Skip to main content

Edisi Selasa 28 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 240 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa Wage, 28 april 2020 Dipantau Ketat Orang Keluar-Masuk Denpasar Dishub melakukan pemantauan ketat bagi orang yang akan keluar dan masuk Kota Denpasar. Pemantauan ini dilakukan di kawasan Terminal Ubung, tepatnya di Jalan Pidada, Kelurahan Ubung.

DENPASAR | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kasus Babi Mati Turun Drastis

Polres Bangun Posko Penyekatan

Kematian babi sejauh ini masih terjadi di sejumlah daerah. Namun, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengklaim angka kematian babi sudah menunjukkan tren menurun.

Menindaklanjuti instruksi pemerintah agar masyarakat tidak mudik Lebaran, Polres Tabanan membangun dua posko pengamanan dan penyekatan di Kecamatan Baturiti dan di Pantai Selabih untuk mengawasi pemudik.

BADUNG | HAL. 3

TABANAN | HAL. 4

PENANGANAN COVID-19 DI BALI Oleh: Tim Analisis Covid-19 Bali

Tabel Sebaran untuk Masing-masing Kabupaten/Kota di Bali

Perkembangan Covid-19 di Bali Sampai dengan 27 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Bali sebanyak 193 orang yang sebagian besar

merupakan pekerja migran Indonesia (PMI/ABK) sebanyak 124 orang, selanjutnya 20 orang adalah pelaku perjalanan dari daerah luar Bali, dan 40 orang merupakan transmisi

Belajar Mengendalikan Kecemasan dan Emosi MASIFNYA kasus penyebaran wabah pandemi Covid-19 di Bali semakin membuat cemas masyarakat. Tidak hanya cemas akan penularannya, tetapi juga cemas tentang kehidupan sehari-hari mereka yang semakin sulit. Sebab, kebanyakan dari mereka kehilangan mata pencaharian dan aktivitas lainnya. Kecemasan ini sangat berpengaruh terhadap keadaan psikologis mereka. Hal ini diungkapkan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali C. Prammu Hartadi, S.Psi. Prammu Hartadi menambahkan, kecemasan yang dirasakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 tidak hanya dari segi ekonomi. Namun, juga akan kebutuhan pokok, pendidikan, keselamatan, dan kecemasan lainnya. Lebih dari itu, masyarakat juga cemas karena kehilangan perasaan untuk mengendalikan (sense of control), karena virus Corona menjadi ‘’musuh’’ yang tidak terlihat dengan kasat mata. Sehingga infeksinya bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, di mana saja. ‘’Untuk dapat tetap tenang, berusaha agar pikiran kita tetap berada di atas tingkat kecemasan kita. Artinya, kita tidak membiarkan emosi cemas kita menguasai pikiran dan tubuh kita,’’ ujarnya. Hal. 7 Mengurangi Tekanan Psikologis

C. Prammu Hartadi, S.Psi.

OPINI

Redesain Konsep Pembangunan Bali Oleh: I Wayan Suambara

PANDEMI Covid-19 membuat ribuan pekerja sektor pariwisata mengalami kehilangan mata pencahariannya, karena dirumahkan tanpa upah dan bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pekerja sektor lain juga mulai terdampak. Warung dan kios penjual hasil kerajinan UMKM pada objek wisata ditutup, tidak ada lagi hotel dan restoran yang menyerap hasil pertanian dan perkebunan para petani. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian besar bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) turun drastis, nyaris tidak ada pendapatan. Kabupaten Badung sebagai kabupaten yang paling tinggi pendapatannya di Bali yang bersumber dari PHR, diperkirakan akan kehilangan PAD-nya sekitar 60-70%. Beban sosial ekonomi Bali yang tidak kalah beratnya akibat pandemi Covid-19 adalah pulangnya puluhan ribu putra-putri Bali yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara masyarakat Bali melanjutkan kehidupannya. Bercermin dari permasalahan di atas, pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah bersama masyarakat Bali untuk menata kembali struktur perekonomian Bali, dengan memperkuat potensi ekonomi lainnya yang dimiliki yaitu pertanian. Hal. 7 Pemda Harus Berani

lokal. Dari 40 transmisi lokal tersebut, lebih dari 51% terjadi karena penularan dalam keluarga, dan 39% penularannya diduga melalui orang tanpa gejala (OTG) positif.

Dari sebaran tersebut, Denpasar memiliki kasus positif terbanyak (50) dengan 16 transmisi lokal. Dengan transmisi lokal tertinggi tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi penularan antarmasyarakat cenderung meningkat. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus Wali Kota agar segera menyikapi kondisi tersebut dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat membuat masyarakat Denpasar memiliki disiplin sosial yang tinggi, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah serta membatasi aktivitas dan interaksi dengan masyarakat di luar rumah. Kuncinya adalah disiplin yang kuat untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hasil pemantauan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa akhir-akhir ini mulai terjadi peningkatan pergerakan masyarakat Denpasar di luar rumah, yaitu ramainya di jalan dan di tempat-tempat umum, yang menunjukkan suatu keadaan menurunnya

kesadaran dan disiplin masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Keadaan ini sangat kontras perbedaannya dengan kabupaten lain, bahkan di Kabupaten Badung yang merupakan destinasi wisata, masyarakatnya terlihat sangat tertib, di mana di jalan dan tempat umum terlihat sepi. Sampai saat ini hanya di Kabupaten Tabanan belum terjadi transmisi lokal, di mana kasus positifnya juga paling rendah, itu pun terjadi karena adanya PMI yang positif. Hal ini perlu diberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan dan masyarakatnya atas upaya yang dilakukan dalam pencegahan Covid-19. Posisi Bali dalam Penanganan Covid-19 Sampai saat ini, secara nasional Bali berada di peringkat ke-8 dalam jumlah kumulatif kasus positif Covid-19, di bawah Provinsi Nusa Tenggara Barat (206 kasus), Banten (382), Sulawesi Selatan

(440), Jawa Tengah (666), Jawa Timur (796), Jawa Barat (951), dan DKI Jakarta (3.869). Kenyataan ini menegaskan bahwa apa yang menjadi kekhawatiran sejumlah pihak, bahwa Bali diperkirakan akan paling terancam terkena Covid-19 mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia dan terbesar di Indonesia, astungkara sampai saat ini tidak terbukti. Dalam hal pasien positif yang sembuh sebanyak 81 orang dari 193 kasus positif atau sekitar 42%, Bali berada di peringkat ke-5 di bawah Provinsi Aceh sebanyak 4 dari 9 kasus (44%), Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 37 dari 83 kasus (45%),

Maluku 11 dari 22 kasus (50%), dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 dari 1 kasus (100%). Namun perlu dicatat bahwa di luar Yogyakarta, tiga provinsi yang lain tersebut tidak seperti Bali yang merupakan daerah tujuan pariwisata dunia. Sementara bila dilihat dari jumlah pasien yang meninggal, Bali berada di urutan paling rendah yaitu sebanyak 4 orang dari 193 kasus positif, atau sekitar 2%. Pasien yang meninggal terdiri atas 2 orang warga negara asing, 1 orang luar yang berdomisili di Bali dan 1 orang PMI warga Bali. Hal. 7 Gubernur Keluarkan Kebijakan

’’Tingkat kesembuhan yang tinggi dan tingkat kematian pasien Covid-19 yang sangat rendah di Bali menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di Bali telah dikelola dengan baik oleh Gugus Tugas Provinsi Bali dan Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Penanganan yang baik tersebut dapat dilihat dari kebijakan yang telah diputuskan oleh Gubernur Bali sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi.’’

Menghadapi Komplikasi Tekanan Ekonomi

Denpasar (Bali Post) Krama Bali kini berhadapan dengan komplikasi tekanan ekonomi. Pemicunya banyak hal, mulai dari kematian babi, serangan demam berdarah (DB) hingga pandemi Covid-19. Kondisi ini memicu kelumpuhan ekonomi yang berpotensi terus menguat. Bali harus segera melakukan gerakan penguatan daya tahan rumah tangga dengan pendekatan sektor pertanian. Ini harapan paling logis ketika semua sektor terpuruk. Kondisi ini pun diakui oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat diwawancarai Bali Post, Senin (27/4) kemarin. ‘’Tekanan terhadap krama Bali memang berat saat ini. Walaupun memiliki banyak pengalaman menghadapai bencana alam, kali ini tekanan relatif berat. Semua sektor terpuruk. Namun, ini harus dihadapi dengan optimisme bahwa Bali mampu,’’ jelasnya.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menegaskan, optimisme harus tetap dibangun. Krama Bali harus diedukasi dan terus

diajak mandiri. Solusinya mengoptimalkan sektor pertanian termasuk dengan mengajak penduduk Bali mengelola lahannya. ‘’Lahan pertanian di desa-desa

masih ada. Perputaran ekonomi masih terjadi di desa. Namun, ini tentu harus diantisipasi juga dengan kemandirian rumah tangga,’’ ujarnya. Cok Ace menambahkan, pandemi kali ini berpotensi menghancurkan pertahanan paling bawah. Namun, kita harus tetap optimis bahwa Bali mampu keluar dari tekanan yang relatif kompleks ini. Terkait dengan komplikasi tekanan ekonomi ini, Bali Post mencatat ada banyak tekanan yang menguat sampai saat ini. Kelemahan ekonomi penduduk Bali awalnya dipicu oleh kematian ternak babi. Kematian ribuan ternak babi di Kabupaten Tabanan yang akhirnya menjalar ke seluruh kabupaten/kota di Bali membuat cadangan ekonomi rumah tangga tergerus. Ternak babi adalah satu penghasilan tambahan bagi penduduk Bali. Hal ini belum tuntas ditangani. Data kematian babi masih simpang-siur. Bahkan, penyebab kematiannya juga tak jelas. Kematian ternak babi ini membuat krama Bali tersandera secara ekonomi, karena umumnya mereka mengembangkan peternakan dengan pinjaman dari Lembaga Perkreditan Desa (LPD) bahkan koperasi. Beban kematian ternak babi ini berlanjut dengan hantaman Covid-19 yang kemunculannya nyaris bersamaan dengan maraknya penderita demam berdarah (DB) di Bali. Ketika Covid-19 menguat, penderita DB nyaris terpinggirkan.

’’Tekanan terhadap krama Bali memang berat saat ini. Walaupun memiliki banyak pengalaman menghadapai bencana alam, kali ini tekanan relatif berat. Semua sektor terpuruk. Namun, ini harus dihadapi dengan optimisme bahwa Bali mampu.’’ Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Wakil Gubernur Bali

’’Daya tahan saat ini memang masih ada, namun memasuki triwulan ketiga dan keempat dampaknya akan sangat terasa. Bali perlu menajemen pengelolaan ekonomi yang kuat dan kemandirian di sektor pangan yang lebih terencana.’’ Viraguna Bagoes Oka Pengamat Ekonomi

Tak menjadi fokus publikasi mungkin juga dalam hal sistem sanitasi lingkungan mereka. Fokus penanganan serangan DB yang sebenarnya juga mematikan nyaris terpinggirkan. Tak hanya sampai di situ, seiring bergulirnya waktu, krama Bali terpuruk dalam hal ekonomi akibat Covid-19. Semua sektor hancur. Sektor pariwisata mencatat angka tertinggi dalam PHK dan perumahan karyawan. Sek-

tor lainnya bahkan sudah lebih dulu kolaps. Sejumlah hotel bahkan tutup seiring tak adanya wisatawan mancanegara dan domestik. Bali kehilangan pendapatan utamanya dan berpotensi menjadi provinsi paling parah terdampak ekonomi di Indonesia. Kini tekanan ekonomi telah menjalar ke petani dan peternak di Bali. Harga– harga anjlok saat produksi melimpah. Hal. 7 Kembali Mencermati


Selasa Wage, 28 April 2020

Ekspor ke Dubai

Satu Kilogram Manggis Dihargai Rp 8 Ribu 9.096 1.151 765 194 81 4

Positif Corona Bertambah 8 Orang, 6 Sembuh Denpasar (Bali Post) Kasus baru positif Covid-19 di Bali masih terus bertambah. Pada Senin (27/4) kemarin, Bali kembali mencatatkan jumlah kasus baru positif Covid-19. Namun, menurut data yang ada per pukul 12.00 WIB, posisi Bali yang ada di tujuh besar nasional digantikan NTB. Bali kini menduduki posisi kedelapan dengan jumlah kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 194 pasien, bertambah 8 kasus dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara yang sembuh ada penambahan sebanyak 6 orang dari sehari sebelumnya. Akumulatifnya mencapai 81 orang. Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Sementara NTB yang menggantikan posisi Bali, kasus positifnya mencapai 206 orang. Jumlah pasien sembuh mencapai 22 orang dan meninggal 4 orang. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers streaming-nya kemarin mengatakan, untuk di Indonesia, penambahan kasus positif sebanyak 214 orang, sehingga total kasus mencapai 9.096 pasien. Kemudian yang sehat ada penambahan 44 orang, sehingga totalnya menjadi 1.151 orang. ‘’Kasus meninggal bertambah 22 orang dan kini total kasus menjadi 765 orang,’’ ujarnya. Selain itu, Yurianto mengatakan, pemerintah sudah memeriksa 75 ribu lebih spesimen yang dilakukan 48 laboratorium lewat tes realtime PCR. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 19.987 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 210.199 kasus. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 288 terdampak. ‘’Mari kita bergotong royong dan bersatu melawan Covid-19,’’ ajaknya. a menyebutkan, saat ini sudah ada 1.000 lebih RS yang menangani pasien Covid-19 maupun PDP. Jumlah kapasitas tempat tidur yang tersedia adalah 10.000-an tempat tidur. Saat ini sudah ditempati 7.000-8.000 pasien. (iah)

Maret, 1.912 Orang Urus Paspor Denpasar (Bali Post) Aktivitas pengurusan paspor yang biasanya ramai di Kantor Imigrasi TPI Kelas I Denpasar, selama bulan April turun drastis. Bahkan mencapai titik nol karena tidak ada orang yang mengurus paspor. Sedangkan di TPI Ngurah Rai ada lima orang mengurus paspor selama April. Sebaliknya, pada Maret 2020, tercatat ada 1.912 orang yang mengurus paspor. Hal itu dibenarkan Humas Kemenkum HAM Bali, Putu Surya Dharma, Senin (27/4) kemarin. Surya menambahkan, dari 1.912 itu terdiri dari delapan jenis permohonan. Permohonan baru dengan model paspor biasa kategori 48 halaman perorangan mencapai 1.045 permohonan, paspor TKI nol, ganti eks pemeganag paspor 48 halaman nol, ganti paspor karena habis masa berlaku 800 permohonan, ganti karena hilang 21 permohonan, halaman paspor penuh 2 orang, permohonan paspor karena rusak 8, dan permohonan perubahan 36 orang. (kmb37)

Bantuan ke Pemprov Terus Mengalir Denpasar (Bali Post) Dukungan dan donasi terus mengalir untuk Pemprov Bali dalam rangka penanggulangan Covid-19. Kali ini donasi datang dari Pertamina dan Hiswana Migas DPC Bali yang diterima langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Kantor Gubernur Bali, Senin (27/4) kemarin. Menurut Cok Ace, pihaknya berupaya untuk terus mengetuk rasa kebersamaan dan gotong royong dalam penanggulangan Covid-19 di Bali. Donasi yang diterima Pemprov Bali selanjutnya akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Terutama yang masih tercecer atau belum tersentuh bantuan. ‘’Mengingat banyaknya masyarakat yang terkena PHK, maka Pemprov terus memperbarui data penerima bantuan,’’ ujarnya didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali,I Made Rentin. Ia menerangkan, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial dan BP3A Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali dan PHRI saat ini sedang berusaha untuk terus memperbarui data masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebab, pihaknya menginginkan bantuan yang diberikan bisa adil dan merata, sehingga tidak ada kesan pilih kasih di masyarakat. Sementara bantuan yang diberikan Pertamina dan Hiswana Migas DPC Bali tersebut meliputi alat kesehatan seperti 500 pcs masker dan 100 pcs sarung tangan karet. Kemudian, peralatan pendukung seperti kabel roll sebanyak 10 unit dan papan flip chart sebanyak 2 unit, serta 50 tabung dan isi Bright Gas 5,5 kg. Ada pula 500 pcs paket sehat sembako, terdiri dari 2.500 kg beras, 1.500 kg gula pasir, 1.500 liter minyak goreng, dan 1.000 pcs mi instan. Donasi yang diberikan setara dengan Rp 125 juta yang nantinya akan dikelola oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. (kmb32)

Topik : menghadapi komplikasi tekanan ekonomi

Denpasar (Bali Post) Bali mengekspor manggis ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (26/4). Manggis dari petani Bali ini dibeli dengan harga Rp 8.000 per kg. Harga ini lebih rendah dari harga ekspor manggis sebelum adanya wabah Covid-19. Di mana saat ekspor ke Tiongkok, harganya bisa mencapai Rp 35.000-Rp 40.000 per kg. Petani sekaligus pengepul manggis, Made Sianta, Senin (27/4) kemarin mengatakan, Dubai merupakan pasar alternatif. Karena dengan adanya wabah Covid-19, ekspor manggis tidak bisa dikirim ke Tiongkok. Untuk itu beralih ke Dubai. ‘’Pasar ke Tiongkok tidak hilang, tapi ini hanya sementara karena penerbangan ke Tiongkok banyak yang tutup,’’ ujarnya. Harga manggis saat ini yang diekspor ke Dubai bahkan lebih rendah dari harga

pembelian di supermarket di Bali. ‘’Di salah satu swalayan saja yang tidak begitu ketat sortirannya, manggis kualitas super 1 atau grade A dibeli Rp 9.000 per kg,’’ tandasnya. Di tengah kondisi Covid-19 ini, menurutnya, tidak ada pilihan lain selain mengekspor ke Dubai. ‘’Petani tetap jual manggisnya supaya bisa dibelikan sembako. Sudah bersyukur sekali karena situasi pandemi ini (virus Corona - red),’’ tukasnya. Ketua Asosiasi Petani Manggis Kabupaten Tabanan Jero Tesan mengatakan, potensi pasar manggis ke Dubai dinilai bagus. Harga manggis ekspor rata-rata USD 1-2 per kg. Sebelum adanya wabah Covid-19, harga manggis tujuan ekspor mencapai USD 3-4 dolar. Pengiriman pertama ke Dubai ini dikatakan serapannya kecil karena volume yang diperlukan jauh lebih kecil dibandingkan

Tiongkok. Ia menampik harga manggis yang diekspor ke Dubai lebih rendah daripada ke Tiongkok karena harga itu dihitung berdasarkan kontinuitasnya. Namun serapan Tiongkok lebih tinggi dari Dubai. ‘’Sebenarnya harga di Arab memang lebih standar daripada Tiongkok. Bahkan Tiongkok saja sekarang harganya USD 1, atau sekitar Rp 15.000 per kg. Dulu sempat Rp 70.000. Jadi fluktuasi harganya sangat tinggi sekali. Jika dihitung, berarti Tiongkok sekarang lebih rendah harganya daripada di Arab,’’ jelasnya. Sementara break event point (BEP) petani manggis setelah ia melakukan survei ke petani adalah Rp 4.000 per kg. Karena manggis tidak memerlukan perawatan khusus. Tenaga untuk mengelola kebun manggis pun tidak banyak, hanya pada saat memetik saja. Pasar

Bali Post/eka

MANGGIS - Seorang pembeli tengah memilih buah manggis yang dijual pedagang bermobil di Denpasar, Senin (27/4) kemarin. Dubai telah dijajaki sejak tahun 1997. Pengiriman pertama sudah pernah dilakukan pada tahun itu. ‘’Mungkin karena Covid-19 ini, pengusaha itu mencari terobosan kembali

lewat kontak-kontak dagang. Jadi ada permintaan dari Dubai, ya… kita menawarkan,’’ ungkapnya sembari berharap pengiriman pertama ini akan berkelanjutan. (kmb42)

Dishub Awasi Ketat Warga Keluar-Masuk Denpasar

Denpasar (Bali Post) -

Imbauan Menteri Perhubungan RI terkait larangan mudik bagi masyarakat dan instruksi wali kota tentang percepatan penanganan Covid-19, ditindaklanjuti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar. Pada Senin (27/4) kemarin, Dishub melakukan pengawasan ketat bagi orang yang akan keluar dan masuk Kota Denpasar. Pengawasan ini dilakukan di kawasan Terminal Ubung, Denpasar. Dalam pemantauan, terdapat dua bus mengangkut 60 orang penumpang yang akan keluar Kota Denpasar. Pengecekan identitas penumpang juga dilakukan unsur Kelurahan Ubung. Menurut Kadishub Denpasar, I Ketut Sriawan, pihaknya melakukan pemantauan kepada masyarakat yang akan keluar maupun masuk ke Kota Denpasar. Saat ini di kawasan Terminal Ubung, Dishub bersama jajarannya telah melakukan pemantauan terhadap 60 orang penumpang bus yang berencana menuju daerah Jawa untuk pulang kampung. ‘’Kami juga telah menyampaikan terkait dengan imbauan Menteri Perhubungan yang melarang masyarakat untuk mudik, namun puluhan penumpang ini merupakan pekerja bangunan yang saat ini tidak bekerja lagi dan mereka memilih untuk pulang kam-

pung,’’ ujarnya. Antisipasi telah dilakukan bersama pihak Kelurahan Ubung dengan melakukan pengecekan identitas dan juga penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaannya. Pihaknya juga melakukan operasi wajib masker dan memantau pergerakan pelanggaran angkutan yang mengangkut orang mudik serta melarang untuk mudik. Terlebih saat ini dalam masa pandemi virus Corona untuk terus meningkatkan kewaspadaan bersama, dalam menjaga diri dan menggunakan masker saat keluar rumah serta selalu mencuci tangan. ‘’Kami sudah melakukan pendataan dan pemantauan secara rinci terkait dua bus yang mengangkut penumpang tersebut. Mereka pulang kampung karena pekerjaan proyek bangunan sementara ditutup,’’ ujarnya. Larangan mudik dari

Bali Post/ist

SEMPROT - Petugas Dishub Denpasar melakukan penyemprotan disinfektan ke barang-barang milik penumpang. pemerintah pusat ini juga berkaitan dengan physical distancing. Sehingga pihaknya melaksanakan tindak lanjut untuk melakukan pemantauan bersama instansi terkait maupun pihak desa/kelurahan. Begitu juga dengan ad-

anya instruksi wali kota untuk melakukan pengetatan dan pengawasan orang yang akan masuk Kota Denpasar. ‘’Keluar-masuk orang ke Kota Denpasar, nanti secara bersama-sama kita dapat berperan aktif dalam melakukan pencegahan dan

pengendalian penyebaran virus Corona,’’ pungkas Sriawan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Cerita Pasien Covid-19 yang Sembuh

Gejala Awal Demam Tinggi dan Kepala Pusing EMILIA MAWAR, salah satu pasien positif Covid-19 yang kini sudah berhasil sembuh, berbagi pengalaman selama dirawat. Ia mengaku ada perasaan sedih dan ngeri ketika didiagnosis positif Covid-19. Sebab, stigma yang beredar di masyarakat ketika positif Covid-19 adalah penyakit yang berujung kematian. Selain itu, juga dianggap sebagai penular atau carrier bagi mereka. Stigma itu yang ia lawan di awal untuk berusaha agar bisa sembuh dari Covid-19. Emalia Mawar menuturkan, tidak jelas dirinya tertular di mana. Dua minggu setelah kembali dari luar negeri karena urusan pekerjaan, ia tidak pernah bertemu dengan orang lain kecuali dengan suaminya. Namun setelah ia dinyatakan positif, seluruh anggota keluarganya dites dan dinyatakan sehat. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, wanita berusia 47 ini merasakan badannya demam tinggi dan kepala pusing. Itu tandatanda awal kemunculan gejala. Di awal demam, tidak disertai batuk dan sesak. Namun setelah beberapa hari berikutnya, ia batuk dan sesak napas mulai muncul. Guna memastikan sakit yang dialaminya, ia pun memeriksakan diri ke RSUP Sanglah.

‘’Saya cek darah dan menjalani rontgen thorax dikatakan kena pneumonia,’’ tuturnya lewat video yang berdurasi sekitar 3 menit tersebut. Setelah itu, ia dianjurkan isolasi di rumah selama 5 hari. Selama itu, tidak ada kemajuan dengan terkait penyakitnya. Artinya, tidak membaik. Akhirnya ia kembali ke RSUP Sanglah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim medis pun melakukan swab. Swab pertama sudah menujukkan hasilnya positif Covid-19 dan pada hari itu juga ia dirawat inap. Ia dirawat di Ruang Nusa Indah RSUP Sanglah. Bisa dikatakan, ia pasien terlama yang dirawat yaitu dari tanggal 2 hingga 19 April. Selama 17 hari menjalani perawatan, ia akhirnya dinyatakan sembuh. Maka dari itu, ia sangat berterima kasih kepada dokter dan perawat yang merawatnya karena telah memberikan pelayanan terbaik. Apalagi, dirinya dirawat hingga dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dengan pengalaman itu, ia berharap masyarakat yang mengalami gejala seperti itu untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Masyarakat yang masih sehat agar tetap di rumah, disiplin menggunakan masker dan cuci tangan. Karena hanya itu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah tertular Covid-19. (may)

DICONGKEL - Pintu sekolah dicongkel maling.

Bali Post/ist

Belasan Laptop Digondol Maling

Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian kian marak terjadi. SMP PGRI 7 Denpasar, di Panjer, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (26/4) lalu dibobol maling. Sebanyak 17 laptop senilai Rp 59.500.000 raib. Informasi yang diperoleh, Senin (27/4) kemarin, kejadian ini baru diketahui pukul 06.00 Wita. Waker sekolah setempat I Made Wija (55) saat itu sedang mematikan lampu sekolah dan bersih-bersih. Saat itulah Wija melihat terali salah satu ruangan sudah lepas. Melihat kejadian itu, Wija menghubungi I Wayan Mundra (57), salah satu guru. ‘’Kejadian ini lalu dilaporkan ke polisi. Modus pelaku merusak pintu terali,’’ kata sumber. Anggota Identifikasi Polresta Denpasar dan Polsek Densel mendatangi lokasi. Selanjutnya petugas melakukan olah TKP. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Kasus ini ditangani Polsek Densel,’’ tegasnya. (kmb36)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 28 April 2020

Hasil ”Rapid Test” Negatif 16 PMI di Rumah Singgah Dibolehkan Pulang KABAR gembira datang dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung selaku bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung. Setelah melakukan rapid test terhadap 55 pekerja mgran Indonesia (PMI) yang dikarantina di salah satu hotel di kawasan Kuta yang dilaksanakan Senin (27/4) kemarin, hasilnya semua negatif. Bahkan, dari 55 PMI tersebut, 16 orang sudah dibolehkan pulang karena telah sesuai protokol kesehatan dengan menjalani masa karantina selama 14 hari. Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta selaku Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19

Kabupaten Badung. Lebih lanjut dr. Gunarta mengatakan, pada hari yang sama juga dilaksanakan rapid test bertempat di Wantilan Gedung DPRD Badung. Kegiatan ini adalah screening awal terhadap adanya kasus-kasus yang tersebar di Kabupaten Badung sehingga menjadi tugas Diskes untuk melakukan mitigasi dan surveilance terhadap kasus Covid-19. Rapid test ini membutuhkan waktu 15-20 menit per orang dan untuk mengetahui hasilnya melibatkan rata-rata 7-9 orang tenaga medis atau paramedis. Dikatakannya, ketika hasilnya negatif, akan ada pengulangan kembali untuk diperiksa lagi (negatif false) minimal setelah 7-10 hari atau sekitar 5 Mei mendatang dengan maksud menunggu terben-

tuknya antibodi dari subjek tes muncul untuk mendapatkan hasil yang lebih valid lagi. Sementara kalau ada yang hasilnya positif, langsung diadakan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan swab/ swab test dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilaksanakan di rumah sakit. Namun, karena ada Surat Edaran (SE) dari Gubernur, bila hasil pemeriksaan di kabupaten/kota ada rapid positif maka pemeriksaan dialihkan ke rumah singgah di kawasan Kuta dan pemeriksaannya ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas Provinsi. Sementara itu, Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Diskes Badung, I Gusti Agung Alit Naya yang juga Koordinator Bidang Pencegahan di Satgas mengatakan, yang men-

jadi sasaran pada rapid test Senin kemarin di Wantilan Gedung DPRD adalah PMI, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan Pelaku Perjalanan Non-PMI (PP Non-PMI), yang menjalani isolasi mandiri di rumah (bukan yang karantina di hotel) dengan jumlah keseluruhan 57 orang. Dikatakannya, dari 57 orang yang di-rapid test, 1 orang menunjukkan hasil reaktif (positif). Yang positif ini sudah dilakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi. Pihak dari Gugus Kabupaten mengantar yang bersangkutan ke rumah singgah di Kuta guna dilakukan tindak lanjut oleh Gugus Tugas Provinsi dengan melakukan tes swab. Lebih lanjut Alit Naya

RAPID TEST - Rapid test di Wantilan Gedung DPRD Badung, Senin (27/4) kemarin. kembali mengingatkan jadwal rapid test mulai Senin kemarin sampai Rabu nanti dilaksanakan di Wantilan DPRD Badung. Kamis hingga Sabtu dilangsungkan di BKIA

Abianbase, Kuta. Dilanjutkan pemeriksaan pada Selasa (28/4) akan diambil dari wilayah Puskesmas Mengwi I dan Puskesmas Mengwi II serta ditambahkan rapid test

bagi masyarakat yang belum dites Senin kemarin. Pada Selasa (28/4) juga dilaksanakan rapid test bagi PMI lainnya yang dikarantina di rumah singgah. (ad310)

Kasus Babi Mati Turun Drastis

Dispertan Klaim karena Penyemprotan dan ’’Biosecurity’’ Mangupura (Bali Post) –

Kasus kematian ternak babi di Kabupaten Badung mengalami penurunan drastis. Dinas Pertanian dan Pangan setempat mencatat sebanyak 62 ekor babi mati akibat virus sejak Desember 2019. Peningkatan terjadi mulai awal 2020, yakni 902 kasus dan Februari 138 kasus. Namun, memasuki triwulan ketiga mengalami penurunan drastis menjadi 38 kasus, sehingga jumlah babi mati total 1.140 ekor. Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) dan Pangan Badung Wayan Wijana saat dimintai konfirmasinya, Senin (27/4) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Menurutnya, puncak kematian ternak babi terjadi pada Februari. “Maret sudah turun, bahkan April ini tidak ada lagi laporan kematian ternak babi yang kami terima,”

ujarnya. Menurutnya, gencarnya penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19 mempengaruhi perkembangbiakan virus yang mengakibatkan kematian ternak babi. Berkurangnya kematian juga disebabkan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap wabah dan tumbuhnya

kesadaran terhadap biosecurity. “Kemungkinan karena gencarnya penyemprotan Covid-19, virus penyebab kematian babi juga semakin berkurang. Peternak juga belum berani memelihara ternak babi kembali, karena khawatir dengan penyebaran virus yang menyerang,” katanya. Pihaknya masih terus melakukan edukasi agar tidak

menyebar lebih luas dan memberi petunjuk penanganan bangkai babi agar tidak mencemari lingkungan. Pemkab Badung juga telah menyiapkan beberapa lokasi lahan yang merupakan aset daerah yang berlokasi di seputar Kecamatan Abiansemal dan Mengwi, mengingat di kedua wilayah ini jumlah peternak dan populasi babi cukup banyak. “Tapi kuburan massal untuk ternak babi yang mati ini tidak kami fungsikan, karena melihat jumlah ternak yang mati turun dratis. Lahan ini kami siapkan untuk mengantisipasi ketika kasus kematian babi masih ter-

jadi secara sporadis,” jelasnya seraya menyebut populasi babi di Badung berdasarkan Sensus Ternak Tahun 2019 sebanyak 69.626 ekor. Provinsi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali juga mengklaim angka kematian babi sudah menunjukkan tren menurun, kendati hingga sekarang penyebabnya belum diketahui secara pasti atau masih disebut suspect ASF (African Swine Fever). “Mau dikirim hasilnya (uji sampel babi mati-red) atau

tidak, menurut saya tidak penting. Mau sakit apa pun, yang penting SOP-nya sudah kami lakukan seperti pengendalian ASF,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana di Denpasar. Walaupun sudah terjadi penurunan jumlah babi mati, Wisnuardhana mengingatkan peternak agar tidak lengah. Tetap melakukan upaya-upaya pengendalian dan pencegahan. Kalau ada babi yang sakit, supaya dipisahkan dari yang sehat. Babi mati agar dikubur dan jangan dibuang ke sun-

gai. Sebab, bangkai babi yang dibuang ke sungai sangat berpengaruh terhadap penularan penyakit babi ke wilayah aman/ belum terjangkit Ditambahkannya, saat ini sudah ada kebijakan baru untuk mengeluarkan babi ke luar daerah. Jika sebelumnya cukup memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian atau Dinas Peternakan, sekarang lebih ketat. Harus ada hasil uji lab dari Balai Besar Veteriner untuk memeriksa kesehatan babi. Kalau tidak begitu akan ditangkap oleh Balai Karantina. (kmb27/kmb32)

Lawan Covid-19, Perang Pakai APD

Bali Post/ist

KETERANGAN - WN Singapura berinisial HPG dimintai keterangan di Kantor Desa Jimbaran.

Penerbangan Dibatalkan WN Singapura Tinggal di Bedeng

Mangupura (Bali Post) – Satgas Covid-19 Jimbaran menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan warga negara asing (WNA) berkebangsaan Singapura berinisial HPG (28) yang tinggal di rumah bedeng di lingkungan Banjar Mekar Sari, Jimbaran. Satgas bersama pihak terkait dan Satpol PP mengecek rumah bedeng milik Joko Untung Rustamadi asal Jember tersebut. Menurut Wayan Sutama Asmara selaku Ketua Satgas Covid-19 Jimbaran, WNA tersebut bersama warga yang tinggal di bedeng sudah datang ke Kantor Desa Jimbaran. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Imigrasi,’’ katanya, Senin (27/4) kemarin. Pihaknya menyayangkan Joko yang juga tinggal di bedeng tersebut tidak melapor ke

pihak desa terkait keberadaan WNA ini. Pihaknya mengingatkan yang bersangkutan agar tidak lagi seperti itu. Apabila menampung WNA harusnya melapor karena ini menyangkut hubungan internasional. Untuk itulah pihaknya dari desa adat melakukan atensi dan sudah melaporkan ke pihak terkait. Saat ini WN Singapura tersebut sudah dibawa ke Kantor Imigrasi untuk dimintai keterangan. Menurut Kasi Sarana dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Kelas I Ngurah Rai, Putu Suhendra, WNA Singapura itu masih diperiksa. Kalau tidak melakukan pelanggaran hukum, dia akan dilepas. Masa tinggalnya memang sudah habis. Namun, saat ini WNA yang terdampak Covid-19 secara otomatis akan diperpanjang masa tinggalnya. ‘’Tidak

harus datang ke Kantor Imigrasi untuk memperpanjang karena saat ini keadaan darurat,’’ katanya. Informasi yang didapat, HPG datang ke Bali pada 29 Februari 2020 dan tinggal di guest house di Jimbaran selama satu bulan. Pada 30 Maret, dia yang berencana balik ke negaranya, namun tidak bisa karena penerbangannya dibatalkan. Akhirnya HPG kembali ke Jimbaran dan tinggal di bedeng. Saat ini dirinya sudah kehabisan uang. Sementara itu, Humas Kemenkumham Bali Putu Surya Dharma menyatakan,keberadaan HPG sudah dilaporkan ke Kedutaan Singapura. “Informasi dari kedutaan, dia bisa pulang jika ada penerbangan bulan depan. Dia mempunyai tiket Air Asia,” tegasnya. (kmb23/kmb37)

Insentif Pekerja PHK Belum Terealisasi Mangupura (Bali Post) Stimulus yang dijanjikan Bupati Badung kepada masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat Covid-19 belum cair. Pemerintah setempat masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait insentif tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga, membenarkan rencana pemberian insentif kepada pekerja menunggu juklak dan juknis. ‘’Dari hasil kajian lit-

bang baru buat juklak dan juknis. Jadi, kami menunggu itu,’’ katanya, Senin (27/4) kemarin. Menurutnya, pemberian insentif kepada pegawai terdampak PHK atau dirumahkan harus mengacu pada kajian yang dilakukan oleh litbang. Surat imbauan penundaan pembuatan rekening di Bank BPD Bali oleh calon penerima juga dihentikan. ‘’Kami menunggu keluarnya juklak dan juknis, jadi bukan (dipending - red),’’ tegasnya. Mantan Kabag Umum Setda Badung itu mengakui jumlah pekerja yang terkena

PHK dan dirumahkan terus bertambah. Jika pada 20 April lalu tercatat 612 orang di-PHK dan 30.317 dirumahkan, data per 24 April meningkat menjadi 668 orang di PHK dan 31.554 dirumahkan. ‘’Angkanya terus bertambah, namun untuk laporan terbaru belum ada. Jadi, data terakhir sebanyak 668 orang terkena PHK dan 31.554 orang telah dirumahkan akibat wabah Covid-19,’’ sebutnya seraya menambahkan, perusahaan yang sudah tidak beroperasi sebanyak 409. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Memerangi Covid-19 memerlukan disiplin mengikuti kebijakan pemerintah. Jika hal ini tidak bisa dilaksanakan, penyebaran virus Corona semakin tidak terkendali. Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengingatkan perang kali ini tidak menggunakan senjata, namun memakai alat pelindung diri (APD). Bila ada hasil rapid test positif tertular virus Corona, jangan panik atau takut seolah-olah dunia ini sudah hancur. Tetaplah tenang karena masih ada rapid test berikutnya. Di samping itu, sudah banyak yang sembuh. ‘’Mari laksanakan tugas dengan humanis dan selayaknya kita kerjakan. Kerja cerdas, kerja tuntas,’’ tegas AKBP Roby usai mengikuti video conference (vicon) dengan Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Senin (27/4) kemarin. Vicon tersebut terkait evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 yang bergabung dalam Operasi Ketupat Agung dan Operasi Aman Nusa Agung II 2020. Pada kesempatan tersebut, Golose mengucapkan terima kasih atas kerja

Bali Post/ist

RAPAT - Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, memimpin rapat usai mengikuti vicon. keras seluruh satgas, sehingga masyarakat tidak ada yang melakukan penolakan daerahnya dijadikan tempat karantina PMI. Ucapan terima kasih dari pimpinan tertinggi Polda Bali merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya terhadap pelaksanaan tugas. Tidak saja

berisiko terhadap dirinya sendiri, juga berakibat terhadap keluarga. ‘’Ucapan terima kasih ini akan diteruskan kepada masyarakat melalui para Bhabinkamtibmas saat memberi imbauan,’’ ungkapnya. Terkait penyaluran bansos ke masyarakat, pihaknya sudah membagikan tepat sa-

saran didukung oleh data riil. Kapolres tidak bosan-bosannya menyampaikan tentang keselamatan kerja dengan selalu disiplin melakukan APD, terutama saat masuk kantor, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap waspada untuk menjaga kesehatan. (kmb36)

Dana BOSDa dan JPS Pendidikan Tak Kunjung Cair Mangupura (Bali Post) Dampak buruk pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan di sektor pariwisata. Dunia pendidikan juga sangat terdampak. Terutama sekolah atau pendidikan tinggi swasta. Pasalnya, keuangan sekolah swasta mengandalkan iuran SPP dari siswa/siswinya. Di samping juga ada sejumlah bantuan dari pemerintah. Namun karena segala kegiatan pendidikan ditunda dan siswa harus belajar dari rumah berbasis online, maka keadaan keuangan sekolah swasta sangat terganggu. Belum lagi siswa yang orangtuanya kehilangan pekerjaan dan tidak bisa membayar uang SPP. Sementara kebijakan Gubernur Bali terkait dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) yang akan diberikan ke sekolah swasta tak kunjung cair. Kondisi ini dirasakan sejumlah SMK PGRI di Badung yang berada di bawah YPLP Kabupaten PGRI Badung. Seperti yang dirasakan di SMK 1, 2 dan 3 PGRI Badung. Di SMK PGRI 1 Badung, misalnya, nyaris 100 persen siswanya tidak membayar uang SPP selama dua bulan terakhir (Maret-April). Sedangkan di

SMK PGRI 2 Badung 80 persen, dan di SMK PGRI 3 Badung hampir 85 persen. Meski demikian, ketiga sekolah tersebut tetap membayar honor pegawai dan pengajar mereka. Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, S.H., M.Si. di dampingi Sekretaris I Gusti Ketut Sukadana dan Bendahara Drs. I Made Tambun, M.Pd.H. mengatakan, guna memutus rantai penyebaran Covid-19, proses pembelajaran siswa tetap dilaksanakan sesuai dengan instruksi pemerintah dan Dinas Pendidikan terkait. Namun proses pembelajarannya berbasis daring (online), di mana para siswa belajar dari rumah. Oleh karena itu, gaji/honor pegawai maupun guru tetap dibayar selama pandemi Covid-19. Meskipun pendapatan sekolah nyaris tidak ada, karena siswa tidak membayar SPP. ‘’Honor mereka (guru) tetap kami bayar sesuai jumlah mengajarnya. Kita tidak bisa mengelak untuk tidak membayar karena mereka telah memenuhi kewajibannya menjalankan tugas,’’ tandas Putra Wijaya, Senin (27/4) kemarin. Putra Wijaya pun mempertan-

yakan dana BOSDa yang sempat diwacanakan Gubernur Bali dan anggarannya sebesar Rp 60 miliar untuk sekolah swasta maupun sekolah negeri. Di mana rinciannya untuk siswa SMA dianggarkan sebesar Rp 700 ribu per kepala, SMK Rp 900 ribu, dan SLB sebesar Rp 4 juta. ‘’Jujur saja kami sangat kesulitan membayar likuiditas honor mengajar guru,’’ tegasnya. Sementara itu, wacana pemerintah pusat untuk mengganti biaya SPP siswa sekolah swasta melalui dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pendidikan juga diragukan. Pasalnya, belum ada data pasti berapa jumlah yang akan diterima siswa. Belum lagi mekanisme dan kriteria siswa seperti apa yang akan berhak mendapatkan dana tersebut. Sebab, pendataannya belum dilakukan instansi terkait. Pihaknya berharap agar pemerintah lebih peduli terhadap keadaan pendidikan saat ini. Sebab, bagaimana pun sekolah ikut andil dalam mencerdaskan generasi muda bangsa. Terlebih lagi, tahun ajaran 2019/2020 akan segera berakhir dan segera menyongsong tahun ajaran baru 2020/2021. (win)


Selasa Wage, 28 April 2020

Terkait BLT Dampak Covid-19, Dewan Desak Segera Buatkan Regulasi PENYEBARAN Covid-19 berdampak bagi kehidupan sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi dampak tersebut khususnya pada penduduk miskin, salah satunya lewat pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa. Di Kabupaten Tabanan, penerima BLT diperkirakan sebanyak 11 ribu orang dan akan mendapatkan masing-masing Rp 800 ribu termasuk dari Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 200 ribu. Agar penyaluran BLT tepat sasaran dan tepat guna, Komisi I DPRD Tabanan bersama jajaran eksekutif terkait menggelar rapat kerja, Senin (27/4) kemarin. Ketua Komisi I Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, rapat kerja kali ini untuk mendapatkan informasi sejelasnya tentang regulasi terkait mekanisme pemberian BLT kepada masyarakat, baik adanya perubahan Permendes maupun tindakan yang diambil oleh eksekutif.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menekankan agar pemerintah daerah bersinergi dengan desa adat, dinas dan pemerintah desa dalam memberikan BLT kepada masyarakat secara maksimal dengan membuat regulasi yang tentunya tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangundangan di atasnya. Dalam hal ini tentu ada pola maksimal yakni pemerataan setiap desa yang menganggarkan dana desa untuk BLT kepada masyarakat. Dirga mengapresiasi kinerja eksekutif baik camat, OPD maupun anggota Dewan lainnya di masyarakat dalam menyosialisasikan pencegahan Covid-19. Terkait anggaran juga disinggung dalam rapat kerja tersebut. Pemda dalam upaya mencegah dan mengantisipasi pandemi Covid-19 membutuhkan anggaran Rp 103 miliar, namun baru bisa disiapkan Rp 40 miliar. Ia mengharapkan adanya pengalihan anggaran untuk kegiatan-kegiatan skala prioritas baik bidang kesehatan, pendidikan maupun perbai-

kan ekonomi masyarakat serta menunda kegiatan yang masih bisa ditunda. Dari eksekutif, Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana menyampaikan data Dinas Sosial Tabanan bahwa ada 11 ribu penerima BLT selama rentang waktu sembilan bulan. Data tersebut masih terus didata ulang agar menghasilkan data yang lebih update. Terkait perubahan Permendes yakni dana desa untuk BLT kepada masyarakat dan pengadaan APD bagi tenaga medis, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan melaksanakan sosialisasi pada forum perbekel terkait regulasinya. Sementara itu, Bapelibang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menyatakan, penundaan pengadaan belanja langsung dan tidak langsung dari hibah. Situasi teraman dalam APBD untuk belanja tidak terduga dipasang Rp 40 miliar. ‘’Policy brief dibuat untuk pemilihan pengambilan kebijakan oleh pimpinan daerah. Tujuannya, ada pemilihan strategi penanggulangan dari semua bidang urusan,’’ ucapnya.

Sembako Gratis di ’’Meja Kebaikan dan Kejujuran’’

Tabanan (Bali Post) Pembagian sembako gratis bagi warga yang terdampak virus Corona terus mengalir dari pemerintah daerah dan kalangan masyarakat. Di salah satu sudut kota Tabanan, ada warga yang memiliki cara tersendiri dalam membantu sesamanya yang benar-benar membutuhkan. Warga tersebut menyediakan bingkisan sembako yang diletakkan di atas meja. Menariknya, meja yang diberi nama ‘’Meja Kebaikan dan Kejujuran’’ ini disediakan di pinggir jalan utama tepatnya di dekat pohon beringin, depan Puri Anom Tabanan atau di Jalan Gunung Agung. Dari informasi yang dihimpun, bingkisan sembako itu merupakan inisiatif salah seorang tokoh masyarakat setempat dengan menggandeng sejumlah yowana asal Tabanan. Bingkisan sembako berukuran kecil ini harganya di kisaran Rp 10 ribu, berisi beras, dua butir telur dan mi instan. Siapa pun warga yang membutuhkan sembako bisa mengambil bingkisan tersebut secara gratis. Salah seorang yowana asal Tabanan, Arya Wiguna, mengatakan gerakan ini terinspirasi dari aksi kepedulian sosial yang dilakukan oleh

Menurutnya, PD Dharma Santika sudah memproduksi APD, disinfektan dan hand sanitizer yang mampu mengcover keperluan di Kabupaten Tabanan serta menjualnya keluar daerah. Ini merupakan inovasi yang baik. Menjaga social distancing dan PSBB disosialisasikan oleh seluruh OPD dan Tabanan yang pertama kali untuk penggunaan masker di Bali. Dampak ekonomi dari policy brief yang dibuat adalah ketahanan ekonomi masyarakat baik berupa peningkatan usaha pertanian, pemberdayaan UMKM, pasar desa maupun pangan serasi berupa produksi dari hulu sampai hilir untuk peningkatan ekonomi masyarakat dengan jaminan keberlangsungan kehidupan petani. Pengamanan jaminan jaringan sosial dalam pendataan penerima BLT. ‘’Pengeksekusi anggaran harus menggunakan secara bijaksana mengingat pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi ke depannya. Tentu semua berharap wabah ini bisa segera berakhir,’’ pungkas Wiratmaja. (kmb28)

Dua PDP Sembuh dan Dipulangkan

Negara (Bali Post) – Dua pasien dalam pengawasan (DPD) yang dirawat di ruang isolasi RSU Negara dinyatakan sembuh dan mengantongi izin pulang, Senin (27/4) kemarin. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, kesembuhan itu berdasarkan pemeriksaan swab dengan hasil negatif dua kali berturut-turut.

Bali Post/ist

AMBIL SEMBAKO – Seorang warga mengambil sembako yang disediakan secara gratis di meja. banyak orang. Cara ini paling tidak dapat meringankan beban warga yang benar-benar mengalami masa sulit. Meja berisi sembako disebut ‘’meja kebaikan dan kejujuran’’ untuk mengajarkan warga agar jujur mengambil sembako dan secukupnya saja serta berbuat baik sesuai kemampuan. Warga lainnya yang hendak ikut serta memberikan bantuan bisa melalui meja tersebut. ‘’Satu bungkus mungkin tidak bernilai lebih dari Rp 10 ribu, hanya

setengahnya. Namun, satu bungkus ini bisa berarti untuk membuat satu keluarga kecil bertahan melalui satu hari yang berat saat ini,’’ terang Arya Wiguna. Ia mengharapkan aksi pemberian sembako gratis yang disiapkan di meja semacam ini bisa menggugah warga lainnya untuk berbuat hal yang sama di wilayah masing-masing, sehingga banyak warga yang terdampak bisa menerima manfaatnya. (kmb28)

Dua pasien yang dinyatakan sembuh itu berasal dari Melaya Kerajan dan Desa Ekasari setelah menjalani perawatan masing-masing empat dan enam hari. Dari test swab yang diambil 24 dan 25 April, hasilnya berturutturut negatif. Hingga kini total pasien PDP sembuh di Jembrana sebanyak 11 orang, sedangkan pasien sembuh positif Covid-19 berjumlah 5 orang. Menurut data Gugus Tugas Jembrana, sampai kemarin jumlah pasien positif sembuh sebanyak 11 orang dan PDP 25 orang. Tiga orang PDP masih dirawat di RSU Negara. Sementara itu, PMI asal

ke Bali dari wilayah zona merah rapid testnya reaktif. Hingga Senin (27/4) kemarin, penumpang yang rapid testnya reaktif sembilan orang, didominasi sopir truk dan kernet.

Bali Post/kmb26

PEMERIKSAAN – Pemeriksaan rapid test di Gilimanuk terhadap semua penumpang kapal yang masuk Bali dari wilayah zona merah.

Hal ini menjadi catatan penting bahwa sebagian besar yang masuk Bali merupakan pengemudi kendaraan barang yang tercatat pernah ke daerah zona merah. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Arisantha mengatakan, penumpang yang rapid test-nya reaktif di Gilimanuk 9 orang. ‘’Kami tadi rapatkan untuk penanganan lebih lanjut. Sesuai SOP yang dari luar Bali kami pulangkan, sedangkan yang dari Bali diarahkan ke kabupaten/ kota tempat tinggalnya,’’ tandas Arisantha. Jumat lalu tercatat 3 orang positif. Sabtu (25/4) bertambah satu orang dan Minggu (26/4) bertambah lagi. Sementara Senin kemarin ada satu penumpang dan sopir truk asal Jembrana. Antisipasi di pintu masuk ini cukup efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari daerah tertular, namun trennya belakangan cukup meningkat. (kmb26)

Jembrana yang menjalani karantina kembali bertambah. Tambahan PMI yang masuk untuk mengikuti karantina sebanyak 7 orang. Hingga kini PMI di Jembrana total 166 orang. ‘’Ada tambahan masuk 7 orang PMI dikarantina. Enam orang ditempatkan di Hotel Negara, sedangkan satu lagi dikarantina di Hotel Bali Sunset, Desa Baluk. Hotel ini merupakan hotel kelima yang disediakan Pemkab Jembrana sebagai rumah singgah untuk isolasi diri para pekerja migran asal Jembrana,’’ papar Arisantha. Hal menggembirakan lainnya, disebut Arisantha, terkait hasil rapid test PMI. Sesuai

Bali Post/kmb26

CEK HOTEL - Gugus Tugas mengecek hotel yang digunakan PMI asal Jembrana yang negatif rapid test untuk karantina selama 14 hari. protap, PMI negatif dari hasil rapid test yang dilakukan pemerintah provinsi diwajibkan melaksanakan karantina dan mengikuti rapid test ulang selang 8-10 hari dari tes pertama. ‘’Kami sudah lakukan dua kali rapid test di dua

tempat karantina berbeda. Hasilnya, di Hotel Jimbarwana 63 orang dinyatakan negatif. Sementara dari rapid test hari ini (27/4), 21 orang PMI yang dikarantina di Hotel Ratu dinyatakan negatif,’’ ungkapnya. (kmb26)

Pasien Positif Covid-19

Tiga Masih Dirawat Enam Sembuh

Tiap Hari Ada Penumpang ’’Rapid Test’’-nya Reaktif Negara (Bali Post) – Upaya memutus mata rantai Covid-19 di pintu masuk dengan rapid test mulai membuahkan hasil. Sejak akhir pekan lalu, hampir setiap hari ada penumpang yang masuk

Bali Post/ist

RAPAT KERJA - Rapat Kerja jajaran Komisi I DPRD Tabanan bersama sejumlah OPD terkait tentang pembahasan BLT, Senin (27/4) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Pasien terjangkit Covid-19 di Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari terakhir tidak bertambah. Menurut laporan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan, hingga Senin (27/4) kemarin pasien yang dikonfirmasi positif sebanyak tiga orang. Ketiga pasien merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Tabanan dan kini

masih menjalani perawatan. Satu pasien dirawat di UPTD Bapelkesmas Denpasar dan dua orang lagi diisolasi di RS PTN Unud, Badung. Juru Bicara Gugus Tugas Putu Dian Setiawan mengatakan, ketiga pasien tersebut dari hasil koordinasi dengan dinas terkait diinformasikan dalam kondisi stabil dan tanpa keluhan. Pasien terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 di Kabu-

paten Tabanan sampai saat ini sebanyak 9 orang, dalam perawatan 3 orang dan sembuh 6 orang. Sementara PMI yang menjalani masa karantina sesuai data dari Dinas Tenaga Kerja sampai 26 April sebanyak 211 orang. Mereka yang datang dari luar negeri ini selanjutnya menjalani karantina/isolasi di beberapa hotel, baik di Kabupaten Badung maupun di beberapa hotel di

Tabanan. Selama menjalani masa karantina 14 hari, para PMI mendapat perhatian dari Gugus Tugas. Langkah itu dilakukan agar mereka disiplin dan keluarga mereka tidak panik. ‘’Selama masa karantina mereka diawasi dan kesehatannya terus dicek. Tempat karantina juga terus disemprot disinfektan secara rutin,’’ jelas Dian Setiawan. (kmb28)

Sosial

Awasi Pemudik Polres Bangun Posko Penyekatan Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan menindaklanjuti instruksi pemerintah agar masyarakat tidak mudik Lebaran sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Polres membangun dua posko pengamanan dan penyekatan di Kecamatan Baturiti dan di Pantai Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Anggota yang bertugas di posko tersebut akan mengawasi dan mengimbau kemungkinan adanya warga yang tetap nekat mudik, khususnya ke daerah tujuan yang sudah berstatus PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani menjelaskan, posko sudah ada sejak Jumat (24/4) lalu. Hingga Minggu (26/4), polisi belum sampai mengembalikan pemudik. Sebab, rata-rata masyarakat yang lewat menuju arah daerah yang tidak berstatus PSBB seperti Banyuwangi, Malang, Lumajang dan Jember. ‘’Kami belum ada mengembalikan, tetapi tetap sampaikan informasi bahwa Surabaya sudah berstatus PSBB sehingga tidak boleh dikunjungi,’’ terangnya. Penjagaan tidak hanya melibatkan personel dari polisi,

melainkan juga dari instansi lain seperti Dinas Perhubungan, TNI dan Dinas Kesehatan. Untuk personel dari kepolisian, khusus di Selemadeg Barat disiagakan 25 orang dan di Baturiti 13 personel. Menurutnya, semua yang dilakukan saat ini adalah untuk kebaikan bersama. Untuk itu, Iptu Indrayani minta masyarakat yang memiliki tujuan ke daerah yang berstatus PSBB untuk sementara tidak mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Ikuti anjuran pemerintah sampai situasi benar-benar aman,’’ ungkapnya. (kmb28)

BANTUAN KEMANUSIAAN - Beachwalk Shopping Center dan The Paradise Group Property memberikan bantuan kemanusiaan dengan mendistribusikan makanan kepada masyarakat kurang mampu. Pendistribusian makanan dibantu Pemerintah Kabupaten Badung di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sempidi, Rabu (22/4) lalu. ‘’Bersama Kita Lawan Covid-19’’. (ad306)


Selasa Wage, 28 April 2020

Korban Gantung Diri Dievakuasi dengan APD Lengkap CEK KENDARAAN - Terlihat petugas gabungan saat melakukan pegecekan pengendara yang masuk kawasan Desa Adat Junjungan, Kelurahan Ubud.

Tanpa Masker, Dilarang ke Ubud

Gianyar (Bali Post) Enam desa adat di Kelurahan Ubud melakukan pengawasan superketat pada akses masuk desa setempat. Pengawasan itu melibatkan pecalang dari masing-masing desa adat bekerja sama dengan petugas gabungan. Karena itu, siapa pun yang melintas tanpa masker, dilarang masuk ke wilayah Kelurahan Ubud. Lurah Ubud Gusti Ngurah Nyoman Suastika mengatakan, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 itu, pihaknya bersinergi dengan desa adat se-Kelurahan Ubud. Meliputi Desa Adat Ubud, Padangtegal, Taman Kaja, Junjungan, Bentuyung Sakti dan Tegallantang. ‘’Kami bersinergi dengan enam desa adat. Di wilayah

Kelurahan Ubud itu ada tujuh akses jalan masuk yang dapat pengawasan,’’ katanya. Dikatakannya, setiap posko dijaga ketat pecalang dan petugas gabungan. ‘’Upaya ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Untuk penertiban kegiatan ini kami dibantu Dishub, Satpol PP, dan Disperindag,’’ kata IGN Nyoman Suastika. Menurutnya, petugas gabungan itu menjaga sejumlah posko pada jalan masuk menuju Kelurahan Ubud. Setiap warga yang lewat disemprot dengan disinfektan. Di sana juga disiapkan tempat cuci tangan. Petugas juga bertindak tegas, bila ada warga yang tidak menggunakan masker maka tidak diperbolehkan masuk ke kawasan

Kelurahan Ubud. ‘’Ya, kami tegas. Kalau ada warga tidak menggunakan masker dilarang lewat,’’ katanya. Tidak hanya pintu masuk, petugas gabungan juga melakukan pengawasan di seputar Pasar Ubud. Pada pintu masuk menuju pasar itu, disiapkan tiga ruang penyemprotan disinfektan. Senin kemarin pihaknya melakukan penertiban pedagang bermobil, yang memaksa berjualan di sebelah utara Pasar Ubud. Saat itu petugas Dishub, Satpol PP, Disperindag, serta pecalang Desa Adat Ubud langsung terjun bersama. ‘’Di Ubud juga dilakukan pembatasan waktu berjualan. Hal itu sesuai surat edaran Bapak Bupati Gianyar,’’ tegasnya. (kmb35)

Di Tengah Pandemi Covid-19

Penanganan Sampah di Klungkung Tetap Jadi Skala Prioritas

DI tengah upaya-upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta nampaknya tidak hanya terfokus menangani Covid-19, tetapi juga konsentrasi menanggulangi dampak Covid-19, seperti permasalahan sampah. Guna memastikan penanganan sampah tetap berjalan di tengah wabah Covid-19 itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kadis LHP Kabupaten Klungkung AA Kirana meninjau langsung penanganan sampah di eks TPA Sente dan TOSS Center Desa Kusamba, Senin

(27/4) kemarin. Bupati Suwirta mengatakan, saat ini penanganan sampah di Kabupaten Klungkung juga manjadi skala prioritas selain mengatasi pandemi Covid-19. “Sampah itu tidak boleh diabaikan. Penanganan sampah di tengah pandemi Covid-19 juga menjadi skala prioritas sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak lain juga agar tidak memunculkan masalah baru,” ujar Bupati Suwirta. Lebih lanjut dikatakan Bupati Suwirta, Pemkab Klungkung sangat serius dalam penanganan sampah itu. Terutama usaha pemanfaatannya. “Misal-

PENANGANAN SAMPAH - Bupati Suwirta saat turun dan memantau langsung penanganan sampah.

nya, sampah organik itu dapat digunakan sebagai pupuk. Sedangkan sampah anorganik atau plastik dipakai campuran pelet yang bisa menghasilkan listrik,” tambahnya. Selain itu, Bupati asal Nusa Ceningan itu tengah melakukan kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) untuk bersama-sama mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Klungkung. “Saat ini kita tengah menjalin kerja sama dengan APSI, sehingga ke depan permasalahan sampah itu betul-betul bisa diatasi dengan baik,’’ imbuhnya. Kadis LHP Kabupaten Klungkung AA Kirana mengatakan, sampah yang masuk ke TOSS Center itu sudah dipilah. Sampah plastiknya akan dibeli oleh swasta. Sedangkan sampah organiknya akan dicacah dan difermentasi menjadi pupuk. Namun konsep sampah menjadi listrik tetap ada di TOSS Center. “Lahan tiga hektar juga sudah disiapkan untuk menjadi demplot dengan memanfaatkan pupuk organik hasil olahan sampah TOSS Center. Jadi semua sampah yang masuk di TOSS Center itu langsung diolah. Karena itu nantinya ada lagi sampah yang menumpuk,” pungkasnya. (ad307)

RSU Bangli Bisa Rawat Pasien Covid-19

Bangli (Bali Post) – Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli kini bisa merawat pasien positif Covid-19. Pasien yang bisa dirawat itu adalah dengan keluhan ringan hingga sedang. Namun, bagi pasien kategori berat tetap dirujuk ke RSUP Sanglah. Wakil Direktur Pelayanan RSU Bangli, dr. Ni Wayan Ari Susanti, mengungkapkan hal itu, Senin (27/4) kemarin. Menurutnya, saat ini semua rumah sakit di Bali sudah ditunjuk gubernur untuk merawat pasien Covid-19. Di RSU Bangli terdapat enam ruang isolasi yang disediakan khusus tempat perawatan pasien Corona. ‘’Jadi kalau ada pasien positif dengan keluhan ringan hingga sedang,

maka kita rawat di sini. Kalau berat dan perlu penanganan lebih lengkap, baru kita rujuk ke Sanglah,’’ katanya. Bagi yang hasil swabnya positif Corona, namun tidak ada keluhan, RSU Bangli akan berkoordinasi ke RS PTN Unud. Kalau masih tersedia ruang perawatan di RS PTN Unud, maka pasien akan dirujuk untuk dirawat di sana. Tetapi kalau ruangan di sana penuh maka dirawat di RSU Bangli. ‘’Ruang isolasi kita terbatas,’’ ujarnya. Ari juga mengatakan, saat ini RSU Bangli telah menyediakan 15 ruangan sebagai tempat karantina bagi warga yang hasil rapid testnya reaktif. Satu ruangan bisa ditempati dua orang. Ruangan yang dipakai tem-

pat karantina itu adalah ruang utama atau VIP. Lokasinya ada di bagian selatan RSU. Untuk mencegah adanya penularan transmisi lokal dengan pasien umum lainnya, pihak RSU sudah mengatur alurnya. ‘’Kami sudah alihkan alurnya. yang di blok selatan kita pakai khusus tempat karantina. Yang di utara kita pakai tempat rawat inap pasien non-Covid,’’ jelasnya. Sejauh ini pihaknya belum ada rencana menambah ruang karantina yang ada. ‘’Sementara cukup itu saja. Karena kita juga harus merawat pasien non-Covid. Kalau ruang karantina kurang, nanti Satgas yang akan mencarikan tempat lagi,’’ tandasnya. (kmb40)

Semarapura (Bali Post) Korban bunuh diri dengan cara gantung diri mengagetkan warga di sekitar kos-kosan Jro Dewi di Jalan Srikandi Lingkungan Semarapura Klod Kangin, Senin (27/4) pagi. Sang Ayu Made Widnyani kaget melihat suaminya, Ida Bagus Made Wardamana menggantung dirinya dengan tali rafia yang dikaitkan di ventilasi kamar mandi kosnya. Meski kasus bunuh diri, petugas evakuasi tak mau ambil risiko di tengah wabah Covid-19. Mereka tetap menggunakan APD lengkap ketika mengevakuasi korban bersama pihak kepolisian. Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta membenarkan ada kasus bunuh diri. Sebagaimana hasil olah TKP, korban adalah Ida Bagus Made Wardamana, pekerja swasta umur 32 tahun asal Lingkungan Brahmana Bukit Cempaga, Bangli. Dia diketahui pertama kali tergantung oleh istrinya, Sang Ayu Made Widnyani (34). Widnyani saat itu baru datang dari kerja sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, kamar kosnya dalam keadaan tak terkunci. Dia begitu kaget ketika baru membuka pintu menemukan suaminya sudah tergantung. Dia tak menyangka suaminya melakukan perbuatan senekat itu. Widnyani sempat histeris hingga membuat tetangga kos

berdatangan. Salah satunya, I Ketut Sudirna (34). Kebetulan, warga Desa Kutampi Kaler ini kos tepat di sebelah kos korban. Kaget melihat peristiwa itu,

Sudirna bergegas menghubungi pemilik kos untuk selanjutnya melaporkannya kepada pihak kepolisian. Usai menerima laporan, pihak kepolisian

EVAKUASI KORBAN - Petugas medis bersama pihak kepolisian saat mengevakuasi korban.

mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan korban, mencatat identitas saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Korban saat itu menggunakan baju kaos warna hijau tua dan celana pendek jeans warna abu-abu. Posisi tubuh korban tergantung dengan tali rafia warna merah yang diikat di ventilasi kamar mandi dengan posisi kedua kaki menekuk di lantai menghadap ke barat. ‘’Motif korban melakukan itu masih lidik. Sesuai keterangan istrinya, korban punya riwayat penyakit dalam,’’ jelas Kapolsek, sekaligus menepis isu yang dikaitkan wabah Covid-19. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Klungkung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tak mau ambil risiko di tengah wabah Covid-19, petugas medis yang melakukan evakuasi itu mengenakan APD (alat pelindung diri) lengkap. Mayat korban lantas dimasukkan ke dalam kantor jenazah, sebelum diangkut ke dalam mobil jenazah. (kmb31)

Bertambah, Warga Bangli Sembuh Covid-19 Bangli (Bali Post) – Warga Bangli yang sembuh dari Covid-19 kembali bertambah satu orang. Data Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Bangli menunjukkan terdapat 8 warga Bangli yang dinyatakan telah sembuh. Sementara yang masih dalam perawatan ada 19 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nengah Nadi dikonfirmasi, Senin (27/4) kemarin, membena-

rkan hal itu. Menurutnya, satu warga yang sembuh dari Covid-19 itu berasal dari Banjar Sama Undisan, Desa Jehem, Tembuku. Pasien itu merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Selama ini dia dirawat di RS PTN Unud. Namun, Nadi tidak menyebutkan apakah pasien yang sembuh itu sudah dipulangkan. Terkait 19 pasien positif Covid-19, katanya, saat ini masih dalam perawatan.

Mereka dirawat di tiga tempat berbeda. Di antaranya di RSUP Sanglah, RS PTN Unud dan Bapelkes. Sebelumnya diberitakan jumlah warga Bangli yang dinyatakan sembuh Covid-19 ada tujuh orang. Mereka sudah dipulangkan dari rumah sakit tempatnya dirawat. Ketujuh warga yang sembuh itu berasal dari Desa Sulahan, dua orang dari Desa Abuan, Desa Belanga, Banjar Penida Kelod Desa Tembuku, Lingkungan Dencarik Ke-

lurahan Kawan dan Desa Yangapi. Dari tujuh warga yang sembuh tersebut, enam di antaranya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) dan satu lainnya seorang ibu rumah tangga asal Belanga yang sebelumnya terpapar oleh anaknya yang merupakan seorang PMI. Meski dibolehkan pulang, saat ini ketujuh warga itu masih harus menjalani karantina di rumahnya masing-masing selama 14 hari. (kmb40)

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Bantu Kader PKK Terdampak Covid-19

KETUA TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, menyerahkan bantuan secara simbolis 350 paket sembako dari pemerintah Kabupaten Gianyar, untuk kader PKK desa/kelurahan yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Gianyar. Bantuan paket sembako itu diterima perbekel/lurah yang akan diserahkan kepada kader PKK kurang mampu atau terdampak Covid-19, yang ada di wilayahnya masing-masing. ‘’Kami memberikan bantuan kepada kader PKK desa/kelurahan yang terdampak Covid19 adalah untuk membantu meringankan biaya kebutuhan sehari-hari. Kader PKK ini adalah juga pekerja sosial. Mereka tidak digaji, namun bekerja berdasarkan ketulusikhlasan,’’ tegas Ny. Surya Adnyani Mahayastra seusai menyerahkan bantuan di Pendopo Sekretariat Kantor TP PKK Kabupaten Gianyar, Senin (27/4) kemarin. Berdasarkan data yang ada di Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah memberikan bantuan sembako pada 7.554 KK miskin di Kabupaten

Gianyar. Data ini mungkin akan terus berubah, mengingat data itu diambil saat kondisi masih normal. Apalagi setelah adanya pandemi ini. Tentu data itu akan banyak mengalami perubahan. Semua harus bekerja sama dengan desa maupun banjar di wilayah masing-masing, agar data yang didapat benar-benar akurat. Namun yang jadi prioritas utama bantuan itu, diberikan tepat sasaran kepada keluarga yang kurang mampu. Semua orang sejatinya mengalami dampaknya. Pariwisata macet dan kemudian perekonomian terpuruk. Sehingga, menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Pemkab Gianyar melalui TP PKK Kabupaten Gianyar ikut peduli membantu kader PKK terdampak. Namun tentu saja tetap mengikuti koridor aturan yang berlaku dan telah ditetapkan pemerintah pusat maupun provinsi. ‘’Data harus benar dan akurat, agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih. Karena banyak bantuan yang diberikan dari berbagai sumber seperti pemerintah pusat melalui PKH maupun BLT,’’ jelas Ny. Surya

Gianyar (Bali Post) Wabah Covid-19 kini sudah melumpuhkan berbagai sektor ekonomi, khususnya

pariwisata. Melihat kondisi ini generasi muda diminta serius turun mengeluti pertanian. Kepala Dinas Pertanian dan Ke-

SERAHKAN BANTUAN - Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan sembako secara simbolis dari Pemkab Gianyar untuk kader PKK yang terdampak Covid-19. Adnyani Mahayastra. Pada kesempatan itu, Ny. Surya Adnyani Mahaystra meminta pada seluruh Ketua TP PKK desa/kelurahan agar menggerakkan seluruh kader PKK di wilayahnya, untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan tetap mematuhi protap Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Di samping itu, juga mengingatkan agar seluruh kegiatan PKK desa/kelurahan agar selalu bersinergi dengan

perbekel setempat. Meskipun ini kegiatan ibu-ibu PKK, namun perbekel sebagai pembina PKK di desa harus tahu dan juga mau bekerja sama. Pada kesempatan penyerahan bantuan Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Wakil TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun dan Kadis Sosial AA Putri Ari, Kadis Perindag Ni Luh Gede Eka Suary, dan Kadis PMD Dewa Ngakan Ngurah Adi. (ad305)

hutanan Kabupaten Gianyar, Made Raka, mengharapkan kepada warga agar bertani, Senin (27/4) kemarin. Menurutnya, generasi muda tidak perlu gengsi bertani. Terlebih lagi saat ini banyak yang bekerja di sektor pariwisata kemudian dirumahkan. Kesempatan ini, kata Made Raka, dapat digunakan bertani, khususnya bagi yang memiliki lahan memadai. “Jangan takut bertani apalagi gengsi. Manfaatkan lahan yang ada memulai bertani, walaupun hanya menanam sayur-sayuran,” jelas Made Raka. Bila tidak memiliki lahan pertanian memadai seperti sawah. Generasi muda dapat memanfaatkan pekarangan

rumah dengan menanam cabai atau sayuran dan lainnya. “Contohnya bisa menanam cabai di pekarangan rumah. Tidak harus memiliki sawah. Cukup di pekarangan rumah saja berkebun,” imbuhnya. Dengan bertani atau berkebun hemat, Made Raka, dipercaya dapat memenuhi kebutuhan dapur. Alasannya, menanam sayur-mayur atau cabai di pekarangan rumah dapat dipanen dan dikonsumsi langsung. Hal itu sudah termasuk pengiritan karena tidak perlu harus membeli. “Lumayan kebutuhan terpenuhi jika cabai, sayur-mayur, atau buah-buahan tersedia di rumah atau tegalan,” tandasnya. (kmb35)

Sektor Pariwisata Lesu, Generasi Muda Diajak Bertani

LINTASI PERSAWAHAN - Terlihat sejumlah warga melintasi areal persawahan di seputaran Kecamatan Ubud.

Angka Kematian Babi Sentuh 418 Ekor di Klungkung DI TENGAH pandemi Covid-19, sejumlah desa kerap melaporkan bangkai babi yang dibuang sembarangan di selokan. Persoalan ini tak kalah serius, sebab bau busuk bangkai babi itu sangat mengganggu warga dan dikhawatirkan menimbulkan penyakit. Setelah didata Dinas Pertanian Klungkung, jumlah babi yang mati mencapai 418 ekor. Belum dapat dipastikan apakah semua itu akibat virus African Swine Fever (ASF) atau bukan. Bagaimanakah atensi warga dalam upaya menjaga lingkungan terhadap keberadaan babi babi yang mati itu?

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, dihubungi Senin (27/4) kemarin mengatakan, jumlah babi mati itu berdasarkan validasi data rekapan wabah suspect babi di Klungkung, ternyata angka relatif tinggi. Dari jumlah babi yang mati sebanyak 418 ekor, 389 ekor babi di antaranya adalah kasus kematian babi yang dilaporkan langsung para peternak dari seluruh kecamatan. Sedangkan sisanya sebanyak 29 ekor adalah

kasus kematian babi yang dilihat langsung oleh petugas. Jumlah itu merupakan data akumulasi sejak Februari lalu. Tercatat, Februari dilaporkan hanya tiga kasus. Kemudian Maret melonjak menjadi 172 kasus. Bulan April bertambah 214 kasus. Angka kematian yang cukup tinggi itu, memangkas separuh dari total populasi babi di Klungkung karena sesuai data Dinas Pertanian populasi babi 881 ekor. Populasi babi terban-

yak ada di Kecamatan Banjarangkan 573 ekor, Dawan 136 ekor, Klungkung 150 ekor dan Nusa Penida sebanyak 22 ekor. ‘’Akumulasi dari bulan Februari sampai saat ini diindikasikan mengarah ke suspect ASF. Terutama jumlah yang dilihat langsung petugas ada sebanyak 29 ekor,’’ kata Juanida. Kasus kematian babi yang bangkainya dibuang di saluran irigasi pengairan subak, terakhir kali terjadi di aliran air Subak

Telaga Kaja, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Bangkai babi besar itu tampak membusuk hingga menutup aliran air subak setempat. Bangkai babi yang dibuang sembarangan itu, lantas dilaporkan kepada petugas BPBD Klungkung dan dinas terkait lainnya, untuk selanjutnya segera dievakuasi dan dikubur agar tidak menimbulkan penyakit. Juanida menambahkan, sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus ini di

Klungkung itu, pihaknya terus melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Ini dilaksanakan bersamaan ketika petugas melakukan pendampingan dalam disinfeksi kandang, ternak dan peralatan para peternak di seluruh Klungkung. Sebagai motivasi, pihaknya juga memberikan sebagian disinfektan itu untuk merangsang peternak dalam memelihara kebersihan dan kesehatan kandang serta hewan ternaknya. (gik)


Selasa Wage, 28 April 2020

Sidang LKPJ Bupati 2019 dengan ’’Teleconference’’

Singaraja (Bali Post) DPRD Buleleng pertama kalinya melaksanakan rapat paripurna dengan metode vertual (teleconference - red) akibat pandemi Covid-19, Senin (27/4) kemarin. Agenda sidang penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Tahun 2019. Sidang itu dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna bersama Wakil Ketua Ketut Suila Umbara, Gede Suradnya, Made Putri Nareni, dan para ketua komisi. Dari eksekutif dipimpin Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Sekkab Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Gede Supriatna mengatakan, rapat paripurna di DPRD Buleleng dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19. Peserta rapat paripurna digelar dengan peserta terbatas. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan di ruang sidang. Namun rapat bisa digelar dengan virtual. Peserta rapat lainnya bisa mengikuti melalui teleconference. Dari pelaksanaan rapat paripurna ini, Supriatna menyebut sesuai Pasal 69 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa kepala daerah wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah, laporan keterangan pertanggungjawaban dan ringkasan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah satu kali dalam setahun dan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran. Karena itu, pembahasan ini sudah memenuhi regulasi itu. Pihaknya dalam batas waktu

selama 30 hari ini setelah penyampaian nota pengantar itu akan dilakukan pembahasan tingkat komisi-komisi. Nantinya, kesimpulan pembahasan itu dituangkan melalui rekomendasi dewan. ‘’Komisikomisi akan kami tugaskan membahas, untuk mendapatkan bahan rekomendasi yang nantinya disampaikan sesuai batas waktu 30 hari setelah LKPJ,’’ katanya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, secara garis besar, kinerja sasaran pembangunan itu menunjukkan capaian cukup baik sesuai target pada dokumen perencanaan pembangunan, yaitu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019. Dalam pelaksanaan kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah tahun 2019 dirancang Rp 2,414 triliun. Terealisasi sebesar Rp 2,318 triliun lebih atau 96,02 persen. Rinciannya, PAD dengan target Rp 444 miliar itu lebih direalisasikan sebesar Rp 365 miliar lebih

atau 82,2 persen. Sedangkan dana perimbangan targetnya Rp 1,333 triliun, terealisasi sebesar Rp 1,331 triliun lebih atau 99,84 persen, lain-lain pendapatan yang sah targetnya Rp 637 miliar, dapat direalisasikan sebesar Rp 622 miliar atau 97,57 persen dan PAD menyumbang 15,77 persen dari total pendapatan. Sementara belanja daerah dirancang Rp 2,456 triliun, terrealisasi Rp 2,284 triliun atau 93 persen terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,228 triliun, direalisasikan Rp 1,2 triliun atau 97,88 persen dan belanja langsung Rp 1,227 triliun, dapat terealisasi Rp 1,081 triliun atau 88,14 persen. ‘’Saya kira indikator capaian kinerja sasaran pembangunan itu dapat dilihat dari status opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah (LKD) Tahun 2019 dengan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kelima secara beruntun kita peroleh,’’ jelasnya. (kmb38)

Dewan Dorong Eksekutif Siapkan Tempat Memadai Amlapura (Bali Post) Petugas medis selama ini berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Dewan mendorong Pemerintah Kabupaten Karangasem supaya bisa memberikan mereka tempat secara memadai, seperti halnya PMI (pekerja migran Indonesia). Alasannya, penanganan Covid-19 itu memiliki risiko tinggi penularan virus kepada keluarga petugas itu sendiri. ‘’Perlu tempat yang layak buat tenaga medis itu. Usai bertugas selama ini, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing bertemu suami/istri, anak dan keluarga lainnya. Padahal risikonya relatif besar. Mudah-mudahan tidak, tetapi ada peluang petugas medis itu justru bisa agen penyebar virus Covid-19 ini. Karena itu mereka kontak langsung. Mendesak perlu disediakan tempat yang memadai bagi mereka itu,’’ harap Kadek Sujanayasa, salah satu anggota DPRD Karangasem, Senin (27/4) kemarin. PMI saja, kata Kadek Su-

janayasa, bisa difasilitasi. Mereka itu disiapkan tempat karantina. Lalu kenapa tenaga atau petugas medis itu tidak? Terkait masalah PMI, Sujanayasa meminta pemkab harus tegas kepada PMI itu. Mereka wajib menjalani karantina. Hal itu sudah merupakan regulasi protap pemerintah. ‘’Pemerintah harus tegas kepada PMI yang baru datang dari luar negeri. Jangan diberikan mereka itu menjalani karantina di rumah masingmasing. Karena sangat rawan penyebaran Covid-19 ini,’’ jelasnya.

Singaraja (Bali Post) Polres Buleleng membentuk tim untuk membantu penguburan jenazah pasien yang terpapar virus Corona (Covid-19). Tim ini tergabung dalam personel Operasi Ketupat Agung dan Satgas Aman Nusa Tahun 2020. Tim ini nantinya membantu siapa pun warga di Buleleng kalau kesulitan ketika akan mengupacarai keluarga mereka yang meninggal dunia karena tertular Covid-19. Kabag Ops Polres Buleleng A.A. Wiranata Kusuma, Senin (27/4) kemarin mengatakan, disiapkan tim membantu penguburan jenazah korban Covid-19 untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penolakan penguburan jenazah yang terpapar virus Corona. Sudah disiapkan personel memadai. Dengan cara itu diharapkan penanganan korban penyebaran virus Corona di wilayah hukum (wilkum) Pol-

res Buleleng menjadi maksikal. ‘’Kami bentuk tim membantu menguburkan jenazah korban Covid-19. Upaya itu sebagai bentuk antisipasi dan kalau diperlukan personel kami siap melaksanakan tugas sosial kemanusiaan ini,’’ kayanya. Wiranata Kusuma memberikan jaminan kepada para personel yang tergabung di Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 itu didukung alat pelindung diri (APD). Khusus personel di Unit Kesehatan (Urkes) Polres Buleleng dilengkapi APD lengkap. Sedangkan di Unit Reskrim, Lantas dan masing-masing Polsek disiapkan APD level satu. ‘’Kurang lebih ada 100 buah APD untuk personel. Kami masuk dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga personel Ops Ketupat Agung dan Satgas Aman Nusa 2020,’’ jelasnya. (kmb38)

Anggota dewan lainnya, I Made Wirta, menanyakan kepada eksekutif, berdasarkan informasi yang diterima, disebutkan ada pungutan di tempat karantina. ‘’Kami dengar ada info dilakukan pungutan di tempat karantina. Kami ingin tahu terkait pungutan itu. Kalau memang ada, pungutan itu untuk apa? Kalau memang tidak, juga harus disampaikan. Biar hal itu tidak jadi masalah di kemudian hari,’’ pintanya. I Nyoman Musna Antara menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui total anggaran yang dialokasikan untuk pen-

anganan Covid-19 itu. Anggaran itu dari OPD mana saja disisir, sehingga pihaknya tahu berapa masih tersisa dana di OPD itu. ‘’Kami ingin tahu berapa anggaran penanganan Covid-19 ini,’’ jelasnya. Asisten II, I Wayan Suama, mengatakan penyisiran anggaran dalam Perkada II itu jumlahnya sebesar Rp 8,7 miliar. Anggaran sebesar itu bersumber dari DID dana lainnya sebesar Rp 2,5 miliar, dana infrastruktur Rp 6,2 miliar, kesehatan Rp 2,5 miliar. ‘’Dana itu diperuntukkan membiayai perbaikan tempat karantina PMI, pembelian APD tenaga medis, perbaikan ruang pasien di gedung SKB serta biaya penginapan makan dan minum PMI yang tengah menjalani karantina di hotel,’’ tegasnya. (kmb41)

Polres Bentuk Tim Pengubur Jenazah Korban Covid-19

Bali Post/kmb38

RAPAT PARIPURNA - DPRD Buleleng menggelar rapat paripurna dengan metode teleconference di gedung DPRD Buleleng, Senin (27/4) kemarin.

Seni Tanpa Batas

Mantra Sulap Galon Minyak Goreng Bekas Jadi Tas Hasil karya terbaru seniman recycle asal Banjar Menanga Kawan ini adalah menyulap galon minyak goreng bekas menjadi sebuah tas jinjing. Ketika disambangi di artshop-nya, di Pasar Menanga, beberapa waktu lalu, I Gusti Lanang Man-

tra mengatakan, selama ini dirinya mengakui memang sudah sering membuat karya seni kreatif. Sebelumnya memanfaatkan bahan-bahan sampah maupun barang bekas dibuat barang seni, sehingga bernilai. Idenya kemudian membuat karya seni berupa tas jinjing menggunakan bahan baku galon minyak goreng bekas. ‘’Ide itu munculnya terkadang tiba-tiba dari pikiran. Ide membuat tas memakai bahan bekas galon minyak goreng ini, karena bibuang di rumah banyak numpuk galon bekas tempat minyak setelah digunakan istri berjualan pisang goreng. Selanjutnya muncul ide membuat tas ini,’’ ucapnya. Untuk materialnya, kata Lanang Mantra, bukan saja memakai bahan baku galon bekas, namun juga kain jean bekas. Galon minyak itu di luarnya diisi lapisan jean yang sudah dijahit rapi berbentuk tas. Kemudian jean itu dilem sesuai bentuk galon itu. Selain jean, bahan lainnya adalah map plastik. Fungsinya untuk menutupi galon yang ada di dalamnya,’’ katanya. Tak hanya galon minyak goreng bekas itu disulap dijadikan tas, Lanang Mantra juga membuat sepatu menggunakan bahan baku dari kain jean bekas. Hasil karyanya itu ditaruh di artshop-nya untuk ditawarkan kepada yang berminat. ‘’Misalnya kalau ada yang minat dan mau beli, ya... sudah pasti hasil seni itu dijual. Saya juga membuat ogoh-ogoh mini menggunakan karBali Post/kmb41 dus bekas, dan kerajinan KARYA BARU - Seniman recycle I Gusti Lanang Mantra lainnya,’’ terang Lanang saat menunjukkan hasil karya terbarunya. Mantra. (kmb41) Amlapura (Bali Post) Seniman I Gusti Lanang Mantra memang punya jiwa seni dan kreativitas relatif tinggi. Seniman recycle itu pun kemudian membuat berbagai produk dari barang bekas disulap dijadikan karya seni bernilai tinggi.

Berisiko Tinggi untuk Petugas Medis

Dapat Tambahan 1.000 Alat ’’Rapid Test’’ Antibodi

Singaraja (Bali Post) Diskes Bali mendistribusikan tambahan 1.000 buah alat rapid test antibodi. Ribuan alat rapid test antibodi itu telah diterima Diskes Bauleleng. Rencananya alat rapid test ini didistribusikan setelah pihak puskesmas mengajukan tambahan alat rapid test ke Diskes kabupaten. ‘’Jadi puskesmas yang sudah kehabisan alat rapid test silakan mengusulkan ke Diskes,’’ harap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten

Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd., Senin (27/4) kemarin. Buleleng, kata Gede Suyasa, telah melaksanakan rapid test (tes cepat) massal. Hingga sekarang, gugus tugas sudah melakukan rapid test sebanyak 1.228 orang. Sasaran rapid test ini adalah warga yang memiliki riwayat bepergian ke luar negeri karena bekerja. Kendati sudah melakukan ribuan rapid test, namun tim medik gugus tugas masih melakukan rapid test massal. Drs. Gede Suyasa (kmb38)

Kompol A.A. Wiranata Kusuma

Kematian Babi Capai 315 Ekor

KASUS kematian babi milik peternak di Kabupaten Karangasem hingga kini masih terus saja terjadi. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian Karangasem, jumlah babi yang mati di bumi lahar mencapai 315 ekor. Kematian babi itu tersebar di delapan kecamatan. Untuk mencegah virus itu, lalu upaya efektif apa yang harus dilakukan para peternak agar babinya tetap sehat? Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem I Made Ari Susanta, Senin (27/4) kemarin mengatakan, kasus kematian babi milik peternak di Karangasem memang sampai saat ini

masih saja terjadi. Dari laporan terbaru yang diterima pihaknya, kasus kematian babi terbaru milik peternak terjadi di Desa Duda Utara Selat dan Abang. ‘’Jumlah babi peternak yang mati di dua desa ini mencapai

Bali Post/kmb41

SEMPROT - Petugas Dinas Pertanian saat melakukan penyemprotan disinfektan di kandang milik peternak.

puluhan ekor. Dari akumulasi data secara keseluruhan, jumlah babi mati di Karangasem itu mencapai 315 ekor. Kematian ini tersebar di semua kecamatan yang ada,’’ ujar Ari Susanta. Ari Susanta mengatakan, untuk mencegah terus bertambahnya kasus kematian babi peternak itu, pihaknya telah mengimbau atau mengedukasi kepada peternak supaya melakukan pengendalian. Dengan cara itu maka ke depannya bisa terhindar dari serangan virus ini. Para peternak diminta melakukan peningkatan biosecurity dalam hal ini pembatasan lalu lintas orang ke kandang babi secara selektif. ‘’Perternak kami minta supaya membatasi aktivitas orang luar masuk di kandangnya,’’ tambahnya.

Termasuk juga peralatan dan bahan-bahan makanan dibatasi masuk ke dalam kandang. Peternak lebih dulu harus memasak makanan babinya sebelum diberikan ke ternaknya. Juga diharapkan melakukan penyemprotan kandang secara kontinu. Bila tak ada disinfektan, peternak bisa memakai bayclin dicampur air. Disinfektan itu disemprotkan secara berkala ke kandang untuk mengantisipasi virus ini,’’ jelasnya. Saat ini memang anggaran pengadaan disinfekntan itu sangat minim. Pihaknya mengupayakan di APBD Perubahan pengadaan disinfektan itu agar dianggarkan. ‘’Di APBD Induk memang belum ada pengadaan disinfektan. Semoga di perubahan bisa dianggarkan,’’ harap Susanta. (nan)


Selasa Wage, 28 april 2020

Kembali Mencermati Tanda-tanda Zaman Produk pertanian seperti sayuran dan buah-buahan tanpa daya serap yang memadai. Bahkan, produk peternakan seperti ayam pedaging dan petelur hancur. Produksinya tak diserap pasar. Padahal, produksi masih tinggi. Peternak juga kewalahan memenuhi kebutuhan pakan dan menjual telur dan daging ayam. Beban ini menjadi tekanan yang sangat kompleks bagi krama Bali. Di sisi lain, beban pendidikan anak-anak, budaya dan konsumsi tetap harus dipenuhi.

Relaksasi perbankan dan bantuan sembako hanyalah obat penghilang rasa sakit. Ini tak akan membuat kita lepas dari beban jika tak segera melakukan adaptasi dengan tantangan kehidupan pada era peradaban baru pascaCovid-19. Hal ini pun diakui pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka. Dikatakannya, tanpa pendekatan yang jelas dan dukungan stimulus yang kuat dari pemerintah pusat, Bali akan menghadapi tekanan ekonomi paling parah dan kompleks. ‘’Daya tahan saat ini memang masih ada, namun

memasuki triwulan ketiga dan keempat dampaknya akan sangat terasa. Bali perlu manajemen pengelolaan ekonomi yang kuat dan kemandirian di sektor pangan yang lebih terencana,’’ ujarnya. Apa yang harus dilakukan pemimpin Bali tahun 2020? Ia mengharapkan pemimpin Bali harus bisa kembali mencermati tanda-tanda zaman serta tantangan dan ancaman yang dihadapi dunia global, regional dan lokal terhadap perubahan perilaku pasar yang sulit ditebak terkait dunia yang sedang mengalami perubahan besar di dua bidang utama, yaitu dis-

rupsi teknologi dan perubahan demografi. ‘’Disrupsi digital akan lebih cepat oleh temuan baru para kreativitas milenial, lebih sering dengan biaya jauh lebih efisien dan memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan kita yang sulit diprediksi, sehingga diharapkan pemimpin Bali harus adaptif terhadap perubahan. Karena dalam 5-10 tahun ke depan generasi milenial yang akan menjadi pengambil keputusan utama dan memiliki karakter berbeda dengan pendahulunya. Pemimpin Bali ditantang bisa menerapkan leadership dan panutan,’’ tegasnya. (rin)

Ia menegaskan, kecemasan terhadap dampak pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, tetapi semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sudah saatnya kita bisa saling membantu dan saling menguatkan. ‘’Kita bisa berharap pada solidaritas sosial yang sekarang terus terbangun, selain kita bisa berharap pada pemerintah. Jika Anda merasa perlu bantuan, tidak perlu sungkan untuk menyatakan bahwa Anda me-

merlukan bantuan,’’ tegasnya. Menurut Prammu Hartadi, unit komunitas dalam lingkup kecil, seperti dusun/banjar bisa menjadi bagian penting menciptakan ketenangan. Kita bisa mendorong (jika belum ada) orang-orang di lingkungan tempat tinggal kita untuk membuka komunikasi dan berkoordinasi untuk membentuk kelompok dukungan bagi warganya. Keguyuban dan gotong royong dalam lingkup kecil komunitas bisa membantu untuk menciptakan ketenangan. Sementara itu, untuk mengurangi tekanan psikologis bagi masyarakat ter-

dampak, peran pemerintah juga sangat diharapkan. Pertama, pemerintah harus menunjukkan atau memberi tanda yang konkret bahwa pemerintah ada, siap, dan akan membantu. Artinya, pemerintah dan siapa saja menunjukkan bahwa mereka sudah siap memberikan bantuan kebutuhan, baik fisik/ material dan nonfisik/nonmaterial. Kedua, pemerintah menunjukkan atau memberi tanda yang konkret bahwa kebutuhan atau bantuan bisa diadakan dan diberikan segera. Tanda mengenai kesiapan dan kesegeraan menjadi kunci

untuk menyampaikan pesan bahwa tekanan psikologis bagi masyarakat terdampak sudah ditanggapi serius oleh pemerintah. ‘’Tampilkan tanda-tanda itu sebagai bukti sosial atau social proofs. Sebagai contoh, mengenai adanya layanan beberapa profesi saling kolaborasi. Misalnya, Himpsi dengan PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialisasi Kesehatan Jiwa Indonesia) membantu mengurangi menurunnya kesehatan mental terganggu dan menurunkan kekebalan tubuh melalui konseling via daring,’’ ungkapnya. (win)

Mengurangi Tekanan Psikologis Masyarakat

Mereposisi Peran Petani Perubahan struktur ekonomi Bali selama beberapa dekade telah mengakibatkan ketergantungan Bali dengan daerah lainnya dalam memenuhi beberapa komoditas pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, termasuk buah-buahan bahkan janur. Ketergantungan itu disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya rendahnya kapasitas, sebagian besar petani telah berusia lanjut, tidak adanya kepastian jaminan harga hasil produksi pertanian, menyusutnya luas lahan pertanian dan stigma tidak bisa hidup sejahtera dari bertani. Sederetan persoalan dan stigma di bidang pertanian itu bukanlah merupakan akhir dari pembangunan sektor pertanian di Bali. Bali masih mempunyai lahan pertanian yang sangat subur yang memerlukan pengelolaan secara profesional dan modern. Pemerintah daerah harus berani mereposisi peran petani saat ini dengan menempatkannya sebagai mitra utama pemerintah dalam praktik pengelolaannya. Potensi pertanian dalam arti luas di masing-masing kabupaten/kota harus diangkat sebagai ikon potensi dan produksi yang berorientasi kepada industri. Banyak negara maju dengan lahan pertanian terbatas dan kurang subur ternyata mampu menghasilkan komoditas pertanian unggulan

melalui inovasi teknologi. Tentu saja diperlukan kemauan kuat dari semua pihak untuk mewujudkannya. Ini juga dapat menjadi jawaban bagi masyarakat yang tidak lagi bekerja sebagai pekerja migran. Intervensi bidang pertanian yang telah dilakukan perlu direposisi dan pendampingan perlu diperkuat, sehingga pemerintah menjadi ‘’pelaku’’ sektor pertanian dalam arti luas. Mengawali gagasan itu, ada baiknya pemerintah daerah membuat proyek percontohan pertanian yang bersifat korporasi antara badan hukum (koperasi) yang dibentuk oleh petani bermitra dengan perusahaan milik daerah dalam mengelola suatu kawasan dengan komoditas tertentu secara profesional. Petani akan tetap sebagai pekerja dan pemerintah melalui perumda berkewajiban menjamin kestabilan harga produksi komoditas yang dihasilkan. Memang tidak mudah, tetapi harus berani memulai untuk mencobanya. Langkah ini perlu dilakukan agar Bali memiliki pilar pembangunan ekonomi selain sektor pariwisata. Sektor pariwisata Bali harus tetap dipertahankan walaupun rentan dari berbagai guncangan. Tidak ada yang saling melemahkan, justru harus dibangun kolaborasi antarsektor-sektor pembangunan itu sendiri. Bukankah budaya pertanian pada dasarnya merupakan DNA dari pariwisata budaya di Bali?

Dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini kiranya pemerintah daerah bersama masyarakat Bali perlu mulai memikirkan langkah-langkah di antaranya: (1) Masyarakat perlu mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif berskala rumah tangga, minimal untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga. (2) Pekerja migran Indonesia (PMI) bersama masyarakat dan pemda perlu berkolaborasi menggarap sektor-sektor yang memungkinkan untuk keberlanjutan mata pencahariannya. (3) Pemda perlu menyusun desain untuk hadir sebagai pelaku utama sektor pertanian dengan mengajak para petani berorientasi industri. (4) Saatnya Pemprov Bali bersama pemkab/pemkot melakukan redesain konsep pembangunan Bali untuk menata struktur perekonomian Bali dengan memperkuat pilar pembangunan ekonomi selain sektor pariwisata. Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang dirancang oleh Pemerintah Daerah Bali harus diimplementasikan sehingga masing-masing kabupaten/ kota dapat menampilkan ikonnya, dan (5) Bali perlu memiliki kajian daya dukung/ carriying capacity dalam rangka mengendalikan dan menata pembangunan Bali untuk mewujudkan keharmonisan pembangunan Bali sebagaimana makna ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Penulis adalah Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung

Gubernur Keluarkan Kebijakan Strategis Tingkat kesembuhan yang tinggi dan tingkat kematian pasien Covid-19 yang sangat rendah di Bali menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di Bali telah dikelola dengan baik oleh Gugus Tugas Provinsi Bali dan Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Penanganan yang baik tersebut

PROPERTY DISEWAKAN TANAH

Dikntk,Tnh 15,20A, Dlg, 5jt 081999231333

B.BP.004.04.20.0000303

KEHILANGAN Hilang BPKB NO.J-00612329-O DK 8288 GF AN.I Nyoman Sarna

B.BP.001.04.20.0000294

Hlg BPKB No.L 12126118-O DK 9674 BO a/n: Abdul MU’IS

B.BP.001.04.20.0000301

dapat dilihat dari kebijakan yang telah diputuskan oleh Gubernur Bali sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi. Pertama, Gubernur telah mengeluarkan kebijakan strategis berupa imbauan dan instruksi yang membatasi pergerakan masyarakat di Bali, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah serta membatasi aktivitas dan interaksi

masyarakat di luar rumah. Kedua, kecepatan Gubernur dalam mengeluarkan kebijakan yaitu menetapkan Bali dalam status tanggap darurat dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Ketiga, mengembangkan koordinasi, sinergi, dan dukungan penuh dari Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana beserta jajarannya. Keempat, Gubernur dan

Majelis Desa Adat mengeluarkan keputusan bersama membentuk Satgas Gotong Royong berbasis Desa Adat. Kelima, menunjuk 13 rumah sakit rujukan, dan menjadikan RS PTN Unud sebagai pusat penanganan Covid-19 serta RSUP Sanglah sebagai penanganan Covid-19 yang berkategori berat. Keenam, penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai

dari segi jumlah dan kualitas berupa kamar/bed untuk perawatan pasien, penyediaan tenaga medis yang kompeten, peralatan (APD, rapid test, dan ventilator). Ketujuh, menjadikan RSUP Sanglah sebagai tempat uji sampel PCR untuk mempercepat pengujian kasus Covid-19. Kedelapan, menyiapkan hotel dan transportasi bagi para tenaga medis. Kesembilan,

kebijakan dalam penanganan kedatangan PMI, yaitu dengan melakukan rapid test bagi semua PMI di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, bahkan melakukan rapid test bagi penumpang luar Bali di Pelabuhan Gilimanuk, selanjutnya mengarantina semua PMI. Kesepuluh, kebijakan Gubernur dengan membagi tugas dan tanggung jawab

secara bergotong royong yaitu pasien positif Covid-19 ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi dan pasien negatif Covid-19 ditangani oleh Gugus Tugas Kabupaten/Kota dengan mengarantina di hotel atau di tempat yang ditentukan. Kesebelas, adanya ketaatan dan kedisiplinan serta semangat gotong royong masyarakat Bali dalam penangangan Covid-19.*

PENGUMUMAN Saya.Kadek Lisa Yani.24th.Lrt dari Bd.Tegal Ds.Patemon Kec. Seririt-Buleleng Menyatakan Permohonan Maaf Kpd PT.Arta Sedana Singaraja (Cbng Seririt) atas Pencurian yg saya lakukan shg merugikan Perusahaan. Demikian Permohonan maaf ini saya sampaikan. Terimakasih B.BP.004.04.20.0000302

BENGKEL LAS

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Selasa Wage, 28 april 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Bersama Menuju Bali Harmoni COVID-19 telah membuat arah pembangunan dan dinamika kehidupan bergeser. Perencanaan yang dirancang sebelum pandemi, tampaknya banyak yang tak relevan lagi. Situasi telah bergerak jauh dan kajian juga tak lagi mewakili situasi. Penduduk dunia dan pemimpinnya perlu melakukan perenungan lebih jauh dan mengelola bumi dengan lebih arif. Kita memang belum bisa memastikan bahwa apa yang terjadi saat ini akibat keserakahan manusia mengelola bumi, namun yang pasti persaingan kehidupan yang begitu fokus pada nilai-nilai ekonomi telah menyulut konflik dan kehancuran. Pengelolaan alam kebablasan. Eksploitasi telah melebihi ambang batas dan alam pun melakukan reaksi. Kondisi saat ini memang sulit kita prediksi akhirnya akan ke mana. Kapan perang ini akan berakhir juga belum ada kepastian. Estimasi memang ada, namun alam ternyata punya banyak tekateki kehidupan. Dan kita saat ini gagal memetakan jawaban dari teka-teki alam. Kita justru masih berharap dan terus berharap agar ekonomi segera membaik. Yang jelas, kini kita dihadapkan pada perang yang memaksa manusia berada pada posisi bertahan serta menjauh dari pusat pertempuran. Perang yang kita hadapi saat ini adalah perang dengan bertahan diam di rumah. Sayangnya, banyak penduduk bertahan dengan perbekalan logistik seadanya. Kini kita memang harus melakukan pendekatan harmoni. Keseimbangan haruslah menjadi model besar. Hubungan sekalaâ&#x20AC;&#x201C;niskala mesti dikedepankan dalam mendesain kehidupan di bumi, jika kita memang menang perang melawan Covid-19. Saat ini perang belum selesai dan kita belum tentu akan menjadi pemenangnya. Namun, sebagai sebuah gagasan dan kecerdasan manusia mengelola kehidupan, pandemi kali ini hendaknya mengantarkan kita pada perubahan pola hidup. Kehidupan yang harmoni dengan tetap menjaga alam dan menghormati semua penduduk bumi sebagai sahabat adalah hal yang dirindukan. Jangan lagi ada dominasi manusia atas manusia di muka bumi ini. Kelompok, keyakinan dan strata ekonomi bukanlah alat ukur yang tepat untuk membenarkan manusia memperdaya manusia lainnya. Kita berharap pascapandemi ini ada harapan baru yang lebih holistik bagi manusia untuk menyambut masa depannya. Manusia saat ini tentu tak hanya memikirkan dirinya. Proses regenerasi kehidupan harus juga dipastikan punya jaminan untuk hidup harmoni. Dalam konteks ini pula kita tentu bersepakat, mari kita merumuskan pola pembangunan yang lebih bersahabat dengan kehidupan. Tri Hita Karana yang telah lama fasih kita ucapkan, mari kita jabarkan secara benar. Jangan sampai filsafat mengelola keharmonisan ini hanya menjadi mata kuliah dan bahan-bahan seminar saja. Semua orang termasuk pemimpin Bali harus memastikan pascapandemi ini melakukan redesain pengelolaan alam Bali secara lebih bersahabat.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Jangan Terlena, Tetap Waspada POJOK

UPAYA Pemprov Bali menanggulangi Covid-19 mendapat apresiasi pemerintah pusat. Dalam teleconference dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Sabtu (25/4), Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan, pemerintah pusat di antaranya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan beberapa kementerian menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemprov Bali dalam menahan penyebaran Covid-19 melalui program, pola dan skema tepat yang melibatkan desa adat seperti melalui pembentukan satgas gotong royong dan relawan desa. Netizen yang mengomentari pemberitaan ini di akun Facebook @balipost menyampaikan, Pemprov Bali jangan terlena atas apresiasi atau pujian tersebut. Program pencegahan penyebaran Covid-19 harus terus diupayakan agar lebih efektif. Apalagi fakta di lapangan menunjukkan angka kasus terus meningkat dan puncaknya masih belum bisa diprediksi. Sejauh ini netizen juga kerap mempertanyakan sikap Pemprov Bali yang dinilai kurang agresif dalam penanganan Covid-19. Apresiasi seharusnya dialamatkan ke masyarakat Bali yang sejauh ini masih tetap mengikuti imbauan pemerintah, meskipun mereka juga mempertanyakan bantuan dari pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Berikut komentar sejumlah netizen. Artadi Juli Awas mabuk pujian, kemarin dipuji kebal. Willy Kadek Astungkara mata rantai virus Corona bisa terputus dengan kita selalu menjaga kebersihan dan mengurangi keluar rumah. Nang Dalit Biasogenjo Satu jalur harus saling memuji dan menguatkan. Aditya Rfc Bali Terima kasih kepada tim penanggulangan Covid-19 Pemprov Bali, kalian luar biasa sudah

bekerja keras. Ngurah Harley Saling memuji dan tebar pesona itu sudah biasa. Agus Maryana Terima kasih atas imbauannya pak. Karang Arsana Sukses menekan anggaran. Sadewa Tiap hari terus bertambah, apanya yang diredam. Seti Adi Memang enak hidup di Bali.

Muhammad Iwan Sodrie Hari masih panjang. Jangan lupa Indonesia memang ada perlambatan dari awal munculnya kasus. Gunk Joss Seharusnya masyarakat desa adat juga mendapat pujian yang bahkan dalam kondisi tertekan tetap sangat aktif dan positif mencegah penyebaran Covid-19. Made Esen Biasa aja sih. Juli Anto Pusing saya pak.

Menghadapi komplikasi tekanan ekonomi. - Ada solusi ada harapan. ***

Belajar mengendalikan kecemasan dan emosi. - Kendalikan juga ambisi. *** Tren kematian babi diklaim menurun. - Peternak sudah kolaps.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 28 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu