terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 239 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
senin pon, 27 april 2020 Polisi Jaga Karantina PMI
balipost http://facebook.com/balipost
’’Rapid Test’’, Tiga Positif di Gilimanuk
Polres Badung turut mengamankan hotel yang dijadikan tempat karantina PMI di Kuta. Pengamanan dilakukan agar PMI disiplin selama menjalani karantina terpusat.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Polres Fokus Larang Warga Mudik
Jumat (24/4) lalu, tiga orang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk hasil rapid test-nya positif. Tiga warga yang datang dari zona merah itu, satu merupakan WNA dan dua lainnya kernet truk.
Pihak kepolisian memikul beban berat mencegah pemudik pulang kampung. Tidak hanya pada pintu masuk Bali, tetapi polisi fokus melakukan penjagaan di seluruh Bali, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
JEMBRANA | HAL. 4
KLUNGKUNG | HAL. 5
BADUNG | HAL. 3
TAHAN PENYEBARAN COVID-19 PUSAT APRESIASI KEBERHASILAN PEMPROV BALI
UPAYA Pemprov Bali menahan penyebaran Covid-19 rupanya diapresiasi oleh pemerintah pusat. Hal ini terungkap dalam teleconference antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Sabtu (25/4). Teleconference
bertujuan untuk memantapkan pelaksanaan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. ‘’Pemerintah pusat di antaranya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan beberapa kementerian menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemprov Bali dalam menahan penyebaran Covid-19 melalui program-program, pola dan skema tepat yang melibatkan desa adat seperti pembentu-
kan Satgas Gotong Royong dan Relawan Desa,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam rilis, Sabtu (25/4). Menurut Koster, Pemprov Bali kini mempercepat realisasi hunian RS rujukan yang sekarang masih dalam tahap pengembangan sebagai antisipasi bertambahnya jumlah pasien. Penambahan jumlah personel tenaga medis, baik yang melaksanakan proses
TELECONFERENCE - Gubernur Bali Wayan Koster saat menggelar teleconference dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Sabtu (25/4).
Puncak Covid-19 Tak Bisa Diprediksi Denpasar (Bali Post) Sejak kasus positif Covid-19 pertama diumumkan pada 11 Maret lalu, hingga kini terus ada penambahan kasus positif di Bali. Namun, kapan pandemi ini akan memasuki puncaknya di Pulau Dewata, tidak bisa diprediksi. ‘’Mengenai kapan mencapai masa puncak dari Covid-19 ini, tidak ada yang bisa memprediksikan secara tepat,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Sabtu (25/4). Menurut Dewa Indra, memang ada banyak pihak dan banyak lembaga yang berupaya untuk mengetahui kapan puncaknya. Tetapi semua memberikan gambaran yang berbeda. Ada yang mengatakan Covid-19 akan berakhir kalau memasuki musim panas. Ada pula yang mengatakan akhir tahun, bahkan ada yang menyebut pada 2021 masih akan berhadapan dengan Covid-19. ‘’Jadi, tidak ada yang bisa memprediksi secara tepat. Kalau menurut saya, untuk menghentikan ini bisa kita lakukan di Bali dengan jalan disiplin,’’ katanya. Disiplin yang dimaksud, kata Dewa Indra, yakni disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta tidak menghadiri aktivitas yang melibatkan orang banyak. Kemudian yang kedua menyangkut kebijakan dari pemerintah yakni disiplin menjaga pintu-pintu masuk Bali. (kmb32)
OPINI
Mewaspadai Ancaman Pertahanan Nonmiliter
pengobatan seperti dokter dan perawat serta petugas tes, maupun petugas pendukung seperti penjagaan pintu Bali, petugas edukasi dan sosialisasi, dibenarkan untuk ditambah apabila dibutuhkan. ‘’Hal ini dimaksudkan agar para petugas bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat secara bergiliran,’’ jelasnya. Koster menambahkan, karantina yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota diwajibkan memfasilitasi rapid test secara tertib dan disiplin sesuai jadwalnya. Interaksi dengan anggota keluarga pun diharapkan diperketat untuk menjaga kemungkinan tertular apabila ada peserta karantina yang positif di kemudian hari. Pendataan lokasi karantina, jumlah peserta, tingkat hunian dan kelayakan tempat karantina akan didata, untuk selanjutnya menjadi alternatif apabila ada penambahan jumlah peserta karantina. Di sisi lain, menyangkut ketersediaan
masker saat ini dikatakan sudah melebihi target. ‘’Stok masker di Pemprov Bali yang saat ini sudah melebihi target akan segera disalurkan ke masyarakat melalui Satgas Gotong Royong di desa-desa,’’ imbuhnya. Koster juga menegaskan soal pengetatan masyarakat dari luar yang akan masuk Bali melalui pintu-pintu masuk, baik jalur pelabuhan maupun bandara. Hal ini berlaku tanpa terkecuali, termasuk bagi warga ber-KTP Bali, juga tetap harus mengikuti prosedur kesehatan. Warga luar Bali yang masuk ke Bali agar tetap dilakukan rapid test, bahkan proses karantina bila diperlukan. Khusus bagi warga yang berasal dari daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar langsung dikembalikan ke daerahnya masing-masing karena mereka juga sudah melanggar kebijakan yang diterapkan daerahnya. ‘’Kita harus benar-benar bentengi
Wayan Koster Gubernur Bali Bali dengan baik. Namun kita masih tolerir bagi yang sifatnya benar-benar urgen dan darurat,’’ terangnya. Koster menambahkan, penyaluran bantuan-bantuan melalui Jaring Pengaman So-
sial (JPS) akan dilaksanakan sesegera mungkin, dan direncanakan awal Mei sudah terealisasi. Hal. 7 JPS Berbasis
DI TENGAH PANDEMI, GUBERNUR KOSTER BANGKITKAN HARAPAN PETANI GUBERNUR Bali Wayan Koster makin memantapkan pelaksanaan Visi Pembangunan Daerah Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Salah satu prioritasnya adalah membangun pangan, sandang, dan papan yaitu membangun pertanian dari hulu sampai hilir. Hal itu ditegaskan Gubernur Koster saat melepas ekspor manggis ke Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (26/4) kemarin. Manggis sebanyak satu ton itu akan dikirim melalui pesawat Emirat. Acara pelepasan dilaksanakan secara resmi melalui video conference antara Gubernur Bali bersama Kepala Bea Cukai Denpasar dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar. Gubernur melakukan pelepasan dari Jaya Sabha, sedangkan Kepala Bea Cukai dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar beserta pihak eksportir melaksanakan di RA Sarana Benoa. Selain ke Dubai, ekspor manggis ke Tiongkok sebanyak 15 ton juga masih tetap berjalan, dengan pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu juga ma-
MANGGIS - Gubernur Bali Wayan Koster saat melepas ekspor manggis ke Dubai, Uni Emirat Arab melalui video conference, Minggu (26/4) kemarin. sih tetap melakukan ekspor hasil kerajinan rakyat Bali ke berbagai negara melalui Pelabuhan Tanjung Priok dua kali dalam seminggu. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan, di bagian hilir sudah disiapkan kebijakan pengembangan industri olahan pangan, sentra produk, dan perluasan akses pasar melalui ekspor ke berbagai negara dan kerja sama antardaerah di Indonesia. Untuk mendukung kebijakan tersebut telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2019 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Perta-
nian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. ‘’Keseluruhan kebijakan bidang pertanian di-
arahkan untuk memperkuat fundamental perekonomian Bali, menyeimbangkan struktur perekonomian Bali, melalui pembangunan bidang pertanian, industri berbasis budaya branding Bali, dan pariwisata. Oleh karena itu akan terus diupayakan peningkatan dan perluasan ekspor ke berbagai negara,’’ tegasnya. Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak Bea Cukai dan Karantina Denpasar yang telah bekerja keras memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dan produk kerajinan rakyat Bali. ‘’Upaya ini sangat membantu
kehidupan para petani dan perajin masyarakat Bali khususnya dalam menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid-19,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Bea Cukai Denpasar dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar melaporkan ekspor komoditas pertanian dan kerajinan rakyat Bali masih tetap berlangsung meskipun dalam suasana pandemi Covid-19. Dikatakan, masyarakat Tiongkok sangat menyukai buah manggis Bali dari Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Jembrana. Hal. 7 Ekspor Alami Kendala
Bali Perlu Tambah Fasilitas Isolasi
JUMLAH kasus positif Covid-19 di Bali nampaknya akan terus bertambah. Belum berakhirnya gelombang kedatangan pekerja migran serta meningkatnya kasus
transmisi lokal menjadi indikasi Bali belum memasuki masa puncak pandemi. Guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, Pemerintah Provinsi Bali diminta segera menambah
fasilitas ruang isolasi yang saat ini jumlah yang tersedia baru 190 tempat tidur.
Hal. 7 Memutus Rantai
Oleh: I Nyoman Sucipta
ANCAMAN nonmiliter merupakan usaha atau kegiatan tanpa bersenjata yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan atau berimplikasi mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini dapat berasal dari luar negeri atau dapat pula bersumber dari dalam negeri. Ancaman nonmiliter digolongkan ke dalam ancaman yang berdimensi antara lain ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan legislasi. Pertahanan nonmiliter adalah pertahanan yang bertumpu pada kementerian/lembaga nonkementerian sebagai unsur utama pertahanan nonmiliter sesuai dengan ancaman nonmiliter yang dihadapi, dibantu oleh unsur-unsur lainnya berupa peran serta segenap rakyat dan pemanfaatan segenap sumber daya nasional lainnya. Hal. 7 Penanganan Khusus
’’Pemerintah pusat di antaranya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan beberapa kementerian menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemprov Bali dalam menahan penyebaran Covid-19 melalui program-program, pola dan skema tepat yang melibatkan desa adat seperti pembentukan Satgas Gotong Royong dan Relawan Desa.’’
’’Saya berharap dana realokasi dari APBD nantinya benarbenar dioptimalkan untuk memutus rantai penularan virus sehingga pandemi segera berakhir.’’ Dr. Nyoman Sugawa Korry Wakil Ketua DPRD Bali
Bali Post/edi
RS RUJUKAN - RS PTN Universitas Udayana yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19.
’’Kebijakan menunjuk RS PTN Universitas Udayana sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 patut diapresiasi. Namun yang perlu juga segera disiapkan adalah penambahan ruangan untuk fasilitas isolasi.’’ dr. IBG Fajar Manuaba Ketua ARSSI Daerah Bali dr. IBG Fajar Manuaba
Senin Pon, 27 April 2020
Wali Kota Rai Mantra Jadi Pembicara Seminar Regional FEB Unud Lewat ’’Teleconference’’ 8.882 1.107 743 186 75 4
Bali Catat Penambahan Kasus Sembuh
Denpasar (Bali Post) Kasus positif Covid-19 di Bali kembali bertambah, namun juga diiringi dengan penambahan pasien sembuh. Pada Minggu (26/4) kemarin, Bali mencatatkan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibandingkan kasus baru positif Covid-19. Menurut data yang ada per pukul 12.00 WIB, Bali secara kumulatif menangani 186 kasus terkonfirmasi positif. Ini artinya ada penambahan pasien positif sebanyak tiga kasus. Sementara yang sembuh ada penambahan sebanyak 5 orang dari sehari sebelumnya. Akumulatifnya mencapai 75 orang. ‘’Bali, jumlah pasien sembuh 75 orang,’’ kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers streaming-nya. Kemudian yang meninggal tidak mengalami perubahan yakni 4 orang. Lebih lanjut disampaikan Achmad Yurianto, untuk Indonesia penambahan kasus positif sebanyak 275 orang, sehingga total kasus kini mencapai 8.882 pasien. Sedangkan yang sehat ada penambahan 65 orang, sehingga totalnya menjadi 1.107 orang. Untuk korban meninggal juga bertambah 23 orang dan kini menjadi 743 korban jiwa. Yurianto mengatakan, pemerintah sudah memeriksa 72 ribu lebih spesimen dari 56.974 orang. Hasilnya 48.092 negatif dan 8.882 orang positif. Sebanyak 46 laboratorium sudah tersedia untuk melakukan tes realtime PCR. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 19.648 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 209.040 kasus. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 280. ‘’Mari kita bergotong royong dan bersatu melawan Covid-19,’’ ajaknya. Ia juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah (DB). Sebab, selain Covid-19, bulan-bulan ini adalah musim penyakit DB menjangkiti warga. Yurianto mengatakan perlu dilakukan pencegahan penularan DBD, sehingga tidak menambah jumlah warga terjangkit. (iah)
Pangdam Pantau Pemeriksaan PMI Maladewa
Denpasar (Bali Post) Pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa yang berjumlah 330 orang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Sabtu (25/4). Proses pemeriksaan PMI ini dipantau Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. Para PMI ini tiba di bandara menggunakan pesawat Garuda GA-9830. Pesawat tersebut dicarter khusus atas biaya perusahaan dan PMI secara mandiri melalui fasilitasi KBRI Colombo serta General Sales Agent (GSA) Garuda Indonesia di Colombo, Sri Lanka. Setibanya di Bali, ratusan PMI tersebut langsung menjalani rapid test yang dilakukan Satgas Gugus Tugas Provinsi Bali. Selain itu, terdapat pula PMI berasal dari Surabaya, Makassar dan Lombok langsung diberangkatkan melalui pengawalan khusus dengan jalan darat ke Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., S.IP., Minggu (26/4) kemarin mengatakan, Kodam IX/Udayana akan tetap melakukan pengawasan kedatangan PMI maupun warga yang bepergian. Khususnya pengawasan dan pengamanan di pintu masuk bandara maupun pelabuhan diperketat. Kapendam mengungkapkan, pihaknya akan selalu melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya yang tergabung pada Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Tujuannya tiada lain untuk mencegah dan menekan maupun memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di Bali. (kmb36)
373 Penerima Asimilasi dalam Pengawasan Bapas Denpasar (Bali Post) Kendati keputusan Kemenkum HAM RI banyak mencela soal pembebasan 38 ribu narapidana guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun di tingkat pengawasan khususnya di Bali, terus dilakukan pemantauan oleh tim Bapas Kelas 1 Denpasar. Bahkan, sebagaimana instruksi menteri, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan juga keluarga penerima asimilasi. Dikonfirmasi soal jumlah narapidana bebas dalam pengawasan, Kepala Bapas Kelas I Denpasar Ni Luh Putu Andiyani, Minggu (26/4) kemarin mengatakan, hingga 21 April 2020, ada 373 penerima asimilasi yang menjadi pengawasan Bapas Denpasar. Mereka tersebar di berbagai tempat di Bali. Mereka dipantau, selain oleh petugas langsung, para penerima asimilasi juga meninggalkan nomor telepon, sehingga lebih mudah dipantau. Berdasarkan data yang diterima, 373 penerima asimilasi itu dari berbagai kasus. Yakni kasus narkotika nonbandar, kasus pencurian, kasus perlindungan anak, kasus pemerkosaan, kasus penipuan, penggelalan, kasus cukai, kasus pembunuhan, penganiayaan, kasus kesehatan, kasus KSDA. (kmb37)
Topik : puncak covid-19 Tak bisa diprediksi
Paparkan Langkah Strategis Tangani Covid-19 di Denpasar
SEBAGAI upaya memetakan masalah guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menggelar Seminar Regional. Kegiatan yang bertajuk ‘’Bali di Tengah Covid-19: Nasib PMI, Pertanian, dan Pariwisata’’ ini diikuti Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melalui media teleconferance dari Graha Sewaka Dharma, Kota Denpasar, Sabtu (25/4). Dalam kesepatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra yang didaulat sebagai pembicara memaparkan konsep penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Di mana, Pemkot Denpasar memberikan fokus penanganan pada dua permasalahan utama. Yakni bagaimana kesehatan masyarakat merupakan yang paling utama, serta kedua adalah penerapan strategi perlindungan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19. ‘’Semuanya sudah diran-
cang sedemikian rupa. Saat ini sedang dan sudah proses realisasi di lapangan, baik itu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 maupun strategi perlindungan sosial dan ekonomi melalui program lumbung pangan,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, beragam upaya telah dan akan dilaksanakan Pemkot Denpasar. Seperti halnya penerapan jaring pengaman kesehatan dengan mengedukasi masyarakat tentang tata cara pencagahan penyebaran Covid-19. Selain itu, strategi perlindungan sosial juga telah direalisasikan, baik menggunakan dana APBD maupun Gotong Royong dengan sistem one hand for one life. ‘’Ya sudah banyak yang sudah dan akan kami laksanakan. Ke depan kami juga akan merancang rapid test massal bagi wilayah zona merah dengan prioritas bagi keluarga yang berstatus ODP dan PDP,’’ jelasnya. Berkaitan dengan penanganan PMI,
Pemkot Denpasar sangat serius menangani PMI. Di mana, telah disediakan rumah singgah bagi PMI yang representatif. Selain itu, PMI juga diawasi secara ketat dan disiplin serta mendapat prioritas untuk mengikuti rapid test. ‘’Kesehatan masyarakat, pencegahan penyebaran, perlindungan sosial dan ekonomi, membangkitkan sektor pertanian untuk ketersediaan pangan terus kami optimalkan, sehingga dalam proses penanganan Covid-19 ini segala sektor dapat dijaga keseimbanganya,’’ kata Rai Mantra. Dekan FEB Unud Agoes Ganesa Rahyuda mengatakan pelaksanaan seminar ini untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di lapangan, khususnya berkaitan dengan penanganan Covid-19 ini. Sehingga dari hasil seminar ini diharapkan dapat memberikan hasil sebagai sebuah rekomendasi bagi kepala daerah untuk melaksanakan kebijakan.
SEMINAR - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat mengikuti Seminar Regional FEB Universitas Udayana melalui media teleconferance dari Graha Sewaka Dharma, Kota Denpasar, Sabtu (25/4). Utamanya untuk percepatan penanganan Covid-19 yang berdampak serius bagi semua sektor. Dalam kesempatan ini, turut disampaikan pemaparan oleh tiga orang narasumber dengan tema judu, yakni ‘’Perspektif Kependudukan
dan Pencatatan Sipil’’ oleh I Gusti Wayan Murjana Yasa, ‘’Perspektif Pertanian dan Kemiskinan’’ oleh Prof. Made Kembar Sri Budhi, dan ‘’Perspektif Mikro dan Pariwisata’’ oleh Prof. I Komang Gede Bendesa. (ad286)
RSUP Sanglah, misalnya, sekarang akan ditambah lagi 18 kamar. Penambahan kamar itu dipastikan rampung dalam dua minggu. ‘’Minggu ini selesai sembilan kamar. Kemudian di RS PTN Universitas Udayana, itu juga dipersiapkan untuk 97 bed. Jadi cukup,’’ katanya. Belum lagi, lanjut Koster, ada RS Bali Mandara yang juga memiliki cukup kamar. Kalau memang ada lonjakan, maka RSUD juga akan dimanfaatkan untuk menangani pasien positif Covid-19. Sejak awal muncul pasien Covid-19 di Bali, pihaknya sudah bertindak cepat menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai. ‘’Saya bertindak cepat mengumpulkan semua RS untuk menyiapkan pelayanan. Satu, mengenai kamar, tempat tidur, dokter, perawat, dan peralatan kesehatan,’’ jelasnya. Menurut Koster, Bali
saat ini memiliki stok alat pelindung diri (APD) sebanyak 4.000 lebih. Kemudian menerima bantuan dari luar negeri berupa alat rapid test sebanyak 20.000, ventilator, dan 50.000 masker berstandar internasional/WHO. Masker ini merupakan bantuan dari Tiongkok. ‘’Kemudian juga sedang disiapkan laboratorium selain uji swab selain di Sanglah. Sedang berjalan persiapannya ini di RS PTN Udayana, kemudian di FKIK Warmadewa, dan Labkes Dinas Kesehatan Provinsi Bali,’’ paparnya. Dengan demikian, Koster menyebut Bali akan memiliki empat lokasi lab untuk uji swab, sehingga hasil pengujian bisa diketahui lebih cepat. (kmb32)
Pemprov Klaim Kapasitas RS Cukup
Denpasar (Bali Post) Kebijakan penanganan Covid-19 di Bali terus mengikuti dinamika lapangan. Ketika ada penambahan kasus positif diikuti dengan meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit (RS), langsung diantisipasi dengan menambah ruang isolasi.‘’Kami melakukan kerja sama dengan RS untuk melakukan penambahan-penambahan ruang isolasi,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam keterangan pers, Sabtu (25/4). Menurut Dewa Indra, saat ini RSUP Sanglah, RS PTN Universitas Udayana dan RS Bali Mandara sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik untuk menambah ruang isolasi. RS Bali Mandara khususnya sedang menyiapkan 34 ruangan untuk merawat pasien Covid-19. Dikatakan, Gubernur Bali juga telah mengadakan rapat dengan Gugus Tugas Provinsi untuk membahas tentang ruang isolasi tersebut. ‘’Bahkan beliau melakukan cek dan ricek secara detail tentang logistik, RS dan tempat karantina,’’ jelasnya. Dewa Indra menambah-
kan, pihaknya kini sudah menambah satu tempat karantina baru yakni di Gedung Balai Diklat BPK Provinsi Bali. Tempat karantina turut ditambah untuk mengakomodasi hasil rapid test tahap kedua yang dilakukan kabupaten/kota. Sebab, hasil rapid test positif sesuai kesepakatan akan ditangani oleh Pemprov. ‘’Berangkat dari fakta-fakta yang kami dapatkan, ternyata ada dites tahap kedua hasilnya reaktif atau positif,’’ terang Sekda Provinsi Bali ini. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster juga mengklaim kapasitas rumah sakit khususnya ru-
ang isolasi masih cukup untuk merawat pasien positif Covid-19. Demikian juga tempat karantina, karena seperti diketahui, mayoritas kasus positif merupakan imported case. Yakni para pekerja migran yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Sedangkan gelombang kepulangan para pekerja migran masih akan berlangsung. ‘’Tempat karantina cukup karena karantina dilakukan oleh kabupaten/kota. Cukup, tidak ada masalah,’’ ujarnya. Koster menambahkan, kapasitas ruang isolasi juga masih cukup untuk merawat pasien positif Covid-19. Di
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Residivis Narkoba Ditangkap di Penginapan Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Unit III Subdit II Satresnarkoba Polda Bali menggerebek penginapan di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan, Rabu (22/4) lalu. Di kamar nomor 4, polisi menangkap Anton Listiyo Tranggono (45) dengan barang bukti 23 plastik klip isi sabu-sabu seberat 275 gram dan 40 butir ekstasi. Tersangka Anton berstatus residivis kasus narkoba dan dia baru bebas 1 tahun lalu. Informasi di lapangan, Minggu (26/4) kemarin walau Indonesia dilanda wabah Covid-19, tapi transaksi narkoba terus terjadi. Hasil penyelidikan anggota Opsnal Unit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Bali, pada Rabu pukul 15.00 Wita ada informasi pelaku asal
Tabanan ini berada di TKP. Polisi langsung menggerebek kamar tersebut dan menangkap pelaku. “Penggeledahan dilakukan polisi di kamar tersebut,” kata sumber. Hasil penggeledahan terhadap pelaku, diamankan tas pinggang berisi 11 paket plastik klip yang masing-masing berisi SS dan satu buah botol kecil di dalamnya ada plastik klip berisi tiga butir ekstasi. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar tersebut. Di bawah meja barang ditemukan satu buah tas plastik bening berisi 12 paket SS dan satu paket plastik berisi 37 butir ineks. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor Direktorat Resnarkoba Polda Bali. Dir. Resnarkoba Polda Bali
Kombes Khozin, didampingi Wadir AKBP I Putu Yuni Setiawan kepada wartawan membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, wabah virus Corona membuat perekonomian lumpuh, tapi tidak mempengaruhi trend penyalahgunaan narkotika di Bali. Bahkan terjadi kenaikan penangkapan saat pandemi Covid-19 ini. Dua pekan terakhir, ada peningkatan penangkapan pengguna, pengedar hingga bandar narkoba. “Ada sekitar 30 tangkapan dan ditahan 40 pelaku penyalahgunaan narkotika,” ujarnya. Pelaku yang ditangkap tidak hanya jaringan lokal, ada beberapa jaringan warga negara asing (WNA) yang diringkus. (kmb36)
Bali Post/ist
DITANGKAP - Anton Listiyo Tranggono ditangkap kasus narkoba.
Penanganan Ibu Hamil Terpapar Covid-19
RSUP Sanglah Siapkan Ruangan Khusus Denpasar (Bali Post) Wabah Covid-19 yang terjadi tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga ibu hamil. Belum lama ini, seorang ibu yang sedang hamil disebutkan positif terpapar Covid-19. Hal ini menjadi perhatian dokter spesialis obstetri dan ginekologi bawah persalinan ibu hamil dilakukan di ruang isolasi khusus persalinan. Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Dr. dr. AAN Jaya Kusuma, Sp.OG(K)., Sabtu (25/4) menjelaskan, ibu hamil memang memerlukan penanganan khusus. Sebab, imunitas ibu hamil tidak sama, lebih lemah dari
yang tidak hamil. Ibu hamil lebih mudah sakit dan tertular penyakit. Selain itu, janin di dalam kandungan ibu akan sangat tergantung dengan kondisi ibunya. Penanganan oleh dokter obstetri bertujuan agar dua-duanya (ibu dan bayi) selamat. Penanganan ibu hamil, kata Jaya Kusuma, mengikuti mekanisme dari Gugus Tugas. Sebelum persalinan, yang disebut masa ANC (antenatal care), pada intinya mengurangi paparan terhadap lingkungan dan petugas. Berdasarkan kebijakan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
agar mengurangi kunjungan ANC. Ibu hamil yang seharusnya datang setiap satu bulan atau dua minggu, diundur kedatangannya untuk kepentingan ibu tersebut, petugas dan lingkungan sepanjang tidak berbahaya untuk pasien itu. Pasien juga diedukasi selama tidak melakukan ANC. Misalnya memperhatikan gerak janin dalam kandungan. Jika gerak anak menurun, kepala pusing, keluar cairan, gerakan anak kurang baik, ibu hamil harus datang ke faskes dan tidak boleh menunda. Sementara mekanisme persalinan pada ibu positif Covid-19, harus bersalin di fasilitas
kesehatan yang sudah menyiapkan alat pelindung diri (APD) dan memiliki ruangan isolasi bertekanan negatif. Terkait hal ini, pihak RSUP Sanglah telah menyiapkan ruang isolasi khusus bersalin, tidak bergabung dengan pasien lain. Ruangan itu disiapkan di IGD, ruang isolasi bertekanan negatif di Nusa Indah, ruang rawat obstetri Cempaka. ‘’Mungkin setelah lahir, harus dirawat 1 – 2 hari, itu juga sudah kita siapkan ruangannya. Jadi dia tidak bercampur dengan pasien yang lain, petugas juga pakai APD, dan sudah kami siapkan,’’ ujarnya.
Persalinannya sesuai indikasi obstetri, baik lahir normal maupun seksio. Dalam persalinan, tetap memperhatikan keselamatan petugas dan lingkungan tidak tercemar. Makanya harus lahir di tempat yang betul-betul siap. Semua RS harus siap menghadapi pasien apa pun, bukan hanya orang hamil, termasuk RSUP Sanglah dan RS PTN Unud. ‘’Bukan tidak mungkin dia bisa lahir di RS kabupaten/kota atau RS swasta. Syaratnya mereka harus tahu SDM dan faskes yang paling siap untuk menangani pasien Covid-19 hamil,’’ imbuhnya. (kmb42)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Pon, 27 April 2020
Realisasikan Program Strategis Bupati Giri Prasta di Tengah Pandemi Covid-19
Badung Serahkan Bantuan Sembako Tahap I kepada 3.819 KPM PEMERINTAH Kabupaten Badung menyerahkan bantuan bahan pangan atau sembako tahap I yang didistribusikan secara serentak di 10 titik pendistribusian, Minggu (26/4) kemarin. Bantuan diberikan kepada 3.819 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri atas rumah tangga sasaran (RTS), penyandang disabilitas dan warga terdampak langsung wabah Covid-19. Sebanyak 3.819 paket sembako disiapkan oleh Dinas Sosial bersinergi dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung untuk pendistribusian ke enam kecamatan. Kecamatan Abiansemal sebanyak 1.097 paket, Kecamatan Kuta 103 paket, Kecamatan Kuta Selatan 343 paket, Kecamatan Kuta Utara 279 paket, Kecamatan Mengwi 1.430 paket dan Kecamatan Petang 567 paket. Pembagian sembako tahap I tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi
Kepala Dinas Sosial I Ketut Sudarsana di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi. Di tempat lain, pembagian sembako juga dilakukan serentak. Di Kantor Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, dilakukan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Badung Made Widiana. Di Wantilan Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, dilakukan oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Bupati Giri Prasta mengatakan, bantuan sembako ditujukan untuk membantu warga yang ekonominya terdampak kondisi darurat pandemi Covid-19. Artinya, warga yang masuk daftar penerima manfaat sembako merupakan data baru hasil pendataan perangkat desa terbawah yang ditetapkan dalam musyawarah desa dan musyawarah kelurahan (termiskin dan disabilitas), tidak mengacu data Kemensos. ‘’Kami selaku kepala daerah
sudah mulai merealisasikan program-program strategis bagi masyarakat yang ekonominya sangat rentan terdampak oleh pandemi Covid-19. Hari ini (kemarin) kita bagikan paket sembako untuk warga masyarakat yang terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh Dinas Sosial Kabupaten Badung,’’ katanya. Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, penyaluran sembako oleh Pemkab Badung langsung ke rumah penerima untuk menghindari terjadi kerumunan masyarakat yang akan menerima bantuan. Hal ini sesuai imbauan pemerintah pusat agar menghindari kerumunan orang dan tetap menjaga jarak. ‘’Astungkara pembagian sembako tahap I secara serentak di enam kecamatan pada hari ini (kemarin) berjalan lancar, aman dan sukses. Masyarakat jangan lupa jaga kesehatan, kebersihan dan biasakan cuci tangan dengan sabun atau menggunakan masker saat beraktivitas di luar
rumah,’’ ujarnya. Bupati Giri Prasta juga mengimbau warga Badung untuk tetap tenang dalam menyikapi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Karena Pemkab Badung selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat pada situasi dan kondisi seperti saat ini, dengan tetap mengacu pada regulasi dan peraturan yang berlaku. Bantuan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat berupa beras 25 kg, telor 1 kerat, ayam frozen 1 kg, minyak goreng 2 liter, mie instan 30 bungkus dan sayur satu paket. Bila ditotal secara keseluruhan bantuan tersebut senilai Rp 500 ribu. Di samping tiga tempat di atas, titik distribusi lainnya di antaranya di LPD Desa Adat Pelaga, Kecamatan Petang, penyerahannya dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana. Di Wantilan Desa Adat Punggul, Kecamatan Abiansemal, penyerahan di-
lakukan oleh Kepala Satpol PP IGAK Suryanegara. Berikutnya di Wantilan Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, diserahkan oleh Kepala Dinas Perikanan Nyoman Suardana. Di Wantilan Pura Prajapati, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, penyerahan bantuan sembako dilakukan oleh Kepala BPBD Badung Bagus Nyoman Wiranata. Penyerahan bantuan paket sembako juga dilakukan di Wantilan Desa Adat Kapal dilakukan oleh Kepala Dinas PMD Badung Komang Budhi Argawa. Di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara, diserahkan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani. Terakhir di Wantilan Banjar Taman Grya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, dilakukan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung I Nyoman Suendi. (ad291)
SERAHKAN SEMBAKO - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta secara simbolis menyerahkan sembako tahap I di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/4) kemarin.
Penggunaan Internet Meningkat Tiga Kali Lipat
Bali Post/kmb36
APEL - Kabag Operasi Polres Badung, Kompol I Wayan Suana, saat memimpin apel, Minggu (26/4) kemarin.
Polisi Jaga Karantina PMI
Mangupura (Bali Post) Polres Badung turut mengamankan hotel yang dijadikan tempat karantina PMI di Kuta. Pengamanan dilakukan agar PMI (pekerja migran Indonesia) disiplin selama menjalani karantina terpusat. Hotel tersebut diawasi 1 x 24 jam.‘’Kami amankan Hotel Aston selama 1 x 24 jam. Kuta sebenarnya masuk wilayah Polresta Denpasar. Berhubung Polresta banyak mengamankan titik (karantina), kami bantu jaga di Hotel Aston. Ini kerja bersama melayani masyarakat (PMI). PMI itu kan warga kita juga,’’ tegas Kabag Operasi Polres Badung Kompol I Wayan Suana didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Minggu (26/4) kemarin. Menurut AKP Suana, Sebelum adanya rumah singgah atau karantina terpusat, banyak PMI melakukan karantina mandiri di desanya masingmasing. Perkembangannya sangat signifikan. Walaupun melalui proses isolasi mandiri, mereka tetap dipantau, mulai tahap pemeriksaan awal sampai akhir setelah 14 hari dikarantina. ‘’Termasuk isolasi mandiri di desa masing-masing, dicek kontak dengan siapa saja. Kami dari kepolisian melakukan itu juga,’’ ujarnya. Sejak beberapa minggu tera-
khir, Polres Badung juga gencar mengimbau masyarakat Muslim jangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat memahami dan mematuhi imbauan tersebut. ‘’Kami tempatkan personel di Terminal Mengwi untuk memantau situasi dan mengimbau masyarakat jangan mudik dulu. Sampai saat ini arus mudik sepi. Secara umum terminal tetap bergerak tapi sifatnya lokal,’’ kata AKP Suana. Mengantisipasi pergerakan masyarakat ke luar Bali, secara umum anggota Satlantas Polres
Badung menyasar pergeseran di jalur lalu lintas, termasuk pertokoan dan pasar. Sementara Tim Unit Fungsi Preemtif menemuai tokoh-tokoh Muslim agar turut mengajak dan mengimbau warganya jangan mudik. ‘’Kami berharap muncul kesadaran dari diri sendiri tidak mudik dulu untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mungkin masyarakat sudah paham situasi di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai. Tugas kami selalu mengimbau masyarakat tetap di rumah,’’ ungkapnya. Menurutnya, virus Corona
PARIWISATA sebagai penopang ekonomi Bali, paling terdampak dengan adanya wabah Covid-19. Hal ini sangat dirasakan oleh para pelaku pariwisata termasuk pramuwisata yang merupakan garda terdepan sektor ini. Nihilnya kedatangan wisatawan ke Bali tidak dimungkiri periuk nasi mereka pun kosong. Alhasil mereka harus memutar otak untuk mencari pendapatan. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesai (HPI) Bali Nyoman Nuartha menyatakan, ada 12.000 anggota HPI dan yang aktif 5.000 orang. Mereka terdampak betul dengan adanya wabah Covid-19 karena menggantungkan hidupnya dari menjadi pramuwisata. ‘’Pandemi virus Corona sangat memengaruhi anggota kami yang 70 persen sudah berumah tangga. Mereka harus memenuhi kebutuhan anak, sekolah dan sehari–hari,’’ tuturnya, Jumat (24/4) lalu. Dari 11 divisi bahasa yang ada di HPI, Divisi Mandarin yang lebih dulu terkena dampaknya karena wisatawan Tiongkok menjadi yang pertama berkurang jumlah kunjungannya. Disusul divisi lainnya hingga nihil kunjungan wisatawan. ‘’Dalam waktu 1,5 bulan, sama sekali tidak ada pendapatan,’’ imbuhnya. Menghadapi situasi itu, banyak anggotanya berkeinginan pulang kampung. Sebab, sebagian besar anggota HPI dari luar Denpasar termasuk Divisi Mandarin yang 98 persen dari luar Bali. Namun, karena ala-
san anaknya bersekolah di Denpasar, mereka memutuskan tetap tinggal dengan segala upaya untuk bertahan. Anggota pun sempat menyampaikan ingin beralih profesi menjadi kuli bangunan, pedagang dan sektor lain. Tetapi faktanya, apa pun yang akan dikerjakan, ekonomi masih lesu sehingga proyek–proyek tidak ada. Upaya yang bisa dilakukannya adalah melakukan koordinasi dengan stakeholder seperti Dinas Pariwisata. Ia berharap Pemerintah Provinsi
Bali memperhatikan anggotanya yang notabene sebagai garda terdepan dalam pariwisata. ‘’Perhatian tersebut bisa jangka pendek seperti sembako, bagaimana membantu program–program yang terkait dengan masalah sosial mereka,’’ ujarnya. Menurutnya, dalam uraian Gubernur Bali, belum ada catatan tentang pramuwisata. Ia berharap Gubernur Bali memperhatikan pramuwisata, karena dinaungi oleh Perda Nomor 5 Tahun 2016. (kmb42)
Pramuwisata Berharap Perhatian Pemerintah
sulit dideteksi. Dengan tidak mudik diharapkan mampu memutus penyebaran Covid-19. Selain itu, tetap menjaga jarak, tidak berkumpul, menjaga kesehatan, sering cuci tangan dan memakai masker. ‘’Terkait upaya membantu warga yang kena dampak Covid-19, Polres Badung telah menyalurkan bantuan sembako 1.158 paket. Terakhir bantuan dari Kemenparekraf,’’ tegasnya. Implementasi Direktif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis akan dilaksanakan seoptimal mungkin. Bahkan, sejak menjabat Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi rutin menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, baik berupa pemberian sembako maupun renovasi rumah. ‘’Bapak Kapolres bersama pejabat utama punya grup namanya Peduli Kasih. Kami menyasar masyarakat Badung yang membutuhkan uluran tangan kita,’’ tutupnya. (kmb36)
SELAMA masa Covid-19, permintaan akan jasa telekomunikasi besar. Telkom mencatat penggunaan internet meningkat tiga kali lipat dibanding sebelum adanya virus Corona. Jadi, secara bisnis, Telkom tidak terganggu. Hal itu karena adanya aktivitas bekerja dari rumah dan belajar di rumah yang notabene membutuhkan akses internet. Menurut Deputi GM Telkom Witel Denpasar, I Gusti Gde Donny Wardhana, peningkatan penggunaan internet tidak sampai melebihi kapasitas yang dimiliki Telkom. ‘’Kami masih bisa toleransi. Ambang-
nya di bawah 60 persen dari kapasitas alat produksi kami,’’ ujarnya, Sabtu (25/4). Sebelumnya, penggunaan internet berkisar 30-40 persen dari kapasitas Telkom. Ketika terjadi peningkatan permintaan, pihaknya telah siap dengan segala utilitas yang ada. ‘’Tapi kami masih ada spare untuk melayani kebutuhan masyarakat akan internet, bahkan melayani penambahan lagi,’’ imbuhnya. Terkait kapasitas, ia terus memonitor. Jika pemakaian telah ada di angka 80 persen, pihaknya akan melakukan perluasan. Peningkatan pe-
makaian internet ini tidak dimungkiri juga mengganggu kecepatan akses. ‘’Ketika ada keluhan, kami langsung solusikan. Misalnya banyak yang kualitas jaringan lokalnya, redamannya terlalu besar, kami segera ganti,’’ jelas Wardhana. Meski kapasitas mencukupi, kualitas pemasangan tetap diperhatikan untuk meminimalisir gangguan–gangguan. Selain itu menerapkan piket jika ada gangguan. ‘’Kami upayakan penanganan gangguan secepat mungkin. Ketika ada keluhan, bisa diselesaikan dengan cepat,’’ tambahnya. (kmb42)
Ratusan PMI dari MSC Magnifica Cruise Ship Tiba di Bali Mangupura (Bali Post) Ratusan tenaga kerja (naker) dari MSC Magnifica Cruise Ship, Marseille, Prancis, tiba di Bali, Sabtu (25/4) malam. Pekerja migran Indonesia (PMI) ini diangkut pesawat dari maskapai penerbangan Air Europa. Menurut Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali Elfi Amir, Minggu (26/4) kemarin, mereka tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 21.00 Wita. Rute yang diterbangi adalah Marseille-Denpasar. Rombongan naker migran ini terdiri atas 225 orang, sedangkan kru pesawat 16 orang. Seperti kedatangan sebelumnya, naker migran yang pulang dari Prancis ini juga melewati screening Covid-19. Mereka menjalani tiga tahapan pemeriksaan kesehatan, yakni Thermo Scanner, pendataan penumpang (penyerahan Health Alert Card dan wawancara) dan pelaksanaan rapid test (dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali). ‘’Secara umum, penanganan dan pencegahan Covid-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai berjalan lancar,’’ ujar Elfi Amir. (kmb21)
Bali Post/ist
PESAWAT - Pesawat Air Europa yang mengangkut 225 naker migran dari MSC Magnifica Cruise Ship, Marseille.
Senin Pon, 27 April 2020
Gugus Tugas Cek Kesiagaan Gilimanuk Dini Hari GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana kembali melakukan pengecekan pengawasan di pintu masuk Gilimanuk. Pengecekan dipimpin Sekda Jembrana I Made Sudiada bersama Kapolres AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok, Sabtu (25/4) dini hari. Pengecekan itu untuk melihat langsung pemeriksaan khususnya protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 di pintu masuk Gilimanuk. Selain itu, mengecek bentuk pengawasan oleh gugus tugas guna mengantisipasi meningkatnya penyebaran pandemi Covid-19 di
Provinsi Bali melalui pintu masuk Gilimanuk. Pengawasan Gilimanuk dinilai penting sebagai kawasan yang berisiko dalam penyebaran Covid-19 karena merupakan alur keluar-masuk orang dan barang. ‘’Sengaja kita cek langsung dini hari untuk memonitoring kedisiplinan petugas terpadu melaksanakan pemeriksaan sesuai SOP. Pengecekan dan pengawasan terhadap warga yang masuk ke Bali agar tetap berjalan sesuai Protap Penanganan Covid-19. Termasuk kewajiban melaksanakan rapid test bagi warga datang dari zona merah,’’ ujar Sudiada. Selain memotoring pengecekan dan pengawasan, Sudiada juga
mengatakan jajaran gugus turun langsung bersama-sama terkait penguatan koordinasi di Pelabuhan Gilimanuk. Koordinasi melibatkan BPTD Wilayah Bali-NTB, Syahbandar, ASDP dan KKP yang masing-masing memiliki kewenangan di pelabuhan. ‘’Kita perkuat koordinasi hari ini agar penanganan menjadi satu kesatuan dan tidak tumpah tindih. Termasuk dalam protap pengembalian penumpang, jika penumpang tersebut positif rapid test ke wilayah asalnya,’’ ucapnya. Selanjutnya Sudiada menyampaikan, ditemukannya sejumlah penumpang yang menunjukkan hasil reaktif dari hasil rapid test, maka
pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dan memastikan petugas terpadu melaksanakan pengecekan di lapangan dan mengawasi betulbetul warga yang akan masuk Bali. Dari hasil pemeriksaan tim medis kemarin (24/4), ditemukan lima penumpang positif melalui pemeriksaan rapid test. Tiga orang ini merupakan warga Jawa Timur. Sesuai protap penanganan Covid-19 Provinsi Bali, mereka langsung dilulangkan ke daerah asal. Sementara dua orang merupakan warga ber-KTP Provinsi Bali, satu dari Jembrana dan satu orang dari Denpasar. Saat ini mereka sudah dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan perawatan. (ad288)
CEK PEMERIKSAAN - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana mengecek pemeriksaan di Gilimanuk pada Sabtu (25/4) dini hari.
Jamin Ketahanan Pangan Selama Covid-19
Tabanan Siapkan Sejumlah Skema Kebijakan Tabanan (Bali Post) -
Bali Post/kmb26
CEK KESEHATAN - Suasana pengecekan kesehatan yang wajib dijalani setiap penumpang kapal yang masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk.
’’Rapid Test’’ Positif di Gilimanuk Meningkat
Negara (Bali Post) – Dalam satu hari Jumat (24/4) lalu, tiga orang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk hasil rapid test-nya positif. Tiga warga yang datang dari zona merah itu, satu merupakan WNA dan dua lainnya kernet truk. ‘’Tiga orang hasil rapid test-nya reaktif dan sesuai prosedur yang dari luar kami pulangkan,’’ ujar Sekda Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada, seusai memonitor Pelabuhan Gilimanuk bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, Sabtu (25/4) dini hari. Dua dipulangkan ke tempat asalnya ke Jawa, sedangkan satu orang karena warga Jembrana ditindaklanjuti isolasi di Negara. ‘’Sesuai SOP mereka yang dari luar kami kembalikan lagi,’’ jelasnya. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sengaja melakukan monitoring pada dini hari guna mengecek kedisiplinan petugas terpadu yang melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk. Tim Gugus Tugas yang juga diikuti Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana Letkol (Kav) Djefry M. Hanok, sekalian melakukan koordinasi terkait penguatan pengawasan di Pelabuhan Gilimanuk. Misalnya, menyangkut penyatuan persepsi penanganan penumpang yang positif rapid test seperti yang terjadi Jumat pagi hingga malam lalu. Koordinasi melibatkan BPTD Wilayah Bali-NTB, Syahbandar, ASDP dan KKP yang masing-masing memiliki wewenang di pelabuhan. ‘’Kami satukan koordinasi agar penanganan satu kesatuan. Termasuk SOP pengembalian penumpang yang positif rapid test ke tempat asalnya,’’ tambah Sudiada. Ditemukannya lagi sejumlah penumpang yang hendak masuk Bali terindikasi melalui rapid test, menunjukkan grafik yang meningkat dari pemeriksaan melalui pintu masuk pelabuhan. Dalam satu hari ada tiga orang, dua di antaranya merupakan warga luar Bali. (kmb26)
Hendak Mandi Tewas di Saluran Subak Mole
Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Minggu (26/4) siang kemarin digegerkan oleh temuan sesosok mayat laki-laki di saluran air Subak Uma Ole atau Subak Mole. Keterangan pihak keluarga, korban yang diketahui bernama I Made Sada (55), warga Banjar Dinas Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga ini memiliki riwayat sakit jantung dan sesak napas. Diduga saat hendak mandi di saluran air Subak Mole, penyakit korban kambuh. Sebagai bentuk kewaspdaan, petugas yang melakukan evakuasi jenazah korban melengkapi diri dengan baju alat pelindung diri (hamzat). Informasi yang dihimpun, Made Sada memang sering mandi di saluran air Subak Mole yang cukup jernih. Namun, korban justru ditemukan tewas menggenakan celana dan tanpa baju. Posisinya terlentang di saluran air subak. Korban dilihat tersangkut di saluran subak oleh saksi Mbah Nopa (70), warga setempat, sekitar pukul 12.15 Wita. Mbah Nopa baru pulang dari sawahnya di Subak Mole. Mbah Nopa kemudian mencari I Wayan Wiryanata (52) yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabin Desa Marga Dauh Puri serta menginformasikan ke Pos Pelayanan Polsek Marga. Petugas kepolisian langsung mendatangi TKP dan melaporkan ke Polres Tabanan serta menghubungi BPBD Tabanan. Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma Putra, S.Sos., S.H. saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kasus temuan mayat tersebut. ‘’Korban sering mandi di aliran subak. Kemungkinan sakitnya kambuh, karena pihak keluarga mengatakan korban punya riwayat sakit jantung dan sesak,’’ ucapnya. Hasil pemeriksaan luar, mulut korban mengeluarkan darah dan selanjutnya dibawa ke BRSUD Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (kmb28)
Merebaknya wabah Corona diperkirakan memakan waktu cukup lama, bahkan bisa sampai akhir tahun 2020. Jika ini benar, kebutuhan pangan masyarakat tentu akan sangat besar. Di sinilah peran pemerintah menjaga ketersediaan pangan, sehingga masyarakat selalu mendapatkan kebutuhannya. Pemerintah harus fokus mengamankan sektor pangan ini dengan mendukung sektor pertanian dari hulu sampai hilir. Hal tersebut tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Mulai dari membantu petani sampai distribusi pangan. Pemerintah Kabupaten Tabanan, seperti diungkapkan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, kini tengah fokus menjaga ketahanan pangan. ‘’Bagaimana agar Tabanan siap menghadapi pandemi Covid-19 sampai akhir tahun. Untuk itu, pertanian terus kita dorong, irigasi pertanian dikedepankan, mencoba membuat pupuk kadang agar tidak membeli dari luar dan
Ekonomi
subsidi semua program pertanian. Produksi telur, ayam dan ikan dikemas biar mapan, serta menghidupkan BUMDes dan pasar desa,’’ terangnya beberapa hari lalu. Menjaga stabilitas stok cadangan pangan dengan mempercepat penganekaragaman pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat dengan membuat kebijakan pemberdayaan pekarangan lestari (pemanfaatan pekarangan dan lahan di sekitar untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga). Ini telah dikuatkan dengan regulasi Surat Edaran Bupati Nomor 450/0715/diskepa/2020
tentang pemberdayaan pekarangan lestari. Kebijakan ini telah disiapkan anggaran Rp 300 juta lebih. Sementara menjaga stabilitas ketersediaan kebutuhan pokok dengan mengoptimalkan produksi pertanian dari hulu ke hilir melalui kebijakan pangan serasi, dianggarkan Rp 2,4 miliar lebih. ‘’Dinas Pertanian menyediakan dan membuat bibit, pupuk dan saprodi untuk tanaman pangan holtikultura, ternak dan perkebunan dengan mengoptimalkan pendampingan penyuluh pertanian dan mengoptimalkan kantongkantong produksi pertanian,’’ ucapnya. Pihaknya juga sudah me-
nyiapkan skema antisipasi jika Covid-19 berlanjut dan berdampak pada terbatasnya stok pangan, dengan anggaran Rp 50 miliar. Jika itu terjadi, APBD siap membeli penambahan stok cadangan pangan untuk warga yang terdampak Covid-19. Terkait kebijakan tersebut, Bapelitbang Tabanan sudah melakukan perhitungan relokasi anggaran untuk penanganan Covid-9 khususnya dalam menjaga ketahan pangan. Dana ini akan masuk ke belanja tak terduga yang ditangani oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kepala Bapelitbang I.B. Wiratmaja menyatakan, hampir 50 persen lebih kegiatan dalam organisasi perangkat daerah ditunda dalam pandemi Covid-19 termasuk kegiatan pertanian. Kebijakan yang ditempuh nanti
semuanya bermuara pada penggunaan dana belanja tak terduga. ‘’Kebutuhan pendanaan dalam menjalankan kebijakan ekonomi untuk ketahanan ekonomi masyarakat sebagian besar sudah dilakukan. Saat ini lebih menjamin aktivitas dari hulu sampai hilir,’’ terangnya. Melalui progam Pangan Serasi, dijamin terjadi aktivitas produksi pertanian yang berkesinambungan dari hulu sampai hilir. Di hulu dijamin ketersediaan benih, pupuk, obat-obatan, alsintan, sampai ke pendampingan oleh penyuluh. Di tengah dilakukan pemetaan kantong-kantong produksi. Sementara di hilir membangun pola distribusi ke seluruh wilayah dan masyarakat Tabanan termasuk kebutuhan harian melalui kerja sama dengan PDDS, BUMDdes, desa adat dan banjar adat. (kmb28)
Seminar Berbasis Webinar Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unud
Bali di Tengah Covid-19: Antara Pariwisata, Pertanian dan PMI MASIFNYA penyebaran wabah pandemi Covid-19 di Tanah Air telah melumpuhkan hampir seluruh sektor perekonomian, terutama sektor-sektor yang terkait dengan pariwisata. Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai pendapatan utama, sangat merasakannya. Banyak karyawan yang di-PHK. Bahkan, sektor-sektor pendukung pariwisata, seperti pertanian pun goyah. Belum lagi ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang dipulangkan akan menambah pengangguran. Karena kepedulian yang besar terhadap masa depan perekonomian Bali, terutama perkembangan pariwisata, pertanian dan nasib PMI yang banyak dipulangkan, Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menggagas seminar regional bertajuk ‘’Bali di Tengah Covid-19: Pariwisata, Pertanian dan PMI’’, Sabtu (25/4). Seminar dilakukan melalui sistem online (webinar). Ini merupakan webinar pertama yang dilaksanakan FEB Unud dan diorganisir oleh Pusat Kajian Sustainable Development Policies Studies (SDPS)-FEB Unud. Acara dibuka Dekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahyuda, M.T., Ph.D. serta dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, M.Si. dan Kepala Balitbang Kabupaten Badung Dr. I Wayan Suambara.
Sebagai narasumber dari akademisi yaitu Prof. I Komang Gde Bendesa, Prof. Made Kembar Sri Budhi dan Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa. Rekomendasi yang dihasilkan dari webinar yang disampaikan oleh masingmasing narasumber menjadi sangat penting untuk segera diimplementasikan. Menurut Wali Kota Denpasar Rai Mantra, ada tiga poin penting yang harus dipahami untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19. Pertama, masyarakat harus disiplin menjaga kebersihan diri sendiri dan keluarga dengan mematuhi imbauan pemerintah, mulai dari physical distancing sampai tidak mudik. Kedua, jujur pada diri sendiri dan petugas medis mengenai kondisi kesehatan. Ketiga, membangun solidaritas yang kuat dengan cara saling menjaga dan saling membantu dimulai dari lingkungan terdekat. Rekomendasi penting juga disampaikan oleh Kabalitbang Kabupaten Badung Wayan Suambara. Pertama, pengembangan usaha ekonomi kreatif berskala home industry guna menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Kedua, PMI bersama pemerintah berkolaborasi menggarap sektor yang memungkinkan keberlanjutan mata pencaharian. Ketiga, persoalan PMI dan pariwisata saat ini tidak hanya di Bali, melainkan sangat berkaitan erat dengan wisatawan yang akan datang dan
SEMINAR - Dekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahyuda, M.T., Ph.D. (kiri) bersama Wali Kota Denpasar Rai Mantra dan sejumlah narasumber menggelar seminar regional berbasis Webinar, Sabtu (25/4). lapangan pekerjaan di luar negeri. Sekaranglah saatnya melakukan redesain konsep pembangunan Bali dengan memperkuat pilar pembangunan selain sektor pariwisata. Keempat, pariwisata dominan digerakkan oleh pihak swasta dan berjalan dengan baik, tetapi sektor pertanian tidak demikian. Karena itu, penting pemerintah hadir sebagai pelaku pertanian dengan orientasi industri. Kelima, mengkaji daya dukung Bali agar semua komponen pembangunan berada dalam kondisi stabil. Keberpihakan yang jelas terhadap petani juga ditekankan Kembar Sri Budhi. Pemerintah harus berada pada posisi penyangga di sektor pertanian. Membiarkan petani fokus bertani tanpa harus dipusingkan lagi dengan akses pasar, sehingga lebih profesional menggunakan teknologi-teknologi terbarukan. Selain itu, produkproduk pertanian yang dihasilkan berkualitas tanpa takut dengan rusaknya harga pasar. Keterkaitan antara
pariwisata dan pertanian harus dapat dijadikan sebuah hubungan yang saling membantu, bukannya untuk dipilih salah satu. Komang Gde Bendesa menyampaikan, edukasi dalam teknologi akan mengintegrasikan pertanian dan pariwisata secara langsung dari jantung penghasil komoditas ke pembeli dari semua elemen sektor ekonomi, seperti yang sekarang sudah terjadi. Kesehatan dan kebersihan merupakan variabel menentukan dan dapat menjamin terjadinya distribusi hasil pembangunan pariwisata merata secara otomatis. Dengan kata lain, kesehatan dan kebersihan merupakan automatic stabilizer kebijakan. Setelah itu, ekonomi dan pariwisata akan bertumbuh dengan sendirinya karena telah terbangunnya kepercayaan. Terkait kebijakan di bidang kependudukan dan ketenagakerjaan untuk mengantisipasi masalah baru dampak Covid-19, Gusti Wayan Murjana Yasa merekomendasikan meningkatkan efektivitas ber-
bagai kebijakan dengan mengajak serta seluruh lapisan masyarakat secara partisipatif sebagai bagian dari budaya memupuk kebersamaan dan kegotongroyongan, termasuk memantapkan peran desa adat. Larangan mudik yang dikeluarkan harus didukung oleh efektivitas penertiban di pintu-pintu masuk dan keluar Bali. Terakhir, memantapkan pengamanan penyediaan dan distribusi logistik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, terlebih jika kebijakan PSBB diputuskan oleh pemda. ‘’Kita hendaknya optimis dengan perkembangan pariwisata ke depan, karena dampak Covid-19 bersifat transitory. Bahkan, dengan simulasi skenario terburuk sekalipun, tetap akan ada sekitar satu miliar orang yang akan bepergian di seluruh dunia. Sebagai destinasi wisata favorit dunia, Bali akan mendapatkan bagian, namun dengan syarat standar kesehatan dan kebersihan terpenuhi,’’ ujar Murjana Yasa. (ad289)
Senin Pon, 27 April 2020
Bantu Stok Darah PMI
Forum Peduli Temesi Lakukan Donor Darah
MEMENUHI kebutuhan darah di tengah pandemik Covid-19, warga yang tergabung dalam Forum Peduli Temesi menggelar aksi sosial kemanusiaan dengan kegiatan donor darah. Aksi sosial itu bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Gianyar. Dengan tetap mengikuti protap pencegahan Covid-19, aksi sosial itu dilaksanakan di Balai Banjar Desa Temesi, Sabtu (25/4). Koordinator Forum Peduli Temesi Wayan Sunarga mengatakan, aksi sosial ini merupakan panggilan hati. Tujuannya membantu sesama yang membutuhkan darah. Karena mendengar stok darah
di PMI sangat minim, kemudian pihaknya bersama anggota forum sepakat melakukan aksi donor darah. Akhirnya, menurut Wayan Sunarga, saat ini ada sekitar 40 orang anggota yang bisa melakukan donor darah. Melakukan donor darah di balai banjar di tengah pandemik Covid-19 ini, menurut Wayan Sunarga, memang cukup riskan. Untuk itu dirinya tetap mengikuti aturan protap pencegahan yang ditetapkan pemerintah maupun PMI itu sendiri. Pihaknya membagi beberapa kelompok untuk mendonor. Berusaha tetap menjaga phisycal distancing, jadi tidak dilakukan bersamaan. Juga
cuci tangan dan memakai masker, seusai mendonor mereka disarankan langsung pulang. Kegiatan juga sudah tentukan waktunya, yaitu mulai donor pukul 00.09 Wita sampai pukul 12.00 Wita. ‘’Kami tetap mengikuti protap yang sudah ditentukan pemerintah, agar jangan sampai kami ingin berbuat baik, malah menimbulkan masalah. Semua aturan tetap kami jalankan. Seperti cuci tangan, physical distancing, masker semuanya tetap kami ikuti,’’ tegas Wayan Sunarga. Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cabang Gianyar dr. Desak Putu Tirta menjelaskan, saat ini stok darah di PMI ma-
sih pada stok darah minimal saja. Artinya tidak sebanyak dulu, namun juga tidak kehabisan sama sekali. Jadi masih bisa memenuhi kebutuhan di rumah sakit-rumah sakit di Gianyar. ‘’Kondisi pandemi ini sangat berpengaruh pada ketersediaan stok darah PMI Gianyar. Kalau dulu biasanya kami rutin mendapatkan pendonor dari hotel, organisasi, TNI/Polri maupun pribadi. Sejak adanya musibah ini jauh berkurang,’’ kata Desak Tirta. Sampai saat ini, menurut dr. Desak Tirta, PMI masih berusaha memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit. Di samping bekerja sama dengan PMI Provinsi, pihaknya juga
menyurati beberapa instansi, perkumpulan dan lain-lainnya untuk memohon bantuan donor darah. Masyarakat bisa langsung datang ke UPTD PMI Cabang Gianyar, untuk langsung mendonorkan darahnya. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu takut, karena PMI tetap mengedepankan keamanan dengan mengutamakan protap pencegahan Covid-19. Seperti APD, cuci tangan, masker dan lainlainnya. ‘’Jangan takut donor. Datang saja ke UPTD PMI masih banyak saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan para pendonor,’’ imbau dr. Desak Tirta. (ad290)
DB di Gianyar Meluas Capai 544 Kasus Sekda pun Harus Opname karena DB
RAPID TEST - Digelar rapid test terakhir terhadap 473 orang di GOR Swecapura Gelgel, Sabtu (25/4).
Setelah PMI Di-’’rapid Test’’ Harus Langsung Dapat Surat Keterangan Sehat
Semarapura (Bali Post) – Keluhan sejumlah PMI yang masih mengambang status kesehatannya, pascamenjalani karantina mandiri 14 hari, langsung disikapi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Nyoman Suwirta. Dia menegaskan hal itu tidak terjadi lagi. Dinas Kesehatan sudah diminta langsung menerbitkan surat keterangan sehat kepada PMI bila sudah mengikuti rapid test dan hasilnya negatif. ‘’Kami sudah menerima rapid test 700 unit dari provinsi. Keluhan PMI agar dapat surat keterangan sehat setelah karantina mandiri sudah kami sikapi. Tetapi, semuanya harus rapid test dulu. Bila hasilnya negatif, baru PMI dapat surat keterangan sehat,’’ kata Suwirta, Minggu (26/4) kemarin. Melihat banyak kasus penyebaran Covid-19, didominasi PMI (pekerja migran Indonesia), maka Suwirta menegaskan, proses rapid test
akan terus dimaksimalkan menyasar mereka. Sejauh ini yang sudah terdata pulang sudah 900-an orang. Diperkirakan jumlahnya ribuan, karena masih banyak yang belum tiba di Bali. Rapid test terakhir kalinya dilakukan Sabtu (25/4) di GOR Swecapura Desa Gelgel. Proses rapid test kali ini berbeda dari biasanya. Peserta yang didominasi PMI cukup membeludak, mencapai 473 orang. Dari 473 peserta itu, hasilnya 26 orang menunjukkan hasil reaktif. Baru mengarah positif Covid-19. Sebagai tindak lanjut hasil itu, Suwirta mengatakan, sebanyak 10 orang langsung dititip di RSUD Klungkung dan 16 orang lainnya di Provinsi Bali, tepatnya di Wisma Bima. Dinas Kesehatan Klungkung sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Proses rapid test ini cukup menjadi sorotan. Karena pesertanya hingga ratusan, berde-
sak-desakan sehingga timbul kerumunan akibat mereka datang sekaligus. Banyak warga menilai proses rapid test kali ini tidak memperhatikan arahan social distancing maupun physical distancing. Kadiskes Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni mengatakan, isolasi mandiri dari PMI yang tidak bergejala setelah selesai masa pemantauan 14 hari, seharusnya diberikan surat keterangan sehat, tanpa rapid test sesuai pedoman. Tetapi sesuai pengalaman, ternyata ada dari mereka yang rapid test hasilnya mengarah positif pada akhir masa karantina, walaupun tanpa gejala. Sehingga Diskes mengajukan telaah kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, untuk dapat dilakukan rapid test kepada semua PMI. Khususnya PMI yang habis masa karantina di bulan April, maupun yang baru datang karantina mulai bulan April. (kmb31)
Kasus Kematian Babi Masih Terus Terjadi
Dinas PKP Belum Bisa Pastikan Penyebabnya KASUS kematian babi di Kabupaten Bangli masih terus terjadi. Namun sampai sekarang penyebab kematian babi itu belum diketahui secara pasti. Pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mengaku belum menerima hasil uji laboratorium sampel babi mati yang telah dikirim ke BB Vet lebih dari sebulan lalu. Bagaimanakah dampak African Swine Fever (ASF) terhadap harga babi itu? Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (26/4) kemarin menyebutkan, sejak Desember tercatat kasus kematian babi di Bangli mencapai 249 ekor. Sampai sekarang kasus kematian babi itu diakuinya masih terus terjadi. Belum lama ini kasus kematian babi itu terjadi di wilayah Desa Kayubihi dan di Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang. Tidak semua babi yang mati itu menunjukan gejala sama dan mengarah ASF (African Swine Fever). ‘’Ada juga babi yang mati alami seperti karena melahirkan. Semua itu kami catat setiap ada laporan,’’ terangnya. Menindaklanjuti adanya laporan kasus kematian babi itu, pihaknya mengaku hanya mendata serta memberikan edukasi kepada peternak dan memberikan disinfektan untuk sterilisasi kandang. Pihaknya saat ini tidak lagi melakukan pengambilan sampel terhadap babi yang dilaporkan mati. Sebab sampel babi mati yang telah dikirim Dinas PKP Bangli ke BBVet Denpasar untuk diuji lab sampai sekarang belum dikirimkan hasilnya. ‘’Kami kesulitan menjawab ketika ditanya apa penyebab kematian babi selama ini. Karena sampai sekarang hasil uji labnya belum disampaikan ke kami. BBVet sudah koordinasi ke provinsi, sementara provinsi sendiri
belum ada memberikan kepastian ke kami,’’ jelasnya. Sarma menambahkan, sejak adanya kasus kematian babi yang dicurigai akibat terjangkit virus ASF itu, para peternak di Bangli kini cenderung mengurangi populasi babinya. Banyaknya kasus kematian babi juga berimbas terhadap harga. Saat ini harga babi di tingkat peternak sangat
rendah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kata Sarma, harga babi sekarang berkisar Rp 12 ribu - Rp 18 ribu per kilogram. Berbeda jauh saat masih normal sebelum adanya isu ASF. Harga babi saat itu bisa menembus Rp 38 ribu per kilogram. ‘’Sekarang masyarakat ramai-ramai mapatung untuk menghabiskan stok,’’ imbuhnya. (ina)
Gianyar (Bali Post) Demam berdarah (DB) terus meluas di Kabupaten Gianyar. Bahkan hingga akhir April ini mencapai 544 warga positif DB. Bahkan salah satu warga yang opaname karena positif DB adalah Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya. Kini pria yang juga Sekda Gianyar itu sedang mendapat perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Gianyar. Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya saat dikonfirmasi, Minggu (26/4) kemarin, membenarkan suaminya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Menurutnya, gejala sakit sudah dialami Sekda Gianyar sejak Rabu (22/4) lalu. Setelah dicek dokter, akhirnya dipastikan positif DB. ‘’Ya benar sakit DB. Dirawat di RS Family sejak Rabu,’’ ujarnya. Dwikorawati mengatakan, saat ini kondisi Sekda Gianyar sudah membaik, dengan suhu tubuh mulai turun. ‘’Saat ini panasnya sudah mulai turun, sekarang kita mengantisipasi trombosit. Biasanya kalau panasnya turun, trombositnya turun. Tapi saat ini masih di atas 100. Astungkara semoga Bapak
cepat sembuh,’’ harapnya. Selain menyerang Sekda Gianyar Wisnu Wijaya, virus DB sedang mewabah di Gianyar. Dari data Dinas Kesehatan, yang disampaikan Kabid P2 Anak Agung Anom Sukamawa mengatakan, total penderita DBD per Januari sampai Maret 2020 ini sebanyak 544 kasus. Sementara di RSUD Sanjiwani Gianyar, jumlah pasien DBD yang dirawat di sana terus mengalami peningkatan. Januari, jumlah pasien DBD yang dirawat sebanyak 76 orang, Februari 104 orang, Maret 118 orang, dan April 123 orang. ‘’Data ini akan terus kami update, tapi untuk saat ini pasien DBD memang terus
meningkat setiap bulan,’’ ujar Kabag Humas RSUD Sanjiwani, Anak Agung Parawata. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Gianyar, A.A. Anom Sukamawa, mengungkapkan, terakhir pihaknya menerima dua laporan warga meninggal positif DB. Namun pihaknya masih melakukan audit terkait informasi tersebut. Dikatakan usai proses verifikasi itu, petugas langsung terjun melakukan fogging. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut serta melakukan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk. ‘’Sekarang kesempatan masyarakat melakukan pencegahan pembersihan lingkungan dengan pember-
antasan sarang nyamuk. Jadi sesuai ajaran Tri Hita Karana, menjaga hubungan dengan lingkunngan, mumpung juga murid dirumahkan ini harus menjadi momentum mengajarkan anak menjaga kebersihan lingkungan,’’ katanya. Ketua Komisi IV DPRD Gianyar yang membidangi kesehatan Ni Made Ratnadi mengatakan, tidak menampik wabah DBD semakin meningkat di Gianyar. Namun, ia menyoroti pemberantasan nyamuk yang dilakukan dengan cara fogging. Pemberantasan nyamuk DBD dengan cara fogging menurutnya kurang efektif jika masih terdapat jentik. ‘’Lebih efektif jika masyarakat melakukan pemberantasan nyamuk di rumah. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jika jentik masih banyak, ka sus DB juga akan sukit dihindari,’’ jelasnya. (kmb35)
Polres Fokus Larang Warga Mudik Semarapura (Bali Post) – Pihak kepolisian memikul beban berat mencegah pemudik pulang kampung. Tidak hanya pada pintu masuk Bali, tetapi polisi fokus melakukan penjagaan di seluruh Bali, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Polres Klungkung langsung menyiapkan Pos Pam Operasi Ketupat Agung 2020. Guna memastikan kesiapannya, Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, mengecek kesiapan pos pengamanan
itu, Minggu (26/4) kemarin, guna memastikan seluruh personel siap. Kapolres Sudana mengatakan, piranti lunak maupun keras setiap pos harus benar-benar disiapkan matang. Ini untuk mendukung kebijakan pelarangan mudik dari pemerintah pusat. Jadi atensi khusus soal ini bukan hanya wilayah yang memiliki pelabuhan, sebagai pintu keluar-masuk masyarakat. Tetapi, juga aktivitas mudik antarkota/daerah, menjadi atensi
pihak kepolisian. Sehingga proses untuk mempertebal pengamanan pelarangan mudik ini semakin tebal. Kapolres yang didampingi Kabag Ops AKP I Gede Made Surya Atmaja dan Kasat Lantas AKP Made Teja Dwi Permana menambahkan, Polres Klungkung telah menyiapkan dua titik Pos Pengamanan dalam rangka mendukung Operasi Ketupat Agung 2020, yakni Pospam Goa Lawah dan Pospam Lepang. Pelaksanaan Pos Pam selama 37
hari, dimulai dari 24 April s.d. 30 Mei 2020. Alumni Akpol 2000 ini menambahkan, untuk memastikan setiap personel aman dari penyebaran virus Corona, setiap Pos Pengamanan juga sudah disiapkan APD (Alat Pelindung Diri). Pembagian APD secara simbolis di masing-masing Pos Pam berupa hand sanitizer 3 buah, masker 2 lembar, baju 2 unit dan sarung tangan 2 buah diterima langsung perwakilan pospam, atau kapospam. (kmb31)
Tujuh Warga Bangli Sembuh dari Covid-19
Bangli (Bali Post) – Tujuh warga Bangli dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dipulangkan dari rumah sakit tempatnya dirawat. Hal itu disampaikan Humas Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Sabtu (25/4). Dalam keterangannya, Dirgayusa menyebutkan tujuh warga yang sembuh itu berasal dari Desa Sulahan, Abuan, Belanga, Banjar Penida Kelod Desa Tembuku, Lingkungan Dencarik Kelurahan Kawan dan Desa Yangapi. Dari tujuh
warga yang sembuh tersebut, enam di antaranya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Dan satu lainnya seorang ibu rumah tangga asal Belanga yang sebelumnya terpapar oleh anaknya yang merupakan seorang PMI. Meski dibolehkan pulang, saat ini ketujuh warga itu masih harus menjalani karantina di rumahnya masing-masing selama 14 hari. ‘’Mereka tidak di-rapid test lagi, kecuali sakit,’’ terangnya. Dirgayusa juga menyampaikan, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli
melaksanakan rapid test terhadap 31 orang PMI yang menjalani karantina di sebuah hotel di wilayah Kuta. Kegiatan rapid test itu dipimpin Kasatgas I Made Gianyar. Hasilnya, dari 31 PMI yang di-rapid test, satu orang di antaranya hasil tesnya positif. PMI tersebut berasal dari Kecamatan Susut. ‘’Sesuai arahan Kasatgas, PMI itu dirujuk ke RSU Bangli untuk dikarantina dan juga dilakukan tes swab,’’ jelasnya. Pada hari yang sama di RSU Bangli dilaksanakan uji swab terhadap delapan orang warga
Serokadan yang sebelumnya hasil rapid test-nya positif. Namun hasil uji swabnya belum diketahui. ‘’Karena hasilnya belum keluar. Besok di-swab lagi sekali,’’ kata Dirgayusa. Saat ini kedelapan warga Serokadan itu dikarantina di RSU Bangli bersama satu PMI yang hasil rapid test-nya positif. Hari ini Kasatgas telah memerintahkan Kadiskes dan pihak RSU untuk menyiapkan RSU Bangli sebagai tempat karantina dengan rapid test positif serta rujukan sementara bagi yang hasil swab-nya positif. (kmb40)
Senin Pon, 27 April 2020
Pendidikan
Relaksasi Pembayaran SPP di SMK Penerbangan Cakra Nusantara sebagai Kepedulian Dampak Pandemi Covid-19 MEMAHAMI dampak Pandemi Covid -19 tidak hanya bersifat ekonomi, melainkan juga memengaruhi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah (School From Home). Maka SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini memberlakukan kebijakan relaksasi keringanan SPP sampai 50% untuk periode Mei-Juni 2020. Program relaksasi mandiri SPP ini dilakukan setelah diadakan perubahan dan penyesuaian Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah tahun pelajaran 2019/2020. Setelah melalui verifikasi dan rekomendasi dari tim auditor, sehingga kebijaksanaan ini adil dan tepat sasaran bagi orangtua, wali, yang terkena dampak pandemik Covid-19. Kebijaksanaan ini adil bagi orangtua wali
yang sudah membayar tepat waktu, dan mempunyai perencanaan keuangan keluarga secara baik guna pendidikan putra-putrinya. Ketua Yayasan Pendidikan Cakra Cemerlang Internasional I Made Arimbawa, S.Pd.H., M.Pd., M.M. menyatakan, ‘’Kami sangat menjaga ikatan kekeluargaan yang telah dibangun di SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini. Dengan bantuan subsidi dari Yayasan Sosial CCI, SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini dapat melakukan relaksasi pembayaran SPP secara mandiri.’’ Raka Noviarini, orangtua dari Taruna Cok Bagus Darma Kesawa, kelas XII Jurusan Airframe and Power Plant, menyatakan ‘’Program relaksasi ini cukup meringankan apalagi
saat pandemik seperti sekarang ini, karena semua pasti mengalami saat sulit. Program relaksasi ini ibarat gratis SPP sebulan. Besar kecil perhatian yang diberikan Yayasan patut kita apresiasi’’ Pelaksanaan program relaksasi pembayaran ini diharapkan sesuai bagi kedua belah pihak, baik orangtua wali atau SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang berakreditasi A dan ber ISO 9001: 2015. SMK Penerbangan Cakra Nusantara mencetak generasi berprestasi, alumni SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini terserap 64% di dunia kerja. Di antaranya di dunia penerbangan, dan industri lainnya kemudian 34% melanjutkan serta berwiraswasta. SMK Penerbangan Cakra
169 PMI Jalani Karantina
Dari Senam, Bersih-bersih hingga Tak Boleh Dikunjungi Keluarga PARA pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang bekerja di luar negeri terus berdatangan setiap harinya. Setelah sampai di Bali, mereka langsung dijemput satuan tugas (satgas), kemudian diajak ke hotel untuk menjalani karantina selama 14 hari. Kabupaten Karangasem sendiri hingga saat ini sudah ada 169 naker migran menjalani karantina di sejumlah hotel di bumi lahar itu. Lalu bagaimana aktivitas mereka selama dikarantina? Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Minggu (26/4) kemarin mengatakan, para PMI yang menjalani karantina itu tersebar di sejumlah hotel di Karangasem. Seperti Ramayana, Puri Bagus, Surgawi dan Nirwana. ‘’Data PMI yang menjalani karantina per 23 April jumlahnya mencapai 169 orang. Jumlah ini dipastikan terus mengalami peningkatan,’’ ucapnya. Arimbawa menambahkan, selama menjalani masa karantina 14 hari, para PMI tidak berdiam diri. Mereka setiap paginya selama diisolasi diajak olahraga senam untuk tetap menjaga kesehatannya. Sebelum memasuki hotel, para PMI itu diberikan arahan tentang tata tertib bagaimana regulasi dikarantina. ‘’Selain wajib mengikuti senam, mereka diajak bersih–bersih kamar dan halaman hotel,’’ katanya. Secara umum mereka sudah mengikuti tata tertib dengan baik. Mereka juga telah mengikuti segala arahan yang diberikan petugas selama dikarantina. Menurutnya, selama menjalani proses karantina, mereka tidak diperkenankan melakukan interaksi dengan orang lian. Termasuk, pihak keluarganya tidak boleh berkunjung ke lokasi PMI itu dikarantina. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, selama menjalani masa
karantina 14 hari, para pekerja migran tidak diperbolehkan bertemu siapa pun termasuk keluarganya. ‘’Keluarga harus memahami kondisi ini sementara waktu,’’ pintanya. Artha Dipa berharap para PMI itu menikmati masa karantina dengan mengikuti kegiatan yang telah disusun tim satgas. Seperti berolahraga, sosialisasi kesehatan dan kegiatan ringan lainnya. Hal itu diharapkan bisa mengurangi kebosanan selama masa karantina. ‘’Agar tidak stres atau jenuh selama dikarantina, mereka harus selalu berpikir positif. Terpenting, jangan lupa tetap memakai masker saat beraktivitas. Berperilaku hidup bersih. Seperti rutin mencuci tangan agar kita semua sehat,’’ pinta Artha Dipa. (nan)
Nusantara ini juga telah meraih Akreditasi A Unggul dengan lulusan berdaya saing tinggi dan siap kerja. Memiliki mobil simulator pesawat pertama yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Ruang belajar menyesuaikan dengan gaya belajar taruna-taruninya, serta memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah resmi menjadi sebuah lembaga sertifikasi profesi dengan Lisensi Nomer: KEP.0078/ BNSP/I/2020 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP). Ayo segera dapatkan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update, serta dapatkan beasiswa senilai
Rp 20,4 juta hingga Maret 2020 sehingga terampil lebih cepat, sukses lebih awal, karena seluruh taruna-taruni adalah juara. Dengan empat program keahlian yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya: Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). SMK Penerbangan Cakra Nusantara ini terletak di Jalan Drupadi No. 25 (Kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (Kampus 3), dengan Pendaftaran Online, Whatsapp Nomor 081237098090 juga dapat diakses via website kami di www.smkpenerbangan.sch. id. (ad287)
Mahasiswa Terdampak Covid-19
Dosen STAHN Mpu Kuturan Galang Bantuan
Singaraja (Bali Post) Pandemi Covid-19 memang berdampak signifikan terhadap semua lini kehidupan masyarakat saat ini. Tidak hanya pekerja harian atau swasta terkena imbas pandemi ini. Para mahasiswa dari luar daerah ikut juga terpengaruh situasi tidak kondusif ini. Prihatin dengan kondisi itu, civitas kampus melakukan gerakan kolektif dan solidaritas untuk mahasiswa yang tidak pulang kampung, Minggu (26/4) kemarin. Aksi itu dilakukan para dosen di Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Mereka menggalang donasi bantuan sembako untuk mahasiswa yang kini lebih banyak menghabiskan waktu bertahan hidup di rumah kos yang mereka sewa. Koordinator Aksi Nyoman Suka Ardiyasa, M.Fil.H. mengakui gerakan golektif internal ini dilakukan secara spontan oleh dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Para maha-
siswa di kampus ini tidak hanya berasal dari Bali, tetapi banyak juga dari luar daerah. ‘’Karena keterbatasan biaya pulang kampung. Dan pertimbangan keamanan, mereka memilih tinggal di kos-kosan. Kondisi krisis seperti ini menyebabkan mereka serba kekurangan. Agar mereka tetap survive maka kami berusaha menggalang donasi,’’ katanya. Sembako yang dikumpulkan, kata Suka Ardiyasa, merupakan donasi para dosen. Pembagian sembako itu sudah dilangsung-
OKA, Ingatkan Warga Tidak Mudik JAJARAN Polres Buleleng selama 37 hari ke depan ini melancarkan Operasi Ketupat Agung (OKA) Tahun 2020 serangkaian Puasa Ramadan dan Idul Fitri. Selama operasi ini,
sebanyak 349 personel ditugaskan melakukan pengamanan di setiap wilayah hukum Polres Buleleng. Selain itu, personel ini diinstruksikan agar tetap mengedukasi warga mengi-
kuti instruksi Presiden RI Joko Widodo terkait larangan mudik lebaran tahun ini. Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa didampingi Kabagops Kompol A.A. Wiranata Kusuma
kan sejak Sabtu (25/4) lalu. Sembako itu terdiri dari beras, mi instan, telur, hingga minyak goreng. Ada 40 sembako yang didistribusikan kepada para mahasiswa STAHN Mpu Kuturan itu. Pembagian dilakukan secara tertib dengan mematuhi protokol kesehatan. Bantuan sembako itu rencananya dilakukan kontinu hingga situasi betul-betul kondusif. ‘’Kami juga membagikan masker untuk mahasiswa,’’ jelasnya. Salah satu mahasiswa penerima bantuan, Ayu Widiastu-
dan Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, sejak pihaknya menerima instruksi Presiden yang melarang umat Muslim mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Buleleng, MUI,
ti asal Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, mengaku sangat bersyukur. Dirinya sama sekali tidak menyangka bersama kawan-kawan lainnya yang masih menetap di Singaraja ini mendapat perhatian dari para dosen. Ia mengakui, hasil panen pertanian di kampung halamannya memang anjlok. Ha itu membuat orangtuanya belum bisa mengirimkan uang bulanan. ‘’Sudah pasti bantuan dari kampus melalui dosen ini sangat membantu. Kami sangat berterima kasih karenanya. Memang stok kami sudah habis soalnya, kiriman terakhir dari orangtua Januari. Selama ini saya hanya mengandalkan beasiswa Bidikmisi sampai sekarang,’’ kata Ayu Widiastuti (kmb38)
menemui tokoh-tokoh, dan ormas umat Muslim di Buleleng. Tujuannya untuk menyamakan persepsi terkait larangan mudik di bulan puasa atau lebaran nanti. Pada intinya, dari pendekatan itu, umat Muslim di Buleleng mengikuti instruksi tersebut untuk mencegah penularan virus Corona. (kmb38)
Senin Pon, 27 April 2020
JPS Berbasis Desa Adat Pihaknya saat ini tinggal menunggu payung hukum yang masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri. Untuk tahap awal, bantuan sosial yang siap direalisasikan yakni JPS berbasis desa adat yang telah dianggarkan sebelumnya pada BKK Provinsi Bali yang saat ini dananya sudah ada di masing-masing desa adat. Realisasi menyangkut data warga yang berhak meneri-
ma, baik warga desa adat maupun warga di luar desa adat. Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto pun menyampaikan dukungan dan kesiapan untuk membantu pendistribusian bantuan JPS yang akan segera dilaksanakan Pemprov Bali. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi
Bali menyampaikan laporan bahwa perhatian penuh diberikan bagi para personel tenaga medis selaku garda terdepan penanganan yang mendapat dukungan APD hingga tingkat puskesmas. Pasalnya, ada beberapa kabupaten/kota yang menyerahkan pelaksanaan rapid test ke masing-masing Puskesmas yang mewilayahi. ‘’Mereka termasuk tenaga pendukung hingga tingkat cleaning service juga mendapat fasilitas tempat beristirahat yang berlokasi
di hotel-hotel terdekat lokasi bertugas,’’ ujarnya seraya mengatakan, hal tersebut sudah memiliki payung hukum berupa SK Gubernur Bali. Untuk mendukung cepatnya hasil pemeriksaan tes swab, lanjut Dewa Indra, Pemprov Bali saat ini menggenjot rampungnya beberapa lab pendukung. Di antaranya, lab RS PTN Unud yang sudah rampung 95%, lab FKIK Universitas Warmadewa dan Lab Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Memutus Rantai Penularan Virus
Dengan rampungnya dua lab saja, dinilai sudah akan sangat mendukung percepatan pemeriksaan lab yang juga akan memengaruhi tingkat hunian tempat karantina. ‘’Semakin cepat keluar hasil spesimen swab-nya akan membantu sirkulasi tempat karantina, dua kali hasil spesimen swab negatif maka yang bersangkutan sudah bisa dinyatakan pulang, dan tempat karantina pun akan bisa diisi apabila ada peserta baru sehingga tidak sampai penuh,’’ paparnya. (kmb32)
Penanganan Khusus dari Ancaman Covid-19 Pada awal Maret 2020, Indonesia memulai perperangan untuk menghadapi virus Corona (Covid-19). Dengan masuknya pertama kali virus Corona di Indonesia akan memberikan dampak secara tidak langsung terhadap perekonomian di negara Indonesia. Virus Corona adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, China pada Desember 2019. Provinsi Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional maupun internasional memerlukan penanganan khusus dari ancaman Covid-19. Dalam konteks wilayah tujuan pariwisata sebagian besar penduduk Bali bergantung pada sektor pariwisata. Pariwisata di Provinsi Bali bersumber pada adat budaya dan alam. Sektor pariwisata memiliki pengaruh terhadap sektorsektor lainnya di Provinsi Bali. Selain persoalan pembangunan di daerah tujuan wisata, persoalan lain yang menjurus kepada ancaman
nonmiliter yang sedang dihadapi di Bali adalah ancaman Covid-19. Kondisi seperti ini merupakan sebuah ancaman nonmiliter dalam multidimensi salah satu yang paling terasa adalah ekonomi. Dengan demikian, perlu analisis melalui sebuah kajian, sinergitas pembangunan daerah di Provinsi Bali guna menghadapi Covid-19 sebagai ancaman nonmiliter dalam rangka mendukung penyelenggaraan pertahanan negara. Pemerintah saat ini tengah berjuang menekan angka penularan Covid-19. Dari perspektif pertahanan nonmiliter, saatnya sekarang Covid-19 dihadapi dengan strategi pertahanan semesta yang sifatnya total, terpadu, terarah dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan kata kunci dalam strategi pertahanan semesta (Undang-undang RI Nomor 3 Tahun 2002), yang sejatinya dapat direalisasikan untuk memberi penguatan kepada dua keputusan strategis pemerintah RI. Dua keputusan strategis pemerintah yang dimaksudkan itu yakni pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
MAZDA
DIJUAL TANAH
Djl New Mazda 2019 warna Grey harga 560jt Nego, 085100973754
Tnh, 2@,5@, Dlg Pengilian 081999231333 BU
PROPERTY
Djl:Tanah 2are,Jl.Tk.Unda III/10A H:0811387484,085100410755
B.BP.001.04.20.0000285
tentu, misalnya dari sudut pandang intelijen. Namun dari sisi akademis, tidak tersedia cukup data dan fakta untuk mempertanggungjawabkan pernyataan Covid-19 adalah bencana buatan. Yang seyogianya istilah Covid-19 ini bisa disebut sebagai ancaman pertahanan nonmiliter. Kemudian, catatan lain, ia menekankan perlunya partisipasi dan kolaborasi aktif dari semua elemen negara yaitu masyarakat dan pemerintah. Mulai tenaga medis, peneliti, pemerintah pusat dan daerah, sukarelawan, dan pihak swasta harus bisa saling bersinergi demi menekan angka korban Covid-19. Sudah saatnya ditangani dengan strategi pertahanan semesta, yang total, terpadu, terarah dan berkelanjutan. Sebagai kelaziman doktriner dalam buku putih pertahanan (2015-2019) penerapan strategi pertahanan semesta dikaitkan dengan ancaman maka Covid-19 termasuk jenis ancaman pertahanan nonmiliter. Dalam Sistem Pertahanan Negara Republik Indonesia yang dirumuskan pada Buku Putih Pertahanan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dijelaskan bahwa
SERVICE
RUPA-RUPA
ancaman terhadap sebuah negara tidak hanya bersifat ancaman militer juga ancaman nonmiliter. Ancaman militer merupakan sebuah kewajiban bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghadapi, menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tetapi terhadap ancaman nonmiliter dibutuhkan kerja sama dari semua stakeholder kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat sesuai dengan macam dan bentuk ancaman nonmiliter tersebut. Ancaman nonmiliter terdiri dari beberapa dimensi yaitu dimensi ideologi, dimensi politik, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi keselamatan umum, dimensi teknologi, dan dimensi legislasi. Ancaman nonmiliter ini sangat memungkinkan mengancam kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih lagi Indonesia merupakan negara banyak pulau, beragam suku bangsa, bahasa, dan beragam kepentingan. Penulis, Guru besar Prodi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Unud
Dilaporkan kepada Gubernur bahwa sesungguhnya sejak Januari sampai Februari ekspor mulai meningkat ke sejumlah negara dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya untuk saat ini, karena ada kejadian pandemi Covid-19, ekspor komoditas dan produk kera-
jinan rakyat Bali mengalami kendala transportasi khususnya transportasi melalui penerbangan. Pihak Bea Cukai dan Karantina berharap Covid-19 segera berakhir, sehingga ekspor komoditas pertanian dan produk kerajinan rakyat Bali bisa bangkit kembali, karena memiliki keunggulan yang telah mendapat respons positif dari berbagai negara. (kmb)
Ekspor Alami Kendala Transportasi
B.BP.004.04.20.0000273
B.BP.004.04.20.0000224
DIJUAL TANAH
Dijual Sebidang Tanah SHM Luas 20Are/2000M2,Lokasi di Ungasan Belakang Patung GWK Hub.Kadek 081916362573/081338332768.TP
2020 tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa. Terkait itu, perlu ada catatan analisis dari sebagai masukan untuk penguatan keputusan strategis yang sudah dilakukan pemerintah. Dalam tataran kepentingan nasional, alasan tersebut bisa dibenarkan. Namun, dalam pandangan internasional seperti dari pihak Badan Kesehatan Dunia atau WHO kurang. Sebab, WHO lebih melihat dan mendorong suatu pemerintahan negara agar terbuka dalam penanganan Covid-19. Terjadi kesenjangan informasi, antara kepentingan nasional dan internasional tentang keterbukaan. Terkait dengan keputusan strategis Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai bencana nonalam. Dari segi etimologis, nonalam sama dengan buatan. Artinya, kemunculan Covid-19 bisa dipersepsikan sebagai bencana buatan. Pertanyaannya, siapa yang membuat Covid-19? Apakah dibuat individual, institusional atau organisasional atau bahkan negara? Jawaban dari pertanyaan tersebut, boleh jadi benar secara common sense menurut persepsi ter-
Kegagalan penanganan Covid-19 yang berujung pada kematian umumnya terletak pada minimnya fasilitas kesehatan. Jika pembatasan sosial tidak berlangsung sebagaimana mestinya sehingga penularan tidak bisa dihambat, maka fasilitas kesehatan penanganan Covid-19 yang minim akan mengakibatkan isolasi tak bisa dilakukan. Kondisi ini semakin memungkinkan meluasnya penularan karena pasien yang positif hanya diisolasi mandiri di rumah. Karena itulah, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Daerah Bali dr. IBG Fajar Manuaba meminta Pemerintah Provinsi Bali harus fokus menambah fasilitas ruang isolasi khusus Covid-19. ‘’Kebijakan menunjuk RS PTN Universitas Udayana sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 patut diapresiasi. Namun yang perlu juga segera disiapkan adalah penambahan ruangan untuk fasilitas isolasi,’’ katanya, beberapa waktu lalu. Penambahan ruang isolasi khusus Covid-19 di RS PTN Unud misalnya sudah sesuai dengan peruntukan, mengingat rumah sakit milik univeritas negeri di Bali ini akan digunakan sebagai RS khusus penyakit infeksi. Sehingga penambahan ruang isolasi tidak akan menjadi sia-sia apabila nantinya pandemi Covid-19 berakhir. Mengenai pendanaan
penambahan fasilitas kesehatan, dapat menggunakan APBD Provinsi Bali. Jika memang dipandang perlu, menurut Fajar Manuaba, masyarakat bisa diminta berdonasi. ‘’Selama ini donasi dari masyarakat masih kurang fokus. Misalnya banyak yang membantu dalam bentuk makanan bagi petugas medis. Padahal, bantuan bisa juga diberikan untuk penyediaan fasilitas penanganan Covid-19 seperti untuk membeli ventilator,’’ ujar Direktur RS Manuaba ini. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry mengingatkan kepada pihak eksekutif dalam hal ini Gubernur Bali bahwa pendanaan untuk penanganan Covid-19 sebaiknya diarahkan lebih banyak untuk memastikan pandemi segera berakhir. ‘’Saya berharap dana realokasi dari APBD nantinya benar-benar dioptimalkan untuk memutus rantai penularan virus sehingga pandemi segera berakhir,’’ tegas Sugawa Korry, Minggu (26/4) kemarin. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, saat ini di Bali tersedia sekitar 190 tempat tidur khusus isolasi pasien Covid-19. Jumlah tersebut tersebar di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19. Jumlah terbanyak ada di RS PTN Unud yakni 97 tempat tidur. Namun berdasarkan informasi dari beberapa pihak, jumlah tersebut beberapa di antaranya masih dalam tahap persiapan. (ata)
KEHILANGAN Hlg BPKB No.K 09107489-O STNK DK 4273 FO AN.I Ketut Suantara
B.BP.004.04.20.0000264
B.BP.001.04.20.0000279
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
senin Pon, 27 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Kerahkan Seluruh Kekuatan ANCAMAN Coronavirus Disease (Covid)-19 semakin mengkhawatirkan. Belum tuntas menangani pemutusan penularan dan dampaknya terhadap keselamatan, ambruknya tatanan ekonomi telah menunggu menjelma menjadi kenyataan. Dalam waktu yang hampir bersamaan, bangsa Indonesia dihadapkan pada dua kemungkinan terburuk yakni jumlah kasus positif Covid-19 yang terus bertambah mengakibatkan kematian serta meroketnya jumlah penduduk miskin. Keduanya dapat mengancam keselamatan negara dan kedaulatan negara. Pertambahan kasus positif Covid-19 setiap hari terus saja bertambah. Hanya dalam kurun waktu sekitar sebulan, jumlah kasus di Indonesia telah hampir mencapai 10 ribu positif Covid-19. Kabar baiknya, mereka yang sembuh, jumlahnya sudah mulai lebih banyak dibandingkan dengan yang meninggal. Tetapi puncak pandemi hingga saat ini belum dapat diprediksi, sehingga kapan akan berakhir juga masih belum bisa dipastikan. Ini berarti jumlah kasus dimungkinkan akan terus merangkak naik hingga mencapai angka puluhan bahkan ratusan ribu kasus. Jika angka positif terus meningkat, kemampuan sistem kesehatan Indonesia akan semakin sulit mengantisipasi, sehingga jumlah kasus meninggal bisa menyentuh angka ribuan orang. Yang mengkhawatirkan adalah masih rendahnya tingkat kedisiplinan sebagian besar warga untuk memutus rantai penyebaran virus. Bahkan di wilayah-wilayah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih banyak warga yang melakukan pelanggaran. Kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa masih tetap digelar dan pembatasan aktivitas sosial ekonomi belum sepenuhnya diikuti. Akibatnya, jumlah yang terinfeksi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini terus bertambah dan belum menunjukkan tren penurunan. Hal yang membuat semakin mengkhawatirkan adalah mulai nampak tanda-tanda jika fasilitas dan peralatan kesehatan yang tersedia kewalahan menangani pasien yang membutuhkan perawatan intensif. Salah satu indikatornya adalah permintaan Presiden Jokowi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar dibantu alat ventilator. Permintaan disampaikan saat hubungan melalui saluran telepon kedua pemimpin negara tersebut. Sementara itu di sisi lain, kondisi ekonomi akibat pembatasan sosial mulai terasa berat. Jumlah mereka yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan melonjak tajam. Akibatnya daya beli anjlok hingga angka yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Akibat lanjutan adalah hampir semua jenis usaha mengalami pukulan telak, bahkan banyak yang telah gulung tikar. Hanya butuh waktu kurang dari dua bulan untuk meruntuhkan tatanan ekonomi yang selama ini telah memberikan tingkat kesejahteraan memadai bagi rakyat. Apabila dampak ekonomi tidak dapat ditanggulangi dengan baik dalam waktu tiga bulan ke depan, maka sulit membayangkan apa yang akan terjadi pada rakyat Indonesia. Jumlah kemiskinan akan meroket tinggi hingga angka yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika kondisi ini diperparah dengan kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan, dipastikan akan terjadi kepanikan massal dan tidak menutup kemungkinan terjadi kerusuhan massa (chaos). Saat ini bangsa Indonesia sedang berpacu dengan waktu. Tindakan segera yang tepat dan terukur harus segera dilakukan oleh pemerintah bersama-sama seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali. Seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki bangsa ini harus dikerahkan untuk mengatasi serangan mematikan akibat Covid-19. Semua komponen harus bersatu padu, bergotong royong mengantisipasi setiap kemungkinan terburuk. Masih ada harapan bangsa ini akan keluar dari krisis mematikan akibat Covid-19 jika kerja sama anak-anak bangsa terus diperkuat. Negara lain sudah membuktikan bahwa cara paling sederhana yakni disiplin menjaga jarak sosial dan fisik sangat efektif menekan laju penyebaran virus. Sekali lagi kuncinya adalah: Disiplin!
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kapan Puncak Pandemi di Bali? Sampai April 2020 ini, mungkin sudah lima bulan dunia tersandera Covid-19. Hingga kini ancaman serius terhadap penularan virus ini justru makin menakutkan. Jika negara–negara di dunia berlomba mencatatkan angka kematiannya, kita berharap hal itu tak terjadi di Indonesia atau di Bali. Saya sangat berharap terus ada edukasi untuk mengingatkan warga bahwa puncak pandemi di Indonesia belum terjadi. Apa risikonya jika pandemi terjadi, mohon agar terus dijelaskan. Selebihnya, estimasi puncak pandemi di Bali juga harus disampaikan. Apa benar mulai Mei dan Juni ini? Lalu apakah puncak pandemi ini sudah diantisipasi secara jelas oleh pemerintah dengan menyiapkan ruang isolasi dan alat kesehatan termasuk alat pelindung diri (APD). Mudah-mudahan kesiapan mengatasi pandemi ini, membuat rakyat Bali merasa terayomi. Saya tentu juga berharap dan berdoa agar para pemimpin Bali kuat menjadi inspirator dan panglima dalam perang melawan Covid-19. Keterbatasan anggaran yang ada jangan membuat gerakan mencegah Covid-19 melemah. I Kadek Amatia Denpasar, Bali
POJOK
Tahan penyebaran Covid-19, pusat apresiasi keberhasilan Pemprov Bali. - Bali jangan sampai lengah. *** Polisi jaga karantina PMI. - Jangan lengah jaga diri. *** Pramuwisata berharap perhatian pemerintah. - Rakyat sudah minta sembako.
Grafis : Putu Suarsana/Bali Post
Jaring Pengaman Pendidikan
GUBERNUR Bali Wayan Koster telah merancang skema jaring pengaman sosial dalam realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Di skema tersebut, siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB pada satuan pendidikan swasta yang orangtuanya terkena dampak Covid-19 dibantu biaya pendidikannya dengan mengganti biaya SPP. Selain itu, bantuan biaya pendidikan juga diberikan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri atau swasta yang orangtuanya atau yang bersangkutan terkena dampak Covid-19, berupa subsidi biaya pendidikan semester. Netizen pun menyampaikan pandangannya terkait hal ini melalui akun Facebook @balipost. Disebutkan, ada sejumlah konsekuensi dalam sistem belajar di rumah. Paling mendasar memang terkait biaya. Siswa belajar di rumah bukan berarti pengeluaran orangtua siswa berkurang drastis. Orangtua harus memikirkan biaya internet yang meningkat signifikan lantaran anak-anaknya mengerjakan tugas secara online. Di sisi lain, tak sedikit orangtua siswa yang sudah gelisah memikirkan biaya SPP. Berbagai skema bantuan sangat diperlukan masyarakat. Sebab, sebagian besar sudah merasakan dampak pandemi Covid-19 dalam hal ekonomi. Netizen pun berharap bantuan tepat sasaran dan segera direalisasikan. Putra Bagus Kata berimbas, saya rasa satu pulau ini kena imbasnya. Bukan cuma penderita atau suspect dan pasien, tetapi kehidupan ekonomi keseluruhan berpengaruh. Bahkan sektor yang tidak berhubungan dengan pariwisata pun, makan saja mulai susah. Hennymaruko Wartutik Kalau tak bayar itu nonsen, dikasih potongan itu yang benar. Tapi kita juga masih rugi karena apa, anak kita tak pakai fasilitas di sekolah. Bayar SPP tapi tak pakai fasilitas di sekolah, seharusnya dapat potongan juga uang gedungnya. Untuk yang mau kelas 7, ya… kita lihat saja dulu perkembangannya bagaimana nanti. Semoga semua ini cepat selesai.
Ngurah Harley Senang juga mendengarnya. Tapi apa bantuan ini sampai ke kita-kita ini ya. Kita ini para driver pariwisata paling pertama kena dampak Covid-19 karena sebulan sudah gak kerja. Sugie Kemarin saya sudah bayar bulan April sama Mei saja. Itu pun bulan Juni juga seharusnya juga harus bayar. Tapi saya hanya bayar bulan April-Mei karena waktu itu dari pihak sekolah swasta tidak akan membagikan rapor kalau SPP belum dibayar. Terpaksa hanya bulan April-Mei yang saya bayar. Ketut Suaraya Berita yang menggembirakan, tapi nanggung, artinya nanggung enggak jelas. Pihak sekolah nantinya mendata ke sekolah-sekolah swasta apa
sekolah yang mendata ke siswa dengan cara surat memang benar-benar orangtuanya di-PHK dan surat apa yang diperlukan. Lagian, kalau gak bayar SPP, guru itu digaji oleh siapa, memang dia gak ngajar bulan-bulan ini tapi dia punya keluarga, mau makan apa? Ini dicari solusinya, antara orangtua siswa dan guru supaya tidak hanya wacana. Dibia Astawa Sekolah negeri tidak bayar SPP tapi bayar uang komite yang kira-kira nilainya tak jauh beda dengan SPP sekolah swasta. Pertanyaannya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat, apakah akan ada kebijakan juga? Made Robby Apakah benar SPP tidak bayar? Kalau benar, saya bersyukur karena
anak saya tiga sekolah di swasta daerah Pemogan, Denpasar Selatan. Saya sangat berat rasanya harus bayar tanpa keringanan, padahal anak-anak belajar di rumah, SPP tetap bayar. Mudah-mudahan pemerintah Bali ada kebijakan. Royne Afke Sekarang malah tambah susah, pengeluaran malah bertambah. Selain SPP, kita ortu juga diberatkan dengan belikan anak-anak kuota karena belajar online. SPP ndak ada potongan sama sekali. Hampir tiap minggu beli kuota karena anak saya laki sudah pegang HP sendiri. Dulu beli kuota cuma Rp 100 ribu per bulan, sekarang bisa sampai Rp 300 ribu per bulan. Maunya gak beliin kuota, tapi kalau gak punya kuota bagaimana mau belajar? Semua serba susah sekarang.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Serongga akan Tata Areal ’’Jogging Track’’ DESA Adat Serongga, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar berencana menata jogging track di areal persawahan subak setempat. Upaya ini dilakukan guna mengangkat potensi desa, sesuai bagian dari salah atu program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Bahkan dalam merealisasikan rencana ini, prajuru desa adat setempat sudah berkoordinasi dengan pihak Taman Bali Safari. Bendesa Adat Serongga A.A. Gde Putra mengatakan, mengembangkan areal trekking tersebut, pihaknya berencana mengambil lokasi di Subak Cegung, yang berada tepat di sebelah utara objek wisata Taman Bali Safari. Melalui upaya ini, pihaknya berharap wisatawan yang berkunjung ke objek wisata hewan itu juga dapat menikmati keasrian areal persawahan di subak tersebut. ‘’Nantinya, wistawan juga bisa melihat areal persawahan kami yang asri,’’ katanya saat ditemui, beberapa waktu lalu. Pantauan Bali Post di areal subak tersebut memang masih nampak asri. Sejumlah ruas juga terdapat terasering persawahan, sehingga bisa menjadi objek wisatawan untuk berfoto. ‘’Areal subak itu lahannya milik masyarakat. Hanya di sana ada jalan milik subak. Itu kita manfaatkan,’’ ucapnya. Selain itu, upaya ini juga dilakukan guna mewujudukan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Di mana desa bisa mandiri secara ekonomi. Untuk mematangkan rencana ini, prajuru desa adat setempat sudah berkoordinasi dengan pengelola objek wisata Taman Bali Safari. ‘’Sudah diajukan perencanaan ke sana, tetapi karena sekarang kondisi begini (Covid-19 -red), sehingga belum ada tindak lanjut,’’ terangnya. A.A. Gde Putra menambahkan, saat ini pihaknya di desa adat memang tengah berupaya mencari potensi desa setempat. Mulai dari potensi kesenian hingga ekonomi. ‘’Kemarin kita dikasi program skala prioritas, yang awalnya menggali bahasa Bali, pasraman hingga kesenian,’’ katanya. Pihaknya mengapresiasi program Gubernur Bali ini yang menguatkan desa adat di Bali. Ia pun berharap upaya ini dapat terus ditingkatkan oleh pemerintah. Sementara itu, terkait penanganan Covid-19, A.A. Gde Putra mengaku pascaditemukan seorang warga yang positif terpapar virus Corona,
prajuru Desa Adat Serongga terus mendorong krama untuk melakukan social dan physical distancing. Pihaknya rutin mengimbau seluruh krama agar mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, dengan tetap tinggal di rumah. Pihaknya juga sudah melakukan pembatasan aktivitas
warung yakni hanya buka dari pukul 07.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. ‘’Bila ada yang masih berkeliaran di atas waktu tersebut, maka akan ditegur oleh pecalang. Jadi pecalang kami ron-
Bali Post/nik
BERSEPEDA - Seorang petani tengah bersepeda melintasi jalur di arel persawahan Desa Adat Serongga. da setiap malam,’’ ungkapnya. Tidak hanya itu, prajuru Desa Adat Serongga juga turut memantau warga agar menggunakan masker saat beraktivitas. Pihaknya juga sudah membagikan ratusan masker di wilayah desa adat setempat. ‘’Pembagian masker sudah kami lakukan sebelumnya,’’ ucapnya sembari mengatakan telah berkoordi-
nasi dengan LPD Desa Adat Serongga dalam pembagian paket sembako untuk 1.021 KK. Warga yang dibagikan sembako tersebar di empat banjar, yakni Banjar Serongga Tengah 222 KK, Serongga Kaja 224 KK, Serongga Kelod 358 KK dan Banjar Cebang 217 KK. Sembako itu, berupa beras 10 kg, minyak 1 liter dan telur 10 butir. Seluruh pengadaan sembako ini dibiayai LPD Desa Adat Serongga senilai Rp 140 juta. (nik)