Skip to main content

Edisi Senin 30 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 45 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Pon, 30 September 2019 Polisi Obok-obok Kafe

Lupa Matikan Dupa, Rumah Terbakar

Jumat (27/9) malam Satres Narkoba Polres Tabanan men-‘’sweeping’’ sejumlah kafe. Para pelayan (waitress) maupun pengunjung kafe diperiksa satu per satu. TABANAN | HAL. 7

Rumah milik I Kadek Rawan ludes terbakar, Sabtu (28/9) lalu. Ditengarai, kebakaran karena korban lupa mematikan dupa usai persembahyangan. KARANGASEM | HAL. 11

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Bupati Ancam Berhentikan Petugas di Kertagosa Objek wisata Kertagosa ramai dikunjungi wisatawan. Tetapi, retribusi minim. Bupati Suwirta mengancam memberhentikan beberapa petugas. KLUNGKUNG | HAL. 12

BERSINERGI MENGAWAL BALI ERA BARU

Bali Post/edi

Serahkan Koran - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Pimpinan KMB Satria Naradha menyerahkan tabungan dan bingkisan Koperasi Krama Bali (KKB) kepada pedagang di Pasar Buleleng dan Pasar Anyar, Singaraja, Minggu (29/9) kemarin. Kepada warga dan pedagang juga dibagikan koran KMB terbitan edisi khusus.

Sikap Jokowi Ditunggu Jakarta (Bali Post) – Sikap final Presiden Jokowi mengenai penerbitan peraturan pemerintah penggangti undang-undang (perppu) terkait UU KPK sedang ditunggu sejumlah partai politik pendukung pemerintah. Presiden Jokowi diharapkan mempertimbangkan banyak aspek dengan tidak hanya mendengarkan salah satu pihak saja. Apa pun keputusannya, parpol akan menentukan sikap baik mendukung maupun menolak terbitnya perppu. ‘’Kami saat ini menunggu keputusan apa yang akan diambil Presiden. Kalau Fraksi NasDem, mengusung Presiden sampai 2024, kami pasti mendukung keputusan Presiden,’’ kata Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Jhonny G. Plate di kompleks MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Minggu (29/9) kemarin. Ia menjelaskan, revisi UU KPK sudah disahkan menjadi UU oleh DPR-RI. Kalau Presiden ingin mengeluarkan Perppu KPK, revisi UU KPK harus diundangkan dahulu. Setelah itu, baru bisa dilakukan perubahan. Menurutnya, perubahan UU yang telah diundangkan itu bisa dilakukan melalui tiga cara, yaitu legislative review, judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK), dan perppu. ‘’Opsi ketiga (perppu) merupakan domain Presiden dan beliau juga sudah mendengar pendapat masyarakat, mempertimbangkannya. Nah, pertimbangan itu bukan cuman perppu atau tidak perppu, tetapi melalui jalur mana pendapat masyarakat itu disalurkan,’’ ujarnya. Menurutnya, kalau opsi perppu yang diambil, ada syaratnya yaitu harus dibawa ke DPR, dan kemungkinannya diterima atau ditolak. ‘’Berikan kesempatan kepada Presiden untuk mempertimbangkan dengan matang, untuk kepentingan negara, kepentingan bangsa, bukan kepentingan satu atau dua kelompok. Ada kelompok yang protes, ada kelompok yang mendukung, itu rakyat semuanya,’’ ujarnya. Sementara itu, parpol pendukung Jokowi lainnya yakni PPP juga masih menunggu. ‘’PPP belum bersikap karena Presiden belum menyampaikan sikapnya, kami serahkan kepada beliau apakah mau menerbitkan perppu atau tidak,’’ kata Wakil Sekjen DPP PPP Ahmad Baidowi di kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu kemarin. Hal. 15 Genting dan Memaksa

Bali Post/ant

DUKUNG JOKOWI - Simpatisan Presiden Joko Widodo menunjukkan poster saat mengikuti aksi ‘‘Kami Bersama Jokowi’’ di halaman Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/9) kemarin. Sikap Presiden Jokowi terkait penerbitan perppu atas pengesahan UU KPK hasil revisi ditunggu.

NPL BPR di Bali Bagai pepatah ‘’sudah jatuh tertimpa tangga’’ akan dirasakan bank perkreditan rakyat (BPR) ketika tidak siap menghadapi gugatan hukum dari debitur karena kredit bermasalah (NPL). Bagaimana gambaran NPL BPR di Bali? www.bisnisbali.com

Singaraja (Bali Post) – Kontribusi dan dukungan terhadap gerakan menuju Bali Era Baru haruslah terus dibangun. Dalam hal ini media hendaknya menjadi jembatan komunikasi dan fasilitator bergeraknya semua elemen menjadi agen menuju penguatan komitmen menjaga Bali. Dan Buleleng juga pasti bergerak totalitas mengawal Bali Era Baru dari berbagai sektor, baik pertanian, infrastruktur, termasuk penguatan ekonomi kerakyatan. Buleleng juga konsisten merawat dan mewariskan peradabannya. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menerima pe-

nyerahan koran terbitan Kelompok Media Bali Post (KMB) di Rumah Jabatan Bupati di Kota Singaraja, Minggu (29/9) kemarin. Koran diserahkan langsung Pimpinan KMB Satria Naradha dan selanjutnya bersama dengan Bupati PAS membagikan koran kepada warga dan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Singaraja. Selain membagikan koran terbitan edisi khusus, acara juga diisi dengan penyerahan tabungan dan bingkisan Koperasi Krama Bali (KKB) kepada pedagang di Pasar Buleleng dan Pasar Anyar, Singaraja. Saat penyerahan dan mem-

bagikan koran itu, Satria Naradha mengantar koran dengan mengendarai sepeda motor, lengkap berisi tas di belakang jok motornya. Tak heran, cara mengantar koran ini sama seperti loper koran sebenarnya. Satria Naradha mengatakan, pembagian koran edisi khusus KMB ini untuk meningkatkan minat membaca segala sumber bacaan termasuk koran. Selain itu, melalui terbitan edisi khusus ini sebagai komitmen KMB dalam turut mendukung dan menyosialisasikan visimisi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’.

’’Saya mendukung program Gubernur Bali karena memberi manfaat untuk keseimbangan alam Bali keseluruhan. Ini akan kita edukasi terus agar dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas.’’ Putu Agus Suradnyana Bupati Buleleng

Saat menyerahkan koran KMB kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), Satria Naradha melakukan wawancara dengan Bupati yang direkam Bali TV. Dalam sesi wawancara itu, pihaknya menanyakan terkait kebijakan strategis pembangunan Buleleng di era kepemimpinan Bupati PAS dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. periode kedua. ‘’Hari ini kami antarkan koran untuk menambah minat baca. Kami tetap mengawal visi-misi Gubernur hingga penjabaran di kabupaten melalui kebijakan strategis yang dilakukan termasuk oleh Pak Bupati yang tadi kami wawancarai,’’ katanya. Sementara itu, Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Buleleng Ketut Suwarmawan mengatakan, membangkitkan minat baca di masyarakat oleh perusahaan media sendiri sangat diperlukan. Hal. 15 Menyambut Baik

Vanuatu Dituding Dukung Separatis Papua Jakarta (Bali Post) –

Pemerintah Indonesia menuding motif Vanuatu mengangkat isu Papua ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bukan dilatari kepedulian terhadap hak asasi manusia, melainkan kepentingan negara itu mendukung gerakan separatis di Indonesia. Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai Tabimasmas dalam pidatonya di hadapan 193 negara anggota PBB, Jumat (27/9), menyampaikan pelanggaran HAM terjadi di Papua. Tabimasmas juga menuntut pemerintah Indonesia untuk mendengar keinginan masyarakat Papua, termasuk keinginan mereka menentukan nasib sendiri.

Bali Post/ant

HAK JAWAB - Diplomat Kementerian Luar Negeri Indonesia Rayyanul Sangaji dalam sesi hak pertama menjawab (1st Right of Reply) pada sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (28/9) waktu setempat. Rayyanul memperkenalkan dirinya merupakan orang asli Papua dan keturunan ras Melanesia. Ia mengatakan dukungan Vanuatu merupakan dukungan terhadap separatis di Papua.

‘’Vanuatu ingin menunjukkan kesan ke dunia bahwa mereka mendukung isu HAM, tetapi motif yang sebenarnya, negara itu mendukung agenda separatis (di Provinsi Papua Barat),’’ ujar Diplomat Kementerian Luar Negeri Indonesia Rayyanul Sangaji dalam sesi hak pertama menjawab (1st Right of Reply) pada Sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (28/9) waktu setempat. Dalam sesi debat umum itu, Rayyanul memperkenalkan dirinya merupakan orang asli Papua dan keturunan ras Melanesia. Ia mengatakan dukungan Vanuatu

terhadap agenda separatis di Papua hanya membuat konflik di sana kian memanas. Akibatnya, banyak warga sipil jatuh jadi korban dan sejumlah infrastruktur pun rusak akibat konflik di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dalam kesempatan menjawab klaim Vanuatu terhadap Papua, Rayyanul turut meminta agar negara di Pasifik itu kembali membaca fakta dan catatan sejarah sebelum mendukung aksi separatis di provinsi paling timur Indonesia. Hal. 15 Keseluruhan Fakta

Dr. I Ketut Mardjana Dianugerahi ’’Lestari Entrepreneur of The Year 2019’’ PUTRA terbaik Kabupaten Bangli yang telah dikenal luas kiprahnya baik di level nasional maupun internasional, Dr. I Ketut Mardjana, kembali meraih penghargaan prestisius. Sebelumnya berbagai penghargaan telah dianugerahkan oleh berbagai lembaga bonafide di level nasional dan internasional seperti Asian Development Best Executive Awards, ASEAN Social and Economic Corporate Golden Awards, People of The Year 2011 sebagai inspiring CEO serta CEO BUMN terbaik hingga CEO inspiratif. Putra Kkabupaten Bangli kelahiran Batur, Kintamani ini kembali mendapatkan penghargaan. Ketut Mardjana diberikan anugerah sebagai Lestari Entrepeneur of The Year 2019 oleh Redaksi Money&I Magazine, majalah bisnis yang diterbitkan oleh bank perkreditan rakyat terbesar di Bali yaitu BPR Lestari. Penyerahan penghargaan diberikan pada acara The 6th Annual Unbranding Entrepeneur Festival 2019, Sabtu (28/9). Ketua Panitia The 6th Annual Unbranding Entrepeneur Festival 2019, Arif Rahman,

mengatakan pihaknya setiap tahun menganugerahkan award kepada pengusahapengusaha lokal untuk lima kategori. Adapun bobot penilaian yang diberikan adalah 40 persen brand awarness atau seberapa jauh brand dikenal oleh masyarakat, 40 persen kearifan lokal dan 30 persen strategi lokasi. Dalam penentuan pemenang ini ada delapan orang juri dari berbagai kalangan mulai dari jurnalis sampai pelaku usaha. Sementara untuk Lestari Entrepreneur of The Year 2019 selain penilaian tersebut dipilih pengusaha yang sudah malang-melintang, memiliki aset besar dan memiliki banyak karyawan. Mengenai Lestari Entrepeneur of The Year 2019 yang ia terima, Ketut Mardjana menjadikan penghargaan ini untuk terus berinovasi. Dalam kesempatan itu pula ia memberikan masukan bagi generasi muda yang hendak menjadi wirausahawan. ‘’Kunci sukses adalah jadilah pemimpin yang terus berinovasi. Berpikirlah out of the box,’’ ujarnya. Ketut Mardjana sendiri sebelumnya berkiprah lama

di dunia bisnis di level nasional, baik di swasta maupun BUMN. Kariernya merangkak dari bawah setelah menamatkan pendidikannya di Institut Ilmu Keuangan yang sekarang menjadi Sekolah Tinggi Akuntansi Nasional (STAN) hingga meraih posisi di Departemen Keuangan dan Kementerian BUMN. Kemudian pindah ke PT CMNP, pengelola jalan tol, yang mampu meningkatkan kinerja keuangan dari utang Rp 1,3 triliun hingga lunas dalam tiga tahun dan memiliki jalan tol baru di Surabaya. Kemudian pada tahun 2007 setelah mengundurkan diri dari PT CMNP, dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia. Di sini juga Ketut Mardjana berhasil memperbaiki PT Pos Indonesia yang mati suri hingga berkembang dan menguntungkan. Hal. 15 Sang Transformer PENGHARGAAN Dr. I Ketut Mardjana (tengah) saat menerima penghargaan Lestari Entrepreneur of The Year 2019, Sabtu (28/9).


Senin Pon, 30 September 2019

Peringati HUT Ke-2

Hipakad Bali Gelar Bakti Sosial

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya yang kedua, Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Bali mengisinya dengan berbagai macam kegiatan sosial. Kegiatan sosial tersebut, di antaranya pembagian sembako yang diberikan kepada ibu-ibu warakawuri dan pembagian kacamata bagi penderita glukoma. Acara bakti sosial ini juga dirangkaian dengan perayaan puncak peringatan HUT ke-2 Hipakad Bali di Gedung Keuangan, Renon, Minggu (29/9) kemarin. Ketua DPD Hipakad Bali John Korassa mengatakan, selain kegiatan bakti sosial berupa pemberian sembako dan kacamata, pihaknya sebelumnya telah menggelar kegiatan donor darah, tabur bunga ke Taman Makan Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan hingga seminar mengenai kebangsaan. Ke depan Hipakad Bali diharapkan mampu bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah, militer dan masyarakat dalam hal melaksanakan kegiatan bakti sosial yang berguna bagi masyarakat. John Korassa juga mendorong anggota Hipakad yang sudah sukses berwirausaha untuk membuka lapangan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan anggota. “Kami juga berencana untuk membuat koperasi yang nantinya membantu menyalurkan produk usaha anggota sehingga bisa mensejahterakan anggota ke depan,” ujarnya. Di usianya yang menginjak dua tahun, kata John Korassa, Hipakad Bali sudah memiliki lima DPC. Kelima DPC itu masing-masing di Kabupaten Gianyar, Badung, Buleleng, Jembrana dan Kota Denpasar dengan total 1.000 anggota lebih. Sementara itu, Pangdam IX/Udayana yang diwakili Aster Kasdam IX/ Udayana Kolonel Inf. Jemz A. Ratu Edo berharap Hipakad Bali sebagai salah satu organisasi masyarakat tetap eksis dalam menjunjung tinggi nasionalisme dan wawasan kebangsaan. Hipakad Bali juga diharapkan tetap disiplin dan mampu menyumbang pikiran positif bagi kemajuan bangsa dan negara. “Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana meningkatkan tali silahturahmi, semangat kekeluargaan dan meningkatkan persatuan dalam menjaga NKRI sebagai harga mati dan tidak bisa ditawar lagi,” ujar Ratu Edo saat membacakan sambutan dari Pangdam IX/Udayana. (kmb24)

Bali Post/rah

KERIPIK - Dirut Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma (paling kiri) mengunjungi UKM Gapura yang memproduksi olahan keripik buah dan sayur.

Belajar Usaha Pembuatan Keripik di Kota Batu

BPD Bali akan Dukung Petani Bali DALAM upaya mewujudkan implementasi Pergub tentang Pemanfaatan Hasil Pertanian Bali, petinggi Bank BPD Bali dipimpin Direktur Utama (Dirut) I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. mengunjungi sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (28/9). Dirut Sudharma mengaku tertarik dengan UMKM keripik olahan buah dan sayur karena bisa diterapkan di Bali. Untuk itu, Bank BPD Bali akan mendukung petani Bali dan mengarahkan produksi keripik salak dan nangka.

Bali Post/kmb24

HIPAKAD - Suasana peringatan HUT ke-2 Hipakad Bali, Minggu (29/9) kemarin.

Biayai Pengobatan Ibu

Abdul Malik Nekat Jadi Kurir Narkoba

Denpasar (Bali Post) Abdul Malik Kondola (27) mengaku nekat menjadi juru tempel atau kurir narkoba demi untuk membiayai pengobatan ibunya yang sedang sakit. JPU Ni Made Suasti Ariani mengatakan, awalnya terdakwa ditangkap Ditresnarkoba Polda Bali 13 Juli 2019 di kamar Jalan Ceningan Sari IV, Gang Melati, Denpasar Selatan. Saat itu petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 29 butir tablet ekstasi dan sabu-sabu sebanyak 1,38 gram neto. Jaksa menyatakan terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram. Jaksa Suati di depan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarasa menjelaskan, ditangkapnya terdakwa oleh petugas Ditresnarkoba Polda Bali atas laporan dari masyarakat bahwa di Banjar Lantang Bejuh sering terjadi transaksi jual beli narkotika. Polisi pun melakukan lidik dan melakukan penangkapan. Dari pengakuan terdakwa, narkotika yang ditemukan di kamarnya itu adalah milik seseorang bernama Kabai (DPO). Pada 11 Juli 2019, terdakwa dihubungi oleh Kabai untuk mengambil tempelan tiga paket sabu-sabu dan enam paket esktasi di Jalan Pulau Moyo Denpasar. Setelah mengambil tempelan narkotika itu, terdakwa kembali ditugaskan untuk menempel satu paket ekstasi berisi 11 butir di Jalan Gurita, Sesetan dan keesokan harinya kembali menempel satu paket berisi 10 butir ekstasi di tempat yang sama. Atas pekerjaannya itu, terdakwa dijanjikan upah Rp 50 ribu untuk satu butir ekstasi dan Rp 100 ribu untuk satu paket sabu-sabu per titik tempel. (kmb37)

Topik : BANYAK KK MISKIN TAK DAPAT BANTUAN

Sebelum mengunjungi UKM, Sudharma bersama Dewan Komisaris dan Direksi sembahyang bersama di Pura Luhur Giri Arjuna, Kota Batu, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, Dirut asal Ungasan, Kuta Selatan ini menyerahkan punia Rp 20 juta kepada pemangku pura tersebut, disaksikan Dewan Komisaris. ‘’Berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana yang kita bangun, kalau diimplementasikan dalam misi Bank BPD Bali yaitu kepedulian sosial terutama tempat-tempat suci. Kita melihat juga Pura Luhur Giri Arjuna banyak dikunjungi pamedak dari Bali. Punia yang kita serahkan

bisa digunakan membuat sarana pendukung, misalnya tempat istirahat atau lainnya, sehingga bisa bermanfaat,’’ ujarnya. Selanjutnya, rombongan Bank BPD Bali mengunjungi sejumlah UKM, di antaranya UMKM Gapura yang memproduksi olahan keripik sayur dan buah yaitu apel, salak dan nangka, serta Kelompok Tani Agronusa Mushroom. ‘’Setelah kita lihat di Malang, cara produksinya (keripik - red) mudah, mesin yang digunakannya pun tidak begitu rumit. Kalau kita lihat di Bali, produk unggulannya kan bisa salak, mangga, pisang

dan nangka,’’ ujar Sudharma. Terkait dukungan yang akan diberikan kepada petani Bali sehingga bisa memproduksi keripik khas Pulau Dewata ini, kata Sudharma, pihaknya mempunyai dana kemitraan, mungkin untuk mengawali bisa datangkan UMKM dari Kota Batu sebagai mitra. ‘’Kalau di Bali kan ada BUMDes yang bisa kita ajak kerja sama sehingga nantinya bisa diproduksi oleh-oleh khas Bali. Kalau di Kota Batu, salaknya didatangkan dari Bali. Yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah atau perusahaan daerah yang bisa menggerakkan UMKM ini. Perusda sebenarnya bisa menggarap hal ini,’’ tegasnya. Ia berencana mengembangkan UMKM seperti ini di Bali. Salah satu wilayah yang akan disasar yaitu petani salak dan nangka di Karangasem. ‘’Cuma kan kita cari dulu yang cocok, apakah BUMDes atau sesuai perda kemarin badan usaha milik desa adat yang bisa diajak

kerja sama? Sehingga produksinya bisa terus berlangsung,’’ katanya. Tak kalah penting, tidak hanya produksi saja, perlu marketing. Kalau dilihat UMKM di Kota Batu, kemasan produknya menarik dan marketing-nya menyasar toko oleh-oleh. Sehingga kontinuitas usaha ini dipertahankan dan ditingkatkan. Menurut Sudharma, kalau dana kemitraan tidak sampai pembelian mesin Rp 200 juta. Namun pihaknya hanya bisa dalam bentuk pendidikan UMKM. Ia berharap kepada masyarakat agar kepercayaan yang diberikan tidak disalahgunakan. ‘’Bantuan bank kadang disalahgunakan,’’ ujarnya. (rah) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Hadiri ”Entrepreneur Festival 2019’’

Rai Mantra Berharap Jadi Ajang Peningkatan Ekosistem Wirausaha bagi Masyarakat SERANGKAIAN 6th Annual Entrepreneur Festival 2019, digelar penyerahan penghargaan di berbagai kategori terhadap sejumlah tokoh pengusaha. Malam penganugerahan acara ini dilaksanakan di Bhumiku Convention Centre, Sabtu (28/9) malam. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra bersama Kadisperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari dan juga Camat Denpasar Barat AAN Ngurah Made Wijaya. Wali Kota Rai Mantra malam itu didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Sementara Ny. I.A. Selly Mantra juga didaulat memberikan pesan dan kesan saat pernah menjadi juri pada acara edisi sebelumnya. Rai Mantra sangat mengapresiasi pelaksanaan Entrepreneur Festival yang sejak tahun 2014 konsisten digelar. ‘’Acara-acara semacam ini tentu saja bermanfaat sebagai pencerahan bagi pengusaha dan pelaku dunia usaha untuk semakin mengenal potensi diri sebagai entrepreneur di tengah terjadinya siklus perubahan memasuki era digital entrepreneur yang mengubah tatanan baik yang terjadi di dunia

bisnis hingga berpengaruh ke bidang pemerintahan. Sejalan dengan program Pemerintah Kota Denpasar untuk terus mendorong masyarakat kreatif berwirausaha, maka harus tercipta ekosistem sehat yang tentu saja harus didukung oleh seluruh pihak dan stakeholder yang ada,’’ ujarnya. Rai Mantra juga mengajak para generasi muda untuk berani merubah mindset untuk terjun dalam dunia usaha. ‘’Harus ada keberanian untuk menjadi entrepreneur muda yang siap bersaing dalam era 4.0 ini,’’ tegas mantan Ketua Hipmi Bali ini. Perwakilan Panitia Acara Alex Purnadi Chandra dan Arif Rahman saat ditemui mengatakan Entrepeneur Festival ini dilaksanakan pertama kalinya pada tahun 2014, dan memiliki tujuan untuk mengedukasi pengusaha dan para pelaku dunia usaha di Bali, serta memberikan penghargaan kepada para pengusaha yang memiliki inovasi dan juga langkah maju untuk berbicara di forum ini. ‘’Disetiap tahunnya kami merespons isu-isu yang relevan di tengah masyarakat dan juga mengundang narasumber yang kredibel di bidangnya. Di tahun 2019 ini, kami mengambil

MENGHADIRI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra menghadiri 6th Annual Entrepreneur Festival 2019 di Bhumiku Convention Centre, Sabtu (28/9) malam. tema ‘’Unbranding’’ dan mengundang sejumlah narasumber. Salah satunya Andy F. Noya atau yang dikenal luas membawakan acara Kick Andy di salah satu stasiun TV nasional. Tahun ini penghargaan di berbagai kategori juga kami berikan, di antaranya Entrepreneur

of the Year kepada Ketut Marjana, The Rookie kepada A.A. Gede Agung Wedatama, The Wonder Woman kepada Putu Suprapti Santi Sastra, Technopreneur kepada Kadek Puja Astawa (Hai Puja) dan The Icon kepada Cok Krisna,’’ ungkap Alex P. Chandra. (ad1006)

Tahap I Unmas Wisuda 572 Orang

Fokus Peningkatan SDM, Targetkan Semua Prodi dan AIPT Raih A

UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus bertransformasi dan memperkuat diri sebagai kampus kebanggaan masyarakat Bali. Selain sebagai kampus besar, juga berkualitas di tingkat nasional. Kali ini Unmas mewisuda 1.090 ahli madya, sarjana S-1 dan S-2 dibagi dalam dua tahap. Senin (30/9) hari ini Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. mewisuda sebanyak 572 orang, sisanya pada wisuda tahap II tanggal 8 Oktober 2019 mendatang. Yang menarik pada wisuda kali ini adalah yang pertama sejak penyatuan Akademi Farmasi, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati dan Saraswati Mataram ke Unmas. Dari 1.090 wisudawan, 333 orang lulusan Diploma III, 726 lulusan program sarjana, serta 31 program Magister. Pada tahun pertama kepemimpinan periode kedua, Rektor Made Sukamerta terus melakukan transformasi alias melakukan perbaikan di segala bidang. Selain mempersiapkan kampus baru di Padanggalak, kini Unmas fokus pada peningkatan mutu SDM dosen untuk mencapai gelar

lektor kepala, doktor dan guru besar, disertai dengan inovasi dalam upaya memenangkan keunggulan bersaing baik di tingkat lokal, nasional maupun regional. Dalam waktu empat tahun ke depan dia menargetkan semua dosen Unmas sudah bergelar lektor kepala dan doktor. Kemudian dari 60 doktor yang dimiliki Unmas, diharapkan tiap tahun melahirkan seorang guru besar. Tahun ini saja tiga dosennya mengajukan guru besar, sementara pengangkatan dosen baru diprioritaskan bagi dosen muda bergelar doktor. Bahkan dosen kontrak yang tak naik pangkat maksimal empat tahun dan tak mematuhi fakta integritas melanjutkan ke S-3 diberhentikan menjadi dosen. Ini selaras dengan kebijakan Kemenristek Dikti guna mempercepat tercapainya visi Unmas Denpasar menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan berbudaya. Setelah sukses meraih SNI ISO 9001: 2015 yang menjadi acuan dalam menjaga budaya mutu dan manajemen di lembaga ini, Unmas menargetkan semua program studi (prodi) meraih akreditasi A. Saat ini

sudah enam prodi meraih akreditasi A. Bahkan Unmas satu-satunya PTS pertama yang mengajukan akreditasi AIPT dengan instrumen sembilan kriteria, sedangkan PTS lain masih dengan tujuh kriteria. Rektor I Made Sukamerta didampingi WR I Dr. Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. makin bangga karena LPPM Unmas terus berstatus madya di wilayah VIII. Tahun 2019 memperoleh dana dari Kemenristek Dikti untuk 13 judul penelitian. Sedangkan jumlah judul pengabdian masyarakat yang didanai sebanyak 16 buah. Di samping itu, Unmas juga memberikan dana hibah internal untuk 20 penelitian dan pengabdian masyarakat kepada para dosen muda. Dia menjelaskan, 2019 menjadi sejarah bagi Unmas karena Yayasan PR Saraswati Pusat melakukan penyatuan empat lembaga pendidikan tinggi, yaitu Akademi Farmasi menjadi Fakultas Farmasi (Prodi D-3 dan S-1 Farmasi), Sekolah Tinggi Bahasa Asing menjadi Fakultas Bahasa

Asing (Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Bahasa Jepang). Universitas Mahasaraswati Mataram berubah bentuk menjadi Prodi PSDKU (Program Studi di luar Kampus Utama) meliputi Prodi Manajemen, Hukum, Teknik dan Agribisnis. Dalam penyatuan ini, Unmas membuka prodi baru yaitu Teknik Lingkungan. Dengan penyatuan ini, kata Made Sukamerta, Unmas akan menjadi lebih kuat dan berdaya saing tinggi. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. memuji di usia 38 tahun Unmas tampil luar biasa dan berprestasi. Mulai dari enam prodi meraih A, ISO hingga penggabungan AFS, STIBA dan Saraswati Mataram menjadi Unmas Denpasar. Prestasi ini dia akui memerlukan perjuangan berat dan kerja sama. Makanya dia menekankan tiga hal. Pertama, mewujudkan kebersamaan sehingga bekerja senang dan nyaman. Kedua, wirang artinya membela dan selalu mencapai prestasi tertinggi. Ketiga, meningkatkan disiplin dan etos kerja. Ketiga hal itu, katanya, sudah dibuktikan oleh Unmas di bawah

KOMPAK - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji tampak kompak bersama Rektor Unmas Made Sukamerta dan para wakil rektor. pimpinan Rektor I Made Sukamerta. Makanya, Bagus Ketut Lodji merasa yakin Unmas bisa memenuhi target yayasan yakni semua prodi di Unmas meraih aktreditasi A dan dosennya semua doktor. Dia menegaskan, Unmas harus

terdepan dalam segala hal di Bali, NTB dan NTT. Unmas kini menjadi lembaga pendidikan tinggi yang dibanggakan dan diminati masyarakat. Buktinya tiap tahun Unmas tidak bisa menampung semua minat masyarakat kuliah di Unmas. (ad1000)


Senin Pon, 30 September 2019

Anggaran Pilkada Badung Disepakati Rp 29,2 Miliar Mangupura (Bali Post) Anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Badung tahun 2020 disepakati sebesar Rp 29,2 miliar. Dana yang dikelola Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung ini telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan, biaya Rp 29,2 miliar yang diajukan mencakup keseluruhan anggaran terkait tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung mulai dari persiapan, sosialisasi, pendataan pemilih, pencalonan, kampanye, honorarium penyelenggara badan adhoc baik di kecamatan (PPK) maupun di desa/kelurahan (PPS). “Untuk besaran anggaran yang diajukan KPU Badung nilainya mencapai Rp 29,2

Balipost/file

ITDC - Pintu masuk ke kawasan ITDC Nusa Dua. Kawasan ini adalah salah satu kawasan pariwisata terpadu di Bali Selatan.

Intrusi Air Laut Pengawasan dan Penindakan Sumur Bor Harus Tegas

Mangupura (Bali Post) -

Pengembangan sektor pariwisata yang terkosentrasi di Badung Selatan, membuat jumlah akomodasi wisata bertambah. Hal itu mengakibatkan kebutuhan air bersih menjadi meningkat. Namun yang disayangkan, salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan air bersih adalah membuat sumur bor. Hal itulah yang menyebabkan air bawah tanah menjadi berkurang dan celah terjadinya intrusi (masuknya air laut ke daratan) semakin tinggi. Seperti yang disampaikan Dekan Fakultas Pariwisata Unud Nyoman Sunarta ditemui saat acara FGD yang digelar PDAM Tirta Mangutama belum lama ini mengatakan, dengan semakin banyak hotel yang berkembang di pinggir pantai, maka semakin banyak potensi air tanah yang diambil. Kalau air tanah semakin banyak diambil di pinggir pantai, tentu ini akan mengurangi debit air tanah di pantai tersebut. “Kalau debit air tanah berkurang dipinggir pantai, itu menandakan air laut akan masuk ke daratan,” pungkasnya. Untuk mengetahui bahwa kondisi air bawah tanah mulai berkurang, bisa dilihat ketika kondisi air sumur tradisional warga turun. Apalagi untuk di kawasan pesisir, menurunnya air permukaan itu mengindikasikan bahwa air laut sudah mulai masuk ke daratan. Dalam artian daya dukung air bawah tanah sudah ter-

lampaui. Untuk itu pemerintah diharapkan untuk melarang atau memonitoring air yang diambil dari dalam tanah secara berlebihan. Tentu pengambilannya ini dengan kadar tertentu. Kalau saja air itu diambil sesuai daya dukung, maka air dalam tanah akan aman. “Jangan sampai air bawah tanah ini terkesan dijual murah. Boleh diambil (air bawah tanah - red) asal jangan sampai mengurangi kondisi permukaan air tanah. Sayangnya kita tidak bisa mengetahui siapa saja yang mengambil air dari dalam tanah itu, inilah yang perlu diperhatikan,” ujarnya. Ia mencontohkan, seperti air sumur yang berada di kantor camat Kuta. Dari hasil penelitian dan uji lab yang pernah dilakukannya, kondisi air di kantor camat Kuta sudah tercemar. Artinya, kadar clorine di sana sudah tinggi atau terindikasikan air tanah di kantor

camat Kuta itu melebihi baku mutu. Kondisi itu diakuinya bukan hanya terjadi di Kuta, melainkan juga di daerah pariwisata seperti Nusa Dua yang dinilainya sudah terjadi intrusi. Untuk itu diperlukan monitoring berkelanjutan, agar pemerintah tahu perkembangan kondisi intrusi air laut. Dimana titik sampelnya harus tetap dan harus ada sumur monitoring sebagai tempat pengambilan sampel. “Hasil penelitian yang kami lakukan tahun 20152017, itu sudah pernah kami sampaikan kepada pemerintah. Tapi ini harus dilakukan berkelanjutan, tentu itu tergantung sensitifitas pemerintah,” bebernya. Selain itu, upaya konservasi dinilainya juga harus terus dilakukan. Sebab ketika wilayah hulu respannya tidak dipelihara dengan baik, maka air hujan akan mengalir ke permukaan. Padahal air hujan itu ha-

rusnya mengalir ke dalam tanah. Kondisi tersebut tentunya akan membuat air permukaan yang ada dalam tanah itu kecil. Apalagi jika kondisi tersebut diperparah dengan pengambilan air bawah tanah secara masif. Sementara itu, Dewan Pelanggan PDAM Tirta Mangutama kabupaten Badung Nyoman Bagiana Karang, membenarkan persoalan intrusi air laut di Kuta sudah terjadi. Dimana kondisi air di Kuta sudah payau dan kadang sedikit amis dan kadang ada rasa asinnya. Untuk itu, pihanknya menilai perizinan terkait sumur bor harus kembali ditegaskan. Dirut PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak juga mendorong adanya sanksi yang jelas dan tegas dalam upaya menyelamatkan air bawah tanah. Minimal tarif air bawah tanah yang dimanfaatkan itu yang dikenakan itu di atas dari tarif air PDAM. Sehingga tumbuh kesadaran terkait pemanfaatan air bawah tanah dan masyarakat. Karena itulah pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan agar penggunaan sumur bor bisa dikurangi. (kmb23)

Miliki Komitmen Tinggi terhadap Pendidikan Bupati Giri Prasta Raih Udayana Award 2019

TERIMA - Rektor Unud menyerahkan Anugerah Udayana yang diterima Wayan Suambara, Ka. Balitbang Badung, mewakili Bupati Giri Prasta disaksikan Ketua Senat Universitas Udayana, Minggu (29/9) kemarin di Kampus Unud, Jimbaran.

UNIVERSITAS Udayana memberikan penghargaan tertinggi berupa Anugerah Udayana kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Penghargaan ini diberikan karena Buptai memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap dunia pendidikan dan pengembangan Universitas Udayana. Demikian diungkapkan Prof. Dewa Suprapta selaku Ketua Senat Unud ketika membuka Sidang Terbuka Senat Universitas Udayana dalam rangka Dies Natalis Unud ke-57, Minggu (29/9) kemarin di Kampus Unud Jimbaran. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). dalam laporannya mengatakan bahwa kebijakankebijakan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam menjalin kerja sama dengan Unud telah berhasil mengantarkan Rumah Sakit Universitas Udayana menjadi rumah sakit dengan Akreditasi Paripurna. Anugerah Udayana tersebut diserahkan oleh Rektor Unud yang diterima oleh Wayan Suambara, Ka. Balitbang Badung, mewakili Bupati Giri Prasta, disaksikan Ketua Senat Universitas Udayana. Hadir dalam acara tersebut Kadis Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali

I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa Sembah Subakthi, perwakilan dinas terkait Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, Direktur Rumah Sakit Mangusada I Nyoman Gunarta, dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, para dosen perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali, serta sivitas akademika Universitas Udayana. Sementara itu, Kalitbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara usai nenerima penghargaan mengatakan, penghargaan Udayana Awards 2019 ini diberikan khusus kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berkat komitmen yang tinggi dalam memberikan napas pendidikan dan kesehatan yang berkesinambungan kepada Universitas Udayana serta masyarakat luas. “Inilah bukti nyata dengan komitmen tinggi dan bersungguh-sungguh dari Bapak Bupati untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Tidak itu saja, dengan program PPNSB-nya juga telah dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Dan ini pula untuk membangun Badung yang lebih kuat menuju sejahtera yang santi dan Jagadhita sesuai dengan visi beliau,” ujar Suambara. (ad1001)

miliar. Besaran anggaran ini telah disetujui oleh Pemda. Begitu juga pengajuan Bawaslu Badung sebesar Rp 8,6 miliar juga telah disetujui,” ujar Semara Cipta, Minggu (29/9) kemarin. Menurutnya, dana pilkada juga mencakup honorarium petugas, pemutakhiran data PPDP dan tentu saja honorarium petugas KPPS dan Linmas yang akan bertugas nanti pada hari pencoblosan di masing-masing TPS. “Selain itu, anggaran terkait kegiatan tambahan seandainya adanya gugatan/sengketa juga telah ter-cover di dalamnya,” katanya. KPU Badung pun melakukan finalisasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebelum dilakukan penandatanganan tanggal 1 Oktober 2019. Finalisasi NPHD ini merupkan tindaklanjut dari

roadshow yang dilakukan KPU Badung ke eksekutif dan legislatif sejak 3 September 2019, dalam rangka terkait kesiapan menyongsong penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Khususnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung yang akan diselenggarakan tanggal 23 September 2020. “Pemda Badung sangat men-support Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan KPU Badung. Dengan demikian, pada tanggal 27 September 2019 KPU Kabupaten Badung mengundang instansi terkait untuk menyelesaikan tata Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Badung yang penandatangannya akan dilaksanakan tanggal 1 Oktober 2019,” pungkas pria asal Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal itu. (kmb27)

Pemuda Pakai ”Headset” Ditemukan Meninggal Mangupura (Bali Post) Seorang pemuda, Putu Eka Wahyudi (24), ditemukan tak bernyawa di kamar 12 Panorama Cottage I di Jalan Sriwijaya, Legian, Kuta, Sabtu (28/9) lalu. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, tetapi menggunakan headset HP. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Minggu (29/9) kemarin menyampaikan, korban memang tinggal di Panorama Cottage I bersama orangtuanya, I Made Suwastra. Orangtua korban merupakan karyawan Panorama Cottage I. “Sebelumnya mereka tinggal di mes. Tapi karena

mes dalam perbaikan maka korban dan orangtuanya untuk sementara tinggal di kamar nomor 12,” ujarnya. Ayah korban, I Made Suwastra (50), saat diperiksa polisi mengatakan, pada Sabtu pukul 23.00 Wita baru balik dari kampung di Banjar Cepake, Desa Pangiayangan, Pekutatan, Jembrana. Saat membuka kamar 12, dia kaget melihat anaknya (korban) sudah terbaring kaku di tempat tidurnya dengan headset di telinganya. Melihat hal tersebut, Suwastra memberi tahu satpam. Dia terakhir kali melihat anaknya yaitu pada Jumat (27/9) pukul 08.00 Wita.

Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kuta. Hasil olah TKP anggota Polsek Kuta dan Polresta Denpasar, saat ditemukan korban tidur telentang di atas tempat tidur mengenakan celana pendek motif hitam, pakai selimut motif bunga pada bagian paha ke bawah, tidak mengenakan baju, pakai anting-anting, kedua telinga terpasang headset warna putih, tangan kiri tatoan, tubuh membiru dan tidak ditemukan tandatanda kekerasan. “Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, kami menunggu hasil pemeriksaan tim medis,” kata Iptu Ika. (kmb36)

BPM/ist

DIEVAKUASI - Jasad Putu Eka Wahyudi dievakuasi petugas dari kamar Panorama Cottage I, Kuta.

Pascaditutup, Satpol PP Awasi Kafe dan Warung Remang-remang

Mangupura (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung tetap melakukan pengawasan terhadap kafe maupun warung remangremang yang telah ditutup. Pasalnya, terdapat sejumlah usaha yang membandel dengan tetap beroperasi. Kepala Satpol PP Kabupaten Badung IGK Suryanegara mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan kafe dan warung remang-remang yang telah ditutup sebelumnya. “Ternyata ada kafe di Kelurahan Tanjung Benoa (Kuta Selatan) tetap buka hingga dini hari, sehingga kami menindak dengan memberikan sanksi tipiring (tindak pidana ringan - red),” ujarnya. Menurutnya, pihaknya telah memberikan saksi berupa tipiring terhadap kafe yang nekat beroperasi yang dilakukan di Kantor Camat Kuta Selatan. Selain kafe, satu lagi yang menjalani sidang tipiring adalah vila. “Untuk vila karena tak mengantongi izin,” ucapnya. Dijelaskan, pemilik kafe dikenakan denda sebesar Rp 5 juta atau kurungan selama dua bulan, sedangkan pemilik vila dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu atau kurungan selama dua minggu. “Tapi baik pemilik kafe maupun vila memilih membayar denda,” katanya. Birokrat asal Denpasar itu mengakui terdapat sembilan vila lainnya yang juga dipang-

gil, namun dua di antaranya telah mengantongi izin dan tujuh vila lainnya sedang memproses izinnya. “Intinya kami akan meningkatkan pengawasan terhadap kafekafe yang telah ditutup dan vila. Sebab, sesuai perintah Bupati tidak ada toleransi terhadap keberadaan kafe dan warung-remang-remang,” terangnya. Disebutkan, jajarannya telah berhasil menutup sedikitnya 40 kafe atau warung remang-remang di wilayah Gumi Keris. Tidak itu saja, sejumlah usaha salon merangkap karaoke juga ikut ditutup. (kmb27)

IGK Suryanegara


Senin Pon, 30 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator RI Hadiri Pameran REI Sembari Ingatkan Prioritaskan Krama Bali untuk KPR

Hadiri Pameran ’’Job Fair’’, Wedakarna Ajak Anak Muda Bali Bersiap Hadapi Potensi Resesi Ekonomi Dunia SEJUMLAH gejala resesi ekonomi, baik di tataran global, nasional termasuk di Bali tampaknya sudah mulai terkuak sedikit demi sedikit. Hal ini jika tidak diantisipasi akan menimbulkan hal-hal kepanikan sosial sebagaimana krisis yang terjadi beberapa waktu lalu. Indonesia sebagai negara anggota G-20 tentu memiliki potensi strategis dalam menghadapi resesi global, khususnya menghadapi perang dagang Amerika dan China. Mau tidak mau pasti ada dampaknya bagi bangsa Indonesia. Khusus Bali, tantangan nyata sudah ada di depan mata dan jika tidak ada penanganan serius dari pemerintah daerah, maka Bali termasuk jajaran terdepan dari provinsi di Indonesia dengan risiko krisis. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela-sela menghadiri dua pameran besar di Bali yakni Job Fair diadakan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali dan pameran Real Eastate Indonesia yang diadakan DPD REI Provinsi Bali. Ditemui usai meninjau, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengingatkan tahun ini hingga tahun 2020 adalah masa waktu yang disebut sebagai ‘’sandyakalaning ekonomi’’ bagi Bali dan Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari sejumlah parameter, di antaranya bisa terlihat di tataran pemerintahan. ‘’Satu ciri awal dari masa sulit itu

adalah dengan pengetatan anggaran pemerintah. Misalkan rasionalisasi. Di Bali sendiri itu sudah terjadi, salah satunya ada kabupaten yang defisit di tahun 2019. Baru-baru ini ada konflik penghentian dana bagi hasil dari kota ke salah satu kabupaten dan belum lagi rasionalisasi di sejumlah mata anggaran. Tentu si oknum pejabat eksekutif ini tidak akan membuka hal ini secara publik ya. Karena bisa dianggap kegagalan kepemimpinan. Sama halnya terjadi di nasional, yang mana sesungguhnya keuangan negara menghadapi tantangan berat di awal 2019. Tapi demi stabilitas bangsa dan keamanan pemilu, maka ada beberapa hal yang ditindaklanjuti dengan berhati-hati. Sekarang kita berusaha agar semua isu ekonomi ini tidak mengganggu jalannya pelantikan presiden, Oktober mendatang. Saya sebagai pendukung Joko Widodo masih percaya bahwa hal ini bisa tertangani. Asal kuncinya jangan panik dan jaga stabilitas ketertiban ekonomi,’’ kata Senator AWK. Lalu bagaimana dengan Bali sendiri? ‘’Bali akan mengalami guncangan ekonomi yang berat. Setelah diganggu dengan program 10 program Bali Baru, Bali juga dihajar dengan fakta mahalnya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar oleh sejumlah airlines. Sekarang muncul isi krusial yakni RUU KUHP yang sudah diprotes negara

sahabat. Saya paham bahwa ini semua ada skenario besar menghancurkan pariwisata Bali dan aktornya bisa jadi pelaku ekonomi radikal alias taliban dan satu lagi memang negara-negara lain yang sangat membenci Bali. Mereka ini kan bermain sejak kejadian Bom Bali I dan Bom Bali II. Silakan saja periksa di intelijen, semua ini terbuka semua kok. Mereka adalah kaum anti-Pancasila yang berkepentingan merusak Bali. Karena jika Bali miskin, sepi, tidak berdaya, maka Indonesia akan ikut kena dampaknya. Maka dari itu, kita harus bersatu dan penuh strategi menyelesaikan hal ini,’’ jelas Gusti Wedakarna. Terkait dengan pameran REI dan Job Fair, Dr. Arya Wedakarna juga menitipkan sejumlah hal. Di antaranya agar anak muda Bali tidak memilihmilih pekerjaan karena gengsi. Begitu juga agar pengembang ikut melestarikan tanah produktif serta lebih memprioritaskan warga krama adat Bali untuk mendapatkan kredit atau KPR di Bali. ‘’Memang tahun-tahun ini adalah tahun sulit dalam bidang properti. Regulasi sudah baik dan bank pun siap membantu memberi KPR, tapi masalahnya daya beli masyarakat lemah. Ekonomi Bali melambat. Di sana tantangannya. DPD dan pemerintah pasti akan menangani hal ini. Doa ya semoga Satyagraha Bali kuat,’’ pungkas AWK. (ad999)

Yudisium Ke-13 Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar

Lulusan Diharapkan Mampu Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

PROGRAM Studi (Prodi) Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara yudisium ke-13 di Pura Gunung Kawi di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Sabtu (28/9). Dipilihnya Pura Gunung Kawi sebagai tempat melepas enam orang lulusan sarjana (S-1) bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa kepada alam lingkungan yang asri dan bernuansa spiritual sebagaimana jiwa Bali pada umumnya. Apalagi, konsep ini sejalan dengan kampus Unhi Denpasar yang berbasis agama dan budaya Bali. Lulusan dilepas Dekan Fakultas Kesehatan dr. I.B. Wiryanatha, M.Si. bersama Wakil Dekan I.B. Putra Suta, S.Ag., M.Si., Kaprodi Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si., M.Si. dan para dosen serta senat mahasiswa di lingkungan Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar. Dari jumlah mahasiswa yang dilepas, tercatat seorang yang meraih nilai terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,88 atas nama Ni Kadek Manis Wiantari. Dekan Fakultas Kesehatan Wiryanatha berpesan kepada para lulusan agar senantiasa mengabdi kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan tradisional serta bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan agar selalu mengembangkan keilmuannya sesuai dengan perkembangan zaman. ‘’Perkembangan zaman senantiasa berkembang sesuai

YUDISIUM - Dekan Fakultas Kesehatan Unhi dr. I.B. Wiryanatha, M.Si. bersama Wakil Dekan I.B. Putra Suta, S.Ag., M.Si., Kaprodi Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si., M.Si. berfoto bersama para lulusan seusai upacara yudisium di Pura Gunung Kawi di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Sabtu (28/9). perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, kami berharap agar para lulusan terus meng-update dan mengembangkan keilmuannya sesuai tuntutan zaman, terlebih dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang berbasis digital ini,’’ ujar Wiryanatha.

Tidak kalah penting, pihaknya juga mengharapkan agar para wisudawan menjadi sarjana yang sujana, mengemban nilai-nilai budaya Bali yang adiluhung, serta dapat menjadi contoh di masyarakat untuk diteladani dalam setiap ucapan dan perilakunya. (ad993)

Kuliah Umum Prodi MKn Unwar

Bahas Jabatan Notaris dan Kepailitan PROGRAM Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKn) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kuliah umum (studium general), Jumat (27/9). Sebanyak 50 orang mahasiswa baru Prodi MKn angkatan ke-4 antusias mengikuti kuliah umum yang diberikan Guru Besar Hukum Kepailitan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M.Hum. di Ruang Sidang Sri Ksari Warmadewa Mandapa. Materi kuliah umum yang diberikan mengenai jabatan notaris dan kepailitan. Prof. Rahayu Hartini menjelaskan, berprofesi sebagai notaris tidak hanya memperhatikan jabatannya saja, melainkan ada pasal yang harus diperhatikan yaitu kepailitan. Sebab, jabatan kenotarisan bisa dipailitkan. Meskipun demikian, ada hal yang harus diperjelas. Apakah yang dipailitkan adalah jabatannya atau orang pribadinya. Sebab, kalau jabatannya yang dipailitkan tentu hal tersebut tidaklah tepat. Karena notaris bukan badan hukum atau seorang pengusaha, tetapi lebih kepada profesi. Namun, apabila orang pribadinya yang dipailitkan hal tersebut sah-sah saja. Sebab, antara jabatan notaris dan kepailitan sudah diatur oleh masing-masing pasal tertentu dalam undang-undang. ‘’Hal ini (jabatan notaris dan kepailitan red) harus diketahui mahasiswa baru MKn, sehingga mereka bisa

FOTO BERSAMA - Kaprodi MKn Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. berfoto bersama narasumber Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M.Hum. beserta seluruh mahasiswa MKn Unwar. mengetahui jabatan notaris tidak bisa dipailitkan, tetapi yang bisa dipailitkan adalah orang pribadinya,’’ jelas Prof. Rahayu Hartini di sela-sela memberikan kuliah umum, Jumat lalu. Kaprodi MKn Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. mengatakan kuliah umum merupakan salah satu penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diberikan kepada mahasiswa baru serangkaian dengan matrikulasi. Materi tentang jabatan notaris dan kepailitan sangat relevan diberikan kepada mahasiswa baru MKn. Sebab, jabatan notaris merupakan ja-

batan publik pembuat dokumen negara. Sehingga notaris sangat berperan dalam melakukan audit dokumen suatu perusahaan sebelum dinyatakan pailit. Oleh karena itu, profesi notaris memiliki fungsi sentral dalam membuat dokumen negara, terutama tentang keberadaan suatu perusahaan. ‘’Notaris berhak menyatakan suatu perusahaan itu layak pailit atau dimohonkan pailit oleh seseorang atau beberapa orang yang dirugikan suatu perusahaan atau beberapa orang, sehingga notaris akan membuatkan dokumennya,’’ tandas Dr. Sujana. (ad992)

SATYAGRAHA BALI - Senator Dr. Arya Wedakarna saat diterima Panitia ‘’Job Fair’’ di Lila Bhuawana Denpasar dan diterima Panitia Pameran Real Estate di Trans Mall Denpasar.

CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana

Bali Resik Sampah Plastik di Kawasan Pura dan Pantai Watu Klotok Klungkung HARDYSCORP yang didirikan putra Bali Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997 sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan cita-cita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali untuk menciptakan kehidupan krama yang sejahtera dan bahagia sekala maupun niskala yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp, CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation. HardysCorp yang saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna penyelesaian kewajiban kepada seluruh krediturnya, melalui CSR HardysPeduli ikut melaksanakan secara nyata program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Gerakan Semesta Berencana: Bali Resik Sampah Plastik yang merupakan implementasi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai. CSR HardysPeduli kali ini melaksanakan kegiatan bersih Pantai Watu Klotok dan Pura Watu Klotok, Klungkung pada Sabtu (28/9) lalu. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan

BALI RESIK - Pelaksanaan acara CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di Kawasan Pura & Pantai Watu Klotok, Klungkung, Bali, Sabtu (28/9) lalu. dan dihadiri perwakilan keluarga HardysCorp, rekanan bisnis dan masyarakat setempat dengan mengajak anak-anak karyawan, serta generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy, untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk jnana yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Tidak hanya dilaksanakan di

publik area atau kawasan wisata seperti pantai, namun HardysCorp juga melaksanakan CSR di tempat-tempat ibadah. Melalui CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad990)

Ajak Milenial Traveling ke Bali

BNI dan Citilink Kerja Sama Co-Branding BNI dan Citilink memutuskan untuk menjalin kerja sama Cobranding. Kartu Co-Brand Debit BNI Citilink ini diluncurkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (28/9) lalu. Hadir pada peluncuran kartu tersebut, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, Direktur Keuangan Citilink Indonesia Esther Siahaan serta jajaran Direksi dan Pimpinan BNI dan Citilink Indonesia. Usai peluncuran tersebut, para milenial terpilih langsung diajak menikmati pengalaman menggunakan Kartu Co-Brand Debit BNI Citilink tersebut dalam penerbangan Citilink dari Jakarta menuju Denpasar. Sesampainya di Bali, BNI dan Citilink memperkenalkan kartu debit Co-Branding melalui influencer Bali di Potato Head. Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kerja sama Co-branding ini dipadukan dalam sebuah produk baru yang seru yaitu kartu Co-Brand Debit BNI Citilink. Pemilik kartu ini akan diajak untuk mendapatkan pengalaman lengkap, yaitu menikmati penerbangan dengan armada Citilink sekaligus mendapatkan kemudahan transaksi dari fasilitas yang disediakan BNI, baik fasilitas uang elektronik maupun kartu debit yang sudah tertanam di dalam kartu tersebut. ‘’Dengan memiliki kartu CoBrand Debit BNI Citilink, nasabah BNI otomatis menjadi member Citilink dan akan memperoleh berbagai benefit antara lain diskon pembelian tiket hingga 30%, diskon pre-book meals hingga 30%, dan bonus 7.300 BNI Poin+. Pembeli tiket juga berkesempatan mendapatkan diskon Green Zone 20%, welcome mileage 1.000 miles serta berbagai benefit lainnya,’’ ujar Anggoro. Animo penggunaan kartu debit BNI

CO-BRANDING - Vice President BNI J. Donny Bima Herjuno (kanan) dan pemimpin BNI Wilayah Bali, NTT, NTB I Made Sukajaya bersama salah satu influencer Bali memperkenalkan Co-Branding BNI-Citilink. untuk bertransaksi terus tumbuh. Hal itu ditunjukkan dengan volume transaksi Kartu Debit BNI yang mencapai Rp 18,1 triliun pada per Agustus 2019, atau tumbuh 20,6% secara yoy dari volume transaksi per Agustus 2018 yang sebesar Rp 15 triliun. Vice President BNI J. Donny Bima Herjuno mengatakan, kerja sama co-branding ini bertujuan untuk sinergi BUMN antara BNI dan Citilink. Di samping itu, juga BNI dan Citilink membidik segmen sama yaitu milenial yang spending-nya paling banyak di travelling, leisure. ‘’Kita ingin menangkap peluang itu untuk melakukan akuisisi rekening tabungan yaitu rekening Taplus dan Taplus muda. Sekaligus juga kita menggiring mereka menggunakan transaksi dengan kartu ini, karena kita tidak hanya memberikan benefit untuk transaksi tiket pesawat Citilink, tetapi juga ada benefit lainnya. Harapannya mereka belanja di beberapa merchant BNI. Sehingga dapat meningkatkan akuisisi tabungannya tapi juga meningkatkan sales volume dari sisi kartu debitnya,’’ jelasnya. Dengan kerja sama Co-brand-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ing ini, ia optimis BNI akan bisa mendapatkan benefit yang besar. Karena Citilink dan Garuda mempunyai 7 juta customer based. ‘’Customer ini kita ingin akuisisi secara bertahap,’’ ujarnya. Pada tahun pertama paling tidak 100.000 kartu bisa diakuisisi. Tapi yang penting juga, menurutnya, adalah sales volumenya. Setelah mendarat di Pulau Bali, rombongan disambut Pemimpin BNI Wilayah Bali, NTB, NTT I Made Sukajaya dan rombongan diajak menikmati diskon belanja di toko suvenir terkemuka serta dijamu di restoran fine dining terpopuler, untuk merasakan ambiance kebersamaan dengan BNI dan Citilink. Sukajaya mengatakan Bali salah satu destinasi favorit termasuk bagi kalangan milenial, karena Bali banyak menjanjikan tempat yang happening. ‘’Di situ yang kita harapkan nantinya kartu-kartu kita ditransaksikan, di mana merchant tempat mereka melakukan transaksi adalah merchant kita,’’ jelasnya sambil menyebut strategi yang digunakan yaitu masuk ke komunitas-komunitas milenial. (ad1004)


Senin Pon, 30 September 2019

Tumbuhkan Rasa Kesetiakawanan Sosial

Dengan Teknologi Canggih

PMI Badung Kunjungi Beberapa Panti Asuhan Unud Optimis Bisa Selesaikan Gedung FK Lebih Cepat UPAYA untuk menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan sosial di masyarakat, yang dimulai dari usia muda, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung melakukan kunjungan ke panti asuhan. Panti asuhan tersebut yakni Panti Asuhan Benih Harapan dan Panti Asuhan Somia Giri. Dalam kesempatan itu tim dari PMI Badung juga memberikan sosialisasi kebencanaan. Mereka mengemas sosialisasi tersebut dengan permainan, sehingga mudah dicerna dan diingat anakanak panti. Menurut Ketua Umum PMI Badung Kompyang R. Swandika, silaturahmi ke panti asuhan ini merupakan kunjungan kesetiakawanan sosial. Di mana kunjungan dilakukan di dua tempat yakni Panti Asuhan Benih Harapan dan Panti Asuhan Somia Giri. Kegiatan sosial ini masih terkait perayaan HUT ke-74 PMI, dan juga dalam rangka Hari Siaga Bencana. Hari Siaga Bencana Nasional sendiri akan dilaksanakan tiap tanggal 26, yang mana pada hari tersebut akan dilakukan simulasi kebencanaan secara serentak. Pada kunjungan kesetiakawan sosial ini juga dilakukan sosialisasi, mitigasi dan edukasi kebencanaan. Ini bertujuan agar anakanak selaku generasi penerus bangsa sadar dan paham apabila terjadi bencana. Dengan sosialisasi ini diharapkan nantinya mereka bisa melakukan langkah-langkah yang tepat, tidak panik, dan emosi. ‘’Bila terjadi bencana, bisa melakukan langkah-langkah yang tepat. Jangan panik, jangan emosi,’’ papar Kompyang R. Swandika di Panti Asuhan Benih Harapan, Badung, Sabtu (28/9). Tidak hanya melakukan sosialisi kebencanaan, PMI Badung juga memberikan bantuan berupa sembako, buku-buku, dan mengajak seluruh anak-anak panti

BUKU - Ketua Umum PMI Badung menyerahkan buku pada perwakilan anak-anak Panti Asuhan Benih Harapan, Badung, Sabtu (28/9). asuhan makan bersama tim PMI Badung. Ini merupakan wujud kebersamaan PMI dengan anakanak yatim piatu. ‘’Kita yakin dan percaya, bahwa anak-anak ini memiliki potensi sangat luar biasa, dan diasuh dengan baik. Maka akan menjadi anak yang cerdas, cakap, dan memiliki masa depan yang sangat baik, yang tentunya akan sangat berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa,’’ terangnya. Selain gencar melakukan sosialisasi, mitigasi dan edukasi kebencanaan, Kompyang Swandika menambahkan, PMI Badung tiap harinya melayani transfusi darah. Pelayanan ini terus dilakukan di kantor PMI Badung dan juga di tempat yang telah ditentukan warga. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan darah yang cukup tinggi, mengingat kebutuhan darah untuk Kabupaten Badung mencapai sekitar 6.500 kantong tiap tahunnya. Terkait kunjungan kesetiakawanan sosial yang digelar PMI Badung, Pendiri dan Pengasuh Panti Asuhan Benih Harapan Pendeta Made Tommy menyampaikan pihaknya sangat berterima kasih

dengan kunjungan PMI Badung. ‘’Ini memberikan dorongan dan motivasi kami, bahwa ada saudara-saudara kami juga yang peduli atau memperhatikan. Sehingga kami lebih bergairah lagi untuk menjalankan panti ini. Jadi merasa ada kawan-kawan yang lain yang ikut berperan dalam memperhatikan orang-orang yang membutuhkan pertolongan,’’ ungkap Pendeta Made Tommy. Ia pun menceritakan secara sekilas terkait panti asuhan yang didirikannya sekitar tahun dua ribuan tersebut. Panti asuhan ini didirikan bertujuan untuk memberikan masa depan yang lebih baik pada anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga tidak mampu, single parent, broken home dan lainnya. Dalam hal ini, saat ini di dalam panti terdapat sekitar 50 orang anak asuh dari berbagai pulau di Indonesia. Mereka nantinya akan dibantu dalam usaha memperoleh pendidikan setinggi mungkin, sesuai dengan kecerdasan individu mereka masing-masing. Bahkan ada beberapa anak asuh dari panti ini yang telah menjadi dokter, pengusaha, dan lainnya. (ad994)

Jelang Akreditasi SNARS Edisi 1.1

RSUD Wangaya Lakukan Survei Simulasi MASA berlaku sertifikat akreditasi versi 2012 RSUD Wangaya akan berakhir pada Juni 2020. Dalam catatan sejarah perakreditasian, RSUD Wangaya adalah RS tipe B yang pertama kali meraih kelulusan tingkat paripurna di Indonesia pada tahun 2014 dan dapat dipertahankan pada survei ulang pada Juni 2017. Hal ini menjadi tantangan bagi RSUD Wangaya untuk dapat mempertahankan predikat paripurna pada Akreditasi SNARS Edisi 1.1 Tahun 2020 mendatang. Untuk memantapkan persiapan menjelang survei Akreditasi SNARS Edisi 1.1 pada Maret 2020, RSUD Wangaya melakukan simulasi survei yang dilaksanakan mulai 24 hingga 27 September 2019 lalu. ‘’Pada survei yang ketiga kalinya tahun 2020 nanti, yang mana mengacu pada Standar Akreditasi Nasional RS (SNARS) Edisi 1.1, kami akan berupaya untuk mempertahankan kembali predikat paripurna yang sudah kami raih,’’ kata Plt. Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes. dalam sambutannya saat membuka acara survei simulasi akreditasi RSUD Wangaya, Selasa (24/9) lalu. Lebih lanjut Alit Parwita mengatakan, akreditasi adalah suatu instrumen untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan standar serta etika profesi, sehingga peningkatan mutu dan keselamatan pasien dapat tercapai. Akreditasi

adalah proses perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) mengikuti dinamika perubahan, baik dalam peraturan perundang-undangan, standar dan sistem pelayanan kesehatan nasional di era JKN. ‘’Walapun akhir-akhir ini rumah sakit mengalami sedikit masalah likuiditas terkait tersendatnya pembayaran klaim oleh BPJS, tetapi kami tetap semangat dan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga bagaimana pelayanan yang diberikan tetap mengacu pada standar akreditasi. Untuk itulah pada momentum seperti ini, kami membutuhkan bimbingan melalui survei simulasi untuk

memantapkan langkah menuju survei akreditasi yang direncanakan Maret 2020,’’ jelasnya. Survei Simulasi Akreditasi RSUD Wangaya dilakukan empat orang surveyor diketuai dr. Jimmy Elraju Kalesaran, MARS. dan beranggotakan dr. Elsje Setyawati, Sp.PK., M.Kes., dr. Hj. Etty Retno Setiowaty, Sp.PK., M.Kes., MARS. dan Murtiningsih, S.Kep., Ns., M.M. dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Survei simulasi ini berakhir dengan beberapa evaluasi dan masukan untuk RSUD Wangaya yang disampaikan pada Exit Conferance pada Jumat (27/9) lalu. (ad987)

REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). secara simbolis melakukan penutupan lantai beton yang terakhir dari pembangunan gedung Fakultas Kedokteran (FK) pada Sabtu (28/9) lalu. Gedung berlantai empat itu memiliki luas 5.500 meter persegi. Raka Sudewi optimis pembangunan gedung ini bisa selesai lebih cepat dari target penyelesaian karena menggunakan teknologi canggih. ‘’Hari ini merupakan hari ke-59, pembangunan gedung itu sudah menyelesaikan lantai beton terakhirnya dengan menggunakan alat teknologi yang begitu canggih, sehingga pembangunan gedung ini berjalan dengan sangat cepat, melebihi target yang ditentukan,’’ ujarnya. Pada 25 September target penyelesaian gedung itu 33 persen, namun kenyataannya pengerjaannya sudah sampai 38 persen. Pembangunan gedung tersebut dimulai pada 1 Agustus 2019 dan target penyelesaiannya 31 Desember 2019. Dengan teknologi yang baru dan canggih sangat membantu mempercepat dan juga hasilnya lebih baik, karena semua berbasis teknologi. ‘’Saya harap tidak terlambat, jadi pas hari itu, gedung ini sudah bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pendidikan mahasiswa kita, tentunya juga harus dilengkapi dengan peralatannya,’’ ujarnya. Wakil Rektor II Unud Prof. I Gusti Bagus Wiksuana menambahkan, gedung tersebut akan dimanfaatkan oleh Fakultas Kedokteran. Lantai pertama difungsikan untuk pusat-pusat studi dan perpustakaan. Lantai dua dan tiga digunakan untuk skill lab dan lantai empat4 untuk laboratorium

PENUTUPAN - Rektor Unud bersama WR II Unud dan Dekan FK Unud melakukan simbolis penutupan lantai beton yang terakhir untuk pembangunan Gedung FK Unud. dan uji coba, pendukung pembelajaran di FK. Gedung berlantai empat itu pada bagian rooftop juga akan dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan binatang untuk laboratorium. ‘’Gedung ini merupakan pengembangan fungsi yang dulunya dua lantai untuk pusat studi dan perpustakaan, sekarang dengan lantai empat dan dari sisi luasnya juga sekarang lebih luas,’’ imbuhnya. Gedung itu menggunakan beton precast, beton pracetak. ‘’Betonnya dicetak dulu di bawah, kalau sudah jadi baru dibawa naik,’’ jelasnya. Teknologi pembangunan gedung ini pertama kali dilakukan oleh

Unud. Selama ini pembangunan di Unud belum pernah membangun dengan TC dan beton pre-casting (pracetak). Untuk menaikkan beton seberat 5 - 8 ton, menggunakan tower crane (TC). Maka dari itu, pembangunannya bisa jauh lebih cepat dari semestinya. ‘’Kita bisa menghemat waktu sampai setengahnya. Kalau tidak dengan seperti itu, dengan luasan gedung 5.500 meter persegi, kalau dilakukan dengan cara biasa tidak bisa selesai sampai akhir tahun ini,’’ tandasnya sambil menyebut dari sisi keamanan juga lebih aman karena dikerjakan dengan spek teknis yang tepat. (ad988)

Teliti Pendidikan Keberagaman Umat Hindu di Desa Menjing

I Made Wirahadi Kusuma Lulus ’’Cumlaude’’ PENDIDIKAN keberagaman di tengah kebertahanan umat Hindu menjadi penelitian tulisan disertasi I Made Wirahadi Kusuma, S.H., M.Pd.H. Melakukan penelitian di Desa Menjing Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dosen IHDN Denpasar ini berhasil lulus dengan predikat cumlaude pada ujian terbuka promosi Doktor di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Sabtu (28/9). Pria kelahiran Penatahan, 30 Desember 1982 ini merupakan Doktor ke-71 Prodi Pendidikan Agama Hindu yang promosinya di Pascasarjana Unhi Denpasar. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, dikatakan bahwa alasan penerapan pendidikan keberagaman di tengah kebertahanan umat Hindu di Desa Menjing disebabkan tiga pengaruh utama. Yakni pengaruh sistem religi, sosial, dan sistem politik. Dijelaskan, pengaruh sistem religi atas penguasaan kelompok mayoritas masyarakat agama, mengonstruksi homogenitas identitas beragama dan adanya penghapusan identitas sistem ritual Hindu untuk dapat mendominasi kehidupan beragama. Sedangkan pengaruh sosial dari kehidupan masyarakat Hindu di Desa Menjing muncul dari adanya pergulatan dimensi ideologi mayoritas dan minoritas, serta pengaruh dekonstruktif kelompok masyarakat yang memosisikan masyarakt Hindu mendapat pengaruh dengan pendekatan humanis untuk dapat terkonversi ke dalam struktur sosial kelompok mayoritas. Sementara itu, pengaruh sistem politik mendorong adanya hegemoni sistem kekuasaan kelompok mayoritas, deferensiasi kekuasaan sistem pemerintah, konfigurasi kelembagaan sebagai model evolu-

UJIAN TERBUKA - Dr. I Made Wirahadi Kusuma, S.H., M.Pd.H. bersama keluarga tercinta berfoto bersama pimpinan dan dewan penguji seusai ujian terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Sabtu (28/9). si keagamaan, konversi agama sebagai sedimentasi kekuatan penguasa. Bentuk pendidikan keberagaman di Desa Menjing, lebih lanjut dipaparkan bahwa diformulasikan ke dalam enam bentuk. Di antaranya kesadaran religius, pembangunan pura, sistem penyuluhan, persembahyangan rutin, penguatan modal sosial dan religius. Sedangkan implikasi pendidikan keberagaman terhadap kebertahanan umat Hindu di Desa Menjing pasca-orde baru memberikan peluang dan kesempatan terbangunnya kehidupan beragama tidak lagi atas dominasi dan hegemoni mayoritas dan minoritas, akan tetapi adanya nilai egalitarianisme untuk membangun keharmonisan kehidupan beragama. Melalui penelitiannya ini, pihaknya berharap agar semua stakeholder agar dapat menjaga

dan mempertahankan kebersamaan warga masyarakat yang sudah terbentuk dengan baik hingga saat ini. Sehingga dari generasi ke generasi eksistensi masyarakat Hindu di Menjing dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. ‘’Saya berharap masyarakat, khususnya generasi muda Hindu di Menjing agar tetap menjalin komunikasi baik dengan berbagai pihak, sehingga terbangun jaringan untuk penguatan agama Hindu di Desa Menjing ke depannya,’’ tandas Wirahadi Kusuma. Ujian terbuka promosi Doktor dipimpin Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S. selaku Promotor, Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si. selaku Kopromotor, dan diuji lima dewan penyanggah lainnya. (ad989)

568 Sarjana dan Magister Ikuti Wisuda UNR

Menkum HAM RI Sampaikan Orasi Ilmiah UNIVERSITAS Ngurah Rai (UNR) menggelar Wisuda Sarjana XXXVII dan Pascasarjana X di Westin, Nusa Dua, Badung, Sabtu (28/9). Wisuda kali ini diikuti 568 orang sarjana dan magister. Rinciannya, 71 orang dari Prodi Magister Ilmu Administrasi, 43 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 107 orang dari Fakultas Hukum, 214 orang dari Fakultas Ekonomi, 102 orang dari FISIP, serta 31 orang dari Fakultas Teknik. Menariknya, wisuda juga menghadirkan Menkum HAM RI Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. yang didaulat menyampaikan orasi ilmiah. ‘’Kita lihat dari jumlah wisudawan naik 10 persen. Itu menandakan Ngurah Rai makin diminati masyarakat sebagai tempat belajar,’’ ujar Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. Menurut Sura Adi Tanaya, pihaknya selama ini memang berupaya keras menyiapkan sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk perkuliahan. Seperti pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium teknik. Seluruh prodi di UNR termasuk institusi juga telah terakreditasi dengan peringkat B. Untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, sejak tahun akademik 2017/2018 beberapa prodi sudah memberlakukan Kurikulum

Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kemudian meningkatkan kualitas SDM, baik pegawai yang mengelola administrasi pendidikan maupun dosen yang terdiri dari 21 doktor, 19 calon doktor, dan sisanya S-2. Sekitar 70 persen dosen yang ada bahkan sudah disertifikasi. ‘’Kalau bisa sebagian besar sumber daya pengajar berkualifikasi S-3, karena ini memang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dalam rangka meningkatkan kualitas output sarjana dan pascasarjana,’’ jelasnya. Sura Adi Tanaya menambahkan, tamatan UNR harus mampu terjun ke masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Terutama yang berhubungan dengan proses pembangunan daerah dan nasional. Dengan harapan, tamatan UNR dapat ikut berperan menyukseskan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini pun UNR sudah melakukan kerja sama dengan hampir semua pemerintah daerah, DPRD, serta lembaga lainnya, baik di Bali maupun nasional dan juga internasional. ‘’Sekarang ini pendidikan tinggi tidak cukup hanya jago kandang saja. Tetapi juga harus keluar untuk memperluas wawasan, karena tantangan global ke depan justru makin berat

dan berkembang. Itu memerlukan suatu kemampuan berpikir untuk menyelesaikan persoalan-persoalan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,’’ paparnya. Apalagi, lanjut Sura Adi Tanaya, bangsa ini sekarang sedang giat melakukan pembangunan. Dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo juga lebih mengutamakan peningkatan sumber daya dalam rangka menghadapi persaingan global. Yakni lewat penguasaan teknologi dan pengetahuan agar tidak tergilas. Kalau tidak bisa menciptakan SDM yang mampu mengelola sumber daya alam yang begitu melimpah maka Indonesia akan kembali terjajah. Bukan terjajah secara fisik seperti dulu, tetapi dalam bentuk ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya yang lebih berbahaya karena tersembunyi. ‘’Justru para sarjana tamatan UNR diajari bagaimana mencari persoalan-persoalan yang tidak terlihat di masyarakat, sebagai akibat dari pembuatan kebijakan,’’ jelasnya. Sura Adi Tanaya berharap kehadiran Menkum HAM RI yang menyampaikan orasi ilmiah dapat memacu semangat sekaligus memotivasi para wisudawan terkait

bagaimana seharusnya mereka bertindak di masyarakat. Sementara itu, Ketua Yayasan Jagadhita Denpasar Dr. Drs. Anak Agung Gde Raka, M.Si. berharap para wisudawan mampu beradaptasi dan berkompetisi secara sehat. Sekaligus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta kreativitas di lingkungan masing-masing agar dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara. ‘’Selain memiliki kompetensi yang baik, agar diikuti pula dengan pengembangan hubungan antarpersonal yang harmonis sesuai nilai-nilai Tri Hita Karana,’’ ujarnya. Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) RI Yasonna H. Laoly memberikan orasi ilmiah tentang budaya hukum Indonesia berdasarkan Pancasila. Termasuk di dalamnya tentang kebinekaan, toleransi, serta politik hukum yang mengarah pada ideologi bangsa dan taat pada konstitusi. Seluruh civitas akademika, khususnya para wisudawan, diharapkan menjadi generasi muda yang betul-betul mempunyai semangat untuk membangun bangsa. ‘’Mahasiswa utamanya supaya melihat kepentingan bangsa dan negara. Betul-betul menyampaikan kritik secara proporsional

WISUDA - Suasana Wisuda Sarjana XXXVII dan Pascasarjana X Universitas Ngurah Rai (UNR) yang turut dihadiri Menkum HAM RI di Westin, Nusa Dua, Badung, Sabtu (28/9). berdasarkan pikiran yang jernih, untuk melanjutkan tongkat estafet tidak ditunggangi oleh hal-hal yang kepemimpinan. Apalagi program tidak baik,’’ ujar Yasonna. pemerintah ke depan di sampSebagai intelektual-intelektual ing pembangunan infrastruktur muda, mahasiswa ataupun lulusan adalah penguatan SDM dalam perguruan tinggi agar memberi- masyarakat global. ‘’Di mana perkan kontribusi untuk bangsa dan saingan semakin ketat, kita perlu negara. Sebab, mereka adalah menyiapkan SDM Indonesia yang calon-calon pemimpin bangsa ke tangguh. Ini penting,’’ pungkas depan, sehingga harus disiapkan Yasonna. (ad762)


Senin Pon, 30 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Berdemokrasi yang Santun

DUA minggu belakangan ini, aksi demo terjadi di mana-mana. Selain menolak RUU KUHP dan UU KPK, pada sejumlah aksi demo juga kental bermuatan SARA. Aksi ini pun menimbulkan korban jiwa. Dua mahasiswa tewas ketika menyuarakan penolakan RUU KUHP. Sementara sedikitnya 26 orang juga menjadi korban ketika terjadi aksi demo yang berakhir rusuh di Wamena. Munculnya berbagai isu bernuansa SARA, sangat membahayakan karena dapat memecah belah NKRI. Bahkan isu SARA kian kuat berembus menjelang dilaksanakan pemilihan pemimpin, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Ingat, saat kampanye Pilpres awal 2019. Isu SARA seolah-olah menjadi komoditi untuk menjatuhkan lawan politik. Syukur bangsa ini bisa melewati dengan baik. Target mereka untuk menimbulkan chaos tidak terjadi. Demikian pula demo di sejumlah wilayah terkait dengan penolakan RUU, juga diyakini sebagai imbas politik. Bahkan ada dugaan aksi tersebut sudah ditunggangi kepentingan politik. Namun mahasiswa telah membantah. Mereka menilai aksi ini murni untuk kepentingan bangsa ke depan. Utamanya menyangkut pencegahan korupsi. Terlebih lagi penyampaian pendapat juga bagian dari demokrasi. Demokrasi dari sisi sosial sesungguhnya ingin membantu negara untuk menyerap aspirasi rakyat. Jadi, konsep itu sesungguhnya memberikan jembatan yang jelas antara rakyat dan negara, di mana pemimpin dan elite yang menjadi ‘’petugas’’ menyaring pendapat dari rakyat. Jika memang kemudian elite atau pemimpin itu malah membikin gaduh masyarakat, ini sangat jauh dari inti filosofi sosial demokrasi. Itulah yang membuat paham demokrasi hanya dapat hidup dengan baik di negara-negara maju karena rakyatnya sudah mapan, dewasa dan mengerti politik. Demikian pula para elitenya mampu bertindak dan bersikap bijaksana dan bisa dijadikan panutan oleh rakyatnya. Banyak yang optimis bahwa Indonesia akan mampu bergerak dengan lebih baik apabila demokrasi kita lebih terbuka. Memang benar, kita sekarang boleh bebas berbicara. Akan tetapi bebas mengeluarkan pendapat saja tidak cukup. Itulah yang kiranya membuat kita sampai sekarang masih bertanya-tanya tentang apakah pilihan ini sudah cocok buat kita. Demokrasi memang sudah menjadi pilihan. Akan tetapi faktor apa yang harus dipilih sebagai pendampingnya? Apakah budaya, kesadaran, intelektual, kesediaan belajar atau apa? Tetapi kita tetap harus terus-menerus belajar untuk membenahi demokrasi kita. Yang paling awal adalah mencoba mengaitkan demokrasi yang kini berlangsung dengan budaya nasional. Boleh kita sebutkan budaya nasional itu pada apa yang tercantum di dalam Pancasila. Di situ terkandung nilai-nilai yang disarikan dari berbagai unsur budaya yang ada di seluruh Indonesia. Yang menarik adalah soal musyawarah dan mufakat. Demokrasi mungkin saja digabungkan dengan musyawarah di mana konsensus tanpa konflik menjadi akar dari musyawarah ini. Kebebasan berpendapat merupakan ciri demokrasi. Kalaupun muncul perdebatan, harus dicari titik temu untuk kemudian disepakati. Sesungguhnya, jika mau belajar dan mengembangkan demokrasi, Indonesia bukan saja mempunyai banyak budaya untuk mengembangkannya tetapi juga sejarah. Bekal sejarah ini begitu banyak dan begitu agungnya, sehingga dapat dipelajari oleh generasi sekarang. Dwi Tunggal Soekarno-Hatta menjadi salah satunya. Kedua tokoh ini bersatu untuk memerdekakan Indonesia, meskipun mempunyai cara pandang berbeda untuk mengisi kemerdekaan. Konon juga secara politik mereka berbeda haluan. Akan tetapi demi Indonesia mereka bersatu. Bahkan dalam persahabatan pribadi pun tetap akur. Dari pahlawan inilah kita seharusnya dapat belajar demokrasi.

S URAT PEMBACA

Aksi demo mahasiswa berlangsung secara masif di berbagai daerah dan berpusat di gedung DPR-RI Jakarta. Mahasiswa yang turun ke jalan menuntut agar DPR-RI menunda pengesahan beberapa RUU yang dirasa meresahkan masyarakat dan mengancam eksistensi HAM. Ada yang perlu disoroti dari aksi yang terjadi, karena lima hari sebelum aksi demonstrasi ini pemerintah sudah secara tegas dan jelas menyampaikan bahwa meminta penundaan pengesahan RUU dan tidak akan dilakukan oleh DPR-RI periode sekarang. Tetapi pernyataan dari pemerintah tersebut seakan-akan belum dapat memuaskan idealisme masyarakat khususnya mahasiswa.

Oleh I Gede Yudi Arsawan

K

ita bersama paham bahwa mahasiswa memang pernah mengambil peran penting dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) melalui reformasi di negara ini. Penyakit KKN yang menggerogoti negara pada era pemerintahan Presiden Soeharto hanya bisa disembuhkan setelah mahasiswa dengan idealismenya turun tangan untuk menunjukkan rasa ketidaknyamanan mereka dan masyarakat. Namun nyatanya baru-baru ini mahasiswa kembali turun ke jalanan dan kali ini mengangkat jargon untuk menuntaskan reformasi. Seharusnya kita sudah bisa saling bergandengan tangan untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bangsa. Tidak perlu lagi saling bergesek dan berlindung di balik pesan ‘’perjuanganmu lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan saudara sendiri’’. Tetapi realitanya dalam pikiran masyarakat khususnya mahasiswa masa reformasi tersebut belum tuntas. Penyebabnya tidak lain sama dengan apa yang menjadi penyebab terjadinya reformasi pada tahun 1998, yaitu kurangnya atau bahkan tidak adanya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Jika dahulu reformasi diarahkan kepada seluruh elemen pemerintahan, baik ek-

sekutif yaitu presiden, legislatif dan yudikatif, namun sekarang fokus pergerakan mahasiswa adalah kepada lembaga legislatif yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). DPR merupakan lembaga negara yang berisi wakil-wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat sendiri untuk mewakili kepentingan rakyat di dalam pemerintahan. Pemilihan wakil rakyat ini melalui pemilu yang memakan biaya sangat besar, walaupun kegiatan pemilihan umum ini sangat mahal akan tetapi seolaholah kehilangan substansinya ketika memilih anggota-anggota legislatif dan hanya menjadi kegiatan seremonial lima tahunan. Alasannya adalah karena faktanya wakil-wakil rakyat yang terpilih melalui pemilu tetap saja tidak pernah dianggap mewakili kepentingan rakyat, dan jika dikaitkan dengan aksi unjuk rasa baru-baru ini bisa dilihat melalui pernyataan ‘’mosi tidak percaya’’ oleh mahasiswa yang mewakili suara masyarakat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Negara diurus dan urusannya dilaksanakan oleh pemerintahan yang sah. Kekuasaan negara di Indonesia dipegang oleh lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dari ketiga lembaga yang berkuasa tersebut, lembaga yang sekiranya paling dekat dengan masyarakat adalah lembaga yudikatif, hal ini bisa dinilai dari betapa jarangnya masyarakat

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kotak Pengaduan Dana BOS Dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) dikabarkan akan terus ditingkatkan. Ini tentu menjadi berita gembira bagi kami para orangtua siswa. Setidaknya bantuan ini bisa dinikmati siswa secara lebih jelas bukan menjadi kewenangan penuh sekolah mengelolanya. Jika memungkinkan setiap tahun para guru atau manajemen sekolah membuat laporan tertulis kepada para orangtua siswa terkait pengelolaan dana BOS. Selama ini saya dengar pengelolaan dana BOS menggunakan pihak konsultan dan sering tak jelas. Peran komite sekolah dalam pengawasan dana BOS juga agar diperjelas. Juknisnya juga harus jelas sehingga konflik

Tuntutan Rakyat Belum Terakomodasi

kepentingan antara komite sekolah dengan manajemen sekolah bisa ditekan. Hal lain yang perlu dilakukan dalam pengawasan dana BOS adalah pengawasan harus jelas. Kotak pengaduan penyimpangan dana BOS agar dibuat Pemerintah Provinsi Bali atau kabupaten/kota. Kotak pengaduan ini penting disosialisasikan jika ingin penggunaan dana BOS dan pungutan-pungutan di sekolah bisa ditindaklanjuti secara lebih jelas. Selama ini banyak orangtua atau masyarakat enggan melaporkan penyimpangan dana BOS karena terkait dengan nama baik sekolah dan lingkungan sekolah. I Gede Supana Denpasar, Bali

Legislator yang Aspiratif

Pemilu di negeri menelan banyak biaya untuk memilih orang-orang kredibel menduduki kursi wakil rakyat. Biaya yang besar ini tentu diharapkan melahirkan figur-figur yang memang pantas dan layak menjadi wakil rakyat, pejabat publik, dan senator. Tentunya yang diharapkan bukan wakil dari para elite partainya. Untuk itulah saya sangat berharap legislator dan pejabat publik lainnya agar lebih peka dengan urusan rakyat. Kalaupun diberikan kewenangan jangan sasarannya hanya mengatur hakhak personal rakyat. Berikan rakyat privasi sebagai individu, jangan semuanya mau diatur atas nama kepentingan politik semata. Saya yakin di antara banyak legislator sekarang sudah sering jalanjalan ke luar negeri.

Banyak negara di luar negeri justru damai ketika memberikan hakhak individu atau hak privasi yang lebih jelas kepada warganya. Mudah-mudahan kita tak terjebak oleh kewenangan membuat aturan, lalu semua hal mau diatur. Dengarkan protes rakyat yang kali ini disuarakan mahasiswa. Dengarkan rakyat. Mari bangun komunikasi yang lebih dinamis. Jangan ketika ada protes, rakyat dipaksa menggunakan lembaga peradilan untuk menggugat. Jika memungkinkan, minimalkan peluang protes sejak dini, sehingga waktu bisa efektif untuk membangun stabilitas negara, ekonomi dan ruang demokrasi yang damai. I Gede Mudana Putra Denpasar, Bali

mempertanyakan kinerja lembaga yudikatif, lembaga kehakiman ini memang selalu siap dan transparan dalam menjalankan tugastugasnya sebab kantor-kantor pengadilan terdapat hampir di setiap daerah dan selalu terbuka lebar bagi mereka para pencari keadilan. Eksistensi lembaga kehakiman ini sangat dirasakan sehingga jarang masyarakat berkeluh kesah. Berbeda dengan lembaga yudikatif, lembaga eksekutif yaitu presiden dan jajaran menterinya juga terlihat jelas kinerjanya karena memang tugas lembaga ini adalah melaksanakan aturan dan kebijakan negara. Apabila masyarakat berkeluh kesah kepada pemerintah, maka alasannya adalah karena kinerja yang tidak baik atau kurang maksimal, walaupun begitu tetap saja pemerintah terlihat sedang bekerja dan tidak diam saja. Dari ketiga lembaga pemegang kekuasaan negara, lembaga legislatif hingga saat ini memiliki citra paling buruk. Lembaga ini apabila bekerja jarang terpantau dan tak terlihat oleh masyarakat. Hanya masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan mereka yang memuji dan memprotes kinerja mereka. Unjuk rasa dan penyampaian kekecewaan oleh mahasiswa serta masyarakat yang dilakukan menunjukkan bahwa kinerja lembaga legislatif khususnya DPRRI adalah tidak baik. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya

penyampaian dan akses informasi oleh lembaga ini. DPR-RI tidak memiliki kantor di setiap wilayah dan hanya berkantor di pusat. Hal ini menyebabkan masyarakat yang menyebar di ribuan pulau Indonesia tidak dapat melihat langsung kinerja mereka. Sangat berbeda dengan lembaga yudikatif yang memiliki kantor di daerah-daerah dan lembaga eksekutif yang melakukan pembangunan di berbagi pelosok. Karena faktor miskomunikasi itulah yang menyebabkan hingga saat ini DPR-RI masih dianggap tidak bekerja dan keberadaannya tidak memberi manfaat. Seharusnya DPR-RI jauh-jauh hari menyampaikan kepada publik bahwa mereka akan menyusun sebuah RUU baru dan tanggal pengesahannya juga disebutkan dengan perkiraan. Jika itu sudah dilakukan oleh DPR-RI maka tentu masyarakat akan lebih mudah untuk mengawasi dan mengamati segala perkembangan aturannya. Maka sangatlah wajar jika protes kini mengalir. Sampai saat ini tuntutan rakyat yang belum tersampaikan adalah (1) pemerintah dan DPR-RI harus lebih aktif dan efektif dalam menyampaikan kinerjanya kepada masyarakat, dan (2) Pemerintah dan DPR-RI harus dapat memberikan klarifikasi yang sejelas-jelasnya apabila terjadi hal-hal yang dikiranya merupakan kesalahpahaman dalam masyarakat. Permasalahan apa pun yang terjadi di negara ini semasih bisa diselesaikan bersama, maka sangat bijak apabila pemerintah merangkul mahasiswa dan masyarakat untuk bekerja bersama-sama. Bagi DPR-RI akan sangat bijak bagi mereka untuk bisa lebih transparan dalam bekerja agar benar-benar bekerja, maka mahasiswa dan masyarakat tidak menaruh rasa curiga lagi. Perlu diingat bahwa tidak ada pemerintahan atau kekuasaan yang langgeng apalagi bila melakukan perbuatan yang tidak baik, karena hukum alam yang berlaku

adalah Satyam Eva Jayate yaitu kebenaran akan selalu menang pada akhirnya. Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, Kader PC KMHDI Badung

POJOK Bupati Bangli diminta bersikap elegan minta kontribusi PHR dari Denpasar. - Bersama Nangun Sat Kerthi Loka Bali. *** Bupati Buleleng dukung penuh visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. - Bali Era Baru. *** Verifikasi diperketat, masih banyak warga miskin di Gianyar. - Manusia Bali sejahtera.

Warung Global

Jangan Emosional PEMERINTAH Kota Denpasar tahun ini memutus pemberian dana bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) untuk Kabupaten Bangli. Hal ini membuat Bupati Bangli Made Gianyar kecewa dan mengeluarkan ancaman akan menguruk sungai dengan sampah dan oli. Bagaimana reaksi pendengar setia Radio Global 96,5 FM atas hal ini? Berikut beberapa opini pendengar dalam acara Warung Global, akhir pekan ini. ‘’Kayak anak kecil, kalau gak dikasi, pasti ngambul dan kecewa.’’ Demikian Putu Arta di Padangsambian. Sebagai warga Denpasar, ia menyatakan pasti Pemkot punya alasan tertentu kenapa tahun ini memutuskan untuk menghentikan pemberian PHR ke Bangli. Sebaiknya hal ini disikapi dengan bijak. Sebab, masih banyak potensi wisata di Bangli bisa dikembangkan, sehingga bisa mendatangkan wisatawan dan mendongkrak PAD Bangli. Ditambahkan Ketut Mursi, sebaiknya kekecewaan itu tidak diumbar ke publik, apalagi berisi ancaman dari seorang pemimpin. Ia menyarankan Pemkab Bangli bisa berinovasi baru, ketika PHR dihentikan. Seperti pepatah, lebih baik memberi daripada menerima.

Wayan Gubar, warga Klungkung, juga sepakat. Jangan seperti anak kecil, bijaklah menyikapi sesuatu, apalagi mengancam akan menguruk sungai dengan sampah dan oli bekas, bisa kena pidana itu karena mencemari lingkungan. Sebelum melontarkan kata sebagaiknya pikir dulu baik-baik. Salah seorang warga Kintamani Jero Wijaya juga turut memberikan saran atas penghentian pembagian PHR ke Bangli ini. Sebaiknya diambil hikmah positifnya, tak boleh bersikap ceroboh seperti ini. Sebab, aset Bangli seperti Kintamani bisa menyumbang PAD jauh lebih besar dari PHR yang selama ini diterima dari Denpasar. Peluang PAD di Kintamani ini terabaikan karena faktor kebodohan dalam mengelola SDA di Bangli. Danau yang tercemar karena perilaku pelaku ekonomi, pemerintah diam seribu bahasa. Kawasan lain seperti dinding kaldera dan gunung yang bisa mendongkrak pemasukan dari pariwisata tidak dikelola. Selain itu, pemerintah diharapkan mampu mengidentifikasi setiap permasalahan pariwisata di Kintamani dikelola secara bermartabat, tindak tegas pelanggaran yang membawa kepentingan diri di atas kepentingan umum. Pembangunan melanggar sempadan jalan, danau dan sebagainya mendapat pengawasan yang tepat, jika demikian adanya, menurut Winaja di Ubung,

sebaiknya potensi-potensi wisata tersebut dikembangkan. Pemerintah harus kreatif, jangan sampai melontarkan pernyataan yang tak enak didengar publik. Jika mampu sebaiknya Denpasar tetap menyalurkan PHR ke Bangli, demikian saran Bimasena di Gianyar. Selain itu, ia berharap agar Bupati Bangli segera minta maaf atas pernyataan yang sarat ancaman itu. Bisa saja Pemkab Bangli melakukan beberapa hal misalnya meningkatkan harga tiket masuk ke objek wisata sembari melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan di objek wisata tersebut. Hal senada juga disampaikan Werdha, warga Gianyar lainnya. Agar hibah PHR ini jangan dihentikan, karena ada beberapa perbaikan infrastruktur di Bangli membutuhkan dana biar tidak mandek. Tak salah jika Bupati Bangli kecewa, karena tak ada pemberitahuan sebelumnya, tetapi jangan lantas ditanggapi dengan kekecewaan yang berlebihan dan berisi ancaman. Ini kesannya emosional. Sebaiknya semua berpikir untuk Bali secara menyeluruh. Sementara Febri di Denpasar menyampaikan bahwa sebaiknya setiap daerah memenuhi dulu kebutuhannya sendiri, setelah itu baru bantu daerah lain. Pemberian bagi hasil PHR, menurutnya, tidak wajib diberikan dari Denpasar ke Bangli. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Pon, 30 September 2019

Uji Timbangan Jembatan ”Shortcut” Tabanan Pinjam Alat Kabupaten Lain Tabanan (Bali Post) -

Pascapelimpahan kewenangan perlindungan konsumen di bidang kemetrologian ke kabupaten/kota sesuai UU NO.23 Tahun 2014, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan melalui bidang terkait rutin melakukan pelayanan tera ulang secara mandiri. Tidak hanya Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) milik pedagang maupun rumah sakit, timbangan jembatan milik SPBE dan perusahaan yang bergerak dibidang infrastruktur jalan pun juga diawasi sebagai syarat legalitas. Seperti yang dilakukan belum lama ini pada perusahaan infrastruktur jalan yang menangani shortcut Denpasar-Singaraja. Sayangnya untuk kegiatan tera timbangan jembatan yang memiliki kapasitas besar, unit metrologi legal Disperindag Tabanan masih terbentur standar alat uji, dan harus meminjam ke kabupaten lain seperti Buleleng, Gianyar dan Badung. Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Kabid Meteorologi Wayan Roby Megananta seizin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan I Gusti Arya Wardana menjelaskan timbangan jembatan adalah salah satu jenis UTTP yang memiliki kapasitas besar, pada umumnya mulai dari 30.000 ton dan tergolong wajib tera/tera ulang. Untuk dapat melayani pengujian timbangan jembatan (TJ), Unit Metrologi Legal Tabanan

harus menambah lingkup pelayanan yang diajukan kepada Direktorat Metrologi Bandung, tentunya ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi. Syarat utama adalah penyediaan anak timbangan (BIDUR) yang harus ada sejumlah 10 persen dari kapasitas TJ. Saat proses pengajuan penambahan lingkup pelayanan tersebut bidang terkait terkendala penyediaan jumlah BIDUR yang saat ini baru ada 1,5 ton. Dari hasil koordinasi

FIGUR

dengan Direktorat Metrologi Bandung, disarankan untuk melakukan kerja sama dengan UML Kabupaten lain yang opesional. BIDUR tersebut harus tertelusur dengan bukti sertifikat kalibrasi. “Jadi untuk bisa melakukan penambahan lingkup pelayanan, kami kerja sama dengan Kabupaten lain. Karena kapasitas TJ shortcut yang besar, jadi membutuhkan standar yang besar pula, maka kami pinjam alat ke UML Buleleng. Ini pelayanan tera perdana untuk timbangan

jembatan,” terangnya, Minggu (29/9) kemarin. Diakuinya, meski memperoleh penambahan lingkup pelayanan dari Direktorat Metrologi Bandung, namun belum semua bisa terlayani. Ini dikarenakan perlu adanya penyesuaian jadwal pelaksanaan uji tera dengan tiga kabupaten yang diajak bekerja sama. “Pengujian tetap kami lakukan, hanya saja sifatnya bertahap karena kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal uji Kabupaten lain yang kami ajak kerja sama, khususnya untuk alat uji yang dibutuhkan,” pungkasnya. Terkait hal ini, pihak terkait juga akan segera mengajukan usulan untuk penambahan standar BIDUR untuk optimalisasi pengujian timbangan jembatan. “Kami akan coba terus usulkan, semoga bisa segera terealisasi, apalagi kami tahu keterbatasan anggaran daerah,” ucapnya. (kmb28)

Buru Narkoba, Polisi Obok-obok Kafe

Objek Wisata Budaya TAK hanya dikenal dengan potensi alam pertanian serta perkebunan rakyatnya, Kecamatan Pupuan juga memiliki potensi wisata spiritual. Apalagi di Kecamatan Pupuan banyak terdapat pura yang sangat kental akan kesakralannya, begitupun tata cara upacara keagamaannya. Melihat potensi tersebut, salah seorang anggota dewan asal Pupuan Gusti Nyoman Omardani pun memiliki gagasan pengembangan objek wisata budaya, yakni semacam pembangunan museum yadnya/upakara. Meski baru sebatas gagasan, Omardani yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan ini mengatakan ide wisata budaya ini rencananya akan diselipkan dalam penyusunan RDTR Kabupaten Tabanan nantinya. “Suatu saat saya ingin Pemda membuat museum yadnya atau upakara, jadi masyarakat yang selama ini mungkin sudah mulai lupa terkait upakara atau yadnya bisa belajar di sana sebagai upaya pelestarian,” ucapnya, Minggu (29/9) kemarin. Ide atau gagasan pengembangan potensi Kecamatan Pupuan ini juga didasari banyaknya kawasan suci yang dimiliki, baik itu pura maupun tata cara upacara keagamaannya yang sangat sakral. Apalagi, dikatakan Omardani, Pemda Tabanan memiliki aset lahan seluas 104 hektar di Kecamatan Pupuan yang selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas Perusahaan Daerah Darma Shantika. “Sekalian dimanfaatkan lahannya sembari melestarikan kebun milik Darma Shantika di sana, paling tidak hanya membangun beberapa unit bangunan atau balai untuk fungsi museumnya,” terangnya. Jika seluruh potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap desa di Pupuan nantinya bisa terus dimunculkan dan disinergikan antardesa, Omardani pun berharap pemerintah daerah ke depan bisa mendukung pengembangan wisata di Tabanan bagian barat dengan mempercepat proses pembangunan jalan dari Desa Sanda menuju Kecamatan Penebel, karena akses aksebilitas tentunya sangat penting dalam proses percepatan perekonomian di Pupuan. “Dampaknya akan sangat luar biasa bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Tabanan bagian barat,” pungkasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

UJI TERA - Kegiatan uji tera timbangan jembatan shortcut Denpasar-Singaraja yang dilakukan UML Disperindag Tabanan, belum lama ini.

Bali Post/ist

OBOK-OBOK - Obok-obok kafe, polisi tidak temukan barang berbahaya seperti narkoba dan lainnya.

Tabanan (Bali Post) – Satres Narkoba Polres Tabanan gencar memburu para pelaku penyalahgunaan narkoba. Jumat (27/9) malam petugas melakukan sweeping ke sejumlah kafe. Para pelayan (waitress) maupun pengunjung kafe diperiksa satu persatu. Sayangnya polisi tidak menemukan barang berbahaya seperti narkoba dan lainnya. Kegiatan operasi tersebut dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres tabanan AKP I Ketut Tunas. Diawali menyasar kafe Joged yang berlokasi di jalan Umpalan Nomor 11 Dauh Peken, Tabanan. Kedatangan para petugas mengejutkan pelayan maupun pengunjung kafe. Dimana sebanyak 40 orang pelayan dan pengunjung yang sedang asyik minum langsung digeledah petugas. Mereka tidak bisa berkutik dan pasrah saat

digeledah petugas. Namun dari penggelahan dan penyisiran di lokasi, petugas tidak menemukan barang seperti narkoba dan barang mencurigakan lainnya. Usai di Kafe Joged, selanjutnya petugas menuju Tum Hi Ho Cafe yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno No. 123 Desa Dauh Peken, Tabanan yang tidak jauh dari kafe Joged. Petugas pun langsung merangsek ke dalam kafe dan langsung memeriksa pelayan dan pengunjung sebanyak 30 orang. Sama seperti di kafe Joged, petugas juga tidak menemukan narkoba dan barang berbahaya lainnya. Kasat Narkoba AKP I Ketut Tunas mengatakan, operasi kali ini sengaja menyasar kafe serangkaian Operasi Antik Agung 2019. Tujuannya untuk mengungkap dan menindak peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang belum

terungkap. Selain itu, juga mencegah berkembangnya dan meluasnya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba. “Yang terpenting, terbebasnya masyarakat dari pengaruh buruk akibat mengkonsumsi Narkoba, serta terwujudnya situasi dan kondisi yang kondusif, kuhusnya di wilayah hukum Polres Tabanan,” tegasnya. Terkait peredaran narkoba di wilayah Tabanan, Kasat narkoba AKP I Ketut Tunas juga mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan khususnya di daerah yang awalnya ditetapkan menjadi zona rawan peredaran narkoba, yakni Kecamatan Penebel dan Baturiti. “kami terus lakukan pengawasan khusus di dua kecamatan tersebut, serta adapula pembinaan dari Bimas terkait bahaya narkoba pada generasi muda untuk menekan angka kasus di wilayah tersebut,” terangnya. (kmb28)

Dua Hari Razia Gabungan, Puluhan Penunggak Pajak Terjaring

Tabanan (Bali Post) Menekan seminimal mungkin tunggakan pajak kendaraan bermotor, UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali di Kabupaten Tabanan menggelar razia gabungan melibatkan Sat Lantas Polres Tabanan dan petugas dari jasa raharja di dua lokasi berbeda. Kegiatan digelar selama dua hari dengan dua titik lokasi berbeda, yakni Jumat (27/9) di depan gedung kesenian I Ketut Maria dan Sabtu (28/9) di jalan Wagimin, Kediri. Alhasil selama dua hari kegiatan masih banyak penunggak pajak kendaraan bermotor yang terjaring, selain juga pelanggaran lainnya. Ditemui usai pelaksanaan razia gabungan, Kasi Pelayanan UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna mengatakan, kegiatan razia gabungan bertujuan untuk menjaring wajib pajak yang masih menunggak pajak kendaraan. “Kami bersinergi dengan pihak kepolisian,” ujarnya,

Minggu (29/9) kemarin. Sementara hasil dari razia gabungan yang digelar dua hari tersebut, jumlah pelanggar yang dikenakan tilang sebanyak 107 pelanggar. Melihat dari jenis pelanggaran didominasi masa berlaku pajak kendaraan bermotor (PKB) sudah lewat disusul tanpa SIM sebanyak 80 pelanggaran, dan pelanggaran terkait kelengkapan kendaraan sebanyak 27 pelanggar. “Untuk jenis pelanggaran Pajak Kendaraan Bermotor masa berlaku pajaknya sudah lewat sebanyak 29 pelanggar,” bebernya. Dikatakannya, dari berbagai pajak daerah, pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu unggulan dalam membiayai pembangunan daerah Provinsi. Untuk itu, penerimaan dari sektor ini perlu adanya pengoptimalan melalui berbagai upaya yang mampu meningkatkan jumlah pendapatan dari sektor ini. Karena diakui, kegiatan operasi/razia kendaraan gabungan baik dalam skala besar maupun kecil dirasakan masih kurang atau bahkan belum bisa memberikan efek jera

Bali Post/bit

RAZIA - Sejumlah pelanggar terjaring razia gabungan yang digelar di dua titik belum lama ini di Kabupaten Tabanan. kepada para penunggak pajak, sehingga perlu cara lain untuk mengatasinya. Salah satunya layanan samsat keliling. “Jumlah hasil razia tergantung lokasi dan lama kegiatan, jadi tidak bisa dijadikan acuan dalam penentuan kesadaran wajib pajak dalam melakukan kewajibannya,” terangnya.

“Rencananya untuk kegiatan serupa pihaknya akan menyasar daerah-daerah pelosok, dan sebagai awal kegiatan sebagai sampling adalah di jalan Wagimin,” imbuhnya. Wiraguna menambahkan, efek jangka pendek diadakannya razia gabungan ini hanya untuk menimbulkan rasa jera kepada

wajib pajak sehingga diharapkan dapat segera melakukan kewajibannya dalam membayar PKB maupun untuk melakukan BBNKB. “Terlebih saat ini Polisi menerapkan tilang kepada pengendara yang tidak melakukan pengesahan STNK (belum bayar PKB) saat diperiksa,” pungkasnya. (kmb28)


Senin Pon, 30 September 2019

Rumah Milik Pegawai RSUD Terbakar

Singaraja (Bali Post) Sebuah rumah permanen di Jalan Gunung Rinjani, Singaraja terbakar, Sabtu (28/9). Rumah berukuran lebar tujuh meter dan panjang 12 meter yang ditempati Nyoman Pasek Sukerman itu diamuk si jago merah. Namun, apa penyebab terbakarnya rumah seorang pegawai di RSUD Buleleng itu sejauh ini belum diketahui secara pasti. Demikian juga berapa diperkirakan jumlah kerugian secara materiil, masih belum dihitung. Sebab, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

TERBAKAR - Rumah permanen di Jalan Gunung Rinjani, Singaraja terbakar, Sabtu (28/9).

Bali Post/ist

Kebakaran di rumah itu pertama kali diketahui saksi Gede Agus Dika Pratama. Dia merupakan seorang mahasiswa yang kos di rumah tersebut. Saat saksi Dika tertidur, tiba-tiba ia mendengar suara gaduh di bagian ruang dapur. Sekitar pukul 11.00 Wita saksi mengecek ruang dapur itu. Kemudian, api tiba-tiba saja sudah membesar. Bahkan, kobaran api itu membesar dan dengan cepat melalap bangunan rumah itu, sehingga saksi gagal menyelamatkan barang-barang miliknya. Kejadian itu kemudian membuat warga panik. Selanjutnya dengan cepat melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Beberapa saat kemudian, mobil pemadam tiba di TKP.

Namun, api terus saja membesar karena itu banyak pihak khawatir api itu merembet ke bangunan lainnya. Dengan perjuangan keras akhirnya api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.00 Wita. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, penyebab kebakaran ini masih diselidiki. Sejumlah saksi yang diduga melihat kejadian itu sudah dimintai keterangan. ‘’Peristiwa itu masih kita selidiki. Keterangan awal yang diperoleh dari saksi, api itu ditemukan di dapur. Namun, apa sebagai penyebab pasti kebakaran itu kita masih lakukan pemeriksaan lanjutan,’’ kata Kapolsek memberi alasan. (kmb38)

Ciptakan Wirausaha Muda

HMJ Manajemen Undiksha Gelar Seminar Nasional

DI tengah perkembangan zaman milenial sekarang ini, para mahasiswa tidak saja disiapkan semata-mata agar kelak siap menjadi guru atau dosen. Justru ketika belum lulus, maksudnya mahasiswa itu masih aktif studi menuntut ilmunya di kampus, sudah digenjot diberikan wawasan luas dipersiapkan sebagai wirausaha muda. Dengan bekal itu diharapkan setelah lulus nanti mereka justru bisa menciptakan lapangan kerja baru. Memberikan wawasan tambahan menjadi wirausaha muda, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan Seminar Wirausaha Nasional, Minggu (29/9) kemarin. Ratusan peserta mendapatkan tambahan wawasan dari empat narasumber yang telah terbukti sukses menjadi wirausaha muda, yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Ketua HMJ Manajemen I Gede Mulya Pradipta mengatakan, seminar ini bagian dari kegiatan rutin yang sudah disusun dalam program HMJ Manajemen. Pihaknya menggelar seminar itu untuk memberikan tambahan wawasan bagaimana menjadi seorang wirausaha muda, dengan kemampuan mengelola sebuah usaha secara mandiri dan juga unggul dalam persaingan. Khusus peserta dari mahasiswa, Pradipta menyebut kegiatan ilmiah itu juga bermanfaat untuk mahasiswa itu sendiri. Alasannya, setelah lulus dari perguruan tinggi bekal wawasan ilmu dari praktisi di bidangnya itu, diyakini bisa dipakai “modal” merintis usaha mandiri kreatif dan juga inovatif.

Dengan demikian lulusan alumni FE Undiksha itu akan memiliki kualitas plus. Mereka tidak terpaku menjadi seorang PNS atau profesi kantoran lainnya. “Dari seminar ini kami berharap mahasiswa ketika lulus nanti punya kualitas plus. Mereka memiliki modal merintis usaha mandiri, sehingga dalam seminar ini kami hadirkan narasumber yang sudah sukses merintis usaha mandiri dan berdaya saing,” katanya. Pradipta menambahkan, salah satu narasumber yang dikenal sukses merintis usaha di ra milenial sekarang ini adalah dr. Tirtha Mandira Hudhi. Meskipun ia sudah memiliki pekerjaan menjanjikan dari disiplin ilmu kedokterannya, Mandira Hudhi sukses menjadi wirausaha muda dengan mengelola usaha penjualan sepatu, dimana segmen pasarnya khusus

level menengah ke atas. Kreativitas dan kejeliannya, usaha menjual sepatu buatan asli dalam negeri itu, bahkan sudah berkembang pesat. Tidak ketinggalan basic usahanya ini tetap memanfaatkan penjualan konvensional dan juga menggunakan kecanggihan teknologi informasi (TI) seperti sekarang ini. “Meski sebagai dokter, beliau kami undang karena kejeliannya membaca peluang. Kemudian berhasil menjadi wirausaha muda dengan menciptakan lapangan kerja sendiri. Nah, ilmunya itulah disebarkan dalam seminar kali ini,” jelasnya. Sementara itu, Dekan II Fakultas Ekonomi Undiksha Putu Parma usai membuka seminar itu menyambut baik upaya HJM Manajemen yang menggelar kegiatan ilmiah itu. Diyakini, tidak saja dapat mana-

mbah wawasan mahasiswa itu sendiri, juga sekaligus masyarakat umum. Dia menyebutkan, naluri bisa menjadi wirausaha muda itu sangat terbuka di era milenial sekarang ini. Untuk itu, materi yang dipresentasikan para narasumber ini setidaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan lapangan kerja sendiri, sehingga mahasiswa nantinya tidak saja terpaku menjadi PNS, tetapi mereka juga mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri. “Seperti yang didengungkan lembaga kami. Bagaimana agar di era milineial dan era revolusi 4.0 ini, mahasiswa setelah lulus tidak saja terpaku mencari pekerjaan PNS saja, tetapi menjadi wirausaha muda, sehingga seminar ini sangat tepat dan penuh manfaat untuk mahasiswa dan juga peserta umum,” jelas Putu Parma optimis. (kmb38)

BUKA SEMINAR – Dekan II Fakultas Ekonomi Undiksha Putu Parma membuka seminar wirausaha nasional yang digelar HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi Undiksha, Minggu (29/9) kemarin.

TANAM POHON - Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM-REMA) Undiksha menanam sebanyak 200 pohon bibit mangrove di Pantai Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Minggu (29/9) kemarin.

Pengabdian Masyarakat, Tanam 200 Pohon Mangrove

BEM-REMA Undiksha Gaungkan Tri Hita Karana UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) komit untuk mengimplementasikan Tri Hita Karana, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM-REMA). Salah satunya melalui penanaman 200 pohon mangrove di Pantai Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Agenda peduli lingkungan itu dilangsungkan, Minggu (29/9) kemarin. Ketua Panitia I Wayan Dodo Saputra mengatakan, kegiatan yang bertajuk “Mangrove Plantation 2019” ini merupakan program tahunan BEM-REMA. Dalam implementasinya tidak hanya melibatkan mahasiswa Undiksha, namun juga siswa SD di Pejarakan maupun komunitas penggiat lingkungan. Aksi ini, sebagai salah satu bentuk perhatian pada lingkungan, utamanya kawasan pesisir yang kaya berbagai eksosistem yang perlu dijaga habitatnya dengan baik. Diharapkan, action

konstruktif itu bisa juga memberikan manfaat positif pada masyarakat sekitarnya. “Untuk hari ini ada sekitar 200 pohon mangrove ditanam. Kegiatan ini merupakan strategi kami menjalin hubungan secara baik dengan lingkungan. Sejatinya action itu benar-benar membumi karena merupakan salah satu implementasi Tri Hita Karana,” katanya. Presiden BEM-REMA Undiksha Made Ginastra mengatakan, selain penanaman mangrove, pada 28 September juga dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Wujud pengabdian itu berupa program literasi di SDN 6 Sepang, Kecamatan Busungbiu. Salah satunya memberikan bantuan pojok baca. Kegiatan itu juga merupakan bentuk implementasi Tri Hita Karana, terkait menjalin hubungan baik dengan sesama. Perpustakaan yang ada di sana tampak belum maksimal. Karena itu, pihaknya

melakukan kegiatan pengabdian di sini. Pengabdian yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk sekolah sekaligus meningkatkan kualitas siswa. “Kami berharap dengan membudayakan literasi ini, pengetahuan siswa semakin baik,” jelasnya. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, karena hal itu sejalan dengan program universitas. Mahasiswa memiliki peran sangat penting dalam memajukan lembaganya. Salah satunya dari sisi prestasi. Rektor asal Nusa Dua, Kabupaten Badung itu menginginkan hal demikian juga bisa ditorehkan. “Dukungan mahasiswa dalam mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045 itu sangat perlu,” kata mengingatkan. (ad998)


Senin Pon, 30 September 2019

Gusti Ramadi

Siapkan Patung Anyaman Bambu untuk Karya di Pura Tirta Empul

Bali Post/nik

PATUNG - I Gusti Ngurah Dalem Ramadi menunjukkan patung anyaman bambu di rumahnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (29/9) kemarin.

2019, Delapan Anjing Positif Rabies

Gianyar (Bali Post)vSepanjang 2019 ini kasus rabies masih terdeteksi di Kabupaten Gianyar. Hingga September ini sudah terdeteksi delapan kasus temuan anjing positif rabies. Melihat kondisi ini perlu ada pemahaman semua komponen terkait pencegahan kasus rabies. Drh. Nyoman Arya Dharma dari UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Sukawati mengatakan hal itu saat memperingati Hari Rabies Sedunia, belum lama ini. Menurut Arya Dharma, pihaknya kini menggalakkan program pencegahan rabies, berupa menumbuhkan rasa empati sejak dini kepada siswa terhadap hewan di sekitarnya terutama anjing. Kegiatan ini dilakukan dengan mengedukasi pelajar di SDN 3 Sukawati, beberapa hari lalu. “Kami mengedukasi langkah-langkah penanganan gigitan anjing, tentunya dengan cara yang mudah dipahami anak sekolah dasar,” ujarnya. Untuk penanganan kasus rabies selama ini, kata Arya

Dharma, pihaknya mengalami kendala kekurangan sumber daya manusia (SDM). Sehingga dengan adanya program edukasi ini tentu akan sangat membantu. “Tentunya kita semua berharap Bali bisa terbebas dari rabies,” katanya. Menurut Arya Dharma, sepanjang 2019 hingga September ini sudah terdeteksi delapan kasus rabies. Terakhir pada September lalu ditemukan satu kasus positif rabies di Kabupaten Gianyar. Temuan itu di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh. Penanganan pun sudah dilakukan di seputaran lokasi tersebut. “Di sana sudah dilakukan penanganan sesuai SOP,” katanya. Sementara untuk kecamatan lain di Kabupaten Gianyar, kata Arya Dharma, sepanjang September lalu nihil temuan kasus rabies. Kendati demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaannya. Yang terpenting lagi, penting tidak melepasliarkan anjingnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MENGECEK - Arya Dharma saat mengecek kondisi anjing di Kecamatan Sukawati, beberapa hari lalu.

I GUSTI Ngurah Dalem Ramadi merupakan seniman anyaman bambu asal Desa Manukaya Kecamatan Tampaksiring. Karya seniman ini sudah banyak yang mengundang decak kagum, bahkan dipamerkan dalam sejumlah festival besar di Bali. Saat ini pria berusia 24 tahun ini sedang konsentrasi membuat karya seni untuk upacara di Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Menurut pria yang akrab disapa Gusti Ramadi ini, hobi menganyam bambu sudah dilakoninya sejak kecil. Namun, kreativitasnya itu baru bisa dituangkan saat pembuatan ogoh-ogoh menjelang Pangerupukan. Tentunya karya itu dominan menggunakan bahan bambu. “Sejak

kecil memang suka membuat anyaman bambu. Tetapi saat menjelang Pangerupukan saja membuat ogoh-ogoh degan sistem anyaman,” ujarnya saat ditemui Bali Post, Minggu (29/9) kemarin. Karya yang eksotik ini pun menuai banyak perhatian. Terlebih, foto-foto karyanya itu sudah banyak tersebar di media sosial. Alhasil, banyak yang tertarik dengan karyanya. Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini mengaku sudah beberapa kali ikut pameran dan menyelesaikan orderan patung anyaman bambu untuk kegiatan festival. Di antaranya patung anyaman bambu kepala Baris yang dipajang pada kegiatan di Lapangan Lumintang, Denpasar beberapa waktu lalu,

patung Rejang, patung Raja Karangasem, hingga tempat berswafoto yang dipajang beberapa objek wisata di Gianyar. Gusti Ramadi mengaku sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan pembuatan patung berbahan bambu yang akan dipajangnya di Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Pembuatan karya ini dilakukan atas permintaan pihak desa setempat. “Ini merupakan patung penyambutan untuk karya agung yang akan datang ini. Karena diminta oleh pihak desa, jadi kita ngayah dan saya tidak bekerja sendiri. Ada sejumlah pemuda dan krama juga ikut membantu proses pembuatannya,” ujarnya. Gusti Ramadi mengatakan, patung anyaman

bambu yang tingginya dua meter itu memerlukan sekitar 100 bambu. Sedangkan proses pembuatannya memerlukan waktu sekitar satu bulan. “Selain bambu, sebagai pemanis akan dikombinasikan dengan ukiran-ukiran dari kayu,” katanya. Gusti Ramadi menambahkan, awet atau tidaknya patung berbahan bambu sangat tergantung dari lokasi penempatan patung tersebut. Artinya, sangat dipengaruhi oleh cuaca, terkena air hujan atau tidak. “Kalau ditempatkan pada tempat yang tidak kena hujan dan matahari bisa mencapai lima tahun masih utuh. Rata-rata umur anyaman bambu tanpa diawetkan memang segitu,” tegasnya. (nik)

Pemkab Ketatkan Verifikasi

Banyak KK Miskin Tak Dapat Bantuan Gianyar (Bali Post) -

Kemiskinan masih menjadi persoalan pelik di Kabupaten Gianyar dan hingga kini belum tuntas ditangani. Ironisnya, dari sekian warga yang tercatat miskin, belum semua bisa mendapat bantuan pemerintah. Seperti di Desa Tulikup yang memiliki 122 kepala keluarga (KK) miskin, hanya 54 KK yang mendapat bantuan dari Pemkab Gianyar. Hal ini terjadi karena ketatnya proses verifikasi yang dilakukan pemerintah. Dikonfirmasi Minggu (29/9) kemarin, Perbekel Desa Tulikup I Made Ardika membenarkan di wilayahnya tercatat ada 122 KK yang kondisinya kurang mampu. Ia juga mengakui belum semua KK miskin tersebut mendapat bantuan dari pemerintah. “Yang dapat bantuan dari program pemerintah hanya 54 KK saja, yang sesuai dengan persyaratan,” katanya. Dari ratusan warganya yang tergolong kurang mampu, kata Ardika, bantuan pemerintah hanya diprioritaskan kepada warga yang kondisi rumahnya rusak parah. Sehingga sejumlah warga yang juga dalam kondisi kurang mampu tidak mendapat bantuan pemerintah. “Diprioritaskan kepada warga keadaan rumahnya rusak parah, anak telantar, dan beberapa kreteria yang lainnya,” terangnya. Ardika menegaskan, petugas sudah melakukan survei untuk 122 KK yang tercatat miskin di desanya. Survei dilakukan langsung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang membina desa tersebut. Hasilnya hanya beberapa saja yang dinilai layak mendapat bantuan. Bahkan

dari seratus lebih KK miskin yang tercatat sebelumnya, hanya puluhan KK yang lolos verifikasi. “KK miskin yang mendapatkan bantuan dari program Pemkab Gianyar sesuai persyaratan hanya 54 KK

saja. Itu sudah sesuai prioritas yang rumahnya rusak parah dan anak terlantar,” jelasnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, pihaknya tengah menggenjot bidang pengentasan masyarakat

dari kemiskinan. Saat ini pihaknya mengerahkan seluruh OPD untuk mengaktifkan program desa binaan, sekaligus mendata kemiskinan di desa binaan masing-masing. “Data ini diinput dalam aplikasi yang sudah dikembangkan oleh staf saya. Jadi, data ini riil karena dilengkapi dengan data KK, foto rumah, foto kamar mandi, semua bisa dilihat di aplikasi ini,” tegas Mahayastra saat dikonfirmasi pada refleksi satu tahun kepemimpinannya, Sabtu (28/9) malam.

Sambil membuka aplikasi yang tampil di layar, Mahayastra membeberkan kriteria warga yang dipandang perlu mendapatkan bantuan. Sehingga, semua undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut bisa melihat data-data keluarga miskin yang ditampilkan beserta foto-fotonya. “Dengan data riil seperti itu, bantuan bagi KK miskin diperkirakan akan tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

VERIFIKASI - Tim verifikasi Pemkab Gianyar saat mendatangi kediaman warga miskin, belum lama ini.

Dua Siswa Program Adem Kembali ke Papua Gianyar (Bali Post) Kondisi konflik yang kembali terjadi di Papua, ternyata berdampak pada psikis siswa asal Pulau Cendrawasih itu. Bahkan, sejumlah siswa yang sudah belajar di Kabupaten Gianyar memilih balik ke Papua. Ada dari mereka yang tidak bisa dihubungi hingga kini, apakah akan menyelesaikan studi

atau tidak. Namun, ada juga yang mengaku akan kembali Oktober mendatang. Kepala SMAN 1 Sukawati Gusti Made Puja Armaya mengungkapkan hal itu, Minggu (29/9) kemarin. Menurut Puja Armaya, siswa-siswa Papua yang belajar di sekolahnya itu mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menegah (Adem)

yang digulirkan oleh pemerintah. Dikatakan, program ini sudah berjalan sejak 2012 sampai sekarang. “Tahun ini, ada delapan siswa dari Papua yang mengikuti program ini,” katanya. Diduga akibat polemik yang terjadi di Papua, ada dua siswa yang memilih pulang. Menurut Puja Armaya, kepulangan mereka

ke daerah asalnya itu, atas permintaan dari Papua. Setelah siswa itu tiba di Papua, pihak sekolah sempat menghubungi siswa yang mendadak pulang kampung tersebut. “Ada satu orang, awal bulan depan ini (Oktober - red) katanya mau balik ke Bali. Tapi, siswa yang lagi satu nggak bisa dihubungi,” jelasnya.

Puja Armaya menambahkan, siswa Papua yang berencana kembali ke Bali itu sudah atas persetujuan orangtua mereka. Siswa tersebut diminta melanjutkan program Adem di SMAN 1 Sukawati. “Yang akan balik memang atas permintaan orangtuanya pulang. Sedangkan yang satu lagi, tidak melapor kepada kami dan ti-

dak bisa dihubungi,” ujarnya. Selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Sukawati, siswa asal Papua itu tinggal di sebuah rumah kos di Banjar Bedil, Desa Sukawati. Menurut Puja Armaya, siswa-siswa Papua yang masih bertahan di Bali itu tetap menempuh pendidikan dengan baik. “Ya, mereka biasa ke sekolah. Mereka baik-baik

saja, tegasya. Puja Armaya menjamin suasana di sekolah yang dipimpinnya itu aman. Ditegaskan, para siswa lokal asal Gianyar juga dipastikan bersosialisasi baik dengan para siswa yang mengikuti program Adem ini. “Di sini nyaman saja. Kami selalu berkoordinasi dengan mereka,” ujarnya. (kmb35)


Senin Pon, 30 September 2019

Pencarian Nelayan Hilang Dihentikan

Jelang Dilantik, Siapkan Pelatihan Kompetensi Perbekel

Negara (Bali Post) Setelah tujuh hari dilakukan, pencarian nelayan yang hilang di perairan Pengambengan oleh tim gabungan akhirnya dihentikan. Tim gabungan dari SAR, Sat Polair Polres Jembrana dan BPBD Jembrana terhitung, Minggu (29/9) kemarin, sudah tidak melakukan pencarian. Mulyadi (23), nelayan asal Pebuahan, Desa Banyubiru hilang saat melaut di perairan Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu (22/9) lalu. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Jembrana I Komang Sudiarsa mengatakan, tim gabungan, Sabtu (28/9) lalu, masih melakukan pencarian dari pagi sampai sore. Tetapi sama dengan hari-hari sebelumnya, pencarian tidak mendapati tanda-tanda nelayan tersebut. Selama tujuh hari pencarian, rute yang dijelajahi untuk dilakukan pencairan baik arah timur hingga ke perairan Yeh Kuning dan ke barat hingga ke wilayah Melaya. Selain melakukan pencarian secara aktif, tim juga menyerap informasi dari para nelayan yang setiap harinya juga melaut mencari ikan. “Dari semua itu baik pencarian dan informasi ke nelayan, hasilnya negatif (belum ditemukan),” terangnya kepada wartawan, Minggu (29/9) kemarin. Dihentikannya pencarian mulai Minggu kemarin mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Di mana pencarian dilakukan tujuh hari secara berturutturut mulai Minggu (22/9) hingga Sabtu (28/9). Dari evaluasi yang dilakukan, diputuskan untuk menghentikan pencarian. Tetapi bila nantinya ada informasi ditemukan nelayan hilang ini di perairan, tim akan menindaklanjuti. (kmb26)

Hasil pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Jembrana, Senin (23/9) lalu, menetapkan 35 perbekel terpilih masa bakti 2019-2025. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya tercatat berstatus new comer atau perbekel yang baru pertamakalinya menjabat. Guna memastikan perbekel mampu melaksanakan tata pemerintahan serta tugasnya dengan baik, Bupati Jembrana I Putu Artha meminta dinas PMD memberikan materi pelatihan dan pembinaan kepada para perbekel. Tujuan pelatihan itu agar mereka bisa langsung bekerja usai dilantik. Tidak ada keragu-raguan lagi dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah disiapkan. “Pelatihan jelang dilantik khususnya bagi mereka yang baru sangat penting. Agar mereka paham gambaran tugas yang akan diemban serta berbagai aturan maupun regulasi mengingat beban serta tanggung jawab perbekel makin berat,” ujar Bupati Artha usai pelaksanaan Arisan rutin pejabat di pantai Baluk Rening Negara, Minggu (29/9) kemarin. Artha juga menyebut saat ini peran perbekel sangatlah strategis jika dilihat besaran anggaran Arahan - Bupati Artha memberikan pengarahan di sela-sela penyerahan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di Kecamatan Negara, dalam kegiatan arisan rutin pejabat pemkab Jembrana, Minggu pagi (29/9) di Pantai Baluk Rening.

yang dialokasikan ke desa. Mereka juga dituntut mampu mengelola potensi daerahnya. Selain dari pemerintah pusat dengan dana desa, alokasi anggaran juga dikucurkan pemerintah daerah melalui ADD, bagi hasil pajak serta pendapatan lainnya. ‘’Jangan sampai anggaran yang begitu besar itu sia-sia karena keragu-raguan perbekel mengeksekusi program. Selain dukungan internal, siapkan juga tim dari luar untuk membimbing mereka. Pembinaan dan pengawasan ini menjadi tugas Pemkab agar seluruh perbekel tahu arah, demi mewujudkan pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan,” pinta Artha di hadapan puluhan pejabat eselon II dan III Pemkab Jembrana. Bupati asal Melaya ini juga berharap pelatihan nanti memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban kepala desa dan bagaimana membangun sinergitas dengan OPD (organisasi perangkat daerah), dengan sesama perangkat desa. Permintaan Bupati tersebut disambut positif oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa I Gede Sujana. Ia mengucapkan terima kasih atas masukan Bupati sebagai bentuk perhatian terhadap pemerintahan desa. “Kita segera tindak lanjuti masukan bupati dengan jadwalkan pelatihan sebelum mereka dilantik tanggal 6 Desember nanti. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitas perbekel. Tidak hanya bagi yang baru menjabat, tapi juga pejabat sebelumnya. Materinya nanti seputar tata kelola keuangan desa, teknik penyusunan RPJMDes serta APBDes,” ungkap Sujana. (ad996)

Sertijab Kasat Lantas Ditandai Penandatanganan Pakta Integritas

Negara (Bali Post) – Jabatan Kasat Lantas Polres Jembrana mengalami pergantian. AKP Yoga Widyatmoko resmi digantikan Iptu Shinta Ayu Pramesti. Serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas Jembrana di Lapangan Apel Polres Jembrana, Sabtu (28/9) lalu dipimpin Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih. Serah terima jabatan yang dihadiri Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Jembrana, para Kapolsek, Bhayangkari dan jajaran Polres Jembrana ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih mengatakan, mutasi merupakan hal yang biasa dalam jajaran kepolisian, sesuai kebutuhan organisasi yang dinamis dan senantiasa berkembang sesuai dengan tuntutan dan tantangan tugas yang dihadapi.

Tujuannya, tambahnya, guna pengembangan karier personel, penyegaran kinerja dan peningkatan layanan kepada masyarakat. Sedangkan Pakta Integritas ditandatangani sebagai wujud nyata komitmen dalam mewujudkan pembangungan zona integritas, menuju wilayah bebas korupsi serta wilayah birokrasi yang bersih dan melayani. Selanjutnya AKP Yoga Widyatmoko dimutasi sebagai PS Kapolsek Blabatuh Polres Gianyar. Sedangkan Iptu Shinta Ayu Pramesti sebelumnya pernah men-

jabat Kaurproduk Spripim Polda Bali. Kapolres Jembrana juga mengapresiasi AKP Yoga selama bertugas di Polres Jembrana serta berharap kinerja baik yang telah ditorehkan selama ini di Polres Jembrana, dapat kembali dilanjutkan oleh Kasat Lantas yang baru Iptu Shinta. “Shinta yang saat ini menjadi orang baru di Polres Jembrana, namun sebelumnya juga sudah pernah bertugas di Satuan Lalulintas Polres Jembrana, tentunya memahami permasalahan lalu lintas yang ada,” ujar Kapolres Jembrana. (kmb26) KASAT LANTAS - Sertijab Kasat Lantas Polres Jembrana dari AKP Yoga kepada pejabat baru Iptu Shinta.

Bali Post/olo

Calon Perbekel Kalah, Gugat Pilkel

Bali Post/kmb

GEMPA AMBON - Penggalangan dana dilaksanakan Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Jembrana untuk korban bencana gempa Ambon.

Negara (Bali Post) Meskipun secara umum pemilihan perbekel serentak di Jembrana berjalan kondusif, namun di Desa Pulukan Kecamatan Pekutatan masih menyisakan perkara. Calon perbekel yang kalah, Komang Wardana, menggugat pelaksanaan pemilihan perbekel itu. Gugatan bukan terkait hasilnya, di mana Wardana kalah dari calon perbekel lainnya, Wayan Armawa. Tetapi terkait proses dirinya bisa lolos menjadi calon perbekel, meskipun dirinya tidak punya ijazah asli SMP karena hilang. Padahal dalam persyaratan, ijazah itu harus ada. Wardana akhir pekan lalu mengaku sejatinya tidak berminat menjadi calon perbekel karena ijazahnya hilang. Tetapi oleh calon lainnya yang merupakan incumbent, dirinya diminta menjadi calon perbekel pendamping. Harapannya agar Pilkel Desa Pulukan bisa berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Wardana me-

ngaku dijanjikan akan dibiayai pembangunan perbaikan rumahnya yang belum selesai. “Di awal saya sudah bilang, kalau ijazah saya hilang. Dulu pernah jadi calon klian banjar tetapi tidak lolos karena syarat itu,” aku Wardana. Saat mendaftar lalu, dirinya hanya menyetorkan fotokopi ijazah SMP tanpa dilegalisir. Sebab, tidak bisa dilegalisir oleh sekolah karena tidak bisa menunjukan aslinya. Di sinilah ia mengaku kaget bisa lolos. Padahal dalam tata tertib pilkel disebutkan bakal calon wajib menyerahkan/menunjukkan ijazah asli. Ketika dicek, fotokopi ijazah itu sudah dilegalisir. Begitu penetapan calon, Wardana mengaku sempat menemui Armawa menagih janji biaya pembangunan yang dijanjikan. Tetapi tidak diberikan. Begitu juga ketika ditagih saat calon incumbent itu menang, dirinya hanya diberikan 10 sak semen. Sementara itu, calon perbekel terpilih

Pulukan Wayan Armawa dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/9) kemarin, membantah semua tudingan yang disampaikan lawannya itu. Menurutnya itu hoax. Ia juga mendengar sebelum pelaksanaan pilkel dirinya dibilang menjanjikan (ke calon tersebut) Rp 50 juta. Menurutnya, itu tidak ada sama sekali dan dijadikan isu. Ditanya soal semen yang diberikan, Armawa juga tegas membantah. “Rumahnya saja saya tidak tahu,” terang Armawa. Isu ini, menurutnya, sudah menyeruak sejak saat dilakukan penyampaian visi dan misi. Tetapi dirinya memilih diam, agar tidak muncul masalah. Terkait ijazah, itu merupakan ranah panitia pelaksanaan. Tetapi sepengetahuannya ijazah asli calon memang hilang, tetapi fotokopi ijazah yang dilegasir. Logikanya, ketika tidak dilegalisir, sudah pasti panitia tidak menerima ijazah tersebut. “Masak (panitia) sendiri melegalisir?” terang Armawa. (kmb26)


Senin Pon, 30 September 2019

Lupa Matikan Dupa, Rumah Rawan Terbakar

Kerugian Diperkirakan Rp 55 Juta

Amlapura (Bali Post) Kebakaran rumah tempat tinggal terjadi Banjar Dinas Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Rumah milik I Kadek Rawan ludes terbakar, Sabtu (28/9) lalu. Atas peristiwa itu, pemilik rumah Kadek Rawan diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp 55 juta. Ditengarai, kebakaran itu karena korban sendiri lalai yakni lupa mematikan dupa usai melaksanakan persembahyangan di rumahnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rumah milik Rawan yang terbakar itu berukuran panjang tujuh meter dan lebar lima meter. Sebelum kebakaran itu terjadi, Sabtu (28/9) sekitar pukul 18.00 Wita Ni Nyoman Simpen melakukan persembahyangan di rumah termasuk di dalam kamarnya. Persembahyangan itu juga menggunakan dupa. Setelah sembahyang di rumahnya baik Simpen maupun Kadek Rawan bersama keluarga lainnya melanjutkan bersembahyang ke Pura Dalem tempat suci di desa itu. Jarak Pura Dalem dari rumahnya diperkirakan sekitar satu kilometer. Namun, sekitar pukul 21.00 Wita, pemilik rumah menerima laporan dari Komang Darta bahwa rumah miliknya telah terbakar. Menerima informasi yang tidak

dikehendaki itu, pemilik rumah Kadek Rawan langsung cepat-cepat pulang melihat kondisi rumahnya. Sampai di lokasi, pemlik rumah Rawan benar-benar menyaksikan si jago merah melalap seisi rumahnya hingga ludes terbakar. Dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, karena api membara dan keadaan rumahnya sudah ludes dilalap si jago merah. Kadis Damkar Karanagsem I Nyoman Tari menjelaskan, akibat kejadian tersebut hampir semua isi di dalam rumah itu ludes terbakar. ‘’Kebakaran diduga akibat kelalaian pemilik rumah tidak mematikan dupa selesai sembahyang di rumahnya. Akibat kejadian itu, kerugian material yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai 55 juta rupiah,’’ kata Nyoman Tari ikut prihatin. (kmb41)

Perumda Tirta Tohlangkir Kembali Raih Penghargaan Nasional

TERBAKAR - Rumah milik warga di Banjar Dinas Belong, Desa Ban, Kubu terbakar.

Bali Post/kmb41

Sesuai Perbup No.36 Tahun 2019

Terus Berinovasi Tingkatkan Pemkab Karangasem ’’Launching’’ Pelayanan pada Masyarakat Muatan Lokal Kurikulum 2013 PERUMDA Tirta Tohlangkir Karangasem di bawah kepemimpinan I Gusti Made Singarsi terus menorehkan prestasi gemilang. Bahkan tidak tanggung-tanggung capaian terbaik adalah level nasional, yakni merebut prestasi yang teranyar sebagai The Most Admired And Reliable PDAM in Service Excellent of The Year 2019. Penghargaan kepada Perumda Tirta Tohlangkir diserahkan di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta dan diterima langsung Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem I Gusti Made Singarsi. Direktur Perumda Tirta

Tohlangkir I Gusti Made Singarsi mengungkapkan, penghargaan yang kembali diraih Perumda Tirta Toh Langkir itu bukan merupakan yang pertama kalinya. Malah sebelumnya Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem sudah pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan di tingkat nasional. Singarsi menambahkan, penghargaan yang diterima ini terkait inovasi pelayanan yang diberikan selama ini kepada pelanggan. Prestasi yang diraih itu diakui tidak bisa lepas dari kerja keras semua pegawai di Perumda. Tanpa kerja keras bersama,

PENGHARGAAN - Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem I Gusti Made Singarsi saat menerima penghargaan sebagai ‘’The Most Admired And Reliable PDAM in Service Excellent of The Year 2019’’.

maka diakui sangat sulit merebut prestasi nasional. ‘’Kami sangat bersyukur penghargaan tingkat nasional kembali bisa diraih. Semoga kerja keras yang kita lakukan ke depannya bisa meraih penghargaan-penghargaan yang lainnya,’’ harap Singarsi serius. Menurutnya, instansinya berharap apa yang diraih ini tidak membuat segenap yang terlibat berpuas diri berlebihan. Justru sebaliknya, prestasi ini adalah tantangan. Karena itu, penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi semua pegawai untuk lebih meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Sehingga pelayanan yang diberikan ke depannya kepada masyarakat bisa membuat masyarakat merasa terlayani. Masyarakat benar-benar merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. ‘’Kita akan berusaha ke depannya lebih meningkatkan pelayanan agar lebih baik lagi. Serta bisa terus berinovasi dalam menyajikan pelayanan, sehingga masyarakat benar-benar meraya terlayani,’’ harapnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk merayakan penghargaan yang kembali diterima, pihaknya melakukan kegiatan jalan santai dan senam aerobik bersama dengan keluarga besar Perumda Tirta Toh Langkir Karangasem. Program jalan santai dan aerobik itu dilakukan di Stadion Wikrama Mandala, Kelurahan Padangkerta, Amlapura, Minggu (29/9) kemarin. ‘’Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi dengan keluarga besar Perumda. Sekaligus syukuran perayaan kecilkecilan atas penghargaan yang kembali diraih secara nasional,’’” ujar Singarsi, yang tampak sumringah atas prestasi itu. (ad991)

PEMERINTAH Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan kegiatan launching Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Muatan Lokal Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan. Launching Perbup ini disinkronkan dengan pembukaan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Guru Tahun 2019 yang digelar di Balai Pertanian, Rendang, Minggu (29/9) kemarin. Acara yang dibuka Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri itu dihadiri Pj. Sekda Setda Kabupaten Karangasem Gusti Gede Rinceg, Forkopinda, Forkopincam, asisten staf ahli dan seluruh jajaran Disdikpora serta segenap OPD di jajaran Pemkab Karangasem, Korwil, pengawas sekolah, kasek dan guru beserta siswa. Kadisdikpora I Gusti Ngurah Kartika mengungkapkan, tujuan dilaksanakan launching Perbup muatan lokal itu adalah desain yang mengintegrasikan potensi daerah dengan mata pelajaran muatan lokal. Di antaranya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan alam, sosial dan budaya serta spiritual, sehingga diharapkan peserta didik itu tumbuh menjadi pribadi yang kuat, memegang teguh kearifan lokal. Sikap itu penting untuk menjaga tetap lestarinya keunggulan dan kearifan lokal daerah. Selain itu guna mewujudkan hasil pembelajaran muatan lokal yang mendukung destinasi budaya, meningkatkan daya tarik wisata karena hal itu bisa sebagai atraksi kepada wisatawan. Perbup muatan lokal itu merupakan salah satu wujud implementasi visi dan misi Bupati Karangasem terkait mewujudkan Karan-

gasem cerdas, bersih dan bermartabat yang berlandaskan Tri Hita Karana. ‘’Launching Perbup 36 Tahun 2019 adalah bagian dari pendataan, menginventarisir dan melestarikan berbagai potensi daerah yang ada di Kabupaten Karangasem. Selanjutnya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran muatan lokal pada Kurikulum 2013,’’ ujar I Gusti Ngurah Kartika Tampak, tidak kurang dari 1.165 orang guru, kepala sekolah, pengawas, undangan memadati Wantilan UPTD Pertanian Kecamatam Rendang. Diawali persembahan MTs Negeri Amlapura sebagai salah satu bentuk pelaksanaan integrasi potensi daerah dalam muatan lokal itu. Kartika menambahkan, tahapan terbitnya Perbup 36/2019 tentang Pelaksanaan Muatan Lokal Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan itu berawal dari inovasi Bupati. Kepala daerah wanita pertama itu terus berupaya membangkitkan perekonomian melalui pen-

ingkatan potensi daerah. Untuk mewujudkan ide itu, sesuai aturan yang ada maka diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Sebelumnya, tidak ada kebijakan terkait integrasi potensi daerah. Sementara belum dilaksanakan secara maksimal, semua potensi daerah itu nantinya akan diajarkan secara komprehensif pada satuan pendidikan. Kegiatan inventarisasi dan pendataan potensi daerah itu telah dilaksanakan, penyusunan silabus dan bahan ajar serta perangkat pembelajaran (RPP) juga telah tersusun. Beberapa sedang dilakukan proses pelatihan maupun workshop. Dengan adanya Perbup No. 36 tentang Pelaksanaan Muatan Lokal di Satuan Pendidikan itu maka menjadi kewajiban satuan pendidikan itu melaksanakan pembelajaran muatan lokal di satuan pendidikan masingmasing. ‘’Kami berharap untuk optimalisasi potensi daerah tidak hanya diajarkan dan dilatih saat akan tampil, tetapi diajarkan di

LAUNCHING PERBUP - Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan kegiatan ‘’launching’’ Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Muatan Lokal Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan disinkronkan dengan pembukaan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Guru Tahun 2019, yang dilaksanakan di Balai Pertanian, Rendang, Minggu (29/9) kemarin.

satuan pendidikan sebagai salah satu upaya pelestarian potensi daerah,’’ ujarnya mengingatkan. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjelaskan, setiap potensi yang ada di lingkungan sekolah agar diajarkan melalui mata pelajaran muatan lokal (mulok) pada Kurikulum 2013 itu. ‘’Sekolah agar punya karakter khusus. Jangan takut-takut. Kita harus berani dan bangga menampilkan hal unik dan baru. Kesenian atau tradisi yang sudah ada dari leluhur kita ini agar ditrasformasikan kepada anak anak,’’ jelasnya. Sumatri menambahkan, setiap sekolah agar mengembangkan kekhasan daerah masing-masing. Generasi muda agar tidak malu mempelajari dan melestarikan kebudayaan daerah kita sendiri. Pihak sekolah bisa memanfaatkan gedung serbaguna, wantilan yang ada untuk menggelar atraksi budaya yang telah diajarkan. Ke depannya perlu dipikirkan adanya event budaya yang lebih banyak memberikan kesempatan dan mengakomodasi potensipotensi yang diajarkan itu. ‘’Sebagai bukti tahapan pelaksanaan muatan lokal mulai dijalankan, maka pada kesempatan itu dilaksanakan pula pameran potensi kesenian, kerajinan pada beberapa sekolah yang telah diintegrasikan dalam muatan lokal di satuan pendidikan di delapan kecamatan,’’ ujar Bupati. Peserta didik tampak unjuk kebolehan dalam membuat tikar dari anyaman daun pandan. ‘’Namun ada juga peserta didik melukis karakter wayang di atas daun lontar, dan beberapa siswa membuat topeng dan kreasi barang kerajinan,’’ ujar Sumatri bangga. (ad995)


Senin Pon, 30 September 2019

Bupati Suwirta Hadiri Bakti Sosial Pemeriksaan

Kesehatan dan Pengobatan Gratis Ikatemi di Desa Ped

BAKTI SOSIAL - Bupati Suwirta saat datang langsung ke lokasi bakti sosial Ikatemi.

Sebelum menghadiri upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih di Desa Pakraman Batu Kandik, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra menghadiri kegiatan Bakti Sosial Ikatemi Bali Peduli Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Banjar Biaung, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (29/9) siang kemarin. Bupati Suwirta sangat mendukung kegiatan semacam ini, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Sehingga mampu meningkatkan kesehatan masyarakat setempat. Ketua Dewan Pengurus DPD Ikatemi Bali I Nyoman Yudiyana menyampaikan Ikatemi (Ikatan Elektromedis Indonesia) merupakan organisasi profesi kesehatan sebagai wadah berkumpulnya para profesi Elektromedis Indonesia. Mereka mengabdikan diri di bidang kesehatan bernama Teknisi Elektrimedis untuk menyatukan lang-

kah dan pemikiran dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Adapun tujuan kegiatan ini yakni untuk mewujudkan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat. Sementara bentuk kegiatannya berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, sumbangan kursi roda untuk kaum difabel, sumbangkan alat bantu jalan berupa tongkat untuk lansia serta paket perlengkapan sekolah dan sembako. Menurutnya, ini sebagai awal langkah kepedulian mereka kepada warga setempat. Sekaligus ingin mengetuk masyarakat lainnya untuk selalu peduli kepada masyarakat, sesuai dengan bidang tugasnya. â&#x20AC;&#x153;Semoga bantuan kami dalam kegiatan bakti sosial ini, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,â&#x20AC;? tegasnya. Bupati Suwirta sangat mengapresiasi Ikatemi yang telah dengan tulus turun ke wilayah kepulauan seperti

Nusa Penida untuk menggelar kegiatan bakti sosial. Ia juga berharap semoga dengan adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama yang berobat mengecek kesehatan. â&#x20AC;&#x153;Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa bermanfaat dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat,â&#x20AC;? harap Bupati Suwirta. Dia menegaskan bakti sosial seperti ini sesungguhnya sangat dibutuhkan masyarakat di desa. Sehingga, masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu sarana berupa kursi roda untuk penyandang difabel juga sangat tepat. Pihaknya juga sudah sering melakukan itu bersama Dinas Sosial. Sehingga, cara-cara seperti ini diharapkan juga dapat dilaksanakan lembaga atau organisasi lainnya, dalam menunjukkan kepedulian terhadap sesama. (ad997)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon, 30 September 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868 B.BP.001.09.19.0000963

Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed,look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com B.BP.012.09.19.0000917

SERVICE

!!!Dicari PRT Max.30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879 B.BP.001.09.19.0000985

Dcr 3PRT,3Tk.Kbn,2Satpam,1 Spr Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II / 21X Kerobokan 4731979 B.BP.154.09.19.0000978

Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com

B.BP.012.09.19.0000920

FOTO COPY

Dcr Tng Programer Tmtn Diploma Sarjana,Laki2/Wanita,CV/KTP/ Lam.Ijasah ke ITEKES Bali Jl. Tkd.Balian 180 Dps 03618956208 B.BP.001.09.19.0000871

Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart) 0361-4743672 B.BP.001.09.19.0000969

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS

BIRO JASA

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

Png Kos SIM A,U35,SMA,KTP Bali Pasutri,Tdr dlm H:085100636609 B.BP.001.09.19.0000867

Sales Marketing,Admin Finance Welder Las Pipa : 085103167222 B.BP.001.09.19.0000906

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

DAIHATSU

DIJUAL TANAH

Xenia Attivo th2012 akhir, smst baru,Tgn I,Hub.085101587622 B.BP.001.09.19.0000984

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Tnh 87A lok 250M utr Rest area Rambut Siwi Hp.08174792710 TP

KEHILANGAN Hlg Sertifikat Tnh SHM No.7051 an.I Made Wiyasa,081237777772 B.BP.001.09.19.0000976

B.BP.001.09.19.0000492

KEHILANGAN

Djl Rmh LT178m2 cash-kredit SibangGedeBadungH082340011333

HlgBPKBNo.K12230836ODK5726 KAQ An.Anak Ag.Gede Ari Putra

B.BP.001.09.19.0000983

B.BP.004.09.19.0000919

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000494


Senin Pon, 30 September 2019

Toilet di Lantai Dua Pasar Kidul Tak Berfungsi Bangli (Bali Post) Fasilitas toilet yang dibangun di lantai dua Pasar Kidul mubazir. Keberadaan toilet yang ada di sisi barat dan timur pasar itu tak bisa difungsikan lantaran ditutup dan dijadikan gudang rongsokan. Pedagang maupun pengunjung yang kebelet buang air, terpaksa mencari toilet ke lantai satu. Pantauan Minggu (29/9) kemarin, bangunan toilet yang ada di sisi timur tampak sangat kumuh dipenuhi rongsokan bekas bongkaran los pedagang kain. Menurut pedagang yang berjualan di dekatnya, toilet tersebut sudah tidak bisa digunakan sejak lama. Tak jelas kenapa bangunan toilet itu ditutupi rongsokan. Karena ditutup, pedagang maupun pengunjung pasar di lantai dua yang ingin buang air terpaksa turun ke lantai satu untuk mencari toilet. Kondisi tak jauh berTAK DIFUNGSIKAN - Toilet di lantai dua Pasar Kidul kondisinya kumuh dan tidak bisa difungsikan.

Ancam Uruk Sungai Dinilai Berlebihan

Bupati Diminta Elegan Tuntut Kontribusi

Bangli (Bali Post) –

Ancaman Bupati Bangli I Made Gianyar yang akan menguruk sungai dengan sampah dan oli jika Denpasar tak lagi memberikan dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR), menuai beragam komentar. Sebagian kalangan mendukung upaya Bupati Bangli menuntut kontribusi atas pemanfaatan air dan udara bersih ke kabupaten lain, namun dengan cara yang elegan dan tidak emosional. Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana menilai ancaman yang ditebar Bupati Made Gianyar dengan menguruk sungai, cukup berlebihan. Dia memahami Bupati Bangli saat ini merasa sangat kecewa atas sikap Pemkot Denpasar yang memutus pemberian dana PHR. Karena, menurutnya, dengan adanya pemutusan itu, sama artinya menghilangkan hakhak Bangli. “Tapi tidakkah ada cara lain yang lebih elegan?” ujarnya, Minggu (29/9) kemarin. Menurut Darsana, untuk menyikapi pemutusan pemberian dana PHR itu, Pemkab Bangli mestinya membentuk tim khusus. Melalui tim itu, Pemkab Bangli melakukan komunikasi dan koordinasi secara baik-baik dengan Pemkot Denpasar mengenai alasannya memutus pemberian dana PHR yang selama ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. “Bukan dengan cara emosional. Itu kan sama dengan pencemaran lingkungan,” kata politisi asal Desa Landih tersebut. Sesuai konsep PHR, lanjut Darsana, Kabupaten Bangli berhak atas kontribusi dari kabupaten lain. Sebab, Bangli merupakan daerah penyangga. Air dan udara bersih yang dihasilkan Bangli selama ini dimanfaatkan dan dinikmati kabupaten lainnya bukan saja Denpasar namun juga Badung, Gianyar dan lainnya. Agar Bangli bisa mendapat kontribusi berupa dana bagi hasil PHR secara proporsional, Darsana pun mendorong mekanisme pembagiannya

dikembalikan lagi seperti dulu, yakni dibagikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Semua kabupaten yang punya kewajiban memberikan dana bagi hasil PHR-nya menyetor terlebih dahulu ke Pemprov, dan selanjutnya Pemprov-lah yang akan membagikannya ke kabupaten-kabupaten secara adil dan proporsional. “Kalau model seperti sekarang ini kan seolah-olah sukasuka gue. Saya berharap sekali dana yang berkaitan PHR itu dibagikan provinsi. Seperti dulu kita sudah nyaman, karena pemberiannya dihitung secara proporsional,” kata Darsana. Dengan cara seperti itu, dia meyakini APBD Bangli tidak lagi dikacaukan dengan dana PHR. “Kita sebenarnya tidak terlalu menuntut nilai nominalnya.

Tapi prosedur dan aturannya harus jelas. Sekarang ini kan terasa sekali APBD kita dua tahun terakhir direcoki dan dibikin runyam,” pungkasnya. Selain Darsana, harapan agar Bupati Bangli menuntut hak kontribusi dengan cara elegan juga disampaikan relawan peduli lingkungan di Bangli. Dewa Ketut Alit Mahardika, relawan The Transformers, mengaku tidak setuju dengan ancaman Bupati menjadikan sungai sebagai TPA. Pasalnya ancaman Bupati tersebut sangat berbanding terbalik dengan upaya yang selama ini telah dilakukan para relawan peduli lingkungan yang tergabung dalam The Transformers. Para relawan telah berupaya keras membersihkan dan mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai di Ban-

Pemerintah Pusat Diharapkan Buat Interval APBD

Bangli (Bali Post) Bupati Bangli I Made Gianyar mengharapkan pemerintah pusat dapat membuat interval APBD. Interval itu diperlukan agar pembangunan antara satu daerah dengan daerah lainnya dapat adil dan merata. Hal itu dikatakannya saat rapat kerja pembahasan RAPB Perubahan 2019 di DPRD Bangli, belum lama ini. Made Gianyar mengatakan, selama ini besaran APBD antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya di Bali tidak merata dan terkesan timpang. Ada satu kabu-

paten yang besaran APBDnya mencapai Rp 5,3 triliun. Di sisi lain, ada kabupaten yang besaran APBD-nya masih di angka Rp 1 miliar, seperti Kabupaten Bangli. Untuk menciptakan pemerataan dan keadilan pembangunan, pemerintah pusat, menurut Made Gianyar, perlu membuat interval APBD untuk kabupaten dan provinsi di Indonesia. Dengan interval itu, besaran APBD menjadi dibatasi. Misalnya untuk provinsi, APBD tertingginya ditentukan Rp 50 triliun. Kalau sudah tercapai Rp 50 triliun, tidak boleh ada kebi-

Bali Post/kmb40

RAPAT - Bupati Bangli saat rapat kerja pembahasan RAPB Perubahan 2019 di DPRD Bangli belum lama ini.

jakan pembangunan lagi di provinsi itu. Pembangunan harus dialihkan ke provinsi lain. “Misalnya, ada rencana pendirian industri di sana oleh investor, harus ditumpahkan ke provinsi lain,” ujarnya. Demikian juga kabupaten. Misalnya, untuk kabupaten interval APBD tertinggi ditetapkan Rp 5 triliun. Kalau kabupaten itu sudah APBDnya melebihi Rp 5 triliun, tidak boleh ada pembangunan hotel atau usaha di sana. “Pembangunannya harus dialihkan ke kabupaten lain. Kalau sudah seperti itu baru bisa dikatakan keadilan sosial,” terangnya. Made Gianyar menilai rencana Presiden RI Jokowi memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan sangat tepat. Dengan pemindahan ibu kota itu, bupati asal Desa Bunutin, Kintamani tersebut, yakin perekonomian masyarakat di Kalimantan nantinya akan tumbuh bagus. “Mana ada ibu kota yang IPM-nya (indeks pembangunan manusia) rendah. Pasti pendidikan, ekonomi dan kesehatannya bagus. Tidak ada ibu kota IPM-nya buruk. Demikian juga dengan Kalimantan nanti,” kata Made Gianyar. (kmb40)

gli. Pria yang akrab disapa Dkam ini mengaku selama ini The Tranformers sudah membersihkan empat sungai di Bangli. Untuk meminta hak kontribusi dari kabupaten lain yang memanfaatkan sumber air dari Bangli, menurutnya, cara yang mestinya dilakukan yakni dengan cara soft diplomasi. Kontribusi yang diberikan diharapkan nantinya bisa diperuntukan juga untuk memelihara lingkungan sungai di Bangli. Seperti penyediaan tong sampah di pinggir sungai. Sehingga masyarakat tidak lagi buang sampah seperti popok bayi ke sungai. “Seharusnya Bupati menindak mereka yang membuang sampah ke sungai karena melanggar perda,” imbuhnya. (kmb40)

beda juga terlihat pada bangunan toilet yang ada di sisi barat. Toilet yang persis ada di samping dagang buah itu tampak ditutupi dengan triplek bertuliskan tutup. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Pasar Kidul Bangli Jro Sabda tak menampik dua toilet di lantai dua Pasar Kidul, Bangli tidak bisa dimanfaatkan para pedagang maupun pengunjung pasar. Hal itu dikarenakan kondisinya yang bocor. Saat digunakan, air toilet akan merembes dan menimpa pedagang di lantai satu. Kondisi itu banyak dikeluhkan para pedagang. “Sudah lama tidak digunakan karena bocor,” ujarnya. Pihaknya saat ini hanya memfungsikan toilet yang ada di lantai satu pasar. Dari empat toilet hanya tiga toilet yang bisa digunakan lantaran rusak. Terkait kerusakan fasilitas itu, Jro Sabda mengaku akan segera berupaya melakukan perbaikan dengan pihak Disperindag. “Saya sudah mencari rekanan untuk mengecek, dan buat RAB untuk perbaikan toilet tersebut,” imbuhnya. (kmb40)

Dampak Sistem Rujukan Berjenjang

RSU Bangli Kewalahan Kejar Target Pendapatan Bangli (Bali Post) – Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli kewalahan mengejar target pendapatan tahun ini. Kondisi itu terjadi akibat adanya penerapan sistem rujukan online berjenjang yang berpengaruh terhadap menurunnya jumlah kunjungan ke RS bertipe B tersebut. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana mengungkapkan pada tahun 2019 ini, target pendapatan RSU Bangli dipatok sebesar Rp 63 miliar. Target tersebut dipasang didasari atas capaian pendapatan tahun 2018 sebelumnya. Dari Rp 55 miliar target yang ditetapkan tahun lalu, RSU Bangli berhasil mencapai pendapatan Rp 61 miliar. “Kita ada surplus pendapatan lagi Rp 6 miliar. Karena itu pendapatan untuk tahun 2019 kita ditarget Rp 63 miliar,” kata Sudiana saat ini ditemui di DPRD Bangli belum lama ini. Sudiana mengatakan, dari awal dirinya sudah pesimis bisa memenuhi target pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 63 miliar. Hal itu mengingat adanya kebijakan penerapan sistem rujukan berjenjang sesuai dengan Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam sistem rujukan berjenjang itu, pasien yang berobat dari dokter keluarga atau puskesmas akan dirujuk ke RS kelas C. Apabila di kelas C tidak bisa dilakukan penanganan baru akan dirujuk ke RS kelas B dan seterusnya sesuai jenjang kelas rumah sakit. “Hal ini secara tidak langsung berakibat pada penurunan kunjungan pasien secara signifikan ke RSU Bangli,” ujarnya. Lanjut dikatakannya, saat pembahasan RAPBD 2019 tahun 2018 lalu, pihaknya

menargetkan pendapatan RSU Bangli sebesar Rp 40 miliar. Namun, oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pihaknya tidak dibolehkan memasang target dengan nilai Rp 40 miliar. Pertimbangan karena capaian pendapatan tahun sebelumnya surplus. “Akhirnya benar terjadi. Sampai bulan September ini pendapatan RSU Bangli baru mencapai Rp 27 miliar lebih,” ungkapnya. Berdasarkan capaian itu, dia memperkirakan hingga akhir 2019 pendapatan RSU Bangli hanya mampu terealisasi Rp 40 miliar lebih. Dengan rincian capaian pendapatan saat ini Rp 27 miliar, ditambah estimasi klaim JKN bulan Juni-Agustus sebesar Rp 6,6 miliar, estimasi klaim JKN September-Oktober Rp 4,4 miliar dan estimasi pendapatan di luar JKN sampai dengan Desember sebesar Rp 2,4 miliar lebih. (kmb40)


Senin Pon, 30 September 2019

Unud Anugerahkan Udayana Perki Bali Ajak Masyarakat Jaga Award kepada Giri Prasta Kesehatan Jantung Melalui CERDIK dan Prof. Wimpie Hari Jantung Sedunia

DALAM rangka Hari Jantung Sedunia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Bali menyelenggarakan beberapa kegiatan dengan tema ‘’Hidup Cerdik, Jantung Sehat’’ pada Minggu (29/9) kemarin di Pantai Mertasari. Diawali dengan kegiatan clean and green di Pantai Mertasari, kemudian bersama Yayasan Jantung Indonesia menggelar senam jantung sehat. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dini penyakit jantung dan pemeriksaan kesehatan gratis. Acara tersebut diikuti warga Desa Sanur Kauh tidak terkecuali pengunjung pantai yang kebetulan ada di sana. Sebelumnya pada tanggal 27 – 28 September, Perki Bali juga melakukan sosialisasi ke beberapa RS di seluruh Bali, baik RSUD maupun RS swasta. Ketua Panitia dr. Putu Parwata Jaya, Sp.JP. mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September. Hampir seluruh RS di Bali menjadi sasaran dari sosialisasi ini seperti RS di Tabanan, RSD Mangusada, RSUD Wangaya, RSUP Sanglah, Kasih Ibu Denpasar,

Surya Husadha Nusa Dua, Klungkung dan Singaraja. Penyuluhan tentang pencegahan dini penyakit jantung pada masyarakat umum dan khususnya pasien yang ada di rumah sakit. Pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara CERDIK. Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres dengan baik. Pada hari itu, ia mengundang perangkat Desa Sanur Kauh. Mereka juga mengundang LPD, PKK, Karang Taruna. Perki Bali juga melibatkan dari pihak RSBM, coAss yang bertugas di RSUP Sanglah dan dokter internship yang bertugas di RSUD Wangaya. Desa Sanur Kauh menjadi pusat pelaksanaan peringatan Hari Jantung Sedunia karena menjadi tempat yang paling representatif untuk pelaksanaan kegiatan yaitu di Pantai Mertasari. Data menunjukkan daerah perkotaan lebih rentan terkena penyakit jantung dibandingkan daerah pedesaan. Karena berkaitan dengan pola hidup masyarakat perkotaan. Seperti aktivitas fisiknya yang kurang, makanan cepat saji banyak dijual, tingkat stres masyarakat perkotaan juga lebih

Menyambut Baik Dari Hal. 1

Dirinya menyambut baik KMB telah melakukan tanggung jawabnya untuk membangkitkan minat baca dengan langsung mengantarkan koran untuk dibaca kepada masyarakat, khususnya pedagang. ‘’Bali Post sudah melakukan tanggung jawabnya sebagai media besar di Bali mengedukasi dengan membangkitkan minat baca maupun lewat pemberitaan yang mengedukasi masyarakat,’’ katanya. Di sisi lain, Bupati menyebut masa kepemimpinannya di periode kedua ini sangat ‘’nyaman’’ dan tegak lurus dengan kebijakan pimpinan di atasnya. Pihaknya memuji kalau Gubernur Bali Wayan Koster

Dari Hal. 1 Keberhasilan-keberhasilan ini membuat Ketut Mardjana dijuluki sebagai sang Transformer. Setelah separuh lebih menghabiskan usia dan waktunya merantau membangun karier serta juga dikenal sebagai tokoh yang berperan di balik pembangunan berbagai oura milik umat Hindu khususnya Pura Gunung Salak serta berbagai pura di Bali dan Kintamani, akhirnya Ketut Mardjana pulang kampung. Dia mengaku teringat pesan orangtuanya untuk turut serta membangun kampung halamannya yang telah sekian lama dia tinggalkan. Ketut Mardjana kemudian harus banting setir membangun sebuah usaha dari awal dalam bidang usaha yang sebelumnya tidak pernah digeluti yaitu pariwisata. Sebuah usaha destinasi wisata air panas alami (natural hotspring) yang menjadi andalan destinasi wisata di Kintamani dan Kabupaten Bangli. Dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu sekitar empat tahun, destinasi wisata yang bernama Toya Devasya Natural Hotspring ini tumbuh menjadi destinasi wisata andalan Kintamani dan Kabupaten Bangli. Bahkan unit usahanya kini telah berkembang ke fasilitas akomodasi berupa vila yang mewah, restaran dan bar, spa, waterboom, adventure, hiker’s camp dan yang terbaru watersport di Danau Batur. Semuanya itu dicapai dalam waktu

PERKI BALI - Pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Perki Bali diserbu masyarakat. tinggi juga sehingga menyebabkan lebih rentan terhadap penyakit jantung. Plt. Kepala Desa Sanur Kauh Made Kartika menyambut baik kegiatan dari Perki Bali. Menurutnya, sosialisasi tentang pencegahan penyakit jantung sangat diperlukan penduduk desa, bahkan sampai ke dusun-dusun, karena angka penyakit jantung cukup tinggi. Ia pun mengucapkan terima kasih pada Perki Bali karena telah memilih Desa Sanur Kauh

sangat aspiratif dalam mendukung kebijakan di kabupaten. Ini dibuktikan dengan koordinasi dan diskusi yang baik dan penuh perhitungan dan action nyata untuk kepetingan masyarakat. ‘’Saya mendukung program Gubernur Bali karena memberi manfaat untuk keseimbangan alam Bali keseluruhan. Ini akan kita edukasi terus agar dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas,’’ jelasnya. Saat membagikan koran ke pasar tradisional, Bupati dan rombongan KMB melibatkan komunitas penggemar sepeda tua Buleleng Ontel Club (BOC). Di akhir kegiatan, para anggota BOC ini menerima Kartu Member KMB dan bingkisan menarik lainnya. (kmb38)

sebagai pusat kegiatan dalam rangka Hari Jantung Sedunia. Ia berharap kegiatan ini bisa dibawa atau dilakukan ke Desa Sanur Kauh setiap bulan Juni dan Juli, berkolaborasi dengan kegiatan desa yaitu Pesona Budaya. Selain itu, Desa Sanur Kauh juga memiliki kegiatan bulan bakti gotong royong yang dilaksanakan oleh LPM desa, sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat dikolaborasikan dengan kegiatan-kegiatan Perki Bali. (ad1002)

pemanfaatan teknologi digital sekaligus peningkatan kompetensi SDM yang cepat tanggap akan permasalahan masyarakat. ‘’Capaian-capaian yang kami raih tentu harus terus ditingkatkan berbasis dengan teknologi digital, seperti penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan teknologi daring,’’ tuturnya. Saat ini, Universitas Udayana telah menerapkan 105 mata kuliah dengan PJJ dan akan terus dikembangkan di seluruh fakultas. Tidak hanya di bidang pembelajaran, Universitas Udayana turut mengembangkan sistem informasi dan platform

Udayana Mobile sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan publik sesuai tuntutan revolusi industri 4.0. Hal ini sekaligus komitmen Universitas Udayana untuk meningkatkan tata kelola kelembagaan, SDM, dan sumber daya informasi kepada masyarakat. Rektor Universitas Udayana berharap penganugerahan Udayana Award tidak hanya sebatas apresiasi. Menurutnya, penganugerahan ini dapat memberikan dorongan bagi civitas akademika untuk terus mendukung pembangunan dan peran Universitas Udayana sebagai institusi pendidikan. (ad1007)

Denpasar (Bali Post) Tim Perseden berpesta gol ke gawang Putra Pegok dengan skor 8-0 (4-0) pada lanjutan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali grup B di Stadion Ngurah Rai, Minggu (29/9) kemarin. Kedelapan gol yang bersarang ke gawang Putra Pegok dicetak Fajar Ferdi Saputra (4 gol), I Made Antha Wijaya (2 gol), Arga Bima Hendrawan (1) dan Reza Yulian Hidayat (1 gol).

Dalam laga kemarin, Putra Pegok hanya diperkuat 9 pemain di lapangan. Pelatih Putra Pegok Rokib Krisyanto mengakui asuhannya baru saja bertanding. Bahkan, sederet pemain pilar juga sedang bertanding futsal di tempat lain. Atas hasil ini, Putra Pegok dipastikan tersingkir, karena sebelumnya dikalahkan PSAD Udayana 1-3, serta ditundukkan Undiksha Singaraja 1-4. Rokib menerang-

kan, di antara 27 pemain yang didaftarkan, hanya 9 pemain yang hadir ke lapangan. Padahal, katanya, target awal Putra Pegok ingin melaju sampai ke babak semifinal. Hasil grup B lainnya, Undiksha Singaraja menang atas Sulut Bali dengan skor 3-0. Ketiga gol kemenangan Undiksha dilesakkan Joni Arta Santosa (2 gol) dan Ahmad Alfarisi (1 gol). (022)

Perseden Berpesta Gol

Keseluruhan Fakta Dari Hal. 1 ‘’Saya minta Vanuatu kembali membaca catatan sejarah Papua. Jika sudah, saya minta Anda sekali lagi membaca keseluruhan fakta sampai kalian mendapatkan gambaran yang jelas mengenai status Papua,’’ ujar Rayyanul di hadapan Majelis Umum PBB sebagaimana disaksikan melalui laman webtv. un.org. Rayyanul menjelaskan sejak Indonesia merdeka, Papua telah menjadi kesatuan wilayah negara tersebut. Oleh karena itu, Rayyanul, wakil pemerintah Indonesia dalam sidang itu, gagal memahami sikap Vanuatu yang kerap mengangkat isu Papua serta mencampuri urusan dalam negeri Indonesia pada forum-forum dunia. ‘’Di negara demokratis seperti Indonesia, kerja pemerintah selalu diawasi rakyat, termasuk di antaranya lembaga HAM yang independen dan kredibel,’’ kata Rayyanul. Diplomat kelahiran Papua itu menutup pernyataannya dengan mengatakan Indonesia dibentuk dari ragam suku dan etnis. Walaupun demikian, ia berkata, ‘’kita semua bersaudara.’’ (ant)

Sang Transformer

yang relatif singkat untuk sebuah perusahaan baru. Jiwa sang Transformer sebagaimana julukannya dalam kemampuan mengubah dan mengembangkan usaha sekarang tercermin dalam usahanya yaitu Toya Devasya Natural Hotspring. Namun di balik semua kesuksesannya tersebut, Ketut Mardjana selalu tidak melupakan pesan orangtuanya untuk membangun kampung halamannya dan filosofinya sendiri untuk berbagi dengan yang lain. Hal ini terlihat dalam kebijakannya di Toya Devasya Natural Hotspring untuk selalu berbagi, menginspirasi tumbuh dan berkembangnya usaha serta

UNIVERSITAS Udayana (Unud) memberikan anugerah Udayana Award kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., FAACS. dalam gelaran Sidang Terbuka Senat, Minggu (29/9) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran ini merupakan puncak Dies Natalis ke-57 setelah sebelumnya dilaksanakan serangkaian acara selama bulan September ini. Rektor Universitas Udayana Prof. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menuturkan, anugerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang ikut berkontribusi mendorong pembangunan Universitas Udayana dan masyarakat pada umumnya. ‘’Ada kriterianya ya, salah satunya ikut berkontribusi untuk pembangunan Unud dan masyarakat,’’ jelas Prof. Raka Sudewi. Di ulang tahunnya ke-57 ini, Prof. Raka Sudewi mengatakan pihaknya senantiasa berupaya meningkatkan pembelajaran, mengingat revolusi industri 4.0 menuntut

kesejahteraan masyarakat. Kemunculan Toya Devasya Natural Hotspring telah ikut membangkitkan munculnya usaha kecil di sekitarnya seperti warung makan, penyewaan kamar kos, laundry, memperkuat dan menambah usaha pramuwisata, transpor serta destinasi wisata selfie. Bahkan, Toya Devasya Natural Hotspring sendiri turut membantu usaha wisata camping yang dirintis oleh Kelompok Sadar Wisata Mahardika Bukit Trunyan. Selain itu, Manajemen Toya Devasya Natural Hotspring di bawah pimpinan Ketut Mardjana tidak lupa bersyukur kepada Sang Hyang Widhi dengan secara

rutin menghaturkan punia ke Pura-pura sekitar Geopark Batur serta terus membantu kegiatan karang taruna serta bakti sosial kesehatan. Atas kemampuan sang Transformer ini dan dedikasinya mendorong tumbuhnya usaha lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar, Dr. I Ketut Mardjana dianugerahi penghargaan Lestari Entrepreneur of The Year 2019. Pemberian penghargaan dilakukan oleh Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Alex P Candra, Direktur Utama Lestari Group, dan Andy F. Noya, host acara Kick Andy, serta Arto Biantoro, Brand Expert-CEO Brand Adventure. (ad1003)

Dari Hal. 1 Dia mengatakan bahwa perppu bisa dikeluarkan dalam keadaan yang genting dan memaksa, sehingga patut dipertanyakan apakah saat ini kondisinya sudah genting dan memaksa yang menyebabkan

Genting dan Memaksa

Presiden harus menerbitkan perppu. Namun, dia menilai, kalaupun Presiden menerbitkan perppu maka bukan berarti kembali kepada UU KPK yang lama, sebelum revisi. ‘’Yang perlu diluruskan

adalah terbitnya perppu itu bukan otomatis UU yang lama yang berlaku, bukan. Misalnya, perppu terbit, yang berlaku adalah perppu itu sendiri, bukan kembali ke UU lama,’’ ujarnya. (ant/kmb14)

Senin, 30 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu karena Beban Sesaji (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV

11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita

Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu karena Beban Sesaji (3) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Raih Prestasi di Dunia Modeling Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping DW TV Dialog Putra SBA

18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Sansekerta Taksu Jro Mangku Dalang Ketut Darsana, Ngayah Ajegkan Seni Pewayangan Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura Dalem Sakti Ikatan Keluarga Nusa (1) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV


Senin Pon, 30 September 2019

Rayakan Tiga Dasawarsa

BPR Kanti Bertransformasi di Era Digital SELAMA 30 tahun terakhir, BPR Kanti telah mewarnai dunia perbankan di Bali. Bahkan kini tampil di barisan terdepan sebagai salah satu BPR yang terbilang cukup berhasil. Di usianya yang semakin matang, BPR Kanti melakukan loncatan besar untuk bisa terus eksis di era digital sekarang. Yakni dengan bertransformasi dalam melayani aktivitas perbankan lewat pemanfaatan teknologi layaknya fintech. ‘’Dalam 30 tahun ini, tentu banyak hal yang terjadi. Dinamikanya luar biasa. Apalagi dengan kondisi yang sekarang ini adalah berkembang begitu cepatnya fintech (financial technology - red),’’ ujar Direktur Utama Bank BPR Kanti Made Arya Amitaba, S.E., M.M. dalam acara Gathering Tiga Dasawarsa BPR Kanti, di Hongkong Garden, Denpasar, Jumat (27/9) malam. Oleh karena itu, lanjut Amitaba, momentum tiga da-

sawarsa BPR Kanti dijadikan sebagai tonggak awal untuk bertransformasi ke fintech. Dengan harapan, BPR Kanti bisa sejajar dan memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. ‘’30 tahun ini adalah momentum untuk bagaimana BPR Kanti menuju era digital services di seluruh pelayanan terkait dengan perbankan. Baik itu dari sisi pembukaan rekening tabungan, pengajuan kredit maupun e-money dan e-wallet,’’ jelasnya. Menurut Amitaba, berbagai pelatihan telah secara rutin dilaksanakan agar SDM yang ada di BPR Kanti bisa memberikan pelayanan perbankan secara digital. Begitupun selalu dilakukan up-grade terhadap produkproduk yang dimiliki. Seperti saat ini akan dibuat produk Kanti Pay, semacam aplikasi yang bisa memberikan layanan pembayaran dan transaksi secara online.

‘’Pembelian apa pun termasuk tiket dilakukan melalui handphone. Itu semua sudah bisa dilakukan melalui momentum 30 tahun ini,’’ imbuhnya. Terkait kinerja keuangan BPR Kanti, Amitaba berharap ke depan bisa tetap eksis bahkan semakin maju dan meningkat. Walaupun kinerja keuangan perbankan secara umum saat ini diakui sedang melambat. Tantangan itu diantisipasi dengan melakukan terobosan seperti product knowledge terkait fintech. Perayaan tiga dasawarsa BPR Kanti berlangsung meriah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pendiri BPR Kanti I Ketut Sudama. Antara lain dihadiri Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mewakili Gubernur Bali, Senator Arya Wedakarna, Majelis Desa Adat, OJK, Bank Indonesia, BPR se-Indonesia, serta

HADIAH - Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun secara simbolis menyerahkan hadiah mobil penarikan undian berhadiah ‘’Tabungan Arisanku’’ BPR Kanti.

BPR KANTI - Pendiri BPR Kanti I Ketut Sudama didampingi Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba memotong tumpeng yang menandai perayaan tiga dasawarsa BPR Kanti.

Ketua-ketua Perbarindo dan Perbamida. Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan peluncuran buku ‘’Hukum Adat Bali: Aneka Kasus dan Penyelesaiannya’’ yang ditulis Guru Besar Hukum Adat Bali Fakultas Hukum Universitas Udayana

Buku ‘’Hukum Adat Bali’’ telah menjadi panduan bagi para bendesa adat, perguruan tinggi hingga pemerintahan. Ada pula soft launching Transformasi Digital, penghargaan untuk karyawan terbaik, penandatanganan MoU, serta penarikan undian berhadiah

Wayan P. Windia. Buku ini sekaligus menandai lima tahun perjalanan CSR BPR Kanti. Selama kurun waktu tersebut, telah terbit 6.000 eksemplar buku yang tidak hanya beredar di Bali tetapi juga sampai ke Australia dan Universitas Leiden, Belanda.

‘’Tabungan Arisanku’’ yang berhadiah dua2 buah mobil Agya berwarna merah dan putih. Nasabah yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut yakni Ni Ketut Putu Wulandariani (Denpasar) dan Ni Putu Ria Arista Dewi (Gianyar). (ad1008)

Serangkaian HUT ke-71 Bali Post, Kelompok Media Bali Post (KMB) menyapa pembacanya di Buleleng, Minggu (29/9) pagi kemarin. Kunjungan kepada pelanggan setia Bali Post langsung dipimpin Pimpinan KMB Satria Naradha. Setelah mengantar koran untuk Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, rombongan bersama Bupati menyapa pembaca di Pasar Buleleng dan Pasar Anyar Singaraja. Sebelumnya, hal serupa dilakukan KMB bertepatan pada puncak HUT ke-71 Bali Post, 16 Agustus 2019. Ketika itu para pemimpin redaksi di KMB menyapa pembacanya di Pasar Badung, Denpasar, setelah menyerahkan koran kepada Gubernur Bali Wayan Koster.

Bali Post/edi

Bali Post/edi

BOC Lestarikan Sejarah Buleleng

SEJARAH mencatat Buleleng pernah menjadi Ibu Kota Soenda Ketjil yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini yang mendorong atau menjadi pertimbangan penghobi sepeda tua di Buleleng untuk melestarikan warisan sejarah. Pada zaman dulu, sepeda ontel salah satu alat transportasi. Tidak ingin alat transportasi itu punah, puluhan penggemar sepeda tua tersebut membentuk organisasi Buleleng Ontel Club (BOC) pada 8 Agustus 2008 lalu. Anggota BOC berasal dari beberapa desa di Buleleng Barat, Kota Singaraja dan Buleleng Timur. Selain melestarikan sepeda ontel dari kepunahan, BOC ingin mendidik generasi muda untuk mengenal warisan sejarah dan juga ingin menjadi

pendukung pengembangan pariwisata di Den Bukit. BOC ikut meramaikan dan membagikan koran Kelompok Media Bali Post (KMB) edisi khusus Minggu (29/9) kemarin. Ketua BOC Gede Bayangkara mengatakan, organisasi yang dipimpinnya itu telah memiliki program rutin. Setiap tiga bulan sekali menggelar pertemuan yang juga untuk ajang sharing terkait koleksi sepda ontel. Program lainnya adalah mengikuti event di Provinsi Bali, nasional dan bahkan pernah berpartisipasi dalam salah satu event sepeda tua berskala internasional. Sementara itu untuk program mendukung pariwisata di daerahnya, setiap minggu BOC melakukan perjalanan dari Kota Singaraja ke beberapa objek wisata di kawasan

wisata Lovina dan sekitarnya. Dari program ini, pria yang akrab dipanggil Kerok ini menyebut ke depan aktivitas sepeda ontel akan menjadi daya tarik wisata sejarah di daerahnya. Untuk itu, ke depan pihaknya siap bekerja sama baik dengan pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama melestarikan peninggalan sejarah seperti sepeda ontel. ‘’Selain kita sharing setiap tiga bulan sekali dan mengikuti berbagai kegiatan, aktivitas kami ini menjadi satu daya tarik wisata yang mencirikan Buleleng pernah sebagai Ibu Kota Soenda Ketjil. Mudah-mudahan pemerintah atau Bali Post bisa memfasilitasi kami dalam menjalankan program,’’ katanya. (mud)

Bali Post/edi

Bali Post/mud

BOC – Puluhan penggemar sepeda ontel yang tergabung dalam Buleleng Ontel Club (BOC) berpartisipasi dalam pembagian koran KMB edisi khusus Minggu (29/9) kemarin.

Bali Post/edi


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook