terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 162 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu wage, 29 januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tes Urine Calon Pengantin
Buah Cabai Membusuk
Gelogor Masih Krisis Air
Desa Bukian, Payangan punya program baru berupa tes urine bagi calon pengantin. Tes urine yang diikuti 27 calon pengantin ini, salah satu upaya mencegah peredaran gelap narkotika.
Hujan lebat di wilayah Karangasem membuat para petani cabai gigit jari. Buah cabai yang belum layak panen membusuk. Mereka pun terpaksa memanen buah cabai lebih awal guna menekan kerugian lebih besar. KARANGASEM | HAL. 8
Meski di sejumlah daerah sudah turun hujan, hal berbeda terjadi di Klungkung. Setelah warga Desa Besan kesulitan air, warga Dusun Gelogor pun mengalami hal yang sama. Sebanyak 87 KK warga Dusun Gelogor yang bermukim di Bukit Tangkid sudah sejak tiga bulan kekurangan air.
GIANYAR | HAL. 6
KLUNGKUNG | HAL. 7
Gubernur Koster Terima Dubes Vietnam
Bali Sedang Giat Membangun Kualitas Penyelenggaraan Pariwisata
DUBES VIETNAM - Gubernur Bali Wayan Koster menerima Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin.
Kereta Api Tak Cocok untuk Bali ’’Biarkanlah orang Bali meneruskan pola kehidupan pribumi mereka yang indah, bebas dari gangguan apa pun. Pertanian mereka, kehidupan pedesaan mereka, aneka bentuk pemujaan, kesenian religius, dan kesusastraan mereka, semuanya itu menunjukkan suatu kebudayaan pribumi yang amat lentur dan kaya. Maka janganlah dibangun jalur kereta api di Bali. Jangan pula membuka perkebunan kopi Barat; dan terutama janganlah membuat pabrik gula…’’ Demikian sepenggal tulisan G.P. Roufaer, Direktur Bali Instituut tahun 1930-an dikutip dari Buku Michel Picard ‘’Bali: Pariwisata Budaya, Budaya Pariwisata’’ (2006). Secara khusus Roufaer menyoroti tentang larangannya kepada pemerintah kolonial untuk membangun jalur kereta api demi menjaga Bali sebagai permata langka. Apa yang dilakukan Roufaer dengan Bali Instituut terkait dengan program Baliseering (Balinisasi), sebuah program Kolonial Belanda sebagai bagian politik etis bertujuan mempertahankan Bali sebagai museum hidup (living museum) dari kelanjutan warisan budaya Hindu Majapahit yang mulai punah akibat dari proses Islamisasi di tanah Jawa pada abad ke-15. Hal. 11 Penuh Semangat
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyambut baik rencana kerja sama dengan negara Vietnam yang menyatakan ingin lebih banyak menjalin hubungan baik di masa mendatang. Hal ini terungkap ketika menerima lawatan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin. ‘’Saya sangat senang dengan rencana kerja sama ke depan dengan Vietnam, khususnya di bidang pariwisata. Apalagi belakangan rute penerbangan baru dibuka dari Vietnam langsung ke Bali. Tentu akan semakin mempererat jalinan kerja sama kedua pihak,’’ kata Gubernur Koster. Pada prinsipnya, Gubernur Koster menyebut Bali sangat membuka diri untuk kerja sama di berbagai bidang. Terlebih jumlah kunjungan wisatawan Vietnam belakangan ini terus meningkat. ‘’Kami di Bali sedang giat-giatnya membangun kembali pariwisata Bali yang berbasis pada budaya. Kita bangun lagi kualitas pariwisata kita, termasuk infrastruktur penunjangnya,’’ ungkap pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini.
’’Saya sangat senang dengan rencana kerja sama ke depan dengan Vietnam khususnya di bidang pariwisata. Apalagi belakangan rute penerbangan baru dibuka dari Vietnam langsung ke Bali. Tentu akan semakin mempererat jalinan kerja sama kedua pihak.’’ Wayan Koster Gubernur Bali Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, Pulau Dewata sejatinya belum menunjukkan potensi dan kapasitas terbaiknya sebagai daerah tujuan wisata alias masih banyak kawasan yang bisa dieksplor dan dikembangkan. ‘’Mungkin baru 30 persen potensi pariwisata Bali yang dikenal saat ini. Yang kebanyakan menumpuk di Bali Selatan. Kawasan (Bali) Utara, Barat dan Timur masih banyak yang bisa dikembangkan lagi. Koneksi kawasan-kawasan ini yang akan kita bangun dan sempurnakan. Kita tata agar semuanya terhubung,’’ terang pria yang juga mantan
Karya Agung Pangurip Gumi
MENGEMBALIKAN KEHARMONISAN BUMI
Bencana alam seringkali terjadi beberapa tahun terakhir ini di seluruh nusantara. Mulai dari banjir bandang, gempa bumi, gunung meletus dan bencana lainnya. Bencana yang menelan korban jiwa dan juga materi dalam konsep Hindu menandakan terganggunya keharmonisan alam. Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Batukau bertujuan mengembalikan keseimbangan alam, sehingga kembali tercipta keharmonisan. Salah satu rangkaiannya adalah Ida Batara lunga masucian ke Segara Tanah Lot.
K
etua Umum Karya Agung Pangurip Gumi yang juga Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya
menyampaikan, karya ini digelar sesuai dengan fungsi Ida Batara Batukau. Hal. 11 Berjalan Kaki
Hari Ini, Melasti ke Segara Tanah Lot RIBUAN pamedek dipastikan akan mengikuti iring-iringan rangkaian upacara Pamelastian dari Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel sampai dengan Pura Luhur Tanah Lot, Kediri, Tabanan, Rabu (29/1) hari ini. Pamelastian yang berlangsung selama empat hari tiga malam tersebut atau sampai dengan 1 Februari 2020, menempuh perjalanan 90 kilometer (sampai balik lagi ke Pura Luhur Batukau). Hal. 11 Tiga Sungai
Harian Bisnis Bali Sasar Wisman Berkualitas Perekonomian Bali bergantung dengan perkembangan sektor pariwisata. Namun sektor ini rentan terpengaruh dengan adanya isu maupun kejadian global, seperti kasus virus Corona. Apa yang harus dilakukan? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Tim Sisir Danau Batur Kondisi air Danau Batur yang sempat hijau, pada Selasa (28/1) kemarin kembali normal dan tak ada ikan yang mati.
www.denpost.id
anggota DPR-RI tiga periode ini. Khusus dengan Vietnam, Gubernur Koster menyebut negara yang terkenal dengan julukan negeri Paman Ho tersebut punya kedekatan secara emosional dengan Indonesia dan Bali secara khusus, terutama jika berbicara sosok Presiden pertama/ Proklamator Indonesia Bung Karno yang dikenal memiliki hubungan baik dengan sosok Ho Chi Minh, tokoh revolusi Vietnam. ‘’Ada memori sejarah antara kedua negara dan hubungan baik ini sudah dirintis oleh Bung Karno dan Ho Chi Minh di masa lalu,’’
sebutnya. Dubes Pham Vinh Quang menyebut Bali saat ini jadi destinasi wisata favorit bagi warga kelas menengah Vietnam yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat pesat. ‘’Untuk itu kami putuskan membuka rute penerbangan baru dari Hanoi dan Ho Chi Minh City langsung ke Bali melihat besarnya minat warga kami untuk mengunjungi Bali. Tahun 2019 saja tercatat 4 sampai 5 ribu wisatawan Vietnam yang bepergian dan berwisata ke Bali,’’ jelas Dubes Vinh Quang. ‘’Jumlah itu merupakan 50 persen dari total jumlah wisatawan Vietnam yang berkunjung ke Indonesia,’’ imbuhnya. Tahun 2020 pun, menurut Dubes Pham Vinh Quang, rute penerbangan langsung dari dan ke Vietnam akan bertambah mengingat beberapa maskapai Indonesia sedang menjajaki dibukanya beberapa rute tambahan. ‘’Dijamin, ke depan makin banyak wisatawan Vietnam yang datang ke Bali,’’ janji Dubes Vinh Quang. Hal. 11 Karya Foto
Tangani ’’Illegal Logging’’ Bupati PAS Instruksikan Kolaborasi Forkopimda KASUS pencurian kayu hutan (illegal logging) mendapat atensi serius dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Apalagi, menyusul kasus pencurian kayu hutan yang diungkap oleh aparat Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt dan jajaran Kodim 1609 Buleleng. Aksi para pelaku ini dicurigai dilakukan oleh jaringan yang kuat, sehingga sulit ditindak. Untuk itu, pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam memberan-
tas illegal logging di Bali Utara. Hal itu diungkapkan Bupati usai memantau temuan barang bukti kasus illegal logging yang diungkap jajaran Kodim 1609 Buleleng, Selasa (28/1) kemarin. Hal. 11 Penegak Hukum Illegal Logging - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menginstruksikan pemberantasan kasus illegal logging bekerja sama dengan semua unsur Forkompinda.
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Pemprov Bali Raih Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 PEMERINTAH Provinsi Bali mendapat penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Bali mendapatkan predikat Sangat Baik (BB). Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Menteri Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Muhammad Yusuf Ateh pada acara Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Wilayah II, bertempat di Inaya Putri BaliNusa Dua, Badung, Senin (27/1). Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan kinerja pemerintahan yang baik setidaknya dicapai melalui perencanaan yang berkualitas, pengarahan yang baik disertai keteladanan, ketersediaan informasi secara tepat waktu, adanya keterlibatan pemangku kepentingan, sumberdaya yang baik, pengendalian yang tepat dan pelaksanaan yang transparan. “Mudah-
mudahan tahun 2020 ini, kita bisa mendapatkan A. Ini maknanya semua aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan outcome atau dampak dari program sudah sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan yang dilakukan sejak awal dengan target-target yang jelas dan terukur kemudian dijabarkan dalam program-program yang bisa dievaluasi dan dampaknya terasa bagi masyarakat,” kata Cok Ace. Di samping itu, Wagub Cok Ace juga mengatakan jika pada penganggaran sebelumnya hanya didasarkan pada incremental cost atau jumlah anggaran meningkat berdasarkan presentase tertentu dibandingkan tahun sebelumnya, maka dalam performance-based budgeting seluruh anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya. Setiap dana yang dikeluarkan harus dapat dikaitkan dengan kinerja yang dihasilkan dan dampaknya untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Pemprov Bali melalui dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, pada misi ke-22,
PENGHARGAAN - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
yaitu mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, efesien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah. Untuk mewujudkan misi tersebut, Pemprov Bali telah melakukan penataan perangkat daerah dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Di mana jumlah sebelumnya adalah 49 menjadi 41 OPD. “Penataan ini dimaksud agar pemerintah efektif dan efisien serta terjadi sinergi antara OPD dari hulu ke hilir dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” pungkasnya. Deputi Menteri Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, Kementerian PAN-RB menargetkan seluruh pemprov, kabupaten dan kota tidak ada yang meraih nilai CC. “Saya targetkan tahun 2020 harus minimum B,” katanya. Dikatakannya, saat ini pemerintahan yang sudah mendapatkan nilai baik dapat menjadi mentor bagi daerah lainnya sehingga daerah lain tersebut akan mendapat nilai baik. Ia menilai selama ini sudah banyak pemerintah daerah yang mendapatkan predikat WTP, namun bila ditinjau dari segi manfaat banyak yang belum sesuai yang diharapkan. Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2019 di Wilayah II yang meliputi Bali, Kalimantan, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan. Selain Provinsi Bali, sejumlah kabupaten/kota di Bali juga memperoleh penghargaan SAKIP. Di mana Kabupaten Badung dan Denpasar memperoleh predikat BB. Sedangkan Kabupaten Bangli, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Jembrana, Gianyar dan Tabanan memperoleh predikat B. (kmb)
NYANGGING – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat ‘’nyanggingin’’ serangkaian ‘’matatah’’ massal di Pura Taman Sari Desa Pakraman Kepaon, Selasa (28/1) kemarin.
Rai Mantra dan Jaya Negara ’’Nyanggingin’’ Serangkaian ’’Matatah’’ Massal di Pura Taman Sari Desa Pakraman Kepaon PANGEMPON Pura Taman Sari, Desa Pakraman Kepaon, Pemogan, menggelar upacara mapandes/matatah massal bertepatan pada Anggara Pon Wuku Warigadian, Selasa (28/1) kemarin. Ada yang menarik dari rangkaian upacara ini. Dari empat sangging yang bertugas me-natah (mengasah gigi para peserta), dua di antaranya adalah Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Tidak canggung-canggung, keduanya begitu cekatan dalam me-natah para peserta mapandes/ matatah massal ini dengan menatah tiga peserta. Prawartaka Karya I Nyoman Mariana mengatakan, upacara matatah ini merupakan suatu tradisi bagi umat Hindu pada khususnya. Tatkala anak itu sudah dewasa serta berupaya menghilangkan rasa atau sifat sadripu untuk
anak-anak yang diupacarai yang merupakan bagian dari manusa yadnya. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 24 orang. ‘’Dengan melaksanakan kegiatan ini, diharapkan bisa menambah wawasan budaya bagi generasi muda dan membentuk rasa kekeluargaan serta mempererat persaudaraan antarawarga semeton Pura Taman Sari,’’ ujar Mariana. Sementara itu, Rai Mantra bersama Jaya Negara mengatakan upacara potong gigi (mapandes) ini merupakan salah satu upacara manusa yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu, mapandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Upacara ini bertujuan mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sadripu (enam musuh dalam diri manusia).
Lebih lanjut dikatakan, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, matatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sadripu. Meliputi Kama (sifat penuh nafsu indria), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu). ‘’Mapandes atau matatah merupakan wujud bakti kepada Sang Pencipta. Dengan dilaksanakannya karya matatah dan menek kelih massal ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak, baik dalam berpikir, berbicara maupun berbuat,’’ ucapnya. (ad722)
Polda Bali Tangkap Pelaku Sindikat Eksploitasi Anak Korban Dipekerjakan di Kafe Remang-remang
Denpasar (Bali Post) -
Tim Ditreskrimum Polda Bali menggerebek sebuah kafe di wilayah Banjar Dinas Bugbugan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan. Pasalnya kafe tersebut mempekerjakan anak di bawah umur, yakni seorang remaja putri berinisial EN (15) asal Cianjur, Jawa Barat. Rupanya EN ini ditipu para pelaku sindikat eksploitasi anak, GP (44), selaku pemilik kafe, IY (22), pengelola kafe, dan PR (28), selaku perekrut. ‘’Ketiga pelaku (GP, IY dan PR) sudah ditangkap dan ditahan di Mapolda Bali. Tersangka PR kenal korban lewat medsos. Korban dirayu agar mau kerja di Bali dengan gaji Rp2 juta sampai Rp4 juta,’’ kata Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Suratno, Selasa
(28/1) kemarin. Ia menjelaskan pada 28 Desember 2019, PR memposting perekrutan tenaga kerja di media sosial (medsos). Isinya ‘’Yang minat kerja kafe, merantau, chat me’’. Ternyata, postingan itu dibaca korban. Lantas dia mengirim pesan melalui messenger
Mantan Dirjen Hindu Berpulang MAYJEN TNI (Purn) Ir. Wayan Gunawan, mantan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, berpulang. Jenderal purnawirawan asal Banjar Maspait Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini meninggal di usia 72 tahun, dengan meninggalkan tiga orang anak. Almarhum meninggal dunia di Bandung, Selasa (28/1)
kemarin sekitar pukul 07.00 Wita, akibat serangan jantung. Menurut keponakan beliau, Wayan Geria, informasi meninggalnya almarhum diterima keluarga di Bali sekitar pukul 10.00 Wita. Pagi itu beliau sempat jatuh, kemudian dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal. “Informasinya pagi itu terserang stroke dan meninggal,” katanya. Rencananya, dudonan upacara pitra yadnya dilakukan Selasa pukul 17.00 Wita. Jenazah almarhum akan dilakukan perabuan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Rabu (29/1) ini pukul 09.00 Wita. Almarhum Wayan Gunawan terakhir pulang ke Bali setahun yang lalu. Saat itu kondisinya baik-baik saja. Semasa hidupnya, beliau mengabdi di militer dan terakhir berpangkat Mayor Jenderal, dan bertugas di Dirjen Bimas Hindu. “Karena pengabdiannya di militer sehingga beliau mendapatkan gelar pahlawan, sehingga dimakamkan di taman makam pahlawan,” kaWayan Gunawan (alm) tanya. (kmb16)
Topik : RENCANA KERETA API DI BALI
menanyakan persyaratan dan cara kerjanya. Dalam chat itu, PR minta KTP korban. Tapi karena tidak punya, korban disuruh menyerahkan kartu keluarga. Setelah itu, PR menyebut kalau uang tiket pesawat dan tempat tinggal ditanggung pihaknya. ‘’Kor-
ban tertarik dan berangkat ke Bali pada 29 Desember 2019. Setibanya di Bandara Ngurah Rai, korban dijemput tersangka PR,’’ ungkap mantan Kapolres Buleleng ini. Korban pun dibawa ke Kafe M di Penebel, Tabanan dan ditampung di mes di areal tempat dugem tersebut. Keesokan harinya korban mulai kerja. Korban didandani dan disuruh menggunakan pakaian seksi oleh IY. Selanjutnya korban disuruh melayani pengunjung kafe remang-remang yang rentan dengan pelanggaran
norma kesusilaan serta kesopanan. Bahkan pernah ada tamu yang mabok ingin mencium korban. Pada 1 Januari 2020, korban disuruh menandatangani surat kontrak kerja oleh tersangka IY dan berlaku selama enam bulan. Kalau berhenti sebelum kontrak habis maka korban harus ganti rugi Rp10 juta. Korban juga disodorkan draf surat pernyataan yang telah diketik lalu disuruh menulis ulang pada kertas yang isinya ‘’Saya menyatakan bahwa saya bekerja dengan kemauan
sendiri dan tanpa paksaan dari orang lain, saya bekerja untuk mencari nafkah untuk kedua orangtua saya’’. Kemudian korban disuruh menandatanganinya. ‘’Seolaholah korban membuat sendiri surat tersebut. Ini kan modus mereka saja,’’ ujarnya. Dua hari, korban ditelepon ibu kandungnya yang kerja di luar negeri. Begitu tahu kerja seperti itu, korban disuruh pulang. Namun korban mengatakan tidak bisa karena sudah menandatangani kontrak kerja dan harus ditebus Rp10 juta.
‘’Tanggal 15 Januari 2020, kakak ipar korban minta perlindungan ke Polda Bali. Selanjutnya anggota kami ke TKP untuk mengambil korban dan menangkap para pelaku. Kafe itu berdiri sejak tahun 2018. Tersangka GP dan IY berstatus nikah siri,’’ ungkap perwira melati dua di pundak ini. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Tol Bali Mandara Kini Dilengkapi SPKLU Denpasar (Bali Post) Pengguna kendaraan ramah lingkungan, baik motor maupun mobil listrik, kini semakin dimanjakkan. Menggandeng pihak swasta, Tol Bali Mandara dilengkapi dengan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Launching SPKLU dilakukan Selasa (28/1) kemarin di Tol Bali Mandara, Denpasar. Dirut PT Jasa Marga Bali Tol Enkky Sasono mengatakan, dengan berdirinya SPKLU, itu artinya pihak Jasa Marga Bali Tol menambah layanan kepada masyarakat. ‘’Khususnya
bagi kendaraan listrik,’’ tandas Enkky. Saat ini baru dua ada SPKLU. Ke depan, soal penambahan akan dilihat perkembangan mobil listrik di Bali. ‘’Yang jelas, kami akan ikuti perintah Bapak Presiden dan juga Pergub Bali, soal pengurangan emisi,’’ tegas Enkky. Sementara itu, GM PLN Unit Induk Distribusi Bali Nyoman S. Astawa mengatakan, SPKLU ini adalah launching pertama di Indonesia yang melibatkan swasta. ‘’Yang di dekat Tiara, dan di daerah lain, PLN yang mengendalikan,’’ katanya. Dia berharap seluruh rest area di-
pasang SPKLU seperti ini. Pasalnya, di Bali sudah berkembang motor listrik dan juga mobil listrik. ‘’Kalau motor sudah ada sekitar 500-an hingga 1.000 unit. Kalau mobil listrik masih sedikit,’’ ucapnya. Ditambahkan, kendaraan listrik sejatinya sangat bagus dan dapat mengirit keuangan. Untuk 1 kWh bisa menempuh jarak antara 8-10 km. Jika 1 kWh harganya Rp1.500, dengan pemakaian 2 kWh dengan jarak tempuh 10 km per 1 kWh, maka jauh lebih irit dari BBM dengan harga BBM seperti saat ini, yakni
dengan komposisi 1 liter dengan jarak tempuh 10-12 km. Jadi, kalau menggunakan listrik, hanya 2 kWh hanya Rp3 ribu. Yang menjadi persoalan saat ini adalah kendaraan listrik harganya masih cukup tinggi. Padahal, sebagaimana angan-angan pemerintah, kendaraan listrik adalah solusi mengatasi polusi. Sementara pengelola SPKLU menambahkan, untuk motor bisa di-charge 10 hingga 30 menit. Jika listrik rumah, 20 menit hingga 2 jam, sedangkan untuk mobil, 10 menit hingga 2 jam. (kmb37)
Ruang Nusa Indah RSUP Sanglah
Khusus Tempat Perawatan Pasien Infeksi Virus Progresivitas Tinggi VIRUS Corona yang saat ini sedang merebak, bukanlah satu-satunya penyakit infeksi virus dengan sifat progresivitas cepat yang terjadi di Bali. Sebelumnya ada juga virus lainnya seperti H5N1 atau dikenal dengan flu burung atau H1N1 yang dikenal dengan flu babi. Semua pasien dengan infeksi virus ini dirawat di satu ruangan di RSUP Sanglah, yaitu ruangan Nusa Indah. Pada awalnya, ruangan dengan 34 tempat tidur ini biasanya digunakan untuk merawat pasien infeksi seperti TBC. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD., Selasa (28/1) kemarin mengatakan, Ruang Nusa Indah memiliki ruangan bertekanan negatif sejak terjadi kasus H5N1 atau flu burung. Saat itu, pemerintah menunjuk tiga rumah sakit dalam merawat pasien H5N1, yaitu RSUP Sanglah, BRSU Tabanan dan
RSUD Sanjiwani. ‘’Kita tidak sendiri dalam merawat pasien H5N1 kala itu. Ada dua RS lain yang ditunjuk, yaitu BRSU Tabanan dan RSUD Sanjiwani,’’ ujar Sudana. Ruangan bertekanan negatif yang digunakan untuk merawat pasien H5N1 saat itu berjumlah empat ruangan. Ruangan tekanan negatif ini sendiri berfungsi untuk mencegah penularan atau mencegah virus yang berada dalam ruangan keluar ke lingkungan. Ruangan inilah yang saat ini dipakai untuk merawat pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. ‘’Seperti H5N1, dalam merawat pasien terjangkit virus Corona, RSUP Sanglah tidak sendiri. Ada BRSU Tabanan dan RSUD Sanjiwani. Saat ini ada empat ruangan bertekanan negatif dan rencananya akan ditambah empat lagi,’’ ujarnya. Dalam menerima pasien dengan infeksi virus yang memiliki progresivitas tinggi seperti H5N1 hingga virus Corona memiliki protap yang sama. Jika pasien dikonfirmasi
kedatangannya lebih dahulu atau dirujuk, maka akan langsung dibawa ke Ruang Nusa Indah untuk dirawat di ruang bertekanan negatif. Mobil ambulans yang dibawa akan memasuki area dekontaminasi untuk menjalani proses sterilisasi. Saat menerima pasien, petugas medis memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan kemudian membawa pasien masuk ke dalam ruangan bertekanan negatif di Ruang Nusa Indah. Jika pasien datang tanpa terencana, dalam hal ini berobat karena mengalami demam atau panas, biasanya sesuai protap petugas medis menelusuri riwayat pasien. Jika dicurigai maka pasien akan dibawa ke Ruang Nusa Indah dengan menggunakan ambulans. Sejak virus Corona merebak, hingga saat ini RSUP Sanglah sudah merawat pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona sebanyak delapan orang. Terdiri dari tiga warga Tiongkok, tiga warga Indonesia, satu warga AS dan satu warga Mexico. Namun
dari hasil observasi, kedelapan pasien ini tidak mengarah terjangkit virus Corona. Bahkan hasil labnya negatif. Kemudian saat ini sedang ada dua pasien, satu warga Tiongkok dan satu warga Indonesia yang masih dirawat. ‘’Dua pasien ini tidak mengarah ke sana (virus Corona - red), sehingga tidak dilakukan pemeriksaan lab. Hari ini boleh pulang,’’ ujar Sudana. Karena sudah sering menan-
gani kasus virus dengan progresivitas cepat, pihak RSUP Sanglah siap dalam penanganan pasien terjangkit virus Corona, baik dari sarana-prasarana, protap hingga SDM-nya. Ia berharap masyarakat tidak takut dan jangan panik. Sebab, hingga sekarang Bali masih bebas dari penyebaran virus Corona. ‘’Jaga daya tahan tubuh dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ imbaunya. (san)
Bali Post/eka
RUANG PERAWATAN - Seseorang menuju ruang perawatan Nusa Indah di RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin. Pihak rumah sakit menyiapkan ruangan ini untuk perawatan pasien suspect virus Corona.
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Annual Meeting Mal Pelayanan Publik
MPP, Wujud ’’Collaboration Government’’ Dalam Memberikan Pelayanan Terbaik MAL Pelayanan Publik (MPP) merupakan salah satu pola perwujudan Collaboration Government, di mana semua instansi melakukan sinergitas yang kuat dan terpadu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ‘’Terkait masih adanya kekurangan dan kelemahan yang kita miliki, mari bersama-sama menginventarisir dan membuat rancang bangun sistem solusi sehingga kita punya haluan yang jelas untuk melangkah ke depannya. Bergabungnya instansi di luar Pemkab Badung dengan MPP akan mengakselerasi jajaran masing-masing untuk menunjukkan performa terbaiknya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini merupakan sebuah kompetisi yang bersifat positif, untuk itu kami mengharapkan elaborasi dan kolaborasi antarinstansi terkait sehingga tercipta budaya kerja melayani, yang berorientasi pada kepuasan masyarakat akan sistem pelayanan publik yang diberikan oleh MPP Kabupaten Badung,’’ jelas Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat menghadiri Annual Meeting Mal Pelayanan Publik di Ruang Kriya Gosana Lantai III Puspem Kabupaten Badung, Selasa (28/1) kemarin. Kegiatan tersebut menghadirkan 27 instansi dan OPD terkait yang bergabung dalam Mal Pelay-
anan Publik Kabupaten Badung. Wabup Suiasa menjelaskan, tujuan dibentuknya MPP adalah untuk memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan dan keamanan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Pihaknya memberikan apresiasi kepada semua instansi yang bergabung pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung yang secara tidak langsung ikut mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Badung. Wabup juga berharap masing-masing instansi terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan sehingga proses pelayanan yang terkesan lama dan berbelit-belit bisa dihilangkan. Menurut Wabup Suiasa, selain didukung oleh pegawai yang berkompeten, MPP harus menggunakan teknologi yang saling terintegrasi satu dengan yang lain.
‘’Harapan masyarakat terhadap pelayanan publik adalah kecepatan. Untuk itu, konektivitas dan kecepatan menjadi hal terpenting dari pelayanan publik,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, melaporkan pemerintah pusat minta pemerintah daerah mendorong peningkatan pelayanan publik. Hal ini dapat dilakukan melalui pembangunan MPP. Sebab, masyarakat ingin ada percepatan dalam sektor pelayanan publik. Oleh karenanya, konsep MPP yang mengintegrasikan segala jenis pelayanan dalam satu gedung dinilai tepat. Dengan MPP, diharapkan pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, efektif dan efisien. Termasuk terkait kecepatan pelayanan perizinan investasi. Saat ini, semua pemerintah daerah sedang berlomba un-
tuk memberikan layanan publik terbaik bagi masyarakat. Melalui penyediaan pelayanan publik, menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. ‘’Pada rapat tahunan ini kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas integritas dan totalitas jajaran instansi yang bergabung dengan MPP Kabupaten Badung sehingga kita mampu meraih award kategori pelayanan prima dan zona integritas pada tahun 2019 dari pemerintah pusat. Sekaligus jadikan ini bahan evaluasi diri untuk memetakan kekurangan-kekurangan pelayanan yang dimiliki oleh masingmasing instansi yang bergabung, agar kita bisa melakukan evaluasi internal demi peningkatan kualitas pelayanan yang kita berikan ke masyarakat. Kami selaku leading sector Mal Pelayanan Publik selalu siap mensupport peningkatan kualitas pelayanan dengan menyiapkan SDM berkualitas, sarana yang memadai, serta sistem informasi teknologi yang terintegrasi dengan instansi terkait,’’ imbuhnya. (ad726)
Bali Post/eka
TOWER - Beberapa pengendara melintas di bawah tower yang seperti pohon kelapa di Penarungan, Kecamatan Mengwi.
Diskop Imbau Pengurus Koperasi Segera RAT Mangupura (Bali Post) – Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung memperingatkan seluruh koperasi yang ada di wilayahnya agar segera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rapat pertanggungjawaban pengurus ini wajib dilakukan sebelum 31 Maret mendatang. Kadiskop UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana mengatakan, dari 567 koperasi yang terdaftar di Badung, baru 50 yang telah melaksanakan RAT. “Kami mengimbau seluruh pengurus koperasi untuk segera melakukan RAT. Kami berikan waktu dari 1 Januari hingga 31 Maret,” ungkapnya, Selasa (28/1) kemarin. Menurutnya, koperasi yang tidak melakukan RAT sampai batas waktu yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi. Bahkan, pihaknya memberlakukan sanksi pembekuan izin usaha bila pengurus koperasi tidak melaksanakan RAT selama dua kali berturut-turut.
“Saya harap koperasi yang sehat melaksanakan RAT tepat waktu. Kalau tidak, ya kami evaluasi apa alasannya tidak RAT. Sudah berapa kali tidak RAT, kami minta penjelasan kepada pengurus. Kalau dua kali berturut-turut tidak RAT, kami bisa ajukan pembekuan badan hukumnya,” ujarnya. Dikatakan, banyaknya koperasi yang belum melakukan RAT lantaran pengurus koperasi memilih hari libur, sehingga dapat menghadirkan seluruh anggota. “Waktu yang dicari untuk melakukan rapat oleh koperasi hanya hari libur, yakni Sabtu dan Minggu. Jadi, dari awal Januari baru 50 koperasi yang RAT,” tegasnya. Terkait koperasi nonaktif di Kabupaten Badung, mantan Camat Kuta Selatan itu mengatakan telah diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM RI. “Ada 31 koperasi yang sudah tidak aktif di Badung, didominasi koperasi karyawan. Pembekuan izinnya masih di pusat, nanti akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (kmb27)
ANNUAL MEETING - Wabup Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala DPMPTSP Made Agus Aryawan saat menghadiri Annual Meeting Mal Pelayanan Publik bertempat di Ruang Kriya Gosana lantai tiga Puspem Kabupaten Badung, Selasa (28/1) kemarin.
Tower Monopole Menjamur, Diskominfo Lakukan Penataan
Mangupura (Bali Post) Tower monopole kian menjamur di Kabupaten Badung. Tiang microcell ini dapat ditemui di sejumlah wilayah di Gumi Keris. Keberadaan tower ini disinyalir tidak mengantongi izin lantaran berada di luar masterplan yang telah ditentukan. Informasi yang diperoleh, Selasa (28/1) kemarin, tower-tower monopole tersebut dibangun sebelum masterplan ditentukan. Pemerintah telah memiliki aturan mengenai menara komunikasi seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati Badung Nomor 43 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Penataan Pembangunan dan Pengoperasian Menara Telekomunikasi Terpadu, namun belum dilaksanakan sepenuhnya. Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra, saat dimintai konfirmasinya, mengakui ada sebagian menara telekomunikasi belum mengantongi izin sesuai ketentuan Perbup 43 Tahun 2017. Hanya, tidak semua tower monopole
yang ada di Gumi Keris belum mengantongi izin. ‘’Ada yang belum berizin. Masalah perizinan menjadi kewenangan Dinas Perizinan. Saat ini kami sedang melakukan tahapan penataan menara telekomunikasi,’’ ujarnya. Menurutnya, penataan dilakukan menyesuaikan dengan titik koordinat yang telah ditentukan dalam masterplan. Termasuk menata tower yang sudah dibagun, namun tidak sesuai dengan masterplan. ‘’Itulah yang akan ditata agar sesuai dengan masterplan. Mohon maaf, untuk jumlah titik saya kurang hapal,’’ katanya. Di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Made Agus Aryawan, menyebutkan pembangunan menara telekomunikasi telah memiliki aturan jelas. ‘’Setiap bangunan menara telekomunikasi wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Menara Telekomunikasi. Sampai sejauh ini, kami belum pernah mengeluarkan IMB Menara Telekomunikasi,’’ pungkasnya. (kmb27)
Perangi Narkoba, Gubernur Bali Siap Beli Alat Paling Canggih
MARAKNYA peredaran narkoba yang mengancam generasi penerus bangsa menjadi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster. Kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Heru Winarko, Gubernur Koster minta dibelikan alat pendeteksi narkoba paling canggih dan dia akan siapkan anggarannya. ‘’Saya sudah bicara dengan Bapak Kepala BNN bahwa Bali sebagai tujuan wisata dunia. Kami memerlukan sistem yang betul-betul memadai, canggih untuk mencegah dan memperkecil peluang lolosnya pengedar narkoba masuk Bali. Kami akan proteksi Bali dengan peralatan yang secanggih apa pun. Kami menyiapkan anggaran untuk itu,’’ ujar Gubernur Koster saat menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Badan Narkotika Nasional Tahun 2020 di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin. Pihaknya sangat mendukung Rapat Pimpinan BNN tersebut karena merupakan forum yang akan menghasilkan kebijakan dalam rangka penanganan masalah narkoba di Indonesia dan Bali khususnya. ‘’Saya sangat senang dia-
dakannya acara ini. Bali mesti dijadikan sebagai program prioritas dan strategis untuk menyelamatkan generasi kita di Indonesia dan Bali khususnya,’’ katanya. Bali yang menjadi tujuan wisatawan dunia, begitu terbuka dan berbagai warga negara datang ke sini. Tentu saja ada sisi negatif yang harus dijaga, di antaranya peredaran barang terlarang atau narkoba. ‘’Jadi, kami menyiapkan rencana kerja, program aksi khusus berlaku di Bali. Tadi saya minta petunjuk kepada Kepala BNN karena Bali ini harus dilakukan treatment yang khusus karena posisinya sebagai destinasi wisata dunia dan mengambil risiko cukup tinggi. Oleh karena itu harus diberikan treatment kebijakan dan fasilitas memadai mendukung upaya memerangi narkoba,’’ ungkapnya. Koster mengungkapkan, penanganan narkoba tidak bisa cuma BNN, tetapi pemerintah daerah juga bertanggung jawab karena ini tugas negara. BNN akan kewalahan, sehingga harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat karena sebagai ancaman bagi
generasi penerus bangsa. Terkait acara Rapat Tingkat Pimpinan Badan Narkotika Nasional Tahun 2020 mengusung tema ‘’Penguatan P4GN dalam Rangka Melindungi dan Menyelamatkan SDM Indonesia dari Ancaman Narkona Menuju Indonesia Maju’’, Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, untuk mengevaluasi kinerja tahun 2019 dan rencana kinerja tahun 2020. Terutama terkait upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). ‘’Mudah-mudahan ke depan Badan Narkotika Nasional Provinsi dengan pemda dan instansi terkait P4GN bisa dilaksanakan secara optimal,’’ tegasnya. Komjen Heru mengungkapkan, pihaknya sudah memasang alat di Bandara Ngurah Rai, Badung, terkoneksi dengan Cammand Center BNN. Ada tujuh pos atau titik dipasang termasuk Bali. ‘’Apalagi Gubernur janji akan menambah alat canggih, sehingga benar-benar Bali bisa kita protek sehingga aman, nyaman baik bagi warga di sini dan wisatawan,’’ tandasnya. Perbedaan Bali dengan
Bali Post/rah
RAPAT PIMPINAN - Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan BNN Tahun 2020 di Hotel Aston, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin. provinsi lain adalah semua jenis narkoba beredar di Pulau Dewata. Sementara di daerah lain tidak ada beredar heroin dan kokain. Pihaknya fokus mengawasi bandara karena sekarang trennya narkoba dikirim memakai parcel. ‘’Untuk lapas masih ada napi menjadi pengendali narkoba. Tapi kerja sama kami dengan lapas sejauh ini sangat baik. Kalau ada informasi dari BNN, mereka langsung
mengamankan napi yang jadi pengedar dan diserahkan ke kita. Paling penting, kami sampaikan ke Dirjen Lapas jangan sampai ada alat komunikasi masuk lapas,’’ tutupnya. Acara pembukaan rapat yang melibatkan ratusan petinggi BNN, BNNP dan BNNK seluruh Indonesia ini, juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri. (kmb36)
Pamit Nyabit Rumput, Petani Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan Mangupura (Bali Post) Senin (27/1) lalu, Ni Nyoman Roya (65) pamit untuk menyabit rumput di sawahnya. Semalam tidak pulang, mayat petani ini ditemukan mengambang di Bendungan Tungkub, Desa Mengwi, Ke-
Bali Post/ist
EVAKUASI Mayat Ni Nyoman Roya setelah dievakuasi dari dalam dam.
camatan Mengwi, Badung, Selasa (28/1) kemarin. ‘’Mayat korban ditemukan keluarganya di TKP pukul 08.00 Wita. Alamat korban di Banjar Jebaud, Desa Beringkit, Kecamatan Marga, Tabanan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa. Kronologinya, lanjut Oka Bawa, setelah korban tidak pulang sampai pukul 21.00,
keluarganya yaitu Nyoman Sudala, Made Suarniti dan Made Sukana mencari ke sawah serta gubuknya. Hingga pukul 00.00, korban tidak juga ditemukan. Oleh karena sudah malam, pencarian dihentikan. Pencarian dilanjutkan Selasa (28/1) kemarin pukul 05.30. Keluarga korban meminta bantuan sanak keluarga untuk melakukan pencarian. Saat pencarian
dilaksanakan di aliran Subak Tungkub pukul 08.00, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Bage BT 1. Setelah aliran air dam dibuka, mayat korban diangkat ke atas, lalu dibawa ke rumah sakit. ‘’Diduga korban terpeleset saat menyabit rumput dan jatuh ke aliran dam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,’’ ucap Oka Bawa. (kmb36)
Rabu Wage, 29 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjadi Masyarakat Terbuka SEPERTI diketahui, warga dunia kini ‘’demam’’ dengan kata digital. Tidak saja perpustakaan berbasis digital, kini iklim demokrasi yakni berkehidupan politik juga bernuansa digital. Sekarang kita akan dengan istilah demokrasi digital. Demokrasi ini telah menjadi fenomena baru seiring akselerasi teknologi digital. Demokrasi digital merupakan bentuk persilangan antara demokrasi dengan digitalisasi, utamanya terjadi di era Revolusi Industri 4.0. Berkat kemajuan teknologi digital, proses demokrasi konvensional semakin ditinggalkan. Hubungan pemerintah dengan warga mulai lewat internet, web dan aplikasi canggih lainnya. Model smart city termasuk contoh demokrasi digital. Enaknya, demokrasi digital, membuka peluang untuk mengembalikan hakikat demokrasi menjadi lebih populis, dari yang sebelumnya bersifat terlalu elitis dan teknokratis. Demokrasi digital sebenarnya mengedukasi kita menjadi warga dan masyarakat yang terbuka. Namun sayangnya sudah siapkah kita menerima era buka-bukaan ini? Jawabnya ada pada komitmen dan integritas diri sendiri. Lihat saja sejak lama digagas pajak PHRI berbasis digital demi keterbukaan, transparansi dan mudah dikontrol. Namun sampai sekarang belum terlaksana, pasti ada penyebab yang tersembunyi. Bisa jadi pemerintah tak mau karena tak bisa lagi ‘’memainkan’’ angka-angkanya. Bisa juga alat dan SDM tak siap. Yang benar, mau atau tak mau, cepat atau lambat, kita harus akrab dengan dunia digital. Itu kunci sukses menghadapi perubahan. Kedua, bersikap dewasa. Internet atau teknologi informasi dapat mengekspresikan pendapat dirinya tanpa kontrol yang signifikan. Setiap warga bisa menyimpulkan atau menyampaikan gagasan-gagasannya bahkan hal yang paling gila sekalipun. Kita diajarkan menjadi masyarakat yang terbuka. Lewat demokrasi digital kajian politik dapat diproduksi secara bebas, dapat disebarkan ke ruang publik, dan dapat sepenuhnya dimanifestasikan secara bebas lewat surat elektronik, bahkan website. Adanya kontribusi media membuat masyarakat masa kini menjadi masyarakat yang terbuka. Dengan kata lain, pada era komunikasi politik kontemporer, ditambah dengan kehadiran internet jelas telah mengevolusi cara berinteraksi dan berpolitik. Ditambah dengan mudahnya akses internet sampai ke ruangruang kerja individu dapat dimanfaatkan untuk pembentukan opini publik. Isu tentang emansipasi, keterbukaan, kebebasan dapat dengan mudah ditransfer melalui internet. Pertanyaannya, apakah kita sudah siap menggunakan komunikasi politik berbasis digital? Sementara sistem demokrasi di Indonesia mengalami pasang-surut. Apabila politisi mengerti pemilih, mereka bisa membuat komunikasi yang lebih efektif dengan mengetahui siapa pemilihnya, apa yang mereka inginkan dan bagaimana menyentuh mereka dengan mengembangkan komunikasi yang lebih mentarget dan diinginkan pemilih. Dalam era demokrasi ini, internet sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi, berpeluang merevolusi sistem, struktur dan proses demokrasi yang selama ini kita kenal. Nah, jika kita pro-perubahan harusnya demokrasi digital mulai digunakan dengan menyasar anak muda yang sering kali menolak bentuk komunikasi politik lama tetapi menjadi pengguna utama internet dan elektronik digital. Namun jangan lupa ada generasi X dan Y yang masih menggunakan demokrasi konvensional. Demokrasi digital sering dikritik, padahal diperlukan. Kita harus akrab dan berdamai dengan kemajuan zaman, bukan menolak mentah-mentah jika ingin tak digilas oleh perubahan.
POJOK Karya Agung Pangurip Gumi untuk kembalikan keharmonisan alam. - Semoga damai di bumi. *** Bupati Buleleng bertekad berantas aksi ‘’illegal logging’’. - Belum terlambat selamatkan hutan. *** Sebanyak 700 ribu kendaraan di Bali nunggak pajak. - Ragu pemanfaatannya ya?
Kereta Api Jangan Sampai Gilas Budaya Bali
RENCANA pembangunan moda transportasi Bali era baru yang akan menggunakan kereta api mengemuka ke ruang publik. Ada tujuh jalur lintasan kereta api yang akan dibangun, namun khusus tahun ini diprioritaskan jalur kereta api Bandara Ngurah Rai-Kuta. Beragam pendapat disampaikan netizen di akun Facebook @balipost menanggapi hal ini. Ada yang setuju, ada tidak setuju dan tidak sedikit yang mempertanyakan untuk siapa sejatinya megaproyek tersebut dibuat. Apa pun itu, netizen pada dasarnya sama-sama berharap Bali tetap ajeg dengan terjaganya jati diri, budaya, lingkungan, hingga ketahanan ekonomi Bali. Pembangunan apa pun itu jangan sampai merusak tatanan tersebut. Pembangunan juga selayaknya memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Bali pulau kecil, tetapi kepentingan di dalamnya sangat besar. Untuk itulah pemerintah mesti bijak mengambil keputusan, tentunya dengan kajian mendalam. Berikut beberapa komentar netizen. Adi Denut Nah, yang begini saya sangat suka semoga rencana membangun kereta api ataupun KRL tercapai. Salam damai dan sejahtera. Made Widana No way. Semoga Gubernur Bali tidak salah mengambil keputusan. Infrastrukrur sudah cukup padat di Bali. Gede Aryanta Sebastian Cocok untuk mengurangi kemacetan. Denpasar sudah macet, jika tidak ada penanganan serius, 5 atau 10 tahun ke depan sudah kayak Jakarta. Alit Adiyana Mendingan lihat kondisi rakyat. Apa
sawah mau diuruk lagi untuk buat rel kereta? Ke mana petani menggantungkan hidupnya karena sekarang di sawah lebih banyak ‘’menanam’’ pasir dan semen. Putu Mare Tambah crowded. Masalah penduduk sama sampah dulu yang dibenahi, ini malah megaproyek saja yang berjalan. Dewa Gede Suardatika Bisa habis lahan pertanian Bali. Ke depannya Bali berubah menjadi daerah industri metropolitan seperti Jakarta. Penduduk Bali akan tergusur ke luar daerah atau ke pinggiran karena biaya hidup tinggi. Penduduk lokal tergilas dengan persaingan hidup yang serba mahal serta degradasi mental. Budaya Bali akan sirna
perlahan namun pasti. Gyant Alex Kenapa Bali diutak-atik? Bikin rel kereta, bikin tol Jawa-Bali. Bisa tidak biarkan seperti sekarang saja? Jangan cuma mencari untung tapi merusak alam. Saya bukan pejabat terkait. Ini cuma saran biar Pulau Bali yang kecil ini tidak jadi rusak. Hendra Sucipta Yang paling tepat bikin jalur kereta apinya bawah tanah, seperti di Singapura biar rapi. Agung Skip Tanpa sawah hijau, apa yang bisa dijual Bali ke wisatawan dan apa yang akan dimakan penduduknya? Lestarikan alam
Bali, maka alam akan menyejahterakanmu. Mank Arba Yang terbaik itu buat kereta bawah tanah hubungkan ke semua kabupaten supaya bisa semua pekerja dari berbagai daerah mengaksesnya. Ini untuk mengurangi macet. Suhendrawan Harapan saya cuma satu, semoga rencana tidak berakhir cuma jadi wacana tanpa terlaksana. Kalau bisa bangun MRT juga, biar makin maju infrastruktur di Bali. Yustinus Christian Hartanto Buat solusi supaya tidak macet dan tidak merusak alam.
Pendidikan
Prodi MKn Pascasarjana Unwar Dihadiri Tokoh Puri, Naikkan Bersaing Melalui Kualitas Kesejahteraan Guru dan Dosen
67 Tahun Yayasan Dwijendra Denpasar
HUT - Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan bersama pengurus dan tokoh puri dan bendesa pada puncak HUT ke-67 Yayasan Dwijendra. PUNCAK HUT ke-67 Yayasan Dwijendra Denpasar diperingati secara sederhana, Selasa (28/1) kemarin. Peringatan HUT diisi dengan apel bendera diikuti siswa, guru, dosen dan karyawan. Menariknya, Pembina Upacara Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. dan peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali. Ini kali pertama upacara bendera di Dwijendra mengenakan pakaian adat Bali. Pada resepsi HUT dihadiri sejumlah bendesa dan panglingsir puri di Kota Denpasar. Di antaranya Cok. Ratmadi dari Puri Satria, panglingsir Puri Jrokuta A.A. Jaka Pratidnya dan panglingsir Puri Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana. Juga hadir tokoh Puri Penatih, Pemecutan, dan Peguyangan, Ketua Pembina Yayasan IB Erwin Ranawijaya, pengawas dan pengurus lainnya. Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan mengungkapkan sengaja mengundang para bendesa dan tokoh puri di Denpasar, karena berkat jasa puri dan bendesa di Denpasar, Dwijendra lahir dan berkembang seperti sekarang. Di usia 67 tahun, dia mengedepankan konsolidasi demi kemajuan lembaga. Caranya, dengan menaikkan gaji guru dan dosen setiap tahun minimal 10 persen dari gaji pokok. Hal ini dia sadari dengan gaji guru yang memadai mereka akan mampu dan nyaman bertugas. Sebaliknya, dengan gaji guru dan dosen yang minim sangat tak mungkin kita menuntut pembelajaran berkualitas. Dengan pola kepemimpinan ini, Ketut Wirawan berharap semua guru dan karyawannya berpenghasilan di atas UMK. Dengan demikian mereka mampu bersinergi memajukan lembaga yakni Dwijendra.
Dikatakannya, Yayasan Dwijendra dilahirkan oleh tokoh Hindu sebelum agama Hindu diakui secara nasional. Untuk mengisi kemerdekaan, Yayasan membuat sekolah pertama adalah SMP karena SMP negeri saat itu sedikit dan hanya diisi oleh anak pegawai dan pejabat. Makanya SMP Dwijendra dibangun untuk semua warga. Untuk bidang seni di Dwijendra melahirkan Kokar, pendidikan guru agama (PGA), dan Unhi serta PHDI. Semua sekolah ini didirikan orang Bali dan untuk masyarakat Bali. Untuk itu krama Bali, katanya, wajar ikut bertanggung jawab atas perjalanan sekolah ini. Wirawan juga mengungkapkan rasa bangganya karena selama ini warga Dwijendra tetap kompak dan kondusif, bekerja keras dan bekerja ikhlas. Yayasan Dwijendra Denpasar tetap berkomitmen memberi pelayanan pendidikan yang berkualitas mulai dari PAUD/TK, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Semuanya disiapkan menjadi SDM Bali yang cerdas dan berkarakter. Siswa dan guru diwajibkan belajar dan menguasai bahasa Inggris. Sementara dosennya didorong untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang dimuat pada jurnal bereputasi internasional. Undwi, kata Ketut Wirawan, akan disiapkan menjadi pusat kajian pertanian di Bali. Termasuk mendorong mahasiswanya menjadi petani serta membantu pemerintah memajukan sektor pertanian. Panglingsir Puri Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana mengingatkan agar insan Dwijendra tetap eling dan berbuat baik sesuai dengan tugas memuliakan nama Dang Hyang Dwijendra. Meski demikian, Dwijendra tetap menyesuaikan diri dengan dunia digital. (ad715)
KUALITAS Program Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKn) Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) yang ada saat ini tidak bisa dilepaskan dari adanya peran Forum Kerja Sama Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (FK PS MKn PTS) se-Indonesia. Forum kerja sama ini secara berkala berusaha secara berkesinambungan melakukan upaya penjaminan mutu, khususnya mutu dalam proses pembelajaran Prodi MKn. Demikian disampaikan Ketua Prodi MKn Pascasarjana Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. yang juga sebagai salah satu pengurus Inti FK PS MKn PTS se-Indonesia ini, Selasa (28/1) kemarin. Dikatakannya, dalam waktu dekat ini pada 30 dan 31 Januari 2020 bertempat di Kampus Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat akan dilaksanakan pertemuan rutin enam bulanan yang juga akan diisi dengan kegiatan Lomba Debat Hukum Kenotariatan dan Lomba Kemahiran Membuat Akta-akta Notaris. Lomba debat ini diikuti oleh 18 Prodi MKn PTS se-Indonesia. Salah satunya Prodi MKn Pascasarjana Unwar. Sujana yang juga sebagai seorang advokat ini menegaskan bahwa Prodi MKn Pascasarjana Unwar terus berupaya menjaga mutu lulusan dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas secara kontinu. Sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kualitas lulusan tersebut, kali ini Prodi MKn Unwar mengirim Tim Lomba Debat, yang terdiri dari dua regu untuk mengikuti Lomba Debat Hukum Kenotariatan dan dua regu lagi untuk mewakili Lomba Kemahiran Membuat Aktaakta Notaris. Adapun tujuan lomba kemahiran membuat akta dan debat hukum kenotariatan dimaksudkan untuk menggali potensi yang besar bagi mahasiswa Prodi MKn Unwar
untuk berkembang dan perlu secara dini digali kreativitasnya sebagai calon notaris yang memiliki kualitas keilmuan kenotariatan dan kemahiran (skill) di bidang kenotariatan dan ke-PPAT-an. Untuk itu, diperlukan media dan forum kompetisi sebagai ajang kreativitas dan komunikasi ilmiah guna menampilkan hasil kreativitasnya. Apalagi, kegiatan ini memberi peluang kepada mahasiswa untuk memaparkan ide-ide kreatif dan inovatif berupa presentasi, lomba teknik pembuatan akta, dan debat ilmu kenotariatan terkait permasalahan hukum dalam praktik Notaris–PPAT. ‘’Wadah ini memberi kesempatan lebih luas bagi perguruan tinggi swasta, khususnya penyelenggara Prodi MKn untuk mengikutkan mahasiswanya dalam kompetisi sebagai wahana belajar yang baik bagi mahasiswa Prodi MKn se-Indonesia,’’ terang pria yang sering dipanggil Manjana ini. Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. mengatakan, untuk tahun ajaran 2020/2021 Prodi MKn Pascasarjana Unwar yang telah terakreditasi B siap menerima mahasiswa baru angkatan ke-5. Bahkan, pendaftaran akan dibuka mulai 3 Februari 2020 dengan target maksimal 50 orang mahasiswa. Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui website pascasarjana.warmadewa. ac.id. Pihaknya optimis target tersebut bisa terpenuhi, bahkan bisa melebihi kuota. Sebab, Prodi MKn Unwar memiliki visi yang strategis, yaitu menjadikan lulusan Prodi MKn yang berintegritas, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034. ‘’Dengan mahasiswa mengikuti perlombaan debat ini kita harapkan mampu memberikan kontribusi terhadap apa yang dicita-citakan bersama, terutama membantu dalam peningkatan reakreditasi Prodi MKn dari B menjadi A Unggul,’’ pungkas Rai Sita Laksmi. (ad716)
BERSAMA - Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. didampingi Kaprodi MKn Pascasarjana Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. berfoto bersama mahasiswa peserta lomba debat yang akan dilaksanakan di Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Pemkab Tabanan Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2021 PEMERINTAH Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) menggelar kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Tabanan Tahun 2021. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat lantai tiga Kantor Bupati, Selasa (28/1) kemarin mengambil tema ‘’Generasi Milenial untuk Industri Pariwisata Berkelanjutan’’. ‘’Kegiatan ini bertujuan mendapatkan masukan dan saran guna penyempurnaan rancangan awal RKPD menjadi pedoman dalam Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan. Hal itu sebagai pedoman penyempurnaan rancangan awal rencana perangkat daerah,’’ jelas Sekre-
taris Bapelitbang Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Sutapa. Turut hadir pada kesempatan itu Bupati Tabanan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan A.A. Dalem Tresna Ngurah, Perwakilan Forkopimda Kabupaten Tabanan, Kepala BPS Tabanan Indra Susila, Sekretaris Dewan Kabupaten Tabanan, Kepala Bapelitbang dan seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta perwakilan seluruh elemen masyarakat Tabanan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan A.A. Dalem Tresna Ngurah mengatakan konsultasi publik dokumen perencanaan ini penting dilakukan guna memberikan kesempatan kepada seluruh
sosok Jaga Kualitas dan Ketepatan Waktu LAHIRNYA Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) yang sudah berjalan satu tahun, tentunya memberi manfaat tersendiri bagi para anggotanya. Sebelum adanya asosiasi ini, para pengusaha dekorasi terkesan berjuang sendirisendiri. Akibatnya muncul perang tarif. Namun kini para anggotanya justru saling mengisi satu sama lain. Anggota APDB Tabanan I Wayan Sukawibawa yang juga menjabat bendahara kepengurusan di APDB Bali, Selasa (28/1) kemarin, mengatakan dengan adanya asosiasi ini, permasalahan antarpengusaha dekorasi sudah tidak ada lagi. Padahal sempat ada perang tarif saling bersaing mendapatkan pelanggan. ‘’Namun saat ini sudah ada standar harga yang disepakati. Pertimbangannya agar tidak saling menjatuhkan dan merugikan antara satu dengan lainnya,’’ terangnya. Manfaat lain yang didapatkan adalah saling mengisi antaranggota. Misalnya saja, saat sedang ‘’ramai’’ pesanan untuk dekorasi khususnya momen atau dewasa tertentu, jika salah satu anggota menerima pesanan lebih dari batas kemampuan, maka dengan senang hati order itu dialihkan kepada anggota lain yang memiliki lokasi dekat dengan alamat pelanggan itu. ‘’Jadi saling mengisi. Misalnya banyak permintaan dan tidak bisa handle keseluruhan, kami arahkan ke anggota lain. Demikian sebaliknya,’’ terangnya. Meski demikian, kata Sukawibawa, APDB sendiri tetap menjaga layanan (servis) yang baik kepada pelanggan serta menjaga kualitas dan ketepatan waktu pemasangan. Di Kabupaten Tabanan sendiri sudah memiliki anggota sebanyak 147 orang. ‘’Di Tabanan masih dalam perjuangan lobi-lobi agar lebih dikenal di masyarakat. Masih dalam proses perjuangan karena kami baru berdiri setahun,’’ ucapnya. Terkait style APDB, dikatakan Sukawibawa, memang tidak ada pakem menonjol. Hal itu tergantung kreasi anggota masing-masing. ‘’Pastinya tidak pernah terlepas dari nuansa Bali,’’ terangnya. (bit)
elemen masyarakat, ikut berperan aktif dalam pembangunan Tabanan yang dimulai dari penyusunan dokumen perencanaan. ‘’Konsultasi Publik Dokumen Perencanaan merupakan bagian proses perencanaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang sesuai amanat UU 25 Tahun 2004. Amanat UU itu terkait sistem perencanaan pembangunan nasional,’’ imbuhnya. A.A. Dalem melanjutkan, pertemuan kali ini fokus membahas prioritas pembangunan tahun 2021 yang merupakan penjabaran RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan 2016-2021. Dengan mengambil tema ‘’Generasi Milenial untuk Industri Pariwisata Berkelanjutan’’.
Terkait hal itu, ia menegaskan kata kuncinya adalah generasi milenial dan industri pariwisata berkelanjutan. ‘’Generasi milenial merupakan generasi usia produktif yang memiliki ide-ide maupun terobosan baru, khususnya yang mengembangkan wirausaha baru dengan memanfaatkan potensi demografi Tabanan. Sedangkan industri pariwisata berkelanjutan merupakan konsep mengunjungi suatu tempat sebagai seorang wisatawan dan berusaha membuat dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat dan ekonomi,’’ ujarnya. Pihaknya menyadari pembangunan itu pasti sangat membutuhkan pendanaan yang cukup. Pendanaan itu
hampir selalu menjadi kendala Kabupaten Tabanan. Alasannya, kapasitas fiskal keuangan yang ada sangat terbatas. Apalagi, masih banyak permasalahan yang harus ditangani. Permasalahan itu mulai fasilitas pendidikan, kesehatan, pertanian, industri pariwisata termasuk jaminan sosial dan lainnya. ‘’Keterbatasan kemampuan keuangan daerah ini memperkecil jangkauan kita mencakup permasalahan tersebut. Karena itu diperlukan kesepahaman yang menitikberatkan penggunaan kemampuan keuangan tersebut pada program utama yang menyasar pada kesejahteraan, keamanan dan prestasi,’’ tambah A.A. Dalem. (ad718)
KONSULTASI PUBLIK - Kegiatan konsultasi publik rancangan awal RKPD 2021 di ruang rapat kantor Bupati Tabanan, Selasa (28/1) kemarin.
Didiagnosis Bronchitis Kondisi Pramugari Membaik
Tabanan (Bali Post) -
Kondisi pramugari, pasien rujukan observasi virus Corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Tabanan kian membaik. Rencananya, pihak rumah sakit kembali melakukan pemeriksaan laboratorium dan juga rontgen, sebagai upaya prosedur tetap tahap evaluasi.
pengecekan laboratorium dan rontgen, selanjutnya tergantung hasilnya. Saat ini pasien dirawat dengan diagnosis gejala bronchitis. “Pasien saat ini dirawat gejala bronchitis,” imbuh dr. Suratmika. Seperti berita sebelumnya ,seorang pramugari dirawat sejak Minggu (26/1) di Rumah Sakit Tabanan. Pramugari ini merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Kasih Ibu di Denpasar untuk observasi virus Co-
rona. Pasalnya pasien itu memang ada riwayat perjalanan pulang dari penerbangan dari Tiongkok. Setelah datang dari Tiongkok, dia sempat mengeluhkan demam. Bahkan sempat dicurigai suspect virus Corona. Namun setelah dilakukan observasi gejalanya hanya mengarah pada bronchitis. Karena sebelumnya ia tidak ada riwayat atau tanda infeksi paru atau yang disebut pneoumonia. (kmb28)
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, menjelaskan pengecekan lab dan rontgen pada pasien bersangkutan hanya untuk mengevaluasi kembali, sejauh mana kondisi pasien tersebut. Sejatinya hal itu merupakan protap bagian pemeriksaan. Tu-
juannya, mengevaluasi apakah benar-benar memang sudah dirasakan telah membaik atau perlu tindakan lainnya. ‘’Penanganan lebih lanjut itu sudah sesuai protap mekanisme secara medis,” tegasnya. Sesuai hasil visit dokter ahli, kondisi pasien dikatakan telah
membaik. Pasien sudah tidak ada demam termasuk sesak. “Untuk cek lab dan rontgen akan dilakukan Rabu hari ini atau hari ketiga setelah dilakukan observasi,” terang dr. Suratmika, Selasa (28/1) kemarin. Setelah dilakukan
Tabanan (Bali Post) Setelah dilakukan pengecekan administrasi secara selektif terhadap berkas para calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Selasa (28/1) kemarin KPU Tabanan akhirnya mengumumkan hasilnya. Dinyatakan sebanyak 122 pelamar lolos seleksi administrasi. KPU pun menjamin seleksi PPK itu telah dilakukan secara transparan dan ketat. Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Tabanan, I Ketut Sugina, mengatakan setelah dinyatakan lolos seleksi adminitrasi, selanjutnya 122 PPK itu akan mengikuti tes tulis yang akan dilaksanakan tanggal 30 Januari di Universitas Tabanan. “Tes tulis dilakukan secara manual, kami harap para peserta mempersiapkan diri. Materi tes tulis itu lebih pada seputaran kepemiluan dan integritas,” jelasnya. Setelah melewati tahapan tes tulis, nantinya para peserta lanjut tes wawancara di
tanggal 5 Januari 2020. “Jadi seleksi PPK memang ada tahapan yang dilalui. Seluruhnya berjalan transparan dan ketat,” tegasnya. KPU Tabanan akan menerima tanggapan dari masyarakat terhadap peserta PPK yang lolos administrasi ini. “Artinya setelah nama-nama ini (PPK) dipublis, kemudian masyarakat berhak memberikan tanggapan. Misalnya, PPK A menjadi tim sukses si B, PPK B menjadi tim sukses ini. Sepanjang sumber dan buktinya jelas itu menjadi pertimbangan penilaian kita,” bebernya. Peserta PPK yang lolos administrasi ini satu persatu dicek di Sistem Informasi Politik (Sipol), untuk memastikan apakah peserta PPK itu menjadi pengurus partai. Penilaian itulah yang akan dirangkum dengan tes tulis dan tes wawancara yang nantinya menghasilkan peserta lulus dan tidak lulus. “Kami inginkan output dari PPK ini benar-benar bagus,” jelas Suryani. (kmb28)
LOLOS SELEKSI - KPU Tabanan menempel pengumuman 122 PPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.
KPU Umumkan 122 PPK Lolos Seleksi Administrasi
Bawaslu Gelar Rakor
Efektifkan Pengisian Laporan Form A
RAT KOPERASI - Suasana RAT Koperasi milik pegawai negeri di ruang rapat kantor Bupati Tabanan.
Anggota Banyak Pensiun Aset Koperasi Tetap Naik Tabanan (Bali Post) Meski ada penurunan jumlah anggota lantaran memasuki masa pensiun, namun koperasi milik pegawai negeri (KPN Abdi Praja) Tahun Buku 2019 bisa meningkatkan capaian omzetnya. Saat ini omset yang dimiliki berada pada angka Rp17 miliar lebih. Itu artinya ada peningkatan Rp2 miliar dari sebelumnya Rp15 miliar lebih. Jumlah modal sebelumnya Rp10 miliar kemudian secara bertahap naik menjadi Rp 13 miliar lebih dan seterusnya. Ketua KPN Abdi Praja yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, I Made Yasa, mengatakan koperasi milik pegawai negeri ini berdiri sejak tahun 1977. Jumlah anggotanya sampai saat ini sebanyak 2.177 orang. Tahun 2018 karena pensiun berkurang sebanyak 116 orang. Meski demikian, pihaknya mengklaim ada peningkatan SHU di tahun 2019. ‘’Berkat kerja sama seluruh anggota, pembina, pengurus, pengawas dan karyawan telah menambahkan hasil usaha koperasi pegawai negeri dengan meningkatnya aset, omset dan SHU dari Rp804 juta lebih pada tahun 2018 menjadi Rp909 juta lebih tahun buku 2019 atau naik sebesar 13,12 persen,’’ jelasnya. Ia melanjutkan, keberhasilan sebuah koperasi tentunya tidak hanya diukur dari besarnya SHU yang dicapai. Tetapi tidak kalah pentingnya seberapa besar koperasi itu dapat memberikan manfaat bagi anggotanya, karyawan, pengurus, pengawas dan masyarakat sekitarnya. Tidak salah jika dalam perkembangannya kali ini, pihaknya tengah mempersiapkan pembuatan program e-koperasi, untuk meningkatkan pelayanan tertib administrasi dan laporan keuangan. (kmb28)
MENGOPTIMALKAN pencegahan dan pengawasan secara maksimal serta meningkatkan kualitas dan efektivitas hasil pengawasan itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabanan menggelar rapat koordinasi persiapan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Tahun 2020, Selasa (28/1) kemarin. Apa saja variabel pengawasan yang terdapat pada laporan form A? Anggota Bawaslu Tabanan, Drs. I Putu Gede Suarnata, menyampaikan rapat koordinasi itu dilakukan, agar Bawaslu mampu membawa dampak perubahan nyata, khususnya Pengawas Pemilihan Kecamatan dalam membuat laporan form A. “Apakah temuan itu kemu-
dian bisa ditindaklanjuti atau tidak akan terlihat dari form A tersebut. Dari form A itu akan bisa dilihat informasinya dengan lengkap. Di sana sudah ada bukti-bukti apa yang disaksikan, siapa, di mana, termasuk bagaimana tahapannya,” tegasnya. Kordiv HPP Suarnata berharap laporan Form A itu bisa menjadi tindak lanjut apabila ditemukan suatu pelanggaran. Form A itulah menjadi dasar kerja pengawasan. Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Tabanan I Ketut Narta, S.E. menekankan penggunaan alat kerja pengawasan dan simulasi studi kasus selain bagaimana tata cara pengisian form model A
itu. ‘’Dalam simulasi pengisian form model A itu dilaporkan hasil pengawasan pemilihan yang dibagi 10 kelompok. Dengan studi kasus, yakni nonpelanggaran dan dugaan pelanggaran,’’ ujar Ketut Narta. Ia mengingatkan kepada para Panwascam se-Kabupaten Tabanan, berbagai tugas terkait pengawasan dan seluruh tahapan yang dilakukan. Mulai perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon hingga verifikasi, proses kampanye, bagaimana proses politik itu berjalan, proses pemungutan suara, rekapitulasi, dan lainnya. Bawaslu Tabanan juga melakukan pengawasan perekrutan Panitia Pemili-
RAKOR BAWASLU - Rapat koordinasi yang digelar Bawaslu Tabanan yang dihadiri Panwascam se-Kabupaten Tabanan.
han Kecamatan (PPK) dan meminta Panwascam ikut melakukan pengawasan terhadap PPK. Apakah sudah menjalankan tugas sesuai aturan seperti
PKPU (Peraturan KPU). Hasil pengawasan dalam formulir A itu dilakukan dengan laporan berbentuk digital pada pilkada serentak 2020. (bit)
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Gianyar Raih Penghargaan Terbaik II Pengelola Dana Desa 2019
PEMERINTAH Kabupaten Gianyar menerima penghargaan Terbaik II kategori Pengelola Dana Desa Tahun 2019. Penghargaan diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto kepada Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. di Gedung Keuangan Negara 1, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin.
PENGHARGAAN - Penghargaan Terbaik II kategori Pengelola Dana Desa Tahun 2019 diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto kepada Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. di Gedung Keuangan Negara 1, Denpasar, Selasa (28/1) kemarin.
Pemkab Gianyar meraih posisi terbaik ke-2 dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Sekda Wisnu Wijaya usai menerima penghargaan menyampaikan, raihan penghargaan ini berkat dukungan dan kerja keras seluruh jajaran. Yang terpenting juga dukungan dari OPD terkait dan pemerintahan desa yang komit mengelola dana desa. “Ini adalah prestasi atas kinerja kita semua dan ke depan kinerja harus ditingkatkan lagi,“ terang Sekda Wisnu Wijaya. Pihaknya menargetkan pengelolaan dana desa tahun depan akan lebih baik lagi dengan melakukan pembenahan, pendampingan dan pengawasan terhadap tahapan sampai pertanggungjawaban anggaran dana desa, sehingga Gianyar bisa naik peringkat. Lebih jauh Sekda Wisnu Wijaya menyampaikan, dana desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Setiap
kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa, melalui beberapa tahapan proses, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang jelas serta berdasar prinsip. Dengan demikian dana desa akan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, meningkatkan kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana mengajak semua pihak bersama-sama mengelola dana desa dengan sebaik-baiknya untuk rakyat Bali. Perencanaan dan persiapan harus dilakukan dengan matang sehingga dana yang disalurkan pemerintah pusat dapat dikelola dengan baik. Gubernur Bali juga mengajak masyarakat bersama-sama bersinergi supaya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa bisa cepat penyalurannya. (ad717)
700 Ribu Kendaraan di Bali Nunggak Pajak Gianyar (Bali Post) – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Bali mendata sekitar 700 ribu kendaraan belum dibayar pajaknya. Instansi terkait pun sudah melakukan berbagai upaya menangani hal ini, seperti menggencarkan razia gabungan hingga membenahi fasilitas Kantor Samsat. Kepala Dispenda Provinsi Bali Made Santha mengatakan pihaknya mencatat dalam lima tahun belakangan ini 3,3 juta kendaraan roda empat dan roda dua ada
di Bali. Yang sudah wajib pajak 2,6 juta kendaraan, sehingga sisanya sekitar 700 ribu kendaraan masih menunggak pajak. “Yang belum membayar pajak, 82 persen roda dua dan 18 persen roda empat,” ungkapnya usai meresmikan Kantor Samsat Pembantu Gianyar di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Selasa (28/1) kemarin. Beberapa upaya telah dilakukannya guna menyadarkan masyarakat akan wajib pajak. Pihaknya berupaya menyadarkan masyarakat
Desa Bukian Lakukan Tes Urine Calon Pengantin
DESA Bukian, Payangan, sebagai salah satu Desa Bersih Narkoba yang telah dicanangkan di Kabupaten Gianyar, melaksanakan program terobosan baru berupa tes urine bagi calon pengantin yang ada di desa adat di wilayah Desa Bukian. Tes urine yang diikuti 27 orang calon pengantin itu merupakan salah satu upaya pencegahan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat. Acara dilaksanakan Rabu (22/1) lalu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar. Kegiatan diisi sosialisasi narkotika oleh pihak BNN Kabupaten Gianyar yang disampaikan Kasi P2M BNN Kabupaten Gianyar, I Gede Dirgantara, S.H., M.M. Selanjutnya sosialisasi permasalahan
dari aspek ketaatan wajib pajak dengan adanya razia gabungan. Di sana ada komponen Polisi Lalu Lintas, Dispeda, Jasa Raharja dan Dishub. Dispenda Bali juga membenahi pelayanan di samsat keliling dan kantor samsat, salah satunya dengan menambah Kantor Samsat Pembantu seperti yang ada di Desa Adat Sayan. Menurut Kepala UPTD Samsat Gianyar Anak Agung Rai Sugiharta dibukanya Samsat Pembantu Gianyar di Sayan guna memberikan pelayanan yang maksimal
kepada wajib pajak. Sasarannya masyarakat dari Gianyar bagian barat, Badung Utara dan Badung Timur, hingga masyarakat wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli. “Kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gianyar yang mencapai 500 ribu jiwa. Kendaraan yang terdaftar sebanyak 347.348 unit. Dengan Kantor Samsat Pembantu di Sayan ini, bagian perbatasan bisa kami jangkau,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SAMSAT - Suasana pelayanan di Kantor Samsat Pembantu, Desa Sayan, Ubud.
Satpol PP Minta Baliho Wanita Berbikini Diganti Gianyar (Bali Post) – Baliho bergambar wanita berpakaian bikini mendapat keluhan sejumlah masyarakat yang melintas di Jalan Raya Batubulan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Iklan seorang perempuan yang hanya mengenakan BH dan celana dalam itu dinilai kurang etis, apalagi dipampang tepat di sebelah pura milik warga setempat. Menerima keluhan itu, petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi baliho berukuran besar tersebut. Sejumlah anggota langsung mengecek ke lokasi. ‘’Laporan warga benar adanya. Petugas menemukan pemasangan iklan dengan ukuran besar bergambar wanita m e n genak a n bikini,” k a t a
kesehatan dan kesejahteraan keluarga dari PKK Kabupaten Gianyar yang disampaikan Ketua Pokja 2 PKK Gianyar, Ny. Bintari Suradnya. Acara berjalan baik dan mendapat respons positif dari tokoh masyarakat serta calon pengantin yang akan melaksanakan tes urine. Tokoh masyarakat Bukian, I Made Junarta, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas adanya kegiatan tes urine bagi calon pengantin. Hal ini akan menjadi program contoh dalam masyarkat sehat, sehingga nantinya sebagai bentuk pencegahan peredaran gelap narkoba selain kegiatan positif lainnya. Ke depan, kegiatan tes urine bagi calon pengantin ini diharapkan bisa diikuti desa lainnya yang ada di Kabupaten Gianyar sebagai bentuk penyelamatan generasi bangsa. (r)
Bali Post/kmb35
SIDAK - Satpol PP Gianyar menyidak baliho bergambar wanita berpakaian bikini di Jalan Raya Batubulan, Sukawati.
Jadi Rujukan Penanganan ”Suspect” Virus Corona
RSUD Sanjiwani Tunggu SE Menkes Gianyar (Bali Post) – Sebagai daerah pariwisata, Kabupaten Gianyar harus waspada terhadap suspect virus corona. Menyikapi hal itu, RSUD Sanjiwani menjadi salah satu rumah sakit yang dipersiapkan sebagai rujukan menangani pasien tersebut. Namun, RS yang beralamat di Jalan Ciung Wanara ini masih menunggu Surat Edaran
(SE) Menteri Kesehatan dan arahan dari Provinsi Bali. Direkrut Utama RSUD Sanjiwani Dr. Ida Komang Upeksa, Selasa (28/1) kemarin, mengatakan rumah sakit yang dikelolanya siap bila sewaktu-waktu dijadikan rujukan pasien suspect virus Corona. Tetapi terkait teknis penanganan, pihaknya masih menunggu turunnya Surat Edaran
Menkes dan arahan dari provinsi. Terkait kesiapan fasilitas yang dimiliki oleh RSUD Sanjiwani, ia menyebut sudah memiliki ruang isolasi. “Untuk fasilitas saya kira sudah siap. Untuk ruang isolasi, kami sudah siapkan fasilitas isolasi airborne di IGD,” terangnya. Ida Komang Upeksa minta petugas tidak ikut
panik bila menerima pasien demam. Terlebih informasi terkait kondisi pasien belum jelas. “Kami sudah tekannya itu kepada seluruh petugas di rumah sakit saat apel p a g i . Ki ni s e m ua s ud a h memahami kondisi dan situasinya,” ujarnya. (kmb35)
dr. Ida Komang Upeksa
Kasatpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha, Selasa (28/1) kemarin. Petugas Satpol PP Gianyar turun bersama bagian perizinan. Berdasarkan hasil penelusuran bagian perizinan, iklan tersebut sudah mengantongi izin. Namun, baliho tersebut menggunaan gambar wanita berbikini. “Gambarnya itu yang mendapat banyak keluhan,“ ujarnya. Menurut Watha, iklan seperti itu kurang etis dipasang di tempat umum. Apalagi ada protes karena iklan seperti itu dipasang dekat dengan tempat suci milik warga. Atas komplin warga ini, pihak Satpol PP Gianyar langsung berkoordinasi dengan pihak pemasang iklan. Pihak pemasang iklan berjanji menurunkan iklan bikini tersebut dan menggantinya dengan iklan yang lebih sopan. “Kami sarankan pemasang menurunkan dan mengganti iklan tersebut,” tegas pria asal Sukawati ini. (kmb35)
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Bermeditasi Sat Kerthi Loka Bali Cara Mendukung Program Pemprov Bali DALAM usaha mempercepat terwujudnya tujuan Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ adalah sudah menjadi kewajiban bagi siapa saja, yang lahir di Bali, hidup di Bali dan akan mati di Bali untuk mendukungnya. Mengingat tujuannya sangat mulia yaitu demi kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali. Bali Happy Moment adalah gerakan kemanusiaan menuju Bali Sehat dan Bahagia lewat Yoga Tertawa. Kelompok Yoga Tertawa ini akan mendukung program dari Guberbur Wayan Koster dengan me-launching ‘’Meditasi Sat Kerthi Loka Bali’’ pada Minggu, 2 Februari 2020 jam 6 sore di Lapangan Bajera Sandhi Renon. Sekitar 5.000 orang peserta Yoga Tertawa akan melakukan pemujaan ber-
MEDITASI BERSAMA - Kadek Siwa Ambara saat bermeditasi bersama ribuan pesertanya. sama, berjapa bersama, bermeditasi bersama dan berdoa bersama demi terwujudnya program Pemerintah Provinsi Bali. Acara ini akan langsung dipimpin Pendiri Bali Happy Move-
ment, Kadek Siwa Ambara. Bagi krama Bali yang ingin ikut kegiatan ini dipersilakan datang langsung berpakaian adat sembahyang serta membawa japa dan lilin. (ad721)
Dibekukan, Nasib Aset PDNKK ’’Ngambang’’
I Wayan Ardiasa, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung. Semarapura (Bali Post) PDNKK (Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala) telah lama dibekukan pemerintah daerah. Selain tersangkut banyak masalah, juga karena adanya sejumlah penyesuaian dasar regulasi pembentukannya. Namun, di balik persoalan itu ternyata ada persoalan aset yang dikelola PDNKK yang ikut dibekukan. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa, Selasa (28/1) kemarin, mengatakan pascadibekukan, seluruh aset yang dikelola PDNKK itu akan diserahkan kepada Bagian Ekonomi. Selanjutnya nasib aset itu menjadi tanggung jawab sepenuhnya Bagian Ekonomi. Sehingga ketika ada kepentingan apa pun perihal aset PDNKK, pemerintah daerah bisa melakukan langkah-langkah yang lebih efektif. ‘’Semua aset sudah tercatat. Dari pada ditaruh di kantornya, nanti malah tidak ada yang mau bertanggung jawab,’’ katanya. Selain itu, PDNKK juga telah diaudit. Tetapi, seperti apa hasilnya, Ardiasa yang juga sempat merangkap Pelaksana Tugas Direktur PDNKK
ini mengaku kurang tahu. Sebab, itu menjadi ranah Bagian Ekonomi. Kepala Bagian Ekonomi Nyoman Susanta mengatakan seluruh aset PDNKK selanjutnya menjadi tanggung jawab Bagian Ekonomi. Dari dokumen serah terima aset dan inventaris barang, total ada satu sertifikat tanah seluas 3.800 meter persegi, dua mobil, laporan keuangan, surat-surat dan inventaris barang lainnya. Karena PDNKK masih dibekukan, pihaknya pun tidak berani melakukan langkah apa pun terhadap aset tersebut. Susanta mengakui ada beberapa pihak yang sempat mempertanyakan nasib aset tersebut. Khususnya aset tanah yang sebelumnya menjadi bagian kerja sama masyarakat. Bahkan, ada pihak yang sampai membawa dokumen putusan resmi perkara perdata dari Pengadilan Semarapura, di mana di dalamnya ada amar putusan agar PDNKK mengembalikan aset tanah itu. Tetapi, Susanta mengaku tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, sepanjang aktivitas PDNKK masih dibekukan oleh pemerintah daerah. ‘’Kalau PDNKK masih dibekukan, maka tidak boleh ada tindakan apa pun terhadap aset yang sebelumnya dikelola di dalamnya,’’ tegasnya. Dia menyampaikan saat ini Bagian Ekonomi sudah diinstruksikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyusun ranperda sebagai dasar regulasi pembentukan perusahaan daerah. Ranperda ini disusun berdasarkan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Di sana akan ada dua pilihan. Perusahaan daerah dibentuk dalam bendera Perumda atau Perseroda. Ini sebagai upaya membangkitkan kembali PDNKK dan PDAM. Rencananya, ranpeda ini mulai dibahas dengan lembaga dewan pada pertengahan Februari nanti. Terkait munculnya sejumlah persoalan tentang aset PDNKK ini, Bupati Suwirta mengaku sedang mempelajarinya. Terlebih, adanya amar putusan pengadilan yang meminta agar sertifikat aset itu dikembalikan. ‘’Kami masih pelajari. Apakah waktu putusan Pengadilan Negeri Semarapura itu keluar setelah PDNKK dibekukan atau tidak. Kami masih akan membahasnya dengan OPD terkait,’’ tegas Bupati Suwirta. (kmb31)
SUMUR KERING - Seorang warga saat menimba air di sebuah sumur yang sudah nampak kering.
Puluhan KK Warga Gelogor Dilanda Kekeringan
Semarapura (Bali Post) -
Meski di sejumlah daerah sudah turun hujan, hal berbeda terjadi di Klungkung. Kemarau panjang justru masih terjadi, khususnya di Kecamatan Dawan. Krisis air bersih pun kian meluas, setelah warga Desa Besan kesulitan air. Hal yang sama juga dirasakan warga Dusun Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Sebanyak 87 KK warga Dusun Gelogor yang bermukim di Bukit Tangkid itu sudah sejak tiga bulan mengalami kekurangan air. Dikatakan, di Dusun Gelogor itu sama sekali tidak pernah turun hujan. Semua cubang yang biasa dimanfaatkan warga sudah lama mengering. Kondisi seperti itu menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta meninjau langsung lokasi krisis air bersama Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung I Putu Widiada, Camat Dawan A.A. Gede Putra Wedana, Perbekel Desa Pikat I Wayan Navy Sudarsa, Selasa (28/1) kemarin. Karena itu warga setempat hanya mengandalkan air rem-
besan dalam sumur. Mereka rela antre hingga empat jam agar bisa mendapatkan dua ember air. Terpaksa warga secara bergilir atau antre mencari air hingga tengah malam. Alasannya, kondisi debit air di sumber mata air yang ada di dusun setempat sudah mengecil. Warga Gelogor, Ni Komang Wati (28), menjelaskan kekeringan di Dusun Glogor itu sudah terjadi lebih dari enam bulan lalu. Ibu-ibu bergilir mencari air menggunakan jeriken sejak pagi. Sambil menunggu giliran
Virus Corona Mengancam
mendapatkan air, diisi kesibukan membuat jemper. ‘’Saya dari pukul 08.00 sudah mencari air di sini. Tapi karena debit airnya kecil, saya hanya dapat tiga ember dalam sehari, bahkan sampai begadang hingga tengah malam,’’ ujar Ni Komang Wati. Melihat kondisi tersebut, Wabup Kasta langsung meninjau sumber mata air yang ada di Bukit Tangkid, Dusun Gelogor itu. Wabup Kasta melihat sendiri memang benar debit air di sana kian mengecil, sehingga pemerintah daerah
sudah mengambil langkahlangkah nyata. Namun untuk sementara akan menyuplai air bersih untuk warga setempat. Dia juga berharap suplai air itu bisa membantu memenuhi kebutuhan kekurangan air yang terjadi dan mendekatkan warga mendapatkan air bersih. Kalak BPBD Klungkung I Putu Widiada mengatakan suplai air bersih akan dikirim mulai Selasa (28/1) kemarin hingga sore hari untuk memenuhi cubang-cubang yang kekeringan. Seluruh personelnya langsung bekerja secara maksimal, untuk pengisian air demi memenuhi kebutuhan sementara masyarakat setempat. Dia meminta warga setempat segera melaporkan, apabila cubang-cubang sudah mulai habis lagi., sehingga selanjutnya bisa dilakukan pengisian lagi. (kmb31)
Bupati Suwirta Instruksikan Siaga Wisatawan Tiongkok KEPULAUAN Nusa Penida menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan dari Tiongkok. Wabah virus Corona membuat semua pihak yang berkecimpung di dunia pariwisata Nusa Penida dihantui kekhawatiran. Pemkab Klungkung juga bergerak cepat melakukan langkah-langkah antisipasi. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (27/1), menginstruksikan seluruh OPD terkait agar siaga penuh terhadap wisatawan Tiongkok yang mendarat di Nusa Penida. Bagaimanakah langkahlangkah yang diambil segenap stakeholder untuk mengantisipasinya?
WISMAN - Wisatawan mancanegara (wisman) turun dari boat di Desa Jungut Batu, Nusa Penida.
Bupati Suwirta langsung mengumpulkan pihak terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dan lainnya. Hal itu dilakukan guna mematangkan sejumlah antisipasi menghadapi ancaman mewabahnya virus Corona, yang sangat mematikan itu. ‘’Saya harus memastikan, langkah-langkah antisipasi itu harus sudah siap dilakukan. Jangan sampai situasi sudah genting begini, dinas terkait malah diam saja. Mereka semua harus siap menghadapi semua bentuk ancaman itu,’’ katanya. Dinas Pariwisata, pinta Bupati, harus punya cara bagaimana memastikan setiap wisatawan mancanegara, khususnya yang masuk ke Nusa Penida benar-benar steril dari virus Corona. Maka protap pemeriksaannya seperti apa di setiap pintu masuk ke wilayah kepulauan Nusa Penida harus jelas. Kalau ada yang terdeteksi virus Corona maka seperti apa langkah-langkah antisipasinya. Ke mana dibawa dan bagaimana langkah penanganan awalnya. Ini tentu harus disinergikan dengan seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada di Nusa Penida. Karena itu, Dinas Kesehatan juga diminta menyiagakan seluruh puskesmas di Nusa Penida. Seluruh peralatan dan teknis penanganannya harus disiapkan secara matang. Bila ada wisatawan Tiongkok maupun dari negara lain memiliki ciri-ciri terjangkit wabah virus Corona, dia meminta agar warga setempat atau pelaku pariwisata segera melapor-
kan. Sebab, virus itu bisa menyebar sangat cepat, baik melalui perantara antarmanusia maupun hewan. ‘’Apalagi Nusa Penida ini wisatawannya mayoritas dari Tiongkok. Itulah yang membuat kami harus benar-benar siaga. Sejauh ini belum ada laporan wabah itu sampai di Nusa Penida,’’ tegasnya. Karena wabah ini belum ditemukan di Nusa Penida, pihaknya juga meminta pelaku pariwisata dan masyarakat setempat tetap menjaga kondusivitas wilayah setempat. Jangan menyebarkan informasi yang tidak benar, hingga membuat situasi gaduh. Sebab, itu akan sangat merugikan pariwisata Nusa Penida. Dia juga meminta warga tetap mulat sarira, memohon kepada alam semesta, agar kepulauan Nusa Penida dijauhkan dari segala virus yang mematikan itu. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta mengatakan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Nusa Penida masih berjalan normal. Masih terlihat ramai. Mereka tidak terlihat panik dengan adanya isu virus Corona itu. Seluruh stafnya di lapangan jika menemukan wisatawan dalam kondisi sakit, diinstruksikan agar para guide-nya secepatnya berkoordinasi. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Klungkung I Wayan Karyana mengatakan semua puskesmas sudah menyiapkan masker N95 untuk melindungi diri, jika virus Corona menyebar di Nusa Penida. (gik)
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Ketua DPRD Gede Dana Serap Aspirasi Warga Tukad Base
Siap Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana melaksanakan kegiatan reses di wilayah Tukad Base, Desa Bangle Bunutan, Kecamatan Abang, yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, Senin (27/1). Dalam kesempatan itu, Gede Dana menyatakan siap memfasilitasi segala aspirasi yang diajukan kepada dirinya. Gede Dana mengungkapkan, pihaknya turun langsung ke masyarakat untuk dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat Karangasem khususnya di Tukad Base. Setelah melihat langsung, ternyata masih cukup banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah. Salah satunya masalah akses jalan yang ada di wilayah Tukan Base, Bangle, yang kondisinya rusak berat. Menurutnya, akses jalan yang
jaraknya mencapai 4 kilometer itu sangat sempit dan mengalami kerusakan yang sangat parah. Padahal jalan ini merupakan akses utama bagi warga karena di sini ada posyandu dan sekolah. Terlebih lagi bila ada warga yang sakit dan melahirkan, pasti penanganannya sedikit terlambat lantaran kondisi jalannya demikian. ‘’Kita ingin anak-anak yang ada di kawasan pegunungan yang tingkat pendidikannya rendah jangan diabaikan. Kita harus bantu mereka. Kita ingin meningkatkan taraf hidup mereka. Bila akses jalan sudah mendukung, mereka mau melanjutkan sekolah ke SMP, SMA dan sekolah lainnya. Karena berjalan jauh hampir 4 kilometer, setelah tamat SD pasti orangtuanya memilih tidak menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi,’’ ucapnya.
Untuk itu, kata Gede Dana, pihaknya sebagai anggota dewan menjadikan hal ini sebagai skala prioritas yang harus diperjuangkan. Apalagi masyarakat di sini hampir ratusan KK. Kasihan mereka lahir di daerah terisolir jika tidak dibantu fasilitasnya. Namun, pihaknya masih menanti ketentuan apakah jalan tersebut merupakan jalan ruas desa atau ruas kabupaten. ‘’Saya akan coba cek apakah jalan ini merupakan jalur kabupaten atau belum. Kalau ruas kabupaten, kita akan upayakan 2021 kemungkinan bisa diproses,’’ ujarnya. Salah seorang warga, Ketut Galung, menyampaikan terkait kerusakan jalan tersebut sudah disampaikan saat pertemuan di banjar. Jika jalan ini belum masuk kabupaten, ia mohon agar diproses. Pihaknya sangat meng-
harapkan adanya bantuan jalan dari pemerintah. ‘’Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah agar akses jalan lebih layak dilintasi. Sekarang ini jalan sulit dilewati untuk beraktivitas karena rusak berat,’’ jelasnya. Gede Dana menambahkan, kalau jalan ruas kabupaten menjadi kewenangan pemerintah dalam memperbaikinya. Jika jalan ini tanahnya milik desa dan diserahkan ke pemerintah, pemerintah yang menindaklanjuti memperbaiki. Bila ke depannya bisa di-hotmix akan diupayakan pelebaran agar memudahkan alat berat melintas. Jalan di-hotmix syarat lebarnya minimal 6 meter. ‘’Saya lihat jalan ini sudah lama sekali kondisinya seperti ini. Semoga tahun 2021 bisa diperbaiki. Kalau saya dapat SK-nya, nanti saya akan tindak lanjuti,’’ tegas Gede Dana. (ad714)
RESES - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana saat melakukan reses menyerap aspirasi masyarakat Tukad Base, Bangle, Bunutan, Abang, Senin (27/1).
Diguyur Hujan, Buah Cabai Busuk
Petani Petik Lebih Awal untuk Tekan Kerugian Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem membuat para petani cabai gigit jari. Pasalnya, buah cabai yang belum layak dipanen mengalami kebusukan. Kondisi itu memaksa petani memanen buah cabai lebih awal guna menekan kerugian lebih besar.
Bali Post/kmb41
LEBIH AWAL - Petani memanen buah cabai lebih awal untuk menekan kerugian karena membusuk lantaran diguyur hujan.
Petani Organik Edukasi Anak-anak Sekolah
Amlapura (Bali Post) Semakin hari jumlah petani di Kabupaten Karangasem kian berkurang. Petani yang ada saat ini rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun. Jadi, perlu dilakukan regenerasi petani untuk melestarikan di sektor pertanian. Hal itu dilakukan oleh I Ketut Semadiyasa. Petani organik yang juga sebagai Ketua Kelompok Bajatani ini memberikan edukasi pertanian kepada petani, anak muda dan siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Karangasem. ‘’Selain sibuk mengurus pertanian, saya hampir setiap hari keliling mengedukasi pertanian kepada petani. Saya juga mengedukasi anak-anak muda untuk mau mengikuti jejak
orangtuanya menjadi petani,’’ ucapnya, Selasa (28/1) kemarin. Ia mengakui apa yang dilakukannya selama ini cukup berhasil. Terlebih, edukasi yang diberikan telah merambah sejumlah sekolah yang ada di Karangasem. Sekolah yang diedukasi untuk pengembangan pertanian adalah SMPN 1 Abang, SMKN 1 Amlapura dan SMAN 1 Bebandem. Ia memberikan sejumlah teori bagaimana cara mengolah tanah, menandur, memupuk dan lain sebagainya. Sekarang siswa-siswa di sekolah tersebut sudah mengembangkan pertanin. ‘’Sebelumnya mereka me-nandur bunga gumitir, dan sekarang me-nandur sayursayuran,’’ kata Semadiyasa. Langkah itu dilakukannya
karena melihat kondisi pertanian saat ini. Jumlah petani kian berkurang dan umurnya rata-tara di atas 40 tahun. Jadi, sudah seharusnya ada regenerasi petani. Kalau tidak ada regenerasi petani, 10-15 tahun ke depan tidak ada petani lagi. Anak-anak muda sekarang enggan bertani karena pendapatan petani kecil. Oleh karena itu, mereka lebih suka bekerja di perkantoran atau kapal pesiar. ‘’Dengan umur petani saat ini, maka 10-15 tahun lagi mereka sudah tidak mampu bekerja lagi. Makanya regenerasi petani mutlak dilakukan agar ada penerus ke depannya. Kalau regenerasi tidak dilakukan, terus siapa yang akan meneruskan warisan sebagai petani,’’ tegasnya. (kmb41)
Energi
PLN Terus Dorong Pemanfaatan Kendaraan Listrik dan Energi Bersih PLN terus memberikan dukungan terhadap instansi yang ingin mendorong pembangunan infrastuktur kendaraan listrik. Untuk mendorong peningkatan minat masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, penyediaan stasiun pengisian listrik menjadi salah satu infrastruktur penunjang guna memberi kenyamanan pengguna kendaraan listrik ke depan. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kedua diresmikan di kawasan Tol Bali Mandara, Selasa (28/1) kemarin. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Nyoman Suwarjoni Astawa menyampaikan, SPKLU ini menjadi SPKLU pertama yang tidak dikelola langsung oleh PLN. ‘’Kami hanya menyediakan suplai listrik untuk kebutuhan charging station. Semoga SPKLU ini bisa terus bertambah,’’ ujarnya. Menurut Astawa, kebutuhan SPKLU lebih berfokus pada pengguna mobil listrik. SPKLU yang berada di Benoa ini merupakan kerja sama antara PLN, PT Jasa Marga Bali Tol dan PT Opinteh Djojo
DIRESMIKAN - General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kedua di kawasan tol Bali Mandara, Selasa (28/1) kemarin. Indo. Dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 48 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Astawa berharap regulasi lanjutan terkait kendaraan listrik dapat segera terbit. ‘’Sekarang ini yang menjadi kendala untuk mobil listrik adalah harganya masih tinggi. Kalau untuk sepeda motor listrik, sudah mulai banyak,’’ ungkapnya. Dengan infrastruktur yang terus dikejar dan dukungan regulasi yang mendorong pemanfaatan
kendaraan listrik, PLN berharap pasar kendaraan listrik dapat terus meningkat. PLN UID Bali juga telah melakukan perencanaan pembangunan SPKLU ketiga di kawasan Kuta. ‘’Kami sedang koordinasikan untuk segera bisa merealisasikan SPKLU di Kuta,’’ kata GM PLN UID Bali. Sebelumnya, SPKLU pertama telah diluncurkan di kawasan Jalan Sudirman, Denpasar pada Oktober 2019. (ad727)
Petani cabai di Subak Ulun Suwi, Banjar Papung, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Ni Ketur Merta, mengatakan akibat diguyur hujan lebat buah cabai mengalami kebusukan. Buah cabai membusuk dan mengering. Tak hanya buahnya, daun dan batang cabai juga rusak. ‘’Buah cabai yang muda dan merah hampir sebagian besar rusak. Bahkan, cabai yang sudah merah semuanya tak bisa dipanen,’’ ujarnya, Selasa (28/1) kemarin. Kondisi itu memaksa pihaknya memetik buah cabai lebih awal atau sebelum masa panen. Sebab, kalau langkah itu tidak dilakukan, ketika buah cabai kembali diguyur hujan lebat, semuanya akan rusak dan tidak bisa dipanen lagi. Cara ini sekaligus untuk menekan kerugian lebih besar lagi. ‘’Saya terpaksa petik buah cabai yang masih muda-muda. Kalau yang merah semuanya sudah tak bisa dipetik karena rusak. Biasanya yang warna hijau be-
lum layak dipanen. Sepekan lagi baru merah dan bisa dipetik. Tapi sekarang yang muda semuanya dipetik agar tidak membusuk,’’ kata Merta. Menurutnya, dalam kondisi normal biasanya cabai dipanen sekitar lima kali lagi. Tetapi saat ini paling hanya bisa dipetik lagi dua kali. Sebab, sebagian buah cabai sudah tak bisa dipetik lagi karena sudah membusuk. Cabai yang hijau dan kondisinya tak rusak masih bisa dijual, sedangkan yang busuk dibiarkan tak dipetik. Petani lainnya, Ni Komang Muliati, mengungkapkan hal yang sama. Dikatakannya, hujan lebat sangat memengaruhi hasil panen yang diperolehnya. Saat ini hasilnya jauh menurun lantaran buah cabai rusak tak bisa dipanen. Untuk mengantisipasi kerusakan, pihaknya sudah menyemprot buah cabai memakai obat, namun tetap saja rusak. ‘’Kondisi ini membuat petani rugi,’’ ungkapnya. (kmb41)
Antisipasi Virus ASF
Distan Imbau Peternak Babi Lakukan ’’Biosecurity’’ Amlapura (Bali Post) Penyebaran virus African Swine Fever (ASF) pada ternak babi semakin meluas di sejumlah kabupaten di Bali. Menyikapi kondisi itu, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karangasem mengimbau peternak babi di Bumi Lahar melakukan biosecurity terhadap kandang babi. Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Karangasem Made Ari Susanta mengungkapkan, babi yang tiba-tiba mati akibat virus ASF ini banyak terjadi di Denpasar dan Tabanan. Untuk mengantisipasi kejadian itu di Karangasem, pihaknya minta peternak babi melakukan biosecurity kandang berupa penyemprotan dengan cairan disinfektan ke babi, kandang dan bagian lain. ‘’Penyemprotan ini sebagai upaya antisipasi virus ASF menimpa ternak babi di Karangasem. Peternak babi di Kabupaten Karangasem cukup banyak. Bahkan, populasi babi mencapai 103.456 ekor. Jadi, ada potensi terjadinya serangan ASF,’’ ucapnya, Selasa (28/1) kemarin. Ari Susanta menambahkan, sampai saat ini Karangasem masih aman. Belum ada babi
Bali Post/kmb41
SEMPROT - Seorang peternak menyemprot babi peliharaannya di kandang. milik warga yang mati karena terserang virus ASF. Meski begitu, pihaknya telah memberikan disinfektan ke kandang babi milik warga. Hanya, jumlahnya terbatas lantaran minimnya anggaran dari pemerintah kabupaten. ‘’Kami tengah mengusulkan bantuan cairan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus
itu di Karangasem,’’ katanya. Pihaknya juga melakukan langkah antisipasi lainnya, seperti melakukan pendataan peternak dan pelaku usaha seperti penjual bibit. Petugas kesehatan hewan bergerak memberikan pemahaman dan sosialisasi ke pelaku usaha penjual bibit babi dan peternak secara intens. Untuk lebih memaksimalkan so-
sialisasi, sampai membuat grup WhatsApp Gabungan Usaha Ternak Babi di Karangasem guna memudahkan komunikasi. ‘’Kalau nantinya ada babi yang terserang virus ASF, mereka bisa langsung melapor ke petugas, sehingga bisa diambil tindakan. Jadi, tak menular ke ternak babi lainnya,’’ imbuh Susanta. (kmb41)
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Senator Dukung Gagasan Purnapaskibraka Diberi Kekhususan Seleksi TNI/Polri
Hadiri Muswil KAHMI Bali, Wedakarna Dukung Eksistensi Kelompok Cipayung
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI, Dr. Arya Wedakarna, hadir di Muswil Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan bersama Purnapaskibraka (PPI) Karangasem.
SENATOR DPD-RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, hadir di acara Musyawarah Wilayah Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) yang diadakan di Denpasar. Acara Muswil itu juga dihadiri Herman Khaeron (Koordinator KAHMI Nasional) yang juga anggota DPR-RI dari Partai Demokrat. Ditemui usai acara pembukaan, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan generasi milenial saat ini harus memahami sejarah bangsa, khususnya bagaimana anak-anak bangsa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, yang berjuang demi keselamatan ideologi bangsa Indonesia. Sejarah mencatat HMI memiliki peran strategis mengawal
perjalanan bangsa ini. Ia pun berharap, agar generasi muda Bali, khususnya aktivis Hindu dapat terus menggalang kerja sama dengan seluruh komponen umat dalam hal urusan kebangsaan. ‘’Saya mendukung eksistensi KAHMI dan HMI di Bali, sebagai sebuah komponen demokrasi dan juga keharusan sejarah. Kita jangan pernah lupa sejarah. Era reformasi yang kita nikmati saat ini adalah buah perjuangan para aktivitis yang benar– benar murni mendukung Indonesia tegak berdiri. Jika berbicara kebangsaan, semua pihak harus bersatu. Sebagai anggota DPD RI, kami siap mendukung bersinergi dengan program KAHMI dan juga HMI. Semua demi Pancasila. Kita berharap Bali menjadi
contoh kerukunan umat beragama,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga tercatat sebagai alumni KMHDI DKI Jakarta saat kuliah di Trisakti Jakarta ini. Hal senada juga ia ungkapkan saat AWK menjadi pembicara di organisasi Purna Paskibraka Indonesika (PPI) Karangasem, yang mana AWK memotivasi anak–anak muda Karangasem agar terus menerus menggelorakan semangat Pancasila, khususnya menghadapi degradasi moral dan serangan gerakan anti-Pancasila belakangan ini. ‘’Karangasem adalah Padma Bhuwana Bali. Di Karangasem banyak terdapat pura Khayangan Jagat yang hebat. Ini akan menjadi sebuah nilai lebih bagi anak muda Karangasem. Saatnya, Pancasila di Bali eksis dari bumi
Karangasem. Apalagi ada sebuah kesepahaman akan branding The Spirit Of Bali yang datang dari Karangasem. Harapan saya tentu sangat besar kepada anakanak Purna Paskibraka yang benar–benar sudah disiplin dalam urusan kebangsaan,’’ ungkap AWK. Ia pun menyampaikan ke depan generasi muda Bali harus bersiap menghadapi tantangan terhadap gerakan anti-Pancasila, baik itu gerakan radikalisme, gerakan separatisme termasuk kapitalisme dunia yang kini perlahan tetapi pasti menguasai Indonesia lewat proxy war. ‘’Syukurlah Bung Karno menggali Pancasila itu sebagai dasar negara. Hanya Pancasila yang bisa mempersatukan Nusantara. Kita harus bahu membahu menghadapi tantangan ke
depan. Saya titip Karangasem pada PPI,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Pada kesempatan itu, AWK juga menyampaikan dukungannya agar Purnapaskibra dan Paskibraka diberikan prioritas dalam seleksi pendaftaran di TNI/ Polri. ‘’Ada usulan seperti itu tentu saya dukung. Saya kira anak-anak Paskibraka sudah punya modal dasar. Jika rekomendasi menjadi Paskibra (ka) bisa membantu anak–anak kita menjadi PNS, anggota TNI dan Polri kenapa tidak? Nanti kita usulkan kepada Pemerintah Pusat. Sama halnya peraih medali olahraga internasional sudah ada usulan dijadikan PNS. Saya kira semua dimungkinkan sesuai UU,’’ ungkap AWK yang juga anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI ini. (ad724)
Bupati Made Gianyar Buka Bimtek
Ingatkan, Maju Tidaknya Desa Ditentukan Pemerintahan Desa
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, membuka bimbingan teknis (Bimtek) Perbekel Se-Kabupaten Bangli. Bimtek itu dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di Ruang Diklat RSJ Provinsi Bali di Bangli, Selasa (28/1) kemarin. Digelarnya, Bimtek selama tiga hari itu dalam upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa. Bimtek itu dihadiri Kepala Dinas PMD, I Dewa Agung Riana Putra, Kabag Protokol I Putu Maha Edi dan Perbekel se-Kabupaten Bangli. Kadis PMD I Dewa Agung Riana Putra mengatakan, bimtek ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan dalam rangka menyikapi kebijakan-kebijakan yang terus berubah setiap tahunnya. Bahkan setiap enam bulan. ‘’Menyikapi perubahan kebijakan-kebijakan itu maka kami melaksanakan bimtek ini. Penting digelar supaya ke depannya perbekel di dalam menentukan kebijakan tidak lagi bingung. Sebab, perbekel, sekdes, dan BPD itu yang akan mengarahkan kebijakan-kebijakan di desa selain membuat proses perencanaan di desa,’’ kata Riana. Bimtek tahun ini dikhususkan untuk penyusunan RPJMDes. Sebagaimana diketahui di Kabupaten Bangli belum lama ini dilantik sebanyak 50 perbekel baru. Sesuai konstitusi kata Riana, ketika perbekel mulai dilantik, paling lambat tiga bulan setelahnya harus sudah memiliki RPJMDes. Sebelumnya tambah Riana, telah dilaksanakan pra
BUKA BIMTEK - Bupati Bangli, I Made Gianyar, saat membuka bimtek perbekel Se-Kabupaten Bangli di Ruang Diklat RSJ Provinsi Bali di Bangli, Selasa (28/1) kemarin. bimtek di 5 klaster di desa, yaitu Desa Belancan, Desa Sukawana, Desa Suter, Desa Mengani dan Desa Undisan. Pra bimtek itu diikuti perbekel, sekdes, dan BPD. Bimtek kali ini hanya bersifat menghaluskan dan mendetailkan saja. Karena dalam pra bimtek itu sudah diberikan materi-materi perihal pembuatan RPJMDes. ‘’Intinya bimtek hari ini memiliki kekhususan karena 3 bulan dari pelantikan perbekel harus memiliki RPJMDes. Selain itu ada materi tambahan pengelolaan keuangan dari Inspektorat dan Kepala BKPAD,’’ terangnya. Bupati Bangli, I Made Gianyar, pada kesempatan itu menyampaikan segala bentuk kegiatan desa ini harus berjalan dengan baik. Saat ini dana yang dikucurkan ke desa sangat banyak. Baik bersumber dari Dana Desa, ADD maupun GGS. Diharapkan dana itu dapat dikelola dengan baik untuk pembangunan desa. ‘’Saat ini sumber daya juga sudah
banyak di Desa. Baik itu Sumber Daya Uang, Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Maju tidaknya dan sejahtera tidaknya desa itu, sangat ditentukan pemerintahan desanya,’’ kata Made Gianyar. Dalam penyusunan RPJMDes desa diminta tidak ruwet. RPJMDes berisi pemetaan potensi, sosial, ekonomi, luas wilayah dan ruang yang ada di desa. Bupati Bangli juga meminta para perbekel menatapkan matanya, menetapkan hatinya dan menetapkan pikirannya selama 6 tahun masa kepemimpinannya. Seluruh stakeholder harus melakukan sinergitas. Mulai perbekel, sekdes, staf desa, BPD, tokoh dan masyarakat desa, untuk bersama-sama mengawal mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan desa itu sangat diperlukan. ‘’Tentu tujuan akhir semua ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,’’ tutup Made Gianyar. (ad734)
Bahaya Penyebaran Virus Melalui Mata dr. Putu Ayu Wulansari
KEJADIAN luar biasa infeksi novel coronavirus yang bermula di Tiongkok bulan Desember 2019, saat ini telah menyebar hingga ke banyak negara tetangga di Asia termasuk Malaysia dan Singapura. Terhitung sejak tanggal 26 Januari 2020, insiden ini dilaporkan mencapai angka 2.014 kasus dengan jumlah kematian mencapai 56 orang. Penyebaran terjadi sangat cepat melalui udara. Sebagian besar berkaitan dengan riwayat berpergian ke Tiongkok dan adanya kontak dengan individu yang sebelumnya terinfeksi. Hal penting yang harus selalu diingat dalam upaya perlindungan diri dari bahaya penyakit seperti ini, adalah bagaimana kita dapat memutus rantai penularan. Baru-baru ini, seorang pakar masalah kesehatan pernapasan di Tiongkok mengeluarkan pernyataan bahwa novel coronavirus dapat menyebar melalui mata. Terlepas dari kebenaran terkait virus yang disebutkan, secara umum mata memang dapat menjadi pintu masuk timbulnya infeksi yang disebabkan bermacammacam virus. Virus yang terdapat di udara dapat menempel pada lapisan mukosa organ seperti mata, hidung, dan rongga mulut. Selanjutnya, produksi air mata akan membilas dan membersihkan lapisan permukaan mata, yang nantinya air mata itu akan dialirkan terakhir
menuju hidung. Ketika sampai di hidung, ada kemungkinan terjadi perpindahan material virus dari awalnya di mata hingga terbawa di saluran pernapasan sampai ke paru-paru. Hal ini dibuktikan dengan kasus penyakit SARS tahun 2003 lalu yang juga disebabkan oleh coronavirus. Pada saat itu, kurangnya alat perlindungan mata oleh tenaga kesehatan, berakibat meningkatnya kemungkinan terinfeksi virus ini. Lebih lanjut dari hasil penelitian, didapatkan beberapa sampel cairan air mata pasien yang positif mengidap SARS itu, ternyata terkandung material virus tersebut. Demi mencegah kemungkinan masuknya virus ke dalam tubuh, hal paling sederhana dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan dengan baik sesuai anjuran. Hal itu dapat menurunkan angka penyebaran infeksi menular. Selain itu, pakailah alat pelindung diri yang sesuai. Seperti masker untuk sehari-hari dan kaca mata pelindung bagi tenaga kesehatan yang banyak berinteraksi dengan pasien terinfeksi. Berikutnya, kurangi kebiasaan menyentuh area wajah dengan tangan kotor. Seperti menggosok hidung dan mata, serta memasukkan makanan ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. (ad725)
Bawa Sabu, Tiga Pria Diamankan
Bangli (Bali Post) Tiga pria masing-masing berinisial DGAD, KW dan GAPP ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli lantaran membawa narkoba jenis sabu. Ketiganya diamankan dari dua lokasi berbeda pada hari yang sama. Total barang bukti sabu yang berhasil disita petugas dari ketiga tersangka itu mencapai hampir satu gram. Penangkapan terhadap tersangka DGAD, mahasiswa asal Gianyar terjadi Rabu (22/1) pukul 11.20 Wita. Dia
ditangkap di pinggir Jalan Raya Brigjen Ngurah Rai tepatnya di lingkungan Kawan, Bangli. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga narkotika golongan I jenis sabu seberat 0,39 gram bruto. Barang terlarang itu diamankan dari saku celana yang dipakai tersangka. “Dari pengakuannya, pelaku mendapatkan sabu itu dari seseorang yang berinisial L dengan cara membeli seharga Rp750 ribu,” ungkap Kapolres
Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kasat Resnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra dan Kasubag Humas AKP Sulhadi, Selasa (28/1) kemarin. Tersangka mengaku membeli sabu itu untuk dipakai sendiri. Kepada polisi, tersangka juga mengatakan baru pertama kali ke Bangli. Sementara tersangka KW dan GAPP yang sama-sama berasal dari Kuta Selatan, Badung itu dibekuk di depan RSU Bangli sekitar pukul 13.30 Wita. (kmb40)
HIJAU - Beberapa nelayan memasang jaring di Danau Batur. Tampak air Danau Batur itu masih berwarna hijau agak keputihan.
Perubahan Warna Air Danau Tidak Berdampak terhadap Ikan
Bangli (Bali Post) –
Fenomena berubahnya warna air Danau Batur sejak Senin (27/1), tidak berdampak terhadap kehidupan ikan liar maupun ikan yang dibudidayakan warga dalam keramba jaring apung (KJA). Meski demikian, fenomena itu tetap membuat pembudi daya ikan di Danau Batur khawatir. Untuk sementara ini, para pembudi daya ikan di Danau Batur terpaksa mengurangi aktivitas di KJA hingga warna air kembali normal. I Ketut Wania, pembudi daya ikan di Danau Batur, mengungkapkan air Danau Batur itu mulai berubah warna sejak Senin pagi. Air yang biasanya berwarna bening, berubah menjadi hijau keputih-putihan. Hal itu cukup membuatnya khawatir dengan kondisi ikan yang dibudidayakan dalam KJA. ‘’Tapi mulai sore jam 5-an kemarin, air danau mulai berangsur-angsur berubah lagi ke warna normal. Sekarang masih hijau, tetapi yang kemarin lebih keras,’’ ungkapnya saat ditemui di Kedisan, Selasa (28/1) kemarin. Meski terjadi perubahan warna air, Wania mengatakan hal itu tidak berpengaruh terhadap kehidupan ikan liar maupun ikan di KJA. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika terjadi perubahan warna air akibat
semburan belerang, ikanikan di danau biasanya akan berubah panik dan mondarmandir di pinggiran danau. ‘’Tapi dari kemarin saya pantau tidak ada keresahan ikanikan,’’ ujarnya. Pria yang merupakan Ketua Asosiasi Pelaku Perikanan (APP) Kabupaten Bangli itu mengaku tidak tahu secara pasti apa penyebab perubahan warna air danau yang terjadi sekarang ini. Menurutnya, jika disebabkan karena belerang, biasanya perubahan warna awalnya akan terjadi di beberapa titik saja. Tetapi ini kenapa justru menyeluruh. ‘’Yang kemarin itu terjadi merata di semua wilayah. Kalau memang karena belerang, biasanya mengeluarkan bau belerang,’’ terangnya. Walaupun tidak berdampak terhadap ikan, Wania
mengaku tetap khawatir dengan perubahan warna air yang terjadi di danau itu. Sebab, dari pengalaman sebelumnya, kalau air danau berubah warna jadi hijau, hal itu terindikasi disebabkan karena belerang. Untuk mengantisipasi terjadinya kematian massal ikan yang dibudidayakannya itu, dirinya sementara ini mengurangi aktivitas di KJA. ‘’Dari kemarin (Senin) saya tidak ada ke KJA. Ikanikan itu saya puasakan untuk sementara waktu,’’ imbuhnya. Sementara itu, sehari pascaterjadinya perubahan warna air di Danau Batur, beberapa petugas penyuluh perikanan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bersama Pol Air Polres Bangli dan Koramil Kintamani pagi
kemarin melakukan patroli ke tengah danau untuk memantau kondisi ikan di Danau Batur. Koordinator penyuluh perikanan Sang Putu Dirga mengatakan, berdasarkan hasil pantauannya perubahan air Danau Batur tidak berpengaruh terhadap ikan. Tidak ada terjadi kepanikan ataupun kematian ikan-ikan liar maupun yang dibudidayakan di KJA. ‘’Keterangan beberapa nelayan tangkap juga mengatakan hasil tangkapan mereka masih normal. Itu merupakan indikator bahwa ikan-ikan di danau itu tidak terganggu atas terjadinya perubahan warna air danau itu,’’ jelasnya. Disinggung mengenai penyebab perubahan warna air di Danau Batur itu, Sang Putu Dirga belum bisa memastikannya. Sebab, hasil uji lab terhadap sampel air yang diambil di danau itu belum keluar. Menurutnya, perubahan warna air terjadi karena adanya planton aktif di dasar danau serta terjadinya perbedaan suhu di permukaan dan di dalam danau. (kmb40)
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Petugas Gabungan Gerebek Pencurian Kayu di Pangkung Paruk Singaraja (Bali Post) -
Kawasan hutan lindung di Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, rupanya masih menjadi sasaran para pencuri kayu hutan. Buktinya, saat aparat di desa setempat bersama TNI Kodim 1609/Buleleng melakukan penggerebekan, Senin (27/1) malam, terlihat ada sejumlah orang yang melakukan penebangan kayu. Sayangnya, para pelaku illegal logging tersebut berhasil kabur dari kejaran petugas gabungan ini.
Bali Post/ist
GEREBEK - Pencurian kayu di hutan lindung di Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, digerebek aparat desa bersama anggota TNI Kodim 1609/Buleleng.
Sementara 23 balok kayu jenis sonokeling yang diduga usai ditebang dan lima unit sepeda motor milik pelaku berhasil disita sebagai barang bukti. Sebelum penggerebekan, petugas menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu diterima langsung Perbekel
Desa Pangkung Paruk, Ketut Sudiarsana. Dia kemudian berkoordinasi dengan pengurus desa adat, pecalang dan tokoh masyarakat. Dari pertemuan itu, disepakati melakukan penggerebekan dengan dibantu anggota Kodim 1609/Buleleng. Sekitar
pukul 21.30 Wita, aparat desa dan TNI tiba di lokasi kejadian dan menemukan aksi penebangan kayu hutan. Saat akan ditangkap, terduga pelaku berhasil kabur meninggalkan kayu curiannya dan sepeda motor di lokasi kejadian. Karena gelap, petugas kehilangan jejak
Proyek Bendungan Tamblang
UPTD Metrologi Tera Ulang Peralatan ”Batching Plant” Singaraja (Bali Post) Pembangunan tahap awal proyek bendungan Tamblang di perbatasan Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, mulai diatensi UPTD Metrologi Dinas Perdagangan Perindustrian, Koperasi dan UKM Buleleng. Peralatan bermesin yang digunakan mencampur materiil beton di lokasi proyek ini wajib ditera ulang. Untuk mendapatkan sertifikat tera ulang itu, UPTD Metrologi, Senin (27/1) lalu mendatangi lokasi proyek. Petugas ini menindaklanjuti permohonan sertifikat tera ulang yang diajukan pelaksana proyek. Ada tiga peralatan yang wajib ditera ulang, yaitu mesin timbangan untuk mencampur pasir, kerikil, agregat dan air. Kepala UPTD Metrologi Komang Ayu Ratnawati mengatakan, sejak pemborong mulai memasok peralatan dan memulai pengerjaan awal, pihaknya telah menerima permohonan sertifikat tera ulang untuk mesin batching plant. Menindaklanjuti hal itu, UPTD Metrologi mendatangi lokasi untuk menguji peralatan tersebut. Pengujian ini dilakukan menggunakan perangkat khusus yang
dimiliki UPTD Metrologi. Peralatan tera ulang itu menguji akurasi peralatan yang akan dioperasionalkan selama pelaksanaan proyek. Pengujian ini menggunakan standar di mana dengan berat 500 kilogram. Jika hasil pengujiannya memenuhi standar tersebut, maka sertifikat telah ditera ulang akan dikeluarkan UPTD Metrologi. “Karena undang-undang mewajibkan sebelum perangkat pada proyek besar seperti ini wajib ada sertifikat tera ulang. Kita uji dulu apakah sesuai standar dengan alat yang kita bawa, dan kalau sudah memenuhi standar sertifikatnya akan diterbitkan,” katanya. Setelah melakukan pengujian, peralatan batching plant yang digunakan pelaksana proyek dinyatakan sesuai standar yang diwajibkan oleh regulasi. Dengan hasil itu, maka pelaksana proyek mendapatkan sertifikat tera ulang dan peralatan dinyatakan dapat dioperasionalkan sesuai keperluan selama pengerjaan proyek. Sementara itu, pantauan di lokasi proyek, sejumlah alat berat dan truk pengangkut material setiap hari lalu-lalang di lokasi
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr PRT Wnt bs naik motor tgl. dlm+Sopir bs matik085238127777
!!!2Karyawati, 2 Checker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran(dekat SPBU)
Bth Marketing KTA dan CC Bank Swasta Dps Syrt:P/W max 35th min SMA/K, 085237407436 Tlp/WA
B.BP.004.01.20.0000679
!Dicari Arsitek/Sipil bisa Auto Cad segera Hub.085333411868 B.BP.166.01.20.0000719
B.BP.004.01.20.0000735
B.BP.001.01.20.0000703
Cr Drafter/Arsitek,SMK,Diploma S1: gentaproperty108@gmail.com B.BP.001.01.20.0000732
LOKER
RUPA-RUPA
SERVICE SERVICE
SERVICE
proyek. Alat berat ini membuka jalan dengan membongkar tanah warga yang sudah dibebaskan. Tanah ini sebagian besar berupa tebing terjal dan di bawahnya adalah aliran Sungai Daya dan di sekitarnya berupa hamparan sawah. Uniknya, sejak persiapan awal
mulai dilakukan, banyak warga di Desa Bila dan sekitarnya kerap kali datang ke lokasi proyek untuk menyaksikan. Selain menyaksikan lokasi, warga tertarik datang ke lokasi melihat aktivitas pembangunan proyek bendungan yang direncanakan akan tuntas tahun 2022 mendatang. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TERA ULANG - Sejumlah alat berat dan peralatan taknis lain terlihat sedang mengerjakan proyek Bendungan Tamblang di perbatasan Kecamatan Kubutambahan dan Sawan, Selasa (28/1) kemarin.
Dcr Driver,Garden,Engnring.Hub Bhuwana Ubud Htl(0361)971915 Email:hr@bhuwanaubudhotel.com B.BP.004.01.20.0000629
Dicari Sopir SIM B1 Pria Umur Max 35th&Helper Pria max 30th untuk kerja di Perusahaan CV Surya Buana Jl.Sekar Sari No.23 Dps Timur Hub.081337070443 B.BP.001.01.20.0000520
Dicari Tukang Neci/Jahit Serabutan,Wanita.Hub:081999374229 B.BP.001.01.20.0000663
Dicari min SMK/SMA: Staf Adm, Cleaning Service, Gardener, Teknisi Komputer/IT,Waiter/ss, F&B Product (Pastry,Kitchen) Kirim ke Bali Bakery, Jl.Raya Kuta 65, Kuta Telp.755149. B.BP.004.01.20.0000631
pelaku. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto mengatakan, sebelum melakukan penggerebekan, pihaknya mengerahkan petugas intelejen untuk mengumpulkan data di lapangan. Dari pengintaian itu, memang benar ada aksi pencurian kayu. “Setelah empat hari dilakukan pengintaian dan memang benar terjadi pencurian kayu hutan. Kita geberek tadi malam (Senin malam-red), pelakunya kabur. Kita hanya menyita barang bukti,” katanya.
Sementara Perbekel Desa Pangkung Paruk, Ketut Sudiarsana, mengatakan pencurian kayu hutan terjadi sekitar setahun terakhir ini. Dia mencurigai kalau pencurian kayu di desanya itu dilakukan pelaku yang merupakan warga lokal. Di tempat terpisah, Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, pascapengerebekan itu, pihaknya masih berkoordinasi lintas instansi. Ini dikarenakan barang bukti disita di Kejari. (kmb38)
Lagi, Polisi Temukan Tulang Belulang Manusia Singaraja (Bali Post) Polisi mengintensifkan penyelidikan kasus penemuan tengkorak di hutan produksi di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Polres Buleleng mengerahkan anjing pelacak ke lokasi kejadian untuk mendapatkan bukti petunjuk yang bisa mengungkap kasus ini. Hasilnya, polisi kembali menemukan tulang belulang tak jauh dari lokasi penemuan tengkorak sebelumnya. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Selasa (28/1) kemarin mengatakan, dalam penyelidikan lanjutan pihaknya menyisir di sekitar lokasi penemuan tengkorak sebelumnya. Dari penyisiran dengan bantuan anjing pelacak itu, ditemukan tulang belulang dengan kondisi sama seperti kondisi tengkorak yang ditemukan sebelumnya. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan tulang belulang itu merupakan bagian tubuh mana. Temuan barang bukti baru itu telah dievakuasi dan dititipkan sementara di kamar jenazah RSUD Buleleng. Menyusul tambahan barang bukti itu, untuk sementara polisi menunda mengirim tengkorak dan tulang belulang itu ke Laboratorium Forensik Cabang Den-
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam utk Rumah,Gj. 2,5juta SMS WA. 0816571027
pasar. “Selain mengumpulkan keterangan saksi, kami melakukan olah TKP dan penyelidikan lanjutan dengan menerjunkan anjing pelacak. Baru ada tambahan tulang belulang, namun pada bagian mana belum bisa dipastikan. Sementara kita titip di RSUD menunggu pengiriman ke labfor,” katanya. Terkait temuan tanah galian yang diduga bekas kuburan, Gede Sumarjaya menyebut hasil pemeriksaan di loaksi kejadian memang ditemukan gundukan tanah di dalam hutan. Hanya saja, pihaknya tidak berani berspekulasi, apakah tanah galian itu adalah bekas mengubur sesuatu atau hanya gundukan tanah biasa. Untuk membuktikan apakah lubang kuburan, polisi bisa saja menggali tanah tersebut. Hanya saja, hal itu akan dilakukan kalau tengkorak dan tulang belulang telah diidentifikasi. “Semuanya masih tahap pengembangan,” jelasnya. (kmb38)
Urgent Dicr Staf Produksi bisa Jahit tangan Gaji&Jam kerja Menarik,085100574646 (no SMS)
B.BP.001.01.20.0000736
B.BP.004.01.20.0000720
PROPERTY
Lowongan:Staf Admin Wanita Min.SMU/SMK-TI. Lamaran:Jalan Drupadi VI/3 Dps.Pl:30-01-2020
Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll,087760041349
B.BP.001.01.20.0000713
B.BP.001.01.20.0000408
KONTRAKTOR
Iptu Gede Sumarjaya
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Kijang LGX Dsel’01 ASDK Silver Panther LS’05 DK 087862547783 B.BP.001.01.20.0000708
RUPA-RUPA
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.01.20.0000655
Rabu Wage, 29 Januari 2020
Humas Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah dengan Masyarakat SEBAGAI upaya meningkatkan kompetensi kehumasan, Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat. Peserta melibatkan pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jembrana serta jajaran insan pers yang bertugas di Jembrana. Rombongan dipimpin Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jembrana IGN Sumber Wijaya dan Asisten Administrasi Umum I Ketut Kariadi Erawan. Rombongan diterima Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Setda Kota Bandung Dadang Gantina, Selasa (28/1) kemarin di ruang pertemuan Setda Kota Bandung. Kunjungan kerja yang berlangsung sejak senin (27/1) hingga Rabu (30/1) pada prinsipnya untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi
kehumasan khususnya dalam bidang manajemen jurnalistik. ‘’Kunjungan ke Pemkot Bandung ini adalah untuk melihat keunggulan peran media secara keseluruhan dalam rangka branding daerah serta mempublikasikan berbagai program dan kebijakan pemerintah. Nah, kami pilih Bandung karena peran humasnya yang terbukti baik dengan beberapa penghargaan. Di antaranya Anugerah Humas 2019 (AHI) kategori terpopuler di media online,’’ ujar Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jembrana IGN Sumber Wijaya. Ditambahakannya, hasil dari kunjungan di Kota Bandung ini nantinya akan menjadi masukan maupun menambah wawasan untuk peningkatan peran kehumasan di Jembrana. ‘’Peranan humas vital karena harus memahani per-
masalahan di lapangan serta permasalahan di publik itu beraneka ragam macamnya. Humas dituntut harus cepat, cepat menerima, cepat menjawab dan cepat melaporkan kepada pimpinan,’’ imbuhnya. Selain itu, di era industri 4.0 yang sudah serba teknologi canggih, menjadi sebuah keniscayaan untuk meningkatkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ditambahkan Ngurah Sumber Wijaya, di berbagai daerah peran humas dan protokol dipisahkan, termasuk di Bandung. Namun berbeda dengan Jembrana, humas dan protokol masih digabung. ‘’Tentunya banyak hal yang kami peroleh. Humas Kota Bandung sudah luar biasa fungsinya, sebagai penyampai pesan sekaligus menyuarakan kebijakan pimpinan. Hal positif dari sini akan kami bahas dan hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan
Tampil dengan Layanan Baru Astra Motor Batubulan ’’Go Live’’ GUNA mewujudkan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat, Astra Motor Batubulan sebagai salah satu jaringan resmi sepeda motor Honda wilayah Bali secara resmi menempati lokasi dengan layanan terbarunya. Dengan konsep interior exterior terbaru, 27 Januari 2019, lokasi Astra Motor Batubulan pindah tempat yang sebelumnya di Jalan Batubulan, Banjar Kapal pindah ke Jalan Raya Batubulan No.109 X, Banjar Kapal (500 meter ke arah selatan dari showroom lama). Dihadiri oleh Keian Adat, Klian Desa, Klian Tempekan Banjar Kapal, serta para undangan dari Finance Company (FIFGROUP, ADIRA, OTO, MPMF, IMFI) dan dari lembaga pembiayaan LPD dan koperasi, acara peresmian dibuka oleh Branch Head Astra Motor Batubulan ditandai dengan pemotongan tumpeng. Astra Motor Batubulan yang sebelumnya hanya melayani untuk proses penjulan saja (H1), kini sudah dilengkapi dengan layanan service (H2) dan pembelian sparepart (H3) dengan ruang showroom serta bengkel yang nyaman untuk konsumen, juga disediakan minuman, dan snack menambah kenyamanan saat menunggu service kendaraan. Dalam sambutan yang disampaikannya, Nata, Branch Head Astra Motor Batubulan, mengatakan adalah sebuah kebanggaan bisa memberi layanan terbaik kepada pelanggan setia yang telah memilih motor Honda sebagai sepeda motor kebanggaannya. Astra Motor Batubulan berdiri dari tahun
2009, dalam satu dekade demi meningkatan pelayanan, langkah konkret yang dilakukan Astra Motor Group mempernyaman showroom dan menambahkan pelayanan baru dari H1 menjadi H123. ‘’Dengan ‘Go Live’-nya showroom ini kami berharap konsumen menjadi semakin nyaman dan puas pada saat berinteraksi di Astra Motor Batubulan. Baik itu nyaman secara fasilitas, nyaman secara proses dan nyaman dalam berinteraksi dengan frontline people Astra Motor, yang pada akhirnya akan menjadi suatu kepuasan juga buat kami,’’ ungkap Nata. Selain memberikan pelayanan, juga berkomitmen untuk membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar dengan cara membuka lowongan pekerjaan diutamakan warga sekitar Banjar Kapal. Selain itu juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan pengelolaan limbah dari bengkel yang baik dan benar agar tidak mencemari lingkungan. Dalam acara itu, dijelas-
kan pula mengenai Aplikasi Motorku X di mana dalam aplikasi tersebut konsumen setia sepeda motor Honda dapat melakukan service booking, claim service berkala (KPB), bermain games menarik dan program-program khusus Service & Sparepart. Untuk mendukung fasilitas baru yang diberikan Astra Motor Batubulan memberikan GASPOL yaitu layanan Gratis Ganti Only & Free Maintenance selama satu tahun setiap pembelian di Astra Motor Astra Motor Batubulan. Juga memberikan fasilitas Layanan Honda CARE untuk konsumen yang mengalami darurat di jalan. Selain itu, juga ditawarkan program khusus untuk para klian desa, klian adat, pimpinan desa, dan pimpinan LPD Koperasi. Dalam pembelian cash, Astra Motor memberikan layanan dan benefit asuransi TLO (Total Lost Only) di mana value lebih akan lebih dirasakan oleh konsumen setia Astra Motor & Sepeda Motor Honda. (bns)
elastian yang harus ditempuh dengan jalan kaki. Hal itu juga sesuai dengan pawuwus Ida Batara untuk tedun (turun) napak pertiwi dalam rangka menghilangkan leteh atau kabrebehan jagat (menghilangkan kotor alam semesta) sekaligus untuk membersihkan dan mengembalikan kembali fungsi ibu pertiwi. ‘’Bukan berarti tidak boleh melewati jembatan, maknanya untuk memberikan amerta kepada air yang selama ini sudah memberikan kehidupan bagi makhluk hidup,’’ jelas Arya. Selama proses pamelastian, Ida Batara katur marerepan di Pura Puseh Tengkudak Kecamatan Penebel dan Pura Puseh Tabanan Kecamatan Tabanan. ‘’Di Pura Puseh Tabanan Ida Batara akan marerepan dua kali, saat tiba dari Pura Batukau sebelum lunga menuju Tanah Lot dan saat kembali
dari Tanah Lot untuk menuju Pura Batukau,’’ jelasnya. Tempat melasti adalah di Pura Luhur Tanah Lot. Tempat ini dipilih sebagai tempat melasti karena Pura Luhur Tanah Lot merupakan Pura Beji Agung Pura Luhur Batukau di tengahing segara. Struktur pamelastian berdasarkan filosopi Pura Sad Kahyangan Jagat Bali Luhur Batukau dapat dirumuskan sebagai berikut, barisan pertama Pecalang Agung Tengkudak, barisan kedua Ida Batara Batur Salahan. Barisan ketiga Ida Batara Luhur Batukau. Barisan keempat Ida Batara Pucak Kedaton. Barisan kelima Ida Batara Luhur Tambawaras. Barisan keenam Ida Batara Luhur Muncaksari. Barisan ketujuh Ida Batara Luhur Besikalung. Barisan terakhir Ida Batara Luhur Pucak Petali. (bit/ara)
Rabu, 29 Januari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Saba Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini
KUNJUNGAN - Asisten II dan Asisten III Setda Jembrana bersama Humas Kota Bandung saat kunjungan di Kota Bandung, kemarin.
18 Orang Lolos Seleksi Administrasi Lelang Jabatan Negara (Bali Post) Sejumlah pejabat eselon IIId yang mendaftar dalam lelang jabatan eselon II lolos administrasi. Sedikitnya ada 18 orang pejabat yang lolos dan akan memperebutkan empat kursi kepala dinas.
Tiga Sungai
Ketua I Karya Pangurip Gumi I Wayan Arya didampingi Bendesa Adat Wongaya Gede I Ketut Sucipto mengatakan, jalur yang ditempuh melewati 12 desa adat di Tabanan. Rute ini sesuai dengan rute pamelastian di tahun 1993 silam atau saat Pujawali Ngenteg Linggih di Pura Luhur Batukau. Begitupun dalam pamelastian akan melewati tiga sungai yakni Sungai Yeh Ho, Sungai Yeh Empas dan Sungai Yeh Panahan. Dikatakan oleh Arya, makna Ida Batara Luhur Batukau melewati sungai atau Napak Luah Agung (sungai) untuk memberikan restu kepada amerta (air) agar memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk hidup. Begitu pula dijelaskan terkait dengan pam-
daerah,’’ sambungnya. Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Bandung Sony Teguh Prasetya mengatakan, peran media dalam memajukan Kota Bandung ini sangat dibutuhkan. Tahun 2020 Pemkot Bandung menaikkan anggaran kehumasan dari APBD Kota Bandung menjadi Rp17,5 miliar yang sebelumnya hanya sebesar Rp11,5 miliar. ‘’Ini upaya pemkot untuk menyeimbangkan pemberitaan dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat secara gencar. Kami tidak hanya menginginkan berita itu baik-baik saja atau berita baik tapi ada keseimbangan,’’ ungkapnya. Untuk media-media yang tergabung di Pemkot Bandung difasilitasi jumlahnya mencapai 300 media, baik cetak, elektronik, online, radio dan televisi telah dilakukan kerja sama. (ad733)
10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Lutut Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Ary Suta Centre (1) Taman Sari TK Cis Dalung (2)
17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Dinas Periwisata Prov. Bali 21:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:30 Wita Mahadewi Manfaat Senam Hamil 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Chanel
Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana I Made Sudiada selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan, Selasa (28/1) kemarin, mengatakan dari 20 lebih orang yang mendaftar, sudah diketahui kemarin hasil seleksi administrasinya. Hanya 18 orang yang lolos dan selanjutnya diminta untuk mengikuti tes selanjutnya yakni tes kompetensi. ‘’Sudah ada pengumumannya, 18 orang yang lolos. Selanjutnya mereka ikut tes kompetensi,’’ ujar
Sudiada. Dari empat kursi pejabat eselon II itu, yang paling banyak pesertanya adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yakni ada enam orang. Sedangkan dua jabatan lainnya hanya tiga, yakni untuk Kepala Di nas Kesehatan dan Kepala Satpol PP. Untuk jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ada empat orang yang lolos. ‘’Untuk Kepala Dinas
Kesehatan dan Satpol PP, masing-masing ada tiga orang. Itu sudah syarat minimal untuk tes kompetensi manajerial,’’ tambahnya. Khusus Kepala Dinas Kesehatan, semua pesertanya memiliki gelar dokter. Di antaranya dr. Made Dwipayana (Kepala Dinas Sosial), dr. Ni Putu Eka Indrawati (dokter ahli madya di RSU Negara) dan dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata (Direktur RSU Negara). Untuk Kepala Satpol PP
Berjalan Kaki Sekitar 2,5 tahun lalu turun pawuwus atau pawisik (petunjuk) Ida Batara yang berstana di Pura Luhur Puncak Kedaton melalui napak Jro Dasaran yang disampaikan pada saat nunas baos di Bale Agung, sebelum upacara nyineb pujawali di pura tersebut. Disampaikannya, pawisik (sabda) diterima pada saat Ida Batara yang berstana di Pura Luhur Batukau napak pedasaran sesaat menjelang nyineb pujawali Ida Batara Batukau. Dari situlah diminta agar digelar Karya Agung Pangurip Gumi atau penyucian jagat. ‘’Salah satunya ritual melasti berjalan kaki dari Pura Luhur Batukau sampai Segara Tanah Lot. Kemudian dari Tanah Lot mamargi lagi dan marerepan di Pura Puseh Tabanan, lanjut ke Pura Luhur Batukau,’’
jelasnya. Karya Agung ini, kata Sanjaya, tujuannya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam jagat raya Bali. ‘’Apa yang juga sering disampaikan Gubernur Bali dalam visi misi membangun Bali dan ini salah satu bagian implementasi dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ imbuhnya. Bendesa Adat Wongaya Gede Ketut Sucipto menambahkan, rangkaian karya ini sudah dimulai sejak Selasa (12/11/2019) lalu dengan upakara matur piuning, ngaku agem dan pamiyut. Upacara ini berlangsung di Pura Luhur Batukau yang di-puput Mangku Gede Pura Luhur Batukau, Jero Kubayan. Sejak saat itu rangkaian kegiatan upakara semakin padat. Misalnya pada Senin (18/11), nanceb wewangunan yadnya, ngawit makarya. Kegiatan semakin padat
juga ada tiga orang yang saat ini semuanya menjabat camat. Mereka di antaranya I Made Leo Agus Jaya (Camat Jembrana), I Wayan Andy Suka Anjasmara (Camat Negara) dan I Putu Gde Oka Santhika (Camat Melaya). Di sisi lain untuk Kepala Dinas Dukcapil terdapat enam orang yakni I Ketut Armita, I Putu Agus Artana Putra, Dewa Ary Candra Wisnawa, I Gusti Putu Anom Saputra, Eddy Sudarso dan I Komang Dhiyatmika. (kmb26)
Karya Foto menjelang puncak karya. Karena sebelumnya juga digelar beberapa rangkaian upakara penting, seperti nunas tirta, melaspas Bagia Pulakerti, nuur tirta, mapepada, serta melasti. Karya ini baru akan berakhir pada Rabu (2/4) mendatang yang diakhiri dengan ngaturang banten bulan pitung dina. Sebelum berakhirnya karya ini, setelah puncak karya, juga dilangsungkan karya Ngelawa. Upakara ini sama dengan melasti, namun rutenya berbeda. Waktu yang diperlukan selama tiga hari, berjalan kaki menuju beberapa pura dan desa yang ada di seputaran Pura Luhur Batukau, seperti Desa Sangketan, Penatahan, Tengkudak dan kembali ke Pura Luhur Batukau. Dikatakan, kegiatan serupa terakhir dilakukan pada 20-23 Maret 1993 (melasti) dan 14-17 Mei 1993 (ngelawa). (ara/bit)
Pihak Vietnam juga, menurut Vinh Quang, akan mengadakan serangkaian pameran karya foto dan film dokumenter guna memperingati 60 tahun terjalinnya hubungan persahabatan kedua negara yang ditandai kunjungan Presiden Ho Chi Minh ke Indonesia pada 27 Februari - 8 Maret 1959 dan Presiden Soekarno berkunjung ke Vietnam tiga bulan kemudian pada 24 - 29 Juni 1959. Permintaan tersebut disambut baik Gubernur Koster dengan menjadwalkan bulan November mendatang sebagai momen yang tepat. ‘’Akan dirangkaikan dengan gelaran Bali World Culture Celebration,’’ ujar Gubernur Koster. (kmb)
Penuh Semangat
Setelah hampir mendekati seabad saran jangan membangun jalur kereta api di Bali, kini Pemerintah Provinsi Bali penuh semangat hendak merealisasikannya. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan akan dibangun jalur kereta Light Rail Transit (LRT) dari arah Kuta, kemudian Sanur, dan Mengwi ke Bandara Ngurah Rai terintegrasi bawah tanah. Selain itu, akan dibangun kereta api
utara-selatan lingkar Bali. ‘’Bisa di bawah (tanah), bisa di atas. Kita mau saingi Singapura,’’ jelasnya. Menurut pengamat tata ruang Dr. Nyoman Gede Maha Putra, kereta api sebagai sarana transportasi publik tidak cocok dengan budaya masyarakat Bali. ‘’Struktur kehidupan masyarakat Bali berbeda dengan kehidupan masyarakat modern yang rigid dengan pembagian rumah-kantortempat rekreasi. Di Bali, aktivitas masyarakat lebih beragam. Kegiatan adat
berlapis dengan kegiatan ekonomi dan kegiatan wisata. Lapis-lapis kegiatan ini membentuk jarak antarpusat aktivitas yang pendek-pendek,’’ kata dosen Fakultas Teknik Unwar ini. Selain jarak, faktor waktu juga menjadi kunci. Masyarakat Bali tidak terbentuk untuk bekerja secara rigid dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Di luar jangka waktu kedua titik tersebut ada banyak sekali aktivitas lain yang harus dilakukan. Kegiatan adat, misalnya, dapat berlangsung sampai
larut malam sejak dimulai dari subuh. Ini akan menjadi tantangan utama dalam penyediaan transportasi. Transportasi berbasis rel tidak sesuai dengan keadaan ini. Sementara itu, peneliti transportasi dari Unwar Ir. I Wayan Muliawan, M.T. mengingatkan perlunya kajian mendalam soal kereta api di Bali. ‘’Tanah Bali sangat sakral dan mahal. Jadi harus dikaji dengan baik dan benar agar dalam pelaksanaan dapat berjalan lancar,’’ kata Muliawan. (ata/rin)
Penegak Hukum Bupati didampingi Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Muhhamad Windra Lisrianto, Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, dan Perbekel Desa Pangkung Paruk Ketut Sudiarsana. Barang bukti gelondongan kayu sonokeling ditemukan di dalam hutan Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk. Atas temuan illegal logging tersebut, Bupati berjanji akan mengecek langsung lokasi hutan yang menjadi sasaran pelaku illegal logging itu. Bupati PAS juga meminta aparat penegak hukum polisi dan TNI untuk mengungkap
siapa pun pelaku jaringan illegal logging. Gerakan pemberantasan ini akan dilakukan melalui kerja sama Forkopimda. ‘’Melalui Forkopimda, Kapolres, Kejaksaan, dan Pak Dandim, kami akan segera rapat untuk mengungkap jaringan ini secara keseluruhan. Tidak ada kata ampun untuk pelaku illegal logging,’’ katanya. Bupati menyesalkan maraknya pencurian kayu di hutan lindung. Parahnya lagi, pohon yang ditebang telah berumur antara 20 sampai 30 tahun. Bahkan, pohon yang ditebang juga jumlahnya puluhan. Aksi ini pun menyebabkan hutan gundul di kawasan Desa
Pangkung Paruk dan kalau tidak ditindak maka akan memicu kerusakan lingkungan dan memicu tanah longsor yang merugikan warga di kawasan hutan. ‘’Hutan di Desa Pangkung Paruk sudah gundul. Orang yang menebang ini tidak mengerti dan hanya kepentingan sesaat. Kita susah payah menanam pohon dan pohon sebesar ini umurnya 20 sampai 30 tahun, dan hanya dalam waktu singkat ditebang. Saya minta diambil tindakan tegas dan tidak ada ampun lagi,’’ jelasnya. Bupati asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini menambahkan, mengawali kerja sama dalam mengungkap pelaku perusakan hutan
dibahas pertemuan dengan Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa. Pertemuan itu untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi unsur Forkopimda dalam menyelesaikan kasus illegal logging di Buleleng. Dari pertemuan itu, kepolisian di Buleleng akan lebih gencar lagi untuk mengungkap kasus-kasus seperti ini. Polisi berharap dukungan semua pihak dalam mengungkap illegal logging. ‘’Kapolres sudah menyampaikan komitmennya dalam rangka pemberantasan illegal logging. Sehingga ke depan sinergitas mampu menyelesaikan persoalan illegal logging di daerah kita,’’ jelasnya. (ad738)
RABU WAGE, 29 Januari 2020
Bergerak Bersinergi Mengawal Desa Adat
BERGERAK bersinergi mengawal desa adat di Bali menjadi komitmen bersama. Sinergi ini harus terus dibangun agar persamaan persepsi dan aksi mengawal desa adat menjadi langkah nyata. Gerakan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral krama Bali menjaga desa adat sebagai benteng kebudayaan Bali. Berawal dari Desa Adat Penarukan Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, Pemprov Bali bersinergi dengan Yayasan Dharma Naradha, Bali TV dan Bali Post serta didukung Sampoerna untuk Indonesia, menyosialisasikan visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Mewujudkan Bali Era Baru, Selasa (28/1) kemarin. Kegiatan ini dalam upaya mengawal dan lebih menguatkan peran desa adat sebagai benteng Bali. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta. Kegiatan ini dihadiri Asisten I Pemkab Tabanan Wayan Miarsana, Ketua Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha, dan para bendesa adat se-Kecamatan Kerambitan. Acara itu diisi dengan pelatihan pembuatan banten dan penyerahan kalung Om Kara dan buku-buku terbitan Yayasan Dharma Naradha kepada para bendesa adat di Kecamatan Kerambitan. Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali Kartika Jaya Seputra mengatakan, langkah penguatan desa adat diawali dengan penyusunan Perda No.4/2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda ini menjadi payung hukum dalam tata kelola desa adat. Perda No.4/2019 ini kemudian mengamanatkan Pergub No.34/2019 tentang Tata Kelola
Keuangan Desa Adat di Bali. ‘’Misinya adalah penguatan fungsi dan kedudukan desa adat, mewujudkan tata kelola desa adat, tata kelola perekonomian adat, pemajuan hukum adat Bali dan pembangunan kawasan perdesaan,’’ ujar Kartika. Dalam konteks itu, melalui APBD Semesta Berencana Tahun 2020, Pemprov Bali mengalokasikan bantuan dana Rp447,9 miliar untuk 1.493 desa adat di Bali. Masingmasing desa adat memperoleh Rp300 juta. ‘’Ini upaya Pemprov Bali menguatkan fungsi desa adat. Dana tersebut digunakan untuk membiayai tiga baga yaitu parahyangan, pawongan dan palemahan,’’ ujarnya. Di samping digunakan untuk menunjang program prioritas Provinsi Bali seperti Bulan Bahasa Bali, pembinaan kesenian Bali (wali, bebali dan balih-balihan), pembinaan pesantian, pengembangan TK/ PAUD bernuansa Hindu dan lain sebaginya, sehingga misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dapat diwujudkan. Ditegaskan, anggaran Rp300 juta tersebut langsung ditransfer ke rekening desa adat. Penggunaan anggaran itu harus transparan dan dipertanggungjawabkan. Dalam kaitan itu, Dinas PMA akan membentuk tim pendamping agar pengelolaan dana tersebut sesuai dengan program yang dicanangkan. ‘’Sosialisasi program Sat Kerthi Loka Bali b e r s i n ergi dengan Yayasan Dhar-
ma Naradha dan KMB ini, untuk pertamakalinya diadakan di Desa Penarukan. Peran pers sangat penting untuk menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat,’’ katanya. Disampaikan, makna ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini sangat mendalam yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali dan manusia Bali baik sekala maupun niskala, menuju kehidupan sejahtera dan bahagia. Dikatakan, kondisi alam Bali kini sudah banyak terdegradasi. Integritas krama Bali juga mulai terasa ada degradasi. Karena itu sosialisasi program yang sudah diracang Pemprov Bali perlu dilakukan. Sebab, sejumlah program telah disusun, baik dalam bidang budaya, ekonomi, pendidikan, serta semua bidang termasuk parahyangan menuju manusia Bali yang unggul dengan identitas yang dimiliki. ‘’Alam Bali sudah terdegradasi. Demikian juga budaya Bali. Ini mesti dicermati. Maka, dengan visi ‘Sad kerthi Loka Bali’ ini akan mengembalikan keharmonisan alam Bali. Integritas krama Bali perlu dibangun. Karena itu pemerintah mendorong desa adat membangun PAUD/ TK berbasis Hindu, sehingga melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter dan berdaya saing,’’ tegasnya. Demikian juga desa adat didorong untuk menggali seni-seni yang ada, baik seni wali, bebali dan balih-balihan. Sekaa sebunan juga
perlu dibangkitkan, sehingga seni budaya Bali tetap lestari. Mesti Bangga Kadisperindag Bali Wayan Jarta mengatakan, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan krama Bali. Pihaknya berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam bidang sandang, misalnya, masyarakat mesti bangga dengan busana adat Bali, sehingga busana Bali menjadi tuan di rumahnya sendiri. Terkait dengan itu, Disperindag akan membangkitkan industri sandang di Bali. Di sisi lain pihaknya berharap krama Bali bangga memakai busana adat Bali. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, pihaknya akan membangun pusat-pusat perekonomian baru. Potensi itu dikembangan, didampingi dan dibina sehingga menjadi lembaga ekonomi yang maju. Ketua Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha, mengatakan kegiatan ini berupaya menjalankan dharma untuk menyosialisasikan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Yayasan Dharma Naradha, lanjutnya, berkeyakinan melalui desa adat, budaya, tradisi dan kearifan lokal Bali akan tetap kokoh dan terjaga kelestariannya. Dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, Bali TV, Bali Post serta Yayasan Dharma Naradha dan didukung Sampoerna untuk Indonesia, meyakini program ini akan dirasakan dan memberikan efek sosial dan ekonomi pada masyarakat luas guna pelestarian adat budaya di Bali. (lun/ara)
Tingkatkan Pemahaman Aspek Upakara SOSIALISASI visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’ Menuju Bali Era Baru, dirangkaikan dengan pelatihan membuat banten, di Wantilan Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Tabanan, Selasa (28/1) kemarin. Kegiatan itu menghadirkan narasumber Ida Pedanda Gede Giri Dwi Guna dari Geria Umasari Ngenjung. Pelatihan ini membahas tentang banten Nyambutin, yakni upakara yang diyakini umat Hindu di Bali sebagai pertanda memulai kehidupan. Pembuatan upakara ini dipraktikkan secara langsung di hadapan peserta yang merupakan perwakilan serati dan pemangku dari 10 desa adat di Kecamatan Kerambitan. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari
peserta. Terbukti, banyak peserta mengajukan pertanyaan seputaran upakara. ‘’Kalaupun masyarakat itu beli (upakara), tapi tidak mutlak semuanya. Kalau bisa, yang penting-penting saja dibeli, untuk mengurangi melibatkan masyarakat yang lebih banyak. Cukup dengan melibatkan beberapa serati saja untuk upacara,’’ ujar Ida Pedanda. Ida Pedanda menegaskan, peran serati kini dan ke depan akan semakin kompleks. Itu artinya, serati harus agresif meningkatkan pemahaman terhadap aspek upacara maupun upakara. ‘’Kalau serati tidak paham dengan suatu upacara, itu akan membingungkan serati. Itulah serati perlu dimantapkan dan perlu diperdalam tattwa
keseratian, khususnya jenis upacara dan struktur upacara,’’ beber Ida Pedanda. Hal tersebut penting dipahami oleh serati, mengingat upakara bersifat kompleks yakni gabungan antara aspek adat, budaya dan agama. Dalam upakara tertentu bahkan kerap terjadi kekeliruan karena kesamaan nama, namun fungsi dan penempatannya berbeda. Ini dapat dihindari apabila serati paham konsep dasar banten. ‘’Beberapa struktur perlu kita padukan. Misalnya plutuk (literatur tradisional) banten perlu dikaitkan dengan pemanas karang, dan pluktuk-plutuk lain. Ini harus dipahami serati, sehingga mapan secara kemampuan di kemudian hari,’’ beber Ida Pedanda. (kmb)
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Mewujudkan Bali Era Baru di Wantilan Desa Adat Penarukan Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, Selasa (28/1) kemarin.
Kadis PMA Bali Serahkan Kalung ’’Om Kara’’ pada Bendesa Adat Tabanan (Bali Post) Sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali Mewujudkan Bali Era Baru’’ dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Penarukan, Selasa (28/1) kemarin. Dalam kegiatan ini, selain sosialisasi terkait visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, juga ada pelatihan pembuatan banten. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta. Kegiatan ini dihadiri Asisten I Pemkab Tabanan Wayan Miarsana dan bendesa adat se-Kecamatan Kerambitan. Di sela-sela acara juga diserahkan kalung ‘’Om Kara’’ oleh Kadis PMA Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra kepada para bendesa adat di Kecamatan Kerambitan. Kalung ‘’Om Kara’’ ini selain berfungsi sebagai simbol identitas umat Hindu juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Kegiatan sosialisasi ini digagas Yayasan Dharma Naradha bekerja sama dengan Pemprov Bali, Bali Post, Bali TV dan didukung Sampoerna untuk Indonesia. Diyakini melalui desa adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali akan tetap kokoh dan terjaga kelestariannya. Dengan bersinergi, program ini akan dirasakan dan memberikan efek sosial dan ekonomi pada masyarakat luas selain pelestarian adat budaya di Bali. (kmb12)
Bali Post/edi
KALUNG OM KARA - Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. menyerahkan kalung ‘’Om Kara’’ kepada para bendesa adat di Kecamatan Kerambitan, Selasa (28/1) kemarin.