Skip to main content

Edisi Sabtu 29 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Post/afp

BERSAMA PASANGAN - Para pemimpin dan pasangan mereka foto bersama pada KTT G-20 di Osaka, Jumat (28/6) kemarin

Xi Jinping Bertemu Jokowi

Cina Janji Tingkatkan Hubungan Kerja Sama

Osaka – Presiden Cina Xi Jinping menjanjikan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Indonesia di masa mendatang. ‘’Tahun depan adalah 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Cina-Indonesia, kita harus maju terus saling menguntungkan, dan bersama di masa yang baru,’’ kaya Xi dalam pertemuan bilateral Indonesia-Cina di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6) kemarin.

Trump Ucapkan Selamat pada Jokowi Osaka – Presiden Joko Widodo menerima banyak ucapan selamat atas terpilihnya kembali sebagai Presiden saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang. Jumat (28/6) kemarin. Kepala Protokol Negara Andri Hadi yang mendampingi dan berada dekat dengan Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa hampir semua kepala negara/kepala pemerin tahan yang bertemu Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat. Menurut Andri, ucapan tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan di sela perhelatan KTT G-20, seperti pada saat menunggu official welcome dan family photo, maupun ketika para kepala negara/kepala pemerintahan akan memulai Leader’s Side Event. Para kepala negara/kepala pemerintahan itu di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, PM Jepang Shinzo Abe, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman, PM Kanada Justin Trudeau. Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Australia Scott Morrison, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giuseppe Conte, PM Inggris Theresa May, PM India Narendra Modi dan Presiden Spanyol Pedrosan Chez. Selain itu, turut pula memberikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi adalah Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (ant)

Xi menyatakan senang dapat kembali bertemu dengan Presiden Jokowi sebagai seorang sahabat. ‘’Sekali lagi saya juga mengucapkan selamat atas kemenangan Bapak dalam Pilpres 2019,’’ kata Xi. Ia menyebutkan kemenangan ini menunjukkan dukungan dan pengakuan dari rakyat Indonesia atas pemerintahan Jokowi selama lima tahun terakhir. ‘’Dalam periode pertama pemerintahan Bapak, dukungan

Tiongkok kepada Indonesia terus berkembang sangat baik, terutama pembangunan membawa keuntungan kepada rakyat kedua negara,’’ katanya. Sementara itu, Presiden Jokowi menyatakan senang dapat kembali bertemu dengan Xi. ‘’Juga terima kasih atas ucapan selamat dan surat Yang Mulia atas pemilu di Indonesia,’’ katanya. Jokowi juga menyampaikan se-

lamat kepada pemerintah Cina yang telah berhasil menyelenggarakan pertemuan internasional baru-baru ini. ‘’Selamat atas suksesnya penyelenggaraan forum itu, dan mohon maaf kami tidak bisa hadir karena sedang ada penyelenggaraan pemilu,’’ kata Jokowi. Perang Dagang Para pemimpin Uni Eropa (EU) pada Jumat (28/6) kemarin memper-

Prabowo Kumpulkan Partai Koalisi Jakarta (Bali Post) Partai politik koalisi Indonesia Adil Makmur menggelar rapat menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 untuk menentukan langkah politik ke depan. ‘’Pertemuan ini adalah pertemuan partai koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung pasangan Prabowo-Sandi. Seperti yang disampaikan Kamis (27/6) malam dalam pidatonya menanggapi putusan MK, Prabowo akan segera mengumpulkan partai koalisi untuk menentukan langkah lebih lanjut,’’ kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat (28/6) kemarin. Rapat tersebut digelar di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat kemarin. Muzani mengatakan Prabowo sudah mendengarkan pendapat Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi

terkait perkembangan putusan MK dan saat ini mengundang seluruh pimpinan parpol koalisi. Muzani mengatakan, Prabowo menyampaikan perkembangan politik terkini kepada parpol koalisi dan akan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan parpol koalisi untuk menentukan langkah politik berikutnya. S ementara itu, Ketua KPU-RI Arief Budiman menegaskan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pemilu bersifat final dan mengikat. Penegasan itu disampaikan Arief Budiman menyikapi rencana pasangan Prabowo-Sandiaga yang berupaya mencari langkah hukum lain setelah permohonan PHPU Pilpres 2019 ditolak MK. ‘’Tapi saya tidak tahu kalau tahapan lain. Tapi kalau tahapan pemilu yang diatur dalam Undang-undang Pemilu ya… putusan MK itu final and binding dalam tahapan pemilu kita,’’ kata Arief, Jumat kemarin. (kmb4/ant)

Wisatawan Dikenakan Rp 15.000-25.000/Orang

Pengembangan Pariwisata Tak Fokus dan Sporadis dikembangkan,’’ kata politisi Gerindra ini, belum lama ini. Kalau alamnya yang menjadi daya tarik, terus konsep kepengembangannya harus jelas. Mantan pelaku pariwisata ini melihat sejauh ini potensi yang kuat ada pada hamparan tebing (clip) dan alam bawah laut. Maka, sudah saatnya eksekutif dan legislatif mendorong terwujudnya konsep pengembangan yang jelas. Agar tujuan jelas dan pemerintah juga fokus dengan arah pengembangan identitas pariwisatanya. Kadis Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta menyatakan sejak awal Pemkab Klungkung sudah mengusung pariwisata budaya yang didukung potensi alamnya. Ia menyadari apa yang terjadi sekarang merupakan proses pengembangan yang sesungguhnya tentu positif bagi Nusa Penida. Sukasta kembali menegaskan, kalau Dinas Pariwisata sedang mematangkan rencana pelaksanaan retribusi yang akan diberlakukan 1 Juli nanti. (kmb31)

Bali Post/ant

PUTUSAN MK - Prabowo dan Sandiaga Uno usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK, Kamis (27/6) malam.

Nusa Penida Belum Siap Infrastruktur

KEPULAUAN Nusa Penida kian menjelma menjadi destinasi wisata favorit di Bali. Potensi alam dan budayanya sangat beragam, membuat wisatawan menempatkan Nusa Penida sebagai objek ikonik yang menarik. Namun, meledaknya pariwisata Nusa Penida dianggap belum dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan konsep pengembangan yang matang. Ini membuat Nusa Penida terkesan berkembang tanpa rambu-rambu yang jelas, lantaran tidak fokus terhadap identitasnya. Anggota DPRD Klungkung A.A. Gde Sayang Suparta mengatakan, realitas yang terjadi sekarang sudah menunjukkan fakta dari anggapan itu. Seperti kemacetan, tiadanya imbas pendapatan ke daerah dan warga lokal maupun fokus pengembangan objeknya, karena semuanya bergerak sporadis. ‘’Ayo, sekarang kita fokus, apa yang membuat wisatawan datang ke Nusa Penida, kalau konsepnya alam dan budaya, harus fokus

ingatkan mengenai kerusakan yang disebabkan oleh peningkatan perang dagang AS-Cina pada ekonomi global, sementara kelompok negara berekonomi terbesar di dunia, G-20, memulai pertemuan puncak di Jepang. Hubungan perdagangan AS-Cina ‘’sulit’’ dan membuat ekonomi global melambat, kata Presiden Komisi Eropa JeanClaude Juncker dalam satu taklimat. Hal. 15 Pembaruan Ekonomi

NUSA PENIDA - Wisatawan saat turun ke Pelabuhan Rakyat Jungut Batu, Nusa Penida.

MULAI 1 Juli 2019 nanti semua wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida akan dikenakan retribusi. Pengenaan retribusi ini merujuk Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Terkait rencana ini, Dinas Pariwisata Klungkung telah melakukan sosialisasi dengan mengundang seluruh perbekel di Kecamatan Nusa Penida. Dari pertemuan tersebut dan masukanmasukan perbekel, pada prinsipnya mendukung pelaksanaan perda ini. Kadis Pariwisata Nengah Sukasta menjelaskan, sesuai perda tersebut besaran retribusi yang akan dikenakan kepada wisatawan masing-masing Rp 25.000/orang dewasa dan Rp 15.000/anak-anak. Karena keterbatasan petugas dan prasarana, untuk sementara pemungutan akan dilakukan di empat lokasi. Masing-masing di Pulau Nusa Penida di Pelabuhan Banjar Nyuh 1 dan Banjar Nyuh 2. Sedangkan di Pulau Lembongan masing-masing di Pelabuhan Tanjung Sang Hyang dan di halaman Balai Desa Jungutbatu. ‘’Mengingat waktu pemungutan su-

dah dekat dan terbatasnya petugas dan prasarana, untuk sementara kami hanya melakukan pemungutan di empat lokasi,’’ ujar Sukasta saat rapat teknis di Ruang Rapat Bupati Klungkung, belum lama ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra menyebutkan, pemungutan retribusi bagi wisatawan ini sudah dilakukan pembahasan teknis tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan terkait beberapa tempat di Nusa Penida sebagai pilot project pelaksanaan perda tersebut. Sementara itu, dari data yang dihimpun terkait pendapatan pajak dan retribusi daerah dari sektor pariwisata di Kecamatan Nusa Penida tahun 2016 sebesar Rp 17,2 miliar. Rinciannya pajak hotel Rp 6,7 miliar, pajak restoran Rp 7,4 miliar, pajak hiburan Rp 104 juta, pajak air bawah tanah (ABT) Rp 186 juta dan pendapatan Retribusi Tempat Rekreasi sebesar Rp 2,8 miliar. Jumlah tersebut meningkat di tahun berikutnya menjadi Rp 21 miliar. Sementara 2018 pendapatan pajak dan retribusi juga mengalami peningkatan menjadi Rp 25,8 miliar. (gik)


DENPASAR

2

Keluarkan Instruksi KB Empat Anak

FIGUR Pilih Program Langka JIKA di tingkat universitas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sedang naik daun. Sementara di SMK, program keahlian Akuntansi, Tenik Komputer Jaringan (TKJ) dan Akomodasi Perhotelan juga dikejar calon siswa baru. Alasannya, selain semua dunia usaha, lembaga pemerintahan juga memerlukan SDM di tiga bidang tersebut. Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.IKom. membenarkan tiga bidang langka ini sangat menjanjikan. Akuntansi dan TKJ diperlukan di sektor formal dan informal, sementara Akomodasi Perhotelan diperlukan terus oleh Bali sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia. Dalam suasana PPDB untuk SMP dan SMASMK, Ida Bagus Dwi Oka Putra mengharapkan masyarakat cerdas menentukan studi lanjut. Sebab, ketepatan menentukan studi lanjut juga menentukan masa depan. Jika ingin cepat kerja, dipersilakan memilih SMK dan yang kuat di akademik bisa memilih SMA.

Untuk pilihan SMK pun perlu mempertimbangkan langka tidaknya progam tersebut, kelengkapan sarana gedung dan laboratorium serta komitmen sekolah dalam pendidikan karakter. Sementara SMK Dwjendra yang menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Bali tetap memberikan keringanan uang gedung bagi krama Bali, apalagi untuk warga Peguyangan. Ia memberi penguatan siswanya dengan kompetensi bisnis laundry dan florist. Dua bisnis ini sangat laris, namun sayang semua pelakunya dilakukan warga luar Bali. ‘’Kami ingin menyiapkan SDM krama Bali menguasai bisnis tersebut,’’ tegasnya. (sue)

33 Siswa Jalur Zonasi Jarak Terdekat Dinyatakan Gugur Denpasar (Bali Post) Tahapan verifikasi faktual guna memastikan validasi data calon siswa peserta didik baru di SMP negeri di Kota Denpasar telah selesai. Hasil verifikasi telah diumumkan Jumat (28/6) kemarin. Hasilnya, sebanyak 1.463 calon siswa dinyatakan lulus di Jalur Zonasi Lingkungan Jarak terdekat. Sedangkan sebanyak 33 calon siswa dinyatakan gugur lantaran tidak memenuhi persyaratan validasi data faktual. Kepala Disdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan menjelaskan, seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan aturan. Verifikasi faktual telah dilaksanakan dengan menggandeng tim verifikasi yang melibatkan unsur Disdikpora, perbekel/lurah dan tim IT. ‘’Verifikasi dilaksanakan secara terbuka dengan menggandeng instansi terkait untuk membuktikan kebenaran data dan identitas yang disertakan saat pendaftaran oleh calon sisiwa,’’ jelasnya. Gunawan mengatakan,

seluruh calon siswa yang telah dinyatakan lulus verifikasi faktual jalur zonasi lingkungan terdekat, siswa kurang mampu dan inklusi agar melaksanakan pendaftaran kembali. Hal ini dilaksanakan dengan mendatangi sekolah tujuan mulai Jumat (5/7) mendatang dengan membawa kelengkapan saat verifikasi awal dan bukti pendaftaran. ‘’Kami mengimbau kepada calon siswa yang telah dinyatakan lulus verifikasi faktual agar melaksanakan pendaftaran kembali dengan membawa kelengkapan dokumen dan bukti pendaftaran mulai tanggal 5 Juli mendatang,’’ jelasnya. Berdasarkan data Disdikpora Kota Denpasar, hasil verifikasi faktual yakni SMPN 1 Denpasar dari 95 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 86 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 9 orang. SMPN 2 Denpasar dari 150 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 150 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. SMPN 3 Denpasar dari 109 calon

Sabtu, 29 Juni 2019 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Lomba Pembuatan Tapel Klasik Bali Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Dramatari Gambuh , Sekaa Gambuh Anak-anak Pasraman Bajra Jnana, Dusun Triwangsa, Desa Budakeling, Kec. Bebandem, Duta Kabupaten Karangasem Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Semara Pagulingan, Karang Taruna Desa Melinggih, Kec. Payangan, Duta Kabupaten Gianyar dengan Sekaa Gong Kerthi Yasa, Br. Suwung Batan Kendal, Kel. Sesetan, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang, Sanggar Seni Padma Kusuma, Desa Sinabun, Kec. Sawan, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Wayang “The Epic of Gilgamesh”, partisipasi Culture Theatre Singapore berkolaborasi dengan Yayasan Seni Madra Suta, Br. Babakan, Desa Sukawati, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong, Sanggar Mudra, Kec. Petang, Duta Kabupaten Badung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa, Sanggar Sekar Wangi, Desa Sidembunut, Kel. Cempaga, Kec. Bangli Duta Kabupaten Bangli dengan Sekaa Gong Semara Wijaya Br. Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kec. Manggis, Duta Kabupaten Karangasem

Topik :

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 109 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. SMPN 4 Denpasar dari 150 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 150 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. SMPN 5 Denpasar dari 82 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 82 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. Selanjutnya SMPN 6 Denpasar dari 136 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 134 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 2 orang. SMPN 7 Denpasar dari 122 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 114 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 8 orang. SMPN 8 Denpasar dari 109 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 108 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 1 orang. SMPN 9 Denpasar dari 122 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 112 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 10 orang. SMPN 10 Denpasar dari 95 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 95 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. SMPN 11 Denpasar dari 95 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual tetap 95 atau seluruhnya lulus verifikasi faktual. SMPN 12 Denpasar dari 136 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 135 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 1 orang. Dan SMPN 13 Denpasar dari 95 calon siswa yang lulus, setelah verifikasi faktual menjadi 93 atau tidak lulus verifikasi faktual sebanyak 2 orang. ‘’Seluruhnya sudah dilakukan validasi data melalui proses verifikasi faktual. Daya tampung yang ditimbulkan dari tidak lulusnya 33 calon siswa yang menggunakan jalur lingkungan jarak terdekat akan dilimpahkan ke jalur kawasan yang pendaftarannya dimulai Jumat (28/6) pukul 17.00 Wita,’’ ujarnya. (kmb12)

Koster Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya angkat bicara pascamengeluarkan Instruksi Nomor 1545 Tahun 2019 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali. Dalam instruksi tersebut, krama Bali disebut berhak untuk melahirkan anak lebih dari dua orang, bahkan empat orang yang penyebutannya terdiri atas Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut, ataupun sebutan lain sesuai dengan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan tetua krama Bali. ‘’Saya melihat sekarang pertumbuhan penduduk, yang Bali ini, stagnan. Mungkin karena KB dengan dua anak itu berhasil,’’ ujar Wayan Koster, Jumat (28/6) kemarin. Menurut Koster, inilah yang kemudian mendasari terbitnya Instruksi Gubernur. Bupati dan wali kota se-Bali diinstruksikan untuk segera menghentikan kampanye dan sosialisasi ‘’KB dengan dua anak cukup atau dua anak lebih baik’’ kepada jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana. Selanjutnya, jajaran yang menangani urusan keluarga berencana agar mengampanyekan KB Krama Bali berdasarkan kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia Bali yang unggul dan keluarga Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

berkualitas. Instruksi ini harus dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. ‘’Secara kultural dengan kearifan lokal yang kita punya, Nyoman sama Ketut sudah hampir punah. Coba sekarang lihat KK di masing-masing rumah, nama Nyoman dan Ketut sudah langka,’’ jelasnya. Menurut Koster, kearifan lokal ini harus dipertahankan sehingga KB dengan dua anak harus dihentikan, baik dengan vasektomi maupun alat-alat kontrasepsi yang membatasi kelahiran. Lebih lanjut dikatakan, saat ini sudah tidak ada alasan lagi untuk khawatir memiliki anak lebih dari dua. Apalagi tingkat kesejahteraan masyarakat kini sudah meningkat. KB Krama Bali pun dipastikan tidak bertentangan dengan undang-undang atau regulasi nasional. ‘’Zaman

dulu orang bisa punya empat anak, enam anak dengan jualan canang bisa. Sekarang negara sudah terjun langsung dengan APBN dan APBD untuk mengurusi pendidikan, kesehatan, perumahan, infrastruktur, pangan. Bikin anak banyak-banyak,’’ pungkasnya. (kmb32)

AS dan Bakamla Inisiasi ”Workshop” Penegakan Hukum Wilayah Maritim Denpasar (Bali Post) Coast guard atau penjaga pantai dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Filipina mengikuti pelatihan terkait penegakan hukum wilayah maritim di Pelabuhan Benoa, Jumat (28/6) kemarin. Utamanya dalam mengatasi masalah ilegal fishing dan kejahatan perdagangan narkoba (drugs trafficking). Mereka dilatih oleh instruktur dari coast guard Amerika Serikat. Indonesia khususnya diwakili oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla). Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Yeheskiel Katiandagho mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Technical Expert Workshop (TEW) at South East Asia Maritime Law Enforcement Initiative (SEAMLEI) pada

24-28 Juni. Event ini terselenggara atas inisiasi coast guard Amerika Serikat bekerja sama dengan Bakamla RI. Selain pelatihan atau praktek langsung, para peserta dari enam negara juga mengikuti workshop. “Inisiasi oleh Amerika Serikat dan Bakamla ini adalah kegiatan yang pertama, nanti akan disambung Bakamla dengan melakukan kunjungan ke Amerika, Juli mendatang,” ujarnya. Yeheskiel menambahkan, coast guard dunia maupun Indonesia sama-sama bertugas menjamin keamanan maritim dan keselamatan. Khususnya di bidang penegakan hukum di negara masing-masing, dan juga kerja sama kawasan. Dengan lebih memahami hukum laut internasional, para coast guard diharapkan lebih profesional dalam melaksanakan

tugas sehari-hari. Illegal fishing menjadi salah satu materi dalam pelatihan karena menyangkut kedaulatan negara, khususnya di Indonesia. “Jangan sampai kedaulatan negara diinjak-injak, atau dipermainkan dengan pencurian itu,” jelasnya. Berdasarkan data tahun 2018, tercatat ada 10 kapal ikan asing dan delapan kapal ikan Indonesia yang ditangkap Bakamla karena melakukan illegal fishing. Jumlah ini terus menurun sejak 2016, yang saat itu berhasil ditangkap 35 kapal ikan asing dan 17 kapal ikan Indonesia. Tahun 2017, yang ditangkap 23 kapal ikan asing dan 11 kapal ikan Indonesia. US Coast Guard Capt. Sherman Lacey mengatakan, Angkatan Laut Amerika Serikat sangat senang bisa menjadi bagian dari acara TEW SEAM-

LEI bekerja sama dengan Bakamla RI. Sebab, pihaknya bisa berbagi bagaimana cara menyelesaikan masalah kelautan di kawasan ASEAN yang tentunya tidak bisa diselesaikan sendiri. Namun, harus ada koordinasi antarnegara. “Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia dan disetujui oleh semua negara di ASEAN,” ujarnya. Menurut Lacey, pihaknya membawa para ahli dari Amerika Serikat yang terkait dengan masalah antarnegara dan antarkawasan. Mereka menjelaskan bagaimana AS menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah kelautan. “Kami berharap, dengan kegiatan ini seluruh negara di ASEAN akan mampu berembuk dan menghasilkan solusi bagi setiap masalah kelautan di kawasan ini,” pungkasnya. (kmb32)

Bali Post/kmb32

PELATIHAN - Suasana pelatihan terkait penegakan hukum wilayah maritim yang diikuti enam negara, termasuk Bakamla Indonesia, di Pelabuhan Benoa, Jumat (28/6) kemarin.

Karyawan Kafe Positif Konsumsi Narkoba Denpasar (Bali Post) BNNK Denpasar melaksanakan tes urine terhadap karyawan Cafe Delona di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, Kamis (27/6) lalu. Hasilnya, delapan orang postif mengonsumsi narkotika jenis methamphetamine dan amphetamine, serta ganja. Dikonfirmasi Jumat (28/6) kemarin, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa membenarkan adanya tes urine tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut dipimpin Kepala BNNK Denpasar AKBP Hagnyono. Sweeping tersebut dilaksanakan mulai pukul 21.00 Wita dan petugas melakukan tes urine terhadap 30 orang dari manajemen dan

karyawan Cafe Delona. Sebelum dites urine, Hagnyono menjelaskan kepada karyawan kafe terkait tujuan kegiatan ini. Dia mengungkapkan jika kegiatan ini merupakan deteksi diri penyalahgunaan narkoba di lingkungan dunia usaha. “Jika ada terdeteksi menyalahgunakan narkoba akan dilakukan asessement untuk mengetahui riwayat pemakaiannya,” tegas Brigjen Suastawa. Jenderal bintang satu di pundak ini menambahkan, Hagnyono juga mengajak para karyawan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, selain memberikan dampak buruk bagi tubuh, tapi juga berdampak buruk

terhadap perekonomi keluarga. Setelah itu dilanjutkan dengan tes urine. Hasil pemeriksaan ternyata tujuh orang karyawan positif mengonsumsi narkoba jenis methamphetamine dan amphetamine. Sedangkan satu orang positif mengonsumsi ganja. Selanjutnya, delapan orang tersebut diarahkan untuk melakukan assesment di BNNK Denpasar, Jumat kemarin. (kmb36)

TES URINE - Pegawai BNNK Denpasar melaksanakan tes urine terhadap karyawan Cafe Delona.


BADUNG PDAM Kesulitan Pasang Jaringan Pipa di Ungasan

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Mangupura (Bali Post) Keinginan warga Banjar Santi Karya, Ungasan, Kuta Selatan, akan segera terwujud. PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung mulai memasang jaringan pipa guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak proyek GWK tersebut. Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung Ketut Golak, Jumat (28/6) kemarin mengatakan, untuk realisasi pemasangan pipa tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan klian setempat. Perlu mekanisme lebih lanjut sebab ada kendala yang dihadapi di lapangan. ‘’Lokasi permukiman di sana yang tidak ngompleks,

hal itu tentu membuat pemasangan jaringan menjadi lebih sulit. Bagaimanapun kita tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar masyarakat bisa mendapat pelayanan yang lebih baik,’’ ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, selain membeli air dari mobil tangki, banyak masyarakat menggunakan sumber air bawah tanah (ABT). Hal ini lantaran PDAM belum bisa menyediakan jaringan pipa di kawasan tersebut. Meski demikian, PDAM tetap berusaha bekerja sama dengan masyarakat, pelaku industri pariwisata untuk melayani pasokan air bersih.

Apalagi, katanya, masih banyak terdapat akomodasi pariwisata serta warga di sana yang belum terjangkau jaringan PDAM. ‘’Tentunya kita masih menyusun RAB. Setelah disusun RAB, maka akan dikoordinasikan lebih lanjut, supaya ada kesepahaman antara PDAM, masyarakat dan pengusahan di sana,’’ kata Golak. Untuk diketahui, sejak puluhan tahun warga Banjar Santi Karya Desa Ungasan belum terjangkau pelayanan air bersih PDAM. Selama ini, 18 KK warga setempat harus membeli air tangki secara swadaya. Menurut Camat Kuta Selatan I Made Widiana,

3

warga Banjar Santi Karya awalnya tinggal di Banjar Giri Darma, Ungasan. Kemudian, saat dilakukan pembangunan GWK mereka direlokasi ke Banjar Santi Karya. Sejak proyek pembangunan GWK, serta pengelolaan yang berpindah tangan dari satu investor ke investor lain, janji fasilitasi air bersih tak kunjung terealisasi. (kmb23)

PIPA PDAM - Pemasangan pipa PDAM untuk memasok air bersih bagi warga Banjar Santi Karya, Ungasan, Kuta Selatan.

Bali Post/edi

Pascaputusan MK

Danrem Pastikan Bali Aman

MAHKAMAH Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandiaga Uno. Terkait keputusan tersebut, Danrem 163/ Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.IP., M.Si. menyampaikan rasa syukur, karena situasi Bali selama proses persidangan tersebut tetap aman dan kondusif.

Bali Post/rah

KOMSOS - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi (berdiri) pada kegiatan komsos yang digelar di Makorem. Pada kegiatan tersebut, Danrem memaparkan kondisi keamanan Bali khususnya pascaputusan MK.

Persiapan Pilkada Serentak 2020

DPT dan Logistik Jadi Atensi Khusus KPU Bali ENAM kabupaten/kota di Bali akan menggelar pilkada serentak tahun 2020. Berkaca dari kasus gugatan perselisihan hasil Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi, KPU memberikan perhatian lebih tehadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan logistik. Tak hanya itu, proses pencalonan juga akan dilakukan secara lebih hati-hati. Hal itu ditegaskan Ketua KPU Bali Dewa Agung Lidartawan usai rapat koordinasi terkait pola anggaran pemilu serentak 2020 di kantor KPU Provinsi Bali, Jumat (28/6) kemarin. Pria asal Susut, Bangli ini mengatakan, jangan sampai DPT yang sudah berproses lama dan masyarakat juga telah terlibat, justru dipermasalahkan kembali di kemudian hari sehingga membuat KPU sebagai kambing hitam. ‘’Ini

sebagai pembelajaran buat kita bahwa DPT harus di-clear-kan ke masyarakat,’’ katanya. Selain DPT, pengelolaan logistik juga akan dibuatkan SOP-nya secara detail dan sebaik mungkin. Tidak ada lagi barang sisa yang menjadi sampah, sehingga akhirnya dicurigai sebagai kesalahan. ‘’Sekarang kita pasti akan membuat sesuatu lebih baik, termasuk juga soal pencalonan,’’ ujar Lidartawan. Menurutnya, selama sidang MK berlangsung, semua KPU kabupaten/kota di Bali diinstruksikannya untuk memantau. Tujuannya, kekurangan yang terjadi pada penyelenggaraan Pemilu 2019 tidak kembali terulang pada pilkada serentak 2020. Sementara dalam tahapan persiapan pilkada serentak

2020, KPU Bali mengumpulkan komisioner dan sekretaris KPU kabupaten/kota se-Bali untuk menyamakan persepsi terhadap pola penganggaran. Penyusunan anggaran yang diajukan ke pemerintah daerah, diharapkan dilakukan secara detail untuk menghindari pemangkasan anggaran. Dalam penyusunan anggaran, KPU juga agar melakukan koordinasi dengan Bawaslu, Polri, TNI dan Satpol PP, sehingga di kemudian hari tidak memunculkan persoalan. Sementara itu, anggaran yang diusulkan KPU kabupaten/kota yakni Denpasar sebesar Rp 25 miliar, Badung Rp 25.730.203.550, Tabanan Rp 49.203.465.703, Jembrana Rp 18.941.433.200, Bangli Rp 21.451.924.781, dan Karangasem Rp 32.096.631.760. (kmb16)

Kabur, Dua Tahanan Ditangkap di Jakarta

Mangupura (Bali Post) Perburuan dua tahanan yang kabur dari sel Pospol Ungasan, Kuta Selatan oleh Tim Opsnal Polsek Kutsel dan Polresta Denpasar akhirnya membuahkan hasil. Dua tahanan yakni Wisnu Wardana alias Codet (19) dan Nabil (27) dibekuk di Jakarta Pusat, Kamis (27/6) lalu. Selain itu, polisi memeriksa tiga anak di bawah umur karena membantu pelarian mereka. ‘’Tiga anak tersebut sedang didalami keterangannya. Begitu juga dua anggota jaga tahanan sedang diproses,’’ ujar Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramoni didampingi Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza, Jumat (28/6) kemarin. Benny Pramono menambahkan, setelah menerima laporan tahanan kabur tersebut, tim gabungan melakukan pengejaran. Hasil penyelidikan, kedua tahanan melarikan diri ke Pulau Jawa. Selain itu, polisi dapat informasi bila tersangka Nabil berada di wilayah Jakarta Pusat. Pada Rabu (26/6) sekitar pukul 20.31 WIB, petugas menangkap Nabil di RS Tarakan, Jakarta Pusat. Setelah itu dilakukan pengembangan

Bali Post/rah

BERIKAN PENJELASAN - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono memberikan penjelasan mengenai penangkapan tahanan yang kabur. dan polisi mencari tersangka Wisnu. ‘’Tersangka Wisnu ditangkap di Hotel Mangga Besar 25 Lantai IV. Dia ditangkap hari Kamis tanggal 27 Juni 2019,’’ ujarnya. Hasil pemeriksaan kedua tersangka, pelarian tersebut sudah direncanakan. Awalnya mereka menyuruh temannya membawakan gergaji besi saat besuk. Pada Selasa (25/6) sekitar pukul 02.00 Wita, mereka kabur dan berjalan menuju depan Bali Pecatu Graha. Di sana mereka dijemput dua temannya, lalu dibonceng menuju Kuta. Di

Kuta mereka dijemput teman lainnya menggunakan mobil menuju wilayah Mengwi. ‘’Dari Mengwi, mereka naik mobil travel menuju Surabaya. Dari Surabaya ke Jakarta mereka naik bus. Alasan kabur karena ibu Nabil lagi sakit dan diopname di rumah sakit,’’ ujar Benny Pramono. Terkait gergaji yang dipakai motong terali besi, mantan Wakapolres Badung ini mengungkapkan, pengakuan pelaku dibuang ke toilet. ‘’Nanti kita bongkar toilet itu untuk mencari gergaji besinya,’’ tegasnya. (kmb36)

‘’MK sudah memutuskan. Terlepas diterima atau ditolak, suasana Jakarta dan khususnya Bali kondusif. Mari kita jaga situasi ini supaya berkelanjutan,’’ tegas Kolonel Suharyadi usai membuka kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Keluarga Besar TNI (KBT) di Aula Makorem, Denpasar, Jumat (28/6) kemarin. Menurut Danrem, Bali adalah tujuan wisatawan dunia. Oleh karena itu, suasana kondusif ini akan semakin memberikan kepercayaan kepada dunia internasional bahwa Bali aman untuk dikunjungi. ‘’Kita sama-sana dengan kepolisian tetap siaga untuk menjaga situasi aman dan kondusif,’’ ujarnya. Sementara terkait komsos, Suharyadi menyampaikan, kegiatan ini merupakan program TNI-AD di setiap Korem seluruh Indoensia. ‘’Kebetulan hari ini (kemarin - red) temanya terkait bela negara dan wawasan kebangsaan. Yang kita libatkan dari organisasi KBT yaitu Hipakad dan FKKPI,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Danrem menyinggung ada upaya untuk menggoyang Pancasila. Pihaknya pun menegaskan, sinergi seluruh komponen harus diperkuat untuk mempertahankan NKRI dan ideologi Pancasila. ‘’Ideologi Pancasila pondasi kita dalam kehidupan bernegara yang majemuk, plural, dan inklusi,’’ tegasnya. (kmb36)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Jurusan AN PNB Kembali Gelar Expo Business 2019

Ditutup dengan ’’Beach Clean-up’’

LEPAS TUKIK - Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. (dua dari kiri) bersama Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista (kiri) melepas tukik di sela kegiatan Beach Clean-up di Pantai Kuta, Jumat (28/6) kemarin. JURUSAN Administrasi Niaga (AN) Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggelar Business Expo atau Expo Bisnis 2019, Selasa (25/6) di Gedung Widya Padma, kampus setempat. Expo bisnis yang kelima kalinya ini, diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembukaan stan pameran kerajinan, kuliner dan berbagai produk makanan dan minuman. Kegiatan yang dibuka Direktur PNB Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. ini mengambil tema ‘’Creating The Oppurtunities for a Better Future’’. Pada pameran bisnis ini diikuti peserta dari mahasiswa yang berkreasi untuk memanfaatkan ide-ide bisnis untuk meraih masa depan yang lebih baik. Hal ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan ide-ide kewirausahaan para mahasiswa. Setelah lulus dari politeknik,

para mahasiswa memiliki kompetensi dan daya saing dan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaannya. Menurut Abdi, kegiatan ini merupakan yang kelima kalinya dilaksanakan, dalam mendukung green tourism serta green management PNB serta menyiapkan alumni yang mempunyai ide-ide kewirausahaan. Selain itu, setelah lulus nanti, mahasiswa diharapkan mampu membuka usaha baru, apalagi di era industri 4.0 ini sangat banyak usaha bisa dilakukan, terutama berbasis informasi teknologi. Ketua Jurusan Administrasi Niaga PNB Dr. I Ketut Santra, M.Si. mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan ilmu yang telah didapat di kampus dan sudah dilaksanakan selama lima tahun dalam bentuk bisnis expo. Kegiatan seperti ini

akan selalu ditingkatkan dalam rangka menerapkan ide-ide mahasiswa dalam berbisnis. Melalui bisnis expo ini juga dibentuk ikatan orangtua mahasiswa, sehingga mengetahui proses pendidikan yang diterima para mahasiswa di Jurusan Administrasi Niaga, termasuk melibatkan para alumni. Sementara itu, Dr. I Wayan Edi Arsawan, S.E., M.M. selaku Ketua Panitia Business Expo 2019 menjelaskan, kegiatan ini melibatkan 30 stan dan stakeholder industri yang terdiri dari stan kuliner khas Bali, kerajinan, yang semua berasal dari mahasiswa Administrasi Niaga dan Manajemen Bisnis Internasional. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pemberian penghargaan kepada dunia industri sekaligus penandatanganan kerja sama dengan dunia industri. Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait pengurangan sampah plastik, di akhir kegiatan bisnis expo ini, juga digelar Beach Clean-up, Jumat (28/6) kemarin di Pantai Kuta. Selain pembersihan pantai, juga dilakukan pelepasan tukik dan penandatanganan petisi peduli lingkungan. Kegiatan tersebut dihadiri 2.000 lebih peserta dari kalangan mahasiswa, karyawan hotel, serta dari komunitas Trash Hero. Turut hadir pada kegiatan ini, Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista, Ketua Trash Hero Indonesia Wayan Aksara. Sementara itu, Edi Arsawan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan, terutama kawasan pesisir. Kegiatan ini juga sebagai media untuk mengampanyekan Bali bebas sampah plastik. (ad782)

PPs Unwar Gelar Tes Sipenmaru Gelombang I Tahun 2019

Seleksi Ketat Tentukan Kualitas ’’Input’’ dan ’’Output’’ Lulusan

PROGRAM Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) melaksanakan tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) gelombang I tahun 2019 di Gedung Pascasarjana Unwar, Jumat (28/6) malam. Tes Sipenmaru angkatan ke-14 ini diikuti sebanyak 128 calon mahasiswa magister yang terdiri 25 orang Prodi Magister Manajemen, 6 orang Prodi Magister Administrasi Publik, 42 orang Prodi Magister Ilmu Hukum, 13 orang Prodi Magister Ilmu Linguistik, dan 42 orang Prodi Magister Kenotariatan. Tes seleksi dipantau Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. beserta Sekretaris dan Bendahara Yayasan, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. beserta Wakil Rektor I, II, III, Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. beserta Sekretaris PPs Unwar, Dekan Fakultas di lingkungan Unwar, Kaprodi dan Sekprodi PPs Unwar, serta para dosen di lingkungan PPs Unwar. Prof. Suranaya Pandit men-

gatakan, peserta tes Sipenmaru dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kenaikan jumlah calon mahasiswa ini menunjukkan antusias masyarakat untuk melanjutkan studi di PPs Unwar semakin besar. Sebab, selain kuliah sambil bekerja, sarana dan prasarana, serta kualitas pembelajaran di PPs Unwar telah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Bahkan, segala bentuk proses pendidikan, mulai dari pendaftaran, mengikuti proses pembelajaran, hingga yudisium telah berbasis digital (online). ‘’Jadi mereka bisa mengakses proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengakses website yang ada di Pascasarjana Universitas Warmadewa, sehingga tidak ada alasan bagi mereka bermalasmalasan. Sebab, melalui sistem digital mereka bisa berkomunikasi dan mengakses segala informasi,’’ ujar Prof. Pandit. Kendati demikian, pihaknya masih membuka pendaftaran Sipenmaru gelombang II bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti pendaftaran Sipenmaru gelombang I ini.

SIPENMARU - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. saat memantau tes ujian Sipenmaru Gelombang I PPs Unwar, Jumat (28/6) petang kemarin.

Rektor Unwar Prof. Widjana mengatakan, salah satu hal yang penting dalam mempertahankan kualitas adalah banyaknya pelamar. Sebab, semakin banyak pelamar maka kompetisi semakin kompetitif, sehingga seleksi lebih bagus. Dengan seleksi yang bagus maka menghasilkan input yang berkualitas. ‘’Apabila input dan prosesnya bagus, maka outcome dan output akan bagus pula, sehingga nanti kualitas Pascasarjana Warmadewa akan lebih baik ke depannya,’’ tandasnya. Dengan peningkatan kualitas tersebut, Prof. Widjana berharap output lulusan PPs Unwar bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Apalagi, mahasiswa PPs Unwar sebagian besar telah bekerja. ‘’Saya berharap di tempat kerja mereka nanti bisa profesional, sehingga mendapatkan penghargaan oleh pimpinannya dan mendapatkan gaji pertama yang tinggi,’’ harapnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Oka Wisnumurti mengapresiasi peningkatan jumlah pelamar pada tes Sipenmaru gelombang I tahun ini. Sebab, meningkatnya jumlah pelamar untuk menempuh pendidikan di PPs Unwar, menjadi titik awal dalam mengembangkan mutu dan pola pembelajaran yang berkualitas di PPs Unwar. Apalagi, peserta calon mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari luar Bali. Sehingga perpaduan dan keberagaman budaya bisa menyatu dalam bingkai pendidikan. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi Bali, sehingga ke depan pendidikan bisa menjadi pariwisata pendidikan di Bali. Dengan demikian, Bali akan menjadi miniatur Indonesia dalam menjaga keberagaman lewat pendidikan pariwisata. (ad787)

PENGHARGAAN - Pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik di acara Yudisium Stikes Bina Usada Bali, Jumat (28/6) kemarin.

Yudisium Stikes Bina Usada Bali

Buka Peluang Kerja di Jepang STIKES Bina Usada Bali menggelar acara Yudisium D-3 Kebidanan dan S-1 Keperawatan, Jumat (28/6) kemarin. Yudisium ini merupakan yang ke-3 dan dilaksanakan selama tahun 2019. Adapun yudisium pertama meyudisium 174 orang dari S-1 Keperawatan dan 16 orang dari D-3 Kebidanan. Yudisium kedua meyudisium 223 orang Profesi Ners dan kemarin meyudisium 131 orang dari S-1 Keperawatan dan 35 orang D-3 Kebidanan. Total mahasiswa yang diluluskan tahun 2019 berjumlah 305 orang untuk S-1 Keperawatan, 51 orang untuk D-3 Kebidanan dan 223 Profesi Ners. Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Putu Santika, M.M. mengatakan, dalam menyiapkan lulusan, pihaknya tidak hanya terpaku pada peluang menjadi pegawai negeri, tetapi juga peluang kerja di bidang swasta. Begitu juga membuka praktik mandiri hingga ke luar negeri, dalam hal ini Jepang. Ia melanjutkan, meski di Bali banyak institut maupun perguruan tinggi kesehatan,

tetapi bukanlah menjadi persaingan, namun justru saling dukung. ‘’Sebab, setiap sekolah kesehatan tentu memiliki keterampilan sendiri-sendiri. Memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Peluang kerja juga tidak hanya menjadi pegawai negeri. Masih sangat besar peluang di sektor lainnya,’’ ujarnya. Salah satu peluang yang saat ini dirintis Stikes Bina Usada Bali adalah peluang kerja di Jepang. Menurut Santika, di Jepang lapangan kerja tenaga kesehatan, terutama perawat, sangat besar. Sejak dua tahun lalu, Stikes Bina Usada Bali telah mengirimkan lulusannya ke negeri Matahari Terbit tersebut. Namun, meski peluang dan permintaannya besar, beberapa kendala yang dihadapi lulusan adalah bahasa. ‘’Selama perkuliahan, selain kurikulum di bidang kesehatan, kami juga memberikan pilihan pendidikan bahasa. Ada tiga pilihan, bahasa Inggris dan rintisan bahasa Mandarin. Namun jika mau berangkat harus menjalani pelajaran intensif selama tiga bulan,’’ jelas Santika.

Kerja sama dengan Jepang ini menjadi orientasi peluang kerja lulusan Stikes Bina Usada Bali ke depan. Selama dua tahun, pihak Stikes Bina Usada Bali telah mengirim kurang lebih 22 orang lulusan perawat ke Jepang dan akan kontinyu dilakukan setiap tahun. ‘’Ke depannya kami ingin menjadi kampus yang orientasinya internasional. Langkah pertama kali adalah mengintensifkan kerja sama dengan Jepang,’’ paparnya. Secara umum, semua lulusan Stikes Bina Usada Bali telah terserap dunia kerja, baik itu menjadi pegawai negeri, swasta maupun praktik mandiri. Mengenai kualitas lulusan, Santika mengatakan patut dibanggakan. Ini bisa dilihat dari prestasi periode sebelumnya, di mana perawat lulusan Stikes Bina Usada Bali yang mengikuti ujian kompetensi menduduki peringat kedua nasional. ‘’Ini membuktikan jika lulusan kami 90 persennya menyerap semua ilmu yang diberikan maupun materi uji kompetensi,’’ papar Santika. (ad784)

Melesat Terbang Menjemput Masa Depan Bersama SMK Penerbangan Cakra Nusantara Menjadi ’’Next Generation Leaders’’

SUDAH tidak asing lagi di telinga nama SMK Penerbangan Cakra Nusantara di kancah penerbangan Indonesia. Faktanya, prestasi adalah budaya. Di tahun kedua meluluskan taruna taruninya, SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih 97 persen nilai di atas rata-rata dan ranking ke-4 SMK se-Provinsi Bali yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni ranking ke-6. Sekolah vokasional pelopor dan pertama satu-satunya di Bali yang bergelut di bidang penerbangan dan telah terbukti mencetak generasi dirgantara siap kerja dan melanjutkan. Menurut Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Penerbangan Cakra Nusantara Putu Agus Mahendra, S.Pd. yang juga sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, para alumni telah diterima di beberapa universitas penerbangan, baik negeri maupun swasta. Di antaranya di STPI Curug Bogor, Universitas Nurtanio Bandung, STTKD Yogyakarta, Universitas Utara Malaysia, Universitas Udayana dan lainnya. ‘’Masa depan itu dijemput, bukan ditunggu. Jika ingin sukses, keluarlah dari zona nyaman. Terbang tinggilah seperti rajawali. Jangan hanya berkicau dalam sangkar seperti pleci. Demikianlah salah satu karakter sikap yang tertanam dalam Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara, pelopor pertama dan satu-satunya di Bali dan terakreditasi A,’’ katanya. Masa remaja usia awal adalah

penuh kerawanan dan melenakan. Desain dan pola pengajaran yang sesuai dengan generasi revolusi industri 4.0 telah dan akan diaplikasikan di sekolah ini. Misalnya e-learning, teleconference, virtual class, 3-D iMax class, bilingual class, simulator, dan role play. Di mana ini menunjang, mempermudah, mempercepat pemahaman dari yang tidak bisa menjadi bisa. Pendidikan bukan hanya mendidik yang pintar untuk menjadi lebih pintar. Selain sistem pembelajaran yang teruji, SMK Penerbangan Cakra Nusantara sedang menggarap tiga laboratorium spektakuler, multibahasa, imax3d, dan tata surya, yang siap memfasilitasi pembelajaran taruna-taruninya. Ayo segera dapatkan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update serta beasiswa jutaan

rupiah sehingga terampil lebih cepat sukses lebih awal dengan empat program keahlian yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisidan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara). SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (Kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (Kampus 3), dengan nomor pendaftaran 03614742600. Juga dapat dilakukan via SMS ke No : 081237098090 dengan Ketik: DAFTAR (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP. Pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan. sch.id. (ad781)

PPDB Jalur Zonasi SMA

Verifikasi Memakan Waktu Lama Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMA dan jalur reguler SMK mulai dibuka, Jumat (28/6) kemarin. Secara umum, PPDB sudah berjalan teratur dan tertib, sekalipun pendaftaran hari pertama kemarin dipadati calon peserta didik dan orangtua. Mereka utamanya mengantre di sekolah untuk proses verifikasi. ‘’Tidak ada kesulitan karena sudah ada petunjuk-petunjuknya. Kebetulan sebelum ke sekolah, kita sudah browsing juga persyaratannya apa. Sudah dicoba juga pakai online sebelumnya,’’ ujar Agung, salah satu orangtua siswa, di sela-sela pendaftaran PPDB jalur zonasi SMA. Menurut Agung, anaknya sendiri yang mengurus pendaftaran dan tidak menemui kendala berarti. Kalaupun harus antre untuk verifikasi, namun bisa ditunggu sambil duduk di area

sekolah. ‘’Saya hanya menemani. Anak-anak tidak ada mengeluh, lancar-lancar saja,’’ jelasnya. Hal senada disampaikan orangtua lainnya, Sri Widi. Kendati diakui, proses verifikasi memakan waktu lama, sehingga ia harus mengantre. Namun untuk persyaratan dan alur pendaftaran, bisa diikuti dengan baik tanpa kendala berarti. ‘’Tapi sudah biasa juga antre,’’ katanya memaklumi. Salah satu Panitia PPDB SMA, I Gusti Ketut Adiawan, mengakui proses verifikasi tidak bisa dilakukan dengan cepat. Meski demikian, pihaknya berusaha agar masyarakat yang datang merasa terlayani dengan baik. Salah satunya, siap memberi penjelasan kepada masyarakat yang masih belum memahami proses PPDB. Oleh karena itu, PPDB di sekolahnya secara umum berjalan lancar dan tidak ada halhal yang perlu diributkan.

‘’Kita bekerja dengan alat. Maka kita tidak bisa serta merta menuntut alat itu agar clear hari ini, karena dibatasi oleh waktu,’’ ujar Ketua Panitia PPDB di SMA Negeri 1 Denpasar ini. Menurut Adiawan, verifikasi memakan waktu lama karena ada persyaratan yang perlu dicek secara detail. Sebagai contoh KK, minimal telah terbit sejak Desember 2018. Jika tidak maka harus dilengkapi dengan surat keterangan atau fotokopi KK lama jika KK tersebut diperbarui. Kemudian terkait domisili, terpenting ada yang bertanggung jawab dan memang tinggal di tempat itu minimal enam bulan sebelum PPDB. ‘’Jam 2 siang kita tutup pendaftaran. Tapi yang masih sisa (belum selesai diverifikasi - red) tetap diselesaikan (setelah jam pendaftaran selesai - red),’’ imbuhnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali

Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, kedatangan masyarakat memang membeludak di hari pertama pendaftaran PPDB jalur zonasi SMA dan jalur reguler SMK. Disdik antara lain memantau di SMA Negeri 7 Denpasar dan SMA Negeri 2 Denpasar. Namun, pihaknya sudah menyampaikan bila proses verifikasi bisa dilakukan di mana saja, atau tidak harus di satu sekolah. ‘’Kami juga bilang (verifikasi - red) ini dibuka bukan hanya sampai jam 2 siang. Sampai jam 6 kita buka, jadi yang punya acara silakan ditinggal. Nanti boleh datang lagi jam 4 atau 5 sore,’’ imbuhnya. Menurut Boy, hal tersebut sudah diinstruksikan kepada pihak sekolah. Termasuk berkoordinasi dengan Telkom. Selain itu, telah disampaikan pula pendaftaran PPDB jalur zonasi SMA dan jalur reguler SMK masih berlangsung

Bali Post/rin

PPDB SMA - Suasana PPDB jalur zonasi di salah satu SMA negeri di Denpasar. hingga 3 Juli mendatang. Kendati secara umum telah berjalan tertib dan teratur, namun tak dimungkiri bila masih ada masalah terkait surat keterangan domisili. ‘’Banyak yang ditengarai memakai surat domisili tidak benar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Kita sudah mengadakan verifikasi lapangan untuk mengecek kebenarannya. Tapi dari seluruh pendaftar, tidak banyaklah. Contoh dari 200 pendaftar, hanya sekitar 15. Tidak signifikan,’’ jelasnya. (kmb32)


DAERAH

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

5

37 ASN Berebut Kursi Sembilan Kadis di Pemkab Gianyar

Gianyar (Bali Post) Pendaftaran lelang jabatan untuk pengisian sembilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, resmi diperpanjang tim panitia seleksi Pemkab Gianyar hingga Jumat (28/6) kemarin. Hingga batas akhir tersebut dipastikan sudah ada 37 peserta yang mengajukan pendaftaran ikut seleksi lelang jabatan setingkat eselon II untuk posisi kepala dinas (kadis). Ketua Tim Pansel I Wayan Sudamia mengatakan, pada enjury time akhir pendaftaran lelang jabatan, Selasa (25/6) lalu, ternyata ada pendaftar untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar. Adanya pendaftar itu, pihaknya pun memutuskan memperpanjang jadwal pendaftaran hingga Jumat kemarin. ‘’Sebelumnya kan memang tidak ada. Begitu tanggal 25, ada satu orang yang mendaftar. Kalau hanya satu orang kan belum memenuhi syarat. Makanya kita perpanjang lagi tiga hari,’’

katanya. Dijelaskan, hingga detik akhir perpanjangan waktu pendaftaran, sembilan posisi yang dibuka ini sudah terisi. Semua terisi rata-rata empat sesuai persyaratan batas minimal. Termasuk posisi Disparda yang sebelumnya kosong kini sudah ada empat. ‘’Hanya Inspektorat ada lima pendaftar, yang lain ratarata empat, sehingga seluruh peserta yang mendaftar ada 37 ASN,’’ jelasnya. Berkas pendaftaran dari 37 peserta ini akan melewati proses verifikasi yang dijadwalkan tim pansel pada Sabtu (29/6) ini. Hasil verifikasi ini akan diumumkan pada Senin (1/7) mendatang. ‘’Tes kompetensi dasar berlangsung tanggal 3 dan 4 Juli,’’ ucap pejabat yang juga Asisten III Setda Kabupaten Gianyar ini. Nah, bila ada yang tidak lolos verifikasi, Sudamia menambahkan, pihaknya bisa memperpanjang lagi proses pendaftaran sampai terisi batas peserta sesuai ketentuan. ‘’Hal ini dilakukan karena seluruh OPD yang ada harus segera terisi pejabat baru untuk menjalankan pemerintahan,’’ terangnya. Disinggung terkait isu kapling jabatan pada proses lelang kali ini, Sudamia kembali menyampaikan semua peserta eselon III yang sudah memenuhi syarat untuk ikut lelang ini memiliki peluang sama. Tidak ada istilah rekayasa dalam pengisian posisi kepala OPD yang kosong ini. ‘’Semua transparan, kita berikan kesempatan yang sama. Kalau sekarang pas jumlah pendaftarnya ya… mau bagaimana,’’ tandasnya. (kmb35)

Kodam Tingkatkan Sinergitas dengan Pemprov Bali Denpasar (Bali Post) Komunikasi sosial (komsos) terus dilakukan Kodam IX/Udayana. Pada Jumat (28/6) kemarin, Kodam menggelar komsos dengan aparat Pemerintah Provinsi Bali. Tujuannya untuk meningkatkan sinergitas dan menyiapkan pertahanan wilayah. Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasdam Brigjen TNI Kasuri di Aula Makodam, Denpasar. Menurutnya, komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yaitu wahana untuk mencapai kesepahaman dan kesamaan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat untuk seluruh komponen bangsa, termasuk aparat pemerintah. Sehingga dalam acara komsos antara prajurit TNI-AD, khususnya Kodam IX/Udayana dengan aparat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sangat perlu dijaga dan terus ditingkatkan. Tujuannya

agar dapat menumbuhkan kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai aspek seperti geografi, demografi dan kondisi sosial khususnya di wilayah Provinsi Bali. ‘’Sasaran yang ingin dicapai adalah terjalinnya kerja sama yang semakin erat antara TNI-AD dengan aparat pemerintah dalam mendukung kebijakan pimpinan TNI-AD tahun 2019 di bidang teritorial. Juga tercapainya pemahaman tentang 4 Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam menjaga kedaulatan NKRI,’’ ujarnya. Selanjutnya tercapainya pemahaman tentang wawasan kebangsaan guna menyukseskan program pemerintah Republik Indonesia di daerah. Terwujudnya jalinan kerja sama dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat serta mencegah segala kemungkinan ancaman, hambatan dan gangguan yang dapat mengganggu kesuksesan pelaksanaan pembangunan nasional. (kmb36)

Bali Post/ist

KOMSOS - Kodam IX/Udayana menggelar komsos dengan aparat Pemerintah Provinsi Bali.

JALAN SANTAI - Jajaran TNI/Polri saat menggelar jalan santai di Gianyar, Jumat (28/6) kemarin.

Bali Post/nik

Serangkaian HUT Ke-73 Bhayangkara

Gelar Jalan Santai, TNI/Polri Jaga Kekompakan Gianyar (Bali Post) Serangkaian memperingati HUT ke-73 Bhayangkara, jajaran TNI/Polri di Kabupaten Gianyar diingatkan untuk terus menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas masing-masing. Hal ini penting untuk menjaga

kamtibmas di kawasan kota seni ini. ‘’Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kekompakan serta mempererat tali persaudaraan antara TNI dan Polri di wilayah Gianyar,’’ kata Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo usai

kegiatan olahraga bersama di Mapolres Gianyar, Jumat (28/6) kemarin. Kapolres Gianyar menyampaikan sinergitas TNI/ Polri ini tidak hanya dalam rangka pilkada semata, namun lebih dari sekadar itu sehingga kekompakan dan so-

liditas tetap terjaga. ‘’Kekompakan harus terus terpelihara dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada di daerah,’’ ucapnya. Ditambahkan, melalui kegiatan olahraga bersama antara personel TNI dan Polri ini diharapkan dapat lebih

mengenal satu sama lain. ‘’Dapat bergaul dan berkomunikasi, sehingga akan semakin tumbuh semangat persatuan dan kesatuan di antara kita semua sebagai sesama aparat keamanan serta sebagai anak bangsa,’’ imbuhnya. (kmb35)

uang di ATM tersebut. Pada alat skimming tersebut terpasang kamera yang diarahkan ke tombol angka untuk merekam PIN yang ditekan orang yang mengambil uang pada mesin ATM tersebut,’’ kata Jaksa Triarta. Beruntung perbuatan terdakwa ini cepat diketahui setelah saksi I Komang Gde Wira Citra Sasmita dan I Putu Saka Pramana mendatangi lokasi pada pukul 14.00 Wita. Mereka pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Polres Bandung. Keesokan harinya, pada pukul 08.00 Wita, saat terdakwa sedang membongkar alat skimming yang sudah

dipasangnya, saksi Basuki Rahmat dan I Nengah Mawa Antara selaku anggota Polres Badung masuk ke ruang ATM dan langsung mengamankan terdakwa. ‘’Setelah terdakwa memasang alat skimming tersebut, data nasabah akan langsung terekam mesin skimming melalui online di Cina. Setelah terekam, terdakwa akan dihubungi seseorang yang terdakwa hanya tahu namanya yakni Leng Tin Chen untuk menginfokan terkait kode PIN yang terekam di alat skimming tersebut,’’ kata jaksa Triarta mengutip pengakuan terdakwa kepada pihak kepolisian. (kmb37)

Warga Romania Diadili Kasus ’’Skimming’’

Denpasar (Bali Post) -

Pria berkebangsaan Romania, terdakwa Alexandru Boarta (32), diadili kasus skimming. Dia mencoba mencuri data nasabah BRI melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Dalam menjalankan aksinya, terdakwa dituntun seseorang dari Cina. Hal itu terkuak dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (27/6). Dijelaskan, terdakwa dengan segaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apapun, melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan. Jaksa dari Kejari Badung menambahkan, perbuatan terdakwa ini diketahui pada 11 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita, bertempat di mesin ATM BRI Teras Belayu di

SPBU Wiros Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Buana, Mengwi, Badung. Awalnya terdakwa memesan perangkat alat skimming secara online kepada salah satu kenalannya di Cina. Setelah mendapat pesanan berupa kamera, baterai Sony dan scanner yang sudah dirakit, pada 10 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 Wita, terdakwa keluar dari Hotel Paradiso, Seminyak dengan

mengendarai sepeda motor untuk mencari mesin ATM yang sepi. Setibanya di lokasi, terdakwa kemudian memasang alat-alat yang sudah disiapkan di mesin ATM tersebut. ‘’Bahwa tujuan terdakwa memasang atau menginstal alat skimming tersebut di mesin ATM BRI adalah mengambil atau merekam data pada kartu ATM yang dimasukkan seseorang untuk mengambil

Wisata Spiritual akan Dikembangkan di Pulau Nusa Dharma Mangupura (Bali Post) Pulau Nusa Dharma yang merupakan bagian dari kawasan Nusa Dua memang tidak terlalu dikenal seperti halnya Pulau Peninsula. Untuk itu, ITDC berencana melakukan penataan Pulau Nusa Dharma.

Menurut Managing Director ITDC I G.N. Ardita, Pulau Nusa Darma akan dikembangkan untuk menunjang wisata spiritual khususnya kegiatan meditasi dan yoga. Konsepnya pengembangannya berbeda dengan kawasan Peninsula, karena Pulau

Nusa Darma luasnya lebih kecil, yaitu sekitar 3 hektar lebih. Kemudian, lokasinya juga sangat premium dan cocok untuk aktivitas spiritual. Untuk melakukan penataan, pihaknya sudah memiliki desain khusus bercorak Bali kuno. ‘’Kami tata sedemikian

rupa sehingga feeling orang untuk nanti melakukan kegiatan yoga dan meditasi itu kena,’’ kata Ardita, Jumat (28/6) kemarin. Lebih lanjut pihaknya mengajak para tenant untuk terus melakukan pembersihan lingkungan terutama

dari sampah plastik. ‘’Memang kami akui sampah plastik belum bisa kami habisi semua, namun aksi ini kami lakukan untuk menumbuhkan kesadaran untuk menurunkan sampah plastik yang berdampak pada lingkungan,’’ ujarnya. (kmb23)

Pariwisata Bali Utara Terus Berbenah Melalui Sekolah Penerbangan BIFA Buleleng Ditandai Kunjungan Duta Besar Polandia

SEIRING dengan gerak cepat Gubernur Bali dalam mewujudkan airport baru di Bali Utara di Kutambahan, telah direspons positif oleh sekolah Penerbangan Bali International Flying Academy (BIFA) Buleleng. Sekolah ini menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Polandia dalam upaya membangun kerja sama dalam meningkatkan kemampuan SDM Bali di bidang kedirgantaraan. Setelah Dubes Polandia H.E. Beata Stoczyn’ska mengunjungi Universitas Udayana (Unud), pada Kamis (27/6) lalu giliran BIFA Buleleng dikunjungi. Dalam kunjungan tersebut, Dubes Polandia me-

nyampaikan Polandia sebagai negara terkemuka di Eropa Tengah yang telah mencanangkan beberapa program kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Kunjungannya ke Bali kali ini lebih difokuskan dalam peran serta membangun kemampuan SDM. Termasuk juga SDM di bidang kedirgantaraan. Mengingat traffic atau jumlah angkutan udara ke Provinsi Bali cukup besar. Hal ini juga sejalan dengan akan dibukanya aiport baru di Kubutambahan, Buleleng. Di mana disampaikan penerbangan carter (charter flight) langsung dari Polandia ke Bali oleh maskapai penerban-

gan LOT milik pemerintah Polandia terus bertambah. Direncanakan selanjutnya sebagai penerbangan reguler dengan target utama untuk menampung wisatawan dari kawasan Eropa Tengah dengan tujuan Bali. Dubes Beata Stoczyn juga menyampaikan Polandia sebagai negara yang telah memiliki industri kedirgantaraan kuat, baik di bidang manufacturing (pabrikan) pesawat terbang hingga pendidikan SDM penerbangan (sejak tahun 1925) dan telah membantu banyak negara dalam mengembangkan pembangunan SDM dirgantaraannya. Dalam hal ini ingin juga membantu

pemerintah Indonesia melalui suatu kerja sama, khususnya dengan lembaga-lembaga kedirgantaraan di Bali. Wiradharma Bagoes Oka sebagai pimpinan BIFA dalam kesempatan tersebut menyampaikan sangat menyambut baik kunjungan serta niat kerja sama dari Dubes Polandia tersebut. Mengingat saat ini, di samping pendidikan penerbang yang dilaksanakan BIFA, pembangunan SDM di bidang penerbangan juga perlu ditingkatkan. Bahkan diharapkan nantinya sampai ke tingkat universitas, sehingga lapangan kerja akan dapat lebih diperluas dan ditingkatkan penyerapannya.

Terlebih lagi, kata Wiradharma, ke depannya jika kekuatan perekonomian Indonesia sudah mencapai tingkat setaraf negara maju, maka dilihat dari jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 260 juta berpotensi peningkatan peran moda transportasi udara akan bisa menjadi 8 kali lipat lebih. Dalam kunjungan tersebut, Dubes Polandia menyimpulkan sarana dan kualitas pendidikan penerbang yang dilakukan BIFA saat ini sudah sangat baik. Ini akan mempermudah kerja sama yang dapat dilakukan dengan lembaga-lembaga kedirgantaraan di Polandia ke depannya. (kmb)

Warung Global

Pengelolaan Pertanian Menggunakan Teknologi Maju Mesti Dilakukan OPTIMALISASI kerja sama Indonesia-Jepang terus dimatangkan. Kerja sama di berbagai sektor pada era baru ini ditargetkan berdampak pada pertumbuhan investasi dan penguatan ekonomi. Bali sebagai salah satu delegasi pada Indonesia-Japan Business Forum ini menawarkan berbagai potensi dan peluang investasi di sektor pertanian, pariwisata dan ketenagakerjaan. Seperti apa pendapat pendengar Kawan Global dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM? Berata Yasa di Sangeh menilai dalam bekerja sama harus saling menghargai dengan posisi berimbang. Kecenderungan dalam kerja

sama dengan luar negeri, kita sebagai objek. Sebab, SDM yang masih rendah. Untuk itu, dalam bekerja sama harus ada MoU.

Apa saja yang disetujui dan bagaimana mekanismenya harus jelas. SDM kita perlu ditingkatkan agar berdaya saing. Keuntungan yang didapat harus seimbang. Sudarma di Tabanan menyatakan pariwisata dan pertanian di Bali adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saat ini sudah berjalan sinergi. Ia berharap agar instansi terkait dan insinyur pertanian membantu petani dalam pengembangan pertaniannya dengan teknolo-

gi maju, sehingga dapat hasil yang maksimal. Fera di Tabanan mengharapkan pemerintah bersinergi dengan hotel yang ada untuk memajukan bidang pertanian. Diperlukan kebijakan dan langkah-langkah strategis pemerintah daerah yang didukung masyarakat Bali untuk memajukan pertanian. Kemudian Ayu di Badung menilai dunia pariwisata sudah mengubah alam dan keadaan Bali secara cepat dari

pertanian ke industri. Namun tidak diikuti perubahan karakter dan mental masyarakat menuju ke arah itu. Bali sebagai tempat wisata dan bergerak di dunia pariwisata. Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan agar petani bisa meningkatkan mutu dan kesejahteraan petani. Sementara Witarsa di Denpasar berharap pemerintah harus membuat langkahlangkah agar petani lebih bergairah dan melakukan kajian dengan melibatkan

akedemisi serta petani agar hasil pertanian bermutu dan berdaya saing. Selain itu, pengembangan prasarana yang ada harus lebih diarahkan untuk mendukung kegiatan pertanian. Budiasa di Tabanan menyebutkan pengelolaan pertanian dengan menggunakan teknologi maju mesti dilakukan agar dapat meningkatkan produk pertanian Bali, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas yang memadai dan kualitas yang

memenuhi tuntutan pasar, dengan sendirinya akan membawa produk pertanian itu mampu bersaing. Sementara itu, Nuada di Mengwi mengatakan pariwisata adalah berkah bagi masyarakat Bali sebagai daerah yang minim sumber daya alam. Sementara pertanian adalah aset budaya dan ekonomi bagi pariwisata. Jika pertanian hancur atau punah, maka wisatawan tak akan tertarik lagi datang ke Bali. (dika)


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menguji Demokrasi Kita PUTUSAN Mahkamah Konstitusi telah keluar dan seluruh masyarakat Indonesia telah mengetahuinya. Kita merasa gembira karena sejauh ini tidak ada gejolak menyertainya. Harus diakui masyarakat harap-harap cemas menunggu putusan ini. Dan kalau boleh jujur, secara psikologis masyarakat kita khawatir. Lihat saja misalnya kerumunan di warung-warung yang membincangkan bagaimana kemungkinan hasil putusan tersebut. Kita juga dengar perbincangan pada tingkat mahasiswa yang juga membincangkan masalah itu. Ini artinya, pada skala yang luas, ada kekhawatiran terhadap putusan itu. Kita paham karena dalam dua pemilihan umum presiden terakhir, selalu melibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menguji kemenangan tersebut. Pada tahun 2019 ini, malah ada kekhawatiran lain karena sebelumnya dihiasi dengan kerusuhan di Jakarta tanggal 21 dan 22 Mei yang lalu. Sebelumnya juga ada pernyataan elite yang ceroboh dengan mengatakan people power untuk menghadapi kecurangan pemilu. Itulah yang menjadi latar kekhawatiran masyarakat sehingga kita pantas hati-hati menghadapi putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Kita hormati bagaimana tanggapan pemerintah dengan situasi tersebut. Ribuan personel pasukan keamanan dikerahkan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi. Seperti juga apa yang kita saksikan pada kerusuhan bulan Mei lalu, ribuan polisi juga dikerahkan tetapi kerusuhan juga pecah. Perbedaannya kali ini adalah kesiapan pihak keamanan. Mereka telah mempunyai pengalaman dan sudah tentu hasilnya lebih baik. Kita juga apresiasi karena semua pihak yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi telah menyatakan tidak akan mengerahkan massa. Ini tentu saja sikap positif yang mampu menurunkan tensi ketegangan. Dengan kesiapan yang dilakukan oleh pihak keamanan Indonesia, kita mendapat jaminan tentang situasi keamanan tersebut. Sikap aman ini, bukan sekadar keperluan kita sebagai masyarakat dan keperluan negara, tetapi juga untuk nilai-nilai demokrasi yang kita anut. Bahwa pihak-pihak yang terkait pada pemilu ini dapat menerima putusan Mahkamah Konstitusi, itu sudah pasti akan mendapat apresiasi dari negara-negara lain. Kita sempat bangga karena Indonesia banyak dipuji sebelumnya sebagai negara yang mampu melaksanakan pemilu lima kategori sekaligus, hanya dalam satu-enam jam. Kini sikap keberhasilan pihak yang bersengketa menerima putusan lembaga Mahkamah Konstitusi pastilah juga mendapatkan apresiasi. Bahkan secara internal, pihak yang sebelumnya ngotot merasa menang tetapi kemudian dinyatakan kalah, tetapi kemudian mengakui kekalahannya, pasti juga mendapat respons positif dari masyarakat sendiri. Yang paling penting adalah kemampuan menghargai demokrasi. Banyak orang yang terlalu mempercayakan bahwa demokrasi itu hanya menyangkut kebebasan memilih dan kebebasan untuk berbicara. Tetapi satu esensi penting dari demokrasi itu adalah penghargaan kepada hukum dan putusan kepada lembaga peradilan. Bisa dibayangkan bagaimana situasi sosial jika penghargaan dan penghormatan ini tidak ada. Karena itulah, penerimaan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi ini benar-benar merupakan cermin bagi kita masyarakat Indonesia yang sudah siap dengan demokrasi yang sebenarnya. Tentu kita menyimpan tabungan untuk generasi penerus kita. Apabila para elite kita terus-menerus mampu bersikap memberikan penghargaan, mengakui kekalahan itu, maka generasi penerus akan mampu meniru dan menerapkan nilai-nilai ini pada masa depan. Dalam khazanah pergaulan dunia pada saat itu, Indonesia akan memberikan sumbangan besar kepada demokrasi karena menyelipkan rasa gotong royong di dalamnya, menyisipkan tepa selira. Demokrasi dengan tepa selira adalah gaya baru dalam demokrasi di dunia karena di dalamnya juga menyangkut bersiap untuk saling bekerja sama antara pihak-pihak yang kalah dan pihak-pihak yang menang. Inilah bentuk gotong royong yang diperlukan dunia dalam mengelola pemerintahan negara.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kasihan Petani Bunga Menjadi ibu rumah tangga yang beragama Hindu selalu disibukkan dengan kegiatan membuat banten dan upakara. Menjelang PurnamaTilem, bahkan Tumpek Bubuh serta Buda Cemeng selama seminggu ke depan, kaum ibu dipusingkan dengan harga bunga untuk membuat canang melangit. Menurut para ibu, seminggu yang lalu, harga satu kilogram bunga pacar merah dan putih hanya Rp 10.000, harga bunga gumitir hanya 13.000 per kilogram. Namun sejak Rabu hingga Jumat ini, harganya sudah melangit menjadi Rp 25.000 per kilogram untuk bunga pacar dan Rp 30.000 untuk bunga gumitir. Itu pun harga di tangan pedagang di Pasar Kreneng, Ketapian, dll. Alangkah mahalnya lagi kalau kita membeli di tingkat pedagang sebuah kawasan. Yang mengherankan, sekalipun harga bunga melangit di pasar, namun petani bunga di kawasan Angantaka, Sedang, dan Abiansemal masih tetap menjual Rp 4.000-5.000/kg. Paling mahal Rp 7.000/kg. Ini artinya, petani tak mendapat untung signifikan, yang untung besar justru para pengepul. Kasihan petani bunga tak menikmati seberapa hasil jerih payahnya. Saya berharap dengan Pergub No.99/2019, pemerintah perlu menjembatani petani dengan konsumen/pedagang tingkat I, bukan harus lewat pengepul. Dengan demikian, harga bunga makin murah, petani sejahtera dan kaum ibu tersenyum membeli bunga. Nang Eca Denpasar

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Kewajiban Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Prabowo-Sandi, maka dua komponen negara, yaitu pemerintah dan masyarakat harus benar-benar membuka diri terhadap realitas politik internasional saat ini. Dua komponen ini, yaitu pemerintah dan masyarakat mempunyai kewajiban besar untuk menjalankan negara tersebut. Pemerintah merupakan organisator dan rakyat adalah warga yang menjalankan dirinya berdasarkan kewajiban sosial dan perjanjian yang telah ditaati oleh mereka sebagai warga.

Oleh GPB Suka Arjawa idak lain perjanjian itu adalah menjadi warga yang baik dan tunduk pada aturan-aturan yang ditetapkan oleh negara. Selama kontestasi politik Pemilihan Umum 2019 ini, kiranya pemerintah dan masyarakat kelihatan goyang. Meski pemerintahan berjalan, tetapi gangguan-gangguan dari reaksi kampanye dan hasil pemilu, membuat aktor di dalam pemerintahan harus mengurangi konsentrasi dalam memegang kendali pemerintahan. Misalnya, munculnya keinginan untuk mengajak koalisi. Pada sisi masyarakat, keterbelahan itu tidak saja terlihat di dalam pemilihan umum tetapi juga melalui pernyataan di media sosial. Dengan demikian, keputusan yang dibacakan oleh Mahkamah Konstitusi tentang hasil persidangan menyangkut hasil pemilihan umum presiden ini, merupakan kesempatan kuat untuk memperbaiki kondisi-kondisi tidak baik selama kampanye dan pemilu yang lalu. Setelah usainya pemilihan umum dan keputusan Mahkamah Konstitusi ini, ada dua tugas penting yang diemban pemerintah, yaitu menjaga ketertiban sosial dan menjamin perlakuan yang adil kepada masyarakat tanpa membedakan kelompok, status dan yang terkait dengannya. Ketertiban sosial perlu menjadi perhatian utama karena unsur inilah yang menjadi kekhawatiran masyarakat

selama ini, dan memang telah terbukti menjadi ancaman sesaat setelah pengumuman KPU tentang hasil pemilu. Kerusuhan tanggal 21-22 Mei 2019 yang lalu merupakan bentuk ketertiban sosial yang terganggu. Studi-studi tentang ketertiban sosial banyak melihat bahwa pelanggaran terhadap hal itu, tidak saja disebabkan oleh ketidakpuasan tetapi juga berkait dengan rekayasa. Peristiwa kerusuhan sosial 2122 Mei tersebut memberikan banyak faktor yang membuat terganggunya ketertiban sosial. Yang paling kelihatan adalah faktor ketidakpuasan. Ba-nyak yang mengatakan bahwa pengerahan massa yang terjadi pada saat itu, merupakan unjuk rasa damai pada awalnya, yang hendak mengungkap persoalan ketidakpuasan atas hasil pemilu yang diumumkan KPU. Akan tetapi, yang lalai diprediksi bahwa unjuk rasa, bagaimanapun tujuan awalnya, merupakan kerumunan yang mudah sekali disusupi oleh paihakpihak yang kecewa. Inilah yang terjadi pada 21-22 Mei yang lalu, dan faktor rekayasa sosial ikut di dalamnya. Jadi, kekerasan yang muncul disebabkan oleh rekayasa seperti yang kemudian diperlihatkan oleh adanya tuduhan kepada beberapa jenderal yang ada di balik kerusuhan tersebut. Yang perlu diperlihatkan adalah rekayasa sosial dalam bentuk kerusuhan itu mempunyai embel-embel yang lain. Di Jakarta, kerusuhan itu terjadi

di pusat ibu kota dan di pusat institusi (Bawaslu). Digerakkan oleh mantan jenderal yang pernah berpengaruh dan para pelakunya ternyata berasal dari daerah-daerah lain yang jauh dari Jakarta. Ini menjadi pesan kepada pemerintah bahwa, meski tanggal itu sudah lewat tetapi para pendukung, penggerak, dan pelaku kerusuhan itu berpotensi mempunyai pengikut lain lagi di daerahnya (di tempat yang jauh dari Jakarta). Karena berlangsung di ibu kota negara (dan juga disiarkan televisi), maka kerusuhan ini masih mempunyai potensi mengganggu ketertiban sosial lagi. Siaran televisi tersebut masih menyisakan kenangan bagi perusuh, apalagi mereka terindikasi dibayar. Dari konteks itulah pemerintah sekarang harus membenahi diri dengan prioritas paling awal adalah menjamin ketertiban sosial terpelihara. Indikasi awal tentang upaya jaminan ketertiban ini sudah ada, yaitu dengan pengerahan ribuan petugas keamanan menjaga lingkungan kantor Mahkaman Konstitusi menjelang keputusan yang dibuat. Yang lebih penting adalah setelah penangkapan dan penahanan para tokoh yang berada di balik kerusuhan Mei itu, adalah dengan secepatnya menangani, kemudian memutus hukumannya, termasuk kepada antekantek mereka yang berasal dari berbagai daerah yang jauh itu. Cara inilah yang akan mampu

memberikan keyakinan kepada masyarakat tentang ketertiban sosial tersebut terjaga. Cara meyakinkan masyarakat tentang terpeliharanya ketertiban sosial dapat juga dilihat dari simbolis atau fakta yang ada. Kepergian Presiden Joko Widodo ke luar negeri (Argentina) juga menyiratkan terjaganya ketertiban sosial. Pemerintah juga harus menjamin segala aktivitas seperti pertunjukan seni, aktivitas pasar dari yang tradisional sampai modern, aktivitas pendidikan, persembahyangan dan lainnya harus lancar. Kelancaran dari aktivitas ini merupakan simbol terpeliharanya ketertiban sosial. Di luar dijaminnya ketertiban sosial itu, pemerintah juga harus menjamin terlaksananya keadilan sosial. Pemilu yang lalu telah secara nyata membelah sikap politik masyarakat, terutama pada pilihan politik presiden. Keterbelahan ini masih belum kelihatan lebur karena sampai saat ini belum ada ucapan selamat dari pihak yang dinyatakan kalah oleh KPU. Bahwa kemudian sampai ada sidang Mahkamah Konstitusi, ini menyiratkan keterbelahan itu masih tersisa. Maka, langkah awal dan bentuk penegasan dari keadilan itu adalah ucapan dari para tokoh dan elite politik untuk memberikan ucapan selamat dan pengakuan kemenangan kepada kompetitor. Pada tataran birokrasi, maka sampai jajaran yang paling bawah di pemerintahan harus dijamin adanya pelayanan yang adil dan tidak membedakan pilihan politik setiap warga. Perbedaan pilihan politik paling mudah terlihat pada tataran akar rumput. Karena itu, pemerintah di daerah tidak boleh membedakan pelayanan pembuatan KTP, peminjaman uang di bank sampai dengan jatah untuk bahan bakar. Pada pemerintah yang baru nanti, wujud keadilan tersebut

akan terlihat apabila pemerintah memberikan kesempatan kepada kompetitor pemilu untuk duduk di jajaran kabinet (mungkin satu atau dua kursi) untuk ikut mengelola negara. Jika ini terjadi, bukan saja jaminan keadilan tetapi juga rekonsiliasi yang kelihatan. Melihat kondisi sosial Indonesia setelah pengumuman pemilu yang lalu, sesungguhnya memperlihatkan bahwa konflik dan terganggunya stabilitas sosial di Indonesia itu disebabkan oleh pertentangan yang terjadi di kalangan para elite Indonesia, terutama kalangan elite politiknya. Sedangkan pada tataran akar rumput, hal itu tidak kelihatan bahkan sangat tidak kelihatan. Ini menjadi momen penting dan sumber daya bagi masyarakat untuk memelihara stabilitas sosial. Pada tingkat ini, sudah jelas sebagai rakyat yang telah berjanji hidup di negara Indonesia, haruslah tetap mengikuti aturan-aturan yang sudah ada untuk menjamin ketertiban. Tetapi untuk mengurangi itensitas perbedaan politik yang ada sebagai akibat dari pemilihan umum ini, kegiatan-kegiatan seni dan sosial harus digalakkan. Misalnya pentas seni akan mampu mengundang berbagai golongan, lomba olahraga juga akan mampu memberikan sumbangan itu karena akan menghadirkan berbagai segmen dan kelompok masyarakat. Di Bali, yang mempunyai banyak ragam ritual, akan mampu menutup semua perbedaan politik karena upacara keagamaan atau adat ini akan mengumpulkan berbagai anggota masyarakat sehingga sekat-sekat itu akan hilang. Dengan cara inilah, kita memelihara Indonesia dari berbagai konflik yang ada sekaligus mampu memberikan jaminan stabilitas sosial terjaga. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

Momentum Kembali Eksisnya Pertanian Bali BERDASARKAN data BPS, lahan sawah di Bali pada tahun 2017 tercatat mengalami penurunan 1,13 persen dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 tercatat 79.526 hektar (ha) merupakan lahan sawah namun pada tahun 2017 hanya tersisa 78.626 ha yang menjadi lahan pertanian. Data ini diikuti dengan penurunan jumlah rumah tangga pertanian di Bali 4,8 persen dalam kurun waktu 5 tahun dari 2013 hingga 2018. Di sisi lain, jumlah penduduk Bali terus bertambah dan kebutuhan akan pangan juga bertambah. Hal ini membuktikan pernyataan Malthus bahwa penduduk akan terus meningkat mengikuti deret ukur sementara ketersediaan pangan hanya meningkat mengikuti deret hitung. Sudah dapat dipastikan bahwa jika kondisi ini berlangsung terus-menerus maka Bali akan ketergantungan dengan impor pangan. Padahal, Bali sejak bertahun-tahun yang lalu telah dikenal sebagai daerah potensi pertanian. Jika dilihat lebih saksama, permasalahan ini bukan tanpa sebab. Profesi menjadi petani secara ekonomi kurang menjanjikan dibandingkan menjadi bagian dari pelaku pariwisata yang merupakan potensi ekonomi terbesar di Bali. Pelaku pariwisata dalam sebulan setidaknya mendapatkan jutaan rupiah walaupun tergantung dengan sepi ramainya wisatawan, sedangkan petani setidaknya harus menunggu tiga bulan untuk panen dan mendapatkan hasil. Kondisi ini juga tidak pasti, tergantung kondisi cuaca, air, dan hama atau penyakit. Kondisi ini didukung data BPS yang menunjukkan nilai tukar petani (NTP) pada tahun 2018 yang menunjukkan tingkat kesehjateraan petani mengalami penurunan 1,16 persen. Jika dilihat pergerakan indeks NTP setiap bulannya, NTP tahun 2018 selalu berada di bawah NTP tahun 2016 dan 2017. Rendahnya indeks NTP disebabkan pendapatan yang diterima petani mengalami penurunan. Di sisi lain, biaya yang harus dibayar oleh petani terus mengalami peningkatan. Penurunan nilai yang diterima petani disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah ketidakpastian tempat dan harga penjualan hasil pertanian. Padahal,

Oleh Ni Putu Ridha Octaviani, S.ST. produk hasil pertanian rentan mengalami penurunan kualitas akibat pembusukan jika tidak segera dijual sehingga petani cenderung pasrah ketika hasil pertanian dibeli dengan harga murah oleh para distributor. Pemerintah Bali telah menunjukkan komitmennya dalam membantu para petani dengan mulai diimplementasikannya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali sejak awal tahun 2019. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan misi untuk menciptakan kemandirian pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, perikanan dan industri kerajinan rakyat. Kebijakan ini diperlukan sebagai pengaturan yang mensinergikan sektor pariwisata dengan sektor pertanian, perikanan, dan industri kerajinan rakyat sehingga sektor-sektor ekonomi ini dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama. Pada Pergub Bali No.99 Tahun 2018, hotel, restoran, katering diwajibkan memanfaatkan produk pertanian lokal Bali minimal 30 persen dan produk industri lokal Bali minimal 20 persen. Swalayan diwajibkan memasarkan produk pertanian lokal Bali minimal 60 persen dan produk industri lokal Bali minimal 30 persen. Hotel, restoran, katering, dan toko swalayan diwajibkan menjalin kemitraan dengan petani, subak, kelompok tani, koperasi, dan badan usaha yang menaungi petani secara langsung. Kebijakan ini membawa angin segar bagi para petani Bali secara ekonomi karena memberikan kepastian dalam pemasaran produk hasil pertaniannya. Tidak hanya memberikan kepastian target pemasaran, kebijakan ini juga melindungi para petani dalam hal harga. Pergub Bali No.99 Tahun 2018 juga mengatur harga yang harus dibayar hotel, restoran, katering, dan toko swalayan dalam pembelian produk pertanian lokal minimal

20 persen di atas biaya produksi. Pembayaran pun hanya dapat dilakukan secara tunai dan jika harus tunda bayar, pembayaran harus dilakukan melalui perusahaan daerah. Implementasi yang menyeluruh pada kebijakan ini tentunya akan menjadi momentum kembali eksisnya pertanian Bali dalam perekonomian Bali. Sayangnya, sejauh ini, penerapan kebijakan ini terjadi secara perlahan. Akhir Mei lalu, penandatanganan kerja sama kemitraan baru dilakukan oleh beberapa kelompok tani, subak, koperasi, dan peternak dengan supermarket, hotel, restoran dan pelaku usaha lainnya, di antaranya terdapat 16 hotel dan 5 vila di Nusa Dua. Penandatanganan dukungan implementasi kebijakan ini juga dilakukan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Bali, Ketua Asosiasi Pedagang Retail Indonesia Provinsi Bali, dan Ketua Asosiasi Wisata Agro Indonesia Provinsi Bali. Beberapa strategi diperlukan untuk meningkatkan implementasi kebijakan pemanfaatan produk pertanian lokal ini. Pertama, memberikan sanksi tegas berupa denda yang besar pada hotel, restoran, katering, dan toko swalayan yang tidak melaksanakan kebijakan ini. Sebaliknya, hotel, restoran, katering, dan toko swalayan yang melaksanakan kebijakan ini diberi keringanan pajak sesuai persentase pemanfaatan produk pertanian lokal Bali dalam pemenuhan kebutuhan pangan usahanya. Hal ini tentunya akan menjadi motivasi bagi para pelaku usaha pariwisata untuk melaksanakan kebijakan ini. Keringanan pajak ini hitung-hitung menjadi timbal balik bagi kesehjateraan petani dari implementasi kebijakan ini. Kedua, peningkatan kualitas petani melalui pembinaan petani berbasis pengetahuan, baik teknologi maju (penyuluhan) maupun tradisional (lokal wisdom). Pemerintah Provinsi Bali tidak dapat melepas kualitas petani secara menyeluruh pada perjanjian kemitraan dengan pelaku usaha pariwisata karena

pelaku pariwisata juga harus tetap menjaga kualitas pelayanannya. Dinas Pertanian dapat memulainya dengan memberikan pelatihan untuk seluruh petani yang mengajarkan pertanian modern dengan teknologi pertanian yang menyertainya, termasuk di dalamnya standardisasi produk pertanian yang diterima oleh hotel, restoran, katering, dan toko swalayan. Lembaga ini sekaligus memberikan sertifikat jaminan keamanan pangan yang merupakan syarat mengikuti kemitraan dalam kebijakan ini. Tentunya, sertifikat ini harus diperbarui dalam periode waktu tertentu dengan mengikuti pelatihan kembali untuk menjaga kualitas petani. Sedangkan para petani muda difasilitasi untuk mengenyam pendidikan formal pertanian baik di dalam maupun luar negeri. Ketiga, mengembangkan teknologi pertanian bekerja sama dengan universitas-universitas di Bali. Setiap kabupaten bahkan kecamatan di Bali memiliki karakteristik geografis yang berbedabeda dan hanya cocok untuk jenis tanaman tertentu dan hasilnya maksimal untuk bibit tipe tertentu. Dinas Pertanian dapat menjalin kemitraan untuk menggunakan hasil penelitian dari mahasiswa pertanian universitas di Bali sehingga pertanian Bali dapat lebih efektif dan efisien. Selanjutnya, strategi dalam waktu dekat namun kontinu lainnya adalah melakukan sosialisasi kebijakan yang terstruktur, sistematis, dan masif mengingat masih belum populernya kebijakan ini dibandingkan kebijakan baru lainnya seperti penggunaan baju adat pada hari Kamis dan pembatasan penggunaan kantong plastik karena relatif hanya menyentuh beberapa kalangan. Padahal sebenarnya tidak hanya mengatur pemanfaatan produk pertanian lokal oleh hotel, restoran, katering, dan toko swalayan, kebijakan ini juga mengatur peran serta masyarakat. Masyarakat Bali harus menggunakan produk pertanian lokal Bali. Selain itu, masyarakat Bali harus membangkitkan kebanggaan terhadap pemanfaatan produk pertanian lokal Bali dengan memasarkan dan melakukan promosi terhadap produk lokal Bali. Sosialisasi kre-

atif menggunakan masyarakat umum dapat menjadi solusinya, di antaranya mengadakan perlombaan video kreatif dengan tema “Bangga Makan Produk Lokal Bali” dan disebarkan melalui media sosial peserta lomba dengan hastag yang sama dengan tema, menduplikasi tipe sosialisasi pemerintah provinsi Jawa Tengah. Popularitas dari sebuah kebijakan melalui media sosial ini dapat dimanfaatkan untuk memaksa masyarakat dan pelaku usaha untuk mengikuti kebijakan ini dan menanamkannya menjadi kebiasaan untuk bangga memanfaatkan produk lokal Bali. Penulis, staf Seksi Produksi BPS Kabupaten Karangasem

POJOK

Sejumlah pimpinan negara dan pemerintahan ucapkan selamat pada Jokowi. - Rakyat tunggu janji kampanyenya. *** Cina berkomitmen tingkatkan kerja sama saling menguntungkan dengan Indonesia. - Menguntungkan rakyat tentunya. *** Pengembangan pariwisata Nusa Penida tidak fokus dan bersifat sporadis. - Pariwisata yang pro-rakyat dan lingkungan.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Sejumlah Proyek Besar Belum Direalisasikan Dewan Khawatir Tak Tuntas Tepat Waktu

Tabanan (Bali Post) -

Hingga akhir triwulan II tahun 2019, sejumlah proyek fisik di Kabupaten Tabanan belum juga dilaksanakan. Padahal, beberapa di antaranya merupakan proyek skala besar yang harus segera diselesaikan, seperti GOR Debes yang akan digunakan sebagai arena Porprov Bali pada September mendatang. Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan Kadek Faridatini Suweca, seizin Kepala Dinas PUPRPKP, Jumat (28/6) kemarin, mengakui sejumlah proyek belum bisa direalisasikan. Menurutnya, ada sejumlah kendala yang dihadapi khususnya dari sisi tender. Hal itupun dianggap wajar, karena proyek fisik memang harus diawali dengan masa membuat perencanaan dan lainnya. Selain itu, ada kendala beberapa regulasi yang harus segera diberlakukan. ‘’Tetapi sekarang rata-rata sudah masuk proses tender. Astungkara awal triwulan III sudah mulai pelaksanaan fisiknya,’’ terangnya. Kata Faridatini, proyek di Bidang Bangunan Gedung setidaknya 80 persen sudah masuk di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) untuk ditenderkan. Dari total 42 paket pekerjaan, yang sudah masuk proses tender sebanyak 32 paket. ‘’Target saya akhir bulan Juni sudah 100 persen masuk ke proses tender,’’ ucapnya. Sejumlah proyek besar yang sudah mulai masuk

proses tender, selain GOR Debes ada pula perluasan gedung kejaksaan yang segera selesai tender, pembangunan gedung PMI dan Unit Transfusi Darah, begitu juga rehab gedung Polres Tabanan, finishing lanjutan RSUD Nyitdah, dan rehab gedung Dinas PUPRPKP. ‘’Selain itu, juga lanjutan penataan tapal batas serta penataan kawasan TTP Sanda, Pupuan,’’ jelasnya. Di sisi lain, perihal proyekproyek yang belum direalisasikan itu terus mendapat sorotan kalangan legislatif. Seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Tabanan A.A. Dharma Putra, yang melihat banyak program fisik yang telah direncanakan belum dapat berjalan. Bahkan banyak pula program yang baru proses tender, bahkan ada yang sama sekali belum ditenderkan. Ia khawatir akan ada banyak proyek akan molor dan tidak selesai sampai akhir tahun anggaran. Dharma Putra yang akrab dipanggil Gung Baron ini mengaku sudah berulang kali mengingatkan hal itu dalam rapat kerja dengan

eksekutif. Dia berharap agar semua program fisik yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal dan tidak ada yang molor. ‘’Saya heran sampai kini belum ada proyek yang jalan,’’ katanya. Pihaknya berharap OPD terkait dapat memprosesnya sesegera mungkin, khususnya di proses tender. Dengan demikian, program fisik dapat berjalan sesuai perencanaan. Kalau terkait aturan, hendaknya dapat segera dicarikan solusi, seperti koordinasi dengan pusat secepatnya dan dibuatkan aturan teknis di daerah sehingga tender tidak tertunda dan proyek jadi molor. ‘’Setiap persoalan yang ada, segera dicarikan solusi,’’ sarannya. Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti PUPRPKP agar persoalan proyek fisik dapat segera dituntaskan. Sebelumnya, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi juga sempat mempertanyakan molornya proyek fisik. Dia berharap instansi terkait segera merealisasikan pembangunan. (kmb28)

Bali Post/bit

GOR DEBES - Hingga akhir triwulan II 2019, banyak proyek berskala besar belum direalisasikan. Salah satunya lanjutan pembangunan GOR Debes.

SOSOK Memaknai Peran Pinandita

RAPAT - Suasana rapat DPC PDI-P Tabanan yang digelar, Jumat (28/6) kemarin.

Bali Post/bit

Sanjaya Dijagokan Kembali Pimpin DPC PDI-P Tabanan Tabanan (Bali Post) Jelang Kongres V PDI-P di Bali, pengurus DPC PDIP Tabanan menggelar rapat DPC yang diikuti pula Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) sepuluh PAC di Kabupaten Tabanan, Jumat (28/6) kemarin. Rapat yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting. Keputusan dimaksud antara lain, sepakat mendukung Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI-P dalam Kongres V mendatang, serta mendukung Wayan Koster sebagai Ketua DPD PDI-P Bali dan Komang Gede Sanjaya sebagai Ketua DPC PDI-P

Tabanan. Keputusan tersebut didasari hasil rakernas ke-4 pada 19 Juni 2019 di Jakarta. Pada rakernas dinyatakan, Bali mendapatkan reward karena dikategorikan sangat baik pada perolehan suara Pemilu 2019. Reward tersebut di antaranya menetapkan kembali Wayan Koster sebagai Ketua DPD PDI-P Bali dan Ketua DPC kabupaten/kota di Bali diberikan mandat untuk kembali memimpin DPC. ‘’Kami hanya tinggal menjalankan amanah DPD,’’ kata Ketua DPC PDI-P Tabanan Komang Sanjaya. Meski demikian, Sanjaya tidak memungkiri dalam sebuah demokrasi tentu ada

aspirasi yang muncul. Seperti dalam rapat kemarin, sempat ada usulan dari Ketua PAC Tabanan I Wayan Widnyana untuk mengusung calon lain. Terkait usulan tersebut, Sanjaya hanya mengatakan, aspirasi tetap akan ditampung. ‘’Siapa saja yang mau mencalonkan diri, pintu tetap terbuka. Toh nama saya di DPD sudah ditetapkan. Hanya aspirasi tetap kami tampung, karena ini demokrasi,’’ terangnya. Menurut Sanjaya, hal itu akan diputuskan pada saat konfercab dan konferda. Ia yang kembali didukung kembali menjadi Ketua DPC PDIP Tabanan mengaku siap jika

kembali diberikan kepercayaan memimpin partai. Seperti diketahui, pada Pemilu 2019, PDI-P berhasil meraih 28 kursi atau bertambah enam kursi dari pemilu sebelumnya. Sanjaya pun menilai semua tidak terlepas dari peran dan dukungan semua kader partai, serta dukungan para banteng senior. Dalam rangka menjalin silahturahmi, rencananya akan digelar pertemuan dengan banteng senior pada Minggu (30/6) besok. ‘’Selain silahturahmi, tentunya kami minta agar diberikan bimbingan dalam menjalankan roda kepartaian di Tabanan,’’ ungkapnya. (kmb28)

Koperasi Didorong Kembangkan Usaha Sektor Riil Tabanan (Bali Post) – Pengembangan usaha di sektor riil sangat dimungkinkan untuk digarap koperasi di Kabupaten Tabanan. Hal ini mengingat Tabanan merupakan lumbung pangannya Bali. Pengembangan usaha di sektor riil juga dalam rangka menyikapi ketatnya persaingan usaha dan lesunya daya beli masyarakat sehingga mengakibatkan rendahnya perputaran kredit di kalangan koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan I Made Yasa menyatakan, pihaknya terus mendorong koperasi agar bisa mengambil peluang tersebut. ‘’Jumlah koperasi yang bergerak di usaha simpan-pinjam cukup banyak, sehingga memicu persaingan usaha cukup ketat. Sebab itu, koperasi harus mulai melirik sektor riil sebagai pengembangan usaha, terlebih lagi dengan adanya perda yang mengharuskan toko modern menyerap produk lokal. Harusnya itu bisa jadi peluang yang bisa digarap oleh koperasi,’’ ucap Yasa belum lama ini. Di Tabanan, keberadaan sektor riil dikatakannya sedang berkembang, begitu

juga di sektor pariwisata yang memberikan dampak positif pada usaha suvenir hingga kuliner. Ini memberikan peluang bagi kalangan koperasi ini untuk menggeluti sektor tersebut, sehingga secara tidak langsung koperasi juga ikut andil dalam meningkatkan perekonomian Tabanan. Mengenai kondisi koperasi, dia menyebutkan, per Mei 2019, 76 persen koperasi sudah menggelar RAT. Koperasi yang belum menggelar RAT akan diberikan teguran. Bahkan jika koperasi bersangkutan kedapatan sudah tiga kali tidak menggelar RAT, akan segera dilakukan pencabutan izin usaha. ‘’Kami ingin koperasi yang ada, hanya merupakan koperasi yang memiliki kinerja yang bagus. Saat ini total koperasi yang ada di Tabanan mencapai 570 unit usaha,’’ ujarnya. Terkait pemantauan koperasi, pihaknya juga telah membentuk tim bersama Dekopinda Tabanan untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap koperasi yang terindikasi sakit. Tim turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi hingga kendala yang

dihadapi koperasi, khususnya yang berkategori sakit. ‘’Hasil dari monitoring akan menjadi dasar melakukan pembinaan

dan pelatihan apa yang tepat untuk pertumbuhan koperasi di Kabupaten,’’ terangnya. (kmb28)

UMAT Hindu menghadapi tantangan begitu kompleks di era globalisasi. Pengaruh budaya luar dapat dengan mudah masuk berkat teknologi informasi, berpotensi mengakibatkan pergeseran nilai, pergeseran pandangan, hingga perubahan perilaku masyarakat. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Jumat (28/6) kemarin, pada pelatihan Pinandita Sanggraha Nusantara di kantor Bupati Tabanan. Menurut Sanjaya, nilai-nilai luhur agama Hindu wajib dijaga oleh krama Bali. Sebab, tanpa roh agama Hindu, taksu Bali akan hilang. Nilai-nilai yang patut dijaga terutama terkait pelaksanaan upacara keagamaan. Dalam hal ini, Sanjaya menegaskan, peran pinandita sangat signifikan. Maka dari itu, perlu adanya kesatuan pandangan dan langkah khususnya di kalangan pinandita. Tujuannya tiada lain agar umat memiliki pemahaman yang sama dalam melaksanakan upacara keagamaan. ‘’Pinan-

dita sebagai orang yang sangat disucikan memiliki peran yang sangat penting demi keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Tabanan, baik pada aspek pembangunan fisik ataupun pada aspek pembangunan di bidang mental-spiritual,’’ ujarnya. Dia menambahkan, pinandita merupakan salah satu tokoh sentral dalam upacara keagamaan yang dilakukan umat Hindu. Bahkan tanpa campur tangan atau peranan pinandita, sejumlah upacara keagamaan dinilai kurang lengkap. Dikatakannya, suatu upacara keagamaan dikatakan besar bukan dilihat dari aspek materi semata. Sebaliknya, yang lebih penting justru bagaimana agar upacara yang dilangsungkan oleh umat Hindu tersebut memberikan vibrasi dan pengaruh positif pada tata kehidupan masyarakat dan tentu saja upacara tersebut selalu melibatkan seorang atau beberapa pinandita. ‘’Dengan demikian pinandita atau pemangku ikut memberikan andil pada sukses tidaknya suatu yadnya atau upacara keagamaan,’’ jelas Sanjaya. (bit)


BULELENG

8

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

SOSOK

Pensiun Dini

WALAU masa dinas sebagai anggota TNI Angkatan Laut (AL) masih lama, namun Ketut Sukalantika justru memilih pensiun dini. Hal itu dilakukannya karena ingin mengabdi di tanah kelahirannya di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt. Keinginan mulianya itu terwujud setelah terpilih sebagai Perbekel Desa Banjar Asem. Suami dari Ketut Yeni ini bersaing dengan dua kandidat lainnya, yakni I Putu Sastra Pujawan dan Nyoman Badrayasa. Melalui pemungutan suara secara musyawarah desa (musdes) pada 5 Mei 2019, Sukalantika berhasil mengungguli dua lawannya tersebut. Sukalantika kemudian dilantik sebagai Perbekel Desa Banjar Asem, Kamis (27/6) lalu. “Saya sengaja mundur dari korps Marinir agar bisa mengabdikan diri kepada Desa Banjar Asem,” ujar pria kelahiran 27 Juli 1979 ini. Karena selama ini, Sukalantika mengaku belum melihat progres pembangunan yang signifikan di desanya. Ia pun mengaku sudah memiliki beberapa program untuk dilaksanakan selama menjabat hingga tahun 2021 mendatang. Program tersebut di antaranya memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi hingga lulus perguruan tinggi. Selain itu, memberikan donasi kepada warga lansia yang sudah tidak mampu bekerja yang dia sebut kerawanan sosial. “Karena dengan sekolah yang tinggi bisa mengubah pola pikir masyarakat sehingga dapat membangun desa. Kemudian kepada warga lanjut usia itu kan sudah tidak mampu bekerja, saya ingin berbagi, mendonasikan gaji saya,” jelas bapak satu anak ini. (mud)

Bali Post/kmb38

HKN – Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menghadiri Hari Keluarga Nasional (HKN) XXVII di kawasan eks Dermaga Pelabuhan Buleleng, Jumat (28/6) kemarin.

”Shortcut’’ Titik 11 dan 12 Dibangun Tahun 2021 Singaraja (Bali Post) – Pengerjaan proyek pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani terus dikebut. Ada 10 titik shortcut dibangun dan ditargetkan tuntas tahun 2020. Sedangkan untuk mengatasi kondisi jalan berkelok di wilayah Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, akan dibangun shortcut titik 11 dan 12 tahun 2021. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di selasela menghadiri puncak Hari Keluarga Nasional XXVII di kawasan eks Dermaga Pelabuhan Buleleng, Jumat (28/6) kemarin. Gubernur Koster didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, dan Ketua DPRD Buleleng

Gede Supriatna. Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula ini mengatakan, kondisi jalan di Bangkiang Sidem begitu ekstrem. Kondisi jalan menurun dan ada tikungan tajam. Selain memperpanjang waktu tempuh Singaraja ke Denpasar atau sebaliknya, medan jalan seperti itu rawan terjadi

kecelakaan dan memicu kemacetan, terutama untuk bus pariwisata serta kendaraan pengangkut barang lain. Untuk itu, setelah pihaknya mendapat kepastian dari Presiden Joko Widodo yang mempercepat pembangunan 10 titik shortcut sampai tahun 2020, maka langkah selanjutnnya adalah membangunan shortcut titik 11 dan 12 yang mulai tahun 2021. “Sekarang sudah dikerjakan shortcut titik 3, 4, 5, dan titik 6. Kemudian berlanjut titik 1, 2, 7, 8, 9, dan titik 10. Setelah itu, langsung nyambung mengerjakan titik 11 dan 12 di Ambengan,” ujarnya.

Koster menyampaikan, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII sudah melakukan studi pembangunan shortcut 11 dan 12 tersebut. Dari pembahasan awal, di kedua titik shortcut itu kemungkinan konstruksinya dengan membangun jembatan, seperti yang dibangun di shortcut titik 5 dan 6 di wilayah Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Suaksada. “Walau medannya ekstrem, saya yakin bisa. Langkah awal sudah dilakukan studi. Ini akan dikawal terus karena

komitmen kami untuk menuntaskan sohortcut ini pada masa jabatan pertama kami,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana menyampaikan terima kasih atas perhatian dan komitmen Gubernur Koster, serta pemerintah pusat yang mempercepat pembangunan shortcut di daerahnya. “Bagi kami, ini tidak lagi sekadar komitmen. Namun pemenuhan janji pemerintah kepada masyarakat agar wacana kesenjangan antara Bali Selatan dengan Bali Utara itu dijawab dengan bukti pembangunan shortcut hingga titik 11 dan 12,” tegasnya. (kmb38)

Buruh Serabutan Terlibat Curanmor ASN Bersihkan Bali Post/kmb38

TLF 2019 – Menjelang TLF, ASN dan warga membersihkan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (28/6) kemarin.

Danau Buyan

Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng akan kembali menggelar Twin Lake Festival (TLF), bulan Juli mendatang. Menjelang kegiatan tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama masyarakat membersihkan Danau Buyan, Jumat (28/6) kemarin. Aksi tersebut dipimpin Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Pengadaan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini. Rousmini mengatakan, gotong royong dilakukan karena saat ini masih dilakukan penataan Danau Buyan. Dengan semakin dekatnya TLF, sisa waktu ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan proses penataan kawasan Danau Buyan yang akan dijadikan lokasi inti TLF. Penataan Danau Buyan tersebut diharapkan dengan TLF sebagai ajang promosi Daerah Tujuan Wisata (DTW) bisa dicapai lebih maksimal. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta menyampaikan, saat ini persiapan TLF mencapai 35 persen. Hingga H-2 pelaksanaan, dia berharap semua persiapan sudah tuntas. TLF tahun ini lebih banyak menggali budaya dan juga potensi pertanian Desa Pancasari. “Brand yang akan dibangun untuk Desa Pancasari sebagai penghasil produk pertanian, salah satunya stroberi,” tegasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Tim Unit Reskrim Polsek Banjar menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), beberapa waktu lalu. Pelakunya buruh serabutan berinisial KW (33) asal Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. KW mencuri sepeda motor DK 6353 VH milik pelajar, Dewa Nyoman Adi Wiraguna (17). Kapolsek Banjar Kompol I Nyoman Sumarajaya didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya, Jumat (28/6) kemarin, mengatakan, awalnya korban melapor kehilangan sepeda motor pada 19 Juni lalu. Saat itu, korban memarkir sepeda motornya di halaman rumah kos. Ketika akan digunakan, sepeda motor itu hilang. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Reskrim melakukan penyelidikan. Alhasil, petugas mencurigai KW dan langsung ditangkap di tempat kerjanya di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Menurut Sumarajaya, pelaku dengan mudah melakukan aksinya karena sepeda motor tersebut tidak dikunci stang. Modusnya pelaku pura-pura mencari temannya yang kos bersama korban. Setelah melihat situasi aman, pelaku menuntun keluar sepeda motor tersebut. “Sepeda motor curian itu disembunyikan di gudang tempatnya kerja pelaku. Selain itu, stikernya dilepas dan nomor DK-nya diganti dengan plat palsu DK 2542 JU agar tidak mudah dikenali,” ujarnya. Sedangkan pelaku mengaku sejak lama ingin memiliki sepeda motor trail tersebut. Namun, keinginannya itu belum terwujud karena tidak punya uang. Saat melihat sepeda motor korban tidak dikunci stang, muncul niatnya untuk mencuri. Rencananya motor curiannya itu digunakan sendiri. (kmb38)

Bali Post/ist

DITANGKAP – Anggota Unit Reskrim Polsek Banjar menangkap KW karena terlibat kasus curanmor.

Puluhan Ribu Anjing Belum Divaksin Antirabies Singaraja (Bali Post) – Program vaksinasi anjing rabies massal telah berakhir bulan Mei lalu. Dari estimasi populasi anjing di Buleleng 107.033 ekor, baru 83.832 ekor telah disuntik vaksin antirabies (VAR). Sisanya 23.201 ekor anjing belum divaksin antirabies. Dominan anjing milik warga sulit ditangkap karena dilepas. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Buleleng Drh. Wayan Susila, Jumat (29/6) kemarin mengatakan, VAR tersebut sudah memiliki kualitas baik dan dijamin tidak menimbulkan kematian pada anjing maupun HPR lainnya. Selama vaksinasi anjing rabies masVAKSINASI – Petugas Dinas Pertanian Buleleng merealisasikan program vaksinasi anjing rabies massal.

sal dilakukan, petugas menemukan kendala yang berdampak pada capaian target vaksinasi anjing rabies massal tahun ini. Kendala itu adalah banyaknya anjing milik warga yang sulit ditangkap saat dilakukan vaksinasi. Ini diperparah dengan pemelihara yang tidak bertangung jawab. Warga sengaja melepasliarkan anjing miliknya. Selain kendala itu, Susila menyebut masih adanya perilaku tidak baik, misalnya ada warga menolak anjingnya divaksin. Warga tersebut berdalih khawatir bila disuntik VAR anjingnya akan mati. Kondisi ini diperparah tersiarnya informasi keliru tersebut di media sosial (medsos). Menurut pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng ini, untuk anjing yang belum divaksin, pihaknya terus melakukan

penyisiran agar anjing liar milik warga tersebut bisa disuntik VAR. Dengan upaya ini, dirinya optimis bisa menambah capaian target vaksinsasi yang sudah direncanakan sebelumnya. Sementara untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, Susila mengaku gencar memberikan sosialisasi baik lewat pertemuan, pembinaan dan menyebarkan informasi lewat medsos, bahwa tidak benar kalau anjing mati setelah disuntik VAR. Kalau ada anjing yang mati setelah divaksin, hal itu bisa saja karena saat divaksin anjing sedang sakit atau daya tahan tubuhnya tidak baik. “Kami masih melakukan penyisiran sampai akhir bulan ini. Kami juga menyadarkan masyarakat biar tidak terpengaruh informasi tidak benar,” tegasnya. (kmb38)


GIANYAR

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

9

Perluas TPA Temesi

Pemkab Sewa Lahan Warga Gianyar (Bali Post) -

Penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi pascaterbakar beberapa waktu lalu, kini menjadi perhatian serius Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Langkah jangka pendek sudah dilakukan dengan menyewa lahan di sekitar TPA untuk perluasan. Jumat (28/6) kemarin, proses perluasan TPA Temesi masih berlangsung dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

Bali Post/kmb35

PERLUASAN - Alat berat mulai dikerahkan untuk mengerjakan proyek perluasan TPA Temesi, Jumat (28/6) kemarin.

Hari Pertama PPDB

SMA Negeri Dipadati Pendaftar Gianyar (Bali Post) Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Jumat (28/6) kemarin sejumlah SMA negeri di Kabupaten Gianyar dipadati para lulusan SMP dan orangtuanya. Namun proses PPDB pada hari pertama kemarin berjalan dengan lancar. Pendaftaran ini akan berlangsung hingga Rabu (3/7) mendatang.

Kepala SMAN 1 Ubud I Wayan Gabra mengatakan, lulusan SMP yang mendaftarkan diri pada hari pertama memang membeludak. Namun mereka mengikuti proses tersebut dengan tertib sehingga semuanya berjalan lancar. ‘’Sistem pendaftarannya online. Ada siswa yang bisa melakukan pendaftaran sendiri, namun ada juga yang

meminta bantuan kepada operator yang sudah standby di SMAN 1 Ubud,’’ katanya. Pada PPDB dengan sistem zonasi tahun ini, kata Gabra, ada calon siswa yang harus mengikuti verifikasi terlebih dahulu sebelum mendaftar via online. Mereka yang melewati proses ini kebanyakan yang mengikuti jalur zonasi untuk siswa tidak mampu,

Bali Post/kmb35

PPDB - Suasana pendaftaran PPDB pada hari pertama di SMAN 1 Blahbatuh, Jumat (28/6) kemarin.

inklusi dan jalur desa adat yang mempunyai perjanjian. ‘’Jadi, dokumen mereka diverifikasi dulu. Setelah selesai, baru dokumen didaftarkan lewat online,’’ ujarnya. Gabra mengakui, membeludaknya jumlah calon siswa yang mendaftar pada hari pertama ini karena mayoritas orangtua mereka masih berpikir harus adu cepat dalam mendaftar. Padahal, adu cepat hanya digunakan dalam penetapan ranking terakhir. ‘’Saya berharap orangtua dan para calon siswa tenang, karena masih ada waktu pendaftaran hingga 3 Juli mendatang,’’ katanya. Menurut Gabra, pada hari pertama PPDB di SMAN 1 Ubud tercatat ada 400 lebih berkas pendaftaran yang masuk. Dari jumlah itu, sudah 200 berkas yang diproses. ‘’Ini baru pendaftaran hari pertama, kemungkinan nanti akan bertambah lagi yang mendaftar,’’ katanya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Blahbatuh I Ketut Sulatra mengatakan, hingga Jumat siang kemarin sudah sekitar 500 calon siswa yang mengambil nomor untuk pendaftaran. ‘’Hari pertama ramai sekali yang mendaftar. Namun proses pendaftaran berjalan aman dan lancar,’’ ujarnya. (kmb35)

Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi kepada Masyarakat DALAM menangani masalah Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) khususnya bidang rehabilitasi perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Segenap pemangku kepentingan ini diharapkan bersama-sama dalam menyatukan visi dan misi menjalin kerja sama dalam menyebarluaskan informasi narkoba baik dari segi pencegahan, rehabilitasi maupun pemberantasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, khususnya perbekel dan aparat penegak hukum yang langsung di masyarakat. Kepala Badan Narkotika

Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNN kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menjadi narasumber dalam Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi kepada Masyarakat di wilayah Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2019 di Khrisna Oleh-oleh Desa Wisata Blasinga, Gianyar, Jumat (28/6) kemarin. Kegiatan ini dihadiri 25 orang peserta yang terdiri dari bendesa, perwakilan rumah sakit, yayasan rehabilitasi dan komponen masyarakat yang terkait dalam pelaksanaan rehabilitasi di Kabupaten Gianyar. ‘’Pro-

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat menjadi narasumber, Jumat (28/6) kemarin.

gram Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) adalah jembatan bagi pecandu yang ingin terbebas dari narkotika. Ada kesadaran masyarakat untuk membawa pecandu ke tempat rehabilitasi yang ditunjang pemerintah atau swasta, salah satunya BNN,’’ ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. Menurut Suastawa, lembaga rehabilitasi di Provinsi Bali saat ini memiliki 15 fasilitas rehabilitasi milik instansi pemerintah siap beroperasi menerima pecandu atau penyalah guna narkoba untuk direhabilitasi layanan rawat jalan. Yakni sembilan RSUD, RSJ Bangli, RS Bhayangkara, Klinik Pratama BNNP, dan tiga klinik pratama BNNK. Sementara itu, empat fasilitas rehabilitasi milik komponen masyarakat juga siap beroperasi yaitu Bali Samsara, Anargya, Klinik Dharma Sidhi dan Yayasan Musmim Indonesia, serta dua fasilitas lembaga pascarehabilitasi siap operasional yaitu Rumah Damping BNNP Bali Rawat Inap serta layanan reguler pasca-BNNP Bali Rawat Jalan. ‘’Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat ini adalah program mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkotika, sekaligus melakukan rehabilitasi bagi para pecandu. Rehabilitasi sangatlah penting, sebab selama ini rehabilitasi selalu dikesampingkan,’’ katanya. Suastawa berharap para

peserta ini sebagai teamwork dapat mendorong untuk membentuk agen pemulihan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta beberapa petugas medis. Yakni, mulai dari tim medis puskesmas hingga bidan desa, yang juga turut serta melibatkan peran dari karang taruna dan beberapa pergerakan desa lainnya. Hal ini bertujuan untuk memantau pemulihan bagi para pecandu yang sudah pernah menjalani proses pemulihan rehabilitasi. setelah peserta rehabilitasi dinyatakan pulih dari kecanduan narkoba, para mantan pecandu dapat diterima kembali di kalangan masyarakat, sekaligus mengajak teman maupun kerabatnya yang masih kecanduan narkoba agar menjauhi narkoba. ‘’Harapan ke depannya yaitu peran aktif stakeholder dan masyarakat dalam mendukung program rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahgunaan narkoba, dalam rangka penjangkauan klien tetap melaksanakan sosialisasi dan meningkatkan upaya sweeping dengan unsur terkait. Juga mengimbau dan mengajak pecandu atau penyalahguna narkoba lapor diri, dan masing-masing lembaga rehabilitasi melaksanakan pembenahan di lingkungan mengarah pada peningkatan kualitas layanan serta pelaksanaan rehabilitasi setidaknya pada standar minimal yang telah ditetapkan,’ katanya memaparkan. (bns1)

Bupati Mahayastra mengatakan, TPA Temesi kini kondisinya memang overload. Kondisi ini diperparah lagi dengan terbatasnya ketersediaan alat pengolahan sampah, yakni hanya tiga unit. Ironisnya lagi, ketiga alat pengolahan sampah itu kerap mogok, sehingga perlu perawatan khusus. ‘’Kita memang masih lemah dalam perawatan, sehingga banyak alat yang dalam kondisi rusak dan sering mogok,’’ ujarnya. Menurut Mahayastra, langkah jangka pendek penanganan TPA Temesi sudah dilakukan dengan perluasan lahan. Pihaknya sudah melakukan hal itu dengan menyewa lahan milik warga di sekitar TPA. ‘’Saya lebarkan TPA, tanah di sebelahnya saya kontrak. Ada delapan pemilik dengan luas lahan sekitar 90 are. Biaya sewa atau kontrak lahan ini akan dibayar melalui APBD. Ke depan, kemungkinan akan

kita beli,’’ katanya. Setelah urusan kontrak lahan itu tuntas, kata Mahayastra, pihaknya langsung menurunkan petugas untuk melakukan penataan, berupa penggalian tanah. Namun tanpa diduga keesokan hari pascapengerjaan ini dimulai, TPA Temesi justru terbakar. ‘’Siapa yang menduga, ini baru mulai dikerjakan, besoknya TPA tiba-tiba terbakar,’’ katanya. Menurut Mahayastra, TPA tersebut seharusnya sudah ada pengelompokkan sampah yang dibedakan tempatnya. Sehingga, ketika ada kebakaran seperti sekarang, penanganan bisa dilakukan lebih mudah dan cepat. Sementara sekarang sampah masih bercampur antara yang belum dan sudah dipilah. Hal ini pula yang diduga menjadi pemicu munculnya gas metan sehingga memicu kebakaran. ‘’Ketika ada pengelompokkan dan ada kebakaran dengan

skala kecil lebih mudah ditangani. Mestinya di sana juga ada pemilahan sampah yang sudah dibuang. Kalau pemilahan yang ada di utaranya memang sudah ada tapi sama-sama overload,’’ katanya mengkritisi. Selain penanganan sampah jangka pendek, Mahayastra juga sudah membagikan truk sampah sebanyak 21 unit kepada pihak desa. Ke depan setiap desa di Gianyar diharapkan menyiapkan solusi penanganan sampah di wilayahnya masing-masing. Dikatakan, saat ini beberapa desa di Gianyar yang sudah mampu mengolah sampah secara mandiri. Untuk desa yang belum, diharapkan mulai bisa mengelola sampahnya sendiri tanpa harus membuang ke pembuangan akhir. ‘’Saya sudah bagikan sebanyak 21 truk sampah. Tujuannya untuk membuat percontohan pengelolaan sampah di setiap desa,’’ tegasnya. (kmb35)

17 Desa Membangun Ekonomi Melalui Desa Wisata

Gianyar (Bali Post) Sebanyak 17 desa di Kabupaten Gianyar sepakat menata dan membangun ekonominya melalui desa wisata. Ini dilakukan melalui pembuatan BUMDes Bersama melalui Musyawarah Antar-Desa (MAD) di Wantilan Pura Taman Pule, Desa Mas, Ubud, Jumat (28/6) kemarin. BUMDes ini menjadi salah satu wujud pergerakan dari tujuh belas desa yang tergabung untuk dapat membangun desa wisata, dengan 121 paket wisata. 17 desa wisata tersebut, terdiri dari Desa Kerta, Desa Taro, Desa Kenderan, Desa Kedisan, Desa Manukaya, Desa Pejeng Kangin, Desa Pejeng Kelod, Desa Tulikup, Desa Keramas, Desa Kemenuh, Desa Singapadu Kaler, Desa Singapadu Tengah, Desa Batubulan, Desa Celuk, Desa Mas, Desa Lodtunduh, dan Desa Sayan. Musyawarah Antar-Desa (MAD) membahas dan menyepakati Peraturan Bersama Kepala Desa (Permakades) tentang pembentukan BUM-

Bali Post/kmb16

Jro Kadek Suardika

Des Bersama, membahas dan meyepakati AD/ART, membahas dan menetapkan pengelola BUMDes Bersama, menyepakati Badan Hukum dalam bentuk Perusahaan Terbatas (PT). Perbekel Desa Mas I Wayan Gede Darmayudha selaku desa inisiator pembentukan BUMDes Bersama di Kabupaten Gianyar mengatakan, pembentukan BUMDesa ini memang murni untuk memajukan desa

melalui desa wisata, tidak ada kepentingan lebih dari membangun desa wisata. Sementara itu, Koordinator Program P3MD Provinsi Bali Jro Kadek Suardika mengatakan, pendapatan asli desa menjadi salah satu kriteria desa tersebut disebut menjadi desa mandiri. Untuk dapat meningkatkan PAD tersebut, desa wisata menjadi salah satu trigger ekonomi di desa melalui BUMDes atau BUMDesa bersama. Adapun alasan dibentuk BUMDes Bersama Desa Wisata karena di Gianyar hampir semua desa memiliki potensi untuk desa wisata. Di sisi lain, ada SDM yang tidak merata dalam mengelolaan desa wisata di setiap desa. Selain itu, karena desa wisata yang dikembangkan berbasis edukasi dan budaya antardesa mempunyai keterkaitan dengan pemaketan. “Untuk itu, penting adanya kerja sama antardesa kemudian membangun usaha bersama melalui BUMDesa Bersama,” ujar Suardika. (kmb16)


JEMBRANA

10

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Usai Konsultasi dengan OJK

Pemkab Makin Pesimis Soal Pendirian BPR

Negara (Bali Post) Pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) nampaknya sulit terwujud. Pemkab Jembrana mengaku pesimis bisa melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) Jembrana tentang BPR itu karena kendala, salah satunya penyertaan modal.

Bali Post/kmb26

RAKERCAB – Dalam Rakercab PDI-P, sejumlah ketua PAC menyampaikan dukungan Kembang Hartawan bakal calon tunggal Ketua DPC PDI Perjuangan.

Penjaringan Ketua DPC, Kembang Bakal Calon Tunggal Negara (Bali Post) – Made Kembang Hartawan diajukan menjadi bakal calon satu-satunya untuk pemilihan Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana. Hal tersebut tercetus dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC PDI-P Jembrana, Jumat (28/6) kemarin, yang diikuti mayoritas pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Selain itu, rapat yang juga dihadiri pengurus DPD PDI-P Bali I Gusti Agung Suryadana, juga mengusulkan I Wayan Koster tetap memimpin DPD PDI-P Bali dan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan. Rakercab yang dihadiri I Putu Artha dan I Ketut Sugiasa itu diputuskan Kembang untuk menjadi bakal calon tunggal Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana. Pasalnya, dari pemaparan lima PAC yang tersebar di masingmasing kecamatan, seluruhnya menyampaikan nama yang sama yakni Kembang Hartawan. Sebelumnya, Ketua DPC PDI-P di Kabupaten/kota di Bali mendapatkan angin segar setelah direkomendasikan untuk kembali terpilih menahkodai cabang partai. “DPC kita mendapat predikat baik, karena secara elektoral mendongrak suara baik Pileg maupun Pilpres. Meskipun demikian, tahapan ini tetap kita lakukan sesuai mekanisme,” ujar Kembang Hartawan. Sebelumnya di masing-masing PAC juga digelar musancab dan terkait nama bakal calon juga bulat menelurkan Kembang Hartawan. Ditambahkan Kembang, untuk Ketua DPD

PDI-P Bali, seluruh jajaran DPC dalam rakercab kemarin secara bulat menunjuk Wayan Koster dengan berbagai pertimbangan. “Beliau sudah terbukti mampu memenangkan pemilu dan sosok seorang disiplin. Wayan Koster juga tidak hanya bisa memenangkan PDI-P secara elektoral. Namun juga kemenangan sejati, bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” terang Kembang. Menurut Kembang, kemenangan sejati sangat penting, sebab ketika kader PDI Perjuangan terpilih, harus berbuat. Jangan sampai lupa bagaimana cara mewujudkan untuk kesejahteraan rakyat. Salah seorang Ketua PAC, Dewa Komang Wiratnadi, mengungkapkan salah satu dasar usulan Kembang Hartawan yang saat ini Ketua DPC diusulkan memimpin kembali karena telah menunjukkan hasil yang nyata. Bahkan menurutnya sudah 23 tahun berproses di partai mulai dari Bendahara PAC, Ketua PAC, hingga akhirnya Ketua DPC PDI Perjuangan. “Ditambah lagi dengan kinerja yang dilakukan mulai dari Pilkada 2010 hingga Pileg sekarang,” terangnya. Hal senada juga dipaparkan Ketua PAC Mendoyo I Gede Putu Suegar Danacita. Di bawah nakhoda Kembang Hartawan dalam hajatan pemilihan umum terakhir dapat mendongkrak suara dari 14 kursi di legislatif menjadi 18 kursi. “Sehingga menurut kami layak kalau Kembang Hartawan memimpin lagi (DPC),” ujarnya (kmb26)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana I Made Sudiada kepada wartawan, Jumat (28/6) kemarin, membenarkan adanya beberapa kendala yang dihadapi terkait pendirian BPR. Hal tersebut diketahui ketika Pemkab Jembrana melakukan konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, proses pendirian BPR sempat terkendala terkait perekrutan calon anggota direksi dan calon anggota komisaris BPR. Dimana dari beberapa kali panitia membuka pendaftaran, tidak ada yang mendaftar ataupun hanya sedikit. Karena itu, tim melakukan konsultasi ke OJK guna meminta saran. Namun dari konsultasi itu, ada empat poin. Sesuai PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD, daerah harus menganalisis kebutuhan serta kekayaan, ketersediaan teknologi, aspek peraturan perundangan, serta sumber daya manusia. Sehingga jangan sampai ada kendala seperti ini. Seperti ruwetnya perekrutan calon direksi dan komisaris. Secara aturan, Perda terkait pendirian BPR ini juga ditetapkan sebelum terbitnya PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Sehingga Perda yang merupakan inisiatif DPRD tersebut harus direvisi. Hal ini harus dilakukan untuk kepastian hukum pendirian BPR, sehingga sesuai dengan poinpoin dari PP No. 54 Tahun 2017. “Di sana juga disarankan untuk ditambahkan mengatur secara umum, tidak secara teknis. Sebab, pendirian BPR memerlukan biaya mahal serta waktu yang lama,” terang Sudiada.

Selain itu, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah penyertaan modal. Di mana untuk syarat mendirikan BPR perlu dana penyertaan modal Rp 24 miliar. Jauh dari penyertaan modal yang dilakukan sebelumnya yakni Rp 6 miliar. Yang membuat pesimis adalah kemampuan pemerintah daerah tidak bisa seperti yang disyaratkan. Di Bali sendiri, lanjut Sudiada, pendirian BPR juga sulit dilakukan karena masuk dalam kategori jenuh. Sebab, saat ini di Bali sudah beroperasi 135 BPR. “Sehingga OJK menyarankan apabila akan mendirikan BPR di Bali, agar mengakuisisi BPR yang sedang kesulitan modal,” terangnya. Tetapi untuk syarat ini, menurutnya, berbeda dengan BPR yang hendak didirikan. Sebab, BPR Jembrana ini merupakan milik pemerintah daerah, sehingga OJK akan tetap memfasilitasi. Hanya harus mengikuti ketentuan permodalan sesuai dengan analisis OJK wilayah Jembrana masuk empat kali lipat dari modal minimal. Sehingga minimal modal untuk penyertaan senilai Rp 24 miliar. (kmb26)

PPDB Hari Pertama Relatif Lancar

Negara (Bali Post) – Dimulainya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA jalur zonasi, Jumat (28/6) kemarin, sejumlah sekolah diserbu orangtua dan siswa. Para siswa ini diminta untuk verifikasi persyaratan PPDB yang sebelumnya telah diisi saat pendaftaran online. Seperti yang terlihat di SMA Negeri 1 Negara. Ratusan siswa sejak pagi sudah memenuhi areal sekolah menunggu tahapan verifikasi tersebut. Beberapa di antaranya bahkan sempat menunggu giliran dipanggil hingga siang hari. Mereka wajib mengantre lantaran verifikasi dilakukan berdasarkan nomor urut. Hingga menjelang pukul 14.00 Wita kemarin, verifikasi baru nomor 100 lebih. Kepala SMAN 1 Negara Putu Prapta Arya di sela-sela proses PPDB zonasi kemarin mengatakan untuk di SMA Negeri 1 Negara dari informasi awal ada 370 siswa yang mendaftar. Namun kuota di SMAN 1 Negara total hanya 288 siswa dengan delapan rombel. ANTRE – Sejumlah siswa dan orangtua/wali menunggu antrean di halaman SMAN 1 Negara untuk proses verifikasi.

Inventarisir Kesenian Jembrana

Dari jumlah penerimaan itu, untuk jalur Zonasi menurutnya dialokasikan untuk sekitar 267 siswa. “Kalau zonasi ini langsung kita input, nanti langsung sistem akan menentukan mana yang paling dekat. Tidak bisa dimanipulasi,” tukas Prapta Arya. Selain itu, dalam pendaftaran para siswa juga bisa memilih sekolah lain. Dan pilihan tidak harus di SMA Negeri saja, tetapi juga bisa ke SMA swasta maupun SMK. “Kalau SMK dan SMA Swasta, tidak memakai sistem zonasi,” tambahnya. Menurutnya, SMA negeri maupun SMA swasta sama saja. Karena secara umum tujuan zonasi ini adalah pemerataan sekolah negeri maupun swasta. Terkait antrean, menurutnya memang diterapkan berdasarkan nomor urut untuk verifikasi persyaratan. Dan siswa pendaftar atau orangtua/wali bisa mengira waktu panggilan sesuai nomor urut yang diperoleh. “Waktu pembukaan masih panjang sampai minggu depan, jadi masih ada waktu dan semua bisa terakomodir untuk verifikasi,” ujar Prapta. Dari jadwal pelaksanaan, untuk waktu PPDB jalur zonasi (termasuk KK tak mampu dan anak inklusi) ini akan dibuka hingga 3 Juli mendatang. Sehingga, menurutnya, masih ada waktu untuk pendaftaran dan verifikasi (kmb26)

Berko, Gambelan Bambu Cermin Kesederhanaan Masyarakat Agraris Salah satu kesenian langka yang lama terpendam di Jembrana

adalah Berko. Gambelan berbahan bambu yang mengadopsi gong di wilayah Bali Timur ini mengalami masa jayanya pada tahun 1925-1935. Seperti kesenian lainnya yang lebih terkenal seperti Jegog dan Makepung, kesenian ini muncul tidak terlepas dari budaya agraris masyarakat Jembrana. KESENIAN yang memadukan gambelan bambu, tarian dan karawitan ini sempat tenggelam ketika Jepang masuk hingga beberapa dekade selanjutnya. Kesenian yang berkembang di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana ini kembali diangkat pada tahun 1990an pada masa Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa. Kesenian ini mengesankan kesederhanaan masyarakat agraris dan alami. Seluruh bagian gambelan terbuat dari bambu, bahan baku yang mudah ditemui saat itu. Pemerhati Berko, I Wayan Dibia, mengatakan kesenian ini muncul dan berkembang di Dewasana Mundukjati, beberapa tahun setelah para panglingsir membuka hutan untuk lahan bercocok tanam. Salah seorang sesepuh Pan Muder mengisi waktu istirahat di gubuk tegalan dengan membuat gamelan

sederhana berbahan bambu dengan laras durmo. Bersama temantemannya, gambelan itu kemudian disempurnakan seperti undir di bagian belakang, kecek hingga kendang serta suling. Gambelan ini sepintas menyerupai gong, hanya semua berbahan bambu dan suaranya terdengar agak sumbang atau bero. Sebutan Bero inilah kemudian kesenian ini dinamakan Berko. Kesenian ini yang sering dimainkan di tegalan saat malam dengan penerangan bahan danyuh (daun kelapa). Berkembang memakai wajan penggorengan diisi minyak kelapa dan sumbu. Hingga saat ini, penerangan menggunakan wajan ini masih bisa dilihat saat pementasan Berko. Popularitas Berko terdengar hingga ke Puri, sehingga mereka diundang untuk tampil. Dari sinilah kemudian gambelan berkembang dilengkapi tarian yang menyerupai

Legong dan Joged Bumbung. Dalam setiap pementasan terdiri dari dua bagian. Pertama, tarian perkenalan dan penghormatan kepada penonton maupun tamu disebut Byar Cebok. Dilanjutkan dengan bagian kedua berisi tari pergaulan atau Byar Gem. Dua orang penari wanita tampil berperan laki-laki. Tarian mengambil cerita Ramayana dengan tokoh Subali dan Sugriwa. Sebelum pentas dimulai, para penari melakukan perkenalan diiringi tabuhan. Kesenian ini memang sempat tenggelam di masa revolusi fisik. Kini kesenian ini masih dapat ditemui di Lingkungan Pancadawa, Kelurahan Pendem. Belakangan kesenian yang masih berkembang di Pendem, kembali dihidupkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana. Dinas memberikan ruang kepada para seniman Berko untuk mementaskan kesenian ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Nengah Alit, menyebutkan dinas sengaja mengangkat sejumlah kesenian yang nyaris tanpa pentas itu untuk menghidupkan kembali. Sejumlah potensi budaya dan alam di desa-desa, dieksplore lebih dalam termasuk di Pendem. (olo)

Bali Post/olo

BERKO – Sejumlah seniman tampil menari Berko beberapa waktu lalu. Kesenian ini mengesankan kesederhanaan masyarakat agraris dan alami. Seluruh bagian gambelan terbuat dari bambu, bahan baku yang mudah ditemui saat itu.


Karangasem

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

11

Tingkatkan Kompetensi, Ratusan Guru Ikut Diklat

Bali Post/kmb41

DIKLAT - Ratusan guru di Karangasem saat mengikuti diklat peningkatan kompetensi.

Sistem Zonasi PPDB Dikhawatirkan Merugikan Sekolah Swasta Amlapura (Bali Post) Diterapkannya sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk sekolah negeri, membuat pemilik sekolah swasta khawatir akan rugi. Pasalnya, jumlah siswa baru terus merosot dan kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Seperti dialami SMA Pariwisata Kertha Wisata Amlapura harus menunggu pengumuman SMA negeri untuk mendapatkan peserta didik baru. Kapala SMA Pariwisata Kertha Wisata Amlapura

Desak Putu Laniasih, Jumat (28/6) kemarin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya mengakui sudah ada siswa yang mendaftar 42 orang. Namun dari jumlah tersebut, baru 6 orang yang mendaftar ulang.

“Kami masih terus menunggu siswa yang mendaftar masuk ke sekolah ini,” ujarnya. Laniasih mengakui, diberlakukannya sistem zonasi ini sangat memengaruhi jumlah siswa yang mendaftar ke sekolahnya. Dia menilai diberlakukannya sistem ini sangat merugikan sekolah swasta. Pasalnya, sekolah swasta minim mendapatkan siswa baru. “Sebelum adanya jalur

FIGUR

Calon Tunggal RAPAT pra-konfercab dilaksanakan Jumat (28/6) kemarin. I Gede Dana berpeluang besar menjadi pemimpin DPC PDI-P Karangasem. Hal itu karena hanya muncul calon tunggal yaitu Gede Dana. Oleh karena itu, dia berpotensi terpilih kembali menjadi pimpinan partai bermoncong putih itu. Padahal, Gede Dana sudah dua periode menduduki posisi Ketua DPC PDI-P Karangasem. Tapi kini namanya kembali ditunjuk oleh masingmasing PAC se-Kabupaten Karangasem. Sementara untuk Ketua DPD PDI-P Bali diajukan Wayan Koster dan DPP Megawati Soekarnoputri. Menurut Gede Dana, pra-konfercab merupakan penjaringan nama untuk pemimpin PDI-P mulai dari DPC, DPD, dan DPP. Dia menambahkan, untuk kepengurusan DPC PDI-P Karangasem, akan ditentukan saat berlangsungnya konfercab yang rencananya dilaksanakan 4 Juli mendatang. “Kalau untuk DPC, nama saya sendiri yang muncul. Untuk DPD, Bapak Wayan Koster yang juga Gubernur Bali dan DPP yakni Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas Gede Dana. (kmb41)

zonasi ini, kita selalu banyak dapat siswa baru. Tapi setelah diberlakukannya jalur zonasi sejak dua tahun lalu, kini kami minim mendapatkan siswa baru,” tegas Laniasih. Sebelum sistem ini diterapkan, lanjut Laniasih, sekolahnya menggunakan 10 ruang untuk menampung siswa. Untuk tahun ini hanya berharap bisa mendapatkan 60 siswa baru. “Walau di bawah

Amlapura (Bali Post) Ratusan guru di Kabupaten Karangasem mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Guru di STKIP Agama Hindu Amlapura, Jumat (28/6) kemarin. Diklat dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran menghadapi Revolusi Industri 4.0. Ketua Panitia Diklat, I Ketut Seken, mengungkapkan diklat ini dilaksanakan selama satu bulan. Sedangkan untuk diklat di kelas hanya tiga hari dan sisanya berupa pendampingan di sekolah masing-masing. “Peserta yang mengikuti diklat ini mulai dari guru SD sampai SMA yang ada di Karangasem. Jumlah pesertanya 380 orang,” ujarnya. Dia berharap kegiatan ini tidak sampai di sini saja, melainkan bisa terus digelar berkelanjutan ke depannya

60 orang, kami tetap terima. Memang jumlah tersebut di bawah target,” ujarnya. Dengan situsasi seperti ini, pihaknya hanya bisa menunggu pengumuman pendaftaran di SMA negeri selesai. “Bila ada siswa yang tidak diterima di SMA Negeri, baru mereka akan lari ke swasta. Semoga nantinya ada lebih banyak siswa yang mendaftar ke sini,” harap Laniasih. (kmb41)

dalam upaya peningkatan kompetensi guru yang ada di Karangasem. Ketut Seken menjelaskan, untuk materi diklat yang diberikan terkait peningkatan kompetensi guru yang berkaitan dengan proses belajar mengajar maupun adminitasi sesuai dengan tuntutan K-13. Narasumber diberikan oleh STKIP, baik guru-guru yang sudah memiliki kompetensi yang sudah pernah pelatihan di dalam negeri dan luar negeri seperti Swiss serta Prancis. “Selama ini, kompetensi guru di Karanagsem sedikit diragukan. Kita harapkan lewat kegiatan diklat ini, nanatinya mampu memenuhi segala tuntutan sesuai dengan kurikulum. Tuntutan tersebut yakni dapat mengembangkan tiga ranah kompetensi kurikulum meliputi afektif, psikomotor, maupun kognitif,” ujarnya. (kmb41)

Desak Putu Laniasih

Pengobatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Amlapura (Bali Post) Polres Karangasem melaksanakan pengobatan gratis dan bagi-bagi sembako untuk warga kurang mampu di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Jumat (28/6) kemarin. Kegiatan sosial ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-73 Bhayangkara. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom, mengatakan, pemperingati HUT ke-73 Bhayangkara, pihaknya melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut di antaranya pengobatan gratis, pelayanan SIM keliling, SKCK keliling dan sidik jari. Beberapa waktu lalu, juga dilaksanakan donor darah, olahraga, dan kerja bakti di tempat ibadah. “Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Selain itu, memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat, terutama terciptanya kamtibmas. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SEMBAKO - Polres Karangasem membagikan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Jumat (28/6) kemarin.

Dapur Ludes Terbakar

Amlapura (Bali Post) Peristiwa kebakaran dapur kembali terjadi di Karangasem. Kali ini dapur milik Ni Wayan Teteb asal Banjar Penaban, Desa Dukuh Penaban, Jumat (28/6) kemarin, dilalap api. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 50 juta. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peristiwa kebakaran terjadi pukul 11.15 Wita. Korban panik saat melihat api sudah membesar. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa mengungkapkan, setelah menerima laporan kebakaran itu, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah petugas dan mengerahkan beberapa mobil pemadam untuk menjinakkan api. Kata dia, sampai di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan. “Untuk penanganan kebakaran ini, kami menerjunkan 17 personel dengan lima unit mobil pemadam kebakaran. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Semua isi dalam dapur ludes terbakar. Kita belum tahu pasti apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran tersebut,” tegasnya. (kmb41) PADAMKAN API - Petugas Damkar Karangasem saat memadamkan kobaran api. Bali Post/kmb41


KLUNGKUNG

12

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

Program Pemuda Miskin Kerja di Kapal Pesiar

Seleksi Langsung ke Desa Kurang Efektif

Semarapura (Bali Post) Program Pemkab Klungkung mengentaskan kemiskinan dengan memberi kesempatan kepada pemuda dari keluarga miskin kerja ke kapal pesiar, mulai dievaluasi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Proses seleksi hingga ke desa-desa dengan menyasar warga miskin, dirasakan kurang efektif untuk mendukung program tersebut. Selain membutuhkan waktu panjang juga membuat banyak keluarga yang berpura-pura miskin. Bupati Suwirta, Jumat (28/6) kemarin, menyampaikan penerapan program menjaring anak-anak dari keluarga miskin agar punya kesempatan kerja di kapal pesiar ini yang langsung seleksi di desa, justru membuat orang di desa-desa berlomba-lomba ngaku miskin, agar memenuhi syarat. Demikian juga tahapannya terlalu panjang, karena melibatkan perbekel di setiap desa. ‘’Jadi, dengan konsep seperti ini, ada tanggung jawab sekolah dalam mempersiapkan siswanya. Karena seleksi langsung dilakukan dari sekolah,’’ katanya. Ke depan, Bupati Suwirta berencana membuat MoU dengan sejumlah sekolah, khususnya SMK, sehingga proses seleksi bisa dimulai dari sekolah. Pihaknya sudah meminta Sekda Klungkung Gede Putu Winastra untuk menyiapkan

draf MoU tersebut. Tentu penekanannya, program ini tetap menyasar anak-anak dari keluarga miskin, tetapi memenuhi seluruh syarat untuk bisa bekerja di kapal pesiar. Dengan MoU ini, program pembinaan yang bersangkutan sudah dilakukan sejak di bangku sekolah. Sehingga ketika lulus, yang bersangkutan bisa langsung bekerja di kapal pesiar. Konsep dengan melibatkan langsung pihak sekolah dinilai lebih efektif. Pada tahap perdana tahun ini, peserta yang lolos berjumlah 20 orang terdiri dari 2 orang wanita dan 18 laki-laki. Ini merupakan hasil seleksi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung dari sebelumnya yang mendaftar berjumlah 106 orang. Saat ini, seluruh peserta tengah mengikuti pelatihan bahasa Inggris selama sebulan di Klungkung. Selanjutnya akan diberangkatkan menuju STP Nusa Dua untuk mengikuti pendidikan selama sebulan dilanjutkan dengan program magang atau job training di hotel selama tiga bulan. Pada akhir tahun 2019, seluruh peserta diharapkan sudah diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri, baik di kapal pesiar maupun hotel di darat. Seluruh pembiayaan dari program ini ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung. (kmb31)

Bali Post/kmb31

MUTASI - Sekretaris KPU Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara saat bersalaman dengan Bupati Suwirta usai mutasi, Jumat (28/6) kemarin.

Soal Sistem Mutasi Pejabat

Bupati Suwirta Nyatakan Kurang Puas Semarapura (Bali Post) -

Sebanyak 12 orang pejabat dimutasi Jumat (28/6) kemarin. Karena dalam kondisi sakit, proses pelantikan dilakukan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Wantilan Rumah Jabatan Bupati. Bupati Suwirta mengatakan, proses mutasi sudah melalui tahap penggodokan serta dilakukan dengan profesional. Mutasi ini ditegaskan untuk ke arah tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Meski demikian, Bupati Suwirta tetap kurang puas dengan hasil mutasi ini. Seiring dengan semakin baiknya perkembangan tahap penyembuhan pasca-operasi, Bupati Suwirta perlahan mulai melakukan aktivitas dinasnya sebagai kepala daerah. Seperti saat mutasi, Bupati asal Nusa Ceningan Bali Post/kmb31

NGABEN MASSAL - Masyarakat Desa Tangkas saat mempersiapkan sarana ngaben massal.

7 Juli, Ngaben Massal Desa Tangkas Semarapura (Bali Post) Masyarakat Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung terus bergotong royong mempersiapkan berbagai sarana ngaben massal, seperti wadah, bade, dan perlengkapan lainnya. Sesuai rencana, puncak ngaben massal di desa setempat akan dilaksanakan pada 7 Juli nanti. Sehingga persiapan demi persiapan terus dilakukan untuk kelancaran agenda ngaben massal ini. Salah seorang Panitia Ngaben Massal, I Nyoman Nada, Jumat (28/6) kemarin, mengatakan ngaben massal di Desa Tangkas rencananya

diikuti 110 sawa. Jumlah ini cukup banyak dibandingkan desa lain, bahkan dengan biaya yang relatif ringan. Masyarakat yang memiliki sawa hanya dikenakan biaya Rp 1 juta. “Seluruh persiapan sudah berjalan lancar. Kami sedang menyempurnakan, mana yang belum dikerjakan,” katanya. Pelaksanaan puncak ngaben massal di Desa Tangkas bersamaan dengan ngaben massal di Banjar Gede Penasan, Desa Tihingan, tepat pada 7 Juli nanti. Di sana ada ngaben massal yang akan diikuti 40 sawa. (kmb31)

melantik sendiri 12 pejabat, yang terdiri atas 11 Pejabat Administrator dan Pengawas serta seorang Pejabat Fungsional. Dari 12 pejabat yang dimutasi, ada nama Sekretaris KPU Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara yang

dimutasi menjadi Sekretaris Inspektorat Daerah. Ke depan dalam penyusunan mutasi, Bupati Suwirta meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung untuk melaku-

kan pendekatan-pendekatan karakter. Sehingga terbangun komunikasi dan sistem kerja yang baik antarpegawai. Dirinya mengakui dalam setiap mutasi ke tempat kerja yang baru akan diperlukan adaptasi ulang. Untuk itu, pihaknya meminta supaya terus menjalin komunikasi dan diskusi dengan semua pihak baik atasan maupun bawahan. Bahkan, kepada staf kontrak untuk menciptakan suasana kerja yang sehat, produktif, dan inovatif.

‘’Setelah menjabat, mindset dan karakter harus diperbaiki. Jalinlah komunikasi, sehingga tercipta suasana kerja yang sehat, produktif, dan inovatif. Jangan pernah bosan untuk belajar,’’ ujar Bupati Suwirta. Mutasi ini berdasarkan Keputusan Bupati Klungkung Nomor : 824.4/292/BKPSDM dan Nomor : 821/291/BKPSDM tanggal 27 Juni 2019, tentang Pengangkatan/Mutasi Pejabat di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung. (kmb31)

Curi Perhiasan Teman, Sukariani Dijemput Polisi Semarapura (Bali Post) Aparat kepolisian dari Polsek Klungkung terpaksa mendatangi rumah Ni Komang Sukariani (27) di Dusun Payungan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Jumat (28/6) kemarin. Sukariani langsung diamankan polisi, karena diduga mencuri perhiasan emas milik temannya sendiri bernama Ni Kadek Desiari (18). Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti perhiasan emas korban seberat 11 gram. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, Jumat (28/6) kemarin, menyampaikan kasus ini bermula dari hilangnya pelaku tiba-tiba dari kamar Desiari, Kamis (27/6) pagi. Saat itu mereka tidur dalam

satu kamar di rumah korban di Jalan Baladewa I nomor 9 Lingkungan Mergan, Semarapura Klod Kangin. Namun, sekitar pukul 05.00 Wita, pelaku tiba-tiba menghilang tanpa pamit. ‘’Saat itu saya masih bersih-bersih di luar. Karena Sukariani tak kunjung bangun, saya cek lagi ke kamar. Ternyata, orangnya sudah tidak ada di tempat,’’ kata Desiari saat melapor ke Polsek Klungkung. Sejak saat itu, korban langsung curiga. Dia bergegas memeriksa barang-barang berharga miliknya di dalam kamar. Rupanya, barangbarang berharga miliknya seperti 1 buah kalung emas, 1 cincin emas, dan sepasang anting-anting emas (total sekitar 11 gram) miliknya su-

dah tidak ada di tempatnya. Seluruh barang tersebut total senilai Rp 6,5 juta. Curiga Sukariani di balik hilangnya perhiasan tersebut, korban langsung melaporkannya ke Polsek Klungkung. Atas laporan dugaan pencurian, unit Opsnal Polsek Klungkung langsung bergerak cepat. Polisi menuju rumah Sukariani dan menangkapnya tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku seluruh perhiasan emas korban juga berhasil diamankan kembali. ‘’Barang bukti berupa 1 buah kalung emas, 1 cincin emas, dan sepasang antinganting emas, berhasil diamankan kembali. Selanjutnya, pelaku harus berurusan dengan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ tegas Ardana. (kmb31)

Bali Post/kmb31

PENCURIAN - Polisi saat mengusut kasus pencurian di Jalan Baladewa, Semarapura.

Viral Video ’’Bullying’’ Siswi SMP

Kenakalan Remaja yang Pelakunya Pantas Dihukum Seorang remaja putri nampak diperlakukan secara kasar oleh beberapa remaja putri lainnya. Korban dicaci maki, dihina, ditendang bahkan berusaha ditelanjangi. Korban hanya diam pasrah dan pelaku nampak begitu girangnya. Sungguh perilaku sekelompok remaja putri yang di luar batas yang bisa diterima publik. Wajar jika banyak warga yang geram ketika menyaksikan adegan ini melalui video yang viral di media sosial.

PERISTIWA tersebut tidak terjadi di kota mertropolitan yang remajanya lebih mudah dicap penuh kenakalan. Dari logat bahasa dan wajah, sebenarnya mudah kalau itu dilakukan remaja putri di Bali.

Dan benar, ternyata setelah video itu ditelusuri, ternyata TKP-nya ada di jalan menuju Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Peristiwa itu sudah berlangsung lama, Januari lalu. Namun, videonya

baru beredar luas. Beredarnya video itu di media sosial pun sampai pada keluarga korban. Kakak korban, Ni Kadek F (21), menerima informasi dari sepupunya, Ni Putu S (17), bahwa adiknya

Bali Post/gik

DIVISUM - Korban Ni Ketut A (15) saat menjalani visum di RSUD Klungkung. Ketut A menjadi korban bullying teman-temannya. Dia dicaci maki, ditendang, bahkan berusaha ditelanjangi.

terlihat menerima perlakuan tak senonoh. Sang kakak yang tidak diterima adiknya diperlakukan seperti itu, lantas mengadukannya ke ayahnya, I Nengah S (54). Sang ayah yang merupakan seorang PNS asal Lingkungan Pande, Semarapura Klod Kangin ini pun marah dan memilih menempuh jalur hukum, dengan mengadukan perbuatan para pelaku ke Polres Klungkung. Dia meminta polisi menindaklanjuti perlakuan yang diterima anaknya. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Jumat (28/6) kemarin, mengatakan polisi langsung mengidentifikasi anak-anak yang terlibat di dalamnya. Dalam waktu semalam, enam anak-anak langsung diamankan polisi. Salah satunya, pelaku berinisial PR (16) asal Desa Jumpai, Klungkung. Mereka langsung dimintai keterangan. Sementara korban langsung diarahkan untuk visum. ‘’Seluruh pelaku di bawah umur. Jadi, kami tidak langsung melakukan

penahanan,’’ katanya. Namun, karena adanya laporan dari orangtua korban, maka polisi juga harus melakukan langkah-langkah hukum. Para pelaku diancam dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ‘’Kami berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Apalagi, pelakunya adalah para pelajar SMP,’’ tegasnya. Di dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut, nampak korban berinisial Ni Ketut A (15), di-bully oleh sejumlah temannya. Tidak jelas asal mula permasalahannya. Namun, korban yang seorang diri nampak ditendang, diejek bahkan dilecehkan, karena para pelaku berusaha melepas pakaian yang dikenakan korban, baik baju dan celananya. Meski diperlakukan demikian, korban nampak kalem dan tidak banyak melawan. Dia seperti ketakutan menerima perlakuan seperti itu.

Perilaku yang mungkin dianggap pelaku sebagai sebuah keisengan yang membuat mereka senang mungkin dianggap tidak memiliki dampak apa pun. Sangat mungkin remaja putri tersebut menanggapinya sebagai kewajaran. Hal ini nampak dari tidak ada satu pun wajah bersalah atau kasihan kepada korbannya. Sebagai remaja yang mengenyam pendidikan, tentu yang bisa dipahami perbuatan tersebut adalah sebuah bentuk kenakalan di luar batas kewajaran. Ada yang salah dalam cara berpikir remaja-remaja putri itu sebagai manusia yang beradab. Apalagi jika ditarik jauh ke belakang, di mana Klungkung sering disebut-sebut sebagai pusat peradaban tanah Bali yang mencapai masa keemasannya pada era pemerintahan Gelgel. Manusia yang beradab tentu akan memperlakukan orang lain dengan batas moral dan etika. Memanusiakan manusia dan tidak akan senang ketika melihat orang lain diperlakukan dengan kasar. (gik)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Admin,Sopir,Tax Manager Tk Bangunan Hub:08123676218

Dicari Pembukuan D-1 Akuntansi Sederajat Wanita H.08113864628

Dcr Staf Advertising,lulusan apa saja, 085953908298

Dicari Site Manager lapangan pengalaman 10th H.085225972222

Dcr sgr Therapist P/W bersedia ditmptkn di Dps, pglm diutmkan, Gj+Bns mnrik Hub.081239621123 (Massaji Spa)

Dicari segera! Admin wanita menguasai ms office utk gudang spare part spd mtr,krm ke Jl. GunungKarang 17 Dps tlp.484796

Dicari Arsitek/Interior Hubungi: 081337029091

Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali

B.BP.004.06.19.0000623

B.BP.004.06.19.0000618

B.BP.001.06.19.0000400

B.BP.001.06.19.0000652

Dbth Salesman 3 orng, Min.SMA Max.30th.Kend sendiri & SIM C. Lmrn lgsng Ke PT Banoli Motor. Jl.Buluh Indah 75 Dps.T9072907 Cr Pembantu B Sitter,Suster Gj 1,5-3Jt/Bln H:0361-487706 Sgr B.BP.001.06.19.0000719

Dcr: Sopir,Kpla Toko,Kasir, Adm Akunting, Min SMA/Sederajat Hub:087712597131/085239088949 B.BP.004.06.19.0000718

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.06.19.0000570

Dbthkn Sgr Cleaning Service dan Driver pglm H.085238311111 B.BP.001.06.19.0000766

Dcr Wanita Massage Therapist Legian Bisa Inggris 15Jt/Bulan Hub. Kim Whatsapp: +6592457169

B.BP.001.06.19.0000756

Dicari Marketing Baja Ringan Min SMA,Pria/Wanita, Akan ditraining,Gaji+Bonus, Fasilitas Motor+Hp Lamarn:Jl.Tkd Musi 7X

B.BP.801.06.19.0000721

Dicari PRT Tidur Dalam Gaji 1,5Jt/Bulan Hub.082340905858 B.BP.001.06.19.0000757

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.06.19.0000715

B.BP.001.06.19.0000769

B.BP.004.06.19.0000690

B.BP.166.06.19.0000780

DIJUAL MOBIL HONDA

Brio Satya E’18 Putih pribadi Asli DK Hub.081999107181(WA)

TOYOTA

Dijual Avanza 2014,Silver Hub:085100430843/08123671481

B.BP.001.06.19.0000755

Djl Kijang LGX 1.8 Silver, Mpri th’2001 HP/WA:081338741916

B.BP.004.06.19.0000725

MERCEDEZ

Dijual Mercy Th 2010 Warna Hitam,Ex Dokter,Hp.08123801640

B.BP.001.06.19.0000754

SUZUKI

Escudo Nomade’20001.6CCHitam DK knds bgs 76Jt 08123969166

B.BP.001.06.19.0000778

Scros th’17 Over Kredit/cash as DK, Hub.081337311295 B.BP.001.06.19.0000765

DIJUAL MOTOR

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Djl Rmh 3 Kmr 1A Dalung Pengilian 625Jt H.082147454248

BUC!!! Dijual Tanah 3Are Rp 350Jt Net.Hub:081338008522

Jual Rumah SHM Teras Ayung A12 LT.615m LB.550m Denpasar Hub.Lala 081213282323

Kav.325Jt/Are terima SHM Akses 4M.Lok.Cekomaria.085337826694

PROPERTY

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ± 35A Tegallalang Ubud.Hp:0811394712

B.BP.001.06.19.0000775

B.BP.031.06.19.0000776

DISEWAKAN RUMAH

Disewakan Rumah 2Lt,3KT,3KM Ciung Wanara.Hub:08161186219 B.BP.001.06.19.0000767

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.001.06.19.0000713

B.BP.001.06.19.0000680

B.BP.001.06.19.0000051

1,5A Jl.Glogr Carik, G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.06.19.0000785

KEHILANGAN HlgBPKBNo.M08107192-ODK6986 QN A.n. Ni Kadek Sariani, Dps

TOYOTA

YAMAHA

BU Jual Tnh Kav, 1 Are Temesi, Gianyar Hub:081236785862

Dijual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 CC 450 Jt Nego, Hub: 081999250006 (Heri) BUC

Yamaha R25 Th 2014 Hitam Plat DK Pajak Jalan,Tgn Pertama Full Variasi Rp.37Jt Nego Hp:08970260119WA:08813625502

Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.004.06.19.0000688

B.BP.001.05.19.0001020

B.BP.001.06.19.0000771

B.BP.004.06.19.0000726

B.BP.001.06.19.0000750

B.BP.004.06.19.0000583

B.BP.001.06.19.0000764

BIRO JASA


BANGLI

14

Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

STPBI Gelar ’’Cooking Class’’ di Desa Wisata Jehem

Libatkan Belasan Pelajar Asing Penerima Beasiswa Seni dan Budaya

Bali Post/kmb40

RAPAT - Suasana rapat paripurna dengan agenda penetapan Ranperda tentang LPJ Pelaksanaan APBD 2018 di DPRD Bangli, Jumat (28/6) kemarin.

Lagi, Rapat Paripurna Molor Giliran Eksekutif Telat Hadir

Bangli (Bali Post) –

Rapat paripurna di DPRD Bangli nyaris tak pernah berjalan tepat waktu selama ini. Demikian pula pada Jumat (28/6) kemarin, rapat paripurna yang beragendakan penetapan Ranperda tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD 2018 kembali molor hingga berjam-jam. Penyebabnya bukan karena menunggu anggota dewan kuorum, melainkan lantaran eksekutif yang telat hadir. Sesuai jadwal, rapat paripurna dilaksanakan pada pukul 10.00 Wita. Namun rapat baru mulai terlaksana sekitar pukul 13.00 setelah Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra datang ke gedung dewan mewakili Bupati Bangli. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata ditemui sesaat sebelum rapat, tampak cukup kecewa dengan eksekutif. Sebab, keterlambatan eksekutif menyebabkan pelaksanaan rapat molor hingga tiga jam lebih. Padahal untuk mengikuti rapat paripurna penetapan Ranperda LPJ ini, sebagian besar anggotanya sudah hadir sejak pagi. Sesuai daftar hadir yang ditunjukannya, jumlah anggota dewan yang men-

dandatangani daftar hadir sebanyak 21 orang dari total 30 anggota dewan di Bangli. Politisi PDI-P asal Desa Bambang ini menyebut ada kesan eksekutif sengaja telat hadir karena balas dendam. Sebab, pada rapat sebelumnya penyebab molornya karena dewan yang datang terlambat. Ditemui di tempat yang sama, Sekda Ida Bagus Giri Putra membantah hal itu. Ia menyampaikan alasan dirinya telat hadir dalam rapat, karena sebelumnya harus menghadiri acara di Kintamani. Sementara itu, meski molor, rapat paripurna kemarin akhirnya menyepakati Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD

Bangli Tahun 2018 disahkan menjadi perda. Ada beberapa saran dan usul disampaikan gabungan komisi-komisi untuk ditindaklanjuti eksekutif. Sebagaimana laporan gabungan komisi-komisi DPRD Bangli yang dibacakan anggota DPRD Bangli I Wayan Wirya, Bupati diminta segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK-RI dalam kurun waktu paling lambat 60 hari terhitung sejak diserahkannya LHP tersebut oleh BPK. Dengan diberikannya opini WTP dari BPK yang merupakan capaian tertinggi, diharapkan Pemkab Bangli bisa terus meningkatkan SDM ASN di Bangli. ‘’Supaya opini WTP dapat dipertahankan di tahun-tahun beru-

kutnya,’’ kata Wirya. Sementara itu, Sekda Ida Bagus Giri Putra membacakan pidato Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan dari beberapa catatan dan saran yang disampaikan anggota dewan seperti permasalahan pendapatan daerah, belanja daerah, silpa serta terkait opini BPK-RI dan masalah tindak lanjut temuan lainnya, selanjutnya akan dibahas dalam rapat kerja dewan dengan OPD, untuk dapat menggali akar permasalahan dan mencari solusi untuk mengatasi dan menindaklanjuti temuan BPK yang selalu menjadi dilema setiap tahun. ‘’Saran, pendapat dan koreksi dari anggota dewan perlu mendapat perhatian dan apresiasi dari kita sebagai pegangan dan segera menindaklanjuti saran dimaksud, sehingga permasalahan yang timbul tidak terulang lagi di tahun yang akan datang,’’ kata Giri Putra. (kmb40)

SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI), Jumat (28/6) kemarin menggelar cooking class di objek wisata Green Valey, Desa Jehem, Tembuku, Bangli. Kegiatan memasak yang melibatkan sejumlah masyarakat lokal dan pelajar asing dari dua belas negara, dilaksanakan sebagai wujud pengabdian STPBI kepada masyarakat sekaligus promosi budaya kuliner Indonesia. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun yang membawahi STPBI Dr. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. menjelaskan, alasan dipilihnya Desa Jehem sebagai lokasi pengabdian masyarakat karena desa wisata ini kini sedang berkembang. Dengan banyak wisatawan yang datang ke Desa Jehem terutama ke Green Valey tentu perlu disediakan kuliner. ‘’Oleh karena itu kita ajarkan bagaimana masyarakat membuat masakan Bali yang berstandar internasional. Terutama dari sisi rasa, kebersihan, sanitasi, penampilan dan cara menghidangkannya,’’ terangnya. Lanjut dikatakan Gede Astina, selain melibatkan masyarakat lokal, dalam kegiatan kemarin pihaknya juga menga-

jak 12 orang mahasiswa dari 12 negara penerima program beasisiswa seni dan budaya Indonesia Kementerian Luar Negeri RI untuk mempelajari langsung budaya kuliner Indonesia khususnya kuliner khas Bali. Dengan belajar dan menikmati langsung kuliner khas Bali diharapkan mereka bisa memiliki pengalaman menyenangkan yang bisa dibawa pulang ke negara mereka masing-masing. ‘’Kita harapkan mereka bisa menyampaikan sesuatu ke teman-teman di negaranya masing-masing. Jadi ini sebagai alat promosi kita tentang Bali,’’ kata Astina. Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Azis Nurwahyudi mengatakan, 12 pelajar asing yang ikut dalam kegiatan yang digelar STPBI merupakan para penerima beasiswa seni dan budaya Indonesia. Mereka yang saat ini sedang belajar di Sanggar Seni Semarandana akan berada di Indonesia selama 3,5 bulan. ‘’Sebenarnya total peserta ada 72 siswa dari 40 negara, tetapi kita bagi dalam enam kota,’’ kata Azis. Terkait kegiatan cooking class yang digelar STPBI kemarin, ia mengaku cukup senang melihat para peserta bisa be-

raktivitas dan berbaur bersama msayarakat Bali belajar memasak kuliner khas Bali. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan pengalaman menyenangkan bagi peserta dan memberikan mereka kesempatan mengenal diplomasi. ‘’Diplomasi Indonesia tidak hanya berkisar pada yang sifatnya politik, tetapi juga makanan, seni budaya dan sebagainya,’’ ujarnya. Diharapkan sekembalinya mereka ke negaranya masing-masing, para pelajar ini bisa menjadi duta Indonesia yang tidak saja memperkenalkan tari, musik dan bahasa, namun juga memperkenalkan Indonesia secara umum salah satunya melalui kuliner. Sementara itu, I Nyoman Nikanaya, pemilik Sanggar Seni Semarandana, menyampaikan selama berada di Bali, 12 pelajar asing penerima program beasiswa seni dan budaya Indonesia telah belajar cukup banyak mengenai seni musik, tari, bahasa serta kearifan lokal masyarakat Bali. Mereka sangat senang dan kagum dengan seni budaya yang ada di Bali. Menurutnya, program beasiswa seni dan budaya Indonesia ini sangat menguntungkan Bali, karena bisa menjadi ajang promosi pariwisata. (ad783)

PKM - Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun yang membawahi STPBI Dr. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. berfoto bersama para peserta dalam kegiatan yang bertajuk PKM Croos Culture Experience Pelajar Asing Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia Kementerian Luas Negeri RI, Jumat (28/6) kemarin.

Bangli Berharap Bisa Kembali Jadi Penyedia Bawang Putih

Bali Post/kmb40

BAWANG PUTIH - Kegiatan panen bawang putih di Desa Buahan, Kintamani, Jumat (28/6) kemarin.

Bangli (Bali Post) – Pengembangan bawang putih terus dilakukan Pemkab Bangli. Dengan upaya ini, Pemkab berharap Kabupaten Bangli bisa kembali menjadi daerah penyedia bawang putih di Provinsi Bali seperti tahun 1980 lalu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana, Jumat (28/6) kemarin. Dijelaskan Sukartana, total potensi lahan yang dimiliki Kabupaten Bangli untuk pengembangan bawang putih yakni 145 hektar (ha), dari total 5.000 ha potensi yang dimiliki Bangli untuk pengembangan sayuran. Selama ini kegiatan pengembangan bawang putih

di Kabupaten Bangli 100 persen masih didanai pemerintah pusat melalui dana APBN TP Provinsi. Pada tahun 2018, pengembangan bawang putih dilakukan pada lahan seluas 20 ha, dengan dana Rp 780 juta yang bersumber dari dana APBN TP Provinsi. Pada tahun itu, dilakukan juga kerja sama dengan PT HSB seluas 25 ha dengan rincian di Desa Songan pada Kelompok Eka Buana Sari seluas 7 ha, Subak Abian Penunggahan seluas 7 ha, Kelompok Suka Sari seluas 6 ha dan di Desa Buahan pada Kelompok Tani Karya Buahan seluas 5 ha. ‘’Pada tahun 2019 luas pengembangan bawang putih 100 ha, dengan jumlah dana Rp 3.340.000.000,’’ kata Su-

kartana. Sementara dalam panen perdana bawang putih kemarin, terbukti Bangli tak hanya potensial dalam pengembangan bawang merah, namun juga bawang putih. Hasil panen perdana bawang putih yang didapat dari program pengembangan kawasan bawang putih tahun ini cukup luar biasa. Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang ikut hadir dalam panen perdana kemarin mengatakan hasil panen bawang putih sesuai harapan. Kriteria standar hasil per hektar yaitu kurang lebih 14 ton/hektar. ‘’Kabupaten Bangli sangat berpotensi untuk menjadi sentra bawang putih di kawasan Bali Nusra,’’ ujarnya. Karena itu, pihaknya berharap

ke depan bibit bawang putih tidak perlu lagi mendatangkan dari luar Kabupaten Bangli, apalagi luar Bali. Sementara itu, Kasubdit Bawang Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Agung Sanusi mengatakan, pengembangan bawang putih di Indonesia tahun 2019 dilakukan pada lahan seluas kurang lebih 10.425 ha yang tersebar di 110 kabupaten/ kota di Indonesia. Kabupaten Bangli merupakan salah satu wilayah di Bali-Nusra yang memang dialokasikan 100 ha dan ditambah dengan pengembangan dari mitra kerja yaitu wajib tanam dari pihak Sinar Harapan Bersatu (SHB) kurang lebih 75 ha. (kmb40)


Sabtu Kliwon, 29 Juni 2019

OLAHRAGA

15

Copa America

Brazil Salahkan Lapangan Porto Alegre – Gabriel Jesus mencetak gol kemenangan melalui tendangan penalti untuk membawa tuan rumah Brazil mengalahkan Paraguay dengan skor 4-3 (0-0) pada babak perempatfinal Copa America di Gremio Arena, Porto Alegre, Jumat (28/6) kemarin. Hasil ini meloloskan tim Samba ke semifinal. Bali Post/022

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose (kanan) dan Bintang Puspayoga.

Kapolda Petrus Golose Pimpin PTMSI Bali

Denpasar (Bali Post) – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose kini memimpin Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bali. Delapan Pengkab dan Pengkot PTMSI se-Bali secara aklamasi memilih Petrus Golose sebagai ketua umum masa bakti 2019-2023 menggantikan Bintang Puspayoga dalam Musprov di Mapolda Bali, Denpasar, Jumat (28/6) kemarin. Petrus Golose mengaku memang cinta terhadap tenis meja. Ia menilai tenis meja merupakan olahraga yang murah meriah. Hampir di tiap banjar terdapat meja pingpong dan bisa digeluti sampai lansia. Hebatnya lagi, menjelang Porprov 2019 di Tabanan, Bali akan menggelar turnamen International Bali Open di GOR Merpati, Denpasar, mulai 19 Juli mendatang. ‘’Kejuaraan ini bakal diikuti atlet dari beberapa negara. Saya mengharapkan petenis meja Bali mampu tembus sampai babak delapan besar,’’ katanya. Kapolda bertekad mem-Bali-kan tenis meja dan mentenismejakan Bali. Untuk itu, pihaknya ingin menyiapkan fasilitas, merekrut pelatih bersertifikat, mencetak atlet berkualitas dan memperbanyak turnamen. ‘’Pelatih berkualitas itu ibaratnya dokter spesialis yang mampu melatih dan mencetak atlet berprestasi,’’ ungkapnya. Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, sekitar tiga tahun lalu di Bali ada yang berniat mendirikan PTMSI tandingan, namun dirinya menolak. Bali pun tetap mengirim atlet juara Porprov ke Pra-PON. ‘’Kami di Bali ini tetap solid dan bersatu,’’ jelasnya. Pada bagian lain, Bintang Puspayoga yang telah dua periode menjabat Ketua Umum PTMSI Bali menyatakan, ada surat dari PTMSI Pusat ke KONI Bali bahwa di Pulau Dewata tidak ada kepengurusan PTMSI. Pelaksanaan musprov didahului pramusprov beberapa waktu lalu. (022)

Dua kali sebelumnya pada tahun 2011 dan 2015, Paraguay mengalahkan Brazil pada tahap yang sama dalam adu penalti. Hal itulah yang membuat gusar publik sepak bola tuan rumah. Mereka khawatir kejadian tersebut terulang kembali karena hingga berakhirnya waktu normal skor tetap tanpa gol. Kemenangan Brazil diawali kesuksesan kiper Alisson menyelamatkan tendangan penalti pembukaan Paraguay yang dilakukan Gustavo Gomez. Dalam kedudukan imbang 3-3, Gabriel Jesus yang menjadi penendang terakhir tim Samba sukses mencetak gol keempat. Tuan rumah Brazil akan menghadapi rival abadinya Argentina atau Venezuela di semifinal. Pelatih Brazil, Tite, marah dan mengamuk di lapangan usai pertandingan gara-gara timnya harus melalui penalti untuk mengalahkan Paraguay. Padahal, lawan kehilangan satu pemain setelah diusirnya Fabian Balbuena. Tite menyalahkan kondisi lapangan yang menyebabkan bola tidak bisa mengalir dengan mulus. ‘’Ada ruang untuk perbaikan, tapi itu mungkin ketika Anda memainkan umpan di tanah yang bagus. Semua pemain meminta saya untuk mengeluh tentang hal itu. Tidak masuk akal pada pertandingan tingkat tinggi sangat sulit meneruskan bola. Kami membutuhkan tiga sentuhan untuk meneruskan bola ke depan. Tidak dapat dibayangkan

di mana pun di dunia kondisi buruk ini,’’ ujar Tite. Lapangan di Porto Alegre sebelumnya juga dikritik keras oleh kapten Argentina Lionel Messi dan striker Luis Suarez (Uruguay). Itu mungkin yang membuat permainan Brazil tidak berkembang sehingga diejek oleh fansnya di babak pertama. Berarti untuk ketiga kalinya dalam empat pertandingan, mereka dicemooh oleh publiknya sendiri. Piala Dunia Lucy Bronze tampil begitu mengesankan saat Inggris menang 3-0 atas Norwegia pada perempatfinal Piala Dunia Wanita di Prancis. Hal itu membuat pelatih Phil Neville memperbarui seruan agar pemain berusia 27 tahun itu memenangkan Ballon d’Or. Jill Scott mengawali gol Inggris pada m e n i t ke-3. Ellen White membawa Inggris memimpin 2-0 pada menit ke-40. Bronze membuat gol ketiga pada menit ke-57. Itu adalah cara sempurna untuk

meraih kemenangan yang membawa Inggris lolos ke empat besar melawan tuan rumah Prancis atau juara bertahan AS. ‘’Dia pemain terbaik di dunia, 100 persen. Saya tidak ragu tentang itu. Apa yang Anda lihat malam ini adalah pemain yang bermain di bagian atas permainannya. Itu adalah tingkat kinerjanya, semakin besar panggung, semakin besar kinerjanya. Dia sangat fenomenal,’’ kata Neville yang juga mantan bek sayap Inggris. Bronze mengaku harus menunggu dua tahun untuk menjadi pemain seperti sekarang. ‘’Saya masih punya banyak hal untuk dikerjakan. S a y a selalu beru-

James Beri Davis Kaos Nomor 23

Tim SSB Porba Batubulan U-10.

Bali Post/ist

SSB Porba U-10 Berjaya di Kampiun Indonesia

Denpasar (Bali Post) – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Porba Batubulan U-10 berjaya pada turnamen Kampiun Indonesia 2019 yang berlangsung di Lapangan Country Club Jagorawi, Bogor, Jawa Barat. SSB Porba tampil sebagai juara setelah menundukkan SSB Kancil Mas Karawang, Jabar, dengan skor 4-3 di final, Rabu (26/6) lalu. Pembina SSB Porba Dewa Teges menjelaskan, sukses ini menunjukkan efektivitas kurikulum Filanesia. Apalagi Putu Arnawa selaku kepala pelatih SSB Porba adalah lulusan kursus pelatih lisensi D PSSI yang diselenggarakan oleh Asprov PSSI Bali pada Januari lalu. Dewa Teges yang juga Sekum Asprov PSSI Bali saat ini mengikuti PSSI-UEFA GS Academy di Hotel Fairmont, Jakarta. Ia berkesempatan hadir ke penginapan skuad Porba U-10 di Citeureup, Bogor, untuk memberikan dukungan dan semangat. Turnamen Kampiun Indonesia digelar sejak Senin (24/6) lalu. Kejuaraan sepak bola usia dini ini melibatkan 20 tim SSB terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. (022)

Los Angeles – LeBron James akan memberikan kaos nomor 23 kepada rekan setimnya di Los Angeles Lakers yang baru, Anthony Davis. James mengenakan nomor 23 selama dua kali membela klub kota kelahirannya Cleveland Cavaliers dan saat memperkuat Lakers musim lalu. Sementara Davis mengenakan nomor 23 selama tujuh musim bermain untuk Pelikan New Orleans. Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Jumat (28/6) kemarin, ESPN mengatakan James akan kembali mengenakan jersey nomor 6 yang dipakainya saat memenangkan dua mahkota NBA pertamanya selama empat musim bersama Miami Heat. Foto-foto dari himpunan ‘’Space Jam 2’’, sekuel film 1996 yang dibintangi legenda NBA Michael Jordan dan ikon kartun animasi Bugs

Bunny menunjukkan James mengenakan jersey nomor 6. Kesepakatan perdagangan untuk Davis akan selesai pada 6 Juli ketika penandatanganan kontrak agen bebas dapat diumumkan. Tetapi rincian tentang langkah itu sudah terungkap mengindikasikan Washington Wizards sekarang terlibat dalam transaksi. Lakers akan memiliki dana 32 juta dolar AS untuk dibelanjakan di agensi bebas di bawah aturan gaji NBA, setelah mengirim Mo Wagner, Isaac Bonga dan Jemerrio Jones ke Washington. Davis juga telah setuju untuk melepaskan bonus perdagangan 4 juta dolar AS untuk menciptakan ruang tambahan gaji yang memungkinkan Lakers mengejar agen bebas NBA tingkat maksimum lainnya. Langkah ini memung-

kinkan Lakers membangun pemain pendukung di sekitar James dan Davis, yang dapat bergabung menjadi duo Lakers yang tangguh dalam cetakan Shaquille O’Neal dan Kobe Bryant atau bintang-bintang era ‘’Showtime’’ Lakers tahun 1980-an, Magic Johnson dan Kareem Abdul-Jabbar. Lakers juga bisa mencari talenta tingkat atas lainnya untuk membentuk trio bintang seperti yang dilakukan James dengan Dwyane Wade dan Chris Bosh di Miami atau bersama Kevin Love dan Kyrie Irving di Cleveland. Untuk membantu menyelesaikan kesepakatan Davis ke LA, Wizards akan mengirim uang ke Pelikan dan Lakers akan mengirim pilihan NBA Draft putaran kedua 2022 ke Washington. (afp/kmb)

Jakarta (Bali Post) – Dua petenis Indonesia berhasil lolos ke semifinal Pelti Indonesia W15 Jakarta, setelah mengatasi lawanlawannya pada putaran

perempatfinal yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Jumat (28/6) siang kemarin. Petenis yang meraih medali emas Asian Games 2018 di kategori ganda campuran, Aldila Sutjiadi, mengungguli Sakura Hondo asal Jepang dengan kemenangan meyakinkan 6-1, 6-3. Aldila menuturkan bahwa salah satu kunci kemenangannya adalah memaksa lawan melakukan kesalahan. ‘’Pada set pertama saya bermain cukup baik sehingga membuat lawan melakukan unforced error. Pada set kedua, lawan sempat membaik permainannya, tapi saya berhasil membuat dia melakukan kesalahan-kesalahan,’’ kata Aldila setelah pertandingan. Sementara itu, pada pertemuan antara sesama petenis Indonesia, Rifanti Kahfiani mampu mengatasi

Jessy Rompies dengan skor 6-3, 7-6 (6). ‘’Sempat bingung juga dengan permainan dia. Saya cuma berusaha sabar, tak cepat-cepat matikan permainan lawan, sehingga dapat kemenangan,’’ tutur Rifanti yang mengaku akan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi termasuk mempertajam permainan. Pada semifinal, Aldila ditantang petenis Belanda Arianne Hartono yang menang 6-2, 6-3 atas Ramu Ueda (Jepang) dalam laga perempatfinal lainnya. Sementara Rifanti bertemu Michika Ozeki (Jepang) yang menyingkirkan Yexin Wa (Cina) 3-6, 6-4, 6-2. (ant)

Dua Petenis Indonesia ke Semifinal

Sabtu, 29 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobik Dangdut 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Aranyaka Parwa (1) 9:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Komedi Putar

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Vivekananda Yoga Sansta Raih Prestasi Internasional 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

16:05 Wita Taman Sari TK Liang Kumara 17:00 Wita Taman Sari TK Pradnyandari 2 Kerobakan 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Banjar Bali Quis 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Avara Band 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

saha untuk menjadi pemain terbaik yang saya bisa,’’ ungkap Bronze yang sangat bersemangat pergi ke Lyon menyongsong pertandingan semifinal. Piala Afrika Algeria lolos ke babak kedua Piala Afrika 2019 di Mesir setelah menundukkan Senegal 1-0 lewat gol Belaili pada menit ke-49. Algeria melaju karena telah mengumpulkan 6 poin dari dua kali laga. Dalam pertandingan lainnya,

Kenya menyudahi perlawanan Tanzania dengan skor 3-2. (afp/kmb) PAHLAWAN – Kiper Brazil Alisson Becker disambut rekanrekannya setelah menjadi pahlawan dalam adu penalti melawan Paraguay.

Pembaruan Ekonomi

Ia juga mengatakan UE sedang bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat, Cina, dan Jepang mengenai pembaruan Organisasi Perdagangan Dunia. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada Sabtu untuk berusaha mengakhiri perang dagang yang mahal antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. AS telah menuntut pembaruan ekonomi luas dari Cina, termasuk penyediaan perlindungan yang lebih baik bagi kekayaan intelektual Amerika, penghentian

subsidi yang menguntungkan perusahaan milik negara Cina, dan peningkatan akses ke pasar Cina untuk perusahaan AS. Trump telah memberlakukan tarif sebesar 250 miliar dolar AS atas impor Cina dan mengancam akan memperluas kebijakan tersebut untuk mencakup barang lain dengan nilai 300 miliar dolar -- yang secara efektif mencakup semua ekspor Cina ke Amerika Serikat. Cina telah membalas dengan memberlakukan tarif atas impor AS. Trump telah mengatakan kesepakatan dagang yang buruk dengan Cina dan negara lain telah membuat Amerika kehilangan jutaan pekerjaan. (ant)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost

SABTU KLIWON, 29 Juni 2019

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Wayang Wong ’’Anoman Duta’’ Simbol Pengabdian yang Tulus

KULINER

Bayu Pramana

PESTA KESENIAN BALI KE-41

GARAPAN tari Wayang Wong berjudul ‘’Anoman Duta’’ memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Jumat (28/6) kemarin. Garapan tari itu dipersembahkan oleh SMKN 4 Bangli. Sekolah di kabupaten berhawa sejuk tersebut memang kembali berpartisipasi pada ajang PKB kali ini. Walaupun menampilkan lagi kesenian wayang wong, namun sekarang kisah yang diangkat bisa dikatakan berbeda. ‘’Tahun lalu lebih pada inovasi seperti penambahan gending dan bebondresan, sekarang condongnya ke murni tradisi,’’ ujar Pembina Sanggar Gurnata, SMKN 4 Bangli, I Putu Dedi Puspantara. Dedi sendiri turut berperan menjadi punakawan dari pihak Rama dan Laksmana. Dikatakan, bila Anoman yang Bali Post/eka menjadi tokoh sentral dalam WAYANG WONG - Duta Kabupaten Bangli menampilkan seni wayang wong pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Taman Budaya, Den- kisah ini dimaknai sebagai pasar, Jumat (28/6) kemarin. simbol pengabdian yang tulus.

KESEHATAN

TOP IN VASI

KULINER

WONDERFUL BALI

KESEHATAN

Dua Siswa SD Saraswati 6 Denpasar

DutaBUDAYA Bali ke Tingkat Nasional Dalam Lomba Literasi PENDIDIKAN BICARA soal pendidikan literasi atau gemar membaca dan menulis, kita patut meniru model pendidikan di SD Saraswati 6 Denpasar. SD swasta favorit di Jalan Kenyeri Gang Kemuning ini sukses mengantarkan siswanya ke tingkat nasional dalam lomba literasi yang diadakan Kemendikbud RI. Dua siswa tersebut masing-masing I Putu Jagadhita Purnanugraha Sujaya, siswa kelas V-C meraih juara I lomba menulis cerpen seBali. Jagadhita mengirim judul cerpen ‘’Serdadu Gang Padi’’ yang intinya mengajak siswa belajar membaca puisi. Sementara rekan sekelasnya, Ida Ayu Putu Santhi Darmayani (V-C), meraih juara II lomba menulis syair se-Bali. Dia mengirim syair berjudul ‘’Indahnya Mentari Pagi’’. Kedua siswa SD Saraswati 6 Denpasar ini akan menjadi duta Bali di ajang lomba literasi tingkat nasional. Kedua siswa ini sedang dibina dan dilatih intensif untuk persiapan di ajang nasional yang akan dilakukan 25-29 Juli mendatang d i

Tangerang. Keduanya dibina oleh guru Bahasa Indonesia Ni Putu Wijani, S.Pd. Mereka dibina sejak kelas IV. Ida Ayu Shanti dibina lewat ekstra Bina Seni dan Sastra (Bisensa), sedangkan Jagadhita belajar mandiri. Kini keduanya dibina intensif sejak seminggu oleh Wijani. Mereka diajarkan menulis cerpen dan syair melalui skema. Ida Ayu Shanti diajarkan membuat judul baru yakni ‘’Cerita Merangkai Senja’’, sementara Jagadhita masih mencari judul menarik. Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M. didampingi Wakasek merangkap Kaur Kurikulum Dra. Sri Astuti, Kaur Kesiswaan IGA Ari Nuratih, S.Pd., M.Pd., Kaur Sarpras Ni Putu Wijani, S.Pd. dan Kaur Humas Made Mardika, S.Ag., M.Pd.H. menyukuri prestasi anyar ini semoga sukses membawa nama Bali dan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar di ajang nasional. Prestasi ini berkat dukungan orangtua siswa dan

SENIMAN

motivasi siswa untuk berprestasi. Makanya dia mengaku konsisten dengan budaya mutu guna membuahkan prestasi. Pada PPDB 2019/2020, SD Saraswati 6 Denpasar sukses merekrut 128 siswa baru untuk empat rombel sesuai dengan target. Sekolah ini taat asas Permendikbud No. 51/2018 tiap rombel diisi 32 siswa, untuk itu dia minta maaf banyak calon siswa yang tak diterima karena aturan baru. Prestasi ini membuat bangga Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bahwa sekolah ini sukses menerapkan amanah yayasan unggul dalam mutu dan karakter siswa. Siswanya tak hanya menjadi cerdas secara intelektual, juga cerdas emosional, spiritual dan sosial. ‘’Keunggulan ini terus diperkuat lagi tahun ini karena ini bagian dari mengemban kepercayaan masyarakat,’’ tegas Bagus Ketut Lodji yang konsisten menjadikan unit persekolahan di bawah Yayasan PR Saraswati terdepan di Bali. (sue)

KULINER

DUTA BALI - Siswa SD Saraswati 6 Denpasar I.A. Shanti dan Jagadhita dibina Ni Putu Wijani sebagai duta Bali dalam lomba literasi nasional.

TOP Swan Villa Desa Pramana

IN VASI Tawarkan Pengalaman Autentik Pedesaan Bali WONDERFUL BALI SEPERTI namanya, Desa Pramana Swan Villa di Desa Keramas, Gianyar menjanjikan pengalaman tinggal di wilayah pedesaan di Bali. Semua tertata sedemikian rupa sehingga para tamu akan merasa seperti warga Bali yang merasakan kenyamanan dan ketenangan hidup di desa. ‘’Mulai dari angkul-angkul atau pintu masuk vila sudah kami buat menyerupai pintu rumah Bali zaman dulu. Kamudian konsep masing-masing vila juga kami buat agar tamu merasa seperti berada di desa,’’ ungkap Wayan Suarsa, Director of Operation Pramana Hotels. Terletak di Keramas, Desa Pramana Swan merupakan tempat yang tepat bagi keluarga untuk berlibur dan mejauhkan diri dari hiruk-pikuk kota besar. ‘’Kami memiliki vila dengan 2, 3, dan 4 kamar tidur sehingga sangat sesuai bagi keluarga. Belum lagi area yang luas serta kolam renang private di masing-masing vila membuat para tamu akan betah tinggal di sini,’’ ujar pria yang akrab disapa Leon, belum lama ini. Selain itu, Desa Pramana Swan terletak sangat dekat dengan Pantai Keramas. Para tamu yang menginap bisa dengan mudah menikmati matahari terbit sambil bermain di tepi pantai. Berselancar di ombak yang terkenal sangat indah di sana juga cukup menarik dilakukan. ‘’Memang banyak kelebihan yang kami tawarkan. Namun yang utama adalah pengalaman autentik Bali. Bagaimana tamu yang menginap merasakan bagaiamana hidup di desa di Bali,’’ imbuh Suarsa. Pengalaman autentik Bali ini juga tercermin dari kuliner yang disajikan ke tamu serta pelayanan staf yang ramah layaknya keluarga. Para staf di Desa Pramana Swan dibekali pengetahuan dan pemahaman bahwa setiap tamu yang datang menginginkan pengalaman yang tidak terlupakan ketika tinggal di sana. ‘’Staf merupakan garda terdepan kami dalam melayani tamu. Jadi kami selalu mengingatkan mereka akan pentingnya kepuasan dan kenyamanan mereka. Ini juga akan menjadi promosi yang sangat

BUDAYA

Kain Cepuk dan Rang-rang Nusa Penida

KESEHATAN

Motif Unik, Gunakan Pewarna Alami TOP IN VASI

SIAPA yang tak kenal dengan kain tenun Cepuk dan Rang-rang? Kain tenun ini sempat booming beberapa tahun lalu karena motifnya yang unik dan teksturnya yang ringan. Dengan demikian, kain ini tidak saja bagus digunakan sebagai saput, tetapi juga pakaian. Jika jalan-jalan ke Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, kita akan menemui kerajinan tenun kain Cepuk dan Rangrang Nusa Penida di stan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Tepatnya Stan ‘’Ngurah Gallery’’ asal Desa Tanglad, Nusa Penida,

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Klungkung. Menurut pemilik stan, Gede Diari, dalam pembuatan kain tenun Cepuk maupun Rang-rang, pihaknya menggunakan pewarna alami. Bahan bakunya diambil dari kebun sendiri. ‘’Benangnya kita warnai dengan pewarna alami. Kalau merah pakai buah mengkudu, kalau biru pakai warna indigo dan cokelat memakai kayu mahoni. Semuanya diambil di kebun sendiri,’’ ujarnya. Teknik pewarnaan benang ini, lanjut Diari, dilakukan oleh suaminya. Setelah benang diwarnai, barulah Diari menenunnya menjadi kain Rang-rang ataupun Cepuk. Selain dirinya, Diari juga bekerja sama dengan perajin tenun lain di Nusa Penida. ‘’Benangnya dari kita. Perajin tinggal menenun sesuai pesanan,’’ ujarnya.

Anoman diceritakan terlibat perang sengit dengan para raksasa setelah melihat Dewi Sita menjadi tawanan Rahwana. Putra Batara Bayu ini sempat membuat keisengan dengan merusak Taman Angsoka milik Rahwana. ‘’Ketulusan akan unggul dalam segala hal. Hal itu dibuktikan oleh Anoman yang tulus dalam pengabdiannya dengan Rama,’’ jelasnya. Menurut Dedi, Wayang Wong diperkenalkan kepada generasi muda, agar mereka lebih mengenal dan mencintai kesenian yang sudah berumur ini. Kecintaan dapat dilakukan dengan hal sederhana, yakni dengan menyaksikan kesenian tersebut pada ruang-ruang budaya seperti PKB. Pemeran Dewi Sita, I Gusti Ayu Yogi Mahasuari, merasa tertantang untuk mendalami setiap pakem kesenian klasik Bali termasuk Wayang Wong. Gadis berusia 17 tahun itu pun tampak menikmati setiap pakem gerak kesenian Wayang Wong yang dipentaskannya. ‘’Awalnya belum tahu inti ceritanya. Jadi setelah dikasi tahu bisa dan beberapa kali latihan akhirnya paham,’’ ungkapnya. (rin)

Di arena PKB, harga jual kain Rang-rang maupun Cepuk bervariasi sesuai besar-kecilnya kain. Untuk selendang dihargai Rp 250.000. Sementara yang berbentuk kain mencapai Rp 1.750.000 bahkan ada yang sampai Rp 3.000.000. Kata Diari, peminat kain tenun Rang-rang tidak hanya warga lokal Bali tetapi juga tamu mancanegara. Bahkan banyak mahasiswa dari luar yang belajar teknik pewarnaan benang secara alami ke tempatnya. ‘’Karena saya tidak bisa bahasa Inggris, mahasiswanya yang belajar bahasa Indonesia. Mereka tertarik dengan teknik pewarnaan alami,’’ tutur Diari. (san) RANG-RANG - Kain tenun Cepuk dan Rang-rang dipamerkan di stand PKB.

PENDIDIKAN

SENIMAN

baik bagi kami di negara asal para tamu,’’ kata Leon. Ke depan, Wayan Suarsa berharap agar Desa Praman Swan semakin dikenal

sehingga semakin banyak tamu yang menginap dan merasakan pengalaman tinggal di kawasan yang dikembangkan seperti desa di Bali. (gie)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook