Skip to main content

Edisi 26 November 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu kliwon, 26 november 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

MOMUNITAS BUKALAPAK - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi CEO Bukalapak Achmad Zaky dan Dirut Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM ) Emilia Suhaimi pada acara Kopdar Akbar 2017 Komunitas Bukalapak, di Jakarta, Sabtu (25/11) kemarin.

Menteri Puspayoga:

’’Best Seller’’ Produk UKM di Bukalapak Dipasarkan di Smesco Indonesia

Jakarta (Bali Post) Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap jumlah UKM di e-Market Bukalapak bisa tembus 4 juta UKM pada 2019 mendatang. “Saya yakin akan hal itu karena memang perkembangan Bukalapak sangat pesat. Awal 2016 lalu, saya pernah bertanya jumlahnya UKM di Bukalapak, katanya baru sekitar 400-an UKM. Sekarang jumlahnya sudah mencapai 2 juta lebih. Jadi, kalau pada 2019 nanti bisa menembus jumlah 4 juta UKM, bukan sesuatu yang sulit,” kata Puspayoga pada acara Kopdar Akbar 2017 Komunitas Bukalapak, di Jakarta, Sabtu (25/11) kemarin.

M

enurut Puspayoga, pelaku UKM memang harus terus diberdayakan karena sangat penting bagi perekonomian nasional. “Saya mengapresiasi pertumbuhan Bukalapak. Dan memang pola pemasaran online atau e-Market seperti ini yang paling pas dan cocok dengan kondisi masyarakat sekarang,” tandas Menkop dan UKM. Dalam kesempatan itu, Menteri Puspayoga menyaksikan penandatanganan MoU antara Dirut Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLPKUKM ) Emilia Suhaimi dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky. MoU tersebut berisi kesepakatan kerja sama pemasaran produk best seller Bukalapak melalui Smesco Indonesia. “Saya terinspirasi Amazon Bookstore. Ketika mereka buka penjualan secara online, banyak toko buku di AS yang tutup. Tapi kini, Amazon kembali berjualan buku secara offline melalui toko. Tapi, khusus untuk buku-buku yang best seller,” ungkap

Puspayoga. Oleh karena itu, Puspayoga berharap hal seperti itu bisa juga dilakukan Bukalapak dengan memasarkan produk best seller di Smesco Indonesia Jakarta. “Gedung Smesco terbuka bagi seluruh komunitas UKM Bukalapak bila ingin mengadakan acara di sana, termasuk berjualan secara offline”, kata Menkop. Sedangkan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengungkapkan bahwa Bukalapak bukan sekadar e-Commerce Company. Lebih dari itu, Bukalapak memiliki misi agar pelaku UKM di Indonesia bisa tumbuh menjadi usaha besar. “UKM harus didukung untuk menjadi besar. Di komunitas Bukalapak ini, kita belajar bersama dan maju bersama,” kata Zaky. Zaky pun yakin dalam lima tahun ke depan, bisnis UKM, khususnya yang ada di pasar Bukalapak, akan tumbuh semakin besar. “Di komunitas ini, kita harus saling kenal dan saling dukung. Karena, peluang pasar e-Commerce di Indonesia semakin tumbuh membesar. Kita harus mampu memanfaatkan peluang emas tersebut,” ujar Zaky. (kmb)

20 HALAMAN

NOMOR 97 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Kliwon, 26 November 2017

RELAWAN - Pengukuhan secara simbolis relawan sekolah sungai yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta anggota relawan oleh Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, Sabtu (25/11) kemarin.

Apel Siaga dan Aksi Bersih-bersih Sungai di Kabupaten Tabanan Tabanan (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menggelar apel siaga dan bersihbersih sungai, Sabtu (25/11) kemarin di Lapangan Wagimin Tabanan. Bertindak sebagai Pembina Upacara Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa. Digelarnya apel siaga dan bersihbersih sungai bertujuan untuk mengetahui kesiapan personel untuk melaksanakan aksi bersihbersih sungai dan saluran drainase serta untuk menumbuhkan jiwa gotong royong dan kepedulian semua pihak terhadap kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga. Sasaran kegiatannya di Sungai Yeh Empas dan drainase di Perumahan Surya Graha Lestari. Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan secara simbolis relawan sekolah sungai yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta anggota relawan dan pelepasan balon oleh Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih sungai. Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa mengatakan kecenderungan naiknya intensitas

kejadian bencana hidrometeorologi yang cenderung meningkat seiring dengan perubahan iklim global, yang berdampak terhadap munculnya kasus-kasus bencana. ”Peningkatan intensitas bencana, tidak sekadar karena faktor alam namun peningkatkannya juga terjadi akibat besarnya pengaruh aktivitas manusia,” ujarnya. Wirna Ariwangsa melanjutkan sebagai masyarakat yang berawal dari agraris, maka air dan sungai sangat penting bagi kehidupan. Namun saat ini, sungai yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, luput dari pandangan dan sentuhan kita. Bahkan dipakai sebagai tempat membuang barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Sekolah sungai merupakan program yang dapat mengembalikan sungai pada fungsi sebagai sebuah proses pemberdayaan komunitas yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian perencanaan, perorganisasian. Di samping itu, aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mewujudkan komunitas atau relawan sungai sebagai agen perubahan dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan risiko bencana serta da-

pat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Saya mengajak kita semua, khususnya para peserta apel turut menyukseskan kegiatan ini. Mari kita tumbuhkan jiwa kegotongroyongan dan kepedulian semua pihak terhadap kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga,” ajaknya. Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan, apel siaga dan bersih–bersih sungai merupakan salah satu tahapan dari rangkaian gerakan pengurangan risiko bencana melalui kegiatan sekolah sungai di Kabupaten Tabanan tahun 2017. Adapun acara tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan personel untuk melaksanakan aksi bersih-bersih sungai dan saluran drainase serta untuk menumbuhkan jiwa gotong royong dan kepedulian semua pihak terhadap kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga. Apel Siaga dan bersih-bersih sungai melibatkan peserta 1.000 orang, yang terdiri dari TNI/Polri, relawan sungai, Forum DAS, PMI, anakanak sekolah, OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Tabanan dan perusahaan daerah. (ad1360)

LEPAS BALON - Sekda Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, melepas balon diresmikannya relawan sekolah sungai.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g Min

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu kliwon, 26 november 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 97 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

BPM/agung/nan

ERUPSI - Gunung Agung kembali erupsi freatik. Tampak letusan asap setinggi 1.500 meter, sementara itu warga Besakih Sabtu malam tampak panik untuk segera mengungsi sambil mengenakan masker.

Gunung Agung Kembali Erupsi Freatik 16 Penerbangan ’’Cancel’’

Amlapura (Bali Post) Setelah sempat erupsi beberapa hari lalu, Gunung Agung pada Sabtu (25/11) kemarin, kembali mengeluarkan letusan freatik. Letusan freatik ini terjadi sebanyak dua kali yakni letusan pertama terjadi pada pukul 17.20 wita. Sedangkan letusan lanjutan susulan terjadi pada pukul 19.13 wita. Akibat kejadian ini, Sabtu malam, warga Besakih berbondong-bondong mengungsi dengan berbekaKetinggian asap yang dikeluarkan juga jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Pada letusan sekarang ini, ketinggian asap mencapai 1.500 meter. Akibatnya, 16 penerbangan di Bandara Ngurah Rai terpaksa di-cancel. Berdasarkan pantauan Bali Post kemarin, kepulan asap tebal di puncak Gunung Agung cukup

mengundang perhatian warga. Beberapa tampak serius mengamati asap yang diperkirakan berasal dari erupsi. Namun, warga belum berencana untuk mengungsi karena masih menunggu imbauan resmi pemerintah. Hal. 19 Jauh Lebih Tinggi

Abu Vulkanik Dirasakan Sampai ke Besakih dan Pempatan

LETUSAN freatik Gunung Agung pada Sabtu (25/11) malam kemarin, membuat embusan abu vulkanik Gunung Agung tidak lagi mengarah ke timur laut, timur, dan tenggara. Pada letusan kemarin, abu vulkanik mengarah ke barat dan barat daya. Atas kondisi itu, abu sampai ke Desa Besakih dan Pempatan.

Warga Besakih, I Nyoman Sumerta, mengungkapkan, memang benar jika di Besakih terkena abu vulkanik akibat dari letusan yang kembali terjadi. “Ya benar abu sampai ke sini (Besakih red). Hanya saja, abunya masih tipis. Mungkin mengikuti arah angin,” ucapnya. Sementara itu, warga lain asal Banjar Batumaded Aryan-

ingsih juga membenarkan jika di Besakih ada abu. Dia juga mendapat informasi jika abunya sampai ke Banjar Puragai, Desa Pempatan. “Informasinya abunya memang sampai di sana (Pempatan red. Katanya motor milik warga sampai kotor akibat tertutup abu,” jelasnya. Hal. 19 Kehitaman

Pengangguran Membelit Bali

Krama Bali tampak tenang-tenang saja kalau memiliki keluarga yang menganggur. Padahal, angkatan kerja ini jika tak produktif sangat membahayakan keberlanjutan ekonomi keluarga. Akhirnya, mereka terjerat ke praktik perdagangan narkoba dan black market lainnya.

Bekerja Keraslah

KINI, pengangguran membeli Bali. Jumlah pengangguran di Bali pun mengejutkan. Saat ini, angka pengangguran didominasi lulusan SMK dan universitas. Padahal, dua lembaga ini gembar-gembor mengungkapkan diri sebagai SMK Bisa dan perguruan tinggi yang siap mencetak job creator yakni pencipta lapangan kerja baru. Data BPS Provinsi Bali menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2017 secara umum 36.143 orang atau 1,48 pers-

PADA hakikatnya, Agama Hindu mengajarkan umat manusia untuk bekerja keras. Tuhan sangat mencintai orang-orang yang bekerja keras, orang-orang yang kreatif dan orangorang yang bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Meskipun Tuhan mencintai semua makhluk hidup, Beliau tidak akan mencintai orang-orang yang malas bekerja. ‘’Karena itu, bekerja harus dihadirkan sebagai panggilan hidup. Di dalam kerja itulah terletak harga diri serta harkat dan martabat diri sebagai manusia,’’ ujar Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Ketut Widnya, Sabtu (25/11) kemarin. Pun, kualitas diri kita ditentukan oleh kualitas pekerjaan kita. Kerja menyangkut eksistensi kemanusiaan kita. Martabat kita sebagai manusia ditentukan oleh pekerjaan kita. Hal. 19 Hidup Resah

Ego dan Gengsi Orang Bali Terlalu Tinggi

Bahayanya Pengangguran Terdidik

Ketut Widnya

en. Jumlah tertinggi merupakan lulusan SMK 2,69 persen, disusul lulusan universitas sebesar 2,51 persen. “Orang Bali itu suka memilih-milih pekerjaan. Mereka lebih banyak memilih kerja di sektor formal. Sementara bekerja di sektor informal kurang diminati,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi, yang dikonfirmasi Sabtu (25/11) kemarin. Hal. 19 Sektor Informal

ANGKA pengangguran di Bali tertinggi justru datang dari pekerja terdidik dengan tamatan tingkat SMK dan universitas. Dengan tingkat pengangguran terdidik ini menjadi ancaman bagi Bali jika tidak sekolah dan perguruan tinggi menanamkan pendidikan kewirausahaan dengan baik. Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Bali, Asim Saputra, mengatakan, angkatan kerja di Bali pada Agustus 2017 mencapai

2.434.450 orang, berkurang 28.589 orang dibandingkan angkatan kerja Agustus 2016 yaitu 2.463.039 orang. Angka pengangguran tertinggi yaitu tingkat pendidikan SMK dengan presentase 2,69 persen dan universitas 2,51 persen. Pekerja yang berpendidikan SD ke bawah merupakan tenaga kerja yang paling banyak terserap oleh lapangan pekerjaan. Pengangguran dengan tamatan SD ke bawah yaitu hanya 0,54 persen. Pengamat Ekonomi dari Undik-

nas, Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M., mengatakan, memang angka pengangguran terdidik di Bali tinggi dan membahayakan Bali. Hal itu karena generasi muda masih berada di zona nyaman sehingga enggan beranjak untuk mencari pengalaman baru yang belum tentu mengenakkan bagi mereka. “Mereka gengsi bekerja informal. Maunya cari pekerjaan formal sebagai pegawai, PNS,” ujarnya. Hal. 19 Diambil Orang Luar

HAMPIR sebagian besar orang ingin menjadi sukses di kemudian hari. Namun, ketika diminta memilih, sebagian besar lebih memilih untuk menjadi pekerja yang sukses atau top eksekutif daripada menjadi wirausaha yang sukses. Kenyataan inilah yang terjadi di masyarakat Bali. Kebanyakan masyarakat Bali yang kental dengan budaya dan kearifan lokalnya, berorientasi pada warisan (kekayaan dan kepintaran) yang didapatkannya, tanpa mau mengambil risiko untuk membuka dan merebut untuk bisa menjadi wirausaha di tanah sendiri. “Dari sekian peluang usaha yang ada di Bali, hanya

segelintir orang Bali yang mau mengembangkan usahanya. Padahal menjadi wirausaha di Bali sangat menjanjikan, apalagi Bali merupakan destinasi pariwisata dunia yang tidak pernah habis dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia,” ujar pengamat pendidikan Kota Denpasar, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.IAI. Rumawan mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi orang Bali tidak bisa merebut peluang usaha di Bali. Bukan karena faktor modal, tetapi minimnya jejaring yang dibangun dalam mengembangkan usaha. Hal. 19 Buka Usaha

Bangkitlah ’’Krama’’ Bali

Jangan Sampai ’’Mati’’ di Tanah Sendiri Jumlah pencari kerja di Bali cukup tinggi, demikian juga di Kabupaten Bangli. Angka pengangguran pun kian meningkat. Saatnya, krama Bali bangkit dari pengangguran, lupakan malas, ambillah pekerjaan apa saja.

JUMLAH pencari kerja di Bali juga cenderung mengalami peningkatan. Terbatasnya lapangan pekerjaan dan masih minimnya keterampilan yang dimiliki para pencari kerja menjadi beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka pencari kerja di Bangli. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, pada tahun 2016, jumlah pencari kerja di kabupaten berhawa sejuk itu tercatat 2.373 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, angka pencari kerja di Bangli yang dicatat dinas terkait 642 orang, sementara tahun 2013 menjadi

714 orang, tahun 2014, 597 orang, dan tahun 2015 sebanyak 953 orang. Ratarata para pencari kerja tersebut berusia produktif antara 18 – 22 tahun. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Dewa Gede Suparta mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi naiknya angka pencari kerja di Bangli. Faktor pertama yakni meningkatnya jumlah lulusan SMA/ SMK setiap tahunnya. Dari keseluruhan lulusan tersebut, tidak semuanya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal. 19 BURSA KERJA - Bursa kerja di Bali selalu dipadati pencari kerja. Lapangan Kerja

BPM/dok


4

Minggu Kliwon, 26 November 2017

”Desa Kala Patra”

MEMBICARAKAN adat tradisi Bali berarti membicarakan kearipan lokal masyarakat setempat. Membicarakan kearipan lokal secara tak lansung membicarakan ‘sistem’ keyakinan umat Hindu Bali. Hubungan kearipan lokal dengan agama Hindu saling berkaitan dan mempengaruhi untuk menyatakan dirinya Hindu Bali, yakni umat Hindu di pulau Bali. Atas dasar itu Hindu Bali dikatakan antara adat dan agama, yakni agamanya Hindu dengan penerapannya sesuai adat tradisi setempat. Melalui penerapan inilah umat Hindu Bali ‘berekpresi’ berupa seni yang religius dalam mewujudkan sradha dan bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hindu merupakan agama yang bersifat fleksibel yang penerapannya sesuai situasi, kondisi, dan keadaan. Begitu pula dikatakan agama atmanastuti yakni sesuai hati nurani sebab tidak adanya unsur paksaan. Tak jarang keadaan ini menyatakan bahwa agama Hindu bersifat universal ‘berwatak’ kesejagatan. Sebab keberadaannya sebagai keyakinan menyesuaikan dengan keadaan atau tempat dimana ia berada. Sehingga munculnya istilah Hindu Bali berupa agama Hindu sesuai adat tradisi Bali, Hindu Jawa berupa agama Hindu sesuai kebudayaan Jawa, dsb. Adat tradisi pun demikian bersifat fleksibel yakni sesuai situasi, kondisi, dan keadaan. Sebab dalam penerapannya sebagai tata krama sesuai kontekstual desa kala patra yakni mengikuti tempat, waktu, dan keadaan yang disebut desa mawa cara, yaitu masing-masing tempat atau wilayah mempunyai tata cara tersendiri. Ini menyatakan bahwa keberadaan adat tradisi sebagai kearipan lokal masyarakat Hindu Bali tidak anti perubahan dengan konteks tersebut dijadikan tolak ukur atau ukuran pertimbangan dalam membuat tata krama kebersamaan menjalani suka-duka.

Hanya saja tidak semua menjadikan konteks tersebut sebagai sepat siku-siku (ukuran pertimbangan atau tolak ukur) sehingga masih ditemukan zaman globalisasi yang modern ini adat tradisi yang ‘kaku’ bahkan terkesan ‘menekan’ dan ‘mengekang’ krama pendukungnya sendiri. Keadaan ini diibaratkan seperti semut rangrang yang dari luarnya tampak akur, kompak-serempak namun di dalam rumahnya terdapat berbagai dinamika. Bahkan keadaan ini tak jarang Bali dikatakan Bali seperti namanya ‘Banyak Libur’ untuk melaksanakan adat tradisi di tempat kelahirannya. Konteks “Desa” Desa dalam konteks desa kala patra berarti tempat, yakni adat tradisi sebagai kearipan lokal yang mengatur tata krama kebersamaan umat Hindu Bali penerapannya sesuai dengan tempat atau wilayah dimana ia berada. Ini berarti bahwa adat tradisi di tempat itu sesuai pontensi wilayahnya masing-masing untuk mencapai keharmonisan sesuai konsep tri hita karana, yakni parhyangan, pawongan, serta palemahan. Konteks ini secara tak lansung memberikan kemudahan dan kebebasan dalam menjalani adat tradisi yang semestinya sesuai kebutuhan dan keperluan masingmasing wilayah atau tempat itu untuk mencapai apa yang diharapkan atau menjadi tujuannya sebagai umat Hindu Bali. Kenyataannya di lapangan dalam menerapkan adat tradisi banyak yang tak sesuai konteks ini (desa), dalam artian ‘ikut-ikutan’ wilayah atau tempat lainnya. Akhirnya terjadi berbagai aturan atau pararem yang ‘kaku’ dengan mewajibkan kramanya kene keto sehingga menimbulkan kesan jauh dari kepleksibelannya yang sesuai dengan konteks desa kala patra. Parahnya dalam konteks parhyangan berupa hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa memunculkan pandangan atau pendapat bahwa beragama

Adat Tradisi Bali Tak Antiperubahan

Hindu Bali itu susah, mahal, ribet dengan waktu yang lama. Padahal jika dicermati ‘kesejalanan’ konsep agama Hindu dengan budaya Bali menjadi Hindu Bali yang sama-sama fleksibel seharusnya menjadikan adat tradisi sebagai kebudayaan ‘manis’ berupa mengikuti perkembangan zaman.

dulu, sekarang, dan yang akan datang. Konteks ini kaitannya dengan penerapan adat tradisi Bali menyatakan bahwa kearipan lokal tidak mesti menoton. Sebab konteks kala (waktu) secara tidak lansung ‘menyarakan’ penerapan adat tradisi untuk mengikuti perkembangan zaman. Artinya

tidak lansung sudah mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Seperti majejaitan, dulu menggunakan semat (biting) sedangkan sekarang sudah ada menggunakan jepret atau steples. Dulu menggunakan taring sekarang sudah banyak menggunakan terpal, bahkan yang lebih modern tenda, dan sebagainya. Contoh kecil itu menunjukan keberadaan adat tradisi tanpa disadari, tanpa adanya pararem, tanpa perintah sudah berubah mengikuti perkembangan zaman. Artinya secara tidak lansung kefleksibelan adat tradisi sebagai kearipan lokal mengiringi upacara agama dengan sendirinya berjalan mengikuti situasi dan kondisi di lingkungan masyarakat. Kalau sekarang keberadaan adat tradisi tidak mengikuti ‘waktu’ tentu akan tenggelam dalam perkembangan zaman, bahkan akan ditinggalkan oleh krama pendukungnya sendiri karena masih dirasakan ‘menekan’ disamping kramanya harus memenuhi tekanan kebutuhan pokok hidupnya sebagai manusia zaman modern.

BPM/ist

Konteks “Patra” Patra dalam konteks desa kala patra berarti keadaan. Keadaan dapat diartikan menunjukan situasi memungkinkan atau sebaliknya tidak memungkinkan. Kaitannya dengan penerapan adat tradisi Bali berarti mempertimbangkan atau mengikuti situasi keadaan yang memungkinkan atau sebaliknya tidak untuk dilaksanakan pada saat itu. Keadaan ini menyatakan bahwa pelaksanaan adat tradisi Bali seperti air yang mengikuti arah kemana seharusnya ia mengalir menggenangi sawah untuk menghidupi tanaman (padi). Tentu tidak elok penerapan adat tradisi Bali dikatakan ‘mesti’ dalam keadaannya yang tidak memungkinkan. Pandangan desa kala patra yang menyatakan adat tradisi sebagai kearipan lokal masyarakat Hindu Bali tidak anti perubahan bukan berarti kebiasaan berupa bentukbentuk ritual yang telah ada, apa

ADAT - Jika masih ditemukan adat tradisi kaku tidak mengikuti ‘waktu’ itu bukan kesalahan melainkan hanya kekeliruan, sebab masih dapat diluruskan untuk kebaikan bersama krama pangarep maupun yang merantau. Kalau masih ‘takut’ perubahan kenyataanya di lapangan adat tradisi Bali secara tidak lansung sudah mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Seperti majejaitan, dulu menggunakan semat (biting) sedangkan sekarang sudah ada menggunakan jepret atau steples. Dulu menggunakan taring sekarang sudah banyak menggunakan terpal, bahkan yang lebih modern tenda, dan sebagainya. Artinya dulu karena kramanya agraris penerapan adat tradisinya seperti itu, tetapi sekarang karena sudah zaman industri pariwisata seharusnya seperti sekarang, yakni mengikuti perkembangan zaman untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan, sehingga tepat sasaran dan tepat guna. Konteks “Kala” Kala dalam konteks desa kala patra menyatakan waktu. Waktu secara tidak lansung menunjukan

mengikuti keadaan zaman dahulu, sekarang, dan tentunya memikirkan yang akan datang. Konteks ini menyatakan bahwa adat tradisi itu tidak ‘kaku’ melainkan fleksibel. Jika masih ditemukan adat tradisi kaku tidak mengikuti ‘waktu’ itu bukan kesalahan melainkan hanya kekeliruan, sebab masih dapat diluruskan untuk kebaikan bersama krama pangarep maupun yang merantau. Kalau masih ‘takut’ perubahan kenyataanya di lapangan adat tradisi Bali secara

yang telah dicetuskan Leluhur itu sebagai tetamian harus dirubah total. Bukan berarti pula tradisi Leluhur yang beliau cetuskan sebagai ‘jawaban permasalahannya’ kala itu diganti dengan kebudayaan baru yang bukan dasarnya kebudayaan Bali hanya untuk mengejar kepraktisan sesuai perkembangan zaman. Tak berarti pula apa yang telah ‘digariskan’ oleh Leluhur itu dihilangkan karena tidak sesuai perkembangan zaman (kekinian) dan tidak sesuai sumber sastra dengan ‘dalih’ pembenaran Weda. Hanya saja pandangan ini sekedar memberikan bayangan mengenai keberadaan adat tradisi Bali sebagai kearipan lokal mesti ditinjau kembali agar mengikuti perkembangan zaman yang tetap mengedepankan ke-Bali-annya. Sebab kehidupan krama Bali semakin berkembangnya zaman semakin komplek dan pelik, artinya kebutuhannya semakin meningkat. Keadaan ini tentu tidak elok dikehidupan krama Bali yang semakin pelik ditambah adat tradisi juga ‘kaku’ sehingga secara tidak lansung menambah beban kehidupan menjadi umat Hindu Bali. Keadaan ini dirasakan perlu mengubah adat tradisi namun perubahan itu ada batasnya. Diibaratkan membangun rumah, pondasinya 4 x 8 m dengan ketentuan ukurannya merujuk asta kosala-kosali dan asta bumi tetapi karena perkembangan zaman tidak ada salahnya mempercantik tampilannya menggunakan kramik, kasibot, plamir, dan sebagainya yang tren masa kini. Akan tetapi dasar pijakannya tetap ketentuan itu (asta kosala-kosali dan asta bumi), karena dasar itu secara niskala diyakini mampu memberikan keharmonisan dan kenyamanan bagi penghuninya dari zaman dahulu sampai sekarang. l I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Desa Sakti, Kec. Nusa Penida-Klungkung

Tutur “In An Ang”

Memoar kepada Djelantik Santha

PADA 14 Juni 2017, dunia sastra Bali modern kehilangan sosok pengarang besar yang konsistensinya dalam dunia sastra Bali modern tidak diragukan lagi, ialah I Gusti Gede Djelantik Santha. I Gusti Gede Djelantik Santha atau biasa beliau menyebut diri Djelantik Santha lahir di Desa Selat, Kabupaten Karangasem. Beliau memulai kiprah menulis dalam bahasa Bali pada tahun 1977 dengan sebuah puisi bertajuk Siwa Ratri, karya puisi ini dimuat pada harian Bali Post. Novel pertama berbahasa Bali yang ditulis oleh Djelantik Santha adalah Tresnané Lebur Ajur Satonden Kembang, novel ini dimuat secara bersambung pada harian Bali Post sejak 15 Juli hingga 19 September 1981, kemudian dicetak dalam bentuk buku tahun 1986. Novel ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah sastra Bali modern, sebab novel ini menjadi novel sastra Bali modern pertama yang terpublikasi pascakemerdekaan. Hingga akhir masa hidupnya, Djelantik Santha telah melahirkan 5 buah novel berbahasa Bali, 2 novel berbahasa Indonesia, sebuah geguritan, ratusan puisi dan cerpen. Karya-karya Djelantik Santha banyak menginspirasi penulis-penulis muda sastra Bali modern untuk semakin giat berkarya. Hal ini terungkap dalam sebuah acara bincang pagi di Taman Baca Kesiman pada 19 November 2017. Acara bincang pagi bertajuk “Tutur In An Ang, Mengenang Djelantik Santha” ini dihadiri oleh pengarangpengarang sastra Bali modern dari hampir seluruh Bali. Mereka sebagian besar adalah penulis muda yang memiliki kedekatan emosional dengan Djelantik Santha. Made Sugianto adalah salah satu pengarang muda sastra Bali modern yang mendapatkan banyak sekali pelajaran dari sosok Djelantik Santha. Sugianto mengakui

bahwa perkembangan karya-karyanya sejak awal menulis di tahun 2009, sebagian besar karena bimbingan dan arahan Djelantik Santha. Djelantik Santha banyak memberikan Sugianto arahan dalam penggunaan aturan bahasa Bali (anggah-ungguhing basa), maupun berbagai informasi perihal budaya dan tradisi Bali. Salah satu karya

Kekuatan dan Kedisiplinan Berbahasa Djelantik Santha merupakan salah satu pengarang yang begitu taat dan teliti dalam penggunaan bahasa Bali. Banyak pengarang sastra Bali modern yang mengalami hambatan atau alpa dalam mendisiplinkan diri untuk taat pada aturan kelinguistikan

Sugianto yang banyak mendapat bimbingan dari Djelantik Santha adalah novel Sentana, novel inilah yang mengantarkan Sugianto mendapatkan hadiah Sastra Rancage. Made Sugianto banyak menerbitkan karya-karya Djelantik Santha melalui percetakan Pustaka Ekspresi miliknya. Penerbitan karya Djelantik Santha merupakan sebuah bentuk bakti murid pada gurunya yang tak pernah lelah membagi ilmu. Menurut Made Sugianto, ada sebuah lagi karya Djelantik Santha yang segara akan diterbitkan. Karya yang judulnya masih dirahasiakan ini merupakan karya terakhir Djelantik Santha yang belum sempat diterbitkan.

bahasa Bali. Karakter bahasa Bali yang memiliki tingkatan berbahasa mampu dieksplorasi dengan baik oleh Djelantik Santha. Made Sujaya, seorang peneliti sastra mengungkapkan bahwa Djelantik Santha adalah salah satu pengarang Bali yang mampu melahirkan karya berbahasa Bali dengan “rasa” yang betul-betul Bali. Kekuatan karya Djelantik Santha adalah dari kemampuannya dalam mengolah bahasa Bali menjadi media bersastra yang sangat baik. Bahkan menurut Sujaya, Djelantik Santha tidak semata memandang bahasa sebagai media saja, namun telah mampu mengolah bahasa menjadi ideologi sekaligus identitas karya-karyanya. Pembaca yang

mengikuti karya-karya Djelantik Santha akan merasakan betul kekuatan bahasa membangun tiap kisahan dalam karyanya. Djelantik Santha yang begitu disiplin dalam berbahasa ini kemudian menjadi editor “gratis” bagi banyak penulis-penulis muda. Penulis-penulis muda yang sedang belajar menulis sering kali melakukan diskusi dengan Djelantik Santha perihal tata bahasa. Seringkali penulis-penulis muda sastra Bali modern meminta Djelantik Santha untuk membaca karya mereka sebelum naik cetak jadi buku. Melihat begitu banyaknya kesalahpaham para penulis yang keliru dalam penggunaan sufiks Bahasa Bali (-in, -an, -ang), Djelantik Santha kemudian membuat sebuah cerpen dengan judul Tutur InAnAng. Melalui cerpen inilah Djelantik Santha menyampaikan penggunaan sufiks yang benar, sebuah cara mengajarkan tata bahasa dengan teknik yang begitu cerdas. Menurut Made Sudiana yang merupakan peneliti Balai Bahasa Bali, teknik bercerita Djelantik Santha dalam cerpen ini menjadi teknik yang sangat menarik dalam metode pengajaran bahasa. Pada cerpen ini, Djelantik Santha menebalkan semua kata yang menggunakan sufik –in, -an, -ang. Sehinggga pembaca dengan mudah memahami pesan edukatif yang dikirimkan pengarangnya. Cerpen inilah yang menjadi salah satu cerpen paling berkesan dari Djelantik Santha di mata para penikmat karya Djelantik Santha. Apresiasi Karya Djelantik Santha Kegiatan bincang yang penuh suasana kekeluargaan tersebut berlangsung hingga tengah hari, semua larut dalam obrolan pada sang guru. Acara berbincang ini ditutup dengan mengapresiasi karya-karya Djelantik Santha. Alit Juli dan Pande Jati mengawali dengan membacakan puisi karya Djelantik Santha, menariknya mereka menggubah puisi Djelantik Santha

menjadi sebuah pupuh yang ditembangkan. Alit dan Jati juga menembangkan satu pupuh dalam Geguritan Cokli, sebuah geguritan yang ditulis Djelantik Santha dengan latar belakang sejarah keluargaya. Pembacaan karya Djelantik Santha yang kedua dilakukan oleh Made Sugianto dan Putu Supartika, mereka membaca fragmen cerpen Malam Lailatur Qadar karya Djelantik Santha. Sebuah cerpen yang mengajak pembaca untuk sadar betapa indah perbedaan, betapa indahnya warna multikulturalisme. Djelantik Santha adalah satu-satunya pengarang sastra Bali modern yang dalam setiap karyanya nyaris selalu menunjukkan kesadaran multikulturalisme melalui hadirnya tokoh beragam etnik beserta kultur etniknya.Terakhir apresiasi ditutup dengan pembacaan puisi dengan judul Leak Sanur yang dibacakan oleh Darma Putra. Selain apresiasi yang dilakukan para penulis muda sastra Bali modern melalui pembacaan karya-karya Djelantik Santha, apresiasi terhadap karya Djelantik Santha pula dilakukan melalui media seni instalasi. Sebuah seni instalasi bertajuk Smaralaya dihadirkan di tengah-tengah acara berbincang ini. Perupa Dewa Gede Purwita Sukahet merespon novel Djelantik Santha yang berjudul Tresnané Lebur Ajur Satonden Kembang. Novel ini boleh jadi sebuah novel karya Djelantik Santha yang paling dikenal luas oleh masyarakat pembaca. Demikian hingga acara berbincang ditutup, keluarga sastra Bali modern masih tiada putus membincangkan kembali sosok guru, orang tua, teman diskusi, Djelantik Santha. Hal paling pasti bahwa kita semua berhutang semangat berkarya pada sosok Djelantik Santha. l I Gede Gita Purnama A.P Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unud

Penggunaan Madu untuk Perawatan Luka MADU merupakan cairan kental, dengan kandungan gula jenuh, berasal dari nektar bunga yang dikumpulkan dan dipross oleh lebah madu Apis mellifera. Madu memiliki kandungan utama 30% glukosa, 40% fruktosa, 5% sukrosa, dan 20% air. Madu juga mengandung sejumlah senyawa seperti asam amino, vitamin, mineral, dan enzim. Madu telah digunakan sebagai salah satu modalitas dalam perawatan luka sejak zaman dahulu. Hippocrates (460-370SM) seorang bapak ilmu kedokteran menganjurkan perawatan luka dengan menggunakan madu, minyak, dan anggur. Berbagai ilmu pengobatan tradisional seperti Ayurveda, pengobatan tradisional Cina, maupun pengobatan tradisional Roma menggunakan madu sebagai modalitas perawatan luka. Madu memiliki beberapa manfaat penting yang membantu dalam proses penyembuhan luka seperti aktivitas antiperadangan, aktivitas antibakterial, aktivitas antioksidan, serta mengurangi bau pada luka BPM/ist

MADU - Madu memiliki beberapa manfaat penting yang membantu dalam proses penyembuhan luka seperti aktivitas antiperadangan, aktivitas antibakterial, aktivitas antioksidan, serta mengurangi bau pada luka

Aktivitas Antiperadangan Penggunaan madu sebagai agen antiperadangan telah diterapkan sejak zaman dahulu. Pada zaman Yunani kuno, Pedanius Dioscorides seorang dokter dan farmakolog menggunakan madu untuk penanganan luka bakar akibat

sinar matahari / sunburn. Aktivitas antiperadangan madu telah terbukti secara klinis dan biokimiawi, madu terbukti mengurangi bengkak, meminimalizir pembentukan jaringan parut, mengurangi sensasi nyeri pada luka.

Aktivitas Antibakterial Madu memiliki spektrum potensi aktibakterial sangat luas, madu mampu menghambat pertumbuhan kuman gram positif maupun negatif, serta kuman aerob atau anaerob. Penggunaan madu untuk perawatan luka kian diminati setelah madu terbukti efektif melawan golongan bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik seperti Pseudomonas, MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus), coagulase negative Staphylococci, VRE (Vancomycin-Resistant Enterococci), Acinetobacter baumanii, dan Stenotrophomonas maltophilia. Madu juga memiliki keunggulan tidak ada penurunan kepekaan atau sensitivitas bakteri terhadap madu setelah penggunaan jangka panjang. Aktivitas Antioksidan Madu mengandung berbagai jenis senyawa antioksidan, antara lain flavonoid, monofenol, polifenol, dan vitamin C. Proses pembentukan radikal bebas yang dibentuk dari oksigen atau dikenal dengan Reactive Oxygen Species (ROS) saat terjadi peradangan dapat dihambat oleh antioksidan

Mengurangi Bau Tak Sedap pada Luka Kemampuan madu dalam mengurangi bau tidak sedap pada luka terkait pada kandungan glukosa pada madu. Bau tidak sedap pada luka berasal dari ammonia dan sulfur yang terbentuk dari proses metabolisme bakteri. Pada saat menggunakan madu dalam perawatan luka, bakteri akan lebih banyak memetabolisme glukosa, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan asam laktat. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Secara umum, madu bersifat asam dan memiliki kisaran pH 3,2-4,5. Kondisi luka yang asam akan meningkatkan pelepasan oksigen dari hemoglobin, sehingga mendukung proses penyembuhan luka. Manfaat madu dalam perawatan luka tidak hanya diperoleh dari madu Manuka yang telah terdaftar dan tersertifikasi, namun juga dimiliki oleh madu Nusantara. Hasil penelitian menunjukan madu Nusantara memiliki spektrum aktivitas antibakteri P. aeruginosa, S. aureus, dan MRSA yang sebanding dengan madu Manuka, namun perlu diberikan dalam konsentrasi yang lebih tinggi untuk mencapai efektivitas antibakterial yang sebanding dengan madu Manuka. l dr. Adelia Suryani


5

Minggu Kliwon, 26 November 2017

CERPEN

Lima-Satu-Tujuh Oleh Fransiska Eka

Musim dingin tiba terlalu awal di Utara. Ia menyalahi jadwal. Orang-orang kembali lebih suka berada di balik selimut. Di kamar tidurnya masing-masing. Terra yang suka menari dan selalu membangunkanmu di pagi hari dengan cara menyanyikan lagu-lagu bertempo rimba, tiba-tiba selalu bangun terlambat. Kau menanyakan penyebabnya. Suaranya yang lengking burung pipit memberi jawaban tak senada. Ia katakan kalau ia sering sakit kepala di sebuah pagi. Di lain pagi, ia katakan kalau ia selalu sakit perut. Kau bosan sekali mendengar alasan yang sama di ulang-ulang pada hari yang berbeda. Atau ia yang bosan sekali karena terpaksa menjawab pertanyaanmu yang tak perlu? “Sahara, lakukan sesuatu yang lebih berguna daripada bertanya-tanya. Mempercepat laju Matahari yang terlalu lambat terbit, misalnya.” Di atas meja makan ada selai cokelat. Isinya sudah separuh. Terra membuka tutupnya dengan tangan kiri. Ia ambidextrous; makan dengan tangan kiri, cebok dengan tangan kanan. Menulis dengan tangan kiri, melukis dengan tangan kanan. Kadang kau yakin, otak kanan dan otak kirinya berfungsi terbalik; ia membayangkan matematika dan merumuskan puisi. Ini membuatmu yakin bahwa Ia penulis puisi yang buruk sekaligus pelukis yang cerdik meniru Picasso. Salah satu lukisannya menempel di dinding ruang tamu apartemen nomor lima-satu-tujuh. Nomor apartemen kalian yang dijadikan judul cerita. Bagimu, lukisan berbentuk tubuh telanjang seorang lelaki yang seluruhnya terbentuk dari lingkaran dan tabung yang saling menindih dan berpotongan di sana sini nampak seperti permen yang bisa membikin lidahmu berwarna–warni. Permen yang kau gemari saat masih kelas lima SD. Kadangkadang lidahmu biru. Kadang-kadang lidahmu merah. Sebelum menyesap permen itu kau suka menebak-nebak akan jadi apa warna lidahmu? Sebelum lagi-lagi melihat lukisan itu kau menebak-nebak, akan jadi warna apa lukisan itu di dalam kepalamu? Kadang ia biru. Kacau. Kadang ia merah. Membara. Kadang lukisan itu marah-marah ketika kau terserang insomnia dan matamu mulai menjelajahi ia seperti seorang pemburu yang tengah menelisik apakah hewan buruannya bertubuh lengkap atau cacat. Kadang ia membisu, membiarkan gemanya dicari-cari telingamu yang teliti. “Di negeriku ada Singa dan Jrapah, dan Gajah dan apalagi ya? Oh, Madiba! Itu yang perlu orang-orang ketahui kan?” Madiba yang tercinta. Terra menjilati selai cokelat dengan jari telunjuk kanannya. Matanya bundar lucu seperti kanak-kanak. Ia perhatikan lanskap di luar jendela. Putih dan berkabut. Salju turun, kalian murung. Ada dua pohon Oak di seberang jalan; sepasang kekasih abadi, menurutmu. Keduanya kini gundul bugil. Tupai-tupai yang sering bermain petak umpet di bawah naungan keduanya telah sembunyi. Betapa pada musim panas yang seperti baru sekejap lewat kau memekik girang! Hollyshit! Banyak sekali tupainya! “Tapi di negeriku tidak ada dia! Look at him, Sa.” Ia selalu disebut-sebut. Dua belas kali sehari di apartemen-mu yang jika sedang ramai menjelma panggung sandiwara ribut. Lengkap dengan aktor dan aktris pendukung. Ashley, Kyle, Anna, Liza, Sarah, Brandon. Nama-nama asing. Dua nama terakhir adalah teman sekelasmu. Sarah percaya pada karma. Brandon percaya pada Alien. Kau percaya pada takdir. Kelompok kecilmu – kau, Sarah dan Brandon- kau beri nama Destiny’s Child. Sisanya, teman-teman Terra yang seluruhnya pirang lucu, kau beri julukan Be Group. Mereka gemar mengoceh Juga menggilai dia yang namanya disebut dua belas kali sehari. Ia tinggi. Ia tegap. Ia atletis. Ia tampan. Ia cerdas. Ia fasih berbahasa Perancis. Ia membaca buku-buku filsafat. Ia pandai menulis puisi. Ia seorang pianis. Kau mengingat fakta-fakta tentangnya meskipun hal itu membosankan sekali. Apa Terra tidak bosan ya? Lelaki itu tidak pernah sekalipun mengetuk pintu apartemen kalian; lima-satu-tujuh yang dijadikan judul cerita. Penghuninya dua orang perempuan. Yang seorang suka menari dan bergerak-gerak lincah seperti kucing betina yang sedang birahi. Yang lain lagi seseorang

yang membenci gerak dan berjalan dengan gelisah seperti anak anjing yang kehilangan induknya. Lelaki itu juga tak pernah menelepon. Padahal kalian bertiga mengambil dua kelas yang sama di semester gugur ini. “Kau ternyata ingin jadi penulis kan? Ey, latihan! Ceritakan sebuah kisah cinta dimana kami berdua menjadi tokoh utamanya. Yang berakhir bahagia. Dan, ingat...ia harus belutut di antara kedua lututku.” Terra mengerling jenaka lantas tertawa. Kalian sering sama-sama bosan mendengar lenguhan tetangga di apartemen nomor lima-satu-empat, Mereka selalu bercinta gaduh tiap jam tujuh malam di hari Selasa. Suara si perempuan lancang sekali. Ia teriakkan Ah dan Uh yang panjang. Terra suka sekali menirukan Ah dan Uh seolah-olah ia sendiri yang bercinta. Sang Pianis itu ada di kepalanya. Kau bosan sekali. Karena itu kau ucapkan saja sebuah cerita yang tiba-tiba muncul di kepalamu. Lelaki muda itu akan mengetuk pintu apartemen kalian. Tok.tok.tok. Tiga kali saja. Sebab Terra akan segera berlari menuju pintu. Ia bukakan pintu dengan segera. Lalu dikecupnya pipi sang pianis. Voila! Tiba-tiba, mereka sudah jadi sepasang kekasih. Terra tertawa riang sekali. Ia jilati selai cokelat itu sekali lagi. Kau bosan sekali. Atau, ia yang sedang bosan ya? Padahal baru jam sembilan pagi. “Oh..Look at that boy! Damn!” Ia berjalan pelan-pelan. Jalanan memang licin sekali. Terra menjilat selai cokelat itu lagi. Lirikan centil para perempuan yang sering dihadiahkan secara cuma-cuma ke arahmu tak lebih seperti seringai zombie dalam sebuah serial televisi. Kau tak menyukainya. Tapi para perempuan itu menggemarimu karena (menurut dugaanmu) mereka membaca artikel di internet tentang panjang kemaluan pria dari negerimu yang di atas rata-rata Temanmu, Vlad – yang bahasa inggrisnya terpatah-patah dan kulitnya pucat seperti Vampir, suka sekali menonton serial Zombie. Kau juga tak menyukainya, ia dan serial Zombie itu. Kau lebih suka mendengarkan cerita tentang Ukraina. Oh, negerimu sedang mengalami perang saudara itu. Ya. Ya. Di negerimu sendiri terjadi revolusi Arab Spring tujuh tahun lalu. Orang-orang turun ke jalan. Menuntut pemerintahan demokratis seperti di negeri ini. Ayah ibumu lebih dulu menjadi imigran ya? Oh, kau tinggal sendiri selama dua tahun ? Ya. Aku mengerti. Lalu bagaimana kucingmu bisa ikut ? Oh, jadi kau harus membayar biaya penerbangan lebih untuk mendatangkan Bella kemari ya ? Kau angkuh sekali. Vlad juga selalu terlihat angkuh. Karena tulang pipinya tinggi, kau berdalih. Atau hidungnya yang runcing tipis ? “Ada dua mahasiswa asing di Gedung seberang. Kukira mereka sekampus denganmu.” Vlad jarang terlibat dalam usaha untuk memperhatikan manusia lain di sekelilingnya. Kau terkejut mendengar perkataannya. Jam delapan pagi lewat dua puluh menit. Sepagi ini ? “Sahara. Terra.” “Yang berkulit cokelat Asia ?” “Sahara.” “Kudengar perempuan Asia manis, ramah.” “Oh ya?” “Informas dari internet.” “Wow! Riset.” Vlad mengatakan sesuatu tentang pinggul besar, rambut hitam sewarna sayap burung gagak, kulit cokelat yang manis.

Tetapi telingamu seperti didatangi tuli yang terpaksa hadir. Kau mendengar kata-kata soal kultur dan submisif. Kau tak suka. Ingatanmu seperti didatangi tamu yang tak mau pergi. Ia menyapamu di Kafetaria kemarin pagi. Namanya adalah nama Gurun yang sering kau jelajahi. . Matanya berkabut. Rambutnya digelung karena kusut. Tangannya memeluk setumpuk buku-buku. Hamlet. Matamu menangkap salah satu judul. Ia ucapkan hai yang buru-buru. Sepatu bootnya selutut. Jaket musim dingin yang ia pakai berwarna cokelat tanah. Tidak juga ia lepas jaket itu meski sudah di dalam ruangan. Mungkin karena lengannya sudah penuh memeluk buku-buku. Ia menyapamu di kafetaria kemarin siang, dan suaranya kini menggema dalam ingatanmu. Ia selalu berjalan menunduk. Tetapi kemarin ia menyapamu di Kafetaria dengan punggung tegak. Matanya menatap langsung ke dalam matamu. Ia berlalu buru-buru setelah kembali menunduk. Kau berbalik dan memperhatikan punggung itu. Yang seperti membungkuk. Ia duduk di salah satu meja yang letaknya paling sudut. Ia berteman lampu meja dengan sinar berwarna kuning keemasan. Ia lepaskan jaketnya. Ia memakai baju lengan panjang sewarna pasir putih di

pantai. Dengan anggun ia sampirkan jaket itu di kursi sebelahnya. Lalu dia membuka halaman buku pada bagian yang nampaknya telah ditandai dengan sebuah lipatan di sudut bawah. Hamlet. Judul yang sempat ditangkap matamu. Matanya alpa menangkap tubuhmu yang dua kali melewatinya. Kau ingin menanyakan kabarnya setelah terakhir kali kalian duduk bersebelahan pada pertemuan mahasiswa internasional. Tapi lidahmu menjadi kaku, dan lututmu enggan menekuk untuk duduk. Kau putuskan melewatinya saja. Vlad angkuh sekali. Ia sesumbar akan mampu mengajak perempuan itu minumminum Di musim dingin, orang-orang akan mudah merasa kesepian. Akan mudah. Terlalu mudah. Apalagi perempuan dari negeri tropis yang tak terbiasa menghadapi suhu udara yang terlalu dingin. Kau bergerak ke kamar mandi. Butuh lima belas menit untuk bersiapsiap pergi. Sepatu bootmu berwarna cokelat tanah. Jaket musim dingin-mu berwarna hijau rumput musim semi, kau ingat meninggalkan apa yang kau sebut sebagai kostum itu di kamar mandi. Kau melihat wajahmu di cermin. Kau punya mata ibumu dan jakun ayahmu. Kau angkuh sekali. Ia menyapamu kemarin

siang di kafetaria. Hai yang buru-buru. Lalu ia menunduk. Kau melihat jam tanganmu. Jam sembilan pagi. Waktu yang tepat untuk bertamu ke apartemen seseorang yang sekampus denganmu. Kopi ? Teh ? Ia akan menawarimu minuman karena seperti itulah kebiasaan orang Asia, seperti yang juga kau baca dari beberapa artikel di internet. Kau akan mengetuk pintu. Tok.tok. Dua kali saja. Dia tentu akan membukakan pintu lalu berkata, “Baru jam sembilan pagi, Muhammad. Kau mau minum kopi ?” Atau, ia akan mengatakan hai yang gugup dan menanyakan urusanmu. Kau mulai gugup. Mungkin kau akan berkata : Hai, aku cuma ingin memastikan kalau kalian tahu bahwa hari ini akan terjadi badai salju. Sebaiknya jangan kemana-mana. Kau berjalan, menuju nama yang ingin kau jelajahi setiap aksaranya. Temannya menunjuk ke-arahmu. Ia baru saja mengarang cerita tentang kau dan temannya yang tiba-tiba menjadi sepasang kekasih. Melihat sosokmu, ia mengetik sebuah kalimat di memo ponselnya ; Lima satu tujuh ; pekan ke-tiga bulan November - tanah air adalah tubuh. l Penulis saat ini berdomisili di Ende

Resensi Buku

Mitologi yang Digarap dengan Sederhana

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Ibu susu Penulis : Rio johan Penerbit : KPG Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 202 hal.

RIO Johan, penulis muda Indonesia, yang lebih memahami teks-teks asing, dan dongeng-dongeng romawi sebagai acuan di dalam menjaga stabilitasnya. Penulis satu ini memang akrab dengan games dan film-film yang baginya bisa bermanfaat mencangkuli proses kreatifnya sebagai generasi “now”, novel ini bercerita sangat sederhana-datar, dan cenderung tanpa konflik. Ceritanya, Firaun Theb mendapat mimpi berupa hujan susu yang menguyur seluruh Mesir. Awalnya hujan itu disambut meriah, tetapi sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan di dunia ini, hujan susu yang kebanyakan juga tidak baik. Mimpi itu ternyata menjadi sebuah pertanda. Putra satu-satunya, sang pewaris sekaligus calon Firaun selanjutnya, mendadak terkena penyakit aneh. Tubuh bayi itu membiru. Tidak ada lagi tangis keras dan kaki kecil yang menendang-nendang heboh. Pangeran Sem hanya tertidur lemas, tidak berdaya hidup kecuali sekadar napas pendek-pendek yang menunjukkan di bayi masih hidup. Setelah berkonsultasi dengan para peramal, tabib, dan cerdikcendekianya maka diputuskanlah bahwa bayi Sem membutuhkan seorang ibu susu yang baru. Tetapi kita bisa melihat bahasa yang rapi. Rio menggarap mitologi yang “berat’ jadi sederhana dan enak dibaca. (osi)

Y. Anang Jatmiko

AA Gede Dani Artha


Refleksi

6

Mencapai Kemuliaan Hidup Melalui "Pranayama" Athatah sampravaksyami pranayamasya sadvidhim yasya sadhana-matrena deva-tulyo bhavennarah (Gheranda Samhita V.l) “Sekarang saya akan menjelaskan perihal tata cara mempraktikkan Pranayama. Hanya dengan mempraktikkannya sesuai aturan orang bisa mendapatkan kehidupan seperti para Dewa.” Panca Maha Bhuta, yaitu Apah (air, zat cair), Agni (Tejah, api, unsur panas), Akasa (angkasa, ruang), Vayu (angin), Prthivi(tanah, zad padat) merupakan 5 (lima) unsur alam; alam makrokosmos (Bhuwana Agung) dan mikrokosmos (Bhuwana Alit). Kelima unsur Maha Bhuta ini memiliki kekuatan Sakala dan Niskala (material dan spiritual) yang tidak terhingga serta ia merupakan alat atau medium pengantar yang sangat ampuh dalam usaha menciptakan hidup damai sejahtera secara material dan khususnya dalam usaha menghubungkan diri dengan Tuhan. Hampir tidak ada agama, kepercayaan atau praktik-praktik spiritual yang mengabaikan kepentingan Panca Maha Bhuta. Semua tradisi masyarakat manusia zaman dahulu memiliki praktik-praktik ini, terutama pemakaian air dan api dalam praktik-praktik agama dan kepercayaannya. Ada yang masih mempraktikkannya (sebagian atau utuh), namun ada pula yang sudah melupakannya. Sedangkan tradisi Veda mencatat semua dengan baik dan rapi. Kitab-kitab suci Veda menjelaskan dengan sempurna kepentingan serta tata cara mempraktikkannya demi pencapaian hidup damai bahagia secara material dan spiritual. Angin atau Vayu (Bayu) sangat diperhatikan dalam tradisi agama spiritual Veda; Vahya, angin di luar badan dan Abhyantara (angin di dalam badan). Menjaga kebersihan lingkungan dari polusi udara merupakan kewajiban setiap insan manusia di atas muka bumi ini. Demikian pula, menjaga dan mengatur udara serta membersihkan dari berbagai jenis polusi udara angin di dalam badan merupakan sebuah kewajiban dan dinamakan Pranayama. Pranayama berasal dari kata

Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa «Bermegah-megahan telah melalaikan kamu -- sampai kamu masuk ke dalam kubur -- Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),” (Q.S. at-Takaatsur [102]: 1-3). Ada kecenderungan yang sangat kuat bahwa manusia secara umum cenderung berlebih-lebihan, bahkan suka bermegah-megahan dalam berbagai aspek kehidupannya, terutama pada aspek keduniaan yang dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan. Sejumlah orang telah menerapkan pola hidup yang sedemikian mewah, glamour dan mentereng seraya terus membangun kemewahan dan kemegahannya. Sebagian yang lain mengerahkan segala daya untuk berburu kenikmatan duniawi, bahkan ada yang tidak lagi memperdulikan soal halalharam, yang penting hasrat hawa nafsunya terpenuhi! Tentu saja kecenderungan berlebih-lebihan dan bermegahmegahan itu, di tengah kondisi masyarakat yang masih sedemikian banyak hidup susah, bersimbah dalam kemiskinan, sungguh mengundang keprihatinan kita. Pola hidup yang tidak terpuji itu, nampaknya dipicu oleh rendahnya kesadaran dan keyakinan bahwa masih ada lagi kehidupan setelah kehidupan kita di dunia ini. Lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja merenggut diri kita, juga lupa bahwa apa pun yang kita lakukan saat hidup di dunia ini, pasti akan dimintai pertanggungan jawab pada hari kiamat nanti. Surah at-Takaatsur, dalam suatu riwayat dari Ibnu Abi Hatim yang bersumber pada Ibnu Buraidah, turun berkenaan dengan tingkah polah dua kabilah di Madinah yang saling menyombongkan diri mengenai kekayaan, anak-anak dan kehebatan pahlawan mereka. At-Takaatsur adalah teguran untuk dua kabilah (Bani Haritsah dan Bani Harts) itu dan teguran untuk siapa saja yang asyik (mengejar dan menggapai) kemegahan dunia seraya melupakan fakta bahwa dirinya pasti masuk

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Prana dan Ayama. Prana adalah nafas, tenaga hidup, udara, Atma, sang diri sejati. Ayama berarti pengembangan, pengaturan, atau penghentian. Pranayama berarti pengaturan nafas di dalam badan. Pranayama hendaknya dilakukan dengan baik dalam aturan peraturan yang ditetapkan. Gheranda Samhita sendiri menegaskannya sebagai Sat-vidhi, artinya ia harus dilakukan dengan sangat baik, dalam keberhati-hatian Pranayama-vidhi dengan baik. Pranayama dilakukan dalam tiga teknik, yaitu Puraka (nafas masuk), Kumbhaka (nafas diam) dan Recaka (nafas keluar). Pengaturan Puraka. Kumbhaka dan Recaka dilakukan dengan sempurna sesuai dengan kemana ditujukan dan berapa lama waktu diperlukan dalam masing-masing Puraka, Kumbhaka atau Recaka yang dilakukan. Ketika Pranayama dilakukan dalam gerakan-gerakan Yoga Asana maka ia dilakukan secara alami tanpa melawan arah gerakan Yoga yang dilakukan. Ada pula yang menyelaraskan pengaturan nafas di dalam praktik Pranayama dengan mantram tertentu untuk tujuan tertentu. Dunia sedang mempraktikkan Pranayama secara massif dan massal dalam berbagai tujuan. Praktik-praktik yang diajarkan oleh perguruan-perguruan besar di dunia seperti Taichi, Reiki, demikian pula di Indonesia seperti Satria Nusantara dan lain-lain tidak ada yang tidak memberikan perhatian penting pada pengaturan nafas alias Pranayama. Veda dalam ajaran Yoga dan Meditasi sangat menekankan kepentingan Pranayama. Tidak ada gerakan Yoga tanpa Pranayama. Tidak ada Meditasi dilakukan dengan mengabaikan Pranayama di dalam praktik pendahuluannya. Demikian pentingnya peran Pranayama di dalam praktikpraktik agama spiritual di dalam ajaran Veda. Gheranda Samhita menyebutkannya sebagai praktik

sempurna demi membentuk hidup seperti Dewa (deva-tulyo bhaven narah). Deva-tulya tidak menunjuk pada menjadi Dewa melainkan hidup seperti para Dewa, yaitu hidup yang mulia secara lahir dan batin. Melalui praktik Pranayama orang bisa hidup lebih sehat, damai dan lebih sejahtera serta mampu mengangkat dirinya dalam spiritual dengan baik dan sempurna. Pranayama meningkatkan daya tahan serta kekuatan badan secara maksimal. Pranayama juga memberikan kemampuan-kemampuan yang acap kali berada di luar nalar atau logika manusia. Jika praktik Pranayama dilakukan dengan baik maka hidup manusia akan menjadi sangat indah bagaikan hidup para Dewa penuh dengan kemuliaan, hidup yang dipenuhi kebaikan dan kemuliaan. Orang bisa hidup di dunia lebih sehat, lebih damai, lebih sejahtera, dan berbagai sifat mulia bermunculan membuat hidup menjadi seperti hidup para Dewa. Mereka yang ingin mendapatkan manfaat maksimal dari teknik indah Pranayama dapat mempraktikkannya setiap hari dengan baik. Ia tidak harus dilakukan dalam suasana “syerem” seperti mempraktikkan praktik-praktik spiritual yang sangat bersungguhsungguh serius melainkan dapat dipraktikkan dengan bersungguhsungguh ringan. Mempraktikkan dengan sungguh-sungguh berarti praktik yang dilakukan tetap memperhatikan aturan-peraturan khususnya sikap ketika mempraktikkan Pranayama, konsentrasi, serta pengaturan waktu penarikan nafas (Puraka), penahanan nafas (Kumbhaka) dan ukuran waktu untuk pengeluaran nafas (Recaka). Jika orang memperhatikan aturan sungguh-sungguh seperti itu maka orang dapat melakukan praktik Pranayama di mana saja dan kapan saja. Praktik Pranayama secara sederhana dapat dilakukan dengan menarik napas secara perlahan dan panjang, tahan semampunya tanpa paksa, dan mengeluarkan nafas dengan perlahan. Ia dapat memberikan kesehatan lebih, ketenangan serta kedamaian batin yang sangat baik. Tentu saja ketika orang menginginkan hasil terbaik dari praktik Pranayama yang dilakukan maka waktu dan tempat mempraktikkan Pranayama perlu mendapatkan perhatian

sungguh-sungguh. Dikatakan, hidup ditentukan oleh banyaknya nafas yang kita ambil masukkan ke dalam badan melalui penarikan nafas. Rentang pernafasan normal kurang lebih 30 sampai 60 nafas per menit. Semakin kurang pengambilan nafas maka semakin panjang perkiraan usia dapat dicapai. Biasanya, ketika orang berada dalam stress dan depressi maka nafas menjadi semakin kencang. Menarik nafas perlahan dan panjang lalu mengeluarkannya dengan plong dapat membantu mengurangi beban stress dan depressi. Nafas membantu nutrisi oksigin yang cukup pada otak yang sangat bermanfaat bagi manusia khususnya untuk kesehatan, mengendalikan emosi dan kemarahan. Pengendalian nafas yang dilakukan dalam teknik Pranayama secara pasti memberikan kesehatan dan kedamaian hidup yang baik. Gheranda Samhita menganjurkan agar praktik Pranayama yang bersungguh-sungguh dilakukan dalam bentuk Sadhana hendaknya tidak dilakukan di kota, dan juga tidak di hutan atau pegunungan yang sunyi serta berbahaya (dura-dese tatharanye rajadhanyam janantike). Alasan semata demi ketenangan dan keamanan untuk mempraktikkan Pranayama. Jika ketenangan dan keamanan dapat dijamin dengan baik maka praktik di hutan atau pun pegunungan dapat dilakukan tanpa was-was sedikit pun. Sebab, praktik Pranayama memberikan perhatian bukan hanya proses pengaturan nafas melainkan pada kesungguhan praktik dalam konsentrasi yang baik. Semasih orang berada dalam perasaan was-was maka ia tidak akan dapat mempraktikkan Sadhana Pranayama dengan sempurna. Mereka yang ingin mendapatkan manfaat maksimal dalam praktik sederhana setiap hari dapat mempraktikkan Pranayama sambil dengan rajin “mengintip” kesempatan untuk mempraktikkan Pranayama secara sederhana, baik di rumah maupun di tempat kerja, tentu dalam pertimbangan udara bersih. Bahkan sangat baik dilakukan secara sangat sederhana dan alami ketika orang sedang menghadapi macet di jalan, pergi atau pulang kantor yang menjadi suasana rutin dalam keseharian kebanyakan orang pada masa ini.

MIMBAR AGAMA

Bermegah-megahan dan Kematian

kubur dan pasti akan dimintai pertanggungan jawab terhadap apa pun yang dilakukannya semasa hidup di dunia ini. Pakar tafsir terkemuka, Ibnu Katsir, saat menjelaskan at-Takaatsur mengutip pendapat Ibnu Abbas (yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai tempat bertanya mengenai Al Quran sepeninggal beliau), “Kenikmatan itu adalah kesehatan badan, pendengaran, penglihatan. Allah SWT akan menanyakan kepada hamba-hamba-Nya digunakan untuk apa saja semua itu”. Cermati kelanjutan dari ayat yang dikutip di atas, “Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya (pasti) kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kamu akan melihatnya dengan ‘ainul yakin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (Q.S. at-Takaatsur [102]: 4-8). Ibnu Katsir menegaskan bahwa ayat-ayat itu merupakan penegasan suatu ancaman setelah ancaman. Allah SWT telah mengancam mereka (yang hanya disibukkan menggapai kemegahan dunia): “Akhli neraka menyaksikan saat api neraka menghempas sekali, maka akan tersungkurlah malaikat-malaikat muqarrabindan para nabi yang diutus-Nya lantaran rasa takut akan kehebatan dan kengerian azab neraka yang dilihatnya ketika itu”. Tentang pertanggungjawaban atas kenikma-tan yang telah kita dapatkan di dunia ini, ada kisah menarik dari Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.: Ketika itu Abu Bakar dan Umar duduk-duduk, datanglah Nabi SAW menghampiri mereka. “Mengapa kalian duduk-duduk di sini?”, tanya beliau. “Demi yang telah mengutus engkau dengan membawa kebenaran, tidak ada yang menyebabkan kami keluar rumah melainkan rasa lapar”, jawab Umar. “Demi yang yang telah mengutus

aku dengan membawa kebenaran, tidak ada yang menyebabkan aku keluar rumah kecuali rasa lapar juga”, sabda Nabi SAW. Kemudian mereka bertiga pergi ke rumah salah seorang sahabat Anshar. Begitu mengetahui siapa yang telah datang ke rumahnya, laki-laki Anshar itu setelah menyapa tamu-tamunya dengan rasa senang penuh hormat, langsung keluar rumah. Ternyata ia memetik buah anggur untuk tamunya. Tidak hanya itu, dengan cekatan ia pun menyembelih seekor kambing untuk menjamu tamunya. Setelah menikmati hidangan yang disiapkan tuan rumah, Nabi SAW menegaskan, “Kita pasti akan ditanya tentang semua (kenikmatan) ini pada hari kiamat nanti”. Dalam kehidupan sehari-hari, apa-apa yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada seorang anak manusia, sering diikuti dengan

klaim dari yang diamanahi karunia itu: “Ini milikku, punyaku, hartaku!”. Hal itu telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, “Seorang hamba akan akan mengatakan: ‘Hartaku! Hartaku!’. Padahal yang menjadi hartanya itu hanyalah yang dia makan kemudian habis, yang dia pakai kemudian usang, dan yang disedekahkan, maka akan terus mengalir (sebagai harta yang sebenarnya). Selain itu akan sirna dan ditinggalkan untuk orang lain.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah r.a.). Renungkanlah at-Takaatsur dan sabda Rasulullah SAW ihwal kecenderungan manusia yang bisa saja masih terdapat dalam diri kita sebagai calon penghuni kubur.”Anak Adam akan menjadi tua renta, namun ada dua hal yang masih tetap bersamanya: rakus dan panjang angan-angan”. (H.R. Muslim dari Anas bin Malik r.a.).

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) LAHIR - Telah lahir dengan sehat putri ketiga dari pasangan Komang Suada dan Kadek Eni Diani asal Desa Tegallinggah, Karangasem. Putri cantik ini diberi nama Ni Komang Oshin Intan Kretani, lahir pada 16 November 2017. Semoga kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan negara.

Minggu Kliwon, 26 November 2017

Capricorn Peruntungan: Tak ada gunanya Anda menghindar dari kenyataan yang ada, selesaikan semua masalah karena yang namanya masalah tak akan bisa selesai jika tanpa ada penyelesaian. Di minggu ini kemujuran masih bisa diharapkan sehingga cukup baik untuk bisa menemukan solusi yang terbaik dari semua permasalahan itu. Kesehatan: Biasakan jogging dipagi minggu walau hanya sebentar, jagalah kebugaran tubuh Anda dengan rutin melaksanakan olahraga dan hindari makanan yang berlemak. Keuangan: Hindari pengeluaran untuk membeli barang yang kurang begitu penting agar pengeluaran tak semakin bertambah saja. Asmara: Hilangkan semua prasangka negatif agar hubungan bisa bertambah mesra. Aquarius Peruntungan: Tetaplah tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai macam cobaan hidup, pasang dan surut pasti dialami oleh siapa saja, untuk itu di kala nasib baik sebaiknya tetap bisa menahan diri dan di kala susah juga tak henti untuk terus berusaha. Karier: Banyak tempaan yang harus dijalani, tekuni saja dan jangan pantang menyerah. Kesehatan: Usahakan makan tepat waktu agar tidak sampai kambuh lagi maag Anda. Keuangan: Kebutuhan penting segera saja diselesaikan dan jangan menundanya mumpung masih ada dana berlebih di minggu ini. Asmara: Meski suasana kurang begitu harmonis sebaiknya keceriaan tetap dijaga. Pisces Peruntungan: minggu ini tampak berat maka dari itu tak perlu melakukan tindakan yang menyalahi aturan, masalah Anda sudah bertumpuk sehingga tak perlu Anda perbanyak lagi dengan ulah yang tak seharusnya dilakukan. Karier: Walaupun kurang ada keharmonisan dengan partner kerja, sebaiknya tetap bisa bersabar. Kesehatan: Penyakit lama sudah mengintip Anda, hati-hati dengan segala makanan dan pantangan, juga jangan terlalu capek, sebab kedua hal tersebut paling sering menimbulkan penyakit kambuhan. Keuangan: Income masih seret, karena rencana masih tersendat-sendat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Asmara: Jangan biasakan mengambil keputusan sendiri tanpa dirundingkan dulu dengannya karena akan bisa menjadi masalah di kemudian minggu. Aries Peruntungan: Kencangkan ikat pinggang tak perlu menuruti gengsi kalau pada akhirnya hanya akan membikin penderitaan di belakang minggu. Bekerjalah sesuai dengan bidang Anda saat ini, tak perlu menghiraukan omongan orang. Karier: Saat ini Anda dihadapkan pada dilema yang cukup memusingkan, untuk lebih amannya ada baiknya dengarkan suara hati Anda yang paling dalam agar kebimbangan segera bisa dituntaskan. Kesehatan: Kondisi badan relatif sehat, hanya saja kebiasaan kerja lembur sebaiknya perlu diantisipasi agar tak mengganggu kesehatan Anda. Keuangan: Cash flow perlu diperhatikan jangan sampai Anda berlaku boros yang menyebabkan kebutuhan penting menjadi terabaikan. Asmara: Tidak ada salahnya jika bicara apa adanya dan berusaha tidak membesar-besarkan. Taurus Peruntungan: Konsentrasi usahakan selalu terpusat dan tidak terganggu oleh kejadian di sekitar Anda. Di minggu ini cukup banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan, hanya saja gangguan muncul justru dari orang yang selama ini membantu Anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas. Karier: Bila ada rencana yang sekiranya bisa berhasil, maka tidak perlu mengikuti suara sumbang di sekelilingnya. Kesehatan: Istirahat Anda akhir-akhir ini sering terabaikan, sehingga jika dibiarkan terus menerus maka kondisi badan Anda akan mudah sekali jatuh sakit. Keuangan: Keinginan hati yang mulai macam-macam itu sebaiknya bisa diredam, agar tidak terjadi pemborosan. Asmara: Hilangkan segala perasaan jengkel yang terus Anda tumpuk, itu hanya akan bikin suasana percintaan menjadi kurang harmonis. Gemini Peruntungan: Manfaatkan celah-celah yang ada dengan suatu keyakinan, pasti tidak sulit untuk bisa membuka lubang baru yang bisa mendatangkan keuntungan besar untuk langkah ke depannya nanti. Karier: Masalah begitu banyaknya maka mau tidak mau Anda harus bisa sabar sedikit, terutama dalam menghadapi tingkah polah rekan-rekan Anda yang kurang begitu disiplin. Keuangan: Pemasukan masih cukup lancar sekalipun kebutuhan melambung tinggi. Asmara: Tak ada enaknya bahagia di atas penderitaan hatinya. Cancer Peruntungan: Anda hendaknya lebih berhati-hati dalam membuat keputusan penting, usahakan keputusan yang dibuat benar-benar dari buah pemikiran Anda sendiri, jangan sampai kepentingan orang lain mendikte langkah Anda dalam menentukan keputusan. Karier: Persoalan yang datang sebenarnya sepele sebatas suasana di lingkungan kerja yang memang agak menjengkelkan, walau begitu sebaiknya tetaplah bersabar dan jangan terpancing provokasi dari rekan-rekan Anda. Kesehatan: Amarah yang muncul segera saja dihilangkan, jangan biarkan terus berkecamuk dalam dada karena hanya akan mengganggu kesehatan Anda saja. Keuangan: Waspadalah, ada pengeluaran yang tak tersangka datangnya yangbisa bikin kalang kabut keuangan Anda. Asmara: Andalah yang harus ambil inisiatif untuk mengalah dan mencoba saran-sarannya, agar perdebatan ini segera ditemukan titik temunya. Leo Peruntungan: Sekalipun kemujuran masih berpihak pada perbintangan Anda, akan tetapi peluang masih sulit untuk dapat Anda raih secara optimal karena sulitnya berkonsentrasi pada suatu urusan. Untuk itu berusahalah bekerja seprofesional mungkin agar hasil yang didapat bisa benar-benar memuaskan. Karier: Rahasia pribadi ada baiknya disimpan rapat-rapat, jangan sampai diobral keluar. Kesehatan: Jangan tidur terlalu malam, ingatlah akan kondisi badan Anda yang terus menurun. Untuk itu perlu sekali untuk merevisi schedule Anda jika dirasa sudah tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. Keuangan: Tidak mengalami masalah, sehingga segala kebutuhan utama masih bisa ditanggulangi dan dicukupi. Asmara: Walaupun sudah lebih mesra, tetapi percekcokan masih sering muncul dan persoalannya masih itu-itu saja. Virgo Peruntungan: Tak perlu ragu dan bimbang cobalah dengan lebih yakin dan optimis menyikapi setiap peluang yang ada sehingga apa yang menjadi harapan Anda akan lebih bisa terealisasi. Karier: Tak perlu takut untuk menegur siapapun mereka jika memang berbuat salah, bersikaplah lebih tegas dan jagalah kewibawaan. Kesehatan: Posisi tidur sebaiknya benar-benar diperhatikan, jangan terus di satu sisi saja karena hanya akan membuat badan menjadi pegal-pegal keesokan minggunya. Keuangan: Jangan berlaku boros walaupun income masih lumayan tinggi di minggu ini. Asmara: Kalau sudah begini maka jalan satusatunya pertahankan apa yang sudah ada, jangan menuruti panasnya hati yang tak akan selesai dalam waktu yang singkat. Libra Peruntungan: Banyak godaan yang bisa memicu amarah Anda walaupun sebenarnya di minggu ini kesempatan dan peluang cukup terbuka lebar. Untuk itu cobalah Anda selalu bisa menyikapi setiap persoalan dengan pikiran panjang agar peluang yang muncul tidak sampai terbuang percuma. Karier: Dengan menjaga emosi maka perjalanan karier Anda akan lebih lama dan kuat. Tak perlu mendengarkan orang lain bicara, yakinlah dengan visi Anda sendiri. Kesehatan: Kebiasaan tidur terlalu larut malam cobalah dikurangi sedikit demi sedikit, apalagi jika pikiran terasa pusing dan badan capek ada baiknya dibuat tidur saja. Keuangan: Selama Anda tetap berjalan di atas anggaran yang telah ada maka tidak akan sampai timbul masalah dikemudian minggu. Asmara: Cukup laju jalannya maka dari itu tak perlu khawatir dengan gejala-gejala yang bisa merusak hubungan. Scorpio Peruntungan: Usaha lagi terang benderang karena perbintangan Scorpio memang lagi menanjak ke atas. Oleh sebab itu jangan merasa bimbang dan berkecil hati bila menemui peluang yang sedikit berbau spekulasi. Karier: Tampaknya masih harus bersabar diri bila menemui banyak kendala akhirakhir ini, memang inilah ujian untuk dapat naik derajatnya. Kesehatan: Bagaimanapun juga kalau kondisi kurang fit sebaiknya tidak perlu dipaksakan untuk pergi apalagi sampai larut dan terlalu makan banyak tenaga. Keuangan: Jangan ikut-ikutan membelanjakan uang untuk barang-barang yang kurang bermanfaat. Asmara: Kalau kekasih lagi ngambek, coba teliti apa penyebabnya dan segera lakukan rayuan-rayuan yang dapat melunakkan hatinya. Sagitarius Peruntungan: Hindari segala macam konflik di minggu ini ada baiknya Anda mencari jalan yang aman-aman saja karena peluang cukup terbuka lebar sehingga sayang jika konsentrasi Anda terbentur pada konflik yang menyebabkan peluang menjadi lari begitu saja. Karier: Carilah celah untuk bisa mendekati atasan dengan catatan Anda tetap bisa menjaga sikap dan tak mengundang kecemburuan rekan-rekan Anda. Kesehatan: Kondisi badan terus menurun untuk itu rajin-rajinlah berolahraga dan istirahat teratur. Apalagi aktivitas Anda di minggu ini cukuplah padat sehingga perlu stamina prima agar dapat bisa menyelesaikan semua tugas tersebut. Keuangan: Jangan main spekulasi karena bukan untung seperti apa yang Anda harapkan tetapi bisa-bisa justru buntung yang Anda terima. Asmara: Hubungan kisah kasih Anda lagi disorot banyak orang, sehingga pandai-pandailah menjaga sikap.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku: 26 November - 2 Desember 2017


Redité Kliwon, 26 November 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Gd. Anom Ranuara

Sundih Pangalang Manah SESOLAHAN wayang kulit ring Bali nénten wantah dados parikrama seni, nanging taler madaging antuk tetuek miwah tutur luwih pinaka panuntun ngamargiang kahuripan. Sané majanten mautama sajeroning sesolahan wayang kulit, wantah dalangnyané sané manados aktor, managerial, “pengisi suara” taler sutradara ring sesolahan inucap. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., budayawan taler mangku dalang puniki maosang, ring makudang-kudang sastra taler cakepan indik padalangan kabaosang, dalang mawit saking kruna “dah” utawi damar/ sundih miwah “lang” sané mateges galang. Dadosné dalang punika wantah sang sané prasida dados sundih sané ngicénin pangalang manah. “Wénten taler sané maosang, dalang mawit saking kruna “talang” utawi genah ngembahang daging-daging sastra agama Hindu majeng ring para krama sané nyaksiang. Sangkaning punika, dalang wantah seniman kompleks sané patut prasida nartayang napi sané kasenengin pamiarsa, nanging kantun madaging tetuek,” baos Anom Ranuara. Lanang sané embas ring Denpasar, 7 September 1968 puniki maosang, dalang patut taler becik minayang suarannyané dados patpat soroh tatkala nyolahang wayang. Luiré; suara déntal utawi suara pokok sané kasinahang ring Merdah, suara tengah utawi palatal saking Delem, suara ungkur utawi gutural saking Tualen, miwah suara irung utawi nasal saking Sangut. Makapatpat suara i wau sané kanggén dasar saking tokoh sané tiosan, sakéwanten antuk warna suara taler “dinamika” sané mabina-binayan. “Suara punika sané kanggén sikut saking suara wayang. Yéning wénten calon dalang sané sampun prasida becik nyuarayang makapatpat suara inucap, sinah ipun prasida kabaosang sampun waged dados dalang. Warna suara punika sané patut pisan kapalajahin,” dané negesang. (was)

I Nyoman Astita

Tradisional nanging Rimit SAKADI sané sampun kauningayang, parikrama sesolahan wayang kulit majanten kairingin antuk tetabuhan gendér wayang. Sakadi sané kabaosang Dr. I Nyoman Astita M.A., sinalih tunggil dosen ISI Denpasar, Fakultas Seni Pertunjukan Bidang Karawitan, yadiastun pinaka piranti tetabuhan tradisional, gendér wayang wantah bebarungan sané rimit. Sios punika, parikrama gegebuganipun wénten sané kabaosang ngempat miwah ngempyug. Ngempyug wantah gegebugan kalih bilah nada sané kaselag antuk asiki nada, minakadi dong sané sinarengan kagebug antuk dung. “Yéning ngempat, gegebugan ipun biasa utawi barangan, minakadi dong sareng dang, dang sareng deng, deng sareng ding, ding sareng dung miwah dung sareng dong,” baos dané. Ketua Listibiya utawi Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan Provinsi Bali puniki malih maosang, tatkala nabuh gendér patut pisan mapasangan, kalih pasang utawi petang diri duaning punika jagi kagebug makotékan apasangnyané, inggih punika pamada apasang miwah barangan apasang. Yéning akéhan saking petang diri, minakadi kutus kantos nem belas gendér wayang wantah dados-dados kémanten duaning punika wantah dados pepayasan, sané dados pamucuk wantah sané petang diri. Punika patut taler mapasangan duaning suaran ipun jagi makilitan tur kamargiang makotekan minakadi polos-nyangsih utawi ngumbang-ngisep. “Napi malih antuk piranti tetabuhan Bali sané ngawigunayang bumbung tiing, sinah sampun kadabdabang mangda dados mapasangpasangan utawi asiki ngumbang asiki ngisep. Tatkala kagebug yadiastun wantah atiti nada sinah jagi ngamedalang suara sané magejeran utawi ngombak,” dané nartayang. (was)

(104)

B a s a

7

B a l i

Sesolahan Wayang Kulit

Ngwedar Daging Sastra antuk Satua Itihasa BALI sampun kaloktah antuk makudang-kudang wangun miwah soroh budaya pinaka tetamian saking para panglingsir nguni. Sané ngangobin manah, kawéntenan makudang-kudang tetamian budaya inucap setata nyarengin parikrama kahuripan kramané saraina. Minakadi parikrama sesolahan taler kekidungan sané ketah kamargiang sajeroning parikrama upacara yadnya agama Hindu ring Bali. Nénten wantah kasolahang ring acara-acara pentas budaya kémanten. Sangkaning punika krama ring Bali sampun ketah nyaksiang sesolahan budaya sakadi punika ri kala ngamargiang yadnya. Sinalih tunggil parikrama sesolahan sané kamargiang sajeroning upacara yadnya inggih punika sesolahan wayang kulit. Wayang kulit wantah sinalih tunggil seni sané dados kaucap sesolahan dramatikal duaning parikrama pidabdabipun ngawigunayang lelampahan sané kamargiang antuk piranti marupa wayang sané kakaryanin saking lakar blulang sampi utawi kebo. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., mangku dalang taler Penggagas Persatuan Pedalangan Indonesia Denpasar puniki maosang, parindikan utama sajeroning parikrama sesolahan wayang kulit wantah satua-satua Itihasa. Duaning sujatiné, wayang kulit wantah jalaran ngicénin daging tetuwek taler tattwa sastra suci agama Hindu malarapan antuk satua-satua Ramayana utawi Bharatayudha. Sajeron-

ing parikrama sesolahanipun, risampuné kajantenang lakon sané jagi kalampahang, irika raris kajantenang tokoh taler piranti-piranti sané jagi kamedalang. Wusan punika wawu kakawitin antuk Purwakanda utawi Monolog sané nartayang sapunapi indik satua utawi lelampahan sané jagi kamedalang. “Mawit saking lakon sané jagi kamedalang, majanten jagi kamargiang jajar wayang pinaka jalaran nyelehin wayang napi manten sané jagi kasolahang. Asapunika taler indik tokoh Protagonis miwah Antagonis,” baos dané. Anom Ranuara malih maosang, yéning kaselehin saking pula-palinipun, sesolahan wayang kulit sané becik wantah sesolahan sané wangun taler pidabdabnyané prasida becik kamargiang. Mawit saking kamedalang gending pategak sadurung wayang kulit kamargiang saha kalanturang antuk pamungkah miwah ngengsah kayonan niyasa Bhuana Agung utawi jagat mercapadané puniki. Wusan punika kalanturang antuk pangrainan utawi ngamedalang sekancan tokoh sané jagi kasolahang sané kalanturang antuk pagunem sané madaging antuk panyacah parwa, pangalang utawi gegendingan sané kalanturang antuk senduk semita. Wus punika wawu patembung baos saking sajeroning tokoh wayang kamargiang kalanturang antuk bebaturan miwah pangkat. Wus punika wénten panyalip utawi parikrama ngengsah klayon kanggén ngentosin

BPM/dok

WAYANG – Pinaka sinalih tunggil sesolahan budaya, wayang kulit kasenengin pisan olih kramané. Satios nglampahang daging-daging Itihasa, wayang taler ketah maosang tattwa taler tutur luwih. parikrama protagonis antuk antagonis sajeroning paletan kapertama inucap. Dadosné klayon jagi sinah ring pangawit, tengah miwah ring panguntat sesolahan. Parikram sesolahan wayang kulit Bali taler madué pakem sakadi sané kabaosang I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., akademisi taler dalang wayang kulit. Dané maosang, sios saking parekan

sajeroning genah protagonis miwah antagonis inucap, majanten kapanggih wayang pamurtian ring kiwa kalawan tengennyané utamanipun ring sesolahan wayang sakral. Punika wantah niyasa Wisnu Murti miwah Brahma Murti. Wénten taler Acintya miwah Bhatara Guru. Dané malih maosang, sesolahan wayang kulit punika wénten sané kasengguh sakral minakadi seso-

lahan wayang lemah, wénten taler sané kasengguh propan minakadi sané kasolahang pinaka balih-balihan. “Yadiastun pinaka balihbalihan, nanging kantun madaging parindikan sakral sané nénten prasida kalémpasin, minakadi patut ngaturang banten pamungkah lawang marupa pejati alit sadurung jagi ngungkab kropak wayangnyané,” dané nartayang. (was)

Gendér Wayang

Katabuhang antuk Parikrama ”Counter Part” PARIKRAMA sesolahan wayang kulit wantah sesolahan sané macihna saha klasik, duaning wantah sesolahan sané katami saking para panglingsir nguni tur kamargiang antuk ngawigunayang piranti marupa wayang sané kuna pisan wangunipun. Sakadi sané ketah kapanggihin, sekancan sesolahan majanten kairing antuk tetabuhan mangda sesolahan sané kagelar utawi kamargiang prasida becik kasinahang. Asapunika taler sajeroning parikrama sesolahan wayang

kulit sané taler kairingang antuk piranti gegambelan utawi tetabuhan marupa bebarungan gambelan gendér wayang. Gendér wayang wantah gegambelan tradisional sané suaranipun kapirengang alus tur alon sakéwanten prasida taler katabuhang antuk tetabuhan sané keras tur galak manut saking pangaptin sesolahan wayangnyané. Sakadi sané kabaosang olih I Made Murawan, mangku dalang taler panguruk seni tabuh gendér wayang saking Banjar Puaya, Batuan,

GENDER – Sané patut kauratiang sajeroning sesolahan wayang inggih punika kahanan tabuh pangiringnyané sané marupa gendér wayang. Sané ketah kawigunayang wantah kalih pasang utawi petang diri sané jagi nyinahang tetabuhan sané ngumbang-ngisep utawi polos-nyangsih.

Sukawati, Gianyar, minakadi tatkala sesolahannyané wantah payudhan utawi masiat sinah ngawigunayang tetabuhan sané becat tur galak sané mawasta bebatélan. Sakéwanten yéning kahanan sané kasinahang wantah liang tur bagia sinah ngawigunayang tembang rebong sané parikramaipun banban alon sakadi jadma sané magending-gendingan. Dané malih maosang, tembang sané katabuhang ring sesolahan pawayangan kawastanin antuk tembang pategak, minakadi sekar sungsang, suléndro miwah sané siosan. Wusan punika sané kaping kalih ngawigunayang tabuh pamungkah ngawit saking ngigelang klayon kantos puput kaigelang utawi jagi ngranjing ring paguneman. Tatkala pagunemanipun, tabuh sané kawigunayang minakadi tabuh tulang lindung tatkala macek wayangnyané miwah tabuh alas arum tatkala wayang ngawit kasolahang. Risampuné wayang wusan mapacekang sinah tabuhnyané kawastanin antuk tabuh panyacah parwa sané kalanturang antuk tabuh angkat-angkatan inggih punika tatkala wayang kasinahang ngawit mamargi utawi majalan ring lakonnyané. Ri kala kasinahang parikrama matetangisan sinah kawigunayang tabuh mesem ring wayang sané mamata sipit tur tabuh bendu samara ring wayang sané mamata dedeling utawi nelik.

“Sangkaning punika, sajeroning parikrama sesolahan wayang, tembang tabuh gendér sané kawigunayang prasida kantos dasa akéhipun antuk sué soang-soang tembang inucap katabuhang kirang langkung kalih menit. Sajabaning ring tabuh pategak sané suénipun prasida kantos limolas menit,” baos dané. Dané malih nglanturang, ri kala ngiringang parikrama sesolahan wayang kulit sané ngawigunayang satua-satua Parwa utawi Bharatayudha pinaka lakonnyané, sinah piranti tetabuhan sané kawigunayang wantah gender petang diri utawi kalih pasang kémanten. Sakéwanten yéning ngiringang satua-satua Ramayana utawi ngawigunayang lakon saking satua Sapta Kanda, sinah ngawigunayang gender kalih pasang taler gegambelan bebatélan marupa kendang apasang, kempur miwah sané siosan. Punika boya ja kapatutan, utawi dados ngawigunayang gendér kémanten yéning nénten wénten bebatélan. Dané taler maosang, gegambelan bebatelan punika sané jagi nincapang kahanan luwih tur ramia sajeroning sesolahan wayang kulit inucap taler nincapang pisarat miwah “motivasi” dalang tatkala nyolahang wayang. Sané taler dados cecihnan tur kalewihan saking gendér wayang punika wantah parikrama nabuhang sané kaucap rimit.

Parindikan inucap kabaosang Dr. I Nyoman Astita M.A., sinalih tunggil dosen ring ISI Denpasar ring Fakultas Seni Pertunjukan Bidang Karawitan. Dané maosang, kaselehin saking parikrama nabuhang, piranti gendér wayang punika prasida kabaosang “canggih” sakémaon taler rimit. Yéning kasaihang sareng piranti alat musik modérn, sakadi main piano rimitnyané. Duaning ri kala nabuhang, makekalih tangan utawi tangan kiwa miwah tengen saking juru tabuhnyané jagi maparikrama counter part utawi magegebugan niri-niri sané ngawinang suara sané medal wantah mabina-binayan utawi kawastanin antuk kotékan. Dadosné antuk “canggih” taler rimit parikrama nabuhnyané sinah gendér wayang rumasuk ring gegambelan madya. Sakéwanten yéning selehin saking cihna-cihna sejarahnyané sinah gendér wayang rumasuk ring gegambelan tua duaning sampun kaanggén ngiring pamargi wayang kulit sampun saking jamn kuna. “Parikrama seni gendér wayang puniki sayan nglimbak risampuné parindikan taler ius agama Hindu ngranjing ring Bali, napi malih panglimbak gegambelan gendér wayang punika sampun kasinahang saking masan Bali kuna tatkala Ida Dalem Waturenggong madeg agung. Tuuh seni budaya puniki sampun lingsir pisan,” dané maosang. (was)

“KANGGOANG jukut don melinjo ibi ngalih di tegalé. Buahné ada ento malablab sisan madep kadung wayah barak-barak,” baos Ibunné saha ngambil melinjo wadahina piring. Mireng anak uyut, Ayu Jeladi ngelisang ka dapur raris ngelut Luh Mega ma cipika-cipiki. “Koné pada majalan semengan, dadi mara teked jumah driki, kari kija malilacita?” “Kari ngempahang kangen léwat Panelokan, Suter, Pempatan, Menanga terus mriki. Padalem panoramané eksotik ten liwatin. Pang kadénanga toris kababas sedeng pacaran.” “Ah boya ja toris kababas, nanging pangantén anyar sedeng bulan madu wau usan masekep, mangkin jaga ngempahang kangen ring anak lingsir,” pasaurné Luh Méga renyah. “Sajaan ené, pang melah baan ngebugang kulkul, mapag baan beakala?” selag ibuné. Saking jabaan ajinné, Gusti Madé Taman sagét rauh magapgapan saté lan rawon kambing. “Béh I Cening ja suba jumah.

“Ooh, timpal napi tampul tongos némpél?” pasaurné Luh Méga kenyem ngéwérin. “Yén tampul dadi anggon sakan balé sesai slélégin?” baosné Ngurah Jelada guyu. “Nah punika wau pas. Anggén sakan jineng, nyimpen pantun. Lantas beténné ngisis sambil majejahitan. Ten kénten Tubiang?” aturné Luh Méga ngelut Ibunné sané kémeng. Aji sareng Ayu Jeladi malah bingung saking manyingné Luh Méga kadi anak magélanan. “Napi Mbok Méga sampun jadian ajak Beli Ngurah, sangkan cemburu tekén Arniek? Nyanan malah driki dadi aréna tauran,” pitakénné Ayu Jeladi polos terus terang. “Nggih Tuayu, Tuaji, miwah Tubiang mawinan mangkin titiang sareng mriki jaga... nggih dong Tungurah sané nglanturang matur,” baosné Luh Méga nyubit tangan gélanné. “Nah ja I Luh ané matur cara raosné I Bapak ajak Ibu, tiang sing bisa ngomong. Sing tepuk ban tuktuk bongkolné,” pandikanné

Ngurah Jelada matadah kimud ngurut dada. “Né kenapa Ning, ulian raos SMS timpal dadi tampul dadi sakan jineng dadi slélégin cara anak cemburu tekén Luh Suwarni, lantas jani ada raosné Bapak ajak Ibuné ditu?” Coba ja terangang tekén Aji, eda buin makekulitan,” baos Ajinné teges. Ibunné kapepenga. “Sapuniki Tuaji, Tubiang, titiang mangkin sareng Tungurah sampun lulus, jagi....?” “Dadi saling tunda kéné pada, apa Cening ngorang lakar ngantén?” ibunné nyelag. “Nggih, masak sih Beli Wah, Mbok Méga sagét lakar ngantén?”Ayu Jeladi taler bingung. “Nah kan? Yén raosé nungkak napi buin misi bebladbadan ngémpélin pastika ngaé anak bingung. Cara nebag basa puisi, prosa liris. Jani jeg terus terang cara janjiné ibi.” “Nggih Sayang, mawinan Tungurah sané matur. Masak tiang. Mungpung Suwarni déréng mriki. Bisa-bisa nyanan ia cemburu

manggihin tiang driki,” Luh Méga ngasih-asih. “Sapuniki Tuaji sareng Ibu, tiang mangkin sampun lulus. Manahé jaga durus kuliah. Luh Méga ring IKIP Singaraja, titiang ja polih PMDK ring Ekonomi Unud. Titiang marasa déwék yén Tuaji jaga kasulitan nanggung titiang, mawinan manah titiangé jaga kanggéang ngranjing ring Akademi Perbankan lan Pajak kéwanten asal gelis polih karya. Nanging, dibi soré Bapa Gedé Dauh sareng Ibu majanji jaga méayain titiang ring Unud kantos lulus SÉ.” “Aji angayubagia pesan tekén piolasan reramanné Luh Méga tekén Cening, Aji masih lakar mautsaha ngetut Cening sasidansidan. Nanging dumadak tusing cara pamané, Aji Karang nyak nulungin Cening saking ada pamerih tekén ragan Ceningé. Ingetang Cening muani padidi jumah ané lakar glantingin ajak makejang,” baos Ajinné matadah sendu.

BPM/was

Néh saté kambing. Jeg maklebuh bayuné makita meli anggon darang nasi jani. Ééé né Luh Méga ja masih milu, ayo jani suba pada ngajeng malu. Buin jebos mara ngorta apang liu,” baos Tuajinné raris ngambil linggih ring sesaloné. Samian mangkin ngajengang ring pawaregan maulam kambing saha jangan daun melinjo. Usan ngajengang wau Ngurah Jelada ngenahang tasné ring kamarné, Luh Mega ngranjing ka kamarné Ayu Jeladi masalinan. Ri kala marerasan ring balé daja, Ngurah Jelada polih SMS saking Luh Adé Suwarni maosang wau rauh saking Denpasar, “Oi… kangen banget Tu.” Luh Méga ngambil HP-né Tungurah raris males SMS-é, “Beli masih kangen, Arniek teka mulih jani nah. Udah kebelet ni yé.” Luh Méga ngédéngang balesanné ring Ayu Jeladi. “Rasain lhu, haha bakat kerjain jani pang kanti bingung,” sang kalih kedék ngakak. Ngurah Jelada ngambil HP-né mamaca SMS-né.... “Hust dasar usil ngerjain timpal.”

(Masambung)


8 Parahyangan Pura Alas Purwo

Pujawali Nyabran Pagerwesi WEWIDANGAN Taman Nasional Alas Purwo ring Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi, kasub pinaka genah sané kasuciang olih krama irika. Ring sisi tanggu Kaja Alas Purwo wénten wewidangan situs Hindu, sané olih krama kawangun pinaka pura. Ring genah inucap kawangun Pura Alas Purwo, sinalih tunggil pura sané kasuciang olih umat Hindu ring Jawa Timur. Sjatiné, Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo utawi sané kasub antuk aran Pura Alas Purwo, kapanggihin olih krama daweg warsa 1967. Kala punika, krama ring wewidangan Tegal Dlimo ngrabas alas ring wewidangan Alas Purwo. Ring genah kawangun pura Alas Purwo punika kapanggihin gundukan tanah. Kala punika krama meled ngasahang tanah inucap, nanging kapanggihin bongkahan-bongkahan bata ageng sané matumpuk-tumpuk sakadi candi alit. Kangken, bongkahan-bongkahan inucap wantah genah patapan maharsi suci. Antuk kawéntenané punika, kamargiang upacara, pecak bongkahan inucap kadadosang pinaka genah pamuspaan majeng samian umat maagama, antuk tetujon nyinggihang para leluhur. Ring genahé punika, krama pamuput ngwangun pura sané dohnyané wantah 65 m saking situs Kawitan Alas Purwo (warsa 1996). Situs sané kapanggihin, kabanggayang sakadi jatimula, sakéwanten kantun kawigunayang pinaka genah pamuspaan, boya wantah olih krama Hindu kémanten. Cihna saking wangunan pura sané kawangun, madaging candi bentar antuk batu bata sakadi wentuk-wentuk candi ring Jawi. Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo kaempon olih sia désa ring Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi, luiré; Desa Kedunggebang, Desa Kedungasri, Desa Purwoagung, Desa Kalipait, Desa Kendal, Desa Purwoasri, Desa Wringinpitu, Desa Kedungwungu, miwah Desa Tegalrejo. Latar belakang pawangunan Pura Giri Salaka Alas Purwo puniki nénten lémpas saking mitos saha carita sané nglimbak ring pakraman miwah makudang-kudang situs sané kapanggihin ring wewidangan pura inucap. Mawit pura puniki kawangun, para pamedek, inggian saking Jawi wiadin Bali setata matakén, sira sané malingga ring Pura Alas Purwo puniki. Para panglingsir saking Bali wiadin Jawi, nyelehin parindikan inucap antuk ngamargiang yoga, meditasi. Manut pawisik, sané malinggastana ring Padmasana wantah Sang Hyang Siwa antuk prabhawan Ida pinaka Sang Hyang Pasupati. Pasu mateges makhluk, miwah Pati mateges Raja. Yéning ring Alas Purwo, sané pinaka raja wantah macan. Piodalan/pujawali ring Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo kamargiang nyabran Buda Kliwon Sinta utawi nepet raina Pagerwesi sané rauh nyabran nem bulan apisan utawi 210 raina. Piodalannyané nyejer salami tigang raina. (kmb)

Dura Désa

Wisata Gunung Srawet

Gua Lelawah sané Sayan Katilarin Akéh potensi wisata Banyuwangi sané durung kabecikang. Sakadi wisata alami Gunung Srawet ring Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo. Wisata puncak gunung puniki nyinahang pemandangan sané eksotik. Mawit saking gua lelawah kantos genah selfie sané karasayang ring langité. Antuk prabéa sané mudah, genah obyek wisata puniki patut karauhin sareng kulawarga. Sapunapi kaasrian palemahané? ANGIN ngasirsir sahasa nyapa sapangrauh krama ring margi nuju ka Puncak Srawet. Yadistun cupit, margi nuju Puncak Srawet kabaosang dangan kalintangin. Manut data, jimbar Gunung Srawet kantos 200 hektar. Sujatiné, akéh potensi ring wewidangan inucap sané kantun alami. Kocap, Gunung Srawet kabaosang madué kandungan emas. Masaih ring Gunung Tumpangpitu. Kualitas-nyané kabaosang lewih becik. Butirannyané sakadi batu pasir. Daweg dumun, Gunung Srawet naen dados genah wisata pinih kasub ring Banyuwangi Selatan. Satios ebeking tetaruan ageng, sang sané rauh irika taler prasida manggihin bojog, rusa, kantos menjangan. Sané pinih ngulangunin, gua lelawah. Wentuknyané sakadi sumur, diameter 50 cm. Gua puniki yukti ngulangunin manah. Wus nglintangin margi sané cupit, sang sané rauh pacang kalagén manggihin kaasrian genah inucap saking puncak. Carik-carik saha makudangkudang désa ring Banyuwangi kanten ngilis pisan. Kabaosang, Gunung Grajagan taler kanten

ngilis pisan ri kala kahanané becik. Puncak Srawet wénten ring ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Yéning meneng majeng Kelod, pacang kanten Samudera India. Samian kaasrian palemahan inucap ngawinang manahé angob. Majeng sané seneng selfie, latar belakang foto pacang karasayang sakadi wénten ring duur langité. Sané ring sor sakadi ngalitang, sang sané wénten ring puncak sané sedekan selfie sakadi makeber. Nénten ja sukéh ngruruh Puncak Gunung Srawet. Akses kendaraan, pamekas sepéda montor sampun dangan nglintang. Gunung sané kangken magis puniki magenah ring tengah Desa Kebondalem. Madampingan sareng jalur Desa Jajag ka Pesanggaran. “Ketah, raina Redité ramé pisan, sira kémanten dados munggahan. Sané utama, nénten mapikayunan kaon utawi tidong-tidong,” baos Sukarno, krama Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem. Daweg dumun, gunung puniki naen dados ajang wisata tahunan, inggih punika marupa lomba lintas Gunung Srawet. Pamilet saking dura désa saha

CANDI - Candi bentar ring Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Banyuwangi.

Gunung Srawet – Puncak Gunung Srawet makanten tegeh saha asri pisan. dura kabupatén akéh sané rauh nyarengin. Nanging, samian punika wantah kantos carita. Pungkuran puniki, Gunung Srawet katilarin sangkaning nénten kauratiang. Gunung Srawet rumasuk wewidangan hutan lindung. Pengelolaan-

nyané ring Pemerintah Desa Kebondalem, kaatur sajeroning Peraturan Desa (Perdes). “Gunung Srawet puniki marupa hutan lindung sané kaupapira. Wénten Perdes-nyané,” baos Kepala Desa Kebondalem, Iksan. Dané ngangken, naen

Balipost/udi

maprakanti sareng makudangkudang pengusaha pariwisata saking Jakarta, Surabaya, miwah Bali mangda nglimbakang pariwisata ring Gunung Srawet, nanging tetujonnyané wantah sawates pengelolaan pariwisata. (udi/uma)

Candi Agung Gumuk Kancil

Petilasan Maharsi Markandeya ring Banyuwangi CANDI Agung Gumuk Kancil magenah ring Petilasan Maharsi Markandeya ring Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Candi antuk motif Prambanan puniki karesmiang daweg 11 Agustus 2002. Candi sané kawangun ring tanah sané jimbarnyané 25 are puniki kajangkepin antuk arca Maharsi Markandeya, Siwa, miwah Budha. Samian wangunan kakaryanin antuk batu merapi sané kaambil saking Gunung

Agung, Bali miwah Muntilan, Jawa Tengah. Batu inucap karauhang saking Bali miwah Jawa Tengah antuk tetujon mawali nyikiang paiketan pawiwahan putri Gunung Agung sareng putra Jawa Tengah. Satios punika, antuk pepadonan punika prasida ngwaliang sejarah pamargin ritual Maharsi Markandeya sané kakawitin saking Jawi nuju Bali. Mawinan punika, candi inucap becik kawigunayang pinaka niyasa pasikian Jawa-Bali. Wentuk wangunan pemujaan

BPM/ist BPM/ist

Redité Kliwon, 26 November 2017

CANDI - Wangunan Candi Agung Gumuk Kancil magenah ring Petilasan Maharsi Markandeya ring Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

ring Gumuk Kancil marupa candi macihna Jawa Timur, Candi Angka Tahun ring kompleks Candi Penataran. Konsep dasar wangunan candi puniki wantah pawiwahan utawi panyikian pantara Jawi miwah dura Jawi sakadi Bali. Orientasi candi wantah gunung (Gunung Raung ring Uttara) miwah segara. Wangunan candi puniki kaepah dados tiga, luiré; dasar, pangawak, miwah puncak. Dasar candi mawentuk lingkaran, kasusun dados 8 undagan. Pangawak candi mawentuk segiempat bujur sangkar. Candi Agung Gumuk Kancil madué tetiga relung candi miwah asiki relung (ruang) utama sané madaging lingga-yoni majeng sisi Kelod. Ring sisin candi, kaiterin tetiga relung candi. Patemon pantara dasar sareng pangawak kadagingin Bedawangnala, Naga Basuki (ring tengen), Naga Ananta Boga (ring kiwa). Ring relung sisi Kangin madaging pangarcan Tri Adhi Sakti, Dewi Saraswati (ring kiwa), Dewi Sri Laksmi (ring tengen), miwah Dewi Parwati (ring tengah) sané genahnyané dados asiki. Ring relung sisi Kauh madaging pangarcan Siwa-Budha/Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa). Ring relung sisi Kaja madaging pangarcan Rsi Markandeya. Kawentenan Candi Agung Gumuk Kancil pacang nerus kabecikang saha kajangkepin antuk makudang-kudang candi manut panglimbak “pawisik” miwah kawéntenan prabéa. Titik-titik spiritual ring wewidangan candi induk sayan sué sayan akéh sané kasinahang, minakadi Watu Gantung ring sisi Kaja, Sri Buhpati ring Tenggara. (kmb)

Satua

Sang Muun miwah Sang Lanjana Kaketus saking Satua-satua Bali XIV Ri kala jadmané tedun magaé ring carik, irika paksiné mapupul ngwilang teda ageng alit pada asri tingkahipuné. Sagét wénten paksi ageng sané rauh saking delod segara sané mawasta paksi Muun, sareng ngwilang tatedaan ring cariké punika. Krura agengipuné sinah paksi sané lianan nénten purun nesek antuk ageng samaliha antuk galakipuné. Asing parek ulah ipun ngantos miang sahananing paksi sané lianan, samaliha ring dija genah paksiné mapupul, ipun i paksi Muun sareng irika mangremon. Kabaos ipun paksi Lanjana, ri kala ipun ngindang ring awan kagaok ngenot tingkah i paksi Muun sané mrekak punika. Irika Sang Lanjana matakén; “Héh ené jeroné uli dija, tumbén tepuk tiang dini bareng ngalih teda, buina liwat degag tingkah jeroné?” Masaut Sang Muun, “Ah mapi-mapi iba tuara nawang degag tingkah ibané tekén kai, né tui ratuning paksi uli delod pasih.” Nimbal Sang Lanjana, “Tuin iba dadi ratu, kai tuara samang maratu tekén iba. Buina kai tondén taén kalah baan iba, tuin iba gedé nanging bacin iba tuara gedénan teken bacin kai. Tuin iba makampid lumbang tusing kal kalah kai yén matepuk makeber.” Sang Muun jengah ring déwék kasapunikaang, irika raris Sang Muun masaut, “Bobab mokak iba sesanan kedis kapecit nagih ngalahang kai. Ukudan iba makejang ento tuah lamun bacin kainé.” Masaut malih Sang Lanjana, “Indayang iba meju apang kai nawang amongkén gedén bacin ibané!” Sang Muun raris meju, satsat kadi taluh bébék ageng bacin ipunné. Sang Lanjana karag-kirig raris makecos ningkrik duur bacin keboné sambilanga ipun mamunyi. “Héh Sang Muun, né né iwasin bacin kainé!” Sang Muun ipun bengong ngiwasin bacin Sang Lanjana tur marasa kaon. Masaut malih Sang Muun, “Nah saja kai kalah tur saja gedénan bacin ibanné, indayang jalan jani iraga mategeh-tegehan makeber!” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Kliwon, 26 NOVEMBER 2017

9

SPORT Denis Suarez

Hamilton Tetap Incar Kemenangan

HAL 12

Valencia Vs Barcelona

Duel Dua Tim Tak Terkalahkan

BPM/rtr

Barca di Jalur yang Benar

Madrid –

Peringkat dua Valencia akan menjamu pemimpin klasemen Barcelona pada jornada 13 La Liga 2017/2018, Senin (27/11) dini hari nanti. Duel di Mestalla ini akan jadi ujian berat bagi kedua tim yang sama-sama belum terkalahkan.

Barcelona – Gelandang FC Barcelona Denis Suarez, merespon tudingan yang menyebutkan bahwa timnya bermain membosankan, meski tengah menguasai Liga Spanyol. Barcelona saat ini menduduki peringkat pertama klasemen sementara Liga Spanyol dengan 34 poin dari 12 pekan. Mereka unggul empat angka dari Valencia peringkat kedua. Di sisi lain Blaugrana mendapat kritik dari pihak yang menilai gaya main mereka membosankan. Gelandang Barcelona, Denis Suarez tidak sepakat. Dia mengacu ke jumlah selisih gol yang dimiliki timnya di liga domestik. “Kalau tim yang mencetak banyak gol dan hanya sedikit kebobolan disebut membosankan, saya tidak tahu harus berkata apa,” kata Suarez Sabtu (25/11) kemarin. Barcelona sejauh ini sudah mencetak 33 gol dan hanya kebobolan empat gol, menjadikan mereka tim dengan selisih gol terbanyak. Skuat asuhan Ernesto Valverde tersebut juga sudah memastikan lolos ke babak 16 Besar Liga Champions dan ronde kedua Piala Raja Spanyol. Bagi Suarez hal tersebut sudah cukup menjawab tudingan miring yang singgah ke klubnya. “Memimpin klasemen Liga Spanyol dan pencapaian di Liga Champions, serta Piala Raja adalah bukti Barcelona di jalur yang benar. Musim ini dimulai dengan baik. Saya juga tak sepakat kalau gaya main kami disebut membosankan dan tak menghormati identitas klub,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Di bawah asuhan Marcelino, Valencia tampil impresif musim ini. Valencia masih belum terkalahkan bersama Barcelona dan Atletico Madrid. Menguasai dua besar, Los Che dan Blaugrana pun hanya terpisah empat poin. Barca kokoh di puncak klasemen dengan nilai 34, empat poin di depan Valencia di tempat kedua. Valencia sendiri sudah enam angka memimpin atas Real Madrid dan Atletico di posisi 3-4. Tak seperti beberapa musim terakhir, Valencia yang sekarang bisa menghadapi Barcelona dengan kepercayaan diri optimal. Saat ini bisa dibilang mereka berada di level yang sama. Dengan pemain-pemain kreatif semacam Goncalo Guedes dan Carlos Soler serta duet striker Rodrigo Moreno dan Simone Zaza, skema ofensif Valencia pantas diwaspadai oleh setiap lawan. Lini belakang mereka juga cukup tangguh. Sejauh ini Valencia telah mencetak 32 gol dan hanya kebobolan sebelas dalam 12 pertandingan. Statistik itu hanya kalah dari Barcelona yang sudah mencetak 33 gol dan baru kebobolan empat. Ada potensi Valencia bakal amat merepotkan Barcelona. Dalam empat musim terakhir di mana Los Che bahkan tak sedang menjalani musim yang bagus, mereka sudah

menyulitkan. Musim kemarin Valencia memang dua kali kalah dalam pertemuan di liga, tapi tengok saja skornya: 2-3 dan 2-4. Saat kalah 2-3 Valencia kehilangan satu poin berharga setelah dihukum penalti di menit ke-90. Sementara saat takluk 2-4, mereka bermain dengan sepuluh orang sepanjang babak kedua setelah sempat menahan 2-2. Pada musim sebelumnya, yakni 2015/2016 Valencia malah menang head-to-head atas Barcelona yang jadi juara di musim tersebut. Los Murcielagos berimbang 1-1 di Mestalla lalu menang 2-1 di Camp Nou. “Kami bisa mengalahkan Barca, dan itulah yang akan coba kami lakukan. Tak ada target lain saat ini, hanya laga kami berikutnya,” kata Marcelino, Sabtu (25/11) kemarin. Marcelino takkan bisa mendampingi pasukannya saat meladeni Barcelona. Dia diskors dua pertandingan menyusul pengusiran ketika menang 2-0 atas Espanyol. Pihak Valencia telah mengajukan banding dengan bukti-bukti pendukung, tapi RFEF tak mengabulkannya. “Hal seperti ini biasa terjadi. Meski begitu, saya rasa takkan ada bedanya apakah saya di bench atau tidak,” katanya lagi. Barcelona kuat, tapi tidak bakal mudah bagi mereka untuk menekuk Valencia. Terlebih lagi pelatih Ernesto Valverde harus kehilangan beberapa pemain pilar. Termasuk di antaranya adalah Gerard Pique (skorsing) dan Javier Mascherano (cedera). Untuk itu Thomas Vermaelen sepertinya bakal dipasang sebagai pengawal jantung pertahanan. Dari sisi ofensif, Paco Alcacer diperkirakan bakal kembali dipercaya menempati sektor kanan. Dia bakal menjadi salah satu pendukung duet penyerang Lionel Messi dan Luis Suarez di barisan depan. (kmb33/rtr) Perkiraan Susunan Pemain

Valencia (4-4-2): Neto; Gaya, Garay, Paulista, Montoya; Guedes, Kondogbia, Parejo, Soler; Moreno, Zaza. Barcelona (4-4-2): ter Stegen; Alba, Umtiti, Vermaelen, Semedo; Iniesta, Busquets, Rakitic, Alcacer; Messi, Suarez.

Simone Zaza

Head To Head (6 Pertemuan Terakhir) 20-03-2017 Barcelona 4-2 Valencia (La Liga) 22-10-2016 Valencia 2-3 Barcelona (La Liga) 18-04-2016 Barcelona 1-2 Valencia (La Liga) 11-02-2016 Valencia 1-1 Barcelona (Copa del Rey) 04-02-2016 Barcelona 7-0 Valencia (Copa del Rey) 06-12-2015 Valencia 1-1 Barcelona (La Liga).

BPM/rtr

Zaza Terancam Absen

Barcelona – Striker Valencia, Simone Zaza membuat timnya dilanda kekhawatiran jelang bentrokan melawan Barcelona. Pemain internasional Italia tersebut cedera lutut sehingga berpotensi absen dalam duel di Mestalla. Pemain berusia 26 tahun ini tampil sangat impresif pada awal musim 20172018. Dia sudah mencetak sembilan gol dari sepuluh pertandingan Liga Spanyol sehingga membuat El Che bersaing ketat dengan Barca di puncak klasemen. Namun kondisi terakhir Zaza membuat Valencia mulai ketar-ketir. Mantan pemain Juventus tersebut mengalami cedera meniskus ketika bergabung dengan timnas Italia pada awal bulan ini. Valencia sudah memberikan konfirmasi bahwa Zaza memerlukan tindakan operasi sehingga bisa benar-benar pulih. Meskipun demikian, mereka akan berusaha untuk menundanya dengan cara memberikan obat penghilang rasa sakit sehingga Zaza bisa bermain. “Zaza mengalami sobek pada meniscus eksternal lutut,” ujar pelatih Valencia, Marcelino, Sabtu (25/11) kemarin. “Kadang-kadang membuat dia tidak bisa bermain. Saat ini dia baik-baik saja, tetapi pada suatu saat nanti dia harus menjalani operasi. Masalah itu tidak bisa disembuhkan hanya dengan istirahat,” imbuhnya. Marca melaporkan bahwa saat ini Zaza menggunakan obat penghilang rasa sakit dalam latihan. Dia tidak ingin melewatkan pertandingan penting tersebut setelah absen saat Valencia menang 2-0 atas Espanyol, Minggu (19/11) lalu. Valencia saat ini terpaut empat poin dari Barca yang mengumpulkan total 34 poin dan unggul empat angka atas juara bertahan Real Madrid di urutan ketiga. Dengan demikian, kemenangan akan membuat El Che memangkas jarak dengan The Catalans. (kmb33/rtr)

Luis Suarez

5 Pertandingan Terakhir Valencia 21-10-2017 Valencia 4-0 Sevilla (La Liga) 25-10-2017 Zaragoza 0-2 Valencia (Copa del Rey) 28-10-2017 Alaves 1-2 Valencia (La Liga) 04-11-2017 Valencia 3-0 Leganes (La Liga) 19-11-2017 Espanyol 0-2 Valencia (La Liga) 5 Pertandingan Terakhir Barcelona 29-10-2017 Bilbao 0-2 Barcelona (La Liga) 01-11-2017 Olympiakos 0-0 Barcelona (UCL) 05-11-2017 Barcelona 2-1 Sevilla (La Liga) 18-11-2017 Leganes 0-3 Barcelona (La Liga) 23-11-2017 Juventus 0-0 Barcelona (UCL).

Rekor Baru Valencia

Barcelona – Valencia membukukan dua rekor spesial di La Liga Spanyol, selepas memetik kemenangan meyakinkan 2-0 atas Espanyol pada akhir pekan kemarin. Sepasang gol Geoffrey Kondogbia dan Santi Mina membuat Los Che sukses mencatatkan delapan kemenangan beruntun di pentas La Liga untuk kali pertama dalam sejarah mereka. Catatan tersebut melanjutkan awal musim gemilang yang dimiliki Valencia dengan sebelumnya sudah melewati tujuh laga terakhir dengan kemenangan beruntun sebelum memasuki jeda pekan internasional. Selain rekor kemenangan beruntun, pasukan arahan Marcelino Garcia Toral juga menorehkan awalan terbaik dalam sejarah partisipasi mereka di La Liga, dengan raihan 30 poin dari 12 pertandingan. Performa impresif membuat Valencia muncul sebagai salah satu kandidat juara musim ini, dengan menempel Barcelona, lawan yang akan mereka hadapi selanjutnya, dengan selisih empat angka. Valencia bakal memiliki waktu istirahat yang lebih lama ketimbang Barcelona yang akan menghadapi laga krusial di fase grup Liga Champions musim ini

dengan bertandang ke markas Juventus. Selain itu, Duet lini depan Valencia, Simone Zaza dan Rodrigo tampil menawan pada Liga Spanyol musim 2017-2018. Kontribusi mereka mendekati pasangan milik Barcelona, Luis Suarez dan Lionel Messi. Performa gemilang Valencia pada musim ini tidak lepas dari kinerja Zaza dan Rodrigo yang merupakan duet di lini depan. Komposisi Italia-Spanyol itu mengemas 16 gol atau berkontribusi terhadap separuh gol Valencia di Liga Spanyol. Zaza menjadi pencetak gol terbanyak tim berlambang kelelawar tersebut dengan sembilan lesakan, sedangkan Rodrigo tujuh. Torehan apik duo Valencia ini hanya kalah dari dua pemain depan Barcelona, Messi dan Suarez yang menghasilkan 17 gol, di mana Messi menyumbangkan 15 lesakan, sisanya dari Suarez. (kmb33/rtr)


Bola

10

Profil

Minggu Kliwon, 26 November 2017

Suka Pikul Tanggung Jawab Bintang Paris Saint Germain, Neymar mengatakan bahwa dia tahu apa yang ia hadapi dengan menjadi pemain termahal yang pernah ada. Kendati demikian, dia menikmati tanggung jawab yang ada di pundaknya saat ini. Terlepas dari euforia seputar kepindahannya, pemain berusia 25 tahun tersebut mengatakan bahwa biaya pemain tidak berpengaruh saat pertandingan dimulai. Dia juga mengatakan bahwa dia senang dengan kepercayaan yang diberikan PSG pada dirinya. “Jelas saya sangat berterima kasih kepada klub atas kepercayaan yang mereka tunjukkan pada diri saya. Sekarang saya harus tampil di lapangan, ini cara terbaik untuk membayar kepercayaan itu,” katanya. “Tentu saja saya mengerti apa artinya menjadi pemain termahal sepanjang masa, tapi saya tidak melihatnya sebagai tekanan tambahan, saya tidak memikirkannya dan saya tidak menghabiskan sepanjang hari untuk membicarakannya. Tidak ada waktu saat Anda berada di lapangan. Ketika peluit berbunyi, itu menjadi 11 lawan 11 dan semua orang sama.” “Saya suka memiliki tanggung jawab di lapangan,” katanya. “Saya tidak pernah mengelak dari hal itu. Itu salah satu alasan mengapa saya bergabung dengan PSG,” tutup Neymar. (kmb33/rtr)

EMAS - Lionel Messi berpose dengan empat sepatu emas yang berhasil diraihnya.

BPM/rtr

Masa Depan Messi Terungkap

Barcelona – Kebersamaan Lionel Messi dan Barcelona FC berlanjut. Itu setelah Messi menyepakati kontrak dengan tim Catalan tersebut hingga 2021. Perpanjangan kontrak Messi itu diumumkan, Sabtu (25/11) kemarin seperti dalam rilis resmi Barcelona FC. Kesepakatan tersebut menjawab spekulasi masa depan Messi. Messi akan tetap bersamasama Barca hingga empat tahun ke depan. Artinya, Messi akan berada di Barca hingga dia berusia 34 tahun. Dia juga diikat dengan clausul buyout 700 juta pundsterling atau setara dengan Rp 11,2 triliun. Barca adalah klub profesional pertama Messi. Dia bergabung dengan Barca pada 2000, saat dia masih berusia 13 tahun. Messi didatangkan dari Newell’s Old Boys. Setelah tampil impresif

dari berbagai kelompok umur bersama-sama Barcelona, Messi menjalani debut di tim senior pada usia 16 tahun dalam sebuah laga persahabatan dengan FC Porto. Secara resmi debutnya ditandai lewat laga antara Barca dengan Espanyol ketika usianya 17 tahun. Pemain Argentina berusia 30 tahun itu bergabung dengan Barca sejak usia 13 tahun dan membantu klubnya memenangi delapan titel La Liga dan empat trodi Liga

Champions. Karir pribadinya juga termasuk gelar Sepatu Emas sebanyak empat kali, yang terakhir diraihnya dengan mencetak 37 gol di La Liga musim lalu. Sejauh ini dia sudah tampil 602 kali membela Barcelona dan total mencetak 523 gol. Juli lalu, Barcelona mengatakan Messi setuju menanda tangani kesepakatan baru, setelah sebelumnya diberitakan dia menolak tawaran yang diajukan di bulan Mei. Dalam pernyataannya,

Barcelona mengatakan “Messi masih punya banyak potensi yang bisa diberikan, dan laksana musik di telinga semua fan Barca yang akan terus bisa menikmati kehebatannya”. Messi dianugerahi sebagai pemenang Golden Shoe Eropa 2016/2017. Ini anugerah keempat yang diterimanya sebagai top skor di Eropa setelah 2010, 2012, dan 2013. Messi mengklaim mustahil dirinya bisa mencetak banyak gol (37 gol pada La Liga 2016/2017) tanpa bantuan dari para rekannya di Barcelona. “Saya selalu bilang anugerah pribadi dihasilkan dari usaha kolektif,” kata Messi

yang menerima penghargaan tersebut dari rekannya di Barca dan pemenang Golden Shoe musim lalu, Luis Suarez. “Ini sebuah penghargaan untuk semua orang. Tanpa rekan setim saya, saya tak akan bisa meraih anugerah ini, ini berkat tim,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu Messi juga membeberkan bagaimana dirinya berevolusi menjadi pesepakbola yang lebih baik di setiap waktu. “Saya selalu katakan saya tak menganggap diri saya seorang striker, tapi saya beruntung mencetak banyak gol yang memberikan saya anugerah-anugerah ini,” tutup Messi. (kmb33/rtr)

Icardi akan Selamanya di Inter

Michael Carrick

BPM/rtr

Jantung Carrick Bermasalah

Manchester – Gelandang sekaligus kapten utama Manchester United, Michael Carrick akhirnya mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa sempat lama absen. Musim ini Carrick hanya sekali tampil, yakni pada laga Carabao Cup kontra Burton Albion September lalu. Awalnya pemain 36 tahun itu disebut menderita cedera lutut dan sempat dinyatakan menderita penyakit misterius. Namun, kini Carrick akhirnya mengakui bahwa ia sempat mendapat masalah dengan jantungnya dan diharuskan menjalani prosedur untuk mengatasi masalah tersebut. “Saya hanya ingin menjelaskan situasi saya, karena beberapa orang menanyakan apakah saya baik-baik saja dan mengapa saya tidak fit dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Carrick Sabtu (25/11) kemarin. “Setelah merasakan hal yang aneh di babak kedua laga melawan Burton September lalu saya menjalani serangkaian tes,” ungkapnya. “Ternyata saya memiliki masalah ritme jantung yang tidak normal. Hal itu sudah diperiksa dan saya menjalani prosedur yang disebut ablasi jantung,” jelasnya. Ablasi Jantung adalah sebuah prosedur yang menggunakan energi berfrekuensi radio untuk menghancurkan jaringan-jaringan yang menyebabkan kelainan detak jantung. Dengan hilangnya jaringan yang mengganggu ini, detak jantung seseorang pun akan kembali normal. Carrick pun menegaskan bahwa kini dirinya sudah fit dan sudah kembali berlatih bersama skuat Setan Merah. Eks gelandang Tottenham itu pun ingin segera kembali bermain dalam waktu dekat. (kmb33/rtr)

Milan – Striker Inter Milan, Mauro Icardi kini tengah menghadapi rumor kepindahan ke Real Madrid. Namun Pelatih Luciano Spalletti tak yakin hal tersebut bakal terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir Mauro Icardi dikabarkan menjadi incaran serius Real Madrid yang tengah berusaha memperbaiki ketajaman lini serang mereka. Kabarnya, striker asal Argentina berusia 24 tahun itu bakal diplot sebagai pengganti Karim Benzema yang kini tengah kesulitan mencetak gol di La Liga Spanyol. Namun Luciano Spalletti mengaku tidak melihat adanya kemungkinan hal tersebut bakal terjadi. Bahkan pelatih berusia 58 tahun itu yakin Icardi bakal bertahan di Inter Milan di sepanjang kariernya. “Siapa yang tidak menginginkan Icardi? Jika Anda bertanya kepada saya, semua orang sangat menginginkan keberadaan dia di dalam skuatnya,” ucap Spalletti, Sabtu (25/11) kemarin.

“Saya melihat dia telah jatuh cinta kepada Inter. Ketika saya berbicara dengannya, saya bisa merasakan hal itu, dari aspek kota, rekan satu tim, klub dan penggemar. Saya sangat yakin ia akan bertahan di Inter selamanya,” imbuhnya. Icardi bergabung dengan Inter Milan sejak diboyong dari Sampdoria pada awal musim 2013-2014 dengan harga 13 juta euro (sekitar Rp 209 miliar). Selama lima musim membela Inter Milan, banyak permasalahan yang sempat dihadapi Icardi. Salah satunya adalah bentrokan dan adu mulut antara dirinya dengan fans yang marah dengan performa tim pada musim 2014-2015. Namun Icardi selalu mampu menunjukkan performa maksimal bagi Inter Milan dan tetap bertahan bersama klub di tengah permasalahan yang ia hadapi. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor pendukung dari pernyataan Spalletti yang mengatakan bahwa Icardi telah jatuh cinta kepada Inter Milan. (kmb33/rtr)

Ederson

BPM/rtr

Mauro Icardi

BPM/rtr

City Waspadai Huddersfield

Huddersfield – Manajer Manchester City, Pep Guardiola meminta anak asuhnya untuk tak memandang remeh Huddersfield Town pada laga pekan ke-13 Premier League di Kirklees Stadium, malam nanti. Hal ini karena Huddersfield mampu merepotkan tim-tim besar. Berstatus sebagai tim promosi, The Terriers beberapa kali tampil mengejutkan. Salah satunya adalah ketika bersua Manchester United pada laga pekan kesembilan Premier League, 21 Oktober 2017. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Huddersfield sukses mempermalukan MU dengan skor 2-1. Dua gol Huddersfield dicetak Aaron Mooy pada menit ke-28 dan Laurent Depoitre menit ke-33. Sementara itu, gol tunggal The Red Devils disarangkan Marcus Rashford. “Apa yang dilakukan oleh manajer Huddersfield, David Wagner sangat baik. Mereka berhasil promosi dan mampu

mengalahkan Manchester United. Namun tak berhenti sampai di situ, Huddersfield memiliki catatan apik ketika bermain di kandang,” ungkap Guardiola, Sabtu (25/11) kemarin. “Kami akan menunjukkan penampilan terbaik seperti yang kami perlihatkan pada setiap laga Premier League. Kami akan mencoba mengalahkan mereka. Namun hasil positif dari Manchester United menjadi sinyal bahaya. Mereka bermain secara terorganisir dan intens,” lanjutnya. “Pertandingan melawan Huddersfield akan menjadi rumit. Suasana pertandingan akan seperti ketika Manchester City bertemu Brighton & Hove Albion. Kami tidak boleh berpuas diri dan harus tetap waspada,” kata mantan juru taktik Barcelona tersebut. Hal senada diungkapkan Kiper Manchester City Ederson. Dia mengaku timnya sudah siap menghadapi Hud-

dersfield. Ederson menyebut pertandingan lawan Huddersfield sebagai sebuah tes tersendiri. “Ini akan menjadi pertandingan tandang yang sulit buat kami, seperti halnya Brighton, Bournemouth, dan Leicester,” ujar Ederson. “Tapi saya yakin tim kami fokus dan sudah siap datang ke sana dan berjuang untuk meraih kemenangan lagi. Kami menghadapi tantangan dari setiap tim yang kami hadapi dan saya yakin ini tidak berbeda lawan Huddersfield. Kami adalah tim yang sangat kuat, yang siap dengan bagus di berbagai posisi, khususnya di serangan dan gelandang dan saya yakin ini sangat penting,” imbuhnya. Saat ini Manchester City memimpin klasemen sementara Premier League dengan mengoleksi 34 poin. Adapun Huddersfield Town bercokol pada peringkat sepuluh dengan raihan 15 poin. (kmb33/rtr)


Juara

11

Minggu Kliwon, 26 November 2017

HADANG — Pesepak bola Purnama Putra Seminyak menggiring bola dihadang lawannya dari Bhara Putra Baha pada perebutkan juara ketiga turnamen Bupati Badung Cup (BBC) II/2017, di Lapangan Samudra Kuta, Sabtu (25/11) kemarin.

Agung Ratih Saraswati

Latar Belakang Penari BPM/022

Bhara Putra Juara III BBC Magupura (Bali Post)-

Kesebelasan Bhara Putra Baha keluar sebagai juara III dalam turnamen sepak bola Bupati Badun Cup (BBC) II/2017, setelah menundukkan lawannya, Purnama Seminyak dengan skor 5-1 (1-0) di Lapangan Samudra, Kuta, Sabtu (25/11) kemarin. Gol pembuka kemenangan Bhara Putra hasil bidikan Teddy Febriana sukses memperdaya kiper Purnama yang dikawal Ngurah Yogi, ketika pertandingan yang dipimpin wasit Putu Joniartha baru bergulir 12 menit. Hingga turun minum Bhara Putra unggul 1-0. Memasuki babak kedua kapten Tirtanadi yang menempati posisi penyerang memborong tiga gol (hattrick) di menit ke-52, 64, dan 76, dan satu lagi gol kemenangan Bhara Putra diciptakan Andre Dwi di menit ke-83. Purnama mampu mempertipis kekalahan melalui sontekan Gus Mang di menit ke-64 yang menjebol gawang Bhara Putra yang dikawal Adi Usada.

Kekalahan ini lebih disebabkan para pemain Purnama Putra Seminyak tampak kelelahan, sebab mereka baru saja dikalahkan Garuda Dalung Jumat (24/11) lalu, hingga tak sempat beristirahat. Pelatih Bhara Putra Eka Putra mengakui, asuhannya rutin berlatih di lapangan Desa Baha. Ia ingin melakukan regenerasi pemain sepak bola di tubuh Bhara Putra. ‘’Kami hanya menurunkan

seorang pemain senior yang dipercaya menjadi kapten yakni Tirtanadi, sisanya pemain junior,’’ kata Eka Putra. Sementara Ketua Panpel Bupati Badung Cup II/2017 Ida Bagus Wisnu Wardana mengakui selama penyelenggaraan turnamen ini pihaknya telah menerjunkan tim pemandu bakat. Tujuannya untuk menyiapkan skuad tim Badung di ajang Porprov PS Badung, termasuk Persekaba Bali. (022)

Pebulu Tangkis Bali Dipatok Emas di Kejurnas Denpasar (Bali Post)Bali menerjunkan sepuluh pebulu tangkis pada Kejurnas Bulu Tangkis 2017 di Bangka Belitung, 20 November sampai dengan 2 Desember mendatang. Mereka adalah Agus Aldi Santosa, Putu Agus Aditya Permana Putra, Gusti Ayu Mega Septia, Kadek Wulan Juliandini, Destin Puspitayanti (dewasa), serta Gusti Agung Suptayana, Komang Triana Darma Putra, Komang Ari Pradipta, Ni Putu Dinda Sayu Murni, serta Ceren (taruna). Wakil Ketua Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya di Denopasar, Sabtu (25/11) kemarin menegaskan para pebulu tangkis Bali tetap ditargetkan membawa pulang medali emas sebagaimana kejurnas 2016 di Solo, atlet Bali membawa pulang satu emas, satu perak dan satu perunggu. Emas dipersembahkan Putu Agus Aditya/ Gusti Ayu Mega Septia di nomor ganda campuran taruna perak disumbangkan Agus Aldi Santosa (tungal taruna) dan perunggu diperoleh melalui atlet Putu Agus Aditya/Agus Aldi Santosa (ganda taruna). Oleh sebab itu, Winurjaya tetap berharap mereka minimal bisa mempertahankan menyabet medali emas, syukur-syukur kalau perolehan med-

BPM/ist

PATOK EMAS — Para pebulu tangkis Bali yang diterjunkan pada Kejurnas Bulu Tangkis 2017 di Bangka Belitung, 28 November – 2 Desember mendatang. Mereka tetap dipatok medali emas, sebagaimana perolehan medali pada Kejurnas Bulu Tangkis 2016 di Solo. alinya bisa bertambah. Dikemukakan perekrutan kesepuluh pebulu tangkis yang diterjunkan pada kejurnas bedasarkan hasil Kejurprov Bulu Tang-

kis di GOR Dewarra, Tabanan barubaru ini. Selama bertanding mereka didampingi dua Binpres, yakni Gede Suadnyana dan Indri Astuti. (022)

Kenshi Setiawan Jaka ke Final

BPM/ist

BUKA - Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Nyoman S. Astawa (kiri) membuka Kejurprov kempo antardojo se-Bali Harlisnas Cup di GOR Lila Bhuana, 25-26 November.

Denpasar (Bali Post)Kenshi Setiawan Jaka (Sapta Andika) melaju ke final randori kelas 42 kg, pada kejurprov kempo antardojo se-Bali memperebutkan Harlisnas Cup 2017 di GOR Lila Bhuana, Sabtu (25/11) kemarin. Di semifinal Setiawan menundukkan Bayu Suta (Kebalian), sedangkan di final meladeni pemenang antara Sendy Cornelius (PLN Denpasar) melawan Gede Wahyu Surya (Bhaktiyasa). Sementara randori kelas 58 kg, kenshi yang melaju yakni Arman Ali Mustofa (PLN Denpasar), Ridho Alam (Sapta Andika), Komang Adi Wijendra (Bali Mandara), Komang kta Ritama (PLN Singaraja), Rahady (Kebalian), Triadi Setiawan (PLN Singaraja), Kadek Candra Harta Wijaya (Polres Klungkung). Di kelas randori 54 kg kenshi yang melenggang adalah Kadek Harry Artha (PLN Singaraja), Rizaldi Hibram (PLN Denpasar), Kadek Priantosa (PLN Singaraja),

Putu Arta Yasa (Sapta Andika), Gede Hendra Wiguna (Polres Klungkung), IGN Natha (SMAN 5 Denpasar), Akil Dartana (Kebalian), Elvandra (SMAN 5 Denpasar). Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Nyoman S. Astawa menyatakan, pihaknya tetap memelihara event yang sudah diagendakan Perkemi Bali. ‘’Kejuaraan kempo ini melibatkan 220 atlet se-Bali,’’ kata dia. Kejuaraan yang diikuti 13 dojo ini, dan untuk embu usianya 13-15 tahun sedangkan randori usianya 15-18 tahun. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menyatakan, melalui ajang ini diharapna muncul kenshi tangguh yang bisa berlaga di ajang PON 2019, sekaligus bisa lolos PON XX di Papua 2020 mendatang. ‘’Jika pada PON XIX di Jabar kempo menyumbang satu emas, kami harapkan di PON Papua kempo bisa menyumbang dua hingga tiga keping emas,’’ ungkap dia. (022)

KENSHI Agung Ratih Saraswati sebenarnya berlatar belakang penari. Bahkan sejak TK sampai dengan SD dia mendatangkan guru privat tari profesional. Karena itu, sejak kecil dia piawai membawakan berbagai tarian seperti Legong Keraton, Cendrawasih, Pendet dan Tenun. ‘’Saya belajar bela diri Shorinji Kempo sejak duduk di bangku kelas 4 SDN, berlatih di Dojo PLN Denpasar’’, terang kenshi yang akrab disapa Gek Ayas ini. Gek Ayas baru saja mendulang dua emas untuk Denpasar pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, di nomor embu I DAN dan embu beregu campuran. Gek Ayas sendiri berlaga pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali sejak Porprov Bali IX di Badung 2009 silam. ‘’Kala itu saya meraih perak di nomor embu beregu campuran,’’ kenang kenshi kelahiran Denpasar, 22 Oktober 1995 ini. Ia pun pernah mendulang emas di randori kelas 45 kg, saat Porprov Bali XI/2013 di Denpasar. Alumnus Manajemen FE Unud ini bercitacita menjadi kenshi nasional. Gek Ayas pada Pra PON menyabet emas di nomor embu I DAN, namun pada PON XIX di Jabar 2016 harus puas menduduki peringkat keempat. ‘’Saya ingin mencoba supaya bisa lolos PON XX di Papua 2020 mendatang,’’ ungkap putri kedua pasangan Made Dendy Mandiyasa dengan AA Sagung Intan WA ini. Gek Aya pernah berkunjung ke Jepang persisnya di Kota Hakuba yang posisinya di lereng gunung. ‘’Kami ke Jepang awal tahun ini, bersama cabor bela diri lain seperti karate dan judo. Kami melihat dari dekat pola pembinaan bela diri di Negeri Matahari Terbit tersebut,’’ jelas karyawati Bank Mandiri ini. (nel)

I Putu Febri Andika

Diincar Celebest FC KIPER PS Badung Liga 2 yakni I Putu Febri Andika tampil gemilang di bawah mistar. Bahkan saat meladeni tim Celebest FC Palu, Sulteng, baik di kandang maupun tandang Febri ditawari pelatih Celebest FC Wayan Sukadana untuk bergabung dengan timnya musim kompetisi 2018 mendatang. ‘’Namun nasib berkata lain, PS Badung dan Celebest sama-sama terkena degradasi,’’ tutur kiper kelahiran Kediri, Tabanan, 4 Februari 1997 ini. Febri yang tinggal di Banjar Ganggasari, Kapal, Badung ini mulai belajar bermain bola di SSB Putra Angkasa Kapal. ‘’Saya mulai ikut SSB ketika duduk di bangku kelas 4 SDN,’’ kenangnya. Febri bersama Putu Pager Wirajaya pada musim kompetisi 2016 lalu sukses mengantarkan Bali United U-21 menjadi runner-up. Febri pernah membawa tim Liga Pelajar Indonesia (LPI) Badung juara Bali, sekaligus dirinya dinobatkan menjadi pemain terbaik. Dia mengaku bodinya gemuk kala kecil dulu. Oleh sebab itu disarankan pelatih sekaligus pamannya, Rai Merta supaya berlatih bola dan berposisi sebagai penjaga gawang. Febri dalam mengawal gawang mengidolakan kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. ‘’Kiper Andritany jitu membaca arah bola, berikut tangkapannya juga lengket,’’ puji Febri. Kinerja Febri di bawah mistar dituntut piawai membaca kemana larinya bola, bahkan jika bola makin dekat posisi dan reaksi kiper harus sigap menyergapnya. (nel)

Ubud Gelar Turnamen SSB Piala Ekshibisi Gianyar (Bali Post)Ubud menggelar turnamen antar SSB memperebutkan Piala Ekshibisi di Lapangan Astina, Ubud, Gianyar, Minggu (26/11) ini. Turnamen diikuti SSB Ubud, SSB Bebek Bengil, SSB Bali Nine, SSB Guntur, serta SSB Bali Football Academy. Ketua Panpel I Gusti Ngurah Rai Susila di Ubud, Sabtu (25/11) kemarin menjelaskan, kejuaraan dibagi dalam kategori usia 8-9 tahun, kemudian 10-11 tahun, serta 12-13 tahun. ‘’Sistem pertandingan berdurasi 15 menit saja,’’ kata Gusti Rai. Dikemukakan, pihaknya berniat

menggulirkan Piala Elshibisi secara rutin dan berkesinambungan. Jika perlu tiap bulan dan lokasinya bisa berpinda-pindah. Gusti rai Susila mengakui, selama ini pembinaan sepak bola usia dini di Gumi Seni kuang greget, bahkan stok pemain maupun regenerasi tak ada. Karena itu, melalui ajang ini pihaknya berharap Gianyar bisa mempunyai pemain yang dibina sejak usia dini, hingga bisa mengharumkan nama Gianyar di kancah Bali. ‘’Saya tak ingin tim Soeratin U-17 maupun U-15 menjadi bulan-bulanan tim daerah lain,’’ katanya. (022)

Tim Bulu Tangkis Denpasar Berjaya di Kejurprov Denpasar (Bali Post)Tim bulu tangkis Kota Denpasar berhasil merebut gelar juara umum pada Kejurprov Bulu Tangkis 2017 di GOR Dewarra, Tabanan, 14-17 November lalu. Kontingen ibu kota provinsi Bali mendulang sembilan emas, lima perak, dan 12 perunggu. Disusul Buleleng yang memperoleh enam emas, empat perak dan enam perunggu, serta Badung yang membawa pulang empat emas, sepuluh perak, dan sebelah perunggu. Kesembilan medali emas Denpasar dipersembahkan Feby Alvina/Laura Tania (ganda anak-anak putri), Cok Gede Agastya W/Hogi Andrean (ganda anak-anak putra), Rafif lamsyah (tunggal usia dini putra), Destin Puspitayanti/Wulan Juliandini (ganda dewasa putri),

Putu Agus ditya/Agus Aldi Santosa (ganda dewasa putra), Agus Aldi Santosa (tunggal dewasa putra), I Gusti Agung Suptayanan (tunggal taruna putra), Ayu Trisna/Dewa Ayu (ganda remaja putri), Puspa Ryastini/Putu Arisanti (ganda pemula putri). Ketua Umum KONI Kota Denpasar IB Toni Astawa, Sabtu (25/11) kemarin mengakui pihaknya bangga berkat pembinaan berkesinambungan para pebulu tangkis Kota Denpasar mampu keluar sebagai juara umum di ajang Porprov Bali. ‘’Bahkan mereka sekarang juara umum kejurprov dan lima pebulu tangkis Kota Denpasar, diterjunkan pada Kejurnas Bulu Tangkis 2017 mengusung bendera Bali,’’ jelas mantan atlet bulu tangkis ini. (022)

Tim SSB Ubud

Bali Post/ist

Mitra Devata Cukur PS Labuapi

BPM/ist

KEJURPROV - Tim Bulu Tangkis Kota Denpasar meraih gelar juara umum pada Kejurprov Bulu Tangkis 2017 di GOR Dewara, Tabanan, 14-17 November lalu. Bahkan lima pebulu tangkis Kota Denpasar diterjunkan pada Kejurnas Bulu Tangkis 2017 di Bangka Belitung.

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata berhasil mencukur lawannya, PS Labuapi dengan skor 5-0 dalam uji coba di Lapangan Desa Labuapi Lombok Barat, Sabtu (25/11) kemarin. Labuapi adalah tim finalis turnamen sepak bola seLombok Barat yang diperkuat pemain muda usia sekitar 22 tahun. Dalam latih-tanding yang menggunakan sistem 3x30 menit, Mitra Devata mendominasi sepanjang pertandingan. Pada 30 menit pertama Mitra Devata unggul melalui Purwanto menuntaskan umpan manis Komang Mariawan, kemudian Kombes Suparyono menggandakan kemenangan juga berkat umpan Mariawan.

Pada 30 menit kedua, tim Labuapi menerapkan strategi bertahan hingga mampu menghalau serangan yang dibangun Mitra Devata, sehingga sama sekali tidak terjadi gol. Pada 30 menit ketiga Mitra Devata yang mengandalkan serangan dari sayap kiri dan kanan mampu memperbesar kemenangan melalui gol yang dicetak Erick Ibrahim, menyelesaikan umpan Wayan Kartadnya hingga Mitra Devata menang 3-0. Selanjutnya Wayan Kartadnya yang menerim umpan dan IB Mahayasa memborong dua butir gol dan timnya unggul 5-0. Para skuad Mita Devata akan memberikan coaching clinics di Lapangan Legenda Malomba, Minggu (26/11) ini. (022)


12

Arena

Minggu Kliwon, 26 November 2017

Profil Kelelahan Pascamusim yang Berat PEMBALAP Repsol Honda Marc Marquez merasa kelelahan setelah menjalani musim MotoGP 2017 yang membuatnya menjadi juara dunia. Alasan itu yang membuat dia absen di ajang Superprestigio Dirt Track 2017, ajang motocross.Ini merupakan kali pertama Marquez mengurungkan niatnya untuk tampil di balapan trek tanah. Meski demikian, Si Bayi Alien sudah tak begitu penasaran lagi, mengingat dia sudah pernah menjadi juara di Superprestigio Dirt Track pada 2013 dan 2016. “MotoGP 2017 sangat sulit dan penuh tekanan, itulah mengapa saya merasa sangat senang dan bangga dengan gelar keenam secara keseluruhan dan keempat di MotoGP,” kata Marquez Sabtu (25/11) kemarin. “Perkembangan balap motor di musim ini telah menyarankan saya untuk beristirahat. Intinya, saya cukup beruntung bisa menang dua kali di Superprestigio Dirt Track sebanyak dua kali. Sudah saatnya pembalap Spanyol lainnya melakukannya,” Marquez menambahkan. Ketidakhadiran Marquez tak mengurangi minat pembalap lain untuk memeriahkan acara ini. Pasalnya, sudah ada beberapa nama yang telah mengonfirmasi kehadirannya. Mereka adalah Toni Elias dan Johann Zarco. Kemungkinan peserta akan bertambah sebelum balapan berlangsung. Sementara juara dunia kali Superprestigio Dirt Track, Brad Baker masih diragukan tampil lantaran dibekap cedera. (kmb33/rtr)

PIT - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton melakukan latihan Pit Stop jelang balapan di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

BPM/rtr

Hamilton Tetap Incar Kemenangan

Abu Dhabi – Balapan Formula One (F1) 2017 akan memasuki seri terakhir hari ini. Seri pamungkas balapan jet darat ini akan berlangsung di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi. Pembalap Mercedes Lewis Hamilton sudah mengunci gelar juara dunia di GP Meksiko lalu. Meskipun demikian, pembalap asal Inggris ini tetap menargetkan kemenangan di GP Abu Dhabi. “Saya memiliki keinginan membara untuk mengakhiri musim ini dengan cara yang bagus. Saat Anda bisa menutup musim dengan bagus, maka lebih mudah untuk memulai balapan dengan baik di musim selanjutnya,” kata Hamilton seperti dilansir ESPN. Rafael Nadal

BPM/rtr

Nadal dan Federer Kritik Aturan Baru

Sydney – Dua petenis dunia, Rafael Nadal dan Roger Federer mengkritik aturan baru pada Australia Open 2018. Keduanya menganggap aturan tersebut tidak masuk akal. Penyelenggara Australia Open mengumumkan aturan ‘25 detik’ mulai edisi 2018. Aturan tersebut mengharuskan setiap petenis untuk melakukan servis selama 25 detik. Sebelumnya aturan tersebut sempat dicoba pada Kualifikasi US Open dan ATP Next Gen di Milan. Aturan tersebut mendapatkan sambutan positif dari pencinta tenis dunia. Akan tetapi, Nadal mengaku tidak suka dengan aturan tersebut. Petenis asal Spanyol tersebut menganggap aturan itu dapat mematikan keseruan menonton pertandingan tenis. “Menurut saya, aturan tersebut tidak baik untuk masa depan tenis. Saya tidak khawatir dengan aturan tersebut karena tidak akan bermain untuk sepuluh tahun ke depan,” kata Nadal Sabtu (25/11) kemarin. “Jika Anda ingin membuat pertandingan tenis menjadi tidak seru, aturan tersebut merupakan kemajuan pesat,” imbuhnya. Sementara itu, Federer mengaku pusing dengan aturan tersebut. “Aturan itu sangat memberi tekanan. Mungkin aturan tersebut dapat membuat para pemain ingin mengakhiri turnamen lebih awal,” ujarnya. Saat ini Rafael Nadal menempati peringkat pertama dunia. Sedangkan Roger Federer berada satu peringkat di bawahnya. (kmb33/rtr)

Bulls Kalah Lagi Golden State – Golden State Warriors tampil impresif menghadapi Chicago Bulls. Warriors menang 143-94. Dalam pertandingan di Oracle Arena Sabtu (25/11) kemarin, Warriors tak bisa menurunkan Kevin Durant dan Draymond Green. Mereka tengah dibekap cedera. Sempat tertinggal 2932 pada kuarter pertama, Warriors mengubah strategi di lini pertahanan setelah memasuki kuarter kedua. Startegi itu cukup jitu. Warriors pun mampu membalikkan keadaan dengan unggul 74-53. Penampilan Warriors makin mendominasi memasuki kuarter ketiga. Warriors memimpin dengan kedudukan 110-81. Kuarter keempat berjalan lebih mudah bagi Warriors. Mereka BPM/rtr pun memastikan kemenanStephen Curry gan dengan skor 143-94. Stephen Curry menyumbangkan 33 poin sekaligus menjadi pencetak poin paling banyak untuk Warriors. Klay Thompson mengikuti dengan 29 poin. Di kubu Bulls Jerian Grant yang mencetak poin paling banyak. Dia mendonasikan 21 poin. Dengan hasil itu Bulls pun mencatatkan empat kekalahan beruntun. Sementara itu, Oklahoma City Thunder harus menelan malu setelah kalah 98-99 melawan Detroit Pistons. Padahal Thunder sempat unggul double digit dalam laga lanjutan NBA ini. Pistons untuk pertama kalinya bisa unggul di laga ini lewat sebuah jumper dari Ish Smith di kuarter empat. Kemudian Pistons memperlebar keunggulan berkat tiga angka Luke Kennard. Thunder memiliki beberapa peluang untuk mengejar ketertinggalan di detik-detik akhir. Sayangnya akurasi tembakan Thunder sangat buruk di saat krusial. Westbrook gagal menjadi pahlawan bagi Thunder. Tembakan tiga angka Westbrook di detik-detik akhir meleset dari sasaran. Dalam laga ini Thunder sempat memimpin hingga 15 poin, namun pasukan Billy Donovan itu kecolongan di kuarter tiga dan empat. Ini menjadi kali kedelapan di NBA 2017-2018 Thunder kalah setelah sempat unggul double digit. Westbrook di laga ini membuat triple double dengan 27 poin, sebelas rebound dan sebelas assists. Tapi akurasi tembakannya sangat buruk. Hanya sepuluh tembakan Westbrook yang masuk dari 29 percobaan. (kmb33/rtr)

Musim 2016 lalu Hamilton sukses menjadi yang tercepat di GP Abu Dhabi. Dia bertekad mempertahankan hasil tersebut di balapan nanti. “Saya sudah bekerja keras untuk tim ini, sehingga kami layak mengakhiri musim ini dengan bagus. Bukan berarti kami harus menang, tapi harus tampil bagus,” ucap Hamilton Sabtu (25/11) kemarin. “Saya hanya berpikir ini merupakan tahun yang panjang dan masih belum berakhir. Jadi tak ada alasan untuk melepas balapan nanti. Ada banyak keuntungan yang bisa diraih jika memenangkan

balapan ini,” sambungnya. Hamilton memimpin klasemen sementara dengan 345 poin. Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel menyusul dengan 302 poin. Hamilton mewaspadai potensi Vettel pada balapan ini. Pembalap Mercedes ini menilai jika rivalnya itu bisa meraih podium pertama dalam balapan di Sirkuit Yas Marina. Pada balapan nanti Hamilton berharap bisa memutus dua balapan tanpa kemenangan di Meksiko dan Brasil. “Saya ingin memperbaiki kesalahan untuk bisa mengalahkan Vet-

tel. Tujuan kami di Abu Dhabi pun cukup sederhana, yaitu memberikan yang terbaik dan bisa memenangkan balapan,” kata Hamilton dilansir Dailystar. Keyakinan Hamilton sangat beralasan. Sepanjang balapan digelar di Abu Dhabi, Mercedes mampu mendominasi tiga balapan terakhir, termasuk saat dia memenangkan dua balapan pada 2014 dan 2016. Pembalap berusia 32 tahun ini juga pernah meraih podium pertama saat bersama McLaren pada 2011. Optimisme Hamilton

meraih hasil terbaik tidak lepas dari performa mobil Mercedes F1 W08 EQ Power yang berada dalam kondisi sangat bagus. Dia mampu menempati posisi keempat ketika memulai balapan dari belakang di Brasil. Hasil itu membuatnya sangat percaya diri bisa meraih hasil terbaik di Abu Dhabi. Namun demikian, dia mengaku harus hati-hati dengan kesalahan yang dilakukannya. “Kami telah memenangkan kejuaraan dan kami konsisten. Kami membuat lebih sedikit kesalahan. Tapi saya pikir Ferrari memiliki musim yang sangat baik,” imbuhnya. Selain itu, Hamilton juga mengingatkan rekannya, Valtteri Bottas terhadap performa Vettel. Apalagi keduanya sedang bertarung untuk memperebutkan posisi kedua di klasemen akhir. Sampai saat ini Bottas masih tertinggal 22 poin dari Vettel. Karena itu, dia

harus bisa meraih kemenangan atau Vettel tidak mendapatkan poin satu pun setelah balapan. Bottas juga sangat berambisi bisa menyempurnakan prestasi Mercedes di musim ini. Selain meraih gelar juara dunia kategori pembalap dan konstruktor, dia ingin menjadi runner-up atau mempertahankan dominasi Mercedes dalam tiga musim terakhir. Balapan ini akan menjadi kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa dirinya layak sebagai pembalap Mercedes. “Ini kesempatan saya untuk menjadi yang terbaik kedua dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Saya akan fokus untuk menjadi lebih baik, termasuk dalam persaingan melawan Hamilton. Saya selalu tahu ini akan menjadi tantangan, karena Hamilton adalah pembalap yang bagus. Dia salah satu yang terbaik di F1,” ungkapnya. (kmb33/rtr)

Life Sport

Olahraga Dapat Mengurangi Nyeri Haid PERUBAHAN fisik pada tubuh ditandai dengan masa pubertas yang terjadi karena perubahan hormonal. Perubahan paling awal muncul yaitu perkembangan secara biologis, di mana mulainya remaja putri mengalami menstruasi/haid. Haid merupakan proses keluarnya darah yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang dan merupakan pertanda masa reproduktif pada seorang perempuan. Saat perempuan mengalami haid, hal yang paling sering dirasakan yaitu sakit pada bagian bawah perut atau yang disebut dengan dismenore/ nyeri haid. Bagaimana nyeri haid dapat terjadi? Nyeri haid terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron yang dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur. Hormone tersebut yang menyebabkan menyempitnya mulut rahim sehingga otot-otot rahim lebih kuat berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah haid. Kontraksi otot Rahim yang menyebabkan kejang otot pada perut bagian bawah yang dirasakan sebagai nyeri haid, hal tersebut dapat menurunkan kualitas

hidup dan akan mengganggu aktivitas sehari-hari selama haid. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid adalah dengan berolahraga. Olahraga apa yang dapat mengurangi nyeri haid, dipaparkan oleh seorang fisioterapis olahraga Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, SSt.Ft., M.Fis., yaitu dengan melakukan Abdominal Stretching. Stretching adalah bentuk dari penguluran atau peregangan pada otot-otot di setiap anggota badan untuk memelihara dan mengembangkan fleksibilitas dan kelenturan otot. Stretching biasanya dilakukan sebelum dan setelah melakukan olahraga agar dalam setiap melakukan olahraga terdapat kesiapan serta untuk mengurangi dampak cedera. Dosen di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini mengatakan, bahwa abdominal stretching itu sendiri tidak jauh dengan senam pada umummya, yaitu dapat membantu meningkatkan oksigenasi atau proses pertukaran oksigen dan meningkatkan metabolisme karbohidrat di dalam sel serta menstimulasi aliran drainase sistem getah bening sehingga

dapat meningkatkan kelenturan otot dengan cara mengembalikan otot-otot pada panjangnya yang alamiah dan memelihara fungsinya dengan baik serta memperbaiki elastisitas atau fleksibilitas jaringan tubuh serta mengurangi kram pada otot pada perut. Abdominal stretching merupakan salah satu bentuk relaksasi dari teknik relaksasi yang dapat menurunkan nyeri dengan cara merelaksasikan otot-otot yang mengalami ketegangan yang disebabkan oleh meningkatkan horman prostaglandin sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah dan akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami ketegangan otot dan berkurangnya suplai darah pada otot. Banyak

penelitian yang menyebutkan bahwa latihan ini sangat efektif dalam menurunkan nyeri haid. Latihan ini terdiri dari enam gerakan yang sangat mudah untuk dilakukan setiap hari, yaitu cat stretch (peregangan pada punggung), low trunk rotation (rotasi punggung bawah), hip stretch (peregangan pada pinggul), curl up (mengkontraksikan otot perut), lower abdominal strengthening (penguatan otot perut bawah), the bridge position (posisi mengangkat pinggang). Dari keenam gerakan tersebut, Trisna begitu sapaannya menjelaskan salah satu gerakan yaitu the bridge position. Gerakan ini cukup mudah dilakukan dengan posisi awal berbaring terlentang dengan

menekuk kedua lutut kemudian angkat pinggul dan punggung bawah sehingga membentuk garis lurus dari lutut ke dada, posisi ditahan selama 20 detik sambil mengatur napas, dan perlahan kembali ke posisi awal dan relaks. Seluruh gerakan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Abdominal stretching ini dapat dilakukan selama haid atau akan menjelang haid. Jadi, dapat disimpulkan bahwa olahraga abdominal stretching salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid apabila dilakukan secara rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga nyeri haid tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup akan meningkat. (kmb)

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUKO

DIJUAL HOTEL


Redité Kliwon, 26 November 2017

I Kaki Dengkil

Sri Girinathamurti

BARAK biing goban I Kaki Dengkilé usan nyirup sajeng tigang kélé ring pateluan abangé. Sambilanga srayang-sruyung, Ipun mamargi mantuk ka kubonné. Dawegé nyeliksik ring orok-oroké, piragina pianakné, Pan Doglagan tur cucunné I Doglagan maosang indik Giri Tohlangkiré sampun mletus. Santukan kesyab miragi Giri Tohlangkiré kocap sampun mletus soréné inunian, das I Kaki Dengkil ulung mageblug. Aget limané prasida magisian ring témboké. Wantah nénten prasida magisian, sinah Ipun sampun ulung makakeb. Napi malih entudné sampun rompod ulian masajengan inunian. Rauh ring kubonné, I Kaki Dengkil saharsa ngojog balé tiing romok kasihané. Sesampuné prasida negak ring baléné, malingser rasaanga sirahné, bunbunané kebut-kebut. Nénten janten, sirahné lempuyengan sakadi pengeng prau punika ulian ngamanahang Giri Tohlangkiré mletus napi santukan wawu usan masajengan? Minab makekalih, lempuyengan santukan usan masajengan, sayan lempuyengan malih santukan kawewehin antuk ngamanahang Giri Tohlangkiré kabaos mletus. Durung sué rasané wargi Tepisiringé kendel pisan santukan dados mantuk saking pangungsian. Waluya sampun kapiteketin mangda sayaga ngungsi wantah giri bhayané rauh. Sesampuné polih mategtegan ajebos, I Kaki Dengkil saka kedik magingsir saking balé kubonné. Kantun srayang-sruyung, Ipun mamargi ka paon ngarya toya anget. Sambilanga nyantosang toyané ngrodok, Ipun mamarna Giri Tohlangkiré kocap sampun mletus. “Ngudiang tusing ada tatenger sagét suba mletus? Mara ibi parna, seleh-selehin tusing ada cacirén lakar mletus! Apa Ida Bhatara suba tusing sih tekén déwéké ané lascarya ngayah? Bas mara ibi Ida tangkilin, kondén ada mapaica pawisik!” I Kaki Dengkil maselselan sakadi punika riantukan nénten kapaica pawisik antuk Ida Bhatara Giri Tohlangkir. Sambilanga nglédok wédang I Kaki Dengkil mamarna indik Ida Sang Girinatha sané paling seleh-selehina nénten kanten pamurtiané. Nanging Giri Tohlangkiré sané ngrangsuk ring déwékné maparagaan Ida Siwanatha, manut sané kasengguh ring Lontar Negarakrethagamané kabaos Girinathamurti. “Lamun kéto, Girimurthiné ento patuh ya ajak ané kasengguh Girinatha nyakala? Yén munyin sastrané Sri Girinathamurthi maka jadma ri sira, dija ya Sri Girinatha mamurti?” Sayan jenget I Kaki Dengkil mamanah. Ngamanahang indik Girinatha sané tan sios paragayan Ida Bhatara Siwa sané mamurti dados Sri Girinathamurthi ring sajeroning jatma. Kocap manut panampén I Kaki Dengkilé, Sri Girinathamurtiné punika raket ring pawakan sekancan jatmané. Pakilitan baosé puniki nganutin sané kabaos brahman atman aikyam. Sang Mahaatma sané kabaos Brahman punika masikian sareng atman sané wénten ri sajeroning pawakan manusané. Saking Ida manusané maasal, mrika naler jagi mantuk. Dong nggih té, sayan negeh-negehang wewilangan I Kaki Dengkilé. Wewilangan Sri Girinatamurti wilangina masikian sareng wewilangan mahawakya brahman atman aikyam. Kenjekan ngwilangin asapunika, cekceké masuara. Sakadi nyayuwiaktiang sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. Men, wantah sampun kénten asapunapi malih? Wéten ké sané pakilitan Giri Tohlangkiré sané mletus sareng kawiaktian Sri Girinathamurtiné? Sampun tatas antuka wantah sané kasengguh Girimurthiné punika nénten sios kawantah paragayan Ida Bhatara Siwa. Punika awanan Girimurthi nénten sios wantah Ida Sang Maharaja Siwa, Paramasiwa panunggalané. Wantah Sri Girinathamurti asapunapi sujatiné kawéntenané? Siosan ring makajadma ri sira, ring sajeroning sapunapi malih Sri Girinathamurti nyusup? Wantah Ida Bhatara Tohlangkir naler kasengguh Girinatha, nénten ké sujatiné tan bina naler mangjadma Sri Girinathamurti? Girinatha mamurti utawi mangjadma maparagayan Sri Girinathamurti. Asapunika I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang. “Apa ri kala gunungé mletus Ida Bhatara Girinatha mangjadma maparagayang Sri Girinathamurti. Ida Bhatara Tohlangkir naler sujatiné panjadmayan Sri Girinathamurti. Sakalané ngenah maparagayan Giri Tohlangkir! Buin andapang, maparagayan Gunung Agung!” Luget I Kaki Dengkil mamanah kantos ngrémon mawacana asapunika. Sri Girinathamurti kenjekan nyihnayang raga mamurti, mangjadma ring Giri Tohlangkir kabaos. Kocap pamurtiané punika ngawanang kantené Giri Tohlangkiré mletus. Punika patut papagin, mangda tekek Sri Girinathamurti ring sekancan pawakan bhuwana alité. Ring paragayan déwéké soang-soang. Usan mamanah asapunika, sagét I Puteh masuara geruk-geruk. Cacirén semengané sampun jagi rauh. Kiap I Kaki Dengkilé nadak ngrasuk ring awakné, ngawinang paningalané baat raris ngidem. Sadurung lipya masaré, Ipun masamaya jagi ngaturang pamapag Sri Girinathamurti. Om Sidhirastu Tatastu.

(Jelantik)

Nyastra PAK Dé kendel pesan jani. Apang melah adanné, dadinné Pak Déwan. Tiang biasa ngaukin Tuan Déwan. Kendel suba ia, yén kaukin buka kéto. Kenehné sayan ba duur, paliatné sayan enteg, munyiné sayan katos pesu. Buka anak mapaitungan dogén, buka anak iju dogén. Tusing masi nyalahang, ia jani suba dadi Pak Déwan. Dugasé lakar dadi anggota déwan, sabilang paibon, sabilang banjar tekaina. Apa gapgapanné? Tusing pelih sinah amplop. Di tengah amplopé apa isinné? Suba tawang sinah pipis. Tusing pipis dogén. Misi gambar, misi poto, misi nomor. Ané seken tulisa apang nyudi Pak Dé. Carikné ané tamina suba kantahanga dugasé ento. Ia bani matoh cara magocékan. Ngetohin awak apang kanti menang. Apang kanti negak di déwan. “Eda nenga-nenga ngatohin awak. Eda buka I Gedé Ambara. Matoh tusing lagas, payu buntung lakar ngalih untung,” kéto ia ngindayangang awakné. Jani, Pak Dé magenti adan. Adanina dewan yang terhormat. Adané ento suba kepunga tekén Pak Dé. Yén suba terhormat sinah abesik, tongosné ba duur di langité gadang. Dugasé ento ia nyelapang ngubuh dara apang maan sesai nuléngék langit ané gadang. “Ditu manian iraga lakar ngimbang. Ditu manian iraga lakar maan cundang. Gigis demené yén sesai maan cundang. Cundang déwéké tusing lén tekén tegakan lan pipis. Pokokné pipis. Ngalih pipis mula mapikat pipis. Tusing ada anak ngalih kedis mapikat lelipi. Ento anak belog adané. I déwék anak dueg tamatan tegeh, sinah aluh baan mikatin. Apa kéwehné ngitukang layah? Apa buin gumanti suba biasa ngitukang tapel. Kebot kenawan suba biasa makipek, jani menek nuléngék langit.” Nyén lantas tusing kendel pamilihané suba teka. Pak Dé kajudi. Prajani ia magundul, akatih tusing ada bokné. Apang alus, apang lancar rejekiné. Apang énggal peluh sirahné majalan, buka pajalan kenehné tusing ada ané ngentugin. Pak Dé mula melah pajalanné. Sayan negehang dogén tegakné. Sayan ngimbang, sayan liu anaké nawang. Sayan demen kenehné. Sayan nuléngék masi pajalané ka langité gadang. Pepes masi ia ka désan tiangé ngaba gapgapan. Tiang demen masi. Bes anak gedé ngaba gapgapan nyén sing demen. Dugasé ené sedeng melaha lakar ada ngwangun balé gong. Tusing mamplop jani, médéngang pipisné apang seken-seken ngenah pipis. Anak taén ipidan amplop puyung masaab bora, tusing misi apa. Mirib dingeha tekén Pak Dé. Jani pipis matatakan selaka. Kraman tiangé kesiab-kesiab mara abaanga pipis liu. Bas kaliunan anak tuna, maan mantas ningalin pipis, gigis kesiabané. Kendelé tusing dadi gigisang. Kéné munyiné Pak Dé. “Krama banjar, titiang ngaturang suksma. Mawit saking pangapti krama sareng sami, titiang sané mangkin dados anggota déwan yang terhormat. Titiang nunas ampura, arang pisan polih ngrauhin Ratu, Ida dané sareng sami. Katah pisan pamargin titiang sakadi mangkin. Yukti ngwilangin pratakjana sareng akéh patut nué kawagedan. Swécan Suungé gamel titiang. Ampura samatra sida aturin titiang.” “Jeg tis dingeh munyinné Pak Dé. Yén makejang anggotané buka kéné. Sinah tusing ada anak kalaran. Liu anak masuk. Liu anak tua karunguang. Liu anak tiwas ada ngresepang. Tuah Pak Dé dogén ané kakéné. Manian yén ia nyalonang awakné dadi bupati, icang nyak suba dadi tim suk-

13

Tuan Déwan IBW Widiasa Keniten

sésné.” Madé Sudarsana ngrieng di sisi. “Aké masi nyak dadi tim suksésne. Aké lakar ngalih pipisné.” “Badah. Ngalih bati dogén.” “Anak idup, apang maan untung.” “Ratu Ida dané sareng sami, bénjangan wantah wénten pikobet, télépon manten titiang, pastika titiang jaga nyadia mapitulung. Puniki nomer telepon titiang.” Pak Dé nyambat nomer téléponné kanti ping telu. Makejang énggal-énggal nyatet. “Inggih…!” Saur manuk banjar tiangé. Kendel krama banjar tiangé, suba teka Pak Dé misi masemaya lakar nulungin. Mara lakar pesu, makejang nyakupang lima. Misi anggut-anggut cara anak nyakitang sirah. “Manian ané kéné-kéné sudi mara antes dadi pak déwan. Eda nyudi ané demitdemit. Ingetanga nagih suara dogén. Ané bares buka kéné tekaang mai.” Tiang kendel ngelah Pak Dé. Bares gati. Sakéwala misi masi jejeh abedik. “Dadi goroh pesan ia mangin pipis. Dija ja maan

pipis? Apa ya gegaénné lénan tekén dadi anggota déwan?” Tiang ngrieng padidian. Tiang nguleh-ngulehang keneh, ngujang ento bakat itungang. Ané melah suba maan pipis aluh. Mantas nyudi misi maan pipis akuda kéwéhné. Yadiastun tuah séket tali, kanggoang dogén. Ento sangetang! Mula melah nasibné Pak Dé. Suud dadi déwan di kabupatén, jani ka provinsi manian lakar ka Jakarta. Koné liu anaké demen tekén pajalan kenehné. Tiang masi ané demen krana bareng maan kritiskritisané. Lén pajalan, lén sebeng, lén timpaltimpalné Pak Dé. Jani pragat nuléngék langit. Langité orahanga bisa mesuang ané tagiha. Jani ia nagih apang dadi bupati. Marasa tekén awakné liu ané nemenin. Tiang kendel masi, apabuin kraman tiangé. Tiang jani bareng dadi tim suksés. Sabilang désa, sabilang banjar, sabilang paibon jagjagin tiang. Tiang majalan, tiang maan masi pipis. “Mabongbong maan pipis,” kéto

RI KALA nyaksiang sapangrauh Ida Sang Prabhu Krishna ring genahé punika, Ida Déwi Subhadra sahasa nangis, ngelik saha matur majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Sakadi asapuniki aturidané, “Nawegang titiang, Beli sané kasumbungang ring jagaté, Beli sané kabaosang madué panyingakan sakadi sekar padma kusumané. Sané mangkin titiang nunas majeng ring I Ratu, saksiang sentana Hastinapurané pinaka putun Ida Sang Arjuna. Sentana wangsa Kuruné puniki sampun kageseng olih dané Sang Aswatthama, putran Ida Bhagawan Drona. Wénten putra sané embas pinaka sentana sané mautama, sakémaon padem saha nénten prasida nglanturang kulawarga puniki. Senjata sané mautama sané kawigunayang olih putran Ida Bhagawan Drona, sampun ngawinang puput, satmaka padem kahuripan titiangé, kahuripan Déwi Utara miwah kulawarga sané tiosan! Sujatiné senjatané punika nénten pacang prasida mademang yéning sampun katibakang ring sané tiosan, sané mangkin sampun sakadi asapuniki kawéntenannyané sinah pacang nemu sengkala malih kulawarga Kuruné. Napi sané pacang baosang titiang majeng ring Panca Pandawa. Majeng ring Ida Sang Yudisthira, Ida Sang Bhima, Ida Sang Arjuna, asapunika taler majeng ring Ida Sang Nakula miwah Ida Sang Sahadewa. Ri kala Ida mirengang putranidané sané mautama saha kautamayang pinaka sentana padem sadurung mangguhang kahuripan. Asapunapi duka sané pacang karasayang ri kala uning ring parindikané punik? Napiké palungguh I Ratu prasida pacang manggihin indiké punika? Antuk manah sané hening, nénten nenga-nenga, titiang sané mangkin nunas ring palungguh I Ratu mangda ngamanggihin kawéntenan titiangé saha swécanin ugi titiang, Déwi Drupadi, Déwi Prita miwah sané sungsut ring genahé puniki. Ri kala kawéntenan Sang Aswatthama sané dahat sumbung mademang makasami sentanan Kuruné, ri kala punika taler palungguh I Ratu ngandika sakadi asapuniki. “Uduh brahmana sané sampun nénten suci, Aswatthama, cutet sané mangkin titiang pacang ngwésa kawisésan sané mautama mangda nénten ngamarginin sané nénten becik, titiang pacang nambakin senjatané punika mangda sami sentanan Panca Pandawané kantun maurip. Titiang pacang mabéla ring kapatutané, pacang mawali ngicén kahuripan ring putrané punika!” Irika raris titiang risampuné mirengang pangandikan palungguh I Ratu sakadi asapunika, rumasa bagia pisan angga sariran titiangé. Punika mawinan mawali malih titiang nyumekenang indik kawéntenan titiangé sané setata ngrastiti majeng ring Sang Prabhu, gumanti nunas karahayuané punika. Nawegang palungguh I Ratu sané pinaka ksatria mautama sané nénten prasida kakasorang ring jagaté! Sané

***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sang Parikshit

anaké nyambat. “Kénkén marasa?” Pak Dé matakon. “Mirib lakar menang jani, Pak Dé.” “Jeg menang! Lamun kuangan pipis sambat dogén. Di bang liu enu pipisé. Gorohin dogén apang kanti punyah baan pipis. Bas sesai maan pipis, sinah lakar nyudi. Nyén kodag sesai ada ngenjuhin pipis tusing nyudi?” “Apang mutang rasa, Pak Dé.” “Ento suba ané alih.” “Mutang sakéwala misi pikolih. Hahahahaha!” Tiang kédék. Ngedékin laksanan tiangé ajak Pak Dé. “Yén manian Pak dadi bupati, Madé lakar dadiang supir pribadi Pak-é.” “Dadi masi, kéwala gajihné eda patuh tekén sopir ané lénan.” “Aa, tusing kapatuhang.” Pamilihané majalan. Tiang ketug-ketug masi krana ané lawana tekén Pak Dé masi anak kuat. Anak gedé. Papadune padapada gedé. “Jani mara papadu pada-pada buruh,” kéto anaké pada ngrimik. “Ené mara pemilu melah. Ené madan ngisinin keneh. Makejang luung ngenah.” Mula melah karmané Pak Dé. Jani buin negehang, ia kasudi dadi bupati. Mirib karmané ipidan melah sangkan sabilang ané aptianga tekén Pak Dé bakatanga. Tiang misi iri masi, ngujang dadi tiang tetep ngujukang anak lén dogén. Mantas baangina séket talian suba kendel. Yén agetan satus tali. Kéwala yén itung-itungang maburuh kanggo masi. Saihang tusing maan apa. Idep-idepang nyontol mabalih tipi. Kendel pesan Pak Dé. Kéné ia ngrimik, “Jani misi kenehé lakar melahang, lakar alus-alusang bikasé. Lakar bijain déwéké sesai. Dong nyak kadénanga anak melah. Lakar kencakang sekancan tongos pipisé, mumpung dadi pejabat. Manian suud, pinih tusing maan susuk.” Sabilang dina, sabilang peteng ada dogén ka umahné Pak Dé. Magenepan sebengné. Ada nagih apang dadi kabid, ada nagih apang dadi sekdis, ada nagih apang timpalné mutasi, ada nagih apang dadi kontrak. Pak Dé mula dueg. Sabilang ané teka takonina, “Ada ané meranén? Ngelah siap buruh?” Ané teka ngerti, “Nué Pak.” “Nah, Mani maan.” Jeg aluh baana Pak Dé ngitungang mantas matakon akéto dogén suba maan bati. Amploné mapunduh di lemariné. Matumpuk-tumpuk, kanti tusing kaingetang adanné. Tiang tusing bani nundikin. CCTV nengéng di sampingé. Kéwala ada ané tusing dadi tunaina tekén Pak Dé. Apa ento? Ngalih anak luh jegég ajak ngisep apa kadén. Kéwala suud kena ento, ia bisa kedék kendel gati. Yén ngomong tusing taén takut. Tiang dong bebelogan makeneh. Mirib ngelah sesabukan, anak pepes ka Jawa. Kudang balian uli Jawa teka ka umahné. Masuter baan mantra. Dugasé ené iseng tiang ngebitang amplopné. Dadi tepukin tiang serbuk. Iseng tiang ngadekin. Mara lakar jemak tiang sagét macelep Pak Dé. “Eda uyut, yén kanti Pak Dé matangkep, Madé bisa adan dogén di guminé.” Tiang nlektekang muanné Pak Dé tusing buka ané suba-suba. Ia seken mamunyi. Tiang ngrieng di keneh. “Dadi Pak Dé takut sambat ngelah serbuk?” Énggalang tiang pesu mapi-mapi tusing nawang apa.

Sangu Olih : I K. Satria, S.Ag

mangkin, titiang nunas mangda palungguh I Ratu nguripang putrané puniki. Yéning palungguh I Ratu sampun cumpu putrané puniki nénten malih prasida katulungin utawi kauripang, sané mangkin icén titiang ngetut pamargin putra puniki, titiang taler pacang padem! Duaning wénten anak alit padem sadurung nagingin kahuripan, sakémaon wénten ring ajeng palungguh Ratu sané prasida nguripang sané sampun padem, wiakti nénten wénten kawigunan titiangé maurip yéning setata nemu kadukan sakadi asapuniki. Durusang sané mangkin cihnayang kawisésan palungguh Ratuné, tur dagingin pinunas titiangé, uripang malih putran Ida Sang Abhimanyu punika. Anak alit sané dahat becik, alep saha patut pisan pinaka putran Ida Sang Abhimanyu, yéning putrané puniki maurip tan bina sakadi sabeh sasih Katiga sané ngawinang becik sarwa tumuwuhé. Nawegang Sang Prabhu Krishna sané pinaka panrestian sang maha suci, pinaka nyasa kapatutan sané mautama, kawisésan palungguh I Ratu sané prasida ngasrang sami sekancaning meseh miwah sekancaning kadukané. Taler sané mangkin pinaka galah palungguh I Ratu nyihnayang piseken bebaosan palungguh I Ratuné dumun! Yéning palungguh I Ratu ngayunin, napi luir sané sampun padem sida pacang malih kauripang sangkaning kawisésan palungguh I Ratu. Asapunika taler ring jagat tigané, pet pradé wénten sané nénten anut ring pikayunan I Ratu wantah pacang sida nemu sengkala. Napi malih sané prasida aturang titiang ring I Ratu, yéning sampun sakadi asapunika antuk titiang ngrumrum saha ngaptiang mangda nguripang putrané puniki? Putrané punika embas saha padem! Sakémaon titiang sampun uning ring kawisésan palungguh I Ratu! Punika mawinan titiang banget nunas mangda kadagingin pinunas titiangé puniki! Titiang nunas mangda nglantur pitulung I Ratu majeng ring Panca Pandawané. Titiang nunas welas asih palungguh I Ratu majeng ring titiang miwah Déwi Utara. Titiang pinaka arin I Ratu, banget sané mangkin mapinunas, utawi pinaka biang sané sampun katinggalin olih Putra, punika mawinan sami bayu, sabda, idep titiangé aturang titiang ring I Ratu!” sakadi asapunika pangreremih Ida Déwi Subadra majeng ring rakanidané Ida Sang Prabhu Krishna. Mirengang sakadi asapunika pinunas Ida Déwi Subadra, ngraris Ida Sang Prabhu Krishna sané taler rumasa sungsut ring pikayunan punika nyawisin, “Inggih, dumogi sakadi asapunika sapatutnyané!” Krunané punika kaucapang antuk manah sané banget lascarya saha nyumpuin pisan. Dahat nglédangin pikayunan sami sané wénten ring genahé punika. Tan bina sakadi toya sané tis ngetélin sang sané rumasa kapanésan kawéntenan suarané punika. (Masambung)

Gulak-gulik Glalak-gluluk ngawi indik Indik duduk tan masuluk Sulukang gulikang tan paunduk Resepang ambekang Kaungkulin kangkang Budang-badingang Laklak-luklukang Enjekang nambung Katungkulin ngapung Prungpung tan pa-Kung Pandé Jati

Piteket Iseng Sampunang ngalih élah ngulah aluh Munuh mangkuhan tan ngetélang peluh Nguluh ngepuk galah panjak nganggoang kita Baya bencana jagi nibénin tan tuna KPK ngerudug ngejuk nyangkling sahasa Kanggéang ayah bakti tuyuhé yasayang lascarya Gumanti pamargin kahuripané antar galang Galang ngluntang linderin bintang-bintang I Ketut Aryawan Kenceng


Jayanti

14

Dewa Ayu Eka Putri Karini

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 41.bÉt\)ÏtinÀinÑËiy,

Brata ngeretin indria, ptutæisn/,

patut pisan, sdÉipuenkt)pÓ)pin/,

sadripuné kateptepin, klelovekÉoapuniku,

Kala Loba Kroda puniku, mtuæ(ymdlenßoh,

Matsarya Mada lan Moha, m\ÑbÊsi;,

mangda bresih, hunÓ¡enn)mÂ)mÉ&duwu(,

untuné nemnem ring duur, g)t)pinß\Ñentpk/,

getepin mangdané tapak, kdi2mã¡tnæcl&.

kadi lembu tan pacaling. 42.bnÓ)endedosÀ¡nÑ¡k*,

Bantené dados undukang, mnutÑÊsÓ,

manut dresta, ekwlsomæunßdg&,

kéwala sampun madaging, p)jtisewnÓ)nÀipun/,

pejati sawéntenipun,

Galah Malajahang Raga SALAMI kirang langkung 26 warsa ngabdi ring Pemprov Bali, pamekas ring widang Humas, pamuput ngateh anak istri mapeséngan Dewa Ayu Eka Putri Karini ngamolihang genah utawi jabatan pinaka Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Bali ring Kota Denpasar. Anak istri sané setata makanten semangat puniki nyaritayang, pangawit anggané marasa kagiat molihang tanggungjawab ageng sané patut kamargiang. Sangkaning sokongan saking kulawarga saha sawitra, dané nyantep ngamargiang tugas inucap. “Angayubagia sujatiné polih tugas inucap, yadiastun abot. Matur suksma majeng ring pimpinan tiang antuk tugas tiang pinaka Kepala UPT Disdik ring Kota Denpasar. Puniki galah tiang malajahang raga,” tutur dané. Yadiastun widang pendidikan pamekas SMA miwah SMK kabaosang asing, nénten pisan ngawinang ibu saking petang diri oka puniki marasa jejeh, dané nyatep pisan malajahin pakaryan anyar punika. Dané ketah matakén ring makudang-kudang kepala sekolah miwah sawitrandané sané dados guru. Pangawit anggané ngamargiang tugas inucap, nénten surud-surud dané malajahin indik birokrasi miwah pikobet sané metu ring SMA wiadin SMK. Mabekel kayun malajah, akéh kepala sekolah saha guru-guru sané kayun ngicén saha ngwantu anggané. Rumasuk para praktisi miwah para wartawan sané polih tugas ring widang pendidikan. Sanistané, akéh matakén saha molihang wawasan saking dané sané makarya ring widang pendidikan SMA wiadin SMK, ngawinang istri Wayan Mardika Buana puniki sayan marasa precaya ring angga prasida becik ngamargiang tugas pinaka Kepala UPT Disdik Provinsi Bali ring Kota Denpasar. Embas ring Bedulu, Gianyar, 10 Agustus 1970,

enyklpÉysÇitÓ,

béakala prayascitta, p\Þ¡ktn/,

panglukatan, ttbnuæ)syutæuput/,

tataban sesayut puput, r&s\á&ewnÓ)nÀturn/,

ring sangging wénten aturan, dk×inpunês)sri.

daksina punia sesari.

daweg alit Eka Putri ketah ngwantu rerama magarapan. Satios punika, dané nelasang galah saraina malajah ngigel. Sakéwanten, dané nénten waged ring widang sesolahan. Eka Putri lewih kadaut ring widang tarik suara. Tamat saking SD No. 1 Bedulu, Gianyar, Eka Putri nglanturang ka SMPN 1 Tampaksiring. Daweg sawitran dané ramia mamilih nglanturang ngranjing ka SMA, Eka Putri matiosan, dané mamilih nglanturang ka Sekolah Musik Menengah (SMM) Denpasar. Sayan sué, kawagedan dané magending sayan becik. Makudang-kudang lomba magending setata kasarengin. Makudangkudang piagam saha piala sampun kapupulang. Majalaran widang tarik suara sané katelebin, akéh sané uning anggané. Kasumekenan inucap sané pamuput ngawinang dané ngabdi ring Pemprov Bali. “Nénten pisan tiang naen mapikayun pacang dados PNS. Napi malih polih jabatan sakadi puniki. Tiang setata mautsaha becik ngamargiang pakaryan sané pinaka tugas tiang,” weweh MC senior puniki. Éling ring tanggungjawab pinaka Kepala UPT Disdik Provinsi Bali ring Kota Denpasar nénten ja dangan, ibu saking Putu Ayu Sada Devi P, Made Gede Panji P, Komang Gede Krishna P, miwah Ketut Ayu Mahadevi P puniki setata malajahang raga. Alumnus pascasarjana Jurusan Ekonomi Pembangunan Unud puniki setata matakén ring para sawitra inggian sané pinaka kepala SMA wiadin SMK ring Kota Denpasar. Napi malih, pikobet pendidikan ring Kota Denpasar doh matiosan sareng SMA wiadin SMK ring kabupaten lianan. Eka Putri nénten marasa kemad kasengguh belog ring parindikan sané janten durung kauningin. Dané lewih marasa bangga maosang yéning anggané yukti nénten uning, saihang ring mapi-mapi wikan. Santukan manut dané, jabatan boya ja parindikan sané patut sumbungang, sakéwanten galah malajahang raga. “Titiang setata metuéling ring jajaran tiang, komunikasi miwah koordinasi patut becik mamargi, patut katincapang, napi malih mapaiketan ring pikobet sané patut karuruhang solusi,” dané nguntatin. (uma)

Isin Gumi

”Hukuman Pengédar Narkoba” Patut Lewih Abot KASUS Jero Komang Gede Swastika alias Mang Jangol miwah kulawargannyané kantun dados uratian publik. Nénten wantah ring Bali, kasus puniki naler kasiarang kantos ring media nasional. Mawinan sadurung katangkep, Mang Jangol pinaka Wakil Ketua DPRD Bali. Kaonnyané, pinaka pejabat penting ring déwan, dané katarka dados bandar narkoba sané nyayagang genah pésta sabu-sabu ring umahnyané, ring wewidangan Dénpasar

Barat. Parilaksana inucap ngawinang aran Bali kaon. Parilaksana sakadi puniki sapatutnyané molihang hukuman sané berat, napi malih mabukti dados pengédar miwah bandar. Kahanan inucap kategesang sinalih tunggil akademisi, Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H, wawu puniki. Parindikan puniki kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 20 Novémber 2017 lintang.

Aji Bima, Banjar Yukti, parilaksana sakadi punika sampun ngawinang citra dewan cemer. Mawinan tunas titiang mangda penegak hukum purun ngambil tindakan tegas nibakang hukuman sané berat. Mangda krama uning parindikan hukum nénten diskriminasi, yadiastun napi ja statusnyané. Mologan, Mayong Polisi mangda prasida nang-

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

alas

1.

hls/,

1. hutan

2.

bianglala

2.

bê\ÞÞl,

2. pelangi

3.

carik

3.

crik/,

3. sawah

4.

danu

4.

dnu,

4. danau

5.

giri

5.

giri,

5. gunung

6.

jukung

6.

juku*,

6. perahu

7.

margi

7.

m(gi,

7. jalan

8.

malilacita

8.

mlilcit,

8. berekreasi

9.

pasih

9.

psi;,

9. pantai

10.

tukd/,

10. sungai

10. tukad

Redité Kliwon, 26 November 2017

Bahasa Indonésia

kep para pengédar taler bandar narkoba, sampunang wantah pangécér kémanten sané katangkep. Sapasira ja sané malaksana, patut katibakin pidana sané abotan riantukan sampun ngawinang usak masa depan para generasi bangsa. Gung De, Singaraja Dumugi antuk kasus puniki kadadosang galah kasumekenan samian jajaran inggian kepolisian, pemerintah, miwah BNNP Bali ri kala merantas narkoba. Mangda kaungkap sira-sira kémanten sané sareng pésta sabu. Asapunika taler ring dija produksi-nyané miwah distributor-nyané. Adi Putra, Lovina Majeng BNNP Bali mangda maprakanti sareng samian pihak, ri kala ngicénin hukuman inggian sosial miwah hukuman sané lewih berat. Utamannyané majeng para oknum pejabat sané yukti sampun uning hukum lan undang-undang taler pidana yéning mabukti terlibat indik narkoba. Gus Arya, Banyualit Samian punika mawit saking hukum sané wénten kirang tegas. Yéning hukum sampun kamargiang tegas pastika krama pacang takut ngédarang miwah nganggén narkoba. Sakadi hukum ring negara tiosan, irika hukum kalaksanayang tegas mawinan para krama marasa takut. (ama )

Putu Nadia Nevita

Seneng Matembang TEMBANG antuk murda Dewi Gangga pamuputné kangén murdan album kompilasi Bali Kumara Generasi Keempat. Tembang sané katembangang olih Putu Nadia Nevita punika nyatuayang indik Dewi Gangga, sinalih tunggil satua Bali sané sampun ketah kauningayang olih krama Bali. Nadia— asapunika siswa kelas VIII SMPN 3 Denpasar puniki ketah kasambat maosang makesiab sangkaning tembangnyané sané kanggén murda album inucap. Nénten kapikayunin sadurungnyané parindikan punika pacang kapanggihin. “Tiang kesiab tatkala uning yéning tembang sané tembangang tiang sané kanggén murdan album. Duaning sadurungnyané, nénten wénten sané uning sajabaning angga tim kréatif,” baosnyané. Kacunduk ri kala parikrama launching album kompilasi Bali Kumara Generasi Keempat wawu puniki, Nadia antuk rasa bagia nyatuayang sapunapi parikrama makarya album taler tembang sané katembangang punika. Mawit saking nyarengin Sanggar Cressendo Sukawati, Gianyar, Nadia polih galah sareng nagingin album punika sareng akéh. Katakénin olih makekalih reramannyané, Nadia nyantenang meled sareng makarya album. Dané nyelehin, selah inucap durung majanten jagi kapolihang olih krama tiosan, sangkaning punika minab ngawinang sarat pisan dané nyarengin malajah matembang taler ngranjing ring dapur rekaman. Satios jakti seneng matembang, makekalih reramannyané taler mabudi becik sajeroning parikrama makarya tur muputang tembang sané katembangang Nadia. Napi malih tembang inucap pacang kanggén murdan album-nyané, sinah dados tantangan sané ageng mangda prasida ngamedalang pakaryan sané pinih becik. Masolah kapertama ring kalangan katimbang timpalnyané siosan majanten ngawinang dané marasa “grogi”, sakéwanten sangkaning polih macanda miwah makédékan ngawinang Nadia prasida becik maparikrama ring kalangan. “Tiang marasa seneng duaning polih macanda sareng timpal-timpal, yadiastun sué pisan mapayas taler nyantosang polih galah matembang ring kalangan,” baosnyané makenyem. Yadiastun durung prasida ngamolihang préstasi

matembang sané pinih becik, nanging sampun akéh pisan pacentokan matembang sané naenin kasarengin Nadia. Asapunika taler piagam kejuaraan sampun akéh pisan kapolihang. Sinalih tunggilnyané, ring pacentokan matembang tembang pop solo Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ring Kota Denpasar. Prestasi sané pinih untat kapolihang, prasida nglintangin parikrama ajang pencarian bakat. Nadia mikayunin matembang punika sampun dados kasenengan satios ngawinang rasa percaya dirinnyané sayan nincap. Sané patut taler kamargiang wantah becik nabdabang sekancan parikrama sané kamargiang saha nénten lémpas antuk parikrama ring sekolahan. Duaning Nadia maosang, sekolah wantah parindikan sané pinih utama, napi malih dané meled nglanturang parikrama utsaha bapaknyané sané sampun kapanggihin becik mamargi. Pianak istri saking I Wayan Budi - Desak Made Ambarini puniki malih maosang, wénten parindikan sané kapanggihin sangkaning parikrama maka ry a a lb um B a li Kumara Generasi Keempat puniki, minakadi bapaknyané sané setata sibuk ring pakaryan dados ngwéntenang galah nyarengin ring parikrama inucap rumasuk nyarengin dados sinalih tunggil krama lingsir sajeroning video klip, sané nénten naenin kapikayunin sadurungnyané. Nadia malih maosang, sangkaning nyarengin Sanggar Cressendo puniki, dané ngrasayang akéh madué sawitra miwah satmaka madué rerama saking sawitrannyané punika. (ast/was)

I Made Djimat

Patut Sumeken Malajah

SENI budaya Bali jakti patut pisan kajagra tur kapiara mangda becik kawéntenanipun riwekasan saha prasida katami olih krama Bali salanturnyané. Duaning punika wantah “kekayaan intelektual” sané taler ngangobin tur ngawinang akéh krama dura désa miwah dura negara meled rauh nyaksiang. Sinalih tunggilnyané marupa

parikrama sané prasida kamargiang olih para yowana. Ngeninin indik sesolahan Gambuh sané ngranjing ring soroh seni kekunan, majanten méwehan akidik. I Made Djimat, manggalaning Sekaa Gambuh Panti Pusaka Budaya maosang, sané setata méwehin sajeroning parikrama masolah Gambuh wantah nelebin basa

Kawi utamanipun ring ucapucapnyané. “Punika mawinan malajahin sesolahan gambuh patut kadasarin antuk rasa seneng saking preragan soang-soang taler misadia ngwéntenang galah tur nénten dados keda-keda mapaurukan duaning yéning nénten asumeken mamargi sinah jagi pocol,” asapunika dané mabaosan. Lanang Dané sané embas ring Batuan, 5 Oktober 1949 puniki malih maosang, sekaa gambuh dané kawangun ring warsa 1971 duaning ring Désa Adat Batuan Sukawati nyabran warsa patut ngamargiang sesolahan gambuh ring pura désa sané taler dados cagar budaya. Wénten taler upacara yadnya ring genah siosan sané madaging antuk kapatutan mangda nyolahang makudang-kudang sesolahan minakadi Gong Gambang, Gong Selonding, Saron Semar Pegulingan, kakidungan taler sesolahan Gambuh pinaka wewali sané patut kamargiang sajeroning upacara yadnya inucap. “Sané ngawinang lega, sekaa gambuh iriki kasarengin nénten olih krama lingsir kémanten nanging akéhan taler olih para yowana lanang istri inggih punika pianak miwah cucu tiang sané meled pisan mangda prasida nyarengin mapaurukan taler nyolahang gambuh sané nyinahang sesolahan kuna puniki sampun katamiang ring para yowana,” baos dané sané meneng ring Br. Pekandelan, Batuan, Sukawati, Gianyar puniki. (was)


15

Minggu Kliwon, 26 November 2017

BPM/ist

TINGGAL SATU GERBANG…. l Tangis Bayi Ketika Lahir….

SEPANJANG aku dititipi tulisan, terus kuberikan kepada siapa saja yang mau. Tidak ada tujuan untuk dimuat di media’ sebagaimana dulu. Juga tidak dalam rangka ‘’menjalani profesi sebagai penulis’’. Hidupku nir-profesi. ALLAH menganugerahkan kepadaku kehidupan yang sangat merdeka. Sehingga kewajiban utama hidupku adalah berupaya untuk selalu memerdekakan. Dunia, dengan semua kejadian di dalamya, adalah arena utama pandanganku, tetapi bukan tujuan hidupku. Jadi aku memerdekakan dunia dan penghuninya untuk melakukan apa saja. Juga Indonesia. KUCOBA memahami bahwa ketidakmampuanku untuk berbuat apa-apa kepada Indonesia justru merupakan kemerdekaanku. Siapapun tidak berhak membebani atau menagih apapun kepada orang yang tidak mampu. Kalau aku tak sanggup memanggul sekuintal beras, maka aku tak bisa disalahkan kalau tak memanggulnya. APALAGI CINTAKU kepada Indonesia, tidak tumbuh menjadi apa-apa. Kulakukan nasihat Al-Qur’an ‘’tawashou bil-haq watawashou bis-chobr’’, mensedekahi kebenaran dan kesabaran, produknya dalah ‘’shummun bukmun ‘umyun’’, tuli, buta, dan bisu, Tawaran perbaikan, solusi, perubahan, dan apapun, terbentur para ‘’fi qulubihim maradlun fazadahumululLahu maradla’’, bersarang penyakit dalam hatinya dan Allah menambahkan penyakit itu. Awalnya itu menyedihkanku dalam memikirkannya, akhirnya memerdekakanku darinya. TAK ADA PILIHAN lain kecuali kutempuh, jalanku sendiri. Kutempuh ‘’sabil’’, ‘’syari’’, ‘’thariq’’, dan ‘’shirath’’ sendiri, termasuk dengan kemerdekaan untuk tak perlu menjelaskan sistemempat itu kepadanya. Kepada yang tak bertelinga, aku merdeka untuk tak berkata-kata. Kepada domba, cambuk pun tak kan kubawa. Revolusi, reformasi, restorasi, perubahan dengan metode apapun yang pernah dirumuskan oleh peradaban manusia telah ratusan kali kuhisab dan kusimulasi kadar manfaat

dan mudaratnya. Dan kuputuskan untuk kusimpan di laci. TINGGAL SATU saja gerbangnya, tetapi aku merdewka untuk membiarkannya ditabiri rahasia. Tetapi sejarah adalah hujan amat deras, sehingga kemerdekaanku adlaah berjuang menemukan sela-sela kosong di antara titik-titik air hujan. Sudah pasti tak bias kuhindari untuk ‘’basah kuyup’’ oleh hujan deras silang sengkarut Indonesia. Maka jalannya adalah ‘’topo ngrame’’, kutelusuri lorong sepi hidupku sendiri. BEGITU LAHIR dari Rahim Ibu dan menjadi bagian dari penduduk bumi, pekerjaan utamaku sebagai bai adalah mempersiapkan diri untuk melakukan penelitian yang panjang. Penelitian atas diriku sendiri, atas dunia di mana aku ‘’dicampakkan’’ dan atas seluruh kehidupan. MENELITI, mengenali , mengidentifikasi, memilah, memahami, mengerti, mendalami, menyelami, menghayati, mencatati, dan mentekadi penuntasan ujian yang kujalani ini. ‘’Outbond’’ sejenak di bumi. “Urip ming mampir ngombe’’, hidup hanya minggir sebentar di Rest Area. Di rentang jalan tol melingkar dari Sorga ke Sorga. Dari kampong halamanku mudik ke kampong halamanku. Sangkan-ku Sorga, paran-ku Sorga. Inna lilLahir wa inna ilaiHi roji’ un. Itulah GBHN jalan hidupku. MUNGKIN SANGAT PANJANG, atau justru pendek: Tuhan merahisiakan ketetapanNya atasku dan semua makhluk_Nya. Kutelusuri masa bayiku, kanak-kanakku, remaja ku, dewasa dan tuaku, dengan hanya satu profesi: menjalani ujian dari-Nya. Tersedia untuk proses pembelajaran hdupku itu asisten asisten di keluarga Ibu Bapakku, di TK, Sekolah, Universitas, dan banyak Asisten Dosen hidupku lainnya. BAHKAN SESUDAH KELAS-KELAS PENDIDIKAN ITU di muka bumi telah disiapkan pula sangat banyak institusi untuk membantu manusia agar mencapai sukses dalam hbidupnya. Sukses yang dimaksud adalah menjadi orang pintar, hebat, kaya, dan umtanya berkuasa: Klau perlu berkuasa datas

Nawa: Energi Nini November… l Bulir bulir Padi, Beras nan Bernas…

NOVEMBER sebagai nama bulan sangat boleh jadi berakar dari kata nawa dalam bahasa Sanskerta. Artinya: Sembilan (9). Tak mengherankan bila pada kesebelas sebagaimana diwarisi kini. Lalu, Desember sebagai bulan kesepuluh, berasal dari kata dasa, berarti sepuluh. KONSISTEN dan konsekuen dari November di masa awal sebagai bulan kesembilan, maka Oktober merupakan bulan ketujuh, yang berakar dari kata sapta dalam bahasa Sansekerta, berarti tujuh. Begitu seterusnya, sehingga Maret di masa kuno jelas adalah bulan pertama, yang jejakya tetap konsisten dilakonkan di Bali sebagai Tahun Baru Çaka, diawali dengan hening sepi Nyepi. NOVEMBER sebagai bulan kesembilan di masa kuni dalam beragam tradisi peradaban dunia kerap dikaitkan dengan energi ibu, energi feminin. Di Jepang, misalnya, ada festival khusus buat mengagungkan sang Dewi Dapur yang dinamakan Kami. Dewi Dapur Kami dimuliakan karena tradisi Jepang Kuno menyadari sang Dewilah yang senantiasa melindungi keluarga lewat anugerah makanan yang diolah di dapur. Adapun dalam tradisi Barat, November kerap dipahami sebagai Rembulan Salju yang halus lembut. DALAM TRADISI INDIA, nawa November ini kerap dikaitkan dengan Saraswati sebagai sang Dewi Air, yang mengalir dari Pegunungan Himalaya ke arah barat. Kemudian Saraswati berkembang sebagai sang Dewi Kata-Kata yang mengalir lewat lagu-lagu pujian dan pujaan nan puitis, tutur kata halus lembut, hingga pidato-

l Anggur

pidato. Saraswati juga dikaitkan dengan minuman suci soma yang berdaya penghidup, hingga terakhir berkembang sebagai sakti atau daya feminine Brahma, getaran energi hidup yang senantiasa bertumbuh, meluap, meningkat, maju layaknya mata air yang menyembul jernih bening dari kedalaman rahim tanah Ibu Bumi Pertiwi. TRADISI BALI pun secara turuntemurun tiada henti mengalirkan pemaknaan Nawa November sebagai pemuliaan energi ibu, energi feminin, meskipun di sini ini tetap ditandai dengan pemujaan energy Ibu Samestaraya lewat tradisi ngusaba Nini di pura yang terkait dengan pemuliaan energi Ibu, energi kesuburan, seperti di Pura kentel Gumi dan Pura Batu Klotok, di Klungkung, misalnya. Pada bulan-bulan Nawa November ini hujan memang sudah mulai mengucur, mencumbu Ibu Bumi, sehingga para petani dalam tradisi agraris tradisional Bali pun mulai ancang-ancang turun ke tanah huma guna memohon karunia dan restu sang Dewi Nini. NINI PADA MULA AWALNYA dalam bahasa Bali memang merupakan sebutan untuk memuliakan perempuan ibu. Nini digunakan sebagai sapaan atau menunjuk tokoh religius, atau putri, atau gadis bangsawan yang belum kawin. Tuhan dalam aspek feminin energi Ibu Semestaraya yang jelita, original, halus nan lembut ini oleh tetua Bali pun disapa mesra: Nini, Nini inilah Ibu Kosmik, Mahaibu. Dia-lah Ibu segenap ibu, yang mewujud sebagai bulir-bulir pada dan beras dan bernas. l Nirta KS

sebanyak mungkin tanah, modal, uang, akses-akses. Manusia ditunggu oleh Bank, perusahaan, Negara, Kementerian, serta berbagai perangkat lainnya agar tidak tertinggal, tidak terbelakang, tidak inferior atau menjadi orang buangan yang digilas dan disingkirkan dari peradaban di bumi. NAMUN SELAIN IBU, Bapak, dan keluarga, tak kupakai semua Lembagalembaga itu. Sejak sebelum Allah menjadwalku untuk melakukan perjanjian ‘’Alas TugabiRobbikum’’, Ia memasang di dalam diriku ‘’nurani’’ (dua cahaya, yang memancar dari-Nya dan memantul padaku), semacam chips dengan double bahkan multi-compatibilities. Dari berbagai arah semesta memrasuk ke seluruh pori-pori, terutama melalui magnet listrikd di atas ubun-uibunku, Allah mengirim petugaspetugas-Nya untuk merawat dan memelihara kemurnian dan kesehatan chips itu. MEKANISME DUA CAHAYA ITU, yang menjaraki hidupku dengan Lembaga-lembaga Peradaban dan kependidikan di bumi, menginformasikan kepadaku bahwa ia menemukan Laboratorium yang menjagaku agar tidak berjalan melenceng dari As-Shirath Al-Mustaqim dan sangkan paran Inni Lillahi wa La Huwa inni roji’un ilaiHi. Maka sejak bayiku telah teraktivasi suatu sensor terhadap semua fakta dan gejala dunia, Negara, agama yang dibendakan, kemakmuran yang tidak dirohanikan, serta rahmat yang tidak ditransforimasikan menadi barokah. DAN ITU MEMBAWAKU ke jalan sunyi. Bukan beribu jalanan riuh rendah yang hamper semua manusia sedang menjalani, berkejaran, mempersaingkan menang kalah di bumi. KUJALANI Transformasi Sulbi di Rahim Ibunda Chalimahku, Tuhan melakukan rekonfirmasi: “Balaa syahidna’’, niscaya memang demikianlah, sepenuhnya aku bersaksi. Kemudian kudengar tangis jiwaku dari mulutku sendiri tatkala lahir. SAMPAI HARI INI belum ketemukan kenapa aku menangis. Mungkin sudah ada kepustakaannya. Tetapi belum kutemukan di semua buku, literasi, teks kurikulum, mata pelajaran, sekolah, fakultas dan universitas. Seolah tangis bayi itu bukan Ibu Ilmu, yang bisa menjadi acuan sangat dasar untuk menyusun baganbagan manajemen bagaimana manusia mengelola hidupnya. l Emha Ainun Nadjib Jakarta, 16 September 2017 l IB Gde Parwita DO’A Cahya bulan mengusap dingin malam saat kelengangan menutup bayangan daun daun derai gerimis dan asap dupa meminang para dewa Adakah keabadian di larut waktu dalam hening malam melepas pemujaan bulan merapat ke atap meru memeluk jagat dengan air berembun Di altar makin sunyi menyiram jiwa yang kuyup dengan tetesan semesta mengelupas terbang mengambang menyusuri asap berdebu tuhan jiwa ini rapuh tak mampu berteduh di tubuh anganmu l Alex R. Nainggolan Bakauheni… pohon-pohon bakau sudah tak nampak. hanya deru kapal, mencari tempat sandar. angin laut yang memasuki rongga mata. dan ombak yhang diam. sebentar, kita akan mengantri masuk, dan menikmati para perenang kecil menanti gemerincing uang logam. sebelum kapal berangkat. sebelum kapal berangkat, pulau--pulau lepuh jadi sketsa. seperti kecupan ringan seorang perempuan di sore hari. sore hari yang buram, meremas jejak senja dengan cahaya yang terus berjatuhan. seperti keringat di kemeja nakhoda. sebelum peluit panjang menerjang. dan kapal bergerak masuk ke dalam selat. di atas pagar, sekejap aku ingat pada dirimu. barangkali tak ada yang harus dilupakan. sebab setiap keberangkatan selalu meninggalkan catatannya sendiri. hingga akhirnya kapal memang mesti berlayar. mengangkat jangkar. bersamamu.

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Album MERDEKA Seratus Persen, peluncuran BUKU persembahan Satria Mahardika, Bupati Bangli Made Gianyar, Para Penglingsir Kesatria Puri Kilian Puri Agung Bangli, Legiun Veteran Provinsi Bali, Kabupaten Bangli di Banjar Penglipuran Bangli 23 November 2017

ROH MANI ROHIM… l Hulu Hilir Cinta….

ADA YANG ISENG menafsirkan bahwa bayi menangis ketika lahir adalah karena menyesal mengetahui Bapaknya kok itu. Ada perjanjian pribadi dengan Tuhan hal rancangan hidup di dunia, tetapi tidak ada klausul di mana sebelum menjadi bayi, manusia berhak memilih lahir dari Bapak dan Ibu yang mana. APALAGI MEMILIH dilahirkan dengan berkebangsaaan apa dan ditaruh oleh Tuhan di negara mana. Sebelum menjadi bayi, manusia memiliki pengetahuan yang prima tentang muatan ruang dan waktu, tetapi ada pasal di mana begitu ia lahir: Tuhan membuatnya lupa pada seluruh pengetahuan itu. Sehingga tugas utama lahir di dunia adalah meneliti. PUNCAK PENELITIAN setiap orang dirumuskan ‘’man ‘arafa nafsahu faqad’ arafa Robbahu’’. Barang siapa menemukan dan mengerti dirinya, maka ia menemukan dan mengerti Tuhan Pengasuhnya. Tentu saja itu dialektis dengan sebaliknya: ‘’man ‘arafa Robbahu faqad ‘arafa nafsahu’’. AKU HIDUP TIDAK untuk memenuhi keinginanku. Bukan untuk melampiaskan nafsuku. Bukan untuk menggapai ambisi dan cita-citaku. Bukan untuk menempuh karier pribadiku. Bukan untuk memanjat kursi kekuasaan atas manusia lain. Bukan untuk mendaki puncak gunung sukses dan kekayaan. Aku hidup un tuk memastikan penyatuan diriku kembali dengan Diri Sejati mata air ada-ku. JANGAN HADAPI DINAMIKA getaran ini dengan pertanyaan linier dan static materialistic ‘’duluan mana menemukan Tuhan atau diri?’’ Waktu adalah gelembung-gelembung. Ruang bukan kekosongan yang terlihat dari titik pijak benda yang mandek. Penglihatan indera mata terhadap benda hanyalah di lingkup Ilmu Katon. Dan barang katon adalah realitas paling luar dan paling penipu dari indahnya ketakterbatasan roh. UNTUNG TUHAN SELALU sangat dermawan, santun, care dan penuh kasih sayang. Itulah sebabnya di tahap awal saja ia hadir sebagai ‘’Ilah’’. Maha Sesembahan, misalnya ketika manusia bersyahadat. Sesudah itu Ia menyertai manusia sebagai ‘’Rabb’’, Maha Pengasuh, Maha Penyantun, Maha Mengayomi. Kemudian default kehadirannyua adalah Rahman dan Rahim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. BAHKAN ‘allamal insane ma lam ya ‘Lam. Ia rajin, tekun dan Maha Sabar mengajari manusia apa yang ia belum ketahu. Sel-selku dipacu untuk berkembang biak. Setiap partikel jasadku didorong untuk memuai dan berevolusi. Dari janin aku dikawal dan dididik untuk menjadi jasad. Selama berennag-renang dalam perut Ibuku, ia menandu bagaimana memelihara kehidupan melalui tali pusarku. BAHKAN kemudian Ia memberi instruksi tatkala tiba momentum di mana aku harus keluar dari rahim Ibu. Aku bekerja keras, dibantu oleh Ibuku yang mengejan dengan rasa sakit yang luar biasa. Penderitaan selama melahirkan itu yang membuat Ibu kusetori cinta tiga kali sebelum Bapakku. Akhirnya aku lahir ke du dunia yang terasa sangat asing dan wajahnya berupa tanda Tanya raksasa, sehingga aku menangis. Lantas Bapakku melantunkan adzan, yang di balik kalimat-kalimatnya, seolah Bapakku

berkata kepadaku: ‘’Jangan khawatir Nak, Ibu dan Bapak menemanimu untuk berjuang menggapai kemenangan.’’ Hayya allah falah. BISA JADI ITU tagis penyesalan dan penderitaan. Pada sebagian manusia lain mungkin itu tangis kelegaan dan kegembiraan. Mungkin penyesalah kenapa ia tak dijadikan sehelai bunga saja, mekar beberapa saat untuk memastikan dan mengantarkan datangnya bebuahan. Atau kegembiraan bodoh yang mensyukuti bahwa ia tak ditakdirkan menjadi anjing, melainkan jadi manusia. MANUSIA MEMANGGUL tanggung jawab, sedangkan anjing merdeka. Manusia bergelimang dosa, anjing tak berurusan dengan dosa atau pahala. Di tengah proses penelitianku tentang ‘’tangis apa yang bersuara dari tenggorokan dan mulutku ketika lahir’’ kudengar setiap saat Ibu, bapak da, keluargaku memb unyikan suara-suara yang kelak kuketahui bahywa itu adalah kata dan Bahasa. Konkretnya: kata Jawa dan bahasa Jawa Timuran. SEBENARNYA tatkala Bapakku beradzan, aku tak mengerti baunyi apa itu. Sebab memang perjanjiannya, sesudah Transformasi Sulbi, Allah memendam seluruh pengetahuan dan wacanaku di bawah ‘’tanah’’a atau di lubuk ‘’sukma’’, serta menabirinya dengan hijab rahasia. Itulah sebabnyak begitu lahir, profesi otentikku adalah meneliti kembali. Sejumlah kata Jawa tertanam ke dalam memori dan menjadi pemahamanku sedikit demi sedikit. Bahasa Jawa Timur adalah bahasa Ibuku. DI TENGAH TAHAP ITU kudengar kata dan kalimat rutin dari Bahasa lain yang asing bagi tradisi Bahasa Ibuku: ‘’Bismillahirrohmanirrohim’’ dan banyak lagi. Secara naluriah aku menjadi hapal: ‘’Bismillahi’’. Kemudian ‘’roh’’, Lantas ‘’mani.’’ Dan ‘’rohim’’, atau sering diucapakan menjadi ‘’rahim’’. Samar-samar aku menangkap semacam alur: Asma, Allah, rohy, mani, rahim… Pemahaman awal yan g kuperoleh adalah semacam pengetahuan bahwa kehidupan adalah praksarsa Allah, yang kukenal dari asma-Nya, meniupkan roh-Nya, setetes air mani bergerak-gerak, mencari jodohnya pada dinding yang kokoh di rahim Ibu. KELAK SECARA BERTAHAP mulai kupahami seluruh kelengkapan eksistensi Allah yang tiada batasnya sehingga dipermudah untukku menjadi hanya 99. Mulai kuhayati di antara selruuh fungsiNya, berbagai-bagai kehadiran-Nya serta ragam-ragam peran-Nya – ia pilihkan yang utama, default dan primer adalah Rahman dan Rahim. Cinta yang bukan hanya luas, tapi senantiasa meluas. Kasih sayang yang bukan hanya sangat dalam, tapi selalu makin mendalam. KEMUDIANA TAHAP DEMI TAHAP kekindahan itu kutelusuri, kuteliti dan kunikmati, hingga hari ini. Ah, dari yang paling hulu hingga yang terhilir, tema kehidupan ini dirancang, diciptakan dan diperjanjikan semata-mata untuk percintaan dan kemesraan. Sesekali kudengarkan hiruk-pikuk dunia, dan manusia mempertengkarkan entah apa saja. Terkadang aku menangisi mereka, di saat lain aku tertawa, terpingkal-pingkal sampai bercucuran air mata. l Emha Ainun Nadjib Jakarta, 17 September 2017

NGAMPOENG SENI NOVEMBER’2017

Merdeka SERATUS Persen dari Bangli Bung Muditha… Ngampoeng SENI November, JKP-109 Margarana Longmarch Gunung Agung Bung Rai, Bung Muditha Freedom for… MERDEKA Seratus Persen dari Jantung Bangli Senin UMANIS 27 November 2017, JKP – 109 Secure Your Sacred Time, Now… Please… JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109 Bulan PAHLAWAN November 2017 .

JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

November Rememberance: 27 in 72, 72 in 27 Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

PARA November-Para: Pangeran Diponegoro, Jawaharlal Nehru, Roeslan Abdulgani, Laila Sari, Waljinah, Hermawan Kertajaya, TinoSidin, Alit S. Rini, Andik Vermasyah, WS Rendra, Isma Sawitri, Arswendo – Atmowiloto, Retno Marsudi, Putu Sutawijaya, Rio Helmi, Toni Lesmana, Ratu Selvi Agnesia, NPS Raras Rastiti, IK Suwidiarta, Agus Wiryadi, IDG Parwita Sukahet, Mohamad Isa Gautama, Fanny Jonathan Poyk, Ni Putu Vivi Lestari, Azrisa Noer, Wendra Wijaya, Rai Sri Artini, Edi Hara, Gede Sutarya, Bode Riswandi, Windu Setyaningsih, Nurani Yasha Sami, Noviana Kusuma Ardhani, Maria Ekaristi, Rasmini Mariyono. JUMARI HS, Thomas Budi Santoso, Ade Novi, Husnu Abadi, Yo serizal Zen, Yusrizal KW, Anisa Afsal, Asrizal Nur, Juftazani, Lukman A. Sulendra, M Helmy Prasetya, Ayu Fransiska, Fatin Humana Risyan, Adi Prasetyo


Daerah

16

Minggu Kliwon, 26 November 2017

”SEPI ING GAWE, RAME ING PAMRIH”

PT Indonesia Power Tanam 1.000 Pohon Kelapa Wulung PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali melakukan penghijauan dengan penanaman 1.000 bibit pohon kelapa Wulung di Pemelisan Suwung Kauh, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Sabtu (25/11) kemarin. Penghijauan ini dilakukan sebagai bentuk implementasi kepedulian PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali terhadap kelestarian lingkungan untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup. Kegiatan ini dibuka oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ketut Wisada yang dihadiri oleh Camat Denpasar Selatan, Perbekel Desa Pemogan dan masyarakat desa Setempat. GM PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali IGAN Subawa Putra mengatakan, beberapa tahun belakangan ini isu tentang lingkungan sangat gencar diperbincangkan, terutama tentang pemanasan global, penipisan lapisan ozon, meningkatkan lahan kritis di muka bumi yang menyebabkan berkurangnya penangkapan CO2 dan masalahan pencemaran lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bali sebagai perusahaan yang konsen terhadap lingkungan terus berupaya melakukan perbaikan terhadap masalah tersebut. Salah satunya dengan melakukan program penghijauan dengan menanam bibit pohon kelapa Wulung. Sejauh ini sebanyak 3.000 bibit pohon kelapa Wulung telah ditanam yang tersebar di daerah Gilimanuk

KELAPA - IGAN Subawa Putra, bersama Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power, Adi Supriono, didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Wisada melakukan penanaman pohon kelapa Wulung. dan Pemaron yang merupakan tempat pembangkit listrik di Bali. “Penghijauannya ini sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kami dalam melindungi ekosistem dalam menjaga kelestarian lingkungan, juga bertujuan untuk mengajak pegawai dan masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan sekaligus sebagai wujud implementasi program pemerintah provinsi Bali menuju Bali clean and green. Penanaman pohon kelapa Wulung ini akan dibagi menjadi dua tahap, pada hari ini ditanam 600 pohon dan sisanya akan ditanam di tempat lain,” ujar Subawa Putra, Sabtu (25/11) kemarin. Dipilihnya bibit pohon kelapa Wulung, dikatakan

karena di antara banyak spesies tanaman yang ada selain bermanfaat sebagai sarana dan prasana upakara bagi umat Hindu di Bali, pohon kelapa Wulung mempunyai manfaat yang sangat banyak. Mulai dari akarnya yang bermanfaat sebagai obat, konstruksi bangunan, penangkal banjir dan longsor, batangnya bermanfaat untuk pembuat kertas dan desain bangunan, daunnya yang hijau juga bermanfaat untuk menyerap CO2. Sementara airnya bermanfaat untuk minuman dan kecantikan, begitu juga dengan daging, sabut dan bunganya bermanfaat untuk bahan makanan dan obat-obatan. “Oleh karenanya, tak salah kami memilih pohon kelapa

Wulung sebagai salah satu endemis yang kita tanam dalam rangka pelestarian lingkungan. Semoga sedikit yang kami lakukan ini bermanfaat bagi lingkungan dan pelestarian alam bagi kelangsungan makhluk hidup dan anak cucu, serta keturuan kita di masa yang akan datang. Ingat bahwa apa yang kita tanam saat ini mungkin belum terasa saat ini, tetapi bisa dirasakan di kemudian hari,” tandasnya. Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono, mengakui dalam menghasikan listrik, pembangkit listrik ban yak menyerap oksigen dan menghasilkan banyak CO2 ke udara. Sehingga untuk mengimbangi hal tersebut upaya untuk menghasilkan oksigen dan untuk menyerap CO2 yang tersebar, maka PT Indonesia Power mempunyai misi untuk hal tersebut. Salah satunya adalah rutin melakukan penanaman 100.000 pohon setiap tahunnya di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar kelestarian lingkungan alam tetap terjaga untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi. “Ke depan kami lebih memfokuskan pada pembangunan pembangkit-pembangkit yang sifatnya ramah lingkungan, seperti pemakai air dan panas bumi yang tidak menghasilkan CO2. Untuk di Balu kami berencana membangunnya di Pemaron dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai pembangkit listrik tenaga surya,” pungkasnya. (ad1361)

Daya Motor Gianyar Gelar ”Roadshow”

”Service” Murah dan Promo Menarik

SEBAGAI bentuk kedekatan dengan konsumen, Daya Motor Gianyar salah satu jaringan resmi sepeda motor Honda wilayah Gianyar mengadakan kegiatan roadshow di Banjar Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Sukawati 24 Nopember 2017, dari pagi hingga sore hari. Event roadshow kali ini berupa promo special penjualan yaitu Dp 10 persen untuk type Honda Beat series dan Honda Vario Techno series, service murah hanya Rp 30 ribu di luar penggantian sparepart, riding test dan hiburan menarik lainnya. Gelaran yang dilaksanakan satu hari ini merupakan kolaborasi Daya Motor Gianyar dengan FIF Group sebagai lembaga pembiayaan resmi, khusus sepeda motor Honda. Promo kredit special ditawarkan khusus pada event kali ini untuk konsumen yang melakukan pembelian on the spot. Selain itu, sebagai bentuk

support kepada Banjar Tengkulak kaja juga di langsungkan pemberian bantuan CSR berupa plang segitiga rambu hati-hati yang langsung diterima oleh bendesa adat desa pakraman Tengkulak Kaja. Pemberian plang segitiga ini diharapkan dapat membantu kelancaran rangkaian upacara umat pada saat karya adat berlangsung. “Dengan kegiatan ini kami ingin semakin dekat dengan masyarakat, khususnya wilayah Gianyar program promo ini diharapkan dapat mewujudkan mimpi konsumen untuk memiliki kendaraan idaman,” ungkap Dewa Eka selaku Kepala Cabang Dealer Daya Motor Gianyar. Dealer Daya Motor Gianyar, terus membangun dan mengembangkan diri untuk menjadi dealer pilihan konsumen dan selalu memberikan layanan terbaik melalui program-program yang bermanfaat untuk konsumen.

SERVICE - Suasana service murah dan promo menarik yang dilakukan Daya Motor Gianyar. Selain itu, kenyamanan saat konsumen bertransaksi di dealer ini pun menjadi perhatian utama dengan menyiapkan ruang tunggu yang nyaman saat menunggu service maupun hanya ingin melihat-lihat produk terbaru dari Honda dan dilayani oleh Front Line People yang siap membantu mewujudkan mimpi konsumen untuk memiliki

motor baru, tambah Dewa Eka. Untuk informasi lebih detail dan akurat, silahkan dapat mengunjungi dealer yang berlokasi di jalan Jl. Udayana 999 Gianyar atau dengan no telp 0361-944848 melayani setiap hari mulai pukul 08.00–17.00 Wita, Minggu dan hari libur buka 08.00-13.00 Wita. (bns)

Hanya dengan 7 Liter BBM

NOVEMBER merupakan bulan bersejarah dan mengandung nilai-nilai kepahlawanan bagi bangsa Indonesia. Karena pada 10 November 1945 terjadi pertempuran hebat dan berdarah-darah di Surabaya, padahal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan di Jakarta tiga bulan sebelumnya. Peristiwa tersebut merupakan pengalaman pertama bagi Tentara Nasional Indonesia bertempur dengan kekuatan mahabesar serdadu Inggris yang membonceng NICA. TNI yang masih bernama Tentara Keamanan Rakyat dengan 20 ribu tentara didukung ribuan sukarelawan bersenjata, seandainya harus melawan 30 ribu serdadu asing terlatih dilengkapi senjata canggih, tank, pesawat tempur dan kapal perang. Merdeka atau mati adalah moto yang menyemangati rakyat Surabaya, sehingga kehilangan nyawa tidak membuat mereka takut. “Akibat dari pertempuran tak seimbang itu, diperkirakan antara enam ribu (16 ribu orang pejuang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan. Di pihak musuh 600-2.000 orang mati). Mengingat heroisme yang luar biasa, maka 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Setelah serdadu Inggris menyelesaikan tugasnya melucuti senjata pasukan Dai Nippon, kemerdekaan Indonesia justru mau dirampok NICA, sehingga terjadi perlawanan secara sporadis oleh seluruh pejuang kemerdekaan di seantero Tanah Air. I Gusti Ngurah Rai yang menjadi pemimpin pasukan Ciung Wanara berusaha keras menentang keinginan kolonialis Belanda. Karena kesetiaannya pada NKRI beliau menolak berkompromi dengan Overste Termeulen, bahkan siap menjadikan Bali sebagai belanga pertumpahan darah. Sikap ksatria Ngurah Rai tidak hanya di bibir atau gertakan belaka, namun ditunjukkan lewat pertempuran sampai titik darah terakhir bersama 95 orang bawahannya yang dikenal dengan Puputan Margarana, 20 November 1946. Perang besar juga tercatat dalam sejarah, yakni Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh ribuan tentara dan pejuang RI ke Yogyakarta yang diduduki NICA. Dari beberapa pertempuran besar tersebut, mata masyarakat internasional terbuka bahwa NKRI itu ada dan real, bukan seperti dimanipulasi imperialis hanya imagined state atau negara yang hanya dibayangkan. Terbukti kita punya wilayah, punya rakyat dan punya kedaulatan yang sedang dirampok oleh Belanda, dan itu diperjuangkan di Konferensi Meja Bundar di Den Haag, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949, “ urai Rubag.

“Ya, sejak dulu hingga sekarang kita sebagai bangsa yang baru merdeka selalu dijadikan subaltern atau bangsa yang dianggap tidak mengerti apa-apa. Segala hal mengenai bangsa ini selalu diwacanakan bangsa asing, terutama bule yang bertindak seakan ministerium yang merasa berhak dan lebih paham tentang bangsa ini. Hebatnya mereka juga memperalat segelintir inlander yang menjadi cantrik mereka untuk membodohi bangsa sendiri dengan memperkuat argumen tuannya. Di zaman penjajahan mereka disebut Gandek NICA, di zaman sekarang Komprador. Isu tentang kemerdekaan adalah hadiah Jepang, kukira isu dari para komprador yang menyuarakan ide tuan mereka. Begitu tega mengatakan kemerdekaan adalah hadiah bangsa asing, akibat menutup mata terhadap jasa-jasa para pahlawan yang kehilangan nyawa dan para pejuang yang sempat mengadu nyawa demi kemerdekaan. Melihat kegaduhan dan konflik yang terus terjadi di negeri kita, ada komprador yang berpendapat dan mendukung isi buku tulisan Max Lane berjudul “Bangsa yang Belum Selesai”. Untung ada buku lain yang isinya merupakan antitesis dari buku yang kusebut tadi. Audrey R. Kahin dan George McT. Kahin menulis “Subversi sebagai Politik Luar Negeri” dan Simon Philpott menulis “Meruntuhkan Indonesia”. Keduanya mengulas upaya bangsa asing ingin menghancurkan negeri ini dengan berbagai cara, termasuk memakai agenagen mereka yang kusebut komprador tadi,“ ujar Made Surjanegara. “Kita bersyukur ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, yakni Pancasila dipraktekkan dalam tata-pergaulan sehari-hari oleh mayoritas bangsa ini, sehingga slogan “Pancasila adalah Alat Pemersatu” bukan pepesan kosong. Berbagai pemberontakan yang pernah terjadi di negeri ini, seperti diulas dalam buku Kahin bisa dipadamkan oleh aparat keamanan dan pertahanan kita yang juga didukung rakyat. Coba simak sepak terjang PRRI/Permesta, DI-TII, LOGIS, GAM, GPM, G 30 S-PKI yang akhirnya disenyapkan oleh TNI bekerja sama dengan Polri dan rakyat yang tidak simpati dengan pemberontakan. Terakhir terorisme dalam berbagai bentuk dan cara juga upaya proxy war dengan taktik memecah-belah masyarakat lewat paham radikalisme agama dan intoleransi, juga berhasil diredam berkat kesadaran seluruh komponen bangsa yang tetap ingin bersatu di bawah NKRI. Aku kagum membaca dan menonton kesigapan pasukan gabungan TNI-Polri saat membebaskan seribu lebih masyarakat yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata di Tembaga Pura, Papua Barat. Khususnya pasukan elite yang terdiri dari tiga kesatuan elite TNI-AD yang hanya membutuhkan cuma 78 menit, tanpa menimbulkan cedera dan korban nyawa, baik di pihak sandera maupun aparat. Memang untuk menyukseskan serangan kilat itu dibutuhkan berhari-hari buat

mengintai kekuatan KKB, menyusun taktik dan strategi mengingat geografi TKP yang terjal dan sulit dilalui. Motto TNI, “Tentara yang pejuang dan pejuang yang tentara!”, kukira diwujudkan dalam operasi senyap dan kilat itu,“ komentar Wayan Wijaya. “Benar, spirit dan kegigihan yang didoktrin Panglima Besar Sudirman agaknya menyelusup ke jiwa prajurit itu. Taktik gerilya ciptaan beliau merupakan hak paten bangsa ini yang dikagumi bangsa-bangsa lain, khususnya di kawasan Asia. Aku kagum TNI berhasil meraih juara umum berturut-turut sepuluh kali dalam kompetisi menembak di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) sejak tahun 2008. Ini luar biasa mengagumkan dan membanggakan. Namun yang sangat mengagetkan juga mencengangkan adalah sikap lima perwira yang menolak secara halus kenaikan pangkat luar biasa atas peran mereka memimpin pasukan pembebas sandera di Kimberly dan Pati di Tembaga Pura. Alasan mereka menolak, karena sukses tersebut berkat jerih-payah para anak buah, meskipun untuk kegagalan mereka yang harus bertanggung jawab. Jawaban ini membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terharu dan kagum kalau doktrin yang sudah lama dilupakan orang masih diingat para bawahannya. Ternyata bagiku para perwira itu menerapkan kearifan kuno, rame ing gawe sepi ing pamrih. Seandainya para elite politik di gedung terhormat mau meniru sikap para perwira tersebut, kegaduhan multidimensi yang menular ke akar rumput tidak akan terjadi,“ tambah Nyoman Muka. “Justru sebaliknya, ada elite-elite yang sepi ing gawe rame ing pamrih, sehingga mulut mereka lebih banyak bicara sedangkan kinerja mereka minimalis. Tragisnya, ada elite berstatus sangat terhormat malah memberi contoh tidak terpuji ke rakyat, terutama di bidang hokum. Dua kali menyandang status tersangka terkait kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau eKTP yang merugikan Rp 2,3 Triliun uang negara, namun sering mengabaikan panggilan penyelidik dan penyidik KPK. Berbagai alasan yang terkadang terkesan konyol dipakai, termasuk pura-pura sakit. Malingering, istilahnya adalah pura-pura sakit saat seseorang sebenarnya sehat atau bertindak seolah-olah penyakitnya lebih parah dari yang sesungguhnya dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi. Ini konon gangguan mental! Syukur pada aksi kedua KPK memindahkan perawatan ‘sakit’ oknum itu ke rumah sakit pilihan KPK, ditambah para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia untuk melakukan medicolegal. Hasilnya tidak ada indikasi oknum tersebut harus dirawat inap, artinya bisa diperiksa dan ditahan di Rutan KPK. Wah, lumrahnya jengkrik ngering, kini maling ngering, hahaha,” gelak Anom Wijaya menutup obrolan. (Aridus)

Nissan Grand Livina Jelajahi Vacum II Bahas Manajemen Varises Destinasi Populer di Bali

Mangupura (Bali Post)Nissan dengan teknologi Nissan Intelligent Mobility melalui Xtronic CVT mampu mengefesienkan bahan bakar dan akselerasi yang halus. Untuk mebuktikan keunggulan teknologi tersebut, Nissan menggelar tantangan ecodriving dengan menunjukan kelebihan dari gabungan teknik eco-driving dengan Xtronic CVT yang terdapat pada Nissan Grand Livina. Pada kompetisi “Tantangan 7 Liter Livina” yang digelar Rabu (22/11), para peserta mengendarai Grand Livina hanya dengan tujuh liter bensin mampu menjelajahi destinasi populer di Bali. Dengan mengambil start dari dealer Nissan-Datsun Gianyar melewati Candidasa dan Bali Safari Marine Park, lalu berakhir di pantai Balangan. Dengan jarak tempuh rata-rata keseluruhan 136 kilometer mampu mencatatkan rekor efisiensi bahan bakar 20.7 km/liter. Bali menjadi lokasi ke-3 sebagai lokasi untuk “Tantangan 7 Liter Livina”, di mana Nissan berencana merangkul pelanggan korporat termasuk jasa travel dan penyewaan mobil. Nissan juga mengadakan kegiatan bersama pelanggan korporat untuk bisa merasakan kehandalan Nissan Grand

Livina. Pada kegiatan bersama pelanggan korporat, penggunaan bahan bakar tercatat 1:20.8 km/liter. Kedua tantangan ini berlangsung dengan kondisi AC menyala sepanjang perjalanan. “Kami mencari kendaraan yang terpercaya karena pelanggan kami mengharapkan mobil yang nyaman, irit dan performanya bagus dalam satu paket. Setelah mencoba sendiri dalam Tantangan 7 Liter Grand Livina, saya makin yakin bahwa Grand Livina adalah mobil yang tepat untuk pelanggan saya”, kata Gede Pratama Putra dari rental kendaraan Devona.

Nissan Grand Livina merupakan partner mobilitas terpercaya baik untuk keluarga, keperluan bisnis, maupun pemilik usaha. “Grand Livina terkenal dengan kenyamanannya saat berkendara. Ini berkat dukungan dari teknologi Xtronic CVT yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar tanpa harus mengorbankan performa kendaraan,” kata Eiichi Koito, President Director PT Nissan Motor Indonesia. Selain menggelar tantangan 7 liter Livina, Nissan juga menggelar kegiatan untuk mendukung reforestasi Gunung Agung di Bali, dengan mendonasikan satu unit Na-

vara kepada Conservation International Indonesia. Navara akan di gunakan untuk mobilitas saat kegiatan konservasi. “Kita selalu bertanya, bagaimana cara membantu membangun masa depan yang cerah untuk lingkungan yang kita tinggali. Hari ini kita sadar akan komitmen kita dengan mendukung Conservation International Indonesia sebagai mitra global, melalui donasi mobil Navara untuk memelihara dan melestarikan kawasan Gunung Agung yang merupakan kawasan penting penyediaan air untuk banyak area di Bali.” kata Koito. (kmb23)

BPM/kmb23

NISSAN - Suasana kompetisi “Tantangan 7 Liter Livina” yang digelar Nissan Rabu (22/11), para peserta mengendarai Grand Livina hanya dengan 7 liter bensin mampu menjelajahi destinasi populer di Bali.

BAGIAN Bedah FK Unud/ RSUP Sanglah menyelenggarakan Bali Vascular Surgery Community Update Meeting (Vacum) II pada Sabtu (25/11). Tema Vacum kali ini “Lower Limb Varicose Vein”. Dari tema tersebut terbagi menjadi dua kegiatan yaitu workshop dan simposium. Di sela-sela acara juga berlangsung lomba poster ilmiah yang diikuti 20 peserta. Pada hari itu juga dilaunching buku manajemen varises tungkai. Ketua Divisi Bedah Toraks dan Kardiovaskuler FK Unud, Dr.dr. I Nyoman Semadhi, Sp.B., Sp.BTKV (K) mengatakan, workshop dan seminar ini dihadiri lebih dari 150 peserta. Para pakar dari Unair Surabaya, Solo, FK Unud menjadi pembicara dalam pertemuan tersebut. Manajemen varises vena dibahas tuntas mulai dari penanganan varises tungkai yang banyak dikeluhkan wanita, khususnya ibu-ibu hingga teknologi terkini penanganan varises. Workshop dan simposium ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta, masyarakat umum dan perkembangan ilmu itu sendiri. Karena pada hari itu juga dibahas tentang teknik terbaru penanganan varises yaitu dengan laser dan radiofrekuensi. “Teknik ini di negara lain masih langka,

VACUM - Bagian Bedah FK Unud/RSUP Sanglah menyelenggarakan Bali Vascular Surgery Community Update Meeting (Vacum) II pada Sabtu (25/11). tapi kita di RSUP Sanglah sudah mampu melakukan dengan dukungan FK Unud,” pungkasnya. Teknik ini mengedepankan minimal invasive sehingga tidak membuat torehan besar untuk melakuka pembedahan. Dengan begitu, pasien tidak perlu dirawat inap karena dapat dilakukan satu hari selesai. “Dengan tidak adanya luka besar membuat pasien nyaman dan biaya pun dapat ditekan,” imbuhnya. Wakil Divisi Bedah Toraks Kardiovaskuler FK Unud/ RSUP Sanglah Dr.dr ketut Putu Yasa, Sp.B, SpBTKV (V) mengatakan kasus varises seperti fenomena gunung es.

Karena tidak semua varises dikeluhkan pasien, walaupun sudah jelas ada penonjolan. Tidak ada angka pasti kasus varises namun diduga jumlahnya cukup tinggi. Varises rentan terjadi pada usia 30-40 tahun karena usia tersebut usia produktif yang konsekuensinya sering berdiri lama. Menurutnya ada tiga faktor yang membuat orang varises. Yaitu faktor keturunan, penyakit dan kelainan sejak lahir. Bisa juga karena faktor obesitas. “Jangan abaikan penyakit ini walaupun tanpa keluhan karena prosesnya akan terjadi pemburukan dengan segala komplikasinya,” ujarnya. (ad1362)


Minggu Kliwon, 26 November 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sgr Admin, Marketing Berpengalaman.085333124775 CV nugreenworld@gmail.com

B.BP.004.11.17.0001367

Dcr 4 Sales Counter,Supir Pariwisata,Sales Executive utk Travel Hub: 0361-238041

Cr PRT u/ Wrg Tdr Luar, SeninJumat,Lok Renon H.081916232859

Dcr sopir SIM A Prbd, Jl.P.Kawe Gg.Kartika II/1, 08123954306

Dbthkn Mekanik Bengkel Spd Mtr Matic Hub:08568160614

Dcr urg asst villa mgr,Butler Hskp stff utk Seminyak/Umalas WA only Agung +6282146584344 agung@balimanagement.villas

B.BP.001.11.17.0001342

B.BP.004.11.17.0000941

Dcr Accounting Restauran,cewek penglman utk diKuta,0811395490

B.BP.001.11.17.0001374

B.BP.821.11.17.0001116

B.BP.154.11.17.0001376 Tropic&Ocean Spa in Nusa Dua Tropical Rest looking for:Rest looking for Spa Manager, Dcr segera Koki ABK,Roomboy, Mgr/Rest Spv,Sous Chef,CDP,Waiter, Hairdresser,Terapist.Send CV: Teknisi Listrik,Mengerti InstaCook.Send CV:corp-hrm@trop corp-hrm@tropicalgroupbali.com lasi AC untuk di Kapal Cruises icalgroupbali.com/corp-hrd@tro /corp-hrd@tropicalgroupbali.com, &OB untuk Kantor.Lamaran email picalgroupbali.com,0361-775211 Ph.0361-775211 B.BP.101.11.17.0001370 ke: hrd@seasafaricruises.com B.BP.101.11.17.0001372 B.BP.001.11.17.0001285 Dcr Sales/Marketing Wanita Dicr Penjahit, Pengepul & QC Dcr Urg Gardener&Security utk min D1 utk Perusahaan IT email utk Garment.Hub:087783275758 Sminyak Agung +6282146584344 CV ke sales@baliwebpro.com B.BP.001.11.17.0001195 B.BP.821.11.17.0001240 B.BP.001.11.17.0001289 Dcr Asst Apoteker,P/W,Maks35th Urgent! Dicr Staf u/Kitchen & Dcr Staff HRD,Wanita Max 30Th, Pdd Sekolah Farmasi,Kirim ke: Waiter/s Max.30Th. Japanese Min Pengalaman 3 Thn.Daerah PBMC, Jln.Hayam Wuruk No.240 Restoran”Ramen 7 Tori Samurai” Nusa Dua Hub.081239691058 Denpasar - Bali.80223 B.BP.004.11.17.0001120 Jl.Sunset Road Kav.8 sebelah B.BP.001.11.17.0001213 Dcr segera karyawan/ti Reception. Kantor Pos (0361) 8475933 Int’l Stndrd htl in Kuta LookKirim CV & Lmr Ke Sylvia B.BP.001.11.17.0001322 ing for a Sr.Headcook,must be A Fast Growing Company In Bali Bali, Jl.Tkd Baru Timur Pemogan mature(28-45yrs)exper in same B.BP.001.11.17.0001211 Seeking A Dynamic Personal position min2yrs,good Engl WriDcr sgr! Kontraktor cut n fill Assistant (PA)To Be Placep In tten & oral,strong leadership, tanah kavling&aspal utk Penida Badung & Quantity Surveyor(QS) good communicator,goodplanning, 087862243585 To Be Pleaced In Nusa Penida B.BP.004.11.17.0001085 htl knowledge.Pls send CV to At Least 2 Years Experience In PO Box 3879 Renon Dps or email Dicari Marketing Untuk Klinik The Same Field Please Send to personnel@dewisrihotel.com Dr Adi & Associates Your CV To sumba@cpg.co.id no more than 1 week Tlp:0361-737669/081999000197 B.BP.004.11.17.0001316

B.BP.001.11.17.0001219

B.BP.001.11.17.0001336

B.BP.001.11.17.0001114

Dibthkn Dokter Umum & Akunting Min.D3 RSIA Pucuk Permata Hati rsia.pucukpermatahati @gmail.com

B.BP.001.11.17.0001288

Dibthkn Sales Executive Wnt.S1 Pnampilan Mnarik u/Bali Coffee Banyuatis Dps.HP.08123977200

B.BP.001.11.17.0001346

Looking for Experienced Villa Pool&Garden maintenance, Must be deligent&hard worker,Good salary for the Right Person in Area Seminyak,T.(0361)4490319 Em:asavillasproperty@gmail.com

Dicari SPG/SPB berpengalaman, Good English,Punya SIM C, Send cv: hrd@pulauoutfitters.com

B.BP.001.11.17.0001275

Padi Handycraft Store&Reflexology Nusa 2 needs Opr,Spv.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.com /corp-hrd@tropicalgroupbali.com, Ph.0361-775211 ext.101

B.BP.101.11.17.0001371

B.BP.001.11.17.0001190

Dicari Admin Min.SMA Lam Bawa ke Jl.Trenggana 179X Smpng Pasar Pohon Beringin Penatih

B.BP.001.11.17.0001333

Estilo 2007 62Jt, Nangka Utara Graha Permai B4 081328760888

B.BP.001.11.17.0001194

B.BP.001.11.17.0001345

B.BP.145.11.17.0001233

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL TANAH Djl Tnh 1,9A Lokasi Jln.Karang Sari Gatsu Barat, 081337995188 B.BP.001.11.17.0001242

Jl Cpt 5,8a Dewi Madri I Renon Dps,Bisa Nego,Hub:081239964448

DIJUAL RUMAH B.BP.001.11.17.0001281 Dijual Kost2an 6kmr Luas 2Are Dswkn Rmh Jl.Nangka Utara B.BP.001.11.17.0001078 Bangunan 90m HRg 750jt Lok.di Gg.Kusumasari Blok C No.17 Jl Tnh mrh 270m2(9x30)dkt Perum B.BP.004.11.17.0001306 Bajera Blk SMPN1 Selemadeg Tbn Hub:089615241162,087860076515 Kori nuansa Ungasan Jimbaran Djl Mbl HR-V Matic 2015 Ptih B.BP.001.11.17.0001282 Hubungi:0858474459335/Bu Amira akses aspal. 081353210022 Asli Bali Audio Int Mulus Kontrk Rmh 4KT.3KM Ls.3,5 Are B.BP.001.11.17.0001286 B.BP.004.11.17.0001293 Terawat,Doc Lgkp.KM Dbwh10.000 dekat Simpang Siur. 55jt nego Dijual Rumah Lt.86m2,2KT,2Km Promo 1Are Perang Kapal H/08123891212/Dps Hub:08123690887 B.BP.004.11.17.0001368 Lok.Kebo Iwa Utr.HP:08113801003 Badung 199Jt Hub.082341333094 B.BP.001.11.17.0001337 HONDA

Dijual APV Th 2009 Manual Asli Bali.Hub.289032/287727

Paud diKerobokan Membutuhkan Asst.Teacher, Pengalaman & Bhs Inggrs.CV:assistme01@gmail.com

BIRO JASA

B.BP.001.11.17.0001347

DISEWAKAN RUMAH Dikont 1 unit Rmh,KMT 3 ada AC 1,KTM 2,Grs u/ 2 Mbl,Dpr 1,Kmp 1,Km 2,Listrik2200w,PDAM,Sumur Bor,Jl.Alor 1 Dps.081936235044

Dijual New CRV Tahun 2008 Asli DK Hub.081337188868

B.BP.141.11.17.0001366

Dicari Sgr Mekanik & Serabutan Hub.082144877778/081339583779

DIJUAL RUMAH

TOYOTA

Avanza Veloz A/T(matic) Th 2013 Silver. Hubungi: 081246084456

B.BP.001.11.17.0001118

SUZUKI

B.BP.004.11.17.0001356

BIRO JASA

Dijual Terios’2010 DK Tangan Pertama Hub.081237218964

MAZDA

Tropical Group looking for: Internal Audit,Acct Staff,Security (sertifikat Satpam,SIM A) send cv: corp-hrm@tropicalgroupbali.com /corp-hrd@tropicalgroupbali.com, Ph.0361-775211

SALON

DAIHATSU

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.11.17.0001156

Jual:Kuta Royal Jl.Kubu Anyar Mazda CX7 Putih’10 240Jt+XOver MT Bs Krd Dp35Jt,085100856999 Lb180,Lt272 Hub.082145232028

PT.Kura-Kura membutuhkan Bus Driver, SIM B1 Umum, gaji menarik. Lamaran + CV ke admin_tg@kura2bali.com,0361 772969, detail in kura2bus.com/ page/recruit#driver

B.BP.101.11.17.0001369

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.11.17.0001357

Jual Pickup APV CaryXtra Hitam Pemakaian 2013 Istimewa Hub.082147595964 B.BP.001.11.17.0001355

Splash GL Th 2012 Silver Tgn 1 Hub: 087 862 270 180 B.BP.001.11.17.0001344

B.BP.004.11.17.0001277

Rmh 2Lt2unit 3KT,2KM Perum Nuansa SandatDentim.089652974339 B.BP.001.11.17.0001272

DIJUAL TANAH Tnh 2Are di Dalung Br.Dukuh Dekat Induk Hub.082147454248 B.BP.164.11.17.0001373

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.11.17.0001062 Rmh Baru Type 36/80,Sembung Mengwi 200Jutaan 081239013392 1Are Blahkiuh Abiansemal Badung B.BP.001.11.17.0001363 145Jt Ng BUC Hub.082144351708 B.BP.001.11.17.0001358

B.BP.001.11.17.0001359

Rp165Jt/A@Ketewel Akses Sp.Mtr Trm Sertifikat 9Kav, 0817340222 B.BP.001.11.17.0001247

Tnh Sawit 10H 100Jt/H Sulawesi Tengah,Luwuk Hub.088219054703 B.BP.001.11.17.0001095

DISEWAKAN TOKO Dikontrakan Tk Jl.T.Umar, Uk.3x4m Hub.08563919064

DISEWAKAN RUMAH BUC Tnh Daerah Gianyar 2,25A= B.BP.001.11.17.0001353 Kntrk Rmh 3KmrTdr Kmr Mnd Dapur 600&1,4A=350 Nego 081533833333 B.BP.004.11.17.0001379 Garasi.Keboiwa HP:081916413118 BIRO JASA B.BP.001.11.17.0001208 BUC Tnh view di Mumbul Nusadua Kmi S.Bantu Urus Adm Pjk Bln/ Dikontrkan Rmh Cpt Baru Renov 830m2,ling vila mewah @7jt /m2 nego sampai deal.081353210022 Thn.H:081237913093/08170702000 Hub.081337950960 B.BP.001.11.17.0001352

B.BP.004.11.17.0001292

B.BP.001.11.17.0001084


18

Asah

Minggu Kliwon, 26 November 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Boneka peraga pakaian 4. Aba-aba ; Perintah 8. Usia (Inggris) 9. Makhluk halus jahat 10. Low density lipoprotein 11. Diulang : Nama minuman ringan dalam gelas 12. Obyek terbang tak dikenal (Inggris) 13. Asa 16. Rasa hati yang kuat 19. Kebenaran atau aturan menurut ajaran Laozi 21. Pergi begitu saja ; Tanpa permisi 23. Sabtu (Inggris) 25. Nama salah satu permata berwarna 26. Selesai secara menyeluruh 27. Sumber kebakaran 29. Istilah untuk teramat kuatnya keyakinannya terhadap suatu ajaran 33. Sebutan 36. Abu dapur (Bali) 37. Japan air lines 38. Cahaya 39. Orang atau lembaga yang berutang kepada orang atau lembaga lain 40. Jumpa 41. Prosa tentang kepahlawanan dan keromantisan 42. Dibalik : Tempat pemujaan di dalam rumah (Bali)

Tiga Indikator Kerusakan Akibat Perubahan Iklim di Indonesia Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebut Indonesia telah benarbenar terdampak perubahan iklim yang terdeteksi dari tiga indikator. “Indonesia sudah terdampak perubahan iklim. Dampaknya ada tiga, yakni naiknya permukaan air laut, kerusakan terumbu karang, serta kondisi padang lamun dan mangrove yang tidak terlalu baik,” kata Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno dalam Archipelagic and Island States (AIS) Conference di Jakarta, belum lama ini. Havas menuturkan berdasarkan laporan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hampir 30 persen terumbu karang di Indonesia dalam kondisi buruk akibat adanya penghangatan dan kenaikan suhu air laut. Kondisi yang kurang baik juga dialami oleh padang lamun. Sementara mangrove Indonesia, meski ada yang memiliki kondisi cukup baik, tapi ada pula yang sudah mulai kena abrasi. “Masalah yang kita hadapi ini juga sama dengan masalah yang dihadapi negara-negara pulau kecil lain di dunia ini,” katanya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Havas mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) untuk mencari mekanisme terbaik untuk merestorasi terumbu karang. Pemerintah juga akan menggelar pertemuan

untuk menyusun peta kerusakan padang lamun dan mangrove guna mencari solusi restorasi terbaik. Havas mengaku, secara global, masalah laut memang masih dianggap sebelah mata meski perannya yang besar dalam kehidupan manusia. “Perjanjian Paris itu tidak mengatur mengenai laut, padahal 70 persen dunia itu lautan. Makanya kami sepakat bahwa negara-negara pulau dan kepulauan harus bersatu memperjuangkan kaitan laut dan perubahan iklim,” katanya. Indonesia bersama Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) menginisiasi forum Konferensi Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/AIS Conference) yang digelar di Jakarta, 21-22 November 2017 sebagai upaya menghadapi perubahan iklim. Forum tersebut menjadi forum pertama yang mempertemukan negara pulau dan kepulauan dari seluruh dunia dan dihadiri delegasi dari Inggris, Timor Leste, Singapura, Solomon Island, Antigua & Barbuda, Bahrain, Kuba, Cyprus, Fiji, Indonesia, Jepang, Seychelles, Srilangka, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua Nugini, Saint Kitts & Nevis dan Filipina. Inisiasi forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang nyata dalam bentuk pelatihan hingga pendanaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi akibat perubahan iklim. (ant)

LIPI Ajak Generasi Muda Selamatkan Satwa dari Kepunahan

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan ancaman kepunahan satwa Indonesia semakin nyata dengan semakin beratnya tantangan yang dihadapi, oleh karena itu butuh peran masyarakat terutama generasi muda untuk ikut melakukan upaya penyelamatan. “Pendidikan konservasi harus lebih dimasifkan, bagaimana mendidik masyarakat berbuat yang benar di dalam lingkungannya,” kata Sekretaris Utama LIPI Siti Nuramaliati P, dalam seminar memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Gedung Kusnoto LIPI, Bogor, Jawa Barat, pekan ini. Siti mengatakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap tahun bukan untuk cinta satwanya lalu dimiliki, dipelihara atau dipetik, tapi bagaimana mendidik masyarakat memelihara dan merawatnya satwa maupun tumbuhan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain ketika musim dingin masyarakatnya menaruhkan makanan di atap rumah digantungkan supaya burung-burung bisa makan. “Memberi makan makhluk lain itu amal. Nilai-nilai ini perlu ditanamkan sejak dini di sekolah, dan lingkungan sekitarnya bagaimana penerapan hari cinta puspa dan satwa,” katanya. Ia menyebutkan tantangan pelestarian satwa dan fauna Indonesia cukup berat. Sementara secara karakteristik Indonesia yang terdiri dari banyak pulau sehingga masingmasing memiliki spesifik tumbuhan maupun satwanya baik di darat maupun lautan. Berbeda dengan Amerika Latin yang memiliki keanekaragaman hayati dengan jenis sedikit tetapi jumlah atau populasinya cukup banyak. “Beda dengan Indonesia kondisi geologinya membuat tubuhan dan satwa ini rendah, walau kehati kita kaya jenisnya tetapi jumlah

TTS Bali Post

TTS No. 323

BPM/ant

KAKATUA - Burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea) koleksi Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat.

atau populasinya terbatas,” katanya. Terbatasnya jumlah populasi ini lanjutnya juga dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat Indonesia yang belum memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan satwa dan fauna. Sebagai contoh curik Bali yang hanya ada di Bali, dan banyak satwa-satwa endemik lainnya yang diperdagangankan secara ilegal membuat populasinya semakin berkurang di alam. Satwa endemik Indonesia tersebut laku terjual di pasar internasional dengan harga jutaan rupiah, dijual secara ilegal. Satwa tersebut diperdagangkan untuk peliharaan, maupun untuk konsumsi dan obat-obatan. “Bangsa dan rakyat Indonesia belum peduli dengan keragaman hayati tersebut, hanya mementingkan nilai ekonominya,” katanya. (ant)

Menurun: 1. Gampang 2. Pembengkakan jaringan karena kandungan cairannya bertambah 3. Kepualuan paling utara di Selat Karimata 4. Nama pohon yang disebut juga “Merunggai” atau “Moringa Oleifera” 5. Mesin pengaduk beton 6. Saudara (Bali) 7. Nama huruf ke-24 abjad Yunani 14. Lapisan udara yang melingkupi bumi 15. Pertunjukkan 17. Mempunyai penilaian terhadap keindahan 18. Salah satu jeram terbesar di dunia 20. Sebuah kota sibuk di Jepang 22. Central processing unit 24. Daun Enau (Bali) 28. Bertukar tempat 29. Cahaya kemerah-merahan di ufuk timur saat matahari terbit 30. Safir 31. Hasil kerajinan berupa kain yang dibuat dari kapas, sutra dll 32. Kehendak ; Niat 34. Ikuti ; Sertai 35. Salam atau kata seru ala Batak

Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 323 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 Desember 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 10 Desember 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 321 Mendatar: 1. Fraktur 4. Aplasia 8. Enu 9. Kampiun 10. Rok 11. Spa 12. DAU 13. Asusila 16. Modiste 19. Oma 21. Ukuran 23. Nyanyian 25. Denpasar 26. Anteng 27. Eat

29. Misteri 33. Samsara 36. Nya 37. KUR 38. Out 39. Gereget 40. Ria 41. Anggara 42. Nyalang Menurun: 1. Fakta 2. Kepes 3. Rendam 4. Aurum 5. Lekad

Meningkatnya Polusi Cahaya Dunia menjadi makin terang, tapi para ilmuwan mengatakan bahwa itu mungkin bukan hal baik. Para peneliti belum lama ini mengatakan data satelit menunjukkan bahwa nyala artifisial di permukaan Bumi pada malam hari tumbuh sekitar dua persen dalam keterangan dan area dari 2012 sampai 2016. Ini menggarisbawahi kekhawatiran mengenai dampak ekologis polusi cahaya pada manusia dan binatang. Laju pertumbuhan yang diamati di negara-negara berkembang lebih cepat daripada negara-negara kaya yang sudah bercahaya terang. Cahaya masih stabil di sedikit negara saja. Ini meliputi wilayahwilayah paling terang di dunia seperti Italia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat, meski para peneliti mengatakan “kebutaan” sensor satelit pada beberapa cahaya LED mungkin menyelubungi peningkatan yang sesungguhnya. Area cahaya Australia menurun akibat kebakaran. Cahaya malam juga meredup di Suriah dan Yaman yang masih dilanda perang. Ahli ekologi Franz Hölker dari Germany’s Leibniz-Institute for Freshwater Ecology and Inland Fisheries (IGB) mengatakan polusi cahaya memiliki konsekuensi ekologis, dengan siklus cahaya alami terganggu oleh cahaya artifisial pada lingkungan malam. Peningkatan cahaya langit bisa mempengaruhi tidur manusia, paparnya. “Selain mengancam 30 persen vertebrata yang nokturnal dan lebih dari 60 persen invertebrata yang nokturnal, cahaya artifisial juga mempengaruhi tumbuhan dan mikroorganisme,” kata Hölker. (rtr/ant)

6. Sasis 7. Abate 14. Suksesi 15. Longsor 17. Onagata 18. Trainer 20. Antre 22. RIP 24. Yet 28. Asagan 29. Moksa 30. Sorog 31. Ebola 32. Intra 34. Steel 35. Artag (Gatra)

Pemenang TTS No. 321 I Gede Made Rupawan Br. Dukuh, Desa Penebel, Kec. Penebel, Tabanan 82152 I Kadek Sutarwan Br. Bantas, Desa Baturinggit, Kec. Kubu, Kab. Karangasem (HP: 085857 883082) I Nyoman Tedung Br. Pinda, Saba, Blahbatuh, Gianyar 80581 (HP: 087 862 451680) Gusti Ayu Putu Yuni Arianti Jl. Plawa No.83, Br. Pagan Kelod, Kel. Sumerta Kauh, Denpasar (HP: 081 9999 37779) Ketut Ayu Suardani Br. Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng (HP: 087761231737) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Wayan Herwin Widyana Alamat : Kantor BPMD, Kab. Tabanan, Bali (HP: 081805304048)


19

Minggu Kliwon, 26 November 2017

Jauh Lebih Tinggi Dari Hal. 3

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Kamil Devy Syahbana, membenarkan bahwa gunung tertinggi di Pulau Dewata ini kembali mengalami erupsi freatik. Kata Devy, kolom abu saat erupsi teramati berwarna kelabu kehitaman dengan tekanan sedang. Kepulan asap mencapai ketinggian 1.500 meter dari puncak gunung. Ketinggian ini jauh lebih tinggi ketika letusan freatik pada 21 November lalu yang hanya mencapai 600-700 meter di puncak. “Kita minta masyarakat agar tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi PVMBG. Gunung masih tetap pada status level III (Siaga). Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 6 kilometer ditambah perluasan sektoral sejauh 7,5 km ke arah utara-timur laut, tenggara dan selatan-barat daya,” imbaunya. Devy menjelaskan, perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Banjar Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban), Dusun Banjar Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh,

Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi), Dusun Banjar Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih), Dusun Banjar Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri), Dusun Banjar Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan) dan sebagian wilayah Desa Dukuh. Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suantika menjelaskan, terjadinya kembali letusan freatik diawali dengan adanya gempa dangkal yang lumayan banyak yakni gempa vulkanik dangkal 18 kali dan vulkanik dalam 8 kali dengan amplitudo 5-13. “Letusan kali ini juga kembali disertai dengan abu vulkanik. Material juga kemungkinan ada di kawah. Tapi ukuran material masih kecil. Untuk arah abunya mengarah ke barat dan barat daya,” katanya. Suantika menambahkan, letusan yang terjadi memang merupakan letusan freatik. Tapi sampai saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan apakah letusan itu letusan freatik saja atau sudah freato magmatik. Pasalnya, saat ini pihaknya masih akan mengambil sampel abu dari letusan itu untuk dianalisa atau diteliti. “Kalau misalkan abu letusan mengandung magma,

Hidup Resah Dari Hal. 3

Dikatakannya, bekerja tidak hanya panggilan, tetapi merupakan keniscayaan kita sebagai manusia. Orang yang tidak bekerja hidupnya akan resah dan tidak berbahagia. Sebaliknya, orang yang bekerja hidupnya akan berbahagia. Karena Tuhan berada di dalam kerja dan selalu memutar cakra yadnya. Dirjen Prof. Widnya menyampaikan, kerja juga merupakan bhakti. Bhakti juga artinya cinta. Kita mempersembahkan sesajen kepada Tuhan sebagai wujud cinta kita kepada Beliau. Tuhan adalah sumber segalanya dan segalanya berada di dalam Tuhan. Kalau kita memuja Tuhan, semua makhluk hidup akan berbahagia, karena pada hakikatnya kita mempersembahkan yadnya kepada semua makhluk hidup. Meski bhakti pada hakikatnya adalah cinta, tapi wujudnya berupa persembahan. Di sini kata bhakti itu berkembang menjadi persembahan atau yadnya. Yang kita persem-

bahkan kepada Tuhan adalah segala sesuatu yang kita dapatkan atau hasilkan. Mempersembahkan hasil perbuatan kita kepada Tuhan, itulah perilaku spiritual yang tertinggi. Pahala dari perbuatan seperti itu tidak terbatas. Artinya, karma atau perbuatan kita harus dipersembahkan kepada Tuhan. Karena Tuhan adalah sumber ciptaan, kita ingin mempersembahkan hasil yang terbaik kepada-Nya. Itulah sebabnya, para leluhur kita membuat karya yang terbaik untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Yang bisa seni suara akan mempersembahkan kidung kekawin yang terbaik untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Demikian juga yang bisa seni karawitan, seni tari, akan mempersembahkan seni yang terbaik di bidangnya masing-masing. ‘’Itulah gabungan arti kata bhakti (cinta, persembahan) dan karma (pekerjaan) yang telah dilakoni dalam hidup sehari-hari oleh para leluhur kita,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan dosen IHDN Denpasar Dr.

itu artinya letusan yang terjadi itu sudah letusan freato magmatik. Sementara kalau letusan magmatik volume magmanya sudah besar,” tegas Suantika Sementara itu, akibat semburan asap dan abu ini tercatat 16 penerbangan dari Australia - Denpasar dan sebaliknya di-cancel. Namun, aktivitas Bandara Ngurah Rai masih normal. Pembatalan penerbangan itu, menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, merupakan kebijakan maskapai penerbangan. Ia mengutarakan penerbangan yang dibatalkan adalah kedatangan 7 penerbangan masing-masing 4 jet star, 1 KLM, 1 Qantas dan 1 Virgin Air. Keberangkatan yang cancel 5 jet star, 3 Virgin Air, dan 1 KLM. Ia menjelaskan kepastian status penerbangan diserahkan ke maskapai penerbangan, melalui email, medsos ataupun Disruption Notification Advice airline ke penumpang. Terkait aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai, ia menegaskan tactical guidance rute pesawat masih berjalan sesuai flight plan destinasi awal. Belum ada pengalihan ke bandara alternatif. “Airport masih normal berikut ruang udaranya,” jelasnya. (kmb41/diah)

Wayan Sumadi, M.Par. Mantan Direktur Program Pascasarjana IHDN ini menyampaikan, para leluhur Bali telah mewariskan teori dakin lima dalam mengatasi masalah malas bekerja. Dakin lima atau kotoran tangan sendiri, mengandung makna agar setiap orang bekerja keras dengan tangan sendiri untuk kelangsungan hidup. Bekerja itu ibarat makan dengan tangan sendiri. Makanya orang tua selalu mengajak anak-anaknya makan dengan memakai tangan sendiri, tidak memakai sendok atau tanpa alat penyuap dan atau tidak disuapi orang lain. Artinya, kita diajak menghindari sikap hanya mengandalkan belas kasih orang lain. Tapi kerjakan sesuatu yang bisa menghasilkan untuk hidup yakni bekerja secara profesional sesuai keterampilan dan keahlian. Lalu Agama Hindu mengajarkan, bekerja sebagai wujud bhakti, yadnya yang tulus ikhlas. Kerja sebagai proses pendakian spiritual, menuju hidup harmoni, bahagia sejahtera, mokshartam jagadhita. (lun)

Sektor Informal Dari Hal. 3

Menurut Wiratmi, sektor informal yang umumnya wirausaha seperti berjualan makanan atau berdagang justru lebih banyak direbut masyarakat luar Bali. Kendati lebih memilih sektor formal, nyatanya tidak semua bidang pekerjaan formal mau dilakoni oleh para pencari kerja. Hal itu tampak dari kegiatan job fair yang menyajikan lapangan pekerjaan kurang lebih 3.400 dari 40 perusahaan. Namun yang mendaftar hanya 1.500 sehingga masih tersisa 1.900. “Lowongan pekerjaan di Job Fair itu semuanya sektor formal. Padahal sudah ada lowongan, tapi masih dipilih-pilih lagi. Masyarakat karena gengsinya besar, tidak mau mulai dulu dari bawah,” jelasnya. Wiratmi menambahkan, para pencari kerja umumnya lebih berminat menjadi pegawai di pemerintahan atau karyawan di bidang pariwisata. Padahal, masih ada lowongan bekerja di perusahaan retail yang juga tergolong sektor formal.

“Selain pilih-pilih pekerjaan, kompetensi juga tidak sesuai. Kita berusaha sekarang agar penyediaan pasar kerja dan yang mencari kerja bisa match. Kita sudah mulai laksanakan pelatihan dan magang,” jelasnya. Wiratmi melanjutkan, masyarakat yang disasar mengikuti pelatihan utamanya di kantong-kantong pengangguran. Pihaknya memprediksi pengangguran banyak terdapat di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Buleleng dan Karangasem. Mulai tahun depan, juga sudah direncanakan pengiriman tenaga kerja ke kapal pesiar. Selain itu, lanjut Wiratmi, sosialisasi juga digalakkan agar masyarakat tertarik berwirausaha. “Sekarang kita bagaimana pendekatan ke masyarakat, mensosialisasikan untuk wirausaha-wirausaha baru sehingga sektor informal bisa dikuasai oleh kita,” tandasnya. Koordinator Kopertis VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa, merasa malu kalau sarjana banyak menganggur. Ini disebabkan pola pikir priyayi

yang memilih-milih pekerjaan. Makanya, dia meminta kepada orang tua yang sudah menamatkan anak dan menjadi sarjana jangan terlalu memanjakan anaknya. Bila perlu stop jatah uang saku bulanan saat kuliah dulu ketika mereka sudah sarjana. Jika tidak, anak muda Bali akan malas bekerja dan selalu mengandalkan orangtuanya. ‘’Lalu kapan mereka akan mandiri. Orangtua juga jangan juga sombong, sekalipun memiliki warisan banyak membiarkan sarjana menganggur,’’tegasnya. Dasi Astawa tak ingin sarjana apalagi krama Bali masih memilih-milih pekerjaan. Yang disebut normal, enam bulan setelah tamat mesti sudah bekerja. Ukuran sukses kedua, bukan dilihat dari profesi harus linier. Di era global mendatang yang menentukan adalah kompetensi. Justru yang disebut sukses sarjana pendidikan bisa menjadi pengusaha laundry yang sukses. ‘’Nah, model diversifikasi pekerjaan sarjana itu tak harus monoton di bidang keilmuan saja,’’ tegasnya. (rin/sue)

Lapangan Kerja Dari Hal. 3

Kedua, terbatasnya lapangan kerja yang ada. Kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh para lulusan SMA/SMK mau pun perguruan tinggi juga menjadi banyaknya pencari kerja di Bangli. “Keterampilan pendidikan tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan. Itu yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya pencari kerja,” terangnya. Tak hanya itu, Dewa Suparta melanjutkan, faktor lain yang juga menyebabkan banyaknya pengangguran di Bangli yakni karena adanya kecenderungan memilihmilih pekerjaan. Banyak lulusan sekolah selama ini berorientasi untuk bisa bekerja sebagai PNS, dan kurang meminati bekerja menjadi wirausahawan. Suparta mengatakan, untuk menekan tingginya angka pencari kerja di Bangli, pihaknya selama ini sudah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi mereka, seperti keterampilan membuat dupa, membuat kerajinan berbahan barang bekas, pelatihan perbengkelan, pelatihan tata rias, pengolahan pangan dan lainnya. Berbagai pelatihan keterampilan itu diberikan agar para pencari kerja bisa memiliki skill untuk membuka usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. “Keterampilan ini diberikan selain untuk menciptakan lapangan kerja baru, juga untuk mengentaskan kemiskinan,” jelasnya. Di Klungkung Sementara itu, angkatan kerja di Klungkung sesuai data Badan Pusat Statistik 2016 mencapai 105 ribu orang. Angka tersebut berusia 15 sampai 59 tahun. Usia yang masih masuk dalam kategori produktif. Namun, realita menunjukkan, masih ada 1.471 jiwa yang menyandang status pengangguran. Di tengah situasi ini, beberapa langkahnya untuk mencari pekerjaan juga tak begitu membara. Di tengah ketatnya persaingan dengan tenaga kerja lain, masih ada yang memikirkan gengsi. Kondisi ini bisa dilihat

dari pelaksanaan job fair. Formasi yang ditawarkan melebihi angka pengangguran. Namun, yang berhasil ditempatkan masih sedikit. Tentunya, ini akan memberikan peluang untuk masuknya orang lain. Jika terus berlarut-larut, masyarakat Bali akan “mati” di tanah sendiri. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung, I Gede Kusumajaya, menyatakan status pengangguran berdampak pada penurunan kesejahteraan, bahkan kemiskinan. Mengatasi itu, pemkab pun mencari langkah untuk pengentasan. Salah satunya dengan menggencarkan pemberdayaan melalui penciptaan wirausaha baru yang bergulir mulai tahun ini. “Ini salah satu cara pengentasan pengangguran,” jelasnya Sabtu (25/11) kemarin. Program tersebut, sambung dia, juga menyasar lansia, penyandang disabilitas, wanita, dan TKI bermasalah. Usaha yang diajarkan menyesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing desa. Langkah ini juga penting untuk mengurangi persaingan pencarian kerja pada satu sektor, di samping untuk memunculkan lapangan pekerjaan. “Program ini sudah berjalan. Kami ingin wirausaha baru ini bisa menjadi lapangan pekerjaan untuk pengangguran,” katanya. Penyelenggaraan job fair juga masih dijadikan senjata. Program itu membuka lowongan pekerjaan hingga ribuan dengan berbagai jenis. “Job fair juga masih jadi alternatif untuk mengurangi kemiskinan,” sebutnya. Ketertarikan masyarakat Klungkung dalam mencari pekerjaan kecenderungan masih lebih besar pada sektor pariwisata. Ini tak hanya menyasar dalam daerah, namun juga keluar negeri, seperti kapal pesiar yang jumlahnya sejak Januari sampai Agustus 2017 mencapai 322 orang. “Untuk sektor yang paling diminati masih cenderung pariwisata. Kalau sektor lain juga ada, seperti perkoperasian. Kalau industri tidak banyak. Potensinya kecil,” terangnya. (ina/sos)

Diambil Orang Luar Dari Hal. 3

Akibatnya, banyak pekerjaan yang seharusnya bisa diambil generasi muda Bali, justru diambil orang dari luar Bali. “Seperti kuliner yang kecil-kecil itu coba mau diambil. Tamatan teknik, masak orang dari luar saja yang ambil. Padahal tamatan itu bisa membuka jasa servis AC dan sumur bor,” selorohnya. Jika tamatan SMK dan perguruan tinggi itu kreatif dan berinovasi, justru bisa membuka lapangan pekerjaan. Menurutnya, tingginya pengangguran terdidik khususnya di Perguruan Tinggi kemungkinan ada kesalahan dalam proses pendidikan. Penanaman jiwa kewirausahaan belum ditanamkan dengan baik. Memang telah ada beberapa perguruan tinggi yang memberikan pendidikan kewirausahaan, namun pendalaman tentang berwirausaha belum banyak dilakukan. “Hanya proses belajar setelah itu pulang. Pembentukan karakter berwirausaha belum ditanamkan,” ujarnya. Melihat pendidikan di luar negeri, dosen yang memiliki proyek peneli-

tian, mengikutsertakan mahasiswanya dalam proyek tersebut. Sehingga mahasiswa memiliki bekal ilmu aplikatif untuk bekerja nantinya. Di Indonesia pun dilakukan hal demikian, namun tak banyak dosen yang mendapat proyek penelitian dan tidak banyak mahasiswa yang bisa diikutsertakan. Begitu juga industri. Industri juga kerap memakai jasa mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah proyek. Namun, jumlahnya terbatas dan hanya pada mahasiswa terpilih. “Persentasenya tidak lebih dari lima persen,” ungkapnya. Mahasiswa yang jum lahnya banyak dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:45 juga menjadi kendala. Sedangkan rasio dosen dan mahasiswa di luar negeri 1:10. Kurikulum KKNI yang akan diterapkan nantinya akan menekankan pada lebih banyak vokasi sehingga tamatan dari perguruan tinggi mendapat bekal yang cukup untuk bekerja dan berwirausaha. Menurutnya, tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga siap beradaptasi bukan siap pakai sehingga lebih berkualitas. (may)

Buka Usaha

Dari Hal. 3

Padahal, membangun sinergisitas dengan berbagai stakeholder terkait adalah sesuatu yang sangat memengaruhi dalam membangun dan mengembangkan usaha di Bali. “Ini bukan berarti kita menyerahkan sepenuhnya kepada stakeholder (investor), tetapi kita sebagai orang Bali yang harus membuka usaha tersebut dengan melibatkan mereka sebagai klien-klien kita,” lanjutnya. Selain itu, faktor lainnya adalah pemanfaatan IT, bahasa, dan daya saing. Dikatakannya, di era digital seperti sekarang ini, memanfaatkan kecanggihan IT untuk mempromosikan produk-produk usaha juga sangat penting. Di samping juga penguasaan bahasa dan meningkatkan kualitas daya saing yang berintegritas. Sehingga, orang Bali mampu bersaing secara global tanpa digilas oleh perkembangan zaman. “Orang Bali egonya terlalu tinggi, sehingga kurang produktif. Seharusnya, orang Bali membuka kolaborasi seluas-luasnya. Begitu juga dengan daya saingnya yang kurang menantang, karena selalu mencari posisi nyaman dan berorientasi pada diri sendiri tanpa memikirkan generasi masa mendatang,” tandasnya. Hal senada juga diungkapkan pengamat pendidikan, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. Dikatakan, kebanyakan orang Bali berpandangan bahwa menjadi seorang pedagang atau pengusaha kecil status sosialnya di masyarakat menjadi turun. Padahal, untuk menjadi pengusaha besar harus dimulai dari skala kecil. Selain itu, faktor merasa sebagai penduduk asli juga menjadi salah satu pendukung sifat manja dan kurang tekunnya orang Bali dalam

bekerja dan berusaha. Sementara mengenai kualitas SDM-nya, Radendra mengatakan sesungguhnya kualitas orang Bali tidak kalah dibandingkan dengan orang luar Bali. Namun, persoalan yang lebih mendasar sesungguhnya terletak pada perspektif atau cara pandang yang kurang berani untuk bersusah dulu dan terlebih lagi didasari faktor gengsi. “Jika saja kita menganut pandangan bahwa gengsi kita tidak akan turun atau merosot jika menjadi pekerja sektor informal atau bahkan wirausaha yang merangkak dari bawah, niscaya kita akan menang dalam kompetisi, karena sesungguhnya kualitas dasar kita sangat bagus dan tidak kalah dibandingkan saudara-saudara kita dari luar pulau,” imbuh Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani Denpasar tersebut. Selain itu, kata dia, mindset sistem nilai orang Bali untuk menghargai usaha orang lain juga harus diubah. Bukan sekadar menghargai berdasar kekayaan atau jabatan, tetapi atas usaha yang dirintisnya. Jadi, persoalannya adalah mengenai ideologi atau sistem nilai dan cara berpikir kita sebagai orang Bali-lah yang harus di-reset lagi agar bisa menjadi pemenang dan bukan pecundang. Menjadi pelaku dan bukan sekadar penonton. Mengambil dan mengejar peluang dan bukan sekadar menunggu peluang. Menjadi orang yang bukan sekadar memuja prestise dan gengsi, tapi mengutamakan prestasi dan persistensi, tambahnya. Soal peluang, kata dia, terbentang luas sebagai daerah pariwisata. Tinggal kita mau atau tidak berwirausaha dan bekerja. Apalagi kita sudah punya modal sosial dan tinggal bagaimana memanfaatkannya secara optimal demi kesejahteraan kita bersama. (win)

Kehitaman

Dari Hal. 3

I Gusti Ayu Winda Purnama juga mengatakan hal serupa jika di Besakih ada abu dari letusan freatik Gunung Agung yang kembali

terjadi. Untuk memastikan abu tersebut, dirinya sampai menaruh kertas HVS di rumahnya. “Setelah saya taruh kertas memang ada abu. Warnanya agak kehitaman,” ucap Winda. (nan)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Kliwon, 26 November 2017

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Pilkada Gianyar Tahun Baru, Rossa Gelar ”New Chapter Concert” di Patra Bali PENYANYI papan atas Indonesia, Rossa, menggelar New Chapter Concert di Patra Bali. Konser yang merupakan momen lembaran baru bagi artis yang telah mengeluarkan 14 album solo tersebut akan digelar bertepatan pada malam tahun baru 2018. Menurut VP Corporate Secretary Patra Jasa, Gatot Subagio, Rossa dipilih sebagai pengisi acara di lokasi wisata tersebut karena perannya sebagai Duta Pariwisata Indonesia yang mempunyai visi yang sejalan dengan Patra Jasa dalam mendukung pengembangan pariwisata Indonesia. “Menyongsong lembaran baru di tahun 2018, sangat cocok dengan konsep album terbaru Rossa, New Chapter. Selain itu, Rossa yang merupakan salah satu diva tanah air sudah dikenal di mancanegara. Jadi, kami yakin kehadiran Rossa akan menyedot perhatian wisa-

tawan,” ujarnya. Rossa yang hadir dalam konferensi pers di Cafe Cerita, Jakarta, juga menyatakan rasa senangnya dapat bekerja sama dengan The Patra Bali. “Saya senang dan bersyukur sekali diajak mengisi acara di akhir tahun oleh Patra Jasa. Saya yakin ini bukan event sembarangan karena Patra Jasa selalu memikirkan konsep,” imbuh Rossa. Bahkan, demi A New Chapter Concert, Rossa telah menyiapkan berbagai kejutan. Mulai dari lagu-lagu hits dari awal hingga album terbarunya. “Saya ingin mengenalkan lagu-lagu Indonesia. Akan ada lagu baru juga yang akan saya bawakan. Konsepnya, big band dengan intimate concert,” paparnya. Sebagai Duta Pariwisata, Rossa juga merasa tertantang dalam mempromosikan Indonesia ke mancanegara. “Saya melihat The Patra Bali mempunyai tamu mancanegara yang cu-

Hari Ini, Rekomendasi PDI-P Diumumkan

SETELAH sekian lama menunggu rekomendasi PDI-P untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Gianyar 2018 akhirnya diumumkan Minggu (26/11) ini. Surat undangan terkait pengumuman rekomendasi dari Ketum Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, ini pun sudah beredar sejak Sabtu (25/11) kemarin. Namun, belum ada yang mengetahui siapa nama yang tertulis di dalam amplop rekomendasi itu.

rossa

BPM/pik

kup banyak, sehingga kami pikir ini adalah kesempatan yang baik memperkenalkan Indonesia melalui konser. Konser ini untuk membuka lembaran indah dengan yang lebih indah,” ungkap Rossa. (pik)

Maknai Hari Guru Nasional

Bila Perlu, Samakan Gaji Guru seperti Pegawai Pajak PUNCAK Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke72 PGRI diperingati semua sekolah di Kota Denpasar diisi dengan apel bendera dan penyerahan sekuntum bunga oleh siswa kepada guru, Sabtu (25/11) kemarin. Yang menarik apel tak hanya diikuti oleh guru namun juga oleh dosen. Hal itu terlihat di IKIP PGRI Bali dan Dwijendra. Di lingkungan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar peringatan Hari Guru terlihat semarak. Tampil sebagai Pembina Upacara Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. Saat itu, diserahkan penghargaan kepada guru berprestasi msing-masing diterima oleh Kepala SD, Ni Nyoman Sriyotini, S.Pd., M.Pd., Kepal SMP Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., Kepala SMA Dwijendra, Drs. I Made Oka Antara, M.Hum., dan Kepala SMK Dwijendra, I Ketut Widia, M.Si. Pengamat pendidikan Dr. M.S. Chandra Jaya menegaskan momentum HGN dan HUT PGRI harus dijadikan tonggak oleh pemerintah memberi perhatian lebih untuk kesejahteraaan guru. Dia juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak berani menaikkan gaji guru sama dengan gaji pegawai pajak. Apalagi masih banyak guru swasta yang menerima penghasilan di bawah UMR yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah. ‘’Pemerintah berani menaikkan 9 kali

BPM/sue

PENGHARGAAN - Ketua Yayasan Dwijendra, M.S. Chandra Jaya, saat menyerahkan penghargaan bagi guru di puncak HGN 2017. gaji pegawai pajak toh banyak juga yang korupsi, mengapa kebijakan itu tak juga dinikmati oleh guru,’’ tegasnya. Anggaran 20 persen pendidikan, kata dia, hanya komiditas politik karena anggaran itu banyak disedot untuk gaji guru. Mestinya, angka itu di luar gaji guru berupa peningkatan kompetensi guru dan sarana sekolah. ‘’Lihat Tiongkok ketika membangun SMK benar-benar lengkap,’’ tegasnya. Ketika ditanya tingginya angka pengangguran, Chandra Jaya menegaskan bukan salahnya guru. Guru di kelas bertugas normatif mengarahkan siswa untuk mengetahui, memahami, dan mampu melaksanakan ilmu secara positif. Mereka kemudian menjadi pengangguran karena mereka tak mampu mengimplementasikan ilmunya dalam dunia nyata. Tugas guru adalah menghantarkan siswa ke depan pintu gerbang, bukan menentukan nasib

mereka. Makanya sangat tepat dikatakan mereka yang tak berilmu akan dekat dengan kemiskinan. Kepala SMA Dwijendra, Made Oka Antara, setuju guru harus sejahtera dan mampu melanjutan studi. Sedangkan banyaknya pengangguran di Bali bukan karena salah sekolah atau guru. Pemerintah harus melakukan pemetaan lulusan yang bagaimana boleh masuk PTN dan PTS serta politeknik, sisanya disiapkan jenjang untuk menguasai keterampilan. ‘’Jangan semua masuk PT, tak siap jadilah lulusan yang menganggur,’’ tegasnya. Sementara Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., tak mau menyalahkan munculnya pengangguran di Bali dari kalangan lulusan SMA dan PT. Lebih baik dicarikan solusi dengan mempersiapkan mereka lebih awal menjadi wirausaha muda mandiri. (sue)

Ketua DPC PDI-P Gianyar, Made Mahayastra, yang dikonfirmasi membenarkan turunnya surat dari DPD PDI-P Provinsi Bali terkait undangan menghadiri pengumuman rekomendasi PDI-P untuk Pilkada Gianyar 2018. Surat tersebut berisi agenda penyerahan rekomendasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar untuk maju ke pilkada serentak 2018. Pengumuman itu dijadwalkan kantor DPD PDI-P Bali di Jalan Banteng Baru No. 4 Renon, Denpasar, pada Minggu pagi pukul 09.00 wita. “Undangannya sudah jalan, yang dipanggil DPC, PAC hingga ranting bahwa dilaksanakan pengumuman rekomendasi Pilkada Gianyar,” jelasnya. Politisi asal Payangan itu mengaku belum tahu sama sekali siapa nama yang dicantumkan memperoleh rekomendasi untuk Pilkada Gianyar. “Belum tahu siapa yang dapat, yang jelas rekomendasi diumumkan besok, termasuk saya selaku Ketua DPC tidak tahu,” ucap pria sapaan akrabnya Agus Mahayastra ini. Pria yang masih menjabat Wakil Bupati Gianyar ini menegaskan sebelum surat dari Ketum PDI-P itu diumumkan ia menolak menyebut rekomendasi sudah dikantongi paket Aman (Agus Mahayastra-Agung Mayun). “Jangan dulu bilang rekomendasi untuk Aman, rekomendasi iya, tapi belum tentu siapa yang dapat,” jelasnya. Agus Mahayastra mengaku tidak mau mendahului dari apa yang belum diumumkan. Disinggung apakah rekomendasi akan diserahkan Ketum PDI-P atau sekjen

PDI-P, ia mengatakan informasi awalnya rekomendasi itu hanya akan diserahkan oleh Wayan Koster selaku Ketua DPD PDI-P Bali. “Diserahkan oleh DPD, Ibu Mega belum tahu yang pasti rekomendasi sudah tanda tangan Ibu Mega,” katanya. Ditambahkan usai acara di Kantor DPD Bali, kegiatan akan dilanjutkan di Pasar Umum Gianyar. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai tempat berkumpulnya masyarakat Gianyar. Ribuan simpatisan PDI-P Gianyar pun dipastikan akan mengikuti pengumuman yang sudah sekian lama dinanti ini. “Usai di DPD, besok (hari ini -red) sekitar pukul 12.00 wita, langsung meluncur ke Pasar Gianyar,” tukasnya. Meski demikian, persiapan pengumuman rekomendasi PDI-P untuk Pilkada Gianyar, Agus Mahayastra kembali menekankan bahwa dirinya belum tahu sama sekali siapa yang memperoleh rekomendasi. Namun sebagai politisi yang lama melintang di kawasan seni ini, ia tetap optimis mendapat amanat maju ke Pilkada Gianyar. “Astungkara bisa mendapat restu, tapi benar saya belum tahu siapa yang dapat,” tandasnya. Secara terpisah, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta meyakini bahwa yang memperoleh rekomendasi PDI-P adalah paket Aman. Hal ini juga diyakini dari kerja keras Agus Mahayastra selama mengabdi sebagai Ketua DPRD Gianyar dua priode hingga saat ini masih menjabat Wakil Bupati Gianyar. “Surat rekomendasinya memang masih disegel, tapi bila melihat komunikasi, dan

jejak politik yang ada sudah pasti dapat titah untuk maju Pilkada Gianyar itu paket Aman,” ucapnya. Tagel juga mengatakan formasi Ketua DPC PDI-P Gianyar, Made Mahayastra yang didampingi A.A. Gde Mayun (adik kandung dari Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata) dipastikan tidak berubah. “Formasi masih sama, kan pasangan ini memang yang kita gadang-gadang sejak lama,” tegas sekretaris DPC PDI-P Gianyar itu. Sebagai Ketua Tim Pemenangan KBS - Ace, Tagel Winarta pun menyatakan kesiapannya memenangkan paket Aman pada Pilkada Gianyar. Diketahui tim pemenangan ini beranggotakan Putu Gede Pebriantara (wakil ketua), I Ketut Sudarsana (sekretaris), I Nyoman Budha Antara (wakil sekretaris), Ni Luh Yuniati (bendahara), I Nyoman Kandel (wakil bendahara). “Pengurus tim ini memang dominan dari kalangan DPRD. Mereka dipilih sudah

BPM/nik

Ketua DPC PDI-P Gianyar, Made Mahayastra

sesuai kemampuan dan keaktifannya di partai,“ ucapnya. Di samping itu, 16 orang anggota Fraksi PDI-P DPRD Gianyar juga secara otomatis menjadi koordinator pemenangan di masing-masing kecamatan. Seluruh tim pemenangan ini disahkan dalam rapat yang digelar di kantor DPC PDI-P Jumat lalu. (kmb35)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 26 November 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu