terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 238 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu umanis, 25 april 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tim Pemakaman Pasien Covid-19
Terminal Mengwi Tetap Layani Penumpang
Gratis ‘’Rapid Test’’
Jumlah warga terpapar Covid-19 terus bertambah di Bali, termasuk korban meninggal. Menyikapi kondisi ini, Kodim 1611/Badung mempersiapkan diri jika terjadi penolakan penguburan pasien virus Corona dengan menyiagakan personel dari pengawalan, pengamanan hingga pemakaman.
Operasional Terminal Tipe A Mengwi, Badung tetap berjalan seperti biasa hingga Jumat (24/4) kemarin, meski penerbangan telah menyatakan pembatasan operasional mulai periode 24 April hingga 1 Juni 2020.
RSUD Sanjiwani Gianyar memastikan bahwa rapid test untuk pekerja migran Indonesia (PMI) tidak dipunggut biaya. Hal ini ditegaskan lewat Surat Edaran Nomor :800/8770/RSU tertanggal 22 April 2020.
BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 5
GUBERNUR KOSTER UCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DAN RAMADAN
SELAMAT - Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim, Jumat (24/4) kemarin.
Pemprov Bali Alokasikan Dana Pengganti SPP Denpasar (Bali Post) Tidak sedikit orangtua yang gelisah memikirkan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di tengah pandemi Covid-19. Terutama para orangtua yang anaknya mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Sementara sejak pertengahan Maret lalu, seluruh siswa di semua jenjang pendidikan sudah belajar dari rumah. Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya menjawab kegelisahan para orangtua lewat penjabaran skema Jaring Pengaman Sosial dalam realokasi dan refocusing anggaran Rp 756 miliar untuk penanganan Covid-19. Dalam keterangan pers di Jayasabha, Kamis (23/4), disebutkan bila siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB pada satuan pendidikan swasta yang orangtuanya terkena dampak Covid-19 dibantu biaya pendidikannya dengan mengganti biaya SPP. Selain itu, bantuan biaya pendidikan juga diberikan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri/ swasta yang orangtuanya atau yang bersangkutan terkena dampak Covid-19 berupa subsidi biaya pendidikan semester. ‘’Para siswa SD, SMP, SMA/SMK, SLB dan para mahasiswa diberikan subsidi biaya untuk melanjutkan pendidikannya, sehingga tidak terputus sekolah atau kuliahnya akibat kesulitan biaya terdampak Covid-19. Bantuan digulirkan Mei,’’ ujarnya. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengaku masih menunggu pergub mengenai rincian skema dan paket kebijakan meliputi jumlah penerima bantuan, besaran bantuan, syarat penerima, dan mekanisme realisasi bantuan serta pertanggungjawaban. Namun, pendataan sejauh ini sudah siap berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selanjutnya, pihak sekolah yang akan memverifikasi. Pengganti biaya SPP diberikan kepada siswa sekolah swasta, dengan kriteria orangtuanya terdampak Covid-19. ‘’Misalnya, orangtuanya di-PHK, dirumahkan atau kehilangan penghasilan,’’ ujarnya. Hal. 7 Siswa Sekolah Swasta
OPINI
’’Paneduh Jagat’’ dan Sikap Masyarakat Oleh: GPB Suka Arjawa BEBERAPA waktu lalu masyarakat Hindu Bali melaksanakan upacara Paneduh Jagat yang dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih. Di masingmasing desa dan rumah tangga juga dilaksanakan upacara seperti itu. Tertib sekali, pagi-pagi menjelang fajar, masyarakat menghaturkan banten, sesajian dan kemudian melaksanakan persembahyangan di tempat persembahyangan keluarga. Dilihat dari nama upacaranya, jelas ritual ini mempunyai tujuan untuk menyelamatkan, menenangkan, dan menyejukkan bumi (bukan sekadar Indonesia) dari segala marabahaya. Tentu yang dimaksudkan dalam konteks ini, agar bumi terhindar dari wabah Covid-19 yang melanda seluruh dunia sampai sekarang. Hal. 7 Modal Dasar
PEMERINTAH Provinsi Bali bersama Majelis-majelis Agama mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa dan Ramadan 1441 Hijriyah kepada seluruh umat Muslim di mana pun berada. Ucapan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Jumat (24/4) kemarin. Seluruh umat Muslim khususnya dan masyarakat Bali diajak untuk bersamasama menyambut kedatangan Bulan Ramadan yang penuh rahmat dan mulia ini. ‘’Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai upaya meningkatkan kualitas diri secara rohaniah sebagai wujud pelaksanaan nilai-nilai keagamaan sebagaimana diajarkan dalam Kitab Suci Alquran,’’ ujarnya. Secara khusus, Koster berpesan kepada umat Muslim agar melaksanakan puasa dan Ramadan ini dengan penuh ketulusan dan kebaikan yang ada di dalam diri masing-masing. Hal ini guna
meningkatkan ketakwaan dan keimanan di jalan yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga ibadah puasa berjalan dengan penuh berkah sampai hari kemenangan, Idul Fitri, tiba. Koster menambahkan, ibadah puasa ini hendaknya dijadikan sebagai momentum bagi umat Muslim dalam meningkatkan kualitas kerohanian dan spiritualitas guna mengembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia. ‘’Kepada umat beragama lain di Bali, marilah kita menunjukkan toleransi yang tinggi dengan menghormati dan menghargai saudara-saudara kita umat Muslim sebagai sesama sameton Bali, sehingga terwujud suasana kehidupan secara harmonis di Bali,’’ imbuhnya. Koster berharap umat Muslim bersama umat beragama lainnya di Bali memiliki kekuatan solidaritas, kohesi sosial, paras-paros, sagilik-saguluk,
’’Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai upaya meningkatkan kualitas diri secara rohaniah sebagai wujud pelaksanaan nilai-nilai keagamaan sebagaimana diajarkan dalam Kitab Suci Alquran.’’
Wayan Koster Gubernur Bali manyama braya, bergotong benar-benar hadir Bali Era royong, selalu bersama-sama Baru, suatu era yang ditunggu nindihin gumi Bali. Hal ini bersama-sama. ‘’Selanjutnya sangat diperlukan dalam mem- melalui kesempatan ini, saya bangun Bali sesuai Visi Pem- menyampaikan kepada umat bangunan Daerah Bali yaitu Muslim dalam melaksanakan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ibadah puasa ini agar tetap melalui Pola Pembangunan mengikuti protokol kesehatan Semesta Berencana menuju Covid-19 dengan tertib dan Bali Era Baru. Sehingga pada disiplin,’’ jelasnya. saat yang tepat, sesuai kehen- Hal. 7 dak dan siklus alam, akan Membatasi Aktivitas
TP PKK BALI SIAPKAN 125 TON BERAS
Denpasar (Bali Post) Penanganan Covid-19 tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah. Sejumlah sektor usaha turut mendukung penanganan ini agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Kondisi yang sama juga dilakukan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali.
M
enurut Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, saat ini ada beberapa kegiatan dalam program yang tidak bisa dilakukan, anggarannya bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19. ‘’Saat ini sekitar Rp 1,5 miliar tidak terpakai untuk kegiatan dapat dialihkan untuk penanganan Covid-19. PKK Bali sudah menyiapkan 125 ton beras. Kami sudah punya jadwal masyarakat desa mana yang menjadi skala prioritas dan akan membantu menyalurkan beras tersebut lewat satgas yang ada di desa,’’ ungkap Putri Suastini Koster dalam acara ‘’Saatnya Perempuan Bali Bicara’’, Jumat (24/4) kemarin. Suastini yang dalam acara tersebut didampingi Kepala Di-
nas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. I.B. Wusnuardhana menyampaikan telah keliling untuk menggerakkan program Hatinya PKK ke seluruh kecamatan di Bali. ‘’Kami TP PKK Provinsi Bali membantu dengan anggaran dari provinsi dalam bentuk bibit. Kami juga banyak melihat halaman yang luas tapi tidak terurus. Itulah yang menjadi perhatian kami,’’ ujarnya. Bahkan, ia melihat halaman yang luas ini bisa berbagi dengan tetangga. ‘’Itu kan bisa menghidupkan rasa gotong royong. Setidaknya kondisi tersebut sangat membantu saat adanya wabah seperti sekarang ini,’’ imbuhnya. Ke depannya, tambah Suastini, pihaknya akan lebih gencar mengajak masyarakat
’’Kami TP PKK Provinsi Bali membantu dengan anggaran dari provinsi dalam bentuk bibit. Kami juga banyak melihat halaman yang luas tapi tidak terurus. Itulah yang menjadi perhatian kami.’’ Putri Suastini Koster Ketua TP PKK Provinsi Bali untuk lebih memanfaatkan pekarangan sendiri. ‘’Paling tidak kita tidak membeli karena masyarakat Bali adalah masyarakat yang mandiri dan tidak tergantung dari daerah lainnya. Orang Bali harus mandiri dan manfaatkan pekarangan. Ketika situasi ini terjadi, masyarakat kita yang sudah siap tidak akan mengeluh,’’ tegasnya. Kepala Dinas Pertanian
’’Sekitar 88 ribu yang tergolong buruh tani dan petani penggarap sudah didaftarkan ke Dinas Sosial agar dapat dibantu. Dengan adanya Satgas Pangan, tugasnya tidak hanya melihat stok tapi lebih luas lagi yakni mengawasi adanya oknum penimbun sembako. Selama ini tidak ada oknum penimbun sembako di Bali.’’ I.B. Wisnuardhana Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali
dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana mengaku sangat mendukung program Hatinya PKK. Ia melihat 50 persen kebutuhan masyarakat adalah kebutuhan akan pangan. ‘’Kalau bisa disiapkan sendiri tentu kebutuhan tersebut akan teratasi. Memanfaatkan lahan pekarangan dan bahu jalan juga cukup baik dalan memenuhi kebutuhan akan pangan ini,’’ ujarnya. Saat ini dengan adanya Peraturan Gubernur terkait pemanfaatan pertanian lokal Bali, kata Wisnuardhana, pihaknya akan mengembangkan tanaman lokal di Bali. Masyarakat Bali diminta memprioritaskan produk petani lokal. Sebanyak 30-60 persen masyarakat telah memakai produk lokal. Terkait wabah Covid-19, ia menilai petani juga merupakan yang terdampak. ‘’Sekitar 88 ribu yang ter-
golong buruh tani dan petani penggarap sudah didaftarkan ke Dinas Sosial agar dapat dibantu. Dengan adanya Satgas Pangan, tugasnya tidak hanya melihat stok tapi lebih luas lagi yakni mengawasi adanya oknum penimbun sembako. Selama ini tidak ada oknum penimbun sembako di Bali,’’ tegasnya. Sementara itu, ia melihat peningkatan kebutuhan pangan menjelang hari Lebaran tahun ini tidak terlalu signifikan. ‘’Ini terjadi karena adanya imbauan social distancing, sehingga permintaan kebutuhan pangan di Bali masih dalam batas yang wajar,’’ katanya. (kmb)
Larangan Mudik Diberlakukan
Ratusan Pemudik Ditolak Menyeberang PEMERINTAH pusat memberlakukan larangan mudik mulai Jumat (24/4) kemarin untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana yang merupakan pintu masuk Pulau Bali dari arah barat, sejumlah kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat yang hendak keluar Bali untuk mudik diminta kembali. Penyekatan ini dilakukan di sepanjang jalan DenpasarGilimanuk oleh jajaran Polres Jembrana bersamaan dengan Operasi Ketupat Agung yang dimulai Jumat kemarin. Di wilayah hukum Polres Jembrana didirikan tiga posko pengamanan mulai dari Pekutatan hingga di Negara. Petugas akan menyekat kendaraan yang hendak keluar Bali,
khususnya yang dikendarai pemudik untuk dikembalikan. Di Jembrana, sedikitnya ada tiga titik mulai dari Pangyangan, Terminal Negara dan di Terminal Kargo Gilimanuk. Pos yang dibangun dan dijaga petugas gabungan ini merupakan pos pengamanan dan penyekatan. Kegiatannya melarang masyarakat yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, kecuali untuk kepentingan pendistribusian sembako. Beberapa jam sejak resmi digelar Operasi Ketupat Agung, sudah ada sekitar 465 pemudik yang ditolak. Mereka diimbau kembali lagi ke tempat menetap sebelumnya. Pelarangan orang mudik ini juga berlaku di Pelabuhan Ketapang. Hal. 7 Tak Ada Lagi
Bali Post/olo
PEMUDIK - Sejumlah pemudik yang terjaring operasi di pos penyekatan di Negara diminta kembali.
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Jaya Negara Kembali Serahkan Sembako kepada Masyarakat Terdampak Covid-19
8.211 1.002 6.86 177 55 4
Lagi, Pasien Positif di Bali Bertambah
Denpasar (Bali Post) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sepertinya harus berupaya keras untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan lantaran jumlah kasus positif terus bertambah. Itu terlihat dari data harian. Tiap hari terus bertambah dan bertambah. Pada Jumat (24/4) kemarin, menurut data yang ada per pukul 12.00 WIB, secara kumulatif Bali menangani 177 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi, ada penambahan pasien positif sebanyak 10 kasus. Untuk yang sembuh tidak mengalami penambahan, masih sebanyak 55 orang. Yang meninggal juga tidak mengalami perubahan yakni 4 orang. Penambahan kasus positif juga dialami beberapa daerah di Indonesia. Menurut Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam video conference streaming-nya, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 436 orang. Untuk itu, total kasus positif sekarang di Indonesia mencapai 8.211 pasien. Sedangkan untuk yang sehat ada penambahan 42 pasien, sehingga totalnya menjadi 1.002 orang. Sedangkan yang meninggal juga bertambah 42 orang, sehingga total kasus menjadi 686 korban jiwa. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 18.031 kasus dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 197.951 kasus. ‘’Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Juga sebanyak 267 kabupaten/kota,’’ ungkapnya. Ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mudik. Terutama yang berasal dari daerah episenter. ‘’Beberapa kali kita sampaikan tetap tinggal di rumah adalah jawabannya. Sebaiknya laksanakan Ramadan bersama keluarga di rumah,’’ ujarnya. (iah)
Disperindag Gelar OP di Empat Pasar Rakyat
Denpasar (Bali Post) Untuk meredam harga gula semakin meningkat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama Bulog Kanwil Bali menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah tempat. Ada empat titik yang merupakan pasar rakyat digelar OP selama empat hari. Di antaranya Pasar Kreneng, Pasar Agung, Pasar Badung, Pasar Nyanggelan. Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Bali Gatot Supriatin mengatakan, produk yang dijual saat OP tidak hanya gula. Tetapi dalam bentuk paket bahan pangan pokok seperti gula pasir, beras, minyak, tepung terigu, beras merah. Ada enam paket yang disediakan Bulog, di antaranya paket A, yaitu 3 kg gula pasir dan 10 kg beras seharga Rp 139.500, paket B yaitu beras 5 kg dan gula 2 kg seharga Rp 77.500, paket C yaitu minyak goreng 1 liter dan 1 kg gula seharga Rp 25.000, paket D yaitu minyak goreng 2 liter dan gula 1 kg seharga Rp 36.500, paket E yaitu beras merah 1 kg dan gula 1 kg seharga Rp 34.000, paket F yaitu tepung 1 kg dan gula 1 kg seharga Rp 20.500. Dengan adanya OP ini, ia berharap harga gula perlahan turun sesuai HET. Upaya yang dilakukan selama ini yakni dengan terus memantau distributor. Ada distributor besar di Bali. (kmb42)
Karyawan Di-PHK dan Dirumahkan Terus Bertambah
Denpasar (Bali Post) Semakin lama kasus penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak tertangani, dampaknya makin luas. Salah satunya berdampak pada bertambahnya jumlah karyawan yang dirumahkan dan PHK. Hingga Kamis (23/4), data yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 2.759 orang. Sedangkan yang di-PHK mencapai 100 orang. Data ini hanya yang ber-KTP Denpasar saja. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi, Jumat (24/4) kemarin. Mereka ini 80 persen dari kalangan pariwisata. Jumlah ini mengalami pembengkakan sejak Senin (30/3) lalu. Saat itu, sebanyak 702 orang sudah dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Saat itu, belum ada yang di-PHK. ‘’Tadi (kemarin - red) saya laporkan juga ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi, bahwa sudah ada yang di-PHK,’’ katanya. Rai Anom Suradi menjelaskan perusahaan yang telah melaporkan merumahkan karyawannya berjumlah 173. Terbanyak perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata, seperti rekreasi wisata, perjalanan wisata, serta hotel. ‘’Untuk jenis perdagangan, seperti supermarket itu ranahnya Disperindag dan Dinas Koperasi,’’ katanya. Dikatakan, sektor pariwisata dipastikan terkena dampak paling besar. Karena wisatawan tidak ada yang datang ke Bali. Sedangkan sektor lainnya masih bisa berjalan. Ditambahkan, dalam kasus ini, selain merumahkan karyawan, perusahaan juga melakukan pemotongan gaji. Jumlahnya bervariasi. Ada yang 50 persen, ada pula 25 persen. Namun, ini akan berubah sejalan dengan kemampuan perusahaan. (kmb12)
Kini untuk Nelayan, Paramedis, Buruh ’’Suun’’ Pasar Badung, ODP dan PDP PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar kembali memberikan bantuan sembako sebagai dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pembagian sembako dilaksanakan Pemkot kepada warga yang terdampak Covid-19, Jumat (24/4) kemarin. Bantuan ini diserahkan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara secara simbolis kepada nelayan, paramedis di RS Wangaya, keluarga kurang mampu, serta keluarga masyarakat yang berstatus ODP, PDP dan positif Corona. Pada hari yang sama juga diserahkan paket sembako kepada 152 buruh suun di Pasar Badung dan sebanyak 615 kepada warga kurang mampu di Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Dari data di lapangan, sebanyak kurang lebih 22 kelompok nelayan di Kota Denpasar mendapatkan bantuan sembako dari Pemkot Denpasar yang bekerja sama dengan pihak perusahaan swasta. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa
masker medis sebanyak 1.000 buah kepada RSUD Wangaya. Masker kain 1.290 kepada forum perbekel/ lurah se-Kota Denpasar untuk Satgas Covid-19 di masing-masing daerah. Handsoup sebanyak 50 buah untuk RSUD Wangaya dan 50 handsoup untuk pengisian hand washtafel publik. Sementara sembako berupa beras sebanyak 152 karung diserahkan langsung kepada tukang suun yang terdata di pasar Badung. Pembagian sembako ini merupakan program Pemkot Denpasar melalui ‘’Lumbung Pangan Kota Denpasar’’ yang memiliki slogan ‘’One Hand For One Life’’ dan merupakan uluran tangan untuk satu kehidupan membantu warga Kota Denpasar yang terdampak pada sektor informal. Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan perlunya seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri. Hal ini mengingat perkembangan penyebaran virus Corona yang tidak dapat diprediksi. Jaya Negara mengimbau agar
masyarakat lebih disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah, serta diimbau untuk tidak pulang kampung selama penanganan pandemi Covid-19 ini. Karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus, sehingga alangkah baiknya menunda sementara agenda pulang kampung, serta selalu menerapkan social dan physical distancing. Di samping itu, Jaya Negara juga turut mengimbau kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa/kelurahan serta Satgas Gotong Royong Desa Adat untuk lebih selektif dalam memantau mobilitas penduduk daerahnya. ‘’Mari tingkatkan kewaspadaan, mengikuti anjuran pemerintah. Jika tidak mendesak lebih baik di rumah saja. Biasakan diri dengan PHBS, cuci tangan pakai sabun pada air mengalir,’’ ujar Jaya Negara. Sementara itu, Kadis Sosial Denpasar I Made Mertajaya mengatakan, penyerahan paket sembako ini merupakan bantuan dari berbagai pihak yakni BPD Bali (200 paket
BANTUAN - Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis. sembako), Scholar of Sustence (SOS) A Food Recue Foundation (30 paket sembako) dan para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Pemkot Denpasar (10 paket sembako), dan Korpri Kota Denpasar. Adapula dari Indomaret Cabang Bali menyerahkan 1.000 masker medis, 1.290 masker kain, dan handsoup 100 buah. Pembagian sembako ini
terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. ‘’Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sebagai implementasi penerapan strategi perlindungan sosial dan ekonomi serta Lumbung Pangan guna memastikan ketersedian pangan dan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19,’’ ujar Mertajaya. (ad268)
Skema Realokasi Pastikan Bali Tak Salah Langkah
Denpasar (Bali Post) -
Provinsi Bali telah merumuskan skema realokasi anggaran penanganan pandemi Covid-19. Skema yang telah diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster ini memastikan pola dan strategi yang ditempuh Bali dan rakyat benar-benar terlindungi. Ketegasan juga perlu diatur dalam skema pengaturan mobilitas penduduk dalam mengawal Bali. ‘’Realokasi anggaran mestinya menjamin dan memastikan strategi penanganan Covid-19 di Bali tak salah langkah. Program yang dirancang Gubernur Bali sudah mengantisipasi kondisi pasca-Covid-19 menjadi wabah di Bali,’’ ujar Doktor Jurusan Global Health Faculty of Public Health, Mahidol University, Bangkok Thailand, I Ketut Swarjana, S.KM., M.Ph.,Dr. PH., Jumat (24/4) kemarin. Ia mengatakan, Bali harus berpedoman pada data dan kultur sosial masyarakat Bali dalam memetakan masalah yang ada. Tindakan tegas dan memberi perlakuan ketat kepada PMI yang tak pernah jalani rapid test dan PCR harus dilakukan. ‘’Pendataan juga perlu dilakukan secara intensif untuk menghindari terjadinya penularan di masyarakat,’’
sarannya. Swarjana menegaskan, saat ini diperlukan tindakan tegas aparat mengurai kerumunan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Selain itu, menjaga pintu masuk Bali, terutama dari pendatang. ‘’Presiden telah melarang mudik. Bali jangan sampai dijadikan eksodus oleh pendatang karena dianggap aman,’’ harapnya. Selain itu, diperlukan kejujuran PMI terutama bagi yang tak sempat menjalani rapid test untuk proaktif melakukan tes swab. Dosen Itekes Bali ini meminta pemerintah dan masyarakat harus lebih waspada dan meningkatkan lagi upaya pencegahan penularan. Apalagi sekarang kasus Covid-19 didominasi PMI dan sudah ada transmisi lokal. Caranya, awasi dan pastikan semua PMI
menjalani rapid test sebelum dibawa ke tempat karantina yang disediakan pemerintah. Sementara itu, Rektor Dwijendra Univeristy Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. menegaskan, terkait desakan WHO agar semua pihak tak lengah dan salah mengambil tindakan antisipasi Covid-19. Hal ini didukung akademisi Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., bahwa semua PMI yang belum rapid test segera melaporkan diri. PMI sangat perlu diberikan perlakuan atau treatment yang ketat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dimulai dari inventarisasi dan identifikasi diri (asal negara, negara tempat transit, kesehatan dan sebagainya), saat mereka tiba, proses karantina dan pengembalian ke masing-masing daerahnya serta pengawasan lan-
Bali Post/sue
Bali Post/sue
Ketut Swarjana
Gede Sedana
jutan di daerahnya. Gede Sedana juga mendesak pemerintah menekan arus mobilitas orang melalui darat dan laut masuk Bali. Hal ini patut menjadi perhatian karena mulai sekarang Presiden melarang warga mudik. Bukan tak mungkin Bali menjadi tujuan aman mereka. Makanya selain para pengendara, penumpang, maka sopir truk, bus, dan kendaraan lainnya juga harus
dilakukan pemeriksaan yang ketat karena bisa saja mereka sebagai carrier/pembawa virus dan menularkannya kepada keluarga dan anggota masyarakat yang mengalami kontak dengannya. (025) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Penanganan Kesehatan Covid-19 Dijatah Rp 275 Miliar Denpasar (Bali Post) Dari total realokasi dan refocusing anggaran Pemprov Bali sebesar Rp 756 miliar, sebesar Rp 275 miliar digunakan untuk kebijakan penanganan kesehatan Covid-19. Pagu anggaran itu dibagi dalam dua skema. Masing-masing penanganan kesehatan berbasis desa adat sebesar Rp 75 miliar dan penanganan kesehatan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali dengan anggaran Rp 200 miliar. ‘’Kalau untuk penanganan Covid-19, alokasinya adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit, khususnya rumah sakit rujukan yang menan-
gani Covid-19, termasuk RS PTN Unud,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Kantor Diskominfos Bali, belum lama ini. Pemenuhan kebutuhan rumah sakit tersebut merupakan 1 dari total 5 paket dalam skema penanganan kesehatan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali. Selain itu, kata Dewa Indra, juga mencakup pengadaan APD dan logistik lainnya (rapid test kit, masker, sarung tangan, hand sanitizer, disinfektan dan peralatan kesehatan lain dalam rangka pencegahan Covid-19 - red). Kemudian, untuk operasional
dari Gugus Tugas Provinsi. ‘’Karena Gugus Tugas ini berada di lapangan, tentu membutuhkan dukungan APD, membutuhkan dukungan konsumsi,’’ jelas Sekda Bali ini. Paket berikutnya, lanjut Dewa Indra, pemenuhan kebutuhan para pekerja migran/ABK yang dikarantina. Termasuk penyediaan tempat di hotel untuk tenaga medis. Di tempat karantina, tentu harus ada konsumsi, perawatan, dan jaga kesehatan. Khusus bagi tenaga medis juga diberikan bantuan insentif. Seluruh paket inilah yang dianggarkan Rp 200 miliar. Untuk penanganan kes-
ehatan berbasis desa adat sebesar Rp 75 miliar, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah menjelaskan bila ada dua paket di dalamnya. Paket 1 adalah kegiatan secara niskala, yakni nunas ica bersama pemangku di Pura Kahyangan Tiga dengan cara nyejer daksina di desa adat mulai 31 Maret 2020 sampai Covid-19 berakhir dan ada pemberitahuan lebih lanjut. Kemudian, memohon kepada Ida Batara Sasuhunan sesuai dengan dresta desa adat setempat agar pandemi Covid-19 segera berakhir demi keharmonisan alam, krama, dan budaya Bali. ‘’Sudah dijabarkan secara
detail dan lengkap dalam surat edaran bersama antara Gubernur Bali dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali,’’ katanya. Sementara paket 2, lanjut Koster, adalah kegiatan secara sekala. Dalam surat edaran bersama terdiri dari pencegahan Covid-19 dengan melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada krama desa adat, membatasi pergerakan krama, mengarahkan krama desa adat/krama tamiu yang termasuk kategori ODP dan PDP Covid-19 agar melaksanakan isolasi mandiri, serta menyiapkan masker, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan. (kmb32)
Kodim Siapkan Tim Pemakaman Pasien Covid-19
Denpasar (Bali Post) Jumah warga terpapar Covid-19 terus bertambah di Bali, termasuk korban meninggal.
Menyikapi kondisi ini, Kodim 1611/Badung mempersiapkan diri jika terjadi penolakan penguburan pasien virus Corona.
Topik : tp pkk bali siapkan 125 ton beras Bali Post/ist
LATIH - Babinsa Kodim 1611/Badung dilatih menggunakan APD yang benar.
Kodim mempersiapkan personel dari pengawalan, pengamanan hingga pemakaman. ‘’Sampai saat ini proses penguburan atau kremasi pasien Covid-19 berjalan aman dan lancar. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (penolakan - red), Kodim 1611/ Badung sudah siap menanganinya,’’ tegas Pasiter Kodim 1611/Badung Mayor Inf. Made Mustika seizin Dandim Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Jumat (24/4) kemarin. Menurut Mayor Mustika, latihan menggunakan APD (alat pelindung diri) dilakukan tiap hari dalam rangka kesiapan seluruh personel Kodim dalam penanganan korban
Covid-19, khususnya yang meninggal dunia. Terutama proses penguburan baik di wilayah Badung dan Denpasar. ‘’Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Kodim sudah siap, mulai dari pengawalan, pengamanan sampai pemakaman,’’ ujarnya. Pihaknya memandang perlu pelatihan menggunakan APD yang benar maupun perawatannya. Dengan harapan anggota yang terlibat dalam kondisi aman dari dampak Covid-19. Mayor Mustika bersyukur karena sampai saat ini warga tidak ada yang menolak. Namun pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan aparat desa dan adat
yang ada di wilayah untuk memberikan pemahaman kepada warganya terkait virus ini. ‘’Pasien meninggal Covid-19 cukup aman dikuburkan. Karena mekanisme penanganannya sangat safety,’’ ucapnya. Pelatihan tersebut diikuti semua perwira, bintara dan Babinsa Kodim 1611/ Badung. Pasalnya semua personel harus tahu dan paham proses penggunaan APD serta langkah-langkah yang harus dilakukan. ‘’Jadi, semua anggota kodim sudah siap jika diperintahkan Dandim dari pengawalan, pengamanan dan pemakaman,’’ tutupnya. (kmb36)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Sekda Badung Terima Dewan Provinsi Terkait Penanganan Covid-19
Badung Siapkan Alternatif Jejaring Sosial Berbasis Desa Adat dengan Optimalkan Peran LPD HASIL vidcon Bupati Badung dengan Bendesa Adat se-Badung kembali ditindaklanjuti oleh Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa. Dikatakannya, untuk penanganan Covid-19 ke depan selain mengandalkan APBD, Badung akan mempersiapkan alternatif jejaring sosial berbasis desa adat dengan mengoptimalkan peran LPD. Hal tersebut disampaikan Sekda Adi Arnawa saat berkoordinasi dengan enam anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Denpasar dan Badung terkait pelaksanaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (24/4) kemarin. Kehadiran Dewan Provinsi dikoordinir oleh I Ketut Tama Tenaya bersama anggota I Nyoman Laka, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, A.A. Gede Agung Suyoga, Grace Anastasia Surya Widjaja dan Utami Dewi Suryadi. Terkait mengoptimalkan peran LPD, Sekda Adi Arnawa menyatakan, saat ini masih mengkaji regulasi lewat pola memberdayakan desa adat dengan LPD-nya. Jadi, masyarakat yang membutuhkan kebutuhan dasar, nantinya mohon dana/kredit kepada desa adat melalui LPD, namun yang menggiatkan adalah pemerintah. Minimal pemerintah dapat memberikan bunganya tahun 2020 kepada LPD, sedangkan pokoknya akan disiapkan tahun
2021 dengan bansos. Jadi, dalam setahun ini kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi/ aman. “Asumsinya per KK mendapat Rp 1 juta per bulan. Tidak dalam bentuk uang, tapi kita siapkan dalam bentuk kebutuhan dasar berupa sembako yang diproduksi sendiri oleh petani dan peternak sehingga terjadi pertukaran ekonomi,” terangnya. Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPRD Provinsi di Kabupaten Badung karena pertemuan ini dapat dijadikan momentum berdiskusi terutama dalam menyikapi kesiapan Badung dan Bali pada umumnya menghadapi wabah Covid-19. Ia mengharapkan dari diskusi antara Badung dan Bali ini ada kesamaan terutama dalam menyikapi kesiapan fiskal dalam upaya mengatasi wabah ini. “Mudah-mudahan hasil pertemuan ini dapat dijadikan satu bahan referensi buat DPRD Bali untuk dibicarakan lebih lanjut di tingkat provinsi. Sebagai hasil kajian yang akan dijadikan dasar dalam penanganan Covid-19 termasuk kesiapan fiskal yang kita lakukan di Bali,” jelasnya. Dikatakannya, harus disadari sampai kapan penyebaran kasus virus Corona tidak bisa diprediksi, sedangkan di satu sisi terjadi keterbasan fiskal. Dalam kondisi terburuk pun nanti, pemerintah harus hadir untuk
masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Ini harus dipikirkan bagaimana memberikan strategi dalam menyikapi hal itu, terutama dari jaring pengaman sosial. Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa menyebutkan, dalam penanganan Covid-19 di Badung, Bupati telah mengambil beberapa kebijakan. Di antaranya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Badung meliputi menggratiskan pembayaran PDAM untuk rumah tangga dan sosial selama tiga bulan, pemberian sembako untuk masyarakat terdampak, insentif untuk masyarakat Badung yang di-PHK dan atau dirumahkan termasuk sektor informal, menyiapkan rumah singgah untuk PMI/ABK, pembiayaan BPJS, pengadaan APD dan insentif kepada tenaga medis serta pemberian masker kepada masyarakat. “Itu semua merupakan bagian kesiapan kita di Kabupaten Badung dalam menghadapi Covid-19. Mudah-mudahan kebijakan ini segera dapat dieksekusi. Namun, karena dibatasi regulasi, tidak bisa langsung semuanya, harus proporsional,” imbuhnya. Anggota DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya mengatakan, tujuan kunjungan ke Badung ini untuk mendapatkan penjelasan terkait langkah-langkah yang telah dilakukan dalam upaya penanganan wabah Covid-19. Sebab,
BERKOORDINASI - Sekda Badung Adi Arnawa berkoordinasi dengan anggota DPRD Provinsi Bali terkait pelaksanaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (24/4) kemarin. Badung menjadi salah satu daerah yang sangat terdampak dan paling berat bila wabah ini berlangsung cukup lama. Untuk itu, mulai sekarang harus dipikirkan solusi oleh kabupaten dan provinsi. Provinsi Bali sudah ada kebijakan dari Gubernur bagaimana dana bantuan ke desa adat dapat digunakan
untuk penanganan Covid-19, tentunya harus dikontrol oleh kabupaten. Dari pertemuan ini, masukan yang disampaikan akan kembali dibahas di Dewan sehingga menjadi sebuah rekomendasi Dewan untuk disampaikan ke Gubernur dan dilanjutkan ke pemerintah pusat. (ad275)
Terminal Mengwi Tetap Layani Penumpang Mangupura (Bali Post) -
Operasional Terminal Tipe A Mengwi, Badung, tetap berjalan seperti biasa hingga Jumat (24/4) kemarin, meski penerbangan telah menyatakan pembatasan operasional mulai periode 24 April hingga 1 Juni 2020.
Bali Post/eka
PENGAWASAN - Petugas melakukan pengawasan terhadap kedatangan bus AKAP di Terminal Mengwi.
Kepala Terminal Mengwi, Cok Agung Suarmaya, menyatakan pihaknya belum mendapatkan arahan dari Dirjen Perhubungan Darat untuk menghentikan operasional terminal, kendati sejumlah daerah sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangkal penyebaran Covid-19. ‘’Penumpang terus menurun pascameluasnya penyebaran pandemi virus Corona dibandingkan hari biasa. Namun, kami tetap memberikan pelayanan,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya tetap menugaskan penjagaan,
termasuk protokol kesehatan di kawasan terminal tetap siap siaga apabila ada penumpang yang tiba atau berangkat. Terkait larangan mudik oleh pemerintah, Cok Suarmaya mengakui imbauan tersebut menyebabkan jumlah penumpang ke luar Bali mengalami penurunan cukup signifikan. Pihaknya tidak mempermasalahkan apabila ada yang tetap berangkat mudik lewat Terminal Mengwi. ‘’Larangan mudik memang ada, tapi kan tidak ada sanksi. Penumpang keluar Bali tetap ada, mungkin karena
mereka terlanjur membeli tiket sebelum ada larangan itu,’’ katanya. Dijelaskannya, bagi penumpang yang datang di Terminal Mengwi wajib mengikuti aturan terutama dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19. Penumpang yang baru tiba wajib dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, barang bawaan disemprot dan harus masuk bilik sanititasi. ‘’Untuk kedatangan, apa pun yang datang ke sini diterima. Tapi untuk mencegah penyebaran virus Corona, penumpang yang baru datang wajib masuk bilik sanitasi. Di situ
kami pakai detol, jadi aman. Kawasan ini juga dua kali disemprot disinfektan dalam sehari,’’ jelasnya. Aktivitas terminal tipe A Mengwi memang lengang. Bahkan, di terminal kedatangan nyaris tidak ada penumpang yang turun. Jika ada, tidak lebih dari lima orang. Sedikit berbeda dengan di terminal keberangkatan. Ada belasan penumpang yang menunggu diberangkatkan. Loket penjualan tiket juga masih buka. ‘’Dalam kondisi seperti ini kami harapkan masyarakat tidak berpergian dulu. Kalaupun tetap (berpergian) berarti mereka sudah tahu risikonya, misalnya siap dikarantina di lokasi tujuan,’’ ucap Cok Suarmaya. (kmb27)
Pelanggan PLN Bisnis Daya 200 KVA ke Atas Bisa Cuti Sementara DI TENGAH pandemi Covid-19, hampir seluruh masyarakat mengalami kesulitan. Bahkan, masyarakat yang dulunya berada berubah status menjadi tidak mampu. Untuk itu, PLN telah memberikan kebijakan khusus untuk pelanggan 450 VA yaitu listrik gratis dan sebagian pelanggan 900 VA mendapat-
kan diskon 50 persen. Pelanggan di Bali yang mendapat kebijakan khusus tersebut sekitar 300 ribu. Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, mengatakan selain kebijakan tersebut, PLN juga memberikan kebijakan pada pelanggan bisnis dengan daya 200 kVA ke atas untuk melaku-
kan cuti daya atau berhenti menjadi pelanggan sementara. Hal ini mengingat di Bali ekonomi dominan bergerak di bidang pariwisata. Dengan adanya wabah Covid-19, pariwisata adalah bidang yang paling terpengaruh. ‘’Pelanggan bisnis ada kebijakan dari PLN. Daya 200 kVA ke atas bisa mengajukan
ke PLN untuk mengajukan cuti daya. Dayanya diturunkan sehingga biaya yang dibayarkan lebih rendah untuk meringankan dari sisi pembayaran. Ada juga yang berhenti menjadi pelanggan sementara, tapi ada persyaratannya,’’ jelasnya, Jumat (24/4) kemarin. Sementara pelanggan
Bali Post/kmb23
TURUNKAN – Petugas menurunkan bantuan APD untuk Bali dari pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Satya, Kolonel Arh Alberthus Magnus Suharyadi, alkes berupa APD dari pusat ini merupakan pengiriman yang keempat untuk wilayah Bali. APD ini akan didistribusikan ke RS rujukan penanganan Covid-19. APD ini jumlahnya 118 koli atau 5.900 pieces. Gugus Tugas Sub Kesehatan Covid-19 Wilayah Bali, dr. I Dewa Gede Asudewa,
Sp.KJ., mengungkapkan, datangnya bantuan ini maka ada tambahan APD yang dimiliki Gugus Tugas Covid-19 Wilayah Bali. Stok yang ada saat ini sebanyak 4.500 ditambah yang datang 5.900, jadi stok menjadi total 10.400 pieces. “Sampai saat ini sudah 25.000 pieces APD yang disalurkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya. (kmb23)
waktu yang sudah ditentukan, tim kami di lapangan tetap melakukan SOP sesuai yang berlaku,’’ tandasnya. SOP tersebut tetap dilakukan mengingat PLN juga membutuhkan cash in untuk biaya operasional. Masyarakat dapat mengirimkan foto stand meter melalui whatsapp ke nomor
08122123123 untuk meminimalkan petugas PLN masuk ke dalam rumah masyarakat guna mencegah penularan Covid-19. Periode pengiriman 25–31 April. Sementara untuk masyarakat di pedesaan, pencatatan stand meter dilakukan berdasarkan rata– rata pemakaian tiga bulan terakhir. (kmb42)
Tahun Ini, Sasaran Operasi Ketupat Berbeda
Bantuan APD Tahap IV Tiba di Bali Mangupura (Bali Post) – Ribuan alat pelindung diri (APD) kembali didistribusikan pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19 di Bali. Sebanyak 118 koli atau 5.900 pieces APD tahap IV tiba di Apron Base Ops. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (24/4) kemarin, pukul 13.07 Wita. APD diangkut pesawat Hercules C-130 Skadron Udara 33 dengan nomor Reg A-1330 yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. APD kemudian diserahterimakan dari Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Radar Soeharsono, kepada Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Arh Alberthus Magnus Suharyadi. APD bantuan dari Tim Gugus Nasional Covid-19 untuk Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan Covis-19 di Provinsi Bali ini selanjutnya dibawa ke Posko Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 menggunakan dua truk dari BPDB dan satu truk dari Korem. Menurut Danrem 163/Wira
rumah tangga dengan daya 1.300 VA ke atas belum ada kebijakan khusus dari pemerintah. Mengingat PLN adalah badan usaha milik pemerintah sehingga kebijakan yang diambil juga berdasarkan keputusan pemerintah. ‘’Terkait pemutusan listrik karena keterlambatan pembayaran melampaui jangka
Mangupura (Bali Post) Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Lebaran dilaksanakan Operasi Ketupat. Tetapi tahun ini sasaran operasi tersebut berbeda akibat wabah Covid-19. Operasi ini dominan memberi imbauan agar masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona. ‘’Operasi Ketupat Covid-19 berlangsung mulai 24 April sampai 31 Mei 2020,’’ tegas Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, saat memimpin apel Operasi Ketupat Covid-19, Jumat (24/4) kemarin. Menurutnya, operasi kali ini sungguh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di samping namanya diseragamkan di seluruh Indonesia, sasaran operasi serta cara bertindaknya berbeda. Dulu sasaran operasi adalah barang, orang dan penindakan jika ada pelanggaran yang membahayakan kendaraan lain. Sekarang melakukan imbauan kepada masyarakat supaya tidak keluar rumah jika tidak dalam keadaan terpaksa dan selalu berkoordinasi dengan tokoh muslim berkaitan imbauan tidak mudik Lebaran. ‘’Jangan pernah bosan mengingatkan masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah, mewajibkan menggunakan masker, cuci tangan dengan
Bali Post/ist
APEL - Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi memimpin apel Operasi Ketupat Covid-19.
sabun dan jaga jarak,’’ ujarnya. Terkait penyebaran wabah virus Corona, orang nomor satu di Polres Badung ini mengingatkan anggotanya selalu menggunakan APD, menjaga kesehatan dengan baik dan bila ada gangguan kesehatan segera koordinasi dengan Urkes Polres Badung. ‘’Kondisi lemah rentan terkena penyakit. Mari kita beri pelayanan kepada masyara-
kat dengan tutur kata dan bahasa yang tidak menimbulkan kebencian, apalagi di bulan puasa ini,’’ tandas mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Bali ini. Menurut Kabag Ops. Polres Badung, Kompol I Wayan Suana, Operasi Ketupat Covid-19 fokus pada sasaran orang agar tidak melakukan mudik Lebaran. ‘’Jika ingin mencapai kemenangan dalam melawan virus Corona ditentukan oleh satu komando, tidak melakukan kebijakan sendiri-sendiri,’’ tegasnya saat Anev Operasi Ketupat Covid-19. Kompol Suana mengharapkan anggotanya mengedepankan koordinasi dengan tokoh Muslim dan menyampaikan perkembangan Covid-19, sehingga memudahkan mereka memberikan imbauan tidak mudik Lebaran. ‘’Tidak ada penutupan jalan. Ini adalah bencana nasional non-alam dan pengendaliannya ada di tingkat pusat. Saat video conference kemarin (Kamis-red) di Ruang Command Center Kominfo Badung, seluruh bendesa adat sepakat tidak melakukan penutupan jalan dan mengikuti ajuran pemerintah. Jika ditemukan hal tersebut, segera koordinasikan dan beri imbauan secara humanis,’’ ungkapnya. (kmb36)
Covid-19 Mewabah
Proyek di RSD Mangusada Tetap Jalan Mangupura (Bali Post) Pembangunan sejumlah gedung di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Badung, tetap berjalan di tengah wabah Covid-19. Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (24/4) kemarin, di gedung D pekerja sedang membuat roof ram pasien, struktur koridor untuk UGD dan pekerjaan pasang spandek roof serta atap genteng. Di gedung F, pekerja mengerjakan pemasangan struktur kanopi dan koridor timur lantai 4. Sementara di
gedung G, mengerjakan struktur kap baja, struktur kanopi serta struktur ram sisi timur dan sisi barat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengungkapkan, pembangunan gedung G, F dan D sudah mencapai 59 persen lebih. ‘’Progres minggu ke-73 sudah sesuai target yang ditetapkan. Kegiatan telah sesuai rencana,’’ ujarnya. Selain kegiatan di bagian atas, pekerja juga mengerjakan arsitektur bangunan dan
instalasi listrik tiga gedung tersebut. Karena itu, pihaknya optimis proyek pengembangan rumah sakit ini akan rampung Desember 2020. ‘’Kalau tidak ada halangan, bulan Desember 2020 ketiga gedung tersebut sudah rampung fisiknya. Namun, fasilitas pendingin di ruangan belum, karena belum dianggarkan,’’ kata Surya Suamba. Dijelaskannya, rekanan Dinas PUPR Badung melibatkan 369 tenaga kerja untuk merampungkan ketiga gedung tersebut. Tenaga kerja
terdiri atas tenaga struktur 106 orang, tenaga finishing 170 orang, tenaga kelistrikan 74 orang dan tenaga pendukung 74 orang. ‘’Kemungkinan ini bisa bertambah jika ada progres pengerjaannya dipercepat,’’ tambah birokrat asal Tabanan ini. Seperti diketahui, proyek RSD Mangusada digarap oleh PT Tunas Jaya Sanur. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 262 miliar dan setelah tender menjadi Rp 255 miliar. Pengerjaan awalnya ditarget selesai November, namun karena ada
perubahan desain, mundur menjadi Desember. Perubahan desain dikarenakan akan ada alat radiologi sehingga Desember 2020 mendatang diprediksi rampung. Ketiga gedung tersebut ditargetkan beroperasi tahun 2021. Dengan penambahan gedung baru, RSD mangusada akan memiliki 440 kamar. Informasi yang dihimpun, gedung D rencananya digunakan untuk poliklinik dengan sistem cluster serta ruang rawat inap kelas II dan kelas I. Gedung F dimanfaatkan
Bali Post/kmb27
RSD MANGUSADA - Proyek pembangunan RSD Mangusada berlanjut meski di tengah wabah virus Corona. Foto ini diambil sebelum adanya wabah tersebut. untuk pusat onkologi pelayanan khusus kanker, ruang pelayanan eksklusif seperti pelayanan bayi tabung dan ruang khusus rawat anak.
Gedung G akan menjadi pusat pelayanan cuci darah, pusat manajemen, pendidikan dan pengembangan, dapur serta laundry. (kmb27)
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Larangan Mudik
Satgas Data Pendatang di Posko Terminal
Tabanan (Bali Post) Instruksi pemerintah pusat agar masyarakat tidak mudik pada Lebaran tahun ini langsung direspons oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan diminta melakukan pengawasan dan mendata migran/warga pendatang dari luar daerah yang masuk ke Tabanan lewat sarana transportasi. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan Gusti Darma Utama saat dimintai konfirmasinya, Jumat (24/4) kemarin, membenarkan jauh hari sebelumnya sebelum instruksi ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran Satlantas Polres Tabanan untuk terus melakukan pengawasan di lapangan. Di tiap-tiap terminal yang ada di wilayah Kabupaten Tabanan sudah dibuatkan posko seb-
Sosial
agai tempat petugas mendata penumpang yang datang dari luar daerah. Menurutnya, Kabupaten Tabanan merupakan jalur pelintasan antarprovinsi. Aktivitas naik turunnya penumpang antarprovinsi sebagian besar terjadi di Terminal Tipe A Mengwi, Badung. “Arus mudik masih nihil. Meski demikian, petugas kami terus melakukan pendataan penumpang dari luar daerah yang turun di terminal. Pendataan ini nantinya
akan diserahkan pada instansi terkait untuk ditindaklanjuti, misalnya Dinas Kesehatan untuk pengawasan kesehatannya,” terangnya. Di tempat terpisah, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengimbau umat muslim di Tabanan untuk mengikuti anjuran pemerintah agar penanganan wabah Covid-19 cepat berakhir. “Cintai diri sendiri dan keluarga. Jika berharap silahturahmi panjang, tentu harus berpirkir dua kali untuk
mudik. Ibadah bisa di mana saja. Kalau disipilin dan taat mendukung anjuran pemerintah, saya yakin Tabanan akan cepat terbebas dari wabah ini,” ucapnya. Bila memaksa tetap mudik, setibanya di kampung halaman pun akan dikarantina. “Pemudik di sana juga dikarantina. Lebih baik diam di rumah sampai suasana lebih baik, tidak ada kecemasan dan kekhawatiran dan kondisi sehat,” pungkasnya. (kmb28)
BRI Peduli Covid-19
Serahkan Bantuan APD pada Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Gianyar tersebut, melalui Program BRI Peduli, Bank BRI telah menyalurkan 7.600 paket sembako gratis kepada keluarga tidak mampu di wilayah Bali, NTB dan NTT. Dari 7.600 paket sembako, sebanyak 7.500 paket dikerjasamakan dengan Agen BRILink dan 100 paket lainnya dibagikan langsung oleh Bank BRI kepada masyarakat yang bermata pencaharian sebagai tenaga kebersihan, tukang parkir, sopir dan ojek online. Sebanyak 3.400 paket dialokasikan di Provinsi Bali, 2.000 paket di Provinsi NTB dan 2.200 paket di Provinsi NTT. Agen BRILink yang dilibatkan dalam pengadaan paket sembako sekaligus pendistribusiannya kepada masyarakat sebanyak 243 Agen dan diutamakan yang memiliki usaha sembako. Selain sebagai perpanjangan BANTUAN BRI - Penyerahan Bantuan BRI Peduli Tanggap Darurat Covid-19 kepada tangan dari Bank BRI, dipilihnya Agen BRILink juga Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Gianyar. sebagai upaya BRI tetap BANK BRI Kantor Wilayah ini bersumber dari dana CSR di area publik dan di depan menggerakkan roda UMKM di tengah wabah Covid-19. (Kanwil) Denpasar menyerah- BRI untuk tanggap darurat kantor-kantor BRI. Paket yang berisi beras, kan bantuan alat pelindung Covid-19. Melalui Bank BRI Sampai saat ini secara kesdiri (APD) kepada Satgas Kanwil Denpasar dan 31 Kan- eluruhan sudah ditempatkan minyak goreng, gula pasir dan Penanggulangan Covid-19 tor Cabang BRI yang disuper- 381 sarana cuci tangan. Seban- kebutuhan lainnya tersebut Kabupaten Gianyar, Senin visi, perseroan menyalurkan yak 179 wastafel ditempatkan diantar langsung/door to door (20/4) lalu. Bantuan diterima bantuan tanggap darurat Co- di Provinsi Bali, 81 di Provinsi oleh Agen BRILink kepada langsung oleh Bupati Gianyar vid-19 di seluruh wilayah Bali, NTB dan 121 di Provinsi NTT. kepala keluarga (KK) yang yang juga Ketua Satgas Pen- NTB dan NTT. Jumlah ini akan terus ber- membutuhkan berdasarkan anggulangan Covid-19 KabuSelain bantuan tanggap tambah seiring komitmen data dan rekomendasi dari paten Gianyar, I Made Agus darurat, langkah konkret lain- BRI untuk turut membantu pejabat berwenang. Hal ini Mahayastra. Bantuan tersebut nya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam pencegahan merupakan wujud perhatian dan kepedulian BRI kepada akan didistribusikan untuk Bank BRI, di antaranya me- Covid-19. memenuhi kebutuhan tim nyediakan dan menempatkan Lebih jauh Bagus K. Sub- masyarakat yang membumedis di Kabupaten Gianyar sarana cuci tangan (wastafel) agia menyampaikan kepri- tuhkan di tengah wabah Covdalam menangani dan melay- yang dapat dimanfaatkan oleh hatinan atas nasabah dan id-19 yang semakin mencekik ani masyarakat dan pasien masyarakat umum. Sarana masyarakat yang terdampak perekonomian masyarakat. Covid-19. cuci tangan tersebut dapat Covid-19, sebab banyak di Bantuan-bantuan lainnya Pemimpin Wilayah BRI diakses dengan mudah oleh antaranya yang dirumah- akan terus dikucurkan oleh Denpasar Ida Bagus K. Sub- nasabah BRI dan masyara- kan atau kehilangan mata BRI sesuai kebutuhan maagia mengatakan, bantuan kat luas karena ditempatkan pencaharian. Menanggapi hal syarakat. (ad267)
Polres Tabanan Antisipasi Penolakan Pemakaman Jenazah Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan membentuk tim khusus yakni Satgas Reaksi Cepat untuk kegiatan mengawal proses pemakaman pasien Covid-9. Tim beranggotakan 15 orang ini dibentuk untuk mengantisipasi penolakan warga terhadap jenazah pasien virus Corona. Satgas Reaksi Cepat membantu penanganan korban
Covid-19 termasuk proses penguburan jenazah jika ditolak masyarakat. Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S. Siregar S.IK., M.H. menyatakan ini saat menyerahkan alat pelindung diri (APD) bantuan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M., Jumat (24/4) kemarin. Kapolres menegaskan,
pembentukan Satgas Reaksi Cepat ini untuk menyikapi situasi dan proses penanganan korban Covid-19. Apalagi di tempat tertentu ada penolakan dari elemen masyarakat dalam proses penguburan jenazah korban virus Corona. “Pimpinan Polda Bali juga telah memberikan APD untuk dipakai dalam proses penanganan korban Covid-19,”
Subdenpom IX/3-2 Bantu Sembako dan Imbau Tak Mudik
Bali Post/kmb26
TIDAK MUDIK - Subdenpom Negara menyerahkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan mengimbau tidak mudik. Negara (Bali Post) – Memasuki Bulan Ramadan, Subdenpom IX/3-2 Negara melakukan aksi sosial ke sejumlah titik permukiman warga di Kabupaten Jem-
brana, Kamis (23/4) sore. Aksi sosial yang diisi pembagian sembako ini dipimpin Dansubdenpom Kapten Cpm Doni Kristian. Pihaknya menyasar tiga lokasi permuki-
man warga yang merayakan Idul Fitri, yaitu Desa Tuwed, Desa Candikusuma dan Kelurahan Loloan Barat. Penyerahan bantuan 60 paket sembako dan masker ini ditujukan kepada warga kurang mampu. Dansubdenpom juga mengimbau warga tidak mudik serta mengenakan masker, baik di sekitar rumah maupun keluar. ‘’Untuk sekarang ini jangan mudik. Ikuti imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19,’’ ujar Kapten Doni. Yang lebih penting lagi, lanjutnya, masyarakat agar tetap menjaga jarak, terus menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan dengan sabun. Ia mengharapkan logistik bantuan berupa beras, minyak goreng dan mi instan ini bisa sedikit membantu warga terutama yang kurang mampu. (kmb26)
ujarnya. APD yang diterima Polres Tabanan dan siap pakai sebanyak 12 pasang, terdiri atas cover all, kaca google, sarung tangan dan sepatu boots berstandar internasional. Selesai penyerahan APD Satgas Reaksi Cepat, Polres Tabanan melaksanakan simulasi singkat cara bertindak anggota satgas di lapangan. (kmb28)
Bali Post/kmb28
BERBINCANG - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbincang dengan salah satu pedagang rujak yang sebelumnya berjualan di areal Tanah Lot.
Pedagang Rujak dan Juru Foto di Tanah Lot Dapat Sembako Tabanan (Bali Post) Puluhan tahun berjualan rujak di areal DTW Tanah Lot, Ni Ketut Pupul (60), warga Banjar Batanbuah, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, kini hanya bisa berdiam diri di rumah lantaran dampak penyebaran wabah Covid-19. Tak banyak yang bisa ia lakukan di usianya yang sudah senja. Pupul hanya menyibukkan diri dengan aktivitas ngempu cucu dan membuat canang. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Pupul sejauh ini dibantu oleh menantunya yang beruntung masih bisa bekerja di salah satu vila di wilayah Kediri. Sementara putra semata wayangnya, I Wayan Sumiarta, tewas akibat ganasnya ombak Pantai Tanah Lot pada September 2019 silam, ketika memancing bersama sejumlah rekannya di belakang bawah Pura Enjung
Galuh. Pupul merupakan satu dari 1.100 warga di wilayah Desa Beraban yang terdampak pandemi Covid-19 seperti halnya juru foto keliling, pedagang asongan (kopi) yang sebelumnya hidup dari ‘’kue’’ sektor pariwisata Tanah Lot. Untuk mengurangi beban mereka selama pandemi virus Corona, Pemkab Tabanan menggandeng Yayasan Ekalawya membagikan sembako dan masker, Jumat (24/4) kemarin. Pemkab menyasar warga yang sangat terdampak dan dari ekonomi tingkat bawah seperti tukang suun pasar, sopir angkot, juru foto keliling, dagang rujak di Tanah Lot dan Satgas Covid-9. Bantuan diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Forkompimda Tabanan di Wantilan Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot. Bagi-bagi sembako ini dis-
ambut antusias oleh warga yang sangat merasakan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19. ‘’Sangat senang, apalagi saya tidak lagi bisa berjualan. Saya hanya berdiam diri di rumah. Tidak ada kegiatan lain, hanya ngempu dan buat canang,’’ beber Pupul. Bupati Eka mengatakan, pemberian sembako bagi warga terdampak ini paling tidak dapat meringankan beban selama wabah. Pemkab Tabanan saat ini masih fokus mempertahankan ketahanan pangan sampai akhir tahun 2020 untuk terus bisa menghadapi pandemi. ‘’Untuk itu, pertanian terus kita dorong, irigasi dikedepankan, mencoba membuat pupuk kandang agar tidak membeli dari luar dan subsidi semua program pertanian. Produksi telur, ayam dan ikan dikemas biar mapan, serta menghidupkan BUMDes dan pasar desa,’’ terangnya. (kmb28)
Pendidikan
Kuliah ’’Online’’, Undiknas Berikan Bantuan Paket Data Internet di Tengah Pandemi Covid-19 SEBAGAI salah satu kampus swasta terbaik di Provinsi Bali dan LLDikti Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara), Undiknas senantiasa selalu berupaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh civitas akademikanya. Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/ MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Undiknas terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Diawali dengan memberikan pelatihan secara online kepada dosen-dosen tentang elearning dan video conference platform yang dapat digu-
nakan untuk melaksanakan perkuliahan daring/online. Dosen juga diharapkan dapat mengemas perkuliahan online agar tetap menarik dan tidak membosankan bagi mahasiswa. Monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan perkuliahan online terus dilaksanakan guna mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diantisipasi dan dilakukan perbaikan. Setelah satu minggu berjalan, hasil monev menunjukkan bahwa metode pembelajaran dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan oleh dosen mendapat respons positif dari mahasiswa. Akan tetapi sebagian besar mahasiswa Undiknas mengakses internet menggunakan paket data seluler dan penggunaan kuota internet cukup besar ketika perkuliahan online dilakukan melalui video conference platform. Menindaklanjuti hal tersebut, Rektor Undiknas Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. menginstrusikan kepada Wakil Rektor IV Bidang
Kerja Sama untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan penyedia layanan jasa internet. Dengan demikian, Undiknas dapat membantu mahasiswa terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19. Tidak berselang lama, tepat pada minggu kedua pelaksanaan perkuliahan online, Undiknas telah mengumumkan bantuan paket data internet kepada seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif Undiknas pada semester genap tahun akademik 2019/2020. Atas kerja sama Undiknas dengan perusahaan Telkomsel selaku operator seluler yang menyediakan paket data pendidikan selama pandemi Covid-19, Undiknas memberikan bantuan paket data internet selama perkuliahan online semester genap tahun akademik 2019/2020. Penghematan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan yang diperoleh selama perkuliahan online digunakan untuk membantu mahasiswa dengan pemberian paket data internet. ‘’Semoga bantuan paket data internet yang diberikan bermanfaat untuk menunjang perkuliahan online di tengah pandemi Covid-19. Semoga semua selalu dalam keadaan sehat dan pandemi ini segera berakhir sehingga aktivitas dapat berjalan normal kembali,’’ ujar Rektor Undiknas. (ad266) Rektor Undiknas Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M.
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Bupati Suwirta Salurkan Bantuan Donatur di Tiga Kecamatan, Nusa Penida Menyusul BUPATI Klungkung, I Nyoman Suwirta, menyalurkan bantuan dari para donatur untuk mengantisipasi dampak Covid-19, Jumat (24/4) pagi. Bantuan berupa paket sembako ini diserahkan Bupati Suwirta dengan skala prioritas menyasar warga yang benarbenar sangat membutuhkan. Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk mulai lapang dada, terbiasa dengan skala prioritas, mendahulukan mereka yang benar-benar paling kesulitan. Sebanyak 80 paket sembako masing-masing terdiri dari beras 10 kg, satu liter minyak goreng, satu dus mi instan dan ¼ kg ikan teri itu diserahkan Bupati Suwirta di tiga desa. Di antaranya Desa Gelgel Kecamatan Klungkung, Desa Sampalan Ten-
gah Kecamatan Dawan dan Desa Timuhun Kecamatan Banjarangkan. Ada puluhan warga, terdiri dari lansia, disabilitas dan penderita ODGJ mendapat bantuan tersebut. Jadi, sesuai harapan Suwirta, benar-benar tepat sasaran. Menurut Bupati Suwirta, bantuan yang diterima dari para donatur itu harus segera disalurkan kepada yang berhak. Hal ini untuk mengantisipasi agar barang tidak cepat rusak atau kadaluwarsa, sehingga bantuan tidak menjadi sia-sia. ‘’Hari ini kami telah menyalurkan bantuan dari donatur untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Bagi yang terketuk hatinya, mari bantu warga kita yang membutuhkan uluran tangan kita,’’ pinta Bupati Suwirta didampingi Kadisos Klung-
kung Ida Bagus Anom Adnyana dan perwakilan salah satu donatur. Sebelumnya, sebanyak 80 paket sembako itu diterima Bupati Suwirta dari salah satu koperasi di Klungkung. Dalam kesempatan itu, Bupati berharap masyarakat dapat memahami kinerja pemerintah terkait pendistribusian bantuan itu. Bantuan yang diterima dari para donatur itu akan didata terlebih dahulu. Kemudian didistribusikan sesuai data yang diberikan oleh perangkat desa. Ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih. Penting, agar masyarakat yang terkena dampak Covid-19 itu dapat bantuan secara merata. Setelah menyerahkan bantuan pada tiga kecamatan, selanjutnya dia juga
Perayaan HUT Kota Bangli Ditiadakan Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli telah merancang sejumlah acara merayakan HUT ke-816 Kota Bangli. Seluruh desa rencananya dilibatkan mengisi acara hiburan secara bergilir. Namun karena adanya wabah Covid-19, rencana perayaan HUT Kota Bangli tahun ini akhirnya ditiadakan. Sekretaris Panitia HUT Kota Bangli, Anak Agung Bintang Ari Sutari, Jumat (24/4) kemarin engatakan, HUT ke-816 Kota Bangli tahun ini rencananya diwarnai banyak hiburan. Temanya dari desa menghibur kota. Sesuai tema itu, seluruh desa dilibatkan menampilkan hiburan secara bergilir. Seluruh desa rencananya mengisi acara hiburan untuk pertama kalinya itu. Sebelumnya hanya beberapa desa berpartisipasi saat acara pawai. Kabag Tata Pemerintahan itu menambahkan HUT Kota Bangli yang diperingati setiap tanggal 10 Mei itu sudah diposkan anggaran sekitar Rp 300 juta. Biasanya setiap memperingati HUT itu Pemkab menggulirkan sejumlah acara berupa hiburan, perlombaan dan pameran. Acara dilaksanakan di Lapangan Kapten Anak Agung Bintang Ari Sutari Mudita, Bangli. (kmb40)
memastikan akan segera turun ke Nusa Penida. Bupati Suwirta mengaku ingin melihat langsung dari dekat, bagaimana situasi warganya di Nusa Penida setelah wabah Covid-19 ini. Setelah warga yang akan menerima bantuan terdata dengan baik di setiap desa, dia akan menyerahkan bantuan dari donatur kepada warga Nusa Penida. Warga di daerah kepulauan ini terdampak cukup luas., sehingga distribusi bantuan ke Nusa Penida akan menjadi prioritas. ‘’Saya akan segera turun ke Nusa Penida. Warga kita di sana harus menjadi prioritas. Ada yang penghasilannya hanya untuk makan sehari. Warga yang begini harus kita bantu bersama sebagai bentuk kepedulian kita,’’ tegasnya. (ad270)
Tambah 2 PMI, Gianyar Catat 17 Positif Covid-19 Gianyar (Bali Post) Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gianyar bertambah dua orang dari pekerja migran Indonesia (PMI), sehingga kini tercatat ada 17 kasus positif Covid-19 di kawasan seni ini. Namun, Tim Satgas Covid-19 Gianyar juga mencatat ada tambahan satu warga sembuh.
Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani dikonfirmasi, Jumat (25/4) kemarin, membenarkan ada dua tambahan positif Covid-19. Kini kedua pasien positif itu sudah mendapat penanganan. ‘’Ada tambahan dua kasus, satu pekerja kapal pesiar. Dan satu pekerja migran datang dari Amerika,’’ katanya. Dikatakan, PMI yang bekerja di kapal pesiar itu merupakan seorang lakilaki 31 tahun asal Desa Sukawati. Ia tiba di Bali 4 April 2020 lalu. Setiba di Gianyar, PMI ini juga langsung melakukan karantina
Pemangkasan Besar-besaran untuk Covid-19
Pendapatan Rp 211,4 M Belanja Rp 276,7 M
REALOKASI anggaran APBD TA 2020 untuk Covid-19, mengakibatkan terjadinya pemangkasan anggaran besar-besaran. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menegaskan pos-pos utama harus dibabat habis untuk memenuhi kebutuhan pengalokasian anggaran penanganan Covid-19. Langkah ini dilakukan, karena dana perimbangan yang dipangkas oleh pusat cukup besar, mencapai Rp 85,6 miliar. Dengan mengalokasikan dana Covid-19 itu sebesar itu, apakah dana yang disiapkan memang sudah memadai? Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Winastra, bersama Ketua Gugus Tugas Nyoman Suwirta mengatakan hal itu di Kantor Bupati Klungkung, Jumat (24/4) kemarin. Dari aspek pendapatan terpangkas anggaran mencapai Rp 211,4 miliar dari sebelumnya Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,03 triliun. Jumlah itu terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang terpangkas Rp 40,3 miliar. Dana Perimbangan terpangkas Rp 85,6 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 85,5 miliar. Dilihat dari PAD, ada empat poin besar terkoreksi. Antara lain pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Selain itu pendapatan asli daerah yang sah. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak/ bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. ‘’PAD ini sudah termasuk pajak hotel dan restoran serta hasil retribusi daerah,’’ ujar Winastra. Pendapatan daerah yang sah terdiri dari pendapatan hibah, dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya, dana penyesuaian dan otonomi khusus, bantuan keuangan dari
provinsi atau pemerintah daerah lainnya. ‘’Pagu anggaran yang tersedia baru Rp 60 miliar. Penggunaannya sedang dipetakan. Ini khusus bidang kesehatan, ekonomi dan jejaring pengaman sosial,’’ kata Winastra. Pejabat asal Tabanan ini mengatakan, selain pendapatan belanja terpangkas habis dan belanja terpangkas sebesar Rp 276,7 miliar, dari sebelumnya Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,07 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung meliputi, belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil dan belanja bantuan keuangan serta belanja tak terduga. Sementara untuk belanja langsung terdiri dari belanja pegawai belanja barang dan jasa, serta belanja modal. Penerimaan pembiayaan daerah juga terpangkas Rp 66,9 miliar, dari sebelumnya Rp 107,8 miliar menjadi Rp 40,8 miliar. Penerimaan pembiayaan daerah ini terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya, penerimaan pinjaman daerah dan penerimaan kembali penyertaan modal pemerintah daerah. Sementara pengeluaran
pembiayaan daerah sebesar Rp 1,7 miliar juga sudah terpangkas total. ‘’Situasi Covid-19 mengharuskan pusat menyiapkan anggaran yang cukup untuk menangani pandemi maupun dampaknya. Di daerah juga begitu,’’ katanya. Ketua Gugus Tugas Nyoman Suwirta menambahkan, pagu anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 60 miliar. Jumlah itu tidaklah banyak. Ini hanya cukup untuk beberapa bulan. Karena itu pihaknya
BAGI SEMBAKO - Bupati Suwirta saat membagikan sembako kepada warga terdampak Covid-19.
berinisiatif menyelaraskan dengan dana desa yang bisa digunakan membantu warga kurang mampu maksimal 35 dan minimal 25 persen. ‘’Jumlah KK semuanya sekitar 57 ribu KK. Sekitar 30 persen dana desa setiap desa itu bisa diambil untuk BLT. Agar disiapkan data lebih dulu oleh desa. Hal itu penting supaya penerimaannya tidak tumpang tindih, antara pusat dan daerah. Datanya harus lengkap dengan NIK,’’ pinta Suwirta. (gik)
JUMPA PERS - Suwirta bersama Winastra saat jumpa pers di ruang kerjanya.
mandiri selama 14 hari. ‘’Penderita melakukan rapid test mandiri, hasilnya positif. Kemudian pada 21 April dilakukan swab tes di RS Sanjiwani dengan hasil PCR positif. Kemudian penderita itu dirawat di Bapelkes,’’ katanya. Setiba di Bali, PMI yang bekerja di kapal pesiar ini melakukan isolasi mandiri di hotel seputaran wilayah Ubung, Denpasar selama 10 hari. Kemudian ia melanjutkan isolasi mandiri lagi di rumahnya di Desa Sukawati. Nah Sabtu 18 April, ia memeriksakan diri RSUD Sanjiwani, namun diketahui
ia tidak mendapat pemeriksaan, hanya ditanya keluhannya saja. Saat itu memang tidak ada keluhan sehingga dirinya diberitahukan agar mengambil surat keterangan sehat. Karena masih merasa ragu, PMI asal Desa Sukawati itu akhirnya melakukan rapid test di salah satu rumah sakit swasta di Gianyar, Minggu, 19 April dengan hasil positif. Nah berdasarkan hasil itu, ia akhirnya melakukan swab tes di RSUD Sanjiwani 21 April. Dari hasil inilah diketahui hasil swab tesnya positif. Akhirnya petugas
Satgas Covid-19 Gianyar menjemput ke rumahnya di Desa Sukawati untuk dievakuasi ke Bapelkes, Denpasar. Ketika Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani dikonfirmasi terkait kronologinya, namun ia enggan berkomentar. Kadiskes menambahkan, satu lagi PMI positif Covid-19 asal Desa Tampaksiring. Dia adalah seorang warga dengan umur 26 tahun. Ia merupakan PMI yang sebelumnya bekerja di Amerika. Dikatakan, 18 April, warga asal Tampaksiring itu datang ke RS PTN Udayana melakukan rapid test mandiri. ‘’Nah pada 21 April 2020 penderita dinyatakan positif Covid-19 dan kemudian penderita itu dirawat di RS PTN Udayana,’’ tandasnya. (kmb35)
PMI dan Orang Kontak Erat Gratis ’’Rapid Test’’ Gianyar (Bali Post) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar memastikan bahwa rapid test untuk pekerja migran Indonesia (PMI) tidak dipungut biaya. Upaya yang dilakukan dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 ini ditegaskan lewat surat edaran nomor:800/8770/RSU, tertanggal 22 April 2020. Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Sanjiwani, dr. Ida Komang Upeksa, dikonfirmasi Jumat (25/4) kemarin. Dirut RSUD Sanjiwani mengatakan, selain PMI rapid test gratis itu juga berlaku bagi orang yang kontak erat dengan PMI bersangkutan. ‘’Rapid test gratis untuk seluruh PMI dan kontak erat,’’ jelasnya. Jadwal rapid test bisa dilakukan setiap hari kerja. Lokasinya di poli Covid-19, di ruang isolasi Kamboja RSUD Sanjiwani Gianyar buka selama 24 jam. Sedangkan di puskesmas dibuka pukul 08.00 hingga pukul 11.00 pada jam kerja. Disinggung terkait informasi WHO yang tidak menyarankan rapid test untuk mendeteksi wabah Covid-19, Dirut RSUD Sanjiwani mengatakan, rapid test itu sangat berguna terkait screening memilih prioritas yang harus dites swab. ‘’Rapid yang dilaksanakan untuk screening viral infeksion, jika positif deskripsinya terpapar virus (bisa covid, DBD, pneumonia - red),’’ tandasnya. (kmb35) dr.Ida Komang Upeksa
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Jalan Menuju Pura Pasar Agung Sebudi Berlubang dan Bergelombang Amlapura (Bali Post) Kondisi infrastruktur menuju Pura Pasar Agung, Sebudi tepatnya di Banjar Dinas Muntig, Desa Amerta Bhuana, Selat, Karangasem mulai mengalami kerusakan. Kerusakan jalan di sana bukan saja bergelombang juga mulai berlubang di sana-sini. Sudah pasti situasi seperti itu sangat rentan memicu terjadi kecelakaan lalu lantas. Memang jadi sangat membahayakan khususnya pengendara roda dua saat melintas malam hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan mulai terlihat bukan saja bergelombang malah berlubang di sejumlah titik. Aspal yang sebelumnya kuat menempel di badan jalan itu tampak sudah mengelupas. Aki batnya batu geladak yang berjejer rapi di bawah aspal itu mulai muncul ke permukaan. Bahkan tanah di bawahnya sudah kelihatan. Kondisi itu membuat pengendara khususnya sepeda motor harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir dan terjatuh. Termasuk mobil truk pengangkut pasir juga terlihat pelan-pelan di jalan
yang bergelombang agar mobil tidak terjungkal. Salah seorang warga, Wayan Winarta, Jumat (24/4) kemarin mengatakan, jalan bergelombang dan berlubang itu malah sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Karena itu ketika hujan di jalan yang bergelombang itu banyak lumpur akibat tanah di bawahnya mulai kelihatan. Apalagi jalan itu terus dilalui truk pengakut pasir dengan beban muatan relatif berat, sehingga tambah mempercepat kerusakan jalan di sana. ‘’Setiap hari truk bermuatan berat lalu-lalang membawa pasir,
Target 800, Baru 324 PMI Di-’’rapid Test’’ Ditemukan Enam Sampel Positif Singaraja (Bali Post) Gugus Tugas menargetkan 800 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri akan dilakukan rapid test (tes cepat - red). Bahkan, target itu harus sudah tuntas dalam minggu ini. ‘’Hari ini baru 324 yang sudah menjalani rapid test. Saya minta rapid test itu terus berlanjut sampai target 800 PMI, semuanya di-rapid test,’’ kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menyampaikan update perkembangan kasus Covid-19, Jumat (24/4) kemarin. Rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan para PMI yang telah pulang dari luar negeri. Rapid test ini dilakukan oleh tim medis di masing-masing puskesmas di Buleleng. Hasilnya, tim medis baru bisa melaksanakan rapid test kepada 324 orang PMI yang tersebar di sembilan kecamatan.
Dari jumlah itu, tim medis menemukan ada enam sampel darah milik PMI positif terinfeksi Covid-19. Rapid test ini menjadi bagian prosedur tetap (protap) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI). Tujuannya adalah memutus mata rantai penularan Covid-19 di masyarakat, dan menjamin setiap PMI yang pulang dari luar negeri bebas dari infeksi Covid-19. ‘’Hari ini baru 324 yang sudah mengikuti rapid test. Saya minta terus berlanjut sampai target 800 itu semuanya di-rapid test,’’ pinta Bupati. Nanti, kata Bupati, akan ada barier khusus dan protapnya jauh lebih ketat, sehingga tidak mengganggu pasien lain di rumah sakit. Selama ini ada kekhawatiran pasien yang ada di IGD itu ketika ada rujukan pasien Covid. ‘’Karena itu kebijakan saya pak ai Mahotama khusus untuk pemeriksaan dan perawatan pasien Covid -19,’’ katanya. (kmb38)
Putu Agus Suradnyana
sehingga jalan jadi akan lebih cepat mengalami rusaknya,’’ ucapnya. Dia menambahkan, atas kondisi ini pihaknya berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang bergelombang dan berlubang tersebut. Jika jalan itu dibiarkan terus saja seperti itu, pastinya kerusakan jalan itu akan semakin parah. ‘’Bahkan sekarang tanah di bawah batu geladak mulai kelihatan,’’ katanya. Dia menjelaskan, kalau saja terus seperti itu tidak ada atensi dari instansi berwenang, maka kerusakan
jalan itu bisa semakin parah saja. Terlebih dalam waktu dekat ada piodalan di Pura Pasar Agung, sehingga banyak kendaraan yang hendak sembahyang ke sana pasti tantangannya sangat luar biasa. Pastinya, kondisi jalan seperti itu sangat mengganggu kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas. ‘’Jalan yang ada saat ini sangat rentan memicu terjadinya kecelakaan, khususnya saat malam hari. Sebelum ada korban berjatuhan, saya harap jalan itu bisa diperbaiki,’’ pintanya. (kmb41)
BERGELOMBANG DAN BERLUBANG - Kondisi jalan menuju Pura Pasar Agung Sebudi, Selat bergelombang dan berlubang.
Bali Post/kmb41
Pendidikan Tingkatkan Jabatan Akademik Dosen
Unwar Sosialisasikan Jafung Lewat Aplikasi ZOOM DI TENGAH pandemi Covid-19, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kegiatan sosialisasi Jabatan Fungsional (Jafung) berbasis daring (online). Memanfaatkan aplikasi ZOOM, sosialisasi dalam rangka meningkatkan kualifikasi tenaga pengajar ini pun berjalan lancar dengan melibatkan seluruh pimpinan fakultas di lingkungan Unwar. Sosialisasi Jafung itu dipimpin langsung Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. dan Dr. I Wayan Budiarta, S.S., M.Hum. selaku narasumber di Ruang Rapat Rektor. Wakil Rektor I Unwar I Nyoman Kaca mengatakan, sosialisasi Jafung itu sangat penting dilakukan karena merupakan implementasi dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Apalagi, jabatan fungsional dosen itu menyangkut tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam rangka mendidik, mengarahkan, melatih, menilai dan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Jabatan fungsional ini merupakan penghargaan di dalam melaksanakan profesionalisme menjadi dosen. Karena itu untuk menjadi dosen yang profesional, tidak cukup hanya berkompeten, tetapi harus mendapat pengakuan dari stakeholder. ‘’Dosen adalah salah satu instrumen penting dalam pendidikan, sehingga standar minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi harus dipenuhi,’’ ujar Nyoman Kaca, Jumat (24/4) kemarin. Dikatakan, untuk memenuhi ratio dosen dengan mahasiswa, khususnya di Prodi Manajemen dan Akuntansi di FE Unwar, dan Prodi Pendidikan Dokter di FKIK Unwar yang jumlahnya banyak, maka setiap tahun Unwar merekrut dosen
Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. baru. Dosen baru ini belum memiliki jabatan akademik, sehingga masih berstatus tenaga pengajar. Mereka tidak bisa mengajukan sertifikasi dosen (sardos). Karena itu, jabatan fungsional mereka harus ditingkatkan setelah mengajar selama satu tahun di kampus. Sebab, semakin tinggi jabatan fungsional seorang dosen itu, maka akan memiliki kewenangan dan tanggung jawabnya yang semakin luas. Dengan jabatan fungsional yang dimiliki itu, maka seorang dosen harus semakin kreatif memenuhi unsur-unsur dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ‘’Khusus tenaga pengajar, meningkatkan jabatan akademik ke asisten ahli sebenarnya tidak susah. Asalkan dosen itu memiliki kreativitas tinggi. Hanya mereka menunggu waktu pengangkatan selama satu tahun. Yang banyak menjadi kendala
adalah jabatan-jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, karena proporsi penelitian dan publikasinya harus banyak,’’ jelas Nyoman Kaca. Melalui sosialisasi Jafung ini, diharapkan para dosen di Unwar untuk lebih meningkatkan diri dalam mengejar jabatan akademik setinggitingginya, dengan kreativitas dan inovasi yang tetap mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebab, semakin tinggi jabatan akademik yang dimiliki, maka kualitas dosen akan semakin tinggi juga. Karena itu kualitas pendidikan di Unwar juga akan semakin meningkat. ‘’Saat ini tenaga pengajar baru itu, kita dorong untuk meningkatkan jabatan akademiknya. Sebanyak 39 orang dosen baru yang didominasi Fakultas Ekonomi serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,’’ pungkas I Nyoman Kaca. (ad269)
SOSOK Ikuti Protokol Kesehatan PARA pekerja migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang baru datang dari luar negeri cukup banyak menjalani masa karantina. Selama dikarantina, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa meminta kepada PMI supaya taat menuntaskan masa karantinanya selama 14 hari ke depan. Karantina itu dilakukan sebagai upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. ‘’Meski para pekerja yang datang dari luar negeri telah membawa surat keterangan sehat. Agar ada rasa aman, seluruh pekerja yang baru datang termasuk masyarakat wajib dikarantina,’’ pinta Wabup. Apa yang dilakukan itu sebagai bentuk protokol kesehatan yang harus dilakukan Pemkab Karangasem mencegah penyebaran virus semakin meluas. ‘’Protokol kesehatan itu wajib diikuti semua PMI,’’ pintanya. Selama menjalani masa karantina, pihaknya mengimbau kepada semua PMI supaya menjalankan segala yang dipersyaratkan dengan baik. Disiplin sesuai regulasi dan mengikuti instruksi petugas di lapangan. ‘’Semua harus disiplin. Memang selama masa karantina 14 hari, para pekerja migran itu tidak diperkenankan bertemu siapa pun termasuk keluarganya,’’ tambah Artha Dipa. Karena itu, para PMI itu sungguh-sungguh menjalani karantina. ‘’Tidak diperbolehkan bertemu siapa pun termasuk keluarga. Kami harap keluarga memaklumi kondisi ini. Apa yang dilakukan sematamata demi kebaikan bersama,’’ pungkas Artha Dipa. (nan)
Mutasi di Masa Pandemi Covid-19
10 Pejabat Dilantik, Lima Hasil Lelang Jabatan PEMKAB Buleleng melakukan penyegaran jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator. Di tengah darurat pandemi Covid-19 ini, 10 orang pejabat dilantik, Kamis (23/4). Lima orang pejabat itu merupakan hasil lelang jabatan tinggi pratama sebelum pandemi Covid-19. Siapakah yang beruntung mengisi jabatan itu, dan siapa juga yang meninggalkan jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator itu? Pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) hasil lelang jabatan yang dilantik itu adalah Gede Dody Sukma Oktavia Askara. Dia sebelumnya Camat Buleleng, kemudian sukses memenangkan lelang jabatan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud). Jabatan ini telah lama lowong karena pejabat sebelumnya pensiun. Gede Melandrat yang menjabat Sekretaris Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), sekarang ditugaskan memangku jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Jabatan ini disandangnya setelah Melandrat unggul lelang jabatan. Hal sama digapai I Made Kuta. Dia
sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP), setelah mengikuti lelang, sekarang Kuta diangkat sebagai Kepala DPMPPTSP. I Putu Adiptha Ekaputra ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Jabatan ini disandangnya setelah mengikuti lelang jabatan. Sedangkan Putu Sudama Diana sebelumnya Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar), setelah lolos lelang jabatan, kemudian menjadi Kadispar Buleleng. Selain lima pejabat hasil lelang jabatan itu, juga dilantik empat pejabat administrator (eselon III). Mereka I Nyoman
Riang Pustaka yang lama menjabat Camat Seririt, kini ditarik jadi Camat Buleleng. Jabatan yang ditinggalkan itu digantikan oleh Nyoman Agus Tri Kartika Yuda. Jabatan yang lama disandang Kartika Yuda yakni Kasubag Dokumentasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Buleleng sementara dibiarkan lowong. Sekretaris Kecamatan Banjar yang sebelumnya dijabat Cok Adithya Wiraputra digeser menjadi Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH. Dalam mutasi itu jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng yang sebelumnya dijabat Nyoman Genep, menduduki jabatan Asisten Administrasi Umum. Jabatan baru yang disandang Genep sebelumnya ditinggalkan Drs. Gede Suyasa, M.Pd. yang sekarang menjadi Sekkab Buleleng. Selanjutnya, jabatan Kepala Bappeda sementara dibiarkan lowong. Bupati Putu Agus Suradnyana usai melantik pejabat
struktural mengatakan, mutasi ini dilakukan untuk mengisi jabatan struktural yang lowong karena ditingggal pensiun. Menyusul kondisi pandemi Covid-19 ini, sehingga pihaknya memandang perlu mengisi jabatan lowong itu dengan pejabat definitif. Dengan demikian, instansi yang notabene memberi pelayanan publik diisi pimpinan definitif. Selain itu, pengisian pejabat ini juga sudah mengikuti regulasi di antaranya menetapkan pejabat yang dinyatakan lolos lelang jabatan. ‘’Ini hanya pengisian karena banyak sekali jabatan lowong. Karena di tengah pandemi ini instansi pelayan publik ini perlu diisi pejabat definitif untuk menjalankan tugas-tugasnya terutama fokus pencegahan Covid-19,’’ katanya. Terkait jabatan lowong, Bupati berjanji dalam waktu dekat ini akan menggulirkan lelang jabatan tinggi pratama. Jabatan yang akan dilelang adalah Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang telah lowong lantaran
Kepala Disdikpora definitif Gede Dharmaja telah memasuki masa pensiun per 1 April
2020 lalu. Selain itu, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Buleleng
juga dilelang karena pejabat saat ini sudah mendekati masa pensiun. (mud)
Sabtu Umanis, 25 April 2020
Siswa Sekolah Swasta Diprioritaskan Dapat Bantuan dan tunjangan seperti TNI/ Polri dan PNS. Pihaknya nanti akan menyiapkan blangko. Untuk memastikan orangtua siswa memang terdampak, harus ada surat keterangan dari tempat bekerja. Dikatakan, ada ribuan siswa yang akan
dibantu. Mengingat saat ini tercatat ada 134 SD, 148 SMP, 82 SMA, 122 SMK, dan 2 SLB swasta di Bali. Siswa sekolah swasta turut diprioritaskan mendapat bantuan karena SPP di sekolah swasta selama ini juga dipakai untuk mem-
bayar gaji guru. ‘’Bantuan ini berbeda dengan BOS daerah untuk sekolah swasta. Kalau BOS daerah murni untuk biaya operasional sekolah. Kalau yang ini karena orangtuanya yang terdampak,’’ jelasnya. (kmb32)
Permohonan kepada Tuhan merupakan bentuk paling mutlak dari umat manusia terhadap kekuatan yang berada di luar batasnya. Ini merupakan ciri tradisional sekaligus klasik dari umat manusia. Beberapa pihak sering memelesetkan dan mencibir, bahwa manusia baru akan ‘’menghadap’’ Tuhan apabila menemui kesulitan, apalagi kena gering agung. Lagi-lagi ini barangkali sifat manusiawi. Secara tradisional, masyarakat Hindu Bali juga sering menggelar ritual sekala (sikap sosial) untuk mengusir wabah yang ada di lingkungannya masing-masing. Kurang lebih penafsirannya adalah demikian, masyarakat percaya bahwa wabah disebabkan oleh ‘’makhluk halus’’ yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Maka, dia (mereka) harus diusir dengan cara membikin lingkungan hiruk-pikuk. Dengan hiruk-pikuk itulah diharapkan wabah yang disebabkan oleh makhluk tidak kelihatan akan menyingkir (bukankah virus Corona merupakan makhluk halus yang tidak terlihat mata telanjang manusia). Studi-studi terhadap seni Okokan di Kediri, Tabanan dan Tektekan di Kerambitan, Tabanan, bermula dari adanya wabah ini. Artinya, di masa lalu, di Tabanan pernah ada wabah yang mengganggu kehidupan sosial. Kemungkinan besar tragedi pandemi flu Spanyol yang menghantam dunia tahun 1918 (satu abad yang lalu) juga menjangkiti masyarakat Bali, sehingga memunculkan lema bah bedeg, yang artinya manusia rebah seperti gedek akibat sakit tak tertahankan dan kemudian meninggal. Jadi, masyarakat Hindu Bali
sesungguhnya telah mempunyai modal dasar untuk mengusir wabah, yaitu modal niskala dan sekala. Modal niskala sudah tidak bisa diganggu-gugat lagi, tetapi sebagai masyarakat beragama ini merupakan hukum mutlak yang paling awal. Modal dasar kedualah yang harus dikembangkan oleh masyarakat, yaitu modal sekala tersebut. Modal sekala ini bukan saja menjadi modal dasar tetapi sekaligus modal sosial yang dapat dikembangkan sedemikian rupa hebatnya dan memberikan inspirasi berpikir untuk mengembangkan kecerdasan. Dalam bahasa ‘’sombongnya’’ modal sekala inilah yang dapat di-state of the art-kan oleh siapa pun, baik ilmuwan, cendekiawan maupun mereka yang kritis terhadap berbagai perkembangan dunia. Termasuk soal wabah ini. Sayang sekali, model dasar sekala yang berupa ‘’gunung pengetahuan’’ ini dibiarkan begitu saja, tidak dijamah, bahkan takut dikembangkan karena takut kapongor. Padahal leluhur telah memberikan sebuah ‘’gunung pengetahuan’’ yang harus dikembangkan oleh generasi penerus, tanpa harus takut-takut. Asal mengembangkannya secara etis dan tidak menimbulkan pertengkaran. Akibat dari ketakutan untuk mengembangkan ‘’gunung pengetahuan’’ itulah kemudian, kedua modal dasar itu berjalan sangat tidak seimbang dan justru membikin kacau perkembangan sosial. Masyarakat hanya melakukan pendekatan niskala saja secara baik, tetapi modal sekala-nya nol besar bahkan macet, kacau-balau dan justru menambah kesulitan pencegahan wabah. Upacara Paneduh Jagat telah dilakukan di mana-mana, mulai dari tingkat keluarga,
masyarakat sampai di Pura Besakih. Sehari sebelum upacara, bahkan dua atau tiga hari sebelumnya anggota masyarakat sibuk berdiskusi mencari alat kelengkapan upacara. Ada yang sok paling tahu tentang kelengkapan banten, termasuk di posisi mana akan ditaruh. Akan tetapi hanya beberapa jam setelah upacara Paneduh Jagat itu digelar, bahkan bersamaan dengan upacara itu, mobil dan sepeda motor berseliweran hebat di jalanan. Ada juga yang merasa fisiknya hebat, berkendaraan tanpa memakai masker. Lalu, bagaimana kemudian kita menjelaskan fenomena ini. Di mana kesadaran sekala mereka untuk menghentikan Covid-19. Bahkan, mereka yang berkeliaran di jalan itu seolah meremehkan ritual Paneduh Jagat yang diselenggarakan. Sebagai sebuah fenomena, terlalu sering masyarakat bertindak seperti ini. Misalnya kendaraan diberi upacara besar-besaran saat Tumpek Landep. Akan tetapi kesadaran untuk mengecek rem kendaraan, gir, termasuk oli, tidak pernah dilakukan. Ditambah dengan perilaku ngebut di jalan yang tidak berubah, maka kecelakaan tetap tidak dapat dihindarkan. Terlalu sering dan terlalu lama itu menjadi praktik di masyarakat. Maka wacana klasik antara sekala dan niskala itu harus berjalan beriringan. Tuhan pun akan kesulitan mengabulkan doa yang dilakukan manakala sikap sekala kita tidak pernah berubah, tidak di-state of the art-kan. Kembali kepada Okokan dan Tektekan sebagai sebuah ritual. Ini adalah ‘’gunung pengetahuan’’ masyarakat Bali terhadap wabah. Maka dari situlah seharusnya ada inspirasi untuk
mengembangkan pemberantasan wabah. Secara tradisionil leluhur sudah memberikan pengetahuan, maka generasi sekarang harus mengembangkannya, bukan mengulangi lagi ‘’notok’’ ritual seperti yang dilakukan manakala kembali ada wabah, tetapi mengembangkannya dalam bentuk yang lebih baru, lebih nyata, lebih mengena: penyebab dan obat dari wabah itu. Generasi baru yang sudah berpendidikan sekarang dengan pengalaman lebih luas dibanding generasi terdahulu semestinya bangga memamerkan kepada pendahulu telah ada pengembangan baru terhadap cara pemberantasan wabah, dengan dasar pada pesan tradisional seperti Tektekan atau Okokan tersebut. Virus Corona tipe baru merupakan temuan terhadap penyebab dari wabah Covid-19. Vaksin masih belum ditemukan untuk mencegah penyebaran virus itu. Tetapi telah ditemukan cara untuk menghambat penyebarannya, yaitu apa yang disebut dengan jarak sosial. Terjemahan jarak sosial ini adalah tinggal di rumah, berbicara 1-2 meter, memakai masker, sering cuci tangan, tidak sok akrab dengan salaman pakai cium pipi kiri-kanan segala, termasuk juga memberi kuliah dari rumah. Jika dibawa menuju ranah ritual Okokan atau Tektekan di atas, maka temuan dari ‘’gunung pengetahuan’’ itu adalah virus Corona tipe baru sebagai penyebab Covid-19 dan penjarakan sosial sebagai solusinya. Inilah temuan sekala yang harus kita sadarkan secara sekala juga dengan sikap yang disiplin.
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
Menurut Boy Jayawibawa, bantuan ini tidak diberikan kepada siswa yang orangtuanya tidak terdampak Covid-19 karena masih menerima gaji
Modal Dasar untuk Mengusir Wabah
HONDA
DIJUAL TANAH
Honda CRV th 2010 Abu-abu metic Hub.08123967438
Dijual Sebidang Tanah SHM Luas 20Are/2000M2,Lokasi di Ungasan Belakang Patung GWK Hub.Kadek 081916362573/081338332768.TP
B.BP.011.04.20.0000272
DIJUAL MOTOR HONDA
Beat’2017 Oktober Hrg.10,8jt Jl.Kediri 36FXX, H.085100415518 B.BP.001.04.20.0000271
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 3A+Rmh T36 Non Fnshing Lok Kota Negara.081703781709 BUC!! B.BP.001.04.20.0000227
Tnh 3.5A Hrg. 750/A Tk.Badung Renon+35A Harga 125jt/A Ubud Tegalalang Hp.0811394712 B.BP.004.04.20.0000149
Penulis, staf pengajar Sosiologi Fisip Universitas Udayana
Membatasi Aktivitas dan Interaksi dengan Banyak Orang Protokol yang dimaksud, lanjut Koster, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah, serta membatasi aktivitas
dan interaksi dengan banyak orang. Dengan tetap menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan yang berkualitas pada saat sahur dan berbuka puasa, sehingga memiliki kekebalan (imun) tubuh dalam menghadapi
pandemi Covid-19. ‘’Demikian ucapan, pesan dan harapan yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dengan setulus-tulusnya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab,’’ tegasnya. (kmb32)
Tak Ada Lagi Reservasi Baru Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, operasi ini dilakukan serangkaian Operasi Ketupat Agung 2020. Salah satu poin pentingnya adalah larangan untuk mudik. Ratusan personel dari Polres Jembrana dikerahkan di sejumlah titik khususnya posko pemeriksaan. Khusus untuk pos penyekatan diterapkan di tiga titik yakni di Pengeragoan (perbatasan Tabanan), Terminal Negara Baluk dan Terminal Kargo Gilimanuk. ‘’Untuk di Pengeragoan kita sekat pemudik dari Denpasar dan Tabanan. Untuk di Terminal Negara yang dari Negara dan kemungkinan lolos dari Denpasar. Dan terakhir di Terminal Kargo Gilimanuk yang dari Melaya dan Buleleng,’’ ujarnya. Sementara itu, aktivitas warga yang melakukan penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Karangasem untuk kepentingan mudik terlihat sepi. Hanya ada sejumlah kendaraaan pengangkut logistik yang masuk maupun keluar Bali. KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengatakan, pemerintah pusat memang mengeluarkan kebijakan terkait larangan mudik tahun ini. Kebijakan ini merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyeberan Covid-19. ‘’Kami pihak KSOP Padangbai telah menerima surat resmi dari pusat terkait kebijakan larangan mudik ini. Mulai hari ini (Jumat 24/4 - red), kami akan memberlakukan larangan mudik
tersebut. Jadi, tidak ada lagi warga yang diizinkan untuk mudik ke kampung halaman mereka,’’ ujarnya. Berdasarkan surat yang diterima, kata Suyasmin, di dalamnya memang ada beberapa pengecualian. Yakni bagi ASN yang hendak melaksanakan tugas ke luar daerah, Polri, dan petugas yang mengangkut alat kesehatan atau APD tetap diperbolehkan untuk menyeberang. ‘’Intinya, larangan ini ditujukan kepada warga yang hendak mudik,’’ tegasnya. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Selama Wabah Covid-19, penerbangan penumpang domestik masih diizinkan beroperasi sampai dengan Jumat (24/4). Hal itu untuk melaksanakan kewajiban operator penerbangan melayani penumpang dengan reservasi lama. Menurut Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, mulai Jumat (24/4) tidak ada lagi reservasi baru. ‘’Mengingat karasteristik moda udara yang spesifik, kepada operator penerbangan diberikan kesempatan untuk melaksanakan kewajibannya kepada penumpang sampai dengan hari ini (Jumat kemarin - red) dengan reservasi lama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,’’ jelasnya dalam rilis tertulis yang diterima Bali Post. Adita Irawati menjelaskan, penerbangan internasional tetap akan beroperasi
khususnya untuk melayani warga negara asing yang akan kembali ke negaranya, dan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia. Penerbangan ini tetap harus mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. ‘’Setelah dilakukan evaluasi, maka berlakunya peraturan akan sama untuk semua moda transportasi yaitu pada 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 dan akan diperpanjang jika diperlukan,’’ ujarnya. Sementara itu, Communication and Legal Manager Angkasa Pura I Andanina Dyah Permata Megasari mengatakan, Angkasa Pura I mendukung adanya pelarangan terbang untuk pesawat komersial seperti yang tertuang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020. Namun untuk di Bandara I Gusti Ngurah Rai, katanya, Jumat kemarin masih ada penerbangan. ‘’Masih ada beberapa flight, tapi jumlahnya tidak banyak,’’ katanya. Ia menegaskan, operasional Bandara Ngurah Rai tidak tutup. ‘’Kami tetap beroperasi untuk mengakomodir penerbangan yang boleh beroperasi sesuai dengan Permenhub itu,’’ tegasnya. Menurut Andanina, ada lima jenis penerbangan yang masih diperbolehkan. Yaitu penerbangan pimpinan lembaga tinggi negara dan wakil kenegaraan untuk organisasi internasional, organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI/WNA, penegakan hukum dan pelayanan darurat petugas penerbangan, serta operasional kargo penting dan penerbangan penting lain seizin menteri dalam penanganan Covid-19. (olo/nan/edi)
B.BP.004.04.20.0000264
Dijual Sebidang tanah luas 200m2, lokasi Beringkit-Mengwi Hub.08123967438
B.BP.011.04.20.0000265
PROPERTY DICARI TANAH
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super, hrg. miring Total Rp.5-10M.Ph 081238951150
B.BP.004.04.20.0000261
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554
B.BP.004.04.20.0000260
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
sabtu umanis, 25 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Semua Tergantung Masyarakat KEMBALI harus dikatakan bahwa problem sosial yang ditimbulkan wabah Covid-19 ini, justru terletak pada masyarakat itu. Sulit sekali mengatur masyarakat untuk mampu memenuhi standar paling dasar dari pencegahan Covid-19 yaitu diam di rumah. Hanya di negara-negara yang berhaluan sosialis, pengaturan masyarakat lebih mudah dilakukan. Itulah yang menyebabkan Vietnam berhasil mengendalikan virus ini relatif secara lebih baik. Tetapi Amerika Serikat, Italia, bahkan Iran, termasuk kita di Indonesia, begitu kesulitan mengendalikan masyarakat. Adalah benar bahwa kodrat manusia itu bebas, tetapi sekaligus juga saling berinteraksi. Maka, tidak heran mereka yang baru dua atau tiga hari di rumah sudah tidak tahan dan keluar dari rumah serta kemudian berinteraksi, baik dengan lingkungan maupun masyarakat. Tetapi manusia bebas terkadang ditafsirkan jauh melenceng. Dalam kasus Covid-19, ada sebagian anggota masyarakat yang keluar rumah, berkendara tanpa memakai masker. Padahal masker menjadi elemen kunci untuk menahan penyebaran wabah ini. Apa yang mesti kita lakukan untuk memperbaiki kondisi ini? Jelas sebagai masyarakat yang beragama, kita pasti berdoa. Masyarakat sudah melakukan upacara Paneduh Jagat. Tetapi harus diperlukan langkah lain karena ritual itu memerlukan sikap sosial (sekala) yang seimbang. Jika sikap sekala ini ngawur, maka upacara itu tidak cukup memberikan hasil maksimal. Dari situlah kita kemudian memerlukan langkah lain, yaitu langkah hukum. Tidak bisa lain, ini harus dilakukan. Maka penegak hukum harus dilibatkan. Polisi harus ‘’keluar’’ lebih luas untuk menertibkan masyarakat yang suka melanggar ini. Langsung dilaporkan saja pelanggarannya. Di sini peran polisi sama dengan petugas kesehatan. Polisi justru menjadi garda paling depan untuk menekan penyebaran virus ini. Kita kasihan dengan petugas kesehatan yang demikian tertekan dengan banyaknya pasien Corona yang datang. Beberapa pihak malah menyebutkan diperlukannya tentara. Dari sisi fungsi mungkin jauh. Tetapi untuk membantu melakukan penertiban dan pengawasan, memang dimungkinkan. Paling tidak membantu penyebaran sarana kesehatan yang diperlukan, baik oleh petugas kesehatan maupun masyarakat. Sudah lebih dari sebulan virus ini berkembang di Indonesia. Bahwa di negara-negara lain, virus ini dapat ditekan dengan basis kedisiplinan masyarakat. Maka secara teoretik, di Indonesia pun seharusnya dapat dilakukan hal demikian. Masyarakatlah yang menjadi penentu dari keberhasilan menekan penyebaran virus ini. Pengetahuan sudah ada. Cara juga sudah ada. Nasihat dan imbauan dari pemerintah juga sudah dilakukan. Tidak ada lagi yang dapat mencegah kecuali masyarakat sendiri. Percuma apabila kemudian meminta diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jika kemudian masyarakat yang melanggarnya sendiri. Dengan demikian, kondisi sosiallah yang meminta agar polisi diterjunkan untuk mengawasi secara langsung sikap dan perilaku masyarakat.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gudang Pangan di Bali Selama ini saya mengenal Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai satu-satunya penyangga kebutuhan bahan pangan di nengeri ini. Bahkan pemahaman saya, Bulog hanya fokus dalam stok beras. Tetapi ketika pandemi Covid-19 berkembang, saya banyak membaca di media Bali Post ada istilah gudang pangan. Bahkan, gudang pangan ini telah berkembang di Jakarta dan Surabaya. Pengelolanya pun tidak pemerintah pusat melainkan pemerintah daerah. Ini bentuk usaha daerah yang prospektif dan berpihak langsung dengan kepentingan rakyat. Saya berharap gudang pangan ini bisa dijadikan model bagi Bali dalam urusan kemandirian pangan. Harus segera dijabarkan terlebih kini ancaman untuk mendapatkan cadangan pangan dari daerah lain relatif sulit. Untuk itu, produksi petani atau gabah petani Bali mestinya diserap pemerintah daerah. Berdayakan kekuatan lokal yang ada dan bantu permodalan mereka. Jika ini bisa dilakukan, saya optimis Bali bisa menyediakan kebutuhan bahan pangan warganya tanpa banyak tergantung dari daerah lain. Saya berharap Gubernur Bali Wayan Koster menjadi pemimpin yang bisa merintis gudang pangan di Bali. I Putu A. Trinatha Gianyar, Bali
POJOK TP PKK Bali siapkan 125 ton beras. - Kepedulian para ibu kepada rakyat. *** Pemprov Bali alokasikan dana pengganti SPP. - Bukti peka aspirasi dan situasi. *** Karyawan dirumahkan dan di-PHK terus bertambah. - Jangan hanya dicatat.
Grafis : Putu Suarsana/Bali Post
Realokasi Anggaran Demi Penyelamatan Bali
PEMPROV Bali mengumumkan hasil realokasi anggaran pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020 sebesar Rp 756 miliar. Hasil realokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk tiga kelompok penanganan kegiatan pandemi Covid-19 yakni penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Netizen yang berkomentar di akun Facebook @balipost, berharap anggaran tersebut dapat tepat sasaran dan menyentuh kepentingan mendasar Bali. Anggaran itu agar benar-benar digunakan untuk penyelamatan krama Bali dari sisi kesehatan hingga ekonomi. Pemerintah diharapkan memastikan penggunaan anggaran tidak ditunggangi kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Hal ini mengingat dampak pandemi Covid-19 dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pekerjaan besar pemerintah saat ini adalah penanganan di bidang kesehatan. Dengan adanya realokasi anggaran, maka upaya pencegahan penyebaran virus kini bisa lebih agresif dan terarah. Demikian halnya terkait penanganan pasien, akan lebih baik karena pemerintah bisa lebih leluasa mengalokasikan anggaran. Pekerjaan berikut yang tak kalah rumit berupa penanganan dampak ekonomi. Di sinilah pentingnya pemerintah melakukan kajian dan perencanaan yang cermat agar penyaluran bantuan tidak malah menimbulkan konflik sosial. Gusti Ayu Asmariani Cek dulu semua rakyat asli Bali biar semua dapat. Kalau yang sakit saja dapat, nanti yang sehat juga kelaparan, pak. Biar seperti pepatah, ringan sama dijinjing berat sama dipikul.
Tony Partha Ini masih hitung-hitungan, tapi cairnya entah kapan. Soalnya biar sama-sama dapat, dia dapat rakyat juga biar dapat, tetapi merata atau tidak, belum tahu.
Cakra Binawa Semoga bantuannya sampai pada semua rakyat Bali.
Wayan Yasa Tolong segera direalisasikan pak, rakyat sudah menjerit pak, suksma.
Adi Murdika Kirain tidak punya uang. Agung Juita Minta bantuannya, pak. Ngah Nguh Maskernya Pak Wayan Koster keren. Kalau mau bagi-bagi masker model itu ke masyarakat Bali, barulah bisa tambah keren pak.
Boby Dee Mudah-mudahan merata orang Bali dapat sumbangan. Budi ProGanda Semoga bantuannya tidak berbentuk masker dan imbauan. Suta Negara Mudah-mudahan uangnya memang ada dan sampai ke rakyat.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Mendoyo Dauh Tukad Fokus Perbaiki LPD
DESA Adat Mendoyo Dauh Tukad saat ini sedang berbenah. Selain pembangunan Pura Dalem dan setra yang kini masih proses, juga perbaikan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD yang menjadi salah satu usaha keuangan desa adat sempat terpuruk. Saat ini, desa adat yang terbagi menjadi enam banjar adat dan 23 tempek ini, kini fokus perbaikan lembaga keuangan itu. Bendesa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Ngurah Kade Sunarta mengatakan, dalam situasi saat ini, desa adat tetap melakukan pembenahan di samping juga membantu Satgas Gotong Royong untuk pencegahan Covid-19 di desa setempat. ‘’Adanya program dari pemerintah provinsi melalui ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dan diimplementasikan di desa adat, kami sangat terbantu. Terlebih di situasi seperti ini, kami desa adat berkewajiban melakukan pecegahan dan terbantu dari anggaran yang sudah ada,’’ terang Sunarta. Dari anggaran Rp 300 juta yang sudah dirancang sebelumnya, menurutnya, sekitar Rp 80 juta diplot untuk penanganan Covid-19. Salah satu yang dianggarkan adalah pemberian bantuan pangan dampak Covid-19 untuk prajuru adat (juru arah) dan pemangku serta krama yang benar membutuhkan dan layak dibantu. Jumlah maksimal krama yang mendapatkan bantuan dari desa adat itu sebanyak 55 orang. ‘’Kita bersinergi agar tidak tumpang tindih dengan bantuan di desa dinas, pemkab dan pusat. Khusus d a ri dana desa adat untuk prajuru dan krama yang memang benarbenar membutuhkan,’’ ujar Sunarta.
Salah satu desa adat yang ada di Kecamatan Mendoyo ini memang belum bisa mengandalkan dari pendapatan asli, baik itu LPD maupun aset desa berupa tanah pecatu. Karena itu, fokus awal saat ini adalah membenahi LPD yang sempat terseokseok dengan melibatkan BKS LPD. Meski demikian, untuk Kahyangan Tiga sudah mulai ada perbaikan meskipun masih dalam tahap pembangunan. Seperti untuk Pura Dalem yang berdekatan dengan setra. Saat ini sudah terbangun dan lebih luas. Dari mulanya luasnya tiga are, dengan semakin bertambahnya jumlah krama sudah diperluas. Begitu juga dengan penataan setra yang masih dilakukan dengan luasan 60 are. Pembangunan dan perluasan Pura Dalem dirancang dengan anggaran Rp 5 miliar selama tiga tahun melalui uron-uron krama per tahun dan sumbangan warga yang mampu. Sejatinya desa adat, selain menata LPD juga akan merancang usaha Badan Usaha Adat dengan membuat tempat penjualan hasil UMKM di sekitar Pura Puseh dan Desa yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk. Namun karena kondisi seperti sekarang ini, sementara dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Satgas Gotong Royong.
Bali Post/olo
PURA DALEM - Pura Dalem di Desa Adat Mendoyo Dauh Tukad setelah dibangun dan diperluas. ‘’Badan Usaha Adat kita maunya bertahap dan memang prosesnya lama karena juga perlu memperluas lokasi. Untuk
di awal ini, kita konsentrasi pemulihan LPD,’’ terang Sunarta. Salah satu strategi nanti apabila buntu dan LPD perlu dihidupkan lagi yakni dengan dana pacikraman dari setiap KK. Namun, untuk saat ini masih dilakukan audit agar LPD benar-benar bisa jalan. Dari enam banjar, di antaranya Delod Bale Agung, Banjar Tengah, Banjar Kepuh, Banjar Ngoneng, Sekar Pancasari dan Banjar Adat Gunung Sekar, total krama hingga 1.000 KK lebih. Mantan manajer koperasi dan pengurus koperasi kabupaten ini mengatakan, desa adat juga diberikan kewenangan untuk ikut dalam pengelolaan hutan
desa. Sekurangnya ada 200 hektar yang dikelola oleh warga sekitar hutan (penyanding) dengan tanaman buahbuahan. ‘’Kita masih belum bisa memanfaatkan karena terkendala aturan juga. Belum ada peraturan yang memberikan kewenangan ke kami (desa adat). Inginnya kami bisa membuat awigawig berkaitan dengan hutan desa ini,’’ tandas Sunarta yang juga Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Mendoyo Dauh Tukad ini. Pihaknya berharap ada aturan dan kewenangan yang bisa memperkuat desa adat untuk menjaga hutan dan menjadi asri serta bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Intinya hutan lestari, masyarakat sejahtera. Buah dapat dan hutan tetap lestari. Di sana juga sedang kita kembangkan objek gunung lalang,” pungkasnya. (olo)