Skip to main content

Edisi Minggu 24 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 209 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Minggu pon, 24 Maret 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Karya Ida Batara Turun Kabeh

Momentum bagi Umat Hindu untuk ”Mapunia” KARYA Ida Batara Turun Kabeh dan Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih merupakan momentum yang sangat baik untuk berdoa dan berharap agar semua umat manusia selalu bersyukur atas segala anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dari rasa bersyukur dan berterima kasih maka kita semua akan mempunyai kesadaran untuk mulat sarira atau introspeksi tentang

pikiran, perkataan, dan perbuatan kita apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai dan tuntunan agama. Selain itu, momentum ini juga harus dimaknai untuk melakukan punia secara sekala maupun niskala. Praktisi Agama Hindu yang juga dosen Filsafat Unhi Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd. H., mengatakan, mapunia pada hari raya suci, terlebih pada saat karya Ida

Batara Turun Kabeh dan Karya Panca Wali Krama akan memberikan penguatan terhadap upacara karya tersebut. Tidak sekadar ritualnya, melainkan harus diikuti aksi nyata umat untuk mendapatkan kebaikan secara sekala maupun niskala dengan cara mapunia. Apalagi, karya Ida Batara Turun Kabeh mengandung arti bahwa Ida Batara berkumpul di Pura Agung Be-

sakih, sehingga sangat baik untuk melakukan pemujaan dan mapunia. Sementara itu, Ida Pandita Mpu Siwa Budha Dhaksa Dharmita dari Griya Agung Sukawati, Gianyar mengatakan, setiap upacara yang dilakukan tentu mempunyai makna yang signifikan apabila dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan lascarya. Baik dari segi pendanaan maupun pemikiran. Sebab, para leluhur

telah memikirkan dengan matang upacara Ida Batara Turun Kabeh ini terhadap dampak dan makna yang ditimbulkannya. Baik hubungan vertikal (aspek niskala), maupun hubungan horizontal (aspek kemanusian). Mapunia diartikan tak hanya menyumbang untuk pembangunan pura, namun juga sedekah untuk membangun SDM umat. Hal. 11 Berpikir Positif

BPM/dok

PUNIA - Memberikan pelayanan kesehatan gratis di Pasraman Besakih merupakan punia bagi umat Hindu.

ForBALI Tagih Sikap Nyata Parpol dan Politisi Denpasar (Bali Post) Perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa memasuki babak baru. Terlebih setelah lima tahun lebih, rakyat Bali yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) tak henti melakukan aksi penolakan. Sabtu (23/3) kemarin, ForBALI kembali menggelar parade budaya aksi turun ke jalan bersama Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di seputaran Renon dan depan Kantor Gubernur Bali.

TURUN KE JALAN Massa ForBali, Sabtu (23/3) kemarin, kembali turun ke jalan menuntut sikap parpol menolak reklamasi Teluk Benoa. BPM/wan

Pasca-imbauan PHDI

Kamar Jenazah RSUP Sanglah Penuh Tabanan Mulai Berkurang SEKALIPUN Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua PHDI Bali Gusti Ngurah Sudiana telah mengimbau masyarakat untuk segera mengambil jenazah keluarga yang dititipkan cukup lama di rumah sakit (RS) untuk diupacarai direspons beragam oleh krama Bali. Di RSUP Sanglah kamar jenazah hingga Sabtu (23/3) kemarin, penuh. Sementara di Tabanan, warga sudah mulai mengambil jenazah keluarganya. Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah yang hingga sore kemarin, menerima titipan 116 jenazah. “Per hari ini, ada yang memulangkan jenazah tapi ada yang masuk lagi. Jadi, bertambah lagi,” kata dr. I.B. Putu Alit, Sp.F., DFM., Kepala Bagian/ SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah. Mengingat kapasitas penyimpanan jenazah di RSUP Sanglah 70-an, maka pihaknya memanfaatkan pendopo dan rumah duka untuk tempat penitipan jenazah. Layanan perawatan jenazah ini merupakan layanan kesehatan bagi orang yang sudah meninggal. Karena orang yang sudah meninggal telah kehilangan beberapa haknya dan muncul hak–hak baru, di antaranya pengakuan dari negara bahwa dia sudah meninggal. “Jadi, RS mengeluarkan surat keterangan

kematian,” jelasnya. Sementara hak sosialnya yaitu mendapatkan pelayanan kesehatan berupa perawatan jenazah. Dalam perawatan jenazah pun telah diatur dalam UU. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H. menambahkan, RSUP Sanglah sebelumnya paling banyak menerima titipan jenazah, 50-an. “Untuk di freezer ada 32 jenazah yang bisa disimpan. Sedangkan sisanya dalam peti. Termasuk yang dititipkan di pendopo dan rumah duka,” katanya. Titipan jenazah di RSUP Sanglah pun bervariasi. Ada yang titipan dari luar, ada pula yang memang meninggal setelah mendapat perawatan di RSUP Sanglah. Ada pun biaya penitipan di freezer per harinya Rp 386 ribu dan dalam peti Rp 132 ribu. Kemungkinan penitipan jenazah masih akan bertambah mengingat larangan ngaben sampai 12 April 2019. Ia belum bisa memastikan sejauh mana kapasitas forensik bisa menampung, mengingat kamar jenazah berikut rumah duka dan pendopo telah digunakan untuk mengatasi penitipan jenazah yang membeludak. “Kita lihat saja nanti,” tuturnya singkat. Hal. 11 Sempat ’’Overload’’

BPM/wan

nagih janji parpol dan politisi di Bali. Hampir semua parpol pada saat Pilkada 2018 lalu, menyatakan diri menolak reklamasi Teluk Benoa. Bahkan sampai ada partai yang membuat pakta integritas, hingga politisi yang tiba-tiba ikut turun melakukan aksi. Pihaknya tidak ingin sikapsikap seperti ini menjadi kebiasaan pada saat pilkada atau pemilihanpemilihan elektoral. “Jika dibiarkan, akan juga menjadi preseden politik yang buruk karena rakyat diberi janji-janji saja seolah-olah mereka menolak reklamasi tanpa ada sikap yang real,” imbuhnya. Menurut Gendo, partai politik yang sudah membuat pakta integritas ataupun tidak membuat tapi menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa harus bertanggung jawab dengan melakukan tindakan politik yang nyata. Hal. 11 Upaya Politik

’’Nyengker Setra’’ Multitafsir Lebih Baik Mengubur Jenazah

PENGUBURAN - Proses penguburan jenazah di Bali.

Upacara Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) sedang berlangsung di Pura Agung Besakih. Selama karya berlangsung, umat Hindu di Bali nyengker setra. Krama dilarang melakukan upacara atiwa-tiwa/ ngaben dalam rentang waktu dari tanggal 20 Januari hingga 4 April 2019 mendatang. Namun di masyarakat, nyengker setra ini menimbulkan multitafsir. Ada kelompok yang melakukan kremasi dengan upacara pangabenan ada juga yang menitipkan jenazah keluarga berlama-lama di rumah sakit.

BPM/ist

LARANGAN atau nyengker setra ini sesuai dengan keputusan Pesamuhan Madya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, nomor: 01/Pesamuhan-Madya/PHDI-Bali/ VIII/2018. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesucian dan keberhasilan yadnya Panca Wali Krama tersebut. Apabila ada yang meninggal setelah tanggal 20 Januari 2019, maka diatur sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. Apabila ada yang meninggal dunia boleh makinsan di pertiwi dan dilakukan pada sore hari, namun tidak mendapatkan tirta pengentas. Sementara itu, apabila yang meninggal adalah sulinggih (dwijati), pemangku atau mereka yang menurut dresta tidak boleh di-pendem, secepatnya dikremasi dan juga diperkenankan untuk ngelelet sawa. Bagi yang masih berstatus walaka, tidak sampai munggah tumpang salu. Hal. 11 ’’Tirtha Pemarisudha’’

BANYAKNYA jenazah yang dititipkan di rumah sakit mengundang keprihatinan. Apalagi hal tersebut dilakukan karena upacara ngaben tidak diperkenankan selama Karya Agung Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Besakih. Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, menegaskan, kalau masyarakat memahami keputusan ini, mestinya jenazah keluarga yang meninggal tidak lagi dititipkan di rumah sakit. Dibandingkan menitipkan di rumah sakit, makinsan di pertiwi jauh lebih utama. Apalagi membawa

Wayan Koster

BPM/dok

orang yang meninggal di desa atau di rumah menuju ke rumah sakit, dalam sastra itu disebut nundung sawa. Sudiana berharap seluruh masyarakat Bali memahami keputusan ini untuk kelancaran karya di Besakih. Bukan Panca Wali Krama yang sebetulnya menyebabkan ada banyak jenazah yang dititipkan di rumah sakit, tapi ada salah pemahaman dari masyarakat yang menitipkan karena menganggap rumah sakit lebih utama daripada mapendem di pertiwi. Hal. 11 Berdasarkan Lontar

BPM/dok

I Gusti Ngurah Sudiana

Klungkung Terus Bertambah Bangli Tutup Titipan Jenazah SERUAN MUDP Bali agar jenazah yang dititipkan di rumah sakit segera diambil tindakan dan upacara sebagaimana mestinya, tak berpengaruh banyak pada situasi di kamar jenazah rumah sakit. Seperti di RSUD Klungkung, jumlah jenazah justru bertambah. Dari awalnya hanya 18 jenazah menjadi 25 jenazah.

PENUH - Peti di kamar jenazah RSUP Sanglah penuh.

‘’Ini merupakan aksi perdana ForBALI di tahun 2019. Aksi ini kan sebetulnya sama dengan yang lain, cuma ini kan merespons izin lokasi yang dikeluarkan Susi. Menurut kita, itu sikap dari pemerintah yang tidak berani berpihak pada gerakan rakyat,” ujar Koordinator ForBALI, I Wayan “Gendo” Suardana. Apalagi, lanjut Gendo, belum diketahui apakah izin lokasi yang dikeluarkan Menteri Susi tersebut memang diproses dari nol lagi atau tidak. Mengingat, izin lokasi yang dimiliki oleh PT TWBI sudah kadaluwarsa. Logika hukumnya, izin lokasi baru yang diproses dari nol. Namun, pihaknya melihat keluarnya izin lokasi tersebut seperti praktik izin perpanjangan karena yang diproses adalah amdal yang dulu belum memenuhi syarat. “Ini preseden hukum yang buruk, sehingga kita aksi lagi,” jelasnya. Kata Gendo, ForBALI juga me-

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, yang dihubungi Sabtu (23/3) kemarin, mengatakan, awalnya di kamar jenazah RSUD Klungkung ada 18 jenazah. Tujuh di antaranya disimpan di freezer, 11 jenazah lainnya ada di luar. Tetapi, data terbaru Sabtu

kemarin, total jumlah jenazah sudah bertambah menjadi 25 jenazah. “Tadi sudah dipulangkan lagi dua jenazah ke Nusa Penida. Sisanya 23 orang,” kata dr. Kesuma. Total kapasitas kamar jenazah RSUD Klungkung, maksimal 30 jenazah. Sementara

untuk biaya penitipan jenazah Rp 110 ribu per hari di pendingin dan Rp 75 ribu per hari di luar pendingin. MMDP (Majelis Madya Desa Pakraman) Klungkung langsung menindaklanjuti seruan Bendesa Agung MUDP Bali, perihal menumpuknya jenazah di setiap rumah sakit di Bali. Seruan MUDP agar jenazah yang dititipkan di rumah sakit segera diambil tindakan dan upacara sebagaimana mestinya, akan segera diteruskan ke seluruh desa dengan mengumpulkan seluruh bendesa se-

Klungkung. Tujuannya, agar persoalan ini tidak semakin menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Ketua MMDP Klungkung, Dewa Made Tirta, mengatakan sejak awal mendapat surat PHDI maupun Ketua Umum Panitia Panca Wali Krama Pura Agung Besakih, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh desa pakraman. Namun, masih ada beberapa warga yang menanyakan langsung kepadanya sehingga dia mesti kembali memberikan penjelasan agar tidak menim-

bulkan kebingungan. Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta, mengatakan sudah berkoordinasi dengan MMDP Klungkung, untuk memperjelas kembali duduk persoalan ini kepada masyarakat. “Apa pun kemarin yang menjadi arahan Gubernur, kami sudah berkoordinasi dengan MMDP untuk selanjutnya dilanjutkan ke setiap desa, apa yang menjadi hasil rumusan Gubernur, PHDI Bali dan MUDP terkait persoalan ini,” tegasnya. Hal. 11 Bangli Juga Penuh


2

Minggu Pon, 24 Maret 2019

SMK Dwijendra UNBK Mandiri SEBANYAK 90 siswa SMK Dwijendra Denpasar, mulai Senin (25/3) besok, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hebatnya lagi, sekolah ini melakukan UNBK secara mandiri karena didukung fasilitas lab komputer yang lengkap. Dari jumlah itu, 46 siswa dari Program Keahlian Akuntansi, 20 siswa daru Akomodasi Perhotelan, dan 24 siswa kelas XII dari Teknik Komputer Jaringan (TKJ). UNBK tiap hari dibagi dalam dua sesi. Kepala SMK Dwijendra Denpasar, Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.Kom., mengatakan, sebelumnya siswa kelas XII sudah sukses menjalani USBN dengan tingkat kehadiran 100 persen. Nilai USBN inilah, kata dia, yang menentukan kelulusan siswa. Makanya, ia menetapkan standar minimal kelulusan menjadi 8,0. Selain mengikuti UNBK dan USBN serta UKK, SMK Dwijendra memberi penguatan siswanya dengan kompetensi bisnis laundry dan florist. Dua bisnis ini sangat laris di dunia kerja. Namun saying, semua pelakunya warga luar Bali. Makanya sebelum tamat, lulusannya dibekali dua kompetensi ini sebagai bekal bekerja mandiri atau kolektif untuk mengisi peluang kerja sektor informal ini. Dia mempertegas komitmen SMK Dwijendra untuk mencetak lulusan yang seken-seken (sungguh-sungguh) siap kerja. Makanya dalam PBM, siswa SMK Dwijendra Denpasar di Jl. Suradipa, kawasan Peguyangan ini lebih padat (70 persen) dan banyak berada di laboratorium sebagai persiapan untuk kerja, bukan melanjutkan studi. Bahkan, Gus Putra mengatakan SMK bisa disebut gagal kalau sebagian besar mencetak lulusan yang melanjutkan studi. Model padat praktik dan keterampilan ini membuat lulusan SMK Dwijendra teruji outcomes-nya di dunia kerja. Buktinya, kata Gus Putra, hasil tracer study menunjukkan lulusan SMK Dwijendra 80 persen diterima di dunia kerja, lima persen menjadi wirausaha, sisanya melanjutkan studi. Untuk itu, dia mengajak masyarakat yang ingin anaknya cepat kerja bisa memilih studi lanjut di SMK Dwijendra Denpasar yang kini sudah menyelenggarakan E-learning. Pada PPDB, SMK Dwijendra tahun ini akan membatasi menerima 275 calon siswa baru untuk program TKJ, Akuntansi, dan Akomodasi Perhotelan (APH). SMK ini memiliki sarana lengkap, fasilitas lab dan 20 ruang belajar sehingga semua siswa masuk pagi. (sue)

IKM Bali Tumbuh, Tenaga Kerja Banyak Terserap Denpasar (Bali Post) Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di Bali mengalami peningkatan 1,5% pada 2018 yaitu dari 14.992 IKM pada 2017 menjadi 15.216 IKM pada 2018. Dampaknya yaitu banyak tenaga kerja yang terserap. Tercatat, tenaga kerja yang terserap IKM pada 2018 yaitu 104.193 orang, sedangkan pada 2017 hanya 103.969 orang. Sehingga ada penyerapan sekitar 224 orang. Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali Gde Suamba, saat ditemui Kamis (21/3) lalu, mengatakan, dengan pertumbuhan jumlah IKM yang terjadi, berpengaruh terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap. Akhir 2018 tercatat jumlah tenaga kerja yang mampu diserap oleh IKM 104.193 orang, sementara tahun 2017 hanya 103.969 orang. “Ini memang menjadi tujuan kami, dengan bertambahnya IKM di Bali maka kian banyak peluang untuk menyerap tenaga kerja,” ujarnya. Jumlah IKM terbanyak ada di Kabupaten Bangli yang mencapai 4.213 unit. Selanjutnya, jumlah IKM terbanyak kedua ada di Kota Denpasar yaitu 4.074 unit dan ketiga

Jembrana dengan jumlah IKM 1.775 unit. “Sementara itu, dilihat dari jumlah tenaga kerja yang mampu diserap, justru jumlah IKM di Kota Denpasar menduduki posisi tertingi dengan jumlah serapan mencapai 30.862 orang tenaga kerja, posisi kedua yaitu jumlah IKM di Kabupaten Gianyar menyerap 15.109 orang tenaga kerja dan posisi ketiga yaitu IKM di Kabupaten Badung yang menyerap 14.943 orang tenaga kerja,” ujarnya. Dilihat dari nilai investasi pada 2018, IKM di Kabupaten Gianyar memiliki nilai investasi tertinggi yaitu mencapai Rp 2,99 triliun. Sementara nilai investasi terbanyak kedua dimiliki oleh IKM di Kabupaten Tabanan yang mencapai Rp 543 miliar dan terbanyak ketiga dimiliki oleh IKM di Kota Denpasar mencapai Rp 282 miliar. Total secara keseluruhan investasi IKM di Bali mencapai Rp 4,067 triliun. Untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan IKM di Bali, Suamba mengatakan berbagai upaya dilakukan. Mulai dari memberikan pendampingan terhadap produk yang diproduksi baik dalam kualitas produk hingga desain kemasan, mendukung permodalan hingga fasilitasi pemasaran. (kmb42)

BPM/sue

BPM/sue

MAKAN KRUPUK Lomba makan krupuk yang mengundang tertawa serangkaian HUT ke-40 SMPN 4 Denpasar. Sementara siswa menunjukkan hasil canang sari karyanya.

“Bali Post Goes to School” dan HUT Ke-40 SMPN 4 Denpasar

Tingkatkan Daya Saing Anak Bangsa, Perkuat Karakter Bali HUT ke-40 SMPN 4 Denpasar kini digandengkan dengan Bali Post Goes to School 2019. Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (23/3) kemarin, diisi dengan berbagai aneka lomba ajeg Bali dan rekreasi. Konsepnya sederhana yakni, “dari siswa oleh siswa untuk siswa’’. Dikatakan demikian karena semua kegiatan HUT mengedapnkan peran siswa melalui OSIS. Temanya ‘’ Meningkatkan daya saing anak bangsa, memperkuat karakter Bali’’. Ketua OSIS SMPN 4 Denpasar, Ni Ketut Ayu Pramesti Ari, didampingi guru Pembina, Drs. Nyoman Adra Setiadi dan I Gusti Agung Made Suarjana, men-

jelaskan HUT kali ini juga melibatkan siswa SD se-Bali dengan lomba olimpiade mata pelajaran selama dua hari. Pada Sabtu (30/3) mendatang, digelar lomba lagu dan gerak ‘’Membaca Bali Post’’, jalan sehat serta pelayanan service ringan bagi guru. Sedangkan puncak HUT diperingati Senin (1/4) mendatang. Pada Sabtu kemarin, sejumlah lomba bernuansa ajeg Bali digelar melibatkan semua kelas. Di antaranya lomba melukis, lomba membuat tamiang, membuat canang sari, lomba baca puisi Bali, catur, dll. Sedangkan lomba yang mengundang tawa bersifat rekreasi berupa lomba makan krupuk dengan satu kaki

diangkat, lomba menangkap belut, lomba lari karung dan lomba menghias wajah dengan menutup mata. Momentum penting ini dipakai Kepala SMPN 4 Denpasar, Drs. I Wayan Dhania, M.Pd., unuk meningkatkan daya saing lulusan SMPN 4 Denpasar. Dikatakan demikian, persaingan global dewasa ini, anak bangsa harus diisi dengan kemampuan mengakses kemajuan iptek, berbahasa asing, dan kuat karakter kebaliannya. Sekalipun SMPN 4 Denpasar diakuinya sudah selangkah lebih maju dalam akademis dan mencintai lingkungan, namun Wayan Dhania juga tak mau cepat berpuas

diri sebab tantangan anak milenial ini jauh lebih berat. Untuk itu, fondasi yang dia perkuat adalah bidang pendidikan karakter khususnya ajeg Bali melalui berbagai lomba. Dengan demikian, SMPN 4 Denpasar melahirkan SDM bangsa yang memiliki daya saing tinggi dan kuat karakter Balinya. Pesan ini, kata Dhania juga diamanahkan pada tari kebesaran SMPN 4 Denpasar bernama ‘’Sangkara’’. Tari ini diciptakan oleh guru SMPN 4 Denpasar Ni Made Wintari, S.Sn., dan penata tabuh I Komang Juniantara, S.Sn. Tari ini menggambarkan Dewa Sangkara yang mencintai tumbuh-tumbuhan serta

memberikan cinta kasih kepada semua makhluk hidup. Sekolah ini juga menjadikan mengkudu sebagai maskot sekolah. Ini pas dengan predikat SMPN 4 Denpasar sebagai sekolah adiwiyata mandiri, sekolah wawasan Wiyata Mandala dan UKS tingkat nasional. SMPN 4 Denpasar selain dikenal berkualitas juga memiliki siswa terbanyak tanpa memungut iuran komite. Buktinya sekolah mampu mengelola secara berkualitas potensi yang ada sekalipun dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Serangkaian HUT, para siswa tak dikenakan biaya apa pun, semua ditaggulangi oleh sekolah serta sponsor yang tak mengikat. (sue)

Hujan Disertai Angin Kencang

Picu Banjir dan Pohon Tumbang Singaraja (Bali Post) –

Hujan yang disertai angin kencang kembali melanda Buleleng sejak Jumat (22/3) malam hingga Sabtu (23/3) dini hari kemarin. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang terjadi di daerah ini. Selain itu, cuaca buruk ini juga memicu banjir yang merendam Jalan Singaraja – Gilimanuk tepatnya di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi di Buleleng Barat. Kejadian itu di antaranya pohon asam dengan diameter besar tumbang. Pohon itu kemudian menimpa rumah berukuran 6 x 11 m milik Ketut Rat. Selain itu, warung milik Nyoman Budiasa berukuran 4 x 5 m juga ikut tertimpa pohon yang tumbang. Beruntung, saat kejadian, pemilik rumah lebih cepat keluar rumah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Di Dusun Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng juga terjadi bencana serupa. Rumah permanen milik Nengah Moklek tertimpa pohon tumbang. Akibat tertimpa pohon dan dahan pohon mengakibatkan bagian atap rumah tersebut rusak berat. Diduga, pohon yang tumbuh di lahan kosong di dekat rumah itu akarnya tidak kuat menyangga, sehingga pohon itu roboh. Masih di Desa Anturan, pohon tumbang juga menimpa rumah Nyoman Cerata. Batang pohon ini menimpa tembok dan atap rumah korban. Selain itu, saat pohon ini roboh mengakibatkan kabel PLN ikut tertindih. Laporan pohon tumbang juga terjadi di Jalan Udayana.

Pohon menimpa bangunan tempat kursus mengemudi. Beruntung, saat kejadian bangunan itu kosong, sehingga tidak terjadi korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, sampai siang kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng juga menerima laporan pohon tumbang di Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu dan sekitarnya. Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila mengatakan, pohon tumbang yang terjadi di beberapa lokasi itu belum seluruhnya dapat ditangani. Untuk kejadian di Dusun Munduk, Desa Anturan sudah ditangani dengan melibatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Sementara di lokasi lain seperti kejadian di Desa Patemon belum ditangani karena kesulitan tenaga yang memiliki kemampuan untuk menebang pohon. Untuk itu, penanganan lanjutan dilakukan Minggu (24/3) ini. Selain membantu mengevakuasi pohon tumbang, BPBD bersama Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng menyerahkan bantuan terpal plastik untuk atap sementara rumah warga yang rusak akibat pohon tumbang. “Kejadiannya kebanyakan di Buleleng Barat dan yang bisa ditangani seperti di Anturan dan

di Udayana juga sudah, tapi ada yang belum tertangani karena kami kesulitan tenaga yang memiliki kemampuan di bidang itu,” tegasnya. Mantan Camat Sukasada ini menambahkan, akibat hujan deras, juga ada banjir di ruas Jalan Singaraja – Gilimanuk tepatnya di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Badan jalan nasional ini terendam banjir karena volume air yang besar tidak tertampung pada drainase di pinggir jalan. Akibatnya, arus kendaraan pun terganggu hingga dini hari kemarin. Selain itu, banjir meluber ke pekarangan rumah penduduk. Bahkan, beberapa rumah di lokasi kejadian tergenang hingga ke kamar. Beruntung, pagi kemarin, banjir sudah surut dan arus lalu lintas kembali normal. Genangan air di rumah dan pekarangan warga juga sudah surut, namun warga masih waswas kalau kembali hujan, maka banjir susulan bisa saja terulang. “Untuk banjir sudah surut dan rumah warga yang kemasukan air sudah bisa mengerjakan sendiri. Banjir di Sulanyah itu sudah langganan penyebabnya karena drainase dangkal dan menyempit, jadi perlu penanganan permanen dari awal terutama normalisasi drainase,” tegasnya. (kmb38)

BPM/mud

TUMBANG - TRC BPBD Buleleng mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga Dusun Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Sabtu (23/3) kemarin.

Peresmian Pasar Badung Berlangsung Meriah

Jajaran Pemkot Denpasar Ucapkan Terima Kasih kepada Semua Pihak

PASAR - Suasana peresmian Pasar Badung oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (22/3) malam.

PERESMIAN pasar rakyat Pasar Badung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo telah berlangsung lancar dan meriah. Seluruh rangkaian berjalan lancar sesuai harapan. Mulai dari penyambutan oleh 2.000 orang yang membawakan Tari Pendet, Baleganjur Jatigama dari Pedungan, serta yang tak kalah fenomenal adalah kehadiran masyarakat yang antusias untuk menyaksikan setiap rangkaian peresmian pasar terbesar di Bali ini pada Jumat (22/3) lalu. Berbagai sajian maksimal ini membuahkan apresiasi bagi Kota Denpasar khu-

susnya seluruh stakeholder yang terlibat serangkaian peresmian Pasar Badung. Apresiasi serta pujian ini datang mulai dari Menteri Koperasi dan UKM RI. A.A. Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, bahkan dari Presiden RI, Joko Widodo. Bahkan, Presiden yang akrab disapa Jokowi ini turut mengapresiasi sambutan masyarakat yang sangat antusias dengan kehadiran yang sangat membeludak Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya

Negara, mewakili jajaran Pemerintah Kota Denpasar pun merasa bangga atas rangkaian acara yang sudah berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. Pihaknya juga merasa kagum dengan antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan peresmian Pasar Badung ini. Antusiasme ribuan masyarakat ini telah tampak sejak siang hari di sepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Gajah Mada. “Awalnya, Presiden Jokowi yang direncanakan turun tepat di depan Candi Bentar Pasar Badung, namun karena tingginya

antusiasme masyarakat, Presiden sempat menyapa serta memilih turun dari mobil dinasnya untuk menyalami masyarakat,” jelas Rai Mantra Sabtu (23/3) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra bersama Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta mendukung suksesnya acara peresmian Pasar Badung ini. Ke depan, pihaknya berharap, arahan dan harapan Presiden Jokowi yang ditekankan kepada para pengelola pasar, masyarakat serta pedagang

agar diamalkan guna mendukung terciptanya pasar rakyat yang bersih, segar, dan terpercaya guna meningkatkan daya saing. “Mewakili masyarakat serta jajaran pemerintah Kota Denpasar kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga peresmian Pasar Badung dapat berjalan lancar dan sesuai harapan. Semoga ke depanya, Pasar Badung dapat menjadi pasar rakyat kebanggaan masyarakat Bali, khususnya masyarakat Kota Denpasar, mari jaga pasar kita,” ajak Rai Mantra. (ad695)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Pon, 24 Maret 2019

Urai Kemacetan di Toya Pakeh, Bupati Suwirta Berencana Buat Jalan Lingkar PESATNYA perkembangan pariwisata, membuat beberapa ruas jalan di Nusa Penida kian krodit. Salah satunya ruas jalan di Kampung Toya Pakeh dan Desa Sakti. Kondisi ini membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berencana membuat akses jalan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur menuju objek wisata Crystal Bay tetsebut.

“Nusa Penida sudah sangat padat, akibat perkembangan pariwisata. Misalnya di ruas jalan kampung Toya PakehDesa Sakti ini, setiap pagi pasti macet dan krodit,” ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta disela-sela kunjungannya ke Nusa Penida, Sabtu (23/3) kemarin. Saking kroditnya, menurut Bupati Suwirta kemacetan

bahkan bisa terjadi rata-rata sampai 1,5 jam. Terlebih saat high season. Jika hal ini tidak segera diatasi, pihaknya khawatir akan berdampak negatif terhadap perkembangan pariwisata di Nusa Penida. “Bayangkan pulau sekecil ini, tapi kemacetan sudah terjadi. Jika ini tidak diatasi, tentu kesan pariwisata di Nusa Penida akan jelek,” ungkapnya.

JALAN - Bupati Suwirta saat mengecek ruas jalan Kampung Toya Pakeh-Desa Sakti yang rencananya akan disiapkan jalan lingkar.

Melihat keadaan itu, Bupati Suwirta memiliki ide membuat jalan lingkar untuk mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut. Suwirta dan Plt. Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat Klungkung I Nyoman Susanta mengecek lokasi yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan lingkar. “Kami mencoba membuat jalan lingkar. Jadi nanti kita bisa manfaatkan sedikit sepadan pantai, jalan kota tinggikan. Sehingga kendaraan yang akan ke selatan akan muter dulu ke wilayah pantai. Sehingga dengan demikian kemacetan bisa terurai,” jelas Bupati Suwirta. Menindaklanjuti hal itu, ia pun meminta Dinas PU untuk melakukan kajian terlebih dahulu di anggaran perubahan. Ia berharap rencananya itu dapat terealisasi, mengingat kiat kroditnya kondisi jalanan di Nusa Penida. “ Saya berharap ini dapat terealisasi dan jangan sampai kondisi krodit lalu lintas justru berdampak negatif pada perekambangan pariwisata di Nusa Penida,” harapnya. Dalam kunjungan itu, Bupati Suwirta juga sempat mengecek kondisi sepadan pantai di Kampung Toya Pakeh yang kian krodit. Termasuk mengecek kondisi pasar yang kurang tertata dan masih perlu sentuhan inovatif. (ad696)

Tata Kelola Arsip

Seluruh OPD Terintegrasi ”Smart” Arsip Denpasar (Bali Post)Dalam rangka menciptakan tata kelola arsip yang efektif dan efisien serta memberikan kemudahan dalam penerapan kearsipan, Pemkot Denpasar melaksanakan penerapan Aplikasi Smart Arsip dengan menyasar seluruh OPD hingga Perusahaan Daerah di Kota Denpasar. Kabid Pengembangan Kearsipan DPK Kota Denpasar I.B. Yoga, saat dikonfirmasi Jumat (22/3) lalu menjelaskan, tata kelola kearsipan seringkali menjadi polemik di dalam pemerintahan. Dimana selama ini masih banyak petugas arsip yang belum memahami bagaiman tata cara pengarsipan yang efektif dan efisien. Hal inilah yang terus digencarkan Pemkot Denpasar guna menciptakan tata kelola arsip yang profesional. “Kami terus berkomitmen dalam menciptakan tata kelola arsip yang profesional dan efektif, serta efisien untuk mendukung lancarnya proses pemerintahan,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan,

kearsipan merupakan hal penting sebagai bukti penting dalam pemerintahan, utamanya dalam bidang surat menyurat. Sehingga dengan smart arsip ini seluruh OPD di Pemkot Denpasar dapat terintegrasi serta ter-back up dengan baik. “Dengan adanya smart arsip ini surat menyurat serta arsip yang keluar maupun masuk dapat terekam secara digital dalam program, dan seluruh OPD dapat mengakses kapanpun jika diperlukan,” jelasnya. Pihaknya mengaku secara berkelanjutan terus berkembang dengan berbagai inovasi. Dimana kini smart arsip telah diterapkan di seluruh OPD di Pemkot Denpasar. Dimana program yang telah dilaksanakan sejak 2018 ini kini terus dikembangkan. Dimana yang dulunya dikelola hanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, kini dapat dilakukan langsung oleh masingmasing OPD. Hal ini dilakukan dengan meng-upload kembali file hard copy dalam bentuk soft copy.

Sehingga kedepanya dapat meminimalisir proses suratmenyurat saat melaksanakan permohonan arsip dengan seluruh OPD terintegrasi dalam jaringan smart arsip. “Jadi seluruh OPD dapat langsung mengakses arsipnya, dan juga sudah ditemukan dapat di klik dan diperoleh secara langsung tanpa berkoordinasi dan bersurat kepada Dinas Perpustakaan dan Ke-

BPM/ist

APLIKASI - Penggunaan Aplikasi Smart Arsip Kota Denpasar.

Hanya 30% Manggis Bali Layak Ekspor

Registrasi Kebun Solusi Peningkatan Kualitas Ekspor Denpasar (Bali Post) Hanya 30% manggis Bali yang memenuhi standar kualitas ekspor. Sementara sebelumnya, Asosiasi Petani Manggis Kabupaten Tabanan menargetkan produksi manggis siap ekspor tahun ini bisa mencapai 60% dari luas lahan yang ditanam. Kepala Bidang Produksi TPHP Provinsi Bali I Wayan Sunarta mengatakan, baru 30% manggis asal Bali yang bisa masuk kualitas ekspor. “Karena petani kita masih suka-suka, misalnya kebunnya enggak dirawat. Makanya kita ajarin juga memelihara dan merawat kebun untuk menghasilkan manggis yang berkualitas,” katanya. Dalam rangka menggenjot pasar ekspor manggis termasuk meningkatkan kualitas manggis, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Festival Mangosteen, Sabtu (23/3) kemarin. Festival ini bertujuan untuk mengenalkan produk manggis lebih luas. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas manggis, sebelumnya ia sudah mengadakan rapat dengan para eksportir manggis dan petani manggis. Tujuannya untuk menyamakan persepsi komitmen untuk meningkatkan kualitas manggis. “Kemarin, kita sudah panggil agar saling berkomitmen,” ujarnya. Kata Sunarta, protokol pengiriman manggis ke Tiongkok harus terstandar.

Kebun harus diregistrasi begitu juga packing housenya. Maka dari itu, pelaku usaha packing house dan petani manggis dipertemukan untuk menyamakan standar produk yang dihasilkan. “Perusahaan packing house itu agar membeli di kebun-kebun yang sudah diregistrasi supaya ada nilai tambahnya,” ujarnya. Petani memiliki standar kualitas manggis, begitu juga packing house memiliki standar pengemasan. Terkadang, muncul permasalahan manggis yang kualitasnya kurang juga dikirim ke packing house. Sementara pelaku usaha packing house juga dari sisi harga komoditas dinilai belum sesuai. “Selama ini terjadi ketidakcocokan antarpetani dengan packing house. Sekarang, mulai ada kerja sama dan kesepahaman. Kalau baik hasilnya, kan ekspornya bisa meningkat,” ujarnya. Diakui belum semua kebun manggis diregistrasi. Dari ribuan petani manggis, baru ratusan petani yang kebunnya sudah diregistrasi. “Jadi, ada nomornya, kode kebun, lokasi kebun, ditangani oleh petani yang aman. Tujuannya, kalau ada masalah supaya bisa ditelusuri balik,” ungkapnya. Setelah di packing house, komoditas yang akan diekspor juga mesti melalui proses di karantina. Ketua Asosiasi Petani Manggis Kabupaten Tabanan, Jero Tesan, men-

arsipan,” tegasnya. Bahkan, guna mematik semangat OPD untuk menciptakan tata kelola arsip yang efektif dan efisien turut dilaksanakan lomba arsip dengan menyasar seluruh OPD. “Dengan ini kami ingin mengajak semua OPD untuk mengelola arsip dengan baik, sehingga kedepanya tidak bingung ketika diperlukan,” paparnya. (kmb12)

gatakan, ia optimis target produksi berkualitas ekspor pada 2019 bisa tercapai 60% karena data dari petani 2019 menunjukkan 55% manggis sudah berkualitas ekspor. Diakui, 2018 memang kualitas manggis standar ekspor hanya 30%. Namun tahun ini, dikatakan ada peningkatan 25% sehingga kualitas manggis 55% dari luas lahan yang ditanami manggis sudah berkualitas ekspor. “Secara kuantitas memang menurun jumlah panennya, tapi secara kualitas naik 25% untuk yang kualitas ekspor,” tandasnya. Peningkatan ini dikarenakan semakin banyak kebun petani yang telah teregistrasi. Dengan teregistrasinya kebun petani, juga memberi pengetahuan dan pelatihan cara merawat kebun pada petani. Sehingga manggis yang dihasilkan lebih baik. “Ini kemungkinan dampak daripada perbaikan kebun. Jadi, kebunnya dibersihkan, diregistrasi. Sehingga selain perbaikan kebun juga otomatis panennya juga lebih baik,” tandasnya. Pemerintah sudah memiliki program registrasi kebun. Dengan demikian, pemerintah juga sudah memikirkan pendidikan petani. Ia yakin dengan pendidikan petani ini, kualitas manggis akan lebih baik. “Terbukti dari baru beberapa persen saja kebun yang diregistrasi, hasil kebunnya sudah lebih baik, apalagi semua,” ujarnya. (kmb42)

PENERBANGAN - Ketua YPLP Nengah Madiadnyana didampingi Ketut Antara, Kasek Nyoman Winata dan wakasek saat me-launching program unggulan penerbangan di SMA PGRI 6 Denpasar.

SMA PGRI 6 Denpasar ”Launching” Program Unggulan Penerbangan OSIS Gelar Lomba ”English Speech” dan Baca Puisi

SMA PGRI 6 Denpasar terus memperkuat diri menjadi sekolah favorit di Denpasar. Sabtu (23/3) kemarin OSIS SMA PGRI 6 Denpasar menggelar lomba english speech dan baca puisi siswa SMP se-Bali. Pembukaan lomba juga diisi dengan launching program penerbangan dilakukan Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madianyana, M.M., didampingi Kepala SMA PGRI 6 Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., dan Ketua Komite Drs. Ketut Antara, M.Ag. Ketua OSIS SMA PGRI 6 Denpasar Dewa Gede Surya Darma menjelaskan, lomba diikuti ratusan peserta untuk mengasah minat dan bakat siswa. Selain itu, OSIS aktif memperkenalkan kiprah SMA PGRI 6 Denpasar kepada calon siswa dan masyarakat. Makanya para juara juga disiapkan kursus gratis di sekolah ini. Kepala SMA PGRI 6 Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. terus berinovasi mengembangkan sekolah yang terletak di Jl. Merdeka X, No. 6 Denpasar ini. Salah satu program baru yang di-launching yakni menjadi sekolah plus penerbangan. Winata mengungkapkan, unggulan penerbangan belum digarap oleh sekolah lainnya. Kedua, animo masyarakar sangat tinggi dan peluang kerja sangat memungkinkan. Apalagi sekolah ini memiliki instruktur pelaku bidang

penerbangan. Program ini meliputi ground handling dan pramugari. Ground handling meliputi program ticketing, porter, costumer service, dsb. Peluang kerja ini, kata dia sangat prosfektif, apalagi Bali akan membuka bandara udara baru di Buleleng. Sedangkan studi lanjutnya ke akademi dan sekolah tinggi penerbangan. Sebelumnya sekolah ini memiliki Program Plus Pariwisata dan Multi Media (MM). Dia menegaskan, nilai plus SMA PGRI 6 Denpasar bidang ini tetap dipertahankan, karena terbukti membantu mengurai angka pengangguran. Lulusan SMA PGRI 6 Denpasar ini diarahkan siap kerja serta berkontribusi terhadap upaya pemerintah mengentaskan angka pengangguran. Bahkan tahun ini lima siswa kelas XII sudah diterima langsung di Unud lewat jalur SMPTN.

Sekolah Hebat Ketua Komite SMA PGRI 6 Denpasar Ketut Antara mengungkapkan, sejak dipimpin Nyoman Winata sekolah ini tampil luar biasa dan hebat. Hebat kedua, menjadi sekolah yang nyaman dan menyenangkan serta strategis. Hebat selanjutnya karena dipimpin mantan Kasek SMAN 5 Denpasar serta di bawah YPLP PGRI Kota Denpasar. Bahkan tamatannya diterima di PTN. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madi-

adnyana memberi apresiasi positif atas kerja keras sekolah dibawah manajemen OSIS mampu menyelenggarakan lomba secara kontinyu. Termasuk memb uka p ro g ra m ung g ula n baru di penerbangan, selain dalam pariwisata. Program ini patut diapresiasi sebagai bentuk kreativitas dan inovasi kasek dan jajaran gurunya. Dia mengingatkan program unggulan bidang penerbangan ini perlu disosialisasikan dan benar-benar membuktikan diri menjadi SMA Plus Pariwisata dan Penerbangan. Sekolah PGRI di Denpasar, kata dia bukan sekadar berdiri, melainkan sekolah PGRI selalu berorientasi pada prestasi. Prestasi diperoleh jika diawali dengan disiplin dan pelayanan pendidikan berkualitas. Guna mencapai predikat yang terakhir ini didukung oleh SDM guru dan kasek, sarana dan input lainnya. Dengan demikian secara kualitas sekolah ini setara dengan SMAN 5 Denpasar. Pada bagian lain Nyoman Winata didampingi Wakasek Kurikulum A.A. Gede Dalem, S.T., dan Wakasek Kesiswaan Drs. I Made Radu, M.Pd., tahun ajaran baru ini SMA PGRI 6 Denpasar akan menerima lima kelas siswa baru, dua kelas untuk SMA Plus Penerbangan. Semua siswa masuk pagi. Bagi lulusan SMP PGRI dan warga Tanjung Bungkak diberikan diskon 50 persen uang gedung. (ad697)

Dukung ”Sport Tourism” Melalui Lomba Lari Mangupura (Bali Post)Dalam mengoptimalkan potensi kepariwisataan di Indonesia, berbagai kegiatan digelar, salah satunya terkait sport tourism. Sebagai upaya mendukung dan meningkatkan potensi sport tourism, Sabtu (23/3) digelar lomba lari, Super League Triathlon 2019, di Nusa Dua. Menurut Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono, kegiatan ini merupakan ajang unjuk kebugaran melalui olahraga multicabang. Ajang Super League Triathlon 2019 ini dikemas dengan konsep sport tourism. Sehingga melalui kegiatan ini, selain mendukung sport tourism, secara tidak langsung berkontribusi positif terhadap kemajuan

pariwisata dan nilai tambah ekonomi dari mata rantai kegiatan tersebut. Dikatakannya, ajang Super League Triathlon 2019 ini merupakan ajang kreatif, aktraktif, dan tentunya sangat challenging. Ini juga merupakan kombinasi dari keindahan destinasi pariwisata Indonesia dengan apresiasi terhadap olah tubuh, terutama bagi peserta yang turut dalam unjuk kebugaran. “Selain itu, segmen hiburan juga dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat luas untuk memperoleh leisure yang berkualitas pada akhir pekan,” pungkasnya. Dipilihnya Bali, kata Armand karena kegiatan ini merupakan event international. Dan Bali, kata dia

merupakan salah satu tempat yang paling cepat bisa menjangkau dunia internasional. Tentunya lokasi yang paling diminati wisatawan manca negara memang ada di Bali. “Suatu kebanggaan bagi BCA dapat mendukung ajang Super League Triathlon 2019 yang sudah terbukti merupakan ajang internasional berkualitas di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membantu meningkatkan devisa,” ujarnya. BCA Super League Triathlon 2019 menghadirkan dua kategori kompetisi, antara lain kategori Lari/Marthon dan Age Group Triathlon. Untuk kategori Lari/Marathon tersedia ada pilihan jarak mulai dari 2,5 K hingga 10 K. Untuk Kategori Age

Group Triathlon terdapat dua pilihan format Triathlon yaitu Sprint dan Enduro. Selain itu terdapat pilihan kategori lainnya untuk anakanak, yaitu Kids Splash & Dash Race. Tercatat sekitar 1.500 peserta terdaftar sebagai peserta dalam berbagai jenis kompetisi olah raga yang digelar selama dua hari berturut-turut ini. Selain peserta dari Indonesia, ada juga yang berasal dari Australia, Kanada, Inggris dan Prancis. BCA Super League Triathlon 2019 diikuti sekitar 50 atlet internasional dalam kategori pro-athelete yang akan bertanding mengumpulkan poin yang akan dibawa dalam Super League Championship nantinya. (kmb23)

LOMBA - Suasana lomba lari Super League Triathlon 2019, di Nusa Dua, kemarin.

BPM/kmb23


4

Minggu Pon, 24 Maret 2019

Waspadai Risiko yang Muncul Akibat Sulam Melakukan sulam sudah menjadi tren di kalangan sosial modern demi dapat tampil percaya diri di depan semua orang. Penggunaan sulam baik pada alis, bibir maupun garis mata (eyeliner) membuat tampilan wajah lebih indah dan memesona secara cepat dan praktis, tanpa harus membuang waktu untuk merias diri terlebih dahulu. Hal ini menimbulkan banyaknya komplikasi yang terjadi dan telah dilaporkan di beberapa literatur. Keputusan untuk melakukan sulam sepenuhnya berada di tangan Anda, namun sebelum itu ada baiknya Anda mengetahui risiko yang mungkin terjadi. Sulam merupakan teknik semipermanen yang dapat bertahan hingga 18 bulan dan memudar tergantung pada tinta yang digunakan. Teknik sulam akan sempurna bagi mereka yang sepenuhnya ingin merekonstruksi, mendefinisikan, dan menutupi celah atau mengisi pada bagian-bagian yang diinginkan tanpa pembedahan. Di Indonesia, tinta yang digunakan untuk menyulam tidak memiliki izin edar pada labelnya. Seringkali, tidak ditemukan informasi mengenai bahan baku, waktu kedaluwarsa, jaminan mutu mengenai sterilnya bahan, dan bahaya yang mungkin timbul. Hal ini menyebabkan peningkatan terjadinya potensial komplikasi yang mungkin terjadi di masyarakat. Komplikasi yang paling sering terjadi di masyarakat dan sudah dilaporkan di berbagai literatur, termasuk di dalamnya reaksi peradangan karena trauma yang terjadi yang disebabkan oleh jarum. Hal ini dapat menimbulkan peradangan kulit luar (epidermis) dan kulit bagian dalam hingga

infeksi sistemik. Reaksi yang mungkin terjadi mungkin bisa berbeda-beda pada setiap orang, dan timbul dalam hitungan hari, bulan ataupun tahun setelah dilakukan sulam. Secara garis besar, terdapat tiga kategori utama komplikasi sulam, yaitu inflamasi, infeksi, dan keganasan. INFLAMASI Inflamasi atau peradangan merupakan gejala lokal pada daerah yang disulam berupa bengkak kemerahan yang gatal disertai munculnya papul (penonjolan kulit yang solid). Hal ini disebabkan oleh reaksi alergi yang muncul dan teraktivasi dari pigmen tinta. Bahkan sulam yang dilakukan menggunakan henna (pewarna alami) tetap berisiko mengalami reaksi alergi. INFEKSI Infeksi pada bekas sulam dapat timbul akibat bakteri, virus, maupun jamur yang

SULAM - Infeksi pada bekas sulam dapat timbul akibat bakteri, virus, maupun jamur yang dapat timbul di lapisan dalam kulit akibat goresan saat dilakukan sulam. Alat yang digunakan harus steril dan sekali pakai. Jika jarum untuk sulam tidak steril atau pernah dipakai sebelumnya maka akan meningkatkan risiko penularan berbagai jenis penyakit berbahaya, terkontaminasi infeksi menular seperti hepatitis bahkan HIV dapat timbul dilapisan dalam kulit akibat goresan saat dilakukan sulam. Alat yang digunakan harus steril dan sekali pakai. Jika jarum untuk sulam tidak steril atau pernah dipakai sebelumnya maka akan meningkatkan risiko penularan berbagai jenis penyakit berbahaya. Jarum yang tidak steril akan memungkinkan Anda terkontaminasi dengan infeksi menular seperti hepatitis bahkan HIV. Saat proses sulam dilakukan selain alat, permukaan tubuh yang akan disulam juga harus steril, karena proses sulam tersebut memasukkan pigmen ke dalam kulit, sehingga tidak ada bakteri yang menempel pada lapisan kulit ikut masuk ke dalam saat dilakukan sulam. KANKER Meskipun sulam tidak secara langsung dapat menimbulkan terjadinya kanker kulit, namun pada beberapa penelitian menyebutkan bahwa luka yang timbul akibat goresan saat dilakukan sulam dapat membuat jarin-

Kenali Sindrom Stevens-Johnson

Jarang tapi Berbahaya SSJ atau Sindrom Stevens-Johnson adalah suatu reaksi akut pada kulit dan selaput lendir yang ditandai dengan kerusakan dan pengelupasan pada kulit, disertai rasa sakit dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1922 oleh dokter anak setelah mendiagnosis seorang anak dengan suatu penyakit akibat reaksi obat. Hampir seluruh obat-obatan dapat menyebabkan SSJ. Pada umumnya obat-obatan tersebut adalah obat anti kejang, antibiotik, dan antiinflamasi. Beberapa golongan obat dihubungkan dengan risiko reaksi yang relatif lebih tinggi. Adapun faktor risiko lain dapat pula meningkatkan risiko SSJ, antara lain HIV, radioterapi, dan penyakit lupus. Angka kejadian SSJ diperkirakan 2 sampai 7 kasus per 1 juta orang per tahun. Reaksi ini dapat terjadi pada semua usia, namun kejadiannya meningkat di atas dekade ke-4 dan lebih sering terjadi pada wanita. Angka kematian penyakit ini dikatakan hingga 10%. Beberapa hal yang mempengaruhi keparahan dari penyakit ini, antara lain usia yang lebih tua, penyakit lain yang menyertai, serta luasnya permukaan tubuh yang terlibat. Obat SSJ biasanya dimulai dalam 8 hari setelah pemberian obat (rentang 4-30 hari). Pada beberapa kasus memberikan rekasi yang cepat dalam beberapa jam. Reaksi SSJ biasanya diakibatkan paparan obat yang

sama. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencatat dan mengetahui nama obat yang menyebabkan alergi pada pasien. Gejala tidak spesifik seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dapat terjadi 1-3 hari sebelum timbul kelainan pada kulit. Kelainan pada kulit yang terasa nyeri biasanya tampak pada badan dan kemudian menyebar dengan cepat ke wajah, leher, dan tungkai. Gambaran kelainan kulit ini biasanya terjadi simetris, pada sisi kanan dan kiri tubuh. Sementara kelainan pada selaput lendir biasanya muncul sebelum kelainan pada kulit. Kelainan ini dapat berupa gangguan pada pencernaan, terasa silau bila terkena cahaya, dan nyeri pada saat buang air kecil. Penanganan pada penderita SSJ harus dilakukan dengan cepat dan tepat oleh tim medis pada unit intensif atau unit luka bakar. Selain segera menghentikan pemberian obat penyebab, dilakukan pula perawatan luka, menjaga keseimbangan cairan, dukungan nutrisi, dan pemantauan ketat terhadap tanda vital dan infeksi.

ldr. K. Alit Pinidha Savitri

Tetap Oke Jelang Usia 60 Tahun Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

TIDAKLAH mudah menjaga penampilan tetap oke di usia 50 tahun, namun apabila memiliki komitmen dan kedisiplinan yang tinggi,menjaga pola makan serta melatih otot lengan, kaki, pinggang, paha dan perut

maka hasilnya dapat diperoleh. Ikuti contoh peragaan. Berikut ini bersama Sylvia Saputra dari Lala Studio yang tetap aktif dan enerjik di usia menjelang 60 tahun.

2

1 Gb. I : Posisi tegak berat badan bertumpu pada kaki kanan sedangkan kaki kiri menyilang ke depan, kedua lengan lurus ke atas. Lakukan bergantian arah, yaitu kanan dan kiri pada hitungan 2 x 8, maka sangat bermanfaat untuk perut atas dan lengan.

Gb. II : Tetaplah pada posisi tegak kedua kaki tertutup dan kedua lengan lurus depan dada. Jinjit lalu tegakkan kembali dan ulangi hingga 2 x 8 hitungan, akan bermanfaat bagi betis.

3

Gb. III : Untuk mengkombinasikan paha dan lengan, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Tahan 1 x 8 hitungan lalu lakukan arah sebaliknya dengan hitungan yang sama.

Gb. IV : Perpaduan antara otot lengan dan kaki dapat juga dilakukan dengan melangkah 1 x ke kanan dan ke kiri sambil menekukkan dan meluruskan kedua lengan. Lakukan pada 2 x 8 hitungan.

Kupon 4

Tetaplah berlatih dengan rutin menjelang usia 60 tahun guna menjaga penampilan tetap oke dan salam bugar dari Lala Studio.

Cemburu,Tanda Sayang?

“Halo Kak, aku Andre 21 th. Mau tanya dong Kak, benar gak sih kalau cemburu tanda sayang, tapi kok malah banyak yang putus gara-gara cemburu ya Kak? Mohon dijawab ya Kak. Terima kasih.” Hai Andre, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan kamu ke sini ya. Nah kali ini kita akan bahas tentang cemburu nih. Menurut KBBI, cemburu merupakan emosi dan biasanya merujuk pada pikiran negatif dan perasaan terancam, takut, serta khawatir kehilangan sesuatu yang dihargai/ disayangi, terutama merujuk pada hubungan manusia. Cemburu dikatakan wajar apabila dilandasi oleh rasa perhatian dan dengan alasan yang benar. Misalnya, menegur pasangan yang ketahuan kembali intens berkomunikasi dengan mantan pacar secara diam-diam, sebab hal tersebut bukan tidak

diinginkan. Lebih baik memilih orang yang sudah profesional di bidangnya dan memiliki lisensi agar bentuk sulam sesuai bentuk wajah yang Anda miliki. Jangan mudah tergoda akan biaya sulam yang terlalu murah. Tanyakan kepada petugas sulam mengenai proses sulam yang akan dilakukan kepada Anda. Secara umum sulam dilakukan dengan membuat goresan-goresan yang bertujuan menanamkan pigmen warna di jaringan kulit. Proses ini meninggalkan rasa sakit yang mungkin mereda dan hanya seperti tersengat. Dengan Anda mengetahui prosesnya Anda tidak bingung membedakan antara reaksi alergi dengan efek samping sulam. Mintalah saran dokter bila Anda ragu atau berada dalam kondisi khusus seperti hamil, gangguan imunitas, paska transplantasi organ, kulit sensitif, atau memiliki bakat keloid guna mencegah risiko yang tidak diinginkan.

ldr. I Gusti Ayu Risma Pramita, S. Ked.

PENDERITA - Penanganan pada penderita SSJ harus dilakukan dengan cepat dan tepat oleh tim medis pada unit intensif atau unit luka bakar. Selain segera menghentikan pemberian obat penyebab, dilakukan pula perawatan luka, menjaga keseimbangan cairan, dukungan nutrisi, dan pemantauan ketat terhadap tanda vital dan infeksi.

Kisara

gan kulit berubah dan pigmen yang dimasukkan ke dalam kulit tetap dikenali sebagai benda asing oleh tubuh sehingga proses inflamasi terus terjadi. Selain itu didapatkan faktor lain seperti pigmen sulam yang mengandung bahan merkuri sebagai pemicu kanker. Meskipun hingga saat ini proses terjadinya kanker akibat sulam masih belum bisa dijelaskan, namun pada percobaan terhadap hewan coba (mencit) menunjukkan hasil positif. Ada beberapa hal yang dapat Anda perhatikan sebelum memilih untuk melakukan sulam. Pastikan klinik kecantikan yang Anda pilih menggunakan alat yang steril. Mintalah petugas klinik untuk menunjukkan segel steril kepada Anda dan membukanya di depan Anda. Tinta yang digunakan tinta yang aman dan Anda sudah melakukan tes alergi terhadap tinta tersebut dengan cara tes tempel, untuk mencegah reaksi alergi yang tidak

mungkin akan menimbulkan benih-benih rasa yang sudah usai atau pengkhianatan. Perempuan dan laki-laki diciptakan berbeda dalam menanggapi sebuah rasa cemburu. Jadi sudah menjadi hal yang wajar jika keduanya memiliki cara yang berbeda ketika tengah cemburu. Dalam buku Female Aggression disebutkan bahwa perempuan yang cemburu cenderung lebih mudah emosional dan reaktif. Dirinya tak segan-segan untuk menunjukkan perasaannya dengan marah, menangis, berteriak, memaki, mencaci bahkan menyakit perempuan yang sudah membuatnya cemburu. Sementara laki-

laki biasanya cenderung menunjukan sikap cemburunya dengan diam, cuek acuh tak acuh, menghindar, melampiaskan secara fisik pada seseorang yang membuatnya cemburu. Tapi ada juga beberapa laki-laki yang menunjukan rasa cemburunya sama dengan cara perempuan menunjukan rasa cemburunya. Pada dasarnya cemburu adalah hal yang wajar bagi setiap manusia. Perbedaan antara cemburu yang sehat dan tidak sehat ini sebetulnya bisa dibedakan dari bagaimana cara teman-teman menghadapinya. Jika kalian berubah menjadi obsesif dan menunjukkan perilaku posesif, seperti cek HP pasangan, cek sms dan chat, menjawab panggilan masuk, kepo-in Facebook, Instagram atau email, sampai diam-diam mengikuti si pacar ke mana pun dia pergi. Hati-hati ya

guys, ini bisa jadi pertanda cemburu yang tidak sehat. Bahkan ada beberapa orang yang cemburu sampai melarang pasangannya keluar rumah atau memintanya untuk tidak berteman dengan seseorang yang dicemburuinya tersebut. Dengan ancaman rasa takut dan pikiran yang terus menerus dihantui hal negatif, tak jarang akan membuat kita menuduh pasangan berselingkuh. Tak jarang juga rasa cemburu yang tidak sehat ini bisa menyebabkan adanya konflik, perpisahan, atau bahkan kekerasan di dalam hubungan. Kalau sudah seperti ini, apa masih bisa cemburu dibilang tanda sayang? Tentunya sudah bukan tanda sayang lagi ya kalau sudah berlebihan. Sebenarnya, kita sendiri yang mampu merasakan apakah dicemburui atau mencemburui tersebut adalah

tanda sayang atau tidak, Tapi yang jelas, siapapun tidak bisa melarang seseorang untuk cemburu karena dengan adanya rasa cemburu, itu artinya masih ada rasa cinta dan rasa memiliki. Dan satu hal, jurus jitu meredakan cemburu adalah meminta ataupun memberi maaf pada sikap pasangan, kemudian melupakannya alias tidak mengungkitnya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Ingat untuk selalu berkomunikasi bersama pacar agar tidak terjadi miskomunikasi ataupun mispersepsi yang bisa mempengaruhi kebahagiaan hubungan kalian. Sekian dulu dari kami ya, sahabat. Ingat ya, cemburu itu wajar kalau masih dalam batas normal, tapi kalau sudah berlebihan sudah bukan tanda sayang ya namanya, tapi obsesi.


5

Minggu Pon, 24 Maret 2019

Capricorn Kreativitas tidak boleh berhenti hanya karena kegagalan di masa lalu, tunjukkan bahwa diri Anda masih mampu berdiri dari kejadian pahit di masa itu. Jadikan hal itu sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan di masa mendatang. Asmara: Jangan hanya memikirkan indahnya untuk saat ini saja, akan tetapi kepentingan di masa depan itu yang lebih penting. Aquarius Ada berita yang cukup mendadak dan memusingkan kepala, walau begitu cobalah untuk tetap menahan diri dan berusaha untuk tenang, sehingga pikiran dan ide-ide cemerlang bisa tetap muncul. Asmara: Tetaplah membina hubungan yang baik dengannya. Pisces Di minggu ini cukup banyak peluang dan jebakan, untuk itu jangan cepat tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya menguntungkan, sebab jika sembrono maka kerugian besar harus siap-siap Anda tanggung. Asmara: Ada sedikit cekcok mulut dan jika tidak ada yang mau saling mengalah, maka akan tetap seperti itu-itu saja. Aries Berhati-hatilah dalam mengeluarkan statmen jangan sampai menimbulkan gejolak yang tentu saja akan mengganggu kestabilan dan keharmonisan di lingkungan kerja Anda. Asmara: Cukup tenang dan cekcok mulut sudah tidak begitu sering terdengar. Taurus Bersikap kritis itu memang tidak salah asalkan didasarkan pada rasio yang ada dengan tidak melibatkan terlalu banyak perasaan, karena kalau perasaan yang memang peranan maka bisa lain lagi ceritanya nanti, tak perlu takut dimusuhi orang kalau itu memang realita yagn ada. Asmara: Masih penuh dengan kegembiraan. Gemini Masih santai dan rileks karena memang tidak ada sesuatu masalah yang berat di minggu ini. Kalau sudah begini sebaiknya Anda enjoy saja dan berusaha menikmatinya dengan tidak mencari-cari masalah dan kesibukan baru. Asmara: Buat apa masalah kecil dipermasalahkan, karena itulah yang bikin suasana jadi panas terus. Cancer Jangan terlena dengan hawa malas yang muncul di minggu ini, cobalah tetap konsen dengan urusan-urusan yang sudah seharusnya cepat diselesaikan. Jika ada yang berusaha memancing konfrontasi sebaiknya dihindari saja, karena tidak ada untungnya. Asmara: Cukup tenang dan tidak ada yang perlu dikhawaaatirkan. Leo Cobalah untuk tidak banyak pikiran jika tidak ingin badan capek dan jatuh sakit, karena jika sampai terjadi maka akan menambah rumit persoalan saja. Tetaplah bersikap lepas dengan selalu berpikiran santai tetapi tetap waspada. Asmara: Tidak perlu emosi hadapi semua itu dengan kesabaran, pasti nanti akan berlalu dengan sendirinya. Virgo Benar-benar mengesankan kesuksesan di hari-hari kemarin, akan tetapi untuk saat ini sudah lain lagi ceritanya, maka dari itu keprofesionalan dalam bekerja sebaiknya tetap dijaga, agar sesuatu yang sudah baik itu tidak sampai mengalami kemunduran. Asmara: Keakraban dan keharmonisan masih terlihat dan terasa di minggu ini. Libra Jangan terlalu rewel nanti partner Anda malah bingung sendiri harus berbuat apa, pandai-pandailah mengarahkan ke arah yang lebih baik dengan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna dan dipahami. Asmara: Masih menjengkelkan dan itu hanya masalah sepele yang sebenarnya bisa diatasi jika mau sedikit mengerti. Scorpio Kesempatan yang ditunggutunggu ternyata hasilnya jauh dari harapan, walau begitu jangan patah semangat tetaplah konsentrasi pada pekerjaan yang lagi dihadapi saat ini dan tidak perlu meratapi yang sudah terjadi. Asmara: Sepusing apapun urusan di luar sebaiknya jangan dicampuradukkan ke dalam hubungan asmara, bisa kacau jadinya. Sagitarius Jalinlah korespodensi dengan siapapun juga dan berusahalah untuk tidak membeda-bedakan status ataupun derajat, karena bagaimanapun juga Anda pasti akan membutuhkan sesuatu dari hubungan yang baik itu. Selami apa keinginan dan kepandaian mereka, karena hanya dengan itulah Anda bisa tetap meraih kesuksesan. Asmara: Jangan remehkan kerikil-kerikil yang cukup tajam itu.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 24 - 30 Maret 2019

Japa Mantram yang ”Ajapa Japa” Taj-japas tad-arthabhavanam. (Yogasutra Patanjali 1.28) “(Pranava) Itu hendaknya diucapkan berulang-ulang kali, dan juga hendaknya direnungkan dengan baik tentang artinya sebagai Perwujudan Tuhan Yang Maha Esa.” Hampir dalam setiap mantram, penambahan Pranava atau Omkara memegang peran penting. Yoga-sutra Patanjali atau Yoga Darsana menyebutkan bahwa huruf suci OM merupakan simbol atau penyebutan Tuhan (tasya vacakah pranavah). Huruf suci Omkara (A, U, M) bukanlah huruf biasa dan sembarang melainkan teramat keramat serta penuh kekuatan karena merupakan penyebutan atau simbol Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Itulah yang menyebabkan Pranava menjadi sangat penting dan maha utama. Omkara selalu mengawali mantra, stava, stotra, dan berbagai pujaan dharma-adhyatma (agama-spiritual). Penyebutan OM berulang-ulang kali akan mengurangi citta-viksepa atau kerlap-kerlip serta gebuan-gebuan pikiran-pikiran material. Selanjutnya, melihat Omkara bukanlah sesuatu yang biasa, maka Maharesi Patanjali melalui Yogasutra Patanjali memberikan penegasan agar orang memberikan perhatian lebih dalam bentuk sraddha bhakti pada Omkara atau mantram yang sedang dijapa-mantra-kan. Ketika menjapa-kan mantra, orang harus memberikan konsentrasinya pada mantra yang sedang diucapkan sambil memberikan perhatian pada pengucapan mantram yang benar serta merenungkan artinya. “Tajjapas-tadartha-bhavanam”, ketika orang menjapakan Omkara dan mantra-mantra lainnya, maka orang hendaknya selalu mengingat arti dari mantram tersebut di dalam batinnya. Sangat tidak

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

dianjurkan orang men-japa-kan mantram sambil pikirannya terbang kesana-kemari. Semua ini bila dilakukan dengan benar akan menghancurkan segala halanganhalangan khususnya halanganhalangan dalam jalan spiritual. Selain dalam keutamaan sebagai perwujudan Tuhan, Pranava juga merupakan setu atau jembatan penghubung mantra dengan Tuhan (mantranam pranavah setuh). Sebagaimana orang menyebut nama kawan atau memanggil kawan dengan penyebutan nama yang benar dan penuh perhatian serta kasih maka yang bersangkutan akan segera menoleh, menjawab, atau memberikan perhatian serta jawaban yang sama. Hal tersebut disampaikan oleh Maharesi Adi Sankaracarya melalui contoh, “rasmin hi prayujyamane se prasidati priyanamagrahaneneva lokah”, sebagaimana dengan memanggil nama seseorang dengan penuh kasih maka dengan men-japa-kan nama suci Tuhan dengan penuh kasih sayang serta rasa bhakti, maka Tuhan akan “menjawab” permasalahan bhakta-Nya. Praktik Japa-mantra merupakan aktivitas spiritual sangat mulia dan agung karena ia adalah sebuah yajna. Menurut Bhagavadgita, berjapa merupakan yajna paling utama (yajnanam japo yajno’smi). Pada kenyataan, belum merata umat mempraktikkannya walaupun lontar-lontar leluhur banyak menyebutkan perihal Japa-mantra. Wrhaspati Tattwa menganjurkan agar Japamantra dilakukan setiap hari sebagai penyucian diri (sauca ngaranya nitya majapa maradina sarira). Banyak lontar Usada

(pengobatan) memberikan obat disertai Japa-mantra, seperti lontar Tutur Bhuwana Aji memberikan tata cara Japa-mantra (nihan kramaning angregep japamantra). Lontar Wiksu Pungu menyebutkan bahwa seorang pendeta ditentukan keberhasilannya dalam Yoga melalui kematangan praktik Japa Siddhi atau keberhasilan praktik Japa-mantra-nya. Sedangkan Mpu Kanwa melalui karyanya Kakawin Arjuna Wiwaha mengarahkan Japa-mantra demi pencapaian pembebasan (moksa) dengan menyebutkan bahwa Japa-mantra akan menjadi sia-sia saja jika dipraktikkan dalam kesadaran yang masih kuat dipengaruhi oleh sifat kenafsuan dan kegelapan yang dinamakan Raja-guna dan Tama-guna (vyarthekang japa-mantra yan kasalimur dening rajah mwah tamah). Seorang Pandita harus sudah mengatasi sifat Raja-guna dan Tama-guna dengan cara meningkatkan kesadaran kebaikan (Sattva-guna) di dalam dirinya. Selain pengucapan mantram dengan benar disertai ketulusan dalam mempraktikkannya, seorang Japa Sadhaka (praktisi Japa Mantram) perlu memperhatikan tahapan-tahapan dalam mempraktikkan Japa Mantram, yaitu: 1. Nama Aparadha, 2. Namabhasa, dan 3. Suddha Nama. Tahapan pertama adalah Japa Mantram dalam kesalahan, yang ketiga adalah Japa Mantra tanpa kesalahan, sedangkan tahapan kedua (Namabhasa) berada di antara pertama dan ketiga, yaitu Japa Mantra tidak dalam kesalahan tetapi belum murni. Namabhasa ada dua jenis, yaitu Chaya Namabhasa dan Pratibimba Namabhasa. Chaya Namabhasa, praktik Japa Mantram belum murni dan dilakukan karena ketidaktahuan, jika dilakukan terus menerus dengan tekun akan dapat membersihkan karma dan dosa, namun tidak demikian halnya dengan Pratibimba Namabhasa. Japa Mantram dalam tahapan Suddha Nama mampu memberikan moksa, pembebasan dari putaran kesengsaraan tanpa

henti. Memperkenalkan kembali teknik Japa-mantra di tanah air tidaklah mudah. Pada mulanya terjadi penolakan keras bukan hanya dari umat biasa melainkan juga dari para tokoh masyarakat dan agama. Derasnya arus tentangan dan tantangan umat seperti itu dapat dipahami karena tradisi membaca kitab suci betul-betul “terputus” dalam penerapan ajaran agama dan Veda di kalangan umat di tanah air. Pada umumnya mereka memahami ajaran agama Hindu hanyalah apa yang mereka dapat lihat sekarang dengan mata kepala mereka. Selain itu, mereka tidak mengakuinya, atau tidak mampu menerimanya. Dahulu, para Pandita dan Pinandita jarang ada yang mempraktikkan Japa-mantra. Ada pula berjapa dalam Sandhya pagi Nyurya-sewana bagi para Pandita, itu pun tidak dilakukan biji per biji Japamala melainkan menyeluruh. Japamala dipegang begitu saja menyeluruh sambil mengucapkan mantra. Tentu saja terjadi kesalahpahaman dapat dipahami karena “tiba-tiba” ada anak-anak muda hadir memegang Japamala di tangannya sedangkan Pandita dan Pinandita tidak. Terhadap perkembangan tersebut sesungguhnya para Pandita/Pinandita jarang yang memberikan reaksi dan/atau komentar, tetapi para abdi atau masyarakat umumlah yang merasa tidak “nyaman” melihat anak-anak muda memegang Japamala karena dipandang tidak pantas. Terlebih lagi ketika anak-anak muda tidak terdisiplin dengan baik. Apa yang mereka seharusnya praktikkan pribadi di rumah atau di ashram-nya, mereka bawa semua itu ke masyarakat atau ke pura sehingga ia menciptakan “percikan-percikan bara api” yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Berjapa merupakan praktik Dharma yang sangat penting, tinggi, agung, dan merupakan puncak dari praktik-praktik agama dan spiritual. Sekali lagi, bahkan Bhagavad-gita menyebutkannya sebagai persembahan yajna paling utama. Berjapa adalah aktivitas yajna. Oleh karena itu, ia tidak dilakukan asal-asalan.

Ada tata cara, ada aturan dan peraturan serta persyaratan tertentu untuk melakukannya. Jika orang hendak melakukan aktivitas Japa-mantra dengan tujuan khusus, maka tuntunan khusus dengan mantram khusus juga diperlukan. Untuk itu, peralatan, waktu, lingkungan, dan sertaan puasa khusus pun diperlukan. Misalnya, tujuan khusus berjapa itu apa, maka sesuai dengan tujuan tersebut jenis Japamala diperlukan, apakah jenis tasbihnya Rudraksa, Tulasi, Sphatika (kristal), mutiara, biji Bunga Padma, batu permata tertentu, biji-biji Japamala yang terbuat dari lumpur sungai atau danau suci, bahkan ada juga Japamala terbuat dari perak dan emas. Duduk menghadap kemana, kapan melakukannya, apa mantramnya, lalu mantra tersebut dituliskan (likhita-japa), diucapkan keras (vaikhari-japa), berbisik (upamsu-japa), diucapkan hanya di dalam hati (manasijapa), ataukah diucapkan terus menerus tanpa henti, atau pengucapan mantram berulang-ulang mengikuti keluar masuknya nafas (ajapa-japa). Banyak aturan dan peraturan yang harus diikuti dan dipatuhi dalam ber-Japa-mantra karena ia adalah Yajna Agung. Berjapa bukanlah aktivitas biasa sehingga ia perlu dilakukan dalam aturan dan peraturan tertentu. Jika berjapa dilakukan untuk pencapaian pembebasan dari kesengsaraan material alias moksa, maka aturan dan peraturan berjapanya akan menjadi semakin berkurang. Jenis Japamala, tempat atau waktu mempraktikkannya tidak akan mengikat. Aturan dan persyaratan menjadi tereliminasi oleh ketulusan, kebersihan, kesucian, kepasrahan diri, rasa persembahan bhakti atau yajna. Mempraktikkan Japa-mantra demi mendapatkan pembebasan dari kesengsaraan material (moksa) dapat dilakukan dengan Japamala jenis apa pun. Bisa pula dilakukan dengan Karamala (tasbih tangan), atau dengan teknik berjapa yang dinamakan Ajapa-japa, dilakukan secara spontan tetapi perhatian terfokus pada hati dan mantram.

MIMBAR AGAMA

Kasih sebagai Pengikat yang Mempersatukan PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Kolose 3:14 Dalam minggu ini kami menerima empat undangan menghadiri pernikahan. Satu dari teman pendeta, satu dari anaknya pendeta dan dua dari anak jemaat di gereja yang pernah kami layani. Mereka telah sepakat membangun keluarga yang baru dan mengharapkan doa restu dari setiap undangan yang hadir agar pernikahan mereka sungguh dapat langgeng rukun dan harmonis karena diikat oleh kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Terinspirasi oleh itulah maka saya menulis judul renungan hari ini “Kasih sebagai Pengikat yang Mempersatukan”. Kebersatuan dan keharmonisan adalah sesuatu yang amat penting dalam sebuah keluarga di mata Tuhan. Kisah tentang pernikahan di Kana yang dihadiri Kristus, dimana Dia melakukan mukjizat dan menyelamatkan pernikahan dari tragedi kehabisan anggur menggambarkan secara jelas dan menunjukkan pula bahwa Tuhan sanggup menyelamatkan pernikahan yang sudah terlanjur hancur untuk kembali manis. Tu-

han sanggup melakukan itu. Ada begitu banyak cara yang bisa kita temukan di dalam Alkitab untuk memastikan agar hubungan keluarga tetap berlangsung hangat dan indah, penuh sukacita dan damai sejahtera. Yang pertama, saling mengasihi. Kasih merupakan hal yang krusial, begitu krusialnya hingga dikatakan bahwa diantara tiga hal penting yaitu “...iman, pengharapan dan kasih, yang paling besar diantaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13). Lalu lihatlah apa yang dikatakan Paulus dalam surat Kolose 3:13-14. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Perhatikan bahwa kesabaran, rendah hati untuk mengampuni belumlah cukup, karena di atasnya haruslah ada kasih supaya bisa menjadi kuat. Kasih mampu menjadi tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, the bond of perfectness which binds everything together, completely in ideal harmony. Jadi apabila Anda mengatasi setiap permasalahan dalam hubungan keluarga dengan didasari kasih, Anda bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Yang Kedua, saling mengaku

Pelancong dan Pencoleng Pulau Bali dengan tariannya Yang disertai nyanyian Sudah termasyur di sluruh dunia Pun sangatlah digemarkan Banyak kaum pelancong yang datang Mengunjungi Pulau Bali Untuk menyaksikan keindahan Pemandangan alam murni. “Dua dari empat lagu baik kroncong Pulau Bali yang sudah ngetop saat Indonesia diproklamasikan sengaja kukutip, buat direnungkan maknanya terkait kondisi Pulau Dewata terkini. Komposer dan pengarang lirik lagu tersebut tidak jelas, namun kukira bukan orang Bali. Demikian pula berbagai predikat yang dilekatkan pada pulau ini, bukan pula dibuat orang Bali, melainkan apresiasi para pelancong yang terkesan atas daya tarik pulau dan isnya. Tarian, nyanyian dan pemandangan alam murni

brolan BALE BANJAR ARIDUS disebut pengarang lagu, karena ketiga hal tersebut yang memotivasinya untuk menulis lirik. Kalau yang menulis lagu itu orang Bali, bisa jadi, unsur magis,agama serta pandangan hidup yang menyebabkan ketiga daya tarik muncul, diselipikan pula pada syair. Memang kebiasaan nyapa kadi aku atau memuji diri sendiri bukan karakter asli orang Bali, meski mereka tidak keberatan

dosa dan mendoakan. Tumpukan rahasia antar pasangan dan ego yang menghalangi kita untuk mengakui kesalahan lalu meminta maaf seringkali menjadi pemicu retaknya sebuah keluarga. Firman Tuhan mengatakan “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16). Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa keharmonisan keluarga pun bisa terjaga apabila para anggotanya terbiasa untuk saling meminta maaf, dengan rendah hati mengakui kesalahan dan kemudian saling mendoakan. Sebuah mesbah keluarga yang rutin dijalankan setiap hari bisa menjadi tempat yang baik dipakai untuk hal ini. Yang ketiga, saling mengampuni. Ada kalanya kita sulit mengampuni. Adalah jauh lebih mudah untuk menghakimi ketimbang memaafkan, itu sudah merupakan sifat manusia pada umumnya. Kita bahkan merasa puas jika bisa menyiksa mental orang yang sudah terjatuh lebih lagi hanya demi kepuasan pribadi semata. Apa yang dikatakan Tuhan adalah agar kita bersedia atau terbuka untuk saling mengampuni. “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”(Efesus

4:32). Tentu tidak seorangpun dari kita mau untuk tidak diampuni Tuhan bukan? Jika kita berani mengharapkan pengampunan dari Tuhan, mengapa kita harus berat untuk memberi pengampunan kepada orang lain, apalagi keluarga sendiri? Ingatlah bahwa sebagai manusia kita tidak sempurna dan tidak luput dari berbuat kesalahan. Once in a while people make mistake, we do too, jadi sangatlah penting bagi kita untuk bisa berbesar hati untuk saling mengampuni agar mampu menikmati hubungan keluarga yang bahagia. Keempat saling menghargai dan memuji. Satu hal lainnya yang seringkali bisa menghancurkan sebuah keluarga adalah kurangnya penghargaan antar anggotanya. Bayangkan ketika suami terus menerus merendahkan istrinya, melecehkan atau menyalahkan secara terang-terangan di depan anak-anak, sebaliknya istri yang terus merendahkan suaminya baik dari segi pekerjaan atau peran dalam rumah tangga. Orang tua yang begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata negatif kepada anaknya seperti bodoh atau kepada bentuk-bentuk fisik. Tidak terbiasa memuji ketika mereka berbuat benar tapi langsung marah ketika mereka melakukan kekeliruan. Ini bisa menjadi palu yang menghancurkan tembok-tembok keluarga yang tadinya sudah kita bangun dengan kokoh. Perhatikan ayat berikut:”Hendaklah

kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “Love one another with brotherly affection [as members of one family], giving precedence and showing honor to one another.”Pesan ini tentu berlaku luas, tetapi tentu sangat baik jika diberlakukan dalam keluarga. Yang kelima, saling support. Jangan pernah mengharapkan keluarga yang harmonis apabila anggotanya berjalan sendiri-sendiri. Kalau sikap cuek atau tidak peduli saja sudah buruk, apalagi jika saling menjatuhkan satu sama lain. Ini tentu bukan cerminan keluarga yang baik. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita untuk saling memperhatikan dan saling mendorong/men-support. “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”(Ibrani 10:24a). Empati, kepedulian dan kerelaan untuk membagi waktu, materi atau apapun yang ada pada kita menjadi sangat penting dalam hal ini. Sebaliknya kebiasaan untuk tidak peduli, selalu merasa diri paling tahu/paling benar dan suka memaksakan kehendak menjadi hal yang sangat tidak produktif. Ada begitu banyak prinsip saling lainnya yang mungkin bisa diangkat untuk membangun keluarga yang harmonis, tetapi kelima prinsip yang saya kemukakan di atas bisa menjadi awal yang baik untuk dijadikan dasar. Tidaklah mudah untuk menjaga kehidupan keluarga agar tetap penuh dengan sukacita.

bila dijuluki berbagai macam sebutan. Bahkan saat pariwisata mulai bergeliat di tahun 1960’an, ada sebuah kalimat yang populer di kalangan wisatawan Amerika, yang membuat mereka datang berkunjung, See Bali before die! Dua nenek yang mengaku dari Minnesota, AS yang kujumpai duduk tepekur di pasir menghadap ke laut depan sebuah hotel terbesar di Bali menuturkan hal itu padaku tahun 1969. Mereka terharu dan dari mata meleleh air membasahi pipi ketika bertutur padaku. Sebab mereka berhasil mengunjungi Bali setelah belasan tahun menabung akibat kalimat yang kuceritakan tadi dan siap meninggalkan dunia karena telah berhasil menyaksikan keindahan alam sorga terakhir atau The Last Paradise,” tutur Rubag. “Banyak yang mengatakan bahwa nama Bali lebih dulu dikenal daripada Indonesia. Kawanku almarhum yang ketika hidup populer dipanggil Pekak Jegog punya cerita menarik. Saat berada di Sapporo Jepang tahun 1986, di sebuah pertokoan bernama Ta-

nukikoji, ada pramuniaga menanyakan asalnya. Ketika dia mengatakan dari Bali, penjaga toko tersebut langsung berseru, ohhh Anda orang India ya! Karena fasih berbahasa Jepang, Pekak Jegog menerangkan bahwa dia warga negara Indonesia dan Bali adalah salah satu dari 17 ribu kepulauan Indonesia. Pramuniaga itu tahu nama Bali dari kawannya yang sempat berkunjung ke sini. Tanpa bertanya lebih detil menyangka Bali adalah bagian dari India, karena agama penduduknya Hindu. Nah, terkait lagu yang menyanjung tarian, nyanyian dan pemandangan Bali, bagiku, tidak lepas dari keyakinan yang dianut masyarakatnya. Dalam pariwisata pun kita mengatakan Bali melaksanakan pariwisata budaya bernapaskan Hindu. Tapi bukan Hindu India tetapi Hindu Bali atau Hindu Nusantara sekarang! Tarian, nyanyian dan gamelan serta berbagai produk budaya Bali berbasis agama yang dianut penduduknya. Tapi sekarang terjadi rongrongan atas kenyamanan dan keamanan Bali yang

secara otomatis berdampak pada pariwisatanya. Orang-orang yang melancong ke Bali, tidak semua lagi ingin menikmati tarian, nyanyian dan pemandangan alam murni Bali. Celakanya, ada yang mati di Bali karena ditikam karena mengamuk lebih dulu, ada pula yang mampus tertembus timah panas karena merampok. Perampokan dan skimming atau membobol ATM menjadi modus operandi para pencoleng datang berkunjung ke Bali. Mereka tidak tahu bahwa kelestarian budaya dan alam Bali memerlukan biaya spiritual dan ritual yang tak terhingga jumlahnya. Syukurlah pulau ini tidak begitu luas dan penduduknya pun masih memiliki rasa kekerabatan yang lekat, sehingga segala bentuk kejahatan cepat terendus. Di samping itu keamanan, ketertiban dan kenyamanan menjadi prioritas utama pihak kepolisian, sehingga kondusivitas Bali sebagai tujuan wisata dunia tetap terjaga. Semoga jumlah pencoleng tidak menggeser jumlah pelancong ke Bali, Om Swaha!“ doa Nyoman Sudiantara.


Bali

6

Redité Pon, 24 Maret 2019

Kalénder Bali

Nyinahang Ingkel taler Makatah Rerainan

KALENDER – Kawéntenan kalénder Bali mabuat pisan ring pakraman Hindu Bali, punika kasinahang antuk kawéntenannyané ring paumahan.

Bencingah

Nglestariang Budaya antuk Nelebin Basa Bali WARIGA wantah sinalih tunggil wangun budaya tetamian saking para panglingsir krama Bali sané kalintang luwih. Kawéntenanipun mabuat pisan sajeroning pakraman Hindu utamanipun ring Bali yadiastun kahanané mangkin sampun ngranjing ring kauripan sané modérn utawi anyar. Punika satmaka cihna yéning kantun akéh krama sané meled nyagra tur ngupapira sekancan tetamian panglingsir minakadi marupa adat lan budayanyané yadiastun sampun ngranjing ring kauripan sané kabekin antuk makatah teknologi. Manut I Gede Wiratmaja Karang, S.Ag., M.Pd.H. makatah budaya wantah tetamian sané patut setata kabecikang utamanipun olih para yowanané. Duaning makasamian punika wantah sinalih tunggil cihna utawi “idéntitas” saking krama Bali sané pah-pahanipun akéhan sané madasar antuk basa lan aksara Bali. Sangkaning punika, patut pisan yéning kramané sami setata malajah tur nelebin basa Bali mangda kawéntenan budaya Baliné setata becik lestari tur nénten ical. Kawewehin malih, unsur kapertama saking pepitu unsur kebudayaan inggih punika basa sané kapah dados kalih soroh, luiré; basa lisan utawi verbal miwah basa non verbal. Sangkaning punika, yéning krama Bali nénten uning tur nénten éling ring Basa Bali, sinah kéweh jagi nelebin budayanyané yadiastun embas pinaka jadma Bali. “Duaning ring kauripan jadma Bali utamanipun sané magama Hindu sampun majanten jagi ngawigunayang Basa Bali utamanipun aksara Bali ring makatah pidabdabnyané. Minakadi tatkala embas wénten sané kawastanin antuk pratiti ngawigunayang Basa Bali. Asapunika taler tatkala nanem ari-ari ngawigunayang aksara Bali. Wénten taler ring makudang-kudang upacara minakadi matatah jagi ngawigunayang aksara Bali utawi rerajahan napi malih ri kala kalayusekaran utawi padem sinah rurub kajangipun ngawigunayang aksara Bali,” asapunika dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1. brangti

1. bÎ\Ói,

geram

2. brata

2. bÎt,

puasa

3. braya

3. bÎy,

kerabat

4. brebeh

4.

kesusahan

5. bresih

5. bÊsi;,

bersih

6. bringket

6. bÎi\Ð)t/,

mengkerut

7. bubuh

7. buubu;,

bubur

8. bubukan

8. bubukn/,

lapuk

9. bucek

9. buc)k/,

rusak

10. budal

10.budl/,

pulang

bÊb);,

BAhAsa INDONESIA

PIDABDAB indik galah utawi sané ngranjing ring soroh pananggalan wantah parindikan sané mabuat sajeroning kauripan. Sangkaning punika, kawéntenan kalénder kantun becik kahananipun antuk panglimbak nganutin kahanan masa. Sané kasinahang ring kalénder anyar inucap inggih punika angkaangka pinaka niyasa pagentosan raina risampunné lintang 24 jam miwah makudangkudang libur nasional. Sios saking kalénder Masehi sané pinih akéh daging rainanipun wantah 31 dina tur kawéntenanipun kawigunayang ring sajebag jagat. Wénten taler soroh-soroh pananggalan sané madué pidabdab taler wilangan soang-soang. Minakadi pananggalan Imlék, pananggalan Hijriyah, wénten pananggalan Caka miwah sané siosan. Ring kauripan krama Hindu utamanipun ring Bali taler kawigunayang pananggalan sané kawastanin antuk kalénder Bali. Kalénder Bali wantah sinalih tunggil cihna sané ketah kapanggihin ring paumahan sané kadruénang olih krama Bali utamanipun

sané magama Hindu. Nénten wantah ring Bali, nanging taler ring dura désa utamanipun ring genah-genah transmigrasi saking krama Bali sampun majanten kapanggihin. Punika taler kasinahang antuk krama Bali transmigran tatkala budal ka Bali majanten jagi numbas kalénder Bali jagi kabakta tatkala ipun mawali ka genahnyané. Punika nyinahang yéning kalénder Bali pinaka sinalih tunggil sarana sané mabuat pisan ring kauripan krama Hindu utamanipun sané ngamargiang dresta tradisional Bali. Manut Ketut Bangbang Sparsadnyana, sinalih tunggil pawaris taler nerusang pidabdab nyusun kalénder Bali saking Br. Cemenggaon, Celuk, Sukawati, Gianyar, kalénder Bali wantah kalénder sané nyinahang pananggalan Masehi miwah libur nasional sané taler nyinahang indik wukuwuku Bali sané akéhipun tigang dasa wuku. Kalénder inucap taler nyinahang indik rerainan-reraian sané mabuat sajeroning kauripan krama Hindu, minakadi Purnama, Tilem, Kliwon, Kajeng Kli-

won, Tumpek, Anggara Kasih, Buda Cemeng miwah sané siosan sané kadasarin antuk patemon saking Saptawara lan Pancawara miwah Triwara. “Pinaka krama Hindu Bali majanten ring kauripannyané jagi ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya sané kamargiang ring rerainannyané soangsoang. Tatkala punika sinah jagi kawigunayang kalénder Bali inucap mangda prasida kauningayang dina sané becik jagi ngamargiang upacara yadnya,” baos dané. Dané malih maosang, sajeroning kalénder Bali taler madaging antuk Ingkel inggih punika sambada utawi pakéling sané kajantenang olih krama Bali pinaka parindikan sané nénten dados kalémpasin tur jagi katuut ring aminggu ingkel inucap kasinahang. Akéh ingkel punika wantah nem soroh minakadi ingkel Sato, Mina, Manuk, Taru, Buku lan Wong. Pidabdabnyané, tatkala punika kasinahang ingkel ipun Wong, sinah ring aminggu inucap kramané nénten prasida utawi nénten dados ngamargiang upacara manusa yadnya. Tatkala sané

munggah ingkel Sato, sinah aminggu inucap nénten becik kanggén ngejuk, numbas utawi ngawit miara beburonan mabatis patpat minakadi banténg lan bawi. Yéning indik nénten dados ngawitin ngupapira beburonan ulam kasinahang ring minggu sané madaging antuk ingkel Mina. Tatkala ingkel ring aminggunyané punika wantah Manuk sinah punika wantah sambada mangda krama nénten ngawitin ngupapira utawi miara beburonan unggas minakadi ayam miwah bébék lan sané tiosan. Yéning ingkel Taru, pakéling mangda kramané nénten ngawitin nandur wiadin munggel soroh pepunyanan. Yéning ingkel Buku wantah pakéling mangda kramané nénten munggel, ngebah miwah nandur tetanduran sané mabuku-buku minakadi tiing miwah tebu. Dadosné punika nyinahang yéning ingkel inucap wantah sambada utawi pakéling sané sampun kajantenang tur kawiaktinin kasujatiannyané olih krama Hindu Bali saking nguni kantos mangkin. Yéning kalempasin sinah jagi ngawinang kahanan sané kirang becik. (was)

Nelebin Wariga

Dasar Utama Niwakang Padéwasan SAKADI sané sampun kabaosang, kalénder wantah sarana sané kasinahang mabuat pisan ring pakraman. Duaning sarana punika jagi ngicénin informasi utawi pangéling-eling indik pamargi galah utawi raina sané kasinahang antuk angkaangka ngawit saking angka 1 kantos pinih ageng wantah 31 sané raris awarsanyané kapah dados 12 bulan. Yadiastun kalénder sané kawigunayang ring sajebag jagaté mangkin wantah kalénder Masehi, nanging nénten akidik pidabdab kalénder utawi pananggalan tios sané kantun kawigunayang kantos mangkin. Sangkaning mabinayan parindikan sané kadartayang, sinah nénten arang kalénder inucap kasikiang utawi terintegrasi dados asiki inggih punika kalénder angka madaging antuk parindikan sané kabaosang ring soroh kalénder tiosan. Minakadi conto kawéntenan kalénder Bali sané maosang indik rerainan utawi dina melah krama Hindu Baliné ngamargiang upacara yadnya. Yéning meled uning ring wewilangan kalénder Bali, sinah patut kadasarin antuk kawagedan indik pangrauh

rerainan utawi dina melah ring krama Hindu Bali. Yadiastun indik rerainan sampun dangan kawacén tur nénten méweh kauningayang antuk nyingakin kalénder Bali, sakéwanten pinaka sinalih tunggil tetamian budaya saking para panglingsir Bali, sinah becik pisan yéning kramané uning napi malih nelebang dasar-dasar ring pananggalan tradisional Bali punika kadabdabang. Ngeninin indik dasar ring pananggalan inucap, I Gede Wiratmaja Karang, S.Ag., M.Pd.H., Guru Agama Hindu ring SMKN 1 Bangli sané taler pinaka Jero Mangku Dalang maosang, dasar pananggalan utawi kalénder Bali punika kawastanin Wariga utawi Warah ring Raga wiadin éling ring padéwékan. Ngeninin indik soroh wariga sané kanggén dasar ring wilangan kalénder tradisional Bali, luiré; Wariga Krimping, Swamandala, Sundari Bungkah, Sundari Terus miwah sané siosan kantos akéhnyané sami kirang langkung 96 soroh Wariga. Sakéwanten manut Wiratmaja Karang, soroh wariga sané pinih dangan tur becik kaplajahin tatkala nelebin

indik padéwasan miwah pananggalan tradisional Bali wantah soroh Wariga Krimping. “Wariga pateh dasaripun sareng déwasa, sangkaning punika ketah kawastanin antuk wariga déwasa. Déwasa mawit saking kruna “dewa” miwah “sa” utawi “sesana déwa”, dadosné dewasa satmaka sesana sané ketah kamargiang olih dewa. Sangkaning punika ngamargiang yadnya kadulurin nunas déwasa antuk wilangan wariga kaaptiang mangda karya yadnya sané kamargiang prasida becik mapikolih duaning sampun nganutin sesana

déwa, nénten nganutin sesana bhuta,” baos dané. Malih kadartayang, doh sadurung kawigunayang kalénder madaging antuk angka sakadi mangkin,

ring krama Bali wénten sarana sané kawastanin antuk tika tatkala krama jagi niwakang de-

wasa. Sarana inucap marupa papan sané maukir, ukiran wiadin simbol-simbol sané nyinahang 30 wuku miwah rerainan sané nyarengin. Tika inucap taler kabaosang pinaka niyasa saking wangun utawi soroh wariga padéwasanné. Tetujon punika kawigunayang wantah ngawinang dangan sang sané niwakang déwasa mangda nénten malih ngambil lontar padéwasan utawi pawarigan tatkala jagi niwakang dewasa. Sakéwanten tatkala meled uning indik tika punika, patut mangda teleb ring sahananing sastra wariga utamanipun indik panguripurip déwasannyané. Ngeninin indik ngawigunayang tika, prasida kawigunayang kantos riwekasan duaning sané kasinahang ring tika inucap inggih punika 30 wuku taler rerainan sané nyarengin ring 210 raina. Saking wuku Sinta kantos wuku Watugunung. Risampuné lintang saking Watugunung, sinah wilangannyané majumu malih saking pangawit asapunika taler sekancan rerainan utawi padéwasannyané taler majumu. (was)

Dura désa

Presean, Dresta ”Unik” ring Sasak Lombok

AKEH dresta sané kaduénang krama ring sajebag Indonesia. Minakadi sinalih tunggil dresta sané kasub ring suku Sasak, Lombok. Kasenian puniki wantah dresta turun tumurun suku Sasak sané kantun kalestariang kantos mangkin. Dresta inucap kawastanin Dresta Presean. Dresta Presean wantah

dresta khas Sasak, Lombok sané daweg dumun kamargiang pinaka cihna rasa bagia sangkaning para prajurit Lombok jaya ring payudhan. Presean utawi ketah kasengguh masiat atuk rotan puniki wantah dresta sané macihna pisan. Presean puniki kamargiang olih Pepadu, kekalih krama lanang sané

makta senjata rotan (penyalin) miwah makta éndé pinaka taméng. Pasiat puniki kapucukin olih kalih wasit. Luiré; Pakembar Sedi, wasit sané wénten ring sisi kalangan, miwah Pakembar Tengah, wasit sané wénten ring tengahing kalangan. Salami siat inucap mamargi, soangsoang pepadu saling siatin.

BPM/net

PRESEAN - Dresta Presean wantah sinalih tunggil dresta sané kasub ring Suku Sasak, Lombok.

Siat inucap kamargiang salami limang paletan. Sané menang sajeroning dretsa inucap katilik saking makudang-kudang parindikan. Kapertama, angga sang pepadu ngamedalang rah, sinah sané menang wantah pepadu sané nénten ngamedalang rah. Prasida taler kabaosang puput sangkaning galah masiat sampun telas yéning desta inucap kamargiang pinaka acara penyambutan tamiu. Kaping kalih, yéning sang pepadu prasida kukuh masiat kantos limang paletan, sané menang kacingakin saking skor sané pinih ageng. Tawahnyané, Presean taler kairingang antuk gendang (gending) presean. Gamelannyané minakadi kalih gendang, petuk, set rencek, gong, miwah suling. Soroh gending presean lumrahnyané kapah dados tigang soroh, luiré; gending rangsang inggih punika gending sané kasuarayang ri kala Pakembar ngruruh krama sané pacang masiat (pepadu) miwah lawannyané. Kaping kalih, gending mayuang inggih punika gending sané matetujon ngicénin patinget yéning sampun wénten kalih pepadu sané

sayaga masiat (ngamargiang dresta Presean). Sané kaping tiga wantah gending beradu, tetujonnyané ngicén semangat para pepadu miwah para panonton salami siat inucap kamargiang. Satios pinaka kasenian turun tumurun, dresta inucap taler matetujon nguningin kawirangan, kacacepan, miwah kawagedan soang-soang pepadu sajeroning masiat. Tawahnyané, para pepadu nénten kapalih sadurungnyané, nanging wawu kapalih ri kala acara pacang kakawitin. Wénten kekalih tatacara ngruruh pepadu, luiré katepak olih pakembar miwah wénten krama sané nantangin para panonton mangda kayun ngamargiang Presean. Sajeroning panglimbaknyané, satios kamargiang pinaka dresta, Presean taler ketah kamargiang ri kala panyambutan tamiu wiadin tontonan majeng wisatawan sané rauh ka Lombok. Parindikan inucap kamargiang pinaka utsaha nglestariang dresta Presean miwah nguningayang majeng krama yéning Dresta Presean kantun ajeg kalestariang kantos mangkin. (pusdat/ berbagai sumber)


Nyastra

Redité Pon, 24 Maret 2019 KAPAH sajan ia makenyem, sakéwala sasmitané setata ening buka yéh danu ané degdeg. Tusing taén ia makaengan yadian idupné pas-pasan. Ia percaya yéning idupné panugrahan Hyang Widhi. Ia setata angayubagia tekén sekancan ané kapica marep déwékné. Jlema soléh, kéto taén timpal-timpal ané ajaka magaé ngwalék paukudané. Ada masi pisagané ané ngorahang ia soléh mapan setata mautsaha ngédéngang agém ané tawah. Tatkala kramané pada maudeng putih nuju ka pura, ia nyaluk udeng batik buka luas kundangan. Ento awanan ada masi ané mendep-mendep nyimbing ngorahang ia seniman senéwen. Apa ia mula tusing cumpu tekén sima? Tuah ia padidi ané nawang. Ia tusing taén nungkasin raos anak lén unduk paukudané. Ngrambang ané buka kéto patuh dogén tekén ngutang galah. Méh luungan nyemak gaé ané suba karuan ada pikenohné, kéto ia pepes mapineh. Ia madan Madé Warsa. Suba makelo sajan ia nyalanin idup dadi guru honorér di SMP di désané. Timpal-timpalné makejang suba maangkat dadi pegawé negeri, malah suba lakar pensiun makudang tiban ané lakar teka. Nanging ia padidi buka tusing ada anak ngrunguang. Tatkala nyumunin ngabdi, ping kuda kadén timpal-timpalné ngorahin apang ia nyak masi ngulehang pipis anggon nombok apang énggal maangkat. Sakéwala ia kukuh tusing nyak malaksana buka kéto. Lénan tekén marasa nungkasin keneh, ia masi mula tusing ngelah pipis. Sekayané uli ngarap abian di durin umahné wuwuhin ajak honorné ané tusing amonkén tuah nyandang anggona prabéa idup sadina-dina, rumasuk meli kanpas lan cét. Idup padidi, tusing ngantén kanti matuuh lebih tekén séket tiban, ia ngrasa suba paras-paros ajak idupné. Ia idup buka brahmacari ané tusing ja sekancan nak muani nyidaang nyalanin. Sakéwala makejang ento suba liwat. Ia suba ngalahin. Ulesné ia sedekan majapa dugas angkihané pegat mapan limané enu ngisi ganitri. Wayan Ananta negak mapangsegan napetang Madé Warsa buka kéto, nak muani ané tusing ja tuah anggapa guruné sakéwala masi suba idepang rerama. Kélangan rerama dugas ia enu cenik makrana ia kangen tekén anak ané lakar sida nuntun pajalan idupné. Makejang ané aptianga ada di paukudan Madé Warsa. Makelo ia negak ngetélang yéh paningalan di balé daja, di kamar tongos Madé Warsa ngantungang gambar gunung meletus di témboké sisi kaja. Mandrengin gambaré ento Wayan Ananta dadi inget tekén patemoné makudang dina ané suba liwat. Tengainé ento Madé Warsa sedeng ngambar sambilanga ningehang tembang. Tusing ja nganggon gawé buka murid-muridné nanging uli radio lawas mérek Sony ané suba ping kuda kadén abana ka tukang radio mapan pepes usak. Mapan sedeng iteh ia tusing ngeh yéning ada anak macelep ka studioné, wangunan saderana madinding bedég ané dini-ditu suba pada bolong. “Suba mekén pragat, Pak?” matakon Wayan Ananta ané teka bareng-bareng aja nak luh bajang. “Oh, Wayan?” ia matolihan kagiat. “Nyén ajak to?” “Nia, Pak. Timpalé ané dadi kurator.” Madé Warsa ngenjuhang lima nyalamin nak luh ané mamua lonjong buka taluh.

Giri Tohlangkir Ketut Sugiartha “Ragané sané nabdabang pameran Ananta dugas niki?” “Nggih, Pak?” Nia masaut sambil makenyem. “Produktif sajan ragané, Yan,” Madé Warsa nguratiang Wayan Ananta. “Tondén makelo suba liu ngasilang lukisan.” “Nika ulian Bapak masi,” Wayan Ananta ngéndép. “Ampura, biasané Bapak demen ngambar ané makrana kenehé dayuh. Niki nguda lén?” “Yén cara Wayan ené kénkén?” “Makada waswas, Pak.” “Sing ja Bapak ané meled ngambar kéné.” “Kénkén, Pak?” Disubané ngorahin Wayan Ananta lan Nia negak di kursi penyalin lawas ané gelahanga, ia nuturang ipiané makudang dina ané suba liwat. “Bapak kapah ngipi, Yan,” ia ngaraos. “Yén ngipi biasané sing ja matutuk mabongkol. Kéwala ané siduri ené jeg seken sajan. Ento awanan Bapak percaya, ené mirib kelép.” “Bapak ngipi nepukin gunung meletus?” “Aa, tur ada nak muani suba tua sajan ané nuding-nudingang limané ka gunung ané sedeng ngutahang lahar. Bapak sing ngerti, nak muani totonan sing ada ngraos apa-apa.” “O, kéto?” Wayan Ananta nadaksara saged. “Lakar koleksi tiang nggih, Pak?” “Béh, aksamaang. Ané besik ené lakar simpen Bapak.”

Suba liu lukisan Madé Warsa ané koléksina tekén Wayan Ananta tur pasanga di galériné. Ada makudang lukisan ané lantas belina tékén koléktor uli dura negara. Yadiastun ia padidi masi pelukis, kaangobané tekén pagaén gurunné sing ja taén susud. Yadian ia tatas nawang kapagehan gurunné, ia tetep mapangapti apang nyidaang masang lukisan gunung meletus ento di galériné, pinih sing baanga nyilih. Kendel sajan kenehné Wayan Ananta tatkala pamuputné ia baanga nyilih lukisan gunung ané sedeng ngutahang lahar barak ento. Ia lantas masang lukisan ento di galériné ané madampingan ajak warung nasi ané katah kasambat destinasi wisata kuliner. Galéri lan warung nasiné makadua gelah Wayan Ananta tur kajujukang di tanah ané malinggah sawatara dasa are. Di duur tanahé ento masi ada wangunan panggung tongos méntasang drama modéren tur maca puisi. Kéto suba Wayan Ananta, ulian demen tekén lukisan lan sastra pamuputné ia suksés mawirausaha tan pangutang dademenané. Tongosné mukak wirausaha tusing ja taén sepi. Timpal wirausahané tusing ja uli Indonesia dogén, liu masi uli dura negara. Semengan ento Madé Warsa bangun cara kapupungan. Ia gagéson mlaibang montorné ané suba tua ka galériné Wayan Ananta. Pagawéné ditu mara sajan pada teka. Kadropon ia maekin pagawé ané majujuk di durin méjané di malu tur ngora-

hang perlu katemu ajak Wayan Ananta. “Ampura, Pak Wayan sedeng ka luar kota. Wénten sané dados wantu titiang, Pak?” kéto pasaut anak luh makacamata putih di arepné. “Oh, pantes télpon tiangé ten sautina.” “Manawi sedeng ring pesawat, Pak.” “Tiang nunas uliang lukisan tiangé mangkin.” “Lukisan sané cén, Pak?” “Giri Tohlangkir.” “Oh, Bapak niki Pak Madé Warsa nggih? Ampura nggih, Pak.” “Ten kenapi.” “Sapuniki nggih. Bapak mantuk kémanten dumun. Yén sampun wénten ijin saking Pak Wayan, lukisan Bapak jagi kawaliang.” “Nggih, suksma.” Buin jahané lukisan Giri Tohlangkir suba ada jumahné. Madé Warsa lantas masang lukisané ento di dinding kamar tongosné biasa majapa. Dugas Wayan Ananta teka nyekenang unduk lukisané ento, ia nepukin dupa ané sedeng makudus andusné di duur banten ané katurang di malun lukisané ento. Mara ukana Wayan Ananta matakon, Madé Warsa ngamalunin ngraos. “Bapak ngrastiti kén Widhi, Yan.” Aji lengkara ané bawak ento ia mapangapti Wayan Ananta resep lan tusing ngadén déwékné nyumbah ané tuara-tuara. Wayan Ananta anggut-anggut. “Adi Bapak ngenah cara nak nyapnyap?” “Ipian Bapak mabukti, Yan. Giri Tohlangkir suba lakar meletus. Bapak jejeh, Yan.” Liwat makudang dina Sriti, adiné Madé Warsa ané suba ngantén, ngabarang beliné gelem tur tusing nyidaang bangun. Wayan Ananta ané napetang Madé Warsa ngetor ulian panes awakné kaliwat laut nélpon Putu Brata, timpal leketné ané dadi dokter. “Yan, juang suba lukisané ento anggon mayah dokter ané télpun Wayan.” “Da naké ngomong kéto, Pak. Tiang nélpun dokter ten ja ulian lukisané.” “Bapak sing nyak nerima pitulung buka kéné.” Wayan Ananta engsek, tusing madaya yéning nak muani ané suba anggapa rerama ngraos buka kéto. “Yén Wayan sing nyak nyuang lukisané ento, eda nekaang dokter.” Soréné ento Wayan Ananta ngalahin Madé Warsa mabekel keneh sebet. Sebet mapan Madé Warsa sangsaya tekén lascarya kenehné. Kanti magenti dinané ia nu tusing nyidaang netepang kenehné apa lakar nyuang lukisané ento apa tusing. Tatkala Sriti buin nélpun ngabarang beliné suba tusing nu, Wayan Ananta tusing nyidaang naanang elingné buka awakné ilang asibak. Kala ia nekedang tekén Sriti lakar nanggung prabéa krémasiné, adin guruné ento masaut, “I Beli ada mabesen tekén tiang satondén ngalahin.” “Pabesen apa?” “I Beli ngorahang: ‘Da baanga Wayan Ananta ngudiang-ngudiang yén sing nyak nyuang lukisan Giri Tohlangkiré ento.’” Karasa baat di kenehné, nanging pamuputné Wayan Ananta majanji lakar nyuang lukisané ento. Nanging joh di tengah tangkahné ada patakon ngudik: “Apa ya sujatiné ané kukuhina tekén gurun tiangé?” -0-

Ketut Darmayasa

Satua

Nénten Surud-surud Malajahang Raga

I Sigir Jlema Tuah Asibak (8) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) GELISANG satua énggal, teked koné reko ia di guminé gedé kelod kangin. Ida Sang Prabu ditu madué oka istri tuah asiki sané jegég pisan tur sedeng mengpeng anom. Guminidané katekan musuh-musuh raksasa sané galakgalak buin sakti, gedé agul-agul, mamangsa-mangsa jlema, sai-sai teka ka negara nguug-nguugin telah panjakidané malaib pati lebang-lebangin, asing bakatanga baan raksasané ento matianga amaha, céréta getihné, bareng dadua, bareng telu, patpat, adasa. Béh…, makacakan tulang jlemané lepéhlepéhanga baan raksasané ento di jalan-jalan. Ento krana guminé ngiring Ida Sang Prabu, lantas ada saud pangandikan Ida Sang Prabu, “Nah, né jani nira masoba. Nyén ja nyidaang ngamatiang raksasané ento, ia bakal nyeneng agung, bakal baang nyuang pianak nira Sang Putri,” kéto pangandikanidané suba kajarwak di negaranidané. Panjakidané yadin para manaka makejang sing pesan ada nyidaang, wiréh raksasané ento sakti tur bisa maya-maya. Sedekan anak mapauman di bancingah, taka I Truna Bagus buin magoba asibak madingehang raos, lantas ia matur tekén pada ané mangraos ditu. “Inggih yan yakti sapunika wacanan Ida Sang Prabu, titiang nunas ngiring pakayunanida sané mangkin, kéwanten mangda Ida dané ipun sareng nonton satingkah titiangé ngiring pakayunan. Yadin pacang sadia tan sadia, mangda kapanggih. Sapunika uningang atur titiangé.” Gelisang satua énggal, ada nguningang ring Ida Sang Prabu, ada jadma samkuta nelasang satrunidané, nanging jadma tamiu marupa tuah asibak. Pangandikan Ida Sang Prabu, kapangandikaang netesang, jadma uli dija magoba, anak kénkén? (Masambung)

MANADOS perwira polisi wantah pangaptiné saking alit. Nanging nénten wénten sané nuga, lanang sané madué petang diri pianak puniki prasida manados Ketua Indonesian Food and Beverage (Executive Association (IFBEC) Food & Beverage) miwah makarya ring sinunggil hotel kasub ring Bali. Satios punika, lanang sané embas ring Desa Gunungsari, Seririt, Buleleng, 19 November 1974 puniki taler waged ring widang ajengan miwah inum-inuman hotel, taler ketah kajudi pinaka juri lomba-lomba ajengan miwah inum-inuman ring hotel. Ketut Darmayasa.,S.I.Pem.,M.M,CHT sapunika aran jangkepnyané. Saking alit ipun yukti kreatif pisan, ipun setata molihang juara kelas miwah mapangapti pisan mangda dados perwira polisi. Nanging paduman idup ipuné matiosan saking pangaptiné. Ketut Darmayasa mangkin makarya pinaka Director Food & Beverage ring Grand Istana Rama Hotel sané ngemban tugas miwah tanggung jawab ring widang ajengan miwah minuman. Kabaosang, pakaryan inucap kamargiang sangkaning kaagetanipuné. Ipun nénten pisan madué pengalaman makarya sakadi mangkin. “Pangawit tiang makarya pinaka guide wisatawan Jepang. Tiang ngawit makarya ring widang pariwisata pinaka pelayan anyar utawi junior waiter ring sinalih tunggil hotel bintang 5 ring wewidangan Nusa Dua. Pinaka pagawé anyar, tiang marasa ring déwék sané kirang, mawinan nyabran raina patut malajahang raga. Nyabran raina patut malajah lan malajah,” baosnyané. Kacaritayang, pangawit ipun malajah ngapalang asiki soroh minuman nyabran raina. Ipun numbas buku alit pinaka catatan. Nyabran raina ipun nyurat saha ngapalang sorohsoroh inuminuman sané wénten ring hotel. Salami tigang bulan, suami Luh Putu Suyatmi puniki prasida ngapalang samian soroh minuman sané wénten ring hotel inucap. Satios punika, ipun taler nyurat soroh ajen-

gan taler menu ring kertas manila. “Salanturné tulisan inucap témpél tiang ring dinding kamar kost. Nyabran raina baca tiang taler apalang tiang sadurungé sirep. Ring keneh tiangé, tiang patut sida ngapalang samian punika. Napi sané sampun apalang tiang, samian praktekang tiang ring hotel. Yéning nénten iwang, nika daweg warsa 1996,” tuturnyané sinambi makenyem. Kantos mangkin, ipun kantun nerus malajahang raga. Yadiastun sampun madué tegak sané becik ring widang inucap, ipun marasa kantun wénten sané kirang, mawinan nénten surud-surud malajahang raga mangda prasida nincapang saha nglimbakang kawagedanipuné. “Satios punika, tiang patut prasida ngepah napi sané uningin tiang majeng para yowana, mahasiswa, miwah para pengusaha ring widang pariwisata,” lanang sané meneng ring Perum Griya Dira Cepaka No. 5, Jl Raya Kapal – Munggu puniki ngwewehin. Satios makarya, ipun taler prasida ngamedalang buka indik ajengan miwah inum-inuman majeng widang pariwisata. Satios ngepah indik pengalaman makarya salami puniki. Mawit saking guide, lantur pinaka pelayan restoran, kantos makarya ring hotel. Pinaka Ketua Indonesian Food and Beverage (Executive Association (IFBEC) Food & Beverage), Ketut Darmayasa ketah ngamargiang acara seminar taler lomba. “Tiang ketah kajudi pinaka pembicara miwah pinaka juri nyabran lomba indik ajeng-ajengan miwah minuman,” baosnyané. Nénten wantah pinaka juri ring Indonesia, nanging taler ring dura Negara, minakadi ring Hongkong, Malaysia, Singapura, miwah Thailand. Ipun taler metuéling pamekas majeng para yowana mangda nénten surud-surud malajahang raga. (kmb/ uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 49.hiduepmds(mti, Idupé madasar mati, hselÂhulitnÀn, asalné uli tan hana, ptuetpÞjhinÊeko, patuté plajahin reko, hp*hirgttsÂw*, apang iraga tatas nawang, h)enÇnÀmã;muli;ebzé*, encén ambah mulih bénjang, enmdenßok×;puniku, né madan Moksah puniku, suktnæwliduk. suka tan pawali duka.

Saking Langit Bali Tembang di Désa Jungutan dingeh tiang tembang kéweh dini ngalih kembang encegin kumbang nembangang embang jangih munyinné, jangih pasaja angob, angob ningehang. makeneh tiang désané ené melah buina linggah dadi taman sing ada? dingeh tiang buin tembang meled nawang kénkén embangé sujati liu anaké ngorahang puyung nanging misi suung sakéwala ramia. lakar alih ané nembang di kacunduké, suud ngenyemin lakar orahin jero, jero anak muani yén kéweh dini ngalih di awak tiangé alih IDK Raka Kusuma

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Pon, 24 Maret 2019

PANTAI

KEKASIH

Ketika ombak bercakap, pantai diam membisu Berharap lidah air akan menyapu Pasir di bibirnya Sudah berakhirkah perjalanan ini? Ketika tubir daratan Menghadang jalan Di seberang sana masih terbentang lautan Berbatas sayup cakrawala Berbatas langit maya

Sajak-sajak Tusthi Eddy

Duduk di pantai Memandang laut yang permai Kita menatap di batas jagat raya Tapi manakah duniamu Darat dan laut keduanya berbatas semu Dengan bola bumi kita sudah tertipu Dalam pelayaran di pantai Kita berhenti Jenak sekejap dalam batas ilusi Hidup adalah sebuah siklus khayali Kita pergi dan kembali Di bumi ini

BELUKAR Siapa yang kau sembunyikan dibalik tajam darimu aku tak pernah mengalami kau merimbun di tubuhku

Siapakah kau kekasihku? Dulu kau serpihan hidupku Teriris dari daging jasad fanaku Perih nian ketika kau terurai dari tubuhku Suaraku selalu sendu memanggilmu Aku tak sudi jika kau raib Setelah mencuri gumpalan rinduku Benarkah kau itu kekasihku? Setelah aku kembara mengutit jejakmu Kau kembali menambal luka tubuhku Dalam harum pelaminan yang selalu kurindu

BAHTERA

LAUTAN

Betapa gaip kedalamanmu, Tak seorang mampu Mengajukmu Lahir mitos-mitos dari perutmu Jadi beban masa lalu Hanya riak dan ombak bisa terbaca Pandangan ksat mata yang fana Dari kitab tanpa aksara Aku beramsal pada laut yang bergolak tak pernah jinak Mendaki keterjalan Menyuruk kedalaman Gemuruh yang meronta-ronta Merafal aksara Menghitung angka-angka Di tapal batas air Hanya kutemukan Sekali manis sekali getir

Aku pernah mimpi tentang kau Menyusur lautan beribu yojana Mengajuk misteri jalan air Menafsir bahasanya Jalan itu begitu lengang Hanya ditabuh suara gelombang Aku tak pernah kawatir Dengan peta badai Yang terkadang bersalaman Tanpa jabat tangan Mengukir samudra di wajahnya Kayuhku bermain dalam irama Siapa bisa menduga jalan kembara ini Bahteraku mungkin tersesap Dalam air Tersesat ke hulu ke hilir Sementara ufuk sirna dalam gelap Bersenandung bagi mentari Yang gelap Aku masih berharap Pada mitosmu di kartu nikah Mengantar aku ke pantai landai Berharap hidup abadi Tak pernah kutahu hidup ini nisbi

EMBRIO

Petapa yang bersapa dengan kegelapan karena mimpi jalan terang kehidupan Sang waktu telah memangkumu Member belaian kesabaran buat menunggu

Sudah kujelajah tanah dikebunku Agar tahu lintas batas akarmu Jangan kau lintasi tapal batasku Tak kan kubuarkan sehelai akar menyemai di kebunku

Bertahun sang waktu mengajarku Kau tak mesti berlabuh di ranjangku Kau adalah pucuk-pucuk keindahan Yang merenda dunia dengan warna mawarmu Yang menyesapkan merdu lagumu Akan kuburu kau kekasihku Di setiap keping keindahan wajahmu Yang menggoda rasa rusuhku

DERMAGA Ketika kapalku merapat Dan berlabuh di pangkuannya Daratan memanggilku dengan bahasa kalbu Mereka yang ditinggal pergi selalu bermimpi anak-anaknya akan kembali Dermaga ini jadi saksi Sumpah mereka setia janji

Bahasa selalu diucapkan Mantra selalu dirafalkan Lagu selalu dihimbaukan Karena hati tak bisa dikhianati Dalam perpisahan selalu ada janji untuk kembali

Tangis adalah tanda pengakuanmu Derita pertama telah menjemputmu Kelak kau bangun surge Dari remah khayalmu Kau puja bagai dewa Kau karam dalam tipu daya Tangis pula yang kau berikan tatkala terakhir perpisahan

Bentangan hampa yang menganga pernah kuajuk luas batsnya rahasia selalu berkelindan menghadangnya Sejak purba aku selalu rindu menyapamu meniti jejak jelajah keluasanmum memusar bintang-bintang, planet, dan asteroid di haribaanmu Di akhir yuga kau hadang aku dengan lubang hitam menelan galaksi demi galaksi menyisakan riwayat kehampaan bumi

Duni buka surge anakku ! Duri-duri terlalu tajam akan menyandung kakimu Mentari dan kegetiran terkadang terlalu perih menghajarmu

Sementara kupangkas daun-daunmu Kusiangi pula belukar tubuh mayaku Akan kuluku hamparan tanahku Agar terangkai ujung-ujung akarmu Memutus jasad dan nyawa yang menggeriap di bumi fana yang membarakan duka derita

GALAKSI

Aku menyurat sejarah semesta dari kenangan yang mati suri aku cuma segempal debu yang menunggu waktu

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2019

l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

16 Agustus 2020

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2019 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Januari-Rememberance 53 in 61…, 61 in 53

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Fotografi

Feezing Macro

”Menaklukkan” Serangga Terbang I Wayan Nuriarta

Cok Padmanaba

dr. Ketut Ngurah

SULIT. Nada putus asa itulah yang sering terlontar dari mulut fotografer pemula ketika ditantang untuk “menaklukkan” objek yang bergerak cepat. Apalagi jika objek yang dijepret berukuran kecil seperti serangga atau satwa berukuran kecil lainnya yang sedang terbang. Memotret serangga dalam posisi diam pun sudah menuntut kesabaran ekstratinggi, apalagi jika memotret satwa itu saat terbang tentu tingkat kesulitannya makin tinggi. Tapi, jangan buru-buru putus asa. Berikut tips praktis yang bisa diterapkan untuk mendapatkan foto-foto serangga terbang yang menawan yang di kalangan penghobi macro photography dikenal dengan istilah freezing macro. Untuk bisa menangkap gerakan serangga terbang yang bagus, detail dan freez (membeku), menggunakan lensa makro merupakan pilihan yang tepat karena lensa ini memang didesain untuk memotret objek berukuran kecil. Aturlah jarak tembak agak jauh sehingga serangga tidak merasa terganggu saat beraktivitas. Jika tidak memiliki lensa makro, alternatif lain bisa dengan menggunakan extube yang dipadukan dengan lensa fix seperti lensa 50 mm. Setting kamera dengan format RAW,

Mengumpulkan Madu karya Andiyan Lutfi

Persiapan Landing karya Hendy Lie

Menuju Matahari karya I Putu Sudiarta karena format ini akan sangat memudahkan saat proses editing seperti mengkoreksi warna, meningkatkan detail dan ketajaman foto. Untuk “membekukan” gerakan serangga yang sedang terbang, gunakan shutter speed atau kecepatan tinggi. Yakni, 1/1000 ke atas. Untuk aperture gunakan bukaan yang cukup untuk merekam bagian dari POI dan sesuaikan dengan besar-kecilnya ukuran serangga. Penggunaan aperture dengan angka f/11 ke atas akan sangat membantu untuk mendapatkan ruang tajam yang cukup luas. Sedangkan pengaturan ISO disesuaikan dengan kondisi agar foto tidak underexposure maupun overexposure. Penggunaan mode continous shooting sangat disarankan agar bisa menangkap frame sekaligus tanpa khawatir kehilangan momen. Kemudian setting kamera ke mode al servo untuk mengikuti dan mengunci objek yang bergerak cepat.

Pelajari Karakter Serangga Sebelum melakukan pemotretan, ada baiknya mempelajari karakter dan pola terbang serangga. Dengan begitu, kita bisa menentukan focusing ke titik yang pas dengan cermat. Untuk mendapatkan foto yang lebih variatif dan menarik, masukkan juga suasana atau lingkungan di sekitar serangga ke dalam frame foto. Misalnya, serangga yang sedang mengumpulkan nektar/ madu terbang di antara bunga-bunga yang bermekaran tentu akan mencuatkan cerita dan kesan natural yang lebih kuat. Waktu yang ideal untuk memotret freezing macro adalah siang hari, karena kita akan menggunakan speed tinggi. Siang hari, ketersediaan cahaya akan sangat memadai sehingga foto tidak menjadi underexposure. Keuntungan lainnya, saat matahari bersinar terik, kita juga dapat menggunakan ISO serendah mungkin untuk meminimalisasi terjadinya noise. Umumnya, serangga akan bergerak atau beraktivitas dengan aktif pada siang hari seperti mencari makan, kawin dan aktivitas menarik lainnya. Berhasil mengabadikan momen-momen “mahal” itu saat serangga terbang tentunya merupakan kepuasan tersendiri bagi para fotografer. (ian)

Hoverfly karya Alit Susanta Wirya


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 24 Maret 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dbthkn: I T/Digital Marketing Syrt:min.D2, paham Sosmed,SEM/ SEO. CV : official.balioffice@ gmail.com B.BP.001.03.19.0000602

Wooden house manufacture & sourcing company, need experience Sales & Marketing. Computer skill and good English. Please send C.V. to: adi@naturalhousebali.com B.BP.004.03.19.0000404

Dcr Sopir,Max 35Th,Min SMA,SIM A & SIM C,Pglmn Min 1Th.Kirim Lamaran ke PT.BPR Indra Candra Jln.Raya Sempidi No.28 Mengwi B.BP.001.03.19.0000631

*Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB: Kadek Kizuna Bali B.BP.166.03.19.0000700

Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2.Hub.Diponegoro 51, 228872 B.BP.001.03.19.0000490

Dbthkn Sgr Admin:S1 Akuntansi, IPK 3.00,Pnglmn 2Th & Sales Horeca:SMU,SIM C,punya Motor, Pnglmn 2Th.CV ke Jl.Nangka Utara 273B,Koja,Denpasar atau hr.trimila@gmail.com Max 24/3 B.BP.004.03.19.0000646

Dcr 2 Sopir (pria)min SMU,usia 20-30th Pny SIM B1,Penglm,disiplin Krm CV ke PT Liqtro Sanur Bali Jl.Ry Pel.Benoa Gg. Sinar Mutiara Indah T.0361-710971-73 087862332606,E.marketing@liqtr osanurbali.com

Dcr: FO,Housekeeping,Security, Laundry,Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.03.19.0000505

Dcr Gdng,Srbtn,Sopir SIM A bs comp SariDana V/8 087860180816 B.BP.001.03.19.0000572

Dcr waiter/ess, grill. Kirim sgr CV ke:Warung Subak 0361-410940 B.BP.001.03.19.0000636

Dibutuhkan Segera Waiter/ss untuk Rumah Makan Piring Daun Jl.Pantai Berawa T.08197205553 B.BP.154.03.19.0000648

Dicari Guru SD Tamatan PGSD Semua Jurusan Hub.0811398772 B.BP.001.03.19.0000677

Dicari Segera Cleaning Service team work,Kerja Keras,Jujur Krm CV : hrdbali2019@gmail.com

Dbthkn:Pengacara/Legal Drafter Syrt:SH, bisa Bhs.Inggris, siap krja team. Gaji/Tunjangan. CV: aya@vlobali.com / 759722

B.BP.001.03.19.0000541

B.BP.001.03.19.0000688

Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman.Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839

Dicari Sgr Sopir dan Kenek (Tukang Angkat) Hub. 081337776003,WA 081237902022

B.BP.001.03.19.0000601

B.BP.001.03.19.0000630

B.BP.004.03.19.0000681

BIRO JASA

KONTRAKTOR

DIJUAL MOBIL

BAHAN BANGUNAN

DIJUAL MOBIL TOYOTA PROMOSI Diskon s/d 45 JUTA

AVANZA DP

30

JT-an Angsuran 3 Jt-an

INNOVA DP

50

JT-an Angsuran 5 Jt-an

Aksesoris & Hadiah langsung

BIRO JASA

HUBUNGI

SANTI

087888229156 089657803589 C.0000641-MBL

DIJUAL RUMAH DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.03.19.0000401

Dicari Sopir Taxi Hotel Hubungi:0811388348 B.BP.001.03.19.0000671

Tukang Kebun untuk Villa Pribadi di Canggu,(Full/Half Day), Hub: WA.085100050706 B.BP.004.03.19.0000679

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza Veloz 1.5 AT Th’2014 Tangan I Hitam,085333124554 B.BP.001.03.19.0000682

Avanza’14 Warna Silver,Manual Hub:085101623292/081805677457 B.BP.001.03.19.0000684

Fortuner Diesel G VNT Turbo 2015 Hub.081338792492 B.BP.001.03.19.0000685

Inova Desel G Metik Silver AsBali 2009 bln 3 BU cepet 081236311134 alamat Gatsu I

B.BP.004.03.19.0000699

Tyt Inova Rebon’16 Bln 2 AsBal Pjk Br type V AT Bensin BU Sblum Jam 5 Sore 085738098611

B.BP.004.03.19.0000698

NISSAN

Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078

B.BP.164.03.19.0000692

DIJUAL MOTOR HONDA

Honda Vario 2010 Putih Pribadi Terawat HP.082 236 007 946 B.BP.001.03.19.0000694

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara, 087860846839/081805531078 B.BP.164.03.19.0000506

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Rumah Type 47/86 Jl Yeh Gangga Tabanan.Hrg Nego: 081236815115

B.BP.001.03.19.0000628

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dikont Rmh di Penamparan Indah I No.10 Dps. Hub:08123636725

B.BP.001.03.19.0000672

PROPERTY DIJUAL TANAH

1Ha, 30Jt/A,di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636

B.BP.001.03.19.0000675

Djl Tnh ex Pabrik Mnyk Klp ada Sengon 1000 Phn & Jati L.94are pinggir jln utama Dps Glmnk Ds.Tuwed Bali Hub 08776005521

B.BP.159.03.19.0000644

Tnh 3,25Are Buduk, Villa 29A Buduk,3ADalungH.082147454248

B.BP.164.03.19.0000693

Tnh Kavling dg Hrg Menrk di Jl Made Bullet, Strtegis di Dalung Hub.087860041028,082138258844 B.BP.001.03.19.0000674

KURSUS

Dijual Tnh 2A di Sanur,SHM Rp.825Jt/A Blakang RS Bali Mandara Hub.0811398772

Les Privat PG,TK,SD,SMP,SMA, SBMPTN.Hub:081.246.211.379

Djl Tnh T.Badung,Umalas,Sunset Road Jl.Ratna H.08123940424/TP

Buku KIR L300 Box DK8644EA Jl.Nusa Kambangan Gg.32/4 Dps

B.BP.001.03.19.0000678

B.BP.001.03.19.0000494

Tnh 1 Are Jl.Batu Intan III Batubulan Hub.081338797212 B.BP.004.03.19.0000680

B.BP.001.03.19.0000632

KEHILANGAN B.BP.001.03.19.0000691

Hlg Buku KIR DK 8872 DF, Atas Nama: Amin Bugianto B.BP.001.03.19.0000676


10

Minggu Pon, 24 Maret 2019

Mendatar: 1. Bokser 5. Prajurit 9. Sobek karena sudah tua 10. Ulasan 11. Akar tanaman yang dapat dimakan 13. Iuran 15. Salah satu bahan bangunan 16. Tetap ; Tidak berubah ; Terus-menerus 17. Pilin (Bali) 19. Bintil-bintil merah pada kulit 20. Kain dengan tenunan jarang-jarang 21. Api 22. Cermat ; Teliti (Jawa) 24. Medium penyiaran berita 27. Dibalik ; Desa ; Dusun 29. Memuji diri secara berlebihan 31. Pucuk, yang tertinggi ; Yang terutama 32. Sebelum masuk universitas 34. Dibalik ; Ilmu hitung 35. Balai ; Gedung besar 36. Pialang 37. Kemampuan kerja ; Prestasi yang diperlihatkan

Paparan Penyakit di Kawasan Pariwisata ILMU pengetahuan dan praktik yang berkaitan dengan kedokteran dan kesehatan di kawasan pariwisata telah berkembang pesat. Ada beberapa istilah berkaitan dengan kedokteran dan kesehatan pariwisata di antaranya: Travel Medicine merupakan cabang atau spesialisasi ilmu kedokteran yang secara khusus mempelajari penyakit dan kondisi kesehatannya akibat perjalanan wisata dan upaya penanganannya. Travel Health adalah kesehatan wisata atau kesehatan wisatawan (travelers’ health), secara harfiah kesehatan wisata memiliki aspek sedikit lebih luas daripada kedokteran wisata karena mencakup pencegahan. Ada istilah pariwisata kesehatan (health tourism) dapat diartikan sebagai industri atau bisnis yang berkaitan dengan tujuan memperoleh pengobatan atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran, sedangkan pariwisata kedokteran (medical tourism) merupakan salah satu bentuk pariwisata kesehatan, di mana aktivitas perjalanan wisata ke Negara lain dengan tujuan untuk mendapatkan pelayanan medis, terutama terkait pengobatan penyakitpenyakit tertentu, layanan gigi, layanan fertilitas, dan layanan kedokteran lainnya yang umumnya di Negara maju mahal dan tidak termasuk dalam paket yang ditanggung asuransi. Adapula istilah wisata atau pariwisata kebugaran (wellness travel or tourism) ini adalah salah satu bentuk pariwisata kesehatan dengan tujuan utama mendapatkan kebugaran dan kesejahteraan fisik, psikologis, dan atau spiritual. Kesehatan pariwisata (tourism health) didefinisikan

sebagai cabang ilmu kesehatan masyarakat unik dan spesifik yang mempelajari berbagai aspek terkait dengan perjalanan dan aktivitas wisata termasuk kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat daerah pariwisata, maupun semua pihak yang terkait dengan industri pariwisata, sedangkan pariwisata sehat (healthy tourism) adalah dampak yang diharapkan (health impact assessment) akibat penerapan upaya-upaya kesehatan pariwisata. Ruang lingkup kesehatan pariwisata sangat luas mencakup kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat penjamu, kesehatan pekerja di industri pariwisata, kesehatan lingkungan daerah wisata, keamanan pangan daerah wisata, termasuk juga berbagai kebijakan terkait kesehatan dan pariwisata. Dalam Bidang Ilmu Kebidanan dan Penyakit kandungan (Obstetri dan Ginekologi/Obgin) ada beberapa kasus berkaitan dengan kesehatan pariwisata. Ibu hamil dapat terpapar atau terjangkit penyakit-penyakit yang berkaitan di kawasan pariwisata, seperti: traveller’s diarrhoea, abortus/keguguran, prematuritas, malaria, hepatitis/sakit kuning, herpes, human immunodeficiency virus (HIV), tipoid/tifus, rubella/campak, deep vein thrombosis (DVT)/ tersumbatnya pembuluh darah vena, dan infeksi menular seksual (IMS). Aktivitas manusia di era

modern ini sangat kompleks, baik menyangkut bisnis maupun lowongan kerja. Kondisi ini mengakibatkan adanya perjalanan lintas negara yang tidak dapat dihindarkan, termasuk ibu hamil. Salah satu syarat ibu hamil bisa melakukan perjalanan adalah mendapatkan surat keterangan Dokter untuk layak melakukan penerbangan (Fit to Fly). Menurut The American College of Obstetrics and Gynecology waktu paling aman bagi ibu hamil untuk melakukan perjalanan (travel) adalah selama trimester kedua kehamilan (usia kehamilan 18-24 minggu), sedangkan berdasarkan panduan International Air Transport Association (IATA) ibu hamil akan diizinkan terbang sangat bergantung pada riwayat kehamilan, jumlah janin yang di kandung, lokasi plasenta, umur kehamilan, hasil pemeriksaan laboratorium, dan Ultrasonografi (USG). Domestic travel biasanya mengizinkan ibu hamil melakukan perjalanan sampai usia kehamilan 36 minggu, sedangkan international travel sampai 32-35 minggu. Jadi persiapan melakukan perjalanan adalah langkah antisipasi yang tepat terhadap paparan penyakit di kawasan pariwisata, di antaranya dengan melakukan cek up kesehatan sebelum keberangkatan, dan jika dimungkinkan melakukan vaksinasi terhadap penyakit tertentu, bahkan mempersiapkan obat-obatan yang diperlukan. Semoga Bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincangbincang Medis

Menurun: 1. Alat musik pukul 2. Suku bangsa yang mendiami daerah Tomohon, Sulawesi Utara 3. Haus (Jawa) 4. Merah dan biru 5. Pakaian wanita India 6. Sisa ; Kelebihan 7. Berhentinya nafas tiba-tiba 8. Seragam 12. Salah satu komponen mesin 14. Omong kosong ; Tidak berarti 15. Kepinding ; Kutu busuk 18. Tenaga kerja Indonesia 19. Meninggal ; Istirahat terakhir 22. Aman ; Damai ; Tenang 23. Kue dari tepung beras 25. Kaisar (Inggris) 26. Teliti ; Cermat 27. Penyaring darah 28. Tanah liat lunak, halus, putih 30. Pupuk 32. Serundeng (Bali) 33. Sedikit ; Kira-kira

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 391 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 30 Maret 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 7 April 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 389 Mendatar: 1. POAL 4. dan 8. GEMBIRA LOKA 9. KEMBEN 10. WIG 11. GKI 12. KETENG 15. MUSANG 17. DEA (DRUG ENFORCEMENT ADMINISTRATION) 18. RASE 20. ENTAH 21. NEBENG 22. RENTAN 23. ASTEK 24. RUKO 26. DOA 27. KORNEA 29. ISTANA 32. RIA 33. LUA 34. REBUNG 36. ARYA

37. BANDREK 38. TAUK Menurun: 2. OKE 3. LABDA 4. GANGGANG 5. INGKAR 6. ALOT 7. IKON 9. KONPENSASI 10. WIDYAISWARA 13. ELEKTRON 14. GELANGGANG 16. SEMBURAT 19. AREK 20. ENAK 22. RETKARAK (KARAKTER) 25. ODALAN 28. RABAT 30. SERI 31. AZAB 35. NAU

Pemenang TTS No. 389 1. I Gede Putu Jl.P.Seribu Gang Satyawati No.1, Br.Penarungan, Kel.Penarukan, Kec.Buleleng, Kab.Buleleng 81119 2. Ketut Candra Rahayu Br.Uma Klungkung, Desa Padangsambian Kaja, Kec.Denpasar Barat, Denpasar (HP:081-236-445-XXX) 3. Ni Komang Aprianti KSU Dana Asih, Singapadu, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-953-115-XXX) 4. I Dewa Ayu Damiati Br.Penarukan, Desa Bungbungan, Kec. Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:087-861-111-XXX) 5. Ni Nyoman Lami Desa Peninjoan, Kec.Tembuku, Kab.Bangli (HP:085-237-619-XXX)

1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Gst Bgs Surya Dharma Alamat: Lingk.Padangkerta Klod, Kel.Padangkerta, Kec. Karangasem, Kab.Karangasem

Bali Zoo Terima Kunjungan Kerja Bupati Takalar Singapadu– Bali Zoo menerima kunjungan Bupati Takalar, Bapak H. Syamsari Kitta, S. PT., MM., beserta jajaran dinas terkait. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda kerja pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang bertujuan untuk mempelajari lebih dalam mengenai sistem pengelolaan objek wisata di Bali, khususnya di Bali Zoo dan juga bertukar informasi mengenai potensi Kabupaten Takalar untuk mengembangkan lembaga konservasi sebagai destinasi pariwisata seperti Bali Zoo. Bapak Syamsari Kitta dan tim meluangkan waktu berkeliling di Bali Zoo untuk melihat berbagai macam satwa, seperti Orang Utan, Beruang Madu, Gajah Sumatera dan satwa eksotik lainnya. “Manajemen Bali Zoo menyambut baik kunjungan Bapak Bupati beserta jajarannya dengan harapan kedepannya dapat bekerja sama dalam bidang pengelolaan pariwisata ataupun pengelolaan lembaga

konservasi satwa seperti Kebun Binatang dan penangkaran satwa endemik. Kami sangat senang dapat menyambut kedatangan Bapak Bupati karena sudah menjadikan Bali Zoo sebagai contoh lembaga konservasi yang berhasil menjalankan program penangkaran satwa secara berkelanjutan dan memiliki sistem pengelolaan yang baik, inilah yang nantinya akan dicoba untuk diterapkan di Kabupaten Takalar” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo Dalam kesempatan tersebut Bapak Syamsari Kitta menuturkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar akan menjadikan Bali Zoo sebagai rujukan untuk pengembangan objek wisata berbasis edukasi serta referensi untuk pengelolaan lembaga konservasi di Kabupaten yang dikenal sebagai kota “Jagung” tersebut. Bali Zoo memiliki lebih dari 500 ekor satwa eksotik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Be-

ragam aktivitas dari show burung, foto bersama satwa jinak, naik gajah hingga berenang di kolam Jungle

Splash dan berkeliling dimalam hari dengan program berkeliling malam juga tersedia. (r)

Melawan Kanker Tulang bersama HASEDA

MARI WUJUDKAN

PEMILU DAMAI

BPOM RI 865702001171

Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Dapatkan HASEDA untuk wilayah Bali di : Bpk Iwan HP 085370811188, serta di beberapa apotik, Denpasar : Apotek Adhiguna, Apotek Qitta, Apotek Indobat, Badung : Apotek Sumber Jaya, Apotek Supernova, Apotek Bina Rahajeng, Apotek Sehat Medika, Apotek Setia, Tabanan : TO Manik Sari, Apotek Rahayu, Singaraja : Apotek Sumber Waras, Apotek Gajah Mada, Apotek Mulia Farma, Gianyar : Apotek 8 Jaya, TO Radix, Apotek Mika Farma, Klungkung : Apotek Lestari Jaya, APotek Galiran, Bangli : Apotek Karina, Apotek Parta Farma, Karangasem : Apotek Mitra Rahayu, Apotek Fortune, Jembrana : Apotek Dewi, Apotek Khrisna

Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM

www.haseda.co.id C.0000526-ADV

C.0000673-RPA-01


Minggu Pon, 24 Maret 2019

Bantah Pernyataan Rommy, Khofifah Siap Diperiksa KPK Surabaya (Bali Post) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menampik tuduhan yang disampaikan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Gus Rommy. Rommy menyebutkan Khofifah yang merekomendasi nama Haris Hasanuddin untuk jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur. “Silakan tanya mas Rommy. Karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi, sebaiknya teman-teman bisa mengkonfirmasi kepada mas Rommy. Saya takut ada orang yang mengatasnamakan saya,” papar Khofifah saat ditemui awak media, di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/3) kemarin. Mantan Menteri era Gus Dur dan Jokowi ini, juga menyampaikan bahwa dirinya juga tidak begitu mengenal sosok Haris Hasanuddin secara personal. “Secara personal tidak. Tetapi beliau pernah Kakanwil Kemenag Surabaya. Beliau sempat plt. Saya sempat ketemu di pengajian sekali, kemudian saya sempat ketemu lagi di Rakerpim, setelah menjadi Gubernur,” katanya. Menurut Khofifah, dirinya ketemu lagi ketika Haris audiensi ke kantor Gubernur Jatim. “Jadi, saya mengajak mendiskusikan data yang di- share oleh UIN Syarif Hidayatullah. Saya minta kita sama-sama melakukan pemetaan dan itu Pak Haris datang dengan tim dan saya juga menerima dengan tim,” terang tokoh Muslimat NU ini. Akhir-akhir ini, lanjut Khofifah, ia baru mengetahui kalau Haris Hasanuddin adalah menantu dari Ketua JKSN, M. Roziki. Tapi, menurutnya, tidak akan memengaruhi, status kekerabatan

dengan perekrutan open biding assessment yang dilakukan oleh seluruh instansi. Ia juga mengaku siap untuk memberikan klarifikasi jika diperlukan KPK. “Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat. Komitmen kita, untuk membangun pemerintahan yang bersih, komitmen kita menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan,” ujarnya. “Saya rasa semua akan support itu. Saya siap menyampaikan klarifikasi, apa yang disampaikan mas Rommy,” tegas Khofifah. (kmb)

“Keputusan ini bukan untuk kepentingan Parisadha, tapi keputusan yang diambil dari lontar indik Eka Dasa Rudra, indik Panca Wali Krama, lontar soda wikrama, dan lontar roga sangara bhumi,” tandasnya. Bendesa Agung MUDP Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesha, mengaku prihatin dengan banyaknya jenazah dititipkan di rumah sakit, bahkan sampai di luar kamar jenazah dan hanya dinaungi tenda. Jenazah sebetulnya harus dihormati, diupacarai, dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki jenazah atau keluarga dalam keadaan meninggal diminta segera menindaklanjuti sebagaimana surat keputusan PHDI Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sengaja mengundang Ketua PHDI Bali,

Khofifah Indar Parawansa

baik melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketiganya ini wajib dijalankan, jika tidak mapunia secara niskala jauh panggang dari api. Apalagi ada umat Hindu yang ngoceh di medsos hanya statemennya yang dianggap benar karena sudah sesuai sastra. Kalau ditanya sastra yang mana, dijawab dengan persepsi pribadi,” tandas Ida Pandita. Ida Pandita menyarankan agar selama karya Ida Batara Turun Kabeh berlangsung, secara horizontal umat Hindu sebaiknya mapunia dengan

BPM/ant

menyisihkan pendapatan melalui jalan membuat posko atau pos-pos kesehatan di areal luar pura. Seperti yang dilakukan Kelompok Media Bali Post dan Bali TV. Sedangkan bagi umat Hindu yang berkelimpahan materi harus berani mapunia minimal 20 % dari jumlah kekayaannya dalam satu tahun. “Hal ini tidak salah, yang penting niat terjaga demi untuk kemanusian saat berlangsung upacara Ida Batara Turun Kabeh. Ini akan memotivadsi yang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya. (win)

Misalkan di DPRD Bali, fraksi-fraksi sebagai kepanjangan tangan partai harusnya mendorong upaya-upaya politik. Apakah dengan membentuk pansus, atau membawa ke Rapat Paripurna. Partai politik juga bisa mendorong pengurus pusatnya untuk melakukan hal yang sama, yakni lewat fraksi-fraksi di DPR RI untuk mempertanyakan masalah ini sekaligus bagaimana sikap pemerintah. “Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut realnya. Jadi hanya membuat pakta integritas, atau pernyataan sikap menolak tapi mereka selebihnya diam. Akhirnya, rakyat lagi yang bergerak. Ini kan perseden politik

” Tirtha Pemarisudha ” Ketentuan lainnya adalah, apabila memiliki jenazah belum diaben, agar nunas tirtha pemarisudha dari Pura Dalem Puri Besakih yang sebelumnya sudah dibagikan kepada seluruh umat Hindu di Bali, kemudian dipercikkan ke jenazah dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara. Sementara itu, bagi umat Hindu yang berada di luar Bali agar melaksanakan yasa kerti disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mengatakan bahwa karya-karya agung, seperti Panca Wali Krama merupakan proses penyucian alam. Oleh karenanya, selama batas waktu tertentu dilakukan proses negtegan karya atau mapanyengker agar peristiwa-peristiwa suci bisa dipertahankan guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan karya agung tersebut. Larangan melaksanakan upacara pengabenan saat karya agung Panca Wali Krama juga tertuang dalam sejumlah sastra agama atau lontar seperti Lontar Bhama Kertih.

Kendati demikian, dalam pelaksanaan keputusan tersebut masih banyak yang salah tafsir, bahkan ada yang melakukan penguburan jenazah dan melakukan kremasi selama upacara Panca Wali Krama tersebut. Menurut Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Agni Yogananda keputusan tersebut secara redaksional mengandung multitafsir sehingga dalam implementasinya ditafsirkan beragam. Menurutnya, dalam rangka ngeyasaang karya agung Panca Wali Krama yang dilarang dalam kurun waktu sengker ini semestinya adalah ngaben nuasa dan massal. Sebab, hal ini sifatnya terencana. Namun, untuk ngaben dadakan saat meninggal seharusnya diperbolehkan. Sebab, orang meninggal sudah takdirnya dan sudah mencari pedewasan-nya sendiri. Saat ditanya apakah kondisi tersebut masuk dalam agama atau adat yang diagamakan, kata Ida Pandita Nabe, bahwa umat Hindu lebih takut melanggar adat daripada agama. Sementara adat yang diagamakan, menurutnya, berada di jalur spiritual. “Agama tanpa bingkai jadi lebih lincah,” tandasnya.

Sementara itu, Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha berpendapat, munculnya beragam tafsir tentang nyengker setra lebih condong ke aspek efektivitas komunikasi massa. Bahkan, menurutnya, pengaturan situasi seperti itu tak cukup dengan publikasi surat edaran saja, namun diperlukan sosialisasi yang lebih rekat. Misalnya dengan mengundang rapat para pemangku jabatan di desa lewat PHDI kabupaten. Selain itu, semua pihak terkait sangat perlu melakukan evaluasi, membangun prosedur dan ketetapan terhadap situasi ini, sehingga pada masa yang akan datang hal serupa tidak terjadi lagi. Standar kualitas penanganannya bisa konsisten, bahkan lebih baik diutamakan. “Tradisi yang dianut dan dianggap patut, karena berasal dari tetimbang para wiku dan tuntunan-tunanan lainnya. Menurut Veda adalah sah untuk dipatuhi, sehingga itulah agama sesungguhnya. Tak ada yang bertentangan. Adat dinamis, substansinya tentu adalah sanatana dharma. Bungkus agama akan berkembang seiring evolusi kecerdasan dan tingkat kesadaran dan kesucian masyarakat,” ujarnya. (win)

Minggu, 24 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngusaba Desa Ngusaba Nini (1) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Kartun Wirata Parwa (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Art Paper

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita

Ketua MUDP Bali, dan para sulinggih untuk menyikapi beberapa hal yang berkaitan dengan Karya Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Besakih. Pihaknya mendukung penuh keputusan PHDI Bali terkait arahan kepada masyarakat yang sedang mengalami kedukaan untuk menjalankan tatanan sesuai keputusan tersebut. Sehingga, tidak menimbulkan masalah dan gangguan terhadap jalannya upacara di Besakih. PHDI Kabupaten Buleleng juga mengingatkan sulinggih dan warga di daerah ini untuk mengikuti keputusan pesamuan sulinggih di Bali. Keputusan itu menyebut bahwa selama tahapan Panca Wali Krama, bagi walaka yang meninggal dunia bisa melaksanakan upacara dengan tahapan mekingsan di pertiwi (dikubur) dengan tanpa upacara. Sedangkan, kalau yang meninggal dari kalangan sulinggih, maka upacara yang dilaksanakan upacara pemba-

karan dan tanpa upacara. Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana Sabtu (23/3) kemarin, mengatakan, meski sudah gencar melaksanakan sosialisasi terkait larangan itu, namun masih saja ada pihak yang meminta penegasan kepada PHDI terkait larangan itu. Situasi ini tidak terelakkan karena muncul penafsiran yang bertentangan dengan keputusan pesamuan sulinggih Bali. Atas kondisi itu, pihaknya mengingatkan agar warga tunduk atas keputusan pesamuan sulinggih di Bali tersebut. Menurut Suardana, selama larangan ngaben itu, warga juga diminta tidak menitipkan jenazah di rumah sakit. Ini penting karena kesannya tidak baik jenazah disimpan dalam ruangan pengawetan lebih baik dikubur atau dibakar dengan tanpa upacara. Sementara itu, Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, sejak larangan menggelar upacara ngaben diterbitkan, warga

Upaya Politik

Berpikir Positif

Dijelaskan, makna mapunia dari aspek sekala, umat Hindu seharusnya menyerahkan dirinya secara batin alamiah. Alam bawah sadarnya agar terus dan setiap saat “berkomunikasi” dan berpikir positif selama Ida Batara nyeneng. Sebab, pada saat itu, alam semesta akan menarik hal-hal yang positip saja. Sekarang pertanyaannya, sudahkah umat Hindu selama karya berlangsung melakukan yasa kerti yang positif,

Berdasarkan Lontar

Raja Rimba Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Folk Song Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngusaba Desa Ngusaba Nini (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Taksu Kumara 1 Inovator

17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Kris Samatra Artis Bali Ayuni Citra Dewi, Ayu Waden dan Naniek Aristya Indi Band Generation Febri februari Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Denkayu ( madri Pralaya) (5) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

yang buruk,” terangnya. Sikap nyata partai politik inilah, kata Gendo yang turut dituntut dalam aksi. Selain menuntut pula keseriusan politisi Bali yang selama ini menyatakan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa. Kemudian memberikan sinyal kepada pemerintah pusat bahwa rakyat Bali tidak berhenti bergerak. Hingga 25 Agustus 2018, izin lokasi yang dimiliki PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) kadaluwarsa dan amdal proyek reklamasi dinyatakan tidak layak. Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, tiba-tiba mengeluarkan izin lokasi baru kepada investor yang sama pada 29 November 2018 lalu. (kmb32)

belum ada yang menitipkan jenazah di rumah sakit dalam waktu lama. Rata-rata penitipan jenazah antara satu atau dua hari saja dan setelah itu keluarga kembali mengambil jenazah untuk dikubur atau dibakar. (rin/mud)jarnya. (kmb32)

BPM/kmb38

Dewa Nyoman Suardana

Bangli Juga Penuh Banyaknya warga yang menitipkan jenazah, membuat ruang jenazah di RSU Bangli penuh. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana saat dikonfirmasi mengatakan, per Jumat (22/3), ada 14 jenazah yang dititipkan di RSU Bangli, lima jenazah dari Gianyar. Adanya warga luar Bangli yang menitipkan jenazah di RSU Bangli dikarenakan daya tampung kamar jenazah di rumah sakit lainnya sudah penuh. Sesuai Peraturan Bupati Bangli No. 6 tahun 2011, biaya penitipan jenazah di RSU Bangli Rp 55 ribu/hari untuk non-cooling, dan Rp 85 ribu/hari untuk cooling. Mengingat kapasitas ruang jenazah sudah penuh, dr. Sudiana mengatakan, RSU Bangli tidak bisa menerima titi-

pan jenazah baru. “Kalau sudah penuh, kita sarankan untuk ke tempat lainnya. Tidak mungkin kita taruh di luar. Posisi mayat harus di ruangan IKF (Instalasi Kedokteran Forensik), baik dalam mesin pendingin atau tidak,” ujarnya. Sementara itu, saat diwawancarai terpisah, Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan dan menjelaskan kepada bendesa dan masyarakat soal hasil putusan paruman sulinggih. Namun, dia mengakui banyak warga salah persepsi soal makingsan. “Kemungkinan salah persepsi. Dikiranya makingsan di rumah sakit. Tapi di Kabupaten Bangli, secara umum tidak ada masalah, karena masyarakat ada permasalahan sedikit langsung tanya ke PHDI,” ujarnya. (gik/ina)

Sempat ”Overload” Direktur RS Dharma Yadnya dr. I Gusti Ngurah Anom mengatakan, kebutuhan masyarakat soal jasa penitipan jenazah, membuatnya membuka layanan ini. Terkait tarif, diakui lebih murah dari rumah sakit lain yaitu Rp 300 ribu per harinya. “Kalau dibilang peluang, ya ini peluang. Layanan jasa perawatan jenazah ini sudah ada lama di Bali, tapi baru ada empat di Denpasar. Ini masih kurang jadi perlu penambahan,” jelasnya. Imbauan Gubernur direspons positif oleh masyarakat Tabanan. Sebelumnya, BRSU Tabanan sempat mengalami overload penitipan jenazah. Dari kuota maksimal 20 jenazah, sempat dititipi 23 jen-

azah. Namun dengan adanya pemberitahuan lebih rinci mengenai aturan tersebut dari PHDI, beberapa keluarga mulai mengambil jenazah kerabatnya sehingga mulai berkurang. Hingga Sabtu (23/3) kemarin, jenazah yang awalnya berjumlah 23 jenazah kini sudah berkurang menjadi 19 jenazah. Kasubbid Rawat Darurat dan Tindakan Medis BRSU Tabanan, dr. A.A. Ngurah Putra Wiradana, Sabtu (23/3) kemarin, mengatakan meski sempat overload namun pihaknya masih bisa menangani penitipan jenazah ini dan tidak sampai diletakkan di luar ruangan. Salah satu warga Banjar Delod Sema Desa Antap, I Made Suadana, saat ditemui di kamar jenazah BRSU, mengatakan, meski banyak

yang menitipkan jenazah sampai usai upacara Panca Wali Krama, pihaknya sesuai petunjuk desa adat menunggu hari baik untuk melaksanakan upacara makinsan di geni karena almarhum seorang pemangku. “Jadi, dititipnya tidak sampai karya

di Besakih usai,” ujarnya. Dalam menitipkan jenazah lanjut Suardana, pihaknya merogoh kocek Rp 70.000 per hari. Harga ini untuk penitipan jenazah di dalam freezer. Biaya ini belum ditambah biaya layanan pemberian formalin untuk jenazah. (may/san)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu PON, 24 Maret 2019

Timnas Fokus Hadapi Vietnam

Jalan Sehat HUT SMPN 3 Denpasar Libatkan Alumni

Denpasar ( Bali Post)Serangkaian HUT ke-40 SMPN 3 Denpasar, warga sekolah Sabtu (23/3) kemarin menggelar jalan sehat. Jalan sehat selain diikuti ribuan sekolah setempat juga diikuti oleh alumni. Jalan sehat dilepas Ketua Komite SMPN 3 Denpasar I Nyoman Badra, S.H., dan Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. Jalan sehat menempuh jarak sekitar 8 Km dengan start di Jl. Jepun menuju Jl. Kamboja, Hayam W u r u k , Nusa Indah, WR. Supratman dan finish di sekolah. Saat itu juga diundi berbagai hadiah hiburan, dan hadiah utama berupa sebuah Hp. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi., usai menyerahkan hadiah utama mengatakan, jalan sehat ini rutin digelar setiap tahun guna meningkatkan rasa soliditas dan solidaritas sekolah. Di usia ke-40 tahun dia terus memacu anak bangsa menjadi SDM berkualitas, berdaya saing dan kuat pendidikan karakternya. Makanya lomba yang diadakan serangkaian HUT guna memperkuat kedua ranah tersebut. Di antaranya loma mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan IPS, serta lomba inoator cilik. Sedangkan dalam budaya digelar lomba melukis, masatua Bali, menulis aksara Bali, pidarta, masatua Bali, membaca puisi, macepat, jauk manis, makendang tunggal, dan magender wayang, ngerindik dan tari Bali. Secara akademis, kini predikat SMPN 3 Denpasar bertambah. Sekolah ini resmi ditetakan sbegai sekolah rujukan satu-satunya di Bali. Prestasi pemuncak siswanya awal ajaran baru ini. Di antaramya meraih predikat terbaik di Kalbe Junior Sacientist Award oleh Ni Made Galluh Cakrawati Dharma Wijaya. Galuh bersama Agung Aditya dan Cahaya Tirta juga meraih medali emas di Word Youth Invention and Axibition di Malaysia. Sementara Agung meraih emas di Indonesian International Inventon Festival di Malang 2018. Siswa lainnya meraih medali perak dan best presentasi di ajang Word Invention Creativity Olimpiade 2018 di Korea. (025)

Hanoi–

Timnas Indonesia U-23 tidak dapat poin di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, usai dilumat Thailand 0-4. Garuda Muda kini membidik Vietnam. Indonesia kalah 0-4 dari Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3) kemarin. Empat gol bersarang ke gawang Awan Setho yang dilesakkan Sinnaphat Leaoh, Supachok Sarachat, Supachai Chaided yang mencetak dua gol. Dalam laga tersebut Indonesia nyaris tak berkutik sepanjang laga. Cuma menekan sebentar di menit-menit awal, sisanya Tim gajah Putih yang mengontrol jalannya pertandingan. Bek Asnawi Mangkualam yang menjadi starter melawan Thailand mengakui Indonesia tampil bawah performa. Tim besutan Indra Sjafri itu bahkan disebut tidak siap menghadapi Thailand yang sebelumnya mampu dikalahkan Indonesia pada final Piala AFF U-22, akhir Februari 2019. “Pemain tidak main seperti biasanya. Kami tidak siap di awal dan akhirnya kebobolan,” kata Asnawi, Sabtu (23/3) kemarin. Hasil ini membuat Indonesia wajib menang jika ingin menjaga lolos ke putaran final. Selanjutnya, Egy Maulana Vikri dkk., akan menghadapi Vietnam, sore ini pada laga kedua Grup K. “Selanjutnya kami harus lebih fokus dan konsentrasi. Pada laga pertama sudah tidak dapat poin dan penting untuk bisa lolos,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Witan Sulaeman. “Pokoknya harus menang,” ujar gelandang timnas U-23 itu. Menurut pemain termuda (17

tahun) di skuat berjuluk Garuda Muda itu, kemenangan mutlak diraih demi membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020. Meski demikian, Witan dan rekan-rekannya menyadari hal itu tidak mudah digapai. Sebab, selain tim tangguh, Vietnam juga bermain di kandangnya. Benahi Mental “Mentalitas pemain harus dikembalikan agar siap untuk laga besok,” ujar pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri, usai memimpin latihan timnya di Kompleks Lapangan VFF, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3) kemarin. Menurut Indra, kesiapan mental penting untuk pertandingan kontra Vietnam agar squadnya mampu meraih hasil maksimal dari sang tuan rumah. Selain mental, Indra Sjafri juga memberikan beberapa strategi khusus untuk membendung alur serangan lawan dan mencetak gol ketika ada peluang. “Latihan hari ini memang khusus untuk antisipasi Vietnam. Setelah itu nanti malam kami akan menganalisis bersama permainan Vietnam dan berdis-

kusi dengan tim pelatih,” tutur Indra Sjafri. Saat ini Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup K, satu tingkat dari peringkat juru kunci yang diduduki Brunei Darussalam. Untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 tahun 2020, Indonesia harus mengalahkan Vietnam dan Brunei Darussalam pada dua laga terakhirnya. Thailand sendiri sudah berada di Piala Asia U-23 2020, karena menjadi tuan rumah. Jika itu berhasil dilakukan, kelolosan Indonesia bergantung pada hasil laga Vietnam kontra Thailand yang berlangsung Selasa (26/3). Kalau pertandingan itu berakhir dengan hasil seri atau Thailand menang, Indonesia dapat melaju ke Piala Asia U-23 2020. Indonesia akan dipastikan lolos ke putaran final di Thailand jika menjadi juara grup. Skenario kedua, Garuda Muda bisa lolos ke Thailand dengan menjadi peringkat kedua atau runner up, dengan catatan Thailand yang sudah pasti lolos Piala U-23 Asia 2020 sebagai tuan rumah berada di posisi satu Grup K. (kmb33/ant)

Tim Bayangan Pra-PON Saling Intip di Kejurnas Gateball

BPM/ist

GATEBALL - Kejurnas Gateball Terbuka di Istana Taman Jepun, Sabtu (23/3) kemarin.

Sidang ”Winglet” Ducati Telah Digelar

Keputusan Diumumkan Pekan Depan Mies– Sidang dengar pendapat terkait pertikaian antara empat pabrikan kontra Ducati soal winglet di MotoGP Qatar sudah digelar. Keputusan akan diumumkan pekan depan. Di MotoGP Qatar, empat pabrikan yakni Honda, Suzuki, Aprilia, dan KTM memprotes Ducati yang dianggap menggunakan komponen ilegal di motornya. Protes itu dilayangkan usai Andrea Dovizioso menang di Sirkuit Losail. Setelah protesnya ditolak Steward MotoGP, keempat tim melayangkan protesnya ke Pengadilan Banding MotoGP. Sidang rupanya sudah digelar. Sidang digelar di markas FIM di Mies, Swiss, pada Sabtu (23/3) kemarin. Sidang berlangsung pukul 11.00 pagi dan baru berakhir menjelang pukul 18.00 waktu setempat. Sidang itu dipimpin Anand Sashidharan (India), Lars Nilsson (Swedia) dan Sakari Vuorensola (Finlandia). Mereka mendengar argumen dari Ducati yang menggunakan winglet di Qatar setelah mendapatkan persetujuan dari direktur teknis MotoGP Danny Aldridge. Ducati sendiri diwakili oleh manajer umumnya langsung, Gigi Dall’Igna, sementara keempat pabrikan yang protes diwakili Alberto Puig (Honda), Davide Brivio (Suzuki), Massimo Rivola (Aprilia) dan Mike Leitner (KTM). Sementara Honda dan Suzuki membawa pengacaranya, KTM dan Aprilia diwakili oleh satu pengacara. Sementara Aldridge juga disebut hadir lewat sambungan Skype. Keputusan dari sidang itu masih belum diketahui. Keputusan kemungkinan akan diumumkan Senin atau Selasa, 25-26 Maret, atau menjelang MotoGP Argentina digelar. Keempat tim ini seperti diutarakan Rivola, tidak mendesak agar kemenangan Dovizioso dicoret karena menggunakan komponen ilegal. Honda, Suzuki, KTM, dan Aprilia cuma berharap FIM bisa membuat aturan baru terkait komponen yang dipermasalahkan. (kmb33/afp)

Denpasar (Bali Post)Tim bayangan pra PON dari 22 provinsi saling unjuk gigi, sekaligus membaca peta kekuatan lawan pada Kejurnas Gateball Terbuka 2019, di Istana Taman Jepun mulai Sabtu (23/3) kemarin sampai dengan Minggu (24/3) ini. Ketua Panpel Dewa Putu Susila menerangkan, Kejurnas ini diikuti 532 pemain gateball dari 73 tim gateball yang merupakan pemain andalan dari masing–masing provinsi. Dikemukakan, dari 34 provinsi yang ikut berpartisipasi 22 provinsi,

dan yang absen adalah NTT, Maluku, Sultra dan Lampung. Menurut Dewa Susila yang juga Sekum Pengprov Pergatsi Bali ini, tuan rumah Bali menerjunkan 80 atlet. Mereka membela 10 tim dari Bali, enam tim mengusung bendera Pergatsi Bali yang di dominasi pemain andalan tim bayangan pra PON Bali. Dijelaskannya, Bali turun dengan kekuatan penuh bertujuan membidik tiga emas pada PON Papua. Pada Kejurnas Gateball Terbuka ini mempertandingkan tiga nomor, yakni ganda campuran

(21 tim), triple campuran (23 tim), serta beregu campuran (29 tim). Sementara di PON Papua dipertandingkan lima nomor di tambah dua nomor lagi yakni triple putra dan beregu putra. Diakuinya, pesaing paling berat adalah dari Sulawesi, utamanya Palu dan Manado, karena olahraga gateball berkembang pesat di kedua daerah tersebut termasuk sering menggelar event. “Event ini dipakai ajang pemanasan pra PON, mengingat 80 persen pemain gateball tim bayangan pra PON berlaga di Kejurnas ini,” jelasnya. (022)

Inggris dan Prancis Pesta Gol

Wembley– Inggris dan Prancis tampil tajam pada Kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (23/3) dini hari kemarin. Sementara itu, sang juara bertahan Portugal gagal membuka laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kemenangan. Pada per tandingan tadi malam, Portugal tak sanggup menjebol jala tim tamu, Ukraina. Pertarungan berakhir imbang tanpa gol, sekaligus memberi penanda kepada Portugal agar waspada dengan persaingan di Grup B. Nasib berbeda dialami juara bertahan piala dunia, Prancis. Berstatus tamu bagi Moldova, Kylian Mbappe dkk., sukses menggebuk tuan rumah dengan skor 4-1. Empat gol berasal dari aksi Antoine Griezmann (24’), Raphael Varane (27’), Olivier Giroud (36’) dan Kylian Mbappé (87’). Satu gol hiburan tuan rumah datang pada menit ke-89 via aksi Ambros (89’).

Penampilan menawan juga datang dari Stadion Wembley. Sang pemilik stadion, Inggris berpesta gol ke gawang Republik Ceska. Hattrick Raheem Sterling pada menit ke-24, 62’ dan 68’ menjadi pemanis dalam kemenangan 5-0. Dua gol lain berasal dari Harry Kane via penalti pada dua menit injury time babak pertama, dan bunuh diri Tomas Kalas (84’). Hasil tersebut menjadi awal manis bagi Inggris dalam upaya tampil konsisten setelah meraih hasil bagus pada Piala Dunia 2018. Manajer Inggris Gareth Southgate mengungkapkan, permainan anak asuhnya, terutama dalam menjaga penguasaan bola menjadi titik krusial yang sukses menghambat laju Ceska. “Umpan-umpan berjalan mulus, kualitas penyerangan juga semakin baik. Kami masih bisa tampil lebih baik lagi, dan saya yakin kualitas tim ini akan semakin meningkat,” kata Southgate. Raihan maksimal membuat Inggris berada di puncak klasemen sementara Grup A Kualifikasi Piala Eropa 2020. Sementara posisi kedua dan ketiga diduduki Montenegro dan Bulgaria. (kmb33/afp)

Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Eropa 2020:

BPM/afp

MASALAH - Winglet atau sayap kecil di dekat ban belakang Ducati inilah yang dipermasalahkan oleh beberap tim MotoGP.

n Bulgaria n Albania n Andorra n Inggris n Luksemburg n Moldova n Portugal Raheem Sterling

1 0 0 5 2 1 0

-

1 2 2 0 1 4 0

Montenegro Turki Islandia Ceska Lithuania Prancis Ukraina

JALAN SEHAT - Ketua Komite SMPN 3 Denpasar Nyoman Badra didampingi Wayan Murdana saat melepas jalan sehat HUT SMPN 3 Denpasar.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 24 Maret 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu