Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
JK Ancam Balas Langkah Uni Eropa KPU Bali Jangan Pasif
BANYAK pemilih yang masih bingung melakukan pencoblosan. Selain kertas suara banyak, mereka juga bingung mengembalikan lipatan seperti semula. Hal ini diakui Ketua KPU Badung Wayan Semara Cipta (selengkapanya di halaman 3) ‘’Ya... banyak warga yang masih kebingungan untuk melakukan pencoblosan, karena surat suara yang begitu besar dan juga harus melakukan lima kali pemilihan,’’ ungkapnya. Kebingungan itu juga menjadi perhatian mantan Komisioner KPU Provinsi Bali Wayan Jondra. Kata Jondra, KPU Bali mesti lebih aktif menyosialisasikan pemilu serentak 2019 kepada masyarakat. Mengingat, karakter masyarakat Bali yang cenderung pasif mengakses informasi tentang pemilu. KPU bisa menggandeng seluruh peserta pemilu dan tidak hanya menyediakan informasi terbatas pada website resminya. ‘’Ada beberapa masyarakat yang masih bertanya-tanya, gimana ini, kapan, jadi ini pemilunya? Banyak informasi pemilu yang sebenarnya sudah disampaikan oleh KPU. Cuma pasif, misalnya di web KPU. Sekarang masyarakat mau mencari atau tidak informasi itu,’’ ujarnya, Selasa (26/3) kemarin. Kata dia, penting juga sejak dini dilakukan sosialisasi. Di banjar-banjar itu, belum semuanya digarap oleh KPU beserta jajarannya. Kan sudah ada anggaran untuk PPS melakukan sosialisasi. Sebelumnya diberitakan, KPU Provinsi Bali menargetkan angka partisipasi pemilih 80 persen dalam pemilu serentak 2019. Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, KPU Bali memiliki relasi masing-masing 55 orang di kabupaten/kota. Lantaran banyak yang masih muda, pihaknya optimis upaya sosialisasi dapat dilakukan secara maksimal. (kmb32)
Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengancam akan membalas atau retaliasi kepada Uni Eropa jika kawasan itu memboikot produk kelapa sawit Indonesia. ‘’Kalau seperti tadi, oke kita tidak beli Airbus lagi. Itu juga hak kita. Kalau Uni Eropa memiliki hak membuat aturan, kita juga punya hak bikin aturan,’’ kata Kalla, Selasa (26/3) kemarin. Menurut Wapres, industri kelapa sawit merupakan salah satu industri besar di Indonesia yang menyangkut sekitar 15 juta orang yang bekerja langsung maupun tidak langsung di komoditas itu. Kalla menjelaskan Indonesia dan Eropa merupakan pasar yang besar. Dia mengatakan, jika Eropa menahan produk minyak sawit Indonesia melalui aturan, pemerintah juga bisa melakukan upaya yang sama kepada produk asal Eropa. ‘’Biasanya kita bisa selesaikan dengan negosiasi atau lewat WTO kalau memang terpaksa. Ya… kita lewati dulu prosedur yang ada,’’ jelas JK. Pemerintah juga akan mengirim delegasi ke Uni Eropa untuk memberikan penjelasan sebagai respons atas langkah diskriminatif terhadap sawit. Tujuan delegasi itu yakni memberikan tanggapan atas rancangan peraturan Komisi Eropa yaitu Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 of the EU Renew able Energy Directive II. Komisi Eropa telah memutuskan bahwa budi daya kelapa sawit mengakibatkan deforestasi berlebihan dan penggunaannya dalam bahan bakar transportasi harus dihapuskan. Komisi tersebut juga telah mengeluarkan Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 of the EU Renewable Energy Directive II. Secara garis besar rancangan itu akan mengisolasi dan mengecualikan minyak kelapa sawit dari sektor biofuel Uni Eropa, sehingga
dapat menguntungkan produk minyak nabati lainnya. Saat ini, Komisi Eropa juga telah mengadopsi Delegated Regulation no C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on Biofuels pada 13 Maret 2019. Demo Karyawan Apa yang disampaikan JK, sama dengan kondisi lapangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Ribuan karyawan perkebunan kelapa sawit PTP Mitra Ogan, Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan aksi demo ke kantor bupati setempat terkait keberlangsungan nasib perusahaan yang saat ini di ujung tanduk. ‘’Ini sudah titik akhir, kami berharap pemkab memperjuangkan bagaimana nasib ribuan karyawan yang merupakan warga asli OKU,’’ kata Romzoni selaku koordinator aksi, Selasa kemarin. Dia menegaskan, kedatangan ribuan karyawan beserta keluarganya ini tidak lain ingin mengadukan keberlangsungan nasib PTP Mitra Ogan yang saat ini terancam bangkrut. Menurutnya, puncak kekesalan karyawan bukan lagi masalah gaji atau lainnya, namun lebih kepada mau dikemanakan perusahaan PTP Mitra Ogan dengan ribuan karyawan yang saat ini tidak menentu nasibnya karena tidak dipekerjakan lagi sejak beberapa bulan terakhir. ‘’Kami ingin pimpinan Pemkab OKU merangkul karyawan untuk mengadu apakah ke kementerian bahkan kalau bisa ke Istana Negara karena
kami sudah lelah. Semua usaha tidak menemukan hasil yang memuaskan bagi karyawan,’’ tegas Romzoni. Ribuan pendemo tersebut diterima Asisten I Pemkab OKU Suharsmasto, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kabag Otda dan Kerja Sama Priyatno Darwadi. ‘’Semua keinginan karyawan sudah kami dengar dan akan ditampung untuk dilaporkan ke bupati,’’ kata Priyatno Darmadi. (ant)
Prabowo Bantah Dukung Islam Radikal ’’Ini inti masalah Indonesia, kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan kita mengalir ke luar, kekayaan kita diambil ke luar.’’ Bali Post/eka
DI BALI - Capres Prabowo berada di tengah-tengah pendukungnya ketika kampanye terbuka di Denpasar, Selasa (26/3) kemarin. Ia menyatakan akan memberantas korupsi karena menyengsarakan rakyat kecil.
Interaksi dengan Warga Tangan Jokowi Terluka CALON presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengaku tetap senang dan bahagia meski bajunya basah dan tangan terluka saat berinteraksi dengan masyarakat Dumai. ‘’Apo kesah? (apa kabar). Sore hari ini saya sangat berbahagia sekali. Senang sekali bisa hadir di Dumai dengan seluruh masyarakat yang hadir di sini dan berjalan tadi dari sana ke sini 700 meter. Saya basah kuyup, baju saya basah kuyup, tangannya juga nih, tapi sekali lagi saya sangat senang dan berbahagia,’’ kata Jokowi sambil menunjukkan punggung tangannya yang terluka di panggung utama di Lapangan Taman
Bukit Gelanggang, Dumai, Riau, Selasa (26/3) kemarin. Jokowi disambut karnaval budaya dengan warga sekira 2.000 orang mulai Jalan Brigjen HR Soebrantas sekitar pukul 16.30 WIB hingga ke Lapangan Taman Bukit Gelanggang. Masyarakat menyemut sambil meneriakkan ‘’Jokowi’’ dan berebut bersalaman dengan capres petahana itu. ‘’Bukan pedang sembarang pedang. Pedang dibawa dari Sukaramai, bukan datang sembarang datang, datangku karena cinta sama orang-orang Dumai. Bagus ndak?’’ tambah Jokowi sambil berpantun. Hadir juga dalam kampanye tersebut Iriana Joko
Widodo, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko hingga Gubernur Riau Syamsuar. (ant) PENDUKUNG - Capres Jokowi berfoto dengan massa pendukung saat kampanye terbuka di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3) kemarin. Jokowi menyatakan optimistis bersama masyarakat Aceh bisa memenangkan suara pada pemilihan presiden 17 April mendatang.
Prabowo
CALON presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menuding para elite di Jakarta telah gagal menjaga kekayaan bangsa Indonesia. Akibatnya, kekayaan bangsa banyak mengalir ke luar negeri. ‘’Ini inti masalah Indonesia, kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan kita mengalir ke luar, kekayaan kita diambil ke luar,’’ ujarnya saat berkampanye di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Selasa (26/3) kemarin. Prabowo yang berkampanye tanpa wakilnya, Sandiaga Uno, menyebut harus ada perubahan terkait masalah tersebut. Ia bahkan sudah membentuk tim yang terdiri dari pakar-pakar terbaik bangsa serta berasal dari semua agama dan suku. Tidak hanya cerdas, andal, dan kapabel, tapi juga memiliki hati bersih. ‘’Kita tidak perlu orang-orang yang punya gelar sederet, tapi kepintarannya tidak dipakai untuk bikin sejahtera rakyat. Lebih baik cari orang yang biasa-biasa tapi hatinya membela rakyatnya sendiri,’’ ucapnya. Jika terpilih menjadi presiden, Prabowo berjanji hanya akan merekrut pejabat yang
antikorupsi. Sebab, mantan Danjen Kopassus ini mengaku muak dengan banyaknya korupsi di Indonesia. Ia tidak rela melihat rakyat susah. Sementara segelintir orang justru berfoya-foya karena korupsi di atas kekayaan alam Indonesia. Ia bahkan merasa bahagia jika dibenci oleh para koruptor. ‘’Saya akan panggil, wawancara, minta komitmen, mereka harus menandatangani dan bersumpah tidak akan memperkaya diri, keluarganya, dan konco-konconya. Kalau sanggup tidak korupsi, baru dipilih menjadi menteri, wakil menteri, dirjen, dirut BUMN. Jangan disangka perusahaan negara itu perusahaan nenek moyangnya, karena itu punya rakyat,’’ tegas mantan Pangkostrad ini. Prabowo juga sempat membantah bila dirinya mendukung Islam radikal. Sebaliknya, pencalonan dirinya justru telah mendapat dukungan semua tokoh agama. Sejak umur 18 tahun, pria 68 tahun ini mengaku sudah bersumpah siap memberikan jiwa dan raga untuk rakyat dan bangsa Indonesia. (kmb32)
DENPASAR
2
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
FIGUR
Berdayakan Tenaga Kerja Lokal
Bali Post/ist
A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai Gerindra nomor urut 2. BALI sebagai destinasi pariwisata dunia tidak hanya diserbu wisatawan baik asing maupun domestik. Pulau yang kecil ini juga diserbu oleh tenaga kerja dari luar. Kondisi ini membuat tenaga kerja lokal tersisih. Tragisnya lagi, masyarakat lokal justru hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan
ekonomi di Pulau Dewata. Demikian diungkapkan Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai Gerindra nomor urut 2 A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Menurut Alit Wiraputra, Bali harus merebut kembali sektor-sektor yang selama ini dikuasai pendatang agar masyarakat Bali tidak hanya menjadi penonton di rumah-
nya sendiri. Tentunya upaya ini harus didukung pemerintah sebagai regulator. Ia meminta pemerintah menekan setiap investasi yang masuk untuk memberdayakan kearifan lokal, salah satunya memberdayakan tenaga kerja yang tersedia di Bali. Selama ini banyak perusahaan yang beroperasi di Bali tanpa memberdayakan sumber daya lokal. “Pemerintah jangan hanya melihat pendapatan yang bisa dipungut dari investor saja. Pemerintah juga harus selektif memilih investasi yang masuk agar dapat memanfaatkan tenaga lokal minimal 60 persen,” jawabnya mantap. Pemerintah harus menyiapkan regulasi yang kuat untuk menekan arus ini. “Aturan itu harus diperkuat dengan pergub atau perda supaya betul-betul memproteksi tenaga kerja lokal,” ujarnya. Untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal ini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali ini mendukung upaya pemerintah memberlakukan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja untuk membentengi Bali dari serbuan tenaga kerja luar. “Sertifikasi bagus, tapi jangan masyarakat yang dibebani biayanya semua. Pemerintah harus mensubsidi biaya yang dihabiskan sehingga para tenaga kerja lokal tidak merasa dibebani,” imbuhnya. (may)
Rapimprov Kadin Bali 2019
Dorong Pemerintah Buat Regulasi yang Mengayomi Pengusaha Lokal Denpasar (Bali Post) Dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2019 yang akan berlangsung pada 28 Maret nanti, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali akan memperjuangkan nasib pengusaha lokal dalam menghadapi gempuran pengusaha luar Bali. Ini sesuai dengan visi-misi Gubernur Bali dan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertaninan, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Ketua Panitia Rapimprov Kadin Bali 2019 Jero Made Witama menyampaikan, Rapimprov Kadin Bali hanya diselenggarakan satu hari yaitu pada 28 Maret dari pukul 08.45 Wita sampai selesai. Dalam acara tersebut akan ada presentasi dari Gubernur Bali yang menyampaikan visi-misinya. Sehingga, dari visi-misi Gubernur Bali, anggota Kadin bisa membuat perumusan kegiatan atau terjemahan visi-misi Gubernur
khususnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat Bali dan peningkatan ekonomi Bali. Sehingga tema yang diambil dalam Rapimprov Kadin Bali 2019 ‘‘Sinergitas Antara Kadin Bali dengan Pemda Bali Guna Melahirkan Wirausahawan Bali yang Berintegritas’’. “Pada Rapimprov kali ini akan membuat perumusan kegiatan Kadin dalam setahun, karena Rapimprov diselenggarakan setahun sekali,” ujar Witama, Selasa (26/3) kemarin. Menurut Witama, Kadin saat Rapimprov juga akan menyoroti outlook ekonomi Bali yang memerlukan kesamaan visi untuk bisa memperbaiki kondisi sekarang yang agak berat. Secara nasional agak berat, begitu juga Bali agak berat. Para pengusaha juga agak berat. Maka dari itu, pemerintah diharapkan membuat suatu kebijakan yang dapat meningkatkan peran pelaksanaan ekonomi kerakyatan. Pemerintah Bali memiliki visi-misi yang bagus,
Topik :
pelaksanaannya juga harus bagus. Yang menyangkut payung hukumnya dan menyangkut penyelenggaraan pelaksanaan kegiatan di lapangan. “Jadi, perjuangan Kadin Bali saat Rapimprov adalah mendorong pemerintah supaya melakukan satu sinergitas, partnership, agar regulasi yang akan dibuat dapat mengayomi kegiatan bisnis masyarakat Bali,” ujarnya. Witama menambahkan, Pemprov Bali diminta konsisten dalam membuat suatu kebijakan agar usaha usaha kecil bisa memiliki pasar yang jelas. Pelaku usaha di bidang pertanian dan peternakan supaya mendapatkan harga yang bagus. “Sekarang kan harganya jebol sekali seperti tomat Thailand sudah masuk kampung, menggeser tomat lokal dengan memberikan harga yang murah. Tomat Thailand masuk kampung dengan harga Rp 2.000. Normalnya tomat kita kan Rp 6.000 karena BEPnya adalah Rp 2.800. Kalau di bawah itu rugi kan?” bebernya. Menurut Witama, pemerintahlah yang dapat mengatur hal ini dengan kebijakankebijakannya. Produk luar harus dikontrol pemasukannya sehingga produk lokal berjaya di rumahnya sendiri. Begitu juga kondisinya dengan pelaku usaha ternak yang digempur dengan produk luar, sehingga peternak lokal tersisih. “Suara-suara inilah yang akan diserukan Kadin saat Rapimprov nanti,” tegasnya. (kmb42)
Bali Post/eka
LALU LINTAS - Kondisi lalu lintas yang mulai padat di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Selasa (26/3) kemarin. Meski telah mengalami pelebaran, kondisi padat arus lalu lintas kerap terjadi di beberapa titik jalur tersebut, terutama pada waktu karyawan pulang kerja.
Pengguna Narkoba Cenderung Pilih Hotel
Denpasar (Bali Post) Ada kecenderungan dalam mengonsumsi narkoba, para pecandu akan memilih tempat-tempat sepi atau menyendiri seperti hotel maupun vila. Seperti Kabupaten Badung yang strategis dan pusatnya akomodasi wisata sehingga sangat memungkinkan maraknya peredaran narkoba. ‘’Untuk itu, kami BNNP Bali berupaya membentengi pekerja pariwisata agar tidak sampai terjerumus pakai narkoba. Jumat (22/3) lalu, saya bertemu dengan karyawan Hotel Ramada, Kuta untuk sosialisasi bahaya narkoba,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) AKBP I Ketut Suandika, Selasa (26/3) kemarin. Suastawa menambahkan, di wilayah Kabupaten Badung banyak tempat-tempat hiburan malam dan hotel ataupun penginapan yang terkadang menjadi salah satu titik digunakan para pengguna narkoba. Untuk itu, BNNP Bali mengajak para pekerja pariwisata, khususnya karyawan hotel ikut mengawasi peredaran narkotika. Dengan demikian, tidak menyebar luas di wilayah Badung yang merupakan sentral pariwisata Pulau Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Dewata. “Ada kecenderungan orang mengkonsumsi narkoba saat ini akan memilih tempattempat sepi dan menyendiri. Seperti hotel maupun vila-vila kan banyak dibangun di dekat tebing dan jauh dari pemukiman penduduk,” ujarnya. Oleh karena itu, BNNP mengharapkan adanya peran aktif dari pengusaha maupun pekerja hotel dan penginapan untuk ikut mengawasi tamunya. Bila ada yang mencurigakan, segera informasikan kepada BNNP Bali. ‘’Sejauh ini tidak ada tempat yang aman dari peredaran narkoba. Sehingga, peran serta pengawasan dari berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan,’’ katanya mengingatkan. Menurut Suastawa, saat ini sudah masuk 73 jenis narkotika jenis baru di Indonesia dan masyarakat diharapkan jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba jenis apapun. Apabila menggunakan narkoba, maka 10 persen otak manusia sudah rusak. ‘’Sifat narkoba ada tiga, yaitu habitual, toleran dan adiktif,’’ tandasnya.
Saat ini, kata dia, pekerja swasta berada di urutan paling atas sebagai pengguna narkoba. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu kemampuan finansial, adanya tekanan pekerjaan dan doping untuk meningkatkan stamina kerja. Tingkat stres tinggi juga memicu individu untuk menggunakan narkoba. Selain itu, adanya informasi keliru yang menyatakan bahwa narkoba
dapat meningkatkan stamina dan memberikan rasa senang serta percaya diri bagi penggunanya, membuat masyarakat tergiur. ‘’Itu semua tidak benar. Justru, pakai narkoba akan merusak baik kesehatan dan masa depan. Jangan percaya dengan isu-isu menyesatkan seperti itu,’’ tegas jenderal bintang satu asal Mengwi, Badung ini. (kmb36)
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada pekerja hotel.
Korupsi Bibit Sapi
Ketua Kelompok Ternak Dituntut 3,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) - Ketua Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta di Desa Carangsari, Petang, Badung, terdakwa I Made Suweca alias Gareng (40), Selasa (26/3) kemarin, dituntut pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun). Ia dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan ternak bibit sapi. JPU Cakra Yudha melalui jaksa Luh Heny F. Rahayu dan Putu Windari Suli juga
menuntut supaya terdakwa membayar denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa Suweca juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 127.350.000. Ketentuannya, apabila dalam waktu satu bulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, terdakwa tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita untuk dilelang. Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka diganti
dengan pidana penjara selama satu tahun. Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Dodi Aryawan, akan melakukan pembelaan dalam sidang pekan depan. Dalam kasus ini, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam Pasal 3 UU Tipikor. Kasus ini berawal saat kelompok ternak sapi ini mengajukan proposal bantuan hibah untuk membeli bibit sapi dan material kandang
ke Pemkab Badung. Setelah proposal tersebut diproses, akhirnya Pemkab Badung menyerahkan dana hibah Rp 200 juta. Namun, pengelolaan dana tersebut diduga ada penyelewengan dan dilaporkan ke polisi. Poinnya, dalam pelaksanaannya semestinya membeli sapi 20 ekor, realisasinya cuma 10 ekor. Harga pembelian sapi tersebut diduga tidak sesuai dengan yang diajukan. Sehingga, terjadi kerugian keuangan negara Rp 127.350.000. (kmb37)
Jaya Negara Buka Musrenbang RKPD Denpasar Tahun 2020 Musyawarahkan 212 Program, Beragam Inovasi Beri Kemanfaatan bagi Masyarakat PEMERINTAH Kota Denpasar kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Denpasar Tahun 2020. Kegiatan yang bertujuan menciptakan keterpaduan dan sinergitas perencanaan di berbagai bidang pembangunan ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai dengan pemukulan gong di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (26/3) kemarin, akan berlangsung dua hari pada 29 Maret mendatang. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama seluruh undangan yang terdiri atas Forkompinda Kota Denpasar, Kelompok Ahli Pembangunan, akademisi, serta unsur lainnya yang berjumlah sedikitnya 150 peserta. Kegiatan tersebut juga turut menghadirkn narasumber, yakni Kepala Bidang
Litbang Bappeda Litbang Provinsi Bali I Nyoman Ngurah Subagia Negara, dan Kepala BPS Kota Denpasar I Gede Suarta. Dalam laporannya, Plt. Kepala Bappeda Kota Denpasar I Putu Wisnu Wijaya Kusuma menjelaskan, Musrenbang RKPD merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun guna membahas serta memusyawarahkan program pembangunan. Di mana, rangkaian kegiatan Musrenbang ini telah dilaksanakan mulai dari Musrenbang Desa/Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, Forum Konsultasi Publik, Forum Perangkat Daerah dan dilanjutkan dengan Musrenbang RKPD Tahun 2020. Adapun tema yang diangkat tahun ini yakni “Meningkatkan Kapasitas SDM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”. “Musrenbang RKPD Tahun 2020 ini dilaksanakan guna menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas yang sejalan dengan
perencanaan pembangunan di tingkat provinsi,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, Musrenbang kali ini membahas sedikitnya 212 program yang dituangkan dalam 709 kegiatan dengan total nilai usulan sebesar Rp 2,658 triliun lebih. Hal ini meliputi Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia sebanyak 114 program yang dituangkan ke dalam 380 kegiatan dengan plafon usulan sebesar Rp 627 miliar lebih. Bidang Perekonomian dan SDA sebanyak 55 program yang dituangkan ke dalam 180 kegiatan dengan plafon Rp 196 miliar lebih, dan Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah sebanyak 43 program yang dituangkan ke dalam 149 kegiatan dengan plafon Rp 1,8 triliun lebih. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, Musrenbang RKPD ini merupakan ajang utuk mengiventarisasi program prioritas pembangunan di Kota Denpasar. Sehingga, ke depanya dapat tersusun program prioritas yang sesuai dengan visi “Denpasar
Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan”. Hal ini juga merupakan tahun keempat dari lima etape tahunan pelaksanaan RPJMD Kota Denpasar. “Tahun 2020 merpakan breakdown dari RPJM Kota Denpasar tahun 2016-2021 dengan tetap memberikan perhatian terhadap reformasi birokrasi yang salah satunya adalah peningkatan akuntabilitas kinerja,” ujarnya. Jaya Negara menambahkan, pembentukan ekosistem kerja sangat penting dalam meningkatkan produktivitas. Sehingga, apa yang menjadi skala prioritas pembangunan dapat diwujudkan serta memberi kemanfaatan bagi masyarakat. “Dari Musrenbang ini tentunya wajib menghasilkan program serta inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, dan yang terpenting juga adalah pemahaman tentang SAKIP sebagai parameter produktivitas pelayanan instansi pemrintahan, dan tahun ini kita targetkan mampu masuk dalam kategori A,” ujarnya. (ad808)
MUSRENBANG - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira saat membuka Musrenbang RKPD Kota Denpasar tahun 2020 di Gedung Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma Lumintang, Selasa (26/3) kemarin.
BADUNG
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Masih Banyak Masyarakat Bingung Cara Mencoblos
3
Mangupura (Bali Post) -
Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah di depan mata. Namun, masih banyak masyarakat khususnya di Kabupaten Badung yang masih kebingungan untuk mencoblos. Kondisi tersebut dibenarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung Wayan Semara Cipta. Bahkan dia mengakui, masyarakat yang berusia 70 tahun ke atas, sulit membuka lembar surat suara. ‘’Iya… banyak warga yang masih kebingungan untuk melakukan pencoblosan karena surat suara yang begitu besar dan juga harus melakukan lima kali pemilihan,’’ ungkap Semara Cipta, Selasa (26/3) kemarin. Menurutnya, satu surat suara dilipat sebanyak lima kali sehingga dalam membuka lima surat suara yang didapat dan menutupnya kembali, masyarakat bisa menghabiskan waktu dua menit. Melihat kondisi itu pihaknya khawatir pemilih semakin kebingungan. ‘’Pada Pemilu 2019 ini, mereka mendapat lima surat suara, yakni surat suara Presiden/ Wapres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD ka-
Bali Post/eka
SOSOK Semakin Kompetitif STRUKTUR kebutuhan tenaga kerja di era revolusi industri 4.0 mengalami perubahan. Semula banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam. Namun kini bergeser pada persaingan penguasaan teknologi informasi digital. Persaingan di dunia kerja pun menjadi semakin kompetitif, sehingga pengangguran masih menjadi masalah dalam pembangunan ketenagakerjaan. ‘’Kondisi dan permasalahan ketenagakerjaan tersebut harus ditanggulangi melalui program pembangunan secara terpadu dan terstruktur,’’ ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda dalam acara Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2019 DIPA UPTP BLK Lombok Timur Kementerian Tenaga kerja RI Tahun Anggaran 2019 di UPTD Balai Pelatihan Kerja Industri dan Pariwisata Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Selasa (26/3) kemarin. Menurut Arda, masalah pengangguran disebabkan oleh terbatasnya kesempatan kerja sekaligus minimnya tenaga kerja yang berkualitas, di samping persaingan di dalam dunia kerja yang
semakin kompetitif. Terkait hal ini, Pemprov Bali telah menuangkan pengembangan pembangunan sektor ketenagakerjaan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. ‘’Bidang Ketenagakerjaan termasuk dalam kelompok Program Prioritas Bidang 3, yaitu Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan,’’ imbuh mantan Kepala BPKAD Provinsi Bali ini. Arda menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tenaga kerja yang berkompeten. Para peserta pelatihan juga diupayakan mendapat Sertifikat Kompetensi melalui Sertifikasi Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sertifikat kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta pelatihan sekaligus meningkatkan daya saing mereka untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha secara mandiri. ‘’Kita berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mengurangi pengangguran yang ada di Bali karena mereka telah dibekali keahlian dan keterampilan selama pelaksanaan pelatihan berlangsung. Terlebih kegiatan ini tidak dipungut biaya bagi para peserta latihan sehingga tidak membebani mereka,’’ jelasnya. (rin)
SURAT SUARA - Pelipatan surat suara belum lama ini. Banyaknya surat suara dan rumitnya proses pelipatan kembali surat suara, membuat banyak masyarakat kebingungan mengenai proses pencoblosan.
bupaten/kota. Sebab, pertama dalam sejarah Pemilu di Indonesia akan diadakan serentak, sehingga kami khawatir para lansia tidak bisa menggunakan hak pilihnya dengan cepat dan baik,’’ jelas pria yang akrab disapa Kayun ini. Kesulitan pencoblosan, diakuinya ditemukan saat pihaknya mencontohkan pencoblosan kepada masyarakat saat sosialisasi Pemilu. Ternyata, masyarakat sangat sulit membuka dan menutup kembali surat suara. ‘’Saat kami, KPU Kabupaten Badung menyelenggarakan sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 melalui konser musik, kami izinkan masyarakat untuk mencoba dan menutup surat suara tersebut. ternyata membutuhkan waktu dua menit,’’ terangnya. Dengan temuan tersebut, sosialisasi pun gencar dilakukan. Bahkan dia menyebutkan, KPU Badung sudah memberikan specimen surat suara kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) termasuk parpol. ‘’Sekarang PPS-nya yang gencar melakukan sosialisasi dan simulasi di banjar masingmasing. Karena bisa saja dalam satu banjar terdapat beberapa TPS dengan langsung memperlihatkan surat suara,’’ jelasnya. (kmb27)
NIP CPNS Belum Terbit Mangupura (Bali Post) Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Badung sampai saat ini belum terbit. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat masih menunggu verifikasi NIP di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional X. Padahal, pemberkasan sudah dilakukan pada bulan Januari
2019 lalu. Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya mengatakan, pihaknya belum dapat memproses Surat Keputusan (SK) pengangkatan lantaran NIP ratusan CPNS yang lulus seleksi pengadaan CPNS tahun 2018 lalu belum diterbitkan. ‘’299 CPNS belum menerima SK lantaran menunggu NIP turun. Kami juga tidak bisa memastikan soal waktu turun-
nya NIP tersebut,’’ ujar Gede Wijaya, Selasa (26/3) kemarin. Menurutnya, setelah NIP diterbitkan, pihaknya baru dapt menyerahkan SK pengangkatan kepada 299 CPNS tersebut. SK dimaksud merupakan SK dari Bupati Badung. ‘’Bila NIP sudah ke luar, maka SK bisa langsung diproses. Jadi melalui SK Bupati,’’ tegasnya. Birokrat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu
juga menegaskan, kekosongan dua formasi guru K2 jenjang Sekolah Dasar (SD) akibat tidak memenuhi persyaratan sejak awal. ‘’Kami memastikan dari 301 kuota yang diberikan pemerintah pusat, hanya 299 formasi yang terisi,’’ sebutnya. Seperti diketahui, 3.083 orang mendaftar CPNS. Setelah mengikuti SKD, hanya 118 peserta yang memenuhi passing grade. (kmb27)
PELATIHAN - Suasana pembukaan pelatihan SAR Ausindo, Selasa (26/3) kemarin.
Bali Post/ist
Indonesia dan Australia Gelar Pelatihan SAR Bersama Mangupura (Bali Post) Tim SAR Australia dan Indonesia (Ausindo) menggelar pelatihan di perairan selatan Bali, Rabu (27/3) hari ini. Kegiatan melibatkan 120 peserta dari Basarnas dan potensi SAR di Bali serta 10 petugas SAR Australia ini bertujuan menguji prosedur dan meningkatkan kerja sama dalam menangani potensi ke-
celakaan di wilayah perbatasan. Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Didi Hamzar pada pembukaan kegiatan, Selasa (26/3) kemarin, mengungkapkan, pelatihan ini adalah yang ke-35 kalinya diselenggarakan. Dengan latihan bersama ini, akan dapat diukur kualitas dan kemampuan SDM hingga
peralatan SAR. Dijelaskannya, jika terjadi insiden di areal perbatasan dua negara, maka sudah menjadi kewajiban tim SAR kedua negara untuk bersama-sama menanganinya. Karena itulah prosedur yang telah diberlakukan dalam penanganan kecelakaan di perairan antara dua negara perlu disimulasikan, sehingga dapat
dipahami dan ditelaah mengenai keberlanjutannya. Lebih lanjut disampaikannya, selain latihan SAR Ausindo, pihaknya juga mempunyai kerja sama dengan Australia berupa SAR officer exchange. Kerja sama ini menyangkut pertukaran petugas SAR kedua negara dalam bentuk program magang. (kmb25)
Bupati Giri Prasta Terima VKN Diklatpim II BPSDM Kemendagri dalam Rangka ’’Benchmarking’’ PEMERINTAH Kabupaten Badung menjadi salah satu tujuan Kunjungan Kerja Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementerian Dalam Negeri. Rombongan yang berjumlah 27 orang ini dipimpin oleh Didin Wahidin diterima langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Selasa (26/3) kemarin, di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala OPD terkait serta staf BKDSDM Kabupaten Badung. Ketua Rombongan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementerian Dalam Negeri Didin Wahidin dalam sambutannya mengatakan, peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementerian Dalam Negeri memilih Kabupaten Badung sebagai kunjungan kerja
untuk mengetahui lebih jauh bagaimana Pemkab Badung dalam pelayanan terhadap masyarakatnya, pelayanan kesehatan serta bagaimana Kabupaten Badung dalam melakukan penanganan sampah dan lingkungannya. ‘’Kami berharap kunjungan ini akan menjadi bekal dan referensi bagi kami dalam menjalankan pendidikan pemerintahan di masing-masing instansi ke depan,’’ jelasnya. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kehadiran peserta VKN Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementerian Dalam Negeri yang menjadikan Kabupaten Badung sebagai bagian penting sebagai tempat kunjungan dan studi banding dalam perjalanan tugas kepemerintahan. ‘’Hal ini tentu kami di pemerintahan Kabupaten Badung akan
memberikan penjelasan program-program apa yang telah kami lakukan dan apa yang sedang kami kerjakan serta apa yang akan kami lakukan di tahun yang akan datang di Kabupaten Badung,’’ ujarnya. Lebih lanjut Giri Prasta menyebutkan, masyarakat Badung bersyukur karena dikaruniai alam yang indah serta budaya yang adiluhung warisan leluhur. ‘’Dengan alam yang indah serta budaya yang merupakan roh pariwisata Badung ini tentu wajib bagi kami menjaganya termasuk penanganan terhadap masalah sampah dan lingkungan yang berdampak kepada pariwisata,’’ jelasnya. Terkait pelayanan kepada masyarakat, dia menegaskan, Pemkab Badung akan selalu memberikan yang terbaik. Ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Badung serta program PPNSB yang telah dijalankan dan telah dirasakan
masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. ‘’Semoga ini dapat menjadi masukan dan bahan kepada peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementrian Dalam Negeri dalam rangka benchmarking di Kabupaten Badung,’’ kata Bupati Giri Prasta. Untuk menambah rasa pesaudaraan dan silahturahmi, di akhir acara dilakukan tukar menukar cenderamata dan sesi foto bersama. (ad814) DIKLAT - Bupati Giri Prasta bersama Ketua DPRD Putu Parwata saat menerima Kunjungan Kerja Diklat Kepemimpinan Tingkat II BPSDM Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Didin Wahidin, Selasa (26/3) kemarin, di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Unggul dan Berinovasi dalam Berkarya
Mahasiswa FKIK Unwar Kembali Mengukir Prestasi Tingkat Nasional SEBUAH prestasi prestisius tingkat nasional kembali diukir mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar). Kali ini, tim FKIK Unwar yaitu I Kadek Irwan Setiawan dan I Gusti Putu Ayu Ratna berhasil meraih peringkat I dalam Lomba Esai Aesculapius 2019 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya pada 20-23 Maret lalu. Mengangkat judul karya ‘’Potensi MicroRNA 34a Terenkapsulasi Nanopartikel Magnetik dengan Co-Polimer Poly (Ethylene Caprolactone) dan Poly (Ethylene Glycol) sebagai Modalitas Mutakhir Pengobatan Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC)’’, tim FKIK Unwar berhasil mengalahkan pesaingnya dari tim FK Universitas Indonesia (UI) dan FK Universitas Gajah Mada (UGM). Irwan Setiawan mengaku bangga bisa meraih juara I dalam perlombaan tersebut. Sebab, mahasiswa semester VI ini bersama rekannya, Ayu Ratna, mampu mengalahkan 30 karya esai dari tim FK yang ada di Indonesia. Dengan prestasi yang diraihnya ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa lainnya untuk berani bersaing dalam berbagai perlombaan dan merebut prestasi. Sehingga di FKIK Unwar terus bermunculan kaderisasi untuk mengukir perestasi di kancah nasional maupun internasional. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. merasa bangga memiliki mahasiswa/mahasiswi yang mampu mengukir prestasi spektakuler yang mengalahkan mahasiswa dari FK universitas ternama di Indonesia. Pihaknya pun merasa tersanjung akan prestasi yang diraih tersebut. Prestasi ini merupakan salah satu langkah fundamental untuk menuju Unwar Go Global tahun 2034 mendatang dan siap bersaing dengan perguruan tinggi seluruh dunia. Apalagi mahasiswa Unwar sering menorehkan prestasi di tingkat internasional dalam be-
LOMBA - Tim FKIK Unwar I Kadek Irwan Setiawan dan I Gusti Putu Ayu Ratna berhasil meraih peringkat I dalam Lomba Esai Aesculapius 2019 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya pada 20-23 Maret lalu. berapa perlombaan internasional. Pihaknya pun mendorong fakultas lainnya di lingkungan Unwar agar terus mendorong kegiatan-kegiatan kemahaiswaan dan memberikan ruang kreativitas kepada mahasiswa. Sebab, melalui kegiatan kreativitas tersebut akan memunculkan ide-ide dan karyakarya yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bakat yang dimiliki masing-masing mahasiswa. ‘’Inovasi inilah yang penting di era revolusi industri 4.0 saat ini. Saya selalu berikan penghargaan kepada setiap mahasiswa yang mampu menjuarai perlombaan, baik tingkat nasional apalagi tingkat internasional, sehingga mahasiswa lainnya terdorong dan termotivasi untuk melakukan hal yang sama,’’ tandas Prof. Widjana, Selasa (26/3) kemarin. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti,
M.Si. mengucapkan selamat kepada mahasiswa FKIK Unwar yang telah mampu mengangkat nama FKIK Unwar di kancah nasional. Tidak hanya itu, prestasi yang diraihnya ini membuktikan bahwa proses pembelajaran dan transpormasi ilmu pengetahuan, serta proses aktivitas kemahasiswaan, khususnya di FKIK Unwar berjalan dengan baik. Dengan demikian, kualitas mahasiswa Unwar tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi besar yang ada di Indonesia. Pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan prestasi mahasiswa terutama dalam mengimplemetasikan nilainilai Sapta Bayu, salah satunya unggul dalam berkarya. ‘’Untuk memenangkan kompetisi kita harus menjadi manusia unggul melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,’’ pungkas Wisnumurti. (ad810)
PKPA FHIS Undiknas Diikuti 50 Peserta
Cetak Advokat Berkualitas, Disiapkan Jadi Spesialisasi UNTUK kedua kalinya Fakultas Hukum dan Ilmu Ssoial (FHIS) Undiknas University menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan DPN Peradi Pusat dan Peradi Denpasar. Kuliah perdana PKPA FH Undiknas University 2019 dibuka Ketua Umum Peradi Denpasar Dr. Nyoman Budi Adnyana, S.H., M.H., Selasa (26/3) kemarin. Dekan FHIS Undiknas yang juga Ketua PKPKA Undiknas University Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. menjelaskan, PKPA angkatan kedua FHIS Undiknas University diikuti 50 peserta. Jumlah ini dibatasi karena banyak yang ditolak guna menjaga program ini berkualitas. Makanya dia menegaskan PKPA Undiknas University ini untuk mencetak advokat yang profesional, beretika dan bermoral. Dikatakannya, PKPA Undiknas University diformat berkualitas. Ruangan kuliahnya dipusatkan di gedung C Blok I yang baru. SDM pengajarnya juga berkualitas yakni dari FHIS Undiknas, Peradi Denpasar dan DPN Peradi Pusat. Program ini dilangsungkan selama 29 sesi, di antarnya peserta mendapat materi soal penguatan menjadi pengacara profesional. SDM dosennya, di antaranya dari Peradi Denpasar Dr. Putu Suta Sadnyana, Dr. I Made Arjaya, dan Budi Adnyana. Juga Ni Ketut Elly Sutrisni, Dr. Putu Bagiarta, Dr. I Made Wirya Darma, Prof. Dr. I Nyoman Budiana. Sementara dari Peradi Pusat H. Shalih Mangara, Thomas E. Tampubolon, Johnson Panjaitan dan dr. H. Fauie Yusuf Hasibuan.
PKPA - Ketua Umum Peradi Dr. Budi Adnyana bersama Dekan FHIS Undiknas Ni Nyoman Juwita fotor bersama dengan peserta PKPA Undiknas. Untuk pendaftaran angkatan ketiga akan dibuka usai turunnya aturan baru PKPA. Juwita mengaku bangga pada angkatan kedua PKPA FHIS Undiknas datang dari alumni dan lulusan FH di luar Undiknas. Ini menunjukkan eksistensi FH dan PKPA Undiknas direspons positif oleh masyarakat. Ketua DPC Peradi Denpasar Budi Adnyana menegaskan setiap PKPA kerja sama Peradi dengan kampus di Bali berjalan berkualitas. Ini diperkuat dengan hasil kelulusan program ini mencapai 80 persen. Para peserta berhak menjadi pengacara degan izin praktik dengan kelulusan yang sangat memuaskan. Makanya sekitar 1.000 advokat di bawah Peradi di Bali juga menjalankan profesi ini secara berkualitas. Untuk itu, Budi Adnyana me-
negaskan kepada peserta PKPA Undiknas untuk selalu menjunjung etika profesi. ‘’Siapa yang menghormati kode etik profesi, ya… kita sendiri,’’ tegasnya. Budi Adnyana mengusulkan setelah menjalani praktik kepengacaraan, mereka akan dididik beberapa bulan untuk menjadi spesialisasi. Jika tidak, advokat terkenal Jakarta akan menyerbu Bali karena mereka ini sudah terspesialisasikan. Baik di bidang bisnis, kesehatan, keuangan publik dan lainnya. Dia menegaskan jika ingin menjadi lawyer yang kaya ilmu dan kaya arta harus memiliki integritas yang menempatkan hukum harus dilandasi hati nurani. Namun menjadi pengacara yang kaya bukan tujuan utama, melainkan ikut berkontribusi dalam penegakan hukum positif. (ad805)
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Parwata Apresiasi Pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2020
Semua Program Harus Mengacu pada RPJMD Semesta Berencana
P E L A K S A N A A N Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Badung Tahun 2019 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020, mendapat apresiasi pimpinan dewan. Melalui Musrenbang RKPD ini program yang belum bisa diselesaikan pada tahun 2019, bisa ter-cover para tahun 2020. ‘’Sesuai apa yang menjadi rencana pemerintah daerah, maka ada hal yang memang harus menjadi prioritas yang harus diselesaikan. Apa yang belum terselesaikan pada tahun 2019 ini, harus dituntaskan pada tahun 2020,’’ ujar Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Selasa (26/3) kemarin. Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Parwata, perlu keseriusan bersama. ‘’Saya setuju dengan Pak Bupati, untuk membangun Badung, seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus bersinergi. Begitu juga dengan dewan,’’ tegasnya. Kedua, kata Parwata lagi, leading sector di bagian keuangan, Bappenda dan Sekda dapat mengatur daripada anggaran. ‘’Harus betu-betul (anggaran red) dipergunakan dengan skala prioritas. Tidak boleh like and dislike programnya. Semua harus mengacu pada RPJMD Semesta Berencana tahun 2016-2021, semuanya mengacu pada skala prioritas yang sudah ditetapkan. Dengan dimikian, harapan kita perbaikan dan kesejahteraan masyarakat akan lebih cepat terdorong dan ketimpangan dapat diminimalkan,’’ kata politisi PDI-P ini. Untuk itu, Parwata menambahkan, terhadap apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah, lembaga dewan akan senantiasa mensuport. ‘’Terhadap pertumbuhan ekonomi kita dorong, infrastruktur, dan kelengkapan lainnya juga kita akan dorong
DPRD - Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata saat ditemui, Selasa (26/3) kemarin. supaya bisa tumbuh lebih baik. Sekarang yang perlu dilakukan fokus pada pendapatan, jangan lagi defisit, karena potensi besar,’’ tandas politisi asal Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara itu sembari berharap agar eksekutif dapat merancang pendapatan secara maksimal. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Badung telah melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Badung Tahun 2019, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020, Senin (25/3), di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Dalam Musrenbang RKPD terungkap usulan program kegiatan prioritas sebanyak 2.609 usulan, dengan kebutuhan pagu sebesar Rp 5.824.361.770.604,70. Usulan tersebut telah menga-
komodir hasil musrenbang kecamatan yang berjumlah 752 usulan dengan kebutuhan pagu Rp 929.218.178.808. Bupati Giri Prasta dalam pengarahannya menegaskan agar dalam menyusun perencanaan pembangunan, tetap memegang teguh prinsip-prinsip dasar pembangunan Kabupaten Badung yaitu pro-growth, pro-jobs, propoor, pro-culture, pro-environment dan pro-law enforcement. Serta lima bidang prioritas PPNSB yang meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama dan budaya serta pariwisata. ‘’Pada prinsipnya kami menyambut baik adanya usulan tersebut dan tetap fokus pada pencapaian target-target RPJMD. Untuk itu kami minta kepada seluruh kepala perangkat daerah dan PNS Badung harus berkomitmen, harus jujur, disiplin dan kerja keras,’’ terangnya. (ad809)
Unmas Wisuda Tahap Kedua
Mulai Buka S-1 Farmasi dan S-1 Teknik Lingkungan REKTOR Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. mewisuda tahap kedua sebanyak 600 sarjana dari 14 program studi yang ada di Unmas, Selasa (26/3) kemarin. Rektor Unmas Made Sukamerta menekankan dengan bergabungnya Akademi Farmasi Saraswati dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati ke Unmas, mulai tahun ini Unmas menambah dua prodi S-1 baru yakni S-1 Farmasi dan S-1 Teknik Lingkungan. Dengan demikian krama Bali tak perlu lagi kuliah jauh-jauh ke Jawa untuk studi lanjut D-3 Farmasi. Sedangkan prodi S-1 Teknik Lingkungan merupakan satu-satunya ada di PTS di Bali. Bahkan lulusannya sudah disiapkan studi lanjut di Unmas yakni S-2 P2WL. Bahkan tahun ini Unmas Denpasar juga akan membuka Prodi S-2 Ilmu Hukum. Dia menjelaskan saat ini Unmas mengalami kemajuan pesat dalam akademik dan Tri Dharma PT. Saat ini Unmas memiliki lima prodi dengan akreditasi A dan menargetkan akreditasi institusinya (AIPT) meraih A dengan standar 9. Unmas juga meraih ISO 90012015. Guna mendukung program pemerintah dalam menyediakan pendidikan vokasi, Unmas sudah memiliki D-3 Farmasi (AFS) dan segera membuka D-3 Bahasa Mandarin. Di bagian lain, Rektor didampingi WR I Dr. Made Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. menegaskan semua sarjana Unmas dicetak secara berkualitas. Lulusannya tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi
WISUDA - Rektor Unmas I Made Sukamerta bersama wakil rektor saat mewisuda sarjana. pencipta kerja. Keberhasilan sangat tergantung pada kemampuan membaca peluang dan menciptakan peluang kerja. Termasuk menghadapi kehadiran Revolusi Industri 4.0. Untuk itu, dia mengajak civitas akademika Unmas berjuang melawan kompleksitas dan kesenjangan antargenerasi, dan beralih paradigma menjadikan proses pendidikan menjadi proses yang inspiratif, kreatif, inovatif, melek teknologi, dan mampu membelajarkan mahasiswa sesuai dengan karakternya. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menegaskan Unmas harus terdepan dalam segala hal bagi PTS di Bali, NTB dan NTT. Unmas harus menjadi lembaga pendidikan tinggi yang dibanggakan dan diminati masyarakat. Makanya penggabungan dua PTS justru memperkuat Unmas untuk makin maju dan berkualitas.
Dengan bergabungnya AFS dan STIBA Saraswati, anggota senat Unmas kini bertambah lagi empat orang. Mulai sekarang lulusan AFS dan STIBA Saraswati langsung diwisuda oleh Rektor Unmas. Yayasan sedang membangun gedung berlantai empat yang berorientasi pada kepentingan semua unit. Gedung lantai empat ini untuk Fakultas Farmasi dan Bahasa Asing Unmas, sedangkan kampus pusat Unmas akan direlokasi ke kawasan Padanggalak. Bagus Ketut Lodji kembali menekankan tiga hal. Pertama, wujudkan kebersamaan sehingga bekerja senang dan nyaman. Kedua, wirang artinya selalu mencapai perstasi tertinggi, dan ketiga, meningkatkan disiplin dan etos kerja. Ketiga itu, katanya, sudah dibuktikan oleh Unmas di bawah pimpinan Rektor I Made Sukamerta. (ad811)
Saraf Terjepit Perlukah Operasi?
SARAF terjepit adalah kondisi di mana terjadi penekanan pada saraf (dalam hal ini saraf tulang belakang) yang dapat disebabkan berbagai hal. Saraf tulang belakang berada di sepanjang punggung dan merupakan saraf pusat yang menghubungkan otak dengan saraf lainnya di seluruh tubuh. Leher dan punggung bawah adalah lokasi tersering terjadinya penjepitan saraf karena mobilitas yang tinggi pada area tersebut. Gejala yang dirasakan pada awalnya dapat berupa kesemutan atau nyeri pada leher atau punggung bawah. Ciri khas nyeri yang melibatkan saraf adalah adanya penjalaran misalnya leher sampai lengan, dapat dengan sensasi sep-
erti tersetrum. Seiring dengan perjalanan penyakitnya, keluhan dapat berkembang menjadi kelemahan atau mati rasa pada anggota gerak yang dipersarafi. Penyebab terjadinya penjepitan saraf tulang belakang ada beberapa, namun yang paling umum terjadi adalah akibat penonjolan isi bantalan tulang belakang ke arah saraf yang disebut dengan HNP (Hernia Nuclesu Pulposus). Penyebab lainnya adalah penonjolan tulang atau ligamen, atau pergeseran tulang. Usia lanjut menjadi salah satu faktor risiko terjadinya saraf terjepit. Faktor lainnya adalah berat badan berlebih dan sering mengangkat beban berat. Beberapa literatur juga
menyebutkan hubungan merokok dan riwayat dalam keluarga sebagai risiko terjadinya saraf terjepit. Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah modalitas utama dalam mendiagnosis penyakit ini. Penanganan saraf terjepit dapat bersifat konservatif atau dengan operasi bergantung dari pertimbangan dokter yang menangani. Penanganan konservatif selain dengan obatobatan, pengaplikasian kompres hangat pada area yang sakit serta fisioterapi juga dapat membantu. Untuk tidur sebaiknya menggunakan alas yang tidak terlalu empuk, dan tidak dianjurkan untuk bed rest lebih dari dua hari karena akan menyebabkan bertambahnya gejala.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Apabila nyeri tidak dapat ditangani dengan pendekatan konservatif, atau ada perburukan dengan adanya gejala kelemahan pada tungkai, maka perlu dipertimbangkan tindakan operasi dengan tujuan mengurangi penekanan yang terjadi pada saraf tersebut. Penting untuk menghindari faktor risiko untuk mengurangi progresivitas penyakit ini. Perlu diperhatikan untuk menjaga berat badan ideal dan mengurangi mengangkat beban berat terutama bagi yang mengalami gejala saraf terjepit. Selain itu penting untuk menguatkan otot yang menopang tulang belakang tersebut misalnya dengan berenang. l dr. Made Bhuwana Putra
DAERAH
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
SMP PGRI 1 Denpasar Rekrut 11 Kelas Siswa Baru Banyak Dikunjungi Masyarakat Saat USBN
SEBANYAK 356 siswa kelas IX SMP PGRI 1 Denpasar sejak Senin (25/3) melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). USBN ini merupakan syarat utama kelulusan, maka dari itu sekolah ini menetapkan standar minimal kelulusan 75, naik dua digit dari tahun lalu 73. Yang istimewa, pelaksanaan USBN pada Selasa (26/3) kemarin dipantau Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Saat itu Madiadnyana menyaksikan banyak orangtua calon siswa baru mengunjungi dan menanyakan soal proses pendidikan di SMP PGRI 1 Denpasar. Kondisi ini sangat positif bagi sekolah bahwa masyarakat saat ini semakin cerdas menentukan pilihan sekolah. Hal ini wajar terjadi karena masyarakat tak mau salah pilih sekolah, makanya dalam penilain mereka ketersediaan sarana dan prasarana sekolah adalah kesan pertama. Namun, Madiadnyana mendahulukan agar sekolah PGRI mengedepankan proses berkualitas, dikelola dengan manajemen terbaik dan SDM guru yang profesional. Setelah itu diikuti dengan penyediaan sarana, pelayanan berkualitas, sekolah bersih serta program pengembangan diri. Makanya dia setuju program unggulan berupa disiplin dan pendidikan karakter di sekolah ini dipertahankan. ‘’Jika sudah terpenuhi, walaupun ada SMP negeri lagi, masyarakat akan memilih SMP PGRI 1 Denpasar,’’ tegasnya. Para orangtua calon siswa baru itu langsung dilayani dengan informasi terkini oleh Kepala SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M. Dia men-
USBN - Ketua YPLP I Nengah Madiadnyana diterima Kasek I Nengah Sukama dan Wakasek saat memantau pelaksanaan USBN di SMP PGRI 1 Denpasar. gatakan sekitar 30 orang sudah menitipkan anaknya di sekolah ini karena SMP PGRI 1 Denpasar dinilai sukses membina disiplin dan pendidikan karakter. Dua hal ini yang membuat siswa sekolah ini banyak mencetak prestasi. Soal standar kelulusan, Nengah Sukama didampingi Wakasek Drs. Made Adnyana Putra, Komang Budiarta, S.Kom. menetapkan 75 sesuai dengan kemampuan siswanya. Dengan syarat siswa mengantongi nilai rapor sejak semester I hingga V dan mengikuti UNKP serta berkepribadian baik. Sementara UNKP akan dilaksanakan secara berintegritas. Sekalipun nilai UNKP tak lagi menentukan kelulusan, Sukama mengaku terus memberi motivasi siswa kelas IX untuk berkompetisi meraih nilai USBN dan UNKP setinggitingginya. Nilai UNKP ini bisa dijadikan bekal untuk mencari studi lanjut. Ketua Panitia USBN Adnyana Putra mengungkapkan kehadiran peserta ujian hingga kemarin seratus persen. Untuk persiapan menghadapi UNKP, sekolah mem-
berikan les tambahan sejak semester I. Les tambahan diberikan dua kali seminggu dengan mengambil jadwal malam hari. Dari les ini dipetakan siswa yang kurang mampu, yang selanjutnya dibina khusus oleh guru bidang studinya. Bimbingan dan pengayaan intensif diberikan dalam bentuk pembelajaran sehingga semua belajar dan semua sukses. Tahun ini sekolah di kawasan Perumnas MonangManing ini hanya menerima 11 kelas. Jumlah ini, dikatakan Sukama, dibatasi karena tahun ini mulai dioperasikan SMPN 13 Denpasar di kawasan Denbar. Namun, menurutnya, SMP PGRI 1 Denpasar sudah mempersiapkan diri berupa pelayanan berkualitas. Semua siswa kelas VII dan IX masuk pagi. Khusus bagi KK kurang mampu akan dibantu lewat dana BOS dan anggaran sekolah. Di antaranya yang memiliki saudara kandung diberikan keringanan 25 persen dari uang gedung. Sementara siswa yang berprestasi diberikan bonus oleh sekolah sebagai bentuk reward guna memotivasi siswa lain berprestasi. (k250)
Bali Post/ist
KOMSOS - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri berfose dengan seorang veteran di sela-sela kegiatan komsos.
Pertahankan Kedaulatan NKRI, KBT Perkuat Soliditas
Denpasar (Bali Post) Ratusan anggota Keluarga Besar TNI (KBT) berkumpul di Gedung Serba Guna Disdikpora Provinsi Bali di Jalan Kapten Tantular, Renon, Denpasar Timur, Selasa (26/3) kemarin. Mereka dikumpulkan untuk mengikuti kegiatan komunikasi sosial (komsos) untuk memperkuat soliditas guna mempertahankan kedaulatan NKRI. Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat membacakan sambutan Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan kegiatan komsos ini bertujuan untuk terwujudnya hubungan antara prajurit TNI khususnya Kodam IX/ Udayana dengan KBT yang lebih harmonis. Selain itu meningkatnya pemahaman tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk berpartisipasi dalam membantu kesulitan rakyat serta menjaga serta mempertahankan kedaulatan NKRI. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah tercapainya pemahaman KBT tentang tugas dan peran TNI-AD serta pokok-pokok kebijakan Kasad dalam bidang teritorial tahun 2019. Terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antara TNI-AD dengan KBT guna mendukung tugas pokok TNIAD. Meningkatnya pemahaman KBT tentang Pancasila dan terwujudnya kesamaan persepsi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentang Bhinneka Tunggal Ika. Berpartisipasi dalam menjaga dan mengatasi kesulitan rakyat dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini ‘’Melalui Silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI, Kita Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Rangka Membantu Kesulitan Rakyat serta Menjaga dan Mempertah-
ankan Kedaulatan NKRI’’. Selaras dengan tema yang diusung materi yang disampaikan, antara lain pokok-pokok kebijaksanaan pimpinan TNI Angkatan Darat dalam bidang teritorial oleh Kasdam. Sedangkan materi wawasan kebangsaan dan serta rencana kegiatan TNI-AD dalam rangka membantu kesulitan rakyat disampaikan oleh Pabandya Komsos Sterdam Letkol Czi. Hartanto Dwi Priono, S.T. ‘’Kegiatan ini akan terus berjalan dan tidak terhenti sampai di sini saja. Karena komunikasi sosial dengan KBT tetap perlu dijaga dan terpelihara dalam menjaga keutuhan Keluarga Besar TNI yang juga turut andil dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai,’’ ujarnya. Senantiasa membangun
rasa kebersamaan dan keterpaduan dengan segenap komponen bangsa melalui kegiatan pembinaan teritorial sebagai salah satu fungsi utama TNI. Pembinaan tersebut di antaranya melaksanakan kegiatan komsos dengan KBT merupakan salah satu potensi pertahanan negara yang memiliki hubungan emosional dengan prajurit TNI aktif. Untuk itu, diharapkan epada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguhsungguh dan aktif memberikan masukan maupun saran demi terbangunnya kesamaan visi serta persepsi antara prajurit Kodam IX/Udayana dengan seluruh KBT demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI. Kegiatan tersebut diikuti anggota PPAD, Pepabri, LVRI, Piveri, Perip, KB FKPPI, Hipakad, Korpri TNI dan Dharma Pertiwi. (kmb36)
5 Dapat Angin Segar
Dukungan Alokasi Anggaran Pusat untuk Desa Adat Terus Mengalir WACANA untuk memberikan penguatan kepada desa adat di Bali terus bergulir. Setelah sebelumnya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani memberi angin dengan mendukung agar desa adat di Bali mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN, hal serupa juga tercetus dari Presiden RI Joko Widodo. Ini terungkap dalam simakrama atau tatap muka dengan tokoh agama dan adat di Bali yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Jumat (22/3) malam. Hal tersebut terlihat dari respons Presiden Jokowi setelah mendengarkan permintaan Bendesa Adat Desa Mundeh Kauh Nyoman Gede Arsa yang berharap masingmasing mendapat bantuan APBN karena desa adat merupakan benteng budaya Bali. ‘’Ya… ya… saya setuju,’’ tutur Presiden setelah mendengar permintaan Gede Arsa yang dalam kesempatan tersebut diundang menuju podium oleh Presiden Jokowi. Seperti diberitakan sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menyatakan mendukung dan siap membahas lebih lanjut inisiatif untuk memberikan alokasi anggaran APBN bagi desa adat di Bali. ‘Kalau saya mendukung, bahkan 1.000 persen untuk itu. Saya memahami dan mengingat pentingnya keberadaan desa adat, terutama Bali dalam menjaga kelestarian. Saya bersama Pak Gubernur untuk yang satu itu, tinggal sekarang caranya bagaimana,’’ jelas Sri Mulyani di hadapan bendesa adat se-Bali dalam acara bertajuk ‘’Tatap Muka Menteri Keuangan Bersama Bendesa Adat se-Bali’’ di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (14/3) lalu. Namun dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga me-
nyampaikan ada tata cara yang harus dipenuhi agar alokasi anggaran untuk desa adat secara regulasi hukum bisa berjalan. Dalam UU Desa sendiri disebutkan yang disebut desa dan mendapatkan alokasi anggaran dari APBN adalah desa administratif yang diakui Kementerian Dalam Negeri, yang secara historis berbeda dengan desa adat. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan bagaimana pentingnya peran desa adat sebagai warisan dari leluhur dalam menjaga adat istiadat, tradisi dan budaya di Bali selama berabad-abad. ‘’Desa adat ini terbentuk dari proses sosiologis oleh masyarakat. Jadi bukan dibentuk negara, tapi oleh masyarakat adat. Jadi sangat otonom dan terpelihara dengan baik. Bali tidak punya emas, perak, batu bara, tembaga atau gas. Tapi Bali punya adat istiadat dan budaya yang kaya dan unik,’’ jelas Koster. ‘’Bali punya faktor lain yang membedakan dengan daerah lain yakni disebut faktor niskala dengan membawa aura yang kuat. Itulah yang dijaga para bendesa adat ini. Sayangnya para bendesa ini banyak yang tidak mendapatkan apa-apa, murni pengabdian dibandingkan tugasnya yang luar biasa. Ini yang saya upayakan agar benar-benar berdaya di Bali,’’ tambahnya. Dalam kesempatan berbeda, Bendesa Adat Penida Kaja, Tembuku, Kabupaten Bangli, I Wayan Sugita, mendukung upaya pemerintah provinsi agar keberadaan desa adat di Bali eksistensinya diakui secara nasional. ‘’Kalau saya pribadi mewaliki krama desa, tentunya sangat mengapresiasi jika ada bantuan alokasi anggaran bagi desa
PIDATO - Gubernur Bali Wayan Koster ketika berpidato. adat. Apalagi bagi desa adat yang tidak punya destinasi wisata,’’ tutur Sugita. Sugita juga menekankan dirinya beserta prajuru desa lain serta segenap krama sejatinya sudah cukup bersyukur dengan bantuan yang diberikan pemerintah daerah berupa bansos ataupun Bantuan Keuangan Khusus (BKK). ‘’Manfaatnya amat dirasakan masyarakat. Tapi seperti yang dikatakan Pak Gubernur, prajuru desa punya peranan khusus untuk kehidupan sosial budaya serta adat seperti contohnya mengurus upacara kematian warga misalnya. Di mana kematian kan tidak kenal waktu, cakupannya berbeda dengan desa administrasi,’’ tukasnya. Di tengah keterbatasan desa pakramannya, katanya, juga mampu mengelola pasraman yang memberikan pendidikan kepada anak-anak desa setempat. ‘’Kita meminjam tempat di wantilan desa setempat dan tenaga pengajarnya diisi para penyuluh Bahasa Bali. Sepenuhnya secara sukarela alias ngayah,’’
ujar Sugita. Ditemui terpisah, Klian Adat Desa Pakraman Sukasada Kabupaten Buleleng Ketut Sumidra juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk melakukan penguatan terhadap desa pakraman atau desa adat di Bali. Terlebih bila nantinya bisa mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. ‘’Sebagai prajuru di desa, saya sangat memperhatikan perhatian Bapak Gubernur dalam upaya penguatan desa adat di Bali, terutama dari segi ekonominya,’’ kata Sumidra. Ia mencontohkan seperti program smart city yang mengalokasikan bantuan WiFi gratis dampaknya sangat dirasakan di masyarakat, terutama untuk anak-anak muda. ‘’Sekarang jika kita lihat di Desa Sukasada, wantilan selalu ramai dengan berbagai kegiatan, seni budaya dan sekaligus mendapatkan akses informasi yang mudah. Kalau semakin banyak titik WiFi-nya saya kira akan semakin baik untuk masyarakat kita,’’ pungkas Sumidra. (ad804)
Ketua LPD Pacung Diadili Denpasar (Bali Post) Mantan Jro Bandesa Adat Pacung yang kemudian menjadi Ketua LPD Pacung, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, terdakwa Nyoman Jaya, Selasa (26/3) kemarin mulai diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. JPU Putu Iskadi Kekeran di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi mengatakan, pokok dari perkara ini adalah terdakwa yang mantan bandesa adat kemudian mengambil alih dan menjabat Ketua LPD Pacung, mengeluarkan kredit tanpa agunan. Perbuatannya merugikan keuangan LPD dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Gianyar hingga Rp 142.928.523, sebagaimana laporan pemeriksaan keuangan independent. Diuraikan dalam surat dakwaannya, terdakwa disebut mengambil alih posisi
kasir. Pada 2012 lalu, saldo kas LPD sebesar Rp 146.476.029. Namun, kenyataannya saldo kas LPD hanya Rp 3.547.500 atau terdapat selisih Rp 142.928.523 yang diduga dipergunakan oleh terdakwa Nyoman Jaya. “Terdakwa dalam memberikan kredit tanpa jaminan. Selain itu juga memberikan kredit tanpa ada didasari syarat-syarat kepada ratusan nasabah,” jelasnya. Atas perbuatannya tersebut, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dalam dakwaan primer, dan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999. Terdakwa juga dijerat dengan pasal 8 UU yang sama. (kmb37)
Bali Post/kmb37
SIDANG - Nyoman Jaya seusai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar.
Warung Global
Kebudayaan Bali Patut Dikembangkan ke Arah Kemajuan PEMBANGUNAN pusat kebudayaan Bali yang disebut-sebut akan dibangun di Gunaksa kini mulai hangat diperbincangkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam hal ini Gubernur Bali pun bahkan sudah sempat bertatap muka dengan Presiden RI Joko Widodo guna membahas hal ini. Berikut beberapa pendapat dari masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM tentang wacana dibangunnya pusat kebudayaan Bali di Gunaksa. Mastra di Gianyar mengatakan gagasan pembangunan pusat kebudayaan bagus dan baik. Keberadaan kebudayaan Bali berpeluang untuk tumbuh dan berkembang secara dinamik dan pesat. Kebudayaan Bali sangat fungsional dalam kehidupan masyarakat Bali sebagai pembentuk jati diri dan merupakan identitas etnik Bali yang dapat berfungsi majemuk bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Budiada di Tabanan mengharapkan agar program ini dapat terwujud dengan bantuan
dana dari pusat. Dalam skala nasional kebudayaan Bali berperan dalam membangun dan memperkaya kebudayaan nasional. Sedangkan dalam skala internasional kebudayaan Bali dapat berperan bagi pengembangan kebudayaan dunia melalui satu identitas warisan budaya dunia. Dalam keberadaannya, kebudayaan Bali patut dilestarikan dan dikembangkan ke arah kemajuan. Gusti Goatama di Gianyar mengatakan inovasi untuk menjaga dan melestarikan budaya Bali, manfaatnya harus
jelas. Tidak sampai menghapus sejarah yang diwariskan leluhur. Jangan sampai diabaikan oleh generasi penerus. Ia menanyakan kalau dibangun pusat kebudayaan lagi, Art Center nantinya diperuntukan untuk apa? Sudana di Tabanan mengatakan, perkembangan masyarakat yang sangat cepat sebagai akibat dari globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi membutuhkan penyesuaian tata nilai perilaku. Dalam suasana dinamis tersebut, pengemban-
gan kebudayaan Bali agar dapat memberikan arah bagi perwujudan identitas yang sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Bali. Bhaskara di Tabanan mengatakan, rencana pembentukan pusat kebudayaan Bali sangat bagus untuk memelihara dan mengembangkan berbagai bentuk kesenian, termasuk kesenian rakyat, sehingga memberikan kesempatan menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam kehidupan seni. Pemprov Bali agar meningkatkan peran serta masyarakat dalam menggali, memelihara, melestarikan nilai-nilai seni, budaya serta meningkatnya peran serta sekaa kesenian, seniman dan budayawan dalam pengembangan kesenian Bali. (dika)
OPINI
6
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memperjuangkan Anggaran Desa Adat BALI memiliki adat istiadat yang sangat kuat. Ini semua dibentengi oleh desa pakraman. Tradisi, seni, dan budaya yang menjadi aset masyarakat Bali, juga menjadi aset bangsa Indonesia yang harus kita pelihara dengan sungguh-sungguh. Namun, selama ini upaya untuk melestarikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya sepenuhnya dijalankan desa adat di Bali dengan cara swadaya. Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara tatap muka dan ramah tamah Presiden dengan tokoh masyarakat Bali itu patut menjadi renungan bersama. Koster pun meminta Presiden Joko Widodo mempertimbangkan alokasi anggaran dalam APBN bagi desa adat di Pulau Dewata. Sebab, menurutnya tantangan desa adat ke depan semakin dinamis dalam era global. Diperlukan kontribusi negara untuk turut memelihara lingkungan alam, tradisi, seni, dan budaya Bali. Lebih dari itu, krama Bali selama ini dikenal serbakalem dikatakan demikian sejak 73 tahun Indonesia merdeka belum pernah wakil Bali di Senayan dan gubernurnya menuntut hak dana khusus untuk pelestarian budaya. Padahal krama Bali luar biasa mahalnya mengeluarkan dana untuk menjalankan budaya, tradisi, dan agamanya. Lagi-lagi kita (baca krama Bali) tak pernah menuntut apa-apa. Semua pejabat pemerintahan yang datang ke Bali hanya memberikan pujian bahwa Bali hebat tradisi dan budayanya. Kita tak menyadari pemilik travel asal Bali dan menjual Bali dari luar negeri. Kini saatnya Bali mendapatkan haknya berupa dana APBN untuk mengawal dan menjaga adat dan budayanya. Banyak pihak menilai hal ini wajar diminta Bali karena tradisi, adat, seni dan budaya yang dimiliki Bali berkontribusi menghasilkan sumbangan devisa yang besar kepada negara melalui sektor pariwisata. Hanya, perlu kita jabarkan siapa yang mengelola dan akan menerima dana tersebut di tingkat bawah. Jangan sampai dana ini lagi dikorupsi secara berjenjang. Rakyat Bali yang menjadi pelaku adat dan budaya Bali hanya mendapatkan sampahnya dan beban menjalani budaya dan agama serta adat Bali. Boleh juga Koster berkeinginan membangun pusat kebudayaan Bali. Di dalamnya terdapat panggung terbuka, museum tematik, gedung seni multifungsi, dan sarana lainnya secara terintegrasi. Fasilitas itu untuk mewadahi seni budaya yang ada di Bali. Dukungan dari pemerintah pusat juga diharapkan untuk mewujudkan pusat kebudayaan itu. Rencana ini cukup strategis, namun seharusnya kita jangan melulu fokus membangun secara fisik, yang lebih penting adalah membangun SDM Bali, perlu lebih banyak melahirkan seniman cilik dan seniman muda. Jangan sampai terjadi taman budaya bertebaran, yang mengisi tidak ada. Kedua, kita di Bali jangan sampai lagi keliru menerapkan adat dan kearifan lokal yakni amis ke cenik. Artinya, di antara krama kita saling menyudutkan. Tak boleh lagi ada krama kasepekang hanya gara-gara tak ikut sangkep dan kerja bakti atau pasukadukan karena alasan yang sebenarnya bisa diterima akal. Jika terlalu keras menjalankan sanksi adat, krama Bali semakin banyak yang pindah kepercayaan. Saatnya krama Bali saling mendukung dan memberdayakan warga sendiri. Jangan sampai kita dikagumi orang, tapi warga kita tertekan. Kearifan lokal harus lebih banyak memberikan solusi dan problem solving, baru pas disebut desa pakraman yang arif. Mutlak berjalan arif dan bijaksana sehingga makin bergairah krama Bali menjalankan tradisi, adat, dan budayanya. Baru pas dengan pernyataan dan pujian Presiden Joko Widodo bahwa Bali dikenal, dikagumi seluruh dunia karena budayanya, budaya yang hidup dan berkembang di desa-desa pakraman (desa adat) Bali akan tetap menjadi contoh bagaimana harmoni perbedaan di Bali namun tetap menjaga akar-akar tradisi budaya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Parisada Mohon Sikapi Masalah Umat Maafkan, karena keterbatasan ruang, saya akan memaparkan masalah-masalah aktual yang terjadi di tataran umat Hindu di masyarakat bawah. Masalah-masalah tentang Bhisama Parisada terkait dengan Panca Wali Krama di Pura Besakih, pertama masalah pengabenan. Di masyarakat ada yang secara ketat menafsirkan sehingga sang padem (meninggal) dikubur secara nyilib ada yang mengambil sebel seperti di Kodya, ada juga yang tidak seperti di Kuta, Badung. Ada yang menafsirkan secara longgar, vibrasi kesucian Pura Kahyangan Jagat Apeneleng Agung (5 km), di luar itu boleh ngaben seperti biasa. Ada yang menitipkan jenazah di rumah sakit dengan biaya berbeda-beda sampai overload. Saya berharap lembaga terkait duduk bersama bermusyawarah dengan pikiran jernih menyelesaikan masalah umat ini. Saya juga berharap pemerintah daerah memfasilitasi dengan mengundang semua elemen masyarakat, terutama kaum milenial, karena merekalah yang punya masa depan ini. Ini sesuai komitmen Gubernur Bali yakni One Islad, One Management, Nangun Sat Kertihi Loka Bali. Hidup kita sudah banyak masalah, mati ada lagi masalah. Pekak Rangkan Jl. Bukit Tunggal, Alangkajeng Gede, Denpasar
Kejernihan Hati Menata Desa Adat Ketika para pengikut Maha Rsi Markandheya di abad ke-8 Masehi membentuk persekutuan di kahyangan sebagai cikal bakal terbentuknya desa di Bali, mungkin tidak pernah membayangkan bahwa persekutuannya menjadi identitas adat Bali saat ini. Apalagi setelah pada kelanjutannya Mpu Kuturan melakukan penataan desa dan kahyangan dengan mewujudkan Kahyangan Tiga, yaitu Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem sebagai tempat pemujaan bagi seluruh krama desa; guna mengamalkan ajaran Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa).
Oleh Agung Kresna
S
alah satu keistimewaan desa adat di Bali yang selama ini dikenal sebagai desa pakraman adalah adanya awig-awig yang dibuat oleh krama desa sendiri sebagai pedoman krama desa dalam bermasyarakat kesehariannya. Awig-awig ini menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagiaan krama desa yang diatur dalam balutan filosofi Tri Hita Karana. Sehingga pantas jika desa pakraman sebagai desa adat disebut sebagai jati diri krama Bali. Hal itu jugalah yang menjadikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Adat yang saat ini sedang digodok di DPRD Bali masih saja memunculkan silang pendapat dari berbagai pihak selaku pemangku kepentingan yang terkait. Tarik ulur ini terjadi sejak munculnya klausul perubahan kepanjangan nama LPD menjadi Lembaga Pacingkreman Desa, perubahan nama Desa Pakraman menjadi Desa Adat, hingga pembentukan LOKA (Lembaga Otoritas Perekonomian Adat); yang menjadi muatan dalam Ranperda tersebut. Realitas ini sekaligus juga menunjukkan tingginya kepedulian krama Bali atas desa pak-
raman yang dihuni dan dimilikinya. Desa pakraman sebagai desa adat di Bali, memegang peran utama dalam keseharian kehidupan krama Bali. Sehingga pantas jika perubahan –meski kecil- yang akan dikenakan pada desa adat, akan memunculkan pro dan kontra atas akibat perubahan yang bakal muncul di kemudian hari. Keseharian kehidupan krama Bali sejak lahir hingga meninggal dunia, secara adat, budaya, dan agama berada dalam tata kelola desa pakraman. Sehingga tidak bisa dimungkiri bahwa sanubari krama Bali adalah sejalan dengan eksistensi desa pakraman. Segenap krama Bali harus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur sebagai wujud menjaga Bali. Disrupsi Budaya Arus globalisasi yang tak pelak juga mendera Bali, bak menuntut perlu adanya perubahan cepat dan tepat di semua lini kehidupan masyarakat Bali yang dikenal identik dengan adat budaya tradisi. Bali sebagai entitas kehidupan yang penuh aura budaya membutuhkan upaya perawatan agar tetap lestari sebagai wujud identitas krama Bali. Arus global yang tidak sejalan dengan adat, kultur,
dan budaya Bali harus disikapi secara arif. Tuntutan akan perubahan harus dilihat dan disikapi dengan kejernihan hati disertai pikiran yang bijak serta implementasi yang arif. Tatanantananan baru yang akan disusun harus dapat menjawab tuntutan perubahan yang ada, dengan tetap menjaga/mempertahankan jati diri identitas krama Bali. Tatanan baru tidak boleh hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, namun justru harus menjawab tantangan krama Bali di masa depan. Infiltrasi mesin ekonomi global adalah sebuah keniscayaan di tengah perekonomian global yang borderless dalam balutan teknologi digital yang bergerak cepat. Namun, kita tidak boleh hanyut dalam derasnya arus modernisasi tersebut. Jati diri ekonomi krama Bali sebagai salah satu wujud ekonomi kebudayaan Indonesia yang lebih mengedepankan etika sosial dalam tatanannya, harus tetap lestari berjalan seiring tatanan ekonomi modern. Marwah peradaban Bali tidak boleh tercemari oleh adat budaya asing. Kearifan lokal Bali harus tetap lestari dalam tatanan anatomi tradisi adat social budaya krama Bali, namun dengan
mindset baru sesuai konteks tantangan masa kini. Bingkai filosofi keseimbangan Tri Hita Karana tetap harus terbalut dalam setiap langkah ekonomi social budaya hidup keseharian krama Bali. Menata desa pakraman sebagai desa adat Bali membutuhkan kejernihan hati dalam memahami hakikat yang terkandung dalam denyut kehidupan desa pakraman. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi culture disruption (disrupsi/ketercerabutan budaya) di kalangan krama Bali sebagai pelaku utama di dalam desa pakraman. Diperlukan langkah bersama merawat marwah peradaban Bali, agar generasi krama Bali pada masa depan tidak mengalami disrupsi budaya. Pertama, diperlukan kesamaan pemahaman semua pihak atas hukum adat budaya Bali. Kaidah-kaidah yang termaktub dalam hukum adat budaya Bali harus dimaknai dalam satu pemahaman yang sama oleh semua pihak yang berkepentingan. Kondisi ini dibutuhkan guna menghindari tafsir subjektif yang cenderung hanya akan digunakan untuk memenuhi kepentingan jangka pendek dari satu pihak tertentu. Sekaligus hal ini sebagai upaya mencegah keterputusan peradaban Bali di tengah terpaan arus modernisasi global. Kedua, melakukan aktivitas social ekonomi yang berkebudayaan. Aktivitas social ekonomi yang beretika budaya harus tetap menjadi karakter krama Bali, di tengah derasnya hantaman perekonomian global. Tradisi ekonomi lokal harus tetap mewarnai bisnis modern krama Bali. Partnership/kemitraan yang penuh nuansa kerja sama harus lebih dominan dibanding warna
Membumikan Medsos Kasih Sayang PERKEMBANGAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada era Revolusi Industri 4.0 menimbulkan berbagai perubahan dalam segenap aspek kehidupan umat manusia, termasuk dalam dunia digital. Berbagai definisi masa lalu terkait tema interaksi sosial mengalami perubahan signifikan dan tak lagi bisa dipertahankan. Sebenarnya semenjak abad ke-20 silam, futurologi John Naisbitt dalam Megatrends 2000 meramalkan bahwa peradaban manusia akan sampai kepada era yang disebut paperless world, di mana kertas akan semakin tergusur dengan perkembangan digital. Demikian pun dunia hubungan sosial masa kini. Interaksi perorangan ataupun kelompok dewasa ini sudah menjelma dan mengepakkan sayapnya ke ruang digital. Bahkan, hubungan di medsos sebagai salah satu produk digital pergerakannya demikian cepat dan masif dibandingkan dengan interaksi konvensional. Ledakan informasi di jagat maya semakin mempermudah dalam interaksi lewat dunia maya. Demikian juga dengan berbagai perangkat aplikasi canggih membuat interaksi di ruang digital. Berbagi informasi dan komunikasi demikian cepat melaju kilat hanya sekali klik menge-share, orang di berbagai penjuru dunia bisa menikmatinya. Dengan berbagai keunggulan dari interaksi lewat hubungan di dunia digital yang menawar-
Oleh Suwanto kan konten informasi serbacepat dan instan, bukan berarti tanpa cacat dan cela. Ternyata ada sejumput residu persoalan membelenggu. Saat ini masih banyak medsos yang malah justru menebar konten-konten meresahkan demi kepentingan pihak tertentu atau segelintir kelompok saja. Apalagi pada tahun politik menjelang Pilpres dan Pileg, medsos atau media digital kerap disusupi kontenkonten ujaran kebencian, politik adu domba, dan politik kotor lainnya. Virus ujaran kebencian yang menjalar cepat tak terbendung dan melekat di dunia medsos kalau dibiarkan berlarut-larut akan sangat berbahaya. Karenanya kehadiran “Medsos Kasih Sayang dan Ramah untuk Semua” sangatlah mendesak diperlukan untuk meredam berbagai ujaran kebencian. Dalam medsos kasih sayang ini, siapa saja bisa jadi agen duta damai. Bahkan, masyarakat maya atau netizen bisa berperan dalam produsen, konsumen, sekaligus distributor informasi ujaran kasih sayang. Itu artinya, sebagai generasi digital natives, sejatinya kita mengemban amanah mulia untuk menjadi agen medsos kasih sayang mendengungkan love speech di ruang-ruang virtual dan medsos. Medsos sayang tentunya patut mendapat dukungan
dari pemerintah dengan giat mengedukasi masyarakat maya melalui literasi digital, literasi media, dan literasi informasi. Ruang gerak media digital juga patut mendapat kontrol dan juga pengawasan sejak dini, supaya potensi bahaya ujaran kebencian tidak berkembang biak hingga berujung pada aksi adu domba, politik kebencian, provokatif, hingga kekerasan dapat diredam. Apalagi dalam UU ITE sudah mengatur haruslah ditegakkan menyasar ke segala lapisan tanpa adanya diskriminasi ataupun tebang pilih. Bibit-bibit ujaran kebencian harus ditumpas sampai ke akar-akarnya. Pemerintah, aparat, dan segenap masyarakat harus bersatu, bahu-membahu mengamati pergerakan ujaran kebencian di berbagai media digital. Hadirkan dan viralkan konten-konten love speech melalui medsos kasih sayang. Medsos yang sejuk dan damai menggemakan persaudaraan di dunia digital patut kita gemakan. Pemerintah harus giat melawan ujaran kebencian dengan medsos kasih sayang. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, kita pasti sangat aktif dalam mengikuti perkembangan TIK, terutama medsos seperti instagram, whatsaap, twitter, dan facebook. Sebagaimana
pengalaman yang sudah-sudah, bahwa berbagai ruang medsos itu adalah lahan subur tumbuhnya ujaran kebencian. Karena berbagai ancaman ujaran kebencian muncul di sana, maka harus kita lawan dengan menggencarkan medsos kasih sayang. Kontenkonten kasih sayang harus disebarkan dengan sangat masif ke ruang-ruang media sosial tersebut. Jika ada ujaran kebencian yang susah diredam, maka segera dilaporkan sesuai mekanisme yang ada untuk ditindak sesuai dengan UU ITE. Disamping itu, juga mensosialisasikan kepada masyarakat secara luas agar tidak boleh terpengaruh, apalagi terprovokasi dari ujaran kebencian atau hal-hal jahat dari media yang akan mengganggu dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Mengingat berbagai ancaman dari bibit-bibit ujaran kebencian tersebut demikian masif dan kompleks menyasar di ruang virtual seperti medsos, maka sudah saatnya kita aktif gencarkan medsos kasih sayang di ruang maya. Harapannya, dengan gencarnya medsos kasih sayang di dunia maya akan mampu membasmi benih-benih ujaran kebencian sampai ke akar-akarnya. Penulis, peneliti MultipleRepresentation Learning di PPs Pend. Kimia UNY, Interdisciplinary Islamic Studies di Fak. Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, dan Culture Studies di UGM
competition/persaingan yang cenderung menciptakan kondisi sosial ekonomi untuk saling mengalahkan dan menafikan pihak lain. Kearifan lokal krama Bali sebagai cermin peradaban Bali ini harus tetap menjadi warna dalam manajemen dan tata kelola desa adat Bali. Ketiga, dilakukannya kajian profesional pendahuluan sebelum disusun legal drafting atas suatu peraturan perundang-undangan. Sebagaimana amanat UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, yang mengatur bahwa setiap pengajuan rancangan peraturan baru harus didasari oleh kajian akademik yang kemudian dilanjutkan dengan naskah akademik. Hal ini sebagai upaya mencegah masuknya kepentingan politik tertentu dari sementera pihak yang menghendaki terbitnya peraturan tersebut. Sikap komunal penuh kemitraan yang dimiliki krama Bali dalam aura semangat manyama braya, mencerminkan modal social budaya Bali. Semua itu tentu harus tetap berada dalam aura tatanan anatomi tradisi adat budaya krama Bali yang berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana. Dibutuhkan konsistensi kebijakan dalam jangka panjang agar selalu tetap berada dalam taksu dan keajegan Bali. Local genius krama Bali merupakan intangible heritage yang menjadi modal sosial budaya cukup besar guna menjaga Bali pada masa depan. Merajut kembali berbagai stakeholders adat dan budaya Bali menjadi langkah yang harus dilakukan secara simultan. Peulis Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
POJOK Banjir bandang di Kalisada, puluhan hektar padi gagal panen. - Bencana petani siapa peduli? *** Pascaplafon jebol, siswa SD di Gianyar belajar di halaman. - Bencana pendidikan siapa peduli? *** Petani di Jembrana mengeluh, harga buah manggis anjlok. - Siapa yang peduli petani?
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
7
Koperasi Tidak Aktif Dominan akibat SDM Bermasalah
Tabanan (Bali Post) -
UNBK - Suasana UNBK di SMKN 1 Tabanan.
Bali Post/san
Di SMKN 1 Tabanan
UNBK Berlangsung Tiga Sesi Sehari
Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digelar sepekan lebih awal dibandingkan SMA yaitu pada 25-28 Maret. Di Tabanan, tercatat 14 SMK dengan siswa sebanyak 2.370 orang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Salah satu SMK Negeri di Tabanan yang menggelar UNBK secara mandiri yakni SMKN 1 Tabanan. Kepala SMKN 1 Tabanan Gede Sudarsana mengungkapkan, tahun ini sebanyak 357 siswa SMKN 1 Tabanan mengikuti
UNBK. Karena jumlah komputer yang tidak sebanding dengan jumlah peserta, pelaksanaan UNBK dilakukan dalam dua sesi setiap hari untuk siswa SMKN 1 Tabanan saja. ‘’Komputer yang tersedia sebanyak 240 yang siap digunakan siswa di enam ruang lab komputer. Satu sesi ujian bisa sebanyak 180 orang. Dengan jumlah siswa 357 orang, cukup dua sesi saja setiap hari,’’ katanya. Selain itu, lab komputer milik SMKN 1 Tabanan juga digunakan SMEA Dwi Tunggal. Sebanyak 200 siswa dari SMEA Dwi Tunggal mengiku-
ti UNBK. Ada tambahan satu sesi setiap hari, sehingga total tiga sesi UNBK di SMKN 1 Tabanan setiap harinya. ‘’Ujian berlangsung sampai pukul 16.00 Wita karena ada tiga sesi,’’ imbuhnya. Disinggung tentang kendala yang dihadapi, Sudarsana mengaku selama dua hari penyelenggaraan UNBK, belum ditemukan kendala berarti. Selain itu, seluruh siswa juga bisa mengikuti ujian. Soal listrik, juga tidak ada masalah karena pihaknya sudah bersurat ke PLN agar selama UNBK empat hari, tidak ada pemadaman listrik.
‘’Meski demikian, kami juga sudah mengantisipasi dengan menyiapkan genset sehingga tidak masalah,’’ sebutnya. Sementara itu, dari pantauan di UNBK SMKN 1 Tabanan, berjalan lancar. Seluruh peserta nampak mengerjakan soal dengan serius dengan pengawasan ketat pengawas. Salah satu panitia menyebutkan, pelaksanaan UNBK berjalan dengan baik dan tidak ada kendala. Begitupun server juga berjalan lancar, sehingga tidak ada keterlambatan siswa dalam mengerjakan soal. (kmb24)
SOSOk Proteksi Pertanian Tabanan dari Hulu hingga Hilir TABANAN adalah lumbung pangannya Bali. Tidak hanya padi, Tabanan juga berlimpah produk buah dan ternak. Namun dengan ancaman alih fungsi lahan dan harga jual yang tidak stabil, sektor pertanian di Tabanan kini memerlukan perlindungan dari hulu ke hilir. Sebagai pelaku di sektor pertanian sekaligus eksportir manggis dan Ketua Asosiasi Manggis Bali Jro Putu Tesan memandang pertanian Tabanan memerlukan penguatan, pengkajian serta realisasi ke masyarakat. ‘’Artinya, petani itu benar-benar harus kita proteksi dan berdayakan hingga bisa lebih sejahtera. Untuk mewujudkan ini harus dikerjakan bersama-sama eksekutif dan legislatif,’’ ujarnya. Caleg Golkar Dapil Tabanan 2 nomor urut 7 ini mengatakan, mengenai proteksi, sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai penyerapan produk pertanian ke hotel dan restoran
sehingga diperlukan peraturan pendukung di Tabanan yang tidak hanya memproteksi produk buah-buahan tetapi juga produk padi, kopi, hingga ternak. ‘’Jadi, harus diproteksi dari hulu ke hilir. Mulai dari budi daya, SOP, sampai tingkat pemasaran,’’ ujar Jro Tesan. Ia melanjutkan, jika ia dipercaya duduk di legislatif, langkah awal yang dilakukan adalah bersama-sama eksekutif mencari permasalahan yang ada di lapangan. ‘’Salah satunya anggaran untuk program di dinas terkait yang masih kecil. Jika ada anggaran, maka program yang langsung menyentuh pertanian bisa dilaksanakan,’’ ujar Jro Putu Tesan, Caleg Golkar Dapil Tabanan Jro Tesan. (san) 2 nomor urut 7.
Di Tabanan terdapat 570 koperasi. Namun, 129 di antaranya tidak aktif. Masih banyaknya koperasi yang tidak aktif ini tentunya memerlukan perhatian dari pemerintah. Hal ini mengingat sebagian besar koperasi tidak aktif akibat SDM kurang berkualitas baik dalam hal pengelolaan usaha hingga masalah pembukuan. Guna mengantisipasi kemunculan koperasi tidak aktif, Diskop dan UKM Tabanan melalui dana DAK, rutin melakukan pelatihan untuk SDM koperasi. Tahun ini, dana pelatihan mencapai Rp 500 juta. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan Made Yasa, beberapa waktu lalu mengatakan, dari 570 koperasi di Tabanan, 85 persennya terjun di usaha simpan pinjam. Banyaknya jumlah koperasi di Tabanan tidak serta merta menjadi kebanggaan jika masih mengantongi banyak koperasi yang tidak aktif. ‘’Koperasi banyak tetapi ada yang tidak aktif itu bukan hal yang membanggakan. Karenanya, untuk meningkatkan kualitas koperasi kita lihat dulu masalahnya. Setelah dilakukan pemantauan ke lapangan, ternyata kebanyakan SDMnya yang bermasalah,’’ ujarnya. Dalam meningkatkan kualitas SDM, lanjut Yasa, selain pelatihan SDM ada juga Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang rutin melakukan pembinaan. Ada tiga PPKL yang dimiliki Tabanan dan digaji oleh pusat. ‘’Tetapi jumlahnya terbatas. Sementara kita memiliki koperasi ratusan dan menyebar di seluruh kabupaten Tabanan,’’ papar Yasa. Sementara dari Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, meski dengan SDM dan pendanaan terbatas, tetap berusaha melakukan kunjungan ke lapangan. Namun sejauh ini, yang disasar adalah koperasi bermasalah.
Dari pemantauan lapangan ini, kebanyakan koperasi masuk dalam kategori tidak aktif atau dalam hal ini tidak melakukan RAT hingga dua tahun berturutturut tidak semata-mata karena koperasi ini memiliki kasus kredit macet atau rugi. Tetapi beberapa disebabkan karena SDM tidak mampu membuat laporan pembukuan sehingga akhirnya mundur atau tidak melakukan RAT. ‘’Sebenarnya, koperasinya sehat. Tetapi karena pengurusnya tidak bisa membuat laporan pembukuan akhirnya tidak gelar RAT dan menjadi kesan koperasi ini bermasalah dari segi usaha,’’ jelas Yasa. Laporan pembukuan menjadi masalah karena pengurus tidak update pengurus dalam ilmu akuntasi yang sekarang ini semakin berkembang. Itulah mengapa penting bagi koperasi untuk melatih SDM-nya dalam memperbarui pengetahuan tentang akuntansi. Menurut Yasa,
pembinaan SDM koperasi itu penting dan pemerintah sudah memberikan fasilitas berupa diklat maupun pelatihan. Selain pembinaan dan kunjungan langsung, Dinas Koperasi pun telah menyiapkan Klinik Sehat yang dibuka sejak Juli 2017. Dalam klinik ini, para pengurus bisa melakukan konsultasi mengenai cara membuat pembukuan yang baik atau konseling mengenai permasalahan yang dialami koperasi. Rata-rata kunjungan ke Klinik Sehat mencapai lima koperasi dalam seminggu dan sebagian besar yang dikonsulkan adalah masalah pembuatan laporan pembukuan. (kmb24)
Made Yasa
Tekan Angka Golput Terapkan Rumino Hydrolistik KPU Gunakan Cara Kekinian Omzet Rp 25 Juta Per Bulan
Sirup Kelor Banjar Sangging Desa Kelating
DAUN kelor umumnya dijadikan sayur. Padahal, kelor memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan. Saat ini sudah mulai ada yang mengolah daun kelor menjadi obat maupun minuman herbal karena manfaatnya tersebut. Salah satunya sirup kelor yang diproduksi petani di Banjar Sangging Desa Kelating Kecamatan Kerambitan. Berbeda dengan produk berbahan dasar daun kelor lainnya, teknik yang diterapkan menggunakan teknologi Rumino Hydrolistik yang memanfaatkan bakteri baik untuk mendapatkan zat-zat bermanfaat dari kelor maupun tanaman herbal lainnya.
SIRUP KELOR - Proses pengemasan sirup kelor di Banjar Sangging Desa Kelating, Kerambitan.
Petani sekaligus Direktur CV Timan Agung, Anak Agung Nyoman Wijana, yang memproduksi sirup kelor ini mengatakan kelor memang memiliki banyak manfaat yang berdasarkan penelitian, kandungannya vitamin A dua kali lebih banyak dari bayam. Kalsiumnya tinggi begitu juga magnesium, kalium, zink dan vitamin E serta memiliki efek hypolipidaemic atau menurunkan kadar kolesterol. ‘’Banyaknya senyawa bermanfaat dalam kelor ini memerlukan pengolahan yang tepat sehingga zat-zat berguna saja yang didapatkan. Karenanya, kami menggunakan sistem Rumino Hydrolystis,’’ jelas Agung Wijana saat ditemui, Selasa (26/3) kemarin. Teknik Rumino Hydrolystis adalah teknologi yang diciptakan oleh CV Timan Agung dan satu-satunya di Bali. Teknik ini diadopsi dari pengelolaan pupuk organik sapi. Menurut Agung Wijana, lewat pengalaman mengelola pupuk sapi, ia belajar jika lambung sapi memiliki proses metabolisme yang mengagumkan dalam mengolah tanaman
sebagai bahan makanannya menjadi zat atau senyawa berguna. ‘’Dari makanan yang berupa tanaman mereka bisa menghasilkan susu dan daging. Dari proses ini kami berusaha menerapkannya tentu dengan teknologi. Karena itu dinamakan Rumino Hydrolistik,’’ jelasnya. Bahan baku berupa daun kelor, jahe, kunyit, kencur, daun herbal lainnya, madu, gula tebu, air kelapa muda, dan air mineral dijus, kemudian diletakkan dalam gentong fermentasi. Proses fermentasi memakan waktu sebulan. Satu gentong bisa menghasilkan 1.200 botol ukuran 250 ml dan dijual seharga Rp 75 ribu per botol. Menurut Agung Wijana, dalam menghasilkan sirup kelor yang memiliki banyak nutrisi ini pihaknya tidak langsung berhasil. Meski tidak ada halangan dalam pemenuhan bahan baku karena semuanya bisa didapatkan di pekarangan, tetapi banyak trial and error yang dihadapi. ‘’Pada awalnya tahun 2010, kami menanam pohon kelor di lahan seluas 50 are sebagai
Bali Post/san
bahan pakan ternak. Namun karena mengetahui manfaatnya, tahun 2014 diujicobakan, kemudian berhasil mendapatkan formula tepat di tahun 2017,’’ ujarnya. Meski penjualan masih dari mulut ke mulut dan melalui online, banyak yang langsung datang ke tempat produksi. Bahkan, pembelian dilakukan warga negara asing yang kemudian membawa pulang sirup kelor CV Timan Agung ke negara asalnya. ‘’Ada dari Amerika bahkan Korea Selatan. Belinya bisa satu dus lalu dibawa ke negaranya,’’ jelas Agung Wijana. Kerja kerasnya berbuah manis. Sebab, awalnya, tidak banyak yang berminat dengan sirup kelor. Pihaknya bahkan membagikannya dengan gratis. Namun testimoni pembeli yang baik dan ternyata manfaatnya pada kesehatan sangat signifikan menyebabkan permintaan sirup ini terus meningkat. Bahkan dalam satu bulan, 1.200 botol laku terjual dan omzetnya mencapai Rp 25 juta per bulan. Ke depan, pemasaran sirup kelor akan diperluas. (san)
Tabanan (Bali Post) Pada Pilpres tahun 2014, Tabanan mencatat Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 356.491 orang. Dari jumlah tersebut, yang memilih sebanyak 295.408 orang atau partisipasi sebesar 82 persen. Sementara pada Pilgub 2018, partisipasi pemilih tidak meningkat signifikan. Dari DPT sebesar 361.118 orang, yang memilih sebanyak 296.395 orang atau partisipasi 82,08 persen. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu 2019 sekaligus menekan angka golput, KPU Tabanan berusaha mengajak pemilih pemula dengan gaya kekinian. Diharapkan dengan cara tersebut target paritisipasi pemilih sebanyak 85 persen bisa tercapai. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, Selasa (26/3) kemarin mengatakan, untuk Pileg 2019, pihaknya sudah merancang
sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kampus di Tabanan. ‘’Cara sosialisasi disesuaikan dengan gaya anak muda kekinian,’’ terangnya. Di samping tatap muka, KPU Tabanan juga akan melakukan sosialisasi dengan menggunakan cara lain seperti menggelar bera gam lomba misalnya lomba flashmob dan lainnya serta hal lainnya agar masyarakat tidak bosan. ‘’Intinya bagaimana tetap menyadarkan pemilih bahwa ini adalah pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin lima tahun ke depan,’’ ucapnya. Di samping itu, KPU sebelumnya juga mengukuhkan 55 orang Relawan Demokrasi. Relawan inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak KPU dalam sosialisasi program Pemilu 2019. Keberadaan Relawan Demokrasi diharapkan bisa meningkatkan kualitas
pelaksanaan pemilu. Selain itu, dengan terjun langsung ke masyarakat, mereka diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemungutan suara. ‘’Relawan Demokrasi ini memang merupakan program dari KPU RI untuk Pemilu 2019,’’ ujar Weda. Para relawan bekerja selama tiga bulan, hingga menjelang pemungutan suara. Para relawan nantinya juga membantu sosialisasi mengenalkan lima warna dan bentuk surat suara. ‘’Selain itu kita juga menjelaskan cara mencoblos yang benar dan kerugian apabila tidak memilih,’’ jelas Weda. (kmb24) I Gede Putu Weda Subawa
BULELENG
8
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Dampak Banjir Bandang Kalisada
10 Hektar Padi Gagal Panen Kerugian Puluhan Juta Rupiah Singaraja (Bali Post) – Petani di Subak Kalisada, Kecamatan Seririt dipastikan mengalami gagal panen. Ini karena padi yang baru berumur dua minggu terendam banjir bandang, Sabtu (23/3) lalu. Selain padi, komoditas tanaman cabai dan terung milik petani di Desa Kalisada juga mengalami hal serupa. Dari perhitungan sementara, total kerugian material yang dialami petani di desa ini lebih dari puluhan juta rupiah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta di ruang kerjanya, Selasa (26/3) kemarin, mengatakan pascabencana terjadi, pihaknya bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Seririt melakukan penelusuran dan mendata kerusakan komoditas pertanian akibat banjir bandang itu. Dari pendataan di Subak Kalisada itu, tanaman padi yang berumur dua minggu dengan luas sepuluh hektar rusak berat. Bahkan, karena banjir yang menggenang, dipastikan padi itu gagal panen. Kalau situasi normal, petani diperkirakan mendapat hasil panen rata-rata senilai Rp 6 juta per hektar, maka diperkirakan kerugian petani di desa ini mencapai Rp 60 juta. Sumiarta menyatakan, hal serupa dialami petani jagung, cabai, dan terung. Dari datanya, tanaman jagung siap panen itu seluas lima hektar rusak parah. Sedangkan
kerusakan tanaman cabai dan terung masingmasing seluas tiga hektar. “Setelah kami turun memang kerusakan padi ini paling parah. Tanaman padi gagal panen karena benih padi yang masih berumur muda hanyut saat banjir. Kalau perhitungan kasar untuk semua petani di desa itu, mengalami kerugian total puluhan juta,” katanya. Atas dampak banjir bandang itu, Sumiarta mengaku berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dari koordinasi ini akan diambil langkah-langkah penanganan tanggap darurat. Khusus kerusakan komoditas pertanian, pihaknya berjanji mengalokasikan bantuan benih padi dan juga jagung, cabai, dan terung. “Khusus kerusakan tanaman itu, kami siap membantu benih. Untuk memastikan, kami akan mendata kembali dan berkoordinasi dengan BPBD karena ini terkait bencana alam,” tegas mantan Kepala Bagian (Kabag)
DPRD Mulai Bahas LKPJ Bupati 2018 Singaraja (Bali Post) – DPRD Buleleng mulai disibukkan dengan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2018. Pembahasan ini diawali Sidang Paripurna dengan agenda pembacaan nota pengantar LKPJ, Selasa (26/3) kemarin. Sidang Paripuarna itu dipimpin oleh Wakil Ketua Ketut Susila Umbara bersama anggotanya. Sementara pihak eksekutif dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). Wakil Bupati Sutjidra mengatakan, LKPJ 2018 mengacu pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018 yang merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2017-2022. Hal itu ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2018. Menurut Sutjidra, pelaksanaan APBD tahun 2018 itu mampu berjalan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen keuangan dalam setahun itu terdiri dari bidang Pendapatan Daerah (PD) yang dirancang Rp 2,052 triliun lebih atau sebesar 95,15 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 16,35 persen dari total Pendapatan Daerah. Belanja Daerah dirancang sebesar Rp 2,225 triliun lebih dan berhasil direalisasikan Rp 2,064 triliun lebih atau sebesar 92,7 persen. “Hari ini kami sampaikan nota pengantar LKPJ dan pada intinya dalam satu tahun lalu, kebijakan pembangunan dan kebijakan anggaran berjalan sesuai mekanisme,” katanya. Setelah nota pengantar itu diterima, DPRD Buleleng membahas secara maraton melalui masingmasing komisi. Keputusan pembahasan ini akan dituangkan dalam rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati 2018. (kmb38)
Telepon Penting
BULELENG
SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450
Umum Sekkab Buleleng ini. Di sisi lain, Sumiarta mengatakan, dampak banjir bandang itu tidak saja merusak tanaman pertanian. Banjir bandang ini juga merusak irigasi usaha tani di Subak Kalisada dan sekitarnya. Dari pendataan sementara, dirinya menemukan irigasi usaha tani rusak sepanjang sekitar 500 meter. Kerusakan ini mulai dari alur irigasi yang putus karena tergerus banjir, dan ada juga akibat longsor. Atas kerusakan infrastruktur pertanian ini, Sumiarta menegaskan stafnya sudah ditugaskan menghitung keperluan anggaran untuk memperbaiki irigasi. Itu dilakukan karena, kalau dibiarkan terlalu lama rusak, maka akan merugikan petani itu sendiri. “Kami akan hitung ulang. Berapa keperluan biaya akan kami koordinasikan dengan BPBD dan pimpinan agar bisa diperbaiki dengan dana tanggap darurat,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang Dusun Tenggal Lenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt. Air hujan dari drainase di pinggir jalan Seririt – Gilimanuk meluber hingga merendam 150 unit rumah penduduk, lahan pertanian, dan fasilitas umum lainnya. Aliran banjir bertambah besar setelah air dari DAS Tukad Saba di hulu desa itu meluap. DAS itu sejak bertahun-tahun dangkal karena tersumbat sedimentasi batu dan tanah, sehingga air meluap hingga merendam rumah penduduk dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter. (kmb38) Made Sumiarta
Angkat Tema ’’Sweet Golden Memory’’
Reuni SMAN 1 Singaraja Diikuti 200 Alumni 4 Generasi
ALUMNI SMAN 1 Singaraja menggelar reuni empat generasi (4-G), Sabtu (23/3) pekan lalu. Reuni 4-G itu diikuti sekitar 200 orang alumni dari angkatan tahun 1967, 1968, 1969, dan tahun 1970. Reuni ini pertama kalinya digelar bersamaan dengan mengusung tema “Sweet Golden Memory”. Satu dari beberapa kegiatan dalam reuni ini adalah, kepedulian para alumni kepada sekolah dan para guru yang mendidik mereka sampai menuai kesuksesan seperti sekarang. Selain itu, alumni memotivasi siswa yang sedang duduk di bangku sekolah agar tekun belajar sesuai kompetensinya, minat, bakat, disiplin, dan selalu berpikir positif serta menunjukkan perilaku cerdas. Di hadapan para siswa dan bekas guru mereka, empat tokoh perwakilan alumni yakni A.A. Ngurah Adnyana Dipta (mantan Direktur Utama Asuransi Jasa Raharja Putra) alumni 1968, Dr. L. Nurjana (mantan Dirjen Perikanan) alumni 1969, Dr. Wirawan (mantan Rektor Universitas Dwijendra) yang ahli dalam masalah hukum adat, Dr. Wayan Rediatning, ahli kimia dan ahli nuklir yang bertugas di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Sebagai moderator Made Subadia, mantan Dirjen Kehutanan, yang ketiganya adalah angkatan 1970. Ketua alumni Hartiningsih angkatan 1968 mengatakan, dari diskusi itu menghasilkan kesepakatan merealisasikan penyelesaian bangunan perpustakaan sekolah yang sempat tertunda, karena kekurangan dana. Diakuinya, perpustakaan merupakan sarana penting bagi pendidikan, karena membaca buku itu harus dijadikan kebiasaan,
REUNI 4-G – Sekitar 200 alumni SMAN 1 Singaraja dari empat angkatan mengikuti reuni empat generasi (4-G). Reuni itu mengusung tema “Sweet Golden Memory”. mengembangkan kemampuan literasi sangat membantu pengembangan kognitif siswa. “Semoga gerakan alumni dari 4 generasi ini, dapat diikuti angkatan lainnya dengan tetap semangat membangun kepedulian dan dapat berpartisipasi dalam berbagai bentuk bantuan untuk sekolah yang telah membesarkan kita. Semua ini tetap berada selangkah maju di depan dalam menghasilkan generasi muda dengan kemampuan yang siap bersaing di pasar dunia, tetapi lebih penting berkarya dan berbakti untuk kepentingan kemajuan Indonesia yang kita
cintai,” katanya. Hartiningsih menambahkan, gerakan kegiatan alumni yang positif dan diikuti tindakan nyata. Kegiatan seperti itu sangat menunjang operasional sekolah di luar dana yang telah disiapkan pemerintah. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika acara melepas kangen ketemu kawan lama ini juga dilengkapi acara bakti sosial kepada masyarakat dan mendukung program-program sekolah penting lainnya. “Selamat berjuang bagi para guru yang telah mengabdikan dirinya sebagai pendidik di SMA Neg-
eri 1 Singaraja. Semoga dari bimbingan para guru ini semakin banyak lahir bibit generasi muda potensial,” jelasnya. Diskusi ditutup dengan acara penyerahan kenangkenangan panel ukiran kayu dengan relief yang mengandung filosofi pendidikan yang memanusiakan manusia itu sendiri. Hal itu telah ada dan dilaksanakan para pemuka pasraman sejak zaman dahulu. Itu perlu dilanjutkan hingga generasi yang akan datang, dan selama masih ada kehidupan. Malam harinya dilanjutkan acara ramah tamah dengan tema “Dari Kita
untuk Kita” di Gedung Laksmi Graha. Dalam acara ini telah dilibatkan seluruh angkatan untuk berpartisipasi secara aktif dengan menampilkan kreativitas seninya masingmasing. Kegiatan temu alumni itu ditutup rekreasi di Danau Tamblingan. Acara diawali senam sehat lansia dan telah diikuti sekitar 150 peserta. Peserta kemudian menyelenggarakan bakti sosial, donor darah untuk siswa dan masyarakat serta aksi kebersihan bersama warga di kawasan danau untuk mendukung gerakan “Bali Go Green”. (ad815)
Usulan Musrenbang Tak Diterima
Ruas Jalan Kabupaten di Desa Lokapaksa Makin Rusak Warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt terpaksa harus tetap bersabar selalu melintasi jalan rusak di daerah mereka. Ironisnya, usulan perbaikan jalan itu selalu kandas. Proposal yang diajukan gagal disetujui alias tidak dapat kucuran pembiayaan pengaspalan. Atas kondisi ini, warga melakukan aksi menanam pohon pisang di tengah ruas jalan yang hanya tinggal tanah itu. Lalu, bagaimanakah reaksi Pemkab Buleleng terhadap proposal yang diajukan warga di Desa Lokapaksa itu?
Bali Post/kmb38
JALAN RUSAK PARAH – Ruas jalan kabupaten di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt rusak parah.
WARGA memang sangat tidak nyaman setiap hari melintasi jalan tanpa lapisan aspal di Desa Lokapaksa. Kerusakan jalan itu juga membuat anak-anak sekolah tidak nyaman ketika pergi ke sekolah melewati ruas jalan itu. Tidak hanya warga di Lokapaksa, warga Desa Ularan, Kecamatan Seririt dan Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu juga harus melintasi ruas jalan ini. Ketika musim panen cengkeh, kopi, dan buah-buahan. Sebab, warga harus mencari jalan memutar untuk mengangkut hasil kebun agar bisa dijual ke Pasar Seririt dan sekitarnya. Perbekel Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt I Wayan Ariadi, Selasa (26/3) kemarin, tidak menampik kerusakan infrastruktur di desanya itu. Ariadi mengatakan, dari data yang ada, tiga ruas jalan di desanya itu sudah ditetapkan menjadi jalan kabupaten. Bahkan, sudah mulai tahun 2014 dan 2016 lalu. Pertama ruas jalan menuju kawasan pantai di Dusun Carik
Agung, sepanjang 1,2 kilometer. Kedua, jalan menuju SDN 1 Lokapaksa sampai di Dusun Kembang Sari dengan panjang empat kilometer. Selain itu, ruas jalan di Dusun Sorga, Desa Lokapaksa menuju Desa Ularan dengan panjang 1,2 kilometer. Ketiga ruas jalan itu mulai dibuka sekitar tahun 1990-an. Sejak dibangun sampai sekarang, masing-masing ruas jalan itu belum pernah diperbaiki. Perbaikan sempat dilakukan setelah desa mendapatkan kucuran bantuan sosial (bansos) dana swadaya masyarakat. Penanganan itu tidak berhasil maksimal. Hal itu disebabkan adanya keterbatasan biaya dan jalan mengalami kerusakan bertambah panjang. “Berdasarkan data di desa, ketiga jalan itu setelah menjadi jalan kabupaten belum diperbaiki. Malah beberapa pejabat penting sudah sering melintasi jalan rusak itu. Kalaupun mereka sudah mengetahui kerusakannya, upaya perbaikan tidak kunjung
terealisasi,” katanya. Menurut Ariadi, warga yang setiap hari melintasi jalan itu menuntut segera ada penanganan optimal. Ini karena, sekitar tahun 2018 lalu, sempat dijanjikan bahwa kerusakan jalan di desanya itu diperbaiki tuntas. Janji akan diperbaiki mengemuka ketika memasuki hajatan politik beberapa tahun lalu. Namun faktanya, sampai tahun ini, janji itu tak kunjung dipenuhi. Atas kondisi ini, Ariadi mengaku tidak bisa membendung keinginan warganya menunjukkan protesnya dengan menanam pohon pisang di ruas jalan tersebut. “Warga kami ingin ada kepastian kapan perbaikan itu. Sebab sejak dulu, hanya ada janji-janji tinggal janji saja. Kami tidak salahkan warga menanam pohon pisang di tengah jalan. Sebab, sudah terlalu lama tidak ada penanganannya,” jelasnya. Usulan Gagal Menyusul kerusakan jalan di Desa Lokapaksa, pemerintah desa setempat sudah mengusulkan program perbaikan jalan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Hanya, entah karena apa, usulan itu kandas di tengah jalan alias gagal disetujui dapat pembiayaan. “Warga sangat mengharapkan janji itu ditepati. Kami di desa ke-
habisan akal memberikan penjelasan karena usulan di Musrenbang pun selalu gagal,” katanya. Seorang warga, Putu Restika, mengaku ia sampai puluhan tahun harus melintasi jalan rusak itu. Dia dan warga lainnya berusaha menambal jalan rusak itu menggunakan bantuan swadaya masyarakat. Namun, hal itu tidak berhasil dengan baik. Ditambal saat musim kering dan memasuki musim hujan seperti sekarang ini jalannya kembali hancur. Untuk menunjukkan kekecewaannya itu, warga menanam pohon di ruas jalan itu. “Jalan ini bukan untuk kami saja, tetapi menuju Ularan dan Sepang. Warga dari kedua desa itu sering lewat menjual hasil kebunnya. Kami minta janji perbaikan itu agar ditepati pemerintah. Penanaman pohon pisang itu karena sudah terlalu lama usulan kami tidak dipenuhi,” jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Ketut Suparta Wijaya mengatakan, program perbaikan jalan kabupaten itu tahun ini memang belum direalisasikan. Ini karena keterbatasan anggaran perbaikan jalan kabupaten yang terus membengkak itu. Sebagai gantinya, Suparta Wijaya menyebut perbaikan akan dilakukan mulai tahun 2020 mendatang. “Tahun depan, usulan itu pasti akan direalisasikan. Maaf tahun ini belum masuk,” jelasnya. (mud)
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
GIANYAR
Siswa SDN 2 Pejeng Kangin Belajar di Halaman Sekolah
Gianyar (Bali Post) Pasca-insiden plafon jebol di SDN 2 Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, puluhan siswa di sekolah tersebut terpaksa harus belajar di halaman, Selasa (26/3) kemarin. Mereka merupakan siswa di dua ruangan yang kini sedang diperbaiki, yakni kelas II dan kelas III. Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar mempercepat proses rehab bangunan yang rusak tersebut. Didampingi dua orang guru wali kelas, puluhan siswa nampak gembira mengikuti proses pembelajaran di halaman SDN 2 Pejeng Kangin. Namun, sejumlah siswa mengaku masih trauma dengan kejadian plafon jebol, Senin (25/3) lalu. ‘’Memang ada anak kelas III masih trauma,’’ kata Kepala SDN 2 Pejeng Kangin Ida Ayu Nyoman Sukarini. Meski sejumlah siswanya masih trauma, kata Sukarini, namun pihaknya tidak langsung meliburkan proses pembelajaran untuk puluhan siswa tersebut. Mereka dipastikan tetap belajar, walau tidak seefektif proses pembelajaran di hari biasa. ‘’Hari ini tetap belajar, tapi memang tidak seefektif sebelumnya karena ruang kelas kurang,’’
jelasnya. Menurut Sukarini, puluhan siswa yang belajar di halaman sekolah itu dipandu oleh guru wali kelas masingmasing. Untuk menghilangkan trauma para siswa, mereka diajak melakukan kegiatan riang gembira seperti bernyanyi dan tebak-tebakan. ‘’Kegiatan ini untuk menghibur anak-anak agar tidak terbawa perasaan seperti kemarin,’’ terangnya. Sementara itu, siswa lainnya belajar seperti biasa di kelas masing-masing. Terutama siswa kelas VI diefektifkan, karena mereka akan mengikuti ujian. Oleh karena sisa kelas hanya empat ruangan, pihaknya merancang siswa kelas V dan VI masuk mulai pukul 10.00 Wita. ‘’Besok mungkin diatur jadwal pem-
belajaran,’’ kata Sukarini. Terkait bangunan yang rusak, Sukarini mengaku masih berkoordinasi. Dikatakan, Bupati Gianyar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar akan segera melakukan rehab terhadap bagian yang rusak pada bangunan tersebut. ‘’Bupati sudah atensi, Sekretaris Disdik juga sudah ke sini. Katanya akan diberi bantuan sesegera mungkin biar bisa direhab secepatnya. Tadi, kami juga berunding rapat dengan komite, apakah rehab ini swakelola atau bagaimana baiknya,’’ jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Disdik Gianyar I Wayan Sadra mengatakan, proses perbaikan bangunan rusak di SDN 2 Pejeng Kangin segera dilaksanakan. Plafon
pada bangunan tersebut akan menggunakan kerangka baja dan kalsiboard. Pihaknya juga akan mengecek kerangka atap termasuk mengganti genteng pada bangunan tersebut. ‘’Akan dikerjakan secepatnya, karena kita tidak mau proses pendidikan terhambat. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada ulangan,’’ katanya. Terkait sejumlah siswa yang belajar di halaman sekolah, Sadra mengaku akan mengecek kembali ke sekolah tersebut. Melihat ruangan lain yang bisa representatif digunakan untuk proses belajar. Apalagi, rehab bangunan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari. ‘’Perbaikannya perlu waktu beberapa hari,’’ ujarnya. Menurut Sadra, pihaknya menggunakan anggaran bencana sebesar Rp 200 juta untuk memperbaiki bangunan yang rusak di SDN 2 Pejeng Kangin. Dana tersebut memang dialokasikan oleh Bupati Gianyar sebagai
9
Bali Post/kmb35
BELAJAR - Puluhan siswa SDN 2 Pejeng Kangin belajar di halaman sekolah, Selasa (26/3) kemarin. antisipasi bencana alam yang memicu kerusakan infrastruktur pendidikan. ‘’Bapak Bupati memberikan anggaran Rp 500 juta
khusus untuk penanganan cepat kerusakan infrastruktur sekolah akibat bencana. Kalau untuk rehab sejumlah bangunan SD dan SMP
se-Gianyar, dianggarkan sekitar Rp 13 miliar lebih yang sumbernya dari DAK dan APBD induk 2019,’’ katanya. (kmb35)
Pembinaan Kampung KB Digencarkan Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar tergolong sebagai kawasan yang sukses menggelar program Kampung Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan hasil survei kinerja akuntabilitas pemerintah, total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total di Kabupaten Gianyar ratarata 2,1 anak per wanita usia subur. Artinya, setiap wanita usia subur melahirkan dua hingga tiga orang anak. Kabid Pengendalian Penduduk dan Penyuluhan Dinas P3AP2KB Gianyar A.A. Anom Sukamawa mengatakan, saat ini tidak ada ibu yang melahirBali Post/kmb35 kan anak lebih dari empat A.A. Anom Sukamawa orang. Rata-rata seorang ibu usia subur punya dua atau tiga orang anak. Salah satu upaya menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk di Gianyar yakni pembinaan terhadap Kampung KB. “Hingga kini sudah ada 16 kampung KB di Gianyar,” ujar Anom Sukamawa, Selasa (26/3) kemarin. Menurut Anom Sukamawa, pembentukkan Kampung KB dimulai sejak 2016 lalu. Diawali dari Banjar Pilan, Desa Kerta Kecamatan Payangan. “Saat itu, satu kabupaten diwajibkan memiliki satu Kampung KB. Selanjutnya pada tahun 2017, pembentukan Kampung KB di masing-masing Kecamatan digencarkan sehingga jumlahnya menjadi tujuh Kampung KB,” jelasnya. Terkait adanya pro dan kontra antara jargon dua anak cukup atau KB Bali dengan empat anak, Anom Sukamawa mengatakan hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, sesuai UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Keluarga Berencana, KB bukan membatasi jumlah kelahiran. Namun, mengatur kehamilan, kelahiran, dan jumlah anak yang ideal. “Empat atau dua anak itu jangan dipertentangkan, karena KB bukan membatasi jumlah kelahiran, melainkan mengatur kehamilan, kelahiran dan jumlah anak yang ideal. Ini sesuai UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Keluarga Berencana,” jelasnya. Anom Sukamawa menegaskan, pembangunan keluarga yang terencana akan mewujudkan keluarga berkualitas yang disesuaikan dengan daya dukung, daya tampung, kondisi ekonomi, dan tingkat pendidikan satu keluarga. “Mari sinkronkan, karena KB yang sekarang sudah masuk dalam kerangka hak asasi manusia sehingga tidak dibatasi jumlah kelahirannya. (kmb35)
TERBENGKALAI - Pascadibongkar, Gedung Sentra IKM dibiarkan terbengkalai.
Bali Post/kmb35
Gedung Sentra IKM Terbengkalai Gianyar (Bali Post) Pascasebagian gentingnya diturunkan oleh sejumlah buruh, proyek pembangunan fisik gedung sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati kini terbengkalai. Proyek itu hanya menjadi bangunan kosong yang belum jelas kelanjutannya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba belum bisa dikonfirmasi terkait kelanjutan proyek tersebut. Pantauan Bali Post, lokasi proyek di Desa Celuk
itu tampak sepi sejak pagi hingga siang hari. Tidak ada satu pun pekerja yang beraktivitas seperti yang tampak pada Senin (25/3) ketika dilakukan upaya pembongkaran. Sejumlah genting yang sebelunya dilepas, masih ditumpuk di bagian atap bangunan tersebut. Kondisi ini pun menjadi perhatian sejumlah warga yang melintas di lokasi tersebut. Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba masih belum mau berkomentar banyak terkait kondisi ini. Menurut Suamba, pihaknya
masih berupaya mencari solusi terbaik. “Kami terus berkoordinasi dengan rekanan untuk dicarikan jalan keluar terbaik. Terima kasih sudah menginfokan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/3) kemarin. Ketika ditanya mengenai teknis pembayarannya, Suamba hanya membaca pesan namun tidak dibalas. Demikian pula saat nomor ponselnya dihubungi beberapa kali tidak menjawab panggilan. Hingga Selasa Sore kemarin, nomor ponsel Wayan Suamba yang terus dihubungi akhirnya tidak aktif. Seperti diberitakan sebe-
lumnya, sejumlah pekerja melakukan pembongkaran paksa bangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Senin (25/3) lalu. Pembongkaran terhadap proyek Pemkab Gianyar di bawah OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar itu dilakukan dengan penurunan belasan ribu genting. Informasi yang dihimpun di lapangan, pembongkaran ini dilakukan lantaran pihak pelaksana proyek dengan nomor kontrak 511.2/2268/DISPER-
INDAG yakni PT Marabuntha Ciptalaksana (MC) ini lepas tanggung jawab. PT MC diketahui sampai saat ini tidak membayar subkontraktor-subkontraktor yang telah merampungkan bangunan fisik dengan nilai pekerjaan Rp 4.173.966.000 itu. Pekerja pun menuntut kejelasan dari Disperindag selaku leading sector terkait pembayaran proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018 ini. Para pekerja mengaku, kerugian dari pengerjaan proyek ini mencapai Rp 3 miliar lebih. (kmb35)
Awasi Pemilu
PTPS Diminta Utamakan Pencegahan
Bali Post/nik
MAGIBUNG - Sejumlah warga antusias mengikuti tradisi magibung di Desa Pakraman Pakuseba, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang.
Tradisi ’’Magibung’’ Jaga Harmonisasi Warga
SEMPAT tidak digelar bertahun-tahun, tradisi magibung di Desa Pakraman Pakuseba, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang kini dibangkitkan kembali. Tradisi ini digelar saat pujawali di Pura Desa setempat pada Anggara Kasih Prangbakat atau Selasa (26/3) kemarin. Tradisi ini diharapkan mampu menjaga harmonisasi antarwarga. Tradisi ini digelar di pelataran pura desa setempat. Selama prosesi ini, warga dibagi dalam beberapa kelompok dan disiapkan sajian berupa nasi putih, lawar Bali, hingga seperangkat sate. Tercatat ada
ratusan warga yang ikut magibung. Mereka makan bersama dengan menu yang juga sama, sebagai bentuk kesetaraan di antara warga tanpa membedakan kasta atau golongan. Pada saat tradisi ini digelar, seluruh warga yang bekerja di luar kota juga dikumpulkan untuk ikut merasakan dan bergabung dalam tradisi magibung untuk menyatukan warga. Di tengah tradisi ini digelar, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun juga ikut magibung bersama seluruh warga. Pejabat asal Puri Agung Gianyar ini tampak menikmati menu yang disajikan dengan
olahan lawar khas Bali. Ia berpesan agar tradisi magibung tetap dilakukan untuk menjaga budaya Bali yang adiluhung. Apalagi, tradisi ini mampu mempersatukan warga desa adat. ”Ini harus tetap terjaga, karena dengan cara ini warga adat bisa bersatu, gotong royong, setara dalam setiap kesempatan,” terangnya. Penyarikan Desa Pakraman Pakuseba I Wayan Windi Adnyana mengatakan, tradisi yang sempat hilang ini kembali digelar sebagai wujud kebersamaan, gotong royong, dan kesetaraan antarwarga. ”Sempat menghilang, tidak tahu akibat
kejadian apa sebelumnya. Bertepatan dengan pamelaspasan di pura ini, tradisi ini dihidupkan kembali dengan filosofi magibung warisan leluhur kami harus diteruskan hingga ke anak cucu kami,” paparnya. Nikmat dengan menu olahan bersama, saat magibung, dialog dan keakraban di antara warga ini kental dirasakan. Tradisi ini bertujuan untuk menjalin keakraban dan menghindari konflik sekecil apa pun di antara warga. Usai menikmati makan bersama, seluruh warga membersihkan sisa makanan untuk dibuang sesuai jenis sampah. (nik)
Gianyar (Bali Post) Menjalankan tugas sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) bukanlah perkara mudah. Sebelum melakukan penindakan, para PTPS yang dilantik diingatkan untuk lebih mengutamakan pencegahan, sebelum akhirnya melakukan penindakan. Ketua Badan Pangawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan menegaskan hal itu, Selasa (26/3) kemarin. Menurut Hartawan, ada beberapa fokus yang harus dipahami seorang PTPS, seperti mengidentifikasi permasalahan atau pelanggaran yang bisa muncul di TPS. “Kami memberikan tiga poin pokok dari jargon Bawaslu, yakni cegah, awasi, dan tin-
dak,” ujarnya. Berdasarkan jargon ini, Hartawan berharap pelanggaran sekecil apa pun bisa dicegah. Namun setelah ada upaya pencegahan, tetap dilakukan pengawasan terhadap seseorang yang berpotensi melakukan pelanggaran. “Upaya terakhir, baru dilakukan penindakan. Manakala sudah dicegah dan tetap masih tidak taat, yang terakhir harus dilakukan penindakan,” katanya. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya mengedepankan pencega han. Oleh karena itu, PTPS harus paham terlebih dulu potensi dan juga regulasi sebagai ujung tombak pengawasan. “Maka dari itu, kami juga memberikan bim-
tek menjelang pemungutan suara pada 17 April nanti,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bawaslu Gianyar melantik 1.502 orang PTPS. Pelantikan ini dilakukan secara bertahap, mulai Senin (25/3) hingga Rabu (27/3) ini. Pelantikan diawali oleh Panwascam Gianyar dan selanjutnya diikuti kecamatan lainnya. Jumlah PTPS sesuai dengan wilayah tugasnya di kecamatan, yaitu untuk Kecamatan Gianyar 294 orang, Kecamatan Blahbatuh 211 orang, Kecamatan Sukawati 310 orang, Kecamatan Ubud 216 orang, Kecamatan Payangan 145 orang, Kecamatan Tegalalang 162 orang, dan Kecamatan Tampaksiring 164 orang. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PELANTIKAN - Suasana pelantikan PTPS yang digelar Bawaslu Gianyar, Selasa (26/3) kemarin.
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Pilkel Serentak Digelar Usai Pilpres
Negara (Bali Post) – Tahun 2019 ini, masa jabatan perbekel atau kepala desa di 35 desa dari total 41 desa di Jembrana akan habis. Meski masa berakhirnya tak berbarengan, namun rencananya pemilihan kepala desa/perbekel (pilkel) akan dilakukan secara bersamaan (serentak). Dari informasi yang dihimpun, masa bakti perbekel mulai berakhir bervariatif pada Mei hingga Desember nanti. Sehingga dipastikan pilkel serentak akan digelar seusai Pemilu 2019 yang digelar pada 17 April ini. Dengan penyeragaman waktu pilkel ini, maka sangat
memungkinkan ada desa yang dimundurkan dan dimajukannya jadwal pemilihannya. Sehingga dipastikan nantinya ada pengisian penjabat sementara perbekel. Total ada 35 desa yang tersebar di lima kecamatan yang akan berakhir masa jabatannya. Sisanya, 6 perbekel yang masih masa jabatannya hingga tahun 2020. Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jembrana, Putu Sindhu Yasa membenarkan akan adanya pilkel serentak yang dipastikan digelar setelah Pemilu 2019. Dari informasi, paling
lambat pelaksanaan dilakukan pada 23 September nanti. Jadwal itu belum pasti, bisa saja dimajukan. Namun paling lambat pada September nanti. Total ada 35 perbekel yang masa jabatanya berakhir tahun ini. “Pj. yang akan mengisi kekosongan jabatan perbekel nantinya diisi PNS Pemkab melalui SK Bupati,” terangnya kepada wartawan. Pilkel serentak ini merupakan yang terbanyak sepanjang pelaksanaan pemilihan perbekel yang dilakukan serentak di Jembrana. Hampir 90 persen jabatan perbekel berakhir bersamaan di tahun ini. (kmb26)
Bali Post/olo
MANGGIS - Buah lokal yang dijual di salah satu stan rumah makan. Harga jual manggis dan durian di tingkat petani anjlok.
Harga Jual Manggis di Petani Anjlok
Negara (Bali Post) – Para petani manggis di Jembrana sejak sepekan terakhir mengeluhkan harga jual yang anjlok. Buah manggis yang dua pekan lalu bisa menembus Rp 15 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 7 ribu per kilogram. Belum diketahui pasti penyebab anjloknya harga jual di tingkat petani ini. Bali Post/kmb
MENDOYO-Kecelakaan yang terjadi di Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Senin malam lalu.
Tabrak Pantat Truk, Mobil Kijang Ringsek
Negara (Bali Post) Kecelakaan kembali terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, Senin (25/3) malam lalu. Kecelakaan ini terjadi antara dua kendaraan. Satu kendaraan pribadi dan satu lagi truk boks pengangkut barang. TKP kecelakaan ini, yakni di Jalan Umum Jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 85-86, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana mengatakan, kecelakaan terjadi antara truk boks dengan mini bus Toyota Kijang. Toyota Kijang dengan Nopol DK 1845 CI yang dikemudikan I Wayan Surna (58) asal Jalan Patih Nambi VI Nomor 3 Denpasar Utara, Denpasar, dengan sebuah truk boks Nopol L 8141 UC dikemudikan Jufrin Johan Nunuhitu (32) tinggal di Jalan Raya Kuta Gang Ruli Nomor 2 Badung. “Kedua pengemudi selamat. Tapi mini bus Toyota Kijang ring-
sek di bagian bodi depannya,” jelas Yoga. Dijelaskan, awal kecelakaan pengemudi Toyota Kijang bergerak dari arah barat atau dari Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu, kondisi jalan tikungan landai ke kiri, beraspal baik, dengan cuaca cerah, malam hari. Selain itu, marka tengah utuh, dan arus lalu lintas sedang. Toyota Kijang bergerak ke kanan sampai melewati garis AS tengah jalan, hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya. Saat bersamaan bergerak pada jalurnya truk boks. Karena tidak dapat mendahului atau dari arah berlawanan ada kendaraan lain, maka Toyota Kijang membanting kemudi, hingga menabrak bodi bagian belakang truk. Sehingga terjadi tabrakan. Menurut Yoga, kedua pengemudi dimediasi di Mako Polsek terdekat atas kejadian itu. Yoga mengakui, bahwa kecelakaan di sepanjang jalanan Denpasar-Gilimanuk, lebih terkait soal human er-
ror. Pihaknya sudah sering kali mengimbau pengemudi yang melintas selalu berhatihati. “Ketika lelah, maka berhenti atau menginap di penginapan sepanjang jalan atau rest area yang telah tersedia. Kecelakaan memang kebanyakan karena faktor human error,” tegasnya. Yoga mengatakan bulan Maret ini ada sembilan laka lantas. Kecelakaan terakhir terjadi di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Minggu (24/3) lalu. Kecelakaan beruntun ini melibatkan tiga kendaraan, yakni sebuah truk dan dua buah mobil L300. Akibatnya seorang pengendara mengalami bocor di kepala karena tabrakan. Sedangkan untuk jumlah kejadian laka lantas selama tiga pekan di Jembrana ini sendiri, dari data yang dihimpun ada sekitar 10 kejadian hingga Senin malam. Untuk kejadian meninggal dunia ada tiga orang. Kemudian, mengalami luka berat ada tiga orang dan luka ringan empat orang. (kmb)
Negara (Bali Post) – Sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah unit ambulans bekas milik Pemerintah Kabupaten Jembrana diparkir di halaman parkir belakang GOR Kresna Jvara. Mobilmobil khusus untuk ambulans ini di antaranya sempat beberapa kali dilelang, namun gagal terjual. Dari informasi, sejumlah aset bergerak ini ditempatkan di GOR di Sawe, Kelurahan Dauhwaru itu setelah sebelumnya lama ditempatkan di Terminal Kargo, Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem. Dari pengamatan Selasa (26/3) kemarin, sedikitnya ada empat unit mobil yang sudah lama tak digunakan lagi itu. Dua unit merupakan ambulans mercy yang harg-
anya mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan dua lainnya, ambulans operasional puskesmas. Lantaran tak pernah digunakan, beberapa bagian kendaraan roda empat plat merah itu sudah mengkarat. Bahkan kaca-kaca juga nampak sudah pecah. Seperti kendaraan ambulans mercy yang diparkir di sisi paling barat berbatasan dengan tembok, kaca bagian belakangnya bolong. Dari bentuk pecahnya, seperti terkena lemparan atau pukulan benda keras. Sehingga terlihat bolong di bagian tengah, sementara di sekeliling lubang nampak pecah seribu. Di lokasi lapangan parkir belakang GOR Kresna Jvara ini saat ini difungsikan sebagai
gudang aset daerah. Di sisi timur juga telah terbangun gedung Gudang Daerah. Dari catatan Bali Post, dua ambulans Mercy canggih sudah pernah beberapa kali dilelang namun tidak laku. Terakhir pada 2017 lalu, satu unit ambulans mercy dengan nomor kendaraan DK 9204 W itu dihargai Rp 96 juta. Tetapi juga tidak laku. Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana I Gusti Anom Saputra mengatakan, mobil-mobil tersebut saat ini masuk dalam aset yang dikelola Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana. Diakuinya, kendaraan-kendaraan yang sudah tidak digunakan itu pernah dilelang. (kmb26)
Bukan hanya para petani yang terdampak, warga yang bekerja sebagai pemetik buah (tukang alap) juga terkena imbasnya. Padahal banyak warga sekitar yang mengandalkan ongkos dari metik buah itu. Ketika harga menembus Rp 15 ribu, ongkos metik juga lumayan untuk pendapatan harian warga. Bahkan ada yang sampai dapat Rp 200 ribu per harinya. Namun, begitu harga jual turun dari saudagar, ongkos tukang metik ini juga turun. Kondisi harga Manggis
anjlok ini mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Turunnya secara perlahan, mulai Rp 10 ribu per kilogram hingga terus turun sampai kemarin Rp 7 ribu per kilogram. “Baru dua pekan lalu harga naik, sekarang anjlok jauh. Kalau sudah begini kami lemas,” ujar Ida Bagus Mantri, salah seorang petani buah. Memang ada beberapa manggis kualitas satu yang harganya masih bagus, tetapi itu pun harganya jauh turun. Hal serupa juga dialami
untuk buah durian yang juga menjadi komoditi buah di Jembrana. Saat awal panen lalu, harga satu butir durian ukuran kecil bisa mencapai Rp 20 ribu. Namun kini turun drastis antara Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu per butir ukuran kecil. Durian-durian di Jembrana khususnya di deretan perbukitan Masehe, Pendem-Batuagung hingga Dangintukadaya dan Mendoyo dipanen dengan cara menunggu sampai jatuh ke tanah. Tak sedikit petani yang
sengaja menginap di kebun, menunggu durian jatuh dari pohonnya. Namun dengan harga yang jauh dari harapan itu, warga kini hanya menunggu saja di keesokan harinya. Para petani mengaku pasrah menghadapi harga yang fluktuatif dan cenderung merugikan mereka itu. “Sudah dari dulu begini, tiap panen harga tak tentu. Tak pernah sama,” keluh Yuli, petani lainnya. Menurut petani, perlu ada campur tangan dari pemerintah untuk menjaga kestabilan harga produk petani ini. Seperti halnya dengan subak basah (padi) yang memiliki batasan harga terendah untuk penjualan saat masa panen. (kmb26)
Empat Ambulans Telantar di GOR Kresna Jvara
Bali Post/olo
PARKIR– Empat unit ambulans yang terparkir di GOR Krisna Jvara dekat gedung Gudang Daerah.
Bali Post/olo
SORTIR – Proses penyortiran ulang yang dilakukan pada akhir pekan lalu di GOR Baluk. Menjelang beberapa hari pencoblosan, KPU Jembrana masih kekurangan ribuan surat suara.
KPU Masih Kurang Ribuan Surat Suara
Negara (Bali Post) – Beberapa hari menjelang pemungutan suara, KPU Jembrana masih kekurangan logistik surat suara Pemilihan Umum (pemilu) hingga ribuan lembar. Kekurangan itu lantaran logistik yang dikirim kurang maupun rusak (tidak bisa digunakan). Dari penyortiran ulang yang dilakukan selama empat hari sejak Sabtu (23/3) hingga Selasa (26/3) kemarin, masingmasing jenis surat suara, baik untuk Pilpres, DPD, DPRRI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten mengalami kerusakan. Paling banyak untuk surat suara DPR RI ada 302
lembar yang rusak. Sementara kekurangan terbanyak karena pengiriman kurang saat distribusi awal adalah surat suara DPD yakni hingga 1.762 lembar. Surat suara DPD ini juga paling banyak kekurangan baik rusak maupun kurang kirim mencapai 2.049. Sementara kebutuhan untuk TPS-TPS yakni 240.277 lembar. Total kekurangan surat suara seluruhnya mencapai 5.680 lembar. Kebutuhan logistik surat suara ini harus segera dipenuhi mengingat pelaksanaan yang tinggal menghitung hari. Sebelumnya, pada Sabtu lalu kekurangan
logistik kotak suara (bahan karton) sudah didistribusikan. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, jumlah total kekurangan surat suara ini akan segera dilaporkan ke KPU RI untuk selanjutnya didistribusikan. Tangkas yang hampir setiap hari memantau proses penyortiran dan pelipatan di GOR Baluk ini mengatakan, kekurangan dikarenakan ada yang rusak (tidak layak digunakan) dan memang kurang saat distribusi awal. Jumlahnya berbeda-beda, namun total jumlah yang kurang dari pengiriman sebanyak 4.248 lembar dan
tak layak 1.180 lembar. Sehingga totalnya menjadi 5.680 lembar kekurangan. Sedangkan total surat suara yang kondisinya baik 1.195.705 lembar. Proses penyortiran dan pelipatan ini membutuhkan waktu yang lama, yakni hingga sebulan sejak didistribusikan awal pada akhir Februari lalu. Dari pengamatan, penyortiran dilakukan dua tahapan dan terakhir pada akhir pekan lalu. Dipastikan masih ada tahapan penyortiran dan pelipatan lagi untuk 5.680 lembar surat suara yang masih kurang. Surat suara yang tidak layak ini nantinya akan dimusnahkan. (kmb26)
Karangasem
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Digelontor Dana Rp 2 M, Tampil di 9 Materi PKB Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melakukan persiapkan intensif menyongsong hajatan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 yang dimulai 15 Juni - 13 Juli mendatang. Pemkab menggelontorkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk tampil di 9 materi PKB. Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, Selasa (26/3) kemarin, mengatakan untuk tampil di PKB nanti sudah dilakukan berbagai persiapan. Bahkan, pihaknya melakukan pembinaan-pembinaan terhadap peserta yang nantinya berpartisipasi di PKB. “Persiapan sudah kita lakukan. Pembinaan ke sekaa yang ikut di PKB. Pembinaan itu diupayakan agar para seniman mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin sebelum tampil pada PKB nanti,” ungkapnya. Pada PKB tahun ini,
Karangasem hanya mengikuti sembilan materi PKB. Jumlah itu disesuiakan dengan anggaran yang ada. Tahun ini, anggaran PKB sekitar Rp 2 miliar. Jumlah itu menurun dari tahun lalu yang mencapai Rp 2,3 miliar. “Penurunan anggaran itu karena pendapatan daerah juga menurun,’’ katanya. Tema yang diangkat pada PKB itu adalah Bayu Pramana. Artinya, angin sebagai kekuatan. Tema itu lebih mendekat kearipan lokal. Sehingga nuansanya sedikit berbeda dari sebelumnya. “Karangasem tetap menampilkan kesenian yang menjadi ciri khas yakni genjek,’’ ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan menampilkan sejumlah kesenian yang direkonstruksi. Seperti gambuh anakanak, gong kebyar wanita. ‘’Intinya, kami turun pada kesenian yang Bali Post/mb41 menjadi pokok PKB,” I Putu Arnawa kata Arnawa. (kmb41)
11
Bawaslu Kekurangan 181 Pengawas TPS
Sepi peminat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem masih kekurangan 181 Pengawas TPS. Walau masih kurang, anggota yang sudah memuhi persyaratan sudah menjalani pelantikan. Dengan masih kurang ratusan anggota pengawas TPS itu, Bawaslu mengajak seluruh masyarakat yang berumur 25 tahun minimal lulusan SMA/SMK supaya bisa segera mendaftar menjadi anggota pengawas TPS. Lalu, bagaimanakah solusi Bawaslu jika tidak terpenuhi ratusan anggota pengawas TPS itu? Kadiv Humas dan Informasi Bawaslu Karangasem, I Kadek Puspa Jingga, mengatakan, kendati telah melakukan pelantikan terhadap anggota pengawas TPS, akan tetapi sampai saat ini pihaknya masih kekurangan ratusan pengawas TPS itu. Dari 1.706 TPS yang ada di seluruh kecamatan di Karangasem, pihaknya baru merekrut 1.525 anggota pengawas TPS. Sehingga untuk memenuhi jumlah TPS itu, Bawaslu
masih kekurangan sekitar 181 anggota pengawas. “Kita mengajak segenap warga yang usianya 25 tahun dan lulusan SMA/SMK supaya ikut melamar kemudian bergabung menjadi anggota pengawas TPS. Bagi yang mau mendaftar bisa dilakukan di setiap Panwascam di masing-masing kecamatan. Kita juga sudah melakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat terkait hal ini. Sehingga mereka bisa ikut
membantu menginformasikan kepada warganya untuk ikut melamar menjadi anggota pengawas TPS ini,” katanya. Jingga mengatakan, yang sulit mencari anggota pengawas TPS ini di daerah Kecamatan Rendang dan Kecamatan Kubu. Pasalnya, cukup banyak berpendidikan SMA/SMK, akan tetapi umurnya belum memenuhi minimal 25 tahun. Karena sesuai ketentuan, umur pelamar minimal 25 tahun dan lulusan SMA/SMK.
Dia mengatakan, kepada seluruh anggota pengawas TPS ini supaya sungguhsungguh dapat melakukan pengawasan saat pemilihan 17 April mendatang. Mereka juga diminta ikut menjaga netralitas. Jelas Jingga, usai dilantik para pengawas juga diberikan pembekalan tentang kepemiluan khususnya pengetahuan tentang pegawasan pemilu itu sendiri. “Kita harap mereka nantinya mampu menjalankan tugas yang diberikan dengan baik. Kami sangat berharap pelaksanaan Pemilu itu bisa berjalan aman dan lancar. Karena mereka memiliki kewenangan mengawasi pelaksanaan Pemilu itu,” tegas Jingga. (mud)
Dewan Pertanyakan Netralitas ASN
Ada Dugaan Penggiringan ASN Tak Netral
DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan pihak eksekutif, KPU dan Bawaslu, Selasa (26/3) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi didamping Wakil Dewan I Kadek Wirta dan I Komang Karya Kartika itu, dewan mempertanyakan netralitas ASN. Bahkan, dewan mengindikasikan ada dugaan tindakan penggiringan ASN agar mereka itu tidak netral. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi ada oknum yang menekan ASN untuk memilih caleg-caleg tertentu. Bahkan, dirinya menegaskan memiliki bukti-bukti berupa rekaman terkait ajakan itu. “Kita sangat sayangkan ada oknum yang seperti itu,” tegas Sumardi. Anggota dewan, I Gede Dauh Suprapta, menegaskan jika ada indikasi ASN
yang tidak netral itu, supaya dibuka di dalam rapat. Baginya, dewan itu merupakan lembaga resmi yang tidak ada masalah bila membuka adanya indikasi pelanggaran itu. “Agar tidak ada dusta, mari kita buka-bukaan di sini,” papar Sudarsa. Anggota dewan lainnya, I Gede Bendesa Mulyawan, mengatakan dirinya mendorong bila memang ada bukti-bukti terkait indikasi ketidaknetralan ASN atau pelanggaran itu, supaya bukti-bukti itu diserahkan langsung ke Bawaslu. Karena Bawaslulah yang memiliki kewenangan untuk mengusut pelanggaran itu. “Kalau memang benar ada indikasi pelanggaran itu, buktinya tinggal diserahkan ke Bawaslu. Nanti Bawaslu yang akan menindaklanjut hal itu itu,” jelas Mulyawan. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi menegaskan, ASN dalam hajatan politik nanti wajib menjaga
netralitas. Dia mengakui, sebelumnya memang ada ASN yang tidak netral. Tapi, yang bersangkutan sudah diproses oleh Bawaslu. Malah sudah dijatuhi sanksi. ”Kita minta ASN tetap bisa menjaga netralitas. Jangan terlibat politik praktis,” pinta Adnya Mulyadi. Sementara itu, Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan menanggapi santai indikasi pelanggaran ASN yang disampaikan beberapa anggota dewan itu. Suastrawan, mengajak dewan jika memang benar adanya indikasi pelanggaran yang dilakuakn ASN, supaya bisa dilaporkan ke Bawaslu. ”Bila ada oknum ASN yang tidak netral agar dilaporkan ke Bawaslu. Kita pasti akan menindaklanjuti laporan itu. Tapi, lebih dulu kita akan lakukan investigasi dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait,” tegas Suastrawan. (ad818)
RAPAT KERJA - Rapat kerja DPRD dengan eksekutif, KPU dan Bawaslu.
SIDANG PARIPURNA - Sidang paripurna DPRD dengan eksekutif terkait pendapat akhir Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri yang dibacakan Wabup I Wayan Artha Dipa dalam pengambilan keputusan oleh dewan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisitif dewan tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas pada Rapat Paripurna yang dilaksanakan di Kantor DPRD Karangasem, Selasa (26/3) kemarin.
Wabup Artha Dipa Bacakan Pendapat Akhir Bupati
Dua Ranperda Inisiatif Penanggulangan Kemiskinan, Pemenuhan Hak Disabilitas WAKIL Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa membacakan pendapat akhir Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam pengambilan keputusan dewan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisitif dewan tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas pada Sidang Paripurna yang dilaksanakan di Kantor DPRD Karangasem, Selasa (26/3) kemarin. Sidang Paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi didampingi wakil Ketua Dewan I Kadek Witra, I Komang Karya Kartika. Artha Dipa mengatakan, sebelum disahkannya dua Ranperda tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas itu, pihaknya telah mengikuti penyampaian Pansus I dan Pansus II. Setelah menjalani pembahasan secara saksama melalui beberapa tahapan, maka pada prinsipnya dua Ranperda inisiatif dewan itu dapat diajukan lalu disepakati bersama, kemudian ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Dengan lahirnya kedua Ranperda itu Perda, menunjukkan ada komitmen antara eksekutif dan legeslatif meny-
usun regulasi guna mewujudkan Karangasem cerdas, bersih bermartabat berlandasakan Tri Hita Karana. Setelah disetujui Ranperda ini, maka akan diproses lebih lanjut. Hal itu dapat segera dimohonkan nomor register serta proses evaluasi ke Gubernur Bali sehingga secepatnya bisa ditetapkan untuk dilaksanakan,” ujar Artha Dipa. Sementara laporan Panitia Khusus (Pansus) I tentang Penanggulangan Kemiskinan yang dibacakan Ketua I Nyoman Sumadi, jika kemiskinan adalah masalah yang bersifat multidimensi dan multisektor dengan berbagai karakteristik yang harus segera diatasi untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan manusia yang bermartabat. “Soal kemiskinan merupakan masalah kompleks. Karena itu, penanganannya harus dilakukan oleh banyak pihak. Karena itu, diperlukan perencanaan, tata kelola, dan koordinasi yang melibatkan semua pelaku untuk melakukan penanggulangan kemiskinan secara efektif dan efisien guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujarnya. Sumadi menjelaskan, peraturan daerah itu nantinya bisa dijadikan sebagai acuan untuk menyelenggarakan
program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan secara komprehensif. Karena semua kegiatan yang akan dijalankan harus lebih dulu melalui perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring. Jadi, semua pelaku penanggulangan kemiskinan baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat harus didorong saling bersinergi. Dengan disahkannya Ranperda Penanggulangan Kemiskinan itu menjadi Perda, maka harus dilakukan sosialisasi Perda ini dari tingkat desa sampai tingkat kota secara merata. Sehingga maksud dan tujuan lahirnya Perda ini dapat diapresiasi baik. Lahirnya Perda ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pengembangan kemampuan dasar serta kemampuan berusaha penduduk miskin serta dapat menurunkan penduduk miskin di Karangasem. “Nantinya juga harus dilakukan pendataan yang akurat mengenai jumlah penduduk miskin di setiap kecamatan di seluruh kabupaten di Karangasem. Hal itu penting untuk dapat memformulasikan kebijakan pemerintah dengan tepat. Selain itu, juga dapat menentukan sasaran penanggulangan kemiskinan sehingga dapat memberikan rasa aman bagi kelompok
penduduk miskin dan rawan miskin serta dapat menurunkan jumlah penduduk miskin,” kata Sumadi. Laporan Pansus II tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang dibacakan Ketua I Gede Bendesa Muliawan, dengan disahkannya Ranperda Inisiatit dewan itu, nantinya dapat membangkitkan kesadaran masyarakat agar memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah provinsi maupun pusat. Perlu juga adanya pengawasan yang lebih maksimal pada tiap-tiap kegiatan agar tidak ada temuan-temuan dari pihak auditor. “Pendataan terhadap warga penyandang disabilitas di seluruh kecamatan itu penting dilakukan. Dengan cara itu pemerintah daerah dapat mewujudkan penghormatan, perlindunan, dan pemenuhan hak asasi manusia dan kebebasan dasar penyandang disabilitas secara penuh dan merata,’’ harapnya. Sebelumnya, kehidupan masyarakat dan bernegara penyandang disabilitas itu mengalami berbagai diskriminasi, sehingga hak-haknya tidak terlindungi dan terpenuhi dengan baik. Dengan Perda itu, ke depannya hakhak mereka bisa terpenuhi lebih elegan. (ad806)
Lahirkan SDM Profesional, Pemandu Wisata Alam Dilatih Intensif
Dinas Pariwisata Karangasem menggelar pelatihan pemandu wisata alam, Selasa (26/3) kemarin. Pelatihan ini dilakukan, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan kompeten. Dengan SDM yang memadai seperti itu dipercaya dapat mendukung pengembangan wisata alam sebagai daya tarik pariwisata desa yang lebih baik. Lalu, bagaimanakah model pengembangan pelatihan pemandu wisata alam itu? KEPALA Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika mengatakan, kegiatan pelatihan ini sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya di dunia kepariwisataan di Karangasem. Hal itu dipandang krusial dalam upaya mendukung eksistensi pengembangan desa wisata sebagai daya tarik pariwisata agar lebih menjanjikan. Kegiatan pelatihan intensif itu bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Dengan pelaku kepariwisataan yang kreatif dan inovatif, maka pengembangan desa wisata akan lebih baik. Ujung ujungnya masyarakat secara ekonomi akan lebih menggeliat. “Kegiatan ini dominan
diikuti Pokdarwis yang merupakan pengelola daya tarik wisata serta pelaku usaha masyarakat di bidang kepemanduan wisata,” ujarnya. Astika menambahkan, kegiatan ini juga merupakan sebuah upaya optimal dinasnya dalam menyiapkan fondasi dan juga identitas pembangunan kepariwisataan. Pelatihan ini untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sebagai pelaku usaha yang terampil khususnya di bidang kepariwisataan. Desain itu sudah pasti dalam upaya mendukung pengembangan desa wisata yang ada agar lebih optimal. “Lewat kegiatan pelatihan itu nantinya diharapkan mampu menambah pengeta-
huan dan wawasan mereka melalui pengenalan ekowisata secara komprehensif,’’ ujarnya. Ekowisata dipercaya sebagai modal yang baik dalam upaya menggali potensi lokal di wilayah objek wisata masing-masing. Para pemandu wisata itu diharakan dapat melakukan interpretasi objek alam yang ada di daerahnya dengan maksimal. Dengan cara itu, dipercaya potensi daya tarik wisata itu dapat dijual secara baik melalui. ‘’Hanya melalui kapabilitas SDM-SDM profesional sekaligus kompeten di bidangnya, maka potensi kepariwisataan khususnya objek alam bisa berkembang dengan lebih baik,’’ ujarnya yakin . (nan)
PEMANDU WISATA - Peserta saat mengikuti pelatihan pemandu wisata alam.
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
Kisruh Pembangunan Wantilan
SOSOK Seni Memimpin SETIAP perbekel punya bentuk seni memimpin yang berbeda di setiap desa. Seni berinteraksi dengan masyarakat itu, sebagai upaya untuk selalu dekat dengan masyarakatnya, menemukan persoalan dan merumuskan penyelesaiannya. Apalagi, masyarakat di daerah pariwisata yang setiap hari dipenuhi dengan hiruk-pikuk kedatangan ribuan wisatawan, maka kenyamanannya dalam berkunjung harus benar-benar menjadi perhatian. Seperti wilayah kepulauan di Desa Jungut Batu, ada ribuan wisatawan berkunjung setiap hari. Maka, bagaimana kenyamanannya, dan kesan positif terhadap daerah kepulauan ini harus terbangun dan terjaga dengan baik, guna menjaga citra pariwisata Klungkung, dan Bali pada umumnya. “Saya setiap pagi selalu memantau sendiri. Tamu-tamu harus turun dari boat dengan nyaman. Pantainya harus bersih dan bisa berinteraksi dengan baik,” kata Perbekel Jungut Batu, Gede Made Suryawan, Selasa (26/3) kemarin. Dia mengaku lebih senang berdialog langsung dengan masyarakat, karena dapat merasakan langsung persoalan di lapangan. Seperti, keluhan jarangnya wisatawan datang langsung menginap, jangkar kapal yang merusak terumbu karang, matinya budi daya rumput laut, mulai menggeliatnya investasi, pentingnya ponton di sekitar pelabuhan hingga persoalan sampah di TPA yang terus menggunung tak terkelola. Dengan demikian, setiap persoalan dapat terpetakan dengan baik, untuk selanjutnya dapat direncanakan berbagai program pemecahannya bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam menjaga kebersihan garis pantai setempat, pihaknya juga membangun kesadaran masyarakat sekitar, dengan melakukan aksi bersih-bersih sampah setiap minggu sekali. Ini untuk tetap menjaga kebersihan pantai setempat, khususnya dari sampah kiriman dari luar yang terbawa arus ke Pantai Jungut Batu, agar tidak menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan. “Kalau masyarakat kami kesadarannya sudah tinggi. Tidak ada buang sampah ke laut, namun langsung ke TPA,” kata perbekel yang sudah menjabat sejak tahun 2014 ini. (gik)
Warga Selat Tempuh Jalur ”Niskala” di Pura Dalem
Semarapura (Bali Post) Kisruh soal pembangunan balai desa, ditanggapi serius oleh pihak Desa Adat Selat, Kecamatan Klungkung. Persoalan ini sempat dibahas serius di dalam paruman desa adat setempat, belum lama ini. Pada kesempatan itu, disepakati agar masyarakat melakukan persembahyangan bersama atau mangening-ngening di Pura Dalem Desa Selat, Selasa (26/3 kemarin. Agar warga yang punya niat tak baik membuat situasi desa kisruh dengan membuat surat kaleng ke aparat penegak hukum, bisa segera menyadari perbuatannya dan berhenti membuat situasi di desa adat kian gaduh. Bendesa Selat Kadek Jawi kemarin mengatakan, surat kaleng tersebut, yang menyebut ada penyimpangan dalam pembangunan balai desa atau wantilan desa adat itu, amat meresahkan. Sehingga, agar tuduhan dalam surat kaleng itu tidak semakin menjadi fitnah, sehingga desa adat membahasnya dalam paruman resmi desa adat dan disepakati di sana melakukan mangening-ening. Prosesi ini mengandung makna bahwa, siapapun yang berniat tidak baik dalam persoalan itu, khususnya si penulis surat kaleng tersebut, yang dianggap menebar fitnah. “Siapapun orangnya, agar dipertanggungjawabkan secara niskala,” kata Kadek Jiwa. Apalagi, aparat penegak hukum yang turun ke lokasi, sejauh ini belum menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam tahapan pembangunannya. Prosesi mangening-ngening ini dihadiri seluruh masyarakat Desa Adat Selat. Tokoh masyarakat Desa Selat
Putu Tika Winawan, menambahkan bahwa prosesi ini tepat dilakukan, agar tidak semena-mena menebar fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga, siapa yang punya niat tidak baik, akan menemukan jalan hidup tak baik pula. Demikian juga sebaliknya, siapa yang tulus ngayah membangun desa, agar dilapangkan segala jalan untuk proses pembangunan. “Kita masyarakat di desa, ada adat dan agama yang melandasi perbuatan kita. Setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan secara sekala dan niskala,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung ini. Sebelumnya, bangunan wantilan Desa Adat Selat, Kecamatan Klungkung yang baru selesai dibangun akhir tahun 2018, sempat dianggap bermasalah. Karena bangunan yang didanai dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) RI senilai Rp 400 juta itu sudah terlihat retak-retak, bahkan palang beton penyangga atapnya nampak melengkung. Desa adat
setempat khawatir wantilan yang belum finishing tersebut roboh, sebelum dipakai resmi
oleh masyarakat. Melihat kondisi wantilan amat mengkhawatirkan, beton penyangga rangka atapnya dipasangi baja penyangga, untuk menahan atapnya agar tidak ambruk, kalau ada gempa bumi lagi. Retak-retak pada wantilan tersebut, dikatakan disebabkan karena beberapa kali menghadapi guncangan gempa bumi yang cukup keras.
Terparah, adalah rentetan dampak dari gempa bumi di Lombok. Kabar di desa setempat, pembangunan wantilan desa ini sempat diributkan oleh salah satu warga. Bahkan, sampai dibuatkan surat kaleng kepada Kejati Bali, belum lama ini. Sayangnya, dalam surat itu tidak tercantum siapa nama pengirimnya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
UPACARA - Warga Desa Selat saat melaksanakan upacara mangening-ngening di Pura Dalem desa setempat.
Cegah Kebocoran, Dinas Pariwisata Godok Perbup Garda Tipikor Minta Bupati Semarapura (Bali Post) Dinas Pariwisata Klungkung terus menggodok berbagai regulasi untuk menarik pungutan retribusi bagi turis yang berwisata ke Klungkung, khususnya ke Kawasan Pariwisata Nusa Penida. Setelah melahirkan Perda, Dinas Pariwisata sedang mempersiapkan Perbup sebagai turunan regulasinya. Upaya untuk mencegah semakin melebarnya kebocoran pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta,
Selasa (26/3) kemarin mengatakan, pascaadanya gejolak penertiban pungutan oleh desa adat lantaran tak berbadan hukum, pemerintah daerah telah menelorkan Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pungutan Regulasi Daerah. Di sana sudah diatur nilai pungutan, sebesar Rp 25 ribu bagi wisatawan dewasa dan Rp 15 ribu untuk anakanak. Perda tersebut belum bisa diterapkan sepenuhnya pada objek pajak, lantaran regulasi turunnya berupa Perbup sedang digodok dengan Bagian Hukum Pemkab
Klungkung. Sukasta menambahkan, dalam proses pemungutannya, sebagaimana instruksi dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, pihaknya bakal merancang kerja sama yang baik dengan para pemilik boat. Tujuannya, agar tidak melakukan pungutan langsung kepada wisatawan di lokasi kawasan pariwisata Nusa Penida. Sebab, cara demikian dianggap mengganggu. “Kami sudah banyak menerima masukan dari para pengusaha boat, kami sedang rancang bagaimana sistem-
Bali Post/kmb31
REGULASI - Ratusan wisatawan saat turun dari boat di Pelabuhan Jungut Batu. Sementara, mereka ke Kawasan Pariwisata Nusa Penida, tidak dikenakan apapun. Regulasinya sedang disiapkan Dinas Pariwisata.
nya, agar berjalan baik dan tidak melanggar hukum,” kata Sukasta. Dia mengakui, sebelum Perbup ini terbit, maka pihaknya tidak bisa melakukan pungutan. Demikian juga pihak desa, baik desa adat maupun desa dinas. Sehingga, ini amat mendesak agar segera bisa direalisasikan. Perbekel Jungut Batu Made Gede Suryawan kemarin mengatakan, setiap harinya cukup banyak wisatawan yang datang berwisata ke Jungut Batu. Dalam pengamatannya, setiap harinya ada sekitar 3.000 wisatawan turun dari boat di Pelabuhan Jungut Batu. Mayoritas wisatawan asing asal Tiongkok. Sejak pungutan dari desa adat dihentikan tahun lalu, praktis wisatawan yang turun di sana, sementara tidak dikenakan pungutan apapun. Lebih parah lagi, ribuan wisatawan ini datang berlibur ke Jungut Batu-Lembongan, tidak sampai menginap. Datang pagi, siang atau sore sudah balik lagi ke Sanur. “Ini baru hari-hari biasa. Kalau saat high season, Juni, Juli, Agustus dan September, kunjungannya cukup membludak,” kata Suryawan. Dia berharap Perda tentang Pungutan Retribusi Daerah ini bisa diterapkan sepenuhnya. Agar, kunjungan wisatawan ke Jungut Batu maupun Lembongan bisa menghasilkan pendapatan daerah. (kmb31)
Tunda Pencairan Hibah Semarapura (Bali Post) Garda Tipikor Klungkung akhirnya melayangkan surat kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Selasa (26/3) kemarin. Dari surat tersebut, Garda Tipikor ingin Bupati Suwirta menunda pencairan hibah karena rawan disalahgunakan dalam suasana menjelang pemilu serentak ini. Suratnya juga ditembuskan kepada Polda Bali, Kejati Bali, Garda Tipikor Pusat, Garda Tipikor Provinsi Bali hingga Bawaslu Klungkung. Ketua Garda Tipikor Klungkung Made Raka Adnyana mengatakan, pihaknya merasa perlu mengingatkan itu, terlebih dalam momen menjelang pemilu serentak, 17 April nanti. Apalagi, eksekusi hibah khususnya di Nusa Penida juga terbelit persoalan kasus yang sedang ditangani oleh Polda Bali. Surat Garda Tipikor Klungkung diserahkan ke Bagian Umum. Pihaknya berharap Bupati Suwirta mempertimbangkan buah pemikiran Garda Tipikor
Klungkung sebagai lembaga yang memantau khusus dugaan tersebut. “Saya berharap Bupati bersedia menunda pencairannya, sampai selesai pemilu serentak,” kata Raka Adnyana. Ia mengaku mengapresiasi kehati-hatian eksekutif dalam melakukan proses pencairan dan ketatnya proses monitoring. Sebab, belakangan kian sering adanya terungkap persoalan realiasasi hibah di lapangan. “Kami juga sering mendengar keluhan adanya pemotongan realisasi hibah. Kami mendorong aparat penegak hukum untuk itu,” kata Raka Adnyana. Dia kembali mengingatkan lembaga dewan, untuk berhenti masuk terlalu jauh soal pencairan hibah. Adanya istilah “memfasilitasi”, padahal hibah itu adalah program bupati, dinilai sebagai penyebab situasi gaduh yang terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, dia mendorong agar realisasi hibah dikembalikan ke rohnya, yakni
kewenangan sepenuhnya kepada bupati. Tidak ada istilah titip-titipan. Lembaga dewan menurutnya harus kembali pada fungsi awal sebagai fungsi pengawasan. Apalagi sampai mengaturngatur nilainya, layaknya dananya sendiri. Dengan proses kajian dan verifikasi yang sepenuhnya oleh eksekutif, dia menilai ini bisa meminimalisir perbuatan melawan hukum. Dalih memfasilitasi, menurutnya Raka Adnyana amat rentan motivasi pencairannya berubah menjadi motif senjata politik yang rentan menimbulkan persoalan baru. Dengan kembali pada rohnya, maka akan tercipta pemilu yang bersih dan bermartabat. Selain itu juga terbangun persaingan yang sehat dengan para tokohtokoh penantang baru. Dia berharap kepada masyarakat agar memilih dengan hati nurani, agar lahir wakil rakyat yang bersih dan berintegritas. (kmb31)
Dua Sepeda Motor Saling Seruduk di Tojan Semarapura (Bali Post) Dua pengendara sepeda motor, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Jelantik Kuribatu, Desa Tojan, Klungkung, Selasa (26/3) kemarin. Kecelakaan tersebut, mengakibatkan kedua motor itu ringsek. Sementara pengendara kedua sepeda motor berikut yang dibonceng mengalami patah tulang, sehingga harus segera
dilarikan ke UGD RSUD Klungkung. Sejumlah warga di lokasi kejadian itu, memaparkan bahwa kedua sepeda motor tersebut, masing-masing Yamaha Jupiter DK 3036 IA dikendarai oleh Kadek Suardana (22) dan Honda Beat DK 4737 MQ yang dikendarai Wayan Muliarta (42). Dari penuturan warga setempat, peristiwa
Bali Post/kmb31
UGD - Salah satu korban kecelakaan di Desa Tojan saat ditolong warga dan diangkut menuju ambulans menuju UGD RSUD Klungkung.
tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, pengendara Honda Beat Wayan Muliarta datang dari arah selatan. Sebelum tiba di TKP, dia sedikit mengambil haluan ke kanan, lantaran ada sebuah mobil yang tengah parkir di pinggir jalan. Di saat bersamaan, Kadek Suardana datang dari arah utara. Tiba-tiba kedua sepeda motor tersebut saling seruduk di TKP. Tidak jelas pemicu kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini membuat kedua pengendara berikut sepeda motornya terpental jauh ke tepi jalan. “Kedua pengendara mengalami luka berat pada tangannya. Ada jari tangannya patah. Ada yang pergelangan tangannya patah,” kata salah satu warga setempat Ketut Sugiana. Muliarta asal Banjar Pegatepan, Desa Gelgel ini, ketika lakalantas terjadi juga membonceng istrinya, Kadek Mayoni (45). Muliarta nampak mengalami luka patah pada jari tangannya. Sedangkan istrinya sempat tak sadarkan diri saat tabrakan terjadi. Sementara, pengendara Yamaha Yupiter Kadek Suardana, asal Geriana Kauh, Desa Duda
Utara, Karangasem itu, mengalami patah pada pergelangan tangannya. Keduanya lantas dilarikan ke UGD RSUD Klungkung, untuk mendapat perawatan serius. Muliarta saat ditemui di UGD, menyatakan cukup shock dengan kejadian itu. Demikian juga istrinya. Petani ini, saat kejadian mengaku mengangkut kampil berisi bunga pacar galuh yang mau dijual di Pasar Umum Galiran. Disinggung mengenai penyebab kecelakaan, dia tidak tahu persis, karena tiba-tiba sepeda motornya sudah saling tabrak dengan motor Suardana. Sebab, saat kejadian dia sempat tidak sadarkan diri. Sementara Kadek Suardana, mengakui sedang buru-buru menuju tempat kerjanya di Pertamina, daerah Ketewel, Gianyar. Dia juga sulit menjelaskan, kenapa kecelakaan terjadi. “Di sini memang sering sekali terjadi kecelakaan misterius. Beruntung seluruh warga yang terlibat kecelakaan itu selamat dari maut itu. Kebanyakan kecelakaan di sana, ada saja yang meninggal,” imbuh Sugiana. (kmb31)
Bali Post/kmb31
SURAT - Ketua Garda Tipikor Klungkung saat menyerahkan surat resmi ke Bagian Umum Pemkab Klungkung.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dicari Unt. Staf Pembukuan Syrt : Pddk. SMK/Diploma/Sarjana Akuntansi, Umur Maks 25 th, belum Menikah, tdk merokok. Lam. lengkap sgr kirim ke Jalan Kepundung 67A Dps (isi Kode Pembukuan) G.01
Dibutuhkan Resepsionis Hubungi Zara 081289897174 B.BP.004.03.19.0000790
Dcr Sgr Guru TK (S.Pd), unt TK Kristen. Krm CV : intibudiasih.school@gmail.com B.BP.004.03.19.0000792
Dicari Teknisi Printer, Berpengalaman,Akan Diberikan Pelatihan.Krm CV : marketing.synusbali@yahoo.com /Bw lam ke Synus Refill Center Jl.Imam Bonjol 551A-B Dps Tlp.0361-490452/3 B.BP.004.03.19.0000796
Cr Waiter,Waitress,Seminyak minSMAGj2,1Hub.087855522152
B.BP.154.03.19.0000791
Dbthkn:IT/Digital Marketing Syrt:min.D2,paham Sosmed,SEM/ SEO. CV : official.balioffice@ gmail.com
B.BP.001.03.19.0000602
!!Serabutan Rmh Kost,Tgl Dlm, Pria,Jujur,Rajin 082359098881
Dcr Adm online,Sopir B1, Teknisi. Gj+Bns+Kms+BPJS.Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps.
B.BP.821.03.19.0000683
Dcr Staff Kirim. Pria,SMK/SMA, SIM C/A. Krm CV: Jaya Motor Jl.Setia Budi 21, Dps B.BP.004.03.19.0000793
B.BP.001.03.19.0000701
Dcr:Bgn Pembelian,Bag.Gudang, Reservasi Diving berpengalaman bs Inggris aktif & Security CV ke E:hrd@seasafaricruises.com
B.BP.166.03.19.0000802
B.BP.001.03.19.0000722
*Job Australi Korea Jepang WA:08563925015 FB:KadekKizunaBali BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692
B.BP.004.03.19.0000707
Dicari Cook Wanita u/Rest di Seminyak.Hub:0817345977 B.BP.001.03.19.0000781
Dicari Pegawai Massage Kaki Yg Berpengalaman.Hub:087860322249
B.BP.001.03.19.0000782
Dicari Reception untuk Spa yg sudah Berpengalaman,Maksimal 35 Tahun,bisa Bhs Inggris, Computer Skill,bisa Email Minat,Hub Jari Menari,Phone 0361 736740 or Email ke jarimenari@jarimenari.com B.BP.004.03.19.0000797
Dicari Segera Cleaning Service team work,Kerja Keras,Jujur Krm CV : hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.03.19.0000688
B.BP.001.03.19.0000785
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Dijual Langsung Pembeli Tanpa Perantara Suzuki Ertiga 2013 Akhir, Merah Metalic Mulus Hub.081999141999 B.BP.001.03.19.0000794
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Jual Rmh Elit Banyuwangi Kota dkt Pantai, 082237670250 Elena B.BP.001.03.19.0000331
Djl Rumah Lt2 Jl.Tkd Balian Renon Hub.085100888379 B.BP.004.03.19.0000799
PROPERTY
Dijual Tanah 2,89Are Jl.Sekar Tunjung Hub.245460/0811398086 B.BP.001.03.19.0000597
PROPERTY DIJUAL RUKO
Jual/Sewa Ruko 2Lt Murah BUC SHM 104/B.160 Tepi Jalan Besar Cokroaminoto Nego 087856227779 B.BP.033.03.19.0000795
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.03.19.0000704
KEHILANGAN Hilang Tas isi Pasport,ID Card dll, ada imbalan.T.082145941585 B.BP.001.03.19.0000800
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123 (Masaji SPA)
Avanza Veloz Th’2014 Akhir Wrn Hitam Asli DK Hub.081338773496
1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155
B.BP.001.03.19.0000401
B.BP.001.03.19.0000739
B.BP.154.03.19.0000803
B.BP.001.03.19.0000752
B.BP.001.03.19.0000601
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BAHAN BANGUNAN
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOBIL TOYOTA PROMOSI Diskon s/d 45 JUTA
AVANZA DP
30
JT-an Angsuran 3 Jt-an
INNOVA DP
50
JT-an Angsuran 5 Jt-an
Aksesoris & Hadiah langsung
HUBUNGI
SANTI
SERVICE
B.BP.001.03.19.0000671
Dicari Sales untuk Dental,Gaji pokok + Transport + Bonus Hub Telp:262167/4747562 Tatia
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dbthkn:Pengacara/Legal Drafter Syrt:SH,bisa Bhs.Inggris,siap krja team. Gaji/Tunjangan. CV: aya@vlobali.com / 759722
BIRO JASA
BIRO JASA
Dicari Sopir Taxi Hotel Hubungi: 0811388348
Informasi pasang iklan Telepon
087888229156 089657803589 C.0000641-MBL
DIJUAL MOBIL TOYOTA
DIJUAL TANAH
BIRO JASA
14
BANGLI Sekda Giri Putra Buka Porjar Kabupaten Bangli 2019
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
PORJAR - Acara pembukaan Porjar Kabupaten Bangli 2019 ditandai dengan pelepasan balon.
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, Selasa (26/3) kemarin membuka secara resmi pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kabupaten Bangli Tahun 2019. Acara pembukaan Porjar yang digelar di Lapangan Kapten Mudita Bangli dihadiri Forkompinda, Pimpinan OPD di Lingkungkan Pemkab Bangli, pelatih dan ribuan pelajar peserta Porjar. Ketua Panitia Pelaksana Porjar Kabupaten Bangli Tahun 2019 Sang Nyoman Nada mengatakan, tujuan dari pelaksanaan Porjar adalah untuk memacu prestasi atlet di kalangan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA /SMK. Selain itu Porjar dilaksanakan sebagai evalu-
asi terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah, serta menggali bibit-bibit atlet dari usia dini yang potensial untuk dibina dalam program pembinaan prestasi. Event Porjar juga dilaksanakan untuk menyeleksi atlet pelajar sebagai kontingen Kabupaten Bangli dalam keikutsertaan pada pekan olahraga pelajar Provinsi Bali tahun 2019 di Denpasar serta olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat provinsi maupun nasional tahun 2019. Porjar kali ini mengusung tema “Melalui Porjar Kabupaten Bangli Tahun 2019 Kita Tingkatkan Pembinaan Olahraga Pelajar sebagai Ajang Peningkatan Prestasi”. Adapun cabang olahraga yang diperlom-
29 Desa Belum Ajukan Pengamprahan DD
Bangli (Bali Post) –
Hingga memasuki akhir Maret, masih banyak desa di Kabupaten Bangli yang belum mengajukan pengamprahan dana desa (DD) tahap I ke Pemkab Bangli. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli A.A. Trisnawijaya menyebutkan, dari total 68 desa di Kabupaten Bangli, tercatat masih ada 29 desa yang belum mengajukan pengamprahan DD. Pihaknya meminta 29 desa tersebut segera mengajukan, sebelum minggu ke-3 bulan Juni. Ditemui Selasa (26/3) kemarin, Trisnawijaya menjelaskan, pada tahun ini, total DD yang dikucurkan pemerintah pusat untuk 68 desa di Kabupaten Bangli mencapai Rp 61 miliar lebih.
Dari 68 desa di Bangli, hingga siang kemarin BKPAD sudah menyalurkan DD ke 26 desa. Sementara 8 desa lainnya masih dalam proses pencairan dan 5 desa masih dalam proses registrasi pengamprahan. “Yang belum ajukan amprah ada 29 desa,” jelasnya. Trisnawijaya mengaku tidak tahu secara pasti apa yang menjadi kendala 29 desa tersebut belum mengajukan pengamprahan hingga saat ini. Dia menduga kendalanya kemungkinan karena masih ada desa yang belum mengesahkan APBDes, belum membuat perencanaan yang
matang hingga belum lengkapnya laporan realisasi penggunaan dana desa sebelumnya. Mengacu pada peraturan terbaru yakni PMK Nomor 193 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Desa, jelas dia, penyaluran dana desa dibagi ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama sebesar 20 persen mulai Januari hingga minggu ke-3 bulan Juni. Tahap kedua, sebesar 40 persen dari Maret hingga minggu ke-4 Juni. Tahap ketiga, sebesar 40 persen, paling cepat bulan Juli. Untuk pengamprahan dana desa tahap ketiga, syaratnya adalah laporan kegiatan fisik dan keuangannya harus sudah mencapai 75 persen. Mengingat saat ini sudah memasuki akhir Maret, pihaknya pun meminta ke-29 desa tersebut agar segera mengajukan amprah DD tahap I ke BKPAD, sebelum berakhirnya batas waktu pengamprahan DD tahap I pada minggu ke-3 bulan Juni. “Kami imbau kepada desa-desa yang belum untuk segera mengajukan pengamprahan. Sehingga pencai-
rannya bisa tepat waktu dan tepat sasaran,” terangnya. Untuk mendorong agar semua desa bisa segera mengajukan amprah, pihaknya di BKPAD telah mengingatkan para perbekel melalui surat dan pesan di grup whatsapp. Jika hingga batas waktu berakhir, masih ada desa yang tak juga mengajukan amprah, maka desa yang bersangkutan akan menerima konsekuensinya. Desa tersebut akan kesulitan untuk mencairkan DD tahap berikutnya. “Untuk mengajukan pengamprahan tahap II, nanti desa harus melaporkan realisasi fisik keuangan tahap I. Minimal realisasinya 50 persen. Laporan itu dipakai dasar pencairan tahap kedua,” jelasnya. Ditambahkannya, sesuai Perbup Nomor 2 Tahun 2019 tentang pedoman umum prioritas penggunaan Dana Desa 2019, DD yang disalurkan pemerintah ke desa-desa digunakan untuk sasaran lima hal. Yakni untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur desa, pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan, untuk membangkitkan lumbung ekonomi desa, pemeliharaan sarana dan prasarana lingkungan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kewenangan desa. (kmb40)
Warga Penglipuran Olah Daun Kelor Jadi Teh
WARGA Desa Penglipuran, Bangli selama ini terbilang cukup kreatif membuat aneka produk olahan minuman berbahan tumbuhan. Minuman yang dibuat tak hanya bisa menghilangkan dahaga, namun juga berkhasiat untuk kesehatan. Loloh cemcem merupakan produk warga setempat yang kini sudah terkenal. Selain loloh cemcem, warga setempat kini membuat teh daun kelor. Produk teh ini dibuat oleh Nyoman Suadnya, seorang pensiunan guru SMPN 2 Bangli. Ditemui di rumahnya, Senin (25/3), dia menjelaskan teh daun kelor yang dikombinasikan dengan bawang berlian, mulai diproduksi 2018 lalu. Pembuatan teh tersebut bermula dari informasi yang diperoleh temannya bahwa di wilayah Tabanan daun kelor telah dimanfaatkan menjadi sirup dan berkhasiat baik bagi kesehatan tubuh. Manfaat daun kelor itu pun kemudian ditelusurinya melalui internet. Hasilnya, diketahui bahwa manfaat daun kelor ini bisa menyembuhkan puluhan jenis penyakit. Mulai dari jantung, asam urat, batu ginjal, kanker, kolesterol, cacingan, rematik, hingga mengatasi jerawat. Manfaat daun kelor juga sudah diriset di negara Jerman. “Di Blora Jawa Tengah, hampir satu desa warganya menanam kelor. Petani mengembangkan ini untuk diolah menjadi serbuk. Karena permintaan serbuk daun kelor tergolong tinggi utamanya dari negara Amerika dan Australia untuk pengobatan herbal,” jelasnya. Dari informasi itu, dirinya kemudian mencoba mengolah daun kelor menjadi teh. Cara membuatnya mudah. Setelah dicuci bersih, daun kelor kemudian dijemur untuk dikeringkan. Setelah ker-
ing, selanjutnya dioven dan dihaluskan menjadi serbuk. Sama seperti produk teh kemasan lainnya, agar praktis penggunaannya, serbuk daun kelor yang sudah dicampur dengan serbuk bawang berlian dibungkus dalam kantung teh. “Cara buatnya praktis, tinggal diseduh dengan air panas, langsung bisa diminum,” ujarnya. (ina)
TEH KELOR Nyoman Suadnya menunjukkan cara pembuatan teh kelba (kelor dan bawang berlian). Bali Post/ina
bakan meliputi atletik, pencak silat, bola basket, bola voli, catur, tenis lapangan, bulu tangkis, sepak takraw dan tenis meja. Sebanyak 11 cabang olahraga lainnya yang juga diperlombakan, yakni wood ball, judo, karate, taekwondo, tarung derajat, renang, panahan, dance sport, pentaque, balap sepeda, shirinji kempo. Porjar tahun ini diikuti 1.025 orang peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA/K dari empat kecamtan di Kabupaten Bangli. “Porjar juga didukung 212 wasit/juri dan panitia,” terangnya. Sekda Ida Bagus Giri Putra dalam sambutannya menyampaikan keikutsertaan sekolah dalam event porjar sudah sewajarnya diberikan perhatian dan dukungan. Karena melalui event ini dapat tergali
bakat dan potensi para pelajar untuk dikembangkan agar bisa berprestasi, tak hanya di tingkat kabupaten namun juga sampai ke tingkat nasional bahkan internasional. Prestasi ini bisa dicapai jika semua pihak mau membangun komitmen dan memberikan dukungan moril dan spiritual untuk memotivasi semangat siswa dalam mengikuti event porjar sesuai cabang olahraga masing-masing. Kepada para atlet yang berkompetisi dalam Porjar ini, Giri Putra berharap semua atlet menunjukan kemampuan dan semangat juang yang tinggi untuk bersaing, dengan mengedepankan spirit kejujuran dan penuh dengan rasa sportivitas. Kepada para juri dan wasit, Sekda Giri
menekankan agar dalam memimpin pertandingan selalu berpedoman dengan aturan yang telah disepakati pada technical meeting supaya kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar, tanpa ada protes protes yang akan mencederai korsa dan jiwa sportivitas. Pada kesempatan itu, Giri Putra tak lupa menyampaikan apresiasinya atas segala pengabdian untuk para pelatih/ pembina dan insan olahraga lainnya. “Jangan pernah lelah melakukan pembinaan dari sejak dini demi menjaga daya saing prestasi olahraga Kabupaten Bangli yang telah berjaya sampai tingkat internasional. Mari kita tunjukan bahwa generasi kita tetap mampu bersaing di level yang tinggi,” kata Giri Putra. (ad807)
Alit Putra Christ Manuel Situmeang Jabat Direktur Perusda BMB Bangli (Bali Post) – Setelah sempat kosong selama beberapa bulan pascaditinggal mengundurkan diri oleh Gusti Gede Satria Wira Tenaya, jabatan Direktur Perusda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) kini kembali terisi. Menurut informasi, pengisian jabatan direktur di perusahaan milik Pemkab Bangli itu telah dilakukan Bupati sejak pertengahan Maret lalu. Kabag Ekonomi Setda Bangli Luh Ketut Wardani saat dikonfirmasi, Selasa (26/3) kemarin, membenarkan hal itu. Dia mengatakan, pengisian jabatan direktur perusda BMB dilakukan melalui proses seleksi. Dari empat orang yang melamar dan ikut seleksi, terpilih Alit Putra Christ Manuel Situmeang sebagai orang yang layak menduduki posisi direktur Perusda BMB. Adapun hal yang menjadi pertimbangan dipilihnya pria asal Padangsambian itu untuk menjadi direktur karena dinilai memiliki keahlian di bidang energi
dan kemampuan untuk memimpin perusahaan daerah. “Sesuai persyaratan, semua yang ikut seleksi kemarin punya sertifikat keahlian di bidang energi. Namun, dari serangkaian hasil tes tulis, wawancara, Alit Putra ini mendapat skor yang paling tinggi sehingga terpilih menjadi direktur,” teranganya. Wardani mengatakan, Alit Putra diangkat menjadi Direktur Perusda BMB berdasarkan SK Bupati per 11 Maret lalu. Sebagaimana harapan Bupati, dengan pengisian direktur baru, perusda BMB ke depannya semakin maju dan berkembang. Pengelolaan unit usaha PLTS dan Pabrik Kopi di Mengani bisa lebih optimal. Bahkan di bawah kepemimpinan direktur yang baru ini, diharapkan pabrik kopi di Mengani bisa dikelola langsung oleh perusda. Dengan optimalnya pengelolaan maka Perusda akan bisa memberikan deviden kepada pemerintah daerah. “Perusda BMB ke depan-
nya juga diharapkan bisa mengembangkan unit usaha lainnya,” kata Wardani. Sebagaimana yang diketahui, posisi Direktur Perusda BMB sempat kosong selama beberapa bulan terakhir. Hal itu terjadi lantaran Gusti Gede Satria Wira Tenaya yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perusda BMB, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Alasan pengunduran dirinya karena yang bersangkutan sudah cukup lama mengabdi di Bangli dan alasan keluarga. Wardani dalam wawancara sebelumnya sempat mengatakan, sejatinya keinginan Satria Wira Tenaya untuk mengundurkan diri dari jabatan Direktur Perusda BMB sudah disampaikan sejak lama. Bahkan pada saat akan diperpanjang masa jabatannya November tahun lalu, Satria sempat menolak. Tapi karena saat itu masih pengurusan PJBL (perjanjian jual beli listrik) PLTS, dia masih bertahan untuk membantu sampai proses PJBL tuntas. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Tes CAT seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I di Kabupaten Bangli telah dilaksanakan pada Februari lalu. Namun sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait hasil tes yang diikuti 40 peserta tersebut. Kabid Formasi Badan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli Ketut Mega Ada seizin Kepala BKD PSDM Ni Putu Koesalireni saat dikonfirmasi, Selasa (26/3) kemarin, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman hasil tes CAT seleksi PPPK. Pihaknya belum bisa mengumumkannya karena hasil tes CAT dari pusat belum turun. “Kami masih tunggu pengumumannya dari KemenPAN,” terangnya. Mega Ada mengungkap-
kan awalnya pemerintah pusat sempat menjadwalkan para peserta yang lolos seleksi PPPK akan diberikan nomor induk pegawai (NIP) per 1 Maret. Namun ternyata rencana itu molor. Apa yang menjadi kendala molornya rencana itu, dia mengaku tidak tahu secara pasti. Yang jelas pihaknya saat ini masih menunggu pengumuman dari pusat. “Nanti pengumumannya akan disampaikan serentak di seluruh Indonesia. Sekarang kami masih menunggu. Setelah ada pengumuman resmi, kemudian tunggu arahan pusat terkait proses berikutnya,” katanya. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Bangli memutuskan melaksanakan proses rekrutmen PPPK pada tahun 2019. Setelah sebelumnya sempat menyatakan menunda hingga tahun 2020 karena alasan formasi yang didapat
dari pusat sangat sedikit. Dari 43 formasi yang diberikan pusat, hanya 40 orang tenaga harian eks K-II di Bangli yang bisa ikut seleksi. Tiga orang lainnya gagal ikut seleksi karena terbentur persyaratan pendidikan. Proses seleksi dilaksanakan melalui Tes CAT yang digelar di SMKN 1 Bangli pada Sabtu (23/2) lalu. Meski belum ada pengumuman resmi dari pusat terkait hasil tes tersebut, namun berdasarkan nilai hasil tes CAT, sehari setelahnya telah diketahui ada satu orang peserta yang gagal memenuhi passing grade atau ambang batas nilai yang ditentukan. Adapun passing grade atau ambang batas nilai yang harus dipenuhi peserta tes CAT yakni minimal 65. Satu peserta yang gagal memenuhi passing grade itu karena nilainya kurang lagi dua poin. (kmb40)
Pengumuman Tes CAT PPPK Tunggu Kemen-PAN
Rabu Umanis, 27 Maret 2019
OLAHRAGA
15
Kualifikasi Piala Eropa 2020
Inggris Tampil Luar Biasa Paris –
Tim Nasional Inggris menunjukkan mengapa menjadi favorit untuk menjadi juara Eropa tahun depan. Kepercayaan pelatih Gareth Southgate pada pemain muda berbuah manis lewat keberhasilan meraih kemenangan 5-1 atas tuan rumah Montenegro dalam laga Grup A kualifikasi Piala Eropa 2020, Selasa (26/3) dini hari kemarin. Callum HudsonOdoi (18) yang belum memulai pertandingan Liga Primer untuk Chelsea, bersinar pada debut internasionalnya yang penuh, sedangkan Declan Rice (20) menjadi starter Inggris pertamanya. “Penampilan luar biasa. Anda dapat melihat talenta dan aplikasinya sangat bagus. Mereka harus melanjutkan itu,” kata Southgate. Inggris menunjukkan ketahanan bangkit kembali setelah Marko Vesovic memperdaya kiper Jordan Pickford untuk membawa Montenegro unggul pada menit ke-17. The Three Lions merespons dengan membuat lima gol lewat Michael Keane (30), Ross Barkley (38, 59), Harry Kane (71), dan Raheem Sterling (80). Hasil ini melanjutkan sukses Inggris mencukur Republik Ceko 5-0 pada laga pertama.
Sterling merayakan golnya dengan mendekatkan telinganya kepada para penggemar tuan rumah. “Saya hanya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Anda membutuhkan lebih dari itu untuk membuat kami marah dan menghentikan kami. Sekarang tahun 2019, saya terus mengatakannya. Sangat disayangkan melihat ini terjadi dan kita hanya bisa membawa kesadaran pada situasi,” ujar Sterling kepada Sky Sports. Sebelumnya, Southgate mengatakan mendengar nyanyian rasis yang ditujukan pada Danny Rose dan berjanji melaporkan masalah ini ke UEFA. “Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa itu terjadi. Kami akan memastikan bahwa ini dilaporkan ke UEFA karena itu tidak dapat diterima. Saya harus memastikan kami mendukung pemain kami,” ungkapnya. Dalam laga lain, Kylian Mbappe yang tampil memukau memimpin Prancis mengalahkan Islandia 4-0 dalam laga
CROSS – Lomba balap sepeda nomor cross country.
Grup H di Stade de France. Kemenangan ini membawa juara dunia itu naik ke puncak klasemen. Prancis yang memukul Moldova 4-1 dalam partai pembuka, mengumpulkan 6 poin. Mereka berada di depan Turki yang mengatasi Moldova 4-0 pada laga keduanya. Mbappe mencetak gol kemenangan Prancis bersama Samuel Umititi, Olivier Giroud, dan Antoine Griezmann. Giroud yang membuat gol ke35 untuk Prancis kini berada di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Striker Chelsea ini berada di bawah Michel Platini (41) dan Thierry Henry (51). Sementara di Lisbon, juara bertahan Portugal ditahan 0-0 oleh Ukraina dalam duel Grup B. Ini merupakan hasil imbang kedua bagi Portugal setelah bermain 1-1 di kandang Serbia. Kapten Portugal Cristiano Ronaldo tertatih-tatih pada menit ke-30 padahal tenaganya sangat dibutuhkan Juventus saat dijamu Ajax dalam laga pertama perempat-
Bali Post/ist
Arena Balap Sepeda BMX Perlu Dibenahi Denpasar (Bali Post) Lomba balap sepeda nomor BMX digelar di Desa Gadungan, Selemadeg, pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Lokasi itu merupakan lahan penduduk yang sebelumnya dipakai balap motor motocross, sehingga perlu dibenahi. Hal itu diungkapkan Delegasi Teknis (Technical Delegate) cabang olahraga balap sepeda Porprov Bali Nyoman Kertiyasa di Denpasar, Selasa (26/3) kemarin.
Menurutnya, arena tersebut merupakan lahan kosong dan perlu pembenahan, meskipun ada kemiripan dengan arena balap sepeda BMX. Sementara nomor Mountain Bike (MTB) yakni cross country downhill mengambil lokasi di Baturiti. Akan tetapi, lintasan di Baturiti tergerus air hujan dan ditumbuhi tanaman liar. “Kami sudah memberikan masukan kepada panpel Porprov, mudah–mudahan segera diperbaiki,” ucap
Kertiyasa akan datang lagi ke Baturiti pada April nanti. Balap sepeda nomor road race dan Individual Time Trial (ITT) akan dilombakan di jalur Marga menuju Pinge dan Baturiti, sedangkan kriterium diadakan di Kediri. Cabor balap sepeda diikuti seluruh Pengkot dan Pengkab ISSI se-Bali. Di sisi lain, ISSI Bali akan menggelar selekda guna menjaring atlet balap sepeda pada Mei nanti untuk diterjunkan pada Pra-PON yang berlangsung Juli. (022)
Cetak 59 Poin Jelang Ulang Tahun Ke-23
Los Angeles – Devin Booker meledak dengan membuat 59 poin tetapi tidak dapat mencegah Phoenix Suns menderita kekalahan 125-92 dari Utah Jazz dalam lanjutan kompetisi NBA di Salt Lake City, Selasa (26/3) kemarin. Booker menjadi pemain keempat dalam sejarah NBA yang mencetak lebih dari 50 poin sebelum ulang tahunnya yang ke-23. Bintang Suns itu bergabung dengan sekelompok pemain elite yang meliputi Rick Barry, LeBron James, dan Kyrie Irving. Akan tetapi, penampilan gemilang Booker sekali lagi merupakan isyarat yang sia-sia mengingat Suns tetap berlabuh di kaki klasemen Wilayah Barat dengan rekor terburuk kedua di liga. Suns berada di posisi terbawah dengan rekor menang-kalah 15-58, kedua
setelah New York Knicks yang menopang Wilayah Timur dengan rekor 14-60 kekalahan. Sementara Jazz naik ke tempat kelima klasemen Wilayah Barat dengan rekor 44-30. Dalam laga lainnya, Jusuf Nurkic mengalami cedera kaki yang mengerikan saat membantu Portland Trail Blazers meraih tempat di playoff keenam berturutturut dengan kemenangan atas Brooklyn Nets. Nurkic memimpin skor Blazers dengan 32 poin, 16 rebound dan 5 assist dalam kemenangan 148-144 di Portland. Pemain Bosnia berusia 24 tahun itu pingsan di lapangan pada babak kedua. Kaki kiri Nurkic tertekuk di bawahnya ketika mendarat setelah mencoba melakukan tembakan. Pemain dari kedua belah pihak tampak mundur setelah melihat keparahan cedera Nurkic
yang membuat arena hening. Ia dirawat oleh petugas medis dengan handuk yang menutupi wajahnya sebelum ditarik keluar pengadilan. Nurkic menikmati musim terbaik dalam kariernya dengan membuat rata-rata 15,4 poin, 10,3 rebound dan 1,4 blok per gim. Cederanya membuat rekan satu timnya bingung. “Melihat salah satu saudara jatuh seperti itu, aku tidak tahu harus berkata apa. Malam ini, aku pulang dan hanya berdoa untuknya karena ini jauh lebih besar dari bola basket,” kata Enes Kanter. Sementara itu, Orlando Magic yang sedang dalam performa bagus membuat Philadelphia 76ers mengalami kekalahan 119-98, sedangkan Bruno Caboclo mencetak 24 poin ketika Memphis Grizzlies menekuk Oklahoma City Thunder 115-103. (afp/kmb)
Rabu, 27 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngusaba Desa Ngusaba Nini (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngusaba Desa Ngusaba Nini (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Ragam Potensi Pertanian Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram
17:00 Wita Dialog Success Business Association 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Nuansa Property 21:00 Wita Wawancara Agus Harimurti Yudhoyono 21:30 Wita Mahadewi Meraup Keuntungan Jualan Online 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
final Liga Champions pada 10 April nanti. Dusan Tadic membuat gol Ukraina dari titik penalti. Ronaldo gagal menyamakan kedudukan dua menit kemudian karena usahanya diselamatkan oleh kiper Marko Dmitrovic. Pemain yang 156 kali membela Portugal itu kemudian meninggalkan lapangan setelah berhenti mengejar bola di s a y a p kiri. Dia kembali beraksi tetapi digantikan beberapa menit kemudian. Danilo Pereira menyamakan kedudukan pada menit ke-42. (afp/kmb)
KELIMA Raheem Sterling menyumbang gol kelima Inggris ke gawang Montenegro.
Bali Turunkan 10 Atlet di Jatim Terbuka
Denpasar (Bali Post) Bali menerjunkan sepuluh atlet pada Kejurnas Atletik Jatim Terbuka sekaligus kualifikasi PON 2020 di Stadion Joko Samudro, Gresik, 28-31 Maret. Mereka tidak dipatok target, namun diharapkan limitnya bisa menembus PON. Kesepuluh atlet tersebut adalah Dewi Ayu Agung Kurniayanti yang turun di nomor lari 200 meter dan 400 meter, Ni Putu Ritna Yanti (lari 400 meter), Ni Ketut Cita (lari 800 meter dan 1.500 meter), Maria Natalia Londa (lompat jauh dan jangkit) dan Ni Luh Mitayuni (lompat jauh dan jangkit). Selanjutnya Ni Made Eppi Wilantika (loncat tinggi), I Made Sukariata (lompat jauh dan jangkit), I Made Gede Antara (loncat tinggi), I Wayan Astra Yudana (lompat jauh dan jangkit), dan I Nyoman Suarya Putra (tolak peluru). Pelatih atletik Bali Nyoman Suteja di Denpasar, Selasa (26/3) kemarin, menyebutkan ke-10 atlet putra dan putri itu dipilih mewakili Pulau Dewata berdasarkan hasil seleksi provinsi (selekprov) yang dige-
lar pada 7 Februari lalu. PASI Denpasar juga mengirim 15 atlet ke Gresik. Mereka adalah Ni Nyoman Kemi (lari 100 meter dan 200 meter), Ni Made Ariani (lari 100 meter), Alisia Rut Solie (lari 5.000 meter dan 10.000 meter), Ni Gusti Ayu Putu Sari Oktavia (lempar cakram dan tolak peluru), Ni Putu Hesty Verjiyanti (lempar cakram dan tolak peluru), Ni Putu Ita Destriani (lempar lembing dan lempar cakram). Selanjutnya, I Made Edy Septiawan (lari 400 meter dan lari estafet 4 x 400 meter), Zubaidi (lari 400 meter gawang dan estafet 4 x 400 meter), Gede Krisna Julianto Putra (lari 200 meter dan estafet 4 x 400 meter), Ketut Mertayasa (lari 800 meter dan estafet 4 x 400 meter), I Nyoman Agus Erawan Saputra (lari 1.500 meter dan 5.000 meter), Evendi Lodwik Javia Solle (lari 5.000 meter dan 10.000 meter), I Kadek Irawan (lempar lembing dan lempar cakram), I Gusti Ngurah Agung Setiawan (lompat jauh dan jangkit) dan Kadek Oki Dwi Lasmana (jalan cepat 20 km). (022)
Naypyidaw – Pelatih Tim Nasional Indonesia Simon McMenemy mengaku puas setelah skuadnya meraih kemenangan pada laga uji coba internasional (FIFA Mtach Day) dengan mengalahkan Myanmar 2-0 di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar, Senin (25/3) malam. Gol kemenangan Indonesia dicetak Greg Nwokolo dan Ilija Spasojevic. Laga ini menjadi debut bagi McMenemy sebagai pelatih Indonesia. Menurutnya, performa yang diperlihatkan pemain sudah bagus, meski perlu memperbaiki beberapa kekurangan. Namun, ia merasa puas gawang Indonesia tidak kebobolan, termasuk aksi Andritany Ardhiyasa yang menggagalkan penalti Myanmar di babak pertama. ‘’Saya senang kami menang di laga tandang. Paling penting kami tidak kebobolan. Ini tentu akan lebih menarik ke
depannya, karena pertahanan juga memperlihatkan performa bagus. Andritany melakukan penyelamatan yang bagus. Secara keseluruhan penampilan pemain luar biasa. Banyak hal positif untuk ke depannya,’’ papar McMenemy dikutif dari situs PSSI, Selasa (26/3) kemarin. Pelatih asal Skotlandia itu menambahkan, kehadiran beberapa pemain baru juga turut membantu kinerja lini tengah. Mereka bisa membuat peran Evan Dimas dan Rizky Pellu lebih maksimal. ‘’Ini pertandingan berat. Saya memahami tugas ini dan menyadari apa yang diinginkan banyak orang. Jadi, sangat penting buat kami meraih kemenangan dan bermain bagus,’’ jelasnya. Di bagian lain, Andritany mengatakan senang dan bangga membawa Timnas Garuda meraih kemenangan atas Myanmar. Kiper 27 tahun
Ketut Mertayasa (kiri) dan Gede Antara.
Bali Post/ist
McMenemy Apresiasi Kemenangan Timnas asal Persija yang menjadi langganan timnas ini juga menjadi kapten di laga tersebut. Ia sukses menepis tendangan penalti pemain Myanmar Nyein Chan Aung pada menit ke-44. Ia juga sangat bahagia, sebab penampilannya bisa membawa timnas tak kebobolan. ‘’Saya sangat senang karena ini pertandingan pertama ber-
sama pelatih baru dan tim baru,’’ ujar Andritany. Meski begitu, ia tak menampik pertandingan melawan Myanmar sangat sulit karena tuan rumah mampu menekan dan bermain sama baiknya. Timnas Indonesia direncanakan menjalani laga uji coba internasional berikutnya Juni mendatang. (kmb)
uara
VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
H
IN
VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sur
at s uar a
VVV
VVV VVVVVV VV
VVV VVVVVVV
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
INE
KA KA TUNGGAL I
Maju Kelima Kalinya
Made Urip Konsisten Wujudkan Ketahanan Pangan KETUA DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. ditugaskan untuk kelima kalinya maju sebagai Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan nomor urut 1 Dapil Bali pada Pemilu, 17 April 2019. Kader banteng lumutan ini dikenal para petani dan krama subak di Bali sebagai Bapak Pertanian Bali yang dijuluki wakil rakyat sejuta traktor. Kenapa? Wajar saja, selama bertugas empat periode selalu konsisten duduk sebagai anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang selalu membantu urusan perut rakyat, sebagai salah satu pahlawan marhaen bersama para petani dan krama subak di seluruh Bali, baik di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan maupun berkaitan dengan bidang Bulog. Keringat perjuangan satu-satunya anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI asal Bali ini terus berbuah manis, sehingga berbagai program dan bantuan dari pemerintah pusat bisa digapai dengan mudah oleh para petani dan krama subak di Bali, seperti bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) berupa traktor, pompa air, rice transplanter, chopper maupun cultivator. Termasuk bantuan pabrik UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik), bantuan permodalan dari LM3 (Lembaga Mandiri dan Mengakar di Masyarakat) beserta bantuan infrakstruktur jalan usaha tani dan usaha produksi, bantuan bibit tanaman produktif maupun bantuan pascapanen lainnya untuk menjaga kemandirian dan ketahanan pangan sesuai dengan Program Nawacita Presiden Joko Widodo. ‘’Ketahanan pangan Bali harus diperkuat. Perwilayahan komoditas harus dipetakan dengan baik. Alih fungsi lahan yang produktif harus diproteksi dan penanganan pascapanen harus dikerjakan dengan serius,’’ tandasnya. Apa yang diperbuat politisi asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, tidak lain karena terus berjuang agar sektor pertanian dalam arti luas di Bali tidak lumpuh oleh iming-iming gemerincing dolar dari geliat pariwisata di Bali. Khususnya bagi generasi muda milenial, agar mau tertarik bergelut di sektor pertanian sebagai sumber mata pencarian yang dapat diandalkan. Karena itu, infrastruktur pertanian harus dibenahi, untuk mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan. Dengan demikian, negara tidak bergantung produk pertanian negara
lain. Untuk itu, Made Urip juga ingin kembali berjuang untuk menjaga adat, budaya dan agama yang menjadi napas orang Bali harus betul-betul dihayomi dengan kebijakan yang berpihak pada desa adat. Karena itu, Made Urip kembali memohon dukungan dan doa restu masyarakat di seluruh Bali agar bisa terpilih sebagai wakil rakyat di Senayan. Apalagi saat ini dikatakan masyarakat sudah sangat cerdas menentukan calon wakilnya di DPR-RI dengan sejumlah visi, misi, kinerja dan faktor kedekatan menjadi pilihan masyarakat. ‘’Masyarakat sekarang ini sudah faham dan pintar, mereka sudah tahu kinerja caleg. Kalau sudah jiwa sosial yang baik, track record-nya sudah terbukti, maka akan menjadi pilihan. Jadi ingat coblos nomor 1 Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan Dapil Bali yang sudah terbukti dan teruji,’’ tutupnya. (kmb)
Hotel, Villa dan Restoran
Oka Gunastawa
NasDem Siap Bentengi Pancasila PEMILU 2019 menjadi tantangan yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan negara ini. Sebab, negara Indonesia dihadapkan pada permasalahan pertentangan ideologi Pancasila. Konten-konten kebencian, permusuhan hingga gerakan-gerakan yang menunggangi pemilu untuk menyebarkan paham radikal turut menyertai perjalanan pemilu. Pertentangan ideologi tersebut harus dilawan. NasDem siap membentengi Pancasila dari ideologi radikal yang menggerogoti mindset masyarakat. Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem nomor urut 1 Oka Gunastawa menyayangkan hal itu. Seperti yang diikuti bersama di berbagai media baik melalui TV, koran, media online maupun sosial media, gerakan kelompok radikal ini sudah mulai terbuka. Mereka tidak segan-segan lagi memperjuangkan cita-citanya menggantikan Pancasila sebagai ideologi negara. Mereka tak segan pula menyebut yang menolak paham mereka sebagai kafir dan berbagai konten kebencian lain yang dapat menciptakan disharmoni dalam hidup berbangsa dan bernegara. ‘’Maka dari itu saya tekankan, kalau ada yang ingin mengganti Pancasila, hanya satu kata, lawan, lawan, lawan,’’ ucapnya saat deklarasi Komando Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Gedung Sasana Budaya, Buleleng, Minggu lalu. NasDem akan selalu berdiri di garda depan menjaga Pancasila. Bukan sekadar retorika belaka, tapi ditunjukkan dengan aksi nyata. Saat terjadi gejolak di Jakarta sebagai bias dari perhelatan pesta demokrasi yang mengeksploitasi sentimen SARA secara berlebihan, memberikan kesempatan pada berbagai kelompok ormas radikal ikut menunggangi dan menyebarkan pahamnya. NasDem Bali mengirimkan 5.183 kader yang diangkut dengan 112 bus untuk bergabung bersama saudara-saudara dari seluruh pelosok tanah air. Dalam keikutsertaan itu NasDem menyertakan beragam kesenian dan budaya Bali untuk menunjukkan bahwa negeri ini sangat kaya dengan kekhasannya. NasDem juga turut hadir dalam aksi yang dikenal sebagai aksi 412 tahun 2016, hanya untuk satu tujuan yakni mendeklarasikan pada dunia bahwa masih ada kelompok di negeri ini yang sangat mencintai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Kita akan berdiri teguh dengan komitmen itu,’’ tegasnya.
Sejarah berdirinya NasDem juga dilatarbelakangi oleh misi kebangsaan. NasDem membawa misi besar untuk menyadarkan kehidupan kebangsaan kita yang harus terjaga sepenuhnya. Yang dilakukan NasDem adalah tetap menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Itu semangat yang diperjuangkan NasDem. ‘’Untuk itu, jika ada kelompok masyarakat yang ingin mencoba mengoyak Pancasila, sekali lagi, lawan… lawan… lawan,’’ pekiknya. (may)
Ukm
Kesehatan
Pendidikan
CALEG - Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan nomor urut 1 Dapil Bali Drs. I Made Urip, M.Si. (kiri) saat mendampingi Presiden Joko Widodo, belum lama ini.
A.A. Ngurah Gede Widiada
Berpolitik Seperti Air Mengalir DALAM kemajuan berdemokrasi, berpolitik semakin berorientasi pada pertarungan kapital dan indentitas belaka. Sepertinya, untuk menang hanya bisa diraih dengan kekuatan uang dan pendukung radikal saja. Potret mainstream politik lokal dan nasional dalam Pileg dan Pilpres 2019 yang kuat muncul ke permukaan seperti itu. Sangat minim dengan perdebatan ide dan gagasan atau konsepkonsep pemikiran kreatif yang berbasis pada aspirasi yang berkembang di ruang publik, terutama para kandidat caleg yang ikut berkontestasi dari berbagai parpol peserta Pemilu 2019 ini. Suasana kompetisi sangat gamang dengan pergumulan pengalaman para kandidat untuk menyuarakan keluhan suara rakyat di dapilnya sebagai wujud artikulasi yang bisa menarik perhatian masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada para caleg yang dianggap mampu membawa aspirasinya. Politik bergerak dengan pola yang sangat pragmatis yaitu dengan suguhan bansos dan sumbangansumbangan yang sungguh fantastis nilainya dalam hitungan rupiah. Caleg non-petahana pun tidak mau kalah gesit dan sangat berani mengasi angpao. Inilah suasana hard competition yang terasa hambar. Karena minim uji kecerdasan dan keteladanan dalam pencapian untuk keluar sebagai the winner (terpilih). Jejaring sosial sebagai akar politik bekerja diganti oleh tim-tim sukses yang sangat loyal karena angpao yang dibagikan. Total kultur politik para kandidat sebagian besar bergeser ke pola politik jual-beli. Tetapi menurut prediksi dari beberapa lembaga survei, politik uang memang masih kuat dan marak, akan tetapi hasil akhirnya
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
B
nderful onesia
SKandidat
Rabu Umanis, 27 MAret 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
VV V VV V VVV
Bali
balipost http://facebook.com/balipost
tidak seperti yang diharapkan. Artinya uang akan diambil tetapi pilihan akan ditentukan oleh integritas figur dan komitmen parpol untuk mewujudkan masa depan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. ‘’Kalau ini yang terjadi berarti rakyat kita sudah sangat cerdas. Karena memilih presiden dan wakil rakyat adalah untuk menentukan penyelenggara pemerintahan yang berpihak kepada kesejahteraan dan masa depan masyarakatnya,’’ ujar tokoh asal Puri Peguyangan ini. Menyikapi keras dan mahalnya cost kontestasi, sebagai kader Partai NasDem yang menawarkan cara baru dalam kerja politik, sebagai caleg di dapil Denpasar Utara mengambil strategi bergerak ‘’bagaikan air yang mengalir’’. Artinya walau ada tantangan dan hambatan, kita terus menerobos dengan kesejukan di mana air sepanjang masa akan sangat dibutuhkan, serta membawa manfaat jangka pajang bagi kehidupan walau tidak sedikit yang mencemari dengan kotoran dan limbah, tapi air terus mengalir tanpa harus berteriak kepada yang mencemarinya. Artinya dalam berkontestasi kita harus mampu tetap sejuk dan memberi manfaat jangka panjang terhadap tujuan yang ingin dicapai dan tentu kita berserah diri kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya. Jikalau saja masyarakat akan menentukan pilihan karena besarnya uang yang kita berikan (sumbangkan) tentulah bukan saya (kami) yang menjadi pilihannya, tetapi bila masyarakat berkenan akan memilih wakil rakyat yang memiliki komitmen dan intergritas melalui perjuangan dan pengabdian, bolehlah kami (saya) dicoblos kembali tanggal 17 April 2019 mendatang. Caleg Parti NasDem No. 1 A.A. Ngurah Gede Widiada, Dapil Denpasar Utara. ‘’Mohon doa restu dan dukungannya,’’ ujar anggota Komisi IV DPRD Denpasar ini. (ara)
DEKLARASI - Oka Gunastawa saat deklarasi pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Gedung Sasana Budaya, Buleleng.
Ni Made Suastini
Rumah Aspirasi Perempuan MUNCULNYA nama Ni Made Suastini atau lebih dikenal dengan Dek Ulik dalam daftar Calon DPD-RI Dapil Bali pada Pemilu 2019 cukup mengejutkan masyarakat Bali. Sama halnya seperti pencalonan Kadek Arimbawa (Lolak) pada 2019 lalu, latar belakang seniman yang maju dalam kancah politik seringkali diabaikan. Pencalonan Dek Ulik sebagai DPD-RI sendiri bukannya tanpa modal. Penyanyi lagu ‘’Bedak Uling Bangli’’ itu dinilai memiliki bekal kuat untuk lolos ke Senayan. Selama hampir 10 tahun, ia telah mendampingi sang suami (I Kadek Arimbawa) sebagai senator dua periode. Dengan pengalaman itu, Dek Ulik dianggap telah memahami seluk-beluk DPD, terutama terkait tugas, fungsi dan wewenang yang dimiliki. Faktor lain yang harus dimaksimalkan oleh Dek Ulik untuk menjadi anggota DPD-RI adalah popularitas sebagai diva pop Bali. Hampir seluruh masyarakat Bali telah mengenal figur Dek Ulik. Ditambah lagi dengan basis penggemar dari kalangan ibu-ibu dan remaja yang akan menjadi pendulang suara bagi Dek Ulik saat Pemilu 17 April nanti. Meski demikian, lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Dwijendra itu menampik akan menggunakan faktor popularitas untuk lolos ke Senayan. ‘’Pada Pileg 2019 nanti, saya ingin masyarakat memilih saya sebagai Ni Made Suastini yang memang ingin ngayah dan berbuat lebih untuk masyarakat Bali, tidak hanya memberi hiburan dari atas panggung. Saya ingin lebih sering turun ke masyarakat dan bertemu dengan berbagai komunitas di Bali,’’ ungkapnya. Saat ditanya mengenai visi perjuangan di DPD nanti, Dek Ulik men-
egaskan memiliki dua program utama, yaitu meneruskan Yayasan Kesenian Bali untuk ngayah ke desa pakraman seluruh Bali dengan memberi hiburan gratis, serta yang kedua adalah mendirikan rumah aspirasi perempuan. ‘’Rumah aspirasi yang saya maksud akan memberi perlindungan bagi ibu dan anak korban KDRT serta memberi pelatihan untuk ibu dan remaja dalam hal pemberdayaan masyarakat. Lewat pelatihan itu saya harapkan bisa mem beri multiplier effect bagi ibu dan sekaa teruna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ jelasnya. (olo)
Kacang Kapri ’’Mana Lagi’’
Jadi Oleh-oleh Khas Buleleng
Ukm
Bali Post/mud
KACANG KAPRI – Kacang kapri ‘’Mana Lagi’’ salah satu produk UMKM di Buleleng.
BERAGAM produk olahan makanan dihasilkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng. Salah satunya kacang kapri ‘’Mana Lagi’’. Diproduksi sekitar tahun 1992, kacang kapri dari Bali Utara ini memiliki pasar di seluruh Bali. Bahkan, penganan ini mulai dikemas menjadi buah tangan saat pejabat pemerintahan berkunjung ke luar daerah atau ada tamu kehormatan berkunjung ke Den Bukit. Kacang kapri Mana Lagi diproduksi oleh H. Sufiyani, S.H. Ibu tiga anak ini mengawali bisnis kacang kapri dengan coba-coba. Kala itu, mengisi waktu luang mengurus keluarganya, dia memproduksi kacang kapri. Waktu itu dengan peralatan serba manual, dia berhasil memproduksi kacang kapri yang gurih, manis,
tidak berminyak, dan rasa original. Ini yang membuat kacang olahannya laku dijual dengan dititipkan di warung-warung di kota Singaraja. ‘’Sambil mengurus suami yang menjadi anggota polisi dan anak-anak, di asrama saya pertama kali buat kacang. Waktu itu kacang masih murah dan saya jual juga murah. Dari sana mulai dikenal dan saya kasi merek ‘Mana Lagi’,’’ katanya, Selasa (26/3) kemarin. Sejak produknya dikenal masyarakat, dia kemudian semakin serius menggeluti bisnis kacang kapri. Sekitar tahun 1996 kacang kaprinya semakin diminati pasar. Selain pembelian langsung, kacang racikannya juga dikemas untuk oleh-oleh. Terutama kalau ada tamu kehormatan yang berkunjung ke Buleleng atau
pejabat yang akan melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, kacang kapri dijadikan oleh-oleh asli dari Buleleng. ‘’Kalau oleh-oleh itu ramai ketika ada tamu atau pejabat yang ke luar daerah. Ini secara tidak langsung berkat promosi dari mulut ke mulut dari pelanggan,’’ jelas alumni Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja ini. Menurut Sufiyani, kesuksesan merintis bisnis kacang kapri tidak lepas dari hobinya yang suka memasak. Hobi yang diikuti dengan keuletan membaca peluang bisnis, sehingga sekarang bisnis kacang kapri ini tumbuh dan berkembang. Rata-rata sehari dirinya mengolah sebanyak 100 kilogram kacang kapri. Jumlah ini naik sampai 300 kilogram ketika memasuki hari raya besar keagamaan
seperti Lebaran dan musim resepsi pernikahan atau upacara agama lain. Untuk memenuhi permintaan itu, dia pun berusaha membeli kacang tanah yang dihasilkan petani di Buleleng. Saat ini, dia sendiri telah memiliki pelanggan di Seririt, Bondalem, dan daerah lain di Bali. Terkadang, produksi kacang Bali langka, dirinya pun harus membeli kacang dari Jawa. ‘’Harganya sama saja untuk yang beli langsung atau untuk oleholeh yaitu Rp 50.000 tiap kilogram kacang kapri,’’ katanya. Meski sudah sukses merintis bisnis kacang kapri asli Buleleng, Sufiyani mengaku belum berpuas diri. Ini karena persaingan dengan produk sejenis belakangan ini semakin ketat. Untuk itu, kualitas menjadi kunci utama harus dijaga dengan baik. (mud)