Skip to main content

Edisi Sabtu 24 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 96 TAHUN KE 71

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

’’Passing Grade’’ Diturunkan

SKD Formasi Umum 255, untuk Disabilitas 220 Kecilnya jumlah pelamar yang lulus tes CPNS, membuat pemerintah membuat kebijakan baru (BP, 23/11). Melalui Peraturan Men-PAN RB Nomor 61 Tahun 2018, akhirnya syarat kelulusan SKD diturunkan passing grade-nya. Mengutip dari isi Peraturan Men-PAN RB tersebut, kebijakan tentang tes CPNS tercantum dalam pasal 1 sampai 4. Pasal 1 menerangkan bahwa peserta seleksi CPNS yang mengikuti SKD, dapat melanjutkan ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Pada pasal 2 menjelaskan ada dua syarat untuk melanjutkan seleksi ke tahap SKB.

FORMASI CPNS 2018 DI BALI 10.324

PEMPROV BALI

818 581

DENPASAR

249 177

BADUNG

322 118

GIANYAR

322 33

TABANAN

319 112

KLUNGKUNG

176 83

3.714

3.082

KARANGASEM 202

Pertma adalah peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan peraturan sebelumnya, yakni Peraturan Men-PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS tahun 2018. Kedua, peserta SKD yang tidak memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Men-PAN RB Nomor 37 Tahun 2018, namun

332 179

JEMBRANA

190 82

BANGLI

3.190 1.629 2.824 4.285 1.972

Formasi Jumlah Pelamar

Lulus

Rupiah Berpeluang Terus Menguat

Darmin: Tekanan Belum Usai

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (23/11) pagi berada di posisi 14.552 per dolar AS dan berpeluang untuk menguat. ‘’Pergerakan rupiah yang bergerak naik dengan memanfaatkan kondisi yang ada, dapat melawan perkiraan pelemahan sebelumnya,’’ kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat kemarin. Ia menilai peluang kenaikan kurs rupiah kembali terbuka apalagi dengan kembali melemahnya nilai tukar dolar AS. Selain itu, sentimen dari dalam negeri diharapkan bisa kembali positif untuk menahan pelemahan rupiah. ‘’Salah satunya ialah optimisme pemerintah terkait pengelolaan anggaran yang akan dijaga dan berakhir dengan kinerja yang cukup baik,’’ ujar Reza. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 14.585 sampai dengan 14.565 per dolar AS. Hal. 15 Nilai Tukar

Pesta Miras, Ditegur, Dua Pemuda Ngamuk Kericuhan terjadi di Jalan Gunung Talang, Denpasar, Kamis (22/11) lalu. Dua pemuda, Yohanes Paulus Bataona (27) dan Milkior Gudi Lasar (27), merusak sepeda motor dan pintu kamar kos. Pemicunya hanya karena mereka ditegur pecalang saat pesta miras. Halaman 2 Napi Tanam Pohon Mahoni Penanaman 1.000 pohon mahoni dilakukan di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (23/11) kemarin. Penanaman pohon mahoni ini dilakukan warga binaan Lapas Kerobokan. Pihak lapas tidak khawatir napi kabur karena sudah memenuhi syarat untuk keluar lapas. Halaman 9

kumulatif SKD formasi umum untuk jabatan dokter spesialis dan instruktur penerbang paling rendah 255. Nilai kumulatif SKD formasi umum untuk jabatan petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercu suar, pelatih/pawang hewan, dan penjaga tahanan paling rendah 255. Hal. 15 Lulusan Terbaik

Kepala BKPSDM Dipanggil Pusat

1.352

91

BULELENG

memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD diatur berdasarkan peraturan menteri ini. Kemudian, di pasal 3 menjelaskan bagi peserta SKD yang tidak memenuhi nilai ambang batas, namun memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif, bisa melanjutkan ke SKB ketentuan nilai kumulatif. SKD untuk formasi umum paling rendah 255. Nilai

Penyuluh Pertanian Didorong Berkantor di Balai Subak Halaman 12

Ma’ruf Amin Minta Jaga Keindahan Raja Ampat Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyempatkan diri menikmati pesona keindahan alam Pantai Waiwo, Raja Ampat. Bersama istrinya, Wury Estu Handayani, mereka berkunjung ke Pantai Waiwo. Ia pun menitip pesan kepada semua pihak agar keindahan alam Raja Ampat tetap menjadi perhatian. Halaman 15

Bali Post/kmb41

TES SKD - Pelamar CPNS saat mengikuti tes SKD di Denpasar, beberapa waktu lalu.

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Syafruddin merilis aturan baru tentang tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Aturan itu tercantum dalam Peraturan Men-PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2018. Menyikapi aturan baru ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung langsung dipanggil pemerintah pusat untuk membicarakan teknis pelaksanaannya di kabupaten.

Kepala BKPSDM Komang Susana, Jumat (23/11) kemarin, mengatakan sudah menerima surat dari pemerintah pusat. Surat serupa juga ditujukan kepada kabupaten/ kota lainnya di Bali. ‘’Setelah mendapat penjelasan resmi dari pusat, baru bisa kami sampaikan mengenai teknis pelaksanaannya nanti, sebagaimana diamanatkan Peraturan MenPAN RB itu,’’ kata Susana. Susana mengaku belum berani menjelaskan, apa implikasi terbitnya Peraturan Men-PAN RB dalam tahapan seleksi CPNS sendiri. Hal. 15 Tidak Lolos

Dunia Pendidikan Hadapi Tantangan Serius Kualitas peserta CPNS tahun 2018 tak sesuai harapan pemerintah. Buktinya hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari peserta CPNS 2018 lebih banyak di bawah passing grade yang ditetapkan Kemen-PAN RB. Untuk menambah jumlah peserta yang lulus untuk mengikusi tes SKB, Men-PAN RB pun menerbitkan aturan baru yakni menurunkan jumlah nilai komulatif passing grade. Akademisi Universitas Udayana (Unud) Dr. I Gede Wardana, S.E., M.Si. mengatakan, nilai SKD peserta seleksi CPNS berada di bawah passing grade, bisa saja menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang salah dengan pendidikan generasi milenial saat ini. ‘’Kita tidak bisa menyalahkan proses pendidikan itu. Karena proses pendidikan itu ada input, proses dan output. Jadi bahan bakunya dari mana dulu. Tentu dari sekolahnya. Dari baru masuknya itu harus diseleksi lebih awal,’’ bebernya. Diakui pendidikan saat ini mengalami suatu tantangan yang serius. Maka dengan dilakukannya penurunan standar nilai (passing grade) oleh Men-PAN RB, berarti dunia pendidikan memiliki tantangan

yang serius. ‘’Jadi kelihatan mungkin kegagalan dari para pendidiknya, kurikulumnya harus diperbaiki lagi,’’ imbuhnya. Meski demikian, pendidikan karakter dan moral harus diperbaiki dan dikuatkan. ‘’Dulu kan ada pendidikan moral Pancasila, tapi itu dihilangkan. Pancasila sempat muncul di beberapa perguruan tinggi, tapi akhirnya hilang juga. Itu pendidikan kewarganegaraan juga. Padahal negara maju persyaratan pendidikan kewarganegaraannya harus kuat, sejarah negaranya harus tahu dulu baru bicara IT, dll,’’ tandasnya. Akademisi sekaligus pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan rendahnya tingkat kelulusan CPNS dengan kualifikasi

yang ketat mengindikasikan rendahnya kualitas SDM Indonesia. Bahkan, selama ini perekrutan PNS kurang selektif menjaring manusia yang berkualitas. Bahkan, banyak isu yang berkembang selama ini bahwa untuk menjadi PNS bisa dengan jalur dan cara tidak sehat. Namun ketika tes dilakukan dengan sungguhsungguh dan ‘’lurus’’ dengan standar yang semestinya, maka tampak bahwa sesungguhnya banyak yang tidak memenuhi syarat. ‘’Kemungkinan bahwa passing grade yang ditetapkan terlalu tinggi, ataukah pelamar belum siap memenuhi passing grade, keduanya sangat mungkin,’’ tandas Radendra. Dekan FISIP Unud GPB Suka Arjawa mengatakan, tes CPNS pada intinya ha-

rus dilaksanakan secara jujur, bersih, dan transparan. Terutama agar proses perekrutan menghasilkan pegawai negeri yang berkualitas. Artinya, jujur tanpa ada bantuan atau sogokan ini-itu. ‘’Karena kan pegawai negeri kita itu sering sekali mendapat sorotan. Nanti kalau sudah menjadi pegawai negeri malas, tidak sistematis kerjanya, tidak ramah, dan seterusnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana belum banyak bisa memberi keterangan terkait hasil SKD CPNS di lingkungan Pemprov Bali. Pihaknya menjanjikan setelah mengikuti rapat di Jakarta, Sabtu (24/11) ini. ‘’Biar jelas arahan pusat seperti apa,’’ katanya. (may/win/rin)

I Gede Wardana

I.B. Radendra Suastama

Koster Bertemu Gou Haodong

Tiongkok Dukung Wujudkan Pariwisata Bali Berkualitas

Bali Post/ist

BERTEMU – Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan Konjen Tiongkok Gou Haodong di Jayasaba, Jumat (23/11) kemarin. Gubernur didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A. Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

PEMERINTAH Tiongkok menyatakan sangat mendukung kebijakan penertiban oleh Gubernur Bali yang dilakukan secara tegas terhadap pengusaha yang ilegal dan merusak citra pariwisata Bali. Bahkan, Konjen Tiongkok menilai bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Bali merupakan tindakan yang sangat berani dan baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali. Demikian terungkap dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan Konjen Tiongkok Gou Haodong di Jayasaba, Jumat (23/11) kemarin. Gubernur

didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata A.A. Gd. Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Dalam pertemuan tersebut, diawali dengan penyampaian Gubernur Bali Wayan Koster mengenai kebijakan pembangunan kepariwisataan di Provinsi Bali lima tahun ke depan. Yakni menata secara menyeluruh penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya dan berkualitas, yang berkaitan dengan pengembangan destinasi pariwisata, produk pariwisata, promosi pariwisata, dan

peningkatan pelayanan pariwisata secara berkualitas. Terkait dengan kebijakan tersebut, semua pihak yang ikut dalam penyelenggaraan pariwisata Bali harus mengikuti aturan hukum serta kebijakan yang berlaku di Bali dengan disiplin, tertib, dan bertanggung jawab untuk menjaga citra pariwisata Bali dan Indonesia. Dalam kerangka itu, Gubernur Bali melakukan penertiban kepada pengusaha jasa pariwisata yang ilegal (tidak memiliki izin) maupun terhadap perusahaan berizin namun usahanya menyimpang dari perizinan, sesuai peraturan perundang-

undangan yang berlaku di Indonesia. Keluarnya surat Gubernur Bali setelah mendapat rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali yang meminta agar Gubernur Bali melakukan penertiban secara tegas. Dengan surat tersebut penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali berlaku untuk semua pengusaha jasa pariwisata dari semua negara termasuk yang diselenggarakan oleh pengusaha lokal Bali, tidak hanya pengusaha dari Tiongkok. Artinya kebijakan tersebut sama sekali tidak dilakukan secara diskriminatif. Hal. 15 Semakin Baik


DENPASAR

2

Sabtu Pon, 24 November 2018

FIGUR Tantangan Pelestarian Subak DENPASAR sebagai kota besar mempunyai berbagai tantangan seiring dengan tingginya kaum urban yang datang ke kota ini. Ini membawa dampak yang signifikan terhadap alih fungsi lahan yang berpengaruh terhadap pelestarian subak. Untuk menghambat laju alih fungi lahan, khusunya lahan pertanian di Kota Denpasar perlu mendapat masukan dari para pelaku pertanian seperti pekaseh dengan saresehan. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan hal itu seusai membuka saresehan pekaseh se-Kota Denpasar di Wantilan Renon, Jumat (23/11) kemarin. Menurut pejabat yang gemar menyanyi ini, Pemkot Denpasar sangat komit untuk melestarikan keberadaan subak. Terlebih subak sudah diakui sebagai warisan budaya dunia. “Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota sangat komit untuk melestarikan subak di Kota Denpasar. Melalui saresehan ini diharapkan dapat masukan terhadap permasalahan yang dihadapi dalam melestarikan subak,” ujarnya. Ia tidak menampik, tantangan pelestarian subak di Kota Denpasar saat ini adalah alih fungsi lahan menjadi tempat permukiman. Dikatakan, Pemkot Denpasar melalui dinas terkait telah melakukan berbagai upaya dalam melestarikan subak di Kota Denpasar. Salah satunya, Pemkot Denpasar telah melaksanakan berbagai lomba terkait subak, seperti lomba subak, lomba lelakut dan lomba pindekan serta sunari. Di samping lomba-lomba tersebut, juga telah dilaksanakan pembinaan terhadap subak terkait pentingnya keberadaan subak. Saat ini jumlah lahan pertanian di Kota Denpasar seluas 2.693 hektar dari 12.778 hektar luas wilayah Kota Denpasar. “Kami berharap keberadaan subak ini terus lestari meski di tengah kemajuan pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (ara)

PASAR BADUNG - Beberapa pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung Pasar Badung, Kamis (22/11).

Bali Post/eka

Pasar Badung Segera Rampung

PD Pasar Siapkan Detail Perantara Jual-Beli Narkoba Dibui 12 Tahun Pemanfaatan Ruang Denpasar (Bali Post) Rudi Kurniawan divonis hukuman pidana penjara selama 12 tahun, Kamis (22/11) lalu. Ia dinyatakan terbukti bersalah menjadi perantara jual-beli narkoba. Majelis hakim pimpinan I Made Pasek menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain memutus pidana penjara selama 12 tahun, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 2 miliar subsider empat bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan enam tahun dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, JPU I Wayan Sutarta menuntut terdawa dengan pidana penjara 18 tahun. Dalam amar putusannya, terdakwa asal Situbondo, Jawa Timur itu disebut ditangkap di Jalan Pulau Kawe, Denpasar, Desa Pemogan, Denpasar sesaat setelah mengambil pa-

ketan ekstasi 400 butir. Polisi menemukan satu kardus yang berisi empat paket plastik klip yang berisi masing-masing tablet warna biru berlogo huruf R terbungkus tisu. Total 400 butir itu setelah dites mengandung sediaan MDMA atau ekstasi seberat 114,96 gram netto. Selain itu juga ditemukan kristal bening yang mengandung sediaan metamfetamina seberat 0,14 gram. Sebelum ditangkap, sehari sebelumnya terdakwa dihubungi Pak Seger yang mengatakan ada paketan dari Ross Elisabet. Terdakwa diberi nomor resi dan diminta mengambil barang di PO Restu Mulya. Terdakwa mendatangi PO Restu Mulya untuk mengambil paketan itu. Petugas mengatakan paketan sudah datang dan isinya ratusan butir ekstasi. Terdakwa mengambilnya. Begitu melintas di Jalan Pulau Kawe, dia ditangkap polisi. (kmb37)

Denpasar (Bali Post) –

Proyek pembangunan Pasar Badung tahap II dipastikan tuntas pada Desember 2018. Saat ini progress pengerjaan gedung pasar rakyat terbesar di Bali ini sudah mencapai 90 persen lebih. Sisa pekerjaan yang kini sedang dilakukan, yakni hanya menempel ornamen Bali saja. Sehingga pada saat jatuh tempo, proyek prestisius ini sudah bisa rampung sepenuhnya. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan hal itu di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (23/11) kemarin. Menurut Jimmy Sidarta, pihaknya yakin rekanan bisa merampungkan pembangunan Pasar Badung tahap II ini sesuai jadwal. Saat ini rekanan masih menyisakan pekerjaan finishing, seperti penempelan ornamen Bali pada dinding. ‘’Pekerjaan itu cepat bisa diselesaikan, sehingga sisa waktu ini pasti selesai,’’ katanya. Sementara itu, Direktur PD Pasar A.A. Ngurah Yuliarta mengaku sudah mempersiapkan sejak awal langkah-langkah untuk memperlancar relokasi

pedagang dari penampungan sementara di eks Tiara Grosir. Bahkan pihaknya sudah empat kali rapat dengan pedagang untuk memastikan pemanfaatan area per lantai. Saat ini pemanfaatan per lantai sudah ada drafnya. Sedangkan yang belum bisa diputuskan adalah terkait jenis dagangan apa yang akan menempati ruang depan dan siapa yang di belakang. ‘’Senin depan mungkin sudah bisa rampung,’’ katanya. Yuliarta mengatakan, jumlah los dan kios di pasar ini

akan ada sebanyak 290 kios dan 1.450 los. Kios dan los ini akan tersebar di empat lantai. Di antaranya, lantai satu sebanyak 459 los, lantai dua 483 los, lantai tiga 145 kios dan 254 los, lantai empat ada 145 kios dan 254 los. Sedangkan untuk parkir di basement satu akan mampu menampung 82 kendaraan dan basement dua 65 kendaraan. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar IGA Laxmi Saras-

wati mengatakan, proses hibah gedung Pasar Badung sudah dikoordinasikan dengan Kabiro Keuangan dan tim dari Kemendag RI. ‘’Tim sudah melihat progress tahap II dan semoga hibahnya dipercepat,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Badung ini dilakukan dua tahap. Rekanan yang menggarap proyek ini sama, yakni PT Nindya Karya. Pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan pagu dana pendampingnya dialokasikan sebesar Rp 15 miliar. Namun dalam realisasinya, pembangunan Pasar Badung tahap I ini menelan dana APBN sebesar

Rp 65.512.784.000 dan APBD sebesar Rp 12.498.214.000, sehingga totalnya menelan dana Rp 75.010.998.000. Proyek tahap I dengan konsultan pengawas PT Mitra Tri Saksi, konsultan perencana PT Gaharu Sempana. Pembangunan tahap I ini diserahkan pada 21 Desember 2017. Sedangkan untuk proyek tahap II ini dikerjakan sejak 25 April 2018 dan akan berakhir 20 Desember 2018. Nilai kontraknya yakni Rp 61.803.873.000 dari pagu sebesar Rp 70 miliar. Pengawas proyek tahap II ini, yakni PT Yodya Karya dan konsultan perencana CV Tataring Bali. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

’’Ngelawar’’ ala KPU Bali

Satukan Perbedaan Dalam Pesta Demokrasi

Bali Post/ist

DITAHAN - Yohanes dan Milkior ditahan di Mapolresta Denpasar terkait kasus pengerusakan.

Pesta Miras, Ditegur, Dua Pemuda Ngamuk Denpasar (Bali Post) Kericuhan terjadi di Jalan Gunung Talang VI.C, Denpasar, Kamis (22/11) lalu. Dua pemuda, Yohanes Paulus Bataona (27) dan Milkior Gudi Lasar (27), merusak sepeda motor dan pintu kamar kos. Pemicunya hanya karena mereka ditegur pecalang saat pesta miras. Dikonfirmasi Jumat (23/11) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, sebelum kejadian pukul 04.00 Wita, pelaku bersama teman-temannya main musik sambil pesta miras. Karena mengganggu tetangga, mereka ditegur oleh salah satu pecalang setempat. Buntut teguran tersebut, pelaku marah-marah. Mereka dalam

keadaan mulut bau alkohol mendatangi rumah Adi Supeno (43). Diduga pelaku mencurigai korban memberitahu pecalang. Setibanya di sana, pelaku menendang pintu rumah dan sepeda motor Honda Supra milik korban. “Setelah itu korban melapor ke Polresta Denpasar,” tegasnya. Terkait laporan itu, tim Resmob Polresta Denpasar mendatangi TKP. Dari keterangan saksi, petugas mendapatkan informasi tentang ciri-ciri pelaku. Selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku yang tidak jauh dari TKP, pukul 10.00 Wita. “Pelaku sudah kami tahan. Pintu dan bemper sepeda motor diamankan sebagai barang bukti,” ujar Arta Ariawan. (kmb36)

(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5

Topik : passing grade cpns diturunkan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

SUASANA Kantor KPU Bali tampak berbeda, Jumat (23/11) pagi kemarin. Sejumlah tokoh partai politik (parpol), calon anggota DPD-RI, hingga tim kampanye calon presiden dan wakil presiden tampak berkumpul dengan golok masing-masing. Mereka bukan hendak menyerbu KPU atau saling serang satu sama lain, namun bersama-sama meracik aneka bumbu, daging ayam, dan sayur kacang panjang menjadi lawar. ‘’Di Bali ada sebuah tradisi yang sangat bagus dalam rangka kekerabatan, yaitu ngelawar atau istilahnya mebat. Di sini, seluruh perbedaan itu menjadi satu. Ada yang membuat pedas, asin, yang setelah bergabung menjadi satu akan menjadi sebuah masakan yang enak untuk dinikmati bersama,’’ ujar Ketua KPU Bali sekaligus penggagas acara ngelawar, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Acara ngelawar sebetulnya sudah sering dilakukan Lidartawan saat menjadi Ketua KPU Bangli. Ia meyakini, semua permasalahan pemilu akan dapat diselesaikan dengan baik lewat acara kekeluargaan seperti ngelawar. Untuk kali ini, ngelawar merupakan bagian dari acara Rapat Koordinasi dan Seremonial Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Peserta Pemilu 2019. Rapat koordinasi antara lain membahas cara memasang APK yang baik dan menjaga keamanan selama proses pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres). Sementara seremonial pemasangan APK ditandai dengan pengibaran bendera parpol dan pembukaan selubung baliho calon DPD serta calon presiden dan wakil presiden. ‘’Kita ingin membuat suasana pileg serentak dengan pilpres ini betul-betul membahagiakan semua pihak. Selama ini kalau kita pleno, di tata tertib ada di-

larang membawa senjata tajam. Kayaknya serem banget pemilu ini. Sekarang saya minta bawa golok untuk mebat bareng,’’ katanya. Menurut Lidartawan, mebat atau tradisi ngelawar sejatinya mempertemukan semua komponen di masyarakat. Dalam kaitan pemilu sebagai pesta demokrasi, pihaknya berharap seluruh stakeholder di kepemiluan merasakan apa itu ‘’pesta’’ dalam setiap perbedaan yang ada. Semuanya agar merasa senang, bahagia, dan taat pada aturan yang ada untuk menjaga kondusivitas Bali. Apapun hasilnya nanti, agar dinikmati sebagai sebuah bagian dari pesta demokrasi. Tidak ada lagi intimidasi ataupun masyarakat yang tidak datang untuk menyalurkan hak pilihnya. ‘’Kontribusi semua pihak kita harapkan menjaga kondusivitas pemilu ke depan. Acara-acara seperti ini kita akan gaungkan bersama-sama. Mungkin kepolisian akan menyelenggarakan acara seperti ini, sehingga betul-betul pemilu ini tidak menakutkan. Tapi membahagiakan buat kita semua,’’ jelasnya. Terkait APK calon DPD dan DPRD provinsi, Lidartawan mengaku sudah melakukan

monitoring dan tidak menemukan ada yang melanggar. Masing-masing ada empat titik yang dimonitor pada sembilan kabupaten/kota. Pengecekan seperti ini akan dilakukan rutin setiap bulan. Pelanggaran justru tampak pada pemasangan bendera parpol. Beberapa bendera tampak dipaku pada pohon yang jelas melanggar dari sisi lingkungan hidup. Ada pula yang dipasang pada fasilitas umum seperti tiang listrik. ‘’Ini membahayakan juga dipasang melintang begitu. Pengendara motor, mobil, bisa kecelakaan hanya karena itu. Saya berharap yang begitu harus segera ditertibkan, itu nanti temanteman Bawaslu yang akan menindaklanjuti dan juga Satpol PP,’’ imbuhnya. Pemasangan APK, lanjut Lidartawan, mestinya sudah bisa dilakukan tiga hari setelah penetapan. Peserta pemilu dapat membuat APK sendiri tanpa harus menunggu KPU. Seremonial di tingkat provinsi memang sedikit lambat lantaran KPU masih menunggu persetujuan desain APK dari seluruh peserta. ‘’Jadi bukan masalah kita lambat memfasilitasi,’’ ujarnya. (rin)

Bali Post/eka

NGELAWAR - Sejumlah perwakilan parpol peserta Pemilu 2019 dan calon DPD ‘’ngelawar’’ di KPU Bali, Jumat (23/11) kemarin.

Bali Post/kmb23

MANGROVE - Ratusan siswa turut berpartisipasi dalam penanaman mangrove serangkaian HUT ke-7 PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Jumat (23/11) kemarin.

Peringati HUT Ke-7, JBT Tanam 10.000 Mangrove Denpasar (Bali Post) Serangkaian dengan peringatan HUT ke-7 PT Jasamarga Bali Tol (JBT) yang jatuh pada tanggal 25 November, Jumat (23/11) kemarin dilakukan kegiatan penanaman pohon mangrove sebanyak 10.000 di sekitar Gerbang Tol Benoa. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi pelaksanaan salah satu misi PT Jasamarga Bali Tol yaitu mengoperasikan jalan tol dengan tetap menjaga keasrian lingkungan hidup dan budaya Bali. Mengambil tema ‘’Save Our Future’’, penanaman mangrove ini juga melibatkan sebanyak 200 pelajar. Menurut Dirut JBT Enkky Sasono, pihak JBT sebelumnya secara rutin melakukan penanaman mangrove, namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Hingga saat ini pihaknya sudah menanam sebanyak 45.000 mangrove. Selain penanaman mangrove, pada Minggu (25/11) besok pihaknya akan melepas 500 tukik di Pantai Kuta. ‘’Selain pelepasan tukik, kami juga sekaligus akan mengajak masyarakat untuk ikut melakukan aksi bersih sampah di sekitar Pantai Kuta,’’ katanya saat ditemui di sela-sela penanaman mangrove. Menurut Enkky Sasono, kegiatan ini tentunya dituju-

kan untuk pelestarian alam. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan secara berkesinambungan. Dikatakan, di sekitar jalan tol masih banyak area yang perlu ditanami mangrove. ‘’Secara luasan memang tidak bisa dihitung. Nantinya di sepanjang jalan tol akan terus ditanami mangrove. Di sejumlah area yang memang terlihat kurang, akan terus ditanami,’’ katanya dan menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan selain dari pemegang saham, Jasamarga, Pelindo III, AP1, ITDC, Pemprov dan Pemkab Badung, juga mendapat dukungan dari perbankan. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali drh. Luh Ayu Aryani yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. Dikatakan, penanaman mangrove ini merupakan langkah untuk konservasi tanaman mangrove. Untuk luasan mangrove yang ada di sekitar benoa, luasnya sekitar 1.373,50 hektar. ‘’Saat ini hutan mangrove di sekitar Benoa sudah mulai lebih baik, dan sudah tertata. Selain itu, dari segi kebersihan sampah-sampah sudah mulai berkurang,’’ ujarnya. (kmb23)


BADUNG

Sabtu Pon, 24 November 2018

3

Tower ATCS AirNav Dilengkapi Lidar

Sebaran Abu Vulkanik Bisa Terdeteksi Lebih Cepat

Bali Post/edi

PENGAWASAN - Seorang petugas AirNav melakukan pengawasan terhadap pergerakan pesawat terbang dari atas tower ATCS, Bandara Ngurah Rai.

Strategi Pemasaran yang Tepat, Kunci Menangkan Persaingan Mangupura (Bali Post) Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan diperlukan strategi khusus di bidang pemasaran. Berbagai komponen dalam sistem pariwisata juga menjadi faktor penentu. Dengan berbagai perhitungan yang matang, diharapkan Indonesia mampu memenangkan persaingan dengan negara lain. Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Kementerian Pariwisata Prof. Dr. I Gde Pitana, M.Sc. di sela-sela Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019, Jumat (23/11) kemarin di Nusa Dua. Menurut Pitana, strategi pemasaran bisa disebut tepat apabila jumlah kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan. Untuk itu, manajemen komponen pariwisata seperti destinasi, aksesibilitas, serta pasar perlu terus dibenahi. Bahkan dia menyebut, pasar sebagai komponen paling utama. Dijelaskannya, ketika melihat pasar, ada tiga hal yang harus dicermati, salah satunya pertumbuhan ekonomi. Semua negara pasar pariwisata Indonesia pertumbuhan ekonominya sangat positif. Artinya, dari segi daya beli, mereka tidak ada masalah. Bahkan kalau dilihat, pasar yang bertumbuh untuk Bali misalnya India, pertumbuhan ekonominya di atas tujuh persen, demikian

yang mendeteksi kondisi arah dan kecepatan angin, suhu dan kelembapan dari ketinggian permukaan hingga 3.000 meter di sekitar bandara. Dikatakannya, alat tersebut dapat mendeteksi beberapa fenomena cuaca yang mengganggu penerbangan, salah satunya fenomena wind shear. Tidak hanya itu, untuk mendeteksi abu vulkanik sudah disiapkan sistem Light Detection and Ranging (Lidar). Alat ini berfungsi mendeteksi udara kering seperti abu vulkanik di wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai. Apabila terjadi erupsi Gunung Agung yang mengakibatkan abu vulkanik tersebar di daerah bandara, hal itu bisa cepat terdeteksi. Dengan alat ini pihaknya meyakini faktor keselamatan akan menjadi lebih meningkat. ‘’Kalau dulu untuk mendeteksi sebaran abu vulkanik kita memakai papertest yaitu memasang kertas di darat

Pemkab Badung melakukan evaluasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, evaluasi jabatan tersebut guna menentukan kelas jabatan dan nilai jabatan. ‘’Pendapatan ASN kini berdasarkan kinerja. Salah satunya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang diterima ASN secara berkala. Hal ini kemudian disebut dengan istilah pendapatan berbasis kinerja,’’ ungkap Adi Arnawa, Jumat (23/11) kemarin. Bali Post/edi

ITO - Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja sama Pariwisata Kementerian Pariwisata, Prof. Dr. I Gde Pitana, M.Sc. (dua dari kanan) didampingi I Made Ramia Adnyana di sela-sela ITO 2019, Jumat (23/11) kemarin. juga Tiongkok. Kemudian untuk setting pasar, ketika ingin merebut pasar, harus diingat bahwa Indonesia bukan pemain satusatunya. Ada pemain lain yang tentunya bersaing ketat dengan Indonesia. Ketika berbicara pasar India misalnya, yang merebut bukan hanya Indonesia atau Bali saja, namun Malaysia dan Thailand. Demikian pula Tiongkok, pemain yang bersaing seperti Eropa, Australia, bahkan New Zealand. ‘’Dengan melihat kondisi pasar outbond dan juga persaingan dengan negara lain, tentu perlu membuat strategi pemasaran sehingga mereka tertarik datang ke Indonesia, khususnya Bali,’’ katanya.

Wakil Ketua Umum I DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana yang juga Ketua Panitia ITO 2019 mengatakan, pada tahun 2017 pariwisata Bali sempat mengalami penurunan. Ada beberapa penyebab, salah satunya erupsi Gunung Agung. Saat itu memang perlu waktu bagi pariwisata Bali untuk reborn. Sementara tahun ini saat pelaksanaan pertemuan IMFWB, kunjungan wisatawan cukup banyak hanya pada saat event itu saja. ‘’Untuk dampak positif memang tidak secara langsung pada saat itu. Untuk pengaruh dari kunjungan, kami yakin akan berdampak pada tahun 2019,’’ tegasnya. (kmb23)

contoh dan pelopor bagi masyarakat, bahwa kita berani memeriksakan diri dan mempunyai motivasi untuk hidup sehat,’’ ungkapnya. Ketua KPA Badung itu mengatakan, atas nama Pemkab Badung pihaknya menyampaikan terima kasih karena dalam menyambut HUT Korpri dan PGRI, telah dilakukan berbagai kegiatan yang sifatnya membangun kebersamaan dan kekeluargaan. Salah satunya pemeriksaan HIV/AIDS dan donor darah. ‘’Semoga Korpri ke depan dapat menunjukkan sebagai abdi masyarakat, dan abdi negara,’’ katanya. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir penemuan ka-

sus HIV dan AIDS di Badung meningkat tajam. Jumlah kasus hingga Desember 2017 sebanyak 2.902 kasus, terdiri dari HIV sebanyak 1.738 kasus dan AIDS sebanyak 1.164 kasus. Kelompok umur yang paling tinggi menderita penyakit tersebut yakni 20-49 tahun sebanyak 2.440 orang atau 90,5 persen. Tahun ini hingga Oktober, meningkat menjadi 3.152 kasus. Kelompok umur yang paling banyak menderita HIV/AIDS tetap usia 20-49 tahun, dengan total sebanyak 2.843 orang. Jalur penularan terbesar pada usia muda adalah dari hubungan seksual dan penyalahgunaan napza. (kmb27)

untuk mendeteksi sebaran abu vulkanik. Tapi dengan adanya Lidar, maka kita bisa mendeteksi langsung abu vulkanik di udara sehingga kapan bandara akan tutup bisa ketahuan lebih cepat informasinya,’’ jelasnya. Selain meningkatkan fasilitas fisik, AirNav Denpasar juga berupaya meningkatkan sektor SDM dan prosedur. Upaya itu dilakukan baik dengan melakukan uji kompetensi dan diklat lainnya dari AirNav maupun Kementerian Perhubungan. Ditambahkannya, tahun ini pihaknya mendapatkan enam orang tambahan tenaga ATC dan lima orang tenaga teknis. ‘’Sejauh ini kondisi petugas masih ideal, itu sejak dari awal ada ATC. Tapi dengan penambahan ini, tentu akan lebih bagus lagi. Saat ini total ada 186 orang tenaga AirNav Denpasar, termasuk tambahan yang sekarang,’’ ujarnya. (kmb23)

Pemkab Evaluasi Jabatan ASN

Mangupura (Bali Post) -

Wabup Suiasa Jalani Tes HIV/AIDS Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menaruh perhatian besar terhadap upaya penanggulangan HIV/ AIDS. Bahkan, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (23/11) kemarin ikut menjalani tes HIV/AIDS. Hal itu dalam rangka mempelopori pemeriksaan VCT HIV/AIDS bagi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Badung. Ditemui usai menjalani tes, Wabup Suiasa mengatakan, yang dilakukannya itu sebagai wujud komitmen pemerintah daerah bersama-sama menangani dan mencegah HIV/AIDS. ‘’Pemeriksaan HIV/AIDS bagi pejabat di Badung ini sebagai

Mangupura (Bali Post) Pengaturan lalu lintas penerbangan merupakan salah satu faktor penentu dalam hal keselamatan penerbangan. Tidak hanya itu, penggunaan alat terbaru juga sangat menentukan akurasi dari prediksi perkembangan terkini menyangkut penerbangan, sehingga bisa semakin cepat dan akurat untuk menginformasikan kepada pilot. Manajer Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Denpasar Gede Cakra Warsita, Kamis (23/11) lalu mengungkapkan, saat ini tower ATCS milik AirNav sudah dilengkapi dengan berbagai pemutakhiran peralatan. Pemutahiran itu sebagian besar merupakan investasi BMKG, seperti Automated Weather Observing System (AWOS) yang merupakan alat pengamat cuaca otomatis yang digunakan secara real time. Selain itu, ada juga Radar Wind Profiler yaitu peralatan

Karena itu dilakukan evaluasi jabatan guna menentukan kelas jabatan dan nilai jabatan, sehingga pendapatan ASN menyesuaikan dengan seberapa baik yang bersangkutan menyelesaikan tugas.

‘’Ke depan tidak ada TPP flat, tergantung kinerja menyelesaikan tugas dari perangkat daerah,’’ katanya. Adi Arnawa berharap dengan memberlakukan sistem ini, semua perangkat daerah

berlomba-lomba dalam menjalankan tugas. Pun ia menginginkan nantinya pemanfaatan anggaran di Badung semua by system, termasuk gaji dan tunjangan pegawai. Ia pun meminta tiap ASN

melaporkan kinerja kepada Kabag Organisasi. ‘’Itu akan mempengaruhi nilai, ruang lingkup kerja, beban tugas. Jangan cuek,’’ tegasnya. Namun, pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini menegaskan, pihaknya di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tetap berjuang untuk kesejahteraan ASN di Badung. Syaratnya, ASN harus fokus dengan kinerja. ‘’Kami di TAPD tetap berusaha untuk tahun 2018, TPP masih tetap,’’ terangnya. (kmb27)

Bali Post/edi

RECEPTIONIST - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi (tengah) saat menghadiri press conference Receptionist of the Year 2018, Kamis (22/11).

”Frontliners” Wajib Tingkatkan Kompetensi Mangupura (Bali Post) Di era industri 4.0, persaingan akan semakin sulit. Sementara Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan utama tentu harus terus melakukan pembenahan. Dalam hal ini, pelayanan merupakan yang paling penting dalam sektor pariwisata. Untuk itu, kompetensi di bidang hospitality perlu terus ditingkatkan. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi. Menurutnya, dalam menghadapi

persaingan global, keahlian maupun kompetensi merupakan hal yang paling penting. Apabila keahlian maupun kompetensi tersebut sudah dimiliki, tentu SDM Bali tidak perlu takut untuk bersaing. ‘’Salah satunya seperti frontliners dan reception. Untuk dapat bersaing, wajib terus meningkatkan skill kompetensi,’’ katanya saat press conference pemenang Receptionist of the year 2018, Kamis (22/11) di Movenpic Hotel yang digelar Hotel Front Liner Association. Terkait tenaga kerja asing di Bali, pihaknya mengaku

terus melakukan pengawasan. Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali memiliki 23 pengawas tenaga kerja untuk mengawasi sebanyak 11.025 perusahaan yang wajib lapor ke Dinas Tenaga Kerja. Tentu dengan jumlah pengawas yang terbatas, hal itu masih dirasa kurang. Namun dengan terbatasnya jumlah pengawas, pihaknya menegaskan dalam hal pengawasan harus dilakukan seefektif mungkin. Menurut Wayan Sugita, Amd.Par.SS. Adivisor HFLA Bali yang juga Resident Manager The Magani Hotel &

Spa, tantangan seorang receptionist ke depan semakin kompleks dan harus diimbangi skill dan knowlwdge yang mumpuni. Selain itu, seorang receptionist hotel harus mempunyai sikap yang baik, ramah serta berbudaya. Untuk tahun ini, Cyntha Poppy Sugianto dari Movenpick Resort & Spa Jimbaran berhasil dinobatkan sebagai Receptionist Of The Year 2018. Kompetisi ini diikuti oleh 15 kontestan terbaik dari masing-masing 5 chapter di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Bandung, Makassar, Yogyakarta. (kmb23)

Terios 7 Wonders Moluccas Next Chapter

Suspensi Terios Berikan Kenyamanan Tim Explore Maluku BELASAN tim ekspedisi yang tergabung dalam Terios 7 Wonders Moluccas Next Chapter berhasil menjelajah tantangan dengan medan pegunungan, jalan bebatuan, tanjakan tajam, serta akses jalan berlumpur. Tim Terios 7 Wonders yang menjelajah Provinsi Maluku, yakni Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau Seram, berakhir dengan sukses dan penuh cerita bahagia pada Sabtu (17/11) di Desa Sawai, Pulau Seram. Total jarak tempuh 1.574 km. Dalam explore Indonesia Timur ini, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberangkatkan dua tim, yakni tim yang mulai dari start di Pulau Buru dan tim yang menyertakan jurnalis, termasuk Bali Post. Ekspedisi selama sembilan hari ini menyusuri tujuh etape untuk menjelajahi destinasi bersejarah, situs budaya kearifan lokal, serta keindahan alam khas Maluku, sekaligus membuktikan ketangguhan Terios

sebagai ‘’Sahabat Petualang’’ di berbagai kondisi jalan. Sebagaimana disampaikan Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra didampingi Executive Coordinator Marketing PT Astra Motor Daihatsu Jakarta Rokky Irvayandi, petualangan ini dimulai dari Pulau Buru dengan destinasi Namlea, Wagrea, Teluk Kayeli. Tim ekspedisi melanjutkan perjalanan dengan menyeberang ke Pulau Ambon dengan destinasi Telaga Pange, Nusaniwe. Petualangan diakhiri di Pulau Seram dengan destinasi Tehoru dan Pantai Ora sebagai batas finish ekspedisi ini. Tim kedua sebelum menuju Pulau Seram, manajemen PT ADM sempat mengajak rombongan ke Dealer Daihatsu satu-satunya di Ambon, PT Kharisma Sentosa Uthorizes Daihatsu Dealer. Dealer ini beralamat di Jalan Laksdya Leo Wattimena, Ambon. Di sana tim disambut tarian khas

Ambon lengkap dengan pengalungan selendang khas Ambon. Dalam kesempatan itu, juga dibeber capaian market PT ADM, yang mana peminat kendaraan ini cukup tinggi di Indonesia. Bahkan dengan produk barunya, Sigra, mampu memacu pemasaran karena kendaraan tersebut paling digemari masyarakat dan kepuasan konsumen dalam pelayanan Daihatsu secara umum mencapai 98,9 persen. Dikatakan, ekspedisi Terios 7 Wonders ini menjadi ajang pembuktian untuk menunjukkan performa, kenyamanan, dan keamanan Terios untuk dibawa berpetualang sehingga Terios sangat cocok menjadi DNA (Daily New Adventure) masyarakat Indonesia. Apalagi kendaraan ini dilengkapi berbagai fitur dengan suspensi andal dan nyaman. Dengan menerjunkan empat kendaraan yakni All New Terios dengan varian R Deluxe yang terdiri dari 2 Terios M/T dan

2 Terios A/T, tim bisa menaklukkan medan terjal dengan selamat dan penuh kegembiraan. Selama perjalanan yang panjang itu Terios tetap irit, namun memiliki performa optimal berkat mesin generasi terbaru, 2NR-VE DOHC Dual VVTi. Dengan ground clearance dan air intake yang tinggi, Terios tangguh dalam melewati medan jalan yang berat dan melewati banjir. Penumpang dimanjakan dengan kursi ergonomis hingga all row power outlet yang memudahkan seluruh penumpang untuk mencharge peralatan elektroniknya dan Touch Screen Audio yang dilengkapi CD/DVD, Bluetooth, USB/AUX, Mirroring, GPS, serta Around View Monitor yang menampilkan keadaan sekeliling mobil saat parkir atau mundur. ‘’Ini adalah ajang pembuktian ketangguhan Terios untuk menunjukkan performa, kenyamanan dan keamanan Terios untuk dibawa berpetualang.

Bali Post/asa

TERIOS - Peserta iring-iringan kendaraan Terios 7 Wonders Moluccas Next Chapter. Kami bukan semata-mata jualan, tapi lebih pada ajang pembuktian ketangguhan Terios. Setelah petualangan

ini, masyarakat bisa semakin yakin bahwa Terios sangat cocok digunakan baik untuk aktivitas harian maupun ber-

petualang, serta menjadi Daily New Adventure bagi masyarakat Indonesia,’’ ucap Amelia Tjandra. (asa)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Pon, 24 November 2018

’’Launching’’ Logo dan Maskot Porprov XIV/2019

Wagub Cok Ace Harap Porprov Bisa Bangkitkan ’’Sport Tourism’’ di Bali WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyambut baik launching logo dan maskot penyelenggaraan Porprov Bali XIV Tahun 2019 seraya berharap pelaksanaan Porprov bisa membangkitkan sport tourism di Bali. Harapan tersebut disampaikan Wagub Cok Ace dalam wawancaranya dengan awak media mewakili Gubernur Bali pada pelantikan panitia induk sekaligus launching logo dan maskot Porprov Bali XIV di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (23/11) kemarin. Lebih jauh Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasannya sport tourism merupakan salah satu pariwisata yang akan dikembangkan ke depannya di samping culture tourism, religion tourism

dan MICE. Provinsi Bali memiliki potensi untuk mengembangkan sport tourism tersebut dengan didukung alam dan pemandangannya yang indah. Ditambahkannya, peningkatan sport tourism di Bali dapat dilakukan dengan pengembangan, diversifikasi, perluasan dan penguatan daya tarik wisata/ event wisata olahraga bertaraf internasional seperti maraton, balap sepeda, triathlon dan sebagainya. ‘’Pelaksanan Porprov ini diharapkan dapat membangkitkan sport tourism. Sambil berolahraga, para peserta bisa menikmati alam dan budaya Bali. Penguatan keterpaduan event wisata olahraga dan eksploitasi menjadi daya tarik untuk meningkatkan sport tourism sehingga akan ada peningkatan pendapatan

daerah melalui dunia olahraga,’’ imbuhnya. Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada Panitia Induk Porprov Bali XIV, KONI Bali dan KONI Tabanan atas kerja samanya mewujudkan event yang diagendakan setiap dua tahun sekali ini. Penyelenggaraan Porprov yang dilaksanakan secara bergilir di kabupaten/ kota se-Bali ini bertujuan memotivasi peningkatan pembangunan sarana-prasarana olahraga di masing-masing kabupaten/kota. Tersedianya saranaprasarana olahraga diharapkan dapat merangsang masyarakat untuk gemar olahraga. Dengan demikian tujuan pembangunan keolahragaan di Tanah Air, seper-

Diskes Denpasar Gelar Puncak Peringatan HKN Ke-54

PERINGATAN Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Kota Denpasar, Jumat (23/11) kemarin berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan serta hiburan. Peringatan HKN ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-47 Korpri Kota Denpasar. Kegiatan diawali pelepasan jalan santai serta senam zumba yang diikuti oleh para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tidak terkecuali Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Iswara tampak bergabung dan berbaur ikut senam zumba di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Rai Iswara bersama Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Iswara serta Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini meresmikan Posyandu Remaja/OOPS4 (One Stop Service for Youth), mendeklarasikan ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan serta menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba-lomba serangkaian peringatan HKN 2018. Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan, Hari HKN ke-54 ini sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan swasta berperan serta dalam upaya kesehatan dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dengan menggalakkan Gerakan

HKN - Suasana puncak peringatan HKN 2018 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung. Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Selain itu, sebagai sebuah momentum yang harus dimanfaatkan untuk memberikan tekad dan semangat kita semua agar lebih memberikan makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Menurut Sri Armini, tema HKN tahun ini, yakni ‘’Aku cinta sehat, ayo hidup sehat mulai dari kita’’, mempunyai makna menjadikan budaya hidup sehat adalah bagian dari keseharian bangsa kita di samping harapan bersama akan kondisi sehat untuk kita semua sebagai satu bangsa yang makin bermartabat, semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat guna mewujudkan pembangunan kesehatan. ‘’Kegiatan ini sebagai pengingat publik bahwa kesehatan harus bergerak dari wilayah kuratif ke arah promotif-preventif sehingga

masyarakat semakin mengerti arti penting prilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kesehatan dengan bergaya hidup sehat,’’ katanya. Ia menambahkan, kegiatankegiatan dalam HKN ini di antaranya lomba PSN dan kebersihan tingkat Kota Denpasar, lomba jumantik dan koordinator jumantik berprestasi, safari kesehatan di 11 lokasi di Denpasar, operasi katarak, pemeriksaan kesehatan gratis, screening PTM dan pemeriksaan urine untuk narkoba. Di sisi lain, Sekda Rai Iswara mengatakan terkait HUT ke-47 Korpri, di usia yang hampir setengah abad ini Korpri harus dimanfaatkan oleh seluruh anggotanya sebagai sebuah momentum untuk senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema nasional HUT Korpri tahun 2018 yakni ‘’Korpri Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa’’. (ad943)

Seminar Nasional Strategi Anti-Fraud

Fakultas Ekonomi Unhi Undang Wakil Ketua PPATK

BANYAKNYA pejabat dan masyarakat yang ditangkap karena korupsi, disikapi Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) dengan menggelar seminar nasional, Jumat (23/11) kemarin. Seminar mengusung tema ‘’Strategi Anti-Fraud untuk Peningkatan Tata Kelola yang Baik’’. Narasumbernya pun sangat kompeten yaitu Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si.Ak., CA., CMA., QIA. dan Wakil Ketua PPATK Dr. Dian Ediana Rae, S.H., LL.M. Seminar nasional dibuka Wakil Rektor II Dr. I Gede Putu Kawiana, S.E., M.M. Di sela-sela kegiatan, Dr. Kawiana menyampaikan, tema seminar sangat menarik karena fenomenafenomena dan kecurangan-kecurangan ini yang sering terjadi di masyarakat. ‘’Kita kadang-kadang berpikir kecurangan itu selalu yang besar, kasus korupsi yang sering

kelihatan di media massa. Tapi sebenarnya kita mesti mulai mendidik bahwa kecurangan-kecurangan mulai yang kecil harus diantisipasi. Contohnya pengutipan-pengutipan karya tulis,’’ tegasnya. Ke depan, mahasiswa Prodi Akuntansi akan bekerja misalnya di bagian internal audit dan banyak dibutuhkan dunia usaha serta dunia kerja lainnya. Termasuk perguruan tinggi ada SPI-nya. ‘’Biasanya orang yang merupakan SPI merupakan internal audit. Banyak contoh perusahaan jadi kolaps karena tidak terkontrol asetnya dan sebagainya. Itu tujuan sebenarnya kegiatan ini,’’ ungkapnya. Menurutnya, mahasiswa sangat antusias mengikuti seminar ini karena pihaknya langsung mengundang dari PPAT yang berpengalaman dan memberi contoh hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Perkembangan Unhi khususnya Fakultas Ekonomi terus meningkat, dari segi mahasiswa dan Prodi Akuntansi terakreditasi B. Ke

SEMINAR NASIONAL - Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Unhi menggelar seminar nasional dengan narasumber Guru Besar UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami dan Wakil Kepala PPATK Dr. Dian Ediana Rae.

depan akan dikembangkan khusus perpajakan. Prof. Intiyas dalam paparannya menyampaikan, kalau dilihat jenis korupsi ada beberapa, yaitu konflik kepentingan, penyuapan, gratifikasi dan pemerasan. Hampir semua jenis organisasi termasuk dana desa juga ada fenomena korupsi. ‘’Kalau saya dan bawa ke perguruan tinggi ada hasil penelitian menyatakan tidak hanya waktu, juga ada korupsi akademik. Akademik faund, misalnya menulis skripsi lalu mensitasi, tapi tidak menyebutkan sumber sitasinya. Itu termasuk akademik fraud karena mencuri hasil pemikiran orang lain tapi tidak menyebut sumbernya,’’ ujarnya. Terkait audit internal, katanya, selama ini perusahaan yang memiliki audit internal tetapi belum difungsikan dengan baik. Ia berharap Unhi bisa membentuk pusat studi anti-fraud bekerja sama dengan KPK atau PPATK. Pusat studi ini akan menjadi rujukan riset-riset anti-fraud. ‘’Perguruan tinggi rentan berbagai risiko kecurangan, baik akademik maupun nonakademik. Kalau kecurangan akademik ada fungsi penjaminan mutu, kalau nonakademik ada fungsi SPI. Namun, fungsi SPI dan audit internal tidak semua berjalan dengan optimal karena semata-mata ditempatkan begitu saja secara struktur tapi secara optimalisasi fungsi belum optimal,’’ jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua PPATK Dr. Dian Ediana membahas soal money laundering. Menurutnya, persoalan pencucian uang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di semua negara. ‘’PPATK menangani 25 jenis kejahatan plus satu yang umum yaitu semua tindak pidana yang ancaman hukumannya 4 tahun ke atas. PPATK dari Januari sampai Oktober mengungkap 25 kasus korupsi. Tahun sebelumnya ada 17 kasus,’’ sebutnya. (ad945)

ti pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga akan semakin meningkat. Porprov Bali XIV Tahun 2019 mengusung tema ‘’Sport, Tourism and Culture’’, mengangkat filosofi logo dari ilustrasi Candi Margarana yang melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Tanah Air. Sementara sapi Bali yang diberi nama Siteng menjadi maskot dari Porprov 2019. Nama Siteng memiliki makna kuat dan juga bisa berarti Si Banteng. Logo dan maskot Porprov Bali 2019 di-launching secara resmi oleh Wagub Bali yang ditandai dengan penekanan sirene didampingi Ketua DPRD Bali, Wakil Bupati Tabanan dan Ketua KONI Bali. (ad947)

TEKAN SIRENE – Wagub Bali Cok Ace (tengah) menekan sirene pada peluncuran logo dan maskot Porprov XIV/2019 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (23/11) kemarin.

Hari Bakti PUPR Ke-73

Kegiatan Sosial, Bersih Pantai, Tanam Pohon hingga Donor Darah BERBAGAI kegiatan dilakukan dalam memperingati Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ke73. Rangkaian acara serangkaian HUT tersebut dibuka secara resmi, Jumat (23/11) kemarin, ditandai pelepasan balon disertai hadiah sebuah televisi. Acara dibuka Kadis PUPR Provinsi Bali Ir. Nyoman Astawa Riadi, M.Si. Usai pembukaan secara seremonial, acara yang diikuti ratusan staf dan karyawan di lingkungan PUPR di Pantai Mertasari, Sanur, dilanjutkan dengan senam kesegaran jasmani, lalu bersih-bersih di sepanjang Pantai Mertasari hingga Pura Dalem Pangembak, Sanur. Kadis PUPR Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan setiap tahun. Ada beberapa rangkaian yang diadakan pada hari bakti ini. Sebelum dibuka secara resmi Jumat kemarin, dilakukan persembahyangan bersama di pura di Baturiti, Tabanan, saat purnama kaenam Kamis (22/11) lalu. Tujuan persembahyangan adalah berharap infrastruktur yang dibangun bermanfaat untuk masyarakat. Di samping itu, dilakukan cek kesehatan secara gratis dan aksi donor darah di lingkungan PUPR baik oleh karyawan maupun staf. ‘’Diharapkan bisa terkumpul untuk kepentingan umat manusia yang membutuhkan,’’ ucapnya. Pada 28 November nanti dilakukan bakti sosial ke beberapa panti asusan dan yayasan untuk memberikan bingkisan. Lokasi yang disasar adalah Yayasan Tatwam Asi, SLB Sidakarya, Yayasan Tuna Netra Serma Gede, Panti Asuhan Darma Jati Penatih dan Yayasan Tresna Werda Lovina. Pada 30 No-

vember dilanjutkan dengan penghijauan di lokasi Embung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. ‘’Mohon acara ini diikuti oleh karyawan dan karyawati di lingkungan PUPR dan satuan kerja lainnya,’’ sambung Ketua Panitia Acara HUT ke-73 PUPR itu. Dalam acara nanti ditargetkan 2.000 pohon ditanam. Sebanyak 500 pohon sudah dibuatkan lubang, sisanya disebar di seputaran Embung Besakih. Puncak acara Hari Bakti dilangsungkan 3 Desember mendatang dan akan dilaksanakan upacara bendera di Lapangan Niti Mandala Renon. Kadis Nyoman Astawa Riadi menambahkan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan visi dan misi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sad Kertih Loka Bali’’. ‘’Keterlibatan kami di Pekerjaan Umun dan kementerian sangat mendukung. Contohnya bersih-bersih dan penanaman pohon

agar sumber air dapat terpelihara keberadaanya,’’ tandasnya. Lantas, apa kaitannya dengan tema Hari Bakti ke-73 ‘’Membangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa’’? Kadis Astawa Riadi menyatakan, secara nasional dengan infrastruktur akan terjadi konektivitas antarwilayah dan daerah. Ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama di arus ekonomi, yakni perputaran barang dan jasa. ‘’Juga ketersediaan sumber air akan dapat mempersatukan, yakni konektivitas antardaerah. Ada istilah membangun dari pinggiran di bidang jalan, karena banyak wilayah terisolasi. Negara hadir di sini untuk membangun insfrastruktur guna terkoneksi satu dengan yang lain,’’ sambung Astawa didampingi Ketut Jayada dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida dan Didik Wahyudi dari Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Bali. (ad946)

LEPAS BALON - Kadis PUPR Provinsi Bali Ir. Nyoman Astawa Riadi, M.Si. didampingi pejabat Balai Sungai Bali Penida dan pejabat lainnya melepas balon pada pembukaan kegiatan Hari Bakti PUPR ke-73.

STD Bali Membuka Prodi Fashion Design

Konsisten Mendidik Calon Profesional di Industri Kreatif PERKEMBANGAN industri kreatif di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Diprediksi, masa depan perekonomian Indonesia ada pada industri kreatif ini. Untuk bisa terjun dan menjadi bagian dari revolusi ini, generasi muda harus memiliki keterampilan yang mumpuni. Salah satu bidang yang sekarang menjadi incaran yaitu desain. STD Bali sebagai satu-satunya sekolah tinggi desain di kawasan Indonesia Timur menjadi rujukan utama bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan seni desain jenjang sarjana. Setelah sukses menyelenggarakan Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior, saat ini telah dibuka prodi baru yaitu Fashion Design untuk TA 2019/2020. Izin penyelenggaraan tertuang dalam SK Menristek Dikti Nomor 976/KPT/I/2018 tentang Izin Pembukaan Program Studi pada Sekolah Tinggi Desain Bali. SK diserahkan oleh Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) VIII, kepada Ketua Yayasan Pendidikan Putra Indonesia Kadek Sudrajat, S.Kom. didampingi Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. dan Komang Prasiani, S.E. selaku Kabag Badan Penjamin Mutu STD Bali, di Kantor LLDikti VIII. Fashion Design STD Bali merupakan terobosan mengingat hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki prodi ini dengan strata S-1. ‘’Program Studi Fashion Design ini bertujuan menghasilkan lulusan yang kreatif dan profesional dengan keunggulan intelektual di bidang fashion and life style. Pembelajarannya dirancang dengan menyinergikan keilmuan, keterampilan dan manajemen bisnis dalam industri fashion. Mahasiswa dan lulusannya tidak hanya menguasai keilmuan semata, tetapi sekaligus mampu memadukan pola pikir konseptual dalam membuat karya desain serta menguasai manajemen produknya,’’ ungkap Arini

Hanindharputri. Fashion Design telah dipersiapkan dengan serius dalam hal kurikulum, dosen pengajar yang berpengalaman, serta fasilitas pembelajaran sesuai standar STD Bali yang konsisten mengadaptasi kemajuan teknologi dan sistem informasi untuk menjamin mutu pendidikan dan kualitas lulusan. STD Bali juga mendapatkan dukungan dari industri fashion lokal dan nasional, dalam bentuk kerja sama dengan pelaku bisnis dan profesional, serta organisasi seperti IFC (Indonesian Fashion Chamber) Bali sebagai bentuk support industri fashion terhadap prodi baru ini. Sebagai lembaga pendidikan yang masih sangat muda yaitu enam tahun, STD Bali sudah terakreditasi B oleh BAN-PT, baik secara institusional maupun prodinya. Peluang karier di industri fashion sangat besar. Di tengah persaingan ketat, dunia fashion tidak pernah berhenti tumbuh dan menuntut pelakunya terus berinovasi. Hal inilah yang menjadi tantangan dan siap dijawab oleh Prodi Fashion Design STD Bali yang berkomitmen menghasilkan para creativepreneur yang tangguh dan mandiri sebagaimana yang telah

dicapai oleh prodi pendahulunya yaitu Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior. Lulusannya sudah tersebar di berbagai perusahaan lokal dan internasional, maupun menjadi entrepreneur muda di berbagai bidang industri kreatif, seperti interior design, multimedia, fotografi, videografi, desain grafis hingga akademisi. STD Bali sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru TA 2019/2020 untuk jenjang S-1 Desain Komunikasi Visual, Desain Interior dan Fashion Design. Selain itu, tersedia jenjang pendidikan profesional 1 tahun New Media College, yang juga telah membuka pendaftaran Jurusan Desain Grafis Multimedia & Animasi, Desain Interior Arsitektur, Hospitality Accounting, Public Relation & Digital Marketing, Accounting & Tax, Secretary & Office Management, Web Programming & Jaringan dan Fashion Digital Illustration. Informasi tentang pendaftaran dapat dilihat di http://www.stdbali.ac.id/ dan http://newmed.ac.id/ atau Instagram @stdbalidan @newmediacollege, Fanpage FB Sekolah Tinggi Desain Bali atau New Media College Bali, telepon 0361-8955648 dan 0361-2096093. (ad942)

DI KANTOR LLDIKTI VIII - Komang Prasiani, S.E. (paling kiri), Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Kadek Sudrajat, S.Kom. dan Made Arini Hanindharputri, Sn., M.Sn. di Kantor LLDikti VIII.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Sabtu Pon, 24 November 2018

daerah

5

Tukang Sapu Nyambi Kurir Pil Koplo Banyuwangi (Bali Post) Penghasilan kecil, membuat Indra Wahyu (23), warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, nekat. Pemuda yang berprofesi sebagai tukang sapu tempat ibadah ini berani mengedarkan pil koplo jenis trihexypinedil. Akibat perbuatannya, dia harus berurusan dengan aparat Polsek Kota Banyuwangi. Pelaku ditangkap polisi bersama dua pelaku lain, Ica Camelia Agustin (19) dan Sugiyanto (26), keduanya warga Banyuwangi, Kamis (22/11) malam. Dari tangan pelaku diamankan 1.000 butir pil koplo. ‘’Awalnya kami menangkap Ica, barang buktinya 10 butir,’’ kata Kapolsek kota Banyuwangi AKP Ali Masduki, Jumat (23/11) kemarin. Begitu tertangkap, kata Kapolsek, Ica bernyanyi. Dia mengaku mendapat barang dari Sugiyanto asal Desa Tanjungsari, Kecamatan Umbulsari, Jember. Pelaku tinggal di rumah kos di Jalan Ikan Arwana, Banyuwangi. Polisi kemudian menggerebek pria ini. Ditemukan 110 butir pil koplo. Tak berhenti di situ, polisi terus melakukan penyelidikan. Hasilnya, obat-obatan terlarang tersebut dipasok dari tangan Indra Wahyu. Tanpa pikir panjang, polisi memburu Indra. Pemuda ini dibekuk tanpa perlawanan di rumahnya. ‘’Saat kita geledah, ditemukan 1.000 butir pil koplo,’’ kata Kapolsek. Kuat dugaan, pelaku menjadi suplayer obat daftar G tersebut. Polisi menggelandang pelaku bersama barang bukti ke Polsek. Kepada penyidik, Indra Wahyu mengaku mulai mengenal pil koplo dari teman-temannya sejak lima tahun lalu, sehingga ketagihan. ‘’Dalam satu minggu 2 kali, 2 sampai 3 butir sekali pakai sambil minum air es,’’ katanya. Indra Wahyu mengaku awalnya dirinya hanya disuruh oleh Sugiyanto mengambil dan mengantarkan barang tersebut. Upahnya Rp 200.000 setiap setiap 1 kaleng (1.000 butir). ‘’Saya kerja bagian bersih-bersih di masjid di daerah kota sudah tiga tahun. Awalnya dikasih (pil trex), lama-lama disuruh mengantarkan barang ini,’’ ujarnya. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku harus mendekam di sel Mapolsek Kota Banyuwangi. Sementara penyidik masih terus mengembangkan kasus ini. (udi) Bali Post/ist

DITANGKAP - Tersangka I Wayan Ngongek alias Pendi ditangkap terkait kasus jambret 25 TKP.

Melawan, Penjambret Ditembak

Bali Post/udi

OBAT - Pelaku peredaran obat daftar G diamankan di Polsek Kota Banyuwangi, Jumat (23/11) kemarin.

Diduga Tak Berizin

Satpol PP Jembrana Cek Tambak Udang di Candikusuma Negara (Bali Post) Jajaran Satpol PP Jembrana dipimpin Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah I Made Tarma, Jumat (23/11) kemarin melakukan pengecekan izin tambak udang di Candikusuma, Kecamatan Melaya. Tarma mengatakan dari hasil pengecekan tersebut izin IMB masih dalam proses. Sementara untuk izin yang lain belum diproses, sehingga pihaknya akan melakukan pemanggilan Senin (26/11) di kantor Satpol PP Jembrana. Pihak tambak diharapkan nanti membawa berkas-berkas pengurusan izin, sehingga pihaknya bisa memberikan pembinaan dan mengoordinasikan ke Dinas Perizinan terpadu satu pintu. ‘’Kami melakukan pengawasan sehingga para pengusaha lebih tertib dalam melakukan pembangunan dan agar tidak berdampak pada lingkungan,’’ jelas Tarma. (kmb)

Mangupura (Bali Post) Komplotan jambret yang selama ini meresahkan masyarakat dan turis yang berkunjung di Kuta berhasil ditangkap, Kamis (22/11) lalu. Pelakunya I Wayan Ngongek alias Pendi (19) dan Komang Selamet alias Gus Jering (19). Mereka beraksi di 25 TKP. Tersangka Ngongek terpaksa ditembak kaki kanannya karena melawan saat diajak pengembangan kasus ini. ‘’Satu pelaku berstatus residivis (Ngongek - red) dan satunya lagi pemain baru. Kasus ini diungkap Polsek Kuta dalam rangka Operasi Pekat Agung 2018,’’ kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jumat (23/11) kemarin. Salah satu korbannya yaitu Ana Luisa Schmidt (33) asal Brazil menginap di Guest House Canggu, Kuta Utara. Keterangan korban, pada Jumat (16/11) pukul 23.45 Wita, dia naik ojek online melintas di Jalan Kubu Anyar, Kuta. Setibanya di depan Hotel Ohana, Kuta, tiba-tiba dari arah belakang ada pengendara sepeda motor matik memepetnya. Selanjutnya pelaku merampas Iphone X yang dipegang korban.

Selanjutnya pelaku kabur dan masuk ke gang kecil. Driver ojek online sempat mengejar pelaku tapi kehilangan jejak. ‘’Selain kehilangan Iphone, korban mengalami luka pada jari tangannya,’’ tegasnya. Setelah menerima laporan kasus ini, anggota Ospnal dipimpin Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa dan Panit Buser Iptu Putu Budi Artama langsung menyelidikinya. Di TKP, petugas memperoleh informasi dari korban dan saksi-saksi bahwa pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan motor matik warna biru. Iptu Budi bersama anggotanya melakukan penyelidikan ke Jalan Gunung Agung, Denpasar. Pasalnya dari

ciri-cidi salah satu pelaku merupakan residivis yang pernah ditangkapnya. Alhasil setelah dilakukan penyisiran dan ditemukan motor matik biru parkir di rumah kos di Jalan Gunung Agung Gang Bumi Ayu, Denpasar Barat. Selanjutnya polisi menggerebek kamar nomor 4 dan kedua pelaku berhasil ditangkap. Termasuk mengamankan HP milik korban. Setelah dilakukan penggeledahan dan mengamankan barang bukti, tim selanjutnya membawa kedua pelaku untuk menunjukkan di mana saja telah melakukan aksi jambret. Saat itulah Ngongek melawan petugas dan berupaya kabur. Polisi langsung melumpuhkannya dengan menembak betis kanan pelaku. Hasil interogasi, tersangka Ngongek berperan sebagai joki dan Selamet jadi eksekutornya. Hasil jambret yang berupa handphone selalu dijual ke seseorang yang bernama Dek Ada. Komunikasinya via messenger dan apabila cocok mereka akan transaksi

Warung Makan Ludes Terbakar

Residivis Narkoba Dipenjara 2,5 Tahun Denpasar (Bali Post) Residivis narkoba, terdakwa Reufi Hedayasi alias Tomi, kembali mendapatkan hukuman dari majelis hakim PN Denpasar. Kali ini dia dinyatakan terbukti bersalah memiliki dan menyalahgunakan sabu-sabu. Majelis hakim yang diketuai I Ketut Kawisada sepakat menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) pada terdakwa. Putusan hakim ini mengacu Pasal 127 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan alternatif ketiga. Di muka persidangan Tomi mengaku pernah dipenjara pada tahun 2016 silam. Kasusnya pun sama, yaitu mengonsumsi narkoba. Putusan hakim Kawisada ini lebih ringan 6 bulan dari tuntutan JPU Gusti Ayu Putu Hendrawati, yang sebelumnya menuntut 3 tahun penjara. Hal yang memberatkan putusan majelis hakim karena perbuatan terdakwa dilakukan saat pemerintah sedang giat-giatnya memberantas narkotika. Sedangkan yang meringankan terdakwa pernah dihukum kasus serupa pada 2016, sopan dalam persidangan, mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sementara dalam dakwaan JPU diuraikan, pada Jumat 18 Mei 2017 terdakwa bertemu dengan Dawen (masih DPO) di Perumahan Taman Griya, Nusa Dua. Terdakwa mengaku diajak mengonsumsi sabu-sabu oleh Dawen. ‘’Setelah memakai sabu-sabu, sisanya dibagi menjadi dua. Terdakwa memasukkan sabu ke dalam saku kiri

belakang celana jeans,’’ urai jaksa. Setelah itu terdakwa menuju tempat potong rambut di daerah Tuban bermaksud memangkas rambutnya. Saat menunggu giliran potong rambut, tiba-tiba datang petugas Satresnarkoba Polresta Denpasar. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan satu plastik klip di dalam satu pipet bening pada saku kiri belakang celana. Terdakwa dibawa ke Polresta Denpasar guna menjalani proses pemeriksaan. ‘’Kepada petugas, terdakwa mengakui sabu seberat 0,41 gram itu miliknya,’’ tukas JPU. (kmb37)

di pinggir jalan di daerah Pemogan. Uang hasil penjualan selalu mereka bagi rata. Adapun TKP-nya, yaitu di Jalan Sunset Road depan RS Siloam Kuta, sekitar seminggu lalu dan mendapat Iphone 5 lalu dijual Rp 400 ribu. TKP selanjutnya di Jalan Raya Kuta dekat Sentral Parkir, sekitar dua minggu yang lalu dan mendapat Iphone 7 lalu dijual Rp 850 ribu. Mereka juga beraksi di Jalan Mertanadi, sebelah utara underpass Simpang-siur. Pelaku juga beberapa kali beraksi di Jalan Raya Kuta, Jalan Dewi Sri, Jalan Sunset Road, Jalan Dewi Sartika (Kartika Plasa), Jalan Majapahit, Jalan Baypass Ngurah Rai dan Jalan Setia Budi, Kuta. Dominan barang yang disasar yaitu Iphone dan dijual ratusan ribu rupiah. ‘’Kasus ini masih dikembangkan anggota Polsek Kuta. Komplotan jambret ini khusus menyasar warga negara asing,’’ kata Kombes Andi. (kmb36)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Warung makan Geprek Mafia di Jalan Kampus Unud, Jimbaran terbakar.

Mangupura (Bali Post) Kepulan asap tebal dan kobaran api muncul di warung makan Geprek Mafia dan merembet ke warung makan Padang Ikonogo di Jalan Kampus Unud, Jimbaran, tepatnya depan Gedung Auditorium Widya Sabha Unud, Jumat (23/11) kemarin. Pemicu kebakaran tersebut diduga elpiji yang bocor. Kanitreskim Polsek Kuta Selatan Iptu Muh. Nurul Yakin mengatakan, hasil pemeriksaan karyawan Warung Geprek Mafia, Victor Umbu Rato (20), pukul 09.00 Wita dia tiba di TKP dan langsung kerja di bagian dapur. Karena hendak memasak nasi dan gula, dia mengambil tabung elpiji 15 kilogram di pojok dapur. Saat itu kompor lagi satu sedang menyala, sehingga saat Victor memasang gas di kompor yang satu lagi, api langsung menyambar. ‘’Victor terkena sambaran api sehingga mengalami sedikit melepuh pada telapak tangan kiri. Dia mengaku panik dan terjatuh di dapur,’’ ujarnya. Api terus membesar dan Victor lari keluar dari dalam dapur dan beberapa detik kemudian terdengar gas meledak. Si jago merah kian membesar dan langsung melalap isi warung tersebut. Bahkan api merembet ke warung sebelahnya. ‘’Berselang 15 menit kemudian datang mobil pemadam kebakaran dari ITDC. Setelah itu menyusul mobil pemadam dari Pemkab Badung. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 150 juta dan tidak ada korban jiwa. Kami sudah pasang garis polisi di TKP,’’ tegasnya. (kmb36)


OPINI

6

Sabtu Pon, 24 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Belajar Hidup Jujur di Masyarakat SUDAH berkali-kali hal tentang korupsi telah diungkapkan secara terbuka di media massa. Mulai dari metode, bahkan teknologi yang dipakai sampai dengan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku korupsi. Akan tetapi, toh hingga saat ini masih saja banyak yang melakukan tindakan kotor tersebut. Tetapi harap juga dicatat, penangkapan koruptor juga telah berhasil dilakukan dan memberikan dampak. Ada yang mengatakan bahwa tanah dan properti di Indonesia, termasuk di Bali, sudah mulai tidak laku dan turun harganya, akibat dari keberhasilan pemerintah menangkap para pelaku korupsi. Jika pendapat ini benar, maka mulailah ketahuan belangnya. Jadi, kita tidak usah kagum dengan properti yang mahal-mahal jika ternyata dibuat dari hasil korupsi. Kendati demikian, kita tetap harus menghargai upaya dan usaha untuk melakukan pemberantasan korupsi ini. Seperti yang sudah sering diutarakan bahwa di Indonesia itu, perilaku ini membudaya. Harus kita akui ini. Karena sudah membudaya, maka pencegahannya juga haruslah dilakukan dengan kerja keras. Kita tidak usah berharap hasilnya cepat dicapai. Tetapi harus yakin bahwa usaha tersebut akan tercapai. Mengubah budaya harus pelan-pelan, tetapi kontinu. Titik berkelanjutan inilah yang mesti kita pertahankan. Jadi, pada konteks ini, kita harus mempunyai keyakinan bahwa usaha tersebut akan berhasil. Karena memang capaiannya dalam jangka panjang, maka lembaga pemberantas korupsi harus tetap ada. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus tetap ada. Suara-suara sumbang yang menginginkan pembubaran lembaga ini boleh dikatakan keterlaluan. Lembaga ini, di samping dia mempunyai tugas untuk melakukan pemberantasan tersebut, dia juga mempunyai simbol. Sebagai sebuah simbol, lembaga mempunyai banyak makna. Dia mencerminkan semangat, juga keberlanjutan dan tentu saja tugas yang sedang berjalan. Sekali lagi, singkirkanlah pendapat dan pikiran yang menginginkan pembubaran lembaga KPK tersebut. Hemat kita, tidak apa-apa jika pemberantasan ini berjalan pelan. Tetapi kita harapkan, hasil yang didapat ini dalam perjalanan waktu akan memberikan pengaruh positif kepada kita. Artinya, ke depan tentu dapat dipercepat lagi prosesnya. Jika sudah berjalan cepat, maka korupsi akan dapat ditekan. Memberantas kebiasaan yang sudah menjadi budaya, itu memang memerlukan proses yang panjang. Saat ini kita sudah melihat bahwa banyak para pemimpin daerah, tokoh-tokoh pemerintah di pusat yang sekaligus menjadi tokoh partai, telah ditangkap dan dipenjarakan oleh KPK. Ini merupakan tindakan positif dan mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat. Bahwa jika memang tokoh-tokoh itu berani ditangkap oleh KPK, maka tidak ada alasan lain kalau ada tokoh daerah yang kemudian ditangkap. Ini akan membuat para ‘’calon’’ koruptor keder untuk melakukan tindakannya. Ada catatan dari KPK bahwa lembaga ini telah melakukan indeks integrasi untuk mengukur sejauh mana pemerintah atau daerah itu berhasil melakukan pemberantasan korupsi. Cukup banyak lembaga pemerintah yang telah berhasil mendapatkan indeks di atas angka 50. Ini menandakan ada indikasi baik terhadap penekanan korupsi. Hanya yang perlu kita perhatikan bahwa tidak ada lembaga yang mendapatkan angka yang sampai 100 persen. Mungkin angka ini tidak ada, bahkan di dunia. Akan tetapi, pemerintah harus mampu mengejar sampai paling tidak mendekati angka 95. Jika telah mencapai angka ini, mempunyai arti bahwa pemerintah tersebut telah sangat berhasil menekan angka korupsi. Banyak hal yang dapat kita capai manakala kita berhasil menekan korupsi. Negara dapat berhemat triliunan rupiah, uang tersebut dapat dipakai membangun rumah sakit, memperbaiki pasar, jalan raya, sekolah dan sebagainya. Dan yang paling penting adalah adanya kesadaran masyarakat untuk hidup jujur dalam kehidupan sosial.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Klarifikasi Masalah Sampah Berserakan di TPB Margarana Melalui surat ini, kami ingin memberikan klarifikasi terkait dengan beredarnya foto sampah yang berserakan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, seusai acara peringatan Hari Puputan Margarana yang ke-72, Selasa (20/11). Foto ini memicu berbagai komentar di media sosial. Foto yang beredar luas di media sosial itu, sama sekali tidak benar. Foto tersebut diambil saat upacara peringatan Hari Puputan Margarana yang ke-72 baru saja selesai dan kursi untuk undangan dipindahkan. Saat itu yang tampak tersisa hanya sampah berupa kotak konsumsi. Sampah tersebut sudah langsung dibersihkan saat itu juga, sehingga tak ada lagi sampah yang berserakan seperti yang terlihat di foto dan sengaja di-upload ke media sosial. Demikianlah klarifikasi yang perlu kami sampaikan dan semoga dapat meluruskan informasi keliru yang beredar di media sosial. Terima kasih. Pengurus Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali

Kepemimpinan Tradisional dan Pemberantasan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengeluarkan hasil survei penilaian integritas tahun 2017. Penilaian ini mempunyai angka rentang sampai 100. Daerah yang mendapatkan angka mendekati 100 menunjukkan rendah risiko korupsi dan menunjukkan integritas yang baik. Dalam sebuah gambaran hasil survei tersebut di sebuah media massa nasional, Aceh mendapatkan nilai 77,39 dan Kabupaten Badung, Bali 77,15. Dua daerah tersebut ditempatkan secara berurutan yang pertama dan kedua. Daerah lain, seperti Papua mempunyai angka 52,91. Akan tetapi, yang menjadi perhatian dari KPK bahwa keseriusan pimpinan lembaga pemerintah pusat dan daerah, akan mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan pemberantasan korupsi ini.

Oleh GPB Suka Arjawa arus diakui, meskipun mencapai angka 70 persen misalnya, tetapi mempunyai arti bahwa sisa 30 persen itu adalah kecenderungan korupsi tetap ada (tinggi?) dan mempunyai integritas yang baik. Maka, perjuangan untuk melakukan pemberantasan korupsi tetap harus dilakukan. Lalu, di mana sisi penting dari pimpinan lembaga pemerintah daerah itu? Dalam konteks kepemimpinan, di Indonesia harus dikatakan tidak sama dengan negara-negara Barat. Seorang staf pengajar dari Charles Darwin University menyebutkan bahwa kepemimpinan antara dunia Barat dengan tradisional itu mempunyai perbedaan yang signifikan. Inti perbedaan itu adalah bahwa kepemimpinan tradisional itu haruslah mampu memberikan contoh. Apabila dikembangkan, pendapat di atas boleh dikatakan bahwa di Indonesia itu masih mengutamakan kepemimpinan tradisional. Salah satu ciri dari kepemimpinan tradisional adalah bahwa pemilihan terhadap pemimpin tersebut didasarkan atas karisma. Boleh saja kemudian dikatakan bahwa masyarakat memilih berdasarkan keterkenalan tokoh bersangkutan. Rasionalisme pada konteks ini

dikesampingkan. Di Indonesia, mungkin pemilihan yang didasarkan atas ‘’hadiah’’ uang kepada para pemilih boleh dikatakan sebagai pemilih tradisional juga. Banyak pimpinan pada lembaga pemerintahan di Indonesia dipilih berdasarkan atas hal-hal seperti yang diutarakan di atas. Termasuk juga pemimpin daerahnya. Dengan demikian, kepemimpinan tradisional merupakan karakter sebagian besar masyarakat Indonesia sekarang. Kemungkinan juga Jakarta mirip seperti itu. Mengacu kepada pendapat seorang ahli dari Charles Darwin University tersebut, maka seorang pemimpin daerah di Indonesia cenderung ibarat seorang pemimpin tradisional. Karena itu, tidak bisa lain, percontohan akan menjadi bagian terpenting dari sukses mereka memimpin. Pemimpin inilah yang harus memberi contoh, bagaimana sikap yang harus dilakukan dan dilaksanakan. Dalam hal pencegahan korupsi, maka contoh yang harus dilakukan adalah pemimpin tersebut tidak melakukan korupsi, tidak juga mengutak-atik peraturan agar korupsi dapat dilegalkan, dan memberi contoh juga untuk menunjukkan orangorang yang kedapatan korupsi. Contoh untuk tidak melakukan

korupsi, mungkin lebih mudah dilaksanakan dibanding dengan contoh untuk melaporkan pejabat (rekan) yang korupsi. Pemimpin tradisional biasanya hanya menerima laporan dan kurang melakukan tinjauan langsung. Maka, cara yang lebih baik untuk memberikan contoh untuk ‘’menangkap’’ koruptor adalah dengan melakukan tindakan ‘’turba’’ atau sidak dalam bentuk yang lain. Pemimpin tradisional harus memperbarui dirinya dengan melakukan sidak dan jika kemudian menemukan sesuatu yang tidak beres, haruslah berani menunjukkan oknum-oknum yang melakukan korupsi tersebut, dan menggiringnya agar mendapat pemeriksaan aparat yang berwajib. Cara lain untuk memberikan contoh seperti ini adalah dengan menerima laporan adanya oknum seperti itu dan melindungi pihak pelapor. Dalam catatan KPK, inilah yang merupakan salah satu kelemahan pimpinan daerah. Disebutkan bahwa sang pelapor sering mendapat sorotan dan dikucilkan apabila melakukan laporan terhadap tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ada di daerah. Dengan begitu, pada titik inilah kelemahan pemimpin

daerah, pemimpin tradisional, dan dengan demikian pemimpin dan kepemimpinan pada umumnya di Indonesia. Kepemimpinan tradisional boleh dikatakan ‘’malu-malu’’ dalam urusan seperti ini karena bisa jadi ada unsur ‘’kekerabatan’’ pada kepemimpinan tradisional. Orang yang menjadi mahapatih adalah kerabat dari raja, dan bawahan dari patih merupakan kerabat patih. Pada kepemimpinan model Barat, landasannya adalah meritokrasi, rasional, dan pendidikan yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Tujuannya itu berjangka jauh. Dalam arti, tujuan dari kepemimpinan itu untuk mencapai visi masyarakat. Visi merupakan tujuan jangka panjang yang sangat ideal, misalnya kesejahteraan sosial. Untuk itulah, kepemimpinan model Barat itu mempunyai tujuan jangka jauh, yang tidak lain untuk pemenuhan visi tersebut. Akibatnya, jika ada pihak-pihak yang membantu meloloskan korupsi, sikap yang dapat menghambat pencapaian visi tersebut, seorang pemimpin mempunyai tugas untuk menindaknya dengan proses hukum. Jika pemimpin yang tersangkut, maka pemimpin tersebut juga harus dihukum dan diturunkan. Sebaliknya, dalam kepemimpinan tradisional, yang diutamakan bukan visi atau misi, tetapi justru keajekan dari trah pemimpin tersebut: entah trah keturunan, kerabat atau tetangga. Jika ada keturunan, kerabat atau tetangga yang korupsi, itu akan didiamkan atau dipetieskan. Dengan demikian, pemberantasan korupsi haruslah menggunakan dan mencontoh pola kepemimpinan Barat. Pemberantasan korupsi dengan pola seperti ini, justru bertentangan dengan pola kepemimpinan di Indonesia yang mayoritas tradisional. Jadi, dari

sudut pandang ini, sangatlah wajar apabila pemberantasan korupsi di Indonesia itu sangat lambat dan terkesan ngos-ngosan. Sejak reformasi tahun 1998, pemberantasan korupsi sudah digembar-gemborkan, sudah disiapkan lembaga KPK, sudah juga dihukum para pelaku korupsinya. Akan tetapi, toh juga sampai sekarang perilaku tersebut masih berlangsung dan membesar. Di samping budaya korupsi yang memang sudah ada di Indonesia, pencegahan korupsi di Indonesia memiliki kelemahan jika dilihat dari pola penerapan kepemimpinannya. Kendati demikian, dari sudut kepemimpinan cara yang paling bagus untuk memberantas korupsi itu adalah dengan mengambil satu unsur saja dari dunia Barat, yaitu dengan melindungi para pelapor tersebut agar mereka dapat melakukannya dengan bebas. Pemimpin inilah yang harus melindungi. Sudah tentu sang pemimpin mempertahankan percontohannya dengan tidak korupsi. Di daerah, hal ini sangat penting dilakukan di Indonesia. Otonomi daerah memberikan kesempatan kepada sang pemimpin daerah itu menjadi raja baru, ‘’titisan’’ perilaku raja lama yang hendak disembah dan diberikan upeti. Jadi, harus wanti-wanti hal ini agar tidak terjadi kepemimpinan seperti itu di Indonesia.

Pemimpin Itu Bukan Penyulap

PEMIMPIN adalah panutan/nunutan yang meyakinkan, penerang yang mencerahkan, penyemangat moral kerja yang menggairahkan bagi orang/rakyat/ lembaga yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama. Nilai yang melekat di dalam jiwa seorang pemimpin dimaksud adalah; kewibaan, ketegasan, kejujuran, ketulusan, tanpa pamrih dalam menjalankan kepemimpinan (niskama karma) dan kemuliaan lainnya. Hal itu oleh Ki Hajar Dewantara dirumuskannya dengan filosopi ing arso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani. Nilai/jiwa kepemimpinan seperti itulah yang dipercaya bisa mendekatkan kepada pencapaian tujuan nasional yang dicitacitakan bangsa Indonesia pascakemerdekaan, yang terpatri pada alinea IV Pembukaan UUD 45. Perwujudan tujuan nasional dimaksud tentu memerlukan proses waktu yang panjang disertai pengorbanan sumber daya dari waktu ke waktu baik SDM maupun SDA sebagai input dalam menjalankan program kerja kepemimpinan yang berkesinambungan dari periode ke periode hingga ke tujuan yang dicita-citakan. Seperti dalam perwujudan cita-cita perjuangan kemerdekaan, pemimpin-pemimpin

Oleh I Wayan Sariasa pada masa itu berjuang dengan kosistensi dan semangat juang yang tinggi. Mereka tak menghitung pengorbanan jiwa/raga, material/ immaterial. Demi untuk merdeka, dengan mengobarkan semangat juang ‘’merdeka atau mati’’. Pengorbanan itu tidak sia-sia, citacita perjuangan untuk satu tujuan Indonesia merdeka terwujudkan, diproklamirkan oleh SoekarnoHatta tanggal 17 Agustus 1945 atau sekitar 37 tahun kemudian setelah Pergerakan Boedi Oetomo tahun 1908. Walaupun sudah 73 tahun mengisi kemerdekaan itu, dengan tiga periode kepemimpinan (Orla, Orba, Reformasi) yang telah dan sedang dijalani oleh tujuh pemimpin bangsa, namun sepertinya belum ada tanda-tanda akan terpenuhinya cita-cita nasional tersebut di atas. Entahlah, mungkin karena kepemimpinan yang dijalankan oleh setiap pemimpin tidak berkesinambungan dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Kini, sedang berlansung kepemimpinan bangsa yang ke-7, Jokowi, dengan moto ‘’kerja, kerja,

dan kerja’’. Walau baru empat tahun dijalani, sepertinya tak perlu harus melihat dan tanpa harus mendengar pun, pancaran hasil kerjanya dapat dirasakan arahnya, nilai kepemimpinannya sepertinya tidak menyimpang dari nilai/jiwa kepemimpinan yang disebutkan pada awal tulisan ini. Akan tetapi, memasuki musim politik tahun ini, sepertinya arah kerja Jokowi tersebut ingin dihentikan oleh lawan-lawan politiknya. Kerja Jokowi yang nyata semakin terang terarah menuju tujuan nasional, dikaburkan dengan data yang tidak sebenarnya, diperdengarkan sebagai hal yang sebenarnya, seperti: 99% rakyat Indonesia hidupnya pas-pasan, tempe setebal kartu ATM, tahun 2030 Indonesia bubar. Yang pasti, pemimpin bangsa bukan penyulap, yang hanya dengan mantra: kunfayakun simsalabim abracadabra, lalu dalam sekejap ‘’jadilah’’ apa yang dimau. Memang, penyulap bisa membuat cangkir yang tadinya kasong lalu dalam sekejap bisa berisi kopi panas siap diminum. Penyulap juga

bisa memperlihatkan kepala manusia terlepas dari tubuhnya tetapi tetap bernyawa, yang semua itu adalah jadi-jadian dari penyulap walau sebenarnya impossible tetapi terlihat possible. Harus dipahami bahwa sulap pada hakikatnya adalah kebohongan yang dipertontonkan selain bisa menghibur, juga bisa membuat rasa takut bagi yang melihat dan mendengar. Seorang pemimpin (presiden/ gubernur/bupati/wali kota) bekerjanya mengacu pada RPJP dengan periodisasi RPJM 5 tahunan yang oleh pemerintah dijabarkan menjadi rencana kerja tahunan (RKP), semua itu diatur dalam UU No.17/2007 tentang RPJP Nasional. Di dalam RKP itulah janji-janji kampanye politik diejawantahkan menjadi kerja, kerja, dan kerja oleh pemimpin yang bersangkutan yang dilanjutkan/disesuaikan oleh kepemimpinan berikutnya. Oleh karena itu, jika benar-benar mau mengabdi sebagai pemimpin untuk semakin mendekatkan kepada tujuan nasional, siapa pun pemimpinnya; kerjanya harus berkesinambungan dengan kerja, kerja, kerja pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK Warga di sekitar Bendungan Titab, Buleleng krisis air bersih. - Krisis di manamana. *** Satukan perbedaan dalam pesta demokrasi, KPUD dan parpol ‘’ngelawar’’. - Diplomasi ‘’ngelawar’’. *** Hasil tes CPNS 2018 jeblok, tantangan serius bagi dunia pendidikan. - Krisis SDM.

Penulis, pensiunan ASN dan pemerhati sosial budaya

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Pon, 24 November 2018

Peralatan Minim

Penanganan Sampah di TPA Mandung Tak Maksimal Tabanan (Bali Post) -

Penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung yang berlokasi di Kecamatan Kerambitan, dianggap masih belum maksimal. Hal ini diakibatkan minimnya peralatan, khususnya alat berat.

Bali Post/bit

TPA MANDUNG - Volume sampah di TPA Mandung tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Pengelolaan sampah sejauh ini belum maksimal lantaran terkendala minimnya peralatan.

Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Jumat (23/11) kemarin, mengakui penanganan sampah di TPA Mandung terkendala minimnya alat berat. Saat ini baru tersedia masing-masing satu unit buldozer, eksavator dan loader. Buldozer yang berfungsi penting dalam proses pengolahan sampah yakni mendorong sampah agar tidak berceceran serta melakukan pemadatan, saat ini sedang rusak. ‘’Alat ini sebenarnya paling penting. Sekarang baru punya satu, itu pun masih dalam kondisi rusak sudah dua mingguan dan kini sedang diperbaiki,’’ ucapnya. Selain itu, pihaknya tidak berani mengoperasikan loader di timbunan sampah, lantaran ban karet rentan pecah saat terkena pecahan kaca atau gelas. Masalah ini

makin menghambat aktivitas pengolahan sampah. Sukartini mengaku telah mengusulkan penambahan alat berat. Hanya saja akibat keterbatasan anggaran, pengadaan belum bisa dilakukan. ‘’Minimal ada penambahan masing-masing satu unit untuk lebih memaksimalkan proses penataan dan pengolahan sampah. Memang semua tergantung anggaran daerah,’’ tegasnya. Setiap harinya TPA Mandung menerima rata-rata 80 ton sampah yang diangkut oleh 50-60 kendaraan. Sampah dominan diangkut jasa pengangkutan sampah milik swasta yang berada di luar wilayah pelayanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Pelayanan DLH hanya menyasar pasar tradisional di dua kecamatan, yakni Tabanan dan Kediri.

‘’Untuk kecamatan lain hanya di tingkat pasar dan tidak sampai Kecamatan Pupuan, hanya sampai di Bajera saja,’’ terangnya. Untuk sampah yang diangkut atas inisiatif desa, pihaknya sangat mengapresiasi hal tersebut. Ini artinya sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menangani sampah di desa masing-masing. ‘’Yang penting sampah di buang ke sini, kita tampung. Daripada dibuang sembarangan. Nanti di sini sistem mengolah dan mengatur,’’ jelasnya. Sementara untuk anggaran operasional TPA juga relatif masih minim, hanya Rp 950 juta setahun dan selama tiga tahun terakhir belum mengalami peningkatan. Standar biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 1,3 miliar per tahun. (kmb28)

Pemkab Usulkan 12 Desa Dapat Bantuan Pamsimas Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan mengusulkan 12 desa untuk mendapatkan bantuan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Pemerintah Pusat. Diharapkan usulan ini seluruhnya diterima sehingga permasalahan air bersih di desa bersangkutan dapat dituntaskan. Kepala Bappelitbang Tabanan yang Sekretaris Pokja Sanitasi dan Air Minum I.B. Wiratmaja, Jumat (23/11) kemarin mengatakan, 12 desa yang diusulkan mendapatkan bantuan Pamsimas yakni Desa Pupuan Sawah dan Desa Wanagiri di Kecamatan Selemadeg, Desa Pitra Kecamatan Penebel, Desa Buahan Kecamatan Tabanan, Desa Baturiti Kecamatan Baturiti, Desa Belimbing, Desa Pujungan, Desa Jelijih Punggang dan Desa Padangan di Kecamatan Pupuan dan tiga desa di Kecamatan Selemadeg Barat yaitu Desa Mundeg

Kangin, Desa Angkah dan Desa Lumbung Kauh. Meski sudah mengusulkan 12 desa, namun penerima program Pamsimas masih belum ditetapkan. Sebab, 12 desa ini masih harus melalui proses verifikasi usulan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). ‘’Dari 12 desa ini, usulan RKMnya sudah diverifikasi dan masih ada yang perlu diperbaiki. Sehingga masih belum bisa ditetapkan penerima program Pamsimas 2019. karena bisa saja ada yang gugur. Jadi keputusannya menunggu pusat,’’ ujar Wiratmaja. Untuk Pamsimas 2018, yang mendapatkan bantuan sebanyak 15 desa. Sebanyak 12 desa dibantu dari APBN dan 3 desa dari APBD dengan total dana Rp 5.250.004.500. Progress fisik Pamsimas tahun 2018 sudah mencapai 90 persen, sedangkan realisasi keuangan sudah 100 persen cair. Dana yang diberikan untuk masing-masing desa berbeda

Tabanan (Bali Post) Terbelenggu dalam jeruji besi tak menyurutkan keinginan para narapidana dalam bermain musik. Terbukti, band yang beranggotakan napi Lapas Tabanan yang tergabung dalam Jerbezt (Jeruji Besi Tabanan) akan tampil dalam ajang festival musik Bali Prison Music Festival yang akan digelar Sabtu (24/11) hari ini. Jerbezt yang digawangi Cicak (vocal), Ajus (bass), Ketut (lead guitar), Nur Yahya (rhythm) dan Tri (drum) akan membawakan lagu wajib ‘’Syukuri Ujianmu’’ dari Antrabezt dan dua lagu ciptaan sendiri berjudul ‘’Maafkan’’ dan ‘’Satu Arti’’. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana selaku manajer band menyatakan anak-anak asuhnya tersebut sudah siap tampil dalam festival musik ini. Menurutnya, Bali Prison Music Festival adalah ajang yang cukup bergengsi karena akan menyaring bakat

dan potensi bermusik dari anak-anak warga binaan Lapas. ‘’Dengan ajang ini akan muncul musisi baru yang akan berkiprah pada ajang profesional yang tentunya diharapkan bisa sebagai wadah dalam menyalurkan kreativitas dan bekal hidup setelah bebas dari penjara,’’ ucapnya. Menurutnya, Bali Prison Music Festival akan diikuti oleh musisi warga binaan di seluruh Lapas atau rutan di Bali. Murdiana juga berharap Jerbezt dapat tampil maksimal, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Jerbezt juga akan tampil dua kali dalam memeriahkan HUT Kota Tabanan dalam Tabanan Fiesta yang diselenggarakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria dan di lapangan Garuda Wisnu Serasi Tabanan. Selama tampil di luar areal Lapas, tentu saja warga binaan ini masih dalam penga-

menurut tingkat kebutuhannya. Program Pamsimas diadakan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan penyediaan air bersih dan sanitasi. Secara umum, kriteria desa sasaran Pamsimas adalah desa yang akses air minum aman dan sanitasi aman masih rendah. Selain itu, prevelansi penyakit diare atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan tergolong tinggi berdasakan data Puskesmas. Dalam pelaksanaannya, Pamsimas dikelola oleh desa. Setiap sambungan rumah tangga memiliki meteran air, seperti layanan PDAM. Masyarakat membayar ke pengelola untuk pemakaian air sesuai dengan yang digunakan. Hasil dari Pamsimas ini akan masuk ke kas desa. Jadi, program Pamsimas selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di perdesaan juga sebagai pendapatan untuk desa.

Salah satu desa yang diusulkan untuk mendapatkan program Pamsimas tahun 2019 adalah Desa Belimbing. Perbekel Belimbing I Made Adi Suyana mengatakan, program ini akan diarahkan ke Banjar Suranadi. ‘’Lokasi banjar ini agak tinggi dan paling ujung Desa Belimbing. Memang sudah ada layanan PDAM tetapi belum maksimal memenuhi kebutuhan air terutama saat musim kemarau,’’ ujarnya. Banjar Suranadi terdiri dari 119 KK atau 400 jiwa. Karena letaknya tinggi, untuk bisa mendapatkan air memerlukan teknik gravitasi. Menurut Adi Suyana, dua tahun lalu banjar ini sudah mendapatkan program Pamsimas, tetapi belum maksimal. ‘’Karenanya diusulkan kembali agar bisa dimaksimalkan sehingga masyarakat di sana mampu terpenuhi kebutuhan airnya, terutama saat musim kemarau,’’ jelasnya. (kmb24)

Band Warga Binaan Lapas Tampil di Festival Musik

JERBEZT - Personel Jerbezt yang akan tampil di festival musik. wasan petugas sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Proses dan aturan tetap berlaku. Setidaknya ada 14 petugas,’’ ucapnya. Terkait pembinaan kesenian yang didapatkan warga binaan, disampaikan Murdi-

Bali Post/bit

ana ada kegiatan kesenian lainnya seperti geguritan, tarian, kidung dan tabuh, meskipun peralatannya masih status pinjaman. ‘’Pembinaannya tiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu,’’ ucapnya. (kmb28)

SERAHKAN BANTUAN - Kepala Dinas Sosial Tabanan saat menyerahkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Bupati dan ASN Tabanan Serahkan Bantuan Rp 135 Juta

BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti beserta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menyalurkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, Parigi dan Donggala. Bantuan yang diserahkan sebesar Rp 135 juta, yang juga di-support Dharma Wanita Persatuan dan Dekopinda Kabupaten Tabanan. Bantuan amal Investasi Hati tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan dan diterima Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Tengah I Nengah Wandra, di Pura Agung Wana Kerta Jagadnatha, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng, Kamis, (22/11). Hadir juga Sekretaris PHDI Sulteng I Wayan Suyasa, Ketua PHDI Kota Palu I Nyoman Dwinda, dan disaksikan ribuan masyarakat Hindu Sulteng yang sedang melakukan persembahyangan pada rahina purnama di pura tersebut. I Nyoman Gede Gunawan menjelaskan, kedatangannya merupakan perintah langsung Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti untuk menyerahkan bantuan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan selanjutnya disalurkan melalui PHDI Sulteng. ‘’Karena Beliau percaya, bantuan itu akan dipergunakan dengan bijak dan menjangkau seluruh daerah yang terdampak ben-

cana,’’ ujarnya. Gunawan juga mengapresiasi semangat dan jiwa persatuan masyarakat Bali di Kota Palu. Meski jauh dari Bali, namun tetap mempertahankan adat, budaya dan agama, serta mampu membaur juga menjalin kerukunan antarumat beragama di Kota Palu. ‘’Ini sangat luar biasa sekali. Merupakan suatu kebanggaan luar biasa saya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat di Palu, menyampaikan apa yang menjadi amanat dari Bupati kami,’’ ujarnya. Pihaknya berharap korban bencana tidak melihat besar kecil bantuan yang disalurkan. ‘’Anggaplah ini bentuk kepedulian, investasi hati dari Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan segenap ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat bagi pembangunan di daerah yang terdampak gempa dan tsunami pada 28 September 2018 lalu,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, sesuai pantauan di lapangan seputaran Pura Agung Wana Kerta Jagadnatha banyak bangunan dan prasarana yang hancur, termasuk pura itu. ‘’Saya merasa perihatin melihat bangunan dan prasarana yang hancur di sini. Semoga dengan bantuan ini masyarakat bisa mebangun kembali bangunan dan prasarana yang hancur pascagempa dan tsunami,’’ ungkapnya.

Bupati Tabanan juga menitipkan pesan agar masyarakat bisa tetap tabah dan sabar menghadapi semua cobaan. Seluruh elemen masyarakat yang hadir saat itu diajaknya untuk selalu eling kepada Tuhan. ‘’Besar harapan kami agar masyarakat di sini bisa segera membangun kembali sarana dan prasarana yang hancur karena terdampak gempa dan tsunami,’’ sambungnya. Ketua PHDI Sulteng I Nengah Wandra mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan ASN di lingkup Pemkab Tabanan. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak. ‘’Sekali lagi kami beserta seluruh umat yang hadir di sini mengucapkan banyakbanyak terima kasih kepada Bupati dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Mudah-mudahan ke depannya kami tidak mengalami kembali musibah-musibah seperti ini,’’ ucapnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial I Nyoman Gede Gunawan berkesempatan melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Wana Kerta Jagadnatha Palu, beserta dengan ribuan umat yang hadir. Karena hari itu bertepatan dengan hari Purnama, dan juga hari pacaruan setelah pura itu terdampak bencana. (ad944)

Pupuk Organik Kelompok Simantri Pondok Sari

Sulit Tembus Pasar Lokal, Petani Harapkan Difasilitasi Pemerintah SEJAK tahun 2009, Tabanan mendapatkan bantuan Simantri dari Pemprov Bali. Hingga tahun ini, yang mendapatkan bantuan Simantri sebanyak 115 kelompok tani dengan total kurang lebih 2.300 ekor sapi. Semua kelompok Simantri bergerak di bidang pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Sayangnya penjualan pupuk organik sulit menembus pasar lokal Tabanan. Kelompok tani yang mengelola program Simantri pun berharap agar regulasi penjualan pupuk organik di tingkat petani bisa dipermudah, sehingga mereka bisa bersaing dan menembus pasar lokal.

Salah satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan Simantri ada di Banjar Belah Desa Luwus Kecamatan Baturiti yang bernama Kelompok Tani Pondok Sari. Kelompok tani ini mendapatkan bantuan program Simantri pada tahun 2016. Menurut Bendahara Kelompok Tani Pondok Sari Made Sunarda, Jumat (23/11) kemarin, saat awal bantuan kelompok taninya mendapatkan bantuan 21 ekor sapi. Setelah hampir dua tahun berjalan, dari 21 ekor sapi ini beranak sebanyak 18 ekor. Sebanyak 13 ekor sudah dijual dan dibagi keuntungannya ke anggota. Lanjut Sunarda, perbedaan Kelompok Tani Pondok Sari dengan kelompok tani lain yang mendapatkan bantuan Simantri adalah dalam hal penjualan

sapi. Pihaknya hanya mengambil Rp 300 ribu untuk kelompok dari hasil penjualan sapi. ‘’Kelompok lain biasanya perbandingannya 1:2. Kalau kami hanya diambil Rp 300 ribu untuk kelompok. Langkah ini diambil untuk mensejahterakan anggota,’’ ujarnya. Usaha lain yang dikembangkan kelompok tani tersebut berupa produksi pupuk organik dari kotoran sapi serta biourine. Dari jumlah sapi yang saat ini dimiliki yaitu 25 ekor, rata-rata pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi sebanyak 2 hingga 3 ton per bulan. Pupuk organik ini dijual seharga Rp 25 ribu per sak isian 30 kg. Pemasaran pupuk organik ini adalah toko-toko pertanian serta di agrowisata kopi luwak. Sementara untuk biourine

bisa diproduksi sebanyak 1.500 liter per bulan dan masih kebanyakan dipakai sendiri oleh kelompok. Dalam menjual pupuk kotoran sapi, pihaknya sulit menembus pasar pertanian lokal dan harus bersaing dengan perusahaan skala besar. Bahkan, untuk mensuplai kebutuhan pupuk organik ke petani terutama pupuk organik bersubsidi, cukup sulit. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. ‘’Kami kelompok tani dengan keuntungan tidak seberapa tentu sangat sulit memenuhi syarat-syarat ini. Diharapkan bisa difasilitasi pemerintah agar lebih diringankan syaratnya, sehingga kami bisa bersaing dan menyuplai kebutuhan pupuk organi ke petani terdekat,’’ harapnya. (san)

Bali Post/san

Bersama - Petugas dari provinsi bersama pengurus Kelompok Tani Pondok Sari.


BULELENG

8

Sabtu Pon, 24 November 2018

SOSOK Anggaran Seremonial KEGIATAN seremonial mulai dikurangi Pemkab Buleleng. Salah satunya musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan kunjungan kerja (kunker) yang setiap tahun menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengambil kebijakan mulai tahun 2019 mendatang akan menghapus kegiatan musrenbang dan kunker. Pejabat ini mengaku, musrenbang yang biasa digelar berjenjang mulai desa, kecamatan, dan kabupaten memakan biaya seremonial besar. Untuk itu, mulai tahun depan, musrenbang cukup digelar satu kali saja. Selain itu, musrenbang akan dilakukan sebelum mulai pembahasan rancangan APBD. Dengan cara ini, selain menghemat anggaran sifatnya seremonial, Bupati juga menilai perencanana lebih awal ini dapat mengakomodasi usulan baik diajukan perbekel dan tokoh masyarakat, karena pembahasan anggarannya sebelum pemerintah membahas APBD. Pola musrenbang yang hanya satu kali nantinya akan mengakomodasi program penyusunan detail engineering design (DED) untuk program fisik pada tahun berikutnya. ‘’Tahun depan, tidak ada lagi musrenbang dan cukup kita diskusi satu kali saja. Semua bisa menyampaikan aspirasi dan itu kita tampung untuk dicarikan anggaran saat pembahasan APBD. Berbeda seperti sekarang APBD sudah dibahas namun musrenbang belum. Jadi, kalau ada usulan tidak bisa diakomodir tahun itu juga. Nah ini yang saya ubah dan polanya tetap mengakomodir bottom-up,’’ katanya. Di sisi lain, Bupati dua periode ini mengatakan, agenda kunker yang juga diagendakan setiap tahun nanti akan dihapus. Sebagai gantinya, pemerintah kabupaten akan menggelar model diskusi per kecamatan. Selain mengevaluasi program pembangunan yang sudah dijalankan, forum itu nantinya memberi ruang bagi komponen masyarakat atau pengambil kebijakan di bawah untuk mengajukan permasalahan atau mengajukan usulan untuk ditangani. ‘’Kunker yang memakan biaya mahal ini nanti tidak ada lagi, dan gantinya kita lakukan diskusi saja. Selain lebih bermanfaat dan bisa menekan biaya sekitar ratusan juta rupiah bisa kita hemat,’’ tegas mantan anggota DPRD Provinsi Bali tersebut. (mud)

Pamitan Sembahyang, Ditemukan Gantung Diri di Kebun Singaraja (Bali Post) – Diduga depresi karena penyakit yang diderita tak kunjung sembuh, Kadek Ari Widiarsana Putra (27) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mayatnya ditemukan di kebun milik warga Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Wayan Sutama Yasa (40). Saat itu, saksi pergi ke kebun. Dari kejauhan dilihat seseorang sedang bersandar di sebuah pohon. Penasaran, Sutama kemudian mendekati pohon tersebut. Kontan saja dia tekejut ketika melihat sosok pria yang bersandar di sebuah pohon itu telah meninggal dunia dengan leher terjerat kain seledang. Dia kemudian melaporkan hal itu kepada aparat desa dan polisi. Warga yang mengetahui peristiwa itu ramai mendatangi lokasi kejadian. Polisi dibantu warga memotong selendang yang diduga digunakan oleh korban untuk mengakhiri hidupnya. Sementara dari hasil pemeriksaan

medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (22/11) lalu mengatakan, korban sebelumnya berpamitan keluar rumah sekitar pukul 05.00 Wita. Korban mengaku hendak sembahyang di pura yang tidak jauh dari rumahnya. Nahas, beberapa jam keluarganya terkejut setelah ada kabar bahwa korban ditemukan tewas gantung diri. Ayah korban, Made Widiasa, mengatakan korban Kadek Ari memang memiliki riwayat sakit kelenjar getah bening dan radang paru-paru. Diduga, anaknya itu mengakhiri hidupnya karena putus asa penyakit yang dialami tak kunjung sembuh. ‘’Dugaan sementara tewas karena gantung diri, depresi karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Kendati demikian, kami akan tetap melakukan pendalaman terhadap kasus ini,’’ tegasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

AIR BERSIH – Setiap hari, warga Desa Titab, Kecamatan Busungbiu mengambil air bersih menggunakan jeriken. Ini karena fasilitas air bersih di desa mereka mati total ketika musim kemarau.

Desa Penyanding Bendungan Titab-Ularan Krisis Air Bersih

Singaraja (Bali Post) –

Kesulitan air bersih selalu dirasakan warga Desa Titab dan Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, setiap musim kemarau. Padahal, desa ini penyangga bendungan Titab-Ularan. Warga harus mengambil air bersih dari sumber mata air baku dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer. Masalah krisis air bersih ini sebenarnya dapat ditangani tuntas dengan dibangunnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) setelah Bendungan Titab – Ularan beroperasi. Namun, hal itu baru bisa dipenuhi tahun 2021 mendatang. Dalam waktu dekat ini, SPAM itu justru dialirkan ke Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Jembrana. Sementara Desa Titab dan Telaga yang merupakan penyanding terdekat dengan lokasi SPAM Bendungan Titab–Ularan justru mendapatkan manfaat nomor dua setelah dibangunnya bendungan di Bali Utara itu. Perbekel Desa Titab I Gede Oka di sela-sela menghadiri tatap muka perbekel serangkaian kunjungan kerja Bupati Buleleng akhir tahun 2018 di Kecamatan Busung-

biu, Jumat (23/11) kemarin, mengatakan, hampir semua warganya setiap musim kemarau kesulitan air bersih. Karenanya, setiap pagi atau pada sore hari, warga mengambil air bersih dari sumber mata air baku yang muncul di alur daerah aliran sungai (DAS) di desa. Setiap hari, warga harus mengambil air dengan jeriken yang diangkut menggunakan sepeda motor dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Menurut Oka, air bersih yang dikelola desa dengan memanfaatkan sumber mata air baku di Desa Pucak Sari hanya beroperasi ketika musim hujan. Sedangkan ketika musim kemarau, debit air mati total. Apalagi, sekarang dengan banyaknya alih fungsi tanaman di sumber mata air baku itu, debit

air dikhawatirkan tidak akan memenuhi kebutuhan 350 kepala keluarga (KK) warga di Dusun Bale Dana dan Dusun Angsanasari. Di sisi lain, Oka mengatakan, krisis air bersih di wilayahnya itu bisa diatasi dengan tuntas dengan jaringan SPAM yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida. SPAM itu dibangun untuk mengalirkan cadangan air dari Bendungan Titab–Ularan yang sudah beroperasi. Namun, dari fasilitas itu, Desa Titab dan desa tetangganya Telaga justru tidak termasuk sebagai pemanfaat. Sebaliknya, jaringan itu malah dialirkan ke Kecamatan Seririt, Gerokgak bahkan sampai ke Jembrana. Bahkan, dari perenca-

naan pemanfaatan SPAM di Desa Titab dan Telaga baru bisa dilakukan tahun 2021 mendatang. Atas kondisi ini, Oka meminta agar Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) memperjuangkan agar desanya yang paling dekat dengan lokasi bendungan mendapat layanan prioritas. “Desa kami yang paling dekat harusnya diprioritaskan, tapi kenapa SPAM dari bendungan itu tidak ada yang dialirkan daerah kami. Saya minta tolong agar masalah ini disuarakan ke pemerintah pusat, sehingga krisis air bersih yang terjadi bisa ditangani tuntas,” jelasnya. Menanggapi masalah itu, Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemanfaatan SPAM dari Bendungan Titab–Ularan itu merupakan program pihak BWS Bali Penida. Dari perencanaan, pembangunan SPAM tersebut bertahap. Tahap pertama, jaringan pipa distribusi dan reservoar dibangun untuk dialirkan ke wilayah Seririt

dan Gerokgak. Tahap berikutnya, Bupati meyakini SPAM tersebut bisa dialirkan ke Desa Titab dan Desa Telaga. Untuk itu, pihaknya mengimbau warga bersabar, karena kebijakan pemerintah pusat juga terbatas dan realisasinya sesuai prioritas. Untuk memastikan pembangunan SPAM Bendungan Titab–Ularan, Bupati bersama Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya akan berkoordinasi lebih intensif ke BWS, sehingga permasalahan ini lebih cepat ditangani. “BWS sudah memprogramkan kalau SPAM dari cadangan air Bendungan Titab–Ularan akan dialirkan ke Titab dan Telaga mulai 2021 dan kalau sekarang saya potong dan memaksa biar dilakukan tahun-tahun ini kan tidak enak. Jadi, mari kita tunggu dulu dan saya minta warga sabar, nanti saya bersama PUPR akan koordinasikan lagi melalui Pemprov Bali,” tegasnya. (kmb38)

Lakalantas

Dua Pengendara Motor Tewas, Satu Kritis

Bali Post/kmb38

KUNKER – Bupati Putu Agus Suradnyana saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke BPP Kecamatan Gerokgak, Jumat (23/11) kemarin.

2019, Distan Kembali Alokasikan Anggaran Beli Ekskavator Singaraja (Bali Post) – Keinginan Pemkab Buleleng membeli alat berat (ekskavator) untuk membantu pengolahan lahan pertanian akan direalisasikan 2019. Tahun 2018, program itu gagal. Kalau tahun 2018 mengalokasikan anggaran untuk membeli tiga unit alat berat. Tetapi tahun depan, pemerintah akan membeli satu unit ekskavator dan satu unit truk untuk memudahkan pengangkutan ke lahan pertanian. Pengadaan untuk tahap awal ini, pemerintah ingin menunjukkan bukti bahwa alat berat yang dibeli itu dibutuhkan untuk membuat lubang kompos, lubang tanam, dan perbaikan irigasi akibat bencana alam. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) saat kunjungan kerja di Kecamatan Gerokgak Jumat (23/11) kemarin. Lebih jauh, Bupati mengatakan, alat berat yang dibeli itu adalah jenis PC 50. Jenis ini tergolong alat berat berukuran mini, sehingga memudahkan untuk mobilisasi di lahan pertanian utamanya di lahan kering. Karena ukuran kecil, pemerintah merancang alokasi angga-

ran dalam APBD tahun 2019 sekitar Rp 1,5 miliar. Selain membeli satu unit alat berat, dengan anggaran itu juga dibeli satu unit truk yang akan digunakan untuk mengangkut alat berat ke lokasi pertanian di daerahnya. “Kita tetap alokasikan beli alat berat. Karena tahun ini gagal dan dibilang tidak cocok, sekarang kita beli satu dan nanti kita tunjukkan bukti kalau alat berat ini diperlukan untuk membantu petani membuat lubang kompos di lahan pertanian atau membuat lubang tanam dan membantu penanganan bencana alam,” jelasnya. Menurut Bupati, alat berat sebenarnya tidak sulit masuk ke lahan pertanian. Sebaliknya, dengan alat berat ini, petani bisa membuat lubang di sekitar tanaman untuk menimbun rumput atau semak liar untuk dijadikan kompos. Selain itu, alat berat ini juga bisa membantu petani membuat lubang ketika akan menanam bibit tanaman, sehingga lebih cepat dari pekerjaan manual. Selain itu, perbaikan irigasi dipastikan bisa dilakukan dengan pengoperasian alat berat ini. “Kalau merusak lahan saya

kira tidak terlalu dikhawatirkan, dan saya yakin kalau lubang lebih banyak dibuat oleh petani dan bekas-bekas rumput dan dahan pohon bisa lebih banyak diolah jadi kompos dan bisa menyuburkan tanaman seperti mangga, rambutan atau tanaman buah lain,” jelasnya. Ke depan, pihaknya juga merencanakan peralatan bermesin lain seperti alat pemangkas khusus membantu peremajaan tanaman mangga dan tanaman lain. Pemangkasan ini penting karena selama ini, banyak petani yang tidak memangkas dengan rutin karena kesulitan peralatan, sehingga tanaman tidak terpelihara dengan baik. Kondisi ini kemudian memicu banyaknya petani yang mengontrakkan tanaman kepada tengkulak dalam jangka waktu tertentu. Setelah dipelihara tengkulak, pola pemeliharaannya pun lebih banyak memakai bahan-bahan kimia sampai memaksa tanaman berbuah, sehingga dampaknya setelah masa kontrak berakhir tanaman pun menjadi mati akibat pemakaian obat-obatan kimia berlebihan. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Dua pengendara sepeda motor tewas dan seorang kritis, karena mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan Singaraja–Seririt, wilayah Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Jumat (23/11) dini hari kemarin. Kecelakaan terjadi karena motor yang dikendarai menabrak pohon asam di pinggir jalan. Sebelum kejadian, lalu lintas di jalan Singarja–Seririt lengang. Saat itu, melintas sepeda motor DK 4270 CX yang dikendarai Made Lianus (17) asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu. Dia membonceng dua rekannya, Putu Juni Yastika (24) dari Desa Anturan Kecamatan Buleleng dan Kadek Merta Yasa (22) asal Desa Ambengan Kecamatan Sukasada. Saat berkendara, ketiganya tanpa menggunakan helm. Suasana jalan sepi membuat pengendara melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Berawal ketika

pengendara datang dari barat menuju timur. Di tengah perjalanan, pengendara berbalik dari timur menuju barat. Beberapa meter, pengendara kembali memotong jalur kemudian melintas dari barat kembali ke timur. Nahas, saat itu pengendara tidak bisa mengendalikan sepeda motor sampai akhirnya menabrak pohon di pinggir jalan. Akibat benturan keras, pengendara dan dua rekan yang dibonceng terjatuh. Bodi sepeda motor matik yang dikendarai korban rusak berat dan nyaris tak berbentuk. Akibatnya, pengendara dan yang dibonceng terluka parah. Warga yang melihat kejadian itu kemudian mengantar korban ke rumah sakit. Setelah dirawat di rumah sakit, pengendara Made Lianus yang diketahui putus sekolah meninggal dunia karena mengalami cedera kepala berat (CKB), patah tulang di paha kan-

an, dan patah lengan tangan kanan. Nasib serupa dialami Juni Yastika. Dia yang juga putus sekolah itu meninggal dunia karena cedera kepala dan patah lengan tangan kiri. Sementara Merta Yasa mengalami luka serius dan sampai kemarin, kondisinya kritis di rumah sakit. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi, peristiwa lakalantas ini murni akibat out of control (OC). Pengendara berkendara di jalan raya dengan kecepatan tinggi dan menabrak pohon asam di pinggir jalan. Kejadian ini merenggut dua korban meninggal dunia dan seorang kritis. ‘’Masih dikembangkan dan keterangan sementara, pengendara dan dua penumpang itu berkendara tanpa helm,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

TKP – Satlantas Polres Buleleng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lakalantas di Jalan Singaraja–Seririt, Jumat (23/11) dini hari kemarin.


GIANYAR

Sabtu Pon, 24 November 2018

9

Napi Tanam Ribuan Pohon Mahoni Gianyar (Bali Post) Penanaman 1.000 pohon mahoni dilakukan di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (23/11) kemarin. Uniknya, penanaman pohon mahoni ini dilakukan oleh puluhan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan. Pihak lapas tidak khawatir napi kabur karena sudah memenuhi syarat untuk keluar lapas. Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Tony Nainggolan mengatakan, napi yang diajak ini terdiri dari napi kasus pembunuhan, judi, pencurian hingga narkoba. Para napi itu sudah melalui beberapa proses sehingga layak diajak keluar lapas. ‘’Kami percaya mereka tidak kabur,’’ tegasnya. Menurut Tony Nainggolan, para napi yang berpartisipasi ini sudah mengantongi Surat Cuti Bersyarat dan Surat Pembebasan Bersyarat. ‘’Jadi, tinggal menunggu pulang saja. Ada yang akan bebas bulan depan, ada yang akan bebas tahun depan,’’ jelasnya. Kendati demikian, kata Tony Nainggolan, pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan menempatkan satu personel untuk mengawasi dua napi. ‘’Sebelumnya mereka sudah pernah kami ajak keluar juga. Selain menanam pohon, juga membersihkan pasar,’’ ujarnya. Tony Nainggolan menambahkan, penan-

aman pohon sudah dilakukan beberapa kali. Pihaknya juga pernah melakukan kegiatan serupa di salah satu pantai di Karangasem. Dikatakan, bibit pohon ini didatangkan dari Sumatera Utara kemudian disemaikan di lapas. Para napi yang diajak ini ikut menyemaikan, menyiram bibit setiap sore, hingga akhirnya siap untuk ditanam di alam. ‘’Bibit yang ditanam saat ini sudah berumur 8 bulan,’’ jelasnya. Salah satu napi kasus pembunuhan pada 2015, Joko Harianto (42) mengaku senang bisa berpartisipasi dalam penanaman pohon kali ini. ‘’Ini bentuk pengabdian saya. Dengan begini saya senang ikut berkarya. Dulu kan mungkin kami salah, ikut ormas. Sekarang kami diajari berkarya,’’ ujar pria asal Madura yang divonis tujuh tahun penjara ini. Napi yang sempat tersangkut kasus pembunuhan di Terminal Ubung ini mengaku tidak terbersit di pikirannya untuk kabur. ‘’Itu licik namanya. Saya tidak ada pikiran begitu. Kami ingin jadi orang baik-baik,’’ terangnya. Selama di dalam lapas, kata Joko Harianto, banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengusir jenuh. Mulai membersihkan kamar mandi hingga olahraga. ‘’Kalau tanam pohon ini, paling tidak bisa jalanjalan keluar,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MENANAM - Sejumlah narapidana menanam pohon mahoni di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (23/11) kemarin.

Diprotes, Proses Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba

Gianyar (Bali Post) -

Bali Post/kmb35

MENGAMANKAN - Petugas Satpol PP I Wayan Nasta saat mengamankan Tieneke Koenmilya, Jumat (23/11) kemarin.

Amankan Orgil Ngamuk, Satpol PP Bongkar Paksa Jendela Gianyar (Bali Post) Satpol PP Kabupaten Gianyar mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Tieneke Koenmilya. ODGJ beusia 46 tahun ini diamankan di rumahnya di Banjar Sengguan Kawan, Kelurahan Gianyar. Selama proses itu, petugas Satpol PP Gianyar harus membongkar paksa jendela rumah orgil ini. Pasalnya, perempuan asal Jawa Timur yang menikah dengan I Dewa Gede Puspa Parwatha (56) ini usai mengamuk langsung sembunyi dalam kamar dan mengunci pintu dari dalam kamar. Kontan saja petugas Satpol PP Gianyar yang hendak mengamankan perempuan empat anak itu mengalami kesulitan. ”Ketika kita mau mengamankan Tieneke Koenmilya, dia sembunyi dalam kamar, sehingga untuk mengamankan ibu empat anak ini harus membongkar paksa jendela kamarnya,” ujar I Wayan Nasta, petugas Satpol PP Gianyar yang mendapat tugas mengamankan orgil ngamuk tersebut, Jumat (23/11) kemarin.

Nasta menjelaskan, awalnya petugas Satpol PP Gianyar menerima laporan dari suami ODGJ yakni I Dewa Gede Puspa Parwatha. Dikatakan, Tieneke Koenmilya kerap mengamuk dirumahnya. Petugas Satpol PP Gianyar Regu 1 dipimpim I Wayan Nasta yang spesialis penjinak orang gila langsung mendatangi rumah orgil tersebut. Namun saat petugas Satpol PP Gianyar bersama petugas Kesehatan Pemkab Gianyar datang, ODGJ Tieneke Koenmilya sedang sembunyi dalam kamar dan menguncinya dari dalam. Untuk menangkap ODGJ ini, petugas harus masuk kamar dengan membongkar jendela kamar tersebut. “Untuk mengevakuasi ibu empat anak ini, atas izin keluarganya kami membongkar jendela dan langsung mengevakuasinya,” ujarnya. Saat dievakuasi, kata Nasta tidak ada perlawanan dari Tieneke Koenmilya. Atas permintaan keluarga, petugas Satpol PP Gianyar langsung mengirim Tieneke Koenmilya ke RSJ Bangli untuk menjalani pengobatan. (kmb35)

Majelis Madya Desa Pakraman menerima tembusan surat protes terkait pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba, Kecamatan Tegallalang. Surat yang ditujukan kepada Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Desa Pakraman Manuaba dengan tembusan Gubernur Bali hingga Bupati Gianyar ini perihal penundaan upacara majaya-jaya atau pengukuhan bendesa pakraman terpilih. Dalam surat protes tersebut tertera permasalahan dalam pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba yang berlangsung pada 21 Oktober 2018. Permasalahan itu meliputi persoalan pengambilan kotak suara hanya diambil oleh panitia tidak melibatkan calon, jumlah pemilih dan jumlah kartu tidak balance, dan permasalahan ketiga ditemukan dua kartu tercecer di bawah meja salah satu calon. Menanggapi tiga persoalan itu, Calon Bendesa Pakraman Manuaba I Ketut Gambar menolak kegiatan majayajaya yang rencananya dilaksanakan 22 November lalu. Dalam surat protes tersebut, Gambar juga mempertanya-

kan penolakan Kelian Adat Banjar Triwangsa terkait masalah majaya-jaya agar ditunda lantaran ada persoalan dalam proses pemilihan yang belum terselesaikan. Dikonfirmasi Jumat (24/11) kemarin, Ketua Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Tegallalang Wayan Mupu, M.Pd. mengakui pihaknya juga menerima tembusan surat protes terkait pemilihan Bendesa Desa Pakraman Manuaba. Surat protes itu dilayangkan oleh salah satu kandidat calon Bendesa I Ketut Gambar. “Kemudian terkait proses pemilihan pertama harus pembentukan panitia, namun panitia tidak ada sosialisasi ke banjarbanjar menjelaskan tata cara terkait pemilihan. Tata cara

kemarin. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam pembangunan kesehatan bagi masyarakat diwujudkan dengan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Termasuk UPT Kesmas Gianyar II dalam

Bali Post/kmb35

PENGARAHAN - Bupati Mahayastra memberikan pengarahan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas II Gianyar.

lalang. Setelah rapat itu, ia kembali turun memberikan penjelasan terkait mekanisme pemilihan bendesa pakraman. “Setelah saya berikan penjelasan, putusan tertinggi tetap di tangan krama. Tapi proses ini juga tidak berjalan. Sekarang entah sudah ada yang dianggap menang atau tidak dalam pemilihan itu saya kurang tahu,” ujarnya. Namun ia mengingatkan, bendesa pakraman terpilih dianggap sah bila dikukuhkan oleh MADP. Diungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah mengukuhkan sejumlah bendesa yang pemilihannya sudah melewati mekanisme yang ada. “Yang mengukuhkan bendesa terpilih biasanya Majelis Alit atas nama Majelis Madya, dalam pengukuhan ini juga ada putusan berupa SK. Tapi ini saya tidak tahu, infonya juga sudah ada acara majaya-jaya, tapi saya tidak ke sana, sebelum persoalan ini dituntaskan,” katanya. (kmb35)

Berantas Peredaran Narkotika

BNNK Gandeng Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gianyar untuk bekerja sama tekait pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika (P4GN). Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa mengajak Kwarcab Gianyar bersinergi dalam P4GN melalui penan-

Bertambah, Puskesmas Pelayanan Rawat Inap di Gianyar Gianyar (Bali Post) Guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gianyar membuka pelayanan rawat inap dengan soft launching UPT Kesmas Gianyar II Desa Petak, Gianyar, sebagai UPT Kesmas Rawat Inap, Jumat (23/11)

pembentukan panitia ini juga masih rancu, tidak ada utusan krama, begitu menurut laporan awal salah satu kandididat,” katanya. Sebagai MADP Kecamatan Tegallalang, Wayan Mupu diundang untuk datang ke Desa Pakraman Manuaba. Selaku majelis, ia memberikan tata cara pemilihan bendesa, diawali berkoordinasi dengan majelis desa pakraman. “Selanjutnya untuk panitia, kalau memiliki Sabha atau Kertha Desa langsung saja memakai itu. Namun karena tidak punya, mestinya parum dulu banjarnya semua. Setuju atau tidak dibentuk panitia. Kalau setuju, OK… siapa yang diutus,” ujarnya. Bila panitia sudah terbentuk, lanjut Mupu, mes-

tinya panitia datang lagi ke banjar-banjar untuk sosialisasi bersama para kandidat. Kemudian panitia juga harus menentukan proses pemilihan menggunakan sarana kotak pemilu atau yang lain. “Namun semua proses itu belum dilaksanakan oleh panitia, apalagi sudah sampai ada gugatan,” ungkapnya. Wayan Mupu mengaku heran, dari puluhan desa pakraman yang ia tangani, semuanya aktif berkoordinasi. Hanya Desa Pakraman Manuaba yang minim koordinasi, serta tidak melaksanakan proses pemilihan bendesa pakraman sesuai ketentuan. “Saya 45 punya bendesa, semua koordinasi bila ada bendesa yang baru. Ini satu-satunya yang tidak koordinasi,” ujarnya. Akhirnya setelah proses pemilihan menimbulkan masalah, MADP kembali merapatkan seluruh klian adat Desa Pakraman Manuaba di Kantor Camat Tegal-

pelayanan rawat inap. Dikatakan, hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan tentang penguatan akses pelayanan kesehatan, di mana di setiap kecamatan memiliki satu UPT Kesmas yang berstatus UPT Kesmas Rawat Inap. Status UPT Kesmas Rawat Inap merupakan sebuah pengakuan dari Kementerian Kesehatan terhadap perubahan menuju ke arah yang lebih baik. ‘’Melalui upaya ini, harapan terjadinya peningkatan mutu pelayanan, meningkatkan kinerja dalam pelayanan kesehatan, dan memberikan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungan serta UPT Kesmas sebagai institusi pelayanan,’’ katanya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati, M.Kes. mengatakan, Pelayanan UPT Kesmas Gianyar II saat ini telah ditingkatkan dengan rawat inap, guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, khususnya pelayanan rawat inap di Kabupaten Gianyar yang lokasinya sebagai penyangga perbatasan Kabu-

paten Bangli. Dikatakan, pembangunan fisik rawat inap ini mulai dikerjakan sejak 2017, dan pengadaan sarana alat kesehatan dengan anggaran Pemerintah Kabupaten Gianyar di tahun 2018. Dengan Rawat Inap UPT Kesmas Gianyar II, maka dari tujuh kecamatan di Gianyar, telah lima kecamatan yang memiliki UPT Kesmas Rawat Inap, dan dua kecamatan akan direncanakan pada tahun 2020 dan 2021. Dengan dibukanya layanan rawat inap ini, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat dengan optimal, khususnya bagi masyarakat di Wilayah Kecamatan Gianyar. Kepala UPT Kesmas Gianyar II dr. Pande Putu Irma Yustini mengatakan, pelayanan rawat inap yang diberikan yaitu pelayanan unit gawat darurat, ruang persalinan, ruang perawatan penyakit dalam, anak, dan ruang isolasi, serta laboratorium. Ditegaskan, UPT Kesmas Gianyar II siap memberikan pelayanan kesehatan, baik dalam gedung maupun luar gedung melalui kunjungan rumah maupun kegiatan pelayanan kesehatan lainnya. (kmb35)

datanganan perjanjian kerja sama. Perjanjian kerja sama antara BNNK Gianyar dengan Kwarcab Gianyar itu di antaranya upaya P4GN bagi BNNK melalui peran Pramuka untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Selain itu, pembentukan relawan antinarkoba di lingkungan Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar, pembi-

naan dan peningkatan peran serta Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar sebagai penggiat antinarkoba. Termasuk, melakukan tes atau uji narkoba di lingkungan Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar, pemberian akses kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar untuk melakukan tindakan proaktif yang berkaitan dengan pembinaan, penyuluhan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menambahkan, Pramuka merupakan aset besar yang dimiliki bangsa ini dalam memberantas peredaran narkoba. Ia meyakini, Pramuka tidak ada yang menggunakan narkoba. ‘’Jadi kerja sama ini sangat tepat. Pramuka bisa mengambil peran untuk ikut melakukan pencegahan narkoba di masyarakat bersama BNN. Kita terapkan hal yang sama di Kabupaten Gianyar,’’ ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK

Sabtu Pon, 24 November 2018

Harus Bermanfaat Gelontoran dana untuk pemerintahan desa tiap tahunnya cukup besar. Dana dari pusat dan daerah itu diharapkan benar-benar digunakan untuk kesejahteraan dan pembangunan masyarakat desa. Dalam menyusun anggaran, kepala desa atau perbekel harus berhati-hati, selektif dan hendaknya bermanfaat bagi warga. Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha saat Rapat Koordinasi Forum Perbekel dan Lurah (FPL) Kabupaten Jembrana di Ruang Rapat Kantor Inspektorat Jembrana. Di hadapan seluruh perbekel, Bupati Artha berpesan agar ke depannya tidak ada kepala desa yang tersenggol kasus hukum akibat salah dalam memanfaatkan Dana Desa. “Bukan berarti malah menjadi takut tidak membuat atau melaksanakan kegiatan. Saya mencontohkan penyusunan anggaran yang menyentuh isu lingkungan sangatlah positif untuk masa depan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Selain itu dalam pengerjaan pembangunan fisik, baik dari kepala desa dan camat, ikut mengawasi kualitasnya. Sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari. “Jangan menganggap remeh pengawasan tersebut,” tukas Bupati asal Melaya ini. Bupati Artha meminta agar kepala desa dan lurah tetap berkoordinasi dengan Inspektorat dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). “Selain itu dalam pembuatan proyek agar melibatkan tenaga lokal di desa, dengan harapan bisa mengurangi angka kemiskinan yang ada di desa. Berdayakan tenaga masyarakat khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki kerjaan tetap,” pesan Artha. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah pentingnya isu lingkungan dalam penganggaran APBDes 2019. Program desa dan kelurahan ke depannya menyentuh isu lingkungan tersebut. Bagaimana mengelola masalah lingkungan khususnya sampah dari hulu, tengah hingga di hilir. (olo)

Mati – Sejumlah tanaman yang mati di areal Kebun Raya Jagatnatha. Rencananya pada Desember ini kebun kebanggaan Jembrana ini sudah di- launching. Namun pengerjaan sampai saat ini masih berlangsung.

Pengerjaan Proyek Kebun Raya Jagatnata Molor Tanaman Dibiarkan Mati

Ratusan Personel Polres Gotong Royong di Pura Rambut Siwi Negara (Bali Post) – Ratusan personel Polres Jembrana, Jumat (23/11) kemarin gotong royong melakukan bersih pantai di sekitar areal Pura Rambut Siwi, Kecamatan Mendoyo. Upaya ini dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih. Ada 305 personel baik dari Polres maupun Polsek melakukan giat membersihkan sekitar Pura Rambut Siwi tersebut. Gerakan yang dipimpin Waka Polres Jembrana Kompol I Komang Budiartha ini juga diikuti para Kabag, Kapolsek, Kasat, para Kanit dan Panit Polsek jajaran serta pegawai negeri sipil di lingkungan Polres Jembrana. Sasaran kegiatan bersih pantai ini dimulai dari sepanjang jalur Pantai Rambut Siwi, lapangan parkir Rambut Siwi hingga halaman Pura Rambut Siwi. Waka Polres Jembrana Kompol I Komang Budiartha mengatakan, melalui kegiatan bersih pantai yang melibatkan ratusan personel ini merupakan langkah Polres guna mendukung Gerakan Nasional Indonesa Bersih. “Sasaran kegiatan kita hari ini, kita membersihkan seputaran Pantai Rambut Siwi,” terang perwira polisi asal Jembrana ini. Sampah-sampah baik sampah kiriman di pantai maupun sampah organik dibersihkan dan dikumpulkan. Diharapkan, dengan kegiatan ini, sekitar areal Rambut Siwi yang sudah bersih menjadi lebih bersih. Terutama di sekitar pantainya. (kmb26)

Bali Post/kmb26

BERSIH-BERSIH – Ratusan personel Polres Jembrana melakukan bersih-bersih di sekitar Pura Rambut Siwi dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih.

Negara (Bali Post) –

satu pekerja.

Sejumlah petugas dari Satker, Jumat (23/11) siang juga melakukan peninjauan lokasi proyek yang belum rampung itu. Namun saat hendak dikonfirmasi wartawan, para petugas berpakaian olahraga itu justru bungkam. Bahkan ketika dikejar untuk mendapatkan informasi, justru masuk ke dalam mobil yang diparkir di depan kantor sekretariat KR Jagatnatha. Meskipun sudah di dalam mobil dalam kondisi mesin hidup, mobil tersebut tidak jalan.

Dibiarkan Mati Selain pengerjaan fisik yang molor, Pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnatha juga menghadapi permasalahan pada tanaman. Sejumlah bibit tanaman yang ditanam di sisi timur Pura mati. Berbagai bibit tanaman itu terlihat kering dan mati diduga akibat kepanasan. Padahal kebun raya ini belum beroperasi. Dari pengamatan, pohon-pohon yang mati itu di antaranya Dysoxlyum cyrtobotryum Miq (Meliaceae). Pohon yang mati ini berada di deretan yang ditanam sejumlah pejabat pada November 2018 lalu. Namun, meskipun di areal Kebun Raya, nampaknya hanya ditanam begitu saja. Tidak ada perawatan

Kebun Raya Jagatnatha yang berada di tengah kota Negara rencananya akan diresmikan pada Desember mendatang atau akhir tahun ini. Akan tetapi, pengerjaan fisiknya hingga akhir bulan November belum selesai. Bahkan proyek senilai Rp 10.232.942.000 dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali sudah terlambat sebulan dari kontrak awal. Sedangkan petugas lainnya, masih sibuk meminta tanda tangan dari salah satu staf Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Jembrana. Beny, salah seorang pekerja yang mendampingi, juga enggan berkomentar terkait adanya kunjungan itu. Pihaknya menegaskan bahwa dirinya bukan penanggung jawab pelaksana proyek dan tidak ingin berbicara lebih jauh. Dari pengamatan di lokasi, beberapa pekerjaan masih dilakukan. Salah

Soal Hilangnya Baliho Caleg

Bawaslu Belum Temukan Petunjuk Negara (Bali Post) – Bawaslu Kabupaten Jembrana hingga Jumat (23/11) kemarin belum mendapat petunjuk lain terkait dugaan hilangnya baliho salah satu peserta pemilu. Setelah menerima informasi hilangnya salah satu Alat Peraga Kampanye (APK) calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu, Bawaslu berupaya menelusuri. Namun belum ada hasil yang menguatkan atau petunjuk siapa yang mengambil baliho itu. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan dikonfirmasi kemarin mengakui belum adanya petunjuk lain terkait dugaan hilangnya baliho DPD itu. Namun, dari in-

formasi, sebelum hilang, salah satu pengawas kecamatan (panwascam) yang kebetulan melintas melihat baliho lepas separuh. “Katanya dilihat sudah lepas, nah apakah diambil orang, kita tidak tahu. Tapi kemungkinan memang diambil orang. Bisa jadi diambil untuk keperluan lain,” terang Pande. Tentang siapa yang mengambil itu memang sulit ditelusuri. Apalagi lokasi pemasangan berada di pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Di Barat lokasi pemasangan APK itu diakuinya juga ada baliho yang tersisa rangkanya saja. Tetapi, menurutnya itu bukan baliho peserta pemilu, seperti yang dialami milik

Tunggu Realisasi Bedah Rumah Pemprov

Dinsos Jembrana Bantu Suardana Paket Sandang dan Alat Masak Negara (Bali Post) Dinas Sosial Kabupaten Jembrana melakukan pengecekan terhadap keberadaan KK Miskin asal Desa Manggisari Pekutatan, I Nyoman Suardana, Rabu (21/11) lalu. Suardana menempati rumah tidak layak, berdinding bambu dan bocor saat hujan. Karena tidak kunjung mendapatkan bantuan bedah rumah, Suardana nekat ingin pinjam uang di bank untuk memperbaiki rumahnya yang berupa gubuk reyot itu. Tidak hanya turun langsung, Tim Dinsos Jembrana yang dipimpin Kabid Pemberdayaan Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial I Made Rai Suwinarta serta Perbekel Manggisasri I Ketut Suarjana juga memberikan bantuan sosial berupa paket sandang dan peralatan masak. Dalam kunjungan itu, dibenarkan bahwa keluarga Suardana tergolong KK miskin dan telah masuk di buku merah. Selama ini, ia bersama keluarga sudah dibantu program dari Dinas Sosial

Jembrana berupa Rastra serta Kartu Indonesia Sehat (KIS), berlaku untuk seluruh anggota keluarga. Hanya saja terkait dengan bantuan bedah rumah seperti yang diharapkan, untuk tahun ini belum bisa dipenuhi. Dari alokasi APBDes, Tahun 2018, Desa Manggisari memiliki jatah 2 unit bedah rumah yang sudah dialokasikan untuk KK miskin lainnya. Sementara keluarga Suardana memilih bantuan bedah rumah dari Provinsi Bali, dan itu telah diusulkan pihak desa. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan realisasinya sehingga Suardana memutuskan membangun rumah sendiri yang lokasinya hanya berjarak 3 meter dari rumah sebelumnya dengan meminjam dana bank dan bantuan pembelian semen dari relawan kemanusiaan Jembrana. Sementara itu, Kadis PUPRPKP Jembrana I Wayan Darwin, Jumat (23/11) kemarin menjelaskan, anggaran bedah rumah ada di dinasnya,

satunya pemasangan batu relief yang mengelilingi tembok panyengker Pura Jagatnatha. Dari keterangan pekerja asal Karangasem, mereka sengaja didatangkan untuk mengerjakan relief ini langsung di lokasi. Sebelumnya memang dikerjakan di tempat lain dan tinggal menempel. Namun kini dipahat langsung di lokasi setelah batu menempel. Harapannya lebih cepat selesai. “Besok katanya datang tujuh orang lagi, untuk mempercepat,” kata salah

hingga faktanya beberapa bibit yang ditanam mati. Awalnya ketika pertama kali ditanam, di masingmasing tanaman itu disertai papan informasi jenis pohon dan orang yang menanam. Namun setelah tanamannya mati, papan namanya hilang. Selain di sisi timur Pura, beberapa tanaman lain yang berada di tengah median juga mengalami hal yang serupa. Sementara itu, Kepala Dinas LH Jembrana I Ketut Karyadi Erawan dikonfirmasi terkait tanaman yang mati itu ditanam sebelum hujan. Memang rencananya pada 15 Desember ini dilakukan launching. Selaku penerima manfaat, diharapkan pengerjaan yang saat ini masih berlangsung bisa tuntas. (kmb26)

Bali Post/kmb

BERKUNJUNG - Dinas Sosial Jembrana ketika mengunjungi keluarga Nyoman Suardana. namun untuk pengusulan ada di masing- masing banjar yang difasilitasi perbekelnya. Selanjutnya ada tim verifikasi yang turun untuk memastikan kelayakan penerima. Untuk tahun depan, bedah rumah yang digulirkan masih sama sebanyak 200 unit per tahun, namun ada kenaikan pagu dari sebelumnya Rp 25 juta/unit menjadi Rp 30 juta per unit. Perbekel Manggissari Ketut Suarjana menyebut-

kan, di wilayahnya sendiri sampai saat ini ada sekitar 11 KK miskin. Dia mengaku semuanya sudah diusulkan untuk mendapat bantuan bedah rumah. Termasuk keluarga Suardana yang diusulkan ke provinsi. Hanya, untuk bedah rumah dari kabupaten dan provinsi tahun ini tidak ada. “Jadi mungkin mesti antre dan bersabar. Tapi harapan kita dapat segera dibantu,” pungkasnya. (kmb)

salah satu calon DPD ini. Melainkan, baliho salah satu instansi dan kondisinya sudah rusak atau robek. Sehingga sengaja dilepas dan hanya tersisa rangkanya saja. “Kalau yang di barat itu bukan APK, memang juga tersisa rangka kayu saja,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Jembrana, Kamis (22/11) lalu, menerima informasi adanya salah satu APK peserta pemilu yang diduga hilang. APK berupa

baliho milik salah satu calon DPD yang terpasang di timur gapura batas Kota NegaraMendoyo, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo hilang. Hanya tersisa rangka kayu. Bawaslu Jembrana masih melakukan investigasi terkait dugaan hilangnya baliho tersebut. Di lokasi tersebut, dari informasi merupakan zona pemasangan baliho khusus untuk peserta pemilu DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Pande Made Ady Muliawan


Sabtu Pon, 24 November 2018

KARANGASEM

11

Balai Banjar Kertalangu Di-’’pelaspas’’ Amlapura (Bali Post) Piodalan dan upacara pamelaspasan Balai Banjar Suka Duka Kertalangu, Subagan, Karangasem sempat tertunda setahun, gara-gara erupsi Gunung Agung. Akhirnya, kedua upacara itu digelar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (22/11). Upacara di-puput Ida Pedanda Istri Rai dari Geria Kemenuh, Banjar Geria, Subagan, Karangasem. Klian Banjar setempat I Nengah Kicen mengatakan, balai banjar itu dibangun dengan anggaran urunan dari krama banjar yang berjumlah lebih dari 80 KK. Selain urunan, juga dari bantuan donatur.

RAFTING - Wisatawan saat melakukan aktivitas rafting di Sungai Telaga Waja, Rendang.

Puncak piodalan dan melaspas balai banjar itu dihadiri Bupati Karangasem diwakili Kabag Kesra Pemkab Karangasem I Gede Basma, Klian Desa Pakraman Subagan I Wayan Karang, Klian Banjar Geria Ida Ketut Putra dan putra Bupati Mas Sumatri, Gusti Ngurah Gede Subagiartha alias Ode. ‘’Balai banjar ini sudah tuntas dikerjakan secara bertahap tahun lalu. Saat hendak digelar piodalan dan melaspas, Gunung Agung erupsi, sehingga tertunda,’’ ujar I Nengah Kicen. Kicen mengatakan, kramanya sejak lama mendambakan balai banjar untuk tempat berkumpul, berembuk dalam

rangka membahas berbagai kegiatan. Balai banjar itu didambakan warga untuk tempat anggota Sekaa Teruna Darma Laksana melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk belajar menari dan yoga. Sementara itu, aci di Pura Agung Dunungan, Desa Datah, Karangasem, puncaknya juga berlangsung Kamis. Pratima Ida Batara Lingsir kairing macecingak, selanjutnya munggah di panggungan. Saat itu, katuran tari wali seperti Daratan, Pependetan, tari Rejang Sari, Rejang Dewa, dan Rejang Renteng diiringi gamelan dari sekaa gong pura setempat. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Dewan Minta Eksekutif Cek Dugaan Kebocoran Retribusi ’’Rafting’’

Amlapura (Bali Post) Retribusi rafting di Sungai Telaga Waja diduga mengalami kebocoran. Dewan meminta Pemkab dalam hal ini Dinas Pariwisata segera memastikan ke lapangan apakah benar terjadi kebocoran atau tidak. Anggota Komisi III DPRD Karangasem I Wayan Sumerta mengungkapkan, kebocoran retribusi rafting selama ini dinilai tinggi. Kondisi itu disinyalir telah terjadi sejak tahun lalu. Atas kondisi itu, Dinas Pariwisata diminta supaya segera menindaklanjutinya. “Kebocoran rafting sudah dari dulu. Misalnya, tamu yang datang melakukan rafting sebanyak 100 orang tapi dilaporkan cuma 50 orang, berarti yang 50 orang tak masuk

(bocor),” ucap Sumerta. Ketua Komisi III Gusti Agung Dwi Putra mengaku kebocoran retribusi tinggi lantaran wisatawan yang melakukan rafting cukup tinggi. Per hari, wisatawan mancanegara dan domestik yang datang untuk rafting mencapai 500-1.000 orang. Terkait hal itu, pihaknya akan memanggil Kadispar Karangasem terkait informasi adanya kebocoran retribusi rafting tersebut. “Kami

akan rencanakan rapat kerja. Kami minta penjelasan di mana kebocoran. Masalah ini segera ditindaklanjuti, demi menambah pendapatn asli daerah,” kata Gung Dwi. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata I Wayan Astika mengatakan, tidak ada kebocoran retribusi di rafting di Telaga Waja. Kata dia, untuk mencegah kebocoran retribusi itu pihaknya telah menempatkan petugas pungut di setiap perusahaan

rafting. “Ada 12 petugas pungut di rafting,” kata Astika. Untuk memaksimalkan retribusi di sektor pariwisata, pada 2019 pihaknya berencana membangun tiga pos pemungut retribusi. Diharapkan dengan adanya pos itu, retribusi bisa lebih maksimal. “Kami akan usulkan pembuatan tiga pos jaga sekitar Telaga Waja, yakni di Rendang, Batusesa, dan Muncan. Pos ini diusulkan untuk antisipasi kebocoran,” imbuh Astika. Seperti diketahui, tahun 2018 target PAD dari Dispar Rp 8 miliar, baru terealisasi Rp 2 miliar. (kmb41)

Bali Post/ist

BALAI BANJAR - Piodalan dan upacara pamelaspasan Balai Banjar Suka Duka Kertalangu, Subagan, Karangasem.

RSUD Karangasem Kekurangan Ruang Kelas I dan II

Amlapura (Bali Post) RSUD Karangasem sampai saat ini masih kekurangan kamar kelas I dan II hingga belasan unit. Saat ini, jumlah kamar rawat inap kelas I sebanyak 26 unit, dan kelas II sebanyak 16 unit. Jumlah tersebut tidak cukup untuk menampung seluruh pasien. Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RSUD Karangasem I Gede Dedy Artho mengatakan, ruang rawat inap kelas I dan II tidak cukup menampung pasien kelas I dan II. Rata-rata pasien yang datang mencapai 38 orang setiap harinya. “Kunjungan pasien rawat inap per bulan sebanyak 1.119 orang. Ratarata per harinya sebanyak 38 orang. Sedangkan, pasien rawat

TERJUNGKAL - Truk terjungkal karena dongkrak lepas saat penggantian ban pecah.

jalan per harinya mencapai 260 orang,” ujar Gede Dedy Artho belum lama ini. Dedy Artho mengatakan, jika kamar kelas I dan II penuh, pasien kelas I dan II biasanya dititipkn di kelas III. Jika kamar kelas I dan II sudah kosong, pasien dipindahkan lagi. Ditambahkan, saat ini, RSUD masih menunggu bangunan di belakang Wijaya Kusuma. Pada bangunan tersebut, ada belasan kamar kelas I dan II. Namun, bangunan itu masih rusak karena diguncang gempa Agustus lalu. Harapannya, bangunan itu segera diperbaiki. Jelas dia, saat ini, RSUD memperbanyak kamar rawat

inap kelas III lantaran peserta BPJS sebagian besar kelas III. Saat ini, jumlah kamar kelas III sebanyak 135 unit. Pasien yang masuk kamar kelas III mencapai puluhan orang. “Segmentasi RSUD Karangasem yakni social oriented, bukan provit oriented. Makanya RSUD memperbanyak kelas III. Tujuannya agar pasien kelas III bisa terlayani cukup maksimal,” kata Dedy. Lebih lanjut dikatakannya, jumlah kamar di RSUD Karangasem saat ini 235 unit. Kelas VVIP 8 unit, kelas VVIP A 8 unit, VVIP B 14 unit, kelas I 26 unit, kelas II 16 unit, kelas III 135 unit, dan nonkelas 32 unit. Tersebar di beberapa bangunan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Dongkrak Lepas Saat Ganti Ban, Truk Terjungkal Amlapura (Bali Post) Nasib apes tak bisa dihindari. Truk yang dikemudikan I Nengah Mariasa (43) asal Banjar Dinas Bulakan, Desa Tembok, Tejakula, Buleleng terjungkal di Jalan Raya Selat Km-18 tepatnya di Banjar Bangbang Biaung, Desa Duda. Truk dengan nomor polisi DK 8470 GK warna putih biru itu terjungkal

setelah dongkrak yang dipasang lepas saat sang sopir hendak mengganti ban yang pecah. Peristiwa ini terjadi Jumat (23/11) kemarin sekitar pukul 08.00 Wita. Sebelum kejadian, truk melaju dari arah Selat menuju Sidemen. Sesampainya di TKP, ban belakang sebelah kiri pecah. Melihat ban mobil pecah, pengemudi

langsung turun dan mengganti ban becah dengan ban serep. Namun, saat mengganti ban, dongkrak yang dipasang lepas. Truk itu langsung terjungkal ke sebelah kiri jalan. Dalam kejadian itu sopir truk selamat. Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti mengungkapkan, truk terjung-

kal akibat kelalaian sang sopir saat hendak melakukan penggantian ban mobil yang pecah. “Ini murni kelalaian sopir saat hendak mengganti ban. Akibat dongkrak lepas, truk langsung terjungkal. Untung sang sopir tidak tertimpa bodi truk. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian jutaan rupiah,” katanya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Tenganan mengakibatkn pohon kelapa tumbang. Pohon setinggi 15 meter ini menimpa dapur milik warga di Dusun Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Kepala BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa menyampaikan, pohon tumbang ini menimpa rumah I Nengah Merta, warga setempat. Ini terjadi Jumat (23/11) kemarin, pukul 07.00 Wita di Dusun Tenganan Pegringsingan tepatnya di Tempek Abian Bale. Kalak BPBD Karangasem I.B. Arimbawa mengaku menerima laporan langsung dari

Kadus Tenganan Pegringsingan Gede Mahandra. Kata dia, akibat kejadian tersebut, atap dapur warga berlubang karena tertimpa pohon kelapa. Tim Reaksi Cepat BPBD Karangasem langsung turun ke TKP untuk melakukan penanganan. Mereka dibantu masyarakat. “Dapurnya rusak sehingga isi dapur harus dikeluarkan,” ujar Arimbawa. Arimbawa mengimbau warga agar berhati-hati saat musim hujan seperti ini. Dirinya juga minta kalau ada pohon yang sudah tua dan membahayakan di dekat rumah agar melapor ke BPBD atau aparat desa, sehingga bisa segera dilakukan penanganan. (kmb41)

Pohon Kelapa Timpa Dapur Warga

Bali Post/kmb41

TUMBANG - Pohon kelapa tumbang menimpa dapur warga.

Bali Post/kmb41

PERAWATAN - Pasien saat menjalani perawatan di RSUD Karangasem. Saat ini, pihak rumah sakit masih kekurangan sejumlah kamar rawat inap kelas I dan II.


KLUNGKUNG

12

Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel

SOSOK Terbaik III Nasional

Pertama Kali Digelar Sejak 500 Tahun

BUMDES Kerta Laba, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, yang ditunjuk mewakili Bali dalam Festival BUMDes se-Nusantara, membuat kejutan. Pada ajang yang berlangsung di Bengkulu pada 15-20 November ini, BUMDes Kerta Laba mampu memperoleh Predikat BUMDes Terbaik III Nasional. Demikian disampaikan Kadek Sudarmawa, Perbekel Desa Dawan Kaler, belum lama ini. Dia menerima langsung plakat dan penghargaan serta dana pembinaan. Penghargaan diserahkan Direktur Pengembangan Kawasan Perdesaan dan Pengembangan BUMDes Kementerian Desa dan PDT RI. “Kami bergerak di tiga unit usaha, antara lain Unit Usaha Simpan Pinjam, Unit Produksi air Minum dalam Kemasan dengan label UDAKA dan Unit Pertokoan dan Pasar Desa,” kata Sudarmawa. Dia menegaskan, penilaian dilakukan oleh tiga juri. Dua orang juri dari pakar ilmu ekonomi, pakar ilmu akutansi dan management dari Universitas Indonesia. Satu orang lagi dari Kementerian Desa. Dari seluruh unit usaha BUMDes Kerta Laba, Unit Usaha UDAKA paling mencuri perhatian, yang dinilai sebagai salah satu bentuk inovasi desa. BUMDes Kerta Laba hanya kalah dari BUMDes Provinsi Jambi sebagai terbaik I dan BUMDes wakil Provinsi Sulawesi Selatan sebagai terbaik II. Provinsi Bali sejatinya mengirim tiga BUMDes sebagai wakilnya, yaitu BUMDes Kerta Laba Desa Dawan Kaler, BUMDes Paksebali dari Desa Paksebali dan BUMDes Desa Kesiman Denpasar. Tetapi, hanya BUMDes Kerta Laba yang mampu bersaing di level nasional. “Kami pakai ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi, yang tujuannya untuk membangun kesejahteraan masyarakat desa,” tegas Sudarmawa. (gik)

Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pencurian Empat Sapi Bunting Semarapura (Bali Post) Aksi pencurian empat sapi warga di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, sempat mengagetkan warga sekitar. Sebab, aksi pencurian menyasar hingga desa dan sasarannya sapi bunting. Sejak laporan kasusnya diterima, Selasa (20/11) lalu, hingga Jumat (23/11) kemarin, polisi belum menemukan titik terang, siapa pelakunya. Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana, Jumat kemarin, mengaku terus berupaya mencari informasi lebih dalam perihal kasus ini. Anggota Reskrim Polsek Dawan, terus melakukan lidik di lapangan, mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengendus jejak pelakunya. Hasil sementara, pihaknya enggan membeberkan. Apakah pencurian melibatkan oknum warga sekitar atau warga dari luar yang khusus datang ke Pesinggahan menyasar sapisapi warga. “Kami masih berupaya mengungkap kasusnya,” kata Suadnyana. Guna mempercepat proses penyelidikan, anggota kepolisian dari Sat Reskrim Polres Klungkung juga dikatakan turun tangan. Mereka bergabung dengan Unit Reskrim Polsek Dawan, agar kasus yang sempat menggegerkan warga sekitar ini, lebih cepat terungkap. Seperti diberitakan sebe-

Sabtu Pon, 24 November 2018

lumnya, para peternak sapi di Desa Pesinggahan, dibuat gempar, setelah empat sapi kesayangan peliharaan mereka, tiba-tiba hilang dari kandangnya. Padahal, sapi-sapi itu sedang hamil tua. Perbekel Pesinggahan Nyoman Suastika saat itu mengatakan, setelah mengecek ke lapangan, ada tiga warganya yang melapor kehilangan sapi. Total, ada empat sapi yang hilang dengan ciri-ciri yang sama, yakni tali pengikatnya sudah terputus. Curiga ini adalah aksi pencurian, ketiga peternak tersebut akhirnya bersama-sama melapor ke Polsek Dawan. Ketiga warga tersebut, antara lain I Ketut Nurata (54) dari Banjar Dinas Punduk Dawa. I Wayan Landep (60) dari Banjar Dinas Kanginan, dan I Nyoman Subadra (43) dari Banjar Dinas Switrayasa. Hasil pemeriksaan polisi terhadap para korban, mereka mengaku kehilangan sapinya di setiap kandang masing-masing di wilayah Subak Pesinggahan. Ketiganya masih penasaran, siapa yang nekat melakukan aksi pencurian yang menyasar sapi seperti ini. Padahal, sebelumnya sapi para peternak di Desa Pesinggahan aman-aman saja. Para peternak sapi ini berharap kepada jajaran kepolisian segera bisa mengungkap siapa pelakunya, agar sapi-sapi mereka bisa kembali lagi. (kmb31)

LOKASI - Polisi saat mengecek kandang para korban. Di lokasi, hanya tersisa tali yang sebelumnya terikat di kandang.

PROSESI - Ida Pedanda saat prosesi ritual Mahayu Jagat dan Marisudha Bumi yang dipusatkan di pertigaan Desa Pakraman Gelgel.

Semarapura (Bali Post) Pura Dasar Buana Gelgel melaksanakan karya agung pada akhir tahun ini. Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Tawur Panca Wali Krama, dan Mahayu Jagat Marisudha Bumi puncaknya akan digelar pada 31 Desember nanti. Sebagai rangkaian karya agung ini, tahapan karya sudah sampai pada Mahayu Jagat dan Marisudha Bumi, Jumat (23/11) kemarin. Rangkaian karya ini disebutsebut yang pertama kali di Pura Dasar Buana Gelgel sejak 500 tahun terakhir. Ritual Mahayu Jagat dan Marisudha Bumi dipusatkan di Pertigaan Agung Desa Pakraman Gelgel, kapuput tiga sulinggih yaitu Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Aan, Banjarangkan, Ida Pedanda Gde Wayahan Darma dari Geria Wanasari, Karangasem, dan Ida Rsi Bujangga Dharmakerti dari Geria Angkling, Gianyar. Upacara Tawur Mahayu Jagat dan Marisuda Bumi adalah prosesi ke-10 dari rangkaian upacara Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat, Marisudha Gumi. Bendesa Pakraman Gelgel Putu Arimbawa mengatakan, makna dari prosesi ini yakni membersihkan bhuana alit dan bhuana agung, sebelum melaksanakan prosesi lanjutan. Karena dalam rangkaian karya besar ini ada tahapan pembersihan alam, yang pertama tawur mahayu jagat dan marisuda bumi, tanggal 11 Desember pembersihan wewidangan pura, serta tanggal 20 Desember pembersihan pralingga Ida Batara. “Semua ini disucikan sebelum puncak karya 31 Desember 2018 nanti,” ujarnya. Setelah upacara Mahayu Jagat dan Marisudha Bumi dilanjutkan dengan upacara mendem panyejeg gumi sebagai proses akhir. Panyejeg gumi di- pendem dengan dasar kwangen-kwangen pamuspaan yang dibawa oleh krama yang tangkil, dilanjutkan dengan keliling ke tanggun-tanggun desa nyambehang nasi tawur, tirta tawur, tirta panca kelud, prasista luwih. Tujuannya untuk nyomia semua bhuta

agar kembali ke wadahnya dan tidak mengganggu, kembali ke tatanan sistem agar terjadi keseimbangan alam. Panitia karya lainnya, Made Suryawan, menambahkan bahwa karya agung ini merupakan yang pertama kali digelar sejak 500 tahun terakhir. Ini menyusul banyaknya kejadian dan polemik yang terjadi di Pura Dasar Buana Gelgel sebelumnya, yang sempat mengundang kontroversi. Saking besarnya karya, persiapannya sudah dilakukan sejak setahun terakhir. Ini terlihat dari kesiapan panitia yang terorganisasi dari desa adat setempat, melibatkan krama 28 banjar adat. Karya agung ini panitianya hanya melibatkan krama desa adat. Beda dengan pura besar lainnya di Bali, di mana setiap karya agung, selalu melibatkan pemerintah daerah, khususnya terkait pendanaan. “Keseluruhan biaya dirancang menghabiskan dana Rp 6,5 miliar. Kami di desa adat urunan masing-masing Rp 200 ribu, ditambah bantuan donatur dari berbagai pihak. Termasuk warga kita yang telah sukses dengan usahanya. Kami rangkul semuanya, untuk menyukseskan karya agung ini,” jelas Suryawan yang juga bendahara panitia. Rangkaian aci berikutnya, dilanjutkan dengan ngajum padagingan pada 5 Desember nanti, sebelum mapepada tawur, nedunang Ida Batara pada 11 Desember nanti. Pada Buda Umanis Julungwangi, 12 Desember baru dilaksanakan Macaru, Melaspas, Mendem Padagingan, Masupati Pratima dan Tapakan Sesuhunan Ratu Gde, Karya Pangingkup di Pura Pusering Jagat, Pura Yasa, Pura Melanting dan Pura Penyucian. Karya dilanjutkan pada 19 Desember, dengan Mapepada Tawur Gentuh, Labuh Gentuh dan Panca Wali Krama di Pura Dasar Buana. Ini sebagai persiapan Karya Tawur Gentuh, Mapanyejeg Bumi, Melaspas, Mendem Padagingan, Masupati Pratima, Karya Pangingkup pada 20 Desember nanti. “Setelah masupati pratima, baru kita melasti ke Segara Klotok pada 23 Desember. Sekaligus ritual Tawur Labuh Gentuh, Ngaturang Pakelem Nunas Tirtha Kamandalu, Mamasar lan Mamendak Ida Batara,” kata Arimbawa. (gik)

hasil pertanian. Kabid Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Klungkung Ketut Kusmayadi melalui FGD ingin memberikan pemahaman lebih agar seluruh penyuluh pertanian bisa berinovasi yang baik

di bidang pertanian. Dia berharap dengan adanya kegiatan ini, ke depan para penyuluh pertanian se-Klungkung bisa terus berinovasi untuk mengembangkan berbagai bidang sektor pertanian dengan sebaik-baiknya. (kmb31)

Penyuluh Pertanian Didorong Berkantor di Balai Subak

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung ingin memberdayakan para tenaga penyuluh pertanian. Hal ini untuk mendorong sektor pertanian bisa memberikan imbas lebih besar kepada petani dan sektor pendukungnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bahkan mendorong bila perlu tenaga penyuluh pertanian bisa berkantor di setiap balai subak. “Penyuluh pertanian bila perlu membuat kantor di balai subak. Jangan sekadar turun dan melaporkan, tapi harus ada inovasi yang diimplementasikan. Ada output dan outcame,” tegas Bupati Suwirta di hadapan penyuluh pertanian se-Kabupaten Klungkung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Resto Wisata Kali Unda, Klungkung, Jumat (23/11) kemarin. FGD membahas tentang Desiminasi Inovasi dan Teknologi Bidang Pertanian Secara Luas. Selain Bupati Suwirta, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida juga hadir bersama seluruh penyuluh pertanian se-Klungkung. Dalam menjalankan setiap inovasi, diharapkan juga muncul multiplier effect yang memberi imbas tidak

hanya pada petani, tetapi juga kepada masyarakat di sektor lainnya. “Inovasi apapun bentuknya mestinya tidak boleh berhenti pada satu titik, tapi harus berkelanjutan,” tegasnya. Membangun pertanian, jangan motifnya hanya mensejahterakan petani tetapi mampu mensinergikan dengan kepentingan lainnya, sehingga berpengaruh kepada semua sektor, misalnya pariwisata dan sebagainya. Itulah yang disebut dengan inovasi, yang memberikan pengaruh besar pada kehidupan masyarakat sekitarnya. “Misalnya, sekarang kita punya inovasi Bima Juara di bidang Pertanian, itu harus berkembang dan berpengaruh kepada kesejahteraan masyarakat secara umum, tidak hanya petani. Itu namanya inovasi berkelanjutan,” ungkapnya

Dalam kesempatan itu, Suwirta juga sempat mengkritisi kebijakan provinsi, yang menjadikan Nusa Penida sebagai pusat pembibitan sapi Bali. Tetapi, tidak jelas hasilnya. Dia mencontohkan itu, kepada para penyuluh, agar lebih bergairah dalam membangun pertanian yang berimbas pada peternakan. Sebab, hingga saat ini belum ada tindak lanjut secara nyata dan berkelanjutan terkait predikat tersebut. “Apa yang sudah dilakukan dengan SK Nusa Penida sebagai wilayah sumber pembibitan sapi Bali? Apakah sudah ada sapi yang bersertifikasi di Nusa Penida?” kritik Bupati Suwirta, seraya meminta para penyuluh pertanian untuk keluar dari zona nyaman dan bekerja tidak sebatas meningkatkan produksi

PERTANIAN - Para petani di Banjarangkan saat memulai bercocok tanam. Bupati Suwirta ingin memberdayakan para tenaga penyuluh pertanian agar sektor pertanian bisa memberikan imbas lebih besar kepada petani dan sektor pendukungnya.

Klungkung Rawan Pencurian, Warga Perlu Lebih Waspada Hanya dalam waktu sepekan, ada tiga kasus pencurian terjadi di Kabupaten Klungkung. Ini menjadi sinyal Klungkung termasuk wilayah yang rawan pencurian. Aparat kepolisian pun harus kerja ekstra keras dan warga tentunya harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Fakta menunjukkan ketika ikatan sosial antarwarga menjadi renggang, kasus kriminal terutama pencurian akan semakin meningkat. Keluarga Husen yang rumahnya beralamat di Jalan Gunung Merapi Lingkungan Sengguan Kelurahan Semarapura Kangin sama sekali tidak menduga akan menjadi korban aksi pencuri, Kamis (15/11) lalu. Betapa tidak, hampir seluruh keluarga sedang berada

di rumah ketika aksi pencurian terjadi. Bahkan uang senilai Rp 42 juta yang raib digondol pencuri diletakkan di bawah bantal tidurnya. Nia Widia Ningsih (36), istri Husen, menyebutkan hampir seluruh keluarga tertidur pulas malam itu sehingga tidak menyadari

pencuri masuk rumah. Selain uang tunai puluhan jutanya lenyap, ada 3 HP ikut digasak pencuri. Keluarga Husen harus menderita total kerugian sekitar Rp 50 juta. Berselang sehari kemudian, giliran perhiasan milik Ni Made Sutrisni yang lenyap digasak pencuri. Rumah milik pensiunan PNS di Banjar Dinas Kawan Desa Tohpati Kecamatan Banjarangkan ini disatroni pencuri dalam keadaan kosong. Sutrisni sendiri memang lebih banyak berada di rumahnya di Denpasar. Namun begitu menerima kabar dari adik iparnya, I Wayan Wija, yang menemukan sebuah tas wanita terserak di belakang Bale Daja milik Sutrisni dan lemari dalam keadaan tercongkel, Sutrisni

langsung pulang kampung dan akhirnya harus menerima kenyataan perhiasan emas di dalam tas senilai total Rp 53 juta lenyap. Kejadian pencurian paling ironis kemudian terjadi di Pesinggahan Kecamatan Dawan karena yang hilang adalah empat ekor sapi dalam kondisi bunting. Keempat sapi tersebut masing-masing milik Ketut Nurata (1 ekor), I Wayan Landep (2 ekor), dan I Wayan Subadra (1 ekor). Petani yang termasuk dalam subak Pesinggahan, Desa Pesinggahan Dawan ini mengetahui sapinya hilang dari kandang pada Selasa (20/11). Ketika yang dicuri adalah benda yang dengan mudah dapat dibawa, tentu saja kejadian

pencurian menjadi hal yang umum. Namun ketika yang dicuri adalah sapi dan dalam kondisi bunting yang wujud fisiknya besar dan pemilik sapinya berada dalam lingkungan yang sama, tentu saja aksi pencurian akan mengundang perhatian. Kemungkinan besar pencuri tidak bekerja sendirian. Setidak-tidaknya mereka haruslah berkomplot untuk melancarkan aksinya. Soal kehilangan sapi milik petani di Klungkung yang menimpa Nurata, Landep dan Subadra bukan yang pertama. Ternyata sekitar sebulan sebelumnya, yakni Minggu (21/10) juga ada 3 sapi hilang di Subak Satra Desa Satra Kecamatan Klungkung. Kejadian pencurian me-

mang kasus kriminal yang umum terjadi. Sejumlah faktor menjadi penyebab mulai dari kelengahan warga hingga kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Pada kejadian yang menimpa Sutrisni misalnya, korban membiarkan barang berharga miliknya berada di rumah yang tidak ditinggali. Dalam kondisi rumah kosong, tentu saja pencuri memiliki kesempatan yang lebih besar. Sementara dari kasus kehilangan sapi, kewaspadaan dan kepedulian sesama warga juga dalam kondisi rendah. Artinya ketika tingkat kerekatan sosial yang memungkinkan setiap warga saling menjaga lingkunganya maka kasus kriminal seperti pencurian akan dapat ditekan. Langkah melakukan

pengamanan lingkungan secara swadaya oleh warga dapat menekan angka kriminalitas pencurian. Aparat kepolisan di sisi lain juga perlu meningkatkan kinerjanya. Memburu pencuri dengan hasil tertangkapnya pelaku sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan warga. Tetapi jika polisi lebih banyak gagal, maka warga makin tak percaya kepada hukum. Dampaknya, ketika menemukan sendiri pencuri, tindakan main hakim sendiri akan dilakukan. Ironisnya terkadang main hakim sendiri bisa jadi salah sasaran. Orang yang bukan pencuri justru menjadi korban penghakiman massa yang seringkali brutal. (ata)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 24 November 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN PRT Tgl Dlm,Brsh2 Gj1,5 Gatsu Brt,087861361079/081287183808

B.BP.164.11.18.0000903

“STM Listrik - Sipil”Email ke: account@thebenoavillas.com SMS/WA ke:08124629898

B.BP.001.11.18.0000790

1.Dcr 2Karyawati Sales Counter yang bisa komputer dgn sistem Excel dan Word,Penampilan menarik, minimal SMA. 2.Dcr Sopir Pribadi yang bisa mobil matic umur minimal 30-35 th,Hub:Dealer Sekar Sari Motor Jl.Hasanudin No.40 Jam10-14.00

B.BP.001.11.18.0000851

Bintang Harapan Kurnia, Jln Dewi Sri 101-Kuta (Samping BRI)Membutuhkan Tenaga Administrasi,Cust. Service, Kasir,Gudang,Sopir,Enginering, Cleaning Service,Scurity IT & Marketing

B.BP.001.11.18.0000899

Butuh Waitress,Kasir,Akunting, Cook,Bartender,Manager Resto CV Email:nexky1975@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000727

Cari Karyawati bisa English untuk Tenaga Handling Dikebune Bali Agrotourism dkt Wisata Air Terjun Tegenung Gianyar Hub. WA 085739603335 B.BP.014.11.18.0000920

Dibutuhkan Pengawas Proyek D3,S1 Sipil Hp.082144875930 CV Kirim ke linajayaproject@yahoo.com B.BP.004.11.18.0000925

Cari Segera,1 Sopir,1 Tukang Angkat, untuk Kanvas Hub 081.337.776.003

B.BP.004.11.18.0000924

Cr Tenaga Adm S1 Semua Jurusan GajiMemuaskan.WA08179752136

B.BP.014.11.18.0000641

Dbthkn bbrp sopir SIM B1,Max. 35th.PT Permata TM Tlp.242736

B.BP.001.11.18.0000897

Dcr 7 Sales Oli/Pelumas brpnglmn u/Produk Lupromax Oil Canada,u/Wil Bali Nusra,Faslts Gaji,Bonus,Reward Besar.Kirim Lamrn Lnsg ke Kantor Lupromax Bali, Jl.Ulunswi No.9 Jimbaran. Info Telp/WA:081252222898

B.BP.001.11.18.0000863

Dcr Admin Sales Min D3 Max30th Menguasai Komputer.Fslts:Gaji+ UM+Lembur Hub.081999711468

B.BP.001.11.18.0000891

Dcr Cook Resto Laki,SMK,Boga Max. 35Th Tel/WA.0811398825

B.BP.004.11.18.0000927

Dcr Kary Gudang Pria Max 25Th tdk Merokok,Rajin,Lam ke PT. BKS Jl.Bung Tomo V/14 Dps

B.BP.001.11.18.0000928

Dcr Karyawati utk Toko Buah di Dps Dkt Puputan,H.087862280623

B.BP.001.11.18.0000915

Dcr PRT,Tdr dlm,Gj 2Jt/Bln 087862270491 Lokasi Penamparan Tdk ada Bayi,Plus Bns dan THR

B.BP.004.11.18.0000939

Dcr Pengawas Bangunan Proyek/ AdmHp:0811386698/087760456844 B.BP.001.11.18.0000902

Dcr Sgr Sopir SIM A u/Pribadi & Serabutan Hub.081337658427 B.BP.001.11.18.0000913

DIJUAL MOBIL

Dcr T.Sipil S1/D3, Acct/Admin S1/D3E:made_darna@yahoo.co.id

B.BP.001.11.18.0000905

Dcr Tng Security.Lam Lsg Intvw Jl.T.Umar 14,Litama Tlp.245803

B.BP.001.11.18.0000784

B.BP.004.11.18.0000926

B.BP.004.11.18.0000878

Site Mep Engineer Dibutuhkan Segera untuk Bertugas di Proyek Nusa Ceningan.CV Kirim ke alkahfi21@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000775

Dicari Krywn Toko Sandal,Pria 20-30Thn,Jujur,Lokasi:Legian, Pglmn 1 Tahun.0895-0694-9324

B.BP.154.11.18.0000935

Sopir Galon SIM A Kuta Kuli Serabutan H.082144877778

B.BP.031.11.18.0000930

Dicari PRT Tinggal Dalam Hub:085109064004/087860003636

B.BP.001.11.18.0000829

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0000914

Dicari Sopir Matic Hub:081327753030 B.BP.001.11.18.0000818

n

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

DIJUAL RUMAH

Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

RUPA-RUPA

B.BP.001.11.18.0000938

Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah,Guru Olah Raga, Maintenance Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

Dicari Guru B.Inggris,Math,SD Bhaktivendanta Dharma School Jl.Tukad Balian,Renon Dps Hub:085101561816

Desig

ANUGERAH DEWATA

Looking for Experienced Cook Call 9075771 / Email: info@bali-properties.net

B.BP.001.11.18.0000912

DIJUAL RUMAH

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

B.BP.001.11.18.0000919

Dicari Driver SIM A,punya Motor Sendiri 089668043266

B.BP.001.11.18.0000893

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.11.18.0000941

Ymh Bisma Dicr:1.SMA/SMK/S1 Ek 2.Mekanik. 3.Sopir Hub:T.Umar 142 DPS Dicari Sopir SIM A/B1 Jasa Dekorasi Hub.081337374747

B.BP.014.11.18.0000921

Griya Santrian Resort Urgently Needs 2 Waiter/ss,1 Bartender, 1 Receptionist(F)& 1 Driver(M) Fluent in English have 1 year Experience.Send to Email: hrm-griya@santrian.com/Bring CV to Jl.D.Tamblingan 47 Sanur

Dibthkan Sgra Manajer utk Fast Boat Hub.08123918373

B.BP.001.11.18.0000815

Dicari Cook,Kasir,HouseKeep, Juicer L/P 17-25Th SMP/SMK.Lmr Bw: Gotham Resto Jln Sriwijaya Legian Kelod-Kuta(12-1400Wita Senin-Sabtu)/WA:081353673839

Money Back Guarantee �

B.BP.004.11.18.0000934

Dicr 2 Krywti Wr. Makan Hub:082341674556

BENGKEL LAS Free

Lowongan Kerja.Dicari Segera Sales Office Furniture Gaji,Komisi,Transport,Uang Makan.Telp/WA:089643144937

B.BP.001.11.18.0000890

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05

DIJUAL MOBIL MITSUBISHI

PT.Dipo Star Finance 5 Hino Truck Dutro’17 Lihat Unit 26 Nov’18 Penawaran 27 Nov’18. Tlp .0361-265007 B.BP.001.11.18.0000861 TOYOTA

Di jual Harrier 2007, Hitam, KM 110.000 Mulus Terawat Rp 210Jt Nego.0811389610 B.BP.004.11.18.0000923

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Jln.Akasia XV LT 1.07M2 Hub.08123902383 B.BP.001.11.18.0000911

Djl Kos2an 2LT,Baru,8Kmr,8Kmr mandi,garasi motor Jl.Pakisaji Gg.Cenggana/Cendana No.14 Hub:081558056686/081805336057

G.01

B.BP.001.11.18.0000918

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Rmh:Lt3,Hrg 850Jt Nego Bukit Unggasan& Dikontrakan Tnh 1,5A Di Kelan.HP:085829342118(Pmlk)

G.02

SMK di Dps Bth: Pengelola Unit bhs.Inggris,Guru BK Pengantar bhs.Inggris,Staf Kantin Email ke:tugasbali@yahoo.com

Informasi pasang iklan Telepon

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

B.BP.001.11.18.0000895

DIJUAL TANAH

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

1-3ASHMSblTmrSMPN2Singapadu dekat Alfamart BUC 08123987917

G.04

B.BP.001.11.18.0000932

Bali, Gianyar, Jual Cpt Tanah SHM LT: 22 HA, Jl.By Pass Prof. DR. Ida Bagus Mantra Hub: Rengga 0819-0636-8651 / Hains 0813-1087-1817 B.BP.031.11.18.0000910

Djl Tanah 1 Are Jl.Batu Intan III Batubulan Hub.081338797212 B.BP.001.11.18.0000896

Tnh Kav Jl.Sedap Malam Dentim Hub.08123810142/081236666665 B.BP.001.11.18.0000788

DICARI TANAH *Cari Tanah/Joglo/Vila Bambu/ Condotel 3 Kamar,Tepi Pantai, View Sawah/Gunung,Daerah Jatiluwih,Tabanan,Karangasem, Tulamben.Dipilih 3 Terbaik WA : 0811965587 / 081384258920 B.BP.004.11.18.0000940

DIJUAL RUKO Dijual/Dikont 6 Ruko Baru 3Lt Jl.Mahendradata H.085237077978 B.BP.001.11.18.0000933

RUPA-RUPA Sale Keramik Merk Roman semua ukuran disc 10rb/Box Jl.Batan Kendal No.16 Dps 082237888883 B.BP.001.11.18.0000747

KEHILANGAN Hlg BPKB No.I 10881379 O DK162 SD An.Sang Ayu Widnyani B.BP.001.09.18.0000344

Telah Hilang STNK DK 1477 DQ A/N Imas Tuti Hub.08787898778 B.BP.001.11.18.0000937


BANGLI

14

Sabtu Pon, 24 November 2018

Pemkab Optimis Penuhi Target Kunjungan Wisatawan

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan menikmati pesona Desa Penglipuran.

205 Km Jalan Kabupaten Belum Di-’’hotmix’’

Bangli (Bali Post) -

Panjang ruas jalan di Kabupaten Bangli yang belum tersentuh program hotmix Pemkab Bangli mencapai ratusan kilometer. Ruas jalan tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Kintamani. Untuk menuntaskan program itu, anggaran yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar rupiah. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli Made Soma, Jumat (23/11) kemarin, mengatakan berdasarkan SK terakhir yakni tahun 2018, total ruas jalan di Kabupaten Bangli yang berstatus jalan kabupaten mencapai 949,72 km. Panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Bangli itu terus mengalami penambahan dari sebelumnya yang hanya 905 km. ‘’Penambahan ini disebabkan karena

adanya usulan pelimpahan wewenang perbaikan jalan dari beberapa desa,’’ terangnya. Dari seluruh ruas jalan kabupaten di Bangli, yang sudah di-hotmix sepanjang 737 km. Sementara sisanya yang belum di-hotmix mencapai 205 km yang sebagian besar di Kintamani. ‘’Untuk di tiga kecamatan lainnya, masih ada beberapa yang belum di-hotmix. Tembuku sudah hampir seluruhnya. Susut dan Bangli masih beberapa. Kenapa paling banyak di Kintamani,

karena hampir 60 persen jalan kabupaten ada di Kecamatan Kintamani,’’ jelasnya. Sesuai target yang dipasang Bupati, program hotmix jalan ditargetkan tuntas tahun 2021 mendatang. Tahun ini, panjang jalan yang telah di-hotmix mencapai 192 km. Rencananya, pada tahun 2019, Dinas PUTRPerkim akan meng-hotmix jalan sepanjang 84,65 km. Soma menjelaskan, untuk menuntaskan program tersebut, anggaran yang dibutuh-

kan cukup besar. Untuk hotmix 1 km saja, diperlukan dan Rp 1 miliar. ‘’Untuk tahun 2019, kita belum tahu berapa akan dapat anggaran. Kalau tahun depan kita bisa dapat Rp 100 miliar untuk hotmix, saya rasa tahun 2020 target hotmix bisa tuntas,’’ kata Soma. Pihaknya berharap anggaran yang nantinya dialokasikan untuk kegiatan di ke-PU-an terutama hotmix bisa ditambah dari sebelumnya sehingga perbaikan jalan bisa cepat selesai. ‘’Semua masyarakat menginginkan jalan yang bagus. Karena dengan jalan yang bagus dan sudah di-hotmix, otomatis perekonomian masyarakat meningkat,’’ imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/ina

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli menargetkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini sebanyak 913.438 orang. Sementara hingga akhir Oktober, jumlah wisatawan yang sudah berkunjung ke Bangli baru mencapai 582.721 orang. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, dari total 582.721 wisatawan yang berkunjung ke objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Bangli, sebagian besarnya wisatawan mancanegara sebanyak 347.192 orang. Sementara wisatawan domestik sebanyak 235.529 orang. Dari lima objek dan daya tarik wisata yang dikenai retribusi oleh pemerintah, kunjungan wisatawan tertinggi adalah di Batur yakni 359.279 orang, disusul Penglipuran sebanyak 191.382 orang, Kehen sebanyak 24.091 orang, Terunyan 7.133 orang dan Penulisan sebanyak 836 orang. Kepala Disparbud Kabupaten Bangli Wayan Adnyana, Jumat (23/11) kemarin, mengatakan sejatinya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bangli melebihi data

tersebut. Sebab, angka itu hanya berdasarkan data kunjungan di lima objek dan daya tarik wisata yang dikenai retribusi. ‘’Itu yang masuk ke DTW yang kena retribusi saja. Banyak wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata lain yang tidak kena retribusi seperti Tukad Cepung, Air Terjun Kuning,’’ kata Adnyana. Di sisa waktu tahun ini, pihaknya tetap optimis target kunjungan wisatawan ke Bangli bisa terpenuhi, jika dihitung dengan angka kunjungan wisatawan ke destinasi wisata lainnya yang tidak dikenai retribusi. Disinggung mengenai target kunjungan wisatawan tahun 2019, Adnyana mengatakan, sesuai renstra pihaknya menargetkan 1.075.253 orang. Dengan telah ditatanya Penelokan dan sudah dibentuknya Badan Pengelola Pariwisata, pejabat asal Desa Batur ini meyakini target 2019 bisa tercapai. ‘’Kalau fasilitas penunjang seperti tempat peninjauan panorama Penelokan dan lain-lain sudah rampung, kita optimis,’’ tegasnya. (kmb40)

Akibat Beringin Tumbang, Lalin di Kedui Terganggu Bangli (Bali Post) Pohon beringin yang tumbuh di pinggir jalan Banjar Kedui Desa Tembuku, tumbang. Tumbangnya pohon berdiameter 40 cm tersebut mengakibatkan jaringan listrik di wilayah setempat terputus. Tak hanya itu, material pohon yang melintang di jalan menyebabkan arus lalu lintas di jalur Banjar Kedui-Jehem terganggu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangli, pohon beringin di Banjar Kedui tersebut tumbang pada Jumat (23/11) dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Tumbangnya pohon mengakibatkan jaringan listrik terputus dan akses jalan terganggu. Untuk mengatasi hal itu, pihak BPBD Bangli bersama

masyarakat sekitar langsung turun ke lokasi guna menyingkirkan material pohon. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, upaya penanganan dilakukan pihaknya bersama masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Tembuku dan petugas PLN Cabang Bangli. ‘’Upaya penanganan batang pohon kita lakukan dengan chainsaw, sementara untuk jaringan listrik yang putus ditangani pihak PLN,’’ terangnya. Menurut Agus, tumbangnya pohon beringin itu dipicu hujan yang belakangan ini mengguyur sebagian desa di Kecamatan Tembuku. ‘’Setelah dilakukan upaya penanganan, saat ini jalur di wilayah setempat sudah

normal kembali,’’ ujarnya. Selain di Banjar Kedui, kejadian serupa terjadi di Banjar Tabunan Desa Undisan, Tembuku. Camat Tembuku Dewa Agung Purnama mengatakan, kejadian berlangsung pada Rabu (21/11) lalu. Pohon beringin yang tumbang berdiameter kurang lebih 60 cm dengan panjang lebih dari 10 meter. ‘’Beringin yang tumbang melintang ke jalan menuju setra di wilayah setempat,’’ ujarnya. Menurutnya, hingga siang kemarin, batang pohon beringin tumbang itu belum bisa dibersihkan lantaran ukurannya yang cukup besar. Untuk membantu menyingkirkan batang pohon, pihaknya telah memohon bantuan BPBD Bangli. (kmb40)

Desa Pakraman Pengotan Gelar Nyepi Adat Krama Dilarang Potong Hewan dan Gelar Rapat

Bangli (Bali Post) Krama Desa Pakraman Pengotan hingga saat ini masih teguh menjalankan sejumlah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur, salah satunya nyepi adat. Selama pelaksanaan nyepi adat, krama setempat dilarang memotong hewan, tumbuhan, membunyikan gamelan dan menggelar rapat. Bendesa Pakraman Pengotan Jero Kopok, Jumat (23/11) kemarin, mengatakan nyepi adat dilaksanakan setiap setahun sekali pada sasih kaenem. Nyepi adat dimulai sekitar pukul 02.00 Wita, usai persembahyangan bersama dan Baris Perang Papah di Pura Bale Agung. Nyepi adat akan berlangsung selama 11 hari ke depan. Sedikit berbeda dengan

nyepi tahun Çaka, pada nyepi adat ini krama Desa Pakraman Pengotan masih bisa melakukan aktivitas seperti sekolah dan menerima tamu. Namun, ada beberapa pantangan yang wajib ditaati krama. Selama pelaksanaan nyepi adat, krama tidak dibolehkan memotong hewan dan tumbuhan, tidak boleh memukul kentongan atau gamelan yang menimbulkan suara gaduh serta tidak boleh menggelar rapat. Makna pelaksanaan nyepi adat adalah untuk memohon keselamatan dan pembersihan bumi beserta isinya. ‘’Selama nyepi adat, semua kegiatan agama tidak dilaksanakan untuk sementara waktu,’’ terangnya. Jero Kopok menyebutkan, sebelum dimulainya nyepi

adat, krama desa pakraman dari delapan banjar terlebih dahulu melaksanakan persembahyangan di Pura Bale Agung. Dalam upacara itu dilaksanakan juga ritual Baris Perang Papah yang diikuti seluruh Peduluan, beberapa orang krama, dan para teruna di Desa Pakraman Pengotan. ‘’Yang ikut Baris Perang Papah dipilih, fisiknya harus bersih. Kalau ada yang koreng, luka pada tubuhnya tidak diperkenankan ikut perang papah,’’ katanya. Sesuai namanya, dalam Baris Perang Papah peserta menari dan saling pukul mengunakan batang daun pisang. Para peserta boleh memukul lawan sekeras apapun hanya di bagian punggung dan pantat. Peserta dilarang memukul bagian wajah dan kepala.

Ritual ini harus dilaksanakan setelah matahari terbenam. Ritual ini dilaksanakan dengan suka cita. Dalam pelaksanaannya, ritual Perang Papah ini tidak diiringi gamelan, melainkan hanya diiringi selonding dan gambang. Selonding adalah alat musik pukul yang berbahan perunggu, sedangkan gambang berbahan bambu. Oleh warga setempat, alat musik itu disebut dengan nama Due Kenyong. Due Kenyong ini hanya digunakan untuk mengiringi Baris Perang Papah. ‘’Makna dari pelaksanaan Baris Perang Papah ini adalah untuk memohon keselamatan baik manusia maupun seluruhnya yang ada di wilayah Desa Pakraman Pengotan,’’ kata Jero Kopok. (kmb40)

Pria Asal Subaya Curi Seratusan Ekor Ayam Bangli (Bali Post) Pelaku pencurian ayam yang belakangan ini meresahkan warga di Desa Bayung Gede dan Desa Belantih, Kintamani akhirnya berhasil dibekuk Tim Gabungan Polres Bangli dan Polsek Kintamani. Pelaku berinisial INS (26) asal Desa Subaya ditangkap di depan RSUD Sanjiwani, Gianyar, Jumat (23/11) kemarin. Kepada polisi, pelaku mengaku mencuri ayam sebanyak 100 ekor lebih untuk dipakai biaya hidup dan berobat anaknya. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, pelaku ditangkap setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan. Pelaku diamankan sekitar pukul 08.30 Wita saat datang ke RSUD Sanjiwani bersama istri dan anaknya yang masih berumur 9 bulan. ‘’Saat diamankan dan diinterogasi, pelaku yang berinisial INS mengakui telah melakukan pencurian

ayam di daerah Bayung Gede dan Desa Belantih,’’ terangnya. Pelaku selanjutnya digiring menuju tempat kosnya di daerah Cemenggon, Sukawati untuk mencari barang bukti. Dari tempat kos tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 ekor ayam jantan dan 1 unit sepeda motor Yamaha Nouvo Z DK 6805 XT milik pelaku. Untuk proses lebih lanjut, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsek Kintamani. Sulhadi menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan polisi, pelaku mengaku mencuri di 3 lokasi. Modusnya dengan mencongkel kandang ayam dan mengambil ayam dalam kurungan. Untuk memudahkan menjalankan aksinya, pelaku menggunakan kunci short T, sabit, betel dan kapak. Saat beraksi, pelaku menggunakan sepeda motor, senter korek api gas, dan kampil. Ayam-ayam curian itu

Bali Post/ina

PELAKU - Pelaku saat diamankan di Mapolsek Kintamani. dijual pelaku di Pasar Beringkit, Badung. ‘’Pelaku mengaku uang hasil penjualan ayam curiannya dipakai untuk membiayai hidup sehari-hari dan biaya berobat anaknya,’’ ungkap Sulhadi.

Atas perbuatannya, pelaku yang mengku mulai mencuri ayam sejak Agustus lalu itu kini terancam dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (kmb40)

Bali Post/ina

BERINGIN TUMBANG - Petugas BPBD memotong batang pohon beringin di Dusun Kedui yang tumbang dan menganggu arus lalin setempat.


15

Sabtu Pon, 24 November 2018

LJK Jangan Hanya Jualan Kredit Denpasar (Bali Post) Selama ini perbankan hanya fokus mencapai target penyaluran kredit, tanpa berpikir melakukan pembinaan kepada calon debitur. Padahal jika dibina, potensi untuk bisa menyalurkan kredit lebih besar pasti tercapai. Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Udayana (Unud) Prof. I Wayan Ramantha pada diskusi ‘’Strategi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Bali 2019’’, Jumat (23/11) kemarin. Ramantha menjelaskan, kondisi pertumbuhan UMKM, properti saat ini minus. Maka dari itu perlu menjadi pemikiran bersama. Dari sisi permintaan tahun 2017 Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali Rp 215 triliun. Dengan demikian tingkat konsumsi masyarakat diasumsikan per orang per tahun Rp 50 juta. Jika asumsinya 75 persen dari Rp 215 triliun digunakan untuk konsumsi, maka ada Rp 150 triliun uang beredar di Bali hanya untuk konsumsi. Ia asumsikan lagi jika 50 persennya merupakan konsumsi di sektor swasta, maka ada Rp 100 triliun per tahun. Konsumsi ini bisa digunakan untuk kebutuhan primer, sekunder, tersier. Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah para pelaku usaha di Bali khususnya UMKM mendapat kue konsumsi masyarakat

tersebut? Apalagi dengan penelitian terbaru yang ia dapatkan bahwa 32 persen atau sekitar Rp 30 triliun konsumsi masyarakat Bali digunakan untuk ritual. Maka yang perlu dilakukan saat ini adalah penguatan UMKM dan masyarakat agar mampu menyerap kue dari tingkat konsumsi itu. ‘’Pemerintah, LSM harus berpikir memperkuat masyarakat kita supaya menggunakan produksi dalam negeri. Perda buah lokal yang ada, tapi jangan seperti macam ompong,’’ selorohnya. Untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Bali 2019, maka yang perlu dilakukana adalah penguatan UMKM. Salah satunya dengan meningkatkan peran Lembaga Jasa Keuangan (LJK). ‘’LJK kita saat ini jualan kredit secara konvensional. Enggak pernah mereka memikirkan supaya jualannya menjadi

Bali Post/ist

RAJA AMPAT – Ma’ruf Amin beserta istri Wury Estu Handayani di Raja Ampat, Papua, Kamis (22/11).

laku, apa yang harus dilakukan. Misalnya melakukan pembinaan. LPD saja sudah berpikir untuk agar kreditnya laku masyarakatnya dilatih untuk menjadi UMKM yang kuat. Kalau mereka kuat, mereka akan membutuhkan modal yang lebih besar. Kemudian mereka untuk mendapatkan modalnya lebih besar, bisa mencari ke LJK,’’ tuturnya. Ketua LP LPD I Nyoman Arnaya mengatakan, untuk menguatkan ekonomi masyarakat yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan maka kualitas SDM harus ditingkatkan. Maka akan dikaitkan dengan pendidikan formal maupun nonformal. Untuk meningkatkan ekonomi itu maka ada dua hal yang harus dilakukan yaitu meningkatkan produksi dan pemasaran. ‘’Kita mampu memproduksi apa saja tapi tidak mampu memasar-

kan,’’ ungkapnya. Di era modern saat ini orientasi usaha telah berbeda, yaitu orientasi ke pasar, tidak lagi berorientasi pada produksi, sehinga kendala selama ini yaitu pemasaran. ‘’Banyak yang dihasilkan tapi bingung menjualnya, susah. Maka mindset UMKM harus diubah. Jadi mari berpikir membuat sesuatu yang bisa dijual,’’ ujarnya. Ketua BKS LPD I Nyoman Cendikiawan mengatakan, strategi berarti pendekatan secara menyeluruh tentang pelaksanaan gagasan. Maka dari itu perlu taktik dan strategi. Dari strategi dan taktik itu adalah peluang dan tantangan. Manfaat LPD sudah banyak dirasakan terutama dalam pelestarian seni, adat dan budaya. Menguatkan ekonomi dengan konsep wareg, waras, wastra, wisma dan waskita. Wareg berarti tidak lapar atau sejahtera, penguatan ekonomi.

EKONOMI BALI - Bisnis Bali menyelenggarakan diskusi bertajuk ‘’Strategi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Bali 2019’’, Jumat (23/11) kemarin. Hadir sejumlah pengamat, pelaku UMK dan pengurus LPD.

CALON wakil presiden Ma’ruf Amin menyempatkan diri menikmati pesona keindahan alam Pantai Waiwo, Raja Ampat, di sela kunjungannya ke Papua Barat, Kamis (22/11). ‘’Alhamdulillah, saya bisa sampai di Waiwo, Raja Ampat,’’ kata Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis di Jakarta. Ma’ruf ke Papua Barat untuk menjalani beberapa kegiatan, salah satunya menghadiri dan membuka Rakernas IV MUI di Waisai. Sebelum menghadiri Rakernas MUI, Ma’ruf beserta istri Wury Estu Handayani berkunjung ke Pantai Waiwo,

berlokasi di Pulau Waigeo, yang merupakan salah satu dari empat pulau terbesar di Raja Ampat. ‘’Tepat memang Papua disebut penyanyi Franky Sahilatua surga kecil yang jatuh ke bumi. Saya tadi berjalan dan menatap pemandangan sekeliling. Subhanallah. Indah dan memesona. Selama perjalanan menuju Waiwo pun tak membosankan,’’ kata Ma’ruf. Dia mengatakan Raja Ampat kini menjadi salah satu destinasi utama para pengunjung nasional dan mancanegara. ‘’Meskipun Raja Ampat kini makin menjadi tujuan

utama para traveller namun saya menitip pesan kepada semua pihak agar keindahan alam Raja Ampat tetap menjadi perhatian utama,’’ katanya. Ma’ruf menambahkan, memang terdapat tantangan menjaga keasrian Raja Ampat dan sekitarnya termasuk agar memberi efek ekonomi positif, menambah pendapatan warga sekitar. ‘’Kita dukung Pemprov Papua Barat, Pemkab Raja Ampat dan pemerintah pusat melalukan berbagai terobosan untuk mengembangkan potensi wisata Raja Ampat,’’ jelasnya. (ant)

macam proyek. ‘’Khususnya saya dan semua kepala daerah agar berhati-hati di area rawan korupsi. Para kepala daerah juga agar mencermati perkembangan yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme,’’ katanya. Menurut Tjahjo Kumolo, sebagai Menteri Dalam Negeri dirinya diundang oleh seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 untuk memberikan pembekalan kepada para caleg dalam menghadapi Pemilu 2019. ‘’Kebetulan saya orang partai sehingga memahami kondisi dan dinamika partai,’’ katanya. Tjahjo menilai secara prinsip konsolidasi demokrasi melalui pilkada serentak telah berjalan sukses. Apa pun dinamikanya, pemerintah dan semua partai politik harus mengapresiasi kerja KPU dan Bawaslu, serta media massa yang mempublikasi. ‘’Pada Pemilu 2019,

elite partai politik dan tim kampanye capres/cawapres juga harus bersama-sama melawan racun demokrasi,’’ katanya. Tjahjo juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersamasama meningkatkan partisipasi pemilih agar target KPU sebesar 78 persen partisipasi pemilih dapat tercapai. ‘’Kepada tim kampanye capres/ cawapres agar menyampaikan visi, misi, dan program yakni adu konsep dan adu gagasan, bukannya menyampaikan ujaran kebencian,’’ katanya. Sebagai menteri pada kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo, Tjahjo mengingatkan setiap orang boleh menyampaikan program kerja pemerintah yang sedang dikerjakan maupun yang telah dkerjakan. ‘’Apa yang berhasil silakan disampaikan. Kalau ada saran dan kritik, juga silakan sampaikan kritik yang membangun,’’ katanya. (ant)

Lulusan Terbaik

Nilai kumulatif SKD formasi putra/putri lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora paling rendah 255. Nilai kumulatif SKD formasi penyandang disabilitas paling rendah 220. Nilai kumulatif SKD formasi putra/putri Pap-

ua dan Papua Barat paling rendah 220. Nilai kumulatif SKD formasi tenaga guru dan tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer kategoriII paling rendah 220. Terakhir, kebijakan di pasal 3 bisa dijalankan berdasarkan 2 syarat opsional di pasal 4. Pertama, tidak ada peserta SKD yang memenuhi nilai

Salah satu caranya dengan upaya penguatan ekonomi. Di sinilah salah satu peran LPD dalam penguatan permodalan ekonomi masyarakat, walaupun masih di tingkat desa. (kmb42)

Ma’ruf Amin Minta Jaga Keindahan Raja Ampat

Mendagri Minta Masyarakat Lawan Racun Demokrasi Jakarta (Bali Post) – Semua elemen masyarakat agar bersama-sama melawan racun demokrasi dalam menghadapi Pemilu 2019, yakni politik uang, ujaran kebencian, fitnah, dan SARA. ‘’Dalam menghadapi pemilu anggota legislatif dan pemilu presiden 2019, semua partai politik peserta pemilu harus mematuhi peraturan perundangan dan peraturan KPU sebagai penyelenggara pemilu,’’ kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Jumat (23/11) kemarin. Menurut Tjahjo Kumolo, pengurus dan kader partai politik maupun tim kampanye pasangan calon presiden/wakil presiden agar secara bersama-sama melawan racun demokrasi, yakni politik uang, ujaran kebencian, fitnah, dan SARA. Tjahjo juga mengingatkan semua pihak untuk mencermati wilayah rawan korupsi, termasuk mark-up berbagai

Bali Post/kmb

ambang batas pada formasi yang telah ditetapkan. Kedua, belum tercukupinya jumlah peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas, untuk memenuhi jumlah alokasi formasi yang telah ditetapkan. Hal teknis lainnya, sudah diatur pada pasal 5 hingga pasal 8 Peraturan Men-PAN RB tersebut. (kmb31)

Semakin Baik Berkenaan dengan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali tersebut, Gubernur Bali menyampaikan kepada Konjen Tiongkok agar kebijakan itu tidak diartikan mengganggu hubungan dan kerja sama antardua negara yang selama ini telah berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan agar hubungan dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Tiongkok berlangsung semakin baik dan kuat di masa yang akan datang. Konjen Tiongkok Gou Haodong merespons dengan baik apa yang disampaikan Gubernur. Konjen Tiongkok mewakili pemerintahnya menyatakan sangat mendukung kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali yang dilakukan secara tegas terhadap pengusaha yang ilegal dan merusak citra pariwisata Bali. Bahkan, Konjen Tiongkok menilai bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Bali merupakan tindakan yang sangat berani dan baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali. Kebijakan ini sangat penting dilakukan. Dengan penertiban ini maka pengusaha yang ilegal tidak mempunyai tempat untuk melakukan aktivitas usahanya. Jangan sampai pengusaha yang ilegal seperti itu semakin bertambah di Bali, karena akan

memperburuk dan merusak citra pariwisata Bali. Kebijakan penertiban tersebut justru akan meningkatkan kualitas pariwisata Bali. Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok akan mengawasi dan menertibkan pengusaha jasa pariwisata yang ilegal di Tiongkok dan memiliki jaringan dengan pengusaha lokal Bali. Bahkan, kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali adalah sangat penting untuk memperkuat pariwisata sebagai pilar perekonomian masyarakat Bali dan meningkatkan kerja sama bidang pariwisata antara Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok. Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa ada enam unsur yang dibutuhkan oleh wisatawan Tiongkok. Selain makanan berkualitas termasuk kuliner Bali dan akomodasi yang berkualitas, juga dibutuhkan transportasi yang baik, destinasi pariwisata yang baik dan bervariasi yang menampilkan ciri alam, pentas seni masyarakat Bali dan upacara keagamaan masyarakat Bali. Dengan paket seperti ini, tidak mungkin ada travel yang menjual paket wisata dengan harga murah seperti sekarang ini yaitu menjual paket wisata ke Bali dengan harga Rp 800.000 selama lima hari, pasti uangnya tidak cukup untuk beli tiket, bayar hotel, beli makanan dan oleholeh. (rin)

Nilai Tukar Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum akan usai, meski saat ini kurs masih berteng ger stabil pada kisaran 14.500 - 14.600 per dolar AS. ‘’Jangan bermimpi ini akan selesai, karena bisa berlangsung dua atau tiga tahun lagi,’’ ujar Darmin di Jakarta, Jumat kemarin. Darmin mengatakan

tekanan eksternal dari normalisasi kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), ancaman perang dagang maupun harga komoditas yang bergejolak, masih akan memengaruhi pergerakan rupiah. Dalam menghadapi tekanan ini, hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan membenahi fundamental ekonomi dalam negeri melalui perbaikan defisit neraca transaksi berjalan. Meski demikian, Darmin mengakui hasil dari pembenahan tersebut belum akan

terlihat dalam waktu cepat dan membantu stabilisasi nilai tukar terhadap dolar AS dalam jangka pendek. Untuk itu, pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan terhadap neraca transaksi berjalan, salah satunya dengan menerbitkan paket kebijakan ekonomi XVI untuk memperkuat surplus neraca modal. Paket tersebut meliputi revisi peraturan Daftar Negatif Investasi (DNI), upaya mengundang Devisa Hasil Ekspor dari sumber daya alam agar disimpan

di dalam negeri serta perbaikan peraturan insentif perpajakan. Tujuan dari penerbitan paket ini adalah untuk mengundang investasi dari pelaku usaha dengan memanfaatkan momentum masuknya kembali aliran modal ke Indonesia. ‘’Kalau modal jangka pendek tidak masuk, tidak ada yang bisa mengimbangi defisit. Tapi jangan dilihat ini akan langsung memperbaiki neraca transaksi berjalan, karena itu butuh bertahun-tahun memperbaikinya,’’ ujarnya. (ant)

Tidak Lolos Termasuk peluang terbukanya kembali pelamar CPNS yang sebelumnya sudah tidak lolos tes SKD, yang mengacu pada standar passing grade sebelumnya. ‘’Saya belum berani bicara itu. Nanti, setelah kami mendapat penjelasan langsung dari pusat,’’ katanya. Sementara itu, Kepala BKPSDM Karangasem Gusti Gede Rinceg juga menyatakan menerima Permen-PAN RB Nomor 61 tentang Penetapan Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi CPNS 2018. Ia sangat mengapresiasi peraturan yang dikeluarkan oleh Kemen-PAN RB tersebut. Pasalnya, dengan dikeluarkan peraturan tersebut, maka bagi pelamar CPNS yang sebelumnya tidak lolos SKB akibat tidak memenuhi passing grade, akhirnya bagi

peserta yang mempunyai nilai komulatif tertinggi memiliki peluang untuk mengikuti tes SKB. ‘’Memang dari 2.824 peserta pelamar CPNS yang mengikuti SKD hanya 91 orang yang memenuhi passing grade, sehingga dari sekian banyak formasi yang dibutuhkan menjadi sedikit yang mampu terpenuhi. Mungkin karena hal itu pusat mengeluarkan peraturan ini untuk mengatasi persoalan tersebut,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, dengan adanya sistem perankingan dari hasil ujian CPNS, sehingga formasi yang kurang nantinya bisa terpenuhi. Hanya, kata Rinceg, terkait sistem dan teknis perankingan nanti belum diketahui secara pasti. ‘’Tidak menurunkan passing grade. Tetapi nilai komulatif hasil ujian yang diturunkan, sehingga yang memiliki nilai komulatif standar yakni ni-

lai kumulatif minimal 255, nantinya bisa mengikuti ujian SKB,’’ katanya. Disinggung kapan jadwal pelaksanaan ujian SKB, Rinceg menegaskan, belum mendapatkan informasi terkait pelaksanaan ujian tersebut. Sembari menunggu jadwal tersebut turun dari pusat, ia meminta kepada peserta CPNS utamanya yang memenuhi passing grade bisa mempersiapkan diri dengan baik. ‘’Jadwal ujian SKB-nya kita belum tahu. Intinya kita menunggu saja jadwal tersebut. Semoga secepatnya bisa turun jadwal itu,’’ jelas Rinceg. Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya menyatakan masih menunggu petunjuk pemerintah pusat. ‘’Saat ini kami tengah mempelajari aturan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya,’’ ucap Wijaya, Jumat kemarin.

Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu mengakui aturan dari Kemen-PAN RB telah terbit 19 November 2018. ‘’Kami pun di Panitia Daerah (Pansel) sedang mempelajari isinya. Sejauh ini kami belum menerima undangan dari pusat membahas masalah ini. Kalau di daerah lain sudah ada yang diundang,’’ jelasnya. Dia juga membenarkan jika pemerintah memberlakukan sistem perankingan dengan melihat nilai komulatif tes SKD. Namun, ia belum dapat menjabarkan lebih lanjut lantaran belum menerima petunjuk langsung dari pusat. ‘’Hanya aturan baru ini akan kami jadikan acuan. Aturan yang saya baca memang peserta yang boleh mengikuti ke SKB dengan melihat perankingan hasil SKD, yaitu nilai kumulatif. Untuk formasi umum nilainya 255,’’ ungkapnya. (gik/nan)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Pon, 24 november 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kante dan Mane Habiskan Waktu di Swiss Gembira Perpanjang Kontrak Dani Pedrosa

MOTOGP Valencia menjadi balapan bersejarah untuk Dani Pedrosa. Bukan hanya karena ia meraih banyak sukses di Sirkuit Ricardo Tomo dengan tujuh kali finis sebagai juara, tetapi juga karena ini menjadi balapan terakhirnya. Setelah pensiun, Pedrosa mengaku akan menghabiskan lebih banyak waktunya di Swiss. Pada seri terakhirnya, Pedrosa gagal memberikan hadiah penutup yang manis untuk dirinya sendiri. Ia hanya bisa menuntaskan MotoGP Valencia di urutan kelima. Sepanjang kariernya, Pedrosa tak pernah menjadi juara dunia. Di kelas MotoGP, dia tiga kali sebagai runner-up yakni pada 2007, 2010 dan 2012. Meskipun begitu, ia tetap legenda. Banyak orang yang mengidolakan dan mengagumi keterampilan balapannya. Di sebuah kota kecil di Swiss, Pedrosa menghabiskan waktu di sebuah rumah yang lengkap dengan segala hal yang dibutuhkan. Rumahnya dihiasi beberapa atribut MotoGP yang menjadi ciri khasnya, nomor 26. Ia menghabiskan waktu dengan bersantai, memasak dengan istrinya di sebuah dapur yang didominasi warna putih dan backplash warna hijau. Rumah tersebut dilengkapi video game dan playseat F1 untuk hiburan. Sungguh sebuah tempat tinggal idaman untuk menghabiskan waktu pensiun. Pedrosa menyatakan sudah berpikir panjang sebelum membuat putusan. ‘’Ini adalah keputusan yang telah lama saya pikirkan. Merupakan keputusan yang sulit karena ini adalah olahraga yang saya cintai,’’ katanya. Terlepas dari hengkangnya Pedrosa dari hobi balapan motor, pembalap Honda asal Spanyol ini ternyata memiliki kesenangan lain, yaitu bersepeda dan wakeboarding. ‘’Di antara jeda tes balapan dan kegiatan promosi yang sebentar, saya tetap menyempatkan waktu untuk bersepeda dan wakeboarding bersama beberapa teman,’’ ujarnya dalam wawancara bersama Repsol Honda pada 28 September 2017. Kecintaannya bersepeda dan wakeboarding juga tampak dari berbagai unggahannya di Instagram miliknya, @26_danipedrosa. Pada 26 Juni 2018 misalnya, ia menaiki sepeda di Gunung Ventoux. Pedrosa juga kelihatan sedang mengangkat sepeda di Prangins, Switzerland. ‘’Hari yang baik untuk menikmati saat bersepeda,’’ tulisnya dalam unggahan pada 1 April 2018. Ia juga mengabadikan keseruannya dalam bermain wakeboard, olahraga yang memanfaatkan papan selancar kecil untuk membelah arus ombak di akun Instagramnya. Dalam unggahan video berdurasi 58 detik pada 5 Oktober 2017, Pedrosa tampak gagah berdiri di papan seluncur bermerek Onean Boards berwarna putih. The Little Spaniard memiliki banyak hobi yang bisa dilakukan pascapensiun. (kmb33/afp)

Pegulat Bali Terjun di Kejurnas Denpasar (Bali Post) Pengprov PGSI Bali mengirim lima atlet pada Kejurnas Gulat di Grobogan, Jawa Tengah, 6-9 Desember mendatang. Mereka adalah A.A. Gede Bagastata Dalem (kelas 97 kg) yang turun di gaya grego Roman serta Putu Damara Juariz (97 kg), Komang Erik Prihantino (86 kg), Nube A. Olla (70 kg) dan Teddy Andika Putra (69 kg) yang berlaga di gaya bebas. Ketua Umum Pengprov PGSI Bali H. Izzudin Don di Denpasar, Jumat (23/11) kemarin menjelaskan, kelima pegulat yang akan diterjunkan di kejurnas itu merupakan hasil seleksi yang melibatkan 11 atlet. Mereka disiapkan selama dua bulan dan telah melakukan latih tanding melawan pegulat Banten di GOR Lila Bhuana. Kelima pegulat ditargetkan mampu menembus babak semifinal, mengingat tiket PON diberikan kepada atlet peringkat lima besar. ‘’Kejurnas ini kami anggap sebagai ajang pemanasan bagi atlet sekaligus mengukur peta kekuatan lawan, sebab mereka juga akan berlaga pada Pra-PON 2019 di Jakarta,’’ paparnya. Menurutnya, cabang olahraga gulat berkembang di Denpasar, Gianyar, Tabanan dan Buleleng. Para atletnya ada yang memang murni pegulat, namun ada yang mantan atlet bela diri lainnya. Gulat telah diajarkan pada ekstrakurikuler di SMA Bali Mandara Buleleng yang ditangani pelatih Made Dirgantara. (022)

Tiga Petinju Denpasar Berlaga di Cina Denpasar (Bali Post) Dua petinju putra Kota Denpasar yang baru saja lolos selekda guna tampil di kejunas, yakni Greforiau Gheda Dende (kelas 64 kg) dan Kornelis Kwangu Langu (kelas 56 kg), berlaga pada kejuaraan tinju bertajuk ‘’The Belt and Road Chian ASEAN Boxing Championship’’ di Kota Nanning, Guangxi, Cina, mulai Sabtu (24/11) ini hingga Minggu (25/11) besok. Mereka berlaga bersama petinju putri Aldriani Beatrix Suguro (kelas 51 kg). Trio petinju itu mengibarkan bendera timnas MerahPutih didampingi pelatih Denisius Agustinus Hitarihun dan manajer tim yang juga Ketua Umum Pengkot Pertina Den-

pasar Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Rombongan bertolak dari Jakarta ke Kuala Lumpur sebelum melanjutken penerbangan ke Nanning. De Gadjah menuturkan, pihaknya mengikuti kejuaraan atas undangan Association International Boxing Amateur (AIBA), badan tinju yang menaungi tinju amatir se-dunia. ‘’Kami harapkan petinju Indonesia bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik,’’ ujarnya. (022) CINA - Manajer Tim Indonesia Made Muliawan Arya alias De Gadjah (dua dari kiri) bersama tiga petinju yang naik ring di Cina.

London – Pemain tengah asal Prancis N’Golo Kante membuktikan komitmen jangka panjangnya dengan menandatangani perpanjangan kontrak selama lima tahun ke depan bersama Chelsea. Demikian diumumkan klub asal London tersebut, Jumat (23/11) kemarin. Kante yang bergabung dengan Chelsea sejak 2016, berjasa mengantar The Blues ke tangga juara Liga Utama Inggris pada tahun pertamanya dan dianugerahi pemain terbaik tahun ini versi Asosiasi Pemain Profesional dan Asosiasi Wartawan Sepak Bola, berkat penampilannya yang konsisten. ‘’Saya gembira memperpanjang waktu saya bersama Chelsea. Saya melewati dua tahun yang menyenangkan dan berharap bisa lebih baik di tahun-tahun mendatang. Sejak datang, saya benarbenar makin berkembang sebagai seorang pemain, menantang diri sendiri dan mendapatkan penghargaan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Saya suka kotanya, saya suka klub ini dan gembira bisa di sini lebih lama lagi,’’ kata pemain berusia 27 tahun itu dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip Reuters. Kante menikmati gelar juara Liga Utama Inggris bersama Leicester City pada musim kompetisi 2015-2016 dan bermain tujuh kali membela tim nasional Prancis yang tampil sebagai juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Perpanjangan kontrak baru berdurasi panjang juga disepakati Sadio Mane dengan Liverpool. Pemain Senegal berusia 26 tahun ini didatangkan dari Southampton pada 2016 dengan biaya transfer 34 juta pound dan telah mencetak 40 gol dari 89 pertandingan untuk klub yang bermarkas di Anfield tersebut. ‘’Saya sangat gembira memperpanjang masa kerja saya di Liverpool. Ini merupakan hari yang hebat bagi saya dan saya tidak sabar untuk segalanya, untuk membantu tim, untuk membantu klub mencapai impian-impian kami, khususnya untuk memenangi trofi-trofi,’’ ujar Mane kepada laman resmi Liverpool. Mane membantu Si Merah mencapai final Liga Champions musim lalu dan kini berada di peringkat kedua klasemen Liga Inggris, tertinggal dua poin dari Manchester City. ‘’Saya selalu berkata, ketika saya mengetahui memiliki kesempatan untuk datang ke mari, saya tidak berpikir dua kali. Klub yang tepat, di saat yang tepat dan dengan pelatih yang tepat pula. Bagi saya, saya telah membuat keputusan terbaik dalam karier saya,’’ imbuhnya. (ant/rtr)

Karateka Pelajar Raih 10 Emas di Belgia Liege – Tim karate pelajar Indonesia yang terdiri atas 18 atlet SD, SMP dan SMA berhasil membawa pulang 10 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu pada kejuaraan karate internasional di Liege, Belgia, akhir pekan lalu. Perolehan medali tersebut menempatkan kontingen Indonesia di peringkat keempat setelah tuan rumah Belgia dengan 24 emas, 27 perak dan 56 perunggu, Belanda (12-9-17) dan Prancis (10-9-12). Duta Besar RI di Belgia Yuri O. Thamrin saat penyerahan medali kepada para juara menyatakan kebanggaannya atas prestasi pelajar Indonesia dan berharap bisa sukses pada ajang berikutnya. Menurut Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Brussel Ance Maylany, Jumat (23/11) kemarin, para pelajar tersebut berlaga pada kejuaraan karate 3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege diadakan di Kota Herstal, Provinsi Lige, Belgia, 17-18 November lalu. Pelatih Tim SMP Ade Indra Setiadi dihubungi di Jakarta mengakui bahwa perjuangan atlet pelajar Indonesia sungguh berat karena tidak hanya menghadapi lawan dengan postur lebih besar dan tinggi, tetapi juga suhu dingin. ‘’Suhu di Hall Herstal Sportive tempat bertanding 3-6 derajat. Tapi dengan semangat juang yang tinggi, para atlet dapat bertanding dengan maksimal sehingga bisa mengibarkan bendera Merah-Putih,’’ katanya. Salah satu emas Indonesia dipersembahkan oleh Lala Diah Pitaloka di nomor kata perorangan putri U-14 tahun. Pelajar SMP Negeri 1 Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini dipercaya sebagai penyulut api PON 2016 di Jabar ketika masih duduk di bangku SD. Kepercayaan ini diberikan berkat prestasinya menjuarai International Banzai Cup Open Karate Championship 2015 di Jerman. Dua emas lainnya di kategori pelajar SMP direbut Christpher Edbert Setiabudi di nomor kata perorangan U-14 putra dan Komang Sastrawan (kumite U-14 putra). Untuk kategori SD, tiga dari dua emas dihasilkan Nandana Putra Purnaman (kata perorangan dan kumite U-12 putra) dan Erine Brythania Auroro (kata perorangan putri U-12). Sementara empat emas di kategori SMA dipersembahkan Paramitha Nur Dea Pujiastuti (kata U-21 putri), Muhammad Rizaldi (kata U-21 putra), Maslikhah Surani (kumite U-18 putri kelas -48 kg) dan Rizal Eka kumite U-18 putra kelas -68 kg). (ant)

Wagub Bali Luncurkan Logo dan Maskot Porprov XIV Tabanan (Bali Post) Logo dan Maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV Tahun 2019 diluncurkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (23/11) kemarin. Logo Porprov mengambil ilustrasi Candi Margarana yang dipadukan dengan gambar kepala manusia dengan tawa dan butir padi di ujung tulisan Tabanan, sedangkan maskotnya adalah sapi Bali ‘’Siteng’’ yang berarti kuat. Acara tersebut dirangkaikan dengan pelantikan panitia induk. Hadir Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi, Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, OPD Tabanan serta ketua dan pengurus cabang olahraga se-Bali. Wabup Sanjaya mengungkapkan, ditetapkannya Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali merupakan suatu kehormatan sekaligus peluang menjadikan olahraga prestasi sebagai salah satu kegiatan strategis untuk mendukung roda pembangunan di Kabupaten Tabanan. Porprov yang akan berlangsung 9-19 September 2019 mengambil tema ‘’Sport, Tourism and Culture’’. Sebanyak 36 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dan dua cabor ekshibisi yang disebar di sembilan kecamatan, sehingga dapat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat lokal. Ia berharap Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan bisa

menjadi sebuah role model dalam mendudukkan olahraga bukan saja dalam hal pembangunan prestasi tetapi juga menjadikannya langkah strategis bagi masyarakat Tabanan baik secara sosial, pendidikan, ekonomi maupun hiburan termasuk dalam pengembangan kebudayaan. Ketua Umum Panitia Induk Porprov I Dewa Gede Ary Wirawan mengungkapkan, logo Porprov Bali 2019 menggambarkan semangat kepahlawanan, keceriaan, keberagaman, keramahtamahan, sportivitas dan profesionalisme menjadi satu. Butir padi di ujung tulisan Tabanan mengandung makna olahraga dapat menyejahterakan dan memakmurkan rakyat, di samping menunjukkan Tabanan adalah lumbung pangannya Bali. Sebagai penyelenggara Porprov Bali, Pemkab Tabanan sudah menyiapkan berbagai fasilitas olahraga. Rencananya venues disebar ke hampir seluruh kecamatan. ‘’Ini dimaksudkan agar gaung olahraga tidak

Bali Post/kmb28

PELUNCURAN - Prosesi peluncuran logo dan maskot Porprov Bali XIV/2019 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Jumat (23/11) kemarin. hanya di kota tetapi seluruh masyarakat Tabanan dapat menikmati dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan multi-event yang merupakan sejarah bagi Tabanan karena untuk pertama kalinya sebagai tuan rumah Porprov,’’ jelasnya. Wagub Bali Cok Ace memberikan apresiasi kepada panitia Induk Porprov Bali XIV, KONI Provinsi Bali, KONI Kabupaten Tabanan atas upaya, kerja keras dan

kerja sama dengan seluruh komponen baik pemerintah, swasta maupun masyarakat yang bahu-membahu dan termotivasi membangun saranaprasarana olahraga guna mendukung penyelenggaraan Porprov. ‘’Saya yakin apa yang sudah dikerjakan akan berdampak sangat strategis di masa mendatang, tidak hanya pada bidang olahraga, namun juga membawa multiplier effect pada sisi kehidupan ekonomi, sosial

dan budaya masyarakat,’’ ungkapnya. Melalui Porprov Bali XIV, Wagub mengharapkan dapat dilakukan evaluasi integral dari upaya pembinaan olahraga secara menyeluruh mulai dari pembangkitan minat, pemanduan bakat, seleksi dan kompetisi, pembinaan yang berkesinambungan sampai pada pencapaian prestasi guna mempersiapkan atlet menuju PON XX/2020 di Papua. (kmb28)

Nowitzki Tampil Lagi Desember Dallas – Pebasket legendaris Dallas Mavericks, Dirk Nowitzki, berharap bisa mengawali debutnya pada Desember mendatang setelah menjalani operasi pergelangan kaki kiri. Nowitzki pada awalnya diharapkan bisa tampil sejak awal musim kompetisi, tapi cederanya belum pulih dan tidak bisa mengikuti sesi latihan. Pemain asal Jerman itu merasa sudah dalam kondisi baik dan siap kembali bermain. “Rasanya berat tidak bisa bermain selama delapan minggu. Memang tidak mudah bagi yang sudah berusia 40 tahun untuk kembali ke kondisi awal di NBA. Saya berharap sekitar Desember sudah siap dan tubuh saya bisa merespons dengan baik,” kata Nowitzki yang sudah 21 tahun membela Mavericks, Jumat (23/11) kemarin.

Maverick harus memperlakukan Nowitzki secara hati-hati dan selama menjadi latihan fisik dua minggu lalu, belum terlihat perkembangan yang cukup untuk kembali mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekan satu tim. “Alasannya mengapa begitu lama karena begitu saya turun ke lapangan, saya ingin tampil dengan kondisi yang sehat di sisa musim. Saya tidak ingin pulang terlalu cepat dan mengalami cedera lagi seperti yang saya alami dua tahun lalu,” katanya. Saat ini Nowitzki berada di urutan ketujuh pemain NBA sebagai pencetak angka terbanyak yaitu 31.187 poin. Posisinya disalip oleh LeBron James di awal musim ini. Ia juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik NBA pada musim kompetisi 2006-2007. Nowitzki adalah Pemain

Terbaik Final NBA 2011 saat mengantar Mavericks ke tangga juara untuk pertama kali dan satu-satunya diraih klub itu. Musim kompetisi lalu, Nowitzki rata-rata menyumbang 20 angka. (ant/rtr)

Bali Post/afp

Dirk Nowitzki


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook