu pada angka Rp966.450.908. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali, pahpahan atau pembagian keuntungan 20 persen atau Rp231.566.577 langsung diserahkan ke Desa Adat Nyitdah. Bagi-keuntungan itu diterima Bendesa Adat, Drs. I Ketut Dana. Kata Bendesa Adat, LPD Desa Adat Nyitdah ini awalnya sempat mengalami penurunan cukup drastis di tahun 2010. Penurunan itu disebabkan kurang maksimalnya kinerja manajemen. Namun perlahan setelah dilakukan berbagai pembenahan, kemudian tiap tahun LPD milik krama adat Nyitdah ini menunjukkan perkembangan cukup baik.

‘’Awal saya menjabat bendesa adat tahun 2015, aset LPD hanya Rp 4 miliar. Sekarang asetnya sudah mencapai Rp26,2 miliar,’’ terangnya. Selain karena sinergitas yang dilakukan cukup baik, berbagai langkah penataan yang didesain mulai manajemen kelembagaan, inventarisasi masalah dan peningkatan disiplin pegawai, akhirnya kemudian bisa mengantarkan LPD itu berkembang relatif pesat. ‘’Kami terapkan reward bagi yang memang pantas mendapatkan. Tidak tertutup punishment atau hukuman diberikan kepada yang tidak disiplin,’’ terangnya. Selain dukungan krama dan Ida Sesuhunan, kata Ketut Dana, selalu mengadakan pendekatan persuasif kepada krama dan kelembagan melalui banjar adat di Desa Nyitdah yang berjumlah 16 banjar adat. Di mana penyaluran kredit LPD di tahun 2019 itu sudah diterima manfaatnya bagi 839 orang. Pengembaliannya pun cukup lancar. ‘’Sehingga hasilnya luar biasa dan kita patut berbangga,’’ terangnya. Keuntungan LPD itu akan dibagi sesuai pahpahan yang

telah diatur yakni 20 persen untuk desa adat, 60 persen untuk pemupukan modal, dan sisanya 20 persen buat jasa produksi. Tidak hanya keuntungan dan aset yang mengalami peningkatan, jumlah penabung juga meningkat. Dari hanya 3.645 orang di tahun 2016 kini sudah menjadi 5.223 orang dengan jumlah tabungan yang bisa dihimpun mencapai Rp11 miliar lebih. ‘’Rencananya di tahun 2020 ini kami meningkatkan gedung LPD menjadi dua lantai. Untuk lantai dasarnya akan dimanfaatkan untuk pasar. Sedangkan lantai dua untuk kegiatan LPD. Hal ini sejalan dengan program Gubernur Bali untuk pembentukan BUPDA,’’ terangnya. Ketua LPD, I Wayan Pradnya Jaya, mengatakan target capaian keuntungan di tahun 2020 minimal tembus di angka Rp1,5 miliar dengan aset sebesar Rp31,2 miliar. Untuk bisa mencapai target itu tentu pihaknya harus lebih selektif dengan nasabah terutama memenuhi kriteria pinjaman. Dijelaskannya, meningkatnya keuntungan yang diperoleh LPD tersebut semata-mata berkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan nonbank ini. ‘’Kepercayaan masyarakat terhadap LPD mulai tumbuh, meski di tengah situasi maraknya lembaga keuangan saat ini,’’ ujarnya. LPD jika dikelola dengan baik tentu prospeknya sangat menjanjikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam RAT tahun buku 2019 tersebut juga diisi penyerahan berbagai reward atau penghargaan baik untuk penabung terbaik, pencicil terbaik, kolektor tabungan terbaik, serta banjar dengan kontribusi penabung dan pengkredit (pembayaran kredit) terbaik. (ad754)

Program ’’Bakti Pada Guru’’ Charoen Pokphand Indonesia Diikuti 110 Guru dan Kepala Sekolah Digelar di Tabanan

BAKTI PADA GURU - Penyerahan cenderamata saat kegiatan program ‘’Bakti Pada Guru’’ Charoen Pokphand Indonesia. CHAROEN Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang kembali memberikan Program ‘’Bakti Pada Guru’’ (BPG) di Indonesia. Sasarannya ratusan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Tabanan. Acara itu dilaksanakan i Gedung Balai Subak (Museum), Sanggulan, Tabanan, Rabu (29/1) kemarin. Selama dua hari tercatat sebanyak 110 peserta kalangan guru dan kepala sekolah dari 40 SMP negeri dan swasta ini diberikan program pengembangan diri bagi guru yang ‘’IDEAL’’ (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, dan Ber-akhlak Mulia dan Luhur Budi). Sekjen Charoen Pokphand Indonesia Andi Magdalena Siadari di sela-sela acara menjelaskan, kegiatan ini merupakan kepedulian Charoen Pokphand Indonesia yang

mengalokasikan 80 persen CSR-nya di bidang pendidikan. Seperti bidang PAUD, anak asuh, beasiswa, serta penguatan karakter guru. Andi Magdalena mengatakan, kegiatan itu merupakan wujud komitmen dan dedikasi Charoen Pokphand Indonesia guna memajukan dunia pendidikan lebih baik. Sebab, Charoen Pokphand Indonesia menganggap pendidikan adalah kunci penting kehidupan berbangsa dan bernegara. ‘’Dalam program ini kami tekankan penguatan karakter. Belakangan ini kami lihat kondisi masyarakat mudah dipecah belah. Mudah menerima berita yang belum tentu benar. Sudah pasti hal itu tidak cocok dengan kepribadian bangsa. Perlu penguatan karakter. Itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi,’’ terangnya. Pihaknya juga sangat men-

gapresiasi antusiasme peserta serta dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program ‘’Bakti pada Guru’’ ini. Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi para guru dan menjadi hal yang baik untuk anak didiknya. Sementara itu, Ketua MKKS SMP Tabanan Wayan Widarsa yang juga salah seorang peserta sangat mendukung baik program ‘’Bakti Pada Guru’’ yang diprakarsai Charoen Pokphand Indonesia bekerja sama dengan Universitas Diponegoro serta Dinas Pendidikan Tabanan. ‘’Program ini sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah. Saat ini generasi muda cenderung asyik dengan gadget-nya. Di sini perlu inovasi guru agar isa memberikan pendidikan karakter yang bisa mengena pada anak didik. Tidak harus di dalam ruangan, tetapi menciptakan kreativitas kegiatan,’’ terangnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra yang diwakili Plt. Sekdis Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Wiratma. Dia menyambut baik program ini. Bahkan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Alasannya, di tengah tantangan global saat ini, peran guru semakin kompleks. Guru dituntut senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya. ‘’Guru harus kreatif dan didukung perkembangan teknologi. Karena itu para guru diharapkan melakukan pembaruan agar bisa menjadi guru ideal di era milenial ini,’’ harapnya. (ad756)

Lagi, Dinas Pertanian Ambil Sampel Darah

Warga Keluhkan Bangkai Babi Nyangkut di Sungai Tabanan (Bali Post) -

Menyusul kematian babi milik warga hingga puluhan ekor dalam satu banjar di Kecamatan Marga, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melalui Balai Veteriner Denpasar kembali melakukan pengambilan sampel darah babi di Desa Cau Belayu, Marga, Rabu (29/1) kemarin. Perbekel Desa Cau Belayu I Putu Eka Jayantara mengatakan sampel darah itu diambil dari babi yang masih sehat. ‘’Benar ada pengambilan sampel. Petugasnya dari Balai Veteriner Denpasar. Namun difasilitasi Dinas Pertanian Tabanan,’’ terang Putu Eka Jayantara, Rabu kemarin. Menurutnya, di Desa Cau Belayu kematian babi itu memang baru terjadi di Banjar Cau Belayu saja. Meski ada di banjar lainnya yakni Babakan. Di sana hanya ada dua ekor babi mati. Kematian itu terjadi sekitar empat hari lalu. Hanya pihaknya belum turun mengecek. ‘’Jadi baru di dua banjar saja. Terparah ada di Banjar Cau Belayu. Babi mati di sana 20 ekor,’’ jelasnya. Di tempat terpisah, Perbekel Cepaka Drs. I Ketut Tedja, M.Si. sangat menyayangkan kurangnya pengawasan pemerintah terkait masih adanya oknum warga/ peternak yang membuang bangkai babi di aliran Sungai Yeh Penet. Alhasil desanya yang juga menjadi lintasan Sungai Yeh Penet itu pun mendapat imbas tidak baik. Bangkai babi itu bahkan dalam keadaan membusuk nyangklek (menyangkut – red) di sungai dekat desanya. ‘’Ada lima ekor babi yang nyangkut di sungai kami. Entah dari mana asalnya, kenapa masih terus ada saja yang membuang bangkai babi di sungai. Tindakan itu sangat kami sesalkan. Seakan pengawasan dari pemerintah sangat kurang,’’ terangnya. Bahkan sebelumnya, warga di Desa Cepaka sudah mengevakuasi bangkai babi yang memamg bukan milik warga Cepaka itu. ‘’Kami banyak dapat komplain baik dari warga dan pemilik vila.

Terpaksa bangkai babi itu kita angkat. Padahal bukan punya warga kita. Kalau babi mati itu tidak diangkat dikhawatirkan jadi penyakit selain pencemaran lingkungan,’’ ungkap Perbekel Cepaka I Ketut Tedja. Ia sendiri tidak mengetahui warga dari mana yang membuang bangkai babi itu. Sebab, Sungai Yeh Penet ini aliranya berasal dari wilayah Kabupaten Badung. ‘’Jadi kita di hilir terkena dampaknya. Bangkai babi itu memang nyangkut. Saya berharap kepada pemerintah agar ikut mengawasi intensif. Bila perlu diberikan sanksi bagi yang membuang bangkai babi ke sungai,’’ tegas Tedja. Kabid Peternakan I Wayan Suamba saat dikonfirmasi perihal hasil uji lab dari sampel sebelumnya memang belum turun. Pihaknya membenarkan adanya pengambilan sampel di wilayah Marga. ‘’Itu permintaan warga karena adanya kematian babi mendadak di Desa Cau Belayu. Sampel itu dibawa ke Medan. Sudah diambil tadi dari Balai Veteriner Denpasar,’’ jelasnya. Terkait bangkai babi yang dibuang ke Sungai Yeh Penet yang mengalir ke Desa Cepaka itu, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ke lokasi. Selanjutnya baru dilakukan tindakan. ‘’Kita cek dulu, saya baru tahu itu kok. Dua hari lagi dari provinsi dan pusat akan turun ke sana,’’ tegasnya. Sudah ada pendataan, namun berapa total babi yang mati di Tabanan. Namun secara keseluruhan belum klop didata. ‘’Sudah ada datanya, saya tidak hapal karena belum selesai didata,’’ kelit Wayan Suamba. (kmb28)

Bali Post/kmb28

MEMBUSUK - Tampak bangkai babi di sungai kondisinya bahkan ada yang sudah membusuk.

WNA ’’Ngayah Mareresik’’ Saat Melasti Karya Pangurip Gumi Tabanan (Bali Post) Umat Hindu dari berbagai penjuru ngaturang ayah mareresik saat prosesi melasti serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Rabu (29/1) kemarin. Tidak hanya umat Hindu, bule pun antusias ngayah pada prosesi sangat sakral tersebut. Sejumlah warga negara asing terlihat penuh semangat ngayah membersihkan sampah atau mareresik. Mereka ikut iring-iringan melasti, berbaur dengan ribuan umat Hindu. Para bule itu mengenakan busana adat Bali madya. Mereka membawa sejumlah perlengkapan pemungut sampah. Seperti saat melintasi kawasan Wanasari, bule-bule yang tergabung dalam Trash Hero Indonesia itu tampak semangat berjalan membawa karung dan penjepit sampah. Para pangiring dan warga sangat terbantu dengan aksi para pencinta lingkungan itu. Partisipasi umat peduli lingkungan itu jumlahnya relatif banyak. Mereka ikut ngiring, sehingga sepanjang

jalur melasti sampah-sampah dapat diminimalisir dengan baik. Akhirnya, banyak yang kagum dan angkat topi dengan kepedulian warga negara asing ikut menjaga lingkungan Bali tetap resik. (kmb25) WARGA ASING - Sejumlah warga negara asing membawa karung dan penjepit sampah. Mereka turut ‘’ngayah mareresik’’ sepanjang jalur melasti.


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

Dampak Virus Corona

Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Ubud Anjlok Gianyar (Bali Post) Pelarangan wisatawan Tiongkok ke luar negeri akibat mewabahnya virus Corona, belum berdampak terhadap okupansi hotel di Kabupaten Gianyar. Namun, pengelola restoran dan artshop sudah merasakan dampak dari kondisi tersebut. Tingkat kunjungan wisatawan Tiongkok pada awal 2020 ini dipastikan anjlok atau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar Pande Mahayana Adityawarman mengatakan, apabila bicara dampak kasus virus Corona terhadap pariwisata Bali secara keseluruhan, maka akan sangat dirasakan oleh pengusaha hotel di seputaran Kuta, Nusa Dua dan sekitarnya. ‘’Kalau di Bali sangat berdampak apalagi saat golden week biasanya banyak tamu Tiongkok, karena saat Imlek pengusaha di Tiongkok kebanyakan tutup dan mereka jalan-jalan. Sementara sekarang ini mereka tidak diperbolehkan terbang,’’ kata Mahayana Adityawarman,

Rabu (29/1) kemarin. Di Gianyar, khususnya Ubud, dampak kasus Corona terhadap okupansi hotel belum dirasakan. Hal ini karena tamu yang menginap di hotel di Gianyar dominan wisatawan asal Eropa dan Australia. ‘’Di Ubud lebih banyak yang menginap itu tamu Eropa dan Australia. Jadi, dampaknya tidak begitu signifikan untuk okupansi hotel di Gianyar,’’ ujarnya. Menurut Mahayana Adityawarman, mereka yang merasakan dampak dari kondisi ini adalah pengelola restoran dan sejumlah pasar di seputaran Gianyar, khususnya Ubud. Dikatakan, sejumlah restoran ada yang mengeluh karena kunjungan untuk liburan Imlek tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. ‘’Sudah ada beberapa yang info (dari pemilik restoran - red) bahwa sekarang golden week tidak seramai tahun lalu. Jadi, cukup signifikan berkurang untuk day trip yang ke Ubud,’’ ujarnya. Selama ini, kata Mahayana Adityawarman, wisatawan Tiongkok menginap di Kuta atau Nusa Dua datang ke

Ubud saat siang hari. Di kampung turis itu mereka kerap berbelanja, mengunjungi Puri Ubud, hingga menikmati kuliner. ‘’Kalau sekarang cukup lengang di kawasan Ubud, karena minim wisatawan Tiongkok yang day trip dari Kuta dan Nusa Dua,’’ katanya. Mahayana Adityawarman mengingatkan kasus ini harus direspons serius di Bali. Ia juga mengingatkan agar seluruh stakeholder sadar dengan kasus ini, karena bisa memberi dampak besar untuk sektor pariwisata. ‘’Kita juga harus aware, bagaimana agar ini tidak berdampak ke wisatawan lainnya. Kalau misalnya ada positif virus ini di Bali, bukan hanya Tiongkok yang tidak datang, dari Eropa dan Australia juga akan mengeluarkan travel warning,’’ katanya mengingatkan. Mahayana Adityawarman berharap pemerintah siap mangambil langkah cepat, apabila ada kasus positif Corona di Bali. Ditegaskan, pihaknya sudah mengimbau pengelola hotel agar melakukan persiapan untuk lebih higienis. ‘’Kalau kita di Gianyar,

WISATAWAN - Sepasang wisatawan tengah melintas di Catus Pata Ubud, beberapa waktu lalu. teman-teman hotel juga diminta siap untuk stafnya di hotel dengan hand sanitizer hingga masker sehingga lebih higienis,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kadisparda Gianyar A.A. Gde

Putrawan mengatakan, pascadikeluarkannnya larangan ke luar negeri untuk warga Tiongkok, diperkirakan baru akan berdampak pada awal Februari ini. ‘’Perkiraan kita ini akan baru nampak

seminggu ke depan. Kita hanya bisa berharap virus ini segera dapat diatasi,’’ ujarnya. Putrawan mengatakan, kunjungan wisatawan Tiongkkok ke sejumlah objek wi-

Bali Post/kmb35

sata di Gianyar tidak terlalu banyak. Namun, ia belum bisa mengungkapkan data detailnya. ‘’Untuk kunjungan ke objek wisata tidak terlalu banyak. Datanya masih ada di kantor,’’ katanya. (kmb35)

Terjangkit DB

Puluhan Warga Dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar (Bali Post) -

Memasuki musim hujan disertai terik mentari, membuat kasus demam berdarah (DB) mulai meningkat. Bahkan, peningkatan kasus DB cukup signifikan terjadi dalam tiga bulan terakhir. Puluhan masyarakat yang positif terjangkit DB sudah mendapat perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar.

Bali Post/kmb35

FOGGING – Pemerintah mengintensifkan kegiatan fogging untuk mengantisipasi penyebaran deman berdarah.

Diduga Lakukan Kecurangan

Oknum Petugas SPBU Viral di Medsos Gianyar (Bali Post) Oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga melakukan kecurangan pada salah satu SPBU di wilayah Kecamatan Ubud viral di media sosial (medsos). Video petugas SPBU itu direkam oleh warga yang merasa dirugikan. Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar menyebut tidak berwenang menindak oknum tersebut. Dalam video berdurasi 1 menit 14 detik itu, warga yang merasa dirugikan itu terus mencecar petugas SPBU tersebut. Dalam video itu, warga tersebut mengaku membeli minyak Rp150 ribu, namun hanya diisi Rp100 ribu. Sementara petugas SPBU itu sudah mengakui kesalahannya dengan berulangkali menyampaikan permohonan maaf. Kepala Disperindag Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, terkait video yang viral di medsos tersebut murni menjadi kesalahan petugas SPBU. Dikatakan, pihaknya tidak bisa menindak petugas tersebut. ‘’Murni kesalahan SDM di sana, itu kenakalan SDM,’’ katanya. Menurut Eka Suary, Disperindag Gianyar hanya bisa melakukan pengecekan tera pada mesin SPBU tersebut. Yakni dicek antara angka tera dengan isi yang dikeluarkan. ‘’Itu pun biasanya pihak SPBU yang bersurat untuk teranya, baru tim kami melakukan pengecekan, apakah sudah benar angka di tera dengan isi yang dikeluarkan,’’ tegasnya. (kmb35)

Berdasarkan data pasien yang ditangani RSUD Sanjiwani, jumlah pasien DB yang dirawat pada November 2019 mencapai 25 orang. Berselang sebulan tepatnya pada Desember 2019 pasien DB meningkat signifikan menjadi 47 pasien. Sementara pada Januari 2020 tercatat jumlah pasien yang ditangani di rumah sakit beralamat di Jalan Ciung Wanara Gianyar ini mencapai 66 orang. “Yang masih dirawat mencapai 23 pasien,” ujar Humas RSUD Sanjiwani Ida Bagus Punarbawa, Rabu (29/1) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa

mengakui sampai saat ini masih ada sejumlah pasien DB yang ditanganinya. D i t e g a s k a n , R S U D S a njiwani sudah melakukan penanganan pasien DB sesuai prosedur yang berlaku. “Memang ada yang masih dirawat,” jelasnya. Menurut Upeksa, sampai saat ini tidak ada pasien DB dengan kasus tergolong kritis yang ditangani di rumah sakit yang dipimpinnya. Rata-rata kondisi pasien yang dirawat berangsur membaik. “Semua berangsur membaik, tidak ada yang kritis,” jelasnya. Sementara itu, pengurus PKK Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan

Pengisian SDM RSU Payangan

111 Peserta yang Lolos Berstatus Tenaga Kontrak Gianyar (Bali Post) Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar sudah mengumumkan hasil seleksi penerimaan tenaga non-pegawai UPTD RSU Payangan. Dari ribuan pendaftar, ada ratusan peserta yang gugur. Sementara yang lulus sekitar 111 peserta, mulai dari dokter spesialis hingga cleaning service. Selanjutnya, mereka yang lolos seleksi akan ditugaskan sebagai tenaga kontrak di RSU Payangan. Berdasarkan surat pengumuman nomor 800/0340/ DIKES/2020, pengumuman hasil seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara, mereka yang tercantum namanya sudah dinyatakan lulus/ diterima sebagai tenaga kerja

non-pegawai pada UPTD RSU Payangan. Dalam kolom itu tercantum 111 peserta yang lolos seleksi. Mereka yang lulus meliputi dokter 16 orang, bidan 24 orang, perawat 28 orang, analis 5 orang, nutrisionis 3 orang, apoteker 3 orang, perawat gigi 2 orang, perawat anastesi 2 orang, tenaga teknis kefarmasian 2 orang, koki 2 orang, radiografer 5 orang, sanitarian 1 orang, clening service 3 orang, dan rekam medis 2 orang. Selain itu, ada juga dua orang sopir, tenaga IT 1 orang, SKM 2 orang, akuntansi manajemen 5 orang, pemberkasan 2 orang, sarjana komunikasi 2 orang, dan hukum 1 orang. Dihubungi via telepon se-

lulernya, Rabu (29/1) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar Ida Ayu Cahyani Widyawati berulang kali tidak menjawab panggilan telepon. Sementara informasi di Dinas Kesehatan membenarkan pengumuman seleksi untuk SDM di RSU Payangan ini sudah diumumkan seminggu lalu. Selanjutnya para peserta yang lolos dipanggil kembali untuk diberi arahan. Mereka yang lolos seleksi ini akan mendapat gaji dari pemerintah dengan menggunakan APBD Gianyar. Para peserta yang lolos ini akan berstatus tenaga kontrak Pemkab Gianyar. Kontrak kerja mereka akan diperbarui setiap tahun. (kmb35)

Sukawati Ni Wayan Antari mengatakan, wabah DB merebak di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Dikatakan, ada beberapa warganya yang terjangkit DB. “Sudah ada tiga warga kami kena DB,” jelasnya.

Meski kondisi warga yang terjangkit DB itu telah membaik, kata Antari pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi. Yang terpenting mengimbau warga untuk menjaga kebersihan. “Kami dari skala rumah tangga harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Dari bak penampungan air, genangan sampai di lingkungan gang,” tegasnya. (kmb35)


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

PDNKK Dibekukan

Pemilik Aset Minta Sertifikat Tanah Dikembalikan Semarapura (Bali Post) Pascapembekuan PDNKK (Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala), salah satu pemilik aset yang sempat dikelola perusda ini akhirnya angkat bicara, Rabu (29/1) kemarin. Aset tanah seluas 3.800 meter persegi tersebut rupanya milik I Nyoman Embon, warga Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida. Penasihat hukumnya, Nyoman Suastika, mengatakan setelah ada putusan Pengadilan Negeri Semarapura yang berkekuatan hukum tetap (inkracht – red), seharusnya aset tanahnya itu langsung dikembalikan. Suastika mengaku sangat menghormati kehatihatian pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan ini. Namun, melihat detail persoalan ini, pemerintah daerah semestinya harus bisa memberi contoh agar masyarakatnya taat hukum. Pembekuan PDNKK, menurutnya, tentu tidak serta merta aset yang dikelola di dalamnya tidak bisa diproses. Sebab, proses pembekuan itu hanyalah aktivitasnya. Sedangkan asetnya sepanjang dapat dipertanggungjawabkan, tentu bisa diproses dan bukanlah menjadi persoalan. ‘’Kalau karena alasan pembekuan, lantas asetnya itu tidak diserahkan kepada yang punya, maka itu artinya pemerintah daerah tidak taat hukum. Karena melawan keputusan dan perintah hukum pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap,’’ kata Suastika. Dengan PDNKK dibekukan, semestinya PDNKK itu mengembalikan objek aset yang bukan menjadi haknya kepada yang berhak. Apalagi sudah melalui proses hukum gugatan dan vonis pengadilan serta tidak adanya upaya banding lagi. Apabila perintah putusan pengadilan ini tidak dilaksanakan, maka bisa dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum atau bentuk kesewenang-wenangan. Walaupun ada langkah hukum selanjutnya, yaitu amaning dan eksekusi, dia menyarankan agar pemerintah daerah dengan kesadaran penuh mengembalikannya sesuai perintah amar putusan pengadilan. Apabila persoalan ini terus berlarut-larut sampai ke jalur eksekusi, ini justru akan semakin memperlihatkan pemerintah daerah tidak bijaksana dan mengayomi. Malah justru terkesan mempersulit masyarakatnya sendiri. ‘’Tidak ada alasan untuk tidak mengembalikan sertifikat tanah tersebut. Karena sudah jelas dasar hukumnya mengacu pada perintah Pengadilan Negeri Semarapura, melalui amar putusannya pada poin empat. Agar tergugat dan turut tergugat, turut tergugat I (PDNKK) segera melakukan pengembalian sertifikat hak milik Nyoman Embon itu,’’ tegasnya. Praktisi hukum lainnya, Wayan Sumardika, Rabu kemarin juga turut memberikan pandangan hukum, setelah membaca pemberitaan sebelumnya dari persoalan ini di Harian Bali Post. Menurutnya, siapa pun para tergugat dari gugatan itu, perintah putusan pengadilan itu memang mutlak harus dilakukan para tergugat. Jika tidak maka akan menimbulkan tindakan pidana baru, yaitu melawan perintah putusan pengadilan. Inilah yang disebut perbuatan melawan hukum. Atau dalam perkara ini, juga bisa masuk ke dalam kasus pidana penggelapan sertifikat. Ini bisa melanggar Pasal 372 KUHP yang mengatur tentang penggelapan. Tidak hanya tergugat dan turut tergugat saja yang dianggap melakukan penggelapan, tetapi termasuk siapa saja pihak yang menguasai sertifikat tersebut. Ini bisa dijerat Pasal 372 KUHP. Sehingga, menurutnya, solusinya adalah apa pun yang melatarbelakangi permasalahan sertifikat itu, kalau sudah ada amar putusan pengadilan agar dikembalikan, maka harus segera dikembalikan kepada penggugat. ‘’Jangan sampai kalau tidak dikembalikan, terus penggugat melaporkan lagi dengan tuduhan penggelapan. Semua bisa terlibat itu. Termasuk pihak yang sekarang sedang menguasai sertifikat tanah itu,’’ tegasnya. (kmb31)

PDAM Drop Air Bersih ke Gelogor Semarapura (Bali Post) -

Menindaklanjuti krisis air warga Bukit Tangkid, Dusun Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, PDAM Tirta Mahottama merespons cepat dengan mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki, Rabu (29/1) kemarin. Upaya itu dilakukan untuk memenuhi sementara kebutuhan air bersih bagi sekitar 87 KK warga setempat. Sebab, di sana sama sekali belum turun hujan. Direktur PDAM Tirta Mahottama Klungkung Nyoman Renin Suyasa mengatakan, proses pengiriman sudah dilakukan sejak pagi. Seluruh mobil tangki PDAM dikerahkan mengangkut air bersih agar proses droping berjalan lebih maksimal. Proses itu akan terus dilakukan, sepanjang belum turun hujan dan sumur di sekitar tempat itu masih kering. Sebab, di sana tidak ada mata air lain yang bisa diandalkan saat terjadi kekeringan. Sejak pagi hingga sore sudah ada tujuh mobil tangki yang mengangkut air bersih ke Gelogor. Warga antusias membawa peralatan seadanya untuk mengangkut air bersih ke tempattempat penampungan air bersih di setiap rumahnya. Air itulah untuk memenuhi kebutuhan warga seharihari. Pihaknya mengaku terbuka bila ada lokasi permukiman di sekitar bukit lainnya kesulitan air bersih

agar segera disampaikan, sehingga bisa dilakukan proses pengiriman air bersih itu. Pihaknya berharap agar kepala dusun atau perbekel memantau langsung warganya, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan. Penting warga di sana terpantau kebutuhan air bersihnya. Sebab, pihaknya mengaku kesulitan jika tidak adanya laporan dari kepala wilayah atau bersurat ke kantornya. Jika ada informasi lebih awal, PDAM pun bisa menyiapkan langkah-langkah untuk mengerahkan sarana angkut air bersih yang ada di PDAM. Sebelumnya, sebanyak 87 KK warga Dusun Gelogor yang bermukim di Bukit Tangkid sejak tiga bulan mengalami krisis air, lantaran sama sekali tidak pernah turun hujan. Semua cubang yang biasa dimanfaatkan warga sudah lama mengering. Warga setempat

KIRIM AIR BERSIH - Mobil tangki dari PDAM saat mengirim air bersih ke Gelogor. hanya mengandalkan air rembesan dalam sumur. Mereka rela antre hingga 4 jam untuk bisa mendapatkan dua ember air. Warga terpaksa secara bergilir atau

antre mencari air hingga tengah malam, karena kondisi debit air di sumber mata air di dusun setempat sudah mengecil. Renin meminta warga

setempat segera melaporkan, apabila cubang-cubang airnya sudah mulai habis lagi. Sehingga selanjutnya bisa dilakukan pengisian lagi. (kmb31)

Ketua KUD Jaya Werdi, Made Santra, mengatakan jumlah anggota KUD Jaya Werdi untuk tahun 2019 mencapai 1.694 orang terdiri dari 1.116 orang di Desa Takmung, 460 orang di Desa Tihingan dan lain-lain desa 118 orang. Pihaknya juga menambahkan, KUD Unit Desa Jaya Werdi mengelola sembilan unit usaha di bidang penjualan

barang dan jasa, yakni Usaha Penjualan Barang Pupuk, Usaha Penjualan Obat-obatan dan Bibit, Usaha Penjualan Barang-barang Konsumsi, Usaha Jasa Penggilingan Gabah (Unit RMU), Usaha Jasa Sewa Alat/Kursi, Usaha Jasa Pungut Rekening Listrik/Air, Usaha Simpan-Pinjam, Usaha Penyaluran Beras Lokal, serta Usaha Mesin Dryer (Pengering

Gabah). Peningkatan permodalan didapatkan dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib dari anggota serta bantuan pemerintah. Mengenai dorongan Bupati Suwirta agar mampu membuat pasar modern, pihaknya akan berusaha mengkajinya sekaligus berupaya untuk merealisasikannya. (gik)

Bupati Suwirta Arahkan KUD Bikin Pasar Modern BERKEMBANGNYA pasar modern menjadi peluang tersendiri dalam dunia usaha. Tetapi banyak lembaga usaha lokal enggan melangkah ke arah itu, sehingga peluang besar itu justru direbut pihak lain. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun meminta lembaga usaha lokal seperti KUD untuk berani mengikuti perkembangan zaman. Lalu KUD model apa yang kirakira cocok diaplikasikan untuk memenuhi costumer dewasa ini?

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sangat optimis dengan peluang tersebut. Dikatakannya, jika ada niat maju maka KUD bisa membuat pasar modern. Demikian disampaikan Bupati Suwirta saat RAT Koperasi Jaya Werdi di Desa Takmung, Rabu (29/1) kemarin. Pihaknya mengapresiasi KUD Jaya Werdi yang sudah melaksanakan RAT tepat waktu. Menurutnya, KUD harus berani melompat menggunakan konsep modern, harus berani bermain teknologi di era modern ini. Jika tidak maka akan dilindas oleh zaman. ‘’Mayoritas pegawai serta pengurus KUD di Klungkung

belum ada dari unsur milenialnya. Cenderung masih stagnan berjalan sesuai konsep konvensional,’’ ujar Bupati Suwirta di hadapan anggota KUD Jaya Werdi. Bupati Suwirta berharap manajeman KUD haruslah ada dari orang-orang milenial. Sudah waktunya ada keberanian membuka diri merekrut generasi muda yang mempunyai kemampuan di bidang ekonomi untuk terus mengembangkan unit usaha ini. ‘’Manfaatkan teknologi dengan baik. KUD tidak sebatas menjual beras dan simpan-pinjam. KUD harus berani buat pasar modern,’’ pinta Bupati Suwirta.

RAT - Bupati Suwirta saat hadir pada RAT Koperasi Jaya Werdi, di Wantilan Desa Takmung, Rabu (29/1) kemarin.


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

Ketua DPRD Gede Dana Hadiri Ulang Tahun Jagabaya Minta Sameton Pasek Tetap Bersatu

SEBAGAI salah satu satuan tugas dari Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), Jagabaya diharapkan tetap menjadi corong program dari MGPSSR kepada warga Pasek, sehingga Trilogi Kepasekan yakni bakti, satya dan guyub menjadi lebih masuk di era kekinian. Hal itu terungkap saat Jagabaya Kecamatan Karangasem memperingati hari ulang tahunnya yang digelar di Wantilan Kantor DPRD Karangasem, Senin (27/1). Peringatan ulang tahun itu juga dihadiri sejumlah tokoh Pasek seperti Ketua MGPSSR Karangasem I Gede Pawana, Ketua Jagabaya Kabupaten Karangasem Putu Sudana, dan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, keberadaan Jagabaya Pasek bisa menjadi contoh bagi sameton-sameton yang lainnya. Dikatakan, ngayah merupakan wujud bakti kepada Tuhan dan leluhur. Kalaupun ada yang membuat organisasi lainnya, yang penting tidak membuat perpecahan. ‘’Ini bagian hormat kepada leluhur, jangan sampai nilas kawitan,’’ ujarnya. Gede Dana menambah-

kan, warga bisa mempersatukan diri sudah sangat luar biasa. Apalagi sameton Mahagotra di delapan kecamatan persatuannya luar biasa. Ke depan, sebutnya, upacara pitra yadnya seperti ngaben, ngeroras bisa bersatu sangat luar biasa. ‘’Selaku penyelenggara pemerintah tentu sangat dibantu dengan persatuan ini, dan memudahkan pemerintah mengatur masyarakat. Siapa tahu nanti masyarakat bisa ngaben bersama, kalau bisa warga lain bisa menyatukan diri sangat luar biasa menyatukan Hindu,’’ katanya. Ketua Jagabaya Kecamatan Karangasem I Nyo m a n Ginantra Artana mengatakan, saat ini anggota Jagabaya Kecamatan Karangasem berjumlah 90 orang. Jagabaya Pasek Kecamatan Karangasem yang baru berusia setahun ini, ke depan diharapkan masing-masing dadia Pasek bisa mengirimkan wakilnya minimal dua orang. ‘’Nanti perekrutan minimal dua orang dari masing-masing dadia untuk memperkuat Jagabaya,’’ ujarnya. Ginantra Artana mengatakan, dengan tetap bakti kepada Tuhan, tetap ingat dengan kawitan, satya kepada bhisama, dan guyub

MENGHADIRI - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat menghadiri ulang tahun Jagabaya di Wantilan Kantor DPRD Karangasem, Senin (27/1). di pasemetonan, Jagabaya Pasek terbentuk dalam rangka murni untuk ngayah. ‘’Tujuan kita murni ngayah. Dalam ulang tahun ke pertama ini, kita fokus menguatkan internal Jagabaya Pasek,’’ jelasnya. Ketua MGPSSR Karangasem I Gede Pawana sangat mengapresiasi Jagabaya Pasek Kecamatan Karangasem yang pertama kali aktif. Pawana yang juga Perbekel Desa Duda Timur

ini mengatakan, Jagabaya Kecamatan Karangasem sudah banyak berbuat ngayah kepada leluhur. Pawana juga menyebut hal ini merupakan momentun dan tonggak sejarah agar ke depan kegiatan serupa juga bisa digelar di masing-masing kecamatan. ‘’Hasil Mahasaba sudah jelas, yakni Jagabaya Pasek, dengan fokus pada satu logo Meru Tumpang Pitu, tidak ada yang lain,’’ pungkasnya. (ad763)

Antisipasi Wabah Corona

Pemkab Karangasem Gelar Upacara ’’Nangluk Merana’’ MUNCULNYA virus Corona yang memakan banyak korban jiwa di Wuhan, Tiongkok menjadi perhatian seluruh warga di seluruh dunia, tak terkecuali Karangasem. Bahkan, guna mengantisipasi merebaknya virus Corona, khususnya di Karangasem, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mempunyai inisiatif pencegahan secara niskala dengan mengadakan upacara Nangluk Merana. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Kabag Kesra Setda Kabupaten Karangasem Wayan Witrawan untuk berkoordinasi dengan Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar dari Geria Mandhara Sindhu Sidemen sebagai Dharma Upapati PHDI Kabupaten Karangasem. ‘’Saya telah perintahkan Kabag Kesra guna meminta dewasa kepada Ida Pedanda Gede Wayan Pasuruan dari Geria Kawan Sibetan,’’ ujarnya. Mas Sumatri menambahkan, dalam petunjuknya akhirnya jadwal pelaksanaan upacara dilangsungkan di Pura Penataran Agung Desa Adat Padangbai pada Buda Wage Wuku Warigadian atau Rabu (29/1) kemarin. ‘’Upacara di-puput oleh

UPACARA - Pemkab Karangasem saat melaksanakan upacara Nangluk Merana di Pura Penataran Agung Desa Adat Padangbai, Rabu (29/1) kemarin. sulinggih Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar dan Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Dwaja,’’ katanya. Mas Sumatri mengatakan, upacara Nangluk Merana adalah suatu upacara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Kabupaten Karangasem yang bertujuan untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara. Menurutnya, Nangluk Merana berasal dari bahasa Bali yang kemungkinan juga mendapat pengaruh bahasa Sansekerta. ‘’Nangluk’’ be-

rarti empangan, tanggul, pagar, atau penghalang dan ‘’merana’’ berarti hama atau bala penyakit. ‘’Kita berharap, lewat upacara ini Karangasem terhindar dari virus Corona itu,’’ harapnya. Mas Sumatri menambahkan, merana adalah istilah yang umum dipakai untuk menyebut jenis-jenis penyakit yang merusak tanaman. Bentuknya bisa berupa serangga, binatang maupun dalam bentuk gangguan keseimbangan kosmis yang berdampak merusak tanaman. ‘’Jadi, nangluk merana berarti mencegah atau menghalangi hama (penyakit), atau ritual penolak bala,’’ jelasnya. (ad762)

KMP Parama Kalyani Kandas di Perairan Padangbai

Amlapura (Bali Post) -

Kapal Motor Penumpang (KMP) Parama Kalyani yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) kandas di perairan Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, Rabu (29/1) kemarin. Petugas dari Basarnas Karangasem langsung melakukan evakuasi terhadap penumpang yang ada di dalam kapal untuk dibawa ke pinggir pelabuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, KMP Parama Kalyani kandas sekitar pukul 05.25 Wita. Kapal yang dikapteni Suprastono itu datang dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat hendak menuju Pelabuhan Padangbai. Namun, setiba di Padangbai kapal melakukan olah gerak untuk sandar di Dermaga 1. Tetapi, kapal langsung karam di air yang dangkal yang mengakibatkan kapal tak bisa bergerak menepi menuju dermaga untuk bongkar muat. Kapal kandas dengan jarak kurang lebih 100

meter dari Dermaga 1. Menurut Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka, pihaknya sudah melakukan proses avakuasi terhadap seluruh penumpang yang ada di dalam kapal. Proses evakuasi yang berlangsung sekitar dua jam itu baru bisa dilakukan setelah air laut pasang. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak KSOP, TNI dan pihak kepolisian dalam proses evakuasi. ‘’Kapal itu mengangkut puluhan penumpang dan kendaraaaan. Yakni sepeda motor 50

unit, kendaraan kecil 2 unit, truk sedang 10 unit, truk besar 9 unit dan tronton 6 unit. Kami sudah mengevakuasi semua penumpang termasuk ABK sebanyak 176 orang,’’ ujarnya. Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin menjelaskan, proses evakuasi puluhan penumpang sudah selesai dilakukan. Saat ini kapal tersebut sudah dapat bersandar di Dermaga 1 untuk proses bongkar muat penumpang. ‘’Semua penumpang selamat. Proses evakuasi berjalan lancar,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

EVAKUASI - Basarnas Karangasem saat mengevakuasi penumpang kapal yang kandas di perairan Pelabuhan Padangbai, Rabu (29/1) kemarin.


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122;Boatâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; Bantuan Pusat Dibiarkan Tenggelam di Danau Batur Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli selama ini terkesan cuek dengan aset-aset miliknya yang mengalami kerusakan. Seperti halnya kapal boat bantuan Kementerian Pariwisata yang terparkir di Dermaga Kedisan. Bukannya diperbaiki, melainkan boat yang kondisinya sudah rusak itu dibiarkan tetap terbengkalai bertahun-tahun. Akibatnya, seluruh badan boat nyaris tenggelam ke dasar danau. Pantauan di Dermaga Kedisan, Rabu (28/1) kemarin, boat berukuran cukup besar itu terparkir di pinggir danau. Posisinya berdampingan de-

ngan boat milik Satpol Air Polres Bangli. Kondisi boat itu mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh badan boat sudah tenggelam ke dasar danau. Hanya bagian atapnya saja yang masih terlihat di permukaan air. Menurut penuturan sejumlah warga di sekitar dermaga, dulunya boat tersebut sempat dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Boat berwarna putih itu bukan saja dioperasikan untuk mengantar tamu-tamu pemerintahan, juga termasuk wisatawan yang ingin menyeberang ke kuburan Desa Terunyan. Namun entah apa sebabnya, lama-kelamaan boat

itu tidak pernah lagi dioperasikan. Boat yang dulunya dilengkapi AC dan beberapa fasilitas lainnya dibiarkan teronggok dan tenggelam. Ketut Wania, warga yang tinggal di sekitar Danau Batur, mengaku dirinya sudah pernah menyampaikan kepada Pemkab Bangli agar boat itu diangkat dari danau. Sebab, keberadaan boat rusak itu kian merusak pemandangan di dermaga. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut terkait hal itu. Tak hanya merusak pemandangan, rupanya keberadaan boat rusak itu juga dirasakan mengganggu boat lainnya yang ingin

bersandar. Seperti diungkapkan Kasatpol Air Polres Bangli, AKP I Dewa Made Rencana. Dia mengatakan badan boat milik Pemkab Bangli yang kini sudah nyaris tenggelam cukup menyulitkan pihaknya ketika hendak bersandar. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Adnyana, belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. Dihubungi wartawan, namun teleponnya tidak diangkat. (kmb40) BOAT - Kondisi boat milik Pemkab Bangli yang tenggelam di Danau Batur, Kintamani.


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

Kasus Pencurian Kayu Hutan Dilaporkan ke Polres

Singaraja (Bali Post) -

Setelah digerebek anggota TNI Kodim 1609 Buleleng dan aparat Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, terduga pelaku pencurian kayu hutan dilaporkan ke Polres Buleleng, Rabu (29/1) kemarin. Pihak aparat desa, prajuru desa adat, dan pecalang melaporkan kasus pencurian kayu di hutan lindung Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk. Ada dua orang terduga pelaku yang dicurigai menebang kayu di hutan lindung di desa mereka. Perbekel Desa Pangkung Paruk Ketut Sudiarsana bersama Ketua Pecalang Made Sudarma dan Bendesa Adat Gede Artha Wijaya tiba di Mapolres Buleleng sekitar pukul 10.00 Wita. Ketiganya kemudian memberi keterangan kepada penyidik. Ketut Sudiarsana mengatakan, pada penggerebekan itu dirinya melihat ada lima orang sedang menaikkan kayu

gelondongan yang diduga ditebang di dalam hutan ke atas mobil pick-up. Ketika petugas akan menangkap, sejumlah terduga pelaku itu berhasil melarikan diri. Karena saat itu kondisi gelap, Sudiarsana hanya mengenali dua terduga pelaku. Keduanya itu masingmasing berinisial Ketut WD dan Kadek AT, warga setempat yang notabena memiliki hubungan ayah dan anak.

Keduanya itu kemudian diadukan ke penyidik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa membenarkan pihaknya menerima laporan perangkat Desa Pangkung Paruk melaporkan dugaan kasus pencurian kayu hutan. Keduanya dilaporkan me-

12 Perbekel Dilantik Satu Mantan Dewan

Singaraja (Bali Post) Sebanyak 12 perbekel hasil pilkel serentak 31 Oktober lalu, dilantik Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Rabu (29/1) kemarin di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja, eks Dermaga Pelabuhan Buleleng. Mereka yang dilantik yaitu Perbekel Desa Panji, Perbekel Banyuatis, Perbekel Tirtasari, Perbekel Temukus, Perbekel Kayuputih Melaka, Perbekel Silangjana, Perbekel Anturan, Perbekel Sari Mekar, Perbekel Jineng Dalem, Perbekel Sinabun, Perbekel Galungan, dan Perbekel Sekumpul. Salah satu perbekel yang dilantik, seorang mantan anggota DPRD Buleleng Made Ariawan. Politisi Partai Demokrat itu dilantik sebagai Perbekel Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Dia memenangkan laga pilkel serentak setelah gagal dalam pemilu legislatif yang lalu. Bahkan, kemenangannya itu mengalahkan calon petahana Nyoman Sutama. Ariawan mengatakan,

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkapPuriCendana SeminyakH.081212886674/732947

B.BP.001.01.20.0000741

Dcr PRT wnt tgl dlm Gj. 2,1jt serius kerja telp 087734684240

B.BP.004.01.20.0000759

Dicari Salesman/Girl,Gaji 3jt, Transport, Komisi, Bonus Hub. Hp.087 761 391 444

setelah dilantik dirinya akan segera menyusun program kerja. Dalam waktu dekat ini, ia akan bertemu dengan para tokoh di desa untuk menyelaraskan program, dengan visi-misi yang telah ia susun. Menurut Made Ariawan, Desa Panji memiliki potensi yang besar dari sisi seni, budaya maupun potensi sumber daya manusia. Terlebih keberadaan Desa Panji sangat

B.BP.004.01.20.0000758

B.BP.004.01.20.0000720

Dicr Tng Cuci&strika,Sopir,SPV Laundry Lok.Dps Hub:0818343214

B.BP.001.01.20.0000723

B.BP.001.01.20.0000746

LOKER

PROPERTY

PROPERTY

MITSUBISHI

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUKO

Colt Diesel Engkel’1981 kaleng / orisinil hub.08123953748

Jl 2Rmh diSanggulan Tbanan, M. malis,Rmh di Jl.Gilimutu Pdg Sambian,087851052434-08113856936

Jual/sewa cepat Ruko 2Lt baru Renovasi tepi jalan Utama Cokroaminoto nego H.085100141368

Rmh Jl.Diponegoro Gg.III/7 Tbn 6KT L2.30m2 900Jt 082247060859

PROPERTY

B.BP.001.01.20.0000767

DIJUAL MOBIL TOYOTA

BUC Calya G MT 2017 123jt Nego Hp. 082236529000 B.BP.001.01.20.0000769

SERVICE RUPA-RUPA

BENGKEL LAS BIRO JASA Free

n

Desig

Money Back Guarantee

Danrem memberi pengarahan tertutup kepada anggota Kodim 1609. Sementara di Kejari Buleleng, Danrem hanya melaksanakan silaturahmi. Danrem membantah kunjungannya di Buleleng ter-

kait dukungan TNI dalam mengungkap kasus pencurian kayu hutan. Meski demikian, Danrem menyerahkan penuh proses hukum yang sedang berjalan sesuai prosedur hukum dan UU. (kmb38)

Satker Kuasa Pengguna Anggaran Dituntut Tingkatkan Kinerja

DIJUAL MOBIL

erat dengan sejarah berdirinya Kerajaan Buleleng yang dipimpin Ki Barak Panji Sakti. Di sisi lain, Made Ariawan mengatakan, Desa Panji sudah mulai dilirik investor. Meski masih skala kecil, namun ia berharap masyarakat bisa lebih terbuka dengan investasi di desa, sehingga bisa memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat. (kmb38)

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

rian kayu hutan itu mendapat atensi Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi. Danrem berkunjung ke Makodim 1609 dan ke Kejari Buleleng. Di Makodim,

pusat. Menyusul hal itu, satker kuasa pengguna anggaran kementerian dan lembaga vertikal dituntut meningkatkan kinerjanya. Hal ini menyangkut pelaksanaan anggaran yang tepat waktu dan mengikuti setiap regulasi yang mendasari. “Dari serapan anggaran trennya meningkat. Sekarang satker ini tidak bisa bersantai, karena dituntut meningkatkan kienerja dalam mengelola anggaran, sehingga manfaatnya bisa diterima masyarakat,” katanya. Di sisi lain, Tri Budhianto mengatakan khusus di Bali pihaknya mengawasi sejumlah proyek berskala besar yang dibiayai dana APBN. Proyek besar itu di antaranya pembangunan shortcut Singaraja - Menguwitani, pembangunan Bendungan di perbatasan Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, dan beberapa proyek besar lain. Dalam pengawasan ini DJPP Bali masih menemukan pelaksanaan yang sering terlambat dari program yang sudah dirancang. Ke depan hal ini menjadi catatan penting kepada satker pengguna anggaran pusat agar meningkatkan

Bali Post/kmb38

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam utk Rumah,Gj. 2,5juta SMS WA.0816571027

Bali Post/kmb38

KUNJUNGAN - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1609 dan Kejari Buleleng, Rabu (29/1) kemarin.

Singaraja (Bali Post) Tata kelola keuangan yang bersumber dari APBN dan transfer pusat ke pemerintah daerah menjadi perhatian Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi (DJPP) Bali. Ini karena sesuai kebijakan pusat, tidak saja dalam penyerapan anggaran, ketepatan pelaksanaan kegiatan dan mengikuti setiap regulasi ikut menentukan kualitas dan kinerja SDM para kuasa pengguna anggaran di wilayah kerja KPPN Singaraja. Hal itu diungkapkan Kanwil DJPP Bali Tri Budhianto saat menghadiri Penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di wilayah kerja KPPN Singaraja, Rabu (29/1) kemarin. Tri Budhianto mengatakan, dari penilaian beberapa tahun terakhir tata kelola keuangan APBN di daerah berjalan baik. Bahkan persentase serapan anggarannya mencapai 95.13 persen tahun 2019. Serapan anggaran yang meningkat itu diikuti peningkatan kucuran anggaran dari pemerintah

PERBEKEL – Sebanyak 12 perbekel dilantik, Rabu (29/1) kemarin.

Dicari karyawan PRT serabutan berpengalaman,ada spd motor area kerja Kerobokan hanya WA.08123814077

mang dilihat ikut beraktivitas saat pengungkapan pembalakan liar yang dilakukan oleh warga. Polisi akan melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, dan setelah unsurnya terpenuhi maka akan ditindaklanjuti dengan tahap penyidikan. Di tempat terpisah, Kajari Buleleng Nur Chusniah mengatakan, setelah aksi pencurian itu digerebek, pihak Polres sudah melakukan koordinasi. Dari kronologi kejadiannya, Nur Chusniah memberi saran kasus diarahkan pada indikasi pelanggaran UU Kehutanan. Dukungan anggota TNI Kodim 1609 Buleleng dalam penggerebegan kasus pencu-

B.BP.001.01.20.0000768

B.BP.001.01.20.0000757

DISEWAKAN RUMAH

Dikont Rmh 3KT,KT,Km,Jl.Seroja 29 Dps min 2th,Hp.085238488772

B.BP.001.01.20.0000747

B.BP.033.01.20.0000760

DIJUAL VILLA

Jual Villa Terrase Pavilion Jimbaran Bali S.Pool 3KT,3KM Garasi Rp.1,9M Hp.08128888867 B.BP.031.01.20.0000765

kinerja, sehinga setiap kegiatan berjalan sesuai perencanaan yang sudah disusun, sehingga masyarakat bisa menerima manfaat lebih cepat. Sementara itu, Kepala KPPN Singaraja, Jordan, mengatakan tahun 2018 yang lalu lembaga yang dipimpinnya itu sudah lolos WBK. Tahun 2020 ini menginjak pada WBBM. Untuk merealisasikan hal itu, sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan dengan sosialisasi WBK menuju WBBM kepada 71 satker kuasa pengguna anggaran di Buleleng dan Jembrana.

Selain itu, melakukan inovasi dan penguatan antarsatker dalam mencegah korupsi. Selama ini, dokumentasi terkait pencanangan WBK menuju WBBM oleh satker masih belum optimal. Untuk itu dirinya berharap dukungan setiap satker ini untuk meningkatkan kembali kinerja dan berinovasi dalam melaksanakan WBK menuju WBBM di lembaganya sendiri, sehingga kalau kinerja lolos WBK, maka prestasi tertinggi WBBM akan bisa diwujudkan di wilayah kerja KPPN Singaraja. (kmb38)

Bali Post/kmb38

MOU - KPPN Singaraja menandatangani MoU Penguatan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.


Kamis Kliwon, 30 Januari 2020

Sukses Verifikasi PKH

Pendidikan

Jembrana Jadi Sasaran Fakultas Pertanian Unwar Gelar Studi Banding Yudisium Sarjana LXII Periode I 2020

FAKULTAS Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar upacara Yudisium Sarjana LXII Periode I Tahun 2020 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa, Rabu (29/1) kemarin. Sebanyak 17 orang yudisiawan yang terdiri dari 3 orang dari Prodi Agroteknologi, 4 orang dari Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, 7 orang dari Prodi Peternakan, dan 3 orang dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dilepas langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Unwar Ir. I Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. didampingi para Wakil Dekan. Lulusan yudisiawan terbaik diraih oleh I Wayan Rudi Saputra dari Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan dengan IPK 3,75. Dekan Fakultas Pertanian Unwar I Dewa Nyoman Sadguna mengatakan bahwa lulusan kali ini jauh lebih berkualitas karena mahasiswa telah dibekali dengan berbagai keterampilan, baik softskill maupun hardskill terutama di bidang kompetensi yang berkaitan dengan pendampingan ijazah. Selain itu, kemampuan para lulusan

YUDISIUM - Dekan Fakultas Pertanian Unwar Ir. I Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb. didampingi para wakil dekan dan dosen foto bersama yudisiawan pada upacara Yudisium Sarjana LXII Periode I Tahun 2020 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Warmadewa, Rabu (29/1) kemarin. dalam menyesuaikan diri terhadap daya saing di pasar juga tidak diragukan. Sebab, keterampilan yang diperoleh dengan terjun langsung ke sektor pertanian membuat para lulusan telah terbiasa menghadapi tantangan dalam menyelesaikan permasalahan terkait dengan pertanian. Selain itu, dikatakan, dalam menjalankan Tri

Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Pertanian Unwar tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, juga meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing secara global. Salah satunya adalah dengan meningkatkan fasilitas penunjang proses pembelajaran untuk menciptakan lulusan SDM yang berkarakter, profesional, dan ber-

integritas. Terlebih karakter sangat menentukan kualitas lulusan sarjana yang sujana. Tidak kalah penting para lulusan juga dibekali dengan berbagai keterampilan yang mengarah kepada visi Unwar yaitu Ekowisata. Bahkan, semua bahan kajian mata kuliah yang diberikan para dosen kepada mahasiswa isinya telah mengarah pada branding ekowisata. ‘’Inilah yang membedakan lulusan kami dengan lulusan universitas lainnya,’’ ujar Dewa Nyoman Sadguna, Rabu kemarin. Dengan berbagai keterampilan, pemahaman teknologi, dan inovasi yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masyarakat. Apalagi, beberapa alumni Fakultas Pertanian Unwar sudah banyak yang berhasil di Bali maupun di luar Bali. Hal ini dapat terwujud karena mereka mampu melihat perkembangan pasar dan memiliki inovasi, motivasi, dan semangat yang tinggi. Sehingga mampu menciptakan produk-produk unggul yang memiliki nilai ekonomis. (ad753)

Lebih Mudah Sejalan alasan kedua di atas, hasil jajak pendapat Harian Kompas melalui telepon terhadap 542 responden mahasiswa berusia minimal 17 tahun yang tersebar di 34 provinsi, menunjukkan motivasi menjadi PNS berturut-turut 34,7 persen karena kejelasan karier, jaminan pensiun 33,8 persen, karena tugas mulia 15,3 persen dan pekerjaan bergensi 5,2 persen (Kompas, 28 Desember 2019). Sedangkan penelitian yang dilakukan terhadap CPNS hasil pengadaan melalui sistem computer assisted test (CAT) tahun 2016-2019 mengungkapkan lima kelompok alasan kenapa mereka memilih Aparatur Sipil Negara atau ASN (pofesi PNS) sebagai profesi (Jurnal Widya Praja, BPSDM Provinsi Bali, Desember Tahun 2018). Empat alasan pertama yang sejalan dengan temuan Kompas adalah 1) Keinginan untuk mengabdi kepada negara sesuai kompetensi, 2) Adanya jaminan kesejahteraan, 3) Adanya peluang pengembangan karier/profesional, 4) Adanya kebanggaan/prestise menjadi PNS. Yang menarik adalah adanya alasan kelompok 5) Lain-lain alasan: bisa bekerja sambil mengurus anak, jam kerja fleksibel, bisa mengambil pekerjaan sampingan, disuruh orangtua, mencoba-coba, bekerja dekat dengan tempat tinggal, lebih mudah minta izin tidak hadir bila diperlukan, karena tidak bisa berbisnis, bisa sambil mengurus anak dan sebagainya. Apa pun alasannya, sesungguhnya persaingan ketat ini patut disyukuri, karena semakin memberi peluang birokrasi mendapatkan PNS dengan kualitas terbaik. Pemenang persaingan ketat ini yang akan menjadi tulang punggung birokrasi ke depan. Dari mereka, pemerintah dan rakyat Indonesia berharap mewujudkan World Class Bureaucratie yang akan memberikan pelayanan publik terbaik. Alasan-alasan yang diungkapkan baik dalam jajak pendapat Harian Kompas maupun hasil penelitian yang dimuat Widya Praja adalah keyakinan (believe) mereka tentang PNS. Sebagian dari alasan-alasan tersebut cukup idealis berupa believe positif (value) yang sejalan dengan nilai dasar ASN yaitu Akuntabel, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Namun harus diakui alasan dalam kelompok kelima sebagaimana diungkapkan penelitian terakhir adalah believe (negatif) yang belum sejalan atau bahkan bertentangan dengan nilainilai dasar ASN. Dengan gambaran tersebut ada dua hal yang perlu mendapat perhatian sebagai modal pengembangan sumber daya manusia (SDM) birokrasi ke depan: 1) sesungguhnya persaingan ketat dan sistem pengadaan yang baik dan dilaksanakan secara konsisten adalah peluang mendapatkan CPNS yang berkualitas, yang dalam dunia manajemen disebut dengan pegawai potensial, dan 2) seperangkat value dan believe yang belum sesuai nilai dasar ASN adalah investasi yang seharusnya dapat dikelola dan dikembangkan dengan tepat melalui manajemen PNS dan kepemimpinan yang baik. Competitiveness dan Ekosistem Birokrasi Manajemen kepegawaian yang berhasil adalah manajemen berdasarkan sistem merit. Sistem merit adalah sistem manajemen kepegawaian yang menekankan pertimbangan dasar kompetensi bagi calon yang diangkat, ditempatkan, dipromosikan dan dipensiunkan (Kumorotomo, 2010). Sejalan dengan ini, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS telah menetapkan sebuah sistem pengadaan yang kompetitif baik dalam pengadaan CPNS maupun dalam pengisian seluruh jenjang jabatan birokrasi dengan menetapkan berbagai persyaratan kompetensi termasuk persyaratan integritas moral dan proses yang harus dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Sebagai tahap awal, proses dan hasil pelaksanaan pengadaan CPNS dengan sistem CAT sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 cukup positif. Karenanya kualitas pelaksanaannya perlu dipertahankan bahkan semakin disempurnakan sebagaimana dilakukan pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara dengan mengadakan mekanisme sanggahan terhadap hasil seleksi administratif pada pelaksanaan tahun 2019. Proses pengadaan ini tidak saja berpelu-

ang menghasilkan CPNS yang lebih berkualitas, tetapi juga mempunyai tren positif menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Selanjutnya, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS tidak hanya mengatur perihal pengadaan/ pengisian jabatan, tetapi sebuah sistem yang sudah sangat lengkap mencakup 14 kegiatan manajemen PNS yang saling berkelindan, yang dimulai dengan penyusunan dan penetapan kebutuhan, sampai dengan perlindungan terhadap PNS. Namun pengalaman juga menunjukkan tetap saja tidak mudah mengimplementasikan (menerapkan) sebuah sistem (kebijakan nasional) dalam era otonomi daerah dan di NKRI yang sangat plural. Keberhasilannya tergantung kepada integritas keseluruhan sub-subsistem yang ada di dalamnya. Faktanya masih saja ada oknum-oknum di dalam maupun di luar birokrasi yang menyimpangi sistem sebagaimana diatur oleh PP 11 Tahun 2017 (Surya Hanggea Saptari, Bali Post, 19 November 2019). Bahkan di beberapa proses pengadaan CPNS, dan pengisian jabatan, masih terjadi penyimpangan dengan berbagai modus bahkan di antaranya telah menimbulkan implikasi hukum, sebagaimana ditunjukkan kasus tangkap tangan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Taufiqurrahman, dalam kasus suap jual-beli jabatan (Kompas, 27 Oktober 2017) dan beberapa contoh lainnya. Gambaran tersebut menegaskan bahwa sistem yang baik saja tidak cukup untuk mengelola organisasi. Amri Yusuf (2018) mengatakan bahwa kunci perubahan yang utama bukanlah pada perubahan struktur dan sistem, melainkan perubahan budaya dan mindset setiap insan pegawai. Maka bersamaan dengan implementasi manajemen PNS secara konsisten sebagaimana diatur oleh PP Nomor 11 Tahun 2017, membangun sikap profesional melalui pengembangan keseluruhan kompetensi PNS secara berkelanjutan menjadi sangat strategis. Diperlukan proses pembinaan melalui implementasi manajemen PNS yang baik. Selanjutnya, di setiap

kesempatan pemimpin harus menguatkan nilai-nilai (value) yang sudah sejalan dan melakukan transformasi/ penyelarasan believe yang belum sejalan dengan nilai-nilai organisasi termasuk nilai-nilai dasar ASN sebagaimana UU No. 5 Tahun 2014 ke dalam pribadi PNS. Di antaranya dilakukan dengan mengingatkan dan menyadarkan PNS untuk menghargai, menghormati dan konsisten dengan pilihannya menjadi PNS dan mengingatkan akan risiko administrasi bahkan risiko pidana akibat pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memanage organisasi adalah tugas terpenting pimpinan. Untuk ini diperlukan peran pemimpin transformatif dan tidak kalah penting adalah peran keteladanan pemimpin. Dibutuhkan pemimpin yang siap dan mampu menjadi contoh, bukan sebaliknya, pemimpin yang sibuk menyalahkan bawahan sambil menunjuk contoh-contoh nun jauh di luar sana. Pada akhirnya dalam meningkatkan kompetensi (soft dan hard skill) pegawai adalah pelaksanaan kewajiban pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui lembaga-lembaga berwenang untuk memenuhi 20 jam pelatihan per tahun hak mengembangkan kompetensi setiap PNS. Dalam dunia yang berubah sangat cepat dipicu kemajuan IT yang disruptif, maka pengembangan kompetensi (bahkan membangun kompetensi baru) menjadi kebutuhan mutlak. Kita sudah mulai menyemai benih baru melalui proses pengadaan yang baik. Tugas berikutnya adalah menciptakan sebuah ekosistem yang memungkinkan benih tersebut tumbuh, berkembang dan berbunga sampai pada waktunya menghasilkan buah yang siap dipanen. Dengan talenta-talenta terbaik dan ekosistem yang baik, kita berharap world classs bureaucrati yang memberikan pelayanan publik prima bukan sesuatu yang mustahil. Penulis, widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali

SETELAH sukses meraih predikat sebagai kabupaten verifikasi Program Keluarga Harapan (PKH) terbaik seBali, Kabupaten Jembrana dilirik kabupaten lainnya sebagai sasaran studi banding. Beberapa waktu lalu, rombongan Dinas Sosial Kabupaten Malang diterima Kabid Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dayalinjamsos) Kabupaten Jembrana I Nengah Suparta di ruang rapat Dinas PPPA PPKB Jembrana. Kegiatan juga sebagai tukar-menukar informasi terkait pengolahan data serta berbagai permasalahan di lapangan terkait program PKH. ‘’Kami ingin belajar dari Jembrana yang sudah diakui pemerintah pusat karena verifikasi datanya terbaik. Kami apresiasi capaian Jembrana, karena perlu koordinasi intens antara koordinator PKH, petugas lapangan hingga administrator pangkalan data. Ilmu terkait pendataan nanti akan diterapkan untuk meningkatkan kinerja PKH di Kabupaten Malang,’’ ucap Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Malang Sri Wahjoeni A, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Kabid Dayalinjamsos Dinas Sosial Kabupaten Jembrana I Nengah Suparta mengatakan, di Jembrana sendiri pendamping PKH disiapkan dua orang di masing-masing desa/kelurahan. Mereka melakukan pemutakhiran data dan meng-input-nya ke sistem. Sedangkan verifikasi peserta keluarga penerima manfaat

PKH dilakukan sejak awal September 2019 langsung door to door secara online dan offline dan di-upload melalui e-PKH SIK-NG Kemensos RI. Ia juga mengatakan program PKH sangat membantu kehidupan masyarakat kurang mampu di Jembrana, meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat. ‘’Kucuran dana yang dapat dibelanjakan langsung untuk keperluan yang sesuai peruntukannya, jadi sangat membantu warga kami,’’ sebutnya. Terkait dengan pedamping PKH, pihaknya juga senantiasa mendukung demi kelancaran tugas-tugas di lapangan. Dijelaskannya, Pemkab Jembrana sudah memberikan dukungan berupa BBM dan biaya untuk operasional pendamping. ‘’Sarana dan ruang kerja serta akses internet di luar paket dari pusat juga kita siapkan, agar mer-

eka maksimal memberikan pendampingan,’’ terang Nengah Suparta. Saat ini di Jembrana telah dilaksanakan empat kali verifikasi data penerima bantuan PKH selama kurun waktu tahun 2019. Pada tahap I tercatat 6.363 penerima, tahap II sebanyak 6.329 penerima, tahap III tercatat 6.383 penerima dan terakhir verifikasi tahap IV tercatat 7.341 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Keseluruhan tahapan verifikasi didukung 25 orang tenaga pendamping, terdiri dari 1 koordinator, 1 supervisor, 2 administrator pangkalan data serta 21 pendamping sosial PKH dengan persentase verifikasi data NIK lengkap sebesar 99,8%. Sementara total bantuan selama tahun 2019 sebesar Rp22.530.550.000. (ad770)

BELAJAR KE JEMBRANA - Dinas Sosial Kabupaten Jembrana menerima kunjungan studi banding dari daerah lain berkaitan dengan keberhasilan verifikasi PKH.

Pura Puseh ‘’Maknanya untuk memberikan amerta kepada air yang selama ini sudah memberikan kehidupan bagi makhluk hidup,’’ jelas Arya. Untuk pamelastian hari pertama, Ida Batara katuran masandekan lan marerepan di Pura Puseh Tabanan. Pada hari kedua, Kamis (30/1) ini, sekitar pukul 05.00 Wita akan melanjutkan perjalanan dari Pura Puseh Tabanan melintas ke Jalan Melati. Hingga sampai di utara GOR Debes akan menuju ke timur dan tiba di wilayah Banjar Demung, Desa/Kecamatan Kediri. Di jalur ini kembali

melewati Sungai Yeh Panahan, kemudian naik singgah lagi ke Pura Puseh Demung. Perjalanan kembali dilanjutkan melintasi Desa Nyitdah, di perempatan Nyitdah menuju selatan dan tiba di Ulun Desa Beraban. Dari sana akan menuju Tanah Lot, namun akan simpang di Pura Dangin Bingin. Setelah itu baru menuju ke Tanah Lot. Di Tanah Lot upacara akan diawali dengan Tawur Labuh Gentuh, dilanjutkan dengan Padudusan Agung hingga Mapekelem. Setelah itu, barulah munggah (naik) ke Pura Luhur Tanah Lot

dengan melantaran kerbau. ‘’Karena prosesnya cukup lama, sampai kembali di kota Tabanan kira-kira sudah malam sehingga Beliau marerepan di Pura Puseh Tabanan,’’ ucapnya. Pada hari ketiga, Jumat (31/1), dilanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Batukau, sebelum tiba di sana akan simpang di Pura Puseh Penatahan, baru menuju Desa Tengkudak. Di sana, Beliau akan simpang dan marerepan di Pura Puseh Tengkudak. Pada hari keempat, Sabtu (1/2), baru dilanjutkan ke Pura Luhur Batukau. (kmb28)

Kamis, 30 Januari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini

10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Klip Bali Bali TV Shop Punggung Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Ary Suta Centre (2) Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Nuansa Property Talk Show Merah Putih Mencegah Kasus Bunuh Diri Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel


KAMIS kliwon, 30 JANUARI 2020

Sifat Virus Corona Sulit Diprediksi

VIRUS Corona yang saat ini merebak di Wuhan, Tiongkok, masuk dalam famili Corona. Virus dengan famili yang sama adalah SARS-CoV dan MERS-CoV. Virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok ini dinamakan 2019 Novel Corona atau 2019 N-CoV, karena termasuk virus baru. Sifat virus ini belum bisa diprediksi, sehingga memerlukan kewaspadaan dan penanganan yang ekstra hati-hati. ‘’Baik struktur dan sifatnya belum bisa diprediksi, sehingga belum tahu bagaimana cara yang pasti memperlakukan virus ini,’’ ujar Kepala Instalasi Laboratorium Terpadu RSUP Sanglah Dr. dr. Ida Sri Iswari, Sp.MK., M.Kes., Rabu (29/1) kemarin. Famili Corona terdiri atas empat genus yaitu Alfacorona, Betacorona, Gamacorona dan Deltacorona. 2019 N-CoV ini masuk dalam Betacorona bersama SARS-CoV dan MERS-CoV. Ketiga virus ini sama-sama menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan pandemik di dunia. ‘’Awalnya virus ini muncul di tahun 2002. Kemudian menyebabkan pandemik di seluruh negara. Kemunculan SARS-CoV di tahun 2007 dan MERS-CoV di tahun 2015 dan kemudian yang terbaru adalah 2019 N-CoV,’’ ujar Ida Sri. Karena masih baru, karakteristik 2019 NCoV belum diketahui secara pasti. Para ahli sedang mempelajarinya untuk bisa menentukan cara pengobatan yang tepat dan tentunya membuat antivirus serta vaksinnya. ‘’Sebab, antivirus yang ada saat ini tidak efektif pada 2019 N-CoV ini. Karena baru, vaksinnya juga belum ada,’’ ujar Ida Sri. Penanganan sementara untuk 2019 N-CoV adalah mengobati gejala yang timbul. Karena yang diserang adalah saluran napas, maka yang diobati adalah infeksi saluran napasnya dan gejala lain yang timbul. Menurut Ida Sri, secara umum gejala infeksi 2019 N-CoV sama dengan SARS-CoV dan MERS-CoV. Selain mortalitasnya cukup tinggi, Corona-virus ini berbahaya karena sudah bisa menular dari manusia ke manusia melalui droplet atau air liur penderita, sehingga penyebarannya cepat. Hanya, tingkat mortalitas atau penye-

bab kematiannya berbeda. Tingkat mortalitas 2019 N-CoV pun belum bisa diprediksi. Jika SARS-CoV tingkat penyebab kematiannya 10 persen, MERS-CoV sebesar 30 persen maka 2019 N-CoV masih diprediksi sekitar dua persen. Ida Sri melanjutkan, virus pada umumnya sangat menyukai tempat yang lembab dan dingin, sehingga kemunculannya biasanya pada musim dingin atau musim hujan. Namun virus biasanya akan mati jika berada di suhu lebih tinggi dari 50 derajat Celsius. Karena itu untuk mencegah virus berkembang biak, masyarakat perlu menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan yang baik. ‘’Ruangan jika terpapar sinar matahari dan tidak lembab sudah efektif untuk membunuh virus. Apalagi jika rutin dibersihkan dengan menggunakan disinfektan. Intinya adalah menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik,’’ jelasnya. (san)

Bulan Bahasa Bali Berlangsung Sebulan

Festival Nyurat Lontar Diikuti 2.020 Peserta MEMASUKI tahun kedua, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali akan berlangsung sebulan penuh, mulai 1-27 Februari 2020. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengasumsikan partisipan yang terlibat mencapai 5.000 peserta. Terdiri atas unsur masyarakat adat, bendesa adat, mahasiswa, pelajar PAUD hingga SMA/ SMK, dengan garda depan 619 penyuluh bahasa Bali. Saat pembukaan, Sabtu (1/2) nanti, akan diiringi pula dengan festival nyurat lontar yang diikuti 2.020 peserta. ‘’Dari segi komponen yang kita sasar jauh lebih luas. Kemudian isian acaranya meliputi 14 pagelaran. Di dalamnya ada teater modern tapi berbahasa Bali, terus cerita atau lakon yang dipertunjukkan juga berangkat dari khazanah susastra Bali,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana saat meninjau persiapan H-3 pembukaan Bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (29/1) kemarin. Selain pagelaran, lanjut Kun, ada lima sarasehan dan diskusi yang mengelaborasi tema ‘’Atma Kertih’’. Kemudian 17 lomba bahasa, aksara, dan sastra Bali menggunakan media baru seperti lomba vlog berbahasa Bali, lomba kartun online, menulis dengan piranti komputer. Ini merupakan terobosan bahwa bahasa Bali tidak hanya hidup di wilayah tradisi, tetapi juga menjadi gaya hidup di ruang-ruang yang sudah modern dan maju serta kontemporer sekalipun. ‘’Artinya, penguatan dan pengembangan bahasa Bali itu tidak melulu tentang halhal yang bersifat pelestarian tetapi juga pengembangan ke ranah-ranah media baru,’’ jelasnya. Kun menambahkan, Bulan Bahasa Bali tahun ini juga tetap diisi dengan penyerahan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama. Penghargaan tersebut adalah bukti kehadiran pemerintah dalam upaya melindungi dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Tak ketinggalan akan ada 15 peserta pameran industri kreatif yang berbasis pengembangan dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali. ‘’Termasuk Bali Wiki yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO,’’ imbuhnya. Menurut Kun, stan pam-

eran juga diisi dengan workshop, praktik yoga, pengobatan tradisional usadha Bali, dan praktik ramal bagi yang ingin mengetahui masa depan hidupnya. Terkait usadha Bali, akan ada banyak produk jamu yang ditampilkan. ‘’Secara substansi, penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali dikaitkan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh 21 Februari. Kita juga acu sebagai fundamental aktivitas kebudayaan di Bali sepanjang satu tahun,’’ paparnya. (rin) ‘’Artinya, penguatan dan pengembangan bahasa Bali itu tidak melulu tentang halhal yang bersifat pelestarian tapi juga pengembangan ke ranah-ranah media baru.’’ Made ‘’Kun’’ Adnyana

WHDI - Pengurus WHDI bertemu Menteri P3A Bintang Puspayoga.

Bali Post/ist

Audiensi dengan Menteri Bintang Puspayoga

WHDI Berkomitmen Dukung Program Kerja Kementerian P3A Jakarta (Bali Post) – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bintang Puspayoga, Rabu (29/1) kemarin. Dalam kegiatan itu, Ketua WHDI Ir. Rataya B. Kentjanawathi Suwisma menyampaikan rasa bangga karena perempuan Hindu dipercaya menjadi menteri. Terlebih, saat ini Bintang Puspayoga juga masih menjabat sebagai Ketua WHDI Bali. ‘’Kami merasa banggalah dan mengucapkan selamat atas penunjukan beliau sebagai menteri. Ini merupakan hal yang luar biasa dan memberikan mo-

tivasi bagi perempuan Bali bahwa kita bisa,’’ ujarnya. Ia pun menyatakan WHDI sebagai organisasi perempuan berkomitmen mendukung program kerja Kementerian P3A. Terlebih, program yang dicanangkan juga sangat penting bagi keberlangsungan generasi muda dan perempuan. Dalam kesempatan itu, kata Rataya, WHDI juga meminta Bintang Puspayoga memberikan motivasi dalam perayaan HUT ke32 WHDI yang jatuh pada 22 Februari 2020. ‘’Karena pada 23 Februari, PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia - red) berulang tahun dan juga mendekati perayaan Nyepi, diputuskan perayaan akan disat-

ukan pada 23 Februari. Beliau sudah setuju untuk hadir sebagai narasumber,’’ paparnya. Rencananya dalam kegiatan itu diisi sosialisasi terkait program Kementerian P3A dan perkembangan isu-isu perempuan dan anak. Diharapkan melalui seminar ini, tidak hanya para perempuan yang paham tentang perkembangan isu, para pria yang nantinya hadir juga memahaminya. ‘’Saat ini kan banyak kasus KDRT, pernikahan dini, dan isu-isu yang menyangkut generasi muda. Jadi di seminar nanti, para pria juga bisa tahu perkembangannya,’’ sebut Rataya yang sudah tiga periode menjabat Ketua WHDI ini. (iah)

Diharapkan Berimbas ke Bali Timur

PENGEMBANGAN tujuh jalur kereta ringan di Bali diharapkan memberikan kontribusi bagi wilayah Bali Timur, Karangasem. Dari presentasi yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, terkait pengembangan jalur kereta, Kabupaten Karangasem sama sekali tidak masuk dalam perencanaan. Wakil rakyat asal Karangasem Ni Putu Yuli Artini, S.E. saat rapat koordinasi lalu sempat mempertanyakan hal tersebut. Tujuh jalur kereta yang akan dibangun di Bali ini, terakhir hanya sampai pada wilayah Gunaksa, Klungkung. Jalur transportasi kereta ini tidak ada melintas ke wilayah Karangasem. Dalam mempermudah pelayanan transportasi ini, diharapkan Karangasem juga dimasukkan

menjadi pertimbangan pengembangan kereta. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Ir. I Gde Samsi Gunarta, M.Appl.Sc. menjelaskan, Kabupaten Karangasem telah masuk dalam pertimbangan pengembangan. Diakuinya, meski pengembangan jalur kereta ringan tidak masuk wilayah Kabupaten Karangasem, namun untuk Karangasem sudah dirancang untuk aktivitasnya di Gunaksa yang akan dibangun Pusat Seni dan Budaya Bali. Selain itu, titik jalur Gunaksa nanti juga akan menghubungkan Kubutambahan. ‘’Dengan aktivitas itu, nantinya akan menarik aktvitas kecil yang ada di sekitar wilayah tersebut termasuk wilayah Karangasem,’’ katanya. (dar)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 30 Januari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu