Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
2018, Tahun Kenyamanan Tanpa ’’Perang’’ Preman P E M BUNUHAN di jalan raya dan penikaman anggota ormas sebelum 2016 merupakan berita rutin bagi media massa di Bali. Bahkan, karena seringnya terjadi konflik antaranggota ormas, sejumlah ruas jalan di Bali terkenal angker. Orang bawa pedang terhunus dan mobil penuh stiker menguasai jalanan. Belum lagi baliho yang berderet sepanjang jalan. Ini adalah pemandangan umum sebelum tahun 2016. Jalan-jalan dan terminal menjadi otoritas ormas tertentu. Suasana semacam itu, sejak dua tahun terakhir memang berubah. ‘’Saya teramat sangat mencintai Bali. Bagi saya, Bali adalah inspirasi toleransi. Dan tentunya, dengan kedamaian yang ada kita bisa menyebar vibrasi kedamaian dari Bali buat Indonesia dan dari Bali menyebar kedamaian untuk dunia. Saya juga punya komitmen membuat Bali bebas premanisme. Saya tak ingin Bali ‘dijajah’ oleh orang Bali.’’ Ungkapan hati ini sebagai dedikasi Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus R. Golose, M.M. kepeda masyarakat Bali. Kapolda yang bertugas sejak Januari 2016 di Bali ini menjelang pengujung tahun 2018 meluangkan waktunya bertatap muka dengan awak media di Restoran Kudeta, Kuta, Badung. Jika dicermati, komitmen Kapolda Bali ini sudah dibuktikan dan dijabarkan. P r e menisme tiarap dan bandar narkoba juga disikat. Dengan gayanya yang santai dan humoris, Kapolda menengaskan komitmennya bahwa ia tak memiliki rasa takut berhadapan dengan preman. Siapa pun orangnya, premenisme pasti disikat. Ini sudah menjadi komitmen jajaran Polda Bali dan kepolisian. Ia bahkan berani datang sendiri untuk menemui pentolan ormas. Baginya, menindak kejahatan premanisme bukanlah tanpa alasan. Kajian sudah dilakukan.
Pengalaman kerja di Bali juga membuktikan bahwa kejahatan premanisme tumbuh subur di Bali sejak lama. Buktinya banyak organisasi massa yang nyaris menjadi wadah para preman. Keluhan rakyat kecil dan pedagang yang menjadi korban premanisme sudah terlalu banyak didengar. Mulai pagi hingga sore, pedagang di sejumlah kawasan di Denpasar didatangi preman. Nama ormasnya juga beda-beda. Ini bentuk ‘’penjajahan’’ di tanah Bali yang juga dilakukan oleh oknum orang Bali. Saya tak ingin Bali dijajah oleh orang Bali. ‘’Saya sangat mencintai Bali,’’ tegasnya. Sebagai gambaran, tahun 2018 ini Polda Bali berhasil menangani kasus premanisme mencapai 205 kasus dan 679 kasus narkoba di tahun yang sama. Terkait jumlah kasus premanisme, Polda Bali telah menetapkan 803 orang tersangka karena melakukan pungutan liar (pungli), pengancaman dan kekerasan. Sedangkan kasus narkoba dengan jumlah tersangka mencapai 1.120 orang. Hal. 15 Orang Lokal
Tak Ada Lagi Pejabat di Bali ’’Back-Up’’Preman BANTUAN KEUANGAN Mangupura (Bali Post) KHUSUS PROVINSI BALI Gebrakan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose memerangi premanBANTUAN KEUANGAN BANTUAN KHUSUS PROVINSI BALI 2018KEUANGAN : isme selama 2018, bukan sebatas wacana. KHUSUS Rp PROVINSI BALI Jangankan berani bentrok atau berbuat an225 juta 2018 : arkis, memasang baliho saja ormas tidak ada per Desa Adat 2018Rp : 225 juta yang berani. ‘’2019 tetap program utama saya Rpper 225 juta memerangi premanisme dan nakotika. Saya 2019 : Desa Adat lihat ada pos (ormas) bertuliskan markas, tiper Desa Adat Rp 250 juta dak ada itu. Yang ada markas TNI dan Polri. 2019 : markasnya dicoret sama Kapolresta per 2019 : Desa Rp 250Adat juta Tulisan jadi poskamling,’’ kata Kapolda Golose saat Rpper 250 juta Desa Adat jumpa pers akhir tahun di Seminyak, Kuta, per Desa Adat Jumat (28/12) kemarin. Kata dia, telah melakukan kajian yang dirasakan langsung masyarakat. Alhasil JUMLAH DESA PAKRAMAN DI BALI banyak yang bertanya bagaimana kasus JUMLAH DESA PAKRAMAN DI preman. BALIKenapa dia fokus soal premanisme karena saat menangangi kasus Bom Bali 1 Denpasar JUMLAH DESAJembrana PAKRAMAN DI BALI 54 dan 2, dilihat Pulau Bali seperti terjajah oleh Jembrana 16 Denpasar Badung warganya sendiri. Banyak pedagang kecil 54 99 Jembrana Denpasar16 yang dimintai uang sama ormas tersebut. Badung 54 16 99 ‘’Pejabat yang mendukung (ormas), semua Badung 99 tidak ada lagi yang berani (sekarang) untuk Klungkung mendukung bahwa mereka di belakangnya,’’ 133 Tabanan Klungkung tegasnya. : 348 Klungkung 133 Tabanan Para pelaku organize crime ini, lanjut 133 Tabanan: 348 Golose, juga banyak jadi pemangku, banBuleleng : 348 yak bekerja dan banyak juga lari ke luar Buleleng160 Gianyar negeri. Itu yang ia harapkan. ‘’Kami juga Buleleng 160 Gianyar : 255 160 mengimbau tidak perlu lagi mereka oh nanti Gianyar : 255 misalnya kalau ada kebijakan-kebijakan : 255 yang baru dan lain sebagainya. Tetap proBangli gram 2019 yang saya canangkan adalah Bangli 161 bagaimana menggelorakan semangat perBangli 161 Karangasem satuan dan kesatuan, termasuk menyasar 161 : 1.384 TOTAL Karangasem 178 juga kepada mereka-mereka (organize crime TOTAL : 1.384 Karangasem 178 - red) tidak boleh saya izinkan di Pulau Bali TOTAL : 1.384 178 ini untuk kembali melakukan kegiatan yang menyengsarakan rakyat kecil,’’ ujar alumni Akpol 1988 ini. Apabila mereka menyengsarakan rakyat kecil akan berhadapan dengan dirinya dan jajarannya. Selain itu, pihaknya juga mencanangkan pemberantasan narkoba. Narkotika ini merupakan masalah transnasional, international crime dan tidak gampang memeranginya. Namun pihaknya berupaya membuat Bali ini tidak dijadikan tempat produksi. ‘’Saya bersyukur sampai sekarang tidak ada ditemukan (pabrik) di Bali, selain penjualan. Belum ada yang berani membuat home industry dan sebagainya seperti di tempat lain,’’ ucap Kapolda asal Manado ini. Organize crime ini, menurut Golose, juga JUMLAH JUMLAHPENDUDUK PENDUDUK bersentuhan dengan narkoba. Oleh karena JUMLAH PENDUDUK DI BALI DIDAY BALI INTERNATIONAL OF FAMILIES itu, ia lebih galak lagi. Menurutnya, kalau INTERNATIONAL DAY OF FAMILIES DI DAY BALI INTERNATIONAL OF FAMILIES orang kena narkoba akan menjadi pembohong paling besar. ‘’Orang Bali yang santun, 897.300 Denpasar 897.300 Denpasar terkenal dengan budaya yang luar biasa, 897.300 Denpasar 646.200 Buleleng 646.200 Buleleng amat sangat hormat kepada lingkungan den646.200 Buleleng 616.400 Badung gan Tri Hita Karana, dirusak oleh beberapa 616.400 Badung 616.400 Badung orang ini. Mereka itu penakut sebenarnya. 495.500 Gianyar 495.500 Gianyar 495.500 Saya bentuk tim untuk menganalisis karena Gianyar 438.500 Tabanan 438.500 Tabanan ada polisi terlibat waktu itu, dua tahun lalu. 438.500 Tabanan 408.700 Karangasem 408.700 Karangasem Saya copot dan pecat. Lebih baik saya matiin 408.700 Karangasem 273.300 Jembrana polisi (terlibat narkoba) itu daripada meru273.300 Jembrana 273.300 Jembrana 223.800 Bangli sak,’’ tegasnya. 223.800 Bangli 223.800 Bangli Hal. 15 176.700 Klungkung 176.700 Klungkung 176.700 Geng Motor Klungkung
Revisi Perpres Reklamasi, Koster Bersurat ke Jokowi Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster langsung bersurat kepada Presiden Jokowi. Dalam surat itu Koster memohon kepada Presiden untuk mengubah Perpres No.51 Tahun 2014 khususnya yang berkaitan dengan kawasan perairan Teluk Benoa. Surat diserahkan langsung oleh Koster melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, Jumat (28/12) kemarin. Koster menyebut surat itu sejatinya sudah disusun oleh tim pada 20 Desember dan ditandatangani pada 21 Desember lalu. Namun, baru bisa diserahkan Jumat lantaran menunggu
Sekretaris Kabinet pulang dari tugas ke luar negeri pada 27 Desember malam. ‘’Saya baru datang dari Jakarta. Berangkat tadi pagi jam 7 untuk bertemu Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo. Saya diterima pukul 9 pagi,’’ ujar Koster saat memberikan keterangan pers di Praja Sabha Kantor Gubernur
Bali, Jumat sore kemarin. Menurut Koster, ada dua poin penting yang disampaikan dalam surat kepada Presiden. Pertama, memohon Presiden untuk mengubah Perpres No.51 Tahun 2014 khususnya yang berkaitan dengan kawasan perairan Teluk Benoa, di luar peruntukan fasilitas umum sep-
erti pelabuhan, bandar udara dan jaringan jalan. Kawasan di luar tiga fasilitas tersebut agar ditetapkan sebagai kawasan konservasi maritim untuk perlindungan adat dan budaya maritim masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana. Hal. 15 Izin Amdal
Bali Post/ist
SERAHKAN SURAT - Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan surat kepada Seskab Pramono Anung untuk diteruskan kepada Presiden Jokowi.
Dua Poin Penting Surat Gubernur
l Memohon kepada Presiden untuk mengubah Perpres No.51 Tahun 2014 khususnya yang berkaitan dengan kawasan perairan Teluk Benoa, di luar peruntukan fasilitas umum seperti pelabuhan, bandar udara dan jaringan jalan. Kawasan di luar ketiga fasilitas tersebut agar ditetapkan sebagai kawasan konservasi maritim untuk perlindungan adat dan budaya maritim masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana.
l Memohon kepada Presiden agar memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak menerbitkan izin lingkungan (amdal) bagi setiap orang yang mengajukan permohonan izin pelaksanaan reklamasi di perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum yang dibangun pemerintah karena tidak selaras dengan adat dan budaya masyarakat Bali.
Gaungkan ’’Urban Playground’’, Denfest 2018 Resmi Dibuka
Terapkan Transaksi Elektronik, ’’Concern’’ Jadikan Festival Diet Plastik
DENPASAR Festival (Denfest) 2018 resmi dibuka, Jumat (28/12) sore kemarin. Pembukaan ditandai dengan penarikan layangan Janggan oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawaijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Suasana riang gembira dibalut sorak-sorai ratusan anak turut memeriahkan perhelatan rutin Pemkot Denpasar di pengujung tahun. Dikemas dengan menggaungkan Urban Playgroud, festival tahun ini di kawasan Catur Muka memasuki penyelenggaraan XI dan akan berlangsung hingga 31
Desember mendatang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Forkompinda Kota Denpasar. Pada Denfest 2018, sedikitnya ditampilkan 332 stan yang terbagi dalam stan pertanian, stan industri, fashion, wirausaha muda, mai jinggo, mai kopi, stan kuliner, dan stan pertanian. Tidak hanya itu, terdapat pula empat panggung yang terbagi atas panggung anak-anak, panggung utama, panggung kebudayaan, serta panggung hiburan zona heritage dengan beragam sajian tersendiri yang melibatkan 18 sekaa kesenian, 26 band, serta kemasan Denpasar Fashion
Festival yang melibatkan guru SMP se-Kota Denpasar. Ada ‘’era’’ baru pada Denfest tahun 2018 ini. Di mana turut diterapkan transaksi nontunai dengan menggandeng Go Pay, Ovo Money dan T-Money dikoordinir Bank BPD Bali. Serta diet sampah plastik bagi seluruh pengunjung dan pedagang turut menjadi concern festival tahun ini. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menjelaskan, gelaran Denfest tahun 2018 ini dikemas berbeda dengan mengedepankan aktivitas anak-anak. Di mana Urban Playground ini meng-
gambarkan karakteristik masyarakat Kota Denpasar yang teguh dalam melindungi dan memanfaatkan potensi dan pusaka sujana, religi, tradisi serta modernisasi yang saling bersinergi. Lebih lanjut Rai Mantra menjelaskan bahwa di Kota Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 62 jenis permainan tradisional. Hal inilah yang ingin disajikan dalam Denfest, sehingga mampu memberikan warna berbeda serta wahana edukasi dini bagi masyarakat tentang pentingnya permain tradisional sebagai kearifan lokal Bali. Hal. 15 Kebahagiaan Masyarakat
DIBUKA - Suasana pembukaan Denpasar Festival (Denfest) tahun 2018 di kawasan Catur Muka Denpasar, Jumat (28/12) sore.
DENPASAR
2
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Bansos Tak Cair, Dewan Resah Denpasar (Bali Post) –
Sejumlah anggota DPRD Denpasar mulai resah di akhir tahun ini. Pasalnya, bantuan sosial (bansos) yang sudah diusulkan belum juga cair. Sementara masyarakat yang dijanjikan mendapatkan dana bansos tersebut juga mulai mempertanyakan waktu pencairannya. Dua anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H. dan Muhammad Nuh Fatah, S.H., Jumat (28/12) kemarin mengatakan pihaknya sudah resah dengan ketidakpastian pencairan dana bansos yang telah diajukan tersebut. Pihaknya khawatir lambatnya pencairan dana bansos ini menimbulkan
persepsi buruk bagi dirinya dan anggota dewan secara umum, karena proposal yang diajukan masyarakat sudah lama. Lantaran tidak ada kepastian, kedua wakil rakyat ini langsung mendatangi Bagian Kesra Setda Kota Denpasar. Kedua wakil rakyat ini diterima Kabag Kesra Setda Kota
Denpasar Raka Purwantara. Mereka kemudian mendapat penjelasan terkait belum cairnya dana bansos yang dananya bersumber dari APBD Perubahan 2018. Terlebih saat ini sudah memasuki akhir tahun. ‘’Saya khawatir dana belum cair. Masyarakat sudah mulai mempertanyakan kepastian-
nya. Karena itu saya langsung melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan, sehingga mengetahui kendalanya,’’ kata Sukarmana. Muhammad Nuh Fatah menambahkan, sedikitnya terdapat 137 proposal yang diajukan dewan dan juga wali kota tidak bisa cair. Besaran masingmasing proposal berbeda-beda. ‘’Ternyata bukan bansos kita saja yang tidak ciar. Punya Pak Wali juga sama, belum cair,’’ katanya. Di hadapan anggota de-
wan, Raka Purwantara mengatakan memang benar dana bansos yang diajukan para wakil rakyat belum bisa cair. Keterlambatan bansos ini akan dilakukan pencairan pada 2019. Proposal yang sudah masuk saat ini semua akan cair pada 2019. Masyarakat juga diharapkan menyadari karena proses administrasi yang sangat banyak menyebabkan ada beberapa keterlambatan. Namun dipastikan dana yang diajukan saat ini akan cair pada tahun 2019.
Mendapat penjelasan seperti itu, kedua wakil rakyat tersebut memakluminya. Penjelasan dari Kesra ini dinilai akan mampu menjawab keraguan masyarakat terhadap proposal yang sudah diajukan. ‘’Saya khawatir, karena ini tahun politik. Bila ini tidak jelas, saya yang akan menjadi bulanbulanan masyarakat. Karena itu saya mengajak salah satu wakil masyarakat yakni Klian Banjar Taman Yangbatu untuk menanyakan kasus ini ke Kesra,’’ kata Sukarmana,
politisi Demokrat asal Banjar Bun. Sementara itu, Klian Adat Banjar Taman Yangbatu Ketut Arka mengaku sudah dijanjikan mendapat bansos dari anggota dewan. Namun hingga kini belum cair. Padahal penggunaan dana tersebut sudah mendesak. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Ibunda Sekda Kota Denpasar Berpulang
Jero Raga (alm)
Bali Post/ist
DUKACITA yang mendalam dirasakan keluarga Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara. Hal ini lantaran ibunda tercinta, Jero Raga (95), berpulang. Ditemui di rumah duka, Jumat (28/12) kemarin, Rai Iswara didampingi adiknya A.A. Ngurah Oka Wiranata mengatakan sang ibunda mengembuskan napas terakhir di kediaman pribadinya sekitar pukul 05.00 Wita lantaran sakit. Di rumah duka tampak keluarga dan kerabat dari Rai Iswara terus datang silih berganti menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya wanita asal Banjar Kedua Desa Peguyangan Kangin ini. Di samping itu, tampak pula dilakukan pembahasan terkait dengan pelaksanaan palebon dengan meminta petunjuk Ida Pedanda. Pihak keluarga pun langsung memohon petunjuk dewasa ayu kepada Ida Pedanda Putra Beluwangan. Rangkaian upacara palebon akan dimulai dengan rangkaian Malalet pada Rabu, 2 Januari 2019 pukul 09.00 Wita dan Palebon dilaksanakan pada 4 Januari 2019. ‘’Sosok ibu bagi kami tidak sekadar wanita yang telah melahirkan dan merawat tujuh putra terbaiknya. Tetapi, ibu adalah seorang perempuan yang sudah menjadikan anak-anaknya seperti saat ini. Ibu lebih dari segalanya, beliau tak tergantikan, walaupun usianya sudah 95 tahun. Ibu tetap menjadi inspirasi dalam kesuntukan menjalankan kehidupan di dunia ini. Terima kasih Tuhan sudah memberikan kami ini sosok seorang ibu tangguh,’’ ujar Rai Iswara dengan mata berkaca-kaca. (ara)
Ismaya dan Kawan-kawan Divonis Lima Bulan Penjara Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra didampingi IGN Putra Atmaja dan Ketut Kimiarsa, Jumat (28/12) kemarin akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan kepada I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan I GN Endrajaya alias Gung Wah. Atas vonis itu Ismaya yang akrab disapa Keris yang merupakan calon anggota DPD-RI memilih menerima vonis dari majelis hakim tersebut. Sedangkan JPU Made Lovi Pusnawan masih menyatakan pikir-pikir. Hukuman yang diterima itu memang lebih rendah dua bulan dibandingkan tuntutan jaksa. Jaksa dari Kejari Denpasar sebelumnya menuntut supaya ketiga terdakwa dipidana penjara selama tujuh bulan. Yang menarik, dengan dihukumnya Ismaya dan kawankawan selama lima bulan penjara, diperkirakan 10 Januari mendatang Ismaya yang juga merupakan sekjen salah satu ormas besar itu bakalan menghirup udara segar alias bebas dari Lapas Kerobokan. Hal itu dihitung dari masa penahanan terdakwa yang saat itu dilakukan 23 Agustus 2018. Hal itu juga dibenarkan kuasa hukum-
nya, I Wayan Mudita dan kawan-kawan. ‘’Tadi dalam perhitungan majelis, estimasinya bahwa terdakwa akan bebas 10 Januari. Namun dari perhitungan kasar, ya… maksimal 23 Januari Ismaya harus bebas. Itu perhitungan dari tangggal penahanan yang bersangkutan,’’ ujar Mudita. Lantas, bagaimana tanggapan atas vonis lima bulan penjara? Tim kuasa hukum Ismaya dan kawan-kawan menyatakan pihaknya sebenarnya tidak elok mengomentari putusan majelis hakim. Namun jika mendengar beberapa pertimbangan yang disampaikan di depan persidangan, justru apa yang disebut majelis hakim sangatlah tidak tepat. ‘’Putusan hakim harus kita hormati, karena itu merupakan akhir dari sebuah proses. Kita tidak boleh menilai putusan hakim. Tetapi jika kita melihat pertimbangan hakim yang disampaikan majelis hakim, itu jauh sekali dari fakta persidangan,’’ tegasnya. Ditambahkan, bahwa dalam perkara ini laporan polisi korbannya adalah Budiarta. Lalu kemudian disamarkan seolah-olah semua anggota Satpol PP menjadi korban. ‘’Ini tidak benar. Dalam proses ini jelas korban satu. Tidak ada dalam
Bali Post/kmb37
DIVONIS - I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan I GN Endrajaya alias Gung Wah, divonis lima bulan oleh majelis hakim PN Denpasar.
Topik :
pertimbangan bahwa korban mencabut keterangan, padahal korban di persidangan jelas mencabut keterangannya,’’ sebut Mudita. Atas dasar itulah pihaknya menyatakan bahwa majelis hakim seharusnya punya nyali untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa. ‘’Ya, mestinya majelis hakim punya nyali untuk bebaskan terdakwa,’’ katanya dengan suara lantang. Kendati demikian, pihaknya tidak mengajukan upaya hukum banding karena setelah berkoordinasi dengan para terdakwa, terdakwa memilih menerima putusan majelis hakim tersebut. Dalam perkara ini hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 214 ayat 1 KUHP jo Pasal 211 KUHP. Jadi dalam perkara ini yang dinyatakan terbukti adalah memaksa, bukan melawan pejabat negara. Dijaga Puluhan Polisi Pada persidangan ke marin, puluhan polisi berpakaian dinas tampak memenuhi Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Polisi tersebut tersebar di beberapa tempat, baik di dekat tahanan, ruangan sidang maupun berjaga di luar ruangan sidang (masih di areal PN Denpasar). Sementara itu, puluhan orang simpatisan Ismaya yang akrab di sapa Keris juga sudah memadati area pengadilan. Sebelumnya calon anggota DPD-RI I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya, I Ketut Sutama dan IGN Endrajaya alias Gung Wah, Senin (17/12) lalu dituntut masing-masing selama tujuh bulan penjara. JPU Made Lovi Pusnawan di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra didampingi IGN Putra Atmaja dan Ketut Kimiarsa menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah, paksaan yang dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu. Jaksa dalam surat tuntutannya kemudian menjerat ketiga terdakwa dengan dakwaan kesatu yakni melanggar Pasal 214 ayat 1 KUHP Jo Pasal 211 KUHP. (kmb37)
Bali Post/eka
KULINER - Salah satu pedagang kuliner tengah melayani pembeli di Denpasar Festival, Jumat (28/12) kemarin.
Denfest 2018
Pembayaran Nontunai Belum Maksimal Denpasar (Bali Post) – Gelaran Denpasar Festival (Denfest) 2018 mulai dibuka Jumat (28/12) kemarin. Kebijakan panitia yang menerapkan pembayaran nontunai pada setiap transaksi belum direspons maksimal oleh para pedagang maupun pengunjung. Akibatnya, pembayaran masih tetap menggunakan uang tunai. Dari pantauan kemarin, sejumlah pedagang mengaku sudah mengetahui program yang diterapkan pada Denfest kali ini. Salah satunya pembayaran nontunai. Setiap pengunjung Denfest yang
melakukan transaksi, pembayarannya menggunakan moda baru, di antaranya Go-Pay, T-Money atau pembayaran nontunai lainnya. Namun banyak di antara pengunjung yang belum memiliki aplikasi pembayaran nontunai. Sedangkan di sisi lain, pedagang belum banyak yang siap dengan sistem tersebut. Salah satu pedagang makanan yang sudah menggunakan sistem pembayaran online di Denfest mengaku belum tahu bagaimana teknis penggunaan pembayaran tersebut. Dikatakan, pihaknya memang sudah sem-
pat mendapatkan sosialisasi, namun setelah sosialisasi tidak ada arahan selanjutnya. Padahal pedagang tidak semua mengerti dengan teknologi tersebut. ‘’Kemarin sih sudah dapat sosialisasi saja. Cuma selanjutnya diserahkan ke kita. Namun saya tidak mengerti. Katanya uang langsung masuk ke rekening,’’ ujar pedagang yang enggan namanya ditulis di koran ini. Sebelumnya, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar I Made Saryawan mengungkapkan, sebanyak 400 stan pedagang dari berbagai jenis produk akan disediakan
di Denfest. Keseluruhan stan tersebut diwajibkan menggunakan transaksi nontunai dengan menggandeng Go-Pay, Ovo Money dan T-Money, hal itu dilakukan untuk mempermudah transaksi bagi para pembeli tanpa menggunakan uang tunai. Namun kenyataannya, penggunaan transaksi nontunai tersebut masih belum bisa diterapkan secara keseluruhan. ‘’Itu untuk mempermudah transaksi. Jadi mereka tidak lagi melakukan pembayaran dengan menggunakan uang tunai dan tidak harus repot mencari kembalian ketika berbelanja,’’ jelasnya. (kmb12)
Turun, Prevalensi Penyalah Guna Narkoba di Bali Denpasar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan narkoba di Indonesia. Sedangkan hasil survei Puslitdatin BNN bersama LIPI, prevalensi penyalah guna narkoba di Bali tahun 2018 untuk pekerja turun ke ranking 9 dan pelajar/mahasiswa ranking 13. Sementara program kerja tahun 2019 lebih fokus pada bidang pencegahan. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa mengatakan, jumlah pekerja yang menggunakan narkoba sebanyak 31.178 orang dan pelajar/mahasiswa 5.318 orang. “Jadi, penerapan kurikulum terintegrasi tentang narkoba besar sekali dampaknya terhadap pelajar dan mahasiswa. Ada sekolah di Desa Gulingan, Mengwi, gurunya menugaskan siswanya membuat PR tentang jenis-jenis narkoba di internet. Dengan demikian, pelajar ini akan membaca dampak atau bahaya narkoba tersebut,” kata Suastawa saat press release akhir tahun 2018, Jumat (28/12) kemarin. Tahun 2019, kata Brigjen Suastawa, bidang yang paling banyak mendapat anggaran yaitu Bidang Pencegahan dan nantinya akan difokuskan pada upaya mendorong desa pakraman membuat pararem, pelatihan dan pelantikan relawan antinarkoba termasuk melibatkan pecalang. “Tahun 2019 akan dilantik relawan antinarkoba di wilayah Buleleng dan Karangasem. Targetnya seribu relawan. Kami bersyukur sekali karena terkait pararem ini jadi contoh BNN,” ujarnya. Walau ada penurunan jumlah pecandu, namun secara kualitas Bali tetap menjadi sasaran empuk para pelaku penyalah guna narkoba. Pasalnya, secara tidak langsung dari dampak pariwisata. Dengan kondisi tersebut di atas, BNNP Bali semakin gigih melakukan berbagai upaya strategis untuk menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara dalam upaya Pencegahan, Pem-
Bali Post/kmb36
RILIS - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat merilis prestasi 2018 dan program kerja 2019. berantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Hasil evaluasi 2018 terkait pemberantasan sindikat narkotika, BNNP Bali dan jajarannya telah mengungkap 50 kasus narkotika yang tersebar di Bali dengan 54 tersangka. Dengan jumlah barang bukti yang disita yaitu 896,38 gram sabu-sabu, 462 butir ekstasi, 8.256,60 gram ganja dan 0,12 gram kokain. Kasus yang diungkap tersebut, di antaranya tersangka Guruh Rakasiwi Sudiantoro dengan barang bukti ganja sebanyak 5.039,44 gram, I Nyoman Mahardika dengan barang bukti sabu sebanyak 599,9 gram dan ekstasi 70 butir dengan berat 33,6 gram dan Ramos Si Payung yang merupakan oknum pegawai Lapas Kerobokan dengan barang bukti sabu 44,70. Dalam setiap pengungkapan kasus tersebut, anggota BNNP dan BNNK tidak hanya dibekali dengan senjata api, tetapi dibantu anjing pelacak (K9). “Menghadapi tantangan ancaman kejahatan narkoba dengan modus operandi yang kian beragam, BNN Provinsi Bali memiliki Unit Deteksi K9 dalam mengungkap kejahatan Narkoba. BNNP melakukan penindakan tanpa pandang bulu, baik itu mahasiswa, karyawan swasta dan oknum aparat yang terbukti terkait dalam kasus narkotika,” tegas Brigjen Suastawa. Terkait rehabilitasi pecan-
du, hingga Desember 2018 BNNP bersama lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan komponen masyarakat telah melaksanakan program rehabilitasi kepada 528 orang penyalah guna, terdiri dari voluntary sebanyak 87 orang dan compulsary TAT sebanyak 350 orang. Compulsary operasi 91 orang, di mana pria sebanyak 459 orang dan wanita 69 orang. Profesi yang terbanyak menjalani rehabilitasi adalah pekerjaan swasta sebanyak 94 orang. Usia dari 21-25 tahun sebanyak 51 orang dan telah memberikan layanan pascarehabilitasi kepada 101 mantan penyalahguna narkoba. Penyalahguna yang telah melewati masa rehabilitasi primer kemudian mengikuti program rehabilitasi lanjutan yang ada di Rumah Dampingan dengan beberapa program yang dirancang untuk pemulihan mantan penyalahguna narkoba agar tidak kambuh kembali (relapse). Rumah Dampingan dibangun dengan tujuan untuk membawa mantan penyalahguna hingga titik total abstinen (berhenti total menggunakan narkoba). Tahun ini tercatat sebanyak 57 mantan penyalah guna narkoba telah mengikuti program di Rumah Dampingan. Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bali telah melakukan advokasi pembangunan berwawasan antinarkoba non-DIPA di lingkungan instansi pemer-
intah dan swasta, keluarga, pelajar/mahasiswa dan komunitas sebanyak 695 kali dengan jumlah masyarakat yang telah di berikan penyuluhan sebanyak 756.664 orang. Sedangkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, BNNP telah melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi program pemberdayaan antinarkoba sebanyak empat kali, pelatihan life skill satu kali dan jumlah penggiat 150 orang. Selain itu BNNP Bali juga melaksanakan kegiatan tes urine jumlah sasaran 30 instansi. Tahun ini juga dilaksanakan pengukuhan 306 pecalang sebagai relawan P4GN di Kabupaten Klungkung, 326 orang relawan antinarkoba di Kabupaten Jembrana, pencanangan desa bersih narkoba di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, pengukuhan 78 orang relawan antinarkoba di Kelurahan Jimbaran, 43 orang relawan di Desa Penestanan Ubud dan 115 orang relawan di Kabupaten Gianyar. “Upaya pencegahan akan semakin gencar kami lakukan di tahun 2019. Kami juga berharap partisipasi masyarakat ditingkatkan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba. Membebaskan generasi muda dari kondisi darurat narkoba dengan menciptakan generasi sehat, generasi yang bebas dari narkoba,” tandas mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. (kmb36)
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
JBT Pantau Intensif Kecepatan Angin Mangupura (Bali Post) PT Jasa Marga Bali Tol (JBT) melakukan pemantauan intensif terhadap kecepatan angin serta menerapkan prosedur keselamatan secara ketat. Hal ini guna mengantisipasi musibah yang dapat terjadi pada pengendara saat musim angin kencang.
Di Jalan Tol Bali Mandara terdapat alat pengukur kecepatan angin yang dipasang di Nusa Dua dan Benoa. Menurut Direktur Utama PT JBT Enkky Sasono AW, Jumat (28/12) kemarin, alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan angin secara realtime. Dalam hal keselamatan,
BADUNG
3
Bali Post/edi
Jalan Tol Bali Mandara pihaknya menerapkan prosedur keselamatan yakni ketika kecepatan angin lebih dari 40 km/jam, untuk lajur sepeda motor akan ditutup sementara. Sedangkan ketika kecepatan angin sudah di atas 60 km/jam, seluruh lajur, baik itu sepeda motor maupun mobil akan dihentikan sementara hingga kondisi aman. Prosedur itu dilakukan karena di kanan dan kiri jalan Tol Bali Mandara merupakan ruang terbuka. Tentu ini sangat berbahaya untuk pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor
pada saat kecepatan angin di atas 60 km/jam. Ini memang sudah diantisipasi, termasuk juga yang digalakkan adalah pembersihan saluran air untuk mengantisipasi genangan air saat hujan lebat. ‘’Alat kontrol ini terus dikontrol, selain melihat traffic, kecepatan angin juga terus diawasi,’’ ujarnya. Terkait libur Natal dan Tahun Baru, kata Enkky, memang ada kenaikan traffic jika dibandingkan tahun lalu. Tetapi karena di Bali juga ada hari raya Galungan, traffic agak menurun. Karena
sebagian masyarakat ada yang lebih memilih diam di rumah maupun bersembahyang, atau pulang ke kampung halaman. Dari sisi traffic selama liburan ini terjadi kenaikan 9-10 persen yaitu dari 45 ribu menjadi sekitar 50 ribu kendaraan. Kalau melihat tren tahun lalu, kenaikan yang signifikan terjadi pada tanggal 29 hingga 31 Desember. Karena banyaknya wisatawan domestik dari Pulau Jawa. Selain itu, saat ini juga momentum liburan sekolah. Biasanya pariwisata di Bali akan ramai
pada akhir tahun. Sebagai persiapan mengisi liburan, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan tol agar selalu mempersiapkan kondisi kendaraan. Selain itu, agar selalu mematuhi rambu yang ada serta menyiapkan kartu tol yang ada saldonya. Sementara itu, kecepatan angin di Bali belakangan ini mengalami peningkatan. Dari data BBMKG Stasiun Ngurah Rai, kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot atau 37 km/jam. Meski mengalami pening-
katan, menurut Forecaster On Duty BBMKG Wilayah III Denpasar Kadek Setiawati, kondisi tersebut dinyatakan tidak masuk kategori ekstrem. Angin tergolong ekstrem jika berada di atas 25 knot atau 45 km per jam. ‘’Kalau dibandingkan hari biasanya memang ada peningkatan. Biasanya tidak sampai atau jarang mencapai 20 knot. Peningkatan kecepatan angin 20 knot itu sudah dari 11 Desember, tapi sifatnya fluktuatif dan tidak tetap, atau naik turun,’’ katanya. (kmb23)
Badung Perlu Sumber PAD Alternatif Mangupura (Bali Post)-
Pemkab Badung harus memikirkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) alternatif di luar pajak hotel dan restorah (PHR). Pasalnya, sektor pariwisata yang menjadi penopang pendapatan sangat rentan terhadap faktor internal dan eksternal. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Badung Putu Parwata usai memimpin rapat Banggar beragendakan verifikasi APBD Badung 2019, Jumat (28/12) kemarin. Menurut Parwata, Badung harus melakukan investasi di sektor-sektor yang prospektif. Tujuannya agar Badung memiliki sumber pendapatan alternatif, terutama ketika sektor pariwisata tengah lesu atau bergejolak. Investasi di bidang apa saja yang bisa digarap, tentunya harus dikaji mendalam. ‘’Mau tidak mau, minimal 2020 Badung harus melakukan investasi atau diversifikasi usaha,’’ tegas politisi PDI-P ini. Terkait dengan defisit anggaran yang dialami Badung pada 2018, Parwata menyatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Untuk itu, sejumlah langkah harus di-
lakukan untuk memaksimalkan pendapatan dari PHR. Salah satunya bagaimana mengantisipasi kebocoran atau potensi pendapatan yang tak mampu digarap. Dalam hal ini peralatan dan SDM yang memadai merupakan syarat mutlak. Dari sisi kebijakan, pemerintah harus berani mengevaluasi peraturan yang menghambat investasi. Dengan begitu, investor akan lebih banyak datang ke Badung. Langkah lainnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada sektor pariwisata. Hulu hingga hilir harus dijaga seperti keamanan, infrastruktur dan sebagainya.
Dengan perhatian ini, turis akan datang selanjutnya pendapatan pun dipastikan meningkat. Parwata juga menegaskan, perencanaan daerah harus konsisten seperti apa yang disepakati dalam RPJM, KUA PPAS. Semuanya harus berdasarkan kajian bukan feeling. Wakil Ketua DPRD Badung Nyoman Karyana menegaskan, eksekutif harus hati-hati merancang APBD 2019. Rancangan harus dibuat secara hati-hati dan ketat. Agar pendapatan tidak meleset, politisi Partai Golkar tersebut meminta eksekutif melakukan evalu-
asi secara intensif dengan melibatkan legislatif. ‘’Jika sebelumnya evaluasi dilakukan setiap bulan, pada 2019 bisa dilakukan setiap minggu,’’ tegasnya. Sementara itu, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyambut baik ide dan masukan pihak legislatif, khususnya terkait rencana investasi. ‘’Investasi memang menjadi kebutuhan mutlak dan tak bisa ditawar-tawar agar Badung memiliki alternatif pendapatan,’’ katanya. Walau begitu, dia memastikan Badung belum bisa melakukan investasi pada 2019. Sebab Badung harus membayar defisit yang terjadi tahun ini. ‘’Walau begitu, paling pada 2020 Badung mulai bisa berinvestasi di sektor prospektif. Minimal Rp 1 triliun harus sudah diinvestasikan untuk sektorsektor produktif,’’ katanya. (kmb)
Bali Post/edi
KINERJA - Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Maryoto Sumadi MS (tengah) saat menberikan keterangan terkait capaian kinerja tahun 2018.
Tahun Ini, Kanwil Kemenkum HAM Tolak 962 Orang Asing TAHUN ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali sudah menolak 962 orang asing. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan berbagai alasan hukum. ‘’Kegiatan pengawasan betul-betul dilakukan. Tidak semua orang asing diizinkan masuk ke Indonesia,’’ kata Kepala Kanwil Kemenkum ham Bali Maryoto Sumadi MS saat memberikan keterangan terkait capaian kinerja selama tahun 2018 di kantornya, Jumat 28/12) kemarin. Dikatakan Maryoto, selain mengawasi orang asing,
pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap warga negara Indonesia. Mereka juga ada yang dicekal ke luar negeri. Pencegahan atau pencekalan dilakukan untuk TKI non-prosedural. Imigrasi berhak melakukan pencekalan terhadap orang Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri tetapi tidak mengikuti prosedur yang berlaku. ‘’Selama tahun 2018, sudah dilakukan pencekalan TKI sebanyak 60 orang,’’ katanya. Selain itu, selama tahun 2018 juga dilakukan tindakan keimigrasian, deportasi, penempatan di Rudenim
dan pencabutan izin tinggal untuk 471 orang. Kemudian sebanyak 166 kasus dimasukkan ke rumah detensi. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan deportasi. Warga negara yang paling banyak dideportasi berasal dari Tiongkok, Rusia, Australia, Prancis dan India. ‘’Persentase tindakan keimigrasian berdasarkan alasan izin tinggal melebihi dari sebenarnya sebesar 43,24 persen. Kemudian penyalahgunaan izin tinggal sebanyak 20,11 persen. Kasus cyber crime sebesar 62.34 persen,’’ tegasnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Proses pembebasan lahan tahap I untuk pembangunan jalan lingkar selatan yang berlokasi di Kecamatan Kuta Selatan sudah hampir rampung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, Jumat (28/12) kemarin mengatakan, saat ini hanya tinggal menunggu pembayaran. Dikatakannya, harga lahan berbeda-beda, tergantung lokasi. Namun rata-rata harganya Rp 600 juta per are. Sementara jalan yang dibangun pada tahap I ini sepanjang 1 km. Dijelaskannya, setelah pembebasan lahan tahap I tuntas tahun ini, tahun depan akan dilakukan pembebasan
lahan untuk tahap II. Pada tahap II pembebasan lahan akan mencakup sebagian besar kebutuhan pembangunan yaitu 33,5 km. Setelah pembebasan lahan rampung keseluruhan, baru akan dilakukan pekerjaan fisik. Namun, pihaknya belum bisa memastikan sistem pembiayaan pembangunan jalan tersebut. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan pimpinan daerah. ‘’Kami masih menunggu seperti apa nanti pembiayaannya, apakah melalui swasta atau melalui pinjaman,’’ ujarnya. Seperti rencana awal, jalan lingkar selatan ini akan dibangun melintasi tebing, daratan hingga laut di kawasan Kuta Selatan. Dana
yang diperlukan sekitar Rp 4 triliun. Pembangunan fisik rencananya dimulai tahun 2020 setelah terselesaikannya tender design and build. Pembangunan tahap I diharapkan rampung 2021 dan tahap II pada 2022. ‘’Jadi kami tidak pakai DED, melainkan langsung ke tender design and build,’’ tambahnya. Jalan ini diperkirakan bisa mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Uluwatu, Siligita dan Ungasan. Untuk pengerjaannya akan dilakukan tiga fase. Fase I yaitu dari pintu keluar Tol Bali Mandara menuju Ungasan. Fase II dari Ungasan menuju Uluwatu dan fase III dari Uluwatu, Pecatu, dan ujungnya akan menuju Simpang Kali Jimbaran. (kmb23)
Segera Rampung, Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Selatan Tahap I
Bali Post/kmb
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mengantre untuk menikmati wisata swing di Desa Bongkasa.
Desa Wisata Bongkasa Ramai Dikunjungi Wisman Mangupura (Bali Post) Kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara (wisman) pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami peningkatan signifikan. Di Desa Wisata Bongkasa, kunjungan wisman telah meningkat sejak Novem-
ber lalu. Di desa wisata ini wisatawan bisa menyusuri perdesaan, rafting atau menikmati wisata swing. Menurut pengelola wisata swing di Desa Bongkasa, Putu Gede Raka Pariana, saat ini angka kunjungan wisatawan sedang tinggitingginya. Dalam sehari
kunjungan wisatawan ke wisata swing rata-rata 200 orang. Bahkan sempat pula menyentuh angka 400 orang sehari. ‘’Kebanyakan wisatawan yang berkunjung berasal dari Tiongkok, India dan Eropa,’’ ujarnya, Jumat (28/12) kemarin. Khusus turis Tiongkok,
dia mengakui, kasus Bali dijual murah sempat membuat kunjungan wisatawan asal negara tersebut anjlok. Bahkan penurunannya hingga 60 persen. Namun berkat upaya pemerintah, kunjungan wisatawan Tiongkok sudah kembali normal. (kmb)
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kearifan Lokal Turut Menjaga Kualitas Pendidikan DI TENGAH era disrupsi saat ini, kehadiran kearifan lokal akan banyak membantu keluar dari permasalahan itu. Apalagi dalam bidang pendidikan, local genius yang kaya norma budaya, adat serta moral akan memperbaiki kualitas anak bangsa, sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa untuk mencapai cita-cita yang telah digariskan oleh founding father bangsa ini. Demikian inti kilas balik peran dan evaluasi Pasemetonan Denpasar-Fukuoka selama kiprahnya pada 2018 ini. Pada pertemuan akhir tahun yang diadakan di Mataken Gakko itu, pasemetonan yang memang substansi perjuangannya di bidang pendidikan memandang bahwa peran kearifan lokal memang sesuatu yang tidak terbantahkan di era milenial,
yang melibatkan anak bangsa usia remaja. Salah satu pengurus Prof. Dr. Rumawan Salain menegaskan, kiprah pasemetonan itu selalu seiring dengan program pemerintah, khususnya Denpasar. Pasemetonan ini sudah banyak melakukan sumbangsih di bidang pendidikan terutama dalam kaitannya dengan Jepang. ‘’Kami sudah melakukan kerja sama pendidikan dalam konteks sister city Denpasar-Fukuoka,’’ katanya. Khusus untuk Mataken Gakko, diupayakan tenaga volunteer yang mengajar bahasa Jepang secara gratis. Mereka ini datang dari berbagai profesi. Ada yang pensiunan, pengusaha maupun mahasiswa. Sementara itu, panglingsir pasemetonan I Gusti Kompyang Pujawan menegaskan bahwa
AKHIR TAHUN - Pertemuan akhir tahun Pasemetonan Denpasar-Fukuoka di Mataken Gakko, membuat evaluasi dan program kerja 2019.
pihaknya terus melakulan evaluasi untuk memantapkan program kerja tahunan. Sehingga pasemetonan ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap hubungan kedua bangsa yang sudah dijalin sejak lama. ‘’Kami evaluasi sekaligus merumuskan program kerja 2019. Kami menerima masukan dari manapun agar kerja sama ini lebih mampu memberikan hasil optimal,’’ kata Pujawan, salah satu pendiri Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali ini. Dalam kesempatan itu, pengurus juga mengucapkan Selamat Hari Natal, Galungan serta Kuningan dan Tahun Baru. Pada 2019 nanti diharapkan beberapa program baru di luar pendidikan terutama budaya dan mungkin juga kesehatan bisa dilaksanakan. ‘’Pasemetonan ini mesti bergerak dan punya program. Dan memang kami begitu, mendedikasikan waktu untuk kepentingan masyarakat. Terutama di sektor pendidikan,’’ tambahnya. Rencana kerja khususnya kedatangan volunteer akan dimulai lagi pada akhir Februari atau sekitar bulan Maret mendatang. Kedatangan para mahasiswa yang mengajar bahasa Jepang dan juga pada sisi lain belajar tentang Bali. Pertukaran ide dan kultur inilah yang sangat penting bagaimana suatu bangsa itu bersikap dan memahami pergaulan internasional. Masing-masing punya kearifan lokal yang perlu dihargai. Turut hadir pada acara itu Nyonya Rumawan Salain, Nyonya Pujawan, Made Tumbuh beserta istri, Pak Lover dan Ibu Desak Asri. (ad851)
Perayaan Natal Jemaat GPIB Kasih Karunia
Badung Jadi Model Kerukunan Umat Beragama
SETELAH ibadah perayaan Natal pada tanggal 24 dan 25 Desember, GPIB Kasih Karunia menyelenggarakan perayaan Natal Jemaat pada Jumat (28/12) kemarin. Ada sekitar 500 umat Kristen Protestan hadir pada acara tersebut. Acara dibuka dengan penampilan tari Condong. Pendeta Jemaat Kasih Karunia Johanes Wadu didampingi Majelis Gereja Kasih Karunia, Sayangi, mengatakan acara hari ini merupakan pesta ucapan rasa syukur karena perayaan Yesus sudah lahir telah dilaksanakan. Setiap tahun setelah ibadah Natal dilaksanakan, perayaan ini dilakukan. Perayaan yang dilakukan berupa persembahan drama, tari, nyanyian, dan pujian. Tujuan perayaan ini untuk mengajak umat supaya mensyukuri lawatan Tuhan yang menyelamatkan dunia. Kegiatan ini merupakan pemaknaan rasa syukur. Perbedaan atau kebinekaan juga merupakan wujud rasa syukur ini. ‘’Kami lebih fokus kepada bagaimana menitipkan tentang bagaimana damai Natal itu tidak hanya dinikmati sebagai milik, tapi bisa diterjemahkan dalam kehidupan dan kebersamaan,’’ ungkapnya. Ia berpesan agar melihat perbedaan itu sebagai anugerah Tuhan kepada manusia untuk dinikmati. Perbedaan agar dikelola dengan baik dan tidak melihat perbedaan itu sebagai alasan untuk perpecahan, tetapi justru keindahan. Hadir pada acara itu Ketua DPRD Kabupaten Badung dan Kesbangpolinmas I Nyoman Suendi mewakili Bupati Badung. Ketua
DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, peran gereja (masyarakat) sangat besar dalam pemerintahan. Gereja memiliki peran strategis membantu pemerintah. Pemerintah pun sangat terbuka dan memberikan ruang besar untuk seluruh masyarakat. Pemerintah sangat mengapresiasi tokoh-tokoh gereja yang sudah membangun satu kekuatan dan modal untuk menjaga Badung. Dengan adanya perayaan ini yang dimediasi oleh tokohtokoh gereja semua, ikut mengawal jalannya proses pemerintahan di Kabupaten Badung. Seluruh proses pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah salah satunya adalah dukungan dari gereja. Melalui gereja dan pendeta, semua jemaatnya diedukasi dalam hal pendidikan mental dan spiritual. Dengan mental spiritual yang kuat dan bagus maka masyarakat
akan paham dengan sinergitas antara pemerintah dan gereja. ‘’Inilah yang kita lakukan dan dimediasi melalui FKUB-nya. Dengan demikian ada sinergitas yang dilakukan antara gereja dan pemerintah. Tujuan terakhir adalah memberi kesejahteraan kepada masyarakat dengan penuh sukacita,’’ ujarnya. Seperti pohon Natal dengan ragam cahaya dan hiasannya bisa memancarkan keindahan. Demikian juga dengan jemaat GPIB Kasih Karunia diharapkan bisa menjadi cahaya yang bersinar. ‘’Karena kita tahu pemerintah adalah wakil Tuhan maka harus hormat dan saling mengisi,’’ ujarnya. Kabupaten Badung akan menjadi model kerukunan umat beragama di Indonesia, sehingga jika ingin belajar toleransi, datang ke Kabupaten Badung. (kmb42)
Rangkaian HUT Ke-59 RSUP Sanglah
Menuju Visi Jadi RS Rujukan Nasional Berkelas Dunia
ADA yang spesial pada perayaan HUT ke-59 RSUP Sanglah. Berbagai kegiatan dilaksanakan bernapaskan budaya Bali yang lekat dengan agama Hindu. Dengan napas budaya Bali ini, RSUP Sanglah mantap menuju visinya di tahun 2019 yaitu menjadi rumah sakit rujukan nasional berkelas dunia. Meski sejumlah indikator berstandar internasional telah diraih yaitu akreditasi JCI dan KARS, namun mindset dan budaya kerja di RSUP Sanglah perlu diperkuat menuju kelas internasional. Demikian disampaikan Ketua Panitia HUT ke-59 RSUP Sanglah dr. Anom Suardika, Sp.OG(K)., Jumat (28/12) kemarin. Tema HUT RSUP Sanglah tahun ini adalah bersinergi mewujudkan visi. Memperkuat semangat seluruh komponen RSUP Sanglah menuju visi 2019, maka berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka HUT RSUP Sanglah. ‘’Kami ingin semua komponen RSUP Sanglah melayani dengan hati dan memperkuat pelayanan,’’ jelasnya. Rangkaian perayaan HUT dimulai pada 22 November dengan matur piuning. Setelah itu perlombaan dimulai tanggal 7 Desember. Diawali dengan jalan santai. Ada 17 lomba yang diselenggarakan yaitu lomba olahraga dan seni. Di antaranya lomba matajog, lari kelereng, lari karung, dan lomba berbusana adat Bali. Dengan perkembangan mode saat ini, pihaknya merasa perlu mengadakan lomba ini untuk memberikan pemahaman dan penguatan tentang tata cara berbusana adat Bali yang standar. Kemampuan masanthi para peserta juga diasah dalam perlombaan ini. Juga diadakan lomba grup vokal menyanyikan Mars RSUP Sanglah dan lomba lagu daerah. Ada lomba yel-yel yang diikuti 36 grup dari semua instalasi di RSUP Sanglah. Digelar juga lomba penjor kreasi, merias ruangan, vocal
akan terus dilakukan. Supaya pemakai jalan memang betut-betul nyaman melalui jalan tol. Ini juga sebagai salah satu cara untuk merangsang minat masyarakat menggunakan e-money,’’ pungkasnya. Cara mengikuti undian ini yaitu, pertama ambil struk atau bukti pembayaran tol. Kedua, tulis nama dan nomor handphone di bagian belakang struk. Ketiga, masukkan struk pada kotak undian yang sudah disiapkan di drive thru. Struk sah yang dapat dimasukkan dalam kotak tersebut tertanggal 14
hingga 30 Desember 2018. Itu kemudian akan diundi dalam tiga tahap, yakni pada tanggal 21, 28, dan 31 Desember 2018. Untuk tanggal 21 dan 28 Desember hadiahnya adalah berupa uang elektronik. Sedangkan untuk tanggal 31 Desember, hadiahnya berupa sepeda motor, TV LED, dan kulkas. Pemenang pada pengundian tahal kedua ini yaitu Arum, Ni Nengah Sari Parwati, I Wayan Dinawan, Gus De, Budi Yasa, Ida Bagus Eka Putra, Nanang, Supriyadi, Jeris, dan Ni Komang Riski. (kmb23)
Bali Post/kmb23
PENGUNDIAN - Direktur Utama JBT Enkky Sasono AW (tengah) bersama jajaran saat melakukan pengundian tahap kedua program ‘’Masuk Tol Berhadiah’’, Jumat (28/12) kemarin.
group, parade band, lomba tenis lapangan, lomba tenis meja, lomba golf, bulu tangkis, lomba biliar, catur, lomba foto, dll. Lomba seni kali ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena para dokter sepesialis muda berlomba masatua Bali. ‘’Bisa dibayangkan dokter-dokter itu masih memegang kuat tradisi masatua itu,’’ ungkapnya. Masatua itu adalah suatu hal yang luar biasa karena melatih kemampuan bercerita dan berkomunikasi. Masatua cerita Tantri misalnya ‘’Belatuk Ngulkul’’ jika dikaji merupakan selevel ilmu S-2. Dari satua itu, orang diajarkan untuk mencari akar masalah dan memecahkan masalah. Hal ini bisa diterapkan dalam pengelolaan dan pelayanan di rumah sakit. ‘’Lomba menyangkut kesenian dan olahraga, yang ditonjolkam adalah permainan tradisional. Kita pernah bahagia dengan permainan itu. Kalau sekarang anak
diberi game enggak happy, justru membuat lelah fisik dan mental,’’ ungkapnya. Di samping lomba-lomba, RSUP Sanglah juga mengadakan seminar. Ada tiga seminar yang dilaksanakan yaitu seminar bertajuk ‘’Current Issues on Lifestyle Disease’’, seminar tentang Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Kanker. Baik kanker paru, tumor pada bagian obstetri dan ginekologi, kanker yang berhubungan dengan bagian bedah, dan seminar tentang lansia bertajuk ‘’Menuju Lansia Sehat dan Bahagia’’. Ada juga kegiatan sosial dengan pelayanan kesehatan gratis. Seperti operasi bibir sumbing, vasektomi, tubektomi, operasi katarak. ‘’Sebagai RS yang ada di Bali, dasar THK dan ajeg Bali maka kehidupan didasari agama Hindu, nuansa dan rohnya dibangkitkan, diimplementasikan dengan lomba-lomba berbudaya,’’ ungkapnya. (bns)
Paguyuban Kandapat Gelar Sedang Barong Festival YAYASAN Paguyuban Kandapat menggelar lomba ‘’Sedang Barong Festival’’, Jumat (28/12) kemarin. Lomba tersebut diselenggarakan di Jalan Beji Dalem, Jaba Pura Dalem Desa Sedang, Abiansemal, Badung. Ketua panitia sekaligus pendiri dan pemrakarsa Paguyuban Kandapat Putu Gede Hendrawan mengatakan, parade barong ini digelar untuk turut serta dalam melestarikan seni dan budaya Bali. Khususnya barong dan kendang tunggal. Disebutkan, lomba ini adalah kali pertama digelar dan ke depannya diharapkan barong festival ini bisa berkembang dan setiap tahunnya bisa diselenggarakan. Hendrawan menambahkan, lomba perdana ini langsung diikuti lima daerah atau kabupaten di Bali, seperti Klungkung, Gianyar, Tabanan, Badung dan Denpasar. Ada tiga kategori dalam lomba ini yakni SD, SMP dan umum dengan total 57 peserta atau paket. ‘’Lomba akan dilakukan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu 30 Desember,’’ jelasnya. Ada beberapa kriteria dalam lomba ini di antaranya kategori pakem-pakem menarikan seni barong. Ada keselarasan antara gerakan barong dan kendang. Meski demikian, pihaknya mengatakan bahwa festival ini adalah non-juara, karena yang diinginkan adalah kebangkitan generasi baru, khususnya pada anak-anak SD, SMP. ‘’Intinya kami ingin memperkenalkan seni barong untuk dicintai dan dijiwai. Generasi Bali harus mampu melestarikan seni ini,’’ tegas penggagas Paguyuban Kandapat Putu Hendrawan. (kmb37)
Bali Post/kmb42
JBT Gelar Pengundian Tahap II ’’Masuk Tol Berhadiah’’ PT Jasamarga Bali Tol (JBT) menggelar pengundian tahap kedua (II) program ‘’Masuk Tol Berhadiah’’, Jumat (28/12) kemarin. Bertempat di drive thru JBT, turut hadir pada pengundian ini yaitu Direktur Utama Enkky Sasono AW, Direktur Keuangan Sukariyadi Rudi Meidiyanto, GM Operasi & Maintenance Ahmad Izzi, DGM Finance Tomi Danavia dan DGM GA Ferry Reza A. Sama seperti pengundian tahap pertama, pada tahap kedua ini hadiah yang diberikan juga berupa uang elektronik. Undian ini dilaksanakan atas dukungan dari mitra kerja, yakni bank kreditur JBT (Mandiri, BNI, BRI, dan BCA). Direktur Utama JBT Enkky Sasono AW mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu apresiasi JBT kepada pengguna jalan tol, sekaligus juga sesuai dengan anjuran pemerintah terkait penggunaan uang elektronik dalam pembayaran tol. Oleh karena itu, ini sebagai bentuk apresiasi memberikan penghargaan. Program seperti ini, kata Enkky, akan terus dilakukan. Setelah dilakukan dua kali pengundian, pada tanggal 31 Desember nanti akan digelar pengundian tahap tiga dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. ‘’Ke depan kegiatan seperti ini
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Kowad Dibentuk Tak Terlepas dari Perjuangan Pahlawan Wanita KORPS Wanita Angkatan Darat (Kowad) dibentuk tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan wanita Indonesia yang ikut serta dalam merebut dan menegakkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, usaha-usaha para wanita pendahulu dalam memperjuangkan dan meraih kemajuan bagi kaum wanita. Hal itu disampaikan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto saat membacakan amanat Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam rangka syukuran memperingati HUT Kowad, Jumat (28/12) kemarin di Makodam Denpasar. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan Kasad dalam amanatnya menyampaikan pengabdian Kowad untuk institusi TNI-AD, bangsa dan negara Indonesia akan menjadi utuh apabila direalisasikan dengan semangat soliditas tinggi yang dilandasi rasa saling asah, asih dan asuh antara senior-junior. Di samping melaksanakan peran dan fungsinya guna mendukung tugas pokok TNI-AD. ‘’Bapak Kasad juga menyampaikan ucapan selamat Hari
Ulang Tahun Korps Wanita Angkatan Darat dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian serta dedikasi yang telah ditunjukkan selama 57 tahun dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNIAD,’’ ungkapnya. Tema HUT Kowad tahun ini ‘’Profesionalisme, Loyalitas dan
Soliditas Kowad Guna Mendukung Tugas Pokok TNI-AD’’. Tema tersebut merupakan refleksi komitmen yang kuat dari seluruh prajurit Kowad untuk mengembangkan profesionalisme secara konsisten, namun tetap dapat menempatkan diri sesuai harkat, kodrat, dan martabat wanita. (kmb36)
Bali Post/ist
SYUKURAN - Syukuran memperingati HUT Kowad ditandai pemotongan tumpeng oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
daerah
5
Pergub Sampah Plastik
Kesadaran Masyarakat Perlu Digugah Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya menargetkan dalam setahun bisa mengurangi sampah plastik hingga 60-70 persen. Terutama setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur Bali (Pergub) No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Inisiatif Gubernur ini menuai dukungan dari kalangan DPRD Bali. ‘’Gubernur berinisiatif bagaimana agar minimal kita bisa mengurangi keberadaan plastik itu,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dikonfirmasi, Jumat (28/12) kemarin. Terlebih, lanjut Wiryatama, belakangan sempat viral mengenai sampah plastik di bawah laut Bali yang direkam wisatawan asing. Ini tentunya menjadi pukulan tersendiri bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. ‘’Kalau produsennya tidak kita
kurangi dulu, sampahnya pasti akan tetap saja berjalan. Kalau pengguna plastik ini kita sudah kurangi, minimal bisa berkurang. Kita tidak bisa menyetop begitu saja,’’ jelas politisi PDI-P asal Tabanan ini. Itu sebabnya, Wiryatama mengapresiasi langkah Gubernur menerbitkan pergub sebagai sebuah terobosan untuk mengurangi produksi plastik sekali pakai. Bicara target pengurangan sampah plastik hingga 60-70 persen, menurutnya, tergantung dari
kesadaran masyarakat itu sendiri. ‘’Ayolah kita bersama dari kita DPRD, wartawan, masyarakat semua, kurangi mempergunakan plastik sekali pakai. Sehingga suatu saat nanti, Bali ini bersih dari sampah plastik,’’ imbuhnya. Anggota Komisi III DPRD Bali Ida Bagus Udiyana sepakat bila kesadaran masyarakat harus digugah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Jadi, tidak sekadar diberikan penghargaan dan sanksi oleh pemerintah. ‘’Tetapi bagaimana secara sistemik juga dikawal oleh semua stakeholder. Salah satunya, masyarakat harus sadar bahaya sampah plastik begitu permanen bagi lingkungan dan sudah menjadi ancaman dunia,’’ ujar politisi Golkar ini. Udiyana menambahkan, upaya
untuk mulai mengubah perilaku masyarakat tentu memerlukan proses. Pihaknya juga memberi catatan di tataran implementasi pergub, terutama mengenai kesiapan produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti plastik sekali pakai. Sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan plastik sekali pakai. Jangan sampai hal itu nantinya malah membebani masyarakat. ‘’Ini terobosan luar biasa, kita apresiasi. Bagaimana kita bersamasama, masyarakat sadar, industri sadar, mereka ada kepekaan untuk mengawal juga pergub ini sehingga ada kesiapan. Memang perlu gerakan revolusioner,’’ tandasnya. (kmb32)
Rawan Tsunami, Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Tahun Baru di Pantai
Bali Post/kmb31
LISTRIK - Pemasangan bendera menjadi sorotan PLN Cabang Klungkung yang dinilai terlalu tinggi hingga mengganggu jaringan listrik.
Jauhkan Pemasangan APK dari Jaringan Listrik PLN
Semarapura (Bali Post) Beberapa kali petugas PLN harus turun tangan ke lapangan untuk mengetahui penyebab padamnya listrik di setiap desa. Fakta di lapangan, ditemukan banyak penjor dipasang tinggi menjulang hingga menyentuh kabel induk listrik PLN. Tidak hanya penjor, pemasangan bendera partai politik (parpol) juga dinilai mengganggu jaringan listrik. Hal itu disampaikan Kepala PLN Cabang Klungkung Gusti Wiadi saat menanggapi ragam keluhan terkait matinya pelayanan listrik di sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida, Jumat (28/12) kemarin. Dia mencontohkan kembali saat jaringan listrik mati di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida. Setelah ditelusuri, ternyata ada penjor warga yang menyentuh jaringan listrik PLN di sekitar Tlatak. Terhadap penjor yang mengganggu jaringan, pihaknya menegaskan langsung diturunkan oleh petugas PLN di lapangan, guna mencegah dampak lebih parah lagi. Demikian juga baliho, spanduk hingga bendera yang dekat dengan jaringan, dengan berkoordinasi lebih dulu kepada pihak yang memasangnya. Saat penurunan, pihaknya juga sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat di sekitarnya, agar tidak mengulang pemasangan yang sama hingga menyentuh kabel PLN. Sebab, ini sangat berbahaya, karena membuat penyaluran listrik PLN menjadi terganggu. Dia mengaku khawatir, memasuki masa pemilu, banyak warga yang memasang bendera tinggi-tinggi. Agar tidak terjadi pemadaman, dia mengimbau agar pemasangan alat peraga kampanye (APK) bisa dijauhkan dari jaringan listrik PLN. Dia berharap desa, warganya diingatkan untuk menjauhi pemasangan atribut apapun yang dekat dengan jaringan PLN. Disinggung mengenai adanya pemadaman bergilir, Gusti Wiadi menegaskan saat ini sudah tidak ada lagi terjadwal pemadaman listrik di Nusa Penida. Ini juga sekaligus meluruskan informasi yang beredar bahwa PLN akan melakukan pemadaman bergilir hingga dua bulan ke depan, sebagai upaya efisiensi. Sehingga, dia menekankan, jika terjadi listrik mati lagi, agar segera disampaikan kepada petugas. (kmb31)
Banyuwangi (Bali Post) Memiliki garis pantai cukup panjang, berbatasan dengan Samudera Indonesia, Kabupaten Banyuwangi cukup rawan diterjang tsunami. Mengantisipasi musibah tersebut, pemkab setempat melarang kegiatan pesta tahun baru di dekat pantai. Warga juga dilarang menggelar pertunjukan yang berbau pornografi. Sebaliknya, pemkab mengimbau warga menggelar doa di malam pergantian tahun. Imbauan doa itu diharapkan bisa menghindarkan bencana dari bumi Blambangan. Apalagi, garis pantai di kabupaten ini cukup panjang, sekitar 175,8 kilometer. Membentang mulai utara Selat Bali hingga Samudera Indonesia di ujung selatan. ‘’Kegiatan di dekat pantai kami harapkan tak digelar. Lebih baik warga berdoa bersama menyambut pergantian tahun,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (28/12) kemarin. Menurut Anas, musibah tsunami di Banten dan Lampung menjadi pembelajaran bersama, sehingga kegiatan merayakan tahun baru diharapkan tidak dengan pesta berlebihan. ‘’Pemkab menggelar dzikir dan doa bersama di malam tahun baru. Tentunya ini akan lebih baik. Mendoakan Banyuwangi agar terhindar dari musibah,’’ harapnya. Terkait hal ini, pihaknya memerintahkan para camat hingga kepala desa yang memiliki objek wisata pantai tak mengeluarkan izin gelaran pesta tahun baru di pinggir pantai. Apalagi, yang menyuguhkan kegiatan berbau porno. Pihaknya juga mengajak para pengelola kawasan wisata di pinggir pantai lebih banyak bersedekah ke anak yatim dan warga kurang mampu. Menurutnya, kegiatan ini sebagai penguat untuk kesejahteraan. Saat malam tahun baru, pemkab akan menggelar Festival Old and New atau Refleksi Akhir Tahun di Alun-alun Taman Blambangan. Kegiatan ini menghadirkan ulama kondang asal Jember. Kegiatan akan diakhiri dengan pesta kembang api, sebagai penanda pergantian tahun. Sementara itu, Polres Banyuwangi mengimbau warga tak menggelar konvoi dan pesta kembang api secara liar. Hal ini mengantisipasi keamanan. ‘’Pesta kembang api boleh, tapi harus izin. Ini demi keamanan. Jangan sampai membahayakan lingkungan,’’ tegas Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi. (udi)
Bali Post/udi
WISATA - Salah satu objek wisata pantai di Banyuwangi yang ramai pengunjung, belum lama ini.
Sopir Bus Tabrakan Adu Jangkrik Ditahan Banyuwangi (Bali Post) Penyidik Unit Laka Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi akhirnya menetapkan sopir bus Bali Radiance Galih Sumantri (37) sebagai tersangka dalam kasus tabrakan adu jangkrik di Jalan Raya Watududol, Desa Ketapang, Banyuwangi. Pria asal Malang ini diduga melakukan kelalaian hingga menyebabkan tabrakan yang menewaskan tiga penumpang. Selain menetapkan tersangka, penyidik juga menahan sopir tersebut. ‘’Tersangka sudah kami tahan sejak Kamis (27/12) malam. Hasil penyidikan, tersangka melakukan kelalain saat mengemudikan bus,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Banyuwangi Ipda Ardhi Bhita Kumala, Jumat (28/12) kemarin. Perwira ini menjelaskan, hasil pemeriksaan penyidik, tersangka melanggar marka jalan. Jalur marka yang seharusnya dilarang menyalip, namun digunakan tersangka menyalip truk gandeng, sehingga memicu kecelakaan. Kepada penyidik, tersangka juga mengakui perbuatannya. ‘’Tersangka berdalih menyalip truk karena jalannya pelan. Padahal marka jalan dilarang menyalip,’’ jelas Ardhi. Dari bukti awal inilah, sopir berkacamata itu langsung ditahan di Polres Banyuwangi. Sementara itu, penyidik masih memburu sopir bus Tiara Emas Arifin Siregar (35) asal
Bekasi Barat, Jabar yang melarikan diri. Menurut Ipda Ardhi, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan bus tersebut untuk menemukan sopir yang menghilang pascatabrakan. ‘’Kami dibantu pihak perusahaan melakukan pencarian. Bagaimanapun keterangannya sangat dibutuhkan penyidik,’’ tegasnya. Hasil olah TKP bersama tim Traffic Accident Analyst (TAA) Polda Jatim, ditemukan unsur kelalaian yang memicu kecelakaan maut, Kamis (27/12) dini hari tersebut. ‘’Dari olah TKP secara lengkap, ada unsur kelalaian dari pengemudi bus Bali Radiance,’’ jelasnya. Fakta ini yang dijadikan dasar penyidik menetapkan tersangka. Pihaknya berharap sopir bus Tiara Mas yang kabur segera menyerahkan diri, sehingga ikut memperlancar proses penyidikan. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tragis terjadi antara bus Bali Radiance jurusan Surabaya-Denpasar dengan bus Tiara Mas jurusan Denpasar-Surabaya, Kamis dini hari. Saat kejadian, kedua bus sama-sama sarat penumpang. Dua penumpang bus Tiara Mas tewas terjepit, dan satu penumpang bus Bali Radiance tewas tergenjet. Sedangkan 12 penumpang luka-luka. Empat di antaranya luka berat dan menjalani operasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi. (udi)
Bali Post/kmb
DITABRAK - Mobil Avanza milik seorang anggota dewan Jembrana ditabrak truk.
Mobil Anggota DPRD Jembrana Ditabrak Truk Negara (Bali Post) Mobil Toyota Avanza DK-1478-WF milik anggota DPRD Jembrana dari PKS ditabrak truk P-9205-UE di Jalan Udayana Negara Km 95-96 Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara, Jumat (28/12) pagi kemarin. Dari informasi, truk yang dikemudikan Sugianto (39) dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur datang dari arah barat (Gilimanuk) menuju ke timur (arah Denpasar). Setiba di TKP tiba-tiba truk menabrak pantat bagian belakang sebelah kanan mobil Avanza, sehingga menimbulkan kerusakan. Saat kejadian pengemudi mobil Avanza H Mahmudi (50) dari Desa Banyubiru Kecamatan Negara sedang berada di dalam sebuah toko fotokopi. Sementara mobil terparkir di sisi utara jalan dari arah barat depan pertokoan di timur Kantor Camat Negara. Mobil anggota Komisi A DPRD Jembrana juga rusak berat pada bagian depan sebelah kiri. Pasalnya saat ditabrak mobil Avanza sempat berjalan sejauh lima meter dari TKP bahkan melewati trotoar dan baru berhenti setelah menabrak tiang telepon di depan Kantor Pegadaian Negara. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirnasi membenarkan adanya lakalantas tersebut, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Kasus tersebut diselesaikan secara damai. (kmb)
Bali Post/udi
SOPIR - Penyidik Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi memeriksa sopir bus Bali Radiance, Jumat (28/12) kemarin.
Kasus Peredaran Miras Turun Banyuwangi (Bali Post) Peredaran minuman keras (miras) tradisional dari Bali ke Banyuwangi tampaknya mulai antiklimaks. Dua bulan terakhir, kasus peredaran miras di kabupaten ini menurun tajam. Kondisi ini dipicu vonis di Pengadilan Negeri (PN) setempat yang tak menerapkan sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelaku peredaran miras. Sebaliknya, jeratannya menggunakan pidana umum. Hukumannya, penjara 5-8 bulan, belum termasuk denda. Selama ini, peredaran miras di Bumi Blambangan lebih banyak dijerat dengan sidang tipiring. Para pelaku hanya membayar denda. ‘’Ternyata, dengan pidana umum efeknya lumayan bagus. Kasus miras turun hingga lebih dari 50 persen,’’ kata Ketua PN Banyuwangi Purnomo Amin Tjahjo di sela rilis tahunan, Jumat (28/12) kemarin. Dikatakan, selama ini kasus peredaran miras hanya menggunakan tipiring. Pelaku hanya dikenai denda Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Imbasnya, mereka kembali berulah
setelah menjalani persidangan. Alhasil, peredaran miras, khususnya arak Bali tetap tinggi. Memicu kasus kriminal lain. Akhirnya, kata Amin, pihaknya dengan dukungan jajaran Forpimda Banyuwangi dan tokoh agama masyarakat menggunakan jeratan pidana umum. Yakni, pasal 204 dan 205 KUHP tentang peredaran makanan/ minuman yang menyebabkan kerusakan saraf. ‘’Pasal ini yang sangat jitu dan memberi efek jera pelaku kembali mengedarkan miras,’’ jelas hakim senior asal Madura tersebut. Amin menjelaskan, selama tahun 2018, kasus miras di Banyuwangi cukup tinggi. Bahkan, merenggut korban jiwa. Akhirnya, diambil tindakan tegas dalam persidangan. ‘’Dahulu, sebulan bisa tembus 442 kasus tipiring peredaran miras. Sejak kami terapkan pidana umum, kasusnya menghilang. Terakhir, hanya tinggal 100 kasus yang kita putus dengan pidana kurungan,’’ tegasnya. Pihaknya berharap, dengan aturan baru ini peredaran miras benar-benar hilang dari Banyuwangi. Amin menambahkan, selama tahun 2018, jumlah perkara yang disidangkan PN Banyuwangi sebanyak 2.337 kasus. Dari jumlah ini, hampir 98 persen diselesaikan. Hanya tersisa 6 perkara. Perkara terbanyak kasus peredaran obat daftar G (pil koplo) dan narkotika. (udi)
OPINI
6
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Sinergi Masyarakat dengan Kepolisian
SEBENTAR lagi tahun 2018 kita lewati dan kita menyambut tahun baru 2019. Tidak terasa setahun sudah berjalan dengan berbagai ragam peristiwanya. Tentu saja, kita harus optimis menyambut tahun baru nanti. Dan sebagai sebuah catatan harus dilihat bahwa kita akan dapat melaksanakan segala kegiatan kita apabila suasana sosialnya berlangsung kondusif. Tahun depan, kita akan menyelenggarakan event politik penting, yaitu pemilu serentak untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPRD, dan DPD. Kita berharap suasana berlangsung aman. Khusus untuk Bali, kita juga berharap suasana aman terjamin tahun depan. Mengacu kepada tahun 2018 yang akan segera lewat, kita optimis keamanan Bali dapat terjamin. Di tahun 2018 ini, kita harus angkat topi dengan kinerja Kepolisian Daerah Bali. Kita catat ada dua hal penting yang menjadi perhatian masyarakat. Yang pertama adalah gangguan keamanan yang dipicu oleh ulah oknum preman yang berlindung di balik organisasi. Kedua, kelancaran perhelatan internasional, yaitu pertemuan IMF dan Bank Dunia. Kita catat kedua hal tersebut dapat di-handle oleh Kepolisian Daerah Bali. Untuk ulah-ulah oknum preman, kita lihat pihak Kepolisian Daerah Bali melakukan tindakan tegas. Di samping memasang baliho yang mewacanakan antipreman dan antinarkoba, polisi juga menangkapi tokohtokohnya serta menutup tempat hiburan yang dipandang dapat menjadi peredaran narkoba. Seperti kita ketahui, langkah tegas ini mampu menghentikan bentrokan antarpreman yang sering terjadi sebelumnya. Masyarakat juga merasa aman. Kita juga menyambut positif langkah-langkah kepemimpinan Kepolisian Daerah Bali yang melakukan langkah akademis sebelum melakukan tindakan tersebut. Misalnya dengan melakukan observasi, kemudian mengambil langkah berdasarkan temuan itu. Terhadap pertemuan internasional, yaitu IMF dan Bank Dunia, kita juga apresiatif. Kepolisian melakukan langkah profesional sesuai fungsi dan prosedurnya sehingga pertemuan menjadi lancar. Tentu ini memberikan nuansa positif bagi keamanan Bali karena sebagian besar negara di dunia memantau pertemuan tersebut. Artinya, baik Bali maupun pihak kepolisian yang mempunyai tanggung jawab tersebut mendapat pengakuan dunia internasional dalam hal menjaga keamanan. Sebagai pulau yang menjadi daerah tujuan wisata internasional, tentu keamanan dan kenyamanan ini menjadi respek yang sangat positif. Maka dengan dua pengalaman tersebut, kita optimis menatap tahun 2019 mendatang untuk lebih aman lagi. Kita memerlukan suasana aman untuk dapat melaksanakan aktivitas secara lebih baik. Kita akan dapat bekerja lebih baik dengan situasi ini, juga dapat mrngembangkan ide serta inovasi yang lebih maksimal juga. Tidak ada gunanya konflik atau bentrokan. Apalagi bentrokan yang terjadi semata-mata untuk memperebutkan lahan parkir. Kita malu dengan anak cucu jika korban yang tewas atau bangunan yang hancur hanya gara-gara rebutan lahan parkir. Sepertinya kita kurang kreativitas untuk bekerja sehingga memperebutkan lahan parkir. Apresiasi masyarakat kepada pihak Kepolisian Daerah Bali haruslah dapat dipertahankan oleh pihak kepolisian. Lembaga ini mesti mengkader pimpinan yang dapat meneruskan kebijakan tegas seperti saat ini. Ketegasan ini mesti berlanjut, konsisten agar premanisme itu tidak menjangkiti generasi baru Bali. Kita berharap agar generasi baru kita mampu berpikir intelek, jujur tidak ikutikutan sok preman, mungkin dengan cara menato diri, meski tato mempunyai banyak makna. Tidak itu saja, masyarakat juga harus berani bertindak tegas mendukung sikap kepolisian dengan bersedia dan berani melaporkan tindakan-tindakan yang mengarah premanisme. Dengan kerja dua pihak inilah, keamanan Bali akan dapat dipelihara sampai kapan pun juga.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Terima Kasih Pak Gubernur Bali Rakyat Bali dan pencinta lingkungan sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur Bali dengan telah terbitnya Pergub 97/2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik (Bali Post, 28/12). Dalam pergub tersebut antara lain melarang memproduksi dan mendistribusikan dan menyediadan kantong plastik sekali pakai. Jika Bali ini ingin bersih dari sampah plastik inilah yang perlu dilakukan. Sekarang perlu disosialisasikan pergub tersebut ke desa-desa agar betul-betul efektif, dan tidak hanya menjadi macan kertas. Kami secara pribadi apresiasi Pak Gubernur karena telah menampung ide kami yang termuat dalam Opini Bali Post 13 September 2017 berjudul ‘’Mencari Penyebab Perusakan Lingkungan’’. Di antaranya, kami mengusulkan agar disetop memproduksi kantong plastik. Ketut Netra Desa Sanding, Tampaksiring, Gianyar
Sebuah Catatan untuk Keamanan Bali
Tahun 2018 memberikan pesan positif bagi keamanan masyarakat di Bali. Paling tidak secara sosial dapat merasakan kondusivitas keamanan tersebut dengan jauh berkurangnya, bahkan mungkin tidak ada, bentrokan-bentrokan di tempat atau jalan umum. Bentrokan yang dimaksud itu adalah antara dua kelompok sosial yang sering disebut bentrokan antar-ormas. Ada juga yang menyebut bentrokan antarpreman, bahkan melabelkan dengan konflik antar-criminal organization. Disebut demikian karena sesungguhnya organisasi massa itu merupakan kelompok yang tertib dan menaati aturan hukum yang ada. Kata preman merupakan serapan dari kata freeman, mengacu kepada orang partikelir, bukan milik negara, yang mempunyai tugas menjaga keamanan. Yang dimaksud ini adalah preman yang santun menjalankan tugas sesuai dengan perjanjian dan menaati aturan negara. Tetapi bentrokan yang dilabelkan antarpreman di Bali adalah konflik antaroknum yang tidak tahu tata krama.
Oleh
GPB Suka Arjawa pa pun yang dilabelkan masyarakat, konflik antarkelompok itu telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dan ini terjadi di tempat umum, seperti di jalan raya, dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat, anak-anak, para ibu dan orang tua termasuk memacetkan jalan raya. Tentu hal ini bukan merupakan contoh baik, sangat mencoreng ketenaran Pulau Bali dari segala sisi. Konflik terbuka yang terjadi di ruang publik akan memberikan inspirasi negatif berupa ketakutan dan memberikan contoh buruk kepada anak-anak. Berbagai fenomena tersebut akan berkembang semakin negatif di masyarakat. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa bentrokan itu terjadi sebagai akibat adanya persaingan antara kedua kelompok. Pendapat ini secara teoretik benar. Sebab, sebuah konflik terjadi disebabkan oleh adanya persaingan antarpihak. Persaingan itu dapat terjadi di berbagai sektor. Konon, koflik terbuka itu disebabkan oleh persaingan perebutan lahan parkir dan atau tempat hiburan. Akan tetapi, jika dikembangkan lebih jauh, persaingan bukan sekadar di areal itu. Secara teori pula, konflik antarkelompok dapat terjadi justru karena adanya persaingan eksistensi kelompok itu. Mereka bersaing untuk mempertahankan, memperluas penga-
ruh, menunjukkan keberadaan, memperlihatkan nama kelompok mereka. Persaingan inilah yang membahayakan secara sosial karena akan memicu munculnya berbagai konflik lain yang pasti memengaruhi masyarakat. Bukan sekadar konflik yang terjadi tetapi pengaruh keberadaan kelompok itu akan menyusup pada generasi muda baru. Jika sebuah kelompok berdiri dengan reputasi baik, pengaruh kepada generasi baru jelas bagus. Tetapi jika kelompok itu mempunyai reputasi abnormal, alangkah berbahayanya pengaruh ini kepada generasi muda. Dan bagaimana kecewanya orang tua manakala generasi baru yang dimilikinya tercoreng oleh pengaruh kelompok seperti itu. Persaingan dan konflik sebagai akibat eksistensi kelompok juga mencerminkan hal lain yang jauh lebih berbahaya secara sosial. Kelompok-kelompok bersangkutan bisa jadi telah merasa percaya diri, merasa lebih besar dan lebih mampu dibanding aparat keamanan negara (dan karena itu berani bentrok di tempat umum). Kondisi seperti inilah yang paling menakutkan bagi masyarakat karena mirip seperti negara dalam keadaan darurat perang (saudara). Dalam kondisi negara sedang perang saudara, pasukan swasta akan menjadi penjaga keamanan masyarakat, seperti yang terjadi di Libanon dekade delapan puluhan
atau sebagian Suriah sekarang. Indonesia sekarang tidak dalam keadaan perang Bung. Pada titik seperti inilah, peran kepolisian negara, dalam konteks ini, Kepolisian Daerah Bali harus dilihat perannya. Tahun 2017 dan lebih-lebih lagi 2018, keamanan Bali boleh dikatakan positif. Tidak terlihat lagi konflik-konflik antarkelompok yang bersaing di jalanan. Banyak baliho yang sebelumnya disebut-sebut sebagai preman diturunkan dari tempattempat umum. Harus diakui bahwa baliho seperti ini terlihat mentereng dan tekesan melebihi pasukan keamanan keberadaannya. Keberhasilan menciptakan keamanan itu tidak lepas dari peran negara, dalam hal ini Kepolisian Daerah Bali yang bertindak tegas, konsisten, dan boleh dikatakan sistematis. Sistematika tindakan itu terlihat dari upaya awal yang dilakukan, yaitu menguasai ruang publik. Dalam konteks sosiologi, penguasaan ruang publik ini ibarat counter attack terhadap apa yang dilakukan oleh para pelaku konflik antarkelompok itu. Jika bentrokan itu terjadi di ruang publik, Polda Bali menghadapinya dengan memasang baliho di ruang publik juga dengan pesan yang jelas: no narkoba, no premanisme. Apabila dicermati, ini adalah strategi perang wacana yang dipasang di sudut-sudut jalan
strategis, mirip seperti pemasangan baliho yang dilakukan oleh kelompok yang disebut-sebut sebagai preman. Ini adalah “perang” tidak kelihatan. Tetapi negara jelas tidak boleh kalah dari pasukan swasta dan negara harus tegas. Polda Bali menyikapi wacana no narkoba dan no premanisme itu dengan melakukan tindakan nyata untuk membuktikan kekuatan negara. Mereka yang dipandang pengacau atau tokoh-tokohnya ditangkapi, di sel, di-Nusakambangan-kan, dan itu terus dilakukan secara berkelanjutan. Tempat hiburan yang dipandang sebagai lokus pengedar narkoba, juga ditutup. Untuk menegaskannya di ruang publik, penangkapan tokoh-tokoh pengacau itu dapat diberitakan oleh media massa dan media sosial, demikian juga penutupan tempat hiburan. Tantangan Kapolda terhadap tokoh yang dipandang melindungi preman diungkap secara terbuka dan dimuat di media massa. Untuk meyakinkan publik terhadap sikap antipremanisme, didirikan patung antipreman di pusat ruang publik di Bali, yaitu di Renon. Pesan antipremanisme harus mendapat perhatian khusus karena kata “isme” itu memesankan kepada seluruh masyarakat. Dalam arti sikap, nilai, gaya yang mengarah pada preman itu tidak dikehendaki oleh Kepolisian Daerah Bali. Bali harus aman dan kondusif. Tindakan yang dilakukan oleh Polda Bali ini bukan sekadar untuk meyakinkan masyarakat atas konsistensi dan ketegasan sikap lembaga dan pimpinan tetapi juga penegasan hadirnya (kekuatan) negara di masyarakat. Yang harus diperhatikan juga adalah kelihaian (Ka) Polda Bali memainkan strategi penguasaan publik dengan potensi sumber daya yang dimilikinya. Secara akademis, barangkali ini merupakan strategi baru dari kepolisian yang harus diperhatikan dan dikembangkan oleh Polda-Polda lain di Indonesia. Akan tetapi, latar dari segala latar tindakan sistematis terse-
Konsistensi Adat Menolak Rencana Reklamasi Teluk Benoa
Kapasitas kekuasaan melakukan tata kelola pemerintahan guna memenuhi janjinya memberikan rasa aman, nyaman ataupun kesejahteraan kepada rakyatnya, harus dengan memastikan bahwa realisasi dari kebijakannya dapat melahirkan kepastian hukum. Hal itu akan sulit terwujud, apabila kualitas dari sistem ataupun ketentuan yang ada tidak mendukung untuk tecapainya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Banyak ketentuan yang tumpang tindih, membuat lahirnya pengaturan yang ambigu, abu-abu atau sering disebut grey area. Hal itu membuat pengaturan menjadi tidak efektif. Kebijakan yang seyogianya berpihak untuk rakyat, tetapi sebaliknya, kebijakan itu lahir dan dibuat justru menyakiti dan membodohi rakyat karena memberi peluang kepada kekuasaan membuat kebijakan sesuai selera ataupun kebijaksanaan sang penguasa. Begitu juga dengan ketentuan yang dirancang sedemikian rupa, menggunakan persyaratan yang tidak jelas atau abu-abu, membuat kebijakan seperti itu rentan untuk ditransaksikan. Jika kondisi seperti ini dipertahankan maka kebijakan yang dihasilkan akan kehilangan semangat keberpihakannya kepada rakyat dan cenderung transaksional. Di situlah letak peluang untuk menjadikan kebijakan ladang bagi para birokrat bertransaksi. Seperti halnya penolakan Gubernur Bali atas reklamasi Teluk Benoa yang tidak sejalan dengan keberadaan Perpres No. 51 Tahun 2014 yang justru menjadi payung
Oleh
Nyoman Dhamantra hukum atau pintu masuk bagi para investor memohon hak untuk melakukan reklamasi di Teluk Benoa, pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian. Konsistensi Gubernur
Perpres No. 51/2014 ini berbahaya sebab membenarkan dilakukannya reklamasi Teluk Benoa. Namun, itu hanya bisa terlaksana bila Gubernur Bali memberikan kebijaksanaannya untuk menyetujui. Sepintas secara politis nampak seolah-olah kebijakan Gubernur berani melawan peraturan presiden, tetapi yang menjadi kegalauan masyarakat, bagaimana bila di kemudian hari kebijakan itu berubah akibat berubahnya kebijaksanaan Gubernur Bali, dari yang tadinya menolak menjadi menyetujui? Bali, Wayan Koster, menolak dilakukannya reklamasi di Teluk Benoa seharusnya ditindaklanjuti dengan bersurat dan menuntut pembatalan atas keberadaan Perpres No.
51 Tahun 2014 itu. Perpres No. 51/2014 ini berbahaya sebab membenarkan dilakukannya reklamasi Teluk Benoa. Namun, itu hanya bisa terlaksana bila Gubernur Bali memberikan kebijaksanaannya untuk menyetujui. Sepintas secara politis nampak seolah-olah kebijakan Gubernur berani melawan peraturan presiden, tetapi yang menjadi kegalauan masyarakat, bagaimana bila di kemudian hari kebijakan itu berubah akibat berubahnya kebijaksanaan Gubernur Bali, dari yang tadinya menolak menjadi menyetujui? Sesungguhnya, apa yang menjadi harapan masyarakat Bali, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Bali saat ini, dan kasus ancaman reklamasi Teluk Benoa akan menjadi ujian perdananya. Ibarat sebuah rumah jika tidak ingin kemasukan maling, maka pintu harus ditutup rapat, bila perlu pasang kunci ganda. Bukan sebaliknya membuat rumah justru dengan pintu dan jendela yang terbuka tanpa pengaman, yang rawan membiarkan maling untuk masuk ketika rakyat tertidur dan terlena. Komitmen untuk menjaga adat, alam, dan budaya Bali harus direalisasikan dengan membuat dan mengubah sistem ataupun ketentuan agar berorientasi kepada semangat pelestarian. Perlu nyali, kejujuran, dan kesungguhan berjuang guna menghapus semua ketentuan yang bertentangan dengan semangat pelestarian alam dan budaya Bali.
but adalah adanya sikap ilmiah lain, yaitu observasi terhadap masalah-masalah dan kebutuhan masyarakat Bali. Sebelum melakukan tindakan dan sikap tegas tersebut, sebelum memangku jabatan, kepemimpinan Polda Bali telah melakukan observasi awal yang cukup mendalam tentang situasi sosial di Bali. Temuan dari observasi tersebut adalah bahwa kenyamanan dan keamanan masyarakat Bali terusik oleh konflik sosial yang dilakukan oleh preman dan masyarakat khawatir dengan semakin eksisnya perilaku mereka. Temuan inilah yang kemudian dipakai oleh kepemimpinan baru Kepolisian Daerah Bali untuk melaksanakan tugas dan terlihat dari sistematika langkah di lapangan. Bali terlihat lebih aman. Kajian akademis yang dilakukan oleh Universitas Udayana dan Universitas Indonesia memperlihatkan ada hubungan positif antara sikap yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Bali dengan sikap masyarakat dan sikap anggota Kepolisian Daerah Bali. Masyarakat Bali dan anggota Kepolisian Daerah Bali mendukung serta merasakan manfaat dari langkah-langkah yang dilakukan Kapolda Bali. Masyarakat merasa lebih aman. Lalu, apa yang menjadi pekerjaan ke depan? Dari sisi Kepolisian Daerah Bali, harus ada sikap konsisten untuk melakukan langkah ini. Konsistensi yang utama adalah mempersiapkan kepemimpinan yang mempunyai kualifikasi tegas seperti saat ini. Jika tidak dilakukan, maka prestasi 2017-2018 percuma. Bagi masyarakat, harus berani melaporkan sikap preman ke kepolisian.
Penulis, staf pengajar Sosioligi FISIP Universitas Udayana
POJOK Gubernur Koster bersurat kepada Presiden mohon Pilpres 51 direvisi. - Bung Jokowi ditunggu selamatkan Bali. *** Kapolda tak ingin orang Bali dijajah orang Bali dalam bentuk premanisme. - Selamatkan Bali jenderal. *** Kata Adi Wiryatama, Perda RTRW harus mementingkan penyelamatan Bali. - Ayo buktikan.
Penulis, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Sirene Tsunami Hanya Satu Unit Tabanan (Bali Post) -
Di Kabupaten Tabanan terdapat 12 desa di 6 kecamatan yang memiliki potensi bencana tsunami. Namun, baru ada satu sirene peringatan dini tsunami yang terpasang yakni di wilayah Banjar Kedungu Desa Belalang Kecamatan Kediri. Idealnya di Tabanan terpasang 9 sirene tsunami.
Bali Post/bit
simulasi - Simulasi tsunami yang digelar belum lama ini di Tabanan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menjelaskan, di Kecamatan Kediri, desa yang berpotensi tsunami yakni Beraban, Pangkung Tibah dan Belalang. Kemudian di Kecamatan Tabanan yaitu Desa Sudimara. Di Kecamatan Kerambitan yakni Desa Kelating dan Tibubiu. Di Kecamatan Selemadeg Timur, potensi tsunami di Desa Beraban dan Tegal Mengkeb. Di Kecamatan Selemadeg masing-masing di Desa Antap dan Berembeng. Sementara di Kecamatan Selemadeg Barat, tsunami berpotensi terjadi di Desa Langlanglinggah dan Selabih. Sebagai bentuk peringatan dini ancaman tsunami, sudah dipasang satu sirene di Desa Belalang. Setiap tanggal 26 pukul 10.00 Wita, sirene akan berbunyi sebagai tanda uji coba. Sirene dibunyikan langsung dari Pusdalov BPBD Provinsi Bali dan petugas BPBD Tabanan akan mengecek ke lokasi. ‘’Alatnya bunyi sesuai jadwal. Kondisinya juga masih bagus,’’ ucapnya, Jumat (28/12) kemarin. Menurutnya, karena panjang pantai mencapai 35,9 kilometer, satu alat saja tidak cukup. Sebab, jangkauan suara sirene hanya sekitar 4 kilometer. Jadi setidaknya ada 9 sirene tsunami di Tabanan. Meski demikian, pihaknya berupaya memaksimalkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Dalam hal ini pihaknya terus menyosialisasikan mengenai tsunami, melakukan simulasi hingga membuat peta evakuasi tsunami dengan tentunya melibatkan masyarakat pesisir terutama di 12 desa tersebut. ‘’Tapi tetap saja, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tak diinginkan,’’ tegasnya. (kmb28)
Pelayanan Jemput Bola Disdukcapil Terkendala Armada
Bali Post/ist
PEREKAMAN - Proses perekaman data e-KTP di salah satu rumah warga.
Tabanan (Bali Post) Pelayanan jemput bola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan yang menyasar lansia, lumpuh, dan ODGJ di pedesaan, belum bisa berjalan maksimal. Pasalnya, pelayanan ini belum didukung armada yang memadai. Permohonan bantuan pengadaan mobil operasional sudah kerap diajukan, baik ke pemerintah pusat maupun provinsi sejak tahun 2017. Namun sampai sekarang belum ada yang terwujud. Menurut Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana, Jumat (28/12) kemarin, guna menyiasati kondisi tersebut pihaknya memaksimalkan peralatan dan armada yang ada. Bahkan petugas menggunakan sepeda motor guna menjangkau daerah-daerah bermedan sulit. ‘’Terkadang juga naik sepeda motor ke gunung-gunung,’’ ucapnya. Mobil pelayanan administrasi kependudukan sangat
penting dalam memaksimalkan pelayanan jemput bola. Mobil jenis minibus tersebut dilengkapi komputer yang sudah didukung jaringan internet yang terhubung dengan server Disdukcapil. Berbeda halnya dengan sistem saat ini yang masih offline. ‘’Jika ada mobil layanan khusus itu tentu saja mampu menyelesaikan proses administrasi di tempat. Modelnya jemput bola dan kantor berjalan, karena meliputi semua jenis pelayanan yang ada dalam Disdukcapil, jadi lebih praktis,’’ terangnya. Meski mengalami kendala keterbatasan kendaraan operasional, Rai Dwipayana menyebutkan proses perekaman e-KTP di Tabanan sudah mencapai 98 persen dan dinilai terbaik oleh pemerintah pusat. ‘’Jemput bola untuk perekaman siswa SMA/SMK terus kita lakukan. Bahkan hari libur pun tetap kita layani administrasi kependudukan,’’ tegasnya. (kmb28)
Pemkab Matangkan Program WiFi Gratis
Tabanan (Bali Post) Program WiFi gratis di desa pakraman, puskesmas dan objek wisata di Bali akan mulai dilakukan pada 2019. Sumber dananya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2019. Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, Kabupaten Tabanan mendapatkan anggaran paling banyak, yakni Rp 2,1 miliar lebih. Kasi Infrastruktur Telekomunikasi dan Teknologi I Made Adi Wibawa seizin Kepala Diskominfo Tabanan, Jumat (28/12) kemarin mengungkapkan, petunjuk teknis (juknis) mengenai program tersebut telah diterima oleh pemkab. Namun mengenai tindak lanjutnya masih perlu dikoordinasikan dengan Pemprov Bali. Menurutnya, pada juknis disebutkan dana BKK hanya
untuk biaya sewa bandwith. Sedangkan pemkab menangani peralatan, kepemilikan dan belanja modal. Jika dana BKK hanya digunakan untuk biaya sewa bandwith, maka yang perlu dipertanyakan bagaimana kelanjutan tahun berikutnya. Karena tidak mungkin anggarannya bersumber dari APBD Tabanan. ‘’Kami koordinasi terus agar nantinya nyambung program pemerintah provinsi ini,’’ terangnya. Sebelumnya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan, program WiFi gratis itu dilakukan bertahap dan menerapkan skala prioritas. Prioritas dimaksud seperti desa yang terdekat dan terjangkau jaringan internet akan diutamakan sehingga program ini bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. (kmb28)
Bali Post/ist
PENGECEKAN - Petugas kepolisian saat melakukan pengecekan kembang api dan mercon di Kecamatan Marga.
Polisi Sidak Penjualan Kembang Api Ilegal
Bali Post/bit
WIFI - I Made Adi Wibawa (kanan) saat menerangkan program WiFi gratis dari Pemprov Bali.
Tabanan (Bali Post) Jelang perayaan tahun baru, kepolisian gencar melakukan perburuan petasan dan kembang api yang dijual tanpa izin alias ilegal. Sejumlah toko pun disasar. Seperti pada Jumat (28/12) kemarin, Polsek Marga melakukan pemeriksaan dokumen dan spesifikasi penjualan kembang api dan mercon. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP Surya Kusuma mengatakan, Operasi Cipkon
oleh jajaran Polsek Marga tersebut menyasar empat toko yang menjual kembang api dan mercon. Operasi dipimpin Pawas Ipda I Made Sudarma. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keempat toko tersebut, nihil ditemukan kembang api dengan jenis maupun ukuran yang tidak sesuai dengan surat izin atau rekomendasi. ‘’Mereka (para pedagang - red) ini sudah memiliki izin rekomendasi penjualan kembang api atau
mercon yang sudah sesuai dengan jenis dan ukuran yang telah direkomendasikan oleh Satintelkam Polres Tabanan,’’ ucapnya. Dikatakannya, tak hanya di Marga, kegiatan serupa juga menyasar wilayah hukum lainnya. Bahkan polisi menyasar sejumlah pasar tradisional. ‘’Kembang api yang dijual dominan sudah ada izin. Tetapi tetap akan kita cek peredaran kembang api liar di warung-warung,’’ tegasnya. (kmb28)
Dandim Cek Kesiapan SAR di Tanah Lot Tabanan (Bali Post) Tingginya angka kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi atensi jajaran TNI dan Polri. Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas, sehingga aparat harus memastikan kesiapan personel dan peralatan. Seperti yang dilakukan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Hasan Abdullah, M.Si.(Han)., MPM. yang Kamis (27/12) lalu turun langsung mengecek kesiapan pengelola objek wisata di Tanah Lot. Hal yang menjadi perhatian Dandim antara lain berupa peralatan penyelamatan dan petugas SAR. Dandim memeriksa langsung peralatan SAR seperti perahu karet hingga pelampung.
Tak lupa titik rawan di objek wisata tersebut juga dipantaunya. Dandim Letkol Inf. Hasan Abdullah mengingatkan para petugas SAR agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Petugas juga diminta selalu mengingatkan wisatawan untuk menghindari tempat-tempat atau melakukan kegiatan yang berbahaya. ‘’Saya imbau para petugas agar selalu mengingatkan pengunjung agar tidak berenang atau mandi di pantai yang membahayakan para wisatawan, guna menghindari dampak cuaca yang sulit untuk diprediksi saat ini,’’ ucapnya. Danru SAR Tanah Lot I Wayan Suwendra menyampaikan, DTW Tanah Lot menyiagakan satu regu penyelamat atau life-
guard bekerja sama dengan Polairud Polres Tabanan dan TNIAL demi menjaga keselamatan pengunjung DTW Tanah Lot. ‘’Kami menempatkan tiga pos keselamatan di Tanah Lot untuk menjamin keselamatan, baik wisatawan domestik maupun asing,’’ ujarnya. Tak hanya di Tanah Lot, Dandim juga mengunjungi sejumlah pantai lainnya di Kabupaten Tabanan, seperti Pantai Nyanyi, Pantai Kedungu, Pantai Yeh Gangga, Pantai Pasut dan Pantai Soka. Dandim didampingi satu regu patroli yang dipimpin Kapten Inf. Wongso. Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan daerah pariwisata di Kabupaten Tabanan aman dan terkendali. (kmb28)
Bali Post/ist
MENGECEK - Dandim Tabanan mengecek kesiapan petugas SAR berikut alat penyelamatan.
BULELENG
8 Dongkrak PAD
Pemkab Bidik Kantin Sekolah dan Fasum Singaraja (Bali Post) – Keberadaan fasilitas umum (fasum) dan usaha kantin sekolah juga di instansi pemerintahan, mulai dibidik untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Strategi meningkatkan pundi-pundi PAD dari sektor tersebut, pemerintah daerah kemudian merancang penyesuaian tarif sewa. Sekarang ini, nilai tarif sewa fasum ini diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup). Sayang, nilai sewanya tidak seragam. Alasannya, karena dikelola masing-masing instansi bersangkutan. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Bimantara, Jumat (28/12) kemarin, mengatakan penyesuaian tarif sewa fasum yang merupakan barang milik daerah itu setelah Perda No. 16 tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah itu mulai diundangkan. Regulasi ini mengatur tarif sewa dan dilengkapi Perbup. Sebelum penyesuaian tarif itu dilakukan, saat ini BKD menelusuri fasum yang masuk barang milik daerah tersebut. “Semua barang milik daerah termasuk kantin sekolah dan kantin di kantor-kantor tarifnya disesuaikan,” katanya. Selama ini, pengelolaan barang milik daerah, seperti kantin sekolah dan kantin di beberapa instansi pemerintahan kata Bimantara, termasuk pemanfaatan lapangan olahraga dan tempat-tempat pemasangan reklame yang disewakan kepada pihak ketiga. Hanya, tarif sewa itu tidak relevan setelah perda pengelolaan barang milik daerah berlaku. Untuk menentukan tarif sewa yang layak terhadap barang milik daerah, pihaknya akan melibatkan tim appraisal. Tim appraisal itu nantinya yang akan menghitung tarif
sewa masing-masing barang milik daerah itu. “Tarif sekarang ini tidak relevan lagi dengan perda itu. Setelah kita hitung nanti akan ditentukan berapa nilainya yang layak. Selanjutnya, tidak ada lagi perbedaan tarif untuk semua fasum maupun usaha kantin, baik di sekolah maupun di perkantoran,” katanya. Bimantara menambahkan, pendataan atas aset daerah itu sudah dilakukan melalui sensus barang milik daerah. Sensus itu menyasar semua aset dengan pola tuntas di masingmasing kecamatan. Hasil sensus ini dijadikan panduan data dalam pemilihan aset yang dikenakan tarif sewa dan tarif retribusi. Selain tugasnya memilah, peran BKD juga berkoordinasi ke Bagian Hukum untuk mendapat kepastian kategori aset yang bisa dikenakan sewa dan retribusi. (kmb38)
Tarif sekarang tidak relevan lagi dengan perda itu. Setelah kita hitung nanti akan ditentukan berapa nilainya yang layak. Selanjutnya, tidak ada lagi perbedaan tarif untuk semua fasum maupun usaha kantin baik di sekolah maupun di perkantoran. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Bimantara
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Verifikasi APBD Buleleng 2019
Pemprov Bali Pangkas Jatah DBH Pajak dan BKK Singaraja (Bali Post) –
Rancangan APBD Buleleng tahun 2019 telah disahkan eksekutif dan juga DPRD belum lama ini. Dokumen keuangan selama setahun itu sudah selesai masa verifikasinya yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster. Hasilnya, usulan jatah Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Bali itu terpaksa dipangkas. Menyusul pemangkasan kedua sumber pendapatan itu , Buleleng kehilangan pendapatan lain lain yang sah sebesar Rp 14,177 miliar lebih. Dari hasil verifikasi itu, dipastikan program yang didanai dari kedua sumber pendanaan, otomatis akan dirasionalisasi. Dari data yang dikumpulkan Sekretariat Daerah (Sekda) Buleleng, Jumat (28/12) kemarin, disebutkan tahun 2019 Buleleng mengusulkan jatah DBH pajak ke pemprov Rp 167 miliar lebih. Setelah diverifikasi, usulan itu dipangkas Rp 10,542 miliar lebih, sehingga usulannya menjadi Rp 156 miliar lebih. Hal yang sama berlaku untuk usulan dana BKK. Buleleng mengusulkan Rp 173 miliar lebih. Setelah diverifikasi akhirnya pemprov menyetujui Rp 170 miliar, sehingga pengurangan BKK tahun depan tercatat Rp 3,635 miliar lebih
atau sekitar 6 persen. Setelah menerima hasil verifikasi APBD tersebut, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) langsung melakukan rapat internal. Rapat internal itu dipimpin Ketua TAPD yang juga Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. bersama Asisten Administrasi Umum Made Arya Sukerta, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Gede Dharmaja, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, dan Kepala Inspektorat Daerah Putu Yasa. Sekab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, pengurangan atau penambahan anggaran dalam pembahasan rancangan APBD merupakan hal yang bisa saja terjadi. Ini karena pemerintah daerah melakukan
berbagai pendekatan hingga menentukan program skala prioritas, sehingga sebelum APBD dinyatakan final rancangan anggarannya itu bisa digeser. “Seninya dalam menyusun racangan APBD ya adalah mengutak-atik angka dengan berbagai pertimbangannya. Setelah APBD kita diverifikasi, kemudian ada pengurangan anggaran. Hal itu biasa saja,” katanya. Setelah menerima informasi terkait pengurangan jatah DBH pajak dan BKK itu, kata Puspaka, pihaknya sudah memerintahkan Bappeda dan Litbang serta BKD untuk merombak kembali beberapa usulan program yang akan dibiayai dari kedua sumber anggaran itu. Dari pengurangan itu, pihaknya memastikan ada program yang dirasionalisasi. “Karena sumber anggarannya dikurangi, maka program yang sudah kita rancang dirasionalisasi dulu. Apa saja itu, sejauh ini Bappeda Litbang dan BKD masih membahasnya,” jelasnya. Rencananya, Senin (31/12) pekan depan, pi-
haknya melaporkan hasil verifikasi tersebut kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng. Hasil verifikasi itu dilaporkan sejatinya untuk menjawab hasil verifikasi dari Pemprov Bali. Setelah tahapan ini dilalui, maka 2019 dukumen keuangan daerah itu mulai berjalan. (kmb38)
Bangunan di Terminal Sangket Tertimpa Pohon Singaraja (Bali Post) – Pohon cempaka tumbang akibat angin kencang Jumat (28/12) kemarin. Batang pohon itu menimpa sebagian atap bangunan di Terminal Sangket, Kecamatan Sukasada. Beruntung, di sekitar lokasi penumpang masih sepi, sehingga peristiwa itu tidak menimbulkan korban
jiwa. Akan tetapi, bagian atap genting banyak yang pecah akibat tertimpa pohon cempaka itu tumbang. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Wayan Duala, di lokasi kejadian mengatakan angin bertiup kencang melanda
beberapa wilayah di Buleleng, menyebabkan pohon cempaka dengan diameter cukup besar itu tiba-tiba tumbang. Diduga akibat terpaan angin dan batang kayu itu lapuk, sehingga pohon itu tumbang. “Kami menerima laporan dari warga. Kemudian dengan cepat kami terjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC).
Pohon itu sudah menimpa bagian atap bangunan di terminal itu. Korban jiwa nihil karena kebetulan di lokasi kejadian itu aktivitas penumpang dan sopir angkutan masih sepi,” katanya. Menindaklanjuti laporan kejadian itu, personel TRC langsung membersihkan batang pohon tumbang itu
menggunakan gergaji mesin. Batang kayu yang sudah dipotong, kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Ranting dibersihkan lalu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Buleleng. Kerusakan fasilitas umum itu telah dilaporkan ke instansi yang membidangi. (kmb38)
Napa’s Band Berkarya dari Dalam Lapas LIMA warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Singaraja membentuk grup Napa’s Band. Nama itu dipilih dengan arti Napi Anak Singaraja. Kelimanya membentuk band lokal, setelah mereka sama-sama sebagai warga binaan itu bertemu di dalam lapas. Semuanya berasal dari Singaraja. Salah satu dari kelima warga binaan itu terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Selama menjalani masa hukuman, mereka terus berkarya dan berkarya demi mengejar mimpi dan cita-cita. Napa’s Band beranggotakan lima orang. Masingmasing Kamarudin alias Ayoen menempati posisi bass. Guitar dipercayakan kepada Putu Mariama alias Bodo. Bendesa memegang rhythm serta Iwan Pratama pegang melodi. Nah... sebagai vokalisnya adalah Putu Suciawan. Ketika dihukum di Lapas Gianyar, Suciawan sendiri sempat kabur beberapa waktu lalu. Namun vokalis itu kemudian berubah total setelah pindah ke Lapas Singaraja. Dia benar-benar mengisi waktunya di lapas dengan kegiatan positif. Selain sebagai vokalis, Suciawan menjadi roh Napa’s Band yang menciptakan 10 lagu andalan. Salah satunya ‘’Menunggu Waktu’’. Lagu andalan itu di-launching saat Umanis
Galungan di lapangan Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kamis (27/12). Lokasi peluncuran lagu tersebut sengaja dilakukan di desa kelahiran Suciawan. Putu Suciawan menuturkan, proses pembuatan lagu dan video clip dari Napa’s Band itu menampilkan suasana di lapas. Menurut bayangan warga lapas itu tetap saja menyeramkan dan penuh kekerasan. ‘’Lewat lagu ciptaan itu kami ingin membalikkan kesan seram itu. Hemat kami itu suatu hal fantastik. Kami memang sebelumnya divonis bersalah, tetapi kami tetap berkarya,’’ katanya. Seni, kata Suciawan, merupakan salah satu wahana pembinaan yang sifatnya kemandirian. Di sana ada life skill. Ia beharap bakat musiknya bisa terus berkembang, sehingga Napa’s Band mampu menjadi ikon musik warga itu sendiri. Ia menyakini bermusik itu tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri, juga keluarganya termasuk masyarakat. ‘’Seni bukan saja bisa menghaluskan seseorang. Malah seni itu efektif sebagai mata pencaharian. Pada saatnya nanti setelah selesai menjalani masa hukuman, kami akan berusaha bersaing sehat dan konstruktif dengan musisi lainnya. (mud)
Bali Post/ist
LUNCURKAN LAGU ANDALAN - Napa’s Band meluncurkan lagu andalan di lapangan Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kamis (27/12) malam.
Bali Post/kmb38
CEMPAKA TUMBANG – Pohon cempaka tumbang akibat angin kencang Jumat (28/12) kemarin. Akibatnya, atap dan rangka bangunan Terminal Sangket mengalami kerusakan.
Tangani Kerusakan Irigasi di Desa Musi
Krama Subak Pasang Pipa Darurat Kerusakan infrastruktur pertanian di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak karena banjir bandang, nampaknya sulit ditangani. Alasannya, alur irigasi tertimbun material tanah dan batu kali. Kondisinya diperparah lagi akses ke lokasi itu sulit dilalui, sehingga kemungkinan menggunakan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor itu tidak mudah dilakukan. Sementara, upaya darurat yang diupayakan dengan cara manual belum optimal. Lalu, bagaimanakah cara efektif untuk menanggulangi kerusakan infrastruktur pertanian di Desa Musi itu? KRAMA subak dan warga bergotong royong, bahu-membahu mengatasi musibah yang sedang dialaminya. Mereka kompak berusaha memasang pipa agar air itu kembali mengalir. Perbekel Desa Musi Kecamatan Gerokgak, Nyoman Arya Suwabawa, Jumat (28/12) kemarin, mengatakan irigasi yang terdampak akibat banjir bandang itu berjarak sekitar 2 kilometer di hulu desa. Sebetulnya, kerusakan irigasi itu sudah terjadi tahun 2016. Waktu itu, kerusakan itu ditangani menggunakan pipa darurat. Di lokasi yang sama, Sabtu (22/12) lalu, kembali diterjang banjir bandang,
sehingga pipa itu rusak parah. Pascakejadian itu, warga subak dan perangkat desa, kecamatan, dan aparat keamanan melakukan gotong royong. Mereka membersihkan irigasi yang tertimbun tanah tersebut. Upaya bersama itu belum berhasil optimal. Ternyata, kerusakan yang terjadi di Sungai (Tukad) Soca yang tertimbun cukup parah itu sejauh ini, belum tertangani secara memadai. Tutupan tanah dan batu kali memutus aliran air. Karena kerusakan di situ, maka air tidak bisa mengalir lancer. Padahal sebelumnya, air mengalir normal mengairi puluhan hektar sawah di Su-
bak Mekar Sari itu. Dari kerusakan itu, pihaknya berupaya melakukan perbaikan darurat. Satu-satunya cara agar penanganan bisa cepat adalah menggunakan bantuan alat berat. Akan tetapi, alat berat itu tidak bisa digunakan, akibat kesulitan akses jalan sampai ke lokasi kejadian itu. “Tadi pagi (Jumat, 29/12red), kami bergotong royong membersihkan lokasi itu yang salurannya tertimbun batu dan tanah. Semua yang menganjal, coba kami bersihkan. Namun, belum berhasil, sebab satu-satunya upaya harus menggunakan alat berat. Masalahnya, tidak ada akses sehingga sulit menjangkau lokasi,’’ katanya. Selain kekhawatiran mengancam sawah akan mengalami kekeringan akibat irigasi tertimbun, Suwabawa juga khawatir kalau kerusakan itu berdampak serius terhadap pasokan air bersih untuk warga. Apalagi, saat ini warga masih suasana Galungan dan menginjak persiapan hari raya Kuningan. Sejak banjir
bandang, air bersih yang mengalir dari irigasi itu sempat putus. Sedikit beruntung saat ini warga di Dusun Madan masih bisa memanfaatkan air bersih yang sudah ditampung sebelum kejadian. Warga mengambil dari dusun terdekat. Tetapi, pascakejadian itu, pasokan air pun semakin kecil. Tidak saja debit kecil, namun aliran airnya keruh karena bercampur lumpur saat banjir bandang melanda. “Kalau perbaikan irigasi itu tidak bisa dilakukan, tidak saja memicu kekeringan. Tetapi kami khawatir, warga tidak mendapatkan air bersih, apalagi menjelang persiapan Kuningan,” katanya. Klian Subak Mekar Sari, I Wayan Sulatra, mengatakan, penanganan darurat bersama krama subak akan dilanjutkan Senin (31/12) pekan depan. Penanganan lanjutan itu dilakukan dengan cara memasang pipa, sehingga air bisa mengalir. Hanya, penanganan ini dikhawatirkan kembali rusak kalau kembali hujan yang kemudian dipicu banjir susulan. “Kerusakannya sudah
tahun 2016. Sejak itu di salurannya sudah dipasang pipa. Waktu banjir bandang, pipa itu kembali hancur. Sekarang, kami berusaha memasang pipa itu lagi. Sehingga kami bisa menanam padi kembali,” harapnya. (mud)
Kalau perbaikan irigasi itu tidak bisa dilakukan, tidak saja memicu kekeringan. Akan tetapi, kami khawatir warga tidak mendapatkan air bersih, apalagi menjelang persiapan Kuningan. Perbekel Desa Musi Kecamatan Gerokgak Nyoman Arya Suwabawa
GIANYAR
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
9
Sembako di Pasar Murah Ludes Diserbu Pembeli
Gianyar (Bali Post) Bertepatan dengan Pahing Galungan, Jumat (28/12) kemarin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Perum Bulog Provinsi Bali menggelar pasar murah. Kegiatan ini mengambil lokasi di Pasar Umum Gianyar. Dalam pasar murah ini, sekitar 200 kilogram beras kualitas premium dan medium habis terjual. Meski sempat diguyur hujan gerimis, namun pasar murah yang digelar bertepatan Pahing Galungan ini cukup diminati para pengun-
jung Pasar Umum Gianyar. Dalam pasar murah ini, sejumlah kebutuhan terjual dengan harga lebih murah, seperti harga beras kualitas premium dijual Rp 10 ribu per kilogram, beras kualitas medium dijual Rp 8.500 per kilogram, gula pasir dijual Rp 10 ribu per kilogram dan minyak goreng dijual dengan harga Rp 12.500 per liter. Sedangkan tepung terigu dijual seharga Rp 7 ribu per kilogram. ‘’Harga kami jamin di bawah harga di pasar, seperti beras kualitas premium di sini dijual Rp 10 ribu per kilogram. Kalau di pasar
dengan kualitas yang sama berkisar Rp 11 ribu hingga Rp 12,5 ribu per kilogram,’’ ujar Ilham, petugas Perum Bulog Provinsi Bali. Menurut Ilham, pihaknya membawa sekitar 200 kilogram beras. Untuk minyak goreng disediakan tiga dus di mana tiap dus berisi 12 kantong. Sedangkan untuk gula pasir sebanyak 150 kilogram juga ludes terjual. ‘’Pasar murah yang rutin digelar saat momentum hari raya ini menyediakan beberapa kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula dan tepung terigu dengan
harga di bawah harga pasar namun tetap dengan kualitas terjamin,’’ katanya. Sementara itu, Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Gianyar Dra. Ni Wayan Adnyaningsih mengatakan, harga yang dijual merupakan harga pokok sehingga diharapkan konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang terjangkau. Ditegaskan, pasar murah ini juga dapat memotong jalur distribusi, sehingga harga bisa di bawah harga pasar namun tetap dengan kualitas terjamin. (kmb35)
PASAR MURAH - Suasana pasar murah yang dilaksanakan pemerintah di Pasar Umum Gianyar.
PLN Larang ”Overspanning” Gianyar (Bali Post) Manajer Area PLN Rayon Gianyar Anggoro Fajar Gandajati mengaku s u d a h melakukan pengecekan terhadap kasus pemuda tewas tersetrum listrik di Desa T e gal-
lalang. Dikatakan, dalam kasus ini terjadi overspanning terhadap sambungan listrik. “Itu namanya overspanning, dan itu sangat tidak diperbolehkan oleh PLN,” ujar manajer yang akrab disapa Anggoro ini, Jumat (28/12) kemarin. Anggoro mengatakan, yang menyebabkan korban tewas tersetrum bukanlah sambungan PLN. Apalagi sesuai olah TKP dan pemeriksaan saksi diketahui kabel listrik di lokasi itu sebelumnya hanya disangga bambu. “Jadi, overspanning itu bukan sambungan PLN,”
katanya. Menurut Anggoro, selama ini pihaknya sudah rutin memberikan surat imbauan ke desa terkait hal tersebut. Bahkan sudah ada tembusan ke instansi terkait agar disampaikan ke masyarakat. “Namun masyarakat ada yang mau mengikuti, ada juga yang membandel. Sementara kita batasannya hanya sampai mengimbau,” tegasnya. Pada kesempatan kemarin, Anggoro juga membantah bila overspanning dalam kasus ini disebut pencurian listrik. Alasannya, di masyarakat memang cukup banyak overspanning yang mengambil sambungan setelah kWh meter. “Sehingga kalau ini terukur tidak bisa dikatakan pencurian,” tegasnya. (kmb35)
Anggoro Fajar Gandajati
Bali Post/kmb35
PENGECEKAN - Polisi saat melakukan pengecekan penjualan kembang api di Jalan Raya Goa Gajah Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.
Polisi Intensifkan Pengawasan Penjualan Kembang Api Gianyar (Bali Post) -
Menjelang pergantian tahun, jajaran Polres Gianyar makin mengintensifkan pengawasan terhadap penjualan kembang api di wilayah hukum Gianyar. Jumat (28/12) kemarin sejumlah polisi memeriksa penjual kembang api di pinggir Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedul. Namun dari pemeriksaan kemarin, penjual kembang api I Putu Nanda sudah mengantongi izin. Awalnya polisi mendapat informasi adanya penjual kembang api yang menggunakan mobil pick-up DK 8571 PR di Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Jumat siang kemarin. Setelah dicek, kembang api milik I Wayan Sudarsana itu diperoleh dari Sub. agen
wilayah Denpasar dan sudah memiliki fotokopi izin, nota pengambilan kembang dan menunjukkan sebagai pengecer dari sub agen yang di keluarkan oleh Dit. Intelkam Polda Bali. “ Kembang api yang dijual jenis Golden Eyes dengan ukuran kembang
api yang paling besar dijual 19,” ujar Kasubsatgas Sidik Polres Gianyar Iptu Wayan Antariksawan, S.H., Jumat kemarin. Menurut Antariksawan, sampai saat ini polisi masih melakukan penjaringan terhadap peredaran kembang api dan petasan
di wilayah Gianyar, serangkaian Ops Lilin Agung 2018. Upaya ini dilakukan dengan pengecekan ke sejumlah toko. “Yang dicek itu nota pembelian dari sub agen,” jelasnya. Antariksawan menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan pada toko lain di wilayah Gianyar. Pengecekan akan terus dilakukan sebelum perayaan tahun baru. “Kami akan turun lagi melakukan pengecekan,” tegasnya. (kmb35)
Serius Tangani Sampah
Desa Tampaksiring Kukuhkan Puluhan Relawan Gianyar (Bali Post) Sejumlah desa kini mulai serius menjaga kebersihan, khususnya dalam menangani persoalan sampah. Seperti di Desa Tampaksiring, ada puluhan warga dari 13 banjar yang dikukuhkan sebagai relawan kebersihan. Proses pengukuhan ini berlangsung di Wantilan Jaba Pura Bale Agung Desa Tampaksiring, Jumat (28/12) kemarin. Pengukuhan relawan ini disaksikan Bupati Gianyar Made Mahayastra dan Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Wayan Kujus Pawitra berharap relawan kebersihan ini bisa menjadi pelopor dalam gerakan kebersihan dan pengurangan sampah plastik di wilayah banjar masingmasing. Dikatakan, setiap banjar ada lima relawan yang dikukuhkan. Tugas mereka sama seperti Trash Hero, ketika melihat sampah, langsung dengan inisiatif sendiri mengambil dan membuangnya ke tempat sampah.
“Relawan ini diketuai langsung oleh Perbekel Tampaksiring dan di masingmasing banjar ada ketuanya juga. Ada bendesanya jadi ketua di banjar, ada juga langsung klian banjarnya,” jelasnya. Kujus Pawitra menambahkan, tugas mulia ini akan terus berkembang dan diikuti oleh masyarakat lainnya. Guna mendukung kinerja relawan ini, Bupati Gianyar Made Mahayastra memberikan bantuan truk sampah kepada relawan tersebut. “Sehingga penanganan sampah di desa lebih efisien dan efektif. Langsung menangani di sumber masalahnya, yakni di rumah tangga,” katanya. Kujus Pawitra menegaskan, kegiatan ini akan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Nantinya setiap desa diharapkan memiliki manajemen pengelolaan sampah terpadu. “Setiap desa memiliki armada truk, ada tempat pengelolaan sampah terpadu, ada daur ulang sampah pada komposting, ada pemilahan dan seb-
RELAWAN - Suasana pengukuhan relawan kebersihan di Desa Tampaksiring, Jumat (28/12) kemarin.
againya. Pada 2025, seluruh desa di Gianyar ditargetkan memiliki pengelolaan sampah mandiri. Bila ini bisa diwujudkan, kami yakin persoalan sampah dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan,” tegasnya. Sementara itu, Perbekel Tampaksiring yang juga ketua relawan kebersihan, Made Widana mengatakan, relawan yang direkrut dan sudah dikukuhkan sebanyak 65 orang. “Per banjar kami libatkan masing-masing lima orang. Kami tidak paksa mereka, ini yang mau saja. Tidak dibayar,” jelasnya. Menurut Widana, banyak warganya antusias menjadi relawan. Bahkan sebelum dikukuhkan, relawan ini sudah bergerak sampai tiga kali keliling desa. Pertama di wilayah bukit, lalu di banjar Kelodan dan di Pasar Tampaksiring. Selanjutnya di akhir pekan relawan akan kembali bergerak ke Subak Kumba. “Di sawah banyak sampah kiriman. Itu yang kami sasar. Tugas kami menyasar plastik,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/ist
EVAKUASI - Suasana evakuasi korban yang tewas tersetrum listrik di Desa Tegallalang, Kamis (27/12) sore.
Tersetrum Listrik, Pemuda Tewas dengan Tubuh Melengkung Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan temuan mayat seorang pemuda di areal sawah di Desa Tegallalang, Kamis (27/12) sore. Ketika ditemukan, korban I Wayan Adi Yuliartha sudah terbujur kaku dengan tubuh melengkung. Pemuda berusia 20 tahun ini diketahui tewas akibat tersetrum listrik di lokasi tersebut. Menurut keterangan paman korban, I Wayan Tirta, awalnya pada Kamis sore sekitar pukul 18.30 Wita ia hendak membuang sampah organik di seputaran TKP. Dalam perjalanan menyusuri jalan setapak itulah pria 65 tahun ini melihat sosok tubuh manusia tergeletak dengan posisi melengkung ke belakang. Melihat temuan itu, ia spontan berteriak minta tolong. Setelah diperhatikan, ternyata sosok mayat yang mengenakan baju merah itu adalah keponakannya, I Wayan Adi Yuliartha. Sontak I Wayan Tirta menangis histeris karena tak menduga keponakannya terbujur kaku dengan tubuh melengkung ke belakang. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian kaos merah bertuliskan “The Red Liverpool” dan celana pendek warna biru. Saat ditemukan, sejumlah warga sempat tidak berani menyentuh langsung jasad pemuda kelahiran 26 Juli 1998 ini. Sebab, di tangan korban masih menggenggam kabel hitam. Setelah aliran listrik dipadamkan, baru jasad korban diangkat. Bersama korban, juga ditemukan sebatang bambu penyangga kabel yang melintang di atas pematang sawah di Subak Uma Babakan, Banjar Gagah. Dikonfirmasi Jumat (28/12) kemarin, Kapolsek Tegallalang AKP I Gede Sukadana membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, polisi sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP. “Polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya korban,” ujarnya. Jasad korban lantas dibawa
ke rumah duka yang jaraknya sekitar 10 meter dari TKP. Berdasarkan hasil visum pemeriksaan Bidan Puskesmas Tegallalang I, Ni Wayan Suratni, terdapat pendarahan pada mata, ada bekas terbakar pada telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri, dan tidak ada bekas kekerasan akibat orang lain di tubuh korban. Secara terpisah, ibu kandung korban, Ni Nyoman Sulastri, mengaku sudah menerima kejadian tersebut se-
bagai sebuah musibah, dan tidak mengajukan tuntutan secara hukum. Rencananya jenazah korban akan dikubur, Sabtu (29/12) hari ini. Meski demikian, Sulastri tampak terpukul. Bagaimana tidak, korban merupakan anak tunggal. Sementara ayah korban telah meninggal sekitar enam tahun silam karena serangan jantung. Sepeninggal anak semata wayangnya ini, Sulastri kini hanya tinggal bersama ibu mertua dan kakak iparnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Kisah Pilu dari Banjir Bandang Biluk Poh
Rumah Dua KK Miskin Lenyap Ditelan Lumpur Banjir bandang menyisakan kesedihan mendalam serta kepiluan kehidupan dua lansia miskin. Air bah yang menerjang Minggu (23/12) membuat rumah Nyoman Neri (75), di pinggir pantai Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo hanyut ditelan air bah yang menyatu dengan air laut yang pasang. Rumah itu merupakan bantuan CSR sebuah bank. Sementara Nyoman Minta (68), rumahnya yang ada di pinggir sungai Biluk Poh, Kelurahan Penyaringan, Kecamatan Mendoyo hancur lalu lenyap tenggelam dalam lumpur banjir bandang.
HANCUR - Nyoman Minta berada di areal bekas rumahnya yang hancur dan lenyap ditelan dan tenggelam dalam lumpur banjir bandang di barat sungai Biluk Poh Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
Ditemui di rumah kerabatnya, Jumat (28/12), Nyoman Neri yang kini badannya makin kurus dan lumpuh hanya bisa pasrah. “Saya sudah tidak punya rumah. Syukur juga saat kejadian tidak ada di rumah itu karena sejak saya tidak bisa jalan dan usai opname saya diajak ke sini (rumah kerabat) sehingga bisa selamat. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi,” kata Neri yang sejak beberapa tahun lalu cacat karena tertimpa pohon pisang. Sementara anaknya yang mengalami gangguan jiwa juga mengungsi ke rumah kerabatnya. Sedangkan anak tiri Nyoman Neri, yang rumahnya ada di sebelah barat, rumahnya juga hanyut ke
laut. “Mereka juga ngungsi ke Banjar Munduk ke rumah keluarga,” jelas Neri. Neri kini tidak berdaya dan hidup dari belas kasihan kerabat dan orang lain. “Saya lumpuh dan sudah tidak bisa bangun lagi. Bahkan megang gelas aja tidak bisa. Jadi semua dilayani. Bersyukur ada kerabat yang baik mau menampung dan merawat saya,” jelasnya. Kisah pilu lainnya dari Nyoman Minta (68), yang hanya bisa merenung di bekas rumahnya yang hancur dan tertanam lumpur. “Saya bingung harus bagaimana. Sementara saya ngungsi di posko di Biluk Poh Kangin. Sudah tidak punya apa-apa lagi,” jelasnya.
Nyoman Suarni, istri Minta yang puluhan tahun sakit gangguan mental dititip di rumah mertuanya. “Saya tidak ikut tinggal di sana. Saya tidak enak. Biar istri saja dulu di sana, pulang ke rumahnya. Tapi saya sering tengok. Saya di posko sambil berpikir ke depannya,” katanya. Menurut informasi, Minta diusulkan bedah rumah tahun 2019 karena termasuk KK miskin di Lingkungan Biluk Poh Kangin Kelurahan Tegalcangkring. Minta yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas kelapa dengan penghasilan tidak menentu ini mengatakan saat kejadian dia dan keluarga sembahyang ke Karangasem. “Saya tahu kejadian dan rumah lenyap karena anak saya ditelepon tetangga kalau ada banjir bandang. Kami hanya bisa pasrah,” kata Minta sambil tersenyum getir. Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha saat meninjau lokasi banjir bandang mengatakan, akan membantu KK miskin yang rumahnya hancur dengan bedah rumah. Pihaknya berharap jajarannya lebih sigap dalam penanganan banjir dan bencana. (kmb)
Perayaan Malam Tahun Baru
Polisi akan Tindak Tegas Motor Berknalpot ”Brong”
Negara (Bali Post) Pengamanan perayaan Tahun Baru di Kabupaten Jembrana akan dititikberatkan di sepanjang jalan dan pusat-pusat keramaian. Khusus perayaan dengan konvoi kendaraan menjadi atensi khusus. Antisipasi dilakukan terutama untuk kendaraan roda dua berknalpot “brong”. Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol Mahfud Didik Wiratmoko, Jumat (28/12) kemarin mengatakan, sepeda motor berknalpot brong dilarang beredar saat perayaan. Petugas menurutnya akan melakukan razia di sejumlah ruas jalan dan menindak bagi pengendara yang melanggar. Tindakan itu dengan tilang di tempat hingga penyitaan knalpot brong. Dilarangnya motor knalpot brong, selain menyalahi dan berbahaya bagi pengendara, juga meng ganggu pengendara lainnya. Untuk pengamanan perayaan di Kota Negara, difokuskan tiga titik jalan protokol di Kota Jembrana yakni Jalan Ngurah Rai, Jalan Sudirman, dan Jalan
Hassanudin. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, di tiga titik ruas jalan ini menjadi pusat keramaian masyarakat. Jumlah personel yang akan dikerahkan dalam pengamanan ini mencapai 200 orang. Selain jalan-jalan di dalam kota, petugas disebar untuk pengamanan objek wisata seperti Pantai Medewi, Yeh Sumbul, Baluk Rening, Candikusuma dan beberapa pantai lainnya. Polres juga mengantisipasi penggunaan kembang api serta mercon. Polisi tidak melarang saat perayaan menggunakan kembang api ataupun petasan, tetapi yang menjadi perhatian adalah penggunaan di atas kapal penyeberangan Selat Bali. “Kita juga sudah sampaikan baik ke Syahbandar maupun perusahaan kapal terkait imbauan tidak menyalakan kembang api dan petasan di atas kapal,” tegas perwira yang pernah menjabat Kapolsek Gilimanuk ini. Menurutnya, penggunaan kembang api di atas kapal akan mengganggu penyeberangan. (kmb26)
Bali Post/olo
Kayu – Kayu-kayu yang di antaranya masih utuh terdampar di sepanjang garis pantai pesisir selatan Jembrana. Beberapa di antaranya ditarik agar tidak terseret ombak lagi.
Aparat Desa Amankan Kayu Hutan dari Banjir Biluk Poh
Negara (Bali Post) – Sepanjang bantaran Sungai (Tukad) Biluk Poh banyak terdampar kayu yang gelondongan. Bahkan kayu-kayu yang diduga dari hutan itu jadi rebutan. Tidak ingin masalah pengambilan kayu menjadi kasus hukum, pihak Desa Penyaringan melakukan rapat koordinasi, Jumat (28/12) kemarin. Perbekel Penyaringan Made Destra dikonfirmasi membenarkan pihaknya menggelar rapat baik dengan KPH Bali Barat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga perangkat juga tokoh desa.
Bali Post/olo
APEL PASUKAN - Apel pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu. Ratusan personel Polres Jembrana dikerahkan untuk pengamaan hingga pergantian tahun. Salah satu atensi motor berknalpot brong dilarang saat perayaan malam tahun baru.
Satpol PP Tertibkan Pamflet Tak Berizin Negara (Bali Post) – Satpol PP Jembrana, Jumat (28/12) kemarin, menertibkan pamflet dan spanduk tak berizin di perbatasan Kota Negara-Mendoyo. Selain disinyalir belum berizin, pemasangan dilakukan melanggar peraturan daerah, yakni dipaku di pohon perindang. Penertiban yang dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat I Kadek Agus Arianta itu mengamankan belasan pamflet yang dipasang sembarangan. Selain terpasang dengan dipaku di pohon, pemasangan juga amburadul. Padahal di kawasan perbatasan kota itu sebagian besar merupakan kawasan taman perindang. “Tertancap di pohon dengan paku, sehingga mengganggu kelangsungan hidup pohon perindang,” terang Kadek Agus. Pamflet yang terpasang itu sebagian besar berisi konten promosi produk dan jasa pinjam uang. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar menyayangi lingkungan dengan tidak memasang promosi produk apapun jenisnya. Selain merusak pohon, pemasangan sembarangan ini menurutnya juga membuat suasana perbatasan kota yang telah ditata menjadi semrawut atau kurang sedap dipandang mata. Padahal jalur itu merupakan jalur utama DenpasarGilimanuk yang sering dilintasi kendaraan dari luar kota dan luar pulau. Penertiban ini menurutnya akan terus dilakukan khususnya yang memasang di pohon-pohon perindang menggunakan paku. (kmb26) PENERTIBAN – Penertiban pamflet yang dipasang sembarangan dan menggunakan paku pada pohon oleh Satpol PP kemarin.
Selain membahas masalah penanganan pascabanjir bandang juga banyaknya temuan kayu hutan. Dari koordinasi dengan KPH Bali Barat, mereka meminta agar kayu-kayu tersebut diamankan. Tetapi untuk kelanjutannya belum jelas akan digunakan apa kayu-kayu itu. Untuk mengamankan yang jumlahnya cukup banyak tersebut, desa juga sudah memberi tanda. Termasuk
yang di pinggir pantai akan diambil dan diamankan. “Kami mohon agar desa dan warga yang terdampak banjir bisa menerima manfaatnya. Dan kami juga hati-hati agar nanti tidak jadi masalah hukum/ kasus karena ini menyangkut kayu hutan,” jelasnya. Sebelumnya, diakui sempat terjadi keresahan ketika ada petugas yang memotong kayu besar dari hutan tersebut dengan mesin pemotong
kayu yang dilaporkan ke polisi oleh masyarakat. Petugas itu pun dipanggil dan dibina oleh polisi. Destra mengaku tidak tahu nama jenis kayu yang banyak ditemukan. Namun, informasi dari KPH itu jenis kelas 1 dan 2. “Yang jelas cukup banyak,” ujar Destra. Selain kayu yang ada di bantaran Sungai Biluk Poh, Destra juga mengimbau agar warga tidak mengambil seba-
gian besar kayu gelondongan yang juga terdampar di sepanjang pantai pesisir Selatan Jembran dari pantai Air Kuning hingga Delodberawah. Dari pengamatan, sejak Minggu siang lalu hampir sepanjang pesisir pantai dipenuhi kayu berbagai ukuran yang terdampar setelah masuk ke laut. Seperti di Pantai Yeh Kuning, Air Kuning hingga Mendoyo kayu yang terdampar sebagian besar masih utuh berbentuk log-log pohon dengan berbagi ukuran dan jenis. Sejumlah warga hingga penampahan Galungan lalu masih disibukkan memotong kayu-kayu berukuran besar yang terdampar di pinggir pantai itu. Sejumlah kayu
ukuran besar di antaranya merupakan kayu hutan dipotong menggunakan alat mesin pemotong kayu. “Kalau sehari tak mungkin bisa (dipotong), yang kecilkecil dikumpulkan untuk kayu bakar oleh warga. Kalau yang besar belum tahu untuk apa nanti, yang penting dipotong dulu,” terang salah seorang warga ditemui beberapa waktu lalu. Menurut warga, sejak puluhan tahun belum pernah ada semacam ini. Apalagi kayu-kayu terdampar rata memenuhi pantai dari barat sampai timur. Sejak puluhan tahun, baru kali ini ada kayu terdampar hingga sepanjang garis pantai. (kmb26)
Penempatan Tak Sesuai Kompetensi, Kinerja OPD Kurang Optimal
Negara (Bali Post) Dari pengawasan internal yang dilakukan Inspektorat Jembrana selama tahun 2018, sejumlah kegiatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun, masih ada catatan atau kekurangan yang menjadi perhatian. Seperti penempatan sumberdaya manusia yang ditempatkan tidak sesuai kompetensi. Hal ini menjadi pemicu kurang maksimalnya kegiatan OPD. Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Jembrana Ni Wayan Koriani, Jumat (28/12) kemarin mengatakan, secara umum kinerja OPD di Jembrana sudah baik. Diharapkan dengan kinerja itu bisa mempertahankan opini dari BPK RI, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Jembrana selama kurun waktu empat tahun ini menerima opini WTP secara berturut-turut. Karena itu, masalah yang bisa menurunkan nilai supaya tidak terjadi lagi, agar opini tersebut tetap dipertahankan. Inspektorat menurutnya secara rutin melakukan audit mulai perencanaan hingga evaluasi kinerja OPD. Dari evaluasi, ada beberapa OPD yang belum maksimal dipicu
SDM. Di sejumlah bidang, ada yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Semestinya ditempatkan orang-orang yang sesuai dengan kompetensinya. Hal tersebut juga terjadi di Inspektorat sendiri. Menurutnya, jumlah tenaga auditor masih kurang. Diharapkan tahun depan dengan adanya penambahan empat orang auditor dari seleksi CPNS lalu bisa memaksimalkan kinerja. Tahun depan, menurutnya pengawasan akan lebih diperluas hingga ke desa-desa terkait pengelolaan Dana Desa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya beberapa jadi sampel atau contoh. Selanjutnya pengelolaan keuangan seluruh desa akan menjadi satu kesatuan dengan pemerintah daerah. Selain pengawasan internal, Inspektorat juga melakukan pengawasan pihak ketiga yang mengerjakan kegiatan pemerintah. Seperti pada kegiatan pembangunan infrastruktur, secara umum sudah berjalan dengan baik. Namun, beberapa rekanan tidak konsekuen dengan pekerjaan. Sehingga beberapa kegiatan belum sesuai dengan harapan. (kmb26)
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
KARANGASEM
11
Perlu Dana Rp 2 Triliun, Benahi Kerusakan Jalan Kabupaten Amlapura (Bali Post) Infrastruktur jalan kabupaten di Karangasem mengalami kerusakan cukup panjang. Dari total panjang jalan kabupaten 1.202 kilometer, nyaris setengahnya, 506 kilometer, tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat. Perlu dana sekitar Rp 2 triliun untuk memperbaiki kerusakan jalan yang tersebar di delapan kecamatan itu. Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem I Ketut Prama Budarta mengatakan hal itu, Jumat (28/12) kemarin.
JALAN RUSAK - Jalan kabupaten di Kecamatan Manggis yang mengalami kerusakan berat.
Rumah Warga di Bebandem Rusak Tertimpa Pohon
Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang melanda wilayah Karangasem kembali memicu bencana pohon tumbang. Pohon kelapa menimpa rumah milik warga di Banjar Dinas Desa Bebandem, Ni Wayan Ruma (75), hingga bagian atapnya hancur. Atas kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Anak Ni Wayan Ruma yakni Wayan Rumiada, Jumat (28/12) kemarin, mengungkapkan pohon kelapa itu tumbang sekitar pukul 11.00 Wita. Dirinya mendapatkan informasi dari iparnya, kalau rumah ibunya ditimpa pohon kelapa. Saat kejadian, dirinya
sedang berada di desa. Setelah menerima informasi itu, ia langsung bergegas menuju ke rumah ibunya. ‘’Sebelum pohon tumbang, tiupan angin sejak semalam sangat kencang. Kencangnya tipuan angin itu membuat pangkal pohon kelapa itu tidak kuat lagi menahan batangnya, sehingga tumbang,’’ ujarnya. Beruntung, kata Rumiada, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan kosong. Kebetulan ibunya sedang ke kebun. Rumah yang ditimpa pohon ini merupakan rumah bantuan bedah rumah provinsi. ‘’Untungnya, pas kejadian tidak ada ibu. Karena ibu saat
kejadian berada di ladang. Untuk pemotongan pohon dibantu petugas BPBD,’’ ujarnya. Mengingat sekarang ini rumah ibunya rusak berat, untuk sementara, kata Rumiada, ibunya diajak tinggal di rumahnya. Untuk perbaikan belum bisa dipastikan kapan dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada uang untuk perbaikannya. ‘’Karena ini disebabkan bencana, maka saya akan laporkan ke dinas terkait. Hal ini penting diketahui supaya bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Semoga saja dapat biaya perbaikannya nanti,’’ harap Rumiada. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Prama Budarta menjelaskan, kerusakan jalan itu hampir setiap tahun terjadi. Ini disebabkan minimnya perbaikan jalan terutama di pelosok desa dekat pegunungan. Jalan rusak itu tersebar di delapan kecamatan. Paling banyak di Kubu, Abang, dan Karangasem. Ada sebagian jalan itu belum dihotmix. Beberapa telah dihotmik namun berlubang. Jalan itu rusak karena sering dilalui kendaraan bermuatan melebihi tonase. Selain itu, dikarenakan longsor serta banjir. “Jalan kabupaten yang termasuk bagus dilalui panjangnya 696 kilometer. Jalan itu tersebar di delapan kecamatan.
Hampir 50 persen lebih jalan kabupaten dalam kondisi baik. Sisanya akan kita perbaiki secara bertahap,” ujarnya. Dinas PUPR, kata Prama Budarta, terus berupaya melakukan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan. Sayangnya, anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan itu relatif minim. Karena itu, tidak cukup dana yang dipergunakan untuk meng-cover seluruhnya. Hanya mampu mengjangkau beberapa kilometer. “Kalau dikalkulasi, dana yang diperlukan untuk memperbaiki jalan yang rusak itu diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Itu baru perkiraan.
Makanya, perbaikan akan dilakukan bertahap, sedikit demi sedikit,” ujarnya. Pihaknya, kata Prama Budarta, berencana menyerahkan beberapa jalan kabupaten ke desa bersangkutan. Pertimbangannya agar jalan itu bisa diperbaiki lebih cepat. Beberapa desa mengaku siap mengalokasikan dana perbaikan jalan lewat APBDes. Dengan syarat, status jalan itu dialihkan ke desa. “Ada beberapa desa meminta agar status jalan itu diserahkan ke desa supaya segera diperbaiki. Kalau nunggu perbaikan dari pemerintah daerah, dikhawatirkan terlalu lama,” tegas Prama Budarta. (kmb41)
Tunggakan JKN-KIS Karangasem Capai Rp 6,2 Miliar Amlapura (Bali Post) Tunggakan pembayaran JKN-KIS Karangasem mencapai Rp 6,2 miliar lebih. Tunggakan itu milik 17.677 peserta JKN-KIS dari kelas 1 hingga kelas 3. Hal itu terungkap saat rapat di Kantor DPRD Karangasem, Jumat (28/12) kemarin. Dalam rapat kerja kemarin, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan I Gusti Bagus Putra
Pertama, Kepala Dinas Sosial Puspa Kumari, pihak PT BPD Bali Cabang Karangasem, dan BPJS Karangasem. Adanya tunggakan itu mendapat tanggapan serius dari anggota DPRD, I Gede Bendesa Mulyawan. Dia mempertanyakan apakah dana CSR itu dapat membayarkan tunggakan tersebut, sehingga masyarakat bisa terus menda-
patkan pelayanan kesehatan. Saat itu juga, BPD Bali Cabang Karangasem ikut menjawab, dikatakan BPD memang menganggarkan CSR untuk seluruh kabupaten namun dengan porsinya masing-masing. Porsi untuk kabupaten itu dibagi-bagi setiap unsur. Seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain. Sejauh ini, pihaknya
RUSAK PARAH - Rumah warga rusak cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Bali Post/kmb41
RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja di Kantor DPRD Karangasem, kemarin.
masih perlu mengecek alokasi dana pada tahun 2019, sehingga dapat dipastikan bisa tidaknya dana CSR itu mendukung pelayanan kesehatan tersebut. Pihaknya juga masih perlu melakukan koordinasi dengan internal BPD Bali terkait hal itu. Kepala Dinas Kesehatan I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, Kabupaten Karangasem sedang mempersiapkan universal health coverage (UHC). Syarat diadakannya UHC adalah peserta JKN mencapai minimal 95 persen dari seluruh masyarakat. Saat ini, jumlah warga Karangasem menurut data semester 2 2018, sebanyak 510.128 jiwa. ‘’Jumlah peserta JKN hingga tanggal 1 Desember 2018, sebanyak 420.745 jiwa. Jadi, sudah 78,95 persen ikut JKN. Untuk memenuhi syarat itu diperlukan 21,01 persen lagi melakukan UHC,’’ ujar Putra Pertama. Pihak BPJS, kata Eni, jika UHC itu dilakukan maka masyarakat yang sudah terdaftar di Disdukcapil, hanya perlu membawa KTP untuk mendaftarkan dan juga mencetak kartu itu. Jika NIK warga itu telah terdaftar, maka saat mereka ke kantor BPJS, kartunya langsung bisa dicetak. (kmb41)
Di Lahan Kering, Warga Tianyar Tengah Kembangkan Aneka Tanaman Komoditas Sayur Kecamatan Kubu terkenal dengan tekstur tanah yang kering. Kondisi seperti itu membuat warga relatif kesulitan mengembangkan komoditas pertanian di sana. Kendati demikian, warga Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah tetap berusaha mengembangkan sejumlah tanaman komoditas di lahan pertanian yang kering tersebut. Lalu, bagaimana solusi warga agar bisa bertani di lahan yang kering itu? KLIAN Subak Abian Dalam, Wayan Pujiyasa, menjelaskan komoditas pertanian yang dikembangkan saat ini di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, seperti kacang panjang, kangkung, cabai, sawi, mentimun, dan terung. Menurutnya, pengembangan komoditas itu bahkan mulai dilakukan sejak Oktober 2018. Lahan yang disiapkan untuk mengembangkan komoditas itu seluas 2,5 are. ‘’Ide awal pengembangan jenis tanaman itu bermula dari pelatihan Yasera, sebuah yayasan yang bergerak di bagian hortikultura dan juga tanaman. Setelah itu, kita coba menanamnya. Hasilnya, tanaman itu bisa berkembang cepat. Tanah di sini sebetulnya bagus. Cocok dengan jenis komoditas yang ditanam. Walaupun kering tapi bisa ditanami sayuran,’’ ungkap Pujiyasa. Pertumbuhan tanaman itu, kata Pujiyasa, cukup bagus. Strategi yang dilakukan terhadap tanah yang lembap dan basah itu agar tidak cepat kering, caranya pada permukaan tanah itu diberikan plastik. Hanya, pihaknya terkendala air untuk menyiram. Air yang diperlukan hingga panen, sekitar 1 - 2 tangki. Alasannya, tanaman itu setiap hari membutuhkan siraman air, supaya bisa
berkembang baik. ‘’Warga berharap hujan segera datang biar bisa bercocok tanam. Seandainya musim hujan datang, pertumbuhan sayur pasti lebih cepat. Jadi, kita harap melalui terobosan itu, masyarakat Banjar Dalem ikut serta mengembangkan sayuran,’’ katanya. Untuk pemupukan tana-
man, kata Pujiyasa, memakai pupuk organik. Pupuk organik itu diolah sendiri. Bahannya adalah campuran daun gamal, koral, tunas bambu, dan gula. ‘’Daun gamal, koral, serta tunas bambu itu diolah. Setelah itu diisi gula. Pupuknya bagus untuk tanamn,’’ imbuhnya. Lebih lanjut dikatakannya, dalam waktu dekat beberapa warga dari Banjar Dalem akan mencoba menanam sayuran di pekarangan rumahnya. Harapannya, lahan di rumah itu bisa difungsikan sekaligus dapat memberi keuntungan. Saat ini lahan dibiarkan saja, dikarenakan kondisinya kering. Karena itu saat ini masyarakat hanya menanam jambu mete. ‘’Kita harap warga bisa mengembangkan komoditas
itu di pekarangan rumah mereka. Walau lahan kering bisa dimanfaatkan untuk pertanian produktif,’’ harapnya. Kepala Dusun Dalem Nyoman Sujana mengaku terobosan ini merangsang warga beralih menjadi petani sayuran. Sekarang sebagian besar warga di Banjar Dinas Dalem berprofesi sebagai petani arak, selain buruh petani di Trunyan, Kecamatan Bangli. Warga Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah saat ini kesulitaan mendapatkan air bersih setiap tahunnya. Untuk keperluan setiap harinya, warga terpaksa membeli air bersih di bagian bawah. Tidak sedikit warga patungan dengan tetangga. Air itu dipergunakan tiga hari untuk menyirami tanaman itu. (eka)
Bali Post/kmb41
KEMBANGKAN SAYURAN - Warga Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah tetap berusaha mengembangkan sejumlah tanaman komoditas sayur dan bumbu di lahan pertanian yang kering.
KLUNGKUNG
12
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
”Melasti” Serangkaian Karya Dalem Agung PSNKK
Hari Ini Ada Pengalihan Lalin di Jalan IB Mantra
E-RETRIBUSI - Para pedagang saat mengikuti pemberlakuan e-Retribusi di Pasar Umum Galiran.
Cegah Kebocoran Pungutan Pedagang Pasar, Pemkab Terapkan E-Retribusi
Semarapura (Bali Post) Setelah kerap mendapatkan sorotan terkait dugaan kebocoran retribusi Pasar Umum Galiran, Pemkab kini mengeluarkan inovasi e-Retribusi bagi seluruh pedagang. E-Retribusi mulai diberlakukan, Jumat (28/12) kemarin, setelah diresmikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama pihak lembaga perbankan, sebagai penyedia sistem. Selain, menekan kebocoran, sistem ini juga diharapkan terjadi efisiensi tenaga teknis di lapangan. Dalam proses penerapannya nanti, para pedagang setempat mendapatkan kartu ATM yang akan dimanfaatkan untuk menabung seperti biasa. Retribusi akan terbayar otomatis melalui tabungan tersebut. Dalam mempermudah proses pungutan kepada semua pedagang, pihak bank bekerja sama dengan koperasi sebagai lembaga keuangan yang paling dekat dengan para pedagang di Pasar Umum Galiran. “Nanti para pedagang menabung ke bank melalui koperasi. Karena koperasi yang aksesnya lebih dekat dengan para pedagang di Pasar Galiran,” kata Bupati Suwirta. Jumlah seluruh pedagang yang wajib retribusi di Pasar Umum Galiran sebanyak 1.744 pedagang. Sementara
dari seluruh pasar di Klungkung, jumlah realisasi retribusi hingga bulan November 2018, tercatat sudah mencapai Rp 5.927.159.780. Menurutnya, dengan sistem ini, realisasi retribusi akan jauh meningkat. Pihak UPT Pasar dan lembaga perbankan sebagai penyedia sistem telah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi, karena sistem ini merupakan hal yang baru bagi pedagang. Sejauh ini, respons para pedagang cukup mendukung. Penerapan e-Retribusi ini berlaku bagi semua pedagang di Pasar Umum Galiran. Tidak hanya pedagang yang menempati kios atau los, tetapi juga pedagang lancuban atau dikenal dengan pedagang musiman. Suwirta menegaskan, penerapan sistem ini dia-
wasi terus dan dievaluasi. Pihaknya ingin sistem ini benar-benar berjalan sesuai rencana dengan penyedia sistem dari perbankan. “Saya ingin Klungkung bisa menjadi contoh dalam penerapan sistem ini. Karena sistem e-Retribusi ini satu-satunya hanya ada di Klungkung,” ungkap Suwirta. Pihaknya mengatakan, saat ini tengah menggenjot pelayanan berbasis IT dalam segala sistem pemerintahan. Termasuk dalam pemungutan retribusi ini. Dengan penerapan e-Retribusi ini, data yang didapat menjadi lebih akurat. Demikian juga sasaran utamanya adalah kebocoran retribusi dapat dihindari, termasuk mengefesiensi SDM di lapangan. Kepala UPT Pasar Klung-
kung I Komang Widyasa Putra mengungkapkan, retribusi yang dilakukan secara manual, membutuhkan SDM, ketelitian, dan rawan human error. Ini yang selama ini menyebabkan rentan terjadi kebocoran retribusi. Jika sudah menggunakan e-Retribusi, maka semua sudah tersistem dan masuk ke kas daerah dengan akurat. “Tenaga yang ada, nanti kita maksimalkan mengedukasi pedagang,” ungkapnya. Secara bertahap sistem ini akan dievaluasi terus. Jika mampu memberikan dampak signifikan, dia menegaskan dalam perkembangannya nanti akan diterapkan di semua pasar di Klungkung. Disinggung mengenai penerapannya ke pedagang lancuban/musimam, pihaknya mengaku akan melakukan pendataan lebih dulu. Bila datanya sudah valid, pihak pasar akan memberi para pedagang ini sejenis ID card. Sehingga nanti penerapannya juga sama dengan pedagang lainnya. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Lalu lintas (lalin) Jalan Bypass Prof. IB Mantra - Kusamba, tepatnya di Banjar Dukuh Gelgel Klungkung, hari ini, Sabtu (29/12), dilakukan pengalihan arus. Hal ini berkaitan dengan prosesi melasti dan upacara memasar serangkaian karya mamungkah, mupuk padagingan, mapadudusan agung, matawur balik sumpah di Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK). Permakluman tersebut disampaikan Manggala Karya I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, S.H., M.H., Kamis (27/12), usai paruman persiapan acara melasti. Masyarakat yang menggunakan jalan dari perempatan Kusamba (Patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya) ke barat, hingga perempatan Jalan Bypass Prof. IB Mantra Pantai Watu Klotok, akan mengalami gangguan dengan iringan melasti yang diikuti ribuan orang. Diperkirakan, pamedek yang ikut melasti berasal dari seluruh Bali, dengan menggunakan empat barung gong beleganjur. Pengalihan arus dilakukan dari dua jalur menjadi satu jalur,
saat iringan melasti berjalan ke Pantai Watu Klotok sekitar pukul 08.00 Wita, sekaligus arus baliknya dan saat upacara memasar sekitar pukul 14.00 Wita, di perempatan tersebut. “Kami dari panitia karya mohon permakluman atas ketidaknyamanan pengguna Jalan IB Mantra – Kusamba, khususnya dari perempatan
PERSIAPAN MELASTI - Suasana saat rapat persiapan melasti, yang akan dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (29/12), dipimpin Manggala Karya I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, S.H., M.H., Kamis (27/12).
Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Perlu Dipercepat Semarapura (Bali Post) Momen perayaan Galungan belum lama ini, semakin menunjukkan betapa pentingnya keberadaan pelabuhan yang menghubungkan Klungkung di Pulau Bali, Pulau Nusa Penida dengan Pulau Lembongan-Ceningan. Masyarakat yang membutuhkan jasa penyeberangan kian membludak. Terlebih lagi kepulauan Nusa Penida sudah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Sementara, sarana pelabuhan dinilai masih belum memadai. Percepatan proses pembangunan pelabuhan segitiga emas ini mendesak dilakukan. Hal tersebut diungkapkan langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menyeberang dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida ke Pelabuhan Kusamba, Jumat (28/12) kemarin. Saat hari raya dan momen
peringatan keagamaan lainnya, pengguna jasa penyeberangan mengalami peningkatan dan pelabuhan yang ada sekarang sangat dirasa kurang nyaman. Banyak di antaranya yang menunggu antrean duduk di sembarang tempat. Belum lagi cuaca kurang bersahabat, seperti hujan, akan menambah masalah baru. Menurut Suwirta, situasi ini kian memancing munculnya pelabuhan-pelabuhan tradisional baru yang akan sulit dipantau. Guna mencegah munculnya pelabuhan-pelabuhan baru di sepanjang garis pantai, tiga pelabuhan ini akan menjadi satu-satunya pintu keluar masuk di pulau tersebut. Sehingga akan mempermudah melakukan pengawasan terhadap kunjungan wisatawan serta memberi kenyamanan bagi penggunanya. “Ini satusatunya cara untuk memecah
Dewan Sidak Pasar Umum Galiran
Soroti Kurang Optimalnya Pengelolaan Pedagang Bermobil Semarapura (Bali Post) Komisi II DPRD Klungkung turun ke lapangan menuju Pasar Umum Galiran, Jumat (28/12) kemarin. Mereka secara khusus menyorot aktivitas pedagang bermobil yang dinilai memiliki potensi besar menunjang PAD (Pendapatan Asli Daerah). Apalagi melihat pengalaman menjelang hari raya Galungan, belum lama ini, aktivitas pedagang bermobil sempat membeludak di areal pasar terbesar di area Bali Timur tersebut. Ketua Komisi II Komang Suantara saat ditemui di lokasi mengatakan, eksekutif harus segera membuat kajian, berapa sesungguhnya kapasitas pedagang bermobil untuk areal Pasar Umum Galiran. Jika itu sudah diketahui, maka eksekutif bisa memperkirakan daya tampungnya setiap hari untuk memudahkan sistem
pengaturan di lapangan. Dia melihat pedagang bermobil ini memiliki potensi tinggi. Namun, secara spesifik dikatakan belum diatur dengan baik. “Kalau kapasitas sudah jelas dan potensinya juga tinggi, saya dorong pihak Pasar Umum Galiran, melakukan sistem shift, biar semua pedagang bermobil punya kesempatan yang sama masuk areal pasar dan berjualan,” kata politisi Gerindra ini. Sistem shift yang dimaksud, dijelaskan Suantara, yakni dengan membatasi waktu setiap pedagang berjualan. Misalnya, setiap pedagang diberikan waktu berjualan selama empat jam sampai lima jam. Menurutnya, ini bisa mengakomodasi semua pedagang bermobil yang hendak berjualan di Pasar Umum Galiran. “Sekarang tinggal dirancang sistemnya saja.
Tinggal diatur jam berjualannya, supaya bisa berjualan secara bergantian. Saya yakin, dengan begini Pasar Umum Galiran bisa mendorong peningkatan PAD lebih besar lagi,” tegas Suantara, bersama dua anggota lainnya, Wayan Widiana dan Ketut Serinada. Namun, dorongan Komisi II DPRD Klungkung ini, tidak mendapat respons yang bagus dari para pedagang, khususnya pedagang bermobil. Mereka menganggap waktu berjualan selama empat jam jelas tidak cukup untuk berjualan maksimal. Apalagi, berjualan bumbu-bumbu dapur yang cepat membusuk, kalau tidak laku dalam sehari. Salah satu pedagang, asal Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Ni Wayan Wahyu, ditemui Jumat kemarin, mengatakan, idealnya pedagang bermobil diberikan waktu berjualan
SIDAK - Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara saat berdiskusi dengan Kepala UPT Pasar di sekitar tempat pedagang bermobil, Jumat kemarin.
selama delapan jam, antara pukul 10.00 Wita sampai 18.00 Wita. “Buat pasang tenda dan siapkan tempat berjualan saja butuh waktu satu jam. Barangbarang juga banyak dan cepat membusuk, seperti cabai kecil. Apalagi, biaya retribusi setiap hari cukup tinggi. Sehari bisa habis Rp 65 ribu,” kata pedagang yang sudah sembilan tahun berjualan di Pasar Umum Galiran ini. Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widyasa Putra mengakui potensi pedagang bermobil ini cukup tinggi. Namun, membludaknya pedagang bermobil dikatakan hanya saat hari-hari tertentu, seperti menjelang hari raya Galungan dan hari besar keagamaan lainnya. Saat membludak, ada sekitar 144 pedagang bermobil yang menggelar dagangan di Pasar Umum Galiran. Sementara, saat hari biasa rata-rata jumlah pedagangnya hanya sekitar 50 pedagang. Terhadap dorongan Komisi II DPRD Klungkung, pihaknya mengaku akan melakukan kajian. Apakah itu bisa diakomodir atau tidak, mengingat situasi pedagang bermobil ini fluktuaktif. Saat ini, keberadaan pedagang bermobil sementara sudah diatur dalam Perda Retribusi Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pelayanan Pasar. Di sana diatur pedagang bermobil dikenakan retribusi sebesar Rp 25 ribu per mobil. Ditambah dengan biaya pelataran sebesar Rp 3.000 per meter dan parkir sebesar Rp 5.000. “Kami akan kaji lagi, kemudian disosialisasikan kepada para pedagang,” tegasnya. (kmb31)
Patung Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kusamba hingga perempatan Watu Klotok,” katanya. Sementara itu, upacara melasti dari Pura Dalem Agung Kawitan PSNKK hingga Pantai Watu Klotok dilakukan dengan berjalan kaki. Selain melasti, juga dilakukan bhakti pakelem di tengah Segara Watu Klotok. (kmb31)
MEMBELUDAK - Penumpang membeludak di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Jumat kemarin. Percepatan pembangunan pelabuhan segitiga emas mendesak dilakukan.
kebuntuan persoalan pelabuhan, kemudian menjadikan pintu masuk satu pintu,” kata Suwirta. Dengan dibangunnya pelabuhan segitiga emas, parkir dan ruang tunggu dirancang lebih memadai. Ini tentu akan memberi kenyamanan bagi penggunanya. Tidak hanya karena membludaknya penumpang, menggeliatnya pariwisata di Nusa Penida juga menjadi dasar kenapa pembangunan pelabuhan segitiga emas ini harus dipercepat. Pariwisata yang berkembang, harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur dan SDM yang memadai. “Ini juga menjadi catatan bagi saya, bagaimana mengembalikan orang lokal, termasuk perbaikan infrastruktur, pelabuhan dan paling penting adalah sistem atau badan pengelola pariwisata Nusa Penida harus segera diwujudkan,” imbuhnya. Suwirta mengaku akan mereview kembali seluruh proses yang sudah berjalan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Sebab, menurut Suwirta, tidak ada lagi kendala teknis di daerah. Sekarang tinggal mendorong pemerintah pusat untuk segera merespons usulan pemerintah daerah. Sementara itu, situasi di pelabuhan penyeberangan Sampalan, Nusa Penida pada Pahing Galungan, Jumat (28/12) mengalami peningkatan. Selain warga Nusa Penida yang bekerja di luar pulau, para penumpang juga didominasi oleh umat yang melakukan persembahyangan dan wisatawan lokal maupun mancanegara. Situasi ramainya penumpang ini, diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang perayaan Kuningan nanti. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Cr 2 PRT+1B.Sister Gj.2jt Tdr Dlm 081999776071/082237995324 B.BP.001.12.18.0000846
Asisten Produksi untuk Garment Factory(Paham:Kalkulasi Harga, Pola,Cutting,Sewing)Hub:WA 085 100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000809
Bth English Tutor,wnt single, C2-levet, kontrak 2 thn di Jayapura,gaji 5jt+acco. Hub.latifahtputri@gmail.com. Interview tgl 8 Jan 2019 B.BP.031.12.18.0000839
Dcr 2 orang Satpam,min SMU dgn sertifikat satpam,Lam Email ke garuda-bali@dps.centrin.net.id paling lambat 07 Jan 19 B.BP.001.12.18.0000841
Dcr Krywti Utk Wr.Babi Guling Sari Kembar Krobokan,Brpglmn Gj 2jt Hub.081338665134 No.SMS B.BP.001.12.18.0000847
Dcr Sopir Pariwisata B.Inggris Hub. Merrys Tours 235700 B.BP.001.12.18.0000787
KJA.T&N Terdaftar,Bth Peg.Pjak D3,S1,AK/M Bs.Comp,Brevet Pjak Bhs Inggris,Gaji Nego, Jl.Tukad Irawadi 18 A Dps B.BP.001.12.18.0000825
DIJUAL RUMAH
Dibthkn sgr karyawati u/Toko Hub.Krisna Mart Jl.Gn.Catur No.100X Dps Brt/082145521880
Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.(SD) Olah Raga (W),Maintenance AC Sent:schoolhrdbali@hotmail.com
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.12.18.0000827
Dicari Chef untuk Restoran Internasional di Ubud Kirim Lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman 38 Ubud Tlp/WA 081239307827
B.BP.004.11.18.0001061
Supir Galon SIM A Kuta, Pglman 1 Th,Kuli Srbtn H.082144877778 B.BP.001.12.18.0000791
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.081238553358
B.BP.004.12.18.0000795
Dicari Karyawan Tamatan STM, Mesin/Listrik Lam.Email ke: presisi23@yahoo.com Tlp.710806
G.02
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.081238553358
B.BP.001.12.18.0000849
Dicari Waitress/Cook Restaurant di Seminyak Rajin dan Murah Senyum SMS/WA : 081338384364
G.03
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, WA/SMS 081238553358
B.BP.004.12.18.0000837
G.04
Dicari Wanita Akunting Pajak Telp.753763 / WA:087860118299
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store HP/WA 081238553358
B.BP.001.12.18.0000783
Dicr 3 krywti Wrg Makan Hub.082341674556
G.05
B.BP.014.12.18.0000831
KAP.BM Terdaftar Bth Auditor D3,S1,AK/M Bs.Comp,Bhs Ing, Gji Nego,Jl.Tkd Irawadi 18 A Dps B.BP.001.12.18.0000826
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
G.01
B.BP.004.12.18.0000834
SERVICE
BIRO JASA
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 081238553358
DIJUAL RUMAH
Prshn Interior & Architecture Product. Bth:Admin.Lmrn Tulis Tangan. Hub WA:081279410711 B.BP.004.12.18.0000833
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Terios TX Adventure 2008 Asli Bali Pribadi. Hub:08123906001 B.BP.001.12.18.0000816 HONDA
Honda Mobilio Thn 2014,Putih Pribadi, Asli DK, H.082236007946 B.BP.001.12.18.0000822 MITSUBISHI
ColtDiesel HD125PS 6rdKuning18 DK BoxAlm 335Jt Ng 08123969166 B.BP.001.12.18.0000848 TOYOTA
Dijual Agya TRDS 2015 Hub:081337760887 B.BP.001.12.18.0000820
DIJUAL RUMAH BU Prum Griya Loka Tabanan,Lt2 Blok D1&D2 Hub:08113802880 B.BP.001.12.18.0000705
DIJUAL TANAH Djl Tanah 3Are Jl.Induk Pengilian Dalung H.082147454248 Sgr B.BP.164.12.18.0000850
Djl Tnh pgr pntai, Grokgak Sgrja L50A Tlp.081805625285
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept.Store, telp.756302, Hp.081238553358
Sawah 74are SHM H.19jt Negara Hp.081337549670WA087860283313
G.06
B.BP.159.12.18.0000832
B.BP.004.11.18.0001063
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUKO
Tnh 586m2(17x34)Tk.Citarum O dkt Tkd Badung,H.082237079266
Dijl/Dikont.6 Ruko Baru 3Lt Jl. Mahendradata Hub.085237077978
B.BP.001.12.18.0000706
Tnh Kav 2,5 Are Jl.Pantai Saba Dekat RS Kasih Ibu 08122443968 B.BP.001.12.18.0000824
DISEWAKAN RUKO
B.BP.001.12.18.0000818
Dijual/Kont Ruko 2Lt Jl.Gunung SalakN.22BAbasan085237077978 B.BP.001.12.18.0000819
JASA
Dikontrakan 1 Ruko Lt 3 Diponegoro Megah Hub:08113977754
Terima Gbr Arsitek,IMB,Borongn Kontraktor brsaing081237044000
B.BP.001.12.18.0000829
B.BP.001.12.18.0000842
BANGLI
14
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Digelontor Pamsimas
Masyarakat Desa Awan Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Bali Post/kmb40
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan sedang menikmati pemandangan Gunung dan Danau Batur dari sisi utara objek wisata Penelokan, Kintamani.
Proyek Penataan Objek Wisata Penelokan Rampung
Bangli (Bali Post) –
Proyek penataan Objek Wisata Penelokan, Kintamani, yang menelan anggaran Rp 12 miliar, telah rampung dikerjakan. Rencananya objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten Bangli ini akan dibuka secara resmi untuk wisatawan pada Januari mendatang. Meski belum dibuka untuk umum, sejumlah wisatawan sudah berdatangan ke Penelokan untuk menikmati panorama Gunung dan Danau Batur sambil berfoto. Seperti pantauan, Jumat (28/12) kemarin, beberapa wisatawan asing dan lokal sudah berkunjung ke Penelokan. Mereka hanya bisa menikmati indahnya panorama Gunung dan Danau Batur dari sebelah utara objek wisata. Wisatawan belum bisa masuk ke tempat peninjauan yang berisi gazebo lantaran pintu masuknya masih ditutupi triplek. Selain wisatawan, sejumlah pekerja juga tampak ma-
sih sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas di sekitar lokasi. Oleh karena itu, material bangunan berupa kayu dan pasir terlihat menumpuk di sekitar objek wisata. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana saat dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, proyek penataan Objek Wisata Penelokan rampung sesuai kontrak pada 22 Desember lalu. Penataan dikerjakan oleh PT Bianglala Bali selama kurang lebih tiga bulan sejak Oktober. Proyek berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat karena pihak rekanan
Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli kini memberikan kemudahan kepada wajib Pajak Hotel dan Restoran (PHR) untuk membayar pajak secara online. Upaya ini diharapkan mampu memaksimalkan penerimaaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor PHR, di samping semakin meningkatkan kesadaran masyarakat wajib pajak untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat meluncurkan pembayaran PHR sistem online bekerja sama dengan Bank BPD Bali, Jumat (28/12) kemarin mengatakan, selama ini Pemkab Bangli terus berupaya meningkatkan PAD. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengintensifan penerimaan PHR. Untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak, Pemkab Bangli kini bekerja sama dengan Bank BPD Bali. Pembayaran pajak bisa dilakukan
oleh para wajib pajak secara online. Lebih lanjut disampaikannya, upaya pemkab ini tidak akan membuahkan hasil yang optimal apabila tidak diikuti oleh peningkatan kesadaran wajib pajak untuk senantiasa patuh terhadap ketentuan perpajakan. Dijelaskannya, sesungguhnya pajak yang dibayarkan kepada pemerintah dan selanjutnya terkumpul menjadi PAD akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk belanja pembangunan. Di antaranya untuk pembangunan jalan, jembatan, gedung sekolah, pelayanan kesehatan, pembangunan pasar, dan infrastruktur lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak. Oleh karenanya, Sedana Arta mengimbau seluruh wajib pajak untuk menyampaikan laporan dan membayar pajak tepat waktu. Sementara itu, Plt. Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, sesuai arahan fungsioner KPK RI
memiliki komitmen dan tanggung jawab yang luar biasa. Dijelaskannya, selain dilengkapi tempat meninjau panorama alam Gunung dan Danau Batur, objek wisata Penelokan juga ditunjang stage (arena pementasan), tourism information center (TIC), showroom produk UMKM dan enam buah toilet yang ada di lantai bawah. Setelah resmi dibuka untuk wisatawan, stage yang ada akan dimanfaatkan untuk menggelar pementasan kesenian/kearifan lokal Kabupaten Bangli secara rutin. “Kami akan pentaskan tari joged sebulan atau dua bulan sekali tergantung dana,” ujarnya.
Disinggung mengenai banyaknya wisatawan yang berkunjung padahal objek wisata itu belum dibuka untuk umum, Adnyana menyatakan hal itu tidak masalah. Sebab, saat ini objek wisata Penelokan masih dalam masa pemeliharaan. Menurut pejabat asal Batur itu, untuk memberikan kenyamanan terhadap wisatawan nantinya, para pedagang acung yang selama ini kerap menjajakan dagangannya di Penelokan akan diarahkan untuk berjualan di Pasar Seni Geopark. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli. “Kami akan kolaborasi dengan Disperindag. Para pedagang akan disediakan tempat khusus di Pasar Seni Geopark,” ungkap Adnyana. (kmb40)
Pembayaran PHR Gunakan Sistem ’’Online’’
Bali Post/kmb40
PELUNCURAN - Acara peluncuran pembayaran PHR dengan sistem online yang dilaksanakan di Restoran Grand Puncak Sari, Kintamani, Jumat (28/12) kemarin. bahwa untuk mengoptimalkan pemerimaan pajak khususnya PHR, pemerintah daerah di Bali diharapkan melakukan intensifikasi terhadap penerimaan pajak melalui sistem online. Sistem ini akan mengurangi kebocoran peneriman negara, sehingga PAD di masing-masing kabupaten meningkat. Acara peluncuran pembayaran PHR dengan sistem
”Database” Belasan Ribu Penduduk Terancam Diblokir Bangli (Bali Post) – Sebanyak 19.297 penduduk Bangli berusia 23 tahun atau lebih yang sudah wajib KTP, hingga saat ini belum melakukan perekaman e-KTP. Jika hingga batas waktu 31 Desember 2018 tidak melakukan perekaman, database kependudukan belasan ribu penduduk tersebut terancam diblokir pemerintah. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli, jumlah wajib KTP usia 23 tahun atau lebih pada 31 Desember 2018 yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 155.596 orang. Sementara yang belum melakukan perekaman 19.297 orang. Dari jumlah itu, penduduk yang belum melakukan perekaman terbanyak berada di Kecamatan Kintamani 10.919 orang, disusul Kecamatan Tembuku 3.618,
Kecamatan Susut 2.744, dan Kecamatan Bangli 2.016 orang. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Jumat (28/12) kemarin, mengatakan, masih banyaknya penduduk Bangli usia 23 tahun atau lebih yang terdata belum melakukan perekaman terjadi karena beberapa faktor. Pertama, kemungkinan karena adanya data ganda. Data ganda bisa terjadi sebelum diberlakukannya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tahun 2014 silam. Kedua, ada warga yang meninggal dunia namun tidak dilaporkan. Sebelum warga dilaporkan meninggal, maka pemerintah tidak akan mengeluarkan akte kematian. Otomatis karena belum dikeluarkan akte kematian, yang bersangkutan tidak akan bisa keluar dari database. Ketiga, adanya kasus
perpindahan penduduk ke daerah lain tapi tidak mengurus surat perpindahan. “Potensi yang paling tinggi karena data ganda,” jelasnya. Meski pemerintah segera memblokir data kependudukan bagi penduduk berusia 23 tahun yang tak kunjung melakukan perekaman, Sumantra minta masyarakat tidak perlu resah. Dikatakannya, apabila penduduk yang bersangkutan benar-benar masih hidup dan melakukan perekaman ke Disdukcapil, data kependudukannya akan diaktifkan kembali. “Untuk itu, kami imbau penduduk yang belum melakukan perekaman untuk segera datang ke kantor pelayanan Disdukcapil. Kebijakan penonaktifan ini untuk memastikan riilnya data kependudukan, bukan menghilangkan hak penduduk,” ujar Sumantra. (kmb40)
online yang dilaksanakan di Restoran Grand Puncak Sari, Kintamani, dihadiri Dirut BPD Cabang Bangli Ni Nyoman Sri Utari Tresna, Kepala BKPAD Bangli I Gede Suryawan, Kepala Inspektorat Kabupaten Bangli I Ketut Riang, Kepala Dinas Kominfosan Bangli Ni Wayan Manik serta para wajib PHR se-Kabupaten Bangli. (kmb40)
MASYARAKAT di Desa Awan kini tak lagi kesulitan air bersih. Hal itu menyusul digelontornya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) oleh pemerintah ke desa yang ada di Kecamatan Kintamani tersebut. Melaspas dan peresmian Pamsimas dilakukan Senin (24/12) lalu, dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, perwakilan anggota DPRD Bangli, Perbekel Desa Awan, Ketua Pamsimas dan masyarakat Desa Awan. Menurut Ketua KKM Desa Awan I Made Swastika, program Pamsimas didanai oleh pemerintah daerah dan dikerjakan langsung oleh KKM Desa Awan. Dana yang diberikan dalam kegiatan sanitasi lingkungan serta pengadaan sarana dan prasarana air bersih ini berasal dari APBD senilai Rp 249.900.000 ditambah dana Inkes sebagai dana partisipasi dari dana masyarakat Rp 14.280.000 dan penyertaan dari APBDes Rp 357.000.000. ‘’Berikutnya partisipasi masyarakat me-
lalui dana Inkes/dana yang tidak berbentuk uang, yaitu lewat gotong royong dan sebagainya,’’ katanya. Bak penampungan air yang ada di Banjar Kauripan, Desa Awan, kini berukuran 7 x 7 meter dan satunya lagi terletak di Banjar Awan Merta berukuran 4 x 5 meter. Pada awalnya Desa Awan hanya memiliki bak berukuran 4 x 3 meter sehingga kurang mencukupi untuk menyuplai air. ‘’Dengan ditambahnya bak ini yang dapat menampung air 123 m 3 , diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Awan akan air, baik untuk rumah tangga dan kebutuhan pertanian,’’jelasnya. Perbekel Desa Awan, Sang Nyoman Putra Erawan, menyampaikan banyak terima kasih atas program yang diberikan. Program Pamsimas sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Awan karena air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. ‘’Masyarakat Desa Awan yang mayoritas adalah petani dan peternak,
dengan adanya Pamsimas ini merasa sangat terbantukan,’’ ujarnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bangli nantinya dapat memberikan program-program serupa yang tepat sasaran. ‘’Program Pamsimas ini diharapkan berlanjut dengan programprogram lainnya yang tepat sasaran yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat kami di Desa Awan,’’ imbuhnya. Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan, apa yang telah dilaksanakan pemerintah melalui program pusat, provinsi, dan kabupaten sudah dirasakan oleh masyarakat setempat. ‘’Dengan diserahkannya secara resmi diharapkan setiap tetes air yang dialirkan ke Desa Awan dapat memberi manfaat yang seluasluasnya untuk masyarakat, pertanian dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya. (ina)
Bali Post/ina
RESMIKAN - Bupati Bangli I Made Gianyar saat meresmikan Pamsimas di Desa Awan, Kintamani.
Bawaslu Kekurangan Ruang Sidang Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli pindah kantor. Saat ini Bawaslu Bangli menempati bangunan kantor UKS yang berlokasi di utara SMAN 1 Bangli sebagai kantor baru. Meski bangunan kantor yang ditempati kini lebih luas daripada sebelumnya, Bawaslu Bangli masih kekurangan tempat untuk ruang sidang. Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna mengungkapkan, pihaknya mulai pindah kantor sejak 10 Desember lalu. Namun, baru tanggal 15 Desember secara resmi menempati kantor baru yang dulunya merupakan kantor UKS. “Kantor yang kami tempati sekarang berada satu areal dengan kantor KONI,” katanya, Jumat (28/12) kemarin. Alasan pihaknya memutuskan pindah karena kantor yang ditempati sebelumnya dinilai kurang memadai. Kantor lama yang merupakan bangunan rumah dinas Camat Bangli hanya memiliki tiga buah ruangan. Selain ukurannya sempit, kantor yang berlokasi di Jalan Lettu
Sobat itu juga tak memiliki ruang rapat. Sementara di kantor baru sekarang terdapat 10 ruangan. “Jumlah ruangan di kantor sekarang sudah cukup. Sekarang kami sedang siapkan ruang rapat media center,” terangnya. Meski kantor yang sekarang jumlah ruangannya lebih banyak, Purna mengaku masih kekurangan ruang sidang. Keberadaan ruang sidang sangat dibutuhkan pihaknya terutama ketika terjadi sengketa antarpeserta pemilu atau antarpeserta dengan KPU. “Ketika dilakukan gugatan, muaranya di Bawaslu. Kami lakukan mediasi. Jadi, ruang sidang kami butuhkan,” ujarnya. Jika dalam tahapan pemilu muncul sengketa yang harus ditangani Bawaslu, kemungkinan Bawaslu Bangli akan menyewa bangunan untuk dipakai ruang sidang. Alternatif lainnya, meminjam ruang sidang di pengadilan. “Kalau bangunan yang ditempati KONI dikasi kami dan KONI dicarikan tempat lain, itu lumayan memadai. Kami masih lakukan koordinasi dengan pemkab,” jelas Purna. (kmb40)
15
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Mang Jangol Meninggal, Keluarga Bantah Overdosis PENTOLAN ormas sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, Jumat (28/12) pagi meninggal. Pria yang mendekam di Lapas Kelas II A Kerobokan ini dinyatakan meninggal sekitar pukul 05.00 Wita di RS Kasih Ibu. ‘’Benar (meninggal). Pagi sekitar pukul 5 kurang,’’ tandas Kalapas Nainggolan. Keluarga sangat merasa kehilangan dengan kepergian Mang Jangol (41). Terlihat kedua istri Jro Jangol yakni istri kedua dan ketiga sangat terpukul dengan kematian suaminya. Kerabat Jro Jangol, Jro Gede Putra, menuturkan tak menyangka saudara iparnya itu sangat cepat meninggalkan keluarga. Pasalnya tidak ada riwayat sakit apa pun yang diderita Jro Jangol sebelumnya. Hanya batuk dan pilek yang dikeluhkan saat Galungan. Pada Jumat sekitar pukul 01.00 dini hari, pintu rumahnya digedor oleh saudaranya yang mengabarkan Jro Jangol masuk Rumah Sakit Kasih Ibu. Keponakannya yang satu blok di lapas dengan Jro Jangol mengabarkan hal itu. Mang Jangol merupakan anak ketiga dari empat saudara kandung dan anak ketiga dari
sembilan bersaudara dari dua ibu. Sosok almarhum yang ceria membuat keluarga tidak menyadari keluhan yang dirasakan almarhum. Dari tiga istri, dia meninggalkan delapan orang anak yang usianya masih kecil. ‘’Kita sebagai keluarga akan mengurus semua anaknya,’’ imbuhnya. Jro Jangol rencananya diaben tanggal 4 Januari. Tanggal 2 Januari dilakukan upacara ngaringkes dan ngaskara. Keluarga membantah Jro Jangol meninggal karena overdosis. Ayah kandung Jro Jangol, Made Suda (68), menuturkan penyebab kematiannya masih belum bisa diketahui. Sebab, berdasarkan keterangan keluarga saat memandikan jenazah almarhum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selain itu, salah satu keluarga yang lain, Made Arka, mengatakan kondisi jenazah tidak ditemukan tanda meninggal karena overdosis. ‘’Umumnya orang overdosis keluar buih dari mulut, tapi adik saya tidak,’’ ungkapnya. Dikonfirmasi terkait kematian Jro Jangol, Kepala Divisi Yanmed Kasih Ibu Hospital dr. Kadek Dwi Widhyari tak banyak memberikan keterangan. ‘’Segala informasi pasien yang kami rawat, kami mohon maaf
tidak bisa menginformasikan kepada siapa pun kecuali kepada keluarga pasien, penegak hukum, itu pun dengan surat tugas,’’ ujarnya. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Denpasar Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gajah saat berkunjung ke rumah duka menyampaikan belasungkawa pada keluarga almarhum. Menurutnya, almarhum merupakan salah satu kader yang militan. Jro Jangol merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra di Bali dan di Denpasar. ‘’Kita semua sangat kehilangan. Figur beliau adalah figur orang yang selalu berjuang untuk orang banyak dan selalu mengorbankan dirinya untuk orang banyak. Saya dengan beliau sudah berkawan dan bersahabat dari kecil. Mentor saya saat zaman pencak silat, zaman saya SD,’’ tuturnya. Ia bertemu terakhir dengan almarhum saat 17 Agustus, saat ia mengikuti upacara bendera di Lapas Kerobokan. Ia sempat berbincang dengan Jro Jangol. Almarhum pernah bergurau padanya bahwa dalam waktu satu tahun almarhum akan pulang. ‘’Akhirnya beliau beneran pulang. Beliau sampaikan ke saya seperti itu,’’ ujarnya. (kmb42/kmb37)
Jumat, 3 November 2017 Petugas Polresta Denpasar menggerebek rumah Jro Komang Gede Suwastika alias Mang Jangol di Jalan Pulau Batanta, Banjar Sebelanga, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Petugas saat itu mengamankan 31 paket sabu-sabu, bong, senjata tajam, airsoft gun, dan sebuah senjata api jenis pistol. Saat penggerebeken Jro Jangol diduga kabur lewat pintu belakang rumahnya. Polisi pun mengeluarkan status DPO. Senin, 13 November 2017
Perjalanan Kasus Mang Jangol Denpasar (Bali Post) Kematian Jro Gde Komang Swastika alias Mang Jangol dipastikan bukan karena overdosis. Dia meninggal dengan diagnosis observasi penurunan kesadaran dan gagal napas. Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali Maryoto Sumadi atas laporan resmi dari Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan. ‘’Ada data
Denpasar (Bali Post) Ranperda tentang perubahan Perda RTRWP Bali belum bisa diketok palu pada masa persidangan tahun ini. DPRD Bali bersama eksekutif telah menyepakati pembahasan revisi Perda No.16 Tahun 2009 tersebut diperpanjang. Revisi diharapkan rampung dengan baik karena Perda RTRWP akan menjadi pedoman pembangunan Bali. Terlebih selama ini, Perda RTRWP ternyata sulit untuk diterapkan. ‘’Kami menargetkan bulan Januari 2019 harus ditetapkan, karena ini seiring dengan visi-misi (gubernur). Sekitar 49 pasal yang diusulkan oleh gubernur baru terpilih (untuk direvisi),’’ ujar Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Ketut Kariyasa Adnyana dalam rapat antara dewan dan eksekutif di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Jumat (28/12) kemarin. Menurut Kariyasa, beberapa materi revisi menyangkut visi-misi Gubernur yakni potensi daerah dan infrastruktur seperti pembangunan shortcut, jalan penghubung, perluasan bandar udara, rencana kereta api, pelabuhan laut serta rencana pembangunan bandar udara baru di Buleleng. Perubahan RTRWP Bali juga untuk me-
nyikapi Perpres No.51 Tahun 2014, alih fungsi lahan, serta kawasan suci. Berkaitan dengan Perpres 51, Pansus sudah melakukan konsultasi ke Kementerian ATR/BPN. Hasilnya, revisi RTRWP Bali tidak bisa mengabaikan keberadaan Perpres 51. ‘’Sehingga seyogianya Perpres tersebut sebaiknya diubah dahulu. Hal ini perlu disikapi bersama,’’ imbuh Sekretaris Komisi III DPRD Bali ini. Teranyar, lanjut Kariyasa, menyangkut izin lokasi baru yang diterbitkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti terkait rencana reklamasi Teluk Benoa. Ditambah lagi soal pernyataan Menteri Susi agar Bali mengubah tata ruangnya jika menolak rencana tersebut.
‘’Kemasan yang berbeda ini kami sajikan guna memberikan nuansa edukasi serta pemahaman tentang permainan tradisional yang muaranya adalah memberikan kebahagiaan bagi masyarakat,’’ jelasnya. Rai Mantra menambahkan, revolusi industri 4.0 tentu membawa perubahan tersendiri serta kemajuan teknologi. Namun demikian hal ini menjadi tantangan bersama bahwa konteks sosial dan konteks rasa beranjak berkurang dan
tentu menjadikan anak-anak bersifat individualis. ‘’Urban Playground ini tentu kami ingin mengembalikan konteks rasa dan konteks sosial anak-anak tak terlepas dari Denpasar sebagai kota layak anak,’’ kata Rai Mantra. Terkait pengurangan sampah plastik, Rai Mantra menekankan bahwa sampah plastik tidak hanya menjadi tantangan pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat juga harus turut andil dalam penanganannya. ‘’Kalau sampah plastik yang sulit terurai itu masih marak, maka seluruhnya akan menuju ke laut,
kalau pantai sudah kotor maka pariwisata akan terancam dan sektor ekenomi Bali pun turut goyah,’’ paparnya. Sementara itu, Kordinator Hung Siwer selaku penggarap pembukaan, Arya Swastika, mengatakan bahwa inagurasi bertajuk ‘’Den Pasar Manglila Cita’’ ini turut melibatkan sedikitnya 300-an seniman yang didominasi oleh anak-anak. Di mana, Den Pasar manglila Cita sendiri mengandung makna Denpasar riang gembira dalam sajiannya juga turut ditampilkan beragam permainan anakanak yang menggembirakan. Seperti halnya layang-layang,
ogoh-ogoh, deduplak, tajog, mecag-cag, megoak-goakan, barong kedingkling, serta masih banyak permainan lainya. Sementara siswa yang turut andil dalam pementasan Inagurasi, Yoa Aprilia asal SDN 4 Penatih mengaku bangga ikut serta dalam pembukaan Denfest tahun ini. Di mana, sajianya pun tidak biasa, yakni dapat memainkan permainan tradisional Bali di tempat umum. ‘’Ya saya bangga dapat bermain dan bercanda ria bersama teman-teman dan memperkenalkan permainan tradisional Bali,’’ jelasnya. (ad852)
nur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Koster mengaku sudah melihat konten Perpres 51/2004. Perpres yang lebih dikenal Perpres reklamasi ini mengelompokkan perairan Teluk Benoa ke dalam kawasan budi daya pada zona penyangga sebagai kawasan pemanfaatan umum. Salah satunya dapat dilakukan reklamasi paling luas 700 hektar. Menurutnya, hal ini tidak sesuai dengan visi pembangunan Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sebab, pelaksanaan kebijakan dan program Bali harus melestarikan alam, manusia, dan budaya Bali serta kearifan lokal. Pembangunan yang dilakukan juga untuk menyeimbangkan
pengembangan perekonomian antara Bali Selatan dengan Bali lainnya. ‘’Secara sosiologis, perubahan kawasan konservasi menjadi kawasan penyangga yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata, pengembangan ekonomi, dan permukiman, telah menimbulkan penolakan keras dari masyarakat adat pada khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya,’’ imbuhnya. Dasar lainnya, Koster melihat konsideran mengingat yang dipakai sebagai dasar hukum pembentukan Perpres antara lain Undang-undang No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pada intinya, hanya mengatur penataan ruang di wilayah darat. Se-
dangkan kawasan Teluk Benoa merupakan kawasan perairan. Kemudian, Keputusan Pasamuhan Sabha Pandita PHDI Pusat No.03/Sabha Pandita/ IV/2016 tanggal 9 April 2016 bahwa Kawasan Perairan Teluk Benoa merupakan kawasan suci dan tempat suci. Antara lain meliputi, kawasan suci pantai untuk ritual keagamaan seperti pamelastian dan panganyutan, kawasan suci campuhan, kawasan suci laut dengan zona inti atau utama mandala adalah Pura Karang Tengah untuk mulang pakelem, serta tempat suci/pura tersebar di Pulau Pudut, pesisir daratan Serangan, pesisir daratan Benoa, pesisir daratan Tuban, pesisir daratan Kelan, dan pesisir Tanjung. (kmb32)
Kebahagiaan Masyarakat
Kedua, agar Presiden memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak menerbitkan izin lingkungan (amdal) bagi setiap orang yang mengajukan permohonan izin pelaksanaan reklamasi di perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum yang dibangun pemerintah karena tidak selaras dengan adat dan budaya masyarakat Bali. ‘’Tadi (kemarin - red) surat ini langsung saya serahkan kepada Bapak Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Langsung beliau memanggil stafnya untuk memproses dalam waktu secepatnya. Responsnya positif. Kita berharap Presiden bisa menyetujui usulan yang kami ajukan dari Bali,’’ jelasnya. Koster menegaskan, ia yang akan langsung mengawal surat itu hingga direspons oleh Presiden. Terlebih saat ini, pihaknya menerima aspirasi dari berbagai pihak terkait penerbitan izin lokasi baru untuk melakukan studi amdal di kawasan Teluk Benoa oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Mantan anggota DPR-RI ini pernah berjanji saat kampanye bahwa reklamasi Teluk Benoa tidak dapat dilaksanakan. Setelah menjadi gubernur, sikapnya tetap sama dan bahkan lebih tegas. ‘’Saya yang kawal langsung,’’ tegasnya saat memberikan keterangan pers didampingi Wakil Guber-
Izin Amdal
Senin, 5 Februari 2018 Berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan oleh penyidik Polresta Denpasar.
Kamis, 7 Juni 2018
Kamis, 17 Mei 2018 Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali itu oleh jaksa dituntut pidana penjara selama 15 tahun. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika, sebagaimana dalam ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kamis, 1 Maret 2018 Dakwaan Mang Jangol dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Denpasar.
Kejang dan Penurunan Kesadaran
Revisi RTRWP Bali Tak Bisa Abaikan Perpres 51 Padahal dalam RTRWP, Teluk Benoa sudah masuk sebagai kawasan konservasi dan maritim. Hal tersebut tidak akan diubah dalam revisi Perda RTRWP. Selama ini pun, dewan sebetulnya sudah melakukan apa yang menjadi aspirasi rakyat yakni menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Begitupun Gubernur sudah melakukan hal yang sama. ‘’Di daerah itu sudah sangat maksimal, dan memang semestinya tidak usah khawatirlah. Secara teknis, DPRD sudah sangat aspiratif,’’ imbuh politisi PDI-P asal Busungbiu, Buleleng ini. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, revisi Perda RTRWP harus berkualitas dan berguna bagi semua pihak. Tidak sekadar menjadi perda
Mang Jangol ditangkap aparat kepolisian di sebuah gubuk di sebelah kandang sapi di wilayah Payangan, Kabupaten Gianyar. Jro Jangol langung ditahan di Rutan Brimob.
Jumat, 28 Desember 2018 Saat menjalani masa hukuman dia dinyatakan meninggal dunia.
‘’pembungkus kacang’’. Revisi pun menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat yang dinamis. Namun tetap menjaga agar Bali tidak dieksplorasi secara kebablasan untuk menekan dampak negatifnya. Seperti masalah ketinggian bangunan, tidak semuanya akan diubah dan memerlukan pembahasan panjang. Begitu juga soal rencana mengubah KDB, khususnya di KDTWK. ‘’Memang kalau bisa apa pun jangan diubah di Bali, lestarikan, saya setuju. Tapi miskinnya akan ikut lestari juga. Itu perlu kita pikirkan. Kepala daerah kan punya otonomi, dia juga ingin berkreativitas sesuai dengan potensi daerahnya masingmasing,’’ jelas politisi PDI-P ini. (kmb32)
medisnya, tidak dibuat-buat, dan dapat kami pertanggungjawabkan,’’ tegasnya, Jumat (28/12) kemarin. Maryoto menepis jika Mang Jangol meninggal karena overdosis. Begitu juga isu dia setres karena mau dipindah (dilayar) ke Nusakambangan. ‘’Itu tidak ada. Tidak ada dari kami rencana dilayar ke mana pun terkait yang bersangkutan,’’ ucapnya.
Dijelaskannya, saat itu pihak tim medis di lapas memeriksa kesehatan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan atau riwayat sakit sebelumnya. Pada saat kejadian, diawali pukul 00.55, Jumat (28/12) dini hari, ada laporan dari regu jaga bahwa ada salah seorang narapidana sakit di Wisma Danau Batur tempat sel Mang Jangol. Saat itu, kata Maryoto,
napi tersebut mengalami kejang dan kesadaran menurun. Pukul 01.00, Mang Jangol dirujuk ke RS Kasih Ibu di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Sepuluh menit kemudian, Mang Jangol tiba di UGD dan langsung mendapat penanganan oleh dokter jaga yang selanjutnya dirawat di ICU. Pukul 04.39, pasien dinyatakan meninggal dunia. (kmb23)
WARUNG GLOBAL
LPD Sebaiknya Berbenah
Keberadaan LPD di Bali bertujuan membangkitkan ekonomi krama Bali. Selain sebagai lembaga keuangan, LPD juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya wirausaha muda terurtama di desa. Kawan Global yang menyampaikan pendapat dalam acara Warung Global menyarankan agar LPD sebaiknya membenahi diri dari dalam (internal) dahulu sebelum membuat program-program baru. Kemudian LPD yang kurang sehat sebaiknya disehatkan dulu dengan melakukan pembinaan dan pengawasan yang baik dari pihak yang berwenang. Keberadaan LPD sangat membantu masyarakat terlebih bagi mereka yang punya usaha kecil dan menengah, demikian menurut Ketut Mursi di Denpasar. LPD akan maju jika pengelolaannya baik dan disertai dengan pengawasan yang baik pula. LPD tak berjalan baik, jika ada nasabah yang sering nunggak. Jadi semua harus bekerja sama, krama adat dan LPD harus maju bersama. Ia memberikan masukan agar LPD membantu wirausahawan muda Bali dengan bunga kredit yang lebih ringan daripada bank/lembaga keungan lainnya. Sama halnya dengan Mur-
si, Sridham di Mengwi berharap agar desa pakraman di Bali maju berkat LPD. Jangan hanya di kota saja uang mengalami perputaran, sehingga ekonomi maju di kota. LPD harus berperan dalam memajukan ekonomi desa pakraman. Sangat setuju jika LPD merangkul wirausaha muda di Bali, kata Budiada di Tabanan. Namun, ia mengingatkan agar LPD sebaiknya membenahi diri dari dalam dulu sebelum membuat program–program baru. LPD harus membantu masyarakat kecil, bukan membantu yang memiliki jaminan besar saja.
Orang Lokal
Tak hanya kejahatan premanisme yang mengkhawatirkan. Golose menegaskan, hampir 70 persen atau 603 orang yang terjerat kasus narkoba merupakan orang lokal Bali atau memiliki nama Bali. Ini sangat memprihatinkan karena masih banyak orang Bali yang menjadi kurir narkoba dan pencandu narkoba. Premanisme ini sangat meresahkan dan mengganggu kehidupan masyarakat, karena banyak juga para preman yang ikut dalam ormas. Makanya, ketika gerakan perang terhadap premanisme itu digulirkan, mestinya masyarakat Bali mendukung. Masyarakat Bali harus merdeka dari bentukbentuk intimidasi yang dilakukan ormas yang orientasinya
hanya meterial. Terkadang, premanisme juga berlindung di balik kedok adat. Ini bisa dicermati dari pengembangan sejuamlah kasus adat di mana ada banyak uang yang dinikmati oknum secara personal, bukan lembaga adatnya. Padahal pada praktiknya pungutan yang dilakukan atas nama desa adat. Di sinilih hukum tetap harus ditegakkan. Komunikasi dengan desa adat dalam penindakan pungli dan premanisme tetaplah harus memberi ruang tegaknya rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini. Apabila kita cermati bersama tahun 2018, bagi Bali memang memberikan pesan positif bagi keamanan masyarakat di Bali. Tahun ini nyaris tanpa perang antar-ormas. Paling tidak secara sosial dapat merasakan kondusivitas keamanan tersebut dengan jauh berkurangnya,
LPD harus berbenah diri. Memiliki manajemen dan perencanaan yang baik. Werdha di Gianyar juga sependapat. Ajakan yang cukup bagus, LPD yang berkembang cukup banyak, yang maju, asetnya besar juga banyak tapi tak sedikit pula yang kolaps karena kesalahan mengelola. Dengan pengawasan dan pembinaan yang baik dan benar, LPD menjadi sehat. LPD yang ‘’kurang sehat’’ harus disehatkan dulu, jika tidak sebaiknya jangan dipaksakan dulu buat ini dan itu. Sementara Fera di Tabanan juga bependapat sama. (sikha) bahkan mungkin tidak ada, bentrokan-bentrokan di tempat atau jalan umum. Padahal, sebelum gerakan berantas premanisme ini dilakukan, konflik antarkelompok itu kerap terjadi. Dan ini terjadi di tempat umum, seperti di jalan raya, dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat, anak-anak, para ibu dan orang tua termasuk memacetkan jalan raya. Tentu hal ini bukan merupakan contoh baik, sangat mencoreng ketenaran Pulau Bali dari segala sisi. Konflik terbuka yang terjadi di ruang publik akan memberikan inspirasi negatif berupa ketakutan dan memberikan contoh buruk kepada anak-anak. Berbagai fenomena tersebut akan berkembang semakin negatif di masyarakat. * Dira Arsana
Geng Motor Pihaknya juga berkoordinasi dengan negara lain terkait buronan-buronan narkotika. Walaupun Polda Bali ini regional police, tetapi seizin pimpin Polri melakukan kegiatan-kegiatan yang langsung bersinergi dengan kepolisian negara lain. ‘’Contohnya geng motor banyak organisasinya beroperasi di Australia, Belanda dan Kanada. Ketika masuk ke wilayah Indonesia, kami melakukan pemantauan dan melakukan operasi bersama. Walaupun kegiatannya tidak dilakukan di Bali,’’ ucapnya. Terkait adanya informasi napi
mengendalikan bisnis narkoba, Kapolda Golose menegaskan itu isu yang dulu. Ia menegaskan, sekarang tidak ada yang berani. ‘’Kalau ada, petugasnya pun kita akan lakukan eksekusi. Saya kirim ke Nusakambangan. Ada yang akan kita kirim (ke Nusakambangan - red) dan sudah dipanggil,’’ tandasnya. Ia menegaskan, kalau ada yang berani melakukan kegiatan terkait narkoba di lapas,
pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak lapas. Kalau memang ada yang masih menggendalikan atau menggerakkan bisnis ilegal ini, yang bersangkutan akan Di-Nusakambangan-kan. ‘’Rata-rata yang kita Nusakambangan-kan tahun lalu kapoknya setengah mati. Selain itu operasi narkotika tetap menjadi poin utama yang akan kita lakukan di tahun 2019,’’ ujarnya. (kmb36)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Pon, 29 Desember 2018
Empat Pemain Voli Bali Tampil di Pro Liga
FORKI Bali Pantau Juara Piala Gubernur
Gianyar (Bali Post) Tercatat empat pemain bola voli asal Bali bermain pada dua klub kontestan Pro Liga, yakni Bank Sumsel Babel dan BNI. Mereka adalah Made Vandim Sanjaya Putra asal klub Kemuda Bangsa Canthi (KBC) Celuk, Gianyar, Made Adi Suartama dan Nyoman Julianta (PDAM Badung) serta Kadek ‘’Lindung’’ Juliadi yang bermain di klub BNI. Pemilik klub KBC Nyoman Sudiantarayana menerangkan, seorang pemain lagi dari klub KBC yakni Komang Maranjana direkrut klub Jakarta Garuda. Namun, siswa kelas III jurusan Tata Boga ini batal bergabung karena kesibukannya di SMKN 2 Sukawati. ‘’Seandainya Maranjana jadi gabung Jakarta Garuda, maka dipastikan lima pemain Bali mengusung bendera klub kasta tertinggi di kancah bola voli di Tanah Air,’’ ujarnya, Jumat (28/12) kemarin. Pria yang akrab disapa Magkok itu berharap ke depan Maranjana bisa membela klub Pro Liga, sehingga makin banyak atlet voli Pulau Dewata yang terjun di kompetisi profesional dan masa depannya lebih terjamin. ‘’Kadek Lindung Juliadi sekarang bekerja di BNI,’’ tuturnya. Ia opimis bakal banyak atlet voli Bali yang berkiprah di kancah Pro Liga. ‘’Kami punya Sekolah Bola Voli (SBV) dengan total muridnya 90 orang. Semoga satu sampai dua tahun lagi muncul bibit-bibit pemain berbakat,’’ jelas Mangkok. (022)
Denpasar (Bali Post) Kejuaraan karate terbuka se-Bali memperebutkan Piala Gubernur Bali II/2018 merupakan ajang unjuk kebolehan bagi para karateka. Para juara yang masuk pemantauan Pengprov FORKI Bali disiapkan berlaga pada ajang yang lebih tinggi. Bidang Pertandingan Piala Gubernur, Nyoman Sumayasa, menjelaskan FORKI Bali juga memantau hasil Porjar. Selanjutnya mereka diproyeksikan mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi seperti Piala Mendgari dan Piala Panglima. ‘’Kalau kami memerlukan karateka kelompok umur yang membela Bali ke level nasional, pasti kami panggil mereka untuk diseleksi lagi meladeni juara Porjar,’’ ujarnya di Denpasar, Jumat (28/12) kemarin. Ia mengharapkan Piala Gubernur sebagai pengganti Kejurda Bali, bisa dipakai ajang bertanding sekaligus bahan evaluasi bagi pelatih. ‘’Saya kira kalau mau mengikuti kejuaraan ke luar daerah biayanya lumayan mahal. Menerjunkan atlet pada kejuaraan di Bali bisa mengirit biaya,’’ ucapnya. Sementara itu, dua karateka Bali yakni Made Budi Kertiyasa dan Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki saat ini statusnya sedang dipulangkan dari pelatnas. Jika ada seleknas pembentukan timnas SEA Games, mereka dipanggil lagi. Keduanya juga sedang memburu tiket ke Olimpiade Tokyo 2020 dengan mencari poin pada turnamen Liga Utama di beberapa negara. (022)
REKOR - Mohamed Salah dan kawan-kawan mengusung misi mengalahkan Arsenal untuk memperpanjang rekor tidak terkalahkan Liverpool.
Made Vandim Sanjaya Putra
Bali Post/ist
Stefer Rahardian Turun Gunung Jakarta (Bali Post) – Petarung Indonesia Stefer Rahardian dipastikan turun gunung pada kejuaraan tarung bebas One Championship dengan tajuk ‘’One Eternal Glory’’ di Istora Senayan, Jakarta, 19 Januari 2019, setelah sebelumnya lama mengalami cedera. Berdasarkan data dari manajemen One Championship di Jakarta, Jumat (28/12) kemarin, petarung asal Jakarta ini akan menghadapi wakil Filipina, Robin The Ilonggo Catalan. Keduanya dijadwalkan bertemu dalam laga kelas jerami (strawweight) yang diprediksi menghadirkan pertarungan seru. Stefer adalah mantan juara turnamen kelas terbang One dan seorang spesialis Brazilian Jiu-Jitsu di bawah bimbingan legenda Carlson Gracie. Petarung Indonesia ini akan membutuhkan semua kemampuan gulatnya untuk menghadapi Catalan, seorang mantan juara dunia wushu dan muay thai. Selain Stefer, andalan Indonesia yang bakal menunjukkan kemampuan terbaiknya adalah juara nasional wushu asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Goal. Selama 2018 petarung asal Jakarta ini tampil istimewa dengan rekor kemenangan 5-1. Untuk mengawali 2019, ia akan menghadapi juara nasional wushu India Puja Tomar dalam pertarungan kelas atom wanita. Sementara itu partai puncak mempertemukan juara dunia kelas strawweight asal Filipina Joshua The Passion Pacio menghadapi wakil Jepang Yosuke Saruta. Petarung Filipina berusia 22 tahun itu telah menunjukkan peningkatkan kemampuan yang hebat dalam beberapa tahun terakhir hingga mampu meraih gelar juaranya. Adapun sang penantang merupakan juara strawweight Shooto yang bergabung dengan One Championship setelah mengalahkan beberapa atlet terbaik Shooto dan Pancrase. (ant)
Jamu Arsenal, Liverpool Bertekad Lanjutkan Sejarah London – Liverpool sudah menanti 29 tahun untuk memenangkan kompetisi Liga Utama Inggris. Asa mereka terbuka lebar musim ini karena memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin atas peringkat kedua Tottenham Hotspur. Kepantasan Si Merah sebagai kandidat juara dimulai dengan kunjungan Arsenal ke Stadion Anfield pada pekan ke-20, Minggu (30/12) dini hari.
Satgas Antimafia Sepak Bola Dalami Keterlibatan Wasit
Tottenham adalah penantang terdekat Liverpool saat ini. Sementara juara bertahan Manchester City yang terpuruk ke urutan ketiga terpaut tujuh poin setelah menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan liga terakhir. Liverpool pantas difavoritkan karena hingga pekan ke-19 belum terkalahkan. Pasukan Jurgen Klopp adalah satu-satunya klub yang belum tersentuh kekalahan sejauh ini. ‘’Kami ingin menciptakan sejarah sendiri. Kami adalah tim Liverpool pertama di Liga Primer yang tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan. Ini sejarah dan langkah yang baik,’’ kata Klopp setelah timnya menang 4-0 atas Newcastle pada Boxing Day. Sejarah yang jauh lebih signifikan menunggu jika Mohamed Salah dan kawan-kawan bisa mengatasi perlawanan Arsenal di depan pendukungnya. ‘’Kami harus memenangkan pertandingan ini dan fokus. Ini sangat penting dan kemudian akan melihat ke mana arahnya,’’ tambah pelatih asal Jerman itu. Arsenal berhasil menahan im-
Jakarta (Bali Post) – Tim Satuan Tugas Antimafia Sepak Bola bentukan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya mendalami keterlibatan wasit dalam skandal pengaturan skor pada Liga 2 dan Liga 3 yang dianggap berpengaruh dalam dunia sepak bola Indonesia. Informasi itu disampaikan oleh Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang turut menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Jumat (28/12) kemarin. Argo menjelaskan, terduga mafia pengaturan skor Johar Lin Eng dikabarkan mengontak tersangka P yang sempat menjabat sebagai Ketua Komisi Wasit. Melalui P, tersangka J mengetahui wasit yang dapat diajak bekerja sama untuk mengatur jalannya pertandingan. ‘’P ini mantan komisi wasit. P tahu ada 35 wasit dan tidak semua dapat diajak berkompromi. Untuk klub yang sudah komunikasi dengan J, dia tinggal menentukan wasitnya siapa,’’ sebut Argo. Namun, Polda Metro Jaya belum dapat memastikan ada sindikat yang mengatur skor pertandingan sepak bola untuk Liga 2 dan Liga 3. Satgas Antimafia Sepak Bola Polri menangkap anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang turut menjabat sebagai Ketua Asosisasi PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (27/12) pagi. Di samping Johar, Satgas Antimafia Sepak Bola turut menangkap mantan Exco PSSI Hidayat dan Ketua Komisi Sepak Bola Perempuan Papat Yunisal. (ant)
bang Liverpool 1-1 pada November lalu. Tim tamu mempunyai potensi menyerang pada diri pencetak gol terbanyak Liga Inggris, PierreEmerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Duet ini dapat menyulitkan Liverpool yang hanya kebobolan tujuh gol musim ini. ‘’Ada dua pertandingan sulit sekarang, Arsenal dan City. Kami perlu menjaga momentum ini. Kami memiliki karakter besar dalam skuad. Jika Anda ingin berada di puncak, Anda harus memiliki mental pemenang dan ketenangan,’’ ujar bek Liverpool Dejan Lovren. City City berharap Liverpool menyerah di hadapan Arsenal. Di sisi lain, sang juara bertahan harus bisa mengalahkan tuan rumah Southampton. ‘’Kami harus memikirkan Southampton. Kenyataannya adalah kami telah kehilangan tiga dari empat pertandingan. Jika Anda ingin menjadi pesaing nyata, Anda harus menang lagi. Jika tidak, itu tidak mungkin,’’ tegas pelatih City Pep Guardiola
James Harden (tengah)
Harden Masukkan Sembilan Tembakan Tiga Angka Houston – James Harden menyamai torehan terbaik di kariernya untuk tembakan tiga poin saat Houston Rockets memperpanjang laju kemenangan kandang beruntunnya menjadi delapan pertandingan berkat kemenangan 127-113 atas Boston Celtics pada pertandingan kompetisi NBA di Toyota Center, Houston, AS, Jumat (28/12) pagi kemarin. Harden mengemas 45 poin untuk kedelapan kalinya secara beruntun. Ia menyelesaikan laga dengan setidaknya menyumbang 35 poin dan memasukkan sembilan dari 18 percobaan lemparan tiga poin untuk membawa
Bali Post/ist
KUMITE – Pertandingan nomor kumite pada Piala Gubernur II/2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar.
Rockets meraih kemenangan kedelapan dalam sembilan pertandingan. Permainannya sempat mengendur setelah trengginas di awal laga, sebelum kembali menggila untuk kemudian empat kali memasukkan bola secara beruntun guna memperbesar keunggulan Rockets. Clint Capela mencatatkan double-double (24 poin, 18 rebound), sedangkan Eric Gordon memasukkan 20 poin sebelum dikeluarkan pada akhir kuarter keempat. Austin Rivers dan Gerald Green masing-masing menambahkan 10 poin sebagai pemain pengganti Rockets. Kyrie Irving memimpin
perolehan poin Celtics dengan 23 poin dan 11 assist. Marcus Morris menambahi 19 poin sebelum dikeluarkan menyusul technical foul keduanya. Jaylen Brown memasukkan 18 poin sebagai pemain pengganti untuk Boston yang kalah untuk keempat kalinya dalam enam pertandingan. Dalam laga lainnya, Giannis Antetokounmpo mencetak triple-double ketika Milwaukee Bucks menang 112-96 atas tamunya New York Knicks di Fiserv Forum, Milwauke. Pemain berjuluk ‘’The Greek Freak’’ itu mencatat 31 poin, 14 rebound, 8 assist
dan memblok empat tembakan pemain Knicks. Khris Middleton menyelesaikan pertandingan dengan 25 poin. Milwaukee mendapat kontribusi besar dari pemain pengganti D.J. Wilson, yang selama 20 menit bermain mencetak 10 poin dan melakukan 14 rebound. Luke Kornet memasukkan tujuh dari 11 lemparan tiga poin dan memimpin Knicks dengan 23 poin. Noah Vonleh mencatatkan double-double dengan 15 poin dan 13 rebound. Forward Kevin Knox mencetak 12 poin melalui empat keberhasilan dari 15 tembakan. (ant/rtr)
setelah kekalahan di Leicester. Sementara itu, Tottenham yang telah berhasil melepaskan diri dari fokus perhatian sebagai penantang gelar, tidak bisa lagi diabaikan setelah menciptakan 11 gol dalam dua pertandingan terakhir saat mengalahkan Everton 6-2 dan Bournemouth 5-0. Tottenham menjamu Wolves pada Sabtu malam mini. ‘’Musim ini fantastis. Sejak awal tidak ada yang percaya banyak pada kami. Kami perlu menyiapkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga pikiran untuk menjadi kuat karena akan sulit untuk bersaing di paruh kedua musim ini,’’ jelas Mauricio Pochettino, manajer Spurs. Manchester United memiliki peluang besar untuk melanjutkan kebangkitan di bawah Ole Gunnar Solskjaer ketika kedatangan Bournemouth di Old Trafford. Mencetak delapan gol dalam kemenangan atas Cardiff dan Huddersfield, opsi menyerang United bisa lebih tajam dengan kembalinya Alexis Sanchez, Romelu Lukaku dan Anthony Martial dari cedera dan sakit. (afp/kmb)