terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 190 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat Wage, 28 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengeroyok Ditangkap
Tepergok Ambil Tempelan SS
Warga Sayan Terjangkit DBD
Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus pengeroyokan di Jalan Gatot Subroto. Gusti Made Wartawan (30) dan I Putu Budiawan Permana Putra (18) ditangkap. Pemicunya gara-gara pelaku ditegur korban.
Polres Badung menangkap lima pengedar narkoba, di antaranya Mohammad Taufiqurrohman (25). Tersangka dipergoki saat mengambil tempelan satu paket sabu-sabu (SS) . Badung | HAL. 3
Sejumlah warga di Desa Sayan terdeteksi positif terjangkit DBD. Manyikapi kondisi tersebut, pihak desa setempat langsung menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Denpasar | HAL. 2
Gianyar | HAL. 6
RAKOR - Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Wayan Koster dan undangan lainnya foto bersama usai pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020, di Nusa Dua, Kamis (27/2) kemarin.
Pemda agar Tangguh Hadapi Dampak Corona
Gubernur Koster Apresiasi Mendagri Rakor di Bali Pemerintah daerah agar tangguh menghadapi dampak dari penyebaran Covid-19 atau virus Corona yang mewabah di sejumlah negara. Terutama terkait dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian penegasan Mendagri Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020, di Nusa Dua, Kamis (27/2) kemarin.
’’Bali berpotensi kehilangan kunjungan wisatawan khususnya Tiongkok. Dengan penurunan jumlah kunjungan, daerah yang paling merasakan dampaknya yakni Badung, Denpasar, Gianyar dan Klungkung. Ke depannya agar semakin banyak lagi kegiatan MICE baik dari kementerian maupun lembaga lainnya yang diselenggarakan di Bali, sehingga memberi dampak positif bagi pariwisata serta pergerakan ekonomi masyarakat Bali.’’
ata Mendagri, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar melaksanakan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi, selain akibat perang dagang antara Amerika Serikat-Tiongkok, Brexit di Inggris juga dampak dari Covid-19 atau virus Corona. Ia mengatakan, sektor pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang terkena dam-
Wayan Koster Gubernur Bali
OPINI
pak dari adanya penyebaran virus Corona. Hal tersebut terjadi karena wisatawan mancanegara asal Tiongkok merupakan salah satu pangsa pasar utama wisata Indonesia. ‘’Dampaknya otomatis di wisata, karena Tiongkok itu sekarang middle class-nya meningkat, turisnya termasuk terbesar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, otomatis wisata akan terdampak. Ini yang paling utama,’’ katanya. Mendagri Tito Karnavian
Tanpa PHR Dampak Pembebasan Ekonomi Bali PHR bagi Bali Dipastikan Oleh: Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M. Terganggu PEMERINTAH memutuskan membebaskan pungutan pajak hotel dan restoran (PHR) untuk 33 kabupaten/ kota yang bersinggungan dengan 10 destinasi wisata prioritas. Kebijakan yang berlaku selama enam bulan per Maret 2020 ini diambil untuk membangkitkan lagi iklim pariwisata yang terpukul akibat penyebaran virus Corona (Covid-19). Hal. 5 Badung Terancam
Harian Bisnis Bali Tumbuhkan UMKM, Layak Kembangkan Pasar Kuliner Karangasem perlu memiliki pasar kuliner. Selain menumbuhkan UMKM, pasar kuliner juga menumbuhkan perekonomian dan melestarikan kuliner tradisional. Prospektifkah? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Ubud Masih Punya Krama Miskin Di tengah gemerincing dolar, ternyata masih saja ada krama (warga) Ubud yang berada dibawah garis kemiskinan. www.denpost.id
menjelaskan, kesuksesan dalam menangani dampak virus Corona juga merupakan salah satu jalan dalam upaya menyukseskan pelaksanaan pilkada tahun 2020 yang sukses dan minim dengan konflik sosial. Karenanya pemerintah daerah harus tangguh hadapi dampak virus Corona. ‘’Kami melihat bahwa kesuksesan menangani dampak Corona, dapat membuat stabil, ini akan memberikan jalan yang mulus untuk pilkada yang lancar. Tapi
kalau terjadi gejolak yang tak teratasi yang menimbulkan ada gejala sosial, akan membuat jalan tersebut berliku, berbatu, pilkada menjadi sulit untuk dikelola,’’ ujar Mendagri. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan selamat datangnya, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan rapat koordinasi di Bali, di tengah melesunya pariwisata Bali sebagai dampak dari virus Corona. Diakuinya, adanya kasus Corona, Bali berpotensi kehilangan kunjungan wisatawan khususnya Tiongkok. Dengan penurunan jumlah kunjungan, daerah yang paling merasakan dampaknya yakni Badung, Denpasar, Gianyar
dan Klungkung. Untuk itu, Gubernur berharap agar ke depannya semakin banyak lagi kegiatan MICE, baik dari kementerian maupun lembaga lainnya yang diselenggarakan di Bali. Sehingga memberi dampak positif bagi pariwisata serta pergerakan ekonomi masyarakat Bali. Terkait pilkada serentak yang akan dilaksanakan September mendatang di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Bagi Pariwisata Gubernur Koster menyampaikan bahwasanya Pemprov Bali dan stakeholder terkait telah berkomitmen penuh untuk melaksanakan pilkada dengan baik, demokratis dengan angka tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. (kmb)
Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata berupa Pajak Hotel dan Restoran (PHR) memberi kontribusi besar bagi pembangunan Bali. Jika jumlah wisatawan makin merosot dan PHR tidak lagi mengisi pundi-pundi PAD, ekonomi Bali akan makin terpukul dan pembangunan pun terganggu. Sudah bertahun-tahun Bali tergantung dari pariwisata. Bahkan ketika pariwisata menghadapi masalah, pertumbuhan ekonomi Bali langsung mengalami penurunan. Karena itu, kebijakan peniadaan pungutan PHR perlu dikaji lebih mendalam. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (27/2) kemarin. ‘’Kita tidak bisa melihat hanya dari satu sisi, kita melihat secara keseluruhan. Apakah ini
yang paling efektif kita laksanakan, atau ada hal-hal lain yang bisa kita lakukan,’’ ujar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab dipanggil Cok Ace ini. Jika dilihat secara proporsional, lanjut Cok Ace, potensi PHR Bali memang mencapai 80 persen dari total hibah pengganti sebesar Rp 3,3 triliun untuk 10 destinasi di Indonesia. Untuk bisa mendapatkan sejumlah itu tentu membutuhkan perjuangan. Hal. 5 Dongkrak Pertumbuhan
Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
232 Tahun Kota Denpasar
Momentum Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat KOTA Denpasar genap memasuki usia ke-232 tahun pada 27 Februari 2020 kemarin. Beragam kegiatan telah dilaksanakan serangkaian HUT Kota Denpasar. Puncak acara digelar Kamis (27/2) kemarin burupa apel peringatan yang mengusung tema ‘’Denpasar Rahayu Guna Kaya’’. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan seselet di pinggang. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara usai upacara menegaskan, sesuai dengan tema besar HUT ke-232 yakni ‘’Denpasar Rahayu Guna
Kaya’’, diharapkan Denpasar ke depan mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. ‘’Dengan tema ‘Denpasar Rahayu Guna Kaya’ ini menitikberatkan pada kreativitas untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Denpasar. Hal ini sesuai dengan visi-misi Presiden Joko Widodo yang memfokuskan pembangunan SDM menuju Indonesia emas 2045,’’ ujar Rai Mantra. Hal ini tentunya harus didukung dengan kompetensi sumber daya manusia, sehingga kompetensi yang meningkat juga dapat mendukung kreativitas. Hal. 5 Berimplikasi Positif
APEL - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Forkopimda Kota Denpasar saat apel peringatan HUT ke-232 Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2) kemarin.
Jumat Wage, 28 Februari 2020
PKK Kota Denpasar ’’Launching’’ Aplikasi Sicantik
Ny. I.A. Selly Mantra Berharap Beri Kemudahan Pendataan, Ciptakan Kesejahteraan Keluarga
BERTEPATAN dengan HUT ke-232 Kota Denpasar, TP PKK Kota Denpasar kembali meluncurkan inovasi baru. Setelah tahun sebelumnya meluncurkan Mobil Konseling, kali ini PKK Kota Denpasar kembali berinovasi dengan meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Catatan Administrasi Keluarga (Sicantik) PKK. Aplikasi terbaru milik PKK Kota Denpasar ini dilaunching Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, disaksikan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua
TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di kawasan Taman Kota Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2) kemarin. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan kesejahteraan. Komunikasi yang paling awal terjadi dalam rumah tangga dan keluarga, sehingga sangat penting diberikan pembekalan sehingga kesejahteraan keluarga dapat tercipta. ‘’Tentu keluarga memiliki peranan yang sangat vital dalam menciptakan kesejahteraan keluarga. Hal
Pengeroyok Pemotor Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali bergerak cepat menyelidiki kasus pengeroyokan yang viral di Jalan Gatot Subroto, Denpasar Barat, Selasa (25/2) lalu. Pada Rabu (26/2) pukul 20.00 Wita, pelaku bertato Gusti Made Wartawan (30) dan I Putu Budiawan Permana Putra (18) ditangkap. Pemicunya gara-gara pelaku ditegur korban, Andre (31), karena naik sepeda motor zigzag. ‘’Sebagai pelapor sekaligus korban, Andre asal Surabaya,’’ ujar Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Kamis (27/2) kemarin. Kronologinya, kata Kombes Andi, saat itu korban bersama pacarnya melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Gatsu Tengah, tepatnya sebelah barat traffic light simpang Jalan Pidada. Korban dikejar dan dipepet. Selanjutnya korban ditabrak dan dipukul tersangka Budiawan. Akibatnya korban mengalami luka di bagian muka. Sedangkan tersangka Gusti Wartawan menjambak dan memutarmutar kepala korban hingga sempoyongan. Kaki korban juga kena knalpot sepeda motor milik Budiawan. Setelah video kejadian ini viral di medsos, Tim Resmob Ditreskrimum dipimpin Ka-
nit Kompol Made Adhiguna melakukan penyelidikan di seputaran Petang, Badung, sesuai alamat nopol sepeda motor dibawa pelaku. Selanjutnya Rabu pukul 20.00 Wita, kedua pelaku akhirnya ditangkap di Jalan Nangka Selatan dan di Jalan Tunjung Sari, Padangsambian. Kedua pelaku dibawa ke Polda Bali. ‘’Motif kasus ini pelaku mengaku tersinggung. Tentunya kasus ini masih kami dalami lagi,’’ ujarnya. Informasi di lapangan, awalnya tersangka Budiawan melintas di TKP mengendarai sepeda motor zigzag. Selanjutnya korban menegur pelaku. ‘’Tersangka Budiawan lewat begitu saja,’’ kata sumber. Setelah itu datang tersangka Gusti Wartawan dan langsung menanyakan maksud korban menegur Budiawan. Selanjutnya dia memukul helm yang dikenakan korban. Tersangka Gusti Wartawan melakukan penghadangan dan akhirnya ditabrak korban. Saat korban jatuh, kedua pelaku langsung melakukan pengeroyokan. ‘’Melihat temannya ditabrak korban, Budiawan balik dan ikut menganiaya korban,’’ ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. (kmb36)
ini secara berkelanjutan harus diberikan penguatan, sehingga mampu tercipta keluarga yang sejahtera,’’ paparnya. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menekankan bahwa aplikasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi PKK di Kota Denpasar. Hal ini khususnya dalam bidang pendataan administrasi serta sebagai upaya menciptakan kesejahteraan keluarga. Selain itu, keberadaan aplikasi ini juga diharapkan mampu membantu para kader agar lebih mudah melakukan pendataan keluarga dalam
kelompok Dasawisma dalam kegiatan administrasi PKK dusun/lingkungan. Untuk menggunakan aplikasi ini seluruh anggota PKK dapat memanfaatkannya melalui sistem yang sudah ada di desa/lurah. Sistem itu digunakan melalui handphone oleh PKK dalam pendataan, jadi tidak lagi perlu memakai form pendataan manual. ‘’Seluruh desa/lurah saat ini sudah memiliki sistem dan aplikasi, sehingga diharapkan dengan adanya inovasi Sicantik Manis ini dapat mendukung penguatan serta menciptakan kesejahteraan bagi keluarga di Kota Denpasar secara berkelanjutan,’’ jelasnya. (ad821)
APLIKASI – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, disaksikan langsung Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat peluncuran aplikasi Sicantik di kawasan Taman Kota Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2) kemarin.
Waspadai Badai Ferdinand Denpasar (Bali Post) -
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat agar mewaspadai badai atau siklon tropis Ferdinand yang saat ini masih terus bergerak di wilayah Indonesia.
Bali Post/eka
GELOMBANG - Tiga wisatawan Asia Tengah mengamati gelombang di Pantai Kuta, Badung. Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda perairan di Bali karena badai tropis Ferdinand.
Berdasarkan pantauan BMKG, Kamis (27/2) kemarin, badai tropis Ferdinand kini sedang berada di sekitar perairan Samudera Hindia. Posisinya sebelah selatan barat daya Pulau Bali. Badai tropis Ferdinand terpantau berada pada koordinat 16.9 LS - 113.9 BT atau sekitar 920 kilometer sebelah selatan Denpasar. Badai Ferdinand terus bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 75 knots atau 140 km/jam. Selain itu, diperkirakan intensitas Ferdinand bakal menurun dalam 24 jam ke depan. Kendati demikian, BMKG menyebutkan dampak aktivitas badai tropis Ferdinad masih bakal menghantui beberapa wilayah Indonesia. Seperti, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali hingga NTB. Dampak badai Ferdinad bisa menciptakan terjadi hujan lebat di wilayah-wilayah
tersebut. Selain itu, badai tropis Ferdinand juga memicu terjadinya gelombang tinggi berkisar 1,25-2,5 meter di beberapa perairan, seperti perairan selatan Pulau Jawa hingga selatan NTB, Samudera Hindia, Selatan Pulau Jawa hingga Selatan NTB, Laut Sawu, perairan Pulau Sabu dan Pulau Rote, serta laut Timor. “Tropical Cyclone Ferdinand ini diperkirakan akan bertahan hingga hari ini dan menjauhi wilayah Indonesia, selanjutnya akan menjadi daerah tekanan rendah,” tandas Luh Eka Arisanti, prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Kamis kemarin. (win) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pulang dari Bali, Warga Jepang Positif Corona
Denpasar (Bali Post) Seorang warga negara (WN) Jepang dinyatakan positif virus Corona. Informasi mengenai seorang warga negara (WN) Jepang yang terinfeksi virus Corona sempat berlibur ke Bali ditanggapi Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I
Denpasar, dr. H. Lucky Thahjono, Kamis (27/2) kemarin. Ia tidak menampik informasi itu dan kini yang bersangkutan telah pulang ke negaranya. “Sudah pulang pada 19 Februari,” kata dr. Lucky. Lebih lanjut dikatakan, turis Jepang tersebut memang sempat liburan di Bali.
Setelah dia pulang pada 19 Februari, yang bersangkutan mengeluh sakit. Selanjutnya cek laboratorium pada 22 Februari dan hasilnya positif Corona. “Tapi yang bersangkutan sudah sembuh,” ujarnya. Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan RI melaku-
Denpasar (Bali Post) Sejak digelar mulai 1 Februari lalu, Bulan Bahasa Bali 2020 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (27/2) kemarin. Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini secara khusus mengapresiasi antusiasme generasi milenial dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali. Terbukti dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti wimbakara (lomba) dari kalangan anak muda. “Ini membuktikan bahwa kalangan generasi muda dari kota hingga desa makin menunjukkan kecintaan dan keseriusan mendukung upaya pelestarian aksara, bahasa dan sastra Bali,” ujarnya. Cok Ace berharap penghargaan untuk para pemenang lomba (wimbakara) dalam Bulan Bahasa Bali dapat lebih memotivasi generasi muda. Terutama agar terus
meningkatkan kemampuan berbahasa, menulis aksara dan sastra Bali sehingga ke depan bisa menjadi kebanggaan bagi mereka. Di sisi lain, bahasa, aksara dan sastra Bali sesungguhnya merupakan akar dari ‘tumbuh-tumbuhan’ budaya Bali. Sebanyak apa pun Bali memiliki lontar, tidak akan ada manfaatnya bila masyarakat Bali tidak mampu membaca sumbersumber sastra itu. Sementara masih banyak rahasia atau misteri yang belum terungkap dalam budaya Bali. “Hanya melalui aksara, sastra dan bahasa inilah kita bisa membuka pintu pengetahuan tentang budaya Bali itu ke depan secara lebih konkret,” imbuh mantan Bupati Gianyar ini. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Kun Adnyana, mengatakan antusiasme masyarakat terbilang sangat tinggi untuk menjadi bagian dari perhelatan Bulan Bahasa Bali. Dari target
awal 5.000 peserta, tercapai 5.500-an peserta aktif. Baik yang mengikuti wimbakara (lomba), krialoka (workshop), maupun widyatula (diskusi). Tak hanya kalangan milenial, 542 desa adat tercatat sudah melaksanakan Bulan Bahasa Bali tahun ini. Walaupun belum 100 persen lantaran Bulan Bahasa Bali harus dirintis sejak satu tahun sebelumnya karena dilaksanakan Februari. Kun berterima kasih kepada pemerintah kabupaten/ kota serta desa dinas dan desa adat karena Bulan Bahasa Bali di tahun kedua ini sudah dirayakan menyemesta ke seluruh Bali. Ke depan, pihaknya akan lebih menekankan lagi pada peserta prasara (pameran). Saat ini, prasara masih berbasis pendidikan atau kampus-kampus. Tahun depan diharapkan bisa dikombinasi dengan industri kreatif berbasis bahasa, aksara dan sastra Bali. Acara penutupan juga diisi
kan pemantauan terhadap pria asal Jepang yang dilaporkan terinfeksi virus Corona di Bali. Bahkan pengawasan terus dilakukan di sekitar hotel tempat yang bersangkutan menginap. Kementerian Kesehatan RI mengaku terus memantau keberadaan pria paruh
baya asal Jepang tersebut. Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, mengatakan pengawasan hanya dilakukan di sekitar hotel tempat turis tersebut menginap. (kmb21)
Generasi Milenial Serius Lestarikan Bahasa Bali
Bali Post/ist
DITANGKAP - Pelaku kasus pengeroyokan ditangkap dan ditahan di Mapolda Bali.
Topik : diskon harga kamar hotel
Bali Post/ist
BAHASA BALI - Wagub Cok Ace memukul gong sebagai tanda Bulan Bahasa Bali 2020 ditutup secara resmi. dengan penyerahan hadiah dari 17 ragam wimbakara (lomba) selama pelaksanaan Bulan Bahasa Bali. Selain itu, diserahkan pula penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada Sastrawan dari Geria Pidada Klungkung,
Ida Bagus Sunu Pidada. Sastrawan kelahiran 31 Desember 1933 ini mengabdikan hidup pada upaya pelestarian sastra Bali dengan aktif menyalin isi lontar ke buku agar lebih mudah dipahami oleh orang awam. (kmb32)
Diskominfo Gelar Pameran Inovasi Pelayanan Publik
Luncurkan Aplikasi DIVOS dan E-Sewaka Dharma Mobile
INOVASI - Suasana pembukaan Gelar Pameran Inovasi Pelayanan Publik, di Lumintang, Kamis (27/2) kemarin.
BERAGAM kegiatan memeriahkan HUT ke-232 Kota Denpasar digelar Kamis (27/2) kemarin. Salah satunya Gelar Pameran Inovasi Pelayanan Publik Kota Denpasar. Kegiatan yang diikuti 24 OPD di lingkungan Pemkot Denpasar ini dibuka dengan pemukulan kendang oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Sekda AAN Rai Iswara bersama seluruh undangan di kawasan Taman Kota Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2) kemarin. Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara, Ketua DPRD Gusti Ngurah Gede, Sekda AAN Rai Iswara
serta anggota Forkopimda turut andil dalam pembukaan dengan menarikan tari Baris bersama undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan launching Aplikasi Denpasar’s Integrated Virtual Office System (DIVOS), E-Sewaka Dharma Berbasis Mobile, Penyerahan Sertifikat Elektronik dan Sicantik PKK yang dilanjutkan dengan peninjauan stan pameran oleh seluruh undangan. Wali Kota Denpasar Rai Mantra dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan pameran gelar inovasi ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Salah satunya adalah penye-
diaan pelayanan publik yang maksimal. Tentunya dengan adanya kegiatan gelar inovasi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat kota. ‘’Tentunya pameran ini diharapkan menjadi wahana bagi seluruh OPD untuk menampilkan program unggulan dan inovasi pelayanan yang dimiliki sebagai upaya pemenuhan pelayanan dasar masyarakat serta memberikan informasi dan pelayanan publik yang maksimal dan tepat sasaran,’’ jelasnya. Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung menjelaskan bahwa pameran gelar inovasi kali ini diikuti sedikitnya 24 OPD dengan menampilan program
unggulan dan inovasi terbaik masing-masing OPD. Beberapa inovasi turut ditampilkan seperti Aplikasi DIVOS, E-Sewaka Mobile dan Sicantik PKK. DIVOS merupakan aplikasi yang memberikan ruang kerja dunia maya yang tidak memiliki ruang kerja fisik. Sehingga pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar dapat bekerja dari manapun dengan menggunakan teknologi seperti PC, laptop, ponsel dan akses internet. Sementara E-Sewaka Dharma Mobile diluncurkan guna mendekatkan pelayanan desa/kelurahan di Kota Denpasar dengan mengoptimalkan peran kepala lingkungan/ kepala dusun dalam melayani masyarakat. (ad820)
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Bupati Giri Prasta Kunjungi SMAN 2 Kuta Selatan Pastikan Bantu Sarana dan Prasarana Pendukung Laboratorium
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Kamis (27/2) kemarin, berkunjung ke SMAN 2 Kuta Selatan yang berlokasi di Banjar Mumbul, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan. Kunjungan ini guna melihat secara langsung bangunan sekolah yang baru selesai dibangun dan kini sudah menerima siswa baru kelas X. Bupati juga bertatap muka langsung dengan seluruh siswa, para guru, pegawai, komite sekolah, orangtua siswa guna memberikan motivasi dan semangat untuk kemajuan SMAN 2 Kuta Selatan. Dalam kunjungan tersebut tampak mendampingi Bupati Giri Prasta yakni Kadis PUPR I.B. Surya Suamba Kadisdikpora Provinsi Bali yang diwakili oleh Kabid Pembinaan SMA A.A. Istri Alit Agung, Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Artha beserta Tripika
Kecamatan. Dalam tatap muka tersebut, Bupati Giri Prasta menekankan, pembangunan di bidang pendidikan sudah menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Kabupaten Badung. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pendataan jumlah TK/PAUD dan SD di Badung termasuk jumlah siswa dan sarana dan prasarananya, sehingga akan dapat diketahui berapa dibutuhkan sekokah SMP dan SMA. Pembangunan SMAN 2 Kuta Selatan merupakan langkah konkret yang telah diwujudkan di tahun 2019 dengan APBD Badung sebesar Rp 59 miliar lebih. Bangunan SMAN 2 sangat megah berlantai tiga dilengkapi dengan basement dan laboratorium. ‘’Saya pastikan isi labnya, seperti lab komputer, biologi, bahasa, fisika, kimia akan saya bantu,’’ tegasnya.
Ogoh-ogoh Dilombakan
Wajib Gunakan Bahan Ramah Lingkungan Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melombakan ogoh-ogoh karya sekaa teruna (ST) di wilayahnya. Tak tanggungtanggung, Pemkab Badung menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah, namun dengan syarat karya seni yang dibuat terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, ketaatan dalam menggunakan bahan ramah lingkungan menjadi kriteria penilaian. Tak hanya itu, karakter, ekspresi dan interpretasi makna simbolik juga menjadi tolok ukur penilaian. ‘’Lalu juga ada penilaian dari aspek kreativitas, di mana yang menjadi penekanan adalah pengelolaan tema, pemanfaatan teknologi dan ornamentasi,’’ ujar Eka Sudarwitha, Kamis (27/2) kemarin. Menurutnya, penilaian lomba ogoh-ogoh dijadwalkan berlangsung pada 10 Maret hingga 18 Maret 2020 mendatang. Pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang melakukan penilaian. Adapun tim penilai terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama melakukan penilaian di sebagian Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Petang. Kelompok kedua sebagian Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Mengwi. Kelompok ketiga melakukan penilaian di Kecamatan Kuta Utara dan sebagian Kecamatan Kuta. Sedangkan kelompok keempat, sebagian Kecamatan Kuta dan Kecamatan Kuta Selatan. Masing-masing kelompok terdiri dari enam orang. ‘’Penilaian ogoh-ogoh akan dilakukan dari proses awal pengerjaan hingga selesai. Bentuk ogoh-ogoh, rancang bangunan, proporsi (pedumkarang), anatomi, penataan warna, aksesoris dan kerapian juga akan menjadi indikator penilaian,’’ terangnya. Tak kalah penting, penilaian estetika, logika dan etika penampilan bentuk, selanjutnya adalah bentuk penampilan serta keutuhan karya. Sementara untuk kriteria umum meliputi ogoh-ogoh yang dilombakan haruslah berwujud bhuta kala, keutuhan karya, berbahan alam yang ramah lingkungan, tinggi ogoh-ogoh maksimal lima meter dari atas permukaan tanah, tidak bermuatan politik dan pornografi serta tidak mengandung unsur SARA. Peserta juga menyediakan sinopsis sesuai tema cerita ogoh-ogoh yang dibuat. ‘’Bagi pemenang lomba akan diberikan hadiah. Juara I akan mendapat hadiah uang tunai Rp 25 juta, juara II sebesar Rp 20 juta, dan juara III sebesar Rp 15 juta,’’ katanya. (kmb27)
Kepada siswa, Bupati Giri Prasta memberikan motivasi agar betul-betul membuat sebuah peninggalan/legasy di sekolah ini. Bupati menginginkan sebagai angkatan pertama di SMAN 2 Kuta Selatan, para siswa agar belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik sehingga nantinya dapat berprestasi dan membawa nama baik sekolah, Badung maupun Bali di tingkat nasional. ‘’Kami bangun sekolah ini karena rasa cinta dan kasih sayang kami kepada anak-anak di Badung, khususnya di daerah Kuta Selatan. Untuk itu sebagai generasi penerus, saya mau kalian jauh lebih pintar, karena nanti kalianlah yang akan meneruskan pembangunan di Kabupaten Badung dan Bali yang kita cintai,’’ jelasnya. Kepala SMAN 2 Kuta Selatan I Nyoman Tingkat menyampaikan apresiasi atas
kunjungan Bupati Badung serta dinas terkait di SMAN 2 Kuta Selatan. Pihaknya juga berterima kasih atas terbangunnya SMA di Desa Adat Bualu ini. SMAN 2 kuta Selatan saat ini baru memiliki jumlah siswa 264 siswa. Meskipun sekolah baru, SMAN 2 Kuta Selatan sudah dapat berprestasi seperti juara 1 lomba buat vlog yang diselenggarakan oleh KPU, juara 2 membuat video di Politeknik Negeri Bali. Ketua Komite SMAN 2 Kuta Selatan I Made Sujana juga merasa bangga dan sebuah kehormatan atas kehadiran Bupati beserta jajaran yang akan memberi angin segar untuk kemajuan SMAN 2 Kuta Selatan. Diakui memang keinginan masyarakat untuk terbangunnya SMA di Kuta Selatan sudah dari dulu, dan saat kepemimpinan Bupati Giri Prasta hal ini dapat terwujud. (ad812)
TATAP MUKA - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, melihat secara langsung SMAN 2 Kuta Selatan yang baru selesai dibangun sekaligus bertatap muka dengan seluruh siswa, para guru, pegawai, komite sekolah, orangtua siswa di Banjar Mumbul, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (27/2) kemarin.
Kompensasi PHR Dinilai Tak Proporsional Mangupura (Bali Post) -
Pemberian kompensasi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Rp 3,3 triliun terhadap 10 destinasi, termasuk Bali, dinilai tidak proporsional. Bahkan, kebijakan pemerintah pusat yang akan berlaku selama enam bulan ini berpotensi menimbulkan dampak sosial terhadap masyarakat Bali, khususnya di Badung. Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, menegaskan hal itu, Kamis (27/2) kemarin. Politisi asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini berharap pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan tersebut, sehingga Badung juga mendapat hak yang proporsional. ‘’Saat ini kami tengah berupaya berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Kebijakan ini sangat tidak proporsional terhadap Badung. Sebab, pemerintah pusat telah menetapkan Badung sebagai daerah otonom yang celah fiskalnya negatif,’’ ujarnya. Karena status tersebut, kata Suiasa, bantuan fiskal dari APBN juga sangat rendah. Artinya, Badung sangat sedikit memberikan dana perimbangan. ‘’Kalau kebijakan ini dilakukan, artinya Badung sudah jatuh tertimpa tangga. Atau bisa jadi diinjak pula nanti itu,’’ bebernya.
Menurutnya, akibat celah fiskal negatif, Badung dianggap mandiri. Kemandirian tentunya bersumber dari PHR, sementara PHR ini di-zero-kan. ‘’Apa yang kita pakai pembiayaan? Mestinya kalau ini dilakukan, jangan kami ditentukan sebagai celah fiskal negatif. Samakan dengan daerah yang lain, sehingga pembiayaan dari pusat, kami sama proporsionalnya dengan daerah lain. Baru tidak berisiko pada Badung,’’ katanya. Suiasa menambahkan, pihaknya harus mengomunikasikan dengan pelaku industri pariwisata untuk memperjelas dampak dari kebijakan itu. ‘’Tentu kemampuan kami dari segi kebijakan fiskal di daerah akan sangat rendah. Kalau ini sangat rendah,
konsekuensinya kan juga ke masyarakat yang tidak dapat kami layani secara maksimal, sebagaimana didapatkan selama ini,’’ ungkapnya. Dampak kebijakan ini, lanjut Suiasa, bukan dalam hal kemunduran pembangunan infrastruktur, tetapi lebih jauh terhadap pelayanan kepada masyarakat. Sebab, selama kepemimpinannya mendampingi Bupati Giri Prasta, banyak terobosan yang dilakukan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Contohnya pendidikan dan kesehatan gratis. ‘’Jadi, yang kami pikirkan adalah dari sisi kemampuan fiskal kami terhadap pelayanan kepada masyarakat. Itu yang harus kami pikirkan. Semua pihak yang harus memikirkan,’’ tegasnya. (kmb27)
Transaksi Digital Juga Ada Risiko Pengedar Narkoba Tepergok Ambil Tempelan SS
PENGGUNAAN transaksi digital tidak hanya menciptakan inklusif keuangan namun juga inklusif ekonomi. Namun, transaksi digital juga perlu dimitigasi risiko-risiko yang akan muncul nantinya. Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ameriza M. Moesa mengatakan hal itu, Rabu (26/2). Untuk memitigasi risiko itu, kata Ameriza M. Moesa, nominal transaksi QRIS dibatasi paling banyak Rp 2 juta per transaksi. Dikatakan, penerbit dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian atau bulanan atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS yang ditetapkan berdasarkan manajemen risiko penerbit. ‘’Kami menyambut baik mulai digunakannya QRIS di berbagai pedagang di Bali. Tak hanya sebatas untuk transaksi perdagangan ritel, baik di pasar tradisional maupun modern dan universitas, QRIS
juga digunakan untuk e-retribusi pemda, donasi sosial dan keagamaan,’’ ungkapnya. Ia menegaskan, untuk memitigasi risiko, seluruh penyelenggara QR Code wajib mendapat persetujuan Bank Indonesia untuk menerapkan layanan berbasis QR dan mengacu pada ketentuan mengenai QRIS yang berlaku. Syarat utama untuk menyelenggarakan pembayaran QRIS antara lain keandalan sistem dan aplikasi, kemampuan mengidentifikasi dan memitigasi risiko, kemampuan melindungi nasabah seperti dispute resolution yang mudah dan tentunya kemampuan yang mumpuni dalam memonitor transaksi di merchant dan nasabah, serta proses registrasi nasabah dan merchant yang benar. Sementara itu, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta mengatakan, digitalisasi transaksi pembayaran di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain ada risiko yang
melekat. BI berupaya untuk mengoptimalkan peluang dan juga memitigasi risiko. Meski ada risiko, namun manfaat yang ditimbulkan lebih besar. Manfaat besar yang diharapkan adalah ekonomi masyarakat lebih inklusif. ‘’Jika sebelumnya pemerintah menargetkan inklusif keuangan dengan hanya memiliki rekening bank atau menggunakan alat pembayaran. Namun dengan digitalisasi sistem pembayaran ini akan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif. Artinya, masyarakat ataupun UMKM akan lebih memiliki akses ke lembaga keuangan formal, pasar keuangan dan pasar barang,’’ ujarnya. Filianingsih Hendarta mengatakan, jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank atau belum berhubungan dengan LJK ada 91 juta jiwa. Sementara UMKM ada 62 juta yang belum berbank. ‘’Kami ingin yang belum berbank menjadi memiliki akses,’’ ujarnya. (may)
PERISTIWA pembunuhan yang menghebohkan penghuni Jalan Mekar, Blok A7, Banjar Mekar Jaya, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (27/2) kemarin mulai disidangkan. Duduk sebagai terdakwa adalah I Komang Tri Oka Putra (39). Dalam dakwaan JPU Ni Luh Putu Ari Suparmi, terdakwa disebut telah melakukan pembunuhan, yakni pembantaian terhadap korban I Nyoman Degdeg (35). Korban dianiaya dengan pedang dan besi. Di samping itu, kata jaksa, terdakwa asal Pemogan, Denpasar Selatan itu juga menebas tiga orang saksi korban lainnya hingga menyebabkan luka berat. Dalam kasus tersebut, terdakwa dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 ayat (3) KUHP, Pasal 351 ayat (2) KUHP, dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Menurut jaksa, terdakwa
dengan sengaja menghilangkan nyawa I Nyoman Degdeg. Terdakwa juga melakukan penganiayaan terhadap saksi korban I Ketut Sudita, I Kadek Moyo, dan I Ketut Kentel. Awalnya, kata jaksa dalam surat dakwaannya, 29 November 2019, pukul 19.00 di Jalan Mekar, Blok A7, Banjar Mekar Jaya, Pemogan, terjadi keributan antara terdakwa dengan I Wayan Seh Adil mengenai pembayaran uang kos. Terdakwa dan saksi sempat saling dorong. Kondisi itu dilerai para saksi lain. Terdakwa kemudian pergi meninggalkan tempat kejadian untuk kembali pulang. Terdakwa merasa tidak terima dan emosi. Terdakwa mengambil pedang serta tiang besi yang ada di rumahnya. Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor kembali ke kos. Sesampainya di kos, I Ketut Sudita yang duduk dekat pintu gerbang diserang
dengan menggunakan pedang yang dibawa terdakwa. Tebasan itu mengenai punggung saksi. Tak cukup di situ, terdakwa terus mengayunkan pedangnya dengan membabi-buta. Bahkan, menebas saksi korban I Kadek Moyo yang mengenai lengan tangan kanan. Melihat hal tersebut saksi I Ketut Bukit, I Nyoman Koming, I Ketut Pasek Ayu, I Wayan Seh Adil melempari terdakwa dengan botol bir. Terdakwa terus melakukan perlawanan dengan menusuk rusuk bagian kiri I Ketut Kentel, lalu menebas I Nyoman Degdeg yang mengenai lengan kanan bagian atas, serta kepala hingga pedang yang dipegang terlepas. Terdakwa semakin kalap, lalu mengambil pipa besi dan memukulkannya ke arah I Nyoman Degdeg yang sudah bersimbah darah. Setelah itu terdakwa pergi meninggalkan tempat kejadian. (asa)
Mangupura (Bali Post) Dalam seminggu terakhir, Satresnarkoba Polres Badung menangkap lima pengedar narkoba, di antaranya Mohammad Taufiqurrohman (25). Tersangka Taufiqurrohman dipergoki polisi saat mengambil tempelan satu paket sabu-sabu (SS) 0,36 gram netto di Jalan Tegal Permai I, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung. Pelaku lain yang ditangkap yaitu Edi Hermawan (26), I Made Rai Subrata (31), I Wayan Gede Aditya Aryana Putra (22), I Ketut Wedi Agung (20). Dikonfirmasi Kamis (27/2) kemarin, Kasatresnarkoba Polres Badung AKP I Komang Ngurah Sujahayadi didampingi Kasubag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, kronologi pen-
angkapan Taufiqurrohman yang berprofesi sebagai karyawan garmen, yakni saat di TKP, petugas melihat pelaku memungut sesuatu di pinggir jalan. Polisi langsung menangkapnya dan saat itu pelaku menggenggam bungkus rokok di tangan kirinya. Setelah diperiksa, di dalam bungkus rokok tersebut berisi satu paket SS. Pelaku langsung dibawa ke Polres Badung. Sementara tersangka Edi Hermawan (26) diamankan di Jalan Mudutaki, Kuta Utara. Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti SS di saku celana kanan depan yang dipakainya. Ia mengakui barang bukti tersebut didapat dari seseorang yang dipanggil Bos dengan tujuan untuk diedar-
kan dengan upah Rp 50.000 sekali menempel. Selanjutnya dilakukan pengembangan ke rumah kos pelaku di Banjar Pengilian Gang Mawar, Desa Dalung. Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka ditemukan satu bendel pipet, satu buah timbangan elektrik dan satu buah tutup botol berupa rangkaian bong di bawah lemari pakaiannya. ‘’Sedangkan tersangka I Made Rai Subrata ditangkap di Jalan Padang Luwih, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung. Saat itu pelaku menggenggam satu paket sabu-sabu di tangan kanannya,’’ ujarnya. Sementara itu, I Wayan Gede Aditya Aryana diciduk di Jalan Dewi Sri, Kuta. Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu paket SS dibungkus dengan pem-
bungkus rokok di dalam saku celana belakang kanan. Saat diinterogasi, pelaku mengaku membeli SS tersebut seharga Rp 450.000 dari seseorang bernama Meda. Polisi juga meringkus I Ketut Wedi Agung (20) di pinggir Jalan Raya Dalung Gang Patera, Dalung, Kuta Utara. Pelaku membuang barang bukti. Petugas menyuruh mengambil kembali bungkus rokok di dalamnya berisi sebuah potongan pipet kuning di dalamnya isi satu paket SS. Pelaku mengaku disuruh mengambil paket narkoba tersebut oleh Lodok. ‘’Total barang bukti yang kami sita 7,49 gram bruto atau 6,28 gram netto sabu-sabu. Tentu saja kasus ini masih kami kembangkan,’’ ujar AKP Sujahayadi. (kmb36)
Pembunuh Degdeg Diadili
DITANGKAP - Pengedar narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polres Badung.
Bali Post/ist
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Jumat Wage, 28 Februari 2020
101 Ha Sawah Diserang Tikus, 31 Ha Alami Puso Tabanan (Bali Post) -
Hama tikus telah menyerang ratusan hektar (ha) lahan persawahan di wilayah Tabanan. Tidak pelak serangan tikus itu membuat para petani resah. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan disebutkan hama tikus itu telah menyerang sekitar 101 hektar lahan sawah. Malah dari total 101 hektar itu, seluas 31 hektar sudah mengalami puso alias gagal panen.
NGROPYOK - Kegiatan mengendalian hama tikus yang disebut ’’ ngropyok’’ kerap dilakukan jajaran TNI bersama warga subak.
Desa Adat Tajen Gelar Bulan Bahasa Bali 2020 Lestarikan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali
SERANGKAIAN menyukseskan Bulan Bahasa Bali 2020 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali, di Desa Adat Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (27/2) kemarin dilaksanakan Lomba Nyurat/Menulis Sastra Bali dan Ngewacen atau Membaca Sastra Bali. Bulan Bahasa Bali itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Tajen. Kegiatan yang digelar itu sekaligus mendukung visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Tajen itu dibuka Bendesa Adat Tajen Gusti Ngurah Ardika didampingi Pj. Perbekel Desa Tajen I Wayan Sukarsa. Bendesa Adat Tajen I Gusti Ngurah Ardika didampingi Penyarikan Desa Adat Tajen Ida Bagus Sudirayana mengatakan, Bulan Bahasa Bali ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Karena masih tahap awal, kegiatan ini baru diikuti sekitar 35 orang. Lomba yang digelar meliputi lomba nyurat aksara Bali melibatkan 25 peserta tingkat SD, dan ngewacen semestinya diikuti 10 peserta, hanya 8 peserta yang hadir. ‘’Ini baru tahap awal. Selanjutnya kami harap akan lebih banyak pesertanya. Apalagi salah satu anak kami di Desa Tajen belum lama ini berhasil meraih juara satu pada bulan bahasa yang digelar Majelis Kecamatan Penebel,’’ terangnya. Untuk Lomba Nyurat Aksara Bali, peserta diberi-
BULAN BAHASA BALI - Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Adat Tajen yang digelar di gedung serbaguna, desa setempat, Kamis (27/2) kemarin. kan waktu menyalin kalimat. Selanjutnya langsung diperiksa tiga tim juri yang berasal dari perwakilan Penyuluh Bahasa Bali Provinsi. Begitupun Lomba Ngewacen Bahasa Bali, tim jurinya langsung menilai kebenaran kalimat yang dibaca para peserta. Gusti Ngurah Ardika menambahkan, ajang ini sekaligus bentuk pembinaan masyarakat adat yang dilaksanakan sejak dini. Diharapkan dengan kecintaan yang dipupuk sedari kecil, maka dipercaya betul-betul memberikan hal positif terkait pembentukan karakter krama ke depannya. Bahkan masyarakat Desa Adat Tajen sangat berterima kasih atas berbagai program yang digagas Gubernur Bali, dalam upaya penguatan keberadaan desa adat. Dan jika memungkinkan diharapkan agenda ini bisa terus berlanjut. ‘’Kami sangat berterima kasih atas program Provinsi Bali ini. Karena ini juga merupakan salah satu upaya mengajegkan Bali melalui beragam seni dan budaya
khususnya,’’ terangnya. Para pemenang lomba berhak mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan. Sementara Perwakilan Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali yang sekaligus tim juri I Made Muliarta dalam sambutannya mengatakan bahasa Bali merupakan warisan budaya tak benda. Bahasa Bali adalah salah satu kekayaan intelektual yang dimiliki masyarakat Bali, sehingga wajib dilestarikan. Nah, Bulan Bahasa Bali ini bisa dijadikan ajang evaluasi sejauh mana daya serap generasi muda (yowana) dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Bali itu. Terkait implementasi program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ lainnya, saat ini di Desa Adat Tajen terus berproses. Ke depan, 2021, sudah dirancang sejumlah kegiatan. Bahkan mulai tahun 2020 ini juga sudah dimulai pembinaan di semua bidang, terutama sekaa tabuh dan seni tari, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya Bali. (ad809)
Berimplikasi Positif pada Sektor Ekonomi Dari Hal. 1 ‘’Kreativitas sangat luas sekali bidang usahanya. Ini merupakan pemenuhan visimisi Kota Denpasar yakni Denpasar kreatif untuk menggali potensi yang memang sudah kuat dari dulu. Sekarang digali dengan bisnis yang bisa beradaptasi dan menjadi daya saing kembali,’’ jelas Rai Mantra. Peringatan HUT ke-232 ini tentunya dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan di wilayah Kota Denpasar guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan secara berkelanjutan merancang berbagai program pelayanan dasar mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial serta pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakat. Rai Mantra menambahkan bahwa saat ini Kota Denpasar tengah fokus dalam pemenuhan indeks kebudayaan. Di mana, budaya dapat menjadi
mentor yang ke depannya dapat menjadi sektor penting dalam pembangunan orange economy dan ekonomi kreatif. Hal ini tentunya akan memberikan implikasi yang positif terhadap pertumbuhan mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, budaya, sosial dan lain sebagainya. ‘’Melalui HUT ke-232 Kota Denpasar ini mari kita bersama-sama mendukung seluruh pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat dengan memberikan pelayanan serta inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,’’ jelas Rai Mantra. Terkait seselet yang digunakan saat upacara, Rai Mantra menekankan bahwa hal ini merupakan wujud implementasi dari Pergub Provinsi Bali tentang busana adat Bali. Seselet merupakan sebuah tata busana identitas pakaian adat Bali yang identik digunakan oleh masyarakat dalam keseharian, khususnya ngayah. ‘’Dan hal ini diharapkan mampu mem-
berikan dukungan peningkatan geliat usaha logam di Kota Denpasar,’’ pungkas Rai Mantra. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Forkompinda, pimpinan OPD serta perwakilan masyarakat dari beragam kalangan. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada masyarakat Kota Denpasar atas dedikasinya di berbagai bidang. Meliputi Satya Lencana dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan Lomba Operet, LPD Berprestasi, Pemberian Bantuan kepada Tenaga Lapangan DLHK Kota Denpasar, Penyerahan Bantuan Bus Sekolah dari Bank BPD Bali dan Kementerian Perhubungan RI. (ad810)
‘’Data Januari sampai pertengahan Februari 2020, serangan hama tikus terjadi di tiga kecamatan, yakni Tabanan, Kediri dan Kerambitan,’’ beber Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tabanan Nengah Durmita, seizin Kepala Dinas Pertanian Nyoman Budana, Kamis (27/2) kemarin. Dipaparkannya, luasan sawah di Kecamatan Tabanan yang diserang tikus 16 hektar. Rinciannya kategori ringan 11 hektar, sedang 3 hektar dan berat 2 hektar. Sedangkan di Kecamatan Kediri seluas 6 hektar, yakni 2 hektar kategori serangan ringan dan 4 hektar kategori berat. Serangan paling luas terjadi di Kecamatan Kerambitan, yakni 79 hektar. Rinciannya 18 hektar ringan, 8 hektar sedang, 22 hektar berat dan 31 hektar sawah petani mengalami puso (gagal panen). ‘’Dibandingkan sebelumnya, serangan hama tikus kali ini relatif naik, bahkan ada puso atau gagal panen,’’ ucapnya. Tidak hanya hama tikus,
selama dua bulan ini, serangan penggerek batang juga menghantui petani, meski saat ini dari pantauan petugas lapangan baru 5 hektar lahan terindikasi terserang hama penggerek batang dengan kategori ringan di wilayah Kecamatan Tabanan. Meski demikian, petani yang mengalami puso atau gagal panen telah dilaporkan. Mereka mendapatkan klaim asuransi tani (AUTP). ‘’Jadi memang AUTP sangat bermanfaat, saat ada serangan gangguan hama seperti saat ini, sehingga petani tidak banyak mengalami kerugian,’’ ucapnya. Terkait serangan hama tikus itu, kata Durmita, dipicu faktor cuaca dengan tingkat kelembaban tinggi. Hal itu meningkatkan secara cepat serangan hama di sejumlah lahan pertanian di Tabanan. Begitupun pola tanam yang tidak serempak. Selain itu juga karena musim kemarau panjang. Juga termasuk pengendalian serangan tikus tidak rutin dan tidak serempak.
Terkait serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) itu, dikatakannya, Dinas Pertanian terus melakukan beragam langkah mengendalikan serangan itu. Salah satunya membantu penyediaan obatobatan untuk pengendalian OPT. Sementara untuk tikus itu, diimbau Durmita, agar para petani subak melakukan sanitasi dan kebersihan lingkungan secara serentak. Sebab, sanitasi dan lingkungan yang kotor serta rimbun rerumputan itu menjadi tempat strategis bagi tikus berkembang biak. ‘’Dari dinas kami sudah dibantu pastisida petrokum secara stimulan. Dengan cara swadaya semoga serangan itu bisa ditangani,’’ terangnya. Petani diharapkan tetap melaksanakan pengendalian mulai saat pengolahan tanah agar populasinya sedikit. ‘’Setelah panen, petani biasanya melakukan tindakan sekala-niskala. Yaitu melakukan persembahyangan sebelum melakukan pemasangan umpan atau kegiatan ngropyok untuk menangkap tikus itu,’’ tuturnya. (kmb28)
KPU Lantik 50 PPK Terpilih Tabanan (Bali Post) Setelah mengikuti berbagai tahapan tes, akhirnya 50 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Tabanan 2020 dilantik. Prosesi pelantikan itu dilaksanakan di Kantor KPU setempat, Kamis (27/2) kemarin. Menariknya, banyak wajah baru (newcomer) pada jajaran anggota PPK khususnya dari Kecamatan Penebel. Upacara pengambilan sumpah anggota PPK dilakukan langsung Ketua KPU Tabanan, I Putu Gede Weda Subawa. Pelantikan itu dihadiri anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Provinsi Bali, A.A. Gede Raka Nakula, serta pejabat pemkab para camat dan Komisioner KPU Tabanan. Usai melantik PPK itu, Ketua KPU Putu Gede Weda Subawa mengatakan, dari 50 orang PPK yang dilantik, 37 laki-laki dan 13 perempuan. Itu artinya, persentase keterwakilan perempuan sebanyak 26 persen, meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya. “Kalau pemilu sebelumnya 12 perempuan. Namun sekarang sudah 13, ya... bertambah seorang,” ujar Weda. Weda membenarkan PPK yang dilantik kali ini lebih banyak wajah lama (incumbent) atau sekitar 44 persen pendatang baru dan 56 persen incumbent. Bahkan di Kecamatan Penebel didominasi newcomer.
“Di Kecamatan Penebel incumbent sudah ada yang mendaftar sebelumnya. Namun sayangnya tidak lolos. Sebab ada beberapa alasan dijadikan pertimbangan. Bukan saja hanya integritas yang dinilai tetapi juga independensi dan loyalitas,” jelasnya. Bagi para PPK yang telah dilantik, Weda meminta agar senantiasa mengedepankan integritas dan independensi. Pihaknya berbekal pengalaman Pemilu sebelumnya dilakukan proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tingkat KPPS meski bukan di tingkat PKK, Weda meminta agar tidak terjadi hal serupa. “Jadi kita menekankan mereka bisa saja bergaul di masyarakat. Namun jangan sampai terulang kembali kejadian itu,” jelasnya. PPK itu akan mulai bekerja tanggal 1 Maret 2020 atau selama 9 bulan. Dalam masa kerjanya itu mereka mendapatkan honor sesuai peraturan Menteri Keuangan. Kepada Ketua PPK diberikan honor sebesar Rp 2.200.000 per bulan sebelumnya Rp 1.800.000, sedangkan anggotanya Rp 1.850.000 yang sebelumnya Rp 1.600.000. “Jadi kami minta PPK bekerja dengan baik. Jika melanggar akan dikenakan sanksi. Sanksi terberat diberhentikan tidak hormat. Dan selamanya tidak bisa menjadi penyelenggara,”
PENGAMBILAN SUMPAH - Prosesi pengambilan sumpah PPK di Kantor KPU Tabanan, Kamis (27/2) kemarin. tegasnya. Terkait tahapan pilkada di Tabanan setelah pelantikan PPK ini proses rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hanya saja proses rekrutmen PPS itu sepi peminat. Karena itu dilakukan proses perpanjangan pendaftaran. “Hari ini (kemarin - red) terakhir jadwal perpanjangan pendaftaran,” imbuhnya. Perpanjangan pendaftaran PPS itu, kata Weda, karena kekurangan pelamar. Setiap desa kuotanya dua kali kebutuhan. Per desa dibutuhkan 3 orang, Jadi minimal ada 6 orang per desa, jumlah desanya 133 di Tabanan. “Kemarin laporan kita sekitar 49 desa dari 133 desa,” terangnya. Apabila perpanjangan pendaf-
taran belum juga memenuhi kouta, KPU Tabanan menghubungi lembaga pendidikan, perkumpulan guide, atau mungkin perkumpulan kelompok tani yang sudah berbadan hukum itu akan diminta orang-orangnya bergabung sebagai PPS. “Hal itu sudah berdasarkan aturan,” katanya. Weda mengakui pelamar PPS-nya memang sedikit. Salah satu penyebabnya karena proses rekrutmen berbeda dengan hajatan pemilu sebelumnya. Pemilu lalu pendaftaran PPS ada dua acara. Pertama melamar dan kedua bisa pengajuan dari kepala desa. Sekarang seleksi PPS itu secara terbuka sehingga KPU harus jemput bola ke lapangan. (kmb28)
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bali Dari Hal. 1 Bagaimanapun sistem yang dibangun di Pulau Dewata sudah sangat solid. Bahkan sudah bertahun-tahun, sehingga sedikit saja mata rantai terputus pasti mengganggu perekonomian Bali. ‘’Tentu dampaknya (jika Bali mendapat alokasi hibah di bawah potensi PHR) nanti adalah pembangunan yang sudah dirancang melalui APBD khususnya APBD kabupaten/
kota, ini akan terganggu,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Bali Trisno Nugroho mengatakan, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Bali bisa menggarap wisatawam MICE domestik. Bahkan event yang mendatangkan 2.000 orang telah dipindah untuk dilaksanakan di Bali. Sehingga kunjungan wisata, baik keterisian kamar, makanan dan minuman,
serta sektor lainnya bisa tetap bergerak. Trisno belum bisa menjawab pasti tentang dampak pertumbuhan ekonomi. Ia pun segera melakukan koordinasi dengan Gubernur Bali untuk merencanakan skenario pertumbuhan ekonomi Bali pasca-Covid 19. Akademisi Pariwisata Unud Putu Anom mengatakan, hal yang bisa dilakukan Bali adalah melakukan negosiasi pada pemerintah
pusat. Karena pemerintah daerah selama ini mengandalkan anggaran dari pajak hotel dan restoran untuk melakukan pembangunan dan menyejahterakan masyarakat. ‘’Kita minta perlakuan khusus,’’ ujarnya, Kamis kemarin. Menurutnya, tidak dipungutnya pajak hotel dan restoran ini tidak ada dasar hukumnya, karena pemungutan pajak dan hotel tetap jalan karena sudah diatur dalam UU Perpajakan. (kmb32/kmb42)
basan pungutan PHR akan berdampak tidak langsung. Dampak virus Corona (Covid-19) berakibat industri pariwisata mengalami penurunan, jelas masyarakat yang selama ini mengandalkan pendapatannya dari sektor ini pendapatannya akan berkurang. Dengan berkurang pendapatan, maka mereka tidak akan melakukan transaksi jual-beli kendaraan bermotor, sehingga pendapatan PKB dan BBNKB bagi provinsi tentu akan menurun pula. Selain itu, kelesuan ekonomi akan terjadi. Masyarakat yang selama ini bersentuhan langsung dengan industri pariwisata, seperti guide, pegawai hotel, sopir boat, pengemudi angkutan wisata, pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) yang ada di seputaran destinasi wisata yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan (khususnya wisatawan Tiongkok) serta yang lainnya, semuanya akan menerima dampak langsung penurunan pendapatan. Ujung-ujungnya jelas perekonomian akan melambat. Tahun 2020 ini, Bank In-
donesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan Bali pada level 6,0. Tampaknya proyeksi ini akan terkoreksi akibat wabah virus Corona (Covid-19), syukur-syukur bisa pada tingkat yang sama seperti tahun 2019 berkisar pada level 5,8%. Dengan dibebaskannya PHR selama enam bulan bagi 10 destinasi prioritas, pemerintah memang mengganti sumber pandapatan yang hilang itu dengan akan memberikan hibah sebesar Rp 3,3 triliun kepada sepuluh destinasi prioritas itu. Bali pasti akan kebagian, tetapi hibah yang akan diterima tampaknya tidak akan mampu menutupi ‘’bolong’’ APBD yang sudah diketuk di tingkat kabupaten/kota, di mana pendapatan yang berasal dari PHR jelas sudah sesuai proyeksi dengan asumsi keadaan industri pariwisata normal. Kebijakan pembebasan PHR tentu sudah dipertimbangkan matang, dengan target industri pariwisata akan membaik kembali. Jika membaik, diharapkan pendapatan masyarakat yang bersentuhan langsung
dengan industri ini akan membaik pula, meski pemerintah daerahnya tidak memperoleh apa-apa. Sebaliknya jika tidak dibebaskan PHR-nya, geliat industri pariwisata dikhawatirkan akan terus mengalami penurunan, sehingga tentu berdampak bagi masyarakat dan juga pemerintah daerah. Kedua-duanya akan kena dampak tidak baik. Sekarang yang paling penting adalah mekanisme penyaluran dan jumlah hibah pengganti PHR harus jelas. Jangan sampai daerah lain yang industri pariwisatanya berkontribusi kecil terhadap pendapatan devisa, memperoleh lebih banyak dana hibah. Selain itu, seharusnya ada kebijakan bagi perusahaan airline agar mau menurunkan harga tiket pesawat, serta para pengusaha perhotelan agar mau menurunkan rate kamarnya.
Badung Terancam Kehilangan Pendapatan Rp 1,6 Triliun Dari Hal. 1
Bagi kabupaten/kota yang ada di Bali yang selama ini mengandalkan pendapatannya dari sektor priwisata, jelas akan merasakan dampak langsung akibat kebijakan tersebut. Terutama Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar, sebab sektor ini merupakan andalan. Dampaknya tentu akan terjadi banyak koreksi atas APBD yang ada, dan mungkin banyak program akan disesuaikan di tahun anggaran 2020 ini. Misalnya Kabupaten Badung, akan terancam kehilangan pendapatan hingga Rp 1,6 triliun bila kebijakan stop pemungutan PHR tersebut dilaksanakan. Jika bercermin pada realisasi PHR di masa lalu saat pariwisata normal, pendapatan Badung hingga triwulan II biasanya Rp 1,6 triliun. Kalau peniadaan pajak berlaku enam bulan, artinya triwulan I hingga triwulan II, itu berarti pendapatan dari PHR sejumlah Rp 1,6 triliun akan hilang selama itu. Bagi Provinsi Bali, pembe-
Penulis, Dekan FEB Undiknas Denpasar, Wakil Ketua ISEI Denpasar Bali dan Pembina Divisi Pawongan Paiketan Krama Bali
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Fokus Turunkan Angka Kemiskinan
Pemkab Siapkan Bantuan dan Pembinaan
Gianyar (Bali Post) Menjadi warga di Kelurahan Ubud tidak serta merta bisa hidup sejahtera bergelimang dolar. Ternyata masih ada puluhan warga setempat yang hidupnya dalam garis kemiskinan. Dominan dari mereka merupakan lansia yang hidup sebatang kara. Pemkab Gianyar yang melihat kondisi ini langsung memberikan bantuan melalui Bagian Umum Setda Kabupaten Gianyar serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan, Kamis (27/2) kemarin. Salah satu lansia miskin yang menerima bantuan adalah Ni Ketut Wiarti yang tinggal di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud. Wiarti kini tinggal sebatang kara setelah ditinggal mati suami, I Wayan Lipet, sekitar enam bulan lalu. Sementara anak perempuannya, Ni Wayan Yanis Wati, sudah menikah ke Buleleng. ‘’Sekarang Ni Ketut Warti memang tidak punya siapa lagi, hanya kami kerabatnya tinggal di sini,’’ ujar Komang Arisanti, kerabat dari Ni Ketut Wiarti. Wiarti tinggal dalam satu petak rumah yang merupakan bantuan pemerintah beberapa tahun lalu. Di areal rumah itu juga terdapat dapur berupa bangunan lama dengan tembok berupa popolan tanah. Ironisnya, atap
bangunan itu hanya ditumpuk-tumpuk dengan seng, triplek, jerami dan kelabang (anyaman daun kelapa). Keseharianya hanya berkeliling banjar setempat dari rumah ke rumah. Ia membantu tetangga mengerjakan berbagai hal, mulai dari menyapu, menyetrika dan sebagainya. Sebagai ganti dari pekerjaan itu, ia diberi upah makan atau uang. ‘’Jadi, dari pagi ibu Wiarti sudah keluar, kalau sore pasti balik pulang,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Wicaksana Widhya Utama, mengatakan saat ini jajaranya menjalankan program Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dalam mengentaskan kemiskinan. Pihaknya mendapat tugas membina warga miskin di Kelurahan Ubud. ‘’Ini program Bapak Bupati Gianyar, agar seluruh OPD memberikan pendampingan hingga pembinaan warga miskin. Golnya nanti agar kemiskinan di Gianyar menjadi nol,’’ terang pejabat yang akrab di Ngurah Bem ini. Ngurah Bem menambahkan, pihaknya sudah mendata puluhan warga miskin di Kelurahan Ubud. Awalnya terdata 35 warga miskin, namun setelah verifikasi Kamis kemarin, didapati 29 warga
yang memenuhi kriteria sebagai warga miskin. Salah satunya warga itu adalah Ni Ketut Wiarti. ‘’Empat orang dari 29 warga miskin ini merupakan lansia yang hidup sebatang kara, seperti Ibu Wiarti ini,’’ katanya. Ia menambahkan, Pemkab Gianyar akan secara rutin memberikan bantuan kepada warga miskin yang sudah terdata. Khusus untuk hari raya Galungan dan Kuningan ini, pihaknya menjalankan perintah Bupati Gianyar untuk berbagi kepada warga miskin. ‘’Kami memberikan bantuan daging babi kepada 29 warga miskin di Kelurahan Ubud, serta memberikan perhatian kepada warga miskin lewat kartu ucapan, untuk mengingatkan mereka bahwa pemerintah dalam hal ini Bupati hadir membantu agar mereka kaluar dari garis kemiskinan,’’ katanya. Tidak hanya pemerintah, pihaknya juga berupaya menjaring pihak swasta dalam hal ini pemilik hotel dan restoran di Ubud untuk membantu warga miskin. ‘’Sudah ada sejumlah pengusaha yang siap membantu dalam upaya pembinaan dan pendampingan warga miskin. Kami berharap seluruh pemilik akomodasi pariwisata turut serta memberi perhatian kepada warga miskin,’’ ujar Ngurah Bem. (kmb35)
FOGGING - Pelaksanaan fogging di wilayah Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (27/2) kemarin.
Sejumlah Warga Sayan Terjangkit DBD
Gianyar (Bali Post) -
Sejumlah warga di Desa Sayan terdeteksi positif terjangkit Demam Berdarah Denggue (DBD). Manyikapi kondisi tersebut, pihak desa setempat langsung menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Terakhir dilaksanakan fogging serentak pada empat banjar di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (27/2) kemarin. Menurut Perbekel Desa Sayan I Made Andika, kasus DBD pertama kali muncul di Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan. Laporan kasus juga terus merembet ke Banjar Penestanan Kelod hingga ke Banjar Mas. ‘’Di Banjar Penestanan sudah langsung kami lakukan fogging, termasuk PSN oleh seluruh warga,’’ katanya. Andika mengatakan, merebaknya DBD karena saat ini memasuki musim hujan. Diakui, pihaknya menemukan
cukup banyak genangan air di permukiman warga, khususnya di areal belakang rumah. ‘’Kami sudah menggalakkan PSN, karena genangan air seperti itu sering menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk,’’ ujarnya. Andika menambahkan, pihaknya masih merekap data kasus DBD bulan ini. Sementara untuk Januari lalu, kasus DBD di Desa Sayan masih tercatat di bawah 10 kasus. Kini pihaknya terus
berkoordinasi dengan petugas jumantik dalam menggencarkan PSN. ‘’Kami terus berkoordinasi dengan petugas jumantik di setiap banjar untuk membagikan abate. Sebagai langkah preventif, kami selalu mengimbau warga agar melakukan PSN,’’ tegasnya. Terkait pelaksanaan fogging, Andika mengatakan sudah sesuai prosedur yang ada. Mulai dari pendataan oleh petugas Puskesmas Ubud II, pengecekan ke lapangan,
hingga mendata warga yang positif DBD. ‘’Kami lakukan fogging hari ini ada di empat banjar, yaitu di Banjar Baung, Banjar Pande, Banjar Mas, dan Banjar Kutuh,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Klian Banjar Mas Desa Sayan I Kadek Dwi Putra Yoga menjelaskan, satu warganya sempat dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani karena DBD. Selain itu, ada juga warga yang mengalami gejala sakit serupa, namun saat ini sudah membaik. ‘’Fogging kami fokuskan di tengah permukiman warga, sedangkan yang di daerah pinggiran banjar nanti akan dilanjutkan,’’ ujarnya. (kmb35)
Pemkab Gianyar Seleksi Teknologi Terbarukan untuk Pengelolaan Sampah di TPA Investor Slovakia Berminat Olah Sampah di Gianyar
Bali Post/kmb35
BANTUAN - Aparat Pemkab Gianyar menyerahkan bantuan untuk warga kurang mampu di Kelurahan Ubud, Kamis (27/2) kemarin.
Kasus Pasutri Terbakar di Pantai Siyut
Sang Suami Susul Istrinya Meninggal Gianyar (Bali Post) Seorang pria berinisial Wayan W dipastikan meninggal setelah ikut terbakar bersama istrinya, S, di Pantai Siyut, Desa Tulikup, Gianyar, beberapa waktu lalu. Padahal, polisi menunggu keterangan pria asal Sanur itu untuk mengungkap pemicu kasus tersebut. Kini polisi hanya bisa menunggu hasil autopsi korban berinisial S dan hasil Labfor Polda Bali. Dikonfirmasi Kamis (27/2) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan informasi bahwa Wayan W yang ikut terbakar di Pantai Siyut telah meninggal dunia. Sehingga polisi tidak bisa lagi menunggu pemeriksaan terhadap bapak tiga
Sosial
anak itu. ‘’Ya, saya juga menerima laporan sang suami sudah meninggal,’’ katanya. Menurut informasi, kata Suastika, Wayan W meninggal pada Selasa (25/2), bersamaan saat istrinya menjalani autopsi. Kini polisi masih menunggu hasil autopsi dan Labfor Polda Bali untuk membuka titik terang kasus tersebut. ‘’Kami sekarang tunggu hasil autopsi dan hasil labfor terkait kasus korban yang terbakar di Pantai Siyut,’’ katanya. Suastika menambahkan, polisi juga sudah mendalami pemeriksaan terhadap pihak keluarga pasutri ini. Hasilnya, tidak diketahui ada permasalahan yang serius antara Wayan W dengan istrinya S. ‘’Infonya
semua baik-baik saja, tapi ini tetap masih kami dalami,’’ tandasnya. Suastika mengaku belum bisa memastikan apakah pasutri ini membakar diri atau dibakar oleh pelaku yang belum diketahui. ‘’Motifnya belum bisa dipastikan, masih didalami,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, pasutri asal Sanur ini diketahui terbakar dengan sepeda motor Yamaha NMax DK 3151 QH di Pantai Siyut, Desa Tulikup. Usai kejadian ini, Wayan W yang juga mengalami luka bakar sempat membawa istrinya yang dalam kondisi kritis ke RSU Saba. Namun karena keduanya mengalami luka bakar serius, akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah. (kmb35)
PENGOLAHAN sampah di Kabupaten Gianyar terus memancing daya tarik investor. Salah satunya investor Republik Slovakia menawarkan kerja sama pengolahan sampah di TPA Temesi, Gianyar. Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Gianyar dengan sejumlah perwakilan unit kerja Pemkab Gianyar dan Eliska Sirotkova dari investor Princeston Slovakia di DPRD Gianyar, Kamis (27/2) kemarin. Eliska memaparkan, Princeston hanya membutuhkan lahan sekitar 5 hektar untuk unit mesin olah sampah di TPA Temesi. Dalam olah sampah ini, Pemkab Gianyar tidak mengeluarkan anggaran, kecuali ikut menanamkan modal khusus, di luar penyediaan lahan nonsewa tersebut. Ia menambahkan, cara kerja mesin bukan membakar sampah, tetapi pemanasan dengan suhu 600 sampai 1.200 derajat Celcius. Sampah masuk ke dalam tabung kedap udara sehingga proses ini ramah lingkungan. Pemanasan sampah ini menghasilkan karbon, minyak, pellet untuk listrik, dan gas. Proses ini bisa memakai tenaga otomatis dan semiotomatis. Produk hilir ini nantinya dijual untuk biaya produksi olah sampah. Menurut Eliska, mesin ini mampu mengolah sampah lama dan baru. Areal
yang dibutuhkan untuk casis mesin bervariasi mulai 100 meter x 50 meter, 7,5 meter x 4 meter x 2 meter, dan ukuran penuh 3 hektar - 5 hektar. Kapasitas olah sampah 1 sampai 5 ton per jam. Satu ton sampah menghasilkan 1,0 MW setara listrik dan setara panas bumi 1,5 MW. ‘’Hasil akhir dari olah mesin ini tanpa emisi dan Co2. Pengoperasian mesin ini sudah ada di Republik Slovakia,’’ tegasnya. Eliska menambahkan, sesuai pengalaman di negaranya, mesin ini dapat menghasilkan pendapatan 5 juta euro per tahun dengan produksi 24 jam. Pendapatan ini dari penjualan listrik dan gas serta produk ikutan lainnya. Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Drs. I Wayan Kujus Pawitra, S.Sos., M.AP. menyambut baik minat pihak Princeston untuk bekerja sama mengolah sampah di Gianyar. Tanpa bermaksud menyangsikan, selama ini tak kurang dari 30 investor menawarkan kerja sama serupa. ‘’Tapi hampir semua investor ujung-ujungnya minta anggaran yang tak kecil,’’ jelas Kujus Pawitra yang Sekretaris DPRD Gianyar ini. Kujus Pawitra menambahkan, selama ini Gianyar sangat membutuhkan teknologi olah sampah terbarukan. Karena pengolahan sampah yang intensif berbasis teknologi sangat penting.
Kujus Pawitra menyampaikan, Pemkab Gianyar sangat serius dalam penanganan sampah dengan membangun TPA modern yang lebih maju dan dilengkapi dengan teknologi terbarukan untuk pengolahannya. ‘’Pemkab Gianyar telah menjalin kerja sama dengan ITB Bandung untuk desainnya. Sekarang tinggal memadukan teknologi terbarukan model apa yang paling tepat. Targetnya, TPA Temesi harus rapi, indah, efektif, dan nyaman,’’ jelasnya. Pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih menambahkan, pihaknya siap menyosia-
lisasikan dan memfasilitasi proyek Princeston kepada masyarakat, sembari mempelajari dan merancang MoU dengan Pemkab Gianyar. ‘’Tentu nantinya terlebih dahulu kami akan laporkan dulu kajian kepada Bapak Bupati,’’ katanya. Selain dengan Princeston, Komisi IV juga menerima sosialisasi tawaran kerja sama investasi pengolahan limbah medis padat dengan PT Sagita Mahaprabu Denpasar. Ketua Komisi IV DPRD Gianyar Ni Made Ratnadi mengatakan, hasil rapat kerja ini akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk dikoordinasikan kepada eksekutif. (ad814)
RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Gianyar dengan sejumlah perwakilan unit kerja Pemkab Gianyar dan Eliska Sirotkova dari investor Princeston Slovakia di DPRD Gianyar, Kamis (27/2) kemarin.
Senator Apresiasi Permintaan Produk ’’Sukla’’ Naik Jelang Galungan
Wedakarna, Pelopor Pejabat Negara yang Bagikan Babi Guling di Hari Raya Galungan dan Kuningan
JAS Merah Bung Karno, sejak dilantik menjadi Senator DPD-RI pada tahun 2014 hingga kini, peraih suara terbanyak Pemilu 2019, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III telah memberikan teladan khususnya pada pejabat di Bali dalam hal sumbangan spesifik, yakni daging babi/babi guling kepada umat Hindu yang membutuhkan. Hal ini bertujuan untuk menenangkan hati masyarakat Bali yang selama ini ‘’kecewa’’ terhadap perilaku pejabat publik di Bali karena minim akan program yang pro terhadap umat Hindu di Bali khususnya menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Walaupun dilakukan secara terbatas dan sederhana, tetapi tindakan Senator Arya Wedakarna (AWK) ini setidaknya sudah menginspirasi sejumlah pejabat publik di Bali untuk melakukan hal yang sama,
yakni memberdayakan peternak babi melalui program bagibagi daging atau babi guling. Harapan bijaksana langsung disampaikan oleh AWK agar kepedulian para pejabat publik di Bali, baik di level pusat hingga desa terhadap umat Hindu bisa diayomi. ‘’Tiang ini mungkin wakil rakyat pusat yang paling sering datang ke seluruh pelosok di Bali. Dan dari cakap-cakap dengan kaum Marhaen, sebenarnya masyarakat kita ini tidak begitu peduli dengan jumlah bansos atau sumbangan para pejabat. Yang mereka butuhkan adalah perhatian dan hadir dalam setiap momentum yang tepat. Dan salah satu yang selama ini dipertanyakan oleh masyarakat, kenapa ada pejabat seperti bupati di Bali yang rajin menyediakan transportasi mudik untuk para pendatang saat di hari raya umat lain? Atau kenapa ada ekspos menyum-
bangkan kurban hewan saat ada upacara agama lain? Tapi, kenapa tidak menyumbangkan daging babi yang merupakan kebanggaan orang Bali? Jadi, sebenarnya sederhana sekali. Mereka butuh perhatian, mereka butuh pengayoman dan keadilan. Dan ayo kita jawab dengan kerja. Jadi mengurus orang Bali ini susah, tidak cukup hanya bansos ke banjar dan ke pura, tapi harus ada perhatian detail. Dalam ilmu sosial politik, ada yang namanya teori pembanding dan rakyat kita senang membandingkan sesuatu karena rasa keadilan itu belum didapatkan. Ini esensi ajaran Bung Karno yakni berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Maka dari itu, pihaknya setiap Galungan dan Kunin-
gan selalu mengimbau agar pejabat publik bisa menyumbangkan daging babi atau babi guling kepada masyarakat yang membutuhkan. ‘’Astungkara sudah ada kawan-kawan di Bali yang sudah mengikuti jejak ini dan ini bagus. Prinsipnya membantu masyarakat dan pilihlah momentum yang tepat jika ingin dihargai masyarakat. Politik itu adalah momentum,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, AWK juga menyampaikan apresiasinya saat meninjau pameran industri dan dagang di Lapangan Renon bahwa produk-produk pengusaha Bali sudah semakin dilirik oleh konsumen khususnya umat Hindu. ‘’Hasil dari keliling Bali, tiang melihat ada peningkatan signifikan dari produk Sukla ini dari hasil penjualan dan permintaan. Kan dari dulu sudah tiang sampaikan pengusaha Bali jangan
merasa ragu, karena di Bali ini ada 90% sekitar 4 juta umat Hindu yang potensi jadi konsumen. Jadi percaya diri saja, tidak usah ribet mengurusi label dan merek lainnya. Cukup fokus ke Sukla dan pasti ada manfaat. Apalagi Gerakan Sukla ini kan diresmikan oleh (almarhum/lebar) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (Ketua Dharma Adyaksa PHDI Pusat) pada 1 Juli 2015 di Candi Prambanan. Ini amanat Ida Sulinggih pada kami, jadi kami harus semangat menyebarkan,’’ pungkas AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad813)
SATYAGRAHA – Dr. Arya Wedakarna (AWK) hadir di Lapangan Renon meninjau pameran dagang dan industri dan Tim Relawan AWK membagikan babi guling di Lapas Kerobokan.
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Pemkab Klungkung MoU dengan LKPP, Tingkatkan Kualitas Pengadaan Barang dan Jasa DALAM rangka meningkatkan kualitas pengadaan barang/jasa pemerintah, Pemerintah Kabupaten Klungkung mengadakan kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia. Kerja sama itu ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama Implementasi Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal (AMEL) antara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra dengan Kepala LKPP Roni Dwi Susanto. Penandatanganan MoU itu dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kantor LKPP, Jakarta Selatan, Ka-
mis (27/2) kemarin. Dalam perjanjian itu tertuang antara lain pelaksanaan pengadaan barang/ jasa pemerintah secara elektronik, konsultasi, pendampingan dan bimbingan teknis terkait sistem informasi di bidang pengadaan barang/ jasa pemerintah, penyediaan, pemanfaatan serta pertukaran data dan informasi terkait pelaksanaan tugas dan kewenangan masingmasing. Selain itu monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengadaan barang/ jasa pemerintah, dan pelaksanaan integrasi sistem informasi terkait pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing. Bupati Suwirta yang diberi kesempatan usai pen-
Sosok Bukan Hanya untuk Gelgel PUNCAK Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana Desa Gelgel, Klungkung, disambut antusias umat Hindu dari seluruh Bali. Ini nampak dari kedatangan umat ke Utama Mandala yang terus mengalir sejak pagi hingga malam hari, Senin (24/2) lalu. Bahkan, kedatangan umat Hindu kian membeludak pada jadwal bhakti panganyar selama seminggu pascapuncak karya. Ida Batara katurang nyejer selama tujuh hari sampai 2 Maret nanti. Meski dipadati umat sepanjang hari, seperti yang terlihat Kamis (27/2) kemarin, namun pelaksanaan persembahyangan di utama mandala tetap dapat berjalan dengan baik. ‘’Matur suksma kepada umat Hindu yang ikut muspayang pada puncak Mupuk Karya Agung ini maupun umat yang terus berdatangan selama bhakti panganyar ini. Harapan kami, sesungguhnya karya ini bukan sekadar untuk masyarakat Gelgel. Tetapi lebih dari itu karya agung ini secara universal juga untuk Bali dan nusantara secara umum, agar tetap ajeg, santi dan sukerta,’’ kata Bendesa Adat Gelgel Putu Gde Arimbawa. Dia menambahkan, Mupuk Karya Agung ini menjadi rangkaian terakhir setelah setahun pelaksanaan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana. ‘’Mupuk Karya Agung ini sebagai penyempurna. Jadi, setelah ini rangkaian karyanya selesai. Nanti akan dilihat lagi, kalau sudah 50 tahun atau 100 tahun agar dibicarakan lebih lanjut diselenggarakan karya serupa,’’ tegasnya. Respons umat yang begitu antusias menandakan meningkatnya kesadaran warga sujud bakti kepada leluhur, utamanya kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dia berharap ini menjadi proses yang semakin baik dalam mempersatukan umat dari segala perbedaan di Pura Dasar Buana Gelgel. (gik)
andatanganan menyampaikan apresiasi pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman yang langsung ditindaklanjuti penandatanganan perjanjian kerja sama itu. Menurut Bupati Suwirta, dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama itu, diharapkan dapat memberi manfaat bagi daerah khususnya Kabupaten Klungkung dalam proses pengadaan barang/jasa. Bupati Suwirta berharap perjanjian kerja sama ini ke depan bisa dikembangkan agar proses pengadaan barang/jasa pemerintah dapat berjalan dengan baik dan lancar. ‘’Dengan perjanjian kerja sama ini dapat memberikan
Semarapura (Bali Post) -
Sejumlah pemerintah daerah cukup kaget dengan kebijakan pemerintah pusat yakni meniadakan PHR selama enam bulan. Peniadaan PHR itu sebagai upaya menggairahkan kembali pariwisata, salah satunya dilakukan Pemkab Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (27/2) kemarin, menanggapi kebijakan tanpa PHR itu tentu berdampak pada kegiatan yang sudah diprogramkan. Lebih-lebih kegiatan yang didanai dari PHR. Karena itu, mau tidak mau kegiatan yang didanai dalam jumlah besar dari PHR itu akan dievaluasi lebih lanjut. Bupati Suwirta mengatakan total PHR (Pajak Hotel dan Restoran) Pemkab Klungkung yang masuk tahun lalu mencapai Rp 32 miliar. Pihaknya mengakui tentu harus mengikuti arahan pemerintah pusat untuk recovery pariwisata akibat dampak merebaknya virus Corona di sejumlah negara. Untuk keberlangsungan pariwisata
Musrenbangcam, Kecamatan Klungkung Sampaikan 167 Usulan Senilai Rp 21 Miliar
Musrenbangcam menjadi salah satu tahapan dari rangkaian penyusunan rencana pembangunan daerah, sebagaimana amanat pasal 98 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah. ‘’Musrenbang itu menjadi forum pembahasan hasil daftar usulan masing-masing desa/kelurahan di lingkup kecamatan,’’ ujar Wisnuadi. Ia menambahkan, setelah pelaksanaan musrenbangdes beberapa waktu lalu, ada 167 usulan program kegiatan yang didapat dari 18 desa/kelurahan. Usulan itu membutuhkan anggaran mencapai Rp 21.200.586.811. Rinciannya, di Bidang Infrastruktur sebanyak 109 usulan dengan total kebutuhan anggaran Rp 16.606.768.811, bidang Sosial Budaya sebanyak 46 usulan senilai Rp 2.031.418.000 dan Bidang Perekonomian sebanyak 12 usulan senilai Rp 562.400.000. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta mengatakan musrenbangcam memiliki kedudukan dan fungsi strategis. Khususnya dalam rangka meningkatkan konsistensi dan sinkronisasi kebi-
jakan program dan kegiatan pembangunan. Musrenbang juga berfungsi sebagai forum menghasilkan kesepakatan antarpelaku pembangunan terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ini menitikberatkan pada pembahasan
aplikasi monitoring-evaluasi lokal, pendampingan dan bimbingan teknis aplikasi monitoring-evaluasi lokal, validasi data pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik, dan pelaksanaan integrasi aplikasi monitoring-evaluasi lokal dengan aplikasi pembayaran serta aplikasi lainnya terkait monitoring-evaluasi pengadaan barang/jasa pemerintah. ‘’Perjanjian kerja sama ini berlaku selama dua tahun. Perjanjian itu bisa diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak,’’ sebutnya. Turut hadir pada kegiatan itu kementerian/lembaga terkait, sejumlah kepala daerah dan sekretaris daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. (ad815)
PENANDATANGANAN MOU - Bupati Suwirta usai melakukan penandatanganan MoU dengan LKPP di Ruang Serbaguna Kantor LKPP, Jakarta Selatan, Kamis (27/2) kemarin.
Tanpa PHR, Bupati Suwirta Evaluasi Perdin
MUSRENBANGCAM - Wabup Kasta dan pejabat lainnya saat hadir dalam musrenbangcam di Kantor Camat Klungkung.
KECAMATAN Klungkung menyusul kecamatan lainnya menggelar musrenbangcam di Ruang Rapat Bhineka Guna Praja, Kantor Kecamatan Klungkung, Kamis (27/2) kemarin. Pada kesempatan itu, Camat Klungkung Komang Gde Wisnuadi menyampaikan usulan yang telah masuk dari setiap desa ke tingkat kabupaten. Selanjutnya usulan itu agar segera mendapat prioritas anggaran dari APBD. Total disampaikan sebanyak 167 usulan diperkirakan menghabiskan anggaran senilai Rp 21 miliar. Dari jumlah itu, usulan dari bidang apakah yang menyedot anggaran terbanyak?
manfaat bagi daerah dan ke depan bisa lebih dikembangkan,’’ ujarnya. Kepala LKPP Roni Dwi Susanto menyampaikan, dalam rangka meningkatkan kualitas pengadaan barang/jasa pemerintah, LKPP mengembangkan aplikasi monitoring dan evaluasi berbasis web yang berfungsi menyajikan data PBJP yang dimulai dari perencanaan, persiapan, pemilihan penyedia, kontrak sampai serah terima pekerjaan serta pembayaran. Aplikasi itu nantinya akan diinstal di masing-masing layanan pengadaan secara elektronik. Ruang lingkup perjanjian kerja sama itu antara lain instalasi, penggunaan dan pengelolaan
untuk sinkronisasi rencana kerja perangkat daerah. ‘’Musrenbangcam harus dapat menghasilkan perencanaan program kegiatan untuk mencapai target-target pembangunan dalam berbagai sektor, sebagaimana ditetapkan RKPD Klungkung tahun 2021,’’ ujarnya. Selain itu, Wabup Kasta juga mengharapkan agar masingmasing perbekel di wilayah Kecamatan Klungkung dapat memanfaatkan alokasi dana desa dari pemerintah pusat secara maksimal, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya bersinergi mendukung Program Pemkab Klungkung. ‘’Musrenbang Kecamatan Klungkung harus menghasilkan rumusan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,’’ harapnya. (gik)
itu, apa pun kebijakan pusat tentu ini harus diikuti di daerah dengan segala risikonya. Ini tidak hanya solusi jangka pendek, tetapi merupakan solusi jangka panjang demi keberlangsungan pariwisata secara nasional. Dengan kebijakan ini, menurutnya, pengusaha juga mendapat sedikit kelonggaran, di tengah lesunya kunjungan pariwisata di Bali. ‘’Kalau tamunya sepi, kan PHR-nya juga sedikit. Jadi sama saja,’’ katanya. Dengan adanya kebijakan peniadaan PHR selama enam bulan dari pemerintah pusat itu, tentu akan dilakukan berbagai evaluasi pada kegiatan yang didanai PHR. Sembari berharap situasi ini segera kembali normal, pihaknya
mengaku akan mencermati kembali item kegiatan yang didanai PHR itu. Kalau dananya besar, maka kegiatan itu bisa ditunda lebih dulu. Ini sebagai upaya efisiensi. Salah satunya kegiatan yang akan dievaluasi adalah perjalanan dinas (perdin) pejabat. Demikian juga kegiatan lainnya yang termasuk skala prioritas. Namun bagaimana riil evaluasi itu, belum bisa dijelaskan lebih lanjut. Pihaknya harus melakukan rapat kerja lebih lanjut dengan OPD terkait untuk mematangkan proses
evaluasi ini agar sesuai. Jadi sudah pasti agar tidak banyak dikorbankan kegiatankegiatan y a n g sudah diagendakan sebelum-
nya. Seperti festival, dipastikan tetap berjalan seperti biasa. Baik itu Festival Semarapura maupun agenda lainnya. Sebab, festival itu harus terus dilakukan, baik dalam situasi sepi maupun ramai. ‘’Kalau festival itu jelas masih ada kaitannya untuk memulihkan pariwisata kita. Jadi, tentu tetap akan berjalan seperti biasa,’’ tegasnya. Di sisi lain, Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom menanggapi isu tersebut, Kamis kemarin, mengaku tetap aman melakukan rapat koordinasi lebih lanjut dengan pihak eksekutif. Sehingga seluruh dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi bersama, untuk keberlangsungan pelaksanaan pemerintah daerah maupun pariwisata berkelanjutan. (kmb31)
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Pemilik Hotel Diskon Harga Kamar hingga 50 Persen
Bali Post/kmb41
DISKON - Wisatawan saat hendak menginap di salah satu hotel di kawasan Candidasa.
LPKA Bina 14 Remaja Pelaku Kasus Pembegalan
Bali Post/kmb41
BINAAN – Sebanyak 14 warga binaan anak dikirim dari Denpasar ke LPKA Kelas II Karangasem, Kamis (27/2) kemarin. Amlapura (Bali Post) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menerima kiriman 14 orang anak dari Kejaksaan Denpasar, Kamis (27/2) kemarin. Mereka yang dikirim tersebut sudah divonis hukuman akibat tersangkut kasus begal. Kepala LPKA Kelas II Karangasem Reinhards Indra Pitoy didampingi Kasi Registrasi dan Klarifikasi I Ketut Pica dan Kasubsi Penilaian dan Klarifikasi Ni Wayan Surawati mengatakan, ada sebanyak 14 orang anak yang dikirim dari Kejaksaan Denpasar ke LPKA Kelas II Karangasem.
Kata dia, mereka yang dikirim karena terlibat kasus begal. ‘’Semuanya sudah divonis. Makanya, mereka dikirim ke sini karena di Bali hanya di Karangasem saja yang ada lapas anak,’’ ujarnya. Sebelum dimasukkan ke ruang tahanan, katanya, mereka lebih dulu harus menjalani pemeriksaan administrasi, mulai dari kelengkapan surat dari penyidik maupun penahanan. Setelah itu selesai, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik apakah ada cacat atau yang lainnya. Tak hanya itu, mereka juga dicek kesehatan tubuhnya, apakah mereka dalam kondisi sehat atau sakit. ‘’Kami juga
melakukan tes urine kepada mereka. Apakah ada pemakai narkoba atau tidak, karena itu penting dilakukan sebagai bahan laporan. Kami ingin mengetahui saat mereka masuk kondisinya seperti apa. Termasuk melakukan intropeksi selama tiga hari,’’ katanya. Menurut Indra Pitoy, awalnya jumlah warga binaan anak sebanyak 20 orang. Dengan tambahan 14 orang anak lagi, maka jumlahnya menjadi 34 orang. Dengan jumlah itu, masih bisa menampung mereka karena kapasitas LPKA Kelas II Karanagsem mencapai 34 orang. ‘’Jadi, jumlah anak pas dengan kapasitas. Ada 10 kamar untuk mereka. Kapasitas satu kamar dapat manampung lima sampai sepuluh orang,’’ jelasnya. Selama menjalani hukuman di lapas, kata Indra Pitoy, mereka selalu ditanamkan masalah kepribadian dan kemandirian. Untuk kemandirian, mereka bisa memelihara ikan, menggarap perkebunan, kerajinan kayu dan melukis. Sedangkan untuk kepribadian, mereka menjalani sembahyang tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan sore. ‘’Mereka juga diberikan pembinaan masalah agama seminggu sekali. ,’’ tegasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Wabah virus Corona yang melanda sejumlah negara di dunia sangat berdampak pada pariwisata, khususnya di Kabupaten Karangasem. Merebaknya virus ini mengakibatkan tingkat kunjungan wisatawan dan hunian hotel di Bumi Lahar turun drastis. Untuk memulihkan tingkat kunjungan tersebut, pihak pemilik hotel memberikan diskon harga sewa kamar sebasar 30 persen hingga 50 persen. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Karangasem Wayan Kariasa mengatakan hal itu, Kamis (27/2) kemarin. Kariasa menambahkan,
merebaknya virus Corona di sejumlah negara memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap jumlah wisatawan yang menginap di Kabupaten Karangasem. Untuk menarik minat tamu-tamu mau menginap di Karangasem, sebagian besar hotel-hotel di Karangasem memberlakukan promosi diskon harga sewa kamar dari 30 persen hingga 50 persen. ‘’Upaya ini untuk menutupi biaya operasional hotel maupun restoran yang ada di Karangasem. Diskon harga kamar ini diberikan kepada wisatawan mancanegara maupun domestik. Kami berharap, dengan cara ini wisatawan kembali
bangkit keinginannya untuk menginap di hotel-hotel di Karangasem,’’ ujarnya. Sejak wabah virus Corona merebak, katanya, ada ratusan wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungannya ke Karangasem dengan alasan takut terjangkit virus Corona. Dikatakan, wisatawan yang berkunjung ke Karangasem masih didominasi wisatawan Australia dan Eropa. ‘’Kami bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Karangasem akan tetap berupaya melakukan promosi wisata melalui dunia digital ataupun promosi lewat brosur. Dengan upaya ini, kami berharap kunjungan
wisatawan ke Karangasem kembali normal,’’ katanya penuh harap. Disinggung terkait adanya wacana kebijakan dari pemerintah pusat untuk tidak memunggut Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan, Kariasa menegaskan, jika hal itu benar, maka disambut baik oleh pemilik hotel dan restoran. Kebijakan itu dinilai sangat membantu pemilik hotel dan restoran dalam mengurangi beban operasional. ‘’Tapi, itu baru sebatas wacana. Untuk mekanisme dan kepastian pelaksanaannya, kami masih menunggu,’’ tegasnya. (kmb41)
Tinggi, Angka Pernikahan Dini Amlapura (Bali Post) -
Angka pernikahan dini di Kabupaten Karangasem masih tinggi. Melihat kondisi itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karangasem gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat guna menekan kasus pernikahan dini tersebut. Kepala DPPKB Karangasem I Ketut Wage Saputra mengakui angka pernikahan dini di Karangasem masih tinggi. Dalam setahun, jumlah remaja Karangasem yang menikah pada usia belum waktunya mencapai 1.500 sampai 2.000 orang. ‘’Mereka menikah dini kebanyakan karena dipicu masalah teknologi. Salah satunya karena media sosial,’’ ujar Wage Saputra, Kamis (27/2) kemarin.
Wage Saputra menambahkan, jumlah kasus pernikahan dini tersebar di seluruh kecamatan. Kaus terbanyak terjadi di wilayah dekat pegunungan seperti Kecamatan Kubu, Abang, dan Bebandem. Pernikahan yang ideal, menurutnya, untuk perempuan berusia di atas 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun. ‘’Yang menikah dini ini di rentang usia 15-17 tahun,’’ katanya. Wage Saputra mengatakan, mereka yang menikah dini cenderung akan mengalami dampak psikis, sehingga nantinya merembet ke persoalan lainnya. Mulai dari sisi ekonomi hingga sosial. Termasuk juga berdampak pada kehamilan yang belum matang saat usia masih remaja. ‘’Semuanya harus dipikirkan, sehingga dalam berumah tangga benar-benar matang semuanya,’’ katanya mengingatkan.
Guna menekan kasus pernikahan dini, kata Wage Saputra, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dengan menekankan enam langkah untuk membangun keluarga ideal. Yakni dengan menikah di usia ideal, berhenti hamil di usia 35 tahun, kembangkan hubungan sosial, rencanakan jumlah anak, atur jarak kelahiran anak 3-5 tahun, serta rawat dan asuh balita dengan optimal. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan menyasar remaja di Karangasem, khususnya pelajar SMA/SMK. ‘’Kami juga meminta kepada pihak orangtua, juga ikut mengawasi anak-anaknya dalam bergaul, karena pengawasan orangtua sangat penting untuk mereka. Jangan sampai orangtua justru membiarkan anaknya bergaul ke hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka menikah dini,’’ tegasnya. (kmb41)
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Jalan Tertimbun Material
Warga Abang Batudinding Minta Alat Berat Bangli (Bali Post) –
Akses jalan di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani tertimbun material tanah dan bebatuan. Kondisi itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat, Rabu (26/2).
TERTIMBUN - Kondisi jalan di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding tertimbun material bebatuan.
Bali Post/ist
Perbekel Desa Abang Batudinding, I Made Diksa, mengatakan material yang menimbun badan jalan itu cukup tebal. Saking tebalnya material yang menimbun jalan, membuat kendaraan kesulitan melintas. ‘’Mobil yang lewat harus dibantu dengan cara didorong,’’ ungkapnya, Kamis (27/2) kemarin. Banyaknya tumpukan material tanah itu terjadi karena dampak hujan sangat deras. Pada Rabu wilayah setempat diguyur hujan deras dari pagi sampai sore. Air bah yang mengalir dari atas bukit membawa banyak material bebatuan. Kemudian bebatuan dan tanah itu menumpuk di atas badan jalan. Untuk menyingkirkan material bebatuan yang me-
nutupi badan jalan, kata Diksa, tidak bisa dilakukan metode atau cara-cara manual. Sebab, volume material cukup banyak. Menurutnya, dibutuhkan alat berat untuk membersihkan jalan dari tumpukan material itu. Karenanya ia pun memohon kepada pihak terkait untuk membantu menangani kondisi jalan itu dengan membantu menurunkan alat berat ke lokasi. Jalan tersebut, kata Made Diksa, merupakan akses utama warga di Banjar Dukuh. Jalan itu juga merupakan jalur utama menuju Desa Terunyan. ‘’Kami harapkan segera dibantu alat berat dari Pemkab melalui dinas terkait. Karena benar-benar untuk menghilangkah material
itu, tidak bisa menggunakan tenaga manual,’’ harapnya. Dikonfirmasi terpisah terkait hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Bangli I Ketut Gde Wiredana mengaku sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jalan yang tertimbun material itu. Diakuinya memang badan jalan tertimbun material, namun masih bisa dilalui kendaraan. Material tersebut menumpuk di jalan karena terbawa air bah yang turun dari bukit Abang. Mengenai penanganannya, katanya, masih menunggu alat berat. Kemungkinan alat berat itu baru akan diturunkan minggu ini. ‘’Tidak urgen sekali, tetapi hal itu perlu penanganan mendesak,’’ imbuhnya. (kmb40)
STPBI Resmi Menjadi IPB Internasional
Buka Prodi Digital Bisnis dan Kewirausahaan SETELAH menerima SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 120/M/2020 tertanggal 14 Februari 2020 tentang Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional oleh LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra, Kamis (27/2) kemarin IPB Internasional menggelar syukuran. Syukuran itu ditandai serah terima SK Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. kepada Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. Pada kesempatan itu juga dibacakan SK pengangkatan Ketua STPBI menjadi Rektor IPB yang disaksikan seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Bali, praktisi dan pelaku pariwisata se-Bali. Dengan resminya STPBI berubah bentuk menjadi IPB Internasional, kini IPB Internasional membuka dua prodi baru yang siap menerima mahasiswa perdana Tahun Akademik 2020/2021. Prodi tersebut adalah Digital Bisnis dan Kewirausahaan (Entrepreneurship). Rektor IPB Internasional Made Sudjana mengatakan meningkatnya status STPBI menjadi IPB Internasional merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya dan se-
PERUBAHAN STPBI - Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. (kiri) menyerahkan SK Perubahan Bentuk STPBI menjadi IPB Internasional kepada Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. luruh civitas akademika IPB Internasional ke depannya. Sebab, pihaknya membuka dua prodi baru yang belum dikenal masyarakat luas. Karena itu, perlu komitmen dan perjuangan menyosialisasikan kedua prodi ini ke seluruh Indonesia. Apalagi, dari segi sarana-prasarana dan tenaga pengajar sudah disiapkan. Bahkan, pihaknya optimis angkatan pertama bisa mendapatkan dua kelas. Dikatakan, meningkatnya status STPBI menjadi IPB Internasional itu membuktikan bahwa pemerintah saat ini sudah benar-benar mengakui keberadaan ilmu pariwisata.
Karena itu, ke depan pihaknya berjanji tidak hanya menjadikan Bali sebagai pusat pendidikan pariwisata nasional, namun juga menjadikan Bali sebagai pusat pendidikan pariwisata dunia. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, I Nyoman Gede Astina, menyampaikan rasa bangga dengan peningkatan status STPBI menjadi IPB Internasional. Sebab, IPB Internasional merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia menjadi institut pariwisata. Karena itu, hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya untuk terus berbenah baik dari segi kualitas mau-
pun kuantitas lembaga yang dinaunginya sejak 20 tahun silam. ‘’Negara yang maju adalah negara yang entrepreneur-nya banyak. Melalui prodi kewirausahaan ini, kami berharap bisa mencetak lebih banyak entrepreneur terutama di Bali dan Indonesia pada umumnya,’’ tandasnya, Kamis (27/2) kemarin. Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. menyampaikan kebanggaannya atas berubahnya status STPBI menjadi IPB Internasional. Hal ini menunjukkan pendidikan di bidang pariwisata mengalami perubahan luar biasa. Dengan kehadiran IPB Internasional ini, Bali sebagai daerah pariwisata tentu menjadi sebuah kado luar biasa di tahun 2020 ini. Apalagi, dengan ditambahnya dua prodi baru. Tentu ini sangat luar biasa. Karena prodi itu adalah satu-satunya yang ada di Bali untuk mencetak wirausaha yang unggul. Pihaknya berharap ke depan generasi muda tidak hanya mencari pekerjaan, namun bisa menciptakan lapangan pekerjaan. ‘’Prodi Kewirausahaan ini merupakan satu-satunya yang ada di Bali. Nantinya capaian pendidikannya lebih dominan menghasilkan wirausaha-wirausaha andal dan berkualitas,’’ pungkasnya. (ad811)
Objek Wisata Penelokan Steril Pedagang Acung OBJEK Wisata Penelokan, Kintamani akan disterilkan dari pedagang cenderamata/pedagang acung. Sebagai gantinya, para pedagang tersebut akan disediakan tempat berjualan di areal sentral parkir yang akan didirikan di lahan seberang Museum Gunung Api Batur. Apa pertimbangan pihak pengelola, sehingga 125 pedagang cenderamata yang menjajakan dagangannya di Penelokan itu kemudian harus dipusatkan berdagang dekat sentral parkir? Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG), Nengah Suratnata, mengatakan pihaknya berencana mendirikan sentral parkir di lahan milik Desa Adat Kedisan itu. Luasnya sekitar 97 are. Selain diperuntukan untuk parkir kendaraan wisatawan, sentral parkir itu juga akan dilengkapi 130 kios. Kios-kios akan dibangun untuk menampung pedagang cenderamata yang selama ini menjajakan dagangannya di Penelokan. Dia menyebutkan saat ini ada sekitar 125 pedagang cenderamata yang berjualan di objek Wisata Penelokan itu. ‘’Nanti pedagang cenderamata ini akan kami relokasi ke sentral parkir,
sehingga pengunjung bisa lebih nyaman berwisata,’’ terangnya saat ditemui di Kintamani, Rabu (26/2) lalu. Lebih lanjut dijelaskan untuk mendirikan sentral parkir itu pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Desa Adat Kedisan. Pemanfaatan lahan itu akan dikerjasamakan. Direncanakan perataan lahan parkir itu akan dilakukan Maret depan. Pembuatan sentral parkir itu butuh biaya Rp 3 miliar. Karena rencana itu belum dianggarkan Pemkab Bangli tahun ini, maka kemungkinan baru bisa terealisasi di tahun 2021. Menurut Suratnata, dengan luas yang hampir satu hektar,
CENTRAL PARKIR - Lahan yang rencananya akan dijadikan sentral parkir.
keberadaan sentral parkir itu diperkirakan mampu menampung sekitar 100 bus dan 150 minibus. Dengan pengelolaan sentral parkir itu, Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) nantinya akan mendapat pemasukan
tambahan. Direncanakan satu bus yang parkir di sana dikenakan Rp 10 ribu sedangkan Rp 5 ribu untuk minibus. Dengan keberadaan sentral parkir itu nantinya parkir kendaraan wisatawan di Kintamani akan bisa tertata lebih baik. (ina)
DITUTUP - Jalur jalan turun Culali ditutup pihak kepolisian.
Jalan Turun ke Culali Ditutup untuk Truk Bangli (Bali Post) – Jalan turun menuju jalur Culali kini ditutup untuk truk. Penutupan dilakukan untuk menghindari adanya kendaraan truk yang lewat berpapasan di sekitar jalan yang jebol. Kasatlantas Polres Bangli AKP Nengah Sona mengatakan, penutupan itu dilakukan dengan memasang barrier dan spanduk, Kamis (27/2). Saat ini kendaraan yang dibolehkan turun ke jalur Culali itu hanya roda dua. “Kalau dari bawah truk masih bisa naik,” ujarnya. Menurut Sona, saat ini jalur Culali sejatinya masih aman dilalui. Namun hanya satu arah. Pihaknya khawatir jika masih dibiarkan jadi dua perlintasan, akan sangat berbahaya bagi pengemudi yang lewat di sana. Terlebih medan jalannya curam. “Karena itu untuk akses turun kami tutup,” kata Sona. Saat ini kendaraan truk kosong diarahkan turun lewat Bubung Kelambu atau le-
wat Songan. Sona mengungkapkan sejatinya pihaknya sudah dari dulu memberlakukan larangan bagi truk turun lewat jalur Culali. Dengan memasang rambu-rambu larangan. Namun larangan itu tidak diindahkan sejumlah pengemudi truk. Diakui selama ini ada beberapa sopir truk yang membandel dan tetap turun lewat jalur Culali. Sebagaimana diketahui jalan di jalur Culali itu jebol di tiga titik. Pihak Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli menyebut jebolnya jalan itu disebabkan karena terkikis air hujan. Meski jebol, namun jalur Culali diklaim Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma, masih memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Agar kondisinya tidak semakin parah, pihaknya mengaku segera melakukan penanganan. (kmb40)
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Mobil Pengangkut Babi Terjun ke Jurang Singaraja (Bali Post) Mobil pick-up DK 8910 UM mengalami lakalantas di jalan Singaraja – Bedugul, tepatnya di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kamis (27/2) kemarin. Mobil yang
sarat muatan babi siap potong ini terjungkal ke jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter. Akibat kejadian ini, dua korban mengalami luka serius dan seorang selamat. Sementara babi yang diangkut terlempar ketika
Bali Post/ist
TERJUNGKAL - Mobil pick-up yang mengangkut babi siap potong terjungkal di Jalan Singaraja-Bedugul, Kamis (27/2) kemarin.
kendaraan terjun bebas. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan lakalantas ini berawal ketika mobil datang dari arah Bedugul akan menuju Singaraja. Selain pengemudi Gede Arya Sukadana (42) asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, di dalam mobil juga ada dua penumpang yaitu Made Muliadi (35) dan Wayan Minggu (40) asal desa yang sama. Ketika memasuki TKP, mobil tiba-tiba hilang kendali dan oleng. Pengemudi berusaha mengatasi keadaan. Sayang, upaya itu gagal, hingga saat tikungan tajam mobil terjungkal ke jurang yang curam. Kendaraan pun terbalik di dasar jurang yang banyak ditumbuhi bambu. Sementara pengemudi dan satu penumpang terluka hingga
dilarikan ke rumah sakit. Sementara seorang lagi selamat. ‘’Kami terima laporan masyarakat dan dicek benar mobil pick-up mengangkut babi terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter,’’ katanya. Menurut Nyoman Landung, kecelakaan ini murni karena out of control (OC - red). Dari oleh TKP dan keterangan saksi, diduga pengemudi kurang hati-hati saat berkendara. Apalagi mobil sarat muatan, pengemudi kurang awas di tikungan terjal, sehingga terjadi lakalantas. Meski demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui pemicu lakalantas ini. Pascakejadian, kendaraan dievakuasi dengan cara diderek. Sementara beberapa ekor babi dievakuasi untuk dikirim ke lokasi tujuan. (kmb38)
dahkan masuknya pelaku penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Kalau penanganan ini hanya dibebankan kepada kepolisian dan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) saja, hasilnya diyakini tidak akan optimal. Untuk itu, perpanjangan tangan dengan melibatkan semua stakeholders diperlukan, sehingga hasilnya jauh akan lebih optimal. Sejak kampanye P4GN hingga pembentukan pararem antinarkoba di desa adat, kasus penyalahgunaan narkoba di beberapa desa di Buleleng berhasil ditekan. ‘’BNN akan meng-assessment apakah itu dengan memfasilitas rehabilitasi bagi pecandu. Ini akan lebih
optimal kalau ada dukungan stakeholders. Seperti di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan dulu daerahnya rawan peredaran narkoba, sekarang sudah tidak lagi ada pengungkapan kasus di sana. Jadi peran serta ini sangat penting untuk memberantas kejahatan narkoba,’’ jelasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Sangsit, Putu Arya Suyasa, mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya bersama perangkat desa akan menyusun peraturan desa (perdes), sehingga program kerja relawan antinarkoba ini mendapatkan sokongan dana dari APBDes. (kmb38)
30 Perbekel Jadi Relawan Antinarkoba
Singaraja (Bali Post) Sebanyak 30 perbekel desa di Buleleng dilantik menjadi relawan antinarkoba, Kamis (27/2) kemarin. Relawan ini mitra kerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng dalam pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba. Puluhan perbekel desa ini dilantik Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa. Kepala BNNP Bali, Putu Gede Suastawa, mengatakan mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di masyarakat, BNNP menggandeng pemerintah desa di Bali. Salah satu kerja sama ini adalah membentuk relawan Antinarkoba. Tahap awal, perbekel yang disahkan menjadi relawan adalah desa yang sudah menyusun pararem awig-awig terkait pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba. Demikian juga desa lain di Bali Utara terus didorong agar menyusun pararem. ‘’Relawan yang kami lantik hari ini adalah desa yang sudah menyusun pararem, yaitu di 29 desa. Beberapa desa yang belum
membuat pararem, dan setelah dilantik ini kita harapkan menyepakati membuat pararem antinarkoba,’’ katanya. Menurut Putu Gede Astawa, setelah dilantik para perbekel ini dapat menjalankan program di daerahnya masing-masing. Program mendesak yang harus dijalankan adalah melantik relawan melibatkan staf perangkat desa, prajuru desa adat, pecalang desa adat, dan tokoh masyarakat. Setelah kekuatan SDM lengkap, bersama BNNK para relawan ini akan melaksanakan program P4GN mulai sosialisasi, edukasi dan menggali informasi terkait adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di wilayahnya sendiri. Para relawan ini tidak bisa bertugas sendiri-sendiri, namun wajib melaksanakan tugas bersama Bhabimkamtibmas dan Babinsa di desa bersangkutan. Di sisi lain, Putu Gede Astawa menyebut Buleleng menduduki ranking ketiga di Bali setelah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam peredaran narkoba. Kondisi ini tidak lepas karena Bali Utara merupakan daerah terluas di Bali, berbatasan dengan empat kabupaten, dan memiliki garis pantai terpanjang yang memu-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Staff Konsultan Pajak Wnt single,S1/D3 AK/Pajak:08123607 697,081239521793,085792527160
Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CV Lngkap Puri Cendana SeminyakH.081212886674/732947
B.BP.001.02.20.0000767
*Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744
B.BP.001.02.20.0000818
Dcr PRT Wnt Tgl. Dlm Gj .2,1jt serius kerja Telp. 08773468424
B.BP.004.02.20.0000807
PT.Bali Cakra Kusuma mbthkan Pramuniaga SMA, Sales L/P & Sopir SIM A/B. Jl.Tkd Banyusari Gg.XI No.10 Hub:081338667100 B.BP.001.02.20.0000819
Sebuah Konsultan Arsitek,Landscape dan Interior membutuhkan Talent yg bisa melukis&membuat patung (Lilin,Kayu & Tanah Liat). syarat Lulusan STSI/Sederajat. Yang berminat silahkan Krm CV ke:bensley.bali@bensley.co.id & madeari@bensley.co.id B.BP.001.02.20.0000737
B.BP.001.02.20.0000733
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Djl Tyt Hardtop’82 Disel Hub.0881037801404
B.BP.001.02.20.0000799
PROPERTY
Bali Post/kmb38
RELAWAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Astawa melantik 30 perbekel desa menjadi relawan Antinarkoba, Kamis (27/2) kemarin.
Bali Post/ist
LONGSOR - Pascatanah longsor di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, warga gotong royong bersama polisi, TNI dan aparat pemerintahan membersihkan tanah yang menimbun badan jalan.
Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Timbulkan Tanah Longsor dan Pohon Tumbang
Singaraja (Bali Post) -
Hujan deras disertai angin kencang melanda Buleleng, Rabu (25/2) malam, menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa desa. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun demikian, kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas, hingga terputusnya aliran air bersih karena jaringan pipa tergerus longsor. Data dikumpulkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Kamis (27/2) kemarin, pohon tumbang terjadi di ruas Jalan Singaraja – Seririt, tepatnya di Kecamatan Banjar. Selain itu, batang pohon yang miring ke tengah jalan, patah ditabrak truk kontainer. Ini menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terganggu. Sementara tanah longsor terjadi di Desa Galungan, Kecamatan Sawan. Tanah terjal di sisi jalan dengan tinggi sekitar 10 meter longsor setelah tergerus hujan lebat. Tanah longsor itu menutup badan jalan yang menghubungkan ke pusat desa setempat. Akibat-
nya, Rabu (25/2) malam, ruas jalan itu tidak bisa dilintasi kendaraan. Pascakejadian itu, Kamis kemarin warga bersama polisi, TNI dan aparat pemerintah gotong royong membersihkan tanah longsor. Sekitar pukul 11.00 wita, jalan kembali bisa dilalui. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Desa Bebetin, Sekumpul (Kecamatan Sawan), Madenan, Sembiran (Kecamatan Tejakula) dan Desa Tamkenan (Kecamatan Banjar). Kepala BPBD Buleleng, IB Suadnyana, Kamis kemarin mengatakan, pohon tumbang telah ditangani dengan menerjunkan personel Tim Reaksi
Cepat (TRC). Personel memotong batang pohon Suar yang tumbang hingga menutup badan jalan. Suadnyana mengatakan, anggaran tanggap darurat bencana alam telah dialokasikan melalui APBD Tahun 2020. Selain itu, pihaknya juga mengelola kucuran dana bantuan dari BPBD Bali dan BNPB. Demikian juga peralatan seperti alat berat untuk membuka akses jalan tertimbun tanah longsor disiagakan oleh dinas teknis terkait. Sedangkan sarana skala kecil seperti mesin senso untuk memotong pohon dan peralatan teknis telah disiapkan. (kmb38)
KEHILANGAN Hilang SHM No.M.20451-Jimbaran Ls:400M2 AN.I Made Sedana Yasa Sarjana Seni (30/10/1982) B.BP.001.02.20.0000761
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000815
DIJUAL RUMAH
Rumah,Tanah 2 Are,Lantai 2, 5 Kamar.Hubungi:085100098024
B.BP.001.02.20.0000798
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Rmh 2Lt 5KT,3KM,K.Rng,2200V,Jl Kenyeri IIIC/1ADps 081807205255
B.BP.001.02.20.0000701
PROPERTY DIJUAL RUKO
Jual/Sewa Ruko Imam Bonjol 75 LT 4x13 LB 170 / 081216538279
B.BP.004.02.20.0000786
BIRO JASA
PENGUMUMAN PT.Nexus Trading Asia, Berkedudukan di Kota Denpasar, Propinsi Bali.Dibubarkan, Segala Hak dan Kewajiban Akan Diselesaikan Dalam Waktu 30 (Tiga Puluh) Hari Sejak Pengumuman. Direksi. Ttd. PT.Nexus Trading Asia B.BP.001.02.20.0000803
RUPA-RUPA
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Jumat Wage, 28 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Tajen Rancang Penanganan Sampah Rumah Tangga SEAKAN tidak mau kalah dengan desa adat lainnya di Kabupaten Tabanan yang mulai berproses untuk bisa mengimplementasikan program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Desa Adat Tajen saat ini juga tengah merancang konsep penguatan desa adat. Salah satu desa adat di Kecamatan Penebel ini memiliki keinginan kuat untuk menjadi desa wisata guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Apa saja program yang dirancang desa adat ini dalam mendukung program Pemrov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’? Desa Adat Tajen memiliki hamparan sawah yang luas sekitar 125 hektar. Mayoritas krama adat berprofesi sebagai petani dan peternak. Di satu sisi di wilayah desa setempat saat ini sudah ada tempat wisata yang dikelola secara mandiri (perorangan). Desa Adat Tajen memiliki lima banjar yakni Banjar Dauh Yeh, Banjar Jeroan, Banjar Sedahan, Banjar Pande dan Banjar Kuta Bali dengan total krama adat 518 kepala keluarga. ‘’Ke depan dengan potensi alam pertanian yang kami
miliki, bisa dijadikan pendukung untuk bisa mengarah ke desa wisata. Misalnya saja membuat jalur trekking ataupun gagasan lainnya. Ini masih konsep, tentunya masih perlu kajian dan berkoordinasi dengan desa dinas,’’ ujar Bendesa Adat Tajen I Gusti Ngurah Ardika, Kamis (27/2) kemarin. Mendukung program Pemprov Bali untuk melestarikan seni budaya, Desa Adat Tajen telah melakukan pembinaan sekaa tabuh krama lingsir. Sementara untuk pembinaan sekaa tabuh yowana, dengan
anggaran yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, akan direncanakan dalam waktu dekat. ‘’Kami tentu sangat mengapresiasi program Gubernur Bali, karena kini keberadaan desa adat hampir sama dengan desa dinas,’’ ucapnya. Meski demikian, desa adat akan terus menjalin koordinasi baik dengan desa maupun desa dinas, agar implementasi atau penjabaran program Gubernur Bali bisa segera terealisasi. ‘’Misalnya pembentukan TK/PAUD bernuansa Hindu
tentu kami akan berkoordinasi dengan desa dinas,’’ terangnya. Terkait penanganan sampah, pos anggaran tersebut akan lebih digencarkan untuk kegiatan sosialisasi penanganan sampah dengan cara pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Karena, diakuinya, apa pun program yang dibuat di desa adat, jika tidak diawali dari mengubah mindset krama untuk melakukan pemilahan mulai di tingkat rumah tangga, tentu tidak akan berjalan maksimal. ‘’Tahap awal sosialisasi tentang pemilahan sampah di rumah tangga ini yang akan digencarkan, jika mindset masyarakat perlahan mulai terbiasa baru dibuatkan program pengolahan sampah secara mandiri. Misalnya
Jaga Kesucian Gunung dan Danau Batur
Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali diharapkan ikut menjaga kelestarian dan kesucian Gunung dan Danau Batur. Karena itu, segala pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan kawasan tersebut harus dihindari. Hal itu diungkapkan Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jro Gede Batur Alitan bersama Panitia Karya Pura Pasar Agung, Batur saat masimakrama ke kantor Bali Post, Kamis (27/2) kemarin. Diungkapkannya, saat ini telah terjadi kerusakan lingkungan baik di Gunung Batur maupun Danau Batur. Oleh karena itu, dia berharap Pemprov Bali melakukan langkah-langkah penyelamatan lingkungan termasuk mendorong segenap komponen masyarakat lainnya untuk ikut berpartisipasi. ‘’Kalau bukan Gubernur bersama krama Bali, siapa lagi yang akan menyelamatkannya,’’ ujarnya. Gunung dan Danau Batur punya peran sangat penting terhadap kelangsungan alam dan manusia Bali. Kalau kawasan suci itu tercemar atau rusak, maka semua sendi kehidupan masyarakat Bali
juga rusak. Sebab, kawasan tersebut adalah hulunya Bali yang di dalamnya terdapat sumber air. ‘’Jika sumber air Bali tidak dipelihara dengan baik, lambat laun makhluk hidup di dalamnya akan sengsara bahkan punah. Kalau itu sampai tercemar maka rusaklah kita semua,’’ tegas Jro Gede Batur Alitan.
Selain ajakan menjaga kelestarian Gunung dan Danau Batur, Jro Gede Batur juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak khususnya Gubernur Bali Wayan Koster, sehingga pembangunan dan karya di Pura Pasar Agung, Batur dapat berjalan dengan baik dan lancar. ‘’Semoga di
bawah kepemimpinan beliau Bali tetap ajeg sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ imbuhnya. Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Batur, Wayan Absir. Dikatakannya, investor sangat gencar mengincar kawasan Batur khususnya untuk pembangunan yang bersifat komersial. Maka dari itu, dia berharap Gubernur Koster mengambil sikap untuk mengajak baik pemerintah pusat, pemda dan seluruh masyarakat menahan diri untuk berinvestasi yang sifatnya merusak karena gunung dan danau adalah kawasan suci. Dia juga menyarankan agar setiap perencanaan pembangunan juga meminta pertimbangan desa adat. (kmb19)
Jika sumber air Bali tidak dipelihara dengan baik, lambat laun makhluk hidup di dalamnya akan sengsara bahkan punah. Kalau itu sampai tercemar maka rusaklah kita semua. Jro Gede Batur Alitan
Pemerintahan Tanda Tangani MoU dengan LKPP
Bupati Artha Harapkan Peningkatan Kinerja
GUNA meningkatkan kualitas kinerja pengadaan pengelolaan barang/jasa, Bupati Jembrana I Putu Artha menandatangani MoU (nota kesepahaman) dan Perjanjian Kerja Sama Implementasi AMEL di Ruang Serbaguna Kantor LKPP Jakarta Selatan yang ditandatangani langsung oleh Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, Kamis (27/2) kemarin. Bupati Artha hadir didampingi Sekda Jembrana I Made Sudiada, para asisten, Kepala Dinas PPPAPPKB Ny. Ari Sugianti, Kabag Pemerintahan Edy Sudarso dan Kabag Humas Protokol I Made Cipta Wahyudi. Selain Kabupaten Jembrana, penandatanganan MoU tersebut juga dilakukan oleh Kabupaten Klungkung untuk Provinsi Bali, yang juga diikuti gubernur dan bupati lainnya se-Indonesia. MoU tersebut merupakan bentuk perjanjian kerja sama penerapan Aplikasi Monitoring Evaluasi Lokal (AMEL). Dalam sambutannya, Kepala LKPP Rony Dwi Susanto menyampaikan penandatanganan MoU tersebut adalah
bentuk dukungan dan komitmen pimpinan kementerian/ lembaga/pemerintah daerah dalam pemanfaatan dan pengelolaan barang/jasa melalui aplikasi AMEL. ‘’AMEL adalah aplikasi monitoring realisasi anggaran melalui perspektif pelaksanaan pengadaan berbasis web yang dikelola sendiri oleh K/L/pemda, sehingga data lebih akurat dan realtime, mulai dari perencanaan sampai
serah terima pekerjaan serta pembayaran,’’ kata Rony. Di samping itu, dengan adanya kerja sama tersebut, data pengadaan di dalam AMEL dapat menjadi bahan rujukan pimpinan untuk menentukan strategi pengadaan pada tahun berikutnya. ‘’Dengan adanya kerja sama tersebut pemanfaatan dan pengelolaan AMEL dapat meningkatkan kualitas dan kelengkapan data
TANDA TANGAN – Bupati Artha bersama Kepala LKPP seusai penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama Implementasi AMEL di Ruang Serbaguna Kantor LKPP, Jakarta Selatan.
yang disajikan di dalam AMEL. Dengan data tersebut nantinya pimpinan bisa dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan, menentukan prioritas pengadaan, mengenali kondisi kompetisi pasar, menentukan metode dan cara pengadaan, serta dapat menentukan jenis kontrak pengadaan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha usai menghadiri acara tersebut mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen melakukan yang terbaik dalam hal pengelolaan pengadaan barang/jasa. Terlebih lagi dengan adanya MoU dan perjanjian kerja sama ini. ‘’Kerja sama ini tentu akan berdampak positif terhadap pengadaan dan pengelolaan barang/jasa. Melalui aplikasi AMEL ini kita dapat mengetahui langsung kinerja pengadaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pembayaran. Saya berharap aplikasi ini dimanfaatkan dengan baik, sehingga proses pengadaan barang/jasa pemerintah bisa sesuai dengan aturan yang ada,’’ ujar Artha. (ad822)
sampah plastik dicacah menjadi bijih plastik sebelum dijual, barulah ke perencanaan BUPDA,’’ terangnya. Begitupun mengawali penjabaran program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Desa Adat Tajen juga telah menggelar Bulan Bahasa Bali 2020. Meski masih minim peserta lantaran digelar mendadak dan berbarengan dengan kegiatan serupa di lokasi lain, namun krama dan peserta tampak antusias dengan gelaran tersebut. Bahkan mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan untuk bisa melestarikan busana, aksara dan bahasa Bali. Menurut Gusti Ngurah Ardika, ajang ini sekaligus bentuk pembinaan masyarakat adat yang dimulai sejak dini, sehingga dengan kecin-
taan yang dipupuk sedari kecil, betul-betul memberikan hal positif untuk pembentukan karakter krama ke depannya. ‘’Kami sangat berterima kasih atas program Provinsi Bali ini, karena ini juga salah satu upaya mengajegkan Bali dengan beragam seni dan budayanya,’’ terangnya. (bit)
Ke depan dengan potensi alam pertanian yang kami miliki, bisa dijadikan pendukung untuk bisa mengarah ke desa wisata, misalnya saja membuat jalur trekking ataupun gagasan lainnya. Ini masih konsep, tentunya masih perlu kajian dan berkoordinasi dengan desa dinas.
Atlet PON Jalani Tes Fisik
Denpasar (Bali Post) Tercatat 239 atlet PON dari 28 cabor menjalani tes fisik di GOR Lila Bhuana, Kamis (27/2) kemarin. Tes fisik para atlet ini mendatangkan tim penguji dari Ganesha Sport Centre (GSC) Undiksha Singaraja. Selanjutnya, hasil tes fisik akan dianalisis tim GSC, dan diserahkan kepada KONI Bali. Dekan FOK Undiksha Singaraja Ketut Budaya Astra di sela-sela tes fisik menyatakan tes fisik antara lain keseimbangan, kekuatan otot serta kardio vaskuler. ‘’Tes fisik ini untuk mengetahui tingkat kebugaran atlet, utamanya bagi atlet cabor atletik, bela diri serta cabor yang memerlukan fisik dan stamina tangguh,’’ ucap Budaya Astra. Akan tetapi, katanya, bagi atlet catur tentunya perlu diuji konsentrasinya. ‘’Bagi atlet olahraga asah otak ini tentunya memerlukan konsentrasi dan fokus tinggi selama berlomba, sehingga perlu diuji konsentrasinya,’’
ujarnya. Namun, menurut Budaya Astra, pada prinsipnya seluruh atlet PON menempuh tes fisik ini sebagai dasar ketahanan fisik atlet. ‘’Kami menganalisis hasil tes fisik ini berdasarkan sport science dan kajian ilmiah,’’ tuturnya. Di sisi lain, Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra menerangkan, hasil tes fisik ini akan diberikan ke-
pada pelatih mengenai rapor atletnya. Untuk itu, Yamadhiputra mengharapkan pelatih supaya memahami hasil realistis kebugaran atlet asuhannya. ‘’Berdasarkan hasil tes fisik ini, pelatih bisa menambah porsi latihan, bertujuan mengukur daya tahan fisik atlet apakah mereka layak diturunkan pada sebuah event,’’ ucapnya. (022)
Bali Post/022
TES FISIk - Suasana tes fisik atlet PON Bali di GOR Lila Bhuana, Kamis (27/2) kemarin.