Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Gubernur Koster Ajak Jadikan Bali Contoh Toleransi dan Kebinekaan di Indonesia GUBERNUR Bali Wayan Koster mengajak semua pihak di Bali untuk bersama-sama membangun toleransi, kebersamaan dan gotong royong tanpa memandang agama dan latar belakangnya. ‘’Kita tunjukkan wajah Bali yang lekat dengan ciri kebinekaan dan kedamaian. Jadikan Bali contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,’’ ajak Gubernur dalam sambutannya di acara Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan di Kantor Wilayah (Kanwil) BUKA PUASA - Gubernur Bali Wayan Koster saat acara Buka Puasa Bersama di Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Jumat (24/5) petang kemarin.
Jokowi Buka Diri Bertemu Prabowo Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya selalu terbuka untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilpres 2019, termasuk rival politiknya, Prabowo Subianto, demi untuk mendinginkan suasana. Jokowi setelah pertemuan dengan mantan Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5) kemarin, mengatakan dirinya selalu terbuka untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat dalam kontestasi politik untuk bersama-sama bekerja membangun bangsa ini. Jokowi menambahkan, pertemuan dengan Prabowo sedang diupayakan bahkan sejak setelah pencoblosan. ‘’Yang jelas setelah coblosan sudah saya sampaikan, kita berkeinginan berinisiatif untuk bertemu, sampai sekarang belum bertemu,’’ katanya. Menurutnya, pertemuan dengan Prabowo akan sangat baik dilihat oleh rakyat dan diharapkan mampu mendinginkan suasana politik yang
sempat memanas. ‘’Akan dilihat baik oleh rakyat, mendinginkan suasana, bahwa di elite-elite politik rukun-rukun saja enggak ada masalah. Saya kira paling penting itu. Kalau elitenya rukun, baik-baik saja, di bawah kan dingin, akan sejuk,’’ katanya. Sementara itu, BJ Habibie menegaskan keadaan yang berkembang saat ini jelas berbeda dengan keadaan yang terjadi pada tahun 1998. ‘’Dan kalau disamakan dengan keadaan waktu Bapak tahun 98, its not true. Banyak laporan Anda tahu sendiri, tidak ada,’’ kata BJ Habibie. Habibie sangat yakin Jokowi bisa melanjutkan program sesuai rencana dan semua membantu supaya terlaksana. ‘’Kita semua membantu supaya terlaksana. Dan nanti pada pemilu lima tahun lagi setiap orang boleh. Tapi ngapain kita hilang waktu dan duit dan ada risiko tinggi. Hanya memperjuangkan kepentingan mungkin satu orang satu grup, no way,’’ kata Habibie. (ant)
Ajukan Gugatan ke MK BW Pimpin Tim Hukum BPN
Jakarta (Bali Post) – Koordinator Tim Hukum Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan telah menunjuk Bambang Wijojanto (BW) sebagai Ketua Tim Hukum yang akan memimpin beberapa lawyer menyampaikan gugatan di MK. Bambang akan dibantu beberapa nama pengacara yang andal. Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahni Anzar Simanjuntak, menilai Bambang Widjojanto merupakan sosok yang kredibel. ‘’Korupsi politik yang masif terjadi di pemilu, sehingga sangat tepat Bambang Widjojanto memimpin tim ini. Nanti ditambah anggota tim yang memahami kepemiluan,’’ kata Dahnil, Jumat (24/5) kemarin. Dia mengatakan BPN Prabowo-Sandi menemukan praktik dugaan kejahatan pemilu seperti praktik korupsi politik dan pemilu. Korupsi yang paling krusial terjadi saat ini adalah korupsi politik, dan BW mendalami permasalahan tersebut. ‘’Selain itu, Mas Bambang sebelum
menjadi pimpinan KPK, ketika menjadi pengacara dalam perkara di MK, dan hampir semua kasus yang didampinginya menang,’’ ujarnya. Sementara itu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan pihaknya secara resmi mengajukan gugatan dugaan kecurangan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bentuk keprihatinan pelaksanaan pemilu yang belum berjalan jujur dan adil. ‘’’Ajuan gugatan ke MK sebagai bentuk tuntutan masyarakat Indonesia atas keprihatinan pelaksanaan pemilu, karena sangat sulit dikatakan Pemilu 2019 berjalan jujur dan adil,’’ kata Sandiaga Uno dalam konferensi pres di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Jumat kemarin. Dia mengatakan, BPN Prabowo-Sandi mendapatkan laporan dari anggota dan masyarakat yang melihat serta mengalami ketidakadilan dalam pelaksanaan pemilu. Hal. 15 Mengambil Peran
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Jumat (24/5) petang. Dalam acara yang diadakan bersama puluhan anak yatim itu, Gubernur Koster menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjadikan daerah Bali senantiasa aman dan kondusif, serta jauh dari isu-isu negatif. ‘’Karena Bali yang kecil ini merupakan destinasi pariwisata dunia, jadi tiap kejadian kecil akan menjadi sorotan di belahan dunia lain. Jangan hanya karena beda pilihan politik, beda latar belakang malah merugikan kita semua,’’ terang Koster. Dinamika politik yang berkembang, diharap Koster, tidak serta-merta mengganggu keharmonisan yang telah lama terjalin. ‘’Presiden Jokowi dalam kunjungannya
belum lama ini juga mengimbau agar pembangunan tidak di fisik saja, tetapi juga membangun persatuan dan perdamaian,’’ imbuh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Bali Rudi Rubijaya menyatakan hal senada terkait dengan toleransi dan persaudaraan antarumat yang selalu terjaga di Bali. ‘’Fokus kita hanya membuat Bali yang lebih damai, sehingga kita bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan Bali dengan lebih baik,’’ ujar Rudi. Rudi juga mengaku BPN Bali akan turut serta mendukung segala program Pemprov Bali, terutama yang menyangkut sektor pertanahan. ‘’Ini komitmen kami untuk kontribusi membangun Bali,’’ tutupnya. (kmb)
Semalam, Gunung Agung Erupsi Lagi
Lontaran Lava Pijar 3 Km Besakih Diguyur Hujan Pasir
Bali Post/ist
ERUPSI - Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Jumat (24/5) kemarin. Erupsi membuat Desa Besakih diguyur hujan abu dan pasir.
Amlapura (Bali Post) Sempat tenang beberapa hari, Gunung Agung di Karangasem kembali mengalami erupsi, Jumat (24/5) malam kemarin. Erupsi ini disertai lontaran lava pijar. Selain lava pijar, sejumlah wilayah terdampak hujan pasir. Bahkan pada saat erupsi, warga Desa Besakih dikejutkan dengan suara dentuman yang sangat keras. Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, I Dewa Gede Mertayasa, mengungkapkan erupsi terjadi pada pukul 19.23 Wita. Namun ketinggian kolom abu belum bisa diprediksi karena tertutup kabut. ‘’Untuk erupsi yang terekam alat seismograf dengan amplitude maksimum 30 mm dengan durasi 4 menit 30 detik. Terdengar suara gemuruh yang kuat dari pos pemantauan ini.
Sementara untuk lontaran lava pijar mencapai 2,5 km sampai 3 km yang mengarah ke segala arah,’’ ujarnya. Sementara itu, warga Desa Besakih I Nyoman Sumerta mengatakan sangat terkejut dengan suara dentuman yang sangat keras saat erupsi. ‘’Suara dentumannya sangat keras. Suara dari gunung seperti pesawat terbang. Semua keluarga sampai berhamburan keluar
rumah untuk melihat erupsi. Setelah dilihat, sudah terlihat lontaran api di puncak gunung. Tetapi sekarang nyala api di puncak sudah hilang,’’ ujarnya. Sumerta menambahkan, pascaerupsi yang terjadi, di rumahnya mulai dilanda hujun abu yang sangat tebal dan hujan pasir. ‘’Abunya yang turun sangat tebal sekali. Bahkan sekarang mulai hujan pasir yang
deras,’’ jelas Sumerta. Sementara itu, Kasi BPBD Karangasem Ni Wayan Asmi Sukmawati mengatakan telah melakukan koordiansi dengan kepala desa. Menurutnya, belum ada pergerakan masyarakat yang mengungsi. ‘’Sejauh ini masyarakat masih tenang. Kita akan terus melakukan komunikasi untuk melihat perkembangan di masyarakat,’’ ujarnya. (kmb41)
Amien Rais Diperiksa Polisi, Tunjukkan Buku ’’Jokowi People Power’’ Jakarta (Bali Post) – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Rakyat (PAN) Amien Rais menunjukkan buku berjudul ‘’Jokowi People Power’’ kepada awak media ketika keluar dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5) siang. Amien yang diperiksa sebagai saksi kasus dugaan
makar Eggi Sudjana itu meminta izin kepada penyidik (Direskrimum) untuk menunaikan shalat Jumat. Namun, Amien Rais tidak mau berkomentar ketika ditanya mengenai buku tersebut. ‘’Nanti saja belum ada berita apa-apa, orang belum diperiksa,’’ kata Amien Rais. Amien Rais diperiksa sebagai saksi tersangka Eggi
Sudjana. Eggi ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar setelah ucapannya mengenai people power di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 April 2019. Eggi ditahan di Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/5) pagi. Penahanan dilakukan setelah polisi memanggilnya sebagai tersangka, Senin (13/5) malam. (ant)
Amien Rais
Bali Post/ant
Massa Kembali Kepung Kantor Bawaslu
BERJAGA - Polisi berjaga ketika berlangsungnya aksi damai di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (24/5) sore kamarin.
Bali Post/ant
Jakarta (Bali Post) – Kantor Bawaslu di Jakarta Pusat, semalam kembali ‘’dikepung’’ massa. Mereka mulai berdatangan di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (24/5) sore. Rombongan massa tersebut datang bergerombol dari arah Monas. Mereka mengaku berasal dari pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Mereka datang membawa berbagai atribut seperti bendera Merah Putih, bendera ormas bertuliskan GMPK, dan bendera tauhid. Pada saat kedatangannya, mereka meneriakkan orasinya
melalui pengeras suara di atas mobil. Selain itu, lagu ‘’Indonesia Raya’’ juga sempat dinyanyikan. Selain massa dari arah Monas, raturan massa yang datang dari arah Jalan Agus Salim juga terkonsentrasi di depan Sarinah. Sementara itu, aparat keamanan siap siaga untuk berjaga-jaga di tengah-tengah massa dan di sekitar kantor Bawaslu RI. Personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) beserta TNI dan aparat gabungan lainnya memperketat pengamanan di kantor Bawaslu RI dengan memasang barikade kawat barrier berduri. (ant)
DENPASAR
2
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Dorong Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Industri Tembakau
Sampoerna dan Kemenristekdikti Tanda Tangani Nota Kesepahaman PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam rangka kerja sama penguatan inovasi den-
gan industri dalam bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang diwakili oleh Direktur Jenderal Penguatan
FIGUR Politik Tak Beretika DEMO dan rusuh. Itulah yang menghiasi halaman depan media massa saat ini. Demo dengan tujuan terjadinya chaos merupakan salah satu fenomena dunia politik tanah air. Namun pengamat politik Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.Ikom. asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini menilai fenomena ini sebagai bentuk perilaku politik yang tak beretika. Ida Bagus Dwi Oka Putra yang juga padat pengalaman dalam bidang pengabdian pada masyarakat karena pernah menjadi kadus dan Kades Gulingan ini menilai demo dan kerusuhan akibat tak menerima hasil pemilu tak ada gunanya. Selain menguras energi, kerugian negara juga besar karena adanya perusakan fasilitas negara. Kedua, uang negara juga banyak tersedot untuk mengantisipasi demo tersebut. ‘’Nah, sekarang kita terdiam, tak satu pun perusuh mau bertangung jawab, termasuk elite politiknya,’’tegas Gus Dwik yang juga Kepala SMK Dwijendra Denpasar ini, Kamis (23/5). Gus Dwik yang lulusan Magister Ilmu Komunikasi dengan konsentarasi Komunikasi Politik di Univ. Dr. Sutomo Surabaya ini menilai semua elite mestinya ikut memberikan pendidikan politik ke masyarakat yang beretika. Kuncinya panggung politik harus diisi oleh orang yang beretika dan bermartabat.’’Kalau elitenya suka demo dan beringas, demikian juga pendukungnya,’’tegasnya seraya mengatakan angayubagya kondisi di Bali sangat aman dan nyaman. Bali, kata dia tidak boleh terjadi seperti di Jakarta, karena eknomi makro Bali tergantung pada sektor pariwisata. Jika keamanan Bali terganggu, sektor ini dipastikan akan goyah. Akibatnya, semua komponen masyarakat Bali akan dirugikan. Ini yang perlu kita waspadai karena pihak asing yang memiliki destinasi wisata sama bagusnya dengan Bali juga bisa ‘’bermain’’. (sue)
Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe serta didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im. Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis menyatakan, industri tembakau tengah menuju ke arah pengembangan yang berbasis sains dan ilmu pengetahuan. Dukungan dari Kemenristekdikti akan semakin memperkuat industri tembakau nasional yang memiliki peranan penting bagi penerimaan negara melalui pajak dan cukai, ketenagakerjaan, investasi, usaha kecil dan menengah, serta petani tembakau dan cengkeh. “Riset dan pengembangan teknologi adalah bagian penting dari bisnis Sampoerna. Sampoerna senantiasa mematuhi standar ilmiah yang tinggi dalam pengembangan dan penilaian produk-produk kami. Sampoerna menghargai upaya dan dukungan pemerintah, terutama Kemenristekdikti, melalui komitmennya untuk mendorong industri tembakau agar mengembangkan riset dan inovasi
teknologi,” kata Mindaugas dalam keterangan resminya, Rabu (22/5). Mindaugas menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan Sampoerna yang pada akhirnya dapat memperkuat potensi industri tembakau. Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga turut menyambut positif kerja sama antara Sampoerna dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kemitraan ini akan meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan, peneliti, dan ahli untuk memahami, mendorong, dan mengawasi kemajuan riset dan inovasi teknologi dalam industri tembakau. Dengan harapan, segala kebijakan yang dibuat para pemangku kepentingan dapat semakin menjaga dan meningkatkan kualitas industri tersebut. “Kerja sama ini merupakan awal yang baik bagi pemerintah dan industri tembakau. Dengan secara aktif mendorong riset dan meningkatkan inovasi teknologi akan membuat industri ini semakin ber-
tumbuh, terutama bagi perkembangan produk tembakau alternatif di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga mendapatkan informasi serta pengetahuan baru yang sedang berkembang di industri tembakau,” ujar Jumain. Melalui kemitraan ini, Sampoerna juga akan berpartisipasi dalam program yang disepakati dengan politeknik atau universitas negeri yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti. Mindaugas juga menjelaskan, Sampoerna akan memberikan pelatihan terkait teknis atau ilmiah yang relevan dengan industri tembakau atau keahlian lainnya. “Kami siap berkontribusi dalam program-program riset yang bersifat kolaboratif, termasuk di fasilitas laboratorium Sampoerna, politeknik atau universitas, laboratorium independen dan fasilitas serupa lainnya. Kami juga akan menyiapkan pasokan bahan untuk menunjang riset,” kata Mindaugas. Lebih lanjut Mindaugas menjelaskan, Sampoerna akan terus memberikan dukungan pelatihan kewirausahaan dari Sampo-
erna Entrepreneurship Training Center (SETC). Pelatihan ini ditujukan untuk organisasi yang dibina oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti sesuai dengan ketersediaan dan kapasitas SETC. “Kami menyambut kunjungan dari para peneliti Kemenristekdikti ke Pusat Sains dan Inovasi yang berlokasi di salah satu fasilitas milik Sampoerna di Sukorejo, Jawa Timur,” katanya. Jumain menambahkan, kementerian akan memberikan dukungan berupa dana hibah penelitian kepada politeknik atau universitas negeri yang ditunjuk untuk berpatisipasi dalam kerja sama ini. “Selain itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga akan memfasilitasi diskusi antara Sampoerna dan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi langkah-langkah mendorong investasi, inovasi, pembangunan berkelanjutan, penilaian dan pengawasan regulasi, termasuk bagi produk tembakau alternatif di Indonesia,” tutupnya. (kmb)
ForBALI Minta DPRD Putuskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa Denpasar (Bali Post)-
Pascamenggembok DPRD Bali secara simbolis, ForBALI belum berhenti untuk mendesak DPRD Bali agar bersikap tegas menolak reklamasi Teluk Benoa. Kali ini sebuah spanduk dengan karakter Sangut dalam pewayangan Bali dibentangkan di depan gedung dewan, Jumat (24/5) kemarin. Spanduk tersebut merupakan bentuk satir terhadap sikap dewan yang dinilai oportunis. “Sangut adalah salah satu karakter dalam pewayangan Bali, karakter yang oportunis, yang mau menyelamatkan dirinya sendiri. Sebagai suatu sindiran untuk dewan, bahwa mereka selama ini berkarakter seperti Sangut,” ujar Koordinator ForBALI I Wayan “Gendo” Suardana di sela-sela aksi ForBALI turun ke jalan. Menurut Gendo, rakyat Bali membutuhkan wakil rakyat yang berani bersikap untuk rakyat. Itu sebabnya ForBALI akan terus mendesak DPRD Bali untuk segera menggelar rapat paripurna dan memutuskan menolak reklamasi Teluk Benoa. Kemudian segera bersurat kepada Presiden RI Joko Widodo untuk meminta pembatalan Perpres
No. 51 Tahun 2014, serta meminta Presiden untuk mengembalikan kawasan perairan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Mengingat DPRD Bali seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat. Gendo mencontohkan saat Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa. Ketua DPRD Bali ikut menolak sekaligus menyindir gerakan Bali Tolak Reklamasi. Tetapi tidak pernah melakukan tindakan yang serius secara kelembagaan. Begitu juga tidak pernah mengambil mekanisme politik sebagaimana fungsinya sebagai wakil rakyat. Dikonfirmasi terkait aksi ForBALI, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama
mengatakan, boleh saja melakukan demo asalkan jangan sampai anarkis. “Kalau penolakan reklamasi Teluk Benoa kan sudah ditolak tahun lalu melalui surat gubernur ke presiden, dan saya yakin reklamasi Teluk Benoa tidak akan ada,” ujarnya. Di sisi lain, Wiryatama juga menyampaikan soal perluasan Pelabuhan Benoa. Menurutnya, hal itu perlu disikapi bersama agar tidak kebablasan. Walaupun otoritas pelabuhan ada di Kementerian Perhubungan. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bali Post/kmb32
SPANDUK - Aksi ForBALI memasang sebuah spanduk dengan karakter Sangut dalam pewayangan Bali dibentangkan di depan gedung dewan, Jumat (24/5).
”Debt Collector” Terlibat Standar Pemberian Komisi Pelaku Pariwisata akan Diatur Pergub Jambret di Lima TKP
Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali meringkus seorang debt collector I Komang Agus Tina alias Mang Agus (28) di Jalan Letda Made Putra, Denpasar Timur, Kamis (23/5) lalu. Pasalnya Agus terlibat kasus begal di 5 TKP di wilayah Denpasar. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jumat (24/5) kemarin menyampaikan, berawal dari adanya laporan dari Ni Ketut Warti (42) beralamat di Jalan Cekomaria Gang Tomat, Denpasar Utara. Warti melapor ke Polresta Denpasar, Jumat (4/1) lalu. Dia dijambret di Jalan Jepun, Denpasar, saat menuju ke pasar untuk membeli barang-barang keperluan rumah tangga. “Saat itu Korban dipepet oleh orang tidak dikenal dan
menarik tas korban. Selanjutnya pelaku kabur,” ujarnya. Setelah menyelidiki kejadian tersebut, Tim Resmob berhasil mengidentifikasi pelaku. Selanjutnya dilakukan pencarian dan akhirnya pada Kamis pukul 21.00 Wita, pelaku diamankan di pinggir Jalan Letda Made Putra, Denpasar. Dari hasil introgasi, pelaku mengakui melakukan begal sebanyak lima kali, yaitu di Jalan Jepun membawa kabur tas berisi HP Oppo, uang Rp 3,5 juta dan surat-surat penting lainnya. Selanjutnya dua kali di Jalan Bukit Tunggal dengan hasil dua pasang anting-anting, uang Rp 800 ribu dan dua dolar Amerika. Di Jalan Kepundung dengan hasil uang Rp 1 juta dan Jalan Letda Reta dengan hasil Rp 1,5 juta. (kmb36)
Bali Post/ist
DITANGKAP - Komang Agus Tina alias Mang Agus ditangkap terkait kasus jambret.
FM 96,5
Topik : ForBALI Minta DPRD Putuskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post) Pemberian komisi pelaku pariwisata selama ini menuai persaingan usaha yang tak sehat di Bali. Bahkan, “perang” komisi yang dilakukan oleh pengusaha pariwisata berdampak pada persaingan usaha yang tak sehat, sehingga menimbulkan dampak sosial yang berujung pada kondisi pariwisata Bali dikemudian hari. Guna menghindari pemberian komisi yang tidak terkontrol selama ini, Pemer-
intah Provinsi Bali berencana akan mengatur standarisasi pemberian komisi melalui peraturan gubernur (pergub) Bali. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan rencana pengaturan pemberian komisi tersebut dalam rapat anggota Bali Tourism Board (BTB) di Praja Saba Kantor Gubernur Bali, Jumat (24/5) kemarin. Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace ini men-
gatakan, persoalan komisi ini berkaitan dengan pemandu wisatawan dan pengusaha. Pemberian komisi ini merupakan mata rantai yang tidak pernah terkontrol dari dulu. Pemberian komisi untuk menarik jumlah kunjungan saat ini sudah di nilai tidak masuk akal, sehingga akan dapat merugikan pariwisata Bali. Seperti halnya dalam pentas pertunjukan seni tari. Untuk mendapatkan pengunjung yang banyak, pemberian komisi yang tidak masuk akal
kerap dilakukan oleh pengelolanya. Bahkan jumlah komisinya bisa perkepala, jauh lebih besar dibandingkan dengan ongkos penarinya. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada nilai pementasannya. “Selain pengaturan standar pemberian komisi, nanti kita juga akan menggandeng listibiya untuk meningkatkan mutu pementasannya,” kata Cok Ace yang juga sebagai Ketua PHRI Bali. Selain menyinggung ren-
cana pembuatan pergub standarisasi pemberian komisi, dalam pertemuan rutin bulanan para stakeholder di bidang pariwisata di Bali, yang juga sempat dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster ini, juga diingatkan untuk melakukan penyelarasan kebijakan perusahaan terhadap implementasi sejumlah peraturan gubernur. Mulai dari penggunaan aksara Bali, busana Bali, hingga penggunaan produk lokal Bali di setiap usaha pariwisata. (kmb16)
Tujuh Kali Berturut-turut Pertahankan Opini WTP
Rai Mantra Sampaikan Apresiasi ke BPK dan Tingkatkan Profesionalisme PENGHARGAAN dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah kembali diraih Pemerintah Kota Denpasar. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Pemerintah Daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali kepada Pemkot Denpasar memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini ini dipertahankan Pemkot Denpasar selama tujuh kali berturut-turut. Penghargaan Opini WTP diserahkan langsung Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si. kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (24/5) kemarin bertempat di ruang pertemuan Kantor BPK-RI Perwakilan Bali, Renon, Denpasar. Penyerahan LHP juga dihadiri bupati se-Bali, ketua DPRD kabupaten/kota seBali dan sekda se-Bali. Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si. menyampaikan bahwa telah menyerahkan secara langsung LHP kepada DPRD dan kepala daerah se-Bali. Hal ini untuk memenuhi amanat UU No 15 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Keungan Negara. Penyampaian laporan dari pemerintah daerah disusun dengan standar akun-
tasi pemerintah berbasis akrual dalam tahun ke empat penerapan basis akrual. Tujuh laporan yang dilakukan pemeriksaan, meliputi realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laoran perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Dari sepuluh entitas laporan yang ada, secara keseluruhan telah melaporkan tepat waktu paling lambat 31 Maret atau tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Salah satu pemeriksaan atas laporan keuangan yang dibuat pemerintah daerah mengasilkan opini serta rekomendasi terkait sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan, serta Kesesuain terhadap efektivitas sistem pengendali intern. Berdasakan hasil pemeriksaan BPK, opini atas laporan pemeriksaan pada Kota Denpasar adalah Wajar Tanpa Pengecualian. “Atas prestasi yg dicapai kami ucapkan selamat, dan berharap agar pemda
LHP - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat menerima LHP dengan opini WTP dari Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si., Jumat (24/5) kemarin, di ruang pertemuan Kantor BPK-RI Perwakilan Bali, Renon, Denpasar.
terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah terutama aspek sistem dan prosedur, aspek kebijakan dan sumber daya manusia. Tiga aspek ini yang perlu peningkatan dalam pengelolaan keuangan diseluruh pemda di Bali,” ujarnya. Di samping itu juga disampaikan bahwa BPKRI Perwakilan Bali masih menemukan adanya kelemahan dalam sistem pengendalian intern dalam penyusunan pengelolaan keuangan. Karena itu, pihaknya mengharapkan pemda segera menindaklanjuti rekomendasi BPK selambat-lambatnya 60 hari. “BPK-RI Perwakilan Bali menyampaikan, penghargaan sebesar-besarnya kepada Wali Kota Denpasar dan segenap jajaran serta pimpinan DPRD yang telah mendukung upaya BPK untuk ikut membangun pengelolaan keuangan negara dalam mendorong transparansi serta BPK berharap hasil pemeriksaan ini menjadi dorongan untuk perbaikan pelaksanaan APBD di masa yg akan datang,” ujarnya Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BPK-RI Perwakilan Bali beserta tim. “Kami telah
menjalani pemeriksaan yang sangat koporatif dan prepentif dengan tujuan meningkatkan profesionalisme kami ke depan,” ujar Rai Mantra mewakili kepala daerah lainnya. Lebih lanjut dikatakan banyak perbaikan yang harus dilakukan ke depan. Untuk itu kami atas nama teman-teman bupati se-Bali bersepakat untuk terus memperbaiki tata kelola dan pengelolaan keuangan daerah. “Kami bersama telah mampu meraih WTP di seluruh Bali, karena berkat BPK. Mengemban opini WTP bukan hal ringan, tetapi ini menjadi tantangan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Pemeriksaan yang sangat profesional dan humanis. Sebagai peningkatan akuntabilitas ke depan kami mohon petunjuk serta bimbingan dari bapak Kepala BPK-RI perwakilan Bali beserta seluruh jajarannya dalam meningkatkan profesionalisme kami sebagai aparat pemerintah dalam meningkatkan kinerja. Kami juga sepakat dengan para bupati, sekda dan inspektorat serta DPRD untuk menindaklanjuti temun dan catatan, sehingga bisa paripurna,” ujar Rai Mantra sembari mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. (ad924)
BADUNG 3 Pemerintah Kabupaten Badung Raih WTP Lima Kali Berturut-turut Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menerima hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Badung dari Kepala BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto. Acara dilaksanakan di ruang pertemuan BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (24/5) kemarin. Hadir dalam acara tersebut para kepala daerah kabupaten/kota se-Bali, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Badung I Ketut Gede Suyasa, Kepala Inspektorat Badung Luh Suryaniti, dan Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Kepala BPK-RI Per-
wakilan Provinsi Bali Sri Haryoso Suliyanto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi amanat Undangundang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pada pasal 17 ayat 2 dinyatakan, laporan hasil pemeriksaan atas LKPD disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya dua bulan sejak menerima laporan keuangan dari pemerintah daerah. Laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2018 disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah berbasis akruel dan dari 10 laporan yang ada sudah tepat waktu dari waktu yang ditetapkan. Sesuai dengan visi dan misi, BPK senantiasa untuk turut
serta dalam meningkatkan tata kelola keuangan yang baik melalui pemeriksaan keuangan. Dari laporan ini menghasilkan opini atas laporan keuangan dan rekomendasi terkait pengendalian intern dan kepatuhan terhadap perundang-undangan. ‘’Kami berharap pemerintah kabupaten/kota se-Bali terus meningkatkan kualitas pengelolaan kuangan daerah serta pelayanan,’’ jelasnya. Usai acara, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Badung meraih WTP dari hasil pemeriksaan keuangan tahun anggaran 2018 merupakan kerja keras seluruh pimpinan OPD beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Kami sangat mengapresiasi kerja keras ini. Semoga ke
depannya dapat dipertahankan dan bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan transparan. Kami akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat apalagi yang menyangkut dalam pengelolaan keuangan,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Badung Luh Suryaniti mengatakan, penghargaan ini merupakan sebuah tantangan ke depan bagi Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya memberikan laporan dalam melaksanakan pengelolaan keuangan yang baik dan bijak. ‘’Ini tentu menjadi ujian bagi kami di pemerintahan Kabupaten Badung untuk tetap bekerja secara bijak dan jujur untuk menuju masyarakat Badung yang kuat dan sejahtera,’’ jelasnya. (ad918)
HASIL PEMERIKSAAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Badung dari Kepala BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, Jumat (24/5) kemarin.
Canggu dan Tibubeneng Minim Infrastruktur Penunjang Pariwisata Mangupura (Bali Post) -
Infrastruktur penunjang pariwisata di kawasan Canggu dan Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara masih belum memadai. Hal ini sangat disayangkan, mengingat kawasan ini cukup banyak dikunjungi wisatawan.
Bali Post/eka
PARIWISATA - Beberapa wisatawan membawa papan surfing menyusuri pantai di Canggu, Badung. Seiring peningkatan pertumbuhan pariwisata, pembangunan akomodasi pariwisata di wilayah ini pun makin bertambah.
Bawa Berang-berang, Warga Rusia Diamankan
Mangupura (Bali Post) Petugas Bandara Ngurah Rai, Kamis (23/5) mengamankan warga negara Rusia berinisial RT (35) di Terminal Keberangkatan Internasional. Pasalnya, RT membawa empat ekor berang-berang dan 10 ekor kalajengking yang hendak diselundupkan ke Rusia. Kepala BKSDA Bali Budhy Kurniawan, S.Hut., Jumat (24/5) kemarin menyampaikan, setelah beberapa bulan lalu menggagalkan penyelundupan orang utan ke Rusia, Avsec bandara kembali mengamankan hewan dilindungi jenis berangberang (lutra-lutra). ‘’Hewan ini dibawa oleh orang asing peme-
gang paspor Rusia. Tujuan ke Rusia,’’ ujarnya. Pada Kamis sekitar pukul 21.30 Wita, lanjut Budhy, ada koper melewati mesin X-ray dan terdeteksi di dalamnya terdapat makhluk hidup. Selanjutnya petugas bandara menghubungi BKSDA Bali. Petugas BKSDA bersama Avsec bandara pun membuka koper tersebut dan ternyata isinya berang-berang serta kalajengking. ‘’Berang-berang tersebut ditaruh di dalam kotak terbuat dari rotan. Dalam kotak tersebut ada makanan dan botol susu. Berang-berang ini merupakan hewan dilindungi,’’ ungkapnya.
Selanjutnya pelaku diserahkan ke Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai. Sedangkan hewan-hewan tersebut diamankan di Kantor BKSDA Bali, Denpasar. Pengakuan awal palaku, hewan tersebut dibeli di Pasar Burung Satria, Denpasar seharga Rp 500 ribu per ekor. Pemesanan hewan dilindungi itu dilakukan secara sembunyisembunyi. Bila ada pemesanan, baru dipenuhi oleh pedagang hewan. ‘’Berang-berang ini ada banyak di dunia dan terdapat beberapa spesies, termasuk di Indonesia. Untuk di Indonesia paling banyak ada di Sumatera. Habitat hewan ini di sungai,
waduk dan pantai. Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, mengatakan calon penumpang tersebut sebelumnya hendak terbang meninggalkan Indonesia dengan maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634. ‘’Kembali lagi, berkat kejelian dari petugas Aviation Security, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan. Dalam tiga bulan terakhir ini kami sudah berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang
contraband baik itu binatang dilindungi maupun peluru aktif,’’ katanya. Ditambahkannya, prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Aviation Security sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 Tahun 2005. Petugas berhak dan wajib melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut melalui jasa pesawat udara di bandar udara. ‘’Sesuai prosedur yang termaktub dalam aturan tersebut, petugas kami kemudian berkoordinasi dengan institusi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ jelasnya. (kmb36/kmb23)
Tiga ”Incumbent” Golkar Berpeluang Raih Kursi Wakil Ketua Dewan Mangupura (Bali Post) Tiga incumbent dari Partai Golongan Karya (Golkar) berpeluang meraih kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung. Hal ini dapat dilihat dari perolehan suara partai tersebut dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Perebutan kursi Wakil Ketua DPRD Badung semakin hangat mengingat kader-kader Golkar yang lolos semuanya mempunyai peluang menduduki kursi tersebut, tidak seperti di sistem PDI-P Badung yang lebih mengutamakan struktur jabatan partai. Di Golkar menganut sistem bebas dan ditentukan oleh DPP. Ketua DPD Partai Golkar Badung Wayan Muntra, Jumat (24/5) kemarin mengungkapkan, penunjukan Wakil Ketua DPRD Badung sepenuhnya kewenangan DPP. Meski demikian, usulan tetap ada dari DPD. ‘’Kami usulkan tiga
nama nantinya. Orang-orang ini masih kita godok dan kita akan melakukan rapat pengurus dulu. Setelah Lebaran ini untuk kepastiannya,’’ ujarnya. Menurutnya, dari proses pemilihan Wakil Ketua DPRD sebelumnya, pihaknya mengacu pada tidak saja struktur partai yang berpeluang. Track record kader serta perolehan suara juga menjadi ukuran. ‘’Namun sekali lagi kami tegaskan di sini, hasilnya kembali kepada DPP yang memutuskan semuanya,’’ kata politisi asal Banjar Sawangan Kelurahan Benoa ini. Seperti diketahui, ada tiga nama caleg Golkar yang lolos di DPRD Badung yang berpeluang besar menduduki kursi Wakil Ketua I DPRD Badung. Mereka adalah I Nyoman Karyana yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Badung dan Wakil Ketua I Badan Pemenangan Pemilu. Karyana
juga mampu meningkatkan suara Golkar di dapilnya pada Pileg 2014. Pada tahun 2014 Karyana berhasil meraup 3.955 suara dan pada pileg 2019, suara yang diperolehnya meningkat menjadi 4.842 suara. Karyana merupakan jawara Caleg Golkar peraih suara tertinggi untuk Partai Golkar di dapil Kuta Selatan. Selanjutnya adalah Wayan Suyasa. Politisi asal Desa Penarungan ini juga berpeluang kuat menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Badung. Selain duduk sebagai Sekertaris DPD Golkar Badung, Suyasa juga memiliki kedekatan dengan Plt. Ketua DPD Golkar Bali. Suyasa juga menjadi jawara di Golkar untuk dapil Mengwi dengan perolehan suara pada Pileg 2019 sebesar 5.278 suara. Caleg ketiga yang berpeluang menduduki Wakil Ketua DPRD Badung adalah AAN Ketut
Agus Nadi Putra. Pria yang akrab disapa Turah Tut ini juga berpeluang merebut kursi tersebut, mengingat perolehan suaranya paling tinggi untuk caleg Golkar di Badung dan nomor dua di Bali. Dihubungi terpisah, Nyoman Karyana mengatakan, pihaknya siap untuk diajukan kembali dalam bursa perebutan kursi Wakil Ketua DPRD Badung. ‘’Itu semua keputusan dari pimpinan partai. Saya siap ditugaskan di mana saja. Dengan semua kader dan caleg lain yang lolos, kami berteman baik dan hal ini merupakan proses saja dalam sebuah lembaga partai. Jadi ataupun tidak saya nanti, itu DPP yang memiliki wewenang,’’ paparnya. Wayan Suyasa juga mengatakan hal serupa. Apapun keputusan partai harus siap untuk menjalaninya. ‘’Kalau kami dimasukkan ikut bursa
juga, ya kami siap untuk menjalankan amanah partai. Kami selaku dewan juga merupakan petugas partai dan jembatan aspirasi masyarakat di Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Sementara Turah Tut juga mengaku siap mengikuti bursa perebutan kursi Wakil Ketua DPRD Badung. Sebagai kader partai pihaknya siap mengikuti segala proses dan mekanisme partai. Meski belum ada penetapan kursi dari KPU Badung terkait sejumlah anggota DPRD Badung yang akan lolos, namun prediksi caleg yang lolos menuju DPRD Badung sudah bisa diketahui. Begitu juga peluang caleg untuk menduduki kursi pimpinan DPRD Badung. Untuk di DPRD Badung, tiga kursi pimpinan sudah dipastikan direbut tiga partai yakni PDIP, Partai Golkar dan Partai Demokrat. (kmb27)
Tokoh masyarakat asal Canggu I Gede Aryantha menyatakan, kawasan Canggu dan Tibubeneng sangat minim penataan infrastruktur pendukung pariwisata. Dia menyebutkan, akses jalan menuju objek wisata cukup sempit sehingga kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas. Di sisi lain, trotoar untuk pejalan kaki menuju pantai belum memadai. Lampu penerangan jalan (LPJ) dan penataan pantai terbilang minim. ‘’Kesannya lambat dalam penataan insfrastruktur. Padahal wisatawan ramai dan akomodasi wisata juga sudah banyak bermunculan,’’ jelas Aryanta, Jumat (24/5) kemarin. Anggota DPRD Badung ini berharap pemerintah daerah tidak boleh tebang pilih dalam melakukan penataan objek wisata. Terlebih pendapatan Badung sumber utamanya dari sektor pariwisata. ‘’Canggu dan Tibubeneng sangat potensial untuk menunjang pendapatan daerah. Harapan kami, areal Tibubeneng, Canggu dan sekitarnya harus segera diperhatikan,’’ ungkapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba tak menampik prihal tersebut. Dia mengakui, daerah pariwisata Canggu dan
Tibubeneng infrastrukturnya belum memadai. Hanya saja tahun ini belum ada program penataan untuk kawasan tersebut. ‘’Penataan belum ada. Memang infrastruktur belum memadai. Seperti fasilitas pejalan kaki belum ada. LPJ juga belum memadai. Hal ini ke depan tentu menjadi prioritas Pemkab Badung,’’ terangnya. Terkait LPJ, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung A.A. Rai Yuda Darma mengatakan, LPJ kawasan Canggu maupun Tibubeneng sudah dirancang tahun ini. ‘’Penyusunan Detail Engineering Design (DED) kami sudah rancang di tahun ini,’’ ujarnya. Mengenai titik lokasinya, birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengakui saat ini sedang disurvei oleh rekanan. Namun yang jelas, diprioritaskan di ruas-ruas jalan pariwisata. Karena di kawasan itu banyak akomodasi dan objek pariwisata. ‘’Untuk jumlahnya, secara detail akan muncul di DED jika sudah final. Saat ini belum kami dapatkan datanya. Jika sudah final baru bisa diketahui jumlahnya, dan saat ini sedang diproses oleh konsultan,’’ katanya seraya menambahkan, lelang proyek tersebut kemungkinan pada Juli atau Agustus. (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Hasil Riset Dibukukan dalam Bentuk ’’Prosiding’’
D I S I N I
Jadi Tuan Rumah Turnamen Pencak Silat Tingkat PT Se-Bali
Ida Bagus Radendra: Riset Merupakan Unhi Denpasar Berkomitmen Lahirkan Basis Pengembangan Ilmu Pengetahuan SDM Unggul, Kompetitif dan Sportif SELAMA tujuh tahun terakhir, Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar di bawah naungan Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar secara konsisten menggelar seminar nasional hasil penelitian (riset) yang dibukukan dalan bentuk prosiding. Bahkan, seminar nasional dalam rangka meningkatkan mutu riset dan peringkat perguruan tinggi ini dilaksanakan dua kali dalam setahun. Bagi STIMI Handayani Denpasar, riset merupakan basis pengembangan ilmu pengetahuan. Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. mengatakan, kegiatan seminar nasional hasil penelitian dibukukan dalam bentuk prosiding merupakan program tahunan yang telah dilaksanakan secara rutin sejak 18 Juni 2013 silam. Pesertanya berasal dari para dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Bali. Bahkan, kali ini melibatkan salah satu hasil penelitian dosen
dari Universitas Tadulako, Palu. Tujuannya untuk meningkatkan motivasi, kepekaan dan kesadaran akademik mahasiswa dan dosen, khususnya di bidang riset. Selain itu, juga meningkatkan sinergi dan interaksi antara mahasiswa dan dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitiannya, sehingga dapat dipublikasikan dalam bentuk prosiding. Apalagi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kontrak Kinerja Dosen, terutama jabatan akademik Letkor Kepala dan Guru Besar diharuskan setiap tahun menulis jurnal terakreditasi ataupun jurnal internasional bereputasi dan menulis buku berdasarkan hasil penelitian. Sebab, setiap tahun dosen harus membuat laporan BKD (Beban Kerja Dosen) dan SKP secara online, sehingga setiap dosen harus memiliki ID Sinta (Science and Technology Index). ‘’Dalam prosiding ini
SEMINAR NASIONAL - Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. (tengah) bersama Sekretaris LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Anak Agung Rai Indra (kanan) saat menghadiri Seminar Nasional Hasil Penelitian Dibukukan dalam Bentuk Prosiding, Jumat (24/5) kemarin.
nanti akan bisa digunakan para dosen untuk pelaporan kinerja dosen, khususnya di BKD. Saya berharap melalui seminar ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian dan bisa menunjang karier dosen ke depannya,’’ ujar Udiyana seusai membuka seminar nasional di Auditorium STIMI Handayani Denpasar, Jumat (24/5) kemarin. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan pihaknya sangat mendukung semua kegiatan berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian. Menurutnya, riset merupakan basis pengembangan ilmu pengetahuan. Sebab, ilmu pengetahuan adalah sebuah pengetahuan yang memiliki karakter khusus, metodologi tersendiri, dan menjunjung tinggi objektivitas. Namun, saat ini ilmu pengetahuan sedang diuji oleh klaimklaim kebenaran segelintir orang atau kelompok tanpa metodologi yang jelas. Sehingga riset dengan basis ilmu pengetahuan sangat relevan dikembangkan di era saat ini. ‘’Kami di STIMI Handayani berprinsip penelitian atau riset adalah basis pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, seminar ini akan terus kami lakukan secara kontinu,’’ tegas Radendra. Sementara itu, Sekretaris LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Anak Agung Rai Indra mengatakan antusias dosen peneliti di perguruan tinggi di Bali terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, pihaknya berharap hasil penelitian yang dilakukan harus dipublikasikan, sehingga diketahui oleh masyarakat luas. Apalagi, saat ini LLDikti Wilayah VIII telah memberikan ruang kepada para peneliti, terutama peneliti pemula untuk melakukan penelitian yang didesentralisasi di LLDikti Wilayah VIII, sehingga tidak lagi bersaing dengan peneliti dari Jakarta. (ad921)
UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dipercaya menjadi tuan rumah turnamen pencak silat piala bergilir bertajuk Rektor Cup antar-Perguruan Tinggi (PT) se-Bali, Jumat (24/5) kemarin. Bertempat di aula kampus setempat, pargelaran turnamen pencak silat Rektor Cup ini merupakan kali pertama diadakan di Unhi Denpasar. Melalui turnamen ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif dan sportif. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan sebagai kampus Hindu berbasis budaya Unhi Denpasar berkewajiban menghasilkan SDM yang intelek di bidang ilmu pengetahuan, spiritual dan sportivitas. Menurutnya, dalam persektif pendidikan, turnamen olahraga merupakan salah satu cara membentuk karakter mahasiswa yang nantinya akan menjadi bekal setelah lulus. ‘’Dalam kompetisi atau turnamen yang menentukan juara adalah wasit. Para atlet tinggal bertarung sebaik-baiknya dan menerima keputusan juri dengan baik pula. Karakter seperti inilah yang kita inginkan. Sehingga lulusan kita nanti sportif melakoni profesinya masing-masing, tidak seperti situasi politik saat ini,’’ ujar Prof. Damriyasa seusai membuka turnamen Pencak Silat Rektor Cup, Jumat kemarin. Dari sisi filosofis, Prof. Damriyasa menilai bahwa cabang olahraga pencak silat memiliki makna membela diri dari berbagai serangan yang mengancam. Sebagai perguruan tinggi Hindu berbasis budaya, membela diri erat kaitannya dengan melawan Sad Ripu (enam musuh) yang ada dalam diri. Bali, dikatakan sangat kaya akan permainan dan olahraga tradisional. Oleh karena itu, Guru Besar jebolan Jerman ini berkomitmen untuk melestarikan warisan leluhur dengan menggelar turnamen
TURNAMEN - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. menyerahkan piala bergilir turnamen pencak silat Rektor Cup kepada ketua panitia, Jumat (24/5) kemarin. serupa secara berkelanjutan. Pada turnamen ini, pihaknya memberi target khusus untuk kontingen Unhi Denpasar selaku tuan rumah agar menjadi juara. Apalagi, atlet Unhi Denpasar pernah berprestasi di kancah ASEAN Games. Ketua KONI Provinsi Bali I Ketut Suwandi mengapresiasi Rektor Cup yang digelar di Unhi Denpasar. Menurutnya, selain melestarikan warisan leluhur, turnamen ini juga menjadi ajang menjaring atlet pencak silat potensial dari Bali. Pihaknya berjanji akan mendukung penuh kegiatan serupa dan berharap PT lain mengikuti langkah Unhi Denpasar. Sebab, di kalangan mahasiswa pasti tersimpan bibit-bibit atlet yang bermutu. Apalagi, sejauh ini atlet-atlet Bali, khususnya cabor pencak silat selalu memberikan kontribusi yang sangat penting bagi prestasi olahraga nasional, sehingga tradisi prestasi ini harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan.
‘’Kita ingat betul saat Asia Games lalu, atlet pencak silat Bali menyumbang dua medali emas. Semoga dari turnamen ini lahir atlet pencak silat hebat di tataran mahasiswa,’’ harapnya sembari mengatakan Bali sedang berupaya mengincar posisi lima besar nasional pada PON berikutnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Bali Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S. mendukung setiap langkah yang dilaksanakan masing-masing PTN/PTS yang berkecimpung di bidang atletik, olahraga maupun pencak silat. Bapomi juga siap memberikan support materi sebagai wujud dukungan. Sebab, turnamen olahraga harus ditingkatkan lagi sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) pada 19-26 September 2019 di DKI Jakarta. Dengan harapan mahasiswa Bali mampu mengharumkan nama daerahnya. (ad919)
Ajak Mahasiswa #Cari_Aman, Honda Edukasi Keselamatan Berkendara SEBAGAI pelopor keselamatan berkendara, Honda kembali menggelar event rutinnya yakni seminar safety riding yang kali ini diikuti mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kampus diikuti 115 mahasiswa berbagai jurusan, Jumat (24/5) kemarin. Seminar yang diadakan Tim Safety Riding Astra Motor Bali ini turut mengundang narasumber dari pihak kepolisian yakni Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP Drs. I Nyoman Sukasena.
Ia memberikan edukasi budaya tertib lalu lintas seperti tidak melanggar rambu-rambu, marka jalan dan mengingatkan kesadaran akan pentingnya menaati peratutan lalu lintas guna mengurangi kecelakaan di jalan raya. Dalam sambutan Ketua Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dikemukakan seminar safety riding ini sekaligus melengkapi materi program studi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali, sehingga banyak manfaat dan tambahan
S U K S E S B R A N D I N G
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
seminar - Honda kembali menggelar event rutinnya yakni seminar safety riding yang kali ini diikuti mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali.
ilmu yang diperoleh mahasiswa. Materi seminar pun dikemas dengan unik sehingga pemahaman peserta cepat menangkap teorinya. Hal ini terlihat antusiasnya mahasiswa saat dilontarkan pertanyaan, games dan informasi seputaran materi #cari_aman saat naik motor dengan selalu menggunakan helm dan jaket saat berkendara. Seusai seminar seluruh peserta berkesempatan untuk mencoba secara langsung atau praktik dengan menggunakan Honda PCX cara berkendara yang baik dan benar. ‘’Sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada konsumen yang telah memilih sepeda motor Honda, kami memiliki tanggung jawab moral untuk selalu mengedukasi, menyadarkan, dan memperbaiki etika berkendara di kalangan mahasiswa. Melalui seminar ini, kami berharap program studi lainnya dapat ikut dalam acara ini,’’ ungkap Ngurah Iswahyudi selaku Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali. Pada kesempatan itu pula disediakan servis hemat dengan diskon jasa sebesar 50 persen untuk mahasiswa dan dosen yang ingin melakukan perawatan sepeda motor. ‘’Tercatat ada 25 unit yang memanfaatkan program servis hemat ini,’’ tambah Iswahyudi. (bns2)
donasi - PT Daikin Airconditioning Indonesia Cabang Bali saat melakukan donasi ke Panti Asuhan Tunas Bangsa.
Daikin Bali Berikan Donasi kepada Panti Asuhan Tunas Bangsa PADA bulan Ramadhan ini, PT Daikin Airconditioning Indonesia Cabang Bali melakukan donasi ke Panti Asuhan Tunas Bangsa yang diterima langsung Ketua Pengurus Yayasan Drs. H. Muhsan Effendi, Rabu (22/5) lalu. Acara tersebut dihadiri Staff HR & GA dari PT Daikin Airconditioning Indonesia Cabang Bali. Tujuan program donasi yang dilakukan setiap tahun oleh Daikin Bali ini menunjukkan kepedulian terhadap anakanak yatim piatu serta sebagai
ucapan syukur atas pencapaian penjualan AC Daikin nomor 1 di Bali. PT Daikin Airconditioning Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan dari Daikin Japan yang khusus bergerak dalam produk AC. Di mana penjualannya telah melebihi Rp 1 triliun dan menjadi pemimpin pangsa pasar AC nomor 1 di Indonesia. Juga menjadi nomor 1 di berbagai negara seperti Australia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Konsiten dalam menjaga kualitas produk, menjadikan AC
Daikin prioritas utama untuk dipakai di rumah, hotel, vila, rumah sakit dan gedung-gedung pemerintahan. PT Daikin Airconditioning Indonesia Cabang Bali memiliki komitmen yaitu terus melakukan peningkatan layanan servis dan suku cadang. Daikin menyiapkan ‘’Daikin Siaga Servis’’ yang melayani perbaikan selama libur Lebaran dari 30 Mei - 9 Juni 2019 dengan bisa menghubungi Ni Nyoman Yuniarthi (087860238183), Made Dwi Pratiwi (081936605808). (bns1)
Toys Kingdom Luncurkan ’’Salam Sisters’’
Boneka Muslim Berkarakter Unik Pertama di Indonesia
TOYS Kingdom yaitu pusat mainan dan hobi untuk segala usia, menghadirkan mainan ‘’Salam Sisters’’ yaitu boneka muslim berkarakter unik yang menginspirasi anakanak, khususnya perempuan untuk berani memiliki misi, menggapai cita-cita hingga mencapai kesuksesan. Hadir dalam lima karakter boneka, Salam Sisters hanya bisa didapatkan secara eksklusif di 43 toko Toys Kingdom di Indonesia. Bart Nureka, Merchandising & Operational Director Toys Kingdom, menjelaskan dalam upaya mendukung pemilihan mainan yang memiliki dampak positif bagi anak, Toys Kingdom secara eksklusif menghadirkan ‘’Salam Sisters’’ dengan berbagai karakter boneka berbusana muslim yang menonjolkan minat, bakat dan sifat berbeda-beda yang mencerminkan karakter anak-anak pada umumnya,’’ katanya. Dengan demikian, mereka dapat memilih boneka sesuai dengan kepribadiannya serta mengajarkan karakter percaya diri melalui permainan role model agar lebih
semangat mengembangkan potensi diri dan menggapai cita-cita. Salam Sisters juga mengajak anak-anak belajar mengenai konsep berhijab dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, boneka ini memiliki perwakilan bentuk wajah dan warna kulit dari berbagai suku bangsa, yang mengajarkan mereka menerima dan menghargai perbedaan, terutama perbedaan fisik dengan tujuan mengurangi perundungan di lingkungan anak. Salam Sisters didesain oleh Zileej, yaitu sebuah perusahaan global yang berlokasi di Dubai, Australia dan Kanada. Kelima karakternya terdiri dari Nura (si pecinta alam dan ilmu pengetahuan), Yasmina (si pecinta fotografi dan aksi sosial), Layla (si pecinta fashion dan penggemar kegiatan berkebun), Maryam (berkarakter kreatif dan mencintai seni) dan Karima (si pecinta sejarah dengan karakter yang energik dan sporty). Kelima boneka ini tersedia dengan paket hijab undercap (ciput) dan tampilan outfit yang stylish.
Untuk membuat karakter boneka, Salam Sisters semakin terasa dekat, tersedia mobile application yang dapat diunduh bagi pengguna IOS dan android untuk bermain karakter melalui animasi 3D, serta fitur swafoto yang menyajikan berbagai frame menarik. Untuk kenyamanan dan keamanan bermain, Salam Sisters dibuat menggunakan material yang berkualitas dengan desain khusus serta telah memiliki sertifikat SNI. Boneka ini memiliki tinggi 46 cm dengan tekstur tubuh yang lembut, disertai tangan, kaki dan kepala yang bisa berputar, dan rambut yang terbuat dari bahan nilon, sehingga dapat dicuci dan mudah untuk disisir. Selain itu, mata boneka terbuat dari materi terbaik yang disebut crystalline effect eyes yaitu bola mata yang diciptakan dengan perpaduan pola, warna dan tekstur yang spesial untuk menciptakan ekspresi yang nyata dan hidup. Area garis mata, bulu mata dan alis juga didekorasi dengan pewarnaan tampoprint, yaitu
teknik cetak dengan menggunakan mesin yang menghasilkan warna dan goresan yang detil dan halus. Salam Sisters dilengkapi dengan aksesoris yang dibuat handmade secara detail dan menyerupai aslinya, sehingga membuat boneka ini menjadi semakin berkesan. Untuk menjaga dari kotoran dan debu, boneka ini dikemas dalam window box yang memiliki desain sesuai dengan karakter boneka yang dilengkapi dengan personalisasi foto, nama dan aksesoris. Boneka Salam Sisters ditawarkan dengan harga Rp 799.900. Memeriahkan peluncuran Salam Sisters, Toys Kingdom menghadirkan penawaran menarik berupa gratis satu setiap pembelian tiga boneka Salam Sisters hingga periode 30 Juli 2019. Selain di toko Toys Kingdom, pelanggan juga bisa membeli boneka ini secara mudah kapan dan di mana saja secara online melalui www. toyskingdom.co.id atau toko online resmi Kawan Lama Retail di www. ruparupa.com. (bns3)
FOTO BERSAMA - Manajemen Toys Kingdom berfoto bersama Zileech saat peluncuran Salam Sisters. Dari kanan ke kiri: Bart Nureka, Merchandising & Operations Director Toys Kingdom, Benita Rosamulia, Senior Marcomm Manager Toys Kingdom, Kania Fastidianti, Merchandising Manager, dan Peter Gould selaku Founder Salam Sister.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
5
Wanita Asal NTT Bunuh Bayinya
Urusan Perbankan dan Perizinan
Jadi Kendala Masyarakat Bali Akses Rumah Bersubsidi
Denpasar (Bali Post) Pemerintah telah meluncurkan program sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sejak 2014. Namun hingga saat ini program tersebut masih memiliki kendala di Bali, salah satunya adalah masyarakat belum bankable untuk mengakses rumah bersubsidi itu. Ini menjadi alasan perbankan selektif menyalurkan kredit kepada masyarakat, mengingat bank harus mengikuti ketentuan dari regulator yaitu OJK. Demikian terungkap dalam acara silaturahmi dan tatap muka antara Real Estate Indonesia (REI) dengan DPDRI Arya Wedakarna, Jumat (24/5) kemarin. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Pramana Widura menyampaikan, dalam mendukung program sejuta rumah itu, pihaknya masih terkendala akses ke perbankan dan regulasi di masing-masing pemerintah daerah di Bali. Diakuinya, permasalahan perbankan sampai saat ini baru satu perbankan BUMN yang mendukung program sejuta rumah yaitu BTN. Ia berharap bank BUMN lainnya dapat mendukung program ini, karena PUPR telah menetapkan bank BUMN harus mendukung program sejuta rumah. Selain itu, juga dibahas hunian vertikal. Lahan di Bali tidak akan bertambah. Sementara jumlah penduduk Bali terus bertambah. Maka dari itu, kebutuhan akan rumah ini perlu disiasati. Salah satu opsi yang muncul adalah hunian vertikal di zona-zona tertentu. ‘’Jangan sampai lahan produktif yang digunakan sebagai perumahan ataupun hunian vertikal ini,’’ ujarnya. Yang menjadi kendala ketika rumah bersubsidi ini dibangun di daerah pedesaan yaitu masyarakat adat belum tentu menerima. Pihaknya menyarankan agar harga rumah bersubsidi di Bali dinaikkan, tidak lagi Rp 148 juta. ‘’Saya berharap di angka Rp 200 juta karena lokasinya bisa lebih luas dan bisa masuk ke pedesaan. Jadi masih di pinggiran kota,’’ ungkapnya. Selain itu, banyak orang Bali yang belum sadar akan
perbankan (bankable), namun bukan berarti mereka tidak mampu. Dengan melihat kondisi ini, ia berharap perbankan membuat sistem cara menilai calon debitur kategori ini. ‘’Karena orang Bali tidak akan pergi ke mana-mana kalau terjadi wanprestasi. Pasti cari ke banjarnya, ke desa adatnya pasti ketemu. Karena kita tahu sendiri orang Bali itu akan tetap di rumahnya sendiri. Ini yang akan menjadi concern, bagaimana kita menyampaikan ke perbankan agar jangan sampai terjadi orang Bali malah tidak diterima oleh perbankan,’’ tandasnya. Selain akses ke perbankan, pihaknya juga masih terkendala dengan regulasi di masingmasing pemerintah daerah, baik kabupaten maupun kota. Diakui memang setiap daerah memiliki regulasi yang tidak sama antarwilayah. Untuk itu, ia meminta kepada developer agar teliti membeli lahan sebelum melakukan pembangunan. ‘’Jadi sebelum membeli lahan pelajari dulu adatnya, desanya dan warganya,’’ tandasnya. Permasalahan pajak juga diharapkan dihapuskan khusus untuk rumah bersubsidi. Pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang selama ini dikenakan pada pembeli sebesar 5 persen dinilai cukup tinggi. Ia berharap pajak ini dihapuskan karena beberapa daerah di luar Bali dihapuskan khusus untuk rumah bersubsidi. REI memiliki tugas untuk menyelesaikan backlog perumahan di Bali sebesar 200.000 rumah. Ia berharap pemerintah daerah ikut mendukung program sejuta rumah ini di seluruh wilayah di Bali. Tahun ini REI menargetkan membangun 3.500 unit rumah, baru terbangun 2.000 unit. Sementara itu, Senator DPD-RI Arya Wedakarna mengaku mendukung program sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini. Kendala yang dialami REI akan disampaikan ke pusat dalam menyukseskan program sejuta rumah. Ke depan hunian vertikal patut menjadi opsi dalam rangka pemenuhan rumah bersubsidi, namun perlu zonasi-zonasi. (kmb42)
Bali Post/eka
SEMANGKA - Usai melakukan persembahyangan Hari Suci Pagerwesi, sejumlah warga memilih buah semangka yang baru panen di Munggu, Badung, beberapa waktu lalu. Di mana semangka tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 10.000 – Rp 45.000 per buahnya.
Mangupura (Bali Post) Petugas Polsek Kuta menahan seorang wanita berinisial SBK (25) asal NTT. SBK diduga membunuh bayinya saat lahir. Mayat bayi laki-laki tersebut dibuang di tempat sampah di depan kamar kos SBK di Jalan Bisma Gang Jatisari, Legian, Kuta, Jumat (17/5) lalu. Informasi diperoleh, pada 17 Mei sekitar pukul 22.30 Wita, salah satu penghuni kos Jufri (43) yang asal Sumenep, Jawa Timur, terkejut melihat benda terbungkus kain di tempat sampah. Jufri memberanikan diri membuka bungkusan tersebut. Setelah dibuka kainnya, ternyata mayat bayi laki-laki. Penemuan mayat bayi tersebut dilaporkan ke Polsek Kuta. Tim Opsnal Polsek Kuta lantas ke TKP dan melakukan penyelidikan. Polisi curiga dengan penemuan mayat bayi tersebut dan menduga pembuangnya
ada di seputaran TKP. Polisi pun menginterogasi penghuni kos tersebut. Dari pengakuan salah satu penghuni kos, sempat terdengar tangis bayi, tetapi sebentar dan langsung hilang. Petugas terus mendalami keterangan saksi tersebut dan menduga kuat sumber tangis bayi itu berasal dari kamar SBK. Petugas menginterogasi SBK. Awalnya SBK mengelak, tetapi setelah diinterogasi lebih dalam, akhirnya mengakui mayat bayi itu adalah anaknya yang baru lahir. Selanjutnya SBK dibawa ke Mapolsek Kuta. Saat dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa, Jumat (24/5) kemarin, membenarkan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut. Dia mengatakan, pelakunya sudah ditahan. ‘’Dibunuh dengan cara dicekik. Nanti kami rilis pengungkapan kasus ini,’’ tegasnya. (kmb36)
Pendapatan Belum Optimal
Sistem PHR ’’Online’’ Segera Diterapkan Serentak di Bali Denpasar (Bali Post) -
Pajak Hotel dan Restoran (PHR) merupakan salah satu potensi pendapatan yang cukup menjanjikan di Bali. Namun selama ini masih belum optimal diraih bila dibandingkan dengan potensi yang ada. Ini lantaran potensi PHR belum terdata dengan baik. Kalaupun sudah terdata, proses pemungutannya belum optimal. ‘’Ada objek pajak yang belum melakukan pemungutan, penyetoran secara optimal. Kemudian tidak tertutup kemungkinan juga ada fraud,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra usai memimpin rapat finalisasi rancangan Perbup/Perwali tentang Sistem Pemantauan Data Transaksi PHR secara Elektronik di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (24/5) kemarin. Terkait hal itu, lanjut Dewa Indra, Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK mengasistensi Bali agar membangun sebuah sistem pemantauan data transaksi PHR secara elektronik atau online, yang bisa memberikan
akuntabilitas dan integritas. Bali bahkan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan integrasi itu. Dengan harapan, pendataan potensi dapat dilakukan dengan baik. Sekaligus mencegah bahkan menghilangkan fraud atau penyimpangan. ‘’Kita membangun sebuah sistem yang bisa mengidentifikasi, merekam, mencatat, memonitor semua potensi dan juga dinamika hari ke hari, menit ke menit bahkan realisasi penerimaan. Itu bisa dipantau oleh siapa saja, baik gubernur, bupati/wali kota bahkan oleh Tim Korsupgah KPK,’’ jelasnya. Dewa Indra menambahkan, PHR memang bukan menjadi kewenangan provinsi. Pemprov Bali hanya memfasil-
itasi kabupaten/kota untuk membangun sistem tersebut dalam satu format regulasi yang sama. Namun tanpa intervensi ataupun mengurangi kewenangan di daerah. Inilah yang menjadi esensi Pola Pembangunan Semesta Berencana. ‘’Tadi semua kabupaten/kota sudah sepakat membuat peraturan bupati, peraturan wali kota tentang sistem online dalam pemungutan PHR ini,’’ imbuhnya. Menurut Dewa Indra, memang ada kabupaten yang sudah memiliki perda dan peraturan bupati terkait PHR online. Kabupaten tersebut tinggal menyesuaikan dengan rancangan regulasi yang baru. Tetapi ada pula yang hanya memiliki perda saja
dan belum memiliki peraturan bupati. Terkait hal itu, pihaknya sudah membantu menyusun rancangan peraturan bupati-nya. Draf rancangan tersebut selanjutnya dibahas di kabupaten/kota, dan selambat-lambatnya 14 Juni semuanya sudah mengajukan permohonan fasilitasi peraturan bupati/wali kota kepada gubernur. ‘’Kemudian kami berikan waktu kepada Biro Hukum dan tim untuk memfasilitasi paling lama tiga hari atau 17 Juni sudah harus selesai semua fasilitasinya, dibawa ke kabupaten/kota. Penandatanganan oleh bupati/wali kota kami berikan waktu satu minggu,’’ paparnya. Artinya, lanjut Dewa Indra, paling lambat 25 Juni sudah dilakukan penandatanganan oleh bupati/wali kota. Pada bulan Juli, semua bupati/wali kota, gubernur, dan Tim Korsupgah KPK akan melakukan penandatanganan
MoU untuk menyepakati hari dimulainya PHR online. Dengan demikian, sistem ini di Bali nantinya dilaksanakan serentak dengan basis regulasi dan titik start yang sama untuk mempermudah evaluasi. Sementara untuk pengelolaan PHR, sesuai kesepakatan terakhir masih dibagikan langsung oleh Kabupaten Badung kepada kabupaten penerima. ‘’Itu kesepakatan terakhir. Bahwa ke depan nanti ada perubahan-perubahan lagi, tentu akan dibicarakan lagi,’’ pungkasnya. Tim Korsupgah KPK Arief Nurcahyo meminta kabupaten/kota untuk segera menindaklanjuti rancangan regulasi terkait sistem pemantauan data transaksi PHR secara elektronik yang sudah disepakati tersebut. Jika tidak maka KPK tidak akan melakukan supervisi terhadap kabupaten/kota bersangkutan. (kmb32)
Mencuri, Makelar Mobil Asal Iran Dituntut Lima Bulan Penjara Bali Post/kmb42
tatap muka - Acara silaturahmi dan tatap muka antara Real Estate Indonesia (REI) dengan DPD-RI Arya Wedakarna, Jumat (24/5) kemarin.
Kantongi Ekstasi dan SS
Tukang Ojek ’’Online’’ Divonis Sepuluh Tahun Denpasar (Bali Post) Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, terdakwa Moh. Aris Syaifulloh (26), dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika dengan barang bukti berupa 50 butir ekstasi dan 5 plastik klip berisi sabu-sabu berat totalnya 2,9 gram netto. Oleh majelis hakim pimpinan Novita Riama dengan hakim anggota Angeliky Handajani Day dan Esthar Oktavi, pria yang bekerja sebagai tukang ojek online ini kemudian diganjar pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Dalam sidang Kamis (24/5) lalu, perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan tersebut lebih rendah tiga tahun dibandingkan tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa meminta supaya terdakwa dipidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Catherine Vania dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) menyatakan menerima. Sedangkan pi-
hak JPU yang diwakili jaksa Mia Fida masih menyatakan pikir-pikir. Sebagaimana terungkap di persidangan, kasus ini berawal pada 13 November 2018. Terdakwa ditelepon seseorang bernama Big Bos (DPO) untuk mengambil paket narkotika di Perumahan Seblange, Jalan Pulau Batanta, Denpasar. Di sana terdakwa mengambil lima paket plastik klip masing-masing berisi 10 butir ekstasi. Setelah itu terdakwa kembali ke kosnya dan membagi lima paket plastik klip menjadi 10 paket plastik klip. Di mana masing-masing plastik klip berisi 5 butir ektasi. Pada 14 November 2018, terdakwa kembali disuruh Big Bos untuk mengambil lima paket plastik klip yang masingmasing berisi sabu-sabu di Jalan Tukad Badung, Panjer, dan tersimpan dalam bekas bungkusan rokok. Setelah itu, terdakwa kembali ke kos sembari menunggu perintah selanjutnya dari Big Bos. Terdakwa mendapat upah Rp 50.000. Namun sayang, sebelum diedarkan aksi terdakwa terungkap polisi dan dilakukan penangkapan di tempat kosnya di Jalan Pulau Ayu Selatan, Gang Cita No. 4, Banjar Bangawan, Pemogan, Denpasar Selatan. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) Sempat mengaku sebagai seorang polisi dalam melakukan aksi jahatnya, makelar mobil asal Iran, terdakwa Shiraziniya Azad (53) dan Shirazi Nia Hossein (41), Kamis (23/5) dituntut hukuman lima bulan penjara. JPU I Gede Agus Suraharta dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menyatakan perbuatan terdakwa ter-
bukti melakukan pencurian pemberatan sebagaimana dalam ketentuan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Di hadapan majelis hakim pimpinan IGN Partha Bhargawa, dikatakan kasus ini berawal pada 30 Januari 2019 pukul 20.50 Wita. Kala itu, korban yang bernama Long Zhihong bersama Ou Mei Zun sedang berjalan kaki menuju Hotel Kuta
Centre, Jalan Patih Jelantik, Kuta, Badung. Begitu di depan hotel, muncul mobil Toyota warna putih DK 1249 DW menghadang korban. Saat itu, Azad berperan sebagai petugas yang melakukan penggeledahan badan terhadap korban. Sedangkan terdakwa Hossein sebagai sopir. Azad menurunkan kaca mobil dan menyuruh kor-
Warung Global
Idealisme dan Loyalitas Kader Partai Tak Selamanya Langgeng KELUARNYA Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dari Partai Gerindra, partai yang mengusungnya hingga dua periode menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Serombotan ini, menjadi perbincangan hangat dalam acara dialog interaktif Warung Global kali ini. Salah seorang pendengar menyampaikan idealisme dan loyalitas para kader dalam sebuah partai tidak selamanya langgeng. Pasti ada sebab kenapa keluar dari partai. Bisa jadi karena sudah tidak nyaman karena beberapa alasan. Berikut rangkuman opini Kawan Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Jumat (24/5) kemarin. Menurut Fera di Tabanan, kalau sudah jadi bupati, bukan lagi milik parpol, tetapi milik rakyat. Ia berharap agar bupati menjalankan tugas sebaik-baiknya meskipun tanpa partai. Rakyat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh partai itu, sehingga menyebabkan Bupati Suwirta mengundurkan diri. Demikian dikatakan Ketut Mursi di Denpasar. Namun seorang pemimpin hendaknya menepati janjinya, sebagai rakyat hanya jadi penonton saja. Ada beberapa penyebab kenapa keluar dari partai. Menurut Made Jemet di Denpasar, karena partai tersebut tidak berkembang atau tidak objektif lagi, kemudian ditinggalkan kadernya. Yang jelas, kita tidak lahir dari partai. Jadi sah-sah saja mengambil
tindakan keluar dari parpol. Ia berharap baik parpol maupun kadernya introspeksi diri. Orang atau kadernya idealis tetapi partainya tidak, buat apa bertahan? Demikian juga Febri, salah seorang warga Denpasar lainnya menambahkan, fanatisme terhadap satu parpol itu tidak benar. Ia memperkirakan bisa saja keluar dari partai A karena dipinang partai B. Untuk itu, jangan sampai gara-gara parpol terpecah belah. Tidak ada asap kalau tidak ada api, demikian menurut Yuli di Tabanan. Banyak kader yang tidak sejalan dengan parpolnya. Apakah mereka mempertahankan idealismenya atau justru memaksakan pragmatismenya di partai politik? Kader rela lepas baju partainya, kebanyakan demi kekuasaan semata. Lalu siapakah yang dirugikan
dan diuntungkan dari situasi ini? Kita sebagai rakyat hanya bisa menonton setiap lima tahun sekali dalam riuh pesta demokrasi. Bimasena di Gianyar mengacungi jempol langkah Bupati Suwirta yang keluar dari Partai Gerindra. Ia berharap Bupati Suwirta bekerja lebih semangat lagi. Ia heran, banyak kader partai yang sering ribut-ribut. Werdha di Gianyar juga menyampaikan pasti ada sebab keluar dari partai. Sementara Pak Suwirta belum pakai ‘’kendaraan’’ dulu. Fenomena keluar partai itu sah-sah saja. Jika sudah tak nyaman buat apa dipaksakan? Ia sedikit menyayangkan kenapa keluar di tengah-tengah masa pemerintahannya yang sudah dua periode terpilih menjadi bupati. (sikha)
ban berhenti seraya mengaku sebagai petugas polisi yang akan melakukan pemeriksaan. Karena korban takut, korban nurut saja saat Azad memintanya mendekat ke mobil untuk diperiksa. Tak lama terdakwa mengambil dompet korban. Setelah mengambil isinya, dompet tersebut dikembalikan. ‘’Setelah para terdakwa
pergi, saksi korban memeriksa isi dompetnya dan ternyata uang pecahan 100 dolar sebanyak 14 lembar telah diambil para terdakwa,’’ tandas jaksa. Korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta hingga kasus ini bergulir sampai ke meja hijau. Akibat perbuatan para terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp 19 juta. (kmb37)
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pemaknaan Ritual Menuju Harmonisasi Kehidupan TRADISI dan budaya melekat sangat kuat di kalangan manusia Bali. Beragam ritual juga menjadi bagian hidup yang menjadi roh budaya masyarakat Bali. Vibrasi dari ritual inilah yang diyakini oleh umat Hindu di Bali memberikan harmonisasi kehidupan. Keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan kekerabatan sesama manusia, serta hubungan manusia dengan alamnya sering diterjemahkan atau diwujudkan dengan pendekatan ritual. Terkadang ketulusan dan keikhlasan dalam menjalankan prosesi ritual minim pemaknaan. Umat melakukan ritual ini selaras dengan tradisi berdasarkan perilaku atau budaya yang diwariskan leluhurnya. Sebut saja dalam pemaknaan ritual Tumpek Landep. Tumpek Landep merupakan salah satu ritual bagi umat Hindu yang dikaitkan dengan odalan senjata. Ini persepsi umum. Namun, secara filosofi, perayaan Tumpek Landep bagi umat Hindu hendaknya dimaknai sebagai bentuk dan upaya untuk menjaga kesadaran dan ketajaman pikiran. Orang yang membidangi masalah keagamaan sering juga mengaitkan upacara ini sebagai bentuk kecerdasan mengelola kesadaran dan pengendalian diri. Mencermati berbagai ulasan terkait dengan Tumpek Landep, umat Hindu di Bali meyakini bahwa pertemuan Saptawara dan Pañcawara menciptakan kesucian dan energi spiritual khusus. Terutama pertemuan akhir Saptawara dan Pañcawara memunculkan kekuatan spiritual sangat khusus yang membantu turunnya taksu. Inilah kepercayaan umat Hindu di Bali yang barangkali tidak dimiliki oleh umat Hindu lain di dunia. Kekuatan taksu yang diturunkan pada hari Tumpek dapat membantu menumbuhkembangkan segala sifat mulia di dalam diri. Jika Tumpek Atag (disebut juga Tumpek Uduh, Tumpek Wariga, Tumpek Tetanduran, Tumpek Pengarah, Pengatag) merupakan hari suci untuk pelestarian lingkungan dalam kesadaran keagamaan, Tumpek Kandang merupakan hari suci untuk penghormatan pada binatang, Tumpek Krulut mampu menimbulkan rasa lulut (cinta kasih) yang lango (membahagiakan mendalam), maka Tumpek Landep dapat membantu memperoleh ketajaman serta kejernihan kecerdasan spiritual. Kecerdasan pikiran inilah yang senantiasa dicari oleh para resi, muni, tapasvi melalui berbagai jenis pertapaan dan praktik spiritual lainnya. Sebab, tanpa kecerdasan pikiran segala keberhasilan spiritual tidak akan pernah dapat diraih. Kata tumpek berarti turun. Berasal dari kata tampa, mendapat sisipan um, menjadi tumampa, kemudian menjadi tumampek dan akhirnya menjadi tumpek. Ia merupakan hari suci yang penuh kekuatan niskala dalam bentuk pasupati dan diperingati oleh umat Hindu untuk mengisi, memperkuat, dan mempertajam kekuatan pasupati pada keris, tombak, pedang dan benda-benda tajam lainnya yang disucikan, dan mempertajam kecerdasan spiritual. Pemahaman lain dari tumpek juga menunjukkan metu (bertemu) dan mpek (akhir) menunjukkan pertemuan antara akhir dari Pañcawara (yaitu Kliwon) dan akhir dari Saptawara (yaitu Saniscara). Pada hari suci Tumpek Landep, orang-orang mengupacarai senjata pedang, keris, dan tombak yang disucikan (belakangan juga termasuk berbagai alat yang terbuat dari besi, bahkan motor dan mobil). Persembahan sederhana ditujukan kepada Sang Hyang Pasupati dilakukan dengan persembahan minyak wangi dan bunga serbaharum. Dalam konteks kekinian, maka memakna Tumpek Landep tentu harus tetap bercermin pada ajaran sastra dan membangun kecerdasan diri. Mengasah ketajaman pikiran dalam konteks ini mesti diarahkan menjadikan diri lebih profesional, memiliki daya saing dan siap menghadapi tantangan. Tumpek Landep hendaknya juga jangan berakhir pada ritual semata. Pemaknaan terhadap simbol-simbol ritual ini juga harus jelas. Sebagai generasi muda Bali (Hindu) maka pemahaman terhadap filsafat dan budaya merupakan hal wajib yang mesti kita kembangkan dalam diri. Jangan sampai kita meninggalkan kearifan lokal dan budaya karena tergerus mordernisasi.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Terima Kasih TNI/Polri Ancaman demo yang dilakukan sejumlah elemen pada Kamis (22/5) lalu, berjalan dengan pengawalan ketat pihak Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Walaupun terjadi berbagai insiden, namun pihak aparat keamanan masih mau bernegosiasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang melakukan demo. Tayangan yang saya lihat di sejumlah stasiun TV menunjukkan betapa aparat kepolisian dan TNI dengan sabar menghadapi massa yang beringas. Ini mungkin bentuk pengayoman yang jelas dari aparat terhadap rakyatnya. Yang jelas, sebagai warga negara, saya menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri yang telah menjaga republik ini dengan dedikasi yang tangguh, sabar, dan tetap mengedepankan komunikasi. Saya juga berharap pengamanan ibu kota negara dilakukan dengan penuh tanggung jawab demi martabat bangsa dan terjaganya stabilitas. Mudah-mudahan demo dengan dalih menentang hasil pilpres ini segera berakhir sehingga negeri ini bisa mulai melakukan pembenahan ekonomi dan infrastruktur. Sebagai warga negara, saya berharap agar semua elemen segera bersatu dan membangun bangsa ini. Jangan terjebak kepentingan temporer yang terkadang belum tentu juga sejalan dengan kepentingan sebagian besar warga negeri ini. Pihak-pihak yang selama ini menentang hasil pilpres silakan menggunakan jalur hukum agar rakyat yang lain juga punya kesempatan beraktivitas tanpa gangguan. Mudah-mudahan aparat keamanan selain menjaga stabilitas juga mampu menyadarkan pihak-pihak yang menyuarakan aspirasi segera menggunakan saluran hukum yang ada. Bagi perusuh, saya tetap berharap ada tindakan tegas. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Menyoal Peringatan Tumpek Landep Umat Hindu, khususnya di Bali memilik sejumlah hari suci keagamaan, di antaranya hari raya Galungan, Kuningan, Nyepi, Purnama, Tilem, dan Tumpek yang jatuhnya setiap Sanicara Kliwon. Berdasarkan perhitungan pawukon, perayaan hari suci Tumpek datangnya setiap 35 hari (satu bulan) sekali menurut perhitungan kalender Bali. Ada hal menarik yang perlu dicermati oleh umat dalam peringatan hari suci Tumpek, khususnya Tumpek Landep, sehingga tidak terjadi pemahaman yang keliru atas peringatan hari suci tesebut. Hari Tumpek Landep diperingati setiap Saniscara Kliwon Wuku Landep yang jatuhnya setiap enam bulan (210 hari) sekali. Pada peringatan hari suci ini umat Hindu melakukan persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati.
Oleh
I Ketut Suda ecara fisik perayaan ini ditandai dengan kegiatan umat mengupacarai berbagai peralatan yang terbuat dari besi seperti, keris, tombak, senjata, perabotan rumah tangga yang terbuat dari besi, termasuk mobil, sepeda motor, komputer, dan lain-lain. Jika aktivitas ini tidak dimaknai secara benar, maka bisa jadi umat Hindu dianggap menyembah hal-hal yang bersifat materialis, yakni bendabenda buatan manusia. Terkait hal tersebut, perlu diberikan pemaknaan secara filosofis terhadap aktivitas yang dilakukan umat Hindu, khususnya dalam peringatan hari suci Tumpek Landep. Secara harfiah kata landep sebenarnya mengandung arti lancip (tajam), sehingga perayaan hari suci Tumpek Landep secara filosofi dapat dimaknai sebagai tonggak penajaman citta, budhi, dan manah (pikiran), sehingga manusia mampu memecahkan berbagai persoalan hidup yang
dihadapinya. Jadi, mengupacarai keris, tombak, senjata, dan peralatan rumah tangga, termasuk mobil, sepeda motor, dan lain-lain pada hari Tumpek Landep tidak dapat dimaknai sebagai aktivitas umat Hindu menyembah barangbarang material buatan manusia sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, sebagai wujud rasa terima kasih umat Hindu ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) karena telah diberikan karunia berupa citta, budhi, dan manah, sehingga mampu menciptakan peralatan yang dapat memudahkan dirinya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Dengan mengacu pada pemaknaan tersebut, sesungguhnya umat Hindu dari sejak dulu telah meyakini bahwa citta, budhi, dan manah yang mereka miliki dapat diasah atau ditajamkan melalui proses pendidikan. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa betapa pentingnya pendi-
dikan itu bagi upaya peningkatan kesejahteraan umat manusia yang perlu diapresiasi dan dihormati. Umat Hindu dalam konteks ini mengartikulasikannya dalam bentuk perayaan hari suci Tumpek Landep sebagai rasa sujud baktinya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menganugerahkan akal budi kepada manusia itu sendiri. Hal ini oleh umat Hindu diwujudkan dalam bentuk mengupacarai berbagai peralatan yang telah dihasilkan atas ketajaman pikiran manusia. Atau dengan bahasa filosofisnya bahwa umat Hindu melakukan upacara peringatan hari suci Tumpek Landep sebagai ungkapan rasa puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati. Selain mengupacarai berbagai peralatan yang dapat memudahkan dirinya dalam mengatasi berbagai persoalan hidup, pada hari itu umat Hindu juga melakukan
persembahan di pura, merajan, dan kayangan suci lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk memohon kesucian pikiran kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Ida Sang Hyang Wisesa dan memohon agar dianugerahi budhi sattwam, sehingga dapat mengakibatkan kesempurnaan dan keselamatan alam semesta dengan segala isinya. Jadi, berangkat dari uraian di atas betapa sesungguhnya umat Hindu kaya dengan berbagai nilai kearifan tradisional, nilai kearifan lokal, dan nilai kearifan sosial yang secara filosofi mengandung makna yang sangat tinggi. Namun, dalam praktiknya nilai-nilai tersebut hanya dilaksanakan secara rutini-
Dalam praktiknya nilai-nilai tersebut hanya dilaksanakan secara rutinitas tanpa upaya pemaknaan secara lebih mendalam, sebab sudah menjadi tradisi bagi umat Hindu, khususnya di Bali dalam memaknai tradisi yang diwariskan oleh para leluhurnya hanya didasarkan pada sikap mula keto (memang begitu). Padahal, jika dicermati secara filosofis dan simbolis banyak makna yang dapat diungkap dari berbagai tradisi, local genius, dan kearifan sosial umat Hindu di Bali yang dapat memberikan nilai ajaran yang sangat tinggi, bagi umat Hindu itu sendiri.
Buku bagi Generasi Z
MASIH ingat tidak, kalimat indah yang kerap tertulis di dinding perpustakaan? Kalimat yang mengungkapkan bahwa “Buku adalah jendela dunia”? Mungkin tak banyak yang memahami kalimat itu pada masa sekarang, tetapi saat saya berada di bangku sekolah, kalimat itu jelas melekat dalam ingatan. Bukan hanya karena menempel di dinding perpustakaan tetapi karena setiap pelajaran, guru kerap menggunakannya di kelas sebagai sapaan penutupnya. Tiba-tiba saja kalimat itu kembali terlintas, bahkan dalam pikiran kembali bertanya, masihkah buku menjadi jendela dunia bagi anak-anak pada masa generasi Z saat ini? Tokoh besar Indonesia Mohammad Hatta mengatakan, bahwa “aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”. Kalimat tersebut menjadi cambuk bagi kita generasi setelahnya. Setiap tahunnya, kita memperingati dua hari besar terkait buku. Yang pertama ialah Hari Buku Internasional yang diperingati setiap tanggal 23 April yang dimulai sejak tahun 1995. Hari buku sedunia ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNESCO. Tujuannya ialah mempromosikan kegemaran membaca serta penerbitan hak cipta pada masyarakat di seluruh dunia. Tak jauh berbeda yang kedua ialah Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei sejak 1980 silam. Hari Buku Nasional ini disahkan oleh Bapak Abdul Malik selaku Menteri Pendidikan RI pada masa itu bertepatan dengan momentum peresmian Perpustakaan Nasional. Tujuan dari peringatan ini ialah menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk selalu meningkatkan kecintaan mereka terhadap membaca. Menurut studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia ranking ke-60 dari 61 negara. Artinya, kita berada pada peringkat kedua terakhir yang minat bacanya terburuk di dunia. Selain itu, penelitian PISA (Program for International
Oleh
Christina Ester M. Hutabarat Student Assessment) menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Ini adalah hasil penelitian terhadap 72 negara. Indonesia berada pada peringkat 62. Bagi generasi Z, teknologi adalah dunianya. Buku tidak lagi masuk dalam jajaran hadiah yang diinginkan. Atau bahkan bisa dikatakan buku teks bisa dibilang tidak berarti di mata generasi Z? Kalau kita bisa analogikan, teknologi itu ibarat oksigen untuk bernapas. Seolah-olah kehidupan mereka hanya diisi dengan perangkat elektronik yang mungkin hanya segenggam itu. Kebiasaan ini tidak lepas dari semakin berkembangnya teknologi yang selalu bisa diakses kapan pun. Sebagian orangtua masa kini pun kadang lebih senang atau bahkan khusus membelikan gadget canggih kepada anak-anak mereka ketimbang buku. Buku kerap diibaratkan dengan jendela yang mampu menjadi alat untuk mengetahui dan menjangkau dunia? Tetapi kini hal itu hanya tinggal kenangan. Terkadang buku hanya dijadikan penghuni rak di sudut ruangan ataupun penghias di meja belajar. Buku pun sejenak kehilangan pesonanya. Buku tak lagi dijadikan santapan di kala senggang ataupun pada malam hari sebelum tidur. Buku tidak lagi masuk dalam daftar belanja bulanan. Buku tidak lagi berada dalam tas kalau bukan karena suatu paksaan tertentu. Kalau buku dulunya menjadi alat menjangkau dunia, kini sudah ada gadget yang bisa menggantikannya. Kalau kita melihat kembali realita di lapangan, sangat disayangkan kalau akhirnya generasi Z begitu terlena dengan gadget. Tetapi ternyata fenomena itu kebanyakan muncul ke permukaan bagi anak-anak di perkotaan. Lalu, bagaimana dengan anakanak di pedesaan? Mengapa mereka tidak mampu menikmati buku seperti generasi
tas tanpa upaya pemaknaan secara lebih mendalam, sebab sudah menjadi tradisi bagi umat Hindu, khususnya di Bali dalam memaknai tradisi yang diwariskan oleh para leluhurnya hanya didasarkan pada sikap mula keto (memang begitu). Padahal, jika dicermati secara filosofis dan simbolis banyak makna yang dapat diungkap dari berbagai tradisi, local genius, dan kearifan sosial umat Hindu di Bali yang dapat memberikan nilai ajaran yang sangat tinggi, bagi umat Hindu itu sendiri. Penulis adalah Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Hindu Indonesia.
sebelum mereka? Banyak faktor yang memengaruhi anak-anak pedesaan yang juga generasi Z tidak mendapatkan buku semudah orang di kota-kota besar. Mereka melihat buku sebagai barang mewah karena tidak bisa leluasa memegang dan membacanya. Bagi mereka, buku tetaplah jendela untuk menjangkau dunia, hanya tidak ada buku yang mereka pakai untuk menjangkau dunia. Faktor yang begitu kuat yaitu pertama, sulitnya akses untuk mendapatkan buku berkualitas. Kedua ialah mahalnya buku berkualitas dan minimnya dana desa untuk penyediaan buku di daerah terpencil. Faktor di atas menyebabkan anak-anak pedesaan generasi Z pun tidak mampu menikmati buku ataupun gadget, sehingga wajar kalau mereka belum melek pendidikan. Penulis terkenal yang saat ini sohor di kalangan anak-anak muda, Tere Liye, mengungkapkan sebuah kalimat yang mengingatkan yaitu “berikanlah hadiah sebuah buku kepada seseorang yang amat kau hargai’’. Kalimat yang membuat kita melek dari tidur lelap kita. Siapa pun kita dan berada di generasi mana pun kita, sudah waktunya bergandengan tangan memperkenalkan dunia melalui buku dan membaca kepada anak-anak generasi Z di kota maupun pelosok negeri. Sehingga suatu saat, mereka akan menuliskan sama seperti tulisan Abdurahman Faiz mengatakan bahwa “Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.” Bukan nanti, bukan pula besok, sekaranglah waktu yang tepat, berbagi buku dan inspirasi sehingga pada Hari Buku Nasional, semua anak bangsa merdeka dalam membaca buku. Selamat Hari Buku Nasional Indonesia.
POJOK JK beserta tokoh bangsa dan agama bertemu bicarakan persatuan. - Belum terlambat berbenah. *** Kurangi pencemaran Danau Batur, budi daya ikan akan dibenahi. - Selamatkan Danau Batur. *** Kasus rabies di Klungkung marak, Bupati minta perkuat edukasi. - Selamatkan rakyat.
Penulis, alumni Pascasarjana ITB dan pegiat sosial
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Komisi IV Pertanyakan Kelanjutan Proyek GOR Debes Tabanan (Bali Post) -
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali semakin dekat. Namun kesiapan Gelanggang Olah Raga (GOR) Debes yang berlokasi di Banjar Gerokgak Desa Delod Peken Kecamatan Tabanan sampai saat ini belum jelas. Hal ini pun mendapat perhatian jajaran Komisi IV DPRD Tabanan. Guna meminta kejelasan mengenai nasib proyek tersebut, Komisi IV menggelar rapat kerja (raker) dengan KONI Tabanan serta instansi terkait seperti Dinas PUPRPKP, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, Jumat (24/5) kemarin. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, secara teknis persiapan yang dilakukan KONI Tabanan dan jajaran terkait untuk event olah raga tingkat provinsi ini sudah baik, namun harus terus ditingkatkan. Salah satunya pengerjaan tahap II GOR Debes berikut penataan di luar GOR agar tidak terkesan kumuh. Hal senada disampaikan anggota Komisi IV Edi Wirawan. Menurutnya, meski beragam kesiapan Porprov sudah dilakukan secara maksimal, namun yang ditekankan adalah memberikan
keyakinan pada masyarakat terkait kendala yang dihadapi. ‘’Jika perlu sama-sama melakukan pengecekan, agar pengerjaan bisa rampung sesuai dengan batas waktu yang diberikan. Apalagi sudah mau pembukaan, gedung sampai belum selesai itu jelas membuat malu. Jangan sampai teman-teman sudah bekerja maksimal, tetapi tetap disalahkan,’’ ucapnya. Terkait sejumlah pertanyaan dewan, Kabid Bangunan dan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan Kadek Farida Tini Suweca menjelaskan prihal keterlambatan pengerjaan GOR tahap II. Dia menyebutkan, keterlambatan terjadi lantaran terbentur regulasi. Sebenarnya dokumen tender proyek tahap II sudah siap pada Februari dan Maret sudah siap tender. Namun tiba-tiba ada peraturan dari pusat terkait LPBJ sehingga
memerlukan waktu lebih lama dari perencanaan. Selain itu muncul peraturan dari pusat yang mengharuskan per tanggal 25 Maret sudah harus diberlakukan remunerasi dan rencana K3 keselamatan kerja. Ini juga harus tertuang dalam kelengkapan dokumen. ‘’Akhirnya kami rombak lagi, kami lengkapi sehingga kesiapan dokumen pada bulan April baru betul-betul siap tender. Astungkara tender berjalan dengan baik dan berakhir pada bulan Mei ini,’’ ucapnya. Farida Tini menambahkan, pihaknya sudah menandatangani penetapan pemenang tender dan pekerjaan akan dimulai pada 29 Mei. ‘’Waktu pengerjaan seharusnya 180 hari kalender, tetapi pada bulan September itu sudah Porprov, jadi kita hentikan satu bulan. Kemungkinan di minggu ketiga bulan Agus-
tus sudah harus berhenti sejenak,’’ terangnya. Dalam hal ini, Dinas PUPRPKP menjadwalkan melanjutkan penyelesaian arena permainan di dalam GOR dengan finishing lantai dengan luas 40x25 meter, tribun penonton dengan kapasitas 1.500 penonton, empat titik toilet di tiap sudut GOR beserta ruang ganti, serta tangga melingkar. ‘’Kami pastikan Agustus minggu ketiga sudah selesai dan bisa digunakan meski belum finishing,’’ terangnya. Ketua KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan mengungkapkan, pihaknya optimis pengerjaan tahap II GOR Debes bisa rampung sesuai batas waktu yang diberikan oleh Dinas PUPRPKP. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan rencana cadangan seandainya GOR Debes tidak memungkinkan untuk dipergunakan. Dalam hal ini pihaknya dengan terpaksa akan meminjam GOR Mengwi, Badung ataupun di GOR Kompyang Sujana, Denpasar untuk tiga cabang olah-
Bali Post/bit
RAKER - Suasana raker Komisi IV DPRD Tabanan bersama KONI, Dinas PUPRPKP, Dinas Pariwisata dan Perhubungan, Jumat (24/5) kemarin. raga yakni karate, voli, dan futsal. ‘’Intinya kami tetap percayakan pada pihak PU untuk bisa menyelesaikan sarana itu sebelum pembukaan Porprov dan pertengahan bulan Agustus GOR sudah
bisa dipakai meski belum sepenuhnya finish,’’ ucapnya. Terkait Porprov, Dewa Ary menyatakan akan berlangsung 3 hingga 19 September mendatang dengan tema ‘’Sport, Tourism, and
Culture’’. Event ini melibatkan 6.000 peserta. Terdapat 36 cabor yang akan dipertandingkan dan 2 cabor ekspedisi yang pertandingannya akan tersebar di 9 kecamatan di Tabanan. (kmb28)
Sidang Tindak Pidana Pemilu
Jaksa Ajukan Sembilan Saksi
POKJA - Pembentukan Pokja Penyelamatan Danau Beratan dan penyusunan rencana pengelolaan Danau Beratan.
Bali Post/san
Pemkab Bentuk Pokja Penyelamatan Danau Beratan Tabanan (Bali Post) Danau Beratan memiliki peran penting sebagai cadangan air di Bali, serta menjadi daya tarik wisata alam. Oleh karena itu, menjaga kelestarian ekosistem Danau Beratan mutlak dilakukan. Dalam hal ini, Pemkab Tabanan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penyelamatan Danau Beratan dan melakukan penyusunan rencana pengelolaan Danau Beratan. Pembentukan pokja ini dilaksanakan, Jumat (24/5) kemarin di Tabanan, yang dihadiri Sekda Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia, perwakilan BPDASHL Unda Anyar Prof. Kartini, Ketua Badan Pengelola Danau Beratan I Wayan Mustika, Camat Baturiti I Ketut Ridia, OPD terkait serta Per-
bekel se-Kecamatan Baturiti. Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, penyelamatan ekosistem Danau Beratan memerlukan upaya terpadu antarkomponen. ‘’Perlu keterlibatan semua pihak untuk menangani permasalahan ini. Kita harus bekerja sama saling bahu membahu menjaga aset yang kita miliki ini,’’ imbuhnya. Ia berharap, melalui pembentukan Pokja Penyelamatan Danau Beratan dan penyusunan rencana pengelolaan Danau Beratan tersebut, akan teridentifikasi sejauh mana kondisi, perkembangan, upaya dan hasil pemulihan ekosistem Danau Beratan, serta rencana tindak lanjut ke depan. Prof. Kartini dalam kesempatan tersebut mengatakan, BPDASHL merupakan sebuah lembaga yang memiliki kewajiban untuk menjaga ekosistem serta kelestarian lingkungan terutama sungai dan danau. Menurutnya, Danau Beratan yang
dimiliki Pemkab Tabanan memiliki peran yang sangat vital, karena selain sebagai sumber air, Danau Beratan merupakan destinasi wisata yang sudah menjadi ikonnya Bali. ‘’Kami memiliki kewajiban serta tugas penting untuk menjalankan misi kami dalam penyelamatan ekosistem lingkungan danau dan sungai. Mudah-mudahan kerja sama yang kita jalin akan membuahkan hasil maksimal ke depan,’’ jelasnya. Ketua Badan Pengelola Danau Beratan I Wayan Mustika menambahkan, kerusakan Danau Beratan sudah mulai terjadi meski belum terlalu parah. Untuk memulihkan ekosistem serta mencegah kerusakan lebih lanjut, perlu ada tindakan terpadu dari semua pihak. Menurut Mustika, banyak ancaman terhadap ekosistem di Danau Beratan, salah satunya pencemaran yang berasal dari bahan bakar speed boat, pestisida dari pertanian
Perbankan Siap Penuhi Kebutuhan Penukaran Uang Recehan
Tabanan (Bali Post) Jelang hari raya Idul Fitri, kalangan perbankan di Kabupaten Tabanan siap memenuhi kebutuhan penukaran uang khususnya pecahan kecil. Sejumlah bank sudah menawarkan pelayanan ini ke masyarakat. Kepala Bank BRI Tabanan Anditya Mahendra Krishna, Jumat (24/5) kemarin mengungkapkan, layanan penukaran uang pecahan kecil sudah dimulai pada 6 Mei lalu dan rencana layanan tersebut akan berakhir sebelum libur Lebaran atau Selasa (4/6) mendatang. Sejak layanan penukaran uang pecahan ini dibuka, kata Krishna sudah ada sejumlah masyarakat yang melakukan penukaran. Rata-rata nominal yang disasar konsumen adalah uang pecahan Rp 20 ribuan ke bawah. Untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil, pihaknya sudah melakukan anti-
sipasi dengan menjamin ketercukupan dana. ‘’Penukaran uang pecahan kecil ini rutin terjadi setiap tahun dan selalu diantisipasi dengan menyiapkan alokasi dana. Tahun ini untuk layanan penukaran uang pecahan kecil disiapkan dana rata-rata Rp 500 juta per hari,’’ ujarnya. Sementara itu salah seorang nasabah bank yang juga konsumen penukaran uang nominal kecil, Sumiati, mengungkapkan ia menukarkan uang pecahan Rp 2 juta dengan pecahan kecil terdiri dari Rp 10.000 dan Rp 20.000. Ia menukar uang receh ini untuk persiapan Lebaran nanti yang digunakan untuk diberikan kepada sanak saudara di kampung maupun untuk amal. ‘’Itu sudah menjadi tradisi keluarga, sehingga penukaran uang receh ini memang rutin saya lakukan setiap menjelang Lebaran,’’ ujar Sumiati yang berprofesi sebagai pedagang ini. (kmb24)
yang ada di dekat danau, sampai limbah dari warung-warung yang beroperasi di sekitar danau. Untuk menjaga kelestarian ekosistem Danau Beratan, manajemen DTW bersama Gebok Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan secara rutin melakukan pembersihan sekitar danau. Selain itu, limbah toilet dan sampah yang dihasilkan DTW Ulun Danu Beratan sudah diolah melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta DLH Tabanan. ‘’Untuk mengatasi limbah pestisida dari pertanian, tentu harus menggandeng dinas terkait untuk menyarankan petani mulai mengarah ke organik. Sementara untuk limbah yang dihasilkan warung, diperlukan kerja sama dengan desa adat maupun dinas. Untuk speed boat, memerlukan aturan pembatasan jumlah speed boat yang beroperasi di Danau Beratan,’’ jelas Mustika. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Sidang lanjutan kasus kecurangan Pemilu 2019 dengan terdakwa I Wayan Sarjana yang merupakan mantan Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Desa Delod Peken Kecamatan Tabanan, Jumat (24/5) kemarin, masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Yang berbeda kali ini terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Gede Yudi Satria Wibawa, S.H. Sidang kali ini mendapatkan atensi langsung dari jajaran Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Tabanan. Sidang dipimpin hakim ketua Ni Luh Sasmita Dewi didampingi anggota Pulung Yustisia Dewi dan Adhitya Ariwirawan. Dalam sidang lanjutan ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan sembilan orang saksi. Sebanyak enam di antaranya merupakan anggota KPPS yang bertugas di TPS 29 Delod Peken, dua saksi pecalang, dan satu saksi dari KPU Tabanan, serta satu saksi ahli. Selama dua jam, kesembilan saksi memberikan keterangan terkait apa yang mereka ketahui saat kejadian kecurangan pemilu yang terjadi pada proses penghitungan suara calon DPRD Tabanan. Bahkan video yang memperlihatkan aksi kecurangan yang dilakukan oleh terdakwa saat penghitungan surat suara juga kembali ditayangkan. Raut wajah tegang, gugup dan
grogi pun terlihat pada seluruh saksi saat menjawab pertanyaan baik dari JPU, kuasa hukum terdakwa maupun hakim. Sebagian besar mengaku tidak tahu saat kejadian. Mereka mengatakan baru mengetahui ada kecurangan Pemilu setelah muncul keributan saat salah seorang saksi Partai tidak mau menandatangani berita acara hasil penghitungan. Terkait keterangan sembilan saksi, terdakwa hanya membenarkan. Di hadapan para hakim, terdakwa mengakui aksi pencoblosan suara sah menjadi tidak sah dengan menggunakan tutup bolpoint warna biru. Terdakwa pun mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya. ‘’Saya mohon maaf pada penyelenggara pemilu dan anggota KPPS TPS 29. Jujur saya spontanitas berbuat itu karena selaku kepala adat saya merasa bertanggung jawab karena kebetulan di banjar kami ada punya caleg dan banyak membantu di banjar kami. Dari tidak punya balai banjar sekarang sudah punya balai banjar,’’ ucapnya. Terkait keterangan para saksi, kuasa hukum terdakwa Gede Yudi Satria Wibawa, S.H. mengatakan pihaknya hanya berharap pada penilaian majelis hakim. ‘’Meski demikian kami tetap optimis bisa meringankan klien kami,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/bit
SIDANG - Sidang lanjutan tindak pidana pemilu dengan terdakwa mantan Ketua KPPS TPS 29 Desa Delod Peken.
Ditinggal Istri Persiapkan Yadnya, Lansia Tewas di Pinggir Sungai
Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Duren Taluh Desa Belimbing Kecamatan Pupuan, Jumat (24/5) kemarin digegerkan dengan penemuan mayat lansia di pinggir Sungai Yeh Sapuan. Mayat pria bernama I Wayan Regog itu ditemukan telah membusuk dan pada kepala bagian belakang terdapat luka. Diduga pria 70 tahun itu sebelum tewas sempat terbentur batu di pinggir sungai. Dari informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Ni Ketut Siti (75), sekitar pukul 10.00 Wita. Sebe-
lumnya, sejak Selasa (21/5) lalu istri korban meninggalkan suaminya seorang diri di sebuah pondok. Siti kala itu menetap selama tiga hari di rumah anaknya di Banjar Belimbing Desa. Siti turut membantu mempersiapkan upacara manusa yadnya. Setelah segala persiapan upacara selesai, Siti pun pulang. Setibanya di rumah, Siti mencari suaminya, namun tak kunjung ditemukannya. Ia terus mencari, hingga sekitar pukul 10.00 Wita ia menemukan suaminya tergeletak di pinggir sungai dalam keadaan sudah membusuk.
Kaget melihat kondisi suaminya, ia menghubungi anaknya yang saat itu berada di kebun dekat dengan pondok korban. Sang anaklah yang melaporkan kejadian tersebut ke warga sekitar dan kepolisian. ‘’Korban ditemukan di pinggir sungai sudah dalam kondisi membusuk, dan terdapat luka pada bagian kepala belakang, diduga karena benturan dengan batu,’’ ucap Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta. Budiarta melanjutkan, jarak antara rumah korban dengan TKP sekitar 500 meter dengan medan sedikit
menurun dan licin karena diguyur hujan. Setelah ditemukan, petugas medis dari Puskesmas Pupuan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan lainnya selain luka pada kepala bagian belakang. ‘’Menurut keterangan keluarga, korban sering mengalami tensi tinggi dan pernah stroke ringan. Kemungkinan penyakit korban kumat saat itu,’’ ucapnya sembari menambahkan, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap kasus ini sebagai musibah. (kmb28)
BULELENG
8
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Tangani Banjir Setiap Tahun di Pemuteran
Dibangun Sodetan di Alur Sungai Singaraja (Bali Post) – Banjir yang kerap kali terjadi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak mulai ditangani serius. Mulai tahun ini, upaya mengatasi banjir yang kerap mengganggu aktivitas wisata di desa itu, akan dibangun sodetan. Kenapa sodetan itu dibangun, tujuannya untuk membuang air hujan yang cukup besar volumenya ke laut. Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida juga akan merekonstruksi alur sungai dari hulu sampai di hilir. Untuk pembangunan alur sungai itu, Pemkab Buleleng ditugaskan menyiapkan lahan milik warga. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Kamis (24/5) kemarin, mengatakan kesepakatan pemerintah pusat menangani masalah langganan banjir setiap musim hujan, di Buleleng Barat tersebut. Penanganan masalah banjir itu dilakukan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida. Untuk sodetan dan gorong-gorong, pembangunannya sudah dimulai tahun ini. Sedangkan, pembangunan alur sungai dari daerah hulu sampai hilir masih menunggu penyiapan lahan yang diperlukan. Lahan ini merupakan milik warga. Sedangkan, penanganannya diserahkan kepada Pemkab Buleleng.
“Skemanya membuang air sungai dari hulu sampai di laut. Ini sudah dilakukan penanganan awal dari Dirjen Bina Marga dan pembuatan alur sungai sendiri masih menunggu pembebasan lahan milik warga yang dibebankan kepada pemkab,” katanya. Pembangunan alur sungai itu kata Suparta Wijaya, memang sangat urgen. Pasalnya, dari kajian teknis banjir yang kerap terjadi di sana, disebabkan alur sungai di desa itu sudah beralih fungsi menjadi jalan. Maka, akibatnya, ketika hujan otomatis volume air hujan itu meluber dan menggenangi rumah penduduk dan badan jalan SeriritGilimanuk. Untuk menyiapkan lahan alur sungai ini, Suparta Wijaya mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan alokasi anggaran dalam APBD Buleleng. Selain menunggu kebijakan skema anggaran, PUPR mengajukan usulan agar juga dilakukan pencegahan air yang dibuang ke pantai ini tidak mengganggu kelangsungan ekosistem biota laut di Pemuteran dan sekitarnya. “Kita sudah melakukan koordinasi. Untuk pembebasan lahannya memerlukan anggaran besar. Kami masih melakukan pengajuan anggaran. Jadi, kami menunggu kebijakan pimpinan di daerah,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TINJAU LOKASI – Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya meninjau lokasi penanganan banjir di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, belum lama ini.
Biaya Operasional dan Pemeliharaan Meningkat
Tarif Air Bersih di Buleleng Naik 10 Persen Bali Post/kmb38
EMPAT RANPERDA – Sisa masa jabatan empat bulan, DPRD Buleleng membahas empat rancangan perda (ranperda). Mengawali pembahasan ini, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyampaikan nota pengantar atas empat ranperda melalui sidang paripurna, Kamis (23/5) lalu.
Pembahasan Empat Ranperda Dikebut Singaraja (Bali Post) – Sisa masa jabatan anggota DPRD Buleleng sebetulnya tinggal empat bulan saja. Namun, mendekati akhir masa jabatan ini, dewan menerima empat rancangan peraturan daerah (ranperda) untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah. Empat Ranperda itu yakni tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Buleleng No. 23 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Ranperda tentang Pengelolaan Air Minum Perdesaan, Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) Buleleng, dan Ranperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Buleleng 2018. Empat rancangan perda ini disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Bupati Buleleng atas empat ranperda, Kamis (23/5) lalu. Sidang saat itu dipimpin
Ketua DPRD Gede Supriatna bersama anggotanya. Sementara dari eksekutif dipimpin Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wakil Bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, empat ranperda ini dibahas karena beberapa pertimbangan penting, hingga pertimbangan karena menyesuaikan dengan regulasi di atasnya. Pihaknya mencontohkan, Ranperda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah karena adanya perubahan objek retribusi. Untuk mendasari kebijakan ini, rancangan perda ini diajukan untuk ditetapkan menjadi perda. Ranperda Air Minum Pedesaan juga penting dibuatkan regulasi untuk melindungi dan mengendalikan pemanfaatan sumber air baku agar lebih baik. Demikian juga Ranperda tentang Riparda dibahas untuk memenuhi amanat pasal 9 ayat (3) UU No. 10 Tahun
2009 tentang Kepariwisataan. Rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten/kota diatur dengan peraturan daerah kabupaten/ kota, sehingga perlu diatur peraturan daerah. ‘’Hari ini kami ajukan empat ranperda. Pertimbangannya regulasi ini diperlukan selain karena menyesuaian dengan regulasi di atasnya, juga untuk mendasari kebijakan pemerintah. Seperti soal air minum pedesaan atau Ranperda tentang Riparda,’’ jelasnya. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, dengan sisa masa jabatan yang tinggal empat bulan ke depan, pihaknya bersama anggotanya optimis dapat mengesahkan empat ranperda yang diajukan itu. Untuk tidak membuang-buang waktu, maka telah dibentuk panitia khusus (pansus). Pansus yang dibentuk ini ditugaskan membahas materi rancangan perda secara maraton. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng kembali menyesuaikan tarif air minum kepada pelanggannya. Terhitung mulai 1 Juni 2019, pelanggan setia PDAM Buleleng harus membeli tarif air minum dengan kenaikan 10 persen dari tarif saat ini. Sebelumnya, tarif ditetapkan Rp 2.130 per meter kubik, tetapi sekarang ini naik menjadi Rp 2.343 per meter kubik. Otomatis ada kenaikan Rp 213 per meter kubik. Direktur Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana Kamis (23/5) lalu mengatakan, kenaikan tarif air minum ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun. Ini karena direksi diperkenankan menyesuaikan tarif sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng 2014. Selain itu, penyesuaian itu sudah disosialisasik a n ke-
pada pelanggan. Hal itu sud a h sesuai
Rekomendasi DPRD Buleleng No. 7 Tahun 2014, tentang rekomendasi tarif air minum. Tarif air yang pada 1 Juni mendatang ditetapkan Rp 2.343 per meter kubik. Nilai tarif terbaru itu diklaim sesuai asas keterjangkauan atau sesuai standar kebutuhan pokok air minum. Tarif yang diberlakukan khusus bagi pengeluaran rumah tangga seharusnya tidak melampaui 4 persen. “Diasumsikan satu keluarga terdiri dari lima orang, pemakaian air rata-rata 18 meter per kubik. Maka setiap kepala keluarga harus membayar rekening air per bulannya Rp 72.920. Selain itu, kalau berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP), tahun 2019 ini UMK Buleleng sekitar Rp 2,3 juta, sehingga beban air minum itu sudah termasuk layak,” katanya. Ada tiga alasan mengapa pihaknya menaikkan tarif air minum itu. Pertama, kata Lestariana, karena biaya operasional dan pemeliharaan mengalami kenaikan. Itu merupakan konsekuensi kenaikan harga
material. Kedua, karena keterbatasan dana perusahaan dalam rangka investasi pengembangan kapasitas produksi. Sedangkan, ketiga memperluas jaringan pipa untuk meningkatkan cakupan pelayanan. Di samping itu, selama ini ada kesan PDAM mendistribusikan air dengan sistem gravitasi saja. Padahal, kapasitas produksi PDAM saat ini 749 liter per detik yang berasal dari 16 mata air dan 37 sumur dalam. Artinya, 81,95 persen menggunakan sistem perpompaan dengan listrik PLN. Dan sebesar 18,05 persen menggunakan gravitasi. Sehingga besarnya rekening listrik tagihan yang harus dibayar oleh PDAM Buleleng setiap bulannya pun mencapai Rp 957 juta. “Pemakaian air kita harapkan lebih efisien. Air tanah dari waktu ke waktu semakin berkurang. Karena itu, air harus dikelola sebaik-baiknya,” jelasnya. Di sisi lain, Lestariana mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Busungbiu, akan mendapatkan perhatian lebih dari manajemen PDAM. Pihaknya akan memberikan tarif lebih murah, yakni Rp 1.760 per meter kubik. Kebijakan ini diambil karena pelayanan yang diberikan ke Busungbiu, selama ini masih belum maksimal. (kmb38)
Durasi Tanamnya Singkat dan Bulir Lebih Panjang
Petani di Padangbulia Uji Cobakan Benih Padi M-400 Petani Subak Gede Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada mencoba menanam benih padi varietas M-400. Benih padi ini diujicobakan pada 1,4 hektar sawah. Dari uji coba itu, petani telah membuktikan kalau produktivitas gabah kering panen (GKP) naik dari semula 6,5 ton menjadi 9 ton tiap hektar lahan. Dengan hasil ini, petani semakin yakin sehingga menambah luas lahan ditanami benih padi variestas M-400. Bagaimanakah keunggulan padi varietas M-400 tersebut?
MENGAKHIRI program uji coba itu, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. melakukan panen perdana di Subak Padangbulia, Sukasada, Jumat (24/5) kemarin. Turut mendampingi panen itu Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta. Klian Subak Gede Desa Padangbulia Nyoman Pasek Merta mengatakan, uji coba penanaman benih varietas padi itu atas kesepakatan warga subak. Penanaman itu untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah. Benih padi varietas M-400 merupakan hasil penelitian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Setelah dilakukan penelitian cukup lama, benih ini pun mendapat sertifikat dari Kementerian Pertanain Republik Indonesia (Kementan RI). Karena varietasnya sudah berlisensi, Pasek Merta dan petani lainnya tertarik untuk membudidayakan. Namun sebelum penanaman padi di lahan luas, pihaknya mengikuti uji coba penanaman. Dari uji coba itu ternyata terbukti kalau varietas M-400 produk gabahnya meningkat. “Setelah kami mengikuti uji coba, hasilnya ada peningkatan. Sepertinya lahan di sini cocok menanam padi menggunakan varietas M-400 itu,” katanya. Selain mampu berproduksi maksimal, padi varietas M-400 ini memiliki keunggulan lain.
Seperti saat benih padi varietas ini ditanam bersamaan musim hujan. Maka batang padinya justru akan semakin kuat. Selain itu, bulir padinya lebih panjang dari varietas padi lainnya. Di samping itu, umur tanaman rata-rata singkat, 3,5 bulan. Jadi, durasi batas pemeliharaan ini lebih singkat dibandingkan varietas lainnya. “Lahan sawah di daerah kami ini tanahnya tergolong basah. Sehingga hasilnya mendukung secara optimal. Kami berharap ada program subsidi benih padi dan pupuk organik, sehingga dengan cara itu produktivitas gabah kami yakin akan naik dari sebelumnya,” jelasnya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra didampingi Plt. Kepala Distan Made Sumiarta mengatakan, sejalan dengan kebijakan fokus pada bidang pertanian, pemerintah berupaya memfasilitasi petani dalam mendapatkan benih berkualitas. Dengan prduk berkualitas itu dipercaya mampu menaikkan produktivitas gabah. Terkait hasil uji coba penanaman padi varietas M-400 ini, Sutjidra mengaku bangga karena petani mengetahui keunggulan varietas yang dianjurkan pemerintah itu. Dengan hasil positif ini, petani dapat menanam benih padi ini pada sawah secara lebih luas. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, pihaknya menyarankan agar petani melakukan pemupu-
Bali Post/kmb38
VARIETAS M-400 – Petani di Subak Gede Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada melakukan uji coba penanaman benih padi varietas M-400. kan berimbang. Dosis antara pupuk kimia dengan pupuk organik harus diperhatikan dengan baik, sehingga diyakini
mendatangkan hasil lebih baik. “Kita rancang pemberian subsidi pupuk Urea dan pupuk organik. Kami juga melaku-
kan kerja sama antara produsen pupuk dengan para peternak penghasil pupuk organik, sehingga benih unggul itu kita
siapkan dan pupuk disubsidi, petani akan semakin terbantu mendapat hasil yang lebih baik,” katanya. (mud)
GIANYAR
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
9
PPDB, Disdik Siapkan Dua Perbup
Bali Post/kmb35
PELAYANAN - Suasana pelayanan di Kantor Disdukcapil Gianyar, Jumat (24/5) kemarin.
Disdukcapil Krisis Blangko E-KTP dan Tinta
Gianyar (Bali Post) Animo masyarakat Gianyar mengurus administrasi kependudukan relatif tinggi. Per hari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gianyar rata-rata melayani sekitar 300 antrean. Bahkan seribu blangko yang diterima Disdukcapil Gianyar, Senin hanya tersisa sekitar 400 lebih hingga Jumat (24/5) kemarin. Namun kini untuk perekaman Disdukcapil Gianyar terkendala pengadaan tinta yang tak kunjung datang. Hal ini diungkapkan Kepala Disdukcapil Gianyar Gede Bhayangkara saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. “Hari ini (tinta - red) dijanjikan datang, tapi karena ada pembatasan media sosial, komunikasi menjadi terhambat dan kami harus menunggu hingga Senin mendatang,” jelasnya. Meksi tinta belum datang, pada Jumat kemarin pihaknya tetap berupaya melakukan pelayanan, memanfaatkan stok tinta yang tersisa di sejumlah kecamatan di kawasan seni ini. “Seharusnya ini menjadi stok tinta terakhir, mudahmudahan senin ini tinta sudah dikirim,’’ jelasnya. Sementara untuk blangko, diakui sudah diterima
pihaknya pada Senin (20/5) yakni sebanyak 1.000 blangko. Namun hingga Jumat kemarin, dikatakan, stok blangko eKTP tersisa sekitar 417 keping. Jumlah ini tersebar di kantor dinas dan ditujuh kantor camat se-Gianyar. “Kemarin tersisa 449 keping, kemudian per tadi siang proses nyetak sebanyak 32 e-KTP. Jadi sisanya sekitar 417 keping. Kami sistemnya saling pinjam, supaya pelayanan tetap jalan,” jelasnya. Diakui, jumlah ini masih kurang melihat animo masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan, khususnya KTP. Terutama menjelang masa penerimaan mahasiswa baru. Sampai April 2019, penduduk Gianyar berjumlah 498.942 jiwa dengan warga yang wajib e-KTP sebanyak 384.596. Sedangkan warga yang belum perekaman masih tersisa 7.354 jiwa. Jumlah ini menurutnya menurun sigifikan, dibanding tahun 2018 yang mencapai puluhan ribu. Jumlah terbanyak yang belum perekaman e-KTP adalah di Kecamatan Blahbatuh dengan jumlah 1.582 dan Kecamatan Ubud sebanyak 1.302 orang. Sedangkan di Kecamatan Tegallalang yang belum pereka-
man e-KTP sebanyak 265 warga. Mengoptimalkan pelayanan adminitrasi kependudukan, pihaknya terus menggenjot program Sijebol. Program ini salah satunya dilaksanakan dengan melakukan perekaman e-KTP di pasar-pasar induk yang ada di tiap kecamatan. “Langkah jemput bola ke pasar-pasar kami nilai efektif. Bahkan ratarata warga yang melakukan perekaman di pasar mencapai 50 orang,” terang Putu Gede Bayangkara. Selain itu, Disdukcapil Gianyar menurut Bayangkara siap mendatangi rumah warga untuk melakukan perekaman untuk hal-hal yang bersifat khusus. Disdukcapil mendatangi rumah warga yang berkebutuhan khusus (disable), sakit, sulinggih atau pemangku. “Ini cara kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dan hal ini kami lakukan setiap hari,” tambahnya. Sebelumnya, perekaman dilakukan ke sekolah-sekolah menyasar siswa SMA/SMK yang berumur 17 tahun. Program ini sudah tuntas dan nantinya akan dilaksanakan lagi setelah tahun ajaran baru mendatang. (kmb35)
Anggota DPRD Terpilih Diingatkan Siapkan LHK
Bali Post/kmb35
I Putu Agus Tirta Suguna Gianyar (Bali Post) Sebanyak 40 orang anggota DPRD Gianyar terpilih diingatkan untuk mempersiapkan laporan harta kekayaannya (LHK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun batas waktu pelaporan itu belum ditentukan karena masih menunggu adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Diketahui batas waktu untuk melapor tujuh hari setelah penetapan calon terpilih nanti. Hal itu
dijelaskan oleh Ketua KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna, Jumat (24/5) kemarin. Agus Tirta Suguna mengaku rekapitulasi tingkat provinsi ada ruang untuk dilakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi. “Ada ruang tiga kali 24 jam untuk pengajuan dari pada pelaksanaan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Setelah waktu itu dilegislasi oleh Mahkamah Konstitusi. Seandainya KPU Gianyar tidak ada gugatan selama tiga hari, kita akan tetapkan calon terpilih,” terangnya. Pria asli Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati ini pun memaparkan sesuai dengan jenjang KPU dalam menetapkan DPRD kabupaten. Begitu juga dengan tingkat provinsi, pusat, presiden, DPRD-RI dan DPD. Ketika sudah dilakukan penetapan, seluruh calon terpilih diwajibkan untuk menyerahkan tanda bukti penyerahan harta kekayaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Itu tujuh hari setelah penetapan calon terpilih. Konsekuensinya apabila tidak menyerahkan bukti pelaporan harta kekayaan ke KPK, tidak akan kami ajukan ke Departemen Dalam Negeri untuk dilantik
menjadi anggota DPRD periode 2019-2024,” tegasnya. Tirta Suguna melanjutkan, ketika adanya sebuah gugatan, prosesnya yang digugat adalah SK KPU-RI. Yaitu berupa lampiran yang sudah ada di seluruh kabupaten dan provinsi seIndonesia. Sehingga SK tersebut yang digugat oleh peserta pemilu nantinya, seandinya ada sebuah gugatan. “Kalau caleg menggugat bisa melalui partai. Nanti akan berakhir semua proses itu sesuai jadwal, pada bulan Agustus akan dilakukan proses pelantikan. Khusus untuk kekayaan 40 orang ini harus menyerahkan bukti tanda terima dari KPK tentang pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara. Batas waktunya tujuh hari setelah penetapan calon terpilih,” imbuhnya. Ia juga membeberkan terkait pelaporan yang menjadi kekayaan pribadi anggota DPRD terpilih tersebut. Mulai dari kekayaan yang dimiliki, sampai dengan rumahnya. “Apa berupa rumah dan sebagainya, yang jelas tanda terima dari KPK itu lah nanti yang diserahkan ke KPU, baik yang baru maupun lama,” tandasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar kini tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di kawasan seni ini. Perbup itu akan mengatur terkait zonasi sekolah negeri dan pedoman PPDB yang belum tertuang dalam Permendikbud RI No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra ditemui Jumat (24/5) kemarin, menerangkan bahwa untuk persiapan PPDB tahun 2019 ini jajarannya sedang menyiapkan dua perbup. Dikatakan saat ini perbup tersebut sedang dikaji di bagian hukum Pemda Gianyar. “Perbupnya sudah jadi, sekarang masih di bagian hukum, nanti tinggal ditandatangani Bupati,” katanya. Ditegaskan isi perbup ini sudah sesuai dengan standar Permendikbud RI No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Namun dalam perbup ini pihaknya hanya menjabarkan sejumlah poin yang belum tercantum dalam permendikbud tersebut. “Yang belum tercantum itu misal terkait rombel, zonasi dan lainnya, itu kita atur dalam Perbup, namun tetap tidak bertentangan dengan standar yang tercantum dalam permendikbud ini, “ jelasnya. Sadra mengatakan, perbup
ini pula akan dijadikan dasar bila ada orangtua siswa yang komplin terkait zonasi dan persoalan lainnya terkait PPDB. Salah satu poin dalam perbup ini ditentukan bahwa satu SMP negeri, minimal melingkupi zonasi untuk 3 desa dan maksimal enam desa. Hal ini tentu sudah disesuaikan dengan luas dan kepadatan penduduk desa tersebut. “ Misal SMPN 1 Sukawati zonasinya meliputi 3 desa yakni Desa Sukawati, Batuan, dan Desa Celuk,” jabarnya. Perbup yang mengkhusus terkait zonasi ini dinilai penting, sebab selama ini masih ada kalangan orangtua siswa yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu, meskipun cukup jauh dari tempat tinggal atau di luar zona. Selain itu, juga menyesuaikan dengan standar yang tercantum dalam Permendikbud No. 51 Tahun 2018, bahwa jalur zonasi untuk PPDB minimal 90 persen,
5 persen untuk prestasi dan 5 persen perpindahan orangtua. “Makanya penjabaran detail untuk zonasi ini khusus dalam satu perbup, perbup satu lagi terkait pedoman PPDB, misal jumlah rombel dan lainnya,“ katanya. Bila dua perbup ini sudah ditandatangani oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, maka pihaknya akan langsung menggelar sosialisasi ke seluruh guru, komite di Kabupaten Ginyar. “Setelah ditandatangani secepatnya kita akan sosial-
isasikan perbup ini di 23 SMP negeri dan komite,“ katanya. Diungkapkan jumlah lulusan SD di Gianyar tahun ini mencapai 7.868 siswa. Sedangkan daya tampung di SMP Negeri hanya sekitar 4.800 bangku. Artinya, akan ada sekitar 3.000 lulusan SD yang mau tidak mau harus masuk ke sekolah swasta. Namun bila sarana prasarana tidak memungkinkan, maka sekolah tidak mungkin memaksakan diri menerima semua calon peserta didik. (kmb35)
Lelang Jabatan Dibuka Senin Ini
Tim Pansel Pastikan Tidak Ada Kapling Jabatan
Gianyar (Bali Post) Mengisi sembilan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, Pemkab Gianyar menggelar lelang jabatan untuk setingkat eselon II. Proses pendaftaran lelang jabatan ini pun akan dibuka mulai Senin (27/5) mendatang. Tim Panitia Seleksi (Pansel) memastikan proses ini akan berjalan transparan, tanpa ada upaya kapling jabatan. Hal ini disampaikan Ketua Tim Pansel I Wayan Sudamia didampingi Kepala Bapeda dan Litbang I Gede Widharma Suharta dan Kepala BKSDM Kabupaten Gianyar I Ketut Artawa ditemui, Jumat (24/5) kemarin. Ketua Tim Pansel I Wayan Sudamia mengatakan pendaftaran lelang jabatan eselon II akan dimulai dari 27 Mei hingga 25 Juni. Peserta bisa mendaftar untuk pengisian sembilan pimpinan OPD di Pemkab Gianyar yang saat ini sedang kosong. “Jadi kita membuka pendaftaran tidak hanya untuk peserta di Gianyar, tetapi kami juga bersurat ke BKD kabupaten/ kota di Bali untuk mengikuti proses ini,“ katanya. Dikatakan, dari setiap OPD yang lowong ini minimal harus diikuti oleh empat orang peserta. Bila jumlah
tersebut tidak terisi maka akan ada perpanjangan waktu pendaftaran, maksimal perpanjangan satu minggu, “Kalau tidak terpenuhi minimal 4 peserta hingga batas waktu perpanjangan itu yang seleksi untuk OPD tersebut tidak bisa dilaksanakan,” katanya. Di Pemkab Gianyar sendiri ada sekitar 159 peserta yang berpeluang. Jumlah itu terdiri dari golongan IIIb (setingkat kabid dan sekcam) sebanyak 125 orang. Ditambah golongan IIIa (setingkat kabag dan sekretaris) sebanyak 34 orang. “Untuk IIIa ini sebenarnya ada 53 orang, hanya saja beberapa di antaranya sudah berusia di atas 56 tahun dan ada juga yang mau pensiun, sehingga mereka tidak berpeluang,” katanya. Usai proses pendaftaran, proses lelang jabatan ini akan dilanjutkan dengan pengumuman administrasi pada 27 Juni. Sementara untuk tes kompetensi akan berlangsung selama dua hari yakni 1 dan 2 Juli. “Hasil uji kompetensi tersebut lantas dirangkum dan dikonsultasikan ke KASN pada 8 Juli,” katanya. Ditambahkan, dari peserta yang mengikuti lelang ini, untuk setiap OPD hanya akan meloloskan tiga nama dengan
Bali Post/kmb35
PANSEL - Ketua tim pansel I Wayan Sudamia (baju batik) didampingi Kepala Bapeda dan Litbang I Gede Widharma Suharta (tengah), dan Kepala BKSDM Kabupaten Gianyar I Ketut Artawa (baju merah) ditemui Jumat (24/5) kemarin. nilai tertinggi. Setelah disetor ke KASN, tiga nama ini lantas dipilih oleh Bupati Gianyar untuk mengisi posisi kepala OPD yang kosong. “Bapak bupati memiliki kewenangan untuk memilih salah satu dari tiga untuk mengisi OPD,” katanya. Disinggung terkait adanya kavling jabatan yang sudah ditetapkan sejak awal, Wayan Sudamia menegaskan hal
tersebut tidak ada. Sebagai Ketua Tim Pansel, ia juga membantah bila dalam proses lelang ini disebut ada makelar jabatan. Ditekankan semua peserta mengikuti proses lelang sesuai ketentuan. “Kita pastikan itu tidak ada, hanya diakhir bapak bupati memang berkewenangan memilih satu dari tiga yang lolos untuk setiap OPD,” tandasnya. (kmb35)
”Palebon” Unik di Desa Adat Kesian
”Tabuh Rah” Iringi Pembakaran Jenazah Warga Gianyar (Bali Post) Upacara palebon unik digelar di kuburan Adat Kesian, Desa Lebih, Gianyar. Di saat pembakaran jenazah yang ditempatkan di patung lembuh hitam, diiringi dengan gelar ritual tabuh rah. Kegiatan tabuh rah ini merupakan persembahan penghormatan terakhir dari warga yang merupakan rekan-rekannya atas tingkatan almarhum tentang tata titi tabuh rah. Seperti prosesi umumnya, palebon dengan tingkatan sederhana mengiringi pembakaran jenazah I Dewa Made Alit (76) di Kuburan Adat Kesian, Gianyar, Kamis (23/5). Menggunakan sarana Padma dan Lembu hitam, iringan prosesi menuju kuburan pun berjalan lancar. Namun, khusus untuk pengarak Lembu adalah dari kalangan petugas Damkar Gianyar, karena kebetulan salah satu putra almarhum adalah petugas di dinas setempat. Sementara penyandang bade dari pasemetonan dan anggota banjar setempat. Hingga di kuburan, setelah jenazah almarhum dipindah-
kan ke patung lembu, pemandangan menarik mulai terlihat. Sekumpulan warga penghobi tabuh rah langsung menyiapkan ayam aduannya. Saat api disulut ke patung lembu, tabuh rah pun dimulai. Ayam yang kalah pun lari dan dibiarkan lepas, sedangkan yang menang diamankan oleh pemiliknya. “Ini adalah penghormatan terakhir kami kepada Dewa Kak (almarhum Dewa Alit - red). Selama ini beliaulah guru kami untuk memberikan arahan tentang cara memelihara hingga mengadu ayam secara tradisional,” ujar I Nyoman Utik yang mengaku sebagai murid almarhum. Disebutkan, almarhum adalah sosok yang semasa hidupnya serba sederhana. Namun di balik kesederhanaannya almarhum memiliki vibrasi untuk menongkati generasi muda penghobi pangayamayaman (tentang ayam aduan). “Beliau tidak serta merta bertaruh, namun lebih banyak memberikan arahan agar memetik filosofi dari ayam beradu dan banyak hal lainya agar kita tetap kontrol diri,” tambahnya.
Dewa Putu Anom (45), salah satu putra almarhum, membenarkan jika semasa hidupnya, ayahandanya banyak memiliki rekan di dunia tabuh rah. Padahal, ayahnya bukannya orang yang suka bertaruh banyak. Hanya rekanrekannya itu sering meminta pertimbangan ke almarhum, sebelum ke arena tabuh rah. “Ya, beliau memang memahami tata cara pangayam-ayaman secara tradisional. Beliau juga sering mewanti-wanti agar rekannya senantiasa membatasi diri. Buktinya, almarhum tak pernah jual tanah selama menekuni tabuh rah ini. Malah, meski sebagai petani, beliau mampu menabung dan membeli sebidang lahan pertanian,” kenangnya. (kmb35)
PALEBON - Suasana tabuh rah mengiringi palebon di kuburan Adat Kesian, Desa Lebih, Gianyar, Kamis kemarin.
JEMBRANA
10
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Dampak Banjir Bandang Tukad Titis dan Ijo Gading
Pura dan Rumah Pemangku Hancur, Ternak Banyak Hanyut Negara (Bali Post) Banjir bandang kembali terjadi di Jembrana. Akhir tahun lalu banjir terjadi di Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana atau aliran Sungai Biluk Poh. Kali ini terjadi di wilayah aliran Sungai (Tukad) Titis dan Ijogading. Daerah yang terdampak yakni Loloan Timur, Loloan Barat, Kecamatan Jembrana dan Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung, Pendem dan Kaliakah, Kecamatan Negara. Banjir terjadi sejak Kamis (23/5) hingga Jumat (24/5) kemarin. Banjir berawal ketika hujan sangat lebat terjadi Kamis (23/5) sore hingga malam. Hujan berlangsung sekitar lima jam lebih. Kemudian air berangsur naik dan mencapai 2-4 meter dari permukaan normal sungai. Diduga banjir bandang terjadi selain karena volume air yang sangat besar, juga diduga akibat pendangkalan, tanah timbul di pinggir sungai dan sampah yang dibuang ke sungai. Akibat bencana tersebut, Pura Dalem Taman Sari/Beji yang ada di wilayah tibu sempit Pendem, Jembrana rusak. Pemangku Pura Dalem Taman Beji Made Adnyana mengatakan di areal pura tersebut tembok panyengker sepanjang 12 x 10 meter jebol. Demikian juga palinggih Penunggun Pura hanyut. Bale kulkul, lemari dan meja yang ada di areal pura ikut hanyut. ‘’Ini tumben banjir setinggi 4 meter dari sungai sehingga pura juga kena,’’ jelas Mangku Made Adnyana. Sampah-sampah plastik juga penuh di sungai tersebut dan nyangkut di pohon bambu. Pihaknya menduga banjir bandang ini akibat air hujan yang volumenya besar di hulu. Selain itu ada pendangkalan, tanah timbul sehingga sungai menyempit dan sampah. ‘’Dulu sungai di sini lebar, tidak seperti sekarang ini sungai sempit,’’ jelasnya. Made Adnyana mengatakan untuk perbaikan pura nanti pihaknya akan mengajukan bantuan. Sejak Pura Taman Beji itu dibangun tahun 1982,
kata salah seorang pendiri pura, Made Togog, baru kali ini banjir bandang menerjang aliran Sungai/Tukad Titis dan Ijogading. Sementara itu di Lingkungan Pendem Kecamatan Jembrana, dua KK yakni rumah milik Mangku Ketut Suarsa (60) dan anaknya, Mangku Alit Gede Purwita (47), hancur. Khususnya dapur dan bangunan lainnya yang ada di pinggir sungai. Menurutnya, saat kejadian air tiba-tiba saja sudah besar dan menerjang seisi rumah. ‘’Seperti tsunami. Semua hanyut termasuk babi saya. Ada satu babi berhasil diselamatkan. Semua peralatan dapur hanyut dan seisi rumah juga terendam. Air mencapai dua meter lebih,’’ kata Mangku Alit. Tidak hanya dapur, kamar mandi, kandang miliknya yang hancur dan hanyut, juga sejumlah palinggih dan kamar suci. Akibat kejadian itu kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Karena babinya sebanyak 10 ekor hanyut. ‘’Kami berhasil selamatkan satu ekor,’’ jelas Mangku. Dari pengamatan selain di lokasi tersebut, di Perumahan Taman Pule, senderan perumahan jebol dan longsor. Lima KK di Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara rumahnya terendam banjir. Demikian juga jalan umum yang menghubungkan tiga desa, baik Berangbang, BB Agung, dan Pendem khususnya yang ada di dekat Bendung Banjar Tengah di Lingkungan Pangkung Manggis jebol sepanjang
Hingga April Realisasi KUR di Jembrana di Atas 24 Persen
Negara (Bali Post) – Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah perbankan di Kabupaten Jembrana pada April ini rata-rata di atas 24 persen. Dari empat bank yang mengucurkan program pemerintah modal usaha dengan bunga kecil itu, debitur di sektor perdagangan yang paling mendominasi. Salah satu kendala yang dihadapi calon debitur untuk pencairan KUR adalah pengurusan izin melalui sistem OSS (online single submission). Hal tersebut terungkap dalam rapat Tim Koordinasi Monitoring Evaluasi (Monev) KUR Kabupaten Jembrana, belum lama ini. Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Rakyat (Ekbangkesra) Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana Si Luh Ktut Natalis Semaradani, Jumat (24/5) kemarin, mengatakan dalam rapat monev yang diikuti perwakilan empat bank (BPD Bali, BRI, BNI dan Mandiri) itu memapaparkan capaian dan realisasi, serta kendala yang dihadapi perbankan penyalur KUR. Untuk realisasi hingga April, rata-rata dari plafon target dalam setahun di atas 24 persen. Dengan total debitur 5.069 dan total kredit terealisasi senilai Rp 152.702.700.000. Bank BPD Bali, misalnya, dari target 2019 Rp 61.445.000.000, pada April ini terealisasi Rp 15 miliar lebih atau 25 persen. Bank BRI dari target Rp 239.194.000.000, sudah terealisasi Rp 100 miliar lebih atau sekitar 41 persen. Dilihat berdasarkan sektor usaha, perdagangan besar dan eceran paling mendominasi dengan total terealisasi Rp 88.367.500.000 sebanyak 2.681 debitur. Disusul sek-
tor pertanian terealisasi Rp 23.692.700.000 dengan 893 debitur. Rata-rata tingkat NPL (kredit bermasalah) masih tergolong rendah. Namun, meskipun demikian ada kecenderungan pertumbuhan DPK/NPL, kemungkinan karena adanya kelambatan pertumbuhan ekonomi. Dalam monev tersebut juga terungkap salah satu kendala realisasi KUR, karena pengurusan izin melalui sistem OSS yang berdampak pada tertunda atau batalnya proses pencairan kredit oleh bank. Di samping juga adanya keengganan calon debitur membuat NPWP, padahal merupakan syarat wajib pinjaman Rp 50 juta ke atas. ‘’Segala permasalahan ini akan kita koordinasikan melalui rapat-rapat koordinasi tingkat provinsi,’’ terang Natalis. Selain itu, masing-masing OPD teknis didorong melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM binaannya, baik yang belum maupun sudah bisa mengakses KUR. OPD teknis juga diharapkan menunjuk satu admin khusus meng-input data UMKM ke SIKP (Sistem Informasi Kredit Program). Input yang dilakukan pemerintah daerah dan bank penyalur dalam SIKP ini penting untuk menjaga akuntabilitas penyaluran subsidi KUR agar benar-benar diterima UMKM yang berhak dan memenuhi kriteria. Tingkat keberhasilan KUR, menurut Natalis, dinilai dari indikator jumlah plafon KUR yang disalurkan, tingkat kredit/ pembiayaan bermasalah NPL (Non Performing Loan), jumlah debitur penerima KUR dan jumlah debitur yang berhasil mengalami peningkatan kapasitas usahanya. (kmb26)
lebih dari 50 meter. Akibatnya jalan terputus. Sementara dampak banjir di Loloan Barat di Lingkungan Kerobokan ada 7 KK yang menjadi korban dan di Lingkungan Terusan 17 KK. Di Kelurahan Loloan Timur terdapat 34 KK yang menjadi korban banjir. Kepala Lingkungan Loloan Timur Muztahidin mengatakan air bah datang tiba-tiba. Saat itu warga sedang asyik buka puasa. Seketika mereka menyelamatkan diri, sehingga tidak bisa menyelamatkan barangbarang dan ternak. ‘’Banyak ternak yang hanyut, demikian juga perabotan rumah tangga. Bahkan objek wisata Ambenan yang kami bangun dan belum di-launching juga hanyut,’’ jelasnya. Menurut Muztahidin, ada satu orang warganya yang terpatuk ular berbisa saat banjir terjadi. Kini dirawat di RSU Negara. Kuda milik Humaidi juga hanyut. ‘’Sejak 12 tahun terakhir banjir bandang kembali terjadi dan cukup parah,’’ tandasnya. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila mengatakan, begitu menerima informasi ada warga yang terjebak banjir pihaknya langsung melakukan evakuasi. Upaya penyedotan air berlumpur yang masih merendam rumah-rumah warga juga sudah dilakukan. Kapolsek Negara Kompol Ketut Maret mengharapkan agar warga berhati-hati dan waspada karena bencana bisa terjadi kapan saja. (kmb)
HANCUR - Rumah Jero Mangku dan dua KK yang hancur karena banjir yang terjadi di wilayah aliran Sungai (Tukad) Titis dan Ijogading.
BANJIR bandang yang terjadi di Sungai Pangkung Manggis selain menggenangi ratusan rumah, juga menggerus jalan penghubung antarkelurahan di Lingkungan Pangkung Manggis. Dari pengamatan Jumat (24/5) kemarin, jalan aspal yang berada di pinggir sungai itu hancur dan mengakibatkan jalan putus. Padahal jalan tersebut merupakan jalur penghubung Lingkungan Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung menuju Kelurahan Pendem. Akibat putusnya jalan akibat erosi sungai, jalan tidak bisa dilalui kendaraan khususnya roda empat. “Jalan ini biasa dilalui mobil maupun truk, sekarang tidak bisa lagi (karena putus). Motor masih bisa tapi harus hati-hati,” ujar Komang Ardi (27), salah seorang warga yang melintas.
Diperkirakan debit air dari hulu besar, sehingga yang terkumpul di dekat DAM Kebon, Lingkungan Pangkung Manggis itu meluap. Akibatnya, senderan yang melindungi jalan tak bisa menahan dan jebol berikut jalan beraspal tersebut. Dari pengamatan, jalan yang putus diperkirakan lebih dari 10 meter. Diperkirakan jalan jebol sudah sejak Kamis sore. Awalnya lubang jebol kecil, namun lantaran arus sungai terus menerjang, mengakibatkan jalan jebol hingga seperti saat ini. Dampak dari putusnya jalan ini membuat aktivitas warga terganggu. Kondisi ini juga langsung ditinjau pihak terkait. Mulai dari Kelurahan Baler Bale Agung, Camat Negara hingga BPBD Jembrana dan Polsek Kota Negara. Pihak BPBD juga telah mendata kerusakan
Jalan di Pangkung Manggis Jebol dampak dari banjir tersebut. Pascabencana banjir ini, digelar rapat koordinasi upaya penanggulangan bencana di ruang rapat Kantor BPBD kemarin. Rapat dihadiri Asisten II, Dandim 1617/Jembrana, Dinas Sosial, Dinas PU, BPBD Provinsi Bali, BPBD Jembrana, Camat Jembrana, Camat Negara, Lurah Loloan Timur, Lurah Loloan Barat, Lurah Pendem. Asisten II Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya usai rapat sore kemarin mengungkapkan, untuk penanganan darurat, selain penyaluran bantuan logistik bagi korban, pemerintah daerah juga akan memikirkan langkah dan upaya antisipasi luapan air di titik-titik rawan banjir itu. Sedangkan untuk akses jalan yang putus di Pangkung Manggis, Pemkab akan melakukan penanganan secara darurat. (kmb26)
JEBOL – Jalan di Pangkung Manggis yang jebol akibat bencana banjir pada Kamis sore lalu.
PELAKU - Petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk memeriksa pelaku yang diduga melakukan pencurian di Denpasar Selatan.
Mencuri di Denpasar Diamankan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Jumat (24/5) kemarin mengamankan pasangan suami-istri (pasutri) asal Situbondo, Jawa Timur. Id (39) dan Suh (47) diamankan petugas saat melakukan pemeriksaan di Pos I Pelabuhan Gilimanuk. Pasutri yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol P 2684 EW itu rencananya hendak menyeberang ke Ketapang, Banyuwangi. Namun berdasarkan koordinasi petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dengan Polsek Denpasar Selatan, diketahui pasutri tersebut menjadi target kasus pencurian handphone. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa, Jumat (25/5) kemarin membenarkan adanya penangkapan pasutri yang diduga terkait kasus pencurian di wilayah Denpasar itu. Dugaan pelaku mengarah ke laki-laki, sementara yang perempuan masih berstatus sebagai saksi. “Ya kita amankan keduanya,
kami masih melakukan pemeriksaan,” terangnya, siang kemarin. Menurut Kapolsek, diduga salah satu yang diamankan ini terlibat kasus di Jalan By-pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Id diketahui melakukan pencurian enam buah handphone serta satu tas hitam yang berisi dompet serta ATM. Kasus ini dilaporkan oleh korban Wahyu (23), warga Banjar Pesanggaran, Denpasar Selatan. Dari hasil koordinasi antar-Polsek itulah akhirnya petugas mencegah pelaku saat hendak menyeberang Jumat siang sekitar pukul 13.30 Wita. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bawaan berupa enam handphone berbagai merek dan tas kulit. Lebih lanjut Kompol Subawa menjelaskan, dari pemeriksaan awal tersangka Id mengakui enam handphone dan tas itu hasil curian yang dilakukan bersama rekannya berinisial D. (kmb26)
Saat Arus Mudik
Operasional Kendaraan Barang Dibatasi
SALURKAN KUR – Salah satu bank penyalur KUR (BPD Bali) di Jembrana menyalurkan KUR sektor pertanian, khususnya pada petani kakao belum lama ini. Dari hasil monev, rata-rata penyaluran di atas 24 persen.
Negara (Bali Post) Menjelang arus mudik Lebaran, operasional kendaraan barang akan dibatasi terutama di jalur mudik. Pembatasan operasional ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 37 Tahun 2019 tentang pengaturan lalu lintas pada masa angkutan Lebaran tahun 2019. Pembatasan diberlakukan mulai 30 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019 Koordinator UPPKB Cekik (Jembatan Timbang) Gilimanuk Ketut Iriana Wastika mengatakan pembatasan operasional ini
akan diterapkan untuk mobil barang. Dalam Permenhub itu, jalan Denpasar-Gilimanuk merupakan salah satu ruas jalan yang akan diterapkan aturan tersebut. Pembatasan ini dilakukan guna kelancaran arus mudik Lebaran. Tetapi, menurutnya, tidak semua kendaraan barang yang dilarang. Pengecualian dilakukan pada mobil barang pengangkut bahan bakar minyak dan BBG, air minum dan sembako serta barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor. ‘’Pembatasan pada mobil barang
dengan sumbu tiga atau lebih. Dengan barang yang diangkut bahan galian, bahan tambang serta bahan bangunan,’’ ujarnya. Selain pembatasan kendaraan barang, operasional jembatan timbang juga ditutup sementara. Untuk pembatasan operasional rencananya diberlakukan mulai 30 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019. Sementara pada arus balik Lebaran, pembatasan berlangsung dari 8 Juni 2019 sampai dengan 10 Juni 2019. Untuk Jembatan Timbang, menurutnya, mulai tutup pada 29 Juni 2019. (kmb26)
Bali Post/dok
KENDARAAN BARANG - Kendaraan barang yang biasa melintas di jalur Denpasar-Gilimanuk pada arus mudik dan arus balik ini operasionalnya akan dibatasi.
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
KARANGASEM
11
Terkendala Minimnya Jumlah Siswa
Filial SD 6 Bunutan Susah Terwujud Amlapura (Bali Post) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) sebelumnya sempat mencanangkan membuat filial (kelas jauh) untuk SDN 6 Bunutan. Rencananya dibangun di Dusun Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Hanya, sampai saat ini, rencana itu tidak kunjung terwujud. Penyebabnya terkendala terbatasnya jumlah siswa. Karena siswanya minim, hal itu membuat filial itu masih belum direalisasikan. Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, Jumat (24/5) kemarin mengungkapkan, sebelumnya memang pihaknya berencana membuat filial SDN 6 Bunutan. Rencana pembuatan filial itu diyakini mempermudah siswa yang sekolah relatif menurun dan naik perbukitan. Hanya, pembuatan filial itu sulit terwujud. Alasannya, terkendala minimnya jumlah siswa.
“Untuk merealisasikan filial itu idealnya ada 5-10 orang dalam satu kelasnya. Itu pun tidak hanya ada satu kelas. Hal itu penting, dalam kaitan mempermudah menugaskan guru mengajar di filial itu,’’ ujar Ngurah Kartika memberi alasan. Sejauh ini, tenaga pengajar tidak jadi masalah. Tenaga pengajarnya tinggal ditugaskan saja. Namun, yang jadi kendala adalah jumlah siswanya. Setelah dikaji su-
sah diwujudkan. Pasalnya, jumlah siswa minim. Dari 19 siswa yang ada hanya dua kelas yakni kelas VI, kelas V Malah sudah ada yang lulus tahun ini,” katanya. Karena filial itu belum dibangun, maka sudah tentu masih ada sejumlah siswa SDN 6 Bunutan yang menempuh perjalanan ke sekolah jaraknya relatif jauh. Siswa memang harus naik dan turun perbukitan. Sebab belum ada solusi lainnya
kepada generasi penerus bangsa itu. “Kalau nanti ternyata ada sekolah lebih dekat, ya mereka agar sekolah di sana saja,’’ katanya. Kepala SDN 6 Bunutan I Wayan Dayuh Suyasa mengatakan, selama ini memang ada sejumlah siswa yang menginap di rumah kerabatnya saat mengikuti UN. Itu harus dilakukan agar mereka tidak terlambat. Karena jarak tempuh dari rumah Marianta menuju sekolah sekitar 3 jam. Apalagi mereka harus jalan kaki melewati perbukitan. “Sampai saat ini belum ada filial di sana. Jika memang direncanakan, semoga nantinya bisa terwujud,” jelasnya. (kmb41)
I Gusti Ngurah Kartika
Bali Post/kmb41
Cegah Penularan DBD ’’Fogging’’ Digelar di Padangbai Amlapura (Bali Post) Guna mencegah penyebaran virus demam berdarah dengue saat pelaksanaan bulan puasa di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Petugas Kesehatan Pelabuhan Padangbai Kelas I Denpasar Wilayah Kerja Padangbai melakukan fogging di areal pelabuhan. Koordinator, Kantor Kesehatan Pelabuhan Padangbai Kelas I Denpasar Wilayah Padangbai I Putu Suardiana, Jumat (24/5) kemarin mengungkapkan, fogging dilakukan di sejumlah titik di areal pelabuhan yang diduga menjadi tempat sarang nyamuk berkembang biak. Tempat yang di-fogging itu berupa selokan, parkir kantor serta di seputaran areal kantor. “Selain fogging, kita juga melakukan larvasidasi untuk membunuh jentik nyamuk yang ada di kubangan air yang ke-
mungkinan menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Dengan fogging dan larvasidasi ini, kita harap tidak ada lagi nyamuk yang dapat berkembang biak,” ujarnya. Tujuan fogging itu, kata Suardina, untuk mengamankan wilayah kerja Padangbai agar arus mudik Lebaran berjalan lancar. Semua penumpang yang sempat singgah di pelabuhan itu, tidak tertular penyakit DBD. Dengan fogging ini, nyamuk dewasa bisa terbunuh. Kadis Kesehatan I Gusti Putra Pertama menjelaskan, jika hingga bulan Mei, tercatat ada tiga orang positif terkena DBD. Ketiganya sudah mendapat perawatan di rumah sakit. “Kita juga akan lakukan fogging secara berkala setiap minggu. Fogging akan difokuskan di areal Padangbai,” jelas Pertama. (kmb41)
Bali Post/kmb41
STUDI BANDING KEHUMASAN - Pemkab Karangasem saat melakukan studi banding kehumasan ke Pemkab Blitar, Jawa Timur.
Studi Banding ke Pemkab Blitar
Bagaimana Kelola Kehumasan dengan Media Pemkab Karangasem sebelumnya melakukan studi banding ke Pemkab Malang. Kemudian dilanjutkan agenda studi banding ke Pemkab Blitar, Jawa Timur terkait pengelolaan kehumasan yang efektif dengan media, Jumat (24/5) kemarin. Rombongan Pemkab Karangasem yang dipimpin Asisten III Setda Karangasem I Wayan Purna diterima Asisten III Setda Pemkab Blitar Mahadin. Ikut mendampingi Kepala Diskominfo Eko Susanto dan Kasubag Humas Ahmad Cholik. Bagaimanakah harapan dari studi banding ke Pemkab Blitar itu? ASISTEN III Setda Karangasem I Wayan Purna mengatakan, tujuan pelaksanaan studi banding ke Pemkab Blitar ini adalah untuk meningkatkan kerja sama dengan media dalam mengoptimalkan proses pembangunan di Karangasem. Andil pemberitaan pers dipercaya sangat penting dalam proses
pembangunan khususnya di Karangasem. Karena itu, pihaknya ingin sharing bagaimana pengeloalaan kehumasan yang efektif ketika menjalin kerja sama dengan media. ‘’Kita ingin mengetahui bagaimana sistem pengelolaan kehumasan Pemkab Blitar dengan media dan
insan pers yang mendukung pembangunan di Blitar ini. Kita berharap dengan dilakukan studi banding ini nantinya bisa mendapatkan sesuatu yang kelak bisa diterapkan secara efektif di Karangasem,’’ ujarnya. Asisten III Setda Pemkab Blitar Mahadin menjelaskan dalam pengelolaan sistem kehumasan terkait kerja sama dengan media dan insan pers di Pemkab Blitar itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Kominfo. Sedangkan Humas dan Protokol difokuskan mengawal kegiatan bupati dan wakil bupati saja. ‘’Kita punya tim kreatif di Kominfo terkait pengembangan kerja sama dengan media itu,’’ ujarnya. Kepala Diskominfo Eko Susanto mengungkapkan, jika anggaran untuk kerja sama dengan media di Pem-
kab Blitar itu dialokasikan sebesar Rp 3,5 miliar. Anggaran itu bukan saja diperuntukkan menjalin kera sama dengan media cetak termasuk juga media online dan televisi. Di samping itu pihaknya juga menjalin kerja sama dengan media nasional. Namun dengan media nasional, khusus promosi dalam skala lebih besar,’’ tegasnya.
Terkait sistem kerja sama dengan media nasional itu, caranya dengan mengundang wartawannya. Jadi, semua biaya mulai hotel, makan, uang saku, oleh-oleh itu semua ditanggung Pemkab. ‘’Sebab, setelah kita hitunghitung kerja sama dengan medianya nilainya sangat besar. Kisaran budgetnya sekitar Rp 150 juta,’’ ujarnya. (nan)
Bali Post/kmb41
FOGGING - Petugas Kesehatan Pelabuhan Padangbai Kelas I Wilayah Kerja Padangbai saat melakukan fogging di areal pelabuhan.
KLUNGKUNG
12
Kasus Rabies Marak, Bupati Minta Perkuat Edukasi
Semarapura (Bali Post) Maraknya kasus gigitan anjing liar positif rabies menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Sebab, banyak anjing liar belum tervaksin, membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (24/5) kemarin, meminta OPD terkait dan lembaga terkait lainnya memperkuat edukasi kepada masyarakat. ‘’Jangan seperti pemadam kebakaran, baru ramai-ramai turun ketika ada kasus. Jangan pula saling menyalahkan. Mari perkuat edukasi kepada masyarakat,’’ kata Bupati Suwirta. Menurutnya, pemetaan dari Dinas Pertanian, khususnya Bidang Kesehatan Hewan dan Dinas Kesehatan, mengenai daerah rawan penyebaran rabies harus jelas. Demikian juga langkah penanganannya dengan melibatkan masyarakat. Lakukan upaya edukasi, ada ataupun tidak kasus gigitan anjing liar rabies, sehingga masyarakat siap ketika benar-benar menghadapinya. Agar kasus gigitan anjing liar itu tidak disepelekan hingga pada akhirnya merenggut korban jiwa. Sebagai upaya preventif,
maksimalkan tindakan eliminasi anjing liar. Sebab, anjing tak bertuan jelas membahayakan bagi orang lain, karena tidak ada yang merawat dan pemberian vaksinasinya. Sementara anjing peliharaan agar divaksinasi secara rutin setiap tahun sekali. Agar tidak justru membahayakan diri sendiri di dalam rumah dan orang lain. ‘’Gerakan eliminasi anjing liar ini jangan sampai reda. Jangan menunggu jatuhnya korban jiwa lagi,’ tegasnya. Kasus gigitan anjing dalam sepekan terakhir memang cukup tinggi di Klungkung. Setelah di Desa Paksebali dan Desa Akah, kali ini kasus serupa terjadi di Desa Dawan Kelod, Kecamatan Dawan. Tiga warga setempat menjadi korban amukan satu anjing rabies
yang sama, sehingga segera mendapat penanganan serius dari petugas Bidang Kesehatan Hewan. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Anak Agung Raka Arnawa, Kamis (23/5), mengatakan kasus gigitan anjing liar di sana terjadi pada hari berbeda. Pertama pada 13 Mei lalu, pada korban Komang Budiarta, kedua 21 Mei pada warga Ni Komang Sadiawati, dan ketiga pada 22 Mei lalu terhadap korban Komang Nova Sutiasa. ‘’Setelah kami telusuri ke bawah, mereka digigit satu anjing yang sama. Itu positif anjing liar rabies,’’ kata Arnawa. Sementara di Desa Akah warga yang digigit anjing liar positif rabies, Selasa (21/5) lalu, antara lain I Nen-
PEMERINTAH Kabupaten Klungkung berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Bali untuk keempat kalinya. Predikat ini diraih secara berturut-turut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, predikat ini diraih tidak terlepas dari kerja keras tim seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang dikoordinir oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung. Predikat ini merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan transparansi pengelolaan keuangan untuk menyejahterakan masyarakat. ‘’Ini merupakan hasil kerja tim seluruh OPD yang dikoordinir oleh Sekda. Tentu juga ini perjalanan panjang yang berproses selama satu tahun,’’ ujar Bupati Suwirta usai menerima LHP atas LKPD dari Kepala Perwakilan BPK
RI Provinsi Bali Sri Haryoso Suliyanto, di Denpasar, Jumat (24/5) kemarin. Beberapa catatan yang diberikan oleh BPK tentu akan segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Menurut Bupati, beberapa koreksi dan pembinaan tersebut akan dijadikan pembelajaran untuk perbaikan pada tahuntahun berikutnya. ‘’Beberapa catatan yang diberikan akan segera kita selesaikan dan dijadikan pelajaran untuk perbaikan pada tahun-tahun berikutnya,’’ jelas Bupati Suwirta.
gah Sirka, Ketut Arka, dan Dewa Putu Alin Indrawan. Ketiganya juga digigit anjing liar positif rabies yang sama. Sementara di Desa Paksebali, satu korban gigitan anjing rabies A.A. Gede Rai Karyawan meninggal dunia, Minggu (19/5) malam. Rai tergigit anjing liar pada tangannya. Dia sempat dilarikan ke RSUD Klungkung, namun gejala rabies pada korban sudah parah. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni menyampaikan saat ini persediaan VAR masih mencukupi. Total masih tersedia sekitar 200 vial, dari sebelumnya total jumlah VAR dari provinsi sekitar 2.000 vial. Sementara pengadaan tahun ini dari kabupaten mencapai 1.700 vial yang masih dalam proses di ULP. ‘’Kalau ada kasus gigitan mohon segara informasikan kepada kami, agar bisa ditangani secepatnya. Jangan sampai lambat penanganan,’’ tegas Suapatni. (kmb31)
Klungkung Berhasil Pertahankan WTP dari BPK-RI
LHP - Bupati Suwirta (kanan) bersama Nengah Mudiana (kiri) usai menerima LHP LKPD di Gedung BPK Denpasar.
Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali Sri Haryoso Suliyanto menjelaskan, LKPD tahun anggaran 2018 disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah daerah berbasis akrual. Jumlah laporan keuangan terdiri atas tujuh laporan yaitu Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diserahkannya kepada Pemerintah Kabupaten/Kota terdiri dari tiga laporan, yakni Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018, Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern, dan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan. ‘’BPK sesuai visi dan misinya senantiasa untuk turut serta dalam peningkatan tata kelola keuangan yang baik melalui pemeriksaan keuangan,’’ ujar Kepala Perwakilan BPK Bali Sri Haryoso Suliyanto. Acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Gedung BPK tersebut dihadiri Bupati/Wali Kota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/ Kota se-Bali, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Klungkung I Nengah Mudiana, Sekda dan instansi terkait lainnya. (ad920)
Bulan Pendidikan Diisi Gerak Jalan
Semarapura (Bali Post) Bulan Pendidikan 2019 diisi dengan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Gebyar pendidikan diisi dengan gerak jalan santai ceria oleh ratusan siswa Taman Kanakkanak Kabupaten Klungkung. Ini menjadi rangkaian terakhir dari kegiatan Gebyar PAUD yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Peserta gerak jalan santai dilepas di depan Puri Agung Klungkung, Jumat (24/5) kemarin. Anak-anak PAUD ini nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung
Dewa Gede Darmawan menyampaikan gerak jalan santai menjadi rangkaian terakhir dari kegiatan Gebyar PAUD yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan tahun 2019. Gebyar PAUD melibatkan anak-anak TK se-Kabupaten Klungkung, kecuali Nusa Penida. Karena Kecamatan Nusa Penida sudah melaksanakan lebih dulu di Nusa Penida. Ia menambahkan, dalam rangka kegiatan tersebut berbagai acara telah dilaksanakan, seperti lomba yel-yel bagi tenaga pendidik PAUD, lomba kreativitas anak-anak TK seperti lomba bermain, bernyanyi, menari dan lomba
lainnya terkait seni budaya untuk anak-anak TK. ‘’Dalam kegiatan ini, kami adakan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak TK. Kami ingin membangun kreativitas mereka sejak dini, dengan kegiatan-kegiatan yang positif membangun mental anakanak,’’ sebutnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan, gebyar PAUD merupakan langkah pemerintah daerah dalam memberikan ruang gerak bagi anak-anak TK untuk berkreativitas. Sehingga mereka bisa berinteraksi dan bergaul dengan anak-anak dari sekolah lainnya. Gebyar PAUD bukan
sekadar mencari juara, tetapi lebih mengedepankan kembali dunia anak-anak dengan memberi mereka kesempatan untuk bermain, bercanda dan bergembira. ‘’Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberi ruang gerak untuk mereka berkreativitas,’’ ujar Bupati Suwirta didampingi Bunda PAUD Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta usai melepas kegiatan gerak jalan. Ke depan, Bupati berharap kegiatan seperti ini tidak sekadar seremonial tetapi bisa lebih ditingkatkan dalam pementasan kreativitas seni dan budaya bagi anak-anak itu sendiri. (kmb31)
PAUD - Anak-anak PAUD saat atraksi gerak jalan santai di depan Puri Agung Klungkung.
Bali Post/kmb31
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Keluar dari Gerindra, PDI-P Bantah Ingin Bajak Suwirta Semarapura (Bali Post) Keputusan mengejutkan Nyoman Suwirt a keluar dari kepengurusan Partai Gerindra Klungkung, menimbulkan berbagai sentimen negatif terhadap partai lain. Sejumlah oknum elite Gerindra sempat memprediksi Suwirta akan berlabuh ke PDI-P usai hengkang dari Gerindra. Akan tetapi, elite PDI-P Klungkung tegas membantah tudingan tersebut. Ketua DPC PDI-P Klungkung A.A. Gde Anom, Jumat (24/5) kemarin, mengatakan keputusan Suwirta keluar dari Gerindra tidak ada sangkut-pautnya dengan PDI-P. Itu murni sikap pribadi dia karena ingin fokus menjadi Bupati Klungkung. Menjelang Suwirta mengambil keputusannya itu tidak ada kontak apa pun dari elite PDI-P Provinsi Bali maupun dengan dirinya di DPC PDI-P Klungkung kepada Suwirta. ‘’Jadi, ketika ada tudingan PDI-P dianggap akan membajak Suwirta oleh oknum elite Gerindra, menurut saya itu terlalu berlebihan, karena PDI-P tidak pernah melakukan manuver apa pun terhadap sikap Suwirta itu,’’ katanya. Disinggung mengenai pertemuan Joko Widodo dengan Bupati/Wali Kota dari Bali, saat Joko Widodo unggul sementara dalam pilpres, salah satunya Nyoman Suwirta sebagai Bupati Klungkung, itu tidak bisa kemudian disimpulkan kalau Suwirta akan bergabung dengan PDI-P. Sebab, kalau undangan Presiden, tentu konteksnya berbeda, berkaitan dengan urusan pemerintahan pusat dan daerah. Ketika konteks pertemuannya antara Presiden
dengan bupati, tentu itu wajar-wajar saja dan terlalu lebai jika dianggap sebagai sikap pengkhianatan. Seharusnya elite Gerindra bisa bijak melihat persoalan demi persoalan. Mana persoalan tanggung jawab sebagai bagian dari pemerintahan dan mana urusan politik. Bahkan, Anom meminta elite Gerindra yang berbicara bahwa PDI-P akan membajak Suwirta, berani menunjukkan diri sebagai politisi yang bertanggung jawab dengan statemennya di media massa. ‘’Kalau kami ingin membajak kader partai lain, bukan sekarang kami lakukan. Semestinya itu kami lakukan sebelum pileg,’’ tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ketika mengumumkan pengunduran dirinya dari Gerindra juga menyampaikan sikapnya itu merupakan keputusan pribadinya. Tidak ada intervensi dari pihak mana pun, baik dari kerabat, keluarga, bahkan elite politik maupun penguasa. Bupati Suwirta mengaku keluar dari Gerindra, karena menurutnya, para elite Gerindra sendiri yang memberikan jalan baginya untuk keluar. Karena dengan hujatan, tudingan pengkhiatan dan anggapan tidak
berbuat banyak untuk partai, membuat Bupati Suwirta harus tahu diri. Sebab, dirinya merasa sudah tidak dibutuhkan lagi di internal Gerindra. ‘’Saya memutuskan ini tanpa tekanan siapa pun. Ini sikap pribadi saya. Merekalah yang menghendaki saya keluar dari Gerindra,’’ tegas Suwirta. Usai keluar dari keanggotaan Partai Gerindra, Bupati Suwirta juga menegaskan pihaknya tidak akan bergabung dengan partai politik mana pun. Sebagai bupati tanpa dukungan partai politik mana pun, Bupati Suwirta juga mengaku siap dengan segala risiko. Seperti risiko akan dipersulit dalam proses legislasi di lembaga dewan. (kmb31)
Bali Post/kmb31
’’Jadi, ketika ada tudingan PDI-P dianggap akan membajak Suwirta oleh oknum elite Gerindra, menurut saya itu terlalu berlebihan, karena PDI-P tidak pernah melakukan manuver apa pun terhadap sikap Suwirta itu.’’ Ketua DPC PDI-P Klungkung A.A. Gde Anom
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cari sopir menguasai Bali Gaji besar,SIM A & Tenaga serabutan wanita/laki, Kuta, 082144877778 B.BP.001.05.19.0000737
Dcr 5 orang Pramuniaga min.SMA /SMK P/W Hub.08175777171
Cr Sgr personal asistant fasih Ingg & compt, tau sdkt tntng konstruksi Hub.089687739888 B.BP.004.05.19.0000860
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA)
B.BP.001.05.19.0000521
B.BP.001.05.19.0000915
Dbth 1 QS merangkap pengawas & 1 Senior Arsitek, PMA, CV : rumahkayu888@gmail.com
B.BP.004.05.19.0000908
Dbth tng Srbtan lk SLTA bujang UMR di Btbulan WA 08558855807
B.BP.001.05.19.0000852
Dcr Adm wnt,jjr,min D1,bs Word & Excel.Lam ke PT.Nadia Auto Graha, Jl.Gatsu Timur 777 Dps
B.BP.001.05.19.0000896
Dcr PRT Tdr Dlm Gj1,5Jt.Hub:Jl Tkd.Ciliwung No.6/081236341510
B.BP.001.05.19.0000903
Dcr krywn Serabutan u/ garment max.35th.CV Divine Diva Jl.Laksamana 1A Oberoi. 085338223233
B.BP.001.05.19.0000916
Dicari SPG Kopi Luwak untuk di bandara Hub:085100619419 B.BP.001.05.19.0000869
Dicari Segera Cook (Wanita) & Helper (Pria) Hub.0818357654 B.BP.001.05.19.0000895
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
Dicari Waitress cantik umurnya 22/35 untuk kerja kantor business services. Jl.Sunset.Boss campur org bule /Bali. Tamu bule banyak. Gaji bagus Hub:0818850098
Urgent Karyawan Toko!Punya Kendaraan sendiri.Tlp.08113999738 domisili Gianyar Ubud
Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk, Krgsem.Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps
Jip X5’02,Hitam AWD,DK,orsinil 0818198969 / Legian (125Jt)
B.BP.004.05.19.0000790
B.BP.001.05.19.0000142
PT Bamboo Pure/Ibuku Mencari Drafter yg memilikiPengetahuan dan keahlian dibidang AutoCad. PleaseSendCVtohrd@ptbamboopu re.com wajib krm CVdanPorfolio B.BP.031.05.19.0000912
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.004.05.19.0000863
DIJUAL MOBIL BMW
B.BP.001.05.19.0000835
DAIHATSU
Dijual Daihatsu Xenia Sporty 2014, Tangan Pertama, Kondisi Sangat Terawat, Harga bisa Nego Hub:087761758744
B.BP.004.05.19.0000906
TOYOTA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
NISSAN
DIJUAL GUDANG
Mobil Xtrail Tahun 2011,Matic Hrg 150Jt Nego.Hp:081338600413
Jual Gudang+Ktr di Cargo,Dps. LT:16,24 are, L.Lt.: ±20 are. Lgsg Pakai. Hrg Rp.1,2M/are, nego tps. Hub:0821 8282 8300
B.BP.001.05.19.0000855
DIJUAL MOTOR
B.BP.004.05.19.0000910
HONDA
Dijual Honda Vario 150 Silver (04-2019) Hub.081999631184
B.BP.001.05.19.0000900
B.BP.004.05.19.0000907
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUMAH
Djl Rmh Type 75/45 Harga 190Jt Mengwi-BadungHub.082145612209
B.BP.001.05.19.0000909
Corola Altis G’02,Hitam,DK,mls Manual 0818198969 -Legian/63Jt
PROPERTY
Nav1 V”13,Hitam,DK Tg.1,KM.50K 0818198969 / Legian (185Jt)
26,5 Are Bs Sebagian,Jl.Demayu Singakerta Ubud H.081236877147
B.BP.001.05.19.0000834
B.BP.001.05.19.0000833
RUPA-RUPA Gesek tunai & pelunasan gadai BPKB Keboiwa Slt 087850475008
Telah Hilang BPKB No.C4506656O, Nopol:DK9523FC atas nama I Made Juliartawan H:08123879705 B.BP.166.05.19.0000917
KURSUS
DIJUAL TANAH
Privat Bahasa Inggris,Khusus untuk Karyawan Hotel,Restoran Dan Vila. Hub.0813 3968 3640 B.BP.001.05.19.0000704
B.BP.001.05.19.0000901
SUZUKI TOP MOTOR PROMO SUZUKI Dapatkan Hadiah Menarik Tanpa Diundi
DP 3 Jtan
DP 20 Jtan
- Dp Ringan - Bunga & Cicilan Murah - Proses Cepat - Bisa Tukar Tambah segala merk
Suzuki Semarak Tahun Baru Imlek
081916298738 082237896644 C.0000780-MBL-1
BIRO JASA
SERVICE
BANGLI
14
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Kurangi Pencemaran Danau Batur
Budi Daya Perikanan Diarahkan dengan Sistem ’’Bioflok’’ Bangli (Bali Post) –
Bali Post/kmb40
FISIK - Nengah Darsana menunjukkan keunggulan fisik anjing Kintamani.
Budi daya perikanan di kawasan Danau Batur ke depan akan diarahkan pada pengembangan perikanan darat dengan sistem bioflok. Ini dilakukan untuk menjaga kelestarian dan mengurangi masalah pencemaran yang terjadi di Danau Batur. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengungkapkan hal itu di sela-sela restoking ratusan ribu benih ikan di Dermaga Kedisan, Kintamani, Jumat (24/5) kemarin. Dijelaskan Sukartana, program biobflok akan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI. Menurutnya, bioflok jauh lebih efektif dan efisien karena hanya menggunakan sarana ulatan besi yang dibentuk seperti septic tank, yang diisi dengan plastik. Dalam bioflok ini, sirkulasi udara dalam air nantinya bisa diatur sedemikian rupa, sehingga sangat efektif untuk budi daya perikanan darat. ‘’Ke depan di Bangli kita akan arahkan budi daya ikan melalui program bioflok. Jika ini berhasil dilaksanakan, kita yakin pemanfaatan Danau Batur sebagai tempat keramba jaring apung (KJA) bisa teratasi,’’ kata Sukartana. Dikatakan juga bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan kajian bekerja sama dengan Fakultas Perikanan Universitas Udayana (Unud) terkait dengan tata letak dan zonasi serta pengembangan KJA yang ramah lingkungan. KJA ramah lingkungan, jelasnya, akan didesain seindah mungkin, dengan penempatan tanaman di sekeliling KJA, serta dilengkapi dengan jaring ganda. Sehingga bisa menampung sisa pakan dan kotoran ikan agar tidak langsung jatuh ke danau. Ia menargetkan, KJA ramah lingkungan ini akan mulai di-launching tahun 2020 mendatang. ‘’KJA akan dimodifikasi seindah mungkin. Ada tanaman di atas KJA sehingga bisa mempercantik pemandangan Danau Batur dan jaring ganda yang berfungsi sebagai penyangga
Pascadiakui sebagai Anjing Ras Dunia
Anjing Kintamani Makin Laris
kotoran dan sisa pakan ikan. Kita yakin dengan konsep KJA yang ramah lingkungan dan tata letak zonasi, pencemaran Danau Batur akibat aktivitas KJA bisa diminimalisir,’’ terangnya. Sementara itu, mengenai kegiatan restoking yang dilaksanakan kemarin, Sukartana menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengembalikan ekosistem Danau Batur, khususnya populasi ikan akibat eksploitasi yang berlebihan. Di samping juga dampak dari siklus fenomena semburan belerang yang rutin terjadi setiap tahun. Restocking 230 ribu benih ikan jenis nila ini merupakan penebaran kedua yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019 dengan total benih yang disebar mencapai 233 ribu ekor. ‘’Sebelumnya, kita juga melakukan penebaran 3.000 benih ikan dengan jenis yang sama di Tukad Sangsang, dengan menggandeng Himpunan Kristiani di Kabupaten Bangli,’’ ujarnya. Benih ikan yang ditebar kemarin, katanya, merupakan hasil produksi benih Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPDT) Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut, milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli. Induk yang dikembangkan adalah jenis nila nirmala yang didatangkan dari Sukabumi. (kmb40) IKAN - Kegiatan restoking benih ikan yang dilaksanakan di Dermaga Kedisan, Kintamani, Jumat (24/5) kemarin.
Bali Post/kmb40
Bangli (Bali Post) – Anjing Kintamani diakui sebagai anjing ras dunia oleh Federation Cynologique International (FCI) membawa dampak positif terhadap penjualan anakan anjing Kintamani. Hal itu dirasakan Nengah Darsana, salah seorang peternak anjing Kintamani. Ditemui di Desa Pengotan, Jumat (24/6) kemarin, ia mengungkapkan sejak diakui sebagai anjing ras dunia, peminat anjing Kintamani mulai meningkat. Jika sebelumnya, permintaan terhadap anakan anjing kintamani hanya 2-3 ekor dalam sebulan, kini pasca-adanya pengakuan FCI, permintaan anjing Kintamani bisa mencapai 5-10 ekor per bulannya. “Yang beli ada orang lokal, dari luar. Yang banyak beli bule-bule yang tinggal di wilayah Kuta, Seminyak untuk dijadikan hewan peliharaan,” ungkapnya. Harga satu ekor anakan anjing Kintamani bervariasi. Tergantung kualitas. Jika kualitasnya bagus dan sesuai dengan standardisasi anjing Kintamani, Darsana mengaku bisa menjualnya antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Sementara yang kualitasnya kurang memenuhi standar, harganya berkisar Rp 1 jutaan per ekor. Anakan anjing yang biasanya dijual berumur antara 2,5 bulan hingga 6 bulan. Darsana mengungkapkan, untuk bisa mendapat pengakuan FCI, anjing Kintamani Bali harus melalui proses dan perjuangan yang berat. Berkat perjuangan pemerintah dan pencinta anjing Kintamani, anjing yang memiliki habitat asli di Desa Sukawana, Kintamani ini akhirnya mendapat
legalitas sebagai anjing dunia. Sebagai masyarakat Bangli, Darsana tentu mengaku sangat bangga dengan hal ini. “Ini kebanggan kita, karena memang anjing Kintamani adalah satusatunya anjing khas lokal yang diakui dunia,” ujarnya. Namun, pria yang merupakan anggota DPRD Bangli ini cukup menyayangkan masih banyaknya masyarakat lokal yang belum memahami apa itu anjing Kintamani. Masih banyak mindset masyarakat yang menganggap bahwa semua anjing yang berasal dari Kintamani adalah anjing Kintamani. “Padahal anjing Kintamani itu adalah brand, merek, atau ras salah satu anjing yang diakui dunia dengan ciri-ciri standardisasi yang sudah ada dari perkinologian Indonesia,” terangnya. Dengan adanya pengakuan dunia ini, pihaknya berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memahami tentang anjing Kintamani sehingga bisa membedakan mana yang sesuai kualitas dan sesuai standardisasi dengan anjing Bali lainnya yang selama ini diistilahkan dengan Balinese Dog Stret. “Jadi, dampak dari adanya pengakuan anjing Kintamani sebagai ras dunia ini sangat besar. Banyak orang luar yang ingin memelihara anjing Kintamani. Namun sampai sekarang ini karena kasus rabies yang menyebabkan daerah kita masuk zona merah, ini yang membuat kita sebagai peternak mengalami keterbatasan dalam menjual anjing ke luar pulau. Padahal di satu sisi, anjing Kintamani yang kita jual sudah terjamin kesehatannya,” katanya. (kmb40)
Diberi Beras, Ketut Bulat Menangis
Bali Post/kmb40
BANTUAN - Ketut Bulat saat menerima bantuan beras dan sembako, Jumat (24/5) kemarin.
TANGIS Ketut Bulat dan keluarganya seketika pecah saat menerima dua karung beras dan bingkisan sembako dari Dinas Sosial Provinsi Bali. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Kedatangan pihak Dinas Sosial Provinsi Bali menemui Ketut Bulat di Banjar Penaga, Desa Yangapi, Jumat (24/5) kemarin, juga untuk memastikan bantuan rumah yang rencananya diberikan oleh relawan. Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung Kadisos Bali Dewa Mahendra Putra ke Banjar Penaga didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta dan Kadus Penaga. Di lokasi tersebut, Mahendra Putra meninjau langsung kondisi rumah terpal yang dihuni Ketut Bulat bersama keluarga dan dua saudaranya. Dalam kunjungannya itu, Mahendra
Program Transmigrasi Sepi Peminat Bangli (Bali Post) – Warga Bangli tampaknya kurang berminat mengikuti program transmigrasi tahun ini. Sejak kuota transmigrasi dibuka, hingga saat ini belum ada satu pun kepala keluarga (KK) yang mendaftarkan diri untuk ikut program pemerintah tersebut. Kondisi tempat tujuan transmigrasi yang kering dan berbatu, nampaknya menjadi salah satu penyebab minimnya minat warga Bangli menjadi transmigran. Plt. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Cok Gede Agung Panji, Jumat (24/5) kemarin, mengungkapkan sesuai hasil rapat yang diikutinya belum lama ini, pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi Bali mendapat jatah/kuota untuk memberangkatkan transmigran 10 KK. Lokasi atau tempat tujuan transmigrasi yang diberikan untuk warga Bali yakni di UPT Kota Kwaw, Kawasan Malolo, Kabupaten Sumba Timur. Terkait adanya kuota transmigrasi tersebut, pihaknya di
Bali Post/kmb40
Cok Gede Agung Panji
Kabupaten Bangli mengaku sudah menginformasikan dan menyosialisasikan ke masyarakat terutama di beberapa desa yang menjadi kantong transmigran seperti Peninjoan Kecamatan Tembuku dan Awan Kecamatan Kintamani. Namun sejauh ini, belum ada satu pun KK di Bangli yang berminat dan mendaftarkan diri untuk ikut transmigrasi. ‘’Termasuk kabupaten lain katanya juga belum ada yang mendaftar,’’ ungkapnya. Rencananya pada Juni mendatang akan dilaksanakan rapat di provinsi untuk membahas program transmigrasi ini. Apakah program ini akan
diambil atau tidak oleh kabupaten/kota. Jika tidak maka kuota yang diberikan pusat nantinya akan dikembalikan. ‘’Batas waktunya sampai September. Kalau kabupaten/kota tidak ambil kuotanya mau dikembalikan oleh provinsi. Hasil rapat kemarin, Bangli belum punya calon, termasuk beberapa kabupaten lainnya. Yang baru punya Buleleng dan Gianyar tapi itu pun masih ragu-ragu,’’ jelasnya. Menurut Cok Panji, hal yang menjadi penyebab minimnya minat warga Bangli ikut transmigrasi salah satunya karena lokasi tujuan yang kurang cocok. Sebagaimana hasil peninjauannya ke lokasi belum lama ini, lokasi tujuan transmigrasi di UPT Kota Kwaw wilayahnya kering dan berbatu kapur. Suhu di sana juga panas. Tak hanya itu, di lokasi tujuan itu juga belum tersedia areal untuk tempat ibadah dan kuburan. ‘’Lokasi di sana berbatu kapur seperti di Nusa Dua. Jadi, masyarakat kita susah bekerjanya. Sedangkan di Bangli biasanya bertani padi, jeruk,’’ katanya. (kmb40)
Putra juga sempat memerhatikan sebuah bangunan dapur berdinding anyaman bambu yang kondisinya sudah reot dan memprihatinkan. Kepada mantan Karo Humas Pemprov Bali itu, Ketut Bulat mengungkapkan, dirinya bersama istri, anak dan adikadiknya terpaksa tinggal di dalam satu tenda terpal lantaran tak punya tempat tinggal sama sekali. Sepulang dari merantau di Desa Bonyoh, Kintamani satu setengah bulan yang lalu, pria yang kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh serabutan itu belum mampu membangun rumah. Karena itu di tanah milik desa itu, ia mendirikan tenda terpal untuk ditempati bersama dua saudaranya yang juga samasama sudah berumah tangga. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya belum pernah mendapat bantuan raskin dari pemerintah.
Namun, untuk kartu jaminan kesehatan, Ketut Bulat mengaku sudah mendapatkannya. Di tengah keterbatasan ekonominya, ia sangat berharap ada bantuan berupa rumah dari pemerintah sehingga bisa memiliki tempat tinggal yang layak. Setelah mendengar penjelasan dari Ketut Bulat, Mahendra Putra sempat menanyakan kepada Kadisos Sukarta terkait bantuan rumah untuk tiga KK tersebut. Sukarta menyampaikan bahwa saat ini sudah ada relawan yang rencananya memberi bantuan tempat tinggal yang layak bagi tiga KK itu. Pemkab Bangli belum bisa memberikan bantuan rumah dengan cepat, karena dalam pemberian bantuan ada serangkaian mekanisme yang harus dilalui dan itu membutuhkan waktu. Sukarta juga mengatakan akan segera
mengurus proses pemindahan kartu jaminan kesehatan tiga KK tersebut dari Desa Bonyoh, sehingga bisa digunakan di fasilitas kesehatan yang ada di Tembuku. Sebelum meninggalkan tenda terpal itu, Mahendra Putra menyerahkan dua karung beras dan bingkisan sembako kepada Ketut Bulat dan keluarganya. Saat menerimanya, Ketut Bulat menangis. Ia tak bisa menahan rasa syukur atas perhatian yang diberikan tersebut. Mahendra Putra dalam kesempatan itu juga meminta Ketut Bulat dan keluarganya agar bekerja keras dan jengah, setelah nantinya mendapat bantuan rumah. Ditemui usai menyerahkan bantuan kemarin, Mahendra Putra mengatakan bahwa penyelesaian masalah seperti ini memang tanggung jawab pemerintah. Namun, masyarakat dan dunia usaha
juga memiliki peran untuk ikut membantu percepatan penuntasan masalah sosial. ‘’Dalam pembangunan di bidang sosial ada tiga pilar. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kalau pemerintah kan ada proses administrasi, maka untuk percepatan dan kecepatan, masyarakat dari relawan atau komunitas juga bisa ikut membantu,’’ ujarnya. Mahendra mengucapkan terima kasih kepada pihak relawan yang akan membantu pembangunan rumah bagi tiga KK di Banjar Penaga. Menurutnya, ini adalah salah satu wujud kesetiakawanan sosial. Pihaknya pun akan berpartisipasi membantu melalui relawan itu. ‘’Itulah sebenarnya wujud kesetiakanwan sosial. Jadi bukan hanya dirayakan hari kesetiakawanan sosialnya,’’ kata pria yang pernah menjabat Pj. Bupati Bangli itu. (ina)
OLAHRAGA
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
Biliar BTN, BHA dan PHRI
Fendi dari Pullman Juara Mangupura (Bali Post) – Setelah menuntaskan pertandingan tim atau beregu, Bali Trevel News (BTN), Bali Hotels Association (BHA) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali langsung menggelar kejuaraan nomor perorangan. Pertandingan diikuti 45 peserta yang berlaga menggunakan sistem double elimination. Setelah melewati perjuangan keras dan melelahkan, Fendi dari Pullman akhirnya keluar sebagai juara. Posisi kedua direbut Subrata (Alila), tempat ketiga diisi Mario (Tijili Benoa) dan peringkat ditempati Sumardi (Kartika Plaza). Kejuaraan ditutup oleh Patrick Le, Provost Sport & Culture Director BHA, sekaligus menyerahkan piala kepada para juara, Kamis (23/5) malam. Menurut Andy, Govern-
ment Relation & Event Manager BHA, kejuaraan diwarnai banyak hasil kejutan. Bagus Eka dari St.Regis yang langganan juara perorangan dan juara I tahun lalu, ditumbangkan oleh Sumardi (Kartika Plaza) yang merupakan pemain nonunggulan di babak perempatfinal. Juara dua tahun lalu Sudiartawan (Amarterra) tersisih di babak awal oleh Purnawan (Oberoi). Pemain-pemain unggulan dari Courtyard Seminyak, juara I nomor beregu dan pemain Ayana (juara II beregu), tidak ada yang lolos ke babak 16 besar. ‘’Tahun ini pertandingan individual pemenangnya benar-benar tidak bisa diprediksi, semuanya wajah baru. Tahun lalu sebagian dari mereka sudah ikut, tetapi belum menunjukkan prestasi,’’ kata Andy di sela-sela penutupan kejuaraan. (kmb)
Bali Post/afp
35 POIN – Kawhi Leonard (kanan) mencetak 35 poin untuk Toronto Raptors.
Raptors Perlu Satu Kemenangan Lagi Los Angeles – Kawhi Leonard mencetak 15 dari 35 poinnya di kuarter keempat saat Toronto Raptors mengalahkan Milwaukee Bucks dengan skor 105-99 pada laga kelima final Wilayah Timur NBA, Jumat (24/5) kemarin. Hasil ini membawa Raptors memimpin 3-2 dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk maju ke putaran final NBA pertama kali dalam sejarah klub. Laga keenam akan dimainkan di kandang Raptors pada Minggu (26/5) besok. Jika menang, Raptors bakal menantang juara bertahan Golden State Warriors di final NBA. Warriors lebih dulu melangkah ke partai puncak setelah berhasil menjadi juara Wilayah Barat. Leonard mencapai angka di atas 30 poin untuk ke11 kalinya di playoff. Ia melengkapi dengan 7 rebound dan 9 assist. ‘’Kami melewati badai lebih awal
dan kami sangat senang mendapatkan kemenangan malam ini,’’ kata Leonard yang bermain selama 40 menit dengan kaki sakit. Fred VanVleet mencetak 21 poin, Pascal Siakam selesai dengan 14 poin dan 12 rebound serta Kyle Lowry menambah 17 poin untuk Raptors. ‘’Ini adalah kemenangan yang sangat sulit malam ini,’’ ujar pelatih Raptors, Nick Nurse. Ini adalah pertama kalinya musim ini Bucks kehilangan tiga pertandingan langsung dan menempatkannya di ambang eliminasi. Giannis Antetokounmpo Y a ng dinobatkan sebagai pemain tim pertama All-NBA menghasilkan 24 poin, Eric Bledsoe mencetak 20, sedangkan Malcolm Brogdon selesai dengan 18 poin dan 11 rebound untuk Bucks. ‘’Kami harus pergi ke Toronto mendapatkan permainan. Saya siap,’’ ungkap pelatih Bucks, Mike Budenholzer. (afp/kmb)
Christo Gagal ke Semifinal Jenewa – Pasangan Christopher Rungkat (Indonesia) dan Hsieh Cheng-Peng (Taiwan) tersisih pada perempatfinal turnamen tenis Banque Eric Sturdza Geneva Open di Jenewa, Swiss, Kamis (23/5) waktu setempat. Ganda yang dua pekan lalu menjuarai turnamen berturut-turut di Busan dan Gwangju Open itu, kalah oleh unggulan pertama Oliver Marach Mate/Pavic (Austria/ Kroasia) dengan skor 6-7(5), 3-6. Kekalahan ini menggagalkan upaya menembus semifinal dan berakhir pula perjalanan Christo/Hsieh pada turnamen ATP Tour.
Christo selanjutnya akan ambil bagian pada turnamen Grand Slam Prancis Terbuka di Roland Garros. ‘’Kami ikut ATP Tour Jeneva untuk mendapat beberapa pertandingan sebelum ke Roland Garros,’’ katanya dikutip dari tennisindonesia.com. Christo yang meraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 bersama Aldila Sutjiadi akan kembali menjadi andalan Indonesia pada SEA Games di Filipina akhir tahun ini. Petenis yang sekarang lebih fokus di nomor ganda itu diharapkan memperkuat tim Indonesia di nomor ganda putra dan campuran. (ant)
Susi Minta Pemain Tunggal Buat Kejutan Lawan Jepang Nanning – Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi penentu lolosnya tim bulu tangkis Indonesia ke babak semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, Jumat (24/5) kemarin. Praveen/ Melati yang turun di partai kelima mengalahkan pasangan Wang Chi-Lin/ Hsieh Pei Shan dengan skor 21-17, 21-15. Kemenangan ini membuat kedudukan 3-2 untuk Indonesia. Di babak semifinal yang digelar Sabtu ini, Indonesia berhadapan dengan unggulan pertama Jepang yang lolos usai menundukkan Malaysia dengan skor 3-0. Sementara di semifinal pul atas, tuan rumah Tiongkok ditantang Thailand. Dua poin Indonesia sebelumnya disumbang ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dan ganda putri Greysia Polii/ Apriyani Rahayu. Dua angka dari nomor tunggal harus lepas dari genggaman setelah kekalahan Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung. Marcus/Kevin membuka keunggulan 1-0 bagi Indonesia dengan mengatasi Lee Yang/Wang Chi-Lin 21-17 21-17. Setelah itu, wakil tim Merah-Putih menderita kekalahan di dua partai selanjutnya. Gregoria ditaklukkan Tai Tzu Ying 16-21, 14-21 dan Jonathan menyerah 11-21, 13-21 di tangan Chou Tien
Peri 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Darma Santhi (1) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz SMAN 1 Negara, Juara Mobile Legend Tingkat Nasional 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
Bali Post/ant
PENENTU - Ganda campuran Melati Daeva Oktavianti/Praveen Jordan menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Taiwan di perempatfinal Piala Sudirman, Jumat (24/5) kemarin Chen. “Secara keseluruhan atlet sudah berusaha, tapi ganda putra dan ganda putri luar biasa penampilannya. Mereka memang tahu menjadi pagarnya dan andalan kita,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susi Susanti usai pertand-
ingan. Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan tim mampu membawa timnas Indonesia memenangi dua partai terakhir melawan Taiwan. “Pada saat pengarahan, kami arahkan pada semua tim bahwa kita harus kompak. Kita harus bantu dan dukung semua pemain
yang ada di lapangan,” tegas peraih medali emas Olimpiade 1992 itu. Timnas bulu tangkis Indonesia pun bersorak sorai dan memberi semangat rekannya dari pinggir lapangan. Susi tak menyangkal tunggal putri dan tunggal putra Indonesia tampil di bawah performa. Ia berharap mereka
bisa mengejutkan dan mencuri poin dari Jepang. “Walaupun di atas kertas lawan lebih unggul, tak ada yang tak mungkin dalam pertandingan ini karena unggulan juga bisa kalah. Hal itu yang mungkin menjadi evaluasi pembelajaran supaya ke depannya bisa lebih baik,” ujar Susi. (ant)
Mangupura (Bali Post) – Laga pekan ketiga kompetisi Shopee Liga 1 2019 antara Bali United dan Persija Jakarta yang awalnya akan digelar Jumat (31/5) mendatang di Jakarta, kemungkinan urung karena masalah keamanan. Bali United masih menanti keputusan resmi dari LIB terkait kepastian tempat diputarnya pertandingan tersebut. ‘’Ya, kami mendapat informasi bila pertandingan Bali United melawan Persija yang seharusnya digelar di Jakarta tidak mendapat rekomendasi keramaian dari pihak kepolisian. Kami dan Persija masih menunggu keputusan dari pihak LIB selaku operator kompetisi Shopee Liga 1 2019,’’ ujar CEO Bali United Yabes Tanuri dikutip dari situs Bali United, Jumat (24/5) kemarin. Ungkapan tersebut sekaligus membantah rumor yang
beredar bahwa laga tersebut akan dilangsungkan di Bali tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Apalagi Irfan Bachdim dan kawankawan sudah dua kali bermain di kandang masing-masing menjamu Persebaya Surabaya yang dimenangkan 2-1 dan Bhayangkara FC (1-0).
di Bali, ia menyebut harus dimanfaatkan anak asuhannya untuk memperbaiki peringkat di klasemen sementara. ‘’Kami harus bermain sebaik mungkin agar posisi di klasemen sementara Grup C bisa lebih baik. Saya berharap tim ini meraih hasil maksimal di setiap pertandingan,’’ katanya.
Kelemahan tim pada seri 1 di Surabaya sudah diperbaikinya dalam beberapa kali sesi latihan. ‘’Setelah kembali dari di Surabaya, kami melakukan beberapa evaluasi, seperti memperbaiki transisi bertahan dan penyelesaian akhir,’’ ungkap Sandhika. (kmb)
Bali United Tunggu Kepastian Tempat Laga Ketiga
Irfan Bachdim
BU-16 Tim Bali United (BU) U-16 terus melakukan persiapan menjelang berlangsungnya seri 2 kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2019 yang akan diadakan di Stadion Gelora Samudra, Kuta, Badung, mulai 16 Juni mendatang. Pelatih Kepala Bali United U-16 Sandhika Pratama mengungkapkan, saat ini timnya terus melakukan pelatihan. Beberapa agenda uji coba juga sudah disiapkan. Terkait laga yang akan diselenggarakan
PSSI Bali Bentuk Tim Pra-PON setelah Porprov Denpasar (Bali Post) – Asprov PSSI Bali akan membentuk tim sepak bola yang diterjunkan pada PraPON setelah Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Pertimbangannya, pertandingan Pra-PON baru digelar Januari tahun depan, sehingga masih banyak waktu untuk melakukan persiapan. ‘’Dari Porprov Bali itulah nantinya bisa dilihat pemain muda mana yang layak dipanggil dan diseleksi untuk masuk tim Pra-PON Bali. Ini lebih bagus karena sekarang ini para pemain itu pastinya masih berlatih dengan tim Porprov kabupaten dan kota
Sabtu, 25 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santi (6) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobik Dangdut 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Bala Kanda 09:30 Wita Belajar Menggambar Manggambar Potret/Foto
15
16:05 Wita Taman Sari TK Negeri Pembina Abang 17:00 Wita Taman Sari TK Widya Dharma Sastra 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Arun Band 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Br. Pegambangan Batubulan (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
masing-masing,’’ ujar Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana di Denpasar, Kamis (23/5) lalu. Pria asal Ubud, Gianyar itu menilai pemain muda Bali banyak yang berkualitas yang nantinya bisa direkrut untuk memperkuat tim PraPON. ‘’Selain pemain Porprov Bali, kami juga punya pemain muda yang tergabung di klub Liga 2 dan Liga 1 Indonesia,’’ tegasnya. Di sisi lain, regulasi pasti terkait pemain Pra-PON sampai sekarang belum turun dari PSSI Pusat. Regulasi yang dimaksud terutama soal batas
usia pemain yakni maksimal 23 tahun, Pra-PON per wilayah (sebelumnya Bali bergabung dengan NTT dan NTB) serta diperbolehkannya pemain muda ambil bagian di Pra-PON meski statusnya profesional atau berlaga di Liga 1. Suardana memperkirakan regulasi tersebut tak akan berubah. ‘’Prediksi kami, regulasi tak ada perubahan, tetap seperti saat Pra-PON sebelum PON Jawa Barat 2016 silam. Kalau pun ada perubahan mungkin sangat kecil. Pada Pra-PON sebelumnya, aturannya itu-itu saja,’’ tambah Suardana. (kmb)
Mengambil Peran Masyarakat Indonesia mengambil peran yang sangat hebat dalam Pemilu 2019, yaitu dengan melakukan partisipasi dan pengawasan jalannya pesta demokrasi lima tahunan tersebut. ‘’Masyarakat mengambil peran dalam tentukan nasib
bangsa, rakyat Indonesia ingin perbaiki kesejahteraan yang saat ini semakin sulit,’’ ujarnya. Sandiaga menjelaskan, Prabowo-Sandi menilai perlu ada evaluasi mendalam dalam aspek pelaksanaan pemilu antara lain aspek manajerial, pengelolaan data dan berbagai hal lain agar pemilu berjalan jurdil. (ant)
balipost http://facebook.com/balipost
Sabtu Kliwon, 25 Mei 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Caleg Gerindra Bali Pertemuan Jokowi dan BJ Habibie Ajukan Gugatan ke MK Denpasar (Bali Post) Target Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan untuk bebas dari gugatan ke Makamah Konstitusi (MK), kini kandas. Mengingat, hasil pemilihan umum Provinsi Bali masuk dalam registrasi permohonan peselisihan ke Makamah Konstitusi, Kamis (23/5) malam. Dikonfirmasi, Dewa Lidartawan menyebutkan permohonan perselisihan hasil pemilu di Bali dilakukan oleh salah satu caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Bali. ‘’Gugatannya isinya ngawur dan tak jelas. Kami masih menunggu gugatan resminya karena dari MK masih ada diberikan waktu perbaikan,’’ katanya. Lidartawan mengatakan, selama proses rekap perolehan suara yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten hingga provinsi tidak ada keberatan dari saksi-saksi. KPU dalam hal ini sangat transparan sekali dalam proses rekap perolehan suara pemilu serentak. Bahkan, kecurigaan yang sebelumnya disampaikan oleh saksi Gerindra pada rekap perolehan suara di provinsi, sampai dilakukan buka kotak suara, namun kecurigaan adanya kecurangan tidak terbukti. Sementara itu, permohonan perselisihan hasil pemilu yang diajukan caleg Gerindra Denpasar diajukan induk partainya, bersamaan dengan daerah lainnya. Dalam akta pengajuan permohonan pemohon nomor 81-02-17/AP3-DPR-DPRD/PAN.MK/2019, terungkap bahwa pemohon adalah Caleg DPRD Provinsi Bali Drs. I Wayan Sudiara. Permohonan diajukan oleh kuasa hukumnya, Alex Candra, S.H., untuk meminta pembatalan keputusan KPU Nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019. Dalam permohonan ke MK, diungkapkan bahwa dalam persandingan perolehan suara caleg DPRD Provinsi Bali Drs. I Wayan Sudiara terjadi selisih suara sebanyak 158 suara. Dalam perolehan suara versi termohon (KPU) sebanyak 17.522 suara, sedangkan pemohon (Sudiara) 17.680 suara. Atas selisih tersebut, dalam dalil permohonannya diduga terjadi penambahan dan atau pemindahan suara dari suara pemohon kepada calon lain dari partai lain. Bahkan akibat terjadi penggelembungan dan atau penambahan suara tersebut pemohon telah dirugikan, karena tidak mendapat perolehan kursi yang semestinya, mendapatkan perolehan kursi DPRD Provinsi Bali dapil Bali 1. (kmb16)
Dukung Pengurangan Sampah Plastik
Ubah Spanduk, Banner dan Baliho Bekas Jadi Beragam Tas Pengurangan sampah plastik menjadi komitmen semua pihak. Upaya yang dilakukanpun beragam. Jika pemerintah di Bali melakukannya melalui penetapan kebijakan berupa pergub dan perwali, maka masyarakat dengan kreativitas dan inovasi yakni memanfaatkan bahan-bahan dari plastik sebagai barang berguna. Seperti dengan mengubah bahan spanduk, banner dan baliho bekas menjadi tas belanja.
Kaum muda di Bali dalam mengurangi sampah plastik telah memulainya dengan gerakan mengurangi dan mendaur ulang sampah. Diawali dengan kampanye memungut sampah plastik, kemudian berkembang menjadi aksi yang lebih besar dengan kampanye mengurangi sampah plastik. Sampai pada akhirnya, Pemerintah Daerah Bali mengeluarkan Pergub 97 Tahun 2018 yang berisi tentang pengurangan penggunaan sampah plastik dan juga Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai. Pergub dan perwali ini dimplementasikan beragam oleh masyarakat. Ada yang tidak lagi menggunakan tas plastik atau kresek dalam berbelanja, ada yang mengganti botol plastik dengan tumbler, ada yang mengganti plastik kemasan dengan menggunakan daun atau kotak dari rumah untuk berbelanja, dan ada yang mengganti straw (sedotan) dengan sedotan dari bahan alami seperti bambu, atau batang pohon lainnya. Wujud lain dari pro-lingkungan adalah mendaur ulang sampah atau barang bekas. Seperti yang dilakukan Putu Andika (38). Pria asal Denpasar ini sejak tahun lalu mulai mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Yaitu mengubah banner, spanduk, baliho, backdrop menjadi berbagai ragam tas seperti tote bag, clutch bag, waist bag. Ditemui siang lalu di awal bulan Mei, Andika menuturkan, awal mula usaha tas recycle ini dari ia bergabung dengan komunitas-komunitas peduli lingkungan termasuk komunitas peduli sampah plastik. Dari sana ia mulai berpikir untuk melakukan tindakan nyata untuk menjaga lingkungan dari sampah. Ia banyak menjumpai baliho atau pun spanduk tidak terpak-
ai di rumah teman-temannya, baik spanduk kampanye, spanduk event acara, spanduk caleg, spanduk promosi usaha, dll. Dari sanalah terbersit ide untuk mengubah spanduk tersebut menjadi tas, karena tas saat ini menjadi kebutuhan masyarakat, tidak hanya untuk membawa barang tetapi juga untuk sekedar bergaya. ‘’Daripada baliho-baliho tersebut habis pakai tidak ada gunanya dan akhirnya menghuni TPA. Apalagi baliho itu berbahan dari plastik atau PVC sehingga tidak bisa atau lama diurai oleh alam,’’ ungkapnya. Tidak hanya bermodal social entrepreneurship, Andika juga berbekal networking (jaringan). Ia memiliki beberapa teman yang juga seorang entrepreneurship yaitu penjahit tas. Kerja sama pun dilakukan. Ia mulai mengumpulkan banner, spanduk, baliho, backdrop tidak terpakai dari teman-temannya, kemudian membuat desain tas. Bahan baku dan desain dibawa ke penjahit. ‘’Jadi modalnya cuma percaya, dia kasih saya dulu bawa hasil tasnya. Nanti dari hasil penjualan, barulah saya bayar jasa menjahitnya,’’ tuturnya. Menurutnya, untuk memulai sebuah usaha, tak perlu modal besar. Apalagi untuk menjadi social entrepreneurship, yang dibutuhkan hanya kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Tasnya kini digandungri anak–anak muda tak terkecuali mulai dilirik perkantoran. Logo tulisan ‘’sampah’’ di pojok kanan bawah tas menjadi ikon tasnya. Meski tasnya merupakan tas daur ulang, ia menjamin kualitasnya bagus, kuat dan tahan air. Selain itu modis untuk dikenakan anak muda baik pria ataupun wanita. Tas daur ulang itu dijual mulai dari harga Rp 35.000 hingga 75.000. Sementara itu, pemasaran tas dilakukan secara online melalui instagram Balisacred dan media sosial lain serta dari mulut ke mulut. Diakui cukup banyak teman yang mengetahui keberadaan tasnya termasuk istri Wali Kota Denpasar. Meski aksinya masih terbilang kecil, namun ia bangga sudah turut berupaya dalam mengurangi dampak lingkungan terhadap sampah. (may)
Tegaskan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Tak Bisa Ditawar
Jakarta (Bali Post) – Mantan Presiden BJ Habibie menegaskan persatuan dan kesatuan bangsa adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan merupakan kartu mati yang harus dijaga dan dipertahankan. ‘’Dan dalam hal ini kita sepakat juga bahwa mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan stabilitas dan proses pemerataan dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar. Itu kartu mati,’’ kata Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie selepas bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5) kemarin. Menurut Habibie, siapa pun yang nantinya akan memimpin dan sedang memimpin, maka dia tidak saja memimpin orang-orang yang memilihnya melainkan seluruh bangsa Indonesia. ‘’Dan siapa saja yang nanti akan memimpin dan sedang memimpin, dia tidak memimpin yang memilihnya. Dia memimpin seluruh bangsa Indonesia,’’ tuturnya. Habibie menegaskan tidak boleh memberikan kesempatan bagi pihak manapun untuk melakukan perpecahan bangsa. ‘’Kita tidak dibenarkan, tiap lima tahun, kita ada pemilihan presiden. Apa tidak mengambil risiko menghambat pembangunan? Mengambil risiko bahwa kita bisa diadu domba, pecah, dan sebagainya, enggak ada itu. Oke,’’ ucapnya. Pada saat kedatangan, Presiden Jokowi langsung menyambut mantan Presiden Habibie yang sedang berada di dalam ruang tunggu. Tak berapa lama keduanya berjalan beriringan menuju ruang pertemuan.
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan B.J. Habibie ini berlangsung di Ruang Jepara Istana Merdeka dengan pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu jam lamanya. Dalam pertemuan itu, Habibie diketahui juga menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat berdasarkan hasil rekapitulasi akhir KPU yang telah diumumkan. Kepala Negara yang juga memberikan keterangan dalam kesempatan yang sama mengatakan sepakat dengan apa yang dipesankan oleh BJ Habibie. Presiden kembali menyatakan bahwa dirinya terbuka kepada siapa pun dalam bekerja sama untuk membangun bangsa ini. ‘’Urusan persatuan itu sudah tidak ada tawar-menawar lagi. Saya kira saya sepakat. Juga saya sampaikan berkali-kali saya terbuka untuk siapa pun bersama-sama, bekerja sama, untuk memajukan negara ini, untuk membangun negara ini. Siapa pun,’’ kata Jokowi. (ant)
Bali Post/ant
BERTEMU - Presiden Joko Widodo menyambut Presiden ketiga RI BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5) kemarin. Dalam pertemuan tersebut BJ Habibie mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024 berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, serta berpesan agar proses pemilu tidak membuat bangsa pecah dan menghambat pembangunan.
KPU Tunggu Jadwal Sidang Sengketa Pemilu di MK Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU)-RI menunggu jadwal sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) usai batas batas akhir pengajuan gugatan pemilihan presiden dan legislatif ke Mahkamah Konstitusi pada Jumat (24/5) kemarin. ‘’Setelah ini kami menunggu jadwal persidangan PHPU di MK,’’ ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (24/5) kemarin. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah
pendaftar permohonan sengketa pileg ke MK mencapai 258 permohonan yang terdiri atas sembilan caleg untuk DPD-RI dan sisanya caleg untuk DPRD/DPR-RI. Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan menyampaikan gugatan hasil pilpres ke MK pada Jumat pukul 20.30 WIB. Dalam menghadapi gugatan tersebut, KPU telah menunjuk tim hukum yang mengumpulkan dokumendokumen dengan potensi disengket-
akan oleh peserta Pemilu 2019 untuk diungkap dalam sidang pembelaan MK. Dokumen yang dikumpulkan di antaranya Formulir C, DA, DB, DC hingga DD yang berkaitan dengan perolehan suara Pemilu 2019 mulai dari tingkat kecamatan di 34 provinsi hingga pusat untuk dicermati selisihnya. ‘’Kami sudah bentuk. Soal namanamanya, nanti ada saatnya kami sampaikan ke media,’’ ujar Wahyu Setiawan. Sebelumnya MK mengumumkan
bahwa penanganan perkara pemilu di MK terdiri dari sebelas tahap, mulai dari pengajuan permohonan hingga penyerahan salinan putusan. Sebelas tahap tersebut diberlakukan berdasarkan Peraturan MK No.5/2018 tentang tahapan, kegiatan, dan jadwal penanganan perkara perselisihan hasil pemilu. Putusan untuk perkara pemilu presiden diagendakan digelar pada 28 Juni 2019, sementara untuk pemilu legislatif pada 6 Agustus hingga 9 Agustus 2019. (ant)