terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 237 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
jumat kliwon, 24 april 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
Pantau Penjual Masker Dadakan
Seluruh Pantai di Canggu Ditutup
Satpol PP Kota Denpasar memantau penjual masker dadakan. Pasalnya, banyak di antara mereka tidak memperhatikan aturan. Misalnya, menjual masker di badan jalan.
Seluruh kawasan pantai di wilayah Desa Adat Canggu sudah ditutup untuk umum sejak Maret lalu. Guna memastikan tak ada penerobos, desa adat dan aparat kelurahan setempat memasang blokade di semua pintu masuk pantai. BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Penggunaan Dana Diminta Tidak Tumpang Tindih Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, desa dinas sampai desa adat telah mengalokasikan dana penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Agar tidak sampai terjadi tumpang tindih, penganggaran semua komponen ini harus disinergikan. TABANAN | HAL. 4
Realokasi Anggaran Rp 756 Miliar untuk Penanganan Kesehatan, Dampak Ekonomi dan JPS
KETERANGAN PERS - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Tjokokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Dewa Made Indra saat memberikan keterangan pers, di Jayasabha, Kamis (23/4) kemarin.
Masyarakat Diminta Tetap Berdoa SECARA niskala, umat Hindu telah melakukan berbagai upacara untuk memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Umat Hindu di Bali juga telah melaksanakan upacara Paneduh Jagat yang dipusatkan di Pura Panataran Agung Besakih. Upacara yang dilaksanakan hanya sewaktu-waktu jika ada kejadian bencana, penyakit maupun gering agung ini dilaksanakan hingga ke jenjang rumah tangga. Bahkan, setelah upacara dilaksanakan, sejumlah desa adat di Bali menggelar Sipeng desa adat. Di mana, krama desa adat bersangkutan dilarang keluar rumah guna memutus penyebaran Covid-19. Mari kita tetap di rumah dan berdoa. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, upacara Paneduh Jagat merupakan suatu usaha umat Hindu di Bali untuk menangkal dan memutus wabah pandemi Covid-19 secara niskala. Hal. 7 Gelar ’’Sipeng’’
OPINI
Fenomena Kebutuhan Uang Kertas Oleh : M. Setyawan Santoso BARU-BARU ini terjadi fenomena berbeda di mana kebutuhan uang kertas di masyarakat Bali yang selama setahun ini menunjukkan kecenderungan menurun, tetapi pada Maret 2020 ini kembali meningkat. Perubahan jumlah uang kertas di masyarakat tergantung pada perilaku masyarakat yang ditentukan oleh kebutuhan masyarakat dalam memegang uang kertas (cash). Jika masyarakat memerlukan banyak uang kertas, maka ia akan melakukan penarikan dananya dari bank. Sebaliknya jika masyarakat merasa kurang perlu memegang uang kertas, maka ia akan melakukan penyetoran ke bank. Demi memenuhi kebutuhan nasabahnya, bank akan melakukan penyesuaian dengan melakukan penarikan dan penyetoran dananya kepada Bank Indonesia. Jadi, jika kebutuhan masyarakat akan uang kertas bertambah, Bank Indonesia akan menerima setoran uang kertas lebih sedikit dari bank dibandingkan dengan jumlah uang kertas yang ditarik oleh bank (net outflow) dan demikian pula sebaliknya. Hal. 7 Penggunaan Sistem Pembayaran
PEMPROV Bali telah melakukan realokasi anggaran pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 756 miliar. Selanjutnya, hasil realokasi anggaran tersebut digunakan untuk tiga kelompok penanganan kegiatan pandemi Covid-19. Yakni penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (JPS). ‘’Kebijakan ini telah dikirim kepada Bapak Menteri Dalam Negeri RI tanggal 17 April 2020,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan pers di Jayasabha, Denpasar, Kamis (23/4) kemarin. Menurut Koster, realokasi anggaran itu bersumber dari Belanja Tidak Langsung (Belanja Pegawai, Bantuan Keuangan Khusus, dan Belanja Tidak Terduga) sebesar Rp 19 miliar, Belanja Langsung (Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal) sebesar Rp 687 miliar, dan Pembiayaan (Penyertaan Modal) sebesar Rp 50 miliar. Selanjutnya dibagi untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 275 miliar, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 220 miliar, dan Jaring Pengaman Sosial sebesar Rp 261 miliar. ‘’Kebijakan penanganan kesehatan Covid-19 terdiri dari dua skema,’’ imbuhnya. Skema pertama, lanjut Koster, penanganan kesehatan berbasis desa adat dengan anggaran Rp 75 miliar yang terdiri dari dua
’’Kebijakan ini telah dikirim kepada Bapak Menteri Dalam Negeri RI tanggal 17 April 2020.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
paket. Paket pertama adalah kegiatan secara niskala dan Paket kedua berupa kegiatan secara sekala. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Gotong Royong di desa adat bersinergi dengan relawan desa. Skema kedua, yakni penanganan kesehatan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar yang terdiri dari lima paket. Meliputi, pelayanan di RS PTN Unud, RSUP Sanglah, dan RS Bali Mandara. Pengadaan peralatan kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), rapid test kit, masker, sarung tangan, hand sanitizer, disinfektan, dan lain-lain, termasuk bantuan kabupaten/kota, penyediaan tempat karantina di hotel dan
tempat lain bagi tenaga medis, pekerja migran Indonesia (PMI)/ anak buah kapal (ABK), dan tenaga pendukung lainnya, termasuk bantuan kabupaten/kota, bantuan insentif bagi tenaga medis, serta dukungan kegiatan operasional Gugus Tugas
Provinsi. ‘’Terkait penanganan dampak ekonomi, pagu anggaran Rp 220 miliar digunakan untuk penanganan atau penyelamatan kegiatan usaha akibat dampak Covid-19 terhadap dunia usaha yang meliputi tiga skema,’’ jelasnya. Koster menambahkan, skema pertama ditujukan untuk kelompok usaha informal yang terdiri dari dua paket. Hal. 7 Penanganan Dampak
PERBANKAN DUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN
Denpasar (Bali Post) Pandemi Covid-19 menjadi ancaman serius bagi semua sektor. Potensi terjadi penumpukan angka pengangguran dan stagnasi ekonomi akan berdampak pula terhadap distribusi pangan termasuk stoknya di kemudian hari. Kondisi ini mesti menjadi atensi bersama termasuk sektor perbangkan. ‘’Di tengah pandemi Covid-19, perbankan tetap menyalurkan kredit. Hanya lebih selektif terutama untuk sektor pangan, kesehatan termasuk perdagangan. Langkah selektif pun dilakukan dengan prinsip sangat hati-hati dengan memperhatikan kesehatan usaha para calon debiturnya,’’ jelas Direktur Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Kamis (23/4) kemarin. Menurut Sudharma, BPD Bali memberikan atensi dalam usaha yang mengarah pada menjaga stabilitas distribusi bahan pangan. Bahkan, model ini telah diterapkan di daerah lain dengan menguatkan gudang pangan. ‘’Kredit tetap kami buka sepanjang persyaratan terpenuhi dan lolos kajian. Kami sangat selektif dalam hal ini,’’ jelasnya. Ia menambahkan, BPD Bali juga berkomitmen mengamankan tetap bergeraknya usaha di sektor–sektor strategis yang bertahan pada kondisi pandemi saat ini. Kepedulian terhadap inilah yang harus diapresiasi bersama dengan semangat gotong royong. ‘’Permohonan kredit sektor pangan, perdagangan, kesehatan (apotek) masih tinggi permintaan. Namun, realisasinya lebih selektif dengan memperhatikan kondisi usaha debiturnya. KUR juga sama, sesuai peraturan Men-
teri Perekonomian tentang itu. Semua tetap jalan. Cuma kita tetap lakukan seleksi,’’ ujarnya. Pemberian kredit yang lebih selektif, katanya, tidak terkait dengan likuiditas bank. Likuiditas terjaga karena sebagai lembaga perbankan likuiditas yang menjadi fokus pertama. Di Bali tidak ada konglomerat, sehingga menyebabkan banyak perusahaan di Bali kesulitan di tengah pandemi Covid-19 ini. Bahkan perusahaan yang sebelum ada Covid-19, skala usahanya cukup besar di Bali karena pariwisata maju, juga mengalami kesulitan saat ini. Berbeda dengan kondisi ekonomi di luar Bali seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera yang memiliki tambang, pertanian yang maju, di tengah pandemi tetap bisa hidup karena sektor tersebut menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, dengan diterapkannya physical distancing, maka dibutuhkan waktu tambahan dalam proses perkreditan. Hal. 7 Menjaga Likuiditas Bank
’’Kredit tetap kami buka sepanjang persyaratan terpenuhi dan lolos kajian. Kami sangat selektif dalam hal ini. Sektor pangan, kesehatan dan perdagangan tetap mendapat prioritas.’’ I Nyoman Sudharma Dirut BPD Bali
Berharap Relaksasi Kredit LPD LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) yang merupakan lembaga keuangan milik masing-masing desa adat di Bali diharapkan mampu berperan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Selain memberikan bantuan langsung kepada krama desa adat, LPD juga diharapkan bisa memberikan semacam relaksasi kredit bagi peminjam. Meskipun secara hukum LPD tidak tunduk dengan UU LKM, paling tidak LPD harus mengindahkan instruksi Presiden. Mengingat debitur LPD adalah warga desa adat sendiri. Ketua BKS LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. mengaku belum semua LPD di Bali bisa memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak Covid-19. Sebab, kondisi keuangan LPD berbeda-beda. Namun, beberapa dari 1.435 LPD yang ada sudah melakukannya secara bertahap. Apalagi, Perda LPD sangat jelas mengamanatkan, bahwa sebesar 5% keuntungan bersih LPD
dapat digunakan untuk dana sosial. Hal itu sudah berjalan sejak berdirinya LPD di masing-masing desa adat. Di samping juga, sebesar 20% keuntungannya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. ‘’Sebetulnya amanat Perda LPD sudah jelas, bahwa dari laba yang diraih per tahun, 5 persen dialokasikan untuk dana sosial. Artinya, seka-
rang kita hanya membangkitkan dan mengefektifkan lagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena dari dulu LPD sudah melakukan hal itu, terutama untuk membantu krama desa adat, baik kepada anak disabilitas, anak yatim-piatu, dan lansia yang disesuaikan dengan keberadaan masingmasing LPD,’’ ujar Cendikiawan. Hal. 7 Menjaga Kewajiban
’’Diharapkan seluruh pengurus LPD yang ada di desa adat agar berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat bersamasama membantu krama desa adat untuk mendapatkan hak-haknya.’’ Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. Ketua BKS LPD Provinsi Bali
Jumat Kliwon, 24 April 2020
Covid-19 Membahayakan Sendi Kehidupan Berbangsa 7.775 960 646 167 55 4
Positif Covid-19 di Bali Menjadi 167 Orang Denpasar (Bali Post) – Tepat dua minggu, Bali masih mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19. Jumlahnya cukup banyak, mencapai belasan kasus konfirmasi positif. Menurut data yang ada per pukul 12.00 WIB, Kamis (23/4) kemarin, Bali secara kumulatif menangani 167 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Ini artinya ada penambahan pasien positif sebanyak 15 kasus. Untuk yang sembuh juga mengalami penambahan 8 kasus, sehingga total kasus sembuh mencapai 55 orang. ‘’Untuk Bali, pasien sembuh mencapai 55 orang,’’ kata Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam video conference streaming-nya, Kamis kemarin. Untuk yang meninggal tidak ada penambahan jumlah. Total pasien meninggal masih tetap di angka 4 orang. Sementara itu, Yurianto mengatakan, di Indonesia masih terjadi penambahan 357 kasus terkonfirmasi positif. Total sekarang menjadi 7.775 kasus. Untuk yang sembuh ada penambahan 47 orang, sehingga totalnya menjadi 960 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 11 orang, sehingga total kasus menjadi 646 korban jiwa. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 18.283 orang dan dalam pengawasan (ODP) sebanyak 195.948 kasus. ‘’Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Juga sebanyak 267 kabupaten/kota,’’ ungkapnya. (iah)
Desainer Asal Swiss Dituntut 10 Tahun
Denpasar (Bali Post) Desainer asal Swiss, terdakwa Raphael Hoang (45), Kamis (23/4) kemarin dituntut pidana penjara selama 10 tahun. JPU Made Dipa Umbara dalam sidang secara virtual menyatakan, terdakwa berkebangsaan Switzetland itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni tanpa hak dan melawan hukum mengimpor narkotika golongan I dalam bentuk tanaman. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 113 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dipidana penjara 10 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar, subsider empat bulan penjara. Atas tuntutan itu, terdakwa bersama penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan dalam sidang pekan depan. Sementara dalam surat tuntutan yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan IGA Putra Atmaja, jaksa menyatakan terdakwa ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai pada 4 November 2019 lalu. Sesaat setelah pesawat Hongkong Airlines dengan nomor penerbangan HX 709 tujuan Denpasar. Saat diperiksa dengan menggunakan X-ray, gerakgeriknya mencurigakan, sehingga terdakwa dibawa ke pemeriksaan Bea dan Cukai. Petugas menemukan ganja seberat 1,65 gram, dan bungkus potongan daun berwarna cokelat yang mengandung sediaan narkotika jenis ganja seberat 28,38 gram netto. Terdakwa mengaku membeli ganja itu di negaranya di Swiss. (kmb37)
denpasar singkat
Dialog Interaktif Bali TV THE Marhaenisme Institute bekerja sama dengan Bali TV menggelar dialog interaktif, Jumat (24/4) hari ini pukul 16.00 – 17.00 Wita. Dalam dialog ini menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Direktur The Marhaenisme Institute/anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI utusan Bali dengan tema ‘’Menilai Manajemen Bencana Covid-19 di Provinsi Bali’’. Sudah hampir dua bulan rakyat Bali merasakan dampak pendemi Covid-19. Namun banyak yang menilai penanganan dampak bencana di Bali ini terkesan lambat, baik di tingkatan provinsi, kabupaten maupun kota. Apa benar? Sejumlah masalah muncul di Bali, seperti kontroversi pemulangan TKI/PMI, kasus cicilan rakyat, PHK di semua sektor, kebijakan SPP pendidikan, nasib para perantau, dan belum lagi terbatasnya APD. Di satu sisi, pemerintah dengan lembaga agama dan adat hanya bisa mengimbau rakyat Bali untuk nyejer daksina dan mempersembahkan nasi wong-wongan. Lalu kenapa realisasi eksekusi di daerah luar Bali bisa sangat cepat? Teori pembanding selalu dipakai kaum Marhaen untuk menilai pemimpinnya. Semua kajian akan disampaikan dalam sudut pandang Marhaenisme. (r)
Topik : perbankan dukung kemandirian pangan
Denpasar (Bali Post) Hampir dua bulan wabah Covid-19 melanda Indonesia dan jumlah korbannya terus bertambah, termasuk di Bali. Dampak negatifnya sangat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Menurut Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, jika terlalu lama wabah ini melanda, maka berisiko terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa lainnya, terutama masalah ekonomi. ‘’Ini semua jadi tanggung jawab kita. Mari selesaikan dengan baik. Yakin dan optimisme bahwa kita mampu menyelesaikan ini. Kita harus disiplin mengikuti ajuran pemerintah,’’ tegas Pangdam Benny Susianto usai acara melepas pendistribusian 1.110 paket sembako di Makodam, Denpasar, Kamis (23/4) kemarin. Pendistribusian bantuan paket sembako TNI-Polri Peduli Covid-19 ini dihadiri Direktur Binmas Polda Bali Kombes Pol. Komang Suartana, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan dan pejabat Polres Badung beserta Bhabinkamtibmas dan Babinsa. ‘’Kegiatan ini bagian dari rasa empati dari prajurit TNI dan anggota Polri khususnya Kodam IX/Udayana dan Polda Bali. Memang kecil, tapi kita mencoba berikan motivasi, optimisme kepada anak bangsa supaya mereka yakin bisa melewati masa sulit ini,’’ ujarnya.
Bali Post/rah
BANTUAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyerahkan bantuan sembako dan APD secara simbolis ke Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Bantuan ini diantar door to door, tepat sasaran dan ada komunikasi sosial dengan masyarakat sehingga tahu sejauh mana kesulitan yang dihadapi. Sasaran dipilih dan mereka yang betul-betul perlu bantuan. Memang tidak bisa semua diberikan, tapi paling tidak sedikitnya yang diberikan ini di antaranya veteran, pecalang, masyarakat yang saat ini kesulitan mendapat pekerjaan. Pada kesempatan ini, Pangdam berpesan kepada masyarakat supaya mengiku-
ti ajuran pemerintah terkait dengan protokol kesehatan. Memang sulit dihadapi, tapi inilah kunci utama untuk memastikan kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini. ‘’Tergantung kedisiplinan semua masyarakat. Disiplin tidak tatap muka dengan banyak orang, menjaga kebersihan diri, menggunakan masker saat keluar rumah dan disiplin membatasi diri berkomunikasi dengan banyak orang. Tetap tinggal di rumah,’’ tandasnya. Kalau ada kegiatan yang memaksa keluar rumah, har-
us pakai masker dengan baik, sehingga mampu memutus penyebaran virus Corona ini. Ini yang bisa memastikan kapan bisa berakhir masa sulit ini. Tapi kalau tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti dianjurkan pemerintah, maka sulit memastikan kapan ini berakhir. Tentunya semua ingin segera berakhir dan kembali normal. Terkait pekerja migran Indonesia (PMI) dan ABK kapal yang datang dari luar negeri, menurut Benny Susianto, diterima dengan baik di Bali.
Meskipun ada sekelompok warga menolak, itu karena mereka perlu mendapat penjelasan. ‘’Sebagaimana yang pernah Bapak Gubernur sampaikan, semua tahapan kita lakukan. Yang datang di-rapid test, lalu dikarantina sesuai ketentuan yang digariskan. Bagi mereka yang hanya ODP akan dikarantina mandiri, bagi PDP dan terindikasi Covid-19 dikarantina terpusat dan ditentukan tempat-tempatnya, baik tingkat provinsi maupun daerah,’’ imbuh jenderal bintang dua di pundak ini. (kmb36)
sing. Pihaknya menekankan, hanya hasil lab negatif yang benar-benar menyatakan negatif. Kalau hanya hasil rapid test, belum memastikan PMI tersebut negatif Covid-19. Untuk PMI yang terkonfirmasi positif namun sehat dan tidak ada gejala umumnya disebut OTG (orang tanpa gejala). Data sampai dengan 20 April, ada 13 OTG dirawat di tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali. “Kami isolasi di sana dan diberikan nutrisi yang cukup, multivitamin dan juga diajak berolahraga supaya staminanya tetap baik. Nanti kalau di antara mereka ada keluhan, tentu akan segera kami bawa ke RS,” katanya. Dewa Indra menambahkan, SOP karantina sangat ketat. Para PMI dijaga dengan baik agar tidak keluar dari lokasi karantina. Selain itu,
dijaga agar tidak berinteraksi terlalu dekat satu sama lain di tempat karantina. Di sisi lain, masyarakat juga tidak diizinkan masuk ke tempat karantina. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk takut dan khawatir akan adanya proses karantina di daerahnya. “Saya meminta kepada masyarakat, tidak ada lagi penolakan. Apakah mengatasnamakan banjar adat, mengatasnamakan masyarakat, atau yang lainnya. Karantina adalah upaya melindungi masyarakat. 4,2 juta masyarakat Bali harus kami lindungi. Karantina adalah instrumennya,” tegasnya. (kmb32)
10.935 PMI Pulang ke Bali 95 Positif Covid-19
Denpasar (Bali Post) -
Gelombang kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali menjadi salah satu sumber penyebaran Covid-19. Meski demikian, masyarakat diharapkan tidak takut atau khawatir secara berlebihan. Begitu juga tidak melakukan penolakan terhadap kehadiran mereka yang sedang menjalani proses karantina di sejumlah wilayah. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, tercatat 10.935 orang PMI yang sudah pulang ke Bali sejak 22 Maret hingga 21 April 2020. Dari jumlah itu, yang diketahui terjangkit Covid-19 sampai dengan 21 April sebanyak 95 orang. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan persnya mengatakan, mayoritas PMI yang positif Covid-19 ditemukan setelah pihaknya melaksanakan rapid test sejak 22 Maret lalu. Hanya sedikit yang ditemu-
kan positif sebelum ada rapid test. “Yaitu ada satu di Buleleng, kedua di Karangasem dan yang ketiga ada di Bangli. Itu mereka pulang sebelum kita memberlakukan rapid test,” ujarnya. Menurut Dewa Indra, PMI yang pulang setelah ada rapid test semuanya telah terjaring untuk melakukan pemeriksaan. Baik itu melalui bandara (kedatangan domestik dan internasional - red) maupun Pelabuhan Benoa, tidak ada yang lolos dari rapid test. Jika hasilnya negatif, PMI tersebut diserahkan kepada kabupaten/kota untuk karantina. Kalau hasilnya positif, diambil
Gugus Tugas Provinsi untuk dibawa ke tempat karantina yang dikelola Pemprov Bali. Di sana, para PMI akan kembali diuji spesimen swabnya di lab dengan metode PCR. “Kalau nanti hasil tes labnya itu positif, maka dilihat dulu. Kalau sehat, dia diisolasi di tempat karantina yang dikelola Pemprov. Kalau kurang sehat, dibawa ke RS,” jelasnya. Sementara yang hasil tes labnya negatif, lanjut Dewa Indra, itu artinya sudah benar-benar negatif. Maka PMI bersangkutan dapat melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-ma-
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Ruang Isolasi Penuh, RSUP Sanglah Tambah 71 ”Bed” Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah menambah 71 bed untuk pasienpasien terinfeksi Covid-19. Penambahan bed ini, mengingat 21 ruangan isolasi yang ada di Ruang Nusa Indah sudah penuh. Apalagi, belakangan ini pasien positif Covid-19 juga terus bertambah. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. Wayan Sudana,
M.Kes. mengatakan, ruang isolasi saat ini sudah semua terisi. Pihaknya telah merencanakan menambah bed untuk pasien-pasien yang menjalani perawatan isolasi. Dikatakan, saat ini sedang proses menyiapkan ruangannya. Targetnya, akhir minggu ini sudah siap. Ruangan yang digunakan untuk perawatan pasien
isolasi di antaranya Ruang Kamboja dengan kapasitas 12 bed, Ruang Mawar 16 bed, Ruang Lely 18 bed, dan lainnya dengan total 71 bed. “Hanya, kita mempersiapkan ruangan sedikit butuh waktu. Sebab, standar ruangannya harus komplit,” ujarnya. Untuk ruangan isolasi dibutuhkan bertekanan negatif. Sebab, pihaknya
akan merawat pasien yang kompleks, baik kondisi sedang hingga berat. Misalnya pasien dengan komplikasi perlu standar ruangan yang optimal. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan ruang persalinan untuk ibu hamil yang positif Covid-19. Mengingat persalinannya harus tersendiri. “Jadi kita siapkan ruangan khusus
isolasi Covid-19 yang untuk persalinan,” ujarnya. Pihaknya juga memikirkan pasien Covid-19 yang memerlukan operasi. “Jadi kan harus ada ruang operasi khusus, tapi antisipasi jangan sampai terjadi penularan. Kita siapkan khusus. Kita sudah berpikir ke depan seperti itu, sekarang prosesnya kita siapkan,” jelasnya. (kmb42)
Satpol PP Pantau Penjual Masker Dadakan Denpasar (Bali Post) Munculnya kasus Covid-19, sejumlah usaha tutup. Namun, di sisi lain ada usaha kecil baru yang muncul. Salah satunya, produksi dan penjual masker. Sayangnya, banyak warga yang menjual masker tanpa memperhatikan aturan yang ada. Misalnya saja, menjual masker di badan jalan. Kondisi ini akhirnya menjadi pantauan Satpol PP Denpasar. Dari pantauan di lapangan, dalam beberapa minggu terakhir ini banyak bermunculnya pedagang masker dadakan. Mereka banyak menjajakan maskernya di pinggir jalan. Baik yang menggunakan tempat pajangan maupun kendaraan. Seperti yang terlihat di seputaran pinggiran Lapangan Puputan Badung. Kasatpol PP Kota Denpasar,
Dewa Gede Anom Sayoga, Kamis (23/4) kemarin mengakui banyak dari penjual masker dadakan tersebut melakukan pelanggaran Perda tentang ketertiban umum. Dalam penilaiannya, banyak pedagang tersebut melakukan pelanggaran Perda. ‘’Tetap kita bina. Kita paham saat ini situasi sulit. Walaupun demikian, bukan berarti peraturan harus dilanggar,’’ kata Sayoga. Sayoga meminta pedagang tersebut tak memanfaatkan badan jalan untuk berjualan masker. Melainkan mencari lahan kosong untuk berjualan sehingga tak mengganggu pengendara lainnya. ‘’Kita tidak melarang mereka berjualan. Hanya saja jangan menggunakan badan jalan. Nanti pasti kan ramai orang yang turun untuk membeli masker, otoma-
tis akan mengganggu. Ini yang perlu kami antisipasi,’’ katanya. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembinaan dengan jalan meminta mereka tidak berjualan di badan jalan. Namun jika pedagang tersebut masih membandel, maka pihaknya akan mengamankan mereka dan melakukan sidang tindak pidana ringan. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantauan kepada pedagang malam yang masih buka lebih dari pukul 21.00 Wita. Pihaknya mengaku masih menemukan beberapa pedagang yang membandel berjualan hingga larut malam melebihi jam batas operasional yang telah ditentukan. ‘’Kalau sudah sering diperingatkan, tapi tidak memperhatikan juga, ya… mohon maaf kami harus kenakan sanksi,’’ katanya. (kmb12)
Bali Post/ist
MASKER - Satpol PP Denpasar sedang melakukan pembinaan terhadap pedagang masker di pinggir jalan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Kliwon, 24 April 2020
Badung Lakukan ”Rapid Test’’ terhadap ” Contact Tracing” DINAS Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung selaku bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung melakukan rapid test terhadap mereka yang pernah berinteraksi (contact tracing) dengan pasien positif virus Corona (Covid-19). Pemeriksaan dilakukan di Wantilan DPRD Puspem Badung, Kamis (23/4) kemarin. Kadiskes Badung dr. I Nyoman Gunarta selaku Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung mengatakan, salah satu tugas gugus tugas adalah melakukan mitigasi dan surveillance terhadap kasus Covid-19 yang kegiatannya salah satunya melalui rapid test ini. Untuk itu di bawah
Koordinator Operasi Bidang Pencegahan telah melakukan rapid test terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19. Pemeriksaan dilakukan terhadap 8 tenaga medis dan 26 contact tracing dari Kuta Selatan. “Kami melakukan rapid test terhadap 34 orang, yang terdiri atas delapan tenaga medis dan 26 contact tracing dari Kuta Selatan, yakni Ungasan dan Jimbaran,” ungkapnya. Menurutnya, rapid test ini merupakan yang kedua kalinya untuk memastikan apakah ada yang positif atau tidak karena sebelumnya telah melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari dan telah dilakukan rapid test dengan hasil negatif. Tenaga medis yang
mengikuti rapid test adalah mereka yang mengikuti karantina di salah satu hotel di Sempidi, Mengwi. Rapid test akan dilanjutkan Senin (27/4) untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina. “Rapid test pada Senin sampai Rabu nanti di Wantilan DPRD untuk PMI di Badung Utara, sedangkan yang dijadwalkan Kamis, Jumat dan Sabtu di BKIA Abianbase, Kuta,” jelasnya seraya mengatakan, dipilihnya Wantilan DPRD Badung karena tempatnya strategis berada di Badung Tengah, dan kalau ada yang positif Covid-19 bisa langsung dirujuk ke RSD Mangusada karena lokasinya dekat. Sementara itu, Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Diskes Badung I Gusti Agung Alit Naya yang
juga Koordinator Bidang Pencegahan di Satgas mengatakan, rapid test akan menyasar PMI yang melakukan karantina secara mandiri di rumah, orang dalam pemantauan (ODP) dan orangorang yang contact tracing. “Pemeriksaan kali ini adalah contact tracing untuk Kuta Selatan dan tim medis kita yang dikarantina. Ini berlanjut dan sudah dijadwalkan mulai Senin depan dengan menyasar PMI, baik yang karantina mandiri maupun yang dikarantina di hotel, termasuk orang yang dapat contact tracing namun belum dilakukan rapid test, karena sebelumnya alat masih terbatas. Rapid test ini untuk mengetahui sebaran virus dan memutus transmisi penularan Covid-19,’’ ujarnya. (ad259)
RAPID TEST – Diskes Badung melakukan rapid test terhadap mereka yang pernah berinteraksi (contact tracing) dengan pasien positif Covid-19 di Wantilan DPRD, Puspem Badung, Kamis (23/4) kemarin.
Cuaca Panas Dipicu Pemanasan Global
Beberapa hari belakangan ini, cuaca panas sangat terasa. Kondisi ini umumnya disebabkan suhu udara yang tinggi dan disertai kelembaban udara yang rendah, terutama terjadi pada kondisi langit cerah dan kurangnya awan. Untuk itu, pancaran sinar matahari lebih banyak langsung ke permukaan bumi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Pusat Herizal, Kamis (23/4) kemarin menjelaskan, berkurangnya tutupan awan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan pada bulanbulan ini disebabkan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Hal
Bali Post/kmb27
NGENENG - Desa Adat Blahkuih menggelar ‘’ngeneng’’ yakni mengajak masyarakat tidak keluar rumah selama sehari.
Desa Adat Blahkiuh ’’Ngeneng’’ Sehari
Mangupura (Bali Post) -
Sejumlah desa adat di Bali melaksanakan ngeneng atau Nyepi adat. Salah satunya Desa Adat Blahkiuh. Desa yang terletak di Abiansemal, Badung, ini melaksanakan kegiatan ngeneng atau tidak keluar rumah selama sehari, Kamis (23/4) kemarin. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Majelis Desa Adat Provinsi Bali mengenai Nunas Ica pada Tilem Kadasa pada Rabu (22/4) lalu. Bendesa Adat Blahkiuh, Ida Bagus Bajra, saat dimintai konfirmasinya mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan ngeneng setelah melaksanakan Nunas Ica pada Tilem Kadasa sehari sebelumnya. ‘’Kami hanya melaksanakan ngeneng. Kegiatan tinggal di rumah dilaksanakan untuk krama
Desa Adat Blahkiuh saja. Sebelumnya kegiatan ini sudah kami sosialisasikan kepada warga dan tidak ada masalah,’’ tegasnya. Melalui ngeneng tersebut diharapkan seluruh warga desa adat berdiam diri di rumah selama satu hari penuh, sehingga prosesi upacara ngarestiti atau memohon
wabah seperti Covid-19 cepat berlalu. ‘’Jika warga tidak ada keperluan mendesak, kami imbau diam di rumah. Ngeneng dilaksanakan sehari saja,’’ jelasnya. Selain masyarakat adat, kata Bajra, operasional kantor, warung dan yang lainnya juga diimbau untuk tutup. ‘’Kami memang imbau kantor,
bank, toko-toko dan warung termasuk pasar desa adat tutup selama sehari,’’ katanya. Kendati demikian, warga dari luar yang melalui Desa Blahkiuh diperbolehkan, karena tidak ada penutupan akses jalan. Pada pelaksanaan ngeneng tersebut juga tidak ada sanksi tegas. Semua merupakan prosesi memohon keselamatan dengan berdiam di rumah, belajar di rumah, termasuk kerja di rumah. ‘’Pelaksanaan ngeneng tidak ada masalah hingga saat ini,’’ ucapnya seraya berharap wabah Covid-19 cepat berlalu. (kmb27)
RS PTN Unud Siap Lakukan Tes PCR
Mangupura (Bali Post) – Selama ini Provinsi Bali baru memiliki satu laboratorium untuk tes polymerase chain reaction (PCR) yang ada di RSUP Sanglah, Denpasar. Di tengah wabah Covid-19, tambahan laboratorium untuk tes PCR sangat diperlukan untuk bisa lebih banyak melakukan uji swab. ‘’Masih ada eskalasi kasus yang memperlihatkan tanda-tanda belum berhenti, makanya keberadaan satu laboratorium tidak cukup. Karena itu, kami berupaya menambah dan Laboratorium Universitas Udayana ini sedang disiapkan untuk itu,’’ kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali saat mengecek Laboratorium RS PTN Unud dan Laboratorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Univer-
sitas Warmadewa (FKIK Unwar), Kamis (23/4) kemarin. Disebutkannya, sebagian besar alat laboratorium di RS PTN Unud sudah datang dan dipasang. Pihaknya berharap laboratorium ini bisa segera berfungsi, sehingga uji spesimen swab bisa dilakukan lebih banyak lagi. Dengan demikian, PDP atau warga yang dirawat di rumah sakit kalau tidak positif Covid-19 dan dalam keadaan sehat, bisa segera diantar ke rumahnya. Menurut Sekda Dewa Indra, hal ini penting untuk mengatur sirkulasi penanganan pasien di rumah sakit. Semakin banyak dan semakin cepat uji-uji lab dilakukan, maka sirkulasi rumah sakit semakin cepat, sehingga tidak harus menyiapkan RS yang lebih banyak. Begitu juga kebutuhan APD bisa lebih efisien. ‘’Hasil pengecekan saya
Bali Post/ist
LABORATORIUM - Sekda Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengecek Laboratorium RS PTN Unud dan Laboratorium FKIK Unwar. pagi hari ini, 95 persen Laboratorium Universitas Udayana sudah siap. Yang lima persen lagi mendatangkan
dua kit yang sudah ada di Jakarta dan segera dibawa ke sini, sehingga bisa cepat berfungsi,’’ tambahnya. (kmb23)
Warga Brazil Dijambret di Kuta Utara
Tersangka Sa’rani
Bali Post/ist
Mangupura (Bali Post) Warga negara Brazil, Yan Daberkow (35), dijambret di Jalan Raya Semat, Kuta Utara, Badung, Selasa (21/4) lalu. Pelakunya, Sa’rani (35), ditangkap, Rabu (22/4). Modusnya, pria yang beralamat di Jalan Tukad Petanu, Gang Rajawali, Denpasar Selatan, ini mengajak korban kencan. ‘’Barang buktinya Iphone 11 Pro, korban mengalami kerugian Rp 15 juta,’’ kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Kamis (23/4) kemarin. Kronologisnya, lanjut Kombes Andi, pada waktu kejadian pukul 20.00 Wita korban datang dari pasar dan hendak makan. Saat berhenti di pojok jalan di TKP, pelaku
memepet korban. Sambil menawarkan jasa kencan, diam-diam pelaku mengambil dan membawa kabur Iphone yang disimpan di dashboard motor dibawa korban. Terkait kejadian tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta Utara dipimpin Panit 1, Ipda I Made Galih Arta Wiguna, melakukan penyelidikan di seputaran TKP. Terlacak kalau pelaku biasa mangkal di Jalan Raya Semat sampai Jalan Pantai Brawa. Polisi lalu menelusuri jalan tersebut dan akhirnya berhasil menangkap pelaku. ‘’Pelaku diamankan di Jalan Raya Semat termasuk barang buktinya. Kasus ini masih dikembangkan Polsek Kuta Utara,’’ tegas Kombes Andi. (kmb36)
ini seiring dengan pergerakan semu matahari dari posisi di atas khatulistiwa menuju belahan bumi utara. Transisi musim itu ditandai mulai berembusnya angin timuran dari Benua Australia (monsun Australia), terutama di wilayah bagian selatan Indonesia. Angin monsun Australia ini bersifat kering kurang membawa uap air, sehingga menghambat pertumbuhan awan. “Kombinasi antara kurangnya tutupan awan, serta suhu udara yang tinggi dan cenderung berkurang kelembabannya inilah yang menyebabkan suasana terik yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Sesuai dengan prediksi BMKG sebelumnya, pada Maret hingga April menunjukkan suhu yang terus menghangat, hampir di sebagian besar tempat di Indonesia. Pada April ini, teridentifikasi banyak daerah yang mengalami suhu maksimum 34°C hingga 36°C, bahkan yang tertinggi tercatat mencapai 37,3°C pada tanggal 10 April 2020 di Karangkates, Malang. Sementara kelembaban udara minimum di bawah 60% terpantau terjadi di sebagian Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Jawa Timur dan Riau. (win)
34 PMI ’’Rapid Test’’ di Rumah Singgah
PEMKOT Denpasar melalui Dinas Kesehatan dan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 memfasilitasi rapid test atau screening awal terhadap 34 pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani masa karatina di Rumah Singgah, Kamis (23/4) kemarin. Sebelumnya Pemkot Denpasar sudah melakukan rapid test terhadap 557 warga Denpasar. Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Sri Armini, saat dimintai konformasinya menjelaskan, pelaksanaan rapid test di Kota Denpasar memberikan prioritas kepada orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), orang dengan riwayat contact tracing, PMI dan tenaga
Bali Post/ist
RAPID - Suasana Rapid Test PMI di Rumah Singgah Kota Denpasar.
medis yang menangani pasien Covid-19. Hal ini lantaran kelompok tersebut lebih rentan karena memiliki riwayat kontak atau bepergian ke luar daerah atau negara terjangkit. “Pemkot Denpasar benar-benar melakukan protap Covid-19 terhadap PMI yang mejalani masa karantina, selain penjagaan yang ketat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Hari ini dilakukan rapid test untuk memastikan nanti setelah pulang PMI sudah negatif dan sehat,” jelasnya. Meski demikian, lanjut Sri Armini, mereka yang hasil rapid test-nya reaktif (positif) atau nonreaktif (negatif), bukan berarti positif atau negatif Covid-19. Hal ini lantaran rapid test hanya bersifat screening awal. Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, mengimbau masyarakat Kota Denpasar yang memiliki riwayat mengunjungi wilayah zona merah, kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, atau negara terjangkit, agar lebih disiplin dan jujur mengikuti arahan pemerintah, sehingga langkah pecegahan dapat dioptimalkan. “Kami mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat kunjungan ke wilayah zona merah atau negara terjangkit agar lebih jujur, termasuk yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, sehingga pencegahan Covid-19 dapat dimaksimalkan sejak dini. Patuhi arahan pemerintah untuk melaksanakan karantina selama 14 hari,” pungkasnya. (kmb12)
Seluruh Pantai di Canggu Ditutup
Mangupura (Bali Post) – Seluruh kawasan pantai di wilayah Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, sudah ditutup untuk umum sejak Maret lalu. Guna memastikan tak ada penerobos, desa adat dan aparat kelurahan setempat memasang blokade di semua pintu masuk pantai. Tak hanya itu, tiap hari kawasan pantai dijaga pecalang dan petugas Linmas. Dari pantauan Rabu (22/4) sore, akses menuju pantai di Canggu, yakni Pantai Nelayan, Pantai Batubolong dan Echo Beach sudah dipasangi pagar kayu. Dipasang pula spanduk pengumuman bahwa pantai ditutup sementara sebagai tindak lanjut imbauan pemerintah dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ditemui di Pantai Batubolong, seorang petugas Linmas Canggu mengungkapkan, seluruh akses menuju pantai
Bali Post/eka
PATROLI - Seorang petugas berpatroli di sekitar pintu masuk Pantai Batubolong, Canggu, Rabu (22/4). di wilayah Desa Adat Canggu ditutup untuk umum. Kebijakan ini berlaku sejak keluarnya imbauan pemerintah mengenai penutupan objek wisata pada Maret lalu. Menurutnya, hanya Pantai
Nelayan yang masih dibuka, tetapi itu pun untuk para nelayan yang memang mencari nafkah di laut. Selebihnya, termasuk para pedagang, tidak boleh beraktivitas di kawasan pantai. (eka)
Jumat Kliwon, 24 April 2020
Dewan Tabanan Minta Alokasi Penggunaan Dana Tak Tumpang Tindih DALAM penanganan Covid-19, semua komponen masyarakat bergerak bersama dari pusat hingga daerah menggelontorkan dana untuk percepatan penanganan. Di Bali, desa adat pun ikut terlibat. Masing-masing komponen mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, desa dinas sampai desa adat telah mengalokasikan dana penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Agar tidak sampai tumpang tindih, penganggaran semua komponen ini harus disinergikan. Hal itu ditekankan oleh Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, saat bagi-bagi sembako kepada sopir Trans Serasi (angkutan siswa) Tabanan dan pekerja migran Indonesia (PMI) di salah satu hotel di Tabanan. Hadir pula Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, dan perwakilan Yayasan Ekalawya. Politisi asal Desa Sudimara ini berharap wabah virus Corona cepat berlalu dan kondisi perekonomian di Bali khususnya di Kabupaten Tabanan kembali menggeliat. Pihaknya juga meyakini semua upaya dan kebijakan telah dibuat oleh pemerintah daerah untuk bisa cepat menangani pandemi virus Corona. Meski demikian,
ia tetap mengimbau dalam pengalokasian anggaran atau dana penanganan Covid-19 tidak sampai terjadi tumpang tindih. ‘’Harus bersinergi, tepat guna. Bagaimana dana yang ada di kabupaten, dana di desa dan yang desa adat agar bersinergi. Apalagi ada dana baik dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga masyarakat yang terdampak benar-benar bisa terbantu dan beban mereka bisa diringankan,’’ terang Made Dirga, Kamis (23/4) kemarin. Di samping itu, Dirga berpesan agar masyarakat Tabanan turut serta membantu pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah, yaitu wajib memakai masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan social distancing. Dikatakannya, bantuan sembako kali ini akan terus berlanjut sampai menyasar warga terdampak lainnya di tiap-tiap kecamatan. ‘’Bantuan ini akan dikondisikan dengan para camat, sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera diberikan melalui kepala desa,’’ ucapnya. Dewan Tabanan juga minta
BAGI SEMBAKO - Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga membagikan sembako kepada sopir Trans Serasi dan mengunjungi PMI di salah satu lokasi karantina di Tabanan. agar pemerintah daerah benarbenar memperhatikan pelayanan kepada para PMI asal Kabupaten Tabanan yang kini sedang menjalani masa karantina di sejumlah hotel yang ada di wilayah ini. Sementara itu, salah seorang PMI asal Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Putu Lanus Adnyana mengatakan, penanganan kesehatan di tempat karantina sudah sangat
baik. Hampir setiap hari pihaknya olahraga dan berjemur serta terus mendapatkan pengecekan kesehatan dari petugas puskesmas. ‘’Sejak kami tiba di Bali begitu pun sampai di Tabanan, sudah mendapatkan layanan sangat baik. Kami berharap masa karantina bisa dilewati dengan baik dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,’’ terangnya. (kmb28)
”Pratima” Batara Bayu Tersangkut di Pohon Tabanan (Bali Post) Petugas kepolisian hingga Kamis (23/4) kemarin terus menyelidiki kasus pencurian pratima di Pura Pucak Bukit Sangkur, Banjar Kembangmerta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Sejumlah barang bukti ditemukan di semaksemak areal Pura Pucak Bukit Sangkur seperti Pratima Batara Bayu berupa Topeng Hanoman, tongkat kayu berbentuk kepala dan badong tapakan. Hanya, perhiasan dan permata yang menempel di benda sakral itu telah raib. Bahkan, Pratima Batara Bayu ditemukan tersangkut di pohon sebelah timur pura. Kapolsek Baturiti Kompol, I Nengah Sudiarta, saat dimintai konfirmasinya mengatakan, jajarannya terus melakukan penyelidikan untuk mendapatkan titik terang pelaku. Petugas telah meminta keterangan pemangku dan prajuru Desa Adat Kembangmerta serta melakukan olah TKP. Dalam olah TKP tersebut ditemukan sejumlah barang bukti yang kini diamankan di Gedong Penegtegan Pura Pucak Bukit Sangkur oleh prajuru dan pemangku. Pencurian pratima di Pura Pucak Bukit Sangkur diketahui Senin (20/4) lalu. Pelaku merusak Palinggih Siwa Budha dan Gedong Penegtegan. Kasus pencurian ini adalah yang ketiga kalinya. Atas kejadian ini diputuskan pratima disimpan di rumah Pemangku Pura Pucak Bukit Sangkur dan saat ada upacara agama barulah dituntun. (kmb28)
Bali Post/ist
SEMAK-SEMAK - Sejumlah barang bukti ditemukan di semak-semak areal Pura Pucak Bukit Sangkur.
Ekonomi
Pemkab Jembrana Siapkan Cadangan Beras 100 Ton Negara (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu yang terdampak langsung virus Corona. Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) ini bagi warga yang terdampak langsung, yaitu ada kasus positif Covid-19 di lingkungannya. Untuk tahap awal, pemerintah daerah menyiapkan 7.080 sembako per bulan selama tiga bulan serta cadangan beras pemerintah 100 ton. Jumlahnya nanti masih bisa bertambah tergantung perkembangan penanganan Covid-19,“ ujar Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kamis (23/4) kemarin. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap, melalui pemerintahan desa yang warganya tercatat memiliki kasus positif Covid-19. Bantuan kali
Sosial
ini merupakan gelombang kedua bagi warga desa terdampak yang diserahkan untuk perwakilan lima perbekel/lurah, yaitu Kelurahan Dauhwaru, Desa Melaya, Ekasari, Pergung, Dangin Tukadaya dan Desa Yeh Sumbul. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga di tengah pandemi virus Corona. Sementara cadangan beras disiapkan agar kebutuhan pangan keluarga miskin dan rentan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi nafkah selama pandemi tetap terpenuhi.
Jumlahnya 100 ton selama setahun. “Kami sudah salurkan bantuan bagi warga terdampak. Sumbernya donator, sumbangan masyarakat dan dana Jaring Pengaman Sosial yang dialokasikan pemerintah daerah. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” tandasnya. Wabup Kembang juga menjelaskan, pemerintah daerah melalui pihak gugus tidak hanya memikirkan kesembuhan warga serta langkahlangkah memutus penyebaran
Covid-19, tapi juga ekonomi masyarakat melalui JPS. Menurut Kadis Sosial Jembrana, dr. I Made Dwipayana, bantuan yang diserahkan kali ini untuk warga di lima banjar di lima desa. Bantuan gelombang pertama sebanyak 1,7 ton beras dan sarden kepada empat desa sudah disalurkan Bupati Jembrana I Putu Artha. “Bantuan kali ini 1,5 ton untuk 217 KK di lima banjar. Masing-masing mendapatkan 5-15 kilogram beras, tergantung jumlah anggota keluarga,“ pungkasnya. (kmb26)
Peduli Dampak Covid-19
Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Bagikan Sembako Gratis
BAGIKAN SEMBAKO - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. membagikan sembako gratis kepada masyarakat terdampak Covid-19. PEDULI terhadap masyarakat terdampak wabah pandemi Covid-19, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Universitas Warmadewa (Unwar) membagikan sembako gratis, Rabu (22/4). Masyarakat yang disasar yakni pekerja buruh, ojek online (ojol), lansia dan masyarakat miskin. Sebanyak 700 paket sembako dibagikan. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unwar, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali sangat prihatin terhadap dampak yang ditimbulkan oleh wabah pandemi Covid-19. Sebab, tidak hanya dirasakan sektor tertentu, namun semua sektor terkena imbasnya, baik dari sisi sosial, kesehatan
maupun ekonomi. Apalagi Bali hanya mengandalkan sektor pariwisata yang menyebabkan banyak masyarakat, terutama pelaku pariwisata kehilangan mata pencaharian. Oleh karena itu, Unwar bergerak sejak Maret lalu dengan membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19 yang dikendalikan langsung oleh Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali. Satgas yang melibatkan seluruh UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) ini memiliki tugas membuat protokol standar kesehatan di internal kampus guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Unwar. Selain itu, Satgas memberikan fasilitas kesehatan kepada masyarakat melalui Klinik Kesehatan yang dimiliki Unwar, seperti membagikan masker, hand sanitizer serta melakukan penyemprotan secara berkala
di lingkungan kampus dan yayasan. Sementara itu, dalam hal kegiatan jaring pengaman sosial, Unwar bersama Yayasan juga membagikan 700 paket sembako kepada masyarakat. Pihak rektorat telah membagikan 300 paket sembako yang menyasar rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19, yakni RS PTN Unud, RSUP Sanglah dan dan RSUD Sanjiwani Gianyar. Paket sembako tersebut dibagikan kepada petugas medis di lingkungan rumah sakit. ‘’Kami dari yayasan menyasar masyarakat miskin, para lansia, buruh dan ojek online,’’ ujar Wisnumurthi. Melalui gerakan sosial peduli dampak Covid-19 yang dilakukan ini, pihaknya berharap bisa membantu beban pemerintah dalam upaya memberantas penyebaran dan dampak Covid-19, khususnya di Bali, baik dalam hal penanganan kesehatan maupun
kebutuhan pokok masyarakat terdampak. ‘’Gerakan ini (sembako gratis - red) akan terus kami lakukan. Kami juga telah membuka dompet penggalangan punia pencegahan Covid-19 dengan mengajak seluruh karyawan, civitas akademika, alumni dan para donatur untuk menyalurkan donasinya, baik berupa uang maupun barang melalui rekening Bank BPD: 0540202344563 a.n. Cokorda IstriRaka Indrawati S. atau bisa menghubungi via WA ke nomor 08123653227 a.n. Pujiwati,’’ tandasnya. Bantuan donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada tenaga medis di rumah sakit rujukan pasien Covid-19, masyarakat miskin dan para buruh. ‘’Selain memberikan bantuan, kami mengedukasi mereka tentang bagaimana cara mencegah agar tidak terinfeksi Covid-19,’’ pungkas Wisnumurthi. (ad253)
Beachwalk to Go Siap Melayani Customer Melalui Layanan Pesan Antar ’’Online’’ BAGI kamu yang masih ingin belanja di rumah aja, Beachwalk Shopping Center mempunyai program khusus bernama Beachwalk to Go. Jadi, tidak perlu khawatir untuk keluar rumah. Sederet brand favorit kamu baik dari food fashion maupun beauty siap melayani customer
melalui Layanan Pesan Antar Online. Jangan lupa struk belanja kamu difoto dan dikirim ke WA business +62 877-6131-4646 agar mendapatkan Beachwalk Chopping voucher senilai Rp 50.000 melalui program ‘’SHOPPING SPREE’’. Promosi menarik kini berlaku
dengan minimum belanja IDR 300.000 (maksimum 2 struk), tidak berlaku kelipatan dan selama persediaan masih ada. Untuk info lebih lanjut hubungi WA Bussiness +62 877-6131-4646, Follow Facebook di Beachwalkbali, Twitter dan Instagram di @ beachwalk_bali. (ad254)
Jumat Kliwon, 24 April 2020
Dewan Beri Rekomendasi Atas LKPJ Bupati Klungkung TA 2019
PARIPURNA ISTIMEWA - Ketua Dewan AA Gde Anom (kiri) saat mengikuti teleconference Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Sabha Nawa Natya DPRD Klungkung.
LEMBAGA DPRD Klungkung menggelar rapat paripurna istimewa di Gedung Sabha Nawa Natya kantor setempat, Kamis (23/4) pagi. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, rapat paripurna dilakukan dengan teleconference. Pada kesempatan itu, lembaga dewan memberikan sejumlah rekomendasi, agar selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh bupati. Rekomendasi ini tertuang di dalam Keputusan DPRD Klungkung Nomor 4 Tahun 2020. Keputusan itu disampaikan langsung Ketua DPRD Klungkung, A.A. Gde Anom, didampingi kedua wakil ketua dewan. Anom menjelaskan, setelah dilaksanakan pembahasan internal bersama anggota DPRD Klungkung, Sekre-
tariat DPRD dan melibatkan Tim Ahli Alat Kelengkapan DPRD terhadap LKPJ Bupati Klungkung Tahun 2019, maka dirumuskan beberapa item rekomendasi catatan strategis berupa saran, masukan dan/ atau koreksi terhadap LKPJ Bupati Klungkung itu. Sistematika dan substansi LKPJ 2019 dalam Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah belum sesuai ketentuan Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Selanjutnya, Klungkung masih menyandang persentase penduduk miskin tertinggi kedua, setelah Karangasem, yaitu sebanyak 5,86 persen. Untuk itu ke depan, diminta kepada
Desa Adat Ketewel Gelar ’’Sipeng’’
Gianyar (Bali Post) Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati menggelar prosesi Sipeng, sejak Kamis (23/4) kemarin hingga Jumat hari ini. Sipeng itu dilaksanakan terkait Tilem Sasih Kadasa di desa adat setempat. Selama proses sipeng itu warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Pecalang tampak menjaga pelaksanaan sipeng yang diagendakan sejak Kamis selama 24 jam hingga Jumat (24/4) pagi ini. Angga Saba Desa Adat Ketewel, Made Warta, menerangkan Sipeng hanya berlaku di seputaran Desa Adat Ketewel. Pelaksanaannya lantaran Tawur Tilem Sasih Kasanga bulan lalu ditiadakan di desa setempat, terbentur hari baik yang kurang pas. ‘’Sesuai rapat di desa, maka kami putuskan mengundurkan Tawur Tilem Sasih Kasanga lalu menjadi Tilem Sasih Kadasa. Pasalnya hari ucal balung. Jadi sekarang kami lakukan secara intern di desa selama 24 jam sejak Kamis hingga Jumat,’’ jelasnya. Pelaksanaan Sipeng kali ini, kata Warta, layaknya seperti Nyepi umumnya. Mulai tidak ada warung yang buka. Warga setempat tidak boleh keluar rumah. Namun penggunaan listrik dan memasak dibolehkan. ‘’Prosesi Sipeng itu berlangsung selama 24 jam dengan diawasi Pecalang Desa Adat Ketewel,’’ katanya. Dijabarkan, Desa Adat
Ketewel terdiri atas 11 banjar. Masing-masing banjar telah dijaga pecalang banjar. Tujuannya agar ada orang yang ngekos kumpul-kumpul, apalagi minum-minuman beralkohol wajib dibubarkan. ‘’Namun jalan raya tetap bisa dilintasi pengendara. Sebab, tidak ada penutupan jalan,’’ imbuhnya.
Pengawasan itu kata Warta ditugaskan kepada seluruh 32 orang pecalang yang ada. Mereka bertugas keliling desa memantau setiap banjar agar situasi aman terkendali. Meski mendapat penjagaan ketat, pihaknya memastikan warga luar, tidak dilarang melintasi jalan utama melewati desa adat setempat.
Selain pemukiman warga, di vila hingga wilayah pantai juga dipantau agar tidak ada yang berrekreasi di pantai wilayah Desa Adat Ketewel. Bahkan sejak dua minggu lalu pantai setempat sudah ditutup untuk umum. ‘’Bagi yang berekreasi seperti pemancing yang sifatnya di luar keagamaan memang tidak diizinkan ke pantai wilayah Desa Adat Ketewel. Namun para nelayan boleh karena melaut atau mencari ikan adalah profesi yang digeluti warga kami di sini,’’ imbuhnya. (kmb35)
SIPENG - Pecalang mengawasi pelaksanaan Sipeng di Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (23/4) kemarin.
LPD Seronggo Bagikan Seribu Sembako
bupati agar lebih fokus pengentasan kemiskinan. Apalagi, saat ini masyarakat sedang menghadapi bencana pandemi Covid-19. Pemerataan pendapatan masyarakat Klungkung, agar menjadi perhatian sesuai indikator Ekonomi Kesejahteraan. PAD juga belum terealisasi seratus persen. Capaian realisasi anggaran kegiatan Penyediaan Beasiswa Transisi (72,88%) dan Kegiatan Pengembangan Kurikulum hanya tercapai 56,25%. Pembangunan Gedung Sekolah TK Negeri Semarapura Tengah, kontrak diputus dan baru terealisasi fisik 52,9% dan keuangan 50%. BOP pada beberapa PAUD tidak tersalurkan karena tidak memenuhi kriteria jumlah anak minimal 12 siswa, sehingga hanya ter-
capai 55,24%. Sementara, Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Pendidikan Kesetaraan, hanya mencapai 64,75%; Bidang PAUD dicapai hanya 65,31%. Kinerja yang masih lebih rendah ini, agar lebih mendapatkan atensi pada masa akan datang. Demikian pula capaian realisasi anggaran Revitalisasi Sistem Kesehatan Puskesmas masih rendah yaitu Dawan I (60,72%), Nusa Penida I (59,08%), Nusa Penida (57,11%). Demikian pula terhadap penyelenggaraan empat Urusan Pemerintahan Wajib Pelayanan Dasar lainnya, yaitu Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat serta Bidang Sosial.
‘’Bupati harus lebih fokus memperhatikan capaian kinerjanya dan wajib mengutamakan pelayanan dasar untuk public good ini. Terhadap realisasi penyediaan Anggaran Belanja Barang yang akan diserahkan kepada pihak III/Masyarakat pada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan perlu dilakukan klarifikasi dan re-check oleh bupati,’’ katanya. Sebelum memberikan rekomendasi, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta telah menyampaikan LKPJ Bupati Klungkung TA 2019. Proses teleconference yang dilakukan berjalan dengan lancar. Agenda ini dapat berjalan dengan baik, meski sedang disibukkan tugas-tugas percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19. (ad255)
Dewan Gianyar Minta Sejumlah Proyek Besar Ditiadakan Misalnya, dibuat proyek padat karya dengan pengerjaan massal hingga hibah bansos,’’ harapnya. Eksekutif juga diarahkan membatalkan pembangunan proyek yang nilainya besar. Seperti revitalisasi RSUD Sanjiwani Gianyar hingga pembangunan rumah jabatan Bupati Giayar. Penting, agar anggaran bisa dialihkan untuk fokus penanganan Covid-19. Sementara sejumlah proyek besar lainnya, seperti revitalisasi Pasar Umum Gianyar itu dipertahankan. Alasannya, anggaran yang digunakan untuk revitalisasi adalah dana pinjaman, sehingga tidak bisa dialihkan untuk yang lain. ‘’Revitalisasi Pasar Seni Sukawati juga berlanjut menggunakan anggaran pusat. Pengerjaannya sudah dilaksanakan, hanya untuk Pasar Umum Sukawati yang kami belum tahu kejelasannya,’’ katanya. Ketut Sudarsana mengajak Bupati Gianyar bersamasama mencari payung hukum pemberian sembako kepada seluruh masyarakat. Sampai
saat ini sesuai ketentuan hukum, pemerintah hanya bisa memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdata tidak mampu. ‘’Masyarakat terdampak langsung (Covid-19 red) itu jumlahnya relatif besar. Maka kami terus mendesak Pemkab mencari regulasi pengadaan pangan. Dalam kondisi seperti ini semua di bawah meminta sembako,’’ katannya. Politisi PDI-P Gianyar ini juga meminta Bupati Gianyar agar fokus menangani kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI), terutama kedatangan PMI ilegal yang tidak didata Kemenlu. Pihaknya meminta posko Covid-19 di masing-masing desa, agar terus berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 Pemda. ‘’Kalau ada PMI yang datang nyelonong ke banjar agar segera ditindak dan dibawa ke Satgas Covid Kabupaten,’’ tegasnya. Pemda Gianyar juga diingatkan fokus urusan APD untuk tim medis hingga masyarakat. ‘’Termasuk proses penyembuhan pasien, harus ditangani tuntas,’’ harapnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) DPRD Gianyar menggelar rapat panitia khusus (Pansus) Laporan Keuangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Gianyar 2019, di gedung Dewan Gianyar Kamis (23/4) kemarin. Dalam rapat itu terungkap sejumlah pembahasan menghadapi Covid-19, khususnya terkait penurunan pendapatan pada 2020 ini yang diperkirakan mencapai 50 persen lebih. Karena itu solusinya sejumlah proyek besar, seperti Pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar, hingga rumah jabatan Bupati Gianyar agar ditiadakan. Ketua Pansus LKPJ Bupati 2019, Ketut Sudarsana mengatakan, pihaknya sudah membaca LKPJ Bupati Gianyar tahun 2019 yang disampaikan saat sidang paripurna pengantar Ranperda LKPJ Bupati Gianyar beberapa waktu lalu. Ia pun sudah membahas laporan itu dengan tim pansus. ‘’Apa yang dibahas harus nyambung dengan kondisi di 2020. Kita tidak bisa bicara pertumbuhan ekonomi. Sebab sedang dilanda Covid seperti ini. Makanya rekomendasi DPRD ada perbaikan untuk tahun berikutnya,’’ katanya didampingi Sekretaris Pansus Ni Made Ratnadi. Dikatakan, tim pansus meminta 2020 kepada Bupati Gianyar agar fokus pada sejumlah bidang, seperti bidang ekonomi. Tim Pansus meminta agar eksekutif menjalankan proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. ‘’Sebagai wujud atensi kepada masyarakat yang menganggur.
RAPAT PANSUS - Ketua Pansus LKPJ Bupati 2019, Ketut Sudarsana, didampingi Sekretaris Pansus Ni Made Ratnadi ditemui usai menggelar rapat pansus di DPRD Gianyar, Kamis kemarin.
Gianyar (Bali Post) Rutan Kelas II B Gianyar memberikan sumbangan sembako kepada dua panti asuhan yang ada di Kabupaten Gianyar, Kamis (23/4) kemarin. Uniknya, bakti sosial yang dilaksanakan itu melibatkan 35 orang warga binaan yang beberapa waktu lalu mendapat
asimilasi dari pemerintah. Kepala Rutan Gianyar I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dudak mengatakan, kegiatan bakti sosial ini digelar dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-56. Bakti sosial berupa pemberian sembako ini dilaksanakan menyasar dua panti asuhan. ‘’Kami sum-
Satu Warga Positif Covid-19 Rutan Gianyar Sumbang Sembako
Gianyar (Bali Post) Pascaditemukan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Serongga positif Covid-19, prajuru Desa Adat Seronggo mendorong warga melakukan social distancing dan physical distancing. Mendukung upaya itu, LPD Desa Adat Seronggo membagikan seribu
lebih paket sembako untuk seluruh kepala keluarga (KK) di desa adat setempat, Selasa (21/4) lalu. Perbekel Desa Seronggo Nyoman Gde Triyasa mengatakan, total ada 32 warganya yang menjadi PMI. Nah dari jumlah itu sebanyak 17 orang sudah datang. Salah
satunya positif Covid-19. ‘’Warga yang positif ini sudah dijemput Satgas Covid, Jumat (17/4) lalu. Pihak keluarganya sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya,’’ katanya. Bendesa Adat Seronggo A.A. Gde Putra menambahkan, pihaknya sudah mengim-
Sempat Viral Diduga Positif Covid-19
Deva yang Sakit Demam Tinggi Akhirnya Pulang PASIEN anak lima tahun dengan kondisi demam tinggi, Deva, akhirnya sembuh. Pasien rujukan dari RS Gema Santi Nusa Penida ini sudah diperbolehkan pulang, setelah menjalani perawatan serius di Ruang Durian RSUD Klungkung, Kamis (23/4) kemarin. Dia juga sempat jadi PDP Covid-19, karena demam tinggi disertai batuk-batuk saat baru masuk rumah sakit. Namun, hasil swab menunjukkan negatif Covid-19. Selain Deva sembuh dari PDP, lalu apakah ada pasien lainnya mengikuti jejak Deva sembuh, dan diperbolehkan pulang? Deva saat keluar dari rumah sakit nampak mengenakan masker. Deva dengan penuh kasih digendong orangtuanya. Orangtua Deva menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang sudah maksimal menangani anaknya itu, sehingga Deva bisa keluar dari sakit radang paru-paru yang memaksanya melewati perjalanan panjang untuk sembuh. Fakta itu kembali menegaskan Deva itu tidak ada kaitannya dengan Covid-19, seperti tuduhan beberapa oknum warga. Ini menjadi kabar baik bagi kedua orangtuanya, warga Nusa Penida maupun Klungkung secara umum. Karena kasus anak ini sempat viral di media sosial. Akibatnya, fast boat yang mengangkut anak kecil kala itu sempat tidak bisa sandar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Kasus ini sempat menimbulkan ketegangan antara Klungkung dan Karangasem,
PULANG - Deva saat pulang dari RSUD Klungkung.
hingga harus disikapi masing-masing pimpinan daerah dengan permintaan maaf. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengatakan, Deva termasuk tujuh orang pasien yang sudah dipulangkan, Kamis kemarin. Mereka selama ini sudah dirawat di RSUD Klungkung dan menjalani swab sebanyak dua kali. Hasil swab-nya pun negatif. Meski sudah diperbolehkan pulang, mereka diminta tetap menjaga kesehatan, jaga kebugaran dan mengikuti seluruh anjuran pemerintah, khususnya tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Selain memulangkan pasien PDP, satu pasien positif Covid-19 yang sempat dirawat di Ruang Isolasi RSUD Klungkung juga sudah dipulangkan, Kamis kemarin. Dia merupakan pasien keempat yang berhasil disembuhkan RSUD Klungkung. Dengan kesembuhan pasien ini, maka RSUD Klungkung tinggal merawat satu lagi pasien positif Covid-19. ‘’Dua kali swab terakhir, hasil negatif, sehingga dia sudah boleh pulang. Pasien positif Covid-19 yang sudah dirawat di RSUD Klungkung total sebanyak lima orang. Sejauh ini empat orang sudah sembuh dan dinyatakan boleh pulang,’’ kata Wadir Pelayanan Medis dan Keperawatan drg. Gusti Ayu Ratna Dwijawati kepada Humas RSUD Klungkung. Dia berharap semakin banyak pasien serupa agar dapat disembuhkan. Ini juga memberikan rasa optimis bagi petugas medis dalam melakukan penanganan Covid-19. (gik)
bau seluruh krama agar mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, dengan tetap tinggal di rumah. Di Serongga juga sudah dilakukan pembatasan aktivitas buka-tutup warung di kawasan Desa Adat Seronggo. Bukanya dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 20.00 Wita. (kmb35)
bang sembako terdiri dari dari beras dan kebutuhan lainya,’’ katanya. Aksi sosial itu digelar secara serempak melibatkan warga binaan yang mendapatkan asimilasi. ‘’Warga binaan kami ajak bersama ke dua lokasi panti asuhan itu,’’ katanya. (kmb35)
Jumat Kliwon 24 April 2020
Setahun sebagai Rektor Periode Ke-2
Prof. Jampel Komit Wujudkan Undiksha sebagai ’’Trend Setter’’
Bali Post/kmb41
KARANTINA - Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem sedang proses perbaikan. SKB itu direncanakan sebagai tempat karantina bagi para pekerja migran Indonesia (PMI).
Diperbaiki, Gedung SKB untuk Karantina PMI
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Karangasem membenahi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Lingkungan Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem. Perbaikan SKB itu rencananya digunakan tempat karantina para pekerja migran Indonesia (PMI) asal bumi lahar. Hanya, hingga kini gedung itu belum dapat dimanfaatkan karena proses renovasinya sedang berlangsung. Atas kondisi itu, dewan berharap perbaikan SKB itu bisa selesai tepat waktu. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, Kamis (23/4) kemarin mengungkapkan, pihaknya memang sudah sempat melakukan peninjauan gedung SKB yang akan dimanfaatkan sebagai tempat karantina para PMI itu. Ia berharap pengerjaan proyek itu benar-benar efektif dan bisa dipercepat. ‘’Kami
mendorong supaya pengerjaan proyek bisa cepat diselesaikan, sehingga para PMI bisa segera menjalani karantina di SKB itu,’’ harapnya. Gede Dana berharap supaya pengaturan penempatan orang per kamar harus benar-benar diperhatikan, dengan cara diatur sedemikian rupa sehingga menjadi
lebih representatif. Termasuk, segala perlengkapan yang ada juga harus sesuai standar dan layak dipergunakan. ‘’Fasilitasnya harus diperhatikan. Jangan sampai perlengkapan yang dipakai nanti baru dipergunakan sebentar sudah rusak. Kami tidak mau hal itu terjadi,’’ harapnya.
Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika menjelaskan, kalau sampai saat ini pengerjaan proyek perbaikan gedung SKB itu masih berlangsung. ‘’Kami fokus pengerjaan proyek itu. Kami menargetkan dalam waktu 10 hari perbaikan itu sudah kelar. Semoga semuanya bisa selesai sesuai harapan,’’ tutur Kartika. Kartika menambahkan, total pagu anggaran penyiapan SKB sebesar Rp 1,9 miliar. Dana itu diperuntukkan rehabilitasi fisik pengadaan barang termasuk fasilitas kesehatan. (kmb41)
Gugus Tugas Siap Tegakkan Sanksi Hukum Singaraja (Bali Post) Masa darurat pande mi Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih berlaku mengikuti instruksi pemerintah di atasnya. Di masa sulit ini, regulasi dan instruksi telah diterbitkan pemerintah guna mencegah meluasnya penularan Covid-19 itu. Setelah regulasi ditindaklanjuti, Gugus Tutgas melakukan imbauan dan mengedukasi warga agar setiap instruksi agar dapat dipatuhi dengan baik. Setelah itu, kalau memang dipandang perlu untuk meminimalisir sebaran Covid-19, pihaknya siap memberikan sanksi
hukum, apalagi aparat TNI dan Kepolisian juga masuk dalam tim. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan hal itu ,Kamis (23/4) kemarin. Menurutnya, regulasi dan instruksi dalam penanganan pandemi ini telah dijalankan. Hanya sifatnya masih mengimbau dan mengedukasi masyarakat tentang pencegahan virus Corona. Setelah kebijakan ini berjalan, Gugus Tugas terus mengevaluasi, sehingga aturannya itu dapat diikuti. Dari evaluasi dan memasuki masa perpanjangan masa darurat yang ditentukan setelah tanggal
30 April 2020 ini, tim Gugus Tugas mulai memikirkan langkah-langkah penegakan ragulasi itu sendiri. ‘’Sekarang sifatnya mengimbau. Memang hasilnya belum sempurna, sehingga mungkin setelah masa darurat ini diperpanjang. Setelah itu, nah... kita tingkatkan dengan melakukan penegakan hukum,’’ tegas Bupati Buleleng. Upaya penegakan hukum, kata Bupati Agus Suradnyana, bisa dilakukan karena dalam struktur Gugus Tugas kepolisian dan TNI masuk di dalamnya. Namun sebelum dilakukan penegakan aturan itu, pi-
haknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI di Buleleng, untuk menentukan pola penegakan hukum yang akan dijalankan. Bupati mencontohkan, penegakan aturan dalam kaitan pelanggaran jam buka toko modern berjejaring, supermarket, dan toko kelontong. Kalau nantinya ditemukan membandel maka akan ditangani sesuai prosedur hukum. ‘’Polres dan TNI masuk struktur satgas dan saya kira itu bisa melakukan penegakan regulasi hukum, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di daerah kita,’’ kata Bupati. (kmb38)
’’Rapid Test’’ Positif Covid-19, Lansia Jalani Karantina SEORANG lanjut usia (lansia) terpaksa harus menjalani masa karantina di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Ini setelah lansia 60 tahun itu mengalami demam, filek, dan batuk-batuk. Setelah dilakukan rapid test (tes cepat), ternyata menunjukkan hasil positif. Dari pemeriksaan awal tersebut, lansia itu sekarang ditetapkan sebagai pasian dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Kenapa terjadi hal unik khusus pada pasien PDP 03 setelah dia perlu harus dirawat 37 hari? Sekretaris Gugus Tugas rawat di rumah sakit. Hasil Percepatan Penanganan Co- pemeriksaan awal menunvid-19 Buleleng Drs. Gede jukkan gejala memang mirip Suyasa, M.Pd., Kamis (23/4) Covid-19. Tim medis masih kemarin mengatakan, tamba- menunggu hasil uji sempel han PDP dari lansia ini mem- swab untuk dapat dipastibuat angka kasus positif Co- kan penyakit yang diderita vid-19 di Buleleng bertambah pasien lansia itu. ‘’Ini masih satu orang, sehingga menjadi diobservasi dan karena baru 11 orang. Terhadap kasus rapid test positif, maka kita positif terbaru ini, tim gu- uji lagi swab-nya. Kondisi gus tugas belum melakukan pasien sudah lansia, sehingga tracking terhadap riwayat apakah penyakitnya akibat interaksi pasien. Saat ini tim faktor usia, atau sebab lain medis merawat lansia itu di kita tunggu hasil swab-nya,’’ RSP Giri Emas dan sedang jelasnya. tahap pengobatan. Tim medis akan mengambil sempel swab Kesembuhan Kode 03 Unik dan akan diuji di laboratoSetelah menjalani rium kesehatan Rumah pengobatan selama Sakit Sanglah, Denpasar. 37 hari, PDP kode ‘’Kita belum lakukan 03 yang terkontracking. Pasiennya firmasi positif sendiri masih menjalani itu akhirnya tahap pengobatan. Kita dinyatakan tunggu hasil swabnya,’’ sembuh tim katanya. medis. Dia dinRiwayat perjalanan yatakan sembuh rapid test posiitif unsetelah 12 tuk lansia itu, kata kali diSuyasa, menunlakujukkan gejala kan seperti terintes feksi Covid-19. Diawali merasakan demam, flu, dan diikuti batuk-batuk. Pasien itu Bali Post/kmb38 kemudian diDrs. Gede Suyasa, M.Pd.
swab. Dari tes swab itu, dua kali uji swab di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Hasilnya berturut-turut negatif. Kendati sudah dua kali negatif, tim medis belum juga berani memutuskan pasien itu sembuh. Tim medis kembali menguji sampel swab pasien ke Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) di Jakarta. Dari swab di Balitbangkes itu juga hasilnya negatif, sehingga tim medis baru memutuskan pasien ini dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. Tim medis sempat berkoordinasi ke WHO karena pasien menjalani pengobatan hingga 37 hari. Bahkan, tim medis dibuat bingung karena
perkembangan penyakit yang diderita pasien itu tergolong unik dibandingkan kasus positif Covid 19 lain yang bisa ditangani dengan kesembuhan pasien setelah menjalani perawatan tiga atau empat hari setelah dilakukan tes swab. ‘’PDP 03 ini sudah sembuh. Ini pengalaman buat kita dari tim medis karena kasusnya amat langka dibandingkan lima kasus lain yang kesembuhannya jauh lebih cepat. Saya sudah minta Diskes mendalami kasus ini dengan koordinasi ke Kemenkes atau perwakilan WHO, untuk mendapat penegasan terkait penularan virus Corona yang diderita pasien itu,’’ jelasnya. (mud)
PROF. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. telah satu tahun untuk periode kedua (20192023) menjabat Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Ia dilantik dan diambil sumpah oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. Mohamad Nasir, di Jakarta, 12 April 2019, bersamaan enam rektor perguruan tinggi lain di Indonesia. Sebagai pemimpin, berbagai dinamika telah dilalui dengan elegan. Dinamika bukan saja menguras tenaga, bahkan emosi. Namun fluktuasi dinamika itu tidak dijadikan beban Prof Jampel. Baginya, menjadi pemimpin adalah sebuah amanah. Jabatannya itu bukanlah kekal. Karena itu, pemimpin itu harus memiliki hati yang hidup. Yakni hati yang lurus, menjaga perbuatan tetap baik, dan menghindari dorongan yang tidak baik. Selain itu bertindak di atas semua golongan, tanpa memandang asal-usul yang dipimpin. Menurutnya, seorang pemimpin dituntut selalu memiliki kreativitas, inovasi, dan senantiasa mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Seorang pemimpin harus open-minded, harus memiliki pikiran terbuka, dan punya kemampuan mendengar masukan seluruh warga kampus. ‘’Itulah prinsip-prinsip yang saya pegang sebagai pemimpin,’’ katanya. Menjadi orang nomor satu di universitas terakreditasi unggul itu, komitmen Prof. Jampel tidak pernah putus senantiasa meningkatkan kualitas dan daya saing lembaganya. Bersama jajarannya, berbagai terobosan diambil sebagai upaya mempercepat mewujudkan visi universitas menjadi universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045. Seperti halnya mendorong akreditasi program studi. Pada 2019, tercatat sudah ada 9 program studi terakreditasi unggul. Jumlah ini terus meningkat dari tahun sebelumnya. Selain itu juga dalam peningkatkan jumlah artikel dosen dan mahasiswa pada jurnal terindeks Scopus. Pada tahun 2019, sudah menyentuh angka 284 artikel. Angka itu mening-
kat signifikan dari tahun 2018 sebanyak 160 artikel dan 2017 sebanyak 32 artikel. Tahun 2020, peningkatan publikasi artikel di jurnal internasional bereputasi, nasional jurnal terakreditasi, maupun di prosiding konferensi internasional terindeks tetap menjadi perhatian serius. Hal itu harus didukung penyiapan publikasi secara intensif, agar dapat menstimulus seluruh sivitas akademika guna meningkatkan kinerja akademiknya. ‘’Untuk membangun universitas ini, kita harus membangun sumber daya manusianya,’’ jelasnya. Selain publikasi artikel, dalam kurun setahun ini juga dilakukan penguatan Internationalization at Home. Melalui program itu pihaknya ingin Undiksha bisa menjadi rumah belajar bagi mahasiswa asing. Hasil program itu telah terlihat dengan semakin banyaknya inbound student (mahasiswa internasional) yang terdaftar di Undiksha, mengikuti kegiatan PKL, social service, Pelatihan BIPA, credit earning, dan sebagainya. Selain itu, mahasiswa Undiksha juga semakin banyak mengikuti kegiatan-kegiatan internasional. Seperti PKL, PPL luar negeri, pelatihan bahasa, kompetisi tingkat internasional, dan beberapa kegiatan lainnya. ‘’Saya berharap di tahun 2020 kegiatan internasional semakin banyak, sehingga hal itu dapat memberikan international experience kepada seluruh civitas akademika Undiksha, baik melalui program student exchange maupun faculty exchange,’’ sebut Rektor kelahiran Badung, 1959 ini.
Kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri juga terus diperluas. Salah satunya dengan Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan, yang menawarkan program unggulan Fast Track Program (Double Degree Program). Program itu dimulai September 2020. ‘’Saya akan mengirim beberapa mahasiswa terbaik Undiksha ke MCUT mulai September 2020 ini. Saat ini telah digelar seleksi internal. Program ini untuk beberapa bidang ilmu, yaitu Business and Management, Electronic Engineering, Material Engineering, dan Visual Communication Design,’’ katanya. Selain bidang akademik, capaian kinerja dalam bidang kemahasiswaan juga menunjukkan tren positif. Jumlah mahasiswa yang meraih prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik berada di atas target. Pada tahun 2019 mencapai sekitar 140 orang dari target 65 orang. Prestasi itu tidak terbatas pada tingkat provinsi dan nasional, namun juga internasional. Di bidang keuangan, Undiksha terus masuk lima besar dalam realisasi anggaran. Dalam mengisi jabatannya hingga tahun 2023, Rektor yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha itu berkeinginan membawa universitas besutannya itu bergerak lebih cepat. Dengan berbekal prinsip kerja keras dan kebersamaan, tekad dan komitmen itu diyakini bisa berjalan mulus, termasuk menjadikan Undiksha sebagai Trend-Setter dan Go International. (ad257)
REKTOR SAMBUT MENRISTEKDIKTI - Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. (dua dari kanan) saat menyambut kehadiran Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir di Undiksha.
Rapat Kerja dengan Disdikpora
Ketua DPRD Gede Dana Dorong Percepat Pencairan TPP Guru DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja (raker) dengan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora), Kamis (23/4) kemarin. Dalam raker tersebut, Ketua DPRD Karangasem Gede Dana mendorong Disdikpora supaya dapat mempercepat pencairan TPP di kalangan guru. Gede Dana didampingi Wakil Ketua DPRD I Nengah Sumardi dan Made Agus Kertiana mengatakan ka-
lau pihaknya sangat sering mendapatkan aspirasi dari para guru tekait masalah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang TPP-nya itu belum cair sampai saat ini. ‘’Kami banyak menerima aspirasi dari kalangan guru, terkait lambatnya pencairan TPP ini,’’ ucap Gede Dana. Terkait hal ini, pihaknya mendorong TPP yang menjadi hak PNS khususnya guru agar dicairkan secepatnya. Kalau-
RAPAT KERJA - DPRD Karangasem saat menggelar rapat kerja dengan Disdikpora, Kamis (23/4) kemarin. Gede Dana mendorong Disdikopra supaya secepatnya mencairkan TPP untuk guru.
pun ada kendala amprah dari salah satu kecamatan yang belum masuk, tolong jemput bola, telusuri apa kendalanya. ‘’Kalangan guru-guru pasti sangat membutuhkan TPP itu untuk keperluan hari raya dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Apalagi, PNS di OPD lain, malah OPP-nya cair bulan Maret,’’ katanya. Gede Dana sangat berharap pada guru di Kabupaten Karangasem sebagai insan pendidik, kiranya diperhatikan selain juga turut berperan aktif menjalankan tugas pokoknya mengajar. Tetapi ditengah wabah Corona yang melanda, agar para guru bersinergi dengan cara ikut mengedukasi pencegahan Covid-19 ini. Minimal di wilayah tempat tinggal guru masing-masing. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, pihaknya akan berusaha agar TPP guru itu bisa cair secepatnya. ‘’Kami usahakan Senin depan TPP sudah bisa dicairkan,’’ janjinya. (ad258)
Jumat Kliwon, 24 April 2020
Menjaga Likuiditas Bank
Gelar ’’Sipeng’’ Desa Adat
Terkait risiko likuiditas yang mungkin menjadi ancaman bagi perbankan di tengah Covid-19, kata Jimmy, pihaknya telah mengingatkan perbankan untuk melakukan miti-
gasi antara lain melalui pemantauan deposito yang akan jatuh tempo dengan penyediaan reserved yang memadai. Selain itu, untuk menjaga likuiditas bank, masyarakat diimbau untuk t e t a p t enang mengingat dana pihak ketiga (DPK) di perbankan dijamin oleh
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan syarat 3T yaitu, tercatat di pembukuan bank, tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank (memiliki kredit atau pembiayaan macet). (kmb42)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mewarnai perkembangan sistem perekonomian. Penggunaan uang kertas di masyarakat tergantung pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan perekonomian. Perkembangan global yang memasuki era industri 4,0 yaitu industri yang diwarnai dengan teknologi digital telah menghasilkan sistem ekonomi digital dan masyarakat yang lebih sedikit menggunakan uang kertas (cashless society). Hal ini didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang pada tahun 2019 melaksanakan program Digitalisasi Sistem Pembayaran. Perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah tersebut menyebabkan penggunaan sistem pembayaran digital meningkat mulai dari transaksi pemerintah (pembayaran pajak, retribusi, dll.) pembayaran digital sektor perdagangan (e-commerse), perbankan, transportasi, dll. Hal ini tercermin dari menurunnya kebutuhan penggunaan uang kertas. Jika sepanjang tahun 2018 kebutuhan uang kertas bertambah sebanyak Rp 1,930 miliar, maka pada tahun 2019 kebutuhan tersebut berkurang sebanyak Rp 650 miliar. Hal ini tercermin dari terjadinya net outflow dari Bank Indonesia sepanjang tahun 2018 dan net inflow ke Bank Indonesia sepanjang tahun 2019. Kebijakan digitalisasi sistem pembayaran semakin gencar dengan diterapkannya penggunaan QR Code sebagai metode pembayaran. Semua orang yang memiliki telepon genggam pintar (smart-
phone) dan dompet elektronik (e-wallet) seperti linkaja, dana, gopay dan ovo, dapat bertransaksi dengan melakukan scan pada QR code yang ada di toko-toko. Penggunaan transaksi melalui QR Code lebih meningkat sejak diberlakukan QRIS (Quick Response Indonesian Standard) sejak tahun 2020 sehingga sekarang dompet elektronik apa pun dapat bertransaksi melalui QR code. Dengan semakin berkembangnya sistem pembayaran digital dan penerapan QRIS secara massal di Bali, kebutuhan uang kertas semakin menurun. Hal ini tercermin dari terjadinya cash inflow ke Bank Indonesia sebesar Rp 1,988 miliar pada Januari dan Rp 413 miliar pada Februari 2020. Meskipun demikian, terjadi fenomena yang berbeda pada saat ini. Pada Maret terjadi net outflow dari Bank Indonesia yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan uang di masyarakat. Untuk menjawabnya tidak perlu memakai teori yang sulit, cukup dengan teori ekonomi makro dasar tentang Permintaan Uang. Menurut JM Keyness (1883), seseorang memegang uang karena adanya tiga motif yaitu: (1) motif transaksi, (2) motif berjaga-jaga dan (3) motif spekulasi. Yang terjadi saat ini adalah motif pertama dan motif kedua. Dengan diumukan virus corona di Tiongkok pada Februari tahun 2020, pada awalnya pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memacu sektor pariwisata yang terancam lesu karena rendahnya kunjungan wisman. Kemudian sejak terjadinya kasus Covid-19 pertama tanggal 3 Maret, yang kemudian bertambah secara
sangat cepat, pemerintah mengambil kebijakan strategis seperti tetap di rumah (stay at home), bekerja di rumah (work at home), menjaga jarak (physical distancing). Kebijakan tersebut khususnya stay at home memerlukan kesiapan teknis dan logistik, sehingga muncullah motif transaksi dalam memegang uang kertas. Meskipun transaksi digital sudah meluas, tetapi sebagian masyarakat masih merasa bahwa mereka lebih mudah melakukan transaksi dengan uang kertas khususnya untuk memenuhi kebutuhan logistik sehari-hari. Dengan semakin berkembangnya informasi dan perubahan kebijakan menghadapi Covid-19, muncul wacana untuk pembatasan wilayah (lockdown). Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan wabah ini akan mereda. Dengan demikian masyarakat memerlukan tambahan kebutuhan uang kertas dengan motif berjaga-jaga untuk berbagai keperluan. Hal ini tercermin dari terjadinya net outflow dari Bank Indonesia sebesar Rp 236 miliar. Saya memperkirakan motif transaksi dan motif berjaga-jaga inilah yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan uang pada Maret 2020. Ke depan, jika kondisi semakin membaik dan program pemerintah meredam penyebaran virus Corona berhasil, maka kebutuhan uang kertas masyarakat akan kembali normal.
Penggunaan Sistem Pembayaran Digital Meningkat
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Prwt yg bs merawat org tua Hub.081999264751 B.BP.004.04.20.0000252
Kafe di Krobokan,waitress, wnt Counter Kasir, brpglmn/tanpa pglmn dilatih dg cara professional, 087861378730 B.BP.001.04.20.0000251
PROPERTY DIJUAL TANAH
Jl Tnh Kebun 36are datar 5jt/A Lok.Desa Pakisan Kubu Tambahan Buleleng, Bu Dewi 08126910993 B.BP.001.04.20.0000248
Penulis, Pengamat Ekonomi, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali
Upacara dirangkai dengan upacara pakelem pada lima titik laut yang ada di Bali. Berbeda dengan upacara Paneduh Jagat biasanya, kali ini hanya melibatkan 30 orang umat Hindu. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah agar tidak melibatkan banyak orang. Sementara di tingkat desa adat hanya dilakukan oleh prajuru desa adat, dan di rumah tangga dilakukan
oleh penghuni rumah. Setelah upacara Paneduh Jagat digelar, kata Sudiana, sejumlah desa adat di Bali menggelar Sipeng desa adat. Desa adat melarang krama-nya untuk keluar rumah, kecuali ada urusan mendesak. Meskipun tidak semua melakukannya, namun PHDI dan MDA telah mengimbau krama Bali untuk tetap diam di rumah (ngineng) sembari tetap berdoa, dan telah dilakukan oleh masyarakat Bali. ‘’Sipeng yang dilakukan
oleh sejumlah desa adat tidak seketat pada saat hari raya Nyepi. Masing-masing desa adat pun memiliki kebijakan yang berbeda, ada yang melarang krama-nya keluar rumah dan tidak boleh beraktivitas, namun ada juga yang memberikan kelonggaran kepada kramanya jika ada kepentingan mendesak,’’ ujar Sudiana, Kamis (23/4) kemarin. Dijelaskan, Sipeng sebenarnya sudah biasa dilakukan di tingkat desa adat. Sipeng biasanya di-
lakukan apabila ada upacara besar di tingkat desa adat. Sehingga, selama Sipeng krama desa adat dilarang keluar rumah untuk melakukan aktivitas. Namun, Sipeng kali ini berbeda, sebab berkaitan dengan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 yang tengah melanda dunia, dan Bali. ‘’Sipeng kali ini mengimbau agar masyarakat tetap di rumah dan berdoa, sehingga tidak tertular virus Corona,’’ tegasnya. (win)
Dikatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini diharapkan seluruh pengurus LPD yang ada di desa adat agar berkoordinasi dengan Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat bersama-sama membantu krama desa adat untuk mendapatkan hak-haknya.
Di samping juga agar tetap menjaga kewajiban para debitur untuk membayar bunga, agar LPD benar-benar menjadi tumpuan dan harapan bagi krama desa adat masing-masing. Bahkan, apabila dana sosial telah minim, dana pembangunan sebesar 20% dari laba bisa dimanfaatkan untuk pencegahan dampak Covid-19 di desa adat. Selain itu, pi-
haknya juga menyarankan kepada masing-masing LPD agar bisa mempending pinjaman kepada debitur, kecuali untuk warga yang berkebutuhan mendesak. Hal ini dilakukan agar keuangan LPD tetap stabil. Apalagi, pandemi Covid-19 belum diketahui jelas kapan akan berakhir. Berdasarkan data per 31 Desember 2019, katanya,
laba LPD di seluruh Bali mencapai Rp 635 miliar. Artinya, hampir Rp 31 miliar laba digunakan untuk dana sosial. ‘’Tentu dana sosial 5 persen laba ini (Rp 31 miliar - red) bisa dikontribusikan untuk membantu krama desa adat yang terdampak Covid-19, walaupun kita harus tetap waspada dalam kondisi serba sulit seperti sekarang,’’ tegasnya. (win)
terang mantan anggota DPR-RI ini. Untuk Jaring Pengaman Sosial, menurut Koster, terdiri dari dua skema. Skema pertama, penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat miskin berbasis desa adat berupa Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dengan pagu anggaran sebesar Rp 149 miliar. Bantuan diberikan kepada krama desa adat yang ada di 1.493 desa adat, berupa Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Skema kedua, penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat miskin dengan pagu anggaran sebesar Rp 112 miliar. Sedikitnya ada lima paket yang disasar. Paket 1, keluarga miskin yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan
Langsung Tunai (BLT), dan Kartu Pra-Kerja dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/ kota. ‘’Paket 2, kelompok pekerja formal yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang dirumahkan tanpa dibayar oleh perusahaan bidang pariwisata, perdagangan, dan industri,’’ tambahnya. Koster melanjutkan, Paket 3 yakni kelompok pekerja informal (buruh lepas, sopir, dan tukang parkir). Paket 4, bantuan biaya pendidikan kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK/ SLB pada satuan pendidikan swasta yang orangtuanya terkena dampak Covid-19, dengan mengganti biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Paket 5, bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa perguruan tinggi
Menjaga Kewajiban Para Debitur
Penanganan Dampak Covid-19 Paket pertama, kelompok usaha informal (warung tradisional, pedagang pasar, industri rumah tangga, nelayan, dan peternak), dan Paket kedua, Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Sedangkan skema kedua untuk kelompok koperasi yang terdiri dari dua paket masing-masing Koperasi Binaan Pemprov Bali dan Koperasi Binaan Pemerintah Kabupaten/ Kota. Berikutnya, skema ketiga untuk kelompok usaha media, yakni usaha media cetak dan usaha media online. ‘’Bantuan diberikan dalam bentuk stimulus untuk menjaga keberlanjutan usahanya,’’
negeri/swasta yang orangtuanya atau yang bersangkutan terkena dampak Covid-19, berupa subsidi biaya pendidikan semester. ‘’Bantuan yang diberikan kepada kelompok penerima Paket 1 berupa BPNT, Paket 2 dan Paket 3 berupa BST, Paket 4 dan Paket 5 berupa bantuan/ subsidi biaya pendidikan,’’ terangnya. Koster memaparkan, bantuan yang diberikan pada para siswa dan mahasiswa agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya. Selanjutnya, skema dan paket kebijakan akan dirinci meliputi jumlah penerima bantuan, besaran bantuan, syarat penerima, dan mekanisme realisasi bantuan serta pertanggungjawaban yang akan diatur dengan Peraturan Gubernur Bali. (kmb32)
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual rumah Nusa Dua Bali, Tmn Sari Residence Blok A9 full renov,LT43,LB90, 2KT,1KM, PLN 2200w. Free foren & kanopialderon, 700jt nego, Hub.Hans:087780182208
B.BP.031.04.20.0000250
BIRO JASA
Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155
B.BP.001.03.20.0000204
KEHILANGAN
Hlg BPKB No.O04542305-O DK1183ELan.Victor, 081805517796
B.BP.001.04.20.0000247
SERVICE
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
POst.cOm - RADIO GLOBAL 96,5 fm Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
Jenis Paket Harian BaLi Post radio GLoBaL
}
Paket
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVIcE
jumat kliwon, 24 April 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mengelola Keuangan Saat Pandemi COVID-19 dimaknai beragam oleh banyak pihak. Ada asumsi Covid-19 merupakan salah satu bentuk bumi melakukan evolusi dan reaksi atas dominasi manusia. Di lain pihak ada juga yang mengaitkan virus ini adalah virus rekayasa yang dikorelasikan dengan senjata biologis. Perdebatan ini tentu akan terus terjadi, sepanjang klarifikasi terbuka dan pembuktian ilmiah tak sampai kepada publik secara utuh. Namun, apa pun persepsi kita, Covid-19 telah menimbulkan pandemi ke 210 negara di belahan dunia. Ekonomi pun ambruk dan manusia dihantui ketakutan. Secara sosial ekonomi, kondisi saat ini adalah kondisi terburuk dalam seratus tahun terakhir. Itu pun kalau kita mengakui asumsi bahwa setiap 100 tahun bumi melakukan evolusi dan wabah terjadi. Namun, apa pun yang kita rasakan saat ini adalah dampak dari perilaku kita mengelola kehidupan. Kita terlalu jumawa terhadap bumi dan alam. Akhirnya, ketika alam melakukan perlawanan, kita justru menyatakan perang, bukan malah melakukan introspeksi diri. Sayangnya saat ini perang tanpa perwujudan musuh yang pasti. Perang sepihak yang kita dengungkan untuk melawan Covid-19, juga belum pasti kapan akan berakhir. Medan tempur sudah menelan korban di mana-mana. Bahkan, belahan bumi Eropa terpuruk kalau kita tak ikhlas menyebutnya hancur. Simbol-simbol kekuatan dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, bahkan Inggris larut dalam perang ini. Sayangnya perang ini baru mengonfirmasi kematian di pihak manusia. Sementara jumlah virus yang tersisih tak pernah kita ketahui. Bahkan virus cenderung menambah wilayah kekuasaan. Jumlah korban di pihak manusia pun fantastis. Menakutkan memang. Namun, apa yang kita rasakan di belahan Asia memang belum seberapa berat jika kita membandingkan diri dengan bencana di Eropa. Tetapi, jika kita gagal melakukan komunikasi dengan virus Corona, maka bisa jadi kita juga akan memasuki fase yang sama dengan Eropa. Yang pasti dalam tiga bulan terakhir, di awal tahun 2020, kita sudah merasakan memasuki fase lemah. Pertama, adalah kelemahan dalam hal strategi dalam membendung penyebaran Covid-19. Kedua, kelemahan dalam mematangkan daya tahan ekonomi jika stagnasi ekonomi berlanjut. Dan kelemahan ketiga terkait dengan ketidaksiapan kita menghadapi era baru yang belum kita prediksi apa model dan bentuknya. Untuk itulah, menghadapi evolusi bumi dan dinamika zaman saat ini, komunikasi dan kepatuhan terhadap aturan harus kita kedepankan. Berkomunikasi dan bersinergi adalah hal penting yang harus kita bangun. Jangan sampai pada saat ancaman bencana menguat, kita malah terjebak pada perang kepentingan. Terlebih perang kepentingan itu dibumbui ambisi politis dan niat untuk mendegradasi kebijakan pemimpin. Untuk kepentingan yang lebih besar, mari kita jaga harmoni dan hasrat untuk menuju kehidupan yang bebas dari rasa takut. Dalam konteks ini, sangatlah penting juga bagi pemerintah membangun ruang komunikasi yang lebih jelas. Pemerintah tentu tak bisa berasumsi bahwa perang kali ini hanya bisa dimenangkan dengan mengikuti strategi pemerintah saja. Penting juga mendengar masukan dari rakyat. Karena perang kali ini membutuhkan partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan penuh dari rakyat, maka perang melawan Covid-19 akan berlarut dan tentu akan memakan korban lebih banyak. Risiko ekonomi juga akan makin buruk. Ini akan membuat kita pada kondisi keprihatinan berkepanjangan.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Perhatian Pasar Tradisional Selama ini yang banyak dibicarakan adalah mengawasi dan mengatur kedatangan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali. Bahkan, mereka sampai dikarantina dan kedatangannya ramai di media sosial. Pejabat kita pun sebagian besar fokus urus hal itu. Tetapi, sampai saat ini potensi terjadinya risiko penularan di pasar tradisional sangat minim atensi. Kecuali pengaturan jam buka yang diawasi Satpol PP. Ini perlu perhatian bersama. Sepanjang pasar tradisional masih menjadi tempat berkerumun banyak orang pada jam yang hampir mepet, potensi penularan akan terbuka. Terlebih, mobilitas orang di pasar tradisional tak jelas. Mungkin juga data asal pedagang dan dari wilayah mana saja mereka datang ke pasar tak jelas. Kalau ingin kita semua selamat, mohon juga perhatikan sistem berdagang di pasar tradisional. Pengarahan berupa edukasi harus rutin dilakukan tiap pagi bagi para pedagang dan pembeli. Bagaimana perkembangan Covid-19 dan bagaimana mengatasinya bisa diwacanakan oleh petugas pasar lewat pengeras suara tiap pagi. Ingatkan juga agar antara pedagang dan pembeli tetap jaga jarak. Kasus pasien positif dua orang dari pasar tradisional di Bangli dan Buleleng haruslah menjadi pelajaran. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
POJOK
Perbankan dukung permodalan kemandirian pangan. - Jangan tunggu rakyat kelaparan. *** Rp 756 miliar untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan JPS. - Pastikan diterima rakyat. *** Covid-19 membahayakan sendi kehidupan berbangsa. - Makanya lindungi rakyat.
Grafis : Putu Suarsana/Bali Post
Pemerintah Tak Boleh Ragu
PEMPROV Bali telah mempertimbangkan berbagai masukan terkait penanganan Covid-19. Salah satunya usulan agar Bali segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, berdasarkan pernyataan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Sekda Bali, Dewa Made Indra, PSBB belum mendesak diterapkan di Bali. Intinya, PSBB bukan solusi saat ini karena pertimbangan kasus transmisi lokal yang masih sedikit serta masih berlangsungnya kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI). Terkait pernyataan pemerintah tersebut, sebagian besar netizen yang berkomentar di akun Facebook @ balipost, berharap kebijakan dan langkah pemerintah sudah tepat. Netizen tidak ingin pemerintah ragu bersikap, apalagi kenyataan di lapangan angka kasus Covid-19 terus meningkat. Jika bukan PSBB solusinya, masyarakat menunggu langkah lebih agresif dan terukur. Sebab, selama ini masyarakat sudah diliputi ketidakpastian. Terlebih, kekhawatiran masyarakat sekarang bukan semata soal kesehatan melainkan telah meluas ke perekonomian. Ini persoalan yang tentunya harus dipikirkan dan segera dieksekusi. Berikut komentar sejumlah netizen. I Gede Agus Diputra Memang yang sekarang kita lakukan bukan PSBB? Polanya hampir sama, tapi perbedaannya kalau PSBB pemerintah harus siap menanggung biaya hidup masyarakatnya yang terdampak. Dan itulah yang tidak berani pemerintah Bali lakukan. Putra Aru Umbara Supaya tidak mengeluarkan uang, krama Bali malah diminta menggelar upacara ini itu. Keluar uang sendiri dan tidak boleh keluar rumah. Tapi orang luar bebas keluar-masuk Bali. Avrilya Reksa Di daerah Denpasar masih ra-
mai sekali, bli. Kalau kayak begini, kapan bisa selesainya ini Corona. Made Sudiarta Katanya bersatu kita kuat, dari rakyat dan untuk rakyat. Rakyat diam di rumah, pemerintah membantu secara finansial beberapa bulan saja, Corona dapat diperkecil ruang geraknya. Bali dari dulu mendapatkan keuntungan dari sektor pariwisata, pasti dananya cukup, apalagi mau dibantu oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini meraup keuntungan di Bali. Putu Bj Sudamertha Balik lagi imported case, kemarin transmisi lokal meningkat.
Data PMI di Bali enggak punya, waduh gimana ya. Semua lini kita perlu perketat kayaknya. Jika kepulangan PMI sudah habis, ayo kebijakan yang tegas pak. Jalanan sudah mulai ramai seperti harihari biasa aja, mungkin karena kelamaan bimbang. Putu Artawan Perlu perhatian ekstra untuk saudara-saudara kita yang menjadi PMI, tapi bukan berarti mengucilkannya. Mansuka Masih ingat 2 atau 3 minggu yang lalu ada rombongan PMI yang tidak dikarantina karena petugas tidak ada. Kini terbukti
kan kasus positif melonjak. Leo Chandra Saputra Dari awal adanya virus masyarakat diminta tidak panik, santai saja karena tingkat kematiannya rendah. Sekarang pemerintahnya malah yang terkesan panik, bahkan kelabakan. Gede Hening Pratama Kalau memang imported case, saya rasa lebih baik disiapkan satu hotel besar yang dekat pelabuhan dan jauh dari keramaian. Sekalian jangan dikasih pulang selama satu bulan, entah itu negatif atau positif, agar tidak menularkan. Karena negatif rapid test, setelah seminggu di rumah bisa saja positif. Mungkin
hotel di dekat Pulau Menjangan bisa jadi solusi. Smara Jaya Itulah pak, kalau kita tidak belajar tentang pola penyebaran, jadinya bertindak yang berlebihan. 82 persen penularan bersifat imported case. Berarti jawabannya karantina ketat, terpusat dan penuh disiplin terhadap orang-orang yang datang dari luar. Eka Putra Menunggu banyak barangkali. Dedet Ok Jadi, solusi yang pas apa ya supaya yang imported case yang tidak terinfeksi tidak berubah menjadi local case?
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Kemoning Fokus Pantau Kedatangan PMI
PROSES pemulangan PMI (pekerja migran Indonesia) masih berlangsung. Pergerakan mereka benar-benar diwaspadai agar dipastikan tak menjadi inang virus Corona. Setiap desa adat pun fokus memantau pergerakannya, seperti Desa Adat Kemoning, Klungkung. Jajaran prajuru-nya menyadari peran desa adat sangat vital di tengah wabah ini, sebagai andalan Pemprov Bali dalam mengawal program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’.
P
emerintah daerah dan komponen adat kini sudah bergerak seiring sejalan menyikapi wabah Covid-19 ini. Desa adat mampu mamperkuat imbauan, arahan maupun instruksi penting yang kerap dikeluarkan pemerintah daerah. Inilah realitas prinsip dasar pemerintah dan adat dalam menyempurnakan setiap program, di mana sebesarbesarnya manfaatnya untuk masyarakat. Bendesa Adat Kemoning Wayan Mustika, belum lama ini, mengatakan fokus pemerintah dalam memantau PMI dan memastikan kondisi kesehatannya, juga harus diperkuat dengan gerakan serupa di setiap desa adat. Pihaknya melihat situasi ini harus benar-benar diwaspadai, karena ada tren ketika PMI ditolak di daerah asalnya, mereka memilih koskosan sebagai tempat alternatif. Kebetulan, wilayah Kemoning cukup banyak berdiri tempat kos. Mustika mengatakan, Satgas Gotong Royong di desa adat sudah menerima banyak masukan terhadap situasi ini. Sehingga seluruh tempat kos langsung didata dan dicari pemiliknya, untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Para pemilik kos didatangi satu per satu, agar membantu satgas dalam melakukan pengawasan. Jangan menerima orang kos sembarangan. Harus jelas, siapa identitasnya, latar belakang pekerjaannya dan riwayat perjalanannya. Demikian pula PMI yang merupakan warga sendiri, tak luput dari perhatian desa adat di dalam Satgas Gotong Royong.
’’Kami sedikit menerapkan aturan ketat, karena wilayah kami yang heterogen. Apalagi di sini sangat dekat dengan rumah sakit.’’ Wayan Mustika
Selain intens melakukan pengawasan, upaya-upaya pencegahan secara masif juga terus dilakukan. Seperti pembagian ribuan masker gratis kepada warga. Hingga penyemprotan cairan disinfektan secara rutin di seluruh areal desa adat. Setiap balai banjar dan wantilan juga sudah disiapkan tempat cuci tangan praktis, hasil kerja sama dengan Unud. ‘’Kami sedikit menerapkan aturan ketat, karena wilayah kami yang heterogen. Apalagi di sini sangat dekat dengan rumah sakit,’’ tegasnya. Warga yang kesulitan sembako, juga disalurkan bantuan sesuai dengan data warga yang berhak menerima. Pihak desa adat bekerja sama dengan sejumlah pihak swasta, untuk sekadar sejenak meringankan beban masyarakat yang paling terdampak. Peran desa adat dalam membantu penanganan Covid-19 merupakan implementasi lain dari program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sebab, pelestarian desa adat tentu tidak akan terwujud bila mengabaikan ancaman virus corona. Secara khusus program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh desa adat. Di dalamnya termuat upayaupaya un-
tuk pelestarian desa adat yang begitu kental dengan seni, tradisi dan budaya Bali. Sebelum adanya wabah ini, Kemoning cukup fokus pada upaya pelestarian lewat wadah Pasraman Gana Kumara Yasa. Kegiatan di dalamnya terdiri dari banyak pelatihan, salah satunya adalah pelatihan serati, bahkan hasilnya langsung disusun menjadi sebuah buku. ‘’Pasraman ini kami gunakan sebagai pilot project, untuk mengeksekusi dan mempertajam programprogram desa adat. Sehingga semua lembaga di bawah desa adat terus dilakukan pembinaan,’’ kata Mustika. (gik)
Bali Post/gik
PENYEMPROTAN - Warga saat bersiap-siap menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh tempat umum Desa Adat Kemoning, Klungkung.