Skip to main content

Edisi Selasa 29 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Alibaba Lirik Bali

WAKIL GUBERNUR Bali Cok Ace menerima audiensi dari Alibaba Group yang diwakili GM Bisnis untuk Wilayah Asia Tenggara Dr. Cerry Huang. Kedatangan Alibaba Group, kata Cok Ace, Senin (28/1) kemarin, karena perusahaan ini melirik Bali sebagai mitra kerja sama di bidang pariwisata. Perusahaan yang memiliki sistem pembayaran nontunai lewat telepon pintar ‘’Alipay’’ ini ingin bekerja sama dengan pengusaha pariwisata di Bali untuk membuat aplikasi panduan wisata. Begitu juga Alibaba ingin menjalin kerja sama dengan bank untuk memudahkan wisatawan melakukan pembayaran

dengan mobile payment. ‘’Jadi para wisatawan Tiongkok lebih mudah berwisata di Bali. Mereka harus ke mana dan restoran yang bagus bisa dicari melalui aplikasi tersebut,’’ jelas Cerry Huang. Alibaba besutan Jack Ma itu dikatakan telah berhasil menjalankan aplikasi tersebut di Thailand dan Vietnam, sehingga wisatawan mandiri asal Tiongkok semakin banyak mengunjungi dua negara tersebut. ‘’Kami yakin jika aplikasi ini dijalankan di Bali akan sukses, mengingat nama Bali juga sudah sangat terkenal di negeri kami,’’ tandasnya. (kmb32)

’’Kita memakai momentum ini, menunjukkan bahwa kedekatan Bali dengan Tiongkok tidak hanya dalam konteks pariwisata. Tapi secara kultural pun punya kedekatan, sehingga apa yang diramaikan kompetitor kita bahwa Bali bermasalah dengan wisatawan Cina, tidak demikian adanya. Ini kita ingin tunjukkan kepada dunia bahwa kita baik-baik saja.’’ Cok Ace

Tetapkan, Ketinggian Bangunan 15 Meter

Jalur Kintamani-Singaraja Tertimbun Tanah Longsor

Ada rencana merevisi ketinggian bangunan dalam revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP. Banyak yang menolak rencana itu. Kalau ketinggian bangunan ini direvisi, dampaknya akan lebih hebat lagi daripada apa yang terjadi sekarang.

Arus lalu lintas (lalin) dari arah Kintamani menuju Singaraja, Senin (28/1) kemarin macet total berjamjam. Kondisi itu terjadi lantaran jalan tepatnya di Desa Bantang tertimbun material tanah longsor. Selain longsor, hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak pagi hari juga menyebabkan senderan Pura Luhur Tirta Mas Manik Muncar ambrol.

Halaman 2 Pasokan PDAM ke Kuta Dikhawatirkan Bermasalah Hujan di kawasan hulu beberapa hari terakhir sempat mengakibatkan bendungan karet di Tukad Penet bermasalah. Hal itu berpengaruh terhadap pasokan air PDAM untuk kawasan Kuta dan sekitarnya. Apabila tidak disiapkan back-up pasokan air, pelayanan ke pelanggan akan terganggu secara berulang. Halaman 3

Halaman 14

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Tata Niaga Wisatawan Cina Perlu Diatur Lembaga Khusus Wisatawan Cina ke Bali menurun. Bahkan mencapai 37,51 persen pada Oktober tahun lalu. Penutupan toko berjaringan ilegal asal Tiongkok, diduga salah satu penyebabnya. Ke depan perlu ada lembaga khusus menangani dampak liberalisasi bisnis pariwisata seperti ini. Sebab, tak hanya di Indonesia, hal serupa pernah terjadi di Malaysia, Thailand dan Vietnam. Makanya perlu lembaga khusus antarnegara yang mengatur tata niaga wisatawan Cina. Bagus Sudibya, tokoh pariwisata Bali, mengatakan dalam liberalisasi pariwisata Cina ada hal-hal yang tidak sesuai dengan etika bisnis, tetapi oleh mereka dianggap lumrah. Karena ada yang melayani cara bisnis-bisnis seperti itu. Maka hal itu menjadi berkembang. Misalnya, produk pariwisata Bali seperti hotel, restoran, tours, objek wisata selalu dilakukan negosiasi untuk mendapatkan harga murah. Lalu di Cina dijual mahal untuk mengompensasi (subsidi silang) biaya yang dilakukan oleh tour operator Cina. Sehingga mereka tidak rugi atau dapat sedikit keuntungan. ‘’Cara berbisnis seperti ini tidak lazim di negara kita atau negara lain. Sampai akhirnya ke telinga pemerintah kemudian dilakukan sidak. Akhirnya terjadi penurunan wisatawan Cina secara drastis,’’ ungkapnya. Wakil Ketua I DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana mengatakan, penurunan wisatawan Cina ke Bali karena dibatalkannya beberapa charter flight ke Bali. Hal ini terjadi setelah dilakukannya penataan paket untuk wisatawan Cina yang dulu sempat dijual murah. Beberapa toko yang dulunya menjual paket wisata murah tersebut ditutup karena beroperasi ilegal. Pembatalan charter flight ini diakibatkan beberapa faktor. Antara lain kurangnya penumpang, tidak adanya subsidi dari toko kepada travel agent yang menjual paket untuk charter flight tersebut. Adanya banyak bencana alam juga berdampak terhadap penurunan wisatawan Cina ke Bali.

Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, penutupan toko jaringan ilegal asal Tiongkok telah diprediksi berdampak pada penurunan wisatawan negeri tirai bambu. Namun ke depan diyakini akan lebih baik dengan berbagai langkah promosi yang dilakukan pemerintah daerah. Ia pun mengapresiasi langkah Pemprov Bali yang akan membuat Balingkang Kintamani Festival 2019 dalam kemasan parade budaya pada 6 Februari mendatang di depan Pura Ulun Danu Batur Kintamani, Bangli. ‘’Itu sangat baik karena kaitan dengan budaya Cina memang sangat kuat di Bali ini. Apabila kita pintar dalam memberikan pemahaman bahwa adanya historikal seperti itu, tentu sangat berpengaruh pada keinginan wisatawan Cina ke Bali,’’ jelasnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Balingkang Kintamani Festival digelar saat perayaan Tahun Baru Imlek. Festival ini diharapkan bisa menarik setidaknya 60 persen atau sekitar 3.000 wisatawan Tiongkok. ‘’Kita memakai momentum ini, menunjukkan bahwa kedekatan Bali dengan Tiongkok tidak hanya dalam konteks pariwisata. Tapi secara kultural pun punya kedekatan, sehingga apa yang diramaikan kompetitor kita bahwa Bali bermasalah dengan wisatawan Cina, tidak demikian adanya. Ini kita ingin tunjukkan kepada dunia bahwa kita baik-baik saja,’’ ujarnya. (kmb42/kmb32)

’’Cara berbisnis seperti ini tidak lazim di negara kita atau negara lain. Sampai akhirnya ke telinga pemerintah kemudian dilakukan sidak. Akhirnya terjadi penurunan wisatawan Cina secara drastis.’’ Bagus Sudibya

’’…hal ini terjadi setelah dilakukannya penataan paket untuk wisatawan Cina yang dulu sempat dijual murah. Beberapa toko yang dulunya menjual paket wisata murah tersebut ditutup karena beroperasi ilegal.’’ Made Ramia Adnyana

’’…membuat Balingkang Kintamani Festival 2019 sangat baik karena kaitan dengan budaya Cina. Apabila kita pintar dalam memberikan pemahaman bahwa adanya historikal seperti itu, tentu sangat berpengaruh pada keinginan wisatawan Cina ke Bali.’’ Adhi Ardhana

Divonis 1,5 Tahun, Ahmad Dhani Langsung Ditahan

KPK Sambut Baik Rencana KPU Umumkan Caleg Koruptor Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan mengumumkan daftar calon anggota legislatif mantan narapidana korupsi pada Februari 2019 mendatang. ‘’Terkait rencana KPU untuk mengumumkan daftar caleg napi korupsi, saya kira hal tersebut penting direalisasikan sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (28/1) kemarin. Menurut Febri, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui siapa yang akan dipilihnya untuk mewakili pada kursi DPR atau DPRD. Selain itu, katanya, ketika caleg tersebut menjabat tetapi justru melakukan korupsi, hal tersebut sebenarnya adalah bentuk khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka sebelumnya. ‘’Pejabat publik dipilih untuk melayani masyarakat, bukan justru untuk memperkaya diri sendiri,’’ ujar Febri. Apalagi, katanya, KPK telah memproses ratusan pelaku korupsi dari unsur politik tersebut mulai dari DPR 69 orang, DPRD 161 orang, dan kepala daerah 150 orang sampai saat ini. Sebelumnya, KPK telah menyarankan KPU agar mengumumkan 40 mantan narapidana korupsi yang menjadi calon anggota DPR, DPRD, dan DPD pada Pemilu 2019. (ant)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Bali Post/ant

SIDANG - Ahmad Dhani saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1) kemarin. Majelis hakim memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Jakarta (Bali Post) – Musisi Ahmad Dhani divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani hukuman penjara selama satu tahun enam bulan (1,5 tahun) karena terbukti secara meyakinkan terlibat kasus ujaran kebencian. ‘’Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan kepada terdakwa,’’ kata ketua majelis hakim Ratmoho saat sidang putusan Ahmad Dhani di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1) kemarin. Diungkapkan hakim, informasi yang tersebar itu juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Putusan hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Dhani pidana penjara dua tahun. Selain menjatuhkan vonis, Ratmoho juga memerintahkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menahan

Ahmad Dhani. ‘’Memerintahkan agar terdakwa ditahan,’’ kata hakim Ratmoho. Seusai sidang, Ahmad Dhani langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur. ‘’Jaksa penuntut umum langsung membawa Ahmad Dhani dari PN Jaksel di Jalan Ampera Raya menuju Rutan Cipinang, Jakarta Timur untuk ditahan,’’ kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri melalui siaran persnya. Jaksa menganggap Dhani telah melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Usai menjalani sidang, jaksa membawa Dhani untuk menjalani penahanan menuju rumah tahanan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (ant)

Empat Pemicu Rupiah Terus Menguat Jakarta (Bali Post) Bank Indonesia (BI) mengakui pergerakan nilai tukar rupiah terus menunjukkan penguatan dalam beberapa hari terakhir. Penguatan rupiah itu dipicu empat penyebab termasuk keyakinan pasar atas membaiknya defisit neraca transaksi berjalan. Gubernur BI Perry Warjiyo dalam silaturahmi dan syukuran 64 tahun Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Senin (28/1) kemarin, mengatakan bahwa kepercayaan investor global semakin membaik ke pasar keuangan domestik, terutama instrumen obligasi pemerintah dan korporasi. Tanpa merinci jumlah modal asing yang masuk, Perry menyebutkan instrumen saham juga terus menarik dan mampu mengikat modal asing

yang masuk. Merinci data BI pada 2-24 Januari 2019 lalu, dana asing yang masuk mencapai Rp 19,2 triliun ke instrumen obligasi pemerintah, saham dan juga obligasi korporasi. ‘’Satu bahwa keyakinan investor asing terus kuat dan itu terbukti dari terus masuknya aliran modal asing tidak hanya penanaman modal asing, tapi juga investasi protfolio baik di obligasi, saham maupun jenisjenis aset lain,’’ ujarnya. Nilai tukar rupiah hingga Senin kemarin kembali menunjukkan penguatan. Nilai rupiah di pasar spot pada pembukaan Senin pagi, bergerak menguat 60 poin menjadi 14.033 dibanding posisi sebelumnya 14.093 per dolar AS. Menurut Perry, pemicu kedua adalah kebijakan an-

tara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan dan BI dalam memperbaiki fundamental perekonomian. Dia menyebut langkah pemerintah untuk mempermudah ekspor barang dan memperbaiki logistik untuk kemudahan produksi telah meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. ‘’Bagaimana prosedur yang tidak perlu dalam mendorong ekspor bisa dihilangkan dan juga penataan logistik, sebagaimana Anda ketahui sejumlah prosedur terkait lembaga surveyor maupun pengaturan logistik di pelabuhan untuk ekspor akan sangat disederhanakan,’’ ujarnya. Perry mengklaim transaksi untuk kebutuhan pelaku pasar di pasar valas sudah berkembang. Hal. 15 Semakin Diminati

’’Satu bahwa keyakinan investor asing terus kuat dan itu terbukti dari terus masuknya aliran modal asing tidak hanya penanaman modal asing, tapi juga investasi protfolio baik di obligasi, saham maupun jenis-jenis aset lain.’’ Perry Warjiyo


DENPASAR

2 Sinergi, Perkuat Ketahanan Ekonomi Bali Denpasar (Bali Post)Bali dari sisi ekonomi diharapkan mampu mandiri. Bali sendiri telah memiliki lembaga keuangan daerah sendiri yaitu BPD Bali. Dari BPD Bali diharapkan menjadi penopang ketahanan ekonomi Bali dan memperkuat ekonomi Bali. Direktur Operasional BPD Bali IB Gede Setia Yasa mengatakan, memperkuat ketahanan ekonomi Bali sesuai dengan visi misi untuk memperkuat daya saing BPD Bali. BPD Bali ingin memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan perannya terhadap pembangunan daerah. Oleh karena itu, tahun 2019 dalam rencana kerja korporasi BPD Bali, BPD Bali telah merencanakan program-program agar dapat berperan maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan BPD Bali adalah meningkatkan penetrasi pasar dan melakukan sinergi dengan sektor UMKM, sektor lembaga keuangan mikro, maupun lembaga keuangan yang ada di Bali saat ini. “Di tengah era disrupsi ditambah persaingan perbankan yang semakin ketat, sinergi sangat diperlukan dengan pihak-pihak atau institusi pemerintah ataupun swasta yang memberikan kita kemudahan untuk meningkatkan kontribusi pemda maupun dari sektor UMKM,” ujar Setia Yasa, Senin (28/1) kemarin. Kontribusi Bali terhadap sektor perbankan di Bali adalah 18 persen. BPD Bali menargetkan kontribusinya mencapai 20 persen. Jika kontribusi ini dapat bertumbuh, maka juga akan berkontribusi positif pada perekonomian Bali. Namun target pasar itu harus di-support dengan internal development baik

Sampah Meluber di TPS

Dampak Terhambatnya Armada Masuk ke TPA Suwung Denpasar (Bali Post) –

Kondisi sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bukan karena minimnya jumlah TPS. Namun semua ini akibat mobilitas armada yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung masih terhambat. Truk pengangkut sampah ke TPA belum lancar, akibat adanya alat berat yang rusak. Selain itu, luasan areal untuk membuang sampah di TPA semakin menyempit sejak adanya penataan dari pemerintah pusat. Hal ini ditegaskan Kabid Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna, Senin (28/1) kemarin.

Bali Post/may

IB Gede Setia Yasa

dari sisi SDM. SDM harus ditingkatkan secara kualitas sesuai dengan kebutuhan pasar. “Karena sekarang pergeseran SDM yang berkualitas harus di-support dengan sistem yang berkualitas juga. Tidak akan bisa kita melakukan pertumbuhan kalau sistem dan SDM tidak optimal,” katanya dan menambahkan, BPD Bali melakukan asessmen terkait proses bisnis sehubungan dengan pemanfaatan teknologi. (kmb42)

Adi Wiguna mengatakan, apabila kondisi di TPA sudah berjalan normal, maka semua angkutan sampah dari TPS ke TPA dipastikan lancar. ‘’Ini kendalanya di pengangkutan ke TPA. Bukan karena kurang armada, tapi karena masuknya ke TPA terhambat,’’ katanya. Menurut Adi Wiguna, pelayanan yang telah dilaksanakan selama ini sudah optimal. Bahkan perubahan penanganan sampah oleh masingmasing swakelola sudah optimal. DLHK dinilai sudah sangat siap dalam penerapan program penghentian pengangkutan sampah dari pinggir jalan ini, sehingga penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti halnya swakelola yang dilaksanakan di masing-masing desa dapat terus dimaksimalkan. Untuk menangani pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA, kata Adi Wiguna, DLHK memnyiagakan sedikitnya 70 truk angkut yang tersebar di 17 TPS di Kota Denpasar. Na-

Pemkot Denpasar ’’Ngaturang Bhakti Panganyar’’ di Pura Lempuyang Luhur

BERTEPATAN dengan rahina Soma Pon Pahang, Senin (28/1) kemarin serangkaian upacara Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih Panca Bali Krama, lan Matetingkeb di pura setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar ngaturang bhakti panganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Kecamatan Abang, Karangasem. Dimulai sekitar pukul 10.00 Wita jajaran Pemkot Denpasar dipimpin langsung Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara didampingi pula oleh Ketua TP-PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara beserta seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik pelaksanaan bhakti panganyar Pemkot Denpasar pada upacara Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih Panca Bali Krama, lan Matetingkeb di Pura Sad Kahyangan, Lempuyang Luhur ini. Dikatakan, hal ini merupakan suatu bentuk sradha bhakti jajaran Pemkot Denpasar untuk meningkatkan nilai spiritual sebagai umat beragama. ‘’Diharapkan kegiatan ini dapat memancarkan energi dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan, menetralisasi halhal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara mengatakan, bhakti panganyar Pemkot Denpasar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang

Selasa Wage, 29 Januari 2019

NGATURANG - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, dan Sekda AAN Rai Iswara saat ngaturang bhakti panganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Senin (28/1) kemarin. Luhur tahun 2019 ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan. ‘’Pelaksanaan bhakti panganyar di-puput oleh Ida Pandita Gede Putra Mas Geria Siangan Balun,’’ ujarnya. Panitia Karya Pura Sad Kahyangan Pura Luhur Lempuyang Wayan Santra mengatakan, upacara Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih Panca Bali Krama, lan Matetingkeb di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur dimulai pada Wrespati Umanis Ugu, 13 September 2018 dengan upacara Melaspas Genah Panegtegan, dilanjutkan pada Anggara Paing Watugunung, 9 Oktober 2018 dengan upacara Mapada Pacang Karya Wana Kertih. Pada Saniscara Umanis Watugunung, 13 Oktober 2018 digelar upacara

Maguru Piduka lan Ngaturang Pangelemek, dilanjutkan pada Saniscara Umanis Sungsang, 22 Desember 2018 dengan upacara Nyukat Genah. Pada Redite Wage Kuningan, 30 Desember 2018 dilaksanakan upacara Nuwur Batara Tirta Pacang Pesaksi Karya Panca Bali Krama, dilanjutkan pada Redite Umanis Langkir, 6 Januari 2019 dengan upacara Melaspas Wewangunan. ‘’Sedangkan puncak karya dilaksanakan pada Redite Kliwon Pujut, 20 Januari 2019 dan pada rahina Soma Pon Pahang, 28 Januari 2019, dilaksanakan bhakti panganyar oleh Pemkot Denpasar. Sementara itu, rangkaian karya diakhiri pada Redite Wage Uye, 10 Maret 2019 dengan upacara Ngaturang Maguru Piduka,’’ terangnya. (ad1093)

mun pihaknya tak menampik bahwa masih banyak laporan masyarakat yang mengatakan pasca-adanya penghentian pengangkutan pinggir jalan ini menyebabkan sampah di TPS menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan. ‘’Dari sisi personel, fasilitas dan armada pengangkutan kita sudah siap. Itu sudah optimal, mengingat saat ini volume sampah di Denpasar jumlahnya kurang lebih 800 ton per hari,’’ paparnya. Adi Wiguna menegaskan, sampah yang menumpuk di TPS tersebut bukan karena ketidaksiapan DLHK, melainkan adanya permasalahan teknis di TPA Suwung. Dikatakan, saat ini di TPA Suwung sedang dilaksanakan penataan, sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan kendaraan menuju ke TPA Suwung. Hal ini tentu sangat mempengaruhi sirkulasi pengangkutan yang sudah terpola menjadi sedikit terhambat, khususnya mengenai waktu. ‘’Truk sampah harus

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Bali Post/eka

SAMPAH - Seorang pengendara melihat tumpukan sampah yang meluber ke jalan di depo sampah Kreneng, Senin (28/1) kemarin. mengantre jika hendak menuju TPA Suwung. Itulah yang menjadikan pengangkutan cenderung molor, namun tetap bisa di atasi. Hanya, waktunya agak molor,’’ jelasnya. Adi Wiguna berharap, masyarakat dapat memaklumi kondisi ini sementara waktu. Hal ini di-

karenakan kewenangan akan TPA Suwung berada di Pemprov Bali. ‘’Kami berharap masyarkat bersabar dan menaati aturan pembuangan sampah dan ikut serta mengurangi sampah dengan memilah sampah tersebut,’’ ujarnya. (kmb12)

66 Tahun Yayasan Dwijendra Denpasar

Kedepankan ’’Manyamabraya’’, Pergantian Pengurus Hormati Proses Hukum PUNCAK HUT ke-66 Yayasan Dwijendra Denpasar diperingati secara sederhana, Senin (28/1) kemarin. Peringatan HUT diisi dengan apel bendera diikuti siswa, guru, dosen dan karyawan. Saat itu Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. bersama Bendahara Luh Beji, B.A., Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Dr. Putu Dyatmikawati S.H., M.Hum. dan pimpinan unit menyerahkan penghargaan dan cincin tali kasih kepada guru yang memasuki masa pensiun. Anak-anak Dwijendra pun memberikan support acara HUT dengan cara mempersembahkan prestasi di tingkat Bali hingga nasional. Paskibra SMA Dwijendra tampil atraktif dan mengundang decak kagum warga sekolah. Sementara Nita Kristi (SMA Dwijendra) mempersembahkan puisi berjudul ‘’Dirgahayu Dwijendra’’. Puisi ini dia persembahkan demi kejayaan Dwijendra. Usai acara formal dilanjutkan dengan acara potong kue dan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi oleh M.S. Chandra Jaya, Luh Beji, Rektor Putu Dyatmikawati, Kepala SMA Dwijendra Drs. I Made Oka Antara, M.Hum., Kepala SMK Dwijendra Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.Ikom., Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., Kepala SD Dwijendra Putu Pande Sarjana, S.Sn., dan Kepala TK Dwijendra Ni Luh Putu Dewi Sumaryati, S.Pd. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya mengungkapkan, di usia 66 tahun dia mengedepankan ajaran leluhur Manyamabraya. Dengan konsep manyambraya, dia minta kepada warga Dwijendra untuk menghormati guru dan orangtua, disiplin dan rajin belajar, apalagi yang mengikuti UN. Selain itu, warga Dwijendra diingatkan selalu menjaga tatakrama dan etika, berhati-hatilah bertindak di tahun politik.

CINCIN - Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya, Bendahara Luh Beji, Rektor Putu Dyatmikawati bersama para kepala sekolah menyerahkan cincin tali kasih kepada guru yang pensiun di HUT ke-66 Yayasan Dwijendra. Dia juga menekankan kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum. Termasuk dalam pergantian pengurus yayasan, harus mengedepankan proses hukum, bukan dengan cara politis. Untuk itu, dia minta kalangan politisi mengerem diri mencari popularitas politik dengan cara ikut campur dalam urusan internal Dwijendra, karena proses hukum masih berjalan. Pernyataan ini langsung direspons dengan tepuk tangan oleh ribuan warga Dwijendra. ‘’Kemenkum HAM pasti menghormati proses hukum,’’ ujarnya. Kepada siswa dan guru, dia minta maaf karena Mahakarya Dwijendra sebagai ajang pentas seni terbaik Dwijendra diundur hingga Februari dengan menggandeng artis nasional. Dia mengatakan, seniman Dwijendra Arief Mahendra, S.Sn. sudah mempersiapkan garapannya bersama warga binaan di Lapas Kerobokan. Untuk itu, dia minta jajaran Dwijendra menjaga soliditas, dedikasi dan loyalitas kepada lembaga. ‘’Di sinilah diperlukan rasa manyamabraya,’’ tambahnya.

Chandra Jaya mengungkapkan rasa bangganya karena selama ini warga Dwijendra tetap kompak dan kondusif, bekerja keras dan bekerja ikhlas. Sejumlah kado HUT kali ini yakni siswa SMP meraih juara I judo, juara I Kramaning Sembah, juara I LCC Agama Hindu se-Bali. Siswa SMA Dwijendra I Gede Arya Murti Widyasa meraih emas dan perak di Kerjurnas Muaythai. Siswa SMK Dwijendra meraih juara II Olimpiade Akuntansi se-Bali dan meraih akreditasi A. Sementara untuk siswa TK dan SD digelar lomba rekreasi, meliputi lomba memasukkan botol dalam keranjang, juara I diraih Putu Mikel, juara II Cok Nadine dan juara III Agung Ryuu Narayana Taira. Untuk SD digelar lomba menggambar, makan kerupuk, memasukkan paku, lari kelereng, dedupak dan lomba bakyak. Sementara itu, Bali Post Goes to School bekerja sama dengan SMP Dwijendra menggelar lomba tari Condong, tari Baris, lomba yoga dan menulis aksara Bali. (ad1102)

Diskusi Terbatas Inkindo Bali (2)

Bali Mesti Pertahankan Ketinggian Bangunan Maksimal 15 Meter REVISI Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP penting dilandasi dengan kajian akademik tentang daya dukung dan daya tampung Bali. Mengingat, kondisi air sungai, danau dan laut saat ini sudah tercemar. Jangan sampai masalah ini menjadi teralihkan dengan adanya wacana perubahan ketinggian bangunan. “Kalau ketinggian bangunan ini direvisi, dampaknya akan lebih hebat lagi daripada apa yang ada,” ujar anggota Inkindo Bali Putu Rumawan Salain dalam Diskusi Terbatas “Penye-

suaian Ketinggian Bangunan di Provinsi Bali” di Warung 63 Bali Coffee, Jalan Veteran Denpasar, Jumat (25/1) lalu. Menurut Rumawan, infrastruktur yang ada saat ini belum siap dengan adanya penambahan batas ketinggian bangunan. Sebagai contoh, apakah Bali sudah memiliki alat pemadam kebakaran yang siap memadamkan api pada gedung dengan 10 lantai. Kalau memang hanya dibatasi untuk kawasan tertentu seperti rumah sakit, saat ini pun sebetulnya sudah banyak ada

Topik : WISATAWAN CINA PERLU DIATUR KHUSUS

rumah sakit di Bali. Apalagi revisi perda tidak ada basis peta dasar yang benar skalanya. “Denpasar ini sudah 60 persen terbangun. Kalau mau dibangun lagi, ruang terbuka hijau mau ke mana? Kalau boleh dibangun lagi, berarti kita akan semakin terhimpit. Manusia semakin kecil di lingkungannya sendiri. Oleh karena itu, pemerataan pembangunan menjadi jawaban,” jelas akademisi Universitas Udayana ini. Rumawan menegaskan, Bali belum membutuhkan revisi Perda RTRWP khususnya terkait ketinggian bangunan. Review mestinya dilakukan saat masa berlaku perda ini habis yakni pada 2029. Saat itulah bisa dilakukan kajian apakah memang Bali memerlukan perubahan terkait batas ketinggian bangunan dan lainnya. Jangan sampai lingkungan kembali menjadi korban pembangunan. Seperti halnya Renon yang dulunya dikorbankan untuk pembangunan, padahal merupakan sawah nomor satu

Bali Post/eka

Putu Rumawan Salain

I Wayan Sukayasa

Kadek Pranajaya

Made Sukarmayasa

di Bali. “Saya konsisten dengan pandangan saya, bahwa saya tetap ingin mempertahankan ketinggian ini karena memang kita unik, dan yang lebih lagi adalah memanusiakan manusia. Di luar 15 meter, berarti skala kita bukan skala manusia,” tandasnya. Wakil Ketua I PHDI Bali I Wayan Sukayasa mengatakan, ketinggian bangunan sudah diatur setinggi pohon kelapa dalam bhisama. Selain itu, ada

pula bhisama kesucian, tempat suci, dan kawasan suci. PHDI memilih untuk tetap mengawal bhisama-bhisama tersebut. Namun, RTRWP Bali yang sudah diperdakan, termasuk koefisien dasar bangunan selama ini kerap dilanggar. “Saya kira penambahan ketinggian bangunan itu belum perlu,” ujarnya. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali Kadek Pranajaya mengaku setuju bila ketinggian bangunan ditambah

untuk rumah sakit. Terutama rumah sakit pemerintah. Sebagai praktisi, pihaknya melihat ketinggian 15 meter dihitung dari muka tanah. Merujuk pada Perda Nomor 5 Tahun 2015 di Kota Denpasar, ada toleransi 1,2 meter untuk parkir dan sirkulasi udara. “Ketika kita membangun rumah sakit, kita jangan lupakan ruang operasi, ruang ICU, critical center itu membutuhkan ruang yang cukup,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Perumahan dan Property Comercial DPD REI Bali Made Sukarmayasa sepakat bila kondisi infrastruktur di Bali saat ini memang belum siap menerima ketinggian bangunan lebih dari 15 meter. “Tetapi kita juga tidak boleh diam, karena kita harus memikirkan ke depannya. Begitu kita diamkan, perkembangan ini sudah muncul sporadis seperti jamur di musim hujan,” ujarnya. (rin)


BADUNG

Selasa Wage, 29 Januari 2019

3

Cuaca Ekstrem, Pasokan Air PDAM ke Kuta Dikhawatirkan Bermasalah Mangupura (Bali Post) -

Hujan di kawasan hulu beberapa hari terakhir sempat mengakibatkan bendungan karet di Tukad Penet bermasalah. Hal itu berpengaruh terhadap pasokan air PDAM untuk kawasan Kuta dan sekitarnya. Hal itu diungkapkan Dirut PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak, Senin (28/1) kemarin.

Bali Post/edi

SIMULASI - Simulasi dan pembersihan di IPA Estuari Dam yang bertujuan menyiapkan back-up pasokan air bersih ke Kuta dan sekitarnya.

Menurutnya, gangguan pasokan air PDAM diperkirakan akan terus terjadi saat cuaca ekstrem. Bahkan, apabila tidak disiapkan back-up pasokan air, pelayanan ke pelanggan akan terganggu secara berulang. Untuk mengantisipasi gangguan pasokan air dari Tukad Penet dan Tukad Petanu, PDAM Tirta Mangutama mulai melakukan simulasi untuk membantu suplai air di kawasan Kuta dan sekitarnya. Kemarin simulasi dilaksanakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuari Dam. Simulasi bertujuan mempersiapkan perencanaan antisipasi agar pasokan air bersih ke Kuta dan sekitarnya tidak terlalu tergantung pada Tukad Penet maupun di Petanu. ‘’Saat Penet atau Petanu bermasalah, diharapkan pasokan air bersih tidak terganggu. Dengan simulasi ini akan dilakukan penormalan pasokan. Dengan adanya plan A dan plan B, sistem 3 di Estuari Dam akan membantu suplai ke Kuta dan sekitarnya. Wa-

laupun volume lebih kecil, tapi yang penting masyarakat tetap terlayani,’’ kata Golak saat ditemui di IPA Estuari Dam. Dijelaskannya, untuk di Estuari Dam saat ini kemampuan produksi antara 425 hingga 430 liter per detik. Dengan simulasi ini, pihaknya berharap bisa meningkatkan produksi menjadi 500 liter per detik. Selain meningkatan produksi, intake atau sumber pengambilan air baku juga terus dibersihkan. Lumpur maupun sampah yang menyumbat pompa dibersihkan sehingga pasokan air bisa normal. ‘’Simulasi ini dilakukan untuk memastikan bagaimana pompa yang ada bisa beroperasi normal,’’ jelasnya. Dalam rangka peningkatan kapasitas produksi, Golak menyebutkan akan dilakukan peremajaan pompa yang tujuannya meningkatkan flow atau aliran air dari flow 150 menjadi 200. Dengan adanya tiga pompa dengan flow 200 ditambah satu pompa dengan

flow 150, diharapkan produksi bisa mencapai 500 liter per detik. ‘’Untuk air baku di Estuari Dam memang tetap tersedia. Apalagi saat ini sudah ada normalisasi, tentu daya tampung air akan lebih banyak,’’ ujarnya. Sementara terkait rencana pembuatan sodetan di muara Tukad Mati, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BWS Bali Penida dan Dinas PUPR. Pembuatan sodetan tujuannya memanfaatkan air di muara semaksimal mungkin. ‘’Ini masih tahap penjajakan. Kami dari PDAM berharap agar air tidak ada yang terbuang percuma ke laut,’’ ucapnya. Sementara untuk di sistem 4 Teluk Benoa telah dilakukan pergantian 1 valve. Selain itu, ada pergantian pompa baru di pompa 3 sistem 4. Hal ini akan bermanfaat bagi pasokan air bersih di wilayah Pecatu, Kampus Unud, Puri Gading dan Masuka, Ungasan. (kmb23)

Buka Sosialisasi Inpres Rencana Aksi P4GN

SOSOK ’’Shortcut’’ Jadi Prioritas

Bali Post/par

PEMBANGUNAN shortcut di Desa Tibubeneng menuju Desa Canggu dan Desa Canggu menuju Desa Pererenan, menjadi prioritas usulan dalam Musrenbang Kecamatan Kuta Utara. Camat Kuta Utara A.A. Arimbawa mengatakan, pembebasan lahan shortcut akan dilakukan tahun ini, termasuk penyusunan feasibility study (FS). ‘’Untuk pembangunan fisik jalan tersebut kami usulkan pada musrenbang 2020,’’ ujarnya. Mantan Kepala Kantor Arsip Daerah Badung ini menyatakan, ada dua usulan prioritas dalam musrenbang yakni upaya mengurai kemacetan lalu lintas dengan membangun dua shortcut dan terkait penanganan banjir. ‘’Saat ini kami masih melakukan perekapan usulan musrenbang di sejumlah desa dan kelurahan. Musrenbang tingkat kecamatan akan kami gelar pada tanggal 6 Februari,’’ jelasnya. Mengenai penanganan banjir, dia menyebutkan, tetap diusulkan tahun 2020. Tahun ini penanganan sebatas di sungai dekat Banjar Kancil. ‘’Dari pengecekan kami di lapangan, harus ada pemecah arus air di hulu sehingga hilirnya tidak menumpuk di satu sungai,’’ katanya seraya menambahkan, pihaknya juga akan mengusulkan normalisasi sungai di Banjar Anyar Kaja sampai Banjar Anyar Kelod, sehingga saluran air bisa lancar dan air tidak meluap saat hujan lebat. (par)

Sekda Minta Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa dan Banjar PENYALAHGUNAAN dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah terjadi hingga pelosok desa. Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya para generasi muda. Untuk menekan sekaligus mengantisipasi merebaknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa meminta instansi terkait dalam hal ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung terus menggencarkan sosialisasi narkoba hingga ke desa-desa maupun banjar-banjar di Badung. ‘’Kami Pemkab Badung mendorong BNNK mengencarkan sosialisasi narkoba ke tingkat desa maupun banjar,’’ kata Sekda Adi Arnawa didampingi Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini saat mem-

Antisipasi Banjir, Warga Benoa Usulkan Normalisasi Sungai

buka Sosialisasi Inpres No. 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilaksanakan di Puspem Badung, Senin (28/1) kemarin. Adi Arnawa menjelaskan, sosialisasi Inpres Rencana Aksi P4GN ini sangat penting dilakukan, tidak hanya di lingkungan Pemkab Badung saja, namun juga kepada masyarakat terutama bagi sekaa teruna. Ini penting mengingat Badung sebagai daerah tujuan wisata sangat rentan terpengaruh budaya narkoba, yang dapat mengakibatkan mental generasi muda menjadi merosot. ‘’Ini merupakan tantangan bangsa, tantangan masyarakat, tantangan republik ini, bagaimana untuk memberantas narkoba,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala

SOSIALISASI - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka sosialisasi Inpres tentang Rencana Aksi P4GN yang digelar di Puspem Badung, Senin (28/1) kemarin. BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan sosialisasi dapat berjalan dengan baik. Maksud dilaksanakan sosialisasi yaitu mendorong Pemerintah Daerah melalui OPD terkait

untuk mengimplementasikan Inpres No. 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi P4GN. Sementara tujuannya menciptakan atau menjalin koordinasi dan berperan aktif sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki sebagaimana tertuang dalam Inpres tersebut. (ad1095)

Anggota Ormas Edarkan Narkoba

Mangupura (Bali Post) Banjir kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan. Masalah ini pun menjadi sorotan warga. Bahkan pada Musrenbang Kelurahan Benoa yang dibuka Camat Kuta Selatan Made Widiana didampingi Plt. Lurah Benoa I Nyoman Rudiartha, Senin (28/1) kemarin, mengusulkan normalisasi sungai dan goronggorong untuk mencegah banjir masuk skala prioritas. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Benoa Wayan Ambara Putra yang memimpin musrenbang menyebutkan, banjir diakibatkan sampah dan sedimentasi pada sungai dan gorong-gorong. Untuk itu, normalisasi sungai dan gorong-gorong harus segera dilakukan. ‘’Ada empat sungai yang diharapkan untuk dinormalisasi, di antaranya Sungai

Tambak Sari, Sungai Celagi Gendong dan dua sungai lainnya,’’ katanya. Menumpuknya sampah di sungai maupun gorong-gorong berkaitan dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam membuang sampah. Salah satu upaya mengajak masyarakat sadar lingkungan adalah kerja sama antara dua desa adat di Kelurahan Benoa dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung untuk membangun TPS bersama. Diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan bisa meningkat seiring dengan tersedianya fasilitas tersebut. Masih terkait banjir, kawasan Pantai Bengiat yang merupakan salah satu destinasi wisata, juga menjadi perhatian. Warga mengusulkan pembenahan jalan sekaligus pembuatan goronggorong sepanjang jalur menuju Pantai Bengiat. (kmb23)

MUSRENBANG - Suasana musrenbang Kelurahan Benoa, Senin (28/1) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Penggerebekan dilakukan tim Satresnarkoba Polres Badung terhadap Agus Edi Santika (26). Anggota salah satu ormas besar di Bali yang bekerja sebagai sopir freelance ini diringkus di tempat tinggalnya di Jalan Tukad Balian, Gang Citra, Denpasar Selatan, lantaran menjadi pengedar narkoba. ‘’Bandarnya tak lain napi salah satu lapas di Bali,’’ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi, Senin (28/1) kemarin. Dari pengakuan pelaku, dia baru lima bulan melakoni bisnis ilegal ini. Dari tangan pelaku, petugas menyita 36 paket sabu-sabu (SS) seberat 12,62 gram. ‘’Dia mengaku jadi tukang tempel paket narkoba. Tiap nempel dapat upah Rp 50 ribu. Sebelum ditangkap, pelaku sudah menempel paket narkoba di lima tempat,’’ ungkapnya. Polisi juga menangkap tukang ojek online Is Dani Yusuf

Mangupura (Bali Post) – Pemilik limbah medis di lingkungan Gegadon Kelurahan Kapal yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dikelola Desa Kekeran, Mengwi, dikenakan sanksi. Melalui Surat Keputusan Bupati Badung nomor 660.42/122/DLHK/2019, izin operasional Laboratorium Sidhi Medika dibekukan sementara. Sanksi tak hanya berupa pembekuan izin sementara, dalam rapat yang dihadiri Perbekel Kekeran Nyoman Suarda dan Lurah Kapal I Nyoman Sudiarta di ruang Jepun Gosana, Puspem Badung, Senin (28/1) kemarin, pemilik sampah medis juga diminta melakukan upacara macaru di lokasi pembuangan sampah. Pemilik

Lab Sidhi Medika I Made Rai Merdana pun sepakat dengan sanksi sekala-niskala yang dijatuhkan kepadanya. ‘’Saya mohon maaf atas kejadian ini. Kami siap melaksanakan sanksi yang diberikan dan membenahi manajemen kami,’’ ungkapnya. Dalam keputusan pembekuan yang ditandatangani Kepala DLHK I Putu Eka Merthawan atas nama Bupati Badung, mewajibkan yang bersangkutan menghentikan kegiatan operasional Lab Sdhi Medika, melakukan pemulihan di areal pembuangan lahan tegalan di Lingkungan Gegadon Kelurahan Kapal, dengan cara melakukan pembersihan. Pembersihan dilakukan pada areal pembuangan sampah seluas 10

are berupa pemotongan rumput untuk mensterilkan lingkungan tersebut dari kemungkinan tercecernya limbah medis. Tak hanya itu, pemilik limbah medis juga diminta melakukan sanitari landfill melalui pengurukan dan limestone di Lokasi Banjar Dangin Pangkung Desa Kekeran, Mengwi. ‘’Dalam waktu 30 hari pihak Lab Sidhi Medika wajib memenuhi itu. Jika tidak, statusnya bisa dinaikkan berupa pencabutan izin dan secara otomatis dapat menggugurkan IMB. Selanjutnya bisa dijatuhkan pidana,’’ tegas Eka Merthawan. Dia membenarkan, selain sanksi administratif paksaan pemerintah atas pelanggaran Undang-undang No. 32 Tahun

SANKSI - Pemkab Badung melalui DLHK menjatuhkan sanksi kepada pemilik sampah medis.

Bali Post/ist

Bali Post/rah

PENGEDAR NARKOBA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menunjukkan para pengedar dan penyalahguna narkoba. (38) di Jalan Nakula tepatnya di depan pertokoan Jovie, Denpasar. Dari pelaku disita 18 paket SS seberat 7,68 gram dan 25 butir ekstasi. Saat ditangkap, pelaku hendak menempelkan paket SS. ‘’Pelaku ini juga sebagai pengedar. Pengendalinya sama yaitu seorang napi,’’ tegas mantan Kapolres Muna, Sulawesi Tenggara ini. Tak hanya itu, pelatih peracik kopi Eri Satria Purnama (25) dibekuk pada Minggu

(27/1) pukul 13.30 Wita. Pria bertato ini diciduk di Jalan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar Selatan. Satu paket ganja seberat 40,34 gram diamankan dari pelaku. Hasil penyidikan, pelaku menggunakan barang terlarang tersebut agar bisa tidur. ‘’Barang dikirim dari Padang. Tiap bulan pelaku pesan satu paket seharga Rp 1 juta dan dikirim lewat ekspedisi,’’ kata Kasatresnarkoba AKP Djoko. (kmb36)

Pemilik Limbah Medis Dikenakan Sanksi Administratif dan Adat 2009 dan Undang-undang No. 18 Tahun 2018, pemilik lab juga dituntut menggelar pembersihan secara niskala melalui upacara macaru di dua lokasi di sekitar tempat pembuangan sampah. ‘’Kita sepakat, selain sanksi administratif juga minta agar dilakukan upacara pacaruan di lingkungan Banjar Gegadon Kelurahan Kapal dan lingkungan Banjar Dangin Pangkung, Desa Kekeran,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, masyarakat yang tinggal di sekitar TPS Desa Kekeran digegerkan dengan temuan tumpukan limbah medis. Sampah medis yang terdiri dari puluhan kantong darah, ratusan jarum suntik, handskun, dan sebagainya ini dibuang sembarangan di TPS tesebut. (kmb27)

Bali Post/par


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Bulan Bahasa Bali 2019

Momentum dan Langkah Nyata Pelestarian Bahasa dan Aksara Bali TAK cukup dengan pakaian adat Bali dan penggunaan tulisan/aksara Bali di kawasan pemerintahan dan publik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga menggalakkan penggunaan bahasa Bali dengan dicetuskannya Bulan Bahasa Bali yang untuk pertama kalinya akan dilaksanakan pada Februari 2019 mendatang. Dengan tema ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali Malarapan Antuk Ngrajegang Bahasa, Aksara lan Sastra Bali’’. ‘’Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,’’ ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H., Rabu (23/1). Dewa Mahendra menjelaskan, kegiatan Bulan Bahasa Bali ini bakal diisi dengan berbagai kegiatan terkait dengan pengembangan dan pelestarian bahasa Bali seperti festival, lomba, pameran, pertunjukkan, seminar dan kegiatan lain. ‘’Pelaksanaan Bulan Bahasa ini akan dilaksanakan secara menyeluruh di kabupaten/kota se-Bali, bahkan hingga ke tingkat desa. Setelah pembukaan pada 1 Februari mendatang, maka dimulai pula beragam kegiatan untuk mendukung pelaksanaan bulan bahasa tersebut,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. menyatakan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat strategis dan langkah konkret dalam usaha pelestarian dan pengembangan bahasa Bali oleh pemprov. ‘’Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Bali, di mana Bali merupakan pilot project kemajuan dan pembangunan kebudayaan seperti yang selama ini didengungkan,’’ kata akademisi dari Unud ini. Prof. Suarka juga tak lupa mengimbau tiap kabupaten/kota tidak perlu khawatir dengan kendala yang mungkin ditemui di lapangan, seperti rasa takut salah saat menggunakan bahasa Bali. ‘’Bulan bahasa ini, tidak perlu takut untuk berbahasa Bali. Jangan takut salah karena tidak akan ada yang menyalahkan. Kita semua sama-sama belajar di sini, perlu pembiasaan diri, apalagi ini baru pertama kali dilaksanakan,’’ tutur Prof. Suarka yang dalam pelaksanaan kali ini sudah bergerak bersama tim sejak November 2018 lalu. Bahasa Bali, menurut Prof. Suarka, tetap eksis dan ajeg dalam perjalanannya mulai dari zaman Bali Kuno hingga di zaman modern seperti saat ini. ‘’Kenapa demikian? Karena bahasa Bali ini punya keunggulan. Selain bahasa juga ada aksara dan sastranya. Pun demikian bahasa Bali juga punya fungsi integral dalam kehidupan sosial, budaya dan agama orang Bali,’’ jelasnya. Terkait hal ini, Prof. Suarka menyebut gelaran tersebut jadi momentum luar biasa untuk melihat sejarah bahasa Bali, sehingga tidak terputus generasi. Selalu ada pewarisan dan penerusan antargenerasi. ‘’Di sana pentingnya Bulan Bahasa Bali menurut saya,’’ tandasnya. Di sisi lain, Ketua Tim Ahli/Penilai Bulan Bahasa Bali Drs. I Gede Nala Antara berharap jajaran OPD dan pegawai pemerintahan mampu menjadi contoh untuk penggunaan bahasa Bali. ‘’Hal tersebut agar Bulan Bahasa Bali ini benar-benar punya dampak di tengah masyarakat, di kehidupan sehari-hari dan terutama bagi generasi muda agar bisa turut serta,’’ ucap dosen Sastra Bali Universitas Udayana tersebut sembari mengimbau para akademisi menyertakan para mahasiswanya untuk menyukseskan Bulan Bahasa Bali ini. Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Putu Astawa yang bertindak selaku pelaksana mengutarakan kegembiraannya setelah mendengarkan kesiapan seluruh kabupaten/kota se-Bali yang berkomitmen untuk mengikuti ragam acara dan lomba dalam rangka Bulan Bahasa Bali yang baru pertama kali digelar ini. ‘’Saya bersyukur seluruh kabupaten/kota kompak dan antusias untuk turut serta, mengirimkan wakilnya serta melaksanakan

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. berbagai acara di tingkat daerah,’’ katanya. Pernyataan tersebut didukung Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bulan Bahasa Bali Made Mahesa Yuma Putra yang menyebut peserta berbagai lomba seperti festival nyurat lontar massal yang dilaksanakan serangkaian pembukaan Bulan Bahasa Bali juga telah dipastikan keikutsertaannya. ‘’Peserta sudah dipastikan 1.000 orang dari kalangan siswa SMP sampai mahasiswa hingga masyarakat umum,’’ tandasnya. ‘’Demikian pula dengan kegiatan-kegiatan lain seperti lomba komik online berbasis bahasa, aksara dan sastra Bali, lomba pembuatan meme berbasis bahasa, aksara, dan sastra Bali, lomba postingan status berbahasa Bali di media sosial, serta lomba vlog berbahasa Bali. Selain lomba, juga akan diadakan seminar, pameran, pertunjukan, serta penganugerahan. ‘’Intinya dalam Bulan Bahasa Bali ini kita rancang agar semarak dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan dan pemeliharaan bahasa Bali,’’ ujarnya lagi. Para penyuluh bahasa Bali pun seperti mendapatkan momentum dan wadah bagi mereka untuk menunjukkan hasil kerja dan program yang telah disusun. Seperti yang dituturkan Wayan Suarmaja, koordinator penyuluh bahasa Bali. ‘’Bulan Bahasa Bali kami anggap tempat yang sangat baik untuk eksistensi para penyuluh dan anak didiknya mendapatkan ‘panggung’. Kami sangat antusias dan mendukung, contohnya dengan pengerahan penyuluh untuk turut serta nyurat lontar, pameran atau yang lain sesuai dengan kebijakan daerah dan desa masing-masing,’’ imbih Suarmaja. Di tingkat kabupaten/kota diwajibkan mengadakan festival, lomba ngenter paruman antar-OPD, lomba nyurat akasara Bali anak-anak, ngwacen aksara Bali daha atau truna, nyatua Bali krama istri (PKK), sambrama wacana antar-OPD, debat bahasa Bali dan pameran serta pertunjukan. Sedangkan sebagai penutup akan dilaksanakan penyerahan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama terhadap insan masyarakat yang berjasa terhadap pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara dan sastra Bali. ‘’Untuk kompetisi berbasis media sosial saya mengajak semua kalangan untuk turut berpartisipasi karena pendaftarannya masih terbuka hingga 10 Februari 2019 dan memperebutkan hadiah jutaan rupiah,’’ ajaknya. (ad1101)

Rapat Paripurna DPRD Bali Diwarnai Interupsi

Dewan Minta Pemprov Segera Ambil Alih Aset di Bali Hyatt DPRD Bali menggelar rapat paripurna dengan agenda jawaban Gubernur Bali atas pandangan umum fraksi terhadap Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Bali, Senin (28/1) kemarin, tampak dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mewakili Gubernur. Salah seorang anggota dewan juga sempat interupsi setelah Wagub Cok Ace selesai membacakan jawaban Gubernur terkait dengan aset Pemprov di Bali Hyatt. ‘’Dalam rekomendasi Pansus Aset sudah jelas disebutkan agar Gubernur dalam hal ini Pemprov Bali segera mengambil alih tanah Pemprov di Bali Hyatt,’’ ujar anggota Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai saat interupsi. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan interupsi dari anggotanya itu sebetulnya mengingatkan eksekutif dan legislatif terkait rekomendasi pansus aset terdahulu. Rekomendasi itu memang harus ditindaklanjuti dan perlu koordinasi dengan Gubernur beserta jajarannya di Pemprov Bali. ‘’Memang rekomendasinya sudah ada, tetapi muter-muter begitu saja. Makanya perlu ada titik terang, karena kita pernah membentuk pansus,’’ ujar politisi PDI-P asal Tabanan ini. Sementara terkait jawaban Gubernur yang dibacakan Wagub, Wiryatama menyebut tidak ada yang terlalu signifikan. Gubernur hanya menyampaikan konsepkonsep RPJPD dan RPJMD dengan pola pembangunan semesta berencana. ‘’Nama saja berbeda, sebagian itu sudah ada. Coba lihat di bidang pertanian, sebenarnya dulu sudah ada, itu Simantri namanya. Tapi namanya gubernur baru, polanya harus baru juga,’’ jelasnya. Meski demikian, Wiryatama melihat pola pembangunan yang ditawarkan Gubernur sudah sangat terpadu dan menyeluruh. Kalau bisa dilaksanakan dengan baik, ini akan membawa keseimbangan antara pembangunan di Bali Selatan den-

RAPAT - Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama memimpin rapat paripurna dengan agenda jawaban Gubernur Bali atas pandangan umum fraksi terhadap Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. gan Bali Utara, Timur, dan Barat. Secara umum, jawaban Gubernur juga disebut sudah mengena dengan pertanyaan-pertanyaan dewan dalam pandangan umum fraksi. ‘’Ini kan tahapan jangka pendek sudah dibuat, jangka panjangnya sudah dibuat. Yang menjadi bicara-bicara dari dulu itu sudah dikerjakan. Itu sudah terangkum semua,’’ pungkasnya. Berkaitan dengan interupsi dewan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan, masih mempelajari rekomendasi Pansus Aset DPRD Bali terkait aset tanah Pemprov di Bali Hyatt. Mengenai jawaban Gubernur, Cok Ace menyampaikan faktor pembeda RPJPD Semesta Berencana terletak pada undang-undang yang menjadi pedomannya. Jika dulu berpedoman pada UU No. 32 Tahun 2004, kini pada UU No. 23 Tahun 2014 dengan mengacu pada Pola Pembangunan Semesta Berencana. Mengenai target kemiskinan yang ditekan namun target pertumbuhan ekonomi juga dikoreksi turun, justru untuk mengikis kerak-kerak kemiskinan yang ada. Salah satu kebijakan yang diambil untuk mencapai target kemiskinan 1-1,5 persen dari semula 4,2 persen adalah diterbitkannya Pergub No.

99 Tahun 2018. ‘’Target pertumbuhan ekonomi sebelumnya 8,2 - 9,4 persen, sementara capaian dalam empat tahun terakhir adalah dalam kisaran 6 persen. Jadi target itu diubah menjadi lebih realistis dan tetap optimis, dengan tumbuh 1 sampai 2 persen dari kondisi saat ini,’’ ujarnya. Penjelasan ini, lanjut Cok Ace, menjawab pertanyaan dari Fraksi Golkar, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Panca Bayu. Mengenai usulan dari Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Golkar agar PHR kembali dikelola Pemprov, Gubernur disebut akan membicarakan dengan Bupati Badung. Terkait hal ini, dewan diharapkan bisa turut memfasilitasi. Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Fraksi PDI-P karena turut memberikan penajaman atas beberapa hal penting dalam perumusan rancangan RPJPD dan RPJMD Semesta Berencana. Mulai dari visi-misi, indikator makro pembangunan, isu-isu strategis dan permasalahan daerah yang wajib mendapatkan prioritas penanganan sampai pada arah kebijakan. ‘’Bahkan program prioritas dan program pendukung disampaikan secara terinci. Semua itu akan dipelajari dan dipertimbangkan untuk penyempurnaannya,’’ jelasnya. (ad1099)

Selasa Wage, 29 Januari 2019

OSIS Gelar Fourgriska IT Competition Ke-10

SMK PGRI 4 Denpasar Mulai Terapkan E-Learning SMK PGRI 4 Denpasar kembali menyelenggarakan Fourgriska IT Competition (FITC) tingkat SMP se-Bali. FITC ke-10, Senin (28/1) kemarin dibuka Kadisdik Provinsi Bali diwakili Kabid SMK Made Sutarjana bersama Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua Kota PGRI Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. dan pengurus Komite Drs. I Wayan Ginastra, M.M. Kasek Ketut Suarya mengungkapkan Fourgriska IT Competition merupakan agenda rutin tahunan OSIS SMK PGRI 4 Denpasar untuk memotivasi kreativitas dan minat generasi muda dalam mengaplikasikan softwear, menuangkan gagasan, ide kreatif bidang IT. Dia meyakini untuk bisa bersaing di era global harus menguasai IT dan bahasa asing. Dunia pendidikan tak maju kalau tak menguasai IT. Makanya di SMK PGRI 4 Denpasar sudah menjalankan e-learning secara bertahap. Sejumlah siswa yang PKL materi pelajarannya sudah disebar lewat e-learning. FITC 2019 diikuti 154 siswa SMP se-Bali. Lomba meliputi microsoft word, exel, power point dan desain poster. Peserta juga diperkenalkan lab hotel, laundry dan house keeping. Para juara disiapkan kursi gratis di sekolah ini. Kasek Suarya menambahkan, FITC ini sepenuhnya dikelola OSIS SMK PGRI 4 Denpasar bersama Fourgriska Technology Club sekaligus dipakai media sosialisasi keberadaan sekolah yang membuka program keahlian dalam pariwisata yakni Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga dan Multi Media (MM). Di usia ke-19 tahun, SMK PGRI

FITC - Kabid SMK Sutarjana didampingi Madiadnyana, Ketut Suarya, Winata dan Ginastra saat membuka FITC dengan menekan tombol. 4 Denpasar sudah terakreditasi A. Tahun 2010, SMK PGRI 4 Denpasar sukses menjadi sekolah aliansi. Bahkan sekolah ini dipercaya menjadi sekolah rujukan nasional dan sekolah kemitraan keluarga nasional. Suarya juga menambahkan, para juara disiapkan beasiswa dan diskon uang gedung. Khusus untuk lulusan SMP PGRI dan warga Padagsambian diberikan keringanan uang bangunan hingga 40 persen. Selama ini SMK PGRI 4 Denpasar memiliki jumlah siswa tiga terbanyak di YPLP Denpasar yakni 1.000 lebih. FITC ini diapresiasi positif Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Bahkan, dia mengatakan FITC yang ke-10 ini menunjukkan SMK PGRI 4 Denpasar semakin meningkat kualitasnya. Ini berdampak pada lulusan yang profesional. Ini dibuktikan SMK PGRI 4 Denpasar menjadi SMK yang sarat praktik minimal 75 persen praktik. Kabid SMK Made Sutarjana menyambut baik kreativitas warga SMK

PGRI 4 Denpasar untuk mempersiapkan masa depan anak muda. FITC ini juga sebagai wadah untuk pengembangan bakat dan minat siswa SMP di bidang IT. Bahkan Disdik akan menggelar lomba SPW (sekolah pencetak wirausaha). ‘’Tunjukkan kita bisa agar jangan sampai SDM diganti dengan teknologi,’’ ujarnya. Dia memuji SMK PGRI 4 Denpasar sukses memadukan event akademik ini dengan pembinaan lingkungan yakni siswa SMP. Apalagi dia salut dengan fasilitas SMK PGRI 4 Denpasar yang lengkap serta bertaraf hotel bintang empat serta ber-ISO. Terhadap kekurangan guru produktif, katanya, bisa menggunakan guru tamu dan guru dari kelas industri. Dia berharap SMK makin gencar melakukan kerja sama antar-SMK di Bali dan luar Bali. Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar Drs. IGN Wiadnyana, M.M., M.Si. menyebut lomba ini adalah hasil kreativitas. Untuk itu, dia setuju ajang ini sarat dengan pendidikan karakter. (ad1096)

SMK Dwijendra Denpasar ’’Student Exchanges’’ dengan Belanda

SMK Dwijendra Denpasar membuktikan diri sebagai SMK yang sudah go international. SMK swasta unggulan di Denpasar ini lebih awal go international dengan menggandeng sekolah dan universitas di luar negeri, melalui pertukaran siswa dan guru sejak tiga tahun lalu. Senin (28/1) kemarin, dua mahasiswa Poosen daag University, Belanda yakni Justine Lohman dan Luc van Leengoed mulai melakukan pertukaran mahasiswa alias student exchanges di SMK Dwijendra. Keduanya diterima secara hangat di puncak HUT ke-66 Yayasan Dwijendra Denpasar oleh Kepala SMK Dwijendra Denpasar yang baru Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.Ikom. bersama para guru. Mereka juga diterima Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., Bendahara Yayasan Luh Beji, B.A., Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., kepala sekolah dan pimpinan unit di lingkungan Dwijendra. Bahkan keduanya diajak larut dalam kegembiraan HUT Yayasan Dwijendra. Sebelumnya, SMK Dwijendra memperkuat kerja sama dalam pertukaran siswa dan guru dengan Somvliet College. Justine dan Luc van Leengoed mengaku memilih SMK Dwijendra karena dikenal memiliki program IT yang terbaik di Bali serta memiliki pogram budaya Bali. Selain itu mahasiswa Belanda juga sudah sering melakukan student exchanges di SMK Dwijendra Denpasar. Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra mengungkapkan program pertukaran siswa ini menunjukkan SMK Dwijendra mampu menarik mahasiswa asing karena kemajuan di bidang IT. Untuk itu kedua mahasiswa ini selain IT di SMK Dwijendra juga belajar budaya Bali. Bagi dia, program ini sangat bermanfaat untuk keluarga

BELANDA - Dua mahasiswa asal Belanda diterima dengan hangat Kepala SMK Dwijendra IB Dwi Oka Putra dan para guru SMK Dwijendra. besar SMK Dwijendra karena siswa dan gurunya juga bisa mengintip ilmu IT dan praktik bahasa asing dari warga Belanda. Kemudian mahasiswa asal Belanda bisa membantu sarpras IT di sekolahnya lewat networking-nya di Belanda. Sementara setiap tahun SMK Dwijendra juga mengirim peserta program pertukaran siswa dan guru. Mereka yang dipilih adalah siswa dan guru yang menguasai bahasa Inggris, IT dan bisa menari serta berintegritas. Ini artinya SMK Dwijendra karena bisa menularkan budaya Bali dan IT di Belanda. Program ini, diakui Gus Dwi, berdampak positif bagi siswa dan SMK Dwijendra. Mereka yang datang dari Belanda akan mendapatkan sertifikat sangat penting diterima di dunia kerja, bagi lembaga bermanfaat dalam pengembangan e-learning. Gus Dwik didampingi Wakasek Kurikulum IA Paramita Mahasari, S.E., Wakasek Kesiswaan I Wayan Sumadika, S.Pd., Humas IA Rai Trisna Dewi dan Wakasek Sarpras

Putu Aris Sanjaya, S.Pd. mengungkapkan tahun ajaran nanti SMK Dwijendra Denpasar akan merekrut siswa baru untuk Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Program Keahlian Akuntansi dan Akomodasi Perhotelan. Mereka juga diberi penguatan untuk florist dan laundry guna menjadi SDM siap kerja. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya memaparkan kepada tamunya, SMK Dwijendra saat ini menempati gedung baru di Jalan Suradipa, Peguyangan. Dia juga memaparkan peserta pertukaran siswa asal Belanda yang pernah belajar iptek dan budaya Bali di SMK Dwijendra selalu merasa senang berada di Bali. Makanya yayasan sangat mendukung kerja sama internaisonal kedua lembaga ini. Dengan demikian kerja sama ini tak terkesan hanya di atas kertas. Untuk itu warga SMK Dwijendra bisa dipakai untuk menambah wawasan soal bahasa asing dan IT. (ad1097)

Tepis Isu ’’Hoax’’ yang Beredar

PT Dunlopillo Bali Sampaikan Klarifikasi SEMPAT ada informasi bohong atau hoax yang melibatkan PT Dunlopillo Bali. Tentunya sangat merugikan bagi pihak PT Dunlopillo Bali. Bahkan isu bohong tersebut sempat meresahkan PT Dunlopillo Bali. Untuk itu, pihak PT Dunlopillo Bali menyampaikan klarifikasi bahwa isu yang sempat beredar itu tidak benar. Pihak PT Dunlopillo Bali merasa telah menjadi korban hoax atas isu yang sempat beredar. Sebagai klatifikasi, Pimpinan PT Dunlopillo Bali Djohan dan Lamianti Pamungkas, Senin (28/1) kemarin menyampaikan pemberitahuan kepada semua pihak. Ini juga sekaligus menanggapi isu-isu beredar yang memang dianggap tidak benar. Informasi yang tidak benar tersebut menyebutkan bahwa PT Dunlopillo Bali ada hubungannya dengan Tokyo (anak dari San Ke), Raja Gaharu, Red Hat Restaurant atau Yi Ping Chen Xiang Centro dan pihak lainnya, termasuk yang ada kaitan dengan aplikasi-aplikasi lain yang merusak pasaran sekarang. Pihaknya menegaskan PT Dunlopillo tidak ada kaitannya dengan pihak yang dimaksud di atas. Atas

isu bohong yang sempat beredar, pihaknya mengaku sangat dirugikan. ‘’Kami PT Dunlopillo Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa kami tidak ada hubungannya dengan beberapa pihak seperti yang ada dalam pemberitaan tersebut,’’ ujarnya. Dijelaskan Djohan, PT Dunlopillo Bali yang beralamat di Jalan By-pass Ngurah Rai No. 89, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung saat ini hanya dipimpin dua orang pimpinan. Yaitu Djohan dan Lamianti Pamungkas (pemilik Raja Walet Centro). Untuk

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

itu, pihaknya mengharapkan untuk tidak mempercayai beredarnya berita bohong terkait keberadaan Dunlopillo yang tentunya bisa merusak citra perusahaan yang dia pimpin. ‘’Kebenaran perihal pemilik PT kami bisa dicek dalam akta pendirian. Kepada semua pihak, mohon dicek kebenarannya. Jangan sebar hoax (informasi bohong) dulu sebelum tahu kebenarannya, karena sekarang sudah ada undangundang tentang perusakan nama baik,’’ tegas Djohan. (ad1091)


DAERAH

Selasa Wage, 29 Januari 2019

5

Taspen Proteksi JKK Shri Wira Wedawitry Siap Mengawal Eksistensi dan JKM PPPK Organisasi Hindu Demi Kedaulatan Bali Pelantikan Pengurus Prajaniti DPD Bali di LPMP Renon Denpasar

PELANTIKAN - KS Arsana, S.Psi. (Ketua Umum DPP Prajinitin Pusat) bersama Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry, S.Sos., S.H., M.H. (Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan) usai acara pelantikan pengurus DPD Prajaniti dan DPD ICHI. KEBANGKITAN jiwa-jiwa perjuangan pemuda Bali kini semakin bermunculan. Saat dilantiknya pengurus DPC, DPD Prajaniti se-Bali dan DPD ICHI Bali di Gedung LPMP Renon Denpasar, telah terlihat kembali kobaran semangat pemuda-pemuda Bali yang siap untuk menjaga kedaulatan Bali. Organisasi yang terbentuk pada tahun 1968 itu kembali menunjukkan taring perjuangannya sejak terkubur beberapa tahun yang lalu. Semangat

itu pun seakan-akan kembali muncul dan tertanam di jiwa pemuda Bali yang tergabung dalam kepengurusan DPC dan DPD Prajaniti se-Bali. Saat pembacaan SK kepengurusan oleh pengurus DPP Prajaniti Pusat memberikan amanat kepada semua pengurus Prajaniti yang baru dilantik untuk siap mengawal kedaulatan Bali dan Pancasila. Pada kesempatan itu nampak hadir Ketua Umum DPP Prajaniti Pusat (KS Arsana,

S.Psi.), Ketua Umum DPP ICHI pengurus DPC, DPD Prajaniti se-Bali beserta pengurus ICHI Bali. Semangat untuk menjaga kedaulatan Bali mestinya harus disinergikan bersama-sama oleh seluruh pemuda yang tergabung di kepengurusan Prajaniti Bali. Sebagai tokoh pemuda Bali yakni Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry, S.Sos., S.H., M.H. yang menyandang amanat sebagai Wakil Ketua Pendidikan & Kebudayaan di DPD Prajaniti Bali menyampaikan hal serupa demi terciptanya kedaulatan Bali. Sebagai generasi muda, ia merasa mempunyai tugas yang harus diselesaikan layaknya cita-cita para pejuang terdahulu. Menurutnya, Bali saat ini butuh generasi muda yang agresif, kreatif dan inovatif. Maka dari itu belajar dari pengalaman itu, ia merasa sebagai generasi muda Bali harus ikut dan selalu aktif mengikuti organisasi-organisasi yang visinya memperjuangkan kedaulan Bali. Salah satunya yang ia pilih saat ini yaitu Organisasi Prajaniti. ‘’Saya akan jalankan sebaik-baiknya amanah yang diberikan sebagai wakil ketua ini. Ke depan saya yakin organisasi ini akan membawa Bali terus menjadi pulau yang kaya akan budayanya. Saya juga sangat yakin organisasi ini akan menjadi tameng dalam menjaga keutuhan NKRI & ideologi negara kita yaitu Pancasila,’’ kara Shri Wira Wedawitry yang saat ini

juga masih menjabat sebagai Sekjen KNPI Provinsi Bali. Ia mengucapkan selamat atas acara perdana Prajaniti Bali ini. Menurutnya, hal ini sangat luar biasa karena bisa mendatangkan tokoh Hindu internasional dan nasional. Ke depan, ia berharap dengan terlaksananya acara konferensi internasional yang mengangkat tema ‘’Hindu Temples As Centers of Excellence’’, perjuangan Prajaniti Bali selalu dikobarkan demi tegaknya ajaran-ajaran serta konsepsi-konsepsi ajaran suci Hindu. Tidak cuma itu, ia juga berharap ke depannya Prajaniti Bali bisa hadir untuk masyarakat Bali dan membela seluruh hak-hak yang semestinya dimiliki masyarakat Bali. Sebab, secara pribadi ia optimis dan siap mengawal perjuangan teman-teman pemuda Bali yang tergabung dalam kepengurusan Prajaniti Bali demi kedaulatan Hindu, ideologi negara Indonesia, dan Pulau Bali. Selama ini, Shri Wira Wedawitry yang merupakan adik kandung Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini aktif di dunia pendidikan dan sejarah yakni sebagai Ketua Umum Yayasan Mahendradatta, Sekretaris Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) Provinsi Bali, Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno yang tersebar di seluruh Bali dan juga aktif sebagai Wakil Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Bali. (ad1092)

TASPEN menjadi penyelenggara Jaminan Sosial berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta JKK dan JKM bagi pegawai non-PNS (termasuk tenaga honorer) yang bertugas pada instansi pemerintah. Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar Hestraningtyas Wira Yoga mengatakan, program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian diatur dalam dua kategori yaitu yang bekerja pada penyelenggara negara dan bukan penyelenggara negara. Program JKK JKM bagi penerima upah selain yang bekerja pada penyelenggara negara diatur berdasarkan PP 44 Tahun 2015 yang dikelola oleh BPJS TK. Sedangkan untuk yang bekerja pada penyelenggara negara diatur berdasarkan PP 70 Tahun 2015, PP 66 Tahun 2017, dan PP 49 Tahun 2018, yaitu untuk ASN, PPPK dan Honorer dikelola oleh Taspen. Selain itu untuk anggota TNI, Polri, PNS Kemenhan termasuk PPPK-nya dikelola oleh ASABRI berdasarkan PP 102 Tahun 2015. Melalui PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK menyebutkan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi PPPK berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Bantuan Hukum. Melalui PP Nomor 49 Tahun 2018 Pasal 99 pula menyatakan bahwa pegawai non-PNS yang bertugas pada instansi pemerintah diberikan perlindungan berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian sebagaimana berlaku bagi PPPK. Peraturan yang berlaku bagi PPPK dalam hal ini ialah PP Nomor 70 Tahun 2015, yaitu pengelolaan JKK dan JKM diamanatkan kepada Taspen. Peraturan Pemerintah itu merupakan tindak lanjut dari PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Pada pasal 2 ayat 2 menyatakan

bahwa Program JKK dan JKM bagi peserta pada pemberi kerja penyelenggaraan negara diatur dengan peraturan pemerintah tersendiri. Dengan ini Taspen selain menjadi penyelenggara jaminan sosial bagi PNS dan pejabat negara juga memberikan perlindungan berupa JHT, JKK dan JKM kepada PPPK serta JKK dan JKM bagi pegawai non-PNS termasuk pegawai yang saat ini dikenal dengan sebutan tenaga honorer atau sebutan lain yang bertugas pada instansi pemerintah. Terkait dengan pengenaan iuran akan diatur dalam ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian perlindungan. (ad1090)

Jaga Keamanan, Polresta Pileg dan Pilpres 2019 Gandeng Tokoh Puri Denpasar (Bali Post) Menghadapi tahun politik, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan rutin melakukan simakrama dengan tokoh puri dan masyarakat. Pada Senin (28/1) kemarin, Kombes Ruddi berkunjung ke Puri Satria di Jalan Veteran, Denpasar dan diterima panglingsir puri Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi yang akrab dipanggil Tjok Ratmadi. Saat itu Kapolresta didampingi Wakapolresta AKBP Nyoman Artana dan pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Tjok Ratmadi menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta dan jajarannya telah meluangkan waktu masimakrama ke Puri Satria. Secara umum, anggota DPD-RI ini menyampaikan pemilu di Bali boleh dikatakan berjalan aman. Adanya banyak parpol, tentu saja membuat suara terpecah dan pengalaman politik selama 25 tahun, menurutnya, cukup memberikan gambaran situasi politik di Bali, khususnya Denpasar. Secara umum pemilu diperkirakan berjalan aman. ‘’Terima kasih kepada tokoh atau panglingsir Puri Satria sudah meluangkan waktu menerima kunjungan kami,’’ ucap Kapolresta Ruddi. Sebagai Kapolresta, Kombes Ruddi mengajak komponen dan tokoh Puri Satria bersama-sama menjaga keamanan wilayah Denpasar. Terutama memasuki tahun politik, di mana situasi akhir-akhir ini mulai nampak geliat politik. ‘’Tentunya diharapkan rangkaian pemilu dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai,’’ kata mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. (kmb36)

Bali Post/ist

SIMAKRAMA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan ‘’masimakrama’’ ke Puri Satria, Denpasar.

Pembunuh Bayi Kembar Minta Keringanan Hukuman

Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) Luh Putu Ari Suparmi sudah menuntut pidana penjara selama 14 tahun terhadap terdakwa pembunuh bayi kembar, Dafriana Wulansari alias Lani (21) asal Manggarai, Nusa Tenggara Barat. Senin (28/1) kemarin, terdakwa yang sekaligus ibu kandung korban diberikan kesempatan melakukan pembelaan atau pledoi. Di hadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama, terdakwa mengaku menyesali perbuatannya, mengaku gelap mata, dan bahkan mengaku sulit memaafkan dirinya sendiri. ‘’Pada saat itu tidak tahu apa yang saya lakukan, sehingga saya gelap mata. Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran saya. Saya membuat perbuatan sekeji itu, sungguh sangat menyesal,’’ ucapnya di depan persidangan. Selama proses penahanan di Lapas Kerobokan, dia mengaku belajar menerima kenyataan untuk memaafkan dirinya sendiri. Ia pun berjanji tidak bakalan mengulangi perbuatannya. Atas apa yang disampaikan, sambil menangis mengetuk nurani majelis hakim untuk memberikan hukuman yang seringanringannya. ‘’Dengan pertimbangan usia saya masih muda,’’ pinta terdakwa. Sebelumnya, jaksa menuntut Dafriana Wulansari alias Lani dengan pidana penjara selama 14 tahun. Lani yang juga merupakan ibu kandung bayi kembar itu bersalah melakukan, yakni setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melalukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak, yang mengakibatkan mati. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 76c jo Pasal 80 ayat 3 dan 4, UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Di samping itu, terdakwa juga dituntut supaya ibu kandung anak kembar itu dipidana denda Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan. (kmb37)

Bawaslu Catat 93 Dugaan Pelanggaran

Denpasar (Bali Post) -

Bawaslu Provinsi Bali merilis hasil pengawasan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 di kantor setempat, Senin (28/1) kemarin. Tercatat ada 93 dugaan pelanggaran yang terdiri dari 6 laporan dugaan pelanggaran dan 87 temuan hasil pengawasan dari pengawas pemilu. Mayoritas merupakan pelanggaran administrasi pemilu, khususnya terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Kordiv Penindakan Bawaslu Bali I Wayan Wirka mengatakan, ada empat jenis pelanggaran pemilu. Yakni pelanggaran administrasi, pidana pemilu, etik terhadap penyelenggara, dan pelanggaran terhadap undang-undang lainnya. Enam laporan dugaan pemilu yang masuk ke Bawaslu tidak bisa diregistrasi seluruhnya karena tidak memenuhi syarat formil dan materiil. Berbeda dengan 87 temuan pengawas pemilu yang semuanya sudah diregistrasi. ‘’87 temuan itu terdiri dari 77 pelanggaran administrasi pemilu, 3 pelanggaran pidana pemilu, dan 7 pelanggaran terhadap undang-undang lainnya. Kalau pelanggaran etik, nihil,’’ ujar mantan anggota Panwaslu Tabanan ini. Wirka menambahkan, dugaan pelanggaran pidana ditemukan di Buleleng, Gianyar dan Karangasem. Namun, laporan dugaan pelanggaran di Buleleng tidak memenuhi unsur-unsur sesuai hasil pembahasan ta-

hap pertama di Sentra Gakkumdu, sehingga tidak bisa diregistrasi. Di Gianyar terdapat satu laporan dengan dua pelanggaran yaitu administrasi dan pidana. Khusus pelanggaran pidana setelah dilakukan pembahasan kedua dinyatakan tidak memenuhi unsur pidana. Untuk dugaan di Karangasem, kini prosesnya sudah naik ke tahap penyidikan di Sentra Gakkumdu Karangasem setelah sebelumnya berproses di Bawaslu selama 14 hari. ‘’Proses penyidikan pada tanggal 25 lalu, sudah dilakukan gelar perkara terhadap terlapor yaitu oknum perbekel sudah ditetapkan menjadi tersangka dugaan pelanggaran pidana pemilu,’’ imbuhnya. Dari 77 pelanggaran administrasi pemilu, lanjut Wirka, 3 di antaranya merupakan pelanggaran terhadap tata cara kampanye yang diselesaikan melalui proses ajudikasi. Sedang-

kan sisanya diselesaikan melalui kajian di Bawaslu yang output-nya berupa rekomendasi. Misalnya, penertiban APK. Ada dua mekanisme yang dilakukan Bawaslu. Yakni memberi peringatan 1 x 24 jam agar peserta pemilu menurunkan sendiri APKnya yang diduga melanggar atau dipasang di luar zona. ‘’Kedua, apabila belum diturunkan, maka Bawaslu berkoordinasi dengan pemda, dalam hal ini Satpol PP bersama-sama menurunkan APK tersebut,’’ jelasnya. Secara keseluruhan, lanjut Wirka, ada 1.838 APK dan 41 bahan kampanye yang sudah ditertibkan. Paling banyak terdapat di Badung dengan total 981 APK. Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali I Ketut Rudia menambahkan, pelanggaran undangundang lainnya terjadi di Buleleng, Jembrana, Bangli, dan Karangasem yang dilakukan dua oknum ASN

Banyuwangi (Bali Post) Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi berhasil menggagalkan pengiriman paket sabusabu ke Bali. Empat pelaku diamankan. Dua bandar, sisanya jaringan pengedar. Dari para pelaku disita tiga paket sabu-sabu, beratnya 13,78 gram. Serbuk putih itu didatangkan dari Kediri, Jawa Timur. Empat pelaku masingmasing Andri Yuli Prayitno (36), warga Dusun Krajan Desa Sumbersari Kecamatan Srono, dan Sujito alias Kijon (40), warga Dusun Tambakrejo Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo. Keduanya dicurigai sebagai bandar. Dua pelaku lainnya, Mujianto alias Fery (40), warga Dusun Krajan Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri dan Agus Kalpiko (40), warga Dusun Ringinagung Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. ‘’Kasus ini kita ungkap Kamis (24/1) malam, tak jauh dari Pelabuhan Ketapang,’’ kata Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Imron, Senin (28/1) kemarin. Imron menjelaskan,

polisi pertama menangkap Andri Yulianto dan Sujito. Awalnya, polisi mendapati kabar adanya pengiriman sabu-sabu ke Bali. Polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, sebuah mobil Daihatsu Ayla warna merah dengan nopol AG 1130 HJ parkir di sebuah SPBU, di utara Pelabuhan Ketapang. Penyergapan digelar. Melihat kedatangan polisi, dua pelaku yang berada di dalam mobil langsung kabur. Polisi bergerak cepat. Dua pelaku gagal melarikan diri. ‘’Hasil penggeledahan, kita temukan tiga paket sabu,’’ jelas Imron. Barang bukti itu disembunyikan dalam lipatan tisu. Ditemukan juga sebuah pipet kaca. Keduanya mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seseorang di Kediri, Jawa Timur. Lalu diminta mengirim ke Bali. Sedianya, barang haram itu akan diterima seseorang yang sudah menunggu di Pelabuhan Gilimanuk. Ternyata, selain hendak ke Bali, kedua pelaku baru saja menjual serbuk sabu ke dua pengecer di Banyuwangi. Masing-masing Mu-

jianto alias Fery dan Agus Kalpiko. Keduanya berhasil ditangkap di Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, beberapa jam kemudian. Dari keduanya, diamankan paket sabu 0,44 gram dan 26 gram. Mujianto mengaku membeli sabu dari Sujito alias Kijon saat berada di rumah Andri Yulianto. Dari tangannya disita dua paket sabu dengan berat bersih 0,44 gram dan 26 gram. Sedangkan Agus Kalpiko mengaku melakukan transaksi dengan Kijon di pinggir jalan Pesanggaran. Dari pria ini ditemukan 4 paket sabu dengan berat bersiha 0,62 gram. ‘’Jadi, total barang bukti yang kita sita dari para pelaku sebanyak 40 gram. Seluruh barang itu diambil dari Kediri oleh tersangka Sujito dan Mujianto. Sedianya akan dikirim ke Bali, sebagian diedarkan di Banyuwangi,’’ jelas Imron. Bersama barang bukti, para pelaku diamankan di Polres Banyuwangi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU No.35/2009 tentang Narkotika. (udi)

Bali Post/kmb32

PILPRES - Ketua Bawaslu Bali Ni Ketut Ariyani bersama anggota Bawaslu Bali I Ketut Rudia (dua dari kiri) dan I Wayan Wirka (kiri) saat menyampaikan hasil pengawasan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Presiden (Pilpres) Tahun 2019. dan lima oknum kepala desa. Bawaslu sudah mengeluarkan rekomendasi untuk kepala desa yang disampaikan kepada bupati dan untuk ASN disampaikan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ketua Bawaslu Bali Ni Ketut Ariyani mengatakan pihaknya sudah mengede-

pankan sejumlah upaya pencegahan sebelum masa kampanye dimulai. Termasuk jika ada potensi pelanggaran sudah dilakukan upaya cegah dini. Namun, masih saja ada ASN yang terbukti terlibat aktif dalam politik yakni satu di Jembrana dan satu di Karangasem. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara berkelanjutan terus berupaya menciptakan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program guna mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial masyarakat, memaksimalkan Kota Tangguh Sosial. Hal ini guna memberikan pelayanan terintegrasi dan tepat sasaran sesuai dengan bidang OPD terkait. Kadis Sosial Kota Denpasar I Made Mertajaya didampingi Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar I Nyoman Artayasa, Senin (28/1) kemarin, mengatakan saat ini jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Denpasar terus mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan Pemkot Denpasar terus berkomitmen dengan memadukan beragam kegiatan seperti halnya K3S yang fokus memberikan bantuan dan pendampingan bagi masyarakat PMKS. Lebih lanjut dikatakan, penerapan Kota Tangguh Sosial itu sendiri merupakan amanat dari Permensos Nomor 8 Tahun 2012 tentang pedoman pendataan dan pengolahan

data penyandang kesejahteran sosial. Sehingga langkah awal yang dilaksanakan adalah melaksanakan pendataan bagi masyarakat yang tergolong penyandang PMKS di Kota Denpasar. Artayasa menekankan, adapun prinsip dari Kota Tangguh itu sendiri meliputi tanggap, respons cepat, berkelanjutan, inovasi, inklusi, kolaborasi serta open source. Dalam Kota Tangguh Sosial ini terdapat 26 kategori PMKS yang ditangani seperti halnya disabilitas, anak telantar dan lain sebagainya, namun demikian di Kota Denpasar sendiri penangananya difokuskan pada PMKS fakir miskin. ‘’Yang terpenting adalah di mana dengan adanya Kota Tangguh Sosial ini diharapkan PMKS Kota Denpasar dapat ditangani dengan baik dan maksimal sesuai dengan kebutuhan yang ditangani langsung oleh OPD terkait, seperti bidang pendidikan, kesehatan, pertanahan, dan lain sebagainya,’’ pungkasnya sembari mengatakan bahwa sinergitas antar OPD dan desa/ lurah mealalui Aplikasi Pro Denpasar dan e-Sewaka diharapkan dapat memaksimalkan proses pendataan PMKS di Kota Denpasar. (kmb12)

Digagalkan, Penyelundupan Denpasar Gaungkan Kota Tangguh Sosial Sabu-sabu ke Bali


OPINI

6

Selasa Wage, 29 Januari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Memperkuat Desa Adat/Pakraman

DESA adat/pakraman merupakan organisasi atau lembaga yang sangat strategis di Bali. Karenanya, lembaga tradisional ini dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman yang kemudian diubah menjadi Perda No. 3 Tahun 2003. Namun, perda tersebut dinilai Gubernur Bali Wayan Koster sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum, sehingga perlu diganti dengan menetapkan Perda tentang Desa Adat. Ranperda tentang Desa Adat ini diharapkan sudah rampung dan disahkan menjadi perda, Februari 2019 mendatang. Semua perda yang disusun, entah itu namanya Perda Desa Pakraman atau pun Perda Desa Adat, tujuannya bermuara pada penguatan desa adat yang ada. Karenanya, pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali harus mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat mentalitas keagamaan. Desa adat agar kembali dapat memerankan fungsi secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali yang telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi. Untuk mencapai tujuan ini, tentu tidak bisa hanya dengan menelurkan perda. Saat ini, desa adat/pakraman tidak hanya menghadapi gempuran budaya global (milenial). Terjangan dan empasan ekonomi global turut memengaruhi perubahan sosiokultutural krama (masyarakat) adat. Karena itu, penguatan ekonomi krama tidaklah bisa dikesampingkan dalam penguatan desa adat/pakraman ini. Ide mulia pembentukan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan beberapa tokoh Bali, salah satunya mantan Gubernur Bali Prof. I.B. Mantra. Meski dalam perjalanannya lembaga pemberdayaan perekonomian masyarakat desa (adat) di Bali harus menghadapi berbagai cobaan. Toh lembaga perekonomian milik desa adat ini tetap eksis dan terbukti mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat perdesaan di Bali. Termasuk, jika nama LPD ini akan diubah menjadi Lembaga Pacingkreman Desa. Keberadaan LPD ini diharapkan mampu memperkuat desa adat/pakraman secara ekonomi. Segala beban ekonomi desa adat/pakraman diharapkan dapat teratasi dan dicarikan solusi di LPD. Karenanya, dana krama yang dikelola LPD harus benar-benar mampu memutar dan memajukan perekonomian masyarakat di desa bersangkutan. Jangan sampai, dana yang terhimpun malah diparkir di bank umum apalagi kemudian dipinjamkan ke investor luar. Sangat ironis, dana pinjaman tersebut lalu diinvestasikan untuk mengeruk keuntungan di desa adat/ pakraman. Bahkan sangat tragis, dana tersebut dipakai membeli tanah desa adat karena desa/ krama tidak mampu membiayai beban ekonomi yang ditanggung. Misalnya untuk biaya berbagai upacara, membangun tempat suci/ibadah dan sejenisnya. Revisi Perda tentang Desa Adat maupun perubahan nama LPD, haruslah tetap pada garis tujuan memperkuat eksistensi desa adat/ pakraman. Memperkuat budayanya, mentalitas dan spiritualitas krama yang menjadi pendukung (SDM) desa adat/pakraman, juga ekonominya. Karena bagaimanapun, perekonomian desa yang kurang kokoh akan memengaruhi mental spiritual krama pendukungnya yang berlanjut pada budayanya. Semoga semua pemikiran tentang desa adat/pakraman muaranya memang untuk memperkuat dan memberdayakan desa adat secara holistik, bukan karena alasan politik. Semua bertujuan agar desa adat/pakraman kembali dapat memerankan fungsi sebagai pemilik kebudayaan Bali. Agar desa adat/pakraman benarbenar menjadi tempat nyaman dan damai bagi krama/masyarakat pendukung kebudayaan Bali.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Jaga Komunikasi Pejabat Publik Menjaga Bali saya rasa tak bisa hanya dengan semangat. Penjabaran dari semangat itu jauh lebih penting. Dalam urusan untuk bersatu misalnya, maka satu hal yang mendesak ditunjukkan para pejabat publik kepada masyarakat Bali adalah terjaganya komunikasi. Jangan sampai antra pejabat publik di Bali terbangun blok-blok kepentingan yang muaranya hanya kekuasaan. Harus ada keikhlasan untuk melakukan komunikasi yang sehat dengan rasa. Jangan berkomunikasi hanya dengan tendensi jabatan politik atau kepentingan personal lainnya. Selama ini, rakyat Bali tentu banyak mendengar dan merasakan adanya pejabat publik yang yang merasa berkuasa atas jabatan. Pejabat yang tak memosisikan semua rakyatnya sebagai bagian pemerintahan mestinya melakukan perenungan. Bahwa setelah menjabat, pemimpin harus mengayomi semua elemen itulah yang harus dibangun. Jangan membatasi kekuasaan hanya untuk rakyat yang mendukung saat pemilihan. I Wayan Putra Denpasar, Bali

Antara Desa Adat dan Desa Pakraman Sejak diperkenalkan istilah desa pakraman tahun 2001 silam sebagai padanan kata untuk menyebut desa adat, maka nama lembaga yang mulanya disebut desa adat kemudian menjadi desa adat/pakraman. Walaupun awalnya agak sulit membiasakan untuk mengatakan desa pakraman, namun dalam perjalanan waktu 17 tahun, warga masyarakat sudah terbiasa menyebutnya.

Oleh

Dr. Drs. Anak Agung Gede Raka, M.Si. elanjutnya, di tengahtengah semangatnya Gubernur Bali mengajak seluruh warga masyarakat untuk melestarikan kearifan budaya lokal Bali (bahasa Bali), dengan tiba-tiba muncul ke permukaan permasalahan tentang istilah desa adat dan desa pakraman. Munculnya fenomena tersebut tentu mengundang pertanyaan. Yang mana sesungguhnya di antara kedua istilah tersebut tepat untuk menyebut nama organisasi sosial yang memiliki peran penting sebagai penopang agama, adat, dan kebudayaan Bali? Untuk menjawab persolan tersebut, dicoba menelusuri etimologi kata dari kedua istilah dimaksud, yakni sebagai berikut. (1) Desa Adat berasal dari dua kata, yaitu: desa dan adat. Desa, berarti: tempat, tanah, lapangan (bahasa Jawa kuna); dan Adat berarti kebiasaan (bahasa Arab). (2) Desa Pakraman, berasal dari dua kata, yaitu desa dan pakraman. Desa, berarti: tempat, tanah, lapangan (bahasa Jawa Kuna), dan Pakraman, berasal dari kata krama (bahas Bali Kuna), yang berarti: cara hidup, tingkah laku. Dalam perkembangannya, kata krama tidak hanya berarti sikap hidup dan tingkah laku, tetapi juga berarti warga

masyarakat (karaman) dengan berbagai aktivitasnya. Bila dibandingkan antara kedua istilah tersebut, jelas pengertian desa pakraman jauh lebih luas daripada desa adat. Desa Adat, bila kembali kepada asal-usul katanya, ruang lingkupnya terbatas pada urusan adat (kebiasaan). Sedangkan Desa Pakraman, ruang lingkupnya sangat luas, meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Artinya, Desa Pakraman tidak hanya berkenaan dengan kebiasaan (tradisi), tetapi juga masyarakat dengan lembaga yang mendukung; struktur masyarakat; sistem tata kelola pemerintahan; regulasi; kependudukan, dan lain-lain. Kearifan Lokal Bali Desa pakraman merupakan salah satu lembaga tradisional yang namanya digali dari nilai kearifan lokal Bali. Sebagaimana diketahui, baik bahasa Bali Kuna maupun Bahasa Jawa Kuna merupakan bagian dari kebudayaan Bali, sehingga perlu dilestarikan agar tidak ditelan oleh arus budaya global. Desa pakraman cakupannya sangat luas, tidak hanya mengurus soal adat (kebiasaan), tetapi juga persoalan sosial religius, sosial budaya, sosial ekonomi, sosial politik, hukum, lingkungan, dan

lain-lain. Dalam berbagai aktivitas yang dilakukan desa pakraman, secara tidak langsung telah mempraktikkan filosofis tri hita karana. Hal itu dengan jelas disinggung dalam prasasti-prasasti Bali Kuna, seperti: penyebutan Batara Datonta (Trunyan), Batara Tranganan (Tenganan) (Parhyangan); karaman i wingkang ranu Bwahan, Kedisan, Air Tabar dll; (pawongan); dan penyebutan batasbatas desa (palemahan). Walaupun kehadiran istilah karaman untuk menyebut desa pakraman belakangan, namun keberadaannya jauh lebih tua dari adat (bahasa Arab) untuk menyebut desa adat (zaman Kolonial Belanda). Istilah banjar, desa, krama, dan karaman, sudah dikenal sejak zaman Bali Kuna. Sedangkan adat istilah untuk menyebut kebiasaan yang diadopsi dari bahasa Arab. Suatu hal yang patut dicatat, bahwa ketika zaman Bali Kuna telah dikenal sistem birokrasi pemerintahan yang ideal dan dikendalikan oleh para senapati sebagai pembantu raja. Salah satu di antaranya Senapati Kuturan (Mpu Kuturan), yang namanya sampai saat ini dikenal sebagai pencetus kahyangan tiga dengan organisasi desa pakramannya. Beliau dikenal sebagai

purohito (Pendeta Istana) Raja Udayana Warmadewa (abad ke-11 Masehi). Bertolak dari paparan singkat di atas, bahwa sangat bijak untuk mempertahankan desa pakraman sebagai nama sebuah lembaga yang memiliki peran menopang agama, adat, dan budaya Bali. Kebijakan tersebut sejalan dengan program Gubernur dalam melestarikan budaya Bali. Suatu hal yang patut diapresiasi, di satu sisi diangkatnya kata desa pakraman sebagai nama lembaga tradisional merupakan wujud nyata dari pelestarian bahasa Bali pada khususnya dan kebudayaan Bali pada umumnya; dan di sisi lain, sejalan dengan amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Bab I, pasal 1, ayat 1, yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya di sebut desa. Dengan adanya kata “nama lain” berarti tidak harus menggunakan nama desa adat, dan boleh menggunakan nama desa pakraman, atau menetapkan seperti sebelumnya dengan nama desa adat/pakraman. Bertolak dari paparan singkat di depan, kami merekomendasikan nomenklatur yang diberikan kepada ranperda serta alasannya, adalah sebagai berikut (1) Desa Adat: dengan alasan, walaupun adat merupakan kata serapan (diadopsi) dari istilah (kata) dalam bahasa Arab, karena masyarakat Bali telah terbiasa menggunakan kata tersebut dan dalam bentangan waktu yang cukup panjang, menyebabkan istilah adat (tingkah laku) tersebut sudah merupakan bagian dari budaya Bali. Perlu dicatat, bahwa tidak

Petani Dalam Lingkaran Kemiskinan Indonesia adalah negara agraris, landasan pembangunan harus dimulai dari pembangunan pertanian. Sebagaimana mayoritas penduduk desa bekerja di sektor pertanian, kurang optimalnya penurunan kemiskinan menunjukkan masih belum optimalnya pembangunan sektor pertanian, masih belum optimalnya upaya untuk menyejahterakan para petani. Bahkan, petani yang seharusnya menjadi andalan utama sebagai produsen beras tercatat sebagai penerima beras miskin terbanyak, ironi petani di lumbung padi. Persoalan pertanian di Indonesia sepertinya masih belum beranjak dari persoalan kapasitas produksi pertanian, baik dilihat dari kualitas sumber daya alam ataupun sumber daya manusia. Upaya peningkatan produksi pangan pun tidak banyak didorong oleh perubahan teknologi pertanian dan adaptasi inovasi baru, sehingga walaupun produksi pangan meningkat tidak serta merta mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang penurunan angka kemiskinan pada tahun 2018 mungkin merupakan kabar gembira secara makro. Angka total penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menurun dari periode September 2017 sebesar 10,12 % (26,58 juta jiwa) menjadi 9.82 persen (25,95 juta jiwa). Jika dilihat dari persentase penduduk miskin di daerah perkotaan 10,14 juta jiwa, sedangkan di wilayah pedesaan mencapai 15,81 juta jiwa. Perbandingan persentase tersebut, terlihat jelas bahwa masyarakat pedesaan masih menjadi gudang kemiskinan. Walaupun

Oleh

Dwi Arifin saat ini, pemerintah antusias membangun daerah pedesaan dan daerah pinggiran, misalnya dengan mengucurkan dana desa yang terus meningkat dari tahun ke tahun (dengan semua polemiknya), tetap saja penurunan persentase kemiskinan di pedesaan terbilang belum signifikan. Menurut Bustanul Arifin, dalam bukunya “Ekonomi Pembangunan Pertanian”, ada beberapa rekomendasi kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah untuk mengembalikan strategi pertanian kepada khitah yang sebenarnya, dan tentunya strategi ini harus diimbangi dengan pemantauan secara ketat di lapangan. Memberikan prioritas kepada pembangunan infrastruktur pertanian dan pedesaan. Misalnya jalan desa dan jalan produksi, revitalisasi jaringan irigasi dan drainase yang mendukung proses peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani. Prioritaskan usaha tani berskala kecil dan menengah atau sistem agrobisnis skala rakyat sebagai subjek utama dalam berbagai program pembangunan, melaksanakan reformasi agraria yang bervisi perbaikan aset (tanah) dan penguatan akses informasi, akses pasar, serta akses teknologi maju dan modern, meningkatkan alokasi kepada investasi sumber daya manusia (SDM), terutama di daerah pedesaan. memperbaiki partisipasi masyarakat pedesaan dalam pengambilan keputusan, termasuk kelompok wanita, meningkatkan peran aktif ekonomi

pedesaan berbasis non-usaha tani. Jika dilihat dari beberapa rekomendasi tersebut, kesuksesan pembangunan pertanian memerlukan integrasi dari semua lintas bidang ilmu, memerlukan interaksi antar-sains, teknologi, budaya, sumber daya, infrastruktur, kewirausahaan, bisnis, pasar, kelembagaan, dan dukungan kebijakan. Kegagalan optimalisasi sektor ini pun sesungguhnya juga bisa dilihat dari faktor sukses tersebut. Falsafah Quadruple Helix atau governansi kelembagaan ABGC (academic, business, government, and civil society) perlu menjadi pilihan strategis rasional di masa depan. Mengenai “Falsafah Quadraple Helix” atau governasi kelembagaan ABGC, terdapat paradok dalam penerapannya di Indonesia, sedangkan akademik para petani biasanya masyarakat yang berumur sudah tua dan pendidikan rendah serta kurangnya kesejahteraan. Aspek bussiness dipertanyakan, bagaimana para petani akan sejahtera apabila para tengkulak pun tetap merajai pasar rakyat. Kesuksesan pembangunan pertanian memerlukan integrasi dari semua lintas bidang ilmu, memerlukan interaksi antar-sains, teknologi, budaya, sumber daya, infrastruktur, kewirausahaan, bisnis, pasar, kelembagaan, dan dukungan kebijakan. Kegagalan optimalisasi sektor ini pun sesungguhnya juga bisa dilihat dari faktor sukses tersebut. Falsafah Quadruple Helix atau governansi kelembagaan ABGC (academic, business, government, and civil society) perlu menjadi pilihan strategis rasional pada masa depan.

hanya kata adat (Arab) yang diadopsi, tetapi juga budaya lain (Cina) yaitu uang kepeng, yang saat ini sudah menjadi budaya (kearifan lokal) Bali. Bahkan yang paling kuat pengaruhnya dalam “Sastra Kakawin” adalah “Bahasa Jawa Kuna”; (2) Desa Pakraman: istilah ini memang merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Bali Kuna, tetapi istilah ini belakangan muncul, yaitu setelah sebuah organisasi penting di Bali tersebut telah diberi nama desa adat, tepatnya ketika masa pemerintahan Kolonial Belanda, untuk membedakannya dengan desa dinas. Namun upaya mengembalikan dengan istilah pakraman adalah sangat tepat, sebagai langkah tepat mendukung program Pemprov Bali dalam Pelestarian Bahasa Bali. (3) Desa Adat/Pakraman: Suatu hal yang menarik adalah pemberian nama yang menggabungkan antara adat dan pakraman untuk menyebut nama lembaga tersebut, sehingga melahirkan sebuah nama desa adat/pakraman. Pemberian nama yang terakhir, sudah penuh pertimbangan dengan memanfaatkan kedua istilah tersebut, yakni istilah adat yang sudah membudaya di Bali walaupun serapan dari kata Arab dan Pakraman yang memang betul berasal dari Bahasa Bali Kuna. Penulis, Kaprodi Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Warmadewa

POJOK Tata niaga wisatawan Cina perlu diatur lembaga khusus. - Semua ingin dapat untung khusus. *** Bali mesti tetap pertahankan ketinggian bangunan 15 meter. - Kecuali mau hancurkan Bali. *** Cuaca ekstrem, pasokan air PDAM ke Kuta dikhawatirkan bermasalah. - Gawat darurat air bersih.

Penulis, mahasiswa Pembangunan IPB

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 29 Januari 2019

7

TABANAN

Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Tikus Tabanan (Bali Post) -

Tanaman padi di lahan seluas puluhan hektar di Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kerambitan, diserang hama tikus. Petani khawatir jika serangan tikus tak bisa dibendung, mereka akan mengalami gagal panen. Pemerintah pun diharapkan turun tangan. Petani di Subak Serongga Made Sukadana, Senin (28/1) kemarin mengatakan, ia menanam padi pada 23 Desember 2018. Namun saat usia padi mencapai satu bulan, tikus mulai menyerang. Tidak hanya di lahan miliknya, tetapi lahan petani lain di subak setempat. Jika ditotal, ada 10 hektar tanaman padi yang diserang tikus. ‘’Tanaman padi yang diserang rata-rata usia masih satu bulan hingga 2,5 bulan. Masa itu sedang dalam perkembangan bulir padi. Karena diserang tikus, banyak tanaman yang bulirnya tidak tumbuh sempurna, ada yang sampai mati,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, awalnya serangan tikus terjadi di Subak tetangga yaitu Subak Kukuh. Serangan kemudian menyebar hingga Subak Serongga. Tikus menyerang akar dan batang tanaman padi sejak dua bulan lalu. Para petani, kata dia sangat khawatir mengalami gagal panen sehingga dapat menimbulkan kerugian yang besar. ‘’Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah lahan hingga tanam padi yaitu Rp 2 juta per are. Jika serangan hama tikus berlangsung terus, ditakutkan gagal panen dan petani merugi,’’ ujarnya. Tikus tidak hanya merusak tanaman padi tetapi juga membuat pematang sawah berlubang. Berbagai cara sudah dilakukan petani untuk membasmi tikus, yaitu dengan penyemprotan dengan menggunakan racun tikus sampai membuat perangkap tradisional. Namun langkah tersebut tidak berhasil dan tikus justru bertambah banyak. Sukadana pun berharap pemerintah dapat memberikan solusi upaya untuk memberantas populasi tikus. (kmb24)

Pemkab Tanggung Sisa Premi AUTS Tabanan (Bali Post) Selain memberikan asuransi untuk usaha tani padi, pemerintah juga memberikan bantuan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Tahun ini Pemerintah Pusat menargetkan Pemkab Tabanan sebanyak 500 ekor sapi betina dicover program ini. Agar target bisa tercapai, Pemkab Tabanan berencana membayarkan sisa premi yang seharusnya ditanggung peternak sehingga AUTS bisa dinikmati peternak tanpa harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi. Kepala Bidang Peternakan Tabanan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suamba, Senin (28/1) kemarin mengatakan, pemerintah pusat sebenarnya memberikan bantuan subsidi untuk premi AUTS. Besaran premi yang harus dibayarkan adalah Rp 200.000 per ekor sapi betina. Pemerintah pusat premi sebesar Rp 160.000, sementara Rp 40.000 dibayarkan oleh peternak. AUTS berlaku selama satu tahun dan sapi yang didaftarkan adalah sapi betina yang sudah berusia satu tahun. Namun dari pengalaman tahun 2018, dari

target AUTS sebanyak 500 ekor, hanya tercapai 255 ekor. Salah satu penyebab utama tidak tercapainya target karena petani belum merasakan manfaat mengikuti asuransi, sehingga minatnya kurang dan ada yang masih berat memenuhi sisa pembayaran premi yang tidak ditanggung pemerintah pusat. Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Tabanan mengalokasikan dana untuk membayar sisa premi yang tidak ditanggung pemerintah pusat ini. ‘’Jadi sisa premi yaitu Rp 40 ribu yang harusnya ditanggung oleh petani akan dibayar-

Wayan Suamba

kan oleh Pemkab Tabanan,’’ ujarnya. Pihaknya telah berkonsultasi mengenai legalitas bantuan pembayaran subsidi tersebut agar tidak terkesan ada subsidi ganda. ‘’Dari konsultasi, ternyata boleh. Tetapi tidak lagi disebut subsidi namun bantuan asuransi pemerintah. Tinggal kita pelajari cara membuat SPJ-nya,’’ imbuhnya. Ia optimis dengan bantuan ini, kuota pusat bisa terpenuhi. Kalaupun kuota terpenuhi, jika ada petani yang hendak mengikuti AUTS namun secara swadaya dipersilakan dan akan dibantu pemerintah. Dia kembali mengingatkan manfaat AUTS yang antara lain memberikan keamanan dan jaminan bagi peternak jika terjadi sesuatu terhadap ternak sapinya, terutama dari kematian karena sakit atau karena hilang. Jika sakit, klaim harus disertai surat keterangan dari dokter hewan mengenai penyebab kematian. Besaran klaim asuransi untuk kematian sapi karena penyakit adalah Rp 10 juta. Sementara jika hilang harus disertai surat kehilangan yang dikeluarkan kepolisian dan besaran klaim asuransi adalah 70 persen dari Rp 10 juta. (kmb24)

Bali Post/san

Bali Post/san

RUSAK - Petani di Subak Serongga menunjukkan tanaman padinya yang rusak diserang tikus.

Masyarakat Diimbau Waspadai DBD Tabanan (Bali Post) Kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di luar Bali mulai merebak menyusul adanya musim hujan. Untuk di Tabanan, kasus DBD belum mengalami peningkatan berarti. Wabah maupun kejadian endemis juga belum ditemukan. Meski demikian, Dinas Kesehatan Tabanan tetap berharap masyarakat waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yaitu rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (28/1) kemarin mengatakan, dari laporan, kasus DBD di Tabanan masih dalam tahap wajar dan tidak ada peningkatan signifikan. ‘’Kasusnya ada, tetapi dalam batas wajar,’’ ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa tahun terakhir kasus DBD di Tabanan mengalami penurunan signifikan. Tiga tahun lalu mencapai 800 kasus, namun kemudian menurun menjadi 160 kasus di tahun berikutnya dan tahun 2018 hanya tercatat 44 kasus. ‘’Dari pasien suspect atau yang ada gejala seperti DBD, hanya 44 dinyatakan positif dari pemeriksaan lab. Sisanya karena penyakit lain atau panas biasa,’’ jelas Suratmika. Penurunan kasus DBD dari tahun ke tahun ini menunjukkan keberhasilan tindakan pencegahan di tingkat masyarakat. Saat ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas merekrut satu orang Jumantik untuk satu desa yang bertugas memantau perkembangan jentik nyamuk vector penyebar DBD.

Selain memantau tempat sampah, genangan air di lingkungan perumahan serta selokan, Jumantik juga menyasar rumah-rumah warga. Apabila di rumah warga ditemukan jentik, petugas langsung meminta pemilik rumah untuk membersihkannya. Petugas juga mensosialisasikan cara pencegahan DBD. Para Jumantik ini digaji oleh Puskesmas dari dana BOK. Ia melanjutkan, pencegahan penularan penyakit infeksi seperti DBD sebenarnya bisa dianggarkan oleh Pemerintah Desa dengan menggunakan Dana Desa. Dibandingkan membeli mesin fogging, menurut Suratmika akan lebih bermanfaat jika Dana Desa dialokasikan untuk langkah pencegahan penyakit seperti untuk program pelaksanaan

PSN maupun menyediakan Jumantik. ‘’Dibandingkan membeli mesin fogging, itu tidak efektif. Jadi diharapkan Dana Desa yang bisa untuk alokasi kesehatan diarahkan untuk langkah pencegahan. Langkah ini rupa-rupanya sudah mulai dilakukan. Hal ini bisa dilihat dari semakin turunnya penyakit infeksi seperti DBD dan diare di Tabanan,’’ papar Suratmika. Berdasarkan imbauan dari Kemenkes RI, Suratmika meminta masyarakat Tabanan harus selalu waspada DBD. Ia mengimbau masyarakat jika mengalami demam agar segera memeriksakan diri ke dokter. Meski tidak semua gejala demam adalah DBD, namun pemeriksaan dini untuk mencegah ke fase lebih lanjut sangatlah penting. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) Kualitas air PDAM Tabanan terganggu akibat musim hujan yang kerap disertai banjir dan longsor di daerah hulu. Tak hanya itu, hujan deras juga memicu kerusakan jaringan PDAM. Pada Januari hingga Senin (28/1) kemarin, PDAM mencatat kerusakan terjadi di 52 titik dengan kategori rusak ringan hingga berat. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan I.B. Marjaya Wirata mengatakan, PDAM

telah menyiapkan petugas untuk melakukan perbaikan. Setiap ada laporan akan langsung ditindaklanjuti. Menurutnya, komplain dari pelanggan baik yang dilaporkan secara langsung maupun lewat layanan telepon ada sebanyak 250 komplain per bulan. Sebagian besar komplain berupa air ngadat dan kerusakan jaringan. Lebih lanjut disampaikannya, tahun 2018 ada tambahan pelanggan sebanyak 1.323 SR. Capaian ini melebihi target

yang sebesar 1.300 SR setahun. Hingga kini, total sambungan yang dilayani PDAM Tabanan adalah 57.096 SR. Selain mencapai target sambungan, di tahun 2018 PDAM Tabanan juga melakukan pencabutan sambungan. Tercatat sebanyak 50 SR yang dicabut. Sebagian besar sambungan yang dicabut ini biasanya akan kembali diusulkan untuk dipasang kembali setelah pelanggan menyelesaikan kewajiban administrasi. Menurut Wirata,

pencabutan sambungan merupakan sanksi bagi pelanggan yang menunggak pembayaran sebanyak empat kali berturutturut. Sebelum layanan dicabut akan peringatan terlebih dahulu melalui surat pemberitahuan. Secara umum, kata Wirata tunggakan pembayaran yang tercatat di PDAM Tabanan hanya 5 persen dari jumlah pelanggan. Ini berkat tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalani kewajiban. (kmb24)

Dampak Musim Hujan, 52 Titik Jaringan PDAM Rusak

Diparkir di Depan Toko, Motor Raib Tabanan (Bali Post) Nasib apes dialami Agus Trista Pibianto asal Desa Tegalinggah, Penebel. Sepeda motornya dicuri di areal parkir sebuah toko modern di perempatan Jalan By-pass Soekarno, Banjar Gerokgak Gede, Delod Peken. Kejadian berlangsung pada Senin (28/1) kemarin. Berdasarkan informasi, korban memarkirkan motornya di lokasi kejadian pada Minggu (27/1) sekitar pukul 21.00 Wita. Korban kemudian dijemput temannya dan meninggalkan

motornya. Namun keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 Wita, motornya tersebut sudah raib. Hal ini lantas dilaporkan ke polisi. Berdasarkan laporan tersebut, petugas gabungan dari Polsek Tabanan dan Reskrim Polres Tabanan terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Petugas juga mengambil rekaman CCTV toko setempat. Dari rekaman CCTV tersebut diketahui pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor. Pelaku

berjumlah dua orang berjenis kelamin laki-laki tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 Wita dari arah barat. Salah satu pelaku turun, kemudian membawa kabur motor korban. Diduga pelaku menggunakan kunci palsu. Dalam melaksanakan aksinya, pelaku hanya butuh beberapa menit. Sayangnya gambar CCTV agak gelap karena lokasi kejadian cukup jauh dari CCTV dan kedua pelaku memakai masker. Sementara menurut keterangan saksi di lapangan,

ternyata korban sudah sering menitipkan motor di lokasi tersebut, namun tidak memberi tahu penjaga toko. Padahal toko tutup pukul 23.00 Wita. Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Wayan Nuriata ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Tabanan sehingga penanganannya dilakukan Satreskrim Polres Tabanan. Meski demikian, pihaknya tetap membantu di lapangan. (kmb24)

TKP - TKP pencurian sepeda motor.

Bali Post/san


BULELENG

8

Selasa Wage, 29 Januari 2019

Peternakan Babi di Desa Bila

DLH akan Telusuri Temuan Aliran Limbah Cair Singaraja (Bali Post) – Keluhan warga di sekitar kandang peternakan babi milik PT Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Untuk memastikan keluhann gangguan suara bising, bau tidak sedap, dan temuan aliran yang diduga limbah cair di pangkung (kali - red) akan didalami. Dalam waktu dekat, pihak DLH akan meninjau langsung ke lokasi peternakan.

Bali Post/kmb38

GELAPKAN MOBIL – Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja menangkap dua penjudi tajen yang diduga melakukan penggelapan mobil disertai aksi pemerasan.

Kalah Judi, Gadaikan Mobil PNS yang Disewa Pemilik Diancam Bayar Rp 20 Juta

Singaraja (Bali Post) – Dua penjudi tajen (sabungan ayam -red) diamankan Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Pasalnya, keduanya diduga melakukan tindakan penggelapan satu unit mobil dan disertai pengancaman. Diduga aksi ini dilakukan karena kehabisan uang setelah kalah taruhan tajen di Denpasar. Berdasarkan laporan kepolisian, kedua pelaku judi tajen itu masing-masing Dewa AR (38) asal Kelurahan Banyuning Timur dan Kadek J (37) warga Desa Pengelatan, Kecamatan Buleleng. Keduanya ditangkap setelah korban pemilik mobil Suzuki APV DK 1440 Wayan Sukarsa (44) alamat Kelurahan Banyuning Timur melaporkan mobilnya digadaikan pelaku. Korban yang merupakan PNS itu juga sempat diancam mobilnya tidak akan dikembalikan kalau tidak menyerahkan uang Rp 20 juta. Menariknya, pelaku ini meminta uang kepada korban untuk menebus mobil milik korban yang telah digadaikan kepada seseorang di Kecamatan Banjar. Dari permintaan uang itu, korban menyanggupi memberi Rp 10 juta. Saat menyerahkan uang itu, Unit Reskrim langsung menangkap pelaku di rumah korban, Jumat (25/1), sekitar pukul 16.00 wita. Mobil milik korban itu juga langsung diamankan sebagai barang bukti. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (28/1) kemarin, mengatakan, kasus ini awalnya penggelapan. Pelaku Dewa AR yang kecanduan berjudi tajen itu menyewa mobil milik korban tanggal 17 Januari 2019. Setelah dua hari menyewa mobil korban, pelaku tidak mengembalikan mobil itu. Karena masa sewa sudah habis, korban meminta pelaku mengembalikan mobilnya. Dengan santai dikatakan mobil korban itu sudah digadaikan. Menariknya, pelaku malah meminta korban menyerahkan uang Rp 20 juta kalau ingin mobilnya kembali. Pelaku mengancam mobil itu akan tidak kembali selamanya, kalau melapor ke polisi. Karena panik, korban menuruti keinginan pelaku dan menyerahkan uang Rp 10 juta. Sebelum menyerahkan uang, korban melaporkan kejadian itu. Saat akan menyerahkan uang dan pelaku membawa mobil korban, polisi langsung membekuk pelaku tanpa perlawanan berarti. Polisi mengamankan uang Rp 10 juta dan mobil milik korban untuk barang bukti. “Sudah minjam mobil orang dan menggadaikan lalu mau meras dengan mengancam. Aksi ini sudah mengarah pada premanisme. Kasusnya tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya. Setelah menangkap Dewa AR, polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut. Pelaku menyebut kalau lokasi menggadaikan mobil korban di Kecamatan Banjar dari petunjuk pelaku Kadek J. Pengakuan itu kemudian ditindaklanjuti dan pelaku Kadek J langsung diamankan. Dari interogasi polisi, pelaku lainnya juga ikut mengancam korban. Kalau korban tidak menyerahkan uang, lokasi dan siapa orang yang menggadai mobil korban itu tidak akan ditunjukkan. “Pelaku kedua ini juga ikut mengancam. Tujuannya ya untuk mencari untung di mana mobil digadaikan Rp 10 juta namun mengancam korban meminta uang tebusan Rp 20 juta,” tegasnya. Sementara itu, Dewa AR mengakui perbuatannya menggelapkan mobil dan mengancam korban. Menggadaikan mobil korban itu terpaksa dilakukan karena kalah taruhan judi tajen di Denpasar. Uang hasil menggadaikan mobil itu kemudian digunakan kembali berjudi. “Biasa kalau ke arena tajen di luar kota saya sewa mobil dan menjemput dia (Kadek J - red). Karena kalah judi mobil sewaan itu saya gadaikan. Saya sudah bilang mobil itu sudah digadaikan. Untuk menebusnya saya minta membayar Rp 20 juta,” katanya. (kmb38)

Terkait penanganan dugaan gangguan lingkungan itu, DLH akan melakukan tindakan sesuai kewenangan mengacu pada regulasi dan undang-undang. Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Buleleng Nyoman Suarjana di ruang kerjanya Senin (28/1) kemarin, mengatakan, keluhan beberapa warga di sekitar kandang ternak babi itu diketahui setelah muncul pemberitaan media masa. Warga merasakan ada gangguan kenyamanan. Seperti sebaran aroma bau tidak sedap mengikuti arah angin. Suara bising dari ternak babi dan gangguan nyamuk dan lalat yang diduga bersumber dari kandang ternak babi milik PT ABS. Temuan terbaru, warga juga menemukan adanya aliran yang diduga mirip limbah cair ke pangkung yang berbatasan dengan kandang milik perusahaan. Mengetahui informasi itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi dan bidang terkait lainnya. Dari koordinasi itu, kendati keluhan warga belum dilaporkan secara formal, DLH berjanji menelusuri situasi yang terjadi di lapangan. Penelusuran ini untuk memastikan kondisi riil. Kemudian, akan ditindaklanjuti dengan pengujian secara ilmiah. Dalam penelusuran ini, DLH tetap berpatokan pada baku mutu lingkungan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 16 Tahun 2016. “Acuan

kami dalam menelusuri keluhan warga di sana adalah baku mutu lingkungan. Soal mencari kepastian apakah keluhan itu masuk pencemaran lingkungan, maka akan dilakukan uji laboratorium. Lab itu ada parameternya apakah suara bising, bau, dan limbah. Kemudian, apakah sudah diolah sesuai Izin Lingkungan yang dilampiri dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup,” katanya.

Bisa Cabut Izin Lingkungan Menurut Suarjana, sejak PT ABS mulai beroperasi sesuai kewenangan, DLH sudah melakukan pemantauan kondisi lingkungan di lokasi. Selama melakukan pemantauan, DLH menyebut kalau kondisi lingkungan di bawah baku mutu lingkungan. Selain itu, DLH juga mengkaji laporan kondisi lingkungan itu wajib dilakukan perusahaan setiap enam bulan sekali. Hanya, laporan situasi lingkungan selama tahun 2018 sudah diterima. Hanya, laporan itu masih dipelajari. Sementara laporan kedua sampai awal tahun ini, belum diterima DLH Buleleng. “Kami akan terus optimalkan pemantauan, kalau hasilnya mengarah pada indikasi gangguan lingkungan, maka kita akan peringati. Kalau terjadi gangguan lingkungan yang dikuatkan kajian ilmiah, maka bisa saja ada pencabutan izin lingkungan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, b e berapa

warga yang tinggal di sekitar kandang ternak babi milik PT. ABS mengeluh karena terganggu suara bising babi yang dipelihara perusahaan. Kenyamanan warga terganggu karena pada situasi tertentu bau tidak sedap menyebar mengikuti arah angin. Belakangan ini, lalat dan nyamuk diduga berasal dari kandang babi itu. Hal itu dipercaya mengganggu kesehatan warga. Temuan terbaru warga, ada aliran air yang diduga mirip limbah cair di pangkung di sebelah utara kandang di lahan bawah. Di pangkung yang biasanya mengalirkan air ketika hujan, namun ketika tidak turun hujan justru muncul aliran air. Warga kemudian memastikan sumber aliran air itu. Warga menemukan air yang diduga limbah cair itu mengalir dari got di sekitar kandang ternak babi. Sementara Direktur Utama PT. ABS Nyoman Widiana mengatakan, limbah ternak babi yang dihasilkan perternakannya itu diolah dengan sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Limbah itu diolah dengan menampung pada lima lokasi bak penampungan. Limbah yang sudah diolah dan tidak berbahaya itu digunakan untuk menyiram tanaman di lokasi kandang. Di lokasi kandang atas dan di lahan bawah sudah dibuat got yang bermuara di pangkung. Hanya, got itu mengalirkan air hujan dan air dari kamar madi dan tempat mencuci keperluan aktivitas peternakan. Terkait suara bising dan bau tidak sedap, itu perusahaan sudah melakukan penanganan untuk meminamalisasi gangguan itu. Pihaknya, juga masih menguji kondisi lingkungan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali. (kmb38)

Pemkab ”Lebur” PD BPR Buleleng 45 Jadi Perseroda Singaraja (Bali Post) – Pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Buleleng 45, belakangan ini belum sesuai harapan. Ini karena manajemen perusahaan yang kurang SDM yang cerdas, sehingga keuntungan dan aset yang dikelola kalah jauh dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Tidak ingin kalah bersaing dengan lembaga keuangan sejenis, Pemkab Buleleng mengusulkan kepada DPRD Buleleng untuk “melebur” BPR yang berkantor di Jalan Pramuka Singaraja itu menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Usulan merombak BPR itu dituangkan pada penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang PT BPR Buleleng 45 (Perseroda). Nota pengantar itu disampaikan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) saat sidang paripurna di gedung DPRD Buleleng. Sidang ini dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supariatna bersama anggotanya. Usai sidang, DPRD Buleleng langsung membentuk panitia khusus (Pansus) di mana ketuanya ditunjuk anggota Komisi III DPRD Buleleng Putu Tirta Adnyana. Tirta Adnyana mengatakan, dari segi manaje-

Bali Post/kmb38

PARIPURNA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengusulkan merombak PD BPR Buleleng 45 menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Usulan ini dituangkan dalam nota pengantar Ranperda tentang PT BPR Buleleng 45 (Perseroda). men, laju perusahaan BPR Buleleng 45 itu terkesan jalan di tempat (stagnan). Bahkan, kalau dibandingkan lembaga sekelas LPD, BPR Buleleng 45 itu masih kalah jauh dari segi pengelolaan aset dan raihan keuntungan. Atas kondisi itu, politisi Partai Golkar Buleleng ini menyambut baik kebijakan Bupati merombak BPR Buleleng 45 menjadi perseroda. “Kalau saya contohkan LPD. Lembaga BPR itu kalah sebab aset dan keuntungan

setahun masih di bawah LPD. Ini terjadi karena manajemen masih perlu dibenahi secara menyeluruh,” katanya. Dewan asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula ini menambahkan, perusahaan daerah yang orientasinya mengejar keuntungan kelasnya memang harus level perseroan. Karena itu pola manajemen usahanya harus dijalankan secara profesional. Selain itu, diawasi lembaga ahli di bidang keuangan. Se-

mentara unsur pelaksana usahanya merupakan para pemegang saham. Dengan manajemen seperti itu, otomatis direksi digenjot mengejar keuntungan. Dengan strategi itu dengan sendirinya aset perusahaan itu akan terus meningkat. Berbeda dengan pengelolaan sekarang. Kebijakan direksi masih dikendalikan pemerintah, sehingga tatanan manajemen masih terpaku pada kebijakan tersebut. “Lembaga keuangan sekelas

BPR harus mencari untung. Sekarang bagaimana caranya mencari untung itu. Karena kebijakan masih menunggu pemerintah. Kalau sudah menjadi PT, direksinya idealnya dari pihak profesional di bidangnya. Dalam penanaman kekayaan (saham-red), selain pemerintah bisa dari pihak ketiga. Pengawasannya dilakukan lembaga khusus termasuk diawasi publik,” katanya. Tirta Adnyana mengatakan, selain BPR Buleleng 45, masih ada satu perusahaan daerah lain yang berpeluang dirombak menjadi perseroan. Perusahaan itu adalah PD Suwatantra, yang kini mengelola pertanian dan perkebunan, serta usaha sewa mobil. Dia menilai manajemen masih perlu digenjot. Untuk mencari pengelola profesional di bidangnya, dia menilai perusahaan itu cocok dilebur menjadi perseroan. “Kedua perusahaan itu beda dengan PDAM dan PD Pasar yang lebih condong kepada pelayanan publik. Sehingga keduanya memungkinkan dilebur. Semuanya menjadi perseroan dan secara regulasi yang mengatur dimungkinkan perusahaan daerah itu bisa dalam bentuk perseroan,” tegasnya. (kmb38)

Revitalisasi Pasar Banyuasri

Februari 2019, Pembangunan Pasar Darurat Ditenderkan

Bali Post / kmb38

DIKUKUHKAN - Pengurus Cabang KB FKPPI 1402 Buleleng masa bakti 2019-2024 dikukuhkan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, akhir pekan lalu.

Jaga Persatuan dan Kesatuan

SEBAGAI putra-putri purnawirawan dan putra-putri TNI/ Polri yang lahir dari patriot bangsa, diharapkan sadar dengan fungsinya sebagai generasi penerus. Wajib dengan penuh kesadaran melanjutkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. “Ke depan program kerja akan diarahkan mendukung program pemerintah pusat, khususnya Pemkab Buleleng,’’ ujar Ketua Pengurus Cabang KB FKPPI 1402 Buleleng Sudiartha Wijaya usai prosesi pelantikan sekaligus pengukuhan Pengurus Cabang KB FKPPI 1402 Buleleng masa bakti 2019-2024 di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, akhir pekan lalu. Tampil sebagai Ketua Pengurus Cabang KB FKPPI 1402 I Putu Gede Sudiartha Wijaya, S.E., Richadus Thy Datu (Sekretaris), dan Vidia Mitra, M.Pd. (Bendahara). Pengukuhan itu ditandai penyerahan bendera organisasi. Hadir pada acara itu, Ketua PD XIV KB FKPPI Bali Tri Nugraha, S.H., Sekretaris PD KB FKPPI XIV Bali Didik Supriadi, S.H., Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Pengurus Cabang KB FKPPI se-Bali. Menurut, Sudiarta Wijaya, KB FKPPI Buleleng 1402 memiliki visi, bersama seluruh putra-putri bangsa turut ambil bagian secara aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (mud)

Detail Engineering Design (DED) pembangunan pasar darurat untuk menampung pedagang Pasar Banyuasri, Singaraja sudah selesai disusun. Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng memastikan tender pembangunan pasar darurat itu akan dilakukan awal Februari 2019. Pemerintah berencan membangun 500 unit los, 56 kios, dan ruko 95 unit untuk pedagang yang potensial berjualan sekarang. Selain jumlah, ukuran los, kios, dan ruko di pasar darurat mengacu Standar Nasional Indonesia (SNI). Lalu, apakah paramater acuan penyusunan DED pasar darurat tersebut?

KEPALA Disdagprin Buleleng Ketut Suparto usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD Buleleng Senin (28/1) kemarin, mengatakan, acuan dalam menyusun DED pasar darurat itu adalah data pedagang yang dicatat di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Sesuai data itu sebenarnya jumlah pedagang di los Pasar Banyuasri sekarang ini sekitar 1.000 orang. Namun, dari data potensial yang dihimpun PD Pasar pedagang yang aktif berjualan 560 orang. Sementara, pedagang yang berjualan di kios 56 orang, dan 92 orang menempati rumah toko (ruko -red). Mengacu data pedagang potensial, pihaknya menuangkan DED pasar darurat itu sudah tuntas disusun, baik ukuran los, kios, dan ruko, Disdagprin juga berpatokan pada ketentuan SNI. Dengan acuan itu, ada perbedaan ukuran antara los, kios, dan ruko. Ukuran los dibangun 2 x 2,5 meter. Sedangkan, kios ukurannya 3 x 3 meter, dan ruko luasnya 3 x 4 meter. “DED sudah selesai. Rencananya awal bulan depan, kami ajukan ke Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng untuk ditenderkan. Acuan yang kami gunakan untuk menyiap-

kan jumlah los, kios, dan ruko berdasarkan data potensi yang ada. Artinya, berpatokan sesuai pedagang yang aktif berjualan saat ini,” katanya. Menunggu proses tender tanggal 6 Februari 2019 mendatang, kata Suparto, pihaknya mensosialisasikan konstruksi dan teknis pembagian tempat berjualan di pasar darurat itu melibatkan semua pedagang. Terkait teknis pembagian dan pengaturan di lapangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PD Pasar. Ini karena semua kewenangan penempatan pedagang dan posisi yang ideal itu merupakan ranah tanggung jawab PD Pasar Buleleng. “Bersama PD Pasar nanti kami coba bahas teknis pengaturan dan penempatan posisi terutama los dan kios. Kalau ruko sudah pasti kita siapkan di bahu Jalan Samudra, Singaraja. Kami harapkan kalau memang PD Pasar akan mengikuti pola penempatan di pasar yang sekarang bisa saja, namun karena ini pasar darurat kita akan carikan pengaturan terbaik,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, menyusul pembangunan tahap pertama revitalisasi Pasar Banyuasri dijalankan awal tahun ini. Dalam revitalisasi pertama ini menelan

anggaran Rp 100 miliar. Dana revitalisasi itu bersumber dari APBD Buleleng Rp 50 miliar, Bantuan Kauangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Rp 25 miliar dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Hotel Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung Rp 25 miliar. Pembangunan tahap pertama ini sudah dialokasikan anggaran Rp 95 miliar. Pembangunan fisik itu sudah tahap persiapan pengumuman lelang di BLP. Menyusul akan dimulainya pembangunan tahap awal itu, pemerintah menyiapkan pasar darurat untuk

menampung pedagang di Pasar Banyuasri saat ini. Untuk pembangunan pasar darurat, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp 1 miliar. Pasar darurat ini memanfaatkan areal Terminal Banyuasri bergabung dengan pedagang pasar tumpah. Sedangkan ruko dibangun dengan memanfaatkan bahu Jalan Samudra, Singaraja. Relokasi pedagang dijadwalkan paling lambat awal M a r e t 2019 mendatang. (mud)


Selasa Wage, 29 Januari 2019

GIANYAR

9 ’’Tawur Agung’’ dan ’’Pedanan’’ di Pura Er Jeruk

Krama Sambut Berkah Ida Batara

Bali Post/nik

BERKAH - Sejumlah krama berebut berkah serangkaian karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Senin (28/1) kemarin

kain putih kuning sepanjang 200 meter. Kain tersebut dibentangkan dari Palinggih Pengaruman di Utama Mandala hingga ke Jaba Sisi Pura Er Jeruk yang menjadi lokasi upacara Tawur Agung. Sepanjang kain tersebut juga diusung oleh ratusan krama lanang-istri asal Desa Sukawati. ‘’Ida Batara Sesuhunan tedun dari Utama Mandala ke Jaba Sisi untuk menyaksikan prosesi Tawur Agung. Setelah upacara, simbol Ida Batara Sesuhunan dikembalikan ke Utama Mandala,’’ ujar Oka. Usai Tawur Agung, kata Oka, krama juga menggelar upacara Pedanan. Dalam ritual ini disimbolkan Ida Batara Sesuhunan memberikan berkah kepada krama. Panitia pura sudah menyiapkan 45 jenis hadiah sebagai berkah dari Ida Batara Sesuhunan, berupa perhiasan emas, keris, seragam ke pura hingga berbagai peralatan pertanian. ‘’Berkah ini sebagian besar berupa alat pertanian, mengingat pangempon pura merupakan krama subak,’’ jelasnya. Selanjutnya, puluhan berkah itu dibagikan dengan sistem lotre yang berisi tulisan. Ratusan lotre ini kemudian di lemparkan ke arah krama. Lotre yang berisi hadiah bisa ditukarkan ke panitia karya. ‘’Ya, ada juga lotre yang kosong. Kalau yang isi tulisan, tinggal ditukarkan. Misalnya tulisan cincin, gelang atau peralatan pertanian seperti cangkul dan sabit,’’ ujar Oka. (nik)

Kasus Rumah Longsor Renggut Empat Nyawa

SOSOK Kejar Penunggak Rekening PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar berupaya mengejar piutang rekening air pelanggan. Guna mengoptimalkan upaya itu, PDAM Gianyar bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar. “Kerja sama ini bagian dari upaya preventif dalam penerapan hukum di PDAM, di antaranya penagihan piutang rekening air pelanggan,” ujar Dirut PDAM Gianyar I Made Sastra Kencana, Senin (28/1) kemarin. Dikatakan, apabila terjadi pelanggan yang menunggak akan berpengaruh kepada biaya operasional seperti biaya kerusakan jaringan. “Jadi, yang nunggak ini juga memberi pengaruh terhadap pelayanan, karena besarnya nilai tunggakan pelanggan,” katanya. Ia menambahkan, biaya perbaikan akibat kerusakan cukup besar. Setelah ada pembayaran tepat waktu, dana yang terkumpul dapat digunakan untuk biaya perbaikan operasional dan kerusakan. “Tentunya dengan perbaikan jaringan kebocoran bisa ditekan,” katanya. Ia menambahkan, pelanggan yang hingga kini masih menunggak pembayaran rekening akan kembali diingatkan. Jika mereka tetap membandel, maka akan dikoordinasikan dengan Kejari Gianyar. “Kami serahkan kepada Kejari untuk mendampingi penyelesaiannya,” tegasnya. Ia juga menyinggung terkait proses pengadaan barang dan jasa yang sangat rentan terjadi potensi pelanggaran hukum. Maka dari itu, PDAM Gianyar harus intensif berdiskusi dengan Kejari Gianyar sebelum memutuskan kebijakan. Terlebih dalam agenda meningkatkan profit bagi perusahaan, tentu PDAM Gianyar akan banyak melakukan investasi dengan pengadaan barang untuk melancarkan operasional, juga meningkatkan kualitas layanan terhadap publik. ”Kami ingin masyarakat nyaman dengan pelayanan kami, pastinya masih banyak kekurangan terjadi di lapangan. Untuk itu, kami selalu akan berusaha temukan solusinya,” tegasnya. (nik)

Pengembang Jadi Tersangka Gianyar (Bali Post) Polisi kini sudah meningkatkan status kasus rumah longsor yang merenggut empat korban jiwa di Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati dari penyelidikan menjadi penyidikan. Berdasarkan peningkatan status itu, polisi kini menetapkan pengembang I Gde Wiriawan alias De Penggu sebagai tersangka. Namun, polisi belum melakukan penahanan terhadap tersangka asal Klungkung ini. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, dalam penyidikan kasus ini, polisi sudah

memeriksa sembilan orang saksi. Yakni empat orang tetangga korban, Dewa Anom selaku anak pemilik tanah ter-

tersebut karena sejumlah persoalan. Salah satunya, pelaku kebingungan mencari ayah bayi tersebut karena sebelumnya pelaku kerap berhubungan badan dengan sejumlah pria. ‘’Selama bekerja sebagai waitress di sebuah kafe, ia mengaku menjalin hubungan intim dengan dua laki-laki asal Jember dan Lombok, namun tidak ada yang mau bertanggung jawab,’’ ujar Adnan Pandibu. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Wahyuni dikenakan pasal 77B KUHP, dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. ‘’Pelaku juga dijerat dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,’’ tegas Adnan Pandibu. Menurut Adnan Pandibu, saat menjelang proses persalinan memang ada keluarga yang ingin mengadopsi bayi yang dilahirkan Wahyuni. Namun setelah lahir, mereka mengurungkan niat mengadopsi bayi laki-laki yang lahir dengan berat 1,6 kilogram tersebut. Saat ini bayi laki-laki itu kondisinya kritis di RSUP Sanglah. Bahkan menurut laporan yang diterima polisi, bayi tersebut akan menjalani operasi. ‘’Infonya ada cairan di kepalanya, sehingga harus operasi,’’ ujarnya. Sebelumnya, Kabid Humas RSUD Sanjiwani Gianyar Anak Agung Gede Putra Parwata mengatakan, usai dirawat di Neonatus Intensive

dahulu, M. Ali Taufan selaku pemborong, I Gde Wiriawan selaku pengembang, I.B. Sudewa selaku Kadis Perumahan dan

Bali Post/kmb35

JUMPA PERS - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan didampingi Kanit IV Satreskrim Polres Gianyar Iptu A.A. Gde Alit Sudarma saat jumpa pers, Senin (28/1) kemarin.

Telantarkan Bayi Kandung, Ita Wahyuni Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi akhirnya berhasil meringkus Ita Wahyuni, pelaku penelantaran bayi di RSUD Sanjiwani pada Desember 2018. Perempuan berusia 23 tahun ini diringkus di sebuah rumah kos di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (25/1) lalu. Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu mengungkapkan, setelah menerima laporan dari pihak RSUD Sanjiwani pada Desember lalu, polisi langsung melakukan perburuan. Dikomandoi Iptu A.A. Gede Alit Sudarma, polisi akhirnya mengamankan pelaku Jumat (25/1), sekitar pukul 15.30 Wita. ‘’Pelaku diamankan di sebuah rumah kos di seputaran Desa Keramas,’’ kata Adnan Pandibu, Senin (28/1) kemarin. Disinggung terkait lamanya pencarian pelaku, Adnan Pandibu mengatakan Wahyuni sempat pindah kos pascamelahirkan di RSUD Sanjiwani. Selain itu, pelaku juga cukup lama tidak bekerja karena proses penyembuhan pascamelahirkan 17 Desember lalu. Namun dipastikan pelaku belum sempat kabur ke luar Bali. ‘’Pelaku hanya pindah kos saja. Jadi, perlu waktu untuk proses pencarian,’’ katanya. Berdasarkan interogasi di Mapolres Gianyar, pelaku mengakui perbuatannya meninggalkan bayi kandungnya di RSUD Sanjiwani. Janda asal Jember ini mengaku nekat melakukan tindakan

RIBUAN krama mengikuti prosesi Tawur Agung dan Pedanan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk pada Soma Pon Paing atau Senin (28/1) kemarin. Uniknya, saat ritual Pedanan seluruh krama sangat antusias untuk berebut berkah Ida Batara, yang meliputi 45 hadiah berupa perhiasan emas serta berbagai peralatan pertanian. Menurut Manggala I Karya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk I Nyoman Oka, ritual Tawur Agung yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Er Jeruk ini bertujuan untuk menetralisasi kekuatan alam, khususnya di wilayah Desa Sukawati. ‘’Kita menetralisasi kekuatan alam agar tidak didominasi oleh bhuta kala, dan diberi berkah kerahayuan oleh Ida Batara Sesuhunan,’’ jelasnya. Ritual Tawur Agung ini di-puput oleh empat orang sulinggih yakni Ida Pedanda Jelantik Lila Arsa dari Geria Taman Buda Sukawati, Ida Pedanda Gede Ketewel dari Geria Kemenuh, Ida Pedanda Putra Manuaba dari Geria Blangsinga Blahbatuh dan Ida Pedanda Manuaba Kencana Peking dari Geria Mas Manuaba Sukawati. ‘’Ritual ini di-puput oleh empat sulinggih, dibantu para pamangku setempat,’’ kata Oka. Upacara Tawur Agung ini juga diisi dengan nedunang Ida Batara Sesuhunan di Pura Er Jeruk. Uniknya, prosesi nedunang Ida Batara Sesuhunan ini melewati lelancingan berupa

Care Unit (NICU) RSUD Sanjiwani Gianyar, Jumat (11/1) lalu bayi laki-laki itu kondisinya semakin kritis. Bayi tersebut mengalami ganguan di bagian kepala. ‘’Setelah sempat dirawat di ruang NICU selama 26 hari, bayi ini mengalami gangguan di bagian kepala,’’ katanya. Mengingat terbatasnya alat yang dimiliki RSUD Sanjiwani, dokter di rumah sakit tipe B itu akhirnya merujuk bayi tersebut ke RSUP San-

glah untuk mendapatkan penanganan dengan alat yang lebih lengkap. ‘’Akhirnya bayi terlantar itu dirujuk ke RSUP Sanglah,’’ ujar Putra Parwata. (kmb35)

PELAKU - Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu saat merilis penangkapan pelaku penelantaran bayi kandung, Senin (28/1) kemarin.

Kawasan Pemukiman Kabupaten Gianyar, dan I Made Oktara Dwipaguna selaku korban atau pemilik rumah yang longsor. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini, seperti hasil visum keempat korban, fotokopi akta jual beli, fotokopi sertifikat hak milik, daftar riwayat pinjaman dan barang bukti lainnya. ‘’Beberapa surat kepemilikan itu masih menjadi jaminan pada salah satu bank, meski belum memiliki IMB,’’ ujar Deni Septiawan saat jumpa pers, Senin (28/1) kemarin. Berdasarkan penyelidikan ini, polisi akhirnya menetapkan pengembang I Gde Wiriawan sebagai tersangka. Penetapan dilakukan karena tersangka sebagai perancang bangunan di kawasan sempadan sungai. ‘’Itu kawasan sempadan, tersangka sebagai pengembang yang membangun semua perumahan itu di sana, dan semuanya belum memiliki IMB,’’ tegas Deni Septiawan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 140 jo Pasal 157 UU RI Nomor 1 Tahun 2011, dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Polisi juga

tidak melakukan penahanan terhadap tersangka berusia 45 tahun asal Klungkung ini. ‘’Tersangka kita kenakan wajib lapor, karena ancaman hukuman dari pasal yang dipasangkan itu satu tahun,’’ katanya. Deni Septiawan mengimbau masyarakat agar sebelum melakukan transaksi tanah, harap melakukan konsultasi dengan Bagian Tata Kota. ‘’Tanya juga Dinas PUPR apakah wilayah itu layak huni. Jangan seperti kasus ini, belum dapat izin, tapi pengembang tetap melakukan pendirian bangunan,’’ katanya mengingatkan. Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor merenggut empat korban jiwa di Gang Taman Beji IV, Banjar Sasih Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Sabtu (8/12) lalu. Akibat bencana longsor, satu unit rumah jatuh ke jurang sedalam 20 meter pada aliran sungai di lokasi tersebut. Satu keluarga yang tinggal di rumah itu tertimbun reruntuhan, empat orang di antaranya dipastikan tewas. Sementara satu korban menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah. (kmb35)


10 SOSOK Menjaga Sinergi Dalam meningkatkan pembangunan, menjaga sinergisitas wilayah tingkat desa/kelurahan dengan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten harus diwujudkan. Peran camat selaku kepala kewilayahan guna memfasilitasi dan menjaga sinergi wilayah sangat penting. Misalnya, ada permasalahan bencana, yang perlu ditangani segera di wilayahnya, sinergitas perlu dilakukan bukan hanya OPD, tetapi juga dengan instansi terkait. “Seperti saat musibah banjir bandang kemarin, sinergitas mutlak dilakukan untuk kecepatan penanganan. Selain itu juga banyak hal lainnya,” ujar Camat Mendoyo I Gede Sujana. Dalam pengembangan desa, kecamatan juga memberikan dukungan bagaimana desa bisa berkembang meskipun tidak dapat terlalu jauh mengambil peran. Menurut Sujana, desa-desa di Kecamatan Mendoyo, hampir semuanya sudah bisa mengembangkan BUMDesa secara mandiri. Memanfaatkan peluang usaha yang menghasilkan bagi pendapatan desa dari potensi desa masing-masing. Salah satu yang menonjol dan berpotensi besar adalah di Desa Yehembang Kangin dengan sumber airnya. Sujana yang merupakan mantan Lurah Dauhwaru ini mengungkapkan banyak yang bisa dikembangkan di desa dan menjadi program kreatif mereka. “Meskipun kita tidak bisa terlalu jauh, tapi kita berikan support. Bagaimana agar desa bisa mandiri,” tandas Sujana. Hampir seluruh desa di Kecamatan Mendoyo, menurutnya sudah memiliki terobosan masing-masing. Saat ini Kecamatan juga memberikan pendampingan pada kelompok PKK yang aktif melalui rumah PKK di Desa Pohsanten. Rumah Contoh PKK ini bisa mewakili dan menampung kegiatan PKK. (olo)

Tangani Bendung Jebol

Krama Subak Swadaya Buat Jaring Pengaman Bronjong Negara, (Bali Post) Guna menangani bendung yang jebol saat banjir bandang di wilayah Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo, krama subak dari empat subak terus melakukan gotong royong. Awal gotong royong dilakukan dengan mengumpulkan batu sungai dan menyusunnya untuk membuat bronjong. Kemudian anggota subak dibantu jajaran Kodim 1617/Jembrana melakukan penanganan lanjutan yakni membuat jaring pengaman batu tersebut. Klian Subak Tegalgintungan Tegalcangkring Nengah Madika, Senin (28/1) kemarin, mengatakan air bendung tersebut menjadi aset bagi para petani di empat subak. Di antaranya Subak Penyaringan, Subak Tegalgintungan, Subak Pergung, dan Subak Delod Berawah. Untuk penanganan sementara bendung yang jebol karena banjir bandang, pihaknya membuat jaring pengaman batu bronjong. “Kalau batu kami sudah susun. Tapi jika tidak diamankan dengan tali atau bamboo, nanti jika ada banjir lagi tentu jebol lagi. Karena itu kami buat jaring dari tali nilon,” katanya. Pihaknya memilih menggunakan tali nilon karena lebih efektif dan murah dibandingkan dengan bambu. “Jika pakai tali nilon paling habis Rp 5 juta. Tapi jika pakai bambu bisa lebih dari Rp 6 juta,” jelasnya. Bendung tersebut, katanya, bisa mengairi 450 hektar lahan sawah di empat subak. “Khusus di subak Tegalgintungan ada 175 hektar,” katanya. Pembuatan jaring ini katanya dilakukan secara swadaya dengan ukuran 12x5 meter. Diharapkan dengan jaring pengaman ini stok air tetap terjaga. Nengah Madika mengatakan, pihaknya akan gotong royong memasang jaring Kamis mendatang dan akan meminta bantuan Kodim Jembrana. “Jaring pengaman bronjong ini untuk solusi sementara bendung yang jebol sambari nunggu bantuan pemeliharaan bendung yang belum kunjung tiba,” tambah Anggota DPRD Jembrana Komang Adiyasa yang memantau pembuatan jaring krama subak kemarin. Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Hanura ini juga mendesak Pemkab Jembrana segera melakukan dan memprioritaskan penanganan. Dewan asal Tegal Cangkring, Mendoyo ini mengatakan, aliran bendung ini tembus sampai ke Subak Penyaringan. Selain itu juga mengairi Subak Pergung, Subak Tegalgintungan, dan Subak Delod Berawah. “Jebolnya cukup panjang. Dan ini harus segera direvitalisasi karena airnya dimanfaatkan mengairi lebih dari 400 hektar sawah petani yang notabene tahap pananaman benih,” kata Adiyasa. Pihaknya merasa khawatir jika tidak ditangani, padi yang baru ditanam bisa mati yang mengakibatkan gagal panen di ketiga subak itu dan bisa mengurangi stok pangan atau beras di Jembrana. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan penanganan bendung jebol tersebut. (kmb)

JEMBRANA

Selasa Wage, 29 Januari 2019

Lakukan Pungli Penduduk Pendatang

Dua Oknum PNS Satpol PP Dibekuk Tim Saber Pungli Negara (Bali Post) – Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana ditangkap Tim Saber Pungli Polres Jembrana, Sabtu (26/1) lalu. Mereka melakukan aksi pungli terhadap sejumlah penghuni kos di Jalan Bimasena, Lelateng yang tak memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Tiga korban yang merupakan warga pendatang dimintai uang dengan ditakut-takuti ada razia. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai dikonfirmasi, Senin (27/1) kemarin, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Kedua pelaku itu berinisial ND (53) asal Lelateng dan IKPA (46) asal Baler Bale Agung telah diamankan berikut barang bukti berupa dua unit handphone, uang Rp 350 ribu dan sepeda motor. Korban yang kesemuanya perempuan ditakut-takuti akan dipulangkan ke daerah asal apabila tidak memberikan uang tersebut. ND yang berperan mengambil uang ke korban, sementara IKPA berkomunikasi melalui pesan singkat dan mengarahkan korban untuk memberikan uang tersebut. Korban di antaranya, Rike Polupi (31) asal Bandung, Teti Mulyati (33), dan Fitri Kurniati (36) asal Bandung. Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat adanya aksi pungli ke warga pendatang di kos-kosan. Selanjutnya tim Saber Pungli melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku tertangkap tangan. ND ditangkap di lokasi, sedangkan IKPA menyusul diamankan. AKP Yusak yang juga selaku Ketua Pokja Penindakan Saber Pungli mengatakan, untuk penanganan selanjutnya

oknum PNS ini diserahkan ke Inspektorat Kabupaten Jembrana, Senin (28/1) kemarin. Dari pengamatan kemarin, keduanya diantar oleh penyidik berikut sejumlah barang bukti yang diamankan. Sekretaris Inspektorat Jembrana Wayan Wiarsana mengatakan, setelah menerima laporan dan barang bukti dari kepolisian, selanjutnya akan dilakukan klarifikasi kepada kedua oknum PNS tersebut. Tim akan dibentuk untuk nantinya melakukan pemeriksaan dan berujung pada rekomendasi ke Bupati Jembrana. Sementara itu, Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi dikonfirmasi terpisah mengaku prihatin dengan kejadian yang melibatkan oknum di jajarannya tersebut. Mereka melakukan itu saat tidak berdinas atau di luar jam kedinasan. Sejatinya pihaknya sudah sering melakukan pembinaan intern termasuk terhadap dua oknum ini. “Selaku pimpinan saya meminta maaf, ini tindakan oknum dan di luar jam kedinasan. Berulangkali kami melakukan pembinaan kepada jajaran,” tandas Rai Budi. Untuk selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Inspektorat. (kmb26)

INSPEKTORAT – Dua oknum PNS (tutup muka) yang diamankan tim Saber Pungli terkait pungli SKTS terhadap sejumlah penghuni kos diserahkan ke Inspektorat Jembrana, kemarin

MASALAH PERUSDA – Pertemuan Sekda Jembrana dan Komisi B DPRD Jembrana terkait permasalahan Perusda.

Usulan Solusi Masalah Perusda

Pemkab Tambahkan Modal, Direktur Diganti Negara (Bali Post) – Polemik yang menerpa perusahaan daerah (Perusda) akhirnya dibahas jajaran eksekutif dan legislatif, Senin (28/1) kemarin, di Gedung DPRD setempat. Dalam pertemuan yang dihadiri Komisi B, Sekda Jembrana I Made Sudiada dan pejabat pemkab terkait serta karyawan yag dinonjobkan itu tercetus sejumlah solusi untuk perbaikan perusahaan itu. Sayangnya Direktur Perusda Jembrana I Gusti Kade Kusuma Wijaya yang juga telah diundang, tidak hadir dan hanya diwakili dua orang staf. Solusi yang diusulkan adalah penambahan mod-

al dari Pemkab ke Perusda dengan syarat dilakukan perbaikan manajemen. Sementara dari pihak karyawan menyatakan, perbaikan managemen sulit dilakukan jika Direktur Perusda tidak diganti. Dalam pertemuan tersebut, Sekda Jembrana I Made Sudiada mengungkapkan, pemberhentian atau istilah nonjob itu tanpa sepengetahuan pihaknya. Seharusnya pemkab selaku pemilik perusahaan, diajak berunding terkait permasalahan di Perusda. Perusahaan berdalih merumahkan sementara pegawai tetap itu karena kondisi keuangan yang terpuruk.

Untuk selanjutnya, lanjut Sekda, Pemkab akan memfasilitasi kegiatan Perusda agar tidak bermasalah, salah satunya dengan pemberian penyertaan modal. Sementara untuk masalah internal antara perusahaan dengan pegawai, menjadi kewenangan Direktur. Dan Perusda diminta untuk penyelesaian persoalan itu. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman S. Kusumayasa mengungkapkan, pertemuan dengan eksekutif ini dilakukan untuk mendapatkan solusi untuk Perusda. Salah satunya Perusda diminta untuk mencabut soal kepu-

tusan nonjob dan diganti dengan merumahkan sementara hingga unit usaha kembali jalan. Kemudian untuk solusi jangka panjang, perlunya penyertaan modal untuk perusda Jembrana yang saat ini sedang dalam kondisi terpuruk. Namun, kader PDI Perjuangan ini mengingatkan agar sebelum modal diberikan, manajemen harus diperbaiki dulu. Sejumlah anggota Komisi B lainnya juga menyarankan agar perbaikan internal Perusda dilakukan sebelum membicarakan penyertaan modal. Perusahaan tidak akan bagus berjalan, meskipun ada penyertaan modal bila

Optimalkan GOR Krisna Jvara

Pemkab Didorong Perbanyak ”Event” Olahraga

PENANGANAN SEMENTARA - Krama subak membuat jaring untuk mengamankan batu-batu bronjong yang disusun di bendung di wilayah Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo. Bendung tersebut jebol saat banjir bandang sehingga dilakukan penanganan sementara sambil menunggu proyek perbaikan dari Pemkab.

Negara (Bali Post) Sepinya event olahraga di Gumi Makepung belakangan ini membuat sejumlah pihak prihatin. Padahal Jembrana memiliki sejumlah venue yang memadai, bahkan untuk event kejuaraan nasional, salah satunya GOR Krisna Jvara di Sawe, Dauhwaru. Gedung olahraga kebanggaan masyarakat Jembrana itu sejatinya sangat representatif untuk berbagai kejuaraan. Mulai dari Basket hingga voli. “Misalnya event tingkat provinsi kejuaraan bola voli, tinggal pemerintah menggelontorkan sedikit dana untuk penyelenggaraan mungkin 50 juta saja cukup,” terang Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jembrana, I Ketut Catur ditemui, Senin (28/1) kemarin. Anggota Komisi B DPRD Jembrana ini mencontohkan event bola voli yang menurutnya menjadi olahraga favorit selain sepak bola.

Animo masyarakat menonton voli sangat tinggi. Dengan fasilitas gedung GOR Krisna Jvara yang sangat memadai, menurutnya sangat mungkin digelar. Selain itu banyak pemain di Jembrana, bahkan tak jarang di beberapa event antarklub di dalam kabupaten, pemain luar jembrana ikut hadir. “Kenapa tidak menghidupkan event olahraga seperti voli, mungkin tingkat provinsi dulu. Fasilitas kita punya,” tambah Catur. Dengan event olahraga yang diminati masyarakat, menurutnya akan banyak manfaat yang didapat daerah. Pertama, nama daerah terangkat menjadi penyelenggara event, atlet asal Jembrana semakin banyak dapat pengalaman bermain dan efek ekonomi untuk masyarakat. Ada sirkulasi kegiatan bisnis, masyarakat mendapatkan hiburan dan GOR yang megah milik Jembrana

itu akan lebih bermanfaat. Selama ini, event olahraga terpecah di tiap-tiap desa dengan lokasi yang kurang representatif. Menurutnya, event kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional bukan tidak mungkin bisa digelar di Jembrana. “Kemarin ada event bulutangkis yang pesertanya dari luar daerah dan penontonnya sangat ramai, saya yakin untuk event voli pasti ramai,” terangnya. GOR Krisna Jvara merupakan salah satu gedung olahraga di Jembrana yang terbesar. Sejumlah event tingkat provinsi seperti Porprov hingga kejuaraan nasional pernah digelar di gedung yang berada di Sawe tersebut. Gedung ini memiliki fasilitas yang memadai untuk berbagai cabor dengan kapasitas penonton hingga ribuan orang. (kmb26)

kondisi internal perusahaan tidak sejalan antara karyawan dan direktur. Sementara itu, sejumlah karyawan yang hadir pesimis masalah ini bisa terselesaikan. Selama Direktur tidak diganti. Sebelumnya, para karyawan ini juga mendatangi DPRD Jembrana mengadukan nasib mereka. Selama tahun 2018 lalu mereka tidak digaji hingga beberapa bulan dan akhirnya pada awal tahun ini dinonjobkan. Kondisi Perusahaan Daerah Jembrana sejak setahun ini terpuruk lantaran unit usaha mereka tak berjalan. Salah satu pundi pendapatan yakni retribusi telah dialihkan. (kmb26)


Selasa Wage, 29 Januari 2019

Karangasem

Diajukan ke Kementerian, Empat Warisan Budaya Tak Benda Karangasem Putu Arnawa, Minggu (27/1) lalu, mengatakan empat warisan budaya yang diusulkan itu yakni tari Genjek di Karangasem, alat musik penting di Karangasem, Cekepung di Desa Budekeling, dan Ngusaba Dimel atau Dodol di Selat. Empat warisan budaya yang diusulkan itu merupakan eksistensi yang unik sekaligus langka. Seperti usaba dodol. Ciri khasnya adalah makanan dodol itu sendiri. Tarian Genjek, Cekepung, dan alat musik penting yang nyaris mulai punah. ‘’Saat ini, kita masih mempersiapkan dokumen untuk deskripsi kebudayaan. Dokumen itu seperti foto, video, serta kajian akademis. Keempat warisan kebudayaan itu masih kami susun,’’ ujar Arnawa. Tradisi-tradisi di Kabupaten Karangasem, kata Arnawa, jumlahnya cukup banyak. Pihaknya bahkan mengusulkan kebudayaan menjadi warisan budaya itu secara bertahap. Upaya Bali Post/kmb41 itu diPutu Arnawa

Amlapura (Bali Post) Empat warisan budaya tak benda (WBTB) nasional diajukan Dinas Kebudayaan Karangasem ke Kemendikbud. Kepala Disbud

lakukan agar kebudayaan yang diajukan mendapatkan pengakuan resmi pemerintah pusat. Di samping itu, agar kebudayaan yang dimiliki itu tidak diklaim. Selain itu, budaya itu dapat dilestarikan di Karangasem. ‘’Sudah ada beberapa kebudayaan dan kesenian yang sudah ditetapkan menjadi budaya tak benda. Nanti secara bertahap akan kita ajukan ke pusat agar mendapat pengakuan. Rencananya setiap tahun kita usulkan 3 sampai 4 jenis kebudayaan. Tetapi sebelum diusulkan kita seleksi lebih dulu,’’ katanya. Beberapa tradisi di Karangasem tahun 2018, kata Putu Arnawa, ditetapkan jadi warisan budaya t a k b e nd a o l e h Me nd i k bud. Tradisi yang sudah diajukan itu antara lain magibung, masabatan biu di Tenganan Dauh Tukad, serta tradisi Terompong Beruk Desa Sega, Kecamatan Abang. Sementara tahun 2017, empat tradisi di Karangasem juga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda yakni Usaba Dangsil Desa Adat Bungaya. Usaba Sumbu atau Guling di Desa Adat Timrah, Perang Pandan di Tenganan Pegeringsingan, dan Selonding. (kmb41)

11

Nyaris Setahun

Pasar Yadnya di Rendang Mangkrak Amlapura (Bali Post) Pasar Yadnya di Desa Singarata, Kecamatan Rendang, Karangasem yang dibuka sekitar setahun lalu, saat ini tidak beroperasi lagi. Praktis, pasar itu sudah cukup lama mangkrak. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem I Gusti Ngurah Suarta mengatakan, satu per satu pedagang yang secara khusus menjual sarana upacara di sana, hengkang dari Pasar Yadnya itu. “Pasar Yadnya sudah tutup,” ujar Suarta. Suarta mengatakan, pedagang tidak bisa bertahan di sana. Alasannya, sepi pembeli. Hal itu diperkirakan karena masyarakat tidak terbiasa belanja ke sana. Masyarakat di wilayah Rendang lebih banyak belanja ke Pasar Menanga, yang notabene lebih lengkap. “Karena tidak ada pembeli,

para pedagang memutuskan berhenti jualan,” jelas Suarta. Sesuai rencana, kata Suarta, bangunan itu akan kembali dioperasikan Maret tahun ini. Peruntukan pasar itu memang khusus bagi para pedagang yang menjual kebutuhan yadnya. Maret nanti akan dilaksanakan upacara

Panca Walikrama di Pura Besakih. Posisi pasar itu ada di jalur utama Rendang menuju Besakih. Lebih-lebih lahan di sana akan dijadikan rest area bagi pamedek yang sembahyang ke Pura Besakih. “Maret itu akan ada upacara besar. Jadi, lahan itu kami pakai rest area,” terang Suarta.

Seperti diketahui di lahan sekitar 24 are itu dibangun Pasar Yadnya saat kepemimpinan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Rencana awal dijadikan pasar hasil pertanian dan hortikultura. Setelah sempat dijadikan pasar sesuai rencana awal, ternyata sepi pembeli, akibatnya lama tidak jalan. Pasar pun akhirnya tutup. Saat Karangasem dipimpin Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri kembali menggagas pasar khusus untuk menjual sarana upacara. Nasibnya sama pasar itu tidak bisa bertahan lama. (kmb41)

Dua Tewas, Peristiwa Tanah Longsor di Jatituhu

Keluarga Terbayang bayang Korban Masih Hidup Kepergian untuk selamanya itu memang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh pihak keluarga korban. Lebih-lebih, kepergian mereka akibat peristiwa tanah longsor yang menimpa dua warga Jatituhu, Kubu yakni Ni Ketut Puspawati serta Ni Ketut Martini. Menerima nasib yang tak bisa dihindarkan itu, mau tidak mau membuat hati keluarga korban teriris dan pilu. Keberadaan manusia yang terbatas, memang tidak kuasa mencegah bencana itu terjadi. Amukan tanah longsor Minggu (27/1) malam itu, pastinya jadi penyebab duka keluarga korban. Pasalnya, mereka ditinggalkan orang tercinta secara tiba-tiba. Lalu, bagaimanakah prosesi korban selanjutnya? ISAK tangis pun menghiasi rumah duka di Dusun Jatituhu, Kubu. Wajar pihak keluarga belum bisa menerima kepergian mendadak keduanya. Lebih-lebih dipicu bencana alam mendadak, yang sama sekali tidak bisa dibendung kekuatannya. Nengah Karsi, orangtua Ni Ketut Puspawati, mengatakan sampai saat ini dirinya masih terbayang dengan wajah anaknya. Kesopanan dan kebaikan masih terus terkenang dalam memorinya. Pihaknya tidak menyangka sama sekali peristiwa nahas itu terjadi dan menimpa si buah hatinya. Tidak ada firasat apa pun muncul sebelum kejadian. “Saya dapat informasi

sekitar pukul 00.00 Wita dari mertua Puspawati,’’ ujarnya. Mendengar informasi itu dirinya dan keluarga di Sidemen tidak enak makam. Sedangkan mertua Ni Ketut Puspawati, Ketut Jiwa, mengaku tidak kuat menerima cobaan ini. Pihaknya sangat kasihan terutama dengan dua orang cucunya. Sebab, mereka belum mandiri alias masih sangat kecil sudah ditinggal ibunya Ni Ketut Puspawati. Dua cucunya yakni Kadek Ari serta Luh Ari saat ini sedang dirawat di RSUD. Dua anak Ni Ketut Puspawasti (alm) belum mengetahui ibunya telah tiada. Mereka masih dirawat di RSUD Karangasem.

Kadek Ari Wirawan (2) mengalami cedera di kepala dan patah tulang di bagian kaki. Sedangkan kakaknya Ni Luh Ari (9) juga cedera kategori sedang di bagian kepala. “Kasihan anak-anaknya masih kecil sudah ditinggal. Sekarang anak-anak (korban) masih dirawat di RSUD. Sampai sekarang, kita belum beritahukan ada berita duka itu,” kata Nengah Suaja, adik ipar korban. Nengah Pait, orangtua Ni Ketut Martini (19), juga sangat sedih setelah ditinggal Ketut Martini untuk selamanya. Dikatakan, Martini adalah anak yang patuh dan baik serta rajin. Sang cucu, Gede Napendra (10 bulan), masih dirawat di RSUD lantaran menderita luka di bagian kepalanya. “Tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian itu,’’ tambahnya. Ibu-bapaknya, dan suami sama sekali tidak memiliki firasat apa pun. Malahan keluarga sempat bersenda gurau di rumah sebelum kejadian. ‘’Semoga korban mendapat tempat terbaik di alam sana,” harap I Nengah Pait. Lalu, kapan dimakamkan, kedua keluarga korban itu belum bisa memastikan. Sebab, saat ini pihaknya akan mencari dewasa (hari terbaik dulu) untuk prosesi penguburannya. Sementara jenazah kedua korban itu masih di rumah masing-masing, hingga kapan diputuskan penguburannya. (nan)

SERAHKAN BANTUAN - Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban bencana tanah longsor di Kubu.

Wabup Artha Dipa Melayat Korban Bencana Longsor di Kubu

BENCANA tanah longsor yang menelan dua korban jiwa di Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem, mengundang keprihatinan semua pihak. Senin (28/1) kemarin, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengunjungi keluarga korban yang meninggal akibat bencana alam itu. Pada acara melayat itu, Artha Dipa didampingi sejumlah OPD terkait. Ni Ketut Puspawati meninggal di tempat kejadian. Sedangkan Ni Komang Martini yang kondisinya masih sadar sempat mendapat bantuan dengan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kubu 1 menggunakan mobil

pick-up milik warga setempat. Sayangnya, Ni Komang Martini menyusul meninggal setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas Kubu 1. Selain korban meninggal dunia terdapat pula korban luka-luka di antaranya Ketut Sukratawan, Ni Wayan Ari, (9), I Kadek Ari Wirawan (4), Kadek Jirna, Gede Napendra (10 bulan), Kadek Nitasari (7), I Nyoman Andre (12), Nengah Darpa (30), Ni Nyoman Wagi, (30), Kadek Sintya (4), I Nengah Suarta (27), Ni Nyoman Mariani (25). Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arha Dipa menyampaikan pihaknya turut ber-

dukacita sedalam-dalamnya atas korban yang meninggal. Wabup berharap keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan tegar. Wabup Artha Dipa meminta agar warga sekitarnya tetap waspada, jika berada di daerah rawan longsor. Karena itu, masyarakat diminta mengungsi terlebih dahulu. “Tadi, kami sudah melihat-lihat di lokasi kondisi tanah longsornya itu. Kita semuanya tidak tahu kapan dan dalam wujud apa bencana itu akan terjadi. Apalagi sekarang musim hujan dan angin relatif kuat berembus. Ketika keadaannya sangat krusial, maka ikhlaskan harta benda yang

sudah rusak itu. Harta benda masih bisa dicari kemudian. Terpenting adalah menyelamatkan diri terlebih dulu,” pintanya Artha Dipa menambahkan pada kesempatan ini, pihaknya menyerahkan sejumlah bantuan. Di antaranya selimut, matras, dan perlengkapan lainnya untuk digunakan selama proses evakuasi. Selain itu, juga bantuan berupa sembako dan makanan ringan kepada para korban. “Semoga bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat utamanya untuk warga dan keluarga yang ditinggalkan,’’ harap Artha Dipa. (ad1095 )

Gara-gara Gempa dan Tsunami

Peserta Transmigrasi Dipending ke Sulteng Amlapura (Bali Post) Akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, peserta transmigrasi asal Karangasem batal berangkat. Mereka batal bertransmigrasi mengingat saat ini kondisi di Sulteng masih memprihatinkan akibat bencana tsunami itu. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Karangasem Nyoman Suradnya mengatakan, sejatinya ada tiga kepala keluarga (KK) hendak bertrasmigrasi ke Sulteng. Ketiga KK itu berasal dari Kecamatan Sidemen. Pada 2018 lalu, Sulteng dilanda bencana besar. Dengan berbagai pertimbangan, maka ketiga transmigran yang berencana berangkat itu terpaksa ditunda. ‘’Sementara memang transmigran itu dipending berangkat ke sana. Kebijakan itu kami putuskan, karena kami tidak ingin terjadi sesuatu terhadap transmigran sesampai di lokasi yang ditentukan,’’ tambah Nyoman Suadnya. Rencananya, mereka memang berangkat bulan Desember 2018 lalu. Tetapi, ditunda dulu keberangkatannya. Karena kita tak ingin

hal-hal yang tidak dikehendaki terjadi pada mereka. ‘’Kita juga sudah memberikan pemahaman dan menjelaskan kondisi terkini di Sulawesi Tengah. Warga sangat memahami hal itu,” ungkapnya belum lama ini. Kalau nantinya ada lokasi lain yang lebih aman, maka peserta transmigran yang tertunda itu bisa dikirim ke lokasi tersebut. Pasalnya, tidak mungkin dalam waktu singkat kondisi di sana bisa pulih seperti sedia kala. Karena untuk kembali memulihkan kondisi perekonomian warga termasuk infrastruktur membutuhkan waktu relatif lama. “Waktu pemulihan paling lambat lima tahun. Jadi, dengan pertimbangan matang, maka kita tidak berangkatkan transmigrasi asal Karangasem itu ke sana,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, sebelumnya tiga KK asal Kecamatan Sidemen mendaftar transmigrasi karena terjadi erupsi Gunung Agung sejak September tahun 2017. Malah, sebelumnya sempat ada 37 KK yang mendaftar. Namun, 34 KK akhirnya mengundurkan diri. Pertimbangannya, Gunung Agung justru mulai membaik. (kmb41)

Nyoman Suradnya

Bali Post/ kmb41


KLUNGKUNG

12

Selasa Wage, 29 Januari 2019

SOSOK

Langsung Ditipiring

SATGAS BANSOS - Waka Polres Klungkung saat memimpin diskusi dengan personel satgas di Mapolres Klungkung.

Upaya penertiban pedagang yang membandel terus dilakukan Satpol PP Pemkab Klungkung. Pedagang yang membandel langsung dibina sekaligus diberikan surat peringatan. Bahkan ada yang langsung ditipiring (tindak pidana ringan) untuk memberikan efek jera. “Saat tipiring, pedagangnya dikenakan denda Rp 200 ribu saat sidang di Pengadilan Negeri Semarapura. Sejauh ini baru satu pedagang yang ditipiring, yakni pedagang di Jalan Nakula itu, karena berulang kali diperingatkan, tidak diindahkan,” kata Kepala Satpol PP Pemkab Klungkung, Putu Suarta, belum lama ini. Hal itu sebagai tindak lanjut dari penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum, yang sejalan dengan tugas dan peran Satpol PP. “Setelah memberi peringatan di lapangan, kalau masih membandel, pemiliknya kami panggil ke kantor untuk mendapat penjelasan lebih lanjut. Karena melanggar lagi, kami langsung sidangkan di pengadilan,” kata Suarta, pejabat asal Desa Sangkan Buana ini. Saat ini agar tetap berlangsung tertib, patroli secara rutin terus dilakukan petugas. Baik di Pasar Umum Galiran hingga kepada para pedagang di pinggir jalan di seputaran Kota Semarapura, yang kerap memanfaatkan trotoar maupun badan jalan. Ini untuk memberi kesan positif bagi keindahan Kota Semarapura dengan warganya yang taat pada aturan. “Kalau tidak mau kena tipiring, makanya taatilah aturan. Sebab, razia seperti ini kami lakukan secara rutin,” tegas Suarta. (gik)

Awasi Distribusi Bansos, Klungkung Ditarget Jadi Polres Bentuk Satgas Kabupaten Sehat Tahun 2019 Semarapura (Bali Post) Penggunaan dana bantuan sosial (bansos) kini semakin diawasi ketat aparat penegak hukum. Setelah kerap disalahgunakan, kini penggunaannya diawasi ketat aparat kepolisian, dalam wadah Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Distribusi Bansos. Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas akan mengutamakan upaya pencegahan. Satgas Pengamanan Distribusi Bansos dibentuk berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial RI dengan Polri pada 11 Januari 2019 lalu. Sehingga Polri kini dilibatkan dalam pengawasan pendistribusian bansos kepada masyarakat. MoU ini terjalin setelah melihat penggunaan dana bansos yang semakin tidak tepat sasaran dan manipulatif. Polres Klungkung langsung bergerak cepat membentuk Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Pendistribusian Bantuan Sosial untuk wilayah Kabupaten Klungkung, Minggu (27/1) lalu. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana bertindak

langsung sebagai Kasatgas. AKBP Sudana mengatakan, satgas ini akan bertugas untuk meminimalkan terjadinya penyalahgunaan pendistribusian bantuan sosial. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pencegahan. Selain itu, juga penegakan hukum proporsional dan profesional dalam rangka menjaga kelancaran dan keamanan pelaksanaan distribusi bansos tepat sasaran dan tepat guna. “Sebelum terjadi pendistribusian yang tidak tepat sasaran, kita utamakan pencegahan dulu. Setelah itu, baru penegakan hukum,” kata AKBP Komang Sudana. Satgas ini dibagi ke da-

lam empat subsatgas, yakni Subsatgas Pendataan dan Sosialisasi, Subsatgas Media, Subsatgas Pengamanan Distribusi dan Subsatgas Gakkum. “Jadi bentuk-bentuk tugas yang akan dilaksanakan nanti adalah pendataan, sosialisasi, pendampingan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan penyalahgunaan bantuan sosial,” jelas Waka Polres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, saat menggelar diskusi dengan para personel Satgas. Sebagai langkah awal, Waka Polres Klungkung meminta para personelnya yang terlibat dalam Satgas untuk segera melakukan pendataan.

Caranya berupa diskusi dan koordinasi dengan Dinas Sosial di tingkat kabupaten, khususnya terkait program Bansos yang akan dilaksanakan tahun ini. Sementara itu, Subsatgas Media akan diisi personel Humas Polres Klungkung yang berperan dalam mengelola media sosial. Satgas ini untuk menampung setiap keluhan dari masyarakat, utamanya bagi para penerima bantuan sosial. Subsatgas ini juga bertugas untuk memberikan imbauan tentang penerimaan bansos dan para penerimanya, agar menggunakan dana bansos itu sesuai peruntukkan awal. Kapolres sebagai Kasatgas berharap seluruh subsatgas dapat menjalankan masingmasing tugasnya dengan baik. Sehingga Mou antara Kementrian Sosial dengan Polri di pusat, terimplementasi dengan baik di daerah,

untuk mengontrol adanya penyelewengan dana bansos di daerah. Program-program yang berkaitan dengan bantuan sosial ini adalah program yang secara khusus harus mendapat perhatian agar bisa mencapai. Dalam internal Kementerian Sosial, disebut dengan 6 T, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Ruang lingkup nota kesepahaman tersebut, yaitu mencakup pertukaran data dan informasi, bantuan pengamanan, penegakan hukum, dan kerja sama lain yang disepakati. Bila program bantuan sosial dijalankan sebaik-baiknya, maka bisa membantu masyarakat yang hidup miskin atau rentan kelompok miskin, serta masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial. (kmb31)

Serius Garap Pariwisata

Pemkab Klungkung akan Kembangkan Wisata ”Adventure” Klungkung memiliki banyak potensi wisata yang dapat digarap lebih serius. Salah satunya wisata adventure dengan berkendara off road yang dapat dikembangkan di sejumlah lokasi di Klungkung. Pemerintah Kabupaten Klungkung terinspirasi dari wisata serupa yang dikembangkan di kawasan kaki Gunung Merapi, Yogyakarta. Usai studi banding ke Kabupaten Kulon Progo, rombongan Pemkab Klungkung sempat menjajal wisata adventure merapi. Wisata ini menginspirasi, bagaimana pengelolaan tempat yang dulunya harus dijauhi karena ancaman bencana, kini menjadi lokasi menarik sebagai sarana edukasi kebencanaan hingga berwisata dengan kesan berbeda. Bukan tempat yang indah, nyaman dan tenang, tetapi wisata yang menantang, memacu adrenaline. “Ini salah satu opsi atasi kejenuhan berwisata di Bali. Ini menarik dikembangkan di Klungkung,” kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai mencoba langsung medan wisata adventure Merapi, belum lama ini. Menurut Bupati Suwirta, wisata off road Merapi dengan jalur yang biasa tetapi dikemas sedemikian rupa menjadi lebih menarik. Kabupaten Klungkung juga memiliki wilayah serupa yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata adventure seperti di Yogyakarta ini. Kawasan itu seperti di kawasan Bukit Tengah dan Bukit Abah di Kecamatan Dawan dan kawasan menuju Puncak Mundi di Kecamatan Nusa Penida. Kawasan dengan kontur perbukitan ini bisa dikemas menjadi destinasi wisata adventure yang dilengkapi dengan kendaraan off road. “Kita memiliki kawasan yang hampir sama yang bisa dikembangkan seperti di Yogyakarta,” kata Suwirta. Orang nomor satu di Pemkab Klungkung ini menyatakan, dalam mengembangkan daerah perlu mencoba mengkonsep destinasi wisata baru, sehingga wisatawan yang datang ke Klungkung tidak cepat jenuh. Selain itu, dengan adanya konsep dan pengembangan destinasi wisata baru akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. “Belajar dari sini saya akan mengajak masyarakat

khususnya pegiat pariwisata untuk membahas ini,” ujarnya. Apa yang sudah berjalan di Merapi, adalah sebuah inspirasi bagaimana mendatangkan wisatawan yang tidak selalu menjual keindahan. Ada banyak aspek yang bisa dibuat lebih menarik, sebagai wisata alternatif, sekaligus sebagai sarana edukasi yang dapat menambah wawasan masyarakat. Dia mengakui, memulai sesuatu yang baru memang

tidak mudah. Beragam tanggapan pro dan kontra selalu muncul di tengah masyarakat. Untuk itu, menurut Bupati dalam membuat konsep harus dilakukan dengan duduk bersama, untuk mengembangkan daerah dengan daya tarik yang dimiliki. “Dalam membuat konsep kita harus kumpul bersama-sama untuk mengembangkan daerah kita,” pungkasnya. Sementara itu, Pemkab Klungkung di tahun 2019 ini berencana akan melakukan pengembangan terhadap tujuh Destinasi wisata, yakni Pantai Atuh di Desa Pejukutan, Pantai Swehan dan Bukit Teletubies di Desa Tanglad, Pantai Broken Beach dan Tebing Klingking di Desa Bunga Mekar. Serta Tirta Harum di Desa Nyalian dan Tirtha Dedari di Desa Getakan, Banjarangkan. (kmb31)

OFF ROAD - Bupati Suwirta saat mencoba menjajal track off road wisata Merapi. Pemkab Klungkung berencana mengembangkan wisata serupa di sejumlah wilayah di Klungkung guna meningkatkan potensi pariwisata.

Semarapura (Bali Post) Kabupaten Klungkung kini menyiapkan diri menuju Kabupaten/Kota Sehat 2019. Ada sembilan indikator yang harus dipenuhi pemerintah daerah untuk meraih predikat tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bekerja sama dan berkoordinasi. “Tidak ada satu pun OPD yang tidak terlibat, saya harapkan semua OPD terlibat dan mendukung serta siapkan administrasi dan dokumentasi sesuai apa yang sudah menjadi ketentuan,” kata Suwirta, saat sosialisasi penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat (KKS), di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (28/1) kemarin. Bupati Suwirta berharap seluruh OPD dapat menjalin kerja sama dan saling berkoordinasi. Sebab, pemenuhan sembilan indikator ini tidak mudah. Karena menyangkut hal-hal dasar kehidupan warga dan lingkungan sekitar. Dengan situasi saat ini, bila seluruh komponen bekerja sama dengan baik, dia yakin dapat memenuhi seluruh penilaian sebagai Kabupaten/Kota Sehat 2019. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni menjelaskan, penerapan Kabupaten/Kota Sehat di daerah sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor

34 dan 1138 Tahun 2005. Pihaknya mengungkapkan sembilan indikator tatanan kabupaten/ kota sehat itu, yakni indikator kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. Tujuan pemenuhan seluruh indikator tersebut, agar bisa membuat kondisi kabupaten/ kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni. Ini dapat dicapai melalui kegiatan yang terintegritas yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Sehingga seluruh instansi terkait? di Pemkab Klungkung akan dilibatkan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan, pembagian tugas-tugas indikator pokok, indikator umum serta indikator khusus harus jelas sesuai dengan tugasnya. Ini untuk mendukung tatanan penilaian kota sehat, agar Kabupaten Klungkung bisa menjadi Kabupaten Kota Sehat 2019. Bupati Suwirta berharap masing-masing OPD menggaris bawahi dimana kewenangan, sehingga variabel itu habis dibagi sesuai tugasnya, serta forum ikut membantu dan menggerakkan. (kmb31)

KABUPATEN SEHAT - Para pimpinan OPD saat Rakortas soal persiapan Kabupaten/Kota Sehat 2019 di Ruang Rapat Praja Mandala, Senin (28/1) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 29 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296 B.BP.001.01.19.0000827

Dcr Krywti utk RM.Babi Guling Nusa2 Gj1,5Jt+Mkn 085339909202

B.BP.001.01.19.0001079

!!Dcr cpt 2PRT Tgldlm G.1,5 lgs krj,087861412911/081237903622

B.BP.001.01.19.0001083

*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.Sunset A1 P:766744

B.BP.001.01.19.0000897

Admin Garment Production Hub: Call/WA:085100050706 Email:hrd@buddhawear.com

B.BP.004.01.19.0000926

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.01.19.0000966

Dcr Spv, Aktg,Lk/Pr, Mks. 35th S1 Akunting, Pnglmn 1th Email:hrd@emabali.com

B.BP.001.01.19.0001063

Cari Karywan/i u/Bekerja Sbg Sekretaris di Ktr Peng Prov IMI Bali.Lam: Jl.ByPass Ngr Rai 196 Dps/085100430115 Plglmbt1/2/19

B.BP.001.01.19.0001067

Cri Mekanik Truk PT.SMR Lokasi Kuwum,TabananTlp.087861018834

B.BP.001.01.19.0001082

Dcr Cpt 2Admin Online yg Paham Sosmed 081239731232 Denpasar

B.BP.001.01.19.0001065

Dcr Dokter Umum Pria/Wanita, Lulusan S1 mampu bhs.Inggris, memiliki STR usia maks 35thn, memiliki sertifikat ATLS/ACLS Kirim CV ke:info@pbmcgroup.com

B.BP.001.01.19.0000886

Dcr PRT Rajin,jujur di Wilayah Kerja,Ayani Utara,085738481065 B.BP.001.01.19.0001058

Dcr PembantuRumahTangga(PRT) WanitaBujanganH:082359352500 B.BP.001.01.19.0001080

Dcr, tukang poles max.22 th, pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049. Segera B.BP.004.01.19.0000981

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

Dcr Serabutan Gj .3Jt utk Nusa Penida,Kirim CV WA 08123640554

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Dcr Sopir utk Nusa Penida,Gaji 3Jt,Kirim CV WA 08123640554

Dicari Accounting u/Perusahaan Tour, penglmn min.1 tahun.Kirim CV ke : hrdbali2019@gmail.com

B.BP.004.01.19.0001087

B.BP.004.01.19.0001086

Dcr Waiter/s,FO&Peg.Butik Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Sanur B.BP.001.01.19.0001078

Dcr Waitres,Cook Helper Pglmn Tdk Dutmkn Min SMA Max.27Th Gj 2,1Jt Seminyak/087855522152

B.BP.154.01.19.0001075

Dcr tukang perak, max.35 th. Hub .085100480049 B.BP.004.01.19.0000979

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt, Penempatan Jimbaran 0361-4465228 B.BP.001.01.19.0000702

B.BP.001.01.19.0001061

B.BP.001.01.19.0000941

Dicari Guru TK dan Guru SD Segera Hub.0811398772 B.BP.001.01.19.0001072

Dicari Sales Marketing Hub.08123869229

!Dcr Marketing u. proyek Singaraja. Lam ke Jl. Gatsu Barat No.123 x Dps. Telp 420800,422700 B.BP.004.01.19.0001102

Kargo Cr Admin MinSMA bs Cmptr B.Ing&Sopir Hub/WA.08123803706 B.BP.004.01.19.0001081

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03

B.BP.001.01.19.0001076

Persh yg berlokasi di Ubud membthkn beberapa tenaga administrasi lmran lasng dbawa ke PT Dara Jl.Ry Andong No Tlp 087898301403 B.BP.001.01.19.0000921

Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818 G.07

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.02

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dibutuhkan cepat: Marketing, PR, Manager. Syarat: D3/S1, perempuan, percaya diri, goal oriented, usia max.45th, bisa nego gaji. Kirim CV ke Info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118 G.08

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUKO BUC Sewa/Jual Murah Ruko 2Lt SHM 104/170 Tepi Jalan Besar Cokroaminoto 460 WA.087856227779 B.BP.033.01.19.0001071

Dijual Ruko di Jl.Astina Gnyr DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000838

DAIHATSU

Xenia Li Delux Standar Th’2011 Warna Hitam Hub.082144146000 B.BP.001.01.19.0001088 SUZUKI

AlNew Splas Mnual Th2013 Hitam TgnPertama Hp.081238169620Istw B.BP.001.01.19.0001084 TOYOTA

Avanza G’2014 Putih AsBali Mls Prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.01.19.0001085

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN Hilang Surat KIR Mobil Pic Up003 DK 9917 BH A/N Fajar Sodiq B.BP.165.01.19.0001074

Hlg BPKB No.N 10797857 DK 1944 LE An. Ni Nyoman Yuliariani. B.BP.001.01.19.0001070

Hlg BPKB No.sin:JF12E-1545502 DK 3851 GAF A.N Bruno Zanetti B.BP.004.01.19.0001073

BIRO JASA

Jual Murah Tanah Kav 1&1,5 Are Jimbaran.TP.Hub:087877666655

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.01.19.0001064

B.BP.001.01.19.0001032


BANGLI

14

Selasa Wage, 29 Januari 2019

Jalan Kintamani-Singaraja Tertimbun Tanah Longsor Bangli (Bali Post) –

Arus lalu lintas (lalin) dari arah Kintamani menuju Singaraja, Senin (28/1) kemarin macet total berjam-jam. Kondisi itu terjadi lantaran jalan di jurusan Kintamani-Singaraja tepatnya di Desa Bantang, tertimbun material tanah longsor. Selain memicu tanah longsor, hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak pagi hari kemarin juga menyebabkan senderan Pura Luhur Tirta Mas Manik Muncar di Desa Belandingan ambrol dan menimpa bangunan sakapat dan menutup jalan di desa setempat.

Bali Post/ist

AMBROL - Senderan Pura Luhur Tirta Mas Manik Muncar di Desa Belandingan, Kintamani yang ambrol akibat guyuran hujan deras.

Segera Diperdakan, Gumitir Jadi Maskot Bangli

Bangli (Bali Post) – Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli, bukan sekadar wacana. Usai menyaksikan uji coba perdana tari maskot Kabupaten Bangli “Sekar Gumitir” di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Senin (28/1) kemarin, Bupati Made Gianyar mengaku akan segera membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadikan Bunga Gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli. Gianyar mengatakan, pihaknya tidak mau lagi kecolongan dalam memilih bunga sebagai maskot kabupaten. Diakui Gianyar sebelumnya Bangli sempat gagal menjadikan Bunga Pucuk Bang dan Sandat sebagai maskot Kabupaten Bangli karena kalah cepat dari kabupaten lainnya. “Setelah menyaksikan uji coba hari ini, satu kata, Bunga Gumitir sangat cocok untuk maskot Kabupaten Bangli. Ini akan saya tindak lanjuti dengan Perda,” terangnya. Menurut Gianyar, gumitir tak hanya memiliki warna yang indah, namun juga memiliki makna yang mendalam. Selain melambang-

Bali Post/ist

MASKOT - Uji coba perdana tari maskot Kabupaten Bangli “Sekar Gumitir” di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Senin (28/1) kemarin. kan kesederhanaan, gumitir juga memiliki banyak manfaat. Bunga gumitir tahan lama, tidak mahal, dan yang tidak kalah penting, gumitir sangat cocok hidup di daerah sejuk seperti Kabupaten Bangli. Di samping memiliki fungsi ekonomi, agama dan seni, gumitir menurutnya juga mempunyai nilai religius, kemuliaan, keindahan dan kemasyarakatan. Dengan memilih bunga gumitir sebagai maskot, ia berharap segala sesuatu yang baik dan

berguna tidak sulit didapatkan di Kabupaten Bangli. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini juga mengungkapkan bahwa saat ini bunga gumitir cukup trend dan hampir dikembangkan di seluruh wilayah di Bali. Karena memiliki nilai ekonomis dan multifungsi, Bupati Made Gianyar juga berencana membuat pelatihan dupa menggunakan bahan baku gumitir. Di saat harga gumitir murah, masyarakat diharapkan bisa mengolah gumitir jadi dupa. (kmb40)

Kampanye Tanpa STTP, Caleg DPR-RI Diproses Bawaslu

Bali Post/kmb40

SIDANG - Sidang pembacaan putusan pendahuluan pelanggaran administratif Pemilu Tahun 2019 di Kantor Bawaslu Bangli, Senin (28/1) kemarin. Bangli (Bali Post) – Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan salah seorang calon anggota DPR-RI I Wayan Parta. Caleg nomor urut 7 dari Partai PDI-P itu diduga melanggar lantaran tak bisa menunjukkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) saat melakukan kampanye di Balai Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut belum lama ini. Dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg tersebut saat ini tengah diproses Bawaslu Kabupaten Bangli. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Purna didampingi komisioner Bawaslu Nengah Mudana Atmaja dan I Nengah Muliarta

saat ditemui usai menggelar sidang pembacaan putusan pendahuluan pelanggaran administratif Pemilu Tahun 2019 di Kantor Bawaslu Bangli, Senin (28/1) kemarin menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan Caleg DPR RI itu ditemukan Panwascam Susut pada Rabu (23/1) lalu. Saat itu Caleg I Nyoman Parwata sedang menggelar kampanye yang dikemas dalam bentuk simakrama di Balai Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut. Sebelum simakrama dimulai, Panwascam Susut sempat menanyakan STTP dari kepolisian yang semestinya ditembuskan ke Bawaslu dan KPU, kepada tim dari caleg yang bersangkutan. Namun pada saat itu, tim caleg terse-

but tidak bisa menunjukannya. Karena tanpa STTP, pihak Panwascam kemudian meminta kepada tim untuk tidak melaksanakan kampanye. Akan tetapi, yang bersangkutan tak memenuhi permintaan itu, dan tetap melaksanakan acara simakrama tersebut. “Dari temuan itu, pihak Panwascam kemudian melaporkan kejadian itu ke kami di Bawaslu, dan saat ini masih sedang kami proses,” terangnya. Dikatakan Purna bahwa sesuai ketentuan, STTP wajib dimiliki dan ditunjukan oleh seluruh caleg saat melakukan kampanye. Jika tidak, caleg yang bersangkutan dianggap melakukan pelanggaran administratif. Hal itu diatur dalam Peraturan Komisi Pemiluhan Umum (PKPU) No. 33 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas PKPU No 23 Tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum pasal 27 ayat (1). Rencananya, sidang lanjutan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan calon anggota DPR RI itu digelar kembali Bawaslu Bangli beberapa hari mendatang. Agendanya, pembacaan permohonan pelapor, tanggapan terlapor dan keterangan saksi-saksi. Sementara itu, dalam sidang siang kemarin, pihak terlapor terlihat dihadiri kuasa hukumnya. (kmb40)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, longsor yang menimbun jalan jurusan Kintamani-Singaraja terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Longsor dipicu akibat hujan deras. Lahan yang mengalami longsor yakni lahan hutan yang ada di pinggir jalan. Tingginya material longsor yang menimbun jalan hingga 6 meter, menyebabkan jalur tersebut tak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, menindaklanjuti adanya kejadian longsor tersebut, Unit Lantas dan Patroli Polsek Kintamani langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas sambil menunggu alat berat turun ke lokasi. Tertutupnya badan jalan oleh material longsor mengakibatkan kemacetan tak terhindarkan. Jalur KintamaniSingaraja mengalami macet total hingga beberapa kilometer. “Setelah ditangani dengan satu unit alat berat, sekitar pukul 14.00 Wita kemarin jalur Kintamani-Singaraja sudah kembali lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas,” terangnya. Dikatakan Sulhadi, selain di jalur Kintamani-Singaraja, hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani kemarin juga menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Desa Songan tepatnya di depan Balai Banjar Songan

A. Banjir yang menggenagi wilayah itu hingga setinggi setengah meter merupakan banjir kiriman dari wilayah Kayupadi dan Munduklantang. Banjir langganan yang terjadi hampir setiap tahun itu dipicu lantaran tidak adanya drainase. Untuk menanganinya, Sulhadi mengatakan aparat desa dan Bhabinkamtibmas serta masyarakat Desa Songan mengerahkan alat berat untuk membersihkan lumpur dan pasir yang menggenangi jalan. Sementara itu di Desa Belandingan, Kintamani, hujan deras mengakibatkan senderan Pura Luhur Tirta Mas Manik Muncar setinggi 10 meter ambrol. Perbekel Desa Belandingan Komang Suastika saat dihubungi kemarin mengatakan, peristiwa ambrolnya senderan pura

yang baru selesai dibangun warga secara swadaya tiga bulan lalu itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Ambrolnya senderan dipicu lantaran tak kuat menahan guyuran hujan deras. “Hujannya deras sekali dari jam 7 pagi,” ungkapnya. Ambrolnya senderan pura menyebabkan sebuah bangunan sakapat yang ada di bawahnya hancur tertimpa material. Tak hanya itu, material juga menimpa sebuah alat mesin pengaduk semen (molen) yang ada di dekatnya. “Ambrolnya senderan juga menutup badan jalan. Tapi sudah ditangani warga secara manual. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan,” ungkapnya siang kemarin. Estimasi kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai lebih dari Rp 700 juta. (kmb40)

Bali Post/ist

LONGSOR - Kondisi jalan di jalur Kintamani-Singaraja yang tertutup longsor.

Jadi Daerah Penyangga, Bangli Diharapkan Dapat Insentif

Bangli (Bali Post) Bupati Bangli I Made Gianyar menginginkan adanya perhatian lebih dari pemerintah provinsi berupa pemberian insentif untuk Kabupaten Bangli. Insentif itu diharapkan sebagai imbalan bagi Bangli karena secara konsisten telah menjaga hutan dengan baik. Harapan itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Bali dalam rangka pembaasan ranperda tentang perubahan atas perda No. 16 Tahun 2019 tentang RTRW provinsi Bali tahun 2009 -2029 di Kantor Bupati Bangli, Senin (28/1) kemarin. Gianyar mengatakan selama ini Bangli mendapat posisi sebagai daerah penyangga dan konservasi. Dengan posisi itu, pembangunan di Kabupaten Bangli tidak bisa berkembang sama dengan kabupaten lainnya yang telah banyak melakukan alih fungsi lahan untuk pembangunan gedung hotel. Sebagai daerah penyangga, Bangli telah konsisten menanam pohon dan menjaga hutan dengan baik. Karena itu, sebagai imbalannya, Gianyar mengharapkan adanya pemberian insentif bagi Kabupaten Bangli. “Bagi daerah yang menanam dan menjaga pohon, kita harapkan ada insentif. Mudah-mudahan ke depan ada semacam PHR (pajak hotel restoran) pohon untuk Bangli,” katanya. Tak hanya menyampai-

Bali Post/kmb40

KUNKER - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menerima DPRD Provinsi Bali dalam rangka pembahasan Ranperda tentang perubahan atas Perda No. 16 Tahun 2019 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009 - 2029 di Kantor Bupati Bangli, Senin (28/1) kemarin. kan harapan soal pemberian insentif, Gianyar dalam kesempatan itu juga mengungkapkan usulannya terkait pemerataan infrastruktur jalan. Gianyar mengungkapkan saat ini panjang ruas jalan di Kabupaten Bangli yang berstatus jalan nasional yakni 22,5 km. Pihaknya mengusulkan agar ruas jalan nasional yang ada di Bangli bisa tersambung lebih panjang lagi. Tidak buntu seperti saat ini. Seperti ujung ruas jalan nasional yang ada di wilayah Banjar Hulundanu Desa Songan yang mentok dan hanya tersambung dengan jalan kabupaten. “Saya harapkan jalan nasional ini

tidak buntu. Kalau belum bisa tersambung dengan jalan nasional, harapannya agar bisa tersambung dengan jalan provinsi,” harapnya. Gianyar mengharapkan dengan adanya perubahan Perda RTRW nantinya Bangli bisa mendapatkan keberpihakan. Sementara itu, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama saat ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya kemarin menilai usulan yang disampaikan Bupati Bangli sangat rasional. “Kalau Bangli disuruh lestari-lestari saja, tapi miskinnya tetap lestari gimana? Ini perlu pikiran kita semua, bagaimana menjadikan Bali ini balance

antara selatan-utara, timurbarat,” ujarnya. Demikian juga dengan usulan infrastruktur jalan, Adi Wiryatama mendukung adanya pemerataan infrastruktur jalan di Kabupaten Bangli. Terkait agenda kunkernya kemarin, Mantan Bupati Tabanan itu mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyerap aspirasi di daerah dalam rangka pembahasan ranperda tentang perubahan atas perda No. 16 Tahun 2019 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009 - 2029. Ditargetkan, pembahasan ranperda ini rampung dan dapat disahkan 8 Februari mendatang. (kmb40)


15

Selasa Wage, 29 Januari 2019

Tak Ngantor Sebulan Lebih, Anggota Polres Bangli Dipecat

Bali Post/ant

BANJIR - Seorang ibu menggendong anaknya melewati genangan banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (28/1) kemarin. Kondisi banjir di Pekalongan berangsur surut, tetapi sejumlah titik di kawasan utara Pekalongan masih tergenang banjir dengan ketinggian sekitar 30 cm - 1 meter.

Pemerintah Cegah Pemborosan Anggaran Rp 64,8 Triliun

Bandung (Bali Post) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Syafruddin mengatakan hasil evaluasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah berhasil mencegah potensi pemborosan anggaran yang nilainya mencapai Rp 64,8 triliun. ‘’Kalau tahun 2017 berhasil dihemat Rp 46 triliun, tahun 2018 penghematan setidaknya mencapai angka Rp 64,8 triliun pada 24 provinsi dan 216 kabupaten/kota,’’ kata Menteri Syafruddin dalam acara penyerahan hasil evaluasi akuntabilitas Pemda Wilayah I di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/1) kemarin. Dia mengatakan khusus wilayah I yang meliputi 185 provinsi dan kabupaten/kota se-wilayah Sumatera, kecuali Lampung, Banten, dan Jawa Barat (Jabar), penghematan mencapai Rp 35,5 triliun. ‘’Saya mengapresiasi upaya dan perjuangan seluruh gubernur, bupati dan wali kota dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintahannya. Pasalnya mengubah mindset seluruh pegawai tidaklah mudah, mengajak untuk berubah sungguh sulit,’’ katanya. Namun, lanjutnya, sekarang bukan saatnya berpangku tangan dan berdiam diri dalam menghadapi perubahan. Ia mengatakan arus perubahan dalam tata kelola pemerintahan tidak bisa dibendung atau dihentikan. ‘’Dia akan terus mengaliri nadi pemerintahan,’’ katanya. Oleh karena itu, mantan

Wakapolri ini mengajak seluruh pimpinan pemerintah daerah serta harapan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk segera berubah dan berbenah. ‘’Mari kuatkan sinergi dan optimisme untuk menjalankan pemerintahan yang berorientasi pada hasil, sehingga amanah rakyat melalui anggaran negara dapat dimanfaatkan seluasnya untuk kemajuan bangsa,’’ kata Syafruddin. Dia mengatakan banyak kegiatan inefisiensi yang terjadi bertahun-tahun dan jika seluruh pemerintahan, baik pusat maupun daerah dapat terus-menerus melakukan efisiensi anggaran, lalu memfokuskannya pada pembangunan, maka Indonesia akan semakin mendekati pintu gerbang kesejahteraan. Ia pun sependapat adanya penghargaaan bagi pemerintah daerah yang berhasil mewujudkan kinerjanya dengan baik, bila mencapai kategori BB akan diberikan Dana Insentif Daerah (DID). ‘’Tahun 2019 ini sebanyak 45 kabupaten/kota akan mendapatkan DID,’’ katanya. Ia mengatakan awal tahun 2019 merupakan saat yang tepat, iklim yang baik bagi semua instansi pemerintah

’'Saya mengapresiasi upaya dan perjuangan seluruh gubernur, bupati dan wali kota dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintahannya. Pasalnya mengubah mindset seluruh pegawai tidaklah mudah, mengajak untuk berubah sungguh sulit.’’ Men-PAN RB Syafruddin

memulai resolusi kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia mengingatkan perubahan zaman telah mengubah paradigma harapan publik yang sangat menginginkan pemerintah hadir memfasilitasi setiap aktivitas di ruang publik dengan akses yang mudah, tidak berbelit, serta bebas praktik suap dan pungli. Menteri mengakui rentang birokrasi Indonesia yang sangat besar, dari pusat hingga ke daerah terluar dan perbatasan, dari ujung Pulau Miangas sampai Merauke merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) secara implisit dimandatkan melalui Undangundang Nomor 47/2003 tentang Keuangan Negara dan

secara eksplisit dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Menteri mengungkapkan, ia banyak mendapatkan laporan hasil studi banding pemerintahan di dunia, serta bagaimana Amerika Serikat, Eropa bahkan Cina menjalankan pemerintahannya dengan cara membangun provinsi, kota, daerah dan otoritas publik khusus yang mendorong progresifnya pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, serta menjadikannya sebagai pusat aktivitas ekonomi global. ‘’Di dalamnya, akuntabilitas dan profesionalisme menjadi pilarnya, namun sistem yang dijalankannya belum tentu dapat diadopsi di Indonesia,’’ jelasnya. (ant)

dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi. Ahmad Marzuqi kemudian mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId. Pra/2017/PN.Smg. Ahmad Marzuqi mencoba mendekati hakim tunggal Lasito melalui panitera muda di PN Semarang. Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan batal demi hukum. Diduga Ahmad Marzuqi

selaku Bupati Jepara memberikan total dana sebesar Rp 700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp 500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp 200 juta) kepada hakim Lasito terkait putusan atas praperadilan tersebut. Diduga uang diserahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat. (ant)

KPK Panggil Mantan Wakil Ketua PN Semarang Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Semarang, kini menjabat Ketua Pengadilan Negeri Samarinda Abdul Halim Amran dalam penyidikan dugaan suap hakim praperadilan terkait putusan atas praperadilan korupsi yang ditangani PN Semarang. KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yakni Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (AM) dan hakim pada Pengadilan Negeri Semarang Lasito (LAS). ‘’Hari ini (kemarin - red) dijadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua PN Samarinda Abdul Halim Amran sebagai

saksi untuk tersangka AM,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/1) kemarin. Abdul Halim Amran sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PN Semarang. Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK masih mendalami pengetahuan para saksi yang dipanggil terkait dugaan aliran suap kepada hakim dan sumber dana. Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi. Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan

Semakin Diminati Dengan kata lain, upaya pendalaman pasar mulai membuahkan hasil. Instrumen Domestik DNF, ujarnya, semakin diminati untuk memenuhi kebutuhan valas pelaku pasar. Sehingga pelaku pasar tidak hanya bertumpu pada pasar spot ketika membutuhkan

pasokan valas. ‘’Kami pastikan bahwa likuiditas valas ada, baik di spot maupun domestik NDF dan pelakunya sekarang tidak hanya pelaku dalam negeri tapi juga investor asing,’’ ujarnya. Pemicu terakhir adalah keyakinan defisit transaksi berjalan yang akan membaik di awal tahun ini. Perry pernah melontarkan proyeksinya bahwa defisit neraca transaksi berjalan di kuartal I 2019 ini

bisa di bawah tiga persen dari PDB. Adapun untuk keseluruhan 2018, Bank Sentral memproyeksikan defisit transaksi berjalan di kisaran tiga persen dari PDB. ‘’Ketahanan ekstra kita yang semakin membaik, termasuk dari defisit transaksi berjalan yang kita perkirakan lebih rendah, maupun juga aliran modal asing surplus neraca modal yang semakin tinggi,’’ ujarnya. (ant)

Selasa, 29 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Padagingan lan Penilepatian (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Gatra Praja

10:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mupuk Padagingan lan Penilepatian (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Upakara Caru ring Periangan Upa

Ayu Dewi utawi Widi 17:05 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 19:00 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif ABI 20:30 Wita Folk song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Sakti Kancing Gumi Jagat Jenggala 2:05 Wita Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel

Bangli (Bali Post) Lantaran tak pernah ngantor selama lebih dari sebulan, seorang anggota Polres Bangli dipecat. Pemecatan terhadap Ida Bagus Putra Adnyana, anggota yang berpangkat bripka tersebut dilakukan dalam upacara Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) di Halaman Mapolres Bangli, Senin (28/1) kemarin. Upacara PTDH tersebut dihadiri para pejabat utama, perwira dan anggota serta ASN Polres Bangli. Pemberhentian tersebut dilakukan secara inabsensia karena yang bersangkutan dalam keadaan sakit. Ida Bagus Putra Adnyana diberhentikan tidak dengan hormat lantaran yang bersangkutan telah melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003. ‘‘Yang bersangkutan meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30

hari kerja secara berturut-turut. PTDH dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Bali nomor :Kep/910XII/2018 tanggal 31 Desember 2018 tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian. Wakapolres Bangli Kompol I Made Krishna Mahardika saat membacakan amanat Kapolres menyampaikan bahwa Polres Bangli tidak menginginkan kejadian seperti ini. Namun reward dan punishment harus selalu ditegakkan dalam suatu organisasi. Kepada seluruh perso-

renungan. Seluruh ang gota Polres Bangli diminta untuk selalu berhati-hati dalam mengambil langkah serta selalu introspeksi diri agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari aturan dan kode etik Polri. “Ingat keluarga yang selalu menanti di rumah, jangan kecewakan mereka,” kata Kompol Krishna. Kompol Krishna menyesalkan adanya anggotanya yang terkena sanksi pemecatan. Hal ini tidak perlu terjadi jika yang bersangkutan selalu mematuhi aturan di Kepolisian. “Saya berharap ini yang terakhir. Bagi anggota yang Bali Post/kmb40

PTDH - Wakapolres Bangli Kompol I Made Krishna Mahardika saat membacakan amanat Kapolres saat upacara PTDH, Senin (28/1) kemarin. nel Polres Bangli, Kompol Krishna meminta agar hal ini dapat dijadikan bahan

lain ini merupakan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi,” tegasnya. (kmb40)

Klaim Belum Cair, Nasabah Datangi AJB Bumiputera Denpasar (Bali Post) Pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera mendatangi AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Denpasar di Jalan Diponegoro, Denpasar, Senin (28/1) kemarin. Mereka mempertanyakan klaim sudah jatuh tempo tahun lalu yang tidak kunjung cair. Salah satu nasabah mengatakan punya tiga polis asuransi masing-masing senilai Rp 65 juta, Rp 65 juta dan 100 juta. Polis tersebut telah jatuh tempo tahun 2018 tetapi sampai sekarang belum cair. ‘’Saat ditanyakan ke kantor cabang Ubung, disuruh telepon ke Jakarta (kantor pusat). Kalau saya urus ke Jakarta bagaimana caranya? Semua jatuh tempo, Juli, November dan Oktober,’’ ucapnya.

Kedatangan nasabah diterima Surya, pegawai AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Denpasar. Kepada nasabah, Surya mengatakan, pihaknya hanya sebagai penyambung saja. Saat ini masih diprioritaskan nasabah meninggal dunia, jatuh tempo dan beasiswa. ‘’Akan dibayar cuma harus menunggu. Semua keputusan dari kantor pusat, satu pintu. Silakan koordinasi ke masingmasing kantor cabang, kalau kami hanya menyambungkan,’’ tegasya. Surya tak bisa menjelaskan kapan pastinya pencairan polis. ‘’Sekarang sistem tunggu, tapi pasti dibayar,’’ tegas Surya. Menindaklanjuti kasus penundaan pembayaran klaim oleh pihak Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bu-

miputera, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk mendorong pihak manajemen AJB terus menyelesaikan pembayaran klaimnya. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda, Senin (28/1) kemarin mengatakan, saat ini sudah ada manajemen baru yang ditunjuk BPA (Badan Perwakilan Anggota) untuk menguatkan Bumiputera. Termasuk juga mencari alternatif penyelesaian untuk memastikan pembayaran klaim kepada nasabah yang tertunda. OJK saat ini terus memantau pelaksanaan upaya penguatan yang dilakukan dan diharapkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang polis dapat mendukung upaya yang dilakukan. (kmb36/kmb42)

WARUNG GLOBAL

Benahi Sistem Pendidikan, Cetak SDM yang Andal

PATUT berbangga karena putra Bali kembali dipercaya memegang jabatan tinggi dalam kemiliteran RI. Adalah Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang resmi menjabat Danjen Pasukan Khusus TNI-AD. Kejujuran, budi pekerti, unggul, dan mencintai budaya Bali, menjadi karakter orang Bali. Meskipun memiliki keunggulan, kualitas SDM Bali masih perlu digenjot sehingga memiliki daya saing dengan SDM luar Bali. Namun ada beberapa hambatan dan kekurangan SDM Bali sulit bersaing, misalnya kurang mau menunjukkan diri, kurang percaya diri dan sebagainya. Lalu apa saja yang harus dibenahi agar SDM Bali mampu bersaing dengan SDM lainnya? Berikut beberapa opini Kawan Global yang bergabung dalam acara dialog interaktif Warung Global di Radio Global 96,5 FM, Senin (28/1) kemarin. Menurut Sangging di Gianyar, semangat Danjen Kopassus yang baru ini (Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa) harus diapresiasi. Ia mengharapkan SDM di Bali dan di Indonesia memiliki jiwa Pancasilais. Ketut Mursi di Denpasar melihat bahwa SDM Bali sudah bagus, namun terkadang ada beberapa hal yang membuat tidak terlihat unggul karena paradigma eda ngaden awak bisa, enggan memunculkan diri karena kurang percaya diri. Ia berharap Danjen Kopassus menggojlok SDM Bali, mengubah paradigma itu, melatih mental orang Bali sehingga jadi SDM yang berkualitas. Suardana di Tabanan juga

Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan digelar di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Puncak upacara akan berlangsung Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:0403966000. (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Nyoman Budiarta Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp

300.000

Rp 300.000 Rp 1.150.000 Rp 1.450.000

sepakat jika SDM Bali mampu bersaing nantinya, untuk itu perlu digenjot lagi. Ia juga mengucapkan selamat kepada putra Bali menjadi pemimpin. ‘’Semoga menjadi motivasi bagi generasi muda Bali nantinya,” harapan Suardana. Sebagai warga Bali, Arya di Denpasar menyarankan agar sekolah seperti SMK Bali Mandara dibuat di masingmasing kabupaten karena menurutnya sekolah ini mampu mencetak SDM yang andal. Lilis di Tabanan setuju kalau SDM Bali masih perlu digenjot. Sebenarnya SDM Bali bagus, cuma sepertinya kurang percaya diri. Werdha di Gianyar mengucapkan selamat bertugas

kepada Danjen Kopassus yang baru. Betul, SDM Bali harus digenjot. Namun ada beberapa hambatan SDM Bali sulit maju, di antara paradigma ‘’jangan menganggap diri bisa’’, sehingga menimbulkan rasa kurang percaya diri. Kemudian adat dan budaya sepertinya sering dijadikan penghalang bagi SDM Bali, ini pun harus dibenahi. Berikutnya benahi pula sistem pendidikan kita karena dari sanalah sumber pencetak SDM yang andal. SDM yang baik, harus ada teladanannya, demikian Nyoman Mastra di Gianyar. SDM dengan budi pekerti ditambah kecerdasan itu lebih mulia lagi. (sikha p)

Upacara Tawur Agung Panca Wali Krama dan Karya Ida Batara Turun Kabeh digelar di Pura Agung Besakih. Dudonan upacara telah dilaksanakan 22 Januari 2019. Adapun puncak Karya Tawur Agung Panca Wali Krama digelar 6 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000. (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) I Gede Lara W Tamblang

Rp

300.000

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp

300.000 200.000 500.000


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Wage, 29 Januari 2019

James Harden Menangkan Rockets

Winny Oktavina Gantikan Butet Jakarta (Bali Post) – Pelatih sektor ganda campuran Pelatnas PBSI Richard Mainaky mengaku melihat potensi atlet-atlet junior sebagai pengganti Liliyana Natsir (33) yang dapat diandalkan dalam berbagai kejuaraan internasional. ‘’Pemain muda itu tidak seluruhnya bisa menjadi pengganti Butet (sapaan Liliyana Natsir), tapi saya lihat dari permainan individu ada banyak pemain yang berubah dan ada kemajuan,’’ kata Richard selepas pertandingan final Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu

( 2 7 / 1 ) malam. Menurut pelatih yang telah 23 tahun mengabdi di pelatnas PBSI itu, ada banyak bakat pada gene r a s i di bawah Butet, tetapi mereka perlu dibentuk termasuk perilakunya. Sebab, setiap pemain punya karakter dan ciri yang berbeda. ‘’Ada yang mendekati Butet, seperti Melati atau Gloria,’’ jelasnya. Richard juga mengindikasikan peluang untuk mengambil pemain-pemain ganda putri untuk menjadi pemain ganda campuran sebagaimana pernah dilakukannya terhadap Butet. ‘’Dulu Butet, Vita Marissa dan Debby Susanto juga dari ganda putri, tapi saya harus melihat perkembangannya. Saya lebih memaksimalkan atlet yang sudah di ganda campuran,’’ ujarnya. Ia akan memasangkan Tontowi Ahmad alias Owi dengan atlet putri Winny Oktavina Kandow karena pemain putri ganda campuran lain sudah masuk kualifikasi Olimpiade. Owi dimintanya fokus pada tugas berikutnya sebagai pasangan Winny. ‘’Saya bilang ke Owi untuk tidak memikirkan hasil pertandingan terakhir. Harus fokus dan kerja keras lagi karena memulai dari peringkat bawah,’’ sebutnya. Sementara itu, ganda putra peringkat delapan dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru dikontrak dua tahun oleh sponsor baru Mizuno, harus bermain minimal 14 turnamen dalam setahun agar bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. ‘’Targetnya lolos ke Tokyo 2020 dan main minimal di 14 turnamen setahun,’’ ungkap Hendra usai bertanding melawan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada final Indonesia Masters. Soal adaptasi dengan peralatan baru, Hendra mengaku sudah mulai terbiasa karena telah memakainya selama tiga minggu. Sebelum Indonesia Masters, pasangan juara dunia 2013 dan 2015 itu bermain di turnamen India dan Malaysia Masters. (ant)

Bali Post/ant

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

SELEBRASI – Gareth Bale melakukan selebrasi setelah membuat gol untuk Real Madrid ke gawang Espanyol.

Kembali Bermain, Bale Cetak Gol

Houston – Sebanyak 40 poin yang dicetak James Harden memicu kemenangan Houston Rockets atas Orlando Magic dengan skor 103-98 dalam lanjutan kompetisi NBA, Senin (28/1) kemarin. Harden juga membuat 11 rebound dan 6 assist. Ini untuk ke-23 kalinya ia mencetak lebih dari 30 poin dalam satu pertandingan. Chris Paul yang absen dalam 17 pertandingan karena cedera hamstring kiri, menyumbang 12 poin, 6 assist dan 5 steal untuk Rockets. ‘’Mereka terus menekan dan akhirnya kami menahannya di babak kedua. Itu luar biasa, pertahanan yang sangat bagus,’’ k a t a p e l a t i h Rockets, Mike D’Antoni. Dalam laga lainnya, Paul George mem i m p i n Oklahoma City Thunder menundukkan Milwaukee Bucks 118-112. George menghasilkan 36 poin dan 13 rebound. Russell Westbrook membukukan triple-double ke-16 musim ini dengan 13 poin, 13 rebound dan 11 assist. Giannis Antetokounmpo menyumbang 27 poin dan 18 rebound, Khris Middleton menambahkan 22 poin untuk Bucks yang sebelumnya menang enam kali beruntun. Di Dallas, bintang Toronto Raptors, Kawhi Leonard, mencetak 33 poin untuk mengatasi tuan rumah Mavericks 123-120. Rookie Dallas, Luka Doncic, yang baru bermumur 19 tahun, menghasilkan triple-double yaitu 35 poin, 12 rebound dan 10 assist. Ia menjadi pemain remaja pertama yang mencetak dua tripledouble di NBA. Rekor menang-kalah Raptors kini meningkat menjadi 37-15, masih di bawah 35-13 milik Bucks yang memimpin klasemen Wilayah Timur. Hasil lengkap: New York Knicks vs Miami Heat 97-106, Houston Rockets vs Orlando Magics 103-98, Dallas Mavericks vs Toronto Raptors 120-123, Minnesota Timberwolves vs Utah Jazz 111-125, San Antonio Spurs vs Washington Wizards 132-119, Oklahoma City Thunder vs Milwaukee Bucks 118-112, Chicago Bulls vs Cleveland Cavaliers 101-104, LA Clippers vs Sacramento Kings 122-108, LA Lakers vs Phoenix Suns 116-102. (afp/kmb)

Espanyol – Gareth Bale hanya membutuhkan dua menit untuk menandai kembalinya dari cedera saat Real Madrid merebut kemenangan 4-2 atas tuan rumah Espanyol pada lanjutan kompetisi La Liga, Senin (28/1) dini hari kemarin. Bale yang absen sejak 3 Januari lalu karena cedera betis, membuat dampak langsung dari bangku cadangan di Stadion RCDE. Karim Benzema melanjutkan penampilannya yang brilian dengan mencetak dua gol lainnya untuk Madrid. Sundulan Sergio Ramos juga tepat sasaran sebelum Leo Baptistao membuat gol untuk Espanyol. Madrid kehilangan bek tengah Raphael Varane yang dikeluarkan dari lapangan saat laga tersisa 18 menit. Itu merupakan kemenangan kelima Madrid dalam enam pertandingan terakhir. Tambahan tiga poin hanya cukup untuk mengembalikan selisih 10 poin di belakang Barcelona yang sebelumnya melibas tuan rumah Girona 2-0 berkat gol Lionel Messi dan Nelson Semedo. Barca di puncak klasemen mendulang 49 poin disusul Atletico Madrid (44), Madrid (39), Sevilla (36), dan Alaves (32). Kembalinya Bale sangat disambut oleh pelatih Santiago Solari. “Gareth senang. Dia datang dan langsung mencetak gol yang bagus untuknya dan kepercayaan dirinya. Sedikit demi sedikit, dia harus mendapatkan kembali bentuk permainan sebel-

umnya, seperti selama Piala Dunia Klub ketika dia mencetak tiga gol,’’ ujar Solari. Laga Girona versus Barca yang juga diwarnai kartu merah yang diterima Bernardo Espinosa sehingga Girona harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-39. Fans tuan rumah kecewa dengan keputusan itu yang menurut mereka disebabkan oleh reaksi Messi. “Kami sedikit kesulitan di babak pertama tetapi setelah kartu merah kami mendominasi permainan. Itu pertandingan yang sulit, mereka banyak menekan kami,” kata pelatih Barca, Ernesto Valverde. Ronaldo Cristiano Ronaldo mengonversi penalti dua menit sebelum waktu normal habis untuk mengantarkan Juventus bangkit dari ketinggalan dan akhirnya menang 2-1 atas Lazio dalam lanjutan Seri A Liga Italia. Hasil ini membuat Si Nyonya Besar kian jauh dari kejaran Napoli. Juve

unggul 11 poin di puncak klasemen dari Napoli, sedangkan Lazio harus rela turun ke peringkat delapan. Bayern Munich merespons kemenangan telak 5-1 Borussia Dortmund atas Hannover pada Sabtu lalu dengan mencukur VfB Stuttgart dengan skor telak 4-1. Bayern kembali terpaut 6 poin dari Dortmund yang menjadi pemuncak klasemen. Thiago Alcantara memberi Bayern keunggulan awal dengan gol cantiknya di sisi kiri gawang setelah melewati tiga pemain belakang pada menit ke-5. Gol lainnya dihasilkan Serge Gnabry, Robert Lewandowski dan Leon Goretzka. Tottenham Hotspur menderita kekalahan kedua dalam sepakan setelah kalah 0-2 dari Crystal Palace di putaran keempat Piala FA. Connor Wickham membawa Palace unggul pada menit ke-9 dan penalti Andros Townsend menghasilkan gol kedua. Kieran Trippier gagal membuahkan gol dari tendangan penalti sebelum babak pertama berakhir. (afp/kmb)

James Harden

Bali Post/afp

Lintas Olahraga Laos Mundur, Indra Sjafri Kecewa Bali Tunggu Perjuangan PB FPTI

Kejuaraan Basket SD Nasional

YAYASAN Walrus Bola Basket Bandung akan mengadakan kejuaraan basket antar-Sekolah Dasar (SD) tingkat nasional memperebutkan Piala YSG II Tahun 20019 pada 21-27 Juni mendatang di GOR Tri Lomba Juang dan GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat. Ketua Walrus Sipat R, S.Pd. beberapa hari lalu mengatakan, selain memperebutkan piala bergilir YSG yang terbuat dari kristal bohemian, panitia juga menyediakan piala tetap dan hadiah uang pembinaan puluhan juta rupiah. Pendaftaran dibuka hingga 25 Mei 2019. Info pendaftaran bisa menghubungi 08782 4130406/08156000180/087880818678/081572681918). Kejuaraan ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Walrus Bola Basket Bandung dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). (r)

Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri menyesalkan mundurnya tiga negara dari turnamen Piala AFF U-22 yakni Singapura, Brunei Darussalam dan Laos. Laos menjadi negara ketiga yang menyatakan mundur dari turnamen per Sabtu (26/1), menyusul Singapura dan Brunei yang sudah lebih dulu menyampaikan keputusannya. Meski mengakui keputusan mundur itu tak memengaruhi kondisi persiapan Timnas U-22, Indra tetap menyampaikan kekecewaannya karena praktis mengurangi jam terbang para pemain pilihannya nanti. “Karena kita ingin ajang ini menjadi tempat memberikan pengalaman bermain kepada para pemain sekaligus untuk seleksi jelang Piala Asia. Tentu semua tim merasa rugi kalau ada yang mundur,” katanya selepas memimpin latihan di Stadion

Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/1) kemarin. Mundurnya Laos memang tidak berdampak langsung terhadap Indonesia yang berada di grup berbeda. Lain halnya dengan keputusan Singapura yang membuat Grup B kini hanya dihuni empat negara yakni Indonesia, Myanmar, Malaysia dan tuan rumah Kamboja. Grup A juga tinggal empat negara menyusul mundurnya Brunei dan Laos, yaitu Filipina, Thailand, Timor Leste dan Vietnam. Timnas Merah-Putih mengawali fase penyisihan Grup B menghadapi Myanmar pada 18 Februari, sebelum melawan Malaysia dan Kamboja. Menjelang bertolak ke Kamboja pada 14 Februari, Timnas U-22 menyusun dua laga uji coba menghadapi Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya pada 6 dan 9 Februari. (ant)

Denpasar (Bali Post) – Cabang olahraga (cabor) panjat tebing hanya diberikan kuota 7 atlet putra dan 7 atlet putri pada ajang Pra-PON dan PON XX/2020 di Papua. Ini sesuai surat edaran sementara dari Panitia Pelaksana (Panpel) Pra-PON dan PON Papua. Di sisi lain, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengurus Besar (PB) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dengan seluruh Pengprov FPTI di Indonesia, diputuskan atlet yang berlaga di PraPON dan PON nanti terdiri atas 8 putra dan 8 putri. Oleh karena itu, PB FPTI kini tengah memperjuangkan adanya tambahan dua nomor lagi untuk dipertandingkan di PraPON dan PON 2020 di Papua. ‘’Edaran itu memang kami terima namun sifatnya masih sementara atau belum final. PB FPTI kini masih memperjuangkan tambahan dua nomor lagi yang dipertandingkan.

Dua nomor itu di antara tiga nomor yang dipilih yakni nomor campuran speed, lead atau boulder,’’ ujar Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika di Denpasar, Senin (28/1) kemarin. Penasihat Pengprov FPTI Bali Suhardi Eka Prasetya menambahkan, di samping tambahan dua nomor lagi yang dipertandingkan, juga ada tambahan kuota yang diputuskan di Rakornis PB FPTI lalu. ‘’Detilnya, Rakornis memutuskan kuota atlet Pra-PON dan PON Papua untuk setiap provinsi total 16 putra dan putri, namun di edaran sementara Panpel PraPON dan PON dikurangi menjadi total 14 atlet. Itu yang masih diperjuangkan saat ini dan hanya tinggal menunggu akhirnya bagaimana,’’ katanya. Dijelaskannya, pada Pra-PON dan PON XIX/2016 di Jawa Barat, kuota atlet panjat tebing setiap provinsi total 20 orang terdiri atas 10 atlet putra dan 10 atlet putri. (kmb)

Andhika Nikmati Latihan yang Diterapkan Teco Mangupura (Bali Post) – Bek sayap I Made Andhika Wijaya sangat menikmati suasana di tim Bali United yang saat ini dilatih Stefano Cugurra. Pemain lincah ini menyebut pelatih yang akrab disapa Teco tersebut merupakan sosok yang bisa mengajarkan setiap pemain untuk bermain dengan lebih pintar. Menurut Andhika, Teco mengajarkan pemain tim Serdadu Tridatu banyak hal, salah satunya bagaimana bermain dengan lebih pintar. ‘’Hal tersebut membuat saya tidak cepat kehabisan stamina saat pertandingan. Sebagai bek sayap saya bisa lebih memperhitungkan kapan harus membantu serangan dan kapan fokus menjaga pertahanan. Gaya pendekatan beliau dengan setiap pemain juga

sangat bagus,” katanya seperti dikutip dari situs Bali United, Senin (28/1) kemarin. Kedatangan Teco di Bali United juga bisa mengembalikan semangat para penggawa tim Serdadu Tridatu pascahasil kurang maksimal tahun lalu. “Yang pasti kami sangat antusias menyambut setiap pertandingan pada 2019 ini. Kemenangan di kandang Blitar United bisa dibilang awal yang baik, tapi kami sadar tantangan ke depannya pasti akan lebih berat lagi. Kami wajib kerja keras agar segala harapan di tahun 2019 bisa terwujud,” ujar Andhika. Di bagian lain, gelandang Fadil Sausu yang sejak tahun 2015 sudah menjadi bagian dari tim Serdadu Tridatu dipastikan masih berkostum klub

kebanggaan masyarakat Pulau Dewata ini setidaknya satu tahun ke depan. Rasa syukur pun langsung disampaikan Fadil Sausu terkait hal tersebut. Ia mengaku sangat senang sebab Bali United sudah dianggap sebagai rumah keduanya. Rasa bahagia sang kapten bertambah dengan kehadiran sosok Stefano Cugurra yang membuat suasana tim menjadi sangat kompak. ‘’Yang membuat saya cukup nyaman berada di sini salah satunya adalah rasa kekeluargaan yang kuat antarpemain, tim pelatih dan manajemen. Suasana tim yang sangat kompak jadi modal bagus dalam menghadapi berbagai tantangan tahun ini. Sosok Teco juga sangat disiplin dalam latihan, namun sangat baik secara personal,” ungkap Fadil.

Pemain kidal itu juga berbicara soal antusiasme suporter Bali United. Sejak tim Serdadu Tridatu memulai sesi latihan pada 15 Januari 2019 lalu, fans selalu hadir langsung ke lapangan. “Terima kasih untuk para suporter atas antusiasmenya yang selalu mendukung kami secara langsung. Pastinya hal tersebut membuat para pemain, tim pelatih dan manajemen sangat senang. Kami juga sangat bersemangat menjalani latihan. Dukungan tersebut akan berusaha kami balas dengan penampilan bagus di pertandingan nanti,” tuturnya. Bali United akan menjalani laga kedua babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 menghadapi Blitar United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 1 Februari 2019. (kmb)

I Made Andhika Wijaya (kiri)

Bali Post/wan


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 29 Januari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu