Skip to main content

Edisi Jumat 24 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 158 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

jUMAT wAGE, 24 januari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Beralih ke Organik

Dilepas, Elang dan Ular Sanca

Rehab Swadaya

Tanaman organik kini menjadi pilihan petani di Kabupaten Badung. Salah satunya petani cabai di Desa Pangsan, Petang. Harga cabai organik bisa melebihi harga cabai pada umumnya.

Ular sanca dan elang dilepas di areal hutan Pura Besi Kalung, Penebel, Kamis (23/1) kemarin. Hewan yang dilepas itu adalah tiga ekor ular sanca, satu burung cekakak dan satu burung elang.

Rehab bangunan Pasar Umum Negara sudah dimulai. Rehab dilakukan secara swadaya oleh pedagang. Pemkab hanya mengoordinir. Bangunan mana saja yang direhab?

TABANAN | HAL. 5

BADUNG | HAL. 3

JEMBRANA | HAL. 11

Penyebaran Virus Corona di Wuhan

17 Orang Meninggal, Ratusan Sakit Beijing – Jumlah korban meninggal akibat virus baru semacam flu hingga Rabu (22/1) siang bertambah menjadi 17 orang dengan lebih dari 540 kasus terkonfirmasi. Keadaan itu meningkatkan kekhawatiran soal penyebaran infeksi yang diduga berasal dari satwa liar yang diperjualbelikan secara ilegal.

J

enis virus Corona yang sebelumnya tak diketahui diyakini berasal dari pasar satwa di pusat Kota Wuhan. Kasus tersebut kini menjangkau hingga ke Amerika Serikat.

Berbeda dengan ‘’rahasia’’ selama infeksi saluran pernapasan berat (SARS) periode 2002-2003, yang menyebabkan hampir 800 orang meninggal, pemerintah komunis China kali ini memberikan informasi

Kota Wuhan Diisolasi

terbaru mengenai virus Corona guna menghindari kepanikan saat jutaan warga melakukan perjalanan selama liburan Tahun Baru Imlek. ‘’Peningkatan pergerakan masyarakat secara objektif meningkatkan risiko penyebaran wabah,’’ kata Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional, Li Bin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan pertemuan di markasnya di Jenewa untuk memutuskan apakah wabah tersebut akan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global atau tidak. Hal. 11 Pusat Perbelanjaan

Tidak Terbit Terkait Tahun Baru Imlek 2571 yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Sabtu (25/1) tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa pada Minggu (26/1) mendatang. Untuk itu kapada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Bukan Hal Mengkhawatirkan MASIH banyaknya penduduk Bali berpendidikan rendah bukanlah hal yang mengkhawatirkan. Kini banyak generasi muda disebutkan lebih memilih tak melanjutkan ke perguruan tinggi, melainkan bekerja atau berwirausaha. Pemerintah Daerah Bali lebih fokus pada upaya melaksanakan program wajib belajar 12 tahun. ‘’Sekarang ada yang berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi ada juga yang langsung mencoba berwirausaha mungkin karena sudah mendapat didikan di SMK. Kemudian, ada yang sambil kuliah sambil buka usaha,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa saat dikonfirmasi, Kamis (23/1) kemarin. Kalaupun sekarang masyarakat Bali yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi persentasenya kecil, Boy tidak

memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif. Justru ada keberanian dari generasi muda yang begitu tamat SMA/SMK memilih untuk langsung terjun membuka usaha dan mandiri. Bukan berarti juga mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi lantaran tidak mampu. ‘’Daya saing masyarakat kita tinggi kok. Karena orang Bali, inovasi dan kreativitasnya tinggi. Hanya tidak menutup kemungkinan ketika membuka usaha ternyata laris terus, bisa sampai ekspor, akhirnya tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi,’’ paparnya. Bicara drop out atau angka putus sekolah, Boy menyebut persentasenya sekarang sangat kecil. Sebab, generasi muda mulai menyadari bahwa ke depan persaingan sudah semakin ketat. Hal itu ditandai dengan munculnya usahausaha yang digawangi anak-anak muda. (kmb32)

Bali Post/afp

PELINDUNG - Staf medis di Rumah Sakit Zhongnan di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China mengenakan pakaian pelindung. China melarang kereta api dan pesawat terbang meninggalkan Wuhan di pusat wabah virus mulai Kamis (23/1) kemarin.

CHINA mengisolasi Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang yang dianggap sebagai pusat wabah virus Corona baru. Semua trasportasi yang masuk ke kota itu ditutup. WHO mengapresiasi langkah yang diambil China. Sementara Jepang pada Kamis (23/1) kemarin menaikkan tingkat imbauannya terkait penyakit menular dari satu menjadi dua untuk mengantisipasi virus Corona baru dari Wuhan, China. Pihaknya juga meminta masyarakat agar menghindari perjalanan tidak penting ke wilayah tersebut, yang dianggap sebagai pusat berjangkitnya virus Corona baru. Menteri Bisnis Inggris pada Kamis kemarin mengatakan bahwa wabah virus Corona baru di China menjadi perhatian besar dunia. ‘’Kini kami secara rutin memeriksa semua penerbangan dari Wuhan jelas ini merupakan keprihatinan besar bagi dunia, terutama bagi kota itu di China, yang saya ketahui kini sudah diisolasi. Kami tentu saja akan dipandu dengan imbauan dari otoritas kesehatan dunia dan dari bukti yang berasal dari China itu sendiri,’’ kata Menteri Bisnis Andrea Leadsom kepada perusahaan telekomunikasi Sky. (ant)

Konsisten Menolak Jembatan Jawa-Bali

SEKITAR awal tahun 2000-an, ide pembangu nan jembatan di Selat Bali yang akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali terlontar ke publik. Hampir seluruh komponen masyarakat menyatakan penolakannya. Pada Maret 2016, ide pembangunan jembatan kembali mencuat. Adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang melontarkannya. Meski telah berlalu lima belas tahun, ternyata masyarakat tetap menolak. Konsistensi penolakan pun terus berlanjut hingga kini. Ketika ramai disampaikan rencana pembangunan trans Jawa yang menyambung hingga Bali, wacana akan dibangun jembatan kembali membayangi publik. Meski tidak secara jelas dipastikan akan ada pembangunan jembatan, lagilagi suara penolakan yang lebih kencang terdengar. Kepala daerah

di Jembrana yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan Pelabuhan Gilimanuk langsung menolak hal itu. Penolakan ditegaskan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Bupati Jembrana I Putu Artha menyatakan baru mendengar adanya rencana tersebut, bahkan disebutkan sudah ada nama jembatan. Ia pun menyatakan tak setuju dengan rencana tersebut. Justru yang paling mendesak saat ini adalah jalan cepat di DenpasarGilimanuk dan hal ini juga menjadi prioritas pemerintahan Bali setelah MengwiSingaraja. Sementara itu, Kembang Hartawan mengatakan, daripa-

da membangun jembatan Selat Bali yang sarat kontroversi, lebih setuju dengan ide pembangunan dermaga eksekutif yang saat ini dirancang pihak ASDP. Dari hasil pertemuannya dengan PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang belum lama ini, rencananya akan dibangun dermaga eksekutif di Pelabuhan Ketapang serta Pelabuhan Gilimanuk. Kehadiran dermaga eksekutif akan memudahkan masyarakat, terutama memberikan akses terbaik bagi wisatawan yang hendak berwisata dari Bali maupun Jawa. Hal. 11 Tri Nusa Bimasakti

I Putu Artha

I Made Kembang Hartawan

A nalis B a n k I n d o nesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Umran Usman memprediksi Bali akan mengalami kekurangan tenaga kerja. Dengan asumsi dari 4 juta jumlah penduduk Bali, angkatan kerjanya 77,5 persen, diprediksi ada kekurangan pasokan tenaga kerja yang tidak bisa disuplai tenaga kerja lokal. Ini akan mendorong migrasi dari luar Bali. Untul level operator, tahun 2025

Bali akan kekurangan 16.938 tenaga kerja dan tahun 2030 akan kekurangan 25.780 orang. Untuk level supervisor, tahun 2025 akan kekurangan 13.621 pekerja dan tahun 2030 akan kekurangan 21.125 pekerja. Untuk level manajer, tahun 2025 akan kekurangan 537 pekerja dan tahun 2030 akan kekurangan 831 pekerja. Prediski ini berkorelasi dengan keterangan dari Kepala Biro Pusat Statistik Bali Adi Nugroho. Hal. 11 Lulusan SD

2025, Bali Kekurangan Naker Operator dan Manajer


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Cabuli Pelajar, Kusir Dokar Dilaporkan Denpasar (Bali Post) Kasus pelecehan seksual terutama pencabulan terhadap pelajar atau anak di bawah umur terus terjadi. Tak hanya di wilayah Badung dan daerah lain, kasus serupa juga terjadi di Denpasar. Kejadian teranyar, seorang kusir dokar berinisial FM (25) dilaporkan ke Polresta Denpasar karena diduga mencabuli siswi SMP, IAW (15), Selasa (21/1) lalu. Sumber di lapangan mengatakan, korban dan pelaku tak lain tetangga. Oleh karena itu pelaku biasa berkunjung ke rumah korban di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan. “Mungkin karena sering bertemu itu pelaku tertarik sama korban,” ujar sumber, Kamis (23/1) kemarin. Sekitar November 2019, saat rumah korban sepi pelaku ke TKP. Begitu ada kesempatan, pelaku melakukan pecabulan terhadap korban. Korban tidak berani melawan, apalagi teriak karena di bawah ancaman. “Pelaku mengancam korban akan dibunuh jika bilang ke orangtuanya. Lama-lama akhirnya kejadian itu diketahui orangtua korban, dan langsung dilaporkan ke Polresta Denpasar,” ujarnya. Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, saat dikonfirmasi mengatakan akan menanyakan ke anggotanya terkait laporan tersebut. Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak tiap tahun terjadi peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, kasus kekerasan terhadap anak di Bali terhitung dari tahun 2017-2018 meningkat. Pada tahun 2017 terjadi 223 kasus dan tahun 2018 ada 257 kasus, dominan terjadi di wilayah Denpasar. (rah)

Kita nanti akan pantau langsung di bandara, dan akan memeriksa langsung wisatawan yang dicurigai suspect virus tersebut jika mereka berkenan.

WISATAWAN - Beberapa wisatawan Tiongkok melihat-lihat suasana di seputaran Jalan Gajah Mada, Denpasar.

Bali Post/eka

Virus Corona Merebak, Bali Tak Batasi Wisatawan Tiongkok

Denpasar (Bali Post) -

HGB Berakhir 2018

PD Pasar Renovasi Pertokoan Suci

Denpasar (Bali Post) – Menyusul berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) Pertokoan Suci Sari Jaya pada September 2018 lalu, kini PD Pasar segera melakukan renovasi. Terlebih, rencana ini sudah dilakukan sejak PD Pasar pindah kantor ke gedung ini 2017 lalu. Hanya, karena masih terjadi beberapa hambatan, rencana tersebut baru akan dilakukan tahun ini. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata, Kamis (23/1) kemarin mengatakan, pihaknya segera melakukan renovasi terhadap pertokoan yang kini sudah dikelola PD Pasar. Sejumlah pedagang sudah mengosongkan kiosnya, sehingga penataan sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Dijelaskannya, dengan tata wajah yang baru nantinya, Pertokoan Suci akan dimanfaatkan untuk berbagai usaha masyarakat. Mulai dari fashion, kuliner hingga tempat pendidikan atau pelatihan. Untuk lantai 1A, dikatakannya, akan diperuntukkan kepada jenis

usaha yang besar agar mampu menarik minat masyarakat. Renovasi pasar ini tidak akan menggunakan dana APBD, karena menerapkan pola swadaya para pedagang. Sebelumnya, Direktur Umum PD Pasar AAN Yuliantara mengungkapkan sudah punya agenda untuk melakukan perbaikan di beberapa bagian. Menurutnya, sepinya pertokoan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi parkir yang tersedia. Saat ini banyak kendaraan parkir di lahan parkir bawah, sehingga pengunjung yang hendak ke toko tidak bisa. ‘’Nanti kita akan tata lagi sirkulasi parkir, sehingga bisa lebih nyaman bagi pengunjung,’’ katanya. Bukan hanya itu, pertokoan yang terdiri atas 108 toko tersebut juga akan dilakukan perbaikan pada bidang MEnya. Karena selama ini banyak yang tidak terisi dalam rentang waktu yang lama. ‘’Selain aksesibilitas juga masalah MEnya akan kita perbaiki,’’ jelas Yuliantara. (kmb12)

memeriksa wisatawan yang dicurigai. Pengawasan lebih intensif dilakukan kepada wisatawan dari Negeri Tirai Bambu. ‘’Kita nanti akan pantau langsung di bandara, dan akan memeriksa langsung wisatawan yang dicurigai suspect virus tersebut, jika mereka berkenan,’’ ujarnya. Menurut Astawa, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit umum dan swasta di Bali agar selalu siap jika ada wisatawan yang dicurigai suspect virus Corona. Untuk menyosialisasikan berbagai langkah antisipasi tersebut, pihaknya telah mengirim edaran kepada stakeholder pariwisata, konsulat, serta industri

pariwisata Bali. Langkah ini diambil untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di kalangan industri pariwisata. Sementara edaran untuk para konsulat diharapkan bisa memberi pemahaman kepada wisatawan asing yang bukan berasal dari Tiongkok untuk tidak takut datang ke Bali. ‘’Kami tidak ingin pelaku pariwisata menjadi resah karena isu ini. Bagaimanapun kita harus tenang agar pariwisata Bali tetap kondusif,’’ imbuhnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

secara logika anggaran yang dialokasikan sebanyak 40 persen. Dibandingkan dengan sekarang yang hanya satu persen, sekiranya untuk anggaran pertanian nantinya agar diusahakan sebanyak tiga persen. Dari jumlah anggaran tersebut, bisa diberikan dalam bentuk hibah, program, dan kinerja. Dengan dukungan anggaran yang mencukupi sehingga hal ini dapat meningkatkan PDRD pertanian. “Ini juga akan menjadi keberhasilan pemerintah, bagaimana pemerintah mampu mengurangi kemiskinan. Itu menjadi tujuannya. Apabila bantuan itu ke nelayan dan pertanian, saya yakin PDRB kita meningkat,” katanya. Alasan mendorong peningkatan anggaran pertanian, seiring dengan naiknya pendapatan daerah yang dirancang Gubernur Bali tahun ini. Tahun ini ditargetkan meningkat mencapai 10,6 persen dibandingkan tahun 2019. (kmb16)

Topik : wacana jembatan jawa - bali

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

PAW KPU-RI, Raka Sandi Dioperasikan, TPS Tunggu Konfirmasi Resmi ”Underground” di Kereneng Denpasar (Bali Post) Pengerjaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) underground di Kereneng telah rampung akhir tahun 2019. Kini pengoperasian TPS dengan teknologi tersebut sudah diuji coba. Saat ini sudah ada dua kali pengiriman sampah dari TPS ini ke TPA Suwung. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, Kamis (23/1) kemarin. Menurutnya, sejak awal tahun ini TPS di Kereneng sudah bisa dioperasikan. Karena penyelesaian proyek TPS dengan kapasitas 30 meter kubik sampah ini sesuai target yang ditentukan. TPS underground Kereneng

ini merupakan yang kedua setelah TPS di Jalan Pulau Kawe. Proyek TPS di Kereneng ini dikerjakan PT Ubung Raya dengan nilai kontrak Rp535 juta lebih. Waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Sumber dana dari APBD Denpasar 2019. Wisada mengatakan, dengan dikerjakannya TPS di Kereneng, sampai saat ini akan ada dua TPS underground. Proyek pertama di TPS Jalan Pulau Kawe. TPS tersebut sudah mulai beroperasi sejak beberapa tahun lalu. “Proyek TPS underground ini akan terus berlanjut setiap tahun. Hanya karena memerlukan biaya yang cukup besar, realisasinya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya. Pemasangan TPS ini meru-

pakan upaya penataan estetika kota agar tak ada sampah di atas tanah. Pihak swakelola yang membuang sampah juga sudah disosialisasikan terkait proyek ini. “Sesuai arahan wali kota, TPS underground ini merupakan invoasi berlanjut di Denpasar untuk estetika kota,” jelas Wisada. Secara keseluruhan pengadaan satu TPS underground menelan anggaran sebesar Rp3,5 miliar - Rp4 miliar. Anggaran ini cukup besar, karena harus ada banker. Terlebih di Kereneng kondisi tanahnya cepat keluar air. Dalam beberapa meter saja digali sudah ada airnya. Karena itu, banker harus benar-benar kedap air. (kmb12)

Anggaran Pertanian Minim Denpasar (Bali Post) Perlindungan terhadap buah lokal merupakan salah satu keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali terhadap sektor pertanian. Hal ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Mendukung produktivitas para petani dalam menyediakan hasil produksinya, perlu ada peningkatan anggaran sektor pertanian. Saat ini anggaran pertanian di Bali sangat kecil. Jumlahnya hanya satu persen dari jumlah APBD Bali yang mencapai Rp7,281 triliun. Untuk lebih memberdayakan sektor pertanian, maka anggaran untuk pertanian perlu ditingkatkan sehingga PDRB di sektor pertanian dapat meningkat. Anggota Komisi II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi mengatakan 40 persen masyarakat Bali berkecimpung dalam sektor pertanian dan kelautan. Jika dicari adilnya,

2012

1,196,497

Bali Post/ara

RENOVASI - Pertokoan Suci Sari Jaya akan segera direnovasi untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa dalam keterangan pers, Kamis (23/1) kemarin, mengaku masih menyambut wisatawan Tiongkok. Terlebih akan ada Bali Kintamani Festival yang menceritakan tentang akulturasi budaya Bali dan Tiongkok, 8 Februari mendatang. Hanya, pihaknya tetap waspada dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan langkah antisipasi penyebaran virus Corona dari Tiongkok. Salah satunya dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Otoritas Bandara Ngurah Rai untuk memasang alat pendeteksi suhu tubuh di pintu kedatangan. Selain itu, menurunkan personel untuk

JUMLAH WISATAWAN CHINA KE BALI

1,380,687

Pemerintah Thailand sudah membatasi kunjungan wisatawan Tiongkok ke negara tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Berbeda dengan Bali yang belum mengambil langkah serupa.

Bali Post/ara

TPS - Setelah dikerjakan beberapa bulan, kini TPS underground Kereneng mulai dioperasikan.

Denpasar (Bali Post) Kendati disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menempati kursi KPU-RI, menggantikan Wahyu Setiawan yang terlibat kasus OTT KPK, Dewa Raka Sandi tampak tak mau mendahului pusat. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari KPU pusat. Pergantian antar-waktu (PAW) merupakan kewenangan pusat. ‘’Secara resmi sampai sekarang saya masih anggota Bawaslu Bali hingga 25 Juli 2023,’’ jelas Dewa Gede Raka Sandi, Kamis (23/1) kemarin. Ditegaskan, dalam proses seleksi 2017 pihaknya menempati urutan ke-8 dengan perolehan 21 suara. Sesuai UU No.7 Tahun 2017 diatur dalam salah satu ketentuan, pergantian dilakukan oleh nomor urut berikutnya. Praktiknya, sepanjang memenuhi persyaratan. ‘’Saya menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pusat yang sifatnya resmi,’’ tegasnya. Apabila nanti ada pemberitahuan, hal pertama yang akan dilakukan adalah mengusulkan rapat di Bawaslu Bali, kemudian melaporkan hal tersebut ke Bawaslu RI. Bagaimana pun Bawaslu RI adalah atasan kami di Bali. ‘’Atas masukan dari Bawaslu pusat, sekiranya diizinkan, tentu akan ditindaklanjuti dengan ketentuan yang disyaratkan oleh kepresidenan, karena

Bali Post/dok

Saya menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pusat yang sifatnya resmi itu adalah SK dari Presiden,’’ katanya. Sementara itu terhadap peluang pengganti Dewa Raka Sandi di Bawaslu Bali, berdasarkan hasil perekrutan yang lalu, di antaranya I Ketut Sunadra, Pande Ady Mulyawan, Nengah Mudana Admanja, Cokorda Parta Wijaya dan Winarti. (kmb16)

Pemprov Upayakan Wajib Belajar 12 Tahun Denpasar (Bali Post) Persiapan program wajib belajar 12 tahun kini tengah dimantapkan oleh Pemprov Bali, dalam hal ini Dinas Pendidikan. Lewat program ini, tingkat pendidikan orang Bali ke depan diupayakan minimal SMA/SMK. Pemantapan itu antara lain dengan mempersiapkan sarana dan prasarana, tata kelola dan akses. ‘’Sekarang ada yang berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi ada juga yang langsung mencoba berwirausaha karena sudah mendapat didikan di SMK. Kemudian, ada yang sambil kuliah sambil buka

usaha,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dikonfirmasi, Kamis (23/1) kemarin. Kalaupun sekarang masyarakat Bali yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi persentasenya kecil, Boy tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif. Justru ada keberanian dari generasi muda yang begitu tamat SMA/SMK memilih langsung terjun membuka usaha dan mandiri. Bukan berarti juga mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi lantaran tidak mampu.

‘’Daya saing masyarakat Bali tinggi, karena inovasi dan kreativitasnya tinggi. Hanya, tidak menutup kemungkinan ketika membuka usaha ternyata laris terus, bisa sampai ekspor, akhirnya tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi,’’ paparnya. Tetapi paling tidak, lanjut Boy, mayoritas masyarakat minimal sudah berpendidikan SMA/SMK. Itu sebabnya, program wajib belajar 12 tahun akan lebih digenjot lewat penyiapan saranaprasarana, tata kelola dan akses. Terkait sarana-prasarana, menyangkut sekolah yang dikelola pemerintah

(negeri) dan sekolah yang dikelola masyarakat (swasta). Keduanya harus seiring sejalan dan tidak boleh saling menjatuhkan. Apalagi melihat historinya, sekolah swasta telah ada lebih dulu bahkan sebelum pemerintah merintis pendidikan. Pemprov Bali sudah mengeluarkan pergub terkait pengalokasian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah untuk sekolah swasta yang baru saja selesai diverifikasi Kemendagri. ‘’Dana BOS nasional sudah masuk ke sekolah negeri dan swasta. Kalau BOS daerah, selama ini kan hanya menyasar di sekolah

negeri. Di eranya Pak Gubernur Wayan Koster, BOS daerah selain di negeri, swasta pun harus dibantu,’’ imbuhnya. Terkait akses dalam program wajib belajar 12 tahun, lanjut Boy, masyarakat Bali siapa pun itu harus bisa mengakses pendidikan. Dalam hal ini, sekolah mudah dijangkau dan ada guru. Penyiapan akses juga masih terkait dengan tata kelola. Konsep wajib belajar 12 tahun sekarang masih digodok dan disimulasikan. Program ini tidak bisa hanya diimplementasikan oleh provinsi saja, karena menyangkut kewenangan. (kmb32)


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Petani di Petang Beralih ke Tanaman Organik

Bali Post/kmb27

CABAI - Salah seorang petani cabai di Subak Bergiding, Banjar Sekar Mukti, Desa Pangsan, Petang tengah membersihkan tanaman cabai dari rumput liar.

SOSOK Awasi Ekstrakurikuler SEKITAR dua tahun berlangsung, kasus pencabulan dan persetubuhan dua siswi baru terendus awal tahun ini. Ironisnya, kejadian di sekolah dan pelakunya oknum guru olahraga di wilayah Sembung, Mengwi, Badung. ‘’Kalau terjadi kejadian seperti ini, mau di mana lagi anak akan sekolah? Dampaknya akan menimbulkan kekhawatiran dan mencoreng citra dunia pendidikan,’’ tegas Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo, Rabu (22/1) lalu. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait agar lebih detail lagi Bali Post/rah melakukan pengawasan. Terutama sekolah-sekolah yang ada kegiatan ekstrakurikuler agar lebih ditingkatkan lagi baik dari segi keamanan, aktivitas guru maupun siswanya. ‘’Pengawasan lebih ditingkatkan lagi sehingga perbuatan-perbuatan seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya, sehingga betul-betul sekolah itu tempat anak menuntut ilmu,’’ ungkap AKP Laorens. Terkait kasus pencabulan siswi SD berinisial KP (12) dan siswi SMP, TF (13), dilakukan oleh oknum guru olahraga KW (50), menurutnya, karena ada kesempatan. Pelaku memanfaatkan waktu ekstrakurikuler melancarkan aksinya, karena di sekolah tersebut tidak ada satpam. (rah)

Kurir SS Dituntut 13 Tahun Denda Rp1 Miliar

JAKSA penuntut umum (JPU) Widyaningsih pada sidang di PN Denpasar, Kamis (23/1) kemarin, bersikap tegas terhadap pria yang diduga menjadi kurir sabu-sabu (SS). Terdakwa Ferry Armanda Putra (30) dituntut pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara atas kasus yang membelit terdakwa. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 3,17 gram neto dan ekstasi seberat 66,11 gram neto. Terdakwa kemudian dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mendengar tuntutan itu, terdakwa akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Diuraikan jaksa, tindak pidana yang dilakukan terdakwa ini berawal 11 September 2019 sekitar pukul 22.00 Wita. Kala itu terdakwa bersama

Berthie Adrisun Latumahina disuruh mengambil sabu-sabu oleh Badra (DPO) di Jalan Dukuh Sari, Sesetan. Terdakwa mengiyakan perintah itu, dan mengambil sabu tersebut dan membawanya ke kos untuk dikemas lagi menjadi beberapa bagian dan kemudian ditempel lagi sesuai perintah Badra. Bahkan besoknya Badra kembali meminta terdakwa untuk menyuruh Berthie mengambil paket ekstasi di Jalan Dewata, Denpasar. Lalu Berthie menyerahkan paket ekstasi tersebut kepada terdakwa yang kemudian dikemas ulang lagi dan ditempel sesuai alamat yang diberikan Badra. Namun aksi mereka ketahuan. Pada 16 September 2019 sekitar pukul 17.30 Wita, terdakwa dan Berthie ditangkap saat mereka ada di kamar kos di Jalan Dewata Indah, Sidakarya, Denpasar Selatan. Saat dilakukan pengeledahan, ditemukan 5 plastik klip berisi sabu yang beratnya bervariasi. (kmb37)

Ketut Golak

gulan cabai organik dengan cabai yang disemprotkan bahan kimia sangat jauh berbeda. ‘’Jika tengkulak atau masyarakat paham, cabai organik bisa tahan lebih lama. Memang biasanya, kalau harga naik, cabai disemprot dengan obat berbahan kimia agar cepat merah dan cepat panen. Namun kita di sini tidak, tetap mengutamakan pupuk organik,’’ jelasnya. Dijelaskan, cabai organik memiliki ketahanan hingga satu minggu dari saat dipanen. Berbeda dengan cabai yang disemprot akan cepat busuk dan terlihat tidak segar. ‘’Bisa kita lihat dua hari setelah panen. Batang cabai yang organik akan tetap hijau. Begitu sebaliknya cabai yang disemprot akan terlihat keriput,’’ katanya. Disinggung kenapa memilih cara tanam organik, pihaknya mengatakan beberapa hasil pertanian yang organik tidak akan berpengaruh dengan harga pasar, malahan bisa lebih mahal. ‘’Di sini kita tak hanya menanam cabai organik saja, namun juga ada melon, semangka, jagung, ketela, rosela, kacang panjang, buncis, papaya, dan yang lainnya. Berbagai jenis tanaman ini sudah pasti awet,’’ terangnya. (kmb27)

Pemkab Anggarkan Rp141 Miliar untuk Dana ’’Aci’’

Mangupura (Bali Post) – Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terhadap eksistensi budaya, adat, dan agama terus diwujudkan. Hal ini tercermin dari kebijakan pemberian dana aci untuk pelaksanaan kegiatan upacara agama tahun 2020. Tak tanggung-tanggung total dana aci yang dialokasikan tahun ini melalui Dinas Kebudayaan mencapai Rp141 miliar lebih. Dana ini dialokasikan untuk biaya pujawali dan upacara Panca Yadya di wilayah desa adat se-Kabupaten Badung. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan dana aci meliputi untuk biaya upakara pujawali di Pura Kahyangan Tiga (Desa, Puseh, Dalem), Pura Prajapati, Bale

Banjar, Umum dengan total anggaran Rp120.730.000.000. Berikutnya dana aci untuk biaya upakara Panca Yadnya sebesar Rp21.190.000.000. ‘’Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara/upakara yadnya,’’ ujar Eka Sudarwitha, Kamis (23/1) kemarin. Menurutnya, salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan ini adalah pura yang akan melaksanakan yad-

nya harus memliki surat keterangan terdaftar (SKT) di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Syarat yang dimaksud, di antaranya surat undangan kepada Bupati Badung, pengesahan sekaa serati banten, NPWP serati banten, fotokopi KTP serati banten, dan klian pura, dan sejumlah persyaratan lainnya. ‘’Bantuan dana aci ini juga harus ada pertanggungjawabannya dengan melengkapi foto pura dan upakara dari

Pernak-pernik Imlek

Mangupura (Bali Post) Wacana Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung mengembangkan produk air kemasan akhirnya terwujud. Program yang digadang-gadang sejak tahun 2018 diklaim rampung tahun ini. Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung Ketut Golak saat dihubungi Kamis (23/1) kemarin mengatakan, Program Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) diharapkan menjadi salah satu penopang pendapatan PDAM Badung selain pemungutan retribusi layanan air bersih ke industri dan rumah tangga. ‘’Kami masih terus berproses dan dipastikan akan rampung pata tahun ini. Sebab, di tahun 2019 feasibility study-nya sudah, dan kini proses kepengurusan izin untuk membangun

Jumlah Pura di Kabupaten Badung

nSad Kahyangan 2 nDang Kahyangan 5 nKahyangan Jagat 28 nKahyangan Tiga 397 nPura Prajapati, 1.625 bale banjar dan umum kasnya. Seperti diketahui, jumlah pura di Kabupaten Badung menurut statusnya yakni Sad Kahyangan 2 pura, Dang Kahyangan 5 pura, Kahyangan Jagat 28 pura, Kahyangan Tiga 397 pura, pura Prajapati, bale banjar, dan umum sebanyak 1.625 pura. (kmb27)

Petakan Wilayah Potensi Konflik

Bali Post/kmb23

MENJELANG perayaan Tahun Baru Imlek 2571, penjualan pernak-pernik Imlek laris manis, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut Rudi Rupian, salah seorang penjual pernak-pernik Imlek di Denpasar, jumlah penjualan kurang lebih sama dengan penjualan tahun lalu. Diakuinya, yang paling laris berupa lampion dan tempelan yang ada gambar shio tikus logam. ‘’Lampion dan tempelan bergambar tikus logam yang paling dicari,’’

proses sampai puncak karya,’’ katanya. Disebutkan, pemohon hanya bisa menerima sekali bantuan dana aci dalam setiap tahunnya dengan besaran yang sudah ditentukan. Misalnya, untuk pura khayangan tiga maksimal Rp50 juta, sedangkan untuk pura prajapati/ bale banjar/umum maksimal Rp25 juta. ‘’Sebelum mencairkan anggaran yang melalui proses tranfer harus sangat berhati-hati, dengan melakukan verifikasi yang cukup ketat. Mengingat jumlah pura atau kegiatan yang dibantu sangat banyak, sehingga tidak terjadi dobel anggaran,’’ pung-

Pilkada

katanya saat ditemui di tokonya, Kamis (23/1) kemarin. Dikatakan Rudi, untuk ciri khas Imlek, yang paling banyak dicari memang lampion. Diakui, yang harus ada selama perayaan Imlek adalah lampion untuk penerangan tahun. Selain itu harus ada buah nanas, yang mana mahkotanya bermakna rezeki yang melimpah dan buah jeruk Bali. ‘’Yang wajib ada adalah kue keranjang dan manisan-manisan,’’ ucapnya. (kmb23)

Akhirnya, PDAM Badung Produksi Air Kemasan ’’Kami masih proses izin pembangunan dan kita pastikan tahun ini air minum dalam kemasan tersebut sudah bisa dipasarkan. Nanti kami coba dulu pasarkan di Badung, setelah itu baru mengarah ke daerah lainnya.’’

Mangupura (Bali Post) – Tanaman organik kini menjadi pilihan petani di Kabupaten Badung. Salah satunya petani cabai di Desa Pangsan, Petang yang memilih menanam cabai secara organik ketimbang memanfaatkan kimia agar cepat panen meski di tengah melambungnya harga cabai. Ponidi, salah seorang petani cabai yang berlokasi di Subak Bergiding, Banjar Sekar Mukti, Desa Pangsan, Petang, mengatakan harga cabai organik bisa melebihi harga cabai pada umumnya. Cabai yang ditanam pun tidak sama sekali diberikan pupuk kimia untuk merangsang cabai agar cepat panen. ‘’Saya hanya memberikan pupuk organik pada tanaman, tidak juga diberi perangsang bunga agar cabai yang ditanam cepat berbuah. Walau harga cabai melambung tinggi, saya tidak panen dan menunggu hingga waktunya dipanen,’’ ujar Ponidi, Kamis (23/1) kemarin. Menurutnya, pihaknya sengaja memilih mengembangkan tanaman organik, karena selain tidak memengaruhi harga di pasaran. Sebaliknya, harga dapat lebih mahal ketimbang harga cabai yang dijual di pasaran. Tak hanya itu, keung-

gedung operasinya,’’ ungkapnya. Menurutnya, lokasi tempat produksi air kemasan ini telah ditentukan, yakni berada di Desa Baha, Mengwi. Dipilihnya Desa Baha sebagai sentra produksi air kemasan ini lantaran hasil kajian air yang dihasilkan layak untuk diminum serta debitnya cukup besar. ‘’Tempat pembuatan air sudah ditentukan, yakni berada di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, karena dari hasil kajian di sana airnya layak untuk diminum dan debit airnya cukup besar,’’ tegasnya. Tak hanya itu, wujud keseriusan mewujukan program air kemasan, pejabat asal Desa Sobangan ini telah menentukan merek dari air minum kemasan yang akan diproduksi, yakni Tirta Giri. Merek ini memiliki arti air dari pengunungan.

‘’Kami masih berproses untuk izin pembangunan dan kita pastikan tahun ini air minum dalam kemasan tersebut sudah bisa dipasarkan. Nanti kami coba dulu pasarkan di Badung, setelah itu baru mengarah ke daerah lainnya,’’ katanya. Sebelumnya, tim PDAM Kabupaten Badung juga telah melakukan kunjungan ke tempat pabrik air minum yang ada di Bali maupun di luar Bali. Namun, Ketut Golak mengatakan semua inovasi yang akan diusulkan butuh kajian yang matang, sehingga tidak semena-mena menjalankan kegiatan. ‘’Semua ini butuh waktu, butuh kajian yang pasti, sehingga kita bisa lakukan. Kajiannya pun mencangkup wilayahnya di mana, bagaimana cara mengelola, dan anggarannya berapa,’’ pungkasnya. (kmb27)

BAWASLU Badung dan Dandim Kolonel Inf. Puguh Binawanto melaksanakan pertemuan di Makodim 1611/Badung, Denpasar, Kamis (23/1) kemarin. Pertemuan tersebut membahas persiapan pilkada serentak 2020. Pihak Bawaslu mohon bantuan Dandim bersama jajarannya mengawal tiap tahapan pilkada tersebut. Sedangkan Dandim berharap adanya pemetaan wilayah berpotensi konflik saat pilkada. Pasiter Kodim 1611/Badung Mayor Inf. Made Mustika menyampaikan, dari Bawaslu Badung hadir I Ketut Alit Astasoma selaku ketua bersama anggota dan stafnya. Alit Astasoma menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI dengan pihaknya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung tahun ini sudah terjalin sangat baik. Hal ini dilakukan dalam rangka menyukseskan proses tahapan pilkada agar berlangsung baik, lancar, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Made Pande Yuliartha, Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, menjelaskan penindakan setiap pelanggaran dan pe-

nyelesaian sengketa serta proses dalam pilkada dapat diselesaikan di Bawaslu. Tugas dan fungsi dari Bawaslu adalah mengawasi tahapan penyelenggaraan pilkada agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang bersifat pidana, admistrasi, kode etik penyelenggara, serta terstuktur, sistematis dan masif. Dalam pengawasan pilkada mengedepankan pencegahan daripada penindakan. Dandim Kolonel Puguh Binawanto menyampaikan, Kodim selaku satuan teritorial akan siap bekerja sama dan bersinergitas dengan Bawaslu Badung dalam mengawal terselenggaranya Pilkada Badung 2020 agar berjalan lancar dan aman. Dia juga menyinggung pelaksanaan pilpres, pileg maupun pilkada, TNI tetap mengedepankan netralitas. ‘’Pentingnya sosialisasi tentang aturan dan ketentuan dalam pilkada, sehingga masyarakat paham aturan yang berlaku. Selain itu, silaturahmi ke tokoh masyarakat, agama maupun tokoh berpengaruh serta pemetaan wilayah berpotensi konflik dengan harapan hal-hal yang mungkin akan terjadi dapat dieleminir,’’ tegas Dandim. (rah)

Bali Post/ist

BERKUNJUNG - Rombongan Bawaslu Badung saat berkunjung ke Kodim 1611/Badung.


Jumat Wage, 24 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Meminimalkan Dampak Gerakan Perubahan

PERUBAHAN adalah hal yang hakiki di bumi ini. Perubahan juga yang menuntut manusia melakukan adaptasi. Makanya patut kita syukuri kita dibekali naluri untuk bisa beradaptasi dengan perubahan. Untuk itulah ketika semua bergerak menuju perubahan kita juga mesti meresponsnya dengan akal sehat. Jangan mengelola gerakan perubahan dengan situasi normal dan kondisi nyaman yang kita lewati. Perubahan jelas membawa implikasi plus-minus yang harus kita cermati secara arif. Dalam dunia pendidikan, misalnya. Perubahan yang kini digagas Menteri Nadiem Makarim hendaknya kita respons dengan profesional. Kesamaan persepsi tentu harus dibangun di awal, agar langkah kita sama. Mengapa perubahan harus dilakukan, juga harus dijelaskan dengan logika dan data. Jangan sampai perubahan dilakukan hanya untuk menunjukkan kekuasaan dan identitas pejabatnya. Menuju perubahan adalah hal pasti yang harus disiapkan jalan dan sarana pendukungnya. Kita juga harus memastikan perubahan yang kita lakukan lebih banyak dampak positifnya ketimbang dampak negatif yang mungkin muncul. Kini ketika Menteri Nadiem Makarim melakukan perubahan, maka hal pertama yang harus disamakan persepsinya adalah pengelolaan sekolah. Tanpa pergerakan perubahan nyata di sekolah-sekolah, maka ide perubahan ini tidak pernah menjadi kenyataan. Maka dunia pendidikan akan tetap stagnan, karena itu dibutuhkan gerakan bersama yang berbasis satu satuan pendidikan. Hal ini amat dibutuhkan karena guru-guru merasa tidak sanggup menjadi guru penggerak belajar merdeka sendirian. Di sini penting sekali praktik nyata kepala sekolah dalam memimpin dengan tegas mulai meninggalkan mental sebagai penguasa di sekolah menjadi koordinator lapangan perubahan yang bergerak bersama guru. Karena itulah, kepala sekolah harus meninggalkan meja kerjanya dan mengabaikan tumpukan kertas di atasnya atau di rak-rak di ruangannya. Untuk itu, perubahan yang orientasinya menuju kebaikan hendaknya mampu mengatasi persoalan pendidikan. Selain itu, perubahan juga terjadi pada sistem pengelolaan tanggung jawab guru. Guru sebagai pekerja profesional sudah mendapat pengakuan yang memadai secara finansial. Mengimbangi hal ini kewajiban mematuhi jam mengajar juga sudah diterapkan. Namun, pada tahap ini kita juga belum menemukan pola yang ideal dalam mengelola pembelajaran. Bahkan, ada kecenderungan dengan model digital yang berkembang saat ini guru juga harus beradaptasi lagi. Mereka juga harus berubah menuju penguatan profesi yang ideal. Artinya, kita sepakat untuk menuju perubahan yang ideal dalam pembelajaran, komponen sekolah juga harus menjadi hal pertama yang disasar. Sekolah harus dipastikan mampu menjabarkan gerakan perubahan. Jika ini tak terbangun maka perubahan hanyalah gerakan tentatif.

Gerakan Perubahan Berbasis Sekolah Guru menjadi pusat narasi. Menteri Nadiem Makarim memandangnya sebagai penentu mutu pendidikan. Pak Menteri kini sedang mengurai benang kusut perkara yang melilit guru sejak lama. Ternyata, guru dijerat oleh kekuasaan birokrasi, dikontrol tumpukan administrasi pembelajaran, mengajar demi pendidikan otak, dan diancam tergantikan oleh kemajuan teknologi, Goole, Youtube, dan berbagai aplikasi pembelajaran daring.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. atu-satunya alasan mengapa guru berada dalam rantai hierarki kekuasaan pemerintahan adalah karena sekolah dipahami sebagai lembaga negara. Karena itulah di sekolah bertumbuh dan mental birokrasi dipraktikkan secara masif. Puncak kekuasaan adalah kepala sekolah. Bawahan langsung kepala sekolah adalah guru-guru. Di ujung tombak praktik persekolahan adalah guru yang tumbuh lagi menjadi penguasa-penguasa kelas. Guru yang sudah dirasuki mental birokrasi pun memandang siswa sebagai bawahan. Dalam novel ‘’Lambo’’ karya N. Marewo, kuasa birokratis yang dianut seorang guru sejarah dapat mengeluarkan Lambo dari sekolahnya karena siswa yang cerdas ini dinilai membangkang. Peristiwa perayaan hari kelulusan dengan mencoret seragam sekolah dan siswa berkonvoi di jalan raya, adalah perayaan kemerdekaan siswa dari kolonialisasi pendidikan. Coretan-coretan di bangku, dinding WC, dan temboktembok belakang kelas, adalah suara-suara pemberontakan siswa yang diredam. Mereka muak oleh kuasa para guru namun kalah karena secara struktural posisinya sangat lemah. Seorang guru kontrak berpendidikan pascasarjana amat kreatif menanggapi sikap guru yang enggan mengerjakan administrasi berupa tumpukan berkas seberat 10 kg. Ia menyusun semua tetek-bengek administrasi guru menjadi satu paket dan dipasarkan secara daring. Perangkat pembelajaran yang sudah siap, dikirim langsung kepada guru

yang memesan. Praktik ini amat buruk tetapi menjadi pilihan karena guru sudah tidak sanggup mengerjakan. Guru dipaksa dan ketakutan menolak karena akan berakibat fatal. Bahkan banyak praktik lain yang serupa, seperti jual-beli PTK (penelitian tindakan kelas) dalam paket lengkap dari proposal, proses penelitian, seminar, hingga publikasi di jurnal. Administrasi adalah alat bagi kepala sekolah dalam menilai kepatuhan atau ketertiban para guru. Kepatuhan dan ketertiban yang ditunjukkan oleh tumpukan berkas berisi tabel dengan angka atau pernyataan singkat yang direkayasa. Hal ini tidak mencerminkan realitas karena guru menggunakan data lama yang terus disalin yang mana ini juga fiktif belaka. Tetapi meskipun demikian, kepala sekolah dan pengawas manggut-manggut dan membubuhkan tanda tangan sebagai tanda ‘’lolos’’ administrasi. Tidak ada masalah lagi. Semuanya sudah dibuktikan oleh kertas. Maka, fokus pengamatan kepala sekolah dan pengawas bukan inovasi, kreativitas, pelayanan yang dilakoni oleh para guru namun bendel-bendel administrasi. Wabah administrasi yang menjangkiti jiwa para guru tentu saja berdampak pada praktik mengajar. Guru-guru mengejar materi habis sesuai dengan administrasi waktu. Tidak ada masalah karena administrasi bisa dikerjakan dengan kebohongan yang kini sudah menjadi rahasia bersama. Pengajaran terjadi di permukaan dan tanpa makna bagi hidup nyata. Pada akhirnya semua siswa naik kelas dan lulus, mengantongi nilai

tinggi yang tidak selalu mencerminkan penguasaan kompetensi karena nilai-nilai itu semua buatan sesuka hati para guru. Pada suatu hari ujian di sebuah SD, soal dijaga berbagai pihak dan dikawal oleh polisi, untuk membuktikan pelaksanaan ujian itu jujur, bersih, dan murni. Tetapi ini omong kosong besar karena kantong LJK yang sudah disegel tadi di kelas, oleh panitia ujian sekolah dibongkar lagi untuk memperbaiki jawaban siswa yang salah. Setelah ini kantong kembali disegel lalu dikirim ke UPP (Unit Pelaksana Pendidikan) di bawah kawalan polisi. Seram tetapi bohong! Sanggupkah para guru melawan kuasa-kuasa administrasi itu? Agar terjadi perubahan berarti di sekolah, para guru harus berinisiatif untuk bergerak bersama, merencanakan suatu gerakan perubahan yang berbasis pada inisiatif guru bersama-sama. Bagi kepala sekolah yang terlalu feodal dan gila kuasa, gerakan ini adalah ‘’subversif’’, pembangkangan, atau ‘’kudeta’’. Yang bagus adalah kepala sekolah berinisiatif bersama para guru untuk melakukan gerakan perubahan bersama untuk mulai menghindari kuasa-kuasa semu di sekolah. Gerakan ini sangat penting karena akan menjadi kekuatan bersama yang masih mutlak dibutuhkan karena para guru pasti tidak sanggup melakukan perubahan sendiri sebagai konsekuensi mental yang terkolonialisasi kuasa administrasi birokrasi sudah sejak lama. Kepala sekolah harus mengubah posisi, dari berorientasi kepada atasan menuju bergerak di sekolah secara nyata bersama para

guru. Peran kepala sekolah adalah mengubah kuasa yang dimilikinya untuk memberdayakan para guru dalam suatu gerakan bersama ‘’merdeka’’ sebagai kekuatan dalam satu lingkungan sekolah dalam melakukan perubahan, sehingga akan terjadi independensi atau kemerdekaan sekolah. Kepala sekolah sudah waktunya berhenti menengadah dan memohon ke atas, kepada bapakbapak di kabupaten atau provinsi. Kepala sekolah menggunakan kuasanya itu untuk menyelenggarakan perubahan dasar di sekolahnya bersama para guru demi siswa, dari paradigma berkuasa menjadi melayani. Esai ini ditulis untuk memberi masukan kepada para guru bahwa ada kondisi buruk yang lama yakni kolonialisasi yang merenggut semua hal kebebasan, kemerdekaan, inisiatif, inovasi, kreativitas. Guru takluk oleh kuasa yang berjenjang. Guru ‘’balas dendam’’ kepada siswa, sehingga pengajaran yang terjadi selama ini bukan pengajaran yang melayani dengan dialog-dialog humanis, tetapi praktik penguasaan. Demi aman maka guru pun bekerja untuk kekuasaan, misalnya memenuhi semua administrasi mengajar agar kepala sekolah dan pengawas senang. Perubahan mendasar telah diembuskan oleh Bapak Menteri Nadiem Makarim. Namun tanpa pergerakan perubahan nyata di sekolah-sekolah, maka ide perubahan ini tidak pernah menjadi kenyataan. Maka dunia pendidikan akan tetap stagnan. Karena itu dibutuhkan gerakan bersama yang berbasis satu satuan pendidikan. Hal ini amat dibutuhkan karena guru-guru merasa tidak sanggup menjadi guru penggerak belajar merdeka sendirian. Di sini penting sekali praktik nyata kepala sekolah dalam memimpin dengan tegas mulai meninggalkan mental sebagai penguasa di sekolah menjadi koordinator lapangan perubahan yang bergerak bersama guru. Karena itulah, kepala sekolah harus meninggalkan meja kerjanya dan mengabaikan tumpukan kertas di atasnya atau

di rak-rak di ruangannya. Rapat-rapat kepala sekolah adalah dengan kawan-kawan guru dan bukan lagi dengan kepala dinas. Rapat-rapat yang nyata untuk memecahkan masalah sampai benar-benar terjadi perubahan. Kepala sekolah dan guru harus percaya diri dan yakin bahwa yang paling paham dengan kondisi siswa dan berbagai persoalannya adalah guru dan bukan pengawas atau kepala dinas pendidikan. Penulis, Dosen Undiksha Singaraja dan Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali

POJOK

Bupati dan Wakil Bupati Jembrana tolak wacana bangun jembatan Jawa-Bali. - Rakyat Bali juga menolak. *** Tahun 2025, Bali kekurangan pekerja operator dan manajer 16.982 orang. - Setuju KB 4 anak. *** Terkait merebaknya virus Corona, Bali tak batasi wisatawan Tiongkok. - Jangan korbankan krama Bali.

Pendidikan Dirangkaikan dengan Kuliah Umum

Pascasarjana UNR Terima Kunjungan Uniska Banjarmasin

’’Ngenteg Linggih’’ di SMK PGRI 3 Denpasar

Wali Kota ’’Ngungkab Lawang’’, Teken Prasasti dan ’’Ngelawar’’

BERTEPATAN dengan hari suci Siwaratri, Kamis (23/1) kemarin, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ngungkab lawang (membuka pintu) sekaligus meneken prasasti pembangunan gedung baru SMK PGRI 3 Denpasar. Saat itu Wali Kota juga berbaur dengan warga sekolah dan tokoh masyarakat membuka gebyar budaya dengan ngelawar bersama. Semua agenda tersebut serangkaian Karya Melaspas, Ngeteng Linggih dan Padudusan Agung serta HUT ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar. Sementara gebyar budaya diisi dengan lomba ngelawar dan membuat gebogan. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. mengungkapkan, gedung baru SMK PGRI 3 Denpasar kini beralamat di Jalan Narakusuma, Tanjung Bungkak, Denpasar. Gedung baru berlantai tiga ini berdiri di atas lahan 22 are yang dibeli secara swadaya. Gedung baru terdiri dari ruang kelas, aula dan lab ini menghabiskan dana Rp6 miliar lebih. Sedangkan gedung barat dan utara di Jalan Drupadi tetap dipertahankan sebagai pusat PBM dan administrasi. SMK PGRI 3 Denpasar yang memiliki motto ‘’Sekolah sehat, berkarakter dan berprestasi’’ ini termasuk sekolah swasta terbesar di Bali. Tiap tahun mampu merekrut 700 siswa baru. Student body-nya mencapai 2.200 siswa didukung 97 guru dan 23 pegawai. Memiliki dua program keahlian Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan. Bahkan sekolah ini memiliki 23 ruang belajar, empat lab berstandar internasional. Kini Madiadnyana menjadikan SMK PGRI 3 Denpasar juga menjadi milik warga Sebudi dan Bengkel untuk kegiatan lansia, STT dan anak-anak. Kedua, sekokah ini pertama meraih ISO 9001 2004 bidang manajemen, predikat sekolah favorit tingkat nasional dan hampir 50 persen gurunya berkualifikasi S-2. Upacara ngenteg linggih, kata Madiadnyana, diawali dengan nuasen karya, mamakuh, mapapada dan job dan education

fair serta donor darah. Serangkaian HUT diisi lomba pidato bahasa Bali dan Inggris serta lomba internal seperti making bad, gebyar budaya dan pemilihan jegegbagus. Puncak upacara ngenteg linggih dilaksanakan Jumat ini dan puncak HUT digelar 27 Januari. Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memuji langkah yang dilakukan SMK PGRI 3 Denpasar terus mengembangkan sayap. Selain mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan dan fasilitas juga maju pesat dalam bidang kualitas. Wali Kota mengatakan SMK PGRI 3 Denpasar ikut memajukan pendidikan dan mendorong program pemerintah alam meningkatkan soff skill warga. ‘’Sangat tepat sekolah ini menggelar upacara Manusa Yadnya, Butha Yadnya dan Dewa Yadnya dengan konsep widia

wiguna yakni bermanfaat bagi masyarakat,’’ tegasnya. Dia tak lupa menyelipkan pesan bahwa tugas SMK jangan hanya mencetak tenaga kerja, namun melahirkan startup baru berjiwa kewirausahaan. Sebab, dari sini akan tumbuh jiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan kreativitas guna mempercepat petumbuhan ekonomi. Wali Kota juga setuju SMK PGR 3 Denpasar memiliki CSR membuka sekolah bagi warga sekitar. Isilah dengan pelatihan kewirausahaan dan pusat pencerahan seperti memberi pemahaman soal Siwaratri. Acara kemarin juga dihadiri Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan, kepala dusun, klian adat, Bendesa Adat Sumerta dan kepala sekolah di lingkungan YPLP Kota PGRI Denpasar. (ad621)

NGUNGKAB LAWANG - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Kasek Madiadnyana dan guru saat ‘’ngungkab lawang’’ di SMK PGRI 3 Denpasar.

PROGRAM Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, Kamis (23/1) kemarin menerima kunjungan sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sma (PKS) antara Prodi MAP Uniska Banjarmasin dengan Pascasarjana Universitas Ngurah Rai (UNR). Bertempat di Gedung Pascasarjana kampus setempat, kegiatan dengan tema ‘’Penguatan Kelembagaan dan Keilmuan Lingkup Pascasarjana’’ ini juga diisi dengan seminar dan kuliah umum. Menurut Direktur Pascasarjana Uiversitas Ngurah Rai Dr. Luh Nila Winarni S.H., M.H., kegiatan ini dilakukan untuk meng-update ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang, sehingga penguatan kelembagaan dan keilmuan yang diinginkan sesuai dengan cita-cita yang ingin diraih lembaga. Bahkan hal itu sudah dituangkan dalam visi-misi lembaga. Untuk itu, ia pun menyampaikan bahwa tidak boleh melupakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu berkembang terus. ‘’Kita itu harus terus mengikuti, tidak boleh diam, melempem dan stagnan dan hanya berpuas sampai di sana, namun harus terus meng-update ilmu pengetahuan,’’ katanya saat menerima kunjungan dari Uniska Banjarmasin. Terkait kunjungan dari Uniska Banjarmasin ke Universitas Ngurah Rai juga dilakukan sejumlah kerja sama. Salah satunya yang dilakukan yakni dalam bidang Tridharma Perguruan

MOU - Direktur Pascasarjana Universitas Ngurah Rai Dr. Luh Nila Winarni S.H., M.H. (tengah) bersama jajaran menandatangani MoU dengan pihak Uniska Banjarmasin yakni Direktur Pascasarjana Uniska Dr. H. M Zaenul, M.M. didampingi Asisten Direktur Dr. Khujemi, M.M., Ketua Prodi MAP Dr. Murdiansyah Herman, M.AP., Kamis (23/1) kemarin. Tinggi untuk penguatan kelembagaan dan keilmuan di lingkungan pascasarjana. ‘’Kami juga melakukan penandatanganan MoU,’’ bebernya. Pihaknya menyampaikan harapan yang ingin diraih, yakni ingin mencapai kelulusan yang mampu bersaing di pasar kerja. Sementara bagi mahasiswa yang sudah bekerja, diharapkan mampu bersaing di tempat kerja. Oleh karena itu, sebagai lembaga perguruan tinggi, tidak boleh diam, stagnan, melempem, tetapi harus mengikuti perubahan. ‘’Untuk bisa menyesuaikan perubahan dan perkembangan situasi di luar kampus, kita harus bisa membuka diri,’’ pungkasnya. Seperti di Universitas Ngurah Rai, khususnya Pascasa-

rjana, sudah melakukan berbagai macam studi banding baik internasional, nasional maupun lokal. Seperti untuk internasional, dengan Thammasat University Thailand, Charles Darwin University, Meghalaya University India. Direktur Pascasarjana Uniska Dr. H. M Zaenul, M.M. didampingi Asisten Direktur Dr. Khujemi, M.M., Ketua Prodi MAP Dr. Murdiansyah Herman, M.AP. menyampaikan melalui studi banding yang dirangkaikan dengan kuliah umum ini, pihaknya berharap apa yang didapatkan bisa dijadikan referensi dalam mengelola program pascasarjana di Uniska. Rombongan Uniska yang datang yakni sebanyak 20 orang mahasiswa pascasarjana dan 3 orang dosen pendamping. (ad620)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Jelang ’’Pamelastian’’

Dinas PUPR Lakukan Pemeliharaan Infrastruktur dan LPJU

PROSESI melasti dari Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, menuju Tanah Lot, Kediri, akan berlangsung selama empat hari tiga malam. Ritual pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau dimulai Rabu (29/1) hingga Sabtu (1/2) mendatang. Prosesi luhur dan suci itu diharapkan menjadi atensi semua pihak. Sejauh ini, apakah sudah terealisasi yang direncanakan? Berbagai persiapan ritual terus dimatangkan dinas terkait. Mulai kegiatan perompesan pohon perindang di sepanjang rute yang akan dilintasi iring-iringan Ida Batara dan pamedek. Selain itu, juga perbaikan infrastruktur jalan rusak, pembuatan jalan setapak, dan jembatan bambu di sungai yang akan dilintasi. Sejauh ini sudah sepenuhnya rampung. Kepala Dinas PUPR-PKP Tabanan I Made Yudiana mengatakan, secara umum jalur melasti sudah dilakukan perbaikan maupun penambalan ruas jalan yang mengalami kerusakan. Begitupun lampu penerangan jalan juga sudah dilaku-

kan perbaikan pada titiktitik lampu sepanjang jalur melasti. ‘’Kami berharap semoga aedan acara pamelastian bisa berjalan baik dan lancar,’’ harapnya, Kamis (23/1) kemarin. Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PKP I Gede Partana mengatakan sudah dilakukan pemasangan LPJU di sepanjang jalur melasti, mulai Desa Wongaya Gede, Penebel sampai Tanah Lot, Kediri. ‘’Pemasangan LPJU baru sebanyak 50 titik. Pemeliharaan LPJU ada di 73 titik,’’ ucapnya. Tidak hanya LPJU, khusus di Sungai Demung agar penerangan lebih baik juga telah dipasang 6 buah lampu. Sep-

erti di jalur Desa Penatahan menuju Banjar Sigaran, Desa Jegu, sudah bagus ditata. Bahkan ada jalur dibuatkan jalan setapak. Bantuan material pasir, semen, koral diberikan oleh Dinas PUPR-PKP. ‘’Awalnya hendak dibuat jembatan bambu. Tetapi tidak jadi dan dibuat jalan setapak dengan batu. Bahan material kami yang siapkan, namun pengerjaan gotong royong dilakukan masyarakat setempat,’’ ucapnya. Untuk sungai di wilayah Tuakilang sementara aman. Hanya tinggal pembersihan saja. Jalur sungai yang di Demung atau Kediri-Bongan, tenaga Dinas PUPR-PKP telah dilakukan pembersihan, perabasan bahu jalan dan menimbun agregat. ‘’Di sini akan dibuatkan jembatan bambu. Bahanbahannya sudah disiapkan di tempat. Masyarakat setempat nanti yang mengerjakan pada tanggal 25 dan 26 Januari,’’ ucapnya.

Sementara jalur kabupaten di Kediri-Belalang hanya dilakukan perabasan di bahu jalan menuju ruas jalan Ulun Desa Nyitdah. Di sana sudah dilakukan pengurukan agregat dan perabasan di jalan. Serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, 20 Februari 2020, diawali prosesi ke Segara Kidul Tanah Lot, Beraban, Kediri. Seperti pengalaman tahun 1993, prosesi melasti dilakukan berjalan kaki dari Pura Luhur Batukau ke Pura Luhur Tanah Lot, dan kembali ke Pura Luhur Batukau. Pengalaman sebelumnya Ida Sesuhunan tidak mau melewati beberapa jembatan. Seperti jembatan Yeh Ho perbatasan Penatahan dengan Desa Jegu, jembatan Tuakilang, Tabanan, dan jembatan Demung, Kediri. Ida Sesuhunan bersama pangiring selalu turun dan menyeberangi sungai. Hal ini juga nampaknya kembali terulang saat melasti kali ini. (bit)

Bali Post/bit

LAMPU - Salah satu sungai yang rencananya akan dilintasi iring-iringan pamelastian telah dipasangi lampu penerangan.

Waspadai Virus Corona Serang Pernapasan

LEPAS - Pelepasan sejumlah satwa liar yang dilindungi di areal Pura Luhur Besi Kalung, Penebel.

Bali Post/kmb28

Ular Sanca dan Elang Dilepas di Areal Pura Besi Kalung

Tabanan (Bali Post) -

Satwa liar kembali dilepas Friends Of The National Park Foundation (FNPF) Kabupaten Tabanan atau yayasan pencinta dan penyantun taman nasional. Pelepasan ular sanca dan elang dilakukan di areal hutan Pura Besi Kalung, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kamis (23/1) kemarin. Hewan yang dilepas adalah tiga ekor ular sanca, satu burung cekakak, dan satu burung elang. Sebelum dilepas, rombongan FNPF dan relawan pencinta satwa liar melangsungkan persembahyangan di Pura Besi Kalung. Pelepasan satwa langka ke alam bebas, bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, kepolisian setempat dan para relawan. Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pencinta dan Penyantun Taman Nasional I Gede Nyoman Bayu Wirayudha mengatakan hampir tiap tahun pihaknya melepas beberapa jenis satwa liar yang dilindungi kembali ke habitatnya. Seperti tahun 2019 juga dilepas sejumlah satwa, seperti trenggiling, ular, landak, termasuk elang. Satwa liar diperoleh dari hasil sitaan Balai Konservasi

Sumber Daya Alam (BKSDA) dan telah dilakukan proses rehabilitasi di FNPF. ‘’Kalau sudah bisa menunjukkan kemampuan kembali ke alam kita lepas liarkan,’’ terangnya. Pelepasan satwa liar yang dilindungi ini, lanjut Bayu Wirayudha, sebagai upaya pengembangan dan melestarikan satwa langka. Tidak hanya di areal Pura Luhur Besi Kalung, tiga ekor satwa

lainnya, yakni landak juga dilepasliarkan hari itu di Pura Luhur Pucak Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel. ‘’Kami sengaja memilih dan melepas satwa langka di areal Pura Besi Kalung dan Pura Pucak Petali, karena masyarakat setempat telah punya kesepakatan tertulis alias awig-awig. Karena itu dengan rasa tanggung jawab warga justru ikut melindungi

Tabanan (Bali Post) Ribuan pamedek dipastikan ikut dalam kegiatan pamelastian dari Pura Luhur Batukau ke Tanah Lot, tanggal 29 Januari 2020. Karena iring-iringan Pamelastian juga melewati rute jalur besar dan nasional, tentu saja Dinas Perhubungan Tabanan bekerja sama dengan Sat Lantas Polres Tabanan telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas. Setidaknya ada beberapa pengalihan jalur. Hanya sifatnya disesuaikan dengan situasi di lapangan. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan Kamis (23/1) kemarin, serangkaian prosesi melasti Karya Agung Pangurip Gumi tidak serta-merta langsung menutup arus lalu lintas. Namun hanya diberlakukan penutupan serta pengalihan saat iring-iringan Ida Batara dan pamedek melintas saja. Misalnya kesiapan iring-iringan pamelastian yang akan marerepan di Pura Puseh Kota Tabanan, rekayasa pengalihan arus lalu lintas di seputaran Gedung Maria,

yakni dari simpang lapas dialihkan ke Jalan Merak sampai di simpang Merak, kemudian dialihkan ke Jalan Kaswari. Dari Jalan Kaswari dialihkan ke Jalan Parkit. Kemudian dari Jalan Gajah Mada menuju Penebel dialihkan ke Jalan Cenderawasih, kemudian dialihkan ke Lapangan Wagimin. Sementara dari barat (Pesiapan) menuju Penebel dialihkan ke Jalan Nuri. Untuk jalur By-pass Ir. Soekarno, kata mantan Camat Selemadeg Timur ini, akan menyesuaikan saat iring-iringan Ida Batara dan pamedek melintas. ‘’Untuk penutupan menyesuaikan bisa satu sampai dua jam, tetapi itu juga tergantung situasi. Kemungkinan ada yang karauhan. Hal itu tidak bisa diprediksi. Karena mengikuti pikayun Ida Batara Sesuhunan, menyucikan dan memberikan restu dan mengembalikan fungsi alam,’’ terangnya. Untuk yang di by-pass, kendaraan pribadi sementara dialihkan ke kota Tabanan. Ma-

syarakat dari barat (arah Gilimanuk) yang mau ke Penebel diarahkan lewat Meliling melalui Timpag. Sedangkan dari Denpasar ke Penebel melalui Marga. ‘’Di setiap simpang tutup sementara sesuai situasi dan kondisi iring-iringan melintas,’’ ucapnya. Begitupun titik lokasi pengalihan arus lalu lintas juga disiagakan petugas dan pemasangan rambu sementara. ‘’Di-

satwa itu,’’ ucapnya. Begitu pun para pecalang di desa setempat sangat membantu dalam hal pemantauan. Ia menjelaskan, kawasan suci cukup luas, rimbun yang ditumbuhi berbagai jenis pepohonan, diharapkan belasan satwa dapat berkembang biak dengan baik di sana. Masyarakat setempat memiliki aturan perlindungan satwa langka. Salah satu relawan asal negara Amerika, Debbie, mengaku senang bisa ikut serta kegiatan pelepasan satwa liar itu. Bahkan, ia mengaku tidak ada rasa takut. Apalagi hampir tiap hari ia suka memberi satwa itu makan sate. Tentunya saat pelepasan satwa ini ke alam bebas, ia ingin ikut serta. (kmb28)

Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

shub sendiri menyiapkan 70 personel. Tetapi nanti di back-up pihak Kepolisian Polres Tabanan, termasuk pecalang,’’ terangnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Semua penyakit yang disebabkan oleh virus pada prinsipnya masih belum ada obatnya. Karena itu, solusinya harus diwaspadai dan dicegah penularannya. Sebab, virus itu sangat cepat menular, sehingga semua perlu waspada. Terkait virus Corona yang mewabah di Tiongkok, tentunya menjadi kekhawatiran menyebar ke Indonesia, termasuk Bali. Apalagi banyak wisatawan Tiongkok berkunjung ke Bali. Nah.. mencegah agar virus ini tidak berjangkit di Bali termasuk di Tabanan, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 443/79/Dinkes perihal penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui penyebabnya muncul di Tiongkok. Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Surarmika, surat itu ditujukan kepada seluruh jajaran kesehatan di Tabanan, termasuk puskesmas. Ini di-

dr. I Nyoman Surarmika lakukan untuk kewaspadaan dini terhadap penyakit yang diduga menular. Dalam surat tertanggal 15 Januari 2020 ini, intinya disebutkan siaran pers sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang Pneumonia Berat. Pihak jajaran kesehatan dan masyarakat diminta melakukan kewaspadaan dini terkait penyebaran virus yang belum diketahui penyebabnya tersebut. “Setelah siaran pers Kemenkes, kami di jajaran

Diskes Tabanan langsung mengeluarkan surat edaran kepada semua jajaran dan masyarakat agar bersama-sama waspada terhadap virus yang menyerang pernafasan ini,” ucapnya, belum lama ini. Jajaran kesehatan dan masyarakat, kata Suratmika, diminta tetap menjaga kesehatan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Jika ada warga yang mengalami gejala batuk, pilek, hingga bersin, agar segera dilaporkan pada petugas kesehatan, seperti puskesmas. “Selama ini di Bali bahkan di Indonesia masih aman. Kemungkinan penjagaan lebih ketat dilakukan di pintu masuk seperti bandara, pelabuhan dan lokasi lain,” kata Suratmika. Dia menekankan, semua penyakit pada prinsipnya disebabkan virus itu belum ada obatnya, shingga harus diwaspadai dan dicegah penularannya. Karena virus sangat cepat menular, sehingga semua perlu mewaspadai. (kmb28)


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Gudang Kayu di Tegal Bingin Terbakar

Bali Post/nik

MALUKAT – Seorang pengunjung sedang malukat di areal suci Pura Mengening, Desa Tampaksiring.

Ramai Pengunjung, ”Panglukatan” di Pura Mengening Ditata PURA Mengening di Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, semakin ramai didatangi pengunjung. Melihat kondisi ini, pihak desa adat setempat mulai melakukan penataan di kawasan pura tersebut. Terlebih di areal pemandian suci ini masih minim tempat ganti pakaian. Bendesa Adat Saraseda, Desa Tampaksiring, I Nyoman Weda, mengungkapkan penataan dimulai dari penempatan pedagang, parkir, hingga tempat ganti pakaian. “Kemarin ditata pedagang dan tempat ganti pakaian sudah dibuat. Hanya yang jaga di tempat ganti dan kuncinya belum ada,” jelasnya, Kamis (23/1) kemarin.

Tempat ganti pakaian awalnya di sisi timur laut tempat panglukatan. Itu pun masih menggunakan bangunan seadanya dan beratap seng aluminium. Kini sudah dibuat baru dan akan dipergunakan mulai akhir Januari. Tempat ganti pakaian berjumlah empat ruangan, namun belum dilengkapi lubang pembuangan air. Padahal pengunjung yang mengganti pakaian setelah malukat pasti basah, sehingga airnya dikhawatirkan mengalir kembali ke luar tempat ganti. “Kalau empat kurang atau tidak, kami belum tahu karena belum dipakai. Saya harapkan di dalamnya diisi lu-

bang pembuangan supaya airnya tidak tergenang. Penataan ini di bawah Pemkab,” imbuhnya. Penataan lainnya meliputi pembangunan gapura, bangunan untuk informasi pengunjung, parkir dan rambu-rambu atau petunjuk arah. Sebab, pura dan tempat malukat yang terletak di selatan Pura Tirta Empul, Tampaksiring itu memang dikembangkan sebagai destinasi daya tarik wisata. Oleh karena itu, perlu ditata sebaik mungkin sehingga membuat nyaman pamedak dan wisatawan yang datang, baik yang bertujuan sembahyang, malukat, maupun bermeditasi. “Saat ini kami belum kenakan

tiket masuk. Kami masih gunakan sistem donasi atau dana punia. Begitu juga yang jaga. Warga kami memiliki lima kelompok untuk jaga di sana secara bergiliran setiap hari,” ungkap Nyoman Weda. Pantauan di lapangan, pada spanduk ditulis proyek pembuatan tata ruang ganti menggunakan anggaran Rp179 juta, pembangunan pusat informasi Rp234 juta, dan pembuatan rambu petunjuk arah Rp43 juta. Sementara pembuatan parkir menelan biaya Rp 149 juta. Semua proyek dikerjakan rata-rata selama 60 hari kalender dan semuanya telah rampung. (nik)

Gianyar (Bali Post) – Gudang kayu di Banjar Tegal Bingin, Desa Mas, Kecamatan Ubud, terbakar pada Rabu (22/1) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik gudang, I Kadek Parwata, mengalami kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. Menurut informasi di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.15 Wita. Sebelum kebakaran atau kira-kira pukul 17.00 Wita, orangtua dari Kadek Parwata membersihkan ilalang di sekitar gudang kayu tersebut. Selanjutnya ilalang dibakar. Jarak antara gudang kayu dan tempat membakar ilalang sekitar 3 meter. Selang enam jam usai pembakaran sampah, salah satu tetangga korban melihat kobaran api membesar dari arah gudang kayu. Kajadian ini lantas menarik perhatian warga setempat. Mereka juga berupaya memadamkan api. Tidak lama kemudian petugas Pemadam Kebakaran Gianyar tiba di lokasi dan langsung berjibaku menangani

kebakaran. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar, I Made Watha, yang membawahi petugas pemadam menyatakan pihaknya menerima laporan kejadian itu pukul 23.17 Wita. ‘’Yang terbakar satu unit gudang kayu yang luasnya sekitar 2 are. Penyebabnya, dari mana sumber api, masih dalam penyelidikan,’’ ujarnya. Menurut pria asal Kecamatan Sukawati ini, untuk menangani kebakaran tersebut dikerahkan empat armada Damkar Gianyar. Api baru bisa dipadamkan setelah personelnya berupaya kurang lebih selama 1 jam 35 menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kapolsek Ubud Kompol, I Nyoman Nuryana, saat dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kebakaran tersebut. Terkait penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Pemilik gudang sudah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. ‘’Korban tidak melapor,’’ tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PEMADAMAN - Proses pemadaman api pada gudang kayu di Desa Mas, Ubud.

Kasus Penyerobotan Rumah Nenek 70 Tahun Berakhir Damai Gianyar (Bali Post) – Warga Desa Peliatan, Ubud, Ni Gusti Ayu Tantriani, bisa bernapas lega. Ini terjadi karena nenek 70 tahun itu bisa kembali ke rumahnya, Kamis (23/1) kemarin. Pasalnya, empat terlapor yang menyerobot rumahnya selama beberapa bulan sudah angkat kaki. Bahkan mereka bersedia menandatangani surat kesepakatan damai.

Bali Post/kmb35

DAMAI - Ni Gusti Ayu Tantriani menandatangani kesepakatan damai dengan para terlapor disaksikan petugas, Kamis (23/1) kemarin.

Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana mengungkapkan, sebelum penandatanganan kesepakatan pihaknya memberikan penjelasan kepada empat kepala keluarga (KK) yang menjadi terlapor dalam kasus ini. Upaya ini dilakukan bersama aparat desa dan sejumlah tokoh masyarakat di desa setempat. ‘’Kami berikan penjelasan bahwa itu tanah ayahan desa dan selama ini yang ngayah adalah Ibu Tantriani. Selain itu, yang mendirikan seluruh bangunan di rumah tersebut adalah Ibu Tantriani, bukan mereka (para terlapor - red),’’ katanya.

Berantas Tikus Secara Alami Petani Pasang Rubuha Gianyar (Bali Post) – Sudah saatnya petani melakukan pemberantasan hama dengan cara alami. Ini dilakukan petani anggota Subak Angkling, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, yang gotong royong mendirikan rumah burung hantu (rubuha) di atas tiang setinggi sekitar 5 meter. Upaya ini diharapkan dapat memberantas hama tikus yang merusak hasil panen padi. Kabid Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Guna, menjelaskan rubuha yang merupakan bantuan dari Pemprov Bali itu sudah dipasang dua unit. ‘’Kami pasang di Subak Bakbakan dan Subak Angkling. Dua wilayah ini hama tikusnya selalu ada sehingga merugikan petani,’’ katanya Kamis (23/1) kemarin. Rubuha dibuat dari papan kayu dan didesain mempunyai teras depan, dengan tujuan memudahkan burung hantu hinggap dan terbang kembali. Pintunya ada jarak dengan dasar sarang untuk melindungi telur, sehingga tidak keluar akibat gerakan burung. Bila tidak ada penahan seperti itu sering kali telur keluar dan jatuh. ‘’Rubuha sangat penting karena burung hantu tidak bisa membuat sarang sendiri,’’ ujarnya.

Fungsi utama rubuha adalah agar bisa membantu merawat anakan burung hantu untuk kemudian dilakukan penangkaran. Selain itu, untuk mengajarkan burung hantu memangsa tikus. Karena apabila tidak ada rubuha, burung hantu akan bertelur di sembarang tempat. ‘’Jadi, kalau sudah di rubuha, jika anaknya cacat atau belum bisa makan, bisa dibantu dibawa ke sangkar. Setelah anak burung hantu berumur tujuh bulan baru bisa dilepas,’’ beber Ida Bagus Guna. Saat ini rubuha belum dibarengi dengan penempatan burung hantu. Pihaknya dan petani masih menunggu datangnya burung hantu secara alami dan bersarang di rubuha. Ia mengharapkan dengan dibangunnya rubuha, burung hantu sebagai predator alami tikus bisa hinggap dan bersarang. Dengan demikian, areal persawahan yang dekat rubuha bisa aman dari serangan hama tikus. Rubuha ditempatkan pada lahan tanaman padi terutama dekat aliran air. Rumah burung hantu ini dipasang menggunakan penyangga yang didesain menyerupai tangga dengan ketinggian 4-5 meter. (kmb35)

Bali Post/kmb35

RUBUHA - Pemasangan rubuha di Subak Bakbakan, Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar.

Para terlapor akhirya mengakui tidak memiliki hak di rumah tersebut. Mereka pun kemudian bersedia menandatangani surat kesepakatan. Empat terlapor dalam kasus ini yang tercantum dalam surat kesepakatan adalah I Gusti NP, I Gusti NB, I Gusti NA, dan I Gusti NO. Lima poin menjadi isi kesepakatan. Pertama, pihak pelapor memohon maaf kepada prajuru Desa Adat Peliatan atas kejadian yang melibatkan keluarga mereka. Pihak terlapor bersedia mengikuti segala ketentuan yang berlaku di Desa Adat Peliatan, serta menghormati

dan melaksanakan segala keputusan Desa Adat Peliatan. Poin ketiga, pihak terlapor bersedia meninggalkan rumah Ni Gusti Ayu Tantriani di Banjar Pande tertanggal 23 Januari 2020. Pihak terlapor memohon untuk tidak dihalangi dalam melakukan persembahyangan ke merajan pada rumah di Banjar Pande, Desa Peliatan. Poin terakhir, pihak pelapor (keluarga Ni Gusti Ayu Tantriani) segera mencabut laporan di kepolisian, apabila pihak terlapor sudah meninggalkan rumah pelapor dan tidak mengganggu kelu-

arga pelapor. Bendesa Adat Peliatan, I Ketut Sandi, menjelaskan mediasi dilakukan pihaknya untuk membuat kenyamanan di desa setempat. Terlebih Desa Peliatan merupakan salah satu desa yang bersentuhan langsung dengan dunia pariwisata Ubud. ‘’Baru tadi ada kesepakatan. Terlapor meninggalkan rumah Ni Gusti Ayu Tantriani. Gusti Tantriani kembali ke rumahnya,’’ ungkapnya. Setelah kadua belah pihak menyatakan setuju dan sepakat, maka dilakukan penandatanganan disaksikan oleh semua yang hadir dalam pertemuan tersebut. ‘’Hari ini pihak terlapor akan pindah dari rumah pelapor. Permintaan terlapor agar tetap bisa melakukan persembahyangan di rumah pelapor,’’ tandas Sandi. (kmb35)


Jumat Wage, 24 Januari 2020

15 Atlet Dikirim Ikuti Kejuaraan Karate

Bali Post/kmb31

KARATEKA - Bupati Suwirta saat melepas para atlet karateka. Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melepas 15 orang atlet karateka Klungkung yang akan berlaga di ajang kejuaraan karate antarpelajar mahasiswa dan umum se-Jawa-Bali 2020, Rabu (22/1) malam. Mereka diminta menunjukkan kemampuan terbaiknya agar sukses membawa pulang prestasi untuk Klungkung. Mereka dilepas di Wantilan Rumah Dinas Bupati Klungkung bersama Ketua Umum KONI Klungkung Wayan Subamia. Ketua KONI Subamia mengatakan, para atlet itu akan mengikuti kejuaraan dari tanggal 25 - 26 Januari

2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu Malang, Jawa Timur. Atlet yang diberangkatkan itu mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA/SMK serta umum. Untuk tingkat SD, mereka di antaranya I Made Arta Suwirya, Nino Tjoa Nugraha, I Gede Radit P., Made Paramitha Paramila S., Ni Kadek Ayu Cintya D., Ni Putu Meylani Satya P. dan Ni Kadek Leonitha P. Sementara tingkat SMP di antaranya Kadek Angga Pradita, Komang Rizky, Ni Putu Sovia Dewi, Komang Lia Sutrisna Dewi, Ni Luh Laksmi Wasista dan Dewa Ayu Aristya. Jenjang SMA/SMK, yakni Putu Agus Arisena. Kategori umum, yakni Kadek Bagus Permana

Putra P. Seluruh atlet bersama tiga orang pelatih yang akan berangkat Kamis (23/1). Bupati Suwirta menegaskan agar pengembangan para karateka itu didukung penuh melalui pelatihan selain mengikuti agenda kejuaraan regional dan nasional. Dengan mengikuti kejuaraan, diyakini akan dapat menambah pengalaman para atlet sekaligus dapat mengukur kemampuan hasil latihan yang selama ini sudah dilakukan. Para pelatih selain harus pintar mengasah skill para atlet, juga diharapkan mengasah karakter anak didiknya, sehingga para karateka itu menjadi atlet yang memiliki karakter yang baik dan sportif. Ke depan, dengan dibentuknya kelas olahraga di sekolah, maka diharapkan dapat semakin baik mengasah kemampuan para siswa yang memiliki bakat dan minat olahraga itu. Menurutnya, ini merupakan peluang menemukan bibit atlet muda di setiap sekolah. ‘’Mari kita support anakanak ini masuk kelas olahraga. Dengan kelas baru itu saya berharap kemampuan dan bakat anak didik akan semakin terasah. Kemudian semakin banyak muncul bibit-bibit atlet berprestasi optimal,’’ ujar Bupati Suwirta. (kmb31)

Bali Post/kmb31

SIDAK DUKTANG - Petugas gabungan saat melakukan sidak duktang yang bekerja sebagai buruh di Nusa Penida.

Mulai Diserbu Duktang Nusa Penida Perketat Pengawasan

Semarapura (Bali Post) -

Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra, didampingi Kasi Trantib, I Dewa Nyoman Sujana, Rabu (22/1) lalu mengatakan, derasnya kedatangan duktang ke Nusa Penida, membuat pihaknya harus memperketat pengawasan. Sidak pun dilakukan secara rutin. Seperti beberapa hari lalu sidak sempat dilakukan di sekitar pesisir kepulauan Nusa Penida. Hasilnya, sebanyak 35 orang terjaring sidak itu, karena tidak sanggup memperlihatkan identitas diri dan surat keterangan tanda melaporkan diri ke pihak desa setempat. Mayoritas mereka itu beras-

al dari Jember, Jawa Timur. Kehadirannya di Nusa sebagai pekerja tukang dan buruh untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik akomodasi pariwisata. Penyisiran sidak dimulai dari Banjar Dinas Telaga Desa Kutampi, Banjar Limo Desa Kutampi Kaler. Pihak kecamatan bersinergi dengan anggota Polsektif Nusa Penida, TNI, Satpol PP, Perbekel Desa Kutampi Kaler serta klian dinas seluruh Desa Kutampi Kaler. Dewa Sujana menambahkan, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, ditegaskan semua

duktang harus melaporkan diri ke kantor perbekel setempat, sehingga selanjutnya dapat memperoleh surat keterangan. ‘’Setelah terjaring razia, kami langsung berikan pembinaan. Selanjutnya, kami arahkan ke kantor desa setempat untuk mengurus administrasi lebih dulu, sebelum melanjutkan pekerjaan di Nusa Penida. Semua harus tertib administrasi. Kami beri waktu 2×24 jam,’’ tegas Dewa Sujana. Selanjutnya, dia meminta warga lain dari luar yang hendak memasuki Nusa Penida agar mengikuti aturan administrasi

kependudukan. Pihak yang mempekerjakan juga diminta memiliki inisiatif untuk mengurusnya. Hal itu penting, agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Pihaknya menegaskan, tidak ada maksud menghambat para pekerja melanjutkan pekerjaannya. Namun, tertib administrasi saat ini sangat dibutuhkan setiap penduduk baru yang datang keberadaannya dapat dipantau. Dengan cara ini diharapkan wilayah Klungkung, khususnya di Nusa Penida, se m a kin d ija uhka n d a ri isu-isu gerakan radikal maupun aksi teror. Gerakan itu ditengarai kerap datang dari duktang yang tidak terpantau. Karena itu, semua pihak diminta selalu waspada dan segera melapor apabila melihat gelagat warga duktang yang mencurigakan. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan MPP (Mall Pelayanan Publik) sudah direncanakan dengan matang oleh Pemkab Klungkung. MPP ini akan dikerjakan Februari tahun 2020 dengan memanfaatkan areal di sekitar Dinas Pertanian. Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, sempat datang ke Dinas Pertanian, Rabu (22/1) lalu, guna memastikan lokasi MPP tersebut. Kepala Dinas Pertani-

an Klungkung Ida Bagus Juanida mengatakan rencana pembangunan MPP ini, membuat kantornya harus dipindah ke lokasi lain. Kantor Dinas Pertanian pindah ke lokasi Balai Pembenihan Tanaman di sebelah utara Kantor Camat Dawan. Dengan terbangunnya MPP ini, maka seluruh pelayanan masyarakat akan terpusat satu tempat. Sehingga memudahkan masyarakat mengurus semua jenis pelayanan

dalam satu areal yang luas. Misalnya, pelayanan perizinan dari Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta unit pelayanan OPD dan lembaga lain yang terkait. Dalam kunjungannya tersebut, Wabup Kasta berharap segala proses rencana pembangunan MPP ini bisa berjalan dengan sebaikbaiknya. Ini nantinya bisa memberikan dampak posi-

tif, terutama meningkatkan pelayanan masyarakat. Wabup Kasta saat mengujungi Kantor Dinas Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu itu memberikan motivasi kepada segenap PNS agar menjalankan kinerja dengan baik. ‘’ASN harus dengan penuh tanggung jawab menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing pada bidang yang diemban,’’ pinta Wabup Kasta. (kmb31)

Perkembangan pesat wilayah Kepulauan Nusa Penida, membuat pembangunan infrastruktur cukup pesat. Para pengusaha lokal setempat menggunakan tenaga kerja dari luar untuk menyelesaikan pembangunan akomodasi pariwisatanya. Namun, para buruh dan tenaga tukang ini tidak dilengkapi identitas diri, sehingga kerap terjaring razia saat sidak penduduk pendatang (duktang) yang dilakukan jajaran Camat Nusa Penida bersama aparat terkait.

Bali Post/kmb31

MOBIL RANTIS - Polres Klungkung mendistribusikan air bersih ke Desa Besan dengan menggunakan mobil Rantis.

Polres Kirim Rantis Drop Air Bersih ke Besan

Semarapura (Bali Post) Warga Desa Besan Kecamatan Dawan sejak lama mengalami kekeringan. Layanan air PDAM Klungkung tak mampu menjangkau sebagian warga yang tinggal di wilayah perbukitan. Polres Klungkung merespons persoalan itu dengan mengirimkan mobil Rantis yang mengangkut tangki air 5.000 liter, Kamis (23/1) siang kemarin. Rantis itu dilakukan dalam agenda giat KPS (Kami Peduli Sesama). Agenda yang dipimpin Kasat Sabhara AKP I Putu Agus Ady Wijaya merupakan instruksi langsung Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana. Proses distribusinya juga didampingi para Kasat, Kapolsek Dawan dan Perwira Staf dan anggota Polres Klungkung. ‘’Bantuan diangkut mobil

Rantis, lalu didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,’’ ujar AKP Putu Agus Ady Wijaya. Bantuan 5.000 liter air yang diangkut rantis itu sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Polres Klungkung kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Kegiatan itu sudah rutin dilakukan di beberapa tempat di wilayah hukum Polres Klungkung. Pihaknya sebelumnya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa yang membutuhkan air bersih. Sebab, desalah yang paling tahu di mana warganya yang paling kesulitan memenuhi air bersih. ‘’Ada beberapa desa di wilayah Kecamatan Dawan mengalami kekeringan. Beberapa sumur milik warga ikut kering akibat panas berkepanjangan. Di luar sudah sering terjadi hujan,

tetapi di Besan ini belum juga turun hujan,’’ kata AKP Ady Wijaya. Pihaknya sangat berharap semoga bantuan ini sementara dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga, khususnya warga Banjar Kelodan, Desa Besan yang tinggal di daerah perbukitan. Salah satu warga setempat, Nyoman Suarta, menyampaikan bantuan air bersih itu sangat membantu keperluan air bersih di wilayahnya. Sembari menunggu hujan agar sumursumur yang ada diisi dengan air bantuan itu dulu. Dia dan warga lainnya sangat antusias mengangut air bersih ke rumahnya walau menggunakan peralatan seadanya. Seperti galon dan ember guna memenuhi kebutuhan air bersih beberapa hari ke depan. (kmb31)

MPP Mulai Dibangun Februari 2020

Desa Besan Kekeringan MESKI sudah memasuki musim hujan, rupanya tidak semua wilayah merasakan turunnya air hujan. Contohnya di Desa Besan, Kecamatan Dawan, sebagian wilayah setempat ternyata belum turun hujan. Sehingga warga setempat, khususnya yang tinggal di Klungkung daratan yang lebih tinggi masih merasakan kesulitan air bersih. Bagaimanakah upaya PDAM membantu warga yang kesulitan air bersih di Besan? Perbekel Besan Ketut Yasa, Kamis (23/1) siang kemarin, mengatakan hujan sangat jarang turun di wilayahnya yang sebagian besar berupa perbukitan. Dia sendiri heran kenapa demikian. Padahal, warga sudah sangat menantikan hujan turun untuk bisa memenuhi kebutuhan air. Desa Besan

terdiri dari tiga banjar, yakni Banjar Kawan, Kelodan dan Kanginan. Kekeringan paling dirasakan warga di Banjar Kawan yang tinggal di sekitar perbukitan. ‘’Kalau sudah kekeringan, air layanan PDAM tidak bisa sampai ke atas. Sehingga kami harus bersurat agar dibawakan air tangki ke atas,

agar warga setempat bisa memenuhi keperluan air bersih,’’ kata Yasa. Di sana ada sekitar 25 KK yang kesulitan air bersih. Mereka kerap harus kirimkan air tangki oleh petugas PDAM saat malam hari secara bergiliran. Sedangkan warga Banjar Kelodan, wilayahnya di bawah, sehingga dikatakan masih bisa terlayani air bersih. Sementara warga di Banjar Kanginan, sebagian masih bisa terlayani, sebagian kesulitan air bersih. Seperti di wilayah bagian atas hingga Dangin Sabang layanan airnya tidak sampai ke desa terutama

saat musim kemarau. ‘’Untuk memenuhi keperluan air bersih, PDAM sudah melakukan droping air ke wilayah ini dua hari sekali,’’ tegasnya. Dia menambahkan, dengan luas wilayah 650 hektar dan jumlah warga 653 KK, mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani. Namun, petani lahan kering atau tegalan, di mana wilayahnya dikelilingi perbukitan. Pihaknya berharap hujan segera turun di wilayahnya itu, sehingga masyarakat yang kesulitan air bersih bisa keluar dari persoalan ini. (gik)

Bali Post/gik

BANTUAN - Warga Desa Besan saat menerima bantuan air bersih dari pihak kepolisian.


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Sempat Rusak, CCTV di Puncak Gunung Agung Kembali Berfungsi Amlapura (Bali Post) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memasang CCTV di puncak Gunung Agung untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Bali itu. Akan tetapi, belum lama dioperasikan, CCTV mengalami kerusakan. Setelah diperbaiki, kini CCTV kembali berfungsi secara normal.

Bali Post/kmb41

BERFUNGSI – Kondisi kawah Gunung Agung terekam CCTV. CCTV yang dipasang di puncak kembali berfungsi normal setelah sebelumnya sempat rusak.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, mengakui sebelumnya CCTV sempat mengalami kerusakan. Masalahnya pada bagian komunikasi data antara CCTV di puncak dan pos yang mengalami gangguan. ‘’Mungkin karena faktor cuaca, angin yang kencang serta hujan lebat,’’ ucapnya ketika dimintai konfirmasinya, Kamis (23/1) kemarin. Dirinya turun langsung ke Pos Pemantauan Rendang untuk membahas dan mengatasi permasalahan gangguan CCTV. Saat ini CCTV sudah berfungsi secara normal, sehingga seluruh masyarakat bisa kembali mengakses perkembangan visual di Gu-

nung Agung melalui CCTV yang dipasang di puncak. ‘’Hari ini (Kamis - red) tim sudah berhasil menyelesaikan permasalahan komunikasi data sekaligus mengoptimalisasi kembali instalasi CCTV di puncak, seperti merapikan sambungan-sambungan kabel dan membersihkan komponenkomponen. Termasuk mengubah orientasi antena CCTV agar sinyalnya bisa ditangkap lebih baik di Pos Rendang,’’ katanya. Selain melakukan perbaikan, pihaknya juga melaksanakan perawatan peralatan secara rutin, baik itu stasiun CCTV maupun stasiun lainnya seperti stasiun seismik dan deformasi. Terlebih saat musim hujan dan angin besar seperti

sekarang ini. ‘’Upaya itu kami lakukan untuk mengantisipasi adanya kerusakan pada alat pemantau Gunung Agung. Semua alat ini wajib dipelihara karena memantau Gunung Agung selama 24 jam. Jadi, alat jangan sampai rusak,’’ tegas Devy Syahbana. Ditambahkannya, pihaknya terus melakukan evaluasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Agung. Hanya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk menurunkan status. Sampai sekarang status Gunung Agung masih level III (Siaga). ‘’Kalau nanti kondisinya sudah tepat diturunkan, pasti akan kami turunkan. Jadi, tunggu saja perkembangannya,’’ pungkasnya. (kmb41)

Pengadaan 40 Ribu KIA Dikeluhkan Warga, Polisi Bongkar Arena Tajen Disdukcapil Tunggu Rekomendasi BIN Amlapura (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karangasem bakal melakukan pengadaaan 40 ribu blangko Kartu Identitas Anak (KIA). Hanya, untuk pengadaan KIA tersebut, Disdukcapil masih menunggu proses lelang yang direkomendasikan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut Kepala Disdukcapil Karangasem Ni Ketut Puspakumari di Amlapura, Jumat (23/1) kemarin, pencetakan dan pengadaan blangko dilakukan oleh Pemkab Karangasem. Namun, pencetakan b e l u m dapat dilakukan

k a r e n a pihaknya masih menunggu rekomendasi dari BIN. ‘’Kami masih menunggu proses lelang yang direkomendasikan Badan Intelijen Negara (BIN). Sebanyak 10 perusahaan mengikuti proses pengadaan blangko mulai Februari mendatang. Kami berharap Maret pencetakan KIA sudah dapat dilakukan,’’ ucapnya. Puspakumari menambahkan, banyak anak yang melakukan perekaman tahun lalu, akan tetapi KIA-nya belum bisa dicetak. Sebab, belum ada blangko KIA untuk mencetak itu. Memang sudah ada KIA yang jadi, tapi belum diambil oleh pemiliknya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kecamatan dan desa agar KIA didistribusikan langsung ke alamat masing-masing. Dikatakannya, mungkin saja ada masyarakat belum tahu kalau kartunya sudah selesai dicetak. Bagi yang belum mengambil, pihaknya akan menyebarkan ke desadesa. ‘’KIA diperuntukkan mengurus dokumen dan pembelian tiket transportasi umum, di antaranya pesawat dan kereta api,’’ terang Puspakumari. (kmb41) Ni Ketut Puspakumari

Bali Post/kmb41

CEK - Personel kepolisian mengecek lokasi judi tajen. Petugas sudah membongkar arena judi tajen di sejumlah lokasi.

Lelang Jabatan Sekda BKPSDM Segera Bentuk Pansel

Amlapura (Bali Post) Lelang jabatan Sekda Karangasem mulai dibuka. Saat ini masih dalam proses menggelar rapat untuk membentuk panitia seleksi (pansel) penjaringan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem I Gusti Gede Rinceg menjelaskan hal itu, Kamis (23/1) kemarin. Rinceg mengatakan, posisi sekda kosong sejak pertengahan 2019 lalu setelah I Gede Adnya Mulyadi dimutasi menjadi staf ahli pemerintahan. Lelang posisi sekda dibuka mulai 23 Januari sampai 6 Februari men-

Siwaratri

KPU Tetap Buka Pendaftaran PPK Amlapura (Bali Post) Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Karangasem masih berlangsung. Bertepatan dengan hari Siwaratri, Kamis (23/1) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem tetap membuka pendaftaran bagi warga yang ingin menjadi anggota PPK untuk Pilkada 2020. Pendaftaran akan ditutup Jumat (24/1) ini pukul 24.00 Wita. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, hingga Kamis (23/1) pukul 11.30 Wita sudah 66 orang yang mendaftar sebagai anggota PPK. Di Kecamatan Abang mendaftar 7 orang, Bebandem 6, Karangasem 16, Kubu 7, Manggis 9, Rendang

5, Selat 6 dan Sidemen 10. “Nanti pasti ada lagi yang mendaftar, karena pendaftaran akan ditutup besok (24/1),” ucapnya. PPK yang dicari adalah mereka yang memiliki integritas tinggi dan harus memenuhi standar yang dibutuhkan. Dengan begitu, mereka nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai yang dibebankan di lapangan. “Kami tetap mengedepankan integritas. Beban di pilkada memang tidak seberat saat pemilu lalu, tapi kerja di pilkada tetap jangan dianggap mudah. Terlebih hajatan sudah semakin dekat, maka harus memiliki kesiapan untuk menghadapi itu,” katanya. Krisna menambahkan,

Amlapura (Bali Post) Adanya surat kaleng terkait keluhan sejumlah warga terhadap judi sabung ayam (tajen) di sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem, direspons cepat oleh Polres Karangasem. Personel Polres langsung turun ke sejumlah lokasi untuk memastikan apakah ada aktivitas judi sabung ayam atau tidak. Pengecekan dilakukan di sejumlah tempat yang diduga menjadi arena judi tajen. “Kami turun sejak Senin (20/1), hasilnya nihil. Tak ada warga yang beraktivitas di arena. Pada Rabu (22/1) kami lakukan pembongkaran arena di wilayah Samuh, Desa Bugbug, bersama warga setempat dan tokoh adat,” papar Kanit Buser

pada 25-27 Januari nanti akan dilakukan proses penelitian administrasi. Pada 28-29 Januari pengumuman hasil penelitian administrasi, sedangkan pada 30 Januari dilaksanakan seleksi tertulis. Selanjutnya pada 1-2 Februari penerimaan hasil seleksi tertulis, 3-5 Februari pengumuman hasil tes tertulis, 28 Januari-5 Februari tanggapan masyarakat tahap I, 8-10 Februari tes wawancara, 15-21 Februari pengumuman hasil tes wawancara, 15-21 Februari tanggapan masyarakat tahap II, 22-24 Februari klarifikasi tanggapan masyarakat tahap II, 25-26 Februari pengumuman pascaklarifikasi tahap II dan 27 Februari digelar pelantikan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MENDAFTAR - Warga mendaftar menjadi anggota PPK di Kantor KPU Karangasem.

datang. “Kami sudah mempersiapkan tahapan lelang jabatan sekda ini,” ucapnya. Saat ini pihaknya masih proses menggelar rapat untuk menentukan kriteria pansel dan calon sekda. Selain itu, mempersiapkan kriteria penilaian sesuai Permenpan Nomor 15 Tahun 2019 dan tahap penjadwalan. Penilaian nanti bakal ditentukan oleh pansel terpilih yang berjumlah lima orang. “Pansel yang dibentuk berasal dari unsur perguruan tinggi dua orang, dari unsur profesional satu orang, serta unsur Pemerintah Provinsi Bali dua orang, yakni BKD dan Asisten III,” katanya.

Dijelaskannya, pejabat yang boleh mendaftar harus berumur di bawah 56 tahun serta pernah duduk dan menjabat sebagai pimpinan tertinggi di pemerintah daerah. Lelang nanti sifatnya promosi dan diikuti minimal pejabat eselon IIb. Tahapan seleksi administrasi akan dibuka 7 Februari, pengumuman 10 Februari dan uji kompetensi 11-12 Februari 2020. “Pengumuman hasil seleksi tiga calon terbaik pada 2 Maret. Karena masa kerja pejabat sekda dari provinsi berakhir Maret 2020, jadi sebelum itu diharapkan sudah ada sekda baru,” ungkap Rinceg. (kmb41)

Satres Polres Karangasem, Ipda Wira Graha Setiawan, Kamis (23/1) kemarin. Berdasarkan informasi yang diperoleh Polres di masyarakat, arena tajen sudah tak beroperasi sejak sepakan karena pemilik lahan melarang tanahnya dipakai menggelar judi. “Biasanya arena beroperasi pagi dan malam hari. Tetapi kini dipastikan tak ada lagi karena judi sabung ayam yang beroperasi,” katanya. Guna mengantisipasi kembali merebaknya judi sabung ayam, pihaknya telah menerjunkan belasan personel buser ke masing-masing kecamatan untuk melakukan pemantauan. “Bila ditemukan ada judi sabung ayam, akan langsung digerebek,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

I Gusti Gede Rinceg


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Antisipasi Virus ASF, Peternak Babi Lakukan ’’Bio Security’’ Bangli (Bali Post) -

Kasus kematian babi secara massal di beberapa kabupaten yang diduga terjadi akibat terjangkit virus ASF, membuat sejumlah peternak babi di Bangli dirundung rasa khawatir. Untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa di Bangli, beberapa peternak belakangan ini berupaya meningkatkan sanitasi kandang dengan menyemprotkan desinfektan dan memandikan ternak babinya secara rutin dengan larutan kaporit.

Bali Post/kmb40

MENGECEK - Peternak babi di Tembuku sedang mengecek hewan ternaknya.

Seperti yang dilakukan Sang Putu Adil, peternak babi di Desa Jehem, Tembuku, itu mengakui punya perasaan khawatir atas kasus kematian babi di beberapa kabupaten. Karena itu dirinya melakukan upaya antisipasi menggunakan bio security. Setiap hari, ia secara rutin menyemprotkan desinfektan ke lingkungan kandang. Ternak babinya pun rutin dimandikan larutan kaporit. Untuk mencegah masuknya virus ke areal peternakan, ia menyediakan bak pencelupan kaki. Dirinya pun membatasi orang masuk ke dalam kandang. Bahkan kalau masuk harus mandi dan ganti pakaian terlebih dulu. ‘’Ini sebenarnya sudah saya lakukan sejak lama, tapi baru dua bulan terakhir ini saya perketat setelah dengar kasus kematian babi di Medan. Jadi kita sangat khawatir sekali,’’ ungkapnya, Kamis (23/1) kemarin. Ia tidak tahu secara pasti apa jenis penyakit yang

mengakibatkan kematian babi secara mendadak di beberapa kabupaten di Bali itu. Namun menurut informasi, dicurigai hal itu terjadi akibat virus ASF. Virus itu bisa menyebar melalui benda-benda yang tidak streril. Karenanya sebagai upaya pencegahan, ia memperketat bio security di areal kandangnya. ‘’Hanya bio security yang bisa kita lakukan. Dengan bio security berusaha diamankan masuknya bibit penyakit ke peternakan kita, sehingga peternakan kita aman,’’ terangnya. Peternak yang kini memelihara puluhan indukan babi itu menambahkan, sejauh ini di Kabupaten Bangli belum ada informasi kasus kematian babi secara mendadak. Namun, pihaknya mengaku sempat berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Bangli. Rencananya Senin pekan depan pihak dinas terkait menurunkan dokter hewan

ke peternak babi untuk sosialisasi dan pemantauan. ‘’Mudah-mudahan peternakan babi di Bangli tetap aman,’’ harapnya. Kekhawatiran adanya kematian babi secara mendadak itu juga dirasakan peternak babi lainnya, Wayan Mupu. Berdasarkan informasi yang didapatnya dari koran, kematian babi itu terjadi di wilayah Badung dan Tabanan. Untuk mencegah kematian babi di Bangli akibat terjangkit virus itu, ia rutin melakukan penyemprotan desinfektan. Selain itu melarang orang masuk secara sembarangan ke kandang ternak babinya. ‘’Karena kondisi seperti ini, semestinya bagi petani dan peternak yang memelihara babi puluhan sampai ratusan, wajib menerapkan hal itu. Masyarakat jangan tersinggung peternak menerapkan protap seperti itu. Karena penyakit ini kan belum ada obatnya,’’ terangnya. (kmb40)

Dibeli Tahun Lalu, Lima Hidran Belum Dipasang Bangli (Bali Post) – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Bangli telah melakukan pengadaan lima unit hidran di tahun 2019 lalu. Namun, sampai sekarang hidran yang dibeli dengan harga puluhan juta rupiah itu belum juga terpasang. Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Bangli, Dewa Agung Suryadarma, Kamis (23/1) kemarin mengatakan, lima unit hidran tersebut dibelinya sekitar pertengahan tahun lalu. Rencananya hidran itu

akan dipasang di lima titik, yakni di depan kantor Bupati Bangli, terminal, di dekat museum Geopark, Pasar Kintamani dan dekat Kantor Camat Kintamani. Sebelum melakukan pengadaan hidran, pihaknya mengaku sudah sempat berkoordinasi dengan PDAM Bangli terkait pemasangannya. Pada saat koordinasi itu, pihak PDAM menyanggupi membantu pemasangannya. Namun ternyata ada mis komunikasi. ‘’Ternyata setelah kami beli hydrannya, PDAM

hanya bilang siap bantuin pasang di permukaan. Jadi biaya penyambungan dan lain sebagainya dari pipa induk sampai naik ke permukaan katanya harus kami tanggung,’’ ungkapnya. Pihak rekanan yang diajak bekerja sama pengadaan hidran pun diakuinya menyanggupi membantu pemasangan alat tersebut. Namun pihak rekanan menyatakan bisa membantu asalkan pipanya sudah tersedia di permukaan. Karena saat pengadaan itu pihaknya tidak ada menyiap-

kan biaya penyambungan pipa. Alhasil hidran yang dibeli pun akhirnya belum bisa terpasang sampai sekarang. Kini alat keperluan pemadaman kebakaran itu masih disimpan di markas Damkar Bangli. Agar alat itu bisa segera terpasang tahun ini, Suryadarma berencana bersurat resmi ke PDAM Bangli, untuk memohon bantuan penyambungan pipa. Pihaknya mohon bantuan atas nama Pemkab Bangli. Itu dilakukan sesuai saran Plt. Direktur PDAM sebelumnya. Pihaknya berharap pema-

sangan hidran itu bisa terealisasi paling lambat pertengahan tahun ini. Mengingat setelah pertengahan tahun biasanya mulai datang musim kemarau yang rentan terjadi kebakaran. Namun jika PDAM tidak bisa membantu, maka pihaknya mengusulkan anggaran penyambungan pipa di APBD perubahan. ‘’Mengenai berapa kebutuhannya kami tidak tahu. Karena sebenarnya yang tahu berapa biaya penyambungan pipa itu kan PDAM,’’ pungkasnya. (kmb40)

HIDRAN - Petugas damkar menunjukkan hidran yang dibeli tahun 2019 lalu.

Bangli (Bali Post) – Lembaga Pemasyarakatan Narkotiba kelas II A Bangli saat ini dipimpin Agus Pritianto, Bc.IP., S.H., M.H. Kepastian itu setelah Agus Pritianto menggantikan Kalapas Arif Rahman, Bc.IP., M.H. yang menjabat sebelumnya. Hal itu terjadi setelah secara resmi dilakukan serah terima jabatan yang dipimpin Kakanwil Depkum Ham Bali Sutrisno, Rabu (22/1) lalu. Kementerian Hukum dan

Hak Asasi Manusia Bali dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, termasuk pencapaian WBK, yakni wilayah bebas korupsi. Kemenkum ham saat ini sedang meningkatkan integritas seluruh pegawai, sehingga harus memberikan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya. Pada kesempatan itu, Sutrisno meminta kepada pejabat baru agar lebih giat dan meningkatkan kin-

Bali Post/kmb40

Lapas Narkotika Dipimpin Agus Pritianto

Bali Post/

PENCEMARAN - Di Danau Batur, Kintamani banyak ada keramba jaring apung (KJA) ditengarai sebagai penyumbang pencemaran dan pendangkalan.

Masih Memungkinkan Ditambah

erja dengan baik, sehingga mampu mencapai cita-cita seperti pelayanan bebas korupasi. Selain itu juga meningkatkan keamanan di Lapastik Kelas II Bangli. “Tak lupa saya menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda Bangli atas kerja sama yang terjalin selama ini. Bantuan itu bahkan dari awal Lapas Narkotika itu dibangun hingga beroperasi sampai sekarang,” katanya. (kmb37)

KJA di Danau Batur Harus Ramah Lingkungan KEBERADAAN keramba jaring apung (KJA) selama ini disebut-sebut menjadi salah satu penyumbang pencemaran dan pendangkalan di Danau Batur, Kintamani. Alasannya, pencemaran dan pendangkalan itu dapat disebabkan banyaknya sisa pakan ikan yang jatuh dan menumpuk di dasar danau. Upaya apa yang dilakukan untuk menghindari pencemaran dan pendangkalan itu? Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, saat ini jumlah KJA di Danau Batur mencapai 9 ribu plong lebih. Jumlah sebanyak itu ternyata masih berpeluang ditambah. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, mengatakan sesuai hasil kajian yang dilakukan bersama Universitas Udayana tahun 2017 lalu, batas maksimal jumlah KJA di Danau Batur, yakni satu persen dari total luas danau 1.065 kilometer persegi. Sementara saat ini jumlah KJA di Danau Batur masih berada di angka 0,94 persen. ‘’Jadi masih di bawah satu persen,’’ ungkapnya, Kamis (23/1) kemarin. Dikatakan Sarma, sesuai hasil kajian tersebut, KJA memungkinkan ditambah satu persen lagi. Dengan catatan pembudidaya ikan di Danau Batur itu mau menerapkan KJA ramah lingkungan. Yang dimaksud KJA ramah lingkungan adalah KJA yang menggunakan jaring berlapis. Pemasangan jaring berlapis bertujuan meminimalisir pakan

ikan jatuh ke dasar danau. Selain itu KJA yang ramah lingkungan tidak mengunakan bahan logam. Sebab, bahan logam yang digunakan pada KJA akan

mudah mengkarat. Hal itu dapat mempengaruhi kualitas air danau. ‘’Kami sebenarnya tidak sarankan. Tetapi kalau ada penambahan masih bisa asalkan kaidah-kaidah kelestarian lingkungannya itu dijaga dengan baik,’’ terangnya. Di tahun 2019 lalu, Sarma mengatakan pihaknya sudah membuat denplot KJA ramah lingkungan. Pembuatan denplot itu dimaksudkan untuk

memberikan contoh agar bisa ditiru dan diterapkan seluruh pembudi daya ikan di Danau Batur. Namun sejauh ini, diakui Sarma belum semua pembudidaya itu beralih menggunakan KJA ramah lingkungan. ‘’Mereka masih proses. Agak sulit kami tertibkan seperti itu. Karena kan ada cost yang harus mereka keluarkan untuk pembuatan KJA ramah lingkungan itu,’’ pungkasnya. (ina)

Bali Post/ ist

SERTIJAB - Kakanwil Depkum HAM Bali Sutrisno (tengah) memimpin sertijab Kalapastik Kelas II Bangli dari Arif Rahman kepada penggantinya, Agus Pritiatno.


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Kasus Foto Siswi Bugil

P2TP2A Beri Pendampingan KPPAD Minta Diusut

Singaraja (Bali Post) Kasus beredarnya foto bugil siswi SMP di kota Singaraja membuat beberapa kalangan prihatin. Salah satunya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng turun tangan memberikan pendampingan kepada korban. Ini dilakukan karena fotonya telanjur menjadi konsumsi publik di Bali Utara sehingga berdampak pada kondisi mental dan psikis siswi bersangkutan. Pelaksana Harian P2TP2A Buleleng Made Rico Wibawa, Kamis (23/1) kemarin, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap korban mulai Senin (27/1) pekan depan. Ini dilakukan karena dari informasi yang dikumpulkan, anak bersangkutan sekarang masih shock setelah foto seronoknya beredar luas di media sosial. Jebolan Fakultas Hukum Unipas Singaraja itu memperkirakan sang siswi mem-

Bali Post/kmb38

Made Rico Wibawa

buat foto demikian karena iseng. Kemudian ada dugaan teman dekatnya dendam, sehingga foto yang memperlihatkan tubuh tanpa sehelai pakaian itu disebarkan lewat jejaring medsos. “Kasusnya memang tidak dilaporkan ke polisi, namun kami kasihan dengan anak tersebut. Mulai Senin (27/1) nanti barulah kami bisa melakukan pendampingan,” katanya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAD) Bali mendesak polisi segera menemukan pihak yang menyebarkan foto bugil siswi SMP itu. KPPAD menilai siswi bersangkutan tetap menjadi korban dalam kasus ini. Menurut Divisi Hukum dan Advokasi KPPAD Bali Luh Gede Astini, sejauh ini belum mengetahui motivasi siswi berumur 15 tahun itu nekat berfoto seronok. Harusnya foto seseorang memiliki privasi yang tidak bebas disebarkan oleh orang lain. Oleh karena itu, tersebarnya foto bugil tersebut dipastikan menimbulkan trauma berat karena menanggung malu. Pihaknya telah menginstruksikan P2TP2A Buleleng melakukan pendampingan. “Siapa pun dia, identitas si anak ini harus dirahasiakan dan dilindungi. Kasusnya harus disidik untuk mencari siapa oknum yang menyebarkan foto itu,” jelas Astini. (kmb38)

Lagi, Nelayan Temukan Peluru Aktif meledak. Ketua KUB Sari Segara, Desa Baktiseraga, Gede Widnyana, mengatakan peluru itu ditemukan di dasar laut sekitar pukul 10.00 Wita. Karena sebelumnya menemukan 13 butir peluru aktif, dirinya kembali memungut peluru itu. Setelah diamankan ke pinggir pantai, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan anggota Bhabimkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di Desa Baktiseraga. Setelah kronologis penemuan dicatat, peluru tersebut kemudian diserahkan kepada polisi. Terkait seringnya menemukan peluru, Widnyana mengaku tidak tahu pasti mengapa banyak peluru di dasar laut. Dia tidak berani memastikan apakah peluru itu sengaja dibuang ke laut atau karena hal lain. Untuk itu, nelayan menyerahkan kepada aparat untuk mengidentifikasi lebih lanjut.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa menyatakan peluru itu diamankan di Mapolsek Kota Singaraja sembari menunggu perintah pimpinan lebih lanjut. Selain itu, anggota telah diterjunkan menggali keterangan untuk mencari tahu penyebab peluru itu berserakan di dasar Pantai Penimbangan. Terkait peluru yang baru ditemukan, Yudistira menyebut bagian luarnya sudah berkarat karena terendam di dasar laut, namun masih aktif. Jenisnya tidak jauh beda dari temuan peluru sebelumnya, yaitu kaliber 50 FN AK 50.303 MK VII. “Temuan pertama dan yang terbaru masih diselidiki anggota kami. Peluru diamankan di mako sambil menunggu perintah pimpinan lebih lanjut,” tegasnya. (kmb38)

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Desain Grafis SMK/D3 Hub:08123943787

Dicari Kasir Jln.WR.Supratman 275 dpn SPBU 081939085292

Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security, Garden Hub: new arenahotelkutabali@gmail.com

Dcr OB Hub.PT.Auto Bagus Utama Tlp:0361-722222, 082236182035

Singaraja (Bali Post) Nelayan di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, kembali menemukan peluru tajam yang masih aktif, Kamis (23/1) siang kemarin. Kali ini empat butir peluru tajam ditemukan saat nelayan melakukan snorkeling pada kedalaman 1 meter. Meski bagian luarnya sudah berkarat, diduga peluru ini masih berisi bubuk mesiu yang bisa saja

Bali Post/kmb38

PELURU – Empat butir peluru tajam yang ditemukan di Pantai Penimbangan, Kamis (23/1) kemarin.

B.BP.001.01.20.0000464

Butuh: Sekuriti pengalaman, untuk pabrik di Tabanan, Lmrn ke:Ibu Dewi, 081236222509 B.BP.031.01.20.0000622

Dicr Arsitek bs Bhs. Inggris u/ proyek lok Nyang2. Lam krm ke linagusti814@yahoo.com B.BP.004.01.20.0000601

LOKER

B.BP.001.01.20.0000541

B.BP.001.01.20.0000580

Dcr PRT Wnt tgl dlm Gj .2 Jt serius kerja, telp .087734684240 B.BP.004.01.20.0000584

Dicari Sopir SIM B1 Pria Umur Max. 35th&Helper Pria max. 30th untuk kerja di Perusahaan CV Surya Buana Jl.Sekar Sari No.23 Dps Timur Hub.081337070443

Sales & Sopir kanvas L300 rajin SriusGaji,UM+Instv081338085868

B.BP.001.01.20.0000520

B.BP.001.01.20.0000487

DIJUAL MOTOR

SERVICE

BIRO JASA

B.BP.004.01.20.0000455

Wanted / Job Offer Assistant / Graphic Design for an international company.Skills required: good organizational ability & English Please contact Tom at : tom@wla.us.com / Whatsapp +49 176 8305 9432

RUPA-RUPA

B.BP.004.01.20.0000537

Bali Post/kmb38

PATROLI - Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa memimpin patroli gabungan di jalur shortcut titik 5 dan 6, Rabu (22/2) malam lalu.

Kapolres Jamin Keamanan di Jalur ’’Shortcut’’ Galakkan Patroli Libatkan Semua Kesatuan

Singaraja (Bali Post) -

Pengamanan di jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani atau lebih dikenal dengan shortcut titik 5 dan 6 ditingkatkan. Ini setelah beredarnya informasi di media sosial yang menyebut terjadi penghadangan di jembatan shortcut beberapa hari lalu. Personel Polsek Sukasada dan Polres Buleleng melakukan pengawasan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang melintas. Hal itu diungkapkan Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, saat memimpin patroli gabungan ke jalur shortcut pada Rabu (22/1) malam lalu. Patroli menerjunkan 100 personel untuk mengamati ruas jalan shortcut. Di atas jembatan sudah dilengkapi lampu penerangan jalan yang cukup, sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut AKBP Subawa, patroli secara periodik ini dilakukan sebagai penanganan jangka pendek. Patroli dilakukan setiap kesatuan mulai dari lantas, reskrim, shabara hingga kesatuan di

polsek. Setelah itu, pihaknya akan mengevaluasi terkait pembukaan pos polisi di jalur shortcut. Setiap melaksanakan patroli, anggotanya ditugaskan mengedukasi pengguna jalan agar tidak berhenti di jalur shortcut karena di jalur ini sudah dilengkapi rambu dilarang berhenti. “Sarana prasarana dan personel di Polsek dan Polres akan kami maksimalkan untuk jangka pendek. Nanti kami evaluasi apakah perlu ada pospol di sini. Kami juga edukasi terkait larangan berhenti. Kalau masih ada, ya kami maklumi karena masyarakat ingin berfoto di

jembatan ini,” katanya. Terkait informasi warga yang mengalami penghadangan, Sinar Subawa menyebut jajarannya telah menyelidiki hal tersebut. Bahkan, polisi membuka rekaman CCTV yang dipasang di bebeapa titik di atas jembatan. Hasilnya, tidak ada rekaman yang menunjukkan aksi penghadangan seperti yang beredar luas di medsos. “Jadi, saya tegaskan situasi di sini aman, kondusif dan tidak ada penghadangan,” jelas AKBP Subawa. Sementara itu, salah seorang warga, Ketut Suncaka mengatakan, sejak shortcut dibuka untuk umum, setiap

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN RUMAH

DISEWAKAN TOKO

G.01

Dikontrakan Rumah Jln.Nangka Gg.Blibis 11 Dps/087860701070 B.BP.001.01.20.0000578

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Daihatsu Grandmax 2007,Minibus Silver. Hubungi:081338422664

DIJUAL TANAH

Tanah 5 Are @100Jt/Are Lok.BB Agung-Jembrana H:087860168252 B.BP.001.01.20.0000522

B.BP.001.01.20.0000579 TOYOTA

SERVICE

Avanza G AT th 2014 putih Tgn 1 Hub.085333124554

Service TV Panggilan semua Merk Hub.085829110020

B.BP.001.01.20.0000577

B.BP.001.01.20.0000553

Toko di Seputaran Jln. Legian Kelod.Hub:081339962383 B.BP.001.01.20.0000555

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000105

hari ada saja pengguna jalan yang berhenti di atas jembatan. Bahkan, pada malam hari jembatan shortcut sering dijadikan arena nongkrong pemuda yang disebutnya berasal dari luar desa. Selain nongkrong, kelompok anak muda itu pernah dilihatnya melakukan aksi balapan liar di atas jembatan. Karena mengganggu dan berpotensi menimbulkan aksi kriminal, dia dan warga lain menasihati dan kelompok pemuda itu membubarkan diri. “Informasi ada penghadangan tidak pernah kami dengar dan di sini masih aman. Cuma, pernah ada pemuda nongkrong dan malam hari trek-trekan. Setelah kami kasi tahu mereka mau pulang, namun pemuda itu bukan dari sini. Mudah-mudahan dengan patroli polisi, suasana lebih aman,” ungkapnya. (kmb38)

KONTRAKTOR

Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll, 087760041349 B.BP.001.01.20.0000408

PENGUMUMAN Pengumuman Dengan ini kami umumkan bahwa sejak hari ini PT.Graha Ayanna berkedudukan di Kabupaten Badung diberhentikan dan dibubarkan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi likwidator: Budi Hartiningsih, SIP (CP:081393030888). B.BP.004.01.20.0000591


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Segera Dibangun Dermaga Eksekutif di Ketapang-Gilimanuk Penyeberangan Hanya 15 Menit Negara (Bali Post) – Wacana terkait jembatan di Selat Bali sebagai penghubung Tol Trans Jawa mendapat penolakan Pemkab Jembrana. Pejabat di daerah itu lebih memilih dermaga eksekutif di Pelabuhan Gilimanuk. Sementara itu, GM ASDP Indonesia Ferry Ketapang Fahmi Alweni memastikan akan membangun dermaga eksekutif di Ketapang, Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan di Gilimanuk. Bupati Jembrana I Putu Artha menyatakan, yang paling mendesak saat ini adalah jalan cepat di Denpasar-Gilimanuk dan hal ini juga menjadi prioritas pemerintahan Bali setelah Mengwi-Singaraja. Hal serupa juga ditegaskan Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana. Ia setuju dengan ide pembangunan dermaga eksekutif yang saat ini dirancang pihak ASDP. Dari hasil pertemuannya dengan PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, belum lama ini, rencananya akan dibangun dermaga eksekutif di Pelabuhan Ketapang serta Pelabuhan Gilimanuk. Menurutnya, kehadiran dermaga eksekutif akan memudahkan masyarakat, terutama memberikan akses terbaik bagi wisatawan yang hendak berwisata dari Bali maupun Jawa. Jalur penyeberangan melalui dermaga ini nanti dikhususkan untuk mobil dengan layanan premium, tidak bercampur dengan truk barang seperti sekarang. Diyakini proses penyeberangan akan memangkas waktu jauh

lebih cepat karena hanya butuh 15 menit menyeberang, sehingga mampu mengurai kemacetan maupun antrean panjang. ‘’Saya apresiasi rencana ASDP terkait pembangunan dermaga eksekutif. Manfaatnya banyak, masyarakat ada pilihan, tidak perlu mengantre lama saat menyeberang. Waktu tempuh juga dipercepat hanya 15 menit. Ini juga memudahkan akses orang dan barang, termasuk mengembangkan simpul ekonominya,’’ ujar Kembang. Lebih lanjut dikatakan Kembang, kehadiran dermaga eksekutif otomatis akan memupus wacana pembangunan jembatan Jawa-Bali yang kembali muncul. ‘’Kalau menyeberang lewat kapal saja cukup 15 menit, jadi rencana jembatan Jawa-Bali tidak diperlukan lagi. Masyarakat ada alternatif yang bisa dipilih agar lebih cepat menuju Pulau Jawa begitupun sebaliknya,’’ sambungnya . Selain itu, menurutnya, dermaga eksekutif itu nanti juga bersinergi dengan pembangunan jalan tol Den-

pasar–Gilimanuk. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut setelah Bali Utara, selanjutnya jalan tol Denpasar– Gilimanuk masuk prioritas. Dirancang pada tahun 2021 nanti, mulai pembebasan lahan dengan melibatkan swasta. ‘’Ketika Tol Trans Jawa nanti selesai tahun 2021, lanjut Tol DenpasarGilimanuk, dermaga eksekutif ini akan sangat efektif,’’ ucap Kembang. GM ASDP Indonesia Ferry Ketapang Fahmi Alweni mengatakan, pembuatan dermaga eksekutif sejatinya program dari pemerintah pusat di bawah Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN yang ingin meningkatkan kualitas layanan penyeberangan. Untuk jalur penyeberangan Jawa-Bali nanti, selain dermaga khusus, juga akan disiapkan kapal ekspress melayani lintas penyeberangan KetapangGilimanuk. ‘’Jadi kami selaku operator penyeberangan akan menyiapkan sarana itu. Pada tahap pertama, Juni 2020 untuk dermaga eksekutif akan dibangun di Pelabuhan

Ketapang terlebih dahulu, selanjutnya direncanakan di Gilimanuk. Kita ingin memenuhi ekspektasi masyarakat akan penyeberangan yang lebih nyaman dan cepat,’’ ujar Fahmi. Rencana itu juga dianggap mendesak berkaca dari kenaikan arus penumpang selama Lebaran dan musim libur Natal, tahun baru kemarin (tahun 2019). Saat itu terjadi lonjakan penumpang dan logistik hingga 40% mengakibatkan antrean panjang di pelabuhan. Pembangunan dermaga khusus juga mengantisipasi progress pembangunan Tol Trans Jawa yang akan tersambung hingga Banyuwangi. Ia meyakini dengan terselesaikannya infrastruktur itu akan mempercepat arus barang dan manusia utamanya kendaraan roda empat. ‘’Akan ada lonjakan trafik terutama mobil, karena dengan terselesaikannya Tol Trans Jawa akan mempercepat waktu tempuh di jalan menuju pelabuhan. Kita antisipasi hal itu agar tidak terjadi antrean panjang saat masuk kapal,’’ kata Fahmi. (kmb26)

Seleksi Lelang Jabatan Rehab Pasar Negara Dimulai Diumumkan Selasa Depan Negara (Bali Post) Pendaftaran seleksi lelang jabatan eselon II di Kabupten Jembrana kemungkinan akan diperpanjang. Sebelumnya tim panitia seleksi menetapkan jadwal pendaftaran lelang jabatan untuk empat orang eselon II selesai pada Rabu (22/1). Namun tim pansel bisa memperpanjang waktu apabila dalam seleksi administrasi nanti jumlahnya berkurang. Selama dua minggu pendaftaran ini, pansel menerima 17 pelamar untuk empat jabatan eselon II tersebut. Jumlah itu sejatinya sudah memenuhi syarat minimal pelamar di masing-masing jabatan. Pansel akan melanjutkan ke tahap seleksi adminitrasi yang hasilnya akan diumumkan pada Selasa (28/1) nanti. Sekda Jembrana I Made Sudiada selaku Ketua Tim Pansel mengatakan, sesuai aturan jumlah minimal pelamar yang harus terpenuhi di masing-masing jabatan adalah empat orang. Apabila sudah terpenuhi persyaratan itu, baru dilanjutkan ke tahap seleksi administrasi. Menurutnya, masing-masing jabatan ada persyaratan yang berbeda. Semisal untuk jabatan kepala Dinas Kesehatan, ada syarat tertentu. Dan apakah syarat terpenuhi akan diketahui ketika tahap administrasi. ‘’Apabila nanti jumlahnya tidak memenuhi ketentuan ya… kami perpanjang pendaftaran. Baru dilanjutkan ke tes kompetensi manajerial. Paling tidak ada tiga yang lolos seleksi administrasi,’’ tukas Sudiada. Ditambahkan Sekretaris Pansel I Made Budiasa, saat ini sudah ada 17 orang pelamar dengan masingmasing sudah memenuhi jumlah pelamar minimal. Di antaranya untuk jabatan kepala Dinas Kesehatan ada empat orang, jabatan kepala Satpol PP ada empat orang, jabatan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik juga empat orang dan lima orang untuk kursi Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil. ‘’Jadi tahapannya nanti ini kita lanjutkan ke seleksi administrasi. Kalau setelah seleksi administrasi itu yang lolos di bawah tiga orang. Kita lakukan perpanjangan pendaftaran,’’ terang Budiasa yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana ini. (kmb26) I Made Budiasa

Bali Post/olo

REHAB - Bangunan pertokoan di Pasar Umum Negara mulai direhab. Perbaikan ini dilakukan secara swadaya oleh pemilik toko.

Jalur penyeberangan melalui dermaga ini nanti dikhususkan untuk mobil dengan layanan premium, tidak bercampur dengan truk barang seperti sekarang. Ide dan konsep jembatan Jawa-Bali sebenarnya su-

Banyak warga China membatalkan perjalanan mereka, membeli masker wajah, menghindari tempat-tempat umum seperti

bioskop dan pusat perbelanjaan dan bahkan beralih ke permainan simulasi wabah daring atau menonton film bencana ‘’The Flu’’ sebagai cara untuk mencari solusi. Virus Corona yang berasal dari Wuhan menyebar

ke berbagai wilayah padat penduduk seperti Beijing, Shanghai, Macau dan Hongkong. WHO juga mengatakan, Rabu (22/1), langkah-langkah yang dijalankan di Kota Wuhan, dengan me-

Menurutnya, tingkat pendidikan penduduk Bali masih didominasi lulusan Sekolah Dasar yakni di angka 21 hingga 27 persen dari total penduduk. Bahkan jika digabungkan dengan penduduk yang tidak memiliki ijazah yang berada di angka 14 hingga 19 persen, maka penduduk kurang berpendidikan di kisaran 43 persen dari total jumlah penduduk Bali. Masyarakat yang berpendidikan SMP atau sederajat persentasenya 13 persen hingga 19 persen. Persentase terbanyak pendidikan masyarakat Bali adalah SMA atau sederajat yaitu 31 sampai 33 persen. Sementara yang mengenyam

pendidikan hingga perguruan tinggi (PT) persentasenya kecil yaitu 11 hingga 13 persen. ‘’Artinya, masih banyak masyarakat Bali yang pendidikannya rendah,’’ ujarnya. Tingkat pendidikan ini sangat memengaruhi daya tahan ruang ekonomis masyarakat Bali. Andai saja masyarakat Bali berpendidikan tinggi, mereka tentu akan memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk bernilai ekonomi tinggi. Misalnya dalam bidang pertanian. Jika petani memiliki tingkat pendidikan tinggi akan menciptakan produk pertanian bernilai tambah tinggi. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Prof. Wayan Ramantha. ‘’Artinya intelektual meningkat, kita harapkan mereka bisa lebih survive.

Misalnya di sektor pertanian mereka pendidikannya bagus, menguasai teknologi, mereka pun akan meningkatkan nilai tambah ekonominya. Seperti petani di Australia dan Jepang,’’ bebernya sambil menyebut IPM (Indeks Pembangunan Manusia) pun akan meningkat sèiring dengan peningkatan pendidikan masyarakat. Masyarakat Bali perlu diedukasi, perlu diperkuat dan di-empowering (berdayakan) agar bisa menggali potensi eko-

Selat Sunda dan Selat Bali dalam konsep Tri Nusa Bimasakti ini belum pernah terwujud. Komponen masyarakat Bali mengajukan argumentasi kultural sebagai salah satu latar belakang penolakan. Dalam masyarakat Bali hidup mitologi tentang Empu Sidimantra yang menorehkan tongkat saktinya untuk mem-

bentuk Selat Bali. Ini untuk mencegah sang anak Manik Angkeran pulang kembali ke tanah Jawa karena ditugaskan mengabdi kepada Naga Basukih di Pura Besakih. Apa yang telah dibentuk oleh leluhur, tentulah pantang untuk ditiadakan, karena Selat Bali adalah salah satu penjaga kemurnian tanah Bali. (olo/ata)

Jumat, 24 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dewa Yadnya Kapemangkuan dan Prajuru (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara

09:30 Wita Bali TV Shop Punggung 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Bali TV Shop Lutut 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

Negara (Bali Post) – Rehab bangunan Pasar Umum Negara yang mengalami kerusakan mulai dilakukan. Rehab pasar terbesar di Jembrana ini dimulai di sisi luar bangunan yakni lantai dua kios-kios. Dari informasi, perbaikan ini dilakukan secara swadaya oleh para pemilik kios. Bangunan atap kios ini sebelumnya cukup memprihatinkan dan membahayakan. Selain sudah rapuh, di bagian atap depan bangunan lantai dua ini juga plafon dan penyangganya nyaris roboh. Dari pengamatan, Kamis (23/1) kemarin, perbaikan dilakukan di sisi timur depan

bangunan pasar. Perbaikan dititikberatkan pada atap lantai dua yang terlihat dari luar. Selain kerangka diganti, juga bagian luar dicat. Rencananya semua bangunan yang rusak di sisi luar akan diprioritaskan rehab terlebih dahulu. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag) Jembrana Komang Agus Adinata mengakui adanya perbaikan di sisi luar Pasar Umum Negara tersebut. Khususnya di bagian lantai dua yang selama ini rusak. Untuk perbaikan rehab bangunan itu, dilakukan secara swadaya dari para pemilik toko di bagian depan.

Dari pengecekan sebelumnya memang untuk pertokoan di bagian depan pasar, ratarata mengalami kerusakan di bagian atas. Sedikitnya 44 pedagang yang menggunakan pertokoan di bagian depan itu dan untuk perbaikan dilakukan secara swadaya. Lalu untuk kios di dalam areal pasar umum, menurutnya, masih melakukan pendataan dan sosialisasi. Pemerintah akan mengikuti keinginan para pedagang. ‘’Sudah beberapa kali kami mengadakan sosialisasi. Kami mendata juga tingkat kerusakan, mana yang perlu direhab dan tingkat kerusakannya,’’ terang mantan Camat Negara ini. (kmb26)

nutup transportasi untuk mencegah penyebaran virus Corona baru, menunjukkan komitmen China dalam menurunkan risiko di dalam dan luar negeri. ‘’Apa yang mereka lakukan adalah sebuah langkah yang sangat,

sangat kuat berdasarkan komitmen penuh. Jadi berdasarkan situasi, mereka mengambil langkah yang dianggap perlu, ini sangat penting,’’ kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ahanom Ghebreyesus. (ant)

nomi dan bisa meningkatkan nilai ekonomi dari tanah yang dimiliki. Misalnya tanah yang dimiliki sebelumnya digunakan untuk pertanian, sektor itu agar tetap dipertahankan. Namun sektor pertanian yang mereka geluti agar mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis yang tinggi. ‘’Untuk itu mereka perlu teknologi pertanian, teknologi pascapanen, perlu teknologi untuk mengolah hasil-hasil pertaniannya menjadi produk

siap konsumsi. Misalnya kalau pertanian yang dulunya menghasilkan ubi sekarang bisa memproduksi keripik ubi atau kue ubi yang memiliki daya saing dan diterima oleh pasar. Tidak hanya pasar lokal tetapi juga pasar internasional. Seperti hasil pertanian Jepang diolah salah satunya menjadi kue yang harganya mahal sekali,’’ beber Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) ini. (kmb42)

Pusat Perbelanjaan

Tri Nusa Bimasakti dah muncul sejak tahun 1960. Konsepnya disebut dengan Tri Nusa Bimasakti yang berarti jembatan penghubung tiga pulau yakni Sumatera, Jawa dan Bali. Guru Besar Institut Teknologi Bandung ketika itu yakni Prof. DR.(HC) Ir. Sedytamo disebutkan sebagai perancang konsep. Namun dari dua jembatan yakni di

Bali Post/olo

Pelabuhan Gilimanuk – Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang yang masih menjadi jalur penghubung Pulau Jawa dan Bali. Wacana pembangunan jembatan Jawa-Bali mendapat tanggapan penolakan dari kepala daerah di Jembrana.

14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita

Klip Bali Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Kundalini (2) Gita Santhi Sekaa Santhi Saraswati Br.Anyar Kerobokan (2) Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop

Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Spesial Imlek 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Durga Bairawi, Sanggar Aswini Kembar (5) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Channel

Lulusan SD


Jumat Wage, 24 Januari 2020

Virus Corona Merebak Bali Kintamani Festival Tetap Digelar BALI Tourism Board (BTB) akan tetap menyelenggarakan Bali Kintamani Festival pada 8 Februari mendatang, meskipun virus Corona sedang merebak di China dan beberapa negera seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Taiwan. Festival itu akan mengundang wisatawan China. Ketua BTB I.B. Agung Partha Adnyana, Kamis (23/1) kemarin mengatakan, dengan merebaknya virus Corona, ia mengaku sedang membahas hal tersebut bersama stakeholder lain. Meski demikian, event tetap berjalan. Hanya, pengawasan turis China yang datang

lebih diperketat. Sehingga koordinasi dengan stakeholder yang terkait seperti Dinas Kesehatan lebih diperkuat. ‘’Tidak ada pengaruh virus Corona terhadap pariwisata Bali. Cuma kita antisipasi dengan tetap s i a g a . K ita tidak mau mengambil risiko dengan adanya virus baru yang

belum ada obatnya ini,’’ selorohnya. Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, akan mudah mendeteksi wisatawan terutama wisatawan China dan wisatawan dari negara terpapar virus Corona. ‘’Jika terlalu berbahaya kita sterilkan saja. Tapi kalau ada wisatawan yang

dicurigai terinfeksi virus itu, ya… kita kembalikan,’’ tandasnya. Sikap dan upaya yang dilakukannya ini diklaim untuk mengantisipasi dampak jangka panjangnya. Apalagi Bali merupakan daerah pariwisata dunia, yang tidak hanya kedatangan tamu dari China, juga dari Benua Amerika dan Eropa. Bali Kintamani Festival yang akan dilaksanakan di Anjungan, Panelokan, Kin-

tamani itu, mengundang 3.000 orang wisatawan domestik, wisatawan China dan wisatawan asing lainnya. Mereka datang ke Bali dengan paket berlibur include dengan paket Bali Kintamani Festival. Diakui, hingga saat ini ia belum mendapat konfirmasi jumlah wisatawan yang memesan paket tersebut. Menurutnya, mendekati hari H, pendaftaran paket Bali Kintamani Festival baru akan terlihat. (may)

Tidak ada pengaruh virus Corona terhadap pariwisata Bali. Cuma kita antisipasi dengan tetap siaga. Kita tidak mau mengambil risiko dengan adanya virus baru yang belum ada obatnya ini. I.B. Agung Partha Adnyana Bali Post/may

Tanah, Elemen Penting Dalam Kebudayaan Bali

Bali Post/sue

PIODALAN - Para pemangku istri ngayah Rejang Kusuma Dewa saat piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak.

’’Piodalan’’ di Pura Campuhan Dimeriahkan Calonarang

BERTEPATAN dengan hari suci Siwaratri, Kamis (23/1) kemarin, merupakan puncak piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, Kesiman. Saat itu di-launching buku Pura Campuhan Windhu Segara oleh Jero Mangku Ketut Maliarsa. Aedan piodalan diawali dengan ngiasin pada Rabu lalu pukul 14.00 Wita, dilanjutkan dengan melasti dan puncak piodalan Kamis kemarin pukul 08.00 Wita. Sementara Kamis malam

dipentaskan dramatari Calonarang. Mahaguru Aitriya Narayana didampingi Jero Mangku Ketut Maliarsa, Kamis kemarin mengajak umat untuk mencintai lingkungan dan alam di tengah seringnya bencana alam melanda Indonesia. ‘’Dari Pura Campuhan dan Bali kita vibrasikan cinta alam Indonesia,’’ tegas Maliarsa. Umat yang didominasi kalangan anak muda biasanya melakukan jagra sambil menon-

ton pentas Calonarang. Saat itu Ratu Ayu Manik Segara, Ratu Ayu Lingsir, Ratu Ayu Durga, Barong Macan dan Barong Bangkal yang disungsung di Pura Campuhan napak caru. Sementara umat yang lain juga menggelar meditasi. Saat ini pura yang dikenal untuk palukatan sudamala tersebut dilengkapi dengan Gedong Bale Saraswati untuk pendidikan agama, pasraman bagi umat dari luar Denpasar. (sue)

TANAH dan natah dalam perspektif kebudayaan Bali adalah elemen yang penting. Pertiwi yang dipersonifikasikan sebagai sosok ibu, berperan penting dalam melahirkan dan merawat kahuripan (kehidupan) dari sarwa prani (mahkluk hidup). Peradaban Bali adalah kebudayaan agraris yang sangat bergantung pada tanah. Lahirnya aneka rupa kebudayaan dan peradaban Bali yang secara historis terhantarkan pada konstelasi kebudayaan dunia melalui gerbong pariwisata yang telah dirintis sejak era kolonial bermula dari julukan atau branding soal Bali sebagai tanah surga atau The Land of Pradise. Julukan yang sedemikan seksi yang membuat Bali dan masyarakatnya bahkan juga masyarakat dari luar Bali mewarisi berkah pariwisata hingga kini. Demikian strategisnya makna natah bagi peradaban Bali, dua perupa muda Bali sama-sama mengusung tema ‘’Land’’ tentang tanah, lahan, alam beserta keindahannya dalam pamerannya. Mereka menggelar pameran tunggal di Lv8 Resort Hotel, Canggu, Bali. I Made Oka Astawa, perupa asal Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan

memajang karya seninya di areal lobi dan koridor lantai satu. Dalam pameran kali ini, ia menampilkan sebanyak 57 karya. Sementara I Gusti Ngurah Putu Buda, perupa asal Banjar Batusari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung memamerkan 80 karyanya di koridor lantai empat. Wayan Seriyoga Parta sebagai kurator pameran mengatakan, pameran Oka Astawa bertajuk ‘’Land of Paradise’’ dengan fokus mengangkat tema persoalan sawah, pertanian dan petani. Karya seninya itu lebih banyak menyuarakan sikap kritisnya tentang keberadaan sawah kini. Pameran itu telah berlangsung dari 1 Oktober 2019 dan akan berakhir hingga 1 Maret 2020. Namun peresmiannya dilaksanakan pada Senin 27 Januari 2020 mendatang, bersamaan dengan pameran Gusti Buda. Bertajuk ‘’Land of Beauty’’ karya Gusti Buda menghadirkan eksplorasi yang bergaya abstrak ekspresif. Tidak semua abstrak, Buda juga menghadirkan seri figuratif yang menggambarkan suasana masyarakat Bali sedang melaksanakan upacara agama. ‘’Selain pameran tunggal dari dua perupa itu, saat ini juga berlangsung pameran rutin yang melibatkan puluhan seniman dari Bali, Yogyakarta, Makassar dan Gorontalo yang menempati ruang di koridor lantai lima dan restoran. Pameran rutin ini sedikitnya memajang sekitar 50 karya lukisan,’’ jelasnya. (lun)

Pesilat PON Berlatih di Perguruan

Mangupura (Bali Post) Bali meloloskan 21 pesilat terdiri atas 17 pesilat dari perguruan PSPS Bakti Negara, ditambah empat pesilat dari aliran Kelatnas Perisai Diri. Mereka memasuki TC Desentralisasi dan diserahkan kepada perguruannya masing-masing. Para pesilat PON ini diharapkan mampu mematangkan teknik, penggenjotan fisik dan stamina, termasuk taktik dan strategi yang diberikan pelatih. Binpres Pengprov IPSI Bali Putu Sugiartha di Badung, Kamis (23/1) kemarin menjelaskan, untuk pesilat dari perguruan Bakti Negara berlatih di Padepokan Batu

Mekaem, ditangani pelatih Gusti Semarajaya sejak Januari lalu. ‘’Mereka berlatih tiap Rabu dan Jumat,’’ ungkap Sugiartha. Sementara bagi pesilat Perisai Diri berlatih di Padepokan Kediri, Tabanan. Menurut Ketua Harian Kelatnas Perisai Diri Bali Nyoman Yamadhiputra, mereka ditangani pelatih Dewa Tomi, dan jadwal latihannya mulai Senin sampai dengan Jumat. Keempat pesilat yang lolos PON berasal dari Badung (2), Tabanan (1) dan Denpasar (1). ‘’Terkadang mereka juga berlatih di Padangsumbu ditangani pelatih Nyoman Warsa,’’ terang Yamadhiputra. (022)

Karya I Gusti Ngurah Putu Buda dan I Made Oka Astawa

Cabor pencak silat.

Bali Post/ist

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook