Skip to main content

Edisi Minggu 25 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 2 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

MINGGU PAING, 25 Agustus 2019 Santrian Yoga Festival Pantai Sanur, Sabtu (24/8) kemarin dipadati penggiat yoga. Mereka mengikuti Santrian Yoga Festival digagas Puri Santrian Resort & Spa. Kegiatan ini juga serangkaian dengan Sanur Villaga Festival (SVF) 2019. DAERAH | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Drestas Daa Malon

Pesona Serangga dalam Fotografi

Bali Orti Minggu ini mengangkat laporan unik soal tradisi Daa Malom. Tradisi khas yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem serangkaian aci Ngusabha Puseh. Apa makna dresta ini? BALI ORTI | HAL. 6

Membidik serangga secara utuh menjadi karya fotografi sebuah pekerjaan sulit. Namun ada jurus dan teknik yang bisa dipakai fotografer. APRESIASI | HAL. 8

Habib Rizieq ’’Serang’’ BPIP Jakarta ( Bali Post) -

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ‘’menyerang’’ Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyindir gaji BPIP mencapai ratusan juta rupiah. Istana pun bereaksi. Habib Rizieq lewat video dari Mekah, Sabtu (24/8) kemarin menyebut BPIP tak paham hakikat dan esensi Pancasila. Rizieq juga mengungkit soal gaji BPIP yang lebih dari Rp 100 juta. Karena itu, lanjut Rizieq, dia meminta agar tidak ada yang menyalahkan jika BPIP dikritisi, bahkan ada yang minta dibubarkan. Alasannya, bukan saja pemborosan uang negara tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Untuk diketahui, BPIP resmi dibentuk pemerintah

melalui Perpres No. 7 Tahun 2018 tentang BPIP. Menurut Pasal 3, BPIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sementara untuk gaji BPIP, diatur dalam Perpres No. 42 Tahun 2018. Pernyataan Habib Rizieq itu direspons langsung pihak istana. “Apapun yang keluar dari kata-kata Rizieq, itu adalah gambaran dari kepribadiannya karena semua

mata memandang, melihat dan mendengar apa yang beliau videokan. Saya tidak patut dan tidak pantas untuk memberikan satu penilaian,” kata Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan saat dihubungi, Sabtu (24/8) kemarin. Ngabalin menegaskan untuk dan atas nama pemerintah, Presiden Jokowi memiliki gagasan dan upaya untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Salah satunya dengan membentuk BPIP. Hal. 11 Reaksi PDI-P

MPR Minta Tunda Pembahasan Perpindahan Ibu Kota Negara Jakarta ( Bali Post)Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, meminta pemerintah untuk menunda pembahasan pemindahan ibu kota negara. Zulkifli meminta pemerintah fokus

menangani persoalan di Papua. “Kita meminta kepada pemerintah, ada hal yang sangat penting ditangani oleh seluruh kekuatan yang ada, yaitu Papua. Soal ibu kota kan bisa ditunda,” kata Zulkifli di Sulawesi Selatan, Sabtu (24/8) kemarin.

Nyonya Cok Ace:

Utamakan ASI Bukan Penampilan Air Susu Ibu (ASI) dipercaya dapat memperkuat daya tahan tubuh sekaligus mengembangkan kecerdasan bayi. Belum lagi, ikatan fisik, psikologis dan emosional juga akan terjalin dengan baik antara ibu dan bayi melalui kontak langsung tersebut. Oleh karena itu, proses menyusui menjadi begitu penting ketika memiliki buah hati. “Bagi saya, kalau seorang ibu, dia sebelumnya harus mempersiapkan sebagai seorang ibu dimana diwajibkan untuk memberikan ASI kepada anaknya,” ujar Istri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati atau Ny. Cok Ace di Denpasar, belum lama ini. Menurut Ny. Cok Ace, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi agar tumbuh kembangnya optimal. Dengan demikian, mereka akan menjadi generasi cerdas dan berkualitas. Namun dari pengamatannya, memang tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan bagi sang buah hati. Terutama ibu-ibu yang sebagian waktunya dihabiskan untuk bekerja sehingga tidak bisa langsung memberikan ASI kepada bayinya. “Misalnya sebagai pegawai negeri, tentu saja harus mengutamakan tugas. Namun ada solusinya, karena ASI itu kan bisa disimpan,” jelas Penasihat Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) Provinsi Bali ini. Ny. Cok Ace menambahkan, ASI dapat disimpan di dalam wadah yang sudah disterilisasi. Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah. Jika disimpan pada kotak pendingin, ASI bisa disimpan sampai 24 jam. Bila di dalam freezer khusus, ASI bahkan bisa disimpan sampai 6 bulan. Ini bisa menjadi solusi bagi ibu-ibu pekerja agar anak tetap mendapatkan ASI. Dikatakan juga Tim Penggerak PKK Provinsi Bali selalu mensosialisasikan pentingnya ASI bagi tumbuh kembang anak. “Saya menyayangkan sekali kalau ada ibu untuk menjaga penampilannya tidak mau menyusui. Kalau ingin mendapatkan putra-putri berkualitas, harus sudah siap sebelumnya,” tandasnya. (rin)

Dia menilai permasalahan terkait Papua ini sangat kompleks. Karena itu, kata Zulkifli, tidak pantas masyarakat ribut-ribut pemindahan ibu kota, sedangkan masalah di Papua belum tuntas. Hal. 11 Masalah Papua

BPM/ant

TEMUI PRESIDEN - Pengurus PBIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri menjelang diterima Presiden Jokowi. BPIP dikritik oleh Habib Rizieq Syihab karena bergaji tinggi.

Tak Menyusui Bayi Demi Kebugaran Agustus merupakan bulan memperingati hari Air Susu Ibu (ASI) Se-dunia. Hari ASI diperingati lantaran pentingnya manfaat ASI bagi kehidupan manusia. ASI merupakan gizi yang sempurna bagi bayi. Namun, trend ibu yang baru menjalani persalinan untuk tidak memberi ASI pada bayinya masih tergolong tinggi. Alasannya, demi kebugaran dan awet muda. Benarkah? ASI bagi bayi dan anak di tahun pertama sangatlah penting bagi pertumbuhan si anak. Namun, di masyarakat pada kalangan ibu-ibu usia subur yang baru memiliki satu anak justru menghindari memberi ASI demi menjaga

kebugaran dan penampilan buah dadanya. ’’Saya tak memberi ASI karena desakan suami,’’ kata salah seorang ibu rumah tangga yang baru melahirkan anak pertamanya. Fenomena ini masih banyak dijalani oleh warga Bali.

Di Desa Berlomba Beri Susu Formula

Kasus ibu muda tidak mau menyusui bayinya, bukan karena tidak bisa tapi karena tak ada keinginan. Ibu muda yang dimaksud adalah ibu yang telah menikah tapi di bawah umur. Karena, masalah menyusui yang dihadapi para ibu muda ini lebih kompleks daripada ibu-ibu lain pada umumnya. Demikian diungkapkan Dianisari Rinda Astoeti, S.T., seorang arsitek yang juga konselor menyusui dari Komunitas Rumah ASI Bali. Lanjutnya, kompleksnya permasalahan ibu muda karena mereka masih sangat mengandalkan arahan dan informasi dari keluarga, terutama orangtua kandungnya. Malah banyak ibu muda yang menyerahkan perawatan bayinya langsung ke keluarga. “Kalau dulunya tidak ada role model ibu menyusui di dalam keluarganya, maka kecenderungan menyusui akan sulit,” ungkapnya Sabtu (24/8). Hal. 11 Pasangan Muda

Namun, dokter Konsultan Laktasi dr. Oka Darmawan menerangkan, ASI memiliki kandungan laktosa paling tinggi dibandingkan dengan susu sapi maupun susu formula. Laktosa yang terkandung di dalamnya merupakan laktosa oligosasaccharida tanpa sukrosa (pemanis buatan). Kandungannya mencapai 70 kkal /100 ml-nya, lebih besar dari susu formula yang hanya 68 kkal/100 ml dan susu sapi yang hanya 66 kkal/100ml. Kandungan lemak pada ASI yaitu 3,8 persen dan protein 0,9 persen. ASI juga memiliki protein anti-infeksi dan mengandung 35 persen kasein sehingga mudah dicerna alat pencernaan bayi. ASI juga mengandung asam lemak esensial, AA-DHA untuk otak dan mata. Selain itu juga mengandung vitamin B, C, A, dan lain-lain. “Komposisi ASI berubah sesuai dengan tumbuh kembang bayi, kare-

na ASI menyesuaikan dengan kebutuhan bayi,” imbuhnya belum lama ini. ASI juga mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi untuk melindungi terhadap infeksi dan alergi, banyak sel darah putih untuk melindungi infeksi, untuk membersihkan dari meconium, membantu mencegah kuning/icterus, mengandung faktor–faktor pertumbuhan untuk membantu usus berkembang lebih matang. Juga mencegah alergi dan ketidakcocokan (intol-

eransi), dan kaya vitamin A untuk mengurangi keparahan infeksi dan mencegah penyakit mata. Darmawan menjelaskan semakin lama pemberian ASI, berhubungan dengan menurunnya risiko gizi lebih. Anak yang diberi ASI selama 6 – 12 bulan, hanya 70 persen yang mempunyai risiko menjadi gizi lebih dibandingkan anak yang tidak pernah diberi ASI. Hal. 11 Hanya 49 Persen

Pentingnya ASI

Perkuat Kekebalan Tubuh serta Hubungan Ibu dan Anak Air Susu Ibu (ASI) memberikan manfaat yang sangat baik bagi ibu dan bayi. Karenanya, pemerintah melalui kegiatan Posyandu dan Puskesmas mendorong peningkatan pemberian ASI eksklusif atau pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa memberikan makanan atau minuman tambahan. Untuk di Bali sendiri pemberian ASI eksklusif ada di atas rata-rata nasional atau 65,19 persen, di mana rata-rata nasional adalah 58,2 persen. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, cakupan bayi kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2018 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017. Berdasarkan data tahun 2017, dari jumlah bayi yang dipantau 26.494, yang lulus ASI eksklusif 15.514 bayi atau sekitar 59,69 persen. Angka ini meningkat di tahun 2018 dimana dari bayi yang dipantau sebanyak

35.720 bayi dan yang berhasil lulus ASI eksklusif 23.387 bayi atau 65,19 persen. Meningkatnya prosentase pemberian ASI eksklusif ini dapat dikatakan bahwa kesadaran dan pengetahuan ibu untuk memberikan ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi semakin meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya, Sabtu (24/8) kemarin mengatakan, untuk semakin

meningkatkan pemahaman ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, pihak Dinas Kesehatan Bali melakukan langkah-langkah seperti memberikan informasi kepada calon ibu saat pemeriksaan kehamilan. ‘’Kami mengintruksikan semua fasilitas kesehatan untuk melaksanakan pemberian informasi kepada calon ibu mengenai manfaat ASI eksklusif setiap pemeriksaan kehamilan. Selain itu juga setiap faskes diintruksikan untuk melaksanakan inisiasi menyusu dini saat ibu melahirkan dan tidak menyediakan susu formula,’’ ujar Suarjaya. Meski di atas rata-rata nasional, diakui Suarjaya masih ada ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif kepada

bayinya. Penyebab gagal ini biasanya karena ibu bekerja, ibu menderita penyakit tertentu, ASI yang keluar sedikit

sampai kurangnya pemahaman terhadap manfaat ASI. Hal. 11 ASI Eksklusif

BPM/ist

EDUKASI ASI - Edukasi pada ibu–ibu dan calon ibu pentingnya pemberian ASI.


2

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

PERKI Bali Turut Bangun Pelayanan Kardiovaskuler yang Merata Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP (K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FESC., melantik pengurus PERKI Bali masa bakti 2019–2022, Sabtu (24/8) kemarin. Ketua PERKI Bali dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, terpilih untuk periode kedua kalinya. Pada hari itu juga dilakukan seminar ‘’Comprehensive Cardiovascular Care From Evidence Based Medicine to Daily Practice’’. Made Junior Rina Artha mengatakan, pada kepengurusan kedua ini PERKI Bali berkomitmen turut membangun pelayanan kardiovaskuler yang merata di seluruh Bali. Saat ini jumlah dokter kardiovaskuler di Bali sekitar 30 orang yang telah menyebar ke kabupaten/ kota se-Bali kecuali di Jembrana dan Karangasem. “Ada beberapa kabupaten yang tidak memiliki dokter kardiovaskuler. Maka dari itu kami berusaha mengisi semua kekosongan itu. Tujuannya untuk memperbaiki dan memeratakan pelayanan kardiovaskuler ke depannya. Tahun ini atau tahun depan kami harapkan bisa dipenuhi,” ujarnya. Perkembangan penyakit kardiovaskuler di Bali dan Indonesia meningkat karena perubahan gaya hidup, terutama pola makan, kurang aktivitas, dan perilaku merokok. Ke depan gaya hidup ini akan menyebabkan pembiayaan untuk penyakit ini menjadi meningkat. “Kami dari organisasi berusaha

DILANTIK - Pengurus PERKI Bali masa bakti 2019–2022 yang dilantik Sabtu (24/8) kemarin. Ketua PERKI Bali terpilih adalah dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP (K), FIHA. FAsCC. melakukan pelayanan di bidang kardiovaskuler mulai dari sisi prevensi sampai pengobatan, tujuannya untuk mencegah angka morbiditas dan mortalitas,” ungkapnya. Ia berharap pelayanan kardiovaskuler semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat ke depannya. Di masa baktinya, Junior Rina Artha akan melakukan berbagai program, seperti setiap tahun mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) untuk tenaga medis dan nonmedis. Selain itu, PERKI melakukan pemeriksaan hipertensi secara teratur, edukasi setiap tahun pada Maret yaitu studi tentang hipertensi, serta pengembangan pelayanan berupa pemeriksaan gratis dan kegiatan sosial di akhir tahun. Menurut dr. Dafsah Arifa Juzar,

PERKI organisasi profesi spesialis jantung dan pembuluh darah akan melantik kepengurusan cabang PERKI Bali. Ia berharap PERKI Bali dapat melakukan tugasnya dalam membantu pelayanan ke masyarakat dan memberikan advokasi pada pemerintah dalam rangka memperbaiki layanan kardiovaskuler di Bali. Pengembangan ilmu juga dilakukan seperti yang dilaksanakan saat ini yaitu Bali Update untuk komunitas dokter di Bali. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dr. I Gede Putra Sutedja berharap PERKI Bali dan organisasi profesi lainnya bergerak bersama–sama membangun kesehatan masyarakat. “Banyak permasalahan kesehatan di Bali yang perlu dibangun dan dikerjakan bersama–sama, tidak bisa dipisahkan,” tandasnya. (ad786)

Pascasarjana UNR Gelar ”Workshop” SEM PASCASARJANA Universitas Ngurah Rai (UNR) menyelenggarakan workshop Structural Equation Modeling (SEM) di Gedung Pascasarjana UNR Jumat (24/8) lalu. Ratusan dosen, staf, dan mahasiswa Pascasarjana Prodi MIA (Magister Ilmu Administrasi) dan MIH (Magister Ilmu Hukum) mengikuti workshop yang diisi oleh narasumber Prof. Dr. Siswoyo Haryono, M.M., MED., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Direktur Pascasarjana UNR Dr. Luh Winarni, S.H., M.H. mengatakan, workshop ini dilaksanakan karena Pascasarjana UNR dan Pascasarjana UMY memiliki LOI, yaitu Letter of Intens. “Sebulan yang lalu UNR dan UMY telah melakukan kesepakatan bersama,” ujarnya. Menurutnya, dalam sebuah kerja sama harus ada outcome yang

dihasilkan. Maka dari itu, saat UNR melaksanakan studi banding ke UMY, pihaknya melakukan perkuliahan bersama melalui kuliah umum. Sementara saat ini, UMY yang melakukan pembinaan pada UNR dengan memberikan workshop SEM. Pada kesempatan itu, Prof. Siswoyo Haryono memberikan pelatihan tentang metode SEM dengan menyajikan tiga materi, yaitu pengantar metode SEM untuk penelitian ilmu–ilmu sosial, praktik aplikasi metode SEM dengan partial least squer atau smart PLS, dan materi praktik aplikasi metode dengan Amos. “SEM adalah pemrograman ke dalam words tentang rumus–rumus yang belum diatur dalam keyboardnya. Jika sudah diprogram, apa pun rumusnya dan sesulit apa pun rumusnya akan gampang penyelesaiannya,

BERSAMA - Direktur Pascarsarjana UNR Dr. Luh Winarni, S.H., M.H., dan Prof. Siswoyo Haryono, M.M., MED, foto bersama sebelum workshop.

serta efektif dan efisien. Jadi, metode ini kami adakan workshop karena ada kerja sama dengan UMY,” jelasnya. Mengingat Prodi Magister Ilmu Administrasi (MIA) Pascasarjana UNR akan melakukan akreditasi pada November 2020, maka dari sekarang ia bersiap–siap menerapkan SEM tersebut. “Makanya kami kejar dan laksanakan semua jenis pembelajaran, termasuk pembelajaran e-learning. Sarana prasarana untuk itu juga harus ada. Kalau tidak dikejar, kami akan tertinggal,” ungkap Prof. Siswoyo Haryono. Metode SEM akan diterapkan secara bertahap. Dimulai dari pelayanan kepada mahasiswa terhadap nilai–nilai dan hasil–hasil. Penelitian juga harus dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional yang terakreditasi. Penelitian sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kedua dari perguruan tinggi wajib dilaksanakan dan menghasilkan outcome serta dipublikasikan. “Kodrat semua manusia, selalu ingin tahu dan ingin tahu lagi untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran sesuatu,” sebutnya. Manusia berkeinginan tahu tentang suatu kebenaran yang dilakukan secara terencana, terkontrol, dan sistematis dengan menggunakan metode–metode tertentu disebut dengan penelitian. Dengan penelitian akhirnya orang akan mendapat ilmu pengetahuan. Jadi, penelitian dan ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan. “Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, pada era revolusi 4.0 semua pembangunan di segala bidang harus dilakukan serba cepat dan dengan menggunakan teknologi,” imbuh Prof. Siswoyo Haryono. Workshop ini juga untuk meningkatkan kompetensi SDM untuk menghadapi era revolusi 4.0 ke depannya. (ad784)

350 Mahasiswa FEB Unmas Baksos di Serangan

Bersihkan Sampah Plastik Bantu Manajemen BUMDes

SETELAH melakukan bakti sosial ke luar Denpasar, kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar diajak melakukan bakti sosial (baksos) ke Kelurahan Serangan, Densel. Sabtu (24/8) kemarin, sebanyak 350 mahasiswa dan dosen diterjunkan mengikuti baksos terpadu dipusatkan di Wantilan Pura Kahyangan, Serangan. Pelepasan mahasiswa dan dosen peserta pengabdian masyarakat dilakukan Lurah Serangan I Wayan Karma bersama Rektor Unmas diwakili WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., dan Dekan FEB Unmas Denpasar Dr. Putu Kepramarini, S.E., M.M. Pada acara yang dihadiri kadus dan BPD Serangan itu juga diserahkan plakat Sapta Pesona dan busana pemangku. Ketua Panitia Baksos Dr. Drs. I Wayan Sujana, M.M. mengungkapkan, baksos kali ini bertemakan ’’Perkuat Ekonomi Masyarakat Melalui Sektor Pariwisata Berlandaskan Tri Hita Karana (THK)”. Pariwisata di desa ini sangat lengkap, sebab ada SDA, budaya, dan minat khusus. Minat khusus berprosfek bagus ke depannya, seperti spiritual tourism, yoga center, water sport, honey moon, dan trackking. Masyarakat mesti bisa menangkap pelung minat khusus ini yang harus dilakoni warga lokal, termasuk bidang kuliner. Dari segi parahyangan diisi persembahyangan bersama, dari segi pawongan memberikan penyuluhan tentang pariwisata, manajemen dan akuntansi BUMDes dan lembaga ekonomi mikro di desa. Dari segi palemahan menyerahkan bantuan alatalat upacara dan membangun bale timbang Sapta Pesona Pariwisata di Banjar Ponjok. Dekan FEB Unmas Denpasar Dr. Putu Kepramarini, S.E., M.M. men-

BAKSOS - WR II Unmas Nengah Landra, Dekan FEB Unmas Putu Kepramarini, Wayan Sujana dan Lurah Serangan I Wayan Karma saat membuka baksos di Kelurahan Serangan. gungkapkan, dipilihnya objek pengabdian di Desa Serangan didasarkan atas survei keperluan masyarakat desa. Pengabdian kali ini pada intinya untuk memberdayakan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa dalam manajemen dan akuntansi. Program ini sekaligus mendukung visi FE Unmas ‘’Menjadi PT yang menghasilkan SDM bermutu, berbudaya, dan berdaya saing baik nasional maupun global’’. Kepramarini didampingi WD I I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si., Ak.C.A., WD II Dr. A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M., dan WD III Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. Mahasiswa juga diajak mendukung program pemerintah melakukan aksi bersih sampah plastik. WR II Unmas Dr. Nengah Landra mengapresiasi baksos FEB yang konsisten terjun ke desa guna membantu masyarakat. Moment ini penting untuk mengasah kepedulian mahasiswa terhadap masalah lingkungan, yakni mengurangi sampah plastik

dan pemberdayaan ekonomi kerayatan. Bahkan baksos ini bisa dijadikan bahan kajian untuk hibah penelitian PKM dan pengabdian bagi dosen FEB ke Dikti sesuai potensi desa. Makanya dia berharap Serangan sebagai pusat pariwisata harus didukung oleh lingkungan dan SDM-nya. Dengan kehadiran mahasiswa ke desa, akan terus terjalin hubungan Unmas dengan masyarakat. Bila perlu fakultas lain Unmas bisa menggarap Serangan dari kajian keilmuannya sehingga berkelanjutan. Hal itulah didambakan Lurah Serangan I Wayan Karma. Dia menyadari betapa pentingnya kehadiran kampus bagi warganya untuk mengedukasi soal Sapta Pesona dan pemberdayaan BUMDes. Soal BUMDes, sudah tersedia usaha unit dermaga, kuliner, parkir, dan jasa yang masih perlu dibina. ‘’Kami masih memerlukan sentuhan PT agar Serangan tampil lebih bersih dan sejahtera,’’ tegasnya. (ad782)

Wagub Bali Lepas Final ”Santrian Regatta Sailing” Denpasar (Bali Post) – Sanur Village Festival XIV/2019 yang masuk 8 besar kegiatan kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kembali menyajikan kreasi, inovasi, dan kolaborasi berbasis komunitas warga yang kian menjadi daya tarik wisatawan. Salah satunya yakni Santrian Regatta Sailing. Setelah melalui beberapa babak, Sabtu (24/8) kemarin Santrian Regatta Sailing memasuki tahap final. Pelepasan peserta lomba ini dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) didampingi Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra, dan penggagas Santrian Regatta, Ida Bagus Ngurah Kumbayana. Gus De, sapaan akrab Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan Regatta Sailing sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Kegiatan ini menjadi satu rangkaian dari Sanur Villaga Festival. Melalui Santrian Regatta Sailing ini pihaknya ingin mengangkat potensi pesisir Sanur. Sebab, potensi olahraga cukup besar untuk bisa mendorong dan promosi pariwisata kepada wisatawan. “Melalui kegiatan ini kami juga bisa mencari atlet berpestasi tingkat nasional dan internasional,” ujarnya. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar

BPM/kmb12

REGATTA - Suasana pelepasan final Santrian Regatta Sailling di Pantai Santrian, Sanur, Denpasar, Sabtu (24/8) kemarin. tetap menjadi daya tarik dan menjadi kenangan mengesankan bagi para penggunjung termasuk wisatawan. Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini bersama warga ingin terus memberikan sumbangsih bagi keberlanjutan pariwisata yang menjadi penopang ekonomi terbesar di wilayah ini. Salah satunya melalui festival yang kali ini bertema ‘’Dharmaning Gesing’’ yang menggerakkan berbagai komunitas untuk tak henti melakukan kreasi dan inovasi demi keberlangsungan pariwisata di Sanur. Wakil Gubernur Bali Cok Ace memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Santrian

Regatta Sailing ini. Terlebih dari kalangan peserta juga melibatkan anak-anak. “Saya kira cukup baik, apalagi tadi saya lihat anak-anak juga ikut terlibat,” katanya. Ke depan pihaknya berharap penyelenggaraan Regatta Sailling bisa berkelanjutan dan meningkatkan jumlah peserta. Selain itu, pihaknya selaku unsur pemerintah akan siap membantu penyelenggaraan kegiatan yang cukup positif bagi pengembangan pariwisata ke depan. “Kalau selama ini dilakukan secara swadaya oleh Santrian Hotel, ke depan kami di pemerintah siap membantu,” ungkap Cok Ace. (kmb12)

SVF Dimeriahkan Santrian Yoga Festival 2019 SIAPA yang tidak mengenal Pantai Sanur dengan kegiatan yoga di pagi hari. Sekumpulan penekun yoga setiap hari hampir dipastikan berlatih yoga di Pantai Karang Sanur. Masyarakat Sanur, sekitaran Denpasar, dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, tidak sedikit yang ikut berlatih bersama. Ketika 200-an penekun yoga melakukan asanas bersama merayakan kebersamaan dalam bentuk festival, itu luar biasa. Sabtu (24/8) kemarin digelar Santrian Yoga Festival 2019. Kegiatan yoga yang digagas Puri Santrian Resort & Spa ini adalah bentuk selebrasi kelompok yoga yang bernama Seger Oger. Kegiatan ini juga serangkaian Sanur Village Festival (SVF) 2019. Santrian Yoga Festival 2019 yang didukung penuh Bank BNI dan Bank Mandiri, diikuti oleh persaudaraan yoga Seger Oger, masyarakat penekun yoga, dan wisatawan. Sejak pukul 5.30 pagi terlihat para peyoga sudah menempati area di pinggir pantai Puri Santrian A Beach Resort & Spa. Sebelum matahari terbit, peserta

melakukan latihan olah napas dan meditasi. Bersamaan dengan terbitnya matahari, mereka melakukan gerakan yoga yang dimulai dengan surya namaskara dan ditambah gerakan lainnya. Seluruh gerakan yoga dalam pelaksanaan Santrian Yoga Festival 2019 dipimpin oleh Ida Bagus Candi, seorang sesepuh dan pendiri yoga Seger Oger. Setelah berakhirnya seluruh rangkaian gerakan yoga, Santrian Yoga Festival 2019 juga dimeriahkan yoga performance dari Yoga Acro Herawati dan Agus, penari Olga Stadnikova dari Ukraina, dan Joni Agung dari Seger Oger Pantai. Penampilan para pengisi Santrian Yoga Festival 2019 benar-benar memberikan keriangan kepada seluruh peserta, di samping mendapatkan kebugaran yang nyata. Penampilan Herawati dan Agus dengan Yoga Acro menyerupai gerakan akrobatik yang mementingkan adanya keseimbangan tingkat tinggi. Penari Yoga Olga Stadnikova dari Ukraina mempertunjukkan kelenturan tubuh seperti memadukan yoga

dan balet. Tarian berdurasi hampir 5 menit dengan judul gayatri mantra ini memperlihatkan betapa gerakan yoga juga memiliki estetika gerak yang menakjubkan. Selanjutnya Santrian Yoga Festival 2019 ditutup oleh Joni Agung dengan yoga gembira yang menggabungkan alunan musik dan lagu reggae dengan gerakan-gerakan penuh keriangan. Ida Bagus Ngurah Kumbayana menyatakan, Santrian Yoga Festival 2019 merupakan acara yang memadukan kegiatan rutin yoga di Puri Santrian A Beach Resort & Spa yang diikuti para tamu yang tinggal dan keluarga besar pasemetonan Yoga Seger Oger Sanur dalam bentuk perayaan bersama. Lebih lanjut menurut Gus Ngurah, sapaan akrab penggagas Santrian Regatta 2019 yang juga Managing Director Santrian Group sekaligus owner Puri Santrian A Beach Resort & Spa, yoga sangat besar manfaatnya bagi kebugaran tubuh. Tidak hanya tubuh yang sehat, namun pikiran dan jiwa juga ikut sehat. Gus Ngurah memberikan apresia-

si yang sangat tinggi kepada keluarga besar Yoga Seger Oger yang selama ini telah menghidupkan Pantai Sanur dengan aktivitas yoganya. “Yoga bukan hanya gerak untuk kebugaran, tapi saat ini sudah menjadi life style serta kebutuhan masyarakat modern termasuk wisatawan yang datang ke Sanur,” tambahnya. Ketua Umum Sanur Village Festival 2019, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau Gusde menyambut baik ketika Puri Santrian menyampaikan gagasannya mendukung program SVF dengan festival yoga. Menurutnya, SVF selama ini telah menempatkan Yoga Seger Oger sebagai program unggulan. Seger Oger pernah menyelenggarakan yoga festival dalam rangkaian SVF yang diikuti ribuan peserta dan tampil di panggung. Senada dengan Gus Ngurah, Gusde berharap Santrian Yoga Festival dapat berlanjut dan dijadikan agenda tahunan yang bersinergi dengan SVF. Seger Oger sebagai organisasi kekeluargaan yoga yang lahir dari Pantai Sanur kini telah menjadi ikon Pantai Sanur. (ara)

BPM/ist

YOGA - Peserta Festival Yoga di Puri Santrian Hotel, Sanur, Denpasar.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

Kapolres Bangli Jamin Keamanan Pelajar Asal Papua

Bangli (Bali Post) Pihak Kepolisian dan TNI menjamin keamanan pelajar asal Papua di Kabupaten Bangli. Hal tersebut ditegaskan Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo di sela-sela arahan kegiatan tatap muka dengan para pelajar asal Papua dan Papua Barat, Jumat (23/8) lalu.

TATAP MUKA - Kapolres Bangli menggelar tatap muka dengan pelajar asal Papua.

BPM/ist

Kegiatan tatap muka turut dihadiri Kasdim 1626/Bangli Mayor Cpn Nouvi Efendi, para pejabat Kodim 1626/ Bangli, Kepala SMAN 1 Bangli, Kepala SMKN 1 Bangli, perwakilan SMKN 2 Bangli, serta siswa-siswi asal Papua yang bersekolah di SMAN 1 Bangli, SMKN 1 Bangli, dan SMKN 2 Bangli. Kapolres Bangli dalam kesempatan itu minta para pelajar untuk lebih bersosialisasi dengan teman-teman yang lain agar tidak mudah diadu domba oleh isu-isu hoax. Pelajar Papua dim-

inta mengikuti pendidikan dengan baik sehingga kelak saat kembali ke Papua dapat membangun daerah tempat kelahiran. Terkait perkembangan teknologi sekarang ini, AKBP Agus Tri Waluyo mengimbau para pelajar untuk menyaring berita atau informasi yang didapat. Tidak mudah percaya dan tidak mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. “Saring sebelum sharing, dan bijaklah dalam bermedia sosial, sehingga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas,”

ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Bangli juga membagikan kaos kepada para pelajar Papua yang bertuliskan ‘’Aku Cinta Indonesia’’. Hal tersebut untuk mengingatkan bahwa Indonesia memiliki ragam budaya, suku, dan agama sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. “Kita di sini bersaudara, tidak ada rasisme di negara kita. Kalian pun berhak mengenyam pendidikan yang sama seperti yang lainnya,” imbuh Agus Tri Waluyo. (kmb40)

Tingkatkan Daya Saing, Industri Cegah Kebocoran, Bupati Suwirta Harus Kerja Sama dengan Desainer Pantau Retribusi Loket ’’City Tour’’ Denpasar (Bali Post) Untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat dunia industri harus bekerja sama dengan para desainer. Karena untuk bisa bersaing, harga produk mesti murah, berkualitas bagus, indah, dan memiliki fungsi. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan, daya saing menjadi kendala Indonesia dalam hal persaingan industri di tingkat internasional. “Makanya saya memotivasi para desainer agar bekerja sama dengan para industriawan,” ujarnya usai memberikan sosialisasi Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019 di Kanda Resto, Sanur, Jumat (23/8) lalu. Gati menambahkan, industriawan memikirkan memproduksi produk yang mempunyai daya saing tinggi di pasar internasional sehingga laku dijual. Untuk bisa bersaing, harga yang ditawarkan mesti murah, namun tetap berkualitas. Sementara nilai keindahan dan fungsi produk dipikirkan oleh desainer. Oleh sebab itu, industri tidak bisa sendiri dalam memproduksi produk yang berdaya saing. Mereka harus bekerja sama dengan desainer. “Untuk melihat yang indah tidak hanya produknya sendiri, tapi juga fungsinya. Kalau soal harga, industri yang tahu. Kalau soal indah dan fungsi, desainer yang tahu. Perpaduannya harus bagus antara ketiga itu. Tapi produk juga harus laku di pasaran,” bebernya. Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA memberi penghargaan pada desainer terbaik Indonesia yang disebut dengan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019. Tujuannya supaya desainer bisa mendesain suatu produk industri yang laku di pasar. Produk-produk tersebut juga didorong untuk memperoleh HAKI. Ia meyakini dengan adanya penghargaan IGDS akan mendorong para desainer untuk membuat desain-desain yang lebih bagus dan berdaya saing tinggi. “Produk kriya kita tak main-main, sudah lebih bagus. Dulu ada motor Cina, sekarang sudah tak ada lagi, karena tak bisa bersaing dengan produk motor di dalam negeri. Produk kita lebih

bagus dan lebih kuat, sehingga ke depan tak takut bersaing dengan Cina,” pungkasnya. Dari sisi konsumsi, dikatakannya sudah banyak masyarakat yang mengonsumsi atau menggunakan produk–produk Indonesia, karena kualitasnya lebih baik. “Sekarang beda sekali. Kita lihat ibu-ibu arisan pakai batik. Kalau dulu yang pakai batik hanya pegawai negeri. Kini anak-anak swasta juga pakai, tidak hanya untuk kondangan, tapi juga sehari-hari. Batik sudah menjadi suatu yang universal. Bahkan di sidang PBB batik dipakai. Jadi, produk dalam negeri sudah oke,” pungkasnya. Tahun 2030 ia menargetkan Indonesia menjadi nomor empat di dunia setelah China, Jepang, dan Korea untuk daya saing. (kmb42)

Gati Wibawaningsih

BPM/kmb42

MENCEGAH terjadinya kebocoran retribusi wisata city tour, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan kroscek di loket City Tour Semarapura. Banyaknya aplikasi yang digunakan petugas dalam melaporkan pendapatan harian, menjadi perhatian serius Bupati asal Nusa Ceningan ini. Di hadapan petugas jaga loket, Bupati Suwirta mengecek satu per satu jenis pelaporan city tour, mulai dari yang menggunakan sistem manual hingga aplikasi yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet. Pelaporan tersebut meliputi jumlah wisatawan yang berkunjung, karcis retribusi yang keluar hingga jumlah uang yang masuk. “Hari ini saya memantau perkembangan city tour, mengecek akurasi tamu yang masuk dengan tiket yang keluar, dan uang yang masuk. Saya akan pantau terus beberapa minggu ke depan untuk memastikan tidak ada kebocoran,” ujar Bupati Suwirta ditemui di objek wisata Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (24/8) kemarin. Menurut Bupati, sistem pelaporan yang digunakan tidak harus ribet dengan banyaknya jenis dan aplikasi yang digunakan. Laporan masuk, baik tamu maupun uang retribusi dan jumlah karcis yang keluar cukup menggunakan satu aplikasi yang bisa terkoneksi, baik dengan dinas maupun bank dalam hal ini BPD Bali. “Zaman sudah maju, tidak ada

teknologi yang terlalu ribet,” ucapnya. Bupati Suwirta dalam waktu dekat akan memanggil dinas terkait untuk membicarakan hal ini. Dinas terkait diharapkan bisa mengontrol kinerja petugas di lapangan. Begitu pula para petugas agar bisa memberi masukan, agar dapat diambil langkah lanjutan apabila terjadi kendala di lapangan. “Kita harus optimalkan semua petugas yang ada,”

imbuhnya. Pemkab Klungkung telah mengembangkan city tour dengan beberapa objek wisata di dalamnya, seperti Monumen Puputan Klungkung, Kertagosa, Museum Semarajaya, dan Puri Agung Klungkung. Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga,

harga tiket untuk wisatawan mancanegara dewasa sebesar Rp 50.000 per orang dan anakanak Rp 25.000 per orang. Wisatawan domestik dewasa Rp 25.000 per orang dan anakanak Rp 15.000 per orang. Sementara untuk preeweding mancanegara Rp 500.000 dan domestik Rp 300.000. Untuk paket pembuatan film/video klip pendidikan Rp 250.000, sosial Rp 1.000.000, dan komersial Rp 2.000.000. (ad783)

PANTAU – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan pengarahan kepada petugas saat memantau objek wisata yang menjadi paket City Tour Semarapura.

Menteri dari Bali Tak Hanya Bidang Pariwisata

BPM/ist

FGD – Peserta FGD yang diadakan DPN Peradah Indonesia dan DPP Persadha Nusantara di Warung Bumbu Desa Jakarta.

Denpasar (Bali Post) – Pemerintahan Joko Widodo periode kedua memiliki segudang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan lima tahun ke depan, baik masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, pariwisata, hukum, dan keamanan maupun berbagai permasalahan lainnya, seperti revolusi industri jilid 4. Hal ini tidaklah mudah, namun bukan tidak mungkin dapat diselesaikan dengan baik. Syaratnya, Kabinet Jokowi ke depan diisi oleh tokoh– tokoh yang memiliki rekam jejak dan kualitas sesuai dengan ritme kepemimpinan serta mampu menerjemahkan visi dan misi Presiden Jokowi. Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh DPN Peradah Indonesia bersama DPP Persadha Nusantara di Warung Bumbu Desa

Jakarta, Sabtu (25/8) kemarin. FGD yang dilaksanakan dalam rangka menyampaikan hasil aspirasi dan atau survei sebagian masyarakat Bali dan umat Hindu terkait sosok menteri yang pas untuk membantu Presiden Jokowi. Sebab, tokoh Bali dan Hindu sangat layak diberi kesempatan membantu Presiden Jokowi membangun bangsa dan negeri ini di tengah realitas kebangsaan kita yang terus mengalami ujian pada usia kemerdekaan ke-74. ‘’Berbagai komponen kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami ujian di berbagai kondisi kehidupan masyarakat yang dapat merusak harmoni kehidupan warga dan kebhinekaan Negara Indonesia,’’ ujar Dr. I Wayan Jondra, Ketua Harian DPP Persadha Nusantara. Ketua Umum DPN Peradah

Indonesia I Gede Ariawan menyampaikan, dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua golongan saja, melainkan memerlukan kebersamaan semua komponen bangsa, salah satunya komponen Hindu. ‘’Umat Hindu Indonesia siap terlibat menjadi bagian dari kerja bersama seluruh komponen bangsa, siap membantu Presiden membangun dan menjaga NKRI yang kita cintai,’’ tegasnya. Menurutnya, Bali memiliki SDM yang berdaya saing tinggi, berkualitas dan berintegritas, bermutu, profesional, dan bermoral, serta memiliki jati diri yang sesuai dengan nilai–nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Tokoh Bali tidak hanya siap diberi kepercayaan mengurusi pariwisata, tetapi juga siap mengurus hukum

dan HAM, pertanahan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. ‘’SDM tokoh Bali dan Hindu mumpuni di berbagai bidang,’’ sebut Ige, panggilan akrabnya. Dengan berbagai pertimbangan dan kajian mendalam serta kriteria tersebut di atas serta aspirasi sebagian warga Bali dan umat Hindu Indonesia, DPN Peradah Indonesia dan DPP Persadha Nusantara menyimpulkan beberapa nama tokoh Bali dan Hindu Nasional untuk direkomendasikan membantu Presiden Jokowi sebagai menteri. Mereka adalah Gede Pasek Suardika (Senator/DPD RI periode 2014–2019/Ketua Komisi III DPR RI), AAGN Ari Dwipayana (Staf Khusus Presiden 2014–2019/ Akademisi Politik UGM), dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Wagub Bali 2018–2023/ Pelaku Pariwisata Bali). (kmb)

Melongok SMPN 11 Denpasar

Dambakan Bus Sekolah dan Air Bersih untuk Pertamanan

SMPN 11 Denpasar di Desa Serangan, Denpasar Selatan, tidak mendapat perhatian optimal dari pemerintah. Dulu hanya berbekalkan gedung lama (eks SD), kini setelah ditata rapi masih banyak menghadapi permasalahan sehingga belum bisa tampil megah seperti sekolah negeri lainnya. Salah satu masalah utama yang dihadapi siswa dan orangtua siswa yakni tak adanya bus sekolah seperti yang dinikmati siswa SMP negeri di Kota Denpasar. Kepala SMPN 11 Denpasar Putu Jaya, S.Pd., M.Psi., didampingi Waka Kurikulum Komang Anggreni, S.Pd., dan Humas Ni Wayan Ratnadi, S.Pd., M.Pd., mendesak agar Wali Kota Denpasar menyiapkan bus sekolah karena sangat didambakan anak-

anaknya. Bus sekolah sangat diperlukan karena hampir 50 persen siswanya berasal jauh dari Pulau Serangan, yakni Pedungan, Sesetan, dan Sidakarya. Selama ini orangtuanya mengeluh pagi-pagi harus mengantar anaknya ke sekolah dan sore menjemputnya. Jika memakai ojek sekali antarmencapai Rp 15.000. ‘’Ini tentu biaya mahal tiap hari habiskan Rp 30 ribu untuk transportasi,’’ ujarnya. Kadisdikpora Denpasar Drs. I Wayan Gunawan mendukung usulan SMPN 11 Denpasar agar disiapkan layanan bus sekolah. Usulan ini perlu dilanjutkan ke Dishub Kota Denpasar supaya dibuatkan kajian disesuaikan dengan rute yang tersedia dan kemampuan anggaran. ‘’Prinsipnya kami setuju,’’

tegasnya. Selain itu, kata Kasek Putu Jaya, lingkungan sekolah perlu didukung komponen masyarakat guna melahirkan sekolah yang bersih di kawasan pariwisata. Hal itu dibenarkan Ketua Komite SMPN 11 Denpasar Nyoman Temuantara, S.E., Sabtu (24/8) kemarin. Dia ingin menciptakan suasana PBM yang nyaman bagi siswa dan guru di kelas dan luar kelas, di antaranya gerakan kerindangan sekolah. Hanya kendalanya tak tersedia air bersih untuk memelihara tanaman, sedangkan sumur bor di lokasi ini masih asin. Makanya jangan heran tanaman di halaman sekolah banyak yang mati karena disiram dengan air asin.

Sekali pun dikenal sebagai sekolah gratis, komite ingin penampilan SMPN 11 Denpasar sejuk, rindang, disiplin, dan berprestasi. Seperti memodernisasi kantin, wajah sekolah hingga penegakan disiplin siswa dan guru. Temuantara melihat sudah banyak kemajuan di sekolah ini, namun tetap berharap adanya kucuran bantuan pemerintah untuk membangun aula yang representatif, kantin yang memadai, parkir guru, dan ruang kelas baru. Komite dengan segala keterbatasan anggaran, sudah membantu satu RKB dan menyiapkan LCD dan CCTV tiap ruangan. Dengan demikian, SMPN 11 Denpasar benar-benar sejuk, nyaman, dan menjadi rumah kedua bagi siswa dan guru. (sue)

BPM/sue

POJOK BELAJAR - Pojok belajar di halaman SMPN 11 Denpasar yang ditata perlu didukung suasana sejuk dan hijau.


4

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

Catatan Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru

Memahami Sastra dengan Kemahiran Menulis HIRUK-pikuk wacana tentang literasi akan tetap berjalan di tempat jika siswa tidak mulai diperkenalkan dengan karya sastra sejak dini. Pengenalan sastra terbaik dimulai sejak siswa sekolah dasar tepatnya kelas tiga SD, karena di usia ini nalar dan rasa siswa mulai bekerja dan mudah menyerap informasi. Jika ini berjalan dengan baik dibimbing guru mumpuni, seimbanglah kemampuan membaca sekaligus menulis siswa. Sehingga jika digelar lomba menulis cerpen atau puisi, akan menghasilkan karya yang baik. Berikut catatan lomba sastra untuk memahami kondisi dan situasi literasi di Indonesia. Tahun 2019 ini merupakan tahun ketiga Komunitas Niswaka Sastra melaksanakan kegiatan Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru. Penerimaan naskah lomba Menulis Cerpen dan Puisi se-Indonesia dibuka dari bulan 1 Juni—20 Juli 2019. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membudayakan mencintai dunia sastra kepada masyarakat di Indonesia. Dalam rapat juri, Selasa, 13 Agustus 2019, Ketua Komunitas Niswaka Sastra, Niswa Djupri, memberikan pengantar bahwa target peserta sayembara ini adalah masyarakat di Indonesia yang secara umum mencintai sastra. Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru ini bertujuan sebagai upaya mengembangkan budaya literasi menulis nasional. Sayembara kali ini menyuguhkan dua kategori lomba, yaitu Menulis Cerpen dan Puisi se-Indonesia diikuti oleh masyarakat Indonesia. Naskah cerpen yang masuk ke meja panitia 92 buah dan puisi 138 buah dari penulis seluruh Indonesia. Pemenang Penentuan pemenang telah melalui berbagai proses penilaian oleh dewan juri dan menetapkan masing-masing kategori, dua pemenang yang mendapatkan hadiah dari Komunitas Niswaka Sastra. Tim penilai Sayembara Sastra Tunjung Biru terdiri atas tiga orang yang memiliki kompetensi di bidangnya. Berdasarkan Berita Acara tentang Pemenang Sayembara Sastra Tunjung Biru kategori Menulis Puisi Se-Indonesia Tahun 2019, Selasa, 13 Agustus 2019, ketiga dewan juri, yaitu Dra. Ida Ayu Oka Rusmini, Puji

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem mas a l a h tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Di pagi yang cerah ini tetaplah memanfaatkan untuk berlatih dengan cara yang mudah dan praktis agar suasana jadi menyenangkan. Dengan berbagai posisi di lantai menggunakan bola, latihan akan bermanfaat bagi paha, lengan, pinggul serta pinggang. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Komang Hariyanti dari Lala Studio.

1

Kisara

Retno Hardiningtyas, M.Hum., dan Niswa Djupri telah menetapkan enam pemenang (pemenang I, II, III, Harapan I, II, III) dan 4 orang naskah terpilih yang akan dipublikasikan dalam satu antologi. Keenam pemenang tersebut adalah Imey Triani Warsono dari Madiun (Hujan Mulai Turun dan Jemuran Masih di Luar Jendela), pemenang II Galeh Pramudianto dari Tangerang Selatan (4’33”), pemenang III N. Diana dari Gianyar (Hikayat Percakapan I), pemenang harapan I Ida Ayu Wayan Sugiantari dari Karangasem (Memanggil Angin), pemenang harapan II N. Diana dari Gianyar (Hikayat Percakapan II), dan pemenang harapan III Nafi Abdillah dari Karanganyar (Bukan Mbah Moga yang Menundukkan Banjir). Sementara itu, empat orang yang terpilih karyanya masuk dalam antologi puisi dan cerpen adalah I Wayan Juniartawan dari Klungkung (Balada Cinta Ni Layonsari), I Putu Gede Prapdipa dari Denpasar (Belajar pada Angin), Nafi yang Mengepung Kiai As’ad dari Karanganyar (Tasbih yang Mengepung Kiai As’ad), dan Ryan Farizzal dari Surabaya (Fragmen Kelima: Pada Ruangan Gelap Itu). Untuk Pemenang Sayembara kategori Menulis Cerpen, dewan juri telah memutuskan enam pemenang, sebagai berikut: pemenang I, Wika G. Wulandari dari Tidore (Mardiyem), pemenang II Haryo Pamungkas dari Jember (Kota Mayat), pemenang III, Wahyu Indro Sasongko dari Karanganyar (Sirep), pemenang Harapan I, Fina Lanah Diana dari Kendal (Potongan Kota), pemenang Harapan II, W.N. Rahman dari Blitar (Kain), dan pemenang Harapan III Heru Widayanto

dari Nganjuk (Ki Ageng Wanabaya). Keenam pemenang berhak mendapatkan hadiah dari panitia Sayembara Sastra Tunjung Biru. Untuk empat penulis yang karyanya masuk dalam buku antologi puisi dan cerpen adalah Fina Lanah Diana dari Kendal (Kepada Enima), Umi Salamah dari Kebumen (Kedai Kopi Tempo Dulu), Erwin Setia dari Bekasi (Sumur), dan Fika Anggi dari Sidoarjo (Ibu Mari Kita Pulang). Para pemenang I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III, masing-masing kategori berhak mendapatkan hadiah, berupa uang tunai, piagam, trofi, dan tiga buku Antologi Bunga Tunjung Biru 2019. Untuk delapan orang yang karyanya terpilih masing-masing mendapatkan buku Antologi Bunga Tunjung Biru 2019. Catatan Ada catatan dari dewan juri untuk kedua kategori sayembara. Penulis masih perlu melakukan revisi dan perbaikan naskah yang ditulis, baik dari segi judul, tematik, dan bahasanya. Adapun catatan dewan juri untuk kategori menulis puisi adalah sebagai berikut. Pertama, penulis puisi dalam lomba ini masih gagap memilih kata-kata. Padahal, beberapa tema yang digarap unik dan menarik, misalnya terinspirasi dari lagu. Kedua, judul yang dipilih kadang seperti dogma menjadi tidak menarik, jatuhnya puisi menjadi teks pidato. Ketiga, ada beberapa puisi bagus, tetapi tidak membawa pembaharuan dan kebaruan karena diksi yang didedahkan sama dengan diksi penyair Indonesia yang lebih dulu menulis puisi. Padahal, regenerasi itu membutuhkan napas dan hawa baru, baik dari segi tema maupun teknik menulis puisi. Beberapa catatan tersebut belum ditemukan di dalam lomba kali ini. Catatan untuk kategori menulis cerpen adalah, pertama, judul-judul cerpen yang dibuat para peserta lomba kadang terlalu

bombastis, memang ini salah satu teknik untuk memikat “juri” sayangnya judul-judul itu hanya sekadar judul tidak terkait dengan isi cerita. Kedua, muatan lokal (kultur) adalah salah satu ide cerita yang selalu menjadi tema favorit yang mudah dikemas dan menimbulkan sensasi berbeda dibanding hal-hal rutinitas, sayangnya di dalam cerpen-cerpen lomba kali ini peserta gagal. Muatan lokal dalam cerita hanya jadi tempelan. Ketiga, menulis sebuah cerita logika tetap harus dijalankan, jadi tetap masuk akal sekali pun terinspirasi dari dongeng atau hal-hal surealis. Keempat, menulis cerpen memang mudah, tema tidak harus diambil hal-hal besar, kunci menulis cerpen yang baik adalah, bagaimana mendedahkan kembali menjadi bacaan yang menarik, dan menyita perhatian pembaca di luar pengarang. Tugas pengarang tidak hanya berhenti pada kemenangan semata. Namun, masih ada yang perlu diperbaiki lagi tulisan masing-masing pemenang dalam dua kategori. Semua proses tersebut dilakukan untuk

menghasilkan karya yang layak bagi masyarakat penikmat dan pembaca karya sastra di seluruh Indonesia. Sayembara Sastra Tunjung Biru merupakan salah satu literasi dari enam literasi yang dikembangkan di Indonesia, yaitu literasi dasar baca-tulis. Lebih khusus lagi sayembara menulis ini adalah bentuk nyata dari gerakan literasi nasional yang selaras sedang digalakkan oleh Balai Bahasa Bali. Tidak menutup kemungkinan, Komunitas Niswaka Sastra dapat bekerja sama dengan lembaga yang membidangi kebahasaan dan kesastraaan, seperti Balai Bahasa Bali (UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Jakarta). Selamat kepada pemenang dan satu harapan, semoga Komunitas Niswaka Sastra selalu menciptakan kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat di Indonesia di masa mendatang. Akan semakin menarik juga jika melibatkan siswa sekolah dasar, sehingga mudah dideteksi kemampuan siswa menulis. lPuji Retno Hardiningtyas, Balai Bahasa Denpasar

Mudah dan Praktis dengan Bola 2

Gb. II: Untuk menghilangkan selulite pada paha bagian dalam, duduklah dengan posisi kedua kaki ditekuk dan tutup sedangkan kedua l e n - gan lurus depan dada. Condongkan badan ke depan sembari membuka kedua kaki lalu tegakkan badan dan ulangi gerakan pada 2 x 8 hitungan.

4

Gb. III: Duduklah pada posisi kedua kaki ditekuk dan tutup sedangkan kedua tangan memegang bola. Luruskan kaki kanan dengan tidak menyentuh lantai sembari mengarahkan bola ke kanan lalu kembali ke posisi semula setelah itu lakukan pada kaki satunya dan ulangi gerakan hingga pada 2 x 8 hitungan.

Gb. IV: Dengan posisi bersimpuh kedua tangan lurus ke atas. Angkat pantat sembari mengarahkan kedua tangan depan dada lalu kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan hingga pada 2 x 8 hitungan.

Gb. I: Posisi bersimpuh dengan tangan kanan di pinggang sedangkan tangan kiri di atas memegang bola. Condongkan badan ke kanan sembari mengangkat pantat dan lakukan pada 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan juga pada arah kebalikan.

3

Kupon

HALO Kakak Kisara, aku Devi. Mau cerita dong Kak. Aku suka banget makan, bukan cuma makan nasi saja Kak, tapi suka ngemil juga. Sering banget terbangun malam-malam cuma buat ngemil. Tetapi aku heran deh Kak, sebanyak apapun makan tetap saja aku kurus. Bahkan banyak teman aku yang bilang aku cacingan dan dibilang bisa saja kena penyakit parah. Benar gak sih Kak, makan banyak tapi gak gemuk itu berarti sakit parah? Mohon dijawab ya Kak. Makasih Kak! Devi Halo Devi, salam kenal ya dan terima kasih sudah mengirim pertanyaan kamu dan mau berbagi. Masalah Devi ini mungkin jadi masalah banyak orang juga di

LITERASI - Wacana tentang literasi akan tetap berjalan di tempat jika siswa tidak mulai diperkenalkan dengan karya sastra sejak dini. Pengenalan sastra terbaik dimulai sejak siswa sekolah dasar, tepatnya kelas tiga SD, karena di usia ini nalar dan rasa siswa mulai bekerja dan mudah menyerap informasi. Jika ini berjalan dengan baik dibimbing guru mumpuni, seimbanglah kemampuan membaca sekaligus menulis siswa.

luar sana. Sudah makan banyak, tapi angka di timbangan gak naiknaik. Kalaupun nambah lemak, nambahnya mungkin cuma di pipi. Nah, apakah ini artinya kalian

Hari-hari ceria dengan berlatih secara rutin dan salam bugar dari Lala Studio.

Kenaikan Berat Badan

sakit parah? Yuk kita coba bahas bersama, ya. Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga

tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh. Menurut dokter ahli fisiologi, Grace Judio Kahl, salah satu faktor yang mempengaruhi berat badan tetap rendah meski sudah banyak makan adalah faktor psikologis, misalnya sedang dalam situasi stres atau depresi yang akan membuat seseorang malas untuk makan makanan bergizi walau ia terlihat banyak makan. Jadi, pikir baikbaik kalau memang sedang ada yang membuatmu stres, mungkin

itu yang membuat berat badanmu tak naik walau sudah banyak mengonsumsi makanan. Kelelahan juga jadi faktor yang menghambat penambahan berat badan. Tidak heran karena aktivitas yang padat membuat tubuh semakin banyak membakar kalori sehingga meski sudah makan banyak, tubuhmu tetap saja kurus karena kegiatanmu yang seabrek itu. Nah, lalu apakah kurus berarti cacingan dan sakit parah?

Tentunya tidak. Jika kamu tidak mengalami gejala-gejala cacingan seperti mual, muntah, konstipasi atau diare dan demam tinggi, kamu belum tentu dapat dikatakan cacingan. Namun, ada baiknya loh untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Penting juga bagi kamu untuk mengontrol pola makan kamu ya, apapun yang berlebihan tidak baik untuk tubuh. Selain itu, cobalah untuk sering memeriksakan kadar kolesterol dan gula darah minimal tiga bulan sekali.


5

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

Capricorn Kehidupan : Minggu yang tenang melegakan walaupun segalanya masih belum menentu, akan tetapi prospek cerah sudah mulai terasa. Jangan berhenti untuk melakukan segala terobosan penting walaupun memang cukup sulit untuk dilaksanakan. Kesehatan: Sebaiknya tetap dijaga, jangan karena kondisi badan sudah terasa sehat lalu Anda menjadi sembrono. Cinta: Tak ada sulitnya menuruti segala kemauannya, selama itu masih dalam batas-batas kewajaran. Aquarius Kehidupan: Sikap sabar dan bijaksana dalam menilai dan menyikapi suatu persoalan sangat diperlukan, agar pikiran tidak sampai terbelenggu oleh satu persoalan. Minggu ini lumayan bagus, tetapi jika ingin berspekulasi ada baiknya dipikir dengan hati-hati. Kesehatan: Jauhilah perasaan jengkel apalagi hanya karena persoalan sepele, itu akan sangat mengganggu kestabilan emosi. Cinta: Ada sedikit cekcok mulut walaupun begitu jika tidak ada yang mengalah maka akan bisa berlanjut kepertengkaran. Pisces Kehidupan: Suasana yang sekilas tenang, ternyata ada bahaya yang benar-benar mengancam Anda, sehingga jika ada tawaran yang sekiranya menguntungkan sebaiknya benar-benar diwaspadai. Ingatlah persoalan besar bisa muncul di minggu ini berawal dari persoalan kecil. Kesehatan: Terlalu banyak makan makanan pedas akan membikin sakit perut. Cinta: Cekcok mulut masih menghiasai suasana asmara. Aries Kehidupan: Kemajuan masih sulit tercapai. Ini disebabkan karena munculnya rintangan dari luar. Namun, bila Anda mau tekun dan disiplin, maka segalanya masih bisa diatasi. Untuk memberi keputusan ada baiknya dibicarakan bersama. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang fit, untuk itu pola makan sebaiknya dijaga. Cinta: Tetap terasa hangat walaupun ada masalah yang masih mengganjal. Taurus Kehidupan: Apa yang Anda hadapi benarbenar berat, untuk itu ada baiknya selalu perhatian dengan segala urusan yang ada saat ini. Situasi masih belum menentu, ada baiknya spekulasi dihindari dulu. Kesehatan: Lari pagi sangatlah baik untuk menjaga kondisi badan Anda, selain badan terasa lebih fit, pikiran juga akan lebih terasa segar. Cinta: Jalinlah komunikasi dua arah yang baik. Gemini Kehidupan: Serumit apapun persoalan jika dihadapi dengan keuletan dan keyakinan maka pasti akan bisa menemukan solusi yang tepat. Jangan keburu panik ataupun berkecil hati bila ada problem. Optimislah bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Kesehatan: Tetap prima dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Cinta: Suasana minggu ini cocok untuk menghabiskan waktu bersamanya, namun harus tahu batas dan etika. Cancer Kehidupan: Suasana tenang dan jauh dari permasalahan benar-benar bisa Anda rasakan di minggu ini. Segala rencana tampak lancar dan tidak mengalami hambatan. Ajakan teman untuk melaksanakan rencana baru sebaiknya benar-benar bisa ditindaklanjuti. Kesehatan: Tetap sehat dan terjaga, dan hampir tidak ada problem mengenai kondisi badan Anda. Cinta: Minggu-minggu yang Anda lalui bersamanya selalu diliputi oleh kehangatan dan kemesraan. Leo Kehidupan: Tetaplah optimis dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang, hadapi dengan tenang dan semangat. Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu. Kesehatan: Emosi yang labil di minggu ini benar-benar akan mengganggu kestabilan kesehatan rohani Anda. Cinta: Sikap positive thinking akan membikin suasana asmara Anda menjadi lebih tenang dan jauh dari kecurigaan. Virgo Kehidupan: Anda tak perlu cemas, karena segala rencana masih lumayan lancar. Hanya saja kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam. Saat ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena kehidupan masih lumayan mujur. Kesehatan: Tidak ada yang patut dicemaskan karena segalanya berjalan dengan memuaskan. Cinta: Masalah masih seputar itu-itu saja, Anda masih mempersoalkan perkara kecil yang seharusnya tidak dimasukkan hati. Libra Kehidupan: Pekerjaan tampak semakin menumpuk, dan kelelahan baik itu jasmani dan rohani semakin membuat Anda terpuruk. Jika ingin tetap sukses maka Anda harus menghilangkan jauh-jauh perasaan malas. Kesehatan: Istirahat terasa kurang, dan pikiran terasa lelah. Begitulah kondisi kesehatan Anda, dimana waktu luang yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan. Cinta: Cukup mesra walaupun terkadang selisih pendapat masih sulit untuk dicari jalan tengahnya. Scorpio Kehidupan: Minggu ini hampir tidak ada gangguan berarti yang akan membikin kacau. Karena suasana dan situasi cukup mendukung bisnis Anda, maka jangan ragu untuk melakukan manuver-manuver yang berbahaya sekalipun. Jangan biarkan diri Anda cepat merasa puas. Kesehatan: Tidak ada yang perlu ditakutkan untuk jajan makanan di luaran selama Anda tetap bisa memperhatikan faktor kebersihan. Cinta: Meskipun si dia berada jauh dari diri Anda, kesetiaanya cukup bisa diandalkan. Sagitarius Kehidupan: Sudah kepalang tanggung untuk melangkah mundur. Lebih baik yang ada dijalani dengan kesungguhan dan kemantapan hati. Tunjukkan bahwa diri Anda tak selemah seperti yang dibicarakan rekan-rekan Anda. Kesehatan: Jagalah hati Anda, terutama dari perasaan iri dengki yang hanya bikin hati panas dan menjadi sulit untuk bisa berpikir lebih tenang. Cinta: Jika Anda tidak suka sebaiknya jangan memberinya harapan, bisa pusing nantinya.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 25 - 31 Agustus 2019

Mengurai "Punarbhava" Dehino’smin yatha dehe kaumaram yauvanam jara tatha dehantara-praptir dhiras tatra na muhyati

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

(Bhagavad-gita 2.13) “Sebagaimana Sang Atma di dalam badan ini mengalami perputaran dari masa kanak-kanak ke masa muda, lalu ke masa tua, seperti itulah badan lain didapatkan setelah meninggal. Orangorang bijaksana sama sekali tidak akan terbingungkan oleh hal itu.” Agama Hindu mengajarkan kebenaran Punarbhava atau reinkarnasi. Ia merupakan kelanjutan dari hukum Karmaphala. Karma (perbuatan) selalu diikuti oleh phala (hasil, pahala) dari perbuatan itu sendiri. Pahala dari perbuatan inilah yang menjadi penyebab terjadinya punarbhava (reinkarnasi). Alam material ini dikendalikan oleh hukum aksi-reaksi atau sebab-akibat. Mengingat karma adalah perbuatan (aksi) dan phala adalan hasil (reaksi), maka hukum Karmaphala merupakan kebenaran tidak terbantahkan. Sedangkan Punarbhava yang merupakan akibat dari adanya hukum Karmaphala, maka Punarbhava pun adalah kebenaran tidak terbantahkan. Ia tidak “menunggu” diakui atau pun tidak diakui. Dalam Bahasa Inggris, kata reinkarnasi terdiri dari kata “re+in+carn+ation”. Re=”kembali”, in=ke dalam, carn=”daging atau tubuh”, ation=proses. Artinya, ada proses dimana atma (roh) mendapatkan badan baru setelah meninggal. Punarbhava adalah sraddha ke-4 dari 5 Keyakinan dalam agama Hindu yang dinamakan Panca Sraddha. Ia bukan hanya sekadar keyakinan melainkan adalah keyakinan yang teguh ajeg tanpa tergoyahkan. Umat Hindu meyakini Punarbhava atau reinkarnasi sebagai kela-

hiran berulang-ulang tanpa keraguan sedikit pun. Di Bali khususnya, dapat dipastikan tidak ada orang Bali yang tidak percaya terhadap Punarbhava atau kelahiran berulang-ulang. Mereka justru akan mempertanyakan keyakinan (sraddha) orang jika ada yang meragukan atau tidak mengakui adanya kelahiran berulang-ulang/reinkarnasi. Keyakinan ini dimantapkan melalui tradisi “meluwasan” sekitar 12 hari setelah bayi lahir. Tradisi ini yang juga disebut “nunas beras” atau “nunas baos” atau “matuunang”, yaitu menanyakan pada orang pinter (Balian) perihal atma/ roh siapa yang “ngiyangin” atau lahir pada bayi tersebut. Selain itu, kesaksian dari orang-orang yang mengalami pengalaman di “alam lain” dalam keadaan mati suri juga sangat memperkuat keyakinan umat Hindu pada Punarbhava. Ada pula kesaksian anak-anak yang mampu mengingat kejadian-kejadian yang dialami pada kelahirankelahiran terdahulunya. Para ilmuwan pun meyakini setelah meragukan kesaksian-kesaksian yang diceritakan oleh anakanak tersebut. Bahkan banyak pula kejahatan berhasil diungkap oleh polisi dari pengakuan/ kesaksian anak-anak yang mampu mengingat kejadiankejadian masa lalunya. Semua itu memperkuat keyakinan akan adanya Punarbhava atau reinkarnasi, putaran kelahiran dan kematian berulang-ulang yang dialami oleh makhluk hidup di alam material ini sampai terhenti pada moksa. Selain Bhagavad-gita, kitab Canakya Niti Sastra menyebutkan “svayam atma karoty atma svayam tat-phalam asnute”, pahala dari perbuatan adalah pasti. Sendiri orang melakukan perbuatan maka sendiri pula akan mendapatkan pahalanya. Setiap perbuatan baik atau

pun tidak baik yang dilakukan pasti akan diterima pahalanya (avasyam eva bhoktavyam krtam karma subhasubham). Kepastian adanya akibat atau hasil dari perbuatan memastikan terjadinya reinkarnasi. Sebab, akibat dari setiap perbuatan tidak akan pernah lenyap kecuali orang berhasil mencapai tingkatan moksa. Pahala dari perbuatan tidak akan pernah menipis, berkurang, atau hilang bahkan setelah milyaran tahun sekali pun (na ksiyante’sya karmani kalpa-koti-satair api). Para leluhur pendahulu kita yang sangat gigih menegakkan tiang-tiang keyakinan Dharma sangat jeli mengurai ajaranajaran sraddha dari “sang hyang Astadasa-parva” (Mahabharata), khususnya diambil dari karya-karya sastra lontar berbahasa Jawa Kuna. Punarbhava, sraddha nomor 4 dari Panca Sraddha banyak dijelaskan dalam berbagai pustaka suci Veda dengan cabang dan ranting-rantingnya, termasuk karya-karya terjemahan serta saduran perihal sejarah orang-orang suci dan para Dewa (Itihasa dan Purana). Salah satunya, bagian Bhagavad-gita dari kitab Bhisma Parva menyebutkan tentang keberadaan Punarbhava. Dehino’smin yatha dehe kaumaram yauvanam jara tatha dehantara-praptir dhiras tatra na muhyati “Ikang janma ngaranya, ri sědangnyan pasarira mangke, kararayan, kayowanan, si tuha marakapangguh de nika, ring janmantara tuwi, yayatah samangkana kapangguh, tatan hana papahinya. Mangkana pwa tatwanya, matangnyan tan alaratah ri těka ning pati urip, tarima tang panas tis, kělakěn si sukha duhkha, padhakěn ikang surasa lawan wirasa.” Yang namanya manusia itu, pada saat masih memiliki tubuh seperti sekarang ini, masa kanak-kanak, masa dewasa, masa tua itu sudah pasti akan dijumpai olehnya. Begitu pula pada waktu penjelmaanpenjelmaan yang lainnya. Tentulah seperti itu juga yang akan dijumpai. Tidaklah ada perbedaannya. Seperti itulah hakikatnya. Oleh karena itu, janganlah bersedih hati atas datangnya

kehidupan dan datangnya kematian tersebut. Terimalah apa yang disebut sebagai panas dinginnya. Tanggunglah suka dukanya. Samakanlah perasaan senang dan perasaan sedih tersebut. “Dehino’smin yatha dehe”, sebagaimana atma yang berada di dalam badan jasmani mengalami perputaran dari masa kanak-kanak, masa muda, dan akhirnya tua (kaumaram yauvanam jara), lalu mati, dan sesuai dengan karma-nya pada kehidupan terdahulunya maka atma mendapatkan badan baru lagi (tatha dehantara praptih). Demikian perputaran “samsara” dialami oleh setiap makhluk hidup. Hanya pencapaian moksa yang mampu menghentikan putaran kelahiran dan kematian berulang-ulang tersebut. Pengutipan sloka di atas sangat menarik, diulas tepatnya disadur ke dalam Bahasa Jawa Kuna secara bebas, terarah, dan sangat menarik. Sloka di atas dikutip lengkap, sedangkan pada saduran Bahasa Jawa Kunanya setengahnya merupakan terjemahan atau saduran dari sloka berikutnya, yang tidak disertakan dalam saduran. Sloka dimaksud adalah Bhagavad-gita bab 2 sloka 14: “matra-sparsas tu kaunteya sitosna-sukha-duhkha-dah, agamapayino’nityas tams titiksasva bharata”, yang artinya “Wahai Putra Kunti…, panas dan dingin, suka dan duka, semua itu terjadi hanyalah akibat sentuhan indria (dengan objeknya). Semuanya datang dan pergi serta bersifat sementara. Wahai keturunan Bharata (Arjuna) ..., terimalah semua hal itu tanpa tergoyahkan.” Atma sebagai sang diri sejati bersifat kekal abadi, tidak pernah terlahirkan dan tidak pernah mati. Badan jasmani sebagai bungkus sang atma bersifat sementara, selalu mengalami perubahan, kemudian merosot dan akhirnya mengalami kematian. Sthula-sarira (badan jasmani) dalam tutupan dan kendalian sifat sattva-guna (kebaikan), raja-guna (kenafsuan), dan tama-guna menyebabkan atma menjadi tertutupi sifatsifat aslinya. Atma yang bersifat selalu sadar, bahagia, selalu dalam pengetahuan, lalu men-

jadi penuh dengan kegelapan, kebodohan, amarah, loba dan lain-lain. Demi menyelamatkan atma dari tangkapan kesadaran badan jasmani maka Veda memberikan berbagai ajaranajaran spiritual yang dapat dipraktikkan oleh berbagai orang dalam berbagai tingkat kesadaran. Sebelum berhasil mencapai tingkatan moksa maka proses punarbhava akan tetap berkelanjutan tanpa henti. Demi mendekatkan diri pada kesadaran untuk mengangkat kesadaran adhyatma (spiritual) sehingga dapat dipastikan abdi Tuhan yang tulus tetap berada dalam penitian jalan dharma, maka keteraturan dalam pelaksanaan tri-sandhya, tapa, vrata, yoga, samadhi sangat diperlukan. Bukan hanya para Pandita dan Pinandita saja yang harus mempraktikkannya melainkan setiap umat seharusnya mewajibkan diri untuk mempraktikkan ajaran-ajaran indah dari kitab-kitab suci Veda. Pelaksanaan upacara-upacara sangat membantu umat untuk tetap berada dalam keyakinan dharma. Ia akan sangat terbantu oleh penekanan praktik-praktik agama seharihari, baik dalam ketekunan dan keteraturan praktik tri-sandhya maupun dalam pelaksanaan tapa, vrata, yoga, samadhi. Pelaksanaan dapat disesuaikan dengan desa (tempat), kala (waktu/zaman), dan patra (individu atau masyarakat bersangkutan), dipadukan dengan kebijaksanaan praktik dalam tingkatan kanistha, madhyama, atau uttama, dan kembangan dari masing-masing tingkatan praktik keagamaan yang dilakukan. Keyakinan mantap pada punarbhava akan membantu orang untuk menjaga diri dalam segala hal demi memastikan pencapaian kehidupan yang lebih baik pada kelahiran berikutnya. Keyakinan pada Punarbhava menginspirasi orang untuk selalu mengusahakan perbuatan-perbuatan baik dan mulia dalam hidup ini demi jaminan kelahiran yang lebih baik serta mulia pada kelahirankelahiran berikutnya, sampai akhirnya dikaruniai mendapatkan pembebasan yang langgeng (moksa).

dengan keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kegelapan batin atau delusi (moha). Kita tidak ingin ada uban, ingin tetap cantik atau tampan, kita menganggap hidup ini akan abadi, tidak berubah. Semuanya karena kondisi yang ada di pikiran dan juga mengertian yang kita peroleh dalam perjalanan hidup ini. Sebenarnya yang lebih penting adalah merawat batin, melatih pikiran, menjaga perasaan, menguatkan kesadaran, dan seterusnya. Karena batin kita, terutama pikiran, yang akan mengantarkan kita pada kondisi kehidupan yang akan datang, baik atau buruk. Melatih pikiran agar kadar keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin berkurang; agar konsentrasi, kesadaran, kebijaksanaan, cinta kasih, dan pikiran baik lainnya bertambah kuat. Ketika kematian tiba, badan akan hancur. Namun pikiran akan melanjutkan dengan mengambil jasmani yang baru di alam manusia atau alam kehidupan lainnya. Pikiran tidak mengenal mati, hingga mencapai kesucian pada suatu saat nanti.

Pikiran tidak akan mengambil bentuk baru di salah satu dari tiga satu alam kehidupan. Bermeditasi merupakan cara terbaik untuk melatih pikiran. Kita hanya membutuhkan sedikit tempat. Tidak harus berkelana ke hutan, tidak harus mencari pohon yang rindang. Cukup di salah satu bagian rumah, di tempat yang sedikit sepi. Kita bisa duduk bermeditasi untuk melatih pikiran. Kita butuh petunjuk, cara, guru, kawan seperjuangan; namun pada akhirnya kita harus berjuang sendiri, melatih sendiri untuk mendapatkan hasilnya. Badan memang perlu dirawat, dijaga dengan baik. Namun kita tidak bisa menghentikan badan ini dari kelapukan, usia tua, sakit, dan berakhir dengan kematian. Sedangkan batin akan terus melakukan perjalanan, berkelana ke alam baru dengan bentuk jasmani yang baru. Karena itu, pikiran perlu dilatih agar mengkondisikan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang dan semoga bisa mencapai kebahagiaan abadi, nibbana.

dan nyinyirlah! Apalagi aku tertarik dengan ucapan Romeo saat merayu Juliet, apa sih arti sebuah nama, sebab mawar disebut apa pun, harumnya tetap semerbak! Aku justru merasa prihatin atas berita kerusuhan yang konon terjadi di Manokwari dan Sorong barubaru ini, yang kubaca di media daring . Konon kerusuhan yang syukurnya bisa didamaikan akibat isu SARA, yang kemudian digoreng di media sosial oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Aku sangat menghargai dan menaruh hormat pada Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya dan Walikota Malang. Ketiga pemimpin daerah yang memiliki kadar kenegarawanan luar biasa tersebut ikhlas minta maaf pada masyarakat Papua atas kejadian yang menimpa para mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Surabaya dan Malang. Ketiga pemimpin daerah itu menolak isu diskriminasi rasial dan menyatakan plintiran para provokator membuat suasana memanas, sehingga ketiganya berjanji akan mengusut biang kerok masalah itu,“ ujar Nyoman Sdiantara. “Aku ingin menganalogikan

kerusuhan itu dengan sebuah video yang kutonton di facebook baru-baru ini. Sebuah kaleng minuman yang dibuang sembarangan ke jalan, dilindas roda mobil melesat jauh menimpa pantat seorang pejalan kaki. Celakanya si korban menyangka orang yang ada di belakangnya melempar, sehingga terjadi duel sengit, sementara kaleng menggelinding lagi ke jalan. Lalu ada sepeda motor melindas dan kaleng menerjang jendela kaca hingga pecah. Kakek penghuni rumah marah besar dan melempar kaleng itu yang mengena pas bunga di tembok dan jatuh menimpa kepala pengendara motor. Ini seperti efek domino yang menimbulkan peristiwa kian besar dan akhirnya sebuah bangunan bertingkat meledak akibat instalasi listriknya tertabrak roda gulungan kabel besar. Nah, mengapa manusia yang diberi julukan The Speaking Animal karena punya alat ucap sempurna dan otak berkapasitas besar, tidak mau berkomunikasi secara baik buat menyelesaikan masalah? Justru gara-gara kaleng kecil baku hantam!“ komentar Made Surjanegara.

MIMBAR AGAMA

Antara Badan dan Pikiran Dhana Putra SEBAGAI manusia, semua orang pasti terdiri dari dua bagian besar; jiwa dan raga atau badan (rupa) dan batin (nama). Batin masih bisa diuraikan menjadi empat bagian; yakni perasaan (vedana), pencerapan (sanna), bentuk-bentuk pikiran (sankhara), dan kesadaran (vinanna). Dalam Abhidhamma, manusia hanya terdiri dari citta, cetasika, dan jasmani (rupa). Komponen lainnya dimasukkan dalam cetasika. Badan mempunya wujud yang nyata, yang bisa dilihat, dipegang, diraba. Kita bisa membedakan diri kita dengan orang lain; membedakan seseorang dengan yang lainnya. Beda bentuk, jenis kelamin, warna kulit, model rambut, warna, dan seterusnya. Inilah saya, yang berbeda dengan orang lain, bahkan dengan saudara kembar. Badan terus mengalami

perubahan, sejak di dalam kandungan hingga kehidupan kita berakhir. Buddha telah mengingatkan dalam sejumlah pesan tentang badan kita ini; yang terus menerus mengalami perubahan, yang tidak memuaskan, akan menjadi lapuk, akan mengalami usia tua, hanya perpaduan dari organ dan cairan (32 bagian badan), berisi berbagai jenis penyakit, dan sebagainya. Badan ini pasti akan mengalami usia tua, gangguan kesehatan, dan akhirnya akan mengalami kehancuran, terlebih setelah kematian datang. Namun, pikiran tidak akan menjadi tua, tidak akan mengalami kematian. Banyak orang menganggap pikiran sesuatu yang kekal, salah satu pandangan salah yang tidak kita sadari. Pikiran terus-menerus mengalami perubahan karena kondisi yang ada. Pikiran dan komponen lain yang kita sebut batin masuk ke dalam jasmani ketika kita

di dalam kandungan. Saat itulah kehidupan di mulai. Sembilan bulan kemudian, kita lahir, muncul di dunia ini. Pikiran menjadi pelopor, pencetus dari apa yang akan kita lakukan melalui ucapan dan jasmani. Sebelum membaca tulisan ini, sebelum membaca koran ini, pasti sudah muncul dalam pikiran dan dilanjutkan dengan perbuatan. Karena badan lebih nyata, banyak orang yang lebih senang memperhatikan badannya semaksimal mungkin, termasuk dengan biaya besar. Merawat muka agar tetap bersih, cerah, kencang, tanpa keriput, tanpa tanda-tanda penuaan. Merawat rambut agar tetap hitam legam, tidak mengalami penipisan, tidak botak. Dan masih banyak lagi jenis perawatan tubuh yang ada di jaman modern ini. Ketika seseorang memutuskan merawat badan, tentu semuanya diawali dari pikiran; terutama pikiran yang disertai

Gara-gara Kaleng Kecil, Baku Hantam! Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia Indonesia Tanah Airku, aku berjanji padamu Menjunjung Tanah Air, Tanah Airku Indonesia. “Itulah salah satu dari banyak mars kebangsaan Indonesia yang sudah tidak asing lagi yang diciptakan R. Soerardjo, baik lirik maupun iramanya. Kendati pada awal kemerdekaan , kata Sabang dan Merauke adalah Barat dan Timur. Sejak berhasil direbut kembali wilayah Indonesia yang ditongkrongi Belanda hingga tahun 1962, mulai 1 Mei 1963 dilakukan pergantian kata Barat menjadi Sabang dan kata Timur menjadi Merauke. Merauke merupakan kota paling timur wilayah NKRI, terletak di Irian Barat kini Papua, yang sejak Konperensi Meja Bundar dan penyerahan kekuasaan dari kolonialis ke Republik Indonesia Serikat, 27 Desember 1949, tetap dipertahankan

brolan BALE BANJAR ARIDUS Belanda. Karena diplomasi tidak mengendorkan hasrat Belanda untuk menjajah, Bung Karno menyerukan Tri Komando Rakyat disingkat Trikora untuk merebut Irian Barat lewat senjata. Di samping TNI, milisi sipil yang diberi nama sukarelawan, ikut dalam perjuangan merebut wilayah yang konon bagian dari Kerajaan Majapahit itu. Mungkin karena keteter, akhirnya United Nations Temporary Executive Administration (UNTEA) yang dibentuk PBB menyerahkan

Irian Barat ke NKRI , 1 Mei 1963. Tapi ada catatan, dimana Indonesia harus melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat selambat-lambatnya tahun 1969. Pepera atau referendum dilakukan dalam tiga tahap sepanjang 1969 dan 19 November 1969 SU PBB menyetujui hasil-hasil pemungutan suara itu,“ tutur Rubag. “Ya nama Papua untuk pulau terbesar kedua di dunia itu, ditetapkan di Era Reformasi. Sebelumnya Presiden Suharto mengganti nama Irian Barat menjadi Irian Jaya. Sedangkan nama Irian, konon berarti Tanah Panas. Ada juga yang mengartikan bangsa yang diposisikan tinggi. Namun, entah pelesetan atau karena sentimen terhadap penjajahan ada yang menganggap Irian adalan akronim dari Ikut Republik Indonesia dan Anti Nederland. Sedangkan nama Papua, aku tidak tahu maknanya, namun karena sebagian besar masyarakat yang menghuninya senang dan setuju dengan nama tersebut, kita tidak usah kepo


Bali

6

Redité Paing, 25 Agustus 2019 DAA – Pinaka sinalih tunggil dresta ring Désa Ngis, Manggis, Karangasem, dresta Daa Malom kamargiang pinaka éédan upacara Aci Ngusabha Puseh. Dresta inucap kamargiang ring raina Panyangjangan utawi raina kaping lima éédan karya inucap.

Dresta Daa Malom

Ngicén Wara Nugraha ring Jagat mangda Sukerta WÉNTEN akéh kalewihan lan cihna budaya sané kadruénang krama Bali. Minakadi conto sané marupa budaya wiadin dresta sané kamargiang ring soang-soang désa. Makatah dresta inucap taler kamargiang pinaka éédan upacara yadnya. Sakadi dresta Daa Malom sané kamargiang olih krama Désa Ngis, Keca-

matan Manggis, Karangasem ring upacara Aci Ngusaba Puseh. Parikrama dresta sané kamargiang ring raina kaping lima utawi raina Panyangjangan punika jakti setata kajantosang olih krama désané. Kruna Daa artosnyané anak istri sané kantun wimuda utawi prasida taler kaartosang

Bencingah

Wénten Pamidanda

PINAKA dresta tetamian panglingsir saking nguni, dresta Daa Malom miwah Aci Ngusabha Puseh jakti-jakti katengetang kahananipun. Punika prasida kauningayang saking makatah ilénilén yadnya taler uger-uger sané patut kaanutin olih krama wiadin prajuru sané ngayah.Tetujonnyané mangda pidabdab dresta punika prasida trepti sakadi sapunapi sané katamiang saking panglingsiré. Mangda kapanggihin tetujon sakadi punika, wénten pamidanda majeng krama utawi pangayah sané kapanggihin madué kaiwangan tatkala ngayah sané jagi kataur tatkala paruman wus upacara yadnyané kamargiang. Tetujon pamidanda inucap manut Jero Mangku I Nengah Sukariana, boya ngrereh kaiwangan pangayah utawi kramané, nanging wantah nincapang lan nyiagayang pikayunan krama tatkala ngaturang ayah mangda upacarané prasida mamargi becik tur nénten kagulgul antuk kaiwangan sané sujatiné nénten jagi kapanggihin. Minakadi conto tatkala pamargi mecané wénten minakadi suara asu sané ngulgul pidabdab inucap, sinah jero saya sané kajudi magilir nyabran warsa nyiagayang lan nabdabang sekancan sarana lan parikrama upacara inucap sané kadanda. Punika duaning kasinahang Jero Saya kirang becik maparikrama tur ngawinang suara inucap dados kapireng saha ngulgul parikrama mecané. Nénten wantah krama wiadin Jero Saya kémanten, nanging Jero Panglingsir taler keni pamidanda tatkala kapanggihin madué kaiwangan sané jagi kataur taler ring paruman. Minakadi tatkala mecané wénten sarana minakadi sekar sané ulung saking karna utawi tangan miwah ritatkala pidabdab daa malom kamargiang, cokornyané kasinahang utawi nénten becik ilid antuk oncer putih. Yéning sampun asapunika sinah pamidanda kakeniang ring makasamian krama. “Indik ageng pamidanda sané patut kataur manut sakadi sané munggah ring Sukertha inggih punika 1.250 sané marupa jinah bolong wiadin jinah biasa,” dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1. dumadak 1.

BAhAsa INDONESIA

dumdk/,

semoga

2. dumadi

2.

dumdi,

lahir

3. duman

3.

dumn/,

jatah

4. dumun

4.

duumun/,

dahulu

5. dundun

5.

dunѡn/,

bangunkan

6. dungki

6.

du\Ði,

wadah ikan

7. dupak

7.

dupk/,

terompah

8. dura

8.

dur,

jauh

9. durjana

9.

dU(jn,

durhaka

10. durung

10. duru*,

belum

kantun suci nirmala. Kruna Malom artosnyané landuh utawi gemuh. Dadosne dresta Daa Malom wantah dresta sané kamargiang pinaka niyasa bhakti lan suksmaning manah majeng ring Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk sekancan wara nugraha marupa jagat sané gemuh raharja, sukerta tur landuh taler mapikolih antuk makatah asil jagat sané becik ring makasami krama. Sakadi baos Jero Mangku I Nengah Sukariana, pamangku ring Pura Puseh Désa Ngis, sadurung ngranjing raina kapertama Aci Ngusabha Puseh, majanten kakawitin antuk parikrama mecané. Risampuné ngranjing ring raina Panyangjangan ring jam dasa semeng, kalih anak istri alit sané sampun kajudi dados daa suci patut masiram ring “kayehan kangin” utawi

bijian sané sampun kasuciang ngraris kaajak ka genah dané Jero Pasek. Risampunné ngranjing ring jam kalih siang, ipun kapayasin antuk busana Bali tradisional kuna ring natar pura Jero Pasek. Kamargiang irika duaning busana inucap magenah ring piyasan pura Jero Pasek, sakéwanten risampuné wusan maparikrama Daa Malom, panganggé i wawu kalugas ring jeronnyané Jero Kubayan. Punika kamargiang olih makekalih juru payas sané sampun kajudi oleh krama, inggih punika krama istri sané sampun lingsir utawi nénten malih keni kacuntakan ring raga taler sampun mawinten. Sané taler dados cihna inggih punika batis daa inucap nénten dados kasinahang utawi kasilibang antuk ngawigunayang oncer kamen, asapunika taler jagi kamargiang olih Jero Pan-

glingsir sareng patpat sané ri kala pamargin Daa Malom jagi mabusana putih-putih. Risampuné jam tiga nyoréang wusan Ida Bhatara Pecanéan masucian ring Pura Sumuh, raris Ida Bhatara kapundut ka Pura Puseh tur kapendak antuk makekalih daa suciné i wawu antuk ngaturang segehan agung sané kaanteb tur kauningang olih dané Jero Mangku Puseh majeng ring Ida Bhatara Pecanéan. Wus punika wawu daa suciné magenah ring ajeng sinarengan antuk Ida Bhatara mamargi ka pura tur ngawit saking galah punika daa inucap nénten dados kagisi oleh sapasira sajabaning olih Jero Mangku Puseh. “Risampuné ring batan punyan bingin ring jaba purané, raris kapendakin malih olih kramané sané raris kalanturang antuk daa miwah Ida

Bhatara Pecanéan ngranjing ka pura saking pamedalan kangin. Ida Bhatara kalinggihang ring Balé Agung tur katurang puspa. Yéning daa suciné nuju jeroan raris kamargiang pamuspan,” baos dané. Malih kalanturang, risampuné wusan parikrama lan Jero Panglingsir sampun mabusana putih-putih, raris gegambelan masuara tur soangsoang panglingsir mamargi sada alon saking catur lawa utawi saking petang pangider bhuana raris masikian ring tengah nuju balé agung. Jero panglingsir sané rauh saking kaja wantah niyasa saking Ida Bhatara Wisnu, sané saking kauh niyasa Ida Bhatara Mahadéwa, saking kangin niyasa Ida Bhatara Iswara lan saking kelod niyasa Ida Bhatara Brahma. Risampuné ring balé agung, raris daa suciné saking

kaja mamargi sada alon nuju balé agung kairing antuk kalih juru payasnyané ring samping nanging nénten dados kagisiang. Wusan muspa wawu parikramanyané kakawitin antuk Jero Pasek nagingin bunga jepun ring daa sareng kalih sané kalanturang antuk Jero Puseh, Jero Kubayan lan pinih untat Jero Nyarik. Wusan sami polih ngicén bunga jepun raris kalanturang antuk ngicén kwangén ring makekalih daa inucap antuk pepalihan pangawit nyantos panguntat sakadi i wawu. “Ngicén kwangén ring daa satmaka cihna Ida Bhatara saking Catur Pangider Bhuana sané kaniasayang antuk Jero Panglingsir ngicén paica wara nugraha ring jagat sané sukerta, rahayu lan suci nirmala sané kaniyasayang antuk daa malom,” asapunika dané nartayang. (was)

Angga Kulawarga Jero Panglingsir

Sampunang Kajudi Dados Daa DAA Malom wantah sinunggil dresta tetamian panglingsir ring Désa Ngis, Karangasem ri kala kamargiang upacara yadnya Aci Ngusabha Puseh. Unteng dresta inucap wantah parikrama sané kamargiang olih kekalih anak alit istri sané sampun kajudi dados daa ring Pura Kahyangan Puseh, Désa Pakraman Ngis manut tata-titi sané sampun kajantenang. Manut Jero Mangku I Nengah Sukariana, sané kajudi dados daa wantah anak alit istri sané sampun nglintangin makatah sukat. Minakadi angganyané kasinahang resik, nénten naenin sakit-sakitan miwah nénten naenin gutgut asu. Sios punika durung kacuntakan ring raga, sangkaning punika sané kajudi akéhan sané wawu ngranjing ring kelas 1 SD. Indik pulah-palih nyelehin

inucap jagi kamargiang olih Juru Payas antuk rauh ka sekolah nyingak-nyingakin sapasira sané kaucap adung dados daa. Risampuné Juru Payas sareng Juru Saya ngamolihang sapasira anak alit sané kaucap adung, raris kaaturang ring Jero Panglingsir. Risampuné katimbangtimbang lan kaicén pamutus olih Jero Panglingsir, wawu malih kaaturang olih Juru Saya ring rerama saking anak alit punika yéning okanipunné kajudi dados daa ring upacara Daa Malom. Irika taler kabaosang mangda anaké alit nénten kaopak-opak, nénten kanikain ngumbah sané kaucap cemer, nénten dados masulub ring betén plangkan miwah ring panyemuhan panganggé, yéning masekolah kadadosang. Punika kamargiang kirang langkung pitulas raina ngawit saking pamidabdab karya kantos karyané

Dura désa

puput kamargiang. Sané patut kauningayang, ngawit dasa raina saking raina kapertama upacara inucap kamargiang, wénten sané kawastanin pangendek tur kaicén ring rerama anaké alit satmaka panyantenan indik anaké alit dados daa. Sapasira sané kaicén pangendek punika, sinah okanipun sané dados daa tur ngawit punika ipun patut kaparikramayang becik. Malih dané maosang, tatatiti sané patut taler kaanutin, sané kadadosang daa boya saking angga kulawarga Jero Panglingsir minakadi oka wiadin cucu lan kulawarga sané tiosan. Duaning tatkala kapikayunin olih dané jero mangku indik uger-uger punika, tetujonnyané mangda nénten medal pikayunan krama indik “nepotismé”. Manawita punika angga kulawarga saking Jero Pangling-

sir, sinah jagi medal pikayunan yéning daging pangendek miwah “Batu-batu” utawi sesari kwangén sané kaicén ring daa jagi kaambil malih olih Jero Panglingsir. Duaning pangendek sané kaicén saking désa majeng ring rerama anaké alit wantah marupa baas, gula miwah tiosan taler sesari kwangén sané marupa wara nugraha saking Jero Panglingsir ring daa inucap agengipun sampun kacumpuin olih makasami Jero Panglingsir. Wates anak alit sané kajudi ngayah dados daa wantah ping tiga utawi tigang warsa kémanten. Duaning ring masané mangkin anak alit istri gelis kelihnyané sané prasida kacingak pabinayan ipun tatkala kapertama ngayah sareng tatkala ngayah ring galah kaping tiga. Nénten arang taler ipun sampun keni cuntaka ring angga.

Tumpeng Sewu

Sangkaning punika anak alit istri ngayah dados daa pinih akéh wantah ping tiga kémanten sajabaning wénten kapiambeng sané ngawinang ipun nénten prasida ngayah Kantos ping tiga. Akéh daa kekalih wantah niyasa saking Purusa lan Pradana utawi lanang kalawan istri. Yadiastun madué tetuek asapunika, nanging sané kanggén daa setata anak alit istri kémanten. Tetueknyané, daa punika niyasa jagat sané kantun asri, suci nirmala tur lestari. “Sios punika daa wantah caloncalon krama istri sané jagi mabuah utawi kaartosang antuk ngembasang oka tur dados meme utawi ibu pertiwi. Punika mawinan sané kanggén daa wantah kekalih anak alit istri yadiastun sané kaniyasayang wantah Purusa lan Pradana,” Jero Mangku nartayang. (was)

Dresta Panulak Bala Suku Osing Banyuwangi SATIOS madué suku miwah basa Osing, Suku Osing Banyuwangi taler madué tradisi “makan besar” sané kawastanin Tumpeng Sewu. Tradisi Tumpeng Sewu puniki kantun kamargiang saha kalestariang olih suku asli Banyuwangi kantos mangkin. Tumpeng Sewu artosnyané tumpeng sané wilangannyané panyiuan. Tradisi puniki kantun pageh kamargiang kantos mangkin olih suku Osing utawi kaucap Using ring bulan Dzulhijah sajeroning kalender Jawi utawi kasengguh bulan Haji. Ketah, tradisi inucap kamargiang aminggu sadurung Idul Adha. Tradisi inucap kamargiang antuk tetujon nyinahang rasa suksmaning manah majeng Ida antuk waranugraha sané kaicén majeng krama Kemiren. Krama Osing per-

caya, antuk pamargin acara inucap, para krama pacang doh saking panca baya. Mawinan punika, tradisi Tumpeng Sewu puniki sakadi upacara panulak bala. Krama irika precaya, yéning tradisi inucap nénten kamargiang, pacang wénten bencana ring desa inucap. Sajeroning tradisi Tumpeng Sewu, akéh pisan ajengan sané kasayagayang. Sané nénten dados kalaliang wantah pecel pithik, ayam panggang sané madaging nyuh makikih antuk basa khas suku Osing. Wentuk lanying saking tumpeng inucap wantah niyasa mangda para krama bakti ring Sang Pencipta, sapisanan urati ring sadaging jagat. Satios punika, pecel pithik madaging tetuek pitutur sané luih, minakadi “ngucel-ucel barang sithik”. Sané tegesnyané

nguduhang anak tios mangda irit miwah angayubagia ring waranugraha sané kapolihang. Antuk masundih oncor ajung-ajung (obor tiing antuk batis patpat), Tumpeng Sewu puniki manados acara sané khas taler sakral. Sadurung selamatan kamargiang, krama ramia “ngarak barong” pinaka niyasa pangemit Desa Kemiren. Satios punika, krama taler morbor danyuh ring sapanjang margi pinaka niyasa ngicalang sarwa mala miwah panca baya. Tradisi Tumpeng Sewu sané kadadosang pinaka sinalih tunggil acara ring agenda Banyuwangi Festival puniki taler pinaka utsaha nglestraiang kearifan lokal Banyuwangi sapisanan nguningayang tradisi miwah budaya Banyuwangi. (pusat data/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Paing, 25 Agustus 2019 DUGAS ento tondén ada média sosial. Tondén ada smartphone. Tusing nyidaang selid sanja chatting nganggon hapé. Yadiastun suba ada piranti internét anggon chatting di yahoo messenger, enu langah ané nganggon. Wantah telépon klenting, telépon kartu, muang warnét dadi ubad rindu. Kramané mabekel pipis klenting ka warnét muang ka tongos telépon umum. Tondén pragat nyatua, pipis klentingé telah. Kéto masih bekelé énggal prorotin brérong krana prabéa warnét becat majalan. Kéto perjuangan Kadék London apang ngidaang ngubadin rindu ajak Putu Marni ané jenek selat segara. Putu Marni magaé di gumi Sasak dadi polwan. Kadék London lan Putu Marni masemaya saidup samati. Masatya nulad i punyan biu, mabuah acepok. Pangaptin tresnané mabatun buluan. Nongos selat pasih apang saling percaya tur ngajiang tresna. Tusing lakar lélor yadiastun liu bunga lan bramara mangoda. Ipun makadadua matunangan uling kelas telu SMP. Tusing sandang ngraguang tresnané. Las Kadék London palas tur ngatehang neked di dermaga. Tan karasa yéh paningalané melusin pipi dugas Luh Marni plaibang kapal fery. Kadék London seleg magaé. Gaginané makuli bangunan. Pangaptiné ngidaang munduhang sekaya anggon bekel ngantén. Timpal-timpalné suba liu ngaba hapé. Nanging ia tondén nyidaang nuutin jaman. Yén kangen, malaib ka warnét nélpon tunanganné selat pasih. Télponé ulung sig tongosné Putu Marni kos. Jani Putu Marni suba ngelah hapé. Nanging Kadék London ngancan kapah ngidaang nélpon, béané mael. Putu Marni yén kangen kéwéh nelponin Kadék London krana tusing ngelah telépon rumah muang hapé. Biasané nélpon ka pisaga, mabesen ngwangsitin Kadék London nélpon déwékné. Jani Putu Marni lan Kadék London kapah saling télpon. Ada rasa sebet karasayang, pontag-pantig ngalih gaé tusing ngelah apa. Sekayané acanting camplung. Upah maburuh telah anggon prabéa ngubadin rerama lan beliang bas. Reramané makadadua sakit, tusing ngidaang magaé. Kéto masih dadongné gelem-geleman. Tusing taén ngidaang munduhang pipisné anggon meli hapé. Ngancan matilesang raga krana idupé tuna. Rasa tusing precaya ngebekin tangkah. Yadiastun suba masemaya saling satya, yadiastun suba uling makelo matunangan, mentik rasa sangsaya. Apabuin Putu Marni suba maan gaé melah. Kayang jani tileh makuli bangunan, ngancan tusing percaya diri. Apabuin tusing sawai maan gaé krana tusing makejang ngidaang nyujukang umah. Paturu kapah makabar, katarka ngancan ngured-nguredang tresnané. Jaman jani nyén las ajak idup kéweh. Unduk jatukarma biasané ané paturu. Suba lumrah soroh guru makurenan ajak guru. Polisi paturu polisi, jaksa paturu jaksa, pegawe negeri paturu pegawe negeri. Langah ada polwan makurenan ajak kuli bangunan, apabuin jaksa makurenan ajak muani kuli. “Mirib Putu Marni suba maan pengganti. I déwék dekil, pianak kuli, tusing adung sandingang. Mirib ngalih paturu dadi polisi. Apabuin jani kapah ia makabar. Enuké rasa tresnané?” Ada kenehné nulis surat, nanging suba tusing jaman. Tusing cara dugas maseko-

Tresna Selat Segara I Madé Sugianto lah SMP lan SMA, paturu ngirimin surat. ‘dear my darling, to the point aza ya’ kéto biasané katulis di kertas surat cintané. Kayang jani surat-surat cinta Putu Marni kagampilang, mapilpil di sorog-sorogan almariné. Yén kangen, Kadék London mukak surat cintané ento. Karasa manis rasayanga idupné. Dueg pesan Putu Marni ngracik basa. Dugas SMA sawai milu pacentokan nyurat puisi. Pepes menang. Di kulit amplopé misi tulisan ‘Jangan dilipat! Ada foto!” Enu tileh potrékanné Putu Marni. Melah tusing amah ngetnget. Apik Kadék London ngampilang potrékanné. Tusing neket di plastiké ento makrana potrékanné tileh melah. Saking angen tekéning gegélanné, Kadék London nimanin potrékanné Putu Marni. Inget pesan ia dugas kelas II SMA, dugas sijumu ngecup bibihné Putu Marni. Ditu di ruangan kelas II5, dugas makejang timpal-timpalné suba mulih. Ia padaduanan di ruangan kelas. Sujatiné

Kadék London lan Putu Marni mabinaan kelasné, nanging ada sulur maan selah padaduanan. Ulian manengnengan paningalan, ngwanénang déwék Kadék London ngelah bangkiang tunanganné. Putu Marni ngwales, limanné ngelutin baong. Paturu dag dig dug tangkahné, tusing ada ané nundén tur ngurukang. Sakadi bramara ngisep sarin bunga. Kéto masih dugas kuliah, ngancan raket sakadi amplop lan perangko. Sawai padaduanan yéning Putu Marni suba mulih uling kampus. Kadék London sawai nganggurin ka kosné di Badung. Sabilang peteng sawaian nglindeng ngalih tongos meli ajeng-ajengan. Paling sawai meli nasi jinggo di Peken Kumbasari. Sig dagang moleh delod diskotik Citra. Wadih ngajeng nasi jinggo, meli nasi soto sapi di Kereneng, dajan jalan dangin lampu merah. Masan ngekoh pesu uling kos, kanggoanga saté ayam. Liang bagia karasayang idupé. Yadias-

tun raket, Kadék London lan Putu Marni enu enteg ngaba raga. Saihang tekéning timpal-timpal lénan ané suba raket matunangan, suba nyemak gaé cara anak makurenan. Yén ortaang, liu ané sing ngugu. Tusing ada méong belog. Dampingin ebé pasti canggola. Kéto timpalné tusing ngugu. Mula saja, Kadék London sakadi méong belog sangkaning jejehné kaliwat. Jejeh yén Putu Marni kanti tusing pragat kuliah ulian nyemak gaé tondén sandang jemak. Jejeh yéning maan titel MBA boya SH sakadi pangaptin reramané. “Pinaka tresnan tiangé tekéning beli, titiang las yéning beli nagih bukti tresna. Ragan tiangé, beli ané ngelahang!” kéto abetné Putu Marni dugas padaduanan di kamar kos. Dugas ento, belus pucutan mulih uling meli nasi di Peken Kumbasari. Suba belusan, maimbuh listrik mati. Yadiastun sanget ngedotang, nanging Kadék London mautsaha tusing malaksana tidong-tidong. “Beli sanget tresna tekéning adi. Blei sing nagih bukti apa-apa. Apang tusing laksanané belog, cita-citané dadi usak. Beli bagia yéning adi nyidang dadi polwan. Ento anggon muktiang tresnane!” alus Kadék London ngilegang kenehné. Ia sanget mineh-minehin, apa saja tunanganné makita apa tuah mancingin kasujatian kenehné. Yadiastun saja makeneh, ia mautsaha nulak apang tusing usak pajalan idup tunanganné. “Nanging tiang makeneh beli. Sing ngidaang yén terus kakéné, pasti beli masih nagih lebih!” Byar. Lampuné idup. Kenehé peteng dadi galang. Galahé madaar. Aget nasiné tusing belusan kena ujan. Kenyem-kenyem Kadék London ngingetang pajalan tresnané. Ada rasa lega krana ia ngidaang muktiang tresnané. Tusing malaksana usak tur tunanganné ngidaang ngisinin pangapatiné dadi polwan. Mirib yén dugas sawai padaduanan di kos parilaksanané cara méong buta, mirib makejang suba bakat silapina. Yén sajan majatukarma, sinah ia ané kuli bangunan lakar ngelah somah dadi polwan. Pangaptiné Putu Marni énggal maan pindah tugas ka Bali. “Enu inget Putu Marni ajak raga. Makelo suba tusing taén makabar. Sawaian sing ngelah pipis makrana sing nyidaang nelponin. Ia mirib masih kimud nélpon ka pisaga tur ngrépotin pisaga ané idihina tulung. Dumadak Putu Marni énggal pindah tugas ka Bali apang énggal gen tepuk!” Mirib sangkaning teleb mabhakti di sanggah, Ida Sang Hyang Widhi ngisinin pinunasné apang Putu Marni pindah tugas ka Bali. Énggal lakar macepuk. Suba telung tiban tusing taén matemu. Dot ngelutin tur numpahang rasa rinduné. Égar Kadék London maan orta tunanganné lakar mulih. Méméné nogdog jelanan tur ngenjuhang surat undangan. Selikur Galungan déwasa ayu anak ngantén. Suba tetelu ia maan surat undangan. Sambilanga suar-suir mukak surat undanganné. Prajini suiranné pegat, bibihné caket, paningalanné nelik ningalin potrékan ané pra wedding. Saniscara Pon Dungulan -0-

I Ketut Ragia

Satua

Nglestariang Genggong ”Khas” Sesetan

Satua I Belog Mantu (10) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) KACRITA suba teked ia di tengah alasé, tepukina ada punyan jaka pang liu pada tegeh-tegeh. Lantas mamunyi bapan Luh Sari, “Cai Belog, depang bapa menék ngalih duké. Cai nuduk-nuduk betén, da nyen magedi uli dini.” Né dini suba kakeneh baana keneh bapan Luh Sariné bakal ngéka daya. Nanging ia sing kéweh, krana sing kéweh sawireh ada baana daya ngelidang kapatian awakné. Di subané bapan Luh Sari teked ba duur, geleng ia ngalap duk. Ulung-ulunganga sing ja ia buin ngiwasin. I Belog nuduknuduk betén, suba mekakasin tali bakal anggon ngulung ibanné apang ilid makaput baan duk. Suba liu ulung duké, duduka abana ka ilidé, ditu pilpila gulunga dadianga abesik. Dugduganga lantas celepanga ibanné ka tengah gulungan duké totonan, ilidanga pesan awakné. Suba ia ditu magulung bareng di tengah duké, lantas ia gelur-gelur, “Bapa, bapa, bapa, tulungin icang. Jani icang mati amaha baan macané, mati icang bapa.” Kéto dogén ia busanbusan jerit-jerit katulung-tulung, dingeha baan bapan Luh Sari, tuliha tuun I Belog sing ja nu ditu di tongosné kéwala munyiné dogén ngrawa dingeha. Pantes munyin anak makiré mati, cara suba dangala baan macané. Ditu masuryak bapan Luh Sari, mangebulang lantas ia ngénggalang tuun. Tepukina dukné suba luung, yatna magulung matali tiing lantas saluka tegena abana mulih ka umahné. Kanti bingkih ia masih ja tegena dogén. Teked jumahné lantas glebuganga, pejanga di piasan sanggahné. Kalahina masaré ka baléné sambil negtegang kenehné. Bapan Luh Sari takonina baan pianakné unduk I Belogé tuara bareng mulih. Bapanné ngrengin pianakné mamunyi bangras, “Nah, tarana rambang. Ia suba Bangka amaha baan macané, upahné degag sai ngapus.” Sapamunyinné dingeha baan I Belog uli tengah gulungan duké.

(Masambung)

I KETUT Ragia utawi sané ketah kasengguh Jero Mangku Ragia wantah seniman alam sané madué kawagedan sajeroning nyuarayang genggong, seni gamelan Bali kuno sané kakaryanin saking pugpug. Kantos mangkin, dané kantun semangat nglestariang kawéntenan kasenian Génggong khas Désa Sesetan punika. Dané setata makarya génggong, taler nedunang kawagedan dané ring para yowana. Dané sampun biasa nyuarayang genggong saking alit, sawatara ring yusa kutus tiban. Bapannyané, Alm. I Ketut Regen wantah pemain génggong sané waged pisan daweg punika. Bapannyané kantos madué Sekaa Génggong sané ketah ngayah ri kala wénten krama ngamargiang upacara adat wiadin agama. Sekaa punika kasokong olih Ketut Regen, Pan Rukit, Dadong Kenjir, Dadong Mudi, miwah Wa Kalot. “Ipun setata mapitutur, ‘Jemet malajah ngénggong pang sing ilang génggongé nyanan. Saget sida baan ngaé genggong, pang liunan anak bisa.’ Sakadi punika piteketné mawinan yéning wénten galah tiang taler malajah makarya genggong,” baos Ragia. Pangawit, Ragia malajah sareng bapannyané. Risampuné kabaosang bisa nyuarayang génggong, wawu kaicén gending Dongkang Menek Biu. Mawit punika anggané sayan seneng malajahin gendinggending génggong tiosan.

Wus punika, dané wau malajah macandetan, nglantur malajah gending Cakra Waka (bangun ngedas lemahé). “Tiang dumun ketah kajak ngénggong ka warung-warung minakadi ka Warung Dadong Rebo, wus punika wawu kawéhin kopi,” dané ngélingang. Satios punika, ipun taler ngénggong sinambi ngangon kebo. Kala punika taler anggané malajah makarya génggong. Sajeroning makarya genggong, ipun setata kauduhang mangda nganutin pakem. Minakadi ngawigunayang pakem jriji, luiré a nyari duang nyari, a nyari petang nyari miwah a nyari. Indik tali sané kawigunayang ngedeng minakadi benang kotot manas utawi benang selaput pacing. Lakaran genggong sané becik wantah ngawigunayang pugpug sané saling kosod, punika kajemuh wawu kawentuk. Yadiastun sané mang-

kin Ragia sampun kabaosang lingsir, nanging semangat dané nglestariang kawéntenan kasenian genggong kantun ageng. Punika mawinan dané nyagerang kaponakan dané,

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 16.mn)dun*,

Manedunang, b)ciknÉ&ps(mli;,

becikan ring pasar malih, mcn)gn/,

macanegan, smãil*\ewd*,

sambilang ngawédang, \icl*rsnÑi\ien,

ngicalang rasan dinginé, smlihewnÓ)nÀtu(,

samaliha wenten atur, m\Сenssenhibi,

Mangku Nésa sané ibi, pc*\tur*ebog,

pacang ngaturang boga, p)mk×enS¿¿mæunæhum/,

Pemaksané sampun paum, spisnnßdt)\n/,

sapisanan madatengan, ms\Ð)pn/,

masangkepan, mbulu*\tig*]]i;,

mabulung ngatigang sasih, sh\uppirpur.

saha ngupapira Pura.

Saking Langit Bali Ongkeb Peluhé jani setata nresdes Nyurcur bales Tuara papegatan panes Lemahé buka sutrané tindes Peteng tileh karasa ongkeb Diastun ai suba nglingeb Tekepin ambu i bulan mengkeb Osah milih tongos makekeb Gumi mirib suba wayah Kacirén baan taruné langah Ulah keneh jerihin basang layah Paitungan manusané pragat élah Élah ulian demenan aluh Aluh ulian tuna kén tuyuh Tuyuh sinah kal mapeluh Mapeluh awaké nyangluh Buin pidan ngilangang ongkeb Ditu apanga makereb Sig tongosé mengkeb Nyuléngék boya makakeb I Gede Suwartama

Made Agus Wardana sané mangkin kantun ngajahin gamelan Bali ring dura negara. “Ipun sampun nyanggupin tur sampun ngawit ngajahin sekaa genggong sané kawentuk. Sekaa inucap taler sampun naen péntas ring Pesta Kesenian Bali (PKB) kaping 41 warsa 2019. Samian malajah kanti bubul bibihné santukan angganing seka mapangapti genggong setata kalestariang,” Jero Mangku Ragia nguntatin.(kmb)


8

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

Monjura

Aku di Alur Waktu

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dalam perjalanan ini Bekalku adalah rasa dan kata Lalu, ikhtiar pun menjadi puncak yang kudaki Dan, mereka berkelindan seperti jarum jam Aku hanyut dalam alur mereka Udara yang tak sanggup terpisah dari jantung dan paru Cahaya matahari Siang dan malam Panas dan dingin Tetap kupanen, meski musim sesungguhnya telah paceklik

Lara mekar ‘mandang sekeliling karena diorama setiap dinding tentang empat enam silam Bandung, di sekuntum malam Tetapi aku tak mengerti kenapa di sini orang berulang selfie pada lukisan Bojong Kokosan, Sukabumi terkenang ledakan mendesak pemilik negeri. Saat itu, bambu runcing tak sesinting besi penghancur maka wajah-wajah asing tiba ke tanah yang gembur di mana padi tumbuh, masyhur Dan di hadapanku, sebuah manekin berdiri kebisuannya penuh arti dalam sejarah, ia kalah tanpa menyerah demi tanah yang menghisap banyak darah. namun ini bukanlah pertokoan yang tak mati dari perhatian

Nyanyian alam Menjadi sabda semesta Untuk direguk yang dihadirikan Dan menjadikannya sungai Lalu hanyut bersama lWinar Ramelan

Pepes Ikan I Wayan Nuriarta Dengan penuh ketulusan ibu membedah perut ikan saat angin beradu dengan bau amis juga getar suara tangis Tangan mana akan sempat melepas jerit dan mengupas sisik cucuk sewaktu menyengat bagai dikecupnya empedu, jika anak sakit Setelah ia haluskan rempah-rempah yang pernah membesarkan sejarah harum akan diundang ke daun pisang tapi kepadanya, rindu kapan pun datang Saat air beranak riak dalam kuali seperti lelah oleh kesabarannya tulang-belulang yang melunakkan diri tak mencapai kelembutan tingkahnya lIyan Sopian Cianjur, 2019

Lalu tangga yang berjajar membawaku pada lukisan terbakar kisah kota tak berharga bagi barisan kasar lIyan Sopian Cianjur, 2019

Ladang musim tanam telah tiba di tanahku kini aku membuka ladang-ladang baru tempatku meluku seluruh kehidupanku di ladang-ladang baru itu telah kubalikkan seluruh punggung-pungung tanah yang tak lagi subur dari masa lalu menjadi tanah yang gembur dan terbuka dan kini di atas tanah itu telah kutaburkan seluruh benih-benih kasih sayangku dari kebencian dan syirik di ladang-ladangku yang terbuka telah tumbuh dengan subur seluruh musim di sana kau dapat menuai seluruh impian dan berteduh di bawah rimbunan dedaunan di ladang-ladangku kau dapat mencium bau tanah yang meruapkan napas cinta yang kusiram dengan doa keikhlasan lNunung Noor El Niel Denpasar – Juli 2019

Afrizal

Berbuah Kangen Bertemu dengan pohon kersen ruap harumnya berbuah kangen: pada rumah dan hijau kebun bahasa tumbuh dengan santun Rumput memekarkan kupu-kupu tanah basah pantulkan cahaya waktu saat menyala langit biru tercipta keriangan dari bambu Di arah ufuk melintas-lintas ‘gunungan disentuh kumparan kapas mengikuti ke mana angin bersiul seperti perasaan yang masygul Sungai surut masih ditunggu laut berpasang kaki disisirnya dengan lembut udang dan ikan yang melepaskan genggaman kini sembunyi dalam senyuman lIyan Sopian Cianjur, 2019

Cok Padmanaba

Fotografi

Aularches miliaris karya Ida Bagus Eka Wiguna

Sphinx ligustri karya Ida Bagus Eka Wiguna

Dua Sisi aku tak ingin menabur angin untuk menuai badai tapi mengapa kau hembuskan dari setiap penjuru lihatlah, musim menjadi begitu cepat berganti aku tak ingin menjadi peramal cuaca apalagi menentukan dan menjatuhkan sebuah pilihan apakah kemarau atau hujan yang akan datang tapi kau memilih bertandang, mematahkan buluh dan memadamkan sumbu yang meredup jangan kau sesali jika menjadi bayangan seumur hidup seperti kemarau dan hujan, kau akan selalu berada di antara cahaya dan kegelapan pada dua sisi kehidupan lNunung Noor El Niel Denpasar 25 08 2018

Pesona Serangga dalam Fotografi ”Wide Macro” DUNIA fotografi memang tak mengenal istilah stagnan. Selalu muncul ide, inovasi dan kreativitas segar dari para penggiat fotografi yang membuat dunia fotografi ini makin semarak dan berwarna. Selain itu, teknologi fotografi juga berkembang pesat yang tentunya menawarkan berbagai kemudahan dan kepraktisan bagi fotografi dalam menciptakan karya-karya fotografi yang berkualitas. Di ranah macrophotography macro, misalnya, kini sudah ada lensa wide macro yang memungkinkan para fotografer mengabadikan objek-objek berukuran kecil beserta bentang latar belakangnya secara detail. Dengan bermodalkan lensa wide macro itulah, Ida Bagus Eka Wiguna menggarap karya tugas akhirnya di Program Studi Fotografi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Fotografer yang juga bergabung di Perhimpunan Fotografer Bali ini secara khusus mengabadikan pesona serangga. Ia tertarik menggarap tema ini karena di Bali banyak tempat yang masih asri, seperti sawah, hutan, sungai, air terjun, danau, dan pegunungan yang menjadi habitat serangga. Terkadang masyarakat tidak begitu memperhatikan serangga tersebut karena ukurannya relatif kecil. “Serangga juga seringkali ditakuti karena dianggap berbahaya. Padahal tidak semua serangga berbahaya. Ada juga serangga yang menguntungkan, misalnya lebah yang membantu

penyerbukan pada tumbuhan dan menandakan di suatu daerah tertentu masih sedikit polusi,” ujarnya. Kelestarian Serangga Menurut Eka Wiguna, sejumlah serangga memiliki pola warna dan bentuk yang indah dan unik sehingga sangat layak dijadikan objek foto. Pada karya tugas akhirnya ini, ia ingin memperlihatkan serangga sekaligus habitatnya agar mereka yang melihat karya tersebut tergugah untuk menjaga kelestarian serangga dan alam. “Saya menggunakan lensa merk Laowa 15mm f/4 wide macro untuk mendapatkan detail dari objek yang kecil seperti serangga sesuai dengan karakteristik lensa macro. Selain itu, lensa ini juga mampu mendapatkan sudut lebar yang bisa memperlihatkan background sehingga objek serangga tersebut bisa terlihat pada alam sebagai habitatnya,” tegasnya . Dalam penciptaan karya, Eka Wiguna menggunakan teori perspektif dan teori estetika fotografi di antaranya tataran ideasional dan teknikal untuk menjelaskan pesan dari setiap karya. Ia juga melakukan observasi tentang serangga, pemotretan dengan mencoba komposisi dan cahaya yang bervariasi. “Melalui karya tugas akhir ini, saya tergerak menciptakan karya untuk memperkenalkan jenis serangga dan menggugah para penikmat supaya bisa menjaga habitat dan populasi serangga,” tegasnya. (ian)

Prosopocoilus occipilalis karya Ida Bagus Eka Wiguna

Sagra sp karya Ida Bagus Eka Wiguna


Minggu Paing, 25 Agustus 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Need Sales Marketing and Reservation for Travel Agent in Kuta. Send CV info@balieasy trip.com / 081236765023 B.BP.154.08.19.0000778

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Dps. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027 B.BP.004.08.19.0000704

Dcr Pembantu Rmh Tangga niat kerja,jujur Hub.081236760188 B.BP.004.08.19.0000668

Bth Sopir, Receptionis,Terapist Hub.8475903/8475662 Lluvia Spa B.BP.001.08.19.0000650

DIJUAL MOBIL

Dicari:FO,HK,Waker, Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta B.BP.001.08.19.0000695

SERVICE

Dcr Reservation Travel wanita SMK, WA:08123840458

B.BP.001.08.19.0000741

Dcr cpt,Ass.Manager utk Garmen Divine Diva Bali, pnglmn min.2th digarmen,good salary.Krm lmran ke: divinediva_189@hotmail.com Tlp: 0361-732393 B.BP.001.08.19.0000777

Dealer Resmi Honda Mencari Marketing,Sales Counter dan Administrasi, Penampilan Menarik Hub.Kecak Motor, Jl.Ry.Padang Luwih Dalung Telp.087862557487 B.BP.001.08.19.0000714

SERVICE

Dibutuhkan segera, penjahit, Checker dan tukang potong. Hub:081246126741 B.BP.004.08.19.0000592

Perlu segera;Cook &Engineering staff utk di Amor Bali Villa, kirim lamaran/datang langsung bawa CV ke Jl.Saraswati 1 No. 110C,Seminyak-Kuta.Tlp.8476521 B.BP.031.08.19.0000749

Villa Seminyak Security Malam Pengalaman SMS 081999882123 B.BP.004.08.19.0000756

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Staf Gudang Pria Bisa Komp

PROPERTY

PROPERTY

Hub:PT.Karya Safari, Jl.Buluh

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN TOKO

Indah No.74 Hp.087866749985

Rumah Luas Tanah 5Are,Jl Sekar TunjungNo.20.Hub:082339206080

Toko luas 15x5M2 parkir luas area Kampus Renon 08179718018

B.BP.001.08.19.0000688

B.BP.001.08.19.0000779

B.BP.001.08.19.0000712

The Griya Villas di Bunutan Amed,Dcr:Supervisor Restaurant FO.Kirim CV:info@thegriya.com B.BP.012.08.19.0000716

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN TANAH

BU Tanah 15Are Jatiluwih Tabanan pinggir Jln Lebar dpan 20M Hrg 70Jt/A Hub.081999976677 TP B.BP.001.08.19.0000750

Sawah Langka 10Are Jl.Ayani Ut Ekowisata 145Jt/Are08123816666 B.BP.001.08.19.0000744

Dikontrakan Tanah Jln.Akasia XVI Gang Melati.H:085103235500

B.BP.001.08.19.0000743

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.08.19.0000162


10

Minggu Paing, 25 Agustus 2019

Mendatar: 1. Sepeda dengan sistem pengeremannya ada pada gir 4. Tanaman bunga yang daunnya berbentuk pedang dan bunganya tersusun dalam tandan berbentuk bulir 8. Markas komando daerah militer 11. Lahap ; Kalahkan ; Hancurkan 13. Sebutan untuk sesuatu yang tak jelas 14. Cetakan ; Pola 15. Salah satu dari ikan buas 16. Langit (Bali) 18. Yang dibutuhkan dalam berusaha (Huruf pertama diganti “N”) 20. Nomor induk mahasiswa 21. Lembar isian 23. Asyik bermesraan 25. Penyakit menular yang basil penyebabnya ditularkan oleh kutu-kutu tikus 28. Bodoh sekali 29. Bermain ; Bersenang-senang (Jepang) 30. Lama (Bali) 31. Air bawah tanah 32. Dibalik : Kekuatan negatif atau pasif di dalam semesta 33. Tidak asli 35. Keguguran 37. Pembelahan sel kelamin dari diploid menjadi haploid 38. Selalu menghindar dari perilaku ekstrem Menurun: 1. Caci ; Cerca 2. Nasabah usaha 3. Bali …. , Penduduk Bali Asli 5. Betina ; Perempuan (Bali) 6. Berapa (Jepang) 7. Dapat dibaca (Inggris) 9. Suhu tubuh meningkat 10. Tes/uji masuk kekobaran api, ketika Dewi Sita diragukan kesuciannya oleh Rama (Bali) 11. Nama panah yang diberikan oleh Dewa Indra kepada Rama untuk membunuh Rahwana (Bali) 12. Tutup ; Lindung, Untuk benda-benda yang ada dibawahnya 17. Kata penggolong bagi bawang, dihitung perulas 19. Dibalik : Merek jam 22. Nama sejenis kamboja yang bentuknya mini dengan penampakan akar yang unik 23. Bisikan hati 24. Tidak benar ; Bohong 25. Dengan sangat cepat (Jepang) 26. Menyendiri 27. Sedih (Bali) 34. Hidup ; Kehidupan (Jepang) 36. Nama burung peniru

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 411 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 7 September 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 15 September 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 409 Mendatar: 1. POPULER 4. PRABOWO 8. ETNOLOG 10. MOBILIO 11. SARIN 12. UNDIP 14. AGAIN 16. DPR 17. DDS (Diaminodiphenylsulfon) 18. AKSARA 20. TRIO 24. BEGO 26. KOMPOL 30. ENE

32. ANU 33. NILAM 35. KUSAM 37. CACAT 38. PARASUT 39. FANTASI 40. HUSBAND 41. PANTANG Menurun: 1. PRELUDE 2. PANTURA 3. EROSI 5. REONG 6. ORLANDO 7. OPOSISI 9. GAPURA

10. MIAS 13. DAS 15. AUR 19. KUE 21. ILO (International Labour Organization) 22. KONKAF 23. SERAPAH 24. BENARES 25. GOL 27. PES 28. LAMBADA 29. GUNTING 31. UMAT 34. ACUAN 36. UTAMA

Pemenang TTS No. 409 1. Ni Nyoman Dhesy Ariyati Jl.Raya Kusamba No.109, Desa Kusamba, Kec.Dawan, Kab.Klungkung (HP:087-862-657-XXX) 2. I Kadek Rian Pratmana Putra SMA Negeri 2 Mengwi, Jl.Raya Mengwi, Kec. Mengwi, Kab.Badung (HP:089-514-700-XXX) 3. Made Suciati Jl.Gadung Gang III/7, Br.Merta Nadhi, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara (HP:081-999-870-XXX) 4. I Ketut Suandi Br.Dinas Tauman, Desa Nyuhtebel, Kec.Manggis, Kab.Karangasem (HP:087-761-373-XXX) 5. Ni Made Parwati Jl.Hangtuah Gang Mawar No.5, Desa Sanur, Denpasar Selatan (HP:085-239-292-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nam : I KT.GD.AGUS KRISNAJAYA

Alamat : B r. P a n d e , D e s a Kediri, Kec.Kediri, Kab.Tabanan (HP:081-999-222-XXX)

Masyarakat CAPD, Terapi Dialisis bagi Yenbekaki Lepas Tukik Penderita Gagal Ginjal Belimbing ke Laut

BAGI para penderita gagal ginjal, kegiatan cuci darah adalah suatu keharusan. Biasanya para penderita ini melakukan hemodialisis (cuci darah melalui mesin) 2-3 kali dalam seminggu di Ruang Hemodialisis Rumah Sakit atau Klinik Dialisis. Namun dalam beberapa tahun terakhir mulai disosialisasikan sebuah alternatif, dimana penderita dapat melakukan cuci darah sendiri di rumah. Metode tersebut dikenal dengan Peritoneal Dialysis ( PD ) Ada dua macam PD, yaitu Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis ( CAPD ) dan Automated Peritoneal Dialysis (APD). APD relatif masih jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia, mengingat metode ini menggunakan mesin yang dipasang di rumah penderita. Harganya berkisar 120 hingga 150 juta, sehingga mungkin memberatkan. Frekuensi cuci darah yang dilakukan hanya sekali menjelang pasien tidur. Hal ini menimbulkan pertimbangan antara membeli mesin dan transplantasi ginjal. Sementara itu, dengan CAPD

dapat menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi penderita. Sebab, mereka dapat menjalani kehidupannya dengan normal, tanpa banyak batasan untuk mengkonsumsi makanan. CAPD dipasang permanen di tubuh penderita, tepatnya di bagian perut. Pada prinsipnya, proses penyaringan darah pada CAPD menggunakan membrane peritoneum. Jika pada proses hemodialisis ada dialiser yang juga berisi membran untuk menyaring darah, pada proses CAPD cairan dialisat dimasukkan ke rongga peritoneum, lalu terjadilah proses penyaringan darah. Sebuah selang kateter dipasang di bagian perutnya dan disediakan sebuah kantong untuk menjamin kesterilannya. Dengan CAPD, penderita cukup melakukan kontrol 1 kali dalam sebulan ke rumah sakit. Pola kerja cuci darahnya, kateter dis-

ambungkan dengan titanium adapter yang akan mengalirkan cairan dextrose. Cairan inilah yang berfungsi untuk menarik racun dari dalam tubuh. Proses pengaliran cairan ini hanya membutuhkan waktu 10 menit. Dalam sehari dilakukan sebanyak 3-4 kali. Di antara Hemodialisis, CAPD dan APD, CAPD dinilai lebih efisien dari segi biaya. Sebabnya dengan metode peritoneal dialysis atau cuci darah sendiri dalam perut, pasien melakukan cuci darah secara mandiri dan tidak perlu ke rumah sakit. Rutinitas penggantian cairan dapat dilakukan dimanapun tempat berlibur. Cairan CAPD bisa dipesan sebelumnya untuk dikirim ke destinasi tujuan. Atau jika hanya berlibur dalam waktu singkat, semua perlengkapan CAPD dapat disiapkan sendiri dan dibawa. Keuntungan CAPD yang lain di antara struktur kimia darah yang stabil karena terjadi pertukaran secara terus menerus dari produk-produk sisa metabolisme atau toksin. Fungsi ginjal sisa akan terperlihara lebih baik. Terutama jika ingin dilakukan transplantasi ginjal. Kelangsungan hidup (survival) lebih baik jika dibandingkan dengan hemodialisis pada tahun-tahun pertama. Selain itu, penularan hepatitis B dan C lebih sedikit daripada hemodialisis. Pasien lebih dapat mengontrol diri sendiri karena tidak membuthkan mesin dan diet dapat lebih bebas. Dialisis bisa dilakukan di rumah sehingga relatif nyaman dan tidak ada keharusan untuk datang ke rumah sakit 2 sampai 3 kali seminggu. Dengan begitu, pasien dapat tetap bisa beraktivitas seperti biasa. dr. I Gusti Ngurah Agung Tresna Erawan, M.Biomed., Sp.PD. Staf Divisi Ginjal dan Hipertensi, KSM/Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Sanglah Denpasar

MASYARAKAT Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, melepaskan 30 tukik penyu belimbing atau penyu raksasa penjelajah dunia ke laut. “Pelepasan tukik penyu belimbing tersebut sebagai bagian upaya mereka menjaga kelestarian alam,” kata Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Yusuf Mayor di Waisai, Jumat (23/8). Dia mengatakan, bahwa Pantai Warebar Kampung Yenbekaki salah satu daratan di wilayah Raja Ampat, tempat penyu belimbing dewasa naik pada masa bertelur untuk meletakkan telurnya. Selama masa penyu bertelur, kata Yusuf masyarakat Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki menjaga kawasan Pantai Warebar, tempat sarang penyu. “Tujuannya agar sarang penyu terutama penyu belimbing yang merupakan penyu langka terhindar dari serangan predator yang mengincar telur penyu tersebut,” ujarnya. Setelah telur menetas, kelompok penggiat konservasi penyu Yenbekaki langsung melakukan penangkaran terhadap tukik tersebut selama beberapa hari. Penangkaran tersebut dilakukan sebelum tukik di lepas ke laut agar kuat dan dapat terhindar dari serangan predator di laut. “Aktivitas ini sudah berjalan lama dan masyarakat penggiat konservasi penyu Yenbekaki mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama lembaga-lembaga konservasi dunia,” tutupnya. (ant)

BPM/ant

TUKIK - Pelepasan tukik di pantai Mampie, Kecamatan Wonomuliyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di tempat terpisah masyarakat Yenbekaki melepaskan 30 tukik penyu belimbing atau penyu raksasa penjelajah dunia ke laut. CMYK

Pengusikan Habitat Picu Serangan Buaya di Sungai Batang Anggang SERANGAN buaya yang terjadi di Sungai Batang Anggang pada Selasa (20/8), terjadi akibat pengusikan habitat satwa tersebut menurut pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam di Sumatera Barat. “Berdasarkan pengamatan kami dan keterangan warga sekitar, lokasi warga diserang buaya itu memang habitatnya,” kata Kepala BKSDA Resor Agam Syahrial Tanjung di Lubukbasung, belum lama ini. “Diperkirakan buaya itu terusik akibat aktivitas warga mencari lokan dan pensi di sungai tersebut,” imbuhnya. Ia mengutip keterangan dari warga bahwa buaya dengan panjang tiga meter tersebut bertelur dan telurnya sudah menetas 15 hari lalu menjadi anak buaya berukuran panjang sekitar setengah meter. Menurut dia, buaya itu kemungkinan menyerang warga hingga tangan, dada, dan punggungnya terluka karena merasa habitatnya

terusik. Warga sekitar Sungai Batang Anggang menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir ada empat kejadian buaya menyerang warga. Namun BKSDA menyatakan hanya menerima satu laporan kasus. Syahrial mengimbau warga berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar sungai. “Kami akan memasang papan imbauan dalam waktu dekat,” katanya. Seorang warga Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari, digigit buaya muara saat mencari lokan di Sungai Batang Anggang pada Selasa (20/8) siang. Serangan buaya itu membuat korban mengalami luka di dada, punggung, dan tangan sehingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit daerah. “Saat ini korban sudah di rumahnya dan kondisinya sudah membaik,” kata Syahrial. (ant)


Minggu Paing, 25 Agustus 2019

UJI KOMPETENSI - Uji Kompetensi Tata Kecantikan Kulit TUK Agung yang berlangsung di Wantilan Gedung Pers K.Nadha, Sabtu (24/8) kemarin.

Uji Kompetensi Tata Kecantikan TUK Agung

Dukung Gerakan Indonesia Kompeten kulit dan tata rias pengantin. Untuk Sabtu ini peserta 65 orang dan jika lulus mereka mendapatkan sertifikat kompetensi level dua junior beautician,’’ ujarnya. Ia melanjutkan pentingnya seorang tata kecantikan kulit dan tata rias pengantin mendapatkan uji kompetensi karena sertifikat kompetensi saat ini sangat diperlukan baik dalam membuka usaha maupun dunia kerja. Dengan memiliki sertifikat kompetensi maka nilai tawarnya menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu, diharapkan masyarakat yang memiliki keterampilan dan terjun ke dunia tata kecantikan kulit maupun tata rias pengantin mengikuti uji kompetensi tata kecantikan ini. Sementara itu Ketua Lembaga

Denpasar (Bali Post)Untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendukung gerakan Indonesia kompeten, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung bekerja sama dengan Bisnis Bali, menggelar acara uji kompetensi tata kecantikan kulit dan tata rias pengantin. Acara berlangsung selama dua hari dimana, Sabtu (24/8) kemarin, digelar uji kompetensi tata kecantikan kulit dilanjutkan, Minggu (25/8), untuk uji kompetensi tata rias pengantin. Ketua TUK Agung, Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M., mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 dan setidaknya sudah meluluskan 10.000 orang dalam uji kompetensi. ‘’TUK Agung adalah TUK tata kecantikan

Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Kecantikan, Sri Haryati menambahkan selain ujian praktik, para peserta juga menjalani ujian teori. Adapun yang diuji untuk tata kecantikan kulit adalah perawatan wajah sehari-hari, make up sehari-hari dan perawatan tangan (medicure) dan kaki (pedicure). Selain skill, attitude atau perilaku peserta juga dinilai dan berkontribusi dalam hal nilai kelulusan. ‘’Attitude-nya juga dinilai. Sebab attitude itu juga sama pentingnya dengan skill,’’ ujar Sri Haryati. Menurutnya, saat ini penting seseorang yang memiliki skill atau keterampilan memiliki sertifikat kompetensi. Sebab, sertifikat kompetensi ini diperlukan untuk membuka usaha seperti salon. (san)

Hanya 49 Persen Anak yang diberi ASI lebih dari 12 bulan hanya 49 persen yang mempunyai risiko menjadi gizi lebih dibandingkan yang tidak pernah diberi ASI. Pemberian ASI lebih dari 7 bulan mempunyai risiko 20 persen lebih rendah untuk mengalami obesitas dibandingkan yang mendapat ASI

kurang dari 3 bulan. Pemberian ASI juga melindungi bayi dari gizi kurang. ASI juga diketahui dapat mengurangi kemungkinan berbagai penyakit kronik di kemudian hari misalnya obesitas, hipertensi, kencing manis, penyakit jantung, dan kanker (darah, kelenjar getah bening). Dia mengatakan ASI mulai diberikan dalam waktu setengah sampai 1 jam setelah per-

salinan. “Susui secara eksklusif sampai usia 6 bulan dan teruskan menyusui sampai usia anak 2 tahun atau lebih,” imbuhnya. Indeks pembangunan manusia (IPM), salah satunya ditentukan dari status kesehatannya selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Oleh karena itu sangat penting menjaga status kesehatan dimulai dari pemberian ASI. (may/sue)

Pasangan Muda Selain itu, pasangan muda belum memiliki inisiatif untuk mencari informasi yang tepat, termasuk mengenai menyusui dan kesehatan bayi sehingga persiapan masa kehamilan tidak diikuti. Bahkan menyusui itu terkadang masih dirasa tabu untuk ditanyakan, jadi pasangan muda merasa malu dan ragu untuk bertanya. Masalah ketiga adalah pasangan. Ayah muda yang belum memiliki kapasitas mental yang cukup untuk memberikan dukungan kepada pasangannya untuk menyusui. Termasuk kekuatan iklan dan marketing juga menjadi penghambat ibu muda untuk menyusui. Mengingat karak-

ter usianya, kalangan ini (ibu muda) adalah salah satu kelompok target utama industri iklan. “Apalagi iklan yang berhubungan dengan iming-iming pertumbuhan anak, pasti cepat tergoda,” ujarnya. Untuk saat ini, fenomena yang banyak ditemuinya adalah ibu dan masyarakat di perkotaan sudah banyak yang konsern terhadap pemberian ASI pada anak. Contohnya, ibu bekerja rajin melakukan pumping untuk stok ASI bagi si kecil ketika ditinggal bekerja. Ada juga ibu yang berkonsultasi padanya mayoritas didampingi baik suami maupun keluarga. Di sisi lain masyarakat di perdesaan justru berlombalomba memberikan susu formula kepada bayi mereka.

Menurutnya, hal itu disebabkan kurangnya informasi mengenai ASI dan susu formula. Ia bersama anggota komunitas pun melakukan upaya edukasi pada masyarakat tentang ASI. Seperti melalui kegiatan campaign di ruang publik (pasar). “Kita dapat melakukan bedah pasar dengan memberikan edukasi informasi kepada para pedagang, yang mana tujuan dari hal tersebut adalah informasi dapat disalurkan kembali kepada keluarganya masing–masing,” bebernya. Tahun ini pun Rumah ASI Bali memiliki beberapa agenda edukasi masyarakat. Selain mengadakan kelas-kelas edukasi, namun juga melakukan program- program campaigning langsung kepada masyarakat awam. (may)

Minggu, 25 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa - Tiwa, Metatah, Mamukur (2) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Lansia 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita KartunAranya Kanda (2) 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Gajah Dumbo

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Mahadewi Senam Kebugaran Indonesia Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Atiwa - Tiwa, Metatah, Mamukur (3) Ocydia Home Shopping Wirasa Peduli Sesama Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini

16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Lila Cita Sanggar Tari sekar Dewata Gianyar (2) Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Widi Widiana dan Dek Ulik Indi Band Generation Gung Sri, Mahoni Band Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Tanjung Benoa (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

ASI Eksklusif

Suarjaya menjelaskan manfaat ASI eksklusif untuk bayi adalah sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat, bayi tumbuh cerdas

karena asam lemak yang terdapat pada ASI memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi, tulang bayi lebih kuat, mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak dan tentunya memperkuat

hubungan antara ibu dan anak. Sementara untuk ibu, manfaat memberikan ASI adalah sebagai KB alami karena memberikan ASI menghambat proses ovulasi, mengurangi stres,

Reaksi PDI-P

Kader PDI-P pun bereaksi. PDI Perjuangan menilai imam besar FPI Habib Rizieq Syihab gagal memahami landasan pembentukan BPIP. “Habib Rizieq Syihab gagal paham dalam mengikuti diskursus di seputar sosialisasi empat pilar

MPR dan latar belakang dari relevansi, urgensi, dan signifikansi pembentukan BPIP,” kata politikus PDIP Hendrawan Supratikno. Dia menjelaskan istilah Pancasila sebagai pilar negara dalam ‘sosialiasi empat pilar’ MPR merupakan cara untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Dia menegas-

kan, dalam konsensus kebangsaan, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara. Istilah empat pilar merupakan konsep marketing atau pemasyarakatan. Dalam empat pilar tersebut, Pancasila adalah dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai ben-

Masalah Papua

“Kan tidak elok kita menghadapi masalah berat, multidimensi ini, malah kita ribut masalah pemindahan ibu kota. Itu kan bisa besokbesok. Sekarang kita minta pemerintah fokus dulu ke masalah Papua,” ujarnya. Hal yang sama diungkapkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Dia mengaku selama ini belum mendapat kaji-

an akademik dari pemerintah soal wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan. Bahkan Presiden Jokowi masih menunggu sejumlah kajian lagi. “Sampai hari ini kami belum terima (kajian akademik, red) dan saya dapat informasi dan komunikasi dari Istana bahwa masih ada beberapa kajian lagi yang ditunggu oleh Presiden. Jadi tunggu saja pasti kami akan dikirimi,” kata Bambang,

Sabtu kemarin. Ia juga mengaku belum membahas terkait RUU pemindahan Ibu Kota Indonesia. Menurutnya, saat ini proses masih dalam tahap kajian. “Tidak ada pembicaraan itu, yang penting pemerintah masih kajian dan masih tunggu beberapa masukan dari kajian yang sedang dilakukan saat ini,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang

mengurangi pendarahan dan risiko terkena kanker menurun. Bahkan tubuh ibu lebih cepat langsing atau berat badan berlebih saat kehamilan bisa berkurang dengan memberikan ASI kepada bayinya. (san)

tuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai sistem sosial budaya masyarakat, tuturnya. Selanjutnya, Hendrawan mengatakan peran ideologi bagi sebuah bangsa tak boleh dianggap remeh. Menurutnya, ideologi merupakan navigasi bangsa untuk menghadapi tantangan di masa depan. (kmb)

(ATR) Sofyan Djalil mengatakan, rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur masih menjadi alternatif. Pasalnya, Bappenas masih melakukan kajian terhadap lokasi calon ibu kota. Bappenas, lanjutnya, sedang melakukan kajian terhadap lokasi calon ibu kota baru. Namun, Sofyan tidak mengetahui pasti apa saja kajian yang dilakukan. (kmb)


MINGGU PAING, 25 Agustus 2019

Setelah Serangan Rasisme

Pogba akan Selalu Didukung Suporter MU OLE Gunnar Solskjaer menyatakan harapan fans Manchester United (MU) akan berada di belakang Paul Pogba, setelah diserang dengan kekerasan rasialisme di media sosial. Menurut Ole, fans United telah berjanji menunjukkan dukungan mereka untuk Pogba saat gelandang Prancis itu kembali ke Old Trafford untuk berhadapan di Crystal Palace, Sabtu (24/8).

BPM/025

PRESTASI- Ketua Komite SMPN 11 Denpasar Nyoman Temuantara didampingi Ratnadi dan Anggreni bersama siswa berprestasi.

Pesilat SMPN 11 Denpasar Raih Dua Emas di Ajang Internasional Denpasar ( Bali Post) Diam-diam SMPN 11 Denpasar memiliki sejumlah atlet berprestasi hingga go international. Belum lama ini dua pesilatnya meraih medali emas di kejuaraan silat internasional. Sementara pembalap sepeda dan sepak bolannya menjad duta Bali di kancah nasional. Prestasi teranyar diukir oleh siswa kelas VII, I Komang Agus Tripajina, meraih emas kategori tanding kelas putra di ajang Pencak Silat Pandu Samudra Championship Terbuka 2019. Emas juga diraih rekannya I Made Romeo Eka Agastia di kelas B putra. Ajang ini diikuti pesilat dari Malaysia, Jepang, China, Vietnam, Korea, Philipina, dan Aljazair. Sekolah di Desa Serangan ini juga memilik atlet balap sepeda. Mereka adalah Sayu Bella Sukmadewi, juara II balap sepeda Pra PON 2020 Sumsel 2019, dan Pande Made Jaya Sedana Putra juara I balap sepeda nasional. Keduanya dibina oleh Ketut Sudayasa, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, empat siswanya dikirim menjadi duta Bali dalam Piala Menpora U-14 tahun Putaran Nasional di Solo. Mereka adalah I Komang Ari Wirasana, Milan Prada Asura Ongso, Aloysius Figo Mariano, dan A.A. Dwi Trisna Putra. Siswa binaan Eka Pradana Putra ini sejak Sabtu (24/8) kemarin hingga 31 Agustus bertanding di Solo. Sementara di non-akademik siswanya juga meraih juara I reportase (Lufiyah Rahmah Habibah dan IA Manik Laksmi) dan juara I membuat profile sekolah. Prestasi itu diukir oleh Nurul Aini Aulia, Lufiyah, dan I Putu Krisna Agastya Artawan. Kepala SMPN 11 Denpasar Drs. Putu Jaya, M.Psi. mengungkapkan rasa bangganya karena siswa jauh dari kota mampu berprestasi internasional. Semua ini berkat pembinaan intensif esktra di sekolah. Sementara itu, Ketua Komite I Nyoman Temuantara, S.E. didampingi Waka Kurikulum Komang Anggreni, S.Pd., dan Humas Ni Wayan Ratnadi, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan, soal prestasi anak-anaknya sudah membanggakan hingga ke tingkat nasional dan internasional. Prestasi akademik pun mulai merangkak, ini dibuktikan 75 persen lulusannya diterima di sekolah negeri. ‘’Komite mendukung program sekolah guna melahirkan sekolah yang rindang, sejuk, bersih, disiplin, dan berprestasi,’’ tegas Temuantara. Ia pun salut sekolah tanpa memungut biaya pendidikan dari masyarakat mampu melahirkan prestasi internasional. (025)

“Saya tahu orang-orang berharap dirinya (Pogba) melakukan segalanya di lapangan sepak bola,” kata Solskjaer, Sabtu (24/8). Solskjaer menambahkan, kerasnya suara dukungan untuk Pogba terhadap perusahaan media sosial untuk melawan rasialisme disambut banyak orang. Tapi Solskjaer tahu, meskipun ada moment kontroversial di luar lapangan selama di klub, Pogba tetap dicintai oleh supporter. “Saya kira itu (dukungan) terjadi. Kami semua dapat melihat Paul kecewa saat gagal menendang penalti. Dia tidak layak diperlakukan seperti ini,” ujar Solskjaer. Ia menegaskan, saat seseorang menjadi pemain Manchester United ia akan selalu menjadi bagian dari Setan Merah.

BPM/ant

TERJATUH - Paul Pogba terjatuh setelah dihadang oleh pemain Wolverhampton Wanderers di stadion Molineux (19/8) lalu.

Bonus Emas Denpasar Bisa Capai Rp 75 Juta

Denpasar (Bali Post) Bagi atlet Kota Denpasar peraih emas Porprov Bali XIV akan dikucurkan bonus berkisar Rp 65 juta – Rp 75 juta. Kontingen Denpasar tetap mematok target juara umum pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali, di Tabanan pada September nanti. Itu dilontarkan Ketua Umum Kontingen Kota Denpasar Nyoman Mardika, saat pelepasan atlet Porprov Denpasar di Renon, Sabtu (24/8) kemarin. Mardika menerangkan, upaya mewujudkan Denpasar yang berkekuatan 784 atlet untuk meraih juara umum minimal harus mendulang 135 – 140 keping medali emas. Mardika tetap optimis Denpasar juara umum, mengingat taekwondoin Denpasar bisa berlaga kembali, termasuk cabor andalan Denpasar Senam sudah dipertandingkan. Selain itu, Denpasar juga menargetkan juara umum di cabor tembak dan tinju. Sementara cabor tarung derajat juga dipatok menyabet emas lebih banyak lagi.(022)

CMYK

Pogba, kata dia selalu memberikan segalanya untuk klub setiap pekan. Mantan pemain Juventus tersebut juga punya kualitas mumpuni, di mana tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. “Dia pemimpin di tim. Saya berharap fans akan berada di bekalangnya,” kata Solskjaer. Sebelumnya, pemain MU Juan Mata mengecam kasus pelecehan rasial yang menimpa rekannya Paul Pogba. Gelandang asal Spanyol itu menyebut pelaku penghinaan terhadap Pogba adalah pengecut. Mata menilai para pelaku menggunakan media sosial untuk melakukan pelecehan, karena mereka bisa menyembunyikan jati diri mereka di sana. Ia pun menilai masalah ini harus segera ditangani. (afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 25 Agustus 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu