Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Sidang Sengketa Pilpres
MK Tolak Gugatan Prabowo-Sandi Jakarta (Bali Post) Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan Prabowo-Sandi. Keputusan itu dibacakan Kamis (27/6) malam kemarin. Sebelumnya hakim MK membacakan bahwa dalil-dalil permohonan pasangan calon (paslon) presiden dan calon wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) tidak mampu dibuktikan secara hukum. Dengan demikian, Mahkamah menilai dugaan adanya pelanggaran hukum dan kecurangan yang memenangkan paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) dalam Pemilu Presiden 2019 tidak secara sah dan meyakinkan dilakukan paslon Jokowi-Ma’ruf. Dalam putusan sidang yang dibacakan secara bergatian oleh sembilan hakim MK itu, majelis MK menolak 15 dalil permohonan yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sidang dihadiri lengkap oleh Tim Hukum PrabowoSandiaga selaku pemohon yang diketuai Bambang Widjojanto, juga Ketua KPU-RI Arief Budiman dan anggota KPU-RI selaku termohon, serta pihak terkait yaitu Ketua Bawaslu
Abhan dan anggota Bawaslu beserta Tim Hukum JokowiMa’aruf Amin yang diketuai Yusril Ihza Mahendra. Dua paslon capres dan cawapres tidak tampak menghadiri sidang di Gedung MK. Paslon 02 Prabowo-Sandiaga diketahui memilih nonton bareng di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sedangkan di kubu paslon 01, Joko Widodo diketahui
Bali Post/ant
NOBAR - Joko Widodo tiba di rumah Ma’ruf Amin untuk nonton bareng (nobar) sidang MK.
memilih berkantor di Istana Negara, Jakarta dan Ma’ruf Amin memilih nonton sidang putusan MK di kediamannya Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara malam harinya Presiden Jokowi bergabung ke rumah Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo. Salah satu dalil yang ditolak, pembuktian bahwa ada kecurangan bersifat terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yaitu keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) kepada paslon Jokowi-Ma’ruf. Dukungan ASN itu antara lain oleh kepala daerah, polisi dan intelijen. ‘’Apa yang didalilkan pemohon sebagai pelanggaran TSM tidak terbukti. Dan oleh karena itu Mahkamah berpendapat dalil pemohon aquo tidak berdasar menurut hukum,’’ kata Wahiduddin saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilu Presiden 2019 dengan agenda pembacaan putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim MK Anwar Usman di Gedung MK, Kamis kemarin. Wahiduddin menyatakan tidak ditemukan kaitan antara apa yang dilakukan ASN dengan perolehan suara masingmasing paslon. Padahal salah satu ciri TSM itu adalah keterkaitan satu kasus dan kasus lain dengan skala nasional, dan hubungannya dengan perolehan suara secara langsung. Hal. 15 Penegak Hukum
Indonesia-Japan Business Forum
Bali Post/ade
SIDANG - Tim kuasa hukum pasangan Prabowo-Sandi mengikuti sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres di MK, Kamis (27/6) kemarin.
Prabowo-Sandi Hormati Putusan MK
Jokowi Janji Jadi Presiden Seluruh Rakyat Jakarta (Bali Post) Pasangan Prabowo-Sandi menggelar jumpa pers pascaputusan MK, Kamis (27/6) malam. Prabowo menyatakan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia juga akan berkonsultasi dulu dengan para penasihat hukum terkait langkah selanjutnya. Sementara itu, Jokowi bersama Ma’ruf Amin di Lanud Halim Pardanakusuma me-
nyatakan bahwa rakyat telah memutuskan dan telah diteguhkan lembaga konsitusi. Semua tahapan telah dijalani secara terbuka dan konstitusional. Kata Jokowi, putusan MK adalah bersifat final dan seharusnya dihormati oleh seluruh komponen bangsa. Jokowi mengajak rakyat untuk bersatu kembali dan memajukan bangsa Indonesia. Jokowi juga meyakini kebesaran hati Prabowo dan San-
diaga Uno. Ia juga meyakini Prabowo dan Sandiaga Uno merupakan negarawan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depan. Jokowi juga berjanji akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat Indonesia. Sebelumnya, putusan MK yang dibacakan Arief Hidayat, MK menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 versi Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-San-
diaga Uno. Dalam permohonannya, paslon 02 Prabowo-Sandiaga mengklaim ada perbedaan perolehan suara versi hitungan mereka dengan versi Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU menetapkan pasangan JokowiMa’ruf berhasil meraih sekitar 85,6 juta suara (55,5 persen), sementara Prabowo-Sandi hanya meraup sekitar 68,65 juta suara (44,5 persen). Hal. 15 Baca Putusan
Bali Tawarkan Investasi Pertanian dan Pariwisata Osaka (Bali Post) Optimalisasi kerja sama Indonesia-Jepang terus dimatangkan. Kerja sama di berbagai sektor pada era baru ini ditargetkan berdampak pada pertumbuhan investasi dan penguatan ekonomi. Bali sebagai salah satu delegasi pada Indonesia-Japan Business Forum ini menawarkan
berbagai potensi dan peluang investasi di sektor pertanian, pariwisata dan ketenagakerjaan. ‘’Bali dan Jepang kini memasuki era baru. Bali dengan gubernur baru berkomitmen mewujudkan Bali Era Baru. Demikian juga Jepang kini memasuki era baru dengan kaisar baru,’’ ujar Pimpinan
Kelompok Media Bali Post Satria Naradha saat berbicara di hadapan sejumlah pengusaha Jepang mengawali paparannya di Osaka Hall, Jepang, Kamis (27/6) kemarin. Satria Naradha menegaskan hubungan Bali-Jepang telah lama terbangun. Ini merupakan salah satu kejutan yang bisa dioptimalkan
dalam penguatan ekonomi dan hubungan kerja sama bisnis. Bahkan sekitar 3.000 warga Jepang di Bali saat ini menjadi bagian strategis dalam penguatan hubungan kerja sama, baik itu dalam hal pendidikan, pariwisata dan sektor lainnya. Hal. 15 Negara Primadona
Bali Post/palgunadi
Balinihon.com - Penandatanganan Balinihon.com oleh Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif dan Konsul Jenderal RI Osaka, Jepang Mirza Nurhidayat di sela-sela jamuan makan malam dari delegasi sejumlah provinsi, kabupaten dan kalangan swasta terkait G-20 di Osaka, Jepang.
Didukung Dubes RI dan Konsul Jenderal RI di Osaka
Balinihon.com Diluncurkan
boots Bali - Pengunjung berfoto diboots Bali.
SERANGKAIAN pelaksanaan G-20 yang dipusatkan di Osaka, Jepang, Kelompok Media Bali Post (KMB) melakukan terobosan dalam hal kerja sama dalam bidang publikasi. KMB hadir mewakili Bali dalam G-20 kali ini meluncurkan Balinihon.com. Langkah ini diharapkan menjadi momentum baru dan memperkuat hubungan Jepang-Bali pada era baru ini. Dukungan terhadap peluncuran Balinihon. com ini ditandai dengan penandatanganan plakat Balinihon.com oleh Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif dan Konsul Jenderal RI Osaka,Jepang Mirza Nurhidayat di sela sela jamuan makam malam bagi para delegasi asal Indonesia yang hadir pada G-20 di Osaka, Jepang, Rabu 26 Juni 2019. Hal. 15 Bahasa Jepang
Bali Post/palgunadi
TEMU INVESTASI - Peserta Indonesia-Japan Business Forum mendengarkan paparan saat sesi temu investasi di Osaka Hall, Jepang, Kamis (27/6) kemarin.
Kelompok Media Bali Post Hadir pada Indonesia-Japan Business Forum BALI sebagai salah satu delegasi di Indonesia-Japan Business Forum serangkaian G-20 menampilkan berbagai produk unggulan sektor kerajinan dan agriculture. Tak hanya kain khas Bali yang dipajang, Booth Bali juga memajang produk kopi dan alat sedotan ramah lingkungan. Di booth yang didesain khusus bernuansa Bali ini juga hadir Kelompok Media Bali Post (KMB) yang selama ini mendukung dan menjadi fasilitator bangkitnya usaha kecil dan menengah di Bali. Kelompok Media Bali Post juga konsisten mendukung pengembangan wisata berkelanjutan dengan tetap berpegang pada Tri Hita Karana. Menuju Bali bersih pada Bali era baru, Kelompok Media Bali Post terus mengajak dan mengedukasi masyarakat menjaga Bali. Menjaga Bali dengan gerakan kebersihan dan membatasi sampah plastik juga menjadi perhatian serius. Bali Post juga terus mengajak masyarakat menjaga kualitas udara dan menekan polusi udara. (parwata)
2
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Tata Birokrasi, Koster Ingin Lompatan Besar Wujudkan Bali Era Baru
FIGUR UKM Mesti Berbenah
PELAKU Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Bali mesti berbenah agar produknya mampu menembus toko-toko ritel modern. Di samping melengkapi izin-izin usaha, kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan, juga harus bisa memenuhi standar. Kesadaran ini perlu dimiliki oleh para pelaku UKM yang ingin melakukan ekspansi atau memperbesar usahanya. ‘’Kami akan melakukan program pendampingan terhadap UKM dan koperasi yang punya potensi untuk masuk ke swalayan (toko ritel modern - red). Artinya, dari sisi kualitas produksi dan kuantitasnya agar memenuhi standar dan pelaku UKM harus berbenah,’’ ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, Kamis (27/6) kemarin. Menurutnya, sejumlah toko ritel modern yang beroperasi di Bali sejatinya tertarik untuk menjual produk-produk UKM. Namun ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi. Salah satu toko ritel modern bahkan memberikan 12 persyaratan. Di antaranya melengkapi izin-izin usaha atau memiliki SK Pengesahan Badan Hukum dan AD/ART untuk koperasi. Jika produknya berupa makanan atau minuman, maka harus lolos uji kesehatan di BPOM serta memiliki sertifikasi halal. ‘’Ini karena konsumennya bukan masyarakat Bali saja, tapi bisa dari nasional dan internasional. Sejauh ini, beberapa produk lokal seperti kripik atau bumbu rujak sudah ada yang diterima. Tapi, ada juga yang ditolak karena tidak mencantumkan masa kedaluwarsa, dan di mana diproduksi. Kalau ada complain, kan tidak tahu harus kemana,’’ jelasnya. (rin)
Lurah Padangsambian Tewas Gantung Diri
GUBERNUR Bali Wayan Koster melakukan penataan birokrasi di lingkungan Pemprov Bali yang menurut penilaiannya masih karut-marut. Pasalnya, masih banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahlian. Melalui penataan yang saat ini gencar dilakukan, Koster ingin mewujudkan birokrasi kuat serta profesional untuk melakukan sebuah lompatan besar di periode pertama kepemimpinannya. Hal tersebut diutarakan Gubernur Koster saat melantik PNS dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama, Jabatan Administrator (Eselon III) dan Jabatan Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemprov Bali, Kamis (27/6) kemarin. Lebih jauh Gubernur Koster mengurai, seleksi pengisian jabatan kali ini dilakukannya dengan cermat dan detail berdasarkan portofolio yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali. “Saya murni hanya melihat portofolio yang meliputi pangkat, bidang ilmu, pengalaman serta pertimbangan lain yang berkaitan dengan bidang tugas sesuai tupoksi OPD,” terangnya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini memahami kalau permasalahan dalam birokrasi saat ini masih carut-marut. Menurutnya, banyak penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Kondisi seperti itu terjadi di sejumlah OPD, salah satunya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali. “Orang-orang teknis bidang kesehatan, pendidikan, pertanian ya ndak cocok di sana,” ujar Koster seraya menyoroti menumpuknya jumlah pegawai pada badan yang menangani bidang pendapatan tersebut.
Menurutnya, hal itu terjadi karena masih adanya mindset pegawai berebut ke “tempat basah”. Jika hal ini dibiarkan, ia yakin kinerja OPD tidak akan maksimal. Tak ingin persoalan ini berlarut-larut, Koster memerintahkan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala BKD segera melakukan penataan dan menempatkan orangorang teknis ke OPD yang sesuai dengan keahliannya. “Kembalikan mereka ke tempat yang cocok, agar ada kesesuaian antara disiplin ilmu dengan bidang tugas,” imbuhnya. Pada bagian lain, Koster menegaskan bahwa pengisian jabatan era kepemimpinannya juga mempertimbangkan keberadaan pegawai berpangkat tinggi yang terkatung-katung tidak memperoleh jabatan. “Semuanya harus bersih sesuai dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Dengan demikian, semua pegawai punya harapan berdasarkan kinerja dan kepangkatan,” tandasnya. Melalui pola ini, Koster ingin menciptakan iklim yang kondusif di jajaran birokrasi sehingga seluruh jajaran dapat bekerja dengan fokus, tulus dan lurus dalam menjalankan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Masih dalam konteks penataan birokrasi, Koster juga memerintahkan BKD Provinsi Bali untuk merancang sebuah aplikasi yang dapat mengukur kinerja pegawai, termasuk proses kenaikan pangkat secara otomatis. Dengan situasi kondusif pada jajaran birokrasi, dia yakin bisa melakukan lompatan besar untuk Bali di periode pertama kepemimpinannya bersama Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). “Kami ingin lompatan besar, kalau hanya biasa-biasa saja, tak
MENYALAMI - Gubernur Bali Wayan Koster menyalami salah seorang pejabat seusai melantik PNS dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama, Jabatan Administrator (Eselon III) dan Jabatan Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemprov Bali, Kamis (27/6) kemarin. ada gunanya,” tegasnya. Dengan dukungan serta kekompakan bupati/wali kota, ia optimis bisa melakukan lompatan besar menuju Bali Era Baru. “OPD Pemprov saya harapkan menyelaraskan program dengan kabupaten/kota. Misalnya dalam bidang pertanian, Kabupaten Karangasem ingin mengembangkan salak, program provinsi bidang pertanian harus sejalan. Jangan malah mengembangkan produk pertanian lain,” ucapnya. Selain kekompakan kabupaten/kota, Gubernur Wayan Koster gencar pula melakukan pendekatan ke pusat. Menurut Koster, kemenangan telak Presiden RI Joko Widodo menjadikan Bali sebagai daerah yang sangat diperhitungkan. Ia pun menjalankan politik anggaran dengan mengajukan sejumlah usulan bidang infrastruktur. Usulan tersebut antara lain, pem-
bangunan dermaga segitiga Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan, keberlanjutan proyek Pelabuhan Curise Tanah Ampo, Pelabuhan Amed, Shortcut DenpasarSingaraja dan Shortcut DenpasarGilimanuk. Selain usulan pembangunan infrastruktur, ia juga memperjuangkan bantuan untuk desa adat dari APBN. Menurutnya, Presiden Jokowi telah memberi sinyal positif untuk usulan proyek infrastruktur tersebut. “Tanpa dukungan pendanaan pusat, jangan harap ada lompatan besar. Karena potensi pendapatan kita dari pajak kendaraan bermotor sudah stag (stagnan,red),” pungkasnya. Pada acara yang dihadiri oleh Wagub Cok Ace dan Pimpinan OPD tersebut, Gubernur Wayan Koster melantik dua orang PNS pada jabatan fungsional widyaiswara ahli utama, 91 pejabat eselon III dan 187 pejabat eselon IV. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Lurah Padangsambian I Wayan Sudiawan (50) ditemukan gantung diri di gudang belakang rumahnya di Jalan Cokroaminoto Gang Sari Nomor 1, Ubung, Denpasar, Kamis (27/6) kemarin. Sempat dilarikan ke RSUD Wangaya tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sudiawan diketahui mengidap penyakit jantung, darah putih naik dan sedang depresi. “Keterangan beberapa saksi, sebelum menjadi Lurah Padangsambian, korban kerja di Dinas Catatan Sipil Kota Denpasar. Atas perpindahan pekerjaan tersebut diduga korban mengalami depresi,” kata Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan. Saksi yang mengetahui pertama kali korban tergantung yaitu Ni Kadek Asrini (54), tetangga korban. Menurut Asrini asal Singaraja, pada Kamis pukul 10.00 Wita ada seorang pria tidak dikenal mencari Lurah Padangsambian dengan maksud untuk mengurus surat-surat. Namun, saat itu Asrini tidak melihat korban. Asrini lalu bertanya ke keluarga korban, tetapi tidak ada yang tahu. Selanjutnya, dia bersama keluarga lainnya berusaha mencari korban. “Saksi (Asrini - red) ingat kalau setiap pagi korban ke gudang yang sekaligus dipakai tempat jemuran di belakang rumah,” ujarnya. Asrini langsung ke tempat jemuran tersebut dan korban ditemukan tergantung di kayu rangka atap bangunan sebelah timur menggunakan tali plastik warna biru. Wanita yang keseharianya bekerja sebagai penjahit ini langsung berteriak. Johannes mengungkapkan, keluarga korban dan warga langsung ke TKP. Korban langsung diturunkan dari tali dan saat itu denyut nadinya masih ada pergerakan. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Wangaya. Korban sempat ditangani tim medis, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (kmb36)
Bali Post/kmb12
PPDB - Sejumlah orangtua siswa masih mendatangi Rumah Pintar untuk mengadukan persoalan PPDB yang dialami anaknya, Kamis (27/6) kemarin.
Keluhan Orangtua Terus Mengalir ke Rumah Pintar
Bali Post/ist
OLAH TKP - Petugas melakukan olah TKP di lokasi Sudiawan ditemukan gantung diri.
AGENDA PKB XLI-2019 Jumat, 28 Juni 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Wayang Wong “Anoman Duta”, Sanggar Gurnata, SMKN 4 Bangli, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar, Sekaa Taman Penasar Dharma Gita Suara, Banjar Kacang Dawa, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang, Sanggar Giri Kusuma, Desa Tampaksiring, Kec. Tampaksiring, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tari dan Karawitan Khas
Daerah, partisipasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunung Kidul
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Janger Melampahan “Patemon Tresna Jayaprana Layon Sari”, Sanggar Seni Manik Uttara, Desa Penarukan, Kec. Buleleng, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak anak, Sekaa Gong Suara Budaya, Br. Siku, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung dengan Sanggar Seni Gayatri, Kel. Sangkaragung, Kec. Jembrana, Duta Kabupaten Jembrana
Topik : DI JEPANG, BALI TAWARKAN
INVESTASI PERTANIAN DAN PARIWISATA
Denpasar (Bali Post) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri di Denpasar telah memasuki tahap verifikasi faktual untuk jalur zonasi terdekat. Verifikasi ini dilakukan di masing-masing sekolah. Kendati demikian, sejumlah orangtua siswa yang menyampaikan keluhan masih terus mengalir ke Rumah Pintar. Beruntung, sejumlah petugas PPBD Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar tetap siaga untuk melayani para orangtua yang datang. Seperti yang terlihat, Kamis (27/6) kemarin. Sejak pagi situasi Rumah Pintar di Jalan Kamboja ini ramai didatangi sejumlah orangtua siswa.
Mereka datang mengadukan sejumlah persoalan terkait PPDB tahun ini. “Saya datang ke sini untuk menanyakan hasil untuk zonasi terdekat,
karena anak saya belum tahu lulus atau tidak,” kata Ellias, salah satu orangtua siswa. Ada pula orangtua siswa yang mempertanyakan penggunaan surat keterangan domisili. Mengingat, mereka tercatat di KK Kota Semarang. Sedangkan anaknya sudah sekolah di Denpasar. “Bermacam-macam pengaduan warga ke sini. Mungkin mereka belum memahami sepenuhnya mekanisme PPDB tahun ini. Kami di sini siap memberikan penjelasan,”
ujar salah satu Panitia PPDB di Rumah Pintar. Sementara itu, pantauan di SMPN 3 Denpasar, pelaksanaan verifikasi faktual sudah rampung. Jumlah siswa yang diterima dari jalur zonasi terdekat hanya 109 orang siswa. “Di sini sudah semua terverifikasi dan semua sudah benar, karena Bapak Perbekel juga melakukan verifikasi,” kata Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana. Murdana mengakui, kebijakan baru dalam PPDB kali
ini menimbulkan keresahan orangtua siswa. Terlebih, tidak lagi menggunakan nilai ujian nasional. Tahun sebelumnya saat masih menggunakan nilai ujian nasional, kondisinya sudah lebih aman. “Mungkin karena ini sistem baru,” katanya.(kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Tim Verifikasi Kota Layak Anak Sambangi Kota Denpasar TIM dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bertandang ke Pemerintah Kota Denpasar. Kedatangan tim ini guna melakukan verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) di Kota Denpasar. Rombongan yang dipimpin oleh Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin ini diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Rumah makan Bendega, Denpasar, Rabu (26/6) malam. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Kepala Bidang Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial Indrawati, Tim Verifikasi Lapangan serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Wali Kota Rai Mantra menjelaskan, Denpasar menyandang predikat KLA. Seperti diketahui, Kota Denpasar berhasil memboyong empat penghargaan sekaligus, di antaranya sebagai puskesmas ramah anak yang diperoleh Puskesmas 1 Denpasar Selatan, Sekolah Ramah Anak diperoleh SMP Dwijendra Denpasar, Forum Anak Daerah terbaik, dan tentunya penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya yang telah didapatkan selama delapan tahun berturut-turut sejak tahun 2011 lalu. “Kedatangan Tim Verifikasi dari pusat ini untuk melihat dan menilai Kota Denpasar, apakah layak dinaikkan menjadi
peringkat utama,” ujarnya. Menurut Rai Mantra, Pemkot Denpasar telah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan infrastruktur yang sesuai dengan standar layak anak. Termasuk di antaranya sekolah, taman bermain yang layak anak serta fasilitas umum dan sosial yang ramah anak. “Lingkungan yang ramah anak juga menjadi faktor pendukung penetapan Kota layak Anak, dan kami di Kota Denpasar telah berkomitmen untuk menyediakan berbagai ruang umum yang ramah anak,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial Indrawati menerangkan, kedatangan pihaknya ke Denpasar untuk melakukan verifikasi lapangan dalam rangka melakukan evaluasi Kota Denpasar menuju KLA 2019. “Jadi, ada 24 indikator yang harus dipenuhi sebuah kabupaten/kota untuk menjadi KLA,” jelasnya Dari 24 indikator yang ada, lanjutnya, terbagi dalam beberapa kluster. Selain kluster kelembagaan, ada kluster hak sipil dan kebebasan. Dalam kluster ini, memastikan semua anak memiliki akta kelahiran dan kartu identitas anak, sehingga mereka tidak rentan terhadap penyalahgunaan identitas. “Seperti menjadi korban trafficking, dieksploitasi, dirubah identitasnya sehingga dia diperdagangkan,” ungkapnya. Selain itu, harus ada informasi
BERSAMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Darmawijaya Mantra saat berfoto bersama Tim Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak Tahun 2019 di Warung Bendega, Rabu (26/6) malam. yang layak anak. Sebab menurutnya, sekarang ini tidak sedikit anak-anak yang memperoleh informasi yang tidak layak bagi anak seusianya. “Gadget yang sudah merajalela, pornografi, tayangantayangan penuh kekerasan, hal-hal berbau mistis dan lain sebagainya yang tidak layak bagi usia anak itu mewabah ke mana-mana,” paparnya. Menurut Indrawati, partisipasi anak juga tak kalah pentingnya. Dengan dibentuknya Forum Anak bisa difungsikan menjadi pelopor dan pelapor (2P). Forum Anak juga harus dilibatkan
dalam proses KLA. “Mulai dari musrenbang kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota,” sebutnya. Indrawati menambahkan, kluster lainnya adalah lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Kuncinya adalah semua anak harus ada yang mengasuh. Tidak boleh ada anak yang pada saat di bawah pengasuhan, kemudian dikawinkan sementara usianya masih di bawah 18 tahun. “Fungsi pengasuhan sangat penting karena anak harus tetap dijaga agar dia tetap bersekolah,” tegasnya. (ad743 )
BADUNG 3 Wabup Suiasa Terima Kunjungan Delegasi Pemerintah Bangladesh Jumat Wage, 28 Juni 2019
TERIMA KUNJUNGAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan delegasi pemerintah Bangladesh, Kamis (27/6) kemarin, di Puspem Badung.
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan delegasi pemerintah Bangladesh, Kamis (27/6) kemarin di Puspem Badung. Kunjungan ke Badung itu untuk saling tukar informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Deputy Secretary of Local Government Division and National Project Director EALG Project Mohammad Iftikher Ahmed Chowdhury mengatakan, pada kunjungan ini ia mengajak 11 delegasi terdiri dari pejabat pemerintah senior, perwakilan pemerintah daerah, personel United Nations Development Programs (UNDP) yang merupakan penggabungan dua organisasi yang ada sebelumnya yakni program bantuan teknis PBB dan program
dana khusus PBB. Tujuan kunjungan ke Badung, ingin belajar dan saling tukar informasi mengenai pelaksanaan pemerintah daerah, fungsi koordinasi pejabat pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan warga dalam pembangunan daerah. Diharapkan, keberhasilan di Badung dapat diterapkan di Bangladesh, begitupun sebaliknya. Sementara Wabup Suiasa atas nama pemerintah dan masyarakat Badung mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan delegasi pemerintah Bangladesh. Kunjungan ini sangat penting bagi Badung untuk saling bertukar informasi dan pengalaman demi kemajuan pemerintahan dan pembangunan di kedua wilayah. Wabup Suiasa juga
memaparkan secara garis besar kondisi geografis Kabupaten Badung dengan potensi yang dimiliki. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, selalu berdasarkan regulasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dalam hal ini, kedudukan kabupaten adalah daerah yang memiliki otonomi yang seluas-luasnya, sebagai wujud reformasi birokrasi yang sejalan berlakunya reformasi di Indonesia secara menyeluruh. Dengan otonomi ini, Badung berhak mengatur pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemerintah pusat juga wajib
memberikan dana untuk daerah seperti Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus. Ditambahkan, Badung punya tiga potensi besar yang dikelola dengan baik yaitu pertanian, usaha ekonomi kreatif dan sektor pariwisata. Ketiganya ini saling berhubungan dan saling menguatkan satu dengan lainnya. Badung juga memiliki lima sektor pembangunan yang menjadi skala prioritas yaitu pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, seni, adat, agama, tradisi dan budaya, pariwisata serta daya dukung infrastruktur. ‘’Kelima bidang prioritas ini terangkum dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana,’’ jelasnya. (ad739)
Rencana Pembangunan Transmisi 500 KV
PLN akan Terapkan Sistem ”Hybrid” Mangupura (Bali Post) -
Penguatan kelistrikan di Bali harus dilakukan mengingat kondisi beban puncak terus tumbuh. Tahun ini beban puncak di Bali diperkirakan mencapai 932 MW. Sedangkan tahun 2028 diperkirakan 1.625 MW. Beban puncak ini perlu segera diantisipasi. Untuk itulah peningkatan kapasitas dari Jawa ke Bali menjadi hal mutlak. ‘’Beban puncak ini harus diantisipasi dalam bidang perencanaan, agar pencukupan suplai daya tetap terjamin,’’ kata GM PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali Nyoman S. Astawa pada acara ‘’Multistakeholders Forum’’ yang digelar di Kuta, Rabu (26/6) malam. Terkait hal tersebut, rencana pembangunan transmisi 500 kV akan dilanjutkan sampai di kawasan Antosari, Tabanan. Awalnya direncanakan dengan metode crossing dari Jawa ke Bali. Kabel dibentangkan melalui tower dari Watu Dodol terhubung ke tower di Segara Rupek, Bali. ‘’Rencana ini harusnya sudah berjalan sejak tahun 2018. Namun ini tidak bisa dilakukan karena adanya penolakan dari masyarakat Bali. Untuk itu, kami melakukan penyesuaian,’’ jelasnya.
Sebagai alternatif, demi menghormati kearifan lokal Bali, rencana itu kemudian didisain ulang. Memang kata Astawa ada beberapa opsi. Yang paling murah, transmisi di atas laut. Karena itu sudah tidak memungkinkan, maka ada dua opsi lain, yaitu dengan opsi hybrid dan membangun kabel laut. Namun, waktu yang diperlukan untuk pemasangan kabel laut, cukup lama. Karena untuk menggelar kabel di Selat Bali, dalam 1 tahun hanya bisa dilakukan pemasangan selama 2 bulan saja. Di luar itu, arus laut cukup besar. Dengan perhitungan tersebut, total waktu yang dibutuhkan untuk memasang kabel laut adalah 5,5 tahun. Alternatif lain berupa sistem hybrid. Dari Jawa tidak lagi mencari jarak terdekat ke Bali, namun akan
Transaksi BBTF 2019 Ditargetkan Rp 9,06 Triliun
Mangupura (Bali Post) Tahun ini, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) kembali digelar. Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, kegiatan yang digelar selama tiga hari dari Rabu (26/6) hingga Jumat (28/6) hari ini, menghadirkan sebanyak 232 penjual dan 303 pembeli dari 46 negara. Dalam konferensi pers Rabu lalu, Ketua BBTF I Ketut Ardana mengatakan, estimasi transaksi BBTF 2019 diperkirakan Rp 9,06 triliun. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,72 triliun. Ardana berharap BBTF lebih baik dari tahun sebelumnya. Partisipasi juga lebih baik, terbukti bisa mendapatkan buyer dan seller yang lebih berkualitas. ‘’Kami membuat BBTF ini semakin strict dan semakin profesional. Buyer benar-benar kami seleksi, sehingga tidak semua bisa masuk,’’ ucapnya. Dijelaskannya, BBTF 2019 bertemakan ‘’Journey to Sustainable Tourism’’. Di dalamnya ada pembahasan peluang, tren, wawasan industri serta menyoroti keragaman warisan budaya Indonesia. Ardana menambahkan, BBTF dikenal sebagai pameran perjalanan dan wisata internasional terkemuka di Indonesia digagas dan diselenggarakan Asita Bali. BBTF sudah menjadi salah satu pameran pariwisata terpenting di Indonesia. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, banyak strategi yang bisa diangkat untuk menjaga pariwisata Indonesia. Namun yang terpenting, stakeholders harus bekerja sama, termasuk mempromosikan 10 destinasi baru yang harus dikunjungi. (kmb23)
mencari di mana nantinya kabel ini akan landing, yaitu langsung di Gilimanuk. Sementara untuk konstruksi dan disain sistem hybrid adalah, akan ada tiga tower di tengah laut. Dua tower yang cukup tinggi di tengah laut, yang tingginya sekitar 200 meter dengan jarak 1,6 km. Kemudian dari sana, kirakira hampir 1 km sebelum masuk Bali, kabel atau jaringannya akan masuk ke laut. ‘’Sehingga dua hal yang menjadi konsen pengerjaan dari adanya keberatan masyarakat Bali adalah tidak adanya tower di kawasan Segara Rupek. Nanti landing kabelnya tidak di Segara Rupek, namun di kawasan Gilimanuk di dekat kabel laut eksisting. Kedua, tidak ada lagi Jawa-Bali yang disatukan secara fisik, karena kabel yang akan dipasang
akan melalui laut,’’ tegasnya. Langkah hybrid ini, kata dia menjadi alternatif untuk koneksi Jawa-Bali. Setelah mempertimbangkan sejumlah aspek kearifan lokal yang ada di Bali, maka pihaknya berharap program PLN ke depan bisa berjalan dengan baik, tanpa ada penolakan. Selain koneksi Jawa-Bali, PLN akan membangun transmisi dari Pemaron sampai Amlapura. Ini akan membuat seluruh pulau Bali dikelilingi transmisi sehingga Bali akan memiliki beberapa jalur alternatif penyaluran apabila ada gangguan kelistrikan. Pihaknya juga akan membangun gardu induk (GI) seperti di Pecatu yang diharapkan beroperasi Agustus mendatang. GI di Pecatu sejalan dengan pengembangan pariwisata di daerah Badung selatan. Kemudian ada juga pembangunan GI di Tanah Lot, berkaitan pengembangan pariwisata di sana. Selain itu, ada GI untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kuta, Legian, Seminyak,
Bali Post/edi
PLN - GM PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali Nyoman S. Astawa memberikan pemaparan sistem kelistrikan di Bali pada acara ‘’Multistakeholders Forum’’, di Kuta, Rabu (26/6) malam. Kerobokan, Petitenget dan Canggu. Untuk mendukung pembangunan kawasan Serangan, akan dibangun GI di dekat Pura Sakenan. Kemudian, untuk mengantisipasi
pengembangan hotel dan sarana pariwisata di By-pass I.B. Mantra akan dibangun GI di Sanur. ‘’Ada juga pembangunan GI di dua kabupaten yang belum memiliki GI yaitu
di Bangli dan di Klungkung. Di Kubu, Karangasem serta di Jembrana, masing-masing PLTS 25 MWp yang rencananya akan dibangun di sana,’’ tambahnya. (kmb23)
Anjlok, Harga Ayam di Tingkat Peternak PETERNAK ayam tengah kelimpungan, lantaran harga daging ayam berada di titik terendah. Bahkan Pinsar Broiler Bali (PBB) menyebut ini situasi terburuk yang pernah dialami. ‘’Saya amati, ini situasi terburuk selama 25 tahun saya berkecimpung di bisnis ini di Bali khususnya,’’ kata Ketua PBB Ketut Yahya Kurniadi. Harga penawaran dari Perkumpulan Rumah Potong Unggas (Perpu) Bali dan Gabungan Pedagang Ayam (Gada) Bali pada Rabu (26/6) lalu sangat rendah, mencapai Rp 8.000 per kg. Kerugian peternak sudah mencapai Rp 12.500 per kg. Sebelumnya, harga di peternak sempat menyentuh Rp 15.500 per kg. Padahal BEP peternak Rp 19.000 per kg. Situasi pasar yang lesu saat ini karena efek melimpahnya daging ayam yang berakibat serapan ayam hidup di Bali diprediksi sekitar 125.000 ekor per hari. Dalam kondisi normal, ayam terserap 180.000 hingga 200.000 ekor per hari. Dengan demikian, kerugian yang dialami peternak di Bali per hari mencapai Rp 3,9 miliar. ‘’Kalau sebulan tinggal dikali 30 hari, berarti Rp 117.187.500.000,’’ bebernya. Ia memprediksi, dengan kerugian peternak di Bali yang begitu besar, akan terjadi kelangkaan produksi dalam beberapa bulan ke depan, karena peternak sudah kehabisan modal. ‘’Saya ingatkan kepada pemerintah, bila terjadi efek balik harga yang gila nanti ke depan, mohon jangan menyalahkan kami peternak. Karena di Jawa juga saat ini banyak peternak sudah tidak bisa mengisi kandangnya lagi,’’ tegasnya. (kmb42) Bali Post/eka
DAGING AYAM - Pedagang tengah memotong daging ayam di Pasar Nyanggelan, Denpasar. Tidak seperti di tingkat pedagang, harga daging ayam di tingkat peternak anjlok.
Turis Australia Jambret Warga Kanada
Bali Post/rah
JAMBRET - Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya merilis kasus penjambretan melibatkan turis Australia Matthew Ricard Woods.
Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Utara mengungkap kasus penjambretan yang menimpa Soraya Dergham (20) asal Kanada, Rabu (19/6) lalu. Pelakunya, warga negara Australia Matthew Ricard Woods (24). Tersangka ditangkap di Jalan Lingkar Nelayan, Canggu, Kuta Utara. Sedangkan rekan pelaku masih buron. Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Kamis (27/6) kemarin mengatakan, saat anggota Reskrim dipimpin Ipda I Made Galih Arta Wiguna melaksanakan pengembangan kasus narkoba dan atensi wilayah di seputaran Jalan Nelayan, mereka melihat kerumunan warga. ‘’Setelah anggota kami mengecek ke TKP, ternyata ada jambret.
Bersama warga, anggota kami menangkap pelaku,’’ ujar Dewa Anom didampingi Kanitreskrim Iptu Andro Elim. Setelah ditangkap, tersangka Matthew dibawa ke Mapolsek Kuta Utara, sedangkan teman pelaku berhasil kabur. ‘’Diduga teman pelaku juga orang asing. Kami masih melakukan pengejaran,’’ tambahnya. Hasil interogasi, pelaku mengaku beraksi bersama temannya berinisial BMH asal Australia. Dari tangan tersangka Matthew yang beralamat di Villa Sahaja di Jalan Umalas Klicung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara tersebut, petugas menyita barang bukti tas berisi Iphone X dan uang Rp 244 ribu. ‘’Untuk motif kasus ini sedang kami dalami,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara ini. (kmb36)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Wage, 28 Juni 2019
SMP PGRI 9 Denpasar Perkuat Mahasiswa STPBI Kembali Raih Juara Pembelajaran TI dan Karakter ’’Fruit Carving’’ di The One Hotel Legian DI TENGAH-TENGAH libur nasional, guru SMP PGRI 9 Denpasar tetap bersemangat untuk meningkatkan kualitas diri. Pada Kamis (27/6) kemarin, semua guru di SMP PGRI 9 Denpasar dikumpulkan mengikuti Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Yang menarik, di sela-sela workshop guru, SMP PGRI 9 Denpasar dikejar masyarakat yang mendaftarkan diri di PPDB 2019. Tercatat 338 calon siswa yang mendaftar dan tiga kelas yang langsung membayar biaya sekolah. Tahun ini, sekolah di Jalan Gatot Subroto VI.J No. 15 atau di depan Kantor Dinas PU Kota Denpasar ini merekrut 222 siswa baru. Workshop dibuka Kadisdikpora diwakili Kabid Pembinaan SMP Drs. A.A. Wiratama, M.Ag. Ketua Panitia Gusti Agung Arya melaporkan, workshop rutin digelar tiap tahun untuk meningkatkan metode pembelajaran. Selain membahas kelemahan PBM tahun lalu juga untuk mengantisipasi pembelajaran TI di SMP dan memperkuat pendidikan karakter. Menyadari makin beratnya tantagan ke depan, Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. mengungkapkan, melalui workshop review K-13 ini dia mempersiapkan gurunya jauh lebih berkualitas lagi mengajar. Hal ini dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan untuk lulusan bermutu dan berkarakter. Sumitra yang juga Panglingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) didampingi Wakasek I Gusti Ngurah Pada Parnawa, S.Pd., A.A. Istri Hendriyani, M.Pd., I Gusti Ngurah Made Sudarmana, S.Pd. dan I Made Dana S.Pd. menegaskan, SMP PGRI 9 Denpasar sejak awal mempersiapkan
WORKSHOP - Kabid SMP Wiratama bersama Wakil Ketua YPLP Nengah Sukama, Kasek A.A. Ketut Sumitra, Pembina Wayan Sumiara dan panitia saat workshop review K-13. diri menghadapi diajarkannya kembali mata pelajaran TI sesuai Permendikbud. SDM guru TI sudah disiapkan. Selain itu sekolah memilki lab komputer dengan kapasitas 40 unit komputer. Sumitra mengakui siswanya sudah dilatih mengerjakan soal ulangan sehari-hari berbasiskan komputer dan internet. Sekalipun memerlukan biaya lumayan besar, namun mau tak mau harus dilakukan. Ini sebagai implementasi visi dan misi sekolah ‘’Unggul dalam mutu, berdaya saing, bertakwa dan beriman serta berwawasan lingkungan’’. Makanya sekolah dengan motto ‘’Widya Jaya Jayanthi’’ ini menjadikan guru sebagai agen perubahan dengan pendekatan student centre sesuai tuntutan zaman. Sebagai reward, dia mengajak guru studi banding ke luar negeri ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Wakil Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Dr. I Nengah Sukama,
M.M. memberi apresiasi terhadap workshop ini sebagai bukti sekolah ini terus bergeliat meningkatkan mutu. Saat ini diperlukan guru yang sejati yang mampu menjalankan tugas dengan baik. Termasuk dalam memperkuat pendidikan karakter. Untuk itu, ia menyarankan kebersamaan dan kinerja komponen sekolah terus dijaga dan ditingkatkan. Kabid Pembinaan SMP A.A. Gede Wiratama salut dengan langkah SMP PGRI 9 Denpasar mengisi gurunya secara mandiri. Inilah dia katakan sekolah swasta berkontribusi pada mutu pendidikan dan Denpasar smart city. Untuk itu, Disdikpora Denpasar terus memberdayakan sekolah swasta sebagai partner pemerintah. Sekolah swasta lebih awal mengantisipasi diajarkannya kembali pelajaran TI mulai kelas VII berupa pemrograman ringan. Makanya tepat kalau SMP PGRI 9 Denpasar sudah menyiapkan guru dan sarpras. (sue)
KELEKATAN cinta dengan budaya Bali telah mengantarkan dua mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) untuk kembali menjadi pemenang dalam rangka acara ulang tahun The One Hotel dan Hotel Villa Lumbung yang diselenggarakan di The One Hotel pada Selasa (18/6) lalu. Lomba fruit carving ini diikuti 22 peserta. Mulai dari tingkat Sekolah Menengah Kejurusan (SMK), perguruan tinggi sampai dengan tingkat profesional. Namun dua peserta yang merupakan mahasiswa STPBI dan tergabung dalam tim Hunter Tata Boga STPBI tidak serta merta gentar terhadap para pesaingnya. Mereka tetap tenang dan optimis dalam melaksanakan perlombaan tersebut. Dalam lomba fruit carving tersebut peserta lomba diberikan batas waktu selama 3 (tiga) jam untuk membuat karya sesuai dengan tema yang sudah ditentukan yaitu ‘’The Sense of Belonging Balinese Culture’’. Membuat karya yang ideal dan tentunya sesuai dengan tema lomba merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi peserta lomba. Mereka bersaing secara ketat demi menghasilkan sebuah karya yang amat luar biasa. Dari sekian peserta, akan ada tiga karya terbaik yang akan dipilih untuk menjadi pemenang dan dua pemenangnya merupakan mahasiawa STPBI. Suatu kebanggaan bagi kampus STPBI karena pemenang juara I diraih I Ketut Ngurah Laksana Wisnu kelas D-3 MTB B semester VI dan juara III diraih I Gede Arya Adnyana kelas D-3 MTB E semester IV. Dengan mengangkat tema ‘’Tari Cilinaya’’ yang artinya bentuk perempuan cantik dan diwujudkan sebagai sesosok dewi yang sempurna dipenuhi dengan riasan di seluruh tubuhnya, Ngurah Laksana Wisnu mampu meraih poin nilai tertinggi, sehingga dinobatkan sebagai juara I. Tidak mau kalah dengan hasil karya temannya, Gede Arya Adnyana juga mengangkat tema ‘’Kekarangan Boma’’ yang artinya semesta dan diwujudnya sebagai isi dari kehidupan yang ada pada alam semesta ini, sehingga mampu membawanya untuk meraih juara III. I Made Ariana selaku pendamping kedua pemenang merasa sangat bangga karena karya anak-anak didiknya menjadi suatu inspirasi bagi semua peserta yang ada di sana. Begitu juga suatu kehormatan karena anak didiknya memborong juara I dan juara III. Sungguh menjadi sebuah prestasi bagi tim Tata Boga STPBI yang sebelumnya telah meraih delapan
JUARA - Mahasiswa STPBI keluar sebagai juara I lomba Fruit Carving yang diselenggarakan The One Hotel dan Hotel Villa Lumbung. kali juara dalam dua tahun terakhir. Seperti yang dinyatakan Anak Agung Anom Samudera selaku Kepala Lab Kitchen STPBI/SPB bahwa tim Tata Boga STPBI mempunyai moto yaitu ‘’Keluar Kandang Pantang Tanpa Oleh-oleh’’. Artinya setiap perlombaan dengan konsep yang jelas dan latihan yang keras ‘’kita’’ berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang. Salah satu tim Tata Boga STPBI I Nyoman Tedun selaku senior artis atau yang dikenal sebagai Mr. Ice Sculpture, di mana dia merupakan juara Internasional Food/Ice Sculpture sangat berharap bahwa anak-anak didiknya menjadi bagian pemenang dalam setiap perlombaan. Untuk ke depannya akan semakin mengasah lagi kemampuan-kemampuan anak didiknya. (ad737)
Wisuda V Mahasiswa STKIP Suar Bangli PNB Gelar Bimtek Pengelolaan Aspek Akuntansi dan Pajak pada BUMDes Se-Kota Denpasar
SEKOLAH Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau STKIP Suar Bangli di bawah Yayasan Kresna Andhi Mandiri, Kamis (27/6) kemarin mewisuda sebanyak 46 orang mahasiswa dari Program Studi Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, di Hotel Grand Ina Bali Beach, Sanur. Ketua STKIP Suar Bangli I Wayan Numertayasa, S.Pd., M.Pd. mengatakan wisuda yang kelima ini dilaksanakan setelah para mahasiswa berjuang dalam proses perkuliahan selama empat tahun. Harapannya, lulusan STKIP Suar Bangli bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi kepada masyarakat. Kompetensi keguruan yang diperoleh kiranya bisa membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah pendidikan, khususnya Kabupaten Bangli dan umumnya di Bali. Numertayasa menjelaskan, hingga kini lulusan STKIP Suar Bangli sudah 75 persen diserap di dunia kerja. ‘’Harapan kami lulusan STKIP Suar Bangli tidak saja diterima bekerja, tapi juga dapat membuka lapangan kerja. Dikarenakan mereka ini telah dibekali dengan kompetensi saat di bangku kuliah,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Yayasan Kresna Andhi Mandiri Drs. I Wayan Soklat Arsana, M.M., M.AP. mengatakan, STKIP Suar Bangli yang berdiri sejak tahun 2009 kini telah lima kali mewisuda lulusannya. Sebagai yayasan yang menaungi kampus dan beralamat di Jalan Muhamad Hatta 55, LC Uma Aya, Bangli ini mempunyai komitmen
WISUDA - Wisuda mahasiswa STKIP Suar Bangli yang dilaksanakan di Hotel Grand Ina Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (27/6) kemarin. untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkuliahan. Untuk itu, ke depannya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian dapat mencetak lulusan berkualitas, berkarakter, sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi terutama reformasi industri 4.0. Bahkan, ke depan STKIP Suar Bangli akan dilakukan perubahan bentuk menjadi institut dan penambahan beberapa program studi baru. Seperti akuntansi, ilmu hukum dan program studi lainnya, sebagaimana aspirasi dan masukan dari masyarakat Bangli, sehingga tidak jauh lagi kuliah ke Denpasar. Soklat Arsana manambahkan, mesti berlokasi di Bangli, namun mahasiswa yang kuliah berasal dari seluruh Bali. ‘’Mahasiswa bukan dari Bangli saja. Ada yang dari Karangasem, Klungkung, Sin-
garaja dan Gianyar,’’ katanya. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang hadir dalam wisuda V STKIP Suar Bangli mengapresiasi keberadaan perguruan tinggi ini yang ikut andil dalam meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Bangli. Dengan hadirnya perguruan tinggi di Kabupaten Bangli ini dapat meningkatkan dunia pendidikan yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan ke depan. ‘’Kita yakini pendidikan ini sangat strategis di dalam membangun SDM dalam mempersiapkan tenaga trampil di bidangnya,’’ katanya. Apalagi STKIP Suar Bangli ini akan berubah menjadi institut, maka akan lebih mendorong percepatan pendidikan di Bangli. ‘’Pemda akan selalu mendukung dan selalu menjadi fasilitator dalam pengembangan pendidikan,’’ katanya. (ad734)
POLITKNIK Negeri Bali (PNB) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Daerah Kota Denpasar dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Utama Denpasar menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang dikemas dengan bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kota Denpasar, Kamis (27/6) kemarin. Bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha, Jalan PB Sudirman, Denpasar, bimtek yang diikuti sebanyak 75 orang peserta dari 25 BUMDes se-Kota Denpasar dan 25 orang pembimbing dari Jurusan Akuntansi PNB ini mengangkat tema ‘’Pengelolaan Aspek Akuntansi dan Pajak pada BUMDes Se-Kota Denpasar’’. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. didampingi Ketua Panitia I Dewa Made Partika, S.E., M.Com. mengatakan, PNB sebagai lembaga pendidikan vokasional memiliki peran strategis untuk memberikan bimtek kepada para pengelola BUMDes yang ada di Bali. Sebab, tujuan BUMDes yang diprogramkan pemerintah pusat adalah untuk pemberdayaan perekonomian desa, sehingga meningkat untuk kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, BUMDes harus memiliki tata kelola dengan manajemen yang baik. ‘’Tata kelolanya (BUMDes) harus baik. Sebab, kalau tata kelolanya kurang baik, maka dana yang besar itu tidak akan mampu dialokasikan pada sumbersumber produktif desa secara baik,’’ ujar Nyoman Abdi. Melalui kegiatan bimtek ini diharapkan pengelolaan BUMDes se-
CENDERAMATA - Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. memberikan cenderamata kepada Kepala Bidang Pemerdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa DPMD Kota Denpasar Ni Made Puspitasari, S.IP., M.Si. seusai membuka secara resmi kegiatan bimtek, Kamis (27/6) kemarin. Kota Denpasar bisa meningkatkan pemahamannya mengelola BUMDes. Baik dari aspek perpajakan, aspek akuntansi maupun aspek tata kelolanya. Sehingga laporan keuangan yang dibuat masingmasing BUMDes bisa lebih baik dan tepat guna, serta tidak menimbulkan permasalahan hukum. ‘’Kegiatan bimtek serupa ini adalah kesekian kalinya kami selenggarakan di seluruh kabupaten/kota di Bali dalam bidang akuntansi dan perpajakan, dengan harapan dapat meningkatkan tata kelola BUMDes yang semakin baik, sehingga menjadi contoh pengelolaan BUMDes di provinsi lainnya di Indonesia,’’ tandasnya. Kepala Bidang Pemerdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa DPMD Kota Denpasar Ni Made Puspitasari, S.IP., M.Si. mengucapkan terima kasih kepada PNB yang telah berkontribusi dalam pengembangan BUMDes di Kota
Denpasar dengan memberikan bimtek pada bidang akuntansi dan perpajakan kepada para pengelola BUMDes. Sehingga BUMDes di Kota Denpasar bisa tumbuh dan berkembang, serta bisa mewujudkan visi Pemerintah Kota Denpasar yang menjadikan sebagai kota BUMDes. Apalagi, sebelum dibentuk BUMDes di masingmasing desa, di Kota Denpasar telah dilakukan pengkajian yang melibatkan tenaga ahli. ‘’Kita juga sudah melakukan bimbingan-bimbingan dalam skala kecil kepada BUMDes yang ada di Kota Denpasar dengan keterbatasan anggaran dari APBD. Namun, dengan pelatihan bimtek yang diberikan Politeknik Negeri Bali ini nantinya pemahaman tentang tata kelola BUMDes yang baik bisa dipahami oleh para peserta bimtek dan bisa diterapkan dalam tata kelola BUMDes masingmasing,’’ pungkasnya. (ad736)
SMP Dharma Wiweka Gelar ’’Workshop’’ Penguatan K-13 Integrasi Pendidikan Karakter di Era Industri 4.0
PENINGKATAN kualitas SDM terutama para guru terus dilakukan di SMP Dharma Wiweka, Denpasar. Upaya ini dilakukan agar lulusan anak didiknya berkualitas, berkarakter dan berbudi luhur. Oleh karena itu, mulai Kamis (27/6) kemarin hingga Sabtu (29/6) besok dilaksanakan Workshop Penguatan Kurikulum 2013 (K-13) dengan tema ‘’Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 di Era Industri 4.0’’. Kegiatan ini dibuka Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag. Di sela-sela kegiatan tersebut, Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. menyampaikan, workshop ini merupakan program tiap tahun dilaksanakan karena kurikulum merupakan roh daripada proses pembelajaran. Tujuannya untuk memberikan pembelajaran bersama dalam bentuk workshop, di mana pada intinya pihaknya terus mendorong seluruh stakeholder sekolah, terutama para guru yang merupakan ujung tombak dalam peningkatan mutu. ‘’Workshop ini kami umpama-
kan seperti baterai, harus terus diberikan kekuatan agar para guru memiliki kemampuan dna kompetensi di bidangnya masingmasing, terutama pemahaman perkembangan kurikulum. Lebih-lebih di era industri 4.0 ini,’’ ujarnya. Oleh karena itu, para guru wajib memahami digital, terutama yang harus diperkuat terkait pengembanganpengembangan IT digital sangat cepat. Maka dalam proses-proses pengembangan HOTS (higher order thinking skills), penajaman dari kemampuan segala kompetensi harus diperkuat. ‘’Saya yakin dan percaya guru-guru SMP Dharma Wiweka memiliki kompetensi dan besik yang kuat. Semua guru rata-rata S-1 bahkan hampir 60 persen sudah S-2. Ini menandakan SMP Dharma Wiweka siap menghadapi perkembangan apa pun bentuknya,’’ ucap Nyoman Mariana. Lebih dalam lagi, bagaimana SMP Dharma Wiweka menjawab tantangan perkembangan tersebut, terutama kepada masyarakat atau orangtua yang menyelolahkan anaknya di sekolah ini.
Maka dari itu, pihaknya jauhjauh telah mempolakan dan menjawab keinginan masyarakat terhadap sekolah supaya benarbenar menunjukkan kualitas dan tanggung jawab, terutama terhadap anak didik agar berguna bagi orangtuanya, bangsa dan negara. Oleh karena itu, guru perlu menyatukan visi dan persepsi dalam implementasinya sehari-hari supaya nyambung dengan yang ingin disasar yaitu SMP Dharma Wiweka siap menghadapi era digital dan perkembangan sosial. ‘’SMP Dharma Wiweka mampu mewujudkan itu, terbukti anak didik kami berprestasi bidang akademis dan nonakademis. Beberapa hari lalu, Tim KSPAN kami meraih juara I lomba yel-yel. Lomba KSPAN ini diikuti seluruh SMP di Denpasar,’’ tegasnya. Dia mengaku bersyukur karena masyarakat Denpasar memberikan kepercayaan penuh anaknya disekolahkan di sini. Sedangkan track record perkembangan SMP Dharma Wiweka target penerimaan siswa baru 11 kelas, tetapi karena desakan
masyarakat sehingga menjadi 14 kelas. ‘’Sekarang pun targetnya 11 kelas, namun kami tidak bisa menolak kalau ada tambahan kelas. Saat ini saja yang mendaftar 568 orang dan sudah daftar kembali 315 orang. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini,’’ tandasnya. Ketua Umum Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT(K). melalui Ketua I sekaligus Ketua Pelaksana Harian Drs. I Ketut Barusna, M.Pd. mengatakan, pihak yayasan sangat mendukung program ini karena akan meningkatkan kualitas daripada SDM para guru. Dengan demikian akan membawa dampak positif terhadap proses belajar mengajar sehingga mutu dari pendidikan akan meningkat. ‘’Yayasan memberikan support karena program ini bagus sekali. Terkait sarana-prasarana sekolah, tahun ini akan dibangun gedung baru lantai tiga, kebetulan tanah ini milik kita sendiri. Sehingga proses belajar mengajar dilakukan pagi hari saja,’’ ujarnya. (ad735)
WORKSHOP - Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana memberi sambutan saat acara Workshop Penguatan Kurikulum 2013. Workshop tersebut dibuka Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. Anak Agung Gede Wiratama.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Senator RI Adakan RDP dengan REI dan Himpera Bali Terkait Rumah Murah
Wedakarna Beri Pandangan kepada BTN Mengenai Tingkat Kepatuhan Krama Bali Soal KPR SATYAGRAHA Bali kembali diimplementasikan lewat kinerja Senator termuda utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terkait penolakan sejumlah masyarakat adat dengan adanya perumahan murah di desa-desa yang diduga akan memunculkan dampak negatif bagi komunitas adat. Terlebih akhir-akhir ini muncul metode promosi rumah murah yang mengatasnamakan rumah Jokowi. Di mana nama baik pemimpin negara disalahgunakan untuk melabrak sejumlah aturan adat. Terkait dengan hal ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengadakan RDP dengan pengurus Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bali, jajaran Bank Tabungan Negara (BTN) di Denpasar. Tampak juga hadir organisasi Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera). Dalam pandangan Senator AWK, secara prinsip program pengembangan perumahan di Bali, khususnya bagi warga adat, patut didukung. Mengingat Bali mendapatkan alokasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini atas peran Kementerian PUPR. Namun yang justru harus ditonjolkan dalam program ini keberpihakan, baik pengembang maupun sindikasi bank, khususnya BUMN terhadap pelayanan kepada masyarakat adat, sehingga program nasionalis ini tidak terkesan diskriminatif terhadap orang Bali. ‘’Saya banyak mendapatkan masukan dari masyarakat, khususnya di Tabanan, Jembrana, Buleleng, Klungkung. Mereka menyampaikan kesulitannya jika ada masyarakat asli Bali yang ingin mengajukan KPR, khususnya rumah bersubsidi. Ini yang saya mintakan informasi, baik dari REI, Himpera dan juga BTN tentang apa sebenarnya yang terjadi. Secara umum, usai diskusi ini sudah bisa dipetakan DPD. Jika dianggap krusial, tentu hal ini akan dibahas dengan Menteri PUPR, termasuk kepada Direktur Bank BUMN dan juga Kementerian BUMN. Saya kira masalah di Bali tidak semua diketahui pusat karena ada saja oknum pejabat di Bali yang memberi laporan ABS. Ini yang akan kita buka apa adanya. Intinya jika ada pembangunan perumahan di Bali yang tidak adil, dan prosesnya wanprestasi serta tidak pro-adat, saya sendiri akan meminta kuota untuk Bali dikurangi, bahkan dimoratorium. Maka
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama pengurus REI, Himpera, dan BTN di Denpasar. peran dari anggota asosiasi ini sangat penting untuk memiliki idealisme nindihin jagat Bali. Saya kira semeton pengusaha di sini paham,’’ kata Gusti Wedakarna yang anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI. Lalu terkait dengan kinerja BTN, Senator AWK memberikan apresiasi pada peran BTN yang dianggap telah banyak membantu dalam hal KPR ini. ‘’Dari masukan kawan-kawan, justru dari bank-bank BUMN, hanya BTN yang terlihat menonjol dan cenderung kewalahan. Saya perlu periksa data ke BRI, BNI, Mandiri, termasuk juga BPD Bali dalam waktu dekat terkait angka KPR di bank mereka. Kita lihat sejauh mana kinerja pejabat Kanwilnya. Kita ingin pejabat yang menjabat sementara di Bali, memiliki keberpihakan terhadap warga lokal, baik dalam hal KPR dan KUR. Tentunya dalam frame aturan dan UU. Jangan terlalu kaku,’’ jelas Senator AWK. Sejumlah rekomendasi DPD terkait dengan pertemuan di atas yakni pertama, perumahan murah di Bali harus tepat sasaran, termasuk juga penentuan plafon harga khusus di Bali dinaikkan menjadi Rp 190 juta hingga Rp 200 juta (perbandingan di Papua). Kedua, mendukung desa adat yang menolak perumahan murah jika ada alasan kultural terkait dengan dresta dan per-
tahanan keamanan. Ketiga, meminta pemkab menolak alih fungsi lahan produktif untuk izin IMB perumahan. Keempat, mengingatkan menggunakan nomenklatur pejabat negara sebagai nama perumahan akan melanggar aturan. Kelima, AWK menggagas kerja sama REILPD terkait dengan MoU untuk merekomendasikan warga adat yang dianggap layak menerima kredit dari perbankan. Rekomendasi ini bisa menjadi pertimbangan pihak bank dan OJK. Tujuannya memprioritaskan warga adat untuk memiliki rumah bersubsidi. Keenam, DPD meminta penyeragaman pengaturan izin perumahan di seluruh pemkab se-Bali. Ketujuh, meminta agar organisasi selektif memilih anggota, karena di lapangan banyak anggota yang diduga melakukan tindakan wanprestasi. Berikutnya, AWK mendukung kajian perumahan vertikal di Bali tanpa melabrak aturan ketinggian bangunan. Selain itu, mengingatkan tidak semua perumahan di Bali membanguan tempat ibadah, silakan warga memanfaatkan tempat ibadah yang sudah ada di setiap kecamatan mengingat menghindari konflik SARA di desa adat. Penegasan SKB 2 Menteri terhadap hal ini. Terakhir, meminta seluruh nama perumahan di Bali menggunakan nama Sansekerta dan aksara/ nama Bali. (ad741)
Danone-AQUA dan Circle-K Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Bali yang Lebih Bersih SEBAGAI upaya mendorong terbangunnya ekonomi sirkular untuk Bali yang lebih bersih, Danone-AQUA, Circle-K, Yayasan Bali Wastu Lestari, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali meluncurkan program pengumpulan botol dan gelas plastik bekas. Melalui program ini, masyarakat akan dilibatkan dalam pengumpulan botol dan gelas plastik bekas untuk digunakan kembali sebagai bahan baku industri daur ulang. Upaya ini diharapkan akan mengurangi jumlah kemasan plastik bekas yang berpotensi menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Sustainable Packaging Manager Danone-AQUA Ratih Anggraeni mengatakan, sebagai merek yang telah hadir selama 46 tahun di Indonesia, Danone-AQUA berkomitmen untuk terus membawa kebaikan bagi Indonesia dengan menyediakan hidrasi sehat dan upaya pelestarian lingkungan. Saat ini, telah menetapkan ambisi #BijakBerplastik, salah satunya adalah untuk mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari yang digunakan pada tahun 2025. ‘’Bali membutuhkan lebih banyak solusi inovatif untuk mengatasi tantangan sampah plastik yang semakin nyata, sehingga kolaborasi multipihak untuk membangun ekonomi sirkular ini menjadi target kami berikutnya,’’ katanya saat Talk show Collaborative Action for A Better Bali, Kamis (27/6) kemarin di Seminyak. Menjadi pihak yang menggagas kolaborasi ini, DanoneAQUA bersama Yayasan Bali Wastu Lestari akan mendampingi bank sampah mitra program, untuk dapat menjadi titik pengumpulan sampah dan penu-
TALK SHOW - Suasana Talk Show Collaborative Action for A Better Bali, Kamis (27/6) kemarin di Seminyak. karan kupon, yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Danone-AQUA juga akan memastikan pengangkutan dan pemrosesan daur ulang botol dan gelas plastik bekas tersebut. Sementara itu, Direktur Corporate Affair Circle-K Gunawan Indro Baskoro mengatakan, dalam kolaborasi multipihak ini, Circle-K sebagai retailer yang telah memulai kampanye pengelolaan sampah sejak tahun 2010, berperan dalam edukasi reduce, reuse, recycle (3R) kepada konsumen yang datang ke gerainya. Di antaranya agar konsumen mulai memilah, mengump u l k a n , se rt a m e m b a wa botol dan gelas plastik bekas ke bank sampah agar dapat didaur ulang. Circle-K juga akan memperkenalkan produk AQUA LIFE sebagai dukungan terhadap ekonomi sirkular dan praktik bisnis yang berkelanjutan. Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari Ni Wayan Riawati menjelaskan, bank sampah sebagai bentuk pengelolaan
sampah berbasis masyarakat merupakan sarana yang efektif untuk mendorong proses memilah sampah dan memfasilitasi proses daur ulang. ‘’Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengenalkan konsep sampah sebagai material yang bernilai jika dikelola dengan baik dan disalurkan melalui bank sampah,’’ ujarnya. Sampai dengan hari ini, Yayasan Bali Wastu Lestari telah mendampingi 313 bank sampah yang rata-rata mampu mendaur ulang 111 ton sampah per bulan. Adapun bank sampah yang berpartisipasi dalam program ini adalah Bank Sampah Legian Aksi Nyata, Jalan Raya Legian, Kuta; Bank Sampah Bali Bersih, Kantor Desa Dangin Kelod, Jalan Letda Reta Yangbatu, Renon; Bank Sampah Teba Asri Lestari, Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran; Bank Sampah Santi Pertiwi Pratama, Jalan Raya Krobokan, Kuta Utara; Bank Sampah Kelurahan Kuta, Kuta; dan Bank Sampah SMPN 3 Denpasar. (bns1)
5
Jadi Kekuatan Ekonomi Desa, Bank BPD Bali Garap BUMDesa SESUAI dengan harapan Gubernur Bali yang menginginkan Bank BPD Bali sebagai garda terdepan dalam keuangan dan perbankan, maka BPD Bali telah bersiap untuk bersinergi dengan semua komponen. Upaya yang dilakukan adalah masuk ke semua lini kegiatan ekonomi dan keuangan masyarakat. Kepala Cabang BPD Bali Kantor Cabang Utama Denpasar Putu Dharmapatni, S.E., M.M. saat pengabdian kepada masyarakat dengan topik ‘’Teknis Pengelolaan Aspek Akuntansi dan Pajak pada BUMDesa se-Kota Denpasar’’ yang diselenggarakan Politeknik Negeri Bali (PNB), Kamis (27/6) kemarin di Gedung Wanita Shanti Graha Kota Denpasar mengatakan, keikutsertaan BPD Bali Cabang Utama Denpasar adalah untuk kolaborasi dengan BUMDesa, khususnya yang berada di wilayah Kota Denpasar. Acara ini juga sekaligus digunakan BPD Bali untuk melakukan sosialisasi terhadap produk-produk perbankan yang dimiliki. Bank BPD Bali kini hadir dengan layanan Mai Laku dan Internet Banking Business (IBB). Mai Laku adalah produk Bank BPD Bali untuk memenuhi dan meningkatkan layanan terhadap masyarakat tanpa kantor yaitu melalui
agen-agen Mai Laku. Sementara IBB adalah sistem keuangan gratis yang diberikan oleh Bank BPD Bali untuk dapat melakukan segala transaksi keuangan hanya dengan melalui komputer ataupun handphone. Layanan itulah yang bisa diberikan Bank BPD Bali kepada BUMDes yang saat ini namanya menjadi BUMDesa. Layanan Bank BPD Bali dengan pemanfaatan teknologi informasi adalah aplikasi sistem online yang menyediakan informasi secara real time untuk kepentingan transaksi pembayaran rekening PLN, Telkom, PDAM, Pajak Daerah Tabanan dan Badung, cicilan finance maupun untuk pembelian voucher/pulsa elektrik untuk seluruh operator telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Saat acara sosialisasi berdurasi 30 menit, Tunik -- panggilan akrabnya -- juga memaparkan jenis-jenis transaksi Mai Laku Bank BPD Bali. Di antaranya kirim uang, cek saldo, transfer, terima uang, pembayaran, mutasi rekening, history transaksi, setoran tunai, dan pembelian. Saat ini sebagian besar rekening BUMDesa sudah ada di Bank BPD Bali Cabang Denpasar dan Cabang Renon serta di Capem Bank BPD Bali. Yaitu dari 25 BUMDesa yang ada di Kota Denpasar, 23 di antaranya
BINTEK - Kepala Cabang BPD Bali Kantor Cabang Utama Denpasar Putu Dharmapatni (paling kiri) memberikan sambutan saat Bimtek Pengelolaan Aspek Akuntansi dan Pajak pada BUMDes se-Kota Denpasar. sudah menggunakan rekening BPD Bali. Ia berharap agar seluruh BUMDesa, khususnya yang ada di Kota Denpasar bisa sebagai pelopor agen Mai Laku Bank BPD Bali. Mengingat banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi yang dilakukan, sehingga nantinya akan membawa dampak pada masyarakat yakni peningkatan perekonomian desa. Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar Puspita Sari berharap terjalin kolaborasi antara Bank BPD Bali dengan BUMDesa yang ada
di Kota Denpasar, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan BUMDesa. ‘’Pengelolaan keuangan ini diharapkan bisa bersinergi dengan BPD Bali, baik dalam pemasukan, pengeluarannya dan BPD Bali juga memberikan ruang kepada BUMDesa terkait dengan pengelolaan jasa. Dan sudah ada beberapa BUMDesa kami bekerja sama dengan Bank BPD Bali,’’ ungkapnya. Memang belum semua BUMDesa yang ada di Kota Denpasar bekerja sama dengan Bank BPD Bali. Namun, ia berharap Bank BPD Bali secara aktif mendekatkan diri kepada BUMDesa karena banyak pesaing yang juga ingin masuk ke BUMDesa. (ad738)
PCX Luxurious Touring penuh keseruan petualangan melintasi rute Flores – Lombok – Bali dengan suguhan beragam destinasi eksotis sepanjang perjalanan bikers pecinta Honda PCX berpetualang menyusuri rute berjarak tempuh sekitar 1400 km. Serta beberapa kegiatan touring yang dilakukan khususnya menjelajah wilayah Bali. Salah satu komunitas yang cukup aktif dalam kegiatan touring adalah Semeton PCX Gianyar yang sampai saat ini telah beranggotakan 150 peserta mengusung karakter diskusi dan berbagi, sambil mencari teman atau persaudaraan. Karena Semeton PCX Gianyar punya moto ‘’satu hati menuju pasemetonan’’.
Ketua Semeton PCX Gianyar Ketut Sumastika mengatakan, pembentukan komunitas ini, selain menyatukan hobi touring juga sebagai ajang untuk sharing tentang gaya hidup kekinian untuk pengendara motor dan mencari solusi jika ada hal-hal yang berkaitan dengan Honda PCX. ‘’Selain mendapatkan produk yang berkelas dengan harga yang sangat kompotitif, fiturnya juga keren. Dengan desain yang cantik, menurut saya PCX 150 sangat mudah dimodifikasi tanpa harus mengurangi standar keamanannya,’’ ungkapnya saat ditanya tentang kesan selama menggunakan Honda PCX. Harapannya yang pertama, pertahankan kualitas layanan dan harga jual yang selama ini sudah bagus. Kemudian perlu ditingkatkan apa yang menjadi kekurangan selama ini. Dengan moto #CariAman dan Honda pelopor safety riding patut diacungi jempol. ‘’Bagi pengguna dan konsumen Honda, khususnya pengguna PCX150, jika menemui kendala atau keluhan, saya harap konsultasikan dulu ke pihak mekanik Honda yang resmi dengan datang ke dealer maupun AHASS. Bisa juga nimbrung di forum-forum komunitas PCX150 Indonesia, salah satunya komunitas Semeton PCX Gianyar,’’ tutup Ketut Sumastika. (bns2)
nyidikan. ‘’Nanti sebelum menetapkan status tersangka, kami akan lakukan ekspos terlebih dahulu,’’ tandas Astawa. Sebelumnya, belasan petugas dari penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Denpasar melakukan penggeledahan Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kelod di Jalan Serma Repot No. 15, Denpasar Barat. Hasilnya, ratusan berkas/dokumen disita dari kantor di dekat Pasar Sanglah tersebut. Penggeledahan dipimpin langsung Kasipidsus Kejari Denpasar Nengah Astawa yang dilakukan mulai pukul 08.45 Wita. Lima boks dokumen tampak diangkut dengan menggunakan keranjang plastik. Dokumen itu disita dari tiga ruangan yang ada di kantor perbekel tersebut.
Pj. Perbekel Desa Dauh Puri Kelod Luh Sukarmi mengapresiasi langkah penyidik kejaksaan. ‘’Masalah penggeledahan ini saya terima dengan terbuka. Biar masalah ini cepat selesai,’’ ucap Sukarmi saat itu. Dia mengatakan, dengan peristiwa ini diharapkan administrasi pengelolaan keuangan Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat lebih bagus ke depannya. Yang menjadi persoalan hingga dibidik kejaksaan di kantor desa itu dibenarkan diduga terkait dana Silpa tahun 2017. Lantas dokumen apa saja yang disita? Sukarmi yang lama bertugas di kecamatan ini mengatakan yang disita adalah SPJ dan SPPP (Surat Perintah Permohonan Pembayaran) dari tahun 2013 sampai 2016. (kmb37)
Tangguh dan Nyaman, Honda PCX Jadi Andalan Komunitas
PENERIMAAN All New Honda PCX produksi lokal sejak awal peluncurannya mendapat tempat di hati konsumen, khususnya wilayah Bali. Dengan pencapaian berdasarkan data Year To Date (YTD) 2019 dari awal tahun 2019 hingga Mei, total penjualan Honda di Pulau Dewata sebanyak 9.439 unit. Sebagai pionir skutik premium, desain All New Honda PCX dirancang mewah dan elegan serta dilengkapi dengan fitur yang canggih sesuai dengan keinginan konsumen. Didukung ban tubeless yang lebar dengan ukuran ban depan 100/80-14 dan belakang 120/7014 semakin memberikan kenyamanan saat berkendara. Guna menunjang keselamatan dalam berkendara pada tipe ABS, Honda PCX dilengkapi dengan fitur Anti-Lock Braking System (ABS). Dari sisi fitur fungsional model premium ini memiliki fitur penyimpanan luggage box besar berkapasitas 28,8 liter, Honda PCX juga dilengkapi seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang, sehingga semakin mempermudah pengendalian bagi pengendaranya. Honda PCX dilengkapi Enhanced Smart Power (eSP) teknologi minim gesekan dan efisiensi pendinginan mesin, serta transmisi yang menghadirkan performa mesin ter-
baik pada model ini. Untuk kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan pada konsol box sisi depan, sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 piston caliper untuk tipe CBS yang memberikan kestabilan saat pengereman. Selain itu, terdapat lampu hazard di mana Honda PCX tercatat sebagai pelopor pengaplikasiannya pada skutik premium di Indonesia. Dengan ketangguhan dan kenyamanan yang dimiliki Honda PCX membuat type ini menjadi pilihan konsumen pencinta big scooter untuk membentuk komunitas yang menyalurkan hobi di antaranya touring. Berbagai aktivitas touring dilakukan di antaranya
Denpasar (Bali Post) Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, I Gusti Made WN, Kamis (27/6) kemarin diperiksa tim Pidsus Kejari Denpasar. Pemeriksaan dilakukan terkait penyidikan dugaan pengelolaan keuangan desa atas Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tahun 2017. Selain Gusti Made WN, juga ada lima saksi lainnya dimintai keterangan. Mereka terdiri dari staf dan mantan staf kantor desa di sana. Kasi Intel Kejari Denpasar Agung Ary Kesuma membenarkan pihaknya memeriksa mantan perbekel dan aparat desa lainnya terkait dugaan penggunaan dana silpa. ‘’Sebenarnya ada tujuh orang yang dipanggil. Namun hari ini (Kamis - red) yang datang enam orang,’’
tandas Gung Ary Kesuma. Pantauan Bali Post kemarin, enam orang saksi itu diperiksa jaksa yang berbeda. Bahkan Kasipidsus Nengah Astawa juga ikut memeriksa saksi yang hadir. Kasipidsus Astawa yang dikonfirmasi atas perkembangan penyitaan barang bukti dan perkembangan hasil penyidikan mengatakan soal barang bukti masih dipilah. ‘’Sejatinya semua soal SPJ itu berkaitan dengan apa yang kami sidik. Namun jika nanti ada dokumen hasil sitaan tidak berkaitan, kami akan kembalikan,’’ jelas Astawa. Disinggung soal penetapan tersangka, Astawa mengatakan hingga saat ini belum ada tersangka. Meski demikian, dia mengakui status perkaranya sudah dinaikkan menjadi pe-
MAHASISWA salah satu perguruan tinggi negeri di Bali, Indragian Eugenius Julio (24), dibekuk petugas Polsek Kuta Utara, Rabu (19/6) lalu. Saat ditangkap di Jalan Tepi Siring, Canggu, Kuta Utara, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ini hendak menempel satu paket ganja. Dari kasus ini, polisi mengamankan delapan paket ganja seberat 46,92 gram neto. ‘’Pelaku ini mengaku mahasiswa semester akhir. Untuk motifnya masih didalami,’’ tegas Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi Kanitreskrim Iptu Andro Elim, Kamis (27/6) kemarin. Anom Danujaya mengatakan, awalnya anggota Unit Reskrim melakukan patroli di wilayah Banjar Babakan, Desa Canggu kerap terjadi pencurian di vila. Saat melintas di TKP, tepatnya di depan TK Dharma Kumaran II, petugas melihat seorang
laki-laki naik sepeda motor Honda Vario dengan gerakgerik mencurigakan. ‘’Anggota kami langsung menghentikannya. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kartu identitas dan dokumen sepeda motornya, pria tersebut mengaku bernama Indragian Eugenius Julio. Kecurigaan semakin menguat karena dia gemetar,’’ ujarnya. Polisi langsung menginterogasi Julio. Ia mengaku akan menempelkan paket ganja di sebelah TK. Dari keterangan tersebut, petugas langsung menggeledah pakaian yang dikenakan pelaku. Alhasil ditemukan satu paket ganja di dalam dompet pelaku. Sedangkan di saku celana sebelah kanan, polisi mengamankan sebungkus snack berisi dua paket ganja klip besar yang di dalamnya berisi ganja, satu paket plastik sedang berisi ganja dan satu korek gas api. Selanjutnya tim yang dip-
Mantan Perbekel Dauh Puri Kelod Diperiksa Kejari Denpasar
Edarkan Ganja, Mahasiswa Dibekuk Polisi
Bali Post/kmb36
TERSANGKA - Kapolsek Kuta Utara AKP Dewa Anom sedang menginterogasi tersangka Indragian Eugenius Julio. impin Panit Buser Ipda I Made Galih Arta Wiguna menggeledah tempat tinggal pelaku di Perumahan Dalung Permai, Blok B3, Kerobokan Kaja, Kuta Utara. Di kamar pelaku ditemukan satu toples kecil berisi ganja, kaleng minyak rambut isi ganja, lipatan kertas isi ganja dan timbangan. Hasil pemeriksaan,
tersangka yang bertato ini mengaku mengambil paket ganja tersebut di wilayah Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Ia juga mengaku disuruh seseorang yang biasa dipanggil Abang yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. ‘’Keterangan pelaku tersebut masih kami dalami kebenarannya,’’ kata Anom Danujaya. (kmb36)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jadikan Membaca sebagai Hobi BUDAYA membaca remaja kita patut dipertanyakan. Kita lihat saja sehari-hari di rumah saat liburan panjang sekolah yang sedang berlansung. Mereka lebih memilih chatting di medsos daripada membaca buku. Apalagi buku pelajaran. Literasi belum menjadi budaya mereka. Untuk menjadikan membaca sebagai sebuah budaya haruslah dimulai dari pembiasaan dan pembiasaan secara kontinu. Jadi, membaca baru bisa menjadi sebuah hobi kalau pembiasaan itu muncul sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Bagaimana caranya membuat diri merasa belum lengkap tanpa membaca dalam sehari. Para guru pun sering memotivasi siswa dan remaja bahwa orang pintar di kelas hanya karena dia duluan membaca materi pelajaran dibandingkan teman sekelasnya. Mengapa budaya literasi kita rendah? Faktor internal dan eksternal tetap menjadi penyebabnya. Apalagi di tengah budaya narsis, semua bisa diperoleh lewat internet dan medsos. Ditambah lagi sikap anak-anak sekarang yang serbamanja, mau instan, bukan berjuang mencari di berbagai sumber belajar. Kita bisa lihat saja aktivitas dan cara belajar pelajar sekarang. Mereka tak mau membaca buku terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman baru atau materi baru, namun sudah loncat menjawab pertanyaan di bagian akhir materi. Namun anehnya, mereka belum menemukan jawaban langsung minta bantuan medsos. Bukan membuat mereka merasa tertantang mencari jawaban dengan cara membaca materi pelajaran. Salahnya guru juga yang semakin jarang memberi tugas bersifat penerapan bagi siswanya dalam soal-soal problem solving. Guru meninggalkan tanpa pengawasan bagaimana proses siswa mendapatkan jawaban. Beda dengan terdahulu, guru mengawasi siswanya mencari bahan di perpustkaan dan memberi arahan buku mana yang harus dibaca untuk referensi masalah tertentu. Bahkan di sebuah sekolah, siswa sekelas kecewa dengan kebiasaan gurunya hanya menyuruh siswa mempelajari bab tertentu setelah itu meninggalkan kelas. Di sejumlah sekolah di Bali ada Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang didanai oleh komite dan pusat. Namun, gaungnya kian meredup ketika SMA dan SMK negeri di Bali tak boleh lagi memungut uang komite. Akibat lainnya, struktur anggaran sekolah pun banyak terpotong. Bahkan kini, sekolah kehilangan sebagian ruang perpustakaannya karena dipakai kelas akibat kesalahan kebijakan PPDB gelobang II yang mengharuskan menerima siswa lebih banyak lagi. Semua demi politik dan popularitas. GSL bisa jadi hanya slogan, padahal perpustakaan adalah sumber utama belajar bagi siswa. Ini yang membuat membaca sebagai hobi semakin jauh panggang dari api. Sistem PBM pun dinilai masih kering dengan media sosialisasi. Mestinya, guru mengajak siswa untuk saling berinteraksi dengan temannya. Ciptakan sebuah kelompok baca sangat membantu minat baca siswa. Membuat sebuah kelompok baca kemudian memberikan literatur bacaan kepada mereka dan saling menceritakan apa yang menarik dari bacaannya kepada temannya. Ini bisa meningkatkan pemahaman mereka dan membuatnya jauh lebih menyenangkan. Untuk meningkatkan minat baca banyak caranya. Seperti mengajak siswa ke taman bacaan di alam, membuat aneka lomba dan membuat slogan. Buat permasalahan yang berhubungan dengan bacaan. Permasalahan bisa berhubungan dengan sejarah, politik, agama ataupun ekonomi. Berikan mereka tugas itu untuk membaca dan menggali informasi tentang itu sebanyak-banyaknya. Orangtua harus ikut memberikan dukungan dengan menyiapkan waktu membaca bersama pada hari tertentu. Kemajuan teknologi bisa dilakukan, namun jangan tinggalkan buku adalah sumber belajar utama. Jadikan membaca sebagai hobi yang menyenangkan karena hasilnya nanti berupa berbagai pengetahuan dan pemahaman soal rahasia segala kehidupan. Ayo membaca!
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Tabanan Perlu Museum Seni Kabupaten Tabanan, Bali perlu memiliki museum lagi yaitu museum untuk memelihara dan memperkenalkan lukisan. Museum yang sudah ada yakni Museum Subak di Sanggulan dan Museum Keramik di Desa Pejaten. Belum lama ini, saya sempat jalan-jalan ke Tanah Lot dan ada pemandangan yang menyedihkan yaitu bekas galeri lukisan yang rusak berat dan sudah tidak ada atapnya serta ditumbuhi semak belukar. Galeri yang berada di pinggir jalan dan tidak jauh dari Pura Tanah Lot itu adalah milik almarhum Putu Pager, pelukis cukup dikenal kelahiran Desa Penebel, Tabanan. Di belakang galeri, ada ruang untuk tempat tidur dan kini ditempati oleh penjual kopi di sana. Daripada kumuh dan kotor apalagi tamu sering lewat di depan bekas galeri itu, sebaiknya Pemkab Tabanan membantu membangunkan lagi bekas galeri tersebut dan dijadikan museum lukisan. Lukisan Putu Pager cukup banyak dan objek lukisan pemandangan alam di sekitar wilayah Kabupaten Tabanan seperti Tanah Lot, persawahan Jatiluwih, dll. Juga ada berbagai lukisan seni tari Bali. Semua lukisan tersebut kini sudah diboyong oleh putra Putu Pager dibawa pulang ke Penebel. Nantinya museum itu bukan saja memajang karya Putu Pager juga bisa menghadirkan pelukis lain yang kelahiran Tabanan seperti pelukis Made Wianta, Jro Mangku Ketut Mastrum dan banyak lagi yang karyanya sudah mendunia. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Mewujudkan Ekosistem Keluarga Berliterasi Keluarga memiliki peran strategis dalam pencapaian literasi anak, karena sejatinya keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama yang mampu menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai bagi setiap anak. Tingkat literasi anak berkorelasi positif dengan keberhasilan anak tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dalam kualitas kehidupannya pada masa depan.
Oleh I Gede Eka Saputra
L
iterasi bukan sekadar kegiatan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, dalam konteks kekinian literasi merupakan kemampuan mengakses, mencerna, dan memanfaatkan informasi secara cerdas yang nantinya memengaruhi segenap aspek kehidupan. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga merupakan cikal bakal tumbuhnya generasi bangsa yang literat. Generasi yang literat akan mampu membawa bangsa Indonesia mempunyai peradaban yang tinggi sehingga dapat menyejajarkan diri dengan negara-negara maju di dunia. Namun, kondisi saat ini, Indonesia merupakan negara dengan indeks pembangunan manusia yang masih berada pada kategori sedang (UNDP, 2016). Begitu pula dengan hasil survei lembaga internasional seperti PISA (Program for International Student Assessment) dan TIMSS (The Trends in International Mathematics and Science Study) mengenai kemampaun literasi senantiasa menempatkan siswa Indonesia pada peringkat bawah. Hal ini dapat disinyalir dari rendahnya kemampuan anakanak untuk mengaplikasikan konsep, pengetahuan, ataupun teori yang mereka pelajari di sekolah untuk menyelesaikan permasalahan praktis dan situasional yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tentunya mengisyaratkan bahwa bangsa ini harus banyak berbenah khususnya terkait dengan kemampuan literasi sebagai salah satu keterampilan esensial yang dibutuhkan pada abad ke-21. Menjadi urgensi untuk menggiatkan gerakan literasi mulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak. Orangtua yang mempunyai otoritas penuh terhadap tumbuh kembang anak mempunyai kesempatan seluasluasnya dalam membentuk budaya literasi sejak dini. Namun,
fakta yang kita temui sehari-hari di tengah masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, orangtua zaman now cenderung menghabiskan waktu untuk bermedia sosial dengan gawainya, sehingga menyebabkan waktu bersama keluarga menjadi tidak berkualitas. Orangtua pun semakin nihil dalam memberikan teladan berliterasi di rumah khususnya kegiatan membaca. Terjadi ketimpangan dalam keluarga, di tengah semakin banyak dan mudahnya akses berbagai sumber bahan bacaan yang tersedia di internet, akan tetapi minat baca setiap anggota keluarga menurun. Hal ini disebabkan karena internet lebih dimanfaatkan untuk aktualisasi diri dan mencari hiburan semata. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan komitmen dari seluruh anggota keluarga untuk mewujudkan ekosistem keluarga
berliterasi. Perlu serangkaian strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi seluruh anggota keluarga. Pertama, peran aktif pemerintah dalam mengupayakan program pendidikan keluarga yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk memberikan semacam penyuluhan atau pelatihan bagi orangtua untuk meningkatkan kompetensi literasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola asuh orangtua dalam menanamkan budaya literasi bagi anak-anaknya. Kedua, meningkatkan jumlah dan ragam sumber bacaan bermutu yang tersedia di rumah. Orangtua dapat berlangganan bahan bacaan seperti koran atau majalah dalam versi cetak maupun online untuk meningkatkan intensitas membaca. Dalam memperkaya jumlah
Literasi bukan sekadar kegiatan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, dalam konteks kekinian literasi merupakan kemampuan mengakses, mencerna, dan memanfaatkan informasi secara cerdas yang nantinya memengaruhi segenap aspek kehidupan. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga merupakan cikal bakal tumbuhnya generasi bangsa yang literat. Generasi yang literat akan mampu membawa bangsa Indonesia mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat menyejajarkan diri dengan negara-negara maju di dunia.
bahan bacaan anak, orangtua dapat memulai dari kebiasaan sederhana misalnya dengan menghadiahkan buku bacaan saat hari ulang tahun anak. Hadiah berupa buku juga dapat dijadikan sebagai reward atas prestasi atau pencapaian anak terhadap berbagai hal yang positif. Namun, orangtua perlu menyadari bahwa hadiah buku yang diberikan harus memerhatikan subjek, genre, dan tingkat kompleksitas bahasa yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, lebih bagus lagi apabila buku tersebut menjadi favorit bagi anak. Karakteristik anak-anak yang masih suka bermain dapat dimanfaatkan oleh orangtua dengan menyediakan permainan edukatif, termasuk di dalamnya permainan tradisional yang dapat menjadi bahan literasi dan tentunya berorientasi pada meningkatnya kemampuan anak berliterasi. Sebagai generasi digital, anak-anak tentunya sangat familiar dengan dunia internet. Saat ini sudah banyak tersedia sumber belajar dalam versi online yang dapat diakses secara gratis. Oleh karena itu, orangtua sepatutnya dapat mendampingi anak untuk menemukan referensi terkait sumber belajar online yang boleh diakses oleh anak, sehingga nantinya lebih terarah dalam penggunaan internet dan terhindar dari konten negatif. Ketiga, orangtua perlu memberikan dukungan dan motivasi kepada anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan lombalomba terkait dengan literasi yang diadakan pihak sekolah, pemerintah, atau lembaga swasta, seperti lomba menulis cerpen, puisi, dan karya ilmiah remaja. Selain itu, orangtua juga perlu terlibat aktif dalam kegiatan literasi yang diadakan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Partisipasi anak dan orangtua dalam berbagai kegiatan tersebut tentunya memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kemampuan literasi dan nantinya kegiatan berliterasi menjadi kebutuhan dan gaya hidup anggota keluarga. Keempat, pengondisian lingkungan rumah dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk membaca, begitu pula dengan pemajangan buku-buku di tempat-tempat strategis di dalam rumah, sehingga mudah diakses oleh anak-anak dapat mengoptimalkan budaya membaca di rumah. Kemampuan membaca merupakan modal dasar bagi setiap anak untuk
Remaja, Orangtua, dan Medsos PADA era digital ini, media sosial atau medsos menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya untuk mengakses dan membagikan informasi secara cepat, mudah, dan murah. Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis pada Januari 2019, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau 56 persen dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20 persen dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mencapai 130 juta atau sekitar 48 persen dari populasi. Pengguna media sosial di Indonesia pada umumnya adalah remaja. Para remaja umumnya menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi tentang gaya hidup yang terbaru. Menurut pakar kesehatan masyarakat Prof. Siswanto Agus Wilopo, media sosial sejak lama sebenarnya menjadi faktor penting. Persoalannya, media sosial itu bisa positif bisa negatif. Saat ini, masing-masing individu tidak terlalu selektif dalam melihat informasi itu sehingga banyak negatifnya lebih diserap oleh anak-anak sekarang. Informasi negatif inilah yang menjadi salah satu pemicu remaja cenderung depresi. Banyak konten yang tidak membangun bagi kesehatan mental anakanak remaja termasuk tentang gambaran diri mereka atau body image. Tanpa disadari anak-anak remaja membangun standarstandar keberhargaan diri mereka berdasarkan konten-konten media sosial, terutama soal penampilan dan status sosial. Sering sekali yang ditampilkan di media sosial itu hanyalah hal-hal yang baik, sehingga banyak juga remaja yang merasa iri, cemas, dan stres karena mereka membandingkan diri mereka dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Padahal realitanya yang ditampikan di media sosial itu
Oleh Junita Harianja, S.Sos. tidak semuanya benar. Setiap manusia ada masa-masa terburuk dan bahagianya, namun tidak semua orang mau menampilkan bagian terburuknya di khalayak umum termasuk di media sosial. Beberapa media sosial yang bersifat grafis, seperti Snapchat dan Instagram lebih mementingkan tampilan fisik, mengambil foto, dan juga komentar mengenai foto tersebut. Media ini banyak digunakan oleh para remaja untuk menampilkan fotonya di sana. Pada saat pengguna lain memberikan komentar-komentar yang tidak pantas (cyber bullying) mengenai penampilannya, maka hal itu akan membuatnya menjadi gelisah, merasa tidak berarti dan berujung pada depresi. Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Internet Research menyatakan bahwa anak-anak muda yang menjadi korban kekerasan di media sosial (cyber bullying) lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri hingga melakukan aksi bunuh diri. Sementara mereka yang berperan sebagai pelaku, 20 persen berisiko lebih tinggi memiliki pikiran untuk bunuh diri bahkan mencoba melakukan bunuh diri. Pada awalnya, seorang remaja yang menjadi korban cyber bullying akan mengalami gangguan emosional, psikologis, perilaku, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta sulit untuk bergaul dengan teman sebaya. Tidak hanya itu, anak-anak korban cyber bullying juga kerap merasakan sakit kepala yang terjadi berulangulang dan kesulitan tidur. Bahkan, satu dari empat remaja mengatakan bahwa mereka merasa tidak aman berada di sekolah. Jika gangguan ini tak ditangani dengan cepat, maka
bukan tidak mungkin menyebabkan keinginan bunuh diri. Kejadian ini terjadi pada seorang gadis bernama Reni Novita Dewi (23). Reni melompat dari lantai tiga Apartemen Margonda Residence (Mares) 5, Kota Depok. Warga asal Kampung Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor itu diduga mengakhiri hidupnya karena tidak kuat menahan cyber bullying yang dia terima. Kasus cyber bullying ini juga melanda Bowo Alpenliebe yang sempat tenar beberapa waktu lalu. Aksi Tik Tok Bowo Alpenliebe menuai cacian kasar dari para netizen. Solusi Tumbuh kembangnya seorang anak tidak lepas dari peran orangtua. Orangtua memegang peranan besar bagi pertumbuhan seorang anak, yang menjadi tempat anak-anak remaja berbagi tentang kehidupan mereka, yang menjadi media peraga untuk mereka contoh atau teladani tentang bagaimana mereka seharusnya bersikap dan berucap. Namun, mirisnya banyak orangtua menganggap bahwa anak yang telah mengenal dan menggunakan media sosial dalam kesehariannya tidak membutuhkan lagi pendapat orangtua dalam memecahkan segala persoalan atau kesulitan yang dialami anak dalam proses belajarnya. Alasan-alasan klasik tersebut kenyataannya sebagai bukti kurang pedulinya orangtua terhadap masalah anak. Kurang pedulinya orangtua tampak jelas ketika mereka tidak memberikan waktu untuk sekadar menanyakan kabar secara lisan atau sekadar bercerita tentang hal-hal yang dialami dalam kesehariannya, baik di sekolah, di masyarakat maupun di rumah.
Sangat diperlukan intensitas komunikasi serta perhatian dari orangtua ketika mereka berada di rumah, seperti diperhatikan ketika bercerita, kemudian dihargai ketika mereka sedang mengutarakan apa yang ingin mereka sampaikan dan apa yang menjadi perasaan mereka saat itu serta memberikan apresiasi positif untuk setiap hal baik yang sudah mereka usahakan kerjakan. Hubungan yang positif akan menghasilkan perbuatan yang positif pula. Anak yang mendapatkan sambutan yang hangat dan positif dari orangtua mereka akan menularkan hal yang serupa kepada teman-temannya. Anak akan merasa dihargai sehingga anak akan melakukan kegiatan yang positif kepada orang lain. Mereka juga tidak perlu terganggu atau ketergantungan terhadap media sosial karena perhatian dan keberhargaan serta pengakuan sudah mereka dapatkan dari keluarga. Oleh karena itu, diharapkan sekali orangtua mengambil perannya kembali sebagai figur teladan dan pengendali dalam penggunaan media sosial anak secara bijak dan bertanggung jawab. Di samping itu, tindakan pencegahan ini juga akan berjalan dengan baik jika didukung oleh program yang dicanangkan oleh pemerintah. Revolusi mental sebagai program pemerintah juga diharapkan mampu untuk mencegah perilaku yang berkaitan dengan cyber bullying yang masih marak terjadi hingga saat ini. Biarlah kiranya nilai revolusi mental benar-benar digaungkan dan tersampaikan dengan baik melalui keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat terbentuknya pribadi yang jujur dan sikap menghargai.
menumbuhkembangkan kecakapan dalam sains dan teknologi, keuangan, serta budaya dan kewargaan yang juga merupakan dimensi dari literasi. Kelima, keluarga perlu menyepakati jadwal rutin dan berkesinambungan untuk kegiatan berliterasi di rumah. Anggota keluarga harus mempunyai family time, di mana seluruh anggota keluarga berkumpul untuk membaca atau sekadar melakukan permainan edukatif, tentunya dengan menghindari adanya gangguan baik dari televisi maupun gawai. Hal ini menimbulkan suasana yang nyaman dan keleluasaan dalam berliterasi bersama keluarga. Selanjutnya, peran orangtua sangat penting setelah kegiatan berliterasi untuk memfasilitasi anak agar mau menceritakan dan mendiskusikan apa yang sudah dibaca atau permainan yang dilakukan, sehingga jalinan komunikasi antara orangtua dan anak semakin intens dan tentunya anak semakin cakap berliterasi. Berbagai strategi yang diupayakan tersebut di atas, diharapkan dapat menumbuhkembangkan ekosistem keluarga berliterasi yang tercermin dari jumlah dan variasi bahan bacaan yang dimiliki keluarga, frekuensi membaca anggota keluarga setiap harinya, jumlah tulisan yang dihasilkan oleh anggota keluarga seperti kartu ucapan baik cetak maupun elektronik, catatan harian di buku atau blog, puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya. Selain itu, tumbuhnya perilaku hidup bersih, sehat, dan hemat juga merupakan cerminan keluarga yang berliterasi. Selain guru di sekolah, orangtua juga dapat menjadi agen literasi untuk membentuk insane dan ekosistem keluarga yang literat, sehingga nantinya dapat menumbuhkan pandangan dan sikap positif terhadap literasi, terutama menyadari pentingnya menggunakan kemampuan berliterasi untuk mengambil keputusan di dalam keluarga. Terlepas dari apa pun profesi orangtua, nilai-nilai keluarga yang memegang teguh budaya literasi harus ditanamkan kepada anak sejak dini, karena anak yang literat senantiasa dekat dengan buku dan terbiasa menggunakan bahan bacaan untuk memecahkan permasalahan kehidupan. Pelaksanaan literasi harus terintegrasi dengan aktivitas keluarga sehari-hari untuk mempersiapkan generasi emas yang mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa depan yang dinamis dan kompetitif. Penulis, guru SMPN 1 Tegallalang, Gianyar, ASN di Pemkab Gianyar
POJOK Pada IndonesiaJapan Business Forum, Bali tawarkan investasi pertanian dan pariwisata. - Pariwisata berbasis agriculture. *** Bali era baru memerlukan investasi yang tidak mengabaikan kearifan lokal. - Investasi untuk sejahterakan rakyat Bali. *** Terkait PPDB di Denpasar, keluhan orangtua terus mengalir ke Rumah Pintar. - Semakin bingung.
Penulis, mahasiswa Prodi Konseling Pastoral di Sekolah Tinggi Teologia (STT) BAPTIS, Medan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Wage, 28 Juni 2019
7
TABANAN
Disdukcapil Tak Layani Permohonan Arsip KK Terbitan Lama Tabanan (Bali Post) -
Adanya sejumlah orangtua siswa yang mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk meminta arsip Kartu Keluarga (KK) terbitan tahun 2018, guna melengkapi syarat administrasi yang dibutuhkan dalam PPDB, membuat Disdukcapil mengeluarkan surat keterangan yang ditujukan kepada pimpinan daerah dan ditembuskan ke Sekda Tabanan serta Dinas Pendidikan Tabanan. Dalam surat tersebut, Disdukcapil menegaskan tidak melayani permohonan arsip KK dalam rangka proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).
DISDUKCAPIL - Suasana pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Tabanan.
Bali Post/dok
(27/6) kemarin. Rai pun mengakui, jumlah permohonan arsip KK terbitan tahun 2018 memang tidak banyak. Hanya, jika tidak segera diantisipasi dikhawatirkan akan ada lonjakan permintaan jelang akhir pendaftaran PPDB. Begitu pula untuk legalisir, Rai menyatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 10 Permendikbud No. 51 Tahun 2018 dan Pasal 18 Permendikbud No. 20 Tahun 2019, ditegaskan bahwa persyaratan Akta Kelahiran dan KK dalam pelaksanaan PPDB tidak dilegalisir. Kecuali untuk surat domisili, dilegalisir oleh pihak desa dan jajarannya. Terkait surat yang menerangkan bahwa Disdukcapil tidak melayani permohonan arsip KK 2018, dibenarkan Kabid SMP Dinas Pendidikan Tabanan I Made Darmawita. Pihaknya sudah langsung menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan Disdukcapil. Terkait adanya perminta-
an arsip KK terbitan tahun 2018, dikatakan Darmawita, itu karena ada juknis PPDB yang mengatur bahwa KK persyaratan PPDB tercetak enam bulan sebelum tanggal pendaftaran. ‘’Aturan pusat ini mungkin untuk menghindari adanya warga yang membuat KK dadakan untuk mendapatkan zonasi yang diinginkan,’’ terangnya. Darmawita juga tidak menampik kemungkinan adanya perubahan KK sehingga tidak sesuai dengan juknis PPDB, padahal yang bersangkutan memang sudah lama tinggal sesuai KK tersebut. ‘’Terkait hal itu, kalau tidak mampu menunjukkan dokumen KK lama yang, mungkin ada copyan di rumah. Bisa dikuatkan dari surat keterangan dari klian dinas setempat. Ini untuk menghindari orang yang memanfaatkan KK untuk kepentingan zonasi yang diinginkan,’’ tegasnya. (kmb28)
Di Dua SMP Baru
Figur Pengelolaan Kehumasan BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan mengakui masih memiliki kelemahan dalam mengelola kehumasan. Maka dari itu, pengelolaan kehumasan sebagai corong lembaga Bawaslu ke depannya harus terus ditingkatkan kualitasnya. Menurut Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada, S.E., pihaknya masih lemah dalam hal pengemasan informasi dan data yang akan disajikan ke publik terutama dalam bentuk berita. Maka dari itu pihaknya terus melakukan pembenahan internal. Salah satunya melalui rapat koordinasi peliputan dokumentasi dan pengelola media informasi untuk peningkatan kapasitas SDM kehumasan bagi staf Bawaslu dan pengawas pemilu kecamatan se-Kabupaten Tabanan yang digelar Kamis (27/6) kemarin. ‘’Kegiatan ini sangat penting. Kami ingin Bawaslu Tabanan dapat memberikan informasi kepada awak media sesuai peristiwa pengawasan pemilu di lapangan dan ada hal-hal mana yang tidak perlu disampaikan,pp tegasnya. Lebih lanjut dia berharap ke depannya, Bawaslu Tabanan dapat lebih profesional dalam menyampaikan informasi dan mampu meningkatkan jalinan kemitraan strategis dengan stakeholders. (bit)
Pendaftar Jalur Zonasi Lampaui Daya Tampung Sekolah Tabanan (Bali Post) Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi membawa angin segar bagi keberadaan dua SMP baru di Kabupaten Tabanan, yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri. Terbukti, hingga hari kedua pendaftaran, Kamis (27/6) kemarin, jumlah pendaftar di dua sekolah tersebut sudah melebihi kuota atau daya tampung. Dari pantauan, suasana pendaftaran hari kedua PPDB jalur zonasi di hampir seluruh SMP di wilayah kota Tabanan berjalan lancar. Suasana ramai hanya tampak pada sekolah yang selama ini dikenal favorit, seperti di SMPN 2 Tabanan dan SMPN 1 Tabanan. Namun tidak sedikit pula yang mendaftar pada dua SMP yang baru dibuka tahun 2018 lalu. Meski di jalur prestasi di SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri masih minim peminat, namun saat pendaftaran di jalur zonasi, pendaftarnya justru melebihi kuota. Di SMPN 6 Tabanan hingga hari kedua terdaftar 203 siswa, sementara daya tampung yang disiapkan sebanyak 160 siswa. Begitupun di SMPN 5 Kediri, jumlah yang mendaftar sebanyak 137 dari daya tampung hanya 128 siswa. Bendahara PPDB sekaligus Waka Kurikulum SMPN 6 Tabanan Ni Made Suryani menjelaskan, pendaftaran di sekolahnya tidak sampai membeludak ataupun berdesakan karena sudah sesuai
dengan zonasi. ‘’Setelah hari ketiga, Jumat besok (hari ini - red), baru akan kami verifikasi data yang sudah dikumpulkan,’’ ucapnya. Kepala SMPN 5 Kediri I Nyoman Sutarya yang mengatakan, jumlah pendaftar di sekolahnya melalui jalur zonasi sudah mencapai 137 orang. Sedangkan daya tampung hanya 128 atau terdiri dari 4 kelas. ‘’Kemungkinan jumlah pendaftar akan bertambah, karena masih menunggu hari terakhir pendaftaran,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Made Darmawita mengatakan, dari hasil monitoring, proses pendaftaran zonasi berjalan lancar dan aman. Meskipun memang pendaftaran di beberapa sekolah ada kelebihan pendaftar dari daya tampung. ‘’Ini baru pendaftaran dan memang tidak boleh menolak yang mendaftar sepanjang persyaratan yang dibawa sesuai juknis,’’ ucapnya. Terkait kelebihan tersebut, nantinya baru akan diketahui saat pengumuman pada 6 Juli mendatang. Pengumuman akan dipasang di masing-masing sekolah, begitu pula nama-nama sekolah yang masih kekurangan daya tamping, sehingga siswa setelah dilakukan penyisiran tidak bisa ditampung di sekolah sesuai zonasi bisa melihat sekolah mana lagi yang masih menyediakan daya tampung. ‘’Jadi, nanti sembari meli-
Anggaran Terbatas, Belum Semua Pejabat Ikuti Diklatpim Tabanan (Bali Post) Program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) bagi ASN di l i n g k u n g a n P e m k a b T abanan mulai aktif kembali sejak tahun 2016, setelah sebelumnya vakum sejak tahun 2006. Namun di tengah keterbatasan anggaran, kegiatan ini belum sepenuhnya bisa diikuti pejabat setempat. Dari data Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, sampai saat ini yang belum mengikuti diklatpim sebanyak dua orang pejabat eselon II, 35 orang pejabat eselon III, dan 274 orang pejabat eselon IV. Kabid Data dan Diklat Nyoman Suwirka, Kamis (27/6) kemarin mengatakan, tahun ini diklatpim IV sudah diikuti 24 orang, diklatpim III sebanyak 10 orang, dan diklatpim II sebanyak empat orang. Pejabat eselon II yang mengikuti diklatpim tahun ini yaitu Kepala Dinas Perizinan I Made Sumertayasa, Kepala Bakeuda Dewa Ayu
Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana mengatakan, sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur administrasi kependudukan, permohonan arsip KK terbitan 2018 memang tidak diperbolehkan. Arsip KK adalah dokumen negara yang tidak bisa diberikan lagi kepada pemohon kecuali ditentukan oleh peraturan perundangundangan. Dalam surat Disdukcapil tersebut juga diisi penjelasan bahwa KK adalah dasar utama penerbitan dokumen kependudukan yang sewaktuwaktu bisa berubah sesuai dengan peristiwa penting atau perubahan data kependudukan yang dialami penduduk. ‘’Sehingga jika ada perubahan elemen data penduduk adalah mempersyaratkan pelampiran Kartu Keluarga lama, selanjutnya KK lama tersebut ditarik dan dijadikan arsip oleh Disdukcapil,’’ ucapnya, Kamis
Sri Budiarti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, dan Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta. Masih ada dua pejabat eselon II yang belum mengikuti diklatpim. Diterangkannya, program diklatpim diatur dalam PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. Setiap ASN wajib mengikuti diklat minimal 20 jam pelajaran. ‘’Jadi tidak ada batasan umur, karena maksimal diikuti sebelum dua tahun jelang pensiun,’’ terangnya. Diklat ini, lanjut Suwirka, menggunakan pola on dan off. Artinya, selama empat bulan mengikuti diklatpim, tidak ada status Plt. di posisi pejabat bersangkutan. ‘’Untuk diklatpim II, per orang saja anggarannya sebesar Rp 30 juta lebih plus uang saku,’’ ucapnya. Sementara untuk eselon III dan IV, biayanya Rp 20 juta dan Rp 22 juta lebih per orang. Meski dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki, Suwirka menjelaskan, diklatpim bertujuan
untuk membentuk kompetensi kepemimpinan pada pejabat struktural yang akan berperan dalam pelak-
sanaan tugas dan fungsi kepemerintahan pada OPD masing-masing peserta. (kmb28)
Bali Post/ist
PPDB - Panitia PPDB di SMPN 6 Tabanan menunggu para pendaftar jalur zonasi, Kamis (27/6) kemarin. hat pengumuman kelulusan zonasi, orangtua atau siswa bisa melihat sekolah yang masih mempunyai daya tampung,’’ jelasnya. Darmawita pun menegaskan, untuk menghindari hal yang membuat tidak puas dalam PPDB, pihaknya telah mewanti-wanti panitia PPDB di tiap sekolah untuk melaksanakan tugas den-
gan baik. Yang terpenting, kelengkapan persyaratan administrasi yang sudah sesuai juknis agar memperkuat bukti jika terjadi protes. Bahkan di tiap sekolah juga telah disiapkan Posko PPDB untuk mendapatkan informasi dan tempat pengaduan. ‘’Sekarang sistem masih berjalan, pendaftaran belum tutup dan mudah-mudah-
an lancar. Jika sistem ini berjalan sesuai juknis dan semua pemangku kebijakan memiliki komitmen yang kuat, saya yakin tiga tahun ke depan sistem zonasi ini lebih mudah pelaksanaannya. Sekarang kan masih masa transisi, jadi wajar jika banyak orangtua yang belum paham,’’ ujar Darmawita. (kmb28)
BULELENG
8
Tiga Dusun di Desa Selat Kesulitan Air Bersih Singaraja (Bali Post) – Pemerintah Desa Selat, Kecamatan Sukasada rupanya cukup serius mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah krisis air bersih. Utamanya yang masih terjadi di tiga dusun di desa setempat. Upaya yang akan dilakukan salah satunya mengoptimalkan pemanfaatan sumber mata air di wilayah hutan lindung Desa Selat.
Bali Post/kmb38
TERSANGKA – Penyidik Satreskrim Polres Buleleg menetapkan FSB sebagai tersangka dugaan pencabulan anak di bawah umur.
Polisi Tetapkan FSB Pelaku Pencabulan Anak SD Singaraja (Bali Post) – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng akhirnya menetapkan FSB (18) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap PY (12) asal Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja. Tersangka yang berasal dari Kelurahan Kaliuntu, Singaraja ini mengakui telah menyetubuhi korban yang masih SD tersebut. FSB yang sebelumnya berstatus terlapor, kini sudah langsung ditahan. KBO Reskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (27/6) kemarin mengatakan, dari pemeriksaan saksi fakta dan keterangan tersangka menguatkan kalau korban PY yang masih duduk di bangku SD di Kota Singaraja telah disetubuhi oleh tersangka. Persetubuhan dengan korban yang masih di bawah umur itu dilakukan hingga empat kali selama Mei 2019 yang lalu. Korban PY disetubuhi oleh tersangka di rumahnya yang dalam kondisi sepi. Setiap akan berhubungan layaknya suami istri, tersangka mengirimkan pesan singkat (SMS) ke nomor HP korban. Ajakan lewat SMS itu dituruti, sehingga saat korban pulang sekolah dan masih mengenakan seragam SD langsung disetubuhi oleh tersangka. “Dari penyelidikan dan kami tingkatkan statusnya ke penyidikan, korban mengaku disetubuhi dan ini dibenarkan oleh tersangka, sehingga hari ini (Kamis, 27/6 - red) kami tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan ditahan untuk mengikuti proses lebih lanjut,” katanya. Menurut Sudiasa, selama melakukan penyelidikan dan penyidikan, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti yang menguatkan kalau tersangka melakukan pidana persetubuhan anak di bawah umur. Barang bukti itu adalah seragam SD milik korban dan bukti hasil visum et repertum
dokter RSUD yang menunjukkan korban pernah berhubungan badan dengan tersangka. Setelah menetapkan tersangka, penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) masih menyempurnakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga nantinya berkasnya diajukan ke persidangan. Untuk sementara, tersangka FSB melanggar pasal 81 ayat (2) Undang-undang (UU) RI No. 35 Tahun 2014, Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta membayar denda paling banyak Rp 5 miliar. Sementara itu, tersangka FSB di hadapan polisi menerangkan, alasan mengapa berani menyetubuhi korban atas dasar suka sama suka. Dia berdalih, sejak tahun 2018 silam sampai sekarang, masih berpacaran dengan korban. “Saya dengan dia (korban -red) pacaran, makanya berani melakukan itu (persetubuhan - red),” ujarnya sembari menundukkan kepala di hadapan polisi. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan dengan cara persetubuhan ini dilaporkan oleh orangtua korban ke Mapolres Buleleng pekan lalu. Peristiwa ini diduga terjadi pada 24 Mei 2019 lalu. Saat itu, korban diduga dicabuli oleh FSB setelah keduanya saling mengenal sejak enam bulan lalu. Keduanya saling kenal, karena korban sering lewat rumah pelaku. Setiap berangkat atau pulang sekolah, korban lewat depan rumah pelaku. Peristiwa ini diawali sekitar akhir Mei 2019 lalu, FSB meminta korban datang ke rumahnya. Saat masih mengenakan seragam sekolah, korban diduga dicabuli di rumah pelaku yang saat itu kebetulan sepi. Pascakejadian itu, orangtua korban mengetahui hal tersebut. Dugaan kasus itu diketahui setelah orangtua korban menemukan pesan singkat dari FSB ke nomor HP korban. (kmb38)
“Persoalan air bersih ini masalah lama dan belum terpecahkan. Untuk itu, setelah kami dilantik untuk melanjutkan pemerintahan perbekel terdahulu fokus menggarap masalah ini agar setiap warga di Selat terlayani air bersih,” ujar Perbekel Desa Selat hasil Pergantian AntarWaktu (PAW) Putu Mara usai dilantik oleh Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Kamis (27/6) kemarin. Mara mengatakan, dari seluruh dusun yang ada yakni Gambuh, Bulu Lada, Selat, Sekar Sari, Gunung Sari, dan Dusun Wita Jati, tiga di antaranya belum di-cover layanan air bersih, yakni Dusun Bulu Lada, Selat, dan Dusun Gambuh. Ketiga dusun ini kesulitan air bersih karena debit air yang dikelola saat ini belum mencukupi. Kalau musim hujan, warga masih bisa menampung air hujan untuk keperluan mencuci dan mandi. Namun saat kemarau seperti sekarang, warga dari tiga dusun ini terpaksa mencari air ke dusun tetangga atau bahkan membeli dari desa tetangga. Menurut Mara, kawasan hutan lindung di desanya banyak terdapat sumber mata air baku yang memungkinkan dikelola untuk kesejahtraan
bersertifikat atas nama pemkab sebagai pengganti tanah Terminal Penarukan, melalui mekanisme hibah,” katanya. Menurut Sugiartha, tukar guling ini tertunda lama karena regulasi yang dipergunakan terbentur dengan Permendagri No. 19 Tahun 2016 dan Perda No. 6 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Pemkab menindaklanjuti melalui mekanisme hibah. Masalah lain juga dihadapi terkait lahan pengganti merupakan tanah Dana Bukti Pemprov Bali. Setelah berproses, pemkab menyelesaikan tukar guling antara tanah Pemkab dan Pemprov Bali di Desa Gesing, Kecamatan Banjar dengan Tanah di Lumbanan Kecamatan Sukasada seluas 2,5 hektar dengan perbandingan 1 banding 1 sesuai dengan surat persetujuan Gubernur Bali yang diajukan ke DPRD Bali No. 593.33/2980/Perwat tanggal 21 April 1992. “Tukar guling ini tidak hanya antara Pemkab Buleleng dengan Dalem Purwa Penarukan, tapi juga dengan lahan Pemprov Bali, sehingga proses ini terlambat dan sekarang baru dituntaskan,” jelasnya. Sementara itu, Klian Adat Dalem Purwa Penarukan I Wayan Rian menyambut positif upaya pemkab yang telah menuntaskan proses tukar guling tanah tersebut. Krama Desa Adat Dalem Purwa Penarukan menunggu sejak lama terkait dengan kepastian penggantian tanah yang sekarang sudah difungsikan sebagai terminal. Meskipun baru bisa dipenuhi 2,5 hektar dari kesepakatan seluas 4 hektar, namun proses ini menunjukkan keseriusan
pemkab akan menuntaskan permasalahan tukar guling tanah tersebut. “Meskipun belum bisa terselesaikan sepenuhnya dan terlaksana baru tahun
masyarakat. Hanya, sumber mata air yang ada itu telanjur dikelola oleh kelompok masyarakat tertentu. Bahkan, pengelolaan itu sudah mengarah pada komersialiasi untuk mendapat keuntungan sendiri. Selain itu, ada sumber mata air yang secara kewilayahan berada di Desa Selat, namun dikelola oleh desa lain. Kondisi ini menimbulkan kerugian bagi warga Desa Selat sendiri. “Ini masalahnya dan ke depan kami akan menjalankan kebijakan bagaimana sumber mata air yang ada itu dikelola sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Desa Selat. Tentu dalam penanganan ini, kami meminta agar pemerintah kecamatan dan kabupaten memfasilitasi, sehingga solusi yang diambil itu menyelesaikan masalah yang terjadi selama ini,” jelasnya. Selain optimalisasi pengelolaan sumber mata air yang ada saat ini, menurut Mara, tahun ini, Desa Selat menerima bantuan dari pemerintah pusat di bidang sarana air bersih dengan nilai bantuan Rp 2,5 miliar. Dengan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar itu, Mara menyebut, pemerintah pusat akan mengalirkan sumber mata air di areal Hutan Lindung di Desa Wanagiri
dengan pembangunan jaringan pipa dan bak reservoar (penampungan -red). “Tahun ini, pembangunan sarana air bersih itu direalisasikan dan ini berkat kebijakan dan perjuangan perbekel terdahulu, sehingga kami melanjutkan kebijakan dalam dua tahun ke depan akan mengawal bantuan ini, sehingga menambah cakupan pelayanan air bersih yang kami kelola untuk keperluan masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, permasalahan air bersih ini sebenarnya terjadi sejak lama dan hampir semua dusun terdampak dengan masalah ini. Ini pemicunya karena keterbatasan sumber mata air baku yang memungkinkan untuk dikelola. Selain itu,
adanya sumber mata air yang juga sudah dikelola oleh desa tetangga, sehingga hal itu tidak bisa dialihkan karena akan memicu konflik antardesa. Untuk itu, politisi PDI Perjuangan Buleleng ini mendukung kebijakan pemerintah desa saat ini untuk mengatasi masalah krisis air bersih. Bahkan, kucuran DAK dari pusat itu berhasil diperjuangkan dan tahun ini sudah memasuki tahap pembangunan. Selain itu, desanya juga mendapat bantuan pembangunan sumur bor dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida dengan nilai sekitar Rp 500 juta. “Kami dukung dan dari dulu memang masalah air ini belum dipecahkan, dan sekarang bantuan pusat dan BWS itu akan menambah cakupan layanan air bersih di desa kami lebih baik optimal dari saat ini,” katanya. (kmb38)
BNNK Buleleng Kampanye Stop Narkoba di Panti Asuhan Singaraja (Bali Post) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng mengampanyekan gerakan Stop Narkoba kepada anakanak dan pengelola Panti Asuhan Udayana Wiguna, Singaraja, Kamis (27/6) kemarin. Kampanye ini masih terkait peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019. BNNK juga menyerahkan bingkisan paket sembako kepada anakanak panti asuhan tersebut. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, anak-anak yang tinggal di panti asuhan bisa
BKD Tindak Lanjuti Tukar Guling Lahan Terminal Penarukan
Singaraja (Bali Post) – Proses tukar guling tanah yang sekarang digunakan Terminal Penarukan dengan tanah milik Desa Adat Dalem Purwa Penarukan, Singaraja mulai digarap bertahap. Tukar guling ini bergulir tahun 1991 silam. Sayang, karena berkaitan dengan regulasi yang mendasari dan permasalahan teknis di lapangan sehingga prosesnya mandek dan baru tahun ini bisa ditindaklanjuti dengan bertahap. Tanah pengganti dari pemerintah sudah diserahkan kepada Desa Adat Dalem Purwa Penarukan dengan bukti Sertifikat Hak Pakai (SHP) Pemkab Buleleng kepada Desa Adat Dalem Purwa. Tanah pengganti itu diserahkan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Kepala BKD Gede Sugiartha Widiada kepada Klian Adat Dalem Purwa Penarukan I Wayan Rian disaksikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan, Rabu (26/6) lalu. Gede Sugiartha Widiada didampingi Kepala Bidang (Kabid) Aset Made Pasda Gunawan mengatakan, tanah milik Desa Adat Dalem Purwa Penarukan seluas satu hektar telah dimanfaatkan sebagai Terminal Penarukan. Dalam berita acara hasil musyawarah kesepakatan tukar guling tanggal 1 Januari 1991, tanah itu diganti dengan tanah milik pemerintah di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada seluas 40.000 meter persegi atau dengan perbandingan 1 banding 4. “Secara bertahap tukar guling ini kami selesaikan ysng tahap awal diserahkan tanah seluas 2,5 hektar yang telah
Jumat Wage, 28 Juni 2019
2019, namun dengan komunikasi dan koordinasi yang baik secara bertahap sudah bisa diselesaikan,” jelasnya. (kmb38)
saja akan terpengaruh kejahatan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Ini tidak lepas karena, anak-anak panti ini jauh dari hubungan orangtua atau keluarga. Bahkan, anak-anak yang yatim piatu, sehingga pergaulan nyaris tidak diawasi oleh kerabat dekat.
Untuk itu, momentum peringatan HANI, pihaknya mengajak anak-anak panti mewaspadai kejahatan narkotika yang sudah merasuk ke segala lini kehidupan. Ini bisa dilakukan dengan menghindari mengonsumsi minum-minuman keras, merokok, atau pergaulan bebas. Selain itu, pihaknya mengajak agar anak-anak di
panti asuhan mengisi kegiatan positif, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas seperti pada zaman milenial sekarang ini. Selain itu, BNNK mengajak puluhan anak panti asuhan ini menyebarluaskan kampanye “Stop Narkoba”, dan berpartisipasi aktif dalam mendukung gerakan P4GN. (kmb38)
GIANYAR
Jumat Wage, 28 Juni 2019
9
Kasus Penganiayaan Viral di Medsos
Tiga Remaja Wanita Diamankan Polisi
Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan tiga orang remaja wanita yang menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap korban berinisial KA, Kamis (27/6) kemarin. Para tersangka yang berinisial AG (17), DSK (16) dan VNA (17) ini bahkan merekam penganiayaan yang mereka lakukan terhadap korban yang berusia 16 tahun tersebut. Rekaman penganiayaan yang dilatarbelakangi rebutan cowok berinisial DA itu sudah viral di media sosial (medsos).
Bali Post/kmb35
PENGANIAYAAN - Ketiga tersangka yang melakukan penganiayaan terhadap korban KA seusai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sukawati, Kamis (27/6) kemarin.
Rumdin Diperlukan untuk Menunjang Kinerja Bupati Gianyar (Bali Post) Keberadaan rumah dinas (rumdin) sangat penting untuk menunjang kinerja seorang kepala daerah, seperti bupati. Sementara nominal Rp 11,5 miliar dinilai relatif masih kecil untuk membangun rumdin yang juga diperuntukkan sebagai ruang kerja bupati. Sementara terkait sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Gianyar yang kondisinya memprihatinkan, dipastikan akan mendapat tempat yang lebih pantas di areal pusat pemerintahan, yang rencananya dibangun di atas lahan seluas 50 hektar pada tahun anggaran 2020 mendatang. Bupati Gianyar Made Mahayastra menegaskan hal itu, Kamis (27/6) kemarin. Mahayastra mengatakan, rumdin khusus untuk bupati itu menjadi suatu hal yang wajib, mengingat jam kerja seorang kepala daerah itu 24 jam. Sehingga, rumdin tersebut tentunya akan menjadi tempat bekerja juga. “Waktu kerja bupati itu 24 jam, sehingga bupati tidak kenal jam kantor. Minggu boleh teken SK. Kalau ASN, Minggu tidak bisa eksekusi keputusan, apalagi yang tersurat,” jelasnya. Menurut Mahayastra, SK yang harus ditandatanganinya selaku kepala daerah menum-
puk setiap harinya. Sehingga tidak cukup bila hanya mengandalkan jam kantor hingga sore. Sementara bila dibawa pulang ke rumahnya yang berlokasi di Denpasar tentu tidak memungkinkan. “Kerja administrasi untuk tanda tangan SK bupati sehari itu numpuk lho. Belum lagi kalau keluar daerah beberapa hari, tinggal dikalikan berapa yang harus ditandatangani bila sudah kembali. Kalau bupati selesaikan di kantor saja itu lama, masyarakat bisa komplain. Belum lagi kalau dapat undangan adat di Gianyar,” katanya. Selain itu, kata Mahayastra, rumdin juga sebagai tempat kerja, termasuk tempat menggelar rapat dengan sejumlah keala OPD ataupun tamu lainnya. Sehingga dipandang layak, bila sejumlah kebutuhan yang nilainya cukup tinggi harus terpenuhi. “Kalau dihitung nilai, di sana harus juga ada ruang tamu, ruang kerja, ada taman, parkir. Ditambah juga ada ruang keluarga, karena bupati juga punya keluarga. Sesuai aturan keluarga bupati memang ditanggung, ada uang rumah tangga, uang kesehatan, protokoler keluarga bupati,” katanya menjabarkan. Sementara untuk rumdin yang saat ini ada di areal Kan-
tor Bupati Gianyar dinilai posisinya kurang pas, terlebih saat ini ruangan tersebut sudah dijadikan ruang kerja. Ditegaskan, nilai Rp 11,5 miliar belum seberapa untuk menunjang rumdin seorang bupati. “Jadi, kalau hanya memandang fungsi mungkin nilai itu masih kecil, kalau hanya (menilai-red) tempat untuk tidur saja mungkin itu besar,” tegasnya. Sementara terkait kondisi sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Gianyar yang saat ini memperihatinkan, Mahayastra mengungkapkan rencananya untuk membangun puspem. Dikatakan, seluruh pemerintahan akan berjalan di puspem yang akan didirikan di atas lahan 50 hektar. “Lahan sudah siap, tapi lokasinya masih kami rahasiakan,” ujarnya. Lantaran adanya rencana tersebut, kata Mahayastra pihaknya tidak melakukan perbaikan kantor OPD secara besar-besaran. Kalaupun ada perbaikan, hanya skala kecil. Hal ini juga berlaku untuk Kantor Disdukcapil Gianyar yang aset bangunannya milik Pemprov Bali, dan SDM-nya ada di bawah kewenangan pusat. “Untuk Kantor Disdukcapil, kalau mau diperbaiki harus minta izin dulu,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Menjelang Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berlangsung di Bali pada tanggal 8 Agustus 2019, Bupati Gianyar I Made Mahayastra dipastikan tetap menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Gianyar. Hal ini disampaikan pria yang juga Bupati Gianyar itu, Kamis (27/6) kemarin. Pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini mengatakan, partainya telah mengeluarkan peraturan partai Nomor 28 Tahun 2019 tentang konsolidasi pembent u k a n
DPD dan DPC. Melalui peraturan itu, artinya sebelum dilaksanakan kongres harus diselesaikan dulu di bawah terkait ketua DPC hingga DPD. “Harus ada ketua DPC yang baru, kemarin kami sudah rapat,” jelasnya. Berdasarkan peraturan itu, disebutkan tata cara pemilihan ketua khususnya DPC. Menurut Mahayastra, ada 530 DPC yang diklasifikasikan dalam tiga kategori yakni baik, sedang dan buruk. Kategori baik adalah DPC yang solid, kerja bagus, dan hasil bagus. Bali termasuk daerah yang masuk kategori sangat baik. Hal itu terbukti dari hasil pileg yang hampir setiap tingkatan berhasil menambah perolehan kursi. Berdasarkan itu, ketua yang menjabat bisa dipertahankan. “Oleh DPP diperbolehkan menjabat kedua kalinya. Jadi, seluruh DPC di Bali masuk kategori baik,” jelasnya. Khusus di Gianyar, Mahayastra mengaku dapat hasil memuaskan. Terbukti dari peningkatan kursi di legislatif dari 16 menjadi 26 kursi, sehingga Ketua DPC Gianyar juga dipertahankan. “Saya memimpin kembali. Tanpa peraturan inipun,
semua PAC dan kader menginginkan saya kembali memimpin, dan saya sampaikan saya siap,” ujarnya. Sementara untuk posisi Ketua DPP PDI-P Pusat, Mahayastra mengaku berharap Megawati tetap memimpin. “Untuk pusat, kita minta kesediaan Ibu (Megawati, red) untuk mimpin kembali. Partai secara nasional telah meminta kesediaan beliau. Pertama karena Ibu adalah figur panutan,” jelasnya. Sedangkan terkait posisi Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Mahayastra memastikan akan tetap diduduki Wayan Tagel Winarta. Keputusan ini ditegaskan meski ada persaingan perolehan suara di internal PDI-P Dapil Tampaksiring-Blahbatuh. “Pak Tagel prioritas utama Ketua DPRD Kabupaten, karena mempertimbangkan struktur di partai, dan loyalitas terhadap partai,” jelasnya. Lantas, bagaimana dengan caleg yang memperoleh suara terbanyak? Menurut Mahayastra, hal ini sudah dipertimbangkan secara matang, dilihat dari jabatan pada struktur partai dan sisi senioritas. “Ya, nanti itu (untuk Ni Made Ratnadi-red). Pasti ada apresiasi lain, misalnya pada alat kelengkapan dewan. Ratnadi nantilah,” tegasnya. (kmb35)
Mahayastra Tetap Jabat Ketua DPC PDI-P Gianyar
Aksi penganiayaan dengan durasi 22 detik itu terjadi di seputaran Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Rabu (26/6) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Dalam video itu tampak korban dengan pakain basah disuruh berlutut oleh para tersangka sembari mengakui kesalahan dan meminta maaf. Usai melakukan hal itu, korban yang mengenakan baju abuabu ini lantas didorong, hingga jatuh di aspal. Ditemui di rumahnya di wilayah Kecamatan Sukawati, Kamis (27/6) siang kemarin, kakak perempuan korban mengungkapkan, adiknya masih trauma dengan kejadian tersebut. Dikatakan, korban KA masih mengurung diri dalam kamar. “Sejak pagi belum mau makan. Kasihan dia, wajahnya luka-luka,” ujar perempuan berusia 25 tahun ini. Sepengetahuan keluarga, korban selama ini dikenal anak yang polos dan tidak punya masalah dengan siapa pun. Dikatakan, pihak keluarga tidak mengetahui persis penyebab aksi penganiayaan itu. “Yang jelas, setelah kejadian itu adik saya sempat menelepon sambil menangis. Namun, dia tidak
bilang apa-apa,” jelasnya. Waktu itu ia mengaku tidak bisa menjemput korban karena sibuk bekerja. Korban kemudian meminta bantuan teman dekatnya untuk menjemput. Saat dijemput, korban sudah dalam kondisi berantakan. “Bajunya basah dan bau air got. Wajahnya luka-luka, langsung diajak ke rumah,” jelasnya. Setiba dirumah, orangtua korban yang melihat kondisi itu sontak marah-marah. Rabu sore sekitar pukul 18.00 Wita, sejumlah warga mendatangi rumah korban lantaran mendapati video penganiayaan yang sudah beredar di medsos. Orangtua korban terkejut menyaksikan kejadian yang menimpa anaknya. Kepada ayahnya, korban menceritakan kejadian itu lalu diajak ke rumah pelaku di kawasan Desa Ketewel. Selanjutnya, mereka melaporkan kasus ini ke Polsek Sukawati. Saat ini pihak keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian. “Mudahmudahan, pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu
IGN Jaya Winangun mengatakan, jajarannya sudah mengamankan tiga tersangka pelaku penganiayaan terhadap KA. Diungkapkan, kasus ini bermula dari viralnya video penganiayaan terhadap seorang remaja wanita. “Para pelaku diamankan di rumahnya masing-masing, Kamis pagi sekitar pukul 08.00 Wita,” ujarnya. Jaya Winangun menambahkan, ketiga pelaku lantas dibawa ke Mapolsek Sukawati untuk menjalani proses pemeriksaan. Berdasarkan hasil introgasi, mereka mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban KA. “Para pelaku melakukan penganiayaan dengan motif cemburu,” terangnya. Jaya Winangun menjelaskan, awalnya korban pacaran dengan seorang cowok berinisial DA. Di tengah hubungan korban itu, DA kembali mendekati pelaku AG, dengan alasan bahwa DA tidak ada hubungan lagi dengan korban. Mendapat penjelasan itu, tersangka AG mau menerima DA sebagai pacar. “Kemudian korban mendatangi tersangka AG agar tidak pacaran dengan DA, karena antara korban
dengan DA masih ada hubungan pacaran, ditambah ada rahasia antara mereka berdua,” katanya. Menerima penjelasan korban tersebut, AG tidak terima dan langsung mencari korban ke rumahnya untuk diajak ke sebuah tempat di wilayah Desa Kemenuh. Tujuannya untuk membicarakan permasalahan tersebut. “Setiba di Kemenuh, sudah ada dua tersangka lain yang menunggu yakni DSK dan VNA. Kedua orang teman GA ini memaksa korban untuk meminta maaf kepada GA dan melakukan penganiayaan kepada korban,” kata Jaya Winangun memaparkan. Jaya Winangun menegaskan, proses hukum tetap berlanjut untuk ketiga tersangka. Namun karena ketiga masih di bawah umur, mereka akan diarahkan untuk diversi. “Mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun. Kalau nanti diversi, tergantung putusan hakim. Sementara dikembalikan ke orangtua masing-masing untuk dibina, sembari menunggu sidang,” tegasnya. (kmb35)
TATAP MUKA - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat bertatap muka dengan para awak media di halaman belakang kantornya, Kamis (27/6) kemarin.
Dalami Lembaga Pelatihan Kerja
Bupati Mahayastra Kunjungi Yayasan di Jepang
BUPATI Gianyar Made Mahayastra beberapa waktu lalu menggelar kunjungan kerja ke luar negeri, yakni Jepang. Dalam kunjungan ke Negeri Sakura itu, Bupati Mahayastra menjajaki yayasan yang selama ini sudah membantu pendidikan untuk sejumlah siswa berprestasi di Kabupaten Gianyar. Bupati Mahayastra mengatakan, pihaknya berkunjung ke Jepang selama enam hari lima malam. Di sana ia mengunjungi yayasan yang sudah beberapa tahun membantu pendidikan di Bumi
Seni Gianyar ini. “Selama ini mereka secara sukarela membantu beberapa sekolah di Gianyar terutama SD. Saya ke sana untuk mengetahui seperti apa lembaganya di sana, kualitas, dan legalitasnya. Mengingat mereka juga meminta mengirimkan tenaga dan bekerja di sana,” ujarnya. Bupati Mahayastra menambahkan, selama di Jepang ia sudah melihat secara langsung usaha yang bergerak di bawah yayasan tersebut. Dikatakan, manajemen lembaga tersebut memiliki tenaga yang terampil dan disiplin. Melihat
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Sukawati menangkap pelaku kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dengan tersangka Ahmad Asir (25) asal Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Pria yang tinggal sementara di seputaran Denpasar Selatan itu ditangkap polisi di Sanur, Kamis (27/6) sekitar pukul 08.00 Wita. Pelaku sebelumnya telah mencuri sepeda motor milik korban I Wayan Sukiantara (21) asal Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi mengatakan, penangkapan terhadap pelaku karena sebelumnya polisi menerima laporan korban telah kehilangan satu unit sepeda motor. Dikatakan, pada Sabtu 18 Mei 2019 sekitar pukul 22.30 Wita, korban bertandang ke rumah temannya di Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. Saat itu korban memarkir sepeda motor Scoopy DK 8792 KV di pinggir Jalan Raya Desa
Singapadu Tengah. Saat itu stang kendaraan tersebut memang tidak terkunci, sehingga pelaku dengan gampang mencuri sepeda motor tersebut. Aksi pencurian baru diketahui tengah malam sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya, ternyata sepeda motornya sudah tidak ada di tempat. “Mengetahui kejadian tersebut, korban Sukiantara berusaha mencari namun tidak ketemu. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukawati,” katanya. Selanjutnya, Unit Opsnal Polsek Sukawati yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Komang Sudarasana, S.H. melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku, sehingga polisi memburu keberadaan pelaku. Akhirnya, polisi berhasil menangkap pelaku curanmor Ahmad Asir di Sanur. Polisi kemudian mengin-
peluang itu, ia selaku kepala daerah mengaku tertarik. “Kami mengecek ke sana, karena saya sebagai kepala daerah tidak ingin mengirim SDM bila dipekerjakan tidak jelas,” katanya. Saat ini yayasan dari Jepang itu membuat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Gianyar, tepatnya di seputaran By-pass Dharma Giri Gianyar. Ke depan, peluang tenaga kerja yang diperlukan di Jepang, mulai dari tenaga medis, restoran, pertanian, pemotongan daging, sampai di pemerintahan. “Tugas
pemerintah kan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kalau masyarakat merasa sejahtera bekerja di sana, maka kita akan bantu melalui LPK ini,” jelas Mahayastra. Bupati Mahayastra mengungkapkan, Jepang merupakan salah satu negara tujuan dari ribuan TKI. Selama di Jepang, ia sendiri sudah menemui sejumlah tenaga kerja asal Gianyar. “Di sana saya bertemu juga dengan tujuh orang tenaga asal Gianyar. Mereka sudah cukup lama bekerja di sana,” ujarnya. (ad748)
Pencuri Motor Dibekuk Polisi
Bali Post/kmb35
PELAKU - Jajaran Polsek Sukawati menunjukkan pelaku curanmor, Kamis (27/6) kemarin. terogasi, dan pelaku mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor tersebut bersama dengan temannya yang bernama Samsul. Kini polisi masih memburu Samsul dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Suryadi menambahkan,
modus operandi (MO) pelaku mencuri sepeda motor korban dengan merusak kunci menggunakan kunci leter T. “Atas perbuatannya itu, tersangka Ahmad Asir dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara, tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Sugiasa Tak Berambisi Jadi Calon Bupati Nyatakan Siap jika Ditugaskan Partai
KECELAKAAN - Kecelakaan yang terjadi di Yehembang melibatkan pick-up yang dikemudikan Jaman (48) dari Banyuwangi dengan sepeda motor Scoopy yang dikendarai Sholihin dari Probolinggo. Akibatnya pengendara sepeda motor tewas setelah sempat mendapatkan perawatan di RSU Negara.
Ditabrak ”Pick-Up” Pengendara Motor Tewas
Negara, (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas antara pick-up nopol P 9341 VE yang dikemudikan Jaman (48) dari Banyuwangi dengan sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 4099 ABT yang dikendarai Sholihin dari Probolinggo, terjadi Rabu (26/6) sore lalu. Kecelakaan yang terjadi di jalur Denpasar – Gilimanuk Km 78-79 Banjar Bale Agung, Desa Yehe-
mbang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana mengakibatkan pengendara sepeda motor tewas setelah mendapat perawatan di Puskesmas Mendoyo. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko mengatakan, kronologis kecelakaan berawal dari mobil pick-up nopol P 9341 VE melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk mendahului kendaraan yang
ada di depannya. Ketika mendahului kendaraan jenis minibus yang ada didepannya, dari arah depan melaju kendaraan sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 4099 ABT yang dikendarai Sholihin. Kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Akibatnya, Sholihin mengalami luka robek, patah pada leher, kaki kanan benjolan di kepala. Sempat
mendapatkan perawatan di RSU Negara namun akhirnya meninggal dunia. AKP Yoga Widiatmoko menjelaskan, kecelakaan dipicu karena pengemudi mobil pick-up kurang hatihati. Pada saat mendahului kendaraan tidak memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan. Kini kasusnya ditangani Polres Jembrana. (kmb)
Terkait Aturan Jam Operasional
Satpol PP Tertibkan Sejumlah Toko Modern Negara (Bali Post) Sejumlah toko modern ditertibkan Satpol PP Jembrana, Rabu (26/6) malam. Penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana ini terkait jam operasional toko-toko tersebut. Hasilnya ditemukan dua toko modern buka melebihi batas waktu. Teguran pun dilayangkan dan toko diminta tutup sesuai jam. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Jembrana Nomor 8 Tahun 2010 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, khusus toko modern diberikan waktu jam operasional. Dalam Perda tersebut diuraikan untuk hari Senin hingga Jumat diberikan waktu buka mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu dibatasi mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Dari hasil sidak di sejum-
lah toko modern di wilayah Kecamatan Jembrana dan Negara, petugas mendapati beberapa buka melebihi waktu yang ditentukan. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana, I Made Tarma, Kamis (27/6) kemarin mengatakan, dari sekitar 8 toko modern yang disasar, petugas mendapati ada dua toko modern yang buka melebihi pukul 22.00 Wita. “Kita berikan teguran dan langsung meminta menutup toko karena sudah melebihi batas
jam yang ditentukan,” terang Tarma. Saat petugas sidak, juga didapati salah satu toko modern di Jalan Udayana yang sudah menjelang tutup sekitar pukul 22.40 Wita. Petugas tetap memberikan teguran sebelum pegawai toko menutup. Selain terkait jam operasional, petugas meminta beberapa toko yang memasang informasi buka 24 jam untuk melepas. Begitu juga terkait nama toko yang belum menggunakan aksara Bali, agar
Tabrak Material Proyek
Patah Kaki, Korban Minta Pertanggungjawaban Kontraktor Negara (Bali Post) Korban pengendara motor karena menabrak material proyek jalan di Sawe Rangsasa, Kelurahan Dauhwaru hingga Kamis (27/6) kemarin masih dirawat di Sal B, RSU Negara. I Nyoman Sindra, warga Sawe Mundukwaru yang bekerja di Pengambengan ini mengalami patah kaki kiri. Bahkan pihaknya kemarin menjalani
operasi lantaran dua tulang di atas mata kakinya patah. Kepada wartawan, korban yang bekerja di Perikanan ini saat itu hendak masuk kerja shift dinihari. Namun saat perjalanan ke kantor, korban menabrak material batu proyek rehabitilasi jalan yang ditaruh terlalu ke tengah. “Saya waktu itu hendak kerja, saya tegaskan tidak ada
PATAH KAKI – Korban kecelakaan akibat menabrak batu material proyek jalan di badan jalan kemarin masih dirawat di RSU Negara.
rambu di lokasi saya jatuh. Tidak ada penerangan dan jalan menurun. Saya terkejut tibatiba ada batu di tengah (jalan) dan tidak dapat menghindar,” terang Sindra ditemui di RSU Negara. Akibat menabrak batu material itu korban terpental dari sepeda motor dan tidak bisa berdiri. Meskipun masih sadar, ia mengaku tak bisa berdiri dan merasakan sakit di kaki kirinya. Korban membantah ada pihak dari rekanan atau yang bertanggung jawab telah menemuinya atau keluarganya. “Sampai sekarang tidak ada (ditemui rekanan). Semua keluarga, istri dan anak saya di sini menemani saya. Siapa lalu yang ditemui? Terus terang saya sangat kecewa, ini kan ada unsur keteledoran sampai menyebabkan saya begini,” tandas Sindra ditemui seusai operasi. Pihaknya berharap agar pihak pelaksana juga bertanggung jawab dengan kondisinya ini. Selain tidak bisa bekerja terbaring di RSU, kondisinya kakinya juga mengalami patah tulang. (kmb26)
segera dibubuhkan. “Kita berikan waktu dua minggu untuk melengkapi. Nanti kita akan cek lagi. Ini juga untuk menyikapi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 79 Tahun 2018 dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018,” terang Tarma. Lebih lanjut terkait jam operasional, menurut Tarma, tertuang dalam pasal 7 Perda tentang Penataan dan Pemberdayaan Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Disebutkan bahwa untuk melindungi pasar tradisional, toko modern dibatasi jam beroperasi agar tidak 24 jam. Toko boleh buka melampaui dari pukul 22.00 Wita, apabila mendapat izin khusus dari Bupati Jembrana. (kmb26)
Negara, (Bali Post) Namun yang perlu ditingkatkan yaitu sosialKetua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa isasi penilaian BPK terkait WTP. “Ini juga yang terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi perlu disosialisasikan oleh klian banjar mauBali dalam Pemilu 2019 April lalu menyata- pun perbekel di setiap kesempatan sehingga kan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat tahu. Jangan sampai ketidaktamasyarakat Jembrana. Sugiasa mengatakan huan menjadi alat untuk mempolitisir. Apalagi akan berusaha membawa banyak program ke program-program pemkab kini sudah banyak Jembrana baik di bidang pendidikan dan lain- yang menyentuh masyarakat. Seperti tambanya. Dengan komitmen itu, Sugiasa mengaku han dana kesehatan 58 miliar untuk membantu tidak berambisi menjadi calon bupati maupun masyarakat,” jelasnya. calon wakil bupati Jembrana dalam Pilkada Demikian juga konsolidasi kepada 2020 nanti. masyarakat juga agar ditingkatkan. “Secara Kepada awak media, Kamis (27/6) siang, jujur memang patut diakui ada yang perlu dibeSugiasa mengatakan, jika partai menugaskan nahi. Jembrana sudah luar biasa. Cuma meapalagi jika Ketua DPD merekomendasikan mang belum ada penjelasan pada masyarakat,” dia akan melaksanakan tugas. “Waktu Pemilu katanya. lalu saya mau nyalon di DPRD Pemimpin ke depan, katanya, juga perlu kabupaten namun ditugaskan meningkatkan PAD dan mencari ke provinsi, ya saya nurut saja. inovasi dalam mencari PAD. Saya taat pada perintah partai,” Perlu koordinasi dan berjelas politisi asal Dauh Waru, sinergi dalam peningJembrana ini. katan pembangunan. Namun, Sugiasa berharap Kebutuhan masyarakat siapapun calon bupati dan diharapkan meningkat. wabup ke depan agar mampu “Jadi bagaimana menemembawa Jembrana lebih baik mukan pemimpin yang lagi. “Selama ini sudah baik dan berani, inovatif dan bagus. Sudah inovatif namun kami kreatif,” tandasnya. berharap lebih berani, inovatif Demikian jiga di dan kreatif,” harapnya. desa agar ke depan perDia melihat dari tahun ke lu dibudayakan padat tahun fakta pemerintahan jika karya. (kmb) dilihat dari LHP BPK selalu dinyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP). Melihat LHP tersebut ada peningkatan dari segi pembangunan dan belum ditemukan kesalahan. Sugiasa juga menilai sudah ada perbaikan dari segi ekonomi dan kesehatan. I Ketut Sugiasa
Rapat Paripurna III
DPRD dan Bupati Jembrana Sepakat Bahas Ranperda Perubahan Perda Pilkel RAPAT paripurna III digelar di Ruang Sidang DPRD Jembrana, Kamis (27/6) kemarin. Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa ini merupakan agenda jawaban Bupati Jembrana terhadap pandangan fraksi-fraksi di DPRD Jembrana. Dua rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan yakni tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemilihan Perbekel diterima DPRD Jembrana. Dalam paripurna yang turut dihadiri Wakil Ketua DPRD yakni I Wayan Wardana dan I Kade Darma Susila, Bupati Jembrana I Putu Artha menjawab berbagai pertanyaan saran dan masukan keenam fraksi DPRD Kabupaten Jembrana saat Rapat Paripurna, Senin (24/6) lalu. Bupati Artha mengaku bersyukur dan mengapresiasi semua fraksi di DPRD. Dua ranperda yang diajukan, yakni Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2018 serta Perda tentang perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang pemilihan perbekel, dapat diterima. Seperti diketahui, dalam pandangan umum sebelumnya, seluruh fraksi menerima 2 ranperda untuk selanjutnya dibahas dengan tahapan dan
mekanisme di DPRD. Terkait dengan pertanyaan, pernyataan, masukan dan saran dari dewan yang disampaian saat pandangan umum fraksi sebelumnya (24/6), khususnya Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2018, Bupati I Putu Artha menegaskan bahwa pihaknya berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Bupati juga berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kelemahankelemahan yang masih terjadi sehingga ke depan program dan kegiatan serta pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan dengan lebih baik dengan tetap memperhatikan saran Dewan. Pokok-pokok pikiran yang be-
rasal dari aspirasi masyarakat yang dihasilkan melalui reses akan menjadi acuan dalam proses penganggaran, sehingga aspirasi masyarakat dapat direalisasikan dengan merata dan adil. Sementara terkait dengan Ranperda Nomor 2 Tahun 2015 tentang pemilihan Perbekel akan dilanjutkan dan dituntaskan. Sehingga dalam waktu singkat bisa ditetapkan. Dari 35 desa di Kabupaten Jembrana yang akan melaksanakan pemilihan perbekel tahun 2019, seluruh tahapannya yang sedang dilaksanakan akan berjalan dengan baik. Harapannya Pilkel bisa terselenggara dengan sukses dan damai sesuai asas-asas demokrasi serta ketentuan undang-undang yang berlaku. (ad744)
RANPERDA – Pimpinan DPRD Jembrana dengan Ketua I Ketut Sugiasa bersama Bupati Jembrana menyepakati membahas dua ranperda, salah satunya Ranperda tentang Perubahan Perda terkait Pilkel.
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Karangasem
SMAN 1 Amlapura Kekurangan RKB
Pinjam Laboratorium untuk Ruang Belajar Amlapura (Bali Post) Kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) tidak hanya terjadi di bangku SMP. Sejumlah SMA di Karangasem juga mengalami masalah yang sama. Seperti, SMAN 1 Amlapura misalnya. Sekolah favorit di Bumi Lahar itu, sampai saat ini masih kekurangan sejumlah ruang belajar. Kepala SMAN 1 Amlapura I Wayan Sugiana, Kamis (27/6) kemarin mengungkapkan, kalau saat ini pihak sekolah masih kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB). Sementara tahun ini, SMAN 1 Amlapura mendapatkan jatah siswa 252 orang. Masing-masing rombongan belajar (rombel) diisi 36 siswa. “Kalau nantinya kita mendapatkan jumlah siswa sesuai dengan jatah yang diberikan, maka kita masih kekurangan empat RKB untuk menampung siswa baru,” ujarnya. Sugiana menambahkan, untuk menyiasati kekurangan RKB itu, selama ini pihaknya terpaksa meminjam ruang laboratorium untuk dijadikan ruangan belajar siswa. Itu dilakukan, karena sudah tidak ada lagi ru-
angan yang bisa dimanfaatkan untuk menampung siswanya. “Untuk itu, kita terpaksa meminjam ruang laboratorium kimia, fisika, biologi, dan komputer untuk menampung anak-anak,” jelasnya. Sugiana mengaku telah mengajukan permohonan bantuan kepada Disdikpora Provinsi Bali. Hanya, sampai saat ini belum mendapatkan respons terkait itu. Sedangkan untuk pembangunan gedung, ada kendala masalah lahan karena lahan yang dipergunakan minimal satu hektar. Saat ini, sekolah hanya memiliki lahan 8.800 m2. “Maunya dibangun gedung bertingkat. Kita sudah ajukan bangunan gedung bertingkat lantai dua. Masing-masing lantai dibangun empat ruangan. Hanya, bantuan baru bisa datang jika kita menyiapkan dak bertingkatnya, sehingga pemerintah yang membangun di atasnya,” paparnya. Tetapi dengan situasi seperti sekarang ini, lanjut Sugiana, sulit rasanya meminta sumbangan untuk biaya membuat dak bertingkat. Mengingat, pembuatan dak bertingkat membutuhkan dana yang lumayan besar. (kmb41)
I Wayan Sugiana
Bali Post/kmb41
11
Penetapan Anggota DPRD Kabupaten Tunggu Putusan MK Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelum menetapkan anggota DPRD kabupaten terpilih. Mengingat MK baru mengeluarkan putusan terkait Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). “Kita tunggu MK. Sekarang kan putusan Pilpres. Kalau memang sampai tanggal 1 Juli tidak ada gugatan terkait Pileg ke MK, maka pada 2, 3, dan 4 Juli, kita tetapkan anggota DPRD terpilih,” ujar Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana saat dikonfirmasi, Kamis (27/6) kemarin. Krisna menambahkan, untuk penghitungan raihan kursi yang diraih partai politik, maka suara sah yang diraih partai bakal dibagi 1, 3, 5, dan seterusnya dengan bilangan pembagi ganjil. Lalu penentuan suara terbanyak yang diraih oleh caleg. Setelah itu, baru menentukan jumlah anggota DPRD yang lolos di masing-masing dapil. “Setelah itu, KPU bakal meranking perolehan masing-masing caleg, dalam persiapan Pergantian Antar-Waktu (PAW). Semua itu akan di SK-kan oleh KPU dan setelah itu, KPU memiliki waktu tujuh hari untuk mengusulkan ke Gubernur Bali melalui Bupati Karangasem untuk bisa dilantik,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, syarat utama caleg anggota DPRD sebelum diusulkan ke Gubernur, mereka lebih dulu harus menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Jika itu sudah dilaporkan, barulah namanama caleg yang lolos bisa diajukan ke Gubernur. “Setelah kita konfirmasi semua anggota yang lolos sudah melaporkan LHKPN tersebut,” jelas Krisna. Sebelumnya, KPU telah melaksanakan sosialisasi dan simulasi penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih anggota
DPRD Karangasem pada Pemilu 2019, Rabu (26/6) lalu. Krisna mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar peserta pemilu maupun instansi terkait dapat mengetahui mekanisme penghitungan jumlah kursi untuk calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem yang nantinya akan ditetapkan dan dilantik. Divisi Sosialisasi, Putu Deasy Natalia, mengatakan, sesuai dengan PKPU 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih Dalam Pemilihan Umum, perhitungan kursi untuk partai politik dilakukan dengan metode baru yaitu membagi suara sah partai dengan bilangan 1, 3, 5, 7, dan seterusnya atau yang dikenal dengan Sainte Lague. Selanjutnya, hasil pembagian kemudian diurutkan berdasarkan nilai terbanyak dan diberikan kursi sesuai jumlah di masing-masing daerah pemilihan. “Kalau sudah dapat kursi, lalu ditentukan calon dengan suara terbanyak di partai bersangkutan untuk mendudukinya,” jelas Deasy. (kmb41)
I Gede Krisna Adi Widana
Bali Post/kmb41
ODGJ Berkeliaran Resahkan Warga
ODGJ - Petugas Satpol PP Karangasem saat mengamankan ODGJ yang berkeliaran.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Warga masyarakat sering mengeluhkan keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih sering berkeliaran di seputaran kota. Atas kondisi itu, Dinas terkait diharapkan bisa mengamankan ODGJ tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat Karangasem. S alah seorang w arga, Wayan Sudarmayasa, Kamis (27/6) kemarin mengatakan, ODGJ yang berkeliaran di seputaran kota memang sering mengganggu dan meresahkan warga. Dua hari sebelumnya, bahkan ada dua ODGJ yang sampai mengambil barang-barang milik warga. Ia mengaku sering melihat ODGJ berkeliaran di Jalan Untung Surapati,
Jalan Ngurah Rai, Jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, dan Jalan Diponegoro. “ODGJ itu mengambil kantong plastik yang dibawa warga. Mereka juga mengambil batu dan melempari mobil yang ada di dekatnya. Untung mobil warga tidak kena. Bahkan, mereka sering masuk ke toko,” ucapnya. Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Karangasem, IWayan Sukerena, membenarkan ada sejumlah ODGJ yang berkeliaran di Kota Amlapura. Pihaknya harus bekerja sama dengan petugas Satpol PP untuk mengamankan mereka. “Kita sempat mengamankan ODGJ, dan mereka sudah kita kirim ke RSJP di Bangli,” katanya. (kmb41)
Renovasi Gedung Puskesmas Selat Dianggarkan Rp 5,4 M Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melalui Dinas Kesehatan segera melakukan perbaikan gedung Puskesmas Selat. Anggaran perbaikan mencapai Rp 5,4 miliar. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama, Kamis (27/6) kemarin mengungkapkan, perbaikan Puskesmas Selat dilakukan karena kondisinya memang mengalami sejumlah kerusakan sehingga sudah layak untuk direnovasi. Renovasi utamanya dilakukan pada gedung di sebelah barat. Sedangkan di sebelah timur, akan dilakukan pembangunan gedung baru. Anggaran yang dipakai untuk renovasi dan pembangunan gedung baru bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan pemerintah pusat. “Sampai saat ini masih dalam proses pelelangan. Kami harapkan, sebelum 30 Juni ini, sudah ada pemenang sekaligus tanda tangan kontrak sehingga proses pembangunan bisa segera dilakukan,” ujarnya. Pertama menargetkan proses pembangunan sudah rampung November atau Desember sehingga awal tahun 2020, gedung sudah bisa dioperasikan. Saat ini, gedung puskesmas lama masih digunakan untuk manajemen dan administrasi. Namun, berkaitan dengan proses pelayanan, pihaknya untuk sementara meminjam gedung UPTD di Balai Benih Ikan (BBI) Selat. “Sebelum pindah, kita sudah lebih dulu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk peminjaman gedung itu. Dari dinas telah memberikan pinjaman dua gedung di UPTD BBI,” jelasnya. (kmb41)
RENOVASI - Gedung Puskesmas Selat segera direnovasi, sehingga pelayanan kesehatan untuk sementara akan dilakukan di UPTD BBI Selat.
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Bupati Minta Kebakaran TPA Sente Segera Dituntaskan Semarapura (Bali Post) Tumpukan sampah di TPA Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, terus menimbulkan keluhan masyarakat. Masalahnya kebakaran di areal TPA itu terus berlarut dan menimbulkan asap pekat yang sangat mengganggu warga sekitar. Atas persoalan tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan serta Kasat Pol PP dan Damkar, Kamis (27/6) kemarin. Kedua OPD ini diminta bersinergi untuk menuntaskan penanganan kebakaran TPA dengan berbagai cara. Bupati Suwirta mengintruksikan keduanya untuk segera menuntaskan pemadaman api tersebut. Segera melakukan tindakan perataan areal
TPA. Sampah yang menggunung agar dibawa ke ruang yang lebih kosong, sehingga tidak lagi menimbulkan
gas metan sekaligus untuk mencegah kebakaran itu terjadi lagi. Bupati Suwirta meminta agar kedua instansi mengerahkan alat berat sehingga proses ini bisa dilakukan lebih cepat. “Mengenai ketersediaan alat be-
rat, saya sudah bicara dengan Sinar Bali. Agar dibantu alat berat untuk meratakan tumpukan sampah di sana,” tegasnya. Selain upaya perataan tempat, melihat permasalahan sekarang pihaknya juga segera menambah pemasangan pipa khusus untuk mengeluarkan gas metan di areal TPA, agar tidak menimbulkan titik kebakaran baru. “Saya tidak mau menunggu lama. Jangan sampai hal ini terus berlarut-larut, sehingga
membahayakan masyarakat setempat. Upaya pemerintah daerah dalam pengolahan sampah dengan program TOSS, menjadi tertutupi dengan situasi TPA seperti ini,” keluh bupati. Dalam penanganan sampah lebih lanjut, pihaknya juga menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan untuk segera melakukan pendataan. Berapa persen masyarakat yang sudah taat membuang sampah, dipilah dan tepat waktu. Data ini nantinya digunakan pe merintah daerah mengambil
langkah-langkah apa yang harus dilakukan, di mana saja yang sudah taat dan dimana saja yang belum. Ini harus dimulai dari kantor-kantor hingga rumah dinas. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A Ngurah Kirana mengaku sejak awal sesungguhnya sudah melakukan upaya pemadaman api bekerja sama dengan pemadam kebakaran. Setiap pagi dan hingga malam hari, dikatakan petugas datang ke TPA untuk proses pemadaman api. Namun, luasnya areal TPA mem-
buat upaya ini menghadapi tantangan berat. Asap di areal TPA diduga mudah membesar, akibat banyaknya terkumpul gas metan dalam tumpukan sampah, yang memicu areal ini mengeluarkan api dan membakar tumpukan sampah di sekitarnya. Solusi saat ini adalah gas metan yang terkurung di dalam tumpukan sampah dikeluarkan. Caranya, di antara tumpukan sampah ini tancapan pipa khusus agar gas metan itu bisa keluar. Diperlukan tambahan pipa agar keluarnya gas lebih cepat. “Proses penambahan ini akan segera dilakukan, setelah proses pemadaman api selesai dilakukan oleh regu pemadam. Kami masih bekerja di lapangan,” tegasnya. (kmb31)
MASIH TERBAKAR - Petugas Pemadam Kebakaran sejak beberapa bulan lalu telah berupaya memadamkan api di TPA Sente. Namun hingga kini upaya tersebut belum berhasil tuntas. Bupati Suwirta pun menginstruksikan dua OPD untuk menuntaskan penanganan kebakaran yang menggangu kenyamanan warga sekitar.
Pengelolaan Destinasi Wisata Potensial Picu Konflik Sosial
Semarapura (Bali Post) Pengelolaan destinasi pariwisata menjadi salah satu potensi yang memicu konflik sosial di masyarakat. Hal ini tidak lepas dari adanya kepentingan ekonomi dari pengelolaan destinasi pariwisata. Untuk itulah pengelolaan ini menjadi kewaspadaan bagi pemerintah Kabupaten Klungkung. Kebijakan yang dikeluarkan, kecuali yang menjadi milik swasta, semua destinasi pariwisata dikelola oleh pemerintah. Selain itu Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (Timdu PKS) selalu melakukan upaya antisipasi dalam mengatasi konflik sosial dan menjaga stabilitas daerah. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, Kamis (27/6) kemarin. Terkait soal potensi konflik sosial, sejumlah kebijakan sudah dikeluarkan pemerintah daerah, seperti memberikan dukungan anggaran terhadap programprogram yang berkaitan dengan cegah konflik sosial yang dilaksanakan hingga ke desa/kelurahan. Ini sebagai langkah memberikan pemahaman tentang konflik sosial serta kemungkinan dampaknya. Selain itu, proses deteksi dini dan seminar wawasan kebangsaan hingga sekolahsekolah juga dilakukan. Tidak hanya itu, Timdu PKS, selalu mewaspadai potensi konflik sosial dalam pengelolaan destinasi p a r i wisata. Sejauh ini Wabup Made Kasta mengaku b e l u m pernah
terjadi konflik antarpengelola destinasi pariwisata. Sebab, destinasi wisata yang bukan milik perorangan, langsung dikelola pemkab. Sedangkan destinasi wisata yang dikelola swasta dilakukan kerja sama dengan pembagian tertentu. Meski demikian, melihat pesatnya pariwisata dalam beberapa tahun terakhir, langkah antisipasi sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan. Untuk destinasi desa wisata yang tumbuh di sejumlah desa, ini juga sudah diatur dalam peraturan desa (perdes) maupun pada awig-awig desa adat masingmasing. Di mana perdes dan awig-awig tersebut tidak bertentangan dengan perda yang ada. “Dengan adanya regulasi yang jelas, pelaksanaan pengelolaan pariwisata tidak akan pernah mengalami konflik,” tegas Wabup Kasta. Dia menambahkan, untuk mengatasi terjadinya tumpang-tindih dalam hal penetapan tarif retribusi, Pemkab juga sudah mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang besaran tarif sebuah destinasi wisata, sebagai panduan agar pengenaan besaran tarif retribusi juga tidak liar. Sebab, ini bisa memicu potensi konflik sosial itu. (gik)
Made Kasta
Dugaan Penganiayaan Siswi SMA Pariwisata Saraswati
Dewan Pendidikan Berharap Orangtua Bersikap Bijak
OLAH TKP - Polisi saat turun melakukan olah TKP dengan mengumpulkan tulang yang ditemukan saat dilakukan pengerukan pekarangan rumah I Wayan Rati (70), Warga Banjar Sangluh, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan.
Keruk Pekarangan Rumah Temukan Tulang Manusia Semarapura (Bali Post) Warga Banjar Sangluh, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, dikagetkan dengan temuan tulang-tulang manusia, Kamis (27/6) kemarin. Beberapa tulang tersebut nampak sudah rapuh, kemungkinan karena sudah lama terkubur di areal pekarangan milik I Wayan Rati (70). Penemuan kali ini langsung dilaporkan ke Polsek Dawan, setelah sebelumnya juga sempat ditemukan tengkorak manusia di sekitar tempat itu. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana, Kamis kemarin, mengatakan tulang belulang tersebut pertama kali ditemukan oleh I Komang Suastika (39) sekitar pukul 09.30 Wita. Suastika menemukannya pada kedalaman kurang lebih dua meter, ketika proses pengerjaan pengerukan tanah, sebagai bagian perluasan areal pekarangan yang akan dipakai dapur. Suastika kaget, karena saat mengeruk tanahnya menggunakan cangkul, menemukan beberapa bagian tulang tersebut masih utuh. Posisinya tulangnya saat ditemukan seperti dalam posisi berdiri. “Tulangtulangnya langsung saya kumpulkan dan pindahkan ke tempat aman. Baru saya laporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Pesinggahan,” kata Suastika. Sekitar lima bulan lalu, ketika bekerja melakukan pengerukan tanah di sekitar tempat tersebut, Suastika mengaku juga menemukan kerangka tengkorak manusia. Namun, saat itu tidak disertai dengan penemuan tulang-tulangnya. Saat itu, temuan tersebut tidak dilaporkan ke polisi. Pihak keluarga memilih me-
mutuskan untuk langsung membuang tengkorak tersebut ke sungai di wilayah Kabupaten Buleleng, sesuai dengan hasil petunjuk paranormal. Menerima laporan warga, SPK Polsek Dawan dan Polres Klungkung bersamasama dengan Tim Ident Polres Klungkung menuju TKP penemuan. Tulang tersebut dibawa ke Polres Klungkung guna penanganan lebih lanj ut . K asat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menyampaikan belum berani memastikan, apakah itu benar tulang dan tengkorak manusia atau tidak. Selanjutnya, hasil temuan ini akan dibawa ke Lab Forensik RSUP Sanglah. “Kami tunggu hasil pemeriksaan di sana. Sebab, merekalah yang lebih tahu, itu benar tulang manusia atau tidak,” tegasnya. Pemilik pekarangan tersebut, Nengah Rati, menyampaikan sekitar rumahnya dulu adalah areal tegalan. Isinya berupa tanaman salak dan pandan. Disinggung mengenai penemuan tulang tersebut, dia juga mengaku kurang tahu. Sebab, sejak tinggal di sana, sampai sudah berumur 70 tahun, tidak pernah mengubur mayat di areal rumah. Namun, dia sempat mengungkap tak jauh dari rumahnya itu, pernah menjadi saksi peristiwa G-30-S PKI, dimana banyak warga saat itu ada yang menjadi korban. Lokasinya dikatakan sekitar 100 meter dari rumahnya. Tetapi, dikatakan tulang belulangnya sudah dikeruk dan diaben. Apakah tulang manusia ini ada kaitannya dengan peristiwa tersebut? Rati tetap mengaku tidak tahu. (kmb31)
KASUS dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala SMA Pariwisata Saraswati Gusti Made Subrata dengan siswanya, Ni Komang Putri (18), akan segera memasuki proses pengadilan. Kasus ini pun belakangan terkesan menjadi upaya kriminalisasi kepala sekolah. Timbul kekhawatiran di tengah proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dilakukan tenaga pendidik, guru maupun kepala sekolah begitu mudah dipidana. Ketua Dewan Pendidikan Klungkung, masih berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Ketut Sukma Sucita, Ketua Dewan Pendidikan Klungkung, Kamis (27/6) kemarin, mengatakan orangtua harus bersikap bijak. Ia yakin, tidak ada guru atau kepala sekolah yang sengaja menyakiti atau menganiaya anak didiknya sendiri. Menurut Sukma, tujuan kepala sekolah atau guru, tentu selalu berupaya mencetak siswanya menjadi yang terbaik, pintar dan berprestasi. Apalagi, sudah dididik selama tiga tahun. Jadi, persoalan di SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, harus dilihat secara objektif. Jangan memvonis bahwa itu sebagai tindakan kekerasan atau kriminal yang dilakukan dewan guru sebagai tenaga pendidik. “Tidak ada kepala sekolah atau dewan guru, yang sengaja mencelakai siswanya sendiri. Kecuali kalau sudah di luar batas kewajaran atau bandel. Ini yang perlu dicermati. Ini proses pen-
didikan,” tegas Sukma Sucita. Jadi, dia menegaskan bagi orangtua siswa, siapa pun, agar tidak serta merta percaya kepada apa yang disampaikan anaknya. Lihat rekam jejak anak dan tenaga pendidik sejak awal bersekolah sampai akhirnya lulus. Sementara berkaca dari kasus dugaan penganiayaan ini, pihaknya menegaskan tidak melihat adanya kesengajaan melakukan penganiayaan. “Upaya damai sebenarnya sudah sejak awal diupayakan pihak sekolah. Bahkan, tercatat sudah enam kali, sampai menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Tetapi, pihak korban ngotot tidak mau. Karena ini delik aduan, kami pun hanya bisa memantau dan mengawal prosesnya di kepolisian. Jangan sampai ada kepentingan politik juga masuk ke dalam kasus ini,” katanya. Dengan adanya MoU antara induk organisasi guru dan Polri, bahwa persoalan guru dan siswa, seyogianya tidak langsung masuk ke ranah pidana, melainkan harus melalui proses mediasi. Sukma menegaskan bahwa kasus ini sudah menjadi delik aduan, sehingga, pihaknya memahami kenapa pihak kepolisian pun harus menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan ini. Padahal, dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, khususnya pasal 41, juga sudah dijelaskan bahwa guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. Ke depan, untuk mencegah hal seperti ini terulang, Sukma Sucita mendorong peran komite sekolah mampu menjembatani kedua belah pihak untuk proses mediasi. Agar, kasusnya tidak masuk ke ranah hukum. “Seharusnya, kalau persoalannya seperti di SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, orangtua siswa mencari komite sekolah. Sehingga, komite sekolah juga bisa melakukan mediasi. Bukan lapor polisi,” tegasnya. Penyidik Polres Klungkung telah menetapkan Kasek SMA Pariwisata Saraswati Klungkung I Gusti Made Subrata sebagai tersangka sejak Senin (24/6) lalu, setelah penyidik melakukan gelar perkara. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menyatakan tersangka dijerat dengan pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan penjara. Karena kasus ini masuk tindak pidana ringan, maka kasusnya langsung disidang di PN Semarapura, Kamis (4/7) nanti. (gik) Ketut Sukma Sucita
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Wage, 28 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !Dcr Kywti Adm Konsultan Pajak Bs Komputer,SIM C.085100786614
B.BP.001.06.19.0000714
Bth Sopir Serabutan min SIM A biasa bw muatan H.081908070892
B.BP.004.06.19.0000729
Cr Pembantu B Sitter,Suster Gj. 1,5-3Jt/Bln H:0361-487706 Sgr
B.BP.001.06.19.0000719
Dicr Guru Jasa Boga 1 Org,Guru Kewirausahaan/Eko 1 Org.Lam ke SMK Prshanti Nilayam, Jl.Kubu Anyar 21 Kuta,Telp:0361-754516 Hp:085739735122/081805477339
B.BP.001.06.19.0000708
Dcr ART berpengalaman sgra. Hub:081238226287
B.BP.004.06.19.0000573
Dibthkan segera:Waiter/ess,SPG Toko,Kasir. Lamaran ke Orange Bakery, Jl.T.Umar No.48 Dps.
B.BP.004.06.19.0000585
Dbth Salesman 3 orng, Min.SMA Max.30th.Kend sendiri & SIM C. Lmrn lgsng Ke PT Banoli Motor. Jl.Buluh Indah 75 Dps.T9072907
B.BP.001.06.19.0000570
Dcr Admin,Sopir,Tax Manager Tk .Bangunan Hub:08123676218
B.BP.004.06.19.0000623
Dcr Sablon/Jahit/Potong/Ob u/ Kaos di Legian WA 081338388443
B.BP.154.06.19.0000731
Dcr Serabutan N.Penida bs Bhs Bali 087854015171
B.BP.004.06.19.0000692
Dcr Sopir SIM B1. Lamaran ke CV.Tristar Jl.Cargo 24/ 413324
B.BP.001.06.19.0000693
Dcr Tkg Msk Chinese Food u/Psr Kuliner Legian.Hp:081212810595
B.BP.001.06.19.0000705
Hotel in Kuta looking for Sous Chef,Cook,Commisery,Pastry& Steward call 082144450099 email hrd@kutatownhouses.com
B.BP.004.06.19.0000578
Dcr karyawan u/ Kedai Kopi & Resto Seminyak HP.081236700700
B.BP.001.06.19.0000730
Dicari Karyawan Salon Yg Bisa Massage Hub.Salon Lotus Bali and Spa,Jln.Danau Beratan No.28 Sanur Telp.085237355531
B.BP.001.06.19.0000709
Dicari Marketing Baja Ringan Min SMA,Pria/Wanita, Akan ditraining,Gaji+Bonus,Fasilitas Motor+Hp Lamarn:Jl.Tkd Musi 7X
B.BP.801.06.19.0000721
Dicari Pembukuan D-1 Akuntansi Sederajat Wanita H.08113864628
Resto di Sanur Cr:Waiter/ss Hub:08123614559 (Made Dharsana) B.BP.001.06.19.0000723
Dcr Staf tour Travel,Wnt max.28 Min.D1, pengalaman min 1thn, Bs kmptr,Galileo, amadeus, bs Bhs.Inggris, SIM C, email ke info@laristravel.com B.BP.004.06.19.0000733
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.06.19.0000715
Dicari:FO,HK,Waker, Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.06.19.0000732
Dicr Segera 1 Org Admin Cewek Hubungi: 085737930084
B.BP.001.06.19.0000720
Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali
TOYOTA
Dijual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 cc 450 Jt Nego, Hub:081999250006 (Heri) BUC
B.BP.166.06.19.0000740
B.BP.004.06.19.0000726
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUKO
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
BUC Jual/Sewa Ruko 2Lt diCokroaminoto dkt McD H.087856227779
BU Jual Tnh Kav, 1 Are Temesi, Gianyar Hub:081236785862
Djl Rmh,LT280, LB311 Jl.Sekar Tunjung XII No29A,081337660304
PROPERTY
BUC!!! Dijual Tanah 3Are Rp 350Jt Net.Hub:081338008522
B.BP.033.06.19.0000724
DISEWAKAN RUKO
Ruko 2Lt,180M2 BksBank.Udayana Bart 4X Singaraja.081353679363
B.BP.001.06.19.0000465
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Disewakan Gudang Kantor & Toko IMB(Lengkap) Hub.081337375754
B.BP.001.06.19.0000712
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888 B.BP.004.06.19.0000688
B.BP.004.06.19.0000583
B.BP.001.06.19.0000713
Kav.325Jt/Are terima SHM Akses 4M.Lok.Cekomaria.085337826694 B.BP.001.06.19.0000680
1,5A Jl.Glogr Carik, G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.06.19.0000746
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Djl Rmh Siap Bangun 50/75 Perum CandraAyuBatubln,082237597882 B.BP.001.06.19.0000681
Djl Rmh,LT205,LB249 Jl.Sekar Tunjung XIV Dps,081337660304 B.BP.004.06.19.0000728
B.BP.004.06.19.0000727
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.06.19.0000365
KEHILANGAN Hlg BPKB NO.E9185444-O DK 6707 FAH An.I Gusti Ayu Putu Sriadi B.BP.001.06.19.0000707
HlgBPKBNo.L02516217-ODK8015 CU AN.Anak Agung Ketut Sumadi B.BP.001.06.19.0000716
Hlg Sertifikat Tnh No.HM 03568 An.Kt .Mertha,Penatih, LS 50M2 B.BP.001.06.19.0000722
BANGLI
14
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Hanya Sebagian WP Bayar PBB dengan Cara ”Online’’ Bangli (Bali Post) – Kemudahan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan sistem online yang selama ini telah diterapkan Pemkab Bangli rupanya belum dimanfaatkan oleh semua wajib pajak (WP). Sebagian WP masih ada yang membayar pajak dengan cara manual. Hal itu terungkap dalam rapat kerja di DPRD Bangli, Kamis (27/6) kemarin. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan menjelaskan, sejauh ini Pemkab Bangli baru bisa menerapkan sistem online untuk pembayaran PBB. Dengan sistem online, para wajib pajak cukup melakukan pembayaran dengan mobile banking. “Tapi kondisi di lapangan, dari seluruh wajib pajak, baru sekian persen saja yang memanfaatkan sistem online. Kebanyakan wajib pajak yang belum melek teknologi masih enggan menggunakan sistem tersebut,” terangnya. Karenanya, sistem yang selama ini telah disiapkan belum bisa berjalan maksimal. Masih banyak wajib pajak yang mengharapkan pemkab memberikan pelayanan dengan sistem jemput bola. “Se-
hingga kami lakukan dengan sistem kombinasi. Bagi yang mau online silakan. Untuk yang belum siap dengan cara online, kita siap datang ke masyarakat asalkan kepala desa bersurat. Agar jangan sampai kita turun percuma karena tidak ada wajib pajak yang bayar,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Suryawan bahwa selain PBB, pihaknya juga telah merancang penerapan sistem online untuk pembayaran pajak hotel dan restoran (PHR). Pada akhir tahun 2018, pihaknya sudah sempat melakukan uji coba. Namun sampai saat ini hal itu belum bisa diterapkan karena masih dilakukan penyempurnaan sistem dan penyiapan regulasi berupa peraturan bupati (Perbup). Dikatakannya bahwa untuk menerapkan pembayaran PHR dengan sistem online pihaknya juga masih terkendala SDM yang memiliki latar pendidikan sarjana komputer. Dari hasil koordinasinya dengan OPD lainnya, hanya ada satu staf berlatar belakang sarjana komputer. Rencananya staf tersebut akan dimasukan ke dalam tim. “Jadi selama ini kami sangat kesulitan mencari SDM yang berkom-
petensi S.Kom. Sehingga kami meminta bantuan ke OPD lain,” katanya. Sementara itu sejumlah anggota dewan dalam rapat kerja kemarin mengapresiasi rencana penerapan sistem online untuk pembayaran PHR di Bangli. Menurut anggota DPRD Bangli Ketut Suastika, penerapan pembayaran PHR dengan sistem online sangat baik dan penting untuk mempermudah monitoring, pengawasan dan evaluasi. Dengan sistem online diharapkan dapat mencegah terjadinya manipulasi data oleh wajib pajak. Suastika mengungkapkan, salah satu daerah yang diketahuinya telah menerapkan sistem online untuk pembayaran PHR yakni Lampung. Penerapan sistem itu menurutnya sangat berdampak pada meningkatnya pendapatan dari sektor PHR. “Kami berharap ini juga terjadi di Bangli,” katanya. Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Pihaknya sangat mendukung penerapan sistem online untuk pembayaran pajak. Pihaknya menyatakan akan siap mengawal kebutuhan anggaran untuk operasional sistem online tersebut. (kmb40)
PASAR GEOPARK - Pasar Seni Geopark, di Penelokan, Kintamani.
Pedagang Pasar Seni Geopark Belum Dipunguti Retribusi Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli belum memungut retribusi terhadap para pedagang yang berjualan di Pasar Seni Geopark, Kintamani. Padahal belasan kios yang disediakan di pasar tersebut sudah dimanfaatkan para pedagang sejak beberapa tahun lalu.
RAPAT KERJA - Rapat kerja di DPRD Bangli, Kamis (27/6) kemarin.
Cuaca Dingin Pengaruhi Pertumbuhan Ikan di BBI Bangli (Bali Post) Cuaca di wilayah Bangli belakangan ini dingin. Hal ini ternyata berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Cuaca dingin menyebabkan kekebalan dan nafsu makan ikan menurun. Kepala UPT Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut Sang Made Sasak belum lama ini mengungkapkan perubahan cuaca seperti sekarang terjadi setiap tahun. Suhu dingin biasanya terjadi pada rentang bulan Maret hingga Juli. Puncaknya yakni pada bulan Juni-Juli.
Cuaca dingin seperti sekarang, diakuinya cukup berpengaruh pada ikan di BBI. Suhu dingin menyebabkan menurunnya temperatur pada tubuh ikan. Ikan rentan kena penyakit karena respons kekebalan menurun. Meski demikian, cuaca dingin tidak sampai berdampak pada kematian ikan. “Pengaruh lainnya napsu makan ikan juga menurun dan ikan menjadi malas beraktivitas,” ujarnya. Tentunya hal tersebut berdampak pada pertumbuhan dan produksi ikan. Sasak me-
nyebut, penurunan produksi ikan pada cuaca dingin bisa terjadi hingga 70 persen. Pada cuaca normal, jumlah produksi rata-rata mencapai 60 ribu benih per sekali panen tiap dua pekan. Sedangkan pada cuaca seperti sekarang jumlah produksi paling banyak hanya 5 ribu benih ikan. Dengan kondisi sekarang, pihaknya kini untuk sementara ini memilih melakukan karantina terhadap indukan ikan. Produksi benih kembali dilakukan setelah cuaca normal memasuki bulan Agustus. (kmb40)
Marak, Pemanfaatan Air Bawah Tanah Kembali Disorot Dewan
Bangli (Bali Post) Kalangan DPRD Bangli kembali menyoroti tentang maraknya pemanfaatan air bawah tanah (ABT) di Bangli yang tak berizin. Hal ini menyusul adanya hasil temuan BPK terkait pemanfaatan air bawah tanah belum lama ini. Anggota DPRD Bangli Satria Yudha ditemui usai rapat kerja, Kamis (27/6) kemarin, mengungkapkan selama ini pemanfaatan air bawah tanah untuk keperluan usaha komersil di Bangli cukup marak. Itu terbukti dari banyaknya mobil tangki pengangkut air berlalulalang ke luar Bangli. “Seperti di wilayah Susut banyak,” ujarnya didampingi anggota DPRD Bangli Ketut Sajiboga. Yang membuat Satria Yudha heran, tidak semua dari warga pemilik sumur bor mengantongi izin. Berdasarkan hasil temuan BPK, diketahui bahwa hanya segelintir yang sudah memiliki izin dan dikenai pajak. Padahal sesuai aturan izin wajib dikantongi oleh pihak yang memanfaatkan air bawah tanah, dan daerah juga wajib melakukan pemungutan pajak terhadap mereka. Satria Yudha mengaku selama ini dirinya cukup kecewa karena OPD terkait dalam hal ini Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli tak pernah bisa menunjukkan data jelas mengenai jumlah keberadaan sumur bor di Bangli baik yang sudah atau belum berizin. Alasannya karena izin pemanfaatan air bawah tanah dikeluarkan pemerintah provinsi.
Menurut politisi PDI-P ini, walaupun kewenangan untuk mengeluarkan perizinan izin dilakukan pemerintah provinsi, setidaknya dinas terkait di kabupaten turut mendampingi saat proses perizinan tersebut dan memiliki data lengkap tentang keberadaan jumlah sumur bor di Bangli. “Dalam pengurusan SIPA (surat izin pemanfaatan air) semestinya ada pendampingan dari tim teknis OPD terkait di kabupaten. Minimal Dinas perizinan semestinya, sehingga provinsi berani mengeluarkan izin,” ujarnya. Yang juga disayangkannya, selama ini BKPAD belum bisa melakukan pemungutan pajak terhadap pemilik sumur bor. Kendalanya karena tidak memiliki izin. Menurut Satria Yuda, pajak pemanfaatan air bawah tanah sebenarnya merupakan potensi pendapatan daerah. Sesuai undangundang besaran pajak yang dikenakan kepada pemilik sumur bor yakni sebesar 20 persen dari air yang diangkat dari bawah tanah. Ia menggarisbawahi sumur bor yang dikenakan pajak adalah yang dikormesilkan seperti usaha peternakan dan usaha lainnya. Dalam pemungutan pajak, pemerintah harus melakukan pemasangan meteran di lokasi sumur bor untuk mengukur jumlah air tanah yang terpakai. “Harapan kami pemanfaatan air bawah tanah ini harus betul-betul terdata,” terangnya. Ia khawatir jika keberadaan sumur bor terlalu marak akan mempengaruhi air permukaan. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Informasi yang dihimpun menyebutkan, belum dilakukannya pungutan retribusi terhadap para pedagang di pasar tersebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK menganggap kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Hal tersebut mengakibatkan Pemkab Bangli kehilangan potensi pendapatan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Karenanya BPK telah merekomendasikan Bupati Bangli memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian
dan Perdagangan (Disperindag) agar segera mengatur mekanisme pengelolaan pemanfaatan kios Pasar Seni Geopark. Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibya saat ditemui, Rabu (26/6) lalu, tak menampik adanya temuan BPK itu. Diakui Sudibya, sejak pembangunan Pasar Seni Geopark selesai, pihaknya memang belum pernah memunguti retribusi/ sewa karena banyak kendala yang dihadapi terutama dengan pedagang (eks pemilik kios di depan Pasar Seni Geopark) berdasarkan besaran retribusi/sewa. Dari beberapa kali pertemuan yang sempat dilakukan dengan 14 orang pedagang terkait penetapan besaran retribusi/sewa, mereka tetap memohon pembayaran re-
tribusi/sewa sebesar Rp 300 ribu. Permohonan keringanan biaya sewa itu bahkan diajukan langsung kepada Bupati Bangli dan ditembuskan ke Ketua DPRD Bangli. Sebagai tindak lanjut dari permohonan keringanan biaya sewa itu, diadakanlah rapat-rapat dengan pedagang terkait besaran sewa yang akan ditentukan sesuai ketentuan yang berlaku. Akan tetapi rapat saat itu tidak membuahkan hasil. Pedagang tetap ngotot hanya mampu menyewa Rp 300 ribu per tahun. Karena tidak menemukan jalan keluar terkait kesepakatan sewa kios, akhirnya Bupati memfasilitasi pertemuan dengan para pedagang di Desa Batur Tengah. Saat itu disepakati besaran sewa Rp 700 per tahun. Namun belum sempat dipungut, terbit Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Dalam Perda itu diatur bahwa tarif
Bangli (Bali Post) – Polres Bangli, Kamis (27/6) kemarin menggelar apel bersama TNI dan komponen masyarakat di depan Monumen Kapten Mudita. Apel ini dilaksanakan guna menjaga sinergitas dan soliditas dalam menjaga keamanan di wilayah Bangli. Apel diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Wakapolres Bangli Kompol I Made Krishna Mahardika. Dalam apel itu, Kompol Krishna menyampaikan bahwa apel bersama yang digelar Polres dengan TNI dan komponen masyarakat bertujuan untuk mengecek kesiapan penyelenggara keamanan di wilayah Kabupaten Bangli. “Apel bersama ini bertujuan untuk menjaga kesiapan fisik dan mental personel TNI-Polri dan komponen masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah
Kabupaten Bangli serta menjaga sinergitas antarinstansi dan masyarakat,” terangnya. Kompol Krishna meminta para peserta apel untuk tetap menjaga sarana dan prasarana pengamanan agar selalu siap serta tetap mempertahankan keamanan dan sinergitas dengan komponen masyarakat. Seluruh peserta apel diminta melaksanakan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Diharapkan melalui apel bersama ini ke depan instansi terkait maupun pecalang dapat bersinergi dalam menjaga keamanan terutama jelang maupun setelah hasil putusan sidang MK terkait sengketa Pemilu 2019. “Dengan terjaganya sinergitas dan soliditas antarinstansi terkait maupun para pecalang, kita harapkan situasi di Bangli tetap terjaga dan kondusif,” harapnya. (kmb40)
APEL BERSAMA - Polres Bangli bersama TNI dan komponen masyarakat apel bersama di depan Monumen Kapten Mudita, Bangli, Kamis (27/6) kemarin.
retribusi Pasar Seni Geopark kios lantai I Rp 4 juta per tahun dan kios lantai II Rp 2 juta per tahun. Setelah terbitnya perda tersebut, Disperindag lalu mengadakan beberapa kali rapat dengan para pedagang di Desa Batur Tengah untuk mensosialisasikan penetapan tarif retribusi sesuai peraturan daerah yang berlaku. “Dari pertemuan-pertemuan yang kita lakukan selalu tidak ada titik temu sehingga sampai sekarang menjadi temuan BPK,” jelasnya. Atas temuan itu Sudibya mengaku berupaya melakukan penagihan secara langsung dan juga melalui surat kepada eks pemilik kios agar segera membayar retribusi yang menjadi kewajiban mereka. Selain itu, pihaknya juga akan segera menunjuk pengelola pasar Seni Geopark. “Kami akan lakukan pendekatan dengan duduk bersama. Kami akan undang BKPAD, dan rekan-rekan pemilik kios,” pungkasnya. (kmb40)
Sinergi Jaga Keamanan, Digelar Apel Bersama
Bali Post/kmb40
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Tim Kabaddi Badung dan Klungkung Juara Denpasar (Bali Post) Tim kabaddi putra Kabupaten Badung dan putri Klungkung berhak memboyong Piala Pangdam IX/Udayana. Kedua tim berhasil mengalahkan lawan–lawannya pada babak final di GOR Praja Rakcaka, Denpasar, Kamis (27/6) kemarin. Tim putra Badung menundukkan Klungkung, sedangkan juara ketiga direbut Gianyar dan Denpasar. Sementara di sektor putri, tim kabaddi Klungkung menaklukkan Gianyar di partai puncak, sedangkan juara ketiga diraih Denpasar dan Badung. Wakil Ketua Pengprov FOKSI Bali Maryoto Subekti mengemukakan, dari turnamen ini pihaknya bisa memantau kemampuan atlet kabaddi dari tiap kabupaten dan kota. Beberapa atlet telah masuk dalam daftar tim Bali yang dipersiapkan bertanding pada Thailand Terbuka dan kejuaraan di Korea Selatan pada Agustus mendatang. ‘’Kami masih akan melakukan seleksi berjalan guna membentuk tim yang diproyeksikan bertanding ke luar negeri,’’ ungkapnya. Menurutnya, dengan tampil di Piala Pangdam, tim-tim kabupaten dan kota bisa mambaca peta kekuatan lawannya sebelum berlaga pada ajang Porprov Bali 2019 di Tabanan yang digelar September. Di sisi lain, ia berharap cabang olahraga kabaddi terus digelorakan dan disosialisasikan sampai ke seluruh pelosok Bali. (022)
Baca Putusan
Sementara Prabowo-Sandi meminta MK menetapkan hasil pemilihan presiden sesuai versi perhitungan mereka, yaitu Jokowi-Ma’ruf mendapat 63,57 juta (48 persen) dan pasangan Prabowo-Sandiaga 68,65 juta suara (52 persen). ‘’Dalil pemohon aquo tak beralasan menurut hukum,’’ kata hakim MK Arief Hidayat saat membaca putusan. MK menilai Tim Hukum Prabowo-Sandi tidak bisa menunjukkan bukti cukup bagaimana perolehan suara versi mereka itu bisa didapat. Bukti pemohon berupa fotokopi berita acara pemeriksaan, sertifikat rekapitulasi penghitungan suara serta rekapitulasi formulir C1, setelah diperiksa Mahkamah ternyata tidak melampirkan bukti rekapitulasi lengkap untuk seluruh TPS. Hasil C1 yang dilampirkan juga merupakan hasil foto atau fotokopi, bukan hasil C1 resmi yang diserahkan ke saksi pemohon. ‘’Dalil pemohon tidak lengkap dan tak jelas di mana
terjadinya perbedaan hasil penghitungan suara. Pemohon juga tak membuktikan dengan alat bukti yang cukup untuk meyakinkan Mahkamah,’’ kata Arief. Selain itu, MK juga menyebut pemohon tak bisa membuktikan, apakah saksi pemohon mengajukan protes perbedaan selisih suara ini saat rekapitulasi berjenjang oleh KPU. Hakim MK lainnya, Saldi Isra, membacakan putusan tentang dalil adanya Tempat Pemugutan Suara (TPS) siluman. Pemohon mendalilkan ditemukannya 2.984 TPS siluman, sehingga terjadi penggelembungan 895.200 suara. Angka-angka tersebut diperoleh pemohon dengan membandingkan jumlah TPS yang ditetapkan KPU sebanyak 810.352 TPS dengan data TPS yang terdapat di Situng yaitu sebanyak 813.336. Namun, Tim Hukum Prabowo-Sandiaga tidak mampu menunjukkan di daerah mana saja TPS siluman tersebut berada. Selain itu juga tidak mampu menjelaskan bagaimana penggelembungan suara dilakukan. (kmb4)
Penegak Hukum Selain itu, Mahkamah menilai hampir seluruh persoalan yang dipermasalahkan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga merupakan kewenangan Bawaslu. Padahal menurut ketentuan, Mahkamah bisa menangani pelanggaran pemilu jika lembaga-lembaga penegak hukum pemilu yang diberi kewenangan tidak menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Hakim MK Manahan Sitompul menyatakan pelanggaran bersifat TSM yang bisa menjadi dasar MK mendiskualifikasi putusan KPU yang memenangkan paslon 01 Jokowo-Ma’ruf merupakan kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sehingga keliru apabila pelanggaran tersebut diputus oleh MK, karena kewenangan MK adalah untuk memutus perselisihan suara dalam hasil pemilu. Oleh karenanya, majelis hakim MK menyanggah dalil permohonan Tim Hukum PrabowoSandiaga yang menyiratkan tidak ada sarana yang dise-
diakan untuk menyelesaikan pelanggaran TSM. Majelis hakim MK menilai argumen itu salah. Karena meskipun MK tidak menangani pelanggaran TSM, tetapi ada lembaga lain yaitu Bawaslu yang memiliki kewenangan itu. ‘’Jalan hukum tersebut jelas tersedia dan diatur secara rinci, bukan hanya substansi yang tercakup dalam administrasi TSM tetapi juga lembaga prosedur dan mekanisme penyelesaiannya,’’ ujarnya. Lebih jauh majelis hakim MK membantah tuduhan hanya keadilan prosedural yang diciptakan karena adanya pembagian kewenangan ini. Tidak benar anggapan pemohon bahwa kalau Mahkamah hanya menangani PHPU, maka keadilan yang ditegakkan hanya keadilan prosedural. ‘’Sebab, secara substantif terhadap persoalan yang bukan perselisihan hasil pemilu telah tersedia jalan hukum lain untuk menyelesaikannya, meski bukan dilaksanakan Mahkamah,’’ ucap Manahan dalam putusan MK yang dibacakan. (kmb4)
Bersyukur Raih Satu Poin Mangupura (Bali Post) – Pemain belakang Bali United Ricky Fajrin Saputra mencetak satu gol dalam laga kontra Kalteng Putra di Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/6). Sundulan bek sayap kiri ini sukses membuka keunggulan tim Serdadu Tridatu pada menit ke-25 kendati pertandingan berakhir imbang 2-2. Ricky sangat bersyukur bisa mencetak gol untuk Bali United. Akan tetapi ia juga merasa sedih lantaran timnya hanya mampu meraih satu poin. ‘’Ketika cetak gol tapi tim meraih hasil imbang atau kalah, saya tetap kurang puas. Tapi apa pun itu kami tetap harus bersyukur. Semua sudah bekerja keras dan Kalteng Putra merupakan tim bagus,’’ katanya dikutip dari situs Bali United, Kamis (27/6) kemarin. Gol ke gawang Kalteng Putra itu merupakan kedua pemain asal Semarang tersebut bersama tim Serdadu Tridatu. Gol pertamanya tercipta ke gawang Persegres Gresik United pada kompetisi tahun 2016. Ricky Fajrin akan absen pada pertandingan selanjutnya melawan tuan rumah Perseru Badak Lampung lantaran melangsungkan resepsi pernikahan bersama sang istri Yulianindi Nenon di Semarang. Menariknya, gol kedua Bali United juga dihasilkan pemain belakang yaitu Willian Pacheco. Menurut Pelatih Kepala Bali United Stefano ‘’Teco’’ Cugurra, hal tersebut merupakan hasil dari skema yang sudah disiapkan selama sesi latihan. ‘’Kami sering melatih skema bola mati saat latihan. Dua gol tersebut hadir karena kami sudah banyak berlatih selama persiapan. Selain itu, para pemain memperlihatkan kualitasnya
untuk bisa mencetak gol,’’ ujarnya. Komang Wiguna Penampilan apik tim Bali United U-18 di seri 1 Grup C Elite Pro Academy Liga 1 U-18 mulai mendapat perhatian dari publik sepak bola Indonesia. Salah satu punggawa tim Serdadu Tridatu Muda, Komang Tri Arta Wiguna, mendapat kesempatan mengikuti TC Timnas Indonesia U-18 asuhan Fachry Husaini di Cikarang, Jabar, pada 30 Juni hingga 2 Agustus mendatang. Komang Tri merupakan salah satu pemain yang penampilannya cukup menonjol di seri 1 lalu. Kemampuannya yang cukup baik sebagai seorang pemain bertahan membuatnya hampir selalu menjadi pilihan utama di skuad asuhan Made Pasek Wijaya. Ia bisa bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan serta kerap maju membantu serangan ketika mendapat peluang bola mati. (kmb)
Negara Primadona ‘’Belakangan ini wisatawan Jepang memang menurun ke Bali. Padahal tahun-tahun sebelumnya Jepang merupakan negara primadona dalam hal kunjungan wisatawan. Ini mesti dicermati dan dikelola sebagai peluang usaha,’’ ujarnya. Merujuk data 2018, kata Satria Naradha, jumlah wisatawan Jepang ke Bali 218.718 orang, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 249.399 orang. Sedangkan investasi Jepang di Bali mencapai USD 5.544.700. Nilai perdagangan Bali-Jepang sampai Maret 2019 sudah mencapai USD 2.800.000. Mencermati kondisi ini, selaku orang media pihaknya berharap investor Jepang bisa membangun penguatan ekonomi pada era baru ini dengan berinvestasi di sejumlah sektor di Bali. ‘’Kami mendukung hubungan Bali-
Jepang menguat dan efektif dalam penguatan ekonomi yang tetap berbasis pada terjaganya kearifan lokal. Investasi sektor pertanian dan pariwisata budaya tetap kami dorong,’’ jelasnya. Dikatakannya, peluang kerja sama bisa diwujudkan pada sektor pendidikan, agricultural tourism, hotel dan vila, termasuk sektor keuangan dan pendidikan. Dalam hal ini Bali Post, Bali TV serta Koperasi Krama Bali bisa menjadi partner atau relasi. ‘’Kami mendukung investasi ramah lingkungan dan memihak pada kearifan lokal. Bahkan sanitasi lingkungan dan tetap terjaganya kualitas udara menjadi tolok ukur kami dalam mengelola tawaran investasi,’’ jelasnya. Pemikiran ini, kata Satria Naradha, sejalan dengan komitmen Gubernur Bali Wayan Koster yang terus menggaungkan investasi ramah lingkungan. Selain menggerakkan investor untuk peduli dan mengembangkan industri ramah ling-
Bahasa Jepang
Baik Dubes dan Konjen berharap portal berita dengan konten berbahasa Jepang ini bisa menguatkan hubungan kerja sama bangsa IndonesiaJepang, khususnya Bali. Portal berita ini juga diharapkan bisa menjadi sumber informasi dalam membangun kerja sama dan pengembangan peluang bisnis bagi kedua negara. Penandatanganan peluncuran portal berita Balinihon. com ini disaksikan sejumlah undangan dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha.
Pada G-20 tahun ini Bali mendapat tempat khusus menampilkan berbagai produk kerajinan termasuk olahan dari sektor agriculture. Boot Bali berada berdampingan dengan sejumlah boot dari sejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia. Sejumlah lembaga perbankan dan perusahaan swasta nasional juga hadir pada G-20 tahun ini yang secara resmi dibuka Rabu (26/6) untuk sesi pameran dan untuk sesi diskusi dan forum investasi dibuka hari Kamis (27/6). Pertemuan G-20 yang dihadiri sejumlah kepala negara ini akan berlangsung dua hari. (dira)
kungan, Bali juga bergerak menuju pembatasan penggunaan plastik. ‘’Bali mendukung produk-produk inovatif dalam pengembangan produk. Untuk itu investasi ramah lingkungan diyakini akan mendapat ruang dan diakomodir di Bali,’’ tegasnya. Pembicara lainnya, Drs. I Wayan Witama, MBA., memastikan hubungan harmonis Bali-Jepang bisa menjadi salah satu penggerak investasi bersama masuk Bali. Pengusaha yang mengelola sejumlah hotel dan sempat menjadi dosen ini mengatakan, Bali memiliki segudang potensi strategis yang bisa digarap. Sektor jasa, konstruksi, properti dan pariwisata masih tetap menjadi pilihan strategis. ‘’Bali memiliki keunggulan
komparatif sebagai daerah tujuan investasi. Tak hanya komitmennya dalam menjaga investasi ramah lingkungan yang menjadi kekuatan, Bali juga memiliki kearifan lokal yang berpihak pada daya dukung alam sebagai ruang investasi,’’ jelasnya. Kindisi inilah yang mendukung bangkitnya investasi ecotourism di Bali. Pengusaha yang akrab dipanggil Jro Witama ini mengatakan, saat ini kerja sama ekonomi Bali-Jepang sudah terjalin. Pihaknya meyakini kesamaan kultur Bali-Jepang akan memudahkan terbangunnya komunikasi bisnis pada era baru ini. ‘’Ini juga patut dicatat sebagai modal usaha dan kemudahan berinvestasi di Bali,’’ ujarnya. Dikatakannya, wilayah
sebaran investasi di Bali ada di kawasan Bali Barat, Utara dan Timur. Kawasan ini masih sangat terbuka, baik untuk pengembangan sektor pertanian maupun pariwisata. Bahkan sektor ketenagakerjaan kini sangat prospektif untuk digarap. Setelah paparan ini, belasan pengusaha Jepang yang hadir pada sesi paparan Bali langsung melakukan penjajakan investasi. Selain melakukan dialog lebih intensif, mereka juga mengunjungi Boots Bali di lantai tiga Osaka Hall, lokasi IndonesiaJapan Business Forum digelar. Di sini ada sekitar 10 stan dari berbagai delegasi di Indonesia. Boots Bali tampil khusus dengan ornamen Bali serta menampilkan tari Bali yang dibawakan seniman Jepang. (044)
Jumat, 28 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sabha Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Menuju Bali Era Baru, Mengupas Tuntas Tentang
Perda Desa Adat 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Taman Sari TK Semara Ratih
17:00 Wita Taman Sari PAUD Kerti Budaya 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now I Putu Dedik Sutyana dan I Putu Dika Wiriananta 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Jumat Wage, 28 Juni 2019
Tari Legong Raja Cina
Kisahkan Cinta Sri Jaya Pangus dengan Kang Ching Wei Bayu Pramana
Bali Post/win
KREASI - Tari kreasi persembahan Sekaa Gong Bangsing Bunut, Banjar Jurang Pahit, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida pada PKB ke-41, Rabu (26/6) malam.
Sekaa Gong Bangsing Bunut
Representasikan Kondisi Alam Nusa Penida SEKAA Gong Bangsing Bunut, Banjar Jurang Pahit, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, duta Kabupaten Klungkung pada PKB ke-41, tampil memukau di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Rabu (26/6) malam. Riuh tepuk tangan ribuan penonton mengiringi setiap tabuh dan tarian yang ditampilkan. Penampilan pemuda-pemudi Nusa Penida ini mabarung dengan sekaa gong dewasa Sanggar Seni Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, duta Kabupaten Tabanan. Menariknya, dari empat seni kreasi yang ditampilkan, semuanya mempresentasikan keadaan alam dan kreativitas anak muda Nusa Penida. Penampilan pertama, Sekaa Gong Bangsing Bunut menyajikan Tabuh Kreasi Ngunda Kirana Bayu (Mengalirkan Tenaga Bagaikan Angin). Konsep tabuh kreasi ini terinspirasi dari semangat masyarakat Jurang Pahit, Nusa Penida dalam mempertahankan hidup di lingkungan alam yang tak bersahabat. Keadaan tanah kering yang tidak menguntungkan, serta sebagian daerah dikelilingi oleh jurang-jurang yang terjal, mengakibatkan mereka berpikir mencari jalan keluar untuk bisa bertahan hidup demi generasi berikutnya. Sebab, hanya beberapa tumbuhan yang dapat hidup, seperti ketela pohon, jagung, serta pohon liar lainnya. Melihat keadaan tersebut, leluhur mereka menerapkan strategi Ngunda Bayu, mengalirkan tenaga secara bertahan, seperti tiupan angin perbukitan di malam hari yang sangat menyejukkan. Fenomena inilah yang dituangkan penata tabuh I Ketut Suandita, S.Sn. dan pembina
KULINER
tabuh I Ketut Arta Dwita dalam barungan gong kebyar pola garapan yang inovatif, kreatif dan dinamika dengan mengombinasikan unsur-unsur musik yang ada dan mencari bentuk aksen serta ritme yang berbau kekinian, tanpa meninggalkan substansi pokok. Suguhan kedua, ditampilkan tari kreasi Kekebyaran Pranajaya. Pranajaya yang artinya napas kemenangan atau sebuah kebebasan pemuda di dalam berkreativitas. Pranajaya menceritakan semangat berkreativitas para pemuda dalam menghadapi era globalisasi, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi yang ada. Menyadari akan sebuah perubahan, namun tidak larut ke dalam perubahan itu sendiri. Ide ini dituangkan ke dalam gerak tari yang memadukan unsur gerak bebarisan dan petopengan yang dikembangkan menjadi sebuah tari yang baru energik. Penampilan ketiga dari Sekaa Gong Bangsing Bunut yakni Sandya Githa Lila Ning Nusa, merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Agung. Namun sebagai manusia dengan segala kekurangannya belum mampu sepenuhnya menyikapi apa yang telah dianungerahkan Tuhan kepada kita semua. Salah satu dari anugerah itu adalah keberadaan Nusa Penida sebagai sebuah pulau kecil yang sekaligus merupakan bentengnya Pulau Bali. Sebuah pulau yang sarat dengan nilai religius yang dihiasi dengan aroma kesucian, produk
KESEHATAN
TOP IN VASI
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
budaya yang unik, dan beragam jenis filosofi yang kuat. Di samping sebagai wisata spiritual, Nusa Penida juga menawarkan alam dengan nilai eksotis yang indah, serta panorama laut yang menakjubkan. Itulah sejatinya kekuatan jiwa yang membuat Bali ini semakin agung dan harum. Penampilan keempat sekaligus penampilan terakhir dari Sekaa Gong Bangsing Bunut yakni tari Ngerawit Solah Rare Angon merupakan filosofi mendalam tentang rasa seseorang yang dirasuki kecintaan terhadap sesuatu. Seringkali rare angon diidentikkan dengan Dewa Siwa yang juga manifestasi Desa Seni, namun dalam hal ini dikerucutkan konsep dan simbol Rare Angon ditunjukkan pada sang pengembala sapi dan penghobi layang-layang. Penggarap ingin mengangkat kisah sang Rare Angon yang bersifat imajinatif, atraktif, dan dinamis, serta mengolaborasikan dengan alat tiup seruling sebagai ciri khasnya. Karya
ini merupakan interpretasi penggarap untuk bisa berkomunikasi terhadap pemuliaan angin yang diimplementasikan dari alat musik tiup seruling. Koordinator Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Klungkung
Sekolah Ajeg Bali dan Peneliti Muda
SENIMAN
I Made Budiadnyana
penelitian dan pemilihan sekolah ajeg Bali. Tahun ini anak-anak SLUA sukses mengawinkan dua piala predikat sekolah ajeg Bali untuk putra dan putri. I Kadek Krisna Surya Dinata meraih juara I Putra Sekolah Ajeg Bali dan rekannya Ni Ketut Laksmi Maheswari Putri meraih juara III putri Sekolah Ajeg Bali. Sementara di LKTI tingkat Nasional meraih juara I atas nama Ni Putu Lina Riasih, I Gede Suartama dan Lani Theana Wirawan. Tim SLUA juga meraih juara II LKTI tingkat Nasional di Universitas Andalas, Padang oleh Ni Wayan Ita Noviani, I Dewa Ayu Agung Bintang Maharani dan Ni Nyoman Wanda Sari. Saat ini Budiadnyana menyiapkan sejumlah tim LKTI untuk mengikuti lomba nasional. Kasek Budiadnyana mendukung program Bali Post mengggelar Pemilihan Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB). Dia akan memilih sejumlah siswa dan guru terbaik dan berprestasi karena program ini sangat penting memperkuat jati diri krama Bali dalam menguasai kompetensi ajeg Bali. Ini pas dengan visi SLUA Saraswati yakni unggul dalam prestasi, berkarakter dan berwawasan budaya. ‘’Apalagi kami berla-
SANGGAR Seni Saba Sari, Blahbatuh, Gianyar tampil memukau di Kalangan Angsoka, Kamis (27/6) kemarin. Penonton yang memadati kalangan tetap berada di tempat duduk hingga pagelaran selesai. Tiga penari Legong dengan kostum khas menjadi fokus perhatian ketika memerankan Raja Sri Jaya Pangus, Putri Cina Kang Ching Wei, dan Dewi Danu dalam pementasan tari Legong Raja Cina. Tari Legong Raja Cina mengisahkan cinta Raja Bali Sri Jaya Pangus dengan Putri Cina Kang Ching Wei. Pernikahan Jaya Pangus dengan Kang Ching Wei tidak mempunyai keturunan. Maka, Raja Sri Jaya Pangus bersemadi di Gunung Batur, memohon agar diberkati keturunan. Sementara Kang Ching Wei cukup lama menunggu kedatangan sang suami, namun setahun tidak kunjung ke istana. Kang Ching Wei kemudian berniat untuk mencari Raja ke Gunung Batur. Betapa terkejutnya Kang Ching Wei, ternyata sang suami kawin lagi dengan Dewi Danu. Terjadilah
LEGONG Sanggar seni Saba Sari menampilkan tari legong pada PKB ke-41 di Taman Budaya, Denpasar, Kamis (27/6) kemarin.
Nyoman Sumiarta mengaku telah mempersiapkan garapan tabuh dan tari kreasi ini sejak bulan Januari 2019 lalu. . (win)
SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar
SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar adalah sekolah tertua kedua yang didirikan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Sekolah ini didirikan tahun 1952 dengan modal semangat perjuangan. Sejak berdiri, SLUA Saraswati 1 Denpasar sudah menjadi sekolah terbaik, bahkan mengalahkan sekolah negeri saat itu. Banyak alumninya menjadi pejabat hingga gubernur di Bali. Di era 1970-an perkembangan SLUA Saraswati tak dibendung hingga memiliki lima sekolah, namun yang bertahan hingga sekarang SLUA Saraswati 1 Denpasar. Di tangan Kepala SMA Saraswati 1 Denpasar Ir. I Made Budiadnyana, M.Pd. sekolah ini menyandang ikon baru yakni sekolah ajeg Bali dan peneliti muda. Ini diperkuat oleh prestasi siswanya dalam bidang
PESTA KESENIAN BALI KE-41
belkan Saraswati wajib memperkuat ajeg Bali,’’ tegasnya. Budiadnyana didampingi para Waka yakni Dra. I.A. Kendran, Drs. Nyoman Musten, Drs. I Made Resika dan Ni Nyoman Jani Artini, S.S. menambahkan, sekolahnya kini juga sedang semangat menanamkan gerakan gemar membaca (literasi) dan disiplin. Ini yang membuat jumlah calon siswa baru yang mendaftar hingga, Kamis (27/6) kemarin mencapai 600 orang, sedangkan kuota hanya 350 siswa. Jumlah ini akan naik setelah PPDB di sekolah negeri usai. Untuk itu, dia akan mendekati yayasan untuk bisa menambah jumlah ruangan guna mengantisipasi calon siswa baru. Dia mengakui SLUA Saraswati Denpasar sukses meraih akreditasi A dengan nilai gemuk yakni 96 berkat dukungan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar baik dari sarana dan mutu SDM guru. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menilai wajar SLUA Saraswati dikejar calon siswa baru karena mutunya. Mutu sekolah bisa diukur dari prestasi siswanya di ajang nasional. Makanya dia menilai sangat pas menentukan pilihan di SLUA Saraswati 1 Denpasar. (sue)
perang sengit antara Dewi Danu dan Kang Ching Wei, berujung dibakarnya Kang Ching Wei dan Sri Jaya Pangus oleh Dewi Danu. Mendapat kabar bahwa sang raja dan permaisuri wafat, masyarakat Balingkang ingin agar Dewi Danu menghidupkan kembali keduanya. Namun, Dewi Danu tidak bersedia. Sebagai penggantinya, masyarakat diminta untuk membuat perwujudan laki dan perempuan yang kemudian dikenal dengan Barong Landung. Ketua Sanggar Seni Saba Sari A.A. Ngurah Serama Semadi menyampaikan, dari pertunjukan ini dapat kita pahami bahwa ada salah satu alkulturasi budaya Bali-Cina yang memperkaya budaya Bali, terutama dari segi kajian budaya dan agama. Di bidang seni pertunjukan, kita mewarisi kesenian Barong Landung. Dalam seni ukir, kita mengenal patra cina. Dari segi agama, kita mewarisi penggunaan uang kepeng untuk yadnya dan upakara. Lanjut disampaikan, tari Legong Raja Cina ini merupakan tari rekonstruksi karya dirinya tahun 2012. Sementara itu, Desa Saba dikenal sebagai sentral tari Legong. Puri Taman Saba, Blahbatuh, Gianyar berupaya melestarikan tari Legong Saba. ‘’Hampir 90 persen penari dan penabuh berasal dari Puri Taman Saba. Legong merupakan tari klasik. Puri merupakan sentral pelestari Legong. Kami berupaya melestarikan tari klasik ini. Saba punya ikon karena Legong Saba,’’ ujarnya. Dalam gelar seni kemarin, sanggar ini juga menampilkan Tabuh Petegak, tari Gabor, tari Legong Lasem dan tari Jauk Manis. (lun)
Sinergi LPD dan BPD Bali Jadi Kekuatan Ekonomi Bali $
KEUANGAN SINERGI antara LPD seluruh Bali dengan BPD Bali akan menjadi kekuatan ekonomi Bali ke depan. Sinergi ini perlahan–lahan diwujudkan melalui E-Link LPD-BPD Bali. Melalui layanan E-Link yang baru diluncurkan saat puncak HUT ke-57 BPD Bali, Minggu (23/6) lalu, maka LPD yang tersebar di seluruh Bali akan menjadi mitra strategis BPD Bali. Direktur Operasional BPD Bali Ida Bagus Gde Setia Yasa, S.Kom., M.M. mengatakan, E-Link merupakan pengembangan fitur dari layanan existing BPD Bali. BPD Bali memiliki layanan laku pandai yang diberi nama Mai Laku dan layanan Internet Banking Bisnis (IBB). Fitur Mai Laku dan IBB ini kemudian dikembangkan untuk meningkatkan layanan LPD yang belum memiliki sistem online 24 jam. ‘’Model E-Link memiliki fitur yang sama dengan fitur Mai Laku dan transaksi melalui virtual account existing,’’ kata Gusde, panggilan akrabnya. Pada tahap awal implementasi ELink akan diprioritas kepada LPDLPD yang sudah memiliki core system. Ke depan diharapkan dengan menggandeng 1.433 LPD
seluruh Bali, maka sebanyak itu pula distribusi jaringan layanan yang dimiliki BPD Bali. Dengan menggunakan layanan E-Link, nasabah LPD akan dapat menggunakan layanan mobile banking nonstop sampai dengan maksimal batasan limit transaksinya. Ia menilai dengan terintegrasinya LPD dengan BPD Bali, maka BPD Bali yang memiliki 38 kantor capem dan 14 kantor cabang sudah cukup dapat melayani masyarakat Bali. Sehingga BPD Bali dapat melakukan efisiensi karena tidak perlu membuka kantor cabang atau capem lagi. Meski demikian, BPD Bali dapat menjangkau seluruh masyarakat Bali termasuk yang ada di pelosok dengan kehadiran LPD yang sudah bersinergi dengan BPD Bali. Sinergi ini tentu saling menguntungkan kedua belah pihak. Karena LPD akan memiliki sistem layanan yang diadopsi dari BPD Bali. Dengan demikian masyarakat akan semakin dimudahkan dengan adanya sistem ini. Selain itu, LPD akan mendapatkan fee based income dari transaksi yang dikakukan oleh nasabah LPD. Layanan yang dapat dilakukan adalah transfer antarbank, transfer LPD, dan transfer LPD ke BPD Bali atau sebaliknya, termasuk transaksi pembelian dan pembayaran. Ke depan pengembangan dilakukan agar dapat melayani transkasi tarik tunai tanpa kartu yaitu menggunakan QR code. Ke depan, jika BPD Bali sudah memiliki layanan digital banking, maka E- Link akan dimodernisasi yang mengacu pada ketentuan regulator. (may) Ida Bagus Gde Setia Yasa