12 HALAMAN
NOMOR 71TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
90 Tahun Sumpah Pemuda
JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR PROVINSI BALI 2016
Anak Muda Bali Jangan Lagi Pilih-pilih Pekerjaan KELOMPOK UMUR
JUMLAH PENGANGGURAN PROVINSI BALI TAHUN 2017
JUMLAH
325.200 0-4 344.300 5-9 349.300 JUMLAH 10-14 KABUPATEN PENGANGGURAN /KOTA 316.900 15-19 1.653 BADUNG 324.200 20-24 686 BANGLI 335.000 25-29 JUMLAH PENGANGGURAN Denpasar (Bali Post) 8.833 BULELENG Peringatan Tumpek Landep,30-34 Sabtu (27/10) dan323.100 90 PROVINSI BALI TAHUN 2017 3.100 Pemuda, Minggu (28/10), sangat baik GIANYARJUMLAH tahun Sumpah 330.500 KABUPATEN 35-39 kecerdasan dipakai1.100 untuk mementum mengasah JEMBRANA PENGANGGURAN /KOTA pikiran dan sejarah perjalanan bangsa. Selain 334.400 40-44 1.732 makna yang mendalam 1.653 BADUNG KARANGASEM itu, memiliki bagi remaja 316.400 BANGLI KLUNGKUNG 686 milenial 984 Bali untuk tidak lagi45-49 suka memilih-milih pekerjaan. 8.833 BULELENGTABANAN 261.500 4.499 50-54 3.100 GIANYAR Hal ini13.556 hangat dibicarakan Provinsi Bali TIA Kusuma DENPASAR 1.100 198.500 55-59 JEMBRANA di acara Bali Post Editorial Wardani mengatakan, angka 36.143 Food Street pengangguran PROVINSI BALI 151.700 1.732 60-64 di Indonesia Club di Arowana KARANGASEM Jalan Veteran 63 Denpasar, sesuai data BPS terakhir jus984 KLUNGKUNG 114.400 65-69banyak disumbang Jumat (26/10). Di era digital tru paling 4.499 TABANAN ini, mereka tidak menjadi lulusan SMK (9,84%). 81.600 70-74 13.556 DENPASAR pengangguran setelah lulus. Hal. 15 Kepala Dinas Pendidikan Lulusan 36.143 PROVINSI BALI 93.100 75+Diploma 4.200.100 JUMLAH
Jiwa Patriot Petani Muda pada Era Milenial SEJAK beberapa dekade terakhir, profesi yang jarang diminati generasi muda Indonesia adalah sebagai petani karena selalu diidentikkan dengan kemiskinan. Kondisi seperti ini harus semakin serius dan intensif untuk dientaskan mengingat negara kita adalah agraris yang memiliki sumber daya alam pertanian sangat besar. Serangkain 90 tahun Sumpah Pemuda, generasi muda Bali perlu ditumbuhkan kembali semangat juang sebagai sosok penerus bangsa seperti yang telah diikrarkan melalui Sumpah Pemuda. Pendidikan
Generasi Milenial Bali
Adaptif dengan Perubahan, Jangan Bermental Kerupuk “Everything changes but change itself. Everything flows, and nothing remains the same”. Segala hal akan terus berubah kecuali perubahan itu sendiri. Semua hal akan terus mengalir, dan tidak akan pernah ada hal yang sama. Nengah Dasi Astawa
Gede Sri Darma
Empat Anggota DPRD Kalteng Jadi Tersangka Jakarta (Bali Post) KPK menetapkan tujuh tersangka masing-masing 4 anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kasus dugaan suap terkait fungsi pengawasan. Tiga tersangka lainnya dari pihak swasta sebagai pemberi suap. Para anggota DPRD Kalteng ini diduga menerima suap Rp 240 juta dari pengurus PT Binasawit Abadi Pratama agar tak menggelar RDP
soal pencemaran lingkungan. Mereka adalah Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, anggota Komisi B DPRD Kalteng Arisavanah, dan Edy Rosada sebagai tersangka. Sedangkan 3 orang tersangka dari pihak pemberi suap adalah Dirut PT BAP atau Wadirut PT SMART (Sinar Mas Agro Rersources and Technology) Edy Saputra Suradja,
UNGKAPAN filsuf Yunani kuno Heraclitus ini patut dijadikan renungan oleh anak muda Bali terkait 90 tahun Sumpah Pemuda. Solidaritas pemuda Indonesia sudah dibuktikan lewat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 hingga bangsa ini menuju ke pintu gerbang kemerdekaan RI 17-8-1945. Termasuk pemuda Bali memegang komitmen sebagai satu bangsa yang utuh, di tengah berbagai perbedaan yang ada. Apa yang harus dilakukan generasi milenial Bali di era disruption ini? Semangat persatuan dan komitmen besar terhadap bangsa merupakan modal utama bagi Indonesia dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Hal. 15 Menjadi Solusi
CEO PT BAP Wilayah Kalteng bagian utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaldy. “Diduga pemberian uang Rp 240 juta oleh pengurus PT BAP kepada anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan Komisi B DPRD Kalteng dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di Pemprov Kalteng tahun 2018,” kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10) kemarin. Syarif mengatakan sejumlah pertemuan digelar antara pihak PT BAP dan Komisi B DPRD Kalteng. Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang dibahas, seperti pihak DPRD akan membuat press release terkait HGU PT BAP di media. Pihak PT BAP meminta DPRD menyampaikan ke media bahwa tidak benar PT BAP
karakter kepemudaan sebagai motor pembangunan harus dimulai sejak usia dini. Nilainilai perjuangan yang besar agar dapat diarahkan untuk mengelola sumber daya alam pertanian yang ada sehingga potensi yang besar dapat digerakkan dan dijadikan hasil yang nyata. Rendahnya minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian dapat dimaklumi karena pendapatan yang diterima dari usaha tani masih relatif rendah dan memiliki risiko gagal panen yang tinggi. Hal. 15 Kewirausahaan
Pemuda Buleleng Sukses Budi Dayakan Anggur Laut MOTIVASI kuat menjadi petani sukses di daerah sendiri belakangan ini mulai ditunjukkan tokoh pemuda di Buleleng. Jika sebelumnya, pemuda meninggalkan tanah kelahiran untuk bekerja di sektor jasa pariwisata di luar negeri, fenomena ini sekarang mulai berkurang. Terbukti, pemuda pada zaman melineal ini sektor usaha budi daya pertanian, kuliner, fashion, hingga bisnis keperluan sehari-hari mulai dilirik sebagai usaha mandiri. Ini mulai muncul karena dukun-
tidak mempunyai izin HGU, tapi prosesnya sedang berjalan. Selain itu, dia mengatakan DPRD Kalteng pernah menerima laporan warga soal pembuangan limbah pengolahan sawit ke Danau Sembuluh. Laporan itu pun sudah ditindaklanjuti dengan kunjungan ke lokasi dan bertemu dengan pihak PT BAP. “Dalam pertemuan itu, kemudian anggota DPRD Kalteng mengetahui bahwa diduga PT BAP yang menguasai lahan sawit namun sejumlah perizinan diduga bermasalah, yaitu hak guna usaha (HGU), izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), dan jaminan pencadangan wilayah karena diduga lahan sawit tersebut berada di kawasan hutan,” jelasnya. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap 14 orang terdiri atas delapan orang anggota DPRD Kalteng dan enam orang pihak swasta. (kmb)
gan perkembangan teknologi informasi (TI -red) belakangan ini yang sangat membantu dalam promosi dan pemasaran ragam komoditas pertanian atau produk usaha kecil dan menengah (UKM) lain. Tidak heran kalau munculnya pemuda menggeluti dunia budi daya pertanian ini tren positif, sehingga kesan pertanian ditinggalkan karena anggapan sebagai usaha tidak menguntungkan, dengan perlahan dapat ditangani. Hal. 15 Dari Jepang
Lila Antara
BPM/ade
BARANG BUKTI - Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti hasil OTT anggota DPRD Kalimantan Tengah, di Gedung KPK, Sabtu (27/10) kemarin.
Gubernur Koster Segera Rancang Regulasi Pengelolaan Energi Bersih PEMERINTAH Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster berkomitmen mewujudkan kemandirian energi dan menjadikan Bali sebagai pulau yang bersih, indah, dan hijau. Guna merealisasikan komitmen tersebut, Pemprov Bali segera merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Umum Energi Provinsi Bali dan akan diikuti penerbitan
MOTOR LISTRIK - Gubernur Wayan Koster didampingi GM PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mencoba motor listrik usai apel peringatan Hari Listrik Nasional ke73 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Sabtu (27/10) kemarin.
Pergub Pengelolaan Energi Bersih di Provinsi Bali. Penegasan itu diutarakan Gubernur Wayan Koster kepada awak media usai mengikuti Apel Peringatan Hari Listrik Nasional ke-73 tahun 2018 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (27/10) kemarin. Menurut Koster, kedua regulasi tersebut merupakan implementasi komitmen Pemprov Bali dalam mengembangkan dan meningkatkan pemanfaatan energi bersih terbarukan, sebagai alternatif yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik Bali sebagai daerah tujuan wisata. Langkah yang akan ditempuh dan diatur dalam regulasi antara lain mengurangi penggunaan bahan bakar minyak serta melakukan konversi
penggunaan batubara ke gas. Upaya lain yang lebih konkret adalah penggunaan sepeda motor listrik yang akan dicanangkan dalam waktu dekat. Koster menambahkan, Kementerian ESDM telah menjadikan Bali sebagai daerah percontohan penggunaan sepeda motor listrik. Langkah ini mendapat dukungan PT PLN Distribusi Bali yang pada peringatan Hari Listrik ke-73 menyerahkan satu unit sepeda motor listrik kepada Gubernur Koster. Tak hanya menerima secara simbolis, Koster pun sempat mencoba mengendarai sepeda motor listrik bantuan PLN. “Enak dikendarai, tanpa suara dan tanpa emisi gas buang sehingga bisa mengurangi polusi suara dan polusi udara. Yang terpenting, dengan menggunakan sepeda listrik, masyarakat
bisa menghemat pengeluaran,” komentarnya usai mencoba sepeda motor listrik. Koster berjanji segera menindaklanjuti program percontohan ini dan berencana mengawalinya dari lingkungan birokrasi serta melakukan pendekatan dengan manajemen hotel. Pada bagian lain, Koster juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT PLN karena terhitung sejak Oktober 2018, Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Bali tercatat sudah mencapai 100 persen. Itu berarti, 100 persen Penduduk Bali telah terjangkau listrik. Menurut Koster, prestasi ini patut diapresiasi karena Bali menjadi daerah pertama di Indonesia yang mencapai RE 100 persen. Hal. 15 Perlu Kerja Keras
2 Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Polres Jembrana Gelar Persembahyangan Tumpek Landep Negara (Bali Post) Tumpek Landep dirayakan umat Hindu setiap enam bulan sekali pada Sabtu Kliwon wuku Landep. Pada perayaan Sabtu (27/10) kemarin, Polres Jembrana menggelar prosesi persembahyangan di halaman Polres setempat. Berbagai jenis senjata dan kendaraan juga ikut diupacarai. Tumpek Landep filosofinya merupakan tonggak penajaman, citta, budhi, dan manah (pikiran). Sehingga selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai-nilai agama sehingga mampu menekan perilaku buthakala yang ada di dalam diri. Pada saat ini, dilakukan pemujaan kepada Sang Hyang Widi sebagai manifestasinya Dewa Pasupati. Setelah memperingati hari raya Saraswati sebagai perayaan turunnya ilmu pengetahuan, umat memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah atau memberi ketajaman pikiran dan hati. Pada rerainan Tumpek Landep juga dilakukan upacara pembersihan dan penyucian aneka pusaka seperti keris, tombak dan sebagainya sehingga masyarakat sering menyebut Tumpek Landep sebagai otonan besi. Hari raya Tumpek Landep di Polres Jembrana dipimpin oleh
Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat, di-puput oleh pemangku Pura Pujastuti Polres Jembrana Ida Bagus Suamba, yang diikuti oleh seluruh pemegang kendaraan dinas, senjata dinas, dan senjata organik Polres Jembrana. Kabag Sumda Polres Jembrana, Kompol I Made Prihenjagat, mengatakan, pihaknya secara rutin melaksanakan ritual keagamaan dalam rangka hari Tumpek Landep yang jatuh setiap enam bulan sekali. Ini tujuannya agar pemegang kendaraan dan senjata diberi keselamatan dan menyatu dengan jiwa pemegangnya karena kendaraan dan senjata di pergunakan untuk melayani masyarakat. “Jadi, kita juga bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas limpahan rahmat-Nya diberikan keselamatan selama melaksanakan tugas negara,” katanya. Selain itu, sebagai makna dari hari Tumpek Landep yang filosofinya merupakan tonggak penajaman citta, budhi, dan manah (pikiran). Sehingga selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai agama sehingga mampu menekan perilaku buthakala yang ada di dalam diri sendiri. (kmb)
BPM/mud
ANGIN - Satu rumah warga di Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak rusak berat akibat diterjang angin kencang, Sabtu (27/10) kemarin.
Disapu Angin Kencang, Rumah Warga Rusak Berat
Singaraja (Bali Post) -
Angin kencang melanda Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Sabtu (27/10) kemarin, pukul 12.30 Wita. Akibatnya, rumah milik Wayan Sudiarsana (39) rusak berat. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah dan keluarganya berhasil lari keluar rumah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
BPM/kmb
TUMPEK - Perayaan Tumpek Landep di Polres Jembrana.
Wujudkan Kecerdasan
permanen yang terbuat dari seng terlepas dari rangka kayu. Kencangnya embusan angin itu membuat lembaran seng dan rangka kayu terlempar cukup jauh dari lokasi rumah berukuran 5,5 x 7,5 meter tersebut. Tak pelak,
situasi itu membuat korban dan keluarganya panik. Korban berusaha berlari keluar rumah untuk menghindari terkena material rumah yang terbawa angin. Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa membenarkan
diperkirakan Rp 10 juta. Rencananya, data kerusakan itu akan dilaporkan ke kecamatan dan lanjut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. “Anginnya memang bertiup kencang dan berlangsung lama. Satu KK warga kami itu kini menunggu bantuan pemerintah untuk mendapat bantuan perbaikan rumah dan data-datanya akan kita laporkan ke kecamatan,” jelasnya. (kmb38)
Suplai Energi dari Jawa ke Bali Melalui Bawah Laut
Anak-anak Didorong Konsumsi Ikan Denpasar (Bali Post) Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kecerdasan masyarakat terutama bagi anak-anak, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) melalui pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah (PMTAS), belum lama ini di wantilan Sewaka Prema Desa Pakraman Renon. Kegiatan yang dikemas dalam beragam lomba olahan ikan ini dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar Ny. I.A. Kerti Iswara, serta instansi terkait lainnya. Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I.A. Kerti Iswara mengatakan Gemarikan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat utamanya bagi anakanak. Hal ini lantaran ikan mengandung zat-zat seperti protein, mineral, asam amino, dan omega 3 yang sangat berguna bagi perkembangan otak serta kesehatan tubuh. Lebih lanjut dijelaskan, melalui Gemarikan diharapkan dapat mendorong terwujudnya keanekaragaman pangan yang berbahan baku dari ikan sehingga berdampak pada kekuatan dan kecerdasan anak bangsa. Selain itu, upaya yang paling efektif adalah dengan memberikan pemahaman secara dini kepada anak-anak bahwa betapa pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel
Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, angin kencang tibatiba melanda seputaran Desa Pejarakan. Embusan angin kencang ini kemudian menerjang rumah milik korban. Akibatnya, atap rumah semi-
bencana angin kencang melanda rumah salah seorang warganya. Dia mengatakan, kejadian ini menimbulkan kerusakan parah di rumah korban. Bahkan, wargnya itu tidak bisa tinggal di rumahnya karena semua atap rumahnya terlepas karena sapuan angin kencang. Korban dan keluarganya tinggal di rumah kerabatnya. Sementara, pemerintah desa sudah mendata kerugian materiil rumah korban yang
tubuh utamanya pertumbuhan sel-sel otak. “Khusus kepada anak-anak sekolah, saya anjurkan agar lebih banyak mengonsumsi ikan agar menjadi semakin pintar dan kuat sehingga dapat berprestasi dalam mengejar pendidikan,” katanya. Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Gede Bayu Brahmasta, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini guna membudidayakan gemar makan ikan. Pola konsumsi ini lebih banyak menyasar ibu-ibu hamil untuk kesehatan janinnya serta anak-anak yang dalam masa pertumbuhan. Sejauh ini, pihaknya berharap tumbuh generasi yang kuat, berkualitas, dan cerdas dengan pola memakan ikan setiap harinya. Di Denpasar kini lebih banyak mengembangkan budi daya ikan dengan sistem organik yang mudah dipelihara di setiap halaman rumah serta selalu mengedukasi masyarakat bagaimana melihat kualitas ikan yang layak dikonsumsi. Selain itu, pihaknya juga sering mensosialisasikan di pasarpasar bagaimana memilih ikan yang segar serta betul-betul layak dikonsumsi secara aman. “Gemarikan ini dilaksanakan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Denpasar terutama anak-anak generasi penerus bangsa supaya sejak dini gemar makan ikan, mengingat ikan memiliki komposisi nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan,” kata Gung Bayu sembari mengatakan berbagai lomba mengolah ikan juga diselenggarakan. (kmb12)
BPM/ist
IKAN - Salah satu peserta sedang membuat makanan dari olahan ikan.
Denpasar (Bali Post) Setelah Jawa Bali Crossing (JBC) melalui kabel udara mendapat penolakan dari sebagian masyarakat, akhirnya diputuskan suplai energi listrik dari Jawa ke Bali melalui bawah laut. Untuk itu, PLN kembali melakukan feasibility study (FS) dan tentu saja proyek untuk pemenuhan energi listrik di Bali menjadi mundur. General Manager PLN Distribusi Bali I Nyoman Suwarjoni Astawa menyampaikan, belum lama ini, Direksi PLN telah menandatangani MoU dengan Gubernur Bali, salah satunya adalah upaya meningkatkan kapasitas transmisi yang menghubungkan Jawa dan Bali. Gubernur
mengarahkan agar transmisi dari Jawa ke Bali lewat udara tidak dilakukan, tapi dengan menggunakan kabel laut. “Tiga hari lalu, kami melaksanakan FGD di Surabaya dengan PT PAL, yang nanti diharapkan sebagai perusahaan yang akan membangun tower di tengah laut. Kemudian kita juga mengundang ahli dari ITB dan juga staf ahli Kementerian ESDM mengenai bagaimana caranya dan teknologi apa yang tepat untuk membangun tower di Jawa di darat, kemudian melalui laut, dan sampai di Bali,” ujar Astawa saat apel Hari Listrik Nasional (HLN) Sabtu (27/10) kemarin, di Lapangan Renon.
Nantinya, transmisi akan masuk ke Bali lewat kabel laut 500 KV. Transmisi baru masuk ketika sudah di tengah laut. Karena di Selat Bali ada palung yang selama ini PLN menggelar kabel 150KV, risikonya sangat besar. Padahal 500 KV itu biayanya jauh lebih besar dari 150 KV. Sejak tahun 1987, PLN menggelar 12 kabel di Selat Bali, dan hingga saat ini tinggal beroperasi 4 kabel. “Yang lainnya rusak karena terseret arus, kena jangkar. Jadi, risikonya tinggi sekali,” ujarnya. Kabel akan digelar pada jarak 1 km dari Bali baru masuk ke bawah laut. “Jadi di palungnya itu, kita menaruh tower di Selat Bali
yang kedalaman 40 – 60 meter,” imbuhnya. Untuk itu, PLN akan melakukan kembali FS. Dibutuhkan waktu enam bulan lagi untuk melakukan FS. Sehingga diharapkan tahun 2019, detail design sudah jelas, pendanaan bisa dicari dan lelang proyek. Pendanaan dari ADB yang direncanakan untuk transmisi 500 KV telah batal, namun masih ada sumber pembiayaan lain yang masih komit. Ia bersyukur sebagian dari dana ADB masih bisa diteruskan untuk membangun sistem 150 KV yang ada di Jawa Timur. Targetnya tahun 2019, ia bisa melakukan lelang proyek. Ia berharap, apa pun cara
yang dilakukan untuk menyalurkan energi dari Jawa ke Bali, ia hanya ingin sistem kelistrikan di Bali kuat. Dengan adanya transmisi ini akan memperkuat interkoneksi Jawa Bali. Sehingga bisa membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT) seperti energi surya yang lebih besar lagi. Karena sebelumnya, sistem Bali hanya bisa menyerap 50 MW. Dengan adanya koneksi maka akan bisa menyerap lebih besar lagi 100 – 150 MW. “EBT harus ada pembangkit pendamping yang setiap saat bisa menggantikan/mensubstitusi ketika pembangkit EBT ini tidak bisa beroperasi,” tandasnya. (kmb42)
Lagi, Ditemukan Penyu Lekang Mati Negara (Bali Post) Belakangan ini, kembali ditemukan penyu dewasa mati dan terdampar di pesisir Jembrana. Dari informasi sejak Jumat (26/10) sampai Sabtu (27/10) kemarin, ada dua ekor penyu ditemukan terdampar. Pada Jumat lalu, ditemukan di pantai depan sebuah vila di Perancak dan kemarin, di Pantai Dusun Dangin Berawah, Desa Perancak Kecamatan Mendoyo. “Yang ditemukan Jumat dan Sabtu kemarin, sudah dikuburkan,” kata Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, Wayan Anom Astika Jaya. Dari data sebelumnya, penyu lekang mati ditemukan pada 10 Juni lalu sebanyak 3 ekor di Pantai Tembles, Rambut Siwi dan Penyaringan dengan berbagai ukuran. Pada 11 Juni sebanyak 2 ekor di Pantai Yeh Buah Penyaringan. Pada 12 Juni, 3 ekor di Pantai Air Kuning, 13 Juni 2 ekor di Pantai Perancak, dan 10 Juli 1 ekor di Yeh Buah. Serta 14 Juli 1 ekor di Perancak. Kemudian disusul pada 5 September lalu, penyu betina dengan ukuran kerapas panjang 54 cm dan lebar 52 cm dan penyu lekang pejantan panjang 69 cm dan lebar 68 cm. Tanggal 9 September,
jenis penyu lekang jantan, panjang 52cm dan lebar 71 cm. Tanggal 21 September, jenis penyu lekang betina, panjang 59 cm dan lebar 56 cm. Penyu yang mati ini lokasinya semua terdampar di Pantai Perancak. Anom mengatakan kematian dua penyu pada 26 dan 27 Oktober belum diketahui pasti penyebabnya. Namun jika dilihat ciri-cirinya diduga tersangkut jaring karena di bagian flipernya ada bekas terluka. “Tapi bisa juga karena keracunan,” jelasnya. Banyaknya penyu dewasa yang mati tersebut mengundang keprihatinan para pelestari penyu di Jembrana. Mereka berharap ada penelitian untuk mencari sebab penyu-penyu ini mati dalam waktu yang hampir berdekatan. Anom mengatakan tahun ini sudah cukup banyak penyu yang mati dan ratarata umurnya diperkirakan lebih dari 30 tahun. “Kami berharap ini (penyu mati) tidak terjadi lagi. Dan bila perlu, ada penelitian penyu-penyu ini banyak mati. Sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ujar Anom. Selama puluhan tahun berkecimpung dalam pelestarian penyu di Jembrana, fenomena matinya penyu-
penyu di laut ini baru kali ini terjadi. Apalagi interval waktu antara penyu yang satu dan lainnya yang ditemukan mati cukup dekat. Menurutnya, selama ini pihaknya dan beberapa KPP lain di Jembrana terus berupaya melestarikan penyu, agar populasi penyu terus bertambah. Saat ini, seluruh jenis penyu masuk kategori hewan dilindungi. Dari ratusan ekor tukik (anak penyu) yang dilepasliarkan ke laut, hanya beberapa saja yang mampu hidup.
Anggota Walhi Bali Ngurah Karyadi, belum lama ini mengatakan banyaknya penyu mati dan ditambah lumba-lumba mati, diduga terkait dengan perubahan dan ketidakpastian iklim akibat pemanasan global. Pada saat yang sama volume sampah an-organik, plastik juga kian tinggi. “Persoalan demikian global dan kompleks. Atas hal ini, berbagai kesepakatan global sudah dibuat, namun tidak berjalan karena bisnis/ekonomi harus tumbuh.
Bahkan terakhir, AS menunda/membatalkan kesepakatan penurunan emisi, atau Kyoto protokol misalnya,” kata Ngurah Karyadi. Termasuk soal sampah, ada UU sampah, berikut Perda yang mengatur, namun sosialisasi dan penegakan masih lemah. Selain itu, terkait perilaku masyarakat yang membuang sampah, khususnya plastik dan an-organik ke selokan, sungai dan akhirnya mencemari pantai dan lautan. (kmb)
BPM/kmb
MATI - Penyu dewasa yang ditemukan mati di pesisir Jembrana Sabtu (27/10) kemarin.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Penyaluran KUR Capai Rp 1,2 Triliun Denpasar (Bali Post) Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan di Kota Denpasar hingga Agustus 2018 sudah terealisasi sebesar Rp 1,2 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 40.530 rekening. Wakil Ketua Tim Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Penyaluran KUR di Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan target KUR yang disalurkan di Kota Denpasar sebesar Rp 1,8 triliun disalurkan oleh Bank BPD Bali, BRI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BCA, BNI dan Bank Arta Graha. ‘’Kita sudah melakukan monitoring dan evaluasi bersama bank-bank penyalur kepada usaha penerima KUR. Sejauh mana manfaat yang diberikan atau yang diterima dari KUR yang disalurkan sehingga dapat diketahui masalah dan kendala yang dihadapi,’’ kata Erwin Suryadarma, belum lama ini. Menurut Erwin Suryadarma, monitoring yang dilakukan dengan beberapa bank, seperti BRI dan Bank BPD intinya apakah UMK yang menerima KUR sudah menggunakan dengan baik. Di mana laporan yang diterima tingkat MPL (kredit macet) untuk wilayah Denpasar sangat kecil pada kisaran 0,54 persen. Batas maksimal MPL tersebut 5 persen. Karena KUR yang disalurkan tingkat suku bungan 7 persen sehingga manfaat KUR sudah
dirasakan oleh masyarakat. onal Rp 5,382 miliar, trans‘’Program KUR yang dijalank- portasi, pergudangan dan an pemerintah pusat melalui komunikasi Rp 4,490 miliar, Kementerian Koperasi dan perantara keuangan Rp 2,277 UKM sudah berjalan dengan miliar dan jasa pendidikan Rp baik dari hasil monev yang 2,010 miliar. ‘’Paling banyak kita lakukan salama ini,’’ ujar memanfaatkan KUR tiga sekErwin Suryadarma. tor yakni untuk usaha mikro, Dia berharap batas waktu kecil dan menengah,’’ terang penyaluran KUR hingga De- mantan Kadisosnaker Kota sember 2018 mendatang bisa Denpasar itu. menyalurkan sesuai plafon Tujuan pemberikan yang diberikan yakni Rp KUR , la njut E r 1,8 triliun dan win Suryadarma, yang sudah teuntuk meningrealisasi hampir katkan pereko75-80 persen. Dinomian maharapkan sisanya syarakat dan lagi Rp 600 miliar penyerapan bisa disalurkan tenaga kerja dalam waktu tersikhususnya sa dua bulan nanti. kepada kelomPaling banyak pok-kelompok penyerap KUR usaha produkadalah perdagangan tif. Selain itu, besar dan eceran Rp mening565,972 miliar. Disusul jasa masyarakat, sosial, budaya dan hiburan Rp 150,730 miliar, industri pengolahan Rp 32,389 miliar, pertanian Rp 26,194 miliar, real estate dan usaha persewaan Rp 18,040 m i l i a r , akomodasi makan dan minuman Rp 13,796 miliar, badan inMade Erwin Suryadarma Sena ternasi-
katkan kapasitas dan daya saing usaha untuk mikro, kecil dan menengah. ‘’Hasil evaluasi kita dan ada monitoring dari LIPI ditanya sejauh mana dampak sosial dan ekonomi dari KUR yang disalurkan. Karena dampak sosial ekonomi sangat jelas. Sebab, banyak terserap tenaga kerja baru, seperti munculnya pedagang-pedagang pie susu baru yang memengaruhi banyaknya terserap tenaga kerja disektor tersebut,’’ ucapnya. Dia menambahkan, dari pertumbuhan ekonomi sangat jelas karena omzet penjualan meningkat otomatis membuat pendapatan usaha mereka meningkat dan berimbas pada sosial ekonomi masyarakat. Ketika ada usaha ekomomi produktif akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, terutama tenaga kerja sekitar usaha tersebut bisa ditampung, ekonomi di sana akan bergerak dan pengusaha ikut berpartisipasi dalam pembangunan terutama membayar pajak. ‘’Manfaat KUR tersebut sangat luar biasa karena mampu mengangkat perekonomian masyarakat dan dapat mengurangi pengangguran di Kota Denpasar karena banyak tenaga kerja terserap,’’ paparnya. (kmb12)
Melkianus Divonis Enam Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Terdakwa kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur, Mikael Bulu alias Melkianus (23), diganjar dengan hukuman enam tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Putusan itu terungkap dalam sidang yang berlangsung, Kamis (25/10). Selain pidana penjara, majelis hakim yang dipimpin hakim Sri Wahyuni Ariningsih, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.
Dalam amar putusannya, hakim memvonis Melkianus terbukti bersalah menyetubuhi anak di bawah umur dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. Vonis itu sejalan dengan dakwaan alternatif pertama dalam surat tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU). ‘’Menyatakan terdakwa Mikael Bulu alias Melkianus alias Melki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak
melakukan persetubuhan,’’ kata Hakim Sri Wahyuni Ariningsih saat memba cakan amar putusannya. Putusan ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU. Dalam sidang sebelumnya, jaksa Ni Putu Eriek Sumyanti dari Kejaksaan Negeri Badung menuntut agar Melki diganjar dengan hukuman selama delapan tahun. Kemudian denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan. Terdakwa sendiri melalui kuasa hukumnya, Ketut Dodik Arta Kariawan, menyatakan menerima putu-
san itu. Demikian juga dengan pihak penuntut umum. Terdakwa duduk di kursi pesakitan lantaran menyetubuhi seorang anak perempuan di bawah umur berulang kali. Yang bikin pelik, korbannya itu adalah adik kandung dari pacar terdakwa sendiri. Perbuatan terdakwa itu dilakukan sepanjang November 2017 sampai Maret 2018. Selama itu, setidaknya terdakwa sudah melakukan perbuatan bejatnya kepada korban sebanyak lima kali. (kmb)
Daerah
3
PUNCAK - Prosesi piodalan puncak karya serangkaian karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur balik sumpah utama, ngusabha desa, dan padudusan agung di Pura Desa, Pura Puseh dan Bale Agung Desa Pakraman Serangan, Sabtu (27/10) kemarin.
Di Pura Desa, Puseh dan Bale Agung Serangan
Digelar Puncak ’’Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung’’ BERTEPATAN dengan rahina Tumpek Landep yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, Sabtu (27/10) kemarin, Desa Pakraman Serangan, Denpasar menggelar upacara Karya Mamungkuh, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, Ngusabha Desa, dan Padudusan Agung di Pura Desa, Puseh dan Bale Agung. Kemarin merupakan upacara puncak karyanya. Pada upacara ini menggunakan bebantenan padususan agung dan banten catur mukti dengan wewalungan seekor Kerbau. Upacara piodalan puncak karya ini di-puput tiga sulinggih yaitu Ida Pedanda Gde Oka Timbul dari Geria Sanur, Ida Pedanda Gde Sari Arimbawa dari Geria Sari Tegal Denpasar, dan Ida Pedanda Budha Jelantik Giri dari Geria Ubud, Gianyar. Sementara bertindak selaku Yajamana Karya yaitu Ida Pedanda Putra Telaga dari Geria Gulingan, Sanur. Piodalan puncak karya ini diiringi dengan sesolahan tari Rejang Renteng, tari Baris Gede,
tari Rejang Sari, serta Bebondresan Topeng Panca. Ketua Panitia Karya I Made Yatna mengatakan, karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur balik sumpah utama, ngusabha desa, dan padudusan agung di Pura Desa, Puseh dan Bale Agung ini telah direncanakan sejak tahun 1991. Namun, baru bisa terealisasi tahun ini. Pangempon Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Bale Agung ini sebanyak 682 orang yang berasal dari enam banjar adat se-Desa Pakraman Serangan. Biaya serangkaian karya mamungkah, ngenteg linggih, dan padudusan agung ini diperkirakan menghabiskan biaya sebanyak Rp 4 miliar yang ditanggung oleh desa pakraman, sehingga pangempon pura tidak dipungut biaya. Sebelumnya, berbagai upacara serangkaian karya telah dilakukan, seperti melasti pada 18 Oktober, tawur balik sumpah utama pada 22 Oktober dan berbagai upacara lainnya. Sementara pada 31 Oktober men-
datang akan dilakukan upacara puncak karya pangusabha di Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Bale Agung Desa Pakraman Serangan. Dengan digelarnya upacara karya ini diharapkan seluruh pangempon Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Bale Agung Desa Pakraman Serangan bisa hidup kertha, rahayu, dan sejahtera. ‘’Semoga Ida Susunan (Tuhan - red) yang berstana di pura ini (Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Bale Agung - red) memberikan sinar tuntunan kepada umat Desa Pakrama Serangan,’’ ujar I Made Yatna, Sabtu kemarin. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama warga Desa Pakraman Serangan yang telah bahumembahu menyukseskan berbagai rangakaian upacara karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur balik sumpah utama, ngusabha desa, dan padudusan agung di Pura Desa, Pura Puseh dan Bale Agung ini. (ad1148)
Soal Defisit Keuangan BPJS
Dinilai Terjadi Ketimpangan Premi
BPM/ist
TANDA - Pemasangan tanda larangan membangun di sempadan sungai yang dilakukan Pemkot Denpasar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya bangunan di sempadan sungai.
Pemkot Pertegas Larangan Penggunaan Sempadan Sungai Pelanggar Diancam Penjara 15 Tahun
Denpasar (Bali Post) – Penggunaan kawasan sempadan sungai maupun laut sering dilakukan secara ilegal. Namun, Pemkot Denpasar melalui Satpol PP secara tegas melarang penggunaan kawasan itu. Bahkan, mempertegas larangan itu. Kini sejumlah titik dilengkapi dengan papan larangan. Terlebih, bila ada yang melanggar akan dikenai sanksi pidana penjara paling lama 15 tahun dan didenda Rp 5 miliar. Demikian ditegaskan Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga, Jumat (26/10) lalu. Dikatakan, larangan memanfaatkan ruang kawasan sempadan sungai kemba-
li diingatkan. Larangan itu telah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031 pasal 83 ayat 4 huruf b. Pada pasal itu dengan jelas menyebutkan, dilarang mendirikan bangunan di sempadan sungai, kecuali bangunan yang dimaksudkan untuk pengelolaan badan air dan atau pemanfaatan air. ‘’Kita pasang di beberapa titik di Kota Denpasar, terdiri atas Jalan By-pass Ngurah Rai, Jalan Tukad Balian, dan Jalan Tukad Nyalian. Kalau ada yang melanggar, langsung sanksinya dipidana penjara
maksimal 15 tahun dan didenda Rp 5 miliar,’’ ujarnya. Sayoga menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pasal 69 ayat 1 pelanggar dikenakan tiga jenis sanksi. Terdiri atas penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. Kedua, dipenjara delapan tahun dan denda Rp 1,5 miliar, dan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Dikatakannya, garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan minimal berjarak 10 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai. Sedangkan sepanjang alur
sungai dalam hal kedalaman sungai kurang atau sama dengan tiga meter. Diatur juga untuk sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan. Garis sempadannya ditentukan paling sedikit tiga meter dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai. Kemudian garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan paling sedikit 5 meter. ‘’Sebelum dipidana bagi yang melanggarnya, kita awali dengan tahapan peneguran sampai memberikan peringatan. Karena ada sanksi administrasi, tindakan dan sesuai pengawasan kita,’’ ungkapnya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) Permasalahan defisit keuangan BPJS Kesehatan telah berulang terjadi. Seolah–olah antara BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan terus melakukan kesalahan yang sama. Namun, hal itu bukan semata– mata kesalahan Kemenkes atau BPJS Kesehatan. Dari awal penentuan premi untuk kelas 2 dan 3, memang belum sesuai dengan hitungan dan besaran nilai keekonomian yang diusulkan oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional). Sementara kewenangan menaikkan iuran ada di Presiden. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengungkapkan, sudah ada hitungan di awal bahwa premi yang dihitung dengan premi yang ditagih kepada peserta masih ada ketimpangan yaitu premi kelas 2 dan kelas 3. ‘’Kecuali yang kelas satu saja sudah cocok,’’ ungkapnya, belum lama ini. Hal inilah yang membuat BPJS Kesehatan defisit dari awal
pendiriannya. Defisit ini akhirnya berdampak timbulnya tunggakan ke rumah sakit. Sementara jumlah peserta kelas 1 dinilai tidak lebih banyak dari pasien kelas 2 dan kelas 3. Jika premi kelas 2 dan 3 tidak berubah, maka diperlukan skema untuk menutupi kekurangan atau gap antara premi dan hitungan idealnya. Salah satu yang mengemuka adalah adanya usulan menggunakan pajak cukai rokok dan minuman berkarbonasi untuk menutupi kekurangannya. ‘’Kalau tak ada yang menutupi, jadi defisit lagi,’’ pungkas dr. Patra. Di tahun 2018 ini, tunggakannya sudah ditambal dengan kucuran dana APBN dari pemerintah sebesar Rp 4,9 triliun. Namun tentu ini tidak cukup karena sejatinya, defisit BPJS Kesehatan berdasarkan verifikasi BPKP adalah Rp 10,98 triliun. Dengan turunnya dana dari APBN sebesar Rp 4,9 triliun, tunggakan ke RS swasta pada bulan Juli, kata dr. Patra, sudah terbayar, tinggal tunggakan bulan
Agustus. Tunggakan ini pun akan terbayar jika rumah sakit telah memenuhi segala persyaratannya hingga Berita Acara Pembayaran (BAP). Dengan permasalahan yang terjadi berulang ini, Presiden meminta Kemenkes dan BPJS Kesehatan menata sistem lebih baik. Ia belum berani memastikan apakah ke depan akan lebih baik atau berulang lagi. Namun, ia melihat koordinasi antara Kemenkes dan BPJS Kesehatan sudah mulai berjalan. Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Ni Made Yuniti, M.M. mengatakan tunggakan pembayaran tidak hanya terjadi sekali. Hampir setiap tahun terjadi dan selalu terjadi di akhir tahun, karena memang BPJS Kesehatan dari awal sudah diprediksi defisit. Tunggakan yang belum dibayar BPJS Kesehatan pada RS Mata Bali Mandara yaitu sejak bulan Juli dan Agustus 2018. Rata-rata setiap bulan tagihan ke BPJS Kesehatan sebesar Rp 3 miliar. Dengan Rp 3 miliar itu, RS Mata Bali Mandara melayani rata-rata 150 pasien setiap harinya. (kmb42)
4
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Memahami ”Lungsir Petak” dan Anwam Siwi Anwam Siwi, demikian pengarang kidung Lungsir Petak atau Murtining Jagat Bangli menyebut dirinya dalam pupuh demung bait ke sembilan. Anwam adalah sebutan untuk mengganti kata Nyoman. Sedangkan kata Siwi adalah singkatan yang dapat dipecah menjadi dua silable (suku kata): Si dan Wi. “Si” singkatan dari Singgin, dan “Wi” singkatan dari Wikarman. Singkatnya, pengarangnya adalah Nyoman Singgin Wikarman. Karya ini selesai ditulis pada hari Senin (Soma), Umanis (perhitungan 5 hari atau panca wara), Wuku Sungsang, pada bulan paro terang (sukla paksa), sasih ke-enam (posya), tahun Çaka 1913 (murtining bhumi rong tunggal) atau pada tahun 1991 M. Jika ditelusuri, tepatnya pada hari Senin, tanggal 9 Desember 1991. Menurut catatan yang terdapat di bagian belakang naskah, Nyoman Singgin Wikarman lahir pada tanggal 31 Desember 1947, itu berarti kidung Lungsir Petak diselesaikan saat berusia sekitar 43 tahun. Palguna (1998) menyebut sastra, tidak berhenti pada pengertian kesusastraan, tapi juga ajaran. Bukan kebetulan jika kalimat tersebut dapat digunakan sebagai peta untuk menelusuri “hutan” bernama kidung Lungsir Petak. Konsekuensi memasuki hutan itu jelas ada, pilihannya antara kembali atau menghilang. Bagi yang kembali, tugasnya adalah menyampaikan segala yang ditemukan di dalam hutan kepada yang belum atau akan memasuki. Bagi yang menghilang, ada dua kemungkinan, pertama dia sedang menelusuri hutan lebih dalam, kedua dia tersesat. Namun tidak jarang, orang yang kembali tidak mengerti harus menceritakan apa-apa. Sebab di dalam hutan, dia tertidur. Kawula adalah kata yang digunakan oleh Anwam Siwi untuk menunjuk dirinya. Terjemahan kata ini ke dalam bahasa Indonesia adalah hamba, saya, atau aku. Kata Kawula umumnya digunakan untuk sebutan bagi seorang abdi. Penggunaan kata ini tentu bukannya tanpa pertimbangan. Setidaknya kesan yang ditimbulkan adalah suara personal penyair yang menganggap dirinya seorang abdi. Lalu, kepada siapakah suara pengabdian itu ingin ditujukan? Ada baiknya dilihat penggalan dari pupuh Megatruh (1) berikut. singgih sang hyang kawiswara maha agung, ginelaran sang hyang aji, wiwitane ngawe kidung, karya tuna tan akikit, manawi katunan kawot (wahai sang hyang kawiswara yang maha agung, disebut pula sang hyang aji, sebagai sebab menggubah kidung, karya yang tidak sedikit kurangnya, mungkin juga kurang berwibawa) Kidung Sang Hyang Kawiswara adalah sebutan yang diungkapkan pada bagian awal kidung Lungsir Petak, sebagai sebab membuat kidung (wiwitane ngawe kidung). Kawiswara berarti kawi yang utama atau pemimpin para kawi. Segeralah dapat diketahui, kepada siapa pujaan itu dihaturkan oleh penyair. Kata kawi
memang diterjemahkan sebagai sebutan untuk orang yang telah melahirkan karya, atau juga untuk menyebut Tuhan sebagai pencipta. Penyebutan yang terakhir ini, seringkali ditambahkan dengan kata sang hyang, parama, iswara, dan seterusnya. Kawiswara dihadirkan oleh penyair sebagai sebab serta tujuan (sangkan paran). Kepada Sang Hyang Kawiswaralah karyanya dipermaklumkan agar tidak dikutuk (tan keneng pamastu) seraya menyebut dirinya sebagai abdi (kawula). Pola pemujaan demikian bukanlah hal yang baru sama sekali, sebab telah digunakan pada beberapa sastra kakawin, terkecuali Ramayana. Suara-suara yang serupa, tampak pada manggala kakawin Sumanasantaka yang menyebut Kawiswara disejajarkan dengan Sang Hyang Hyang sebagai dewa yang bersemayam pada alat tulis kawi. Sangat sulitlah untuk didekati (atidurlabha), karena meresap dan tersembunyi secara halus pada serbuk tanah para kawi yang diruncingkan dengan kuku. Tetapi itu tidak mengurangi kesegaran yang ditawarkan oleh Lungsir Petak. Pengandaian sangat mungkin dipengaruhi oleh bacaanbacaan atau pengetahuan penyair. Adanya kemiripan pengungkapan bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan, hal ini dapat dilihat dengan membandingkan manggala kakawin Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh dengan kakawin Kunjarakarna Dharmakatana karya Mpu Dusun. Lalu apakah Anwam Siwi serta merta berarti membaca Sumanasantaka, sebab ada kemiripan pengungkapan? Tentu itu adalah kasus lain lagi. Wajarnya, Kawiswara adalah salah satu gelar yang sering dihindari, atau dianggap tidak pantas dipakai oleh penyair ketika berbicara tentang dirinya sendiri (Zoetmulder, 1994: 187). Selain gelar itu, ada gelar kawiwara, kawindra, dan kawiraja yang mendapat perlakuan yang sama. Maka jelaslah bahwa kawi sebagai pemuja, menghaturkan pemujaannya berupa karya yang penuh kekurangan (karya tuna tan akikit) kepada Kawi sebagai pujaan. Jika kawi mempersembahkan sesuatu kepada pujaannya, itu berarti ada jarak di antara pemuja dengan pujaan. Jarak itulah yang mengajarkan rindu. Rindu menjadi penggerak seorang penyair untuk melakukan perjalanan ke laut maupun gunung. Pada tempat-tempat itulah umumnya seorang kawi berdiam dan mencoba menggapai langö. Yang dimaksud dengan langö, adalah keindahan yang sublim. Pencarian langö oleh kawi disebut alanglang kalangwan. Sangat memperihatinkan jika perjalanan itu
berujung pada keputusasaan, sebab yang namanya pencarian tidak selalu menemukan. Bukan Karena Tahu Mengapa Anwam Siwi menggubah kidung Lungsir Petak? Pertanyaan itu diajukan untuk menuntun ke arah jawaban alasan-alasan yang melatarbelakangi Lungsir Petak terlahir. Alasan itu dapat dicari di dalam tubuh Lungsir Petak. Oleh sebab itu, pada bagian ini, perlu dicatat salah satu bagian dari kidung ini sebagai berikut. Sarana bhakti metu karsa ngawe kidung, norana sangkaning uning, ngiket sastra adi luhung, angdoh sastra kawi, angdoh uger-uger mango… (Sebagai sarana bhakti maka lahirlah keinginan membuat kidung, bukan karena tahu, membuat karya sastra yang baik, jauh dari sastra kawi, jauh pula dari aturan pencari keindahan) Eksplisit pernyataan Anwam Siwi, bahwa Lungsir Petak terlahir bukan karena ia merasa tahu. Melainkan sebagai sarana bhakti. Jelas rasa bhakti itu ditujukan kepada Kawiswara yang dipujanya pada manggala. Pernyataan “bukan karena tahu” itu mengungkapkan yang dikatakan, sekaligus menyiratkan yang tidak terucapkan. Pada tataran kata secara harfiah, kata-kata itu menyatakan sebagaimana adanya. Namun, secara implisit, sesungguhnya juga menyatakan yang sebaliknya. Akan sangat sulit untuk menyusun kata-kata yang demikian, jika saja Anwam Siwi tidak mengerti apa yang dikatakannya. Juga tentu akan sulit memenuhi aturan pada lingsa yang dituntut oleh pupuh Megatruh. Pupuh Jika dilihat pergantian pupuh yang terdapat di dalam kidung ini, ada sebanyak 21 kali pergantian. Hanya saja, Megatruh digunakan dua kali sepanjang kidung ini yakni pada awal serta akhir. Pupuh Durma juga digunakan sebanyak dua kali. Maka jika dilihat berdasarkan namanama pupuhnya, ada 19 pupuh yang digunakan. Masing-masing pupuh itu ditandai penggunaannya dalam penyebutan di dalam kidung: winursita Ki Megatruh (Megatruh), Ki Demung anganti mangke (Demung), tekeng adri den ahayu (Adri), aliting jarum tatas denta (Jerum), raden panji ngawe lango (Panji), tuhandulu penuh asmarani (Smaradahana), laraning sang nandang lara (dandang), kembang maring kalanguan (Kumambang), turunganing alis ijo (Alisalis Ijo), ginada ngantos (Ginada), angapus kadurmanggalan (Durma), dadi apa kapungkur (Pangkur), ulah basur ngawe weci (Basur), kadi tikus
kapantingan (Tikus Kapanting), papa nraka ingambuhi (Gambuh), ing sumanggen durmanggala (Durma), sekarura kembang santun (Warga Sari), Ki Megatruh nyineb kawi (Megatruh). Megatruh sebagai pembuka dan penutup mungkin saja mengandung suatu maksud tertentu bagi Anwam Siwi. Tentang hal itu, sama sekali belum ditemukan jejak di dalam Lungsir Petak yang dapat digunakan sebagai bahan untuk sekedar berhipotesa. Jika nama pupuh ini dianggap sebagai jejak yang ditinggalkan oleh Anwam Siwi, lalu apa maksudnya? Pencarian terhadap maksud itu, tampaknya hanya akan berujung kepada kesia-sian semata. Namun demikian, perhatian secara khusus terhadap pemilihan pupuh ini tidak juga dapat dihindarkan. Meskipun akhirnya hanya akan menghadirkan pendapat-pendapat yang ex silentio, percobaan mestilah dilakukan. Kata Sebagai petunjuk awal, ada baiknya jika Megatruh ini dipecah menjadi dua kata sebagaimana dipahami dalam bahasa Jawa Kuna: Mega dan Truh. Mega berarti awan, sedangkan Truh berarti hujan gerimis. Solusi lain yang bisa ditawarkan adalah pembagian menjadi Megat dan Ruh atau antara Megat dan Truh. Kata Megat dalam hal ini berarti memutuskan. Hanya saja, tafsir ini tentu memiliki kelemahan jika dilakukan perbandingan antara kata Mega serta Megat. Ada fonem yang berbeda antara kedua kata itu yakni fonem “e”. Fonem itu sesungguhnya akan menjadi jelas jika ditulis dengan menggunakan aksara Bali yang membedakan penggunaan keduanya
dengan pangangge aksara suara: taleng untuk vocal é, dan pepet untuk vocal e. Jika kata Megat dipadukan dengan Ruh yang equivalen dengan wruh (tahu) maka artinya adalah memutus pengetahuan, sedangkan jika dipadukan dengan kata Truh berarti memutus hujan. Semuanya sama-sama memungkinkan, meskipun dalam tafsirnya sebagai “memutus hujan” semestinya ditulis Megattruh dengan double fonem /t/. Penghilangan fonem konsonan ganda yang mengakhiri dan mengawali satu kata bukan suatu yang aneh dalam karya sastra. Dalam hal ini, catatan dari Peter Worsley dkk (2014) ketika mengkaji kakawin Sumanasantaka dapat dijadikan rujukan penting. Lain dari pada itu, penelusuran pemilihan pupuh Megatruh tetap tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Terkecuali, dalam tulisan ini pilihan tetap dijatuhkan pada terjemahan Awan Hujan (Mega Truh), sebab awan hujan itulah yang melalui sirkulasi tri kona, utpati-stiti-pralina. Selain pemilihan pupuh itu, pemilihan kata-kata dalam penyusunan bait-bait Lungsir Petak tampak juga tidak sederhana. warnanen sira sri bhupati, patitising sarat, ratna manik raden dhanu, nurageng rat siniwi, wibuhing bala brtya, tyaga ring swadharma, maka mukya wipradi, dipati mwang tanda mantra wira wirosa ngemit siniwi, wihikan sabrtya kapwa anungkul, kulagotra subhakti, tinuru kadharmestan, tan wihang ring swadharma, marmanira amukti, tininggalin mrana lan lapa Ada sebanyak empat bait pupuh demung sawit yang terjalin sebagaimana ditunjukkan dalam dua
bait di atas. Untuk melihat hal ini, bisa dibandingkan dengan petikan Ramayana berikut. guha peteng tang mada moha kasmala, maladi yolanya mageng maha wisa wisata sang wruh wikanang jurang kali, kalingan ing sastra suluh nika prabha. (bagai gua gelap kesombongan kebingungan dan kekotoran pikiran itu, ketidakbaikan adalah ular besar beracun, tenanglah ia yang mengetahui datangnya masa kehancuran, sebab ‘berlindung’ pada sastra yang bersinar) Demikian jika Lungsir Petak dan Ramayana dibandingkan dalam hal tekhnik pemilihan kata-katanya. Setidaknya, ini membuktikan bahwa ungkapan ‘bukan karena tahu’ oleh Anwam Siwi adalah ungkapan yang diajarkan oleh tradisi. Dan sebagaimana tradisi, ungkapan itu juga menyembunyikan pengetahuan tentang ‘ketidaktahuan’. Sebagai akhir dari tulisan ini maka ungkapan Agastia (1987) yang agak panjang ketika membicarakan perihal Sastra, Keindahan, Kelepasan dipinjam. Dalam studi sastra Jawa Kuna, existensi sang Penyair (baca: Kawi) menjadi hal yang sangat menarik. Mulai dari idea, filsafat hidup sampai pada kedudukan dan fungsinya dalam masyarakat adalah beberapa hal yang sangat menarik untuk diteliti. Apabila pada kesempatan ini kita mengadakan llirikan terhadap hal tersebut, sudah tentu antara lain dimaksudkan untuk lebih menumbuhkan “gairah kreativitas” para penyair kita. “Gairah kreativitas” yang bertumpu pada suatu filsafat hidup. lDharma Putra
Guna memasyarakatkan Senam Poco-Poco GWR di seluruh Kabupaten di Bali, marilah kita melanjutkan berlatih dengan gerakan memanah dan lempar lembing. Ikuti gerakan berikut ini bersama instruktur Ayu Budi dari Lala Studio. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I : Melangkah 2x kanan sambil lengan kanan lurus samping kanan sedangkan lengan kiri ditekuk depan dada, menoleh ke kanan (hit 1-4) lalu arah kebalikan ( h i t 5-8).
Dengan memasyarakatkan Senam PocoPoco GWR kita melestarikan budaya seni dan olahraga serta salam bugar dari Lala Studio .
Kupon 1
Kisara
Gb. II : Melangkah mundur 2x kanan (hit 1-4) lengan kanan ditekuk lengan kiri lurus ke depan (hit 1-4), lalu melangkah maju 2x kiri, lengan kiri lurus ke depan (hit 5-8).
2
Hi kamu, terima kasih sudah bertanya kepada Kisara! Nah, sekarang kita bahas yuk benar gak sih pacaran itu bikin kamu salah pergaulan yang kemudian menyebabkan kehamilan di usia remaja. Pacaran itu adalah hak semua orang ya, siapapun berhak memutuskan mau pacaran atau tidak, di usia berapa, dan sama siapa. Pacaran itu pilihan kita, keputusan kita, dan risiko kita. Lalu, gimana caranya supaya pacaran itu berdampak positif bukan negatif? Sebelum kita bahas pacaran sehat alias pacaran yang positif, kita bahas dulu yuk kenapa sih banyak orang yang bilang kalau pacaran itu berbahaya, bisa bikin salah pergaulan dan hamil di luar nikah. Di zaman sekarang, remaja cenderung tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi
3
Pacaran dan Kehamilan
“Kak, aku bingung. Aku pingin pacaran, tapi aku takut karena aku dengar-dengar kalau pacaran di usia muda itu bisa menyebabkan kehamilan sebelum menikah. Benar ya,Kak?” Jempiring, Denpasar dan seksual sehingga seringkali coba-coba karena rasa ingin tahu yang menggebu-gebu. Kurangnya pengetahuan tersebut kerap kali membuat beberapa remaja berpikir bahwa bukti cinta saat pacaran itu dapat ditunjukkan melalui hubungan seksual. Bahkan, ada remaja yang berpikir bahwa berhubungan seksual sekali aja itu gak bakal bikin hamil. Tidak! Berhubungan seksual mau sekali, dua kali atau berkali-kali selalu memiliki kemungkinan untuk hamil ya! Ingat ya Sahabat Kisara, berhubungan seksual itu bukanlah bukti cinta, jadi kalau pacar kamu mengajak kamu berhubungan seksual langsung katakan ‘Tidak!’ Kesalahan persepsi inilah yang kemudian mengakibatkan banyak remaja yang terjerat ke dalam hubungan seksual sebelum menikah, tanpa mengetahui apa saja risiko-risikonya. Intinya,
Gb. IV : Melangkah mundur dan maju dimulai dari kaki ditekuk seakan memegang tongkat lembing (hit 1-8) hitungan ke 8 gerakan seakan melempar lembing
Gb. III : Gerakan lempar lembing, melangkah 2x kanan sambil lengan kiri ditekuk depan dada lalu luruskan ke samping kanan tubuh setelah itu lakukan juga iri (hit 5-8)
pacaran itu tidak akan menyebabkan kehamilan di usia remaja jika kamu menerapkan prinsip pacaran sehat dan memperbanyak ilmu tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Bagaimana caranya mencegah hal itu terjadi? Pengetahuan dan keterampilan terkait kesehatan reproduksi dan seksual sangat penting untuk Sahabat Kisara ketahui, ya! Jadi, Sahabat Kisara harus mulai mencari informasi kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual yang benar dari sekarang, bisa di puskesmas, website yang terpercaya, guru di sekolah, bahkan orang tua di rumah. Adapun prinsip pacaran sehat yang bisa Sahabat Kisara terapkan adalah sebagai berikut : Komunikasi asertif. Maksudnya adalah terbuka baik kepada pacar maupun orang tua. Jadi, kamu harus jujur sama pasangan kamu dan orang tua kamu di rumah sehingga orang tua kamu juga bisa turut membantu kalau kalian ada masalah.
4
Manfaatkan waktu pacaran untuk kegiatan yang positif, misalnya belajar bersama, olahraga bersama, atau melakukan hobi kalian bersama-sama sehingga hasrat untuk melakukan perilaku seksual tidak ada. Membicarakan batasan-batasan pacaran. Nah, ini penting untuk kamu dan pacar kamu sepakati sehingga kalian sudah tahu batasan pacaran kalian sampai mana saja dan tentu saja batasan itu tidak boleh kalian langgar. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Ini penting banget buat Sahabat Kisara terapkan untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam pacaran yang malah bikin kalian jadi enggak nyaman dan tertekan. Dekatkan diri kepada Tuhan! Baiklah, itu saja yang bisa Kisara sampaikan ke kamu yaa Jempiring. Semoga informasi ini juga bermanfaat buat Sahabat Kisara yang lain, ya! Jangan ragu untuk hubungi Kisara di IG: @kisara_bali atau official line: @ozy7685j. Sampai jumpa!
Refleksi
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Capricorn Semua kesulitan dalam hidup ini memang tidak pernah ada akhirnya namun kalau saja kita bisa mengikuti jalan ceritanya maka tidak sampai membuat kepala ini jadi pusing. Asmara: Kesempatan masih belum tertutup untuk menjalin cinta asmara dengannya. Aquarius Tak perlu banyak bicara jika nantinya tak ingin ada masalah baru yang akan merintangi perjalanan anda. Tak perlu ikut campur urusan orang yang tidak ada sangkut-pautnya dengan diri anda, ada baiknya concern dengan urusan dan pekerjaan sendiri itu akan lebih banyak hasilnya. Asmara: Hiasailah nuansa asmara anda dengan canda tawa, untuk itu bila bertemu denganya cobalah cari topik pembicaraan yang ringan dan menyenangkan saja, pasti kisah asmara anda akan terasa indah dan membikin selalu rindu saja. Pisces Jangan keburu nafsu untuk cepat berada di posisi atas, sadarilah akan posisi perbintangan anda yang masih jauh dari posisi puncak, walaupun suasana terang sudah terasa lebih menyegarkan. Akan tetapi itu belumlah cukup untuk dapat melakukan tindakan berani yang terlalu berisiko tinggi. Asmara: Buatlah dirinya selalu bahagia bila berada didekat anda, karena bagaimanapun juga kedamaian akan membikin memori yang indah bagi perjalanan cinta asmara anda dengannya. Aries Suasana terang dan hawa keberhasilan sudah mulai berembus dan bisa terasakan. Itu pertanda yang cukup bagus bagi perjalanan Aries, karena bagaimanapun juga lika-liku kehidupan yang cukup berat telah berhasil dilewati dengan selamat. Asmara: Kalau memang benar-benar cinta maka sudah tidak ada lagi yang namanya kuasa menguasai, justru rasa kebersamaan dan sepenanggungan harus bisa dikedepankan di atas segalanya Taurus Gunjingan yang muncul dihadapi saja dengan kepala dingin dan hati yang sabar tak perlu ditanggapi karena hanya akan menambah panjang masalah saja. Ada baiknya didiamkan saja nanti akan berhenti dengan sendirinya. Asmara: Tak perlu memaksakan kehendak yang jelas-jelas tidak disetujui si dia, karena hanya akan menimbulkan pertentangan yang tiada habis-habisnya. Gemini Perjalanan perbintangan anda di minggu ini terus menanjak ke atas dan hampir tidak ada problem yang merintangi sehingga apa pun yang dikerjakan semakin mudah untuk bisa menemui keberhasilan. Asmara: Terus menunjukkan suasana yang romantis dan penuh kemesraan, pertahankan suasana yang baik ini dengan selalu menghargai segala pendapatnya. Cancer Di minggu ini ancaman datang justru dari orang yang selama ini anda kenal akrab, tak perlu cemas yang penting kewaspadaan tetap selalu dijaga. Jangan mudah membicarakan masalah pribadi kepada siapa saja karena bisa-bisa mereka akan ambil keuntungan dari permasalahan yang anda hadapi saat ini. Asmara: Hati-hati dengan munculnya pihak ketiga, ada baiknya jika ada masalah jangan sampai bocor keluar karena hanya akan menambah rumit permasalahan saja. Leo Tak perlu cemas dan khawatir, permasalahan yang membebani anda selama ini ada harapan untuk dapat terselesaikan. Apalagi di minggu ini rasi bintang anda tampak bersinar dengan terangnya dan berada pada posisi yang cukup bagus, sehingga sesulit apa pun permasalahan itu akan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Asmara: Jangan suka nimbrung dengan orang yang tidak disukainya karena hanya akan menyakiti hatinya saja. Virgo Hindari mengobral janji walaupun di saat itu anda merasa mampu untuk melaksanakannya. Di minggu ini jangan sering melamun karena itu hanya akan bikin hati menjadi beku dan timbul perasaan putus asa. Asmara: Belajarlah dari pengalamanpengalaman di masa lalu agar tak sampai terulang kembali. Bukankah pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam hidup ini. Libra Jika di minggu ini ingin tidak ada masalah maka anda harus mau bisa lebih berhati-hati, terutama terhadap relasi anda sendiri yang selama ini cukup bisa dipercaya dan diandalkan. Cobalah untuk selalu melakukan kontrol kepada siapa saja sekalipun kepada bawahan anda sekalipun karena itu akan memperkuat karier anda dari rongrongan orang yang tak bertanggung jawab. Asmara: Pengalaman di masa lalu jadikanlah pelajaran yang cukup berharga untuk itu jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali di masa sekarang ini, karena itu akan lebih sulit untuk diselesaikan. Scorpio Memang sulit bagi manusia untuk bisa mengetahui kesalahan yang telah dibuatnya sendiri, maka dari itu perlu bantuan orang lain untuk selalu bisa mengontrol tingkah laku diri sendiri. Jika dikritik sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang sekalipun kritikan itu tidak terkesan membangun. Asmara: Selama anda bisa menyelami hatinya, maka perasaan jengkel dan benci kepadanya akan cepat hilang. Sagitarius Jangan cemas di minggu ini masih ada support yang cukup membantu anda lolos dari lubang kesulitan. Yang penting anda harus mau mendengarkan omongan orang dengan mengedepankan sikap mesra dan hangat. Asmara: Jangan terlalu berani dan agresif dulu, karena si dia masih malu-malu kucing.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 28 Oktober - 3 November 2018
5
Dari Sarasvati Sampai Pagerwesi (Habis)
Ahanyahani bhūtāni gacchantīha yamālayam śesah sthāvaram icchanti kim āścaryam atah param (Mahābhārata, Vana Parva 314.116) “Di alam material ini setiap hari makhluk hidup mengalami kematian (dan) pergi ke alam Dewa Kematian, Yamarāja. Namun demikian, sisanya yang belum mati tetap saja mengkhayalkan diri tidak akan mati. Apakah ada hal yang lebih mengherankan dari pada hal ini?” Kematian dapat disaksikan setiap hari, setiap saat, entah anggota keluarga sendiri, tetangga atau binatang dan tumbuhan. Kematian merupakan kebenaran pasti. Kāla (waktu/kematian) mengambil paksa semua dan segala, tanpa terkecuali. Sarasvatī (pengetahuan) mengantarkan orang pada pemahaman ini demi menembus kegelapan menuju terang, menghapus kebodohan menuju keinsyafan diri. “Paket” hari suci Sarasvatī sampai Pagerwesi merupakan tatanan ngajegang śāstra (menegakkan pengetahuan) di dalam diri. Hari raya Sarasvatī (jatuh pada Saniścara/Sabtu Umanis Watugunung) diperingati dan dirayakan sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu Dharma melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai Dewi Sarasvatī (Dewi Pengetahuan). Banyu Pinaruh (jatuh pada hari Minggu (Redite Pahing Sinta), merupakan hari untuk melakukan penyucian diri melalui mandi suci dan penglukatan tirtha suci. Śoma Ribek jatuh pada Senin/Śoma Pon Sinta, merupakan hari suci Tuhan dalam menganugrahkan umatNya kesejahteraan dalam bentuk hasil panen dan kesuburan bumi. Sabuh Mas jatuh pada Selasa/ Anggara Wage Sinta, merupakan hari penganugrahan rezeki uang, emas, dan harta benda lainnya. Setelah itu barulah dirayakan hari Pagerwesi.
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
Śoma Ribek bermakna menerima berkah dari Sang Hyang Parama Kawi berupa kesuburan, hasil panen yang melimpah, dan kesejahteraan. Śoma Ribek mengarahkan pada kesejahteraan pangan dengan memuja Dewi Shri (ngaran soma ribek prakerti ring sang hyang trimerta). Melakukan kesalahan pada padi atau beras pada hari itu akan membuat Dewi Kesuburan menjauh dari hidup orang (katemah de ni dewi shri). Kepastian sastra Sarasvatī memberikan kesucian (Banyu Pinaruh) dan kesejahteraan sandangpangan (Sabuh Mas dan Śoma Ribek) perlu dijaga dan dipagari secara sempurna sehingga pengetahuan tetap menuntun orang untuk pencapaian pembebasan dari kesengsaraan. Sabuh Mas sebagai perayaan atas pemenuhan segala kebutuhan hidup, melalui pengetahuan orang melakukan pekerjaan yang memberikan hasil terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sabuh Mas dirayakan demi mendapatkan karunia kesejahteraan sandang (sabuh mas ngaran, pasucen bhatara mahādewa, prakretinya ring raja bharana mas manik). Pengetahuan suci yang telah diperoleh “dipagari” pada hari raya Pagerwesi dengan “pagar besi” dan tidak dengan pagar gamal, kelor, bluntas melainkan dengan “besi”. Memagari apa yang didapatkan dari ibu Sarasvatī, supaya pengetahuan suci yang sudah didapatkan tidak pergi dan tidak hilang lagi. Menurut Lontar Sundarigama, pada hari Pagerwesi umat melakukan pemujaan kepada Tuhan dalam wujud Sang Hyang Pramesti Guru. Tuhan adalah jagad guru atau guru alam semes-
ta yang membimbing umat manusia untuk dapat menggunakan pengetahuan suci demi kemuliaan hidup mereka. Walau dalam Lontar Sundarigama ini disebutkan bahwa perayaan Pagerwesi lebih ditujukan bagi para Pendeta/ Brāhmana, tetapi masyarakat luas dapat pula mengikutinya. Sadācāra atau sādhvācāra merupakan praktik agama spiritual dengan cara mengikuti kebiasaan orang-orang suci, pandita, atau brāhmana. Melalui penyucikan diri lahir batin, pengetahuan suci jñāna bisa terpagari dengan baik dalam hidup agar tidak pergi menghilang dari diri. Umat memohon karunia pengetahuan suci jñāna pada hari Sarasvatī. Esoknya pada Banyu Pinaruh memohon nasi dhira atau nasi yaśa dalam bentuk nasi kuning yang juga dikenal sebagai nasi Prajñā (Pradnyan). Pada hari raya Sarasvatī itu Dewi Sarasvatī biasanya dipakaikan kain kuning, kemudian para pemuja-Nya juga memakai kain kuning. Diyakini warna kuning melambangkan kebijaksanaan dan kesejahteraan. Itulah tujuannya memohon lungsuran nasi dhira, supaya orang menjadi dhira atau kuat dan teguh di jalan indah spiritual, jalan pengetahuan suci jñāna. Itulah rahasia memohon nasi dhira. Pagerwesi merupakan hari Sang Hyang Pramesti Guru diiringi oleh Dewata Nawa Sanga dan seluruh dewa lainnya dalam menjaga dan memberikan karunia kepada seluruh makhluk di alam semesta melalui yoga samādhi. Hyang Pramesti Guru adalah Tuhan sebagai Guru Sejati. Hari ini merupakan hari sangat baik untuk mendekatkan diri kepada Guru Sejati. Melalui kesadaran mantap untuk memagarkan diri dalam mendekatkan diri kepada “Yang Sejati” inilah dinamakan Pagerwesi. Inti sari dari perayaan Hari suci Pagerwesi adalah memuja Tuhan sebagai Guru Sejati. Memuja dalam hal ini mengandung makna penyerahan diri, mengagungkan Nama Tuhan. Pada hari suci ini orang menempatkan diri sebagai murid
dan hanya berpasrah pada-Nya. Dengan demikian, Tuhan sebagai “Guru Sejati” akan menuntun dan memberi jalan terang menuju arah yang indah dan benar menuju tujuan hidup. Pengetahuan bagi leluhur sangatlah penting. Ia merupakan sesuatu yang sakral. Cara mendapatkan dan tujuannya sangat jelas. Bagaimana mempelajarinya, ada tata caranya, dan apa tujuannya, juga ada rinciannya. Sarasvatī atau ilmu pengetahuan membawa medan tujuan sakala-niskala alias material dan spiritual. Leluhur Bali ngajegang Sarasvatī/pengetahuan dengan mantap dan jelas dalam tatanan sakral. Ia mempunyai tujuan demi kesejahteraan hidup material, baik diri sendiri maupun yang lain. Oleh karena itulah cara mendapatkannya pun ditata dengan baik dan mantap. Hanya di Bali ada tatanan belajar “sastra” melalui pawintenan Sarasvatī. Belajar pengetahuan berarti ngajegang sastra atau menegakkan sastra di dalam diri. Tujuannya adalah agar pengetahuan tersebut tidak menjadi “musuh” melainkan menjadi “kawan” demi menciptakan ketundukan hati dan pengantar pencapaian sang diri sejati untuk tujuan moksa (pembebasan). Dalam tradisi leluhur, sastra harus di-”Sarasvatī”-kan. Hanya dalam tatanan tersebut sastra akan menjadi kawan dan “menghadiahkan” ketundukan hati bagi “sastrawan”. Vidyā dadāti vinayam, bahwa belajar pengetahuan apa saja, baik pengetahuan material maupun pengetahuan spiritual, hendaknya menjadikan orang tunduk hati. Padi merunduk pertanda ia berisi. Padi berdiri tegak dan tinggi melurus pertanda ia ditinggalkan oleh isinya. Keterpelajaran yang “ditemani” ketinggian hati pertanda isi atau taksu sastra sedang meninggalkan yang bersangkutan. Tunduk hati dalam keterpelajaran menandakan isi alias taksu sedang mengisi yang bersangkutan. Oleh karena itulah melanjutkan pemujaan Sarasvatī dengan Banyu Pinaruh, Śoma Ribek, Sabuh Mas dan akhirnya
Pagerwesi menjadi keharusan bagi umat. Dari Sarasvatī sampai Pagerwesi merupakan tata cara sempurna ngajegang sastra atau menegakkan pengetahuan dalam diri. Rentetan hari raya tersebut merupakan kesatuan “paket” untuk “mengikat pengetahuan” agar tidak meninggalkan diri. Artinya, semakin terpelajar maka orang menjadi semakin tunduk hati, dan hidup materialnya pun tidak dilanda “tsunami”. Kesejahteraan hidup material menjadi tujuan di dalam bukan tujuan, bukan tujuan di dalam tujuan. Karena, tujuan sejati dari pengetahuan adalah pembebasan dari ikatan kesengsaraan material. Pengetahuan bukan demi pengetahuan melainkan pengetahuan demi pencapaian kesukaan dan kebahagiaan yang langgeng, yang leluhur menyebutkan sebagai pencapaian sukha tan pawali duhkha. Sarasvatī atau pengetahuan hendaknya mengantarkan pada pencapaian moksa (sā vidyā yā vimuktaye). Sebagaimana pagar turus idup (tanaman pepohonan) tidak menjamin keamanan rumah, demikian pula mempelajari pengetahuan hendaknya “dipagar” dengan kuat, yaitu pagar besi alias Pagerwesi. Pagerwesi merupakan hari suci untuk mendapatkan karunia dari Hyang Pramesti Guru atau Tuhan sebagai Guru, Guru ning Guru sebagai Guru Sejati. Pada hari Pagerwesi Tuhan ber”yoga” bersama seluruh dewa dan dewi demi kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh makhluk hidup di alam semesta (ngaran pagerwesi, sanghyang pramestiguru mayoga, iniring dening watek dewata nawa sanga, ngawerdikna urip ing sarwa tumitah, tumuwuh ring bwana kabeh, irika wenang sang purohita mangarga puja saparikrama pasang lingga ngarcana ri paduka bhatara sanghyang prameswara). Penyerahan diri totalitas (ātma-samarpanam) menjamin umat mendapatkan kesejahteraan hidup material dan kebahagiaan yang langgeng sukha tan pawali duhkha.
MIMBAR AGAMA
Terus Berjalan dan Tak akan Kembali
H. Kusnadi Musthofa ‘’(Allah-lah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapislapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?’’ (Q.S. al-Mulk [67]: 2). PENELITIAN para ilmuawan yang menggunakan berbagai metode, termasuk metode pengamatan, misalnya dengan menggunakan teleskop canggih Hubble, selama ini menyimpulkan bahwa tidak kurang dari 200 triliun galaksi yang ada di jagat raya. Galaksi adalah sistem-sistem bintang yang berdiri sendiri dalam suatu kelompok, berisi sekitar 200 juta bintang, bergaris tengah mulai dari 1.500 hingga 300.000 tahun cahaya. Sedangkan kecepatan cahaya per satu detik adalah 300.000 atau 1.800.000 dalam satu menit. Bayangkan, berapa triliun kilometer cahaya bergerak dalam satu tahun. Cahaya
adalah ‘’makhluk’’ yang selama ini diketahui memang paling cepat gerakannya di alam semesta ini. Kalau seseorang melintasi garis tengah alam semesta ini dengan kendaraan yang secepat cahaya, para ilmuwan modern meyakini, diperlukan waktu beberapa miliar tahun untuk ‘’sekadar’’ melintas alam semesta dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Padahal, apa yang kita sebut sebagai jagat raya sekarang ini masih di langit pertama. Bukankah AlQur’an menerangkan bahwa ada tujuh langit ciptaan-Nya? ‘’Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang terdekat dengan bintangbintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaikbaiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.’’’ (Q.S. Fushilat [41]: 12. Langit yang terdekat dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, seperti matahari yang temperatur di pusatnya 20 - 30 juta derajat Celsius. Di dalam matahari hidrogen diubah menjadi helium melalui fusi nuklir, memproduksi 5 triliun kilogram materi menjadi energi setiap detik. Lalu bagaimana dengan langit yang ter-
Negarakertagama Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia. Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. ‘’Demikian gaung ‘Ikrar Pemuda‘ yang konsepnya digagas dan disebarkan Moh Yamin menjelang penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928 dari Gedung Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Pertemuan yang dimulai 27 Oktober dilangsungkan di tiga lokasi, dihadiri seluruh organisasi kepemudaan dan kepanduan se-Nusantara dengan 15 pembicara, merupakan kelanjutan dari Kongres Pemuda I tahun 1926. Dalam kongres pertama mereka hanya berhasil membahas tentang bahasa persatuan, yang awalnya disebut
brolan BALE BANJAR ARIDUS Bahasa Melayu, namun pada kongres kedua diganti menjadi Bahasa Indonesia. Demikian pula Ikrar Pemuda diubah menjadi Sumpah Pemuda. Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dialunkan pertama kali hanya dengan petikan biola tanpa lirik oleh komposernya Wage Rudolf Supratman. Di samping Jong Java yang perwakilannya paling banyak saat itu, juga hadir para utusan Jong Sumateranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes,
jauh, alias langit ketujuh? Sedangkan pengamatan dan pemetaan langit yang pertama saja selama ini belum juga rampung? Bumi di mana kita berada saat ini, masuk dalam gugusan galaksi Bima Sakti (Milk Way) yang terdiri dari milyaran bintang, dan di antara bintang itu adalah matahari yang setiap hari kita lihat itu. ‘’Bintang yang terdekat dengan matahari kita diketahui berjarak 25 juta mil atau hampir 30 juta kilometer dari matahari, sedangkan galaksi yang terdekat dengan galaksi Bima Sakti jaraknya adalah 400 ribu kali lebih jauh.’’ Tulis ilmuwan Kanada asal India Dr. Meer Aneesuddin dalam bukunya berjudul ‘’The Universe Seen Through the Quran’’ (AlQur’an tentang Alam Semesta). Para ilmuwan Barat (akhli astronomi) yang dikutip Aneesuddin meyakini bahwa jagat raya ini pada akhirnya pasti akan hancur, disertai dengan bukti-bukti perhitungan ilmiah yang mereka kemukakan. Tentu saja bagi orangorang beriman, dengan atau tanpa ilmu astronomi, jelas mereka yakin akan terjadinya hari kiamat, suatu hari di mana semua jin dan manusia dikumpulkan untuk diadili, mempertanggungjawabkan semua perbuatannya saat hidup di dunia
yang amat singkat itu. ‘’Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana yang kamu lihat), kemudian Dia bersemayam di atas Arsy dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.’’ (ar-Ra’d [13]: 2). Ya, matahari terus ‘’memproduksi’’ fusi nuklirnya seraya berputar pada porosnya, juga bulan, planetplanet serta bintang-bintang yang lain. Dan kita pun juga terus berjalan menuju Allah SWT. Ya, terus dan terus bergerak bersama perjalanan sang waktu, dari detik ke detik meluncur ke depan dengan berbagai tahapan waktu yang akan kita temui, seperti waktu (masa) tua, kematian, alam barzah, hingga hari kiamat sebagai awal dari hari-hari akhirat. Karenanya bisa dipahami jika keliru dalam menyikapi perjalanan waktu yang “kaplingnya” begitu singkat di dunia ini, maka yang akan ditemui adalah kerugian, yang dapat mengantarkan seseorang pada kondisi yang memprihatinkan. “Demi masa. Sungguh manusia benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Q.S. al-‘Asr [103: 1-3). Jelas sudah semboyan (motto) orang beriman bukan Time is Money (waktu adalah uang), namun waktu adalah amal saleh (berbuat kebaikan). Uang, betapapun bukan jaminan ketenangan, apalagi kebahagiaan. Justru perbuatan baiklah sumber dari ketenangan, di dunia ini, maupun di akhirat kelak. Alquran menginformasikan, sebelum diri kita hadir di dunia, kita telah melalui waktu yang sangat panjang saat berada di alam ruh(Q.S. 76: 1), kemudian ‘’mampir’’ sebentar di muka bumi ini, maka melalui ‘’pintu’’ kematian, kita pun melanjutkan perjalanan ke alam barzah, lalu di hari kiamat kita bertemu Allah SWT, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. Peristiwa pertemuan ini perlu kita hayati saat kita membaca kalimat: Maalikiyaumiddiin (Yang Menguasai Hari Pembalasan), lebih-lebih saat diri kita mengucapkannya sewaktu shalat. Penghayatan terhadap makna: Maalikiyaumiddiin itulah yang insya Allah akan membuat kita bersemangatdalammelakukan kebaikan, sekaligus merupakan rem yang sangat pakem dalam menghindari perbuatan buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mudah-mudahan.
Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, Jong Papua, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Sekar Roekoen , Pemuda Kaum Betawi, organisasi kepanduan dan lainlain. Dari ulasan tersebut, apa hakikat Sumpah Pemuda 1928, bagi kelanjutan hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini?’’ tanya Rubag di akhir paparannya. ‘’Sumpah Pemuda di era kolonial, bagiku, karya agung atau magnum opus para pendahulu kita, yang hanya bisa disejajarkan dengan Proklamasi 17 Agustus 1945, namun sulit ditandingi generasi saat ini. Apalagi virus historiphobia dijadikan alat utama imperialisme budaya buat menghancurkan negara-negara bangsa. Sejarah sudah dianggap tewas, mengiringi kematian ideologi. Upaya membunuh sejarah di negeri ini dimulai dengan memelintir kisah, termasuk mengangkat pengkhianat menjadi pahlawan. Hal itu terjadi karena masih ajegnya feodalisme dalam bersikap yakni paternalisme dan primordialisme. Apa pun diujarkan kaum elite alias ‘bapakisme’ didukung pengikut berbayarnya. Jadi, bukan hanya di TV saja ada penonton berbayar, dalam ranah sosial
dan politik juga ada pengikut berbayar. Kembali ke masalah Sumpah Pemuda 1928, petinggi Hindia Belanda yang membidangi urusan negara jajahan, Van Der Plass, sempat meremehkan dan mengejek ikrar pemuda itu. Terutama ikhwal bahasa persatuan, dia menertawakan dua pembicara dalam kongres yakni Soegondo dan Soendari, yang lebih banyak berbahasa Belanda dan daerah (Jawa), namun terbata-bata dalam berbahasa Indonesia. Mirip ejekan haters Jokowi, yang mengatakan bahasa Inggris Presiden ke-7 RI tersebut belepotan saat mengulas Avengers: Infinity War di Hanoi. Pengejek seperti ini, kuanggap, kaum virtualis, yang hanya tahu fenomena tidak paham noumena, tahu permukaan tidak ngerti esensi,’’ ulas Nyoman Sudiantara. ‘’Kesombongan dan sikap memandang enteng Der Plass, mengakibatkan Belanda hengkang dari Indonesia. Nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia tumbuh subur sejak Sumpah Pemuda. Memang embrionya sudah lahir sejak terbentuk Budi Utomo, 20 Mei 1908, yang berkedok pendidikan dan kebudayaan, namun sebenarnya gerakan poli-
tik. Sejak itulah lahir berbagai organisasi termasuk partai politik di Tanah Air. Tumbuhnya nasionalisme dan patriotisme begitu cepat, menurutku, lebih diakibatkan rasa senasib dan penderitaan berabad-abad oleh penjajah. Lagi pula mereka sadar bahwa sebelum kolonialis Belanda datang, mereka pernah punya negara bangsa, yang daerah kekuasaannya melebihi wilayah Indonesia yang mereka gagas. Sriwijaya dan Majapahit sudah berjaya sebelum konsep negara bangsa dicetuskan Perjanjian Westphalia tahun 1648 di Jerman. Ikatan batin yang ditumbuhkan Negarakertagama-lah menurutku, membuat Sumpah Pemuda berlangsung mulus dan menjadi tonggak perkasa proklamasi. Bahkan saat kemerdekaan dideklarasikan, bangsa kita sudah punya ideologi, konstitusi, bahasa nasional, lagu kebangsaan, wilayah dan rakyat yang berdaulat. Bahkan cita-cita kemerdekaan yakni masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila sudah dicanangkan jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Terkutuklah orang-orang yang berani menyelewengkan cita-cita itu!’’ tegas Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Umanis, 28 Oktober 2018
Tetuek Rerainan Tumpek Landep
Becik Ngawigunayang Sarana Tajep tur Lanying
BPM/was
TAJEP – Sajeroning rerainan Tumpek Landep, ketah kapanggihin kramané ngresikin sekancan sarana utawi prabot sané tajep tur lanying sané kadruénang, raris kadagingin antuk sasap. Sangkaning punika raina inucap ketah kawastanin antuk raina otonan besi.
Bencingah
Kajagra antuk Budaya lan Agama Hindu SAJERONING parikrama upacara Tumpek Landep, kapanggihin pidabdab ngresikin tur ngotonin sekancan sarana sané kakaryanin utawi malakar antuk besi. Sinalih tunggilnyané marupa sarana keris sané ring kahanané mangkin sampun manados cecihnan saking Tumpek Landep. Indiké punika duaning ring sajeroning krama Hindu utamanipun ring Bali, nénten akidik krama sané kantun naminin makudang-kudang pusaka marupa sanjata sané sampun kauningayang pinaka tetamian budaya Nusantara olih UNESCO. I Made Gede Suardika, sinalih tunggil pandé besi sané meneng ring Jln. Kenyeri, Br. Tegal Kuwalon, Denpasar maosang, tetuek miwah daging katattwan indik keris kantun becik kamargiang ring Bali duaning sarana inucap kantun ketah kawigunayang ring sajeroning pidabdab budaya utawi upacara yadnya agama Hindu. Minakadi conto sajeroning pidabdab upacara pawiwahan miwah mendem pedagingan sané wantah patut pisan ngawigunayang sarana keris. Satios punika, wénten taler krama utawi kulawarga sané kantun becik naminin sarana saha paileh utawi pidabdab keris inucap rumasuk ring sapunapi ngamargiang parikrama ngupapira keris. Duaning kajantenang yéning keris wantah tetamian saking para panglingsir sané sidhi miwah niyasayang panglingsirnyané sané sampun maraga Dewa Hyang. “Sangkaning pidabdab budaya miwah agama Hinduné kantun becik mamargi utamanipun ring Bali, sinah kawéntenan keris kantun becik kalestariang ring pakraman. Asapunika kasinahang antuk kawéntenan krama sané kantun akéh madué keris ring kulawargannyané,” baos lanang sané embas ring Denpasar, 23 Maret 1973 puniki makenyem. (was)
kauripan sané malakar utawi kakaryanin saking besi. Punika mawinan Ida kasiwi utawi kaacep antuk prabawan Ida pinaka Sanghyang Pasupati utawi déwaning sekancan sanjata utawi sarana sané malakar saking besi. Sangkaning punika ring rerahinan inucap sekancan sarana sané mangan tur tanying minakadi tiuk, tumbak, keris wiadin sarana sané kawigunayang saraina minakadi cétok, paet, linggis, timpas, kandik miwah sané siosan karesikin tur kapupulang duaning jagi kaupacarain utawi kaotonin antuk upacara sané sasidan-sidan kamargiang olih kramané. Tetujonipun nunas ring Ida Sanghyang Pasupati mangda sekancan sarana i wawu prasida sidhi mataksu tur setata mawiguna sajeroning kauripan. Tatkala punika taler jadmané kaélingang mangda ipun prasida ngeret ambek ring padéwékannyané mangda prasida becik ngawigunayang sekancan sarana sané mangan tur tanying inucap mawinan prasida setata mapikolih ring kauripannyané. Duaning yéning nénten asapunika, sinah jagi ngawinang kauripan krama inucap kaon. Minakadi conto tiuk prasida kanggén makarya reratengan becik nanging yéning iwang ngawigunayang sinah prasida ngawinang metatu utawi dados ngamedalang biuta. Tios saking sarana minakadi tiuk, paet wiadin keris pusaka,
sajeroning Tumpek Landep taler kramané ngupacarain sarana-sarana sané taler mawiguna sajeroning kauripanipun, minakadi TV, radio, montor miwah sané siosan. Punika raris kapayasin antuk makudang-kudang pepayasan utawi tetuasan sané kakaryanin saking busung sané majanten madué tetueknyané soang-soang. Minakadi gantunggantung, tamiang pateh sakadi sané kadagingin ring sarana utawi perabot i wawu inggih punika sasap sané kakaryanin saking tetuasan miwah don dadap. Gantung-gantung inucap kakaryanin antuk wangun sané lewih tur becik raris kagantungang ring kiwa –tengen montor tetujonnyané mangda jadmané setata éling ring tata-titi sané becik ri kala ngawigunayang montor inucap. Sios punika tamiang sané kakaryanin wangunipun sakadi tameng sané ketah kawigunayang sajeroning payudhan sané nyihnayang pangapti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa mangda jadmané setata trepti tatkala ngawigunayang sarana inucap. Yéning sasap punika wantah kakaryanin saking don dadap sané madaging antuk sampian saking busung sané matuas sakadi panyingakan jadma. Punika wantah nyihnayang mangda jadmané sami setata ngélingang, nyuksmayang saha sumeken ngawigunayang sarana-sarana sané sampun kasasap inucap ring kauripannyané saraina. (was)
Najepang Idep Antuk Upakara Sesayut Jayeng Perang SAKADI sané sampun kawedar i wawu, sajeroning parikrama magama Hindu utamanipun sané wénten ring Bali, madué kapatutan ngamargiang makudang-kudang pidabdab rerainan. Soang-soang rerainan inucap madué paileh sané mabina-binayan manut soroh rerainanipun. Minakadi rerainan Tumpek Landep sané sampun kapakélingin rainané dibi, raina Saniscara Kliwon wuku Landep utawi ketah kasengguh antuk otonan besi utawi ngotonin sekancan sarana sané mangan tur lanying miwah sané kakaryanin antuk besi. Sakéwanten, pidabdab rerainan inucap boya wantah ngeninin indik saranané punika kémanten, wénten taler tetueknyané pamekas indik kawéntenan soang-soang manusa. Sakadi sané munggah ring Lontar Sunarigama, Tumpek Landep pinaka landeping idep sané tegesipun wantah rerainan Tumpek Landep pinaka rerainan sané prasida kanggén galah najepang utawi ngamecikang pikayunan utawi idep soang-soang krama mangda prasida becik ngawigunayang sarana-sarana ring kauripannyané. Duaning sekancan sarana sané kakaryanin utawi kawigunayang wantah sarana sané kanggén ngrereh sekancan tetujon ring kauripan saha ngamolihang “moksartham jagadhita ya ca iti dharma”. Boya kawigunayang ngicalang pisarat manahnyané tatkala nuju utawi ngruruh tetujon kauripannyané soang-soang.
BPM/was
UPAKARA – Ketah soroh sarana upakara utawi bebantenan sané kawigunayang sajeroning upacara Tumpek Landep. Minakadi suci, daksina, peras, canang wangi taler sesayut jayeng perang utawi sesayut pasupati madaging ulam ayam biing. Santukan yéning sarana inucap kawigunayang nénten antuk kawigunan sapatutnyané wiadin kawigunayang bebungahan manah kémanten, sinah sané kapolihang wantah pikobet sané nénten puput sané raris sayan sué ipun prasida ngruruh napi sané dados tetujon utama kauripannyané inucap. Manawita idep sampun tajep sinah kramané prasida nuréksa sapunapi sarana sané kadruénang sampun becik kawigunayang napi kirang mangda prasida kabecikang malih. Sangkaning punika ring Tumpek Landep puniki krama Hinduné kaaptiang tur kaélingang mangda setata najepang tur nincapang pikayunanipun mangda setata degdeg. Risampuné punika sinah sekancan pikobet sané majanten kapang-
gihin ring kauripan prasida becik katepasin, tan bina sakadi jayanti ring payudhan, jayanti ngruruh kauripan sané bagia tur sukerta. Sangkaning tetujon asapunika, sinah tios saking ngawigunayang makudangkudang upakara minakadi suci, daksina, peras, miwah canang wangi sinah sané taler mautama wantah upakara sané kawastanin antuk Sesayut Jayeng Perang utawi sané ketah taler kasengguh antuk Sesayut Pasupati. Upakara inucap wantah mautama duaning sapunapi ja kawéntenan upakara sané kagelar kramané, inggian alit, madya utawi ageng sinah sesayut Jayeng Perang inucap setata kadagingin utawi kawigunayang santukan madaging
antuk tetuekipun. Kruna Sesayut medal saking kruna ayu sané tegesipun rahayu utawi selamet. Kruna Jayeng Perang maartos jayanti ring payudhan. Nanging mayudha punika nénten ja ngamademang utawi ngasorang meseh sané marupa jadma sakéwanten prasida ngasorang utawi nepasin sekancan pikobet sané setata rauh tur ngulgulin kauripan jadmané soang-soang. Banten sesayut Jayeng Perang inucap kakaryanin ngawigunayang tumpeng nasi utawi sané marupa gegunungan sané muncuknyané ngawigunayang ulam ati ayam biing. Sios punika, upakara i wawu maulam antuk ayam biing. Gegunungan sané kasinahang saking tumpeng inucap
Dura désa
wantah niyasa jagat, ayam biing niyasa pikayunan rajah sané sujatiné tan bina sakadi “semangat hidup” sané patut setata kakencang utawi kagambel sajeroning pidabdab ngamecikang wiadin ngolah daging jagat wiadin kauripan puniki. Pikayunan rajah inucap prasida manados becik tur prasida manados kaon nganutin kasidan-sidan krama nedehang tur ngawigunayang pikayunanipun tatkala ngeret rajah kanggén nincapang raga tatkala ngamargiang pakaryan. Dadosné unteng pidabdab upacara inucap taler najepang pikayunan mangda prasida ngawinang rajah ring raga soang-soang dados becik kanggén nincapang kawagedan makarya taler ngruruh tetujon urip sané bagia. (was)
Giri Gora Dahuru Daha
Kruna Basa Bali
NABDABANG parikrama rerainan wantah sinalih tunggil kapatutan ring soang-soang agama, asapunika taler ring kauripan krama Hindu utamanipun ring Bali sané taler madué rerainan antuk pidabdabnyané soang-soang. Sakéwanten pangrauhnyané punika kadasarin antuk makudang-kudang parindikan, minakadi kadasarin antuk pangrauh sasih, taler kadasarin pangrauh wuku sané akéhipun tigang dasa. Sané patut taler kauratiang sajeroning parikrama rerainan inucap, unteng tetujonnyane punika wantah ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan wara nugraha Ida ring jadmané kantos prasida becik ngamargiang kauripannyané. Sakéwanten ring soang-soang rerainan taler kaélingang yéning wara nugraha sané kasuksmayang wantah mabinabinayan, sangkaning punika pidabdab utawi paileh upacara yadnya sané kamargiang taler mabinayan. Sinalih tunggilnyané sakadi sané kamargiang ring Tumpek Landep. Tumpek Landep wantah rerainan sané rauhnyané nyabran raina Saniscara Kliwon wuku Landep. Tumpek Landep wantah raina sané kawigunayang krama matur suksma ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan wara nugraha Ida sané kasinahang saking makudang-kudang piranti utawi sarana sané kawigunayang ring
AKSARA BALI
1.
andus
1.
hnѡs/,
2.
angen
2.
h\)n/,
3.
anget
3.
h\)t/,
4.
angga
4.
h\á,
5.
anggar
5.
h\á(,
6.
anggeh
6.
h\á);,
7.
anggit
7.
h\áit/,
8.
angit
8.
h\it/,
9.
angkeb
9.
h\Ð)b/,
10.
angken
10.
h\Ð)n/,
Nyaritayang Sesolahan Calonarang CALONARANG wantah sinalih tunggil sesolahan sané kasub ring Bali. Satios ring Bali, sesolahan Calonarang taler nglimbak ring Jawi. Sajeroning budaya Jawi, carita puniki kasurat ring naskah kuna Serat Calon Arang. Carita Calonarang taler akéh kacaritayang mawali malarapan makudang-kudang soroh gegarapan, inggian malarapan komik, lukisan, film, kantos kasinahang ring makudangkudang sesolahan. Ring Jawa Timur, sesolahan Giri Gora Dahuru Daha wantah sinalih tunggil sesolahan sané nyaritayang indik Calonarang. Sajeroning sesolahan inucap, Calonarang kasinahang pinaka anak istri sané wikan ring aji weging. Ugig sangkaning ipun madué pianak istri adiri nénten wénten sané
nampekin, mapimalih jagi nadosang kurenan. Genah sané kacaritayang ring sesolahan Giri Gora Dahuru Daha wantah ring Kerajaan Kahuripan sané kapucukin olih Raja Airlangga. Ring wewidangan Kahuripan wénten sinunggil désa sané mawasta Désa Daha. Ring désa inucap kabaosang anak istri balu sané mawasta Calonarang meneng sareng adiri pianaknyané sané listuayu mawasta Ratna Manggali. Carita memanes kakawitin ri kala pianakipuné, Ratna Manggali kasimbingin olih para truna ring désa inucap pinaka anak istri sané nénten payu. Yadiastun jegég, Ratna Manggali durung taler molihang anak lanang sané kayun ring anggané santukan para trunané irika jerih
ring Calonarang sané kasub pinaka tukang teluh. Miragiang parindikané punika, Calonarang ngwales sakit atinipuné antuk ngamargiang aji weging, nyambehang gering ring samian krama ring Désa Daha. Manggihin para panjaknyané kasengsaran keni gering sangkaning pakaryan Calonarang, Raja Airlangga kasarengin Mpu Baradah muridnyané Mpu Bahula nglawan Ni Calonarang. Calonarang sané kawantu olih Dewi Durga pamuput angus kageseng olih kasaktian sané kaduénang Mpu Baradah. Gegarapan sendratari Giri Gora Dahuru Daha muatang akéh pragina, minakadi dados tokoh krama Daha, Raja Airlangga, Ratna Manggali, Mpu Baradah, miwah Ni Calonarang. Kaselehin saking busana
sané kawigunayang, samian pregina ngawigunayang busana tradisional Jawa Timur antuk cihna mawarna terang. Sesolahan puniki kapah dados tigang paletan, luiré; kapertama kahanan krama Daha, kawéntenan gering, miwah pinaka pamuput Calonarang padem sangkaning kasaktian Mpu Baradah. Indik gamelan, sesolahan inucap kairingang antuk gamelan Angklung Paglag. Angklung Paglag wantah sinalih tunggil gamelan tradisional panglimbak saking angklung. Angklung soroh puniki mawit saking Jawa Timur sané ketah kawigunayang pangiring sajeroning kasenian Jawa Timur, minakadi Reog Ponorogo miwah Jathilan. Satios gamelan, sesolahan inucap taler kairingang antuk tembang sané nlat-
BPM/net
arang indik daging carita. Sesolahan Giri Gora Dahuru Daha rumasuk ring tari kreasi. Parindikan inucap muktiang yéning folklore nusantara prasida kalimbakang sajeroning wentuk kasenian sesolahan. Dumogi kawéntenan kasenian sakadi puniki sayan nglimbak saha lestari. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Umanis, 28 Oktober 2018 NYALUK jam pat sanja, wewidangan Taman Budaya, Art Centre Denpasar nyansan nyepiang, tamiu-tamiu lokal lan manca negara sampun pada matilar. Malih a jam tiang musti nutup gedung paméran Mahodara Mandara Giri Buana, genah tiang makarya. Tiang ngambil selang, sakabesik entik-entikan ané wénten ring sisi gedung paméran siamin tiang, yakti sampun wénten petugas sané sarahina ngrawat tetaneman ring wewidangan taman budaya niki, nanging mula tuah kasenengan tiang naler miara sarwa entik-entikan, napi malih ané wénten ring tongos tiang ngrereh pangupajiwa, yan sampun melah sinah sawai masih tiang ané ningalin. “Gus, marérén ja malu, ené suba beliang Dek lontong jak és kuud....” Tiang makenyem ring anak istri nika, Dek Asih, timpal melah tiangé. Nglemeng ipun mayahin ajeng-ajengan tiangé, raris yén wénten jinah, tiang ané ngajakin ipun ké McD, numbasang ajengan drika. Ulian raketé, liu timpaltimpal tiang ngadén tiang jak Dek Asih sampun matunangan, nanging sujatiné iraga tuah matimpal. Wau ja telah lontong tiangé, gegéson rauh atasan tiangé. “Gus, lamun suba suud makan, tulung ja bantu, niki ada tamiu asing buin teka.” Kénten raosné Pak Bagus, saha samar-samar dingehang tiang suaran para tamiu buléné teka. Sanja punika molas diri mahasiswa Universitas Florida, Amerika Serikat ngrauhin Gedung Pameran Mahodara Mandara Giri Buana. Para Mahasiswa punika tuah mahasiswa sané nyarengin program studi Kebudayaan Indonesia ring sekolahnyané. Tiang kajudi dados pemandu, nerangang indik museum turmaning sarwa bendabenda seni ané kapamérang irika. Ri kala iteh nerangang, tan sida baan tiang ngelidin kenyung manis silih sinunggil sisya, peliatné rasaang tiang ten taen makisid saking déwék tiangé. Risampuné acara bébas, tiang nyingak sisya jegég nika iteh ningalin asiki lukisan. Minabang ipun uning ring pangrauh tiang, saha matolihan. “Hai....” Tiang nyapatin. “Hai….” Kawales antuk kenyung manisné. “Do you like this picture?” Tiang nakénin ipun sané tingalin tiang seneng ring lukisan potret wajah I Gusti Nyoman Lempad, silih sinunggil maestro seni lukis sané naenin wénten ring Bali. “Hmm…, pakai bahasa Indonesia saja, gimana?” Tan pasangkan tiang, bahasa Indonesia anak istri bulé puniki lancar pisan. “Nama saya Liza….” Irika raris tiang kenal ring Liza, mahasiswa jurusan Kebudayan Indonesia, Universitas Florida. Liza nyambatang ri kala nyingak lukisan potret wajah punika, ipun inget ring foto potret kehidupan masyarakat Bali jaman dahulu ané taen tingalinipun ring album foto mbahné. Kénkén kadén unduké, énggal tiang kacantol ring Liza, miribang ulian lucu tiang ningehang tabuh raos bahasa Indonesiané, dikénkéné tiang menahin bedik-bedik. Liza lan timpal-timpalné lakaran aminggu ring Bali, ipun jaga wénten kunjungan
Nyastra
Liza Agus Sutrarama ka sekolah-sekolah ring Bali, sakadi Universitas Udayana lan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sané genahné maselat témbok sareng Taman Budaya, genah tiang makarya. “Gus, tomorrow we will visit ISI Denpasar, if I have time I will come here again, Agus besok bekerja?” Liza nakénin tiang riantukan sané mangkin ipun musti mawali ka hotel. Sampun ajam sarengipun, tan karasayang. “Iya, besok saya bekerja. I wish you come, Liz.” Sanget sajan tiang makeneh apanga ipun sida singgah mriki dinané bénjang, sakadi sampun kenal makelo, ané sujatiné wau ajam. Dot sajan tiang énggal-énggal buin mani, apanga sida katemu malih sareng Liza, galah-galah ri kala makedékan sareng ipun setata marawat. Liza nepatin janjiné, ipun nyinggahin tiang. Tan sida baan naenang kendel tiangé. Kabenengan tiang makarya tengah wai, tiang lakar ngatehang Liza malali ajebos. Tiang ngajak ipun ngiterin Kota Denpasar. Ajak tiang ka peken, apanga sida ia ningalin kénkén anak Bali ri kala madagang lan matumbasan. Seneng pisan tingalin tiang ring parasipuné ri kala nyingak ramia peken Badung rahinané puniki. Liza nakenin tiang ri kala tiang numbas canang ring asiki dagang. “Grateful Liz….” Raris tiang nujuhang palinggih-palinggih, meja-meja pedagang sané madaging canang sari pinaka sarana umat Hindu ring Bali
ngaturang suksma ring Hyang Widhi antuk asih kasihné. Ajak tiang Liza malali mulih tiangé, kala punika wénten pekak tiang sedek ngamaangin ngamah kurungané, tangkejut gigis ningalin tiang mulih ngajak tamu bulé, miriban kadéna gegélan tiangé. “Gus, ené tamu uling dija…?” Kénten partaken pekak tiang saha makenyir nyihnaang giginé ngansan telah. Irika laut tiang ngenalang Liza ring pekak lan kulawargan tiangé, turmaning wénten ajam dados juru terjemah carita pekak tiangé ring Liza. Pekak tiang nyambat Ipidan dugas enu truna ia taén ngelah timpal tamu bulé luh muani, anakné suba makurenan, uling Amerika, nanging pekak tiang suba engsap Amerika dijanan. Ri kala tiang lakar maturan canang sari ka sanggah, Liza nagih milu. Tiang matakén ring I Pekak napiké dados, lan tiang nyambatang yéning Liza sampun uning yéning ten dados macelep ka genah suci ri kala kotor kain, I Pekak ngamaang. Seneng pisan tiang kala ningalin Liza mabakti, yakti ten cara anak Hindu Bali, nanging ngenah seken lan ning. Enggal pisan kulawargan tiang milu seneng ngajak Liza. I Mémé ngaénang Liza dedaran Bali, tiang sareng sami ngajeng di balé daja. Tan karasa galahé, tiang lakar ngatehang Liza mawali ka rombongané ring hotel. Bibi tiangé ané madolan baju ring peken,
ngicén kenang-kenangan baju I Love Bali ring Liza, ngawinang tan sida baanipun ngengkebang demen, lan ngucapang suksma ring kulawargan tiang. Ring galah sané tan makelo nika, tiang polih ngajak Liza malancaran ka Tanah Lot lan Uluwatu. Irika malih ipun negesang rasa senengipuné wénten driki, yéning tan ulian program beasiswa miriban déréng sida antuk ipun malancaran ka Bali, krana kulawarganipuné tuah kulawarga saderana. Naler ipun nyambatang yéning Pulo Bali mula kasayangang pisan olih para Dewata. “Gus, I Love your Bali…. Hmm and I think I Love you ..” Mimih, ngetor bayun tiang ri kala ningeh raos siduri saking Liza nika, caket prajani bibih tiang, laut Liza makenyem lan nglanturang ngraos, “But since I was here you spent your time with me a lot, I don’t want to make you forget your best friend....” Raosné Liza niki kapinehin tiang, wau tiang makesiab, nguda bisa tiang engsap dina wanti warsané Dek Asih ané tuah rahina mangkin. Kala tiang nyambatang nika, Liza makenyem manis lan manggukan lakar nyarengin tiang singgah ka umahné Dek Asih. Tiang ngrasa tan énak ring Dek Asih riantukan kanti engsap tekéning dina wanti warsané, nanging Kadek tan ja nyangetang indiké punika raris ngambil tangan tiang lan Liza ajak ka tengah. Irika sampun wénten naler timpal-timpal tiang sareng-sareng jaga ngrayaang dina wanti warsané Dek Asih. Malih pisan uratiang tiang Liza girang pisan, tan perasa tiang tan nyak joh-joh saking ipun, yadiapin sujatiné galah ipun mawali ka Amerika tuah ketékan jam kémanten. Sané mangkin sampun aminggu galah Liza matilar saking Bali, mawali ka umahnyané ring Amerika, tiang ngwacén asiki e-mail nyané, “Gus, sebenarnya saya sudah kenal kamu sebelumnya di dunia maya….” Irika Liza wau nuturang sujatiné duang tiban ané suba liwat, Liza sareng tiang sampun polih kenalan ring dunia maya, friendster. Irika ipun maadan Elisabeth Robertson, tiang nginget-ngingetang. Ipun nyaritaang rasa dot ipun malancaran ka Bali sesampuné nyingak album foto mbahnyané turin polih carita yéning dumun ri kala mbah lan pekakipun dados panganten anyar tur sida malancaran ka Bali, irika ipun jak dadua polih labuh negakin montor laut katulungin olih anak Bali punika. Seneng pisan ipun tatkala kenal sareng tiang ring dunia maya. Nanging kasibukan tiang dugasé ento ngranayang tiang kapah malih polih ka warnet turin nyambung carita ring friendster. Liza naler sakadi nika, sibuk naler ring program sekolahnyané, nanging ipun nyambatang polih ngirimin tiang makudang surat ring friendster ané tan kawales antuk tiang. Tiang tan sabar, aget tiang kari inget password friendster tiang, irika tiang nyingak ipun. Yakti, Elisabeth Robertson ten wénten tios tuah Liza. -0-
I Gusti Agung Arta Anggara Putra
Satua
I Pucung (3)
Kaketus saking Satua-satua Bali (VIII)
“NAH lamun kéto ja keneh cainé, kema tegarang neduh ka Pura Dalem. Sing ada kapo pakayunan Ida Bhatara tekén nira, nira lakar ngiring dogénan. Nah antiang dini malu akejep, nira nu nundén panyeroané ngaé banten. Apang nyidaang maturan dinané jani, kadonga jani tumpek. Yan suba pragat bantené, cai men ngaturang ajak I Mangku Dalem ka pura!” “Inggih,” kéto aturné I Pucung. Gelising satua, sesubané pragat bantenné, majalan lantas I Pucung nyuun banten, ngojog ka umah pamangkuné. “Jero Mangku, Jero Mangku, tiang nikaanga mriki ring Ida Sang Prabu, ring Pura Dalem. Samalihipun, banten puniki Jeroné kandikaang makta ka pura. Tiang mapamit dumun, jeroné kandikaan makta ka pura. Tiang mapamit dumun abosbos jaga kayeh,” akéto baana melog-melog Jero Mangku tekén I Pucung. Lantas ia ngénggalang ka Pura Dalem tur ngénggalang macelep sig gedongé ané tanggu kelod. Sawatara ada suba apanginangan ia nongos ditu, rauh lantas Jero Mangku makta banten tur nunas tekén Ida Bhatara mangdané guminé di Koripan karahayuan. Sesubané Jero Mangku suud ngantebang, ngomong lantas I Pucung uli jumahan gedongé. Mapi-mapi ia dadi Bhatara, kéné koné munyinné. “Ih iba Bapa Mangku, nyén nundén iba mai maturan, nunas kaluputan tekén nira?” Masaur Jero Mangku, “Inggih titiang kandikaang antuk pramas Palungguh Bhatara, Ida Sang Prabu nunas kaluputan ring Palungguh Bhatara, déning pantuné wau embud puyung kalih asuné wau lekad ipun buta.” Buin ngomong I Pucung, “Ih iba Bapa Mangku, nira ngiangin lakar kaluputan nanging yan Ida ngaturang okané Ida Raden Galuh.” Déning kéto munyin I Pucungé kadéna pangandikan Ida Bhatara, dadi budal lantas dané Jero Mangku. Tekéd di jabaan purané, marérén lantas dané di batan punyan binginé sambilanga dané ngantiang I Pucung.
(Masambung)
Masatua, Kawagedan sané Kasenengin I GUSTI Agung Arta Anggara Putra, sapunika aran panjang anak lanang sané waged masatua puniki. Mangkin dané ngranjing ring SD Saraswati Denpasar. Saraina dané kasub ring sekolahan sangkaning kawagedannyané magamel, ngigel, miwah masatua. “Tiang yukti seneng pisan magamel, ngigel, miwah masatua. Mawinan punika tiang meled dados seniman,” baos dané kalem. Mawit tetiga kasenian sané kasenengin, anak alit sané embas ring Klungkung, 8 Mei 2007 puniki ngangken lewih ketah nyinahang kawagedan dané masatua, pamekas sajeroning ngamiletin pacentokan masatua. Baosang kémanten daweg Pekan Seni Remaja (PSR) Kota Denpasar awarsa sané sampun lintang, dané pinaka pamilet saking sekolahnyané tur prasida dados jayanti kapertama. “Daweg punika yukti nglintangin makudang-kudang parikrama sané rasayang tiang abot. Tiang angayubagia santukan pamarginé labda taler prasida molihang sané pinih becik,” baos dané. Gung Arta—sapunika dané ketah kasambat maosang, daweg nyarengin pacentokané punika, dané maktayang satua sané mamurda “I Lutung Ngencak Taluh”. Pangawit, anggané kajudi pinaka sané pinih becik ring tingkat Gugus, nglantur ring tingkat kecamatan, nglantur ka Kota Denpasar, sané salanturnyané prasida pinaka jayanti kapertama ring Lomba Masatua Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) warsa 2017 lintang. “Tiang taler naen nyarengin pacentokan ngwacén puisi, gerak jalan indah, miwah mendongeng,” baos lanang sané naen molihang juara III Lomba Mendongeng Bookfair 2017 puniki makenyem. Anak alit sané seneng ring seni lan budaya Bali puniki yukti madué tetikes sané tawah tatkala ngwedar satua sané kacaritayang. Majanten, dané sampun teleb ring tatacara masatua sané becik. Satios punika, dané taler prasida ngresep ring daging satua, ngamedalang suara sané matios-tiosan manut tokoh sané kacaritayang, masemita sané adung ring bebaosan sané kawedar, kantos tandang taler tingkahnyané sajeroning masatua prasida becik kamedalang. Sajeroning parindikan paplajahan, oka I Gusti Agung Ngurah Agung - I Gusti Ayu Agung Sri Wahyuni puniki taler nénten nguciwayang pisan. Yadiastun boya pinaka bintang kelas, nanging anak alit sané aktif puniki setata ngranjing ring sepuluh besar. “Yéning ngeninin indik paplajahan, nika utama pisan. Tiang madué jadwal malajah sané janten,” baos dané sumeken. Yadiastun madué galah malajah sané janten, Gung Arta taler kantun madué galah maplalianan. Dané sareng sawitrané tiosan ketah masepédaan miwah maplalianan tiosan. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 28.m\Ðinã)liduewnÀdi, Mangkin Beli duén Adi, misdê\tur*hy;, misadya ngaturang ayah, \)enÓosinÙsÓËenemoemos/, ngentosin wastrané momos, sizé*bjusmiccd/, sinjang baju sami cacad, r&m(gienegertænÑn/, ring marginé gérét pandan, b)lit2(bbkã)lu(, Beli taler babak belur, kmã)nãjusmihusk/. kamben baju sami usak.
Saking Langit Bali Sembah Bhakti mawit saking sisi wetan Sang Hyang Surya masunaran nyunarin jagat galang apadang manah liang setata karasayang ri kala Sang Hyang Surya masunaran ring mercapada serasa wénten cahaya sunar bagia ring manah manusa cenik kelih tua bajang makamben batik lan maseléndang makta asep miwah canang banten jangkep, makenyem girang lascarya manah titian mabakti nunas ica majeng ring Hyang Widhi kasarengin sekar mawarna-warni katimpalin manah suci lan murni duh Sang HyangWidhi icen titian sunar bagia mangda prasida maparilaksana lascarya, miwah manut ring agama. Eka Cipta
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Merayakan Puisi Besar
SUMPAH PEMUDA 1928
sembilan puluh (90) tahun yang membelai dan yang dibelai napas kita...
Minggu Umanis
28 Oktober 2018
di Ardha Candra Bali Tradisi (2) Kesantunan Hidup ADAT itu adab. Adab itu kesantunan hidup. Adat Bali, karena itu, adalah kesantunan Hidup cara Bali. ‘’Bila begitu halnya,’’ tanya seorang Sahabat, ‘’adakah Bali punya cara lain untuk menyatakan Kesantunan Hidup dalam Kehidupan ini?’’ BALI TRADISI punya cara sendiri, memang, untuk menyatakan Kesantunan Hidup dalam Kehidupan ini. Cara itu dimulai dari hulu berupa Pandangan Dunia perihal Hidup dan Kehidupan. Hidup dalam Pandangan Dunia cara Bali Tradisi adalah utuh, tunggal, dan langgeng, sedangkan Kehidupan itu dipahami beragam dan dinamis. Hidup dalam Kehidupan, karena itu, adalah cara menyelami dinamika keberagaman hingga menemukan dan menemui Keutuhan yang Serba Mahatunggal dan Langgeng. PINTU MASUK ke taman Keutuhan yang Serba Mahatunggal dan Langgeng itu adalah kesantunan hidup yang dimulai dengan santun kepada diri sendiri. Santun kepada diri sendiri dimulai dengan senantiasa baik kepada diri sendiri; menerima diri sendiri apa adanya. Bukan malah merendahkan, melecehkan, mengabaikan, apalagi menghina dan menolak kehadiran diri sendiri. DARI PINTU MASUK menerima diri apa adanya -- bukan ada apanya -- inilah halaman Rumah Keutuhan yang Serba Mahatunggal dan Langgeng itu mulai
dapat ditapaki, langkah demi langkah, hingga akhirnya pandangan hidup terhadap dunia pun berubah; sejatinyalah seluruh Hidup dalam Kehidupan ini Utuh, Satu, Tunggal adanya. Tiada terpisahkan satu sama yang lain. Tiada yang lain maupun yang lian. Di luar maupun di dalam itu satu kesatuan nan utuh, tunggal. Jagat Diri ini dengan Semesta Raya itu satu jua adanya. KEUTUHAN yang Serba Mahatunggal
dan Langgeng itu sejatinya menghidupi dengan Ada di Dalam sekaligus Hadir di Luar. Itu menjadikan manusia yang hidup dalam kehidupan, dalam Pandangan Hidup cara Bali, cuma punya satu pilihan sekaligus tugas utama, dan itulah: Santun, Santun, dan Santun kepada Semua yang Ada di Dalam maupun di Luar Diri. DENGAN KESANTUNAN terhadap hidup itu, Bali Tradisi memahami, seseorang tidak saja telah menyelamatkan hidupnya sendiri tapi juga telah turut memelihara, merawat keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan bersama. Kesantunan, dengan demikian, berarti membuka celah ruang kesempatan hidup berlangsung dengan terus bertumbuh, berkembang, berbiak, meningkat dan maju. Dalam bahasa ilmiah alamiah, bertumbuh itu berarti meninggi, meluas, sekaligus juga mendalam. Dengan meninggi, meluas, sekaligus mendalam, maka terbuka peluang untuk menjadi lebih berguna, bermakna, dan bernilai. ldeprabas
runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail
Coming on Age in Balidwipamandala...
16 Agustus 2018
l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...
16 Agustus 2020
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Oktober-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109
Fotografi
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
”Half Underwater Photography’’
Perpaduan Keindahan Alam Bawah Laut dan Daratan
Khamidi
‘‘Bersama Sahabat’’ karya Sofyan Efendi.
Achmad Cholid
I Dewa Komang Mahadewa
HALF underwater photography merupakan versi lain dari underwater photography yang lebih dulu digandrungi oleh para fotografer. Jika underwater photography secara khusus mengeksplorasi keindahan alam bawah laut beserta biota yang hidup yang di dalamnya, half underwater photography justru bertujuan menyajikan keindahan alam bawah laut atau bagian dalam dari air laut, permukaan air laut sekaligus dan daratan dalam satu frame foto. Dengan kata lain, half underwater pho-
tography memadukan dua porsi ruang secara harmonis, bagian bawah dan atas serta medium basah dan kering. Teknik memotret dengan cara ini seringkali menghasilkan foto-foto yang indah, unik sekaligus dramatis. Tertarik menjajal half underwater photography, berikut tips praktis yang bisa diikuti! Guna menampilkan keindah an separuh daratan dan separuh di bawah air dalam satu frame foto dengan kualitas yang optimal, pemotretan sebaiknya dilakukan saat siang hari
‘‘Bocah Pencari Teripang’’ karya Sofyan Efendi.
atau kondisi cahaya yang terang. Pasalnya, ketersediaan cahaya yang memadai sangat berpengaruh dengan teknis pada kamera umumnya, kecuali menggunakan stroob atau flash underwater. Selanjutnya, pastikan kamera, lensa dan seluruh perlengkapannya dalam kondisi siap pakai. Memotret half underwater tidak mesti menggunakan kamera DSLR canggih, kamera underwater pocket atau prosumer dan kamera action seperti gopro dan lainnya juga sah-sah saja untuk digunakan. Tahap berikutnya, pasang houshing underwater atau domeport dan oring dengan benar agar air tidak masuk atau bocor. Gunakan baby oil pada bagian depan housing atau domeport agar air tidak menempel pada kaca atau mika housing. Celupkan kamera yang sudah dipasang houshing dan angkat ke permukaan air untuk memastikan air tidak masuk. Pilihlah spot yang terbaik. Pastikan air laut dalam kondisi jernih agar subjek di bawah air terlihat jelas. Untuk mendapatkan foto-foto yang unik dan tampil beda, kreatiflah menciptakan angle atau sudut pemotretan yang dramatis. Tentunya untuk membuat foto half underwater yang variatif dan menarik, jangan pernah berpikir mengirit frame. Fotolah sebanyak mungkin dari berbagai sisi, sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan foto-foto yang menarik dan berkualitas. Tak kalah pentingnya, fotografer yang menjajal half underwater photography ini wajib bisa berenang sehingga bergerak leluasa mendapatkan subjek foto yang bagus. Selain
‘‘Pesona Pulau Lengkuas’’ karya Sofyan Efendi. dilakukan pada saat cuaca terang, pastikan juga air dalam kondisi tenang agar gelombang air tidak mengganggu lensa kamera atau domeport yang digunakan sehingga menghasilkan detail gambar bawar air yang baik. Berusaha untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu, sehingga air tetap dalam kondisi tenang dan jernih. Dalam memotret half underwater, gunakanlah mode automatis atau P pada fitur kamera. Gunakanlah ISO serendah mungkin atau maksimal
ISO 400 agar gambar tidak terlalu noise. Sebelum menjajal half underwater photography di spot yang sebenarnya, ada baiknya latihan terlebih lebih dahulu di kolam renang sehingga teknik dan pengaturan kamera sudah benar-benar dikuasai. Dengan begitu, anda tidak kaget dan panik ketika melakukan pemotretan di laut karena sudah dalam kondisi siap, baik secara teknis pemotretan maupun kemungkinan yang akan terjadi selama pemotretan. Selamat berlatih! (ian)
‘‘Lautku Halamanku’’ karya Sofyan Efendi.
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Tukang Guling untuk Warung Guling Sari Kembar,Gaji 2,5Jt Hub.081338665134 No SMS
B.BP.001.10.18.0001147
Dibutuhkan Segera:Operation Manager,Floor Supervisor,Bar Supervisor,Bartender,Waiter/ Waitress,Cashier,Cook,Purchasing,Marketing,Engineering, Accounting Supervisor,Steward. Lam ke PT.Balinesia Jl.KayuAya No.104XSeminyak,0361738720/21 B.BP.001.10.18.0001120
!!!!Security utk Proyek Villa, (Diprioritaskan Bersertifikat) Umur Dibwh 30 Thn, 08873318173 B.BP.004.10.18.0001058
Cr Adm Kantor Bs.Comp & Tk.Jahit Bikini Brpngalaman Telp:755204 B.BP.001.10.18.0001137
Dbthkn Staff Purchasing Pria, Umur Max 25&Sopir.CV ke Jl.Gatsu I/XVII No.12 Dps B.BP.001.10.18.0001068
Dcr 5 Supir Alphard & Camry Hub.Merrys Tour 0361-235700 B.BP.801.10.18.0001141
Dcr Krywti u/Laundry Wil Dps bs Tdr dlm Hub.087861070289
B.BP.001.10.18.0001108
Dcr Sopir SIM B1 Hub.PT.JumboAngsoka Cargo Dps - 03619064980
B.BP.001.10.18.0000787
Dcr tng Laundry yg brpglmn u/Hotel.Hub:0361-4730111
B.BP.001.10.18.0001131
Dibthkan Sales Engineer,Admin Teknisi AC,WA:081808251133 Email:hrd@microchem.co.id
B.BP.004.10.18.0001026
Dicari Office Boy.Lamaran ke PT.Ultranindo Sedayu Jl Teuku Umar 288X.Telp : 8476144/8447020 B.BP.001.10.18.0000891
Dicari Pengasuh Anak Tinggal di Dalam Hubungi:0817359590 B.BP.001.10.18.0000902
Dicari SPG,Wnt Max 28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)
Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV Ke Jl.Raya Uluwatu,Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa
B.BP.001.10.18.0000732
Dicri Kary.Asisten Apoteker Min.D3,Segera (081238205400) B.BP.004.10.18.0000962
Looking for:Head Butler(Strong Leadership) & Marketing(Social Media + Online Marketing Skilled) Both Good Spoken + Written English & Computer E:bali_villa8@yahoo.com Tlp.0811385656 B.BP.004.10.18.0001062
Produksi Manager (Garment Factory).Hub WA:085100050706 buddhawear.hrd@gmail.com B.BP.004.10.18.0001118
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar Burung Satria Hub:0818621818 G.01
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar G.02
B.BP.001.10.18.0001145
Operator Mesin utk Percetakan Laki2.Hub:Diponegoro 51/228872 B.BP.001.10.18.0001049
B.BP.001.09.18.0001310
G.05
SERVICE
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
BIRO JASA
B.BP.001.10.18.0000847
Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818
G.03
BIRO JASA
BIRO JASA
G.06
Dicari Staff Admint Hub : 085100451206
Jual Picanto Th’13 Manual Pth Tgn 1 Tp Trlngkap,085333124554
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
BIRO JASA
G.04
Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
Toko Bahan Bangunan & Aksesoris Mmbthkan AdmPenjualan,Checker Gudang(Wanita)& Helper Gudang (Pria).Syarat:Max35Th,Min SMA, Niat Kerja,Jujur,Teliti&Tggung Jawab.Krm CV:Harvest Metalindo Perkasa,Jl Maruti 33 DPS Utara
B.BP.001.10.18.0000900
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
G.07
DIJUAL MOBIL KIA
TOYOTA
Avanza G’15 Silv DK Istmw 0818-0561-3699 BU 149.5 B.BP.001.10.18.0001146
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dijual Kijang LGX’97 Hrg 60Jt Warna Hitam.Hub:081338643548 B.BP.001.10.18.0001050
DIJUAL RUMAH
Tanah Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 40Jt/A,Bs Kredit,087862450004
B.BP.001.10.18.0001135
PENGUMUMAN
!!!081558041018 Djl Murah Rmh Mnmlis,S.Huni diTohpati Siulan B.BP.004.10.18.0000871
Dijual Rumah Murah Lok.Penatih Dps LT.2Are Hub.08123675330 B.BP.001.10.18.0001095
Rmh Mungil LT180,LB 4Are di Jl Ciung Wenara V/5 Renon(Selatan Bajrasandi),Hub:087839410497 B.BP.001.10.18.0000887
Rumah Tipe Villa LT 2 Are,2Lt, 2KT,1KP,Parkir u/2Mbil,Kitchen Matrix Semi Furnished,K.Renang Lok.Sanur.Hub:08113400074 B.BP.001.10.18.0001134
DIJUAL TANAH
!Tnh Pinggir Pantai Echo Beach 3A 5A Akomodasi 081338977777 B.BP.001.10.18.0000863
BU Djl Tn 1,2Ha Medewi Negara 65Jt/A Pgr Pantai,087748998222 B.BP.001.10.18.0001114
BU Tanah 75M Skrkeliling 175Jt Jl.Batuyang Walet,085333197111 B.BP.001.10.18.0001140
BIRO JASA Siap Bnt Pajak SPT Tahunan&Bln IMB,NPWP SIUP, 081338344155
B.BP.001.10.18.0000120
KEHILANGAN BPKB No.E6669329-ODK8350DO An.IR.Ida Bagus Rai Budarsa B.BP.001.10.18.0001092
IMB No.107/BPPT/IMB/2015 tgl 16/1/2015 An.I Wayan Purna & IMB No.8/BPPT/IMB/2015 tgl 2/1/2015 An.I Nengah Suardita B.BP.001.10.18.0001088
10
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Mendatar: 1. Pangkal poros bumi 5. Daging cincang panggang ; Diberi sayuran 8. Buruk (Bali) 9. Panggilan pada anak perempuan (Bali) 10. Tidak ; Bukan 11. General anxiety disorder 12. Lapangan udara 14. Merek kemeja 16. Tidak tahu sopan santun (Bali) 18. Cangkul ; Pacul 20. Rusak sekali 22. Kerugian 25. Perintis 28. Logam putih perak 29. Umum ; Lumrah 32. Sejenis minuman ringan tempo dulu 33. Gas suatu zat 34. Kakek ; Datuk 35. Cerita pewayangan (Bali) 36. Betah (Bali) 37. Penyamun 38. Infeksi kulit karena jamur Menurun: 1. Tenggelam 2. Lambat (Bali) 3. Macan Kumbang 4. Menceraikan bagian-bagian ; Mesin 5. Tradisi ; Legenda 6. Induk 7. Burung pelubang batang pohon 13. Ultrasonografi 15. Perlengkapan pengeboran minyak bumi 16. Dunia fantasi 17. Pedet (Bali) 19. Salah satu provinsi di Pulau Sumatera 21. Sayur berkuah 22. Mustajab 23. Bawa (Bali) 24. Pincang 25. Utama ; Pokok 26. Asli 27. Birahi ; Rindu 30. Kucing (Bali) 31. Kotor dan lusuh 32. Tidak kena
Bali Zoo Rayakan Hari Lemur Sedunia BERTEPATAN dengan World Lemur Day yang diperingati dunia setiap tanggal 27 Oktober, Bali Zoo memberikan special treatment kepada lemur (Lemur catta) lincah ini sebagai hadiah untuk merayakan hari lemur sedunia dengan menyiapkan Fruit Tower yang disusun dari 10 kg buah-buahan favorit seperti: anggur merah, mangga, semangka, melon, pisang dan
kismis. Ada 10 ekor lemur yang turut berpartisipasi termasuk 6 lemur dewasa dan 4 lemur anak. Untuk memeriahkan perayaan Hari Lemur Sedunia, Bali Zoo mengajak pengunjung untuk ikut serta berinteraksi dan berpartisipasi. “Perayaan hari lemur sedunia ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan awareness dan kepedulian masyarakat terhadap
satwa yang keberadaannya terancam punah berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature). Semua lemur terlihat sangat bahagia menyantap buah-buahan yang telah disediakan, yang mana terlihat mereka sangat asyik menikmati beragam jenis buah-buahan kesukaannya,” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo. (r)
Di Balik Nyanyian Merdu Burung Surga
MATAHARI baru terbit ketika burung Cendrawasih Mati Kawat jantan alias Twelve Wired Bird of Paradise (Seleucidis Melanoluca) yang dalam bahasa lokal disebut Kwok berusaha menarik perhatian sang betina. ‘’Kuk kuk, kuk kuk, kuk kuk, kuk kuk’’, demikian suara yang muncul dari pucuk pohon teratas. Burung dengan bulu hitam mengkilat di bagian dada, kepala sebagian punggungnya itu juga punya ‘’mantel’’ panjang di bagian sayap dan sebagian besar bagian belakang tubuhnya, berikut dengan ekor yang menyerupai antena/ kawat berjumlah 12 serta kaki berwarna merah. Si pejantan berukuran 6075 cm itu pun masih khusyuk memanggil sang betina untuk dapat bermain di pohon Paraserianthes falcataria alias Jeungjing setinggi sekitar 7 meter, seolah tidak menyadari ada sekelompok manusia yang membayanginya di lantai hutan yang lembab habis hujan semalam. Untuk dapat melihat lebih jelas si pejantan, pengunjung hutan Rhepang Muaif di Kabupaten Jayapura harus menaiki menara pantau dengan tinggi sekitar 4 meter secara perlahan. Dengan bantuan teropong, terlihat jelaslah sang Kwok jantan
masih belum berhasil menarik minat betina untuk bermain bersamanya, tetapi ia tak putus asa dan terus bernyanyi. ‘’Sekarang lagi musim kawin, jadi setiap hari panggilpanggil pasangannya untuk kawin di sini setiap pagi dan sore, dia bernyanyi dan menari untuk betinanya, kalau betina malah tidak menari,’’ kata Alex Waisimon pada pertengahan Oktober 2018 lalu. Adalah Alex Waisimon (57) yang mendirikan menara bagi para pengunjung untuk melihat burung surga itu lebih dekat. Alex juga menjadi pemandu dan menceritakan mengenai perilaku serta kondisi burung-burung di Papua dan habitatnya. Alex adalah pemilik Isio Hill’s Bird Watching yang berlokasi di kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua. Meski lahir di di Kampung Yenggu Akwa masih di Distrik Nimbokrang, Alex bersekolah di luar tempat lahirnya. Ia bahkan sempat kuliah di jurusan ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, namun tak selesai. Ia lalu berkelana menjajal berbagai pekerjaan seperti pekerja bangunan, pemetik apel, pemandu wisata hingga bergabung dengan Red Cross Asia Pasific dan International
Labour Organization (ILO) yang mengantarkannya keliling dunia. Fiji, Vanuatu, Australia, India, Tiongkok, Thailand, Birma, Laos, Prancis, Belanda hingga Amerika Latin. Namun pada 2014 ia kembali ke kampung halamannya dan membangun tempat pengamatan burung di hutan milik suku Waisimon seluas 15 ribu hektar lahan dari total 98 ribu hektare hutan adat milik 9 suku. Padahal saat itu keluarga dan masyarakat sekitarnya sedang giat-giatnya melakukan penebangan kayu. ‘’Orang-orang mengatakan saya gila karena mau masuk hutan padahal sudah lama di Jawa, tapi saya tetap membangun tempat ini. Saya ingat pasti tanggalnya, 6 April 2014,’’ kata Alex. Sejak 2014, ia berupaya membuka jalan di hutan milik keluarganya selama 8 bulan. Ia mulai bekerja sekitar pukul 04.30 WIB dengan membawa bekal dan kembali berkenalan dengan hutan masa kecilnya itu. Alex juga mempelajari burung dengan segala tingkah laku. Buku yang jadi panduannya adalah ‘’Birds of New Guinea’’ yang ditulis Bruce M. Beehler, Thane K. Pratt, dan Dale A. Zimmerman. (ant)
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 370 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 3 Nopember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 11 Nopember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 368 Mendatar: 1. TEKOR 3. WAKATOBI 7. ONTA 8. ISTANA 10. PERKAKAS 12. ELOK 14. PELANDUK 17. GEGANA 20. KONTA MINASI 23. PENDET 26. KOMODITI 28. KOIT 30. LITOLOGI 33. PANGSA
34. SAYA 35. KALAHARI 36. ROKER Menurun: 1. TRIP 2. RONA 3. WAISAK 4. KETENGAN 5. OVAL 6. ISAK 9. NENG 11. KUD (Koperasi Unit Desa) 13. OWN 14. POLIP
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
PERNIKAHAN
MENIKAH - Putu Noerman Githayana, S.TP., S.H. dan Made Praminda Sari Dewi, S.E. melangsungkan pernikahan pada Senin (22/10) lalu. Upacara dan resepsi anak pertama Prabu Nurasha ini diadakan di rumah mempelai putra di Jalan Pasung Grigis, Padangsambian Kaja.
15. LAKON 16. UDA 18. ALIBI 19. ALAMI 21. TETANGGA 22. AYO 24. ELO 25. DUTA 26. KELASI 27. TAG 28. KLIK 29. I PAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) 31. ONAR 32. ILER
Pemenang TTS No. 368 1. W. Suarjaya Utama Jl.Merdeka No.43 Bangli (HP:082146 575376) 2. I Gst. Kt. Rai Adnya Putra Br.Gede, Kel.Subagan, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081338 663361) 3. Ni Made Putri Suryani Jl.Kedondong No.19, Kaliungu, Denpasar Utara (HP:085638 20741) 4. I Wayan Winda Br.Akta, Lembeng, Kab. Gianyar (HP:081337 392319) 5.I Wayan Sadia Br.Sembung, Desa Tembok, Kec.Tejakula, Kab.Buleleng (HP:085737 403939) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Putu Tangkas Alamat : Kantor Basarnas Denpasar, Jimbaran, Kuta, Kab.Badung (HP:081999 404239)
INspirasi
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
11 Perlu Kerja Keras
PETANI Seorang petani muda asal Penatih tekun menggeluti dunia pertanian hingga sukses.
Menjadi Solusi Menurut pengamat ekonomi, Prof. Gede Sri Darma, D.B.A., hanya dengan bersatu dan bersama-sama berkontribusi maka bangsa ini mampu memberi kesempatan bagi the greatest minds dan the greatest ideas untuk muncul dan menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi. Perubahan selalu membawa cerita baru pada setiap catatan waktu. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kita akan turut serta menjadi bagian dalam perubahan atau hanya akan menjadi saksi dari terjadinya perubahan? Menurut Gede Sri Darma alias GSD, sebagian dari mereka hanya diam melihat perubahan akan merasa bahwa perubahan adalah sebuah masalah yang membawa ancaman dan menciptakan ketidaknyamanan. Sedangkan mereka yang berani menyambut perubahan akan selalu mampu melihat peluangpeluang baru yang dibawa oleh perubahan. Hasil erupsi ledakan inovasi teknologi ini menjelma menjadi revolusi generasi keempat atau disebut dengan Industrial Revolution 4.0. Revolusi generasi keempat mewujudkan berbagai jenis teknologi yang dulu sebatas imajinasi kini menjadi nyata dan bahkan menjadi bagian dalam kehidupan manusia seharihari. Super komputer, kecer-
dasan buatan (artificial intelligence), robot pintar (robotics), printer 3D, kendaraan tanpa pengemudi, genome editing, dan perkembangan neuroteknologi kini telah terwujud dan akan semakin akrab dalam keseharian kita. Revolusi industri generasi keempat ini, kata dia, melahirkan peluang sekaligus tantangan global. negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk menjadi pemain utama dalam Revolusi Industri 4.0. Pemerintah Indonesia menyambut era digital ini dengan sikap strategis dan optimis. Pada bulan April 2018 lalu, pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 atau peta jalan revolusi industri generasi keempat sebagai sebuah agenda nasional yang berisi strategi Indonesia memasuki babak baru era digital. Pemerintah Indonesia juga telah mengelompokkan lima industri yang disiapkan sebagai industri utama dalam persaingan Revolusi Industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronik. Indonesia tentu saja boleh optimis akan prospek Revolusi Industri 4.0 ini terhadap perkembangan perekonomian nasional. Baru-baru ini Appier, sebuah perusahaan terkemuka di bidang artificial intelligence, merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Indonesia
merupakan negara dengan tingkat penggunaan artificial intelligence di industri tertinggi di kawasan Asia Pasifik, melampaui negara-negara terkemuka seperti Cina, Korea Selatan, Singapura, Australia, Jepang, dan Taiwan. ‘’Disadari atau tidak, kita telah dan sedang berada di dalam arus perubahan itu sendiri. Lalu, apa yang harus dilakukan anak muda Bali dalam menghadapi revolusi industri generasi keempat ini,’’tanyanya. Dia menegaskan anak muda Bali harus adaptif terhadap perubahan, dan lebih penting lagi, kita semua harus menjadi bagian dari perubahan tersebut. Perubahan ini telah menghadirkan perpindahan besar atau great shifting, dalam berbagai tatanan hidup saat ini. Oleh karenanya, tidak salah apabila periode waktu yang kita jalani sekarang kita sebut sebagai the Great Shifting Decade. Sejumlah perpindahan besar mewarnai periode the Great Shifting Decade ini. Dalam bidang bisnis, misalnya, terjadi perpindahan orientasi bisnis secara signifikan, seperti dari owning economy berpindah ke sharing economy; dan dari product-based economy berpindah ke platform-based economy. Ketika berbagai bentuk perpindahan besar ini semakin intens terjadi, tidak ada pilihan lain bagi kita selain turut berpindah. Anak muda Bali yang enggan untuk berpindah akan dengan send-
Dari Jepang Salah satu pemuda Buleleng yang mulai melirik pertanian sebagai usaha mandiri adalah Kadek Lila Antara, S.Pi., M.P. Sejak beberapa tahun terakhir, dia menggeluti budi daya anggur laut di tanah kelahirannya Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Menariknya, kebulatan tekad menggeluti budi daya anggur laut ini setelah berhenti bekerja sebagai karyawan budi daya laut di Jepang. Rupanya,
pengalaman selama menjadi naker asing di luar negeri itu, Lila berhasil “mencuri” rahasia sukses budi daya anggur laut di Jepang dan sekarang dikembangkan di Desa Musi. Ditemui di kediamannya belum lama ini, Lila Antara menuturkan, budi daya anggur laut itu mulai dirintis tahun 2014 lalu. Optimisme mengembangkan alga hijau ini tidak lepas karena dia sendiri mengetahui kalau prospek komoditas budi daya ini begitu tinggi di pasaran. Bahkan, anggur laut yang
banyak manfaat itu laku terjual di pasaran dengan harga Rp 700.000 tiap satu kilogram. Selain itu, berkat pengalamannya bekerja di Jepang dan penguasaan ilmu perikanan yang dikuasainya, kini budi daya anggur laut miliknya berkembang pesat. “Saya berpikir kenapa Jepang bisa dan kita yang punya laut terpanjang di Bali tidak bisa. Saat saya bekerja di Jepang teknik budi daya ini bisa kita pelajari dan kebetulan waktu itu saya berhenti bekerja dan pengalaman itu saya jadikan
Kewirausahaan
Faktor penyebab terjadinya situasi ini di antaranya adalah teknologi dan jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu, pada era milenial harus menjadi faktor pemicu bagi generasi muda untuk semakin meningkatkan kapasitas dirinya di dalam memanfaatkan teknologi informasi guna menjadikan mereka sebagai petani modern. Penguasaan teknologi informasi akan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi generasi muda untuk menerapkan teknologi budi daya pertanian di dalam upaya peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk yang dihasilkannya. Penerapan sistem agrobisnis disertai dengan semangat kewirausahaan pada pemuda-pemuda menjadi dasar untuk mendorong tumbuhnya petani milenial. Seperti halnya semangat para pemuda pejuang bangsa pada masa lalu, bahwa mereka tidak pernah merasa lelah dan mundur untuk mewu-
judkan kemerdekaan. Saat ini, generasi muda harus semakin dinamis dan progresif untuk mengisi kemerdekaan yang telah diproklamasikan 17 Agustus 1945. Semangat ini harus selalu ditanamkan untuk mewujudkan kemerdekaan pangan, kedaulatan pangan di negeri ini. Diperlukan adanya strategistrategi yang integratif dari sektor hulu sampai ke hilir di dalam membangun pertanian milenial. Seharusnya generasi muda terhadap informasi perlu diimbangi oleh ketersediaan informasi dari pemerintah dan juga stakeholder lainnya terkait dengan teknologi budi daya, ketersediaan benih/bibit unggul, pupuk, pestisida dan komponen lainnya. Informasi pasar bagi masyarakat termasuk generasi muda menjadi salah satu pintu masuk bagi pemuda tani milenial untuk melakukan pengelolaan usaha tani yang efisien dan menguntungkan. Informasi mengenai permintaan produkproduk pertanian baik dari aspek kuantitas dan kualitas
serta tempat permintaan merupakan informasi dasar untuk melakukan pilihan-pilihan jenis tanaman serta teknologinya. Dalam penerapan sistem agrobisnis, generasi muda tani tidak lagi berfokus pada peningkatan produktivitas semata atau peningkatan pada subsystem on farm, melainkan juga harus memperbaiki sub-system off farm-nya, seperti pengolahan dan pemasaran. Pengolahan produk-produk pertanian akan sangat menentukan peningkatan kualitas produk dan selanjutnya memberikan tambahan pendapatan bagi petani milenial. Konsep nilai tambah (value added) yang mampu diterapkan akan menjadi daya tarik bagi para pemuda untuk berkecimpung dalam sektor pertanian modern. Mereka diarahkan pada nilai-nilai tambah yang sering disebut nilai guna, seperti guna bentuk, guna tempat, guna waktu, dan guna milik. Artinya bahwa jika pemuda tani milenial mampu melakukan perubahan bentuk produk, perubahan tempat
irinya ditinggalkan. Oleh karenanya, pada kesempatan ini, dia berpesan kepada anak muda Bali bukalah mata terhadap perubahan yang terjadi pada the Great Shifting Decade ini, terjun dan berenanglah di antara arus perubahan, beradaptasilah pada perubahan, dan berpindahlah ketika great shifting ini terjadi. Hanya orang-orang yang peka dan mampu membaca sinyal-sinyal lembut perubahanlah, kata Rektor Undiknas ini, yang mampu bertahan dan mencapai keberhasilan. Sekitar 15 model bisnis bisa digeluti anak muda Bali di era revolusi industri 4.0. Di antaranya pas as you go, advertising, big data, subscription, direct seling, long tall, self service, dll. Sementara itu, pengamat pendidikan yang juga Ketua LLDikti Wiklayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa menekankan menghadapi era digital anak muda Bali tak boleh bermental kerupuk. Sedikit diremas sudah hancur. Anak muda Bali harus bermental baja, tahan banting serta ulet bekerja. ’’Saat ini bekerja saja belum cukup namun harus bekerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas,’’ tegasnya. Anak muda Bali tak harus berpikir linier. Apa pendidikannya begitulah pekerjaannya. Yang bagus itu lulusan FKIP ternyata menjadi pengusaha laundry yang sukses. ‘’Mental anak muda begini yang harus kita cetak,’’ ujarnya. (sue)
“Terima kasih untuk jajaran PLN. Ini merupakan kado buat saya sebagai gubernur yang baru. Saya yakin, upaya mewujudkan RE 100 persen bukanlah hal yang mudah, perlu kerja keras dan perjuangan,” imbuhnya. Namun, ia tetap mengingatkan kompleksitas permasalahan energi yang akan dihadapi Bali pada masa mendatang. Hal ini terkait dengan tingkat pertumbuhan konsumsi listrik Bali yang cukup tinggi yaitu 3,3 persen. Persoalan lain, Bali juga tidak mem-
punyai sumber energi konvensional seperti minyak, gas, dan batubara. Selain itu, potensi energi terbarukan yang dimiliki Bali juga tidak terlalu besar. Koster berpendapat, ke depannya, Bali perlu mengupayakan terobosan serta pemanfaatan teknologi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, biomas, dan arus laut. Ia berharap, suatu saat Bali benar-benar bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi dan mengurangi ketergantungan dari Jawa. Sementara itu, General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Nyoman Su-
warjoni Astawa melaporkan bahwa secara umum kondisi kelistrikan Bali relatif lebih baik dibandingkan dengan sejumlah daerah di Indonesia. Daya mampu pembangkit yang ada di Bali saat ini 885 MW dengan beban puncak tahun 2018 mencapai 845 MW. Dengan kata lain, Bali mempunyai cadangan daya 40 MW. Selain itu, daya mampu pembangkit di Bali juga masih dibantu oleh kabel laut 340 MW. Sejalan dengan komitmen Gubernur Koster, PLN juga berkomitmen mewujudkan kemandirian listrik di Daerah Bali. (ad1149)
Lulusan Diploma baut mesti diadopsi untuk menyinkronkan antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri. Sementara untuk membangun SMK dan perguruan tinggi vokasi sepuluh kali lipat lebih berat daripada membangun sekolah atau perguruan tinggi akademik. Pasalnya, pendidikan vokasi membutuhkan adanya laboratorium selain teori-teori di kelas. “Menurut saya sekarang, di samping membenahi institusi kita, kebijakan, regulasi, dan lain-lain, kita juga harus mengadvokasi masyarakat. Tujuan masyarakat mencari pendidikan sebenarnya kan pekerjaan. Tapi jalurnya kok bisa keliru. Orientasinya bekerja, tapi yang dipilih akademik,” ujarnya. Dasi melihat, masyarakat masih gila dengan gelar sebagai trademark orang terdidik. Sekalipun kini, fenomena itu sudah mulai bergeser. Bisa dilihat dalam sebuah perguruan tinggi vokasi, 42 persen lulusannya yang belum diwisuda justru sudah laku di dunia kerja. Ini berarti, dunia kerja saat ini juga lebih menuntut kompetensi dan skill. “Selaku orang-orang terdidik, pemerintah memang harus merumuskan sesuatu. Anak muda dari SMP, SMA, cita-citanya apa? Kalau misalnya ingin menjadi pekerja bengkel, kita sarankan mereka ke vokasi. Jangan sampai mereka salah jalur,” jelasnya. (kmb32/025)
Lalu lulusan Diploma (7,22%), SMA (6,95%), Sarjana Strata 1 (6,22%), dan yang terakhir SD (3,44%). “Kalau tamatan SD karena keterbatasan kemampuan, jadi mereka mau mengambil pekerjaan apa saja. Tetapi semakin tinggi pendidikan, mereka masih milih-milih pekerjaan,” ujarnya. TIA meyakini, lulusan SMK di Bali yang menganggur pasti lebih kecil bila dibandingkan data secara nasional. Akan tetapi, masalah ini tetap menjadi PR besar bagi Bali. Terutama setelah gubernur mengagendakan 40 persen SMA, dan 60 persen SMK dalam kebijakannya. Dalam hal ini, pemerintah ingin memberikan ruang bagi siswa yang menyelesaikan pendidikan menengah agar memiliki kompetensi. “Ke depan, pekerjaan kita menggiring anakanak masuk ke dunia kerja ke SMK,” kata TIA Kusuma Wardani. TIA sendiri mendapatkan fakta menarik di SMK Bali Mandara yang kini membuka tiga jurusan. Masing-masing, Teknik Gambar Bangunan, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Informasi. Ketiga jurusan yang terbilang maskulin ini justru lebih banyak diminati oleh anak-anak perempuan. Bahkan, dari awal mereka sudah berpikir untuk memilih SMK agar setelah lulus bisa berpenghasilan dan membantu keluarga. Selain itu, siswa wanita justru lebih banyak berprestasi JUMLAH PENDUDUK MENURUT dari laki-lakinya. “Ini fakta bahwa KELOMPOK UMUR PROVINSI BALI 2016 kita harus serius lagi mendidik anak di rumah,’’ ujarnya.
Tak Mandiri Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA. mengatakan, Bali sejatinya memiliki modal untuk merintis usaha SDM yang hebat, namun, anakini (budi daya anggur laut anak zaman sekarang cenderung -red),” katanya. KABUPATENtidak mau mandiri. JUMLAH Ini tidak lepas Budi daya anggur laut dari ketakutan luar biasa dari PENGANGGURAN /KOTA dikembangkan dengan mem- orangtua mereka yang tidak membeli bibit bibit dari Sulawesi. biarkan anaknya untuk mandiri. 1.653 BADUNG “Jangan salahkan anak, Mengapa mendatangkan salahdari Sulawesi,BANGLI karena di dae- kan orangtua yang memanjakan 686 rah itu merupakan wilayah anaknya,” katanya. 8.833 di Indonesia BULELENG sebagai pengKepala LLDIKTI Wilayah VIII hasil anggurGIANYAR laut dengan Prof. I Nengah Dasi Astawa 3.100memkualitas tinggi dan bibitnya b e n a r k a n m e n t a l a n a k m u d a 1.100gelar JEMBRANA telah bersertifikat. Pemili- Bali masih suka mengejar han bibit yang bersertifikat ketimbang cepat bekerja. Melalui 1.732 KARANGASEM itu karena komoditas ini Sumpah Pemuda 2018, anak muda merupakan KLUNGKUNG jenis rumput Bali mestinya introspeksi, 984 apakah laut yang bisa menyerap masih menjadi beban keluarga 4.499 TABANAN atau negara. Kedua meninggallogam berat. (mud) 13.556 kan sikap tak lagi memilih-milih DENPASAR pekerjaan. Makanya, dia meminta 36.143 PROVINSI BALI orangtua yang anaknya sudah penjualan, perubahan waktu diwisuda, tak perlu dimanja lagi. penjualan, maka mereka akan ‘’Stop uang jajan dan uang bensin, memperoleh nilai tambah ter- biar mereka merasakan sulitnya hadap produknya. mencarai uang. Ini cara menumPenulis adalah Dekan buhkan rasa jengah anak muda Fakultas Pertanian Univer- Bali,’’ tegasnya. Dia mengatakan, teori mur dan sitas Dwijendra Denpasar
JUMLAH PENGANGGURAN PROVINSI BALI TAHUN 2017
KELOMPOK UMUR
JUMLAH
0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ JUMLAH
325.200 344.300 349.300 316.900 324.200 335.000 323.100 330.500 334.400 316.400 261.500 198.500 151.700 114.400 81.600 93.100 4.200.100
Minggu Umanis, 28 Oktober 2018
Greysia/Apriyani Kandas di Semifinal Prancis Terbuka Paris – Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah di babak semifinal Prancis Terbuka 2018. Kekalahan ini membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara. Dalam pertandingan semifinal di Stade Pierre de Coubertin, Sabtu (27/10) kemarin, Greysia/Apriyani dikalahkan pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Mereka kandas dua game langsung 10-21, 8-21. Greysia dan Apriyani kehilangan banyak poin dari kesalahan sendiri di laga itu. Selain itu, Greysia dan Apriyani kewalahan dengan smash-smash lawan. ‘’Kami banyak tertekan oleh lawan. Kami tidak bisa keluar dari tekanan, kami tidak tampil seratus persen dan memang mereka yang membuat kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan kami,’’ kata Greysia. ‘’Tentu kami kecewa dengan kekalahan di semifinal lagi, bukan berarti kami menyerah, kami harus evaluasi penampilan kami,’’ Greysia menambahkan. ‘’Power mereka kencang, pola main mereka juga beda dengan pasangan Jepang lainnya. Tapi, menurut saya, menghadapi mereka sama sulitnya dengan pasangan yang lain. Yang paling menonjol dari mereka adalah mereka kuat,’’ Apriyani menimpali. Dengan kekalahan itu, Indonesia tinggal bertumpu kepada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon untuk meloloskan wakil ke babak final. Ganda putra terbaik dunia itu berebut tiket final dengan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India. (r)
t r o p S
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Indonesia Vs Jepang
Egy Diragukan Tampil Jakart (bali Post) –
Striker andalan Indonesia Egy Maulana Vikri belum bisa dipastikan turun saat Timnas Indonesia U-19 melawan Jepang pada perempatfinal Piala Asia 2018. Kondisinya belum membaik. Egy ikut berlatih bersama rekan-rekannya di Lapangan A, Senayan, Sabtu (27/10) kemarin. Tetapi, dia keluar tak lama beberapa saat simulasi game berjalan. Pemain dari Lechia Gdansk itu memang tengah mengalami cedera hamstring saat Indonesia mengalahkan Uni Emirat Arab di matchday ketiga Grup A. Proses penyembuhan tengah dilakukan. ‘’Kami sengaja tidak porsir hari ini agar besok bisa maksimal dan segala kemungkinan bisa terjadi apakah Egy main atau tidak,’’ kata Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-19, di Lapang a n A B C , Kompleks Gelora Bung K a r n o
(GBK), Senayan. ‘’Keputusan saya yang terbaik dan kesehatan juga paling penting. Kami harus punya mental yang bagus nantinya dan kemampuan taktikal juga harus oke,’’ dia menambahkan. Egy selalu menjadi starter saat Indonesia bermain di laga-laga fase grup. Dia mencetak satu gol saat melawan Taiwan. Di laga perempatfinal ini tentunya tenaga Egy sangat diperlukan, apalagi di laga terakhir Timnas dibantai 1-4 oleh Jepang. Timnas Jepang punya reputasi yang menjanjikan di pentas Piala AFC U-19 2018. Bestatus sebagai juara bertahan, Samurai Biru muda menjadi tim pertama yang memastikan tiket menuju babak perempatfinal saat masih menyisakan satu pertandingan lagi di Grup B. Meski demikian, Jepang tidak mengendurkan permainannya di pertandingan terakhir. Pasukan Masanaga Kageyama tetap melibas Irak 5-0 di Pakansari, Bogor. Mes-
ki berada di atas angin, Timnas Jepang U-19 bukan tim yang mustahil dikalahkan. Takefusa Kubo dan kawankawan masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia U-19. Salah satunya adalah kerangka tim yang belum sempurna. Hal ini diakui sendiri oleh pelatih Jepang Masanaga Kageyama. Saya belum merasa tim ini sempurna dan masih ada banyak yang perlu diperbaiki untuk mencapai itu,’’ katan Kageyama. ‘’Meski demikian, saya semakin lama kami bermain di turnamen ini semakin mudah bagi kami untuk mengembangkan jalan yang kami inginkan. Saya tidak katakan hasil tidak penting, tapi apa yang benar-benar krusial adalah bagaimana kami semakin solid, dan bagaimana kami berkembang sebagai sebuah tim,’’ ujar Kageyama menambahkan. Dengan demikian, Tim Garuda Muda memiliki peluang untuk menang. (ant)
5 Pertandingan Terakhir Indonesia U-19 4/11/17 Korea Selatan U-19 6/11/17 Malaysia U-19 18/10/18 Indonesia U-19 21/10/18 Qatar U-19 24/10/18 Indonesia U-19
Bali Post/ant
KALAH - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya dari India Jakkampudi Meghana dan Poorvisha S Ram pada Kejuaraan French Open 2018 di Paris, Prancis, Jumat (25/10). Greysia dan Apriyani terhenti di babak semifinal usai dikalahkan ganda Jepang dua game langsung kemarin.
6/11/17 Singapura 8/11/17 Jepang 19/10/18 Jepang 22/10/18 Thailand 25/10/18 Jepang
Atlet Klungkung Sabet Emas di Cina
Kiara Dewi Wijaya
BPM/022
Indonesia U-19 Indonesia U-19 China Taipei U-19 Indonesia U-19 UEA U-19
5 Pertandingan Terakhir Jepang U-19
Kiara Dewi Wijaya
ATLET wushu belia yang membela Klungkung, Kiara Dewi Wijaya, yang turun pada kategori usia di bawha 12 tahun, baru saja mendulang emas di nomor taichi juan pada event bertajuk ‘’12 th Zengzhou International Shaolin Wushu Festival’’, di Denfeng. Cina. Event ini cukup bergengsi sebab melibatkan 2.212 atlet dari 65 negara. Kiara mengakui dirinya baru belajar wushu sejak tahun 2015 di Sasana Garuda Dewata (Garda). Ia tampil di Tiongkok mengibarkan bendera timnas Merah-Putih, yang dipanggil melalui PB WI khususnya wushu tradisional. Selain Kiara, dua atlet Garda lainnya juga berlaga yakni Hans Sanuya Wijaya dan Therisa Meliana. Kiara berlatih tiga kali dalam sepekan ditangani pelatih Kadek Deddy Wahyudi. ‘’Saya belajar wushu ini baru sekitar tiga tahun,’’ ujar atlet kelahiran Denpasar, 28 Juni 2008 ini. Kiara bangga menekuni olahraga wushu, sebab dirinya menyukai gerakan indah. Karena itu, Kiara juga hobi tarian atau dance, hip-hop, cheerleader, sampai peragaan busana (fashion show). Bahkan berbagai gelar juara direngkuhnya sejak kecil. Kini Kiara pun menambah frekuensi latihannya dan hampir tiap hari berlatih guna menghadapi event internasional ‘’Bali Open International Kungfu Championship 2018’’ di Nusa Dua, 17-22 Desember nanti. Ditanya soal cita-cita, Kiara menegaskan, dirinya ingin menjadi atlet wushu nasional seperti Lindswell. Meskipun dirinya membela Bumi Serombotan, namun sejaun ini belum bisa turun di ajang Porprov, sebab usianya belum mencukupi. ‘’Kendati belum bisa tampil di Porprov, saya tetap tekun berlatih,’’ tutur putri ketiga pasangan Agus Wijaya dengan Citra Dewi ini. (nel)
(4-0) (4-1) (3-1) (6-5) (1-0)
U-19 U-19 U-19 U-19 U-19
(0-7) (2-1) (5-2) (1-3) (5-0)
Jepang U-19 Thailand U-19 Korea Utara U-19 Jepang U-19 Irak U-19
TIMNAS - Pemain Timnas Indonesia Muhamad Luthfi (kiri) berebut bola di udara dengan pemain Timnas Uni Emirat Arab Eid Khamis dalam penyisihan Grup A Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (24/10). Indonesia berhasil melaju ke perempatfinal setelah menjadi runner-up dengan menaklukkan Uni Emirat Arab 1-0.
Zahrah Pecahkan Rekornas Lomba Daya Ingat
GP Australia
Marquez Raih Pole Philip Island – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, sukses mengamankan pole position di MotoGP Australia 2018. Marc Marquez bakal memulai balapan dari posisi terdepan seusai mencatatkan waktu tercepat pada sesi kualifikasi yang digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia, Sabtu (27/10) kemarin. Ini menjadi pole position kelima yang diraih Marc Marquez secara beruntun di MotoGP Australia. Pembalap Spanyol itu membukukan waktu tercepat 1 menit 29,199 detik, mengungguli Maverick Vinales (Yamaha) dan Johann Zarco (Yamaha) yang mengekor di posisi kedua dan ketiga. Hujan turun menjelang dimulainya Q2 tetapi tidak memengaruhi para pembalap. Marquez, Andrea Iannone, Jack Miller, dan Alex Rins justru langsung menuju ke lintasan dengan memakai ban kering. Miller merebut posisi pertama pada menit-menit awal. Namun, dia lalu digusur Marquez beberapa
saat kemudian. Pembalap Pramac Racing itu lalu kembali menduduki urutan teratas, tetapi lagi-lagi Marquez mematahkan catatan waktunya. Pada detik-detik akhir, Maverick Vinales berupaya memperbaiki catatan waktunya. Sayang, ia hanya dapat menempati grid kedua atau berjarak 0,310 detik di belakang Marquez. Zarco pun akhirnya harus puas menghuni start ketiga, mengungguli Iannone serta Rins, dengan Miller urutan keenam. Pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi berhasil memetik hasil positif pada sesi kualifikasi meski tampil kurang menjanjikan. Rossi akan mengawali balapan dari urutan ketujuh setelah mengungguli dua rekan senegaranya, Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso. Rookie MotoGP musim ini, Hafizh Syahrin, juga berhasil meraih posisi di 10 besar. Ini menjadi raihan terbaik Hafizh musim ini. MotoGP Australia akan dihelat hari ini. (kmb33/afp)
Mangupura (Bali Post) Atlet asal Bandung Fathimah Aiko Zahrah berh a s i l m e m ecahkan rekornas l o m b a daya ingat pada Indonesia open Memory S p o r t Champiponhsip III/2018, di Kuta, Badung, Sabtu (27/10) kemarin. Data ingat Zahrah mampu mengingat 82 kata acak secara berurutan dalam waktu lima menit. Bagi tim yang keluar sebagai juara umum berhak memboyong Piala Menpora. Ketua Dewan Pembina Indonesia Memory Sport Council (IMSC) Bey Sapta mengemukakan, lomba ini terakreditasi
oleh Global Alliance of Memiry Atlethics (GAMA), sekaligus ajang pemanasan pada lomba tingkat Asia. Menurutnya, dipilihnya Bali menjadi tuan rumah Indonesia Open Memory Sport 2018, sebab Pulau Dewata bakal menajdi tuan rumah kejuaraan memory Sport Asia Open tahun 2019 mendatang, yang melibatkan 150 peserta dari 15-20 negara Asia. ‘’Sebelumnya, Jakarta pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia memory sport,’’ tuturnya. Dikemukakan, Indonesia Open di Bali ini melibatkan 50 peserta dari Malaysia, Filipina, Cina, dan tuan rumah Indonesia, yang berasal dari Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bandung dan Sukabumi. ‘’Para peserta dibagi dalam kategori anak-anak (8-12 tahun), remaja (12-18 tahun), dan dewasa (18-59 tahun). Bey Sapta menandaskan, memory sport memang menuntut pesertanya siap fisik dan mentalnya. ‘’Jadi, sebelum mengikuti kompetisi memory sport, fisik dan stamina peserta harus fit dan bugar,’’ ucapnya. (022)
BPM/ist
JUARA - Para atlet yang juara dalam lomba daya ingat Indonesia Memory Sport Championship III/20198 di Kuta, Badung, Sabtu (27/10) kemarin.