terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 32 TAHUN KE 73 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat wage, 25 september 2020 Perlakuan Hukum Berbeda, Kuasa Hukum Jerinx Mengaku Kecewa Tim kuasa hukum I Gede Ari Astina alias Jerinx, I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dkk., mengaku kaget dan bahkan kecewa adanya perbedaan perlakuan hukum antara terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan Jerinx. DENPASAR | HAL. 2
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Puluhan Polisi Siaga di Kantor KPU
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Polres Tabanan Tangkap Dua Residivis Jajaran Satuan Narkoba Polres Tabanan berhasil menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba di dua lokasi. Kedua tersangka ini adalah residivis kasus narkoba dan penganiayaan.
Pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Badung dilaksanakan di Kantor KPU Badung, Jalan Kebo Iwa, Denpasar, Kamis (24/9) kemarin. Untuk mengamankan proses tahapan pilkada tersebut, Polres Badung mengerahkan 34 personel, termasuk bersenjata laras panjang. BADUNG | HAL. 3
TABANAN | HAL. 4
Hadapi Covid-19 Perlu Kesabaran Tinggi
Presiden RI
Kamis, 24 September 2020
Denpasar (Bali Post) Dari perspektif kearifan lokal, pandemi Covid-19 merupakan penanda bahwa alam tidak sedang dalam keadaan harmonis atau seimbang. Dalam keyakinan masyarakat Bali, wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam. Siklus ini bisa datang berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad atau milenium. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara Working Visit and Focus Group Discussion BKSAP DPRRI secara semidaring di Tuban, Badung, Rabu (23/9). Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini menegaskan, munculnya wabah penyakit merupakan penanda adanya ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya
akibat ulah manusia yang tidak terkendali dalam berbagai aspek. Misalnya, mengeksploitasi alam secara semena-mena. Mantan anggota DPR-RI ini menambahkan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak luas dalam berbagai bidang kehidupan. Dampak ini pun dirasakan oleh masyarakat Bali sejak pandemi muncul tujuh bulan lalu. Baik pada aspek kesehatan, sosial maupun ekonomi. Termasuk di dalamnya sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bali. ‘’Dalam menghadapi pandemi Covid-19, dibutuhkan kesabaran yang tinggi dengan terus melakukan berbagai upaya seraya terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian bisa bangkit kembali,’’ jelasnya. (kmb32)
’’Dalam menghadapi pandemi Covid-19, dibutuhkan kesabaran yang tinggi dengan terus melakukan berbagai upaya seraya terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian bisa bangkit kembali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Hadapi Krisis Ekonomi
Bali Perlu Mitigasi Ketahanan Pangan
NASIONAL
Mentan Tekankan Pentingnya Regenerasi Petani Jakarta (Bali Post) – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan Indonesia memerlukan adanya regenerasi petani dalam rangka pembangunan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha pertanian. Dalam memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September, Mentan Syahrul berharap agar para kepala daerah, dari lurah hingga kabupaten/kota dapat mengembangkan inovasi pertanian dan mendorong lahirnya petani milenial. ‘’Petani butuh regenBali Post/ant erasi dan transfer teknologi. Syahrul Yasin Limpo Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,’’ katanya dalam peringatan Hari Tani Nasional di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Kamis (24/9) kemarin. Seperti diketahui, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang atau sekitar 8 persen dari total jumlah petani di Indonesia yang mencapai 33,4 juta orang. Sisanya lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua. Bahkan, melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah petani muda terjadi penurunan 415.789 orang dari periode 2017 ke 2018. Berdasarkan pernyataan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Indonesia dapat mengalami krisis petani karena petani yang tersisa umurnya sudah mendekati usia 56 tahun, sehingga hasil pertanian menjadi kurang produktif. Oleh karena itu, Mentan pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dan berkolaborasi dalam memajukan sektor pertanian ke depan. ‘’Pertanian merupakan sektor startegis yang mengedepankan kepentingan bersama dalam pilar berbangsa dan bernegara,’’ tegas Syahrul. Hal. 7 Pertanian Jadi Sektor Andalan Nasional
Denpasar (Bali Post) Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian di Tanah Air terus berlanjut. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memastikan pada kuartal III-2020 ekonomi nasional akan mengalami resesi. Dampaknya, akan terjadi krisis ekonomi. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan merupakan hal yang urgen dan Bali perlu menyiapkan mitigasi ketahanan pangan. Apalagi berdasarkan sejarah krisis yang pernah terjadi, sektor pertanian sebagai penyangga ketahanan pangan mampu bertahan.
P
akar pertanian Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. mengatakan, saat krisis ekonomi besar yang terjadi pada tahun 1998, sektor pertanian Indonesia bisa bertahan. Begitu pula saat krisis pada 2008 yang menyebabkan kehancuran sistem keuangan dunia. Saat
itu hanya tiga sektor yang menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor konstruksi. Bahkan, sektor pertanian tercatat naik signifikan dari 13,7% pada 2007 menjadi 14,4% pada 2008. ‘’Hal ini menunjukkan jika kinerja sektor pertanian memiliki pengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Dari dua ilustrasi tersebut setidaknya sejarah pernah mencatat bahwa sektor pertanian mampu menjadi penopang dasar perekonomian suatu negara di saat krisis,’’ ujar Bagus Udayana, Kamis (24/9) kemarin.
Dosen Universitas Warmadewa ini menambahkan, ketahanan pangan memiliki sifat multidimensi, sehingga penilaian terhadap situasi ketahanan pangan membutuhkan ukuran yang komprehensif dengan melibatkan beberapa asumsi. Ketahanan pangan diukur dari kemampuan suatu daerah (kabupaten/kota) melalui aspek ketersediaan, keterjangkauan, serta kualitas serta kenyamanan dan keamanan pangan. ‘’Kondisi itu menjadi dasar yang harus diambil bagi pemangku kepentingan
di Bali untuk merumuskan kebijakan-kebijakannya,’’ katanya. Menjaga daya beli masyarakat, katanya, berarti menjaga ketersediaan bahan pangan di pasar. Oleh karena itu, peningkatan produksi pertanian suatu keharusan. Ketersediaan modal melalui kredit usaha rakyat untuk program bantuan benih, bibit, subsidi pupuk serta akselerasi rantai pasokan produk pertanian agar tidak terjadi hambatan untuk mengantisipasi kelangkaan yang berpotensi menimbulkan kenaikan
harga atau inflasi di seluruh kabupaten/kota di Bali. Apalagi, ketahanan pangan tidak hanya bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga daya beli masyarakat, namun ketahanan pangan merupakan bagian dari jaring pengaman sosial. Ketersediaan pangan yang baik akan memberikan kekuatan terhadap jaring pengaman sosial berupa bantuan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat prasejahtera. Hal. 7 Memperkuat Perlindungan Sosial
Kasus Positif Baru Masih di Atas 100 Orang BALI POST dan Bali TV bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha menerima titipan sumbangsih anda untuk menyiapkan sembako beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” peduli dampak Covid-19. Sumbangsih dapat disalurkan langsung ke Redaksi Bali Post dan Bali TV atau langsung melalui : 1. Rekening Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Renon No: 010.01.13.00003-7 a/n Yayasan Dharma Naradha. 2. Rekening BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada No : 0017-01-003115-30-6 a/n Yayasan Dharma Naradha 3. Rekening BNI Cabang Gatot Subroto No : 8887788683 a/n Yayasan Dharma Naradha Bukti transfer dapat di-WA ke 082118183588 KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 Yulia, Denpasar
Rp
100.000
Jumlah Penerimaan Hari Ini Jumlah Penerimaan Sebelumnya Total Penerimaan
Rp Rp Rp
100.000 67.951.000 68.051.000
Denpasar (Bali Post) Lonjakan kasus Covid-19 di Bali masih terus terjadi. Kamis (24/9) kemarin, jumlah kasus positif baru kembali di atas 100 orang. Begitu juga kabar duka masih terus dilaporkan. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Bali, jumlah korban jiwa akibat Covid-19 bertambah lima orang. Jumlah ini lebih rendah dari sehari sebelumnya. Penambahan pasien meninggal ada di lima kabupaten, yaitu Jembrana, Badung, Gianyar, Karangasem, dan Buleleng. Dua kabupaten terakhir yaitu Karangasem dan Buleleng, dalam beberapa hari terakhir terus mencatatkan tambahan kasus kematian. Kumulatif kasus meninggal 241 orang (2,92 persen).
Rinciannya 239 WNI dan 2 WNA. Tidak hanya kasus kematian yang bertambah, kasus baru juga bertambah. Jumlahnya mencapai 119 orang. Kumulatif kasus yang ditangani Bali kini mencapai 8.245 orang. Selain itu terdapat 131 pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Jumlahnya lebih banyak dari tambahan kasus baru. Total kasus sembuh kini mencapai 6.754 orang (81,92 persen). Kasus aktif sebanyak 1.250 orang (15,16 persen). Mereka dirawat dan dikarantina di 17 rumah sakit (RS) dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pasien meninggal dunia terdiri dari tiga laki-laki dan
dua perempuan. Masing-masing berasal dari kabupaten berbeda. Pasien pertama, laki-laki berusia 62 tahun dari Jembrana. Masuk ke RSUD Negara pada 17 September 2020 dan meninggal dunia 23 September 2020. Pasien diketahui memiliki komorbid DM dan hipertensi. Pasien kedua, perempuan berusia 89 tahun dari Badung. Pasien yang meninggal dunia 24 September 2020 ini memiliki komorbid jantung. Sebelumnya, pasien dirawat di RSUD Mangusada sejak 8 September 2020. Pasien ketiga, laki-laki berusia 80 tahun dari Gianyar. Awalnya, pasien mengeluh sesak dan panas pada 15 September 2020. Pasien meninggal dunia 23 September 2020 dengan komorbid tidak diketahui. Hal. 7 Kasus Harian Capai Rekor Baru
Jumat Wage, 25 September 2020
Astra Financial Serahkan Unit Ventilator kepada Gubernur Bali Denpasar (Bali Post) Astra Financial sebagai salah satu dari tujuh divisi bisnis yang ada dalam Grup Astra di bawah PT Astra International Tbk. menjelang akhir September ini, kembali hadir untuk berbagi dalam penanganan Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia. Konsep berbagi ini sesuai dengan motto Nurani Astra ‘’Berbagi untuk Negeri’’. Astra Financial menyerahkan ventilator yang merupakan alat bantu pernapasan, salah satu komponen vital dalam menunjang hidup pasien Covid-19 yang tengah dalam kondisi kritis. Pemberian bantuan ventilator menjadi bentuk kepedulian Astra Financial untuk mendukung upaya tenaga medis di rumah sakit. Kali ini, dua ventilator diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, bertempat di Wantilan Jaya Sabha, Kamis (24/9) kemarin. Hadir dalam penyerahan ini, Koordinator Wilayah (Korwil) Astra Bali I.B. Astawa, Branch Manager (BM) FIFGROUP Denpasar Made Kunang Satria Wibawa, BM FIFGROUP Denpasar 2 Rinto
Friady Daely, BM FIFGROUP Kuta Agus Wardana, BM Asuransi Astra (AAB) Denpasar Hilmi Farizan Hakim, BM Astra Credit Company (ACC) Renon Ari Wiadnyana. Mengenai bantuan ini, Suparno Djasmin, Director In Charge (DIC) Astra Financial, mengatakan di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, ventilator menjadi kebutuhan yang sangat krusial. Penyerahan kali ini merupakan keenam kalinya dari Astra Financial sebanyak dua unit ventilator yang berasal dari dana sosial syariah PT Federal International Finance (FIFGROUP). ‘’Kami berharap Bapak Gubernur bisa menerima dengan baik bantuan Astra Financial ini untuk diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan,’’ ucapnya. Penyerahan pertama dari Astra Financial telah diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 9 September 2020 lalu di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah sebanyak lima unit ventilator yang berasal dari PT Astra Sedaya Finance (ACC) sebanyak dua unit dan PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra)
FIGUR Penanganan Covid-19 Fokus Utama KASUS Covid-19 di Bali belakangan ini terus mengalami lonjakan. Kondisi ini memang harus diantisipasi agar tidak terus meluas. Terkait hal ini, tokoh pariwisata, IGK Pujawan, mengatakan bahwa untuk kondisi seperti ini yang harus dilakukan harus fokus pada penanganan. Dalam hal ini, desa adat harus tetap dilibatkan dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan maupun penerapan protokol kesehatan (prokes). Pihaknya menyebut Gubernur Bali sudah bekerja keras dalam menangani Covid-19 ini. ‘’Sebenarnya ini musuh kita bersama. Kita sudah mendeklarasikan untuk bersatu melawan Covid-19. Kita tidak perlu khawatir,’’ ucapnya. Untuk saat ini, pihaknya berharap agar penanganan terhadap Covid menjadi fokus utama. Meski saat ini membangkitkan pariwisata terus dilakukan. Untuk pariwisata, katanya, memang masih bagus. Bahkan dilakukan berbagai upaya untuk recovery. Dengan demikian, dalam kondisi ini harus tetap waspada, namun aktivitas harus dijalankan. Pihaknya meyakini pariwisata akan kembali bagus, kalau Covid-19 ini sudah berlalu. Untuk itu, standar prokes yang sudah ditentukan harus betul-betul diterapkan. Pihaknya juga mewanti-wanti, kalau Covid-19 ini tidak diperhatikan dengan baik, tentu tak mungkin pariwisata bisa berjalan. ‘’Kesehatan harta yang utama. Namun kalau kita tidak bergerak tentu ekonomi tidak jalan. Tapi tetap harus memperhatikan dan menaati prokes yang diwajibkan,’’ harapnya. (edi)
Perlakuan Hukum Berbeda Kuasa Hukum Jerinx Mengaku Kecewa Denpasar (Bali Post) Tim kuasa hukum I Gede Ari Astina alias Jerinx, I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dkk., mengaku kaget dan bahkan kecewa adanya perbedaan perlakuan hukum antara terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan Jerinx. Jaksa Pinangki dalam perkara dugaan gratifikasi bisa dilakukan secara offline (tatap muka langsung), sedangkan Jerinx yang sedari awal minta sidang offline, malah disidang secara online atau teleconference. Gendo pun mempertanyakan kondisi itu, sekaligus melayangkan protes atas ketidakadilan yang dipertontonkan penegak hukum. Gendo menjelaskan, seorang terdakwa yang dikenal dengan sebutan jaksa Pinangki tersebut posisinya ditahan di rutan. Namun, ternyata sidang perdananya dilakukan secara offline alias tatap muka. ‘’Tak disangka kemarin kami mendapat info yang mengagetkan,’’ ujarnya. Sementara tim penasihat hukum Jerinx sudah menolak persidangan secara online dengan alasan bahwa persidangan online melanggar KUHAP sebagai dasar hukum acara pidana, bahkan Jerinx juga sempat walk out pada persidangan yang pertama. ‘’Kami menolak teleconference sebagai upaya untuk menegakkan hukum acara,’’ tegasnya. (kmb37)
Topik : bali perlu mitigasi ketahanan pangan
ADANYA isu hangat yang merebak di masyarakat mengenai penundaan pilkada, memunculkan banyak sekali opini publik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menegaskan tidak ada alasan mendasar mengenai isu tersebut. Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, pihaknya mengikuti informasi lanjutan dari KPU-RI. Sejauh ini tidak ada
alasan mendasar yang membuat pilkada harus ditunda. Karena persiapan yang dilakukan untuk pilkada kali ini sangat matang, ditambah harus berdampingan dengan pandemi Covid-19. ‘’Tidak ada urgensi yang menjadi faktor tertundanya pilkada. Seandaikan pun
sebanyak tiga unit. Berikutnya, pada tahap kedua telah diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara pada 14 September 2020 yang berasal dari dana sosial syariah FIFGROUP sebanyak tiga unit. Penyerahan ketiga, Rabu (16/9), bertempat di Kantor Wali Kota Singkawang yang diterima Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H. sebanyak satu unit yang berasal dari dana sosial syariah FIFGROUP. Penyerahan ventilator keempat, Jumat (18/9) diterima langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan Bandung. Di Bandung diserahkan tiga ventilator Astra Financial yang berasal dari PT Astra Sedaya Finance (ACC) sebanyak dua unit ventilator dan dari dana sosial syariah PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebanyak satu unit. Sementara penyerahan kelima telah dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (23/9), diterima langsung oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang menerima satu
unit ventilator yang berasal dari dana sosial Syariah PT Federal International Finance (FIFGROUP). Dimulai dari Jakarta sebelumnya, pada 27 April 2020, Grup Astra di bawah komando PT Astra International Tbk. pada tahap pertama telah membagikan 30 ventilator kepada tiga rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto (15 unit), Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet (10 unit), dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso (5 unit), bertujuan membantu pasien positif Covid-19 yang dirawat di institusi kesehatan tersebut. Kemudian, 10 ventilator yang merupakan tahap kedua sudah disalurkan ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua pada bulan Juni – Juli lalu. Astra Financial membantu menyerahkan dua unit ventilator di Sumatera Utara. Pada tahap ketiga, Grup Astra juga menyerahkan 40 unit ventilator, di mana Astra Financial mendapat porsi 15
BANTUAN - Astra Financial menyerahkan bantuan ventilator kepada Gubernur Bali Wayan Koster, bertempat di Wantilan Jaya Sabha, Kamis (24/9) kemarin. unit ventilator dan diawali dengan penyerahan lima ventilator di Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan dengan penyerahan yang kedua di Sumatera Utara, lalu penyerahan ketiga dilangsungkan di Singkawang, penyerahan keempat dilakukan di Jawa Barat. Penyerahan kelima dilakukan di Mataram, Nusa
Tenggara Barat. Dan penyerahan keenam berlangsung hari ini kepada masyarakat Bali. ‘’“Sesuai dengan arahan Astra International Tbk. kami kebagian 15 unit ventilator untuk diserahkan kepada pihak yang membutuhkan dalam merawat pasien Covid-19. Ini merupakan kontribusi dari peru-
sahaan Astra Financial, yaitu PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebanyak delapan unit, kemudian PT Astra Sedaya Finance (ACC) sebanyak empat unit dan PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) sebanyak tiga unit, dalam membantu masyarakat di masa pandemi ini,’’ tutur Suparno. (kmb)
Lagi, Belasan Pelanggar Prokes Ditindak Denpasar (Bali Post) -
Tim Yustisi Denpasar yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar kembali menggelar operasi di beberapa titik di kawasan Denpasar. Operasi penertiban ini dilakukan secara berkelanjutan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes). Pada operasi yang digelar Kamis (24/9) kemarin, tim gabungan mendapati 11 orang pelanggar prokes. ‘’Dalam kegiatan operasi bersama tim yustisi Denpasar kami menjaring 11 orang pelanggar prokes tidak menggunakan masker dan menggunakan masker tidak benar di beberapa kawasan yakni Jalan Imam Bonjol, Gunung Catur, Jalan Batu Karu, Jalan Tamrin, Jalan Sulawesi dan Jalan Hasanudin Barat,’’ ujar Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui di sela-sela operasi penertiban. Lebih lanjut ia mengatakan, dari jumlah pelanggar tersebut 9 orang ditetap-
kan pengenaan denda tidak membawa dan menggunakan masker serta 2 orang tidak menggunakan masker dengan benar dan sempurna diperingati serta diberikan pembinaan. 9 orang tanpa masker langsung didenda sebesar Rp 100 ribu di tempat sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. ‘’Dua orang memakai masker namun penggunaannya di dagu tidak menutupi hidung hingga dagu sehingga kami berikan pembinaan hingga
hukuman moril seperti pushup maupun hukuman bersihbersih,’’ ujar Dewa Sayoga. Dalam kesempatan tersebut Dewa Sayoga juga menjelaskan terkait penegakan peraturan ini tim yustisi Denpasar tidak tebang pilih. ‘’Baik masyarakat lokal maupun warga negara asing yang kedapatan tidak menggunakan masker tetap kita ambil langkah penegakan peraturan ini. Kami tidak pernah tebang pilih dalam menerapkan peraturan jikalau kedapatan melanggar akan kami tindak,’’ tegasnya.
Karena sebelumnya dalam penegakan aturan disiplin prokes terdapat orang asing usia di bawah umur yang memakai masker namun penggunaannya tidak tepat dengan posisi masker berada di dagu. Sehingga kami tim yustisi tidak memberikan hukuman denda namun diberikan pembinaan. ‘’Tentu dari simpang-siur informasi ini kami bersama tim yustisi dapat meluruskan bahwa setiap pelanggar disiplin prokes tetap kita lakukan penindakan, tidak ada tebang pilih dalam giat ini, namun kita tetap melaksanakan hukuman moril bagi masyarakat yang memakai masker namun kurang tepat, dan hukuman denda bagi masyarakat yang tidak membawa maupun tidak memakai masker,’’ ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa masyarakat usia uzur tidak mungkin kita berikan hukuman push-up, namun tetap kita berikan peringatan dengan harapan mereka tidak ada yang melanggar kembali. Dalam penerapan disiplin prokes ini, tim yustisi tidak semata-mata mencari kesalahan, namun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam prokes, melindungi diri dan lindungi sesama. ‘’Semoga dari harapan kita bersama untuk terus sadar dan disiplin mampu menekan kasus penyebaran covid-19,’’ ujarnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Libatkan Seniman Bondres Bagikan 1.200 Masker
Rai Mantra dan Kemenparekraf RI Kampanye Gerakan Pakai Masker UNTUK memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan gerakan memakai masker menjadi salah satu gerakan wajib secara bersama-sama pemerintah dan masyarakat. Edukasi penggunaan masker juga terus digulirkan pemerintah yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama dalam melindungi diri dan melindungi sesama dari wabah Covid-19. Kampanye ‘’Gerakan Pakai Masker’’ (GPM) menjadi agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah Kota Denpasar, Kamis (24/9) kemarin, berlokasi di areal parkir Pasar Badung Kota Denpasar. Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI R. Kurleni Ukar bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama OPD terkait secara bersama-sama mengampanyekan gerakan memakai masker. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung yang melibatkan belasan seniman bondres, di-
harapkan mampu mendekatkan informasi edukasi terkait penggunaan masker yang benar, aman dan nyaman kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung. ‘’Kehadiran kami di Kota Denpasar, Provinsi Bali menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf RI sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata,’’ ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI R. Kurleni Ukar. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas gerakan memakai masker yang telah didukung Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar. Gerakan ini juga mendukung kebijakan dari Wali Kota Denpasar yang tidak terlepas dari turunan Impres No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Menurutnya, terdapat hal penting dalam melawan Covid yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sehingga dalam gerakan ini kami melibatkan dua dokter,
yakni Sugeng Ibrahim dan Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar. Diharapkan, pasar tradisional menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan sehingga tidak menimbulkan klaster baru. ‘’Kami juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker, dengan produksi masker yang disebar saat ini sebanyak 1.200 masker memanfaatkan UKM di Bali yang nantinya mampu turut serta membantu perekonomian masyarakat Bali. Semoga upaya ini dapat memulihkan pariwista di Bali,’’ katanya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra mengucapkan terima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker. Dijelaskan bahwa dalam seminggu ini angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan, namun kami berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak
KAMPANYE - Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI R. Kurleni Ukar bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kadis Periwisata Denpasar Dezire Mulyani dan dr. Sugeng Ibrahim serta dr. Grace Hananta bersama seniman bondres melakukan kampanye gerakan ‘’Ayo Pakai Masker, Lindungi Aku dan Kamu’’, Kamis (24/9) kemarin di Pasar Badung Kota Denpasar. tetap ditingkatkan. Aktivitas sama dapat tetap produktif, di dalam Pasar Badung ini namun terus meningkatkan masih tetap berjalan dengan kesadaran dalam pencegahan tingkat kewaspadaan yang Covid secara bersama-sama tinggi terus dilakukan edu- terutama dalam penerapan kasi oleh Gugus Tugas dan PD penggunaan masker, cuci tanPasar Kota Denpasar. gan dan jaga jarak. ‘’Semoga Untuk itu, dari bulan Maret gerakan masker ini dapat mewabah Covid-19, Pasar Ba- betul-betul membuat tingkat dung tidak pernah tutup, na- kesadaran masyarakat pulih mun selalu dalam pengawasan. kembali dan dapat produktif Pihaknya berharap dalam serta aman Covid-19,’’ harap masa pandemi ini, secara ber- Rai Mantra. (ad278)
Tidak Ada Alasan Mendasar Menunda Pilkada
benar ditunda sekarang karena Covid-19, tidak ada yang bisa menjamin kapan berakhirnya pandemi ini sampai dianggap siap menyelenggarakan pilkada dengan aman. Untuk itu, kami di lingkungan KPU sudah mengeluarkan kebijakan ketat yang berhubungan dengan protokol kesehatan. Di luar KPU, kami tidak memiliki wewenang
untuk mengatur. Sudah ada kewajiban masing-masing, kami serahkan kepada Satpol PP dan kepolisian,’’ ujar Lidartawan saat wawancara khusus Bali Post Talk serangkaian HUT ke-72 Bali Post, Gerakan Satu Juta Umat Krama Bali Mewujudkan Bali Era Baru, belum lama ini. Isu ini membuat adanya kecenderungan bahwa partisipasi pemilih menurun. Untuk itu, KPU membuat beberapa kebijakan terkait prokes saat berlangsungnya pilkada. Mu-
lai dari jumlah pemilih yang dikurangi menjadi lima ratus. Semua pemilih yang datang diberikan sarung tangan dan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) difasilitasi hand sanitizer dan thermogun. Untuk menghindari kerumunan, pemilih akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang tetap diatur jaraknya. Paku yang digunakan akan terus disemprotkan disinfektan, celup jari pun akan diganti metodenya dengan semprot. ‘’Bukan hanya pemilih yang
akan diperketat, tapi penyelenggara juga. Kita akan dites rapid atau swab bila perlu untuk memastikan penyelenggara aman. Jika ada yang positif, akan langsung diganti petugasnya. Kita juga sudah membicarakan mengenai pemilihan berjalan yang diperuntukkan untuk masyarakat lanjut usia akan didatangi langsung ke rumahnya. Yang menyaksikan proses pemilihan dibatasi menjadi lima orang saja yang boleh masuk. Yang lainnya dapat menyaksikannya di live streaming
yang akan dilakukan saat itu. Seluruh kebijakan yang diupayakan KPU, dengan didukung kedisiplinan dari masyarakat dan pihak terkait. Kami sangat yakin pilkada akan berjalan baik,’’ ujarnya. Kekhawatiran lain yang banyak memperkuat isu penundaan pilkada adalah kampanye. Melihat hal itu, KPU memberikan opsi aman dengan adanya kampanye melalui daring. Jadi, pilkada kali ini akan lebih concern dalam penggunaan teknologi. (git)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Wage, 25 September 2020
Pendidikan
Unwar Rayakan Dies Natalis Ke-36 secara Daring
CIVITAS akademika Universitas Warmadewa (Unwar) merayakan Dies Natalis ke-36, Kamis (24/9) malam kemarin. Dipusatkan di Auditorium Widya Sabha Uttama, perayaan peringatan Hari Jadi Unwar ke36 ini dilakukan secara daring (online) yang disiarkan melalui kanal Youtube Universitas Warmadewa. Perayaan secara offline hanya diikuti undangan terbatas di lingkungan Unwar dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali selaku Badan Hukum Penyelenggara Pendidikan Tinggi Unwar. Berbeda dibanding tahun sebelumnya, perayaan Dies Natalis ke-36 ini dirayakan secara sederhana yang ditandai pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas pencapaian yang diraih selama setahun terakhir. Saat bersamaan dilakukan launching buku “Menabur Pesona, Merebut Kuasa”. Ketua Panitia Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. mengatakan, segala bentuk kegiatan, baik Wisuda ke-64 maupun Dies Natalis ke-36 dilakukan secara daring (online) melalui berbagai
persiapan yang matang. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, pengambilan ijazah para wisudawan akan dilakukan beberapa sesi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Meskipun perayaan Dies Natalis ke-36 ini dilakukan secara sederhana, tidak mengurangi makna yang sesungguhnya,” ujarnya. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem daring (online). Kendati demikian, pihaknya mengaku bersyukur karena Unwar telah siap dan mampu melaksanakan proses akademik secara online. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19 Unwar telah menerapkan sejumlah sistem akademik berbasis e-learning. Dalam implementasinya memang ada beberapa kendala yang masih dihadapi, namun bisa diatasi dengan berbagai kebijakan strategis. “Kami terus melakukan
evaluasi terkait proses pembelajaran dengan sistem e-learning ini dan terus melakukan pembenahan-pembenahan. Kendala yang dihadapi bisa dicarikan solusi dengan harapan proses pembelajaran sistem e-learning bisa berjalan sesuai yang diharapkan bersama,” ujar Prof. Widjana. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengucapkan selamat Dies Natalis Unwar ke-36 yang dirangkai dengan Wisuda ke-64. Meskipun perayaan Dies Natalis tahun 2020 ini dirayakan secara sederhana di tengah pandemi Covid-19, tidak mengurangi makna Dies Natalis yang sesungguhnya. Pihaknya berharap di usianya ke-36, Unwar selalu dan terus hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini. Terutama bagaimana mengedukasi masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19 di Bali pada khususnya. Dikatakannya, sejak pandemi Covid-19 melanda Bali pada Maret 2020, Unwar telah membentuk Satgas Penanganan Covid-19. Tujuannya, secara internal untuk menyadarkan seluruh civitas akademika tentang pentingnya mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, Unwar telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19 melalui Lab Biomol yang dikelola FKIK Unwar. Lab Biomol ini menjadi salah satu lab yang digunakan untuk menguji spesimen pasien Covid-19 di Bali. “Melalui Dies Natalis ke36 Universitas Warmadewa ini semoga pandemi Covid-19 cepat berakhir, sehingga semua lini kehidupan normal kembali,” pungkas Wisnumurti. (ad282)
NAMA Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Badung dan Karangasem belum turun dari Kementerian Dalam Negeri. Rencana pengukuhan pada 26 September pun kemungkinan diundur. ‘’Belum turun dari pusat,’’ ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara saat dimintai konfirmasinya di Denpasar, Kamis (24/9) kemarin.
Menurutnya, nama Penjabat Sementara Bupati Badung dan Karangasem masih di Biro Hukum Kemendagri. Lantaran nama belum turun, rencana pengukuhan menjadi belum pasti. ‘’Bisa jadi hari Senin karena tanggal 26 hari libur,’’ jelasnya. Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengajukan masingmasing tiga nama calon penjabat sementara bupati di
dua kabupaten yang melaksanakan pilkada tersebut, Selasa (8/9) lalu. Sesuai syarat dari Kemendagri, nama-nama yang diajukan berasal dari Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Bali. Dalam hal ini, pejabat setingkat Kepala Biro, Kepala Dinas dan Kepala Badan. Nantinya, Mendagri akan memilih salah satu dari masing-masing tiga nama yang diajukan. (kmb32)
Potong Tumpeng - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi para Wakil Rektor bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan jajaran melakukan pemotongan tumpeng pada perayaan Dies Natalis ke-36 Unwar.
Nama Pjs. Bupati Badung dan Karangasem Belum Turun
Puluhan Polisi Siaga di Kantor KPU
Mangupura (Bali Post) Pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Badung dilaksanakan di Kantor KPU Badung, Jalan Kebo Iwa, Denpasar, Kamis (24/9) kemarin. Untuk mengamankan proses tahapan pilkada tersebut, Polres Badung mengerahkan 34 personel, termasuk bersenjata laras panjang. Kabagops Polres Badung Kompol I Wayan Suana selaku Karendal Operasi Mantap Praja (OMP) Agung 2020 mengatakan, puluhan personel disiagakan dalam pengamanan untuk men-
gantisipasi kerumunan massa pendukung paslon di lokasi. ‘’Kami tidak mau Pilkada Badung menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,’’ ujarnya. Kompol Suana mengingatkan anggotanya agar bertindak profesional dan humanis sesuai SOP pengamanan yang telah diberikan. Sementara saat pencoblosan mendatang, ia mengimbau masyarakat menaati protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan menjaga jarak. ‘’Di tiap-tiap TPS akan disiapkan wastafel. Mohon cuci tangan dengan sabun sesuai anjuran pemerintah,’’ tutupnya. (kmb36)
AMB Umumkan Pemenang ’’Sareng Honda Bali Video Competition’’
ASTRA Motor Bali (AMB) telah mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba video menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020. Kegiatan ini mengangkat tema ‘’SarengHondaBali’’ yaitu mengajak konsumen pengguna sepeda motor Honda berbagi pengalaman menggunakan motor Honda yang dituangkan lewat video. Melalui kegiatan Video Competition, Astra Motor Bali mempunyai cara berbeda memeriahkan Hari Pelanggan Nasional 2020 untuk konsumen setianya. Di tengah kondisi menjalankan adaptasi kebiasaan baru, tidak menyurutkan semangat ratusan peserta untuk mengikuti dan mengirimkan karya terbaiknya. Tercatat sebanyak 286 akun video di-upload dalam postingan Instagram masing-masing peserta dengan mencantumkan tagar #SarengHondaBal i,#HPLMotorHonda2020,#H SOBali, #BersamaHonda,# AkudanMotorHondaku dan wajib mention@astrahondacare_id dan @hondafansbali. Honda Customer Care Manager, Gede Partayasa, mengatakan bahwa hasil karya video yang telah masuk penilaian sejak periode 23 Agustus hingga 4 September 2020 memiliki kualitas yang baik dan dengan kont-
Bali Post/ist
CIPTA KONDISI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan menghadiri kegiatan cipta kondisi dalam rangka pilkada serentak 2020 di Ungasan.
Pilkada Saat Covid-19
Kapolres ’’Warning’’ Paslon Mangupura (Bali Post) -
Menghadapi proses tahapan Pilkada 2020, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan me-warning paslon tidak mengerahkan massa dan harus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Ini dikatakannya saat menghadiri kegiatan cipta kondisi dalam rangka pilkada serentak 2020 di Wantilan Pura Segara Melasti, Jalan Melasti, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Selasa (22/9) lalu. ‘’Pilkada yang akan kita laksanakan bukan barang baru. Sudah sering kita laksanakan pilkada, baik untuk pemilihan gubernur maupun presiden. Setiap tahapan pilkada diprediksi akan terjadi permasalahan seperti kecurangan,’’ ujar Kombes Jansen. Polresta bersama TNI dan seluruh instansi terkait berupaya mewujudkan
pilkada damai, lancar dan sejuk. ‘’Kita semua tahu peningkatan kasus Covid-19 cukup tinggi. Bali berada di urutan ke-8 secara nasional, bahkan sempat urutan ke-5. Kalau dulu saat tahapan pilkada, paslon banyak membawa massa dianggap hebat dan banyak pendukungnya. Tapi kali ini bila calon banyak membawa massa akan menjadi penilaian
Mangupura (Bali Post) – Masih banyak wilayah kepulauan yang terisolir dan belum dilayani oleh moda penyeberangan. Tantangan penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis atau untuk daerah terpencil tidak sebatas anggaran yang belum dapat memenuhi usulan pelayanan yang diajukan oleh pemerintah daerah. Makanya dalam perkembangan selanjutnya, tantangan yang dihadapi penyelenggara angkutan penyeberangan perintis semakin berat. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si. di sela pembukaan rapat konsolidasi Angkutan Penyeberangan Perintis, di Kuta, Rabu (23/9). ‘’Tantangan tersebut mau tak mau harus dihadapi bersama oleh angkutan penyeberangan. Sebagai langkah awal, kami mohon dukungan para stakeholder, khususnya operator angkutan penyeberangan perintis
dan operator pelabuhan penyeberangan untuk mengoptimalkan pasokan layanan angkutan penyeberangan perintis. Pemerintah daerah mesti mendorong layanan angkutan penyeberangan perintis,’’ ujarnya. Menurut Kadis Perhubungan Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta, penyeberangan di Bali masih semata-mata sebagai terminal penyeberangan. Belum ada integrasi yang cukup baik antara terminal penyeberangan, penimbangan dan kargo. ‘’Ini perlu diperhatikan karena tuntutan ke depan tidak hanya sebagai tempat lewat, namun perlu terobosan cukup kreatif untuk menguatkan sistem kita,’’ katanya. Dikatakannya, hadirnya Tol Probowangi maka jumlah penyeberangan akan cukup besar. Sangat disayangkan kalau penyeberangan hanya digunakan sebagai tempat lewat orang. Untuk itu, perlu langkah bagaimana menciptakan pendapatan lain dan logistic control. ‘’Kami
kita bahwa itu tidak layak karena tidak menjadi contoh untuk mencegah penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. Kombes Jansen mengajak seluruh komponen masyarakat agar menegur pelanggar prokes. Apalagi sudah diterbitkan Pergub Bali No. 46/2020. ‘’Kita ketahui bersama bahwa nilai jual Bali adalah pariwisata. Semua mengetahui berapa besar
dampak Covid-19,’’ tandas mantan Wadir Reskrimsus Polda Papua Barat ini. Dengan kerja keras, tim terpadu menertibkan dan menindak para pelanggar sehingga diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid-19. ‘’Kami berharap semua ikut berperan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kepada semua masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, gunakan hak pilihnya secara dewasa tanpa ada paksaan karena bersifat langsung umum bebas dan rahasia,’’ ucap Kombes Jansen yang juga mantan Wakapolres Ba dung. (kmb36)
Penyeberangan di Bali Tak Hanya Tempat Lewat
Bali Post/kmb23
BUKA RAPAT - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat membuka rapat konsolidasi Angkutan Penyeberangan Perintis, di Kuta. mengharapkan transportasi perintis tetap dipertahankan untuk menjaga pelayanan penyeberangan. Kami juga berharap upaya ini tidak selama-lamanya dan mulai berpikir agar sedikit berubah,’’ ungkapnya. Melalui rapat konsolidasi ini, Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penye-
berangan Ditjen Perhubungan Darat Marwanto Heru Santoso, S.T., M.T. berharap apa yang menjadi kendala yang sudah ditemui selama ini bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Bersama stakeholder terkait, pihaknya ingin ada masukan sebagai acuan untuk perbaikan ke depannya. (kmb23)
Kodim 1611 Tetap Gelar TMMD
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 dilaksanakan Kodim 1611/ Badung. Kali ini TMMD dilakukan di Dusun Kertajiwa, Desa Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (22/9) lalu. Sasaran fisik yaitu pembangunan akses jalan bagi masyarakat setempat dan renovasi dua rumah warga. Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Made Alit Yudana menjelaskan, TMMD dilaksanakan selama 30 hari
mulai 22 September hingga 21 Oktober 2020. Kegiatan fisik berupa pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Ulun Carik dengan Jalan Bakung 1, Banjar Kertajiwa, dengan spesifikasi panjang 3 meter, lebar 2 meter dan jumlah dua unit. Selain itu, perabatan Jalan Ulun Carik hingga depan Pura Kahyangan sepanjang 150 meter dengan volume
LOMBA VIDEO - Honda Customer Care Manager, Gede Partayasa (kiri), bersama seorang pemenang lomba video menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020. en yang kreatif. ‘’Jumlah peserta hingga ratusan ini membuktikan antusiasme konsumen Honda sangat tertarik dengan kegiatan digital yang memanfaatkan momen Hari Pelanggan untuk mengungkapkan secara kreatif pengalamannya menggunakan sepeda motor Honda lewat video. Kami berharap melalui video ini menjadi wadah buat konsumen untuk menyalurkan salah satu bakat dan ide kreatif serta pengalaman berkesan bersama motor Honda,’’ ungkapnya.
Lima karya terbaik yang diumumkan menjadi pemenang dalam #SarengHondaBali Video Competition yaitu I Made Duana (IG: @dekdoe), Gede Werdyan (IG: @gdewerdyan), Sastra (IG: @sastraa999), I Dewa Gede R am a Ganac har ya Agung (IG: @dodechannel) dan Aris Kinurrahman (IG: @maddon494). Kelima pemenang terbaik tingkat regional Bali ini akan maju ke tingkat nasional dan akan dikompetisikan kembali bersama peserta dari seluruh Indonesia. (bns)
Bali Post/ist
TMMD - Pembukaan TMMD ke-109 di Dusun Kertajiwa, Desa Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (22/9).
180 meter kubik serta perabatan galiran subak hingga empelan subak embung sepanjang 350 meter dengan volume 420 meter kubik dan lebar 1,20 meter. ‘’Total perabatan panjang 500 meter, lebar 2,40 meter dan volume 600 meter persegi,’’ ujarnya. Sekda Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota saat membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi TMMD 109. Pasalnya, kegiatan ini mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. TMMD efektif mewujudkan pembangunan desa, meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa serta menanggulangi kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar pembangunan dan pemanfaatan potensi desa. Kegiatan yang berlangsung rutin ini membuktikan bahwa TMMD bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat. Apalagi saat ini kita menjalani masa berat yaitu menghadapi pandemi Covid-19, namun program ini masih tetap dilaksanakan, tentu telah melalui pertimbangan matang. Melalui pelaksanaan TMMD 109 ini, Wali Kota Denpasar berharap dapat memicu motivasi masyarakat dengan memacu semangat baru, jiwa baru dan mengedepankan budaya gotong royong. Ini juga sesuai visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang esensisnya menjaga kesucian dan keharmoniasan Bali berikut isinya. (kmb36)
Jumat Wage, 25 September 2020
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Tahap III Rampung Disalurkan untuk 1.770 KPM Se-Kabupaten Jembrana
BANTUAN Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap III seluruhnya rampung dan sudah disalurkan kepada 1.770 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Jembrana. Rabu (23/9) lalu disalurkan kepada penerima di dua kecamatan yaitu Melaya dan Negara. Kamis (24/9) kemarin, secara maraton Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana menyalurkan JPS tahap III di tiga kecamatan lain yakni Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan. Penyaluran JPS tahap III dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana secara simbolis kepada Camat Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan.
Kepala Dinas Sosial Jembrana Made Dwipayana menyampaikan, penyaluran JPS seluruhnya sudah rampung. Tahap I disalurkan kepada 7.180 KPM, tahap II untuk 5.000 KPM dan tahap III bagi 1.770 KPM. Rinciannya, JPS tahap III untuk Kecamatan Melaya disalurkan buat 240 KPM, Negara 681 KPM, Jembrana 542 KPM, Mendoyo 266 KPM dan Pekutatan 41 KM. “Untuk alokasi dana JPS di Kabupaten Jembrana bersumber dari dana BTT (Belanja Tak Terduga) hasil penyisiran anggaran APBD Kabupaten Jembrana dan BKK Provinsi Bali. Dana BTT ini diluncurkan dalam beberapa tahap. Untuk tahap I dialokasikan dana Rp 4,339 miliar dan telah direalisasikan sejak Mei 2020. Selanjut-
nya tahap II anggarannya Rp 3 miliar telah direalisasikan sejak Juni 2020. Tahap III disiapkan anggaran Rp 1.054.0350.000 untuk pengadaan 5.310 paket sembako bagi 1.770 KPM. Pendistribusiannya dilaksanakan oleh rekanan dari PT Bulog Wilayah Bali sampai ke desa/kelurahan. Selanjutnya akan didistribusikan pihak desa dibantu personel dari Koramil dan Polsek setempat,” ucapnya. Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi Bantuan Jaring Pengaman Sosial seluruhnya rampung disalurkan di lima kecamatan se-Kabupaten Jembrana, baik tahap I, II maupun tahap III yang menjadi akhir dari penyaluran JPS. “Astungkara, dapat bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat mengingat bantuan
JPS sangat-sangat dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya. Di hadapan lurah/kepala desa di tiga kecamatan tersebut, Bupati Artha mengajak kepala desa/lurah untuk lebih meningkatkan peran aktif dalam mengingatkan warga guna mewaspadai penyebaran Covid-19. Kuncinya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat kepala desa menjadi pemegang kendali di desa/kelurahan masing-masing. “Mari kita bersama-sama cegah penyebaran Covid-19, karena ini menjadi masalah kita bersama. Jika seluruhnya sudah bersinergi dengan baik, tingkat penyebaran Covid-19 Jembrana dapat ditekan seminimal mungkin,” tutupnya. (ad280)
Ekonomi Percepat Laju Pertumbuhan Ekonomi Bali
BRI Digitalisasi Pembayaran Kawasan Wisata dan Luncurkan Website Pasar
LUNCURKAN WEBSITE PASAR - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pemimpin BRI Kanwil Denpasar Ida Bagus K. Subagia, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dan Plh. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Ananda R. Mooy meluncurkan website pasar dan digitalisasi pembayaran di kawasan wisata. MENYAMBUT tatanan era baru, Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar mendigitalisasi transaksi pembayaran kawasan wisata dan soft launching 141 website pasar se-Bali yang bergabung dalam website pasar.id di Kebun Raya Eka Karya Bali atau Kebun Raya Bedugul, Kamis (24/9) kemarin. Website pasar dan digitalisasi pembayaran di kawasan wisata tersebut diluncurkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pemimpin BRI Kanwil Denpasar Ida Bagus K. Subagia, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho dan Plh. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Ananda R. Mooy. Pemimpin BRI Kantor Wilayah Denpasar yang mewilayahi Bali dan Nusa Teng-
gara Ida Bagus K. Subagia mengatakan, digitalisasi pembayaran kawasan pariwisata dan website pasar adalah bentuk respons BRI dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Bali dalam masa pandemi dan tatanan kehidupan baru. Dalam mendukung pemulihan ekonomi Bali, BRI Kantor Wilayah bersama BI menginisiasi program digitalisasi kawasan pariwisata berbasis QRIS dan BRIZZI. Salah satu kawasan wisata yang diikutsertakan dalam program digitalisasi berbasis QRIS dan BRIZZI ini adalah Kebun Raya Bedugul. Dipilihnya Kebun Raya Bedugul karena menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dengan rata-rata kunjungan sebelum pandemi 1.000-3.000 wisatawan per hari. Selain itu, lokasinya stra-
tegis dan banyak usaha UMKM berkembang khususnya perdagangan hasil bumi dan pertanian. Salah satu pasar di kawasan Kebun Raya Bedugul yang telah di-branding dengan QRIS adalah Pasar Merta Sari. BRI mem-branding 147 pedagang pasar dengan QRIS. Bank BRI juga meluncurkan website pasar se-Bali. Website ini merupakan salah satu cara memutus rantai Covid-19 dengan menerapkan physical distancing. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. “Kalau di sana menerapkan physical distancing mungkin jadi tantangan tersendiri. BRI hadir dengan layanan digital. Jadi, pasar ini kami digitalisasi dengan cara membuat website pasar. Pedagang yang ada di pasar dikelompokkan di website pasar tersebut,” ungkap K. Subagia. Cara mengakses website pasar dalah dengan masuk ke website pasar.id. Ketika masuk ke website tersebut akan langsung tersambung ke pasar-pasar di sekitar lokasi konsumen berada. “Atau bisa diketik pasar yang mau dituju. Setelah itu akan muncul namanama pedagang sesuai kelompoknya. Begitu masuk pada salah satu pedagang, konsumen akan terhubung pada nomor HP/WA pedagang, sehingga pesan barangnya melalui Whatsapp chat,” jelasnya. Sebanyak 141 pasar di Bali yang sudah masuk dalam website pasar. Jumlah ini akan terus dikembangkan mengingat tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Juga terus dikembangkan jumlah pedagang yang saat ini mencapai 1.250. “Kita akan tambah terus. Manfaatnya, penjual tidak perlu lagi datang ke pasar.
Barangnya bisa distok di rumah dan pembeli bisa membeli dari rumah karena ada kurir yang mengantar ke tempat tujuan,” imbuhnya. SDM kurir dan pedagang telah dilatih untuk bisa menjalankan mekanisme jual-beli lewat website ini. Kurir diberdayakan dari SDM yang ada di pasar. Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho melanjutkan, setelah mengakses produk di website, sistem pembayarannya bisa dengan QRIS dan transfer. Ini adalah salah satu langkah menjaga physical distancing sesuai anjuran pemerintah. Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi BRI yang telah menjalankan Pergub Bali terkait penggunaan busana adat Bali dan bahan-bahan ramah lingkungan untuk mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai. Ia juga mengapresiasi BRI yang terus berinovasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan meningkatkan layanan berupa digitalisasi pembayaran. Digitalisasi pembayaran di kawasan wisata juga merupakan kemajuan dalam penyelenggaraan di bidang kepariwisataan. Begitu pula pasar-pasar tradisional telah di-upgrade ke layanan digital website pasar. Masuknya layanan digital ke pasar makin menembus perekonomian rakyat Bali hingga ke bawah. “Kita harus masuk modernisasi di bidang ekonomi termasuk menyentuh pelaku ekonomi kerakyatan. Dengan menerapkan sistem layanan tersebut, transaksi bisa dilaksanakan dengan cepat, aman dan mudah serta mengurangi risiko paparan virus dalam kehidupan sehar-hari,” ujarnya. (ad281)
Kasus Covid-19 dan Sembuh Bertambah di Tabanan
Tabanan (Bali Post) Kasus transmisi lokal terus melonjak di Kabupaten Tabanan. Menurut data GTPP Covid-19 Tabanan, Kamis (24/9) sore kemarin, warga terkonfirmasi positif bertambah 20 orang, sedangkan 11 pasien dinyatakan sembuh. Salah satu yang sembuh yakni politisi atau tokoh senior partai asal Kecamatan Selemadeg. Informasi yang dihimpun, setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di UPTD RS Nyitdah, Kediri,
politisi tersebut dinyatakan sembuh dengan imunitas tubuh yang mulai sehat. Yang bersangkutan dan pasien sembuh lainnya harus tetap mengikuti protokol kesehatan. ‘’Benar, 11 orang pasien telah dinyatakan sembuh. Namun, di sisi lain ada kabar tidak menyenangkan karena terjadi lonjakan tambahan terkonfirmasi positif sebanyak 20 orang,’’ papar Juru Bicara GTPP Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan seizin Ketua Harian GTPP I Gede Susila.
Ke-20 orang yang terkonfirmasi positif tersebut lebih banyak tanpa disertai gejala. Ada pula yang bergejala seperti demam, batuk dan anosmia. Satu orang diisolasi di RS Prima Medika, tiga di hotel, tiga di RSUD Tabanan, satu di Wisma Bima, satu di Bapelkesmas, satu di RS Semara Ratih, satu di RS Bhakti Rahayu dan sembilan melakukan isolasi mandiri. Pasien tersebut berasal dari Desa Serampingan, Desa Kediri, Desa Banjar Anyar, Desa Kelating, Desa Delod Peken, Desa Bon-
gan, Desa Abiantuwung, Desa Berembeng, Desa Penebel dan Desa Angseri. GTPP Covid-19 Tabanan juga melaporkan kegiatan operasi penegakan hukum Peraturan Bupati Tabanan Nomor 44 Tahun 2020 tentang pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan menggandeng Polres Tabanan dan TNI. Operasi dilaksanakan di Pasar Desa Beraban, seputaran daerah tujuan wisata Tanah Lot dan Desa Pangkung Tibah. (kmb28)
Polres Tabanan Tangkap Dua Residivis Tabanan (Bali Post) Di tengah pandemi Covid-19, jajaran Satuan Narkoba Polres Tabanan tetap gencar memberangus kasus penyalahgunaan narkoba. Terbukti, selama September 2020 berhasil menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba di dua lokasi. Kedua tersangka
ini adalah residivis kasus narkoba dan penganiayaan. Kedua tersangka diperlihatkan oleh jajaran Satnarkoba di areal halaman Mako Polres Tabanan dalam gelar rilis kasus penyalahgunaan narkoba di Sekwilkum Polres Tabanan, Kamis (24/9) kemarin. Kapolres Tabanan AKBP
Bali Post/kmb28
NARKOBA - Kapolres Tabanan saat gelar kasus penangkapan dua tersangka penyalahgunaan narkoba.
Mariochristy P.S. Siregar, S.IK., M.H. membeberkan keberhasilan menangkap kedua tersangka juga berkat bantuan informasi masyarakat. Tersangka pertama adalah Setiawan alias Iwan, karyawan swasta berusia 36 tahun asal Denpasar Utara. Tersangka ditangkap dan digeledah di depan minimarket, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, pada 4 September 2020. Anggota Satresnarkoba Polres Tabanan menemukan satu buah plastik bening berisi kristal bening diduga sabusabu seberat 35,96 gram netto di dalam tisu warna putih terbungkus plastik bening di kresek warna hitam terlilit plaster pada pembungkus rokok. Tersangka mengakui barang tersebut miliknya. ‘’Tersangka Iwan diketahui residivis dalam kasus yang sama dua kali. Pertama dihukum satu tahun dan kedua empat tahun. Dua kali masuk
penjara rupanya tersangka tidak jera dan kini tertangkap lagi dengan kasus yang sama,’’ terang Kapolres Mariochristy. Tersangka kedua yakni Putu Eka Susila alias Nova, karyawan swasta berusia 29 tahun asal Desa Pandak Gede, Kediri. Yang bersangkutan diamankan oleh anggota Satnarkoba pada 21 September. Pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Nova sering melakukan penyalahgunaan narkoba. Tersangka ditangkap saat duduk-duduk di sebuah warung di wilayah Desa Pandak Gede kemudian diinterogasi. Dia mengaku usai menggunakan SS dan masih menyimpan dua paket di rumahnya. Petugas kemudian menggeledah kamarnya dan menemukan dua paket SS yang diakui sebagai miliknya. ‘’Nova juga residivis atas kasus penganiayaan ormas di Bali dengan hukuman enam bulan,’’ ucapnya.(kmb28)
PENYERAHAN JPS – Penyerahan JPS tahap III dilakukan langsung Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Putu Artha, Kamis (24/9) kemarin.
Pengundian Nomor Urut Paslon
Jaya-Wira Bersyukur Panji-Budi Sebut Berkah Tabanan (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tabanan dalam Pilkada 2020, Kamis (24/9) kemarin. Paslon Dr. I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) mendapatkan nomor urut 1, sedangkan A.A. Ngurah Panji Astika dan I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) memperoleh nomor urut 2.
NOMOR URUT - Kedua paket paslon yang maju dalam Pilkada Tabanan 2020 memperlihatkan nomor urut di KPU Tabanan.
pun sebenarnya berkah buat kami. Tapi nomor 2 khusus buat kami karena simbol sebuah keberuntungan. Nomor 2 kalau dijadikan simbol tangan adalah victory yang berarti kemenangan,’’ ujar Ngurah Panji Astika, cabup yang diusung Koalisi Tabanan Maju. Ketua KPU Tabanan I Putu Gede Weda Subawa menyampaikan, rapat pleno pengundian nomor urut berjalan lancar sesuai tahapan dan tetap mengedepankan prokes pencegahan Covid-19. Tahapan kampanye akan dibuka mulai 26 September. Dalam pembukaan kampanye, KPU Tabanan juga merancang konsep sederhana, yaitu diisi penandatanganan pakta integritas dan penandatanganan deklarasi kampanye damai oleh kedua paket paslon. Terkait mekanisme dalam pelaksanaan pemilihan nanti, Weda Subawa mengatakan masih sama dengan yang diatur dalam PKPU. Hanya ada regulasi yang berubah seperti jumlah pemilih yang datang ke TPS maksimal sesuai DPT yakni 500 orang dan harus mengunakan sarung tangan plastik. (kmb28)
nya tampak tegang. Setelah turun dari ruangan, paket Tepat langsung menyapa tim sukses dan istri yang datang mengantar. Begitu halnya paslon paket Bangsa. Setelah itu, kedua paslon membentuk dua kubu bersama pendukungnya masing-masing. Paket Bangsa ke sisi timur, sedangkan paket Tepat ke sisi barat gedung. Tak ada saling menyapa antarpaslon. Setelah itu, paslon Bangsa keluar dari areal Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi yang dijaga ketat Polres Jembrana dan Kodim 1617 Jembrana. Sementara paslon paket Tepat kembali naik ke ruangan atas untuk makan siang selama beberapa menit dan pulang dikawal pengamanan. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara seusai pengundian nomor urut
mengatakan pembatasan orang masuk ke ruangan dalam rapat terbuka merupakan aturan dari PKPU. Dari awalnya tujuh orang boleh masuk, dibatasi hanya tiga orang yaitu paslon dan penghubung (LO). Yang lainnya berada di luar dan disediakan layar televisi untuk melihat proses rapat terbuka. Proses pelaksanaan pengundian nomor urut juga disiarkan langsung di laman medsos KPU. Paket Bangsa yang diusung PDI Perjuangan dan Hanura mendapat nomor urut 1, sedangkan paket Tepat yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PPP dan PKB memperoleh nomor urut 2. Selanjutnya kedua paslon diberikan jadwal untuk melaksanakan kampanye dengan mengedepankan prokes Covid-19. (kmb26)
Pelaksanaan rapat pleno pengundian nomor urut paslon dilakukan secara terbatas. Hanya kedua paket paslon yang mengikuti jalannya rapat pleno, sedangkan undangan lainnya menunggu di luar areal gedung KPU. Sebelum rapat, undangan dan kedua paket paslon diperiksa sesuai standar prokes Covid-19. Mereka wajib menjalani tes suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Paslon Jaya-Wira mengaku sangat bersyukur lantaran
mendapat nomor urut sesuai harapan. ‘’Bagi kami nomor urut 1 adalah kebanggaan dan kemenangan. Ini sesuai tagline yang terus didengungkan setahun lalu yakni Tabanan Bersatu, mengajak masyarakat Tabanan gotong royong membangun Tabanan lebih baik lagi ke depannya. Astungkara direstui, sempat deg-degan juga,’’ ucap Komang Gede Sanjaya, cabup dari PDI Perjuangan. Sementara paslon Panji-Budi menyebut nomor 2 memiliki arti tersendiri. ‘’Nomor berapa
Bali Post/kmb28
Istri Saling Sapa Paslon Tegang
Negara (Bali Post) – Pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jembrana 2020 berjalan lancar di Rest Area Rambut Siwi, Yehembang Kangin, Kamis (24/9) kemarin. Para pengantar yang berada di luar ruangan begitu akrab. Keempat istri masing-masing paslon yang berada di luar ruangan menonton siaran langsung dari layar televisi, saling menyapa usai pengundian. Diawali istri paslon I Made Kembang Hartawan dan I Ketut Sugiasa (Bangsa) yang menyambangi kursi istri paslon I Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat). Keempatnya kemudian saling menyapa dan mengucapkan selamat sebelum para paslon turun dari ruangan pengundian. Kondisi berbeda terlihat pada kedua paslon. Keempat-
Jumat Wage, 25 September 2020
Di Tengah Pandemi, ”Aci Keburan” di Pura Hyang Api Tetap Berjalan Gianyar (Bali Post) Di tengah pandemi Covid-19, tradisi Aci Keburan di Pura Hyang Api, Desa Adat Kelusa, Kecamatan Payangan tetap diselenggarakan. Namun upacara yang berlangsung saat hari raya Kuningan (26/9) itu hanya melibatkan pangempon pura, sementara pamedek yang tangkil dibatasi. Saba Desa Adat Kelusa Ida Bagus Gede Searsatana, Kamis (24/9) kemarin menjelaskan, tradisi Aci Keburan di Pura Hyang Api tidak bisa ditiadakan. Hanya pelaksanaannya diatur sesuai protokol kesehatan. Prajuru Desa Adat Kelusa juga sudah mengeluarkan surat imbauan kepada pangempon maupun pamedek yang hendak nangkil. ‘’Pamedek itu menghaturkan Aci Keburan itu
sesuai kaulnya (janji - red),” jelasnya. Sesuai surat Desa Adat Kelusa nomor 102/ DA KLS/2020, prosesi upacara piodalan di Pura Hyang Api dan upakara Aci Keburan hanya dilakukan pangempon pura. Pangempon pura wajib menaati protokol kesehatan, mengenakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak dan hanya 25 orang bergiliran masuk ke areal pura. Karena itu, warga yang berasal dari luar desa terkait Aci Keburan itu diimbau dilakukan dari masing-masing pamerajan. Tetapi tidak saklek, sesuai surat edaran, kata Ida Bagus Searasatana, pamedek tetap diperbolehkan tangkil, hanya harus menaati aturan yang ditetapkan desa adat setempat, guna memutus sebaran Covid-19. (kmb35)
NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat menjadi narasumber di Klungkung.
Cegah Peredaran Narkoba di Lingkungan ASN
Semarapura (Bali Post) Tidak dimungkiri peredaran narkoba merambah di lingkungan ASN. Karena itu, pemerintah daerah atau OPD harus punya komitmen mendukung penuh pencegahan dan pemberantasan narkoba. Semua OPD mesti mengimplementasikan Inpres No. 2 Tahun 2020 dengan melaksanakan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan kerjanya. “Kami berharap kepada instansi pemerintah memberikan kontribusi dalam upaya mendorong seluruh lapisan masyarakat, ikut menyatakan ‘perang’ terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat menjadi narasumber Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Instansi Pemerintah di wilayah Kabupaten Klungkung, Rabu (23/9) lalu. Didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali AKBP I Ketut Suandika dan Kepala BNNK Klungkung AKBP Made Pastika, Brigjen Suastawa menambahkan, digelarnya kegiatan itu merupakan upaya pengembangan para penggiat narkoba. Mereka sebetulnya merupakan
perpanjangan tangan untuk menyampaikan dan mengingatkan bahaya narkoba itu sendiri, terutama di lingkungan teman sejawatnya. Dengan demikian lingkungan kerja mereka menjadi imun, dan pegawainya memiliki pola pikir, sikap serta terampil menolak penyalahgunaan narkoba. Akhirnya terwujud lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Muara rapat kerja ini adalah penguatan para penggiat itu. Mereka para peserta itu bisa menjadi agent action BNN untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat lingkungan keluarga dan lingkungan kerjanya,” ujar mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Apalagi masalah narkoba itu tidak bisa ditangani BNN sendirian. Imlementasi P4GN itu sejatinya perlu partisipasi semua pihak, ikut berkontribusi dalam penanggulangan masalah narkoba sesuai fungsinya masing-masing. Dimulai dari lingkungannya sendiri. Karena itu, kegiatan itu diharapkan dapat menyusun kebijakan antinarkoba di lingkungan sesuai fungsinya, melaksanakan kegiatan P4GN di lingkungannya secara mandiri. Selain itu membentuk relawan dan penggiat antinarkoba sebagai perpanjangan tangan BNN minimal di lingkungannya dan juga di tempat kerjanya. (kmb36)
KPU Bangli Undi Nomor Urut Calon
Bagus Nomor 1, Sadia 2 Bangli (Bali Post) Setelah melalui tahapan penetapan pasangan calon, KPU Bangli pada Kamis (24/9) kemarin melaksanakan pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bangli di kantor KPU setempat. Hasilnya, pasangan I Made Subrata-Ngakan Made Kutha Parwata (paket Bagus) mendapat nomor urut 1, sedangkan Sang Nyoman Sedana Arta – I Wayan Diar (paket Sadia) memperoleh nomor urut 2. Proses pengundian dan penetapan nomor urut itu dilaksanakan dengan jumlah peserta
terbatas. KPU Bangli hanya menghadirkan kedua pasangan calon bersama satu orang penghubung atau LO masingmasing paslon. ‘’Awalnya kita undang paslon bersama ketua dan sekretaris parpol dan tim kampanye. Tapi sesuai PKPU, hanya menyertakan paslon dan penghubung satu orang. Maka tadi pagi kami secara lisan menyampaikan pembatalan itu dan secara tertulis tadi pagi suratnya sudah kami layangkan,’’ ungkap Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan. Ditemui usai mengikuti proses pengundian dan penetapan nomor urut, I Made Sub-
rata sembari berjalan bersama calon wakilnya, Ngakan Kutha Parwata, dan paket Sadia, hanya menyampaikan kalimat singkat. ‘’Kalau sudah ada nomor 1 ngapain milih nomor 2,’’ ujarnya. Sementara Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, nomor 2 adalah nomor keberuntungan. Nomor 2, menurutnya, simbol rwa bhineda serta keseimbangan. Ia mensyukuri nomor urut yang diperolehnya. ‘’Mudah-mudahan alam beserta isinya merestui perjuangan kami,’’ harap Sedana Arta juga menyampaikan salam dua jari. (kmb40)
Serahkan Bantuan Alsintan kepada Sebelas Kelompok Tani
Bupati Made Gianyar Dorong Petani Tingkatkan Mutu Pertanian BUPATI Bangli I Made Gianyar menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 11 kelompok tani di Kabupaten Bangli, Kamis (24/9) kemarin. Jenis bantuan alsintan yang diserahkan itu, berupa traktor, kultivator dan alat irigasi perpompaan. Bupati Made Gianyar mengajak petani memanfaatkan bantuan itu sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pertanian. Kegiatan penyerahan bantuan alsintan itu dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli. Acara dihadiri masing-masing perwakilan dari 11 kelompok tani penerima bantuan. Dalam laporannya, Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyampaikan penyerahan bantuan alsintan itu serangkaian dengan Hari Tani Nasional yang mengusung tema “Pertanian Andalan Ekonomi Nasional pada Masa Covid-19”. Bantuan alsintan ini langsung diberikan oleh
SERAHKAN ALSINTAN - Bupati Bangli I Made Gianyar menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Dinas PKP Kabupaten Bangli, Kamis (24/9) kemarin. pemerintah pusat dan Dinas PKP Kabupaten Bangli yang bertanggung jawab penuh terhadap bantuan tersebut. Disebutkan Sarma, bantuan alsintan yang diserahkan berupa tujuh unit traktor roda dua, tiga unit kultivator dan satu unit traktor roda empat serta 11 unit irigasi perpom-
paan. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan kepada kelompok tani agar tidak perlu merasa rendah diri atau malu sebagai petani. Sebab, menurutnya, petani itu adalah pekerjaan mulia. “Maka dari itu kita jangan malu sebagai
petani. Bahkan di era pandemi Covid-19 banyak orang yang beralih menjadi petani,” kata Gianyar. Pihaknya pun berharap ke depannya petani di Kabupaten Bangli bisa lebih maju. Diungkapkan Made Gianyar, selain di bidang pariwisata, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bangli bergelut di sektor pertanian. “Dengan majunya petani, semoga ke depannya bisa mengangkat derajat masyarakat menjadi lebih baik dan dengan keberhasilan petani di Kabupaten Bangli, ke depannya bisa menunjang PAD Kabupaten Bangli menjadi lebih meningkat,” harap Made Gianyar. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu pun meminta kelompok tani yang menerima bantuan alsintan itu agar memanfaatkan alat tersebut sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pertanian. “Bantuan ini harus dijaga dan dirawat dengan baik,” imbuh Bupati yang hobi bertani itu. (ad 279)
Puluhan Ribu Siswa Se-Gianyar Segera Dapat Kuota
Gianyar (Bali Post) Puluhan ribu siswa SD dan SMP se-Kabupaten Gianyar akan menerima bantuan kuota dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dinas Pendidikan Gianyar pun sudah merampungkan proses verifikasi program tersebut. Kini tinggal menunggu pengiriman pulsa ke masing-masing nomor Hp siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, Kamis (24/9) kemarin mengatakan, sebelumnya kuota untuk para siswa dialokasikan dari dana bos. Namun saat ini program itu sudah selesai dan dilanjutkan
Kemendikbud dengan pemberian kuota sebesar 35 GB. ‘’Siswa SD dan SMP pembagian kuotanya sama, yakni 35 GB per siswa,’’ katanya. Diungkapkan, total sekitar 45 ribu siswa SD dan SMP se-Gianyar akan mendapat
kuota itu. Kini data puluhan ribu siswa tersebut sudah diinput dan telah terverifikasi di Kemendikbud RI. ‘’Seluruh data siswa sudah ter-input didapodik sekolah, tinggal menunggu kiriman kuota ke masing-masing nomor Hp
siswa,’’ ucapnya. Terkait pembelajaran tatap muka, Sadra menyebutkan masih proses sosialisasi. Bahkan di SMP Negeri 1 Gianyar sudah menyelesaikan proses sosialisasi antara orangtua siswa dan komite untuk pembelajaran tatap muka itu. ‘’Surat keputusan bersama menteri sudah disampaikan. Tinggal menunggu laporan sekolah mana yang sudah siap,’’ katanya. (kmb35)
Kunjungan ke Pasar Galiran Membeludak Tim Yustisi Temukan Orang Tanpa Masker
Semarapura (Bali Post) Menjelang hari raya Kuningan, kunjungan ke Pasar Galiran mulai membeludak, Kamis (24/9) kemarin. Kepadatan terjadi antara pembeli dan pedagang, sehingga rentan menimbulkan kerumunan dan penularan virus. Mengatasi hal itu, Tim Yustisi langsung turun tangan ke pasar terbesar di Bali Timur itu. Petugas menemukan beberapa orang tanpa mengenakan masker. Pelaksanaan yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum ini dihadiri
masing-masing pimpinan lembaga. Seperti Kasat Pol PP, Kabag Ren Polres Klungkung, Kasat Bimas Polres Klungkung, Kasubag Humas Polres Klungkung, Kasat Intelkam Polres Klungkung dan Danramil Kecamatan Klungkung. Putu Suarta mengatakan, Tim Yustisi terkonsentrasi melaksanakan di Pasar Galiran, karena menjelang hari raya, terjadi peningkatan transaksi jual-beli. Situasi berimbas pada naiknya jumlah pembeli di Pasar Galiran. Guna mengantisipasi kurangnya
penerapan protokol kesehatan oleh pedagang dan pembeli, maka Tim Yustisi dibagi menjadi empat regu. Tim Yustisi menyebar ke Terminal Galiran hingga Pasar Galiran (Blok A, B, C dan D). Setelah turun langsung, Tim Yustisi kembali menemukan warga yang tidak memakai masker. Petugas langsung memperingatkannya dan memberikan surat pembinaan sekaligus peringatan. ‘’Warga yang tidak memakai masker, juga diberikan sanksi sosial. Soalnya tidak bawa KTP, tidak bawa
dompet, dia langsung dihukum push-up,’’ kata Putu Suarta. Bupati Suwirta juga sudah menugaskan Tim BPBD Klungkung agar secara aktif meng- up-date perkembangan data Covid-19 setiap hari. Tim Satgas diminta agar membuat satu program inovasi video pendek yang di dalamnya berisi konten mengedukasi masyarakat agar secara benar bisa mengikuti protokol kesehatan. Seperti pemakaian masker yang bener, jaga jarak dan rajin mencuci tangan. (kmb31)
Situasi Masih Pandemi Museum Semarajaya Gelar Atraksi Budaya Pemerintah daerah terus menyesuaikan diri dalam melaksanakan sejumlah kegiatan, agar tidak melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Seperti Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, mereka berencana tetap menggelar atraksi budaya. Diyakini atraksi budaya itu sebagai upaya pelestarian eksistensi adat dan budaya itu sendiri. Cara efektif apakah yang harus dilakukan
“Masyarakat dapat menyaksikan semua kegiatan ini melalui Live Streaming Channel Youtube Museum Semarajaya,” ujar Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja. Bupati Suwirta sempat memberikan evaluasi pelaksanaannya nanti. Bupati menyarankan kepada panitia, khusus untuk kegiatan belajar bersama di Museum
Semarajaya, agar jumlah peserta dibatasi. Begitu juga saat lomba Kendang Tunggal dan Lomba Bapang Barong, agar peserta dibatasi, apalagi kalau sampai mengajak penonton. “Dalam melakukan semua kegiatan itu wajib diterapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Jangan sampai ada tertular di sana,” tegas Bupati Suwirta mengingatkan. (gik)
untuk mencegah kerumunan masyarakat?
PENGUNDIAN - Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bangli saat menghadiri acara pengundian dan penetapan nomor urut di KPU Bangli, Kamis (24/9) kemarin.
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku sudah bertemu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, memulai tugas disana yakni Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, bersama Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja. Mereka mematangkan kembali rencana itu di Ruang Kerja Bupati Suwirta, Kamis (24/9), guna memastikan pelaksanaan atraksi budaya itu, tetap aman dari ancaman Covid-19. Sebab, sedikit saja terjadi kekeliruan, maka akan berdampak fatal. Karena masih dalam situasi pandemi, maka pelaksanaannya harus dijamin tidak menimbulkan kerumunan. Caranya, acara itu akan ditayangkan live streaming memanfaatkan media sosial. Pagelaran atraksi budaya di tengah pandemi Covid-19 itu mengambil tema ‘‘Men-
guatkan dan Meningkatkan Eksistensi Adat dan Budaya Melalui Atraksi-Atraksi Budaya Museum Semarajaya’’. I.B. Jumpung mengatakan, atraksi budaya itu akan digelar 8-12 Oktober nanti di Museum Semarajaya. Masyarakat tak perlu menyaksikannya langsung ke lokasi. Namun, cukup mengakses live streaming pada Channel YouTube Museum Semarajaya. Dengan cara itu, dapat mencegah warga berkerumun yang rentan menjadi sarana penularan. Menurutnya, jenis kegiatan atraksi budaya itu antara lain Pameran Keris, Belajar Bersama di Museum, Lomba Melukis Wayang Kamasan, Lomba Pakaian Adat ke Pura, Lomba Kendang Tunggal dan Lomba Bapang Barong. Khusus pameran Keris, Lomba Lukis Wayang Kamasan, Lomba Pakaian Adat ke Pura, menggunakan aplikasi Video Conference.
MUSEUM SEMARAJAYA - Salah satu ruangan dari Museum Semarajaya, Klungkung.
Jumat Wage, 25 September 2020
Paslon Dana-Dipa Dapat Nomor Urut 1
Bali Post/kmb41
NOMOR SATU - Pasangan Dana-Dipa saat mengambil nomor urut di Kantor KPU Karangasem, Kamis (24/9) kemarin. Dalam pengambilan nomor itu, paket DanaDipa mendapatkan nomor urut 1. Amlapura (Bali Post) Pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem paket Dana-Dipa (I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa) yang akan bertarung di Pilkada 9 Desember 2020 nanti, melakukan pengambilan nomor urut di Kantor KPU Karangasem, Kamis (24/9) kemarin. Dalam pengundian nomor urut tersebut, paket NADI langsung mendapatkan nomor urut 1. Pasalnya, baru satu calon saja ditetapkan oleh KPU Karangasem. Ketua KPU Karangasem
I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, PKPU Nomor 5 hari ini agendanya pengundian nomor urut pasangan calon. Khusus di Karangasem karena wakil bupati paket Massker, I Made Sukerana, terkonfirmasi positif Covid-19, maka otomatis baru satu pasangan Dana-Dipa lebih dulu ditetapkan. ‘’Sesuai klausul KPU-RI, jika KPU kabupaten/kota menetapkan satu pasangan calon, maka otomatis diberikan nomor urut 1 kepada pasangan calon itu,’’ ucapnya. Sementara pengundian
nomor urut pasangan Massker (I Gusti Ayu Mas Sumatri dan I Made Sukerana), kata Krisna Adi Widana, prosesnya sama seperti pengundian saat ini. ‘’Karena nomor urut 1 telah diambil paket Dana-Dipa, maka pengundian paket Massker yang akan dilangsungkan 3 Oktober itu otomatis diberikan nomor urut 2,’’ katanya. Terkait waktu kampanye pasangan Dana-Dipa, kata Krisna, mulai 26 September. Sedangkan paket Massker, lantaran ada sesuatu dengan wakilnya, I Made Sukerana, yang sebelumnya positif Covid-19, maka kampanyenya dimulai 6 Oktober. ‘’Waktu kampanye paket Dana-Dipa 26 September sampai 5 Desember. Sedangkan paket Massker 6 Oktober sampai 5 Desember,’’ Jelasnya. Calon bupati I Gede Dana mengucapkan rasa syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan nomor urut 1. Pihaknya selama ini berharap dan berdoa supaya mendapatkan nomor urut tersebut. ‘’Buat saya itu nomor keberuntungan kami. Astungkara doa kami terkabul dapat nomor urut 1 itu. Kami berharap nomor 1 bisa menjadi hoky buat paket Dana-Dipa. Semoga terwujud impian jadi bupati nantinya,’’ harap Gede Dana. (kmb41)
Kesembuhan Pasien Covid-19 Capai 91 Persen
Singaraja (Bali Post) Meskipun lonjakan kasus terkonfirmasi virus Corona (Covid- 19) masih terjadi, namun kondisi itu diimbangi tren peningkatan kesembuhan pasien yang telah terinfeksi virus Corona. Sejauh ini tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Den Bukit sejak 23 September 2020 lalu tercatat sebesar 91 persen. Capaian persentase angka itu cukup luar biasa. Secara komulatif dari data yang ada, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali Utara sebanyak 774 kasus. Dari 774 kasus itu, sebanyak 712 orang telah dinyatakan sembuh. Kini ada 31 orang yang masih menjalani perawatan. Namun, dari 31 orang yang dirawat, sebanyak delapan orang dirawat di RSUD Buleleng. Dua orang dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Tujuh orang dirawat di rumah sakit swasta, seorang dirawat di Denpasar, dan 13 orang sedang menjalani isolasi mandiri. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan
Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menekan penularan virus Corona secara sistematis dan terstruktur. Dengan tidak adanya potensi penularan itu, diyakini akan berdampak pada peningkatan angka kesembuhan pasien lebih tinggi. ‘’Meningkatkan angka kesembuhan pasien itu memang merupakan target prioritas kami. Termasuk memperkecil angka jumlah warga yang meninggal dunia. Kami bersama tim medis berupaya semaksimal mungkin agar tingkat kesembuhan semakin baik. Kalau bisa terus berada di atas 90 persen,’’ katanya. Penularan Covid-19 di daerahnya, kata Gede Suyasa, tidak terlepas dari kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sejak diberlakukannya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati (Perbup) No. 41 Tahun 2020, penerapan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah merupakan salah satu cara efektif menekan potensi penularan Covid-19. ‘’Tambahan kasus baru cenderung menurun, belakangan ini angka penurunan mulai stabil. Kita harus tetap meningkatkan disiplin prokes agar data tersebut setiap harinya terus menurun secara signifikan,’’ harap Gede Suyasa. (kmb38)
Bali Post/ist
PANTAU KEBAKARAN - Petugas RPKH bersama polisi dan TNI saat memantau kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung.
Musim Kemarau, Hutan di Lereng Gunung Agung Terbakar
Amlapura (Bali Post) Memasuki musim kemarau hutan di lereng Gunung Agung sangat rawan. Potensi terjadinya kebakaran memang relatif tinggi. Seperti Rabu (23/9) malam, lahan kering di Gunung Agung itu terbakar. Kebakaran itu cukup cepat meluas. Pasalnya, lahan yang terbakar itu adalah semak belukar. Relatif kencangnya angin merembus, hal itu justru membuat kebakaran cepat meluas. Informasi di lapangan, lokasi kebakaran lahan hutan itu terjadi wilayah Munduk Tukad Gamongan, Dusun Belong, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Api terlihat pertama kali sekitar pukul 18.40 Wita. Kebakaran semakin cepat meluas ke lereng Gunung AbangAgung, kemudian menyebar ke arah barat, timur dan selatan,
disebabkan tiupan angin yang relatif kencang. Posisi kebakaran itu cukup jauh dari permukiman penduduk. KRPH Kubu Made Putra Ariawan saat dikonfirmasi, Kamis (24/9) kemarin mengungkapkan, lahan hutan di lereng Gunung Agung itu memang sempat terbakar, Rabu (23/9) malam. Karena lokasinya be-
rada di atas dan sudah malam, maka pihaknya hanya dapat melakukan pemantauan dari bawah. ‘’Sekarang sudah tidak terlihat lagi titik api di lokasi kebakaran itu. Belum bisa dipastikan penyebab kebakaran itu,’’ ucapnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menambahkan, pihaknya telah
melakukan koordinasi terkait kebakaran hutan di Lereng Gunung Agung kemarin malam (Rabu - red). Sejauh ini, instansinya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait ‘’Saat ini kebakaran sudah tidak ada. Kemarin, asap juga tidak terlihat di lokasi kebakaran itu. Perkembangan kebakaran itu terus dipantau. Yang terbakar itu adalah rumput kering, serasah, pohon cemara, seming. Lalu, apa yang memicu kebakaran itu, hal itu masih diselidiki,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)
Seleksi Dosen Undiksha secara Virtual 78 Peserta Berebut 32 Formasi Undiksha menggelar seleksi dosen secara virtual. Sebanyak 78 peserta yang ambil bagian akan memperebutkan 32 formasi. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali sendiri memantau Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Rabu (23/9). Bagaimanakah jalannya seleksi virtual itu apakah sudah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan?
Drs. Gede Suyasa, M.Pd
Buleleng Raih WTP Keenam Kali Singaraja (Bali Post) Kinerja pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan di Pemkab Buleleng kembali membuahkan prestasi puncak. Terbukti, di masa pandemi virus Corona ini, pengelolaan keuangan di Buleleng berjalan sangat baik, sehingga Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu-RI) menganugerahkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan itu diserahkan Menkeu Sri Mulyani pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah
Tahun 2020 secara daring, Selasa (22/9). Penghargaan kepada pemerintah daerah untuk dua kategori yaitu pemerintah daerah yang telah meraih WTP 5 kali dan 10 kali berturut-turut. Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, WTP ini menjadi WTP yang keenam kalinya diraih sejak tahun 2015. Meskipun masih dalam situasi darurat kesehatan karena Covid-19 pemerintah daerah berhasil menunjukkan kinerja dalam mengelola keuangan. Raihan prestasi ini dijadikan ‘’modal’’
mendapat anggaran tambahan dari pemerintah pusat berupa Dana Insentif Daerah (DID). ‘’Ini merupakan kerja keras semua pihak, baik Badan Pengelola Keuangan hingga semua OPD di Buleleng,’’ katanya. Kepala Inspektur Daerah Buleleng I Putu Yasa mengatakan, di tengah pandemi virus Corona, seluruh pengelolaan keuangan yang berjalan harus benar-benar transparan dan akuntabel. Pihaknya meminta pimpinan OPD mengelola anggaran percepatan penanganan Covid-19 itu dapat dipertanggungjawabkan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
RAKORNAS - Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (tengah) mengikuti Rakornas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 secara daring, Selasa (22/9).
KETUA ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab menilai SKB yang digelar dengan virtual itu telah berjalan baik dan transparan. Hasil pemantauannya, Undiksha sudah melakukan persiapan dengan baik. Termasuk dari sisi fasilitas, dikatakan sangat mendukung proses seleksi yang berlangsung secara virtual itu. Apresiasi juga ditujukan terhadap langkah Undiksha yang melibatkan penguji dari unsur pimpinan maupun dosen yang expert di bidangnya. Melalui seleksi itu, diharapkan dapat menghasilkan dosen berkualitas yang dapat membawa Undiksha semakin baik. ‘’Kami
lihat pelaksanaan seleksi ini telah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan ketat,’’ katanya. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. juga memberikan apresiasi kepada ORI karena turut memberi perhatian pada pelaksanaan seleksi. Prof. Jampel menyebut seleksi ini mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Undiksha hanya sebagai pelaksana dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam seleksi itu. Seleksi ini sepenuhnya digelar secara virtual, termasuk pengiriman hasil penilaian
Bali Post/kmb38
PANTAU SKB CPNS - ORI Perwakilan Bali memantau pelaksanan SKB CPNS di Undiksha Singaraja, Rabu (23/9). ke pusat. ‘’Untuk hal yang ditanyakan, penguji juga baru tahu saat baru masuk aplikasi dan kita tidak tahu sebelumnya,’’ katanya. SKB CPNS di Undiksha ini diikuti 78 orang. Mereka akan memperebutkan 32 formasi dosen. Formasi itu untuk berbagai bidang keilmuan yang akan ditempatkan di program studi tertentu di beberapa fakultas. Pada Fakultas Ekonomi, bidang keilmuan yang dicari adalah pendidikan ekonomi, akuntansi dan manajemen. Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial terdiri dari pendidikan sosiologi, sosiologi (murni), pendidikan IPS, perpustakaan, dan sistem
informasi. Fakultas Bahasa dan Seni, formasinya bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Fakultas MIPA, formasinya diperuntukkan bagi pelamar bidang matematika, pendidikan biologi, kimia pangan, fisika, budi daya kelautan, dan akuakultur. Fakultas Teknik dan Kejuruan, formasinya terdiri dari sistem informasi, ilmu komputer, bidang penelitian dan evaluasi pendidikan, dan bidang pariwisata. Fakultas Olahraga dan Kesehatan, formasinya bidang keperawatan dan kebidanan. Terakhir, Fakultas Kedokteran, dengan formasi dokter spesialis. (mud)
Jumat Wage, 25 September 2020
DPRD Bali Targetkan Rampungkan Lima Ranperda Denpasar (Bali Post) DPRD Bali menargetkan dapat merampungkan lima rancangan peraturan daerah (ranperda) lagi sampai akhir 2020 mendatang. Dalam waktu dekat ini, rencananya akan ada pengajuan empat ranperda baru. Satu di antaranya merupakan ranperda inisiatif dewan. ‘’Sesuai jadwal Banmus, rencana kan tanggal 28 September ada pengajuan ranperda. Ada dari eksekutif, ada juga yang masuk dari inisiatif dewan,’’ ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya, Kamis
(24/9) kemarin. Kendati demikian, Tama mengaku belum bisa memastikan apakah pengajuan ranperda akan berjalan sesuai rencana. Mengingat, sejumlah anggota dewan dan staf di DPRD Bali ada yang terpapar Covid-19. Selama ini, pembahasan ranperda juga cukup terkendala dengan adanya pandemi. Rencananya, dari eksekutif akan mengajukan ranperda tentang retribusi perizinan tertentu dan revisi Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, revisi Perda OPD akan dilakukan pada 1-2 pasal saja menyangkut rumah sakit (RS) agar tidak berten-
tangan dengan peraturan di atasnya. ‘’Masalah direktur RS kalau tidak salah kemarin kan dia dikeluarkan dari OPD. Sekarang katanya masuk lagi,’’ jelas politisi PDI-P ini. Tama menambahkan, untuk inisiatif dewan akan diajukan Ranperda tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ranperda ini tidak merevisi peraturan yang sudah ada sebelumnya, namun merupakan sebuah peraturan baru. ‘’Kemarin BUMD diatur masing-masing, sekarang maunya dijadikan satu perda,’’ terangnya. Sementara ranperda keempat, kata Tama, ada usulan
dari eksekutif untuk menjadikan Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai perda. Namun, rencana pengajuan ranperda tentang protokol kesehatan ini, serta ranperda tentang retribusi perizinan tertentu tergantung dari kesiapan naskah akademiknya. Kalau memang bisa mengejar ranperda lainnya, maka keempat ranperda dapat diajukan bersama-sama. ‘’Ini kita tunggu naskah akademiknya. Kalau bisa mengejar, Bapemperda akan menyetujui untuk dibahas menjadi perda,’’ imbuhnya. Tama menargetkan sampai
akhir tahun DPRD Bali bisa mengesahkan lima ranperda. Satu lagi adalah Ranperda tentang APBD Tahun 2021 yang dijadwalkan sekitar November mendatang. Di luar lima rencana ranperda tersebut, DPRD Bali sejauh ini sudah merampungkan 10 ranperda. ‘’Jadi, dari 19 ranperda yang terdaftar di Propemperda, sekitar 15 target kita bisa diselesaikan tahun ini,’’ paparnya. Tama mengakui memang ada ranperda ‘’luncuran’’ alias tidak masuk Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) atau daftar listing, namun akhirnya dibahas karena dinilai emergency.
Memperkuat Perlindungan Sosial ‘’Pemerintah harus aktif dalam mengidentifikasi masyarakat yang terdampak akibat kondisi perlambatan ekonomi. Pemerintah di Bali tentunya dapat mengambil kebijakan realokasi dana untuk dialihkan memperkuat perlindungan sosial melalui pemberian bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan,’’ tegasnya seraya berharap seluruh potensi pertanian lokal di setiap kabupaten/kota di Bali dikembangkan dengan baik sebagai lokomotif perekonomian baru di Bali. Sementara itu, pakar pertanian yang juga Rektor Dwijendra University Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. mengatakan, ketahanan pangan yang sering didengungkan harus segera diimplementasikan dengan berbagai program aksi. Ditegaskan, Bali perlu merancang mitigasi ketahanan pangan. Mitigasi pangan tidak hanya berkenaan dengan faktor iklim, tetapi juga faktor ekonomi global yang diakibatkan oleh situasi pandemi Covid-19. ‘’Situasi pandemi ini selain melumpuhkan sektor pariwisata dan ekonomi lainnya dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap sektor pertanian. Apalagi saat resesi masyarakat memerlukan ketersediaan kebutuhan bahan pokok,’’ katanya.
PROPERTY DISEWAKAN VILLA
Disewakan Villa di Sanur 3 bed Room,PrivatPool.H:087861911726 B.BP.001.09.20.0000059
SERVICE
Ia mengingatkan, kelumpuhan perekonomian yang terjadi jangan lagi diperparah oleh terbatasnya persediaan produksi pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah daerah dan provinsi bersama-sama stakeholder harus dapat menjamin ketersediaan pangan guna mewujudkan stabilitas sosial ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Program aksi yang dimaksudkan adalah melalui penyusunan strategi dan program adaptasi, terutama pada komoditas tertentu yang memiliki kerentanan yang paling tinggi terhadap perubahan situasi. Kondisi sangat urgen untuk segera disiapkan dan dilaksanakan karena sejalan dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. ‘’Para petani sebagai produsen utama dalam memproduksi pangan harus terlindungi dan perlu mendapatkan pemberdayaan di dalam mendukung program ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Jika tidak, kerentanan terhadap bencana alam dan risiko usaha serta gejolak ekonomi dan sistem pasar yang belum memihak kepada para petani akan tetap menghantui mereka yang selanjutnya mengganggu terwujudnya program pembangunan pertanian, ketahanan pangan,’’ ujarnya. Sedana menegaskan, strategi yang matang perlu disiapkan
untuk ketahanan pangan Bali. Diawali dengan penyusunan perencanaan yang didasarkan pada data yang komprehensif, seperti luas areal, komoditas unggulan dan andalan yang sesuai dengan agroklimatnya, potensi pengembangan, potensi produksi, potensi gangguan hama dan penyakit, potensi sosial ekonomi dan aspek lainnya. ‘’Oleh karena itu, sistem dan alokasi anggaran untuk pembangunan pertanian perlu ditata kembali untuk mewujudkan sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,’’ tegasnya. Sedana menambahkan, DPRD harus berperan serta di dalam mengambil inisiatif untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap kerentanan pangan di Bali. Beberapa strategi dan program aksi yang dapat dilakukan khususnya dalam aksi mitigasi untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah mencakup manajemen air, khususnya irigasi dengan prasarananya, yaitu jaringan irigasi dari tingkat jaringan utama sampai ke tingkat tersier atau usaha tani. Teknologi panen air hujan dan sumber-sumber air lainnya juga agar dijadikan program aksi seperti pembangunan embung yang efektif dan efisien. Dikonfirmasi terpisah, pengamat ekonomi Nyoman Sender mengatakan, resesi kali ini berbeda dengan krisis 1998. Lebih parah dari krisis keuangan
1998 dan 2008 beberapa tahun lalu. Pandemi Covid-19 kali ini berdampak jauh lebih luas karena menimpa hampir seluruh dunia. ‘’Resesi ekonomi ini dirasakan oleh semua negara, termasuk negara-negara yang tadinya mengalami kemajuan yang mapan seperti Singapura,’’ katanya. Triwulan III 2020 ini, kata Sender, ekonomi Bali bisa jadi akan mengalami resesi yang berlanjut sampai akhir tahun mendatang. Dampaknya dapat langsung terlihat dari semakin banyaknya PHK di sektor pariwisata, pengangguran meluas dan daya beli masyarakat Bali merosot tajam. Sender memprediksi resesi akan berlanjut terus pada triwulan IV-2020, bahkan sampai triwulan I tahun depan. Menurutnya, kebangkitan ekonomi mungkin baru bisa diharapkan pertengahan tahun 2021 dan itu pun jika penanganan masalah pandemi Covid-19 ini berhasil dengan baik. ‘’Artinya, kebangkitan ekonomi dari resesi yang berkepanjangan akan sangat bergantung pada seberapa cepat pandemi Covid-19 ini dapat diatasi atau dikendalikan,’’ tegasnya. Sementara itu, Direktur Utama Bank BPD Bali Nyoman Sudharma mengatakan, sebagai financial consultant pada stakeholder baik nasabah dan pemda, dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2020
tentang pinjaman daerah, BPD Bali berusaha memberikan informasi kepada pemegang saham, sehingga proyek-proyek infrastruktur, sarana-prasarana yang mengacu pada PMK 105 2020 bisa diajukan ke negara. Jika disetujui, proyek itu bisa berjalan dan imbas sosialnya akan sangat luas. Ia mengatakan, pinjaman daerah sesuai PMK Nomor 105 Tahun 2020 bisa digunakan untuk dua kegiatan yaitu program kegiatan dan program sarana-prasarana. Namun pinjaman negara terhadap daerah tersebut melalui PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur). ‘’Dengan pemerintah mendapatkan pinjaman daerah, otomatis uang yang masuk ke Bali semakin banyak, masyarakat semakin banyak mendapatkan proyek, dan kita sebagai lembaga intermediasi kan bisa membantu memberi pinjaman pada yang mendapat proyek atau pemenang tender. Proyek ini akan berimbas pada ekonomi lain di Bali seperti tukang bata yang ada di Bali, toko bangunan, tukang batu sikat, dan tenaga kerja tentunya, dan BPD Bali bisa menyalurkan kredit,’’ bebernya. Sudharma mengatakan, informasi ini telah disampaikan ke Pemkab Klungkung, Gianyar, Badung, Buleleng, Negara. BPD Bali mengaku siap mendampingi pemerintah dan pelaku usaha dalam pemberian pinjaman. (win/025/kmb42)
Begitu pula yang sudah masuk Propemperda, ada yang belum dibahas lantaran dinilai belum terlalu mendesak atau tidak prioritas. Untuk mekanismenya, eksekutif menyampaikan melalui Bapemperda. Kemudian Bapemperda menyetujui dan diplenokan secara internal. Pansus baru dibentuk ketika ranperda sudah diterima dalam rapat paripurna. ‘’Kalau sudah diterima di pleno internal dewan, nanti diparipurnakan. Yang masuk dari eksekutif disampaikan oleh Gubernur, dari Dewan disampaikan oleh kita,’’ terangnya. Diwawancarai terpisah,
Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana mengatakan, eksekutif kemungkinan hanya akan mengajukan satu ranperda terkait OPD. Dikatakan, memang sempat ada wacana mengajukan Pergub 46 menjadi perda. Namun, akhirnya regulasi itu diputuskan tetap dalam bentuk pergub. Pihaknya juga belum mengajukan surat resmi ke DPRD Bali. Kemudian, ranperda tentang retribusi perizinan tertentu masih disiapkan naskah akademiknya. ‘’Jadi, satu saja yang akan diajukan eksekutif,’’ ujarnya. (kmb32)
Kasus Harian Capai Rekor Baru Sementara pasien keempat, perempuan berusia 51 tahun. Pasien dari Karangasem ini dirawat di RSUD Karangasem sejak 24 Juli 2020, kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah pada 8 Agustus 2020. Pasien meninggal 8 Agustus 2020 dan diketahui memiliki komorbid riwayat paru. Pasien kelima, laki-laki berusia 50 tahun dari Buleleng. Pasien masuk ke RSUD Buleleng pada 14 September 2020 dan meninggal dunia 24 September 2020. Pasien diketahui memiliki komorbid jantung dan gagal ginjal. Sementara itu, jumlah kasus
Covid-19 baru yang dicatatkan nasional masih di atas 4.000 orang pada Kamis kemarin. Bahkan, kasus harian yang dicatatkan mencapai rekor baru. Jumlah kasus baru yang dilaporkan hari ini sebanyak 4.634 orang. Kumulatif kasusnya sebanyak 262.022 orang. Kabar baiknya, jumlah kasus sembuh masih bertambah. Tambahan kasus sembuh lebih sedikit dari kasus baru. Terdapat 3.895 pasien sudah sembuh. Kumulatif sebanyak 191.853 orang. Kasus meninggal bertambah 128 orang, sehingga totalnya menjadi 10.105 orang. Kasus aktif saat ini sebanyak 60.064 orang. Untuk suspect sebanyak 110.910 orang. (iah/kmb32)
Pertanian Jadi Sektor Andalan Nasional Sebagai informasi, Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September. Tahun ini, peringatan HTN mengangkat tema ‘’Pertanian Andalan Nasional di Tengah Pandemi Covid-19’”. Menurut Mentan, peringatan ini harusnya menjadi momentum konsolidasi emosional bagi jajaran pemerintah yang bekerja di bidang pertanian. Sektor pertanian, harus lebih baik dan menjadi sektor andalan nasional. Dalam masa pandemi ini, sektor pertanian dinilai menjadi
penopang perekonomian bangsa Indonesia. Produktivitas pertanian Indonesia nyatanya mampu tumbuh dari lima sektor penyumbang ekonomi nasional lainnya di saat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,3 persen. Sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan 2,19 persen pada Agustus 2020. Nilai tukar petani mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 100,65 atau naik 0,56 persen (m to m), kenaikan juga terjadi pada nilai tukar usaha petani (NTUP) Agustus 2020 sebesar 184 atau naik 0,31 persen. (ant)
jumat wage, 25 september 2020
OPINI
Legalitas Sidang Pidana ”Online” Oleh Sumali
DAMPAK eksesif pandemi Covid-19 di negeri ini tidak saja membuat nestapa berupa hilangnya puluhan ribu nyawa warga bangsa dan puluhan tenaga kesehatan, tetapi juga memporakporandakan perekonomian negara menuju jurang resesi serta menambah derita kehidupan ekonomi rakyat yang semakin terlunta. Begitu juga halnya dengan ranah pendidikan ikut pula merasakan imbas wabah virus Corona, sehingga proses pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi mandek dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Belakangan pula, aspek penegakan dan pelayanan hukum yang bermuara di pengadilan harus pula merasakan hantaman pandemi Covid-19. Pasalnya domain pengadilan saat ini boleh dikata potensial sebagai klaster penyebaran Covid-19. Betapa tidak, sudah tercatat beberapa pengadilan di negeri ini yang hakim dan aparatur serta masyarakat pencari keadilan menjadi korban terpapar Covid-19, sebut saja beberapa di antaranya PN Surabaya, PN Medan, PN Denpasar, PN Singaraja. Fenomena yang demikian ini mengakibatkan pengadilan harus mendesain ulang prosedur beracara perkara pidana yang biasanya dilakukan secara konvensional, yakni kehadiran terdakwa maupun JPU secara fisik di persidangan diganti menjadi pemeriksaan secara daring/online yang memungkinkan terdakwa dan JPU diperiksa pada saat yang bersamaan namun pada lokasi yang berbeda. Bagi institusi peradilan di bawah naungan Mahkamah Agung (MA), prosedur layanan hukum di pengadilan secara elektronik yang dikenal dengan nomenklatur e-court sejatinya bukanlah barang baru, sebab sejak tahun 2018 lalu MA telah mengusung tekad untuk mewujudkan peradilan yang modern berbasis teknologi informasi berdasarkan Perma Nomor Tahun 2018 tentang Administrasi di Pengadilan secara Elektronik, yang meliputi prosedur pendaftaran perkara (e-filling), pembayaran perkara (e-payment), pemanggilan (e-summon), dan persidangan (e-litigation) khususnya untuk perkara perdata di Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan PTUN (termasuk pula pada tingkat banding). Namun untuk perkara pidana, baik pidana umum maupun pidana khusus, layanan e-court yang di dalamnya termasuk prosedur e-litigation tidak diberlakukan, alias berlaku prosedur secara konvensional dan manual. Bahwa basis hukum yang menjadi sandaran digelarnya sidang pidana secara online adalah Nota Kesepahaman antara MA, Kejaksaan, Kepolisian, dan Ditjen Pemasyarakatan tentang Pelaksanaan Sidang Perkara Pidana melalui Konferensi Video dalam Rangka Pencegahan Covid-19 pada 13 April 2020. Belakangan terbit pula SE Sekretaris MA No. 8 Tahun 2020 pada 7 September 2020 yang dimaksudkan sebagai pedoman bagi hakim dan aparatur peradilan, yang menegaskan persidangan pidana secara online diprioritaskan terhadap terdakwa yang dilakukan penahanan serta untuk melindungi keselamatan seluruh warga pengadilan dan juga masyarakat pencari keadilan dari infeksi Covid-19. Persoalannya kemudian adalah seiring dengan dipraktikkannya sidang pidana secara online tersebut mengemuka beberapa problema hukum, antara lain, mulai dari legalitas sidang pidana online karena dianggap tidak memiliki landasan hukum yang valid dalam KUHAP, potensial untuk mengurangi pemenuhan hakhak para pihak baik terdakwa maupun saksi karena pembuktian pidana adalah pembuktian kebenaran secara materiil; serta terbatasnya peralatan elektronik persidangan yang relatif kurang memadai dan sederet persoalan lainnya termasuk kegagapan teknologi para pihak. Bahkan konon terdapat penasihat hukum terdakwa maupun terdakwa yang tidak bersedia perkaranya diperiksa dalam persidangan secara online tersebut. Dalam praktik persidangan pidana secara online terhadap terdakwa yang dilakukan penahanan, pemeriksaan dilaksanakan tanpa kehadiran terdakwa maupun JPU di muka persidangan. Posisi terdakwa berada di lapas, JPU berdiam di kantor Kejaksaan, sementara penasihat hukum bersemayam di ruang Posbakum di pengadilan setempat. Majelis hakim memeriksa perkara melalui sarana video conference tanpa dihadiri oleh para pihak maupun masyarakat. Namun secara virtual persidangan tersebut dapat diakses secara langsung oleh khalayak melalui siaran langsung via internet (live streaming) Secara yuridis kehadiran terdakwa maupun jaksa penuntut umum di muka persidangan pidana adalah bersifat wajib, sebagaimana diatur dalam Pasal 154 Ayat (1) KUHAP jo
Pasal 11 Ayat (4); Pasal 12 Ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Pengecualian atas tidak dihadirkannya terdakwa maupun penuntut umum di persidangan hanya dapat disimpangi dengan undang-undang (vide UU Kekuasaan Kehakiman). Artinya sejauh tidak ada atau belum ada undang-undang yang mengafirmasi kebolehan ketidakhadiran terdakwa maupun JPU di persidangan, maka keberadaan terdakwa maupun JPU di muka persidangan adalah bersifat mutlak. Lantas bagaimana dengan sidang perkara online yang dipraktikkan oleh beberapa pengadilan negeri yang bersandarkan pada baju hukum berupa Nota Kesepahaman antara MA, Kejaksaan, Kepolisian, dan Ditjen Pemasyarakatan tentang Pelaksanaan Sidang Perkara Pidana melalui Konferensi Video dalam Rangka Pencegahan Covid-19 pada 13 April 2020, maupun Surat Edaran Sekretaris MA No. 8 Tahun 2020 pada 7 September 2020, yang notabene secara hirarki peraturan perundang-undangan jauh berada di bawah posisi UU? Jawabannya sudah barang tentu tidak sah karena bertentangan dengan asas lex superiori derogate lex inferiori yang kemudian asas tersebut dipositifkan pada Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Idealnya pengaturan sidang pidana secara online tanpa kehadiran terdakwa dan atau JPU di muka persidangan dilakukan melalui baju hukum selevel undang-undang atau yang sederajat yakni perppu (asas lex posteriori derogate lex priori). Selain menyangkut legalitas, materi UU/perppu juga dapat dimuati materi pendukung pelaksanaan regulasi yang efektif. Oleh karena persoalan pelaksanaan sidang online tidak semata-mata berkaitan proses sidang secara elektronik, tetapi juga menyangkut pula persoalan anggaran untuk pengadaan sarana (infrastruktur) yang memadai dan representatif sehingga pengadaannya tidak menjadi beban institusi pengadilan, kejaksaan, lembaga pemasyarakatan, maupun pos bantuan hukum setempat, tetapi biaya equipment tersebut dicover di dalam APBN. Seyogianya pula Republik ini yang secara konstitusionalitas berparadigma negara hukum yang mengakui prinsip pengecualian hukum (there is no law without exception) di tengah terpaan musibah pandemi Covid-19 seharusnya Presiden juga mengantisipasi kemungkinan persidangan pidana secara online yang tak pelak merupakan pengecualian hukum melalui nomenklatur perppu. Padahal pada aspek ekonomi dan kesehatan Presiden Jokowi telah menerbitkan Perppu No. 1 Tahun 2020 Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Implikasi yuridis ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mengafirmasi sidang pidana secara online adalah menyisakan persoalan legalitas atau keabsahan sidang pidana online yang akhirakhir ini tengah marak dipraktikkan di berbagai pengadilan negeri di Indonesia. Lantas pertanyaannya, masih adakah basis argumen hukum yang dapat menjadi pijakan bagi otensitas dan legalitas sidang perkara pidana secara online? Di Indonesia sendiri yang secara historis lebih dekat dengan sistem hukum Eropa Kontinental, hakim diatribusikan sebagai penegak hukum dan keadilan (law and justice enforcer), tetapi juga sebagai penemu hukum dan cita rasa keadilan yang bersemayam di masyarakat (Pasal 5 Ayat (1) UU Kekuasaan Kehakiman) manakala UU tidak mengatur, atau UU sudah ada tetapi tidak lagi memadai untuk menyelesaikannya. Atribusi yang demikian ini sebagai penyeimbang dari larangan hakim/pengadilan untuk menolak mengadili perkara yang hukumnya tidak ada atau tidak jelas (Pasal 10 ayat (1) UU Kekuasaan Kehakiman). Keputusan hakim untuk menyelenggarakan sidang perkara pidana secara online dalam pusaran pandemi Covid-19 ini, sesungguhnya memiliki basis legalitas dan legitimasi yang kuat, terlebih lagi produk putusan hakim di-back-up dengan prinsip rex judicata provitate habeteur, yakni putusan hakim harus dianggap benar sepanjang belum dianulir oleh vonis peradilan yang lebih tinggi. Keputusan untuk melakukan sidang pidana secara online idealnya tidak terpaku pada variabel terdakwa itu sedang ditahan ataukah tidak, namun yang patut dipertimbangkan adalah sepanjang potensi Covid-19 dapat dilakukan mitigasi, maka persidangan pidana sebaiknya dilakukan secara konvensional. Penulis adalah hakim ad hoc Tipikor PN Denpasar
POJOK Hadapi krisis ekonomi, Bali perlu mitigasi ketahanan pangan. - Siaga hadapi krisis pangan. *** Hingga akhir 2020, DPRD Bali targetkan rampungkan lima ranperda lagi. - Ingat batasi target studi banding. *** Menteri Pertanian tekankan pentingnya regenerasi petani. - Wacana lama tanpa solusi.
Jika Tak Ingin Kena Denda, Gunakan Masker! PEMBERLAKUAN sanksi denda bagi masyarakat yang tak mengenakan masker, hingga sekarang masih menjadi perbincangan hangat. Tentunya penerapan sanksi denda itu menuai pro dan kontra. Di satu sisi, penerapan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) sesuai Pergub No. 46 Tahun 2020 ini bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat menjalankan prokes di tengah masih merebaknya penyebaran Covid-19. Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat yang sudah terpuruk justru dibebani dengan sanksi denda. Memang hal ini sangat dilema. Akan tetapi, pemerintah Bali lebih mengedepankan dan mementingkan keselamatan kesehatan masyarakat. Namun, hal itu rupanya malah dipandang terbalik oleh kebanyakan masyarakat. Untuk itu, dalam memecahkan polemik ini sebetulnya simpel saja. Di mana, pemberlakuan sanksi denda itu bisa dihindari dengan sikap kedisiplinan kita. Artinya, jika tidak ingin kena denda, ya… masyarakat harus menggunakan masker. Meskipun beraktivitas di luar rumah dan menggunakan masker, toh juga tidak dilarang. Intinya kita harus disiplin menjalankan prokes untuk terhindar dari paparan Covid-19. Inilah yang terungkap dalam kolom komentar akun Facebook @balipost. Seperti ini komentar para netizen. Made Pinda Ada jalan lain supaya semua pakai masker yaitu siapakanlah masker. Hanya segelintir orang tidak pakai masker, mungkin karena lupa atau ada hal lain seperti bawa masker satu terus basah dan lainnya. Lakukan sidak dan bawakan masker. Di banjar saya disiapkan masker untuk persiapan bagi warga yang tidak pakai masker saat upacara kematian. Satu boks pun tidak habis. Harganya hanya Rp 50.000. Makanya tidak banyak menguras energi hanya urusan masker.
Yasa Semoga saja tidak karena ngeyel bengkung maboye dan tidak disiplinnya.
uang dari rakyat. Malah rakyat menuduh pejabat makan uang rakyat. Kok tega. Rakyat tidak respek dengan aparat karenanya hukumlah para pelanggar dengan menyuruh mereka membersihkan selokan dan got atau mengumpulkan sampah plastik dari sekitar mereka melanggar. Itu sudah sangat bermanfaat bagi semua. Pelanggar jera, Bali jadi bersih. Semakin banyak yang melanggar, Bali semakin bersih. Gusti Bagus Sasmara Dibilang menghabiskan energi masalah denda dibuatkan pergub yang lebih banyak biar rakyat senang menghadapi Covid-19.
Made Pinda Astungkara krama banjar sadar. Tidak perlu denda.
Irwan Lie Setuju. Kalau gak mau kena denda ya… pakai masker, apa susahnya sih. Kalau merasa berat sama dendanya ya… pakai masker.
PeTravl Tak hentinya saya memberi masukan pada pengambil kebijakan. Janganlah hukuman pelanggar permaskeran didenda uang. Rakyat dah enggak punya uang. Untuk apa juga pemerintah dapat
Leo Chandra Saputra Coba dibalik...jangan cuma yang enggak pakai masker saja didenda. Coba yang pakai masker kasih hadiah pasti orang-orang bakalan pakai masker semua.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Sumerta Dukung Program Gubernur Bali DESA Adat Sumerta adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Denpasar Timur. Menurut tokohtokoh masyarakat serta didukung oleh bukti-bukti yang ditemukan, tempat atau lokasi wilayah Desa Sumerta dahulu bernama Wongaya. Akibat perkembangan selanjutnya disebut Sumerta Wongaya dan sekarang berubah menjadi Sumerta. Tentang kata ‘’Sumerta’’ diambil dari nama salah seorang pemimpin yang pernah memimpin wilayah ini saat itu.
I
stilah Sumerta yang dipakai nama Desa Adat Sumerta dapat dijumpai dalam Prasasti Ki Kerobakan, Badung yang antara lain berbunyi ‘’Tembenia Gde Pasek Sumerta tmajanira Ki Gusti Pasek Aan, angalih lungguh majeng jagat bandana, sira kawuwus Pasek Sumerta, muang lungguh hira laju ingaran Sumerta, apan sira Ki Pasek Gelgel Sumerta winuwus widagda wicaksana, sida pwa sira anampa sajnani-
Bali Post/ara
ADAT - Salah satu kegiatan keagamaan yang digelar Desa Adat Sumerta, beberapa waktu lalu. ra sang natheng bandana’’. Inti dari kutipan prasasti tersebut adalah ditugaskannya Ki Pasek Gelgel Sumerta sebagai pemegang pucuk pemimpin di wilayah Sumerta (atau bandana) terjadi pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Selain informasi yang bersumber dari prasasti tersebut, juga didasarkan ceritacerita dari para panglingsir. Diceritakan Desa Sumerta juga pernah dipimpin oleh I Gusti Ngurah Sumerta. Hal ini dapat ditemukan dengan adanya piagam yang saat ini disimpan oleh Jro Mangku Puseh Sumerta (di Banjar Sima, Sumerta Kaja) pada tahun Çaka 15. Isi dari piagam tersebut antara lain menyebutkan tentang perintah dari I
’’Terkait aturan-aturan yang dikeluarkan harus dilaksanakan, misalnya masalah pandemi Covid-19 ini. Semua imbauan dari pemerintah harus ditaati.’’ I Wayan Butuantara Bendesa Adat Sumerta
Gusti Ngurah Sumerta kepada Ki Bendesa Bekung (Mangku Puseh) di Sumerta Wongaya agar membangun Pura Puseh dan Pura Kebon dalam jangka waktu selama satu tahun. Di Desa Adat Sumerta mewilayahi tiga desa dinas dan 14 banjar adat. Di antaranya Kelurahan Sumerta mewilayahi lima banjar adat yang terdiri dari Banjar Abian Kapas Tengah, Banjar Abian Kapas Kaja, Banjar Abian Kapas Kelod, Banjar Ketapian Kaja dan Banjar Kepatian Kelod. Kemudian Desa Sumerta Kaja mewilayahi enam banjar adat yakni Banjar Kertabumi, Banjar Tegalkuwalon, Banjar Sima, Banjar Peken, Banjar Pande, dan Banjar Lebah. Selanjutnya Desa Sumerta Kelod mewilayahi tiga banjar adat, yakni Banjar Kedaton, Banjar Bengkel dan Banjar Kepisah. Terkait dengan program Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Desa Adat Sumerta mengimplementasikannya dengan meningkatkan koordinasi dengan semua pihak berlandaskan ajaran Tat Twam Asi. Dengan demikian program pemerintah tersebut digalakkan berlandaskan ajaran Tat Twam Asi.
Bendesa Adat Sumerta I Wayan Butuantara mengatakan, dari Tat Twam Asi, Sat Kerthi Loka Bali sebenarnya ada enam unsur. Sad artinya enam, sedangkan sat artinya inti. Dengan demikian inti dari hakikat yang enam itu dijabarkan oleh pemerintah. Untuk itu, Desa Sumerta sangat mendukung program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mewujudkan Bali era baru ini. Penerapan ajaran Tri Hita Karana seperti parahyangan, palemahan, dan pawongan, itu juga sebuah implementasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Tetapi tetap akan berkaitan dengan adanya Catur Guru -- guru swadyaya, sebagai manusia harus selalu taat bakti kepada sesuhunan, guru pengajian, hormat kepada bapak ibu guru termasuk juga sulinggih, atau yang memberikan pengetahuan. Guru rupaka menjaga keharmonisan dengan orangtua, dan guru wisesa, tetap menghormati pemerintah. ‘’Terkait aturan-aturan yang dikeluarkan harus dilaksanakan, misalnya masalah pandemi Covid-19 ini. Semua imbauan dari pemerintah harus ditaati,’’ katanya. (ara)