Skip to main content

Edisi Jumat 27 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 131 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

jumat umanis, 27 DESEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Jaring Sampah Dikeluhkan

Nangluk Merana di Pantai Lebih

Jalan Rusak Berat

Pemasangan jaring sampah yang terbuat dari besi di Tukad Teba, Pemecutan Kelod, dikeluhkan warga. Mengingat, pemasangan jaring tersebut tidak menggunakan pola buka-tutup.

Ribuan warga memadati areal Pantai Lebih, Gianyar, Kamis (26/12) kemarin. Masyarakat Gianyar melaksanakan upacara Nangluk Merana, dengan menghaturkan sesajen di lokasi tersebut.

Jalan di Banjar Dinas Bukit Sabuh yang menghubungkan Banjar Dinas Yeh Kori kondisinya memprihatinkan. Jalan sepanjang 1,5 kilometer ini rusak berat dan hanya menyisakan tanah dan bebatuan

GIANYAR | HAL. 6

DENPASAR | HAL. 2

KARANGASEM | HAL. 8

PRAGMATISME DAN PEMBAJAKAN KADER PARTAI MENGUAT

Pengelolaan politik 2020 diyakini tetap konvensional dan berorientasi pada kekuasaan dengan cara–cara pragmatis. Pembajakan kader juga menguat akibat gagalnya kaderisasi di tingkat partai. Pilihan politik publik pada Pilkada 2020 juga diyakini menjauh dari nurani dan logika. Yang dominan justru transaksional dukungan. Bansos juga akan menjadi amunisi politik yang dikelola politisi secara pragmatis. Bansos sudah bertahun-tahun menjadi alat melenggangkan kekuasaan, sehingga perlu dievaluasi. Bansos cenderung tidak berorientasi kesejateraan publik.

P

andangan ini dirangkum dari pendapat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana Suka Arjawa, pengamat politik dari Cyrus Surveyors Group Kadek Dwita Apriani dan mantan Ketua KPU Kota Denpasar yang juga akademisi Stispol Wirabhakti Ray Misno saat berbincang dengan Bali Post, Kamis (26/12) kemarin. Para akademisi ilmu poli-

tik sangat meyakini politik 2020 tak akan bergeser jauh dari pola-pola tradisional yang selama ini dikembangkan para elite partai. Merangkul kader dan konstituen dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan menjadi model pembiayaan politik. ‘’Patut diyakini bahwa keberpihakan eksekutif dan legislator pada kelompok masyarakat atau komunitas akan didasari pada dukungannya pada pesta politik sebelumnya. Kelompok yang menjauh

Propaganda politik semestinya mengarah pada komitmen, konsep dan visi-misi pengelolaan kekuasaan. Jebakan propaganda politik material inilah yang melahirkan pragmatisme. Ini harus dihentikan, jika ingin demokrasi berkualitas.

dan menjadi rival dari pemegang mandat akan krisis kucuran dana bansos,’’ ujar pengamat politik Ray Misno yang juga mantan Ketua KPU Kota Denpasar ini. Hal. 11 Dana Politik

Ray Misno

MANFAATKAN RUANG POLITIK DALAM dunia politik, perempuan Bali mesti berani tampil dan bergerak. Ruang yang ada harus dikelola sebagai kesempatan. Hambatan patriarkhi hendaknya dikombinasikan dengan profesionalisme perempuan dalam mengelola setiap ruang politik yang ada. Pilkada, pileg, bahkan pemilihan kepala desa mestinya dikelola sebagai rung strategis bagi perempuan Bali untuk bangkit. Saran ini dilontarkan akademisi FISIP Unud Kadek Dwita Apriani kepada Bali Post, Kamis (26/12) kemarin. Dijelaskannya, merujuk hasil pemilu langsung pascareformasi hingga Pemilu 2019 -- kecuali pengganti antar-waktu -- menunjukkan Bali tidak pernah berhasil mengirimkan wakil perempuan ke DPR-RI. Kegagalan perempuan Bali merebut pelung politik dipicu banyak hal. Hal. 11 Mesin Partai

’’Perpaduan diskriminasi partai dan hambatanhambatan besar pada sisi supply ini menyebabkan outcome berupa rendahnya keterpilihan perempuan di Bali pada Pemilu 2019, Bali memang selalu menjadi provinsi dengan persentase kursi perempuan kurang dari 10 persen di tingkat DPRD provinsi di seluruh Indonesia.’’

Harian Bisnis Bali Maksimalkan Garap SDA Kabupaten Bangli dikenal dengan keindahan alamnya, udaranya yang segar dan berada di tengah-tengah Pulau Bali. Meski demikian, Bangli memiliki banyak sumber mata air yang dimanfaatkan juga oleh kabupaten lainnya. Apa yang dilakukan? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Delapan Ibu RT Ketergantungan Narkoba Jumlah ibu rumah tangga (RT) yang kecanduan narkoba di Badung lumayan banyak sepanjang tahun 2019 yakni delapan orang.

www.denpostnews.com

Suka Arjawa

Suara Parpol (Kursi DPR RI)

Menguatnya Politik Patron-Klien HASIL Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menyisakan residu bagi kehidupan demokrasi di Bali dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Dominannya PDI-P menguasai kursi DPRD di hampir semua kabupaten/kota diprediksi akan memunculkan calon kepala daerah tunggal. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya kemunduran demokrasi di mana pilihan politik rakyat menjadi sangat terbatas akibat menguatnya budaya politik patron-klien. Parpol yang menguasai kursi legislative, menurut akademisi FISIP Unud I Made

Anom Wiranata, S.IP., M.A., akan menguasai anggaran untuk selanjutnya akan menguasai suara-suara rakyat dengan membangun budaya politik patron-klien. ‘’Jika ada partai yang menguasai eksekutif dan legislatif, maka penganggarannya (pada tingkat tertentu) akan dibuat dengan mempertimbangkan pemenuhan kepentingan partai yang berkuasa,’’ kata Anom. Dana APBD milik publik, lanjut Anom, akan cenderung hanya turun pada daerahdaerah yang memiliki afiliasi politik dengan anggota DPRD dan bupati/wali kota yang berkuasa. ‘’Aliran dana publik ini bisa terlihat dari

skema bansos politik. Artinya bansos disertai dengan motivasi untuk mendulang suara,’’ tegasnya. Bansos politik inilah, menurut Anom, digunakan untuk membangun budaya politik patron-klien, di mana pejabat atau anggota legislatif menjadi patron dalam memberikan bansos, masyarakat menjadi klien dengan menerima bansos. Kepatuhan mutlak dalam memilih kekuatan politik penyalur bansos sebagai imbalannya. Akibatnya, dapil-dapil pemilihan itu seperti daerah patron. ‘’Desa ini, patron politiknya adalah anggota dewan ini dari partai ini. Ketika

dapil-dapil sudah dibagi dalam wilayah patronasi, maka akan sulit bagi partai lain untuk masuk ke daerah tersebut. Karena sudah ada hubungan patron-klien, apalagi jika hubungan patron-klien sudah memengaruhi dalam penggunaan sarana-sarana publik di desa tersebut,’’ papar Anom. Hal. 11 Visi Perubahan

Tiga Fase Gerhana Matahari STASIUN Meteorologi Djalaludin Gorontalo di Isimu Kabupaten Gorontalo berhasil mengabadikan tiga fase gerhana matahari yang terlihat dari wilayah Gorontalo. Wahyu Guru Imantoko, Kasi Datin Stasiun Meteorologi Djalaludin Gorontalo, Kamis (26/12) kemarin, mengatakan pengamatan dilakukan menggunakan alat theodolite, bukan teropong yang biasa digunakan untuk pengamatan fenomena gerhana. Tiga fase yang berhasil diabadikan sesuai hasil pengamatan sejak pukul 13.00 Wita, yaitu proses gerhana matahari sejak sebelum atau fase ketika akan puncak pu-

kul 13.30 Wita, fase puncak pukul 14.12 Wita, serta fase ketika bulan akan meninggalkan matahari pukul 15.06 Wita. ‘’Meski dominan tertutup awan, fase-fase tersebut berhasil diabadikan termasuk ditayangkan melalui live streaming akun facebook Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo,’’ ujar Wahyu. Gerhana matahari cincin total tidak dapat terlihat dari Gorontalo, hanya gerhana matahari sebagian yang nampak. Tidak seperti yang dapat terlihat dari wilayah Sumatera, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara. Selain itu, kata Wahyu,

pengamatan menggunakan alat theodolite tidak semulus menggunakan teropong. Banyak kesulitan mengamati gerhana matahari menggunakan alat theodolite. Seperti ketika cahaya matahari bersinar terang sekali, agak susah melihat gerhana matahari langsung, namun saat agak redup baru dapat terlihat jelas, meski dihiasi awan-awan. Seperti yang berhasil ditangkap (capture) nampak cahaya redup dan berawan, barulah gerhana matahari dapat terlihat jelas. Theodolite lebih tepat untuk kegiatan pengamatan udara atas, seperti ada balon dilepas kemudian diikuti gerakan balonnya. (ant)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

FIGUR Digitalisasi Ekonomi BERKEMBANGNYA zaman yang ditandai adanya disruption dan revolusi industri 4.0, tentu harus disikapi secara bijaksana melalui penerapan teknologi informasi. Salah satunya melalui memasyarakatkan gerakan nontunai yang tengah dicanangkan Bank Indonesia (BI). Gerakan nontunai tersebut dinamakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), yaitu suatu sistem yang mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional. ‘’Gerakan tersebut perlu didukung, mengingat GPN atau National Payment Gateway ini memiliki banyak benefit, di antaranya kemudahan bertransaksi dengan fitur dan layanan yang terstandarisasi, memunculkan efisiensi melalui standardisasi biaya pemrosesan domestik, kemudahan akses serta data dan informasi yang lebih terjaga keamanannya,’’ ujar dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Unhi Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si. di selasela acara Seminar Nasional Gerbang Pembayaran Nasional dalam Sistem Perbankan di Indonesia, belum lama ini di Denpasar. Keberadaan GPN diharapkan mampu memperluas akses layanan sistem pembayaran melalui akselerasi interkoneksi (saling terhubung) maupun interoperabilitas (saling dapat dioperasikan) dari keseluruhan lembaga finansial di Indonesia. Dengan demikian, secara tidak langsung akan mampu mengeksplorasi perdagangan nasional berbasis digitalisasi. Sehingga kebangkitan ekonomi digital adalah suatu keniscayaan masa kini maupun masa depan sesuai visi pembayaran Indonesia 2025. (win)

Gotong Royong Bersihkan Areal Pura kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat. “Diawali dari kelompok kecil sehingga sedikit demi sedikit sudah tertular ke warga masyarakat lainnya,” ujar Kapten Suara. Dia menyebutkan ini sebagai upaya mendorong tumbuhnya budaya gotong royong kepada warga, khususnya bersama-sama membersihkan lingkungan dari sampah. Apalagi di era modern seperti ini, budaya gotong royong semakin memudar di kalangan masyarakat perkotaan. “Tapi kita bisa mulai dari komunitas kecil y a n g d isebut komunitas peduli sampah yang akan menularkan secara luas kepada masyarakat. Dengan demikian bisa menggugah hati yang lain untuk ikut gotong royong membersihkan lingkungan,” tandasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

GOTONG ROYONG - Kodim 1611/Badung gotong royong membersihkan areal parkir Pura Agung Jagatnatha, Denpasar.

Topik : 2020, Pragmatisme dan pembajakan kader menguat

Dipasang Permanen Jaring Sampah Dikeluhkan

Denpasar (Bali Post) –

Pemasangan jaring sampah yang terbuat dari besi di Tukad Teba, Pemecutan Kelod, mulai mendapat keluhan warga. Mengingat pemasangan jaring tersebut tidak menggunakan pola buka-tutup. Dikhawatirkan ketika debit air tinggi, akan berdampak pada lingkungan sekitarnya. Terutama ancaman banjir. Selain itu, diperlukan petugas gelontor sampah yang cukup banyak untuk mengangkat sampah yang tertahan di jaring. Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar Drs. I Wayan Duaja ditemui di kantornya, Kamis (26/12) kemarin, mengatakan jaring sampah itu banyak mendapat keluhan dari warga sekitar. Karena sumbatan sampah cukup banyak, maka air tergenang cukup tinggi. Padahal kedalaman sungai itu mencapai 3

Sambut Tahun Baru

Denpasar (Bali Post) Menyambut Tahun Baru 2020, Kodim 1611/Badung gotong royong membersihkan areal parkir Pura Agung Jagatnatha dan Lapangan Anak Agung Gede Agung (Puputan Badung), Denpasar, Kamis (26/12) kemarin. Anggota Kodim berbaur dengan petugas kebersihan Kota Denpasar membersihkan sampah. Plh. Pasiter Kodim 1611/ Badung Kapten Inf. I Wayan Suara menyampaikan, anggota Kodim yang dikerahkan dalam kegiatan ini 50 orang. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Satuan Kodim 1611/Badung akan kebersihan yang dilaksanakan di tempat umum setelah perayaan Natal 2019. Juga dalam rangka menyambut Tahun Baru 2020 dan untuk membudayakan kembali

Bali Post/eka

SAMPAH - Salah seorang warga melihat sampah yang tersumbat di jaring besi permanen aliran Tukad Teba, Banjar Abiantimbul, Denpasar, Kamis (26/12) kemarin. Jaring permanen ini dikhawatirkan akan menimbulkan banjir saat musim hujan, karena aliran air tertahan sampah.

meter. Namun karena tertutup sampah, maka ketinggian air hampir mendekati bibir sungai. Dikatakan, adanya jaring tersebut malah menimbulkan masalah baru bagi beberapa warga Banjar Abiantimbul. Sebab, sampah yang tersangkut hanya dibersihkan pada permukaannya saja. Pengendapan

sampah yang terjadi di dasar sungai tidak terdeteksi oleh petugas karena terlalu dalam. Pengendapan tersebut membuat air tidak bisa mengalir dengan baik ke hilir sehingga menimbulkan luapan yang dapat menggenangi wilayah Banjar Abiantimbul. Selain kendala jaring yang dibuat permanen, Duaja juga

menyoroti petugas yang bekerja sangat minim, sehingga ada keterlambatan pengambilan sampah saat sudah menumpuk pada jaring. Selain itu, Duaja juga meminta PUPR agar menyediakan jaring di setiap titik di hulu yang dianggap paling rentan munculnya sampah agar tidak semua menumpuk pada jaring yang ada di Tukad Teba, Banjar Abiantimbul. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar Ida Ayu Tri Suci mengatakan untuk jaring penampung di kawasan Tukad Teba dibuat

oleh Balai Jalan Nasional saat melakukan pelebaran Jalan Imam Bonjol. Pihaknya juga mengakui kesulitan membersihkan sampah pada jaring tersebut karena terlalu dalam. Jaring tersebut dibuat permanen sesuai dengan desain yang mereka miliki sendiri. Bahkan hingga kini untuk operasional kawasan tersebut belum diserahkan ke PUPR Kota Denpasar. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pemilik Warung Dibunuh di Kamar Kos

Bali Post/ist

OLAH TKP - Petugas melakukan olah TKP kasus pembunuhan di Jalan Waribang, Dentim.

Denpasar (Bali Post) Pemilik warung, Ni Ketut Raning (37), ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di Jalan Waribang No. 18, Denpasar Timur (Dentim), Kamis (26/12) kemarin. Wanita asal Kintamani, Bangli ini dibunuh dan pelakunya masih diburu polisi. Menurut sumber, hasil pemeriksaan saksi-saksi, sekitar pukul 04.00 Wita korban sempat member tahu anaknya nomor 2, Tina (16), yang tidur di kamar kos sebelah supaya membangunkannya pukul 05.30 Wita. ‘’Setelah itu korban tidur lagi,’’ ungkapnya. Karena seperti biasa pukul 06.00 Wita korban ke pasar, Tina hendak membangunkan ibunya di kamar kos. Saat dia

membuka pintu kamar, dilihat korban tewas bersimbah darah. Tina langsung berteriak minta tolong, sehingga tetangga kos berhamburan keluar. Saat ini korban berstatus pisah ranjang dengan suaminya berinisial Rg (32), asal Madiun, Jawa Timur. ‘’Mereka sudah pisah ranjang. Ada saksi melihat Rg sempat datang ke TKP pada pagi hari tersebut,’’ kata sumber. Pukul 08.30 Wita, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Sanglah untuk diautopsi. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Anggota masih di TKP,’’

tegasnya. Sementara itu, Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, antara korban dan suaminya masih proses cerai. Selama ini Rg tinggal di kampungnya di Madiun. ‘’Kadang-kadang Rg ke Bali dan tinggal di TKP. Setelah itu balik lagi ke Jawa,’’ ungkapnya. Berapa luka? ‘’Secara kasat mata antara empat sampai lima luka. Tidak begitu jelas karena ditutupi darah,’’ kata Kompol Karang. Saat ini tim gabungan Polsek Dentim dan Polresta Denpasar sedang memburu pelaku. ‘’Sampai saat ini barang bukti pisau belum ditemukan. Kami masih melakukan pencarian,’’ ungkapnya. (kmb36)

Dharma Negara Alaya Di-’’pelaspas’’, ’’Soft Opening’’ Hari Ini

Siap Jadi Wahana Kreativitas Pemuda Dukung Pengembangan Ekonomi Orange SETELAH tuntas pembangunan gedung dan fasilitas, Gedung Balai Budaya Dharma Negara Alaya Kota Denpasar di-pelaspas bertepatan dengan Waraspati Kliwon Ukir Tilem Kaenem, Kamis (26/12) kemarin. Rangkaian upacara pamelaspasan ini di-puput Ida Pedanda Gede Putra Panasan dari Geria Panasan Kesiman. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kepala Kejari Denpasar Luhur Istighfar, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar Wayan Suadi Putra, Forkopimda serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Rangkaian upakara ini diawali dengan ngeruak, mendem dasar, melaspas, dan macaru. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra mendem dasar di Parahyangan Pura Dharma Negara Alaya dan Wakil Wali Kota Jaya Negara mendem dasar di Gedung Dharma Negara Alaya. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Denpasar. Turut dipentaskan Topeng Wali dan tari Rejang Renteng.

Setelah dilaksanakan upacara melaspas, gedung yang diplot sebagai wahana kreativitas guna mendukung pengembangan orange economy ini akan dilaksanakan soft launching pada Jumat (27/12) hari ini. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberadaan Dharma Negara Alaya ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan dukungan pengembangan ekonomi orange. Alaya ini nantinya menjadi sebuah kajian guna memberikan dukungan terhadap kreativitas masyarakat. Lebih lanjut dijelaskan, Dharma Negara Alaya dengan beragam fasilitas yang tersedia, dikelola dengan konsep kolaborasi. Diharapkan mampu memberikan dukungan serta memberikan ruang bagi kreator Kota Denpasar. Sehingga dengan demikian mampu mendukung tumbuh kembang kreatif yang bermuara pada peningkatan startup di Kota Denpasar. ‘’Tentunya Dharma Negara Alaya ini menjadi wahana kreativitas sebagai upaya

mendukung pengembangan ekonomi orange yang bermuara pada pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan, serta mendukung kreator dan melahirkan startup baru,’’ paparnya. Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar I Wayan Hendaryana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan event peresmian Balai Budaya Alaya Dharma Negara. Kehadiran komunitas kreatif hingga pihak sekolah serta universitas telah dipersiapkan untuk memperkenalkan Balai Budaya sebagai pusat kegiatan insan kreatif Denpasar. Tentu kelengkapan gedung yang telah dipersiapkan matang mendukung Denpasar kreatif telah dilakukan seperti coworking space hingga sarana pameran, diskusi, serta classroom. Diharapkan dengan rampungnya pembangunan Gedung Alaya Dharma Negara ini mampu mengakomodir kreativitas insan kreatif Denpasar. Menurut Hendaryana,

hal ini tidak terlepas dari ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional, maka perlu kita kembangkan lagi model ekosistem ekraf di tengah revolusi industri 4.0 saat ini. Dari pelaksanaannya mampu menghadirkan kerja sama dan kolaborasi bersama, sehingga tercipta ide dan gagasan yang baru dari potensi lokal yang ada di sekitar kita dengan tetap berpedoman pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali. ‘’Sehingga dalam pengem-

bangan ekosistem tidak melupakan konservasinya juga agar tidak hilang begitu saja dengan rantai proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Tentunya kehadiran Balai Budaya yang merupakan gagasan Wali Kota Rai Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan dukungan dari DPRD Denpasar dapat menjadi ruang berkreasi dan berinovasi guna menciptakan iklim dan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang berkelanjutan,’’ paparnya. (ad655)

MELASPAS – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat upacara ‘’melaspas’’ Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (26/12) kemarin.


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Kapolda Bali Lakukan Pemantauan Badung Gelar Upacara ’’Pemahayu Keamanan Nataru di Badung Jagat lan Mapekelem’’ di Pantai Seseh Dari Badung Sebarkan Toleransi Mohon Kerahayuan Jagat

UPACARA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta saat menghadiri upacara Pemahayu Jagat, Nangluk Merana Madasar Tawur Balik Sumpah Madia lan Mapekelem bertempat di Pantai Seseh Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, Kamis (26/12) kemarin. BERTEPATAN dengan Tilem Kaenam, Pemerintah Kabupaten Badung yang bersinergi dengan Desa Adat Seseh melaksanakan upacara Pemahayu Jagat, Nangluk Merana Madasar Tawur Balik Sumpah Madia lan Mapekelem bertempat di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, Kamis (26/12) kemarin. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Gede Kekeran Pemaron dari Geria Mandara Munggu dan Ida Pedande Made Bukit Putra dari

Geria Budha Panti. Upacara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD I Made Sunarta, anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edi Sanjaya, Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta, Plt. Dinas Kebudayaan I Ketut Widia Astika, Kasi Pelestarian dan Tradisi I.B. Agung Monika, jajaran OPD Kabupaten Badung, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, beserta tripika Kecamatan, Bendesa Adat se-

Badung, Pekaseh se-Badung beserta tokoh masyarakat Badung. Seusai melakukan persembahyangan bersama dengan seluruh komponen masyarakat, Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya upacara Nangluk Merana dan Pemahayu Jagat yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Badung setiap tahunnya, diharapkan memberikan vibrasi positif dalam rangka menyeimbangkan Bhuana Alit dan Bhuana Agung beserta alam semesta. ‘’Dengan terlaksananya upacara ini yang bertujuan untuk mendoakan serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga apa yang ada di dalam diri kita berupa ketertiban, ketenteraman, kemakmuran, dan kebahagiaan masyarakat bisa tercapai,’’ kata Wabup Suiasa. Sementara itu, Plt. Dinas Kebudayaan I Ketut Widia Astika yang didampingi Seksi Upacara I.B. Agung Monika mengatakan, upacara Pemahayu Jagat dan Nangluk Merana yang dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Kaenam memiliki makna menghaturkan kepada Ida Batara Baruna berupa Dewa Penangluk Merana dan Ida Batari Mas Ceti yang bertujuan untuk memohon kerahayuan berupa gemah ripah loh jinawi di wilayah Badung. Lebih lanjut dijelaskan, terkait dengan sarana upakara yang digunakan dalam tawur ini berupa sapi, kambing, anjing, babi hitam, angsa, dan lima ayam warna. (ad656)

PEMANTAUAN - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat diterima Bupati Badung Nyoman Giri Prasta usai melakukan pemantauan keamanan wilayah lewat udara di wilayah Kabupaten Badung, Kamis (26/12) kemarin. PEMANTAUAN keamanan di wilayah Bali kembali dilakukan Kapolda Bali Irjen. Pol. Petrus Reinhard Golose. Kali ini Kapolda melakukan pemantauan di Kabupaten Badung dengan menggunakan helikopter, Kamis (26/12) kemarin. Usai melakukan pemantauan udara, helikopter Kapolda didaratkan di lapangan Puspem Badung dan disambut Bupati Badung I Nyoman Giri

Prasta, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, serta sejumlah pejabat di Pemerintahan Kabupaten Badung. Kapolda Golose mengungkapkan, pihaknya tidak saja melakukan pemantauan keamanan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun ada misi yang lebih penting yang dilakukan Kapolda Bali yang telah bergelar doktor tersebut. ‘’Kunjungan kami ke Badung

ini tidak semata-mata dalam memantauan keamanan wilayah, tapi juga untuk menyebarkan toleransi dalam rangka perayaan hari Natal 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020. Dari Badung kita sebarkan toleransi,’’ kata Kapolda Golose di Puspem Badung. Sementara itu, Bupati Giri Prasta saat menyambut Kapolda Bali mengatakan pihaknya berterima kasih atas bantuannya selama ini mengawal serta menjaga keamanan di Bali, khususnya di Badung. ‘’Kita mengetahui bersama Badung adalah merupakan kawasan pariwisata dan sangat rentan dengan isu keamanan. Sekali lagi saya berterima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian dan TNI atas kerja samanya menjaga keamanan di Badung,’’ ujarnya. Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap Kapolda dengan misi yang sangat bagus dalam perayaan Natal tahun ini. ‘’Dengan ikut menyebarkan toleransi ini, kita harapkan semua pihak juga ikut mendukungnya. Toleransi beragama ini sangat penting untuk terus menjaga keutuhan NKRI,’’ paparnya. Selain ke Puspem, Kapolda bersama Bupati juga sempat menghadiri perayaan Natal hari kedua di kediaman Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Jalan Panji No. 27, Br. Untal-Untal. (ad657)

2019, BNNK Badung Rehabilitasi 39 Pecandu Narkoba

Mangupura (Bali Post) Pelaksanaan program kerja BNNK Badung selama 2019 melebihi target, meskipun dengan jumlah SDM dan anggaran terbatas. Untuk Bidang Rehabilitasi, delapan wanita direhabilitasi termasuk oknum pegawai kesehatan. Ada juga wanita hamil minta perlindungan ke BNNK Badung karena takut digorok suaminya. ‘’Tiga hari wanita tersebut tinggal di sini (Kantor BNNK Badung). Suaminya kami amankan, ternyata dia pecandu narkoba akut. Bahkan sudah tergolong gangguan jiwa dan langsung dibawa ke RSJ Bangli,’’ kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Kamis (26/12) kemarin. Ada fenomena menarik selama 2019 ini. Menurut AKBP Masmini, dominan yang melapor keluarga atau pacarnya sebagai pengguna

adalah laki-laki. ‘’Kalau tahun lalu wanita yang melapor suami atau pacarnya menggunakan narkoba. Tapi tahun ini kebalikannya. Tahun 2019 kami merehabilitasi 39 orang,’’ ujarnya. Hasil evaluasi kinerja 2019, menurut mantan Kabag Sumda Polres Badung ini, untuk Seksi Pemberantasan BNNK Badung mengungkap enam kasus dengan delapan tersangka, dari target empat kasus. Barang bukti yang diamankan 54

butir ekstasi dan 31,13 gram neto sabu-sabu. ‘’Tahun ini kami mengungkap modus baru yaitu paket sabu-sabu disembunyikan dalam batang bambu lalu ditaruh di pohon. Ada juga bandar narkoba tempat mangkalnya di tempat potong babi,’’ ungkapnya. ‘’Wilayah Badung belum ditemukan siswa SMP sebagai penyalahguna narkoba, kalau siswa SMA ada (pengguna narkoba). Kami berterima kasih kepada Bupati Badung

Di Bali, Distribusi Dokter Belum Merata Denpasar (Bali Post) Keberadaan dokter menjadi salah satu yang penting dalam pelayanan jaminan kesehatan nasional oleh BPJS Kesehatan. Walaupun dari segi jumlah sudah bisa dikatakan memadai, tapi tidak dengan penyebaran atau distribusinya. Sebab, masih ada daerah di Bali yang masih kekurangan dokter. “Kalau di RS vertikal seperti RS Sanglah, sudah cukup dokternya, tidak ada masalah. Masalah distribusi ini ada di rumah sakit daerah,” ujar anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana saat melakukan kunjungan kerja ke RSUP Sanglah dan Kantor BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT, dan NTB, Kamis (26/12). Menurut Kariyasa, gubernur dan bupati harus duduk bersama untuk membuat regulasi atau kesepakatan agar pendistribusian dokter bisa lebih merata. Apalagi kewenangan untuk melakukan pengangkatan dokter, terutama spesialis ada di kabupaten. Selain itu, kabupaten yang masih kekurangan dokter mestinya menganggarkan untuk beasiswa atau pendidikan tenaga dokter. “Apalagi nanti kan rencananya lebih banyak proses preventif untuk pencegahan, dan itu ujung tombaknya ada di Puskesmas dan RS daerah, sehingga bupati sudah harus mulai menyiapkan SDM,” jelas politisi PDI-P ini. Kariyasa menambahkan, aturan perekrutan dokter juga harus diperketat. Jangan sampai dokter yang sudah diangkat justru pindah dalam jangka waktu tertentu. Disisi lain, mantan Sekretar-

Bali Post/rin

KUNKER - Anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana (kiri) saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPJS Kesehatan wilayah Bali, NTT dan NTB. is Komisi III DPRD Bali ini juga menyinggung soal kepesertaan BPJS Kesehatan. Di Bali khususnya, kepesertaan memang sudah mencapai 95,95 persen. Tapi untuk sekitar empat persen yang belum, pihaknya mendorong agar menjadi peserta mandiri sehingga tidak membebani daerah. “Tapi kalau sudah anggarannya cukup, otomatis masuk PBI (Penerima Bantuan Iur). Itu disubsidi oleh APBN dan APBD,” pungkasnya. Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT dan NTB, I Made Puja Yasa, mengatakan perbandingan antara jumlah peserta dan dokter idealnya 1:5000. Di Bali sebetulnya sudah mencukupi karena perbandingannya sekarang 1:3200. Tapi secara distribusi belum merata, seperti Karangasem dan Bangli yang masih kekurangan. Puja Yasa menambahkan,

dokter saat ini lebih banyak berada di perkotaan. Perlu ada kebijakan yang mendorong agar dokter bisa juga praktek di daerah-daerah yang memang secara akses kurang memadai. Sebab, faktor kekurangan dokter di daerah-daerah tertentu terkait pula dengan minat dan domisili. “Mungkin perlu ada tunjangan khusus untuk mereka,” imbuhnya. Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, lanjut Puja Yasa, saat ini sudah terdaftar 4 juta dari 4,2 juta penduduk yang ada. Sekitar 200 ribu yang belum mendaftar berasal dari berbagai segmen. Di antaranya, segmen badan usaha, aparat desa, pegawai honor, dan sebagian masyarakat mandiri yang belum terdaftar. Pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar mereka bisa ter-cover sesuai segmennya. (kmb32)

atas support-nya yang luar biasa. Ini wujud sinergitas yang kuat di Pemda Badung,’’ kata Masmini. Untuk terus menumbuhkan kesadaran antinarkoba, BNNK Badung mengoperasikan mobil sosialisasi keliling. Mobil tersebut tiap hari keliling menyasar tempat keramaian untuk sosialisasi bahaya narkoba. ‘’Di mobil itu ada pengeras suara. Pegawai kami menginformasikan sosialisasi bahaya narkoba dan P4GN (Pencegahan Pem-

Bali Post/rah

MOBIL SOSIALISASI - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini menunjukkan mobil sosialisasi keliling. berantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) lewat pengeras suara tersebut,’’ ujarnya. Masmini menyampaikan bersyukur karena kesadaran masyarakat Badung akan bahaya narkoba terus meningkat. Hal ini dibuktikan makin banyak melapor diri atau keluarganya yang menggunakan barang terlarang tersebut.

Bahkan instansi pemerintah dan swasta melaksanakan tes urine secara mandiri. Terkait perayaan tahun baru 2020, BNNK Badung bersinergi dengan Polri, TNI, Pemda Badung, Satpol PP dan instansi lain. Pegawai BNNK Badung juga standby di Pos Pelayanan Terpadu di Terminal Mengwi, Badung. Jika ada sopir positif men-

gonsumsi narkoba, tidak diizinkan melanjutkan perjalanan dan harus diganti. ‘’Kami juga telah melaksanakan sweeping di tempat hiburan malam. Kami mengimbau sudah tidak zamannya lagi menyambut tahun baru 2020 dengan pesta miras atau narkoba, lebih baik ke tempat ibadah,’’ pintanya. (kmb36)

GMC Hanya Terlihat Sebagian dari Bali Mangupura (Bali Post) Gerhana matahari cincin (GMC) dari Bali ternyata hanya terlihat sebagian. Dari pengamatan Kamis (26/12) kemarin, puncak gerhana matahari sebagian di Bali terjadi selama 3 jam 22 menit. Itu dimulai dari fase pertama sampai puncak gerhana. Kepala Stasiun Geofisika Sanglah, Ikhsan, dari pemantauan tersebut puncak gerhana matahari sebagian terjadi tepat pukul 14.03 Wita. Tidak seperti di daerah lain, untuk di Bali memang hanya terlihat gerhana sebagian saja. ‘’Di Bali tidak terlihat gerhana matahari cincin, namun hanya sebagian saja,’’ katanya. Terkait gerhana matahari ini, katanya, memang tidak berpengaruh terhadap cuaca di bumi. Namun cuaca atau kon-

disi pasang-surutnya air laut biasanya terjadi saat gerhana bulan. ‘’Pada saat terjadi gerhana bulan, sudah pasti akan berpengaruh terhadap pasangsurut air laut. Namun saat gerhana matahari, memang tidak berpengaruh terhadap cuaca,’’ terangnya. Sementara itu, Dwi Hartanto selaku Kepala Sub-Bidang Pengumpulan dan Penyebaran BMKG mengatakan, pada tahun 2019 ini terjadi lima kali gerhana. Yaitu gerhana matahari sebagian (GMS) pada 5-6 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, gerhana bulan total (GBT) pada 21 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. Gerhana matahari total (GMT) pada 2 Juli 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, gerhana bulan sebagian

Bali Post/edi

GERHANA - Fase gerhana matahari cincin yang hanya terlihat sebagian di Bali. (GBS) pada 17 Juli 2019 yang dapat diamati dari Indonesia, dan gerhana matahari cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari Indonesia. Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC 26 Desember 2019 adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India,

Sri Lanka, Samudera Hindia, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. GMC 26 Desember 2019 ini dapat diamati sedikit Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudera Hindia, Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik berupa gerhana matahari sebagian. (kmb23)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Terjebak Asumsi Pertumbuhan Ekonomi TANTANGAN ekonomi 2020 mungkin sudah banyak dibahas berbagai media dan berbagai kesempatan. Kajian ilmiah hingga kondisi real di lapangan terkait ekonomi 2020 mungkin sudah berulang kali dilakukan. Hasilnya kita baru pada tahapan prediksi. Kita perlu rencana aksi yang jelas untuk mengantisipasi penurunan daya beli masyarakat dan kolapsnya berbagai sektor penunjang ekonomi. Harapan baru terhadap terjadinya perbaikan kondisi ekonomi 2020 mestinya kita antisipasi dengan membangun dan mengembangkan sumber ekonomi kerakyatan yang lebih nyata. Peran serta publik harus memiliki ruang yang pasti. Pemerataan kesempatan melakukan usaha untuk ketahanan ekonomi juga harus jelas. Kita tak boleh terjebak lagi pada asumsiasumsi pertumbuhan ekonomi, yang pada kenyataannya tak sejalan dengan kondisi di lapangan. Mungkin pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat itu sendiri, bukan pada seberapa persen ekonomi itu tumbuh. Kita juga harus mengurai penumpukan kekuatan ekonomi pada orang per orang yang terlalu dominan di negeri ini. Kepemilikan modal pada investasi-investasi strategis hendaknya juga melibatkan masyarakat atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jika ini bisa dikondisikan dan diterapkan maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi publik, bukan milik para konglomerat. Atau hal lain yang bisa dilakukan adalah memberikan insentif bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Dukungan permodalan harus jelas bagi UKM. Pusatpusat pelatihan keterampilan dan profesi juga harus terbuka bagi masyarakat. Peltihan keterampilan harus lebih intensif dilakukan. Yang jelas, memasuki tahun 2020 tantangan ekonomi harus diantisipasi secara lebih jelas. Kita tentu tak bisa berbenah secara internal, ketika dunia luar bergejolak. Artinya, harus ada kesiapan secara mandiri untuk membangun ketahanan ekonomi. Kita sadari bersama, lima tahun terakhir pemerintah Jokowi telah melakukan antisipasi. Salah satunya mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Ada belasan paket yang telah dikeluarkan. Namun rupanya hal itu belum membuahkan hasil maksimal. Inilah yang kita mesti evaluasi, bahwa untuk membangun daya tahan menghadapi tantangan ekonomi 2020 membutuhkan kesadaran dan kebijakan holistik di semua sektor, terutama bangkitnya kesadaran menggunakan produk-produk dalam negeri untuk menekan impor. Mungkin, beberapa terobosan yang dilakukan kabinet Jokowi saat ini bisa kita harapkan menjadi salah satu kekuatan baru menghadapi tantangan ekonomi 2020. Penguatan BUMN sebagai salah satu usaha negara memang harus dilakukan. Direksi BUMN yang baru harus menjawab tantangan ekonomi, bukan malah menjadi beban BUMN. Yang pasti, menghadapi tantangan ekonomi 2020 kerja keras dan fokus harus dilakukan.

Ancaman dan Peluang Ekonomi Tahun 2020 Dalam kurun waktu semester I periode Januari sampai Juli 2019 dunia usaha Indonesia masih terus diwarnai dengan tantangan dan ancaman ketidakpastian atas pelambatan ekonomi global, regional dan lokal sebagai akibat ketegangan perang dagang antara China dan Amerika yang tidak kunjung mereda dan cenderung terus memanas. Sebagai akibatnya telah terjadi pelemahan daya beli masyarakat terhadap beberapa komoditas/produksi barang secara signifikan. Selain itu, perubahan drastis tak terduga dan penuh ketidakpastian terus berlangsung di masyarakat berupa pergeseran perilaku konsumsi masyarakat di era desrupsi teknologi di mana pasar online (social media) serta mewabahnya usaha startup yang serba cepat telah mengkanibal (mematikan) pasar tradisional dan pasar grosir gaya lama.

Oleh Viraguna Bagoes Oka i lain pihak, pascaterpilihnya Presiden Jokowi untuk periode kedua, juga masih menyisakan panasnya suhu politik nasional (politik identitas dan hoax) yang belum mereda, sehingga berdampak langsung terhadap pelemahan perekonomian dan dunia usaha nasional termasuk Bali serta dampak kerawanan sistemiknya. Akibat lanjutannya, Bali terjebak dalam gejolak harga (administered price) serta melesunya daya beli masyarakat serta ancaman merosotnya pasar properti dan oversupply kamar–kamar hotel murah. Sehingga likuiditas pasar keuangan/perbankan mengalami tekanan sistemik dan ancaman meningkatnya kredit macet/ non performing loan (NPL) pada ambang batas kritikal 5%. Kondisi ini mengharuskan sistem keuangan dan perbankan nasional harus mampu ekstra berbenah diri dalam merespons tantangan yang dihadapi melalui konsolidasi dan restrukturisasi NPL dan atau kemampuan setor modal untuk menjaga sistem keuangan perbankan bisa tetap terjaga sehat (sound). Pada semester II periode Juli sampai menjelang tutup tahun 2019 fundamental perekono-

mian makro ekonomi Indonesia termasuk Bali masih melemah dengan GDP bertengger di angka 5% yoy semester II 2019 dan pencapaian pertumbuhan yang melambat di angka 5,1%. Tingkat inflasi perekonomian dan dunia usaha untuk kelompok makanan, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan telah mengalami penurunan (deflasi) yang cukup signifikan pada semester II 2019 (3,2-3,0%) dibanding dengan periode yang sama 2018 (3,4-3,2%). Dengan terjadinya deflasi cukup signifikan ini yang ternyata tidak diikuti oleh daya beli masyarakat yang sedang melesu khususnya di Bali, yang disebabkan oleh beberapa permasalahan antara lain: Pertama, masih pesatnya pergeseran perilaku atas produk usaha konvensional ke teknologi digital, dan maraknya usahausaha baru online (startup) yang mengakibatkan banyak usaha konvensional yang tidak siap beradaptasi dengan perubahan ini terancam tutup/gulung tikar. Kedua, perubahan mindset/ perilaku generasi milenial (gen Y) dan generasi centenial (gen Z) yang terus berubah/bergerak cepat menuju pola konsumerisme berbasis gaya hidup (lifestyle) yang tidak terbendung yang lebih mengutamakan

S URAT PEMBACA Jalan Sedap Malam Perlu Perbaikan Kerusakan Jalan Sedap Malam, Denpasar, sudah cukup parah. Di banyak titik bisa ditemui jalan bergelombang hingga retak. Kondisi ini jelas sangat membahayakan pengendara terutama pengendara sepeda motor. Ruas jalan tersebut tidak terlalu lebar, namun ban-

kebutuhan pokok, kenyamanan suasana, pelayanan prima (hospitality) dan fasilitas terpadu (one stop facility and leisure services). Ketiga, sumber dan likuiditas keuangan yang semakin canggih dan efisien dalam menjawab dan memenuhi kebutuhan investasi serba instan melalui fintech dan lembaga keuangan berbasis online yang responsif. Sementara lembaga keuangan/ bank konvensional tidak adaptif terhadap perubahan yang serba cepat dan cenderung mulai ditinggalkan karena dianggap sudah obsolete. Mencermati tantangan dan ancaman ekonomi dan dunia usaha Bali hingga akhir kuartal IV 2019 yang terlihat masih menunjukkan adanya pelemahan agregate demand dan agregate supply yang mengarah ke ancaman resesi ekonomi nasional/lokal yang terstruktur dan masif. Situasi ini ditandai dengan menurunnya daya beli dan pergeseran perilaku konsumen sebagai akibat desrupsi teknologi dan demografi yang mengakibatkan ketidakpastian semakin menonjol di pengujung tahun 2019 ini. Meski demikian, bersamaan dengan situasi yang tidak menguntungkan ini, secara tidak terduga telah muncul peluang

dan harapan baru yang cukup mengejutkan yaitu dengan terbentuknya kabinet baru yang membawa angin segar dengan tekad dan semangat barunya menuju Indonesia baru menuju Indonesia incorporated yang memperoleh dukungan positif penuh mayoritas rakyat Indonesia. Dalam kabinet berkarya yang baru ini (sebagai kelanjutan kabinet kerja periode sebelumnya) pada umumnya terdiri atas figure-figur yang memiliki rekam jejak tangguh yang teruji beprestasi nyata, memiliki komitmen kerja yang tinggi, sikap gerak cepat yang nyata, trusted serta memiliki profesionalisme yang mumpuni. Peluang dan harapan baru untuk terwujudnya perekonomian dan dunia usaha nasional (termasuk Bali) diprediksi berpotensi cukup prospektif bisa terwujud pada tahun 2020 mendatang sepanjang terpenuhi situasi/kondisi politik, ekonomi, hukum, sosial budaya, dan keamanan sbb: Pertama, terlaksananya pemberantasan korupsi secara efisien dan efektif. Dipastikannya penempatan ASN birokrat yg efisien, efektif dan jujur dan tata kelola pemerintahan dan 142 BUMN yg bersih bisa terwujud berbasis transparansi, akuntabel, bertanggung jawab, independen dan wajar. Kedua, terwujudnya kepemimpinan nasional, regional, lokal (provinsi/kabupaten/kota) berbasis kesepakatan dalam bingkai omnibus law, sehingga mampu bekerja nyata, kompeten, tangguh, kredibel, memiliki jiwa petarung dan terpercaya. Ketiga, terwujudnya sistem pendidikan yang lebih mengutamakan pendidikan berbasis karakter, lulusan yang memiliki standar kompetensi prima dan siap berkarya produktif, dan berpredikat SDM unggul panutan (role model). Selain itu, partisipasi aktif dan kepedulian

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

yak dilintasi kendaraan pada siang maupun malam hari. Tak heran mengingat Jalan Sedap Malam merupakan akses menuju sekolah dan kawasan pariwisata Sanur. Maka dari itu, instansi terkait harus segera turun tangan. Mohon segera cek dan rancang perbaikannya. Perbaikan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Jika tidak, kerusakan akan semakin parah, apalagi saat musim hujan.

Kerusakan jalan di kawasan kota, terlebih dalam jangka waktu cukup lama, tidak baik bagi citra pemerintah. Jangan sampai ada anggapan pemerintah abai terhadap kondisi infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Tak elok pula kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama mengingat Denpasar merupakan pusat perekonomian Bali dengan pariwisata sebagai penggerak utamanya.

Selain jalan, kondisi saluran drainase perlu mendapat perhatian di musim pancaroba guna menghindari sejumlah penyakit. Ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan semua elemen masyarakat. Lakukan hal-hal kecil seperti menghilangkan kebiasaan buruk buang sampah dan limbah di got.

masyarakat luas untuk bisa memberi dukungan penuh atas inisiatif pemerintah ini patut diberikan apresiasi tinggi. Keempat, Terjaminnya keberpihakan dan komitmen nasional, regional dan lokal dalam bingkai komitmen terpadu/ terintegrasi dalam pengentasan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, keadilan dan penegakan hukum yang berpihak kepada masyarakat luas sehingga bisa tercegahnya paham intoleransi yang dapat mengancam keutuhan NKRI, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Penulis, mantan Direktur Perbankan Bank Indonesia/ Dosen Kajian Stratejik (KSI) Universitas Indonesia

POJOK BPK dorong pemkab wujudkan wajib belajar 12 tahun. - Dorong pula bebas korupsi. *** Pilkada 2020, pragmatisme dan pembajakan kader meningkat. - Semua ingin cepat tanpa keringat. *** Agama minoritas harus satukan diri membangun NKRI. - Lupakan perbedaan.

Putu Agus Rama Denpasar

Senator RI Ikuti Misa Natal di Gereja Paroki Santo Yoseph Denpasar

Wedakarna Tegaskan Dalam Hindu Tidak Masalah Ucapkan Selamat Hari Natal kepada Kaum Nasrani

SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mengikuti perayaan Misa Natal di Gereja Katolik Paroki dalam rangka menghormati umat Nasrani dalam merayakan Hari Natal 2019. Disambut oleh Romo dan rohaniwan serta Panitia Perayaan Natal, Senator Arya Wedakarna (AWK) terlihat berbaur dengan umat Kristiani dalam menjalankan sakramen suci hampir selama dua jam. Kehadiran Senator AWK di sejumlah gereja pada perayaan Natal ini, juga menandakan AWK adalah sosok pengayom dari semua umat dan agama di Bali. Harapannya agar ke depan umat Hindu bersatu padu dengan umat Nasrani dalam membangun bangsa. Hal itu disampaikan Senator AWK saat diberi kesempatan saat berpidato kehormatan di hadapan jamaat. ‘’Umat Hindu dan Nasrani memiliki tantangan yang sama dalam hal menjalankan kehidupan beragama di Indonesia. Sebagai agama minoritas di Indonesia maka sudah sepatutnya kedua agama ini bekerja sama dalam membangun bangsa. Dan saya setuju dengan tema Natal pada hari ini yakni ‘Hiduplah Bersahabat Dengan Semua Orang’. Sederhana tapi kena dengan situasi zaman ini. Dalam agama Hindu ini disebut dengan Vasudhaiwa Kutumbakam,’’ ungkap AWK yang juga President The Hindu Center of Indonesia ini. Ditemui di sela-sela kunjungan ke Gereja Paroki Santo Petrus di kawasan Monang Maning, Denpasar, AWK juga menyampaikan ke-

prihatinannya terhadap pelarangan perayaan Natal di dua kabupaten di Sumatera yang sempat viral di medsos. Menurutnya, ini sudah menyalahi Konstitusi yakni Pancasila dan UUD 1945. ‘’Saya kecam jika ada oknum anti-Pancasila yang masih takut dengan gedung gereja, takut dengan salib dan takut akan kebinekaan. Ini menunjukkan bahwa kualitas agama dari oknum dan komunitas itu dangkal. Kita harus ingat bagaimana negara ini dibangun pada 1945 oleh Bung Karno dengan fondasi dasar kebangsaan. Bung Karno itu bersahabat dengan para pendeta Kristen saat dibuang, Pancasila juga terinspirasi saat Bung Karno ada di Ende, NTT serta banyak tokoh Nasrani ikut dalam persiapan kemerdekaan pada 1945. Begitu juga Bung Karno yang berdarah Hindu Bali sangat gandrung dengan kebinekaan walau Bung Karno seorang pemimpin Muslim. Mari kita teladani pahlawan kita, bahwa mereka adalah contoh baik yang bisa kita tiru agar bangsa ini terjaga. ‘’Selaku anggota DPD-RI saya meminta Presiden dan juga Menteri Agama RI untuk membereskan hal-hal intoleransi seperti ini. Negara perlu hadir dan tegas untuk hal ini,’’ ungkap AWK yang juga President The Sukarno Center. Ia pun menyatakan bahwa kesepakatan atau aturan Lex Specialis tidak berlaku jika berhadapan dengan konstitusi dan UU. ‘’Seperti masalah yang terjadi di satu wilayah di Sumatera, di sana katanya ada kesepakatan

agar Natal tidak dilaksanakan oleh para tokoh agama d isana bahkan di-endorse oleh pejabat setempat, lho ini kan aneh. Atas nama konstitusi kesepakatan itu batal demi hukum. Apa tidak kasihan umat Nasrani di sana sampai harus berjalan ratusan kilometer hanya untuk berdoa pada Tuhannya. Ini tidak baik dan akan kita lawan. Dan saya kira pemerintah pusat juga kurang tegas, janji Jokowi agar hak-hak umat minoritas terlindungi agar segera direalisasikan. Negara harus hadir dan radikalisme harus ditumpas hingga ke akar-akarnya. Apalagi Bali menjadi wilayah yang pernah dibom I dan bom II. Bali all out urusan radikalisme,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF ini. Terkait dengan viral pelarangan mengucapkan selamat hari raya oleh sekelompok orang, AWK meminta kepada semua umat agar mengikuti arahan pemerintah. ‘’Umat Hindu silakan ucapkan selamat hari Natal bagi saudara Kristiani. Dalam Hindu tidak ada larangan, semua sudah bawa karma masing-masing. Toh hanya dengan mengucapkan selamat hari raya tidak akan mengubah sraddha dan bhakti kita sebagai umat Hindu. Ayo bersatu, lihat persamaan, jangan perdebatkan perbedaan. Yang penting, siapa pun tinggal di Bali harus dukung budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu, termasuk keberadaan desa adat di Bali, karena itu yang SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS didampingi membuat Bali berdaulat. Make it simple and this Romo saat menyampaikan ucapan selamat Natal di Gereja Katolik dalam is Satyagraha,’’ ungkap Senator AWK.(ad661) perayaan Natal 2019.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Gali Potensi Seni, Digelar Lomba Gender Wayang Tabanan (Bali Post) Banyak cara dilakukan agar bisa menggali potensi seni generasi muda. Seperti Sanggar Seni Kembang Bali dan Komunitas Seni Padma Buddharam menggelar lomba gender wayang di Balai Banjar Tunjuk Kelod, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Rabu (25/12). Penanggung Jawab Lomba I Nyoman Hartanegara mengatakan lomba ini mendapat sambutan antusias para peserta. Pesertanya tidak hanya dari Desa Tunjuk, juga ada dari luar Tabanan, seperti Denpasar dan Gianyar. Khusus dari Desa Tunjuk, lomba gender wayang diikuti peserta tingkat anak-anak Tabanan, mulai SD dan SMP sebanyak 8 pasang. Kemudian tingkat anak-anak umum atau berasal dari luar Tabanan sebanyak 16 pasang, dan tingkat remaja umum diikuti tujuh pasang. ‘’Ajang ini semata menggali potensi seni di Tabanan. Nantinya akan terus dilakukan pembinaan agar mereka itu bisa tampil optimal terutama saat lomba,’’ ucapnya. Materi yang dilombakan khusus peserta dari

Tabanan, gending Merak Angelo style Tunjuk, dan gending angkatan. Peserta umum materi lombanya sama, gending Merak Angelo. Hanya menggunakan style bebas. ‘’Style Tunjuk ada di jineman (di awal gending) ada kekhasan, gegedig lebih beda. Punya ciri khas tersendiri dibandingkan style lainnya,’’ terangnya. Lomba ini melibatkan 6 juri yang merupakan seniman tabuh, juri PKB. Adapun paramater penilaian lomba itu meliputi teknik, kekompakan, kreativitas, penampilan. ‘’Sejatinya mencari bibit gender wayang potensial itu tidak bisa simsalabim. Selama ini tidak pernah ada lomba gender wayang di Kabupaten Tabanan,’’ pungkasnya. Sanggar Seni Kembang Bali, kata Hartanegara, telah berdiri sejak 23 Agustus tahun 2001 silam. Aktivitas rutin yang digulirkan kebanyakan tari, tabuh dan pedalangan. Beberapa kali sudah mengikuti lomba di PKB, baik itu gender wayang, termasuk gong kebyar. Bahkan tahun depan mewakili Tabanan sebagai duta gong kebyar remaja di PKB 2020. (kmb28)

LOMBA - Para peserta lomba gender wayang tampak fasih menunjukkan kebolehannya, Rabu (25/12).

Air Baku Keruh, Produksi PDAM Terganggu Tabanan (Bali Post) –

Sejatinya tidak mudah memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Sejumlah kendala harus dihadapi PDAM Tabanan. Saat kemarau, tantangan terbesar adalah menurunnya debit sumber air. Sebaliknya, pada musim hujan, justru pasokan air bakunya cenderung keruh sehingga sulit diolah.

TERKENA LONGSOR - Salah satu pipa transmisi di wilayah Kecamatan Baturiti yang terkena longsor, belum lama ini.

Kepala Bagian Hubungan Langganan, Budi Gunawan, Kamis (26/12) kemarin mengungkapkan, belakangan ini kerap terjadi hujan di daerah hulu. Akibatnya, air baku keruh sehingga tidak bisa diolah. Bahkan air keruh tidak bisa dipompa. Kendala lain saat musim hujan berupa bencana longsor. Dalam catatan PDAM Tabanan, bencana longsor kerap membuat jaringan pipa mengalami kerusakan. Jika sudah begini, dampaknya dirasakan para pelanggan. ‘’Kami terus mengimbau masyarakat agar menampung air jika kondisi air sedang mengalir lancar,’’ ucap Budi Gunawan didampingi Kasubag Humas PDAM Tabanan I Wayan Agus Su-

anjaya. Sementara itu, dari data PDAM Tabanan sepanjang tahun 2019 atau tepatnya per bulan November setidaknya tercatat 628 pencabutan sambungan akibat tunggakan pembayaran selama empat bulan. Dominan dilakukan properti perumahan yang ditinggal pindah pemilik sebelumnya. Namun dari angka pencabutan itu, sebanyak 271 sudah terpasang kembali. ‘’Untuk pencabutan karena tunggakan dominan di kota Tabanan,’’ ucapnya. Penambahan sambungan baru hingga bulan November total sebanyak 1.606 dari target 1.200 tahun 2019. ‘’Terbanyak di kota Tabanan dan Kerambitan karena banyak

perkembangan perumahan mengarah ke Tabanan bagian selatan,’’ pungkasnya. Untuk diketahui sumber mata air di Kabupaten Tabanan saat ini tetap aman meski sempat mengalami penurunan saat kemarau panjang. Jumlahnya sebanyak 33 sumber mata air baku. Rinciannya, 24 titik mata air dan 9 titik air permukaan, serta sumur dalam. Rata-rata mengalami penurunan debit air sebanyak 20 persen saat itu. ‘’Debit sudah mulai naik pascahujan belakangan ini. Memang kendala saat ini tingkat kekeruhan air itu ada masalah. Sebagian besar terjadi di wilayah daerah Bajera dan Selemadeg,’’ pungkasnya. (kmb28)

MENJELANG liburan Natal dan akhir tahun, Astra Motor Bali siagakan layanan Honda Care 24 jam untuk melayani konsumen yang mengalami keadaan darurat di jalan raya. Sebanyak 96 agen Honda Care dipastikan beroperasional menjangkau seluruh kabupaten di Bali. Bentuk layanan yang diberikan itu berupa road emergency yang biasanya dialami konsumen, misalnya ban bocor, motor mati, velt putus, dll. Cukup menghubungi operator di nomor telepon 0361438009 atau ke nomor HP 0811385851, Agent Honda Care siap membantu konsumen yang mengalami masalah di jalan raya. “Kami selalu berusaha

dengan penambahan areal yang sebelumnya hanya meng-cover wilayah Badung dan Denpasar saja. Namun kini Honda Care 24 Jam ini mencakup seluruh areal kabupaten di Bali. Acara itu di-support mekanik berpengalaman dan sudah tersertifikasi. Layanan Honda Care ini tanpa dikenakan biaya (free), konsumen cukup hanya membayar penggantian sparepart saja apabila ada yang diganti. Dari hasil laporan agent Honda Care, selama liburan jelang hari Natal 24-25 Desember 2019, tercatat 53 keadaan darurat dijalan raya yang berhasil ditangani dilokasi oleh agent Honda Care. “Dengan adanya layanan Honda Care, program itu

benar-benar sangat membantu kepanikan kami ketika terjadi musibah yang kebetulan kemarin ban motor saya bocor,’’ ungkap Agus yang menggunakan layanan Honda Care saat libur Natal. Pelayanannya,

kata Agus, sangat cepat. ‘’Kita menjadi aman, tidak perlu ke bengkel lagi. Sebab Honda Care langsung mengatasinya di lokasi,’’ tutup Agus salah satu konsumen yang menggunakan layanan Honda Care itu. (bns1)

Honda Care Bali Siagakan ”Road Emergency” saat Libur Natal dan Tahun Baru memberikan layanan terbaik. Hal itu sebagai bentuk service demi kenyamanan konsumen yang menggunakan sepeda motor Honda. Seperti saat musim libur Natal dan Tahun baru ini. Honda Care kami siagakan 24 jam, harapan kami konsumen tidak perlu khawatir apabila mengalami musibah dijalan. Kami berusaha melayanan konsumen agar dapat merayakan hari raya dan menikmati liburan tanpa harus was-was,’’ ungkap Ngurah Palguna selaku PIC Honda Care wilayah Bali. Layanan purnajual khusus Honda Care 24 itu merupakan pengembangan dari Layanan Honda Care sebelumnya yang secara resmi dipublikasikan 1 Mei 2012

Yatim-Piatu, Rustiani Rawat Adik dan Bibinya yang Stroke BERJUANG hidup, remaja putri tanpa didampingi orangtua, bukanlah hal yang mudah. Terlebih, kondisi ekonomi yang jauh dari berkecukupan. Tentu, mau tidak mau dipaksa harus berjuang ekstrakeras agar bisa bertahan hidup. Lalu bagaimanakah kisah perjuangan tanpa kenal lelah yang dilakukan Ni Kadek Rustiani (17) untuk merawat adik dan juga bibinya yang menderita stroke itu? Seorang remaja putri Ni Kadek Rustiani (17) bersama saudaranya, I Komang Tri Pramana Putra (7), warga Banjar Basa, Desa Marga, Kecamatan Marga harus berjuang keras mengurus keluarganya. Anak sebaya lainnya di usia seperti Rustiani masih suntuk mengenyam bangku pendidikan. Berbeda dengan Rustiani, ia harus sudah mencari uang untuk bekal sehari-hari, pascakedua orangtuanya meninggal. Gadis yang hanya mengenyam pendidikan SD itu pun tiap harinya harus membantu warga berjualan bubur di Pasar Marga. Adapun upah yang diterimanya hanya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per hari. Ironisnya lagi Rustiani bersama adiknya ini juga menjaga bibinya bernama Ni Wayan Rantin (50) yang sakit stroke. Bibinya hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sedangkan sang kakak, Agus Rustiawan (24), sudah menikah nyentana dan tinggal di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti. Beruntung, keduanya masih memiliki kerabat dekat atau bibi bernama Ni Ketut Muklen (adik dari Rantin) yang tinggal tidak jauh dari rumah Rustiani. Bibi Muklen inilah yang tiap harinya selalu membawa hidangan serta mengurus kebutuhan dua ponakannya itu dan kakaknya (Wayan Rantin). ‘’Apa yang saya masak, saya bawa ke sini. Untungnya saya menikah dan tinggal masih satu banjar. Kasihan juga karena mereka masih kecil dan kakak saya stroke,’’ ucap Ketut Muklen. Ia pun menceritakan kehidupan dua ponakannya itu sangat memprihatinkan pascayatim-piatu. Di mana

Ni Wayan Darmini, ibu dari anak-anak ini, lebih dulu meninggal lantaran sakit. Hanya berselang satu bulan, disusul sang ayah I Wayan Sana (adik dari Ketut Muklen) karena sakit sesak. Bahkan sertifikat rumah yang ditinggali saat ini sudah menjadi jaminan pinjaman di bank untuk usaha

JADI PENGASUH - Rustiani dan adiknya sehari-hari menjadi pengasuh bibinya yang stroke. babi dan sayur yang dilakukan Agus Rustiawan, kakak Rustiani. Bahkan rumah itu nyaris dilelang lantaran ter-

lambat membayar cicilan. ‘’Saat itu minta tolong biar bisa saja dicabut lelangnya. Biar rumah ini tetap bisa di-

pertahankan, buat Komang (Pramana Putra) nantinya,’’ terangnya. Rustiani tampak sesekali menyeka air mata saat menceritakan derita kehidupannya saat ini. Sang adik Komang Pramana Putra asyik dengan mainannya. Sebagai gadis remaja biasa, ia pun mengaku memiliki keinginan kuat melanjutkan pendidikan. Bahkan jika memungkinkan bisa kuliah. ‘’Saya pingin jadi perawat. Biar bisa merawat orang-orang,’’ ucapnya lirih. Dihubungi terpisah, Klian Dinas Banjar Basa I Made Armadi mengatakan, untuk Rustiani dan adiknya sudah mendapatkan bantuan baik itu raskin dan program keluarga harapan (PKH). Kenapa putus sekolah, diakuinya, memang

awalnya tidak ada niatan Rustiani melanjutkan pendidikan. ‘’Awalnya minat sekolahnya kurang karena waktu itu sempat tidak mendapat perhatian. Tetapi kalau sudah ada niat sekolah lagi, akan saya pastikan lagi. Kalau benar tentu bisa dibantu lewat kejar paket. Biar bisa dapat ijazah saja, siapa tahu bisa jadi bekal mencari pekerjaan nantinya,’’ terangnya. Armadi pun mengakui selama ini telah meminta Ketut Muklen, bibi dari Rustiani agar benar-benar m e n d a m p i n g i d a n m e mperhatikan keponakannya itu. Apalagi sang kakak yang semestinya bertugas menjaga kedua adiknya ini pascaorangtuanya meninggal, lanjut Armadi, justru kerap memberikan tekanan pada kedua adiknya itu.

‘’Tanah itu sempat bermasalah. Mereka punya kakak tetapi sudah pekidih ke luar. Sifatnya kurang baik. Bahkan sudah pernah saya marahi agar tidak mengganggu adiknya lagi. Apalagi sampai minta uang,’’ terangnya. Karena khawatir kondisi Rustiani dan adiknya, Armadi, pun lebih mempercayakan mereka pada Ni Ketut Muklen. ‘’Kakaknya nakal, pernah saya marahi, makanya kalau Kadek dan Komang dapat bantuan PKH saya kasih bibinya,’’ pungkasnya. Armadi pun mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian masyarakat dan komunitas serta yayasan yang sudah mau peduli dan membantu warganya yang benar-benar membutuhkan. (bit)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Upacara”Nangluk Merana” di Pantai Lebih Gianyar (Bali Post) Ribuan warga memadati areal Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, pada Tilem Sasih Kaenem, Kamis (26/12) kemarin. Diketahui pada hari tersebut masyarakat Gianyar melaksanakan upacara Nangluk Merana dengan menghaturkan sesajen di lokasi tersebut. Upacara ini bertujuan agar seluruh masyarakat dilindungi dari musim pancaroba. Pemangku setempat, Jero Mangku Cemeng, menjelaskan Tilem Sasih Kaenam merupakan musim pancaroba yang identik dengan berbagai macam hal negatif atau penyakit. Ribuan warga Gianyar pun silih berganti melakukan persembahyangan dari Kamis dini hari hingga siang kemarin. “Ini sudah berlangsung NANGLUK MERANA Suasana prosesi ucapara Nangluk Merana yang berlangsung di Pantai Lebih, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kamis (26/12) kemarin.

sejak subuh, dari pukul 05.30 Wita masyarakat sudah mulai berdatangan dan menghaturkan sesajen,” jelasnya. Dikatakan, masyarakat datang ada yang keinginan pribadi, ada juga yang sesuai tardisi di banjar dan desa masing-masing. Nah untuk yang tradisi di desa, ada sasuhunan-nya tedun (turun) langsung ke pantai dan ada juga yang diwakilkan prajuru desanya saja. “Mereka yang melaksanakan Nangluk Merana di sini ada yang prajuru desa saja mewakili untuk menghaturkan sesajen dilanjutkan nunas tirta, kemudian sampai di desa dibagi lagi kepada warganya,” imbuh Jero Mangku asal Desa Lebih ini. Berdasarkan pantauan Bali Post kemarin, di simpang Desa Lebih Jalan Bypass IB Mantra sudah dipadati warga yang lalu-lalang. Saking padatnya, pengunjung tidak diperkenankan membawa kendaraan masuk ke areal objek wisata Pantai Lebih. Pengunjung tersebut harus parkir di pinggir jalan By-pass IB Mantra. (kmb35)

Sembilan Usaha ATV Belum Katongi Izin Bali Post/nik

Gianyar (Bali Post) Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait konflik jalur ATV di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Pemkab Gianyar yang melakukan pengecekan, sembilan usaha ATV di desa tersebut dipastikan belum memiliki izin. Sementara Dinas Satpol PP Gianyar belum mengambil tindakan lantaran usaha tersebut masih dalam tahap pengembangan di bawah naungan BUMDes Desa Singapadu Kaler. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun, Kamis (26/12) kemarin mengatakan, sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan kasus jalur ATV di Desa Singapadu Kaler. Pihaknya tetap belum menjabarkan sampai sejauh mana hasil penyelidikan polisi. “Belum bisa kita jelaskan karena masih proses penyelidikan,“ ujarnya.

Sementara itu, pada Kamis siang petugas dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan pengecekkan ke usaha ATV yang di Desa Singapadu Kaler. Diketahui ada sembilan usaha ATV yang ada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singpadu Kaler, semuanya belum memiliki izin. Usaha ini harusnya memiliki izin rekreasi

umum. Kasatpol PP Gianyar I Made Watha membenarkan bila usaha wisata tersebut memang belum mengantongi izin. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan perbekel desa setempat terkait kondisi ini. “Memang perbekel mau mendekati dulu, terkait penyelesaian masalah yang sedang berlangsung,“ katanya. Usai mendengar penjelas-

an perbekel, pihaknya memberikan kesempatan untuk menyelesaikan terlebih dahulu terkait perizinan, termasuk konflik yang kini ditangani aparat kepolisian. Potensi desa memang membutuhkan dukungan, sebab pihaknya memberikan kesempatan penyelesaian di internal desa. “Kita tetap mendorong hal positif, karena ini (usaha atv - red) di bawah BUMDes dan tekait peningkatan PAD desa,“ katanya. Watha menambahkan, saat ini di tingkat desa sedang dilakukan upaya penyelesaian. Pihaknya berpesan agar tidak ada pihak yang dirugikan. “Sekarang ATV

sedang diselesaikan terkait jalur yang akan dilalui. Sesuai kesepakatan yang ada di sana, kita dorong paguyuban, polsek, dan dinas terkait membantu menyelesaikan permasalahan yang ada,“ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kantor Polsek Sukawati digeruduk puluhan warga Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati pada Senin (23/12) lalu. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moril kepada enam warga setempat yang diperiksa polisi terkait kasus jalur ATV yang diketahui mengganggu keamanan dan kenyamanan warga setempat. (kmb35)

Bali Post/nik

DIPERIKSA - Salah satu warga saat diperiksa di Polsek Sukawati terkait kasus jalur ATV beberapa waktu lalu.

Diduga Cekcok dengan Pacar

SOSOK Semangat Bela Negara PAHAM radikal dewasa ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI. Menyikapi tantangan itu, seluruh komponen masyarakat harus memahami dan mengamalkan semangat bela negara. ”Kita semua mesti melaksanakan bela negara,” kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra, beberapa waktu lalu. Dikatakan, aksi nasional bela negara juga melengkapi keahlian SDM. Hal tersebut dilakukan dengan pengamalan nilai-nilai bela negara, yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur. “Dalam aktualisasinya, bela negara juga harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi masyarakat secara umum. Serta

dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan. Sehingga dapat terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula,’’ ujarnya. Dengan demikian, bela negara tidak hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual. Namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa, dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus. “Tanpa sikap dan perilaku bela negara, maka pengelolaan negeri kita yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang dicitacitakan,’’ imbuhnya. Ditekankan, penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus dilakukan secara terus-menerus kepada seluruh komponen masyarakat dari beragam profesi. Tentunya tanpa memandang usia, suku, agama dan ras sebagai hak dan kewajiban tiap warga negara yang dijamin oleh undangundang. (nik)

Remaja 19 Tahun Tewas Gantung Diri

Bali Post/nik

EVAKUASI - Petugas kepolisian saat mengevakuasi korban I Wayan Rudin yang tewas gantung diri di bengkel di Desa Singakerta.

Gianyar (Bali Post) Warga Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Rabu (25/12) digegerkan dengan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri. I Wayan Rudin, pemuda 19 tahun ini diketahui mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di bengkel Citra Mas Motor. Kuat dugaan korban nekat melakukan aksi tersebut karena ada persoalan asmara dengan pacarnya, Ni Ketut S. Namun untuk memastikan penyebabnya, petugas Polsek Ubud masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Informasi yang dihimpun, pada Rabu (25/12) sore korban sempat meminta bantuan temannya, Andi Armawan, untuk diantar melapor ke kantor polisi. Kala itu korban mengaku ada masalah dengan pacarnya, Ni Ketut S. Mereka lantas janjian untuk bertemu di Bengkel Citra Mas Motor, Desa Singakerta. Namun saat didatangi ke bengkel korban asal Bangli ini malah tidak ada. Karena lama menunggu, akhirnya Andi berupaya mencari korban. Nah saat dicek ke gudang sampah di belakang bengkel tersebut, ia terkejut bukan main setelah mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung pada plafon gudang. Mengetahui hal itu, Andi langsung berteriak minta tolong. Warga setempat lantas berhamburan datang ke lokasi. Sementara itu, Kapolsek Ubud

Kompol Nyoman Nuryana saat dikonfirmasi Kamis (26/12) kemarin membenarkan aksi bunuh diri yang dilakukan korban. Pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Terlebih sebelumnya pada 20 Desember 2019 korban sempat dilaporkan oleh pacarnya, Ni Ketut S, dalam kasus penganiayaan. “Masalah yang dialami korban masih kita selidiki. Kemarin memang ada laporan karena pacarnya sampai ada lecet sedikit,“ katanya. Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Dewa Made Pramantara mengungkapkan, aksi percobaan bunuh diri sudah beberapa kali dilakukan korban. Sering kali aksi itu dilakukan karena ada permasalahan dengan pacarnya. Padahal antara korban dengan pacarnya sudah sampai diupacarai pihak keluarga. Yakni upacara pernikahan pada tahap mabiyakala sekitar setahun lalu. “Mabiyakala sudah lama, kurang lebih setahun lalu, tapi mereka pisah lagi,“ katanya. Iptu Dewa menegaskan, meski sudah melangsungkan upacara mabiyakala, tetapi antara korban dan pacarnya belum sah menikah secara administrasi. Diketahui, antara sajoli ini memang sering cekcok, hingga akhirnya berujung pada laporan penganiyaan yang dilayangkan Ni Ketut S. pada 20 Desember 2019. Namun laporan ini masih ditangani pihak kepolisian. (kmb35)

Perlu Kajian, Menata Trotoar di Ubud Gianyar (Bali Post) Rencana Pemkab Gianyar memperlebar trotoar di kawasan wisata Ubud, bisa menjadi salah satu solusi menangani pelanggaran parkir yang memicu kemacetan. Namun sebelum direalisasikan, dinilai perlu ada kajian terkait rencana tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Arta Ardhana Sukawati, saat ditemui beberapa waktu lalu. Bagi Panglingsir Puri Ubud yang akrab disapa Cok Ace ini, pemerintah memang harus segera mengambil sikap dalam menangani kemacetan di Ubud. Namun sebelum mengambil langkah jitu, dipandang perlu ada kajian khusus terkait rencana yang ingin direalisasikan. “Perlu ada kajian dengan ITB atau perguruan tinggi

lainnya. Apa yang terbaik menurut para ahli, maka itu kita pakai,“ katanya. Cok Ace menambahkan, melihat kondisi di Ubud saat ini, bila jalan diperlebar sudah pasti tidak mungkin. Namun terkait rencana memperlebar trotoar di Ubud, mungkin akan mengundang pro dan kontra di masyarakat. Yang namanya perubahan tidak akan bisa terhindarkan. “Apakah nanti menjadi satu jalur atau dua, pasti akan banyak pro kontra. Walau misal ada keberatan di masyarakat, ini satu perubahan yang tidak bisa dihindari,“ katanya. Diketahui, saat ini kemacetan kerap terjadi di Ubud. Selain karena padat kendaraan, kondisi juga terjadi akibat parkir liar. Di luar kawasan itu juga ada

sejumlah titik kemacetan di Ubud. Misalnya kemacetan di simpang Pengosekan bisa memanjang hingga Desa Lodtunduh, Ubud. Demikian pula kemacetan di Desa Peliatan, bisa merembet hingga ke Desa Mas, Ubud. Sebelumnya, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan ke depannya berencana membuat infrastruktur yang ramah pejalan kaki. Rencana tersebut karena melihat sejumlah jalur di Ubud yang memperihatinkan, khusus di depan Puri Saren Ubud. “Coba kalau lewat ke sana, pavingnya sudah pada rusak. Pavingnya nanti akan diganti dengan batu alam,” jelasnya. Politisi PDI-P asal Kecamatan Payangan ini juga menjelaskan, Ubud merupakan kawasan yang dikun-

jungai ribuan wisatawan setiap harinya, sehingga menjadi keharusan PemkabGianyar untuk merawat dan menata. Ia mengungkapkan, rencana trotoar yang ada di depan Puri Ubud ke timur sampai di Jaba Pura Dalem Puri akan diperlebar, sehingga ada akses nyaman untuk pejalan kaki. Tujuannya pun agar para wisatawan yang menikmati Ubud dapat leluasa sambil berjalan-jalan di jantung bumi seni tersebut. Sementara untuk langkah cepat, pihaknya mengharapkan sinergi dari aparat kepolisian dan gerak cepat dari petugas Dishub Gianyar untuk menertibkan parkir liar di seputaran kampung turis itu. “Ini juga tugas dari Bapak Kapolres yang baru agar Ubud tidak macet,“ tandasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan melintas di trotoar di kawasan Ubud.


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Upacara ’’Bumi Sudha’’

Mengharmonisasi Alam Semesta

MENJELANG pergantian tahun, Pulau Bali masih dalam suasana cuaca buruk. Hujan deras disertai angin kencang. Belakangan malah banyak menimbulkan dampak bencana alam. Mulai gelombang pasang yang berakibat abrasi, tanah longsor, banjir, pura terbakar, hingga penyakit bagi manusia. Mengantisipasi ancaman bencana alam lebih parah, maka setiap tahun selalu digelar upacara Bumi Sudha. Ritual itu guna memohon keselamatan alam beserta isinya. Upacara Bumi Sudha itu digelar bertepatan Tilem Sasih Kaenam, Kamis (26/12) kemarin. Upacara Bumi Sudha itu dipusatkan di Pura Watu Klotok, Klungkung. Warga percaya, upacara itu dapat menjaga keseimbangan alam beserta isinya. Selain itu juga sebagai langkah antisipasi terhadap kemurkaan alam yang ditandai makin banyaknya terjadi bencana alam. Upacara Bumi Sudha itu dilaksanakan tiap tahun. Pelaksanaan tahun ini di-puput Ida Pedanda Gede Made Rai Pidada dari Geria Sengguan. Upacara diawali mendak Ida Batara Tirta dari Pura Agung Besakih (Gunung) serta Ida Batara Tirta dari Pura Ulundanu Batur (Danau) di Madya Mandala Pura Watu Klotok. Selanjutnya, tirta pamarisudha dari ketiga pura ini dicampur menjadi satu dengan tirta pamarisudha di Pura Watu Klotok (Laut). Setelah tirta pamarisudha dicampur, kemudian tirta itu dibagikan kepada masing-masing bendesa se-Bali lengkap tirta penawar dan ajengan (nasi) tawur panukun jiwa. Setelah nantinya dibagikan kepada

krama oleh para bendesa, tirta pamarisudha itu dipercikkan untuk banten pengenteg hyang dan juga untuk diri sendiri. Tirta penawar dipercikkan untuk binatang dan tumbuhtumbuhan, terutama yang terkena penyakit atau virus dan ajengan tawur panukun jiwa ditebar di areal pekarangan rumah hingga ke pintu gerbang atau jaba pekarangan. Panitia Upacara Dewa Soma mengatakan, upacara ini awalnya tercetus dari hasil paruman sulinggih sebagai solusi mengantisipasi adanya bencana seperti tanah longsor, banjir, abrasi dan bencana lainnya yang diakibatkan perubahan cuaca. Sebab, para sulinggih berpandangan, alam juga harus diharmoniskan. Harmonisasi alam itu penting, agar tidak malah menimbulkan malapetaka kepada umat manusia. ‘’Upacara ini untuk membersihkan alam dan sebagai peneduh agar semua kembali ke titik nol,’’ jelas tokoh agama asal Desa Satra ini. Sesuai sastra agama (Rogha Sanghara Bhumi, Tutur Babad Dewa, Usadhaning Sarwa Sato), berbagai

kejadian bencana alam saat ini disimpulkan sebagai kadurmangalan jagat. Bencana itu harusnya disikapi dengan melaksanakan ritual pembersihan alam makro-mikro. Baik secara sekala maupun niskala yakni upacara Bumi Sudha. Secara sekala, umat harus selalu membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta pengendalian diri. Tidak berperilaku anarkis terhadap alam. Secara niskala, melaksanakan ritual Bumi Sudha di tiga lokasi. Yakni Gunung (Besakih), Danau (Batur), Laut (Klotok). Budayawan ini menegaskan, ritual ini dilaksanakan pada tilem kaenam. Sebab, dalam perhitungan astronomi Hindu di Bali, sasih kaenam adalah sasih ganjih. Artinya, sasih rentan atau sasih disharmoni. Sehingga wabah penyakit maupun bencana terjadi dalam kurun waktu sasih ini hingga sasih kasanga. ‘’Jika ritual ini dilaksanakan dengan landasan sikap mental yang baik, maka dipercaya akan memberikan kontribusi yang baik terhadap alam beserta isinya,’’ katanya. (gik)

BPK Dorong Pemkab Wujudkan Wajar 12 Tahun Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wakil Ketua DPRD Klungkung Tjokorda Gede Agung menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali Semester II Tahun 2019. BPK masih menemukan adanya kelemahan yang perlu menjadi perhatian agar segera ditindaklanjuti. Di antaranya Pemkab Klungkung belum sepenuhnya menjalankan siklus penjaminan mutu pendidikan. Khususnya mewujudkan terselenggaranya Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun. LHP diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali Haryoso Sulisyanto di Aula Gedung BPK Provinsi Bali, belum lama ini. Haryoso Sulisyanto mengatakan, BPK senantiasa ingin adanya peningkatan tata kelola keuangan yang baik melalui pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja maupun pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Untuk Kabupaten Klungkung,

BPK masih menemukan adanya kelemahan yang perlu menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti. Di antaranya, belum sepenuhnya menjalankan siklus penjaminan mutu pendidikan berdasarkan data dan informasi yang tervalidasi. Selain itu, Pemkab Klungkung belum sepenuhnya memanfaatkan hasil penilaian dalam implementasi Kurikulum 2013. Demi efektifnya hasil pemeriksaan BPK, pihaknya mengharapkan agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti rekomendasi BPK selambatlambatnya 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima. ‘’Hasil pemeriksaan ini semoga dapat memberikan dorongan dan motivasi memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan APBD,’’ tegasnya. Dengan hasil pemeriksaan ini, Bupati Suwirta mengakui untuk menuju Wajib Belajar 12 Tahun, Kabupaten Klungkung masih 7,8 persen. Angka ini diakui masih jauh. Na-

mun, angka lama sekolah seharusnya tidak dilihat hanya dari masa sekarang. Tetapi juga akumulasi dari penduduk usia tua, dan juga banyak penduduk yang sudah berpendidikan tinggi. Bahkan, malah merantau berpindah ke daerah lain. Menurutnya, yang terpenting sekarang secara fakta, Pemkab Klungkung sudah mampu memberikan jaminan kepada masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan. Pemkab Klungkung pun telah benar-benar melaksanakan program pendidikan sesuai yang dibutuhkan masyarakat. ‘’Semua yang kita perbuat selama ini sudah sesuai kebutuhan masyarakat di Klungkung,’’ ujar Bupati Suwirta. Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap akan mengikuti seluruh petunjuk yang direkomendasikan BPK. Guna segera menyelesaikannya dalam waktu 60 hari, sehingga pelaksanaan APBD semakin dapat dipertanggungjawabkan. (gik)

DIEVAKUASI - Mobil Xenia silver nopol DK 1845 WE usai dievakuasi di sekitar jalan raya Penasan, Banjarangkan, Kamis (26/12) kemarin.

Sopir Ngantuk, Mobil Terperosok ke Sungai

Semarapura (Bali Post) Sebuah mobil Xenia silver DK 1845 WE ditemukan terperosok ke sungai di sekitar Jalan Raya Penasan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (26/12) dini hari. Mobil tersebut diduga terperosok lantaran sopirnya mengantuk saat pulang dari sembahyang di Pura Besakih, Karangasem. Beruntung seluruh penumpang selamat dari maut, akibat kecelakaan itu. Kecelakaan ini sontak menyedot perhatian warga sekitar. Ketika sudah pagi, di sekitar mobil itu sudah dipenuhi warga yang penasaran, kenapa kecelakaan itu bisa terjadi. Hingga mobil itu terperosok ke sungai sedalam empat meter dari jalan raya. Guna mengevakuasi mobil itu, akhirnya datang sejumlah polisi agar

arus lalu lintas di wilayah setempat kembali normal. Mobil itu lantas diderek untuk mengangkatnya keluar dari sungai dan kembali ke jalan raya. Salah satu saksi, I Gusti Ngurah Suarjana, menjelaskan kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, kata Gusti Suarjana yang dikenal dengan panggilan Doblet, pengendara mobil Xenia yang datang dari sembahyang di Pura Besakih. Saat itu rombongan asal Abiansemal, Badung itu memilih jalur jalan raya Desa Nyanglan. Mereka pulang beriringan, di mana Suarjana berada di depan. Saat tiba di depan Museum Gunarsa, Dusun Banda, Desa Takmung, Suarjana menghentikan laju kendaraannya. Sebab, rekannya lama tak muncul-muncul

dari belakang. ‘’Saya menunggu lama di depan. Setelah dihubungi, dia bilang terperosok. Akhirnya kami balik untuk memberikan pertolongan. Sopirnya saat itu mengantuk,’’ ungkap Suarjana, yang juga anggota kepolisian ini. Beruntung kejadian itu tidak sampai menyebabkan korban jiwa, cedera serius, baik pengemudi maupun lima penumpangnya. Mobil itu memuat lima orang penumpang yang semuanya perempuan. Hanya pengemudinya laki-laki. Mereka sempat dilarikan ke RSUD Klungkung. Beruntung kejadian itu tidak menyebabkan penumpang atau pengemudinya cedera parah, sehingga mereka diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. (kmb31)

UPACARA BUMI SUDHA - Para pemangku saat melayani umat di Pura Watu Klotok, Klungkung, serangkaian upacara Bumi Sudha.


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Dibersihkan Material Longsoran di Biaslantang Amlapura (Bali Post) Arus lalu lintas di Jjalan raya kawasan wisata Amed, Desa Purwa Kerti, Kecamatan Abang, Karangasem, sempat terganggu lantaran tumpukan material akibat senderan Pura Manik Mas longsor, Rabu (25/12) lalu. Senderan setinggi 5 meter dengan panjang 27 meter tersebut longsor akibat hujan deras mengguyur wilayah Dusun Biaslantang Kelod. Supaya tidak mengganggu, petugas BPBD Karangasem pun membersihkan material tersebut, Kamis (26/12) kemarin. Bendesa Adat Tukad Besi Wayan Sukana mengatakan, senderan tersebut ambrol lantaran tidak kuat menahan beban. Pasalnya, air hujan cukup deras, sehingga tak kuat menahan beban senderan dan akhirnya amblas. Selain itu, konstruksi senderan terlalu tegak lurus sehingga potensi ambrol sangat tinggi. ‘’Saya tahu senderan amblas pas tiba di rumah. Saya diberi tahu warga bahwa senderan pura longsor. Saya pikir ada korban jiwa, tetapi beruntung tidak ada korban. Sebelum senderan amblas, memang di wilayah Abang hujan deras,’’ jelasnya. Sementara itu, Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, karena material longsoran banyak bebatuan dan besi-besi, sehingga tidak bisa melakukan pembersihan secara manual. Makanya proses pembersihan itu menggunakan alat berat. ‘’Longsoran ini sempat mengganggu arus lalu lintas, tetapi sekarang sudah kembali normal,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DIBERSIHKAN - Satu unit alat berat BPBD Karangasem dikerahkan untuk membersihkan material longsoran di Dusun Biaslantang Kelod.

Jalan Bukit Sabuh-Yeh Kori Rusak Berat Amlapura (Bali Post) Kondisi jalan di Banjar Dinas Bukit Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat yang menghubungkan Banjar Dinas Yeh Kori kini sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang 1,5 kilometer itu mengalami rusak berat dan hanya menyisakan tanah dan bebatuan. Kondisi ini membuat warga di masing-masing banjar kesulitan mendistribusikan hasil perkebunannya.

Bali Post/kmb41

RUSAK - Ruas jalan di Banjar Dinas Bukit Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat yang menghubungkan Banjar Dinas Yeh Kori mengalami rusak berat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, untuk melewati ruas jalan Tukad Sabuh menuju Banjar Dinas Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, warga mesti sangat berhati-hati. Sebab, mengendarai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tak jarang sampai mengalami kecelakaan. Hal itu disebabkan banyak lubang besar dan

munculnya bebatuan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan karena bisa memicu kecelakaan. Warga setempat, I Wayan Kota, mengaku untuk dapat melewati jalan tersebut harus ekstrahati-hati. Sebab, kondisi jalan di sana tidak rata alias bergelombang. Kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama. ‘’Jalur

ini sejak tahun 1991 memang tidak pernah mendapat pengaspalan. Padahal, jalan ini merupakan akses masyarakat Yeh Kori untuk lebih dekat menuju ke Kecamatan Selat,’’ ucapnya. Kota menambahkan, sampai saat ini belum ada tandatanda untuk mendapatkan perbaikan. Atas kondisi ini, pihaknya sangat berharap

kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk memperhatikan kondisi jalan tersebut. ‘’Jalan ini merupakan akses perekonomian yang sebagian besar warga sebagai petani,’’ harapnya. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut Prama Budarta saat dikonfirmasi, Kamis (26/12) kemarin, mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan lebih dulu. Apakah itu merupakan jalan kabupaten atau desa, nanti ditindaklanjuti. ‘’Kami cek dulu untuk memastikan itu jalan kabupaten atau desa,’’ ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post) Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Karangasem cukup banyak. Bahkan, sebagian dari mereka sudah mampu memasarkan hasil produknya masuk ritel atau toko-toko modern. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM Karangasem meminta para pengusaha mampu menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Bahkan, kalau memungkinkan kualitas lebih ditingkatkan lagi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem I Nengah Toya menjelaskan, untuk saat

ini pihaknya tengah merangkul perusahaan toko berjejaring nasional agar mau memasarkan produk UKM yang dihasilkan pengusaha di Karangasem. Pasalnya, hasil produski yang dihasilkan kualitasnya tidak kalah saing dengan produk luar Bali. ‘’Itu kami lakukan supaya hasil produksi yang dihasilkan bisa ditawarkan lewat toko modern agar bisa bersaing. Kualitas produk harus ditingkatkan lagi,’’ ujarnya. Toya mencontohkan, Karangasem dikenal dengan penghasil salak. Kata dia, lewat tangan-

tangan kreatif, maka salak ini bisa diolah menjadi berbagai olahan. Mulai dari permen, cemilan dan yang lainnya. Jadi, ini harus terus dikembangkan supaya hasil produksi ini bisa dipajang di toko-toko modern. Salah satu pelaku usaha gula aren, Komang Arnawa, mengungkapkan kalau kelemahan pelaku UKM dalam memasarkan produknya adalah masalah izin. Rencanyanya, pihaknya bersama pelaku usaha lain di Karangasem akan membentuk komunitas UKM Karangasem.(kmb41)

Pelaku UKM Diminta Giliran Sukerana Ambil Formulir Pendaftaran Tingkatkan Kualitas Produk Pilkada 2020

Amlapura (Bali Post) Setelah sebelumnya Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, kini giliran I Made Sukerana didampingi istri tercinta Ni Ketut Sumawati dan sejumlah kader Partai Golkar mengambil formulir pendaftaran di DPD Partai Golkar. Usai mengambil formulir pendaftaran, Sukerana mengaku dirinya ikut berpartisipasi dalam pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ini karena berbagai pertimbangan. Selain karena sebagai kader Partai Golkar, pihaknya juga sudah mendapatkan izin atau restu dari DPP untuk ikut mengambil formulir tersebut. ‘’Saya sudah lama sebagai kader Golkar. Jadi memiliki rasa tanggung jawab supaya gaung Partai Golkar di Karangasem kembali mencuat. Sebab, partai besar seperti Golkar pasti gaungnya besar bila ada hajatan politik seke-

las pilkada. Terlebih sebelumnya sudah ada dua tokoh yang mengambil formulir,’’ ucapnya. Sukerana menjelaskan, ia mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati. Kendati nantinya dirinya tidak dipilih untuk maju, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Sebab, semua keputusan ada pada DPP. ‘’Kalau dipilih saya siap ditandemkan dengan siapa saja. Begitu juga sebaliknya. Kalau tidak ditunjuk, saya siap menerima keputusan itu dengan legowo. Saya siap sepenuhnya mendukung siapa pun nanti di tunjuk DPP,’’ ucap Sukerana. DPP Demisioner Partai Golkar Dewa Made Widiasa Nida menjelaskan kalau Sukerana merupakan kader terbaik yang dimiliki Partai Golkar. Tetapi, untuk memastikan siapa kader yang ditunjuk, semua keputusannya ada di DPP. ‘’Kami minta, siapa pun nantinya ditunjuk harus siap. Bagi yang belum,

FORMULIR - I Made Sukerana didampingi istri Ni Ketut Sumawati beserta sejumlah kader Partai Golkar saat mengambil formulir pendaftaran di DPD Partai Golkar, Kamis (26/12) kemarin. harus menerima keputusan itu,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Pembentukan Tim Pilkada I Wayan Sekep Ariana Munasabat menjelaskan, sampai sejauh ini baru ada tiga orang yang mengambil formulir

pendaftaran. Dua karder Golkar dan satu di luar kader partai. ‘’Besok (hari ini - red), rencananya ada kader Golkar I Nengah Sumardi yang mengambil formulir. Untuk jamnya kurang tahu,’’ ucapnya. (kmb41)

BPBD Pasang Spanduk Larangan Mendaki Gunung Agung

Bali Post/kmb41

SPANDUK - Pihak BPBD Karangasem saat memasang sejumlah spanduk larangan untuk mendaki Gunung Agung di sejumlah titik strategis di Karangasem.

Amlapura (Bali Pos) Berbagai upaya terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem untuk menyadarkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung. Apalagi, aktivitas Gunung Agung sekarang ini masih level III (Siaga). Guna memberikan edukasi kepada masyarakat, pihak BPBD memasang sejumlah spanduk larangan untuk mendaki Gunung Agung. Pemasangan spanduk itu dilakukan di sejumlah titik strategis di Karanagsem. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kamis (26/12) kemarin mengatakan, pemasangan spanduk larangan ini untuk menyadarkan masyarakat agar mau mematuhi aturan dari PVMBG yang melarang warga melakukan aktivitas di radius bahaya 4 kilometer. Pasalnya, selama ini masih cukup banyak warga lokal maupun wisatawan asing se-

cara diam-diam nekat naik ke puncak Gunung Agung. Arimbawa menambahkan, pemasangan spanduk ini mulai dilakukan dari Desa Jungutan yakni di Banjar Dinas Yeh Kori, Untalan dan Galih. Selain itu, pihaknya juga memasangnya di Desa Besakih di Banjar Dinas Temukus dan Banjar Dinas Besakih Kangin. ‘’Langkah ini kami lakukan agar masyarakat sadar bahwa tidak boleh naik ke puncak Gunung Agung. Meski sudah kami informasikan lewat medsos, tapi tetap saja masih ada warga yang nekat naik,’’ ucap Arimbawa. Meski demikian, pihaknya tidak akan patah arang untuk menyadarkan masyarakat bila mendaki ke puncak Gunung Agung tersebut sangat berisiko. Bisa membahayakan, baik diri sendiri maupun pada orang lain. ‘’Kami juga memasang spanduk larangan itu di wilayah Pasar Agung Jungutan, Pasar Agung Selat, Pucang, Dukuh Kubu,’’ imbuh Arimbawa. (kmb41)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Beringin Tumbang Ganggu Aktivitas Warga

Bangli (Bali Post) -

Sebuah pohon beringin berdiameter cukup besar di Dusun Buungan, Desa Tiga, Susut tumbang, Kamis (26/12) pagi kemarin. Kejadian itu menyebabkan aktivitas warga tergganggu lantaran batang pohon yang tumbang menimpa badan jalan. Peristiwa pohon beringin tumbang itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Batang beringin berdiameter sekitar 60 cm itu tumbang ke jalan melingkar, sehingga hal itu menghalangi akses warga menuju ke lahan pertanian maupun permukiman. ‘’Aktivitas warga menjadi terganggu karena ruas jalan merupakan jalan melingkar yang dimanfaatkan warga mengangkut hasil pertanian ataupun mengolah lahan pertanian,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa. Penyebab tumbangnya pohon beringin, menurut

Agus, disebabkan pengaruh cuaca. Sehari sebelum kejadian wilayah Dusun Buungan sempat diguyur hujan lebat pada sore harinya. Di samping itu, penyebab lain juga dikarenakan usia pohon yang sudah tua dan lapuk. Tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari bencana pohon tumbang tersebut. Penanganan sudah dilakukan petugas BPBD Bangli sejam setelah peristiwa dilaporkan warga. ‘’Penanganan sudah dilakukan petugas didahului proses upacara oleh warga sekitar,’’ pungkasnya. (kmb40)

TUMBANG - Batang pohon beringin yang tumbang menimpa jalan lingkar di Dusun Buungan, Desa Tiga, Susut, Kamis (26/12) pagi kemarin.

Di Pura Ulun Danu Batur Digelar ’’Bumi Sudha’’ Ritual ”Nangkluk Merana” di Catus Pata

BUMI SUDHA - Umat secara khusyuk mengikuti Upacara Bumi Sudha di Pura Ulun Danu Batur. BERTEPATAN rahinan Tilem Sasih Kaenem dilangsungkan upaca Bumi Sudha di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani. Upacara itu rutin digelar setiap tahun sekali. Pada hari yang sama juga dilaksanakan upacara Nangluk Merana di Catus Pata Bangli, Kamis (26/12) kemarin. Tujuan diadakannya upacara itu guna memohon keselamatan semua makhluk hidup saat datangnya musim peralihan atau yang dikenal musim pancaroba. Prajuru Desa Adat Ba-

tur Guru Wayan Asta mengatakan, upacara Bumi Sudha di Pura Ulun Danu Batur itu dilaksanakan di areal utama mandala. Tujuan upacara itu adalah memohon keselamatan pada musim pancaroba ini. “Pada musim peralihan ini biasanya ada banjir, banyak orang sakit. Melalui upacara ini kami memohon supaya tidak ada bencana yang terjadi. Semoga semua diberikan keselamatan,” harapnya. Dikatakannya, upacara Sudha Bumi diselenggarakan Pemprov Bali. Sedangkan

krama adat Batur sebagai pelaksananya saja. Selain di Pura Ulun Danu Batur, upacara Bumi Sudha juga dilaksanakan di Pura Besakih pada waktu yang bersamaan. Tirta dari dua pura khayangan jagat itu selanjutnya dibawa ke Klotok, Klungkung untuk dibagikan kepada seluruh umat yang menggelar upacara parisudha bumi di Klotok. Nangluk Merana Upacara Nangluk Merana di Catus Pata Bangli dihadiri sejumlah pejabat pemerintah-

an, di antaranya Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Bangli Wayan Diar, Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra, dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Sedana Arta mengatakan musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke penghujan umumnya identik dengan penyakit dan halhal negatif lainnya. Banyak orang mudah sakit dan emosi dengan keadaan cuaca yang berubah-ubah, karena pengaruh energi negatif antara makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (manusia) yang saling memengaruhi. Oleh karenanya, melalui bhakti Nangluk Merana ini diharapkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan keselamatan kepada semua makhluk dan dijauhkan dari energi negatif. “Melalui bhakti ini, tentu kita mendoakan agar alam semesta beserta isinya selalu diberikan perlindungan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” harapnya. Kabag Kesra Setda Kabupaten Bangli Jro Penyarikan Widata menambahkan, rangkaian upacara Nangluk Merana itu diawali panglukatan, macaru, dan ngayabang bhakti. Pada puncak upacara dilaksanakan persembahyangan bersama yang di-puput Ida Pedanda Made Manggis dari Geria Gaga, Tamanbali, Bangli. Upacara nangluk merana juga diiringi tari Rejang dan Pendet. (ina)

Tugas PPDP Tak Hanya Coklit Juga Mendata Warga Meninggal Bangli (Bali Post) – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan diterjunkan KPU Bangli ke desa-desa nantinya tidak saja ditugaskan melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) terhadap data pemilih. Mereka juga akan diberi tugas tambahan mendata warga yang belum ber-KTP elektornik dan warga yang sudah meninggal namun masih tercatat dalam data pemilih. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan hal itu seusai acara sosialisasi tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Bangli 2020 yang diadakan KPU Bangli di Gedung Sasana Bhayangkari Polres Bangli, Kamis (26/12) kemarin. Data pemilih itu, kata Pujawan, merupakan salah satu tonggak keberhasilan pemilu. Pengalaman selama ini, data pemilih masih banyak yang bermasalah. Ada warga yang seharusnya terdaftar dalam

data pemilih, namun belum terdaftar. Di sisi lain, ada warga yang sudah meninggal namun namanya terus muncul dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karenanya, saat proses coklit nanti pihaknya akan berupaya menyusun DPT yang benar-benar bersih sebagaimana target KPU-RI. ‘’Saat PPDP melaksanakan coklit, mereka tidak saja mendata pemilih dan menempelkan stiker data pemilih di rumah warga. Namun juga mendata warga yang belum ber-KTP elektrotik. Selain itu, juga mendata warga yang sudah meninggal untuk kemudian ditabulasi. Selanjutnya diserahkan ke Disdukcapil guna dibuatkan surat keterangan kematian secara kolektif,’’ jelasnya. Proses coklit nantinya akan dilaksanakan setelah daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) diturunkan dari Kemendagri dan disinkronkan dengan DPT

Pemilu terakhir oleh KPU-RI. Dalam sosialisasi kemarin, KPU Bangli juga meminta seluruh partai politik dan tokoh masyarakat yang hadir agar ikut bersama-sama mencermati data pemilih. Dengan demikian diharapkan pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat Pilkada 2020 bisa maksimal. Sementara dalam sosialisasi kemarin yang menghadirkan seluruh perwakilan parpol, tokoh masyarakat, TNI/Polri dan instansi terkait lainnya, KPU banyak memaparkan tahapan beserta jadwal Pilkada 2020. Disampaikan tahapan Pilkada Bangli sudah dimulai 1 November lalu dengan penandatanganan NPHD. Penetapan paslon akan dilaksanakan 8 Juli 2020. Dilanjutkan masa kampanye 11 Juli - 19 September. Sesuai jadwal, tahap pemungutan suara dilaksanakan 23 September 2020. (kmb40)

Surat Imbauan Tak Direspons Pedagang Disperindag Layangkan Peringatan DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli berencana melayangkan peringatan terhadap para pedagang di Pasar Loka Çrana, lokasinya dekat Pasar Kidul di Kecamatan Bangli selama ini jarang/ tak kunjung memanfaatkan kiosnya. Peringatan itu diberikan lantaran surat imbauan yang telah dikirimkan sejak pertengahan Desember lalu tak direspons pedagang. Lalu, apa kira-kira penyebab kios-kios atau selasar yang ada di lantai dua Pasar Loka Çrana itu banyak yang tutup, padahal pedagang bukan saja sudah mengantongi izin, bahkan sudah menerima kunci dari pihak Disperindag? Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kabupaten Bangli, I Wayan Gunawan, Kamis (26/12) kemarin mengungkapkan, untuk mengoptimalkan keberadaan Pasar Loka Çrana yang di lantai satu diisi tempat parkir tersebut. Untuk itu pihaknya melalui petugas pasar telah menyurati 85 pedagang yang selama ini jarang/ tak kunjung memanfaatkan fasilitas kios yang diberikan pemerintah. Sebagian surat ada diberikan langsung ke pedagangnya. Namun sebagian lagi diberikan dengan cara ditempel pada pintu kios yang tutup itu. “Dalam surat itu kami sampaikan agar teman-teman pedagang yang tidak jualan atau jarang jualan, kalau memang tidak mau jualan lagi, kami mohon agar menghadap atau melapor ke Disperindag. Sehingga fasilitas itu kami bisa berikan pedagang lain yang membutuhkan. Tetapi sampai

detik ini belum ada satupun pedagang yang datang kepada kami,” jelasnya. Karena nihil respons, Gunawan berencana setelah tahun baru nanti pihaknya memberikan surat peringatan pertama kepada pedagang-pedagang tersebut. Kalau masih saja tidak ada respons, maka pihaknya akan melayangkan peringatan kedua. “Kami tetap berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargan. Karena mereka itu teman-teman kita. Sedapat mungkin kami melakukan upaya persuasif. Apa sih yang sebenarnya jadi masalahnya,” ujarnya. Menurutnya, jika memang pedagang itu masih ada keinginan jualan di Pasar Loka Çrana, maka pihaknya tentu memberikan kesempatan tersebut. Namun kalau sebaliknya, maka ia akan memprosesnya. Fasilitas kios yang sudah tidak

KIOS TUTUP - Sejumlah kios di Pasar Loka Çrana yang tutup.

ditempati itu akan ditarik dan dialihkan penggunaannya ke pedagang lain yang lebih membutuhkan. Diungkapkan Gunawan, saat ini cukup banyak pedagang yang antre agar bisa memanfaatkan fasilitas kios di pasar tersebut. Sebelumnya sempat diberitakan, Pasar Loka Çrana yang sudah mulai dioperasikan Pemkab Bangli sejak Agustus lalu cukup sepi. Kios yang disediakan bagi pedagang kain, sandal, dan kuliner di pasar tersebut belum semuanya ditempati pedagang. Jumlah kios yang tutup lumayan banyak. Mencapai belasan bahkan puluhan kios. Selain kios yang diperuntukan bagi pedagang kain dan sandal. Kios juga diperuntukan kepada kerajinan dan kuliner di sisi barat. Sedangkan di isi utara pasar juga demikian. Karena lama

tak ditempati, kondisi depan kios itu terlihat kotor dan berdebu. Sepinya pengunjung diduga menjadi penyebab banyaknya pedagang memilih belum membuka kiosnya, meski sudah mengantongi kunci dari Disperindag. Bagi sejumlah pedagang lainnya, tutupnya kios-kios itu cukup berpengaruh terhadap minat pengunjung datang ke Pasar Loka Çrana. Karena banyak kios tutup, minat pengunjung ke Pasar tersebut menjadi sangat minim. Otomatis pedagang yang berjualan jadi sepi pembeli. Apalagi kios yang sering tutup itu lokasinya berada di depan dan tengah pasar. “Kalau cuma segini pedagangnya yang jualan, males jadinya orang-orang belanja ke sini,” ujar salah seorang pedagang pakaian yang enggan disebutkan namanya. (ina)

SOSIALISASI - Acara sosialisasi tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangli 2020 yang diadakan KPU Bangli di Gedung Sasana Bhayangkari Polres Bangli, Kamis (26/12) kemarin.


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Pemakai Narkoba Ditangkap Singaraja (Bali Post) Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng menangkap tersangka pemakai narkoba, Senin (23/12) lalu. Tersangka itu adalah Made Setiawan (40) asal Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng. Dari penangkapan ini polisi menyita barang bukti sabu-sabu dengan berat total 10,14 gram. Barang bukti ini merupakan jumlah yang paling besar dari sekian banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap kepolisian di Bali Utara. Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa didampingi Kasat Narkoba AKP Made Derawi, Kamis (26/12) kemarin, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi masyarakat yang menyebutkan ada transaksi narkoba. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, benar terjadi transkasi penjualan sabusabu di pinggir jalan raya Desa Anturan, Kecamatan

Buleleng, persisnya di Gang Bima Banjar Dinas Pasar. Polisi langsung membekuk tersangka Setiawan tanpa perlawanan. Saat digeledah, polisi menemukan dua paket sabu-sabu dengan berat masing-masing 4,91 dan 5,07 gram. Narkoba tersebut titipan pengedar yang akan diambil oleh tersangka. Saat diperiksa, tersangka mengakui kalau dua paket sabusabu itu adalah pesanannya. “Kita lidik setelah ada informasi masyarakat dan di TKP ditemukan dua paket sabu-sabu yang akan diambil oleh tersangka. Barang bukti ini yang terbesar dari kasus sama yang pernah kita ungkap,” katanya. Pascapenangkapan ini, polisi masih mengembangkan kasus ini. Pasalnya, polisi sudah mengantongi identitas yang disebut-sebut pengedar yang biasa memasok narkoba untuk wilayah Kota Singaraja. Diduga tersangka ini mendapatkan sabu-sabu dari pengedar dari jaringan Kota Singaraja. Tak hanya itu, dari

pemeriksaan yang dilakukan terungkap kalau tersangka ini adalah mantan oknum anggota Polri. Keanggotaannya sudah diberhentikan beberapa tahun lalu akibat melanggar disiplin anggota. “Untuk sementara yang bersangkutan hanya memakai, namun informasi siapa pengedar sudah ada identitasnya, dan kami masih bekerja untuk menangkap pengedar dan yang jelas ini jaringan Kota Singaraja,” katanya. Sementara itu, tersangka Setiawan mengaku menggunakan narkoba secara isengiseng kemudian ketagihan. Awalnya mulai tahun 2018 sampai sekarang dirinya memakai sabu-sabu dengan cara membeli dari seseorang yang tidak dikenalnya. Meski sudah setahun memakai narkoba, namun dia membantah kalau menjalankan bisnis penjualan sabu-sabu. Dia mengakui dua paket sabu-sabu itu rencananya akan dipakai merayakan malam Tahun Baru 2020. (kmb38)

Bobol Rumah Kerabat Demin Ditangkap Polisi Singaraja (Bali Post) Nekat membobol rumah kerabatnya, Gede Wid alias Demin (45) ditangkap Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Dia ditangkap setelah mencuri uang dan emas milik kerabatnya, Putu Feriyawan, warga Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng. Pelaku beraksi saat rumah korban kosong karena ditinggal sibuk bekerja ke luar daerah. Kapolsek Kota Singaraja Kompol Gusti Ngurah Yudistira, Kamis (26/12) kemarin mengatakan, tersangka ditangkap setelah korban yang sehari-hari bekerja di salah satu bank melapor kehilangan uang dan emas pada 10 Desember 2019 yang lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Bahkan polisi membuka rekaman CCTV yang terpa-

!!!2Karyawati, 2Checker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU) B.BP.004.12.19.0000658

“Dcr 2 Sales,2 Opration untuk travel Hub.0361-235700 B.BP.803.12.19.0000646

Lowongan Kerja Manager Villa, Pria/Wanita maks 40 thn, S1, min pengalaman 3 thn, lokasi bekerja di Bali, kirim CV andree.radian@gmail.com B.BP.031.12.19.0000653

sang di rumah korban. Dari penyelidikan itu terungkap, pencurian ini dilakukan oleh tersangka. Dengan bukti cukup itu, polisi membekuk tersangka tanpa perlawanan di rumahnya. “Kita tangkap yang bersangkutan setelah kami dapatkan bukti cukup termasuk rekaman CCTV yang mengarah kalau pelaku ini mencuri uang dan emas milik korban dengan kerugian hingga Rp 55 juta,” katanya. Menurut Yudistira, jejak tersangka saat beraksi nyaris tidak ditemukan di lokasi kejadian. Bahkan korban sendiri pada awalnya tidak curiga kalau tersangka telah mengambil barangbarang berharga miliknya. Ini karena tersangka yang dekat dengan korban dan mengetahui korban menaruh kunci rumah korban. Kunci tersebut kemudian dicuri, sehingga dengan leluasa korban

masuk ke dalma rumah untuk mengambil uang dan emas milik korban. Tersangka beraksi mulai November 2019, saat kondisi rumah kosong tersangka langsung beraksi dan barang yang diambil dicicil. “Kunci rumah sudah dicuri sebelumnya karena dia (tersangka-red) sudah tahu dimana korban menyimpan kunci rumahnya. Ketika situasi rumah kosong, pelaku ini beraksi dan karena tidak ada kerusakan tidak ada jejak pelaku, dan beruntung rekaman CCTV itu mengungkap kejahatannya,” jelasnya. Yudistira menambahkan, dari hasil penyelidikan, barang curian itu semuanya dijual dan uangnya kemudian digunakan untuk bersenang-senang. Sebelum dijual tersangka menyembunyikan barang milik korban. Ketika situasi aman, tersangka menjual emas milik korban. (kmb38)

Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang,berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur(Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri,penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655

Dicari Sales,Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta.9 jam kerja fasilitas Kos.Hub/WA: Putri 082144355655

B.BP.001.12.19.0000513

Dcr PRT Wnt tgl dlm Gj 2 Jt serius kerja,Telp 087734684240

B.BP.004.12.19.0000649

Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445

B.BP.001.12.19.0000547

Dicari tamatan STM sederajat, Gaji+BonusTlp/WA:081237866656

B.BP.004.12.19.0000659

LOKER

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS

B.BP.001.12.19.0000514

DICARI MOBIL

Dicari: Lexus Rx 270. Warna Hitam, Tahun 2014. Hub : 082247750598.

B.BP.031.12.19.0000654

PROPERTY DIJUAL TANAH

1A&1,25A SHM bs kredit Sempidi Abianbase Gatsu.085937089333

B.BP.001.12.19.0000626

SIDAK Komisi I DPRD melakukan sidak pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Buleleng, Kamis (26/12) kemarin.

Bali Post/km38

Dewan Sidak Disdukcapil

Ditemukan Antrean Panjang Pelayanan Administrasi Kependudukan

Singaraja (Bali Post) -

Menyusul adanya pengaduan dari sejumlah warga, terkait pelayanan administrasi kependudukan, Kamis (26/12) kemarin Komisi I DPRD Buleleng melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Dari sidak ini dewan ingin mengetahui situasi pelayanan administrasi kependudukan. Hasilnya, antrean warga yang mengurus administrasi kependudukan masih diwarnai antrean panjang. Rombongan dewan dipimpin Ketua Komisi I Gede Ody Busana bersama sejumlah anggotanya. Sebelum mendapatkan penjelasan, rombongan dewan menemui warga yang antre. Beberapa saat setelah berdialog dengan warga, rombongan dewan kemudian menggelar pertemuan bersama Sekretaris Disdukcapil Buleleng Dewa Ketut Mudita. Gede Ody Busana mengatakan, meskipun Disdukcapil telah melaksanakan berbagai program layanan administrasi kependudukan, namun dirinya masih menemukan antrean panjang. Bahkan banyak warga dari pelosok desa tidak bekerja karena harus datang ke kota

untuk mengurus administrasi kependudukan. Bahkan karena banyaknya antrean, waktu pelayanan pun tidak mencukupi, sehingga warga terpaksa kembali balik ke desa dan harus kembali keesokan harinya. “Antrean panjang masih terjadi dan saya amati sampai sore hari ini masih banyak warga yang antre, dan ini karena banyaknya permohonan sehingga waktu pelayanan pun tidak cukup,” katanya. Atas kondisi ini, politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan agar Disdukcapil meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk menghindari kesulitan warga, dia mengusulkan dilakukan pelayanan administrasi kependudukan

PROPERTY

PENGUMUMAN

DIJUAL TANAH

Djl Tnh 2A Tk.Unda Renon 1M/A Hub:08123928624 / 0811387484 B.BP.001.12.19.0000521

Tnh3,5ATk.BadungRenon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712 B.BP.001.10.19.0000440

PROPERTY DIJUAL RUMAH

DijualRumahMurahTegalbadeng Jembrana DP 10% Krd 0.83% Hub: 081338183031 / 081805374433 B.BP.004.11.19.0000742

BIRO JASA

Siap bantu nyusun Lap. Pajak PPH(bln/thn) By.Murah. WA:085931263189

B.BP.004.12.19.0000650

secara online. Dengan pelayanan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, warga terutama yang dari desa tidak harus meluangkan waktu sampai berhari-hari pada saat mengurus administrasi kependudukan yang diwajibkan pemerintah. “Program layanan memang sudah banyak dan antrean masih saja terjadi, sehingga perlu ada terobosan layanan dengan memafaatkan kecanggihan teknologi seperti sekarang,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Dewa Ketut Mudita mengatakan, antrean warga yang mengurus administrasi kependudukan terjadi pada hari-hari tertentu. Selama ini pelayanan men-

gutamakan masyarakat yang datang langsung mengurus administrasi kependudukannya. Selain itu, pihaknya memprioritaskan pelayanan terhadap warga penyandang disabilitas atau permohonan yang dikuasakan kepada orang lain karena kondisi sakit atau sedang berada pada situasi tertentu lain. Setelah memberikan pelayanan kepada masyarakat langsung dan yang dikuasakan itu, pihkanya baru memberikan kesempatan untuk melayani pengurusan administrasi kependudukan oleh pihak ketiga (biro jasa). Namun pelayanan ini tergantung dari nomor antrean yang masih tersisa. Kalau tidak ada sisa, maka pelayanan oleh biro jasa itu ditunda. Di sisi lain pihaknya sering menerima pengaduan kalau mengurus administrasi kependudukan itu menghabiskan biaya mahal karena dibantu oleh biro jasa itu sendiri. (kmb38)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

Pilkada

Sembilan Tokoh Daftar ke Golkar Demokrat Pastikan Usung Tamba

Negara (Bali Post) – Sembilan orang yang mengambil formulir di DPD Partai Golkar Jembrana, kesemuanya telah mengembalikan formulir, baik untuk calon bupati maupun calon wakil bupati. Sembilan orang ini, tiga di antaranya merupakan kader Golkar Jembrana yakni I Made Suardana, I Wayan Suardika dan I Ketut Widastra. Ketiganya ikut mengincar rekomendasi bersaing dengan enam orang lainnya dari luar Golkar. Sementara itu, DPC Partai Demokrat (PD) Jembrana sepakat mengusung I Nengah Tamba yang juga ikut mendaftar di Golkar. Dua partai ini merupakan bagian dari koalisi tujuh partai politik, yakni Koalisi Jembrana Maju. PLt. Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana menyebutkan hingga penutupan pendaftaran balon kepala daerah di Golkar, sembilan formulir yang sebelumnya diambil telah dikembalikan. Delapan mendaftar untuk ba-

lon bupati dan satu balon wakil bupati. Mereka di antaranya untuk balon bupati, I Nengah Tamba dari Partai Demokrat, Made Prihenjagat (polisi), I Komang Adiyasa (politisi Hanura), I Nengah Nurlaba dan I Gede Budi Sentoso serta

tiga orang dari internal Partai Golkar. Sedangkan untuk formulir balon wakil bupati dikembalikan H. Nasrun. ‘’Dengan semangat 9 (bakal) calon ini mengembalikan formulir. Delapan bupati dan satu wakil bupati. Ada apakah

ini calon semangat dan tidak ada yang tercecer formulirnya semua diisi dan disetor kembali,’’ terang anggota DPRD Provinsi Bali ini. Selanjutnya tahap di partai koalisi akan dilakukan verifikasi dan survei. Semua nama yang mendaftar

penawaran sangat rendah. Untuk itu harus ada evaluasi tahun 2020. Rekanan yang melakukan penawaran di bawah standar agar tidak dimenangkan. Sebab, sudah ada standar yang baku terkait penawaran ini. Di sisi lain, ULP mengatakan memberi kesempatan kepada rekanan menawar semurahnya, namun penawaran harus rasional. Dari beberapa yang dicek Bupati, hampir semua tidak memenuhi ketepat a n w a kt u d a n r e ka n a n mengeluh merugi. Bupati mengharapkan agar semua pengerjaan bisa memuaskan masyarakat dan tidak ada keluhan proyek kualitasnya rendah. Masih terkait adanya penawaran rendah ini, dampaknya pada anggaran 2019 sebanyak Rp 8 miliar dikembalikan ke pusat karena terjadi Silpa. Padahal bila bisa dimanfaatkan, bisa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Sudiada mengatakan, Permen PU sangat tegas terkait penawaran harus

di bawah 20 persen. Bila di atas 20 persen semestinya digugurkan. Di samping itu juga ada aturan yang lebih rinci mengenai penawaran dan tidak boleh satu rekanan mengerjakan lebih dari satu proyek. Dari pengamatan, beberapa proyek pengerjaan yang penawarannya rendah berujung permasalahan. Salah satunya waktu pengerjaan yang tidak sesuai. Semisal penataan eks Terminal Gilimanuk yang ditawar 28 persen lebih rendah dari pagu. Pagu anggarannya Rp 6,5 miliar namun ditawar Rp 4,6 miliar dan dikerjakan. Akhirnya proyek tersebut telat dikerjakan hingga memasuki batas akhir. Yang paling mencengangkan di Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga (Mudora) terutama pembangunan gedung SD. Dari belasan paket tender, baik itu rehabilitasi sekolah maupun bangunan kelas, penawaran rata-rata turun hingga lebih 20 persen. Bahkan ada rekanan yang mengerjakan hingga lebih dari dua SD. (kmb26)

Bupati Artha Minta Proyek 2020 Harus Berkualitas

Bali Post/olo

PROYEK - Salah satu proyek gedung SD tahun 2019 Negara (Bali Post) – Sejumlah proyek infrastruktur bersumber dari APBD Kabupaten dinilai belum sesuai harapan. Terutama terhadap penawaran harga proyek jauh di bawah pagu anggaran. Apalagi lebih dari 20 persen patut dipertanyakan, karena dikhawatirkan bisa memengaruhi kualitas proyek. Terkait proyek yang penawarannya sangat rendah, perlu menjadi evaluasi serius.

Perlunya evaluasi terhadap proyek tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Kamis (26/12) kemarin. Ia pun berencana memanggil dinas yang terkait terutama mengenai penawaran rekanan yang nilainya di bawah standar. Padahal dari kesepakatan awal, bahwa proyek infrastruktur agar jangan sampai penawarannya jauh di bawah standar. Tetapi faktanya masih banyak yang melakukan

Visi Perubahan

Kondisi demokrasi Bali di tahun 2020 yang teracuni bansos, jika dikaitkan den-

gan pilkada masih bisa diselamatkan jika partai-partai yang bukan dominan mau bersaing dengan strategi yang harus benar-benar out of the box. ‘’Yang memung-

kinkan dilakukan adalah menyuarakan visi perubahan yang jelas dan pemilih dapat mengidentifikasi visi perubahan tersebut pada kandidat yang bersangku-

tan. Mereka harus menunjukkan kelemahan dari penguasa sebelumnya, dan pesan mereka bisa masuk ke kalangan konstituen,’’ kata Anom. (dir)

Mesin Partai Merujuk kerangka Supply Demand, pada sisi demand menitikberatkan pada bagaimana partai politik menyeleksi bakal calon untuk masuk ke dalam daftar caleg. Bahwasanya partai politik memberi perlakuan yang berbeda dari sisi akses ke mesin partai pada kandidat laki-laki dan perempuan. Pada sisi supply, caleg perempuan yang bertarung di Bali pada Pemilu 2019 memiliki keterbatasan dan hambatan di berbagai aspek seperti (1) kemampuan finansial yang minim, (2) pengalaman politik yang sedikit, (3) jaringan sosial yang terbatas, (4) keterbatasan ruang gerak dan waktu, (5) rendahnya motivasi politisi perempuan dalam berkarier politik. Perpaduan diskriminasi partai dan hambatan-hambatan besar pada sisi supply ini menyebabkan outcome berupa rendahnya keterpilihan perempuan di Bali pada Pemilu 2019. Akibatnya Bali selalu menjadi provinsi dengan persentase kursi perempuan kurang dari 10 persen di tingkat DPRD

provinsi di seluruh Indonesia. Untuk hasil Pemilu 2009 dan 2014, dari 34 provinsi, Provinsi Bali selalu berada di posisi lima terendah persentase kursi perempuan di tingkat DPRD provinsi. Ia mengatakan perempuan Hindu Bali tidak terlatih untuk pengambilan keputusan atau terlibat dalam pengambilan keputusan di tingkat masyarakat. Unit pengambilan keputusan terkecil di tingkat desa adat di Bali berada pada tingkat banjar. Banjar secara tradisional berdasar pada hukum adat dan bertanggung jawab pada proses ritual, namun perempuan tidak diberikan kesempatan untuk bersuara di banjar. K a d e k Dwita Apriani mengatakan sejumlah riset menjelaskan bahwa laki-laki Bali sangat jarang mengonsultasikan apa yang diputuskan di sangkep banjar dengan istrinya, meski keputusan tersebut berdampak pada pekerjaan adat yang harus dikerjakan perempuan. Namun, kondisi ini mestinya tak membuat perempuan Bali terkarantina. Terpilihnya dua perempuan Bali menjadi

Jumat, 27 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Aktualisasi Kerangka Agama Hindu Dalam Beryadnya(5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Yudha Kanda(1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Bali TV Shop Kalung Ongkara Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Serati Banten (1) Berita Siang

13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita 00:00 Wita

Klip Bali Bali TV Shop Kalung Ongkara Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Canting Camplung (2) Dialog Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Bali Now Sengap Ocydia Home Shopping Ajeg Bali Tari Gambuh Sakral Desa Pedungan Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Ongkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Bali TV Shop Kalung Ongkara

bupati, yakni di Tabanan dan Karangasem adalah hal strategis yang harus dicontoh. Ini membuktikan perempuan Bali punya ruang untuk tampil sejajar dalam dunia politik. Perempuan Bali harus mengelola ruang politik yang ada. Terlebih kini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga juga perempuan Bali. ‘’Politik elektoral dan hambatan patriarkhi hendaknya direspons dengan kecerdasan dan kesiapan untuk mengelola ruang politik. Merujuk data Pemilu 2019, kini peningkatan perempuan Bali di legislatif patut diapresiasi, meskipun masih kurang dari 30 persen,’’ jelasnya. Pada Pemilu 2019, persentase perempuan yang men-

duduki kursi parlemen di seluruh DPRD provinsi, kota dan kabupaten di Bali meningkat dibandingkan Pemilu 2014. Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019, sebanyak 52 calon legislatif (caleg) perempuan yang lolos di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Data KPU Provinsi Bali menunjukkan, pada tingkat DPR-RI, dari sembilan yang mewakili Bali, terdiri dari 6 dari PDI-P, 2 dari Golkar, dan 1 dari Demokrat. Kesembilan calon terpilih ini adalah laki-laki, tidak ada satu pun perempuan. Pada tingkat DPRD provinsi, terdapat 9 perempuan, yakni dari 6 dari PDI-P, dan masing-masing 1 orang dari Golkar, Demokrat, dan PSI. (dir)

dari semua partai koalisi akan digabung dan dilakukan survei bersama. Suardana mengungkapkan, meskipun Partai Golkar memiliki kursi terbanyak dalam koalisi, belum tentu lolos sebagai calon. Sebab, yang menentukan nantinya adalah hasil survei. Diakuinya, dengan suara yang besar ini, harapan dari kader menginginkan ada dari Golkar sebagai calon bupati. ‘’Kami ikuti prosesnya,’’ terangnya. Sementara itu, Partai Demokrat sudah mantap mengu-

sung I Nengah Tamba. Ketua DPC Demokrat Jembrana I Wayan Wardana mengatakan, setelah turun rekomendasi dari pusat, seluruh jajaran partai wajib mengikuti instruksi. ‘’Tidak benar kita tidak solid. Memang sebelum ada rekomendasi ada dinamika riakriak kecil di bawah itu wajar. Tapi setelah ada instruksi dari induk partai, wajib ditaati dan kami solid,’’ terangnya ditemui, Kamis (26/12) kemarin, saat temu kader di DPC Demokrat. I Nengah Tamba yang kemarin juga turun ke DPC

Demokrat menegaskan bahwa dirinya mengikuti mekanisme meskipun telah mendapatkan rekomendasi dari induk partai. Saat ini, Tamba mengaku melakukan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan kursi calon kepala daerah. ‘’Turun ke masyarakat, membuat tim, kerja sosial untuk bertemu dengan masyarakat. Saya tidak dibebani untuk mendapatkan rekomendasi atau tidak. Sekarang saya tetap turun dan bekerja ke masyarakat,’’ terang Tamba. (kmb26)

Bali Post/olo

SAMPAH - Kondisi anak sungai di Pasar Umum Negara dipenuhi dengan sampah berbagai macam. Anak sungai ini membelah Pasar Induk di Jembrana tersebut. Kondisi ini mudah dilihat warga yang melintas jembatan baru penghubung Terminal Negara dengan pasar umum di sisi barat.

Dana Politik Kepada Bali Post, dosen Ilmu Politik Stispol Wirabakti ini menyarankan pengelolaan dana politik mendompleng pada APBD patut dievaluasi. Jika memungkinkan bansos harus berbasis program pemerintah, bukan selera elite partai di birokrasi dan legislatif. ‘’Publik berhak menggugat ketika tak ada keadilan dalam pengelolaan bansos. APBD milik publik bukan politisi,’’ jelasnya. Propaganda Meterial Ia pun fesimistis politik 2020 akan melahirkan kejutan baru bagi krama Bali. ‘’Politik telah bergeser menjadi dinasti dan ini tak sejalan dengan teori politik. Politik telah melahirkan kroni dalam satu wadah politik dan ini cenderung akan mengendalikan pergerakan politik termasuk dalam pencalonan,’’ jelasnya. Untuk itu, ia berharap sikap publik harus tegas, jangan lagi terjebak pada kucuran bansos politik yang pragmatis dan hanya untuk melanggengkan kekuasaan kroni politik para elite. Bahkan, akademisi Suka Arjawa memastikan pragmatisme akan menjadi identitas 2020. Para politisi sulit lepas

dari gaya ini, terlebih mereka yang miskin gagasan dan visimisi. Soal pragmatisme politik, ia menegaskan, politisi telah tersandera propaganda politiknya. Bantuan bangunan dengan kedok bansos. Bantuan pembangunan sarana desa adat adalah contoh nyatanya. ‘’Pola-pola seperti inilah yang mesti kita koreksi,’’ sarannya. Tak hanya di level eksekutif, kini di tingkat pemilihan perbekel pun pragmatisme menguat. Ini tetap akan menjadi wajah politik Bali 2020 walaupun ada pilkada di sejumlh kabupaten/kota,’’ ujarnya. Penulis opini di Bali Post ini mengatakan, dalam urusan Pilkada 2020 politik akan menghangat. Pembajakan kader akan terjadi, mengingat ada kecederungan PDI Perjuangan hampir memastikan kandidatnya yang akan bertarung. Kondisi ini akan membuat partai politik lainnya memanfaatkan kader-kader yang kebelet dan siap tarung merebut jabatan bupati dan wali kota. ‘’Loncat pagar atau pembajakan kader akan terjadi di tahun 2020, padahal secara pribadi saya melihat kaderisasi telah berjalan,’’ ujarnya. Ia menyarankan agar pilihan figur politik 2020 mengarah pada kader yang pantas dan memiliki visi dan kin-

erja yang jelas mengawal Bali. ‘’Jangan membudayakan merekomendasikan kader dari dinasti atau kerabat pemimpin politik. Pelibatan publik dalam hal ini perlu dibudayakan elite partai,’’ sarannya. Kadek Apriani yang juga kandidat doktor di Universitas Indonesia ini mengatakan, pragmatisme tak terlepas dari propaganda politik yang cenderung materialistik. Selama ini propaganda politik cenderung menjanjikan bantuan–bantuan dan perubahan fisik yang berkorelasi dengan materi. ‘’Propaganda politik semestinya mengarah pada komitmen, konsep dan visi-misi pengelolaan kekuasaan. Jebakan propaganda politik material inilah yang melahirkan pragmatisme. Ini harus dihentikan, jika ingin demokrasi berkualitas,’’ sarannya. Dosen FISIP Unud ini menyarankan, menekan terjadinya pragmatisme semua pihak harus melakukan evaluasi. Elite partai di eksekutif dan legislatif harus berbenah. Publik juga harus berani tampil sebagai korektor. ‘’Ketika publik tak berani bersuara, sebaliknya justru menyiapkan ruang transaksional maka upaya menekan pragamatisme sulit dilakukan,’’ ujarnya. (dir)


Jumat Umanis, 27 Desember 2019

BALI BRAND

Berharap Ada Perda Arak

WARGA Desa Tri Eka Buana, Sidemen, Karangasem sebagian besar menjadi perajin arak. Usaha ini dilakukan untuk menopang kehidupan keluarga. Salah satunya, I Wayan Darsana. Dia menjadi perajin arak sejak masih duduk di bangku SMP. Ia mengakui dirinya memang lahir dari keluarga perajin arak. ‘’Sejak SMP sudah ikut membantu membuat arak. Kini pekerjaan ini menjadi penopang ekonomi keluarga,’’ ucapnya, belum

lama ini. Untuk mendapatkan tuak sebelum diolah menjadi arak, dirinya sehari bisa memanjat 30 pohon kelapa. Sehari bisa mendapatkan sekitar 30 liter tuak. ‘’Kalau sampai diolah menjadi arak, dapat 10-15 liter arak,’’ katanya. Selama ini hasil produksinya dijual di warung-warung di seputaran rumahnya. Termasuk dijual kepada pengepul yang mencari langsung ke rumahnya. Harganya bervariasi.

BALI BRAND - Darsana saat menerima Anugerah Bali Brand yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (20/12) lalu.

Arak yang kadar alkoholnya tinggi, satu liternya dijual Rp 40-50 ribu. Sedangkan kalau kandungan alkoholnya rendah dijual Rp 30-35 ribu per liternya. ‘’Kalau sekarang karena produksi menurun akibat musim kemarau, harganya bisa sedikit lebih mahal,’’ jelasnya. Diakuinya, sampai saat ini perajin arak di Sidemen ini masih dirundung rasa dilema. Pasalnya, keberadaan arak masil ilegal, sehingga masih melanggar hukum. Untuk itu, pihaknya sangat berharap rencana adanya perda arak dari Gubernur Bali Wayan Koster bisa segera terealisasikan. Dengan begitu, dirinya dan perajin arak lainnya bisa leluasa menjalankan usaha karena sudah dilindungi perda. ‘’Kalau sekarang ini saya masih waswas. Di satu sisi ini merupakan mata pencarian untuk keluarga. Di sisi ini dilarang karena melanggar. Saya sebagai perajin berharap ada aturan yang melindungi perajin arak. Kalau sudah ada yang melindungi secara hukum, saya dan perajin arak lainnya nyaman menjalankan usaha ini,’’ harap Darsana. Berkat usahanya itu Darsana diberikan Anugerah Bali Brand oleh Kelompok Media Bali Post. Dia salah satu dari tujuh penerima anugerah itu yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster serangkaian acara pidato akhir tahun 2019 di Taman Budaya Bali, Jumat (20/12) lalu. (nan)

Ni Putu Anggi

Lantunkan ’’Danu Wit Kauripan’’ MEMILIKI hobi dan senang olahraga renang, sama seperti ibunya yang atlet dan pelatih renang. Kendati demikian, olah vokalnya selalu diasah. Dialah Ni Putu Anggi Senja Arishanti (12). Anggi -- sapaan akrabnya -- ingin memiliki lagu berbahasa Bali dan ingin tampil di atas panggung. Hal ini karena putri pasangan I Gede Arimbawa dan Arik Apsari ini senang mendengarkan dan melihat anak-anak seumurannya bernyanyi membawakan lagu berbahasa Bali di panggung-panggung. Untuk mencapai keinginan tersebut, gadis cilik kelahiran Denpasar, 24 April 2007 ini bersemangat untuk berlatih olah vokal di beberapa tempat kursus. Salah satunya di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’ yang terkenal dengan gudangnya pencipta lagu anak-anak. Setelah berlatih, siswi kelas VII SMPN 2 Mengwi ini memiliki intonasi vokal yang lebih teratur. Alhasil, Anggi pun dipercaya bergabung dalam Bali Kumara generasi 7 yang membawakan sebuah lagu berjudul ‘’Danu Wit Kauripan’’ ciptaan Lukita Wiweka.

Bersama 20 penyanyi anakanak lainnya, Anggi pun mampu menunjukkan kualitas suaranya dengan baik. Apalagi, setelah bergabung di Bali Kumara 7, ia semakin banyak teman yang membuatnya lebih percaya diri untuk tampil bernyanyi. ‘’Upaya berlatih Anggi memang membuahkan hasil, vokalnya menjadi teratur dari intonasinya, tinggal meningkatkan power di nada-nada tinggi, dan ekspresinya perlu dimaksimalkan agar lagu yang dinyanyikan terasa hidup,’’ ujar I Komang Darmayuda, penggagas Bali Kumara dan pendiri Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’, Kamis (26/12) kemarin. Lagu ‘’Danu Wit Kauripan’’ ini mengangkat tentang penghormatan dan menghargai keberadaan air di empat danau yang ada di Bali. Sebab, air Danau merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di Bali. Sehingga kelestarian dan keasrian danau harus dijaga untuk keberlangsungan hidup ke depan. (win)

Bali Post/kmb

KERJA SAMA - GM Network Operation and Quality Management Telkomsel Bali Nusra Didi Djumardi dan Pimpinan Bali TV Satria Naradha foto bersama usai penandatanganan naskah kerja sama, Rabu (25/12) lalu.

Telkomsel Kerja Sama Bali TV

Bali TV On Smartphone Maxstream SEIRING perkembangan teknologi yang makin pesat, tayangan Bali TV kini bisa dinikmati lewat smartphone maxstream. Dalam konteks itu, Bali TV bersama Telkomsel me-launching kerja sama Digital Content Maxstream, bertempat di objek wisata Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Rabu (25/12). Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Pimpinan Bali TV Satria Naradha bersama GM Network Operation and Quality Management Telkomsel Bali Nusra Didi Djumardi. Menarik, peluncuran kerja sama ini dilakukan bertepatan dengan pembukaan Pandawa Festival yang merupakan rangkaian Sabha Kertha Lango Desa Adat Kutuh. Manager Branch Denpasar Telkomsel Eureka Meliala memaparkan, sesuai semangat Telkomsel membangun eksosistem digital di ling-

kungan masyarakat, maka dilakukan launching bersama Maxstream di Kutuh tersebut. Di dalamnya ada konten pariwisata Badung, Pandawa dan Bali TV. Bahkan untuk di Bali kerja sama dengan Bali TV merupakan yang pertama dilakukan. ‘’Jadi Bali TV ada fiturnya di Maxstream. Nantinya bisa diunggah di smartphone dan pelanggan Telkomsel bisa dengan mudah menikmati tayangan yang sudah disiapkan di sana, baik tentang pariwisata Badung maupun program Bali TV,’’ ujarnya.

Dikatakan, caranya sangat mudah. Dari aplikasi smartphone tinggal ketik aplikasi Maxstream maka akan muncul fitur Bali TV dan pariwisata Badung yang sudah di-launching. Aplikasi Maxstream ini sudah digunakan di seluruh Indonesia dengan jumlah pelanggan yang sudah mengunduh mencapai 20 juta. ‘’Ini juga sangat hemat kuota karena menggunakan paket khusus maxstream. Jadi tinggal beli kuota maxstream tanpa memotong kuota utamanya,’’ jelasnya. Wakil Bupati Badung

Denpasar (Bali Post) Perseden Denpasar baru saja menggulirkan kompetisi internal, dan memunculkan Por Sanur sebagai juara, disusul Pespa Padangsambian, dan Poska Sidakarya. Ketiga tim otomatis menghuni divisi utama untuk musim kompetisi tahun depan, ditambah lima tim yakni Damar Çakti, Serangan United, Guntur FC, Guntur Generation dan Wisnu Putra (Wistra). Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha, di Sekretariat Per-

seden, Kamis (26/12) kemarin menuturkan, kompetisi internal Perseden melibatkan 16 tim dari total 20 klub anggota Perseden. Tim-tim yang absen di kompetisi seperti Padang Sumbu Putra (PSP), Putra Tresna Denpasar dan Putra Tresna Generation. Berdasarkan hasil kompetisi, delapan tim penghuni papan atas berhak menghuni divisi utama, sedangkan tim

urutan kesembilan sampai dengan peringkat juru kunci, menghuni divisi I. Ia menyebutkan, kedelapan tim yang berada di divisi I adalah POP Pegok, Minggir United, Kaswari, Kesiman Kertalangu, Putra Kesiman, Peka Pemecutan Kaja, Fatuleu dan Kupang Dewata. Menurut Anom Prenatha, kompetisi 2020 mendatang bagi tim baru mendaftar

p S Delapan Tim Huni Divisi Utama Perseden

’’Ingoning Lango’’

Persembahan untuk Memperkuat Keindahan MAS Y ARA K AT D e s a Blahkiuh dan sekitarnya sangat beruntung berkesempatan menyaksikan penampilan atraktif dari Sanggar Seni Pancer Langiit di Taman Gili Dukuh, Desa Blahkiuh, Rabu (25/12) malam. Pada kesempatan itu, komunitas seniman muda penerima Penghargaan Seni Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha dari Pemprov Bali ini menampilkan garapan tari kolosal ‘’Ingoning Lango: Sebuah Persembahan dalam Memperkuat Keindahan’’.

Pementasan karya seni berbentuk site specific dance yang terinspirasi dari budaya air yang diusung masyarakat Bali ini sejatinya merupakan gabungan beberapa karya dari sejumlah koreografer yang bergabung di Pancer Langiit. Meskipun merupakan karya kompilasi, namun antara karya yang satu dengan karya yang lainnya saling berkaitan sehingga membangun sebuah rangkaian cerita yang utuh. ‘’Masing-masing koreo-

Bali Post/ist

GERAK - Salah satu komposisi gerak dalam tari kolosal ‘’Ingoning Lango’’ yang dipentaskan oleh Sanggar Seni Pancer Langiit di Taman Gili Dukuh, Blahkiuh.

grafer diberikan keleluasaan untuk bereksplorasi dalam merealisasikan karyanya. Namun, mereka tetap wajib saling bersinergi dalam ruang dan waktu, sehingga karya gabungan ini tetap memiliki benang merah atau keterkaitan yang erat satu sama lain,’’ ujar Pembina Sanggar Seni Pancer Langiit, Agung Rahma Putra, yang pada pementasan ‘’Ingoning Lango’’ ini bertindak sebagai Art Director. Menurut penerima Silpakara Nugraha Kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat di Bidang Ipteks dan Teknologi Tahun 2019 dari Pemprov Bali ini, karya dengan durasi satu jam lebih ini pada intinya merupakan sebuah implementasi perenungan konsep-konsep abstrak dari pemanfaatan air dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Bali. Selain itu, karya seni ini juga merupakan hasil eksplorasi terhadap budaya air di kalangan masyarakat Bali yang belakangan ini banyak dilupakan. Pada pementasan ini, katanya, Pancer Langiit melibatkan lima koreografer

Ketut Suiasa sangat mengapresiasi jalinan kerja sama tersebut. Dengan adanya kerja sama ini pemirsa bisa lebih mudah melihat tampilan budaya dan objek wisata yang disajikan Bali TV lewat streaming dan bisa disaksiskan di mana saja. Hal ini penting juga dilakukan oleh stakeholders lainnya dalam menunjang sektor pariwisata, seperti yang dilakukan Bali TV dan Telkomsel. Kerja sama ini disaksikan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, perwakilan DPRD Badung Wayan Loka Astika, Sekcam Kutsel Ketut Wijana, Bendesa Adat Kutuh Nyoman Mesir dan Plt. Perbekel Kutuh Wayan Badra serta undangan lainnya. (kmb)

yakni Candra Lestari, Ayu Mariastuti, Ayu Sukma Yanti, Kevin, dan Eka Harista. Komposisi gerak tari para koreografer muda Pancer Langiit itu terasa makin berkarakter dengan iringan tabuh/musik karya komposer Made Suardipa, Ariwijaya Palawara, dan Putu Tiodore Adibawa. ‘’Kami mencoba merespons ruang yang ada di Taman Gili Dukuh, Desa Blahkiuh secara maksimal sebagai panggung pementasan. Kami sengaja membuat sejumlah rakit bambu sebagai panggung terapung tempat para penari berolahraga gerak. Selain itu, ada juga komposisi gerak yang mengharuskan para penarinya menari di dalam air. Kami sengaja memilih Taman Gili Dukuh ini sebagai lokasi pementasan dengan tujuan ikut mempromosikan keindahan objek wisata ini kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan pencinta seni pertunjukan di Bali,’’ katanya. Pada pementasan tari kolosal ‘’Ingoning Lango’’ ini, Sanggar Seni Pancer Langiit bekerja sama dengan komponen masyarakat Desa Blahkiuh. (ian)

harus merangkak dari divisi II. Sementara dua tim terbawah divisi utama dan divisi I terkena degradasi. Panpel menetapkan empat tim teratas divisi I dan divisi II, promosi ke divisi I dan divisi utama, sehingga divisi I dan divisi utama dimeriahkan 10 kontestan. Anom Prenatha menerangkan, agenda Perseden untuk 2020 selain menggulirkan kompetisi internal, juga menyiapkan tim Piala Soeratin U-13, U-15 dan U-17. Selain itu, Tim Laskar Catur Muka juga mengikuti Kompetisi Liga 3 langsung ke putaran nasional. (022) DIVISI UTAMA - Dua tim penghuni divisi utama Guntur FC saat berhadapan melawan Por Sanur pada kompetisi internal Perseden 2019.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 27 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu