terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 68 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Air Danau Beratan Turun 10 Meter
Warga Kesulitan Air Bersih
Lahan Terbakar
Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan kekeringan lahan pertanian, melainkan juga berdampak pada penurunan debit air Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Dari data pengelola, air danau turun hingga 10 meter.
Warga tiga dusun di Desa Pangkung Paruk, Seririt, kesulitan air bersih. Warga pun terpaksa antre menampung air dari sumur bor dan juga sumber mata air di desa tetangga.
Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Penelokan, Kintamani, Selasa (22/10) kemarin. Lokasi lahan yang terbakar kemarin berada dekat Restoran Bumi Ayu. Api membakar lahan tersebut sekitar pukul 14.00 Wita. Lahan yang terbakar berdekatan dengan areal hutan milik BKSDA.
TABANAN | HAL. 7
BULELENG | HAL. 8
BANGLI | HAL. 14
34 Tokoh Dipanggil 10 ’’Wajah Lama’’
Dua hari pascadilantik, Presiden Jokowi sejak Senin hingga Selasa (22/10) kemarin memanggil puluhan tokoh. Mereka mengikuti ‘’seleksi’’ untuk menduduki kursi menteri pada kabinet JokowiMa’ruf. Dari 34 tokoh yang telah diwawancarai Presiden, 24 merupakan figur baru dan 10 orang pernah duduk sebagai menteri pada kabinet Joklowi-JK. Namun dari figur lama maupun baru tersebut, belum satu pun ada tokoh Bali.
J
okowi telah memastikan akan memperkenalkan anggota kabinetnya, Rabu hari ini. Siapa anggota kabinet mendatang pun telah tergambar secara jelas. Hal itu bisa dilihat dari tokoh-tokoh yang dipanggil selama dua hari ini. Pada Senin lalu (BP, 22/10)) datang ke istana Mahfud MD, Prabowo Subianto, Mochmad Fadjroel Rachman, Erick Tohir, Wishnutama Kusubandio, Tito Karnavian, Nadiem Makarim. Kedelapan tokoh ini merupakan wajah baru. Pada hari itu juga dipanggil dua ‘’wajah lama’’ yakni Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara, dan Airlangga Hartarto, mantan Menteri Perindustrian. Pemanggilan bakal calon menteri berlanjut Selasa kemarin. Mereka di antaranya Sri Mulyani, Siti Nurbaya Bakar, Suharso Monoarfa, Basuki Hadimuljono, Budi Karya Sumadi, Sofyan Djalil dan Bambang Brodjonegoro. Dalam wawancara setelah bertemu Presiden, sebagian besar menyatakan masih ditugaskan melanjutkan program dan tugas-tugas yang selama ini
dibebankan oleh Presiden. Sementara itu, sejumlah tokoh yang selama ini belum pernah disebut-sebut sebagai calon menteri juga dipanggil untuk bertemu Presiden. Salah satunya dr. Terawan Agus Putranto. Ia adalah Direktur RSPAD Gatot Subroto. Perppu KPK Sementara itu, Jokowi dan calon Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) 2019-2024 Yasonna H. Laoly tidak membicarakan soal penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK. ‘’Enggak (dibicarakan) ini konsentrasi tugas-tugas pembangunan hukum,’’ kata Yasonna, Selasa kemarin. Yasonna dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk kembali menjabat sebagai Menkum HAM. ‘’Tidak dibicarakan KPK, ada porsi yang lain nanti,’’ kata Yasonna. Pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU No. 30/2002 tentang KPK per 17 Oktober 2019. Hal. 15 Banyak Dikritik
Tujuh Tokoh Bantu Jokowi Susun Kabinet Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo dibantu tujuh tokoh dalam penyusunan kabinet baru. Ketujuh tokoh itu adalah Pratikno, Pramono Anung, Retno Marsudi, Moeldoko, Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit dan Alexander Lay. Demikian penjelasan Deputi Protokol, Pers dan Media Setpres Bey Machmudi, Selasa (22/10) kemarin. Menurut Bey, Presiden memiliki hak untuk menunjuk beberapa tokoh untuk membantunya sebelum kabinet terbentuk. Dia menambahkan, tidak ada kriteria khusus bagi tokohtokoh tersebut selama membantu Presiden. ‘’Jadi Pak Presiden berhak memberi tugas kepada tujuh tokoh itu termasuk Bu Retno yang saat ini bertugas mendampingi Pak Wapres Ma’ruf Amin ke Jepang,’’ jelas Bey. (ant)
Selasa (22/10) Wajah Lama Sri Mulyani Menteri Keuangan 2016-2019 Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Sosial 2018-2019 Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2014-2019 Yasonna Laoly Menteri Hukum dan HAM 2014-2019 Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri 2014-2019 Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan 2016-2019 Sofyan Djalil
TOLAK PRABOWO
Menteri Agraria dan Tata Ruang 2016-2019 Bambang Brodjonegoro Kepala Bappenas 2016-2109 Basuki Hadimuljono Menteri PUPR 2014-2019 Luhut Binsar Panjaitan
Terawan Agus Putranto
Mantan Menko Kemaritiman
Bali Post/ant
Wajah Baru
Dokter ’’Cuci Otak’’ Calon Menkes ADA sejumlah kejutan saat Presiden Jokowi memanggil sejumlah nama yang akan menjadi anggota kabinet. Salah satunya kehadiran dr. Terawan ke Istana Presiden, Selasa (22/10) sore. Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K). adalah anggota tim medis kepresidenan. Pria berusia 55 tahun ini lahir di Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Saat ini dr. Terawan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Ia banyak dikenal dari terafi ‘’cuci otak’’. Terapi Digital Substraction Angiography (DSA) untuk mengatasi stroke ini sempat menjadi kontroversial. Dokter Terawan Agus Putranto yang selama ini dikenal dengan metode cuci otak untuk pasien stroke terlihat berkemeja putih dan masuk ke Istana Kepresidenan. Terawan Agus Putranto yang juga dokter kepresidenan yang pernah merawat Ibu Ani Yudhoyono itu datang ke kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Ia langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangan kepada wartawan yang berada di area pintu masuk menuju Kantor Presiden. Saat ditanya oleh wartawan apakah dia akan menjabat sebagai menteri kesehatan pada kabinet mendatang, Terawan hanya tersenyum menundukkan badan dan berpamitan untuk masuk. ‘’Saya ta’ masuk ya,’’ kata Terawan sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Terawan adalah satu-satunya orang yang berprofesi sebagai dokter sehingga banyak yang memprediksikan yang bersangkutan akan menjabat sebagai menteri kesehatan. Dokter asal Yogyakarta itu selama ini dikenal dengan metode cuci otak untuk pasien stroke dan telah berhasil menyembuhkan 40.000 pasien. (ant)
Harian Bisnis Bali Pemasaran Jitu Pameran sudah tidak asing lagi bagi kalangan UMKM. Sampai saat ini pameran merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran yang cukup efektif untuk menjaring banyak konsumen. Benarkah? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Siswa ’’Karauhan’’ Sejumlah siswa SMPN 4 Banjarangkan, Selasa (22/10) kemarin karauhan. Hal ini berawal dari ditebangnya pohon kemiri yang tumbuh di areal sekolah.
www.denpostnews.com
Syahrul Yasin Limpo Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2018 Juliari Batubara Anggota Komisi VI DPR PDI Perjuangan Suharso Manoarfa Plt. Ketua Umum PPP Jenderal (Purn) Fachrul Razi Wakil Panglima TNI 1999-2000 Ida Fauziah Kader PKB Bahlil Lahadalia Mantan Ketua Hipmi Zainuddin Amali Anggota DPR 2014-2019 dari Fraksi Partai Golkar Abdul Halim Iskandar Bali Post/ade
Sejumlah aktivis 98 berunjuk rasa di Taman Aspirasi depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/10) kemarin. Dalam aksinya mereka menolak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi menteri dalam Kabinet Kerja jilid II periode 2019-2024.
Kepala Staf Kepresidenan 2017-2019 Sekjen Partai NasDem
Pernah Jabat Kapolresta Denpasar boleh rangkap jabatan dan agar maksimal menjalankan tugasnya, maka Presiden menyampaikan surat terkait penugasan lain kepada Tito. ‘’Dan tentu saja surat pengunduran diri dari Tito yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri,’’ ujarnya pula. Puan mengatakan, dirinya sempat menerima kedatangan Tito sebelum rapat paripurna, dan yang bersangkutan menyampaikan telah diberikan amanah baru di pemerintahan. Namun, Puan enggan mengungkapkan posisi baru yang akan diemban Tito, karena akan diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu (23/10) ini. Hal. 15 Usulan Presiden
Moeldoko Johnny G Plate
Ari Dono Gantikan Tito KETUA DPR-RI Puan Maharani mengatakan surat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait permohonan pengunduran diri Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru diterima DPR pada Selasa (22/10) siang. Dalam surat tersebut juga disampaikan Komjen Ari Dono sebagai Pelaksana Tugas Kapolri. ‘’Presiden sudah sampaikan yang akan menjadi Pelaksana Tugas adalah Wakapolri Ari Dono sampai ditentukan lagi siapa pengganti Kapolri,’’ kata Puan, Selasa kemarin. Puan menjelaskan, pimpinan DPR baru menerima surat Presiden terkait pemberhentian Tito sebagai Kapolri pada Selasa siang, mengingat Tito akan ditugaskan memangku jabatan lain di pemerintahan. Menurutnya, karena tidak
Ketua DPRD Jatim periode 2014-2019 (PKB)
Agus Suparmanto Ketua Umum PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Teten Masduki Kepala Staf Kepresidenan Dr. dr. Terawan Agus Putranto Kepala RSPAD Gatot Subroto
Senin (21/10) Mahfud MD Nadiem Makarim Wishnutama Erick Thohir Tito Karnavian Airlangga Hartarto Pratikno Prabowo Subianto Edhy Prabowo
Tito Karnavian
Ari Dono
Fajrul Rachman Nico Harjanto
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
FIGUR Bijak Bermedsos PENGGUNAAN media sosial (medsos) menjadi perhatian khusus para petinggi TNI. Medsos bisa berdampak positif dan negatif, bahkan bisa mengganggu stabilitas bangsa dan berurusan dengan hukum. Oleh karena itu, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memberikan pengarahan kepada para komandan/kepala satuan jajaran beserta istri terkait, cerdas dan bijak dalam bermedsos di Aula Makodam, Selasa (22/10) kemarin. Hal ini dilakukan supaya dapat meningkatkan kepekaan, kepedulian, dan wawasan prajurit TNI terhadap perkembangan serta dinamika situasi di seantero dunia. Pasalnya, medsos bersifat terbuka dan mudah diakses oleh siapa saja, tidak ada larangan bagi siapapun dalam penggunaannya. “Jika tidak dilakukan dengan benar, cermat dan waspada dapat membawa hal buruk bahkan membahayakan pribadi, keluarga maupun institusi atau organisasi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan tentang pengamanan terhadap akun pribadi. Karena siapapun dapat membaca akun pribadi, termasuk pihak-pihak yang berniat jahat. “Jangan memposting identitas yang bersifat rahasia, serta kenali dengan benar siapa teman-teman di medsos. Untuk itu, pedomani perilaku bijak dalam bermedsos dengan selalu pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Selalu gunakan bahasa yang santun sesuai norma kesopanan, serta selalu berpikir terlebih dahulu sebelum membagikan atau mengunggahnya di medsos,” ujarnya. Lebih jauh, Jenderal bintang dua di pundak ini menyampaikan tentang larangan bagi prajurit dan keluarganya dalam bermedsos, termasuk penekanan Kasad tentang penggunaan medsos. Ini dimaksudkan agar tidak terulang lagi seperti peristiwa beberapa istri prajurit maupun prajurit itu sendiri yang memposting atau mengunggah sesuatu hal yang dapat berakibat terjerat hukum. “Hukuman yang dapat menjerat bila tidak cerdas dan bijak dalam bermedsos, seperti TNI maupun masyarakat siapapun dapat dijerat dengan sanksi hukum sesuai Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE,” tegas mantan Wadanjen Akademi TNI ini. Jenderal lulusan Akmil tahun 1987 ini menambahkan, ada juga sanksi lain bagi TNI maupun keluarganya dapat dijerat hukuman disiplin militer yang termuat dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2014 yang hanya berlaku bagi militer, dan setiap orang yang berdasarkan undangundang dipersamakan dengan militer. (rah)
PT SGB Akhirnya Penuhi Panggilan Dewan Denpasar (Bali Post) PT Solid Gold Berjangka (SGB) akhirnya memenuhi panggilan DPRD Bali dan bertemu langsung dengan para nasabah yang menjadi korban di Gedung DPRD Bali, Selasa (22/10) kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan nasabah menjadi korban investasi bodong yang ditawarkan perusahaan pialang tersebut. Perkembangan terakhir ada 50 lebih nasabah yang merasa tertipu dengan total kerugian mencapai belasan miliar rupiah. SGB yang berkantor pusat di Jakarta memiliki cabang di Bali. Tepatnya di Jalan Merdeka VI Nomor 17-18 Denpasar. Dari SGB Bali hadir Zaidan Farhan dan Yesi N. Sari, sedangkan dari SGB Jakarta hadir Hadi W dan Ahmad Fauzi. Ketua Komisi II DPRD Bali yang memimpin jalannya pertemuan, IGK Kresna Budi, sempat meminta SGB untuk menunjukkan izin beroperasi di Bali. Namun SGB hanya mampu menunjukkan Surat Keterangan Usaha dari Perbekel Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Surat keterangan itupun sebetulnya untuk administrasi permohonan NPWP. Di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali Dewa Putu Mantera menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk SGB. Begitu pun setelah dicek ke DPMPTSP Kota Denpasar, juga sama tidak pernah menerbitkan izin. Selain persoalan izin operasi, SGB juga dituntut mengembalikan uang nasabah. Hal ini membuat suasana pertemuan memanas karena SGB tak kunjung memberi kepastian kapan akan mengembalikan. SGB bahkan menyebut uang nasabah itu tidak masuk ke SGB, namun masuk ke perusahaan kliring. Atas desakan para nasabah yang menjadi korban, dewan akhirnya meminta SGB untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai 6000. Surat itu ditandatangani Kepala Cabang SGB Branch Bali, Zaidan Farhan. Isinya SGB menyatakan keputusan tentang pengembalian dana nasabah akan dikonsultasikan dengan pihak SGB di Jakarta. Selain itu, SGB juga bersedia hadir kembali dalam pertemuan pada 29 Oktober mendatang yang dihadiri Manajemen Kantor Pusat di Jakarta, Baperti dan pihak-pihak lain yang dipandang perlu. Anggota Komisi II DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya mengatakan, surat pernyataan itu merupakan bentuk pertanggungjawaban SGB dan mengandung aspek hukum. Jika SGB sampai melarikan diri, maka surat pernyataan itu bisa dijadikan sebagai bahan laporan ke pihak berwajib. Politisi PDI-P ini juga menyebut SGB sebagai broker lantaran tidak memegang langsung uang nasabah, serta tidak memiliki izin operasional. “Dia hanya terdaftar, hanya broker, pialangnya orang Jakarta, uangnya ditaruh di bank lain, dia hanya dapat fee,” jelasnya. Ketua Forum Korban SGB I Made Warsa mengaku akan menunggu sampai 29 Oktober sesuai janji SGB. Pihaknya berharap ada penyelesaian. Paling tidak uang para nasabah bisa kembali sesuai dengan yang sudah disetor. “Total Rp 11 miliar lebih dengan jumlah korban 50 orang,” ujarnya. Di sisi lain, Warsa melihat SGB seperti menyembunyikan sesuatu. Ada indikasi pembodohan yang dilakukan SGB, karena apa yang disampaikan SGB kepada nasabah tidak sama dengan apa yang disampaikan di hadapan dewan. (kmb32)
Topik : Makanan Lokal Didorong Masuk Hotel
Bali Post/kmb12
FOGGING - Kegiatan fogging massal yang dilakukan Pemkot Denpasar merupakan salah satu upaya menekan kasus DBD merebak di masyarakat.
Warga Diminta Waspada DBD
Denpasar (Bali Post) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi warga Denpasar. Terlebih, dalam tiga tahun terakhir ini kasus DBD tetap ada. Bahkan cenderung terjadi kejadian luar biasa (KLB). Oleh karena itu, warga diminta tetap waspada dengan melakukan aksi penanggulangan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M (menguras, mengubur, dan
menutup) barang bekas yang dapat menampung air. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini menegaskan hal itu, Selasa (22/10) kemarin. Sri Armini mengatakan, PSN dilakukan sebelum musim penularan kasus DBD muncul. Perilaku hidup bersih ini sangat diharapkan, karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk DBD. “Langkah ini sebagai kewaspadaan dini dan upaya
antisipasi agar tidak sampai terjadi KLB,” ujarnya. Sri Armini menambahkan, angka kejadian untuk periode Januari hingga September 2019 sebanyak 1.144 kasus dengan insiden rate 120,79 per 100.000 penduduk. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada periode sama tahun 2018. Tahun lalu kasus DBD sebanyak 90 kasus atau insiden rate 9,67 per 100.000 penduduk. Menurut Sri Armini, tahun ini desa yang masih cukup
rawan terjangkit DBD, di antaranya Sanur Kaja (40 kasus), Kelurahan Sanur (60 kasus), Padangsambian Kaja (65 kasus), Peguyangan Kaja (24 kasus), Sanur Kauh (45 kasus), Renon (50 kasus), Peguyangan Kangin (35 kasus), Padangsambian (74 kasus), Sesetan (21 kasus), dan Sidakarya (43 kasus). “Jika dilihat dari kecamatan, Denpasar Barat yang cukup banyak kasusnya,” ujarnya. Sri Armini menambahkan,
penyakit DBD sudah menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat, terutama di kota-kota besar termasuk Kota Denpasar. DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis. Oleh karena itu, upaya strategis yang terbukti efisien dan efektif dalam pemberantasan penyakit tersebut adalah melalui Gerakan 3M Plus. (kmb12)
akan membuat minuman lokal Bali. Sehingga ke depan dalam memenuhi minuman di restoran maupun hotel tidak tergantung dari minuman impor tetapi minuman lokal,” ujarnya. Untuk menarik pelaku usaha hotel dan restoran, pada festival itu juga akan ada acara pembuatan basket buah. Pembuatan basket buah ini diharapkan menarik pelaku usaha untuk menaruhnya di setiap kamar hotel untuk disajikan kepada tamu. “Tentunya buah-buah yang dirangkai ini berkualitas dan merupakan produk lokal. Ke depan diharapkan buah lokal akan semakin dilirik oleh pelaku usaha perhotelan dan restoran,” tegas Jarta. (kmb24)
itu, dengan memperlihatkan bukti, atau hanya lisan? Saksi mengatakan secara lisan mengatakan bahwa tanah sudah dikuasai Sudikerta. Atas keterangan saksi itu, banyak yang dibantah oleh Sudikerta. Mantan Wakil Bupati Badung dan mantan Wakil Gubernur Bali itu sama sekali tidak ada yang menawarkan. “Justru yang datang dia, untuk membeli tanah kami. Bahkan dia datang ke rumah,” bantah Sudikerta. Soal fee, dia membantahnya. Bahwa yang Rp 5 miliar, yang Rp 10,5 miliar itu merupakan perhitungan dari saksi. Bukan komisi dari Sudikerta. Selain itu Sudikerta juga membantah soal menjamin. “Ada benar dan ada salahnya. Menjamin, jika izin itu sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Sudikerta. (kmb37)
Makanan Lokal Didorong Masuk Hotel
Dikonfirmasi Selasa (22/10) kemarin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, festival tersebut akan digelar selama tiga hari. Yakni mulai Jumat (25/10) hingga Minggu (27/10) mendatang. Dikatakan, festival ini bertujuan memperkenalkan produk makanan lokal kepada masyarakat dan buyer seperti pelaku usaha di bidang perhotelan dan restoran. “Lewat pameran ini, kami
ingin mendekatkan produsen makanan lokal yang menggunakan bahan baku lokal yang aman dan sehat kepada konsumen, baik itu masyarakat luas maupun pelaku usaha perhotelan dan restoran,” ujarnya. Menurut Jarta, langkah ini juga sebagai salah satu cara untuk mendukung Pergub Nomor 99 Tahun 2018 mengenai Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri
Lokal Bali, dimana produk ini nantinya diwajibkan untuk diterima hotel, restoran maupun toko modern yang ada di Bali. Diharapkan, lewat festival ini membuka wawasan masyarakat jika pangan lokal Bali tidak hanya beras. “Tapi ada potensi pangan lain yang bisa dijadikan makanan yang sehat dan aman serta enak. Lewat festival ini diharapkan masyarakat Bali mengenal pangan lokal lainnya, selain beras dan tentu ke depan ma-
syarakat tidak hanya tergantung pada satu jenis pangan saja,” katanya. Dalam festival tersebut, kata Jarta akan ada pojok kuliner yang menampilkan makanan khas yang menjadi unggulan dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. Lewat pojok ini tentunya masyarakat akan bertambah wawasannya, ternyata Bali kaya akan kuliner yang bisa dijadikan daya tarik wisata. Selain itu, juga akan ditampilkan menu makanan lokal dari bahan baku lokal hasil kreasi dari Perhimpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Tujuannya untuk mengajak generasi muda mencintai produk pangan lokal. “Ada juga bartender yang
Denpasar (Bali Post) Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan dua terdakwa lainnya, Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung, Selasa (22/10) kemarin kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tiga saksi yang dihadirkan di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi menyudutkan posisi terdakwa, khususnya Sudikerta. Tiga saksi yang kemarin duduk di kursi panas itu adalah Gede Subakat, Wayan Santoso dan Henry Kaunang. Dari tiga saksi, dua orang mengakui menerima komisi dari transaksi tanah yang berlokasi di Balangan itu. Wayan Santoso mengaku menerima Rp 5 miliar dan mengaku sudah mengembalikan setelah kasus ini dibidik polisi, dan Henry Kaunang dapat Rp 10,5 miliar
dari Sudikerta. Saksi pertama yang memberikan keterangan adalah Gede Subakat. Dia mengaku bahwa tanah di Balangan itu milik pura. Sertifikatnya dititip di Notaris Sudjarni sekitar Agustus tahun 2000. Tujuan penitipan biar sertifikat itu aman. Beberapa tahun kemudian Subakat mengaku mendengar bahwa tanah yang sertifikatnya dititipkan di Notaris Sudjarni ditransaksikan. Atas kejadian itu, Subakat melapor ke polisi, dengan terlapor terdakwa Anak Agung Ngurah Agung. Saksi akhirnya mengetahui ada dua (double) sertifikat dari Polda Bali. Masih di persidangan, saat ditanya jaksa apakah saksi sempat mengecek sertifikat asli yang dititip di Sudjarni? “Ya, saya tanyakan dan notaris bilang masih ada,” jawab
Subakat. Dua saksi lainnya yakni Santoso dan Henry Kaunang. Mereka merupakan tim dari korban Alim Markus. Santoso menceritakan bahwa dia datang ke Puspem Badung dan bertemu Bupati Badung saat itu. Kemudian bertemu dengan Wakil Bupati yang saat itu dijabat terdakwa Sudikerta. Yang dibicarakan adalah soal investasi. Jaksa kemudian mempertegas, awal pertemuan dan transaksi itu di Kantor Bupati Badung atau di rumah pribadi Sudikerta? Saksi dengan tegas mengatakan di Kantor Wakil Bupati Badung. Masih menurut saksi, saat itu ditawarkan tanah di Balangan yang versi saksi diakui milik Sudikerta. Tujuan membeli tanah untuk membangun hotel. Selain itu juga dibicarakan soal perizinan. Pertemuan dengan
Sudikerta kemudian dilanjutkan beberapa kali di rumahnya dan juga di Surabaya. Hingga akhirnya ada kesepatan kerja sama dengan komposisi saham 55 persen Marindo Investama (Alim Markus), senilai Rp 150 miliar yang dibayarkan ke PT Pecatu Bangun Gemilang. Sedangkan 45 persen milik PT Pecatu Bangun Gemilang, yang komisarisnya istri Sudikerta. Hanya, sambung saksi, tujuan pembuatan hotel tidak tercapai karena ada masalah. Yakni sertifikat ganda. Yang aslinya ada di Notaris Sudjarni. Santoso sendiri mengaku dapat komisi Rp 5 miliar dan Henry Kaunang dapat Rp 10,5 miliar dari Sudikerta. Hanya komisi itu sudah dikembalikan. Jaksa kembali menanyakan, apakah saat Sudikerta mengaku memiliki tanah
Denpasar (Bali Post) Polisi cilik (pocil) yang diasuh masing-masing polres dan Polresta Denpasar mendapat perhatian khusus Korlantas Polri. Selasa (22/10) kemarin dilaksanakan Lomba Pocil Tingkat Nasional yang digelar Korlantas Polri. Lomba tersebut dilaksanakan di Gedung Prakasa Raga Garwitha (PRG) Polda Bali, dan diikuti Pocil Polres Bangli, Polres Gianyar, dan Polres Tabanan. Sedangkan tim penilainya dari Korlantas Polri, yaitu Kombes Pol. Romin Thaib, Kompol. Djumiati, Bripda Ilham Zainuri Ramadan, Faisal Afandi dan Irvansyah. Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana didampingi Kasubdit Kamsel AKBP I Nyoman Sukasena menyampaikan, lomba tersebut diikuti
tiga peserta, yaitu Polres Bangli, Polres Gianyar, dan Polres Tabanan yang telah menjadi juara. Lomba kali ini merupakan kelanjutan dari lomba pocil yang diselenggarakan Ditlantas tingkat kabupaten/ kota yang diikuti oleh polres/ polresta jajaran Polda Bali di GOR Ngurah Rai, Denpasar pada 13 September 2019. ‘’Sasaran yang ingin dicapai untuk memupuk rasa disiplin kepada anak-anak pelajar. Dari keseragaman gerak dan langkah, peragaan 12 gerakan pengaturan keserasian dan kekompakan akan memupuk rasa disiplin yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam keselamatan berlalulintas di jalan raya dari usia dini. Selain itu, untuk mengurangi pelanggaran di jalan raya dan bisa menekan angka kecelakaan,’’ tegasnya. Dari ketiga peserta terbaik yang dilombakan di tingkat
nasional ini, berhasil menjadi yang terbaik dari beberapa kategori yang dilombakan, yaitu untuk kategori PBB terbaik I Polres Tabanan dengan nilai 969, terbaik II Polres Bangli dengan nilai 788 dan terbaik III Polres Gianyar dengan nilai 773. Untuk kategori Gatur, terbaik I Polres Bangli dengan nilai 397, terbaik II Polres Tabanan dengan nilai 374 dan terbaik III Polres Gianyar dengan nilai 368. Kategori Danton, terbaik I Polres Tabanan dengan nilai 119, terbaik II Polres Bangli dengan nilai 117 dan terbaik III Polres Gianyar dengan nilai 76. Untuk kategori Varfor, terbaik I Polres Bangli dengan nilai 597, terbaik II Polres Gianyar dengan nilai 548 dan terbaik III Polres Tabanan dengan nilai 461. Sedangkan untuk kategori Kostum, terbaik I Polres Bangli dengan nilai
Denpasar (Bali Post) -
Bali tidak hanya terkenal dengan seni dan budayanya, tetapi memiliki keragaman makanan lokal yang khas. Namun tidak semua makanan lokal ini dikenal luas oleh masyarakat. Padahal dari segi rasa tidak kalah dengan makanan luar. Untuk lebih mengenalkan makanan lokal ini, kepada masyarakat sekaligus kepada pelaku usaha perhotelan dan restoran, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali menggelar “Festival Safety and Health Local Food” di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.
Tiga Saksi Sudutkan Sudikerta
Korlantas Polri Gelar Lomba Pocil Tingkat Nasional
Bali Post/ist
POCIL - Peserta Lomba Pocil Tingkat Nasional digelar di Gedung PRG Polda Bali, Selasa (22/10) kemarin. 275, terbaik II Polres Tabanan dengan nilai 270 dan terbaik III Polres Gianyar dengan nilai 252. Untuk Juara Umum Pocil Tingkat Nasional Tahun 2019, yaitu
terbaik I Polres Tabanan dengan nilai 2.193, terbaik II Polres Bangli dengan nilai 2.174, dan terbaik III Polres Gianyar dengan nilai 2.017. (kmb36)
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
WISATA - Wisatawan menikmati wisata bahari di Tanjung Benoa, Kutsel. Geliat pariwisata di Kutsel menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan penduduk yang demikian pesat.
Di Kutsel Banyak Duktang Enggan Melapor
Mangupura (Bali Post) Kuta Selatan (Kutsel) merupakan kawasan pariwisata. Maka tak salah jika daerah ini sangat diminati mereka yang hendak mencari nafkah. Pertumbuhan penduduk di Kutsel pun terbilang tinggi, terutama dari sisi penduduk pendatang (duktang). Namun sejauh ini, kesadaran duktang melaporkan diri ke aparatur pemerintah.
Menurut Ketua Forum Kepala Lingkungan (Kaling) dan Klian Dinas se-Kecamatan Kutsel, Ketut Nika, hal ini perlu mendapatkan perhatian serius. Jika hal ini tidak diantisipasi dan didata dengan baik, akan menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ditegaskannya, jangan sampai keluhan akan keberadaan duktang yang belum terdata menjadi pemicu
persoalan wilayah. ‘’Karenanya, perlu langkah bersama dalam menyikapinya. Kami juga senantiasa siap bersinergi dengan pihak Imigrasi dalam menyikapi keberadaan orang asing. Karena mulai banyak juga WNA yang tinggal berbaur dengan masyarakat,’’ ujarnya, Senin (21/10). Pihaknya menilai penertiban duktang masih sangat perlu dilakukan, walau-
pun kini sudah ada kartu pendududuk non permanen yang diterbitkan Disdukcapil Badung sebagai pengganti Kipem dan memerlukan pengantar dari lingkungan. Hal ini lantaran masih banyak duktang yang enggan melaporkan dirinya ke aparat pemerintah terbawah. Padahal hal ini sangat diperlukan dalam kaitannya dengan pendataan dan memudah-
Bali Post/dok
kan penanganan ketika ada hal yang tidak diinginkan terjadi. ‘’Sidak atau penertiban tetap harus dilakukan karena cukup banyak pendatang yang tidak terdeteksi. Kami imbau kepada warga pendatang agar melaporkan keberadaannya ke lingkungan guna memudahkan konunikasi dan koordinasi,’’ ujarnya. (kmb23)
Datangkan Dewi Persik
Pemkab Keluarkan Dana Rp 300 Juta
Mangupura (Bali Post) –
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung I.B. Yoga Segara mengatakan, pedangdut dimaksud yakni Dewi Persik. Biaya Rp 300 juta itu sudah termasuk akomodasi crew. ‘’Jadi kita tidak nanggung apaapa lagi. Pesta rakyat ini akan dipusatkan di Gedung Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung,’’ ujar Yoga Segara, Selasa (22/10) kemarin. Selain Dewi Persik, Pemkab akan menampilkan artis lokal yakni Lolot, Joni Agung & Double T, Nanoe Biroe, Diyana Prasta, D’Antoni, Mangupura Band, dan lawak Celekontong Mas dengan anggaran Rp 350 juta. Pihaknya menganggarkan Rp 1 miliar lebih untuk puncak
perayaan HUT Kota Mangupura, termasuk biaya apel pada 16 Oktober 2019. Pagelaran akan dilaksanakan di dalam gedung budaya alias indoor. Namun pihaknya juga menyediakan layar LED ukuran 4x6 meter di luar gedung. ‘’Kami akan dahulukan undangan dulu, sisanya baru masyarakat umum. Kalau tidak mencukupi, masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan yang sama lewat LED TV yang kami pasang di luar,’’ ungkapnya. Kehadiran Dewi Persik dalam perayaan HUT Mangupura juga menimbulkan pertanyaan. Sebab, pada perayaan tahun sebelumnya pedangdut nasional ini juga mengisi acara
yang sama. Tak hanya itu, sederet artis lokal yang tampil pada perayaan HUT ke-9 Kota Mangupura juga tampil pada dasawarsa Kota Mangupura. Sebut saja Diyana Prasta, D’Antoni, Mangupura Band, dan lawak Celekontong Mas, sehingga terkesan monoton. ‘’Kenapa harus Dewi Persik, itu berdasarkan permintaan pimpinan, kami hanya melaksanakan,’’ ucapnya. Dijelaskannya, bagi masyarakat yang datang, berkesempatan pula menikmati kuliner gratis. Disediakan 2.500 nasi jinggo dan 5.700 kuliner lainnya. Pengambilannya akan melalui kupon yang dibagikan panitia. ‘’Kupon akan dibagikan di parkiran, jadi siapa yang
lebih dulu datang mereka yang dapat. Kami juga melarang masyarakat membawa makanan ke dalam gedung sehingga saat masuk sudah steril. Ini guna menjaga kebersihan dalam gedung,’’ terangnya. Terkait pengamanan, Yoga Segara didampingi Kasubag Pemerintahan Ida Bagus Geger, Kabag Humas Made Sudiarta dan Kasubag Pelayanan Pers I Made Adnyana menyatakan akan melibatkan pengamanan dari Polri, TNI, Satpol PP hingga pecalang. Para petugas akan menyebar, baik di dalam maupun luar gedung. ‘’Dengan keberadaan petugas, seandainya ada permasalahan, bisa cepat teratasi. Tapi tentu harapannya kegiatan berjalan kondusif karena ini kegiatan untuk menghibur masyarakat sesuai arahan Bapak Bupati,’’ tegasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Program Wifi gratis pada 1.074 access point dan 988 titik internet di Kabupaten Badung telah dirampungkan tahun 2018. Namun kurang dari setahun berjalan, Pemkab Badung sudah mengevaluasi program prestisius tersebut akibat target pendapatan tak tercapai. Berdasarkan informasi yang diperoleh Selasa (22/10) kemarin, suplai awal bandwidth untuk wifi di banjar, tingkat desa, SD, SMP, Puskesmas, Pustu adalah 15 Mbps. Na-
mun belakangan diturunkan menjadi 5 Mbps. Kemudian untuk wifi di objek wisata yang awalnya 30 Mbps, diturunkan menjadi 15 Mpbs. Sementara di masing-masing kantor Camat kecepatannya tetap 50 Mbps. Kemudian di RSUD 200 Mbps dan di Puspem Badung 1,5 Gbps. Dikonfirmasi mengenai penurunan bandwith, Kepala Diskominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja tak menampik perihal tersebut. Dijelaskannya, dampak rasionalisasi anggaran membuat sejumlah
program Diskominfo dipangkas. Salah satunya kecepatan internet gratis atau Badung Free Wifi diturunkan. ‘’Kami kena rasionalisasi anggaran Rp 49 miliar, sehingga ada perubahan program. Hampir semua internet Badung Free Wifi ada penurunan bandwidth,’’ ujarnya. Kendati terdapat penurunan kecepatan internet, birokrat asal Sembung, Mengwi ini berdalih hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap masyarakat. Masyarakat masih tetap bisa memanfaatkan
layanan internet gratis. ‘’Masyarakat masih tetap bisa memanfaatkan internet, karena penurunannya tidak terlalu banyak,’’ sebutnya. Seperti diketahui, pemasangan akses internet di tempat-tempat publik hingga ke tingkat banjar yang meliputi enam kantor Camat, 62 desa/ kelurahan, 249 Sekolah Dasar, 22 Sekolah Menengah Pertama, 13 Puskesmas, 54 Pustu, 555 banjar dan lingkungan, serta 33 objek wisata yang total sebanyak 994 lokasi dengan 1.074 access point. (kmb27)
Pesta rakyat serangkaian HUT ke-10 Kota Mangupura, Kabupaten Badung akan digelar Sabtu (26/10) mendatang. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Badung akan menampilkan artis dangdut papan atas dengan bayaran Rp 300 juta. Bali Post/ist
SERAHKAN BANTUAN - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto menyerahkan bantuan kepada penyandang disabilitas di balai Banjar Juwet, Desa Abiansemal, Selasa (22/10) kemarin.
Kodim Serahkan Bantuan untuk Disabilitas di Abiansemal Mangupura (Bali Post) Kodim 1611/Badung sangat peduli terhadap penyandang disabilitas, terutama di pelosok perdesaan. Seperti penyerahan bantuan berupa kursi roda, tongkat kaki tiga, tongkat tunanetra dan alat bantu pendengaran di balai Banjar Juwet, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (22/10) kemarin. Selain itu, juga dilaksanakan pembukaan pembinaan teritorial (binter) terpadu tahun 2019 Kodim 1611/Badung di Subak Blahkiuh. Bantuan untuk penyandang disabilitas tersebut diserahkan Dandim 1611/ Badung diwakili Kasdim Mayor Inf. Arianto, S.Ag. didampingi Manajer PT PLN UP3 Bali Selatan. Menurut Kasdim, tema kegiatan tersebut adalah memberdayakan wilayah pertahanan melalui binter terpadu guna memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh. Mayor Ariyanto saat mem-
bacakan sambutan Dandim menyampaikan, Binter terpadu tahun 2019 Kodim 1611/Badung merupakan fungsi utama TNI dalam rangka mendukung tercapainya implementasi melalui pemberdayaan geografi, demografi, dan kondisi sosial untuk menciptakan ruang, alat dan modisi (RAK) juang yang tangguh. Pelaksanaan binter dapat dilakukan secara berdiri sendiri maupun dengan aparat terkait dan komponen bangsa lainnya sesuai dengan kewenangan serta peraturan yang berlaku. ‘’Implementasi binter dilaksanakan menggunakan metode perlawanan rakyat, komunikasi sosial (komsos) dan bakti TNI untuk memperdayakan potensi wilayah demi kepentingan tugas pokok TNI dalam pertahanan negara,’’ ujarnya. Kasdim mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk mengoptimalkan kegiatan binter. Kegiatan ini dapat
dilaksanakan melalui peran dan partisipasi masyarakat secara aktif dalam mewujudkan RAK juang yang tangguh dengan melibatkan unsur TNI dan masyarakat. Kegiatan ini bisa terselenggara berkat dukungan dan kerja sama antara Kodim 1611/Badung dengan PLN Provinsi Bali. ‘’Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur PLN Provinsi Bali yang ikut berpartisipasi memberikan bantuan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara sebagaimana kita telah rencanakan,’’ tegas Ariyanto. Pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berpartisipasi mendukung kepedulian kepada sesama yang memiliki keterbatasan. Dengan demikian, kesulitan masyarakat tersebut mendapat perhatian dan teratasi. (kmb36)
Kecepatan Wifi Gratis Diturunkan
Wujudkan Badung Sehat DLHK Gandeng ICEL Mangupura (Bali Post) Guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha di bidang fasilitas pelayanan kesehatan, Pemkab Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggandeng Indonesian Central Environmental Low (ICEL). Kerja sama ini juga bertujuan menggugah kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan serta kepedulian terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLHK Badung Nengah Sukarta mengatakan, kerja sama tersebut juga merupakan terobosan dalam rangka mencari solusi penanganan limbah dan sampah untuk membangun Ba-
dung yang lebih bertanggung jawab dalam kelestarian lingkungan. ‘’Ini juga merupakan darurat berbenah. Pemkab Badung melalui DLHK Kabupaten Badung melakukan berbagai terobosan,’’ ujar Sukarta, Selasa (22/10) kemarin. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan menyebutkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada pimpinan rumah sakit swasta, pemerintah, puskesmas, beserta komponen usaha yang menghasilkan limbah, bisa hadir dan mengikuti Bimtek ini. Dikatakan hal ini sesuai dengan program dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang sudah melakukan terobosan Gerakan Serentak Badung Bersih (Gertak) yang termasuk di dalamnya bebas
dari limbah. Bupati Giri Prasta telah mencanangkan 1.000 bank sampah di tahun 2019. Tahun 2020, 62 desa dan kelurahan di Badung wajib memiliki tempat pembuangan Sampah (TPS) berpola 3R (reduce, reuse dan recycle). Sedangkan tahun 2021 ditargetkan Badung telah mandiri pengelolaan sampah. Artinya, sampah dikelola di masing-masing desa. Deputi Direktur ICEL Raynaldo Sembiring mengatakan, langkah Pemkab Badung dalam menangani sampah maupun limbah perlu didukung oleh semua komponen. Dia berharap kerja sama yang terjalin dengan Pemkab Badung dapat menjadikan Badung lebih bersih dan lestari. (kmb27)
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Prodi S-2 Seni ISI Denpasar Gelar Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida PROGRAM Studi Magister (Prodi S-2) Seni Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (16/10) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Wantilan Pura Kahyangan Dalem Ped ini melibatkan masyarakat, sanggar, dan siswa setempat serta seluruh mahasiswa baru Prodi S-2 Seni ISI Denpasar. Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih di areal pura dan memberikan pengetahuan dengan pelatihan dasar-dasar tari Panyembrama kepada masyarakat dan siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengenalkan lebih dekat Prodi S-2 kepada masyarakat, sekaligus menjalankan salah satu konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kaprodi S-2 Seni PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai institusi pendidikan tinggi, PPs ISI Denpasar tidak cukup hanya menjalankan proses pembelajaran dan penelitian saja, tetapi proses pengabdian kepada masyarakat juga penting untuk dilakukan. Sehingga ilmu pengetahuan yang didapatkan
FOTO BERSAMA - Seluruh peserta kegiatan pengabdian masyarakat Prodi S-2 Seni ISI Denpasar berfoto bersama di Wantilan Pura Kahyangan Dalem Ped. para mahasiswa di perguruan tinggi dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat dan berdaya guna untuk kemajuan masyarakat desa bersangkutan. Apalagi, pada intinya kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memperkenalkan, memotivasi, sekaligus mendekatkan Prodi S-2 Seni kepada masyarakat, sehingga Prodi Seni di PPs ISI Denpasar semakin dikenal dan diminati masyarakat untuk menempuh pendidikannya di PPs ISI Denpasar. Di samping juga untuk menggali, membina, melestarikan dan mengembangkan potensi-potensi seni yang ada
di daerah. Dipilihnya Nusa Penida sebagai tempat kegiatan karena memiliki potensi-potensi seni yang harus dibina dan dikembangkan lebih jauh. Sehingga geliat generasi muda untuk berkesenian, khususnya seni tari semakin berkembang guna pelestarian dan pengembangan seni ke depan. ‘’Kita sebenarnya memiliki tempat-tempat lain, namun kita prioritaskan ke tempat yang memiliki potensi-potensi seni untuk kita bina dan kembangkan, seperti di Nusa Penida,’’ ujar Ketut Sariada, Selasa (22/10) kemarin. (ad647)
Selesaikan Sengketa Bisnis
Kepengurusan BANI Perwakilan Bali Diperluas ke Nusa Tenggara HUBUNGAN bisnis terjadi didasarkan atas saling kepercayaan. Untuk itu, ketika terjadi sengketa, sebaiknya diselesaikan melalui permusyawaratan. Salah satunya penyelesaian melalui Badan Arbitrasi Nasional Indonesia (BANI). Hal tersebut mengemuka dalam seminar arbitrase dalam rangka pengukuhan kepengurusan BANI Perwakilan Bali dan Nusa Tenggara, Selasa (22/10) kemarin. Kepengurusan BANI Perwakilan Bali dan Nusa Tenggara periode 2019–2024 diketuai Ida Bagus Kade Perdana. Menurut Kade Perdana, terbentuknya pengurusan BANI Bali yang kini diperluas hingga Nusa Tenggara diinisiasi Ketua Kadin Kadek Ariyandi. Sesungguhnya BANI tidak berharap ada persengketaan, tetapi sengketa bagaikan orang sakit sehingga tidak bisa dihindari. Dengan demikian, keberadaan BANI akan memberikan penyelesaian dengan arbiter-arbiter yang bisa disepakati para pihak. Kade Perdana menambahkan, kepengurusan BANI Bali dan Nusa Tenggara nantinya akan berkantor di Jalan Mawar, Denpasar, sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif dari masyarakat dan stakeholder lainnya. Sementara itu, Ketua BANI Husseyn Umar mengatakan, dikukuhkannya kembali pengurus BANI Bali karena kepengurusan Bali sebelumnya sudah berakhir. Untuk perwakilan Bali periode ini, diperluas ke Nusa Tenggara dan diperkuat Kadin Bali. BANI pada awalnya dibentuk 42 tahun lalu oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk memberikan pilihan dunia bisnis dalam menyelesaikan sengketa ketimbang ke pengadilan yang
Prodi PWK Unhi Denpasar Join Studio dengan ITN Yogyakarta DALAM rangka meningkatkan mutu lulusan sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota dalam bidang perencanaan kawasan perkotaan, Prodi S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hindu Indonesia (PWK Unhi) Denpasar mengadakan kerja sama dalam bidang pembelajaran mata kuliah studio kota (join studio) dengan Prodi S-1 PWK Institut Teknologi Nasional (ITN) Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung dari 13 Oktober hingga 22 Oktober 2019. Mahasiswa PWK ITN Yogyakarta diwakili 10 mahasiswa dan 2 orang dosen pendamping, Hatta Effendi, S.T., M.Eng. dan Yunastiawan EP, S.T., M.Sc. Ketua Prodi PWK Unhi Denpasar Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal, S.T., M.T. mengatakan sudah seyogianya mahasiswa PWK di seluruh Indonesia memahami karakteristik keruangan yang terbangun di seluruh pelosok negeri. Join studio ini diharapkan mahasiswa mampu saling mempelajari keunikan tata ruang masing-masing daerah dengan melakukan kuliah langsung di lokasi tata ruang yang dipelajari. Selain sebagai sebuah kegiatan perkuliahan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam bidang pengabdian masyarakat melalui pembuatan muatan Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perkotaan Semarapura. Hasil studi dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada masyarakat tentang pola keruangan dan juga perencanaan kota berbasis budaya melalui pelestarian cagar budaya. Join studio yang baru dilakukan pertama kali oleh kedua universitas ini memilih Kota Semarapura karena dianggap merepresentasikan pusat pemerintahan Pulau Bali pada zaman Kerajaan Hindu masih berjaya dan juga peninggalan cagar budaya yang masih terawat dan dilestarikan hingga saat ini. Kota ini juga memiliki ciri unik perkotaan yang terbangun karena akulturasi budaya yang kental. Keunikan ini hanya dimiliki
FOTO BERSAMA - Mahasiswa PWK Unhi Denpasar dan PWK ITN Yogyakarta berfoto bersama di depan Monumen Puputan Klungkung. beberapa kota di Indonesia. Untuk menggali kembali potensi keruangan di wilayah Kota Semarapura, kegiatan diisi dengan kelas, survei lapangan, focus group discussion dan presentasi bersama kedua perguruan tinggi dan pihak Pemerintah Kabupaten Klungkung, dalam hal ini Dinas PUPR Bidang Tata Ruang. Kolaborasi dalam pembelajaran mata kuliah ini diharapkan memberikan nuansa yang baru bagi para mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan perkuliahan yang menarik dan inovatif. Mahasiswa juga antusias dalam melaksanakan kegiatan survei maupun wawancara dengan masyarakat lokal. Walau terbilang dalam waktu yang singkat, namun join studio ini bisa memberikan gambaran bagaimana proses penataan ruang di wilayah perkotaan Semarapura terbentuk. Apalagi, PWK Unhi Denpasar sendiri dalam beberapa kesempatan melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan memberikan pengalaman yang baru bagi para mahasiswa dan dosen.
Ilmu perencanaan wilayah dan kota sendiri harus selalu bisa melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat, sehingga produk tata ruang yang diciptakan mampu untuk menyejahterakan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan bisa berlanjut dari waktu ke waktu untuk bisa saling memberikan masukan terhadap jalannya proses perkuliahan di masing-masing perguruan tinggi. Dalam kesempatan selanjutnya, PWK Unhi Denpasar dan Himpunan Mahasiswa PWK Unhi Denpasar akan melakukan kegiatan lomba karya tulis ilmiah remaja tingkat SMP dan SMA/K pada November 2019. Diharapkan antusiasme partisipasi dari kalangan pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan ini, membantu dalam mengenalkan ilmu perencanaan kepada kalangan muda dan juga masyarakat pada umumnya. LKTI tahun ini merupakan yang ke-9 dan diadakan setahun sekali untuk menampung minat pelajar dalam menulis dan meneliti. Acara ini akan diadakan pada 23 November dan pendaftaran peserta masih dibuka. (ad648)
Raih Rekor Muri
Kaniva International Lahirkan 108 Lulusan Pariwisata yang Sudah Bekerja
DIKUKUHKAN - Ida Bagus Kade Perdana menjadi Ketua BANI Bali dan Nusa Tenggara yang dikukuhkan, Selasa (22/10) kemarin. dapat memakan waktu yang panjang. Arbitrasi ini sebagai pilihan dalam penyelesaian bisnis. Saat ini BANI mempunyai perwakilan di tujuh kota di Indonesia. Untuk Bali, mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda. Lembaga ini yang akan memfasilitasi legal dan administrasi bisnis secara arbitrase. Untuk itu, BANI telah menyiapkan arbiter-arbiter dari berbagai profesi sehingga bisa menjadi pilihan untuk menyelesaikan sengketa bisnis yang terjadi. ‘’Seiring telah dikukuhkannya pengurus BANI perwakilan Bali dan Nusa Tenggara, diharapkan agar aktif menyosialisasikan program arbitrase kepada kalangan bisnis,’’ katanya. Pengukuhan dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Industri mewakili Gubernur Bali,
Ketua Deskranasda Bali, dan sejumlah undangan lainnya. Sementara itu, Ketua Kadin Bali Made Ariyandi berharap dengan berdirinya BANI Bali dan Nusa Tenggara, dapat memberikan solusi ke depan sebagai suatu penyelesaian sengketa, sehingga para pihak tidak ada merasa kalah dan menang, prinsip dagang mencari keuntungan sesuai hak dan kewajiban. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Provinsi Bali I Putu Astawa yang mewakili Gubernur Bali. Dikatakan, dalam penyelesaian sengketa melalui arbitrase adalah bukan mencari siapa yang menang dan kalah, tetapi titik temu dan win-win solution dalam penyelesaian sengketa sehingga bisa mandiri. (kmb16)
KARNIVA International melaksanakan graduation I 2019 pada Selasa (22/10) kemarin. Dalam graduation ini telah melahirkan 108 lulusan yang sudah bekerja di hotel, vila dan instansi pariwisata lainnya. Itulah sebabnya pada hari itu juga Kaniva International memperoleh Rekor Muri. Dari 108 wisudawan, 6 di antaranya merupakan lulusan yang mengikuti pendidikan dua tahun dan 102 orang yang mengikuti pendidikan satu tahun. Direktur Kaniva International Gus Suranata, S.H., CHPR. mengatakan acara wisuda ini merupakan pintu masuknya lulusan ke gerbang kedewasaan karena telah menjadi pribadi yang bertanggung jawab sebagai pekerja. Dengan menjadi pekerja, kedewasaan harus dipertanggungjawabkan. ‘’Itulah kebanggaan kami, 100 persen lulusan sudah bekerja sebelum diwisuda. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras manajemen Kaniva, tenaga pengajar dan karyawan. Itulah Rekor Muri memberi sertifikat karena 100 persen bekerja sebelum wisuda. Bahkan sebagian besar dari mereka sudah dengan gaji sendiri,’’ tuturnya. Untuk program D-1, lulusan mengikuti pendidikan di kampus selama enam bulan dan enam bulan di industri. Sedangkan program D-2 mengikuti pendidikan selama satu tahun di kampus, enam bulan di industri dan kembali lagi ke kampus. Ia berpesan agar wisudawan tidak berhenti belajar meskipun telah bekerja dan memperoleh gaji.
LEPAS WISUDAWAN - Direktur Kaniva International Gus Suranata, S.H., CHPR. saat melepas 108 wisudawan. Selama pendidikan, mahasiswa didukung instruktur yang berkompeten. Kaniva International juga memiliki jaringan vila, hotel yang dikelola sendiri. ‘’Saya juga mengelola manajemen dengan 15 hotel di bawahnya. Jadi membantu kami penyerapan anak-anak dalam dunia kerja,’’ bebernya. Kaniva memiliki metode pendidikan yang berbeda dengan tempat lain. Menurutnya, di industri pariwisata, harus siap mental. Kedua skill dan kompetensi dan bahasa Inggris. ‘’Yang kami bentuk pertama sikap mental bekerja, mental pejuang, mau melayani, ramah dan memiliki kompetensi bahasa Inggris. Di struktur kami banyak yang S-2 Bahasa Inggris, metode yang kita terapkan beda, suasana belajarnya beda dengan SMK/SMA yang lebih
mengedepankan fun learning. Belajar menyenangkan, tidak kaku itu menyebabkan mereka nyaman belajar dengan kita, dan nilai mereka bagus, sehingga pada saat interview mereka bisa diterima kerja,’’ ucapnya. Komisaris Kaniva International Ketut Swabawa, CHA. Menambahkan, banyak sekolah pariwisata semakin bertransformasi ke arah industri yang lainnya. Contohnya, sudah banyak sekolah pariwisata yang membuka sekolah kesehatan dan keuangan. Artinya, SDM harus meningkatkan multitasking skill-nya, bukan hanya pada core kompetensi. ‘’Contohnya, waiter harus menguasai bidang lain seperti perjalanan wisata, room boy harus mengetahui tentang restaurant, harus meningkatkan wawasan secara umum,’’ imbuhnya. (ad649)
Lestarikan Budaya Bali
Yayasan Bali Kasih Gelar Pelatihan Pembuatan Sarana ’’Upakara’’ DALAM upaya membangkitkan minat generasi muda melestarikan budaya Bali, khusunya membuat bebantenan, Yayasan Bali Kasih menggelar pelatihan pembuatan sarana upakara di SMPN 1 Kuta Utara, Badung. Pelatihan yang diikuti sekitar 40 siswi tersebut dilaksanakan selama beberapa hari. Ini dikarenakan pelatihan dilakukan selama satu hingga dua jam usai mereka mengikuti pelajaran di kelas. Di era globalisasi ini, budaya membuat bebantenan atau sarana upakara mulai ditinggalkan generasi muda. Tidak hanya generasi muda, bahkan tidak sedikit masyarakat Bali cenderung membeli sarana upakara saat mereka menggelar upacara agama. Padahal membuat sarana upakara merupakan salah satu budaya Bali yang harus dilestarikan. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkembangkan dan dibangkitkan budaya membuat
upakara, sehingga budaya ini dapat lestari ke depannya. Hal itu diterangkan Ketua Yayasan Bali Kasih Ir. Gede Suarta, M.Si., Selasa (22/10) kemarin, di sela-sela pelatihan. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya membuat sarana upacara di masyarakat Bali, khususnya generasi muda. ‘’Seperti kita ketahui, bahwa generasi muda susah untuk melestarikan budaya, terutama membuat bebantenan. Jadi, kita dari yayasan berusaha melestarikan budaya-budaya kita, terutama yang di Bali, yang terkait dengan bebantenan,’’ terang Suarta. Pada pelatihan ini, Suarta memaparkan, peserta dari awal dilatih membuat canang sari dan pejati. Ini dikarenakan bahwa pejati merupakan inti dari bebantenan. Pejati sering digunakan umat Hindu di Bali untuk menyatakan kesungguhan hati ke
hadapan Tuhan dan manifestasiNya, akan melakukan suatu upacara dan mohon dipersaksikan, dengan tujuan agar mendapatkan keselamatan. Pada pelatihan ini, pihak yayasan melibatkan beberapa guru agama di SMPN 1 Kuta Utara, Badung sebagai pelatihnya. Melalui pelatihan ini, Ketua Yayasan Bali Kasih mengharapkan budaya Bali khususnya membuat bebantenan dan sarana upakara dapat lestari. Dan peserta juga diharapkan mampu mengaplikasikan dan menularkan ilmunya tersebut di masyarakat. Nantinya kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pelatihan pembuatan sarana upakara akan ditingkatkan. Adanya pelatihan ini, Ida Ayu Niti Astuti, salah satu guru di SMPN 1 Kuta Utara, Badung menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik. Hal
ini akan meningkatkan minat generasi muda dalam membuat bebantenan, sehingga akan dapat melestarikan budaya Bali. Dalam pelatihan ini, sekolah mengirimkan sekitar 40 orang siswi, mereka itu dari kelas VII sekitar 5 orang dan kelas VIII sebanyak 35 orang. Sebagai salah satu pelatih, Ida Ayu Niti Astuti menjelaskan, peserta awalnya diajarkan cara membuat canang sari. Kemudian selanjutnya membuat sejumlah sarana untuk membuat pejati seperti taledan, tipat, sodan, peras, daksina, dan lainnya. Setelah sejumlah sarana yang diperlukan telah selesai disiapkan, maka baru matanding membuat pejati. Semua pembuatan tersebut dari awal dilakukan oleh peserta. Dalam pelatihan pembuatan pejati ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Di mana dalam satu kelompok beranggotakan 4 orang siswi. (ad611)
UPAKARA - Pelatihan pembuatan sarana upakara yang digelar Yayasan Bali Kasih di SMPN 1 Kuta Utara, Badung, Selasa (22/10) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Bayi Kembar Siam Diperbolehkan Pulang
Jantung Berhubungan, Operasi Pemisahan Tak Bisa Dilakukan Denpasar (Bali Post) -
Setelah mendapatkan perawatan selama 106 hari, bayi kembar siam pasangan Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) asal Buleleng akhirnya diperbolehkan pulang, Kamis (17/10) lalu. Pemutusan kepulangan bayi kembar siam dan tidak lagi dirawat inap di RSUP Sanglah karena kondisi bayi yang sudah stabil dan sehat. Selain itu pula karena adanya pertimbangan tim kembar siam RSUD Dr. Soetomo yang menyatakan bayi kembar siam dempet dada ini tidak bisa dilakukan operasi pemisahan.
Bali Post/san
HOME CARE - Petugas dari Puskesmas Denpasar Selatan saat melakukan home care di kediaman bayi kembar siam asal Buleleng di Denpasar, beberapa waktu lalu.
ayat (1) UU Narkotika. Hakim memerintahkan Ismaya menjalani rehabilitasi dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, terdakwa menggunakan narkotika untuk dirinya sendiri. Selain itu, terdakwa juga sempat menjalani rawat jalan. Sebelumnya JPU I Made Lovi Pusnawan menuntut Ismaya dengan pidana penjara selama satu tahun. Di tempat terpisah, Bimantara selaku kuasa hukum Ismaya menyebut putusan hakim sudah sesuai fakta-fakta persidangan. ‘’Sesuai keterangan saksi-saksi di persidangan, terutama saksi-saksi medis menjadi pertimbangan hakim,’’ terang Bimantara. Dikatakan, putusan hakim memberikan rehabilitasi tepat karena Ismaya bukan pengedar atau bandar. Selain pernah menjalani rawat medis, barang buktinya juga 0,73 gram. (kmb37)
2020, BMKG Prediksi Tidak Ada Indikasi El-Nino Kuat
BERDASARKAN hasil monitoring dan analisis dinamika atmosfer, BMKG memprediksi bahwa pada tahun 2020 tidak terindikasi akan terjadi El-Nino kuat. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Demikian juga NOAA dan NASA (Amerika) serta JAMSTEC (Jepang) memprediksi hasil yang serupa. ‘’Hal ini menandai tahun 2020 nanti diperkirakan tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia. Curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal atau klimatologisnya,’’ tandas Dwikorita Karnawati, Selasa (22/10) kemarin. Dikatakan, musim kemarau umumnya akan dimulai pada April hingga Oktober 2020. Sedangkan wilayah di dekat ekuator, seperti Aceh, Sumatera Utara dan Riau, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari-Maret 2020. Sehingga masyarakat diimbau agar tetap waspada potensi kondisi kering yang dapat berdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, untuk tahun 2019 ini, Dwikorita menambahkan, El-Nino lemah
telah berakhir pada Juli lalu dan kondisi netral ini masih berlanjut hingga di pengujung tahun 2019. Fenomena yang saat ini sedang terjadi, lanjut Dwikorita, adalah rendahnya suhu permukaan laut daripada suhu normalnya yang berkisar antara 26 - 27 derajat Celcius di wilayah perairan Indonesia bagian selatan dan barat, sehingga berimplikasi pada kurangnya pembentukan awan di wilayah Indonesia. ‘’Dengan adanya fenomena tersebut, mengakibatkan awal musim hujan periode 2019/2020 mengalami kemunduran dan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada November, kecuali untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan yang dimulai sejak pertengahan Oktober 2019,’’ paparnya. Dwikorita mengimbau agar perlu mengoptimalkan usaha menjaga cadangan air melalui optimalisasi manajemen operasional air waduk saat musim penghujan dan melalui gerakan memanen air hujan. Teknologi modifikasi cuaca dapat diterapkan sebagai alternatif pada saat peralihan kedua musim tersebut, terutama bagi wilayah yang rawan kekeringan dan karhutla. (win)
gan dan ada lubang cukup besar,’’ ujar Sudartana. Saat dipulangkan, berat badan kedua bayi sudah mencapai 6.200 gram. Kondisinya stabil dan sehat sehingga tidak memerlukan rawat inap lagi. ‘’Bayi sudah stabil dan jika terlalu lama dirawat inap di rumah sakit, takutnya akan terkena infeksi penyakit lain,’’ ujar Sudartana. Meski diperbolehkan pulang, tetap ada catatan dari pihak RSUP Sanglah yaitu kondisi bayi akan tetap dipantau, baik dari pihak RSUP Sanglah maupun Dinas Kesehatan Kota Denpasar melalui puskesmas. Karena kondisi
jantungnya saling berhubungan, sehingga tidak bisa diambil tindakan pemisahan. Bayi akan tumbuh dempet sampai mereka besar. Saat ini, lanjut Sudartana, orangtua bayi memutuskan tinggal di Denpasar. Untuk memantau kondisi kesehatan bayi, puskesmas terdekat telah melakukan kunjungan dan perawatan rumah atau home care. RSUP Sanglah juga siap dihubungi kapan pun jika memang dibutuhkan atau ada kejadian emergency yang dialami bayi kembar siam tersebut. Saat ini bayi kembar siam tetap rutin melakukan rawat jalan ke RSUP Sanglah. (kmb24)
Spesialis Pencuri HP Ditangkap
Ismaya Divonis Rehabilitasi Denpasar (Bali Post) Rasa syukur dan bahagia didengungkan mantan calon DPD-RI I Ketut Ismaya Putra. Pria yang diadili kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,73 gram itu divonis rehabilitasi oleh majelis hakim pimpinam I.G. Partha Bhargawa, Selasa (22/10) kemarin. Atas vonis itu, Ismaya tak henti-hentinya mengucapkan syukur sembari mencakupkan tangan dan berucap ‘’terima kasih Tuhan’’. Saat pembacaan vonis, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Bimantara Putra, hakim memutuskan Ismaya harus menjalankan rehabilitasi, sehingga bisa dikatakan Ismaya segera bebas dari Lapas Kerobokan. Majelis hakim menyatakan Ismaya terbukti sebagai penyalah guna narkotika untuk diri sendiri. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 127
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.(KBD), Selasa (22/10) kemarin mengatakan, sebelum dipulangkan, pihak RSUP Sanglah terlebih dahulu berkonsultasi dengan tim kembar siam RSUD Dr. Soetomo. Tim sebanyak empat orang datang pada Rabu (9/10) lalu untuk memeriksa bayi dan melakukan evaluasi. Lewat pemeriksaan, diketahui jantung kedua bayi berhubungan satu sama lain dan ada lubang cukup besar. Dengan kondisi ini, kedua bayi tidak bisa menjalani proses operasi pemisahan. ‘’Tidak bisa dipisah karena jantungnya berhubun-
Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian di sejumlah TKP berhasil diungkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (22/10) kemarin. Pelakunya, Edhy Purnawan alias Haris (38) ditangkap di hotel di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Terkait kasus ini, polisi mengamankan belasan barang bukti. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan menyampaikan, salah satu korban yang melapor yaitu Elliya Laela (47) beralamat di Jalan Pamogan Gang Sawah No. 1, Pamogan, Denpasar Selatan (Densel). Kronologinya, pada Jumat (23/9) pukul 22.00 Wita, korban sedang mandi. Saat itu pintu kamar tidak dikunci. Usai mandi, barang-barang berharga milik korban hilang. Selanjutnya korban yang mengalami kerugian Rp 10 juta ini melapor ke Polsek Densel. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob dan IT Ditreskrimum melakukan penyelidikan di seputaran Badung dan Den-
pasar. Selanjutnya pada Selasa (22/10), polisi berhasil melacak keberadaan pelaku di sebuah hotel di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Selanjutnya petugas langsung meringkus pelaku asal Malang, Jawa Timur ini. Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatanya telah melakukan pencurian sebanyak lima kali, yaitu di Jalan Raya Pamogan, Jalan Raya Kuta, Jalan Gunung Salak, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Subur. ‘’Pelaku ini dominan menyasar kamar kos, di mana penghuninya ketika lagi mandi dan beraksinya malam hari,’’ ujarnya. Barang bukti yang disita terkait kasus ini, di antaranya 6 unit HP, 3 tas, buku tabungan, sepeda motor dan pakaian. ‘’Kasus ini masih dikembangkan anggota di lapangan. Upaya menindak pelaku tindak pidana, khususnya curat, curas dan cusa terus kami lakukan,’’ kata mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini. (kmb36)
Bali Post/ist
DITANGKAP - Tersangka Edhy Purnawan alias Haris ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali.
Gara-gara Tulis Status di Medsos
Suami Tusuk Istri hingga Kritis Denpasar (Bali Post) Kondisi Ni Gusti Ayu Sriasih (21) hingga saat ini masih kritis dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Korban ditusuk suaminya, Ketut Gede Ariasta alias Aris (23). Korban mengalami dua luka tusukan yakni di punggung dan rusuk sebelah kanan. ‘’Secara adat mereka sudah
cerai, tapi secara hukum nasional belum. Mereka masih sering berkomunikasi, bahkan sebelum kejadian pelaku membelikan korban handphone,’’ kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar AKP Josina Lambiombir saat mendampingi Wakasat Reskrim AKP Nyo-
man Darsana, Selasa (22/10) kemarin. Kanit PPA mengungkapkan, kasus ini dilaporkan ayah korban, I Gusti Ngurah Pandu. Pada Kamis (17/10) pukul 02.00 Wita, Pandu ditelepon pemilik kos. Saat itu Pandu diberi tahu jika anaknya ditusuk di kamar kos oleh orang yang tidak dikenal dan sudah
Bali Post/eka
PENUSUKAN - Polisi menunjukkan barang bukti penusukan dan tersangkanya di Mako Polresta Denpasar, Selasa (22/10) kemarin.
dibawa ke RS BaliMed Denpasar. ‘’Pemilik kos tidak kenal dengan pelaku,’’ ujarnya. Sementara terjadinya kasus ini berawal ketika korban membagikan tautan ke media sosial yang isinya disebutsebut meremehkan pelaku. Isi tautan itu membuat pelaku emosi. Akibatnya korban dan pelaku ribut di dunia maya, tepatnya lewat WhatsApp (WA) dan Facebook. Akhirnya WA dan Facebbok pelaku di blokir korban. ‘’Hal itu yang membuat pelaku emosi kepada korban. Pada Kamis lalu pukul 01.20 Wita, pelaku menuju kos korban di Jalan Gunung Sanghyang No. 124, kamar kos nomor 3, Padangsambian, Denpasar. Pelaku membawa tas pinggang isi pisau,’’ ungkapnya. Setibanya di TKP, pelaku mendobrak pintu kamar kos korban. Setelah pintu terbuka, pelaku menanyakan tentang maksud tautan tersebut. Terjadilah percekcokan antara pelaku dan korban. Saat itu korban menyampaikan sudah tidak ada hubungan lagi dengannya. Pelaku semakin emosi mendengar ucapan korban tersebut. Dia langsung
mengeluarkan pisau dari tas pinggangnya dan langsung menusuk korban dalam posisi duduk di lantai kamar. Pelaku menusuk korban sebanyak dua kali mengenai rusuk sebelah kanan dan punggung sebelah kiri korban. Akibat tusukan tersebut, korban bersimbah darah dan langsung rebah di lantai. Bukannya menolong korban, pelaku mengunci kamar tersebut dari luar dan langsung kabur menuju tempat kosnya di Jalan Antasura, Peguyangan, Denpasar. ‘’Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Resmob Polresta dipimpin Kanit I Iptu Yudistira dan Panit Iptu Eka Wisada berhasil menangkap pelaku di jalan Duda Timur, Selat, Karangasem. Waktu itu, pelaku hendak membantu kakaknya mengemudikan truk ke wilayah Selat,’’ ucap Kanit PPA. Terkait kasus tersebut, pelaku dikenakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yaitu Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004. Ancaman hukumannya paling lama 10 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 30 juta. (kmb36)
Selidiki Kebakaran Lahan di Kintamani
Tim Labfor Polda Bali dan Polres Bangli Turun ke Lokasi Bangli (Bali Post) Kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kintamani menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Untuk mendapatkan data yang akurat dan akuntabel terkait kasus kebakaran lahan yang terjadi, pihak kepolisian menerjunkan Tim Labfor Polda Bali untuk menyelidiki sumber api tersebut, Selasa (22/10) kemarin. Tim Labfor dipimpin Kasubbid Fisika dan Komputer Forensik AKBP Anang Kusnadi dan Kompol Imam Barnadi bersama tiga anggota didampingi Kasat Reskrim Polres Bangli AKP M. Akbar Eka
Putra Samosir dan Kasubag Humas AKP Sulhadi, S.H. bersama anggota langsung menuju TKP. Tim melakukan penyelidikan dan mengambil sampel berupa sisa pembakaran di tempat terjadinya kebakaran lahan, di antaranya di Banjar Paket dan Penelokan Kintamani. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, kali ini pihaknya bersama tim Labfor Polda Bali menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kintamani untuk mendapat titik terang dari kasus tersebut. ‘’Kami bersama Labfor melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi terjadinya
kasus kebakaran tersebut,’’ ujar Kapolres Agus Tri Waluyo. Mantan Kasat Narkoba Polresta Denpasar ini menerangkan, dari hasil penyelidikan Labfor, nantinya akan dijadikan acuan untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Tak lupa, dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menyebabkan kebakaran lahan. Dia juga menyampaikan agar melaporkan secepatnya jika masyarakat menemukan adanya titik kebakaran supaya mendapat penanganan lebih cepat dan tidak meluas. (kmb40)
Bali Post/ina
KEBAKARAN - Pihak kepolisian menerjunkan Tim Labfor untuk menyelidiki kebakaran sejumlah lahan di Kitamani, Selasa (22/10) kemarin.
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mestinya Malu Jadi Warga Tak Kreatif SEBAGAI warga Kota Denpasar dan Bali kita patut berbangga memiliki Kota Denpasar sebagai kofa kreatif, inovatif dan sejahtera. Tingkat kepuasan hidup warganya juga termasuk kota terbaik di tingkat nasional. Namun itu baru koma, jelas bukan hasil yang sebenarnya. Artinya indikator pengukurannya baru pada tiggkat kepuasan, pernyataan verbal, padahal yabg benar kita harus bicara riil apakah warganya benar-benar sejahtera, kreatif atau inovatif. Penilaian sebagai kota kreatif dan inovatif baru pada tataran kreativitas kebijakan pemerintahannya, yang benar dan patut diuji lagi apakah benar warganya kreatif dan inovatif. Dua hal ini menjadi fokus pembangunan Denpasar dan kota lain di Bali. Maklum dari segi sarana dan prasarana serta infrasruktur, jelas ibu kota Provinsi Bali ini diuntungkan. Baik dari segi kelengkapan sarana pendidikan mulai dari PAUD dan TK hingga perguruan tinggi di Bali semua berpusat di Denpasar, termasuk program S-2 hingga S-3 ada di Denpasar. Sarana kesehatan apalagi, semua dimiliki Denpasar. Warga jelas menikmati kemudahan fasilitas itu pun tidak hanya warga Denpasar namun juga warga pendatang. Jadi, wajar saja kelengkapan sarpras ini berkorelasi dengan tingkat kepuasan warganya. Demikian juga Denpasar sebagai pusat perekonomian Bali. Hampir 50 persen uang beredar di Denpasar. Lembaga perbankan dan kemudahan pelayanan prima jelas dinikmati warga Denpasar. Namun predikat itu paling tidak mendekati gambaran kondisi sebenarnya. Perputaran ekonomi dan dampak ekonomi jelas dinikmati pertama oleh warga Denpasar baru daerah lainnya. Predikat bukankah tujuan namun bagaimana kita mendekatkan perilaku warga yang sebenarnya. Nah soal kota kreatif dan inovatif, Denpasar pantas juga menyandang predikat ini. Namun kalau kita menilai secara jujur apakah warga Denpasar benar-benar kreatif dan inovatif perlu penelitian secara komprehensif. Sebab, yang dinilai selama ini kebanyakan kebijakan dan sistem, bukan perilaku warganya yang kreatif dan inovatif. Makanya semua instansi berlomba memberikan pelayanan prima. Yang benar malu dong kalau kita sebagai warga Denpasar belum kreatif dan inovatif. Predikat biarkan tetap ada namun semua warga harus bertanya pada diri sendiri sudah kreatifkah kita. Hasil harus linier dengan perilaku warganya, itulah yang utama. Terlepas dari itu kita patut mengacungkan jempol atas ide dan terobosan yang dilakukan Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang dikenal tokoh ekonomi kreatif di Bali. Termasuk terobosannya menjadikan Denpasar smart city. Kabupaten lain memiliki peluang yang sama namun belum tentu berani membuat kebijakan pro-rakyat. Seperti revitalisasi pasar tradisional menjadi modern. Menjelang masa akhir jabatannya, warga Denpasar melihat wali kota ini sukses membawa berbagai perubahan. Lihat saja predikat kota budaya yang dirintis Wali Kota Puspayoga, kini ditambah menjadi Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan. Makanya di berbagai kesempatan Rai Mantra selalu menekankan untuk terus berubah dan bertransformasi. Apalagi di era digital semuanya mengarah pada efisien dan efektif. Semua sektor akan mengurangi tenaga kerja manusia karena sebagian diganti oleh serba digigal dan robotik. Untuk bisa eksis di zaman ini kita harus kreatif dan inovatif. Inilah yang digarap pertama. Melalui dunia pendidikan karena lewat tangan guru kita bisa mengubah mindset manusia. Dengan demikian siapa yang kreatif dan inovatif. Itulah warga Denpasar yang sebenarnya jika berani menjadi kota kreatif.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Tetap Semangat Menindak Koruptor Menuju Indonesia maju kini menjadi program strategis Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Indonesia maju katanya baru tercapai 2045 saat Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Mudah-mudahan hal ini bisa dinikmati generasi Indonesia terlebih kini populasi penduduk Indonesia sangat besar. Namun, bukan harapan itu yang ingin saya sampaikan saat ini. Saya justru lebih respek dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi yang tak pernah lelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Mudah-mudahan semangat kerja KPK ini juga menjadi semangat kerja para birokrasi dan pejabat publik dalam membangun. Saya juga berharap KPK diperkuat pada pemerintahan jilid II Jokowi. Jangan sampai citra pemerintahan yang sudah terbangun selama lima tahun terakhir menjadi menurun karena keberpihakan kita pada penindakan korupsi melemah. Mari kita dukung KPK melakukan upaya tak pernah lelah menindak koruptor. Berita OTT KPK selama ini terus menjadi hal menarik untuk dibaca. Ni Kadek Sudarmiani Denpasar, Bali
Kreativitas, Inovasi, dan Prestasi Kota Denpasar Penghargaan bukanlah luaran ataupun capaian yang dituju, namun tujuan utama adalah bagaimana caranya merencanakan pembangunan agar berhasil mengantarkan penduduk kota/kabupaten meningkat IPM-nya, meningkat kebahagiaannya, kemakmuran tercapai, dan lainnya. Jumlah penduduk yang besar dengan APBD yang terbatas mewajibkan setiap OPD menyusun rencana yang pro-poor, pro-job dengan mengatur anggaran belanja langsung dan tidak langsung dengan cermat agar manfaatnya diterima langsung oleh masyarakat. Kata kunci keberhasilan ada di kreatif dan inovatif dengan kebudayaan sebagai modal dasarnya.
S
ecara administratif Kota Denpasar terdiri dari empat wilayah kecamatan dengan 43 desa/kelurahan. Sepuluh desa berada di Kecamatan Denpasar Selatan, di Denpasar Timur 11 desa/kelurahan, di Denpasar Barat 11 desa/kelurahan, dan 11 desa/kelurahan berada di Denpasar Utara. Luas wilayah Kota Denpasar 12.778 hektar atau 2,18 persen dari luas wilayah Provinsi Bali. Kota ini sebelum disebut sebagai kota madya adalah merupakan wilayah Kabupaten Badung dan lokasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Berstatus sebagai Kota Administartif Denpasar sejak tahun 1978 dan baru pada tahun 1992, Pemerintah Kota Denpasar ditetapkan dengan I Wayan Suwenda sebagai wali kotanya. Dengan penduduk yang telah melampaui 900.000 jiwa dengan kepadatan penduduk tertinggi, sekitar 10.000 jiwa/km2 di Kecamatan Denpasar Barat; di atas lahan yang relatif tidak bertumbuh, menjadikan berbagai dinamika yang berpengaruh dan bertumbuh pada super struktur sampai infrastruktur masyarakatnya berdampak pada lahan yang memorakporandakan kepemilikan, fungsi, dan sebagainya. Kepadatan jumlah penduduk yang telah melampaui batas daya dukung dan daya tampungnya jika tidak dikelola bersama dengan masyarakat dapat mewarnai citra kota dari kekumuhan, suhu yang semakin panas, banjir, macet, timbulan sampah, penyakit menular, hingga penyakit sosial. Kota Denpasar yang dibangun dengan visi Wawasan Budaya oleh Puspayoga dan Rai Dharmawijaya selaku wali kota dan wakilnya pada tahun 2000
Oleh Putu Rumawan Salain yang lalu telah menunjukkan bukti berupa peningkatan demi peningkatan yang sangat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakatnya. Kini, wawasan budaya telah berlangsung memasuki tahun yang ke-19 yaitu ‘’Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan’’ membuktikan keunggulan, capaian, maupun prestasi di pelbagai bidang seperti Kota Layak Huni, Kota Cerdas, dan lainnya. Modal budaya unggul yang dilakoni secara kreatif bermuara pada pemanfaatan ‘’pengelolaan’’ heritage sebagai salah satu aset pembangunannya. Ini telah mengantarkan Kota Denpasar dengan berbagai capaian prestasi yang terukur ‘’fakta’’ dan tidak terukur ‘’rasa’’. Jika dibandingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kabupaten lainnya se-Bali maka perolehan Kota Denpasar tidaklah terlalu besar. Informasi terakhir PAD Kabupaten Gianyar akhirakhir ini telah melampaui Kota Denpasar. Besaran PAD Kota Denpasar yang diperoleh dari pendapatan, perimbangan, dan pendapatan lainnya yang sah, dalam dua tahun terakhir terhitung tahun 2017 dan tahun 2018 kenaikannya tidak terlalu besar, namun melampaui target. Dari beberapa sumber diperoleh data bahwa PAD tahun 2017 terealisasi Rp 2,58 triliun, sedangkan pada tahun 2018 realisasinya Rp 2,12 triliun. Luasnya cakupan pembangunan yang direncanakan atas kegiatan dan program setiap tahunnya dikontrol dengan ketat agar manfaat bagi peningkatan kualitas dan pendapatan masyarakat dapat ditingkatkan. Pembangunan yang ditujukan tidak semata objek fisik belaka, namun juga diperuntukkan pada pembangunan manusia
nonfisik. Terbatasnya dana yang berasal dari PAD tidak harus menyurutkan keberanian dan kesungguhan Pemerintah Kota Denpasar untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang dilandasi oleh visi ‘’Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan’’; dengan sangat memerhatikan keseimbangan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya yang dibingkai dengan filosofi Tri Hita Karana. Kreativitas dan inovasi, dua kata yang sangat kuat hubungan sebab dan akibatnya untuk dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin meningkatkan kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Berbagai kreativitas yang disertai inovasi bukan hanya milik pemerintah kota melainkan mengajak masyarakat terlibat dalam setiap langkah pembangunan. Sumbangan peran serta masyarakat yang kekuatannya berada pada komunitas banjar dinas dan adat telah terbukti menorehkan berbagai prestasi yang meningkatkan citra Kota Denpasar. Jumlah banjar adat yang tercatat dari data BPS Kota Denpasar tahun 2017 ada 359 banjar adat dan 406 banjar dinas yang tersebar di empat kecamatan sebagai pusat pemajuan, perlindungan, pemanfaatan, dan pemberdayaan kebudayaan merupakan aset yang kokoh dan utama bagi pembangunan Kota Denpasar kini dan mendatang. Modal inilah yang mengantarkan berbagai prestasi baik sebagai kota cerdas, kota heritage, kota nyaman, kota bahagia, kota makmur, dan kota terinovasi. Inovasi dapat berupa gagasan, metode, dan alat yang dibingkai melalui keterbatasan yang memunculkan kreativitas yang bermuara pada hasil inova-
Info Singaraja FM infosingarajafm
081933004217
Disoroti, Tidak Pernah Diadakan Paruman Desa BANYAK hal yang mendapatkan perhatian dan sorotan dalam acara Suara Buleleng Radio Singaraja FM, Selasa (22/10) kemarin. Berbagai topik yang menjadi perhatian di antaranya proses perekrutan CPNS dan pemberian beasiswa. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai menyoroti proses perekrutan CPNS di Buleleng. Kabupaten ini mendapatkan perhatian dari Kementerian PAN RB dalam proses perekrutan CPNS tahun 2019. Dia berharap agar nantinya perekrutan ini lebih memperhatikan SDM yang mumpuni yang juga menjadi program dari Presiden, sehingga mampu membawa Buleleng bangkit menjadi daerah yang bisa mendekati perkembangan kabupaten lainnya yang sudah lebih maju di Balim baik dari segi pelayanan maupun dalam hal inovasi dari para karyawan. Dia juga mengharapkan kepada Presiden Jokowi agar tidak hanya mengangkat 8 perempuan untuk menteri tetapi kalau bisa lebih dan perempuan akan memberikan warna tersendiri dalam pemerintahan dengan memperhatikan SDM serta kemampuan dari menteri itu sendiri. Sementara itu, Gamaartha di Banjar Pemaroan, Desa Petemon mengungkapkan bahwa beasiswa kurang mampu yang diperuntukkan untuk anak-anak SD dan SMP sampai saat ini belum juga diterima dan dia berharap kepada pihak terkait agar lebih memperhatikan pemberian beasiswa tersebut, mengingat banyak keperluan siswa yang harus dipenuhi dalam proses belajar–mengajar. Hal yang hampir senada diungkapkan De Agus di Jalah Gajah Mada. Ia menyatakan bahwa pemberian beasiswa kurang mampu yang diberikan kepada para siswa tingkat SD dan SMP diharapkan agar diberikan langsung kepada para siswanya dan jangan diberikan kepada orangtuanya. Hal ini dilakukan agar pemanfaatannya tepat guna dan sesuai dengan sasaran, mengingat beasiswa tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan bisa ditabung di tabungan siswa tersebut. Gede Darmayasa di Bubunan menyoroti tentang lalu lintas di kota Seririt yang sangat membutuhkan perhatian dari aparat, baik itu pihak kepolisian khususnya lalu lintas dan
juga Dinas Perhubungan. Dia berharap agar dalam menjalankan kebijakan di lapangan agar selalu sinkron serta tidak saling menyalahkan di lapangan, sehingga mampu memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat. Dia menanyakan pemanfaatan jalur ke utara dari Seririt ke Pengastulan itu apakah satu jalur atau dua jalur dan hal ini perlu mendapatkan perhatian. Darmayasa juga berharap kepada aparat pemerintahan terbawah di desa agar melakukan paruman desa berkaitan dengan program-program dari pemerintah desa yang bisa diketahui oleh warga masyarakatnya, sehingga keterbukaan bisa diwujudkan dalam menjalankan pemerintahan di desa. Nang Mologan di Mayong dan Gung Surya di Lovina juga menyoroti hal serupa yaitu perlu melakukan peruman desa untuk menyosialisasikan program-program yang akan dibuat dan siap dilaksanakan untuk diketahui oleh warga masyarakatnya, sehingga keterbukaan terhadap kebijakan bisa dilihat di masyarakat. Mereka juga mengungkapkan di era keterbukaan ini perlu sekali aparat pemerintahan di desa untuk menyosialisasikan apa program yang datang dari pusat maupun dari daerah. Respons warga juga perlu didengar untuk mencari jalan terbaik dalam menjalankan pemerintahan di desa. Sementara Putu Yadnya di Grokgak secara khusus menyoroti wilayahnya. Sampai saat ini dia belum pernah mendengar dan belum juga pernah menghadiri paruman desa khususnya di wilayah Grokgak. Sampai saat ini juga belum pernah ada upaya untuk melaksanakan paruman desa. Dia sangat berharap ke depannya program ini bisa direalisasikan sehingga program pemerintah bisa diketahui oleh warganya dan masukan dari warga terhadap program tersebut. Dia juga berharap semoga bisa didengarkan oleh pihak terkait sebagai upaya menjalankan progres di desa. (mud)
si. Inovasi butuh biaya, namun besaran dana bukan segalagalanya. Sinergitas perencanaan dan kerja bersama dengan masyarakat melalui inklusi sosial menjadi perlu, penting, dan wajib. Itu sebabnya, Pemerintah Kota Denpasar sampai saat ini telah meluncurkan 102 buah inovasi meliputi 50 buah inovasi bidang pelayanan publik, 28 buah inovasi bidang tata kelola, serta 24 buah inovasi bidang lainnya. Dari inovasi tersebut, telah berhasil mendapatkan 78 buah penghargaan nasional serta internasional yang diharapkan mampu menjadi peningkatan kinerja, pelayanan publik, tata kelola dan pembangunan daerah. Spirit dan jiwa melayani adalah makna suci dari Sewaka Dharma. Gedung tersebut merupakan saksi bisu bagaimana pemerintah kota berupaya melahirkan inovasi-inovasi, baik berupa gagasan, metode, dan alat. Beberapa inovasi lainnya antara lain mal pelayanan publik, penataan sungai seperti yang terlihat di Tukad Bindu, Tukad Badung, dan Taman Pancing, pengaduan rakyat online (Pro Denpasar), damakesmas, revitalisasi pasar tradisional, dan call center. Komitmen, kerja sama, kesungguhan, dan integritas masing-masing pelaku pembangunan beserta masyarakat dan swasta di Kota Denpasar dengan segala keterbatasannya melalui pemikiran kreatif melahirkan terobosan-terobosan baru berupa inovasi, telah mampu menorehkan capaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia) pada tahun 2018 yang lalu merupakan Kota tertinggi capaian IPM-nya (83,01) di Provinsi Bali. Demikian pula terhadap keberhasilan Kota Denpasar terhadap Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) yang mencapai 74,63 pada tahun 2017, merupakan kota tertinggi untuk Provinsi Bali, bahkan dari salah satu sumber dinyatakan tertinggi untuk kabupaten/kota se-Indonesia. Berbagai prestasi yang diraih Kota Denpasar terletak pada visioner seorang wali kota ditambah dengan perencanaan, koordinasi, pencatatan yang baik dan benar oleh masingmasing OPD disertai dukungan penuh oleh masyarakat, swasta,
dan tentunya DPR. Peran serta masyarakat yang berpusat pada banjar dinas dan adat merupakan modal utama transformasi inovasi oleh pemerintah. Dana bukan segala-galanya, namun perlu. Lebih utama lagi yang diperlukan adalah kekuatan pikir di masing-masing masyarakat yang sinergis dan strategis menyongsong pembangunan mendatang. Keberhasilan dalam hal inovasi harus juga dipandang sebagai bagian dari usaha memperkuat ideologi dalam menghadapi perubahan yang menggerus identitas, sekaligus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih. Modal kreativitas yang embrionya ada pada kebudayaan hendaknya dijadikan benih-benih inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Penulis, Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Udayana
POJOK Musim kemarau, air Danau Beratan turun 10 meter. - Ayo hijaukan Bali. ***
Dinas Ketahanan Pangan dorong makanan Bali masuk hotel. - Ayo ditunggu langkahnya. ***
Puncak HUT Mangupura, Badung siapkan dana Rp 1 miliar. - Prihatin.
Warung Global
Gerindra Masuk Kabinet Jokowi
KETUA Umum Gerindra Prabowo dipanggil ke Istana, Senin (21/10) oleh Presiden Jokowi. Hal ini semakin memperjelas perubahan posisi Gerindra yang awalnya oposisi menjadi koalisi alias bergabung dengan pemerintah. Para pendengar setia Radio Global 96,5 FM memiliki harapan bahwa dengan bergabungnya Gerindra ke pemerintah akan tercipta suasana politik yang lebih baik yang akan membantu perkembangan bangsa ke arah yang lebih baik. Menurut Budiada di Tabanan, Gerindra bergabung di kabinet Jokowi untuk memajukan bangsa. ‘’Pak Prabowo berjiwa negarawan mau membantu pemerintahan menjadi menteri. Tujuan membuat partai yakni untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik,’’ imbuhnya. Ia mengharapkan orang yang masuk di kabinet betul-betul berkebangsaan dan berjiwa Pancasila. Sementara itu, Veteran di Kintamani menyatakan untuk membangun negara tidak memandang siapa pun, yang terpenting bertujuan menyejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Dia berharapa dengan masuknya Gerindra semoga bisa berbuat lebih baik lagi untuk Indonesia. Namun, ia lebih menginginkan Partai Gerindra berada di luar sebagai oposisi untuk menjaga keseimbangan pemerintahan. Ia mengajak masyarakat agar berpikir positif untuk kebaikan dan kemajuan Indonesia. Bagi Arik di Karangasem, masuknya Gerindra dalam kabinet akan berdampak positif ke depannya untuk kemajuan negara dan tidak ada lagi kejadian seperti sebelumnya yakni saling menghujat. ‘’Walau tak ada lagi partai oposisi karena semua sudah bergabung, namun sudah ada kontrol dari DPR untuk mengawasi jalannya pemerintahan,’’ ujarnya. Arya di Denpasar mengatakan seharusnya ada orang Bali yang menjadi menteri, untuk mewakili aspirasi daerah Bali. Ia merasa prihatin serta berharap politik tidak dijadikan ajang bagi-bagi jatah menteri. Hal hampir senada diungkapkan Sudana di Tabanan. Menurutnya, Presiden Jokowi seakan tersandera berbagai kepentingan politik. Sebab, partai politik di luar koalisi pengusung ingin bergabung dengan berbagai kepentingan. Anggota kabinet yang dipilih agar benar-benar punya kompetensi. Ardana di Gianyar berharap semoga saja dalam kabinet pemerintahan Jokowi, ke depannya bisa menjadikan kondisi politik negeri ini semakin kondusif sehingga jalannya pemerintahan juga menjadi semakin lancar. Dia juga menginginkan agar pembangunan bisa berjalan dengan lebih baik lagi dan lebih terasa manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Wijana di Mengwi menjelaskan, masuknya Gerindra dalam pemerintahan ini semakin menunjukkan bahwa dalam dunia politik itu tidak ada lawan dan kawan yang abadi, yang ada adalah soal kepentingan semata. (dika)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Pemkab akan Kembangkan Delapan Destinasi Wisata Baru Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan terus berinovasi di bidang pariwisata. Salah satunya dengan melakukan pengembangan destinasi wisata baru. Di tahun 2020, setidaknya delapan kawasan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Dalam hal ini, Perusahaan Daerah (Perusda) akan menjadi leading sector-nya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Kepala Dinas Pariwisata I Gede Sukanada dan Kabag
Humas I Ketut Ridia, Selasa (22/10) kemarin menyampaikan, delapan kawasan yang tengah dikaji sebagai destinasi wisata baru tersebut merupakan penggabungan dari desa wisata berbasiskan ekonomi kerakyatan. Misalnya di Desa Angseri, Kecamatan Baturiti yang dikenal dengan potensi wisata pemandian air panasnya akan dikembangkan dengan penyediaan kuliner dan stan oleh-oleh. Untuk menunjang keberadaan destinasi wisata ini akan dilengkapi minimal
100 unit homestay untuk satu desa. Demikian halnya Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan yang dikenal sebagai sentra kopi akan dikembangkan rumah kopi. Kemudian di Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat dengan sentra kelapanya akan dibuatkan semacam center point berupa rumah kelapa. Kawasan Nikosake atau Tabanan bagian Barat pun akan didukung homestay. Kata Bupati Eka, di sana akan ada 500 homestay
sebagai pendukung potensi wisata trekking, wisata air terjun, edukasi dan pengolahan gula aren. Sementara kawasan Bedugul akan dikembangkan menjadi wahana danau, convention hall, kuliner dan pasar oleh-oleh yang akan dikelola Perusda. ‘’Jadi untuk pengembangan destinasi wisata ini akan melibatkan Perusda dan investor. Di sini ada kerja sama pemerintah dengan investor memanfaatkan potensi yang ada dan Perusda leading sector-nya
akan menjadi operasional dan manajemen. Harapannya, ada peningkatan SDM khususnya putra putri daerah,’’ terangnya. Sejauh ini masih disiapkan masterplan pengembangannya. Dana pengembangan destinasi wisata baru ini tidak menggunakan APBD. Meski demikian, aset daerah akan dimanfaatkan. ‘’Apakah nanti ada penanaman modal bersama, masih kami cek regulasi tentang penggunaan aset daerah,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
WISATA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Kepala Dinas Pariwisata I Gede Sukanada dan Kabag Humas I Ketut Ridia memberikan penjelasan mengenai rencana pengembangan destinasi wisata baru.
Air Danau Beratan Turun 10 Meter Tabanan (Bali Post) -
Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan kekeringan lahan pertanian, melainkan juga berdampak pada penurunan debit air Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Dari data pengelola, air danau turun hingga 10 meter. Meski demikian, hal itu tak memengaruhi aktivitas wisata air di kawasan tersebut.
DANAU BERATAN - Penurunan debit air Danau Beratan tidak memengaruhi aktivitas wisata air di kawasan tersebut.
Bali Post/bit
Dari pantauan di lapangan Selasa (22/10) kemarin, penurunan debit air danau terlihat jelas. Meru Tumpang Tiga Pura Ulun Danu Beratan sebagai ikon Danau Beratan yang biasanya terlihat seakan berada di tengah danau, kini dasar bangunannya terlihat. ‘’Sudah terjadi sebulan lalu, apalagi empat bulan tidak ada turun hujan,’’ ucap Manajer DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika Meski terjadi penurunan debit air, Mustika menyatakan tidak sampai mengganggu wisata air. Hanya jangkauan putaran boat lebih diarahkan pada bagian danau yang sedikit lebih dalam. Diakui Mustika, air Danau Beratan biasanya digunakan untuk menyiram sayuran oleh petani di sejumlah desa adat setempat, yakni Desa Adat Kembang Merta, Desa Adat Candikuning, Desa Adat Pemuteran, Desa Adat Batusesa dan Desa Adat Abang. Pada musim kemarau banyak petani memanfaatkan air danau. Petani akan menyedot air menggunakan mesin. ‘’Selain itu, PDAM juga menggunakan air danau untuk kebutuhan sehari-hari yang sebagian digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Baturiti,’’ terangnya. Mustika menambahkan, penurunan debit air secara drastis ini pernah terjadi sekitar tujuh tahun lalu. Bagian sisi danau juga terlihat. ‘’Tetapi dengan penurunan tahun ini, tidak sampai mengganggu aktivitas wisata dan kebutuhan air petani,’’ ucapnya. (kmb28)
Panen Merosot, Petani Buncis Menjerit
Bali Post/bit
PETANI - Petani buncis hanya bisa memilih hasil panen yang dirasa masih bisa dijual di pasaran. Pasalnya, panen kali ini hasilnya kurang baik akibat dampak kemarau panjang.
Tabanan (Bali Post)Kekeringan lahan pertanian sebagai dampak kemarau panjang mengakibatkan kualitas panen sejumlah komoditi menurun drastis. Salah satunya buncis. Para petani buncis menjerit karena hasil panen tidak sesuai harapan bahkan ada yang gagal panen. Seperti di Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, sebagian petani sayur di wilayah tersebut mengeluhkan hasil panen kali ini yang merosot dibandingkan biasanya. Petani buncis, I Made Gadot (52) bahkan terlihat pasrah atas panen kali ini. Pada lahan seluas 40 are miliknya, Gadot hanya bisa panen buncis 1,5 kwintal. Padahal dengan luasan yang sama, sebelumnya ia bisa panen 4 sampai 5 kwintal. ‘’Panen kali ini jauh menurun. Buncisnya rusak dan pertumbuhannya tidak baik, kecil dan keriput,’’ terangnya saat ditemui Selasa (22/10) kemarin. Dengan hasil panen kali ini, Gadot mengaku hanya mendapatkan keuntungan
Rp 500 ribu. Biasanya tiap panen ia mampu meraup untung Rp 2 juta. ‘’Modalnya saja habis Rp 2,5 juta. Kalau panennya bagus dan melimpah, bisa balik modal atau bahkan untung,’’ ucapnya. Kerugian yang dialaminya ini juga ditambah dengan biaya pembelian air untuk mengairi lahannya yang kering akibat kemarau panjang. ‘’Kebutuhan air selama ini dari mata air yang dikelola kelompok. Namun belakangan terkadang hidup, terkadang mati sehingga terpaksa beli air. Per tong isian 80 liter dihargai Rp 80 ribu,’’ terangnya. Lantaran takut mengalami kerugian dalam jumlah besar, beberapa petani tidak membeli air ataupun mengajak buruh untuk panen. ‘’Semoga saja hujan cepat turun agar hasil panen bisa kembali membaik, karena ini sumber mata pencaharian kami,’’ katanya. Tidak hanya buncis, tomat dan cabai di sejumlah wilayah di Kecamatan Baturiti juga kering dan rusak. Begitu pula kol yang hasilnya mengecewakan. (kmb28)
Bali Post/bit
PENATAAN - Sejumlah pekerja tengah melakukan penataan boulevard Jalan Pahlawan.
’’Boulevard’’ Jalan Pahlawan Dipermak Tabanan (Bali Post) Pada triwulan terakhir tahun anggaran 2019, banyak proyek fisik dikerjakan. Proyek dimaksud seperti penataan taman boulevard Jalan Pahlawan serta penataan Taman Sri Wedari, patung Sukarno dan patung Caturmuka. Dari pantauan di lapangan Selasa (22/10) kemarin, para pekerja sibuk mem-
perbaiki kanstin taman di depan kantor Bupati dan boulevard atau taman di tengah di Jalan Pahlawan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengatakan, selain menata areal taman kota, pihaknya juga sedang menata kembali taman-taman lain. ‘’Kami sedang menata dan mempercantik taman-taman yang
ada di Tabanan,’’ katanya. Dikatakannya, ada beberapa taman yang akan diperbaiki. Proyek tersebut kini sedang dikerjakan. Perbaikan taman-taman di kawasan Kota Tabanan dianggarkan Rp 2,16 miliar. Dana tersebut berasal dari BKK Kabupaten Badung. Ditargetkan pekerjaan tuntas pada Desember mendatang. (kmb28)
Kesenian Sakral akan Warnai Festival Ulun Danu Beratan Tabanan (Bali Post) Ada yang menarik dalam agenda tahunan, Festival Ulund Danu Beratan yang akan digelar 24 hingga 27 Oktober 2019. Dua kesenian sakral, yakni Wayang Emas Majapahit dan Topeng Gajahmada akan mengisi ajang tersebut. Tari wali yang sarat makna itu sengaja dipentaskan di Ulun Danu Beratan, karena Ulun Danu Beratan diyakini sebagai cakra bhuwana atau inti bumi. Dalam temu media, Selasa (22/10) kemarin, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, pihaknya akan menebark a n v i b ra s i p e r d a m a i a n nusantara dan dunia lewat pementasan tersebut. Ia mengaku mendapat wangsit untuk mementaskan topeng dan wayang sakral peninggalan Kerajaan Majapahit
itu. Kesenian tersebut akan dipentaskan secara kolosal dengan dukungan 100 lebih seniman. ‘’Diharapkan dengan pementasan ini akan terpancar vibrasi positif untuk kerahayuan bumi, bisa membuat rakyat Indonesia harmonis setelah sempat terkesan terkotak-kotak dalam kepentingan politik, perbedaan suku dan agama. Makna sumpah Mahapatih Gajah Mada Amukti Palapa, kita bisa aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ ucapnya. Wayang Emas dan Topeng Majapahit ini disimpan di Geria Peling. Dari segi bentuk, Wayang Emas merupakan hasil karya seni rupa tiga dimensi. Pakem wayangnya merupakan paduan wayang Bali dan wayang Jawa. Busana figur
wayangnya kental pakem Jawa sedangkan gelung atau mahkotanya khas Bali. Tinggi Wayang Emas berkisar 20 cm hingga 25 cm, dengan panjang gagang rata-rata 10 cm. Ukuran fisik Wayang Emas relatif lebih kecil dibandingkan wayang Bali yang tingginya kisaran 30 cm hingga 50 cm. Selain pementasan dua kesenian wali tersebut, tidak ada yang berbeda dengan pelaksanaan festival tahun-tahun sebelumnya. Festival Ulun Danu Beratan V tahun 2019 kali ini juga mendapat apresiasi dan dukungan dari Kementerian Pariwisata. (kmb28) FESTIVAL - Festival Ulun Danu Beratan diawali dengan lomba membuat penjor.
Bali Post/bit
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Warga Desa Pangkung Paruk Kesulitan Air Bersih
Singaraja (Bali Post) –
Warga dari tiga dusun di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt kesulitan air bersih. Ini terjadi akibat dampak kemarau panjang yang melanda daerah mereka. Kemarau panjang itu mengakibatkan debit air dari sumber mata air baku menurun drastis. Menyusul siklus tahunan itu, warga terpaksa antre menampung air dari sumur bor dan juga sumber mata air di desa tetangga. Pantauan di lapangan Selasa (22/10) kemarin, kesulitan air bersih sejak kemarau itu dialami warga di Dusun Laba Amerta, Pangkung Paruk, dan Dusun Laba Nangga. Sejak pasokan air bersih mengalami gangguan, warga terpaksa menampung air sumur atau mengambil air dari sumber mata air di desa tetangga mereka. Atas kondisi itu, warga terpaksa meluangkan waktu untuk mengambil air bersih itu sebelum mulai berkebun ke ladang atau melakukan pekerjaan lainnya. Tidak ingin masalah ini bertambah parah, warga berharap agar pemerintahan desa dan instansi terkait segera turun tangan membantu mengatasi masalah ini. Bahkan, warga terpaksa menyebarkan situasi yang mereka alami itu di jejaring media sosial. Dengan menyebarkan persoalan itu di medsos, mereka berharap dapat perhatian dari pemerintah daerah. Perbekel Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Ketut Sudiarsana, melalui sambungan telepon tidak menampik kalau belakangan ini, warganya kesulitan pasokan air bersih untuk keperluan memasak,
mandi cuci, dan kakus (MCK -red). Sudiarsa mengatakan, selama ini, pihak desa itu mengelola satu sumber mata air baku di kawasan hutan Yeh Selem. Air baku itu dialirkan dari sumber mata air menggunakan ukuran pipa 3,5 dim. Dengan pasokan air yang kecil itu ketika kemarau seperti sekarang ini, memang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desanya. Layanan air bersih pun hanya bisa meng-cover beberapa titik keran umum di Pangkung Paruk. Karena itu, pemerintahan desa melakukan upaya darurat dengan menambah debit air dari sumur bor dan beberapa sumber mata air baku di wilayah terdekat. “Kalau musim kering seperti sekarang ini, debit yang ada memang hanya bisa dialirkan sampai di keran umum. Debit yang datang dari sumbernya itu memang menurun. Debit air itu kami tambah dengan sumur bor atau sumur lokal di desa. Termasuk kami mengalirkan air sungai dengan mesin pompa. Hal itu dilakukan agar masalahnya tidak bertambah parah,” katanya.
Ada Masalah Baru Di sisi lain, Sudiarsana mengatakan, di tengah penurunan debit, ada masalah baru yang memicu kesulitan air yang dialami warganya sehingga bertambah parah. Ada baberapa warga di dekat sumber mata air itu justru mengalirkan air dengan memasang pipa berukuran satu dim. Warga mengalirkan air itu untuk mengairi perkebunan cengkehnya. Atas kondisi ini, aparat yang bekerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa memerintahkan agar turun tangan melarang pengambilan air untuk mengairi areal kebun cengkeh mereka. Bahkan, aparat desa mengancam warga yang bandel itu akan diproses lebih lanjut. Bila nantinya kembali ditemukan ada warga yang mengambil air dari sumber mata air maka akan diproses hukum. “Kami temukan ada air yang dialirkan ke perkebunan cengkeh. Pernah kami lepas, namun pipanya lagi disambung. Tadi, kami sudah koordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa untuk mengawasi hal itu. Kalau lagi ditemukan, maka akan diteruskan ke proses hukum. Pengambilan tanpa izin itu
Jaminan Tak Disetor, Terjadi Gagal Kontrak
Pembangunan Patung Bung Karno Dilanjutkan 2020 Singaraja (Bali Post) – Masih ingat kelanjutan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada. Setelah proyek tahap ketiga dengan paket pekerjaan pembuatan patung Bung Karno itu gagal diselesaikan sesuai kontrak April 2019 lalu, paket pekerjaan itu sekarang kembali gagal kontrak. Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) memastikan pemasangan patung Bung Karno itu gagal dituntaskan. Karena itu, pembangunan patung Bung Karno dilanjutan tahun anggaran 2020 mendatang. Kepala Dinas Perkimta Buleleng Ni Komang Surattini, Selasa (22/10) kemarin mengatakan, setelah rekanan gagal menyelesaikan proyek sesuai kontrak April 2019, pihaknya telah memproses kelanjutan paket proyek tersebut November 2019. Namun sejak 17 Oktober 2019, pematung yang sebelumnya membuat patung Bung Karno itu tidak dapat memberikan jaminan pelaksanaan sebesar lima persen dari pagu anggaran proyek Rp 1,3 miliar kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Jaminan itu merupakan syarat penandatanganan kontrak pekerjaan itu. Atas kondisi ini, Surattini mengaku sudah melapor kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Berdasarkan petunjuk bupati, kelanjutan proyek RTH Taman Bung Karno itu akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang. “Sisa waktu tiga bulan lagi sampai Desember sudah tidak memungkinkan, sehingga pekerjaan itu telah diputuskan dituntaskan 2020 nanti,” katanya. Terkait kemungkinan patung itu tahun depan, juga akan dibuat pematung sebelumnya, Surattini mengaku akan berkoordinasi ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Jakarta. “Dulu, LKPP mengizinkan memakai pematung lama. Namun karena sekarang gagal kontrak lagi, dari segi peraturan hal itu termasuk sangat spesifik, maka kami minta pendapat LKPP,” jelasnya. Pembangunan RTH Taman Bung Karno tahap ketiga itu terdiri dari beberapa paket pekerjaan. Di antaranya pembuatan dan pemasangan patung Bung Karno. Patung dengan tinggi sekitar 8 meter itu memakai bahan dasar logam. Rekanan PT Chandra Dwipa gagal menyelesaikan pekerjaannya sampai batas akhir kontrak 9 Februari 2019. Saat itu, realisasi pekerjaannya baru 74 persen. Secara keseluruhan pihak pematung itu baru menyelesaikan bagian pinggang, kaki, dan kepala. Bagian patung itu kini telah disimpan di gudang RTH Taman Bung Karno. Karena dianggap tidak mampu menyelesaikan paket pekerjaan, kontrak dengan PT Chandra Dwipa itu kemudian diputus. Setelah kontrak dengan PT Chandra Dwipa itu diputus, Perkimta melakukan konsultasi dengan LKPP Jakarta. Hasilnya, diperbolehkan menunjuk langsung pematung guna melanjutkan pembuatan patung Bung Karno yang belum tuntas itu. Pematung dari Yogyakarta itu ditunjuk untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. Belakangan, pematung itu tidak mampu menyetor jaminan pelaksanaan kepada PPK. (kmb38)
merugikan warga lebih banyak,” jelasnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ida Bagus Suadnyana, mengatakan, sejak kemarau panjang melanda, pihaknya belum menerima permohonan bantuan suplai air tangki dari Desa Pangkung Paruk. Sehingga kesulitan air bersih itu baru diketahui setelah keluhan warga menyebar di jejaring medsos. Namun, mulai Rabu (23/10) ini, pihaknya akan mendistribusikan air bersih dengan mengerahkan armada mobil tangki yang dioperasikan BPBD. Selain itu, kalau kebutuhan air warga banyak, BPBD akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar dibantu memasok air bersih menggunakan mobil tangki. Rencananya, BPBD menerjunkan tiga armada mobil tangki ke Pangkung Paruk. Masing-masing mobil tangki itu berkapasitas 5.000 liter air bersih. “Laporan dan permintaan air bersih belum ada yang masuk. Setelah keluhan warga menyebar, kami koordinasi ke kecamatan, desa baru melaporkan dan besok (Rabu, 23/10 -red) kita terjunkan tiga armada ke sana. Kalau kurang akan ditambah dengan PDAM termasuk bantuan mobil tangki bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) Bali,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/ist
KESULITAN AIR BERSIH – Warga dari tiga dusun di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt kesulitan air bersih.
Belasan ASN Humas Protokol Jalani Tes Urine Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai kontrak yang bertugas di Bagian Humas dan Protokol Setda Buleleng Selasa (22/10) kemarin, menjalani tes urine. Tes urine ini merupakan program internal Humas dan Protokol yang difasilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Tes urine itu dipimpin Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa bersama jajarannya. Tes urine ini disaksikan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. didampingi Asisten Administrasi Umum Gede Suyasa, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Bagus Gede Brata. Tidak saja menyaksikan, namun pejabat itu juga mengikuti tes urine, sebagai komitmen mewujudkan ASN bersih dari penyalahgunaan
narkotika. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, setelah menguji semua sampel urine para pejabat ASN dan pegawai kontrak itu, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi sampel urine itu mengandung narkotika atau indikasi obat-obatan terlarang lainnya. Dengan hasil ini, BNNK berhak mengeluarkan surat keterangan yang menyebut ASN di lembaga itu dinyatakan bebas narkotika. “Tes urine di sini merupakan tindak lanjut setelah setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melakukan tes urine, sebagai komitmen mendukung pemberantasan penyalhgunaan narkotika itu,” katanya. Meski hasil tes urine itu negatif, namun perwira asal Desa Temukus, Kecamatan Banjar ini mengajak pejabat, ASN,
dan pegawai lain berpartisipasi dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Partisipasi ini bisa ditunjukkan dengan memberikan informasi bila di lingkungannya ditemukan adanya indikasi mengarah pada penyalahgunaan narkotika. Selain itu, Gede Astawa mengajak semua komponen masyarakat untuk menginformasikan kepada siapa pun pecandu narkotika untuk mau melaporkan diri. Kemudian akan diikutkan program rehabilitasi di klinik rehabilitasi yang tersebar di seluruh Bali. “Setiap tes urine itu kita tidak mencari yang positif, tetapi untuk pencegahan. Setelah itu, harapan kami agar pemberantasan narkotika itu harus didukung. Salah satunya memberikan informasi atau mengajak siapa pun pecandu narkotika agar mereka mau mengikuti rehabilitasi. Sebab,
pecandu itu pada hahikatnya merupakan korban kejahatan narkotika,” jelasnya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra menyambut positif pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan ASN lewat tes urine. Hasil uji sampel urine itu seluruhnya negatif. Hal itu menunjukkan kalau birokrat di daerahnya bersih dari pengaruh buruk narkotika. Hasil itu diharapkan tetap dipertahankan. Selain itu, ASN diingatkan agar jangan sesekali mencoba mengonsumsi barang haram yang sudah jelas merusak masa depan, melanggar disiplin ASN, dan mengganggu kesehatan tubuh manusia itu. “Nanti di beberapa OPD itu, kita lakukan tes urine. Termasuk perangkat desa dan kelurahan ikut disasar bekerja sama BNNK,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TES URINE – 19 ASN dan pegawai kontrak di Humas dan Protokol Setda Buleleng mengikuti tes urine Selasa (22/10) kemarin. Dari pengujian itu, seluruh sampel urine dinyatakan bebas narkotika.
Perlu Penurunan 14 Persen
Atasi ’’Overload’’ Volume Sampah di TPA Bengkala Satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab Buleleng berlokasi di Desa Bengkela, Kecamatan Kubutambahan. Sejak beroperasi sampai sekarang ini, TPA dengan luas sekitar 4 hektar lebih itu mulai mendekati fase overload. Kondisi ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan terobosan-terobosan efektif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA itu. Lalu, bagaimanakah kiat-kiat yang harus dilakukan untuk mengurangi overload volume sampah di TPA Bengkala itu?
Bali Post/kmb38
DIALOG INTERAKTIF – Sekretaris DLH Buleleng, Ariston Pemungkas, (kanan) saat menjadi narasumber dialog interaktif “Geliat Buleleng” di Radio Singaraja FM 92.0 Selasa (22/10) kemarin.
SEKRETARIS DLH Buleleng Ariston Pemungkas mengatakan, untuk mengurangi overload sampah di TPA Bengkala itu, perlu ada penurunan sampah 14 persen. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dialog interaktif “Geliat Buleleng” di Radio Singaraja FM 92,0, Selasa (22/10) kemarin. Ariston mengatakan, TPA Bengkela pada awalnya dibangun dengan empat blok pengolahan sampah. Sejalan perkembangan waktu, dua blok pengolahan sampah itu telah digabungkan. Sehingga saat ini tinggal
dua blok pengolahan sampah. Setiap hari, TPA tersebut harus menerima sampah baik yang diangkut oleh armada angkutan sampah DLH maupun masyarakat dengan total 90 ton tiap harinya. Volume sebesar itu tergolong tinggi. Karena itu sudah termasuk mengancam dua blok TPA yang beroperasi saat ini. Pasalnya, sudah kian dekat dengan fase overload. “TPA itu sudah memasuki fase overload. Ini tidak terhindarkan karena setiap hari sampah yang masuk sangat banyak, mencapai
90 ton. Untuk memecahkan persoalan overload itu, perlu program dan anggaran yang memadai,” katanya. Di tengah ancaman TPA itu overload, Ariston menyebut pemerintah daerah telah merencanakan program perluasan kawasan TPA itu. Namun, bagaimanapun agenda jangka panjang ini memerlukan dukungan anggaran yang memadai. Apalagi, kondisi keuangan pemerintah daerah sekarang kurang dialokasikan untuk hal itu. Karena itu, program pembangunan infrastruktur lingkungan itu mempertimbangkan skala prioritas. Dipandang urgen alternatif lain perlu diambil, sehingga TPA tetap beroperasi dengan dukungan luas areal tetap seperti saat ini. Caranya, volume sampah yang ditimbun di TPA itu harus dikurangi. Untuk program ini, DLH menargetkan volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala itu
hanya 14 persen. Mengurangi volume itu, pemerintah daerah menggalakkan pengelolaan sampah itu dengan mengedukasi masyarakat. Solusinya, agar warga memilah antara sampah organik dan non-organik. Sampah organik dijadikan kompos. Sedangkan sampah non-organik (plastik - red) dijual untuk didaur ulang. Dengan cara ini, maka hanya residu yang tidak bisa diolah ditampung ke TPA untuk diuraikan kembali. “Kalau perluasan areal itu merupakan solusi jangka panjang. Namun, sebelum itu kami galakkan pengolahan sampah dengan menggandeng Bank Sampah di desa-desa atau lembaga lain. Kalau sudah dari sumbernya dipilah, maka sampah yang masuk TPA itu hanya residunya. Kami targetkan ada penurunan volume sampah di TPA itu hingga 14 persen,” jelasnya. (mud)
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Operasi Zebra Agung
Polisi Sasar Pengendara di Bawah Umur Gianyar (Bali Post) -
Aparat kepolisian akan menggelar Operasi Zebra Agung 2019 mulai 23 Oktober hingga 25 November 2019. Ada delapan poin pelanggaran yang menjadi bidikan polisi dalam operasi ini. Khusus di wilayah Gianyar, polisi akan mengoptimalkan operasi dengan menyasar pengendara di bawah umur. Kasatlantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan didampingi KBO Satlantas Polres Gianyar Iptu Anton Suherman menegaskan hal itu, Selasa (22/10) kemarin.
PELAJAR - Polisi saat menilang seorang pelajar beberapa waktu lalu.
Empat Karyawan Swalayan Berkomplot Mencuri Gianyar (Bali Post) Empat pelaku pencurian ditangkap jajaran Polsek Sukawati. Para pelaku melakukan pencurian pada sebuah swalayan di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sukawati. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun mengungkapkan, empat pelaku yang sudah diamankan yakni Ni Luh Ari Puspita Dewi (20), Kadek Cintia Wati (23), Ni Made Suriantini (37), dan Luh Gede Suastiningsih (38). Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. Penangkapan ini bermula dari laporan I Made Darmadi selaku manajer di swalayan yang terletak di Desa Batubulan. Pria berusia 35 tahun ini mengaku kehilangan sejum-
lah barang. Kehilangan ini diketahui setelah dilakukan audit barang. ‘’Pelapor ini menemukan banyak kehilangan barang. Total kerugian mencapai Rp 140 juta,’’ kata Jaya Winangun, belum lama ini. Berdasarkan laporan itu, kata Jaya Winangun, polisi langsung melakukan penyelidikan ke lokasi. Polisi juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, hingga mengambil rekaman CCTV yang terpasang di swalayan tersebut. Berdasarkan penyelidikan itu, akhirnya mengarah ke sejumlah karyawan. ‘’Para pelaku yang didatangi polisi mengakui perbuatannya,’’ katanya. Polisi juga sudah melakukan penggeledahan di rumah masing-masing pelaku. Alhasil ditemukan sejumlah barang hasil curian. Para tersangka beraksi saat situasi supermarket dalam keadaan sepi. ‘’Barang-barang yang mereka curi sejumlah sandal, sepatu, pakaian, alat-alat kecantikan,’’ ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Menurut Laksmi Trisna Dewi, ada delapan sasaran pelanggaran lalu lintas (lalin) yang akan menjadi bidikan polisi. Yakni, penertiban pelanggar helm SNI, pengaruh alkohol/narkoba, pengendara di bawah umur, sabuk keselamatan, menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, lampu rotator, dan melebihi batas kecepatan maksimal.
Ditegaskan, dalam operasi ini pihaknya akan melakukan penindakan sebanyak 80 persen, pembinaan 10 persen, dan teguran 10 persen. ‘’Jadi, apabila menemukan pelanggar akan langsung ditindak,’’ katanya. Dalam operasi ini, kata Laksmi Trisna Dewi, pihaknya akan fokus menertibkan pengendara di bawah umur, khususnya di kalangan
pelajar. ‘’Kalangan pelajar ini juga akan menjadi fokus dalam pembinaan selama operasi Zebra Agung. Tentunya kami akan sosialisasi ke sekolah-sekolah,’’ ujarnya. Laksmi Trisna Dewi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke banjar-banjar. Meliputi upaya sosialisasi ataupun lewat pemasangan spanduk atau banner terkait tertib
berlalu lintas. ‘’Termasuk turun ke banjar-banjar bertemu dengan para klian dan masyarakat untuk bersamasama mengawal generasi muda untuk tidak mengendarai kendaraan sebelum waktunya,’’ jelasnya. Apabila sepanjang operasi ini banyak pengendara di bawah umur yang berhasil ditindak, kata Laksmi Trisna Dewi, maka polisi juga akan memanggil orangtua dari pelanggar tersebut. ‘’Orangtua pelanggar ini akan dipanggil untuk diberikan pengarahan, bahwa tidak dibenarkan anak di bawah umur diberikan kepercayaan menggunakan kendaraan,’’ tegasnya. (kmb35)
Bupati Mahayastra Resmikan Suwat Waterfall SUKSES dengan pagelaran Festival Air Suwat, Desa Suwat kini mengembangkan objek wisata baru dengan menggali potensi yang ada di desa tersebut. Salah satunya dengan menata Air Terjun Suwat atau Suwat Waterfall. Peresmian Suwat Waterfall dilakukan langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra dan beberapa anggota DPRD serta kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Gianyar, Selasa (22/10) kemarin. Bupati Gianyar I Made Mahayastra sangat mengapresiasi upaya Desa Suwat untuk mengembangkan desanya dengan menggali potensi yang ada. Dengan dibukanya Suwat Waterfall di Kabupaten Gianyar, tentunya akan sangat mendukung perkembangan pariwisata yang sekaligus dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Sebagai salah satu kawasan wisata di Gianyar, Suwat Waterfall dengan objek wi-
sata air terjun sebagai daya tariknya diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung. ‘’Ini merupakan hasil dari kita menetapkan 17 desa wisata. Dimana saya berharap akan bermunculan sebuah aktivitas-aktivitas baru yang biasa kita sebut festival dan destinasi-destinasi yang baru seperti Suwat Waterfall dan objek-objek lainnya, sehingga memiliki keuntungan bahwa pariwisata itu dinikmati oleh masyarakat,’’ katanya. Mahayastra menambahkan, sekecil apa pun potensi wisata yang dimiliki oleh desa jika memang bermanfaat, Pemkab Gianyar akan serius menggarap serta mendukung sepenuhnya. Hal tersebut salah satu bukti penguatan desa adat, karena basic-nya digarap dan dikelola oleh desa adat. Sehingga, saatnya nanti menjadi salah satu tonggak pendukung desa adat di bidang finansial. Ketua Panitia Putu Darmendra mengatakan, awal dibangunnya Suwat Waterfall ini berawal dari mim-
pi dan angan-angan yang dibangun serta dituangkan dalam ide dan gagasan. Dengan semangat dan dukungan semua pihak, khususnya warga Desa Suwat sehingga terwujud menjadi salah satu objek wisata baru di Gianyar Utara. ‘’Kita wujudkan dulu mimpi itu sehingga ada Suwat Waterfall. Tentang hasilnya itu tergantung konsistensi kita semua. Di beberapa tempat mungkin dianugerahkan objek wisata, tetapi yang susah itu menemukan, menggali, merawat, menjaga, serta bisa konsisten menghasilkan,’’ katanya. Bendesa Adat Suwat Ngakan Putu Sudibya mengatakan, penataan Air Terjun Suwat ini dilakukan pihak desa adat serta pemuda di tiga banjar di Desa Suwat. Komitmen untuk menggeliatkan pariwista di Gianyar Utara, khususnya Desa Suwat diawali dengan mengangkat nama desa dengan menggelar Festival Air Suwat yang digelar secara rutin menyambut tahun baru Masehi. ‘’Dulu tempat ini (Air Terjun Suwat-red) dipercaya warga merupakan tempat
MERESMIKAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat meresmikan Suwat Waterfall, Selasa (22/10) kemarin. angker sehingga warga takut ke sini. Setelah beberapa kali survei, akhirnya kami putuskan untuk mengembangkannya,’’” ujarnya. Dengan diresmikannya Suwat Waterfall ini, kata Sudibya, diharapkan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Gianyar Utara. Sehingga tujuan untuk meningkatkan ke-
sejahteraan masyarakat desa adat, khususnya krama dalam hal kegiatan upacara keagamaan dapat dipenuhi. ‘’Untuk menjaga Bali, salah satunya desa adat harus diperkuat. Ekonomi terutama, karena ke depan tantangan desa adat ini sangat banyak. Untuk itu kita butuh dukungan semua pihak,’’ tegasnya. (ad650)
Kasus Penganiayaan Pembantu Akhir November Erick Divonis Lima Tahun Penjara Pasar Seni Sukawati Mulai Dibangun Gianyar (Bali Post) Setelah lama ditunggu akhirnya pembangunan revitalisasi Pasar Seni Sukawati akan dilaksanakan mulai akhir November 2019. Hal ini diketahui sesuai Perpres Nomor 43 Tahun 2019 tentang pembangunan, rehabilitasi atau renovasi pasar rakyat. Bahkan saat ini tahapan revitalisasi ini sudah memasuki tahap tander. Hal ini diungkapkan Anggota Percepatan Pembangunan Pasar Seni
Sukawati I Gede Widarma Suharta, belum lama ini. Widarma Suharta menerangkan, sesuai perpres disebutkan pembangunan pasar akan dikerjakan multiyear, yakni dari 2019 hingga 2020. Dikatakan, yang akan dibangun sesuai perpres tersebut adalah Pasar Seni Sukawati Blok A dan Blok B yang saat ini sudah rata dengan tanah. “Sekarang untuk Block A dan B sudah dibongkar,” katanya. Menurut Widarma Su-
harta, proses tander untuk proyek ini sudah dibuka mulai 16 September lalu. Hingga kini tander masih berproses selama 42 hari sampai ada pemenang. “Setelah ada pemenang dijadwalkan penandatanganan kontrak dengan pemenang tander pada 25 November 2019,” ujarnya. Widarma Suharta berharap, proses ini tidak ada halangan. Setelah 25 November, dipastikan pembangunan proyek Pasar Seni Sukawati
akan dimulai. “Itu dibangun dalam 11 bulan pengerjaan. Itu dikerjakan multiyears hingga 2020,” katanya. Widarma Suharta mengatakan, anggaran untuk pembangunan fisik pasar seni ini sebesar Rp 85,7 miliar, ditambah anggaran manajemen kontruksinya sebesar Rp 2,5 miliar. “Manajemen kontruksi itu semacam manajemen pengawasan proyek, itu dianggarkan Rp 2,5 miliar,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENINJAU - Presiden Jokowi didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat meninjau areal Pasar Seni Sukawati yang sudah rata dengan tanah, beberapa waktu lalu.
Gianyar (Bali Post) I Kadek Erick Diantara Putra yang merupakan terdakwa kasus penyiraman air panas terhadap korban Eka Febriyanti dan Santi Yuni Astutik akhirnya divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (22/10) kemarin. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gianyar yang menuntut terdakwa dengan hukuman selama enam tahun penjara. Dalam persidangan itu, hakim ketua Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, turut serta melakukan tindak kekerasan fisik dalam lingkunngan rumah tangga, yang mengakibatkan korban mengalami luka berat. ‘’Oleh karena itu, majelis hakim menjatuhkan pidana lima tahun penjara kepada terdakwa I Kadek Erick Diantara Putra,’’ katanya. Selanjutnya, hakim Wawan meminta tanggapan kepada terdakwa Erick terkait vonis hukuman tersebut. Tanpa ragu-ragu terdakwa menerima hasil putusan tersebut. Demikian pula JPU I Putu Gede Darma Putra juga menerima hasil putusan majelis hakim PN Gianyar tersebut. ‘’Saya menerima keputusan hakim untuk hukuman lima tahun penjara,’’ ujar Erick di tengah persidangan. Hakim Wawan mengatakan, majelis hakim PN Gianyar memang sudah mejatuhkan vonis hukuman lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU. Hal ini mengingat terdakwa sudah mengakui perbuatannya. ‘’Dalam hal ini majelis hakim memberikan keringanan satu tahun dari tuntutan JPU,’’ katannya. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Erick terlibat melakukan penyiksaan terhadap korban Eka Febriyanti dan Santi Yuni
Astutik. Aksi penganiyaan terhadap kedua pembantu itu dilakukan dengan terdakwa Desak Made Wirat-
ningsih. Sementara itu, terdakwa Desak hingga kini masih menjalani porses persidangan. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SIDANG - I Kadek Erick Diantara usai mengikuti sidang di PN Gianyar, Selasa (22/10) kemarin.
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Bupati Artha Sampaikan Ranperda APBD TA 2020 dan Pembentukan Perangkat Daerah Badan Kesbangpol SIDANG Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019/2020 digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana Kabupaten Jembrana, Selasa (22/10) kemarin yang dipimpin Ketua DPRD Ni Made Sri Sutarmi. Sidang dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, unsur Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana. Pada Rapat Paripurna tersebut, Bupati Artha menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran (TA) 2020. Program dan kegiatan dalam RAPBD TA 2020 juga telah disinkronisasikan dengan program prioritas Provinsi Bali serta program prioritas nasional yang fokus pada lima prioritas pembangunan nasional, yaitu pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, peningkatan ekonomi pemantapan energi pangan dan sumber daya air, dan stabilitas keamanan nasional. Secara umum struktur RAPBD TA 2020 yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Pertama, pada sisi pendapatan, pada rancangan APBD Tahun 2020, Penda-
patan Daerah dirancang sebesar Rp 1.172.268.970.582,05. Pendapatan Daerah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dirancang Rp 141.545.522.415, Dana Perimbangan dirancang Rp 740.407.083.000 dan lain-lain. Pendapatan Daerah yang Sah dirancang Rp 290.316.365.166. Sementara pada komponen belanja, tahun 2020 belanja daerah dirancang Rp 1.202.804.952.924 yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp 611.924.509.641 dan belanja langsung dirancang Rp 590.880.443.282,63. Pada aspek pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan yang berasal dari Perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2019 Rp 30.535.982.341,95. Di samping itu, penerimaan pembiayaan direncanakan bersumber dari Penerimaan Dana Talangan Rp 5.400.000.000. Sementara Pengeluaran Pembiayaan pada Tahun Anggaran 2020 direncanakan untuk Pengeluaran Dana Talangan Rp 5.400.000.000. Selain menyampaikan Ranperda tentang APBD TA 2020, dalam rapat paripurna tersebut, Bupati Artha juga mengajukan Ranperda tentang Pembentukan Perangkat Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Bupati Artha mengatakan, perangkat
Dapat Jatah 230 Formasi CPNS
Negara (Bali Post) Kabupaten Jembrana mendapat jatah 230 formasi pada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 190 formasi. Pemkab Jembrana melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyiapkan pembukaan pendaftaran yang rencananya akhir tahun ini. Hal itu disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Sekda I Made Sudiada kepada wartawan, Selasa (22/10) kemarin. Bupati Artha menyebutkan, kepastian jumlah formasi ini berdasarkan surat yang diterima dari Badan Kepegawaian
Nasional (BKN). Kabupaten Jembrana mendapatkan formasi 230 CPNS. Seperti tahun sebelumnya, formasi untuk CPNS ini meliputi tenaga pendidik, tenaga medis dan tenaga teknis. Dijelaskannya, Pemkab Jembrana mengusulkan ke BKN sebanyak 280 formasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal tersebut juga berdasarkan jumlah pegawai yang masuk masa pensiun tahun 2019 ini sebanyak 182 orang. Akan tetapi, formasi yang turun baru CPNS saja, sedangkan P3K menyusul tahun 2020. Menurut Bupati Artha, waktu pendaftaran belum bisa ditentukan. Jadwal pendaftaran akan disampaikan setelah melalui proses kajian Pemkab Jembrana dan petunjuk dari BKN. (kmb26)
I Putu Artha
daerah yang menangani urusan pemerintahan di bidang Kesbangpol di Kabupaten Jembrana masih berbentuk kantor yang dibentuk sebelum diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Untuk memberikan kepastian hukum pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah yang saat ini melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Kesbangpol, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perangkat Daerah yang Melaksanakan Urusan Pemerintahan di Bidang Kesbangpol untuk mengatur kedudukan, tugas, fungsi, struktur dan tata kerja perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Kesbangpol. Dalam ketentuan Pasal 20 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2019, gubernur/bupati/wali kota dapat melakukan evaluasi dalam rangka melakukan penataan Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan di bidang Kesbangpol. Guna mengakomodir dinamika perkembangan pelaksanaan tugas dan fungsi memperhatikan ketentuan tersebut serta untuk meningkatkan pelaksanaan urusan di bidang Kesbangpol, telah dilaksanakan evaluasi penataan Perangkat
Daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Kesbangpol dengan mempertimbangkan faktor luas wilayah, jumlah penduduk, kemampuan keuangan daerah, serta besaran beban tugas. “Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perlu dilakukan peningkatan status kelembagaan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jembrana menjadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jembrana. Peningkatan status kelembagaan ini bertujuan memberikan kepastian hukum pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah yang saat ini melaksanakan urusan pemerintaan di bidang kesatuan bangsa dan politik di Kabupaten Jembrana,” ujar Artha. Sementara Komisi II DPRD melalui Ketua I Ketut Suastika menyampaikan terkait pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang tertuang pada Perda Kabupaten Jembrana No.2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Adanya peraturan baru yang menjadi dasar hukum pengelolaan BMD mengakibatkan Perda No.2 Tahun 2012 tidak sesuai lagi dan perlu diganti. Urgensi untuk penyesuaian itu ditegaskan dalam Pasal 511 ayat (2) Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan BMD. Karena itulah DPRD Kabupaten Jem-
brana memprakarsai Perda baru sebagai penggganti Perda No.2 Tahun 2012. Dikatakannya, permasalahan secara umum dalam pengelolaan BMD meliputi perencanaan, inventarisasi, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan dan
pengendalian. Faktor penyebab timbulnya permasalahan itu beragam, berbeda-beda satu dengan yang lain. “Berdasarkan uraian permasalahan tersebut di atas, maka kami mendorong Pemerintahan Kabupaten Jembrana segera membentuk Perda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dengan membahas
bersama Rancangan Peraturan Daerah usul inisiatif DPRD sehingga Pemerintah Daerah memiliki landasan hukum dan legitimasi dalam menyelenggarakan kebijakan terkait pengelolaan barang milik daerah dan sebagai pengganti Perda No.2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah,” jelasnya. (ad656)
JABAT TANGAN - Bupati Jembrana I Putu Artha berjabat tangan dengan anggota DPRD didampingi Ketua DPRD Jembrana saat rapat paripurna I terkait dua Ranperda, Selasa (22/10) kemarin.
Empat Kardus Ganja Kering Diamankan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) Hampir 100 kg ganja kering yang akan dikirim ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diamankan jajaran Polres Jembrana, Sabtu (19/10) malam lalu. Narkoba yang dibungkus dalam 100 paket berisi daun batang dan biji kering ganja itu dikemas dalam empat kardus besar di dalam sebuah mobil Xenia DK 1580 OW warna putih. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kasat Narkoba AKP Komang Muliyadi saat jumpa pers di Mapolres Jembrana, Selasa (22/10) kemarin, mengatakan penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang menduga akan ada pengiriman narkotika melalui Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya tim gabungan khusus yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Jembrana melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di pos pemeriksaan pintu masuk Bali (Pos II). Sekitar pukul 00.10 Wita, petugas mencurigai mobil Xenia putih yang dikemudikan oleh Herman Pelani dan di sebelahnya Umar Saleh Siregar. Mobil itu mengangkut empat kardus besar berlabel rokok. “Saat ditanya petugas, mereka menyebut
kardus itu berisi baju batik,” ujar Kapolres. Petugas tidak serta merta percaya, melainkan melakukan pemeriksaan dengan membuka salah satu kardus tersebut. Ternyata dalam kardus itu didapati bungkusan paket ganja. Setelah diinterogasi, tersangka mengaku tidak sendirian, tetapi ada jaringan lain yang sebelumnya mengirim dari Jakarta. Kedua pelaku itu lebih dahulu masuk Bali. Petugas kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua pelaku yang mengemudikan mobil Suzuki Escudo B 2321 UR. Mereka adalah Faisal Ahmad Rangkuti dan Rikardo Nainggolan. “Jadi, ada dua jaringan. Pertama yang naik Xenia, jaringan Bali dengan mobil plat Bali. Dua pelaku lainnya jaringan Jakarta
yang bertugas membawa paket dari Jakarta. Mereka bertemu di Banyuwangi,”
tandas AKBP Adi Wibawa yang asal Tabanan. Keempat pelaku berikut barang bukti berupa empat kardus berisi ganja dengan total berat 97,914 gram brutto atau netto 97.816,4 gram, dua plastik klip berisi kristal bening berat 0,24 gram brutto sabu-sabu,
uang tunai Rp 4 juta lebih dan beberapa HP serta dua unit mobil diamankan di Polres Jembrana. Keempat tersangka dijerat pasal berlapis UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (kmb26)
Bali Post/kmb26
DIAMANKAN - Empat pelaku pengiriman narkoba jenis ganja hampir 100 kilogram diamankan di Polres Jembrana.
Pujawali di Pura Rambut Siwi
”Pangempon” Imbau ”Pamedek” Tak Bawa Plastik
Bali Post/kmb26
DITERTIBKAN - Sejumlah pedagang buah menggunakan mobil di pinggir jalan nasional ditertibkan oleh Satpol PP Jembrana.
Negara (Bali Post) – Pujawali di Pura Dangkhayangan Rambut Siwi dimulai Rabu (23/10) ini hingga panyineban pada Minggu (27/10) mendatang. Persiapan pujawali dilakukan pangempon Pura Rambut Siwi sejak Minggu (20/10) lalu. Seperti pujawali sebelumnya, diperkirakan ribuan pamedek dari berbagai daerah di Bali dan luar Pulau Dewata akan menghaturkan bhakti di pura terbesar di Kabupaten Jembrana ini. Pelaksana Harian Ketua Pangempon Pura Rambut Siwi
I Gusti Made Sedana mengatakan, prosesi menjelang pujawali dimulai sejak Minggu lalu diawali macaru dan ngaturang pamahayu segara (pakelem) serta mendak tirtha di Pantai Rambut Siwi. Selasa kemarin ngebeji di Pura Taman Dangkahyangan Rambutsiwi. “Rabu besok (hari ini) tepatnya Rabu pancawara Umanis wuku Perangbakat, pamedek sudah bisa melaksanakan persembahyangan,” ujarnya, Selasa (22/10) kemarin. Guna menghindari sampah plastik di areal pura, pamedek
diimbau tidak membawa plastik ke pura. Bagi pamedek yang ngelungsur wasupada atau tirta saat pujawali di masing-masing parahyangan, diminta membawa tempat sendiri berupa toples, tangku atau payuk. Di areal Pura Dangkahyangan Luhur Rambut Siwi yang lokasinya berada di tebing bukit terdapat sembilan Parahyangan. Persembahyangan diawali di Pura Pesanggrahan yang terletak di sebelah selatan pinggir jalan raya DenpasarGilimanuk, wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan
Mendoyo. Selanjutnya di Pura Taman, Pura Penataran, Pura Goa Dasar, Pura Tirtha lan Segara, Pura Pasimpangan Melanting, Pura Pasimpangan Gading Wani, Pura Pasimpangan Dalem Ped dan terakhir di Pura Luhur. “Pura Dangkahyangan Rambut Siwi adalah salah satu Pura Kahyangan Jagad di Bali, sehingga umat yang melakukan persembahyangan bukan saja umat yang ada di Bali melainkan seluruh umat Hindu,” jelas Made Sedana. (kmb26)
Pedagang Buah Bermobil Ditertibkan Satpol PP
Negara (Bali Post) – Dinilai melanggar ketertiban dan ketenteraman umum, sejumlah pedagang buah yang berjualan menggunakan mobil barang ditertibkan Satpol PP Kabupaten Jembrana, Selasa (22/10) kemarin. Sedikitnya empat pedagang buah yang berjualan di pinggir jalan protokol diberikan peringatan. Petugas mengamankan timbangan para pedagang ini untuk diambil di Kantor Satpol PP. Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi sesuai operasi mengatakan, para pedagang ini melanggar Perda No.5 Tahun 2015 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Semesti-
nya mereka berjualan di tempat yang ditentukan seperti pasar atau kios. Akan tetapi, para pedagang yang sebagian besar dari luar Bali ini memanfaatkan lahan di pinggir jalan protokol termasuk jalan nasional untuk berjualan. Selain mengganggu ketertiban, mereka juga membahayakan pengguna jalan lainnya. ‘’Pedagang dan kendaraan yang digunakan pelat Banyuwangi. Mereka kos di Loloan,” tambah I Made Tarma, Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, yang mendampingi Kasatpol PP Jembrana. Selanjutnya para pedagang
buah itu didata dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Setelah membuat surat pernyataan, keempat pedagang diperbolehkan pulang. “Kami berikan pembinaan dulu. Kalau terus membandel, kami akan ambil tindakan lebih tegas. Petugas akan melakukan penertiban lagi,’’ pungkas Tarma. Keberadaan pedagang buah bermobil tersebut semakin lama terus bertambah. Salah satunya di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Sebual, Desa Dangin Tukadaya. Dari sebelumnya satu pedagang, belakangan kini jumlahnya lebih dari tiga pedagang. (kmb26)
Bali Post/kmb26
PUJAWALI RAMBUT SIWI – Prosesi menjelang pujawali di Pura Rambut Siwi yaitu macaru dan ngaturang pamehayu segara di Pura Tirta lan Segara Dangkahyangan Rambut Siwi.
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Polres Siap Jaga Keamanan Pilkada 2020 Amlapura (Bali Post) Setelah hajatan politik pemilu presiden dan legislatif sukses di Karangasen, dalam waktu dekat ini, kembali akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 mendatang. Polres Karangasem sudah siap mengamankan pelaksanaan pilkada tahun depan. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom menegaskan, segenap kekuatan penuh personel Polres Karangasem akan turun menjaga keamanan pelaksanaan pencoblosan pemilihan kepala daerah itu. Dipaparkan juga, sejauh ini, situasi kamtibmas secara keseluruhan di wilayah Karangasem cukup kondusif. “Kita siap mengamankan pelaksanaan pilkada agar berjalan aman dan lancar,” janji IGNA Ade Panji Anom saat bertemu KPU dan Bawaslu di Karangasem, Selasa (22/10) kemarin. Ketua KPU Karangasem
I Gede Krisna Adi Widana menyampaikan terima kasih atas undangan Polres Karangasem. Pihaknya berharap, lewat kegiatan itu bisa bersinergi dengan instansi terkait menjelang pelaksanaan pemilihan Bupati Karangasem. Krisna menguraikan peta kekuatan politik masingmasing partai politik yang ada di Karangasem. Pihaknya sudah merencanakan melakukan langkah-langkah antisipasi dan mempersiapkan jajarannya untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan Bupati Karangasem tahun 2020 mendatang. “Sejatinya, seluruh stakeholder memiliki peran sangat penting di dalam kesuksesan pilkada itu. Jadi, semua pihak harus memberikan dukungan kepada masyarakat pemilih. Sesunggunya penting sekali peran dan partisipasi mereka untuk menyukseskan jalannya Pilkada Bupati Karangasem itu,” katanya. (kmb41)
COFFEE MORNING - Polres Karangasem saat coffee morning dengan KPU dan Bawaslu.
Antisipasi Bantuan Bedah Rumah Salah Sasaran
Wabup Minta Perkim Turun ke Lapangan
Amlapura (Bali Post) Bantuan bedah rumah yang diberikan kepada warga kurang mampu di Karangasem harus tetap menjadi prioritas. Namun, agar bantuan itu tidak salah sasaran, Wakil Bupati Wayan Artha Dipa meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) turun langsung ke lapangan untuk mengecek calon penerima bantuan itu. Artha Dipa menambahkan, pengawasan bantuan bedah rumah kepada warga kurang mampu di Karangasem itu harus maksimal. Sebab, selama ini masih ada saja warga yang ekonominya tergolong mampu justru mendapat bantuan bedah rumah. Sedangkan, warga yang kurang mampu kerap tidak mendapatkan haknya. Untuk mengantisipasi bantuan yang salah sasaran, maka ke depannya, Wabup meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) supaya turun langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima bantuan itu. Memang perlu pengawasan ekstra ke depannya, agar warga yang benar-benar perlu itu yang dapat bantuan. Pihaknya,
tidak menginginkan justru warga yang ekonominya mampu yang mendapatkan bantuan. ‘’Saya banyak mendapat masukan dari bawah. Seperti perbekel mengeluhkan pemberian bedah rumah itu kerap dinilai tidak tepat sasaran. Kita tidak ingin hal seperti itu terjadi,” ujar Artha Dipa. A r t ha Di pa m enam bahkan, pengawasan dan pendataan secara langsung sangat perlu dilakukan. Dengan pendataan ulang calon penerima bedah rumah itu, maka diharapkan rumah tidak layak huni itu semakin berkurang. “Sampai sekarang ini, warga yang memiliki rumah tidak layak huni itu masih cukup banyak Bali Post/kmb41 di Karangasem,” kata Artha Dipa Artha Dipa. (kmb41)
Tak Miliki KTS
Belasan Duktang Ditindak Amlapura (Bali Post) Penertiban terhadap penduduk pendatang (duktang) terus dilakukan Satpol PP Karangasem. Seperti Selasa (22/10) kemarin, Satpol PP melakukan sidak dengan menyasar Kecamatan Selat. Hasilnya, petugas menindak belasan duktang karena para pekerja itu tidak memiliki Kartu Tinggal Sementara (KTS). Kabid Gakum Satpol PP Karangasem I Gede Sukanta Winaya mengungkapkan, giat sidak yang dilakukan
tim yustisi itu sebagai langkah menciptakan keamanan di masyarakat. Penduduk yang tinggal di suatu daerah itu, mau tidak mau memang wajib memiliki identitas jelas. “Penertiban kali ini menyasar penduduk pendatang yang ada di wilayah Kecamatan Selat,” ucapnya. Sukanta menambahkan, dari hasil sidak yang dilakukan itu, petugas menindak belasan penduduk pendatang yang tidak memiliki KTS. Banyak pekerja proyek bangunan puskesmas di
Selat tanpa mengantongi KTS. Ada 19 pekerja proyek belum ada KTS-nya. “Jadi, mereka itu kami tindak sesuai aturan yang ada. Para pekerja tanpa KTS itu dikenakan denda Rp 50 ribu,” katanya. Pihaknya mengimbau kepada mandor proyek itu, agar memerhatikan legalitas tinggal para pekerjanya. “Setiap pekerja dari luar Karangasem atau luar Bali wajib mengurus Kartu Tinggal Sementara (KTS),” pinta Gede Sukanta Winaya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SIDAK DUKTANG - Tim Yustisi saat melaksanakan sidak duktang di Selat, Selasa (22/10) kemarin.
Bali Post/kmb41
Dibagikan November Bonus Atlet Peraih Medali Porprov
Amlapura (Bali Post) Atlet Kontingen Karangasem yang sukses meraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di Tabanan 2019, sebentar lagi bisa tersenyum. Sebab, KONI Kabupaten Karangasem rencananya membagikan bonus atlet itu awal November 2019. Ketua KONI Karangasem I Putu Toya mengungkapkan, atlet yang sukses merebut medali di porprov itu bonusnya memang belum dibagikan. Pihaknya berencana membagikan bonus itu awal November mendatang. “Kita rencanakan awal November, bonus atlet peraih medali sudah dibagikan. Masih menunggu SK APBD Perubahan. Mudahmudahan SK-nya segera turun. Jika sudah turun, maka langsung kita transfer ke rekening atlet masing-masing,” ucapnya. Putu Toya menambahkan, nominal bonus atlet peraih medali emas perorangan digelontorkan Rp 50 juta. Sedangkan medali emas ganda Rp 55 juta, emas beregu 3-5 orang Rp 60 juta. Kalau beregu lebih dari enam orang Rp 65 juta rupiah. Sedangkan peraih medali perak dijatah Rp 12,5 juta dan perunggu Rp 7,5 juta. “Pada Porprov lalu, di Tabanan, Kontingen Karangasem meraih 9 medali emas, 21 perak, dan 50 perunggu. Karangasem bercokol di posisi kedelapan, peringkatnya menurun satu setrip. Pasalnya, pada Porprov Gianyar 2017, Karangasem berada di posisi ketujuh,’’ katanya. Dia menjelaskan, kendati peringkat Karangasem turun satu setrip, akan tetapi pihaknya tetap mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih itu sehingga mereka mampu merebut prestasi optimal. Sebab, bersaing merebut medali emas itu, tidak gampang, melainkan memang sangat ketat,’’ tambahnya. “Kita patut bangga karena atlet yang kita kirim itu merupakan asli putra-putri Karangasem. Kita akan lakukan evaluasi terkait hasil yang kita peroleh tahun ini. Banyak kelemahan harus dibenahi. Sehingga bisa lebih berprestasi pada porprov di Badung 2021 mendatang,” harap Toya. (kmb41)
I Putu Toya
Bali Post/kmb41
Dijatah 209 Formasi CPNS
Pemkab Pertimbangkan Alokasi Anggaran Perekrutan Pemerintah Kabupaten Karangasem mendapatkan jatah 209 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur NegaraReformasi Birokrasi tahun 2019 ini. Meski sudah diberikan jatah CPNS dari pusat, pemkab belum dapat memastikan apakah akan merekrut pegawai atau tidak. Sebab, masih melihat alokasi anggaran yang ada di daerah. Lalu, kapan dilakukan perekrutan CPNS untuk Pemkab Karangasem? KEPALA Badan BKSDM I Gusti Gede Rinceg, Selasa (22/10) kemarin mengungkapkan, Pemkab Karangasem sudah diberikan kuota 209 formasi CPNS. Jatah yang diberikan itu sesuai jumlah PNS yang pensiun tahun 2019. “Dari jumlah kuota yang diberikan, paling banyak tenaga pendidik. Sisanya, tenaga kesehatan dan teknisi,” ucapnya. Rinceg menambahkan, kendati sudah mendapatkan kuota, namun sampai saat ini belum menerima bagaimana teknis perekrutan CPNS tersebut. Karena pemerintah pusat itu baru memberikan sebatas kuota formasi CPNS. Rencananya, tahun 2019, hanya dilaksanakan seleksi administrasi. Pada tahun 2020 kemudian dilanjutkan seleksi SKD dan SKB. ”Itu baru rencana pusat. Terkait teknis perekrutan itu, kita akan dipanggil ke Jakarta,” katanya. Dia menegaskan, kendati sudah mendapat kuota CPNS, pihaknya belum berani memastikan apakah tahun ini ada perekrutan CPNS atau tidak. Pasalnya, dalam waktu dekat, yakni 2020, akan dilaksanakan hajatan politik pemilihan kepada daerah (pilkada). Lantaran anggaran itu dialokasikan untuk pilkada, sehingga persiapan gaji, anggaran seleksi, termasuk diklat belum diusulkan. Alasannya, ada keterbatasan anggaran. Untuk membayar
itu, minimal memerlukan anggaran Rp 10 miliar. “Kita tetap usulkan dalam sidang pembahasan anggaran. Apakah mampu jalankan perekrutan itu atau tidak. Kalau daerah belum mampu, maka perekrutan akan dilaksanakan setelah pelaksanaan hajatan pilkada,’’ ujarnya. Karena itu, ada beberapa kabupaten/kota di Bali ketika melaksanakan pilkada itu tidak melakukan perekrutan CPNS. Sebab, APBD-nya disedot ke pilkada. Sebelumnya, BKSDM mengusulkan kepada Pemda Karangasem, perekrutan pegawai pemerintaah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Karangasem. Berapa kuota yang diusulkan, Rinceg belum tahu kepastiannya. Alasannya, masih menghitung anggaran daerah. Untuk usulan PPPK sebagian besar bertugas sebagai tenaga pendidikan. Pemerintah Daerah Karangasem kekurangan banyak pegawai negeri sipil. Memang paling banyak kekurangan di sektor pendidikan dan kesehatan. Jatah kuota CPNS 2018, sebanyak 202 kursi. Jumlah itu tidak cukup untuk mengisi kekurangan. Alasannya, setiap tahunnya, banyak pegawai yang pensiun. Jumlah pegawai negeri yang pensiun dari 2018 sampai 2022 mencapai ribuan orang. Tahun 2018, PNS yang pensiun 203 orang. Tahun 2019 mencapai 209 orang, Tahun 2020 sekitar 266 orang, tahun 2021 sekitar 290 orang. Sedangkan tahun 2022, pegawai yang pensiun mencapai 414 orang. (nan)
I Gusti Gede Rinceg
Bali Post/kmb41
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Jembatan Penghubung Lembongan-Ceningan
Bupati Suwirta Usulkan Pembangunan Permanen ke Kementerian PUPR BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta terus melakukan upaya lobi-lobi ke sejumlah kementerian. Sasaran utamanya adalah kementerian yang menangani pembangunan infrakstruktur, karena membutuhkan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan sejumlah rancangan pembangunan. Bupati Suwirta memutar otak untuk terus berjuang merebut anggaran di pusat guna dibawa ke Klungkung. Setelah sebelumnya menyasar Kementerian Perhubungan dan telah sukses mengawal rencana pelabuhan segitiga emas, giliran Kementerian PUPR yang didatangi sendiri oleh Bupati Suwirta, Selasa (22/10) kemarin. Kedatangannya ke Kementerian PUPR guna mendukung pembangunan Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan, yang telah direstui Kemenhub akan didanai tahun depan. Bupati Suwirta menemui Direktur Jembatan Iwan Zarkasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta. Tujuan Bupati Suwirta menemui pejabat Kementerian PUPR itu untuk menyampaikan usulan pembangunan jembatan penghubung Pulau Nusa Ceningan dengan Pulau Nusa Lembongan. Jembatan per-
manen Lembongan-Ceningan merupakan cita-cita masyarakat setempat yang sejak dulu sangat mengharapkan dapat direalisasikan. Menurut Bupati Suwirta, jika Pelabuhan Bias Munjul yang terkoneksi antara fast boat dan Kapal Roro selesai dibangun oleh Kementerian Perhubungan, aktivitas transportasi dipastikan lebih meningkat, khususnya angkutan barang. Untuk mendukung kelancaran transportasi dari Pulau Ceningan ke Lembongan, diperlukan satu jembatan permanen
atau jembatan besar yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Jembatan Kuning yang ada sekarang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Ini sangat dibutuhkan untuk menunjang semua itu dan proses pembangunan kedua pulau itu selanjutnya. Jika jembatan dibangun, akan mempermudah dan memperlancar transportasi, sehingga berdampak salah satunya menurunkan harga komoditi. Inilah yang sangat diharapkan masyarakat dan kini sedang diperjuangkan
Bupati Suwirta. Bupati Suwirta mengaku sangat memahami itu dan siap berjuang merealisasikannya. “Dengan selesainya pembangunan pelabuhan nanti, otomatis angkutan transportasi meningkat. Untuk menunjang akses penghubung Pulau Ceningan dan Lembongan, maka diperlukan satu jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya. Direktur Jembatan Iwan Zarkasi kepada Bupati Suwirta menyampaikan telah menerima berkas usulan tersebut dan akan disampaikan kepada Dirjen Bina Marga untuk dipelajari lebih lanjut. “Baik, nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Dirjen,” kata pejabat yang sebelumnya menangani perbaikan Jembatan Kuning tersebut. (ad659)
SERAHKAN USULAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kiri) menyerahkan usulan kepada Direktur Jembatan Iwan Zarkasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (22/10) kemarin.
Desa Suana Usulkan Pengaspalan Jalan
SOSOK
Berdayakan Desa Adat SEKTOR parkir menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah. Bahkan, lembaga dewan khusus merancang ranperda inisiatif tentang perparkiran untuk menekan kebocoran potensi parkir di lapangan. Selain fokus dalam pengelolaan parkir di tempattempat umum, ranperda ini membuka ruang adanya kerja sama dengan desa adat. Dalam pengelolaan parkir, desa adat juga dapat diberdayakan untuk menjadi pihak ketiga, sehingga tak lagi dituding melakukan pungli dalam mengelola potensi parkir di desa. Demikian disampaikan Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Klungkung Gde Artison Andarawata usai mengusulkan ranperda ini kepada eksekutif, Senin (21/10) lalu. Adanya kerja sama daerah dengan pihak ketiga seperti desa adat, juga dapat memaksimalkan potensi daerah dengan menyerap tenaga kerja di sekitar wilayah desa adat. Pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor perparkiran. “Landasan filosofis ranperda ini bersifat utuh, yaitu tidak hanya pengaturan pendapatan asli daerah, tetapi lebih dari itu, yaitu menciptakan ketertiban lalu lintas,” kata politisi Partai Demokrat ini. Selain itu, keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di bidang perparkiran perlu diatur lebih lanjut, walaupun telah diakomodir dalam pengaturan Perda tentang Retribusi Parkir di tepi jalan Umum dan Perda tentang Tempat Khusus Parkir. Pengaturan mengenai Penyelenggaraan Perparkiran ini tidak dapat dipisahkan dengan pengaturan Perda Retribusi, sehingga tetap memiliki keterkaitan yang satu dengan yang lainnya dan saling melengkapi. (gik)
Semarapura (Bali Post) Menjelang akhir tahun 2019, sejumlah desa mulai menyusun RKPDes (Rencana Kerja Pembangunan Desa) untuk tahun anggaran 2020 nanti. Penyusunan RKPDes diawali dengan menggelar musrenbangdes bersama BPD untuk menghimpun usulan dan menentukan skala prioritas penggunaan anggaran. Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, sudah melakukan itu dan memprioritaskan penanganan akses jalan, agar dana desa fokus menangani yang penting bagi masyarakat, bukan justru dibagi kecil-kecil. Perbekel Desa Suana I Putu Rai Sudarta, belum lama ini, menyampaikan musrenbangdes untuk mendapatkan persetujuan atas usulan-usulan yang sebelumnya telah disampaikan para tokoh masyarakat. Sehingga, selanjutnya dapat dituangkan dan disahkan ke dalam Peraturan Desa (Perdes). ‘’Selain finishing pembangunan gedung
balai serbaguna, prioritas usulan pembangunan tahun 2020, yaitu pengaspalan jalan di Dusun Karangsari dan Dusun Kelemahan. Karena ini telah melalui kesepakatan pada musyawarah tahun sebelumnya,’’ katanya saat penyusunan RKPDes di Kantor Perbekel Suana. Proses usulan, hingga sampai keputusan skala prioritas ini, dikatakan sempat terjadi diskusi cukup alot. Sehingga, Ia bersama perbekel lainnya mengaku sempat bertemu dengan salah satu deputi di Kementrian Desa. Di sanalah terungkap, bahwa dalam penggunaan dana desa, dananya jangan justru dipecah-pecah lagi jadi kecil-kecil. Tetapi, gunakan pada prioritas penanganan yang sepatutnya harus didanai. Musrenbangdes menjadi forum musyawarah tahunan seluruh pihak desa terkait untuk menyepakati RKPDes tahun anggaran yang akan direncanakan. Seperti ketua beserta anggota BPD Suana, Perbekel dan Per-
angkat Desa Suana, Pengurus LPM Desa Suana, Klian Adat se-Desa Suana, PKK Desa Suana, Bidan Desa Suana, Penyuluh Bahasa Bali Desa Suana, PD Yowana Gema Santi dan PLD Suana, serta Tenaga Ahli Kabupaten Klungkung. RKPDes sebagai dokumen perencanaan memuat rancangan kerangka ekonomi desa, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan dengan mendorong partisipasi masyarakat, mengacu pada RPJMDes. Tenaga Ahli Kadek Astawa mengatakan hasil musrenbangdes selanjutnya dituangkan dalam berita acara Musrenbangdes RKPDes Tahun 2020. Baru dibuatkan Perdes tentang Rencana Kerja Pemerintahan Desa Tahun 2020 yang disahkan antara BPD dan Pemerintah Desa. Dengan disahkannya perdes tersebut, selanjutnya Sekdes dapat merumuskan Rancangan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun 2020. (kmb31)
Bali Post/kmb31
MUSRESBANGDES-Perangkat Desa Suana saat menggelar Musrembangdes.
Siswa SMPN 4 Banjarangkan Kesurupan Wabup Kasta Turun Tangan
Bali Post/kmb31
TANGANI – Wakil Bupati Klungkung Made Kasta (kiri) menangani salah satu siswa yang sedang kesurupan.
Semarapura (Bali Post) SMPN 4 Banjarangkan di Desa Timuhun dalam tiga minggu terakhir dipusingkan dengan peristiwa kesurupan di sekolah setempat. Siswa kerap berteriak histeris dan sulit ditangani, sehingga pihak sekolah harus mengadu ke Wakil Bupati Klungkung Made Kasta yang juga dikenal sebagai penekun spiritual di Bumi Serombotan. Atas laporan itu, Wabup Kasta pun turun tangan melakukan penanganan, Selasa (22/10) kemarin. Kepala SMPN 4 Banjarangkan Wayan Ngenteg menceritakan, saat bersiap melakukan persembahyangan, tiba-tiba seorang siswa pingsan. Saat akan ditolong, siswa ini berteriak layaknya seorang yang kesurupan. Kejadian ini kemudian diikuti oleh tiga siswi lainnya. Dalam keadaan riuh, sejumlah guru dibantu siswa laki-laki langsung membawa siswi yang mengalami kesurupan ke ruang kelas untuk ditenangkan. “Awalnya siswa kami mengikuti persembahyangan terkait upacara guru piduka di Padmasana sekolah.
Persembahyangan ini digelar untuk memohon keselamatan dan supaya tidak diganggu oleh makhluk halus yang menyebabkan sejumlah siswa putri mengalami kesurupan dalam beberapa hari belakangan ini. Tetapi peristiwa itu malah terulang lagi,” katanya. Empat orang siswa yang mengalami kesurupan yakni Dewa Ayu Nadiya Cahyani (14) kelas IX, Nengah Devi Ariani (14) kelas IX, Kadek Ginanti kelas VII dan Ketut Martini Asih kelas VII. Ngenteg menambahkan, kejadian seperti ini kerap terjadi semenjak adanya pembangunan saluran irigasi di belakang sekolah. Sebuah pohon besar yang diduga dihuni makhluk astral turut ditumbangkan guna pembangunan saluran irigasi ini. Semenjak itulah sejumlah siswa kerap berteriak kesurupan saat mengikuti aktivitas sekolah. Wabup Made Kasta juga mengamini, bahwa penyebab kegaduhan ini adalah ulah makhluk halus penghuni area di belakang sekolah. Ia mengaku telah dihubungi pihak sekolah sejak Senin (21/10) lalu. Na-
mun, karena ada kesibukan sidang paripurna dan monev pemerintahan desa, dirinya baru bisa hadir kemarin. Proses penyembuhan dilakukan Kasta dengan memercikkan tirta. Sebelumnya Wabup Made Kasta menelusuri lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat makhluk astral tersebut. Menggunakan media lilin yang menyala, Kasta memeriksa dua buah bangunan bekas mes guru yang sudah rusak dan memasuki satu per satu kamar yang ada di dalamnya. Saat memasuki satu ruangan, tiba-tiba lilin yang digenggamnya padam layaknya ada yang meniup. Seketika itu pula Wabup Kasta tersenyum seraya mengucapkan di sinilah makhluk itu setiap hari berdiam diri. Kepada Kasek Ngenteg, Wabup Kasta berpesan agar secepatnya membuat sebuah palinggih di sisi selatan sekolah. Selain itu, melakukan upacara mecaru manca warna. Ia berharap dengan upacara ini, proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal tanpa gangguan dari makhluk halus tersebut. (kmb31)
Gusti Lanang Puji Jabat Kepala SMK TI Bali Global Klungkung BERDIRI hampir lima tahun, SMK TI Bali Global Klungkung melakukan pergantian kepala sekolah, Selasa (22/10) kemarin. Serah terima kasek dilakukan di gedung baru dengan areal parkir yang cukup luas di Jalan Dewi Sartika, Besang, Semarapura. Saat ini, SMK TI Bali Global Klungkung dipimpin Drs. Gusti Lanang Made Puji, salah satu tokoh pendidikan yang baru saja pensiun setelah selama 18 tahun menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Semarapura. Proses serah terima kasek berlangsung meriah. Hadir sejumlah pejabat terkait, seperti Pembina Yayasan Widya Dharma Santhi Denpasar Prof. I Made Bandem, M.A., Ketua Yayasan Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si.Ak., Pendiri Yayasan Dr. Dadang Hermawan, Kepala SMK TI Bali Global Klungkung periode 2015-2019 M. Samsudin, S.E., M.M.Kom. serta undangan terkait lainnya. Kegiatan diawali serah
terima yang dilakukan ketua yayasan kepada Gusti Lanang Puji. Selanjutnya proses pelantikan dan pengucapan janji kasek periode 2019-2023 serta penandatanganan berita acara. Usai serah terima, M. Samsudin menyampaikan, SMK TI Bali Global Klungkung resmi berdiri di Klungkung sejak tahun 2015 dengan memanfaatkan gedung lama di Jalan Flamboyan. Setelah berkembang, sekarang pindah ke Jalan Dewi Sartika, lengkap dengan gedung baru dan semangat baru untuk terus bergerak maju dan kompetitif. Dalam kurun waktu hampir tahun terakhir, SMK TI Bali Global Klungkung telah banyak mencetak prestasi. Prestasi terbaik menjadi juara III dalam lomba IT se-Jawa, Bali dan Lombok. Selain itu, lolos ke tingkat nasional dalam lomba membikin web. Artinya, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, SMK TI Bali Global Klungkung
sudah mampu berprestasi di pentas nasional. “Selamat kepada kepala sekolah yang baru. Sangat tepat SMK TI dipimpin oleh Bapak Gusti Lanang Puji. Beliau memiliki kapasitas dan pengalaman yang lengkap. Kepada para siswa, saya berpesan, kenali potensi diri, raih masa depan bersama SMK TI Bali Global Klungkung,” katanya. Usai resmi menjabat Kepala SMK TI Bali Global Klungkung yang baru, Gusti Lanang Puji menegaskan siap melanjutkan program yang sudah dijalankan kasek sebelumnya. Berbekal pengalaman, dirinya juga siap menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompetitif dan berdaya saing global. Langkah pertamanya adalah meningkatkan kualitas SDM guru. Sebab, inilah gerbang pertama menuju tujuan tersebut. “Sehebat apa pun fasilitas sekolah, tanpa diimbangi SDM guru yang unggul, semuanya akan sia-sia. Kami
juga akan menerapkan model kerja kemitraan, khususnya dengan dunia usaha. Agar ilmu di kelas dengan dunia kerja bisa nyambung, sehingga setelah tamat, siswa siap terjun langsung ke dunia kerja,” tegasnya. Ketua Yayasan Ida Bagus Dharmadiaksa mengatakan, SMK TI Bali Global Klungkung ingin memberi wadah bagi generasi muda untuk menimba ilmu di bidang IT, yang sangat dibutuhkan dalam Revolusi Industri 4.0 ini. Sebagai dukungan yayasan untuk SMK TI Bali Global Klungkung, pihaknya siap mendukung peningkatan sarana dan prasarana agar lebih lengkap. “Kami juga berencana melanjutkan pembangunan gedung baru ini agar semakin layak sebagai sekolah percontohan di bidang IT. Kami pun siap mendukung bursa kerja, agar semua lulusan tertampung dalam dunia kerja. Kalau ada yang ingin melanjutkan ke ITB Stikom
Bali, kami siap fasilitasi,” ungkapnya. Pembina Yayasan Prof. Made Bandem menegaskan, keberadaan SMK TI Bali Global Klungkung di selu-
ruh Bali ingin memberikan kecerdasan di bidang IT. Kepercayaan masyarakat terhadap SMK TI Bali Global harus dijawab dengan proses pembelajaran yang membuat
mereka siap diserap di dunia kerja. Sebab, kebutuhan sekarang sudah terbalik, yaitu SMK menjadi prioritas, karena kebutuhan dunia industri. (ad658)
TANDA TANGANI - Gusti Lanang Puji menandatangani berita acara, usai serah terima jabatan Kepala SMK TI Bali Global Klungkung.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA 1 org Tng Teknisi,Min SMK/STM Max.30th,CV.Mimbajaya Jl.ByPass Ngrh Rai 305 Sanur 0361-287982 B.BP.001.10.19.0000640
Admin Finance, Teknisi, SMK, Pglmn 1 Thn WA 081237734447 B.BP.004.10.19.0000654
Dcr Koordinator fulltime,Kuta, sayang anjing, Inggris aktif Gj .2.5-3Jt WA 089517608000 B.BP.004.10.19.0000660
Dicari : Housekeeping staff untuk Villa di Jimbaran dan Receptionist (bisa berbahasa Inggris dan pengalaman 1tahun) dekat Four Seasons.Kirim CV ke karangvillagesanur@gmail.com dan hubungi 08113887899 dan 03614720925 B.BP.004.10.19.0000580
Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart)0361-4743672
B.BP.001.10.19.0000542
Dcr 1 Sktrs bs compt&Acounting 1 PRT,Canggu Hp.085737908595 B.BP.001.10.19.0000636
Dcr Office Boy u/ BPR Adiartha Sempidi. HP 0895413568886 B.BP.004.10.19.0000536
Dcr Sopir Car Rental,081999145 999 Jl.Dewi Ratih No.1 Legian B.BP.001.10.19.0000642
Dcr Tkg masak khusus Western Food yg berpengalaman pesiar min 5th Santa Fe Rest Seminyak Hub.731147 / 081999418286 B.BP.154.10.19.0000651
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA - RUPA
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Dcr. Segera Adm, Prod. Wanita. Usia Max.25 th. Bisa komputer, Pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049 B.BP.004.10.19.0000652
Dicari Therapist,Jl.Cemara No.30 Semawang Sanur,082144091777 B.BP.001.10.19.0000600
Driver/sopir Berpengalaman secepatnya WA:081916468911 B.BP.001.10.19.0000507
PRT Wnt bs naik mtr tgl dlm+Sopir Srbt bs matik. 087861335508 B.BP.004.10.19.0000657
Cr Asisten rmh tangga prempuan 085222555444 tdr dlm B.BP.001.10.19.0000627
Pembantu Wanted Seminyak have motor & HP speaking fair/good English,housemaid experience Whatsapp or SMS 0812-388-3960 B.BP.004.10.19.0000616
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Dijual Avanza Tahun 2010 Hubungi: 08563719925 B.BP.001.10.19.0000512
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah SHM 3,84 are & 17,5 Are Lokasi Jimbaran-Bali Hub: 085 238 304 060 B.BP.031.10.19.0000619
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 80a Tabnn Penebel Mengesta Menuju Jatiluwih H:08113934393 B.BP.001.10.19.0000637 KONTRAKTOR
AdityaDesignBangun/RenovR.Tinggal Vila Ruko IMB 081237911954 B.BP.166.10.19.0000661
RUPA-RUPA
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.10.19.0000355
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Lagi, Kebakaran Lahan di Penelokan
Bangli Belum Punya TRC Bangli (Bali Post) – Bangli satu-satunya kabupaten di Bali yang belum mempunyai Tim Reaksi Cepat (TRC). Hal itu diakui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli I Wayan Karmawan. Terbatasnya jumlah personel menjadi kendala pembentukan TRC. Karmawan menyebutkan, jumlah personel yang dimiliki BPBD Bangli sangat terbatas yakni 20 orang. Itu sudah termasuk Kalak, Kasi dan tenaga perempuan. Dikatakannya, keberadaan TRC sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan dan penanggulangan bencana, terlebih dengan potensi bencana di Bangli yang terbilang cukup tinggi. Dia mengatakan, untuk bisa membetuk TRC, jumlah personel yang dibutuhkan minimal 30 orang. Satu regunya terdiri atas 10-15 personel. Dengan jumlah personel yang terbatas, selama ini penanganan bencana di Kabupaten Bangli dilakukan dengan meningkatkan koordinasi dengan Polri, TNI, dan Petugas Damkar Bangli. Karmawan mengakui dalam beberapa kejadian bencana, petugas BPBD sering sedikit lambat datang ke lokasi. Itu tidak terlepas dari terbatasnya jumlah personel yang ada. Pihaknya pun memaklumi masyarakat sering mengeluh dengan BPBD. “Tapi hendaknya masyarakat juga maklum dengan keterbatasan tenaga yang kita miliki,” ujarnya. Mengenai peralatan penanganan bencana yang dimiiki, Karmawan mengatakan masih mencukupi. Meski demikian, pihaknya mengharapkan desa-desa melalui dana Alokasi Dana Desa (ADD) juga ikut menyiapkan alat-alat penanganan bencana. Salah satunya melakukan pengadaan gergaji mesin untuk menangani jika terjadi pohon tumbang. (kmb40)
LAHAN - Kebakaran lahan di Penelokan, Selasa (22/10) kemarin.
Bali Post/ist
Pemkab Tak Ambil Jatah Formasi CPNS
Bangli (Bali Post) –
Bangli tahun ini kembali mendapat jatah formasi CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). Namun, Pemkab Bangli memutuskan untuk tidak melaksanakan perekrutan CPNS karena beberapa alasan. Plt. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli Ketut Mega Ada menyebutkan, jatah formasi CPNS yang diberikan untuk Bangli tahun 2019 ini sebanyak 111 orang. Meliputi tenaga kependidikan 100 dan tenaga kesehatan 11. Formasi yang diberikan tersebut angkanya jauh dari usulan kebutuhan pegawai yang diajukan Pemkab Bangli sebelumnya. “Kemarin kami ngajuin sebanyak seribu lima ratusan. Tapi yang diberikan
untuk Bangli tahun ini 111 formasi,” kata Mega Ada, Selasa (22/10) kemarin. Menindaklanjuti adanya jatah formasi CPNS tersebut, Mega Ada mengaku sudah melapor ke Bupati Bangli pagi kemarin. Sesuai arahan Bupati, jatah formasi tahun 2019 diputuskan tidak akan diambil. Dengan kata lain Pemkab Bangli tahun ini tidak akan melaksanakan perekrutan CPNS. Alasan utama tidak diambilnya jatah formasi itu, karena syarat khusus yang sebelumnya diajukan Bupati atas du-
kungan DPRD Bangli, tidak mendapat perstujuan dari Kemenpan-RB. Adapun syarat khusus yang diajukan itu, yakni Pemkab menginginkan agar dalam perekrutan CPNS dan PPPK Tahun 2019, yang dapat melamar khusus dari tenaga pengabdi/honorer (PTT dan GTT) yang memiliki masa kerja paling lama satu tahun. Syarat itu dibuat lantaran selama ini banyak pegawai yang sudah diangkat jadi PNS di Bangli minta pindah ke kabupaten lain. “Jadi seperti dijadikan batu loncatan. Kare-
Bali Post/kmb40
RAPAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat rapat Forkompinda di Kintamani, Senin lalu.
Terkait Restoran Bodong
Pemkab akan Terbitkan Izin Bersyarat Bangli (Bali Post) Keberadaan hotel dan restoran tak berizin alias bodong di kawasan Kintamani, diakui Bupati Bangli I Made Gianyar menjadi masalah klasik bagi Pemkab Bangli. Penyelesaiannya, kata Bupati, hanya ada dua pilihan. Tutup paksa atau terbitkan izin bersyarat. Dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Kintamani, Senin (21/10) lalu, Bupati Made Gianyar menjelaskan rencana penerbitan izin bersyarat bagi sejumlah pengusaha hotel dan restoran di kawasan Kintamani, didasarkan berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak. Dia mengibaratkan keberadaan hotel dan restoran di kawasan Kintamani saat ini seperti seorang anak yang sudah lahir. Sementara Pemkab Bangli sebagai orangtua. Sebagai orangtua, Pemkab dihadapkan pada dua pilihan, antara membuang anak yang sudah lahir atau memberi akta kelahiran. Kalau pilihan pertama harus dibuang, berarti semua hotel dan restoran yang se-
lama ini tidak berizin harus ditutup paksa. Tentu pilihan ini akan berdampak pada goncangan ekonomi dan sosial. Sedangkan jika diambil pilihan kedua, dengan berbagai pertimbangan khusus, usaha hotel dan restoran ini bisa terus dilanjutkan dengan penerbitan izin bersyarat. “Keberadaan hotel dan restoran di kawasan Kintamani memang menjadi masalah klasik bagi Pemerintah Kabupaten Bangli. Untuk penyelesaiannya, hanya ada dua pilihan. Tutup paksa atau berikan izin bersyarat,” ujarnya. Kalau tutup berarti tidak boleh ada aktivitas lagi. Kalau mau lanjut, para pengusaha hotel dan restoran harus menyetujui persyaratan khusus yang diberikan Pemkab. Jika semua bersepakat, maka akan direncanakan penandatanganan izin bersyarat bagi pengusaha hotel dan restoran di kawasan Kintamani disaksikan oleh Forkompinda Kabupaten Bangli. “Kalau semua sepakat, penandatanganan izin bersyarat ini akan disaksikan oleh Forkompinda Bangli. Kalau semua pengusaha hotel dan retsoran di
kawasan Kintamani sudah memiliki izin khusus, maka otomatis mereka akan menjadi objek pajak baru dan berkewajiban membayar pajak kepada Pemerintah Kabupaten Bangli,’’ terangnya. Dalam rapat itu, Made Gianyar juga mengungkapkan rencananya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli, dengan menjadikan sejumlah destinasi objek wisata yang sudah berkembang sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah. Dicontohkan, beberapa destinasi wisata baru yang sudah sangat berkembang seperti Tukad Cepung, Twin Hill dan lainnya. “Ini yang akan kita atur dan buatkan regulasi agar retribusi wisata di Bangli memiliki payung hukum yang pasti dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah. Target kita, tahun 2020 mendatang, sejumlah objek wisata ini bisa menjadi wajib pajak baru,’’ jelasnya. Bupati asal Desa Bunutin Kintamani ini mengaku siap melakukan diskusi jika ada masyarakat yang keberatan dengan rencana ini. (kmb40)
nanya bapak bupati mengusulkan kalau bisa PTT dan GTT diprioritaskan. Namun karena syarat Kemenpan sudah baku, tidak bisa. Harus berkompetisi, harus secara umum perekrutannya,” ujarnya. Di sisi lain, Pemkab Bangli memutuskan tidak mengambil jatah formasi CPNS tahun ini karena anggaran untuk penggajiannya termasuk biaya perekrutannya masih belum jelas. Dikhawatirkan jika rekrutmen CPNS dilaksanakan tahun ini, akan membuat APBD Bangli semakin terbebani. Sementara itu, menindaklanjuti keputusan Bupati yang tidak akan mengambil jatah formasi CPNS tahun ini, Mega Ada mengatakan akan melapor hal itu ke Kemen-PAN RB.
Bangli (Bali Post) Sempat padam, kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Penelokan, Kintamani, Selasa (22/10) kemarin. Lokasi lahan yang terbakar kemarin berada dekat restoran Bumi Ayu. Informasi yang dihimpun dari BPBD Bangli, api diketahui muncul dan membakar lahan tersebut sekitar pukul 14.00 Wita. Lahan yang terbakar berdekatan dengan areal hutan milik BKSDA. “Rekan-rekan dari Damkar sekarang sedang berjibaku memadamkan api. Kami juga sudah minta dari Sangsang (perusahaan air mineral) untuk back-up air,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa dikonfirmasi sore kemarin. Penanganan kebakaran, kata dia juga dibantu warga serta aparat TNI/Polri. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma mengatakan kebakaran sore kemarin, terjadi pada lahan yang sempat terbakar pada tiga hari terakhir. Lokasinya ada di utara Restoran Gunawan. “Kemarin (Senin) sore sudah berhasil dipadamkan. Tadi siang muncul asap di lereng, dan sorenya kemudian nyala lagi api besar, mendekati dasar bangunan restoran,” ujarnya. Untuk memadamkan titik api, pihaknya telah meluncurkan tiga armada damkar Pemkab Bangli. Pemadaman juga dibantu armada watercanon milik Polres Bangli. Dalam upaya pemadaman api, pi-
Sebagaimana yang diketahui, pada tahun 2018 lalu Pemkab Bangli juga mendapat jatah formasi CPNS sebanyak 226. Namun, Pemkab Bangli memutuskan untuk tidak melakukan perekrutan CPNS tahun itu karena alasan tidak punya anggaran untuk membiayai proses perekrutan. Alasan lain, karena Pemkab ingin melindungi tenaga pengabdi/ kontrak yang selama ini telah lama mengabdikan diri sebagai guru dan tenaga kesehatan di Kabupaten Bangli. Bupati Made Gianyar menginginkan agar dalam perekrutan CPNS, yang dipiroritaskan menjadi peserta adalah tenaga-tenaga guru dan kesehatan yang statusnya pengabdi/kontrak. (kmb40)
haknya mengaku terkendala sulitnya mencari sumber air terdekat. “Tapi tadi sudah dapat bantuan dari Sangsang,” ungkapnya. Pihaknya belum melibatkan armada dari kabupaten tetangga, karena armada yang ada masih mencukupi untuk memadamkan titik api. “Kalau perkembangannya diperlukan bantuan lagi baru kita kontak kabupaten lain,” kata Suryadarma. Dewa Agung Suryadarma mengatakan, armada damkar yang dimiliki saat ini sangat terbatas, hanya dua unit. Hal itu membuat Damkar Bangli selama ini harus minta bantuan kabupaten tetangga jika terjadi kebakaran di banyak titik. Terbatasnya armada juga menjadi kendala pihaknya menyiagakan mobil damkar di Kintamani setiap hari. “Kami belum bisa siagakan di Kintamani, karena ada pergantian regu, kan tetap harus balik juga,” ujarnya. Menurutnya, untuk bisa menyiagakan armada di Kintamani, pihaknya butuh penambahan mobil damkar lagi minimal dua unit. Untuk pengadaan mobil damkar, pihaknya tidak bisa berharap banyak mendapat bantuan pusat. Dia mengatakan sejak 2017 lalu, sudah tidak ada lagi dana alokasi khusus (DAK) di bidang kebencanaan. Dia berharap kekurangan armada damkar Bangli bisa dibantu Pemprov Bali. Mengingat kawasan hutan di Bangli merupakan penyangga Bali. (kmb40)
Operasi Zebra Sasar Pengendara di Bawah Umur Bangli (Bali Post) Operasi Zebra Agung kembali digelar Polres Bangli. Kegiatan yang dimulai Rabu (23/10) hari ini akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan. Pengendara di bawah umur menjadi salah satu sasaran Operasi Zebra. Agar tak terjaring operasi, pengendara diminta tertib berlalu lintas. Jelang pelaksanaan Operasi Zebra Agung, Satuan Lalu Lintas Polres Bangli telah melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti dengan membagikan brosur, Senin (21/10) lalu. Brosur tersebut memuat tentang waktu pelaksanaan, sasaran operasi sekaligus imbauan kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Kasat Lantas AKP I Nengah Sona mengatakan, selain brosur pihaknya juga mensosialisasikan melalui spanduk imbauan, melalui media online maupun media sosial.
Sesuai jadwal, Operasi Zebra Agung 2019 ini akan dilaksanakan hingga 5 November mendatang. AKP Sona menyebutkan sasaran dalam Operasi Zebra kali ini meliputi pelanggaran helm, penggunaan HP saat berkendara, pengendara di bawah umur, sabuk keselamatan, dan pengemudi dipengaruhi alkohol atau narkoba. Selain itu pengendara melawan arus, serta menggunakan lampu rotator atau strobe juga turut menjadi sasaran. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. “Di zaman sekarang ini angka kematian tertinggi di dunia didominasi oleh kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor di antaranya pelanggaran lalu lintas,” kata Kapolres. (kmb40)
15
Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
Hajar Badak Lampung
Bali United Bangkit dari Kekalahan
Gianyar (Bali Post) – Bali United (BU) berhasil bangkit dari kekalahan dan menghajar Badak Lampung FC 3-0. Dalam laga yang digelar Selasa (22/10) kemarin, striker Ilija Spasojevic menjadi bintang dengan mencetak dua gol. Sedangkan satu gol lagi tercipta melalui tembakan bebas cantik Kapten Fadil Sausu. Laga di babak pertama berlangsung ketat. Serdadu Tridatu bermain hati-hati seperti tidak ingin mengulangi kesalahan yang berujung kekalahan 0-6 dari Borneo FC. Sebaliknya, Badak Lampung juga bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Kondisi ini menyulitkan BU untuk melancarkan serangan. Namun pertahanan tim tamu akhirnya bobol. Lewat eksekusi bola mati, Fadil Sausu berhasil melepaskan tembakan akurat yang
mengarah ke pojok kiri gawang kawalan Daryono. Bali United memimpin 1-0. Di babak kedua, laga lebih terbuka. Memasuki sepuluh menit berjalannya babak kedua, Bali United justru berhasil menggandakan keunggulan. Ilija Spasojevic berhasil memanfaatkan dengan baik umpan Paulo Sergio dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan Bali United. Pada menit ke60, Aulia Hidayat harus menerima kartu kuning kedua yang menghasilkan kartu
Federer Incar Gelar Ke-10 di Basel
merah usai melanggar Fami Al Ayyubi. Pasukan Stefano Cugurra langsung memanfaatkan keadaan tersebut. Spasojevic menyambut umpan crossing dari Dias Angga dan sundulannya kembali merobek jala gawang Daryono. Bali United menang 3-0 atas Perseru Badak Lampung. Dengan hasil ini Bali United kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 51 poin. Sementara Perseru Badak Lampung tertahan di posisi ke-15 dengan torehan 23 poin. (kmb33)
Basel – Roger Federer memulai upayanya meraih gelar ke-10 pada turnamen ATP Swiss di Basel dengan mengalahkan petenis kualifikasi asal Jerman Peter Gojowczyk 6-2, 6-1 pada putaran pertama, Selasa (22/10) kemarin. Ini adalah pertandingan ke1.500 sepanjang karier legenda tenis Swiss berusia 38 tahun itu. Saat ini ia mengejar gelar ke-103-nya. Federer mempertahankan gelar juara pada tahun 2018. Kemenangan itu memperpanjang rekor kemenangan di turnamen ini menjadi 72-9 sekaligus mencatat kemenangan beruntun di Basel menjadi 21 pertandingan berturut-turut. Federer, yang telah tampil di final Basel sebanyak 12 kali, meraih gelar juara ATP untuk musim ini di Dubai, Miami dan Halle. Federer hanya membutuhkan waktu 54 menit untuk meraih kemenangan. Pada putaran selanjutnya di putaran kedua, dia akan menghadapi pemenang pertandingan antara Radu Albot dan Dusan Lajovic. Roger Federer, juara bertahan di dua edisi sebelumnya, terakhir kali kalah di final Basel pada tahun 2013 oleh Juan Martin del Potro. (kmb33)
Lorenzo Tetap di Honda Musim Depan
Jorge Lorenzo Tokyo – Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, telah mendapatkan dukungan dari bos Honda Racing Corporation (HRC), Yoshihige Nomura, untuk bertahan di jajaran pembalapnya pada MotoGP musim depan. Per-
forma Lorenzo memang tak kunjung membaik pada MotoGP 2019. Terakhir, pada ajang MotoGP Jepang 2019 yang berlangsung di Twin Ring Motegi, Minggu (20/10) lalu, pembalap asal Spanyol itu hanya mampu finis di urutan ke-17.
Padahal rekan setimnya di Repsol Honda, Marc Marquez, tampil sebagai pemenang. Dengan demikian, untuk kali ketiga secara beruntun, Lorenzo gagal meraih poin. Sebelumnya, ia juga tak mampu mendapatkan poin pada ajang MotoGP Aragon dan MotoGP Thailand. Hasil tersebut jelas memengaruhi posisi Lorenzo di klasemen MotoGP 2019. Saat ini, Lorenzo hanya bisa menempati peringkat ke-19 dengan koleksi 23 poin dari 16 seri yang sudah digelar. Kendati demikian, Yoshihige Nomura menegaskan bahwa dia akan tetap mempertahankan Jorge Lorenzo sebagai pembalap Repsol Honda untuk musim depan. ‘’Dari sisi Honda, kami sangat ingin Lorenzo bertahan bersama kami,’’ tuturnya, Selasa (22/10) kemarin. ‘’Tujuan kami adalah memberi dia motor yang bagus. Hal itu sudah menjadi tugas kami, sehingga kami akan mengusahakannya,’’ kata Nomura lagi. Lorenzo memang berulang kali mengeluhkan performa motor RC213V yang ia tunggangi pada musim ini. Sekalipun sangat bertenaga, motor tersebut justru sulit untuk dikendalikan. Menurut Lorenzo, motor itu lebih menuntut ketahanan fisik diband ing motor-motor produksi pabrikan lain. Akibatnya, Lorenzo yang sempat mengalami cedera pada musim ini dan kesulitan meraih hasil optimal. (kmb33)
Banyak Dikritik
UU baru tersebut banyak dikritik karena dianggap melemahkan KPK, bahkan demo besar-besaran terjadi pada tanggal 23—24 September 2019 karena menolak revisi UU KPK tersebut. Ia pun berterima kasih sudah dipercaya kembali untuk posisi yang sama.
‘’Saya betul-betul mengapresiasi kepercayaan Presiden kepada saya untuk bekerja,’’ kata Yasonna. Yasonna mengaku ingin merapikan sejumlah peraturan daerah yang bertentangan dengan undang-undang. ‘’Hierarki perundangan itu, peraturan presiden lebih tinggi daripada perda jadi bukan lagi sifatnya executive review,
nanti kita lihat bagaimana menyampaikan dalam pembentukan UU harus kita harmonisasi supaya jangan bertentangan satu sama lain dengan UU di atasnya,’’ kata Yasonna. Yasonna sudah diambil sumpahnya sebagai anggota DPR-RI pada 1 Oktober 2019. ‘’Konsekuensinya saya mundur dari DPR,’’ tambah Yasonna. (kmb)
Usulan Presiden
Sebelumnya, rapat paripurna DPR-RI pada Selasa kemarin menyetujui usulan Presiden Jokowi untuk memberhentikan Jenderal Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). ‘’Kami memohon persetujuan kepada dewan apakah dapat disetujui,’’ kata Ketua DPRRI Puan Maharani dalam rapat paripurna DPR-RI, di
kompleks Parlemen, Jakarta. Lalu, seluruh anggota DPRRI yang hadir menyatakan setuju usulan Presiden memberhentikan Tito sebagai Kapolri. Komjen Ari Dono, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985. Usai lulus, Ari Dono langsung mendapat jabatan Kepala Satuan (Kasat) Shabara Polres Banjar, yang merupakan awal mula merangkaknya karier Komjen Ari Dono. Selain itu, sejumlah jabatan kepala
lainnya, satu per satu terus disabet oleh pria kelahiran 23 Desember 1961 itu. Ia pernah menjabat Kapolresta Denpasar ke-16 selama satu periode, dari tanggal 13 Maret 2006 sampai 27 Maret 2007 menggantikan Kombes Pol. Drs. Dewa Made Parsana. Setelah itu, pangkat dan jabatan terus naik dan akhirnya menjabat Wakapolri, sebelum ditunjuk sebagai Plt. Kapolri menggantikan Tito karnavian. (ant)
Rabu, 23 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Ketatwaning Gria (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bala Kanda 08:00 Wita Lipsus BPR kanti 08:30 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Ketatwaning Gria (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Tanaman Obat dan Tanaman Hias Raih Peluang Pasar 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Kreasi Anak
Wisnawa Production 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Dadong Rerod (2) 17:30 Wita Kartun Ayodhya Kanda 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Manfaat Senam Hamil 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Solusi Alternatif
Zainudin Amali Diminta Mengurus Olahraga Jakarta (Bali Post) – Zainudin Amali diminta bakal mengurusi bidang olahraga dan kepemudaan dalam Kabinet Presiden Jokowi periode 2019-2024. Zainudin dipanggil ke Istana Negara pada Selasa (22/10) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Dia langsung berjalan menuju gedung tempat dirinya bertemu dengan Jokowi. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada awak media. Zainudin adalah politikus kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1962 silam. Dia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur periode 2013-2018. ‘’Kami diskusi tentang pengembangan SDM serta peningkatan prestasi kita di bidang olahraga. Kita bangsa yang besar, tetapi
jumlah yang besar belum bisa kita manfaatkan maksimal untuk pengembangan SDM terutama kreativitas anak muda kita,’’ ujarnya. ‘’Tentu juga bidang-bidang olahraga yang masih harus dorong untuk berprestasi di tingkat internasional, regional. Kita ini kan prihatin, bangsa yang besar tapi tidak sebanding prestasi olahraganya,’’ imbuh Zainudin. Jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sebelumnya masih didapuk sementara oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri. Dia menggantikan Imam Nahrawi yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (kmb33)
Zainudin Amali
Dispora dan Disdik akan Digabung Denpasar (Bali Post) Urusan kepemudaan dan olahraga selama ini di wadahi dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kepemudaan dan Olahraga, yang baru dibentuk pada 2017 lalu akan di gabung menjadi satu dengan urusan pendidikan, menjadi Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga (Disdikpora). Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Made Rentin, di Denpasar, Selasa (22/10) kemarin menuturkan bahwa induk di pusat, dalam hal ini Kemenpora yang akan berubah kelembagaan. Rentin yang juga menjabat selaku Kepala Pelaksana Badan Penang-
gulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menerangkan, Gubernur Bali bersama-sama DPRD Provinsi Bali telah menetapkan Perda Organisasi Perangkat Daerah, yang akan melakukan rasionalisasi atau perampingan terhadap beberapa perangkat daerah di Pemprov Bali.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menuturkan, pihaknya belum berani berkomentar apakah kelembagaan Kemenpora masih ada atau tidak pada jajaran kabinet mendatang. ‘’Saya mau berkomentar setelah pelantikan para menteri yang mengisi jajaran kabinet nanti,’’ kilahnya. (022)
BUDAYA PENDIDIKAN Rabu Umanis, 23 Oktober 2019
SENIMAN
Siap Harumkan Nama Bali
CERDAS dan bertalenta dalam dunia tarik suara, dimiliki perempuan cantik Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja. Bakat dan talenta yang dimilikinya itu, membuat mahasiswi Kedokteran Gigi di salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar ini bakal menapaki panggung bergengsi di Jakarta. Mahalini, panggilan akrabnya, merupakan salah satu andalan wakil Bali yang akan berkompetisi di ajang Indonesia Idol 2019. Perempuan 19 tahun ini lolos dalam beberapa audisi atau tahapan di ajang Indonesia Idol dan akhirnya bersiap masuk karantina di Jakarta. Mahalini yang mendapat suport dari sejumlah kalangan mengaku melakukan persiapan dengan latihan vokal dan agar tetap menjaga kondisi biar tidak grogi saat tampil nanti. Didampingi grup band Crazy Horse, bersama sejumlah musisi papan atas Bali, Mahalini memohon doa dan dukungan agar saat karantina dan penampilan puncak berjalan lancar. ‘’Saya tak terlalu berharap banyak. Yang penting bisa tampil maksimal. Tentunya kami berterima kasih dan memohon dukungan masyarakat Bali agar kami dapat mengharumkan nama Bali di pentas nasional ini,’’ ujar Mahalini, Senin (21/10) lalu. Meskipun belum berani pasang target, Mahalini yang memiliki hobi menyanyi sejak kecil mengaku sudah berusaha menyiapkan diri agar bisa tampil maksimal dan tidak mengecewakan. ‘’Saya sudah menghafal 30 lagu dan tiap pagi teriak-teriak sebagai pemanasan sebelum berlatih nyanyi,’’ ungkap bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Gede Suraharja dan Ni Nyoman
Serini ini. Ibunda Mahalini, Ni Nyoman Serini, berharap dukungan semua pihak agar sang putri bisa meraih sukses di ajang tersebut. Diceritakan, Mahalini hobi nyanyi sejak kecil, tetapi saat itu belum berani ikut lomba. Namun, setelah kelas II SMP, Mahalini diikutkan vokal grup di sekolahnya SMPN 1 dan dapat juara di Semarang. Hobi nyanyi Mahalini terus berlanjut hingga SMA. Saat SMA, Mahalini mulai menyanyi solo dan sempat mewakili Bali ke Kupang. Saat ini Mahalini ikut audisi Indonesian Idol dan berhasil masuk 23 besar. ‘’Semoga nanti bisa mengharumkan Bali di kancah musik nasional,’’ harapnya. (win)
Yayasan Widya Mandala
Memberdayakan Warga Kurang Mampu TAHUN 1998, banyak siswa lulusan SMP di sekitar Mambal dan Sibang, Abiansemal, Badung yang tak bisa melanjutkan studi ke SMA dan SMK. Sekolah yang ada hanya SMP negeri dan satu SMA negeri dengan kuota yang terbatas. Mereka sebagian besar melanjutkan SMA dan SMK ke Denpasar. Lulusan SMP di desa ini sebagian besar menjadi tenaga kerja dan terjun ke sektor pertanian membantu orangtua. Makanya sembilan tokoh pendidikan dipimpin Drs. I Gusti Ngurah Ketut Widiarta, M.Sc. berani membuat Yayasan Widya Mandala kemudian membangun SMK Widya Mandala. Pendidikan SMK alias vokasi dipilih karena sebagian besar warga Abiansemal yang tak melanjutkan studi ke Denpasar dengan alasan ekonomi keluarga. Maklum, lembaga pendidikan di desa umumnya dominan dilandasi ideologi ketimbang kepentingan ekonomis. I Gusti Ngurah Ketut Widiarta bersama I Wayan Sukadana, S.Pd., M.M., Drs. Nyoman Subrata, Nyoman Sukendra dan lain-lain saat itu memiliki pengaruh besar termasuk dalam mengembangkan lembaga pendidikan ini. I Gusti Ngurah Ketut Widiarta saat itu menjabat sebagai Kabid Dikmenum di Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang menangani urusan SMA dan SMK. Sukadana saat itu kepala SMP negeri, demikian juga Subrata dan Made Sukendra. SMK Widya Mandala di Mambal awalnya membuka program keahlian otomotif. Pemikiran yayasan saat itu masuk akal yakni agar tampil beda dengan SMA dan SMK lainnya. Program keahlian itu dibuka agar menghasilkan lulusan yang cepat kerja. Program ini, kata Gusti Ngurah Widiarta, laris di masyarakat bahkan sekolah sampai kehabisan stok lulusan. Akhirnya pada 2011 menambah program keahlian Akomodasi Perhotelan dan pada 2012 menambah
program Tata Boga. Semua tujuannya untuk mencetak tenaga kerja siap pakai untuk mengisi peluang kerja di Badung umumnya dan Abiansemal khususnya. Bahkan tiap tahun lulusannya umumnya mengejar pekerjaan dulu, baru melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar siswanya berasal dari ekonomi kurang mampu. ‘’Soal melanjutkan itu urusan kedua. Bahkan banyak guru yang mau menjadi donator agar siswa miskin tak sampai putus sekolah,’’ tegas Gusti Ngurah Widiarta. SMK Widya Mandala, kata Widiarta, tak hanya membentuk siswa yang cerdas dan terampil guna memasuki dunia kerja, namun mengutamakan pendidikan karakter. Pendidikan di SMK Widya Mandala penuh dengan nuansa ajeg Bali. Siswanya juga diajak gemar membaca, disiplin, dan berbudi pekerti yang baik. Penguatan pendidikan karakter ini ditambah dengan penanaman kompetensi keahlian, katanya, akan membuat lulusannya selain siap kerja di dunia industri juga menjadi insan mandiri dan bertanggung jawab di keluarga. Sekolah ini dikenal san-
gat strategis dan nyaman sebagai lokasi belajar serta didukung fasilitas yang lengkap. SMK Widya Mandala memiliki tiga program keahlian yakni Otomotif (Teknik Otomotif), Akomodasi Perhotelan (Perhotelan dan Jasa Pariwisata) dan Tata Boga (Kuliner). Bahkan lulusannya sudah dilengkapi dengan uji sertifikasi oleh LSP Perindo. Soal prestasi SMK Widya Mandala adalah gudangnya. Belum lama ini siswa SMK Widya Mandala meraih juara I di SMK Skill Contest Bluecore Yamaha Motor Show 2018 oleh Wahyu Santoso dan juara II oleh Putu Eka Putra. Gusti Ngurah Widiarta dan Wayan Sukadana kini sedikit menghadapi kendala, makin banyaknya bermunculan SMA dan SMK negeri di Badung. Jika kuota sekolah negeri tak diatur sedemikian rupa, dia khawatir pelan namun pasti semua sekolah swasta di Badung akan kekeringan siswa baru. (sue)
Produk IKM Diekspor ’’Undername’’
Putu Astawa
Bali Post/san
PRODUK Spa yang dihasilkan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali ternyata sudah ada yang diekspor. Sayangnya, pelaku IKM produk Spa tidak langsung mencicipi keuntungan, sebab produknya kebanyakan dikirim melalui pihak ketiga dan undername. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa menyayangkan ekspor produk Spa yang masih banyak dilakukan dengan undername ini. Ia mengakui kondisi ini terjadi karena belum begitu banyak yang memahami lika-liku ekspor seperti bagaimana bertransaksi, cara pembayaran, sampai bagaimana mengurus dokumen dan syarat ekspor lainnya. ‘’Saya akui dalam hal lika-liku ekspor pelaku IKM kita masih lemah. Makanya masih banyak ekspor yang menggunakan undername dan tidak bisa langsung ke negara tujuan,’’ ujarnya, beberapa waktu lalu. Dikatakan, produk Spa yang dihasilkan IKM Bali sebenarnya sudah ada yang diekspor ke Singapura, Afrika, Australia dan Hongkong. Barang yang diekspor ini biasanya dibeli dulu oleh pihak ketiga yang kemudian dikirim ke negara tujuan ekspor, sehingga pelaku IKM tidak bersentuhan langsung den-
gan negara tujuan ekspor. Diharapkan ke depan pelaku IKM bisa dipertemukan dengan calon buyer dari luar negeri. Agar bisa mencapai tujuan ini, tentunya pelaku IKM perlu dilatih dulu mulai dari bagaimana cara produksi yang bagus dan kemudian bagaimana cara marketing yang bagus. ‘’Saya kira mungkin sekali waktu kita perlu gelar pameran khusus untuk produk kosmetik. Dengan begitu, kosmetik produksi IKM Bali lebih dikenal luas,’’ ujarnya. Menurut Astawa, Bali tidak kekurangan bahan baku. ‘’Misalnya kapulaga yang merupakan bahan baku parfum yang terbaik, kita punya banyak sekali. Bahan lainnya seperti pegagan, lidah buaya dan sebagainya sangat mudah didapat,’’ katanya. Dalam memajukan industri kosmetik di Bali, menurut Astawa, pemerintah melalui kelompok ahli pembangunan sudah membuatkan peta jalan untuk mempermudah para IKM dalam membesarkan usaha bahkan bisa menuju ekspor. ‘’Melalui inkubator bisnis yang sudah mulai berkembang, saya harap hal tersebut dapat segera terwujud untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku IKM di Bali,’’ ujar Astawa. (san)
Lolot Band Meriahkan Festival Seni Bali Jani
PELOPOR genre lagu rock berbahasa buka ruang bagi seniman atau musisi muda. Bali, Lolot Band, akan turut serta memeriVokalis Lolot Band, I Made Bawa, menahkan Festival Seni Bali Jani yang digelar gatakan band-band indie yang membawakan di Taman Budaya Bali (Art Center) mulai lagu berbahasa Bali kini berkembang cukup 26 Oktober hingga 8 November mendatang. pesat. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi Lolot Band dijadwalkan tampil pada 2 adanya Festival Seni Bali Jani sebagai wadah November. Festival Seni Bali Jani yang para musisi, khususnya musisi-musisi muda. baru akan digelar untuk pertama kali Tidak tertutup kemungkinan, karya-karya yang ini digagas langsung oleh Gubernur Bali dihasilkan ke depan juga akan lebih kreatif, Wayan Koster. inovatif dan variatif. ‘’Dari 2003 ada Lolot, pendobrak Sebagai orang Bali, lanjut Bawa, seniman musik modern dengan berbahasa Bali, atau musisi memang seharusnya menjaga seni baru kali ini kita dilibatkan,’’ ujar dan budaya Pulau Dewata. Walaupun menguBasis Lolot Band Gede Lanang Darma sung seni modern, tetap harus dikolaborasikan Wiweka atau Mr. Botax di sela-sela dengan seni dan budaya tradisional Bali. jumpa pers Festival Seni Bali Jani di Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Wayan ‘’Kun’’ Adnyana mengatakan, Festival Bali, Selasa (22/10) kemarin. Seni Bali Jani berbeda dengan ajang Pesta Menurut Mr. Botax, band-band indie Kesenian Bali yang lebih ditujukan untuk selama ini memang jarang dilibatkan kesenian tradisional, klasik dan seni rakyat. pada event pemerintah. Padahal, Bali Sebab, Pemprov Bali kini memberikan ruang memiliki banyak seniman muda khu- terhadap kesenian inovatif, modern ataupun susnya di bidang musik. Hal tersebut kontemporer. Salah satunya untuk meranglantas disampaikan kepada Kepala sang gairah generasi milenial Bali dalam Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang berkesenian, sehingga bisa menjadi ladang merespons dengan melibatkan band- pembibitan bagi anak-anak muda Bali untuk band indie dalam Festival Seni Bali Jani. tumbuh berkembang sebagai kreator-kreator ‘’Ini awal yang luar hebat di bidang seni kontemporer dan modbiasa. Kabar bagus ern. ‘’Festival ini diharapkan bisa menjadi juga bagi teman-tejawaban sekaligus role model man karena tidak dalam membangun jatidiri, ada lagi sekat antara integritas dan kompetensi seni musik yang bersifat di bidang seni dan ekonomi tradisional dan modern,’’ kreatif,’’ ujarnya. (rin) jelasnya. Selain itu, lanjut Mr. Botax, para musisi muda juga akan berani tampil percaya diri dengan aliran musik masing-masing. Apalagi, pihaknya juga akan mengajak band-band anak SMA. Di sisi lain, konsep Festival Seni Bali Jani yang akan dibuat sebagai agenda rutin setiap tahun diharapkan lebih matang ke depannya. Termasuk lebih Bali Post/rin banyak lagi memI Made Bawa (kiri) dan ‘’Mr. Botax’’.
Gusti Rai
Kolaborasikan Rindik dengan Musik Modern
GAMELAN rindik bakal disajikan pada Festival Bali Jani 2019. Dalam ajang seni berbau modern yang digelar Pemerintah Provinsi Bali itu, Ir. I Gusti Rai selaku pencipta rindik bambu Bali akan lebih banyak berbagi ilmu memainkan rindik. Walau demikian, ia tetap memainkan gamelan inovatif itu. ‘’Saya akan tampil berkolaborasi bersama anak yang akan memainkan alat musik gitar, dan dua pemain suling,’’ ujar Gusti Rai, belum lama ini. Rindik karya Gusti Rai ini memang beda. Seorang penabuh rindik, selain memainkan rindik dengan nada polos dan selangsih, ia juga memainkan tawa-tawa dan kenyur. ‘’Saya akan lebih banyak membuka kesempatan kepada pengunjung khususnya mereka yang senang memainkan rindik untuk sharing ilmu. Whorkshop itu untuk memperkenalkan ciptaan terbaru sesuai konsep hulu ke hilir. Saya rasa bisa memanfaatkan waktu yang hanya 1,5 jam, untuk berbagai pada orangorang,’’ tandasnya. Dalam kegiatan workshop itu, ia akan membawakan materi berupa senam otak kanan dengan jari. Selanjutnya, senam otak kanan dengan rindik. Setelah itu baru mengundang penonton untuk belajar, juga mengajak penonton untuk ikut memainkan gamelan rindik. ‘’Saya akan mengajak lebih banyak lagi penonton untuk melatih otak kanan dengan rindik.
Saya akan membawa gamelan lagi, sehingga lebih banyak yang bisa ikut workshop. Saya sedang mempersiapkan gemalan itu,’’ terangnya. Owner Arsitek, Cipil, Interior (ACI) Desain ini mengatakan, kegiatan workshop itu diawali dengan gending rindik ‘’Kangen Bali’’. Setelah workshop, kembali menyajikan musik kolaborasi Rindik Bambu Bali dengan kedua anaknya yaitu I Gusti Putu Ryan Raidika dan I Gusti Made Dwidi Raidika. Selingan musik itu digarap oleh Gus Dwik, anaknya yang memang piawai bermain alat musik modern. Salah satu-
nya lagu ‘’Mejangeran’’ yang dimainkan rindik dipadu dengan alat musik modern. Kedua anaknya itu memainkan alat musik modern, seperti gitar dan alat musik lainnya yang dipadu dengan rindik bambu Bali. Sekitar 5 menit kemudian, kembali memberikan workshop, sehingga ada interaktif dengan penonton. ‘’Saya memberi sesuatu yang tidak performance melulu, tetapi lebih banyak megajak membagi ilmu pada penonton. Sajian terakhir, memainkan rindik bambu Bali dan star oleh teman-teman pemain rindik,’’ pungkasnya. (win)
Bali Post/win
Ir. I Gusti Rai selaku pencipta rindik bambu