Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila ''Saya kecewa karena terbitnya IMB di bekas lahan Sari Club. Pemerintah Australia terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk persoalan ini.'' Scott Morrison Perdana Menteri Australia
''Terjadi miskomunikasi. Lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMBnya untuk restoran sudah sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku. Lahan bersertifikat hak milik pribadi.'' Giri Prasta Bupati Badung
BPM/eka
LOKASI - Lokasi bekas lahan Sari Club yang akan dijadikan restoran.
Polemik Sari Club Jadi Restoran Kian Meruncing
Mangupura (Bali Post) Krama Bali, warga Indonesia bahkan dunia tak pernah melupakan peristiwa Bom Bali I 12 Oktober 2002, disusul Bom Bali II 1 Oktober 2005 menewaskan 23 orang. Sari Club di Legian, Kuta merupakan restoran yang menjadi target pengeboman pada 2002 silam. Tercatat 202 orang meninggal termasuk turis mancanegara.
Bom Bali I
12 Oktober 2002 Ledakan di Paddy's Pub Sari Club (SC) Kantor Konsulat AS
202
Korban jiwa
209
Orang luka-luka
Bom Bali II
1 Oktober 2005 ba:li
TERROR
Ledakan di Kafé Nyoman, Kafé Menega Restoran R.AJA’s, Kuta Square
23
Korban jiwa
196
Orang luka-luka
Pengobatan Tradisional ala Ayur Weda DEWASA ini penyakit batu ginjal atau kencing batu tidak hanya menyerang orang tua, namun juga rentan menyerang kalangan muda termasuk anak-anak dan perempuan. Penyebab batu ginjal bisa terbentuk jika urin atau air kencing mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan kimia tersebut, seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium). Jenis makanan dan minuman yang mengandung zat kimia adalah salah satu penyebab munculnya batu ginjal. Kendati demikian, batu ginjal bisa diobati. Selain dengan pengobatan konvensional (medis), juga dengan obatobatan herbal (pengobatan tradisional), seperti jeruk nipis, buah delima, daun kumis kucing, dan beberapa tanaman herbal lainnya. Bali memiliki sekitar 3.000 macam jenis tanaman obat yang jika dikembangkan akan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Bahkan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar telah mengembangkan Prodi Kesehatan Ayur Weda di Fakultas Kesehatan Ayur Weda. Unhi Denpasar merupakan satu-satunya universitas di Asia Tenggara
yang mengembangkan pengobatan tradisional (Ayur Weda) dengan menggunakan bahanbahan herbal (organik). Dekan Fakultas Kesehatan Ayur Weda Unhi Denpasar Dr. Ida Bagus Wiryanata, M.Si. mengatakan pengobatan tradisional sejatinya sudah ada sebelum pengobatan konvensional berkembang. Bahkan, penyakit semacam batu ginjal sudah ada pada masa itu dan diobati secara tradisional. Meskipun nama penyakitnya yang berbeda dan tidak separah saat ini. Sebab, penyebab batu ginjal saat ini disebabkan oleh makanan yang mengandung zat kimia. Kendati demikian, penyakit batu ginjal saat ini masih dapat diobati secara tradisional. Sebab, pengobatan tradisional memiliki beberapa keunggulan. Selain menggunakan bahan-bahan herbal tanpa zat kimia, juga menggunakan teknik sentuhan berupa refleksi. ‘’Dengan sentuhan refleksi dapat membantu menemukan lokasi kristal-kristal batu ginjal berada. Sehingga batu ginjal dapat leluasa keluar tanpa menyebabkan goresan-goresan yang membahayakan. Hal. 11 Zat-zat Beracun
Setelah 17 tahun berlalu, bekas lahan Sari Club telah dibersihkan dan menjadi lokasi parkir. Ada juga kios-kios yang berdiri di lokasi tersebut. Yang mengejutkan lagi, bekas lahan Sari Club akan dibangun restoran berlantai lima. Polemik ini kian meruncing karena adanya protes dari pihak Australia yang bisa mengancam nasib pariwisata Bali. Bahkan, belakangan ramai diberitakan media di Australia. Menjadi menarik lagi karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) restoran itu dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-
''Pemangku kepentingan harus berkomunikasi, sehingga jangan sampai ini memperkeruh hubungan Bali, khususnya Badung dan Australia.''
SP) Kabupaten Badung. Proyek rencananya mulai dilakukan 9 Mei. Sejumlah pedagang yang berjualan di lokasi itu juga sudah diberikan peringatan mengosongkan lokasi itu hingga minggu depan. Konsul Jenderal Australia Dr. Helena Studdert mengaku kecewa dan protes atas kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Terlebih, pemilik tanah berencana untuk membangun di tanah tersebut beberapa minggu ke depan. ‘’Kami kecewa karena izin membangun sudah dikeluarkan oleh otoritas lokal, tetapi kami mengerti bahwa pada akh-
irnya ini adalah keputusan yang akan diambil oleh Indonesia, khususnya oleh otoritas lokal Bali,’’ kata Helena, Sabtu (27/4) kemarin, saat diminta komentarnya terkait pemberian IMB untuk lokasi bekas Sari Club. Menurutnya, pihaknya akan terus berjuang mempertahankan lokasi tersebut. Sebab, sangat penting untuk mempertahankan lokasi tersebut karena banyak warga negara Australia dan Indonesia serta warga dari 20 negara lainnya telah tewas akibat serangan terorisme. Hal. 11 Terus Bekerja Sama
Putu Parwata Ketua DPRD Badung
Gubernur, Bupati dan Australia Harus Duduk Bersama PEMBANGUNAN restoran pada lahan bekas Sari Club di Jalan Legian, Kuta, mendapat perhatian dari Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Pasalnya, pembangunan usaha tersebut menuai protes dari Perdana Menteri Australia lantaran merupakan sejarah Bom Bali 2002. ‘’Protes dari Australia karena itu tempat bersejarah banyak warga Australia yang meninggal perlu dibicarakan. Pemangku kepentingan harus berkomunikasi, sehingga jangan sampai ini memperkeruh hubungan Bali, khususnya Badung dan Australia,’’ tegas Parwata, Sabtu (27/4) kemarin. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini tidak menyalahkan pihak DPMPTSP mengeluarkan izin membangun. Sebab, kawasan tersebut masuk dalam zonasi perdagangan dan jasa, sehingga pemerintah setempat tidak dapat melarang. ‘’Masalah perizinan dasarnya adalah peraturan daerah yang menyatakan kawasan tersebut adalah kawasan perdagangan dan jasa. Karena hingga kini belum dicabut dari zonasi perdagangan dan jasa, maka mau tidak mau pihak perizinan mengeluarkan izin,’’ terangnya. Meski demikian, pihaknya berharap ada solusi terbaik dalam mengatasi masalah tersebut. Karena itu, Putu Parwata menyarankan Gubernur, Bupati, dan Ketua DPRD melakukan diplomasi dengan pihak Australia. ‘’Kita tidak mau berseteru, karena akan merugikan pariwisata itu sendiri. Dalam hal ini baik itu Bupati, Ketua DPRD dan Gubernur agar melakukan diplomasi. Ini saran saya agar tidak menimbulkan polemik,’’ ungkapnya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini menilai polemik pembangunan restoran tersebut berisiko jika semua pihak yang terlibat sama-sama menjalankan kewenangannya. Bahkan, dapat dipastikan akan berdampak pada sektor pariwisata Bali, khususnya Badung. Hal. 11 Berdampak Pariwisata
Batu Ginjal di Usia Muda Penyakit batu ginjal cenderung dialami manusia usia pertengahan sekitar usia 40-an. Namun dengan pola makan anak muda yang serba instan, penyakit ini kini banyak diderita anak muda Bali. Pola hidup yang jarang bergerak dan suka makan apa saja, membuat generasi milenia Bali banyak menjalani perawatan batu ginjal. Penyebab penyakit ini akibat larutan kencing yang mengkristal membentuk batu. Untuk itu perlu memecah batu ginjal agar saluran kencing lancar. ‘’Penderita ginjal di usia muda banyak, biasanya radang ginjal atau penyakit bawaan. Kalau batu ginjal biasanya dialami usia pertengahan 40 tahun, bersamaan dengan infeksi saluran kencing,’’ kata Prof. Dr.
dr. I Gde Raka Widiana, Sp.PD.-KGH., dokter spesialis penyakit dalam RSUP Sanglah, Sabtu (27/4) kemarin. Penyakit batu ginjal di usia muda bukan karena pola makan fast food atau menyukai makan pedas. Fast food biasanya banyak mengandung kalori, lemak, MSG dan garam. Menurutnya, gaya makanan itu tidak langsung menyebabkan penyakit batu ginjal, namun terlebih dahulu mengalami kegemukan, kencing manis, tensi tinggi. ‘’Itu biasa langsung ke ginjal tapi tidak ada hubungannya dengan gaya makan fast food dan suka makanan pedas,’’ tandasnya. Hal. 11 Mudah Mengkristal
Antara Pola Makan dan Faktor Genetik
PARA dokter penyakit dalam menyimpulkan secara umum, laki-laki lebih berisiko mengalami batu ginjal dibanding perempuan. Mungkin hal ini terjadi akibat pola kebiasaan laki-laki yang cenderung lebih suka menahan buang air kecil dan kurang memperhatikan pola makan yang sehat untuk ginjal. Di samping itu, laki-laki, terutama pekerja lapangan, sering berkeringat banyak, namun kurang minum air putih. Namun secara umum, menurut dokter penyakit dalam RS Puri Raharja dr. Julius Daniel Tanasale, DTM&H., TIDC., FINADIM., batu ginjal terbentuk dari
bahan makanan yang banyak mengandung asam urat dan kalsium. Makanya hindari banyak dan sering makan daging merah. Daging merah tinggi protein, sehingga meningkatkan risiko batu ginjal karena kadar asam uratnya. Kedua, kurangi minuman berkarbonasi. Mengonsumsi rutin minuman berkarbonasi seperti soda dan minuman energi lainnya dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Juga hindari makanan karbohidrat murni, kafein, pemanis buatan, alkohol dan garam. Semua makanan tersebut, katanya, bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit batu ginjal. Sementara
batu ginjal kita kenal ada empat jenis yaitu asam urat, kalsium, sistin dan struvite. Jika kita tidak mengatur pola makan dan asupan gizi, maka kita bisa berisiko memiliki salah satu atau bahkan beberapa batu ginjal tersebut. Suka makan-makanan yang terasa asin, jelas banyak mengandung natrium (garam). Ketika kandungan natrium dalam tubuh semakin tinggi, maka hal tersebut akan memaksa ginjal untuk mengeluarkan banyak kalsium dalam urin. Kelebihan kalsium dalam urin inilah yang mengakibatkan kalsium bergabung dengan fosfor dan oksalat, sehingga membentuk
batu ginjal. Konsumsi harian natrium yang direkomendasikan adalah 2.300 miligram. Caranya hindari makanan cepat saji dan kerupuk asin lainnya. Selanjutnya, hindari makanan yang banyak mengandung oksalat (asam organik). Tubuh kita sebenarnya dapat menghasilkan oksalat, sehingga apabila kita mengonsumsi makanan yang banyak mengandung oksalat, maka akan meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh. Hal tersebut dapat menimbulkan batu kalsium oksalat dalam saluran kencing. Hal. 11 Kopi dan Cokelat
Julius Daniel Tanasale
2
Minggu Pon, 28 April 2019
Jaga Kualitas Lingkungan Perlu Kolaborasi Semua Pihak Denpasar (Bali Post) Semua pihak mesti berkolaborasi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Bali tetap baik. Pemerintah khususnya Pemprov Bali sudah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan. Salah satunya, Pergub tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Tinggal sekarang mengimplementasikan regulasi tersebut, karena kerusakan lingkun-
gan berbanding lurus dengan taraf hidup masyarakat. ‘’Bicara kualitas udara pun sangat menyangkut hal itu. Kalau sampah ada di mana-mana akan terjadi fermentasi, gas metannya naik,’’ ujar Kelompok Ahli Pemprov Bali Luh Kartini, di Denpasar, Sabtu (27/4) kemarin. Menurut Kartini, gas metan tentu dapat menyebabkan pencemaran udara yang memengaruhi kualitas lingkungan. Sampah yang dibakar pun berbahaya bagi kesehatan karena menghasilkan dioksin. Di samping dari asap kendaraan bermotor, bahkan hal-hal kecil seperti asap rokok. Oleh karena itu, Gubernur kini juga tengah mempersiapkan rancangan perda tentang penggunaan motor dan mobil listrik. Dari aspek energi, penggunaan batu bara pada pembangkit listrik juga diinstruksikan agar diganti menjadi gas yang lebih ramah lingkungan. ‘’Termasuk juga seperti penanaman pohon di telajakan-telajakan, di pinggir jalan itu kan sekarang sedang dibuat juga pergubnya. Semakin banyak tanaman bisa mereduksi pencemaran udara,’’ jelas akademisi Universitas Udayana ini.
Terlebih saat ini, lanjut Kartini, keberadaan hutan baru sekitar 23,59 persen dari keseluruhan luas Bali. Artinya, Bali masih belum bisa memenuhi minimal 30 persen. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, sekarang tengah disusun program tematik terkait kebun raya di beberapa titik. ‘’Kita juga sedang menggerakkan bagaimana penutupan lahan. Masalah lingkungan ini akan sangat mendukung permasalahan bagaimana kualitas udara kita, bagaimana kualitas air kita, dan bagaimana kemudian tutupan lahan,’’ imbuhnya. Kartini menambahkan, sampah lagilagi turut berperan menyumbang masalah lingkungan tersebut. Sampah sendiri terdiri dari sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik mestinya diselesaikan di tingkat desa atau banjar, yakni dengan mengolahnya sebagai pupuk. Sampah anorganik yang bisa didaur ulang bisa dibawa ke bank sampah, atau dikumpulkan di desa agar industri atau produsen sampah tersebut yang mengambilnya. ‘’Konsumen dan produsen (industri - red) harus bertanggung jawab terhadap sampah. Kalau industri tidak mampu menyelesaikan, buatlah kemasan yang ramah lingkungan,’’ tegasnya. Bicara produk ramah lingkungan, Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan
Konsumen (YLPK) Bali I Putu Armaya meminta pemerintah agar mendorong industri tembakau mengeluarkan produk yang lebih ramah bagi lingkungan dan memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok seperti produk tembakau alternatif. Mengingat, asap rokok juga turut menyumbang pencemaran udara. ‘’Saya menyambut baik jika pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah melakukan terobosan-terobosan dengan membuat produk tembakau alternatif. Tujuannya untuk melindungi konsumen,’’ ujarnya. Selama ini, lanjut Armaya, masyarakat yang menggunakan tembakau atau rokok konvensional melalui pembakaran memiliki jauh risiko kesehatan yang lebih tinggi. ‘’Penyakit yang disebabkan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tembakau alternatif. Bisa saja dikurangi dengan produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah, ini perlu dibahas lebih lanjut,’’ jelasnya. Selain itu, kandungan yang ada dalam produk tembakau alternatif ini juga harus memberikan kenyamanan dan kea-
manan untuk konsumen. Jika mengacu pada UU Nomor 4 Tahun 1999 pasal 8 tentang perlindungan konsumen disebutkan konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan. ‘’Maka dari itu perlu dihadirkan produk tembakau alternatif ini sebagai pilihan alternatif buat konsumen,’’ jelasnya. (kmb32/kmb42)
Bantuan Desa Adat dari APBN dan APBD Kabupaten/Kota Bersifat Opsional Denpasar (Bali Post) Perda tentang Desa Adat rupanya masih belum sepenuhnya mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Ada beberapa hal yang harus dijelaskan kembali untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa desa adat memang spesial. Salah satunya menyangkut pendapatan desa adat yang bersumber dari APBN dan APBD kabupaten/kota. Mengingat, bantuan dari APBN dan APBD kabupaten/kota itu diatur wajib dalam Perda Desa Adat. “Sumber pendapatan desa adat pasti dari provinsi. Tetapi ketika ada norma dari APBN dan APBD kabupaten/ kota, itu konteksnya adalah dapat. Jadi, opsional dia,” ujar Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana usai menyampaikan hasil fasilitasi Biro Hukum dan HAM ke Kemendagri terkait Perda Desa Adat kepada Pansus di DPRD Bali, Sabtu (27/4) kemarin. Kendati tidak bisa wajib, lanjut Sudarsana, peran serta dari pemerintah kabupaten/
kota tetap diharapkan untuk turut membantu desa adat. Ketika pemerintah kabupaten/kota mau memberikan bantuan, sudah ada dasarnya yang diatur dalam perda. “Di dalam Perda Desa Adat sudah tertulis bahwa mereka dapat. Hal-hal itu harus kita klarifikasi,” jelasnya. Menurut Sudarsana, Perda Desa Adat yang diinisiasi Gubernur bersama DPRD Bali murni untuk menguatkan desa adat itu sendiri. Pascamembahas hasil fasilitasi bersama dewan, pihaknya akan kembali mendatangi
Kemendagri untuk klarifikasi akhir. Diharapkan setelah itu, Perda Desa Adat segera mendapatkan nomor register dan bisa diberlakukan. Di tempat terpisah, Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta mengatakan, memang ada beberapa materi perda yang perlu dikonfirmasi. Namun secara substansi sejatinya tidak ada yang terlalu serius menghilangkan materi perda. Termasuk soal sumber pendapatan desa adat dari APBN dan APBD kabupaten/kota. “Bukan dihapus, kemarin kan kita menyampaikan wajib. Kan memang tidak boleh pemerintah daerah mewajibkan pemerintah pusat, tidak pas jadi diganti, diperhalus menjadi dapat. Intinya kan boleh. Pusat dapat memberikan bantuan tapi tidak wajib,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali ini. Lantaran tidak wajib, Par-
ta menyebut urusan tersebut mesti diperjuangkan agar desa adat mendapatkan dana dari APBN. Materi lainnya, menyangkut pembentukan Majelis Desa Adat yang dilarang oleh pemerintah pusat. Hal ini perlu dijelaskan kembali dalam klarifikasi akhir karena pemerintah pusat berpikiran bila Majelis Desa Adat dibentuk oleh Pemerintah Provinsi. Padahal Majelis Desa Adat dibentuk oleh desa adat di kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. Di sisi lain, pihaknya juga akan menjelaskan lagi terkait hak desa adat berskala lokal. Seperti mengelola perkebunan, pertanian, peternakan, dan kelistrikan. “Itu sudah ada praktiknya. Tapi oleh pusat diminta untuk dihapus karena dianggap barangkali tumpang tindih dengan urusan yang ada di desa dinas,” imbuh politisi PDI-P ini. (kmb32)
Belajar Pertanian di Batur Organik Park Bangli (Bali Post) Berwisata sambil belajar tentang pertanian organik mungkin bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengisi libur akhir pekan. Tempat seperti itu ada di Kabupaten Bangli, tepatnya di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani. Namanya Batur Organik Park. Di sana pengunjung bisa belajar banyak tentang pertanian organik mulai dari teknik hingga manfaatnya. Batur Organik Park yang dirintis seorang petani I Wayan Badan, memiliki luas sekitar 53 are. Tersedia beberapa spot menarik untuk berfoto selfie. Aneka tanaman buah, bunga dan sayuran organik dapat ditemui di tempat itu. Uniknya, di sana juga bisa dijumpai budi daya cacing yang selama ini dipakai untuk membantu kesuburan tanaman serta diolah menjadi jus dan bahan kapsul cacing. Selain menggunakan pupuk organik, konsep pertanian di sana dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. Wayan Badan menuturkan dirinya mulai menerapkan teknik pertanian organik sejak tahun 1998. Dulunya, lokasi Batur Organik Park adalah lahan gersang yang tak bisa ditanami sama sekali. ‘’Dulu 30 meter kedalaman pasirnya. Ditanami mangga saja susah,’’ ungkapnya, baru-baru ini. Dengan teknik pertanian organik, dirinya perlahan mulai menyulap lahan gersang menjadi hijau dan cocok ditanami aneka jenis tanaman. Batur Organik Park sendiri baru dibuka/di-launcing pertengahan April belum lama
BPM/ina
ORGANIK PARK - Batur Organik Park yang lokasinya di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani. ini. Meski demikian sudah sejak 2010 lalu ada banyak pengunjung yang datang ke tempatnya untuk belajar. Tak hanya petani lokal, pengunjung yang selama ini datang ke sana banyak dari kalangan pejabat pemerintahan, pelajar dan akademisi. Mereka yang datang bukan saja dari wilayah Bali namun rombongan luar Bali seperti Bandung, Kalimantan hingga Papua. Di Batur Organik Park, Wayan Badan mengatakan pengunjung yang datang biasanya belajar langsung tentang
aplikasi teknik pertanian organik yang 90 persennya menggunakan pupuk organik cair dan padat. Selain itu pengunjung juga belajar untuk membuat pestisida dan fungisida organik yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, dedaunan, hingga urin sapi. Lalu apa keunggulan pertanian organik? Wayan Badan menjelaskan sangat bagus untuk keberlangsungan pola pertanian jangka panjang. Buah yang dihasilkan juga berkualitas dan aman dikonsumsi.
‘’Petani juga bisa efisiensi cost. Dan masih banyak lagi keuntungan lainnya,’’ terangnya. Untuk berkunjung ke sana tidak dikenakan tiket masuk. Hanya donasi. Wayan Badan mengatakan tujuan dibukanya Batur Organik Park lebih karena pihaknya ingin ke depannya pola pertanian organik tepat guna bisa diterapkan oleh seluruh petani. ‘’Saya ingin berbagi teknik pola pertanian tepat guna, sehingga ke depan banyak petani berhasil,’’ kata Wayan Badan. (kmb40)
Bali Post/eka
LUBANG - Seorang warga mengamati lubang yang telah dipasangi batang pohon dan poster di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu (27/4) kemarin. Jalan ini baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu yang pembangunannya dilakukan di atas Tukad Teba, Denpasar.
Rai Mantra Jadi Narasumber pada Bincang-bincang Pulau Plastik
Paparkan Bahaya Plastik, Perwali 36 Tahun 2018 sebagai Langkah Preventif SERANGKAIAN peringatan hari jadi Komunitas Malu Dong dan Hari Bumi tahun 2019 ini, beragam kegiatan bertajuk lingkungan turut digelar. Mulai dari aksi bersih-bersih pantai hingga diskusi mengenai permasalahan sampah, utamanya sampah plastik. Bersama seniman sekaligus aktivis lingkungan Gede Robi Navikula dan Putu Evi dari Trash Stock, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra pun turut andil dalam kegiatan diskusi bertemakan ‘’Bincang-bincang Pulau Plastik’’ di Rumah Sanur, Creative Hub, Jumat (26/4) malam. Dalam diskusi yang dihadiri beragam kalangan hingga aktivitas lingkungan internasional tersebut, Wali Kota Rai Mantra menjelaskan bahaya plastik serta alasan terkait keseriusan Kota Denpasar dalam pengurangan sampah plastik. Rai Mantra merinci satu per satu alasan mengapa berani mengambil keputusan yang cenderung dianggap kurang populer ini. ‘’Biar saja tidak populer, yang penting kami di Kota Denpasar terus berkomitmen untuk menyelamatkan bumi dan orang banyak,’’ kata Rai Mantra. Lebih lanjut dijelaskan, Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang dikeluarkan Wali Kota Denpasar memang bukan tanpa alasan. Beragam alasan melatari keluarnya Perwali yang mengatur penggunaan plastik sekali pakai ini. Seperti halnya hasil penelitian yang dilaksanakan di sebuah sungai kecil yakni Tukad Tag-Tag Denpasar Utara. Di mana dari hasil tersebut banyak ditemukan sampah plastik yang didominasi oleh tas kresek, sedotan, bungkus sabun, dan lain sebagainya yang sebagian
besar akan bermuara di lautan. ‘’Sebelum terbit Perwali, kami melakukan penelitian terlebih dahulu, sehingga tepat sasaran jika nanti menjadi acuan dalam pengambilan keputusan,’’ jelas Rai Mantra. Melihat hal itu, tentunya ancaman bahaya plastik harus kita waspadai. Plastik akan mencemari sungai, bermuara ke lautan, menjadi mikro plastik yang dimakan oleh ikan laut dan dikonsumsi kembali oleh manusia. Siklus itu akan terus terjadi dan tanpa disadari, ini lama-kelamaan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia, salah satunya kepada bayi yang memungkinkan terjadinya stunting. ‘’Dengan adanya perwali inilah kita memotong siklus itu, kalau dibersihkan memang bisa, tapi memerlukan waktu yang lama, akan lebih baik kita mengurangi penggunaannya,’’ terang Rai Mantra. Terbitnya Perwali ini merupakan suatu langkah preventif dalam mengurangi sampah plastik di Bali, khususnya Kota Denpasar. Sehingga dengan membatasi
penggunaannya, masyarakat nantinya akan terbiasa untuk tidak menggunakan plastik dan dapat menyelamatkan banyak orang. ‘’Bagaimana tidak, kalau semua membuang sampah plastik sembarangan saat selesai dipakai, dan itu akan bermuara di lautan. Jika terjadi perubahan arah angin justru akan kembali ke daratan, pantai kita akan dipenuhi sampah. Kalau sudah begitu maka pariwisata akan terganggu, bahkan merambah hingga sektor lainnya. Inilah yang harus kita cegah dengan langkah preventif melalui Perwali 36 Tahun 2018 ini,’’ kata Rai Mantra. Hal senada juga disampaikan Gede Robi, di mana langkah preventif harus terus kita maksimalkan. Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyinergikan diri bersama seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, masyarakat, dan perusahaan serta ekosistem. ‘’Mari bawa tas belanjamu sendiri, bawa botol minummu sendiri, dan tolak sedotan plastik,’’ seru Gede Robi. (ad1032)
BINCANG-BINCANG – Wali Kota Denpasar saat menjadi narasumber pada acara Bincang-bincang Pulau Plastik di Rumah Sanur Creative Hub, Denpasar, Jumat (26/4) malam.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 28 April 2019
SMKN 1 Kuta Selatan Bersama Pertamina DPPU Ngurah Rai Gelar Dialog Interaktif SMKN 1 Kuta Selatan bekerja sama dengan Pertamina DPPU Ngurah Rai menggelar dialog interaktif terkait pencegahan HIV/ AIDS, penggunaan narkoba, dan sosialisasi lingkungan hidup di SMKN 1 Kuta Selatan, Badung, Sabtu (27/4) kemarin. Dialog interaktif ini dihadiri sekitar 250 orang siswa dari SMP, SMA/ SMK se-Kabupaten Badung. Sebagai narasumber, pihak SMKN 1 Kuta Selatan mengundang BNN, KPA Badung, salah seorang ODHA, Nano Biru, dan Bayu Cuaca. Kasus HIV/AIDS di Bali sangat tinggi. Oleh karena itu, untuk mencegah peningkatan kasus tersebut, maka digelarlah dialog interaktif yang manyasar anak-anak muda. Hal tersebut disampaikan Operation Head Pertamina DPPU Ngurah Rai, I Komang Astawa, di sela-sela kegiatan. Menurutnya, anakanak muda yang merupakan generasi ke depan bangsa
harus memiliki kesadaran bahwa HIV/AIDS itu sangat membahayakan. Apabila pemahaman itu ditanamkan pada mereka, diharapkan kasus HIV/AIDS dapat ditekan dan penyalahgunaan narkoba semakin kecil di Bali. Selain meningkatkan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba, Astawa menambahkan, pihak Pertamina DPPU Ngurah Rai juga telah melakukan penanaman pohon mangrove bersama SMKN 1 Kuta beberapa waktu lalu, dengan moto one tree for one thousand life. Kemudian juga melakukan pembersihan sampah di pantai-pantai. Kegiatan ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina DPPU Ngurah Rai atas kepedulian di bidang lingkungan hidup. Pihak Pertamina DPPU Ngurah Rai telah melakukan kerja sama dan menyerahkan CSR ke SMKN 1 Kuta Selatan
BPM/jay
AMBRUK - Senderan Tukad Badung yang lokasinya tepat di belakang Rumah Sakit Wangaya, sudah beberapa bulan belakangan ambruk. Ambruknya senderan sungai itu akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan lalu. Sayangnya belum ada penanganan dari pihak terkait. Meski sejumlah warga sudah sempat melaporkan kondisi itu kepada dinas terkait, namun hingga kini belum mendapatkan respons. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar sungai itu pun mengeluhkan kondisi itu karena rumah mereka dikhawatirkan akan tergerus jika turun hujan dan air sungainya naik. Foto ini diambil Sabtu (27/4) kemarin, dan salah seorang warga menunjukkan senderan yang ambruk tersebut.
Cegah Peredaran Gelap Narkoba
Perlu Sinergitas dan Sinkronisasi Lintas Sektoral
Amlapura (Bali Post) Pulau Bali dijadikan sebagai tempat untuk peredaran gelap narkoba, karena Bali merupakan pulau pariwisata dunia. Guna mencegah semakin maraknya peredaran gelap narkoba, perlu adanya sinergitas dan sinkronisasi secara lintas sektoral. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di lnstansi Pemerintah, Jumat (26/4).
BPM/kmb41
RAKOR - Rapat koordinasi (rakor) program pemberdayaan masyarakat antinarkoba di instansi pemerintah, Jumat (26/4) lalu.
Kepala BNN Kabupaten Karangasem AKBP I Ketut Arta mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan mendorong peran serta masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintah untuk turut serta dalam menyukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Karangasem. “Kegiatan pemberdayaan masyarakat antinarkoba perlu adanya sinergitas dan sinkronisasi secara lintas sektoral agar hasilnya signifikan,” ujarnya. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa mengatakan, setiap tahun data kasus narkoba di Kabupaten Karangasem selalu meningkat. Hal ini menunjuk-
kan kabupaten ini menjadi salah satu daerah rawan narkoba di Bali. “Data pada tahun 2017 sebanyak 13 kasus. Meningkat di tahun 2018 menjadi 55 kasus,” terangnya. Atas kondisi itu, dia berharap semua peserta agar ikut berpartisipasi dalam P4GN. Di mana salah satunya dengan menyusun kebijakan antinarkoba di lingkungannya dan di luar lingkungan sesuai fungsinya masingmasing. Melaksanakan kegiatan P4GN di lingkungannya secara mandiri (sosialisasi/ penyuluhan, tes urine secara berkala). Begitu juga membentuk relawan sebagai perpanjangan tangan BNN di lingkungannya. Kepedulian bukan hanya di lingkungan kerja, tapi juga keluarga. “Bekerja di instansi pemerintah haruslah sebagai contoh untuk para generasi muda kita. Agar tidak ada lagi generasi bangsa yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” harapnya. (kmb41)
DIALOG - Kepala SMKN 1 Kuta Selatan bersama Operation Head Pertamina DPPU Ngurah Rai mendengarkan dialog interaktif di SMKN 1 Kuta Selatan, Badung, Sabtu (27/4) kemarin.
Perayaan HUT Ke-8 Keluarga Besar Suka Duka Caesar Clepuk
DALAM rangka menyambut dan merayakan HUT ke-8, Keluarga Besar Suka Duka Caesar Clepuk yang jatuh pada 11 April 2019, Turah Oka selaku Ketua Caesar Clepuk beserta perwakilan tim sekretariat, pengurus dan anggota melaksanakan kegiatan tirtayatra ke Pura Batur dan Pura Besakih pada saat Karya Agung Panca Wali Krama. Dilanjutkan pada 19 April 2019 melaksanakan tirtayatra ke Pura Luhur Uluwatu dan Pura Pucak Tedung yang diawali dengan
melakukan persembahyangan dan diakhiri dengan memberikan dana punia di masing-masing pura. Kegiatan ini adalah rangkaian penyambutan dan perayaan HUT Keluarga Besar Suka Duka Caesar Clepuk yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurut Turah Oka, kegiatan ini merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat sekitar serta lingkungan. Juga merupakan kegiatan positif yang harus terus dilanjutkan untuk saling membantu antarsesama
Ribuan Lulusan SMK di Denpasar Serbu ’’Job Fair’’ Fourska Denpasar (Bali Post) Ribuan lulusan SMK negeri dan swasta di Kota Denpasar yang berbasis pariwisata menyerbu acara Job Fair Fourska 2019 di SMKN 4 Denpasar, Sabtu (27/4) kemarin. Mereka menyerbu 15 stan penerimaan tenaga kerja dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan dunia industri (dudi). Agenda ini dinilai sangat tepat guna mengurai angka pengangguran lulusan SMK di Bali. Kadisnaker dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. saat membuka Job Fair & Education Fair Fourska mengatakan angka pengangguran lulusan SMK di Kota Denpasar masih tergolong tinggi, yakni sekitar 20 persen dari jumlah angkatan kerja sama posisisnya dengan lu-
lusan S-1. Untuk mengurai angka pengangguran tersebut semua lulusan SMK diharapkan mengantongi sertifikasi profesi dan lebih sering mendatangi acara job fair. Ini juga bagian dari program Pemkot Denpasar sebagai kota kompetensi. Dia mengharapkan lulusan SMK di Denpasar tak perlu malu mendatangi acara job fair atau on job fair secara online. Sebab, di acara ini dia bisa mengetahui tuntutan kompetensi yang diperlukan dunia industri saat ini. Dengan demikian mereka akan mempersiapkan diri secara maksimal. Ia juga berpesan semua SMK mengadakan job fair secara bergiliran. Disnaker juga memiliki program dan anggaran untuk uji sertifikasi kompetensi hendaknya dimanfaatkan oleh
SMK di Kota Denpasar. Sasarannya mempersiapkan tenaga kerja Denpasar yang andal dan profesional. Makanya dia berani mengatakan lulusan SMK di Denpasar sudah siap go international. Kepala SMKN 4 Denpasar Dra. Luh Ketut Anggreni, M.Pd. memaparkan, agenda job fair ini untuk kali pertama dilakukan oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 4 Denpasar bekerja sama dengan Disnaker Kota Denpasar. Dia menggandeng media partner Bali TV, Bali Post dan Wiyata Mandala. Tujuannya, guna mendekatkan lulusan SMK di Denpasar dengan dunia industri. Termasuk mengetahui daya serap lulusan SMK. Makanya dia mengharapkan lulusan SMK memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia oleh 15 dunia industry,
JOB FAIR - Siswa SMK di Denpasar didampingi Kasek Luh Anggreni saat menyerbu stan pencari kerja di Job Fair Fourska, Sabtu (27/4) kemarin.
sehingga tak ada istilah lulusan SMK yang menganggur. Bahkan tercatat 18 instansi swasta lain menitipkan lowongan pekerjaan di job fair sehari tersebut. Soal kompetensi lulusan, Luh Ketut Anggreni mengatakan, 80 persen sudah bekerja karena siswa Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan dilengkapi dengan sertifikat kompetensi secara mandiri. Hanya jurusan Busana yang belum ada LSP-nya. Kedua, 10 persen menjadi wirausaha mandiri, baik secara manual maupun online. Bahkan sekolahnya memiliki unit usaha bidang catering, busana adat Bali, laundry hingga florist. ‘’Dari 343 siswa kelas XII, sebagian besar sudah bekerja sesuai program keahliannya,’’ tegasnya. Dia juga setuju lulusan SMK tak boleh menunggu pekerjaan, memilih-milih pekerjaan melainkan menjadi pengusaha muda mandiri. Dengan demikian tak ada lulusan SMK yang menganggur. Pengangguran terjadi karena adanya kesenjangan informasi dunia kerja dengan pencari kerja. Ketua Panitia Issac Jafar Nasution, S.Pd., M.Pd. menambahkan, di job fair ini diundang 12 ribu siswa SMK berbasis pariwisata di Denpasar dan menyediakan 150 job bagi lulusan SMK. Makanya dia menilai job fair ini juga mempertemukan angkatan kerja dengan pencari kerja serta menekan pengangguran. Memberi peluang PT mendekatkan diri dengan calon mahasiswa baru. (025)
sejak 2013. Di mana awalnya dilakukan kerja sama program energi. Yakni membuat perahu dengan tenaga surya, penelitian di bidang pendidikan, bio gas, pemanfaatan minyak jelantah menjadi bio solar. Terselenggaranya kerja sama ini sangat disambut baik Kepala SMKN 1 Kuta Selatan, Drs. I Nyoman Supartha M.Pd. Pihak Pertamina DPPU Ngurah Rai telah mensuport baik moral dan material, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Hal ini sangat penting mengingat para siswa berada di daerah yang rawan dengan penyebaran HIV/AIDS dan narkoba. Daerah pariwisata sangat rentan akan pengaruh penyebaran tersebut. Dengan adanya dialog interaktif ini, tentu pemaham siswa makin meningkat. “Harapan kita adalah mereka tidak kena dan bisa menularkan bahwa pengetahuan tentang HIV/ AIDS, narkoba serta kepedulian akan lingkungan hidup sekitar,” terang Supartha. Ditambahkan, dialog interaktif yang diikuti perwakilan SMP, SMA/SMK se-Badung ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para siswa, dan menekan penyebaran HIV/AIDS dan narkoba. Juga meningkatkan kesadaran siswa akan lingkungan hidup. Menanamkan kesadaran bahwa satu pohon akan sangat bermanfaat untuk seribu kehidupan. Terutama di era sekarang, dimana terjadi pemanasan global, maka sangat diperlukan untuk kembali menumbuhkan pohon, kecintaan akan alam dan berupaya mengembalikan kesejukan alam. (ad1033)
TIRTAYATRA - Keluarga Besar Suka Duka Caesar Clepuk saat melaksanakan tirtayatra ke sejumlah pura dalam rangka merayakan HUT ke-8.
manusia dan lingkungan sekitar yang sesuai dengan visi dan misi Caesar Clepuk yang bergerak di bidang sosial, seni dan budaya. “Saya dan perwakilan Keluarga Besar Suka Duka Caesar Clepuk sangat menikmati kegiatan tirtayatra dan bakti sosial ini. Sebab, selain kami melaksanakan ajaran Tri Hita Karana dengan melaksanakan tirtayatra, kami menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah pura yang kami kunjungi, serta melihat langsung peninggalan sejarah yang dilatarbelakangi dengan relief-relief pura dan pemandangan alam yang luar biasa,” katanya. Kegiatan ini diawali dengan berkumpulnya di Markas Besar Caesar Clepuk di Bukit Jimbaran. Kemudian berangkat bersama dengan menggunakan bus. “Adapun tujuan persembahyangan ini adalah untuk memohon keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi organisasi kami agar ke depannya dapat menjadi organisasi yang besar. Begitu juga dapat melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ucapnya. (ad1034)
Kios Pedagang di Pasar Kampung Tinggi Terbakar Singaraja (Bali Post) Kebakaran terjadi di Pasar Kampung Tinggi, Jalan Pulau Maluku, Singaraja, Sabtu (27/4) kemarin. Sejumlah kios pedagang di lantai dua dilalap si jago merah. Beruntung apinya dengan cepat bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet ke kios-kios lainnya. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan lapak pedagang yang terbakar, di antaranya milik Luh Ginasih (45) asal Kelurahan Kampung
Baru dan Komang Juniarti (35) asal Kelurahan Penarukan, Singaraja. Meja bersama perlengkapan jualannya hangus terbakar. Diperkirakan kedua korban ini mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. Sementara Nengah Sueca (58), seorang pedagang di pasar setempat menuturkan, sebelum kejadian pasar ini sudah tutup. Sekitar pukul 13.00 Wita, Sueca melihat ada kepulan asap di kios lantai dua. Saksi kemudian memberitahukan hal itu
BPM/ist
TERBAKAR - Kios pedagang di Pasar Kampung Tinggi, Singaraja yang terbakar, Sabtu (27/4) kemarin.
kepada warga lain. Warga kemudian memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Api membakar meja dan perlengkapan pedagang. Warga berhasil memadamkan api beberapa menit kemudian sehingga api tidak merembat ke kios lain. “Kepala pasar sudah pulang karena pasar sudah tutup. Api muncul pertama kali di lantai dua,” kata Sueca. Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada membenarkan telah terjadi kebakaran itu. Sugiartha mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya menerjunkan satu unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Namun api saat itu sudah berhasil dipadamkan. Meski demikian, anggotanya tetap memastikan apinya benarbenar padam untuk mencegah kebakaran susulan. “Kami tidak melakukan pemadaman karena api sudah padam. Anggota tetap mengecek untuk memastikan api benar-benar padam,” jelasnya sembari menduga penyebab kebakaran ini dupa yang menyala. (kmb38)
4
Minggu Pon, 28 April 2019
Pendidikan Masa Kini
Tidak Hanya Bisa Apa tetapi Jadi Apa Beda generasi, beda metode pembelajaran. Saat ini telah masuk era milenial dengan generasi milenial. Maka metode pembelajaran juga menyesuaikan dengan generasi milenial saat ini, agar dari proses pendidikan itu menghasilkan outcome, tidak hanya output.
BAYI - Gejala yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir yaitu lipatan paha bagian dalam yang bertambah serta pergerakan sendi panggul yang terbatas terutama gerakan menekuk dan membuka ke arah luar. Sedangkan gejala pada anak-anak yaitu berjalan pincang dan panjang antara kedua kaki tidak sama. Sebaiknya orang tua segera memeriksakan anaknya jika menemukan kecurigaan penyakit DDH tersebut.
Penyakit Sendi Panggul Bayi
”Developmental Dysplasia of the Hip” Apakah pembaca pernah mendengar suatu penyakit bernama Developmental Dysplasia of the Hip (DDH)? Penyakit ini mungkin terdengar asing di telinga pembaca namun sebenarnya penyakit ini cukup sering ditemui di dalam masyarakat. Penyakit DDH adalah penyakit yang terjadi pada sendi panggul bayi, dimana kepala tulang paha serta rumahnya (dinamakan acetabulum) mengalami perubahan/kelainan bentuk akibat terjadi dislokasi sendi panggul berulang. Sendi panggul adalah persendian berbentuk bola dan cawan yang terdiri dari kepala tulang paha (sebagai bola) dan acetabulum (sebagai cawan). Sendi panggul ini menghubungkan tulang panggul dan tulang paha. Sendi panggul juga merupakan sendi yang menerima dan mendistribusikan beban berat badan ke struktur di bawahnya sehingga sendi ini sangat krusial untuk berdiri, berjalan, maupun gerakan lainnya. Sendi panggul mengalami perkembangan selama masa pertumbuhan bayi dan anak-anak. Kedua struktur tulang sendi panggul yaitu kepala tulang paha dan acetabulum masih berbetuk tulang rawan pada saat bayi lahir. Seiring berjalannya waktu kedua struktur tersebut akan mengalami proses penulangan (perubahan dari tulang rawan menjadi tulang). Untuk mencapai perkembangan yang baik dan normal, kedua struktur sendi panggul ini harus saling berhubungan dan mempertahankan kontak satu dengan yang lainnya. Dengan adanya beban berat badan yang membebani sendi ini, kedua struktur tulang tersebut akan saling bersinergi dan saling membentuk sehingga membentuk sendi panggul yang normal serta kuat. Kestabilan sendi panggul adalah faktor penting dalam perkembangan sendi panggul. Ketidakstabilan sendi panggul dapat menyebabkan dislokasi atau subluksasi. Dislokasi sendi panggul yaitu keadaan dimana hilangnya kontak secara total antara kedua permukaan sendi (kepala tulang paha dan acetabulum) sedangkan subluksasi yaitu keadaan hilangnya kontak sebagian antara kedua permukaan sendi. Tulang Di awal kehidupan kedua struktur tulang tersebut yang masih merupakan tulang rawan rentan mengalami perubahan bentuk jika diberikan tekanan yang abnormal (contohnya akibat dislokasi/subluksasi). Dislokasi/subluksasi akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada kedua struktur tulang tersebut sehingga menyebabkan perubahan bentuk pada kedua struktur tulang tersebut. Lebih lanjut, kelainan bentuk pada struktur kepala tulang paha dan acetabulum akan mengubah permukaan sendi dan mengakibatkan distribusi beban berat badan yang tidak merata. Seiring berjalannya waktu, distribusi beban yang tidak merata ini akan mengakibatkan satu bagian sendi yang menerima beban lebih dari yang seharusnya mengalami kerusakan dini dan proses ini akan berlanjut sehingga akhirnya akan menyebabkan kerusakan sendi panggul yang permanen. Oleh karena itu penting untuk menjaga kedua struktur tulang tersebut pada posisi/tempat yang seharusnya di dalam
Kisara
sendi selama proses pertumbuhan. Di eropa, Penyakit DDH ini dapat ditemukan pada 1 dari 1.000 kelahiran bayi hidup tetapi penyakit ini memiliki angka kejadian berbeda-beda dengan etnik grup yang berbeda. Bayi perempuan lebih sering mengalami penyakit DDH dibandingkan bayi laki-laki. Penyakit DDH juga dapat mengenai kedua sendi panggul sekaligus pada 1 dari 5 kasus penyakit DDH. Faktor Genetik berperan dalam terjadinya penyakit DDH. Kelenturan ligament dan dasar acetabulum yang landai merupakan faktor genetik yang teridentifikasi. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi panggul sehingga mudah terjadi dislokasi. Posisi bayi dalam kandungan juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit DDH. Posisi bayi di dalam Rahim yang menyebabkan sendi panggul dalam posisi lurus (tidak menekuk) sehingga saat proses persalinan dapat terjadi dislokasi sendi panggul. Selain itu perawatan bayi setelah lahir juga dapat menyebabkan dislokasi sendi panggul. Pembedongan bayi yang umum dilakukan masyarakat Indonesia di mana kaki bayi diposisikan lurus memudahkan terjadinya dislokasi sendi panggul. Sebaliknya di beberapa negara afrika di mana bayi banyak digendong dengan posisi sendi panggul menekuk serta membuka ke arah luar, kejadian penyakit DDH tidak banyak ditemui. Gejala Gejala yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir yaitu lipatan paha bagian dalam yang bertambah serta pergerakan sendi panggul yang terbatas terutama gerakan menekuk dan membuka ke arah luar. Sedangkan gejala pada anak-anak yaitu berjalan pincang dan panjang antara kedua kaki tidak sama. Sebaiknya orang tua segera memeriksakan anaknya jika menemukan kecurigaan penyakit DDH tersebut. Penatalaksanaan penyakit ini tergantung usia saat diagnosa ditegakkan tetapi pada prinsipnya semakin dini ditemukan penyakit ini dapat disembuhkan dan tidak menyebabkan kerusakan sendi permanen di kemudian hari. Karena itu penting untuk melakukan pencegahan dan segera ke dokter jika sudah ditemukan kecurigaan terhadap penyakit ini. Pada fase awal fokus penatalalaksanaan yaitu memastikan tulang kepala paha tetap di dalam rumahnya yaitu acetabulum. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa metode mulai dari pemasangan Pavlik harness sampai pemasangan gips. Untuk kasus lanjut dimana sudah terjadi perubahan bentuk dari acetabulum dan kepala tulang paha maka perlu dilakukan operasi. Adapun pencegahan yang dapat dilakukan adaah tidak melakukan pembedongan bayi yang menyebabkan sendi panggul dalam keadaan lurus serta perlu diingat penyakit ini jika ditemukan dan ditatalaksana dini tidak akan menyebabkan ganggguan fungsi yang berat di kemudian hari, tetapi jika terlambat dan sudah fase lanjut maka kesuksesan penatalaksanaan semakin kecil dan bahkan tidak bisa memperbaiki perubahan tulang dan sendi yang sudah terjadi.
Esensi Untuk mencapai esensi pendidikan itu, maka diperlukan model pembelajaran. Pada 2014, pemerintah telah mencanangkan metode belajar berdasarkan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). “Di pendidikan era masa kini kita melihat bagaimana mencapai pada esensi pendidikan yang diinginkan, maka harus memakai metode pendidikan yang benar untuk mencapai pendidikan secara komprehensif, mampu mengembangkan
sikap, pengetahuan dan keterampilannya dalam satu proses pendidikan. Jadi proses itu harus dilakukan bersamaan,” bebernya. Dari sisi tenaga pengajar juga harus mempersiapkan dengan baik rencana pembelajaran, target capaian, pencapaiannya bisa diukur, cara mengukur. Sehingga menghasilkan outcome produk dari proses pendidikan itu. Produk yang diharapkan bentuknya berupa profil lulusan. “Kalau pendidikan masa kini outcome atau profil lulusannya yang dilihat. Sedangkan pendidikan dulu output yang terakhir, sekarang kita sampai pada outcome,” tuturnya. Output adalah hasil dari pembelajaran, sedangkan outcome adalah feed back hasil dari pendidikan itu. Outcome pendidikan adalah hasil dari pendidikan yang sudah teraplikasikan dan sudah terevaluasi. Pendidikan masa kini ada 4 acuan yaitu pendidikan harus profesional, relevan, efektif, dan efisien. Profesional itu menggambarkan mutu. Wujud dari mutu adalah profesionalitas dan ahli. “Tidak hanya sekadar melakukan tapi ahli terhadap hal yang dikerjakan dan dia mampu mempertanggunjawabkan,” tandasnya. Relevan itu tidak kaku, mengikuti kebutuhan industri sehingga ada link and match antara dunia pendidikan dengan industri. Efektif adalah hasil yang diperoleh sesuai dengan rencana. Maka pembelajaran harus ada perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang itu juga harus diiringi dengan evaluasi untuk melihat kesesuaian hasil dengan rencana. “Setelah itu baru kita bisa bilan pembelajaran itu efektif,” pungkasnya. Sementara efisien adalah mampu memanfaatkan segala perangkat
Student Center Jika dulu metode pembelajarannya terpusat pada guru (teacher centre), pada pendidikan masa kini terpusat pada student centre. Tenaga pendidik hanya sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan dan membangkitkan kreativitas dan inovasi siswa, mampu membuat siswa mandiri (mampu mencari ilmu sendiri), bertanggung jawab, sehingga capaiannya lebih luas dan lebih banyak yang didapatkan dari siswa itu sendiri. “Pendidikan tidak hanya transfer knowledge, tapi lebih luas lagi yaitu merubah sikap, pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya. Untuk mengimplementasikan metode pembelajaran yang sesuai dengan era masa kini, dalam KKNI sudah tertuang 8 metode pembelajaran. “Metode belajar yang relevan adalah metode yang sesuai dengan KKNI, disana sudah memberikan contoh-contoh metode pembelajaran sesuai dengan kondisi masa kini,” ungkapnya. Contoh metode belajar KKNI yaitu, diskusi, presentasi, small group discussion, roleplay, games. Pada intinya, cara pembelajaran di kelas yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dan juga dapat melihat kemampuan, sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dengan metode pembelajaran baru ini ia meyakini sudah sesuai dengan pendidikan masa kini. Ia melihat ke depan dari pendidikan model ini bisa menghasilkan tenaga yang profesional, ahli di bidangnya dan tanggung jawab. “Peserta didik nantinya pasti sukses, berhasil. Karena dengan metode baru ini paradigma pendidikan adalah mencetak SDM yang berhasil, sukses. Pendidikan model ini sangat relevan sebagai upaya menuju era globalisasi. Kurikulum ini sudah sangat relevan, tinggal mengaplikasikan dengan maksimal,” ujarnya. (may)
”Stretching” Sebelum Beraktivitas (1) Tak mudah mempertahankan kebugaran tubuh sepanjang hari karena saratnya aktivitas. Oleh sebab itu sebaiknya dilakukan stretching atau peregangan otot-otot tubuh mulai dari leher, bahu, lengan, kaki, pinggang, hingga betis se-
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
belum berangkat beraktivitas. Memang sepele nampaknya, namun sangat besar manfaatnya, seperti telah dilakukan sehari-hari oleh Cicik Sudamertha, instruktur senam yang telah memiliki sertifikat kompetensi.
1 Posisi berdiri tegak dengan berat badan bertumpu pada kaki kanan lurus ke belakang jinjit. Kedua lengan lurus ke atas di samping telinga. Tarik kedua lengan ke atas dan tahan 1x8 hitungan setelah itu ganti kaki satunya dengan cara yang sama.
3
ldr. Ronald
Berdiri tegak dengan kedua kaki tutup rapat sedikit ditekuk dan lengan kanan lurus ke samping kiri serta lengan kiri ditekuk dan telapak tangan kiri menahan siku lengan kanan. Tahan 1 x 8 hitungan, lalu ganti lengan kiri yang diluruskan ke samping kanan.
2 Untuk merenggangkan paha, berdirilah dengan tumpuan berat badan pada kaki kiri dan kaki kanan ditekuk serta dipegang oleh tangan kanan. Luruskan lengan kiri..depan dada dan tahan 1 x 8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada kaki kiri.
Peregangan lengan, paha dan betis, dapat dilakukan bersamaan yaitu dengan melakukan seperti yang nampak pada gambar. Luruskan kaki kiri dan tumit menyentuh lantai sedangkan kaki kanan sedikit ditekuk. Rentangkan lengan kanan, dan lengan kiri menyentuh ujung jari kaki kiri, tahan 1 x 8 hitungan, setelah itu lakukan arah kebalikan.
4
Kupon Tak terasa aktivitas sepanjang hari jadi oke bila memulainya dengan peregangan serta salam bugar dari Lala Studio.
Ekspresi Gender
“HAI Kak, kenalkan aku Wahyu umur 16 tahun dan sekarang masih kelas 2 SMA. Aku mau cerita sedikit Kak. Aku adalah tipe yang kalau temanku bilang sih melambai atau ngondek atau kemayu karena aku suka ngumpul sama anak-anak cewek ataupun aku yang emang suka nari dan music K-Pop sejak kecil. Awalnya aku biasa aja Kak, tapi setelah dengar kalau mereka bilang aku homo, aku agak marah dan takut juga. Apa benar Kak kalau orang yang ngondek atau bencong itu homo? Soalnya, jujur, aku menyukai seorang teman cewekku Kak. Makasi Kak. Mohon dijawab ya Kak.” Halo Wahyu. Salam kenal ya. Terima kasih sudah berbagi cerita bersama kami di Kisara. Sebenarnya kalau dilihat dari cerita Wahyu, mungkin Sahabat Kisara sering ya melihat bahkan punya teman cowok yang memang agak kemayu atau punya teman cewek yang memang agak jantan atau tomboi, tapi apakah karena penampilan mereka kita bisa bilang mer-
“Tidak hanya bisa apa, tetapi jadi apa,” kata IA Manik Partha Sutema, S.Farm., M.Farm.Apt., Ketua Prodi Farmasi Klinis IIK Medika Persada Bali, belum lama ini. Pendidikan era masa kini itu dilihat dari banyak aspek. Namun, yang menjadi ciri khas pendidikan masa kini adalah fleksibel, tidak kaku karena banyak yang perlu diperhatikan untuk menuju outcome. Karena generasi milenial yang ada saat ini memiliki banyak kemampuan, kreatif, tahu teknologi, dll. “Jadi kita harus fleksibel, mau merubah metode pembelajaran, mengikuti sesuai dengan kemampuan peserta didik,” ujarnya. Kedua yang perlu diperhatikan adalah esensi pendidikan. Semua komponen dalam pendidikan wajib tahu esensi pendidikan. Esensi pendidikan, tidak hanya membangun pengetahuan tetapi menyeluruh, mulai dari sikap, pengetahuan dan keterampilan. “Ketiga hal ini yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan esensinya adalah untuk bisa memecahkan permasalahan kehidupan, dan menilai sesuatu dengan komprehensif. Itulah pendidikan,” jelasnya.
de-ngan maksimal, seperti SDM, sarana, biaya, dll.
eka homoseksual? Sebelum itu mungkin kita harus tahu dulu apa sih perbedaan gender, ekspresi gender dan orientasi seksual. Dikutip dari A Glossary of Terms Gender And Sexuality, Gender adalah konsep perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh lingkungan sosialnya. Ekspresi gender sendiri adalah cara seseorang menunjuk-
kan gendernya dengan gerak-gerik, cara berpakaian, cara berbicara dan hal-hal lain. Nah, sedangkan orientasi seksual adalah ketertarikan kepada seseorang; secara fisik, romantik dan/atau secara emosional. Kerap kali kita melihat dan menemui berbagai warna masyarakat dengan identitas dan cara hidup masing-masing. Beberapa di antara masyarakat mengekspresikan gender mereka dengan berbagai cara yang mungkin akan dianggap tidak biasa pada masyarakat umum. Seperti potongan rambut, warna pakaian, aksesoris yang dipakai, cara berjalan, cara berbicara, dan sebagainya. Hal itu sebenarnya adalah hal biasa, mengingat gen dalam tubuh kita bersifat fluid atau cair. Jadi, memungkinkan
manusia memiliki kemungkinan untuk menjadi maskulin ataupun feminim, tergantung dari gen yang ada dalam tubuh kita. Lalu, apakah orang yang dicap bencong atau tomboi adalah homoseksual? Tentu saja jawabannya tidak ya! Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa cara seseorang mengekspresikan dirinya sangatlah bervariasi. Ada seorang pria yang menyukai boneka karena lucu, seorang pria yang gemar memasak, atau seorang pria yang menikmati lagu K-Pop. Ada juga seorang wanita yang menjadi atlet tinju, cewek yang lebih suka pakai celana daripada rok atau cewek yang terkesan lebih maskulin dengan cara berjalan tegap dan potongan rambut pendek. Hal itu tidak memberi
pengaruh dan tidak melekat pada orientasi seksual seseorang dan tentunya tidak menjadi acuan apakah mereka homoseksual atau heteroseksual. Jadi tetaplah hormati cara mereka mengekspresikan dirinya masing-masing. Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya umur, kita akan semakin memahami bahwa orientasi seksual dan identitas gender bisa berubah. Kita enggak perlu khawatir dengan perubahan tersebut, dibandingkan dengan orang lain, kita lebih mengenal diri kita sendiri. Jadi, ketika kita mengalami perubahan yang semakin mendekati diri kita yang sesungguhnya, maka kita cukup menyakini bahwa kita telah melakukan hal yang tepat.
5
Minggu Pon, 28 April 2019
Capricorn Kemajuan belum dapat dinikmati, jangan frustasi karena itu sudah merupakan kehendak alam. Bukankah segala sesuatunya itu ada waktunya, tetaplah sabar dan tekun. Perbintangan Anda di minggu ini masih ada sinar, untuk itu pergunakan sedikit sinar ini untuk menggapai kesuksesan. Di minggu ini bisa spekulasi tetapi harus ada pertimbangan yang benar-benar matang. Asmara: Bila ada masalah cepat dirundingkan berdua jangan disimpan atau dibiarkan begitu saja. Aquarius Agar hidup ini tenang dan dapat menikmatinya maka selalulah bersyukur dengan apa yang Anda raih. Baik itu keberhasilan ataupun kekecewaan asalkan Anda telah dan tetap berusaha. Memang hidup ini tak selalu selaras dengan keinginan kita dan ini perlu ketabahan serta tidak putus asa. Pemasukan cukup banyak dan bisnis berjalan lancar. Asmara: Tidak baik cemburu yang terlalu berlebihan, apalagi kalau sudah ada ikatan. Cemburu itu hanya menyiksa diri, untuk itu beri dia kepercayaan agar Anda dapat hidup dengan tenang dan bahagia. Pisces Bintang Anda cukup bersinar terang hanya saja ada ombak yang datang menghantam, jika Anda hati-hati maka akan selamat. Ingatlah diwaktu susah mencari uang, untuk itu jika banyak uang sebaiknya jangan sampai lupa diri. Dengan berhemat pasti apa yang Anda cita-citakan akan semakin mudah terealisasi. Asmara: Sedang mengalami gelombang pasang yang hebat, cobalah Anda mengerti dengan sikap yang dia lakukan dengan memberi kepercayaan tanpa perlu mendiktenya. Aries Di minggu ini ibarat pohon lagi kering jadi tidak mungkin untuk bisa berbuah. Kalau Anda menyadari hal itu maka Anda tidak perlu berambisi karena memang waktunya pohon itu kering. Lebih baik dipertahankan saja apa yang sudah ada agar tidak menimbulkan kerugian besar. Tunda dulu semua rencana untuk spekulasi ataupun kongsi, laksanakan saja apa yang sudah ada. Asmara: Ada seseorang yang iseng dan akan mengganggu keharmonisan. Namun Anda tidak usah emosi karena isu yang tersebar itu. Taurus Rasa tanggung jawab Anda kini dituntut untuk lebih berperan. Beberapa masalah yang muncul segera saja atasi sebelum menjadi berlarut. Bintang Anda minggu ini masih bersinar terang, untuk itu rencana-rencana segera saja direalisasikan. Di minggu ini kondisi usaha semakin menampakkan keselarasan, sehingga semakin besar keuntungan yang akan Anda raih. Asmara: Hindari cinta segitiga sebab yang akan pusing dan bingung akhirnya Anda sendiri. Gemini Jalan masih belum tertutup untuk Anda, masih banyak celah-celah yang dapat Anda lewati tinggal bagaimana Anda? Apakah cepat menyerah atau putus asa. Bintang Anda di minggu ini dinaungi oleh bintang Penolong, maka dari itu jangan cepat menyerah, melangkahlah dengan keyakinan pasti Anda akan sukses. Asmara: Cukup mulus jalannya cuma harus bisa mengekang diri, tak usah bernafsu sekali bila mendengar berita yang kurang enak. Keberanian tanpa perhitungan akan menghantam diri sendiri. Berhati-hatilah dalam melangkah. Cancer Banyak rencana yang membuat bingung, selesaikan dulu yang sudah ada baru yang lainnya agar semuanya bisa berjalan seiring dan teratur. Nasib cukup bagus untuk itu tak perlu khawatir. Rencana keluar daerah kalau bisa ditunda dulu, utamakan hal yang harus terlaksana dulu. Kejar ketinggalan sehingga keberhasilan yang sempat tertunda itu dapat segera terpegang tangan kembali. Asmara: Dalam berbicara hati-hati jangan sampai menyinggung perasaannya. Apalagi emosinya di minggu ini masih tampak labil. Leo Hubungan dengan tetangga sekitarnya cukup baik, akan ada pertemuan dengan kawan lama. Susun rencana yang menggembirakan dan bermanfaat serta sekaligus dengarkan saran maupun pendapat dari berbagai pihak, jangan acuh tak acuh saja. Keuangan di minggu ini tidak ada masalah. Tingkatkan semangat kerja Anda jangan cepat berputus asa. Asmara: Berilah kebebasan, jangan sampai Anda merampas hak-haknya. Hormatilah segala keinginannya selama tidak menyimpang dari norma-norma kesusilaan. Virgo Jangan mudah menerima ajakan teman kalau sekadar untuk berfoya-foya, begitu juga turut campur urusan pribadi orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda lebih baik dihindari saja. Perputaran uang kurang stabil, masih perlu perbaikan. Hindari pemborosan karena bisa menjadi penghambat langkah Anda. Asmara: Kurang adanya saling pengertian cukup mempengaruhi hubungan masa depan Anda berdua. Bicaralah terus terang dan terbuka kepadanya. Libra Di minggu ini bintang Anda masih bagus dan mujur, hanya tinggal tergantung bagaimana Anda memanfaatkan kesempatan ini. Jangan cepat merasa puas. Pertahankan kondisi keuangan yang sudah bagus ini kalau bisa ditingkatkan lagi. Di minggu ini masih banyak keuntungan yang dapat Anda raih, optimislah! Asmara: Sabarlah karena memang sudah menjadi jalannya begitu. Anda harus mau menerima dan memaklumi kekurangan-kekurangannya. Ingatlah! Tiada manusia biasa di dunia ini yang benar-benar sempurna. Scorpio Suasana memang kurang menyenangkan, namun Anda jangan lantas patah semangat. Awan gelap gulita tak selalu berarti kesedihan. Anggap saja sebagai batu ujian, yang penting Anda mampu mengendalikan emosi Anda, pasti semuanya akan mampu berjalan lancar dan mungkin Anda malah bisa menemukan keberhasilan di minggu ini. Income masih mengalir walaupun tidak sebesar yang diharapkan, tetaplah tenang. Asmara: Jangan menceritakan masalah hubungan Anda berdua dengan pihak ketiga, sebab ada yang beriktikad tidak baik, waspadalah! Sagitarius Di minggu ini posisi Anda ibaratnya sudah berada di depan loket, tinggal tergantung bagaimana usaha Anda, kalau hanya diam saja tentu akan sulit meraih keberhasilan. Suasana perbintangan mendukung semua langkah dan upaya Anda, untuk itu jangan disia-siakan kesempatan bagus ini. Income di minggu ini mengalir dengan lancar sekali untuk itu tak perlu cemas. Asmara: Hubungan yang sudah baik ini pertahankan, jangan perdulikan hasutan orang, percayalah akan kesetiaannya.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 28 April - 4 Mei 2019
Pentingnya "Asana" dalam Sembahyang dan Meditasi (2) Sthira-sukham Asanam (Yoga Sutra Patanjali 2.46) “Sikap tegak menyenangkan dinamakan Asana.” Umat pada umumnya belum memahami rahasia di balik alas duduk sembahyang dan meditasi yang dinamakan Asana. Para Pandita, Pinandita, Sadhaka dan praktisi spiritual tidak akan mengabaikan penggunaan Asana dalam setiap puja, sembahyang, meditasi, atau sadhana yang dilakukannya. Mereka akan mengusahakan sebisanya selalu memakai Asana. Paling tidak, ke mana pun pergi mereka selalu membawa kain tipis kecil yang mudah dilipat sebagai ganti Asana. Di mana pun berada pada waktu-waktu pelaksanaan Sandhya (Trisandhya) mereka akan membentangkan Asana, duduk di atasnya, lalu melakukan puja, sembahyang, atau meditasi. Asana berarti alas duduk, atau sikap dalam melakukan sembahyang, yoga dan meditasi. Sembahyang dan meditasi dapat dilakukan tanpa atau dengan alas duduk (Asana). Ada aturan dan tuntunan dalam mempraktikkan sembahyang atau meditasi tanpa memakai alas duduk alias duduk langsung di atas lantai. Pada umumnya tuntunan yang lebih dianjurkan oleh tradisi dan sastra suci dalam sembahyang dan meditasi adalah mempergunakan alas duduk, Asana. Baik Bhagavad-gita maupun Yoga Sutra Patanjali setuju bahwa Asana itu hendaknya sthiram. Asana dalam pengertian alas duduk sembahyang/ meditasi hendaknya sthiram atau tegak, ajeg, tidak berubahubah, dan tidak berpindah-pindah. Asana hendaknya dibentangkan pada tempat yang bersih, suci, (kalau bisa) tetap di tempat yang sama pada setiap sembahyang, pemujaan atau meditasi yang dilakukan. Sthiram Asanam Atmanah, bahwa
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
Asana hendaknya dibentangkan dengan baik, rapi, dalam sikap dan di tempat yang baik sesuai aturan dan tuntunan sastra serta tradisi suci. Sedangkan Asana dalam pengertian sikap sembahyang, puja, yoga dan meditasi juga hendaknya sthiram, yaitu mantap, tegak, tidak goyah dan tidak berubah-ubah. Selain berpengaruh pada badan, salah memilih Asana juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan pikiran. Keliru memilih Asana dapat menyebabkan kecerdasan menjadi terganggu, pikiran tidak terkonsentrasi dengan baik, menimbulkan kecemasan, keraguan, gangguan batin, dan pikiran menjadi terkacaukan. Selain hendaknya tidak sembarangan memilih Asana, praktisi spiritual juga dianjurkan agar mematuhi tata cara pemakaiannya sesuai tradisi dan sastra suci. Seperti sudah disebutkan bahwa tempat sembahyang atau meditasi terlebih dahulu harus dibersihkan, setelah itu barulah Asana dibentangkan. Asana terbuat dari apa, menghadap ke mana, bagaimana tata cara duduk, dan apa serta bagaimana pula mantram-mantramnya (?) semua perlu dipertimbangkan dengan baik serta sangat berhati-hati. Dalam sembahyang dan meditasi orang tidak akan sembarangan mempergunakan alas duduk atau Asana. Berikut beberapa jenis Asana yang biasa dan umum dipergunakan, antara lainnya rumput suci Kusa, kulit kijang/harimau, kambala, dan lain-lain. Kambala artinya selimut yang lembut. Warnanya boleh putih, merah, atau warna lainnya. Namun warna yang umum dipergunakan adalah putih dan merah (orange, saffron). Pertimbangan jenis materialnya juga ada beberapa, seperti
dan giat mengumpulkan harta benda demi kewajiban pada keluarga maupun masyarakatnya. Pemakaian Asana dari bahan kulit rusa atau harimau harus didapat tidak karena membunuh melainkan karena binatang itu mati dengan sendirinya. Setelah rusa atau harimau mati, kulitnya diambil dan kemudian disucikan dengan cara tertentu, barulah dipakai. Binatang yang sudah mati dengan sendirinya diambil kulitnya, terus diupacari atau di-“aben”, ada yang ditanam atau dibakar. Sentuhan energi panas dari mrga-carma membantu untuk membangkitkan dan membuat energi Kundalini menjadi aktif serta selanjutnya menaikkan energi Kundalini tersebut dari Cakra MulAdhAra (Cakra Dasar) menuju Cakra SahasrAra (Cakra Mahkota). Dipergunakan sebagai alas duduk meditasi karena kulit binatang menahan dan menghalangi energi spiritual yang dibangkitkan melalui meditasi untuk masuk terserap sia-sia ke dalam tanah. Ditegaskan kembali bahwa kulit binatang tersebut harus didapatkan dari binatang yang mati dengan sendirinya. Jikalau kulit binatang diperoleh dengan cara membunuh maka “pengaruh” atau efek sebaliknya yang akan didapatkan karena ia diambil dengan cara melakukan kekerasan atau membunuh. Kesakitan, kemarahan, dendam serta sifat bengis akan mengisi kulit binatang, yaitu sifat-sifat yang bertentangan dengan tujuan para Yogi dan Muni melakukan meditasi. Pemakaian kulit binatang untuk alas duduk meditasi sepenuhnya jauh dari efek negatif karena binatang tersebut sudah mati dengan sendirinya. Binatang itu sudah tidak ada hubungan sama sekali dengan badan atau kulitnya. Kecuali jika binatang tersebut sengaja dibunuh dan diambil kulitnya. Dalam keadaan seperti itu, binatang tersebut mendapatkan pahala baik, namun orang yang membunuh dan memakai kulitnya akan mendapatkan pahala buruk dan juga akan kehilangan pahala baik karena
telah membunuh dan/atau ikut ambil bagian dalam membunuh. Alasan lain yang juga melatarbelakangi pemakaian kulit binatang khususnya kulit harimau adalah untuk menjaga pemeditasi dari ancaman bahaya binatang buas di hutan. Sebagaimana beberapa jenis kayu menyebabkan ular tidak berani datang mendekat, demikian pula kulit binatang ditakuti oleh binatang-binatang buas. Melihat kulit harimau maka binatang-binatang lain akan menjauh dengan sendirinya dari pemeditasi yang sedang duduk di atas kulit harimau. Dari jauh para binatang buas sudah membau kulit harimau sehingga mereka tidak berani datang mendekat. Sebutan KusAsana atau DarbhAsana ditujukan pada pemakaian rumput Kusa sebagai alas duduk meditasi. Pemakaian KusAsana/DarbhAsana sangat dianjurkan oleh tradisi dan sastra suci. Asana yang terbuat dari rumput Kusa pada umumnya lebih banyak kegunaannya untuk peningkatan kesadaran keagamaan dan kesadaran spiritual. Ada pula yang memilih memakai Asana dari bahan rumput Kusa demi peningkatan kesaktian atau kekuatan-kekuatan gaib. Akan tetapi, secara umum pemakaian Asana rumput Kusa adalah demi peningkatan jiwa keagamaan dan spiritual. Orang-orang suci dalam ulasan dan kutipan pustaka suci Veda menyebutkan gagal atau berhasilnya meditasi dan sAdhanA sangat ditentukan oleh pemakaian Asana. Penggunaan rumput Kusa dalam agama dan spiritual sesuai literatur Veda dan lontar, antara lain berupa: (1) Pavitri atau Sasirat untuk penyucian tempat, perlengkapan, persembahan “banten” serta penyucian diri sang YajamAna, (2) tali suci yajna-upavita, (3) cincin kusa di jari manis, (4) Sirowista, (5) sebagai alas duduk, Asana, dan lain-lain. Sebagai Asana, rumput Kusa menempati tempat teratas serta perlu mendapatkan perhatian semua umat, Pinandita dan Pandita.
pribadi yang unik. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, rohaniwan dan umat Khonghucu tentu harus menjawab berdasarkan Si Shu, Wu Jing dan Xia Jing sebagai kitab suci Agama Khonghucu, bukan berdasarkan kitab suci agama lain atau cara berpikir keimanan agama lain. Coba kita renungkan beberapa prinsip dasar sbb: Agama Khonghucu senantiasa mengajarkan umatnya untuk melakukan sesuatu setahap demi setahap, untuk mendaki tempat tinggi, dimulai dari bawah, untuk mencapai tempat jauh dimulai dari dekat. Untuk mengenal dan mengabdi kepada Tian dimulai dengan menyelami hati, merawat Watak Sejati. Untuk mengenal hal setelah mati perlu mengenal hidup terlebih dahulu. Karena sejak lahir manusia telah menerima Xing (Watak Sejati), Firman Tian dalam dirinya, Agama Khonghucu mengajarkan, hidup adalah anugerah yang perlu di syukuri, bukan dosa yang diemban atau penderitaan yang
di tanggung. Agama Khonghucu mempunyai pandangan sendiri mengenai orang yang telah mati. Nabi bersabda “ Terhadap orang yang telah mati, bila memperlakukannya benar-benar sama sekali sudah mati, itu tidak berperi cinta kasih, maka jangan dilakukan.Terhadap orang yang sudah mati , memperlakukan seperti benar-benar masih hidup, itu tidak bijaksana dan jangan dikerjakan. Maka wadah yang dibuat dari bambu ( perlengkapan upacara pemakaman) dibuat tidak sempurna untuk digunakan, kayu yang digunakan tidak sempurna diukir, Qin Se (kecapi dan celempung) dapat berbunyi, tetapi rancu nada, seruling dibuat lengkap tetapi tidak harmonis, lonceng dan batu musik disiapkan tetapi tanpa kuda-kuda. Semua itu dinamakan Ming Qi (peralatan sembahyang) dengan demikian orang yang mati diperlakukan sebagai Shen Ming (Arwah Suci). Dari ayat ini timbul budaya membuat barang-barang dari kertas yang dipersembahkan bagi orang yang meninggal dunia seperti rumah-rumahan, mobil-mobilan, orang-orangan dan sebagainya. Hubungan antara surga dan dunia dalam Agama Khong-
hucu seperti juga agama-agama timur lainnya bukan hubungan yang saling berlawanan, terpisah dan serba dua, tetapi suatu kesinambungan yang saling berkaitan, saling melengkapi dan membangun bergaya Yin-Yang tidak bertentangan secara eksklusif. Semua yang dilahirkan pasti mengalami kematian, yang mengalami kematian pasti pulang kepada tanah, inilah yang berkaitan dengan Gui (Nyawa).Tulang dan daging melapuk dibawah, bersifat Yin itu raib menjadi tanah dipadang belantara. Tetapi Qi (Semangat) berkembang memancar cerah di atas cerah gemilang, diiringi asap dan wangi dupa semerbak mengharukan.Inilah sari beratus zat, perwujudan Shen ( Roh ). Dengan dasar dari zat ini ditegakan hukum yang sempurna. Dengan demikian tujuan tertinggi agama adalah agar Gui dan Shen tetap terpadu harmonis baik pada saat hidup maupun setelah meninggal dunia, pulang kembali ke dalam Kebajikan TIAN, Tuhan TME. ”Firman Tian itulah dinamai Watak Sejati, Hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci, Bimbingan menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama“. Shanzai
irasional dan irelevan bagi mereka yang sering menggunakan rasio dan logika dalam berpikir, namun akibat kecemasan atau ketakutan, Trump memenangkan pertarungan. Itulah kekeliruan atau ketidaktahuan Hillary atas perubahan perilaku masyarakat dan menganggap enteng lawannya yang sering melontarkan gagasan konyol serta ucapan-ucapan melengking kasar. Justru amigdala yang lumpuh didominasi kecemasan dan ketakutan dari para pemilih tidak dipertimbangkan oleh isteri Presiden ke-42 AS itu,” ulas Rubag. “Ya, memang kedengaran tidak masuk akal kalau Trump dalam kampanyenya sering melontarkan yel-yel, America First, We make America great again! Nyaris semua orang tahu julukan Amerika sebagai Negara Adidaya, sehingga sangat tidak relevan untuk berteriak, ‘Amerika harus diutamakan, Kita membangun Amerika digjaya lagi‘. Perang Dingin (19451991) dengan ancaman rudal nuklir dimenangkan Amerika dan sekutunya tahun 1991, mengakibatkan musuh besarnya Uni Soviet berantakan. Kemudian mata uang Amerika yang ber-
julukan The Green, menguasai transaksi ekonomi dunia, malah jaminan emas diganti dengan dolar Amrik untuk mencetak jumlah uang di berbagai belahan dunia. Begitu hebatnya Negeri Paman Sam, kok masih menakut-nakuti rakyat seakan Amerika akan bangkrut? Memang Amerika didatangi para imigran dari berbagai negara yang sedang bergolak diterpa perang saudara, tapi bukan hanya Amerika saja yang mengalami itu. Perekonomian Tiongkok meroket, namun bukan hanya Amerika saja yang dibanjiri produk Tiongkok. Juga terorisme terjadi di berbagai belahan dunia, sehingga menjadi musuh semua negara yang cinta damai dan ketenangan, bukan hanya tanggung jawab Amerika saja. Hal-hal tidak masuk akal tersebut berhasil menghipnotis emosi para pemilih Trump, sehingga Hillary yang yakin menang harus gigit jari,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Benar, kiat sukses Trump dijadikan patron beberapa elit di berbagai kawasan dunia untuk kontestasi politik atau pemilu. Salah seorang yang sukses meniru resep Trump adalah Jair Bolsonaro, yang
memenangkan Pilpres Brasil Oktober 2018. Dia adalah kandidat sayap kanan yang sangat agamais, terkenal rasialis dan diskriminatif dengan lontaran ucapan kontroversial. Sering merendahkan perempuan, kulit hitam dan gay dalam pidatonya. Ada pakar neorosains berpendapat, masyarakat yang ekstrem religius sangat rentan direkayasa neurosains. Alasannya, karena mereka sangat percaya ikhwal reward dan punishment. Kalau boleh kutafsir maksudnya, sering mengobral soal sorga dan neraka saat berdebat. Nah, ketika amigdala dilumpuhkan posttruth, hal-hal yang irelevan dan tidak masuk akal menjadi topik yang paling menarik. Hoax, fitnah dan hujatan menyembur di segala lini kehidupan. Ironisnya, berita bohong dibalas dengan kebohongan, fitnah dibalas fitnah, makian dibalas makian, bukan solusi yang mencerahkan. Mudahmudahan rakyat Indonesia yang kini mengalami demam Pilpres terhindar dari virus posttruth dan rekayasa neurosains agar NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika tetap jaya! Merdeka!“ seru Made Surjanegara di akhir argumennya.
kapas, wol, sutra dan lain-lain. Akan tetapi, kambala dari bahan sutra dianggap paling baik. Pemakaian Asana terbuat dari kambala diyakini sangat membantu memberikan manfaat pemenuhan keinginan-keinginan yang dituju melalui praktik sembahyang dan meditasi. Memang ada secuil pendapat yang mengatakan alas duduk Asana terbuat dari kain yang banyak warna itu bagus, tetapi pendapat berseberangan yang menganggapnya tidak baik jumlahnya jauh lebih banyak. Pada umumnya Asana yang satu warna dianggap paling baik karena setiap warna mempunyai keutamaan tertentu. Warna berbeda memberikan getaran energi berbeda pula. Getaran energi satu warna diyakini tidak mengganggu kesadaran. Biasanya putih dan merah darah dipandang sangat bagus. Asana juga hendaknya tidak ada cacat, robek, bukan bekas, dan juga hendaknya tidak dipakai oleh orang banyak. SvetAsvatara Upanisad menganjurkan pemakaian bahan Asana yang bahannya dari kulit (mrdvAsane kusAn samyagAstiryAjinam eva ca) rusa dan kulit harimau, atau rumput suci kusa. Biasanya ketiga jenis Asana tersebut dipergunakan oleh para yogi, muni, dan para tapasvi yang menginginkan pembebasan (moksa), dan juga yang menginginkan kekuatankekuatan sakti atau siddhi untuk pencapaian moksa. Para grhastha atau mereka yang berumah tangga tidak dianjurkan memakai Asana berbahan mrgacarma (kulit binatang). Selain menunjuk pada arti binatang, mrga lebih banyak dipergunakan untuk menyebutkan binatang rusa. Mrga-carma dianggap “mengganggu” hidup orang berumah tangga karena penggunaan Asana mrga-carma dalam puja sembahyang dan meditasi menyebabkan timbulnya kesadaran vairAgya, yaitu kesadaran bersih, hening dan suci berupa ketidakterikatan pada benda serta kenikmatan-kenikmatan material. Sedangkan di sisi lain grhastha hendaknya selalu aktif
MIMBAR AGAMA
Tujuan Hidup Manusia Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) MENGAPA saya beragama Khonghucu? Apa yang akan saya peroleh bila menjadi seorang penganut Agama Khonghucu? Di dunia? Di akhirat? Ke mana setelah mati? Pertanyanpertanyaan tersebut merupakan pertanyaan umum dalam berbagai pertemuan yang terlontar dari umat Khonghucu maupun dari umat agama lain. Pertanyaan-pertanyaan tersebut secara sadar maupun tidak sadar merupakan pertanyaan dasar yang dituntut untuk di jawab oleh para rohaniwan dan cendikiawan Khonghucu, bahkan oleh umat Khonghucu sendiri dalam upaya mengerti, dan mengimani tujuan tertinggi kehidupan dan apa yang dapat dicapai di dunia dan akhirat,
setelah menjalankan kewajiban hidup. Seperti diungkap dalam Kitab Da Xue”. Sabda TIAN Zhi Mu Duo Kongzi “Manusia Harus Terlebih Dahulu Mengenal Hidup, Sebelum Mengenal Hal Setelah Mati”. Karena kewajiban untuk mengenal manusia sebelum mengenal roh, acapkali dianggap sebagai kelemahan ajaran Agama Khonghucu, karena tidak membahas mengenai “Afterlife” (Kehidupan Setelah Mati) serta tidak menjanjikan sesuatu setelah manusia menjalankan kehidupan di dunia, sehingga ajaran Khonghucu dikatakan sebagai bukan agama. Benarkah demikian? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sejak awal perlu diingat dan ditegaskan, kita tidak bisa menggunakan standar suatu agama tertentu untuk menilai kebenaran agama lain. TIAN, Tuhan YME menurunkan berbagai agama pada hakikatnya mengajarkan cinta kasih, tetapi masing-masing agama tentu berbeda. Seperti juga Tian telah menciptakan manusia sebagai
Amigdala Lumpuh BERAWAL dari istilah Postmodernisme, yang dimaknai sebagai kelanjutan dari modernisme oleh Anthony Giddens, kata “post“ menjadi populer digunakan sebagai awalan. Namun maknanya jadi bergeser. Seperti Postrealitas, diartikan khayalan. Postsemiotika distigma sebagai tanda palsu. Kemudian Posttruth diberi arti Era Kebohongan oleh Burhan Muhtadi. Itu dikaitkan dengan kontestasi politik atau pemilu di berbagai negara, dimana para kontestan menggunakan kebohongan yang bertubi-tubi untuk meraih kemenangan. “Kebohongan yang dilontarkan di ranah publik secara masif, simultan dan berkesinambungan diyakini akan menjadi kebenaran, demikian ulas Burhan. Apalagi kebohongan tersebut dibumbui kata-kata yang bernuansa mengancam dan menakutnakuti. Tanpa sadar amigdala para pendengar yang menjadi target, menjadi lumpuh. Menurut pakar neorosains, amigdala dikatakan sebagai sekelompok saraf yang berperan untuk men-
brolan BALE BANJAR ARIDUS golah ingatan dan reaksi emosional terhadap kata-kata dan peristiwa dari luar tubuh. Bisa berupa kasih sayang, cinta, juga keresahan dan ketakutan akibat ancaman. Donald Trump diduga menggunakan jasa para neurosaintis yang khusus mengolah amigdala saat bertarung dengan Rodam Hillary Clinton saat Pilpres Amerika Serikat tahun 2016. Ancaman yang menghasilkan kecemasan memenuhi wacananya saat berkampanye dan dibumbui posttruth atau kebohongan. Kendati dianggap
Bali
6
Redité Pon, 28 April 2019
Mawinten, Nyuciang Angga Sarira Malarapan antuk Ngrajah Aksara
PINAKA krama sané magama Hindu utamanipun ring Bali, janten madué kapatutan ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya. Sinalih tunggilnyané, upacara Manusa Yadnya. Minakadi upacara pawintenan antuk tetujon nyuciang kahanan angga sarira malarapan antuk ngrajah aksara. Pawintenan utawi mawinten tetujonnyané wantah nyuciang angga sarira saha nglebur sekancan mala ring angga sarira. Sios punika, upacara inucap taler kamargiang pinaka cihna krama inucap kadadosang nelebin sastrasastra suci wiadin ngranjing ring parindikan spiritual. Manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., dosen ilmu Jawa Kuna sané taler nelebin Tantra puniki maosang, pawintenan sujatiné kamargiang antuk makudang-kudang paletan. Pawintenan sané kapertama utawi pinaka pawintenan dasar kawastanin Pawintenan Saraswati sané kamargiang antuk tetujon nyuciang angga sarira tatkala krama ngawitin nelebang paplajahan sané mautama ring kauripan. Sané mangkin, upacara punika kamargiang malarapan antuk upacara Upanayana ring sekolah wiadin ring perguruan
tinggi. Ri kala krama inucap nincapang raga utawi ngamargiang swadharma pinaka mangku utawi pamangku kahyangan, pamangku dadia, pamangku dalang miwah sané tiosan sinah patut kamargiang malih soroh pawintenan agengan minakadi pawintenan kapamangkuan, pawintenan dasaguna, pawintenan dasabayu miwah sané tiosan. Sangkaning agengan wangunipun, sinah upakara wiadin parikramannyané taler agengan. Yéning ring Pawintenan Saraswati nénten ngawigunayang pidabdab mapedambel miwah nénten madaging bébék putih, sinah ring pawintenan kapamangkuan jagi ngawigunayang bébék taler upakara sané tiosan. “Sayan ageng pawintenan sané kamargiang, sinah sayan akéh paileh upacara miwah upakara sané kawigunayang. Sadurung prasida ngamargiang pawintenan sané agengan, janten sadurungnyané krama inucap sampun ngamargiang Pawintenan Saraswati utawi pawintenan bunga,” baos dané. Ketut Sandika malih ngwewehin, sinalih tunggil parikrama utama ring upacara mawinten inucap inggih punika ngrajah aksara ring
Sarana Pangeret Parilaksana UPACARA pawintenan wantah upacara nyuciang angga taler pinaka cihna yéning kramané sampun dados nelebin wiadin ngranjing ring parikrama sané kaucap spiritual utawi suci. Punika mawinan, sapasira kémanten dados ngamargiang pawintenan antuk nganutin tata-titi lan pula-pali sané patut kamargiang. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. maosang, ring makatah dasar sastra kabaosang, sapasira kémanten kramané dados mawinten, napi malih yéning krama inucap jagi nelebin parikrama spiritual sané kadulurin antuk malajah indik kadiatmikan. Ngeninin indik sambada sané nénten dados kalémpasin olih krama sané sampun mawinten, dosén sané embas ring Nyalian, 11 Februari 1988 puniki maosang sambada punika majanten ketah kapanggihin ring pidabdabipun ngamargiang aguron-guron. Sakéwanten yéning kaselehin kapatutanipun, sinah becikan yéning krama sané sampun wusan mawinten ngamecikang parikrama kauripannyané sarahina. Minakadi antuk setata ngamargiang Tri Kaya Parisudha utawi mapikayun, mabaos lan maparilaksana sané becik. Yéning sampun asapunika, sinah upacara inucap satmaka dados sarana self control utawi sarana pangeret ri kala jagi maparilaksana sané nénten becik utawi kaon sajeroning ngamargiang kauripan dados jadma ring mercapada. Minakadi conto, ri kala sang sané sampun mawinten mapisuna, sinah kaaptiang pisan mangda ipun éling malih ring angganyané sampun kawinten raris ngurungang parilaksana kaonnyané inucap. Malih kabaosang, ring pakraman wénten taler kapanggihin kahanan sané nénten becik, inggih punika krama sané sampun mawinten nénten nyinahang raga ngandap kasor tur polos maparilaksana. Sajabaning marasa déwék pinih suci, pinih sakti, tur marasa paling nampek ring Widhi katimbang krama tiosan, sané satmaka nyinahang yéning ipun nénten mabinayan sareng sadurung kawinten, “Sangkaning punika becik lan kaon sané kapikolihang olih krama risampuné mawinten nganutin saking parilaksana krama inucap. Yéning ipun prasida nganggén upacara pawintenan pinaka sarana ngeret parilaksana kaonnyané, sinah pikolih becik sané kapolihang asapunika taler sawaliknyané,” Sandika nyantenang. (was)
Kruna AKSARA BALI
angga sarira. Manut Lontar Saraswati, angga sarira soangsoang jadma kawangun saking makatah parindikan sané kacihnayang antuk aksaraaksara suci sané magenah ring angga. Aksara mawit saking kruna “A Ksara” sané mateges “parindikan sané nénten prasida kaicalang tur setata langgéng kahananipun”, punika sané ring ilmu Fisika ketah
kabaosang “energi”. Tatkala aksara punika karajah ring angga sarira, tetujonnyané wantah nguripang malih saha ngamecikang enérgi sané wénten ring angga krama inucap malarapan antuk aksara suci. Mangdané tatkala krama inucap nelebang sekancan sastra suci tur tenget wiadin napi tetujonnyané mawinten, sinah kaaptiang mangda ak-
sara suci sané wénten ring bhuana agung miwah ring bhuana alit utawi angga sarira prasida “terkoneksi” utawi matunggalan tur napi sané kamargiang inucap prasida becik parikramanyané. Ngeninin indik aksara sané kawigunayang ring pawintenan inucap, manut saking sané munggah ring lontar Sanghyang Aji Saraswati
wantah ngawigunayang Aksara Wreastra utawi Hanacaraka sané raris karajah ring soang-soang genah sané sampun kajantenang. Wénten taler ngawigunayang Aksara Modré, Dasaksara, Bijaksara miwah aksara suci tiosan ring genah-genah sané sampun taler kajantenang. “Soroh pawintenan sané kamargiang jagi nabdabang tur
nyinahang soroh aksara napi kémanten sané jagi karajahang ring sang sané mawinten. Minakadi ring Pawintenan Dasaguna, aksara sané kawigunayang wantah Dasaksara taler Aksara Dasabayu. Asapunika taler genah-genah angga sané karajah majanten sayan akéh, matiosan sarengpawintenan dasar,” asapunika dané nartayang. (was)
Ngamargiang Pawintenan
Bencingah
Basa Bali
MAWINTEN – Mawinten wantah sinalih tunggil upacara manusa yadnya sané kamargiang olih krama Hindu. Makatah soroh pawintenan kamargiang nganutin soroh lan tetujonnyané soang-soang, sakéwanten majanten madaging parikrama ngrajah aksara.
BAhAsa INDONESIA
1. capil
1.
cpil/,
topi
2. capuh
2.
cpu;,
meratakan
3. carik
3.
crik/,
sawah
4. carma
4.
c(m,
kulit
5. caruk
5.
cruk/,
rata-rata
6. catra
6.
ctÎ,
payung
7. catri
7.
ctÎi,
pilih
8. catur
8.
ctU(,
empat
9. catut
9.
ctut/,
pencabut
10. cawang
10.
cw*,
prakiraan
Ngawigunayang Basé miwah Madu PAWINTENAN utawi mawinten rumasuk ring sinalih tunggil wangun upacara manusa yadnya sané dados sarana panyucian angga sarira miwah upacara cihna krama inucap sampun kadadosang nelebin sastra-sastra suci miwah ngranjing ring genah utawi kahanan sané suci utawi spiritual. Sinalih tunggil parikrama sané utama ring upacara inucap inggih punika ngrajah angga sarira antuk tetujon nguripang aksara ring raga mangda sang sané mawinten prasida becik kahanannyané ri kala nelebin sastra suci wiadin parikrama sané kaaptiang mangda nénten wénten nemu kapiambeng. Tios saking upakara sané mabian-binayan nganutin soroh pawintenan sané kamargiang, sarana sané kawigunayang ring upacara punika makatah sorohnyané. Minakadi soroh tirta sané mabuat ring upacara punika rumasuk tirta saking Bhatara Hyang Guru miwah saking Ida Sang Sulinggih utawi Sang Dwijati. Sios punika, wénten taler benang tukelan
utawi sané ketah kawastanin antuk benang tetebus sané tetueknyané mangda pikayunan, pabaosan lan parilaksana krama inucap setata jegjeg lan beneng. Kawigunayang taler karawista sané kakaryanin saking ambengan madaging kalpika pinaka cihna saking Windu utawi bunter miwah Nada utawi segitiga. Ambengannyané pinaka niyasa saking ardhachandra tur sesambungan ring gidatnyané wantah niyasa saking Ongkara sané ketah taler karajah tatkala pawintenan. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. ngwedar, ri kala ngrajah sampun pastika ngawigunayang basé, katiknyané kémanten sané sampun kagetep sakadi pensil tur kategul antuk benang Tridatu. Ngawigunayang sarana katik basé sangkaning kajantenang yéning basé wantah tetanduran sané raket pisan antuk tutur mitologi miwah raket ring kaniskalan. Napi malih, ring makudang-kudang satua taler kasinahang yéning raksasa corah sané siddhi mantra kasor antuk don wia-
Dura désa
din katik basé. “Yéningtilik saking aranipun, tetanduran inucap wantah ngeninin indik kaweruhan. Sangkaning punika kajantenang yéning sampun karajah antuk katik basé sinah krama punika jakti-jakti jagi ngamolihang kaweruhan. Punika mawinan katik basé setata kautsahayang kawéntenanipun tatkala upacara pawintenan. Yéning nénten wénten, Ida Sang Nabé prasida ngawigunayang jrijinidané wiadin dupa kémanten,” baosnyané. Katik basé inucap kategul antuk benang Tridatu mapaiketan pisan ring warnanipun pinaka niyasa Ang, Ung, Mang sané manunggal dados Om Kara wiadin cihna saking Siwa, Parama Siwa lan Sada Siwa. Sané kadadosang “tinta” tatkala ngrajah utamanipun ring muncuk lidah kramané wantah marupa madu. Punika satmaka pangapti mangda sang sané mawinten setata ngamolihang sarin-sarin kaweruhan. Sios punika taler matetujon mangda pamargin uripnyané prasida setata becik utawi kaucap manis yadiastun madaging antuk makatah pikobet. Satmaka
BASE – Tetanduran basé mabuat pisan sajeroning upacara pawintenan. Katiknyané kawigunayang pinaka sarana ngrajah. Duaning kajantenang yéning basé raket pisan ring parindikan kaniskalan tur kaweruhan. madu sané medal saking sarinsarin bunga punika sapatutné sarin-sarin saking makatah kaweruhan lan pengalaman sané sampun kapolihang ring kauripannyané prasida dados “ajengan” utawi “nutrisi” sané becik tatkala ipun ngamargiang kauripannyané kawekasan. “Ring sastra Wraspati Tattwa, unteng kaweruhan utawi samyak jnana ketah kasinahang antuk madu. Ring Tantra, madu inucap ketah kabaosang
antuk “Madu Widya” inggih punika unteng saking kaweruhan. Duaning ri kala krama inucap sampun ngamargiang pawintenan wawu krama punika prasida ngamolihang tur éling ring unteng tetujon utama saking kaweruhan wantah nuju kalepasan. Tan padagingin antuk unteng sujati saking kaweruhan punika sinah jadmané nénten prasida nuju kalepasan utawi moksa,” Sandika nartayang. (was)
”Petik Laut”
Dresta Para Bendéga ring Muncar, Banyuwangi Pinaka negara maritim, Indonesia madué akéh pisan dresta lokal sané ngulangunin taler kasub kantos ka dura negara. Minakadi sinalih tunggil dresta kuna saking Banyu-
wangi. Dresta inucap kasengguh “Petik Laut Muncar”. Dresta/tradisi puniki kamargiang olih para bendéga ring pasisi Muncar, Banyuwangi pinaka rasa angayubagia san-
tukan molihang asil sané becik salami awarsa. Dresta inucap kamargiang nyabran 15 Muharram/Suro pananggalan Jawa puniki. “Petik Laut” taler matetujon pinaka panulak bala.
Nunas karahayuan mangda kadohang saking pancabaya salami ring tengahing segara. Sané ngawi angob ring pamargin dresta inucap sangkaning kawéntenan jukung sané majéjér antuk makudangkudang iasan. Upacara sané taler kasengguh “Larung Sesaji” puniki kakawitin antuk ngiringang utawi makta aturan sané kakaryanin saking paumahan krama nuju genah pelelangan ikan. Aturan sané kakaryanin madaging ajeng-ajengan khas Jawi miwah Madura. Wénten taler soroh jangan, woh-wohan, miwah tenggek kambing maias pancing mas. Salami ngiringang, para tokoh adat ngawigunayang busana “ala sakera”, khas Adat Madura. Rauh ring genah ngamargiang upacara, aturan sané kagenahang ring duur jukung kaupacarain, kapuput olih sesepuh bendéga. Wus punika, aturan sané kasengguh “gitik” puniki malih kairingang nuju jukung sané sampun kapilih sadurungnyané majalaran paum bendéga. Ring duur jukungé, makudang-kudang bendéga
nyarengin ka tengahing segara. Jukung-jukung krama taler akéh sané ngiringang. Kirang-langkung sawatara tigang dasa menit majukungan, aturan sané kabakta kapulang ka tengahing segara pantara Bali miwah Jawi, nepet ring sisi kangin Semenanjung Sembulungan Sadurungé aturan inucap kapulang ka tengahing segara, sesepuh bendéga mawali nunas ica. Sinarengan punika, sesolahan Gandrung irika. Wus aturan kapulang ring tengahing segara, wénten krama sané sareng macebur nunas toya segara sané salanturnyané kasiratang ring soang-soang jukung para bendéga. Pamargin dresta petik laut boya sawates upacara nunas waranugraha sané kamargiang para bendéga irika. Upacara inucap taler kadadosang pinaka agenda pariwisata tahunan ring Banyuwangi. Santukan pamargin upacara petik laut ring Muncar rumasuk upacara ageng sané patut kapikukuhang kawéntenannyané. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Pon, 28 April 2019 SUBA nunasang déwasa ka geria. Basangné Luh Wati ngancan ngedénang, tusing ngidaang buin ngengkebang. Sajaba anténang. Galah panumaya suba cumpu, calon warang nemu gelang. Tusing ada santulan. Sakadi pangaptin reramané, Luh Wati dadi purusha. Kadék Iwan nyeburin ka umah gegélanné. Nyentana. Polah palih upacara pawiwahan mamargi antar. Sang dampati maan tri upasaksi. Kulawarga luh muani makejang bagia. Tuah ketékan dina, lakar ada sentana. Kadék Iwan tusing ngelah geginan seken. Sawai-wai demené ka tajen. Sawaian menang. Buka katah anaké nyambatang, yén ngelah belingan sijumu setata sihin Widhi, sawai baanga menang yén mamotoh. Ento makada Kadék Iwan ngancan demen luas ka tajen. Bagia pesan idupné. Tusing taén glemekina tekén somah lan matuanné. Ia demen matajen nurasin bapanné ané mula bebotoh. Di tajen, bapanné kasub ngidaang meli montor. Kéto masih biasa mulih majalan batis krana motorné kalah anggona toh. To pidan. Ané jani bapanné suba masalin tingkah sesukat nunas ajah ring ida bhagawan. Bagia pesan idupné Kadék Iwan. Somah lan matuanné tusing taén nglemekin yadiastun ia mulih peteng. Tuah seleg abulan pitung dina nongosin pianakné jumah. Suud macolongan, ia buin luas maklecan. Yadiastun sawai kaucap menang, nanging kapah pipisné anggona meliang pianakné susu. Sawiréh suba makadadua matuanné enu ngidaang meliang susu. Makadadua matuanné dadi PNS, ngelah masih jabatan. Ento makrana ia tusing taén meliang pianakné susu apabuin ngenjuhin somahné pipis. Dinuju sing ngelah bekel, Kadék Iwan juari natakang lima, ngidih pipis tekén matuanné. Matuanné kaliwat sayang krana Iwan nyak nyentana tur ngemaang cucu muani. Sangkaning rasa sayang lan tresna, makejang tetagihan mantuné kaisinin. Sertifikat umah lan tanah masih kaserahang. Kadék Iwan ngancan mamiut ngulurin indria. Matoh tusing nyak maembung cenik, lawané soroh anak ngelah perusahaan muang pejabat. Paling bedik luas ngaba pipis selaé yuta rupiah. Tusing bisa ngadokang pipis, kantongné ngancan tipis. Pagelahan matuanné masih suba telah. Sertifikat umah lan tanah amah pak gadé. Genti mara anak ngalih Kadék Iwan mulihné. Utangné matumpuk. Luh Wati madalem somahné krana tusing bani mulih. Kéto masih madalem reramanné krana ngemasin sakit minehang mayahin utang mantunné. Madalem masih pianakné, kapah nepukin bapa tur tamis-tamis sing ngelah sekaya. Krana pagelah pekak lan mbahné suba malunan telahanga tekén bapanné. Enem sasih lebih Kadék Iwan ilang. Enem sasih lebih masih tusing taén ngayahang adat di banjar. Manut pararem, enem sasih tusing ngayah tur tusing karuan dija jenek, kapalasang olih banjar. Kadék Iwan lan Luh Wati kaceraiang pararem. Bapanné Luh Wati nungkasin pararemé ento. Pararem ento orahanga tusing adung tekéning hukum positif di Indonésia. Bapanné Luh Wati negesang adat tusing dadi masahang anak makurenan, sajaba Pengadilan
Ampakang Tiang Kori, Bli I Madé Sugianto Negeri ané dadi mutus anak makurenan. Apabuin pianak mantunné paturu tresna kapitresnain. Ia mapinunas buut di pakubon sangkaning tusing ngenah ngayah salami enem sasih, tusing kadadiang bantang malasang krama makurenan. “Pararem punika sampun kuno, patut turéksain malih!” pinunas bapanné Luh Wati kala paruman adat. Maadan idup di banjar, rwa bhineda masikian. Ada suka, ada duka. Ada anak demen, ada masih ané iri. Ané tusing demen tekéning kulawargané Luh Wati masuryak apang manggala adat ngamargiang awig. Uling pidan suba awigé mamargi, tusing taén ada santulan. Mara jani ada ané nungkasin. Kramané mapangapti apang manggala tusing mabinaan nyalanang awig. “Yén bani lémpas, sepékang!” kéto raos sinalih tunggil krama ané negak di bucu. Kramané surak siu, setuju. Kalintang dharma, yadiastun jekjek pejunina tekéning mantunné, rasa sayangné tusing ilang. Ia las kilangan umah tanah, nanging tusing las yéning pianak lan mantuné kapalasang. Parilaksana usak enu dadi benahin, paturu mulat sarira apang éling dadi
manusa. Mantuné usak buka kéto, masih sangkaning déwékné ané setata ngisinin tetagihané. Makejang ajak pelih, tusing patut saling pelihang. Makejang apang paturu nyiksik bulu. Ento ané makada reramanné Kadék Iwan bagia ngelah warang polos buka kéto. Tusing melihang mantu. Sawalikné tetep ngelah tanggungjawab pacang mélanin mantu, apang kulawargané buin raket. Sang mawarang saling tulung ngalihin Kadék Iwan ané ilang. Pangaptiné apang énggal mulih, da minehang utang krana makejang suba mabayah. Mileh suba nakonang. Timpal paturu bebotoh masih kaplalinin, tusing ada ngaku nawang, maimbuh nyambatang suba makelo Kadék Iwan tusing luas ka tajen. Makadadua mémé bapanné cumpu ngidih tulung ka polisi. Tusing makeloné Kadék Iwan mulih nelokin pianak lan somahné. Nadaksara rasa bagia dadi lara. Ia ngajakin cerai. Luh Wati kapaksa apang néken surat cerai. Sangkaning katulak, Kadék Iwan mamedih lantas magedi. Mémé bapanné ngénggalang nyagjagin krana ningeh pianak lan cucunné ngeling geronggerong. Luh Wati nyambatang tekén
reramané yéning Kadék Iwan ngajakin palas makurenan. Sebet atin reramané, nanging tetep nupdupang pianakné apang tusing kaliwat sedih. “Nas kléng, jekjek pejunina asané tendasé. Umah, tanah, pipis, suba serahang jani ngéndah tingkahné,” ngretek gigin bapanné nanggehang sebet. Petengé ento Kadék Iwan mulih bajangné. Liang reramané nepukin pianakné ané makelo ilang. Pianak ané sanget tresnasihina. Uling cerik sanget kasayangang. Ulian sayang, nagih nyentana masih baanga. Manut reramané, nyentana ento pahlawan, krana nulungin kulawarga apang tusing kaputungan. Bapanné tusing lagas nakonang kija dogén pianakné ilang. Ané penting suba mulih tur inget pianak somah ento kaaptiang. “Pa, tiang dot cerai. Tulungin jep!” ucap Kadék Iwan dugas negak di jinengé ajak mémé bapanné. Buka sander krébék asananga kupingné ningehang raos pianakné. Sing madaya nyang lad, yéning pianakné ngelah papineh palas makurenan. Yén kéto sayang somah lan matuané, kadirasa tusing ada kuangan. Dija buin ngalih somah lan matua polos. Umah tanah suba adep, pantesné mulih ngidih pelih, boya mulih ngajakin cerai. Méménné ngeling ningehang tetagihan pianakné. Marawat-rawat cucunné tusing ngelah bapa. Marawat-rawat Luh Wati ngupapira pianakné padidian. Mantu ané polos tur jegég. Yadiastun ngelah, tusing lebian tingkah. Bisa masih ngajiang rerama muang matua. “Kal bapa nengil. Kal mémé ngeling? Cang ba med ngantén, dot cerai!” Bapanné mautsaha nuturin Kadék Iwan apang papinehné enteg, apang inget ngelah pianak somah. Kéto masih apang inget swadharma dadi rerama ngupapira pianak somah kéto masih ngrunguang matua. Bapanné nuturang, kulawargané Luh Wati kalintang dharma. Yadiastun kasugihané telah kaporotin, olas asihé tusing rered. “Pantesné cening ngaturang paramasuksma tekéning matua. Yadiastun jelé solahé enu kaangkenin pianak. Aget cening tusing katundung uling umahé ditu, sawalikné lemah peteng bapa ajak matuan ceningé mautsaha ngalih-ngalihin cening. Dija kal pejang tresnan anak tua?” kéto bapanné nuturin. “Siep!” kéto pasautné Kadék Iwan bangras. Ningeh reramané kadengkik, Wayan Budi nyagjagin ka jinengé. Mauled basangné nepukin adiné ané degag tekén rerama. Ngancan grimutan krana ngelah adi tusing rungu tekéning pianak somah. Tusing ngelah tanggungjawab. Tusing misi ngraos, Wayan Budi mancut baong bajun adiné tur ngedeng Kadék Budi ka sisi. Aluh baana ngedeng adiné krana Wayan Budi mula situh lan gedé ganggas. Makraik ngeling mémé bapanné nepukin pianakné matungkas. Nanging pangidih reramané tusing karunguang. Kadék Iwan kakedeng kanti kawangan, koriné kaubetang. Gelar gelur Kadék Iwan nagih mulihné. Koriné suba kasereg. Ngancan sedih mémé bapanné ningehang pangidih pianakné, ‘ampakang tiang kori, bli!’ -0-
I Wayan Dika
Satua
Nguwah Carik Dados Genah Wisata
Mén Cekepel (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (II) JANI caritayang Mén Cekepel mulih uli tukadé, satekedné jumah lantas dapetanga ketungané nungkayak. Lantas ia ngeling jerit-jerit sedih mangilgilang, baan panakné bakatanga baan raksasané. Sedek ngeling Mén Cekepel, dadi ada laut bikul ningeh tur paekina Mén Cekepel saha ia matakon, “Apa krana Mén Cekepel ngeling sedih buka kéné?” Ditu Mén Cekepel nuturang tekén I Bikul solah panakné cerik juanga baan raksasané. Lantas Mén Cekepel mamunyi tekén bikulé ento, “Inggih Jero Ketut Bikul, yening sida antuk Jeroné ngrereh panak tiangé, tiang sanggup ngupahin Jeroné pantun asambi. Jeroné sampun ngodagang sambin tiangé.” Ditu lantas I Bikul masanggup tur ia nangguhang awak nu ngalih kanti. Prajani lantas I Bikul majalan ngalih saing tur ia matepuk ajaka I Meong. Satepukné I Bikul ajak I Meong, I Bikul lantas ngaksama apang I Meong suud gedeg tekén I Bikul tur tuturanga kabutané lakar nulungin I Mén Cekepel krana kéto awakné bakal makatang upah. Ditu I Meong masanggup, nanging buin I Meong ngajakin ngalih kanti. Tondén pegat raos I Bikulé ajaka I Meong, laut teka lantas I Kedis Crukcuk miwah I Tambulilingan. Ditu lantas kaukina baan I Bikul ajak I Meong tur buin I Bikul nuturang buka raos ané patuh tekén I Kedis Crukcuk miwah I Tambulilingan. Ditu lantas ia pada sanggup, reh bakal makatang upah. Gelisang satua, makapatpat majalan jani ngungsi umah raksasané ané mlaibang panak Mén Cekepelé. Dadi satekedné di jumah raksasané, ditu dingeha pada ramé-ramé ngaé basa-basa i raksasané ajak timpal-timpalné. Nglaut dogén I Bikul macelep mulihan ajaka patpat sig pakarangan raksasané. Ditu lantas I Bikul matakon teken raksasané, “Napi karyanin kaki teka rames gati munyin talenan kakiné pada?” (Masambung)
MADUÉ pauningan indik tetanduran sekar pamuput ngawinang I Wayan Dika nguwah cariknyané manados genah “wisata edukasi”. Ipun nandur makudang-kudang soroh sekar mawarnawarni ring carik sané sampun nénten produktif, santukan wantah ngandelang sabeh mangda prasida nandur pantun. Ring carik sane jumbarnyane 35 are punika, ipun nandur sarwa sekar sané kapadonang sareng pirantipiranti saking olah kreatif sané kakaryanin. Satios pinaka genah wisata sinambi malajah, makudang-kudang soroh sekar sané mentik irika ketah kadadosang genah selfi. Ring utsaha sané kawangun inucap, pangawit Wayan Dika nandur makudang-kudang soroh sekar potong sané kaadol ka toko-toko bunga miwah hotel. “Saking utsaha punika, akéh sané nguratiang. Panampén krama taler becik, pamekas para yowana milenial. Punika ngawinang tiang nadosang genah inucap pinaka genah wisata,” tutur ipun. Satios punika, ipun taler ketah rauh ka toko bunga taler hotel nyelehin sekar napi sané pinih kasenengin. Saking irika kauningin yéning sekar matahari sané pinih kasenengin taler pinih lais. Santukan punika Wayan Dika nandur sekar matahari. “Sangkaning unik, akéh para yowana sané magumana rauh mangda polih selfi ring taman
tiangé,” weweh lanang sané embas ring Batannyuh, 6 Mei 1970 puniki makenyem. Sangkaning akéh krama sané rauh, carik sané kauwah dados genah pariwisata mawit warsa 2018 lintang puniki kawastanin “Belayu Florist”. Belayu Florist puniki magenah ring margi jurusan Denpasar – Monumen Candi Pahlawan Margarana miwah jurusan ka objek wisata Jatiluwih, mawinan dangan karuruh. Kawéntenan Belayu Florist puniki kadadosang genah malajah santukan alit-alit sané rauh kawéhin pauningan indik sarwa sekar sané wénten irika. Para krama sané rauh pinih kapertama pacang nglintangin candi sané “unik” sané kakaryanin antuk barang bekas minakadi; kayu, ban montor, tiing, miwah kuskusan. Candi inucap kaiasin antuk sarwa sekar mawarna-warni sané kakaryanin saking plastik. Ring tengahing taman wénten margi alit taler iasan tiing sané ngulangunin mawinan becik kadadosang genah mapoto. Irika wénten sekar miano, kana, matahari, sedap malam, sekar zenia, celosia sané mawarna barak taler kuning. “Tiang taler nyayagayang balé sakapat pinaka genah mararian,” weweh lanang sané meneng ring Dusun Batannyuh Kelod, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan puniki. Satios sekar sané kacarca i wawu, wénten t aler sekar celosia mawarna tangi taler sekar gumitir. Soroh sekar-sekar inucap becik pisan. Soroh sekar inucap sané kawedar majeng alit-alit sané rauh mawinan prasida ngwewehin pauningan alit-alité indik sarwa sekar sané wénten irika. “Tiang seneng ngupapira taman puniki. Satios ngemit palemahan mangda sayan asri, taler prasida ngepah pauningan indik sekar majeng alit-alit sané rauh. Punika sané ngawinang liang, satios pinaka genah tiang ngruruh pangupajiwa,” ipun makenyem. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 1.eynÓekocp/, Yén ta kocap,
k(yenr&b)ski;,
karyané ring Besakih, epoli;gl;, polih galah,
\tur*pk)2m/,
ngaturang pakelem, mg)n;r&pus(tsik/,
magenah ring Pusar Tasik, r&puck&gunu*Águ*,
ring Pucaking Gunung Agung, winhê±ecokÞim\ir&,
Winahyu Cokli mangiring, t2(\ur;sib)tn/,
taler Ngurah Sibetan, prhenoemsum\á¡p/,
para anomé sumanggup, munÑ¡tæirnÓihupkr,
mundut piranti upakara, b)bnÓ)nn/,
bebantenan, pk)2emwnÓ;kmã&,
pakelemé wantah kambing, kdnÑnåenÓosÐpuck/.
kadandan ngantos ka pucak.
Saking Langit Bali Rejang Dauh Tukad malingsé kayun labuh ning mandulamé ruruh mangédanin unteng sekar gadung ngoregang tuas asoka ratna madu juru kidung lemah manyurat-nyurat kadi wus magérét kaninin sekar mayang Nengah Patra
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
Apresiasi
8
Enam Sajak I Wayan Esa Bhaskara
Munduk
sepasang nada iringi degup dada sedang aroma telanjangi sisa-sisa
kata dan puisi telah tumbuh di dahan, rimbun pohon kopi barangkali kenangan asing buat tersedak
sebab yang dihembuskan mentari pagi itu telah diberkati dewi danau
irama apakah kemudian mengalir lewat urat nadi kita?
pada notasi yang susah dihafal kita belajar meramu cinta
bilamana hantu air dan tetiba lengking anjing memenuhi desa maka rahasia ditanam bersama darah sejarah terus setia pada arah
Lembu Hitam di Jalan Thamrin Masih begitu pagi dingin menyelimuti gundah hati dilatari lagu nyiur depan puri Begitu ampuh mengurai air mata sejak pagi-pagi sebelumnya Seekor lembu hitam di halaman pelupuk mata mereka melihatnya menyala rindu dari masa lalu Ingatan kisah senyum indah semacam puisi rekah Mengantar orang-orang menuju istana jiwa tempat kelak menyimpan kehidupan masa depan
adakah yang lebih indah dari mencintaimu? adalah keabadian bersetubuh denganmu Ketut Sugiartha
sepasang mata saling mengintip entah siapa entah untuk apa mereka tampak akrab, atau saling curiga, atau saling tanya? ribuan pasang mata termasuk mata-mata bertukar tatap bertukar kecap dalam secangkir kopi dalam segelas susu di sebuah meja kecil di kantin itu sepasang mata saling mengimpit entah dimulai siapa entah karena apa
Menyeduh Hari sudah senja jangan biarkan sungai kecil membelah pipinya
Upacara Minum Kopi hujan belum juga reda angin sejuk merasuk jiwa jelaga petang mulai datang pelan-pelan aroma kopi mengetuk hati hunus pori-pori lahir dialog air dan gula-gula yang meluluh adakah kau mendengarnya? matanya bercahaya ketika stoples rumah koloninya melahirkan percakapan tergesa biarlah ritual bermula
Ke arah matahari ke arah dunia rumah beribu kunang-kunang
Berbisik pada Kematian
Mencintaimu
Di Kantin
Peramu Nada
jika kau ingin datanglah!
Minggu Pon, 28 April 2019
apalagi hanya karena sepotong puisi penyair pujaan seduh saja pagi kala biasa dengan kadar seharusnya hiruplah kemudian sebab ia mengajarkan harapan meski dalam panas luruh luluh
Melepas kesenangan Melepas penderitaan Balutan kematian Tinggallah pujian Tinggallah hinaan Terkubur dalam kenangan I Gede Suwartama
Menanti Koran Pagi menanti koran pagi seperti merindu kekasih Ketut Sugiartha
Jejak Subuh Pesisir
Mengenangmu dalam sepekan ini langit tiris tak henti merontokkan berlaksa bunga kabut ke bumi saat kubentang selimut fuji ke dinding kamar dinginmenepi mengenangmu adalah puisi sunyi tak bertepi telah berlalu seribu musim masihkah kau sembunyi di balik rimbun kebun salaknan sunyi mengenangmu hari ini ke bukit putung aku berlari menggapai bayangmu berdiri terbungkus sayap halimun dingin di ketinggian ngarai terlalu indah dieja dengan kata untuk kujadikan larik puisi cinta tapi terlalu pahit untuk dikenang sebagai sejarah karena hanya menyisakan luka
sebab ia selalu mengajarkan cara menghayati wangi matahari
Sekujur tubuh terlentang Menunggu doa-doa Di antara tangisan orang-orang tercinta
Sang penjaga hari menjamah perlahan Tak kasat menyelinap Menggerayang selimut pasir Tubuh-tubuh di pesisir Katang-katang rimbun Berkerudung sekujur embun Memeluk erat pertiwi Bersama dingin menunggu pagi Selimut malam masih setia Enggan melepas sahabat gelapnya Yang dijemput nyanyian camar Entah di mana menyamar Pasir hitam berkeming Melepas kepergian hening Kerikil bersorak Menopang pijak-pijak Pundak yang penuh beban Satu persatu datang melambai Pada sobat di kedalaman Sembunyi di balik damai
Ketut Sugiartha
I Gede Suwartama
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Windhu Segara
I Wayan Nuriarta
dr. Ketut Ngurah
Fotografi
Wildlife Photography
”Berburu” Satwa Liar di Habitat Alaminya
Burung Pemakan Bangkai karya John Hantoro Pudjoko WILDLIFE photography merupakan genre fotografi yang khusus mengabadikan kehidupan berbagai satwa liar di habitat alaminya. Tentunya, genre fotografi satu ini sangat menantang karena fotografer dituntut memiliki keberanian “berjumpa” dengan berbagai satwa liar langsung di habitat alaminya. Tidak sedikit dari satwa liar itu merupakan satwa yang sangat berbahaya dan merupakan predator atau satwa pemangsa yang menempati posisi puncak dalam piramida makanan seperti singa, harimau dan sebagainya. Selain berisiko tinggi, seorang wildlife photographer juga wajib memiliki pengetahuan tentang kebiasaan dan tingkah laku dari satwa liar yang menjadi target “buruannya”. Dengan berbekal pengetahuan tersebut, fotografer akan bisa memprediksikan aktivitas harian dari satwa-satwa liar itu sekaligus memiliki peluang yang lebih besar untuk “menangkap” momen-momen yang menakjubkan. Tertarik untuk “berburu”
satwa liar di habitat alaminya? Berikut tips praktis dari John Hantoro Pudjoko, salah seorang fotografer Indonesia yang sempat melakukan “perburuan” di Masai Mara National Reserve di Kenya, Afrika.
Menurut John Hantoro Pudjoko, untuk mendapatkan foto-foto yang menakjubkan dalam memotret satwa liar, harus didukung dengan peralatan-peralatan yang mendukung. Mayoritas satwa di alam liar sangat sulit didekati, sehingga keberadaan lensa telephoto (100-400mm) bahkan lensa super telephoto (800mm) bersifat wajib. Dengan begitu, fotografer bisa mengabadikan aktivitas satwa liar itu dari jarak yang jauh sehingga kehadirannya tidak membuat satwa liar tersebut merasa terganggu. Tidak sedikit dari satwa liar itu memiliki karakter yang sangat agresif dan tidak segan-segan akan menyerang jika merasa terganggu maupun terancam. Ingat, faktor keselamatan diri merupakan hal yang utama. Momen Menakjubkan Selain peralatan yang mendukung, penguasaan teknik fotografi yang baik juga merupakan hal mutlak dalam wildlife photography. Sebab, kita akan
Keluarga Singa karya John Hantoro Pudjoko
Giraffe Family, karya John Hantoro Pudjoko cenderung memotret objek yang pergerakannya sangat cepat. Momen-momen menakjubkan yang diperagakan satwa liar tersebut seperti momen menangkap mangsa, bertarung dan momen-momen fotogenik lainnya biasanya hanya berlangsung sekejap. Tidak lebih dari hitungan lima sampai 20 detik. Jadi, fotografer harus memahami pengaturan kamera dan pemilihan lensa yang tepat sehingga tidak sampai kehilangan momen menakjudkan tersebut. “Tidak ada pilihan lain, kita wajib menggunakan mode continuous shooting atau burst sehingga kita tidak sampai kehilangan kesempatan untuk merekam momen-momen menakjubkan yang berlangsung dengan sangat cepat tersebut. Ingat, momen adalah segala-galanya dalam wildlife photography. Adegan singa menangkap mangsa, misalnya, mungkin hanya bisa kita temukan satu kali saja selama hunting. Jika momen itu sampai terlewatkan, berarti kita sudah
menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut,” kata John Hantoro Pudjoko mengingatkan. Dalam pemotretan wildlife photography, kata John Hantoro Pudjoko, kita akan dihadapkan dengan kondisi alam dan tingkah
laku satwa liar yang tidak bisa ditebak untuk mendapatkan momen yang menarik. Oleh karena itu, faktor kesabaran di sini sangat diuji. Saat hunting, kita tidak serta-merta akan bertemu satwa liar dengan aktivitas-aktivitas yang menarik untuk difoto. Namun, kita dituntut sabar dan sabar untuk mengintai pola tingkah laku satwa liar kemudian menekan shutter kamera begitu mereka melakukan aktivitas-aktivitas yang menakjubkan. “Intinya, kesabaran untuk menunggu momenmomen menarik itu merupakan hal yang mutlak dalam wildlife photography. Untuk mendapatkan satu saja momen yang menarik, bisa saja kita harus menunggu selama berjam-jam. Makanya, di sinilah pentingnya kita memiliki pengetahuan tentang tingkah laku satwa liar yang jadi target bidikan kamera sehingga lebih memudahkan kita melakukan eksekusi. Kesabaran adalah kunci keberhasilan dalam wildlife photography,” tegasnya. (ian)
Antilope Group karya John Hantoro Pudjoko
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 28 April 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr: FO,HK,Serabutan.Puri Asih Hotel,Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
B.BP.001.04.19.0001031
Cr Sales&Sopir&Staff L/P Bt.Bidak 29A Kerobokan 087702595858
B.BP.001.04.19.0001029
Dcr Bartender dg Skill Barista Bhs Inggris sistem pos min 2th pengalaman Hub 0361-750541
B.BP.154.04.19.0001035
Dcr PRT Wanita Jl.Kenyeri III No.19 Hub.085792592180
Dcr Urgent House Keeping (basic English) & Asst Villa Manager Hub: Agung 082146584344 or agung@balimanagement.villas B.BP.821.04.19.0000991
Dibutuhkan Acc, Administrasi & Tukang Potong Berpengalaman utk Garment Hub.081338578833 B.BP.001.04.19.0001023
Dicari karyawati yang dapat mengoperasikan komputer. Hub.087861247337 B.BP.001.04.19.0001020
Dcr Tukang Masak Masakan Bali (Ayam)Lok.Kesambi,082147025519
Dicr Sgr Sales Marketing Tiki & Sopir Jln.Letda Regug No.1 Dps.Hubungi Hp/WA:08123933318
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
B.BP.001.04.19.0001021
B.BP.001.04.19.0000595
Furniture & Sourching Campany looking for a secretary,experience required,Fluent English (Written & spoken) Computer skills(Microsoft Office,internet)Good communication&coreespondence.Salary 4.5/5 Million Please Submit your CV at info@balihomeinterior.com B.BP.004.04.19.0000952
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.001.04.19.0000932
G.01
BIRO JASA
Looking for Balinese Male Staff for Int’l Property Agency, to search for land. Good English, basic comp. Able to drive car. Send CV to ebenyamin@exotiq.com or call:081558002553 B.BP.004.04.19.0001006
Perusahaan Jaskon memerlukan Quantity Surveyor S1/D4 Teknik Sipil Peng.Min1th 081936256259 astina28@yahoo.com B.BP.001.04.19.0001025
Luxurious villa located in Petitenget is looking a chef for 2 villas / 10 bedrooms (adults&children).Also good at making typical Bali desserts Please Call:085935289149 B.BP.004.04.19.0000777
DIJUAL MOBIL SUZUKI
AlNew Splas manual Th2013Hitam sptbaru H .081238169620 pribadi B.BP.001.04.19.0001036
Perusahaan Swasta Nasional Bth Staf Keuangan Wnt 20-25th min S1,Krm ke PO Box 2048 Kuta
Avanza 1.5 Veloz AT th 2014 hitam tangan 1 Hp.087862270180
B.BP.001.04.19.0000972
B.BP.001.04.19.0001017
DIJUAL MOBIL
TOYOTA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272
B.BP.164.04.19.0001002
Dijual Rumah di Jl.Griya Loka DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.04.19.0000550
B.BP.004.04.19.0000943
Djl Tnh T.Badung,Umalas,Sunset Road Jl.Ratna H.08123940424/TP B.BP.001.03.19.0000494
Djl Rmh Lt2 Lok Jl.Kebo Iwa Dps Gg.Tegal Indah 6,087855043365
KEHILANGAN
PROPERTY
BPKB No.K01206467-ODK6483AX An.A.A.Ayu Marhaendrawati
B.BP.001.04.19.0001022
DIJUAL TANAH
2,5are Jl.Nagasari Penatih,Lbr Jl 5M,Dkt Jl.Raya,085101512575
B.BP.001.04.19.0001037
B.BP.001.04.19.0001016
Hlg Surat IMB Nomor: 1365 Th 2004 an.I Nengah Serianta B.BP.001.04.19.0000969
10
Minggu Pon, 28 April 2019
Mendatar: 1. Adalah marga mandailing ompung 5. Pempek yang diberi kuah 8. Terpa ; Lompat hendak menerkam 10. Mempelajari tentang ketuaan 11. Jangkar 13. Rongga yang terlingkung oleh bidang-bidang 14. Mencap ; Menyegel (Jepang) 16. Bawah (Bali) 18. Salah satu zodiac 19. Bapak rohani dari banyak orang 22. Belum berpengalaman ; Muda sekali 25. Rancangan undang-undang 26. Jangan (Bali) 28. Keputusan/Perintah yang dikeluarkan oleh kepala negara 29. Ampunan 30. Dengan Ibu Kota Pekanbaru 32. Pencuci perut ; Urus-urus 33. Musuh 34. Pohon yang semua bagian-bagian pohon itu bermanfaat 35. Dibalik ; Acara di TV swasta nasional, menyajikan karya-karya kreatif, keindahan dan kekayaan budaya Indonesia
Mual Muntah Biasa atau Luar Biasa?
MUAL muntah adalah salah satu gejala atau tanda dari gangguan pada saluran pencernaan yang bukan penyakit. Gambaran klinik ini tidak spesifik ada pada satu penyakit, bisa merupakan suatu kondisi normal atau abnormal. Hal ini dapat di inisiasi oleh adanya gangguan pada organ tubuh tertentu yang memicu gangguan saluran pencernaan ditandai mual muntah. Fenomena mual dan muntah pada kehamilan umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan (0-13 minggu), ini adalah hal biasa akibat dari adanya perubahan hormonal dalam tubuh ibu hamil (bumil). Perubahan ini sebenarnya bermaksud baik agar kondisi kehamilan menjadi kuat, karena di saat usia kehamilan belum mencapai 16 minggu, plasenta (ari-ari) belum berfungsi dengan baik untuk mempertahankan kehamilan, maka tubuh mengganti perannya dengan meningkatkan kadar hormon beta HCG (human chorionic gonadotropin), namun pada sebagian bumil peningkatan hormon ini dapat memicu mual dan muntah (sekitar 50%). Kehamilan mesti disertai mual dan/atau muntah. Mual muntah bisa sebagai suatu yang biasa, sepanjang bumil masih dapat makan, minum, dan cukup istirahat, namun jika mual dan muntah ini mengakibatkan bumil sama sekali tidak dapat makan, minum, bahkan beristirahat, tampak tanda-tanda kekurangan carian tubuh (dehidrasi), demam, urin jumlah sedikit dengan warna pekat, maka ini luar biasa mesti segera dirawat di rumah sakit/puskesmas untuk mendapatkan terapi cairan pengganti, obat penekan mual dan muntah sehingga bumil dapat makan dan minum. Bumil mesti makan, minum, istirahat seperti layaknya sewaktu tidak hamil, karena nutrisi/gizi penting selama kehamilan, juga sebagai penentu kesehatan ibu dan janin di saat mana proses pertumbuhan otak dan sel tubuh lain janin terjadi sangat pesat. Jika kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan janin gagal tumbuh, keguguran, gangguan kecerdasan dan tumbuh kembang, berat badan lahir rendah, bahkan memicu terjadinya penyakit tidak menular (PTM; hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes, obesitas). Mengingat ketidak mampuan makan dan minum selama kehamilan, berdampak pada kekurangan cairan tubuh dan kerusakan organ tubuh lain (ginjal, otak, dll), bahkan kematian. Mual dan muntah hebat selama kehamilan awal diistilahkan sebagai hypereme-
sis gravidarum. Mual dan muntah terkesan suatu hal yang sepele, padahal dengan tidak makan, tidak minum bisa fatal, apalagi terjadi selama kehamilan. Kekurangan makan mungkin masih bisa ditahan, namun jika tubuh kekurangan cairan (air) akan rusak, karena 70 persen tubuh manusia terdiri atas air. Bumil wajib terus mengkonsumsi makanan yang diperlukan tidak saja untuk tumbuh kembang janin, juga menjaga kesehatan bumil. Solusi sederhana yang dapat dilakukan jika bumil memiliki mual dan muntah selama kehamilan awal, konsumsilah secangkir teh manis, ditambah 2 potong biscuit setiap kali bangun tidur di pagi hari sebelum beraktivitas, ini akan sangat mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan obat anti mual dan muntah jika diperlukan. Pengaruh hormon selama kehamilan awalusia 0-16 minggu (4 bulan pertama) mengakibatkan mual dan muntah. Jika mual dan muntah berlanjut lebih dari masa itu, maka kemungkinan sumbernya bukan hormon kehamilan, biasanya berkaitan dengan keluhan atau penyakit yang diderita bumil, seperti: gastritis/penya-
kit lambung (maag), gangguan keseimbangan. Mewaspadai mual dan muntah sangat penting, karena bisamenjadi hal biasa juga luar biasa. Pemeriksaan kehamilan di tahap awal tidak saja untuk memeriksa ibu secara tubuh fisik, psikis, interaksi sosial juga menskrining paparan penyakit ibu yang dapat ditularkan dari ibu ke janin, seperti: sakit hati (hepatitis), Human Immunodefisiensi Virus (HIV/AIDS), thalassemia (kanker darah). Pemeriksaan laboratorium: darah lengkap, urin lengkap, HBsAG, anti HIV, golongan darah, gula darah, penyakit infeksi menular seksual lainnya (IMS) bertujuan mencegah dan mengantisipasi penularan penyakit ibu ke janin. Pemeriksaan kehamilan (ante natal care/ANC) yang teratur sangat diperlukan untuk memantau kesehatan bumil secara paripurna (fisik, psikis, sosial, spiritual) dan mendeteksi kemungkinan penyakit pada ibu yang dapat ditularkan ke janin. Ketika bumil sudah teratur memeriksakan kehamilan, mual dan muntah terdeteksi gejala umumnya teratasi. Jadi mual dan muntah jangan diremehkan dan jangan diabaikan, apalagi dalam kondisi hamil. Semoga bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K., M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincangbincang Medis
Menurun: 1. Pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam pendirian kerajaan majapahit 2. Takut berlebih-lebihan terhadap kematian 3. Biasa dibawa bila ke pasar 4. Perusahaan besar yang bergerak di banyak bidang yang terletak di Cililitan, Jatim. 5. Seorang pemburu dalam cerita karangan Empu Tanakung 6. Menyenangi 7. Tahu ; Hirau (Bali) 9. Ultrasonografi 12. Objek terbang tak dikenal 15. Hati batang pisang 16. HP canggih dan pintar 17. Imbalan 20. Kesini (Jawa) 21. Angin topan (Inggris) 23. Pustaka Sanata Dharma 24. Penghargaan untuk kota kabupaten bersih dan tertata 27. Pendakwah 29. Saya ; Aku 30. Ombak kecil 31. Dengan syarat ; Pokoknya ; Bermula dari
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 396 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 4 Mei 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 12 Mei 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 394 Mendatar: 1. KADO 3. BOKAP 5. TUNA 7. RIO 8. RUE 9. NIAT 11. PLANO 13. NAAS 14. KARE 15. ENE 16. EBAH 18. LARANGAN 20. TAR 21. DIA 22. RESPEK 26. RAMSES 30. EKS
31. LOL 32. ISTANBUL 34. RODA 35. EAT 36. KIUL 38. KLIP 39. BESUS 40. FILM 41. AVA 42. ICU 43. SAUS 44. KECAK 45. KLAN Menurun: 1. KANSELIR 2. ORTA 3. BOPENG
4. PROLETAR 5. TENTERAM 6. ABSAH 10. AKTRIS 12. APENDISITIS 17. ACNE 19. N Y E ( N Y E NYE) 23. ENTO 24. PELASPAS 25. KELEMBAK 27. AGA 28. SUBALI 29. SULAIMAN 33. TOKSIK 34. RAKUS 37. UFUK
Pemenang TTS No. 394 1. Ni Putu Indah Setia Dewi Jl.Kayuambua, Desa Tiga, Kec.Susut, Kab. Bangli (HP:089-690-824-XXX) 2. Ni Made Asrami Br.Panglan, Desa Kapal, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:085-337-030-XXX) 3. I Ketut Sudiarsana Jl.Tunjung Tangi, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-337-330-XXX) 4. Ade Dwipayana Jl.Kecak No.12, Gatot Subroto Timur, Denpasar (HP:081-741-912-XXX) 5. I Komang Adiarsana Br.Sembung, Desa Tembok, Kec.Tejakula, Kab.Buleleng (HP:085-237-619-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: I Gusti Ayu Puspitasari
Alamat: Jl.A.Yani, Lingk.Galiran, Subagan, Kab.Karangasem (HP:087-762-744-XXX)
Minggu Pon, 28 April 2019
CAZADORES LUNA - Di perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada, matahari terbit seperti ini, tampaknya seperti ada dua matahari, padahal yang satu adalah matahari, yang lain adalah bulan. Fenomena ini dikenal dengan nama ‘’Cazadores Luna’’ (Pemburu Bulan). Fenomena ini terjadi ketika bumi berubah porosnya. Matahari dan bulan muncul bersamaan, dan bulan memantulkan cahaya matahari dengan intensitas yang sangat tinggi hingga tampak seperti matahari kedua.
Terkait Kasus Mantan Ketum PPP Romi
Gubernur Khofifah Diperiksa KPK 1,5 Jam di Polda Jatim
Surabaya (Bali Post) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di Mapolda Jatim, Jumat (26/4). Khofifah membenarkan ia menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur, Jumat (26/4) pagi. Dirinya mengaku tiba di Mapolda pagi sekitar pukul 10.00 WIB. ‘’Seluruh proses dari mulai ngisi data sampai tanda tangan BAP berjalan 1,5 jam,’’ ujarnya. Ia tak menyebutkan berapa banyak pertanyaan yang diajukan KPK terhadapnya terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. Namun, ia mengakui apa yang dibahas tidak menjurus seperti klarifikasi. Pertanyaanpertanyaan mendasar tentang Romahurmuziy, mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim Haris Hasanudin, dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. ‘’Saya dimintai keterangan saksi untuk Pak Romy, Pak Haris dan Pak Muafaq. Enggak
sejauh itulah (klarifikasi),’’ ujar Khofifah. Dalam pemeriksaan, ia dimintai keterangan sebagai saksi ada sejumlah jenis pertanyaan. Selain lisan juga ada beberapa yang tertulis yang semuanya harus diisi detail oleh Khofifah. ‘’Ada yang tertulis pertanyaannya. Ada biodata, nama orangtua, nama mertua, lalu pernah menjabat apa saja, gitu aja pertanyaannya,’’ imbuh Khofifah. Menurutnya, seluruh proses pemeriksaan itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya 1,5 jam. Namun, dirinya mengaku memang lebih lama keluar dari Mapolda lantaran alasan lain yang bukan proses pemeriksaan itu. Khofifah menjelaskan, pemeriksaan berjalan baikbaik saja tidak ada ketegangan sama sekali. ‘’Ya… ditanya-tanya gitu saja,’’ katanya. Sebelumnya, kesaksian Romy saat diperiksa penyidik KPK menyebut Khofifah adalah orang yang memberikan rekomendasi Haris Hasanuddin untuk mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. ‘’Ibu Khofifah Indar
Parawansa misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelasjelas mengatakan, Mas Romi percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus,’’ ucap Romy pada 22 Maret lalu. Menurutnya, rekomendasi Haris Hasanuddin, dinilainya lumrah karena semua pejabat Kanwil pasti bersinergi dengan gubernur maupun bupati setempat. ‘’Kenapa? Karena banyak hal yang dalam posisi mereka membutuhkan sinergi dengan pemprov atau pemkab, itu biasa,’’ kata Romy. Sempat mengelak akhirnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengakui bila Gubernur Khofifah diperiksa di Polda terkait kasus mantan Ketum PPP Romy. Pemeriksaan terhadap Khofifah ini sempat mengecoh awak media yang menunggu di semua pintu gedung biasa dipakai KPK meminjam tempat pemeriksaan di Polda Jatim. Awak media menyebar di pintu utama, selatan dan utara gedung Ditreskrimsus Polda sejak pagi, namun Khofifah tak kunjung kelihatan datang. (kmb)
‘’Kami akan terus bekerja sama dengan BPPA dan otoritas lokal untuk mengatasi masalah ini,’’ tegasnya. Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga mencuit di akun Twitter resminya @ScottMorrisonPM terkait kekecewaannya karena terbitnya IMB di bekas lahan Sari Club. Ia mengatakan pemerintah Australia terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk persoalan ini. Dalam pelaksanaan peringatan Bom Bali ke-16 yang berlangsung 12 Oktober 2018, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang rutin hadir dalam peringatan Bom Bali mengaku akan ikut memperjuangkan terwujudnya Taman Perdamaian Bali. Selama ini upaya negosiasi sebetulnya sudah dilakukan dengan
komunikasi. Dia menegaskan Monumen Bom Bali atau yang dikenal dengan Ground Zero yang men jadi saksi sejarah, tetap harus dijaga dan dilestarikan. Sementara lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMB-nya untuk restoran sudah sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku. Lahan bekas Sari Club yang telah terbit IMB tersebut merupakan lahan sertifikat hak milik pribadi, sehingga pemiliknya berhak memanfaatkannya untuk berbagai usaha sepanjang sesuai dengan Perda Kabupaten Badung No. 26 Tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Badung. ‘’Kalaupun ada pihak yang bermaksud membebaskan lahan bekas Sari Club untuk pembangunan lain, tentu sangat tergantung pada pemilik lahan apakah melepas atau tidak lahannya,’’ tegasnya. (kmb27)
Minggu, 28 April 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dharma Santhi (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aerobik Dangdut Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Taman Sari TK Fajar Harapan (1) Belajar Menggambar Menggambar Kebun Kelinci
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Dharma Santhi (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Taman Sari TK Widya Insan Nugraha Taman Sari TK Radyamuna Inovator Ocydia Home Shopping
Zat-zat Beracun Apalagi, dengan memberikan makanan dan minuman berbahan herbal dapat mengikat zat-zat beracun, bahkan menetralkan zat racun tersebut, sehingga tidak mengendap menjadi batu ginjal. ‘’Bagi yang sudah menderita batu ginjal, dengan pengobatan tradisional yang menggunakan bahan-bahan herbal dapat menghaluskan batu-batu yang mengumpul pada saluran kencing dapat hanyut keluar. Itulah manfaat dari pengobatan
tradisional,’’ tandas Ida Bagus Wiryanata, Sabtu (27/4) kemarin. Meskipun pengobatan konvensional yang didukung dengan kecanggihan teknologi yang ada, pihaknya menyarankan agar pasien penyakit batu ginjal bisa mengolaborasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional. Meskipun secara matematis pengobatan tradisional jauh dibandingkan pengobatan konvensional, namun apabila dilakukan secara rutin dan sesuai aturan, maka manfaatnya jauh lebih efektif. (win)
Kopi dan Cokelat
Terus Bekerja Sama pemilik lahan eks Sari Club. Namun, harga yang diberikan disebutnya tidak masuk akal, sehingga tidak mampu dijangkau oleh Yayasan Isana Dewata. Saat masih menjabat gubernur, Mangku Pastika sudah mengimbau kepada Bupati Badung terdahulu dan sekarang agar tidak mengeluarkan izin apa pun untuk lahan tersebut. Lahan ini akan dijadikan peace park. Seperti diketahui, Sari Club adalah sebuah klub malam di Pantai Kuta, yang terletak di pusat Bom Bali 2002. Klub ini sangat terkenal bagi turis, khususnya dari Australia. Dikatakan bahwa penjaganya tak memperbolehkan warga lokal masuk, karena Sari Club memiliki tema yang sangat Western. Bupati Badung Giri Prasta langsung memberikan p e r n y a t aan terjad i m is -
Khofifah Indar Parawansa
18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali Agustin dan Yudi Kresna Indi Band Generation Irene Visitra Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Pura Dalem Setra Pikat Dawan Klungkung (2) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
Misalnya bir, kopi, cokelat, kacang-kacangan, jeruk, talas, susu kedelai, gandum, soda, ubi jalar, teh hitam, tahu, dan bayam. Di sisi lain, dokter spesialis urologi Pande Made Kardi Suneka menekankan batu ginjal juga banyak disebabkan faktor gen atau riwayat keluarga. Jika kita memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami batu ginjal atau kita sendiri pernah mengalaminya, maka risiko terkena juga lebih
besar untuk terkena penyakit yang sama. Dia mengistilahkan sudah ada pabrik batu ginjal, jika dipicu oleh makan makanan banyak mengandung asam urat akan makin cepat memproduksi batu lagi. Bagi krama Bali, dia menyarankan mengurangi makan lawar yang dibuat dari buah nangka muda. Sebab, buah nangka memicu terjadinya asam urat tinggi. Kedua, perbanyak minim air putih. Jika kurang minum air setiap hari maka risiko untuk terkena penyakit ginjal makin besar. (sue)
Berdampak Pariwisata ‘’Ini akan berdampak pada tourism, sehingga perlu adanya diplomasi. Pihak Australia, Bali, dan Badung ha-
rus duduk bersama, sehingga ada kesepakatan yang tidak merugikan para pihak. Harus ada win-win solution, jangan sampai ini menimbulkan risiko berkepanjangan untuk Badung dan Bali,’’ pungkasnya. (par)
Mudah Mengkristal Air kencing mengandung bahan-bahan terlarut yang mudah mengendap menjadi kristal kemudian memadat menjadi batu. ‘’Inilah yang disebut batu ginjal,’’ katanya. Penyebabnya antara lain karena larutan-larutan itu mengendap, kedua akibat gangguan di saluran kencing misalnya ada kelainan anatomi pada tubuh sehingga mudah mengendap. Dalam tubuh sudah ada larutan atau inhibitor yang terkandung dalam kencing yang mencegah terjadinya pengendapan. ‘’Kalau itu (larutan) kurang, gampang lagi mengendap, apalagi kalau ada cacat di saluran kencingnya. Biasanya kalau asam urat tinggi akan mengendap, kalau kalsium oksalat tinggi akan menjadi batu,’’ bebernya. Kita cenderung terkena asam urat karena genetik keturunan, seperti makan jeroan, kerang, kepiting, kaldu, burung dara yang banyak mengandung purin. Jika termasuk batu kalsium berarti penyebabnya pengendapan kalsium. ‘’Berarti asupan kalsium jangan terlalu rendah, jangan terlalu tinggi sehingga harus dalam batas konsumsi, range tertentu,’’ jelasnya. Jenis batu ginjal ada jenis batu purin, batu kalsium, batu oksalat. Namun kasus yang lebih banyak ia temui yaitu batu oksalat karena mengonsumsi garam, kalsium terlalu tinggi. Oksalat itu banyak terkandung pada kangkung dan banyak
mengonsumsi vitamin C. Cara mencegah batu ginjal, agar larutannya tidak jenuh, ia menganjurkan minum air putih yang banyak agar kencingnya encer. Pencegahan kedua yaitu kencing harus lancar dengan tidak terlalu lama duduk, olahraga yang cukup, tidak menahan-nahan kencing, apalagi jika badan gemuk. Itu membuat jalan kencing pelan sehingga larutan mengendap. Untuk memecah batu ginjal, RSUP Sanglah dan sejumlah rumah sakit swasta di Bali sudah memiliki alat ESWL generasi terbaru. ESWL untuk memecah batu dengan gelombang kejut. Memecahkan batu ini tidak cukup sekali, tetapi berkali-kali sampai batunya keluar. Pemecahan batu ginjal juga tergantung ukuran batu, kepadatan batu dan lokasi batu. Sementara pengobatan tradisional yang sedang digenjot pemerintah daerah bisa digunakan, namun dalam rangka pencegahan pembentukan batu ginjal. Misalnya minum rebusan kumis kucing dan jamu tradisional (loloh). ‘’Prinsipnya, jika ada batu enggak ada yang bisa memecahkan dengan larutan apa pun karena dia sudah memadat,’’ pungkasnya. Dikatakannya, obat tradisional hanya bersifat mencegah pengendapan, agar batu tidak membesar. Obat tradisional itu juga dikonsumsi dalam rangka merangsang orang untuk kencing, sehingga batunya terdorong keluar. Sedangkan bagi pasien yang sudah terbentuk batu namun masih rapuh, kemungkinanya bisa dikikis. (may)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Pon, 28 April 2019
Bantai Huddersfield
Liverpool Puncaki Klasemen Liverpool -
Liverpool membantai Huddersfield Town di Anfield, Sabtu (27/4) dini hari kemarin. The Reds pun kembali ke puncak klasemen sementara Premier League. Liverpool menang telak 5-0. Baru 15 detik berjalan, sudah 1-0 buat tuan rumah. Naby Keita memanfaatkan belum siapnya mental tim tamu bermain. Pria muslim asal Guinea itu mencetak gol lewat umpan Mohamed Salah. Ini merupakan gol tercepat yang dicetak Liverpool sepanjang sejarah mereka di Premier League. Gol Liverpool lainnya dicetak oleh Sadio Mane dan Mohamed Salah. Dua pemain yang juga muslim tersebut masing-masing mencetak brace. Mane pada menit ke-23 dan 66, sedangkan Salah pada menit 45+1 dan 83. Salah kini untuk sementara memimpin daftar pencetak gol Premier League dengan 21 gol. Pemain asal Mesir itu mengukir rekor apik, menjadi pemain Liverpool ketiga yang mencetak lebih dari 20 gol di Premier League dalam dua musim beruntun setelah Robbie Fowler (1994-95 dan 1995-96) dan Luis Suarez (2012-13 dan 2013-14). Juergen Klopp memuji penampilan Mohamed Salah yang mampu menjelma menjadi pencetak gol terbanyak. “Ini tahun sangat penting buat Salah setelah musim lalu. Publik bisa menilainya sendiri,” kata Klopp. “Dia tampak seperti dia ingin memecahkan rekor itu
malam ini. Karena setelah gol kedua dia seolah berkata ‘saya melawan seluruh dunia’,” imbuhnya. Selain Salah, Mane juga menempatkan dirinya sebagai pesaing dalam urusan top skor Premier League musim ini. Pemain Senegal itu sudah mengoleksi 20 gol, tepat berada di bawah Salah. Kombinasi Salah dan Mane pun membuat Liverpool menjadi klub pertama sejak 20132014 yang memiliki dua pemain mencetak 20 gol dalam satu musim. Pada 2013-2014 Liverpool juga meraih hasil serupa lewat Suarez dan Daniel Sturridge. Hasil laga tadi merupakan kemenangan ke-10 beruntun buat Liverpool di semua kompetisi, terbaik sejak Mei 2006 saat membukukan menang sebelas kali berturut-turut. Tiga poin dari Huddersfield Town membuat Liverpool mengoleksi 91 poin dari 36 pekan, memimpin dua poin
Marcus/Kevin ke Final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Wuhan – Ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjejak final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Mereka sukses melewati pasangan Jepang. Marcus/ Kevin bertanding melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada babak semifinal di
Wuhan Sport Center, Sabtu (27/4) kemarin. Kehilangan gim pertama, Marcus/Kevin bangkit dan merebut dua gim berikutnya untuk menang. Melalui pertarungan 51 menit, Marcus/Kevin lolos ke final dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-15. Dengan hasil ini, Marcus/Kevin sekaligus membalas kekalahan di
semifinal Singapura Terbuka 2019. Marcus/Kevin juga memperbaiki catatan pertemuan, di mana kini unggul 8-5 atas Kamura/Sonoda. Pada partai final nanti, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pemenang antara Kang Min Hyuk/Kim Won Ho melawan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. (ant)
BPM/kmb33
Jaime Rojas (kanan) bersama mantan pemain nasional Spanyol Daniel Guiza.
Jaime Rojas
Sukses Jadi Agen Pemain Asing Denpasar (Bali Post) – Nama Jaime Rojas sempat tenar di kalangan pecinta bola tanah air. Jaime sempat membela dua klub asal Malang yakni Arema dan Persema. Kini usai pensiun dari lapangan hijau, Jaime memilih untuk berprofesi sebagai agen pemain asing. “Saya sebenarnya memiliki lisensi kepelatihan B AFC tapi saya lebih memilih menjadi agen karena karier kepelatihan memiliki risiko yang cukup besar,” ujarnya ketika diwawancarai, Sabtu (27/4) kemarin. Ayah dari Maximo Rojas ini menjelaskan bahwa kebutuhan klub terhadap pemain asing sangatlah tinggi, maka dia ingin memanfaatkan peluang itu. “Di semua liga di Asia Tenggara, pemain asing selalu dicari. Bahkan di Indonesia 1 klub bisa memakai 4 pemain asing, jadi kebutuhannya sangat tinggi,” kata Jaime. Beberapa pemain yang pernah didatangkannya ke Indonesia di antaranya adalah Esteban Viscara dan Gustavo Lopes. Namun belakangan Jaime lebih fokus ke Liga Malaysia. “Saya bukannya tidak ingin membawa pemain asing berkualitas ke Indonesia, namun ada beberapa pengalaman buruk yang menimpa pemain asing sehingga saya berpikir dua kali untuk membawa pemain,” terang pria kelahiran Chile ini. Meski demikian, Jaime menilai sepak bola tanah air memiliki potensi untuk berkembang asal profensionalitas ditingkatkan. Selain itu, sepak bola usia dini harus lebih diperhatikan. “Banyak pemain muda potensial ada di Indonesia. Pemerintah dan PSSI harus lebih memperhatikan bibit-bibit muda yang ada di seluruh negeri,” tutupnya. (kmb33)
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.
BPM/ant
dari Manchester City yang baru melakoni 35 pertandingan. Secara tradisi, 91 poin akan cukup membawa Liverpool menjadi juara. Namun Salah cs masih bersaing dengan rival terdekatnya, Manchester City yang cuma berjarak dua poin, dan baru akan bertanding malam nanti. Persaingan kedua tim diyakini akan berjalan sam-
pai pekan terakhir. “Kami harus melakukan pekerjaan kami dan memenangkan pertandingan. Memiliki 91 poin adalah luar biasa dan kami harus menandai hari itu karena itu tidak terjadi setiap tahun. Para pemain telah melakukan segala yang mungkin untuk memberi diri kami kesempatan,” tutup Klopp. (kmb33/afp)