terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
terbit sejak 16 agustus 1948 Perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 133 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Pon, 29 Desember 2019
balipost http://facebook.com/balipost
Makna Dupa SABtU PAiNG, 28 DESEMBER 2019
Razia Pedagang Petasan Menjelang malam tahun baru, aparat sibuk merazia pedagang petasan. Di satu sisi ada larangan, di sisi lain ada konsumen.
Dupa menjadi benda yang terbilang penting dan wajib dalam sebuah pelaksanaan upa- Rusia Diamankan Berkelahi, Warga cara yadnya. Baca ulasan lengkap dan makna Kericuhan terjadi di bar di Jalan Batubolong, filosofis dupa secara mendalam. Kuta Utara, Jumat (27/12) kemarin. Warga Rusia berinisial IL (30) melukai Bali Orti | HAL. negara 7 karyawan bar, PS (24). IL pun diamankan untuk mencegah perkelahian yang lebih besar.
Daerah | HAL. 2
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Atraksi Kembang Api Pancasila Pengemban Pengamal Malam pergantian tahun selalu
balipost http://faceboo
identik dengan pesta kembang Proyek Pasar Dipastikan Molor
MomenPasar ini tak boleh dilewatProses pengerjaan proyek api. bangunan kan begitu Ikuti panduan Amlapura Barat molor. Pasalnya masasaja. kontrak memotret pesta kembang api. proyek berakhir 27 Desember. Sedangkan pengerjaan bangunan baru mencapai sekitar 75 Fotografi | HAL. 8 persen. KARANGASEM | HAL. 8
Menjaga Mengawal Lingkungan Bali budaya bali dari Hulu hingga berdayakan desa adatHilir BADUNG | HAL. 3
Keberagaman budaya dan sistem tata cara Tahun 2019, Bali memiliki kisah hitam dalam upaya pelestarian lingkungan. upacara keagamaan yang masih tetap lestari babak baru dengan dikembalikanKasus reklamasi Teluk Benoa mulai memasuki hingga saat ini menjadi kekuatan bagikonservasi. Bali. Desa Ini juga berkat perjuangan panjang. nya kawasan ini sebagai kawasan adat benteng utamaPelabuhan pelestarianBenoa oleh Pelindo III yang membabat Yangmerupakan terakhir kasus reklamasi kebudayaan, sehingga menguatkan desa hutan bakau hingga akhirnya Gubernur Bali, Wayan Koster, mengambil sikap tegas adat berarti menjagauntuk roh kebudayaan Bali. mengembalikannya kawasan hijau. Kebijakan strategis dalam konteks mengawal DUAtelah kasusditempuh ini Koster. Yang jelas kitaWayan masih lemah pembangunan akomodasi perhotelan budaya Gubernur Bali memberi pelajaran dalam pengawasan, ketika keru- dan vila-vila. Turun sedikit ke bawah, Koster dengan menetapkan Perda No.4 sekaligus ujian berat sakan lingkungan terjadi barulah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Tatahun 2019 tentang Desa Adat. Selain itu, bagi visi daerah Bali kita bersikap tegas. Namun, upaya banan, Buleleng, Badung, Gianyar, visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ makin Bali patut dan Denpasar sebagian dicaplok oleh Nangun Sat Kerthi penyelamatan lingkungan mempertegas komitmen menjaga alam, Loka Bali yang diga- kita hargai. investor. Akibatnya, petani pun berebudaya dan Wayan manusia Bali. gas Gubernur Kawasan hulu di Bali juga marak but air dengan PDAM untuk kepentingan masing-masing yang membuat udayawan Dr. Drs. A.A. Gde tetapi memilih yang sesuai dengan ketersediaan air Bali menipis demi Raka, M.Si. mengatakan, alam pikiran dan perasaan Bali pariwisata. orang Bali terkenal dengan (lokal). Karena itulah, kahadiPengamat masalah lingkungan Dr. sifat terbuka dan selektif ran pengaruh agama dan kebuIr. Gede Sedana, M.M.A. menegaskan, dalam menghadapi kehadiran budaya dayaan Hindu (India) membuat upaya penyelamatan lingkungan Bali terhadap siapa pun keberadaan kebadayaan Bali penunjang seKAWASANasing. hulu diTerbuka Bule- pariwisata. untuk sarana pariwisata, harus dilakukan secara holistik dari datang ra- kita makin beragam (kaya), indah, yang telah terjaga hulu hingga hilir. Pelestarian lingleng beberapayang tahun tera-dan menerima Kondisi dengan yang sama amati di maka ekosistem mah, sopan, kekeluargaan, penuh dan menarik. akan rusak. Kondisi tersebut dapat kungan harus dimulai dari kawasan khir ini mengalami persoalan hulu Bali dan di Kabupaten Tabanan. toleransi.yang Selektif, tentu tidak sembaHal.menjadi 11 serius. Lahan perkebunan Kawasan hulu Tabanan memicu banyak pembangunan dilak- pegunungan di hulu Bali seperti rangandaerah menerima apa yang masuk,karena Zat Penyubur semua berfungsi sebagai magnet pariwisata identik sanakan tidak sesuai dengan kondisi Bedugul, Kintamani, Gunung Agung, Buleleng atas, dll. Kawasan ini sebresapan air (hidrologis), namun dengan keindahan alam sehingga lingkungannya. belakangan mulai berkurang karena sangat besar peluang untuk penyeSejalan dengan hal tersebut pula, agai penyangga Bali. Sebab, masalah penggantian jenis tanaman. Demiki- diaan sarana penunjang pariwisata. Provinsi Bali dalam visi RPJMD 2018- lingkungan juga akan merembet ke an juga dengan di kawasan hulu di Dipastikan, menjamurnya vila-vila di 2023 yaitu Nangun Sad Kerthi Loka masalah kesediaan air bersih bagi Bali, Karangasem. Semakin pesatnya kawasan ini berdampak buruk bagi Bali, menekankan menjaga kesucian masalah ABT, sampah, dan tergerusperkembangan pariwisata, mem- lingkungan sekitar. Pembangunan dan keharmonisan alam Bali beserta nya kawasan hilir. Pertanyaannya sudahkah kawasan buat pembangunan terus dilaku- vila liar di kawasan hulu secara isinya untuk mewujudkan kehidupan kan. Tak terkecuali, di kawasan umum dapat mengganggu ekosistem krama dan gumi Bali yang sejahtera ini benar-benar dikelola sesuai dengan Perda Tata Ruang. hulu. Bahkan, kawasan yang tak lingkungan, di mana kawasan hulu dan bahagia sekala-niskala. Hal. 11 boleh dibangun malah dicaplok menjadi sumber kehidupan makhluk Hal. 11 Celah Pelanggaran untuk mendukung perkembangan hidup. Apabila dibiarkan alih fungsi Kebijakan Baru
KawasanB Hulu Tak Boleh Disentuh Investor
Suwung Sebaiknya Swakelola Sampah Penyiram”Suwungin” Novel Baswedan Ditangkap Solusinya, tapi Keduanya Anggota Polri Aktif KAWASAN Suwung sebenarnya tak hanya mencakup wilayah Banjar Suwung Batan Kendal dan Pesanggaran. Sejak lama kawasan Suwung ini berada di selatan Desa Sanur ke selatan hingga Pelabuhan Benoa. Daerahnya merupakan kawasan hilir yang harus dijaga dari pencemaran. Krama Bali menyebut nama Suwung alias kosong karena harus suwungin atau dikosongan. Tidak layak untuk pemukiman dan usaha.
Banyak lagi alasan ilmiah lainnya. Ketua Puslit PPLH Unud, Dr. Made Sudarma, M.S., mengatakan, Pesanggaran dan Suwung Jakarta (Bali Post) – Batan KendalKepala adalahBadan daerah hilir yang Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes tidakPolri cocokKomjen sebagaiPol. daerah resapan Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dua air. Daerah resapan air air adalah diterhadap Novel Baswedan pelaku penyiraman keras hulu.adalah Resapan air diPolri huluaktif. akan‘’Pelaku dua orang inisial anggota melahirkan dan penyuplai RM danmata RB. air Keduanya anggota Polri aktif,’’ kata Komair bawah tanahdi(ABT). jen Listyo Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat “Kalau hilir berdekatan (27/12)daerah kemarin. denganHal pantai, rawan terjadinya Karopenmas Polri Brigjen serupa juga dinyatakan tsunami, apalagi dalam Pol. rob, Argo Yuwono. Iakondisi menambahkan, dua tersangka perubahan iklim seperti sekarang penyiraman air keras Novel Baswedan berinisial RB ini. Maka daerah hilir ini perlu dan RM yang diamankan pada Kamis (26/12) malam di diantisipasi,” ungkapnya. Cimanggis, Depok. Hal.Hal. 11 11 Kualitas Sumur Made Sudarma Penyidik KPK
Tak Beratkan Warga
Persoalan sampah lebih baik lagi. tidak akan pernah habis Denpasar yang dikenal u n t u k d i b a h a s . A p a l a g i memiliki tata pengelolaan 2019 Bali menghadapi ma- sampah cukup bagus juga salah serius soal sampah tak lepas dari masalah ini. setelah terbakarnya TPA Warga menginginkan maSuwung yang tak cocok lagi salah sampah ditangani berada di lokasi tersebut. penuh pemerintah dengan Tahun 2020 semua kompo- tanpa membebani warga nen mesti duduk bersama membayar lagi. BPM/dok memikirkan solusi menga- Hal. 11 tasi masalah sampah yang Alami Perubahan BUDAYA Bali adalah suatu harmonis dengan ketiga a cara hidup yang berkembang tersebut, maka kesejahte dan dimiliki oleh masyaraakan terwujud. Di sam kat Bali dan diwariskan dari itu, orang Bali mengenal generasi ke generasi. Budaya sep Tri Semaya yaitu per Harian Bisnis Bali terbentuk dari berbagai unsur terhadap waktu. Masa Kunjungan seperti adat istiadat, bahasa, (atita), masa kini (anagata Wisdom Merosot perkakas, pakaian, bangunan, masa yang akan datang (w karyabergerak seni, dandengan politikkekuatan serta mana) merupakan suatu Termasuk membuat piin- dengan cara reklamasi juga Perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa memasuki tahun Selama 2019, pariwisata Bali sempatselama agama. Seni sedangkan budaya merupakkaian waktu yang tidak d hak-pihak yang ini vestor kita berger- membuat geram masyaraketujuh pada Maret 2020. Perjuangan yang dilakukan terus-menerus mengalamimendukung beberapa cobaan reklamasi sebagai an penunjang sarana upacara. dipisahkan satu dengan dan ak dengan kekuatan semesta,” kat bahkan Gubernur Bali, selama ini telah mampu me-ngubah konstelasi dari sebuah kebijakan. Sebut gerakan Berbagai berperan nya. Kehidupan manusia nyinyir terhadap ujarkesenian Koordinator ForBALI, Wayan Koster. Pasalnya, politik sehingga membuat para politisi yangdampak tasaja salahBTR, satunyahilang adalah kenaikan dalamI menunjang upacara, saat ini ditentukan oleh entah ke mana. Wayan “Gendo” Suardana, Pelindo III tidak tertib saat dinya diam menjadi bersikap menolak reklamasi harga tiket pesawat udara di awal sepertisaat seni rias yangaksi dipanperbuatan di masa lalu “Waktu telah menunjukmelakukan turun ke melaksanakan reklamasi Teluk Benoa. tahun. Apa dampaknya? carkanjalan, oleh bentuk banten, seni saat ini juga me kan, mereka yang mendukung 13 Desember lalu. sehingga mengakibatkanperbuatan 17 www.bisnisbali.com kidung, kakawin dan nyinyir suara hi- berupa Selain rencana reklamasi hektar mangrove mati. tukan kehidupan di masa pujaan, seni per- Hal. 11 akan datang. ‘’Dalam aj lang entah atau ke lagu-lagu Teluk Benoa, proyek Harian DENPOST tari berupa sakral danBenoa Perhatian Publik hukum karma phala dis mana. Mereka luasanseni Pelabuhan I Made Surada seni wali, seni tabuh berupa kan tentang sebab-akibat Klungkung Bangun gamelan, serta aturan busana suatu perbuatan, perbu Terminal Sampah Plastik upacara agama. hubungan sesama manusia yang baik akan mendapa Memerangi sampah plastik, selain Guru Besar IHDN Den- (pawongan), dan hubungan hasil yang baik. Demikian membangun Tempat Olah Sampah pasar Prof. Dr. I Made Surada, manusia dengan lingkungan sebaliknya, perbuatan Setempat (TOSS) center, Dinas LingM.A. mengatakan, kebuday- (palemahan) yang tercermin buruk hasilnya juga buruk kungan Hidup dan Pertanahan (LHP) aan Bali menjunjung nilai- dalam ajaran Tri Hita Karana tidak baik bagi yang bersan Klungkung berencana membangun nilai keseimbangan dan kehar- (tiga penyebab kebahagiaan). tan,’’ katanya. terminal sampah plastik tahun 2020. monisan hubungan manusia Jika manusia mampu menjaga Hal. 11 dengan Tuhan (parhyangan), hubungan yang seimbang dan Pengaruh Modernisasi www.denpostnews.com
Penguatan Identitas Budaya Respons Cepat Koster Tangani Reklamasi Teluk Benoa dan Pelabuhan Benoa
Dentuman Drum Jigu Buka Gelaran Denpasar Festival Ke-12
Usung Tema Jentera Kebahagiaan Dukung Pengembangan Ekonomi Orange Gelaran festival akhir tahun bertajuk Denpasar Festival (Denfest) ke-12 tahun 2019 kembali digelar. Kegiatan yang menjadi wahana kreativitas dan hiburan masyarakat Kota Denpasar ini menyajikan beragam jenis kegiatan, hiburan hingga stand industri dan kuliner dibuka secara resmi Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Ketua DPRD
Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, yang ditandai dengan mendentumkan Drum Jigu di Kawasan Catur Muka Denpasar, Sabtu (28/12) kemarin. Serangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan launching Layanan QRIS BPD Bali guna mendukung penerapan transaksi nontunai pada gelaran Denpasar Festival ke-12. Hadir dalam kesempatan tersebut Ambassador Vietnam, Pham Vinh
Quang, beserta jajaran, Kepala Kejari Denpasar, Luhur Istighfar, Jajaran DPRD Kota Denpasar, Forkopimda Kota Denpasar serta undangan dan masyarakat Kota Denpasar. Turut ditampilkan pawai dari perwakilan Negara Vietnam dan Inagurasi Symphony of Happiness Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, bahwa Denfest
yang dilaksanakan Pemkot Denpasar diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi orange. Hal ini dapat dilaksanakan dengan menggali potensi warisan budaya, seni dan tradisi sehingga mampu memberikan dukungan terhadap perekonomian. Selain itu, gelaran Denf e s t d i ha r a p ka n m a m p u menjadi wahana penguatan Sister City. Hal. 11 Delegasi Negara Sahabat
’’Soft Launching’’ Dharma N
Beragam Fasilitas D ’’Orange Econo
DHARMA Negara Alaya (DNA) Art and Creative Hub Kota Denpasar yang sebelumnya telah di-pelaspas Kamis (26/12) lalu, dibuka secara resmi Jumat (27/12) kemarin. Soft launching yang dikemas secara kreatif dengan menghadirkan beragam kesenian ini dilaksanakan
oleh Wali Kota Denpasa Rai Dharmawijaya Ma bersama Wakil Wali Denpasar IGN Jaya Ne dan Ketua DPRD Kota pasar I Gusti Ngurah G Pembukaan ditandai de membunyikan Sangka dan Gendang. Selain soft launching
SANGKAKALA – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharm MENDENTUMKAN DRUM- Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, jaya MantraVietnam, bersama Pham Wakil Wali bersama IGN Jaya Negara, I Gusti Ngurah Gede, Ambassador VinhKota Denpasar IGN J Negara dan Ketua DPRDFestival Kota Denpasar I Gusti Ngu Quang, Trisno Nugroho, dan Sekda AAN. Rai Iswara saat membuka Denpasar Gede saat ‘’Soft Launching’’ Dharma Negara Alaya Cre dengan mendentumkan Drum Jigu, Sabtu (28/12) kemarin. Hub yang ditandai dengan membunyikan Sangkakala
2
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Dari Seminar Budaya Sinergi Inovasi Denfest
Rai Mantra Ajak Berkreativitas serta Jaga Identitas Warisan Leluhur AGENDA seminar budaya mengisi kegiatan awal pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) sebelum dibuka secara resmi, Sabtu (28/12) kemarin. Kegiatan seminar dibuka secara resmi Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemukulan gong di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar. Kegiatan ini dihadiri Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, kelompok ahli Kota Denpasar, budayawan, akademisi, guru SMP dan SMA, hingga bendesa, lurah/ perbekel se-Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga tampak hadir Direktur Pendidikan Tinggi IPTEK dan Kebudayaan Bappenas RI, Dr. Hadiat, M.A., serta Pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar. Wali Kota Rai Mantra, dalam sambutannya mengajak untuk terus berkreativitas dalam menjawab tantangan resilien identitas. Dimana resilien merupakan kapasitas seseorang untuk
merespons secara sehat dan produktif atau kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit. Seperti dalam menjaga sebuah identitas yang harus dilakukan secara kreatif. Hal ini tidak terlepas dari Kota Denpasar yang tidak memiliki Sumber Daya Alam, namun memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni, serta mampu menjawab tantangan globalisasi. Saat ini, dalam pengembangan orange ekonomi yang telah dijawab dalam puncak kreativitas dengan keberadaan Balai Budaya Dharmanegara Alaya di Lumintang Denpasar. Dharmanegara Alaya sebagai pusat pengembangan ekonomi dan warisan budaya. Hal ini tidak terlepas dari potensi besar nilai warisan budaya yang sangat berpeluang untuk dapat dikuatkan dan dikembangkan. “Bagaimana kita bisa menjaga identitas kita dengan sebaik-baiknya sebagai kota budaya memerlukan suatu kolaborasi demi
sebuah nilai dan tanggung jawab dalam pembangunan,” ujar Rai Mantra. Menurut Rai Mantra, dalam era industri 4.0, kebudayaan mampu masuk dan berinteraksi seperti pelaksanaan Denfest mendukung kreativitas dan kebudayaan serta mencari bentuk ekonomi yang sesuai dengan karakteristik kebudayaan. Denfest dilaksanakan sebagai bentuk pertumbuhan ekonomi yang memerlukan kekuatan dan ketangguhan dalam identitas tersebut. Dari warung kecil mampu bertransfromasi mempertemukan tradisi dan kekinian saat ini. Seperti kemasan makanan, melihat cara berdagang, serta terjadi interaksi kemasan dan interaksi digital. “Hal ini menjadi sebuah perpaduan membuat ketahanan identitas budaya, serta saat ini terdapat orange ekonomi yang berdampak perilaku ekonomi masyarakat. Dharmanegara Alaya sebagai pusat pengembangan ekonomi warisan budaya,
serta tersentuh pertemuan orange ekonomi yang menjadi potensi besar nilai warisan budaya dikuatkan dan dikembangkan, serta menjadi kewajiban bersama dalam menjaga warisan leluhur kita,” ujarnya. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, mengatakan seminar Denpasar dalam resilien identitas kota budaya sinergi inovasi Denfest dan indeks pembangunan kebudayaan. Momen ini diharapkan dapat menjadi motivasi dalam memelopori aktivitas dan kreativitas seluruh warga masyarakat sebagai perwujudan dari pembangunan mental insani yang luhur. Pembangunan kebudayaan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan Nasional, karena disinilah letak semangat antara pemerintah dan masyarakat terjalin dalam satu tujuan, yaitu mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin yang berkeadilan. (ad687)
PUKUL GONG – Wali Kota Rai Mantra pukul gong bersama Direktur Pendidikan Tinggi IPTEK dan Kebudayaan Bappenas RI, Dr. Hadiat, MA., Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, serta kelompok ahli Kota Denpasar, pada pembukaan seminar Denpasar dalam resilien identitas kota budaya sinergi inovasi Denfes dan indeks pembangunan kebudayaan, Sabtu (28/12) di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar.
Menkes Paparkan DSA Tak Semua Ditanggung BPJS
Bali Post/ist
RAZIA - Petugas gabungan dari Polres Bangli dan Kodim Bangli saat melakukan razia terhadap pedagang kembang api.
Petugas Gabungan Razia Pedagang Petasan dan Kembang Api
Bangli (Bali Post) Petugas gabungan dari Polres Bangli dan Kodim 1626/Bangli menggelar razia dengan menyasar penjual petasan dan kembang api, Sabtu (28/12) kemarin. Razia dilaksanakan untuk mengantisipasi kerawanan jelang pergantian tahun. Razia dipimpin Kabag Ops Polres, Bangli Kompol Ngakan Putu Anom Semadi bersama Pasi Ter Kodim/1626 Bangli, Lettu Chb I Komang Gita. Dalam razia yang diadakan di seputaran Pasar Kidul, Bangli, petugas mengecek satu per satu barang dagangan dari
sejumlah penjual kembang api. “Hasil pemeriksaan/ pengecekan kami, belum ditemukan adanya pedagang yang menjual petasan maupun kembang api yang melebihi ukuran yang telah ditentukan. Rata-rata para pedagang menjual kembang api di bawah dua inci, se-
dangkan di atas itu tidak ada ditemukan,” ungkap Anom Semadi. Kendati demikian, pihak kepolisian yang mengemban fungsi Harkamtibmas tetap mengimbau para pedagang untuk tetap mematuhi peraturan yang ada. Serta melengkapi diri dengan surat
izin penjualan kembang api. Kompol Anom Semadi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersamasama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif jelang pergantian tahun. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam menyambut malam pergantian tahun, terutama pesta miras yang notabane merupakan sumber gangguan kamtibmas,” tandasnya. (kmb40)
Denpasar (Bali Post) Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K)., Sabtu (28/12) menjadi keynote speaker acara seminar sehari “Cerebrovasculer Service Update” di RSUP Sanglah. Terawan memaparkan mengenai DSA (Digital Subtraction Angiography) Service Update. Layanan DSA sendiri sudah diterapkan dibeberapa RS yang ada di Indonesia. Meski layanan ini sudah ada dan dibutuhkan, ternyata tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Terawan memaparkan layanan DSA atau umum dikenal sebagai layanan cuci otak untuk kasus stroke sudah diterapkan di Indonesia. Begitu juga mengenai SDM dan alat sudah sangat siap. “Sekarang tinggal niat dan kesungguhan dari rumah sakit untuk menyediakan layanan DSA ini,” ujarnya. Sebab tanpa niat dan komitmen untuk memberikan layanan ini sepenuhnya berguna kepada
masyarakat, tentu dikhawatirkan akan menjadi layanan yang mangkrak. ‘’Percuma kalau ada anggaran tetapi tidak ada niat. Jadi kesungguhan dari pihak rumah sakit untuk menjalani yang penting,’’ imbuhnya. Mengenai pembiayaan layanan DSA ini, lanjut Terawan, tidak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Menurutnya, BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan untuk pelayanan dasar kesehatan. ‘’Tidak semua layanan kesehatan ditanggung BPJS. Tentu disesuaikan dengan bajet. Kalau semua dimasukkan, akan meruntuhkan kemampuan rumah sakit. Terlebih kemampuan bayar masyarakat di Indonesia masih besar. Jangan sampai layanan kesehatan yang harusnya bisa dibayar masyarakat mampu justru didanai dari iuran untuk masyarakat miskin,’’ paparnya. Lebih lanjut mengenai tanggungan kesehatan BPJS, menurut Terawan, pihaknya di tahun 2020 ini akan merap-
atkan barisan dan membahas mengenai layanan apa saja yang bisa ditanggung BPJS dan mana yang tidak. ‘’Sistem BPJS itu adalah gotong royong. Yang mampu membantu yang tidak mampu. Jadi akan dibahas mana yang harusnya dikerjakan, mana yang tidak. Yang berlebihan tentu tidak masuk dalam pelayanan, misalnya layanan transplantasi. Coba saja bayangkan biaya transplantasi itu bisa untuk biaya kesehatan dasar ribuan peserta BPJS,’’ ujarnya. Sementara itu, mengenai kesiapan RSUP Sanglah dalam menerapkan DSA, Kepala Departemen Radiologi FK Unud/ RSUP Sanglah, dr. Firman Parulian Sitanggang, Sp.Rad., mengatakan layanan ini sudah ada di RSUP Sanglah sejak tahun 2010. Alat maupun SDMnya pun sudah ada. Layanan ini memang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS dan diharapkan ke depan bisa menjadi layanan unggulan RSUP Sanglah. (san)
Manca Agung Art Festival 2019
Wujud Dukungan terhadap Visi ”Nangun Sat Kertih Loka Bali” Darah Transfusi Tidak Dijual
Bali Post/san
SEMINAR - Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K)., Sabtu (28/12) kemarin saat menjadi keynote speaker acara seminar sehari Cerebrovasculer Service Update di RSUP Sanglah.
Denpasar (Bali Post) – Yowana Manca Agung yang merupakan organisasi kepemudaan dari Manca Agung Trah Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung, menggelar Manca Agung Art Festival (MAAF) 2019 di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (28/12) kemarin. Festival kesenian ini merupakan kegiatan menyongsong Pesamuhan Agung II Manca Agung. Manca Agung Art Festival 2019 mengambil tema ‘’Art is Breath’’ dan berlangsung hingga Minggu (29/12) ini. Di dalamnya diisi berbagai lomba, di antaranya lomba Topeng Arsa Wijaya kategori umum usia 17 sampai 25 tahun dan lomba Gender Wayang kategori anak-anak usia 7 sampai 15 tahun. Ketua Yowana Manca Agung, I Dewa Alit Swastika menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka melaksanakan program organisasi di bidang seni dan budaya. Melalui hal ini pula pihaknya ingin memberikan dukungan terhadap visi misi Gubernur Bali, yakni ‘Nangun Sat Kertih
Loka Bali’. Secara khusus, dia berharap peserta tidak saja berkontestasi tetapi juga menjadikan ajang ini sebagai media pembelajaran bidang seni budaya. ‘ ’ D i bidang sosial ke masyarakatan sudah kami lakukan dengan organisasi kepemudaan Hindu lainnya, seperti Peradah Bali melalui program ngejot untuk masyarakat kurang mampu dan disabilitas dalam rangka menyambut hari raya Galungan. Pembersihan sampah plastik juga sudah kami lakukan,’’ imbuhnya. Pengageng Ageng Manca Agung I Dewa Nyoman Oka menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Manca Agung Art Festival 2019. Sebab, program semacam ini sangat sesuai dengan bhisama Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung yang salah satunya menyatakan leluhur mewariskan generasi yang cerdas. ‘’Kita berharap Yowana Manca Agung tidak saja cerdas tapi juga bijaksana. Sebab sekarang kalau kecerdasan intelektual masih bisa dicari lewat berbagai sumber,
misalnya internet. Tetapi untuk membentuk karakter, perlu acara-acara seperti ini,’’ jelasnya. Apresiasi juga disampaikan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, sebab kegiatan ini senapas dengan visi Nangun Sat Kertih Loka Bali yang intinya mengangkat kekuatan budaya Bali yang adiluhung. Pihaknya berharap yowana-yowana lainnya mencontoh kegiatan ini agar generasi muda memahami landasan budaya Bali
yang harus menjiwai hidup mereka ke depan sehingga Bali tetap ber-taksu. ‘’Kekuatan budaya harus menjadi napas, jiwa, rohnya generasi muda untuk menghadapi globalisasi sehingga para yowana Bali tidak larut dengan nilai-nilai budaya global. Bukan berarti tidak mengikuti globalisasi. Tetap mengikuti, tetapi harus berlandaskan nilai-nilai budaya kita sehingga kita tidak kehilangan arah,’’ tegasnya. (kmb19)
Bali Post/eka
PEMBUKAAN - Prosesi pembukaan Manca Agung Art Festival 2019 di Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Sabtu (28/12) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Persepsi masyarakat dalam hal penyediaan darah transfusi untuk kebutuhan medis oleh unit transfusi darah yang berada di bawah koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) seringkali masih kurang tepat. Banyak yang menyebut PMI menjual darah karena pasien dikenakan biaya pengganti. Sementara masyarakat menganggap darah diperoleh secara gratis melalui kegiatan donor sukarela. Persepsi ini diluruskan Ketua Pengurus PMI Bali, I Gusti Bagus Alit Putra. ‘’PMI tidak menjual darah. Adapun biaya pengganti merupakan biaya-biaya yang memang harus dikeluarkan dalam proses pengolahan darah,’’ tegas mantan Bupati Badung ini dalam acara Sahabat PMI Bali Gathering di Denpasar, Sabtu (28/12) kemarin. Biaya-biaya yang dikeluarkan terkait penyediaan darah, kata Alit Putra, di antaranya untuk pembelian kantong darah, biaya pengolahan, baik alat maupun tenaga dan obat, seperti reagent. Jadi, darah
yang diambil dari para donor baik sukarela maupun pengganti tidak bisa ditransfusikan langsung ke pasien. ‘’Harus melalui proses pengolahan. Dan hal tersebut membutuhkan biaya,” kata mantan wakil Ketua DPRD Bali ini. Bahkan untuk biaya pengganti dari pasien tidak sepenuhnya menutupi biaya pengolahan darah agar siap digunakan. Akibatnya, kata Alit Putra, unit transfusi darah dari hitungan angka mengalami tekor karena biaya pengolahan darah lebih besar dari biaya pengganti. ‘’Dulu biaya reagent masih dibantu pemerintah. Namun sejak sekitar empat tahun lalu bantuan itu dihentikan,’’ kata politisi Partai Demokrat Bali ini. Alit Putra berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang dialami PMI dalam penyediaan darah transfusi. Namun, mungkin keluhan soal biaya penggantian pengolahan darah saat ini diakui relatif berkurang karena sudah banyak yang menggunakan BPJS Keseha-
tan. Hanya saja bagi internal PMI masih menyisakan persoalan akibat besarnya subsidi yang harus dikeluarkan menutupi selisih biaya pengolahan dengan penggantian. Untuk itulah peran serta masyarakat dalam membantu pendanaan bagi PMI sangat diharapkan. Salah satunya, menurut Alit Putra dapat dilakukan dengan menjadi Sahabat PMI. ‘’PMI Bali sejak setahun lalu memiliki program Sahabat PMI, dimana semua warga diajak berpartisipasi membantu meringankan tugas-tugas PMI dalam bidang kemanusiaan,” terang Alit Putra. Lebih jauh Alit Putra menyampaikan, tugas PMI Bali tidak hanya dalam hal transfusi darah. ‘’Banyak tugas PMI Bali lainnya dalam bidang kemanusiaan, utamanya jika terjadi bencana,” katanya. PMI Bali misalnya berperan dalam penanggulangan bencan erupsi Gunung Agung dua tahun silam. Dalam bencana kekeringan tahun ini, PMI Bali juga menyalurkan bantuan air bersih. (ata)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Denfest XII Resmi Dibuka
KESEHATAN
Pengobatan Tradisional Jnana Marga Usung Tema ”Jentera Kebahagiaan” ”Jangan, Aah!!!”
JANGAN, aah…!!! Sekali dua kali, mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana jika kata-kata ini selalu Anda dengar setiap Anda ingin bercinta? Marah, curiga, selingkuh, atau….? Stop jangan buru-buru lewat shortcut. Coba diingat-ingat bisa jadi masalah ada pada Anda. Jangan-jangan Anda mengalami
nafsu besar tenaga kurang, ereksi byar pet atau masalah seksual lain, sehingga pasangan enggan untuk bercinta. Grand Master Metafisika Kejantanan, I Nengah Edy Warsita mengatakan, hubungan seks melibatkan dua pihak. Karenanya kepuasan semestinya tidak dimo-
nopoli oleh satu orang saja. Hal inilah yang sering memicu penolakan dari pasangan. Oleh karena itu, owner dan terapist Pengobatan Tradisional Jnana Marga ini menyarankan sebelum menyalahkan pasangan sebaiknya koreksi diri dan perbaiki komunikasi. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, Pengobatan Tradisional Jnana Marga di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, Telephon 085102111600 adalah solusinya. Dengan metode energi Janur Sakti menyembuhkan berbagai macam penyakit seksual, seperti ejakulasi dini, impotensi, libido rendah/kehilangan libido, lama tidak memiliki keturunan, dan lain-lain. Meningkatkan dan menjaga vitalitas pria, menguatkan energi positif dalam tubuh, menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit, mengendalikan ejakulasi, menguatkan jantung, ginjal, melancarkan peredaran darah, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stress, dan lain-lain. Dengan demikian, tubuh mendapatkan kesehatan secara sempurna dan menyeluruh. Tersedia pula minyak TU Janur Sakti, untuk memaksimalkan ukuran Mr. P. Terdaftar di Diskes, tergabung di IPATRI dan AP3I. Buka dari Senin sampai Sabtu pukul 10.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. (ad688)
Tutup Tahun, HOBI Gelar Aksi Peduli ”Charity City Ride” MENJELANG tutup tahun 2019, komunitas Honda Big Bike yang tergabung dalam HOBI Bali mengagendakan kegiatan yang dikemas dengan city touring dan aksi kepedulian. Bersama dengan 15 anggota HOBI, acara yang bertajuk “Charity City Ride” diawali dengan City Ride melintasi ruas jalan Denpasar menuju Pulau Moyo yang merupakan lokasi dari Jodie O’Shea House yang akan dilaksanakannya kegiatan Charity. Seluruh peserta yang mengendarai Honda Big Bike disambut meriah oleh anak-anak penghuni Jodie O’Shea House yang merupakan bagian dari Yayasan Cinta Kasih Anak. Tiba di lokasi Jodie O’Shea House, seluruh anggota HOBI diajak berkeliling ke areal yayasan untuk melihat kegiatan dan aktivitas anak-anak. Sarana yang ada di Jodie O’Shea House cukup lengkap, terlihat ada arena futsal, basket, perpustakaan, baby room, arena makan bersama, dan juga latihan musik. Disambut Yanto, selaku Founder Jodie O’Shea House yang didampingi Bagus dan Ira selaku pengurus di yayasan tersebut, memberikan kesempatan kepada anggota untuk lebih dekat dengan anak-anak. Dalam sambutannya ia berterima kasih atas kunjungan dari anggota HOBI Bali dan juga bantuan diberikan berupa kebutuhan pokok dari anak-anak. “Menjadi kesenangan buat anakanak yayasan karena telah dikunjungi oleh HOBI Bali. Bahkan mereka dengan antusias melihat langsung motor-motor Big Bike yang dikendarai anggota HOBI dan dengan kagumnya seorang anak menyebutkan
type dari salah satu Honda Big Bike,” ungkap Yanto. Dalam kesempatan itu seluruh anggota HOBI diajak makan siang bersama anak-anak yayasan dan juga pengurusnya, dan terlihat kegembiraan di wajah anak-anak. Usai makan siang seluruh anak-anak berkumpul di ruangan aula untuk mengikuti games dan sharing mengenai Bullying yang disampaikan oleh perwakilan dari Honda. Ada pun kegiatan sharing bullying ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak agar bisa saling memahami dan mengasihi antara anak yang sudah besar maupun anak yang masih kecil. Diselingi dengan kuis dan games menarik, sebanyak 82 anak-anak di yayasan tersebut bergabung dalam kegiatan Charity HOBI ini. “Kegiatan yang kami lakukan
ini adalah agenda terakhir HOBI di tahun ini. Kami memang mengemas kegiatan sosial ini pada penghujung tahun 2019 sebagai salah bentuk CSR dengan harapan kami bisa berbagi melalui hasil pengumpulan donasi dari seluruh anggota yang disumbangkan ke Jodie O’Shea House ini,” ungkap Arki Prayogi, selaku Manager Honda Big Bike Astra Motor Bali. Keantusiasan anak-anak yayasan saat melihat Honda Big Bike menyentuh hati anggota HOBI. Dengan semangat satu hati, masing-masing anggota mengajak mereka secara bergantian untuk berkeliling mengendarai Honda Big Bike dengan tetap mengutamakan safety riding dan Cari_Aman. Pada sesi terakhir seluruh anggota HOBI dan anak-anak melakukan foto bersama sekaligus serah terima bantuan yang telah berhasil dikumpulkan. (bns1)
DENPASAR Festival (Denfest) XII Tahun 2019 resmi dibuka Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.T., Sabtu (28/12) kemarin. Pembukaan Denfest ini mengusung tema “Jentera Kebahagiaan” dan ditandai dengan pemukulan drum jibu yang dimeriahkan inagurasi berupa parade musikal bertajuk “Shymphony of Happiness”. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Patung Catur Muka tampak sumbringah menikmati musikal kolaborasi antara gamelan Yuganada (Bali), gamelan Bramara Gita dan Pragina (Bali), dan Hands Percussion (Malaysia) selama 40 menit. Ketua Umum Denfest XII Anak Agung Rai Sudarma mengatakan, Denfest XII dilaksanakan dengan penuh suka cita mengungkapkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Apa-
lagi Denfest memiliki misi untuk mengembangkan kreativitas masyarakat yang inovatif kesemua pelosok Bali. Sehingga event tahunan ini selalu dinanti-nanti oleh masyarakat Kota Denpasar, Bali, bahkan wisatawan domestik dan mancanegara. Panitia Denfest XII, I Made Saryawan menambahkan, Denfest XII menampilkan berbagai pameran, street food festival, pesona budaya, kain endek, serta beragam kreativitas lainnya. Dengan harapan minat masyarakat yang datang ke Denfest semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi kegiatan Denfest yang digelar di akhir tahun ini bertepatan juga dengan musim liburan sekolah. Sehingga momen ini baik bagi para pelajar yang sedang mengikuti study tour ke Bali, bisa menikmati beragam sajian kuliner, serta budaya di arena
DENFEST - Penampilan inagurasi parade musikal bertajuk “Shymphony of Happiness” yang merupakan kolaborasi seniman Bali, Vietnam dan Malaysia meriahkan pembukaan Denfest XII Tahun 2019 di Kawasan Catur Muka, Denpasar, Sabtu (28/12) kemarin.
Denfest. Bahkan pihaknya yakin event ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, khususnya di Kota Denpasar. Terkait dengan tema “Jentera Kebahagiaan”, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menjelaskan tema tersebut mengandung makna kebahagiaan untuk mendukung ekonomi kreatif Kota Denpasar berwawasan kebudayaan. Dengan harapan masyarakat bisa berbahagia di dalam kehidupan kesehariannya. “Dengan tema ini (Jentera Kebahagiaan-red) bisa menggema di tengah masyarakat dengan menampilkan karya-karya terbaik mereka selama setahun ini di Denpasar Festival kali ini. Sebab, karya-karya ataupun produk-produk yang ditampilkan di Denfest adalah karya-karya atau produk-produk terbaik mereka yang penuh kreatif dan inovatif,” tandas Dezire Mulyani. Apalagi semangat jentera satu sama lainnya saling bersinergi. Berputar dan memutarkan setiap kendala mencerahkan solusi, setiap keberhasilan memancarkan inovasi. Pihaknya berharap Denfest XII mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. Terlebih festival yang digelar ini menyajikan berbagai aneka ragam kuliner khas Denpasar serta berbagai kegiatan seni dan budaya yang menjadi ciri khas Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, mengatakan bahwa Denfest XII ini berbeda dengan Denfest tahun lalu. Sebab, ada inagurasi berupa parade musikal bertajuk “Shymphony Of Happiness” yang melibatkan negara tetangga, seperti Vietnam dan Malaysia. Tentu hal ini menunjukkan bahwa “Frienship City” berjalan di Kota Denpasar. Harapannya, pertemanan dengan negara tetangga tetap bisa terjalin ke depannya. (ad598)
Kakorlantas Cek Kondisi Lalin Jelang Tahun Baru
Denpasar (Bali Post) Seperti tahun-tahun sebelumnya, liburan Natal dan tahun baru (Nataru) berdampak meningkatnya jumlah kendaraan di Bali. Menyikapi kondisi itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono melakukan pengecekan kondisi lalu lintas (lalin) di sejumlah titik di Pulau Dewata ini, Jumat (27/12) lalu. Menjelang pergantian tahun, mobil wisatawan domestik sudah masuk Bali. Direktur Lalu Lintas (Lantas) Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra telah mengerahkan pasukan dan disebar di lapangan. Termasuk kendaraan juga dikerahkan untuk mencegah kemacetan dan gangguan di jalan raya. Kombes Wisnu menyampaikan, setelah melakukan pengecekan di sejumlah lokasi, Kakorlantas Irjen Istiono mengapresiasi upaya
yang dilaksanakan Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dalam memberi pelayanan terbaik kepada pengguna jalan. Selama di Bali, Kakorlantas juga mengecek personel yang sedang bertugas maupun sarana dan prasarananya. “Beliau (Irjen Istiono-red) berkunjung ke Bali untuk mengetahui secara langsung kesiapan kami dalam melaksanakan tugas, dikaitkan dengan Operasi Lilin 2019 yang sedang berlangsung
saat ini,” ujar Kombes Wisnu. Mantan Wakasat Lantas Poltabes (sekarang Polresta) Denpasar ini mengungkapkan, pihaknya telah memetakan daerah rawan macet dan laka lantas sehingga penyebaran personel menjadi lebih terarah. “Kami mengimbau supaya selalu hati-hati di jalan. Tetap fokus dalam berkendara dan senantiasa hormati pengguna jalan lainnya, niscaya keselamatan pun terjaga,” tutupnya. (kmb36)
Jemaat GPIB Kasih Karunia Rayakan Natal
Membangun Masyarakat demi Kesejahteraan Umat Mangupura (Bali Post) Jemaat Nasrani GPIB Kasih Karunia merayakan Natal 2019 dengan kegiatan yang bersifat suka cita dan kegembiraan, Sabtu (28/12) kemarin. Perayaan Natal yang menekankan kesederhanaan ini diikuti 350 KK dari jemaat yang tinggal sekitar Dalung. Hadir dalam perayaan tersebut, Ketua DPRD Badung, Ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristiani Provinsi Bali. Ketua Majelis Jemaat GPIB Kasih Karunia, Pendeta Yohanes Wadu, S.Th., didampingi Ketua Bidang Gereja dan Masyarakat (Germasa) Pnt. Sayangi Lagasing dan Ketua Panitia Perayaan Natal 2019 GPIB Jemaat Kasih Karunia, Albert Salengko mengatakan, per-
ayaan Natal kali ini tidak lepas dari program pemerintah, yaitu kepedulian terhadap lingkungan. Maka tema yang digunakan dalam perayaan Natal kali ini membangun masyarakat sejahtera demi kesejahteraan umat dan kekuatan bangsa. Sub temanya diambil dari kitab Yeremia 29 ayat 7 yaitu rencana besar Allah atas kita untuk kesejahteraan. Untuk membangun dan mencapai masyarakat yang sejahtera perlu dimulai dengan cara mempersiapkan Sumber Daya Manusia secara dini. Oleh karena itu, salah satu bentuk dari persiapan SDM tersebut, maka seluruh kegiatan dalam acara perayaan Natal malam ini dilaksanakan oleh anak-anak remaja dan pemuda
yang akan menampilkan inovasi dan kreasi dalam menata makam ini. Tema itu telah diimplementasikan sebelum perayaan Natal dengan aksi bersih-bersih pantai. “Kami juga sekarang sudah pakai tumbler, mengurangi kantong plastik sekali pakai dengan menggunakan tas kain, reusable. Ke depan upayakan supaya kami juga dilibatkan dalam penghijauan,” bebernya. Penyalan lilin dalam suka cita Natal di GPIB Karunia Kasih menjadi salah satu acara dalam perayaan itu. Kata Pendeta Wadu, lilin merupakan simbol bahwa jemaat Nasrani siap untuk membawa terang ke dunia. “Pemahaman terang yaitu membawa terang ke dunia ini bukan berarti tanpa sinar, tapi ini lebih kepada simbol bahwa kami ingin pikiran yang gelap supaya bisa diterangi, sikap hidup yang gelap atau mungkin kebodohan kemiskinan itu kami terjemahkan sebagai kegelapan,” terangnya. Selain penyalaan lilin juga ada pementasan dan tari-tarian anak, drama lawatan Allah tentang Tuhan Yesus seperti drama Natal. “Jadi kegiatan kali ini lebih pada perayaan ibadah, seremoninya kami sudah laksanakan pada 24 dan 25 Desember lalu,” imbuhnya. (kmb42)
Bali Post/ist
CEK LALIN - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono, didampingi Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra mengecek kondisi lalin.
Bisnis Bank Terus Tumbuh
Sektor Pertambangan dan Properti Tetap Diawasi Denpasar (Bali Post) Berbeda halnya dengan sektor ritel, perbankan justru mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Data OJK Regional VIII Bali Nusra menunjukkan pertumbuhan kredit 9 persenan, hampir mendekati 10 persen sesuai target penyaluran kredit pemerintah. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan, kondisi tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Dari rencana bisnis bank (RBB) 2019 semua tercapai,” tandasnya. Penyaluran kredit Bank BPD Bali tumbuh 11 persen tahun 2019, DPK tumbuh sesuai target, laba melampaui dari target Rp 541 miliar, hingga membuat Bank BPD Bali mampu mencapai laba Rp 562 miliar.
Ia optimis 2020 bisa lebih baik jika tidak ada faktor eksternal yang mengganggu. Tahun 2020 ia menargetkan kredit sesuai RBB tumbuh 10 persen. Meski demikian, ia masih mewaspadai sektor-sektor pertambangan dan properti, baik dalam penyaluran kredit maupun kredit yang sudah berjalan. Pemimpin Wilayah BRI Kantor Wilayah Denpasar, Ida Bagus K. Subagia, sebelumnya menyampaikan, BRI terus berkembang, bertumbuh secara sustainable dan mencapai kinerja yang tidak kalah presentasinya dengan tahun-tahun sebelumnya. Pencapaian laba sampai dengan September 2019 di atas Rp 24 triliun. Pertumbuhan pinjaman lebih tinggi dibandingkan dengan simpanan. “LDR kita di atas 90 persen.
Ingin LDR di tahun 2020, setidaknya tidak lebih dari 100 persen. Karena pertumbuhan kredit tentunya tidak bisa kita kurangi atau stop, oleh karena masyarakat membutuhkan,” ujarnya. BRI dengan market share di Bali lebih dari 50 persen, sedangkan di Bali Nusra market share-nya 27-30 persen. “Artinya, tanpa kehadiran BRI bisa ditebak pertumbuhan ekonomi akan melambat,” ungkapnya. Ia berharap pemda dapat membantu BRI dengan suntikan dana, mengingat LDR BRI saat ini sudah di atas 120 persen. “Padahal tadinya saya canangkan LDR kita di bawah 100 persen di tahun 2019,” imbuhnya sembari mengatakan, tahun 2020 BRI membuat program menciptakan kantong-kantong dana. (kmb42)
4
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Menuju 2020
MENJELANG akhir tahun selalu digadang-gadang bahwa tahun yang baru harus memiliki motivasi yang baru. Motivasi yang tinggi untuk membuatnya jadi lebih baik. Biasa dikenal dengan resolusi. Tetapi apakah seluruh resolusi yang dipatok sesuai dengan kebutuhan kita? Bisa jadi resolusi tinggi justru membuat kita stres. Lalu apa yang harus kita lakukan berhadapan dengan resolusi 2020?
Tahun 2019 sebentar lagi berganti menjadi tahun 2020. Apakah tahun 2019, Anda sudah melakukan perubahan atau melakukan sesuatu yang luar biasa untuk hidup? Tahun 2020, tentu ada resolusi atau target khusus yang ingin dicapai. Namun, resolusi tidaklah selalu memotivasi kita untuk menjadi lebih baik atau mencapai target, namun bisa sebaliknya, membuat semakin down. Psikolog RSUD Wangaya Denpasar, Nena Mawar Sari, mengatakan resolusi itu sebenarnya dilihat dari dua sisi. Jika tujuannya untuk memotivasi, maka resolusi menjadi alat yang tepat untuk memacu diri dan meningkatkan kualitas diri. Sedangkan jika resolusi dibuat untuk bersaing, bagi orang yang tidak siap mental, akan menjadi sumber dari kecemasan dan stres. Orang–orang yang bisa bekerja dengan target tidak masalah. Namun, bagi orang–orang yang terindikasi gangguan cemas, terlalu keras dengan dirinya sendiri, justru akan membuat orang tersebut semakin down. “Karena biasanya orang yang memiliki target financial, seperti liburan ke luar negeri, beli kendaraan atau rumah baru, bagi orang–orang yang memiliki gangguan cemas, itu malah bikin ia seperti orang yang tidak berguna,” bebernya, Selasa lalu.
Tangguh Orang yang memiliki jiwa yang tangguh, menghadapi tantangan dengan lapang dada dan berupaya memperbaiki kekurangan di masa lalu, maka resolusi bagus untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Misalnya, bekerja lebih keras, disiplin, menjaga kesehatan lebih baik, melakukan pendekatan atau interaksi dengan orang lain lebih intens, sehingga ia mempunya klien lebih banyak. “Kalau orangnya tipe seperti ini, tidak apa–apa sih,” tandasnya. “Setidaknya sudah ada proses dalam hidup kita yang sudah kita lalui,” imbuhnya. Resolusi tidak perlu muluk–muluk, namun disesuaikan dengan kapasitas diri. Peningkatan karier, finansial, kedisiplinan, kualitas kepribadian itu memang diperlukan. “Jika peningkatan yang sifatnya tidak mampu kita lakukan wujudkan, itu malah akan menyiksa diri,” ungkapnya. Dengan perkembangan teknologi saat ini, ada kecenderungan orang semakin berlomba–lomba untuk menjadi yang tercepat. Misalnya, saat ini penyediaan makanan cepat saji, transportasi online yang cepat, membeli apapun termasuk tiket bisa dilakukan dengan cepat. Perkembangan teknologi juga memicu terjadi persaingan. Persaingan pun telah terjadi antarnegara. Dengan demikian tingkat kompetisi atau persaingan pun semakin tinggi. Hidup di zaman serba cepat dan persaingan tinggi ini kata Nena diperlukan mental yang kuat. Terlepas dari itu, orang yang biasa hidup serba cepat ini terkadang lupa untuk berhenti dan berisitirahat atau jeda. Gejala–gejala ini dapat menimbulkan mental illness yaitu
Resolusi Tak Selalu Memotivasi
RESOLUSI DISESUAIKAN - Resolusi tetap direncanakan, namun hasil akhirnya tetap diterima dengan ikhlas. Dengan demikian, akan membuat orang yang beresolusi menjadi lebih lega. Walaupun tidak tercapai, setidaknya sudah berusaha. Resolusi tidak perlu muluk–muluk, disesuaikan dengan kapasitas diri. Jika peningkatan yang sifatnya tidak mampu kita lakukan dan wujudkan, itu malah akan menyiksa diri. cemas, takut, emosional, tidak bisa tidur, merasa sendirian, kehilangan minat, pola makan berubah, tidak bisa konsentrasi, mimpi buruk yang berkepanjangan, dan ada indikasi untuk bunuh diri. Mereka dengan mental illness biasanya terburu– buru, target–target tidak terpenuhi sehingga lupa untuk istirahat. Mental Mereka dengan gejala tersebut berarti mengalami kelelahan mental yang perlu ditangani. Berarti ada sesuatu yang harus dievaluasi dalam kesehariannya. “Apakah ia terlalu keras dalam menuntut diri, ia
kurang waktu untuk istirahat secara psikis dan rohani, jarang mengapresiasi diri dengan pujian atau hadiah namun lebih sering menyalahkan diri kita sendiri dengan menuntut diri dari apa yang orang lain mau dari diri kita,” bebernya. Dengan kondusi perubahan zaman yang serba cepat ini, orang membutuhkan waktu untuk jeda atau istirahat. Istirahat yang dimaksud adalah mengistirahatkan pikiran dari keharusan–keharusan, target–target, tuntutan–tuntutan. Waktu jeda bisa dengan olahraga, banyak bersyukur, kembali ke alam, sembahyang, berkumpul
dengan saudara, teman, berkomunikasi, berbincang dan berbagi cerita. Bisa juga dengan melepaskan diri dari gawai yang selama ini menjadi sumber kecemasan atau sumber tuntutan. Orang bisa melakukan kegiatan sehari–hari tanpa gadget untuk mengistirahatkan pikiran. Hari tanpa gadget perlu dilakukan seminggu sekali atau dua kali. Aktivitas–aktivitas itu yang jarang dilakukan kaum milenial saat ini. Ketika bertemu keluarga pun, milenial masih memegang gadget, di kantor mereka dituntut deadline, ketemu anak atau pasangan yang
main gadget, di jalan ketemu macet, kurangnya interaksi dengan orang lain yang mau mendengarkan masalah mereka karena lebih banyak bertemunya di grup whatsapp. Ini yang kadang–kadang tidak disadari sudah menggerus mental orang– orang yang ada di masa depan. Orang tua juga dihadapkan pada tantangan anak–anak yang tidak seperti zaman dulu anak anak lebih kritis, kurikulum juga mengarahkan anak lebih cepat perkembangannya sehingga orang tua zaman milenial juga harus ekstra perhatian pada anak–anaknya. l maya
Cara Mudah Membentuk Tubuh Ideal Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Sosok wanita yang identik pada bentuk tubuh ideal dapatlah diperoleh dengan latihan yang rutin dan sesuai sasaran yang diinginkan. Idealnya, seluruh otot bagian tubuh dilatih, misalnya pinggang, pantat, paha, dan
perut bagian atas. Selain latihan rutin, imbangi juga dengan pola makan sehat, tidur cukup dan pikiran positif. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama dengan Carla dari Lala Studio.
4
2
1
Gb. II Posisi berdiri tegak, berat badan di kaki kanan sedangkan kaki kiri lurus ke belakang. Kedua siku lengan ditekuk belakang kepala. Gerakkan kaki kiri ke atas dan ke bawah dalam posisi badan tetap tegak. Latihan ini bermanfaat untuk mengencangkan pantat. Setelah itu lakukan arah berlawanan dengan cara yang sama.
Gb. I Berdiri tegak kedua kaki tutup rapat, dan kedua lengan lurus ke atas. Condongkan badan ke kanan dan ke kiri beberapa kali, maka akan terasa peregangan pinggang.
3 Gb. III Untuk mengencangkan paha dan betis, maka latihan dapat dilakukan berbarengan, yaitu dengan posisi yang nampak pada gambar. Lakukan 2x8 hitungan, setelah itu lakukan arah sebaliknya dengan hitungan yang sama pula.
Hanya dengan latihan yang rutin dan berkesinambungan, maka bentuk tubuh ideal dapat kita peroleh dan salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
Kisara MASA remaja adalah masa emas yang identik dengan rasa ingin tahu yang meluap-luap. Karena rasa ingin tahu inilah yang kemudian mendorong remaja untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas dan alat reproduksi. Namun, tak sedikit remaja yang malah terjerumus ke pergaulan bebas dan informasi bohong terkait seksualitas dan kesehatan reproduksi sehingga menimbulkan banyak mitos di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap pendidikan terkait kesehatan reproduksi adalah hal tabu dan berbau porno. Tak jarang juga dianggap sebagai pengajaran seks terhadap anak usia dini. Tapi ternyata, menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Indonesi pada tahun 2017 lalu, didapatkan hasil bahwa banyak remaja yang tidak tahu tentang cara menjaga organ reproduksinya. Bahkan 20% di antaranya menyatakan bahwa pendidikan reproduksi adalah hal porno. Sedangkan 10% di antaranya menyatakan
kesehatan reproduksi bukanlah hal urgent yang harus diketahui oleh remaja. Pada dasarnya organ reproduksi merupakan salah satu organ vital yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh organ lain. Seperti namanya, reproduksi (berasal dari bahasa Inggris; reproduction) dapat diartikan sebagai produksi ulang atau dijelaskan sebagai meneruskan keturunan. Maka, organ reproduksi yang berperan dalam proses melanjutkan keturunan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Bukan hanya
Gb. IV Untuk perut bagian atas, berdirilah tegak dengan berat badan pada kaki kanan dan kaki kiri lurus ke belakang. Kedua lengan lurus ke atas. Ayunkan kedua lengan ke belakang dalam posisi kedua lengan tetap lurus pada 8 hitungan. Setelah itu lakukan arah sebaliknya.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi saat telah menikah, namun sedini mungkin semasih remaja. Tujuannya, selain mampu berfungsi optimal untuk melanjutkan keturunan kelak, dimaksudkan pula agar terhindar dari penyakit-penyakit reproduksi, seperti kanker serviks, HIV/AIDS, atau gonore yang tidak hanya merusak organ tapi juga mengancam nyawa. Tabu Remaja sebagai generasi penerus tentunya harus paham akan pentingnya menjaga organ reproduksinya masingmasing. Sayangnya masih banyak remaja yang menganggap hal ini tabu, termakan mitos-mitos yang beredar di media massa maupun masyarakat itu sendiri. Menjaga organ reproduksi sejak dini tentunya dimulai dengan menyadari pentingnya organ reproduksi sedari
dini. Kesadaran inilah yang kemudian diharapkan untuk mampu mendorong rasa ingin tahu remaja, sehingga mau dan berkeinginan untuk mencari informasi yang terpercaya dan mampu menentukan pilihan yang bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan reproduksinya. Cara Sahabat kisara tentunya sudah banyak yang tahu cara untuk menjaga kesehatan dan organ reproduksi kalian. Di antaranya adalah rajin mengganti celana dalam tiap kali mandi, tidak menyentuh organ reproduksi (penis maupun vagina) dengan tangan kotor, membersihkan organ reproduksi (cebok) dari depan ke
belakang dan tidak sebaliknya. Selain itu, penting bagi remaja putri untuk tahu bahwa penggunaan sabun atau pembersih kewanitaan tidaklah begitu dibutuhkan oleh organ reproduksi wanita, karena vagina sendiri telah memiliki bakteri baik yang menjaga kelembapan dan pH organ kewanitaan. Selain itu, remaja putri maupun putra diimbau untuk tidak menggunakan pakaian ketat di area organ reproduksi karena dapat menyebabkan lecet dan perubahan suhu yang dapat mempengaruhi pH dan fungsi organ reproduksi. Yuk jaga dan sadar akan kesehatan organ reproduksi kita. Karena jika bukan kita yang peduli terhadap tubuh kita, siapa lagi?
5
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Capricorn
Peruntungan: Di pengujung tahun ini kesempatan untuk bisa meraih hasil lebih baik dibanding hari-hari kemarin cukup terbuka lebar, asalkan semangat kerja bisa dipertahankan dan tidak sampai mengalami penurunan. Kesehatan: Untuk urusan kesehatan alangkah baiknya tidak hanya menuruti selera, sedangkan faktor kebersihan terabaikan. Cinta: Jaga setiap ucapan, jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang bisa bikin suasana menjadi kacau balau. Aquarius
Peruntungan: Tampak tenang karena hubungan dengan rekan-rekan sekantor atau partner kerja tidak mengalami masalah. Hanya terkadang timbul perasaan sedih tanpa sebab. Kesehatan: Kondisi badan dan pikiran agak terkuras, tetapi suasana yang dirasakan benar-benar membahagiakan. Cinta: Dengan sedikit bersabar maka suasana pasti akan lebih menyenangkan. Pisces
Peruntungan: Semua itu ada waktunya sendiri. Kalau dapat berjalan seiring dengan waktu, akan terasa lebih ringan langkah ini untuk menggapai semua yang ada dalam angan-angan. Kesehatan: Jajan di luar sebaiknya dikurangi porsinya, karena cuaca lagi kurang bersahabat sehingga kebersihan menjadi kurang terjaga. Cinta: Perselisihan pendapat bukan hanya mengganggu hubungan kisah kasih Anda. Lingkungan di sekitar Anda juga akan merasa terganggu karenanya.
Mengikuti Jalan Dharma (2-habis) aphalākānksibhir yajño vidhi-drsto ya ijyate yastavyam eveti manah samādhāya sa sāttvikah (Bhagavad-gītā 17. 11) ”Persembahan korban suci yang dilakukan oleh mereka yang sudah tidak menginginkan hasil dari persembahan korban suci yang dilakukan, persembahan korban suci yang dilakukan sesuai dengan aturan kitab suci, yang dilakukan setelah memantapkan dalam hati bahwa persembahan korban suci yang dilakukan adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan, persembahan korban suci seperti itu adalah korban suci dalam sifat kebaikan.”
Aries
Peruntungan: Tidak perlu terpancing sampai mengeluarkan kata-kata kasar karena Anda bisa capek sendiri. Tetaplah berkonsentrasi mumpung banyak peluang yang muncul minggu ini. Kesehatan: Telinga dan mata Anda jangan sampai teracuni oleh omongan-omongan yang menyesatkan. Cinta: Kalau ingin suasana tenang, harus mau menahan diri dan itu dimulai dari diri Anda sendiri. Taurus
Peruntungan: Tetaplah tangani pekerjaan yang sedang dihadapi sekarang dengan sebaik mungkin, sebab ini akan berdampak baik bagi kelangsungan bisnis Anda di waktu yang akan datang. Kesehatan: Berangsur-angsur membaik walaupun kondisi badan belum fit benar. Jagalah pola makan yang benar dan jangan melanggar anjuran dokter. Cinta: Tak perlu ada keraguan lagi karena pilihan Anda sudah tepat. Gemini
Peruntungan: Ketenangan merupakan kunci untuk sukses tidaknya segala rencana yang telah Anda jalankan saat ini. Jangan sampai hati bingung dan sering ragu dalam membuat keputusan. Kesehatan: Minggu ini kondisi badan cukup prima sehingga Anda tak perlu khawatir untuk menjaganya. Cinta: Harus selalu melihat dari sisi baiknya agar tidak menjadi tekanan batin bagi diri Anda. Cancer
Peruntungan: Berusahalah lebih percaya diri dan tunjukkan mampu menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung jawab Anda. Jangan banyak bertanya jika Anda sudah mengerti. Kesehatan: Hadapilah setiap problem dengan penuh ketenangan dan keriangan sehingga tidak sampai mengganggu kondisi badan Anda. Cinta: Perselisihan segera tuntaskan secepatya, jangan sampai berkelanjutan dan berkembang ke mana-mana.
B h a g a v a d - g ī t ā memaparkan kemuliaan dari korban suci (yajñā), kedermawanan (dāna), dan pertapaan (tapa), dan semua itu tidak boleh ditinggalkan oleh penganut ajaran Veda. Ketiganya mampu menyucikan semua makhluk hidup di alam semesta ini (yajna-dana-tapah-karma na tyajyam karyam eva ca), bahkan menyucikan mereka yang sudah dalam tingkat kesucian baik (pāvanāni manisinam). Dāna (derma) menurut pustaka suci Manava Dharma Śāstra, yajña yang paling mudah dilakukan pada zaman Kali (-yuga) ini adalah dāna-punia (derma). Pada zaman krta (-yuga) kegiatan bertapa adalah yang utama (tapah param krta yuge), seperti itu pula keutamaan pengetahuan pada zaman Treta (tretāyām jñānam ucyate), yajña pada zaman dvāpara (dvāpare yajña evāhur), dan berderma adalah kegiatan yang sangat utama pada zaman kali (dānam ekam kalau yuge yuga). Lontar Ślokāntara mengingatkan umat penganut Veda-dharma agar derma dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Tulus artinya dengan kesungguhan hati, tidak
Virgo
Peruntungan: Gunjingan dan sorotan dari orang lain tak perlu dimasukkan hati. Cukup didengarkan dan dipertimbangkan saja karena semua itu hanya ingin mengacaukan konsentrasi Aanda. Kesehatan: Jangan tergoda oleh bujuk rayu teman untuk mencoba obat baru atau terapi baru. Ada baiknya semua itu dikonsultasikan dulu dengan dokter Anda. Cinta: Cukup hangat dan menyenangkan sehingga enggan untuk berpisah dengannya walau sekejap.
weda
WAKYA Darmayasa
ragu-ragu dan ikhlas berarti tidak ada harapan akan adanya balasan dari perbuatan mulia yang dilakukan. Walaupun dāna diberikan dalam jumlah yang kecil (yadyapi akedika tuwi, paweh nira irikang dāna), tetapi diberikan dengan tulus ikhlas maka dāna tersebut akan memberikan kebaikan yang besar bagaikan sebutir kecil biji pohon beringin perlahan tumbuh menjadi pohon yang besar (mamangguh ika phala sang maweh dāna, kadyangganing wiji waringin tunggal, melejik ta ya wekasan). Adapun dāna yang disampaikan dengan disertai rasa amarah, muka masam, kening berkerut, dijelaskan oleh Ślokāntara sebagai pemberian yang dibuang sia-sia (dānabhagana). Mereka yang ingin ber-dāna-punia terlebih dahulu harus membersihkan diri dari segala perasaan yang tidak baik/kotor. Derma yang diberikan tapi disertai rasa amarah diibaratkan sebagai ilalang kering yang dibakar dengan api sekecil kunang-kunang, akan habis terbakar tanpa sisa sama sekali (kadyangga ning dukut aking sagunung, katiban ta ya apuy sakukunang, bhasmibhūta tan paśesa). Menurut Sārasamuccaya, memberikan sumbangan/dāna dengan rasa tidak tulus, tanpa keyakinan, disertai penghinaan dan kemarahan sangatlah tidak baik. Dānapunia seperti itu, menurut para bijak (ling sang pandita), akan runtuh nilainya menjadi sangat rendah, dan pahalanya pun akan menjadi sangat rendah (kanisthadāna ngaranika, kanistha-phala ika). Dāna berbeda dengan Daksina. Dāna diberikan sebagai bantuan atau keikutsertaan dalam suatu acara/tujuan, misalnya memberikan dāna untuk membantu tet-
MIMBAR AGAMA
Leo
Peruntungan: Pandai-pandailah mencari celah, jangan malah mencari masalah sendiri. Tetaplah tersenyum sekalipun banyak yang membikin jengkel hati Anda. Kesehatan: Jangan mendengarkan ocehan orang, tetaplah konsisten dan teguh memegang prinsip. Dengan begitu, karier dan kesehatan akan dapat menuai kesuksesan. Cinta: Berhati-hatilah terhadap mulut manis mereka, karena apa artinya kalau hanya sebatas di bibir.
Redaktur Khusus
Dhana Putra AKHIRNYA kita tiba di akhir tahun dan bersiap menyambut tahun baru. Tahun baru, harapan baru, resolusi baru, tekad yang baru. Kita berharap semuanya akan menjadi lebih baik tahun depan, lebih dari segalanya, terutama hal yang baik. Sebelum melangkah lebih jauh, sembari menikmati liburan akhir tahun, ada baiknya kita sejenak kembali ke masa lalu. Apa yang sudah direncanakan, apa yang telah dilakukan, apa yang sudah dihasilkan dalam perjalanan satu tahun ini. Setiap awal tahun, banyak
angga yang sedang memerlukan, memberi dāna ke panti asuhan, untuk pembangunan tempat sembahyang, dan sebagainya. Sedangkan daksina diberikan sebagai penghargaan atas pelayanan yang telah kita terima. Daksinā biasanya dihaturkan kepada pendeta atau guru (Guru-daksinā) atas bimbingan, kebaikan, atau karunia yang diberikan kepada kita. Di Bali ada istilah sarin daksina yang diberikan kepada Sulinggih/Pandita atau Pinandita yang membantu memimpin upacara yang dilaksanakan. Menurut Bhagavad-gītā, persembahan suci yajña yang dilakukan tanpa mematuhi aturan yang ditetapkan oleh kitab suci, tanpa membagikan makanan, tanpa mengucapkan mantra Veda, tanpa memberikan dāksinā kepada para pendeta, dilakukan tanpa keyakinan, maka persembahan yajña/korban suci seperti itu dinamakan Tamasa Yajña, yaitu yajña/korban suci dalam sifat kebodohan (vidhihīnam asrstānnam mantra-hīnam adaksinam, śraddhā-virahitam yajñam tāmasam paricaksate). Kata punya berarti suci atau tindakan untuk menjadi suci. Dāna-punya (dāna-punia) berarti menyucikan harta milik dengan cara berderma demi menyucikan uang/harta milik. Ada sebuah pesan tentang bagaimana harta disucikan dengan harta itu sendiri: Bila daging tertusuk duri, bersihkan dengan duri (jarum); bila telinga kemasukan air, bersihkan dengan air; demikian juga halnya dengan harta, bersihkanlah dengan harta. Ślokāntara membagi dāna dalam tiga tingkatan, yaitu kanistha, madhyama, dan uttama dengan mempertimbangkan jenis-jenis pemberian, seperti pemberian berupa makanan (ikang aweh sekul, kanistha-dāna ngaranya), pemberian perhiasan (ikang wwang adāna mās manik, madhyama-dāna ngaranya), dan kewajiban orang tua untuk memberikan (baca: mengawinkan) putrinya kepada laki-laki yang baik dan berbudi pekerti luhur (muwah ikang wwang aweh kanyā, uttama-dāna ngaranya). Sedang-
kan menurut ajaran agama (ling sang hyang āgamawidhi), ada pemberian namanya Ananta-dāna (ananta-dāna ngaranya), yaitu pemberian yang kekal abadi, tidak terbatas pula pahalanya (tan pahingan phala nika). Ananta-dāna dilakukan dengan cara mengajarkan pengetahuan Dharma, mengajarkan apa itu perbuatan baik dan buruk (muwah ikang wwang amarah marahi dharma aji śastrāgama, manuduhaken hala hayu ning ulah). Tapa, artinya pertapaan atau pengendalian diri. Biasanya tapa diikuti dengan brata yaitu pengendalian diri dalam hal kedisiplinan (di Bali disebut mabrata). Pada zaman dahulu, para leluhur nusantara memberikan perhatian sungguh-sungguh pada praktik tapa. Ketika orang melakukan tapa, mereka sesungguhnya sedang memasak dan mematangkan dirinya. Seperti ayam mengeram telornya agar menetas, para ibu di dapur memasak makanan supaya menjadi matang dan layak saji, seperti itu pula tujuan tapa, yaitu mematangkan dan menyempurnakan diri lahir batin demi menjaga kelayakan dalam usaha mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Tapa tidak dilakukan untuk tujuan-tujuan menumbuhkan kebanggaan dan bertentangan dengan ajaran suci Veda. Menurut Bhagavad-gītā, mereka yang melakukan pertapaan keras dan mengerikan yang tidak sesuai dengan ajaran kitab suci Veda, dilakukan penuh kebanggaan dan keakuan palsu, penuh nafsu keinginan, keterikatan, menyakiti sang diri dan sang Aku yang bersemayam di dalam diri, sesungguhnya mereka adalah orang-orang bodoh. Menurut Sārasamuccaya, tapa adalah salah satu dari duabelas pengendalian diri (brata) yang harus dilakukan oleh seorang Brāhmana (nyang brata sang brāhmana, rwa welas kwehnya, pratyekanya, dharma, satya, tapa, …). Selanjutnya disebutkan: tapa ngaranya śarīra sang śosana, tapa berarti pengendalian diri, melalui pelatihan diri, dan patut diperhatikan, mengendalikan hawa nafsu.
Dalam praktiknya, tapa dilakukan dalam berbagai bentuk sādhana atau latihan spiritual. Sādhana bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesadaran spiritual seseorang. Tujuan dari pelaksanaan tapa adalah untuk membebaskan diri dari keterikatan melekat pada alam material. Manusia membutuhkan alam material ini karena diri terbentuk dari unsur-unsur alam material Pañca Mahā Bhūta. Dua belahan “coin” dari hidup manusia tersusun dari spiritual dan material. Manusia hidup di alam material perlu menyadari bahwa hidup manusianya sangatlah utama dengan tujuan maha utama. Hidup hendaknya diusahakan agar tidak melekat kuat sampai lelap dalam hal-hal material. Sebagaimana lontar Wrehaspati Tattwa menyebutkan bahwa para pertapa dan yogīśwara sudah mampu meninggalkan kelekatan hawa nafsu. Oleh karena itulah mereka dapat mencapai pembebasan dari kesengsaraan material atau moksa (kunang sang wiku wenang tuminggalaken wisaya lawan sang yogīśvara, atyanta sirāmangguhakena kamoksan). Berbeda dengan orang suci, para durjana (orang jahat) mempraktikkan yajña, adhyāyana, dāna, dan tapa bukan untuk pencapaian moksa melainkan demi menghias serta menumbuh-kembangkan keakuan palsu dan kenikmatan material, atau demi memberikan kesakitan kepada yang lain. Sebab, kepuasan orang jahat adalah pada kesakitan makhluk lain. Demikian pula, kesedihan baginya adalah melihat makhluk lain hidup senang dan berbahagia. Rāvana, Hiranyakaśipu dan lain-lain tokoh jahat dalam cerita-cerita kuno melakukan tapa keras tidak untuk pencapaian moksa. Yajña, adhyāyana, dāna, dan tapa dipraktikkan oleh orangorang yang mencari keinsyafan diri untuk kembali kepada asal muasal hidup, Sang Sangkan Paraning Dumadhi. Para resi dan yogi menjauhkan diri dari ahamkāra dan keterikatan pada kesenangan material.
Renungan Akhir Tahun
orang yang membuat resolusi, apa yang ingin dicapai dalam satu tahun mendatang. Namun, hanya sedikit yang bertahan dengan harapannya. Banyak orang yang perlahan-lahan melupakan harapannya dan kembali pada pola kebiasaan lama. Berusaha hidup sehat, misalnya. Ingin berolahraga, diet, mengkonsumsi makanan sehat, tidur yang cukup dan sebagainya. Dengan berbagai alasan, akhirnya satu per satu kembali pada kebiasaan lama. Sulit untuk mengubah kebiasaan tersebut karena sudah mengakar di bawah sadar. Ada yang berusaha menjadi lebih baik, mau belajar Dhamma, berlatih meditasi dan seterusnya. Namun, ada saja alasan untuk tidak melakukan, yaitu lelah, tidak nyaman saat latihan, ceramahnya membosankan, ceramahnya terlalu serius dan bahasa dalam bukunya sangat berat. Selalu ada alasan yang membenarkan diri kita untuk
tidak meningkatkan kualitas batin. Apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini? Apakah masih ada hal yang buruk, kebiasaan buruk, walaupun kecil? Apakah kita sudah menambah perbuatan baik yang pernah kita lakukan? Dengan merenungkan kembali apa yang sudah terjadi, kita membuat kondisi yang lebih baik di masa mendatang. Segala perbuatan baik yang kita tahu dan telah pernah dilakukan dalam kehidupan ini, hendaknya bisa dipertahankan untuk terus dilakukan. Perbuatan baik tersebut telah sering dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan baik dalam diri kita. Ada baiknya terus dilakukan, kalau perlu ditingkatkan. Perbuatan baik yang kita tahu, namun belum dilakukan dalam kehidupan ini, hendaknya coba lakukan. Pada awalnya pasti akan terasa susah dan berat. Namun, jika terus berusaha melakukan, setelah perbuatan
tersebut menjadi kebiasaan, maka semuanya akan terasa mudah. Bahkan, terasa ada yang kurang kalau kita tidak melakukan. Kebiasaan buruk yang ada dalam diri kita, yang kita ketahui dan sering dilakukan, cobalah dikenali dan dikendalikan. Berusaha tidak melakukan lagi. Bisa jadi hanya kebiasaan kecil, seperti suka iseng atau jahil terhadap orang lain. Pada awalnya terasa akan kehilangan kesenangan atau kegembiraan dalam bercanda. Perbuatan buruk yang kita tahu, namun belum pernah dilakukan dalam kehidupan ini, sebaiknya tidak dimunculkan. Berusaha mencoba tidak melakukan perbuatan buruk tersebut. Empat langkah prinsip tersebut dikenal sebagai usaha benar. Kita bisa meningkatkan kualitas hidup secara jasmani dan batin dari sisi duniawi dan spiritual. Karena kehidupan kita masingmasing tergantung diri kita sendiri, bukan orang lain, tergantung
tanggapan yang kita berikan, tergantung cara kita memandang kehidupan ini dan pengertian yang ada di dalam diri. Sebelum berganti ke tahun yang baru, luangkan waktu untuk berdiam diri sejenak. Kita melihat sejenak ke belakang, melihat jalan yang sudah ditempuh. Jika ada jalan yang keliru, setidaknya segera perbaiki untuk kembali ke jalan yang benar dan yang kondisinya lebih baik. Mari kita melangkah di tahun 2020 dengan semangat yang baru, berusaha mengisi hari-hari dengan tidak mengulangi perbuatan buruk yang pernah ada. Lebih banyak perbuatan baik dan melatih batin agar lebih tenang serta bahagia hari ini, esok dan kehidupan yang akan datang. Semuanya kembali pada diri kita sendiri karena hidup adalah milik kita, tanggung jawab kita dan perbuatan akan menjadi bekal dalam perjalanan selanjutnya. Selamat Tahun Baru 2020.
Libra
Peruntungan: Peluang belum tertutup sehingga kesempatan untuk meraih kesuksesan tetap terbuka lebar. Tinggal bagaimana tekad Anda dalam menjalaninya. K e s e h a t a n : M a t a serasa sulit dipejamkan meskipun Anda sebenarnya sudah merasa capai. Cinta: Kata-kata yang bisa merusak suasana segera saja singkirkan jauh-jauh. Jangan biarkan suasana yang baik ini terganggu karenanya. Scorpio
Peruntungan: Mulailah menentukan pikiran dengan penuh keyakinan tanpa ada perasaan ragu lagi. Masalah yang datang minggu ini justru dari sahabat dekat Anda, maka tak perlu ragu bertindak tegas. Kesehatan: Makanlah secukupnya dan berhentilah sebelum Anda kenyang betul. Karena hanya dengan demikianlah maka kebugaran dan kesehatan badan Anda dapat terjamin. Cinta: Tak perlu marah dengan sikapnya yang sepintas kurang ada perhatian akhir-akhir ini. Cobalah berpikir positif agar hati selalu tenang. Sagitarius
Peruntungan: Ada orang yang sengaja ingin cari gara-gara, sebaiknya tak perlu ditanggapi, biarkan saja. Tak perlu kecewa dengan keputusan pimpinan. Terima saja dan jadikan itu cambuk untuk Anda melangkah lebih maju. Kesehatan: Sangatlah tidak pantas jika Anda mengorbankan kesehatan demi karier sekalipun menjanjikan. Cinta: Tak ada yang perlu ditakutkan. Jika ingin keluar bersamanya maka jalankan saja.
Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku 29 Desember 2019 - 4 Januari 2020
brolan BALE BANJAR ARIDUS BANGSA Indonesia harus bersyukur, karena pelaksanaan Natal 2019 pada Rabu (25/12) lalu berlangsung lancar di seluruh Tanah Air. Padahal beberapa hari sebelumnya muncul kekhawatiran sebagian masyarakat akan munculnya berbagai hambatan sebagai dampak larangan pihak tertentu mengucapkan selamat Natal. Juga ada hambatan bagi umat Nasrani untuk melakukan misa Natal di beberapa kabupaten wilayah Sumatera Barat. “Ternyata karakter asli Bangsa Indonesia, yakni gotongroyong yang berisi toleransi, tenggang rasa dan kerja sama muncul di hari suci umat Kristiani itu. Banyak gereja, selain dijaga aparat keamanan juga organisasi kemasyarakatan yang
”Devide et Impera” berafiliasi ke lembaga agama. Hebatnya lagi di Surabaya kelompok yang biasanya jadi pendukung fanatik klub sepak bola bersebutan ‘Bonek’ konon ikut membantu aparat keamanan. Di Bali, dengan kostum adat khas, para pecalang berjaga mengawasi keamanan. Semua kelompok masyarakat tersebut tanpa pamerih memberikan rasa nyaman dan aman kepada saudara-saudara mereka yang beragama Kristen melaksanakan persembahyangan sejak Malam Natal. Apa yang mereka lakukan agaknya buat mewujudkan realitas sila ketiga Pancasila, ‘Persatuan Indonesia‘ bagi para elite yang sering gontok-gontokan, juga masyarakat dunia. Sekaligus menepis pendapat yang mengatakan bahwa sumber dari semua konflik di Indonesia diakibatkan negeri ini didominasi golongan masyarakat kelas bawah. Kalau mau adil dan meneliti secara jujur, justru kalangan bawah yang kebanyakan tidak berpendidikan tinggi, menerapkan secara konsekuen nyaris seluruh sila dalam Pancasila tanpa kajian
ilmiah. Kalau boleh kukatakan, masyarakat kelas bawah secara naluriah mewarisi kepribadian asli Nusantara dan falsafah hidup bangsa dari para leluhur mereka. Itu dipraktikkan jauh sebelum agama-agama impor datang ke Nusantara, juga sebelum leluhur kita paham intrik-intrik politik,“ komentar Rubag. “Aku sempat merinding menyaksikan baik di TV maupun secara langsung, kelompok masyarakat yang kamu maksudkan berjaga-jaga di sekitar gereja, karena aku sempai keliling Kota Denpasar di Malam Natal. Benar istilahmu, itu adalah semangat atau jiwa ‘gotong-royong‘ yang menjadi esensi atau perasaan Pancasila menjadi Ekasila. Bung Karno sempat menganalisa Pancasila secara holistik dan komprehensif dari deduktif dan induktif, sehingga secara umum diulas Pancasila, kemudian diperas menjadi Trisila dan terakhir Ekasila. Dalam Trisila dinyatakan kehidupan berbangsa didasarkan pada Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menurutnya, semua sila tersebut sudah ada sebelum Bangsa Indonesia mengenal agama dan BK tidak mengakui bahwa Pancasila sebagai ciptaannya melainkan digali dari bumi Nusantara. Aku memprediksi, bangsa ini tidak akan hancur lebur sepanjang tidak meninggalkan sejarah. Memang untuk melangkah ke depan kita tidak harus terus menoleh ke belakang, namun ke depan, tapi dari sejarah kita bisa belajar tentang kekurangan-kekurangan kita. Juga memupuk kebanggaan kalau Nusantara pernah menjadi bangsa besar saat zaman keemasan Sriwijaya dan Majapahit. Sayang mega kegelapan datang berupa penjajahan, juga karena bangsa kita gontok-gontokan dengan sesama warga bangsa. Bila bersatu, meski dengan bambu runcing, para penjajah lari terbirit-birit,“ ujar Nyoman Sudiantara. “Tidak sedikit anasir asing yang berniat menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya tersebut dimulai saat NICA akan meninggalkan Indonesia dengan membuat
gagasan Negara Federal bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, rekayasa tersebut ditolak sebagian besar bangsa sehingga hanya sempat berdiri sejak 27 Desember 1949 hingga 17 Agustus 1950, kendati konstitusinya hidup hingga 5 Juli 1959. Selanjutnya dengan berbagai cara NKRI hendak dihancurkan, tapi selalu gagal. Mereka ingin Indonesia seperti Yugoslavia yang merupakan negara federal, hancur lebur sejak awal 1990. Anasir asing tersebut juga ingin NKRI menjadi seperti negara-negara di kawasan Timur Tengah saat ini. Politik identitas yang sempat dihadirkan buat memecah-belah juga gagal. Kita harap politik devide et impera yang digagas Van Mook bisa kita cegah! Kita harus bersyukur dan tidak lupa mengucapkan Selamat Hari Raya Natal buat saudarasaudara kita yang beragama Nasrani. Semoga Tahun Baru 2020 lebih memberi semangat persatuan dan kesatuan agar slogan NKRI Harga Mati tetap menjadi kenyataan!“ pungkas Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Pon, 29 Desember 2019
Dupa, Sarana Upasaksi miwah Paleburan
BPM/was
DUPA – Kawéntenan dupa ring sajeroning pakraman Hindu utamanipun ring Bali wantah sampun lumrah pisan, duaning makéh pisan pidabdab upacara yadnya sané ngawigunayang sarana alit inucap. Yadiastun alit wangun ipun, nanging tetuek lan katattwanipun wantah luwih pisan
Api ring Padéwékan KRAMA Hindu pamekas ring Bali sampun ngawigunayang dupa ring makatah wangun upacara. Napi malih doh ring makudang-kudang warsa sané dumunan pidabdab magama kautamayang nyiwi utawi ngamargiang pamujan api. Punika satmaka cihna yéning api wiadin dupa wantah sarana sané mabuat sajeroning pidabdab magama Hindu. Medal raris pitakén sapunapi pidabdab utawi tata-titi nganggén dupa sané kabaos patut? I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. maosang, nénten wenten sastra sane maosang indike punika sajabaning indik Kesatuan Tafsir saking Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Sakéwanten pinaka sarana sané nénten lémpas saking pidabdab ngunggahang banten, sinah dupa inucap kagenahang ring duur upakara utawi ring genah sané sampun kasayagayang sadurungnyané. Sané mautama ring dupa mangdané dupa kantun ngendih utawi kantun maenjit duaning apinnyané pinaka sarana paleburan miwah upasaksi. Sakéwanten indik pidabdab nganggén dupa antuk padéwékan soang-soang minakadi tatkala ngaturang pamuspan, punika nganutin saking dresta sané kamargiang ring genah suci. Sakéwanten sané ketah kamargiang ring pakraman ketah katancebang ring tanah sané manut pabaos dané prasida kaniyasayang pinaka jalaran nunas wara nugraha saking pertiwi lan agni antuk pidabdab sinarengan. Nancebang dupa ring sor nénten ja ngawinang dupa nénten suci utawi leteh. Malih dané nartayang, yadiastun kahanannyané asapunika, nanging durung majanten nyabran ngamargiang pamuspan patut nganggén dupa. Duaning sujatine nganggen dupa ri kala ngamargiang pamuspan soang-soang punika wantah niyasa ngamedalang api saking jabaning angga sarira sakéwanten sujatiné ring angga sarira soang-soang wénten api utawi agni. “Punika tegesnyané wantah ngenjit utawi nguripang pangéling raga mangda jakti-jakti prasida ngamolihang manah sané galang. Duaning kasinahang rugi pisan yéning iraga ngaturang utawi ngamargiang upacara yadnya nanging nénten ngamolihang pikayunan sané galang duaning nénten uning tur eling ring katattwan saking upacara sané kamargiang,” asapunika dané nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
andus sané makéh tatkala kawigunayang, nanging sujatiné unteng saking dupa taler ring padipan miwah pasepan wantah api utawi geni. Api i wawu sané ring sajeroning katattwan Agama Hindu ring Bali punika wantah api antuk polah ipun pinaka “sarwa baksa” utawi nadah makasami parindikan. Tegesnyané makasami parindikan nénten prasida lémpas saking api tur majanten jagi puun kaborbor kantos telas pamekasnyané pinaka jalaran paleburan sekancan leteh, mala wiadin papa-klesa. Mawit punika raris prasida kabaosang yéning sarana inucap ring pidabdab pamuspan wiadin parikrama upacara yadnya wantah madué kawigunan pinaka sarana paleburan mangda sané kasar prasida dados alus miwah sané leteh mangda prasida dados suci nirmala. “Malarapan ngawigunayang sarana marupa dupa utawi api sajeroning pidabdab pamuspan wiadin ngaturang upakara yadnya, sinah kramané prasida éling ring padéwékan kantun abot antuk sekancan leteh lan mala. Kaaptiang taler mangda api
inucap prasida nglebur sekancan mala ring angga sarira mangda prasida suci malih,” baos dané. Malih dané nglanturang, kawigunan api utawi agni ring sajeroning pamuspan wiadin ngunggahang banten madaging dupa punika nénten pinaka paleburan kémanten nanging taler pinaka upasaksi sajeroning upacara yadnya sané kamargiang. Sangkaning punika agni sané wénten ring sarana dupa karaketang antuk Surya utawi Sora sané mateges matan ai pinaka saksi jagaté makasami. Dadosné dupa pinaka sarana panyaksi yéning upakara sané kaaturang wiadin pamuspan sané kamargiang punika sampun kadasarin antuk pikayunan sané ning lan suci nirmala. “Indiké punika sujatiné mabuat mangda kauningayang tur kaélingang olih kramané utamanipun sajeroning ngamargiang upacara yadnya masarana antuk dupa. Mangda kramané nénten ngutamayang ring indik akéh wiadin soroh dupa sané kanggén kémanten tatkala maupacara utawi ngamargiang pamuspan,” baos Ketut Sandika. (was)
Tetamian Dresta Kuna
Bencingah
Basa Bali
DUPA wantah sinalih tunggil sarana utawi piranti sané sampun ketah kawigunayang olih krama Hindu pamekas ring Bali. Sarana sané mawentuk sakadi lidi antuk makudang-kudang warna lan ambu puniki ketah kawigunayang ring makatah upacara yadnya, minakadi upacara alit kantos upacara sané ageng. Indiké punika satmaka ngawinang dupa manados sinalih tunggil sarana sané mabuat tur macihna sajeroning upacara yadnya Agama Hindu taler ring agama tiosan minakadi ring krama sané ngamargiang Agama Konghucu wiadin krama sané magama Budha. Sarana dupa kaborbor utawi katunjel muncuknyané kantos ngamedalang andus antuk memiik-miikan nganut lakar saking dupa inucap kakaryanin. Dupa wantah sarana pamujan sané macihna kawéntenanipun. Manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., akademisi taler panulis buku “Tantra Ilmu Kuno Nusantara”, dupa kajantenang pinaka sarana sané prasida ngraketang indik sekala kalawan niskala. Yadiastun dupa ngamedalang
BAhAsa INDONESIA
1. gemel
1.
g)m)l/,
genggam
2. gempal
2.
g)mæl/,
runtuh
3. gemuh
3.
g)mu;,
makmur
4. gencang
4.
g)zÇ*,
cepat
5. genah
5.
g)n;,
tempat
6. gendar
6.
g)nÑ(,
bubar
7. gendeng 7.
g)nÑ%,
gila
8. genep
8.
g)n)p/,
lengkap
9. gendis
9.
g)nÑis/,
gula
10. geni
10. g)ni,
api
Dupa Kakawitin saking Pamujan Hyang Api SAKADI sané sampun kawedar, dupa wantah sinalih tunggil sarana sané mabuat kawigunanipun sajeroning kahuripan pamekas ring upacara yadnya Agama Hindu utamanipun ring Bali. Sarana sané cenik sakadi lidi inucap kanggén antuk kaborbor kantos ngamedalang andus sané miik nganutin saking soroh lakarnyané. Yadiastun andus pinaka cecihnan saking dupa, nanging sané kalintang mautama ring dupa punika wantah api sané ngendih ring dupa inucap. Punika duaning api sané ngendih wantah cihna saking paleburan sekancan mala ring angga sarira miwah upasaksi sajeroning upacara yadnya sané kamargiang. Manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., katilik ring sastra-sastra kuna, krama ngawigunayang dupa sajeroning pidabdab upacara yadnya ring Bali pinaka tetamian saking dresta kekunan. Duaning ring makudang-kudang sesuratan sejarah kapanggih, nyiwi utawi pamujan api sampun kamargiang saking masan Bali Kuna. Ketah taler kabaosang ring masan prasejarah utawi ngranjing ring masan Megalitikum nglantur ka masan perunggu, api sampun becik kauningayang tur kawigunayang olih manusa ring kahuripannyané. Antuk pabuatnyané punika, api raris
setata kasiwi kantos nglantur ring masan Bali Kuna. Kawewehin mali, tatkala punika durung kapanggihin pidabdab panyiwian Bhatara Trimurti, Siwa miwah sané tiosan sakadi sané munggah ring sastra suci Wéda. Sajabaning sané ketah kamargiang tatkala punika wantah pamujan sané kaaturang majeng ring Ida Bhatara Agni sané ketah kawastanin antuk pidabdab Agni Sala. Ring makatah prasasti kuna taler munggah pitutur indik sapunapi para raja utawi praratu ring Bali tatkala punika nitahang Wiku Kasewan lan Wiku Kasogathan mangda nyiwi Hyang Api sané kamargiang ring genah-genah minakadi Hyang Api ing Tanda, Hyang Api ing Ulan, Hyang Api ing Binor miwah ring genah sané tiosan. “Manut sesuratan kuna kauningayang sapunapi pabuat api sajeroning kahuripan lan pidabdab magama krama Hindu ring Bali. Kasuénsuén ring panglimbaknyané, panyiwian api inucap raris masikian kamargiang sareng panyiwian saking Ida Bhatara Agni,” baos dané. Malih dané nglanturang, ritatkala sampun ngranjing ring masan pamargi agama Siiwa sinah pidabdab upacara panyiwian Hyang Api inucap kagentos antuk Homa Yadnya.
Manut saking pidabdab sejarah sané mawit saking sesuratan wiadin marupa pitutur, ring abad kaping 15 kaucap Ida Danghyang Nirartha sané manados Purohita ring Puri Gelgel Klungkung jagi ngamargiang upacara homa yadnya sané pinih ageng ring masanné punika. Nanging kaon kapanggih duaning homa yadnya sané kamargiang inucap ngamedalang api sané ageng nénten prasida kapademang kantos ngawinang puun raab Puri Gelgel. Ngawit kahanan punika, Danghyang Nirartha ngamedalang pabaos sané sampun kacumpuang olih Ida Dalem Waturenggong kasarengin antuk tanda mantrinyané sami, homa yadnya kamargiang antuk pidabdab sané alitan. Dadosné pidabdab punika raris kamargiang malarapan antuk sarana sané kawastanin antuk pasepan sané marupa wanci madaging antuk makudang-kudang buk kayu, saang cenik-cenik, cenana miwah sané siosan tur katunjel sané majanten jagi ngamedalang andus sané miik pisan. Pasepan inucap malih kalitang antuk sarana sané kawastanin antuk padipan utawi siwakarana sané ketah kanggén olih Ida Sang Sulinggih sajeroning pidabdab muput upacara yadnya. Pinih untat saking pidabdab ngalitang homa yadnya inucap
BPM/was
PASEPAN – Doh sadurung kawigunayang sakadi sané ketah kapanggih ring kahananné mangkin, dupa wantah mawit saking upacara ageng. Sakéwanten kasuén-suén magentos dados padipan miwah pasepan sané masarana antuk wanci inucap sadurung sakadi mangkin marupa dupa wantah marupa dupa pinaka sarana sané sampun ketah kapanggihin olih krama Hindu utamanipun ring Bali. “Punika mawinan wénten tetiga sarana sané kapanggihin ring pakraman sané wangunipun mawit
homa yadnya (pasepan), padipan lan dupa. Makatetiga punika ngutamayang api sané kaartosang antuk agni pinaka purohita utawi manggalaning upacara yadnya sané kamargiang,” baos dané. (was)
Dura désa
Sesolahan Sendratari Ramayana
”Daya Tarik Wisata” ring Candi Prambanan SESOLAHAN Sendratari Ramayana wantah sinalih tunggil sesolahan seni sané kasolahang pantara seni tari lan drama. Kawastanin sendratari Ramayana santukan sajeroning peméntasan nyolahang indik carita Ramayana. Santukan ketah kasolahang ring wewidangan Candi Prambanan, Yogyakarta, sesolahan inucap kasub kasengguh Sendratari Ramayana Prambanan. Carita Ramayana wantah sinalih tunggil carita pawayangan sané kasub ring sajebag jagat Indonesia. Carita inucap maosang indik tresna taler utsaha Sang Rama ngrebut Dewi Sinta sané kapandung olih raja Aléngka sané mapeséngan Rahwana. Satios madaging parindikan tresna taler utsaha, carita inucap taler nyinahang indik kadharman sajeroning ngasorang adharma utawi kamomoan sang Rahwana. Santukan carita inucap kalintang panjang, sesolahan sendratari Ramayana kapah dados petang paletan. Paletan kapertama indik icalnyané Dewi Sinta. Salanturnyané indik pamargin Sang Hanoman ka Alengka. Paletan kaping tiga indik pademnyané
Sang Kumbakarna lan Rahwana. Pinih untat indik patemon Sang Rama sareng Dewi Sinta. Gerakan sajeroning sendratari Ramayana masaih ring sesolahan Wayang Wong. Sané minayang, ring Sendratari Ramayana nénten ngawigunayang dialog utawi bebaosan. Mawinan lewih ngutamayang semita sang pragina. Sajeroning peméntasan, para pragina kawantu olih narator sané ngwacén daging carita. Para pragina masolah manut daging carita sané kawacén olih narator. Satios punika, sesolahan Sendratari Ramayana taler kairingang panembang miwah gamelan, mawinan sesolahan sayan ramia tur nyantep. Peméntasan Sendratari Ramayana ketah kamargiang ring teater terbuka ring sisi kauh wewidangan Candi Prambanan. Sajeroning panglimbaknyané, Sendratari Ramayana puniki sampun akéh ngamolihang penghargaan pinaka wentuk apresiasi seni lan budaya. Sendratari Ramayana puniki kantun nerus kalimbakang tur kasolahang pinaka utsaha nglestariang budaya miwah pinaka daya tarik wisata ring Candi Prambanan, Yogyakarta.
Nyastra
Redité Pon, 29 Desember 2019
Salah Pati Ketut Sugiartha PEGAT nyambung elingé di umah ané majujuk di tanggun désané, yadian tusing makejang anaké ané ada ditu bareng ngeling. Somah lan pianak Pan Durus marasa buka ngipi nepukin ia maan pajalan jelék buka kéto, ngemasin mati ulian ulung uli punyan nyuhé sedek ngalih busung. Makejang pada ngrunyung maekin watang Pan Durus ané kasaréang di balé delod, balé ané madegan nenem. Awakné tusing ada matatu nang abedik sakéwala suba kekeh tur nyem létég mapan getihné suba marérén majalan. Tan kadi sebet keneh kurenan lan pianakné nepukin ia buka kéto. Tan pajalaran jeg ngalahin maimbuh salah pati. Pisagané ané kadropon teka pada engsek lan bareng ngetélang yéh paningalan, tusing madaya yéning Pan Durus ané kasengguh soméh tur tusing liu raos suba majalan ka tanah wayah. Nanging yén suba galahné sinah tusing ada anak nyidaang makelid. Buka anaké ngorahang, angkihan baan nyilih. Tuah Yan Bawa, pianak Pan Durus pinih kelih ané tangeh lan dedeg kenehné. Ento awanan ia tusing bareng ngeling nyebetang pajalan reramané yadian mendep-mendep ia masé marasa engsek. Ia maupaya ngentenin mémé kéto masé adin-adiné apang tusing bas sanget maselselan. Kulawarga lan nyama paekné lantas ajaka ngrembug, ngedum gegaén. Akénjang majalan mapitau tekén nyaman-nyamané ané ngoyong majohan. Ada masé ané orahina nekedang tekén kelian adaté. *** Krama banjaré suba pada sayaga matulung, negak ngorta di sisin jalané satondén kulkul banjaré mamunyi. Disubané nyerahang punia marupa baas lan pipis anut tekén pararem, kramané lantas marérod cara semut ngojog umah
Pan Durus. Tusing makelo kelian adaté lantas mahbahang unduk pula-pali pakutangan tur ngedumang ayah-ayahan tekén kramané. Krama muaniné ada ané ka sema nabdab pamuunan, ada masé ané ngaé peti malakar aji papan triplék. Ané luh-luh pada majejaitan, mragatang upakara ané kabuatang. Tatkala suba minda makejang, watang Pan Durus laut kapandusan satondén kategen ka sema. Pula-pali makingsan di geni suba pragat kala matanainé suba ngeséng kauh. Petengé ento somah lan pianak Pan Durus suba pada suud mandus lan negak mapangsegan di balé daja. Pada marasa suung kenehné. Selegenti lantas nuturang unduk ipian ané jelékjelék. Ada ngorahang maan ngipi ketus giginé makudang dina satondén Pan Durus ngalahin, ada masé ané ngipi mandus di tukadé ané putek yéhné. “Nah, eda buin lantanganga,” Yan Bawa nyelag, tusing demen nepukin mémé lan adin-adiné bas sanget sebet. “Nyén anaké sing sebet kélangan kurenan lan rerama?” ia nutugang. “Kéwala eda kanti ngaé engsap tekén tategenan, tekén geginan. Ingetang, pula-puliné Bapa tondén ja madan pragat. Iraga lakar perlu prabéa ané sing bedik apang ngidaang ngaé ia madan bersih.” “Sing lakar matuun, Yan? Mémé makita nawang apa ya makada reraman ceningé nepukin pajalan jelék buka kéto?” “Saja, Beli. Iraga perlu nawang nguda dadi Bapa ngalahin iraga nadaksara?” Mardawi nimpalin. “Cara ada ané sing beneh rasané. Eda-eda ada anak ngaénin.” “Yén ada anak ngaénang lakar kudiang? Mapulih-pulih?” Yan Bawa mabalik matakon. “Katimbang ngaé panes keneh, lan ja lasang.” “Beneh to Beli,” Wardana nyautin. “Nanging, kapin ja kéto rasané sing pelih yén iraga nawang. Nyén nawang ené dadi anggon paplajahan di kadurinan.” “Sing luungan cepokan kala iraga suba sayaga mragatang Bapa?” “Nah, yén kéto, buin pidan dogén apang cepok majalan,” méméné masaut. *** Gupuh magarapan sadina-dina ngaé somah lan pianak Pan Durus tusing nu inget tekén pakalahné ané rasaanga tawah. Makejang pada mautsaha nyepih sekaya tur kasimpen di céléngané. Suba pada nawang nak liu merluang pipis yéning lakar mragatang Pan Durus apang sida madan bersih. Ada orta luung, durinan ené krama banjaré suba pada cumpu lakar ngerit, nyekah di banjar. Mapan prabéané kasangga bareng-bareng sinah iritan dadiné. Ada ané tawah sagét rasaanga tekén kulawargan Pan Durus. Makejang buin ngaku ngipi tekaina tekén Pan Durus. Koné, ngipi buka kéto nyiriang atman Pan Durus pepes teka mulih. Kulawargan Pan Durus precaya yéning Pan Durus pepes madelokin mulih, marasa kangen ulesné. Ento awanan sabilang ada ané ngipiang, buin maniné lantas
mapunjung di méja di malun potrékané Pan Durus. Yén suba kéto biasané pada suud ngipi. Sakéwala ené tawah, makejang nu dogén ngipiang Pan Durus. Mapan upacara ngerit suba paek, kulawargané lantas mapitungan lakar matuun, nekain dasaran, anak ané kapica kabisan nuunang dané di kadituan apang dadi ajak ngraos. Nyén nawang ada ané lakar tagiha. Dasaran ané katangkilina matuuh sawatara petang dasa tiban. Anak luh ané nganggon busana putih-putih ento matimpuh di malun méja kamar suci, méja ané bek misi canang lan dupa ané makudus andusné, ngaé kamar ané maukuran 4x4 meter ento mambu miik. Kulawargan Pan Durus negak majérjér di duriné sada ka samping, sayaga natak baos dasaran kéto masé dané ané katuunang. Dasaran masaa sada becat sinambi ngisi makudang dupa disubané ngayabang banten ané aturanga tekén kulawargan Pan Durus. Suud kéto ia ngunjar angkihan banban nanging bibihné nu kemik-kemik cara ada ajaka ngraos. “Jero, ampakang tiang lawang,” dasaran mapajar, reng munyiné baat cara munyin nak muani. “Tiang jagi ngenemin sentanan tiang.” Sipeng aslabsaban. Lantas, “Damuh…,” dasaran makaukan. “Nggih?” masaut Yan Bawa. “Ten makta canang?” dasaran matakon banban. “Wéntén,” saut Mén Durus ané negak pinih paek teken dasaran. “Aturang, wénten sané rauh niki, jagi mabaos.” “Nggih,” Mén Durus kadropon ngaturang lekesan di duur méjané. “Béh kénkéné, somah lan pianak pada teka?” reng munyin dasaran cara nak muani. “Sira ragané?” Mén Durus matakon, nyedsedang. “Yéh, ngudiang tandruh? Luh kadén kurenan Beli?” “Nyén adané?” “Suba sing ngelah adan buin.” “Yén kéto tegarang orahang nyén dogén ané teka mai?” “Lénan tekén Luh ada Yan Bawa, Mardawi, Wardana. Nu masé sing precaya?” “Precaya, precaya.” “Nah, jani énggalang orahang apa tetujoné teka mai? Maan galah tuah abedik ené.” “Tiang makita nawang ngudiang pajalan Beli tawah buka kéto?” “Pada tusing las ené?” “Tuah gregetan.” “Ada ané makrana Beli maan ambah buka kéto. Ada anak tusing demen tekén Beli. Ia gedeg ulian kapesuang uli seka manyi ané urus Beli. Beli tuah nuutin pangidih kramané mapan ia sanget sajan ngadug-adug...” Mén Durus lan Mardawi tusing ngidaang naanang sebet kenehné. Makadadua pada ngeling sigsigan. Yan Bawa ajak Wardana maupaya negdegang kenehné aji ngunjar angkihan. Jani makejang suba nawang nyén
sujatiné ané ngaé Pan Durus nepukin pajalan mati tawah buka kéto. Sinah suba ia ngadokang balian sakti. “Beli nawang, Luh kéto masé pianaké makejang pada brangti. Eda pesan nyemak gaé ané tawah-tawah nah! Yén suba galahné, ia lakar nrima pawales. Antiang dogén.” “Yén dadi, eda ja misi ngwales kakéto kuda ya,” Yan Bawa mapangidih. “Yén sing maan ngwales Bapa sing neh, baat rasané nglanturang pajalan.” “Tiang teka mai ajak mémé lan adiné gumanti ada ané lakar tekedang.” “Suba tawang, Bapa lakar kapragatang di banjar. Saja kéto? Eda sangsaya, pawales Bapa suba lakar pragat satondén ngerit.” “Men apa lakar tagih anggon bekel nglanturang pajalan?” “Baang Bapa ngidih kamen, saput lan udeng putih.” “Lénan tekén ento?” “Amonto dogén. Nah, ené galah Bapa suba telah. Sing ngaba rarapan lakar aturang tekén pangampak lawang?” “Ada,” Mén Durus nyawis tur ngénggalang ngaturang biu malablab di duur méjané. Sipeng nyelag aslabsaban. Dasaran nu ngidem, bibihné kemik-kemik nanging tusing madingehan munyiné. Kulawargan Pan Durus ngantiang kanti dasaran mapajar alon, “Suksma.” Dasaran lantas mapiteh, negak marep-arepan ajak kulawargan Pan Durus. “Sapunapi, polih…?” Dasaran matakon nyiriang ragané tusing nawang unduk reraosan Pan Durus ajak kulawargané. “Nggih, polih,” masaut Mén Durus. “Wéntén sané sungkan?” “Oh, tén wénten. Tiang nuunang sané jagi kairing ngerit.” “Oh, kénten,” dasaran anggutanggut. Liwat roras dina kramané nadaksara mabyayuhan mapan ningeh ada sengkala. Tusing ada ujan tusing ada linuh abing tukad dauh désané embid. Ané sanget ngaé ngon, krama ané kaukina Pan Durja kateteh embidan kanti ngemasin mati. Awakné benyah latig katepes embidan paras ané kandika. Kramané mara ngidaang mesuang watangné disubané maupaya atengan wai. Tusing ada ané nawang nguda dadi abingé bisa embid tatkala tusing ada ujan tusing ada linuh. Nanging Yan Bawa lan adin-adiné, kéto masé méméné, tatas nawang nasib apa sujatiné ané nepén Pan Durja. “Mirib ento ané orahanga prarabda karmaphala, buah karma ané katerima tan pangantiang numitis malu,” kéto Yan Bawa ngomong di kenehné. Désané leteh, kéto kramané pada mapineh. Yén tusing kéto nguda dadi kanti ping pindo ada krama ané nepukin ambah mati ané tawah: salah pati!!! -0-
I Kadek Satria
Satua
Juara 2 Nasional Penyuluh Agama Hindu
Galuh Payuk (5) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) KACARITA Sang Prabu suba rauh di purian, sawusanidané masiram kalih ngrayunang Ida medal, katangkilan baan baudanidané makejang. Pepatihidané lantas matur, “Inggih Ratu Sang Prabu, sampun amunika suén Cokor I Déwa lunga nangun kerti, né mangkin sampun wénten waranugrahan Hyang.” Ngandika Ida Sang Prabu, “Béh kéné paman, nira suba kapicain, kéwala né jeneng tusing dadi nira maan kasukan nulus. Teka dadi dogén gegodan di jalan, dadi sadia tan sadiané nira luas nangun semadi.” Sampun puput Ida ngortaang, saundukundukidané nangun kerti, uli pangawit tekaning pamuput, lantas matur buin I Patih, “Inggih manawi sampun tutuh Ida Sanghyang Kawi asapunika. Inggih yan wantah dados, usanang sampun nyungkanang punika. Yadiapin asapunapi antuk, yan sampun pagentosan sinah kapanggih.” Ngandika Ida Anaké Agung, “Ah sing ja nira ngéwehang ento sanget. Saja tuah buka munyin pamané, gantiné tusing dadi kelidin. Men, sapakalah nirané kénkén jenenga unduk guminé makejang?” Matur I Patih, “Matur sisip wantah rahajeng sawengkon Cokor I Déwa.” Gelising satua yan kudang bulan kapo, lantas mobot Ida Anaké Agung Istri, tur bobotanidané suba wayah. Nuju dinané melah lantas madué oka. Nanging ké okanidané salah rupa, marupa payuk cenik tur kedas. (Masambung)
PRASIDA ngamolihang préstasi ring nasional majanten pinaka parindikan sané ngawinang bangga. Satios prasida dados duta saking daerah utawi provinsi wiadin prasida jayanti ngasorang makatah pamilet saking sajebag wewidangan ring Indonesia wantah parindikan sané ngangobin manah tur nénten prasida kaengsapang. Sakadi sané kamargiang olih I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. sané polih nyarengin pacentokan pemilihan Penyuluh Agama Hindu Berpréstasi tingkat nasional daweg tanggal kalih kantos pat Oktober 2019 sané kasarengin antuk pamilet saking makasami provinsi ring Indonesia. Pidabdab pacentokan inucap wantah sinalih tunggil event Kementerian Agama RI sané kamargiang nyabran warsa. Dané maosang, sajeroning pidabdab lomba, sané katuréksain wantah sapunapi kawagedan Penyuluh Agama Hindu inucap malarapan antuk makudang-kudang “kritéria” utawi “aspék penilaian” . Minakadi sapunapi kawagedan pamilet lomba indik madharma wacana wiadin sapunapi asil saking pidabdab tés tulis miwah tés wawancara. Sakéwanten prasida nyarengin pidabdab inucap kabaosang dané sané embas ring Pedawa, 31 Desember 1987 puniki wantah nénten dangan tur wénten makéh pidabdab sané kalintangin. Kakawitin dané antuk manados Penyuluh Agama Hindu nonPNS ring Kota Denpasar tur nyarengin lomba ring tingkat kodya kantos dados juara I. Punika raris kalanturang dané antuk nyarengin seleksi ring provinsi kantos da-
dos juara raris kajudi pinaka panyeledii Bali ring pacentokan nasional olih Kanwil Agama Provinsi Bali. Tatkala punika materi sané kabaktayang indik sapunapi pidabdab pasraman prasida ngicalang kawéntenan penyalahgunaan narkoba. Pamuputné sangkaning panuréksan lan pamutus para panodia, dané ngamolihang juara 2 antuk nilai sané akidikan malih “1 poin” kémanten saking juara 1, pamilet sané pinaka penyuluh PNS. Yadiastun asapunika, dané marasa bangga pisan antuk préstasi inucap, duaning kacingak saking pidabdab masaing sané méweh, masaing sajebag Indonesia miwah nénten sareng penyuluh non PNS kémanten nanging taler sareng penyuluh PNS. Dadosné kasor wantah 1 poin saking juara 1 majanten sampun préstasi sané ngawinang bangga ring pikayunan dané. “Sios punika tiang taler kajudi dados ketua penyuluh agama non PNS ring Nasional, punika satmaka galah ring tiang jagi ngamargiang pembinaan ring krama Hindu antuk wewidangan sané jimbaran malih,” baosnyané. Dosén Pendidikan, Wéda lan Tattwa UNHI Denpasar puniki malih maosang, yadiastun wantah ajebos prasida nabdabang raga mangda prasida nyarengin pacentokan inucap nanging boya dados kapiambengan duaning dané sampun sering madharma wacana ring pakraman. Napi malih parikrama inucap sampun kamargiang saking kantun ngranjing ring SMA pinaka pamilet lomba tur dados juara ring pacentokan Dharma Wacana. Pidabdab punika raris katelebang malih tatkala ngranjing ring Universitas Hindu Indonesia (UNHI) kantos ngamolihang prédikat pinaka lulusan terbaik warsa 2010. Dané taler polih galah kuliah ka India ring Dev Sanskrity Wiswawidyalaya, Hardware India Utara ring warsa 2011, raris nglanturang kuliah master ring UNHI tur dados lulusan terbaik magister warsa 2015, miwah sane mangkin kantun ngamargiang pendidikan S3 ring UNHI ilmu pendidikan Agama Hindu, Program Doktor S3 UNHI. Sios punika dané taler nyarengin makudang-kudang organisasi, minakadi ring Peradah Bali, sios punika dados ketua harian Ikatan Alumni UNHI lan dados ketua Pasraman Pasir Ukir ring Singaraja. “Antuk makatah pengalaman akademis inucap taler kantos mangkin dados dosén ring UNHI, sinah tiang nyuksmayang pisan kahanan inucap duaning punika ngawinang tiang prasida nelebang malih makudangkudang ilmu agama taler ngawinang tiang prasida dados pendharmacana muda sakadi mangkin,” Kadek Satria nartayang. (was)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;mijil/. Pupuh Mijil 1.zbÉnæU(xmlnÓi2mÀ¡gi,
Nyabran purnama lan tilem ugi, s*hyuzelemæo;,
Sang Ayu nyalémpoh, \uliekÉonÓl/, ngulik rontal,
phicnÂeben,
paican Nabéné, eyn&ewnÓ)nuæenkir*\$ti,
yéning wénten sané kirang ngerti, \)lis*mn\Ðil/,
ngelisang manangkil, kgÉiymÏkÑ*guru.
ka Gria marek Dang Guru. 2.eboysi\uæluæenmnututin/,
Boya singsal sané manututin, \ur;sib)tnÉ)eko,
Ngurah Sibetan reko, sÏ*sisêsenmljhin/,
sareng sisia sané malajahin, hinÑikÓ¡tu(ÁgmhinÑ¡en,
indik tutur Agama Hinduné, t2(ydñsmi,
taler Yadnya sami, b)bnÓ)nßr&mæukÞ¡tuk/.
bebanten maring Mpu Lutuk.
Saking Langit Bali Narcissus Orti lami saking Yunani Kawéntenan anak muani Madan Narcissus Bagus makudus Demen mameka Ngajum lawatan Ngenah melah Ngenah bungah Bungah muduhin Muduh nglalahin Kayang jani Narcissus tusing padidi Suba liu anaké kalebu Kelem ring kolamé biru I Nyoman Sutarjana
8
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Menanti, Menggugu Seduhan Aroma Melati
Mencari Jejak, Merinduimu Bersama Kata-Kata Oleh: Sarifudin Kojeh
Oleh: Sarifudin Kojeh Menunggu yang ditunggu belum menggugu Menanti yang dinanti belum konfirmasi Bialah hari biarlah waktu berjalan sendiri Mengabarkan bel mengabarkan bunyi Biar berdentang biar memanggil segera berangkat Kita pun bertemu kita menggugu dalam aroma Seduhan melati hiasi bibir seksi puisi, hati ceria terperi
MATARAM Oleh: Agoes Andika aku menelisik angin yang tersangkut antara bandara dan keramaian cakranegara seperti mengibaskan cerita yang tertahan satu persatu aku sendiri sambil tetap tengadah adakah ini kelebat sinarmu adakah ini perintahmu untuk mengawali berjarak seperti menonton televisi tanpa harus menitikkan airmata menyalahkan atau mengesampingkan wajah kami
Aku kehilangan jejakmu Di antara desauan kata-kata lena Dicari dan dicari hanya sekilas Wajahmu di ufuk senja terhijab Di pandangan mentari bersayap Melepas terbang cerita-cerita resah Kini, rindu terasa menggelegarkan Guntur pada coret silam yang menawan Saat semangat kita nan lincah mendebur Dayung kata-kata berintens Mengarungi lautan langit dengan jejeran awan Bergelombang, beriak, beralun Dengan sampan terus melaju merencah nasib Kini, dikau di mana dikau dicari Ingin berbagi rasa terbuncah Dipendam waktu sekian lama Sehingga tinggalkan daku dalam tanya Dan pencarian seribu langkah, ingatkan untuk penuhi ikrar kita Pernah dimonumenkan prasasti rasa Apakah dikau sudah lupa dengan daku Menunggumu merindu kata-kata Yang dapat ceriakan alam kerontang Dikau, Di sini ari-ari masih utuh Tetap kutunggu dikau kembali Pada kata-kata seindah doa itu Menggetarkan langit Mahakuasa Bersama luruh nikmat tiada terperi Itulah tujuan kita samakan hati di kala itu
tak akan aku bersalin rupa tanpa karma kelahiran atas senggamamu atas langit dan bumi ada tiada
MANTRA CINTA Karya : Suyatri Yatri Bertaburan bunga menyambut kedatanganmu dengan cinta agar upacara pertemuan ini menjadi sakral untuk dikenang secawan melati dengan sejuta mantra diucapkan terteguh rindu di ruang hati Pemuja kasih menata sesaji
Tua Renta Karya : Suyatri Yatri Menyaksikan tubuh tua renta dalam duka Sunyi menjadi teman paling berarti di antara mewah Wajah keriputnya memandang luka
Setatap netra belumlah bermakna kembali kalimat sakti ditiupkan lewat angin mengalir di pori-pori berdenyut di syaraf nadi membuhul jiwa satukan rasa terikat dalam ingatan
Tubuh tua menopang berdiri di tanah ini dengan dinding merapuh dimamah waktu Saat senja jiwa menafsir makna berzikir dalam keheningan Tubuh tua tak bisa ucapkan kata Ia diam seribu makna di tiang kayu sejarah teramu Ratusan tahun ia berdiri Kini renta tak berpenghuni
fi a gr
to o F
MALAM pergantian tahun selalu identik dengan pesta kembang api. Atraksi kembang api ini sudah menjadi “menu” wajib untuk menandai bergantinya tahun di hampir semua belahan dunia. Bagi para fotografer, tentunya momen ini sangat sayang untuk
Segelas air bening dengan secawan dupa kata demi kata dibaca menyebut nama dalam hening getar di dada tunduk mengikut disentuh cinta
Mengabadikan Atraksi Kembang Api
dilewatkan begitu saja. Pendaran aneka warna yang tercipta saat kembang api itu meledak di langit malam merupakan objek yang sangat indah dan fotogenik untuk diabadikan. Namun, bukan perkara mudah untuk mengabadikan pesona keindahan kembang api itu ke dalam frame foto. Seringkali keindahan yang tersaji di foto sangat jauh dibandingkan yang kita lihat secara langsung. Berikut sejumlah trik yang bisa dijadikan panduan agar keindahan warna-warni dan
Hope karya Jenny Taner
Old and New Year in Jakarta karya Hendra Permana
bentuk kembang api di malam pergantian tahun tersebut bisa terekam dengan sempurna. Untuk mendapatkan komposisi foto yang terbaik, datanglah lebih awal ke lokasi pesta kembang api. Dengan begitu, kita akan leluasa untuk memilih dan menentukan tempat memotret yang sempurna dan tidak terhalang apapun. Jangan malu-malu bertanya kepada panitia acara mengenai teknis peluncuran kembang api tersebut, di sebelah mana diluncurkan dan ke arah mana
saja meluncurnya kembang api tersebut. Informasi itu akan menjadi modal yang sangat berharga untuk bisa menentukan posisi terbaik guna membuat komposi foto yang paling ideal, termasuk mempertimbangkan secara cermat latar depan dan latar belakang foto sebelum menentukan tempat memotret. Salah satu peralatan yang wajib dibawa saat memotret kembang api adalah tripod. Sekuat apapun tangan menjaga kestabilan kamera, akan sangat sulit menghasilkan foto kembang api yang tajam dan tidak berbayang. Dengan bantuan tripod, hal itu bisa diminimalisasi. Agar mendapatkan foto-foto kembang api dengan kualitas yang lebih optimal, sangat disarankan untuk menggunakan shutter release untuk mengoperasikan tombol rana. Selain mata kita akan bisa bebas mengawasi langit sehingga peluang memperoleh momenmomen terbaik lebih besar, penggunaan shutter release juga akan menghindari terjadinya guncangan pada kamera. Matikan “Flash” Saat memotret kembang api, matikan flash di kamera karena tidak akan berguna sama sekali, karena jangkauannya yang pendek dan bahkan bisa memperburuk foto karena menerangi daerah yang tidak perlu. Gunakanlah ukuran foto terbesar atau set ukuran file “large” pada kamera. Jadi,
saat mau di-crop, hasil foto yang sudah dipotong masih cukup bagus untuk dicetak ukuran besar. Jika kamera memiliki fitur RAW, maka manfaatkanlah fitur itu secara optimal. Tak kalah pentingnya, selalu gunakan ISO rendah yakni 100 atau 200 untuk meminimalisasi terjadinya noise pada foto. Mengingat arah kemunculan kembang api umumnya cenderung acak dengan gerakan yang cukup cepat ditambah kondisi minim cahaya, autofocus pada kamera akan keteteran. Matikan fitur autofocus dan gunakan manualfocus. Set fokus lensa di infinity. Jangan lupa saat Anda mengubah zoom lensa, set fokus yang baru. Dalam pemotretan kembang api, sangat disarankan menggunakan mode manual exposure. Memotret kembang api tidak memerlukan kedalaman ruang sehingga pengaturan diafragma atau bukaan lensa bisa berkisar dari sedang hingga kecil (F/8 hingga F/16) untuk mendapatkan foto yang tajam. Untuk memotret kembang api dengan kecepatan luncur normal, atur aperture di F/16 atau F/14, kecepatan shutter dua detik, dan ISO 100 atau 200. Sementara untuk memotret rentetan kembang api, atur aperture di F/18, kecepatan shutter 1,25 detik, dan ISO 100. Perlu diingat, kembang api menghasilkan asap yang bisa mengganggu kecerahan foto. Oleh karena itu, potretlah
Semarak Asian Games karya Gunarto Song
kembang api sedini mungkin. Begitu kembang api pertama diluncurkan ke angkasa, langsunglah memotretnya. Sehingga ketika asap mulai menutupi langit, kita sudah mendapatkan banyak foto. Bidik dan jepret sebanyak-
banyaknya. Semakin banyak menjepret, maka peluang untuk mendapatkan foto-foto yang bagus semakin banyak pula. Selamat mengabadikan keindahan warna-warni kembang api di malam pergantian tahun. (ian)
Marina Bay Sand karya Jenny Taner
Happy Independence Day karya Gunarto Song
9
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Pergub 99/2018 Perlu Pendampingan dan Kemauan Melalui Edukasi
Denpasar (Bali Post)Pergub Bali No. 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali belum berjalan secara optimal karena berbagai faktor. Pencapaian tujuan Pergub ini memerlukan adanya sinergitas dari aktivitas di hulu sampai ke hilir melalui pendekatan sistem agrobisnis. Hal itu diungkapkan pakar pertanian yang juga Rektor Undwi Denpasar, Dr. Ir. Gede Sedana, M.M.A., Sabtu (28/12) kemarin. Secara klasik, kata dia, sering disebutkan bahwa faktor kuantitas, kualitas dan kontinuitas memiliki pengaruh terhadap gagasan Gubernur Bali melalui Pergubnya. Ketiga faktor tersebut agar dipahami secara utuh, yaitu menjadi satu kesatuan. Mantan Dekan Fakultas Pertanian Undwi ini sering memberi kritikan kepada gubernur agar pergub ini segera memberi manfaat bagi petani. Kata dia, kuantitas produk pertanian dapat diatasi melalui subsistem penyediaan sarana produksi dan Alsintan, dan juga subsistem budi daya yang didukung oleh subsistem penunjang. Melalui ketiga subsistem tersebut, peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dapat dilakukan mulai dari penyediaan benih, bibit yang unggul (tersertifikasi, tahan terhadap hama
Dr. Ir. Gede Sedana, M.M.A.
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.12.19.0000683
Dcr Pramuniaga,Ksir, Arys Mikro Jln.Nangka Utara No.248X Dps Tlp.085738837304/0361-8469340 B.BP.001.12.19.0000438
Dicari Sales, Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta.9 jam kerja fasilitas Kos.Hub/WA: Putri 082144355655
dan penyakit, dan memiliki daya adaptasi yang bagus), dan pupuk serta dilengkapi dengan alat dan mesin pertanian yang memadai untuk pengelolaan usahatani. Pada subsistem budi daya, kata dia para petani melalui kelompoknya (subak-abian, subak dan kelompok petani) harus didukung oleh penyediaan irigasi, penyuluhan dan pelatihan secara intensif. Selain itu, penguatan modal usahatani melalui subsistem penunjang agar dilakukan guna para petani menggunakan dan mengaplikasi teknologi yang direkomendasi. Pada subsistem budi daya ini para petani memerlukan pendampingan dari pemerintah atau lembaga lainnya. Lembaga lain ini dapat dari pihak penyedia sarana produksi yang sekaligus memperkenalkan produk-produknya dan memberikan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan petani untuk memanfaatkan dan mengaplikasikan sarana produksinya secara benar, yaitu melalui best agricultural practices. Oleh karena itu, produktivitas lahan dan tanaman dapat meningkat sehingga kuantitas dapat teratasi. Selain itu, melalui best agricultural practices juga akan dapat diperoleh kualitas produk yang sesuai dengan permintaan pasar melalui penguatan subsistem pemasaran. Pemenuhan permintaan produk ini memerlukan adanya integrasi susbsistem, yaitu penyediaan informasi pasar yang mencakup jumlah kebutuhan, kualitas (grade, rasa, warna, dan lain sebagainya) berdasarkan pada tempat konsumen, waktu (apakah setiap bulan atau hari-hari besar/raya). Produk yang berkualitas akan memberikan tingkat harga yang lebih tinggi. Namun, kata pakar subak ini biasanya konsumen akan mengeluhkan harga yang tinggi tersebut. Ditambahkannya. Edukasi juga perlu dilakukan di level pengelola hotel, restoran termasuk supermarket yang diharapkan menerima pasokan produk dari para petani (kelompoknya). Mereka didorong untuk memiliki kemauan (willingness) yang tinggi untuk menjalin kemitraan yang mutualisme dengan kelompok petani. Dikatakannya, keberhasilan Pergub 99/2018 ini memerlukan peran serta dari berbagai pihak termasuk masyarakat selaku konsumen dan juga pengawasan serta evaluasi secara periodik. (025)
“Dcr 2 Sales, 2 Opration untuk travel Hub.0361-235700 B.BP.803.12.19.0000646
Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang,berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur(Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri, penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655 B.BP.001.12.19.0000513
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.12.19.0000514
LOKER
BIRO JASA
RUPA-RUPA
SERVICE
BPM/ant
MABES - Dua tersangka penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, Sabtu (28/12) kemarin dipindahkan ke Rutan Mabes Polri.
Pelaku Penyiraman Teriak ”Novel Pengkhianat”
Jakarta ( Bali Post)Dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, dibawa ke Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya, Sabtu (28/12) kemarin. Keduanya digiring sekitar pukul 14.26 WIB memakai baju tahanan berwarna orange dan diborgol dengan tali tis. Keduanya dikawal beberapa anggota yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto. Sebelum masuk, salah seorang tersangka RB berteriak seakan menjelaskan alasan dirinya menyerang Novel. Sedangkan seorang pelaku lainnya bernama RM hanya tertunduk. RB berteriak bahwa Novel telah berkhianat. Lalu apa peran kedua tersangka dalam insiden penyiraman air keras itu? “Ada yang nyopir dan ada yang nyiram,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen
Cr Staf Apotk SMU/Prwat/Frmasi Kerja di Nusa Dua,081916181256 B.BP.001.12.19.0000610
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Xenia Li’04 Gold Istw spt baru Jl.Anggrek 25 Dps 08123959695 B.BP.001.12.19.0000689
PROPERTY
Argo Yuwono, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12) kemarin. “Yang menyiram, RB,” lanjut Argo. Argo enggan memberikan penjelasan lebih lanjut saat ditanya kronologi keduanya melakukan penyerangan itu. Yang terpenting, menurut Argo, Polri telah melaksanakan kewajiban mencari pelaku tersebut. “Yang terpenting bahwa polisi, penyidik, sudah mencari siapa pelakunya. Kemudian sudah kita amankan, kita bawa ke Polda Metro Jaya,” imbuhnya. Sebelumnya, Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, men-
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Sebidang Tanah SHM Luas 20Are/2000M2,Lokasi di Ungasan Belakang Patung GWK.Hub.Kadek 081916362573/081338332768.TP
B.BP.001.12.19.0000666
Dijual Tnh Kavling Marga Tbn DP 10% Krd 0.83% Hub:08174792678/ 081805374433
B.BP.004.11.19.0000745
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
Gebyar Rmh Hrg 300Jt.C/K Perum Medahan dkt Bypas.085934331615
Atasi Rmh Bocor,Talang, Dinding Dak,Atap H:Daniel 085237357937
B.BP.004.12.19.0000682
B.BP.001.12.19.0000684
gumumkan pihak kepolisian telah mengamankan dua orang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Menurut dia, dua orang yang diamankan berinisial RB dan RM. Kedua pelaku, kata dia, merupakan anggota Polri aktif. Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, mengatakan, dua orang yang diduga pelaku inisial RB dan RM diamankan di daerah Depok, Jawa Barat. “Pemeriksaan belum selesai. Nanti kalau sudah selesai, baru mengetahui semuanya (motif).
Sabar dulu,” ucapnya. Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku telah mendapat laporan mengenai sudah ditangkapnya pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Para pelaku yang sudah ditangkap sebanyak dua orang. “Saya sudah dengar. Kabarnya dua,” kata Mahfud di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat 27 Desember 2019. Sebelumnya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan telah melewati tenggat seperti yang diminta oleh Presiden Jokowi. Jokowi meminta kepada Kepala Polri yang baru, Jenderal Idham Azis, mencari pelaku penyerangan usai dilantik atau pada awal Desember lalu. (ant/kmb)
10
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Mendatar : 1. Sekurang-kurangnya 4. Kegunaan yang khas atau kekuatan yang istimewa 8. Ya 9. Utusan atau Duta Istimewa 10. Vaksinasi tiga fungsi (singkatan) 11. Tiruan bunyi tembakan 12. Ukuran panjang yang sama dengan 0,688 meter 13. Golongan kerang-kerangan (Inggris) 16. dibalik: Mi Italia 21. Musyawarah atau nasihat 23. Porselen 24. dibalik: dalih 25. Dasar atau hakikat 26. Mangkus 30. Cacian atau cerca 33. Merek lem 34. Persenan 35. Kubis 36. Orang yang dijagokan atau kesuakaan 37. Audio Visual Aids 38. Kabut 39. Borjuis
Kolaborasi Layanan Kesehatan Barat dan Timur
PENDIDIKAN di kedokteran tidak saja mempelajari tentang bagaimana menegakkan diagnosis dan memberi terapi untuk mengupayakan kesembuhan pasien. Melainkan sangat luas dan kompleks tidak semata-mata ilmu pengetahuan alam, juga ilmu pengetahuan sosial dan segala pengetahuan lain yang berkaitan dan berkembang, serta mendukung filosofi pengetahuan kedokteran “art and science”. Seni menangani pasien berikut pengetahuan dasar dan lanjutan mesti dipelajari dan dipahami. Pengetahuan kedokteran tidak bisa berdiri sendiri tanpa ditunjang ilmu pengetahuan lain terkait, bahkan teknologi dan sosioantropologi kedokteran/medis. Jargon Evidence Based Medicine (EBM) yang seolah-olah persoalan medis/kesehatan hanya bisa tuntas dengan EBM, belum tentu. Basic science dunia medis memang EBM, kedokteran berbasis bukti ilmiah yang di dalamnya tersirat nilai-nilai kualitas hidup/Value Based Medicine (VBM), namun kurang “tajam”. Kini tataran value lebih dipertajam dan dikembangkan menjadi fokus selain EBM. Value dalam tatalaksana layanan kesehatan menyangkut kemampuan memperpanjang masa hidup dan/atau kualitas hidup. Bukti-bukti ilmiah terlahir dari hasil penelitian ilmiah di seluruh dunia (multicenter). Data dan fakta yang disajikan diulas berdasarkan bukti ilmiah. Walaupun demikian belum seluruh masalah yang ada dapat dibuktikan secara ilmiah dan masih memerlukan waktu penelitian lanjutan. Kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Sempurna. Segala hasil cipta, karya dan karsa manusia tidak ada yang sempurna. Selalu ada kekurangan, rwa bhineda, ada kelebihan ada kekurangan. Sebagai contoh, di masyarakat timur sering dijumpai pengobatan hanya berdasarkan pengalaman tanpa berbasis bukti ilmiah. Bukan berarti tidak bermanfaat, karena di sisi lain masyarakat merasakan “kesembuhan”. Bagaimana dunia medis menyingkapi ini? Harus dicari jawabannya, karena untuk dapat memiliki dasar ilmiah masih memerlukan proses pembuktian secara ilmiah. Ketika sakit, cara pandang masyarakat timur bahkan di dunia barat sekalipun adalah bagaimana secepatnya bisa sembuh. Bagaimanapun caranya,
terpenting adalah sembuh dan tidak semata bukti ilmiah. Ke depan ini menjadi tantangan bagi stakeholder, shareholder kedokteran dan kesehatan, bagaimana menjembataninya. Demikian pula sebaliknya pengobatan timur yang berasaskan pengalaman juga perlu diteliti agar dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, tanpa bukti ilmiah seberapa hebat pun keberhasilan terapi hendaknya memiliki dasar ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika hanya berpegangan pada pengalaman ahli di dunia riset masuk ke dalam jenjang yang terbawah. Penelitian di level multicenter adalah cara pembuktian ilmiah tertinggi. Jadi, dunia kedokteran yang multikompleks dan sangat luas mengisyaratkan pada setiap insan kedokteran untuk terus memacu diri, meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi secara terusmenerus dan berkesinambungan agar menjadi “jembatan” bagi pengetahuan untuk mengalir dan melayani setiap insan manusia seutuhnya. Berbagai pengetahuan alam dan sosial serta penunjang pengetahuan lainnya wajib menjadi suluh bagi perjalanan belajar menjadi dokter yang tulus dan berhati mulia pada setiap sikap, perilaku, pengetahuan yang berdasar-
kan bukti ilmiah (EBM) dan nilai-nilai (VBM). Paradigma baru dalam pendekatan tatalaksana layanan kesehatan adalah kedokteran berbasis bukti, yakni interseksi dari profesionalisme dokter, bukti muktahir yang terbaik dan nilai-nilai (value) pada pasien. Sebenarnya value implisit ada dalam EBM, namun ada perkembangan baru yang menekankan pentingnya value dalam tatalaksana pasien, dikenal sebagai VBM. Setiap intervensi harus dapat memberikan perpanjangan masa hidup dan/ atau meningkatkan kualitas hidup. Dalam pelayanan kesehatan, dokter tidak hanya puas melihat luaran klinis, karena kebanyakan uji klinis tidak menempatkan value sebagai tujuan. Value dikaitkan dengan biaya/ cost, benefit, efektivitas dan utility. Penilaian kualitas hidup berdasarkan preferensi pasien kini lebih diunggulkan dan keputusan tentang tatalaksana intervensi didiskusikan dengan pasien dan keluargannya. Hegemoni EBM tidak sertamerta menghilangkan peran VBM dalam tatalaksana layanan kesehatan. Hanya fokusnya perlu dipertajam agar value tetap menjadi acuan harmoninya tatalaksana layanan kesehatan. Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
Menurun : 1. Alat untuk menghubungkan computer dengan internet 2. Sangat sesuai dengan yang diinginkan 3. Sejenis gado-gado 4. Warung 5. Menunggu giliran 6. Dewa penguasa ngkasa 7. Makin ke ujung makin kecil 14. Serangan 15. Pengeluaran hasil kelenjar secara aktif 17. Logam yang berwarna kemerah-merahan 18. Rumah 19. Mukadimah 20. Bangunan Suci Agama Budha 22. Patah (Inggris) 26. Tidak tahu 27. Masakan terbuat dari daging 28. Tusuk 29. Sebutan untuk orang yang tak diketahui namanya 30. Dunia fantasi (Singkatan) 31. Lega 32. Kilat (Bali)
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 428 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 4 Januari 2020. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 12 Januari 2020. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 426 Mendatar : 1. CENTIL 4. TABANAN 7. ENTE 8. NYAMAN 11. UNCLE 13. KARABIN 15. ENCOK 17. PESTISIDA 21. PIL 22. BEA 23. LOT 25. KRU 28. B E L A N TA RA 33. AKARI
35. SEDEKAP 37. LANDAK 39. IMPAS 40. OGEL 41. TENDER 42. INGUSAN Menurun : 1. CENGKEH 2. TIM 3. LENA 4. TEMBUS 5. BRUNEI 6. NGENGAT 9. AMUC 10. AKIK 12. CEKI
14. RAPI 16. OSAKA 18. ELTOR 19. TREK 20. SULUK 21. PLOT 24. ABSOLUT 26. RAMPING 27. PINGSAN 29. LOAN 30. NUSA 31. AID 32. ALKALI 34. ACAP 36. EKOR 38. DAD
Pemenang TTS No. 426 1. I Gede Wawan Perdana Putra Br.Umakayu, Desa Jatiluwih, Kec.Penebel, Kab.Tabanan (HP:081-933-104-XXX) 2. I Putu Suaribek Jl.Sudirman No.174, Kel.Dauh Waru, Kab.Jembrana (HP:082-147-828-XXX) 3. Ni Komang Aprianti Br.Negari, Desa Singapadu Tengah, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-935-115-XXX) 4. Ni Made Debi Anggraeni Jl.Siulan No.116, Desa Penatih, Denpasar (HP:081-237-690-XXX) 5. Ni Made Sutarsih Jl.Raya Ulakan No.186, Kec.Manggis, Kab.Karan gasem (HP:081-338-236-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : PUTU RIANA PRADNYA DEWI Alamat : Jl.Dharma Wangsa Gg.Sandat 22, Kab.Gianyar (HP:087-862-558-XXX)
INspirasi
Minggu Pon, 29 Desember 2019
Jika Hutan Kintamani Beralih Fungsi
Dari Hal. 1
Bali Terancam Krisis Air BERADA di hulunya Bali dengan memiliki bentangan hutan yang cukup luas, kelestarian alam di Kabupaten Bangli masih cukup terjaga. Hal itu tidak terlepas dari ditetapkannya kabupaten berudara sejuk itu sebagai kawasan konservasi dalam Perda RTRW Provinsi Bali, yang membuat pembangunan sangat dibatasi dan tidak bisa banyak dieksploitasi seperti kabupaten lain yang ada di hilir. Dalam wawancara belum lama ini, Bupati Bangli, I Made Gianyar, mengatakan sebagai daerah konservasi, Bangli tidak memiliki bangunan hotel berbintang. Masyarakat Bangli mayoritas bergerak di sektor pertanian. Hal inilah yang membuat alam di Bangli masih terjaga. Sepanjang tahun 2019 ini, Made Gianyar terus berupaya menggugah kesadaran semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan hulu. Sesuai konsep Tri Hita Karana, hulu teben, segara dan gunung yang sudah diwariskan nenek moyang terdahulu. Tidak bisa disamakan antara di hulu dengan di hilir. Kalau kawasan hutan Kinta-
mani alamnya dieksploitasi dan dialihfungsikan, maka debit air akan menurun dan sumber mata air akan hilang. Guna menjaga kelestarian alam di hulu, salah satu upaya yang dilakukan Made Gianyar adalah mengajak masyarakat menanam pohon, salah satunya jenis bambu. Ia ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan hutan Kintamani sebagai daerah penyangga air di Bali. Menurutnya, jika kawasan Kintamani sampai beralih fungsi dan hutanhutan di sini mulai ditebangi, Bali akan mengalami krisis air.
Kintamani - Kawasan Kintamani sebagai sumber mata air di Bali.
Penggunaan ABT Di perkotaan, Bali mengalami masalah penggunaan Air Bawah Tanah (ABT) yang tidak terkontrol. Hanya saja penanganannya masih dilakukan lintas daerah. Belum semua kewenangan ada di tangan pemerintah kabupaten/kota. Karena kebijakan soal regulasinya, berupa perda ditangani pemerintah provinsi. Demikian pula untuk besaran tarif pajak, juga dilakukan provinsi. Kabupaten/kota hanya menarik
saja dari wajib pajak. Melihat kondisi ini, Pemkot Denpasar didorong untuk membuat regulasi terkait ABT. Seperti yang disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Denpasar Putu Metta Dewinta Wandy, S.H., dalam sidang paripurna, belum lama ini. Fraksi ini mengaku prihatin dengan banyaknya penggunaan ABT oleh pihak pengusaha, mulai dari air kemasan, hotel, serta usaha besar lainnya. Kondisi ini terkesan tidak terkontrol,
usulan untuk penyempurnaan tata kelola sampah di Denpasar. Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, Drs. Wayan Duaja. Politisi Golkar ini menilai tata kelola sampah di Denpasar belum sepenuhnya baik. Memang diakui beberapa swakelola sudah mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, tidak sedikit yang berjalan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Masalah lain, iuran sampah yang diambil pihak swakelola juga tidak merata. Ada yang terkesan mahal dan ada pula sama dengan waktu sampah diambil pihak petugas DLHK. “Ini yang juga banyak menjadi persoalan masyarakat. Misalnya saja, di satu wilayah ada yang membayar iuran sampah Rp20.000 per bulan, namun di daerah lain bisa Rp50.000 per bulan,” ujarnya. Ke depan, swakelola sampah adalah solusinya, namun yang perlu menjadi perhatian pemerintah agar tata kelola
sampah tidak memberatkan masyarakat. Paling tidak, jumlah iuran sampah tidak sampai memberatkan warga. Terhadap kondisi ini, Kepala DLHK Denpasar, I Ketut Wisada, yang mengakui telah melakukan berbagai terobosan dalam tata kelola sampah. Salah satunya, mengubah pola pengangkutan. Langkah ini sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan terintegrasi. Karena itu, pembentukan kelompok swakelola sampah di Denpasar terus dimaksimalkan. Bekerja sama dengan desa/kelurahan diharapkan mampu membangun sistem tata kelola persampahan yang terpadu. Di Karangasem Terkait permasalahan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem berencana bakal mengolah sampah untuk dijadikan gas metana. Kadis DLH Karangasem, I Gede Ngu-
Kebijakan Baru
Dari Hal. 1 Buleleng melakukan kebijakan baru untuk melestarikan kawasan hulu. Salah satu program yang dijalankan adalah membantu petani untuk kembali menanam tanaman keras sebagai penyangga resapan air. Selain itu, pemerintah daerah mewajibkan pembangunan di daerah hulu harus mengikuti ketentuan KDB 20 persen. Artinya, dari luas keseluruhan lahan yang dimiliki yang dapat dijadikan bangunan hanya 20 persen. Sisanya 80 persen lagi harus dihutankan dengan menanam tanaman yang berfungsi hidrologis. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS), mengatakan, dari penelusuran yang dilakukan selama ini ditemukan fakta yang mengejutkan. Di mana sebagian besar lahan perkebunan di daerah hulu kebanyakan dimiliki oleh warga luar daerah. Sementara warga lokal hanya menjadi petani penggarap. Atas persoalan ini, Bupati sudah mengeluarkan kebijakan untuk membantu petani dengan perlahan kembali menanam kopi dan tanaman keras lainnya. Kedua, mengangkat air danau dimanfaatkan untuk perkebunan secara bertahap. Karangasem juga mengaku tak tinggal diam. Wakil Bupati Karanagsem, I Wayan Artha Dipa, menjelaskan, untuk menjaga kawasan hulu pembangunan harus dilakukan sesuai dengan tata ruang. Karan-
gasem memiliki tata ruang kawasan yang boleh dibangun di hulu dan mana yang tidak dalam upaya menjaga kawasan hulu. Hanya, saat ini data ruang itu masih dalam tahap revisi. Dengan tata ruang ini, nantinya akan jelas titiktitik di mana kawasan yang boleh dibangun dan mana yang tidak. Bila ada pembangunan di kawasan hulu yang tidak sesuai prosedur atau melanggar, maka itu artinya pembangunan itu tidak memiliki izin. Kalau s u d a h melanggar, dinas terkait wajib melakukan langkah-langkah untuk mengambil sikap tegas. Menurut Artha Dipa, kawasan hulu wajib untuk dijaga. Terlebih di kawasan yang tidak boleh dibangun. Kawasan hulu Bali, kata dia, tidak sembarangan bisa disentuh oleh investor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem,I Gede Ngurah Yudiantara, menjelaskan, kawasan hulu wajib untuk dijaga kelastariannya dan dibebaskan dari pembangunan. “Kami perketat dalam pengeluaran rekomendasi UKP UPL bersama tim terkait. Termasuk menindaklanjuti ketika ada investor sudah memiliki advis planning dan IPR,” jelas Yudiantara. Kabupaten Tabanan dalam mengimplementasikan Nangun Sad Kerthi Loka Bali telah berupaya menjaga dan melestarikan alam melalui regulasi, kebijakan, program untuk
konservasi alam seperti perlindungan tempat-tempat suci, laut, danau, sungai, sumber mata air, gunung, dan hutan. Secara regulasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menetapkan Kawasan Strategis Kabupaten sesuai Perda Kabupaten Tabanan No. 11 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Tabanan 2011 – 2030. Kawasan Strategis adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena akan memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan atau lingkungan. Kepala Bapellitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, mengungkapkan, RTRW Kabupaten Tabanan mengisyaratkan pentingnya pemetaan wilayah sebagai kawasan strategis sesuai fungsinya sehingga zonazona tertentu sesuai RTRW. Hal ini wajib dipatuhi sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan dan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang serasi, seimbang dan selaras dan terkoordinasi dalam mengalokasikan pemanfaatan ruang. Di sisi lain, selain regulasi dan kebijakan tersebut, pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi pembangunan penunjang pariwisata melalui pemberian izin membangun dengan tetap memerhatikan pola tata ruang. (mud/bit/eka)
Minggu, 29 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Step Aerobik Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Ongkara Belajar Menggambar Berkreasi Membuat Pinguin Seputar Bali Terkini
sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Metta mengungkapkan, pengawasan untuk penggunaan ABT mendesak dilakukan pemerintah. Paling tidak ada pendataan terhadap para pengguna ABT di Denpasar. Terutama yang tergolong untuk usaha. “Selama ini kita melihat tarif ABT lebih murah dari PDAM, sehingga cakupan pengguna PDAM juga masih rendah,” katanya. (ina/ara)
Alami Perubahan
Dari Hal. 1 Ini artinya, sistem swakelola sampah tanpa membenani warga. Sejak awal tahun 2019 lalu, tata kelola sampah di Denpasar mengalami perubahan yang signifikan. Terutama dalam pengambilan sampah warga. Bila sebelumnya dilakukan sinergi antara pihak swakelola sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), kini tidak lagi. Semua sampah warga menjadi tanggung jawab pihak swakelola yang ada di masing-masing banjar. Petugas swakelola sampah ini bertugas untuk mengangkut sampah sampai di TPS terdekat, sedangkan untuk mengangkut dari TPS ke TPA Suwung, menjadi kewenangan DLHK. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya memberikan rasa nyaman bagi warga. Ada beberapa persoalan yang muncul setelah penerapan di lapangan. Selama hampir setahun berlaku, muncul pula beberapa
BPM/dok
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Canting Camplung (3) Inovator Nangun Yadnya Karya
18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Ngenteg Linggih Pura Dalem Tarukan Tianyar Karangasem Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Spesial Akhir Tahun Indi Band Generation Dr Otw dan Onsthey n friends Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Ongkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Dunia Kita
rah Yudiantara, mengatakan, pihaknya memang memiliki rencana pemanfaatan sampah yang ada di TPA Linggasana dan Butus, Desa Bhuana Giri, Bebendem untuk dijadikan gas metana untuk mencegah terjadinya tumpukan sampah organik maupun nonorganik yang semakin banyak di TPA. Kata dia, kalau sudah menjadi gas metana, nantinya gas tersebut bakal disalurkan untuk warga sekitar. Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, Ida Ayu Yudi Sutha, mengatakan, volume sampah yang masuk ke TPA Regional Bangli mengalami penurunan hingga 50 kubik per hari. Ini disebabkan dalam lomba Adipura Desa yang diikuti seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bangli, salah satu kriteria penilaiannya, yakni desa/kelurahan harus mampu mengolah sampahnya dengan baik dan menjadi nasabah bank sampah. (ara/ina/eka)
Dari Hal. 1 Gede Sedana mengungkapkan masih ada celah pelanggaran karena bupati memiliki kewenangan mengatur di tingkat kabupaten. Makanya, dia menegaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali akan efektif termasuk dalam menjaga lingkungan jika Bali menerapkan One Island One Management. Dengan demikian tak ada lagi raja-raja kecil yang menikung di tikungan. Alasan kedua, dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagian besar berintikan pelestarian lingkungan. Di antaranya Wana Kerthi penyucian hutan, Danu Kerthi yakni penyucian sumber air, Segara Kerthi (penyucian laut), Jagat Kerthi (penyucian alam semesta), Jana Kerthi (penyucian manusia), dan Atma Kerthi berupa penyucian jiwa. Moratorium Hotel Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana, mengungkapkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali cakupannya begitu luas. Salah satunya menyangkut masalah lingkungan. Baik itu hutan, air, danau, hingga pesisir. Visi ini mestinya cukup kuat untuk menjaga alam Bali lebih banyak dicaplok oleh investor. Utamanya menyangkut pembangunan akomodasi pariwisata yang sering kali menyasar kawasan konservasi di hulu dan pesisir. “Untuk perluasan akomodasi itu sudah sempat ada moratorium. Sebetulnya ini harus ditegakkan, dan lebih mudah sekarang untuk menerapkan pemberian sanksi karena visi misi gubernur berkaitan erat dengan moratorium hotel,” ujarnya. Dengan visi ini, lanjut Adnyana, masalah lingkungan tidak hanya bisa ditertibkan,
Hal ini terlihat dengan ikutnya delegasi negara sahabat seperti Vietnam, Malaysia dan Jepang. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra menekankan pada gelaran tahun ini dapat memberikan peningkatan transaksi dari tahun sebelumnya. “Dengan adanya kemudahan bertransaksi melalui QRIS BPD Bali dengan menggunakan beragam rekening bank dan aplikasi transaksi elektronik diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap peningkatan transaksi dan mendukung penguatan ekonomi orange yang mengkolaborasikan heritage, seni, budaya serta kearifan lokal,” paparnya. Bendesa Adat Denpasar, A.A. Ngurah Rai Sudarma, dalam laporanya menjelaskan bahwa semenjak transformasi dari Gajah Mada Town Festival di tahun 2009, Denpasar Festival terus meluaskan peran sebagai wahana kreatif bagi perayaan dan pengisahan dimensi heritage (kepusakaan), creativity (daya cipta) dan smartness (kecerdasan) yang berkembang di seluruh pelosok Denpasar. Denpasar Festival, yang memasuki tahun penyelenggaraan ke-12 bukanlah hal mudah dan tahun ini, secara khusus menyuarakan “Happines is Our Responsibility” yang bisa dimaknai sebagai ajakan untuk memajukan Denpasar. Bahwa, kesejahteraan dan kebahagiaan warga Denpasar ditentukan dari, oleh dan untuk kita semua. “Mari bersatu padu mendukung upaya ini, dan terus tingkatkan kepedulian kepada lingkungan dengan memberi perhatian khusus pada pengurangan limbah dan penggunaan plastik sekali pakai yang telah dicanangkan sejak tahun lalu,” paparnya. Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, di-
dampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan, saat dijumpai di sela-sela pembukaan menjelaskan bahwa gelaran Denfest tahun ini dikemas berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana, bergerak dalam tema besar Jentera Kebahagiaan menitikberatkan pada komitmen Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakatnya. Hal ini sejalan dengan indeks kebahagiaan Kota Denpasar tertinggi di Bali, yaitu 7,4. Kendati demikian, festival tahun ini tetap menganut sistem bebas plastik dan menerapkan transaksi nontunai dengan menggandeng BPD Bali. Lebih lanjut ia mengatakan Jentera kebahagiaan adalah mencerminkan mandala kebahagiaan yang bersumber dari pertalian dan perikatan yang kuat dan saling memperkaya antarpribadi, kerabat, keluarga dan komunitas dalam skala yang luas. Denpasar adalah tenun kreativitas demi kebahagiaan baik sebagai pendakian spiritual penghidupan sehari-hari, ekspresi diri, perekat kebersatuan dan latamohasadhi ‘obat’ dalam mencapai keseimbangan dan kebahagiaan lahir dan batin. Sehingga dalam Denfest 2019 beberapa program unggulan yang ditampilkan, yakni workshop pembuatan sedotan dan tote bag nonplastik, upcycle T-Shirt, composting sampah rumah tangga, how to be happy Relaksasi dan gaya hidup sehat urban, branding dan packaging yang dilaksanakan (bekraf Denpasar). Tidak hanya itu, kegiatan ini juga ada Talkshow Nasional Refleksi 12 tahun Denpasar Festival bersama Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, dan launching event pilar kebudayaan Denpasar. Talkshow berskala nasional ini, menghadirkan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra,
selaku tokoh sentral di balik lahirnya Denpasar Festival untuk mengulas dan mengisahkan perjalanan 12 tahun Denpasar Festival sebagai wahana yang berkontribusi besar, baik secara kultural, sosial dan ekonomi bagi dunia orange economy di kota ini, jelasnya. Saryawan juga menegaskan agar tidak menggunakan plastik dan diusahakan tidak ada sisa makanan, seusai menikmati kuliner di Denfest. “Masalah plastik kita harus terus galakan khususnya melalui kegiatan Denpasar Festival, sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya kantong plastik semakin meningkat,” ungkapnya Saryawan mengatakan, Denfest Tahun 2019 ini menghadirkan 100 stand kuliner, stand partisipasi Bank Indonesia sebanyak 6 stand, Wirausaha Muda Denpasar 23 stand dan Flora 20 stand. Selain itu, terdapat beragam penampilan kesenian mulai dari seni music, di antaranya Lolot Band, Joni Agung, Widi Widana, dan musisi lainnya. Terdapat pula penampilan kesenian tradisional, yakni Gong Kebyar, Kesenian Klasik dan Pragmentari. Dan yang paling fenomenal adalah gelaran Denfest color Run 5K yang diikuti oleh ribuan pelari nasional dan mancanegara. Selain sebagai wahana kreativitas, hiburan dan rekreasi masyarakat kota juga manjadi wahana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung terciptanya destinasi wisata baru yang bermuara pada kunjungan wisatawan dan peningkatan PAD Kota Denpasar. “Tentunya kami berharap dapat memberikan dukungan penguatan seni, budaya dan kearifan lokal masyarakat yang salah satunya adalah kuliner, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergerak dalam bingkai orange ekonomi,” ungkapnya. (ad690)
Perhatian Publik
Dari Hal. 1 Gubernur Wayan Koster pun telah mengambil langkahlangkah untuk menyelesaikan dua masalah yang menjadi perhatian publik dan menimbulkan kontroversi di masyarakat ini. Pertama, memastikan bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa sudah tidak dapat dilaksanakan. Kepastian ini didukung dengan terbitnya Surat Menteri Kelautan dan Perikanan yang menetapkan
Kawasan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim. Terbitnya surat tersebut merupakan respons cepat atas Surat Permohonan Gubernur Bali kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar Kawasan Teluk Benoa dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Maritim. Mantan Anggota DPR RI ini juga telah mengeluarkan arahan agar PT Pelindo III mengubah total rencana pengem-
bangan Pelabuhan Benoa. Di antaranya, reklamasi yang semula direncanakan dengan luas 85 Ha disepakati menjadi hanya seluas 70 Ha. Desain pengembangan Pelabuhan Benoa sepenuhnya atas persetujuan Gubernur Bali. Area reklamasi digunakan untuk hutan kota seluas 51% (36 Ha), sisanya untuk mendukung fungsi Pelabuhan Benoa dan fasilitas perikanan. (rin)
Celah Pelanggaran tapi juga dipelihara secara penuh karena memang itulah tugas pokok dan utama dari Pemprov Bali. Pemerintah kabupaten/kota seyogianya juga harus mengacu pada visi-misi itu. Kemudian, pemerintah kabupaten/kota pun harus berani tegas melakukan tindakan karena Bali ini kecil. “Kalau Bali dicabik-cabik pengelolaannya, ini dikhawatirkan akan merugikan kita semua. Bukan kabupaten A atau B, tapi kita semua di Bali termasuk masyarakat Bali,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Adnyana menegaskan, jangan sampai ada investor yang telanjur merusak di hulu dan hilir. Baik pesisir maupun hutan. Apalagi hutan bakau di Bali berbeda dengan provinsi dan kabupaten lain di Indonesia. Untuk merusak, tidak memerlukan waktu dan proses yang lama, tapi kalau memelihara, menjaga, dan melestarikan untuk kelangsungan anak cucu pasti akan memerlukan waktu lama serta tidak bisa kita setengah-setengah. “Bupati/wali kota harusnya selaras dengan visi gubernur dalam memberikan izin. Memanfaatkan ruang juga harus selaras dan tidak boleh bertentangan, apalagi merusak,” tegasnya. Direktur eksekutif Walhi Bali, I Made Juli Untung Pratama, mengatakan, pemerintah seharusnya konsisten pada norma yang sudah dibuat agar kawasan hulu dan kawasan pesisir tidak semuanya dicaplok investor untuk akomodasi pariwisata. Berkaca pada rencana reklamasi Teluk Benoa. Kawasan Teluk Benoa sebetulnya sudah dinyatakan sebagai kawasan konservasi sesuai isi Perpres No.45 Tahun
Dari Hal. 1 Lanjut Sudarma, semakin ke hilir air tanahnya semakin dangkal, karena semakin dekat dengan laut, namun kualitas ABT menjadi pertanyaan. Kawasan Suwung yang notabene ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), patut dicurigai berdampak pada kualitas sumur penduduk sekitar yang tidak bagus atau tercemar. Karena TPA Suwung sama sekali tidak ada lapisan geotekstil yang menghambat peresapan air dari proses dekomposisi sampah. Sementara sampah TPA
Delegasi Negara Sahabat
Suwung adalah sampah yang tidak dipilah. “Proses dekomposisi sampah akan menghasilkan air, sehingga dengan tidak adanya lapisan geotekstil yang menghambat air hasil dekomposisi sampah masuk ke tanah, menjadi terserap dengan mudah,” jelasnya. TPA Suwung yang rencananya menjadi tempat pengelola waste to energy seharusnya berjalan 2020 atau paling lambat 2021, namun hingga saat ini nampaknya tidak sesuai schedule. Sehingga lahan 10 ha tempat tersebut dinilai
Juli Untung
BPM/dok
2011. Begitu juga pada Perda RTRW Provinsi Bali, Teluk Benoa ditetapkan sebagai kawasan perlindungan setempat. Dengan kata lain, Teluk Benoa sebelumnya memang memiliki nilai atau fungsi perlindungan. “Namun, dalam konteks reklamasi Teluk Benoa, bukan investasi yang mengikuti peraturan perundanganundangan. Tapi peraturan perundang-undangan diubah untuk memenuhi keinginan atau menghamba kepada investor, itu yang salah,” ujarnya. Itu sebabnya, lanjut Juli Untung, lantas muncul Perpres No.51 tahun 2014 yang merevisi Perpres 45. Status Teluk Benoa berubah menjadi zona penyangga atau kawasan pemanfaatan umum yang bisa direklamasi. Jika hal seperti ini terjadi di hulu, justru akan semakin parah. Sebab, kalau sampai terjadi kerusakan di hulu sebagai sumber pasti akan berdampak pula di hilir. Oleh karena itu, kawasan hulu penting dijaga untuk kelestarian lingkungan hidup. Apalagi, kualitas lingkungan hidup di Bali akhir-akhir ini sudah ringkih. Seperti kekeringan
Kualitas Sumur tidak cukup lagi menampung sampah yang masuk. “Seharusnya lahan 10 ha itu menjadi cukup kalau sesuai dengan schedules. Tapi kan hampir semuanya tidak terpenuhi, schedule tidak terpenuhi, sampah yang masuk juga tidak terpenuhi kriterianya, proses pemadatan di TPA juga tidak terpenuhi kriterianya, itu yang menjadi masalah,” bebernya. Dari 32 ha lahan, 22 ha yang digunakan untuk ecopark pun hanya bersifat memperindah. Dampaknya ter-
BPM/dok
I Nyoman Adnyana
pada musim panas, banjir saat hujan, hingga pengelolaan sampah yang buruk. Perlu tindakan segera untuk memulihkan kualitas lingkungan hidup di Bali. “Apabila kawasan hulu semuanya diubah menjadi akomodasi pariwisata, bukan tidak mungkin bencana lingkungan juga akan menerpa Bali,” imbuhnya. Juli Untung menambahkan, praktik-praktik pembangunan di pesisir Bali sangat rentan mengancam kawasan hutan mangrove. Sebagai contoh dengan adanya reklamasi yang dilakukan PT Pelindo III telah menyebabkan 17 hektar pohon mangrove mati. Hal tersebut menjadi bukti bahwa model-model pembangunan pendukung pariwisata untuk Bali telah mengabaikan aturan yang ada. Padahal, aturan seharusnya ditegakkan mengingat vitalnya fungsi mangrove yang kekuatannya lima kali lipat dari hutan tropis dalam menyerap emisi karbon. “Hanya daerah-daerah pesisir tertentu saja yang bisa ditanami mangrove,” jelasnya. (sue/rin)
hadap sustainable lingkungan masih menjadi pertanyaan. Sudarma khawatir, ecopark yang merupakan tumpukan sampah di bawahnya dalam kurun waktu tertentu bisa amblas. Sampah itu juga menghasilkan gas yang bisa meledak. jika gas metan dari proses dekomposisi tidak dialirkan dengan bagus. “Tanaman yang ditanam, tanah turun, bangunan termasuk jalan yang ada di atasnya bisa amblas, hanya masalah waktu saja,” imbuhnya.(may)
Minggu Pon, 29 Desember 2019
I Putu Tedja Lajuardi
Harap-harap Cemas
BERTAHAN - Kadek Agung Widnyana Putra bertahan di Bali United.
BPM/bali united
Hariono akan Buat Bali United Lebih Kuat
Mangupura (Bali Post) –
Bali United membuat kejutan dengan mendatangkan gelandang enerjik dan berpengalaman, Hariono. Direkrutnya mantan pemain Persib Bandung ini ternyata sudah dipikirkan matang-matang oleh tim pelatih Serdadu Tridatu. Hal tersebut disampaikan pelatih kepala Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra, Sabtu (28/12) kemarin. “Hariono adalah pemain yang punya kualitas dan dia datang dari Persib yang merupakan salah satu klub besar di Indonesia. Dia juga punya banyak pengalaman d i se p a k b o l a I nd o ne s i a dan itu bagus untuk tim ini tahun depan,” ujar Teco dikutip dari situs Bali United. Menurut pelatih asal
Brazil itu, gaya bermain Hariono akan memberikan warna tersendiri untuk penampilan Bali United secara keseluruhan. Hal tersebut lantaran barisan gelandang Bali United sebelumnya tidak ada yang memiliki gaya yang sama dengan pemain berambut gondrong tersebut. “Saya
Dojo Jaya Murti Sabet Emas di Malang Mangupura (Bali Post) Dojo Jaya Murti Dalung, Badung, berhasil menyabet medali emas pada Kejuaraan Karate Piala Bupati Malang dan Ketua FORKI Kabupaten Malang se-Jawa dan Bali di GOR Vira Yudha Div. 2 Kostrad, 14-15 Desember lalu. Mereka juga membawa pulang medali perak dan perunggu. Medali emas dipersembahkan Manik Ganggayana Putra di nomor kumite usia dini kelas -30 kg. Perak dihasilkan Ayu Mirah kumite di nomor usia dini kelas -25 kg. Sementara lima perunggu disumbangkan Ni Luh Putu Praba Kartika Putri (kumite kadet kelas +54 kg), Putu Widya Vidari Gandhi (kumite
pemula kelas -45 kg), Adrian Eka Cahya (kumite pemula kelas +35 kg), I Putu Rafa Alfaro Natha (kumite pemula kelas +35 kg) dan Gede Abbe Surya Lingga Ershan (kumite pemula kelas +50 kg). Pendiri dojo sekaligus pelatih Ketut Murti, Sabtu (28/12) kemarin, menuturkan, pihaknya menerjunkan 20 karateka di Malang Terbuka. Dojonya yang baru berumur tiga tahun membina karateka usia dini sampai junior. Atlet Dojo Jaya Murti Dalung mampu memberi kontribusi kepada FORKI Badung dengan menyumbang medali pada Porjar Bali lalu. “Kami bertekad menjadi sentral pembinaan karate di Badung,” ujarnya. (022)
Atlet Gianyar akan Masuk Puslat Gianyar (Bali Post) KONI Gianyar akan menggelar program pusat latihan (puslat) bagi atlet yang meraih medali pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September lalu. Puslat dimulai Januari 2020 mendatang. Selama melakoni puslat, prestasi atlet dipantau apakah mengalami peningkatan atau menurun. Itu dilontarkan Ketua Harian KONI Gianyar Wayan Rutawan di Gianyar, Sabtu (28/12) kemarin. Atlet Gianyar yang menyumbang medali pada Porprov Bali 2019 tercatat 214 orang. Mereka menyabet medali emas, perak dan perunggu baik di nomor perorangan maupun beregu. “Atlet ini akan masuk puslat, dan tiap bulan menerima dana tali kasih,” ucapnya. Ke-214 atlet menjalani tes fisik dan stamina per triwulan. Pihak KONI Gianyar melibatkan IKIP Budi Utomo Malang. “Kami menggandeng IKIP Budi Utomo Malang karena peralatannya lebih komplet dan canggih. KONI Gianyar juga menyiapkan seperangkat alat fitnes,” jelasnya. Di sela-sela puslat, atlet
Gianyar bakal diterjunkan pada ajang berskala kabupaten, provinsi dan nasional. Mereka diharapkan rutin mengikuti berbagai kejuaraan untuk menguji hasil latihan dan catatan prestasinya dipantau Binpres KONI Gianyar. Rutawan menambahkan, KONI Gianyar akan menyelenggarakan Piala Bupati 2020 berskala provinsi. Para atlet dari 41 cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah KONI Gianyar, termasuk cabor baru muay thai dan selam, ditampilkan dalam Piala Bupati. Kejuaraan Piala Bupati Gianyar bertujuan mengukur kemampuan atlet Gianyar dalam meladeni lawannya dari kabupaten lain dan Kota Denpasar. ‘’Prestasi di Piala Bupati dipakai tolok ukur, apakah mereka masih layak membela Gianyar pada Porprov Bali XV/2021 di Badung,” tutur Rutawan. Jika mereka mampu mempertahankan prestasi, otomatis masuk skuad Porprov Gianyar. Sebaliknya, kalau prestasinya melorot, praktis dicoret sebab KONI memberlakukan sistem promosi dan degradasi. (022)
ra sa keha d ira n Ha riono akan membuat tim lebih kuat. Hariono punya gaya bermain yang berbeda dengan gelandang-gelandang kami,” tambahnya. Di bagian lain, Bali United memperpanjang kontrak gelandang muda Kadek Agung Widnyana Putra yang habis akhir tahun ini. Teco menye-
but Kadek Agung merupakan gelandang serang yang mendapatkan begitu banyak ilmu selama menjalani pelatnas Timnas Indonesia U-23. Ia juga selalu kerja keras ketika mendapat kesempatan bermain. Sebagai pemain muda, Teco berharap Kadek Agung tetap bekerja keras untuk bisa tampil bagus bersama skuad Serdadu Tridatu. “Harapan saya pastinya Kadek Agung bisa main bagus lagi bersama tim ini. Dia masih sangat muda dan tentu masih bisa berkem-
bang lagi asal mau kerja keras di setiap latihan atau pertandingan,” tegasnya. Sementara itu, setelah melepas Ahmad Agung Setia Budi, manajemen Bali United kembali tidak memperpanjang kontrak dua pemainnya yang habis tahun ini yaitu Ahmad Maulana dan I Nyoman Adi Parwa. ‘’Mewakili manajemen Bali United, saya mengucapkan terima kasih untuk dedikasinya pada tim dan semoga sukses di karier selanjutnya,” ungkap CEO Bali United, Yabes Tanuri. (kmb)
HARAP-HARAP cemas. Itulah perasaan atlet I Putu Tedja Lajuardi belakangan ini. Pasalnya, muncul kabar tak sedap bahwa cabang olahraga (cabor) tenis meja bakal dicoret dari pertandingan PON 2020 di Papua. Atlet yang akrab disapa Teddy ini pantas gelisah. Sebab, dirinya ikut andil mengantarkan tim tenis meja beregu putra Bali meraih medali perak pada Pra-PON yang digelar di Samarinda, Kaltim. Tim Pulau Dewata berada di bawah Papua Barat, sedangkan juara III direbut DKI Jakarta dan Jateng. Ia berharap tenis meja tetap dipertandingkan pada PON 2020 dan dihelat di luar Bumi Cendrawasih. “Saya kira tenis meja bisa diselenggarakan di DKI, Palembang atau provinsi lainnya,” sebut atlet kelahiran Buleleng, 4 Mei 1999, yang kuliah semester V di FE Universitas Panji Sakti Singaraja ini. Kendati belum pasti digelar, Teddy tetap rutin berlatih masing-masing di Singaraja (Senin
sampai Kamis) dan di Denpasar (Jumat hingga Minggu). Karyawan PDAM Buleleng ini ditangani trio pelatih Gede Ardika (sang ayah), Ronald Raung dan Deddy da Costa (kepala). Mulai Januari 2020, Teddy fokus berlatih sepekan di Denpasar. “Saya bersyukur mendapatkan dispensasi untuk berlatih di tim PON Bali,” ungkapnya. Teddy yakin mampu bersaing dengan tim Papua Barat pada PON 2020. Apalagi saat Pra-PON persiapan tim Bali hanya sebentar. Optimismenya bertambah mengingat tim PON Bali bakal berlaga pada ajang internasional. “Kami akan mengikuti turnamen di Jerman pada April 2020 nanti,” tukas putra pertama pasangan Gede Ardika dan Made Suparmi ini. Teddy berasal dari keluarga petenis meja. Selain sang ayah yang menjadi pelatih, adiknya, Made Sisca Pratiwi juga masuk skuad PON Bali. Tim beregu putri Bali lolos PON bersama Jateng yang meraih perunggu, Jatim (perak) dan DKI Jakarta (emas). (nel)