Skip to main content

Edisi Jumat 26 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Lomba Serangkaian HKG PKK Ke-47 Bali Raih Tiga Penghargaan MEMPERINGATI Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-47 Tahun 2019 digelar berbagai lomba di antaranya Pelaksana Tertib Administrasi PKK, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang dalam Keluarga, Usaha Peningkatan Pendapatan KePENGHARGAAN - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster didampingi masing-masing pemenang lomba serangkaian HKG PKK ke-47. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/7) siang

Laga Kontra Persib

Bali United Wajib Kerja Keras Bandung (Bali Post) – Bali United tidak diperkuat Willian Pacheco pada lanjutan Shopee Liga 1 2019 melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat sore nanti. Untuk itu, Serdadu Tridatu harus kerja ekstra keras. Pelatih Bali United Stefano Cugurra ‘’Teco’’ membawa 20 pemain dalam lawatannya kali ini. Pacheco terkena sanksi larangan bermain sekali setelah mendapat kartu merah saat melawan Barito Putera, 14 Juli lalu. ‘’Ya, kita bawa 20 pemain yang semuanya siap tampil. Hanya satu yang tidak dibawa Pacheco,’’ kata Teco, Kamis (25/7) kemarin. Melawan Persib, Teco mengakui laga tersebut tidak akan mudah bagi timnya. Apalagi Persib punya keuntungan bermain di hadapan pendukungnya sendiri. ‘’Kita tahu Persib tim sangat bagus, kita respek sama Persib. Jadi kita harus kerja ekstra keras main lawan bagus,’’ kata pelatih asal Brazil itu. Teco berharap pasukannya bisa menampilkan permainan terbaik pada laga yang bakal disiarkan Indosiar tersebut. Meskipun, menurutnya, Ilija Spasojevic dan kawan-kawan hanya mempunyai waktu yang minim untuk pemulihan kondisi. ‘’Kita punya waktu sedikit untuk persiapan. Banyak pertandingan dengan waktu yang dekat. Kita cuma dua kali latihan, baru main lawan PSS, sekarang setelah main lawan PSS, kita main lawan Persib,’’ katanya. ‘’Kita fokus ke recovery agar semua pemain punya tenaga buat melawan Persib. Mudah-mudahan Bali bisa main bagus dan semua penonton bisa menikmati pertandingan. Kita juga berharap bisa mendapatkan hasil positif di pertandingan besok,’’ tutup Teco. (kmb33)

luarga (UP2K), Pemanfaatan Halaman Pekarangan (Hatinya PKK) dan Pelaksanaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test. Pada lomba kali ini, TP PKK Provinsi Bali berhasil menyabet tiga penghargaan. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo pada acara Pembukaan Pameran serangkaian Puncak HKG PKK ke-47 Tahun 2019 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/7) siang. Penghargaan diterima langsung Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster didampingi masing-masing pemenang. Penghargaan yang berhasil diraih oleh Bali yakni Pakarti Madya II dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang Keluarga oleh TP PKK

Kabupaten Gianyar (Desa Sukawati). Selanjutnya penghargaan Pakarti Utama III dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) oleh TP PKK Kabupaten Karangasem (Desa Sinduwati, Sidemen). Dan yang terakhir memperoleh penghargaan Pakarti Madya II dalam Pelaksanaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test oleh TP PKK Kabupaten Buleleng (Kecamatan Tejakula). Usai menerima penghar-

gaan, Ny. Putri Koster selanjutnya meninjau stan pameran didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali Putu Anom Agustina serta Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Ni Made Suwastini. HKGPKK tingkat Nasional tahun 2019 berlangsun dari tanggal 24-27 Juli 2019. Diharapkan kegiatan peringatan HKGPKK Nasional ini semakin memasyarakatkan gerakan PKK. (kmb)

Baiq Nuril Bebas Jakarta (Bali Post) – Perjalanan panjang Baiq Nuril Maknun, guru SMAN 7 Mataram yang mengalami pelecehan seksual namun dinyatakan bersalah melalui putusan MA, akhirnya bebas. Upaya terakhir yakni persetujuan dari DPR atas pemberian amnesti oleh Presiden RI telah pasti didapatkan. Dengan demikian, Baiq Nuril yang terancam enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara karena melanggar UU ITE ini benar-benar bebas. Kepastian Baiq Nuril bebas setelah Rapat Paripurna DPR-RI, Kamis (25/7) kemarin, mengambil keputusan untuk menyetujui pertimbangan pemberian amnesti kepada Baiq Nuril, berdasarkan penjelasan Komisi III DPR. ‘’Sekarang perkenankan saya menanyakan apakah laporan Komisi III DPR-RI tentang pertimbangan pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril Maknun dapat disetujui?’’ kata Wakil Ketua DPR-RI Utut Adianto. Setelah itu seluruh anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna tersebut menyatakan setuju terkait pertimbangan pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril. ‘’Di antara yang hadir di sini, di tribun atas sana ada Baiq Nuril Maknun. Kami persilakan berdiri. Beri aplaus untuk Baiq Nuril Maknun,’’ kata Utut. Baiq Nuril yang didampingi anaknya dan penasihat hukumnya pun berdiri. Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani mengatakan putusan lembaga yudikatif telah memberikan kepastian hukum dengan penetapan pengadilan, namun munculnya pertimbangan pemberian amnesti sebagai wujud ketidakhadiran unsur kemanfaatan

dan keadilan dalam hukum. Dia mengatakan dalam upaya penegakan hukum ada tiga unsur penting yaitu kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan, yang harus hadir secara proporsional agar hukum bisa menjadi panglima. ‘’Oleh karena itu, penting bagi DPR melalui Komisi III memberikan pertimbangan atas amnesti Baiq Nuril,”’’ ujarnya. Dia mengatakan, pada 23 Juli 2019, Komisi III DPR menggelar rapat internal dan menghadirkan Baiq Nuril untuk didengar keterangannya terkait permohonan amnesti. Selanjutnya, menurutnya, pada 24 Juli 2019, Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly untuk mendengar keterangan pemerintah terkait permohonan amnesti, setelah itu dilakukan pengambilan keputusan. ‘’Secara aklamasi menyatakan menyetujui untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden agar Baiq Nuril dapat diberikan amnesti,’’ katanya. Erma berharap pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril menjadi tonggak bersejarah bagi perlindungan hak-hak perempuan ke depan. (ant)

Bali Post/ant

William Pacheco

Balipost/ant

DISETUJUI - Terpidana kasus pelanggaran Undang-undang Transaksi dan Informasi Elektronik (UU ITE) Baiq Nuril Maknun (tengah) memeluk anaknya di sela-sela pembacaan pertimbangan amnesti untuk dirinya pada rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/7) kemarin. DPR menyetujui pemberian amnesti oleh Presiden Joko Widodo kepada Baiq Nuril.

Memaknai Pertemuan Megawati-Prabowo

Mengurangi Polarisasi, Tanda Gerindra Gabung Koalisi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Tentu pertemuan ini bukanlah hal biasa karena dilakukan pasca-pilpres yang berlangsung keras. Banyak makna di balik pertemuan kedua tokoh yang pernah berpasangan dalam pilpres ini. Salah satunya tanda akan bergabungnya Gerindra dalam koalisi mendukung pemerintahan JokowiMa’ruf. Lalu, akankah partai-partai pendukung Jokowi-Ma’ruf saat pilpres lalu rela dengan kehadiran Gerindra?

Menurut politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari, pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto lebih sebagai upaya mengurangi polarisasi di masyarakat pasca-Pemilu 2019. Anggota Komisi XI DPR-RI ini menjelaskan, setelah Pemilu 2019 selesai maka kondisi masyarakat yang sempat memanas perlu didinginkan lagi sehingga kembali kondusif. ‘’Setelah kontestasi di pemilu sudah selesai, maka kini saatnya semua pihak bersamasama membangun bangsa,’’ katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (25/7) kemarin. Menurut Eva, Prabowo juga telah menunjukkan komitmennya untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo. ‘’Pak Prabowo menyatakan siap membantu Presiden Jokowi, baik di dalam maupun di luar. Saya pikir, ini suatu sinyal yang baik,’’ katanya. Namun pertemuan yang diperkirakan menandai masuknya Gerindra dalam ko-

alisi pemerintahan, melahirkan perlawanan dari partai pendukung saat pilpres. Tanda perlawanan itu dibaca analis politik Pangi Syarwi Chaniago setelah muncul dari pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang ujug-ujug menyampaikan pernyataan tidak umum, yakni menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. ‘’Kenapa harus ada panggung tandingan yang dibuat Surya Paloh dengan mengumpulkan partai koalisi minus PDI-P, dan bertemu Anies Baswedan yang terlalu dini bicara Pilpres 2024,’’ ucap Pangi. Dia mengatakan di saat pelantikan presiden belum dilaksanakan, Surya Paloh seolah ingin mengatakan bahwa Anies Baswedan adalah masa depan dan Jokowi masa lalu. Dia memandang boleh jadi manuver Surya Paloh adalah sinyal perlawanan NasDem atas peluang masuknya Gerindra dalam koalisi. Hal. 15 Resistensi

PERTEMUAN - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpamitan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri usai menggelar pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elite Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pascaPemilu Presiden 2019.


DENPASAR

2

Bali Berpeluang Ekspor Ikan dan SDM ke Jepang

FIGUR

Denpasar (Bali Post) -

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Causa Iman Karana melihat ada peluang kerja sama yang bisa dilakukan antara Jepang dan Bali. Yakni peluang ekspor terutama komoditi berbagai jenis ikan dan pengiriman tenaga kerja profesional ke Jepang. Menurutnya, komoditi ikan tuna cukup banyak diekspor ke Jepang. Namun, ekspor ke Negeri Matahari Terbit itu semakin lama semakin menurun.

Bali Post/rin

Upaya Mitigasi Bencana BPBD Provinsi Bali mendorong semua pihak untuk lebih memantapkan upaya mitigasi bencana. Terlebih, selatan Bali sempat diguncang tiga kali gempa dalam sehari, Rabu (24/7) lalu. Sesuai rilis resmi BMKG, gempa terjadi di Samudera Hindia selatan Bali, masing-masing pada pukul 09.29.13 Wita dengan kekuatan M=4,9, pukul 18.53.13 Wita dengan berkekuatan M=4,1, dan pukul 20.17.23 WIB dengan kekuatan M=5,2. Sebelumnya pada 16 Juli lalu, Bali juga diguncang gempa dengan kekuatan M=6,0. “Misalnya lakukan upaya paling sederhana mulai dari rumah masing-masing dengan mengecek kekuatan infrastruktur rumah, lanjut diimbau ke gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan gedung lainnya. Intinya dengan melakukan pengecekan, kita bisa melakukan langkah antisipasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Kamis (25/7) kemarin. Menurut pria bertubuh kekar ini, awal tahun ini telah dilakukan revisi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang BNPB untuk penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam rangka memperkuat manajemen mitigasi dan penanggulangan bencana. Rencana tata ruang wilayah terutama di area rawan bencana juga turut direvisi dengan mempertimbangkan mitigasi bencana. Selain itu, dibarengi pula dengan penegakan hukum. “Artinya, jika sudah ditetapkan sebagai zona rawan bencana maka dihindari untuk pembangunan apalagi tempat tinggal,” jelasnya. Ia menambahkan, Pemprov Bali juga sudah menetapkan Hari Simulasi Bencana. Pada tanggal 26 setiap bulannya agar dilakukan kegiatan simulasi secara rutin dan berkelanjutan untuk mendidik dan melatih diri dalam menghadapi bencana seperti gempa. Di samping itu, mengimbau semua pihak agar meningkatkan kesiapsiagaan, namun tidak perlu resah dan khawatir. Apalagi, aktivitas gempa bumi masih sulit dikenali polanya, serta belum dapat diprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. “Mari secara bersama kita melatih diri dan menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan bencana, karena kita tahu dan paham bahwa Pulau Bali berada pada ring off fire,” tegasnya seraya mengatakan, informasi tentang gempa tujuannya untuk membenahi upaya mitigasi, bukan direspons dengan ketakutan dan kecemasan berlebihan. (rin)

Warga Berharap Lahan Eks BLK Dibanguni Sekolah Negeri Denpasar (Bali Post) Jumlah sekolah negeri, khususnya jenjang SMP di Denpasar masih jauh dari memadai karena jumlah lulusan siswa SD yang melanjutkan ke jejang berikutnya cukup banyak. Kondisi ini memunculkan banyak usulan agar pemerintah membangun gedung sekolah baru untuk bisa meminimalkan kekroditan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Terutama di lahan-lahan pemerintah yang tidak difungsikan lagi. Salah satunya, di lahan eks BLK Provinsi di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Usulan ini sempat mengemuka dalam musyawarah desa Pemecutan Kelod, beberapa waktu lalu. Hal ini diakui anggota DPRD Denpasar Drs. Wayan Duaja. Menurutnya, usulan pembangunan sekolah, khsusnya SMP negeri cukup beralasan, karena sampai saat ini wilayah tersebut belum ada sekolah. ‘’Ini menjadi harapan masyarakat setempat, terlebih pada PPDB tahun ini mulai menerapkan sistem zonasi,’’ ujar politisi Golkar ini, Kamis (25/7) kemarin. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat ditemui usai sidang paripurna DPRD mengakui sejak awal mengkhawatirkan penerapan jalur zonasi untuk PPDB di Denpasar. Mengingat, jika tidak ada sekolah yang dekat, maka peluang anak-anak untuk mendapatkan sekolah negeri menjadi sedikit. Dikatakan, ada banyak desa dan kelurahan yang memiliki persoalan yang sama, yakni belum ada sekolah negeri di wilayahnya. ‘’Ada banyak desa dan kelurahan yang persoalannya

sama,’’ ujarnya. Berkenaan dengan pembangunan SMP negeri, Jaya Negara mengatakan sangat setuju untuk melakukan pembangunan tersebut. Namun, hingga saat ini kendala yang dihadapi yakni persoalan lahan. ‘’Pembangunan sekolah baru tentu kami sangat setuju, sekarang kan ada masalah keterbatasan lahan. Tetapi kabar gembira bahwa Gubernur akan memberikan satu lahan yang besar luasnya 2,4 hektar di Kertalangu. Itu akan dibangun satu SMA negeri dan satu SMK negeri oleh Gubernur. Satunya lagi akan dibangun satu SMP negeri yang akan dibangun oleh Pemerintah Kota Denpasar. Di Sidakarya juga ada lahan yang akan dibangun, kita lihat dulu pemerataan sekolah negerinya, apakah memungkinkan untuk dibangun atau di wilayah lainnya seperti di Padangsambian. Prinsipnya, Wali Kota pasti akan siap membangun SMP negeri,’’ ujarnya. Senada dengan Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede juga mengakui kondisi tersebut. Bahkan, Ngurah Gede mengaku sudah sempat mengomunikasikan hal ini dengan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra untuk melakukan pembangunan SMP negeri di Denpasar. Hanya kendalanya terkait lahan. ‘’Kami sudah sempat komunikasi dengan Wali Kota. Pada prinsipnya, Wali Kota juga berkeinginan untuk membangun SMP negeri. Jika ada tanahnya, tiga sekolah negeri akan dibangun,’’ ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar ini. (kmb12)

FM 96,5

Topik : penyelundupan sapi bali makin marak Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

Jumat Paing, 26 Juli 2019

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

‘’Semestinya ekspor komoditi tersebut bisa digalakkan lagi,’’ kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Causa Iman Karana saat masimakrama ke Kantor Bali Post terkait kepindahannya ke Tokyo, Jepang, Selasa (23/7) lalu. Pria yang selanjutnya mengemban tugas baru sebagai Chief Representative BI Tokyo, Jepang ini mengatakan, penurunan ekspor tuna ke Jepang karena ada penyuplai lain selain Bali. ‘’Tuna ini kan tidak hanya dari Bali saja. Tapi bisa dari Maluku, bisa dari perairan di Indonesia Timur,’’ katanya. Causa Iman Karana men-

gatakan, ikan tuna dari daerah lain itu aksesnya melalui Bali. Akses inilah yang menjadi keuntungan dan peluang bagi Bali. ‘’Tapi akses ini jika

tidak dimanfaatkan dengan baik, sayang. Lama-lama nanti cargonya, pengangkutnya ini juga tidak ada muatan, bisa-bisa ditutup. Sebaiknya kita mulai lagi ekspor ikan tuna itu dan sebagainya,’’ ujarnya. Untuk itu, perlu sikronisasi kebijakan pemerintah dengan perdagangan, namun dikatakan perlu waktu. ‘’Tapi ekspor ikan tuna segar ke Jepang sangat tinggi dan menjadikan komponen yang tinggi juga untuk Bali sebenarnya,’’ imbuhnya. Selain itu, ia juga menilai ada potensi mengirim jasa atau tenaga kerja ke Jepang. Namun, tenaga kerja yang terampil, karena saat ini angkatan kerja Jepang sudah mulai berkurang. Banyak generasi yang

sudah senior di sana. Causa Iman Karana berpesan agar Bali mengembangkan sektor ekonomi baru selain pariwisata. Ia melihat masih ada yang bisa didorong dan dikembangkan lagi untuk mewujudkan pariwisata yang berkesinambungan atau sustainable tourism. ‘’Karena kita melihat masih ada gap. Ada pariwisata yang tumbuh dengan cepat dan mewah, tapi di sisi lain ada potensi lain yang harus dikembangkan lagi seperti pertanian dan juga industri kreatif,’’ bebernya. Causa Iman Karana menegaskan akan sangat bagus jika pariwisata dan pertanian, serta industri kreatif sama-sama tumbuh. Potensi inilah yang bisa didorong oleh pelaku ekonomi di Bali, bahwa ada potensi di luar pariwisata yang bisa dikembangkan. Tetapi, tetap mendukung pariwisata yaitu pertanian dan industri kreatif. ‘’Ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang telah kami lakukan. Harapan kami, kalau pariwisata bisa memberi rembesan ke bawah, mem-

berikan efek ke bawah seperti ke sektor pertanian dan ke industri kreatif, maka itu akan sustainable. Jadi kalau ada gangguan di pariwisatanya, pertaniannya masih tumbuh dan industri kreatif juga bisa tumbuh. Dengan demikian akan bisa meningkatkan ekspor dan perdagangan, sehingga meningkatkan seluruh aktivitas ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali akan semakin kuat,’’ tegasnya. Dari sisi ekspor, kata Causa Iman Karana, yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pasar. Sebelumnya, yang penting dilakukan adalah memastikan kemampuan produksi. ‘’Kalau kita sudah siap ekspor berarti kita sudah siap dengan skala produksi yang memadai. Jangan sampai ada permintaan tinggi tapi tidak mampu memenuhi ekspor. Jadi, yang harus diperkuat dulu adalah dari sisi produksinya,’’ jelasnya. Setelah produksi kuat, katanya, baru kemudian memperkuat pemasaran. Pemasaran diharapkan tidak hanya ke negara-negara tradisional misalnya ke Jepang, Tiongkok maupun ke Amerika. Tetapi juga ke pasar nontradisional seperti ke Timur Tengah, Rusia, Amerika Latin, Asia Timur. Negara itu merupakan negara yang masih sangat terbuka dan merupakan pasar yang belum digarap. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama PEMERINTAH Kota Denpasar kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nasional. Kali ini, empat penghargaan sekaligus diraih Kota Denpasar dalam Penganugerahan Kabupaten dan Kota Layak Anak 2019 yang dilaksanakan bertepatan dengan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019. Penghargaan diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dan diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Four Point Makassar, Selasa (23/7). Dalam kesempatan tersebut, Kota Denpasar berhasil memboyong empat penghargaan sekaligus, di antaranya Sekolah Ramah Anak diperoleh SDN 26 Pemecutan, Forum Anak Daerah Terbaik, Ruang Bermain Ramah Anak dan tentunya penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama yang merupakan penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut. ‘’Penghargaan

tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah termasuk Kota Denpasar yang sudah memerhatikan hak-hak anak. Bagi kami di Kota Denpasar, membangun kota layak anak itu menjadi perhatian utama oleh semua stakeholder terkait. Tahun ini, kita memperoleh penghargaan tertinggi yakni Kota Layak Anak kategori Utama yang bersanding dengan Kota Surakarta dan Kota Surabaya,’’ ujar Rai Mantra seusai acara. Rai Mantra mengatakan, penghargaan ini diberikan karena Denpasar dinilai berhasil dalam hal pemenuhan hak anak salah satunya yang memberikan program kemanfaatan kepada masyarakat. Dari pemenuhan hak-hak anak ini baik dari pemberian ruang kreativitas kepada anak-anak di setiap program pemerintah hingga memberikan fasilitas yang nyaman kepada anak saat berinteraksi di luar lingkungan keluarga mereka. Menurut Rai Mantra, apa

pun program di daerah, kalau suasana kotanya tidak ramah anak, tidak membuat anak-anak bermain nyaman, menikmati fasilitas yang berkualitas, maka seluruh program itu bisa menjadi pincang. Untuk itu, Kota Denpasar memberikan atensi yang besar terhadap pembangunan kota layak anak. Ia berharap penghargaan yang diperoleh ini bisa menjadi motivasi bersama dalam memerhatikan hak-hak anak. ‘’Bagi kami anak-anak merupakan masa depan yang harus diperhatikan sejak dini, sehingga nantinya mereka dapat hidup secara nyaman, aman, dan sejahtera dan pada akhirnya menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter dan akhlak yang mulia,’’ katanya. Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan, Pemkot Denpasar telah mampu memenuhi karakter persyaratan sebagai Kota Layak Anak

yang dinilai Tim Pusat sehingga Kota Denpasar bisa naik peringkat dari kategori Nindya (empat kali berturut-turut) menjadi Kategori Utama. ‘’Kami telah berupaya maksimal. Hasil penilaian dari pusat mengatakan, Kota Denpasar telah memenuhi

berbagai persyaratan sehingga dapat memperoleh penghargaan tertinggi di ajang tersebut. Tentunya kami sangat bersyukur atas capaian ini dan ke depan kami akan terus berusaha mempertahankan dan meningkatkannya lagi,’’ ujarnya. (ad816)

PENGHARGAAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise di Four Point Makassar, Selasa (23/7).

Kota Denpasar Sabet Dua Penghargaan Nasional Dalam ’’Indonesia Attractiveness Award 2019’’

DENPASAR kembali menorehkan prestasi tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Attractiveness Award 2019 yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group, Kota Denpasar dinobatkan sebagai Pemenang Platinum Kota Besar Pariwisata dan Pemenang Gold Kota Besar

Pelayanan Publik. Kota Denpasar termasuk di dalam 38 provinsi serta kota/kabupaten penerima penghargaan yang dibagi menjadi kategori Top 2 Skala Besar, Top 1 Skala Sedang, dan Top 1 Skala Kecil. Penganugerahan Indonesia Attractiveness Award 2019 digelar di Jakarta, Selasa (23/7)

PEMENANG - Di ajang Indonesia Attractiveness Award 2019, Kota Denpasar dinobatkan sebagai Pemenang Platinum Kota Besar Pariwisata dan Pemenang Gold Kota Besar Pelayanan Publik. Penghargaan salah satunya diserahkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo dan diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.

malam. Acara ini di antaranya dihadiri Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dirut Tempo Media Group Toriq Hadad, dan CEO Frontier Group Handi Irawan. Dalam prosesnya, Kota Denpasar melewati seleksi untuk mendapat penghargaan ini dilakukan dengan melaksanakan survei langsung pada dua program yakni pariwisata dan pelayanan publik. Setelah survei, beberapa waktu yang lalu, jajaran Pemkot Denpasar juga telah diundang untuk melakukan presentasi di hadapan juri. Seperti diketahui, dalam sistem pelayanan publik Pemkot Denpasar memiliki Mal Pelayanan Publik di Lumintang, Layanan Damakesmas, Pelayanan Antar Jenazah Gratis (Pantastis), layanan BPBD, dan lain sebagainya. Sementara di bidang pariwisata, penilaian meliputi kondisi masyarakat di

daerah wisata, pelayanan dan ketersediaan sarana, fasilitas penunjang dan keramahannya. Dari hasil presentasi dan survei, akhirnya Denpasar mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Karena selama ini apa yang dilakukan dinilai bagus dibanding daerah lain di Indonesia. Penganugerahan penghargaan ini diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani dan Kadis DPMPTSP Kota Denpasar I.B. Benny Pidada Rurus. Penghargaan Gold Kota Besar Pelayanan Publik kepada Kota Denpasar diserahkan Profesor Riset LIPI Carunia Mulia Firdausi. Sementara Penghargaan Platinum Kota Besar Pariwisata diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara seusai menerima penghargaan mewakili Pemkot Denpasar mengatakan, penghargaan ini terkait dengan kepariwisataan karena salah satu indikator yang memberi penilaian adalah ke-

mampuan sumber daya manusia dan pengelola kepariwisataan itu sendiri di samping infrastruktur dan kelengkapan fasilitasnya. ‘’Penghargaan ini pada hakikatnya untuk insan kepariwisataan dan masyarakat Kota Denpasar,’’ ujarnya. Sementara untuk penghargaan kategori pelayanan publik, Pemkot Denpasar dinilai berhasil melakukan inovasi di bidang pelayanan publik dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan dan terus berproses sehingga masyarakat terlayani dengan baik. ‘’Inilah salah satu penilaian panitia Indonesia Attractiveness Award melatari Kota Denpasar mendapatkan dua penghargaan ini,’’ kata Rai Iswara. Mantan Kadis Koperasi Kota Denpasar ini mengatakan, secara intern sebetulnya penghargaan ini dapat menjadi pemacu peningkatan kualitas pelayanan publik dan pariwisata. ‘’Saya berharap, masyarakat dan stakeholder lainnya dapat memberi suatu andil koreksi kepada Pemkot Denpasar secara rutin demi peningkatan kualitas pelayanan dan pariwisata itu sendiri,’’ tegasnya. (ad817)


BADUNG 3 Badung Raih Penghargaan TPID Kategori Berprestasi Jumat Paing, 26 Juli 2019

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kamis (25/7) kemarin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2019 di ruang pertemuan Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Rakornas TPID yang dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla TERIMA PENGHARGAAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima penghargaan TPID dari Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rakornas Pengendalian Inflasi 2019 yang digelar di ruang pertemuan Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (25/7) kemarin.

tersebut mengambil tema ‘’Sinergi & Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif’’. Rakornas diikuti 489 Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari 34 provinsi dan 508 kabupaten/kota serta 46 perwakilan Bank Indonesia. Pada rakornas tersebut juga diserahkan penghargaan kepada TPID provinsi terbaik, TPID kabupaten/ kota terbaik, Indeks Harga Konsumen dan TPID kabupaten/kota berprestasi untuk Daerah Non-Indeks Harga Konsumen untuk lima wilayah. Dari penghargaan tersebut, TPID Kabupaten Badung mendapatkan penghargaan TPID berprestasi untuk wilayah Jawa dan Bali. Penghargaan tersebut

diserahkan langsung Wakil Presiden RI dan diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Wabup Suiasa usai menerima penghargaan tersebut mengatakan, penghargaan ini diraih berkat kerja keras semua komponen TPID. ‘’Kita harapkan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sebagi pemicu kita di pemerintahan dalam memberikan pelayanan serta pengendalinan inflasi, sehingga harga di pasaran bisa terus stabil dan tidak merugikan konsumen atau masyarakat,’’ ujarnya. Adapun TPID provinsi dan kabupaten/kota yang menerima penghargaan untuk lima wilayah adalah untuk Wilayah Sumatera

diraih oleh Deli Serdang (TPID Berprestasi), Tanjung Pinang (TPID Terbaik) dan Bengkulu (TPID Terbaik). Wilayah Jawa-Bali diraih Badung (TPID Berprestasi), Kediri (TPID Terbaik) dan DKI Jakarta (TPID Terbaik). Wilayah Kalimantan diraih oleh Mahakam Ulu (TPID Berprestasi), Samarinda (TPID Terbaik) dan Kalimantan Timur (TPID Terbaik). Wilayah Sulawesi diraih oleh Poluwantu (TPID Berprestasi), Palopo (TPID Terbaik) dan Gorontalo (TPID Terbaik). Wilayah Nusra, Maluku, Papua diraih oleh Lombok Barat (TPID Berprestasi), Mataram (TPID Terbaik) dan NTB (TPID Terbaik). (ad813)

Dewan Usulkan Pembangunan ’’Shortcut’’ Sempidi-Mengwi Mangupura (Bali Post) -

Kalangan DPRD Badung mengusulkan agar pemerintah membuat jalan pintas (shortcut) untuk mengatasi kemacetan jalur utama Sempidi-Mengwi. Usulan tersebut disampaikan Fraksi PDI-P dalam rapat pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi, belum lama ini. Dalam pemandangan umumnya yang dibacakan I.B. Alit Argapatra, Senin (22/7), Fraksi PDI-P menerangkan, dengan dibangunnya dua shortcut, diyakini kekroditan lalu lintas akan semakin berkurang. ‘’Kami juga mengusulkan agar dibuatkan shortcut paling tidak jalan Kapal menuju Kekeran dan Setra Penarungan menuju Pura Desa Gulingan dengan cara membangun dua buah jembatan,’’ ujarnya. Fraksi PDI-P juga mengusulkan pembuatan jembatan LC Legian ke LC Seminyak sebagai antisipasi penutupan Jalan Raya Legian ketika ada acara adat. ‘’Kami juga minta kelanjutan pemasangan lampu penerangan jalan di gang-gang dan tempat strategis di Kuta,

dan pembangunan Pustu Legian karena sudah tidak layak dan pernah direndam banjir pada tahun 2008,’’ katanya. Di sisi lain, fraksi ini mengapresiasi pembangunan sejumlah sekolah baru oleh Pemkab Badung. Fraksi tergemuk di parlemen Badung ini menyebut, langkah Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menambah sekolah sangatlah tepat. Dua sekolah dimaksud yakni SMPN 6 di Kekeran dan SMP 7 di Cemagi, Mengwi. Dengan dua sekolah ini, maka orangtua siswa tidak merasa resah lagi. Pihaknya menyebutkan, semakin tahun semakin bertambah banyak siswa tingkat SMA. Tentu ini membutuhkan kelas belajar yang memadai. Mengingat perekrutan siswa di

Bali Post/eka

KENDARAAN - Sejumlah kedaraan melintas di Jalan Raya Sempidi. Lalu lintas di salah satu jalur utama di Kabupaten Badung ini kerap krodit. sekolah negeri menggunakan sistem zonasi, maka sudah dipastikan siswa yang beralamat jauh dari sekolah, memiliki peluang kecil untuk bersekolah di sekolah negeri. ‘’Karena itu, kami mengusulkan kepada Gubernur Bali melalui Bupati Badung untuk dapat dibangun SMA baru di masing-masing kecamatan.

Untuk Kecamatan Mengwi, lokasi yang paling memungkinkan untuk dibangun SMAN 3 Mengwi di Kelurahan Kapal,’’ terangnya seraya menambahkan, dengan dibangunnya SMAN 3 Mengwi ini maka akan mampu mengatasi kesulitan orangtua siswa untuk mencarikan anaknya sekolah negeri. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Sestama Saksikan Peragaan Layanan 361° Hadirkan ’’Performance Run’’ RBM dan Agen Pemulihan di Pemogan untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat STIGMA yang ada di masyarakat membuat para penyalah guna narkoba sulit untuk mengakses layanan rehabilitasi yang ada. Hal inilah yang mendasari kegiatan rehabilitasi ke depannya dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri melalui kegiatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan agen pemulihan. Layanan RBM dilaksanakan dalam bentuk memberikan layanan komunikasi informasi edukasi, layanan psiko-edukasi dan spiritual kepada masyarakat Desa Pemogan yang mengalami permasalahan atau kecanduan ringan terhadap narkoba secara suka rela. Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si. serta Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. menyaksikan langsung kegiatan layanan RBM dan agen pemulihan di Jalan Pemogan No. 153 Denpasar Selatan, Bali, Kamis (25/7) kemarin pukul 14.00 Wita. Kegiatan ini dihadiri seluruh Kabag/Kabid, Kepala BNNK, tokoh masyarakat Pemogan, para petugas kesehatan, karang taruna, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat. ‘’Saya sangat senang hadir di sini bersama teman-teman semua. Ini program sudah lama, tadinya rumah damping sekarang namanya RBM. Tadi diperagakan bagaimana seorang pecandu di lingkungan masyarakat. Saat ini jaringan narkoba kita tidak tahu, saya senang di sela ini sudah ada pemuda-pemudi yang langsung terjun,’’ kata Irjen Adhi Prawoto. Tujuan RBM ini yaitu mengidentifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan penjangkauan untuk mempermudah akses layanan, memberikan dukungan kesehatan dan sosial

Gerindra Sebut Pemerintah Kurang Cermat

361° Degrees sebagai merek pakaian olahraga internasional terkemuka yang telah hadir di Asia, Amerika, dan Eropa untuk pertama kalinya menggelar 361° Performance Run. Sebuah ajang olahraga lari bergengsi sebagai bentuk dukungan gaya hidup sehat bagi masyarakat di ibu kota. 361° Performance Run ini akan diadakan di The Breeze – BSD City pada 25 Agustus 2019 yang menjadi lokasi strategis dengan nuansa alam dan udara yang sangat mendukung untuk berlari bersama kerabat dan keluarga. ‘’Kehadiran 361° di Indonesia tidak hanya untuk menghadirkan terobosan sepatu olahraga terbaik, namun juga menyediakan wadah bagi para pelari untuk dapat mendapatkan kesempatan berlari. Oleh karena itu sebagai salah satu ajang pertama yang kami prakarsai sendiri dan di koordinasikan oleh Matahari 361° Performance Run. Kami harap acara ini bisa menjadi dukungan bagi masyarakat untuk memiliki gaya hidup sehat dan aktif,’’ kata Christian Kurnia selaku Merchandising, Marketing & Store Operation Director PT Matahari Department Store Tbk. Acara yang diprakarsai 361° Degrees dan bekerja sama dengan PT Matahari Department Store Tbk. ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu untuk jarak 5K dan 10K. Pilihan kategori jarak ini dihadirkan pada 361° Performance Run sebagai upaya dari 361° dalam memberikan opsi yang lebih bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Pendaftaran yang sudah berjalan dan dapat dilakukan di www.361run.id pun ditargetkan untuk dapat diikuti 5.000 peserta dari Jabodetabek area. Bagi para peserta yang sudah mendaftarkan diri di 361° Performance Run dapat melakukan pengambilan race pack di Plaza Semanggi, Jakarta pada 21-23 Agustus 2019, sebagai bagian dari misi membangun semangat gaya hidup sehat dan aktif bagi masyarakat. 361° juga telah membentuk 361° Running Community. Komunitas bentukan 361° ini memang ditujukan bagi para pelari baik yang baru ingin memulai berlari atau sudah menjadikan lari sebagai rutinitas harian. Dengan menjadikan Gelora Bung Karno sebagai titik tempat berkumpul pada setiap Jumat pukul

Ranperda Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangutama, Fraksi Gerindra sepakat untuk disahkan menjadi perda. Fraksi Gerindra menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah menyetujui untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui perda tersebut. Fraksi Gerindra juga memberi beberapa masukan terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2020, yakni untuk mengantisipasi dan menjaga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung dari kemungkinan fluktuatif, pemerintah hendaknya mulai memikirkan investasi yang realistis. Dikatakan dari segi investasi, tenaga kerja ke depan hendaknya lebih mengutamakan peningkatan sumber daya manusia melalui balai latihan kerja yang mampu melahirkan angkatan kerja yang cakap, terampil, kreatif, dan inovatif, sehingga ready for use di abad ke-21. Sementara itu, Fraksi Golkar Badung tidak sependapat terhadap rasionalisasi anggaran tersebut. Sebab, Fraksi Golkar masih tetap optimis terhadap asumsi target pendapatan di tahun 2019 dengan beberapa langkah yang diungkapkan pada KUA/PPAS APBD Induk 2019. Fraksi Golkar Dewan Badung yang diketuai I Gusti Ngurah Shaskara, Sekretaris I Nyoman

AIRASIA, maskapai berbiaya hemat terbaik dunia versi Skytrax selama 11 tahun berturut-turut, Kamis (25/7) kemarin mengumumkan kerja samanya dengan musisi muda Indonesia, Gamaliél. Gamaliél akan menjadi brand ambassador dalam kampanye terbaru AirAsia yaitu #BahagiaBersamaAirAsia yang berfokus pada komitmen maskapai dalam menjaga kualitas pelayanan dalam setiap fase perjalanan pelanggan. CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, melanjutkan kampanye sebelumnya yang mengajak masyarakat untuk mewujudkan mimpinya #BikinJadiNyata, kini hadir dengan kampanye terbaru yaitu #BahagiaBersamaAirAsia. ‘’Kampanye ini sesungguhnya merupakan perwujudan semangat kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik agar setiap pelanggan mendapatkan pengalaman terbang yang menyenangkan,’’ katanya. ‘’Kami dengan senang hati menyambut Gamaliél bergabung dengan keluarga besar AirAsia. Sosok Gamaliél sebagai insan muda berbakat Tanah Air sesungguhnya mewakili spirit sama dengan AirAsia yang tidak pernah patah semangat mewujudkan mimpi walaupun penuh tantangan. Selalu tampil dinamis dan kreatif, serta hadir dengan layanan yang inovatif. ‘’Bersama dengan Gamaliél, kami akan menebar kebahagiaan

RBM - Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si. serta Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. ketika menyaksikan kegiatan layanan RBM dan agen pemulihan serta spiritual, melakukan rujukan ke layanan, melibatkan keluarga agar turut serta menjamin bahwa layanan rehabilitasi bisa terus berjalan. Agen pemulihan bertugas menerima laporan dari masyarakat. Klien-klien yang telah menyelesaikan terapi agar tetap dimonitor untuk menjaga pemulihan. Adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan masing-masing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan. Diharapkan semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika. Selain melaksanakan layanan rehabilitasi, petugas RBM Desa Pemogan juga proaktif melakukan pemetaan dan penjangkauan kepada kelompok masyarakat yang dicurigai menyalahgunakan narkoba guna memperoleh layanan di RBM ini. Jika ketergantungan berat akan dirujuk pada lembaga rehabilitasi yang ada di BNNK

atau lembaga rehabilitasi milik pemerintah atau masyarakat. Wilayah Pemogan sendiri masuk zona merah karena di sana banyak sekali rumah kos yang ditempati para pekerja yang dominan bekerja di tempat hiburan malam. Di sini juga harus ada peran aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa. ‘’Para pemakai bisa juga secara sukarela untuk ikut datang ke lokasi rehabilitasi. Di sini bisa diberikan pencerahan dan bisa sembuh. BNN mendorong masyarakat untuk peduli, pilot project kita pertama di Bali. Program ini nantinya tahun depan akan running secara serentak,’’ katanya. Setelah klien menjalani proses rehabilitasi, baik rawat inap maupun rawat jalan akan kembali ke masyarakat dan keluarga. Selanjutnya akan dilaksanakan layanan kegiatan oleh petugas agen pemulihan. Saat ini program RBM di Desa Pemogan telah berjalan dengan empat orang klien sejak Mei 2019. ‘’Tantangan ke depannya adalah bagaimana memberdayakan perangkat desa agar memiliki daya tahan dan memiliki ketahanan. Khususnya optimalisasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas,’’ imbuhnya. (bns1)

Pendapatan Badung 2018 Tak Tercapai

Mangupura (Bali Post) Kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Badung terus mewarnai rapat pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Badung, Senin (22/7) lalu. Setelah Fraksi Demokrat, kini sorotan terkait pendapatan Badung yang tidak tercapai mucul dari Fraksi Gerindra. Fraksi yang diketuai I Kadek Sudarmaja tersebut mengkritisi Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung Tahun 2018, di mana pendapatan tahun 2018 yang tidak tercapai mengakibatkan program kerja juga tidak tercapai. ‘’Hal itu merupakan sebab akibat dari program rencana kerja pemerintah yang kurang akurat dan cermat, sehingga terjadi ketimpangan terhadap komitmen belanja 2018 dan mengakibatkan beban berat pada APBD 2019,’’ ungkap Fraksi Gerindra yang dibacakan anggota I Wayan Suweta saat rapat paripurna. Partai berlambang kepala burung Garuda ini juga mengkritisi terkait rasionalisasi APBD 2019. Sebab, belanja daerah merupakan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta infrastruktur penunjang ekonomi agar masyarakat Badung maju, damai dan sejahtera nyata terwujud. ‘’Kami perlu mendapat penjelasan,’’ tegasnya. Kendati demikian, mengenai Ranperda Pelestarian dan Perlindungan Bendega serta

Mesir ini langsung dibacakan Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Pada pembacaan PU mengenai rancangan kebijakan umum perubahan APBD 2019 ini, menurutnya, tidak adanya indikator penyebab terjadinya rasionalisasi anggaran, maka Fraksi Golkar tetap menganggap angka sebesar Rp 7,7 triliun lebih kemungkinan bisa tercapai. Pijakannya adalah argumentasi optimisme target pendapatan di tahun 2019 dengan beberapa langkah seperti yang diungkapkan pada KUA/PPAS APBD Induk 2019. ‘’Dari uraian tersebut kami Faksi Golkar belum sependapat terhadap rasionalisasi pada APBD Perubahan (Induk) 2019,’’ jelas politisi asal Kuta ini dalam pembacaan PU tersebut. Begitu juga dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Badung Anggaran 2020, Ffraksi Golkar belum sependapat dengan KUP/PPAS Rancangan APBD Induk 2019. Pasalnya berdasar dokumen rancangannya tidak disebutkan variabel/indikator yang bernada pesimistis, sehingga Fraksi Golkar berpandangan capaian pendapatan di tahun 2020 bisa terwujud. ‘’Dengan demikian seyogianya Rancangan APBD Induk Tahun 2020 minimal sama dengan APBD Induk Tahun Anggaran 2019,’’ pungkasnya. (kmb27)

OLAHRAGA - Ajang olahraga lari bergengsi sebagai bentuk dukungan gaya hidup sehat bagi masyarakat di ibu kota. 19.00, para pelari ini akan mendapat kesempatan untuk dilatih tim ahli pelari profesional. Selain itu, para anggota klub yang tergabung juga akan diseleksi untuk dipilih menjadi 36 pelari terbaik yang nantinya akan mewakili 361° di ajang Jakarta Marathon 2019. Dimana 361° merupakan salah satu sponsor official apparel Jakarta Marathon. Karena 361° ingin menjadi bagian dari kisah nyata perjuangan setiap orang, tidak hanya tentang atlet, tetapi juga tentang orang-orang di sekitar, di semua situasi dengan tantangan yang beragam. Tentang 361 Degrees 361° didirikan pada tahun 2003. Merupakan perusahaan internasional untuk produk sepatu dan pakaian olahraga. 361° menawarkan sepatu olahraga, pakaian olahraga, aksesoris, pakaian anak-anak, termasuk produk casual serta produk-produk khusus untuk kegiatan outdoor lainnya. 361° telah mensponsori beberapa event olahraga di Tiongkok, termasuk di antaranya China Table Tennis Super League, Chinese Volleyball League, Chongqing Marathon, dan Kinmen Marathon. Selain itu, dengan mensponsori Asian Games 2010 di Guangzhou, 361° menjadi merek olahraga dari Tiongkok pertama yang berhasil mensponsori event olahraga antarbenua. Event olahraga terkemuka lainnya yang disponsori 361°, termasuk Universiade 2011 di Shenzhen, Asian Beach Game 2012 di

Haiyang, Youth Olympic Games 2014 di Nanjing dan Asian Games 2014 di Incheon. Pada tahun 2016, 361° juga menjadi merek olahraga dari Tiongkok pertama yang mensponsori Olimpiade Rio 2016. Pada tahun 2018, 361° menjadi sponsor utama dalam Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Tentang Matahari Matahari adalah platform ritel terbesar di Indonesia, dengan 162 gerai di 75 kota di seluruh Indonesia, serta secara online melalui MATAHARI.COM. Selama lebih dari 60 tahun, Matahari menyediakan pakaian, kecantikan dan produk sepatu yang berkualitas, fashionable dan terjangkau bagi kalangan menengah Indonesia yang semakin meningkat. Matahari mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan ber-partner dengan lebih dari 1000 pemasok lokal serta internasional. Perseroan menerima beberapa penghargaan dari industri bertaraf nasional dan internasional, termasuk Top 500 Retail Asia Pacific dari Retail Asia, Euromonitor, & KPMG. Brand Asia 2018 – Top 3 Most Powerful Retail Brand in Indonesia dari Nikkei BP Consulting, Inc dan WoW Brand Award 2019 – Gold Champion dari MarkPlus Inc. Di samping itu, Perseroan juga meraih penghargaan Indonesia Netizen Brand Choice Award 2018 dari Warta Ekonomi. Seluruh penghargaan ini memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu perusahaan yang terkemuka, dinamis, dan terpercaya di Indonesia. (bns3)

Gamaliél Jadi Wajah dari Kampanye #BahagiaBersamaAirAsia

KAMPANYE - Gamaliél bersama CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan pada acara peluncuran kampanye #BahagiaBersamaAirAsia di AirAsia RedHouse, Kantor Pusat AirAsia Indonesia, Tangerang. bagi siapa pun yang telah mempercayakan perjalanannya dengan AirAsia, menjelajahi dunia dengan konektivitas yang kami miliki,’’ lanjut Dendy. Sementara itu, Brand Ambassador AirAsia Indonesia Gamaliél mengatakan dirinya merasa bahagia dapat bergabung dalam keluarga besar AirAsia, maskapai yang selalu inovatif dan berani dalam melakukan terobosan. ‘’Saya sudah tidak sabar untuk segera bekerja sama dengan Allstars, terbang lebih tinggi lagi bersama AirAsia dan berbagi kebahagiaan

dengan seluruh pelanggan setianya,’’ ucapnya. Kolaborasi Gamaliél dengan AirAsia untuk kampanye #BahagiaBersamaAirAsia ini juga melahirkan sebuah lagu yang berjudul ‘’Bahagia Bersama’’, sebuah karya yang khusus ditulis Gamaliél sendiri. Lagu hasil kolaborasi Gamaliél dan AirAsia ini dapat dinikmati mulai 26 Juli 2019 pada platform musik digital seperti Spotify, Joox, dan Apple Music, jaringan radio di Indonesia serta dalam seluruh penerbangan AirAsia Indonesia (kode penerbangan QZ). (bns2)

Cara Sederhana Deteksi Dini Gejala Stroke PENYAKIT stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Pola hidup yang kurang terjaga seperti kurangnya berolah raga secara rutin dan pola makan yang tidak sehat dapat menimbulkan penyakit stroke. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan insidensi stroke mencapai dua ratus kasus perseratus ribu penduduk di seluruh dunia. Berdasarkan data riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018, penyakit stroke merupakan penyebab kematian pertama di Indonesia. Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke jaringan otak berkurang atau terhenti. Hal ini menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen berkurang atau tidak ada sama sekali yang dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian jaringan otak. Stroke menimbulkan berbagai gejala klinis yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang terjadi mendadak berlangsung lebih dari 24 jam dan mempunyai kecenderungan

perburukan bahkan kematian yang diakibatkan oleh gangguan pembuluh darah otak. Tindakan pengenalan gejala stroke dan penanganan secara cepat akan mengurangi tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan terjadi komplikasi. Berdasarkan penyebabnya, stroke dapat diakibatkan oleh adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Stroke lebih mudah terjadi pada orang dengan hipertensi kronis yang tidak terkontrol, penderita kencing manis, kadar kolesterol jahat maupun asam urat yang tinggi, penyakit dengan kelainan irama jantung, infeksi tuberculosis, komplikasi infeksi sifilis, dan kelainan struktur pembuluh darah otak yang dibawa sejak lahir. Untuk mendeteksi dini apakah seseorang sedang mangalami gejala stroke dapat dilakukan dengan cara sederhana. Yang pertama, pasien diminta untuk tersenyum atau memperlihatkan gigi, kemudian diminta untuk mengangkat tangan ke depan dengan sudut 90º dari tubuh dan menahan posisi

tersebut selama 10 detik, serta pasien diminta mengulang mengucapkan ‘’kalimat sederhana’’ berulang-ulang.

Gerakan dan tingkah laku yang dilakukan kemudian diamati secara seksama serta dilakukan penilaian. Pada pasien

yang kemungkinan mengalami serangan stroke, ketika tersenyum separuh bagian wajah yang mengalami stroke akan tampak tertinggal. Saat menaikkan kedua tangan, posisi tangan sebelah kanan dan kiri tidak sama tingginya, oleh karena salah satunya mengalami kelemahan atau tidak bisa diangkat. Selanjutnya pasien diminta mengulang ucapan kalimat, contohnya seperti pengucapan kalimat berikut ‘’ular lari lurus melingkar’’. Kalau ada gejala penyakit stroke, pasien akan kesulitan untuk mengucapkan kalimat tersebut atau pengucapan kalimatnya terdengar cadel atau pelo atau secara mendadak tidak bisa bicara sama sekali. Ketika menemukan gejala tersebut segeralah membawa pasien ke rumah sakit. Rentang waktu mulai gejala diketahui adanya penyakit stroke sampai dibawa ke rumah sakit akan memengaruhi pengobatan yang akan dilakukan. Semakin cepat gejala terdeteksi dan semakin cepat membawa ke fasilitas kesehatan akan dapat mengurangi

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

komplikasi. Di fasilitas kesehatan akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah gejala stroke yang dialami disebabkan oleh sumbatan atau pecah pembuluh darah, karena pengobatan untuk kedua penyebab stroke tersebut akan sangat berbeda dan penyakit penyerta lain yang memudahkan terjadinya stroke juga akan ditangani. Tingkat kesembuhan pada penyakit stroke pada umumnya baik, tergantung tempat serta luas jaringan otak yang terkena dan mengalami kerusakan. Sehingga deteksi dini gejala stroke sangatlah penting, karena kemampuan regenerasi jaringan saraf pada otak sangat minimal dan jika terlambat akan mengakibatkan terjadinya kecacatan. Namun perlu diingat juga bahwa penyakit yang mempermudah terjadinya stroke tetap harus dikontrol dengan baik untuk mencegah terjadinya stroke berulang dikemudian hari. l dr. Made Putri Indraswari, S.Ked.


DAERAH

Jumat Paing, 26 Juli 2019

5

Dinas Sosial Bali akan Beri Pelatihan untuk PSK

Denpasar (Bali Post) Dinas Sosial Provinsi Bali saat ini gencar melakukan upaya pembinaan terhadap para pekerja seks komersial (PSK). Utamanya terkait berbagai risiko yang akan dihadapi jika tetap melakukan praktik prostitusi. Selain itu, para PSK juga diberikan alternatif pekerjaan baru dan pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan pelatihan. ‘’Mereka melakukan pekerjaan itu karena faktor ekonomi. Ada juga yang sebenarnya berkeinginan mencari pekerjaan lain dan berhenti menjadi PSK,’’ ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra di Denpasar, belum lama ini. Menurut Mahendra Putra, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap puluhan PSK, antara lain melibatkan Dinas Kesehatan, aparat desa, dan pemuka agama. Pembinaan merupakan salah satu pola pendekatan agar

para PSK tidak lagi melakukan praktik prostitusi. Upaya ini akan terus dilakukan sampai para PSK memiliki keinginan sendiri untuk berhenti dan beralih ke pekerjaan lain. ‘’Bagi saya, kalau kita paksakan kemudian tidak mau, percuma saja. Dalam upaya pembinaan ini, kita tidak sekadar ngomong. Tapi sampai bisa menangkap keinginan dia sehingga benarbenar mau berhenti menjadi PSK,’’ jelasnya. Itu sebabnya, lanjut Mahendra Putra, sudah dirancang adanya pelatihan keterampilan bagi para PSK di tahun 2020 mendatang. Pelatihan nantinya disesuaikan dengan keinginan para PSK tersebut. Sebagai contoh, pelatihan spa, salon, menjahit, dan lainnya. ‘’Tentu kami akan menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,’’ imbuh mantan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini. (kmb32)

CAK - Cak wanita Regrisma ikut meramaikan pentas seni SMA PGRI 2 Denpasar.

Semarak, Pentas Seni Siswa Baru Regrisma PENUTUPAN Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA PGRI 2 Denpasar alias Regrisma belum lama ini berjalan semarak. Semuanya ditutup dengan suasana penuh nuansa ajeg Bali. Acara penutupan diawali dengan pelepasan atribut MPLS oleh Kepala Sekolah Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. didampingi Ketua Panitia

MPLS Drs. I Made Suecana, M.Pd. Puncak penutupan MPLS diisi dengan pagelaraan potensi seni siswa bar u. D i antaranya menampilkan tari Bali, musik, baca puisi, lagu pop Bali dan dance modern. Yang paling memukau adalah penampilan Cak pria dan wanita. Semuanya dilakoni oleh 280 siswa kelas X yang baru. Sementara juga diserahkan

penghargaan bagi peserta terbaik. Kepala Regrisma Komang Artha Saputra menegaskan, sekalipun jumlah siswanya banyak yang lari ke sekolah negeri menjelang dan saat MPLS, siswa barunya harus bangga menjadi warga Regrisma. ‘’Jangan ikut-ikutan pindah ke negeri, tunjukkan diri kita mampu menyaingi mereka,’’ tegasnya.

Dia mengatakan masa mengikuti MPLS merupakan kesempatn emas untuk berinteraksi dengan teman dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Mereka diharapkan memahami budaya mutu Regrisma serta mengembangkan diri sesuai dengan potensi. Makanya di MPLS ini juga digeber aneka ekstra yang ada guna pengembangan

diri siswa. Mereka disiapkan sebanyak 30 jenis ekstra. Sala satu ekstra unggulan yakni baleganjur, menabuh dan seni tari. Tiap tahun siswa diajak pentas seni kreativitas di Lapangan Puputan Badung. Siswa yang terlambat ditangani guru secara langsung kemudian dikomunikasikan dengan orangtua. (sue)

Triwulan II 2019

Bali Post/edi

PERLU DIRENOVASI - Gedung SDN 1 Ungasan mengalami keretakan cukup parah sehingga untuk sementara waktu tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar.

Gedung Sekolah Retak Akibat Gempa

SDN 1 Ungasan Disarankan Pinjam Ruang Kelas Mangupura (Bali Post) Gempa bumi pada 16 Juli lalu mengakibatkan gedung SDN 1 Ungasan retak cukup parah. Praktis gedung tersebut membahayakan apabila digunakan untuk proses belajar dan mengajar. Demi keamanan siswa, bangunan yang sudah ada sejak tahun 1934 ini harus segera direnovasi. Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika, Kamis (25/7) kemarin mengatakan, pascakejadian pihaknya langsung mengerahkan tim dari Bidang Sarana dan Prasarana untuk menganalisis kerusakan gedung. Hasil analisis, keretakan gedung sekolah tersebut tergolong membahayakan. Mengacu kondisi tersebut, pihaknya menyarankan

kepala sekolah agar sement a r a w aktu meniadakan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Agar proses belajar dan mengajar bisa berjalan, disarankan meminjam gedung di sekolah lain. ‘’Agar PBM bisa tetap berlangsung dan mengantisipasi keterlambatan mata pelajaran para siswa yang jumlahnya 317 orang, diharapkan agar memanfaatkan gedung sekolah lain sekitar sekolah tersebut,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala SDN 1 Ungasan Ni Made Asri mengakui belum ada pembicaraan terkait renovasi. Sejauh ini pihaknya belum berani menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan sekolah. (kmb23)

Denpasar (Bali Post) Taman Penitipan Anak (TPA) sekarang ini menjadi peluang usaha yang keberadaannya makin menjamur. Akan tetapi sejauh ini belum ada pendataan, pembinaan dan pengawasan yang optimal, sehingga menjadi tempat yang memang layak dan aman bagi anak. Menurut Ni Luh Gede Yastini, S.H., Divisi Hukum dan Advokasi Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, belajar dari kasus kekerasan anak yang pernah terjadi beberapa waktu lalu di TPA, dari pantauan KPPAD Bali hingga kini belum ada pendataan dan pembinaan kepada TPA yang ada, sehingga monitoring dan evaluasi terkaitan dengan layanan dan pola pengasuhan bagi anak tidak terawasi. Perlindungan anak adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya, sehingga anak dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi secara optimal serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Namun ironisnya, terkadang lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mereka, seperti di lingkungan keluarga, sekolah, TPA malah menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. ‘’Kami menyoroti keberadaan Taman Penitipan Anak yang sekarang ini menjamur, tetapi sejauh ini belum ada pendataan, pembinaan dan pengawasan yang optimal. Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah agar Taman Penitipan Anak ini menjadi layak dan aman bagi anak,’’ katanya,

Kamis (25/7) kemarin. Dikatakannya, saat ini mungkin ratusan bahkan ribuan anak ada dalam pengasuhan Taman Penitipan Anak ketika orangtua harus bekerja mencari nafkah. Kasus yang terjadi beberapa bulan lalu yang mengakibatkan meninggalnya anak di TPA harus menjadi pelajaran untuk langkah perubahan yang lebih baik ke depan demi perlindungan anak. ‘’Untuk itu kami mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah serius untuk memastikan agar semua tempat menjadi tempat yang ramah dan aman bagi anak,’’ katanya. (kmb16)

Optimalkan Pengawasan Pola Asuh Anak di TPA

Hotel Berbintang di Bali Bertambah

Denpasar (Bali Post) -

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) KPw Bali, pasokan perhotelan di Bali pada triwulan II 2019 meningkat sebesar 3,44 persen (qtq) atau 6,54 persen (yoy). Penambahan pasokan ini dikontribusikan pembangunan hotel di daerah Sanur dan Seminyak. Kepala BI KPw Bali Causa Iman Karana mengatakan, pasokan kamar hotel didominasi hotel bintang 4 (44,71 persen), hotel bintang 5 (38,78 persen), dan bintang 3 (16,52 persen). Dari sisi permintaan, tingkat hunian pada triwulan II 2019 sebesar 65,44 persen, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (76,55 persen) dan triwulan sebelumnya (65,44 persen). Hasil survei menunjuk-

kan adanya indikasi penurunan yang bersumber dari turunnya jumlah wisatawan Tiongkok serta tertahannya kegiatan MICE pasca-pemilu. Namun, penertiban yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah Bali diperkirakan akan mengakselerasi kembali kinerja hotel. Dari sisi harga, pada triwulan II 2019 terjadi penurunan harga -0,93 persen (qtq) atau -3,85 persen (yoy). Penurunan harga ini terjadi

sejalan dengan penurunan permintaan pada triwulan II 2019 yang terutama terjadi pada hotel bintang 5. Selain melakukan survei terhadap perkembangan perhotelan di Bali, BI juga melakukan survei terhadap pasokan apartemen (baik apartemen strata title dan apartemen sewa) di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Hasilnya, apartemen di Bali tidak mengalami

perubahan sejak periode 2017. Pada triwulan II 2019, apartemen strata title tercatat sebanyak 2.423 unit, yang berasal dari 3 tower pengembangan dengan segmen pasar kelas menengah. Sementara itu apartemen sewa tercatat sebesar 141 unit yang berlokasi di Kabupaten Badung. Dari sisi permintaan, terjadi peningkatan penyerapan apartemen secara triwulanan yang bersumber dari apartemen sewa. Rata-rata tingkat hunian triwulan II 2019 adalah sebesar 50,32 persen atau menyisakan 70 unit yang belum tersewakan. Terjadi peningkatan tingkat hunian sebesar 3,44

persen dibanding triwulan lalu. ‘’Pasar apartemen servis merupakan alternatif jika hotel sekitar sudah penuh atau harga hotel sudah terlalu mahal,’’ ungkapnya. Sementara itu, kumulatif permintaan apartemen strata title tercatat stagnan dengan kumulatif permintaan apartemen strata title di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada triwulan II-2019 sebanyak 1.782 unit, dengan ratarata tingkat penjualan 73,52 persen. ‘’Tidak ada perubahan tingkat penjualan sejak setahun terakhir, karena penyerapan unit pada proyekproyek yang ada tidak ada,’’ tandasnya. (kmb42)

Warung Global

Jika Tidak Ada Dana Jangan Buat Program yang Menghabiskan Biaya Besar SEPERTI yang kita ketahui selama ini setiap daerah membutuhkan dana untuk membiayai pelaksanaan pembangunannya, tidak terkecuali pula bagi Kabupaten Badung yang notabene daerah yang PAD tertinggi di Bali. Pembiayaan pembangunan tersebut bersumber dari seluruh pendapatan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Badung, di mana sumber-sumber pendapatan tersebut adalah dari PAD. Namun apa daya jika sejumlah kegiatan mogok di tengah jalan lantaran rasionalisasi anggaran di Bumi Keris ini terjadi, tak tercapainya target PAD jadi penyebabnya. Rasionalisasi anggaran mestinya dibarengi juga rasionalisasi pemikiran dari para penyusun anggaran ini. Jika tidak ada dana sebaiknya jangan buat program yang menghabiskan biaya besar. Demikian salah satu opini dari pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Berikut rangkuman opini pendengar selengkapnya.

Presiden Jokowi sering menyampaikan, pemerintah di daerah, di pusat hati-hati dalam mengelola anggaran. Karena salah menggunakan dan mengelola anggaran bisa masuk penjara. Demikian dikutip Fera di Tabanan. Meskipun bukan warga Badung, Werdha di Gianyar menyampaikan sesuatu yang direncanakan harus disiapkan dananya terlebih dahulu. Jika kini harus dilakukan rasionalisasi, sebaiknya dipilah. Buat skala prioritas, mana yang penting jangan dirasionalisasi. Yang dirasionalisasi adalah program kurang penting. Jika ada yang mengatakan rasionalisasi APBD tak rasional itu sah-sah saja. Sementara Yuli di Tabanan menyampaikan rencana akan sulit berjalan tanpa adanya dana. Meskipun dana bukan segala-galanya. Untuk itu, ia berharap dalam penyusunan rencana berbarengan dengan penyusunan anggarannya. Ia menyebutkan rasionalisasi anggaran juga harus dibarengi dengan rasionalisasi pemikiran oleh penyusun program/rencana dan sekaligus anggarannya. Jangan sampai rencana tinggal rencana, dengan alasan tak ada dana, semua mogok di tengah jalan. (sikha)


OPINI

6

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Generasi Pengawal Peradaban Bali TEROBOSAN Gubernur Bali Wayan Koster dalam mengawal peradaban Bali layak diapresiasi. Bukan saja karena idenya yang tergolong berpihak kepada kepentingan dan kearifan lokal, cara berpikir dalam mengambil kebijakan juga tergolong cerdas dan berani. Setidaknya, bagi Bali terobosan dalam menjaga kearifan lokal kini mendapat pengayoman hukum dengan terbitnya sejumlah pergub. Sebut saja dalam hal pelestarian budaya dan konsep-konsep perlindungan bahasa dan busana adat Bali. Pergub yang digulirkan Gubernur Koster ini telah membuka mata kita, bahwa berapa pentingnya menjaga identitas Bali di tengah globalisasi. Masyarakat Bali memang harus diingatkan dan diedukasi untuk bergerak menjaga Bali. Dalam konteks lainnya, pengawalan terhadap alam Bali juga digerakkan. Pergub yang merujuk pembatasan penggunaan plastik juga diapresiasi banyak pihak. Tidak hanya masyarakat Bali yang mendukung, kini gerakan ini juga diapresiasi banyak perusahaan nasional. Dukungan untuk menjaga Bali dari beban sampah merupakan hal yang mutlak digaungkan dan digelorakan terusmenerus. Bali harus dijaga dari semua lini, karena Bali merupakan salah satu pusat peradaban dunia yang masih terawat di nusantara. Keragaman dan toleransi tetap tumbuh dan berkembang di tengah dinamika zaman. Mordenisasi tak mesti membuat Bali menjauh dari peradabannya. Dalam konteks menjaga kependudukan, Bali kini juga melakukan terobosan. Keluarga Berencana (KB) Bali yang diharapkan menjadi salah satu alat menjaga generasi pengawal budaya Bali hendaknya dipahami secara utuh. KB Bali dengan empat anak yang diharapkan dijabarkan oleh krama Bali, bukanlah bentuk perlawanan terhadap kebijakan KB nasional. Bagi Bali, dengan jumlah penduduk lokal yang terbatas, tentu layak melakukan pemetaan perkembangan kependudukan. Bali mutlak memerlukan daya dukung penduduk yang paham dan sejalan dengan budayanya. Ini bukan berarti Bali melawan arus urbanisasi atau migrasi kependudukan. Pemahaman terhadap pentingnya Bali dijaga dan dikawal oleh penduduk pendukung budaya Bali adalah hal mutlak yang harus dibangun. Maka sangatlah tepat dan wajar jika KB Bali diterapkan. Semangat untuk menunjukkan eksistensi diri inilah yang membuat terwujudnya kembali imbauan KB Krama Bali dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 1545 Tahun 2019 berisi Sosialisasi Program KB Krama Bali di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Bahwa manusia Bali adalah manusia unggul sehingga akan menjadi berkah bagi pembangunan jika jumlahnya semakin banyak. Secara ideal kita tentu berharap dengan pertambahan penduduk lokal, maka ada harapan baru bahwa ke depan peradaban Bali akan tetap ajeg. Harapan ideal lainnya adalah, dengan bertambahnya penduduk lokal maka potensi terjadi transaksi lahan juga akan dapat kita tekan. Ini karena untuk hidup kita memerlukan ruang. Yang jelas, kebijakan KB empat anak Bali adalah bagian dari komitmen mengawal warisan leluhur. Dan untuk bisa menjadi pengawal yang kuat dan tangguh, maka kita juga harus bergerak untuk menjadikan penduduk Bali memiliki kecakapan profesi dan kemampuan bersaing yang memadai. Namun, kita harus sadari juga di tengah persaingan ketat dalam bidang ekonomi dan kesempatan kerja, maka banyak anak juga berpotensi menjadi ancaman. Bahkan, jika penduduk (baca: orang Bali) semakin bertambah jumlahnya, namun tidak berkualitas, akibatnya akan sama saja yakni menjadi beban demografi dan pembangunan Bali. Imbauan untuk menambah jumlah anak ini sepintas terlihat kontra dengan kondisi empirik. Untuk itulah, imbauan Gubenur Bali untuk KB Bali hendaknya juga diimbangi dengan penguatan SDM krama Bali. Membangun daya saing SDM Bali hendaknya juga menjadi program stategis. Ini untuk mengimbangi kaum pendatang yang masuk ke Bali dengan semangat kerja yang jelas. SDM Bali harus digerakkan menuju profesionalisme dan penguatan etos kinerja.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Permohonan Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yang menjadi tanggung jawab Desa Pakraman Seraya, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan ke hadapan para bhakta untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari para umat. Dana punia untuk pembangunan pura bisa disalurkan lewat Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rekening 461401-019031-53-6 BRI unit Subagan, a.n. Panitia Pembangunan Puncak Sari Bhur Bwah Swah. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

KB Krama Bali, Perspektif Perempuan Bali Alkisah keluarga Pan Brayut dan Men Brayut dengan 18 putra dan putrinya. Pasangan itu dengan segala perjuangan dan pengorbanannya berhasil mendidik buah hatinya, menggenapkan kebutuhan fisik, psikis, dan spiritualnya dengan cinta. Pasangan itu bahkan berhasil melaksanakan tahapan hidup wanaprastha dan sanyasin dengan tulus ikhlas, usai tuntas melaksanakan tugas merawat kedelapan belas buah hatinya.

M

en Brayut masa kini, bahkan untuk memiliki anak empat pun, hingga dibuatkan instruksi oleh Gubernur Bali. Berbagai tanggapan di media sosial sangat ramai. Sebagian besar menuntut imbauan empat anak harus disertai tunjangan bahkan hingga si anak menempuh pendidikan S-2. Saya mencoba urun pemikiran mengenai kontradiksi anjuran KB Krama Bali dari pandangan saya sebagai seorang perempuan Bali. Sebagai perempuan Bali, saya merasakan beberapa kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali saat ini menjawab kekhawatiran yang berkembang saat ini. Imbauan menggunakan pakaian adat Bali, menggunakan bahasa Bali, hingga serangkaian tunjangan untuk pelestari tradisi upacara di desa adat, menjadi jawaban atas hausnya pengakuan akan eksistensi budaya Bali di tengah gempuran komersialisme global saat ini. Pengakuan bahwa para perempuan Bali (krama istri), pecalang, bendesa, industri kecil telah memberikan kontribusi bagi aset pembangunan Bali, namun masih dinilai rendah, atau under-valued (Boulding dalam Omari,1988). Semangat untuk menunjukkan eksistensi diri inilah yang membuat terwujudnya kembali imbauan KB Krama Bali dalam Instruksi Gubernur Bali Nnomor 1545 Tahun 2019 berisi Sosialisasi Program KB Krama Bali di seluruh Kabupaten dan Kota di

Oleh N.M. Tisnawati Provinsi Bali. Bahwa manusia Bali adalah manusia unggul sehingga akan menjadi berkah bagi pembangunan jika jumlahnya semakin banyak. Sebaliknya akan menjadi suatu ancaman, jika jumlahnya semakin berkurang dan digantikan penduduk pendatang yang lebih gesit menangkap peluang menikmati pertumbuhan ekonomi Bali. Sama dengan jika penduduk (baca: orang Bali) semakin bertambah jumlahnya, namun tidak berkualitas, akibatnya akan sama saja yakni menjadi beban demografi dan pembangunan Bali. Imbauan untuk menambah jumlah anak ini sepintas terlihat kontra dengan kondisi empirik. Mengingat pertumbuhan penduduk Provinsi Bali pada tahun 2018 yang tercatat mencapai rata-rata 2,15 persen berada di atas angka rata-rata nasional. Nampaknya ada ancaman jika pertumbuhan penduduk yang meningkat tersebut bukan semata pertumbuhan penduduk alamiah (kelahiran) namun lebih banyak akibat pertumbuhan penduduk buatan (migrasi). Jika instruksi gubernur itu dipahami sebatas fisik untuk perlindungan penggunaan nama Nyoman dan Ketut, maka akan membuat perempuan Bali semakin galau. Perempuan Bali saat ini tidak sekuat Men Brayut dengan keikhlasannya mengorbankan hidupnya untuk merawat keluarga semata. Perempuan Bali saat ini sudah terpapar nilai-nilai modernitas, kesadaran akan hak reproduksi dan tubuhnya, serta keinginan untuk melakoni tiga

dunia sekaligus. Dunia keluarga, karier, dan masyarakat. Perempuan Bali saat ini adalah sosok yang tetap bisa eksis di media sosial, merawat keluarga sekaligus memaksimalkan kemampuan dirinya dalam bidang ekonomi. Sebagaimana yang terjadi di negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, Italia, Jerman, dan Kanada, tingginya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dan kerasnya budaya patriarki (kasus di Jepang) membuat perempuan memilih untuk memaksimalkan potensi diri berkarier dan sendiri hingga akhir. Filsafat kyoiku mama (ibu sebagai pendidik di rumah) memberikan beban sangat berat bagi perempuan Jepang. Karena kuatnya budaya patriarki, maka jika sang anak gagal dalam akademis, ibulah yang paling disalahkan. Perempuan yang sadar akan kemampuan dirinya, memilih untuk menolak menjadi seorang ibu, karena ketakutan akan beban yang ditimpakan sebagai perempuan. Kebijakan senada dengan yang dilakukan negara maju seperti Jepang biasanya diikuti dengan serangkaian kebijakan lain. Imbauan untuk memiliki lebih banyak anak disertai tunjangan khusus dan hak cuti yang panjang sebelum dan sesudah melahirkan. Pertanyaannya apakah Putu hingga Ketut mendapat jaminan tunjangan dari pemerintah, dijamin hak hidup layaknya sebagai seorang anak? Kedua, beban usia produktif atau rasio beban ketergantungan tahun 2018 di Bali adalah 44,26. Dari 100 pen-

duduk usia produktif menanggung 44 orang usia nonproduktif (anak dan orangtua) juga perlu diperhatikan. Keluarga dengan empat anak ditambah lansia akan menjadi luar biasa beban bagi perempuan Bali. Mengingat kesejahteraan lansia juga belum dijamin sepenuhnya oleh pemerintah, dan masih menjadi tanggung jawab keluarga. Saya merasakan semangat primordialisme yang dipergunakan sebagai bentuk perlawanan atas semakin termarginalkannya masyarakat lokal, dalam kebijakan pemerintah daerah ini perlu dihargai, sekaligus diwaspadai. Dihargai, jika penekanan dilakukan sama dengan program KB nasional yakni terwujudnya keluarga yang berkualitas. Kualitas manusia Bali tidak cukup semata ditunjukkan oleh semarak upacara dan beban tradisi yang begitu kuat. Namun, kualitas manusia Bali harus terus ditingkatkan dengan kebijakan yang lebih strategis sehingga tercipta generasi Bali yang tidak hanya suntuk melakoni tradisi namun bernas dalam diskusi pemikiran yang menghasilkan kebijakan berani melindungi Pulau Bali berdasarkan Tri Hita Karana. Mewujudkan krama Bali berkualitas tidak hanya dengan guliran dana atau setumpuk kajian ilmiah, tapi komitmen bersama untuk menuju ke generasi berkualitas. Dasarnya adalah keluarga dan sekolah. Keluarga berkualitas harus harmonis di mana lansia terawat dengan baik, anak-anak tumbuh ceria, orang tua mencari nafkah dengan tenang. Akademisi mendukung dan mendidik anak-anak sebagai generasi pembelajar bukan hanya belajar. Sebaliknya, kebijakan ini perlu diwaspadai jika dilakukan semata-mata demi pelestarian nama, apalagi semangat primordialisme berlebih. Gerakan fundamentalis apa pun judulnya baik Islam, Kristen maupun

Menyukseskan Program Inisiasi Menyusu Dini MENYUSUI merupakan salah satu langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi seorang individu. Pemberian ASI (air susu ibu) secara eksklusif tanpa makanan tambahan lain sejak bayi lahir hingga 6 bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kandungan ASI yang sangat kompleks yaitu vitamin, protein, karbohidrat, lemak, dan mineral alami mudah dicerna oleh bayi. Selain itu, ASI juga mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh yang membantu melawan bakteri dan virus. Menurut data WHO tahun 2015, kurang dari 40 persen anak di bawah usia enam bulan diberi ASI eksklusif. Hal tersebut belum sesuai dengan target WHO yaitu meningkatkan pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama sampai paling sedikit 50 persen. Ini merupakan target kelima WHO pada tahun 2025 (WHO, 2014). Di Indonesia, bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sampai usia enam bulan adalah 29,5 persen (Profil Kesehatan Indonesia, 2017). Hal ini belum sesuai dengan target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 yaitu persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif sebesar 50 persen. Penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif pada bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kurangnya pengetahuan dan

Oleh Vita Ratna Sari, S.Keb., Bd. sikap positif ibu terhadap pemberian ASI eksklusif, adanya campur tangan keluarga dan masyarakat dalam tradisi atau kepercayaan tertentu dalam perawatan bayi khususnya pemberian ASI eksklusif, gencarnya media dalam mempromosikan penggunaan susu formula. Selain itu, salah satu masalah di beberapa negara maju dan berkembang adalah banyak ibu karier yang tidak menyusui secara eksklusif. Di Indonesia hampir 9 dari 10 ibu pernah memberikan ASI, namun penelitian IDAI (Yohmi dkk, 2015) menemukan hanya 49,8 persen yang memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan sesuai rekomendasi WHO. Rendahnya cakupan ASI eksklusif pada ibu karier disebabkan oleh ketersediaan fasilitas dan waktu untuk memberikan ASI eksklusif, serta pendeknya waktu cuti melahirkan yang diberikan pada ibu menyusui yang bekerja. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan langkah awal yang sangat baik untuk memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui. IMD pertama kali disosialisasikan di Indonesia pada tahun 2007 saat Pekan ASI se-Dunia. IMD adalah proses membiarkan bayi menyusu dengan nalurinya sendiri dalam 1 jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan

kontak kulit antara kulit bayi dan kulit ibu. Berdasarkan penelitian IDAI tahun 2011, ditemukan sebagian besar sudah meletakkan bayi di dada ibu segera setelah kelahiran. Namun umumnya (87 persen) bayi hanya diletakkan dengan durasi kurang dari 30 menit, padahal IMD yang tepat harus dilakukan minimal 1 jam atau sampai bayi mulai menyusu. Berbagai dampak dapat ditimbulkan dari beban tidak menyusui. Bertambahnya kerentanan terhadap penyakit baik dari bayi maupun ibu. Minimnya pemberian ASI dapat mengakibatkan bayi rentan menderita penyakit infeksi. Menyusui dapat mencegah 1/3 kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan menurunkan 50 persen kejadian diare pada penyakit usus prematur pada bayi. Sedangkan pada ibu dengan menyusui dapat menurunkan risiko perdarahan pascapersalinan, menurunkan 6-10 persen risiko kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometriosis. Pemberian ASI ekslusif juga dapat menjadi alat KB alami dan mencegah obesitas pada ibu pascamelahirkan. Kenaikan kerentanan risiko infeksi tersebut juga berdampak pada tingginya biaya kesehatan yang digunakan untuk pengobatan. Penelitian juga menyebutkan bahwa bayi yang tidak diberi

ASI menunjukkan penurunan IQ dan performa pertumbuhan dan perkembangan dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada periode perkembangan emas terbukti memiliki IQ yang lebih tinggi dan performa yang lebih baik sehingga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak. Selain itu, kedekatan psikologis antara ibu dan bayi sewaktu menyusui juga memengaruhi perkembangan emosional anak, sehingga dapat mencegah gangguan emosional yang akan ditimbulkan pada anak kelak saat dewasa. Biaya susu formula yang mahal juga dapat berdampak pada kualitas hidup generasi penerus dan perekonomian nasional. Dampak dari tidak menyusui semakin besar. Bisa dibayangkan begitu banyaknya generasi masa depan yang tidak sehat, rentan terhadap penyakit dan pasti akan berpengaruh terhadap kualitas generasi calon pemimpin bangsa. Karenanya, sangat penting bagi anak untuk mendapatkan ASI eksklusif dari ibu. Urusan pekerjaan serta kesibukan lain tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusif dan tidak bisa dibudayakan. Penulis saat ini bekerja sebagai Bidan di RSUD dr Mohamad Soewandhi, Surabaya dan Reworker di Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah Universitas Airlangga, Surabaya

Hindu adalah sama berbahayanya jika tidak dilandasi nilai kemanusiaan dan keberagaman sebagai satu bangsa. Melindungi termarginalkannya manusia Bali dan budayanya hendaknya dilakukan dengan strategi yang lebih feminin. Beberapa contoh gerakan senyap yang dilakukan kelas menengah di Bali seperti merawat lansia telantar, anak telantar, beasiswa untuk anak, sawah organik, rumah baca, bank sampah, hingga asrama untuk anak Bali yang tidak mampu sehingga bisa melanjutkan pendidikan adalah beberapa strategi lain yang amat perlu didukung penuh oleh pemerintah daerah. Secara khusus keberadaan perempuan Bali yang memilih bekerja di sektor informal, demi terlaksananya semua tugas yang dibebankan juga harus diperhatikan. Banyak di antaranya yang tergolong pekerja rentan (vulnerable worker) yang terancam miskin. Padahal, perempuan Bali inilah yang tulus ngayah di pura, mensubsidi secara langsung perempuan Bali lain yang bekerja di sektor formal dengan keterbatasan waktunya (termasuk saya). Kebijakan perlindungan sosial ini perlu dilakukan dengan cermat dan melindungi perempuan Bali. Tidak hanya menambah beban mereka untuk melestarikan nama Nyoman dan Ketut. Sehingga Men Brayut saat ini akan bisa tenang melakukan tugasnya yang paling mulia, yakni mendidik anak-anak Bali agar lebih berkualitas. Menjadi generasi yang tidak larut dalam buaian pujian semata, mampu menghayati nilai kearifan lokal yang luhur sekaligus berani dan mampu bersaing dengan pelaku ekonomi global. Penulis, krama istri Banjar Negari Singapadu Tengah, Dosen IE FEB Universitas Udayana, kini sedang menempuh pendidikan PDIE di Universitas Brawijaya, Malang

POJOK Bali berpeluang ekspor ikan dan SDM ke Jepang. - Ayo rebut peluang. *** Tanaman jeruk keprok Tejakula kembali dibudidayakan. - Ayo bangkitkan pertanian Bali. *** 91 koperasi di Tabanan terancam dibubarkan. - Ayo bersatu koperasi Bali.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Bupati Eka Lantik Agus Harthawiguna sebagai Asisten Administrasi Umum

Jumat Paing, 26 Juli 2019

MELANTIK - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melantik Agus Harthawiguna sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Tabanan.

SEMPAT lowong beberapa bulan, posisi Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan akhirnya dimandatkan kepada Drs. I Made Agus Harthawiguna, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Tabanan. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti digelar Kamis (25/7) kemarin, di ruang rapat kantor Bupati Tabanan. Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Bupati Eka mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir mengingat kemarin, masih rangkaian hari raya Galungan. ‘’Terima kasih atas kehadirannya, walaupun ini merupakan hari raya Umanis Galungan. Harusnya hari ini (kemarin -red) jalan-jalan bersama keluarga,

91 Koperasi Terancam Dibubarkan Tabanan (Bali Post) –

Dinas Koperasi dan UKM Tabanan mencatat 198 koperasi menyandang status tidak aktif. Dari jumlah tersebut, selama lima tahun terakhir sudah 45 koperasi dibubarkan. Rencananya, 91 koperasi lagi akan dibubarkan. Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan Ni Nyoman Yudiani belum lama ini mengatakan, tahun 2018 lalu, pihaknya telah mengusulkan pembubaran 38 koperasi ke pemerintah pusat. Hanya, SK-nya belum ke luar. ‘’Kami juga sedang turun ke lapangan mengumumkan rencana pembubaran koperasi. Nanti akan dibubarkan sekitar 91 koperasi,’’ ucapnya. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pembinaan maupun pendampingan bagi koperasi tidak aktif untuk kembali bangkit. Jika langkah tersebut tidak berha-

sil, baru dilakukan pembubaran. ‘’Itu (pembubaran - red) terpaksa dilakukan untuk menciptakan perkoperasian di Tabanan yang berkualitas dalam ikut mendorong pembangunan ekonomi daerah,’’ terangnya. Terkait penyebab koperasi tidak aktif, Yudiani menyebutkan, ada sejumlah faktor. Faktor dimaksud seperti masih banyak koperasi yang belum menerapkan nilai dan prinsip koperasi secara benar, rendahnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi hingga kurangnya kesadaran anggota untuk berpartisipasi

dalam meningkatkan modal dan memajukan usaha koperasi. Dijelaskannya lebih lanjut, jumlah koperasi di Tabanan telah mencapai 575 koperasi. Sebanyak 377 di antaranya berstatus koperasi aktif dan 198 koperasi tidak aktif. Secara umum, total aset yang dimiliki koperasi mencapai Rp 1.634.522.306.342. ‘’Dari 377 koperasi aktif, sebanyak 99 persen usahanya bergerak di sektor simpan pinjam. Kalaupun ada koperasi yang bergerak di serba-usaha, yang berjalan hanya di unit simpanpinjam,’’ ungkapnya.

tapi diganggu dengan acara ini,’’ ucap Bupati Eka. Bupati Eka menjelaskan, pelantikan ini bukan sekadar pelantikan, namun sudah melalui proses administrasi yang benar. Asisten Administrasi Umum mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam struktur organisasi pemerintah. Asisten Administrasi Umum merupakan jabatan koordinator dalam menjembatani dan mengoperasikan kebijakan serta program Bupati, sehingga dituntut mampu untuk mengoordinir dan membangun kerja sama serta sinergi dengan perangkat daerah terkait. ‘’Meskipun hanya dilakukan di ruang rapat, bukan berarti mengurangi makna. Prosesnya boleh seperti apa, tapi hasilnya betul-betul sesuai

dengan harapan kita semua,’’ imbuhnya. Pada kesempatan itu, Bupati Eka juga mengucapkan selamat kepada Made Agus Harthawiguna. Ia sangat yakin dan percaya kepada pejabat yang baru mampu melaksanakan tugas-tugas dengan optimal. ‘’Saya ucapkan selamat kepada Pak Agus, dan sekarang tugas Anda adalah membantu Sekda dan membantu OPD kita,’’ tegas Eka. Eka juga menegaskan, semua OPD di lingkungan Pemkab Tabanan mempunyai peranan yang sangat penting. Bukan hanya Sekda dan Asisten yang penting, semua struktur di lingkungan Pemkab Tabanan sangatlah penting, ibarat organ tubuh manusia yang saling terkait. ‘’Tidak ada yang namanya dia yang paling atas, dia itu

nomor satu dan dia nomor dua. Buat saya, Kalian semua itu pemimpin. Semua mempunyai peran yang sama, tugas dan tanggung jawab yang sama, hanya bidangnya yang berbeda-beda tetapi output-nya sama yaitu menciptakan kesejahteraan Tabanan, kemajuan Tabanan, sesuai dengan visinya Serasi, Sejahtera, Aman dan Berprestasi,’’ imbuhnya. Untuk itu, Bupati Eka berharap agar seluruh OPD di Pemkab Tabanan menunjukkan kekompakan serta menjalin hubungan yang erat dengan cara mempererat tali komunikasi dan koordinasi, guna membuat Tabanan ini lebih maju dan lebih daripada yang lainnya. ‘’Terakhir, banyak doa. Ayo kita doakan Tabanan. Semoga Tabanan ini bisa lebih baik dan lebih baik lagi,’’ ujar Bupati Eka. (ad815)

Persaingan koperasi yang bergerak pada unit simpanpinjam ini cukup ketat, sehingga menyangkut hal tersebut dengan dikaitkan RPJM Semesta berencana 2016-2021 Pemkab Tabanan dalam visi Tabanan Serasi, khususnya menyangkut menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat bebasis pertanian dan pariwisata. Harus dilakukan upaya prioritas dengan meningkatkan atau mendorong tumbuhnya jumlah koperasi yang beregerak di sektor riil, atau bukan lagi simpan-pinjam. Selain itu, prioritas lainnya adalah peningkatan kualitas dari sisi SDM koperasi dan UKM di Tabanan dalam rangka mendorong ekonomi daerah. (kmb28)

Kurangi Sampah Plastik

SDN 1 Mambang Wajibkan Siswa Bawa Gelas GELAS dan galon berisi air mineral diletakkan di sudut belakang ruang kelas VI SDN Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur. Deretan gelas tersebut adalah milik para siswa. Tak hanya di ruang kelas, para siswa juga menggunakan gelas tersebut saat membeli minuman di kantin sekolah. Praktis, mereka tidak lagi menggunakan wadah plastik. Guru Pembina SDN 1 Mambang I Wayan Budi Susila menjelaskan, aturan mewajibkan siswa membawa gelas ke sekolah ini didasari keprihatinan produksi sampah plastik yang cukup banyak setiap harinya. Plastik pembungkus makanan dan minuman tertumpuk dalam jumlah banyak di tempat sampah lingkungan sekolah. Untuk mengurangi limbah inilah, sekolah mengharuskan siswa membawa gelas. Gelas yang digunakan oleh para siswa tetap diletakkan di sekolah sehingga tidak perlu membawa bolak-balik dari rumah setiap hari. ‘’Jadi, mereka tidak perlu lagi menggunakan plastik dan sedotan plastik saat membeli jajanan di sekolah. Bahkan lebih higienis, setelah dipakai mereka langsung mencuci gelas dan disimpan lagi di rak yang ada di belakang ruangan,’’ ujarnya belum lama ini. Lebih lanjut dikatakan oleh guru yang getol berinovasi mengatasi persoalan sampah plastik ini, sebagai sekolah yang menyandang status Adiwiyata, tentu saja kegiatan semacam itu menjadi salah satu pola dalam mengaplikasikan pendidikan berbasis lingkungan pada kehidupan sosial sehari-hari di sekolah. Tujuannya, mengajak siswa cinta dan peduli terhadap lingkungannya. ‘’Inilah tujuan utama dibentuknya sekolah Adiwiyata. Selain pola perilaku mengurangi sampah plastik diterapkan di sekolah, diharapkan bisa berimbas pula di lingkungan luar sekolah seperti di rumah,’’ terangnya. Kebijakan membawa gelas yang sudah lama diterapkan oleh pihak sekolah ini

disambut baik para siswa. I Gede Teguh Diksha Laksmana misalnya. Siswa kelas VI ini mengaku tidak keberatan membeli minuman di kantin sekolah dengan membawa gelas sendiri. ‘’Bawa gelas biar sampah berkurang. Kalau sudah dicuci, saya taruh lagi di kelas,’’ tutur Teguh. Seperti diketahui, SDN 1 Mambang merupakan salah satu sekolah yang getol melakukan beragam inovasi yang berkaitan dengan pengolahan limbah plastik. Selain menjadikan limbah plastik menjadi beragam kerajinan untuk dijadikan hiasan di lingkungan sekolah, sekolah ini juga sedang membangun tembok panyengker sekolah dengan memanfaatkan limbah plastik yang dipadatkan dalam botol air mineral atau ecobrick. ‘’Jika ini bisa diterapkan oleh masing-masing siswa di sekolah, saya yakin persoalan sampah plastik bukan lagi menjadi masalah yang pelik. Hanya tinggal mencari ide-ide inovatif lainnya, bagaimana memanfaatkan limbah plastik menjadi hal yang bermanfaat,’’ ucap Budi Susila. (bit)

Bali Post/bit

GELAS - Siswa SDN 1 Mambang menunjukkan gelas yang mereka gunakan sehari-hari untuk membeli minuman di kantin sekolah.

Bali Post/bit

TRANS SERASI - Layanan angkutan siswa Trans Serasi kini telah menjangkau sembilan kecamatan di Tabanan.

Trans Serasi Perluas Layanan

Tabanan (Bali Post) Angkutan siswa di Kabupaten Tabanan, Trans Serasi, terus memperluas jangkauan layanan. Bahkan tahun ini, moda transportasi siswa yang dirintis tahun 2014 ini akan menjangkau dua SMP baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri. Hal ini seiring dengan banyaknya siswa yang sudah diterima di dua sekolah tersebut pada tahun ajaran baru 2019/2020. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Trans Serasi Dinas Perhubun gan Tabanan I Gusti Bagus Satriyadi mengatakan, untuk layanan angkutan siswa tersebut mulai September mendatang akan ditambah armadanya berupa 20 angkot dan 52 angdes (bus kecil). Keseluruhan armada akan menjangkau 38 trayek baru. Sepuluh sekolah yang sebelumnya belum terlayani, akan mendapatkan layanan tersebut mulai tahun ini. ‘’Dari sepuluh sekolah itu, dua di antaranya adalah SMP yang baru tersebut,’’

terangnya Kamis (25/7) kemarin. Agar mampu menjangkau para siswa SMPN 5 Tabanan yang berlokasi di Desa Sudimara, SMPN 6 Tabanan di Desa Dajan Peken dan SMPN 5 Kediri, akan ada 20 armada dengan 12 trayek baru. Selain itu, perluasan layanan juga menjangkau sekolah lainnya seperti SMPN 5 Baturiti, SMPN 1 Selemadeg, SMPN 1 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg Timur, SMPN 2 Marga, SMPN 1 Penebel, dan SMPN 3 Penebel. ‘’Total 52 armada bus kecil angkutan desa dengan 26 trayek,’’ terangnya. Terkait perluasan layanan tersebut, lanjut Satriyadi, saat ini akan memasuki proses lelang. ‘’Jangan tanya anggaran dulu ya, karena masih dihitung sebelum masuk lelang,’’ tegas. Dengan adanya penambahan layanan, hingga tahun ini, Trans Serasi sudah menjangkau 23 sekolah dengan 72 trayek yang tersebar di sembilan kecamatan di Ka-

bupaten Tabanan. Jumlah armadanya yakni 100 unit angkot atau mobil penumpang umum, 147 unit angdes atau bus kecil dan 3 bus sedang. ‘’Hanya satu kecamatan yang belum bisa terjangkau layanan yakni di Selemadeg Barat. Kendalanya, tidak ada kendaraan di sana. Susah cari kendaraan sekarang,’’ ucapnya. Untuk diketahui, Trans Serasi merupakan salah satu inovasi Pemkab Tabanan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di Tabanan. Layanan ini juga bertujuan menekan kenakalan remaja dan kasus pelecehan pada anak-anak. Pada program ini, Dinas Perhubungan memberdayakan warga lokal dalam operasional angkutan siswa, sehingga angkot tidak mati suri. Bahkan sebelum dianggarkan untuk pembelian layanan, Dinas Perhubungan melihat komitmen para sopir terlebih dahulu. (kmb28)


BULELENG

8

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Bali Post/kmb38

SWAFOTO UMANIS GALUNGAN - Bertepatan dengan hari suci Umanis Galungan, Kamis (25/7) kemarin, objek wisata di Buleleng dipadati wisatawan. Pengunjung yang didominasi warga dari beberapa daerah di Bali ini meramaikan Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Bali Utara. Salah satunya kawasan wisata Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng ramai pengunjung. Keramaian mulai terjadi sejak pagi kemarin. Memasuki siang hingga sore hari, keramaian malah terus bertambah. Kebanyakan wisatawan lokal rekreasi di objek yang terkenal dengan ombak tenang itu. Memasuki sore hari, pengunjung tidak menyia-nyiakan momen untuk berswafoto.

Elpiji Mahal, Petani Keringkan Tembakau Gunakan Bahan Bakar Cangkang Kemiri

Singaraja (Bali Post) – Petani di Buleleng memakai oven dengan bahan bakar alternatif untuk pengeringan tembakau. Hebatnya, bahan bakar alternatif itu memanfaatkan cangkang (kulit - red) kemiri. Pengeringan tembakau dengan bahan bakar ini jauh lebih murah dibandingkan memakai elpiji dan juga minyak tanah. Tahun ini, petani mendapat dukungan dari pemerintah untuk pengeringan tembakau dengan cangkang kemiri. Bantuan ini memanfaatkan “jatah” Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebesar Rp 300 juta. Rinciannya, Rp 150 juta untuk membeli cangkang kemiri dan Rp 150 juta untuk kegiatan Studi

Komparasi ke luar daerah melibatkan kelompok petani. Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Buleleng Agung Adnyana ,Kamis (25/7) kemarin, mengatakan sejak subsidi minyak tanah dicabut, petani sempat menggunakan elpiji sebagai bahan bakar kompor untuk pengeringan tembakau.

Hanya, harga elpiji dirasa mahal. Sebab, petani membeli elpiji nonsubsidi. Akhirnya, sejumlah petani mulai beralih menggunakan cangkang kemiri sebagai bahan bakar kompor untuk mengeringkan tembakau. Saat ini, petani yang menggunakan kompor berbahan bakar cangkang kemiri itu ada dua kelompok

menjadi binaan PT Gudang Garam. Dan dua kelompok petani lainnya dari binaan UD Beringin Bali. Dengan memakai cangkang kemiri, otomatis petani mengganti semua kompor yang sebelumnya menggunakan elpiji, dengan kompor berbahan bakar cangkang kemiri itu. Meskipun banyak yang mengggunakan kompor berbahan bakar cangkang kemiri, namun masih ada petani memakai elpiji terutama petani yang memiliki modal memadai. “Semenjak

minyak tanah langka, juga harga elpiji mahal untuk proses pengeringannya, petani kemudian menggunakan bahan bakar alternatif. Terkait biaya jauh lebih murah dibandingkan elpiji. Namun, kualitas pengeringannya sama dengan menggunakan kompor berbahan bakar elpiji,” katanya. Sejak pemakaian kompor pengering tembakau dengan cangkang kemiri, kata Adnyana, pemerintah daerah telah membantu petani memenuhi kebutuhan cangkang kemiri itu. Bantuan ini den-

gan memanfaatkan kucuran “jatah” DBH-CHT. Tahun 2019 ini, petani mendapat alokasi DBH-CHT untuk membeli cangkang kemiri. Dengan bantuan ini, Adnyana menyebut petani mendapat keringanan modal usaha yang dikelolanya. “Tahun ini, DBH-CHT yang dihasilkan petani tembakau sudah dikembalikan dengan bantuan bahan bakar cangkang kemiri untuk pengeringan tembakau,” katanya. Perkembangan tanaman pada musim tanam tahun ini,

kata Adnyana, sebagian besar tanaman baik. Ini dibuktikan dengan rendahnya tingkat kematian bibit. Sejauh ini, belum ditemukan tanaman yang diserang hama dan penyakit. Ditambah dukungan cuaca, sehingga pihaknya optimis produktivitas tembakau tahun ini meningkat disbanding tahun sebelumnya. “Perkembangan tanaman sebagian besar bagus. Cuacanya mendukung. Dengan cara itu akan mendapat hasil yang kita harapkan,” jelasnya. (kmb38)

Jeruk Keprok Tejakula Dibudidayakan Singaraja (Bali Post) – Sempat jeruk keprok asli Tejakula punah akibat diserang virus Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Namun, jeruk keprok asal Kecamatan Tejakula, Buleleng Timur itu mulai dibudidayakan. Hasilnya, tanaman jeruk spesial itu berbuah optimal. Salah satu areal budi daya jeruk keprok asli Tejakula itu di lahan milik Putu Oka Sastra seluas hampir 50 are. Areal ini terletak di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng. Pemilik kebun Putu Oka Sastra belum lama ini mengatakan, panen perdana jeruk itu setelah tanaman itu berumur 5 tahun. Jeruk asli Tejakula itu memang sempat punah akibat penyakit (CVPD). Penyakit ganas ini yang menyerang pembu-

luh tapis pada tumbuhan itu masuk anggota varietas jeruk-jerukan (citrus). Setelah lama menghilang, dirinya kemudian mencoba membudidayakan jeruk dari Buleleng Timur tersebut. Di atas lahan miliknya itu, dia menanam bibit lebih dari 100 pohon jeruk keprok. Budi daya itu berhasil berkat teknik budi daya sehat. Petani seharusnya tidak mengeksploitasi pohon jeruk itu terlalu keras. “Saya tidak mau kembali ke pola budi daya petani lama yakni membuahkan jeruk dengan cara membongkar tanah hingga bagian akar sampai ke tajuk daunnya terlihat. Saya menerapkan budi daya sehat seperti memberikan pupuk supaya subur, pengendalikan hama terpadu, dan tidak menggunakan kimia sama sekali,” katanya.

Jeruk keprok hasil budi dayanya itu kata Oka Sastra, memiliki tekstur padat dengan perpaduan rasa asam dan manis yang segar. Jeruk keprok siap dipanen setelah berumur enam bulan dari masa berbunga. Jeruk keprok yang dipanen itu umumnya mempunyai tingkat kematangan 80 persen. Untuk proses panen, dirinya menerapkan cara khusus yaitu dengan memotong jeruk itu. Tekniknya menyisakan tangkainya sehingga jeruk itu tidak mudah layu. Dari potongan itu malah muncul tunas baru. “Dengan teknik budi daya sehat seperti itu, jeruk keprok asli Buleleng Timur itu bisa berhasil. Mudah-mudahan ini bisa mengimbas secara konstruktif. Saya sangat berharap, petani lainnya bisa melakukan hal serupa,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/dok

CANGKANG KEMIRI – Petani tembakau di Buleleng menggunakan kompor dengan bahan bakar cangkang kemiri untuk mengeringkan tembakau yang dibudidayakan.

Kawal Perda

Perlu Ditambah Penyidik Pegawai Negeri Sipil Krisis Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kembali mengundang sorotan DPRD Buleleng. Ini karena sejak bertahun-tahun, pemerintah belum bisa menambah jumlah PPNS. Sementara beban kerja untuk menegakkan peraturan daerah (perda) yang sudah berlaku terus bertambah. Jika kondisi itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan tidak optimalnya penerapan produk hukum yang sudah dibuat dewan bersama pemerintah. Lalu, bagaimanakah solusi efektif untuk mengoptimalkan produk hukum yang telah dibuat itu? KETUA Dewan Gede Supriatna usai rapat membahas rekomendasi dewan tentang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap APBD tahun 2018 mengatakan, PPNS menjadi penentu

penerapan setiap produk hukum utamanya yang sudah diundangkan. Produk hukum itu dapat berfungsi optimal, jika pelanggaran yang terjadi dapat dieksekusi dengan baik. Tentunya, hal ini dapat dicapai apabila pemerintah memi-

liki eksekutor dengan jumlah yang memadai. Hanya, PPNS yang diberikan tugas melaksanakan setiap butir amanat produk hukum yang sudah dibuat pengawasannya sepertinya masih minim. Bahkan, pelanggaran yang pernah terjadi di lapangan hanya diganjar sanksi- sanksi seadanya. Alasan rasionalnya sebetulnya karena eksekutor tidak memadai. Karena itu, pelanggaran yang terjadi bukannya dieksekusi, tetapi dibiarkan. Akibat kondisi itu malah memicu terjadinya polemik berkepanjangan di masyarakat. ‘’Dibandingkan perda atau produk hukum yang kita bahas bersama pemerintah eksekusi amanat perda yang dilakukan PPNS yang ditugaskan untuk itu sangat minim. Bukan hal

itu baru terjadi, tetapi krisis PPNS. Hal itu sudah terjadi beberapa tahun. Hingga sekarang kita belum ada kebijakan menambah eksekutor Perda,’’ katanya. Krisis PPNS itu, kata Supriatna, seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut. Kalau ini terjadi, pihaknya khawatir produk hukum yang bertambah banyak itu bukannya menjadi pijakan pemerintah terkait penjabaran kebijakannya. Namun, malah bisa jadi macan ompong alias tidak ditaati warganya. Dampak buruk lainnya bisa saja, image pemerintah di masyarakat menjadi tidak baik. ‘’Produk hukum yang sudah kita buat dan tidak didukung dengan eksekutor memadai, saya kira kurang baik. Masyarakat jadi san-

tai saja. Mereka menganggap ada pelanggaran justru tidak ditindak dan mendapat sanksi sesuai aturan hukum yang ada,’’ jelasnya. Atas kondisi ini, Supriatna meminta pemerintah serius mengatasi krisis PPNS itu. Caranya mengangkat PNS yang memenuhi kualifikasi baik secara latar belakang pendidikan, pangkat, dan memenuhi persyaratan teknis sebagai PPNS. Untuk penambahan PPNS, dewan siap mendukung terutama kesiapan anggaran perekrutan dan kebijakan lain terkait bidang tugas PPNS itu sendiri. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa mengatakan, sejak krisis terjadi, pihaknya

sudah memprogramkan penambahan PPNS. Tahun 2017 dan 2018 yang lalu, pihaknya mengusulkan 20 orang calon PPNS untuk mengikuti seleksi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta. Hanya, usulan itu semuanya tidak lulus. Dari hasil evaluasi internal, mengapa usulan PPNS baru itu gagal lolos seleksi karena beberapa faktor teknis. Di antaranya berkas administrasi yang tidak lengkap. ‘’Kami apresiasi dewan terus mengingatkan kita untuk menambah PPNS. Kami sudah mengusulkan, tetapi setelah seleksi calon yang diusulkan itu tidak ada yang lulus karena administrasinya tidak lengkap,’’ katanya. Dua kali usulan gagal, tahun ini BKPSDM kem-

bali mengusulkan dua orang tambahan PPNS. Setelah dipersiapkan dengan baik terutama syarat administrasi, kedua calon PPNS tersebut dinyatakan lolos seleksi. Dengan tambahan itu, sekarang BKPSDM telah memiliki tujuh orang PPNS. Jumlah ini akan terus ditambah dengan mempersiapkan calon yang akan diusulkan. Calon yang diusulkan ini diambil dari PNS staf teknis fungsional umum. ‘’Calon yang kita ajukan ini tidak ingin gagal karena administrasi yang tidak terpenuhi. Tahun 2020, kita akan usulkan lagi, sehingga bisa menambah PPNS. Hal ini penting dalam mengawal pelaksanaan setiap amanat perda atau aturan lain,’’ katanya. (mud)


GIANYAR

Jumat Paing, 26 Juli 2019

9

I Made Warta

Ciptakan Pompa Air Tanpa Listrik WARGA Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, I Made Warta, berhasil membuat pompa air tanpa listrik. Alat ini sangat bermanfaat untuk wilayah Desa Taro yang belum dialiri air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, Warta kini mengalami keterbatasan alat untuk membuat pompa serupa di desa tersebut. Warta awalnya kesulitan mencari cara guna menaikkan air dari sungai dekat tebing menuju rumahnya. Terlebih di Banjar Ked, Desa Taro memang tidak ada aliran PDAM, karena lokasinya lumayan jauh dari pusat desa setempat serta dibatasi dengan jurang. “PDAM tidak masuk sampai ke sini. Itu saya tidak tahu urusannya bagaimana. Karena saya hanya berpikir jika mencari air menggunakan ember atau sejenisnya, setiap hari juga capek dan tidak kuat. Kalau beli mesin, uang tidak punya,” kata Warta, belum lama ini. Warta menjelaskan, di banjar setempat terdapat 250 krama. Rata-rata mereka mencari air di aliran sungai yang ada di timur banjar dengan menggunakan mesin listrik. Selain itu, juga ada yang membeli satu kubik air seharga Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu kalau musim kering atau ketika mesinnya rusak. Lantaran kendala biaya, Warta akhirnya mencari cara agar air yang ada di tebing belakang rumahnya

bisa dinaikkan sampai halaman rumahnya. Pria tiga anak itu mengaku awalnya hanya melihat cara kerja mesin pompa, kemudian ia pelajari dan memodifikasi mesin tersebut menggunakan pipa. “Saya lihat mesin itu, kemudian saya balikkan saja klepnya dan saya modifikasi menggunakan pipa. Waktu itu, lama airnya tidak bisa naik. Coba lagi dan saya coba lagi,” terangnya. Warta mengaku dalam mencari cara menaikkan air itu sampai mengasingkan diri dan merenung di tegalan miliknya. Lokasinya berada di halaman belakang rumahnya, sekitar 45 meter turunan tebing. Tepat di atas tebing itu, ia mengaku membuat pondok layaknya kandang sapi, bahkan tanpa listrik. “Sampai akhirnya saya menggunakan pompa itu, hanya saya diamkan saja dengan posisi klepnya terbalik. Memang bisa memompa, tapi tekanan airnya kecil,” ujarnya. Setelah sebulan merenung di gubuknya, pompa itu pun berhasil menaikkan air. Sampai saat ini, ia bisa menikmati air tanpa harus membeli mesin bertenaga listrik atau mencari air dengan menggunakan ember untuk keperluan sehari-hari. Alat yang dibuatnya itu bisa menaikkan puluhan kubik air tanpa menggunakan listrik. “Sekarang, saya sudah pasang tiga pompa di tebing dekat rumah,” katanya. Saat ditemui di kedia-

mannya, Warta menunjukkan bagaimana cara merakit pompa, sampai airnya bisa naik dari dasar tebing. Pertama, ia menggunakan klep air yang biasa digunakan, kemudian dimodifikasi menggunakan pipa dengan ukuran yang diperlukan. Saat itu juga dibuat tabung pipa, dan selang dengan panjang seperlunya. “Setelah jadi, pompa ini saya taruh pada ember. Ember itu ditaruh pada kucuran air yang ada di tebing, otomatis klepnya ini akan menaikkan air dibantu dengan tabung dan melalui slang akan menaikkan air. Begitu saja,” katanya. Sampai saat ini, alat itu terus dimodifikasi hingga kini bisa mengatur besar kecilnya volume air yang naik. Air intake pun kini dimanfaatkan pula untuk menyiram kebun hingga pekarangan rumah miliknya. “Airnya bersumber dari tretesan (kucuran) tebing yang menjadi sebuah sungai. Kalau masyarakat di sini menyebutnya aungan Subak Kelod, Banjar Ked, Taro,” katanya. Ke depan, Warta berencana mencari hak paten atas penemuannya tersebut. Namun, ia masih terkendala biaya. “Saya juga berharap ada perhatian pemerintah, entah bagaimana ke depannya dengan hasil karya saya ini. Terpenting bisa bermanfaat untuk kepentingan orang banyak,” tegasnya. (nik)

Bentrok, Enam Buruh Diamankan

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Tegallang mengamankan enam buruh asal Sumba, Kamis (25/7) kemarin. Para pelaku diketahui terlibat bentrokan di seputaran Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Selasa (23/7). Polisi masih mendalami kasus ini. Dugaan sementara, bentrokan dua kubu warga Sumba ini terjadi hanya karena kesalahpahaman. Kanit Reskrim Polsek Tegallalang Ipda I Wayan Juwahyudi membenarkan adanya bentrokan antara dua kelompok buruh tersebut di Desa Keliki. Hingga Kamis kemarin, polisi sudah mengamankan enam orang terduga pelaku. “Sementara kita amankan enam orang di Mapolsek Tegallalang,” katanya. Juwahyudi belum mau memaparkan identitas para pelaku yang diamankan tersebut. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah pelaku yang terlibat dalam kasus ini di Mapolres Gianyar. “Infonya di Polres Gianyar juga ada diamankan sejumlah pelaku dengan barang bukti sanjata tajam,” katanya. Informasi yang dihimpun di lapangan, perkelahian ini terjadi antara buruh bangunan asal Sumba yang bekerja di Desa Sayan, Ubud dengan buruh bangunan yang bekerja di proyek Banjar Bangkiangsidem, Desa Keliki, Tegal-

lalang. Awalnya, Yacob (39) yang beralamat di bedeng proyek Desa Keliki dihubungi lewat HP oleh Santo dengan kata-kata akan menyerang ke proyek tempatnya bekerja di Desa Keliki, Minggu (21/7) malam. Selanjutnya, Senin (22/7) sekitar pukul 16.00 Wita, Yacob berkunjung ke proyek di Desa Sayan untuk mencari temannya yang bernama Martin. Setelah ke Desa Sayan sebentar, kemudian ia balik ke Desa Keliki. Selanjutnya pada Senin tengah malam, pukul 23.15 wita, kelompok Santo dengan 12 orang temannya datang ke ke proyek di Desa Keliki menggunakan sepeda motor. Namun baru sampai di depan vila di Desa Keliki, ia ditemui oleh pecalang banjar setempat dan diarahkan untuk pulang saja. Pecalang tersebut menegaskan, bila tidak menurut akan dilaporkan ke polisi. Atas arahan tersebut, kelompok Santo kembali ke Desa Sayan. Namun, keesokan harinya yakni Selasa (23/7), pukul 16.30 Wita, kelompok Santo dengan mengendarai tujuh sepeda motor dan 13 orang kembali mendatangi proyek di Desa Keliki. Sesampainya di lokasi tersebut, kelompok Santo langsung menyerang kelompok Yacob menggunakan batu dan senjata tajam. Mendapat serangan itu, kelompok Yacob yang awalnya sibuk bekerja, lantas balik

memberikan serangan dengan lemparan batu. Salah seorang warga Desa Keliki yang melihat bentrokan dua kelompok buruh tersebut memilih lari ke balai banjar untuk membunyikan kentongan. Mendengar suara kentongan dan informasi buruh proyek bentrok di Desa Keliki, warga setempat mendatangi lokasi keributan tersebut untuk melerai serta menyeret sejumlah pelaku yang terlibat ke aparat kepolisian. Saat itu, ada belasan buruh proyek yang diamankan polisi. Namun setelah menjalani pemeriksaan, hanya sebagian yang ditahan. Warga Desa Keliki Ni Made Alit menjelaskan, bentrokan itu terjadi pada Penampahan Galungan atau Selasa (23/7) sekitar pukul 16.00 Wita. “Waktu itu saya dengar ada kulkul bulus, ternyata ada orang berkelahi. Masyarakat banyak datang ke lokasi, dan berusaha menengahi mereka yang berkelahi di dekat Pura Ulun Suwi itu,” paparnya. Ia menambahkan, kedua belah pihak yang melakukan perkelahian tersebut akan dikenakan pecaruan (upacara pembersihan -red) di desa setempat. Khususnya di tempat mereka berkelahi, terlebih jika sampai mengeluarkan darah. “Itu kan dekat Pura Ulun Suwi. Membuat leteh, biasanya kena pecaruan sesuai aturan adat di sini,” katanya. (kmb35)

Bali Post/ist

BENTROK - Para pelaku bentrok di Desa Keliki, Tegallalang saat diamankan oleh aparat kepolisian.

POMPA - I Made Warta menunjukkan pompa ciptaannya yang tanpa menggunakan energi listrik.

Bali Post/nik

Dugaan Korupsi Bupati Gianyar Cup 2016

Kejari Masih Dalami Keterangan Tersangka Gianyar (Bali Post) -

Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar masih memperdalam penanganan kasus dugaan korupsi Bupati Gianyar Cup 2016. Kini, pihak Kejari masih fokus mengorek keterangan tersangka yang merupakan mantan Sekretaris Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Gianyar, Ketut Suasta. Tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru dalam kasus ini. Dikonfirmasi Kamis (25/7) kemarin, Kasi Pidsus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan mengatakan, saat ini, pihaknya masih melengkapi penyusunan berkas kasus dugaan korupsi pada Bupati Gianyar Cup 2016 tersebut. “Sekarang masih pemeriksaan tersangka, lagi penyusunan berkas,” ujarnya. Hasil pemeriksaan semen-

tara memang belum nampak tersangka baru dalam kasus ini. Namun, pihak jaksa masih mengorek informasi. Menurut Darmawan, tidak tertutup kemungkinan akan muncul tersangka baru selain Ketut Suasta. “Tersangka baru belum, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada. Nanti akan diperdalam pada fakta persidangan,” katanya.

Darmawan menambahkan, saat ini pihaknya fokus menuntaskan penyusunan berkas tersangka Ketut Suasta. Diharapkan, dalam waktu dekat bisa dilimpahkan ke persidangan. Ditambahkan, sampai saat ini, Kejari Gianyar juga belum melakukan penahanan terhadap tersangka. “Tersangka belum ditahan, masih dirumahkan.

Nanti kalau sudah pelimpahan, kita kabari,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Gianyar akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi turnamen sepak bola, Bupati Gianyar Cup 2016. I Ketut Suasta ditetapkan sebagai tersangka. Saat Bupati Gianyar Cup 2016 itu, ia bertindak sebagai sekretaris. Berdasarkan penghitungan kerugian negara, tersangka telah merugikan negara sekitar Rp 135 juta dari dana turnamen sebesar Rp 500 juta. (kmb35)

Boris, Owa Jawa Bali Zoo Dilepasliarkan ke Alam BORIS, seekor owa Jawa (Hylobates moloch) jantan berumur 9 tahun yang lahir di Bali Zoo berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya di Kawasan Cagar Alam Situ Patengan, Jawa Barat, Kamis (25/7) kemarin. Bali Zoo melalui program konservasi “Silvery Gibbon Into The Wild”, mentranslokasi satu owa Jawa pada tanggal 9 Agustus 2018 untuk dititiprawatkan di The Aspinall Foundation di daerah Ciwidey untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke alam. Kurang dari satu tahun di The Aspinall Foundation, Boris sukses melewati beberapa tahapan seperti tahap habituasi, adaptasi, tes kesehatan, hingga muncul perilaku liarnya. Sebelum proses pelepasliaran, Boris dipertemukan dengan Inge Owa Jawa betina, berumur 5 tahun yang merupakan hasil sitaan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat dan PPS Cikananga untuk mulai proses perjodohan. Setelah kurang lebih enam bulan bersama, Boris

dan Inge sudah siap untuk dilepasliarkan bersama di alam. Kedua pasangan owa Jawa ini dilepasliarkan secara bersamaan di cagar alam yang luasnya sekitar 128 hektar. Pemilihan cagar alam ini sudah dikaji oleh Tim BKSDA dan The Aspinall Foundation sehingga nantinya kedua owa Jawa tersebut dapat berkembang biak dengan baik di sana. “Bali Zoo berharap suksesnya program Silvery Gibbon Into the Wild akan dapat meningkatkan populasi Owa Jawa di Jawa Barat habiatat aslinya. Conserve selalu menjadi satu dari tiga moto Bali Zoo yaitu Love, Conserve, Share. Dengan adanya program ini, Bali Zoo percaya akan menjadi motivasi untuk melestarikan spesies-spesies lainnya, mempertahankan ekosistem satwa, meningkatkan kesadaran publik mengenai tingkat kepunahan satwa dan menurunkan angka perburuan liar,” ujar Lesmana Putra, General Manager Bali Zoo. Owa Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang terancam punah dan saat ini populasinya terhitung

kurang dari 2.500 di alam liar. Hingga saat ini, Bali Zoo sudah berhasil melakukan program perkembangbiakan hingga berjumlah tujuh ekor owa Jawa termasuk Boris. Silvery Gibbon Into the Wild bukan merupakan program konservasi pertama yang telah dilakukan oleh Bali Zoo. Program konser-

vasi Bali Zoo yang pertama dimulai pada Mei 2016 ketika Bali Zoo melepasliarkan 50 anak penyu Oliver Ridley ke laut. Program konservasi kemudian dilanjutkan dengan melepasliarkan sembilan landak ke Pura Batu di Silakarang, Tabanan dan lima rusa ke Taman Nasional Bali Barat. (ad818)

DILEPASLIARKAN - Owa Jawa jantan bernama Boris yang lahir di Bali Zoo berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya di Kawasan Cagar Alam Situ Patengan, Jawa Barat, Kamis (25/7) kemarin.

Curi Buah di Penjor

Dua Buruh Diamankan Pecalang Gianyar (Bali Post) Dua orang buruh proyek sempat menggemparkan suasana hari raya Galungan di Desa Tegallalang, Rabu (24/7). Pasalnya, mereka mengambil buah persembahan pada sejumlah penjor di Banjar Tengah, Desa Tegallalang. Dua buruh proyek ini akhirnya digiring ke Mapolsek Tegallalang

untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi dua buruh proyek saat mengambil buah di penjor yang berdiri di pinggir jalan ini dipergoki oleh warga setempat. Aksi ini cukup mencolok, lantaran mereka dengan sengaja memungut buah yang

tergantung di penjor, bertepatan saat warga sedang merayakan hari raya Galungan. Dua buruh proyek ini lantas diamankan oleh pecalang setempat, kemudian digiring ke Mapolsek Tegallalang. Dikonfirmasi Kamis (25/7) kemarin, Kapolsek Tegallalang AKP I Gede Sukadana membenarkan adaya dua ornag buruh

proyek digiring oleh pecalang ke Mapolsek Tegallalang. Pihaknya sempat melakukan pemeriksaan terhadap kedua buruh proyek tersebut. Dipastikan dalam aksinya ini, pelaku hanya mencuri beberapa buah yang tergantung di sejumlah penjor di desa setempat. “Karena kerugian kecil hanya beberapa buah, maka kita serah-

kan prosesnya ke adat,” katanya. Sukadana mengatakan, para pelaku mengambil buah yang tergantung di penjor, seperti jeruk, pisang, dan apel. “Ada sekitar empat hingga lima buah yang diambil,” ujarnya. Setelah diserahkan penanganannya ke desa adat setempat, kata Sukadana, kedua pelaku

langsung dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Hasil pemeriksaan polisi, pelaku melakukan aksi tersebut sekadar iseng. “Saat itu, mereka libur, kemudian jalan-jalan bersama temannya. Mungkin karena iseng, diambillah beberapa buah itu,” katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Ekspor Kakao Terkendala Produksi dan Pengolahan Negara (Bali Post) – Kakao Jembrana masih dilirik para buyer dari Benua Eropa dan Asia. Pasar ekspor komoditi agro unggulan Jembrana ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Namun, keterbatasan produksi (panen) dan proses fermentasi menjadi salah satu kendala memenuhi permintaan tersebut. Tahun 2019 ini, ditargetkan produksi kakao tembus 300 ton. Namun secara realistis maksimal dapat tercapai 150 ton. Itu pun terbagi untuk pasar lokal. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Kamis (25/7) kemarin, mengatakan kakao menjadi salah satu komoditi perkebunan unggulan Kabupaten Jembrana saat ini. Meskipun di beberapa Subak Abian, beberapa petani menanam komoditi lainnya berdasarkan permintaan, seperti vanili. Disebutkannya, dari target 300 ton, secara realistis yang bisa terpenuhi setahun hanya 150 ton.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menghambat target itu terpenuhi. Selain produksi di petani juga proses fermentasi belum optimal. Begitu halnya di koperasi yang menyalurkan penjualan masih kewalahan untuk mengolah. Di samping itu juga dari sisi permodalan yang masih kurang. ‘’Sampai pertengahan tahun ini, kita memiliki stok 50 ton yang siap disuplai. Karena terus berproses untuk memenuhi permintaan lokal dulu, agar modal koperasi juga terus berputar,’’ tandas Sutama. Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana terus mengoptimalkan pengolahan di Unit Pengolahan Hasil (UPH) yang ada di Subak Abian. Di samping itu juga di unit pengolahan di koperasi. Hal itu harus dilakukan karena koperasi berkomitmen untuk membayar tunai ke petani, sehingga untuk meningkatkan produksi, dari sisi permodalan juga sangat diperlukan.

Debit Berkurang, PDAM Tidak Lagi Andalkan Air Permukaan

Negara (Bali Post) – Musim kemarau saat ini berdampak pada sumber air bagi masyarakat. Terutama pasokan yang diambil dari air permukaan (sungai) maupun langsung mata air di kawasan hulu. Kondisi ini juga dirasakan PDAM Amertha Jati Negara, selaku perusahaan daerah penyalur air ke masyarakat. Dari 9 unit air permukaan yang dimiliki PDAM, tidak dapat diandalkan untuk pasokan air ke masyarakat. Paling tinggi, pasokan dari air permukaan itu hanya 38 liter per detik. ‘’Kalau kita bergantung dari air permukaan rasanya tidak bisa. Sekarang kami lebih banyak sumur bor. Sekarang hanya tersisa 9 unit air permukaan. Itu pun tidak maksimal,’’ ujar Direktur PDAM Amertha Jati Negara Ida Bagus Kertha Negara, belum lama ini. Sembilan unit sumber air permukaan itu terbagi menjadi dua yakni yang bersumber

dari mata air, air permukaan dan pengolahan air baku. Adapun mata air yang digunakan berada di Tegalcangkring, Tibu Tanggang dan Pangkung Biah (Kecamatan Mendoyo). Sedangkan untuk air permukaan di Pangkung Gayung (Baler Bale Agung), Yehembang Kauh dan Yehembang Tengah serta Pangkung Apit (Mendoyo). Dan untuk pengolahan air baku di Yeh Sumbul dan Yehembang Kauh. Selain untuk komersial, menurutnya, PDAM juga memberikan pasokan air secara cuma-cuma ke daerah yang benar-benar kekeringan. Untuk memastikan, proses permohonan harus melalui desa/kelurahan lokasi permukiman warga yang mengalami kekeringan. Selanjutnya penyaluran dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Sekarang belum ada (permohonan air). Tahun lalu sampai 90 meter kubik kita alokasikan ke sejumlah desa yang kekeringan,’’ terang pejabat asal Desa Batuagung ini. Sedikitnya ada 360 tangki mobil (per mobil 4 meter kubik) seperti di Manistutu dan Warnasari, Kecamatan Melaya. Ditambahkan Kertha, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kondisi kekeringan paling parah terjadi di tahun 2015 lalu. Saat itu debit air untuk air permukaan turun drastis. Namun dari tahun ke tahun kondisi air permukaan masih bisa dipergunakan meskipun sudah tidak dapat diandalkan. (kmb26)

Ida Bagus Kertha Negara

Sementara dari sisi pasar, jumlah permintaan untuk ekspor terus meningkat. 2016 lalu target suplai 100 ton biji kakao kering ke Prancis dan Jepang. Selama tiga tahun selanjutnya target biji kakao ekspor bertambah. Secara mutu, biji kakao Jembrana memiliki kualitas yang baik. Kebutuhan biji kakao idak selalu untuk bahan makanan atau minuman, melainkan juga untuk bahan kosmetik, powder, dan lain-lain. Terutama untuk lemak dari minyak kakao yang dihasilkan. Dengan luas perkebunan 6.227 hektar, membuka peluang Jembrana sebagai penghasil kakao terbesar di Bali. Di awal program kakao lestari (proses sertifikasi) tahun 2011, hanya sedikit subak abian yang bergabung. Di tahun 2019 ini dari total 147 subak abian di Jembrana, sudah 51 subak yang bergabung dan telah tersertifikasi untuk menyuplai kakao untuk ekspor. (kmb26)

Bali Post/olo

FERMENTASI - Proses fermentasi untuk menjadikan kakao berkualitas ekspor. Target ekspor tahun ini secara realistis maksimal bisa tercapai 150 ton dari 300 ton permintaan pasar.

Beli N-Max Pakai APBDes Atas Nama Pribadi

Negara (Bali Post) – Sejumlah kepala desa/perbekel di Kabupaten Jembrana pada 2019 ini membeli sepeda motor dengan merek dan jenis yang sama menggunakan APBDes. Uniknya di salah datu desa, motor tersebut atas nama pribadi. Informasi yang dihimpun Senin (22/7) lalu, sedikitnya ada empat desa yang membeli sepeda motor dinas itu. Bahkan sudah digunakan untuk kendaraan operasional seperti di Kecamatan Negara dan Kecamatan Mendoyo. Kendaraan dinas memakai pelat hitam. Selain ada atas nama desa, juga ada nama pribadi kepala desa

yang saat itu menjabat. Kondisi ini sempat ribut di salah satu desa di Kecamatan Negara, lantaran N-Max masih digunakan kepala desa meskipun yang bersangkutan sudah tidak menjabat. Akhirnya sepeda motor yang diketahui atas nama pribadi itu dikembalikan fungsinya untuk di desa.

Dari penelusuran, rencana pembelian kendaraan N-Max ini akan dilakukan di hampir seluruh desa. Tetapi sebagian menunda bahkan ada yang membatalkan lantaran prosesnya terlalu ribet. Mantan Perbekel Yehembang Kangin yang juga Ketua Forum Perbekel I Gede Suardika membenarkan bahwa di beberapa desa

termasuk di desanya sempat direncanakan untuk membeli sepeda motor N-Max. Lantaran prosesnya agak sulit, pihaknya khususnya di di Yehembang Kangin membatalkan. Disarankan saat itu terkait pengadaan ini harus orang yang memiliki sertifikasi pengadaan. Sementara kendalanya di desa tidak punya keahlian seperti itu. ‘’Karena memang agak sulit harus DK merah. Secara kewenangan pengadaan barang dan jasa ada di desa, tapi kita (desa) tidak

mau terlalu ribet. Di samping itu atas nama desa atau bagaimana?’’ ujarnya. Anggaran yang sempat dipasang akhirnya dialihkan ke perubahan untuk kegiatan lain. Terkait hal itu sudah dilakukan di desa lain, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Namun, pihaknya sempat menginformasikan agar terkait hal ini agar berhati-hati dalam realisasinya. Paling tidak supaya dikoordinasikan lebih dulu, sesuai dengan aturan. (kmb26)

Permintaan Sapi Bali Meningkat Modus Penyelundupan Makin Beragam Negara (Bali Post) Pengawasan pengiriman sapi Bali keluar Bali semakin diperketat. Banyaknya permintaan sapi dari Pulau Jawa menjelang Idul Adha, membuat kuota pengiriman menipis. Kondisi ini menimbulkan peluang penyelundupan dengan berbagai modus, termasuk melalui jalur Pelabuhan Gilimanuk. Khusus pengawasan di Gilimanuk, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk selain menambah personel, juga mengubah beberapa pola pengawasan. Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, Kamis (25/7) kemarin, mengatakan dari pengawasan ini, Karantina sempat mendapati adanya pengiriman puluhan ekor sapi tanpa dilengkapi izin, Senin (22/7) dini hari lalu di Terminal Manuver. Total ada 34 ekor sapi potong yang diduga akan dikirim ke Jakarta tanpa izin. Setelah sempat tertahan di kandang karantina, pihak perusahaan dapat melengkapi izin yang diperlukan, sehingga diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Saat diamankan sebelumnya, sopir mengakui tidak membawa dokumen pengiriman dengan alasan sopir baru dan tidak tahu harus ada dokumen yang harus dibawa. ‘’Kita tidak mau spekulasi, kita ikuti sesuai aturan yang ada. Kita tahan dan berikan waktu melengkapi dokumen dan bisa dipenuhi. Kita izinkan melanjutkan,’’ ujar Eka Ludra. Selama permintaan terus meningkat terutama menjelang Idul Adha, Karantina meningkatkan pengawasan di jalur resmi ini. Diakuinya, ada berbagai modus yang dilakukan meskipun melalui jalur resmi. Salah satunya memakai dokumen yang sudah dipakai atau dikeluarkan. ‘’Kita ubah pola pengawasan. Selain itu juga menambah personel untuk pengawasan,’’ ujarnya. Bila sebelumnya dokumen Karantina misalnya diberikan di kandang instalasi, kini harus di Kantor Karantina. Dari data yang dihimpun, pengeluaran sapi potong hingga 25 Juli ini sudah mencapai 18.930 ekor. Sebanyak 16.755 ekor melalui Pelabuhan Gilimanuk dan 2.175 ekor dari Pelabuhan Benoa. Di sisi lain, kuota yang dikeluarkan dari Provinsi Bali tahun 2019 sebanyak 48.000 ekor. Dipastikan mendekati hari raya Idul Adha, permintaan akan terus meningkat. (kmb26)

Bali Post/olo

Pengawasan – Petugas dari Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk melakukan pengawasan pengiriman sapi Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, beberapa waktu lalu.

Kasus Keracunan Nasi Bungkus Puluhan Koperasi Polisi Tunggu Hasil Labfor Terancam Dibubarkan Negara (Bali Post) – Kasus dugaan keracunan massal puluhan warga di Desa Mendoyo Dauh Tukad masih diselidiki Polres Jembrana. Selain telah memintai keterangan sejumlah korban, Sat Reskrim Polres Jembrana masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor. Sementara itu, dari informasi seluruh korban yang sempat dirawat baik di RSU Negara, RSU Bunda dan Puskesmas I Mendoyo, semuanya sudah dipulangkan. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Kamis (25/7) kemarin, mengatakan polisi saat ini belum dapat menyimpulkan penyebab warga mengalami gejala yang sama

itu. ‘’Kita masih menunggu hasil labfor dari Polda. Infonya setelah hari raya Galungan ini,’’ terang AKP Yogie. Sampel yang diambil beberapa waktu lalu, di antaranya berupa muntahan warga yang dirawat jalan dan sejumlah bahan makanan di lokasi tempat pembuatan nasi bungkus. Di samping itu polisi juga mengumpulkan data dengan memintai keterangan beberapa korban yang dirawat jalan. Sebelumnya, menurut keterangan warga, penyebab mereka mengalami gejala sakit perut dan mual itu setelah makan yang dikonsumsi saat porcam di Lapangan Pergung pekan lalu. Bukan hanya warga

ataupun peserta porcam dari Desa Mendoyo Dauh Tukad yang mengalami gejala tersebut. Para perangkat desa juga mengaku merasakan hal serupa tetapi tingkat parahnya tidak sama. Perbekel Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Ediana mengatakan beberapa warganya yang sempat dirawat inap di puskesmas sudah semuanya dibolehkan pulang dan pulih. Total ada 37 warga yang diduga mengalami keracunan. Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di Desa Mendoyo Dauh Tukad mengalami sakit dengan gejala yang sama. Diduga mereka keracunan makanan saat kegiatan porcam yang

diikuti desa. Bahkan banyak yang dirawat inap karena kondisinya yang lemas. Kepolisian dan tim Labfor dari Polda Bali juga telah turun menindaklanjuti kasus dugaan keracunan massal ini. (kmb26)

AKP Yogie Pramagita

SEBANYAK 84 koperasi di Jembrana belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal koperasi tersebut telah diberikan peringatan dan perpanjangan waktu. Apabila tetap membandel, maka koperasi itu terancam dinonaktifkan hingga pembubaran. Kepala Bidang Koperasi dan UKM Putu Eka Arta belum lama ini mengatakan telah memperingatkan 84 koperasi yang belum RAT itu untuk menyusun pembukuan dan laporan. ‘’Kami inventarisir masalahnya, salah satunya pembukuan tidak jalan termasuk pendukungpendukungnya,’’ ujarnya. Dari data yang diperoleh

pada Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, dari 267 badan hukum koperasi yang terdaftar, hingga awal tahun 2019 ini yang masih aktif hanya 204 koperasi. Sisanya 63 koperasi sudah dinyatakan tidak aktif pada 2018. Kendati sesuai ketentuan peraturan perudang-udangan tentang perkoperasian, seluruh badan hukum koperasi diwajibkan menggelar RAT setiap akhir tahun. Sedangkan sesuai data ketaatan koperasi melaksanakan kewajiban sesuai ketentuan gerakan perkoperasian itu, dari 204 koperasi primer yang masih

aktif itu, baru 81,37 persen yang menggelar RAT. Hingga batas akhir periode RAT tahun buku 2019 yakni dari Januari hingga Maret 2019, hanya 120 koperasi yang sudah melaksanakan RAT. Sisanya 84 koperasi belum melaksanakan RAT. Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana usai periode RAT itu pada April lalu telah melayangkan surat peringatan dan turun langsung ke 84 koperasi yang belum menggelar RAT. Setelah ada SP dan ada upaya dari koperasinya, totalnya jadi 166 yang sudah RAT. Sisanya 38 koperasi hingga semester kedua ini dipastikan belum menjalankan kewajibannya. (kmb)


Jumat Paing, 26 Juli 2019

KARANGASEM

11

Hari Raya Galungan Volume Sampah Meningkat Tiga Kali Lipat

Amlapura (Bali Post) Volume sampah pada hari raya Galungan dipastikan mengalami peningkatan yang sangat berarti dibandingkan hari-hari biasanya. Karena itu, petugas pengangkut sampah yang dipekerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup itu harus kerja ekstra, mengambil sampah-sampah warga tersebut untuk dibuang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA). Walau volume sampah meningkat tiga kali lipat, karena sudah diambil petugas DLH, maka tidak terjadi penumpukan di kantong-kantong sampah yang ada. Kapala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara, Kamis (25/7) kemarin, mengungkapkan volume sampah saat hari raya Galungan maemang mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat. Menurutnya, jika hari-hari biasa volume sampah masyarakat hanya 300 meter kubik. Sedangkan saat hari raya Galungan meningkat drastis menjadi 700 sampai 900 meter kubik. “Untuk mengangkut sampah itu, biasanya petugas sampah sampai tiga kali bolak-balik. Peningkatan volume sampah itu hampir terus terjadi setiap pelaksanaan hari raya Galungan,” ujarnya. Sementara itu, warga Sub-

Bali Post/kmb41

SAMPAH - Tidak terjadi pemandangan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah di Karangasem. Sampah saat hari raya itu tidak ada yang menumpuk karena petugas DLH sigap menangani sampah tersebut.

KPU Umumkan Perolehan Kursi DPRD

PDI-P Terbanyak, Pelantikan Digelar 15 Agustus

Bali Post/kmb41

CALON DEWAN TERPILIH - KPU Karangasem saat menggelar pleno terbuka pengumumkan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Karangasem terpilih di Vila Surgawi, Ujung, Sabtu (20/7).

Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem telah mengumumkan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Karangasem terpilih. Pengumunan itu disampaikan pada rapat pleno terbuka, di Vila Surgawi, Ujung, Sabtu (20/7). Dalam rapat pleno itu, dari 45 kursi yang tersedia tercatat PDI-P merebut kursi terbanyak yakni 12 kursi. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, rapat pleno itu secara resmi telah mengumumkan perolehan kursi partai dan anggota DPRD Karangasem yang lolos. “Rapat pleno yang telah dilaksanakan itu, sesuai surat KPU RI nomor 1027/PL/01.9SD/03/KPU//VII/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi

dan Calon Anggota DPRD terpilih,” ujar Krisna. Krisna menambahkan, dari 45 kursi yang diperebutkan PDI-P paling banyak merebut kursi yakni 12 kursi. Kemudian disusul Golkar dengan 11 kursi, NasDem 9 kursi, Gerindra 5 kursi, Hanura 3 kursi, Demokrat 2 kursi, Perindo 2 kursi, dan PKS 1 kursi. Setelah kegiatan pleno itu, selanjutnya, kata Krisna daftar nama-nama anggota yang terpilih akan diusulkan ke pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur Bali I Wayan Koster untuk dilakukan pelantikan. “Bila tidak ada halangan, maka acara pelantikan anggota dewan akan dilakukan pada 15 Agustus mendatang,” katanya. (kmb41)

Umanis Galungan di Desa Besakih

Dua Objek Wisata Alam Dipadati Pengunjung Momen hari suci Umanis Galungan benar-benar dipergunakan masyarakat untuk menikmati hari libur bersama keluarganya. Sejumlah objek wisata di Karangasem seperti Taman Jinja Bali dan Taman Edelweis di Desa Besakih, Rendang dipadati pengunjung. Masyarakat menikmati suasana baru keindahan alam pegunungan nan asri untuk menghabiskan masa liburannya. Sejak pukul berapakah pengunjung mulai menyerbu kedua objek wisata alam yang relatif baru di Desa Besakih itu? BERDASARKAN pantauan kemarin, pengunjung sudah mulai ramai berdatangan ke objek wisata alam di Taman Jinja Bali sejak pukul 08.00 Wita. Pengunjung yang datang tidak hanya bersama pacar dan sahabatnya. Tetapi banyak pengunjung yang membawa keluarga besarnya untuk menikmati liburan Umanis Galungan. Pengunjung yang datang terus mengalir tak pernah putus. Di objek wisata ini, para pengunjung menghabiskan waktu menikmati suasana alam yang dipenuhi bunga edelweis dan sport foto. Mereka berswafoto dengan berlatar bungabunga nan indah dan bentangan alam. Usai menikmati Taman Jinja Bali, mereka melanjutkan kunjungnnya ke objek wisata yang baru dibangun yakni objek wisata Pesona Mundung Ngandang di Banjar Batumadeg. Tempat ini juga ramaidipenuhi pengunjung. Mereka menikmati keindahan objek wisata hamparan hutan dan juga bentangan pemandangan yang tidak kurang indahnya. Termasuk seluruh kawasan

Pura Agung Besakih terlihat dari objek wisata ini. Pembantu Pengelola Objek Wisata Taman Jinja Bali, I Wayan David, mengungkapan jumlah kunjungan pada saat Umanis Galungan ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Kata dia, jika hari-hari biasa jumlah kunjungan sekitar 200-300 orang, tetapi pada Umanis Galungan ini jumlah kunjungan mencapai ribuan. “Pengunjung cukup membeludak. Sejak pagi sampai sore, pengunjung terus saja berdatangan,’’ jelasnya. David menambahkan, untuk tiket masuk objek wisata Taman Jinja Bali Rp 10 ribu. “Tiket masuk hanya Rp 10 ribu. Namun, pengunjung yang dikenakan tiket masuk hanya yang umurnya di atas 10 tahun. Kalau di bawah itu gratis,” katanya. Sementara pengelola objek wisata Pesona Mundung Ngandang, I Nyoman Ada, mengakui pascadibukanya tempat wisata itu sudah mulai ada pengunjung. “Pengunjung memang ada, tetapi baru sedikit karena objek baru saja dibuka,” kata Ada. (nan)

Bali Post/kmb41

DIPADATI PENGUNJUNG - Objek wisata Taman Jinja Bali di Desa Besakih, Rendang, Karangasem dipadati pengunjung saat Umanis Galungan.

agan Nyoman Widi mengungkapkan, malah peningkatan volume sampah itu sudah mulai terjadi sebelum hari raya dan ditambah sesudah Galungan. Beberapa tempat sampah penuh berisi sampah rumah tangga bekas kegiatan yang dilakukan jelang hari raya dan sesudahnya. Jenis sampah terbanyak dari bahan janur dan lainnya. “Saya lihat sejumlah tempat sampah yang ada di pinggir-pinggir jalan penuh berisi sampah. Untungnya, petugas pengangkut sampah juga sigap mengambil semua sampah itu. Karena setelah penuh, sampah itu langsung diangkut, sehingga tidak terjadi menumpukan sampah seperti itu,” katanya. (kmb41)

Target PAD 2020 Turun hingga Rp 18 Miliar Amlapura (Bali Post) Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 turun hingga Rp 18 miliar. Tahun 2019 target PAD Rp 276 miliar dan tahun 2020 hanya dipatok Rp 257 miliar. Hal itu diungkapkan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, di Amlapura, Kamis (25/7) kemarin. Mas Sumatri mengatakan, penurunan target PAD tahun 2020 mendatang itu, sebetulnya sudah melalui pertimbangan secara komprehensif. Sejatinya, PAD tahun 2019 juga angkanya diturunkan. Akan tetapi, saat melakukan pembahasan dengan dewan ada kesepakatan untuk meningkatkan target PAD. “Dulu dalam pembahasan eksekutif di dewan, target PAD hanya Rp 226 miliar. Tetapi,permintaan dewan agar PAD-nya dinaikkan menjadi Rp 276 miliar,” ujarnya. Bupati IGA Sumatri menambahkan, jika nantinya target PAD tidak mampu terpenuhi, maka hal itu harus ditanggung bersama. Terlebih, melihat sejumlah petensi pendapatan mengalami penurunan. Karena itu, pihaknya hanya berharap semua pihak harus memiliki komitmen yang sama melakukan kerja ekstra keras. Hanya dengan kerja keras, target yang dibebankan berpeluang dapat terpenuhi. “Ini bagus untuk kinerja OPD. Kita terus mengejar target yang tinggi guna meningkatkan PAD. Semoga semua target bisa terealisasi. Bahkan bagusnya lagi, kalau memungkinkan bisa melebihi target yang direncanakan,” harap Sumatri. Anggota DPRD I Gede Dana mengakui pihaknya belum tahu pasti potensi pendapatan PAD dari mana saja, yang mengalami penurunan. Seharusnya, PAD yang belum optimal itu bisa lebih dimaksimalkan. “Nanti kita akan tanyakan saat pembahasan KUABali Post/kmb41 PPAS,” jelas Dana. I Gusti Ayu Mas Sumatri (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Pangkas Rujukan, Fasilitas RS Pratama akan Ditambah

PERISTIWA memilukan terjadi di depan mata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Saat Bupati Suwirta bersama rombongan turun dari fast boat di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Kamis (25/7) kemarin, Bupati Suwirta melihat mobil ambulans RS Pratama Gema Santi Nusa Penida sedang tergesa-gesa merujuk pasien yang akan melahirkan, yakni pasangan Ni Ketut Rusminy dan I Ketut Sumerta yang sedang mengandung anak pertama menuju RS Permata Hati di Klungkung daratan. Situasi demikian sangat rentan bagi pasien, sehingga belajar dari peristiwa ini, Bupati Suwirta melihat pentingnya pemangkasan rujukan dengan peningkatan fasilitas dan kompetensi tenaga medis.

Bupati Suwirta gusar melihat peristiwa tersebut. Pihaknya siap menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan fasilitas penunjang kesehatan di Rumah Sakit Pratama Gema Santi. RS Pratama harus mengubah paradigma pelayanannya, agar berfokus pada pasien dengan membangun kolaborasi interdisiplin dan profesional. Ia meminta petugas harus yakin, kalau memang dirujuk, pasien yang akan melahirkan harus segera dirujuk. Jangan sampai menunggu bukaan pasien semakin besar, dan tak memungkinkan bisa dilayani, baru diputuskan dirujuk. Tentu ini membuat pasien dan keluarga semakin waswas di tengah harapan mereka ingin anaknya lahir

dengan selamat. ‘’Jangan pula sedikit-sedikit dirujuk. Saya ingin tenaga medis di RS Pratama itu harus bisa memotivasi ibu yang mengandung agar bisa melahirkan secara normal. Kalau benar-benar tidak bisa baru segera dirujuk. Ke depannya saya tidak akan membiarkan situasi seperti ini terjadi lagi. Pemerintah sedang berproses agar RS Pratama Gema Santi segera menjadi RS bertipe, sehingga tidak harus dirujuk lagi,’’ ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini. Ke depan, ia juga berharap seluruh profesi dokter yang bertugas di RS Pratama Gema Santi harus mengacu pada standar pelayanan kedokteran tentang keselamatan pasien dan penun-

jang fasilitas. RS Pratama Gema Santi Nusa Penida didirikan Pemkab Klungkung melalui bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali. RS ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang akan berobat ataupun mengalami kedaruratan. Agar tidak lagi harus merujuk ke luar pulau, karena risikonya tinggi ketika berada di tengah laut. Bupati Suwirta ingin RS ini dapat menjadi rumah sakit satu-satunya di Nusa Penida yang dapat menjadi tempat rujukan dari puskesmas yang ada di seluruh Nusa Penida. Bukan malah merujuk lagi ke RS lain. ‘’Begitu besarnya komitmen pemerintah daerah, menjadi faktor kuat agar rumah sakit ini semakin baik,’’ tegasnya. (ad814)

PASIEN - Bupati Suwirta saat mengecek langsung penanganan pasien yang dirujuk dari RS Pratama Nusa Penida ke RS Permata Hati.

Ditumpangi Banyak Wisman, Suwirta Pastikan Kenyamanan Kapal Roro

SOSOK

Semarapura (Bali Post) -

Pariwisata daerah kepulauan Nusa Penida banyak dikunjungi wisatawan asing. Mereka memanfaatkan berbagai sarana penyeberangan. Salah satunya melalui Kapal Roro Nusa Jaya Abadi, yang melayani penyeberangan Padangbai-Nusa Penida. Guna memastikan kenyamanan penumpang lokal dan wisatawan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengecek langsung kondisi terakhir kapal itu, Kamis (25/7) kemarin.

Genjot PDAM KINERJA PDAM Tirta Mahottama Klungkung dalam sepekan terakhir kembali menjadi sorotan lembaga legislatif. Ketidakpuasan terhadap capaian kinerja mereka, berulang kali terkuak dalam rapat kerja gabungan eksekutif-legislatif. Bahkan, sorotan itu datang langsung dari Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru. Legislator dapil Nusa Penida ini menuntut PDAM agar terus meningkatkan kinerjanya, sehingga kebutuhan dasar air bersih di daerah kepulauan itu dapat ter-cover untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pariwisata yang terus bertumbuh di setiap desa dan objek wisata baru. ‘’Pariwisata melaju pesat, PDAM justru stagnan. Setiap tahun ajukan penyertaan modal, tetapi mestinya harus tunjukkan kinerja yang semakin baik, jangan stagnan,’’ kata politisi Gerindra asal Desa Sakti, Nusa Penida, belum lama ini. Menurutnya, PDAM harus digenjot, berani melakukan berbagai terobosan penting untuk memenuhi kebutuhan air di setiap akomodasi pariwisata maupun warga sekitar. Menurut Baru, selama ini PDAM tidak berani ambil risiko mengambil terobosan berani. Padahal, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sudah menyarankan demikian. Salah satu terobosan itu, yakni dengan memberanikan diri mengambil alih pengelolaan sumber mata air Guyangan. Tetapi, PDAM enggan melakukannya karena biaya operasional air Guyangan sangat tinggi. ‘’Dulu juga ada program pengadaan sumur bor di setiap desa di Nusa Penida, yang sudah selesai di desa mana saja, ayo jelaskan. Sudah sejauh mana program itu berjalan. Saya lihat belum ada terobosan berani. Setiap hari hanya disibukkan dengan perbaikan pipa bocor saja. Masyarakat kita hanya diminta maklum terus,’’ sorot Baru. (gik)

Pasien RSUD Klungkung Nekat Tusukkan Pisau di Leher Semarapura (Bali Post) Tepat pada hari raya Galungan, pengunjung RSUD Klungkung dibuat geger oleh ulah seorang pasien, Rabu (24/7) malam. Pasien bernama Bun Hwat (53) tiba-tiba memaksa keluar dari tempat perawatan dan melakukan percobaan bunuh diri di warung ayam geprek di Jalan Flamboyan, Kecamatan Klungkung, sekitar pukul 21.30 Wita. Dia berupaya melakukan itu dengan cara menusukkan pisau ke lehernya sendiri. Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana mengatakan saat itu Bun Hwat baru saja dipindahkan dari Ruang ICU ke Sal A RSUD Klungkung. Dia awalnya hanya meminta perawat jaga untuk menghubungi istrinya, dengan alasan agar dibelikan susu. Selang beberapa saat, dia justru memaksa keluar RSUD tanpa izin untuk bertemu dengan istrinya di depan Coneto Bakery di Jalan Flamboyan, persis di timur RSUD Klungkung. Mengetahui upaya itu, perawat jaga mendampinginya dan meminta pihak keluarga membujuknya agar masuk kembali ke sal perawatan, karena masih harus puasa pasca-operasi. Namun bukannya menuruti arahan perawat, dia malah tetap memaksa keluar dengan alasan lapar. Dia mengaku tidak bisa tidur selama menjalani perawatan. Dalam pengawasan perawat, dia masuk ke warung di sebelah selatan Coneto Bakery yang diikuti oleh istrinya. Di tempat itulah dia langsung meminjam pisau dapur dari seorang karyawan warung setempat. Tanpa diduga, dia langsung menusukkan

pisau itu ke lehernya sambil bersandar di tembok dapur warung itu. ‘’Saat dia melakukannya, istrinya berusaha mencegahnya, sehingga peristiwa itu tidak berdampak parah padanya,’’ kata Kompol Sarjana. Atas kejadian tersebut, korban langsung ditolong perawat, security dan masyarakat. Dia lantas dibawa kembali ke IGD RSUD Klungkung dan ditangani langsung oleh dokter IGD. ‘’Berdasarkan pemeriksaan pada leher sebelah kiri terdapat luka tusuk sedalam dua sentimeter. Saat ini dia masih dalam perawatan di IGD RSUD Klungkung dan dalam pengawasan ketat,’’ terang Kompol Sarjana. (kmb31)

Bupati Suwirta didampingi Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Nusa Penida I Wayan Sudiana, Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra meninjau Kapal Roro dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Bupati Suwirta mengaku kaget melihat penumpang Kapal Roro, rupanya mayoritas kini diisi wisatawan. 90 persen penumpang dari Kapal Roro ini adalah wisatawan mancanegara (wisman - red). Selama ini Kapal Roro juga menjadi pilihan selain fast boat dari pelabuhan tradisional, karena dinilai lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Pulau Nusa Penida. Melihat perkembangan itu, Bupati Suwirta mengaku berencana melakukan penambahan sarana penunjang kenyamanan penumpang. Penambahan berbagai

fasilitas itu, agar Kapal Roro semakin layak sebagai salah satu alternatif sarana penyeberangan milik pemerintah daerah. Sementara untuk fasilitas apa saja itu, dia sudah meminta dinas terkait untuk merumuskan kebutuhannya, sebelum dibahas dan direalisasikan di lapangan. ‘’Jangan hanya menuntut kapal ini terus menghasilkan, tetapi sekarang apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki Kapal Roro ini, sehingga masyarakat dan wisatawan nyaman dengan transportasi ini,’’ ujar Bupati Suwirta. Selain rencana penambahan fasilitas, pihaknya juga menginstruksikan Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Nusa Penida agar meningkatkan kinerjanya dalam pengawasan dan pengecekan kapal. Proses ini sangat prinsip, guna menjamin keselamatan

Bali Post/gik

RORO - Salah satu sudut bangku penumpang Kapal Roro yang didominasi wisatawan. penumpang. Pihak pengelola kapal juga diminta semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan Nusa Penida I Wayan Sudiana mengatakan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi melayani penyeberangan

Padangbai-Nusa Penida dengan dua trip sehari. ‘’Kapal Roro Nusa Jaya Abadi mampu mengangkut 182 orang penumpang, termasuk berbagi jenis kendaraan. Sehingga jika warga ataupun wisatawan yang berencana berkunjung ke Nusa Penida dan bawa kendaraan sendiri, maka Ka-

pal Roro akan menjadi pilihan utama,’’ ujar Sudiana. Pihaknya sependapat dilakukan penambahan fasilitas, agar semakin layak menjadi sarana angkutan ke Nusa Penida, yang kini terus bersolek menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Bali. (gik)

Lakalantas di Depan Pura Goa Lawah, Pelajar Tewas Semarapura (Bali Post) I Gede Krisna Adi Putra (17) tewas di tempat kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil dari arah berlawanan, Rabu (24/7) malam. Pelajar asal Desa Bungaya, Bebandem, Karangasem ini tidak bisa menguasai laju sepeda motornya, sehingga kecelakaan itu tak terhindarkan. Kejadiannya persis di depan Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Jalur tersebut juga dikenal sebagai daerah rawan lakalantas. Menurut Kanit Lantas Polres Klungkung Ipda Gusti Mahendra, kondisi akses jalan di tempat kejadian saat itu, sesuai dengan keterangan para saksi, sesungguhnya tidak begitu padat. Akses jalan juga normal, tanpa ada

kepadatan aktivitas umat di Pura Goa Lawah. Saat itu sekitar pukul 21.00 Wita, mobil Izusu Panther DK 1701 SD melaju dari arah Denpasar menuju Karangasem. Begitu juga sebaliknya, korban yang menunggangi sepeda motor Jupiter MX DK 6509 SQ datang dari arah berlawanan. Saat tiba di TKP, laju sepeda motor Krisna mendadak tak terkendali. Mobil yang melaju dari arah Denpasar pun tak bisa menghindar dari lajurnya. Seketika kecelakaan itu terjadi persis di sebelah utara as jalan. Akibat kecelakaan itu, korban Krisna mengalami luka cukup parah. Banyak luka robek di sekujur tubuhnya. Pascakejadian, korban sempat dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun, kerasnya benturan akibat ke-

celakaan saat itu, membuat luka parah yang kemudian merenggut nyawanya. Sementara itu pengemudi mobil I Putu Arsa Wijaya (24), seorang mahasiswa asal Lingkungan Taman II, Jalan Kapten Jaya Tirta, Karangasem, selamat dari kecelakaan maut tersebut. Ipda Gusti Mahendra meminta pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di TKP. Selain karena kepadatan aktivitas pamedek pada hari-hari tertentu, di depan Pura Goa Lawah ini memang kerap terjadi lakalantas dengan korban meninggal. Padahal, akses jalan lebar dan lapang. ‘’Belajar dari peristiwa ini, kendaraan harus tetap dalam kontrol pengemudinya. Jangan berkendara dalam kondisi sakit. Tetap patuhi aturan lalu lintas,’’ tegasnya. (kmb31)

Bali Post/gik

Korban saat dibawa ke RSUD Klungkung.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Paing, 26 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dicari Tamatan SMK/SMU yang suka Teknik Hub:08123807249

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cr Mrktng&Spv Laundry&Dryclean pnglmn Lok.Dps Hub.0818343214

B.BP.001.07.19.0000807

Dcr PRT Wnt!KTP,Tdr Dlm,Rajin, Gj.1,5-2Jt,Tlp Bos:087846166366

B.BP.001.07.19.0000777

Dicari Pembantu Rumah Tangga Tinggal dalam dan bisa masak dan jujur Kontak Telp.0821 24 458 758 B.BP.004.07.19.0000789

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Sgr Sopir Shuttle Bus Karyawan SIM B1 Min Pglmn 2th Gaji & Faslitas mnarik H:085107030000 B.BP.004.07.19.0000805

B.BP.001.07.19.0000751

Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300

B.BP.001.07.19.0000426

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Terios Wild Adventure 2013 Pth Agya TRDS 2014 Hp.08123968148

B.BP.001.07.19.0000812

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Kav Tinga2 Grokgak DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.19.0000097

DIJUAL TANAH

Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai, Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.Hb:08123917970/Siong B.BP.001.06.19.0000758

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Over Kont 5Th 30Jt/Th Nego Jl. Tk. Batanghari XI 082340773200 B.BP.001.07.19.0000811

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Disewakan murah Ruko 2Lt di Cokroaminoto dkt McD 087856227779 B.BP.033.07.19.0000806

RUPA-RUPA

Tnh 1,5Are Jl.Tk.Badung Hrg.660 Jt/Are Nego(BUC)H:082340773200

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

BENGKEL LAS

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.07.19.0000810

B.BP.001.07.19.0000497

SERVICE

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


14

BANGLI

Jumat Paing, 26 Juli 2019

Nyambi Jualan Narkoba, Sopir Pejabat Pemkab Dibekuk Polisi

Bangli (Bali Post) -

Seorang sopir pejabat Pemkab Bangli dibekuk aparat Resnarkoba Polres Bangli lantaran menjadi pemakai sekaligus pengedar narkoba. Sopir berstatus ASN berinisial INM alias S tersebut diringkus petugas saat melintas di Jalan Ir. Soekarno, wilayah Banjar/Desa Bunutin, Bangli, Senin (22/7). Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua paket sabu-sabu dengan total berat 2,10 gram bruto yang disimpan di kedua tali helmnya. Kabag Ops Polres Bangli Kompol Anom Semadi didampingi Kasat Resnarkoba Iptu I Gede Sudiarna Putra dan Kasubag Humas AKP Sulhadi, Kamis (25/7) kemarin menjelaskan, penangkapan terhadap INM berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa di Jalan Ir. Soekarno, Bangli sering menjadi jalur perlintasan seseorang yang diduga membawa narkotika. Dari informasi tersebut, anggota Opsnal Resnarkoba kemudian melakukan penyanggongan di jalan tersebut, tepatnya di depan salah satu warung di wilayah Banjar/Desa Bunutin, Bangli. Sekitar pukul 19.00 Wita, INM yang sudah menjadi target operasi (TO) melintas menggunakan sepeda motor Yamaha NMax warna hitam bernopol DK 8032 PI. Petugas langsung mencegatnya. Disaksikan kadus setempat dan warga yang ada di lokasi, petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap INM. Hasilnya, ditemukan dua paket sabu-sabu yang terbungkus potongan pipet warna oranye di kedua tali helm warna hitam yang dipakai pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan 2 handphone, 1 buah ATM, 1 lembar kertas bukti transfer ATM, dan 1 kunci kontak. Saat diinterogasi, terungkap bahwa pria asal Banjar Blungbang, Kelurahan Kawan itu sering memecah sabusabu untuk dikemas, di kantor Bagian Hukum, Kantor Bupati Bangli. ‘’Dari pengakuan itu, kami lanjutkan penggeledahan di kantor Bagian Hukum,’’ jelasnya. Dalam penggeledahan yang dilakukan di kantor tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 timbangan elektrik, 1 bong, 3 korek api gas, 1 gunting, 2 buah isolasi bening, 2 bendel plastik bening, 1 dompet warna merah, 1 kotak parfum, dan 1 buah tisu. Semua barang tersebut ditemukan petugas di laci lemari arsip yang berada di Kantor Bagian Hukum, kantor Bupati Bangli. ‘’Selanjutnya, tersangka dan barang bukti kami amankan guna proses lebih lanjut,’’ terangnya. (kmb40)

KASUS - Polres Bangli menggelar rilis kasus narkoba dengan tersangka INM alias S, Kamis (25/7) kemarin.

Kemas Narkoba di Kantor

KANTOR Bagian Hukum Pemkab Bangli selama ini rupanya menjadi tempat tersembunyi bagi tersangka INM untuk mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Tak hanya itu, di kantor tersebut pria yang kakinya bertato tersebut juga kerap memecah sabu-sabu untuk dikemas

dan selanjutnya diedarkan ke pembelinya. Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa tersangka merupakan pemakai sekaligus pengedar. ‘’Kenapa kami berani sebut pengedar karena

dilengkapi alat bukti lain, ada transaksi. Dalam HP-nya yang kami sita, kami temukan ada transaksi di dalamnya. Kebetulan pada saat kami amankan banyak pesanan yang masuk ke HP-nya, menanyakan barangnya sudah ada,’’ ungkap Sudiarna Putra. Lanjut dikatakannya, sesuai pengakuannya, tersangka sudah menjadi pengedar sabu-sabu sejak dua bulan lalu. Tempat transaksinya selalu berpindah-pindah. Transaksi dilakukan secara langsung. ‘’Menurut pengakuannya, dia selalu melakukan transaksi

di luar. Di pemkab, dia ngakunya hanya memecah barang dan menggunakan saja,’’ terangnya. Tersangka selama ini menggunakan barang haram tersebut di toilet kantor setempat. Pria yang sudah menjadi PNS sejak tahun 2008 itu mengaku sering menggunakan sabu pada sore hari setelah jam pulang kantor. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal primer 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun denda paling sedikit Rp 1

Bali Post/ist

miliar dan paling banyak Rp 10 miliar, serta melanggar pasal subsider 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu dengan ancaman hukuman paling sedikit empat tahun dan paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. Sementara itu, Kabag Hukum Setda Bangli Ida Bagus Widnyana belum bisa dimintai konfirmasi terkait kantornya yang selama ini dipakai tempat oleh sopirnya menggunakan dan mengemas narkoba jenis sabu-sabu. (ina)

Gegerkan Warga Lumbuan OPD Teknis Diminta Segera Jabarkan Mayat Bayi Tergeletak di Jalan Ide Penerapan Izin Bersyarat Bangli (Bali Post) – Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar menata bangunan usaha restoran di sepanjang jalur Penelokan, Kintamani dengan menerapkan izin bersyarat, masih sekadar menjadi wacana. Padahal rencana yang dimunculkan sejak beberapa tahun lalu itu telah mendapat dukungan dewan. Diwawancara belum lama ini, Bupati Made Gianyar menjelaskan bahwa rencana penerapan izin bersyarat untuk bangunan restoran di sepanjang jalur Penelokan, Kintamani pertamakali disampaikannya saat rapat Forkompinda beberapa waktu lalu. Dalam rapat Forkompinda tersebut salah satu yang dibahas adalah masalah kepariwisataan khususnya terkait keberadaan bangunan tempat usaha bidang pariwisata di timur jalan yang dianggap mengganggu view keindahan Gunung dan Danau Batur. Dijelaskan Made Gianyar, bangunan usaha itu sudah ada sejak lama. Namun berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), bangunan itu belum bisa diberikan izin. Atas kondisi itu, muncul idenya untuk menerapkan izin bersyarat. Sesuai konsep, pembangunan bangunan usaha di timur jalan nantinya harus menggunakan konsep perlindungan jurang. Di mana bangunan yang didirikan, bagian

atasnya harus sejajar dengan jalan. Pembangunannya dilakukan ke bawah dengan model terasering. Dengan konsep itu, keberadaan bangunan yang didirikan tidak akan mengganggu pemandangan. Dalam penerapan izin bersyarat tersebut, akan ditentukan batasan waktu pemanfaatan bangunan. ‘’Sebelum bangunan itu dibongkar dan dirobohkan berikan juga kesempatan pemilik bangunan untuk menikmati break event point. Kalau sekarang baru dibangun lalu dibongkar kan bisa merusak struktur ekonomi masyarakat di Bangli,’’ terangnya. Menurut Made Gianyar, dengan penerapan izin bersyarat tersebut, nantinya pengusaha akan memiliki legalitas dalam berusaha. Di sisi lain, dengan izin bersyarat itu akan mampu memberikan pemasukan bagi Pemkab Bangli baik dari IMB maupun PHR. ‘’Kalau izin bersyarat itu sudah bisa keluar kayaknya kawasan Penelokan akan bisa tertata lebih apik,’’ kata Gianyar. Terkait ide penerapan izin bersyarat tersebut, kata Made Gianyar, pihaknya sudah menyerahkan ke OPD teknis yakni Dinas Perizinan dan Dinas PU untuk menjabarkannya. Mengenai bagaimana perkembangannya sekarang, ia

meminta wartawan untuk menanyakannya langsung ke OPD teknis. Yang jelas, ia berharap proses penjabaran ide izin bersyarat ini bisa segera diselesaikan dan diterapkan. ‘’Kalau bupati kan inginnya biar cepat. Tapi kan bupati tidak bisa jalan sendiri. Ada OPD teknis. Ya… mudahmudahan nanti bisa dipercepat. Setelah disusun perda kan ada FGD (focus group discussion), selanjutnya pertemuan dengan masyarakat, dan pemilik gedung sehingga ada kejelasan,’’ pungkasnya. (kmb40)

Umanis Galungan, Tempat Wisata Dipadati Pengunjung Bangli (Bali Post) Sejumlah tempat wisata di Bangli ramai dikunjungi wisatawan saat libur hari Umanis Galungan, Kamis (25/7) kemarin. Salah satunya Air Terjun Tukad Cepung di Desa Tembuku. Pada libur kemarin, jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana mencapai sekitar 800 orang lebih. Pengelola Air Terjun Tukad Cepung I Putu Waliana siang kemarin mengatakan, kunjungan wisatawan ke Tukad Cepung pada hari Umanis Galungan kemarin lumayan ramai. Sekitar 700-800 orang. Angka kunjungan tersebut meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya 200-300 orang wisatawan. ‘’Kalau hari biasa kebanyakan wisatawan asing, kalau hari raya seperti sekarang kebanyakan yang berkunjung wisatawan lokal,’’ jelasnya. Air Terjun Tukad Cepung mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak pukul 08.00 Wita

hingga sore hari. Menurutnya, hal yang menjadi daya tarik Air Terjun Tukad Cepung adalah air terjunnya yang masih alami dan pemandangannya yang bagus. Wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Tukad Cepung hanya dikenakan tiket masuk Rp 15 ribu per orang. Untuk menampung membeludaknya kendaraan wisatawan, Waliana mengaku pihaknya telah melakukan perluasan lahan parkir hingga 12 are. Selain di Air Terjun Tukad Cepung, objek wisata yang juga ramai dikunjungi wisatawan saat libur hari raya kemarin yakni Penglipuran. Objek wisata yang terkenal dengan kebersihan dan keseragaman arsitektur angkulangkul rumah warga setempat itu, dikunjungi hingga 4 ribu lebih wisatawan. Sementara pada hari biasa hanya 650 orang. ‘’Itu yang resmi dihitung berdasarkan tiket. Wisatawan lokal dari desa sekitar Penglipuran kita kasi free (tiket). Jadi

Bali Post/ist

WISATAWAN - Kunjungan wisatawan ke Air Terjun Tukad Cepung.

kalau dihitung keseluruhan bisa sampai lima ribu orang,’’ kata Pengelola Obyek Wisata Penglipuran Nengah Moneng. Dikatakan Moneng, ramainya kunjungan wisatawan saat libur Galungan sudah rutin terjadi. Sesuai pengalaman selama ini, pihaknya memperkirakan kunjungan akan kembali ramai pada Umanis Kuningan, Tahun Baru, Ngembak Geni dan libur Idul Fitri. ‘’Saat Umanis Kuningan kemungkinan sampai 3 ribuan,’’ ujarnya. Sementara itu, di Kinta-

mani, kunjungan wisatawan juga ramai. Sekretaris Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) Dewa Ketut Setiadarma mengatakan, kunjungan wisatawan saat libur Galungan didominasi wisatawan lokal. Paling banyak kunjungannya ke Toya Bungkah. ‘’Kalau di Toya Bungkah yang ramai biasanya sore. Tapi sekarang mulai pagi sudah ramai wisatawan lokal yang berwisata karena habis Galungan,’’ katanya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Warga di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Bangli digegerkan dengan penemuan mayat bayi tergeletak di tengah jalan wilayah desa setempat saat hari raya Galungan, Rabu (24/7). Mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Saat ini kasus itu masih dalam penanganan aparat Polsek Susut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat bayi yang masih ada tali pusarnya itu pertamakali ditemukan oleh saksi Ni Wayan Kartini, warga desa setempat, sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu saksi hendak melaksanakan persembahyangan dalam rangka hari raya Galungan. Saat melintas di jalan lingkungan Banjar Lumbuan, saksi melihat sesosok bayi yang telentang di tengah jalan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Saksi kemudian memberitahukan hal itu kepada suaminya, I Wayan Suweta, yang selanjutnya disampaikan ke I Putu Widiyuta, anggota Polres Bangli. Oleh I Putu Widiyuta, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Susut guna penanganan lebih lanjut. Kapolsek Susut AKP I Made Ariawan dikonfirmasi, Rabu

Bali Post/ist

BAYI - Petugas bersama warga mengamankan mayat bayi laki-laki yang ditemukan tergeletak di tengah jalan di wilayah Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut saat hari raya Galungan, Rabu (24/7). siang, membenarkan adanya laporan penemuan mayat bayi tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut pihaknya mengaku telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Lokasi penemuan mayat bayi sudah dipasangi police line. Pihaknya juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut. Dijelaskan Ariawan, saat ditemukan, posisi bayi telen-

tang di tengah jalan dengan kepala menghadap ke timur dan sudah dalam keadaan meninggal. Tidak ada sehelai kain yang membungkus tubuh bayi tersebut. Ariawan belum bisa memastikan penyebab meninggalnya mayi mungil tersebut. Apakah meninggal di luar atau di dalam kandungan. Untuk memastikannya mayat bayi tersebut telah dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar untuk dilakukan autopsi.(kmb40)


OLAHRAGA

Jumat Paing, 26 Juli 2019

15

Japan Open 2019

Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra ke Perempatfinal Tokyo – Indonesia menempatkan dua wakil di nomor ganda putra di perempatfinal Japan Open 2019. Sementara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus terhenti. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon jadi wakil ganda putra pertama yang lolos ke perempatfinal. Dalam pertandingan babak kedua di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis (25/7) kemarin, unggulan pertama itu menang dua gim langsung 21-8, 21-19 atas wakil tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Di babak perempatfinal,

Kevin/Marcus akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Wakil Malaysia itu lolos usai melalui pertarungan tiga gim melawan Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong dengan skor 22-20, 23-25, 21-14. Langkah Kevin/Marcus diikuti oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ahsan/Hendra lolos setelah memenangi ‘‘perang saudara’’ melawan Wahyu Nayaka

Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso. Ahsan/Hendra harus melewati duel ketat sepanjang tiga gim. Sempat kalah di gim pertama, pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan keempat itu kemudian bangkit dan menang 16-21, 21-18, 22-20. Di perempatfinal, Ahsan/ Hendra akan menghadapi Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol. Pasangan asal Korea itu lolos usai menyingkirkan wakil Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 11-21, 21-12, 21-18. Dari nomor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menyu-

SSB Guntur Tim ’’Fair Play’’ ke Nasional Denpasar (Bali Bost) Tim sepak bola SSB Guntur Lenju U-12 dinobatkan menjadi tim fair play yang berhak melenggang ke putaran nasional pada turnamen Aqua Danone Nations Cup di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan Jakarta pada 27-28 Juli mendatang. Dengan demikian, ada dua tim dari Bali yang melaju ke putaran final adalah juara wilayah Bali dan NTB yakni SSB Bebek Bengil Ubud, dan satu lagi SSB Guntur Lenju. Penanggung Jawab Penyelenggara Nasional M. Anugerah menerangkan pada putaran nasional melibatkan 16 tim terdiri atas 15 tim juara dari

masing–masing regional dan 1 tim fair play. ‘’Jadi, tiket ini merupakan kehormatan bagi Bali, sebab beberapa regional juga mengajukan tim fair play namun yang unggul dari beberapa kriteria tetap direbut SSB Guntur,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, pada putaran nasional nanti tim juara berhak merumput pada turnamen di Barcelona, Spanyol, Oktober mendatang. Indonesia juga mengirimkan dua tim yakni juara 2019 ini serta juara tahun lalu tim SSB Asiop Apac Inti. Sementara pelatih Guntur Ketut Suardana Lenju Putra menerangkan asuhannya siap berlaga ke putaran nasional,

apalagi timnya sering mengikuti berbagai turnamen U-12. ‘’Kami juga mengincar juara,’’ jelasnya. Di sisi lain, Kadispora Bali Made Rantin menambahkan, pihaknya bangga tim SSB Bali bisa melaju ke putaran nasional. ‘’Kami juga mendukung program pembinaan generasi muda,’’ tutur Made Rantin. Ke depan, dirinya berharap Indonesia yang memiliki 34 provinsi dan belasan ribu pulau bisa membentuk tim sepak bola yang tangguh yang mampu berkiprah ke kancah internasional sampai mengikuti Piala Dunia. (022)

Resistensi ‘’Sejak Pak Jokowi mengatakan akan menerima dan mengakomodir parpol oposisi pendukung Prabowo, membangun bangsa secara bersama, bekerja untuk kepentingan bangsa yang jauh lebih besar, NasDem, Golkar, PKB dan PPP nampaknya tidak setuju, resistensi mereka masih tinggi dengan masuknya Gerindra,’’ ujar Pangi. Manuver Terkait pertemuan ketua umum partai-partai politik

anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang melakukan pertemuan di kantor Partai NasDem dilanjutkan pernyataan soal dukungan kepada Anies di Pilpres 2019, Eva menyebutnya sebagai manuver. Menurutnya, manuver itu seharusnya tidak dilakukan karena secara etika ‘’melawan’’ Presiden Jokowi dan Megawati selaku ketua umum partai politik pengusung utama Presiden Jokowi. Manuver semacam itu, menurutnya, dapat membuat Presiden Jokowi menjadi tidak respect (hormat), dan PDI-P

Jumat, 26 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Krishna (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Industri Kreatif di Era Online 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita DW TV 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Ball Ganesh (1)

18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Jujitsu dan Gama Art Lock 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Carang Sari (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

merasa tidak dihargai. Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengingatkan partaipartai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) agar tidak perlu khawatir karena Partai Gerindra belum tentu akan masuk ke koalisi partai politik pendukung pemerintah. ‘’Kalau saat ini muncul hipotetis bahwa masuknya Partai Gerindra akan mengurangi jatah dari partai politik anggota koalisi, ya… nanti dulu. Karena komposisi menteri kabinet saja belum dibicarakan, berapa dari partai dan untuk siapa,’’ kata Eva Kusuma Sundari. (ant)

sul langkah Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti ke perempatfinal. Hafiz/Gloria melaju setelah menang atas Marcus Ellis/Lauren Smith dengan skor 21-12, 21-13. Tantangan berat sudah menanti Hafiz/Gloria di babak perempatfinal. Mereka akan menghadapi unggulan pertama, Zheng Siwei/ Huang Yaqiong. Dengan demikian, Indonesia menempatkan total delapan wakil di babak perempatfinal. Tunggal putri jadi satu-satunya sektor yang tak mengirim per wakilan ke babak delapan besar. (kmb33)

Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon.

TI Badung Setor Susunan Pengurus Denpasar (Bali Post) Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung Ni Putu Yeni Ekawati yang baru terpilih pada Muskablub di Denpasar, Senin (22/7) lalu, harus bekerja ekstra cepat. Ia segera menyetorkan susunan pengurus TI Badung masa bakti 2019-2023 ke Pengprov TI, Kamis (25/7) kemarin.

Ketua Umum Pengprov TI Bali Lan Ananda di Denpasar kemarin menegaskan, kabinet yang disetor Pengkab TI Badung susunan pengurusnya masih dominan dihuni pengurus sebelumnya. ‘’Jadi dalam kabinet yang diserahkan TI Badung, tidak ada perombakan personel yang signifikan,’’ tegasnya. Lan Ananda menegaskan

dirinya menakhodai induk organisasi taekwondo di Bali sampai dengan Juni lalu. Akan tetapi, masa kepemimpinannya yang dikuatkan SK diperpanjang sampai dengan Oktober mendatang. ‘’Kapasitas saya di Pengprov TI Bali masih tetap ketua umum, bahkan tugas dan kewajibannya sama sebagaimana jabatan ketua umum,’’ tu-

turnya. Pascamenerima kabinet kepengurusan Putu Yeni, selanjutnya Lan Ananda akan menerbitkan SK kepengurusan Pengkab TI Badung. Lan Ananda menegaskan, dinamika organisasi ini jangan sampai memengaruhi kinerja atlet, sehingga skuad tim Porprov Badung tetap fokus berlatih seperti biasa. (022)


TOP IN VASI

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

Jumat Paing, 26 Juli 2019

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

J4 Hotels Legian, Akomodasi Unik di Kuta WONDERFUL BALI

KULINER

KESEHATAN

BERWISATA ke Kuta, belum memiliki tempat menginap yang nyaman? Sekali waktu, cobalah tinggal di J4 Hotels Legian, sebuah akomodasi unik dan energik bagi semua kalangan yang berjiwa muda. Lokasinya di pusat wi-

TOP IN VASI

BUDAYA

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

Shopping Mall, Pantai Kuta dan Kuta Square. J4 Hotels Legian memiliki 189 kamar yang dilengkapi dengan faslitas AC, TV, air panas, kulkas, telepon, perlengkapan mandi dan koneksi Wi-Fi gratis. Dengan berkembangnya permintaan, maka beberapa kamar ditata menjadi kamar yang lebih besar yang bisa ditempati oleh pasangan wisatawan bersama anak-anak serta keluarganya. ‘’Dua kamar, kami tata menjadi satu kamar, dan tiga kamar menjadi dua kamar sehingga kamar lebih luas. Kelengkapan kamarnya pun berbeda dengan kamar sebelumnya,’’ kata Operation Manager Ayu Manik. Bagi wisatawan yang suka dengan hiburan malam, kuliner dan shooping sangat tepat tinggal di J4 Hotels Legian ini. Terletak di jantung Kuta dan dikelilingi oleh berbagai macam bar, klub, diskotek, pusat perbelanjaan dan restoran internasional. Jika ingin bersantai menikmati suasana Legian, bisa duduk-duduk di depan hotel. ‘’Kami memberikan kesempatan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam sambil dinner setiap malam, karena kami juga menyediakan makanan sep-

erti burger, hotdog dan snack yang buka hingga pukul 05.00 dini hari. Jika wisatawan mau makan seafood, kami juga menyediakan seafood bbq all you can eat setiap hari Sabtu malam mulai buka pukul 06.00-23.00,’’ imbuhnya. Wisatawan juga bisa memanfaatkan kolam renang yang terletak di rooftop. Di tempat ini, para tamu bisa bersantai untuk menikmati sunset. Kolam renang ini dibuka sampai pukul 22.00 Wita, sehingga tamu yang sedang melakukan perjalanan jauh bisa relaksasi sambil menikmati suasana malam di area pool kami. Jika ingin lebih sehat dan bugar, wisatawan bisa memanfaatkan spa melalui treatment dengan bahan lokal serta dilakukan oleh para therapies lokal yang sudah berpengalaman yang kental dengan budaya ketimuran. J4 Hotels Legian juga memiliki ruang pertemuan dan parkir gratis dengan perlindungan keamanan 24 jam. Parkir kami yang di depan lobi bisa memuat sampai dengan tiga bus dan parkir kami di basement juga cukup luas dan bisa menampung banyak mobil pribadi, sehingga tidak membuat areal menjadi krodit. ‘’Tamu kelu-

arga ataupun rombongan bisa datang kapan saja karena bisa tertampung semua dengan baik,’’ ucap Ayu Manik. ‘’Restoran kami juga menyajikan masakan Indonesia dan Western yang berada di Height Bar & Restaurant serta Lobby Lounge Bar Restaurant yang ada di rooftop ini memberikan suasana romantis untuk dinner, baik itu untuk wedding ceremony, honeymoon dan untuk perayaan ulang tahun. Wisatawan yang ingin bersantai, biasa duduk-duduk sambil makan di restoran ini. Tak jarang juga yang menyaksikan sunset dari sini,’’ imbuhnya. Sebagai hotel baru yang ada sejak 2013, J4 Hotels Legian selalu menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar, dengan mengedepankan konsep Tri Hita Karana, hubungan harmonis dengan sesama, dengan lingkungan dan harmonis dengan Tuhan. Hampir setiap malam area depan hotel ini dipakai sebagai pos keamanan bagi para penjaga keamanan seperti polisi, pecalang dan petugas keamanan lainnya. ‘’Kami sangat menjaga hubungan dengan sesama, sehingga memberikan pelayanan yang prima dan tulus,’’ pungkas Ayu Manik. (bud)

I Gusti Putu Gede Sastrawan

SENIMAN

SENIMAN Tujung Teja Persembahkan ’’Gita Shanti Puja’’ MASIH dalam suasana hari suci Galungan, sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun ke-11, penyanyi cilik Anak Agung Sagung Istri Agung Teja Antari atau yang akrab disapa Tujung Teja merilis single terbarunya berjudul ‘’Gita Shanti Puja’’ pada Sukra Paing Dungulan, Jumat (26/7) ini. Lagu bernuansa religi ini diciptakan oleh musisi senior Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si. Liriknya ditulis oleh Agung Sukarmi yang tak lain adalah niang atau nenek Tujung Teja. Lagu ini memiliki pesan untuk mengajak umat terutama generasi muda ngajegang agama Hindu dan melestarikan budaya Bali. ‘’Jadi sangat pas lagu ini dirilis saat hari spesial saya yang masih dalam suasana hari raya Galungan,’’ ujar siswi kelas VI SD Saraswati 6 Denpasar yang juga salah satu penyanyi dari Bali Kumara Generasi 4 ini, Kamis (25/7) kemarin. Y a n g menarik, lantunan merdu Tu-

sata Legian, Kuta. Tepatnya di Jalan Raya Legian, Banjar Pengabetan Kuta, Badung, sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Lokasinya di sebelah Monumen Bom Bali, dekat dengan Poppies Lane, Beachwalk

Dalang Cilik Juara PKB

jung Teja dalam tembang ‘’Gita Shanti Puja’’ ini juga didukung oleh video klip yang apik garapan Yong Sagita yang juga dikenal sebagai penyanyi legendaris Pulau Dewata ini. Dalam video klip yang sudah di-publish pada channel YouTube Yong Sagita ini, suasana religi sangat terasa, seperti adanya persembahyangan umat di pura dengan lantunan Puja Tri Sandya, tetabuhan, dan tarian Rejang. Diakui bahwa Tujung Teja yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara buah hati pasangan dari dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes. dan Anak Agung Sagung Mas Indrayuni, S.Sos. ini memiliki bakat menyanyi yang luar biasa seperti sang ayah yang memiliki jiwa seni walaupun seorang dokter. ‘’Talenta yang luar biasa dari Tujung Teja baik tentang olah vokal maupun aktingnya untuk videoklip membuatnya semuanya berjalan lancar. Dari proses rekaman ke video klip saya garap cuma seminggu dan hasilnya pun sangat memuaskan,’’ ungkap Yong Sagita. (win)

KALEM dan polos. Itulah keseharian I Gusti Putu Gede Sastrawan. Namun, jangan kaget ketika ia sedang memegang wayang kulit di atas panggung. Ia tampak berubah, sangat kreatif, banyak bicara dan menjadi sangat garang. Kedua tangannya bergerak cepat dalam menarikan boneka dua dimensi itu. Titetikes begitu kental. Mulai dari mesuang wayang, melakonkan (memberi jiwa), cara menaruh wayang pada kelir, dan cara membalikkan wayang menjadi perhitungan, sehingga bayangan wayang menjadi lebih tajam dan hidup. Bocah kelahiran Denpasar, 16 September 2006 itu memang seorang dalang cilik, tetapi abah dan takeh seperti dalang wayah yang sudah berpengalaman. Karena itu, pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, siswa kelas VI SD 4 Mekar Bhuana didapuk menjadi duta Kabupaten Badung untuk mengikuti lomba dalang cilik. ‘’Saya sangat bangga mendapat kepercayaan tampil dalam lomba dalang cilik seBali. Saya menjadi lebih bangga lagi ketika diumumkan sebagai pemenang yang meraih juara I,’’ katanya penuh syukur, belum lama ini. Rah De, demikian sapaan akrabnya, memang tampil maksimal saat lomba itu. Ia yang didukung Sanggar Seni Sri Kembang Banjar Bindu, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal menampilkan judul ‘’Kembang Sugandhika’’. Saat itu ia dibina oleh I Made Martha dan I Wayan Gede Arnawa sebagai pembina tabuh. Setiap tokoh wayang yang dimainkan menjadi hidup. Ia mampu membedakan karakter dan suara empat tokoh punakawan dengan jelas sehingga pemaparan cerita menjadi lebih jelas. Penonton juga terkesima ketika ia memainkan

Hanoman dengan suara kenyat, serta mendapat perhatian dari seniman memiliki kemampuan berlari yang karawitan I Gusti Made Lumbung, terkencang. Meski kecil, namun ia memi- masuk juga mengumpulkan anak-anak sebagai sekaa wayangliki kelebihan dalam menghafal nya. Sekaa cerita lengkap dengan ucapanini biasa nya dalam durasi waktu pentas panjang. Penonton sungguh d a r i terkesima, dan mengatakan, rumah ‘’Igel wayangne wayah.’’ k e Pentas dalam ajang PKB, purumah tra sulung dari pasangan I Gusti y a n g Made Yudana dan I Gusti Ayu masih Putu Suryani ini memang bukan berada yang pertama kali. Pada PKB dalam ke-37 tahun 2015, ia tampil pada lingParade Dalang Anak-anak sebagai kunduta Kabupaten Badung. Saat itu, gan deia menampilkan wayang parwa dengan sanya. cerita Mahabharata berjudul ‘’Kesambut (bud) Guru Drona’’. Meski tergolong dalang anak-anak, namun ia sudah menggunakan bahasa Kawi, bahasa Bali terkadang juga bahasa Indonesia dalam menyajikan lakonnya. ‘’Saat itu menceritakan Pandawa dan Korawa yang masih kecil saat dilatih Begawan Drona,’’ paparnya. Bocah yang tinggal di Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, Badung itu kemudian menyajikan Wayang Ramayana dalam Parade Dalang Anak-anak pada PKB ke-38. Setiap tampil, ia selalu menyajikan pakempakem pewayangan klasik yang sangat jelas. Gineman, pesiat, membedakan suara dalam setiap tokoh hingga hentakan cepala yang memberi kode pada iringan baik berhenti ataupun berjalan. Ia juga kreatif, sehingga kesan serius dan adegan lucu menjadi satu. Rah De memang sering Bali Post/bud memainkan wayang. Ia I Gusti Putu Gede Sastrawan

Air Terjun Goa Giri Campuhan

Menawan, Miliki Beragam Bentuk OBJEK wisata air terjun ada di sejumlah daerah. Bangli juga punya. Namanya air terjun Goa Giri Campuhan (GGC). Air terjun ini berlokasi di Desa Adat Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku. Memasuki areal parkir objek wisata air terjun GGC, mata kita sudah dimanjakan dengan indahnya panorama persawahan dan alam pegunungan. Dari tempat parkir menuju lokasi, sepanjang jalan setapak kita juga disuguhi dengan hijaunya tanaman padi yang membentang luas. Memasuki kawasan objek, terlebih dahulu harus memasuki goa sepanjang lebih kurang 30 meter. Goa ini begitu kokoh dengan bebatuan yang sangat alami. Setelah melewati ujung goa, rasa lelah seketika hilang begitu melihat air terjun GGC. Pemandangannya sangat menakjubkan dan alami. Terdapat air campuhan yang sangat religius. Tepat di tengah pecampuhan juga terdapat lima pancoran (pancaka tirta) yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit nonmedis. Di sana terdapat tiga air terjun yang sangat indah atau menawan dengan berbagai bentuk. Ada menyerupai kipas dan ada juga air terjun sharing dengan ketinggian yang bervariatif. Ada juga kolam alami dengan spot foto batu cinta (batu besar dengan lobang berbentuk hati). Jika ingin menikmati secara penuh objek wisata ini, pengunjung harus siap

berbasah-basah ria, karena antara spot satu ke spot lainnya harus meyusuri bebatuan sungai. Karena kondisi bebatuan yang cukup licin dan air yang cukup deras, pengunjung mesti berhati-hati agar tidak sampai tergelincir. Belum lama ini Wabup Bangli Sedana Arta sempat mengunjungi air terjun GGC. Wabup mengatakan, objek wisata air terjun GCC memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Bangli. Untuk memaksimalkan potensi objek air terjun GGC, Wabup Sedana Arta mengaku siap memfasilitasi dan mendukung pembangunan fasilitas pendukung objek ini. Tokoh masyarakat Desa Adat Tembuku Kelod Jro Mangku Giri Kusuma mengatakan, sejatinya objek wisata ini sudah ada sejak lama. Namun mulai dikembangkan sejak tahun 2015 lalu oleh Sekaa Teruna Tembuku Kelod. Karena sempat terkendala air terjun yang sempat surut karena kemarau panjang, pengembagnannya sempat vakum. Namun mulai tahun 2018, dengan dukungan dari pihak desa adat dan desa dinas, objek ini kembali digarap hingga berjalan seperti sekarang. Ia mengaku air terjun GGC selama ini sudah cukup banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sedangkan retribusi yang dikenakan kepada wisatawan sifatnya tidak wajib, tetapi dalam bentuk punia (sukarela). (ina)

MENAWAN - Air terjun Goa Giri Campuhan tampak menawan dengan airnya yang jernih.

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 26 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu