Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
16 HALAMAN
NOMOR 292 TAHUN KE 71
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
ASEAN - Para pemimpin ASEAN yang meluncurkan DELSA Satelit di sela-sela pembukaan KTT ke-34 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6) kemarin.
Bali Post/ant
Apresiasi Indonesia, ASEAN Adopsi Konsep Indo-Pasifik Bangkok – Sebanyak 10 kepala negara/pemerintahan ASEAN mengapresiasi Indonesia yang telah menginisiasi konsep Outlook (wawasan) ASEAN mengenai Indo-Pasifik. Hal tersebut diungkapkan para pemimpin ASEAN dalam sesi retreat KTT ASEAN ke-34, Minggu (23/6) kemarin, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. ‘’Para pemimpin ASEAN menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang telah menginisiasi konsep Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, sehingga pada KTT ASEAN kali ini outlook tersebut dapat diadopsi,’’ ujar Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Minggu kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan bahwa dengan outlook ini ASEAN dapat mandiri dalam bersi-
kap dan mengembangkan pandangan terhadap situasi lingkungan Indo-Pasifik dan kerja sama yang akan dilakukan di kawasan tersebut.
‘’Karena seperti yang saya sudah sampaikan kemarin bahwa walaupun wawasan ini adalah mandiri. Outlook ASEAN ini sifatnya tidak
tertutup dan membuka pintu bagi kerja sama,’’ ujar Menlu. Justru, lanjut Menteri Retno, outlook ini bersifat terbuka dan negara-negara anggota ASEAN siap melakukan kerja sama dengan mitranya di dalam konteks memperkokoh dan mengimplementasikan cara pandang ASEAN terhadap kawasan Indo-Pasifik, terutama mengenai bidangbidang kerja sama. Menteri Retno mengatakan ada lima hal utama terkait ke-
sepakatan Indo-Pasifik. Pertama, mengenai latar belakang dan alasan kenapa diperlukan sebuah outlook (wawasan) mengenai Indo-Pasifik. Poin kedua yaitu mengenai key elements. Elemen-elemen yang paling penting di dalam outlook tersebut. ‘’Ketiga, adalah tujuan. Tujuan dari outlook itu apa disebutkan. Keempat, mengenai prinsipprinsip yang dicantumkan di dalam outlook itu. Kelima, areas cooperation, area kerja
Digodok, Aturan Dewan Tak Mundur Ketika Maju Pilkada Jakarta (Bali Post) Badan Legislasi (Baleg) DPR sedang menggodok aturan yang membuka pintu bagi anggota DPR maupun DPRD tidak harus mundur saat mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan melarang, namun DPR tetap bersikukuh untuk memasukkannya melalui pasal revisi UU Pilkada secara terbatas. Ketua Baleg DPR Supratman Andi Atgas mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah usulan terkait persoalan itu dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU). ‘’Seperti Adeksi yang mengajukan supaya syarat pencalonan anggota DPRD tidak perlu mundur. Mereka mengacu pada keputusan MK. Karena MK memutuskan supaya pembentuk UU me-
wajibkan bagi PNS, TNI dan Polri untuk mundur. Oleh karena itu, PNS, TNI dan Polri tidak perlu mundur agar tidak ada diskriminasi di masyarakat,’’ ucap Supratman di Jakarta, Minggu (23/6) kemarin. Menurut Supratman, saat rapat dengar pendapat dengan Adeksi (Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia) mayoritas anggota fraksi di Baleg yang hadir memiliki keinginan dan semangat sama agar anggota DPRD maupun DPR yang maju di pilkada tidak harus mundur. ‘’Prinsipnya (keinginan anggota DPR) akan sama. Kalau saya lihat teman-teman dari semua fraksi yang hadir punya keinginan yang sama. Tetapi itu baru sikap anggota Baleg DPR, bukan pada sikap resmi fraksi. Kita belum tau sikap fraksi masing-masing,’’ ujarnya. (kmb4)
sama,’’ ujar Menlu. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN untuk memiliki outlook (wawasan) mengenai masalah Indo-Pasifik. Di dalam sesi Pleno KTT ASEAN ke-34, Presiden menyatakan menjadi penting artinya ASEAN memiliki outlook mengenai masalah Indo-Pasifik di tengah situasi ketidakpastian global. Outlook atau wawasan ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN
dalam menghormati perdamaian, budaya dialog, dan juga memperkokoh kerja sama. Selain itu, Indonesia menyampaikan terima kasih atas dukungan dari negara anggota ASEAN di dalam bersama-sama mengembangkan konsep Outlook ASEAN IndoPasifik. ‘’Presiden Jokowi mengatakan sekitar setahun yang lalu Indonesia mulai mempresentasikan konsep Indo-Pasifik ASEAN ini,’’ ujar Menlu. (ant)
Bangunan Ambruk 18 Orang Tewas
Bali Post/afp
CARI KORBAN - Petugas penyelamat mencari korban di puing-puing bangunan yang runtuh. Bangunan milik perusahaan Cina runtuh menimpa pekerja, Sabtu (22/6) waktu setempat.
Kamboja – Delapan belas orang tewas ketika satu bangunan yang sedang dibangun di Kamboja ambruk pada Sabtu (22/6), kata seorang pejabat. Sementara itu petugas pertolongan berjuang mencapai pekerja yang hilang dan dikhawatirkan terjebak di bawah tumpukan puing dan logam yang terpilin. Bangunan beton dan logam tujuh lantai tersebut di kota pantai Sihanoukville, sebelah barat ibu kota Kamboja, Phnom Penh, adalah proyek milik Cina. Sedikitnya 24 orang cedera dan sebagian pekerja terjebak di dalam bangunan setelah bangunan itu ambruk, kata kantor juru bicara bagi Provinsi Preah Sihanouk. ‘’Bangunan logam tersebut telah ambruk sendiri dan kami tidak berani memindahkannya,’’ kata Juru Bicara Oar Sareun pada Sabtu kepada Reuters -- yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad. ‘’Kami hanya bisa menunggu dan mendengarkan tanda kehidupan…’’ ‘’Kami takut bagian lain akan ambruk menimpa mereka... Kami akan bekerja sampai malam untuk memindahkan logam,’’ katanya. Satu pernyataan yang dikeluar-
kan pada Ahad oleh para pejabat Preah Sihanouk mengatakan 40 persen puing dari lokasi tersebut telah dibersihkan. Tidak jelas berapa orang lagi yang hilang. Gambar lokasi yang disebarkan di media sosial memperlihatkan beberapa kelompok petugas pertolongan sedang bekerja membersihkan beton dan tumpukan balok logam yang roboh. Provinsi Preah Sihanouk dan kota terbesarnya, Sihanoukville, telah menyaksikan masuknya arus penanaman modal dalam beberapa tahun belakangan ini dari Cina, terutama ke dalam sektor kasino, properti dan pariwisata. Kota itu, tempat pelabuhan terbesar di Kamboja dan Zona Ekonomi Khusus Cina -- yang terhubung dengan gagasan Sabuk dan Jalan Beijing -- juga mengalami booming pembangunan untuk melayani peningkatan penanam modal dan wisatawan Cina. Polisi telah menahan empat orang, termasuk tiga penyelia pembangunan, untuk ditanyai sehubungan dengan kecelakaan tersebut, kata satu pernyataan dari pemerintah provinsi tersebut. (ant)
Meriah, Rangkaian HUT Ke-379 Kota Amlapura PERINGATAN HUT ke379 Kota Amlapura bertemakan ‘’Manyama Braya’’. Tema ini sarat dengan makna dan sejalan dengan semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Karangasem untuk mengembangkan potensi wilayah dan membangkitan jati diri dengan ciri khas serta keunikan tersendiri yang mampu menarik para wisatawan juga investor. Demikian ditegaskan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa kepada wartawan, Sabtu (22/6), usai menghadiri malam resepsi Puncak Peringatan HUT Kota Amlapura, di Panggung Utama Cagar Budaya Candra Bhuawana. Mas Sumatri mengatakan, perayaan HUT Kota Amlapura kali ini sangat spesial karena dirangkaikan dengan pelaksanaan Rakernas JKPI. Kementerian Sosial dan Budaya RI telah hadir membuka Festival JKPI dan Pameran
HUT Kota Amlapura pada Minggu (16/6) lalu yang direncanakan akan digelar selama dua minggu. Perayaan HUT ke-379 Kota Amlapura yang jatuh pada Sabtu 22 Juni 2019 berlangsung kian meriah dan semarak. Diawali dengan apel bendera. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Gubernur Bali Cok Ace. Apel bendera mengundang Staf Ahli Kementerian RI, Kemenko Bidang Kemaritiman, Sekjen Datranusa, Tim Kerja Pemajuan Budaya Maritim serta diikuti oleh seluruh bupati se-Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) di Lapangan Upacara Tanah Aron. Usai apel, acara dilanjutkan dengan konvoi mobil antik dari Lapangan Tanah Aron menuju Jalan Ngurah Rai, Jalan Kartini, Jalan Sultan Agung dan finis di Puri Agung. Sebagai tuan rumah Rakernas JKPI ke-7, usai acara tersebut para tamu
JKPI akan diundang menuju pameran keris di Puri Lembu Agung lalu dijamu makan siang. Pesta rakyat tanggal 22 Juni 2019 juga akan diramaikan Pawai Budaya & Pembangunan Karangasem dari JKPI dan Kecamatan se-Karangasem. Pawai akan dimulai dari depan Banjar Pekandelan menuju Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro dan finis di Tugu Pahlawan Ciung Wanara. Usai menikmati pementasan pawai budaya dan pembangunan, pesta rakyat berlanjut di pameran di Taman Budaya Chandra Bhuana. Di mana untuk menjamu puluhan ribu masyarakat Karangasem, Pemkab Karangasem bekerja sama dengan para sponsor akan menyediakan 40 stan makanan yang seluruhnya gratis. Artinya, siapa pun masyarakat Karangasem yang datang ke pameran bisa menikmati berbagai menu masakan yang dihidangkan
secara gratis hingga sepuasnya tanpa harus membayar sepeser pun dengan menukarkan kupon yang sudah disiapkan oleh panitia. Kupon bisa ditukarkan hingga 23 Juni 2019. Untuk menjamu masyarakat Karangasem dalam pesta rakyat nanti, pemerintah melalui Panitia HUT Kota Amlapura mengaku telah menyiapkan sebanyak 60 ribu porsi berbagai jenis makanan khas secara gratis. Dan untuk 60 ribu porsi makanan tersebut, merupakan kerja sama Pemkab Karangsem dengan para sponsorship dari sejumlah badan usaha, pengusaha serta dari donatur. ‘’Ini merupakan pestanya rakyat Karangasem, hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi masyarakat Karangasem, karena merupakan puncak perayaan HUT ke-379 Kota Amlapura,’’ ucap Bupati Mas Sumatri saat diwawancarai media. Hal. 15 Panggung Utama
LEPAS PAWAI - Kementerian Koperasi dan UKM RI diwakili Sekretaris Kementerian Rully Indrawan didampingi Bupati Mas Sumatri selaku Ketua Presedium JKPI ke-7 melepas Pawai Pusaka Nusantara dari rombongan JKPI dan Pembangunan dari kecamatan se-Kabupaten Karangasem dengan ditandai pemukulan gong, di depan Panggung Bencingah Lembu Agung Puri Gede Karangasem, Sabtu (22/6).
2
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
FIGUR Menjadi Guru Sejati MENJADI guru adalah tugas mulia. Di sisi lain, guru wajib mengikuti berbagai perubahan di era revolusi industri 4.0. Untuk itu, guru wajib meningkatkan kualitas diri baik dalam kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, sosial dan kepribadiannya. Inilah yang dikatakan pengamat pendidikan Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M., sebagai guru sejati. Guru yang benarbenar menjalankan tugasnya secara profesional, mendidik dengan kasih sayang dari hati ke hati. Bukan sekadar mengajar, namun lebih banyak mendidik dan membangun karakter siswa. ‘’Membuat siswa pintar itu penting, namun lebih penting membuat siswa berkarakter,’’ tegasnya, Minggu (23/6) kemarin. Sukama yang juga pendekar Satria Muda Indonesia (SMI) ini menegaskan, sekolah dan pemerintah berkewajiban secara kontinyu memberi penguatan mutu pendidikan lewat peningkatan kualitas guru. Salah satu kelemahan guru saat ini menurutnya dalam penguasaan digital learning. Hal ini, kata Kepala SMP PGRI 1 Denpasar ini wajib dikuasai agar materi pembelajaran dan pendidikan guru sesuai dengan perkembangan zaman milenial. Guru yang sebagian adalah generasi X dan Y, harus cepat juga menyesuaikan dengan siswa yang masuk generasi Z atau milenial. ‘’Suka tak suka, guru harus ke digital learning. Mau berubah ini juga bagian dari guru sejati,’’ tegasnya. (sue)
Positif Konsumsi Narkoba
Manajer Karaoke Diamankan Denpasar (Bali Post) Lima tempat hiburan malam di wilayah Denpasar dan Kuta, Minggu (23/6) kemarin di-sweeping tim gabungan BNNP Bali, BNNK, Polda Bali, dan Denpom IX/3 Denpasar. Hasil razia tersebut, petugas mengamankan satu orang yang terindikasi positif mengonsumsi sabu-sabu (SS), Muhammad Ikbal Dimas Saputra (34). ‘’Muhammad Ikbal Dimas Saputra bekerja sebagai manajer di Royal Palace Spa and Karaoke, Denpasar. Dia berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Operasi gabungan P4GN BNNP Bali di tempat hiburan malam ini dalam rangka Pra HANI 2019,’’ kata Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Nyoman Sebudi seizin Kepala BNNP Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa. Tim gabungan ini, lanjut Sebudi, bergerak mulai Sabtu (22/6) pukul 22.30 Wita. Awalnya petugas menyasar New Bahari Entertainment di Jalan Gurita, Denpasar Selatan. Dilakukan tes urine terhadap 10 orang pengunjung dan pemandu lagu, hasilnya satu orang terindikasi mengonsumsi benzodiazepin karena sebelumnya minum obat sakit kepala. Setelah itu, sweeping dilakukan di Grahadi Bali Entertainment di By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung. Petugas melakukan tes urine terhadap 11 orang pengunjung dan pemandu, tapi hasilnya negatif narkoba. Saat melakukan razia di Boshe VVIP Club di By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, lima orang pengunjung dan pemandu lagu dites urine, hasilnya juga negatif. Petugas juga menyasar S2 KTV & Club di Jalan Patih Jelantik, Central Parkir Kuta. Dilakukanan tes urine terhadap empat orang pemandu lagu dengan hasil keseluruhan bersih dari kandungan narkoba. Sedangkan di Royal Palace Karaoke & Spa di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, dua orang pemandu lagu dan dua orang pegawai dites urine. Hasilnya, Muhammad Ikbal Dimas Saputra positif mengonsumsi narkoba. ‘’Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI diperingati sebagai bentuk keperihatinan masyarakat dunia terhadap permasalahan penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan, karena menyasar generasi penerus bangsa. Banyak kegiatan yang diselenggarakan untuk menyemarakkan HANI 2019, salah satunya dengan kegiatan operasi gabungan melakukan sweeping tempat hiburan malam melibatkan 42 personel,’’ tegas Sebudi. (kmb36)
Bali Post/ist
SWEEPING - Tim gabungan BNNP Bali, Polda Bali dan Denpom IX/3 Denpasar melakukan sweeping di tempat hiburan malam.
AGENDA PKB XLI-2019 Senin, 24 Juni 2019 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Lomba Melukis Anak-anak Tingkat SD Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Genggong, Sekaa Qak Danjur, Br. Pegok, Kel. Sesetan, Kec. Denpasar Selatan, Duta KotaDenpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar, Sekaa Truna Yowana Werdhi, Br. Batanbuah, Desa Kesiman Petilan, Kec. Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Joged Bumbung, Sekaa Joged Satya Kanti, Br.
Topik : PETANI
Tegal, Desa Bebalang, Kec. Bangli, Duta Kabupaten Bangli
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tarian khas daerah, partisipasi Kelompok Tari Uyan Ballyg - Rusia dengan Sanggar Kerta Ubud, Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Musik Drum Jepang, partisipasi “Indonesia and Japan Wadaiko Dream Team” Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Sendratari Kolosal “Alengka Binasa”, Partisipasi SMKN 1 Kasihan Bantul, D.I. Yogyakarta
CENGKEH PESIMIS
Bali Post/eka
PPDB - Sejumlah siswa dan orangtua siswa tampak mengantre untuk proses pengambilan token dan verifikasi PPDB di SMPN 10 Denpasar, beberapa waktu lalu. Guna meminimalisasi kekisruhan PPDB, Pemkot diminta fleksibel terapkan Permendikbud.
Minimalisasi Kekisruhan PPDB
Pemkot Diminta Fleksibel Terapkan Permendikbud Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020 yang mengacu pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB, menimbulkan kekisruhan di sejumlah daerah. Tidak terkecuali Denpasar. Apalagi keberadaan sekolah negeri di kota ini belum memadai. Selain itu, sebaran lokasinya juga belum merata. Oleh karena itu, mengemuka usulan agar penerapan Permendikbud tidak diterapkan secara kaku. Harus lebih fleksibel, sehingga bisa mengakomodir potensi lokal. Ketua Fraksi PDI-P DPRD Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan hal itu seusai menerima sejumlah orangtua siswa yang mengadukan persoalan PPDB tahun ini, Minggu (23/6) kemarin. Agus Arya Wibawa mengatakan, penerapan sistem zonasi kali ini menimbulkan keresahan calon siswa dan orangtua siswa. Kondisi ini akibat sejumlah permasalahan yang terjadi di Denpasar. Di antarnya, penyebaran sekolah negeri tidak merata dan kepadatan penduduk
yang tinggi di sekitar lokasi sekolah. Selanjutnya, tidak ada solusi bagi siswa yang memiliki nilai tinggi dalam akademik tetapi mereka tinggal jauh dari lokasi sekolah. Demikian pula bagi siswa yang memiliki prestasi dalam bidang seni karena terbatasnya kuota di masing-mas-
ing sekolah terancam tidak mendapatkan sekolah negeri. Menurut Agus Arya Wibawa, hal ini harus segera dicarikan solusi serta segera diambil kebijakan strategis oleh Wali Kota, karena di setiap daerah situasi dan kondisi terkait sistem ini tidak sama. ‘’Apalagi Denpasar selama ini membangun visi kota yang berwawasan budaya otomatis karakteristik masyarakatnya mulai sejak dini menggenjot anak-anaknya selain dalam bidang akademik juga dalam bidang seni,’’ ujar politisi PDI-P ini. Jika Pemkot terlalu kaku menerapkan sistem zonasi ini berdasarkan aturan Permendiknas, kata Agus Arya Wibawa, pihaknya meyakini banyak masyarakat yang akan mengalami kesulitan dalam sistem ini. ‘’Jangan
terlalu kaku teoretis dalam menerapkan aturan, harus disesuaikan dengan realita di masyarakat. Segera ambil kebijakan strategis terkait hal ini. Jangan sampai masyarakat seperti di daerah lain melakukan aksi demo hanya gara-gara masalah penerimaan siswa baru,’’ tegasnya. Sebelumnya, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditemui di sela-sela menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya di Pasar Badung mengaku belum ada kebijakan untuk menunda pelaksanaan sistem PPDB dengan zonasi. Terlebih kekisruhan yang terjadi di Denpasar berbeda dengan di daerah lainnya di Indonesia. Rai Mantra mengatakan,
kondisi PPDB sudah berjalan dengan baik. Hanya diakui pada saat pengambilan token yang sedikit ramai. Ini karena soal antrean saja. Masyarakat belum tahu soal mekanisme pengambilan token, sehingga membeludak di hari pertama. ‘’Kita melihat dulu, saya lihat kemarin di Magelang lebih parah. Menerapkan aturannya seperti itu, adanya trial and error di beberapa sekolah yang mendaftar. Ini kan belum diuji coba peraturan ini, nanti kita akan melihat kelemahannya dan akan memberikan saran kepada pemerintah pusat,’’ katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kredit Pelaku Usaha Dijamin Denpasar (Bali Post) Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, Jamkrida Bali Mandara (JBM) sebagai badan usaha milik daerah yang kepemilikan sahamnya oleh pemerintah provinsi dan kabupatan/kota di Bali, terus berupaya melakukan kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan dan perbankan dalam melakukan proteksi risiko yang dialami oleh pelaku usaha. Sejak berdiri delapan tahun lalu, saat ini sudah ada 519 lembaga keuangan yang telah menjalin kerja sama dengan Jamkrida. Mulai dari bank umum, BPR, koperasi bahkan
LPD milik desa adat di Bali. Menurut Direktur Utama Jamkrida Bali Mandara Ketut Widiana Karya, Jamkrida melakukan kegiatan usaha penjaminan sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan. Jamkrida dapat menjamin pinjaman kredit pelaku usaha apabila terjadi default/gagal bayar kepada lembaga keuangan atau debitur menghadapi risiko meninggal dunia. Dalam operasional, kata Widiana Karya, Jamkrida bisa memfasilitas peminjaman kredit untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang usahanya layak,
namun kesulitan mengakses kredit karena keterbatasan agunan (jaminan fisik atau kolateral). Jamkrida juga bisa memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hingga Mei 2019, Jamkrida telah menjamin kredit dengan plafon mencapai Rp 10 triliun kepada 194.947 debitur UMKMK. Saham Jamkrida Bali tahun ini sudah mencapai Rp 131.575.000.000 miliar. Laba akhir tahun lalu mencapai Rp 2.716.568.630 miliar. Debitur JBM sampai Mei 2019 mencapai 194.947 debitur. (kmb16)
Bali Post/kmb16
Ketut Widiana Karya
LKP Agung Gelar ”Workshop’’, Uji Kompetensi dan Lomba Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi LEMBAGA Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung kembali menggelar workshop, uji kompetensi dan dimeriahkan dengan lomba tata rias pengantin Bali modifikasi di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar, Minggu (23/6) kemarin. Pemenang lomba yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah tersebut akan mewakili Bali untuk berlomba di tingkat nasional pada Juli mendatang. Pemilik LKP serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agung Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. mengatakan, peserta uji kompetensi 25 orang, peserta workshop 60 orang dan peserta lomba 21 orang. ‘’Lomba ini sangat bergengsi karena pemenangnya yaitu juara I selain mendapatkan hadiah Rp 5 juta juga akan mewakili Bali untuk lomba ke tingkat nasional yang memperebutkan piala bergilir dan uang tunai total Rp 33 juta,’’ terang Agung. Sementara juara II mendapatkan uang Rp 2 juta, juara III mendapatkan uang Rp 1 juta, dan tentunya para pemenang juga mendapatkan piala dan piagam. Bagi mereka yang belum berhasil mendapatkan predikat terbaik akan diberikan beasiswa kursus tata rias pengantin Bali di LKP Agung. ‘’Kegiatan ini kami bekerja sama dengan Viva Cosmetics, yang selalu berkomitmen dalam membantu pelestarian budaya khususnya tata rias tradisional yang sangat beragam di Indonesia, salah satu tata rias pengantin Bali. Kami juga menggandeng WHDI, Katalia, Tiara Ku-
suma dan tentunya Bisnis Bali sebagai partner,’’ ujar Ketua DPD Katalia Bali tersebut. Ketua Umum Katalia Pusat Siti Kundari Mulyono, M.A. usai membuka kegiatan memaparkan, ujian kompetensi yang dilaksanakan tersebut sangat penting dan memang wajib diikuti oleh semua penata rias. ‘’Tujuan uji kompetensi ini adalah supaya peserta yang memiliki keterampilan, punya tanda bahwa dia itu kompeten. Tandanya itu dari LSP, sehingga mereka memiliki daya saing yang mungkin tidak dimiliki oleh salon dan penata rias lain,’’ ungkap Kun. Sementara kepada peserta lomba, Kun berharap setelah mengikuti lomba juga harus mengikuti uji kompetensi. ‘’Sekarang banyak yang otodidak, dan memiliki kemampuan yang cukup di bidang tata rias pengantin ini. Tetapi harus dipatenkan lagi dengan mengikuti uji kompetensi, sehingga benar-benar diakui kemampuannya,’’ tandasnya. Pemenang lomba akan mewakili Bali berlomba di Surabaya, 2 Juli 2019 untuk memperebutkan piala dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sekretaris WHDI Provinsi Bali Ida Ayu Candrawati mewakili Ketua WHDI mengatakan, bekerja sama dengan LKP Agung dalam upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan. ‘’Sebagai organisasi wanita berbasis Hindu, kami berupaya mengembangkan umat se-Dharma agar turut melestarikan budaya dan secara ekonomi juga berdaya bisa menghasilkan sesuatu dan memberi
Bali Post/kmb
WORKSHOP - Suasana workshop, uji kompetensi dan dimeriahkan dengan lomba tata rias pengantin Bali modifikasi yang digelar Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Minggu (23/6) kemarin. nilai tambah pada diri,’’ tuturnya. Lebih jauh dikatakan, WHDI konsen dalam pelestarian budaya, termasuk pakem-pakem dari tata rias pengantin Bali. ‘’Meskipun sekarang sudah ada tata rias modifikasi, tetapi pakempakem tersebut harus dilestarikan,’’ tandasnya. Dari hal tersebut, pemberdayaan perempuan juga dilakukan karena perempuan di Bali itu harus berdaya
sambil melestarikan pakaian adat Bali, karena ada banyak jenis pakaian adat, ada madya, pakaian adat agung, kemudian adat modifikasi. ‘’Walaupun sekarang ada make up modern, kita harus melestarikan pakem-pakem yang sudah menjadi budaya kita,’’ pungkasnya. Juara I diraih I Gusti Agung Ngurah Bagus Sugiantara, juara II diraih Ni Komang Widiasih dan juara III Yuni Antari. (kmb)
BADUNG
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
3
Dongkrak Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Badung
Wabup Suiasa Bertemu ”Travel Agent” Besar di Tiongkok
PERTEMUAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat melakukan pertemuan dengan Caissa Holiday Travel, Jumat (21/6).
SETELAH bertemu dengan perwakilan Garuda di Beijing, Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. didampingi Kabid Promosi Disparda Badung dan unsur BPPD Badung kembali melakukan pertemuan dengan salah satu travel agent besar di Tiongkok, Caissa Holiday Travel, Jumat (21/6). Dalam pertemuan itu, atas nama Pemkab Badung, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi kepada Caissa Travel atas performance perusahaan tersebut. Diharapkan pertemuan ini bisa menghasilkan kerja sama bidang pariwisata, sehingga tidak kalah dengan daerah lainnya. Dijelaskan Suiasa, basic pariwisata Bali adalah alam dan budaya. Bali memiliki berbagai jenis seni yang sulit ditemui di daerah lain dan sangat unik. Dengan didukung oleh tempat pemujaan agama
Belum Jelas, Rencana Pembangunan SMPN di Lahan Pasar Latu
Hindu sebagai salah satu daya dukung pariwisata di Bali, berbagai kegiatan ritual dan sosial-budaya, Bali menjadi magnet tersendiri di mata dunia. Khazanah budaya didukung alam yang indah merupakan modal dan daya dukung pariwisata Bali khususnya di Badung. Berbagai daya tarik wisata dimiliki Badung, seperti wisata bahari, wisata kuliner, dan lainnya yang dikemas dalam berbagai event atau festival pariwisata. Menurut Suiasa, fasilitas dan akomodasi pariwisata di Badung sangat lengkap, mulai dari vila hingga hotel berbintang bertaraf international. Dijelaskannya lebih lanjut, secara historis Bali dan Tiongkok memiliki kesamaan di bidang sosial-budaya, sehingga tidak terlalu sulit dalam beradaptasi. Ada pertalian budaya yang berlangsung sejak dulu
sampai saat ini. Sedangkan terkait kondisi terkini di Badung, Suiasa menegaskan, erupsi Gunung Agung tidak menjadi masalah selama ini, karena radius lokasi gunung dengan Badung sangat jauh. Pemprov Bali dan Pemkab Badung telah melakukan langkah-langkah penanganan bencana dan telah berbagi tugas dengan stakeholder di Bali, dengan istilah mitigasi tim bencana. Surat resmi penanganan segera dikirim ke travel agent sehingga dapat dipakai dasar pijakan tentang penanganan bencana. ‘’Kami harapkan dengan kondisi tersebut, masyarakat Tiongkok datang ke Bali untuk berwisata,’’ kata Suiasa. Caissa Touristic Travel yang diwakili Vice General Manager Caissa Holiday Freya Gao mengatakan, lebih dari 300 usaha yang dimiliki oleh Caissa Group di Beijing. Bagi
perusahaan ini, Bali bukan hal yang baru, bahkan tahun 2014 pernah melakukan carter khusus pesawat membawa rombongan ke Bali. Pihaknya terus melakukan kerja sama dengan maskapai untuk mengunjungi Bali. Menurutnya, persentase bisnis di travel dan group sangat tinggi. Selain wisata honeymoon, ada juga wisata budaya ke Bali. Update potensi budaya Bali pun terus dilakukan. Dengan menjalin hubungan yang intens, diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. ‘’Travel ini mempunyai segmen pasar khusus, tidak sembarang. Bali merupakan skala prioritas untuk dikunjungi. Kami sudah kerja sama dengan hotel, seperti Alila dan hotel bintang lainnya. Selain itu, event pernikahan yang sudah direkomendasikan adalah
Bali. Tour keluarga cocok buat Bali,’’ terangnya. Dijelaskannya, untuk festival-festival besar di Bali, perlu diinformasikan lebih intens. Informasi harus legal dan dikeluarkan oleh badan resmi terkait, sehingga dapat di-share ke travel agent atau stakeholder lainnya di Tiongkok. Sementara itu, Drs. I Wayan Wijana, S.H. dan Si Kompyang Aya dari BPPD Badung mengakui bahwa travel agent ini sudah dikenal sejak dulu memberikan support wisatawan yang tinggi terhadap pariwisata Badung. Dengan fasilitas akomodasi sebagian besar ada di Badung, diharapkan kehadiran tim promosi ini dapat menggaet wisatawan milenial. Diharapkan pula pihak travel agent dapat mensupport Badung dalam peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok. (ad596)
Mangupura (Bali Post) -
Para pedagang belum mendapatkan kepastian mengenai rencana perombakan Pasar Latu menjadi SMPN 5 Abiansemal. Padahal, rencana tersebut sudah digaungkan sejak tahun lalu. Tim dari Pemkab Badung yang telah diminta turun oleh Wakil Bupati Badung, juga belum menemukan solusi mengenai kelanjutan usaha para pedagang. Bahkan, akibat polemik tanah Pasar Kertha Sari atau Pasar Latu, pada Minggu (23/6) kemarin puluhan pedagang menemui Perbekel Abiansemal. Mereka mempertanyakan kepastian rencana pembangunan sekolah tersebut. Kedatangan pedagang didampingi Bendesa Adat Gerih Wayan Rencana. ‘’Sebagian pedagang merupakan warga Desa Adat Gerih, Abiansemal. Jadi kami ingin cari tahu kebenaran terkait pembangunan Pasar Latu menjadi sekolah,’’ ungkapnya. Perbekel Abiansemal Ida Bagus Bisma Wiratma membenarkan sejumlah pedagang mendatanginya. Namun, dia mengakui pihaknya belum pernah dipanggil mengenai kepastian rencana perombakan
Pasar Latu menjadi sekolah. ‘’Hanya pada musyawarah desa belum lama ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat, dan DPRD hadir dan kami sempat bertanya bagaimana kelanjutannya itu, kapan mau dikerjakan,’’ ujarnya. Tak hanya persoalan pedagang, ia juga ingin mendapat kepastian terkait sekolah. Sebab, berdasarkan informasi yang ia terima, sudah ada penerimaan siswa baru untuk SMPN 5. Padahal gedung sekolah belum ada. Siswa kelas VII sebanyak 3 kelas, kabarnya, untuk sementara dititip di SD 5 Abiansemal. ‘’Berdasarkan informasi dari UPT Pendidikan Abiansemal, tahun ini katanya akan diterima 6 kelas dengan jumlah per kelas 32 siswa,’’
ujarnya. Pedagang pun, katanya, mempertanyakan hal tersebut. Jika nantinya pasar tersebut dijadikan sekolah, maka seperti apa nasib mereka. Pedagang sempat mendatangi Pemkab Badung, tapi juga belum mendapat kepastian. Pedagang meminta agar tetap diberikan sebagian tempat di Pasar Latu. Hal ini mengingat mereka mendapat kios di pasar tersebut dengan membeli Rp 20 juta. ‘’Selaku perbekel saya juga sekarang belum mendapat jawaban pasti,’’ sebutnya. Bisma pun meminta para pedagang tidak usah resah. Mereka diminta berjualan seperti biasa. Sebab, menurutnya, pasti Pemkab Badung akan melakukan pertemuan dengan para pedagang. (kmb27)
FIGUR Pengembangan Pariwisata POTENSI pariwisata Desa Belok Sidan Kecamatan Petang diyakini akan mampu berkembang dengan baik. Hal ini mengingat desa tersebut memiliki potensi penunjang pariwisata berupa alamnya yang asri dan pertanian masyarakat setempat. Tak hanya itu, dukungan pemerintah juga sangat besar, dengan adanya rencana Pemkab Badung membangun agro technopark atau sentra perkebunan kopi di desa tersebut. Menurut Perbekel Belok Sidan I Made Rumawan, selain terdapat air terjun dan air panas, di sana juga sedang berlangsung proyek nasional pembangunan Waduk Sidan. Ini akan jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sedangkan untuk pengembangan sentra pertanian dan perkebunan, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Udayana.
‘’Sentra pertanian memang mendukung pariwisata di sini. Ada hasil pertanian dan buah-buahan, termasuk sayuran yaitu asparagus, tomat, cabai dan juga bunga gumitir,’’ terangnya. Pihaknya optimis, pariwisata Badung Utara akan berkembang. ‘’Inilah momen untuk pengembangan pariwisata. Apalagi seringnya diadakan kegiatan penghijauan seperti yang dilakukan Bali Post dalam event Bali Bersih Touring & Fun. Tentunya ini akan mempublikasikan kawasan Belok Sidan ini,’’ katanya, Sabtu (22/6). Dengan terus dikembangkannya potensi wisata di Belok Sidan, pihaknya berharap generasi muda yang bekerja di luar desa agar ikut memajukan desanya. Jumlah penduduk desa tersebut 4.324 KK dan mayoritas petani. Generasi mudanya sebagian besar bekerja di luar desa. (edi)
Generasi Milenial Paling Rentan Terjerumus Narkoba
GENERASI milenial dinilai paling rentan sebagai penyalahguna narkotika dan saat ini menjadi fokus kegiatan pencegahan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung. Untuk itu, BNNK Badung mengajak pelajar SMA/ SMK dan sekaa teruna teruni yang merupakan generasi milenial supaya hidup sehat tanpa narkoba. ‘’Dalam rangka pra Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI 2019, BNNK Badung menyasar generasi milenial melaksanakan defile dan lomba yel-yel antinarkoba. Pesertanya 24 regu dari SMA/SMK dan sekaa teruna teruni dengan tema milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Emas,’’ kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini. Dia berharap, melalui kegiatan tersebut akan ada peningkatan pemahaman tentang bahaya narkoba. Dengan demikian, generasi milenial
DEFILE - BNNK Badung menggelar lomba defile dan lomba yel-yel antinarkoba di Puspem Badung. mampu menolak jika ada ajakan untuk menyalahgunakan barang terlarang tersebut. ‘’Kami juga berharap seluruh peserta memahami permasalahan narkoba secara komprehensif. Selain itu, meneruskan hal tersebut kepada keluarga, sahabat, teman dan lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat di manapun bertempat tinggal,’’
ujarnya. Ia juga menyampainan, momentum peringatan HANI saat ini mesti dijadikan tonggak untuk meningkatkan komitmen turut serta memerangi narkoba saat ini juga. Dengan demikian terwujud generasi milenial yang sehat, cerdas, berinovasi, berdaya saing dan bersih dari narkoba berlandaskan Tri Hita Karana. (bns2)
Bali Post/ist
DITUTUP - TPA liar di Jalan Hilton Hill, Lingkungan Mumbul Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan akhirnya ditutup oleh DLHK Badung.
Pascakebakaran, DLHK Tutup TPA Liar di Mumbul Mangupura (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung akhirnya menutup TPA liar di Jalan Hilton Hill, Lingkungan Mumbul Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan yang terbakar belum lama ini. Selain menutup TPA liar tersebut, pada Jumat (21/6) lalu tim DLHK juga melakukan peninjauan dan pembinaan kepada pemilik lahan. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan men-
gatakan, Tim Buru Sergap Perusak Lingkungan (Brusli) DLHK Badung didampingi Lurah Benoa, Kaling Mumbul, langsung memberikan pembinaan kepada pemilik lahan TPA liar, I Wayan Kapur asal Lingkungan Mumbul. Menurutnya, luas lahan TPA liar itu 28 are yang sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu. ‘’Pemilik bersama Lurah dan Kepala Lingkungan sudah tanda tangani kesepakatan untuk penutupan kawasan
tersebut. Pihak pemilik juga sudah berjanji untuk tidak membuka kembali TPA liar itu,’’ ujar Eka Merthawan, Minggu (23/6) kemarin. Dia menegaskan, apabila kembali ditemukan aktivitas pembuangan sampah di sana, tindakan tegas akan diterapkan. Pihaknya akan memproses sesuai UU No. 18 Tahun 2008 maupun UU No. 32 Tahun 2008. Bahkan, jika kebakaran kembali terjadi dan menimbulkan kerugian bagi orang lain, pemilik lahan
harus bertanggung jawab. Ke depan, pihaknya akan lebih gencar melakukan pengawasan di Kuta Selatan, agar tidak ada lagi TPA liar. Pihaknya juga akan menutup TPA liar yang sudah terdeteksi. ‘’Sebelum hari raya Galungan nanti, akan ada tiga sampai empat TPA liar yang akan ditutup, karena menjelang musim hujan. Kalau sudah musim hujan tentu akan menimbulkan bau yang kurang sedap,’’ katanya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
LPM Unhi Denpasar Gelar Pendampingan Penyusunan Borang APS Versi 4.0 BADAN Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar pendampingan penyusunan borang akreditasi program studi (APS) versi 4.0 BAN-PT Tahun 2019 di Gedung Rektorat Unhi Denpasar, Sabtu (22/6). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. dari Unhi Denpasar dan Prof. Akhmad Fauzy, Ph.D. dari BAN-PT, serta dihadiri 74 orang peserta dari 8 perguruan tinggi di Bali. Ketua LPM Unhi Denpasar Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si. mengatakan kegiatan pendampingan penyusunan borang APS versi 4.0 digelar merujuk pada aturan baru Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) Nomor 570/BAN-PT/LL/2019 yang menyatakan semua usulan baru akreditasi harus mengacu pada instrumen APS versi 4.0 yang dimulai 1 April 2019 lalu. ‘’Kami di Unhi menyadari bahwa instrumen ini baru disosialisasikan dan harus menjadi acuan, maka kami harus memahami hal itu, sehingga harus melakukan kegiatan pendampingan penyusunan borang APS versi 4.0 di tingkat universitas agar semua civitas akademika memahami,’’ ujar Prof. Dewi Yuliana. Dalam kegiatan ini, dikatakan, ada dua poin pokok yang menjadi pembahasan, yaitu LKPS (Laporan Kinerja Program Studi) dan LED (Laporan Evaluasi Diri). Sebab, dengan versi 4.0 yang baru ini yang diutamakan tidak lagi input dan proses, melainkan lebih banyak mengacu output dan outcome. Selain itu, penyusunan borang APS versi lama berbeda dengan penyusunan
FOTO BERSAMA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Ketua LPM Unhi Denpasar Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si. berfoto bersama narasumber dan peserta kegiatan pendampingan penyusunan borang APS versi 4.0 BAN-PT. borang APS baru. Di mana pada borang versi lama terdapat borang program studi (3A), borang fakultas (3B) dan borang evaluasi diri. Sementara versi baru disederhanakan menjadi dua dokumen, yaitu LKPS dan LED. Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa mengatakan melalui kegiatan pendampingan penyusunan borang APS versi 4.0 ini diharapkan masing-masing prodi yang ada di Unhi Denpasar dapat dipetakan dengan penilaian dan pembobotan akreditasi yang baru. Dengan instrumen akreditasi yang baru nantinya akan bisa dibuatkan matriks untuk dibuatkan program-program apa saja yang akan dilakukan ke depan untuk peningkatan akreditasi masing-masing prodi. ‘’Akreditasi versi baru ini sebenarnya memotret program studi maupun universitas sejauh mana
standar pendidikan tinggi itu telah dipenuhi oleh program studi maupun universitas. Kalau prodi ataupun universitas berada pada standar minimal, itu status akreditasnya C, di atasnya terakreditasi baik atau B, dan unggul atau A,’’ ujar Prof. Damriyasa. Untuk mengantisipasi agar akreditasi prodi maupun universitas meningkat, pihaknya telah memetakan prodi mana saja yang berpotensi untuk ditingkatkan status akreditasinya berdasarkan instrumen akreditasi BAN-PT versi 4.0. ‘’Akreditasi versi 4.0 ini kan mengikuti standar nasional pendidikan tinggi. Dan kami di Unhi sedang mencoba masuk rekondisi internasional salah satunya QS (Quacquarelli Symonds) start untuk melihat sejauh mana pengakuan internasional terhadap Unhi Denpasar,’’ pungkasnya. (ad590)
Jaga Eksistensi Lingkungan dan Katrol Daya Tarik Wisata
STIMI Handayani Denpasar Gelar Baksos di Kawasan Pantai Mertasari SEKOLAH Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar menggelar bakti sosial (baksos) di Jaba Pura Dalem Pengembak, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Sabtu (22/6). Kegiatan baksos yang dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ini diisi dengan aksi bersih-bersih sampah plastik dan penanaman bibit tanaman hias. Kegiatan yang diikuti 420 orang mahasiswa semester VI pada Program S-1 Manajemen serta semester IV Program D-3 Kesekretariatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-40 dan Wisuda ke36 STIMI Handayani Denpasar. Wali Kota Denpasar Rai Mantra mengapresiasi kegiatan baksos yang diselenggarakan STIMI Handayani Denpasar ini. Pihaknya berharap aksi serupa diikuti seluruh civitas akademika, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Pulau Dewata. ‘’Kita sudah tekankan terus, pendidikan itu bukan hanya di kelas. Jadi dia (mahasiswa - red) perlu interaksi sosial dan juga lingkungan. Jadi kalau itu sudah terjadi, dan mereka bisa ‘dipanaskan’, saya rasa permasalahan untuk pembangunan berkelanjutan ini akan bisa berjalan. Tantangannya lebih bisa kita atasilah satu per satu. Tetapi kalau kesadaran ini tidak terpupuk kan sulit,’’ ungkap Rai Mantra di sela-sela kegiatan baksos STIMI Handayani Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar, dikatakannya, memiliki komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Salah satu konsistensi tersebut diimplementasikan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik. Dengan Perwali yang baru diterapkan 1 Januari 2019 lalu tersebut, pihaknya mengklaim telah banyak mereduksi produksi sampah plastik. Sejak awal tahun 2019, penggunaan kantong plastik yang semula mencapai 1 juta, mampu dipangkas menjadi 9.000.
BAKSOS - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. melakukan penanaman pohon kembang kertas di kawasan Pantai Mertasari, Sanur Kauh pada kegiatan baksos STIMI HandayaniI Denpasar, Sabtu (22/6). Kendati demikian, pihaknya tidak memungkiri, masih ada tantangan besar untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, di antaranya di pasar tradisional. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. memiliki pandangan senada dengan Wali Kota Denpasar Rai Mantra. Menurutnya, kecerdasan bersifat multidimensi, dan salah satunya dapat diwujudkan dengan sikap peduli lingkungan. ‘’Kita ingin menanamkan kepada mahasiswa STIMI Handayani Denpasar bahwa mereka nanti akan menjadi sarjana ekonomi. Mereka tidak sekadar memahami ilmu pengetahuannya saja, tetapi mereka juga memiliki sikap kepedulian. Bahkan memberikan teladan bagi masyarakat lingkungannya untuk bagaimana mengelola dan kemudian mengambil tindakan-tindakan yang dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan terkecil untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,’’ paparnya. Radendra mengaku kegiatan bakti sosial merupakan agenda rutin STIMI Handayani Denpasar. Bahkan pihaknya disebut telah bek-
erja sama dengan Desa Sanur Kauh untuk upaya pelestarian lingkungan di kawasan Pantai Mertasari. Selain untuk menjaga eksistensi lingkungan, langkah ini sekaligus sebagai upaya STIMI Handayani Denpasar mengatrol daya tarik wisata di Pantai Mertasari. ‘’Kita ingin tidak sekadar datang kemudian kita tinggalkan, tetapi kita ingin merawat menjadi sebuah hasil karya yang bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Apalagi di sini kan objek wisata. Jadi kebersihan dan keasrian lingkungan menjadi kunci dalam mendatangkan sekaligus membuat wisatawan betah berada di kawasan Pantai Mertasari ini,’’ pungkas Randendra. Wakil Ketua I STIMI Handayani Denpasar Dr. Dra. Ni Ketut Karwini, M.M. menambahkan, dipilihnya kawasan Pantai Mertasari sebagai tempat pelaksanaan kegiatan baksos karena Desa Sanur Kauh merupakan desa binaan STIMI Handayani Denpasar. Bahkan, kegiatan baksos di kawasan Mertasari dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu pada saat dies natalis dan penerimaan mahasiswa baru. (ad591)
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Membeludak, Pendaftaran Siswa Baru di SMP PGRI 8 Denpasar
Rata-rata Nilai UN Peringkat Ke-6 di Denpasar dan Ke-10 di Bali SEPERTI kata pepatah, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Peribahasa ini memang sangat pas jika disandingkan dengan berbagai prestasi yang diraih SMP PGRI 8 Denpasar yang populer dengan sebutan ‘’Griasta School’’. ‘’Seluruh stakeholder sekolah bekerja dengan maksimal, termasuk juga orangtua siswa yang selalu mendukung seluruh kegiatan sekolah,’’ ujar I Ketut Gd Adi Trisna Sugara, S.T., M.Pd., Kepala SMP PGRI 8 Denpasar. Griasta yang rutin setahun dua kali dikunjungi tamu asing dari berbagai negara berhasil meraih juara I lomba Story Telling di Disdikpora Kota Denpasar dan juara I lomba Literasi Bahasa Indonesia di Disdikpora Kota Denpasar 2018. Di samping itu pada tahun 2018, sekolah yang terletak di Kelurahan Ubung ini dipercaya mewakili sekolah di Denpasar pada acara seminar remaja yang dihadiri Ibu Negara bersama Ibu Wakil Presiden dan istri tujuh menteri Kabinet Kerja, mengingat SMP PGRI 8 Denpasar merupakan juara I Sekolah Hemat Energi dari Kementerian ESDM RI 2017. SMP PGRI 8 Denpasar yang dikenal dengan kedisiplinan siswa serta guru dan pegawainya ini pada tahun 2019 kembali menunjukkan prestasi yang gemilang dan membuktikan diri mampu bersaing di antara sekolah negeri dan swasta lainnya dengan meraih rata-rata nilai UN peringkat ke-6 dari 73 sekolah di Kota Denpasar dan peringkat ke-10 dari 418 sekolah di Bali. Hal ini menjadi peningkatan prestasi bagi Griasta, di mana pada tahun 2017 meraih rata-rata nilai
UN peringkat ke-7 di Denpasar. Untuk mengapresiasi prestasi tersebut, pada HUT yang ke-36 Griasta menyelengarakan kegiatan ‘’Kuliner Griasta’’ serta ‘’Got Talent’’ dan pada acara puncak menampilkan Nanoe Biroe sebagai bintang tamu. ‘’Dengan meraih hasil maksimal di UN itu menandakan semua proses pendidikan di SMP PGRI 8 Denpasar sudah berjalan dengan baik dan perlu ditingkatkan kembali agar tahun depan bisa menjadi yang terbaik di Kota Denpasar,’’ jelas Adi Trisna Sugara yang dipercaya menjadi Wakil Ketua MKKS SMP Kota Denpasar dan Wakil Ketua PGRI Denpasar Utara. SMP PGRI 8 Denpasar dengan gedung baru berlantai tiga selalu berinovasi di bidang teknologi untuk meningkatkan kualitas di era digital 4.0. Seperti melengkapi fasilitas sekolah dengan absensi scan wajah, pembayaran online, dan CCTV. Di samping itu, juga
untuk memberikan suasana belajar mengajar yang nyaman, baik bagi siswa maupun guru. Tiap kelas dilengkapi dengan AC dan TV LED 50”. Keunggulan lainnya yaitu penambahan program bahasa di antaranya bahasa Jepang dan bahasa Mandarin yang menjadi ikon tersendiri bagi Griasta. Dengan berbagai prestasi dan keunggulannya, wajar masyarakat sangat antusias untuk menyekolahkan anaknya di SMP PGRI 8 Denpasar yang dibina I Wayan Kamasan, S.Pd., M.Pd. yang juga selaku Kepala SMPN 5 Denpasar. Hal ini bisa dilihat dari pendaftaran siswa baru yang meningkat 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra dan putri tercintanya di SMP PGRI 8 Denpasar,’’ kata I Wayan Kamasan yang dikenal humoris dan dekat dengan siswa. (ad592)
Open Forum, Lokakarya dan RAT Tahun Buku 2018
Inkopdit Luncurkan Aplikasi Digital
KEMAJUAN teknologi yang pesat serta era digitalisasi membuat layanan yang menguasai teknologi akan semakin besar dan maju. Pentingnya peningkatan SDM serta penerapan teknologi dalam sebuah layanan membuat Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) me-launching layanan aplikasi digital. Hal ini dipaparkan Ketua Pengurus Inkopdit Joko Susilo dalam acara pembukaan Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit Tahun Buku 2018, di Sanur, Minggu (23/6) kemarin. Ia melanjutkan, Inkopdit memiliki kekuatan yang besar namun belum cukup muncul dalam fakta keseharian. Untuk itu, diharapkan dalam pertemuan tahun ini, kekuatan tersebut akan semakin dimunculkan, sehingga menjadikan Indonesia semakin kuat dan sejahtera. ‘’Tahun lalu kita menggelar acara ini di Palembang. Kala itu kita mengambil tema persatuan dalam keragaman di mana tema tersebut menjadi modal untuk tantangan ke depan yaitu era digitalisasi,’’ ujarnya. Karenanya untuk tahun 2019 ini tema Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit Tahun Buku 2018 adalah ‘’Digitalisasi Pelayanan pada Era Milenial Dalam Rangka Keberlanjutan GKKI’’. Joko Susilo menambahkan, untuk bisa bersaing di era digitalisasi ini, Inkopdit me-launching program aplikasi digital yang akan semakin memudahkan dalam memberikan jasa pelayanan. Ia berharap layanan ini bisa menjadi kekuatan baru dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Inkopdit sekaligus semakin meningkatkan kesejahteraan anggota maupun masyarakat. Sementara itu, Ketua Puskopdit Bali Artha Guna Paskalis Budy Hartono mengatakan, Inkopdit memiliki kurang lebih 3,2 juta anggota dan aset sebesar Rp 30 triliun. Dengan kekuatan
BUKA LOKAKARYA - Acara Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit Tahun Buku 2018, Minggu (23/6) kemarin dibuka Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto dengan tanda pemukulan gong. ini, pihaknya yakin jika didongkrak dengan layanan aplikasi digital dengan nama Swita, ke depan bisa menjadi salah satu unicorn dari Indonesia. ‘’Saat ini dari tujuh unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya dari Indonesia. Kami dengan peluncuran aplikasi Swita bertujuan menjadi unicorn baru yang sesuai dengan cita-cita Presiden RI Jokowi untuk mendorong terbentuknya 100 unicorn baru dari Indonesia,’’ ujarnya. Aplikasi Swita ini, dijelaskan Budi Hartono, akan mempermudah anggota untuk mengakses data simpan-pinjamnya dan mempersingkat waktu transaksi yang biasanya dilakukan secara manual. Layanan aplikasi Swita ini diharapkan bisa semakin mempercepat layanan anggota yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan pada anggota dan masyarakat sekitarnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra mengatakan, dalam penggunaan teknologi informasi, koperasi yang ada di Bali menyesuaikan sesuai skala usaha. Untuk koperasi baru atau koperasi tani tentu layanannya masih manual. Se-
mentara koperasi dengan aset Rp 10 milyar ke atas untuk di Bali, beberapa sudah menerapkan layanan digital atau online. ‘’Beberapa koperasi di Bali sudah menerapkan ini. Dan akan dijadikan contoh untuk meningkatkan layanan pada anggota, transparansi serta rasa aman melalui teknologi,’’ ujarnya. Untuk Inkopdit, katanya merupakan gabungan koperasi kredit di mana beberapa koperasi kredit di Bali sudah bergabung. Menurutnya, koperasi kredit di bawah binaan Inkopdit selalu menerapkan jati diri koperasi dengan sungguh-sungguh, misalnya hanya melayani anggota. ‘’Saya rasa ini yang benar dan perlu ditiru oleh koperasi kredit yang ada di Bali,’’ imbuhnya. Acara Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit Tahun Buku 2018, Minggu (23/6) kemarin, dibuka oleh Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto yang juga dihadiri Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko dan Ranjith Hettiarachchi, Chief Executive Officer at Asian Confederation of Credit Unions. (ad489)
awal. SMK Penerbangan Cakra Nusantara terletak di Jalan Drupadi No. 25 (kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar (kampus 3) dengan nomor pendaftaran 03614742600. Juga dapat dilakukan via SMS
ke nomor telepon : 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/ HP. Pendaftaran online via website kami di www.smkpenerbangan.sch.id. (ad593)
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Memberi Ruang Pembentukan Sikap Kepemimpinan Transformasional
DEWASA ini perkembangan sosial kemasyarakatan yang begitu pesat, telah menimbulkan terjadinya pergeseran paradigma dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali kepemimpinan. Pada masa kepemimpinan transaksional, pemimpin dapat memimpin secara efektif ketika ada kesepakatan yang sifatnya transaksional. Saat ini berkembang berbagai model kepemimpinan sebagai bentuk respons pergeseran paradigma tersebut. Di antaranya muncul kepemimpinan transformasional dan menjadi lebih efektif karena melibatkan peran serta dan partisipasi aktif, optimal menuju terwujudnya perubahan. Kepemimpinan transformasional melibatkan pola pikir, sikap dan tingkah laku individu anggota yang memberikan dampak positif organisasi. Di antaranya dengan mendorong terciptanya perubahan positif, memunculkan visi bersama, mengawal proses perubahan. Ada
empat karakter kepemimpinan transformasional yakni berkarisma, memotivasi dan menginspirasi, perhatian secara individu dan cerdas untuk solusi. Menurut Pembina OSIS SMK Penerbangan Cakra Nusantara sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Putu Agus Mahendra, S.Pd., beberapa kegiatan sebagai implementasi dan aktualisasi sikap kepemimpinan transformasional telah dan akan dilakukan OSIS SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Di antaranya acara dialog bebas bicara terstruktur dengan pengurus sekolah dan yayasan, donor darah, berbagai kegiatan sosial (pedulipendidikan.or.id) serta bakti sosial mempercantik lingkungan dengan taman. Sosialisasi informasi tentang SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A kepada sekolah-sekolah dan masyarakat. ‘’Ini semua upaya untuk memunculkan dan wahana berlatih menuju kehidupan nyata
setelah lulus nanti,’’ sebutnya. Penerapan model kepemimpinan transformasional yang didukung karakter dan keterampilan akan berpengaruh secara simultan terhadap perkembangan personal. Semoga setelah lulus akan membentuk dirinya pemimpin sebagai agen aktif dalam perubahan positif kehidupannya. Sikap kepemimpinan ini menjadi contoh bagi diri sendiri dan diharapkan menginspirasi sehingga menjadi contoh bagi lingkungan sekitar. Misalnya menyampaikan usulan dan saran harus disertai dengan solusi bersama agar mencapai mufakat. Dengan Kurikulum Nasional 2018, yang mengutamakan praktik 70%, dan teori 30%, SMK Penerbangan Cakra Nusantara membuka empat jurusan yang bergerak di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan. Di antaranya Airframe and Power Plant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan)
dan Otomatisasi dan Tatakelola Perkantoran (Bandara). SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih peringkat ke-4 terbaik SMK se-Bali dengan 97 persen nilai UNBK di atas rata-rata Provinsi Bali, yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni peringkat ke-6 SMK se-Bali dengan 84% nilai UNBK di atas rata-rata Provinsi Bali. SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah terakreditasi A (unggul) mempersiapkan alumni yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi bersertifikat kompetensi BNSP, sehingga sudah pasti diterima di dunia industri (dudi) sesuai Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004. Segera daftarkan putra-putri Anda di SMK Penerbangan Cakra Nusantara dengan fasilitas pendidikan dan praktik di bidang penerbangan, kebandaraan dan kedirgantaraan dengan teknologi ter-update serta beasiswa-beasiswa jutaan rupiah sehingga terampil lebih cepat sukses lebih
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Kapolres Badung dan Wakapolresta Gelar Anjangsana Mangupura (Bali Post) Di sela-sela kesibukan rutinnya, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menyempatkan diri melakukan anjangsana ke rumah warga yang menyandang disabilitas. Pada Minggu (23/6) kemarin, Kapolres Yudith bersama rombongan menyambangi rumah I Putu Krisna (15) di Banjar Petang Suci, Badung. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Oka Bawa mengatakan, Krisna tinggal bersama ibunya, I Gusti Ayu Anom Dewi Yuni. ‘’Yang bersangkutan (Krisna - red) menderita kelainan fisik sejak lahir,’’ ujarnya. Selanjutnya rombongan Polres Badung bersama pengurus Bhayangkari Polres Badung menyambangi rumah Moch M. Nasir (52) di Banjar Dinas Angantiga, Petang, Badung. Nasir juta mengalami disabilitas cacat fisik dari lahir. ‘’Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-73 Bhayangkara. Kapolres bersama rombongan touring ke rumah penyandang disabilitas tersebut,’’ tegas Oka Bawa. Kegiatan touring tersebut juga diisi pembagian helm 10 SNI gratis sebanyak 10 buah kepada masyarakat yang berkendara di jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang,
Bali Post/ist
ANJANGSANA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta saat anjangsana ke rumah penyandang disabilitas. Badung. Selanjutnya rombongan tersebut sembahyang di Pura Puncak Tedung, Banjar Konokeling, Desa Sulangai, Petang. Kunjungi Pati Jompo Anjangsana dan bakti sosial juga dilakukan Polresta Denpasar, Sabtu (22/6). Waka Polresta AKBP Benny Pramono bersama pengurus Bhayangkari Polresta Denpasar mengunjungi Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya di Jalan Gemitir No.66, Biaung, Denpasar Timur. Pada kesempatan itu, Benny Pramono menyampaikan sudah menjadi kewajiban
sebagai anak untuk datang menjenguk orangtua. Selain itu juga sebagai anak harus mohon doa kepada orangtua karena doa merekalah bisa menjadi lebih sukses ke depannya. ‘’Memperingati Hari Bhayangkara ke-73, kami mohon doa semoga ke depan Polri lebih baik dalam melayani masyarakat,’’ ujarnya. Sebagai ungkapan perhatian serta sentuhan hati yang mendalam dilanjutkan penyerahan bingkisan oleh Benny Pramono didampingi Wakil Ketua Bhayangkari dan Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra. (kmb36)
Tuan Rumah Pimnas 2019
Unud Berharap Bisa Tingkatkan Suasana Akademis Kampus Mangupura (Bali Post) Sebanyak 1.700 mahasiswa dari 150 perguruan tinggi seIndonesia akan berpartisipasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 yang akan berlangsung pada akhir Agustus 2019. Dalam hal ini, Kemenristekdikti menunjuk Universitas Udayana (Unud) sebagai tuan rumah pelaksanaan Pimnas ke-32 tahun 2019. Ketua Panitia Pimnas ke-32 Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.S. mengharapkan PIMNAS ini bisa memberi manfaat pada peningkatan suasana akademis kampus, utamanya gairah penelitian dan pengembangan sikap kewirausahaan mahasiswa secara kualitas dan kuantitas. Menurutnya, perbaikan suasana akademis dapat tercapai melalui realisasi berbagai kegiatan sebagai pengejawantahan Pimnas. Adapun tema yang diambil yaitu mewujudkan mahasiswa Indonesia yang kreatif, inovatif, unggul, dan mandiri berlandaskan ketakwaan dan budaya nasional dalam bingkai kebinekaan. ‘’Dalam Pimnas ini selain
berkompetisi untuk menggali potensi akademis yang unggul, juga menekankan pengembanggan kepribadian mahasiswa dan sikap tenggang rasa atau menghargai perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan,’’ tegas Guru Besar FP Unud, Minggu (23/6) kemarin. Selaku penanggung jawab bidang kemahasiswaan Unud, Prof. Sudarma menyatakan mahasiswa Unud sudah berpartisipasi aktif, baik olahraga, seni maupun aktivitas sosial lainnya. Namun, katanya, di bidang akademis, partisipasi mahasiswa masih perlu ditingkatkan. ‘’Persentase keterlibatan mahasiswa relatif kecil dibandingkan jumlah seluruh mahasiswa Unud. Semoga dengan penyelenggaraan Pimnas 32 ini mahasiswa semakin menyadari dan tertantang terlibat di kegiatan ilmiah,’’ pungkasnya. Sementara, Wakil Ketua Panitia Pimnas ke-32 Dr. Ir. I Ketut Sardiana, M.Si. menambahkan, ada sebanyak 460 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari seluruh Indonesia akan dikompetisi-
kan. Di mana 31 di antaranya diajukan mahasiswa Unud. ‘’Mudah-mudahan seluruh proposal mahasiswa Unud lolos pada pengumuman 25 Juli mendatang,’’ harapnya. Sardiana yang juga Ketua Udayana Student Creative Center itu menjelaskan, Pimnas ke-32 terdiri dari dua agenda utama yakni presentasi PKM bidang, dan pameran poster maupun produk PKM. Bidangbidang PKM yang dikompetisikan antara lain, penelitian (eksakta & sosial humaniora), pengabdian masyarakat, penerapan teknologi, karsa cipta, kewirausahaan, gagasan tertulis dan gagasan futuristik dlm bentuk video pendek. Ditambahkan, sejumlah kegiatan penunjang yang diselenggarakan pada Pimnas ke-32 seperti stadium general, sarasehan pimpinan perguruan tinggi, gelar teknologi dan kompetisi non-Pimnas, serta pagelaran seni dan keakraban. Selama Pimnas juga akan diadakan lomba-lomba on the spot seperti lomba foto, essay, yang melibatkan seluruh kontingen. (kmb23)
Warung Global
Meski Menurun, Wisatawan Tiongkok yang Datang Berkualitas TERKAIT dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, pendengar Radio Global 96,5 FM memberikan beragam komentar. Dalam acara dialog interaktif Warung Global ini, beberapa kawan yang berkecimpung di sektor pariwisata merasakan aksi penutupan usaha tamu Tiongkok terlalu cepat, sehingga berimbas langsung bagi pelaku wisata yang mengakibatkan kita gigit jari. Ada juga yang optimis meskipun kunjungan tamu Tiongkok menurun, tetapi kualitas kunjungan membaik. Berikut rangkuman opini selengkapnya. Sebagai masyarakat bergerak di sektor pariwisata yang tentunya bersentuhan langsung dengan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok, mestinya pemerintah mengambil langkah persuasif dulu sebelum mengambil tindakan penutupan di lapangan. Pemerintah ingin mendatangkan tamu yang berkualitas, apa sudah siap semua di lapangan? Sementara jika kunjungan/tamu menurun, yang kena imbas adalah yang di lapangan. Kita gigit jari. Hal ini disampaikan Walek di Gelogor. Kebijakan ini, menurutnya, lebih dahsyat dari erupsi Gunung Agung beberapa tahun silam. Setelah erupsi, kunjungan ke Bali normal kembali, tetapi yang ini beda. Sekarang ngemis-ngemis meminta agar kunjungan tamu Cina kembali ditingkatkan. Menurutnya, itu tak mungkin. Di balik itu, Bali juga harus siap dan berbenah. Kesiapan pemandu wisata seperti guide bahasa Mandarin yang masih minim dan sebagainya. Pro-kontra dalam menilai sebuah kebijakan itu sudah biasa. Demikian diungkapkan
Wayan Gama di Denpasar. Seperti halnya Walek, ia juga bekerja di sektor pariwisata. Tetapi tak begitu terpengaruh dengan kunjungan tamu Tiongkok yang menurun. Justru dengan hal ini kita bisa introspeksi diri. Jangan takut. Ia melihat tamu Cina yang datang ke Bali saat ini memiliki kualitas baik dari yang sebelumnya. Ia mengajak rekan-rekan yang bergerak di sektor pariwisata bersabar sambil berbenah. Kunci utama dalam dunia pariwisata, menurut Fera di Tabanan, adalah keamanan dan kerukunan. Kalau tidak ada rasa aman dan tidak rukun, pasti tamu enggan datang ke Bali. Jadi keamanan tetap nomor satu. Secara umum, imbas dari menurunnya wisatawan Tiongkok berdampak. Jadi agak sedih juga, demikian ungkap Wayan Beratayasa, pekerja di pariwisata lainnya. Tetapi jangan dipikirkan terlalu dalam. Jangan berlarut-larut. Dengan hal ini sebaiknya semua berbenah, tamu ramai tetapi tak berkualitas. Kita juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Sugik di Mambal turut beropini. Pemerintah sebai-
knya melakukan pendekatanpendekatan. Salah satunya melakukan promosi ke pemerintah Tiongkok secara langsung untuk memperbaiki kondisi ini. Meskipun sedikit, tetapi tamu yang datang ke Bali memiliki kualitas. Demikian pendapat Arya di Denpasar. Sebab, ia melihat bukan tamu Tiongkok saja, tamu dari negara lain juga ada yang berbuat kriminal ke Bali. Ini harus diberikan sanksi hukum. Senada dengan Budiada di Tabanan, dalam berbisnis harus saling menguntungkan. Tiongkok datang ke Bali, buka bisnis, bawa guide dan travel agent sendiri. Ini merugikan Bali. Kita jangan mau didikte. Sementara Ayu di Petang menambahkan, meskipun kunjungan tamu Tiongkok menurun, tetap disyukuri. Tak usah merayu-rayu agar datang lagi ke Bali. Jika penurunan tamu ini disebabkan dari buntut penertiban atas pelanggaran yang dilakukan tamu Tiongkok, itu sesuatu yang bagus menurut Werdha di Gianyar. Kualitas memang perlu dipikirkan. Dalam jangka panjang kita perlu pikirkan juga. Jangan sombong dan jangan terlalu memurahkan diri. Dengan kondisi seperti ini sebaiknya bertahan saja, tak perlu terlalu gencar mempromosikan Bali. Terakhir, 70 persen lebih Bali bergantung dari sektor pariwisata. Kalau bisa jangan sampai kunjungan anjlok terus. Suardana di Tabanan menawarkan agar promosi terus gencar dilakukan. (sikha)
5
Road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023
PN Denpasar dan Unmar Teken MoU SEBAGAI bentuk kepedulian dalam perkembangan dan persaingan global mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta (Unmar) kembali melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Dalam kesempatan ini, kampus Unmar sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Bali yang selalu berperan aktif dalam berbagai kegiatan positif yang tentu diharapkan memiliki manfaat dalam pengembangan pengetahuan. Dalam penandatanganan MoU ini, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Unmar dengan Ketua Pengadilan Negeri Denpasar yang dilaksanakan di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar. Pada pertemuan dan sekaligus penandatanganan kerja sama tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Dr. Bangbang Ekaputra, S.H., M.H. sangat mengapresiasikan Unmar. Dengan adanya MoU ini, Ketua PN Denpasar siap memberikan fasilitas untuk menunjang proses belajar serta Tri Dharma untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Di mana Fakultas Hukum juga memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan
Anak untuk menambahkan ilmu hukum beserta praktikpraktik yang terjadi di Pengadilan Negeri Denpasar. Pada kesempatan itu, menurut Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. selaku Dekan FH, kerja sama ini adalah bentuk nyata bagi Fakultas Hukum. Meskipun dalam proses belajar mengajar di kelas sudah diberikan pemahaman terkait dengan ilmu yang menyangkut pengadilan, namun perlu diimbangi dengan praktik di lapangan. Hal ini juga memberikan wawasan kepada mahasiswa, khususnya Fakultas Hukum lebih mempertajam ilmu dan praktiknya dalam bidang pengadilan. Pada kesempatan itu, Fakultas Ekonomi yang dihadiri langsung Dewa Usadha, S.E., M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi mengatakan penjanjian kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Pengadilan Negeri Denpasar adalah wujud implementasi dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan serta pengabdian. Kerja sama di bidang pendidikan dalam bentuk magang dan pelatihan. Sebagai pusat studi mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir dan ikut menyosialisasikan peraturan perundang-undangan, workshop
TRI DHARMA - Ni Ketut Wiratny, S.H,. M.H. (Dekan Fakultas Hukum Unmar) dan I Dewa Nyoman Usadha, S.E., M.M. (Dekan Fakultas Ekonomi Unmar) bersama Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. TOT, konseling, kuliah umum dan lainnya. Tujuan semua itu berujung pada peningkatan kualitas SDM tamatan Fakultas Ekonomi yang visioner ke depan. Di tahun ajaran 2019 ini, Unmar membuka kembali dua pendaftaran mahasiswa baru untuk dua fakultas yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Untuk Fakultas Hukum pendaftaran dan perkuliahan akan dilaksanakan di Kampus B Unmar, Jalan Pegangsaan
Timur Niti Mandala, Renon, Denpasar (belakang Museum Bung Karno/sebelah Kantor BPJS Kesehatan). Sedangkan untuk Fakultas Ekonomi, baik jurusan manajemen dan kewirausahaan, pendaftaran dan perkuliahan akan dilaksanakan di Kampus A Unmar Jalan Ken Arok No. 10, Denpasar, Bali. Tersedia kelas reguler, ekstensi, beasiswa dan LP2M. Untuk pendaftaran gelombang II akan berakhir pada 1 Juli 2019. (ad594)
menyebabkan syok sampai kematian. Pada fase kritis ini juga, orangtua sering terlambat membawa anaknya berobat, karena menganggap bila suhu tubuh anak mulai turun berarti penyakit DBD akan mengalami penyembuhan, padahal inilah fase kritis infeksi virus dengue, di mana akan tampak jumlah trombosit terendah dan nilai hematokrit tertinggi. Orangtua perlu mengenali tanda-tanda bahaya DBD berikut, yaitu anak tampak lemas, badan dingin (terutama pada ujung lengan dan kaki) bahkan dapat terjadi penurunan kesadaran (kondisi syok), serta muntah terus-menerus, nyeri perut, perdarahan pada kulit (ruam kemerahan), mimisan, gusi berdarah, sampai terjadi muntah darah dan buang air besar berdarah. Jika muncul salah satu atau lebih dari tanda bahaya, segera bawa anak anda ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mencegah anak jatuh dalam kondisi yang lebih berat. Sebelum dibawa berobat, anak sebisa mungkin diberikan cairan yang mengandung mineral (cairan isotonik, air putih, atau oralit). Pemberian jus jambu atau kurma untuk penderita DBD belum terbukti bermanfaat secara ilmiah. Fase pemulihan, bila fase kritis terlewati maka terjadi pengembalian cairan dari ekstravaskuler ke intravaskuler secara perlahan pada 48 – 72 jam setelahnya. Keadaan umum anak membaik, nafsu makan pulih kembali, hemodinamik stabil dan jumlah trombosit perlahan kembali normal. Penyakit DBD sendiri dapat
dicegah dengan penggunaan kelambu saat tidur, lotion antinyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, pemeriksaan jentik nyamuk di bak mandi, penyemprotan cairan insektisida (fogging), dan gerakan 3 M (mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan menguras bak air) untuk mencegah tertampungnya air hujan yang dapat menjadi media pertumbuhan larva nyamuk aedes aegypti. Selain itu, Vaksin dengue sendiri masih melalui fase kajian efektivitas dan keamanannya, WHO menyatakan bahwa vaksin demam berdarah dengan kandungan virus dengue yang dilemahkan, dianggap efektif dan aman bagi orang yang memiliki riwayat infeksi virus dengue sebelumnya (individu seropositive). Namun vaksin tersebut dianggap dapat meningkatkan risiko demam berdarah derajat berat pada orang yang baru pertama kali terinfeksi virus dengue setelah sebelumnya mendapat vaksin. Untuk itu, vaksin dengue ini belum diimplementasikan pada program imunisasi nasional. Akhir kata, demam berdarah dengue adalah self limiting disease. Menjadi berbahaya kalau terjadi dampak ikutan, misalnya Dengue Shock Syndrome (DSS). Sehingga penting bagi orangtua untuk meningkatkan dan menjaga intake cairan pada anak dengan demam berdarah dengue serta mengenal tandatanda bahaya demam berdarah dengue.
Kenali Demam Berdarah Dengue pada Anak
PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Jumlah penderita dan penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Sejak tahun 2007, seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali berisiko tinggi. Berdasarkan data sekunder Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI tahun 2018, Provinsi Bali adalah provinsi dengan angka kesakitan (incidence rate) DBD tertinggi di Indonesia yaitu mencapai 105,95 kesakitan per 100.000 penduduk, dengan prevalensi tertinggi menyerang pada anak-anak. Angka kesakitan ini menurun lima kali lipat dibandingkan tahun 2016 yaitu 515,90 kesakitan per 100.000 penduduk. Namun keterlambatan penanganan dari penyakit ini pun bisa menyebabkan kematian. Angka kematian DBD (case fatality rate) di Indonesia cukup tinggi, mencapai 0,72% (yaitu 72 kematian tiap 10.000 kasus). Lalu sudahkah Anda mengenal tanda bahaya DBD? Sebelumnya, mari kita mengenal vektor pembawa virus dengue. Penyakit ini disebabkan infeksi virus dengue (famili Flaviviridae) dengan empat jenis serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 (semua serotipe dapat ditemukan di Indonesia). Menurut situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus dengue dibawa nyamuk aedes aegypti betina. Setelah virus terinkubasi selama empat sampai 10 hari, nyamuk yang terinfeksi bisa menularkan virus tersebut seumur hidupnya. Lalu mengapa nyamuk aedes aegypti betina menggigit manusia? Bagaimana penularan virus dengue ke tubuh manusia? Nyamuk aedes aegypti yang terinfeksi, menularkan virus dengue melalui saliva (air liur). Saliva nyamuk yang mengandung virus dengue dimasukkan ke tubuh manusia untuk mencegah pembekuan darah, sehingga nyamuk dapat menghisap darah manusia dengan mudah. Manusia yang terinfeksi virus dengue ini akan mengalami gejala awal 4-7 hari kemudian. Nyamuk aedes aegypti betina sendiri membutuhkan darah manusia untuk memproduksi sel telur, dan dapat menghasilkan 100-200 telur setiap kali siklusnya. Telur-telur ini nantinya akan diletakkan di air tergenang dan bila suhu air cukup rendah, telur akan berkembang menjadi larva aedes yang mengandung virus dengue yang sama. Bisa dibayangkan tidak mudah memutus siklus tersebut, bila kebersihan lingkungan tidak terjaga, jumlah nyamuknya banyak, dan virusnya ada. Manifestasi infeksi virus dengue pada anak-anak cukup bervariasi, mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik), demam yang tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan atau tanpa disertai perdarahan, DBD/dengue hemorrhagic fever, sampai keadaan yang paling berat dan dapat menyebabkan kematian yaitu sindrom syok dengue (SSD atau DSS). Gejala klinis infeksi virus dengue terdiri atas tiga fase yaitu fase demam, fase kritis dan fase pemulihan. Fase demam ditandai dengan demam mendadak tinggi selama 2 – 7 hari, disertai nyeri kepala, nyeri
di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, kemerahan pada kulit khususnya kulit wajah (flushing), serta gejala lain seperti nafsu makan berkurang, mual, dan muntah. Pada fase ini, demam dengue tidak khas, dan sulit dibedakan dengan penyebab demam lainnya pada anak. Begitupun dengan hasil laboratorium darah, pada fase awal ini, penurunan sel darah putih (leukopenia) mulai terjadi, namun jumlah trombosit maupun hematokrit seringkali masih dalam batas normal. Sehari sebelum demam dengan teknik diagnosis deteksi NS1, maka antigen virus telah bisa dideteksi, namun pemeriksaan ini tidak spesifik. Sehingga tidak mudah sebagai orangtua untuk mengenal gejala infeksi virus dengue pada tahap awal ini, untuk itu perlu mewaspadai tanda bahaya demam berdarah dengue pada anak. Uji serologi Dengue IgM dan IgG seringkali dilakukan dan dapat membantu. Pada infeksi primer, IgM akan muncul dalam darah pada hari ke-3, mencapai puncaknya pada hari ke-5 dan kemudian menurun serta menghilang setelah 60-90 hari. IgG baru muncul kemudian dan terus ada di dalam darah dalam jangka waktu yang lama. Setelah melewati fase demam, anak mulai memasuki fase kritis, berkisar hari ke 3-6 sejak demam hari pertama. Pada fase ini terjadi penurunan suhu tubuh disertai kenaikan permeabilitas kapiler dan timbulnya kebocoran plasma, apabila anak tidak mendapat terapi cairan memadai dapat
l dr. Elien Yuwono
OPINI
6
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Semua Komponen Harus Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas SEBUAH ritual tahunan bidang pendidikan sedang bergulir. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini sudah pada tahap seleksi untuk SMP dan untuk SMA baru akan mulai 28 Juni mendatang. Bicara soal pendidikan di negeri ini, tidak hanya proses perekrutan siswa baru, tetapi juga secara keseluruhan. Pendidikan di negeri ini sepertinya tidak punya blue print. Terbukti setiap tahun sistem rekrutmennya berubah. Bahkan diperkirakan tahun depan akan berubah lagi, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan penerimaan siswa baru tahun 2019 ini perlu dievaluasi. Terkait ritual tahunan PPDB ini, semua pihak diharapkan tetap pada komitmen dalam konteks memajukan pendidikan nasional secara proporsional. Ajang ini, seperti biasa akan menimbulkan dua sisi berlawanan. Ada yang gembira anaknya diterima di sekolah favorit dan ada juga yang sedih karena sebaliknya. Kalau kemudian hal itu didudukkan pada proporsi dengan kemampuan si anak, tentu masalahnya akan menjadi sedikit jernih dan tidak menyesakkan. Tetapi seringkali hal ini dilupakan. Dalam konteks pendidikan, PPDB ini hanya sebuah masalah kecil dalam sebuah sistem pendidikan nasional yang formatnya sampai saat ini belum ketemuketemu juga. Jadi, pendidikan ini bukan semata-mata soal penerimaan siswa baru, UN, NEM ataukan NUN, tetapi bagaimana sikap pemerintah dalam komitmennya membangun sebuah sistem pendidikan nasional yang baik. Sudah terlalu lama kita belum menemukan pola yang pas agar anak-anak bangsa ini bisa mengenyam pendidikan secara layak. Perlu juga selalu diingatkan bahwa anggaran pendidikan yang minimal 20 persen itu jangan hanya diambil oleh keperluan-keperluan rutin. Harus ada dana di luar itu untuk kepentingan gaji guru misalnya. Kalau tidak demikian, maka permasalahan pendidikan di negeri ini tidak akan selesai-selesai. Sistem saja tentu tak cukup, kalau tidak dibarengi oleh perubahan pola pikir para pendidik dan orangtua murid yang sangat berperan dalam menentukan mutu sumber daya manusia. Pendidikan sebagai suatu proses membiasakan dan mengembangkan psikologi, intelektual, etika, dan disiplin harus dijadikan ke dalam suatu sistem yang benar-benar mengarah pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. Ke depan semua komponen bangsa harus punya satu visi dalam memajukan pendidikan. Pemerintah bersama wakil rakyat harus komitmen untuk melaksanakan undang-undang pendidikan dengan menggulirkan anggaran seperti yang disyaratkan. Para guru dan komponen yang langsung terlibat dalam sektor pendidikan harus punya komitmen yang kuat untuk tindak ‘’menodai’’ dunia pendidikan dengan trik-trik yang sebenarnya mengurangi mutu pendidikan. Demikian pula orangtua harus mendorong terciptakan cendekia yang nantinya mampu menjadi pemimpin bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan secara berkeadilan. Sebab, semua negara di dunia mengakui bahwa pendidikan akan mampu membawa bangsanya lebih baik. Pendidikan pula yang mampu mengangkat kualitas hidup warga negaranya dari kemiskinan. Oleh karenanya setiap bangsa yang ingin maju dan membebaskan warganya dari cengkraman kemiskinan dan kebodohan, menjadikan pendidikan sebagai ‘’kunci’’ sukses utama. Sebab, tanpa pendidikan yang berkualitas sangat tidak mungkin menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Sekolah Mandiri Seleksi Murid Baru
Sistem zonasi yang kini diributkan para orangtua mestinya dievaluasi. Harapan ini saya dengar disuarakan oleh banyak pihak, khususnya para orangtua. Untuk itu, ke depannya sistem ini mesti dikaji ulang. Selama ini setiap tahun ajaran baru urusan anak masuk sekolah menjadi ribet. Padahal dulu, ketika saya masuk sekolah mene-ngah urusannya sangat simpel. Tinggal mendaftar di sekolah. Anak-anak tinggal menunggu pengumuman di sekolah bersangkutan. Kini, ketika dunia makin maju dan teknologi makin canggih, para orangtua malah jadi ikut susah. Bahkan ada orangtua yang rela mendatangi sekolah pukul 04.00 dini hari hanya untuk mendaftarkan token pendaftaran. Jika memungkinkan, ke depan mestinya sekolah diberikan hak untuk mengadakan seleksi penerimaan siswa baru secara otonom. Jadi anak-anak biarkan bersaing sesuai tes yang distandarkan penerimaannya oleh Disdik. Jadi, walaupun dilakukan secara mandiri oleh sekolah, namun soalnya distandarkan pemerintah lewat dinas terkait. Usulan ini juga akan membuat banyak pihak memperhatikan potensi diri sebelum memilih sekolah. Yang jelas sistem zonasi yang diharapkan memeratakan kualitas pendidikan tidak membuat masyarakat merasa terlayani dalam mengurus anak-anaknya mendapatkan sekolah. Hal lain yang perlu dipertanyakan adalah kuota anak-anak yang bisa diterima oleh sekolah swasta. Nanti jika banyak anak-anak tidak diterima di sekolah nenegri, maka pilihannya adalah swasta. Ini juga perlu diatur agar sekolah swasta tak aji mumpung. Harus dicek juga fasilitas pembelajarannya, jumlah guru dan kualitas tenaga pengajarnya, sehingga anak-anak yang bersekolah di swasta juga mendapatkan kepastian terkait mutu pendidikan. Mudah-mudahan negeri ini lebih cepat bisa memiliki sistem yang lebih baku dalam penerimaan siswa baru. Ni Wayan Purnami Gianyar, Bali
Zonasi, Siapa yang Dirugikan? Memang terjadi pro-kontra tentang sistem zonasi pada PPDB 2019. Tak sedikit orangtua atau wali murid yang memprotes sistem yang berdasarkan jarak kedekatan tempat tinggal ini. Permasalahan yang terjadi dan sejalan dengan gagasan dasar PPDB zonasi berkaitan dengan tingkat kepadatan suatu permukiman, sehingga ada sekolah yang kekurangan siswa. Di lapangan, hal ini membuat sekolah yang jauh dari konsentrasi permukiman warga biasanya ada di pusat kota sepi peminat. Misalnya yang terjadi pada 12 SMP di Solo, Jawa Tengah, atau pada 53 SMP di Jember, Jawa Timur. Ketika di satu sisi ada sekolah yang kekurangan siswa, di sisi lain ada sekolah yang kelebihan peminat karena berada di zona padat, misalnya SMA Negeri 1 Jepon yang zonanya ada di tiga kecamatan sekaligus: Jepon, Jiken, dan Bogorejo (Dipna Videlia Putsanra -19 Juni 2019, Tirto.id “Memahami Sistem Zonasi Sekolah di PPDB 2019”).
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
T
erlepas dari permasalahan tersebut, yang sederhana dan mendasar dari PPDB zonasi sejatinya adalah suatu sekolah “hanya” dapat menerima siswa dalam radius tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kendala transportasi. Di samping itu, sekolah harus adil dan tidak diskriminatif dalam menerima calon siswa. Tidak ada lagi sekolah yang dengan jemawa menerima calon siswa kualitas unggul, sementara sekolah lain hanya menerima kumpulan calon siswa bodoh. Tetapi zonasi ini masih dimasalahkan oleh segelintir orangtua karena pada radius atau zona tempat tinggal, tidak ada sekolah unggul/idaman/favorit sehingga ingin keluar zona. Lalu memalsukan alamat, seperti yang terjadi di Kota Bandung. Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Kota Bandung Iwan Hermawan mengemukakan, ditemukan alamat janggal yang mendaftar di SMA favorit di Kota Bandung. Setidaknya ada delapan pendaftar beralamat sama di Jalan Bali, dan empat pendaftar beralamat di Jalan Kalimantan. Namun asal sekolahnya berbeda-
beda (Pikiran Rakyat, Kamis, 20 Jun 2019). Orangtua seperti ini ruparupanya masih menganut pandangan, sekolah berbeda kualitasnya dan menjadi penentu nomor satu prestasi. Yang mereka abaikan adalah sistem standardisasi pendidikan. Mutu sekolah, guru, pengelolaan, fasilitas belajar semuanya telah distandarkan oleh pemerintah di bawah regulasi berdasar undang-undang dasar negara. Yang membuat sekolah unggul sehingga menjadi sekolah idaman atau favorit bagi siswa cerdas adalah siswa yang memang unggul. Jadi bukan karena guru dan fasilitas sekolah. Para orangtua perlu kiranya menyadari kata-kata Mendikbud Muhadjir Effendy, “Zonasi ini banyak yang masih belum memahami. Banyak orangtua yang masih berburu sekolah favorit. Padahal itu sekolah favorit enggak ada. Karena gurunya juga akan kita rotasi, kita ratakan. Karena itu, saya mohon orangtua mengubah mindset itu.” Sekolah unggul/idaman/favorit terjadi bukan karena mutu sekolah itu dan kualitas guru-gurunya, tetapi lebih karena kebetulan menjadi tempat berkumpulnya
siswa berkualitas unggul. Dalam perkara ini, guru-guru dan kepala sekolah mendapat nama baik. Masyarakat percaya seratus persen, guru-guru di sekolah ini yang memang pintar sehingga dapat mencetak para juara. Tapi yang sulit diterima oleh orangtua siswa, kualitas guru di sekolah ini pun sama dengan guru-guru di sekolah lain. Namun mesti diakui ada satu dua guru mahahebat di sejumlah sekolah. Mengajar siswa kualitas unggul sangat gampang karena kognitif, sikap, dan psikomotor sudah sangat tinggi, didukung oleh minat dan motivasi belajar yang juga tinggi, dan partisipasi orangtua, ya jangan ditanya lagi. Ekstremnya, siswa cerdas dan unggul tidak perlu guru! Zonasi pun dimasalahkan oleh pihak sekolah dan guru. Seorang kepala sekolah menuliskan keluhannya di media sosial karena PPDB zonasi menjadi biang kerok menurunnya prestasi siswa. Hal ini benar, karena kualitas masukan menentukan hasil belajar. Guru-guru merasa sangat sulit dalam mengajar karena siswanya bodoh-bodoh. Kesenjangan siswa pintar dan
bodoh semakin tajam. Tetapi! Apakah guru hanya siap mengajar siswa yang sudah cerdas? Guru rupanya lupa bahwa siswa memiliki karakter yang unik. Karena itu, guru/sekolah harus adil. Siap mengajar siswa dengan segala variasi atau tingkat kemampuan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Tidak boleh mendiskriminasi siswa bodoh karena siapa pun mereka adalah anak-anak bangsa yang berhak mendapat pendidikan secara adil dan manusiawi. Pada siswa bodohlah guru dituntut bekerja lebih keras dengan tulus dan profesional. Tetapi hanya sedikit guru yang bijaksana dan cerdas. Guru yang “meributkan” PPDB zonasi adalah yang kurang memahami hakikat tugasnya. Pada keadaan ini, semoga esai ini bisa membantu. Zonasi adalah sistem PPDB berdasarkan tempat tinggal. Sekolah yang berdiri di suatu wilayah harus siap melayani siswa dari zona ini. Tidak boleh menolak. Hal ini menjadi fokus pemahaman bersama. Jika secara kebetulan ada siswa yang unggul di wilayahnya, maka sekolah ini akan memperoleh “modal awal” dalam membangun reputasi, yang mana akan berkembang menjadi sekolah unggul di wilayah tersebut nantinya. Zonasi adalah sistem berkeadilan berbasis wilayah dan juga sosiologis dan tidak ada kaitan dengan prestasi calon siswa. Ideologi sistem zonasi adalah pemerataan dan kemudahan akses. Jika ingin berprestasi, guru dan kepala sekolah serta orangtua harus bekerja keras dan memulai dari nol. Zonasi akan melahirkan sekolah-sekolah unggul baru di kota dan di desa-desa karena terjadi persebaran secara acak siswa-siswa berkualitas unggul.
Mengenal Biofilm Dalam Ilmu Kesehatan NATIONAL Institutes of Health mengatakan biofilm kini menjadi mediator utama pada kejadian infeksi kronis, dengan perkiraan 80 persen kejadian infeksi dalam tubuh manusia berhubungan dengan biofilm. Misalnya infeksi saluran urin, infeksi catheter, infeksi telinga tengah, pembentukan dental plaque dan gingivitis dan infeksi cystic fibrosis. Biofilm sebagai pertahanan bakteri relatif lebih sulit diberantas dengan antibiotik, dengan demikian bakteri patogen dalam bentuk biofilmnya dapat menimbulkan masalah serius bagi kesehatan manusia. Biofilm merupakan kumpulan sel-sel mikroba yang melekat secara irreversibel pada suatu permukaan dan terbungkus dalam matriks Extracellular Polymeric Substances (EPS) yang dihasilkannya sendiri serta memperlihatkan adanya perubahan fenotip seperti perubahan tingkat pertumbuhan dan perubahan transkripsi gen dari sel planktonik atau sel bebasnya. Di dalam lapisan biofilm, mikroba cenderung tumbuh dan berkembang dengan pesat hingga membentuk koloni terutama pada permukaan bahan yang lembab dan kaya akan nutrisi. Mikroorganisme pembentuk biofilm yang berkaitan dengan kejadian penyakit pada manusia terdiri dari bakteri Gram positif, antara lain Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif antara lain Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan beberapa pada genus Candida terutama Candida albicans dan Candida tropicalis.
Oleh Hasyrul Hamzah, S.Farm., M.Sc. Biofilm mikroba berfungsi sebagai pelindung sehingga mikroba yang membentuk biofilm biasanya mempunyai resistensi terhadap antimikroba biasa dan terhindar dari sistem kekebalan sel inang. Biofilm berkembang seiring dengan bertambahnya infeksi klinis pada sel inang, sehingga biofilm ini menjadi salah satu faktor virulensi dan penyebab terbesar terjadinya resistensi. Unit struktural dari biofilm berupa mikrokoloni dan proses dasar pembentukan dari biofilm, seperti mekanisme quorum sensing, resistensi antimikroba, dan perlekatan substrat dapat menerangkan interaksi fisiologis dari mikrokoloni dalam biofilm yang telah matang. Biofilm terutama terdiri dari materi matriks (85persen dari volume) dan kumpulan sel-sel bakteri (15 persen dari volume). Extracellular Polymeric Substances (EPS) menyusun 50-90 persen karbon organik biofilm dan dapat dianggap sebagai material matriks yang utama. Komposisi EPS bervariasi secara fisik dan kimia serta bersifat hidrofilik karena dapat mengikat air dalam jumlah yang banyak, dengan tingkat kelarutan yang berbeda-beda. Proses Pembentukan Biofilm Proses pembentukan biofilm terdiri dari lima tahap. Pada tahap pertama, sel-sel bakteri saling menempel pada permukaan substrat akibat pengaruh gaya Van der Waals. Pada tahap
ini, proses perlekatan sel masih bersifat sementara, namun pada tahap kedua, sel-sel bakteri telah menempel secara permanen akibat terbentuknya material eksopolimer yang merupakan suatu senyawa perekat yang lebih kuat. Tahap ketiga ditandai dengan terbentuknya mikrokoloni dan biofilm mulai terbentuk. Sementara pada tahap keempat, biofilm yang terbentuk semakin banyak dan membentuk struktur tiga dimensi yang mengandung sel-sel terselubung dalam beberapa kelompok yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada tahap terakhir, perkembangan struktur biofilm mengakibatkan terjadinya dispersi sel sehingga sel-sel tersebut lepas dari biofilm, menempel pada substrat baru dan membentuk biofilm yang baru. Dampak negatif biofilm dalam dunia kesehatan yang paling sering kita temui di sekitar kita salah satu contohnya adalah karang gigi. Karang gigi biasanya adalah lapisan biofilm dari bakteri streptococcus. Biofilm yang dapat terdiri dari multi lapisan ini menempel pada permukaan gigi dan dapat menyebabkan caries gigi. Infeksi bakteri dan infeksi jamur yang disebabkan oleh biofilm sangat sukar diobati. Untuk membunuh bakteri maupun jamur dalam bentuk biofilm membutuhkan 1.000 kali dosis antimikroba yang diperlukan untuk mencapai hasil yang sama seperti pada sel
planktonik. Biofilm dalam tubuh manusia biasanya menjadi masalah ketika terjadi pencangkokan organ buatan. Koloni mikroorganisme patogen dalam bentuk biofilmlah yang biasanya menyebakan infeksi dan penolakan penanaman organ baru tersebut ke tubuh pasien. Mikroba penghuni biofilm yang menutupi permukaan organ buatan itu sulit dijangkau oleh antibiotik dan dapat menyebabkan infeksi yang berujung pada penolakan tubuh terhadap organ yang dicangkok. Biofilm menjadi masalah di industri pangan, seperti pada dairy industry, meat industry, fish processing industry dan ready to eat (RTE) foods industry. Pada dairy industry, penyebab utama terjadinya kontaminasi pada susu dan produk susu adalah kurang baiknya proses pembersihan dan sanitasi peralatan pangan. Beberapa bakteri yang sering menyebabkan kontaminasi pada susu adalah genus Entrobacter, Listeria, Lactobacillus, Micrococus, Streptococcus, Pseudomonas dan Bacillus. Di sisi lain, biofilm juga memiliki dampak postif dalam dunia industri salah satunya biofiltrasi. Biofiltrasi adalah sebuah cara pemurnian limbah dengan bantuan bahan pengendalian biologis yang sangat efektif dan tidak membahayakan perairan maupun mencemari perairan. Teknik biofiltrasi merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk dikembangkan dalam upaya penyisihan polutan.
Sehingga tidak ada lagi sekolah unggul/favorit/bereputasi yang sesungguhnya semu karena terjadi bukan karena guru dan sekolah itu, tetapi karena siswanya. Walaupun diakui oleh Presiden Jokowi, “Tidak menutupi bahwa memang banyak permasalahan yang perlu dievaluasi dari penerapan sistem zonasi di PPDB pada tahun ajaran kali ini dibanding dengan sebelumnya”, (Kompas. com “Jokowi Akui Sistem Zonasi PPDB Bermasalah”), namun pemerintah harus tetap mempertahankannya karena seperti yang dikemukakan oleh Mendikbud, “Pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas saranaprasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi. Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat.” (Kompas.com “9 Poin Buka-bukaan Mendikbud Soal Sistem Zonasi dan PPDB 2019”). Dengan mendalami pandangan Mendikbud, tidak ada alasan lagi kalau sekolah dan guru ikut-ikutan melemahkan atau hendak mementahkan PPDB zonasi, sebagaimana halnya segelintir masyarakat angkuh yang memang tidak memahami pendidikan secara luas, yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Sebaliknya, dengan mendalami aturan dan pandangan Mendikbud, guru dan sekolah harus konsisten melaksanakan PPDB zonasi. Penulis, Dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undisha) Singaraja
POJOK Petani cengkeh di Bangli pesimis hasil panen tak maksimal. - Pemkab mesti turun tangan. *** Kejar tunggakan PBB, Pemkab Tabanan gandeng perbekel. - Panen tak berhasil, petani dikejar bank. *** Belum jelas rencana pembangunan SMPN di lahan Pasar Latu. - Keberlanjutan pasar juga tak jelas.
Penulis, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa S-3 Prodi Farmasi Universitas Gadjah Mada
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Bali Post/bit
JUKUNG HIAS - Jukung hias di Pantai Yeh Gangga berjejer rapi. Jukung-jukung tersebut batal diparadekan pada pembukaan Festival Yeh Gangga akibat gelombang tinggi.
Dampak Gelombang Tinggi
Tiga Pekan Nelayan Tak Melaut
Tabanan (Bali Post) -
Nelayan di Pantai Yeh Gangga selama tiga pekan belakangan berhenti melaut. Hal ini sebagai imbas gelombang laut yang sedang tinggi. Nelayan asal Banjar Yeh Gangga I Nyoman Naja (47), Minggu (23/6) kemarin, mengaku hanya bisa mengisi waktu dengan membuat bubu dan menggarap sawah. Dia memilih tidak melaut demi keselamatan. Apalagi hasil tangkapan juga berkurang karena gelombang tinggi. ‘’Kadang dapat ikan, kadang tidak. Lobster juga kadang dapat,’’ terangnya. Gelombang tinggi yang belum diketahui akan berlangsung sampai kapan ini juga menyebabkan puluhan nelayan tidak bisa melakukan parade jukung hias dalam pembukaan Festival Yeh Gangga,
Sabtu (22/6) sore. Dari 46 jukung yang telah dihias dengan paduan warna tridatu (merah, putih, dan hitam), hanya sebagian kecilnya saja yang bisa mengikuti parade. ‘’Hanya empat jukung saja yang berani
parade,’’ ucapnya. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan para nelayan untuk ikut serta memeriahkan festival yang untuk kedua kalinya digelar tersebut. Puluhan jukung
yang sudah dihias dengan beragam kreasi dengan dasar warna tridatu tampak berjejer rapi. Bahkan tak sedikit masyarakat melakukan foto selfie dengan latar belakang jukung hias. Untuk jukung hias yang rencananya diparadekan tersebut, membutuhkan waktu dua hari untuk dihias. Dalam hal ini, masing-masing nelayan diberikan dana Rp 150 ribu untuk menghias jukung. (kmb28)
Kejar Tunggakan PBB-P2 Bakeuda Gandeng Perbekel
Bali Post/bit
Dewa Ayu Sri Budiarti
Tabanan (Bali Post) – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan mencatat tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai angka Rp 800 juta. Guna mengejar tunggakan atau wajib pajak yang membandel, Bakeuda akan bekerja sama dengan para Perbekel. ‘’Kami akan terus cari satu-persatu para wajib pajak yang membandel. Salah satunya melalui pendekatan ke tingkat Perbekel,’’ tutur Kepala Bakeuda Dewa Ayu Sri Budiarti, belum lama ini. Dikatakannya, penunggak PBB-P2 sebagian besar merupakan wajib pajak perorangan. Sementara untuk sektor usaha justru taat melakukan kewajiban dalam membayarkan pajak. Upaya meng-
gandeng Perbekel dilakukannya, karena beberapa penunggak pajak atau pemilik tanah merupakan orang luar, bahkan ada tanah yang ternyata tidak ada pemiliknya. ‘’Perbekel pastinya tahu akan warganya, jadi lebih mudah,’’ ucapnya. Saat ini belum ada sanksi yang dikenakan kepada penunggak PBBP2. Sejauh ini pihaknya baru sebatas memberikan imbauan wajib pajak agar membayar pajak tepat waktu. Ditambahkannya, target penerimaan PBB P2 tahun 2019 sebesar Rp 14,1 miliar. Target ini sama dengan target tahun lalu, meski sejatinya terealisasi Rp 14,2 miliar atau melampaui target. Diharapkannya, realisasi penerimaan PBB-P2 tahun ini juga bisa melebihi target yang telah ditetapkan. (kmb28)
7 Cicipi Timbungan Yeh Gangga Bupati Eka Jatuh Hati
PEMBUKAAN Festival Yeh Gangga 2019 yang memadukan potensi alam, budaya dan maritim, berlangsung dengan kaya warna dan budaya. Festival dibuka dengan tari Rejang Renteng oleh 505 orang penari yang merupakan ibu-ibu PKK di Desa Pakraman Yeh Gangga, Sabtu (22/6) sore. Kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan kuliner khas Yeh Gangga, yakni Timbungan Yeh Gangga sepanjang 50 meter. Makanan tersebut diarak oleh anggota sekaa teruna setempat. Selain itu, juga ditampilkan tarian lainnya yang mencerminkan kayanya budaya Bali. Para penari tampil dengan penuh semangat, meskipun mereka bukan penari. Mereka adalah pedagang pindang, pedagang sayur, juru tandur dan lain sebagainya. Begitupun dengan para sekaa teruna, mengarak timbungan dengan penuh suka cita dan dengan bangga memperkenalkan kuliner khas milik daerah kepada khalayak ramai. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang hadir pada festival tersebut mengaku bangga dan sangat jatuh hati pada kuliner khas Yeh Gangga tersebut. Bupati Eka memuji rasa dan tekstur kuliner yang terbuat dari ikan lele dan ikan tongkol tersebut. ‘’Rasanya enak dan sangat luar biasa sekali. Tekstur dagingnya sangat lembut,’’ ucap Bupati Eka. Bupati Eka beserta para tamu undangan lainnya pun langsung mencicipi hidangan timbungan Yeh Gangga di tempat yang telah disediakan oleh panitia acara. Undangan yang hadir saat itu mendampingi Bupati Eka di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata RI Ni Wayan Giri Adnyani, Gubernur Bali yang diwakili Inspektur Provinsi Bali, Forkopimda Kabupaten Tabanan, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tabanan
dan para pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan. Pada kesempatan itu, Bupati Eka mengatakan, Pantai Yeh Gangga sangat layak dikunjungi karena keindahannya. Bahkan, dia menyebut pantai yang terkenal dengan Pura Batu Bolong-nya itu tidak kalah dengan pantai-pantai lain di Bali. ‘’Ini adalah event-nya rakyat. Jadi pestanya rakyat, untuk kita lebih mengenalkan Tabanan itu juga punya pantai yang indah, potensi laut yang juga tidak kalah, kita juga penghasil lobster. Di sini juga ada kuliner yang diperkenalkan. Sehingga tidak di Sanur saja yang punya pantai yang bisa dikunjungi, Yeh Gangga juga layak untuk dikunjungi. Tempat-tempat nongkrongnya banyak dan pantainya juga indah,’’ beber Bupati Eka. Dia sangat berharap masyarakat lokal mampu menjaga dan bangga mempunyai pantai yang kaya akan potensi alamnya. Pihaknya ke depan akan membangun infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung agar Pantai Yeh Gangga mampu mendunia. ‘’Kita harapkan juga masyarakat lokalnya, kalau bukan kita yang bangga dengan pantai kita dengan potensi lautnya yang kaya, lalu
siapa lagi?’’ imbuhnya. Salah seorang pengunjung, Firdaus Banu asal Purwokerto, Jateng, mengungkapkan Festival Yeh Gangga sangat meriah dan luar biasa. ‘’Luar biasa mewah dan meriah sekali. Dari pembukaan tadi saya mengikuti. Ada tarian ada makan bersama, jadi mantap sekalilah festival ini. Luar biasa,’’ ungkapnya. Dirinya mengaku tertegun melihat budaya Bali. Dia berharap agar Festival Yeh Gangga ini digelar setiap tahun. ‘’Budaya Balinya sangat ditonjolkan. Saya lihat beberapa bule sangat tertarik dengan festival ini. Ini mungkin festival yang harusnya wajib digelar paling tidak setahun sekali, biar Bali semakin meriah, makin terkenal terutama areal-areal di luar Kuta, Seminyak. Yeh Gangga memang benar-benar baru dan indah,’’ ujarnya. Firdaus juga sangat terkesan dengan masakan khas Bali, khususnya timbungan Yeh Gangga. Meskipun baru pertama kalinya mencicipi kuliner khas tersebut, ia langsung suka dan memberikan pujian. ‘’Rasanya sangat luar biasa sekali itu. Mantap, sedap. Masakan khas tapi memang benar-benar rasanya mendunia,’’ katanya. (ad595)
FESTIVAL - Perpaduan keindahan alam, kesenian dan kuliner tradisional, membuat Festival Yeh Gangga jadi istimewa. Bupati Tabanan Eka Wiryastuti pun berharap masyarakat setempat mampu mengangkat potensi lokal demi memajukan sektor pariwisata.
BULELENG
8
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Dugaan Pencabulan Anak Panti Asuhan Didalami Singaraja (Bali Post) – Satreskrim Polres Buleleng masih mendalami laporan dugaan pencabulan anak panti asuhan di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Saat ini, polisi sudah mendengarkan keterangan lima orang saksi. Selain itu, anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim mengantarkan satu korban visum. Hasilnya belum ditemukan bukti korban hamil. Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres AKBP Suratno, Sabtu (22/6) lalu mengatakan, dugaan kasus pencabulan ini dilaporkan oleh seseorang yang prihatin dengan kondisi salah satu korban berinisial NT (17). Dalam laporan itu, penghuni panti asuhan tersebut diduga dicabuli oleh KP (44) selaku Ketua Panti Asuhan. Saat melaporkan kasus itu, korban mengaku telat datang bulan. Hal ini terjadi karena korban mengaku disetubuhi oleh KP. Setelah menerima laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Petugas juga melakukan olah TKP awal. Dari tahapan itu, lanjut Sumarjaya, lima orang saksi sudah dimintai keterangan. Selain itu, hasil visum terhadap korban dinyatakan tidak ada bukti yang menguatkan dicabuli. Selain itu korban dinyatakan tidak hamil. Sementara dari olah TKP awal, polisi juga belum menemukan terkait dugaan kasus pencabulan tersebut. “Alat bukti belum cukup dan kami tegaskan kepada korban tidak ada bukti yang mengarah dia hamil,” tegasnya. Terkait status KP, Sumarjaya mengatakan, polisi masih dimintai keterangan atas dugaan yang dituduhkan kepadanya. Namun, penyidik bisa saja menaikkan status hukumnya berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan. Untuk itu, dia mempersilakan pihak-pihak yang memiliki bukti atau keterangan yang mengarah pada terjadinya perbuatan pencabulan itu supaya menyampaikan kepada polisi. “Kalau ada yang memiliki bukti terkait dugaan kasus ini, silakan disampaikan dan menjadi bahan kami dalam mengungkap kasus ini,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
Bersih Sampah – DLH Buleleng bersama warga dan komunitas peduli lingkungan melakukan aksi bersih sampah di DAS Saba dan kawasan pantai di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Minggu (23/6) kemarin.
DAS Saba Tercemar Sampah Kiriman
Singaraja (Bali Post) – Aksi bersih-bersih sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pantai kembali dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Kegiatan ini melibatkan warga dan komunitas peduli lingkungan. Kali ini kegiatan tersebut dilakukan di DAS Saba dan daerah pesisir di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Minggu (23/6) kemarin. Pasalnya DAS tersebut masih tercemar sampah kiriman, terutama setelah hujan. Selain itu, DAS ini masih dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitarnya. Warga bersama sejumlah komunitas peduli lingkungan membersihkan sampah mulai pukul 07.00 Wita. Selanjutnya sampah tersebut dibuang ke TPA milik Pemkab Buleleng. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, gotong royong
Bali Post/kmb38
JUMPA PERS – Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya menggelar jumpa pers terkait perkembangan penyelidikan dugaan kasus pencabulan di panti asuhan.
Susun Perdes, BPD Diingatkan Tak Jalan Sendiri
Singaraja (Bali Post) – Peraturan desa (perdes) disusun oleh perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Meski memiliki hak menyusun regulasi untuk mengatur wilayahnya sendiri, perangkat desa dan BPD diingatkan agar tidak membuat perdes yang bertentangan dengan aturan lebih tinggi dan jalan sendiri. Hal itu disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat melantik 79 anggota BPD dari 15 desa se-Kecamatan Busungbiu, beberapa waktu lalu. Bupati Agus Suradnyana mengatakan, selain mendukung kebijakan pembangunan desa, BPD juga ditugaskan menyusun perdes. Dalam melaksanakan tugas itu acuannya harus berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Untuk tugas penyusunan produk hukum itu, BPD diingatkan agar tidak berjalan sendiri. Oleh karena itu, perangkat desa dan BPD wajib hukumnya menyusun perdes mengikuti aturan yang lebih tinggi, terutama peraturan daerah (perda). “Saya minta buat aturan di desa yang mengikuti aturan di lebih tinggi, apakah itu perda dan regulasi lebih tinggi lain. Ini penting agar setiap produk hukum di desa dibentuk mengakomodir kepentingan pembangunan di desa itu sendiri,” ujarnya. Selain itu, Agus Suradnyana menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) supaya rutin memberi edukasi dan pendampingan kepada perangkat desa, termasuk BPD. Tujuannya untuk menguatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Dengan penguatan SDM perangkat desa itu, maka mereka mampu menyusun arah kebijakan yang mengakomodir setiap aspirasi warga desa dan tidak bertentangan degan aturan yang lebih tinggi. (kmb38)
yang melibatkan semua stakeholder ini sifatnya edukasi dan membangkitkan kesadaran warga untuk peduli dengan kebersihan DAS. Pencemaran tersebut baik berasal sampah kiriman maupun dibuang oleh warga. Kalau kesadaran bisa terus ditingatkan, maka
pencemaran sampah di sungai dapat ditanggulangi. ‘’Persoalannya adalah kesadaran dan kepedulian. Kalau sudah semua sadar dan tidak membuang sampah ke sungai, maka tumpukan sampah seperti di DAS Saba ini akan dapat kita tanggulangi. Kalau hanya dibebankan kepada pemerintah ya jelas hasilnya tidak sesuai harapan. Sebab, jika sekarang dibersihkan, nanti kembali ada warga yang membuang ke sungai dan pasti tercemar lagi,’’ tegasnya. Selain menumbuhkan kesadaran, Ariyadi menyampaikan, sesuai kebijakan pimpinan tetap memprogramkan penambahan sarana- prasarana seperti penyiapan tempat sampah
atau melayani pengangkutan sampah yang menumpuk di DAS atau pantai. Dukungan sarana prasarana ini dilakukan di desa yang dilintasi DAS Saba. Upaya ini akan berjalan dengan baik, kalau pemerintahan desa bersama perangkat terkait mendukung kebijakan tersebut. ‘’Kami komunikasi dengan para perbekel atau perangkat yang lain untuk mencari solusi permanen dalam mengatasi pencemaran DAS Saba. Kalau warga sadar tidak membuang sampah ke sungai dan pemerintah penyiapkan sarana termasuk petugas kebersihan, maka sampah akan dapat dibuang ke TPS dan kemudian ke TPA,’’ jelas mantan Camat Gerokgak ini. (kmb38)
Tekan Biaya Listrik, LPJU Pakai Lampu LED Singaraja (Bali Post) – Tanggungan pembayaran listrik untuk lampu penerangan jalan umum (LPJU) menyedot anggaran APBD Buleleng. Dalam satu bulan saja, rata-rata pemerintah membayar rekening listrik untuk 34.700 titik LPJU di ruas jalan kabupaten, provinsi, dan jalan nasional sebesar Rp 1,4 miliar. Untuk menekan anggaran biaya listrik tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng mulai gencar melengkapi LPJU dengan kWh dan mengganti lampu boros energi dengan LED (light emitting diode). Tingginya beban listrik itu tidak saja karena banyaknya LPJU yang terpasang, juga karena sebagian besar titik LPJU tersebut tidak dilengkapi dengan kWh. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Minggu (23/6) kemarin mengatakan, dari 34.700 titik LPJU, 14.300 titik sudah memakai lampu LED. Penggantian tersebut dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Program ini dilakukan dengan mengalokasikan anggaran APBD Buleleng. Sedangkan sisanya sebanyak 23.300 titik masih menggunakan lampu boros energi.
Untuk tahun 2019, lanjut Suparta, pihaknya akan melanjutkan mengganti dengan lampu LED. Dinas PUPR akan memasang sisa stok lampu LED sebanyak 20.000 yang sudah dibeli sebelumnya. ‘’Penggantian dengan lampu LED ini merupakan langkah kami menghemat anggaran untuk meluansi tagihan rekening listrik tiap bulan. Tahun ini kami kembali pasang lampu LED karena masih ada stok 20.000 buah,’’ ujarnya. Suparta juga menjelaskan, pemasangan kWh di titik lampu LPJU yang selama ini belum terpasang. Upaya ini khusus menyasar LPJU yang belakangan banyak dipasang kelompok masyarakat secara swadaya. Selain itu, LPJU yang masuk kategori liar karena tidak mengajukan permohonan ke Dinas PUPR, juga akan dipasang kWh. ‘’Upaya ini solusi efektif untuk kita lakukan agar bisa menghemat pembayaran rekening listrik LPJU. Selama ini dari beban pembayaran listrik LPJU Rp 1,4 miliar, sekitar Rp 1,1 miliar titik LPJU-nya belum ada kWh-nya. Kalau sudah ada kWh-nya maka pemakaian listrik akan lebih rasional dengan pemakaian dalam satu bulan,’’ jelasnya. (kmb38)
LPJU – Dinas PUPR Buleleng mengintensifkan pemasangan lampu LED.
Bali Post/kmb38
GIANYAR
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
9
Sumbangan Dana Investasi di SMAN 1 Sukawati Dipertanyakan
Gianyar (Bali Post) -
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Parta mempertanyakan adanya sumbangan dana investasi yang digalang Komite SMAN 1 Sukawati. Nominalnya dikenakan maksimal Rp 1.825.000 per siswa. Meski sudah disepakati tahun 2017, namun menurut informasi sejumlah siswa dan orangtua masih diingatkan terkait sumbangan tersebut hingga kini.
Bali Post/kmb35
PEMADAMAN - Petugas melakukan proses pemadaman api di TPA Temesi, Minggu (23/6) kemarin.
Pemkab Gencarkan Upaya Pemadaman Api di TPA Temesi Gianyar (Bali Post) Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, Kecamatan Gianyar, sudah berlangsung hampir sepekan. Pemkab Gianyar juga terus mengintensifkan pemadaman api guna mengendalikan asap di TPA tersebut. Bahkan, proses penanganan oleh instansi terkait terus dilakukan hingga Minggu (23/6) kemarin. Proses pemadaman Minggu kemarin dipantau langsung Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Kasatpol PP Gianyar I Made Watha, unsur Dinas Kesehatan Gianyar, serta unsur Desa Lebih dan Temesi. Wisnu Wijaya mengatakan, proses pemadaman oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus berlangsung. Guna menuntaskan api di TPA tersebut, Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) minta bantuan Unit Damkar Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar untuk mem-backup proses pemadaman api dari Unit Damkar Gianyar. Pantauan di TPA, Minggu kemarin, ada delapan unit mobil pemadam berjibaku
menangani sumber api. Armada tersebut terdiri dari tiga unit dari Damkar Gianyar, masing-masing dua unit dari Damkar Badung dan Kota Denpasar, serta satu unit dari Damkar Klungkung. ‘’Upaya ini dilakukan hingga api benar-benar padam, sehingga tidak menimbulkan gangguan asap lagi kepada masyarakat sekitar,’’ jelasnya. Wisnu Wijaya memerintahkan pimpinan OPD terkait untuk memastikan musibah kebakaran ini ditangani tuntas. Tak hanya petugas Damkar Gianyar, Unit Damkar Pemprov Bali dan Kota Denpasar agar dimintai bantuan. Dikatakan, pemantauan kemarin tujuannya mengevaluasi proses pemadaman kebakaran karena sebelumnya belum tertangani secara tuntas dan terpadu. ‘’Penanganan bencana kebakaran ini tidak bisa lagi dengan cara konvensional,’’ tegasnya. Wisnu Wijaya menegaskan, DLH selaku pengelola TPA yang sekaligus korban bencana ini diminta terus mendampingi proses pemadaman api. Dinas PU agar memakai alat berat untuk mengurai sampah dan mempermudah temuan titik api.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran sampah, BPBD diminta membagikan masker kepada warga terdampak. Tim medis Dinas Kesehatan agar menangani warga yang terdampak asap kebakaran. ‘’Jika ada warga Desa Lebih dan Desa Temesi yang mengeluhkan sakit akibat asap ini, tolong segera melapor ke petugas medis yang sudah diturunkan atau langsung ke unit pelayanan kesehatan terdekat,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menambahkan, kebakaran sampah ini dipicu panas karena kemarau, sampah kering, dan tekanan gas metana dari tumpukan sampah. Menyikapi musibah ini, ia mengimbau tokoh masyarakat dan kepala desa untuk membantu mengedukasi dan mengajak masyarakat mulai menangani sampah dari sumbernya, yakni mulai dari rumah tangga. ‘’Bisa dengan cara desa membentuk bank sampah, komposting dan lainlain dengan memanfaatkan dana desa dan program pemberdayaan masyarakat desa,’’ ujarnya. (kmb35)
Pencuri Sepeda Gayung Dibekuk Polisi
Gianyar (Bali Post) Polisi membekuk dua orang pencuri sepeda gayung, yakni Ahmada Rizal (25) dan Ardi Suswanto (24). Keduanya ditangkap saat membawa motor sambil menggandeng sepeda gayung malam-malam di Jalan Banjar Pagutan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Jumat lalu (21/6) sekitar pukul 02.00 Wita. Dikonfirmasi, Minggu (23/6) kemarin, Kanit Reskrim Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun seizin Kapolsek Sukawati mengatakan, berdasarkan laporan bahwa di wilayah Sukawati marak terjadi pencurian sepeda gayung. Berdasarkan pemetaan lapangan, Tim Opsnal Polsek melakukan penyelidikan. Dalam patroli, Tim Opsnal yang dipimpin oleh Ipda Komang Sudarsana melaksanakan patroli subuh. Setibanya di Jalan Raya Batubulan, tim melihat ada
pengendara sepeda motor Honda Scoopy warna hitam DK 3308 AAQ berboncengan dengan membawa sepeda gayung. Hal itu tentu mencurigkan. Mendapati hal itu, polisi langsung memepet pengendara yang menggandeng sepeda gayung itu. Polisi bermaksud menyapa dan menanyakan hendak ke mana membawa sepeda malammalam. “Namun yang bersangkutan justru melaju dengan kencang ke arah utara. Tim Opsnal semakin curiga sehingga melakukan pengejaran terhadap kedua orang tersebut,” jelasnya. Setibanya di wilayah Banjar Pagutan, Desa Batubulan, Sukawati, dua pelaku berhasil dicegat. Selanjutnya, Unit Opsnal melakukan interogasi kepada dua orang ini. “Dua orang ini akhirnya mengakui perbuatannya telah mencuri sepeda gayung. Bahkan, pelaku mengaku sudah tiga
kali melakukan aksi pencurian sepeda gayung,” jelasnya. Dua pelaku dan barang bukti akhirnya digelandang ke Mapolsek Sukawati untuk diproses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan berupa sebuah sepeda motor Honda Scoppy DK 3308 AAQ yang digunakan beraksi. Polisi juga menyita sepeda gayung merek Polygon Xtrada warna hitam setrip merah putih seharga kurang lebih Rp 3,5 juta. Berdasarkan hasil interogasi, sepeda gayung itu dicuri dari korban M. Yusron di Banjar Tubuh, Desa Batubulan. Modus operandi dua pelaku mengambil sepeda gayung pada malam hari di dalam pekarangan rumah korban dengan meloncati pagar. “Atas perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandasnya. (kmb35)
Dikonfirmasi Sabtu (22/6) lalu, Ketua Komite SMAN 1 Sukawati A.A. Gede Bagus didampingi Sekretaris Kadek Agus Ekanata dan pengurus komite lainnya di ruang Kepala SMAN 1 Sukawati menerangkan, sumbangan dana investasi itu memang sepenuhnya dikelola oleh komite. Tujuannya untuk pengadaan sembilan item penunjang kegiatan siswa di sekolah. Di antaranya, pengadaan seperangkat peralatan marching band, komputer, LCD proyektor, hingga perbaikan tempat parkir siswa. Bahkan, kesepakatan ini telah dirapatkan sebanyak empat kali dan dibuatkan berita acara. “Dana investasi ini bukan
untuk marching band saja, ada sembilan item yang disepakati oleh orangtua siswa ketika pertemuan dua tahun lalu. Dana ini tidak masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah. Lha, ini kenapa baru protes sekarang? Orangtua yang protes itu tidak hadir dalam rapat, tidak paham kesepakatan atau apa?” katanya heran. Sesuai Permendikbud 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, kata Gede Bagus, dibenarkan menggalang dana asalkan tidak memaksa. Sementara angka Rp 1.825.000 tersebut dipastikan bersifat tidak memaksa. Bahkan, dalam berita acara ditegaskan siswa dari keluarga miskin tidak dikena-
kan. “Angka itu maksimal, jadi dalam kenyataannya ada yang bayar full, ada 50 persen, bervariasi. Bahkan ada yang nol kalau memang orangtuanya tidak mampu bayar. Yang gabeng juga banyak. Yang kami khawatirkan, ketika ortu sudah kasi uang, anak justru gunakan untuk hal lain,” jelasnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sukawati Drs. I Gusti Made Puja, M.M., M.Pd. mengatakan, seperangkat peralatan marching band yang didanai dari sumbangan orangtua siswa itu telah dimanfaatkan oleh siswa. “Jadi, setelah dibeli oleh komite, marching band itu diibahkan ke sekolah. Saat ini telah dimanfaatkan
Bali Post/kmb35
KOMITE - Sejumlah pengurus Komite SMAN 1 Sukawati yang ditemui, Sabtu (22/6) lalu.
oleh siswa. Sudah dipakai parade dan latihan-latihan untuk persiapan Agustus dan ikut Kompetisi nanti,” jelasnya. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Parta mengaku menyayangkan sumbangan yang dipungut dari para siswa di SMA tersebut. Ia pun mempertanyakan anggaran dari pemerintah yang disebut tidak mencukupi, padahal sekolah diberikan kesempatan mengajukan anggaran sesuai kebutuhan. “Tidak mencukupi bagaimana, orang sekolah yang mengajukan kebutuhannya, lewat usulan sekolah, berarti sekolah tidak bisa membuat usulan, sehingga sampai kekurangan,” ujarnya. Parta juga menyinggung keluhan orangtua siswa yang terus diingatkan terkait sumbangan tersebut. “Katanya tidak mengikat, kok anak-anak dimintai terus, ditelepon dan diingatkan,“ keluhnya. Parta yang akan dipastikann duduk di kursi DPR RI ini mengingatkan, komite tidak boleh mengelola uang apalagi uang sumbangan dari siswa. Ditegaskan, aturannya semua uang yang ada kaitannya dengan kebutuhan sekolah yang bersumber dari manapun, itu harus masuk dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). “Kalau sumbangan tidak ada kepastian, bagaimana memasukkan dalam RKAS? Berapa yang harus dimasukkan, karena perkalian dana masuk tidak ada kepastian, lalu dana apa namanya jika alokasinya masih teka-teki,” katanya mengkritisi. (kmb35)
Semarakkan HANI Tahun 2019
BNNK Gianyar Gelar Donor Darah dan Ingatkan Bahaya Narkoba DALAM rangka menyemarakkan Hari Anti Narkotik Internasional (HANI) Tahun 2019, BNNK Gianyar bekerja sama dengan Pemkab Gianyar dan instansi terkait melaksanakan beberapa kegiatan yang dirangkaikan dengan kegiatan Car Free Day di seputaran Taman Kota Gianyar, Minggu (23/6) kemarin. BNNK Gianyar yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. mulai pukul 06.00 Wita menyelenggarakan beberapa kegiatan yang digelar di areal Car free Day. Di antaranya melaksanakan senam aerobik bersama seluruh masyarakat Gianyar yang hadir di acara Car Free Day tersebut dan dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Cabang Gianyar yang diikuti pegawai BNNK Gianyar dan masyarakat umum, kemudian melaksanakan kampanye langsung tentang berbahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika
dengan metode tatap muka dengan masyarakat Gianyar yang diisi langsung di panggung Car Free Day oleh Kepala BNNK Gianyar. Dalam kesempatan tersebut, Sang Gede Sukawiyasa menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Gianyar karena sudah berkomitmen bersama-sama dengan pemerintah untuk terus menggaungkan hidup sehat tanpa narkoba. Salah satunya dengan melaksanakan olahraga bersama di area tersebut. Kegiatan ini merupakan kegiatan Pra Hari Anti Narkotika Internasionl dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional yang puncaknya jatuh pada tanggal 26 Juni 2019, di mana perayaan puncaknya akan diselenggarakan di Gedung Maria Kabupaten Tabanan oleh seluruh jajaran BNNP Bali. “Acara Car Free Day ini kita jadikan kegiatan Pra-HANI yang ditujukan kepada masyarakat Gianyar khususnya generasi milenial sekaligus untuk tetap menggelorakan semangat antinarko-
ba sesuai tema perayaan HANI Tahun 2019 yaitu Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas,” tegasnya. Diharapkan, BNN terus bersinergi dan saling bekerja sama khususnya dengan masyarakat dalam kaitan program P4GN baik melalui kampanye langsung secara tatap muka maupun menggu-
nakan berbagai jejaring media sosial yang berkembang terus di masyarakat guna mewujudkan masyarakat sehat tanpa narkoba. Acara Car Free Day ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari anakanak sekolah yang unjuk kebolehan di depan khalayak masyarakat Gianyar beserta pengisi acara lainnya. (bns1)
HANI - Salah satu kegiatan yang digelar BNNK Gianyar serangkaian peringatan HANI tahun 2019.
10 SOSOK Bersih-bersih Internal PASCAPERALIHAN kepemimpinan di tingkat daerah, DPD II Partai Golkar Jembrana melakukan bersih-bersih di internal organisasi. I Made Suardana yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana mengaku fokus membersihkan struktur partai dari kader di tingkat kabupaten yang membangkang maupun tak sejalan. Termasuk Pengurus Kecamatan (PK), salah satunya PK Jembrana yang lama tidak aktif. “Kami konsolidasi internal dulu, merombak struktur partai dari tingkat kabupaten dan kecamatan,” terang politisi dari Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan ini. Setelah dilakukan evaluasi, pengurus yang tidak jalan akan diganti dengan kader yang aktif dan komepeten di partai. Sejauh ini, menurutnya, baru PK Jembrana yang diganti, terutama untuk ketua dan sekretaris PK. Diakui Suardana, bersih-bersih dan penataan partai ini juga untuk mempersiapkan hajatan politik Jembrana yakni pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Dengan suara yang ditorehkan Golkar Jembrana saat ini, dipastikan akan ada koalisi antarpartai. Namun, menurutnya, itu masih jauh dan baru sebatas komunikasi politik antarpartai. (olo)
JEMBRANA
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Setahun RTH Lapangan Gumbrih Rampung
Tanaman Kelapa Sawit Mati dan ”Jogging Track” Tak Terawat Negara (Bali Post) – Setahun pascadibangun, Ruang Terbuka Hijau (RTH) lapangan di desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kegiatan olahraga khususnya sepak bola sering digelar di lapangan rumput yang berada di depan Puskesmas II Pekutatan, Gumbrih ini. Hanya saja pascarampung dikerjakan, sejumlah sarana pendukung seperti pepohonan tidak dapat hidup. Selain itu perawatan sarana jogging track yang mengelilingi lapangan sepak bola itu juga kurang terawat. Seperti yang terlihat pada akhir pekan lalu di lokasi. Sejumlah pohon kelapa sawit yang sebelumnya ditanam di pinggir lapangan mati. Dari sekitar lima pohon, dua di antaranya tak bertahan hidup. Begitu juga sisa pohon lainnya juga tidak dapat hidup maksimal. Sejumlah warga yang ditemui mengatakan pohon itu mati beberapa bulan setelah pengerjaan rampung. Sejatinya tetap dipelihara, sama seperti rumput yang mengham-
par di lapangan saat ini. Kemungkinan pohon-pohon keras yang ditanam itu kurang cocok. Selain itu, rumput juga nampak tumbuh liar hingga ke dalam bagian jogging track. Papan pengerjaan pembangunan juga masih terpampang meskipun sejatinya sudah rampung dikerjakan sejak setahun lalu (2018). Dalam papan informasi proyek tersebut tertera kegiatan penataan RTH dengan anggaran Rp 199.890.000 dimulai pada Juli 2018 lalu. Rekanan pelaksana dari CV Karya Taman Indah diberikan batas waktu saat itu 60 hari pengerjaan. “Kalau lapangan terus dan ramai digunakan, cuma ada beberapa pohon kelapa sawit yang mati. Mungkin tidak cocok, sebenarnya lebih cocok ketapang untuk peneduh dan penghalang bola ke rumah,” tandas salah seorang warga. Lokasi lapangan yang dikelilingi rumah dan bangunan puskesmas ini sering kali mengganggu warga sekitar di sana. Apalagi ketika bola ditendang sam-
Bali Post/olo
Mati – Sejumlah pohon kelapa sawit di RTH Lapangan Gumbrih nampak mati setelah sekitar setahun lalu dirampungkan. pai keluar lapangan dan masuk ke rumah warga. Atas inisiatif sendiri, beberapa warga memasang jaring untuk menghalau bola agar tidak mengenai rumah warga dan merajan. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan, RTH lapangan yang berada di Gumbrih
itu memang sebelumnya dikerjakan oleh Dinas LH. Namun, saat ini diserahkan ke desa setempat. Sehingga untuk pengelolaan selanjutnya semestinya di desa. Terkait tanaman yang mati, pihaknya belum menerima laporan. Tetapi Dinas akan segera mengecek untuk mencari penyebabnya. (kmb26)
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
KARANGASEM
11
Sosialisasi Tanggap Bencana, BPBD Sasar Pelajar Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaksanakan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana, seperti gempa bumi dan kebakaran. Sosialisasi kali ini menyasar siswa-siswi dan guru, dilaksanakan di SDN 1 Selat dan Lapangan Umum Selat, Sabtu (22/6). Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, kegiatan sosialisasi kebencaan ini diikuti ratusan peserta. Kata dia, untuk guru diikuti sebanyak 12 orang dan siswa 195 orang. ‘’Pemaparan sosisalisasi diberikan oleh yang membidangi. Siswa dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini,’’ ujarnya. Arimbawa mengatakan, pelatihan sosialisasi ini san-
gat penting dilakukan. Pasalnya, dengan pemberian sosialisasi tentang kebencanaan ini dapat menambah motivasi dan pemahaman para guru serta siswa tentang penanggulangan kebencanaan yang terjadi. Terlebih Karangasem merupakan daerah yang paling rawan terdampak bencana alam. “Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, siswa dan guru nantinya bisa mengenal situasi dan kondisi wilayah sekitarnya, serta ancaman bahayanya. Apalagi saat ini masih mendapat ancaman bahaya erupsi Gunung Agung yang sewaktuwaktu bisa terjadi. ‘’Lewat sosialisasi ini, kami berharap mereka tahu apa yang meski dilakukan,’’ tegas Arimbawa. (kmb41)
Selain RKB, SMPN 3 Rendang Kekurangan Toilet Amlapura (Bali Post) Sarana prasana merupakan salah satu fasilitas penunjang untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Namun sejauh ini terdapat sekolah yang kekurangan fasilitas. Seperti di SMPN 3 Rendang, sampai saat ini kekurangan ruang kelas belajar (RKB) dan toilet. Kondisi tersebut diakui Kasek SMPN 3 Rendang I Wayan Siram. Wayan Siram, Minggu (23/6) kemarin mengatakan, sampai sekarang masih kekuragan RKB. Tahun lalu ketika menerima siswa baru sebanyak 128 siswa, pihaknya memanfaatkan empat ruangan. Hanya saja pihaknya terpaksa meminjam ruang perpustakaan untuk dijadikan RKB. ‘’Kita terpaksa meminjam ruang perpustakaan karena kekurangan ruang untuk menampung anak-anak,’’ ujarnya. Menurut Wayan Siram, atas kekurangan RKB tersebut, dia sudah mohon bantuan gedung ke Disdikpora Karangasem. Selain mengusulkan RKB, pihaknya juga telah minta bantuan toilet. Saat ini di sekolah tersebut memiliki empat toilet, tapi sebagian tidak bisa difugsikan alias rusak. ‘’Hingga kini belum ada realisasinya. Awal Mei lalu kembali diusulkan ke Kasi Sarpras untuk RKB dan toilet tersebut. Foto-foto lokasi untuk pembangunan RKB termasuk kondisi toilet yang diminta sudah kita lampirkan,’’ ujarnya. Dia berharap tahun 2020 bantuan tersebut terealisasi. ‘’Sehingga setiap penerimaan siswa baru kita tidak lagi meminjam gedung perpustaBali Post/kmb41 kaan maupun laboratorium,’’ jelas Wayan Siram. (kmb41) I Wayan Siram
Bali Post/kmb41
Pelantikan Anggota Dewan Setwan Anggarkan Rp 1,8 Miliar Sosialisasi - BPBD Karangasem sosialisasi dan simulasi gempa bumi serta kebakaran.
Amlapura (Bali Post) Pelantikan 45 anggota dewan periode 2019-2024 dianggarkan sebesar Rp 1,8 miliar. Anggaran tersebut bakal dipergunakan untuk pembelian sejumlah fasilitas pelantikan.Sekretaris DPRD Karangasem I Wayan Ardika, Minggu (23/6) kemarin mengungkapkan, jumlah anggaran itu nantinya bakal dipergunakan untuk pengadaan sejumlah fasilitas pelantikan, seperti pin emas, sejumlah stel pakain, dan yang lainnya. Kata dia, sampai saat ini proses pengadaan masih dalam proses tahap tender. ‘’Anggaran itu nantinya bisa saja menyusut tergantung pemenang tendernya,’’ ujarnya. Ardika mengatakan, bagi anggota terpilih nantinya bakal mendapatkan pakaian.
Di antaranya Pakaian Sipil Harian (PSH) dengan pagu senilai Rp 2.850.000, Pakain
Sipil Resmi (PSR) dengan pagu senilai Rp 3.250.000, satu stel Pakain Dinas Lapan-
gan (PDL) lengan panjang pagunya senilai Rp. 2.950.000, dan satu stel baju endek pagunya sebesar Rp 2 juta. Selian itu, mereka juga bakal memperoleh satu pin emas seberat 10 gram. Dimana untuk pin pagunya Rp 9 juta per orang. ‘’Jadi, total pagunya sekitar Rp 1.08 miliar. Dimana jumlah itu dikalikan 45 anggota dewan,’’ katanya. Dia menambahkan, bebera-
pa pengadaan tersebut sudah ada pemenang tendernya. Dia mencontohkan untuk pengadaan pin emas, pemenang tendernya dari Yogyakarta. Termasuk untuk pengadaan pakain sudah ada pemenang tendernya. Dan saat ini masih dalam proses pengerjaan. Jelas dia, karena pengadaan melalui tender rekanan bisa menawar hingga bisa menyusut sampai 20 persen. (kmb41)
WTC Karangasem Berangkatkan Delapan Siswa Magang ke Jepang Amlapura (Bali Post) Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) atau Word Traning Center (WTC) Karangasem kembali memberangkatkan delapan siswa untuk magang kerja ke Jepang. Keberangkatan ini merupakan gelombang ke-15 sepanjang program pemagangan dibuka sejak 2017. Ketua Yayasan Marina Duta Mandiri I Nengah Putu, S.E. didampingi Direktur LPK WTC Pemagangan ke Jepang I Gede Jastawan S.Pd., Minggu (23/6) kemarin mengungkapkan, WTC Karangasem merupakan satu-satunya LPK di Karangasem yang mengadakan program pemagangan keluar negeri, khususnya ke Negara Jepang. Kata dia, siswa yang mengikuti program magang ke Jepang rutin dilakukan setiap bulan. Kali ini pihaknya kembali memberangkatkan delapan siswa untuk magang ke Jepang. ‘’Ini merupakan keberangkatan gelombang ke-15 selama
program pemagangan dibuka sejak Januari 2017. Sampai sekarang kita sudah memberangkatkan sebanyak 103 orang ke Jepang,’’ ujarnya. Putu menambahkan, sebelum berangkat ke Jepang, peserta magang lebih dulu diberikan pelatihan Bahasa Jepang selam tiga bulan. Setelah itu mereka mengikuti tes dengan pihak user dari Jepang. Jika sudah dinyatakan lulus, selanjutnya mereka menjalani karantina selama tiga bulan. ‘’Selama berada di karantina, mereka diberikan pelatihan Bahasa Jepang lanjutan. Mereka juga diberikan pelatihan tentang bidang kerja masing-masing. Termasuk diberikan pelatihan budaya atau kehidupan selama berada di Jepang. Nanti mereka kontrak selama tiga tahun di Jepang,’’ ujarnya. Dia menambahkan, selama di Jepang mereka bekerja di perkebunan dan peternakan. Mereka akan digaji sesuai dengan UMR Jepang. Sedan-
gkan fasilitas yang diterima berupa tempat tinggal, asuransi kesehatan, dan asuransi kecelakaan kerja. ‘’Mereka juga mendapatkan asuransi pensiun. Begitu kembali ke Indonesia, dana itu bisa ditarik,’’ tandasnya. Lebih lanjut, kata Putu, pemagangan kerja yang dilakukan ini bertujuan untuk mencari pengalaman kerja dan ilmu tentang sistem pertanian di Negeri Sakura tersebut. Dengan harapan nantinya setelah balik ke Indonesia, ilmu yang didapat bisa diterapkan di daerahnya masing-masing. Selain itu, mereka juga memperoleh penghasilan lebih dan nantinya bisa dipergunakan untuk membangun usaha untuk mengangkat perekonomian keluarga. ‘’Kita berharap selama berada di Jepang mereka mampu menjaga nama baik lembaga, daerah, dan negara. Selain itu, dapat mengikuti pemagangan dengan baik sampai selesai. Yang paling
penting adalah selalu menaati peraturan yang ada di Jepang untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ pesan Putu. Sementara itu, Direktur
WTC I Gede Jastrawan menambahkan, sampai saat ini WTC telah memiliki 250 siswa. Saat ini siswa yang sedang mengikuti proses karantina sebanyak 38 orang dan
sedang mengikuti pelatihan Bahasa Jepang sebanyak 100 orang. ‘’WTC ini membuka pelatihan Bahasa Jepang setiap tiga bulan. Jika nantinya mereka berangkat, untuk per-
modalan akan dipinjamkan langsung oleh WTC. Mereka nanti mengurus pinjaman itu di koperasi yang kita ajak kerja sama,’’ ujar Jastrawan. (kmb41/k250)
Bali Post/kmb41
Magang - WTC Karangasem kembali memberangkatkan delapan siswanya untuk magang kerja ke Jepang.
12
KLUNGKUNG
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Setelah Tujuh Hari, Pencarian Warga Amerika Dihentikan Semarapura (Bali Post) Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat Aviv Meshil (23) yang hanyut saat bermain paddle board di perairan Musroom, Bay Beach, Nusa Lembongan, Minggu (23/6) kemarin. Memasuki hari ketujuh operasi SAR, korban masih belum bisa ditemukan. Setelah tujuh hari, pencarian Tim SAR Gabungan terhadap korban dihentikan.
DIHENTIKAN – Basarnas Bali saat melakukan upaya pencarian terhadap korban warga Amerika Serikat Aviv Meshil (23) yang hanyut saat bermain paddle board di perairan Musroom, Bay Beach, Nusa Lembongan. Memasuki hari ketujuh, pencarian tidak menemukan hasil. Sesuai ketentuan, setelah tujuh hari pencarian resmi dihentikan.
SOSOK
Mewujudkan Desa Mandiri
DESA Paksebali, Kecamatan Dawan, kian serius menyiapkan SDMnya dalam pengelolaan desa wisata. Desa dengan ikon Wisata Kali Unda ini ingin membentuk SDM yang profesional, sehingga Desa Paksebali dengan beragam potensinya, secara keseluruhan kian layak sebagai destinasi unggulan Kabupaten Klungkung. ‘’Desa Wisata Paksebali, sudah kami rintis sejak tiga tahun lalu. Peningkatkan SDM kami lakukan dengan pelatihan-pelatihan. Sedangkan, peningkatan sarana kami sedang usulkan ke Kementrian Pariwisata,’’ kata Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi saat ditemui di kantornya dalam acara Pelatihan Home Stay dan Pramuwisata, belum lama ini. Melalui pelatihan ini, banyak aspek yang bisa dipelajari untuk memenuhi standar sebagai pekerja pariwisata di desa. Selain bertujuan meningkatan kualitas SDM, juga meningkatan kuantitas kunjungan wisatawan. Sehingga nantinya berimbas kepada kesejahteraan masyarakat di lima banjar dinas, yakni Banjar Dinas Timbrah, Paksebali Kawan, Paksebali Kanginan, Bucu dan Penijoan. Pariwisata yang berkembang, tentu akan berimbas terhadap seluruh potensi pariwisata di desa dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan hingga infrakstruktur dan lainnya. ‘’Tujuan akhir kami, tentu kesejahteraan masyarakat, sehingga kami bisa menjadi desa yang mandiri,’’ tegas Ariadi. Pihaknya berharap dengan pelatihan SDM dan meningkatnya kualitas pengelolaan Desa Paksebali konsisten dengan konsep pengembangan desa wisata, di desa berpenduduk 5.600 jiwa ini. Agar ke depan potensi pariwisata setempat dapat tergarap dengan maksimal dan berkontribusi bagi pariwisata Klungkung secara menyeluruh. (gik)
Basarnas Bali mengerahkan 1 unit helikopter dari Air Bali dan 2 unit Rigit Inflatable Boat (RIB). Unsur SAR lainnya yang terlibat dalam upaya pencarian di antaranya 1 unit speedboat Magoza. Sementara itu SRU darat melakukan penyisiran serta berkoordinasi dengan Balawista ataupun nelayan yang berada di sepanjang Pantai Padang-Padang, Pantai NyangNyang hingga Uluwatu yang berada sebelah selatan Bali dan pantai Serangan hingga Sanur yang berada sebelah timur Bali. “Proses pencarian hari ini dengan menggunakan helikopter Air Bali fokus di sekitar lokasi diduga korban hilang, pada luas area 132 Nm, selama 2 jam untuk 1 shorty,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Bali
Hari Adi Purnomo. Ia juga menjelaskan pergerakan 2 unit RIB dan 1 unit speedboat yang melakukan pencarian secara paralel. Ada 4 pembagian area pencarian yang total luasnya sekitar 185.69 Nm², jadi masing-masing sudah ditentukan alur penyisirannya dan penentuan area tersebut sudah dengan perhitungan berdasarkan kondisi pergerakan arus. Pada pukul 07.00 Wita, 2 unit RIB telah lepas sandar dari Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa menuju area pencarian dengan 8 orang personel Basarnas Bali serta 3 orang anggota SAR Samapta Polda Bali. Di tempat berbeda speedboat Magoza bergerak dari Nusa Lembongan ke arah selatan, menyisiri sepanjang tebing-
tebing. Pada pukul 12.34 Wita RIB telah sandar kembali di Pelabuhan Benoa, selanjutnya pergerakan shorty kedua dilakukan pukul 14.20 Wita. Helikopter Air Bali PK-ZGL terbang dari Benoa sekitar pukul 14.05 Wita menuju area pencarian. Personel On Board (POB) berjumlah 2 orang dari Basarnas Bali, 2 orang pihak asuransi, beserta pilot dan enginer. Pencarian yang berlangsung hingga pukul 16.00 Wita masih belum memberikan hasil. Hari Adi mengatakan bahwa upaya pencarian sudah dikerahkan secara maksimal, bahkan kemarin kekuatan SRU laut ditambah. Selain 2 unit RIB juga dikerahkan KN SAR Arjuna 229 dan RIB yang berada di Gilimanuk, serta ban-
tuan dari Polair, yakni 2 unit Speedboat, maupun pencarian dari udara yang menggunakan helikopter. Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Bali I.B. Surya Wirawan menyampaikan sampai dengan petang Minggu kemarin, hasil operasi SAR masih nihil. Tidak ada petunjuk kecil yang bisa digunakan untuk merujuk keberadaan korban, misalnya paddle board-nya. “Tadi SRU darat, laut dan udara telah lakukan pencarian sesuai dengan rencana operasi SAR, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan korban. Karena pencarian sudah dilakukan tujuh hari, sesuai SOP pencarian kami hentikan,” jelasnya. Meski demikian, upaya pencarian akan tetap ditindaklanjuti, bila ada petunjuk baru. Informasi terhadap kasus ini juga sudah disebar ke seluruh pihak terkait, seperti kepada nakhoda speed boat maupun para nelayan dan tour guide, agar segera diteruskan ke Basarnas Bali, bila menemukan adanya petunjuk baru. (kmb31)
Kehabisan Uang Beli Miras Sopir Asal NTT Curi HP Semarapura (Bali Post) Seorang sopir asal Alor, NTT, Abdianus (26), ditangkap warga setelah tepergok mencuri HP beberapa warga di Banjar Kangin, Desa Jungut Batu, Kecamatan Nusa Penida. Ulah Abdianus ketahuan, setelah sempat digeledah oleh pemilik HP yang hilang. Dan benar, ternyata HP ada di tangan Abdianus. Pria yang bekerja sebagai sopir ini pun lantas digelandang ke Polsek Nusa Penida untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Alasan mencuri karena kehabisan uang untuk beli minuman keras (miras). Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, Minggu (23/6) kemarin, menyampaikan pelaku melakukan aksinya di dua TKP berbeda. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan para korban, Ardana menyampaikan ulah pelaku pertama kali diketahui istri korban Ni Komang Suliasih sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu dia tiba-tiba terbangun, setelah mengetahui ada yang memaksa mendorong pintu rumahnya. Saat itu, dia melihat pelaku dengan ciri-ciri berambut keriting, muka gelap dan memakai baju merah lengan panjang. Saat hendak ditanya apa tujuan ke rumah pagi-pagi buta, pelaku langsung
kabur. Suliasih bergegas membangunkan suaminya, I Komang Alit. Korban curiga, bahwa itu adalah pelaku pencurian. Kecurigaannya ternyata benar, karena HP korban sudah hilang dari tempatnya. Korban langsung mengejar pelaku namun tidak berhasil. Komang Alit tidak menyerah, dan terus berusaha mencari keberadaan pelaku. ‘’Setelah terus dilakukan pencarian, pelaku diketahui ada di pinggir pantai, dekat Hotel D Nusa. Setelah dikejar ke sana, pelaku berhasil tertangkap oleh korban,’’ kata Ardana. Setelah pelaku berhasil diamankan di pinggir pantai, rupanya korbannya bukan hanya Komang Alit. Dua korban lainnya, I Gede Artha Semadi dan I Komang Agus Suartawan juga datang ke sana dan mengaku juga kehilangan dua HP. Saat diinterogasi di lokasi, pelaku sempat mengelak kalau dituduh sebagai pelakunya. Tetapi setelah digeladah, ternyata HP milik Artha Semadi ditemukan ada di saku celana pelaku. Setelah ketahuan, barulah pelaku mengakui kalau telah membawa kabur HP korban lain. ‘’Dua HP korban sempat dibuang di semak-semak. Namun, setelah diminta menunjukkan lokasinya, dua HP lainnya bisa ditemukan,’’ katanya. Setelah barang bukti berhasil dia-
mankan, barulah korban digelandang ke Mapolsek Nusa Penida untuk diproses lebih lanjut. Setelah diinterogasi polisi, pelaku mengaku nekat melakukan itu karena kehabisan uang. Dia mencuri HP untuk dijual kembali dan uangnya hendak dipakai untuk membeli minuman keras. Ardana menegaskan, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (kmb31)
CURI HP - Pelaku Abdianus terpaksa diamankan polisi setelah tepergok mencuri HP.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Pembantu RT,Tidur Dalam, Wanita Bujangan H:082359352500 B.BP.001.06.19.0000584
Cr Spa Therapist u/ org asing bpglm bs mani + padi, mssge, dll, Gj .bgs 081238438863 Sanur B.BP.004.06.19.0000568
Dicari Guru TK dan Bagian Administrasi Hub.081338190577 B.BP.001.06.19.0000582
Dbth Salesman 3 orng, Min.SMA Max30th.Kend sendiri & SIM C. Lmrn lgsng Ke PT Banoli Motor. Jl.Buluh Indah 75 Dps.T.9072907
B.BP.001.06.19.0000570
Dcr Akunting Pria,Min D3,Max 30th,SIM C,utamakan yg brpnglm Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps/9072907 B.BP.001.06.19.0000530
Dicr Tk.Potong&Operator Bordir Jl.Patih Nambi 7A,085100061049
B.BP.001.06.19.0000528
RUPA-RUPA
Dcr krywati Admin/Koresponden & Packer brpglmn utk Cargo. Tlp.0361 4721455 / 08123640476
B.BP.001.06.19.0000575
Dcr wanita u/staf legal service Min SMA/Sederajat Email CV ke erlina.bcentrum@gmail.com B.BP.004.06.19.0000551
Hotel in Kuta looking for Sous Chef,Cook,Commisery,Pastry& Steward call 082144450099 email hrd@kutatownhouses.com B.BP.004.06.19.0000578
Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000586
Kuta:Mngr Bar,Waiter/s(3Jt),DJ Barsta,Cook,Spa,CS,08123807241 B.BP.001.06.19.0000567
PT.Sarin Ubud Membutuhkn Staf Accounting Hub.085811441628 B.BP.001.06.19.0000462
Prshn Cargo Mbthkn Sopir Truk Hub.081246134247 max:1 minggu B.BP.001.06.19.0000461
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
BENGKEL LAS RUPA-RUPA
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
PT Arhaasia Finance Lelang Unit Isuzu Nmr 71 Thd tahun 2018 Hub.0361-4781601 B.BP.004.06.19.0000496
Travel bth Sopir umur max. 30th single Ph:4771576/08123803997 B.BP.004.06.19.0000493
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dibthkan segera:Waiter/ess, SPG Toko,Kasir. Lamaran ke Orange Bakery, Jl.T.Umar No.48 Dps.
B.BP.004.06.19.0000585
PROPERTY DIJUAL TANAH
BU Jual Tnh Kav, 1 Are Temesi, Gianyar Hub:081236785862
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
Djl Tnh 2,8 Are Lok.Pusat Kota Jl.Salya Dps Hub.087862126787
G.01
B.BP.001.06.19.0000550
B.BP.004.06.19.0000583
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.06.19.0000365
KEHILANGAN Hilang BPKB D 2472 ABD AN IKt Supartha Hub.Made 085935250769
B.BP.165.06.19.0000569
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.05.19.0001019
BANGLI
14
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Pemkab Dapat Tambahan Lima Angkutan Perintis dari Pusat Diprioritaskan untuk Angkutan Siswa Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli tahun ini akan segera mendapat tambahan bantuan lima unit armada angkutan perintis dari pemerintah pusat. Armada perintis itu berupa bus dan minibus, rencananya dioperasikan dengan trayek Catur-Bangli, Terunyan-Kintamani dan Terunyan-Bayung Gede. Armada tersebut diprioritaskan sebagai angkutan sekolah. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta, Minggu (23/6) kemarin menjelaskan, selama ini sudah ada enam unit angkutan perintis bantuan pusat yang beroperasi di Bangli. Enam angkutan perintis itu berupa empat buah bus dan dua buah minibus, dengan trayek Bangli-Songan dan Bangli-Madenan. Pada tahun ini, jumlah angkutan perintis tersebut dipastikan akan kembali bertambah. Meny-
usul telah disetujuinya permohonan bantuan angkutan perintis yang diajukan Bupati melalui Dinas Perhubungan ke Kementerian Perhubungan. ‘’Tahun ini kita diberikan lagi lima unit angkutan perintis berupa satu buah bus dan empat buah minibus,’’ terangnya. Untuk armada bus rencananya akan dioperasikan sebagai angkutan umum dengan trayek Catur-Bangli. Sementara empat buah minibus lainnya, akan dioperasikan sebagai angkutan umum yang diprioritaskan untuk siswa sekolah. Rute/trayek yang akan dilalui minibus ada dua, yakni Desa Terunyan-Abang Batudinding-Buahan-Kedisan menuju Kintamani, dan Desa Terunyan-Abang BatudindingBuahan-Kedisan menuju Desa Bayung Gede. Adapun pertimbangan dioperasikannya empat buah
minibus baru untuk dua trayek tersebut karena dari hasil kajian Dinas Perhubungan, terdapat banyak anak usia sekolah terutama SMP di empat desa itu yang bersekolah di Kintamani dan Bayung Gede dengan menumpangi angkutan pick-up. Jumlahnya mencapai kurang lebih 150-an siswa. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak bersekolah, maka pemerintah merancang mengoperasikan empat armada angkutan perintis di sana. Minibus dipilih mengingat ruas jalan di empat desa tersebut cukup sempit. ‘’Kapasitas minibusnya 15-20 orang per satu unitnya,’’ ujarnya. Selain untuk menjaga keselamatan, pengoperasian armada angkutan perintis dengan jalur Terunyan-Kintamani dan Terunyan-Bayung Gede juga untuk meringankan biaya/ongkos yang harus
dikeluarkan siswa ke sekolah. Pejabat asal Desa Songan ini mengatakan untuk pulang pergi dengan menumpangi pick-up, per harinya siswa harus mengeluarkan biaya Rp 15 ribu. Dengan menumpangi angkutan perintis, siswa hanya membayar maksimal Rp 5 ribu untuk pulang pergi ke sekolah. ‘’Karena pemerintah pusat memberikan subsidi 70 persen. Ke depan bupati juga akan memperjuangkan agar sisa 30 persen itu bisa disubsidi oleh pemerintah kabupaten, sehingga anakanak bisa berangkat sekolah gratis,’’ katanya. Sebagaimana hasil konfirmasi pihak balai, Gede Arta menambahkan bahwa lima armada angkutan perintis baru itu direncanakan akan mulai bisa beroperasi pada tahun ajaran baru nanti. Sekitar bulan Juli mendatang. (kmb40)
Petani Cengkeh Pesimis Hasil Panen Tak Maksimal
Bangli (Bali Post) – Produksi cengkeh pada musim panen tahun ini diperkirakan menurun dari tahun sebelumnya. Penyebabnya dampak kemarau panjang tahun 2018 lalu. Nyoman Marda, petani cengkeh di Desa Kutuh, Kintamani, Minggu (23/6) kemarin mengungkapkan, saat ini cengkeh di desanya sudah mulai memasuki musim panen. Puncak panen cengkeh biasanya akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September. Pada musim panen kali ini, Marda pesimis bisa mendapat hasil panen yang maksimal. Sebab, pada tahun lalu, cuaca tak cukup bersahabat bagi petani cengkeh. Kemarau panjang menyebabkan daun dan bunga cengkeh banyak rontok. ‘’Kalau tahun lalu hasil panen yang bisa saya dapat 4 ton, musim panen sekarang kemungkinan ha-
nya dapat 2 ton,’’ ujarnya. Selain hasil panen yang kurang maksimal, petani cengkeh kini juga dihadapkan pada harga cengkeh yang kurang menggembirakan. Marda mengatakan saat ini harga cengkeh di tingkat petani berkisar Rp 80 ribu per kilogram. Turun dari harga saat musim panen tahun lalu yang bisa laku dijual
Rp 92-93 ribu per kilogram. Sebagaimana informasi yang didapatnya dari pengepul, turunnya harga cengkeh saat ini karena pengaruh kenaikan pajak rokok. Ia tak bisa memastikan apakah jelang puncak panen nanti, harga cengkeh akan merangkak naik. ‘’Kadang bisa naik, kadang turun. Tergantung permintaan. Kalau
di gudangnya habis, mungkin harganya bisa naik,’’ ujarnya. Selama ini hasil panen cengkeh petani di Desa Kutuh banyak dijual ke pengepul dari Madenan dan Singaraja. Madra mengungkapkan harga cengkeh mulai mengalami peningkatan di atas Rp 50 ribu per kilogramnya pada tahun 2001. Pada tahun 2011 lalu, harga cengkeh sempat menembus Rp 235 ribu per kilogram. Kenaikan harga cengkeh saat itu terjadi karena tahun sebelumnya petani mengalami gagal panen karena dampak cuaca. (kmb40)
Topeng Tiki Diminati Pasar Internasional
Bangli (Bali Post) Sejumlah produk kerajinan tangan buatan perajin Bangli selama ini telah berhasil menembus pasar ekspor. Salah satunya produk kerajinan akar bambu buatan Kadek Sudanco. Dalam sebulan, permintaan produk kerajiannya
mencapai ratusan buah. Sudanco mengungkapkan, produk kerajinan buatannya yang sampai sekarang masih diminati pasar luar negeri, yakni topeng tiki. Produk yang ber-
bahan akar bambu itu diminati karena memiliki rupa yang unik. Biasanya produk ini dipakai sebagai hiasan dinding. Di pasar internasional, orderan topeng tiki banyak datang dari Inggris, Jerman dan Amerika. Ukuran yang dipesan beragam. Mulai dari 15 sentimeter hingga
Bali Post/kmb40
TOPENG - Topeng tiki buatan Kadek Sudanco yang selama ini diminati pasar ekspor.
16 sentimeter. Dalam sekali order permintaan kerajinan akar bambu bisa mencapai ratusan buah. “Kalau musimmusim sekarang, total pesanan mencapai 500 buah,” ujarnya, Minggu (23/6) kemarin. Pesanan yang datang, ada yang langsung melalui WhatsApp dan ada juga yang datang langsung ke artshop. “Sudah diminati dari dulu. Biasanya produk yang sudah dibeli akan dijual lagi di negeri sana,” ujarnya. Selain topeng tiki, yang juga diminati adalah kulkul akar bambu. Produk itu diminati karena bentuknya yang unik dan memiliki bunyi yang nyaring. Untuk membuat produk kerajinannya, pria yang membuka artshop di wilayah Susut itu mengaku memasok akar bambu dari sekitaran Bangli. Seperti Penglipuran, Kubu, hingga beberapa desa lainnya. Untuk bahan baku akar bambu yang berukuran besar, diakui Sudanco cukup sulit didapatkan. “Sedangkan kalau ukuran kecil dan sedang masih memadai, masih mudah saya dapatkan,” katanya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PERINTIS - Armada angkutan perintis yang selama ini telah beroperasi di Bangli.
Soal Pinjaman Daerah
Bupati Diminta Koordinasi Langsung ke Kemendagri Bangli (Bali Post) Rencana Pemkab Bangli merevitalisasi Pasar Singamandawa tahun ini dengan konsep terintegrasi dengan pariwisata dan pertanian, masih belum jelas. Sebab hingga saat ini Pemkab Bangli belum mendapat persetujuan Kemendagri terkait dana pinjaman yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan revitalisasi pasar. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles mendorong OPD terkait untuk terus berkoordinasi dan jemput bola ke Kemendagri sehingga persetujuan bisa segera didapat. “Bahkan bila perlu Bupati turun langsung untuk meyakinkan Mendagri sehingga bisa dipercepat,” kata Carles, Minggu (23/6) kemarin. Seperti yang telah dilakukan Gubernur terkait Perda Desa Pakraman beberapa waktu lalu. Kata Carles, Gubernur sempat turun langsung mempresentasikan
ke Mendagri, lantaran sudah lama ditunggu-tunggu verifikasi perda tersebut tak kunjung turun dari Kemendagri. Menurutnya upaya seperti itu perlu ditiru Bupati Bangli sehingga persetujuan mengenai pinjaman daerah bisa secepatnya turun. “Saran saya Bupati langsung menghadap Mendagri biar pinjaman daerah ini secepatnya mendapat persetujuan,” ujarnya. Carles mengatakan jika dalam beberapa bulan ke depan persetujuan pinjam a n d a era h b elum jug a turun, maka kemungkinan kegiatan revitalisasi pasar tak bisa dilaksanakan tahun ini. Revitalisasi harus direncanakan ulang di tahun 2020. Kalaupun memang tidak bisa dibangun dengan dana pinjaman, menurut Carles kegiatan revitalisasi bisa menggunakan dana APBD murni. Namun dengan konsekuensi harus ada beberapa
kegiatan di OPD yang dikurangi. Atau Pemkab bisa memohon bantuan dana ke Kementerian Perdagangan, seperti yang telah dilakukan untuk pembangunan Pasar Badung. Dalam rapat kerja di DPRD Bangli belum lama ini, Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibya mengungkapkan bahwa pembangunan pasar Singamandawa akan dilakukan dengan pola tahun jamak. Pada tahun 2019 ini akan dibangun dengan anggaran Rp 30 miliar dan dilanjutkan pada tahun 2020 dengan anggaran Rp 40 miliar. Pada intinya Pemkab Bangli tidak ada masalah untuk mendapatkan pinjaman daerah. Namun harus mendapat persetujuan Kemendagri. Permohonan persetujuan ke Kemendagri masih sedang dikoordinasikan Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli. (kmb40)
15
Senin Kliwon, 24 Juni 2019
Ni Made Eppi Wilantika
Copa America
Brazil Didukung Penggemar Rio de Janeiro –
Tuan rumah Brazil mencapai perempatfinal Copa America 2019 dengan memuncaki Grup A setelah mencukur Peru 5-0 pada laga terakhir penyisihan di Sao Paulo, Minggu (23/6) kemarin. Venezuela juga lolos setelah menang 3-1 atas Bolivia, sedangkan Peru harus menunggu untuk mengetahui apakah maju sebagai salah satu dari dua peringkat ketiga terbaik. Setelah dicemooh dalam dua pertandingan sebelumnya saat menang 3-0 atas Bolivia dan imbang 0-0 kontra Venezuela, Brazil menemukan bentuk permainan yang hilang di turnamen ini. Tanpa Neymar yang cedera, mereka terbukti tak tertahankan dalam serangan. Gol-gol tim Samba dihasilkan Casemiro pada menit ke-12, Roberto Firmino (19), Everton (32), Dani Alves (53) dan Willian (90). Brazil akan memainkan perempatfinal di Porto Alegre dan berpotensi melawan saingan beratnya, Argentina. ‘’Kami tahu akan sampai di sana cepat atau lambat karena kami bekerja sangat keras. Berkat kemenangan seperti ini kami terhubung dengan para penggemar. Ketika kami semua bersama, kami merasakan energi positif,’’ kata Alves selaku kapten tim kepada TV Globo. Dalam laga lainnya di Belo Horizonte, Darwin Machis mencetak dua gol untuk mengirim Venezuela ke delapan besar mengikuti Brazil, Kolombia (Grup B) dan Chile (Grup C). Bolivia membalaskan satu gol melalui Leonel Justiniano pada menit ke-82, tetapi empat menit kemudian Josef Martinez mempertegas kemenangan Venezuela. Venezuela memulai mimpi ketika Machis menuntaskan umpan silang Ronald Hernandez pada menit ke-2. Machis menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-58 mengonversi umpan Tomas Rincon. Leonel Justiniano membalaskan satu gol untuk Bolivia dari luar daerah. Josef Martinez membuat gol hasil sundulan meneruskan umpan silang Yeferson Soltedo. ‘’Kami mendedikasikan ini untuk seluruh negara yang selalu mengawasi kami,’’ ungkap Martinez. Wanita Jerman melaju ke perempatfinal Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis setelah menekuk Nigeria 3-0. Kapten Jerman Alexandra Popp Popp (28) membuat gol pembuka pada menit ke-20. Ini merupakan golnya yang ke-100 untuk tim nasional. Beberapa saat kemudian Sara Daebritz mencetak gol dari titik penalti disusul gol terakhir oleh Lea Schueller.
‘’Ini adalah hari yang sempurna. Kami memberi banyak tekanan pada Nigeria dan gol awal memberi kami stabilitas,’’ ujar Popp kepada penyiar ZDF. Jerman akan menghadapi Swedia atau Kanada di babak delapan besar. Sementara itu, Norwegia menang 4-1 atas Australia dalam adu penalti setelah sebelumnya bermain imbang 1-1. Norwegia memimpin melalui gol Isabell Herlovsen di babak pertama, tetapi Elise KellondKnight mencetak gol balasan untuk Australia tujuh menit menjelang laga berakhir. Sam Kerr adalah salah satu dari dua pemain Australia yang gagal dalam tendangan dari titik putih. Norwegia melawan Inggris atau Kamerun di perempatfinal. ‘’Saya tidak tahu apakah ada kata-kata untuk menggambarkan perasaan saya, tetapi yang lebih penting bagaimana perasaan gadisgadis itu,’’ ujar pelatih Australia Milicic merujuk kesedihan para pemainnya. (afp/ kmb)
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Menawa Ratna Ngusaba Desa Mapahayu Nini lan Nilapati (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz SMP PGRI 5 Denpasar, Juara umum Porjar 2017 dan 2018
juga melakukan pemotongan tumpeng dan pembagian door prize didampingi serta diikuti oleh Bupati Mas Sumatri, Wakil Bupati Wayan Artha Dipa, Forkompimda dan Sekda selaku panitia tetap peringatan HUT Kota. Ratusan door prize serta pesta kembang api menutup kemeriahan pada puncak peringatan Hari Jadi Kota Amlapura tersebut. ‘’Dengan komitmen bersama, antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Karangasem didukung
09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Mangupura (Bali Post) Serangkaian HUT ke73 Bhayangkara, Polres Badung menggelar lomba tarik tambang di Lapangan Kopral I Wayan Surem, Jalan Ciung Wanara No.11A, Blahkiuh, Abiansemal, Sabtu (22/6). Tampil se-
Panggung Utama oleh segenap komponen masyarakat, serta melalui koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Karangasem akan berkembang sesuai yang dicita-citakan,’’ pungkas Nyonya Putri Koster. Dirinya juga berharap lewat momentum peringatan ini masyarakat tidak memaknai sebagai kegiatan seremonial saja, namun dapat dimaknai sebagai sakralisasi dari sebuah kelahiran, sehingga dapat
Senin, 24 Juni 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita
ATLET lompat tinggi Ni Made Eppi Wilantika sukses mendulang medali emas pada Kejurnas Jatim Terbuka sekaligus kualifikasi PON di Stadion Joko Samudro, Surabaya, April lalu. Hebatnya lagi, Eppi yang mampu meloncat setinggi 163 sentimeter berhasil mengalahkan altet pelatnas Nadia (DKI). Hasil itu meloloskan atlet Bali ini ke PON 2020 di Papua. Eppi juga menjalani tes kesehatan dan doping serta didata sebagai calon atlet Pelatnas SEA Games. ‘’Saat ini saya menunggu pemanggilan resmi sebagai atlet Pelatnas SEA Games, karena masih dalam proses. Saya berobsesi masuk tim nasional,’’ tutur putri kedua pasangan Wayan Suatra dan Ni Nyoman Sukartini ini. Ajang kualifikasi PON berikutnya adalah Jateng Terbuka di Semarang yang akan berlangsung awal Juli mendatang. ‘’Saya ingin sekali turun di Jateng, tetapi terbentur dengan ujian akhir semester (UAS) di kampus,’’ sebut mahasiswi semeter II FE Unwar ini. Tidak berlaga pada Jateng Terbuka, Eppi dijadwalkan tampil pada Kejurnas Atletik 2019 di Cibinong, Bogor, Jabar yang digelar Agustus. Ia mematok target mengalahkan atlet nasional pada tiap kejuaraan level nasional. Hanya, dirinya belum tahu apakah Nadia juga turun di Jateng. Eppi memulai karier atletiknya di bangku kelas I SMPN 3 Abiansemal. Atlet kelahiran Abiansemal, Badung, 15 Februari 2000 ini selanjutnya meneruskan pendidikan ke SMAN 1 Abiansemal (Smanab). (nel)
Tim Satsabhara Polres Badung Juara
KEEMPAT - Dani Alves mencetak gol keempat Brazil ke gawang Peru dalam laga terakhir Grup A, Minggu (23/6) kemarin.
Dari Hal. 1 Kemeriahan berlanjut pada malam resepsi HUT ke-379 Kota Amlapura di panggung utama. Penampilan Sekaa Gong Tunas Mekar Colorado Amerika Serikat dan Gus Teja World Music mampu menyedot perhatian ribuan masyarakat Karangasem. Nyonya Putri Koster juga hadir memesona dengan membawakan sebuah puisi berjudul ‘’Gugurnya Kumbakarna’’ yang menceritakan tentang bela negara serta nasionalisme. Selain itu, Nyonya Putri Koster
Obsesi Masuk Timnas
Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (1) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Klip Bali Yowana Live Yang Gemilang Dari SMK Prashanti Nilayam Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Taman Sari
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
TK Liang Kumara Gita Santhi Sekaa Santhi Beringin Suci (2) Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Anak Agung Putu Oka Menak, Seniman Serba Bisa Seputar Bali Terkini Lila Cita Wayang Calonarang I Binor Poh Gading (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
dipakai sebagai simbol dan spirit dalam kehidupan. Oleh karena itu, peringatan hari jadi harus disikapi secara mendalam arif dan bijaksana sebagai refleksi bagi generasi sekarang untuk mewujudkan masyarakat Karangasem
yang cerdas, bersih, dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana sebagai bagian dari daerah Bali yang aman, damai dan sejahtera sesuai visi Pemprov Bali mewujudkan Bali Era Baru, ‘’Nangun Sad Kertih Loka Bali’’. (ad588)
bagai juara tim Satsabhara Polres Badung disusul tim Satintelkam dan tim Satresnarkoba. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Minggu (23/6) kemarin menyampaikan, dalam melaksanakan kegiatan, pihaknya selalu melibatkan TNI dan Brimob. Begitu juga saat menggelar lomba tarik tambang, anggota TNI, Brimob dan masyarakat diikutsertakan. Ini merupakan salah satu bukti soliditas Polres Badung dengan instansi terkait. Ia mengaku bangga kare-
na seluruh peserta lomba sangat antusias dalam memeriahkan Hari Bhayangkara, meskipun pelaksanaanya sederhana. ‘’Yang penting semangat, itu sudah cukup,’’ tegas Kapolres kelahiran Jembrana ini. Yudith mengungkapkan, bukan juara yang menjadi prioritas, tetapi terjalinnya silaturahmi dengan berbagai pihak. Kekompakan ini selalu dijaga, begitu juga saat pengamanan Lebaran dan pemilu serentak yang sudah berlangsung aman, damai dan sejuk. (kmb36)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
KULINER
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SENIN KLIWON, 24 Juni 2019
Perlambang Kesuburan dan Keselamatan
Tarian Gandrung Dibangkitkan Lagi
KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA
Bali Post/ist
GANDRUNG - Penampilan tari Gandrung dari Sekaa Gandrung Smara Ratih, Banjar Pande, Desa Kamasan, Klungkung di Kalangan Ayodya, Sabtu (22/6).
EMPAT penari laki-laki dirias menyerupai penari perempuan, menampilkan tari Gandrung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya serangkaian PKB ke41, Sabtu (22/6). Penari Gandrung dari Sekaa Gandrung Smara Ratih, Banjar Pande, Desa Kamasan, Klungkung itu tampil maksimal, diapresiasi banyak penonton. Tarian yang diperkirakan muncul tahun 1934 ini sempat vakum. Kini dibangkitkan lagi. Kalangan Ayodya dipenuhi para penonton yang rindu akan tarian sakral tersebut. Penggarap tari Ni Wayan Sueni mengaku waswas akan penampilan pertama anak asuhnya. ‘’Ini saya agak ketug-ketug (berdebar), karena kan anak-anak juga pada baru menarikan Gandrung, takutnya gimana kan ber-
Nadia Nevita PENDIDIKAN
KESERIUSAN dalam berkarya kini ditunjukkan remaja cantik, Putu Nadia Nevita. Setelah memberanikan diri menjadi penyanyi komersial sejak November 2018 -- dengan single perdana ‘’Tresna Nak Sekolah’’ -- satu per satu karyanya dirilis ke publik. Bahkan, single-single tersebut diciptakan oleh penyanyi Bali kenamaan seperti Yong Sagita pada lagu ‘’Tresna Nak Sekolah’’ dan Tika Pagraky single ‘’Kasmaran’’. Tak puas karya single, gadis kelahiran Denpasar, 8 November 2004 ini merilis mini album bertajuk ‘’Mahluk Tak Peka’’. Peluncuran mini albumnya ini terbilang spektakuler. Pasalnya, selain mengundang temanteman sekolah dan kerabat orangtuanya, juga dihadiri sejumlah musisi, penyanyi, dan seniman Bali. Tidak hanya itu, penyanyi nasional, seperti Obbie Mesahk juga turut hadir menyaksikan peluncuran mini album di salah satu restoran internasional di kawasan Denpasar, Sabtu (22/6) malam. Putri sulung pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini mengaku bangga akhirnya bisa merilis mini album ‘’Mahluk Tak Peka’’ yang disaksikan langsung sejumlah musisi, penyanyi dan seniman Bali dan nasional. Pada mini album ini terdapat 5 lagu, di antaranya ‘’Tresna Nak Sekolah’’, ‘’Kasmaran’’, ‘’Jangan Pergi’’, ‘’Sapi Liar’’ dan ‘’Mahluk Tak Peka’’. Selain lagu komersial, juga terdapat sebuah lagu religi ‘’Samsara’’ yang diciptakan Komang Darmayuda. ‘’Nadia berharap semua lagu Nadia disukai, dapat menghibur dan membuat semua orang yang mendengar merasa senang dan bahagia.
KULINER
DI TANGAN perajin, koran bekas bisa disulap menjadi berbagai hasil kerajinan bernilai tinggi. Di antaranya keben, bokor, tempat kuwangen, kotak tisu dan asbak. Berawal dari iseng, Ketut Suparta, perajin asal Kediri, Tabanan, mencoba membuat kerajinan dari koran bekas. Karya pertamanya adalah bokoran. Ternyata banyak yang tertarik membelinya. Dari sinilah, Suparta mengembangkan usaha kerajinan koran bekas dengan nama Suparta Kreasi pada tahun 2016. Ditemui di stan Pesta Kesenian Bali (PKB), Minggu (23/6) kemarin, Suparta menuturkan, kerajinan koran yang dihasilkan dijamin kuat dan memiliki hiasan yang berbeda. ‘’Saya berusaha untuk terus berinovasi. Tidak hanya kerajinan peralatan upakara seperti keben dan bokor tetapi juga berinovasi sesuai permintaan. Untuk masyarakat non-Hindu, kami ada pilihan berupa asbak, kotak tisu sampai tempat buah. Kami buat sesuai pesanan juga,’’ ujarnya. Kerajinan koran yang dihasilkan Suparta Kreasi juga dilirik wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
KORAN - Kerajinan dari koran bekas, produksi perajin asal Kediri, Tabanan di stan PKB.
SENIMAN
TOP The Sanctoo Villas & Spa at Bali Zoo IN VASI
THE Sanctoo Villas & Spa kembali meraih penghargaan untuk ketiga kalinya dalam Bali Tourism Award (BTA) sejak berdiri 2016, yakni pada kategori Bali Leading Family Resort. Penghargaan BTA ini berdasarkan pada tiga penilaian yakni melalui Online Votings, sepuluh Board of Advisor dari dalam dan luar negeri dan dari Binus Business School. Bali Tourism Awards merupakan salah satu ajang penghargaan yang paling bergengsi di dunia pariwisata Bali. ‘’Bagi kami, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan bagi The Sanctoo team karena ini merupakan kali ketiga kami meraih penghargaan Bali Leading Family Resort. Selain itu, penghargaan ini merupakan bukti konkret bahwasanya The Sanctoo Villas & Spa selain menawarkan akomodasi bagi pasangan honeymoon, juga nyaman sebagai pilihan berlibur keluarga,’’ ungkap Putra Subali selaku Resort Manager The Sanctoo Villas & Spa. The Sanctoo Villas & Spa menjadi pilihan Bali Leading Family Resort karena tempatnya yang sangat mengasyikkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sanak saudara. Dengan luas vila 300 m2 untuk masing-
masing vilanya, maka tak heran jika The Sanctoo Villas & Spa menjadi tujuan keluarga untuk berlibur dan menginap. Tidak hanya vilanya yang luas dan kolam renang pribadi, The Sanctoo Villas & Spa menawarkan pengalaman yang tak terlupakan yaitu menyatu dengan alam semesta dan isinya. Hanya dengan menginap di The Sanctoo Villas & Spa, Anda akan memperoleh fasilitas masuk secara gratis ke Bali Zoo sepuasnya. Bali Zoo sendiri merupakan salah satu kebun binatang dan tempat konservasi hewan yang dimiliki oleh putra Bali yakni Anak Agung Gde Putra yang sekaligus owner dari The Sanctoo Villas & Spa. Bali Zoo dan The Sanctoo Villas & Spa tempatnya sangatlah berdekatan, hanya beberapa langkah
BUDAYA
PENDIDIKAN
dari lobi The Sanctoo Villas & Spa, Anda akan merasakan pengalaman liburan dengan sensasi yang berbeda. Tidak hanya sebagai tempat untuk melihat species binatang langka seperti komodo atau harimau, Bali Zoo juga menawarkan beberapa kegiatan yang sangat cocok dilakukan bersama dengan sanak saudara seperti Breakfast With Orangutan, Night at The Zoo dan masih banyak yang lainnya. Eka Wati selaku Sales Manager & Marketing The Sanctoo Villas & Spa menambahkan, penghargaan Bali Tourism Awards ini sangatlah berarti dan berkesan bagi The Sanctoo Villas & Spa. Semoga ke depannya The Sanctoo Villas & Spa kembali menjadi tempat dan tujuan favorit bagi keluarga untuk berlibur dan menginap di Bali. (gie)
SENIMAN
KESEHATAN Kerajinan Koran Bekas Diminati Wisatawan TOP IN VASI
KESEHATAN
WONDERFUL BALI
Nadia ingin berbagi kebahagiaan melalui lagu,’’ ujar Nadia yang baru saja lulus di SMPN 3 Denpasar ini. Terkait dengan single ‘’Mahluk Tak Peka’’ ciptaan Toya Arianto dengan lirik bahasa Indonesia ini menceritakan tentang sebuah kisah tentang harapan seseorang agar cintanya dibalas oleh orang yang disukainya. Akan tetapi, orang yang disukainya itu, sama sekali tidak pernah peduli, sekalipun berada di sampingnya. Bahkan semua hal yang indah tidak berarti. Selaku produser, Yong Sagita akan terus mendukung Nadia Nevita untuk terus berkarya. Apalagi, dengan karakter suaranya yang khas, penyanyi pop Bali legendaris tersebut yakin bahwa Nadia Nevita akan bisa bersaing di belantika musik Bali, bahkan bisa tembus musik nasional. ‘’Teruslah berkembang dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Bali untuk melestarikan lagu Bali,’’ p e s a n Y o n g Sagita. (win)
banyak wisatawan datang langsung membeli kerajinan karya Suparta Kreasi ini. Stan di PKB yang tahun ini digratiskan, Suparta mengaku sangat bersyukur dan ber-
KULINER
tarian Gandrung, menurut Sueni, dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, karena para seniman yang mengetahui tari dan tabuh Gandrung sudah meninggal dan tua-tua, sehingga tidak ada regenerasi. Kedua, penari kadang enggan dan tidak mau diajak latihan. Oleh karena itu, pada kesempatan PKB ke-41 ini, Sanggar Smara Ratih mencoba kembali membangkitkan tarian Gandrung tersebut. Hal ini pun atas inisiatif dari salah satu seniman senior yang sudah tua untuk merintis dan mengingat kembali Gandrung Tabuh yang lama. Meski di tengah keterbatasan, Sekaa Gandrung Smara Ratih dan para warga Banjar Pande saling bersinergi. Sueni mengaku, meskipun tarian Gandrung termasuk tarian sakral, penampilannya kali ini bukanlah yang disakralkan. Kadek Dodi Junia Putra (16), salah satu pemuda Banjar Pande yang ditunjuk sebagai penari Gandrung, pun mengaku harus melakukan berbagai adaptasi. Apalagi ini merupakan kali pertama ia menarikan tari Gandrung. (win)
Peroleh ’’Bali Leading Family Resort 2019’’
Berbagi Kebahagiaan SENIMAN
hadapan dengan penonton, meskipun mereka menggunakan payasan penari wanita,’’ ujar Sueni. Kata Sueni, tari Gandrung sebenarnya bukan hal yang baru di Kabupaten Klungkung. Kemunculannya diketahui sekitar tahun 1934. Tari Gandrung merupakan sebuah tari pergaulan yang dilakukan oleh penari laki-laki yang diilustrasikan sebagai perlambang kesuburan dan keselamatan. Tarian ini dipakai sebagai kaul atau naur sesangi saat masyarakat diserang wabah penyakit. Gandrung pun merupakan tarian sakral, pementasannya saat itu di-puput oleh Ida Pedanda dari Geria Pidada Klungkung. Seiring berjalannya waktu, tari pergaulan ini berjaya tahun 1970-an sampai memasuki tahun 1990-an. Bahkan di tengah-tengah masa kejayaannya, pada tahun 1987 muncul Sekaa Gandrung Smara Ratih. Kendati demikian, setelah mengalami masa kejayaan, Tari Gandrung di Klungkung pun mengalami kemerosotan regenerasi hingga vakum selama bertahun-tahun. Tidak menggeliatnya
terima kasih kepada Pemrov Bali. Karena tidak membayar sewa, pihaknya bisa menjual kerajinan kertas korannya sesuai harga pasar yaitu paling murah Rp 15 ribu sampai paling mahal Rp 350 ribu. (san)
SPMB Unmas Diikuti 5.000 Peserta, Wajib Bebas Narkoba SEBAGAI PTS terbaik di Bali, NTB dan NTT hasil penilaian Dikti, calon mahasiswa baru Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus mengalami peningkatan. Calon mahasiswa baru menyebut Unmas diminati selain karena berkualitas juga biaya pendidikannya terjangkau dan banyak pilihan program studinya. Ni Komang Riris Amandajaya di sela-sela tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) gelombang I Unmas, Minggu (23/6) kemarin, mengakui memilih Unmas karena dikenal PTS bermutu memiliki 5 prodi terakreditasi A dan terjangkau. ‘’Kakak saya lulusan Akuntansi dan cepat kerja. Jadi saya ikut memilih Unmas,’’ ujarnya. Pada SPMB Gelombang I Unmas 2019 diikuti 5.000 lebih peserta. Mereka menentukan pilihan di 20 prodi setelah bergabungnya Fakultas Farmasi dan Fakultas Bahasa Asing yang melakukan seleksi secara mandiri. SPMB kemarin langsung dipantau Rektor Unmas Denpasar Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. bersama WR I Dr. Made Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. serta para dekan. Ketua Pusat Integrasi Data dan Sistem Informasi Unmas Ida Bagus Suryatmaja, S.T., M.T. mengungkapkan, SPMB di luar FBA dan Farmasi diikuti 3.000 lebih. Jumlah itu 281 lewat jalur bakat dan prestasi (PMKA, JPPA, JPANA) dan 2.701 lewat jalur tes. SPMB
tahap I ini memperebutkan 60 persen dari kuota mahasiswa 3.000 orang. Peserta terbanyak di gelombang I memilih Prodi Manajemen (1.401), Akuntansi (611), FH (203), sedangkan prodi lain tersebar merata 60-123 peserta. Pada tes tulis SPMB kali ini peserta wajib mengikuti tes tulis meliputi TPA, bidang studi dasar dan tes kemampuan serta tes wawancara. Pengumuman hasil tes dilakukan 29 Juni, SPMB Gelombang II dibuka 8 Juli- Agustus 2019. Rektor Unmas Made Sukamerta mensyukuri tahun ini jumlah peserta tes SPMB Gelombang I naik 10 persen tiap tahun. Makanya Unmas akan melakukan seleksi ketat guna mendapatkan input terbaik. Dia menegaskan calon mahasiswa baru wajib mengisi surat pernyataan bebas dari narkoba karena Unmas adalah kampus bebas narkoba dan ro-
kok serta garda terdepan memberantas paham radikalisme. Untuk itu dia minta maaf banyak peserta SPMB akan tersisih karena kuota Unmas hanya 3.000 mahasiswa sesuaikan dengan rasio dosen dan fasilitas yang ada. Selain itu guna menjaga komitmen menerapkan budaya mutu karena Unmas meraih ISO 9001:2015. Saat ini juga sedang membangun lab farmasi tercanggih di Indonesia agar Fakultas Farmasi bisa membuka program profesi. ‘’Setelah kampus baru selesai di Padanggalak, baru kami bisa menambah jumlah mahasiswa,’’ tegasnya. Ditambahkannya, Unmas tetap memberikan bebas uang gedung bagi calon mahasiswa yang memilih Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Hal ini guna memberi kesempatan bagi krama Bali menggeluti dunia pertanian, teknik sipil dan prodi baru Teknik Lingkungan. (sue)
SPMB - Rektor Unmas Made Sukamerta didampingi Wakil Rektor dan IB Suryatmaja berfoto bersama dengan peserta SPMB.