Skip to main content

Edisi Sabtu 28 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

8 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 215 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Sabtu Pon, 28 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Brimob Semprot Jalan Supratman

Imbauan Batasi Pembelian Barang

Pasar Hanya Buka Tiga Jam

Satbrimob Polda Bali mengerahkan 20 anggotanya untuk sosialisasi pencegahan Covid-19. Polda Bali menerjunkan kendaraan lapis baja dan mengerahkan mobil Armoured Water Cannon (AWC) dipakai menyemprot disinfektan di sepanjang Jalan WR Supratman, Denpasar Timur.

Badung mengeluarkan surat imbauan pembatasan pembelian barang kebutuhan pokok di tengah mewabahnya Covid-19. Surat yang ditujukan kepada peritel dan agen sembako ini lantaran adanya kepanikan masyarakat menimbun kebutuhan pokok, sehingga menimbulkan gejolak harga. BADUNG | HAL. 3

Adanya temuan salah satu warga asal Tabanan positif Covid-19, ditanggapi serius oleh Pemkab Tabanan dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya membatasi jam buka seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tabanan.

DENPASAR | HAL. 2

TABANAN | HAL. 4

Dipusatkan di Catus Pata Blahkiuh, Tawur Agung Kasanga Kabupaten Badung Di-’’puput’’ Sarwa Sadaka

TAWUR KASANGA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa menghadiri upacara Tawur Agung Kasanga tingkat Kabupaten Badung serangkaian Hari Suci Nyepi Çaka 1942 tahun 2020 yang dipusatkan di Catus Pata Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (24/3) lalu.

Pemerintah akan Keluarkan PP ’’Lockdown’’ Wilayah Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, pemerintah segera menerbitkan rancangan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur tentang karantina wilayah guna mencegah penyebaran Covid-19. Dalam PP itu akan diatur kapan sebuah daerah itu boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut lockdown. Kata Menko Polhukam, kalaupun nanti ada wilayah yang dikarantina, namun tidak akan menutup jalur lalu lintas bagi kendaraan yang membawa bahan pokok. ‘’Seumpamanya terjadi karantina wilayah, nanti tentu saja tidak boleh ada penutupan lalu lintas jalur terhadap mobil atau kapal yang membawa bahan pokok,’’ kata Mahfud melalui video conference dengan media, di Jakarta, Jumat (27/3) kemarin. Selain itu, lanjutnya, toko, warung maupun pasar swalayan yang memang barang dagangannya dibutuhkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari juga tidak bisa ditutup. ‘’Tempat-tempat tersebut juga tidak boleh dilarang untuk dikunjungi. Namun, tentu tetap dalam pengawasan yang ketat oleh pemerintah,’’ ujarnya. Pemerintah saat ini menggodok rancangan PP untuk melakukan karantina kewilayahan dalam menindaklanjuti keinginan beberapa daerah di Indonesia yang hendak melakukan karantina kewilayahan. Hal. 7 Prosedur Pengajuan

K

oster juga meminta masyarakat agar tidak berkumpul, mengurangi interaksi, pengumpulan massa dan menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Kemudian meniadakan kegiatan adat dan agama yang mengumpulkan banyak massa.

‘’Imbauan tersebut dibahas bersama Pak Wagub, Sekda, Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi, Ketua Parisada Provinsi Bali, Kapolda Bali, dan Pangdam IX/Udayana serta Ketua DPRD Bali,’’ imbuhnya. Koster menambahkan, kepada penyelenggara di pintu masuk Bali (bandara, pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut) agar meningkatkan pengawasan terhadap perlintasan penumpang sesuai protokol pintu masuk dan protokol kesehatan Covid-19. ‘’Imbauan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,’’ tandasnya. (kmb32)

Tak Ada Tambahan Positif Covid-19 Sabtu Ini Tenaga Medis Di-’’rapid Test’’ Denpasar (Bali Post) Data kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali bertambah 7 orang pada Jumat (27/3) kemarin menjadi 121 orang dari data terakhir 114 orang. Kendati demikian, jumlah

Oleh: GPB Suka Arjawa

Bali Post edisi Minggu tidak terbit sehubungan dengan situasi siaga membatasi penyebaran Covid-19. Berita-berita terkini Bali Post dapat diikuti di portal Balipost.com dan BALI POST NEWS di Bali TV. Penerbit

I Nyoman Giri Prasta Bupati Badung

GUBERNUR Bali Wayan Koster kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Bali. Dalam imbauan yang ditandatangani 27 Maret 2020 tersebut, masyarakat diimbau untuk mengurangi/menunda perjalanan ke Bali atau ke luar Bali, kecuali karena ada keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya. ‘’Imbauan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (27/3) kemarin.

Corona Membuat Modernisme Mati

Tidak Terbit

’’Berkenaan dengan Covid-19 kami Pemkab Badung sudah antisipasi betul. Kami berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Badung, kita juga memberikan disinfektan ke seluruh kecamatan dan desa. Gerakan sosial masyarakat juga melakukan hal yang sama. Mari kita bersama berdoa, semoga virus ini segera hilang di Badung, Bali, Indonesia bahkan di dunia.’’

Warga Diimbau Tunda Perjalanan ke Bali atau ke Luar Bali

OPINI

WABAH Covid-19 telah menyebar di bumi hampir tiga bulan penuh sejak ditemukan di Tiongkok pada akhir Desember 2019. Di Indonesia wabah ini secara resmi baru berjangkit sejak awal bulan Maret dan sampai sekarang telah menjangkiti ratusan orang dan pluhan meninggal dunia. Penyakit virus Corona memang tersembuhkan. Akan tetapi penyebarannya sangat cepat. Secara umum di dunia, mereka yang sembuh dari penyakit ini lebih banyak daripada yang meninggal. Tetapi di Indonesia mereka yang meninggal lebih banyak daripada yang sembuh. Bagaimanapun situasi ini tidak hanya menegangkan secara nasional tetapi dunia juga gemetar dengan wabah Corona ini. Kemunculan dan penyebaran virus Corona ini telah membuktikan bahwa segala bentuk modernisasi yang dicapai oleh masyarakat peradaban manapun seolah menjadi nol apabila dikaitkan dengan sebaran penyakit ini. Teknologi internet yang merupakan capaian paling besar umat manusia hanya membantu menyampaikan secara lebih cepat penyebaran penyakit ini. Hal. 7 Hentikan Penyebaran

PELAKSANAAN upacara Tawur Agung Kasanga tingkat Kabupaten Badung serangkaian Hari Suci Nyepi Çaka 1942 tahun 2020 dipusatkan di Catus Pata Kecamatan Abiansemal tepatnya di Catus Pata Desa Blahkiuh, Selasa (24/3) lalu. Tawur Agung Kasanga di-puput Sarwa Sadaka. Terdapat tujuh sulinggih yang muput upacara tersebut di antaranya Ida Pedanda Ketut Putra Timbul Geria Timbul Mengwi, Ida Pedanda Buda Jelantik Santacita Geria Buda Jadi Tabanan, Ida Bujangga Rsi Maha Wija Sri Sujati Geria Tangeb, Ida Bhagawan Mahacarya Sagening Geria Sagening Munggu, Ida Rsi Agung Dewa Ngurah Pemecutan Geria Pemecutan Legian, Ida Pandita Mpu Swadiaya Parama Cantika Geria Pasek Abiansemal, dan Sira Mpu Gede Jangga Dharma Putra Geria Taman, Abiansemal. Upacara tersebut dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa beserta Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa. Hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, dan Majelis Alit Kecamatan mewakili Bendesa Adat se-Badung. Bupati Giri Prasta menyampaikan, makna dari tawur kasanga ini untuk nyomia bhuta kala yakni menetralisir kekuatan-kekuatan jahat agar menjadi suatu kekuatan baik, sehingga berguna bagi diri manusia dan kehidupan di alam semesta. ‘’Dari tawur agung kasanga ini bisa digambarkan sebagai sarana memanggil para bhuta kala dan wesya ke catus pata untuk dihaturkan upakara (penyambleh). Dan mulai besok (Nyepi) sudah sasih kadasa, artinya pada kasanga melaksanakan tawur (nyomia bhuta) dan kadasa sudah bersih berbagai wabah penyakit,’’ terangnya. Hal. 7 Gerakan Sosial

pasien yang dinyatakan positif tetap 9 orang. Sementara yang negatif berjumlah 87 orang dan sisanya masih menunggu hasil uji lab. Hal. 7 RS Sanglah

Bali Perlu Strategi Lebih Agresif Hadapi Covid-19 MEREBAKNYA pandemi global Covid-19, termasuk di Bali, menjadi perhatian Forum Advokasi Hindu Dharma (FADH). Dalam sebuah surat yang ditujukan ke Gubernur Bali Wayan Koster, FADH memaparkan alasan perlunya strategi lebih agresif dalam menghadapi virus SARS-CoV-2 ini. Ketua Umum Forum Advokasi Hindu Dharma dr. Wayan Sayoga menegaskan, dalam kurva epidemik, ada tiga fase, yaitu fase pembendungan (containment), fase penularan (community transmission), dan fase ke-3 saat wabah pecah (outbreak). Jika satu fase lebih awal tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka akan

menuju fase outbreak. ‘’Jumlah pasien Covid-19 akan bertambah secara eksponensial, sehingga rekomendasi paling maksimal untuk menangani wabah adalah lockdown, terutama di daerah-daerah yang rawan infeksi,’’ paparnya. Bali yang berpenduduk 4,36 juta, per 25 Maret 2020, telah mencatat kasus positif sebanyak 9 orang dengan kematian sebanyak 2 orang (WNA). Total akumulatif kasus PDP (hingga 24 Maret 2020) adalah 111. Dengan data ini, di mana angka riil di lapangan berdasarkan agregat Covid-19 sebesar 27 kali antara kasus yang terperiksa secara aktif dan kasus riil yang tidak diperiksa. Artinya ada 27 x 9 =

243 pasien positif yang belum ditemukan. Sedangkan PDP (pasien dalam pengawasan) adalah 27 x 111 = 2.997 orang. Jika memakai skenario terburuk yang terjadi di Italia, di mana ada 800 kasus positif per 1 juta penduduk. Dalam satu bulan ke depan, diperkirakan Bali dengan penduduk 4,36 juta orang, akan ada 4,36 x 800 kasus = 3.488 kasus positif Covid-19. Bahkan strategi melambatkan kurva epidemiologi pandemi Covid-19 hingga tercipta imunitas komunitas (herd immunity) belum cukup. Tingkat kesakitan dan kematian hanya akan turun 1/3-nya. Hal. 7 Diperlukan Intervensi

’’Lebih baik kita ‘tiarap’ terlebih dahulu selama beberapa bulan, sambil menunggu vaksin tersedia, daripada ‘hancur lebur’ akibat kesakitan dan kematian yang tak terbendung.’’ dr. Wayan Sayoga Ketua Umum FAHD


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

Dubes Rusia Sampaikan Apresiasi pada Gubernur Bali Denpasar (Bali Post) – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Liudmila Vorobieva, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam surat tertanggal 27 Maret 2020. Dalam suratnya itu, Dubes Rusia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Bali atas dukungan luar biasa dan respons sangat cepat yang diberikan terkait permintaan bersifat segera yang diajukannya.

PEDULI - Yayasan Dharma Naradha (YDN) bersama Bali Post dan Bali TV menyalurkan bantuan aksi peduli Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Sanglah, Jumat (27/3) kemarin.

FIGUR

Tutup Pemeriksaan Gigi WARGA Bali mesti terus menjaga diri agar tak terpapar virus Corona. Keselamatan nyawa warga Pulau Dewata menjadi prioritas agar tak seperti Jakarta yang semakin meningkat jumlah pasien positif Covid-19. Untuk itu, Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. mendukung TNI dan Polri dikerahkan memantau warga Bali agar konsekuen melakukan isolasi secara mandiri. Menurutnya, sebelum Nyepi warga Bali masih bolong-bolong melakukan isolasi diri secara mandiri yakni berada di rumah. Masih ada yang melakukan pertemuan dalam jumlah banyak. Namun saat Nyepi dan Ngembak Geni Kamis (26/3), warga Bali melakukan brata panyepian secara konsekuen melebihi yang disebut lockdown lokal. Ini yang dia sebut gerakan bersama alias bersatu mencegah virus Corona. Untuk keselamatan bersama, Unmas Denpasar yang setiap hari melayani pemeriksaan kesehatan gigi di kampus FKG Unmas sejak 10 hari lalu, menutup layanan tersebut. Alasannya, kesehatan gigi yang mengharuskan pertemuan pasien dan dosen serta mahasiswa sangat rawan menularkan virus Corona. Unmas sudah memiliki pedoman khusus dalam penilaian untuk program rumah sakit pendidikan. ‘’Dalam keadaan darurat dan demi keamanan negara, program isolasi mandiri warga Bali yang utama agar tak bolong-bolong. Paling pas kita ikuti saran pemerintah,’’ tegasnya. Ia memaparkan, di Italia virus ini memakan korban 5.000 lebih karena masyarakatnya meremehkan instruksi pemerintah yakni larangan keluar rumah. Indonesia harus belajar dari Italia agar tak sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi di Bali. (sue)

Tim Medis Kenakan APD Evakuasi WNA

Denpasar (Bali Post) – Warga di Jalan Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (27/3) kemarin pukul 13.00 Wita dikejutkan oleh pingsannya warga negara asing (WNA). Mengingat saat ini terjadi wabah Covid-19, salah satu warga langsung menghubungi tim medis. Beberapa saat kemudian tim medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) mengevakuasi WNA Sven Uwg Wodor (51) asal Jerman. Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, menyatakan menerima laporan terkait adanya WNA pingsan tersebut. Saat Sven pingsan, Jero Bendesa Intaran menghubungi tim kesehatan dan ambulans BPBD Denpasar. “Tim medis mengenakan APD langsung ke TKP. Hasil pemeriksaan tim medis, kor-

ban diduga mengalami kelelahan dan sudah lanjut usia. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara,” ujarnya. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kompol Wirajaya memerintahkan Kanitintelkam Iptu Wibowo Sidi melakukan penyelidikan. Alhasil petugas menemukan tempat menginap Sven di Hotel Taman Agung, Jalan Danau Tamblingan, Sanur. “Diperoleh informasi dari front office hotel tersebut, yang bersangkutan (Sven) check in tanggal 23 Maret 2020 dan rencananya check out pada 31 Maret 2020,” ungkap mantan Kapolsek Kuta ini. Terkait kejadian itu, Tim Penanggulangan Covid-19 Desa Sanur Kauh melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar TKP. Tujuannya, mengantisipasi pencegahan penyebaran virus Corona. (kmb36)

Kedutaan Besar Rusia, lanjut Dubes dalam suratnya, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder se-Bali yang membantu membuka akses ke Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk hampir 500 turis Rusia yang pada 26 Maret 2020 dengan selamat berangkat ke Rusia dengan penerbangan “Rossiya” (Aeroflot) SU 6296. “Dalam situasi darurat disebabkan wabah virus

Corona, kami merasakan dukungan dari semua instansi pemerintah RI untuk mengamankan baik masyarakat sendiri maupun warga negara lain, termasuk Rusia,” katanya dalam surat. Liudmila Vorobieva juga menulis pihaknya yakin setelah situasi lebih stabil, maka kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia terutama Bali akan pulih kembali. Bahkan bisa lebih banyak lagi. (kmb32)

UN Ditunda, Belajar di Rumah Diperpanjang

“Artinya, UN saja dibatalkan karena tidak boleh ada tatap muka. Tentunya proses belajar mengajar juga tidak boleh ada tatap muka dan itu (belajar dari rumah) otomatis diperpanjang lagi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, saat dimintai konfirmasinya, Jumat (27/3) kemarin. Belajar dari rumah, lanjut Boy, diperpanjang sampai ada

keputusan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat dan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali mulai dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi. Tentunya sampai kondisi dirasa sudah kondusif. Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali sudah diatur dalam SE No: 51/Satgas Covid19/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang ditandatangani Sekda Provinsi Bali selalu

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali. SE tersebut ditujukan kepada bupati/wali kota se-Bali dan para Kepala Satuan Pendidikan se-Bali. Pihaknya juga telah mengeluarkan SE No: 420/18871/ Disdikpora tanggal 27 Maret 2020 menindaklanjuti SE Mendikbud dan SE Sekda Provinsi Bali itu ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SLB se-Bali. “Kalau memang sudah boleh sekolah, tentu akan ada

lagi petunjuk dari pimpinan. Selama belum, tidak boleh (sekolah - red). Tetap harus pembelajaran dari rumah,” jelasnya. Menurut Boy, para pendidik perlu memahami situasi saat ini sedang tidak normal. Oleh karena itu, anak didik harus dibuat nyaman dan kalau diberikan tugas agar jangan sampai menjadi problem bagi orangtua. Bila perlu, anak didik diberikan pembelajaran yang sifatnya menarik. “Jangan dijadikan tolok ukur keberhasilan anak. Kondisi sudah tidak seperti biasa masalahnya. Bila perlu diedukasi tentang virus Corona, sehingga tanpa disadari mereka belajar apa yang harus

Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah tak khawatir kekurangan tenaga meski 175 tenaga kesehatan menjalani isolasi karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Lantaran jumlah pasien rawat jalan (RJ) mengalami penurunan, tenaga tersebut bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19. Selain itu, tenaga medis yang selama ini tidak bertugas di pelayanan, kini diperbantukan di pelayanan kesehatan. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Wayan Sudana, Jumat (27/3) kemarin mengatakan, pasca-175 tenaga medis ODP,

RSUP Sanglah memenuhi kebutuhan tenaga dari tambahan yang direkrut untuk tiga bulan ke depan. Sementara 175 tenaga medis yang berstatus ODP kondisi fisiknya dalam keadaan baik. Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna, dihubungi via telepon menyatakan ada juga perawat yang selama ini bertugas di nonpelayanan atau perawatan tapi di komite-komite, dialihkan ke pelayanan. Ia memastikan tenaga kesehatan masih mencukupi di RSUP Sanglah, utamanya dalam menangani

pasien Covid-19. Sejak Covid-19 merebak, diakuinya, ada penurunan signifikan jumlah kunjungan rawat jalan. Jumlah kunjungan rawat jalan yang sehari-harinya bisa mencapai 700 orang, pernah turun sampai 300 orang. Meski tenaga kesehatan mencukupi, lanjutnya, persediaan logistik alat pelindung diri (APD) mulai menipis seiring bertambahnya jumlah kasus Covid-19. Masker N95 langka, namun tidak hanya di Bali dan Indonesia melainkan di dunia. Begitu juga jenis masker bedah atau surgical mask tidak bisa

dipastikan persediaan cukup atau tidak, karena kasus terus berkembang. “Sanglah selalu mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Kalau melihat grafiknya, mungkin akan ada peningkatan kasus seperti di Jakarta, jadi RSUP Sanglah juga memerlukan masker seperti itu. Kami membuka diri untuk sumbangan berupa alatalat kesehatan seperti masker,” ujar Kresna. Ditambahkannya, RSUP Sanglah juga sedang menyiapkan diri dengan laboratorium mikro untuk pemeriksaan Poly-

merase Chain Reaction (PCR). Untuk itu akan ada bantuan tenaga untuk pemeriksaan PCR yang akan dilakukan di RSUP Sanglah. Menurut Ketua Persi Bali dr. Gusti Ngurah Anom, MARS., pihaknya sudah mendata kesiapan RS terkait persediaan APD untuk kebutuhan merujuk. “Setidak-tidaknya bila terpaksa merawat bisa beberapa hari,” ungkapnya. Ia menduga persediaan APD menipis karena yang didatangkan dari Jakarta hanya gaun atau cover all atau full cover. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Satbrimob Polda Bali mengerahkan 20 anggotanya untuk sosialisasi pencegahan Covid-19. Polda Bali menerjunkan kendaraan lapis baja dan mengerahkan mobil Armoured Water Cannon (AWC) dipakai menyemprot disinfektan di sepanjang Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, mulai dari depan Mapolda Bali hingga Mako Brimob, Tohpati, Jumat (27/3) kemarin. Kegiatan tersebut dipimpin Ps. Kasubbagminops Bagops Satbrimob Polda Bali AKP Ketut Tomiyasa. Dari pantauan di lapangan, kendaraan

AWC, Rantis, mobil penerangan dan dua sepeda motor Raimas standby di utara GOR Ngurah Rai, Denpasar, sejak pagi. Sebelum kegiatan penyemprotan dilaksanakan, AKP Tomiyasa memberi pengarahan kepada anggotanya. “Kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan di beberapa wilayah,” tegasnya. Sekitar pukul 09.30 Wita tim penyemprotan mulai bergerak menuju arah timur. Iring-iringan personel Brimob bergerak pelan sambil mengimbau masyarakat supaya mengurangi aktivitas di luar rumah guna mencegah penyebaran virus Corona. Sementara mobil AWC

menyemprotkan cairan disinfektan dari depan dan samping kanan-kiri. Kegiatan ini berjalan lancar, mengingat arus lalu lintas tidak terlalu padat. “Penyemprotan dimulai di depan Mapolda Bali dan penyemprotannya maksimal,” ujarnya. Pihaknya mengerahkan mobil AWC berkapasitas 5 ribu liter. Sasarannya adalah fasilitas umum, khususnya jalan raya. ‘’Selain itu, kami tetap melakukan patroli dan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan ke tempat keramaian,” tutur Tomiyasa. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) –

Kebijakan belajar dari rumah hingga 30 Maret mendatang akan diperpanjang, menyusul adanya Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Salah satu isinya adalah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020, termasuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk SMK.

dihindari,” imbuhnya. Dalam SE No: 51/Satgas Covid19/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 disebutkan belajar dari rumah melalui pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh/online dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, tanpa dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

RSUP Sanglah Berharap Ada Bantuan Masker

Brimob Semprotkan Disinfektan di Jalan Supratman

Bali Post/kmb36

DISINFEKTAN - Penyemprotan cairan disinfektan oleh personel Satbrimoda Bali menggunakan kendaraan AWC.

Wali Kota Denpasar Keluarkan Surat Edaran Layani Kebutuhan Masyarakat Manfaatkan Media ”Online”

Bali Post/ist

EVAKUASI - Tim medis mengenakan APD mengevakuasi Sven Uwg Wodor asal Jerman.

Topik : bali perlu strategi lebih agresif hadapi corona

GUNA tetap memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama wabah virus Corona, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 434/574/ DKIS/2020 tertanggal 26 Maret 2020 tentang Pemanfaatan media online dalam melayani kebutuhan masyarakat untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dimintai konfirmasinya Jumat (27/3) kemarin, menjelaskan selama proses penanganan dan peningkatan kewaspadaan terhadap merebaknya virus Corona, Pemkot Denpasar berkomitmen memberikan pelayanan bagi masyarakat secara maksimal. Hal ini dilaksanakan dengan memanfaatkan media online, baik saat proses maupun pen-

gantaran, sehingga diharapkan mampu meminimalisir keramaian sebagai penerapan Social dan Physical Distancing. Dewa Rai menjelaskan, surat edaran ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 440/2436/SJ/2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Daerah dan Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease. “Menindaklanjuti dasar tersebut di atas dan mempertimbangkan penyebaran Coronavirus Disease supaya tidak semakin meluas dengan melihat situasi tanggap bencana terhadap penyebaran Covid-19, maka Pemkot Denpasar

menyiapkan beberapa langkah strategis,” ujarnya. Adapun langkah tersebut tertuang dalam SE yang mengamanatkan beberapa hal. Pertama, Badan Usaha Milik Desa, seluruh Pasar Desa, Perumda Pasar Sewaka Dharma dan Pengelola Pasar Modern agar membuka layanan secara online dan memberikan layanan antarkewarga untuk melayani kebutuhan pokok masyarakat. Kedua, dalam teknis layanan antarkepada masyarakat untuk memperhatikan dan menjaga jarak fisik antarindividu (Physical Distancing). Ketiga, dalam hal pembayaran diusahakan dengan cara atau metoda cashless (e-money, transfer dana dan lain-lain) untuk meminimalkan kontak fisik. “Mari bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan selalu menerapkan pola hid-

up bersih dan sehat (PHBS) dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta mematuhi arahan pemerintah untuk tidak

keluar rumah, lindungi diri dan lindungi sesama,” pungkas pejabat asal Klungkung ini. (ad650)

ONLINE - Pemanfaatan pelayanan online Kota Denpasar.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

Hindari Kerumunan

Dewan Badung Lakukan Rapat Bamus dengan ”Teleconference” MENINDAKLANJUTI imbauan pemerintah agar mengurangi kerumunan serta pertemuan fisik dalam p e n c e g a h a n w a b a h C o vid-19, Jumat (27/3) kemarin DPRD Badung melakukan rapat Badan Musyawarah (Bamus) dengan menggunakan teleconference. Adapun pembahasan dalam Bamus tersebut adalah perubahan jadwal rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun Anggaran 2019, dan jadwal kegiatan Dewan Badung pada April 2020.

Dalam teleconference tersebut, sejumlah anggota serta pimpinan alat kelengkapan Dewan Badung nampak hadir meski tidak semua terlihat di layar video. Sekretaris Dewan Badung I Gusti Agung Made Wardika mengatakan, menyikapi instruksi pemerintah baik dari pusat dan daerah, kegiatan rapat Bamus untuk perubahan jadwal di bulan Maret pada substansi agenda pembukaan masa sidang pertama tahun 2020 tentang LKPJ Bupati Badung tahun 2019 ini dilakukan secara tatap muka jarak jauh atau

teleconference. ’’Perubahan ini dilakukan karena dari rencana semula menetapkan tanggal 30 Maret dan ada lagi surat dari Dirjen Otda, sehingga kita putuskan menjadi tanggal 31 Maret 2020. Kenapa di Maret? Karena syarat LKPJ adalah tiga bulan setelah berakhirnya tahun anggaran,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, walaupun ada surat dari Kementerian Dalam Negeri nomor: 700/1723/OTDA,24 Maret 2020 tentang Perpanjangan Waktu Penyerahan LKPJ sampai dengan 30 April 2020 yang ditujukan

kepada gubernur, bupa ti/wali kota, Ketua DPRD provinsi dan Ketua DPRD kabupaten/kota. Tapi di Kabupaten Badung sudah merampungkan pembahasan LKPJ tersebut, maka lembaga dewan dari hasil rapat Bamus bisa melangsungkan pembukaan sidang tersebut pada tanggal 31 Maret 2020. “Pembukaan sidang pertama ini kita juga lakukan dengan teleconference,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, sesuai dengan arahan Dirjen Otda untuk membatasi pertemuan

TELECONFERENCE - Ketua DPRD Badung Putu Parwata memimpin teleconference dengan Badan Musyawarah (Bamus) terkait perubahan jadwal LKPJ Bupati, Jumat (27/3) kemarin. s e r t a t i d a k m e n g u r a n g i dan alat kelengkapan De- LKPJ Bupati Badung ini, substasi fungsi lembaga, wan Badung. “Kita men- kita akan geser dari tanggal pihaknya melakukan rapat gurangi pertemuan-perte- 30 Maret menjadi 31 Maret dengan teleconference. Un- muan fisik sekaligus untuk 2020, dan dimulai sekitar tuk itu, LKPJ Bupati Ba- melakukan perubahan jad- pukul 10.00 Wita dan nanti dung tetap dibahas melalui wal kegiatan sidang. Si- disahkan pada April 2020,” lembaga bersama pimpinan dang pembukaan Paripurna jelasnya. (ad652)

Polisi akan Bubarkan Kegiatan Mengumpulkan Massa Mangupura (Bali Post) -

Peringatan keras disampaikan pihak kepolisian terhadap masyarakat yang bengkung alias ngotot mengadakan kegiatan mengumpulkan massa. Jika imbauan dan peringatan tersebut tidak diindahkan, maka kepolisian akan mengambil tindakan tegas, yaitu dibubarkan secara paksa.

PENYEMPROTAN Mobil AWC melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Berawa, Kuta Utara. Bali Post/ist

“Kami sudah memberikan imbauan. Jika ada yang tidak mengindahkan (imbauan), mohon maaf jangan salahkan kalau sampai kami datang untuk membubarkan kegiatan masyarakat. Saya harap usaha kecil yang kita laksanakan ini dapat menekan atau memutus mata rantai dari wabah Covid-19 sehingga pariwisata di Bali cepat normal kembali,” tegas Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Jumat (27/3) kemarin. Menurut Kapolres Roby di sela-sela kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, wabah virus Corona tidak bisa dihindari masuk Bali, tetapi bisa dicegah di antaranya dengan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, kebijakan pemerintah harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain demi mencegah virus Corona. “Physical distancing dilakukan ketika kita bersosialisasi dengan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.

Kapolres Roby menegaskan, imbauan pemerintah tersebut bertujuan untuk memutus penyebaran virus Corona dan harus didukung. Apabila tidak ada keperluan yang penting, masyarakat diharapkan tetap tinggal di rumah. Sementara pelaksanaan acara adat supaya dibatasi masyarakat yang berkumpul dan ini berlaku selama ada wabah virus Corona. Pukul 09.55 Wita penyemprotan cairan disinfektan mulai dilaksanakan menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) Polres Badung. Penyemprotan dimulai dari Lapangan Berawa hingga Simpang Padonan-Brawa, Kuta Utara. penyemprotan dilanjutkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupatan Badung dari jalur utama Simpang Padonan-Berawa hingga wilayah Banjar Dawas dan Dama. Kabag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa menyampaikan, satu unit AWC Polres Badung kapasitasnya 6.000 liter disinfektan. Sedangkan dua unit mobil Damkar Kabupaten Badung kapasitasnya 6.000 liter. (kmb36)

Pemkab Keluarkan Surat Imbauan Batasi Pembelian Barang Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung mengeluarkan surat imbauan pembatasan pembelian barang kebutuhan pokok di tengah mewabahnya Covid-19. Surat yang ditujukan kepada peritel dan agen sembako ini lantaran adanya kepanikan masyarakat menimbun kebutuhan pokok, sehingga menimbulkan gejolak harga. Dikonfirmasi Jumat (27/3) kemarin, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana membenarkan tengah menyiapkan surat terkait kebijakan tersebut. “Ya, kami akan mengimbau kepada pedagang ritel dan agen sembako untuk membatasi pembelian barang dalam jumlah banyak,” ujarnya. Kebijakan tersebut, kata Widiana, dalam rangka

untuk menjaga stabilitas harga dan menghindari terjadinya kelangkaan kebutuhan pokok dan barang penting lainnya di Wilayah Kabupaten Badung. Pihaknya berharap kepada pedagang, pelaku usaha, distributor, agen, subagen, pusat pembelanjaan, toko grosir, toko modern yang ada di wilayah Kabupaten Badung tidak melakukan menutupan kegiatan usahanya. “Kalau ditutup otomatis akan menyulitkan masyarakat atau konsumen untuk memperoleh barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya seharihari. Hal ini tentunya dapat menghindari terjadinya keresahan di tengah-tengah Masyarakat,” ungkapnya. Pemkab Badung juga meminta para pedagang, pemilik pusat perbelanjaan, toko modern dan pelaku

usaha lainnya tidak menaikan harga di luar ketentuan yang berlaku. “Kami juga berharap pengusaha tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” ucapnya. Widiana mengimbau masyarakat tidak membeli barang secara berlebihan. Untuk itu, pelaku usaha, pedagang perlu membatasi pembelian barang oleh konsumen. “Ini untuk mengantisipasi kelangkaan barang dan konsumen bisa membeli barang hanya sesuai kebutuhannya,” tegasnya. Menurutnya, imbauan tersebut akan disampaikan melalui surat resmi yang akan ditandatangani Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. “Kami akan surati pelaku usaha secara resmi,” katanya. Terkait harga sejumlah kebutuhan pokok, kata Widiana, mulai menun-

jukan peningkatan akibat distribusi terhambat. Harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan p er kilog ra m ny a a d a la h bawang merah dari Rp 30 ribu meningkat menjadi Rp 45 ribu, bawang putih dari Rp 45 ribu menjadi Rp 50 ribu, cabai rawit dari Rp 40 ribu menjadi Rp 75 ribu, sedangkan harga cabai besar masih stabil di angka Rp 50 ribu, gula pasir Rp 17 ribu, dan minyak goreng Rp 15 ribu. Guna menjaga kestabilan harga, pihaknya bersama tim telah turun ke sejumlah pasar mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang, sehingga harga dapat kembali normal. “Langkah yang diambil untuk menstabilkan harga, untuk sementara memantau pasokan pascahari raya Nyepi,” tegasnya. (kmb27)

Selama Wabah Covid-19 797 Napi Terima Remisi Nyepi Bank Mengalami Tantangan Paling Berat Denpasar (Bali Post) Di saat orang-orang cemas dengan merebaknya virus Corona atau Covid-19, ratusan narapidana (napi) merasa bersyukur saat menyambut hari raya Nyepi Çaka 1942. Pasalnya, di hari raya ini ratusan Umat Hindu yang berstatus napi, baik dewasa maupun anak-anak akan mendapatkan remisi bagi mereka yang berprilaku baik. Dikonfirmasi Jumat (27/3) kemarin, Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma mengatakan, di hari raya Nyepi ini ada 797 warga binaan yang mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI. Rinciannya adalah Lapas Kelas II A Kerobokan sebanyak 255, dengan remisi satu bulan 15 hari sebanyak 14 narapidana, satu bulan 163 narapidana dan 15 hari 78 narapidana. Sedangkan di Lapas Perempuan di Kerobo-

kan yang dapat remisi 32 orang, Lapas Kelas II B Tabanan 74 orang, Karangasem 74 orang, LPKA Karangasem 4 orang, Lapas Narkotika Bangli 106 orang, Lapas Singaraja 121 orang, Rutan Bangli 36 orang, Rutan Gianyar 41 orang, Rutan Klungkung 25 orang, dan Rutan Negara 29 orang. Selain umat Hindu di Bali, umat Hindu di provinsi lain yang berstatus narapidana juga mendapatkan remisi. Berdasarkan data dari Kemenkum HAM RI, remisi khusus (RK) Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1942 diberikan kepada 1.152 dari 1.785 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana beragama Hindu di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia. Terbanyak memang di Bali, yang angkanya mencapai 797 narapidana, termasuk narapidana anak dan wanita. (kmb37)

MEREBAKNYA wabah Covid-19 menyebabkan seluruh sektor ekonomi menjadi sulit. Kesulitan paling kompleks dirasakan oleh sektor perbankan. Dihubungi via telepon Kamis (26/3) lalu, akademisi sekaligus pengamat ekonomi Prof. Wayan Ramantha menjelaskan, bank menjadi sektor yang mengalami kesulitan paling kompleks karena di samping mengalami kesulitan dari sisi laba-rugi, juga mengalami kesulitan dari sisi neraca. Dari sisi labarugi, bank akan mengalami penurunan pendapatan yang tajam akibat kebijakan relaksasi bunga. Sedangkan bunga kredit saat ini masih menjadi pendapatan utama bagi bank, apalagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sebagaimana sektor riil, bank harus menanggung beban tetap seperti gaji karyawan walaupun mereka work from home. Ramantha menambahkan,

bank harus tetap membayar bunga giro, tabungan dan deposito masyarakat yang tidak boleh direlaksasi. Bank harus membentuk cadangan penghapusan piutang raguragu yang menjadi biaya atau beban. Pada sisi aset dalam neraca perbankan, tantangan utama ada pada kualitas aset karena banyaknya tunggakan kredit yang disebut Non Performing Loan (NPL). Pada kondisi seperti ini, bank harus mencadangkan likuiditas yang lebih banyak daripada biasanya, sementara biaya dana yang nganggur (cost of fund) tetap harus diperhitungkan. Pada sisi utang, katanya, dana masyarakat cenderung lebih banyak yang ditarik dibandingkan dengan yang disimpan. Terkait dengan hal ini, perbankan mendapat tantangan berat karena di satu sisi masyarakat setiap saat boleh menarik simpanannya di bank, tetapi bank ti-

dak bisa setiap saat menarik kreditnya dari masyarakat. “Namun demikian, dengan struktur modal dan keuangan perbankan Indonesia yang rata-rata cukup kuat, kita tetap punya keyakinan perbankan kita dapat mengahadapi situasi ini dengan aman,” ujarnya. Dibandingkan sektor riil, seperti pada bidang industri dan perdagangan, kesulitan dirasakan hanya dari sisi laba-rugi. “Mungkin banyak sektor riil yang mengalami kesulitan karena penjualan atau volume usahanya pasti mengalami penurunan karena daya beli masyarakat mengalami stagnasi,” ungkapnya. Menurut Ramantha, sektor riil harus menanggung biaya atau beban tetap seperti gaji karyawan yang tidak boleh di-PHK. Sedangkan beban bunga, apalagi pokok utang telah memperoleh relaksasi karena kebijakan pemerintah dan OJK. (may)

Bali Post/ist

PEMANTAUAN - Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana turun ke lapangan bersama tim guna melakukan pemantauan stok dan harga pangan di pasaran.


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

Sempat Dirawat di Ruang Isolasi

Pasien ODP Dipulangkan Negara (Bali Post)Satu orang pasien yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang sempat dirawat di RSU Negara akhirnya dipulangkan, Selasa (24/3). Pasien rujukan dari Puskesmas I Pekutatan itu sebelumnya dirawat karena gejala DBD. Yang bersangkutan pernah ke daerah terpapar virus di Pulau Jawa. Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, Koordinator Kesehatan I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, pasien ODP yang memiliki gejala DBD itu sudah dipulangkan karena sembuh. Pasien laki-laki berusia 50 tahun itu sebelum nya mendapat perawatan di ruang isolasi RSU Negara karena masuk kategori ODP. Tetapi dilihat dari gejala pasien tidak menunjukkan ke Covid-19.

“Pasien hanya demam karena DBD dan dari dokter spesialis sudah dinyatakan sembuh. Sudah dipulangkan karena sembuh,” ujar Arisantha, Jumat (27/3) kemarin. Meskipun ODP, kata Arisantha, pasien tidak dilakukan pemeriksaan swab karena tidak muncul gejala batuk pilek dan sesak napas. Hanya demam akibat demam berdarah. Pasien ini juga belum masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP), sehingga tidak diambil swab. Sementara itu, dari 17 orang yang masuk kategori ODP di Jembrana masih dilakukan pemantauan petugas medis. Mereka menjalani karantina di rumah masing-masing selama 14 hari. Selain ODP, petugas juga melakukan pemantauan terhadap 388 orang. Dimana 253 di antaranya merupakan kepala kewilayahan seluruh Jembrana. (kmb26)

Jumlah ODP di Jembrana 21 Orang Negara (Bali Post) Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Jembrana bertambah per Jumat (27/3) kemarin. Dari data yang disampaikan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jembrana, jumlah ODP yang mendapatkan pemantauan dan menjalani isolasi di rumah hingga Jumat kemarin bertambah menjadi 21 orang dari sebelumnya 17 orang per Senin (23/3) lalu. Koordinator Kesehatan Satgas Penanggulangan Covid-19 I Gusti Putu Arisantha mengatakan, jumlah ODP dari hasil pemantauan

tim medis bertambah empat orang. Dari empat orang itu, dua orang di antaranya dari kalangan kepala lingkungan atau klian, dua lainnya di luar itu. Sehingga dari kalangan kaling/klian tersebut total ada delapan orang masuk kategori ODP. “Tim kami terus melakukan pemantauan, mereka yang masuk ODP ini menjalani karantina di rumah selama 14 hari,” tambahnya. Menurut Arisantha, petugas surveilence dari Dinas Kesehatan terus memantau bilamana ODP ini mengalami gejala yang mengarah pada Covid-19. Saat ini ODP men-

galami gejala seperti, batuk, pilek ataupun demam. “Bila selama 14 hari ke depan mengalami gejala lebih parah, misalnya ada sesak napas, akan kita tindaklanjuti lebih jauh lagi,” ujarnya. Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada warga yang berstatus PDP (pasien dalam pengawasan). Awalnya ada satu orang perempuan yang sempat dirawat di RSU Negara namun sudah dipulangkan karena dari hasil tes laboratorium dinyatakan negatif Covid-19. Satgas terus melakukan pemantauan terkait ODP ini. (kmb26)

12 Pasar Tradisional akan Dilengkapi ”Spraying Room”

Tabanan (Bali Post) Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, penyemprotan disinfektan sangat efektif untuk bisa membunuh virus. Terkait hal itu, Pemkab Tabanan akan menyiapkan 12 spraying room di 12 pasar tradisional. Selain itu, rencananya akan menyusul juga ditempatkan di sejumlah ruang publik dan perkantoran termasuk Kantor Bupati Tabanan. Seluruh anggaran penyediaan spraying room diambil dari DAK Kesehatan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat dikonfirmasi perihal penyediaan spraying room tersebut membenarkan jika dalam waktu dekat akan terealisasi. Diawali di 12 pasar tradisional di Tabanan yang rentan akan penyebaran virus karena adanya aktivitas yang cukup ramai. “Pasar dulu diutamakan, barulah nanti bertahap ke kantor muspida dan layanan publik,” terangnya. Menurut Eka Wiryastuti, penyediaan spraying room ini menggunakan dana bencana, serta pergeseran dana DAK Kesehatan. Harga satu spraying room lengkap senilai Rp 7 juta. “Kita maksimalkan untuk kantor semua dan kantor muspida mungkin semingguan lagi,” ujarnya. Rencananya, ke depan untuk penyediaan disinfektan berikut masker dan APD akan diproduksi sendiri. “Kita akan

Bali Post/ist

SPRAYING ROOM - Kantor Pemkab Tabanan akan dilengkapi dengan spraying room. libatkan UMKM dan BUMDes, konveksi banyak, mereka bisa bekerja di rumah, dan tentunya akan disiapkan semuanya supaya masyarakat produktif juga, kenapa harus beli,” terangnya. Eka Wiryastuti menambahkan, untuk disinfektan dan hand sanitizer, pihaknya menggandeng Eka Lawya dan guru lab di salah satu sekolah menemukan pengganti alkohol, menindaklanjuti langkanya bayclean dan

alkohol. “Karena di pasaran sudah sangat langka bayclean dan alkohol, dan ini berbahan HOCL yang sangat aman untuk pernapasan, tangan saat nyemprot dan juga aman untuk bayi,” ujarnya. Untuk hand sanitizer, saat ini sudah masuk BPOM Provinsi Bali untuk cek lab. “Semoga cepat izinnya keluar untuk diproduksi. Nanti BUMDa akan jadi leading sector-nya,” tegas Eka Wiryastuti. (kmb28)

Diduga Selang Gas Bocor

Tiga Warga Medewi Disambar Api Negara (Bali Post) – Akibat selang gas untuk kompor bocor, tiga warga Banjar Baler Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan harus dirawat di RSU Negara. Tiga korban yang merupakan bapak-anak itu mengalami luka bakar akibat tersambar api dari tabung gas yang meledak. Menurut Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, kejadian gas bocor itu pada Kamis (26/3) petang. Saat itu korban Gusti Komang Gindia (66) dan Gusti Komang Adi Putra (37) hendak memperbaiki tabung gas kompor yang bocor. Korban mengetahui tabung gas bocor pada regulator lalu membawa tabung gas ke kamar mandi. Tabung itu direndam sampai gas habis. Kemudian Komang Adi Putra kembali mengambil tabung gas baru untuk di pasang pada regulator namun tetap bocor. Belum sempat menyalakan kompor, tiba-tiba api sudah menyambar. Api diperkirakan dari tungku dapur yang terletak tiga meter di sisi

Bali Post/kmb26

TKP - TKP gas bocor di Medewi yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar. utara dapur. Akibat kejadian itu, dua warga tersebut bersama seorang anak, Kadek Meki Aditia Putra (7), tersambar api dan mengalami luka bakar. “Ketiganya dilarikan ke RSU Negara,” ujar AKP Yogie, Jumat (27/3) kemarin. Dari pengecekan lokasi,

kata AKP Yogie, lokasi berada di tempat terbuka di depan dapur (teras dapur). Selain itu, di sekitar TKP juga ditemukan tabung elpiji 3 kilogram dua buah. Selain itu juga ditemukan tungku api yang masih ada bara api. (kmb26)

Bali Post/kmb28

DISINFEKTAN - Kegiatan penyemprotan disinfektan di sekitar areal Pasar Kota Tabanan, Jumat (27/3) kemarin.

Cegah Covid-19

Pasar Tradisional Hanya Buka Tiga Jam Tabanan (Bali Post) -

Adanya temuan salah satu warga asal Tabanan positif Covid-19, ditanggapi serius oleh Pemkab Tabanan dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya membatasi jam buka seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tabanan. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan disinfektan bagi pedagang maupun pembeli yang keluar-masuk pasar. Selain itu juga ada kebijakan lainnya yang dikeluarkan oleh Bupati Tabanan Eka Wiryastuti yang disampaikannya melalui WA, Jumat (27/3) kemarin. Menurut Eka Wiryas tuti, pembatasan jam buka pasar tradisional akan mulai diterapkan Sabtu (28/3) hari ini, sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Pasar dibatasi hanya buka tiga jam mulai pukul 11.00 Wita sampai dengan 14.00 Wita. Ini berlaku untuk 12 pasar tradisional yang ada di Tabanan untuk mengurangi tingkat kerumunan masyarakat yang menjadi salah satu rantai penyebaran Covid-19. “Mulai besok (Sabtu hari ini - red) sampai waktu yang tidak ditentukan, sementara jam buka pasar dibatasi dan hanya dibuka pada siang hari, karena virus ini takut panas, nanti ada surat edarannya,” terangnya.

Selain itu, di pasar tradisional juga akan dipasang disinfektan spray room dan penyediaan wastafel untuk cuci tangan dengan sanitizer berdampingan. Begitu pula di tiap pintu masuk pasar akan disiapkan tim atau petugas kesehatan dengan menggandeng puskesmas untuk melakukan pengecekan keluar masuk. “Bagi pembeli harus di-spray dulu dan memakai masker dan cuci tangan, termasuk para pedagangnya,” ucapnya. Eka Wiryastuti menambahkan, kebijakan pembatasan jam operasional pasar tradisional ini dinilai lebih pas di tengah situasi wabah virus saat ini. “Saya tidak setuju jika pasar dan pusat sembako ditutup,

karena masyarakat tetap harus mendapatkan keperluan pokok sehari-hari, dan terpenting tetap jaga jarak dan hidup sehat serta banyak berdoa,” terangnya. Eka Wiryastuti menegaskan, dengan dibatasinya jam operasional ini, masyarakat diimbau tidak membeli barang secara berlebihan. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus ini di tiap wilayah, nantinya akan dikawal oleh para camat dan kepala pasar serta puskesmas, jadi ada tim penanganan pasar. “Tim ini harus stanby, dan melaporkan di satgas bencana via grup WA,” ujarnya. Selain pembatasan jam pasar, kebijakan lain juga tengah dirancang untuk

segera bisa terealisasi, seperti pergeseran anggaran untuk penyiapan Rumah Sakit Nyitdah di Kecamatan Kediri sebagai rumah sakit penanganan ringan Covid-19, sehingga bisa dikhususkan. “Saat ini sedang dipersiapkan segala sesuatunya, baik peralatan dan SDM-nya. Di sana siap 100 bed, dan tanggal 1 April mendatang sudah bisa digunakan,” katanya. Di samping itu, juga diterapkan kebijakan sistem drive thru/pesan pulang untuk senggol dan rumah makan maupun warung makan. “Jadi, warung maupun rumah makan bahkan senggol dilarang untuk menyiapkan tempat duduk, hanya boleh beli langsung pulang. Termasuk pasar juga akan ada sistem online dengan Gojek. Saat ini sedang update harga barang-barang sembako dan lainnya dari Disperindag, nanti Disperindag akan jadi leading sector-nya,” tegas Eka Wiryastuti. (kmb28)


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

Tangkal Virus

Inkubator Bisnis Unhi Uji Teh Herbal Memperkuat Imunitas Tubuh INKUBATOR Bisnis Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menguji produk hasil penelitian dosen Fakultas Ayur Weda Unhi. Produk itu adalah teh herbal Papain Immunomodulator. Teh herbal papain itu berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh. Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M,S., Senin (23/3) mengatakan, Inkubator Bisnis Unhi membina beberapa start-up dari berbagai bidang. Mengingat keunggulan Unhi adalah obat tradisional, maka dalam situasi saat ini ia fokus pada start-up yang mengembangkan obat herbal yang berbasis kesehatan tradisional dari Usadha yang dimiliki. Saat ini Rektor tengah melakukan pengujian terhadap kandungan bahan–bahan yang digunakan. Tujuannya mengetahui dan menakar komposisi kandungan dari bahan–bahan tersebut. Setelah proses itu, baru kemudian dilanjutkan proses administrasi baik izin produksi, izin edar dan lain sebagainya. Dengan situasi wabah Covid-19 saat ini, banyak masyarakat yang meramu sendiri tanpa mengetahui kandungan bahan tersebut. Untuk itu, ia menekankan dalam meramu bahan–bahan herbal harus diperhatikan takarannya. Peneliti sekaligus dosen Unhi I Nyoman Sridana, S.Kes.H., M.Si. memaparkan, teh herbal itu dibuat karena ia melihat banyaknya tanaman obat yang sudah digunakan oleh leluhur. Sementara Fakultas Ayur Weda Unhi juga mempelajari tentang obat tradisional yang bersumber dari lontar dan sastra Hindu yang ada. Atas rekomendasi guru besar Unhi, ia disarankan meneliti ramuan yang termuat di Geguritan Sugita. Setelah dipelajari, ia menemukan tanaman obat yang sangat bagus untuk meningkatkan kecerdasan yaitu piduh, meniran, kejagutan dan ranti. Berawal dari situ, ia mempelajari tentang kandungan bahan–bahan tersebut. Setelah dipelajari kandungan-

nya bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Produk taru pramana ini terbuat dari daun pepaya, daun meniran, daun piduh atau pegagan dan gula tebu murni. Ramuan jamu kering daun pepaya dengan kandungan zat antioksidan, vitamin C, flavonoid, folat, vitamin A, asam panthotenic, mineral, magnesium, vitamin E, kalium, serat dan vitamin B. Kandungan vitamin A, C, dan E itu dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, jamur dan bakteri. Kandungan enzim papain itu berfungsi membantu meningkatkan hemoglobin, meningkatkan trombosit dalam darah untuk mencegah penyakit malaria dan demam berdarah. Teh herbal ini juga membantu menjaga kesehatan paru– paru, melegakan pernapasan, anti-alergi dan membantu mengatasi batuk, membantu pencernaan protein, gangguan pencernaan, membuat lender usus yang secara negatif memengaruhi sistem pencernaan bisa dikurangi bahkan para-

site–parasite usus bisa dicerna. Ketua Inkubator Bisnis Unhi Ayu Yayati Wilyadewi, S.E.Ak., M.M. mengatakan, riset yang selama ini telah dilakukan harus diwujudkan sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya produk Papain Immunomodulator. ‘’Jadi tugas Inkubator Bisnis ini adalah mendukung start-up, apalagi riset ini berasal dari kampus,’’ ujarnya ditemui Senin (23/3). Produk teh herbal ini dipilih dipublikasikan karena saat ini momen yang tepat dapat membantu masyarakat yang tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19, demam berdarah, malaria. Manager Marketing dan Humas Inkubator Bisnis Unhi Gusti Alit Suputra, S.E., M.M. menambahkan, produk ini dikomersialkan dan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Bahwa Bali memiliki kekayaan alam yang bisa digunakan sebagai obat terutama obat herbal. Contohnya teh papain ini. Bahkan teh herbal papain juga diproduksi oleh start-up Inkubator Bisnis Unhi sendiri. (ad646)

Gianyar (Bali Post) – Satgas Covid-19 mencatat ratusan orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Gianyar. Selain itu juga ada 14 pasien dalan pengawasan (PDP) yang dirawat pada sejumlah rumah sakit di Gianyar. Sedangkan yang termasuk OPD mencapai 317 orang. Pemkab Gianyar sendiri sudah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah menangani wabah ini. Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Jumat (27/3) kemarin, membenarkan ODP Covid-19 di Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan. Bahkan data terakhir menunjukan jumlahnya mencapai ratusan. “Yang sudah terdata mencapai 313,” katanya. Adapun rinciannya 313 ODP

ini tersebar di tujuh kecamatan. Seperti Kecamatan Sukawati 88 ODP, Blahbatuh 44 ODP, Gianyar 68, Tampaksiring 11, Ubud 18, Tegallalang 27, Payangan 44, dan luar wilayah 13 ODP. Namun data terbaru Jumat sore kemarin terjadi penambahan 4 ODP, sehingga menjadi 317. “Hanya 4 ODP ini masih ditelusuri,” katanya. Warga Kelurahan Beng yang sebelumnya sempat berstatus ODP, hasil cek labnya sudah keluar dan warga yang baru datang dari Italia itu dipastikan negatif Covid-19. “Pasien yang di Beng itu sudah dinyatakan negatif,” katanya. Pihaknya juga mencatat 14 orang dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Hanya belasan pasien PDP dirawat pada sejumlah rumah sakit di Gianyar, jadi tidak hanya di RSUD

Sanjiwani. “Kalau belum ada kepastian (positif/negatif - red) maka belum diisolasi,” tegas pejabat yang juga Sekda Gianyar ini. Meski penanganan disebar pada sejumlah rumah sakit, Wisnu Wijaya memastikan penanganan belasan pasien PDP ini tetap sesuai protokol. “Ya, penanganannya pasti sesuai protokol kesehatan,” katanya. Pemkab Gianyar sudah berupaya maksimal menangani wabah ini. Salah satunya menyiapkan anggaran Rp 2 miliar menangani Covid-19. Anggaran itu pun sudah dibagi dalam sejumlah plot. Seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) Rp 790 juta, anggaran Dinas Sosial Rp 300 juta, RSU Sanjiwani Rp 310 juta, anggaran transportasi Rp 100 juta, dan insentif Rp 500 juta. (kmb35)

MASYARAKAT Klungkung telah mendengar Kulkul Pajenengan dari Puri Agung Klungkung bersuara sendiri saat malam pangerupukan. Masyarakat teringat suara kulkul ini sebagai peringatan tanda bahaya, baik yang datang dari alam maupun manusia. Ini banyak dikaitkan dengan ancaman wabah Covid-19 yang sudah semakin mengganas. Masyarakat Klungkung pun diminta meningkatkan kewaspadaan. Lalu apa yang harus dilakukan masyarakat?

ditunda atau lakukan tanpa melibatkan banyak orang. Petunjuk lain seperti memasang pandan isi cabai dan bawang putih di depan rumah, dilengkapi ajengan putih kuning di depan rumah juga bisa dilakukan sebagai penolak bala. Atau bisa dilengkapi benang tridatu sebagai simbol keseimbangan api, air dan angin. Umat juga diminta tetap berdoa di Sanggah Kemulan masing-masing agar seluruh doa yang tulus itu mampu memberikan vibrasi positif bagi semua masyarakat agar dihindarkan dari ancaman wabah Covid-19. (gik)

PENUMPANG - Fastboat saat menurunkan penumpang di Nusa Penida.

TEH HERBAL PAPAIN - Dari kiri: Manager Marketing dan Humas Inkubator Bisnis Unhi Gusti Alit Suputra, S.E., M.M., Peneliti sekaligus dosen Unhi I Nyoman Sridana, S.Kes.H., M.Si., Ketua Inkubator Bisnis Unhi Ayu Yayati Wilyadewi, S.E.Ak., M.M. menunjukkan teh herbal papain.

Satgas Covid-19 Gianyar Catat 317 ODP dan 14 PDP

Suara ’’Kulkul Pajenengan’’ Tanda Peringatan Bencana

Tokoh agama dan budaya, Dewa Ketut Soma, mengatakan suara Kulkul Pejenengan (Lanang-Wadon) di Puri Agung Klungkung memiliki kekuatan magis. Cerita tetua dahulu, kekuatan magis itu mampu menghubungkan energi Gunung Agung, leluhur Puri Agung dengan Ratu Gede di Nusa Penida. Kalau kulkul ini bersuara, menandakan suatu peringatan bencana, agar selanjutnya masyarakat tetap waspada. ‘’Jangan diartikan lain, suara kulkul itu membencanai umatnya,’’ tegas Dewa Soma, Kamis (26/3) pagi. Peringatan ini biasanya diikuti petunjuk melakukan ritual khusus, sesuai jenis bencana yang akan datang. Sebagai contoh, dulu ketika terjadi gerubug berskala besar, umat diminta melakukan colek pamor di depan rumah masing-masing. Pencegahan dilakukan dari awal, karena sistem gerubug yang tidak tampak. Sama halnya dengan wabah Covid-19 saat ini. Tidak hanya gerubug, peristiwa besar akibat ulah manusia juga diberikan pertanda. Contohnya seperti peristiwa Bom Bali I maupun Bom Bali II, saat itu setelah Kulkul Pajenengan berbunyi, masyarakat langsung diminta menggantung

nanas. Bentuk nanas ini identik dengan granat. Itu artinya sebagai pertanda bahaya sedang mengintai manusia. Termasuk ketika terjadi gempa bumi berskala besar di daerah lain, suara Kulkul Pajenengan ini juga kadang muncul. Artinya, suara Kulkul Pajenengan di Puri Agung Klungkung ini sudah banyak membuktikan adanya peristiwa besar. Dari zaman dulu sampai sekarang. Sehingga masyarakat Klungkung sangat khawatir, ketika Kulkul Pajenengan ini bersuara lagi saat malam pangerupukan, di tengah ancaman wabah Covid-19. Suara kulkul itu juga unik, karena hanya bisa didengar orang-orang tertentu. Kadang orang di dalam Puri Agung Klungkung pun tidak mendengar. Mengaitkan suara Kulkul Pajenengan itu dengan situasi saat ini, Dewa Soma meminta masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah daerah. Tetap di rumah, kurangi bepergian, lakukan upaya-upaya pencegahan. Jangan sampai maboya, ada di tengah kerumunan, kalau sampai tertular maka akan semakin sulit menghadapinya. Termasuk upacara agama dan kegiatan adat yang sedianya melibatkan masyarakat banyak, agar sementara

Bupati Belum Rencanakan Isolasi Kepulauan Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) -

Aspirasi ini cukup banyak direspons warga di media sosial. Hal itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga Nusa Penida. Terlebih di tengah upaya-upaya pemerintah daerah yang semakin memperketat ruang gerak masyarakat. Diimbau agar berdiam diri dulu di rumah. Aspirasi yang muncul relatif realistis. Sebab, sementara warga lokal diminta mengisolasi diri, sedangkan pelabuhan masih tetap dibuka. Legislator dari Dapil Nusa Penida, Made Jana, Jumat (27/3) kemarin menegaskan, saat ini tidak perlu melakukan isolasi pulau. Kewenangan untuk lockdown sepenuhnya

domain pemerintah pusat, bukan kebijakan pemerintah daerah. Saat ini, kata politisi Demokrat ini, agar masyarakat selalu mengikuti seluruh imbauan dan segala petunjuk pemerintah. Keputusan mengisolasi diri akan memiliki dampak luas. Khusus daerah kepulauan, tentu sangat berkaitan dengan kebutuhan pokok yang selama ini sangat bergantung dari pasokan Klungkung daratan. Upaya pemerintah daerah, menurutnya, saat ini sudah tepat yakni melakukan pengawasan dan perlakuan ketat terhadap lalu lintas keluar-masuknya orang ke Nusa Penida.

‘’Terpenting kesadaran seluruh warga bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Jaga diri sendiri dan keluarga. Ikuti imbauan pemerintah. Da bengkung (jangan melawan),’’ tegas politisi asal Desa Pejukutan ini. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat kemarin meminta agar masyarakat lebih menggunakan akal sehat dan terus membangun kesadarannya. Ditegaskan, tidak ada keputusan mengisolasi pulau. Dia meminta ikuti saja apa pun yang menjadi imbauan pemerintah. Sudah cukup banyak dan jelas semua imbauan pencegahan Covid-19 yang dibuat secara tertulis dan diter-

uskan hingga ke tingkat desa. Tujuannya agar masyarakat cepat menyesuaikan diri. Dia kembali menegaskan, untuk melindungi kepulauan Nusa Penida, seluruh akses wisman sudah ditutup. Selanjutnya, mempertebal upaya ini agar masyarakat jangan mendatangkan sementara tukang/tenaga dari luar. Jangan menerima kos duktang, jangan nekat mengangkut wisatawan. Sikap demikian otomatis akan membuat pendatang sementara tidak masuk ke Nusa Penida. Kalau sudah paham bagaimana menjaga diri sendiri, maka tentu hal-hal yang mengancam keselamatan berkaitan penyebaran Covid-19 ini tidak dilakukan oleh warga. Ini harus terus dibangun di tengah warga. Membangun kesadaran warga menjaga diri sendiri, keluarga dengan segala petunjuk yang sudah disampaikan pemerintah. (kmb31)

Gianyar (Bali Post) Di tengah keresahan terhadap penyebaran Covid-19, masyarakat juga harus waspada Demam Berdarah (DB). Apalagi awal tahun ini sudah ada 264 warga di kawasan Kota Seni itu positif DB. Bahkan satu orang tercatat meninggal dunia. Diperkirakan selanjutnya akan terjadi lonjakan DB. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, sepanjang Januari 2020 ini tercatat ada 132 warga positif DB, jumlah yang sama juga terjadi sepanjang Februari 2020. Sehingga dua bulan pertama ini saja sudah ada 264 warga positif DB.

Mereka sudah menjalani perawatan di rumah sakit umum pemerintah dan rumah sakit swasta. Untuk Maret 2020 masih belum ada hasilnya, karena Dinas Kesehatan Gianyar masih melakukan rekapitulasi data. ‘’Hasilnya baru direkap dari puskesmas masing-masing akhir bulan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit A.A. Anom Sukawama dikonfirmasi, beberapa waktu lalu. Dikatakan, pasien yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta itu meninggal bukan hanya karena DB, tetapi ada banyak penyakit

penyerta. ‘’Itu karena banyak penyakit penyerta, ditambah terkena DB akhirnya meninggal,’’ katanya. Terkait adanya warga lain yang meninggal akibat DB, dikatakan, sampai saat ini pihaknya baru menerima satu korban saja. Pihaknya pun mengimbau kalau ada korban positif DB hingga meninggal agar segera dilaporkan. Agung Sukamawa mengakui awal tahun ini sudah terjadi lonjakan pasien DB, bila dibandingkan awal 2019. Lonjakan itu terjadi salah satunya karena tingginya kepadatan jentik nyamuk. Angka bebas jentik nyamuk di

Kabupaten Gianyar baru mencapai 80 persen. Itu bararti masih ada tersisa 20 persen jentik nyamuknya. Dikatakan, pencegahan DB bisa dilakukan dengan cara sederhana, asal masyarakat mau melakukan PSN. Namun yang menjadi persoalan saat ini banyak masyarakat sibuk bekerja. Akibatnya, mereka tidak berkesempatan membersihkan areal sekitar rumah khususnya guna melakukan PSN. ‘’Sekarang nyamuknya banyak. Untuk mencegahnya, mari kita bersihkan genangan air, agar jentik tidak berkembang menjadi nyamuk,’’ katanya. (kmb35)

Pemerintah daerah bekerja keras melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Imbauan, instruksi, dan larangan untuk mengisolasi masyarakat berjalan cukup lancar. Meski demikian, kesan kepanikan masih muncul dari sejumlah warga. Seperti warga di daerah Kepulauan Nusa Penida, ada aspirasi warga untuk mengisolasi wilayah kepulauan itu dari wisatawan mancanegara maupun penduduk pendatang.

264 Warga Positif DB, Satu Meninggal

Cegah Wabah Covid-19

Dewan Dorong Bupati Eksekusi Dana Tak Terduga Bangli (Bali Post) DPRD Bangli, Jumat (27/3) kemarin mengadakan rapat bersama Bupati Bangli I Made Gianyar untuk membahas upaya pencegahan wabah virus Corona (Covid-19). Berbeda dari rapat-rapat biasanya, rapat kemarin diadakan di lobi kantor DPRD. Dalam rapat itu dewan mendorong Bupati agar segera mengeksekusi dana tak terduga untuk antisipasi penyebaran virus Corona. Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar mengatakan, rapat diadakan untuk meminta penjelasan terkait langkahlangkah yang sudah dilakukan Pemkab Bangli dalam upaya pencegahan Covid-19. Dalam rapat itu pihaknya meminta agar Satgas Penanggulangan Covid-19 menghitung apa saja kebutuhankebutuhan yang diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona yang kini merebak di Bali. ‘’Kami meminta agar Satgas

melalui Dinas Kesehatan mulai menghitung apa saja kebutuhannya. Seperti berapa kebutuhan masker, hand sanitizer, disinfektan untuk masyarakat sehingga bisa disiapkan,’’ harap Diar usai rapat kemarin. Dalam upaya antisipasi penyebaran virus Corona itu, menurut Diar, Bupati bisa segera mengeksekusi dana tak terduga yang sudah disiapkan Rp 1 miliar dalam APBD 2020. Bupati bisa menggeser kegiatan lain jika masih butuh dana. Menurutnya, di tengah situasi seperti sekarang ini kegiatan pembangunan yang sebelumnya sudah direncanakan agar ditunda sementara waktu hingga wabah Corona berakhir. ‘’Anggaran mana saja boleh dipakai. Agenda apa pun kami persilakan digeser. Ini (pencegahan Covid) harus diutamakan,’’ jelasnya. Sejauh ini, kata politisi PDI-P Bangli itu, kegiatan pencegahan memang sudah

dilakukan Pemkab Bangli. Seperti penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum. Pembiayaannya memanfaatkan anggaran kegiatan yang ada di masingmasing organisasi perangkat daerah (OPD). Pemkab Bangli sejauh ini belum ada menggunakan dana khusus penanganan Covid dalam jumlah besar. ‘’Tadi tanggapan Bupati bagus. Bupati siap mengeksekusinya,’’ ujarnya. Disinggung pelaksanaan

rapat bersama digelar di lobi kantor DPRD, Diar menjelaskan, itu dilakukan berdasarkan usulan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta yang juga hadir dalam rapat itu. Awalnya rapat sedianya dilaksanakan di ruang sidang. Namun agar mendapat udara segar sambil berjemur, maka rapat diusulkan diadakan di lobi. ‘’Istilahnya biar dapat nginyah. Tadi rapat juga jaga jarak,’’ imbuhnya. (kmb40)


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

7 April, Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh ’’Tawur Tabuh Gentuh’’ di Bencingah Agung

Bali Post/kmb41

TABUH GENTUH - Upacara Tawur Tabuh Gentuh serangakaian Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih dilangsungkan Selasa (24/3).

Amlapura (Bali Post) – Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh akan dilangsungkan saat purnama kadasa tepatnya 7 April 2020 mendatang. Ida Batara katurang nyejer hingga 27 April dan masineb keesokan harinya 28 April 2020. Sebelum puncak karya akan dilangsungkan nuur tirta dan nedunang Ida Batara 4 April kemudian melasti ke Tegal Suci 5 April, keesokan harinya prosesi mapepada 6 April. Sebelumnya, Selasa (24/3) lalu, dilangsungkan upacara Tawur Tabuh Gentuh serangkain Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) yang digelar

Lelang Jabatan Kadis, Tunggu Hasil Penelusuran Rekam Jejak Singaraja (Bali Post) Meskipun wabah Covid-19 terus menyebar, tahapan seleksi lelang lima jabatan kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemkab Buleleng terus berlanjut. Para calon kadis bukan saja harus mampu dengan baik menyelesaikan tahapan assessment dengan meteri tes tulis, juga diskusi berkelompok yang dipandu tim assessor dari Badan Kepegawaian

Negara (BKN). Setelah tahapan itu, tim panitia seleksi (pansel) melakukan rekam jejak para calon. Kemudian pansel mengumumkan calon kadis yang masuk ranking tiga besar. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, Jumat (27/3) kemarin mengatakan, selama tahapan assessment itu, para calon kadis diharapkan mengikuti dengan baik. Para calon dari lima jabatan kadis yang dilelang itu semuanya hadir. Saat ini pansel sudah menerjunkan tim guna melakukan penelusuran rekam jejak para calon. ‘’Assessment sudah selesai tinggal melaksanakan penelusuran rekam jejak. Kami targetkan sampai akhir bulan ini penelusuran rekam jejak itu selesai,’’ katanya. Tim pansel dalam upaya penelusuran rekam jejak calon itu, kata Wisnawa, me-

makai aplikasi google form. Metode ini hampir sama pada saat penelusuran rekam jejak dalam lelang jabatan Sekda Buleleng belum lama ini. Metode ini dipilih guna mendapatkan penilaian terkait track record para calon, sehingga dapat dijadikan pertimbangan sebelum bupati memilih satu dari tiga nama calon kadis yang masuk ranking tiga besar nantinya. ‘’Tujuannya hanya satu agar siapa pun calon kadis yang akan dipilih oleh pimpinan memiliki kualitas. Rekam jejak dengan aplikasi ini kita pakai, sehingga ada pertimbangan memilih satu yang terbaik,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, lima jabatan kadis dilelang tahun ini yaitu Kadis Kebudayaan (Kadisbud), Kadis Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP), Kadis Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan. Lelang ini diikuti 16 orang pelamar yang sudah dinyatakan lolos administrasi. (kmb38)

dari pusat dan provinsi seperti apa nantinya. Apa yang menjadi keputusan pusat, maka kita ikuti,’’ jelas Sutrisna. Dinas Perdagangan meminta kepada kepala pasar membuat grup WhatsApp yang anggotanya adalah para pedagang. Keberadaan grup WA itu dipercaya mempermudah menyampaikan informasi kepada para pedagang. Sebab, kebijakan pemerintah terkadang cepat dan mendadak. Menyikapi kondisi semakin merebaknya kasus Covid-19,

pihaknya telah melakukan pengadaan sejumlah alat tempat cuci tangan di pasar yang ada di Karangasem. Pengadaan itu dilakukan supaya para pedagang dan pembeli di pasar bisa menjaga hidup bersih saat berada di pasar. Rencananya di 16 pasar yang ada di Karangasem itu akan diisi tempat cuci tangan. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada para pedagang supaya melakukan penyemprotan cairan disinfektan selama berjualan di pasar itu secara mandiri. (kmb41)

Tempat Cuci Tangan Disiapkan di 16 Pasar Amlapura (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem akan melakukan pengadaan tempat pencuci tangan di 16 pasar yang ada di Karangasem. Pengadaan tempat cuci tangan itu dilakukan sebagai upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Itu dilakukan semata guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Selain itu, Disperindag juga mengimbau para pedagang supaya menyemprotkan cairan disinfektan secara mandiri saat mereka berjualan di pasar. Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna, Jumat (27/3) kemarin mengatakan, sampai saat ini aktivitas di pasar masih berjalan normal. Para pedagang tetap berjualan seperti biasa. Sejauh ini pihaknya masih belum membuat strategi melakukan pengaturan para pedagang yang berjualan di pasar itu. ‘’Intinya kegiatan di semua pasar masih tetap seperti sebelumnya. Termasuk jam para pedagang yang berjualan juga masih sama belum ada perubahan. Kita mengikuti arahan

Bali Post/kmb41

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN - Para pedagang yang berjualan di Pasar Amlapura Timur diminta menyemprotkan disinfektan secara mandiri guna mencegah penyebaran Covid-19.

bertepatan dengan tilem kesanga. Pelaksanaan tawur tahun ini memang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tawur yang dipusatkan di Bencingah Pura Agung Besakih itu hanya diikuti sejumlah krama. Alasannya, menjalankan imbauan pemerintah agar tidak melibatkan orang dalam kerumunan banyak, akibat semakin merebaknya kasus Covid-19. Ketua Panitia Karya IBTK Jro Mangku Widiartha mengatakan, sejumlah wewalungan digunakan sebagai sarana upakara Tawur Labuh Gentuh itu. Seperti seekor kerbau suci, kidang, manjan-

Keputusan pembatalan itu terungkap pada paruman yang diikuti perwakilan Tridatu, Pemangku Kahyangan Tiga, dan perwakilan prajuru di Sekretariat Desa Adat Buleleng, Jumat (27/3) kemarin. Klian Desa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, beberapa dasar hukum diantaranya SK Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) No. 13 A tentang perpanjangan status darurat wabah Virus Corona (Covid-19) sampai 29 Mei 2020, Maklumat Kapolri, dan Awig-awig Desa Adat Buleleng No. 1 Tahun 2013 Pasal 55 dan Pasal 112. Mengacu regulasi itu, se-

hingga paruman menyepakati tiga poin penting. Pertama, melasti ditiadakan atau mapamit. Selanjutnya, pada pura kahyangan tiga digelar upacara ngaturang guru piduka pukul 10.00 Wita. Selain itu, masing-masing pura panti, dadia/merajan dan pemaksan ngaturang guru piduka setelah nunas tirta kahyangan tiga dari masing- masing banjar adat. ‘’Tiga poin itu sudah diputuskan dan diteruskan ke masing-masing banjar adat di wewidangan desa adat kami untuk diikuti krama desa,’’ katanya. Ritual melasti di wewidangan Desa Adat Buleleng itu telah diwarisi oleh krama desa

untuk mencegah kasus Covid-19,’’ tegasnya. Mengacu pada social distancing, selama berlangsungnya karya, agar umat mengatur jarak terutama saat hendak melakukan pamuspaan. Sebelum memasuki utama mandala, pamedek diminta melakukan cuci tangan dengan cairan hand sanitizer pada tempat yang sudah disediakan. ‘’Jadi, kita minta krama mengikuti imbauan itu, agar kita tidak salah di dalam melaksanakan upacara ini. Upacara kami harap bisa berjalan dengan baik sesuai keinginan bersama,’’ kata Mangku Widiartha. (kmb41)

Singaraja (Bali Post) -

Manajemen Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng belum menentukan kebijakan penutupan oprasional pasar tradisional akibat dampak wabah Covid-19. Namun pihak direksi akan mengikuti instruksi kalau memang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Buleleng itu memerintahkan menutup oprasional pasar tradisional. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengatakan hal itu, Jumat (27/3) kemarin. Menurutnya, sejak wabah Covid-19 itu menyebar dan diikuti instruksi pembatasan bepergian, para pedagang tetap berjualan di setiap unit pasar yang dikelola perusahaan. Hanya, saat Nyepi hari Rabu (25/3) dan Ngembak Geni Kamis (26/3) yang telah berlalu aktivitas pedagang di pasar tradisional tutup total. Setelah hari raya itu, pedagang sekarang tetap beroperasi di tengah penyebaran wabah Covid-19. Untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona, pihaknya rutin melaksanakan penyemprotan disinfektan menyasar seluruh

unit pasar yang dikelola perusahaan. Sterilisasi ini untuk menghindari kemungkinan virus menular dari aktivitas pedagang di pasar tradidional. ‘’Sampai saat ini kami belum mendapat instruksi menutup pasar tradisional di tengah penyebaran wabah ini. Kami sudah melaksanakan sterilisasi dengan penyemprotan di setiap kios atau los yang ditempati pedagang,’’ katanya. Selain sterilisasi, Yudi Arsana menyebut belakangan ini pihaknya gencar melaksanakan edukasi terkait perilaku warga saat berkunjung ke pasar tradisional. Setiap pengunjung disarankan agar mengatur waktu yang tepat ketika akan berbelanja

Bali Post/ist

STERILISASI - Petugas PD Pasar Buleleng rutin melakukan sterilisasi los dan kios pasar tradisional untuk mencegah penularan Covid-19. ke pasar. Selain itu, pihaknya menyarankan agar jangan mengajak anak-anak atau sengaja datang berbelanja dengan rombongan. Diakuinya, cara ini penting mengurangi terjadinya kerumunan pengunjung, sehingga efektif mencegah kemungkinan ter-

jadi penularan virus. ‘’Kami edukasi warga agar mereka mengatur waktu ketika akan ke pasar. Hindari mengajak anak-anak, sehingga ini bisa mendukung instruksi pemerintah mengurangi kerumunan yang berpotensi menularkan virus,’’ jelasnya. (kmb38)

Cegah Penyebaran Covid-19 di Padangbai

Gunakan ’’ Water Cannon’’ Semprotkan Disinfektan Amlapura (Bali Post) Semakin mengkhawatirkannya penyebaran virus Corona atau Covid-19 membuat seluruh kalangan terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 itu. Untuk mengantisipasi penyebaran virus itu, Polres Karangasem menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan water cannon di wilayah Desa Padangbai, Kecamatan Manggis. Kabag Ren Polres Karangasem Kompol I Made Darsana mengungkapkan, penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan itu menyasar sejumlah tempat setiap harinya. Penyemprotan diprioritaskan pada tempat-tempat yang sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. ‘’Penyemprotan itu dilakukan di lokasilokasi di antaranya di jalan Dusun Melanting, di Dusun Segara, di Dusun Luhur, areal

Melasti di Desa Adat Buleleng Dibatalkan digelar setelah Nyepi. Hal ini diatur pada Lontar Sundarigama dan Lontar Aji Swamandala. Dari isi lontar suci itu upacara ini memiliki beberapa tujuan penting yaitu Ngiring Prawatek Dewata atau mengingatkan umat meningkatkan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Anganyutaken la-

perwakilan dari seluruh kabupaten/kota. Kemudian, tirta itu dibagikan kepada masing-masing desa adat di seluruh Bali. ‘’Tirta yang ditunas oleh kabupaten/kota setelah pukul 13.00 Wita. Tirta itu nantinya dibagikan ke masing-masing desa adat mulai pukul 15.00 Wita sampai 18.00 Wita,’’ katanya Pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih itu hanya melibatkan unsur-unsur pokok kelembagaan yang ada di Desa Adat Besakih. ‘’Kami mengikuti imbauan pemerintah terkait pembatasan jumlah orang

PD Pasar Sterilisasi Kios dan Los Pedagang

Taati Larangan Berkumpul

DESA Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng pertama kali tahun 2020 ini batal menggelar upacara melasti. Ritual yang turun-temurun dan sakral ini rencananya digelar pada Purnama Wuku Kadasa, 7 April 2020. Karena penyebaran wabah Covid-19 dan bentuk tunduk atas kebijakan pemerintah untuk mengurangi kerumunan warga. Kemudian, prajuru desa adat memutuskan tidak melaksanakan melasti yang menjadi rangkaian setelah hari Nyepi Tahun Çaka 1942 tersebut. Lalu apa pertimbangan prosesi melasti walau akhirnya tidak jadi digelar di Buleleng itu justru dilangsungkan setelah hari raya Nyepi?

gan, banteng, petu, kambing, asu bangbungkem, selain itu juga kucit butuan, angsa, banyak lagi jenis lainnya. ‘’Penggunaan sarana banten dan wewalungan itu sama seperti tahun sebelumnya. Tidak ada mengurangi maupun melebihkan sarana upacara itu,’’ ucapnya. Widiartha menambahkan, dalam Tawur Tabuh Gentuh ini juga dilakukan upacara nuur titra ke puncak Giri Tohlangkir alias Gunung Agung. Tirta dari Gunung Agung itu kemudian dicampur dengan sembilan tirta lainnya. Nantinya, campuran tirta itu di-tunas oleh maing-masing

raning jagat atau membangun kepedulian untuk mengentaskan penderitaan masyarakat. ‘’Anganyutaken Papa Klesa atau menguatkan diri dengan membersihkan diri dari kekotoran rohani dan Anganyut Aken Letuhan Bhuwana atau bersama-sama menjaga kelestarian alam. (mud)

Bali Post/ist

PARUMAN - Desa Adat Buleleng membuat paruman, menyepakati tidak menggelar upacara melasti yang bisa dilaksanakan setelah hari raya Nyepi setiap tahunnya.

Pura Silayukti di Dusun Mimba. Termasuk penyemprotan di sepanjang jalan raya Pelabuhan Padangbai,’’ ucapnya. Darsana menambahkan, penyemprotan disinfektan yang dilakukan itu adalah sebagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya virus yang masih belum ditemukan antivirusnya itu. Sebab, pihaknya memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral kepada semua warga agar terhindar dari bahaya Covid-19 itu. Karena itu kepolisian senantiasa berpartisipasi dalam pencegahan Covid-19 ini, sehingga masyarakat merasa terlindungi. ‘’Kewajiban kami melindungi dan mengayomi masyarakat. Karena itu kami melakukan langkah-langkah pencegahan dengan cara penyemprotan disinfektan guna menghindari masyarakat dari serangan ‘Covid-19,’’ tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DISINFEKTAN - Polres Karangasem saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Desa Padangbai guna mencegah penyebaran Covid-19.


Sabtu Pon, 28 Maret 2020

Prosedur Pengajuan Menutup Wilayah ‘’Mereka sudah mulai menyampaikan beberapa keputusan kepada pemerintah (tapi) formatnya belum jelas. Oleh sebab itu kita sekarang, pemerintah ini sedang menyiapkan rancangan PP untuk melaksanakan apa yang disebut karantina kewilayahan,’’ ujar Mahfud.

Dalam PP itu, kata Mahfud, akan diatur kapan sebuah daerah itu boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut lockdown. Menurutnya, PP ini perlu dikeluarkan karena pemerintah tak bisa serta merta menutup satu atau dua wilayah tanpa aturan yang pasti. Mahfud mengatakan, salah satu hal yang akan diatur

juga ialah terkait prosedur pengajuan pengarantinaan kewilayahan tersebut. Pemerintah akan mengatur, pihak yang dapat mengusulkan keputusan tersebut ialah Kepala Gugus Tugas Wilayah Provinsi kepada Kepala Gugus Tugas Nasional. ‘’Barulah kemudian Kepala Gugus Tugas Nasional akan berkoordinasi dengan menterimenteri terkait,’’ ujar mantan

Ketua Mahkamah Konstitusi ini. Mahfud menyebutkan, PP tentang karantina wilayah itu akan segera diterbitkan pada pekan depan. ‘’Kita ini kan sedang dalam situasi yang darurat. Jadi dalam waktu yang tidak lama akan segera dikeluarkan. Kalau ditanya waktunya kapan, ya… mungkin minggu depan nanti sudah ada kepastian,’’ katanya. (ant)

Pada panyepian masyarakat wajib melaksanakan catur brata panyepian yaitu amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. Sedangkan pada Umanis Nyepi dilaksanakan ngembak geni atau dresta langu dengan kegiatan ngwacen lontar, awigawig maupun pararem yang baru serta kegiatan sabha yowana dan pementasan tarian sakral. Namun seiring merebaknya Covid-19, Pemkab Badung sudah mengantisipasi dan telah pula mengeluarkan surat edaran agar mengurangi euforia dalam perayaan panyepian ini serta mengurangi kegiatan berkumpul. ‘’Berkenaan dengan Covid-19 kami Pemkab Badung sudah antisipasi betul. Kami berterima kasih kepada

masyarakat Kabupaten Badung, kita juga memberikan disinfektan ke seluruh kecamatan dan desa. Gerakan sosial masyarakat juga melakukan hal yang sama. Mari kita bersama berdoa, semoga virus ini segera hilang di Badung, Bali, Indonesia bahkan di dunia,’’ tambahnya. Bupati Giri Prasta juga menegaskan, tawur agung kasanga di-puput oleh sarwa sadaka dengan tujuh sulinggih. Menurutnya, semua umat manusia apalagi umat sedharma, tujuan hidup kita adalah moksartam jagadhita yacaiti dharma, dapat diterima di sisi Tuhan dan dapat menyejahterakan masyarakat. ‘’Semua sulinggih patut kita hormati, beliau yang akan melaksanakan upakara, upacara yang dilakukan umat sedharma melalui para sulinggih

seperti Tawur Agung Kasanga ini,’’ tegas Bupati. Sementara itu, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha ditemui di sela-sela upacara tawur mengatakan, upacara Tawur Agung Kasanga merupakan salah satu rangkaian upacara dalam perayaan Hari Suci Nyepi. Tawur Agung Kasanga bermakna untuk menyucikan alam beserta segala isinya. ‘’Tawur Agung Kasanga dilaksanakan untuk pembersihan bhuwana agung dan bhuwana alit,’’ jelasnya. Tawur kali ini juga diisi dengan perlengkapan upakara berupa Prayascita Gumi dan Dirgayusa Gumi sebagai salah satu ritual dan doa untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar wilayah Kabupaten Badung dan seluruh alam dihindarkan dari segala macam wabah penyakit seperti

Covid-19 maupun virus yang menyerang babi dan wabah lainnya termasuk marabahaya dan bencana alam. Upacara tawur agung kasanga menghaturkan sarana upakara masanggar tawang dan mayama raja. Sarana tawur berupa wewalungan seperti kerbau, sapi, kambing, babi, angsa, itik dan ayam. Seluruh rangkaian tawur kasanga diakhiri dengan persembahyangan bersama. Selanjutnya para Majelis Alit Kecamatan dan bendesa adat nunas tirta untuk pelaksanaan tawur di tingkat kecamatan, desa adat hingga masing-masing rumah. Ada tiga tirta yakni tirta caru, tirta pamelepeh dan tirta luhur. Tirta luhur katunas saking tirta Pura Pucak Mangu, Pura Uluwatu dan Pura Luhur Giri Kusuma Blahkiuh. (ad651)

Bahkan teknologi ini juga ikut memberikan sumbangan ketegangan besar kepada masyarakat akibat penggunaannya yang keliru. Gambar horror (mengerikan) serta berita bohong (hoaks) berseliweran di media sosial yang membuat masyarakat kebingungan menanggapi. Teknologi kecerdasan buatan paling mutakhir pun tidak mampu memberikan jawaban untuk menghentikan penyebaran virus ini. Dan cara pencegahan penularan penyakit ini justru dilakukan melalui metode yang kuno, yaitu mengatur interaksi manusia (social distance). Manusia harus mengatur jaraknya terhadap manusia lain karena justru pe-

nyebaran virus itu datang dari hal paling mendasar dari manusia, batuk, bersin, tertawa, berbicara dan mungkin marah berlebihan. Bisa dibayangkan, bagaimana ilmu filsafat harus menjelaskan fenomena ini. Ketika masyarakat dunia telah mampu menghubungkan manusia antarmanusia di planet ini hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba saja hal yang harus diwaspadai adalah rekan atau saudara yang jaraknya (maaf) seperludahan di depan kita! Kita harus mengatur jarak terhadap orang yang ada satu meter di depan kita. Tidak bisa lain masyarakat dunia harus berpikir ulang terhadap keeksitensialannya saat ini. Ada beberapa hal yang harus dicatat di sini. Dari sisi politik ketatanegaraan, kiranya neg-

ara yang mampu meyakinkan secara total ketundukan kepada rakyatnya, dalam hal ini untuk pencegahan penyakit, berpotensi paling berhasil untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Bukan karena negara Tiongkok yang kebetulan berbasis komunis telah mampu menekan penyebaran ini, tetapi setiap negara dan pemimpinnya berhak menyatakan keadaan darurat kesehatan yang kemudian memungkinkan tentara dan polisi bergabung mengawasi pergerakan masyarakat. Barangkali itulah yang dimiliki oleh negara Tiongkok sehingga mampu mengatasi pemyebaran virus Corona ini secara lebih cepat (di luar berbagai isu lain yang juga dikaitkan dengan kedigjayaan negeri ini di era sekarang). Negara-negara yang

menganut paham demokrasi, harus diakui mengalami cukup kesulitan dalam menghadapi pembatasan sosial ini. Memang benar keunggulan yang dimiliki oleh negara demokrasi (yang benar-benar demokrasi) adalah basis masyarakatnya yang lebih berpengetahuan, lebih intelek dan pintar. Seharusnya faktor-faktor inilah menjadi basis kesadaran mereka untuk mampu mengendalikan pembatasan interaksi sosial. Akan tetapi, kebebasan yang mereka anut atas nama demokrasi dan liberal sudah demikian terinternalisasi (teresap) ke dalam perilaku sosial dan tindakan sehari-hari, sehingga memunculkan sikap individual yang lebih mengedepan. Semua tanggung jawab sosial diserahkan kepada individu dan negara akan ber-

Gerakan Sosial Masyarakat

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Butuh Sekuriti Tabanan, Berpengalaman. Hub. Ibu Dewi 0812-3622-2509

B.BP.001.03.20.0000649

Dibutuhkan 2 org PRT Cewek u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799

‘’Artinya dari sampel yang keluar hari ini, tidak ada tambahan kasus positif,’’ ujar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Jumat sore kemarin. Menurut Dewa Indra, 3.400 alat rapid test sudah tiba di Bali, Jumat siang. Alat rapid test langsung digunakan untuk para pekerja

migran asal Bali yang dikarantina. Sabtu (28/3) akan dilanjutkan untuk tenaga medis dan paramedis yang tersebar di beberapa RS. Kata dia, sekarang ini rapid test sedang berlangsung. Bagi mereka yang hasil rapid test-nya dinyatakan negatif, maka akan diberikan surat keterangan oleh Dinas Kesehatan Bali. Surat keterangan itu menyatakan bahwa me r e k a t e l a h d i karantina, telah diuji rapid test dan telah dinyatakan

negatif. Selain rapid test, Dewa Indra menyebut sejak Kamis (26/3) siang, Laboratorium RSUP Sanglah telah mulai melakukan tes PCR. ‘’Jadi mulai kemarin sampai tadi, yang telah dites menggunakan PCR sebanyak 40 orang di Laboratorium RSUP Sanglah. 34 sudah dinyatakan negatif, sementara 6 orang masih diuji lagi untuk lebih meyakinkan hasilnya,’’ jelasnya. (kmb32)

Diperlukan Intervensi Pemerintah ‘’Fasilitas kesehatan akan tetap kolaps, yang berarti akan menambah jumlah kematian secara drastis,’’ sebut Sayoga dalam surat tersebut. FADH pun meminta perlu segera dilakukan strategi lebih agresif dari sekadar Social Distancing yang saat ini sudah dilakukan, agar jumlah yang sakit dan meninggal dapat menurun sedemikian hingga fasilitas kesehatan masih mampu menanganinya. Termasuk, tidak sampai kekurangan ventilator yang sangat kru-

sial dalam kasus Covid-19 dan vaksin ditemukan (tidak lagi berharap pada herd immunity). Strategi ini harus dijalankan dengan ketat pada minimal 70-75% populasi selama vaksin belum ditemukan. Mengingat data di atas, maka diperlukan intervensi pemerintah yang tegas, penegakan hukum, serta peran serta aktif dari masyarakat. ‘’Pemerintah sebagi pemangku kebijakan, tidak bisa tidak harus proaktif,’’ tegasnya. Untuk itu, Forum Advokasi Hindu Dharma merekomendasikan 12 langkah proaktif. Forum Advokasi

Hindu Dharma menyadari tentang dampak ekonomi tentang usulan-usulan di atas, termasuk usulan pertama. Namun, dampak kesakitan dan kematian yang diakibatkan jika kita mengabaikannya, terlalu mengerikan. ‘’Di samping itu, jika kita abai, sesungguhnya dampak kerusakan ekonomi yang terjadi akan jauh lebih besar. Lebih baik kita ‘tiarap’ terlebih dahulu selama beberapa bulan, sambil menunggu vaksin tersedia, daripada ‘hancur lebur’ akibat kesakitan dan kematian yang tak terbendung,’’ ujarnya. (kmb)

tindak apabila ada ‘’laporan pelanggaran’’ terhadap hal-hal yang bersifat individual tersebut. Keindividualan ini akan mudah sekali berbelok menjadi liberalisme. Di sinilah problema dari negara demokrasi yang bisa jadi menjangkiti Amerika Serikat, Italia dan negaranegara Eropa lainnya. Dilihat dari konteks ini, pandemik virus Corona ini justru menabrak ‘’liberalisme’’ sekaligus mengingatkan ‘’sosialisme’’. Apabila manusia bertindak liberal, kebebasan ini justru akan menyebarkan Covid-19 semakin luas. Atas nama kebebasan orang senenaknya berkunjung ke mall dan tempat-tempat umum lainnya, kemudian menyebarkan virus melalui berbagai benda yang dipegang dari

tangan yang terpapar karena batuk, bersin dan sejenisnya. Pada pihak lain, masyarakat yang menganut paham ‘’sosialisme’’ tidak boleh terlalu rapat berkumpul dan berkelompok karena justru akan memudahkan penyebaran virus melalui batuk, bersin dan sejenisnya itu. Indonesia jelas bukan negara liberal dan sosialis. Akan tetapi secara kultural, tingkat keintiman sosial kita tinggi. Ini terlihat dari fenomena budaya, religius, sosial, bahkan tingkat kejahatan (ramai-ramai merampok). Dan di antara itu, internalisasi yang paling lekat dengan masyarakat Indonesia adalah kehadiran fisik. Orang akan dianggap tidak setia apabila tidak hadir dalam pernikahan,

potong gigi, pemakamam dan sebagainya. Keintiman ini kemudian berlanjut ke manamana secara sosial. Kita bisa lihat bagaimana penentangan sosial yang dilakukan masyarakat ketika pemerintah mengimbau untuk tidak datang ke tempat persembahyangan selama pendemi Corona ini. Hal yang sama juga terjadi pada pengarakan ogohogoh di Bali. Di sinilah tantangan sosialnya bagi Indonesia untuk mencegah penyebaran virus secara umum. Harus dipikirkan di masa mendatang tentang konteks budaya kita yang mengharuskan hadir secara fisik itu!

Hentikan Penyebaran Virus

Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155

B.BP.001.03.20.0000202

B.BP.031.03.20.0000657

Dcr PRT, Area Kuta, bs Masak, Gaji 2jt Hp.081547466080

RS Sanglah Sudah Bisa Tes PCR

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon, ±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712

B.BP.001.01.20.0000707

B.BP.001.03.20.0000660

DIJUAL MOBIL KIA

Kia Rio Th 2013, Putih, Matic Hubungi :0821 4550 5544

B.BP.001.03.20.0000501

BIRO JASA

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee

POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com www.balipost.com balipost @balipostcom Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalradiobali globalfm bali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Sabtu Pon, 28 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Semua Pihak Harus Bekerja Sama SECARA jujur harus kita akui bahwa masyarakat kita tertekan akibat penyebaran virus Corona ini. Di samping jumlah mereka yang terpapar sudah cukup tinggi, kita juga masih belum berhasil menerapkan secara baik metode jarak sosial. Padahal, itulah yang harus kita lakukan untuk mengendalikan Covid-19 ini. Secara teoretik, seharusnya pembatasan sosial ini mudah dilakukan. Kita diam di rumah, menjaga jarak untuk berbicara dan jika batuk haruslah beretika. Namun itulah yang paling sulit kita lakukan. Ada sesuatu yang harus dibereskan tentang perilaku sosial kita di Indonesia. Kita harapkan pandemik virus Corona ini cepat berakhir, sehingga di masa depan kita dapat memperbaiki atau mereka ulang cara-cara kita berinteraksi sosial. Memang betul, apabila kita harus berdiam di rumah segala persiapan bahan makanan harus dilakukan. Jika ini dilakukan secara tertib, pasti bisa terlaksana. Tetapi ada satu hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan di masyarakat. Mau apalagi, ini kejadiannya sudah terjadi dan menyebar. Demi meringankan pikiran, marilah kita menghibur diri dengan sebaik-baiknya. Dalam arti, itu kita lakukan dari rumah. Kita bisa melakukannya dengan mendengarkan lagu yang paling kita sukai, mendendangkannya dengan cara kita sendiri. Juga tentu mendengarkan lawakan-lawakan yang lucu atau kita mencoba mengenang tindakan kita yang paling konyol dan lucu di masa lalu. Konon, menurut ahli kesehatan, cara-cara kita menghibur diri akan menentukan juga kesehatan mental dan fisik kita. Juga tetap bersikap optimis dengan mereka-reka pencapaian di masa yang akan datang. Tentu ini akan membantu kita juga untuk menyehatkan tubuh dan menolak virus hinggap di tubuh kita. Tentu saja kemudian kita harus belajar banyak tentang etika paling dasar dalam hal virus Corona ini, mencegah agar droplet kita tidak menyebar. Ketika batuk, bersin, atau mengeluarkan ingus harus beretika dengan sangat baik. Kita harus membawa tisu atau peralatan lain agar droplet itu tidak menempel ke mana-mana. Maksudnya menempel di baju, tangan, lalu menyentuh permukaan tembok, barang dan sebagainya. Itulah penyebaran paling awal dari virus Corona tipe baru ini. Kita sudah menerima kebiasaankebiasaan batuk, bersin dan sejenisnya itu terbuka. Sudah terlalu biasa dan turun-temurun. Tetapi di situlah sumber dari segala sumber penyakit ini. Mari kita bersemangat untuk menjaga etika itu dan belajar mati-matian mencegah menyebarannya. Tentu makanan yang kita konsumsi juga harus benar-benar sehat dan bergizi. Ini merupakan sumber kesehatan kita, dan menurut ahli kesehatan hal itu akan mendukung daya tahan fisik kita untuk menahan terjangkitnya virus Corona. Di sinilah kita harapkan ada kerja sama semuanya. Para pedagang tidak hanya mencari untung saja dan kemudian membuat makanan dengan gizi rendah dan kemudian banyak mengandung bahan pelezat yang membahayakan tubuh. Mari kita semua bekerja sama. Pemerintah harus mulai berpikir sejak sekarang, bagaimana cara menggerakkan ekonomi sosial. Covid-19 telah menghancurkan semua sendi kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi dan itu harus segera diperbaiki. Para penggiat kebudayaan harus mulai membuat pembaruan-pembaruan serta menyarikan nilai-nilai yang amat diperlukan dalam kehidupan sosial. Para tokoh agama harus mampu membuat cara beragama yang fleksibel, jangan berpatokan kepada ritual yang memberatkan dan menyita waktu saja. Semua harus berkerja sama.

Grafis : Putu Suarsana

Memutus Rantai Penularan Virus

JUMLAH kasus positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Masyarakat pun harus makin meningkatkan kewaspadaan. Upaya pencegahan virus mesti dilakukan mulai dari diri sendiri, salah satunya dengan mengikuti arahan pemerintah mengenai social distancing serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pemerintah juga diharapkan mengerahkan segala daya dan upaya guna memutus rantai penularan virus. Tak kalah penting, pengetatan pengawasan pintu masuk Bali. Jika pintu masuk Bali masih terbuka lebar, dikhawatirkan social distancing hingga kegiatan disinfeksi di berbagai kawasan tak berbuah maksimal. Beberapa catatan inilah yang disampaikan netizen di akun Facebook @balipost. Sebagian besar netizen mengingatkan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Semua pihak harus kompak melakukan segala hal yang diperlukan untuk mengantisipasi virus tersebut. Netizen juga tak henti-hentinya berharap kasus Covid-19 segera tuntas agar kehidupan di Bali kembali berjalan seperti sediakala. Berikut komentar sejumlah netizen.

Cakra Birawa Kehancuran ekonomi global sudah mulai terasa, jadi bukan hanya Bali. Walaupun di Bali bebas Corona, tetap akan berdampak di sektor ekonomi di Bali karena Bali membutuhkan wisatawan.

I Kadek Kesumayasa Ini dah jadinya kalian yang menyepelekan virus ini. Yang bilang Bali aman, mulai dari pemimpin aman, ayo datang ke Bali. Sekarang sudah kena, semua diam, semua sembunyi di rumah. Coba dari awal virus ini merebak di Tiongkok, yang namanya WNA distop dulu kunjungannya ke Bali. TKI datang dikarantina, eh… ini ada yang lolos. Coba semua diperlakukan kayak mahasiswa yang dipulangkan dari Wuhan. Sutama Wayan Sama dengan apa yang saya takutkan kemarin. Dengan pedenya mempromosikan Bali aman di tengah maraknya Covid-19 di Tiongkok. Ya… seharusnya pemerintah menolak. Dan pada akhirnya Covid-19 ada, pariwisata pun sepi dan kita pun ketakutan. Untuk itu, tidak boleh saling menyalahkan. Yang harus kita lakukan sekarang adalah berjuang, taati aturan pemerintah, jaga kebersihan diri dan selalu berdoa. Astungkara Bali bisa kembali aman seperti promosi kemarin. Ari Farzan Tidak ada kaya dan miskin lagi. Semua merasakan menderita. Uang dan hartamu tak ada artinya lagi. Ini dari suara hati saya, karena sudah hidup sudah, tidak ada yang mau bantu.

Lily Tangka Jangan saling menyalahkan, kita semua juga kena imbas dari Covid-19, mari introspeksi diri masing-masing. Semoga semua cepat berlalu, Baliku aman.

Rah Sentanu Sedikit pesan dari saya, jangan bengkung apalagi menyepelekan penyakit tersebut. Tetap jaga kesehatan dan keamanan keluarga atau orang-orang terdekat.

Ketut Kencana Dekorasi Dengan keadaan seperti ini, alangkah bagusnya pelabuhan dan bandara kita tutup pak, agar bisa memastikan tidak ada virus masuk ke Bali lagi.

Yogiaksa Comp Sameton Dewata, khususnya yang sempat ke luar negeri baik itu bekerja maupun yang lain, supaya memiliki kesadaran sendiri demi keluarga sendiri dulu, sebelum merembet ke orang lain. Karena kita tahu proses penularannya sangat instan.

Donny Darko Kalau Indonesia belum steril, jangan harap Bali atau pariwisata yang lain akan didatangi turis mancanegara. Perlu perjuangan dan kesadaran masyarakat setempat. Kita bangsa yang beradat, tetapi cara adat sering dilupakan, bahu-membahu, gotong royong, saling peduli sesama warga desa sudah punah. Makanya lockdown juga percuma. Pemprov juga tidak ada pergerakan membantu perkonomian warga yang kurang mampu. Kadek Nurjaya Menurut saya, mending kita isolasi per desa dulu biar enggak menyebar. Enggak boleh ke luar dari desa masing-masing karena ini virus sangat cepat penularannya. Semoga kita semua rahayu. Salam cinta keluarga. Maya Danawa Mule Greget Anggap saja tiap satu kasus positif tracing-nya 100 orang, jadi ada 900 orang di Bali yang harus diawasi. Benar-benar gawat ini. Jangan main-main dengan virus ini. Harus taat dengan anjuran pemerintah.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Seperti disampaikan Bendesa Adat Kukuh I Gede Subawa, Desa Adat Kukuh menaungi 12 banjar adat dengan jumlah krama mencapai 1.117 orang. Krama adat bergerak di berbagai sektor mulai pertanian, UMKM, swasta, PNS hingga kerajinan. Satu yang membuat keberadaan Desa Kukuh dikenal yakni adanya kawasan wisata monyet dan hutannya

yakni DTW Alas Kedaton. Pada tahun 1990 hingga 2001, Alas Kedaton menjadi objek wisata favorit dengan kunjungan per hari rata-rata 5.000 wisatawan. Pembenahan kawasan yang dikenal dengan monyetnya ini secara bertahap terus dilakukan, salah satunya menambah wahana permainan seperti flying fox, sepeda udara dan ayunan tradisional. ‘’Pembenahan ini

kami lakukan bersama adat, dinas dan perbekel, karena kami memiliki keinginan dan tekad yang sama untuk membangun desa,’’ terangnya. Setelah penataan dan pengembangan DTW Alas Kedaton rampung, akan dilanjutkan dengan pembenahan pendukung potensi wisata lainnya. Salah satu konsep wisata yang sedang dirancang yakni wisata budaya berbasis

Bali Post/bit

ALAS KEDATON - DTW Alas Kedaton terus ditata, salah satunya dilengkapi permainan tradisional.

kearifan lokal. Desa Kukuh yang juga memiliki potensi lahan pertanian yang akan ditata untuk bisa menjadi pendukung wisata yang ada dengan membuat jalur trekking serta sejumlah potensi desa lainnya yang selama ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. ‘’Kami masih terus berproses, untuk bisa menata dan mengembangkan desa wisata di desa kami,’’ ucapnya. Hal ini, lanjut Subawa, sejalan dengan konsep Gubernur Bali yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Program ini karena sifatnya masih baru, tentu saja masih harus berproses secara bertahap. ‘’Masih belajar. Desa adat masih berpedoman pada awig-awig dan dresta agama. Konsepnya saya lihat luar biasa dan perlu dipadukan. Ke depan menjaga lingkungan itu wajib, sesuai filosofi Tri Hita Karana. Hanya, pemberian pemahaman pada masyarakat masih sulit,’’ terangnya. Sejumlah kegiatan yang diwajibkan dalam program tersebut sudah terlaksana di Desa Kukuh. Seperti pembinaan seni dan budaya, Desa Adat Kukuh memiliki sekaa gong PKK yang tampil di tiap kegiatan pujawali. Begitu pula baleganjur Yowana. Meski demikian, desa adat akan terus melakukan koordinasi dengan desa dinas dan perbekel untuk bisa menjalankan program Gubernur Bali tersebut dengan baik. ‘’Sistem kami di sini adalah kebersamaan. Pada momen tertentu digelar rapat untuk membahas apa yang akan ditata dan dikembangkan oleh desa setempat,’’ tandas Subawa. (bit)

Nyoman Muliartawan Daripada ribut-ribut, mending dilakukan dari diri masing-masing. Misalnya anda jangan ke luar rumah selama 21 hari. Kalau karantina efektif, anda enggak akan terkena virus.

POJOK

Bali perlu strategi lebih agresif hadapi Covid-19. - Perlu ‘’nyepi’’ lagi. ***

Desa Adat Kukuh Terus Tata Potensi Wisata

SETIAP desa kini terus berusaha mengeksplor seluruh potensi yang ada untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi wisata alam dan budaya selama ini sangat diminati wisatawan asing. Di tengah lesunya ekonomi saat ini akibat dampak wabah Covid-19 hampir di seluruh negara, desa adat tak boleh putus asa. Salah satunya Desa Adat Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, senantiasa terus berupaya menata potensi wisata Alas Kedaton yang dimilikinya agar nantinya kembali bisa menarik kunjungan wisatawan.

Sukra Siyoga Lockdown mungkin lebih baik, sebelum meluas dan terlambat. Saya juga rakyat kecil yang sangat terdampak jika di-lockdown. Tapi itu tidak apa-apa, yang penting nyawa selamat. Ingat, Bali kita kecil kawan.

Gubernur imbau masyarakat tunda perjalanan ke Bali. - Termasuk wisatawan. *** Belum ada penambahan pasien positif Covid-19 di Bali. - Semoga tidak ada lagi. Bali Post/bit

Bendesa Adat Kukuh I Gede Subawa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 28 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu