Skip to main content

Edisi Senin, 23 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 38 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pembatas Jalan Tak Terawat

Minta Polair Kembali Diaktifkan

Ramai-ramai Jual Sapi

Kondisi pengaman jalan (delineator) plastik yang dipasang di sepanjang Jalan Raya Penarungan, Kecamatan Mengwi, tidak terawat, patah dan hilang. pengguna jalan jadi waswas.

Tenggelamnya dua nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan membuat warga minta Polair dan lifeguard kembali diaktifkan. Hal ini akan membuat keamanan ekstra.

Peternak sapi di Kintamani kesulitan mencari pakan hijau untuk ternak mereka. Tak ingin peliharaannya kurus, peternak ramai-ramai jual sapi.

TABANAN | HAL. 7

BADUNG | HAL. 7

BANGLI | HAL. 14

IA ITB DUKUNG GUBERNUR KOSTER WUJUDKAN HARMONI BALI APRESIASI terhadap kinerja pemerintahan Gubernur Wayan Koster dan Wakilnya, Cok Ace, tidak hanya datang dari elemen krama Bali. Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) secara khusus menyampaikan dukungan dan komitmennya mengawal langkah Gubernur Koster mewujudkan harmoni Bali. Program ini dinilai selain sejalan dengan komitmen dunia internasional membangun peradaban yang harmoni dan berkelanjutan juga bentuk pengingatan kepada manusia untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistemnya. Dukungan IA ITB ini juga sejalan dengan harapan berbagai elemen masyarakat Bali

yang menaruh harapan besar terhadap pencapaian program Gubernur Bali Wayan Koster mewujudkan kesucian dan keharmonisan alam Bali, manusia Bali dan peradabannya. Pandangan ini disampaikan secara khusus Ketua Umum IA ITB Dr. Ir. Ridwan Djamaludin kepada Bali Post saat dimintai komentarnya tentang pendekatan ‘’Nangun Sat Kerthi Lokal Bali’’ yang menjadi visi-misi Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga Bali, Minggu (22/9) kemarin. Ridwan Djamaludin menegaskan pihaknya bahkan sengaja melaksanakan Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (Rakernas IA ITB) 2019 di Bali karena berbagai pertimbangan khusus. Hal. 15 Kesejahteraan Manusia

’’Bali adalah tempat yang tepat untuk menyeimbangkan aspek pembangunan dan kelestarian lingkungan, selain karena budaya luhur yang selama ini berkembang. Ini juga terkait dengan program Gubernur Wayan Koster dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Visi ini mengandung makna kemajuan yang lestari yang sejalan dengan motto ITB, yaitu in harmonia progression.’’ Dr. Ir. Ridwan Djamaludin Ketua Umum IA ITB

Sejumlah Pasal RKUHP Rugikan Pariwisata Bali

BPPD Segera Ajukan Usulan Revisi

KETUA Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung keputusan Presiden Joko Widodo yang meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI menunda pengesahan revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau RKUHP pada Jumat (20/9) di Jakarta. Bahkan, Cok Ace yang juga kebetulan merupakan Wakil Gubernur Bali menegaskan, insan pariwisata Bali tidak sekadar mendukung penundaan tersebut. Namun sekaligus akan mengajukan penolakan secara tertulis terhadap sejumlah pasal yang dinilai mengganggu kepariwisataan Bali Apalagi, menurutnya, hal itu telah memunculkan adanya sejumlah warning atau peringatan dari luar negeri agar warga negara mereka menghindari mengunjungi Bali. Misalnya dari Australia yang pula tak tertutup kemungkinan disusul oleh negara lainnya. ‘’Kami dari insan pariwisata sangat concern menjaga pariwisata Bali, untuk itu akan mengajukan usulan revisi tertulis kepada parlemen (DPRRI) atas beberapa pasal yang dinilai dapat berdampak negatif kepada pariwisata Bali khususnya,’’ ujarnya di Denpasar, Sabtu (21/9). Adapun sejumlah pasal yang sementara akan diusulkan untuk ditinjau kembali itu, menurutnya, di antaranya adalah pasal bagian perzinahan, yakni pasal 417 dan 419 RKUHP. Pasal ini dalam implementasinya akan sangat menyentuh ranah private masyarakat. Ini tentu mengkhawatirkan wisatawan asing karena KUHP Indonesia menganut asas teritorial seperti yang termaktub dalam pasal 2 KUHP yang berlaku saat ini. ‘’Yang artinya setiap orang tidak peduli warga negara apa pun yang diduga melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia,

otomatis akan tunduk pada hukum pidana Indonesia. Hal ini tentunya akan membuat para wisatawan berpikir dua kali untuk berwisata ke Indonesia. Karena bila RKUHP berlaku tentunya pasal-pasal seperti yang disebutkan tadi dapat saja akan menjadi ancaman bagi mereka,’’ terangnya. Selain itu juga pasal 432 RKUHP yang kurang lebih berbunyi, ‘’... wanita pekerja yang pulang malam bisa dianggap sebagai gelandangan... dan seterusnya’’. Padahal, lanjutnya, dalam dunia industri pariwisata tidak tertutup kemungkinan pekerja wanita

pulang malam karena tuntutan pekerjaan dan pelayanan dalam dunia pariwisata. ‘’Tentu saja ini sangat mengganggu bisnis pariwisata, karena akan terbatas pada jam malam,’’ tegasnya. Hal ini, katanya, juga secara hukum bertentangan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kesetaraan Gender, dan pula bertentangan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 ten-

tang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. ‘’Keberatan detailnya akan diajukan secara rinci dan khusus kepada parlemen oleh insan pariwisata dalam waktu dekat ini,’’ sebutnya. Seperti diberitakan sejumlah media, pemerintah bersama DPR akhirnya sepakat mengusulkan untuk menunda pengesahan RKUHP karena banyaknya pasal yang kontroversial dan dinilai oleh sejumlah kalangan bisa mengancam demokratisasi di Indonesia. Hal. 15 Merugikan Bali

Menteri Puspayoga, Ibu Dewi Motik dan Hermawan Kartajaya memberikan Kuliah Umum di IKIP PGRI Bali, Sabtu (21/9/2019).

Bupati Giri Prasta Serahkan 250 Bantuan Bedah Rumah di Klungkung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Kabupaten Klungkung, Minggu (22/9) kemarin di GOR Nusa Penida. Kedatangan Bupati Badung Giri Prasta langsung disambut oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Bedah rumah diberikan kepada 250 KK, masing-masing penerima mendapat bantuan sebesar Rp 50 juta, dengan total nilai Rp 12,5 miliar. Bantuan bersumber dari dana Bantuan Keuangan

Khusus (BKK) dari pajak hotel dan restoran Kabupaten Badung tahun 2019. Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana melaporkan, bantuan bedah rumah ini bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Pemkab Badung tahun anggaran 2019. Penerima bedah rumah sebanyak 250 orang dari 16 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Klungkung. Nusa Penida men-

jadi kecamatan yang paling banyak memperoleh bantuan, ada 321 penerima dari 10 desa di Nusa Penida. Sementara di Kecamatan Klungkung ada 15 penerima dan Banjarangkan 4 penerima. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui sehebat apa pun kita, tidak akan bisa melakukan pembangunan sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan bantuan dari kabupaten lain seperti bantuan Badung ini. Untuk itu, atas nama

pemerintah dan masyarakat Klungkung, Bupati Suwirta menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bupati Badung beserta jajaran yang terus menyisihkan PHR untuk membantu kabupaten di Bali untuk membangun wilayahnya. Semoga apa yang diberikan dapat meringankan dan mempercepat pembangunan di Klungkung dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Hal. 15 Dapat Teratasi

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Kabupaten Klungkung, Minggu (22/9) kemarin di GOR Nusa Penida.


Senin Umanis, 23 September 2019

Ditlantas Diminta Optimalkan Pelayanan Berbasis IT Denpasar (Bali Post) Syukuran peringatan Hari Jadi Lalu Lintas yang ke-64 dilaksanakan secara sederhana di Gedung Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali, Minggu (22/9) kemarin. Saat memberi sambutan, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha berhadap Ditlantas mampu mengoptimalkan Pelayanan berbasis IT. Acara tersebut juga diisi penyerahan kursi roda kepada korban lakalantas. “Lalu lintas adalah urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan refleksi atas modernitas. Oleh karena itu, dalam berlalu lintas tentu dibutuhkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran,” ujar Brigjen Sunartha. Munurutnya, keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dipengaruhi beberapa faktor yang dapat menghambat, merusak, bahkan mematikan produktivitas, yaitu manusia, kendaraan, jalanan, lingkungan, alam dan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. Guna mewujudkan road safety zero accident harus ada upaya-upaya yaitu peningkatan kualitas keselamatan dalam berlalu lintas. Upaya lain yang harus dilakukan adalah membangun IT for road safety, big data dan one gate service dan lainnya. “Saya berharap di zaman digital ini Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mampu mengoptimalkan pelayanan berbasis IT guna mendukung program road

safety. Selain itu, pelayanan harus selalu ditingkatkan dengan mengedepankan sikap preemtif dari pada represif, sehingga masyarakat lebih simpati dengan kegiatan Polantas dan menjadi pelopor keselamatan,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Brigjen Sunartha juga memberikan reward kepada personel Satlantas Polresta Denpasar yang berprestasi dan pemberian helm standar SNI kepada masyarakat. Sementara Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena mengatakan, tema yang diusung pada peringatan Hari Jadi Lalu Lintas tahun ini, yakni “Dengan Semangat Promoter Korlantas Polri Mengoptimalkan Pelayanan Lalu Lintas Berbasis IT Guna Mendukung Program Road Safety”. Melalui peringatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Kami juga melaksanakan kegiatan safety riding kepada komunitas kendaraan roda dua yang ada di kota Denpasar dan sekitarnya,” tegasnya. Sukasena berharap, kegiatan safety riding tersebut mampu memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor bisa tertib dan paham cara berkendara yang benar di jalan raya. “Untuk keselamatan kita bersama karena kecelakaan berawal dari pelanggaran,” katanya mengingatkan. (kmb36)

FIGUR Tak Ada Larangan DALAM Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, tidak pernah melarang jenis kain atau merek kain sebagai bahan untuk busana adat Bali. Pada beberapa pasalnya hanya mengatur unsur busana adat Bali, waktu, tempat, pengguna, etika dan peran aktif masyarakat dalam menggunakan busana adat Bali. Bahkan, dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 528 Tahun 2019 tentang Etika Penggunaan Busana Adat Bali di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan perpanjangan dari Pergub Nomor 79 Ta h u n 2 0 1 8 hanya mempertegas unsur dari busana adat Bali, bukan melarang jenis kain atau merek kain. “Pergub 79 Tahun 2018 tidak pernah melarang penggunaan kain tertentu,” tegas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali A.A. Ngurah Oka Sutha Diana di sela-sela acara Bali Resik di Pantai Sanur, Sabtu (21/9) lalu. Mantan Kabag Protokol yang sudah kenyang dengan asam garamnya aturanaturan keprotokolan ini menjelaskan, dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2018 yang diatur hal-hal seperti unsur busana adat Bali untuk perempuan sekurang-kurangnya terdiri dari kebaya, kamben, selendang (senteng) dan tata rambut rapi. Untuk laki-laki sekurangkurangnya harus terdiri atas destar (udeng), baju, kampuh, selendang dan kamben. “Namun dalam etika penggunaan busana adat Bali harus disesuaikan dengan nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan dan kepantasan yang berlaku di masyarakat. Ketentuan seperti ini adalah ketentuan lazim yang memang merupakan bagian dari tata krama dan sopan santun dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” tegasnya. (dar)

Setubuhi Siswi SMP

Wi Diganjar Tujuh Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa Wi (30) diganjar dengan pidana penjara selama tujuh tahun pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN), belum lama ini. Ia dinyatakan terbukti bersalah menyetubuhi anak di bawah umur, NK. Selain itu, terdakwa juga dihukum pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsider empat bulan kurungan. Atas putusan majelis hakim pimpinan IGN Partha Bhargawa tersebut, terdakwa menerimanya. Terdakwa dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Jaksa dalam perkara ini sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama delapan tahun. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah menyetubuhi korban yang masih duduk di bangku kelas III SMP. Bahkan aksi itu dilakukan terdakwa hingga empat kali. Sebelum pada kesimpulan, ada beberapa yang menjadi pertimbangan hakim. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah merusak kehormatan dan masa depan korban, pernah dihukum. Yang meringankan mengakui terus terang perbuatannya, dan keluarga terdakwa sudah berusaha lebih dari satu kali menemui keluarga korban untuk meminta maaf tapi tidak berhasil. Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan kasus ini terjadi 2018 di kamar kos terdakwa dan di sebuah rumah kosong di Jalan Karangsari, Padangsambian, Denpasar Barat. Awalnya terdakwa menyapu di halaman rumah bosnya dan melihat korban berjalan menuju ke sebuah warung di Jalan Taman Wedasari. Terdakwa menggoda korban dan membuntuti ke warung untuk berkenalan dan minta nomor ponsel. Awalnya ditolak oleh korban. Berselang dua hari kemudian, pada pukul 17.00 Wita korban kembali ke warung tersebut yang ternyata ada terdakwa yang sedang makan. Lalu terdakwa mengajak korban untuk duduk bareng. Setelah berkenalan, keduanya saling bertukar nomor ponsel. Mulai saat itu terdakwa sering berkomunikasi dengan korban via telepon. Pada April 2018, terdakwa menjalin hubungan pacaran dengan korban. Saat itulah terjadi hubungan badan. Saat itu terdakwa mengajak korban untuk datang ke kamar kosnya. Setiba di kamar kos, terdakwa kemudian merayu korban untuk berhubungan badan. “Terdakwa mengajak saksi korban untuk berhubungan badan, namun saksi korban menolak dengan kata-kata, takut nanti hamil. Dan dijawab oleh terdakwa, jika kamu hamil saya tanggung jawab,” ungkap JPU. (kmb37)

Topik : RKUHP RUGIKAN PARIWISATA BALI

MENYERAHKAN - Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha menyerahkan kursi roda kepada korban lakalantas.

Bali Post/ist

Wisata MICE di Bali Belum Digarap Optimal

Denpasar (Bali Post) Sekitar tahun 1990-an, wisata Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) di Bali sudah pernah digaungkan. Namun tidak berjalan maksimal. Kini lesunya pariwisata kembali memantik strategi produk yang ditawarkan Bali agar wisata Bali kembali menggeliat. Strategi yang dilakukan salah satunya adalah meng-grab wisatawan MICE. Data dari Kementerian Pariwisata menunjukkan kunjungan wisata MICE ke Bali tahun 2017, 2018 menurun meski tahun 2016 sempat meningkat. Justru kunjungan wisatawan MICE ke Yogyakarta terus meningkat dari tahun 2016 hingga 2018. Untuk membangkitkan kembali wisata MICE, Bank Indonesia KPw Bali berupaya mendorong terbentuknya Convention Bureau di Bali agar wisata MICE di Bali dikelola secara optimal. Tokoh pariwisata Bali yang juga pemilik Segara Village Hotel I.B. Ngurah Wijaya mengatakan, Bali pernah menggarap wisata MICE sekitar tahun 1990-an. Namun pemerintah dinilai tidak komit mengembangkan wisata ini. Pemerintah tingkat I dan II pada waktu itu tidak 100 persen berkomitmen untuk mendorong mempromosikan wisata MICE. “Dananya tidak ada, jadi kegiatannya tidak maksimum bisa berjalan,” ujarnya di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Bali Convention Bureau untuk Mendorong MICE dan Event Internasional di Bali oleh Bank Indonesia KPw Bali, Jumat (20/9) lalu.

Menurut Wijaya, jika convention bureau dibentuk untuk menggarap wisata MICE, maka pembiayaannya bisa datang dari pihak swasta dan pemerintah. Pembiayaan convention bureau menurutnya sangat besar. Pembiayaan besar itu seperti membuat database, bidding. “Kalau itu bisa kita tanggulangi, MICE ini akan bisa fokus daripada leisure,” ungkapnya. Pasar yang disasar juga jelas, baik dari organisasi, pemerintah, asosiasi, dan lain-lain, yakni orang-orang yang mengikuti konferensi jelas. Sedangkan wisatawan leisure susah tidak dapat ditebak. Maka dengan adanya convention bureau membuat Bali fokus mengelola wisatawan yang datang. Wijaya menambahkan, ada kekhawatiran Bali tidak mampu menggarap wisata MICE. Mengingat event-event besar dunia seperti APEC dan IMF WB yang pernah dilakukan di Bali digarap langsung oleh pemerintah pusat. Namun ia yakin Bali mampu menjalankan wisata MICE ini. “Saingan kita kan disebutkan Thailand, Bangkok, Singapura, dan Malaysia. SDM kita kualifikasinya bagus, service-nya bagus. Kement-

erian Pariwisata menyebutkan SDM kita salah satu yang terbagus juga, fasilitas kita juga yang terbagus dan kita mempunyai destinasi yang tiada duanya di dunia,” bebernya. Dampak wisata MICE itu juga sangat besar, mengingat wisatawan yang datang berkualitas dan untuk kepentingan bisnis. Dalam setahun pun bisa dihitung jumlah event yang akan diadakan dan spending dari wisata MICE adalah yang terbesar. “Ada yang menyebutkan tiga kali lipat lebih besar dari leisure, ada yang menyebutkan tujuh kali lipat,” kata Wijaya. Menurut Wijaya, convention bureau harus diisi orang-orang profesional yang mengerti tentang MICE, memiliki akses dunia dan memiliki jaringan, dan bukan dari kalangan industri pariwisata. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, kegiatan MICE paling banyak dilakukan di Bali dibandingkan daerah lain di Indonesia. Bahkan data dari BNDCC dan BICC, setiap minggu dan bulan ada saja kegiatan MICE yang dilakukan di dua tempat itu. “Kalau event, menurut saya banyak. Katakanlah Bank Indonesia mengadakan event di Bali, besoknya pasti ada lagi. Tapi mungkin skalanya lebih kecil,” ujarnya. Untuk dapat menggarap wisata MICE secara optimal, kata dia dibutuhkan lembaga yang mewakili seluruh pelaku usaha di Bali mencari event-event internasional di luar neg-

eri dan diarahkan di Bali. “Sekarang BNDCC dan BICC bawa sendirisendiri karena CEO-nya mencari sendiri. Untuk Bali, agar ada lembaga yang mencarikan event di dunia yang mungkin skalanya 5.000 peserta,” ungkapnya. Menurut Trisno Nugroho, market yang bisa ditarik untuk wisata MICE adalah korporasi dan asosiasi. Namun belum ada pengelolaan yang baik seperti siapa yang menawarkan, bidding-nya, anggaran. Pelaku usaha di Bali dikatakan sudah siap dengan hotel, ballroom, infrastruktur, dan SDM. Akademisi dari UI sekaligus INASEF Dr. Christina L. Rudatin mengatakan, yang datang untuk wisata MICE adalah orang-orang bisnis. Ketika ekonomi turun, tidak berdampak bagi wisata MICE. “Apapun kondisi di dunia itu, bagi MICE itu adalah peluang. MICE adalah orang yang sedang melakukan bisnis,” tandasnya. Namun, ia mengingatkan bahwa Bali sangat lekat dengan leisure dan culture. Sehingga, ketika ingin menggarap wisata MICE, maka perubahan mindset dari leisure ke wisawan bisnis harus dilakukan. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Bkraf Denpasar Nongkrong Bersama Komunitas

Rai Mantra Sebut Produktif Lahirkan Ide Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

KEGIATAN Creative Food dan Nongkrong Bersama Komunitas yang digelar Pemkot Denpasar bersinergi dengan Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dhamawijaya Mantra. Pada hari pertama kegiatan Creative Food, Wali Kota Rai Mantra yang pada kesempatan itu didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra langsung hadir menyapa masyarakat dan komunitas kreatif yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar ini, Sabtu (21/9) malam. “Kegiatan seperti ini sangatlah bagus dilaksanakan untuk mengisi aktivitas kreatif komunitas Denpasar pada akhir pekan, sebab ini merupakan kegiatan yang sangat produktif di dalam meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Denpasar,” ujar Wali Kota Rai Mantra saat menyapa komunitas kreatif Denpasar. Rai Mantra menegaskan, Kota Denpasar menjadi urat nadi perekonomian di Bali. Tentunya peluang ini harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh UMKM di Kota Denpasar sebagai upaya untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, kawasan heritage Gajah Mada dikenal sebagai kota tua yang kaya akan nilai sejarah. Sehingga dengan merancang kolaborasi bersama komunitas kreatif tentunya kawasan tersebut dapat berkembang sebagai destinasi wisata unggulan baru. “Dari Creative Food dan Nongkrong Bersama Komunitas ini nantinya akan melahirkan ide

kreatif, sehingga selain mampu membangkitkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga dapat memberikan dampak positif pengembangan sektor ekonomi kreatif,” katanya memaparkan. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang juga selaku Ketua Dekranasda Kota Denpasar menambahkan, kegiatan Creative Food ini sangatlah menarik. Sebab, sekarang sudah ada alternatif untuk warga kota Denpasar mengisi waktu akhir pekan mereka bersama keluarga sambil menikmati kuliner dan suasana malam di wilayah heritage Gajah Mada Denpasar. Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wayan Hendaryana mengatakan, kegiatan Creative Food ini merupakan agenda rutin pertemuan antara komunitas kreatif Denpasar yang kali ini dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar, yang sebelumnya juga sempat menggelar acara serupa di pelataran parkir Pasar Badung. Hendaryana menambahkan, kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum mengisi akhir pekan bersama keluarga sembari menikmati suasana malam di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada. Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat memutar memori kita bersama terkait Kawasan Gajah Mada yang dulu sebagai kawasan pusat berwisata di tengah Kota Denpasar. Terkait kehadiran pengunjung juga telah disediakan kantong-kantong parkir meliputi di kawasan Lapangan Puputan Badung, Jalan Veteran,

KREATIF - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dhamawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat menyapa masyarakat dan komunitas kreatif yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar dalam kegiatan Creative Food dan Nongkrong Bersama Komunitas, Sabtu (21/9) malam. serta di sekitar kawasan Jalan Gajah Mada. Acara berlangsung dari pukul 11.00 Wita hingga malam hari, dimeriahkan hiburan musik dari Bayu KW dan akustik lainnya. Hendaryana mengatakan, kegiatan Nonton Bareng Moto GP juga digelar pada Minggu (22/9) yang juga diisi dengan berbagai penampilan akustik. Beberapa penggiat clothing juga akan dilibatkan seperti Kedux Garage, Sing Demen Ruet, dan clothing merchandise dari start-up Denpasar. Mendukung pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar, dalam kegiatan ini juga diisi dengan

penukaran 20 botol plastik yang akan diberikan hadiah menarik. “Silakan masyarakat yang berkunjung dapat membawa 20 botol plastik untuk ditukarkan dengan hadiah menarik. Saya juga mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholder terkait sehingga mampu nantinya memberikan dampak positif pada perkembangan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Dengan memberikan ruang kreativitas diharapkan jiwa kreatif masyarakat dapat terus tumbuh yang tak terlepas dari sinergitas pemerintah hingga pihak swasta yang ada,” tegasnya. (ad748)


Senin Umanis, 23 September 2019

Wabup Suiasa Buka Festival Minawisata Kedonganan Wujud Sinergi Blue Economy dan Orange Economy

WAKIL Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa secara resmi membuka Festival Minawisata Kedonganan yang ke-2, ditandai dengan pelepasan burung tekukur dan pelepasan anak penyu, Jumat (20/9). Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa juga menyerahkan sumbangan pribadi senilai Rp 10 juta. Turut hadir pada pembukaan yakni anggota DPRD Badung dapil Kuta Ni Putu Yunita Oktarini dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti, Kadispar Badung sekaligus Plt. Kadisnaklut Badung Made Badra, Kepala Kesbangpollinmas Badung Ketut Suendi, Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Camat Kuta Selatan Made Widiana, Lurah, LPM, Bendesa dan tokoh masyarakat Kedonganan beserta undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa mengatakan,

Minawisata yang dilakukan Kedonganan merupakan bentuk sinergi antara blue economy dan orange economy. Hal itu dibuktikan dengan potensi laut yang dimanfaatkan nelayan dan dipergunakan untuk kegiatan lainnya. Sementara orange economy-nya berupa pengelolaan hasil laut oleh kelompok masyarakat yang berbentuk warung, kafe, koperasi. ‘’Kepaduserasian antara blue economy dan orange economy tersebut harus terus dikembangkan dan diperkuat. Agar di kemudian hari mampu meningkatkan dan mempercepat tingkat kesejahteraan masyarakat,’’ katanya. Diungkapkan Suiasa, pantai memiliki berbagai aspek nilai dalam kehidupan masyarakat di Bali. Yaitu fungsi religi, fungsi sosial dan sisi potensi ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Oleh karena

Bali Post/edi

NUSA DUA - Sejumlah petugas khusus akan disiapkan pengelola kawasan Nusa Dua untuk mengawasi dan menegur pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Nusa Dua Siapkan Petugas Pengawas Kebersihan

Mangupura (Bali Post) Pengunjung kawasan Pulau Nusa Dharma, Nusa Dua, ternyata masih banyak yang kurang peduli terhadap lingkungan. Banyak dari mereka masih membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik di sekitar kawasan wisata tersebut. Oleh karena itu, pengelola kawasan Nusa Dua atau ITDC berencana menempatkan beberapa petugas untuk melakukan pengawasan di sana. Petugas akan mengawasi dan memberikan teguran kepada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Hal itu ditegaskan I Gusti Ngurah Ardita selaku Managing Director Nusa Dua, Sabtu (21/9) lalu. Kata Ardita ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait sampah plastik di kawasan Nusa Dua, yakni terkait kebiasaan di lingkungan kawasan dan kebiasaan pengunjung.

Untuk kebiasaan di lingkungan kawasan, di Nusa Dua ada 13.000 orang yang bekerja di berbagai aspek seperti hotel dan lainnya. Sehingga dalam hal ini tentu ada sampah yang ditimbulkan. Kemudian yang kedua, terkait kebiasaan pengunjung. Ada dua kategori pengunjung yakni wisatawan dan warga sekitar yang berkunjung baik untuk berolahraga maupun aktivitas lain. Sejauh ini masih ada pengunjung yang kurang peduli terhadap lingkungan. ‘’Masih ada dari mereka yang membuang sampah sembarangan,’’ jelasnya. Terkait dengan sampah, di samping harus dilakukan pembersihan secara rutin, para pengunjung juga diharapkan ikut berpartisipasi agar tidak membuang sampah sembarangan. ‘’Saat ini penurunan dari sampah yang ada sudah relatif besar, sampai mencapai 50 persen,’’ ucapnya. (kmb23)

itulah, mengelola, menjaga, melestarikan dan mengembangkan potensi pantai harus senantiasa dilakukan dengan baik. Sebab, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Bali yang berkaitan dengan pantai. ‘’Untuk itu kita perlu aktif, inovatif dan kreatif dalam menggali dan mengembangkan potensi blue economy (sisi bahari) ini. Apabila blue economy ini bisa disinergikan dengan orange economy (UMKM), maka ini akan saling memberikan perkuatan,’’ tegasnya. Karena itulah Pemkab Badung, diakuinya, akan selalu ada di tengah masyarakat dalam mempertemukan dan mensinergikan blue economy dan orange economy. ‘’Orange economy merupakan fundamen ekonomi mendasar yang sangat kuat dan sulit digoyahkan oleh situasi ekonomi mak-

ro, sementara blue economy adalah potensi masyarakat Badung,’’ ujarnya. Pihaknya berharap kegiatan ini terus konsisten dilaksanakan. Karena festival tersebut memaduserasikan segala potensi yang ada dan elemen masyarakat di Kedonganan. Agenda festival tersebut merupakan amat penting dan strategis dalam kehidupan kemasyarakatan maupun promosi sektor pariwisata. ‘’Ke depan Minawisata Festival Kedonganan diharapkan bisa dipaketkan dalam festival Bahari kabupaten Badung,’’ katanya. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Wayan Mertha, ada beberapa tujuan yang mendasari digelarnya Minawisata Festival. Pertama yaitu mengembangkan potensi sumber daya perikanan dan kelautan, serta pariwisata di wilayah Kedonganan untuk

dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis perikanan dengan ekositemnya yang selanjutnya disebut Minawisata. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para anggota nelayan dengan mendiversifikan kegiatan dan usahanya, dari hanya sekadar menangkap ikan. Ketiga, membangun dan mengembangkan jiwa kewirausahaan anak-anak muda Kedonganan untuk nantinya mampu menjadi pengusahapengusaha muda kreatif dan memiliki daya saing tinggi dan unggul. Keempat, menggali dan mengembangkan nilainilai tradisi, seni, adat, budaya masyarakat agar dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Serta kelima yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat. Sebagai wilayah yang brand image-nya identik de-

FESTIVAL MINAWISATA - Suasana pembukaan Festival Minawisata Kedonganan ke-2 ditandai dengan pelepasan burung tekukur dan anak penyu, Jumat (20/9). ngan ikan, pihaknya mengaku terus membangun, memperbaiki, menata pasar ikan yang ada untuk nantinya dijadikan pasar ikan terbesar dan terbersih di Bali. Saat ini pihaknya terus berbenah, sehingga pada saatnya nanti pihaknya dengan bangga dapat mengundang wisatawan atau para purchasing manager seluruh hotel dan ma-

syarakat luas untuk datang ke pasar ikan Kedonganan. ‘’Melalui Minawisata festival ini kami juga terus membangun generasi muda agar memperhatikan potensi yang dimiliki di Kedonganan, agar bisa menjaga sumber daya yang ada serta mendorong jiwa entrepreunership pemuda agar berani menjadi pebisnis,’’ harapnya. (ad746)

Patok Pembatas Jalan di Penarungan Tak Terawat

Mangupura (Bali Post) -

Kondisi pengaman jalan (delineator) plastik yang dipasang di sepanjang Jalan Raya Penarungan, Kecamatan Mengwi, tidak terawat. Tak hanya itu, sejumlah delineator dalam kondisi patah dan hilang. Kondisi pengaman jalan yang tidak terawat membuat pengguna jalan was-was. Sebab, delineator ini berfungsi untuk membatasi bibir jalan dengan areal persawahan di sekitarnya. Delineator juga berfungsi sebagai penanda jika pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas mengingat jalan di kawasan tersebut sempit. ‘’Patok pengaman jalan di kawasan ini sudah lama rusak. Beberapa titik juga sudah hilang, hanya tinggal bagian pondasinya saja,’’ ujar Made Dedar, salah seorang yang kerap melintasi jalan tersebut. Menurutnya, fungsi patok pengaman jalan ini sangat penting sebagai penanda bagi warga yang melintas. Pada kanan dan kiri jalan merupakan lahan persawahan, bahkan pada beberapa titik cukup terjal sehingga cukup membahayakan, terutama pada saat malam hari. ‘’Mudah-mudahan segera diperbaiki dengan yang baru, karena bukan hanya satu yang rusak tapi banyak,’’

harapnya. Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Badung Tofan Priyanto, seizin Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung A.A. Rai Yuda Dharma tidak menampik perihal tersebut. Kerusakan sejumlah patok pengaman jalan di wilayah Penarungan. Sebab, delineator telah dipasang pada 2015. ‘’Iya sekarang memang sudah banyak yang rusak,’’ ucapnya, Minggu (22/9) kemarin. Kerusakan patok pengaman jalan, terangnya, selain karena faktor usia juga karena ulah iseng orangorang yang tak bertanggungjawab. Dishub Badung saat ini tengah merancang melakukan pergantian terhadap patok pengaman jalan tersebut. ‘’Kami saat ini tengah merancang melakukan pergantian terhadap patok pengaman jalan tersebut. Kajian sudah ada, kemungkinan tahun 2020 baru kami bisa melakukan pengadaan sebanyak 1.000 unit,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/par

DELINEATOR - Delineator di Jalan Raya Penarungan sudah banyak yang rusak.

Sutarsa Bunuh Diri Usai Habisi Nyawa Pacarnya Mangupura (Bali Post) Warga di Jalan Segara Madu Gang Ratna III, Kuta, dihebohkan dengan kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh I Wayan Sutarsa (42). Sutarsa tewas dengan kondisi mulut mengeluarkan darah dan hanya mengenakan kain putih serta cokelat, Sabtu (21/9) lalu. Setelah polisi melakukan penyelidikan, ditemukan mayat Gusti Nyoman Suarningsih (37) yang dikubur di kebun di Jalan Segara Madu Gang Ratna II, Tuban, Kuta. Ternyata Suarningsih adalah korban pembunuhan. Dari hasil penyelidikan pula, sebelum bunuh diri Sutarsa membunuh dan mengubur Suarningsih yang dipacarinya sejak lima tahun lalu. Hasil pemeriksaan, pada jasad Suarningsih terdapat luka pada jari tengah kanan, belakang telinga kiri robek, dahi kanan robek, telunjuk kiri robek dan kepala pecah. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Minggu (22/9) kemarin menegaskan, sebelum bunuh diri Sutarsa membunuh dan mengubur Suarningsih. Kronologisnya, pada Sabtu sekitar pukul 10.00 Wita Yovita Puspasari (37) yang beralamat di Jalan Segara Madu Gang Ratna III/5 A Kelan, Tuban, tengah berada di dalam kamar kos. Ia mendengar teriakan sehingga langsung ke luar kamar dan melihat seorang laki-laki yaitu Sutarsa di bawah pohon ketapang dalam keadaan kejang-kejang. Karena takut, wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ini menelepon Bendesa Adat Kelan, lalu dilaporkan ke Polsek Kuta. Saat pegawai Puskesmas Kelurahan Kedonganan datang memberikan bantuan, Sutarsa sudah meninggal dunia diduga akibat minum racun. ‘’Hasil olah TKP,

Sutarsa mengenakan kalung rudraksa, kamben putih dan coklat, mulut mengeluarkan darah dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Barang-barang yang ditemukan di TKP, satu plastik berisikan surat wasiat dan identitas diri berupa KTP

atas nama Sutarsa. Juga ada KTP, SIM A dan SIM C, ATM BCA, ATM BNI, kartu debet BNI, ATM CIMB Niaga, ATM Mandiri Syariah, kartu member Bali Pulina, dan ID card guide, semua atas nama Gusti Nyoman Suarningsih. Ada juga sepasang sandal merk

Fipper,’’ ujarnya. Isi surat wasiatnya ‘’Mek (ibu - red), di bawah ada kuburan Ayu. Tolong lapor polisi dan tolong sampaikan permintaan maaf yang ke anak-anak. Memek jaga diri. Ingat mek, panggil yang kalo ada yang nyakitin memek,

Bali Post/ist

GALI KUBURAN - Polisi menggali kuburan Gusti Nyoman Suarningsih di Jalan Segara Madu Gang Ratna II, Kuta.

menghina memek’’. Selanjutnya Tim Opsnal Polsek Kuta mencari informasi terkait identitas Gusti Nyoman Suarningsih yang beralamat di Banjar Mambal Kajanan, Abiansemal, Badung dan berkoordinasi dengan Polres Badung. Alhasil didapat informasi bahwa Suarningsih pernah melapor ke Polres Badung terkait kasus perusakan diduga dilakukan oleh Sutarsa. Saat dicek ke rumahya, ternyata Suarningsih tidak ada dan HP-nya tidak bisa dihubungi. Kemudian polisi kembali ke TKP mencari informasi dan mempelajari kembali surat wasiat yang ditulis oleh Sutarsa. Berdasarkan surat wasiat tersebut, polisi menduga Suarningsih meninggal karena dibunuh. Hal ini dikuatkan adanya penemuan darah di mobil Daihatsu Xenia DK 1987 CK. Akhirnya pada Sabtu seki-

tar pukul 17.30 Wita, dari informasi I Nyoman Rendi (71) yang tinggal di Jalan Segara Madu Gang Ratna II No. 2 Tuban, Kuta, dia dicari oleh menantunya Wayan Suatra menanyakan apakah ada mencangkul di kebun sebelah selatan. Oleh Rendi dijawab tidak ada. Selanjutnya Rendi dan Suatra langsung menuju ke kebun dan melihat gundukan tanah tersebut. Sempat diinjak ternyata tanah agak gembur dan mereka curiga ada kaitannya dengan meninggalnya Sutarsa yang meninggalkan surat wasiat. Mendapat informasi tersebut, PKD Kedonganan dan Polsek Kuta meluncur ke lokasi. Setelah kuburan itu digali, ditemukan mayat Suarningsih. Selain itu diketemukan juga dua unit mobil yang diparkir oleh Sutarsa di garasi rumah milik Deka. Setelah dicek di Kantor

Samsat ternyata plat mobil tersebut palsu. Selanjutnya dilakukan pengecekan nomor rangka mobil tersebut dan ternyata nopol aslinya DK 1678 LF milik I Made Bendesa beralamat di Banjar Dinas Batu Aji, Batubulan Kangin, Gianyar, dan sudah terblokir karena terkait kasus pidana pencurian. Setelah dicek ke Polsek Sukawati memang benar mobil tersebut dilaporkan kasus pencurian mobil sekitar setahun lalu. Sedangkan Daihatsu Terios DK 1863 QX warna putih, setelah dicek ke Kantor Samsat adalah atas nama Gusti Nyoman Suarningsih. ‘’Kasus ini masih didalami Polsek Kuta. Pasangan kekasih ini berstatus duda dan janda. Motif pembunuhan ini diduga Sutarsa dilaporkan kasus perusakan ban mobil ke Polres Badung oleh Suarningsih,’’ ungkap Iptu Yaqin. (kmb36)


p a t i e n t p a t i e n t


Senin Umanis, 23 September 2019

Senator Hadiri Konser Roxanne Blues Night di Kuta dan Festival Reggae Sanur

’’International Coastal Clean Up 2019’’

Wedakarna Yakin Pariwisata Bali Diprediksi akan Sandyakalaning, Finns Beach Club Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai Berawa Festival Musik akan Jadi Alternatif Wisatawan SENATOR DPD-RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bisa jadi satu-satunya wakil rakyat Bali di pusat yang sangat dekat dengan komunitas musik di Bali. Selain mendukung sejumlah hajatan musik pelajar mahasiswa dan STT, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga menunjukkan dukungannya kepada sejumlah kegiatan festival musik di Bali, khususnya yang diadakan komunitas musik dan penyelenggara EO krama Bali. Hal ini terekam saat Senator AWK hadir langsung di acara konser musik bertajuk ‘’Roxanne Blues Night’’ di Kuta dan Festival Reggae di Pantai Merta Sari Sanur. Dalam dua kesempatan berbeda itu, Senator AWK menyampaikan sejumlah pandangannya bahwa ke depan di tengah memudarnya taksu pariwisata Bali, maka program lain seperti penyelenggaraan festival musik dan konser musik akan menjadi alternatif untuk melengkapi pariwisata Bali yang kian terjepit. ‘’Indonesia harus bersiap menghadapi resesi ekonomi terkait kondisi stabilitas politik nasional serta juga efek eksternal dengan perang dagang AS dan China. Di dalam negeri, program pemerintah Joko Widodo yang membangun 10 Bali Baru tentu akan membuat Bali semakin terpuruk. Tawaran infrastruktur yang saat ini ditawarkan dinilai terlambat dan kini dampaknya sudah kita rasakan. Tarif airline yang sangat tinggi, bagasi berbayar di sejumlah perusahaan penerbangan dan kasus wanprestasi yang terjadi di Imigrasi, Bea Cukai, termasuk di BUMN Airport Ngurah Rai, turut menyumbang masalah pencitraan negatif bagi Bali. Apalagi dengan munculnya isu Sex Ban akibat RUU KUHP yang dinilai bernuansa agama tertentu. Saya tegas saja, Bali ini kalau tidak mawas diri, maka akan dikorbankan terus. Saya minta ke depan jangan sampai Bali terlena dan pemerintah pusat pun masih setengah hati membantu Bali. Maka dari itu, ngiring anggen konsepsi Hindu yakni Satyagraha dan Swadheshi, yang mana Bali harus tergantung pada dirinya sendiri. Dan gerakan ini sudah mulai menjalar di kalangan anak muda. Kita dorong,’’ kata AWK. Terkait dengan Konser Musik Roxanee Blues, Senator AWK menyampaikan salutnya pada usaha musisi Bali, khususnya pecinta blues untuk bisa mempertahankan jati dirinya. ‘’Saya apresiasi figur seperti I Putu Caka

SATYAGRAHA – Senator Arya Wedakarna (AWK) bersama musisi Bali dalam ‘’Roxanne Blues Night’’ dan saat hadir di Festival Reggae di Sanur. Marta Dinata, S.E. (Ketua Panitia Roxanne Blues), di mana mampu membuat acara seperti ini. Konsepnya simpel tapi menarik. Tiga jam saya duduk di sini, melihat band-band Bali dan banyak yang sudah senior, mereka tetap energik membawakan genre musik berbeda di setiap zaman. Ini menjadi sebuah milestone bahwa event organizer Bali tidak kalah dengan EO Jakarta. Saya minta adakan terus,’’ ungkap AWK. Hal senada juga ia sampaikan saat hadir di Pantai Mertasari serangkaian acara Festival Reggae yang digagas anak muda Bali yakni Agung Ngurah berkolaborasi dengan Himpunan Pemuda Sanur Bersatu dan tokoh adat Sanur. ‘’Penyelenggaraan acara ini melebihi ekspektasi saya. Awalnya tiang anggap acara ini seperti yang lainnya, yang locally dan mendatangkan penonton lokal saja. Tapi nyatanya, festival dua hari ini mampu menjadi magnet untuk wisatawan dari seluruh dunia dan Indonesia. Mereka dipersatukan dengan ideologi reggae yang sarat dengan nilai-nilai universal. Ini

membanggakan sekali dan skala kegiatannya besar. Its huge, hebat,’’ puji AWK. Ke depan ia berharap pemerintah pusat dan daerah mampu mensupport anak-anak muda idealis yang hebat-hebat ini. ‘’Seharusnya Menteri Pariwisata dengan anggaran triliunan bisa sedikit membantu promosi dan juga logistik pada acara seperti ini. Ini kan konsep acaranya berbeda dan secara fair mereka mendatangkan wisatawan. Begitu juga Gubernur Bali, Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar, agar ke depan bisa memberikan dukungan, motivasi dan anggaran pada acara ini. Saya harap pemerintah jangan pilih kasih, jangan hanya kesenian tradisional Bali saja yang diberikan bantuan, tapi ada kelompok, komunitas seni kontemporer yang patut dibantu. Bali perlu pemimpin yang tidak kuper (kurang pergaulan) untuk urusan ini. DPD-RI akan membantu mengomunikasikan dengan baik,’’ imbuh Senator AWK yang dalam Pemilu 2019 lalu peraih suara mutlak terbanyak di Bali yakni 742.781 suara. (ad741)

CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik

Serangkaian Hari Pembersihan Dunia di Pantai Eks Pelabuhan Buleleng

HARDYSCORP yang didirikan putra Bali Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997 sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali mewujudkan cita-cita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali untuk menciptakan kehidupan krama Bali sejahtera dan bahagia sekala maupun niskala yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp, CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation. HardysCorp yang saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna penyelesaian kewajiban kepada seluruh krediturnya, melalui CSR HardysPeduli ikut melaksanakan secara nyata program Pemprov yaitu Gerakan Semesta Berencana: Bali Resik Sampah Plastik yang merupakan implementasi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai. CSR HardysPeduli kali ini melaksanakan kegiatan bersih sampah plastik di pantai eks Pelabuhan Buleleng dan tempat ibadah yang ada di sekitarnya, Sabtu (21/9) lalu, bertepatan dengan Hari Pembersihan Dunia atau World Clean-up Day (WCD). Aksi WCD adalah program aksi

PEMBERSIHAN - Pelaksanaan acara CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik serangkaian Hari Pembersihan Dunia di pantai eks Pelabuhan Buleleng, Bali, Sabtu (21/9) lalu. sosial global yang bertujuan memerangi sampah global yang dilakukan serentak di 157 negara. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri perwakilan keluarga HardysCorp, rekanan bisnis dan masyarakat setempat dengan mengajak anak-anak karyawan, serta generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy, untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah

mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk Jnana Yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Tidak hanya dilaksanakan di publik area atau kawasan wisata seperti pantai, namun ke depannya HardysCorp juga akan melaksanakan CSR di tempat-tempat ibadah. Melalui CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup. (ad742)

FINNS Bali yang menaungi Finns Beach Club dan Finns Recreation Club ditunjuk selaku pimpinan bersih-bersih pantai bersama seribuan karyawan restoran, hotel, masyarakat dan siswa Sekolah Dasar (SD) membersihkan sampah plastik sepanjang Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara serangkaian International Coastal Clean Up atau World Clean Up Day 2019, Sabtu (21/9) lalu. ‘’Kami sejak awal memiliki komitmen tinggi untuk membebaskan daerah Bali umumnya dan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng khususnya dari sampah plastik. Karena Pantai Berawa sudah menjadi ikon pariwisata Kuta Utara sehingga harus dijaga kebersihannya, sehingga wisatawan yang berkunjung nyaman,’’ kata Owner Finns Bali I Ketut Subina didampingi Direktur Operasional I Wayan Wirawan dan Manajer Operasional I Wayan Asrama, Minggu (22/9) kemarin. Subina mengaku membersihkan Pantai Berawa dari sampah bukan saat ada momen tertentu, melainkan rutin membersihkan sampah plastik maupun sampah organik bekerja sama dengan pemerintah daerah bersama masyarakat yang diprakarsai Perbekel Tibubeneng Made Kamajaya. Sebab, Perbekel Desa Tibubeneng bersama masyarakat sangat antusias memperhatikan keberadaan lingkungan agar betulbetul bebas dari sampah plasti. ‘’Kami baru menandatangani MoU dengan By-by Plastic Foundation sangat fokus memerangi sampah plastik yang ada di Bali,’’ ujar Subina. Dia mengungkapkan, pihaknya juga sudah sejak dari dulu menjalin kerja sama dengan Keep Bali Clean yang sangat memiliki komitmen tinggi membersihkan wilayah Desa Tibubeneng bebas dari sampah plastik. Apalagi kawasan Pantai Berawa sudah banyak dibangun akomodasi pariwisata, sehingga kebersihan menjadi prioritas utama agar wisatawan yang berkunjung ke Finns Beach Club tidak ada bosanbosannya dan merasa nyaman atas lingkungan yang bersih, rindang dan asri. ‘’Kami tidak pernah diam dan terus akan melakukan gerakan kebersihan maupun sesuatu yang positif untuk kemajuan Desa Tibubeneng,’’ ucap Subina yang juga Direktur PT Finns Bali ini.

FOTO BERSAMA – Owner Finns Bali I Ketut Subina (tengah pakai topi) didampingi Manajer Operasional Finns Beach Club I Wayan Asrama (kiri) dan Perbekel Tibubeneng Made Kamajaya bersama karwayan restoran dan hotel foto bersama usai membersihkan sampah sepanjang Pantai Berawa serangkaian International Coastal Clean Up dan World Clean Up Day 2019, Sabtu (21/9) lalu. Subina menjelaskan, gerakan bersih-bersih sampah plastik sepanjang Pantai Berawa, Perbekel Tibubeneng Made Kamajaya sangat luar biasa mengorganisir masyarakat, anak-anak sekolah dari awal sudah dididik masalah isu sampah plastik. Terpenting lagi, stakeholder saling bergandengan untuk membersihkan sampah plastik yang menjadi momok bagi kebersihan lingkungan. ‘’Kalau tidak kita yang peduli kebersihan lingkungan, siapa lagi. Jika lingkungan khususnya Pantai Berawa kurang bersih maka wisatawan tidak mau datang,’’ paparnya. Apa yang dilakukan selama ini, lanjut Subina, pihaknya mengajak semua hotel dan restoran yang ada sepanjang Pantai Berawa ikut bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri. Finns Bali selaku leader sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan khususnya pantai. Karena Pantai Berawa mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestic, sehingga lingkungan dan pantainya harus tetap dijaga kebersihan dan keindahannya. ‘’Kami mengajak pemilik hotel yang ada sepanjang Pantai Berawa dan masyarakat ikut bersama-sama menjaga kebersihan pantai. Mengingat Pantai Berawa sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan,’’ paparnya. Sementara itu, Perbekel Tibubeneng Made Kamajaya men-

gucapkan banyak terima kasih karena World Clean Up Day 2019 juga dipusatkan di Desa Tibubeneng sangat bersyukur di tengah ancaman sampah plastik terhadap lingkungan pascapertumbuhan pariwisata begitu cepat. Sebab, kerusakan lingkungan sangat masif akibat tidak pedulinya masyarakat terhadap sampah plastik. ‘’Kami berterima kasih kepada World Clean Up Day yang diprakarsai Suksma Bali akan membantu mewujudkan Tibubeneng Bertalenta. Karena sebelumnya sudah ada gerakan Badung Bersih dimotori Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan ada juga gertak bernyali dari Camat Kuta Utara AAN Arimbawa,’’ ujar Kamajaya. Kamajaya menjelaskan di Desa Tibubeneng ada Tibubeneng Bertalenta (Bersih, Tertata, Lestari, Indah dan Sejahtera). Program ini akan diwujudkan langkah demi langkah dimulai dari Pantai Berawa yang sudah 99 persen bersih dari sampah. ‘’Ini akan dipertahankan bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk stakeholder yang dalam kesempatan itu di-back-up penuh oleh Owner Finns Bali yang juga pemilik Finns Beach Club Berawa. ‘’Kami bergerak terus bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya di pantai melainkan sampai ke hulu. Sehinggga semua titik yang ada di Desa Tibubeneng bersih, karena merupakan kebutuhan penting bagi daerah pariwisata,’’ tandas Kamajaya. (ad736)

Wujudkan Masyarakat Bebas Narkoba

Gelar Pergerakan Pemulihan Keliling Indonesia UNTUK mewujudkan masyarakat bebas narkoba sekaligus memudahkan akses untuk rehabilitasi, pada tahun ini dicanangkan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) di Desa Pemogan. Dalam memberikan informasi lebih luas mengenai bahaya narkoba dan rehabilitasi, RBM Desa Pemogan menggelar kegiatan berupa Pergerakan Pemulihan di mana dua tim mengendarai dua mobil keliling Indonesia untuk melakukan sosialisasi. Pelepasan tim ini dilakukan Sabtu (21/9) lalu di lapangan Pantai Berawa, Canggu dalam acara Granat Fakultas Teknik Universitas Udayana. Acara pelepasan ini sekaligus memberikan sosialisasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba dan menekankan jika rehabilitasi adalah satu-satunya cara agar bisa terlepas dari narkoba. Ketua Yayasan Bali Samsara Made Dharmayasa atau dikenal dengan Made Belgie memaparkan RBM terdiri dari banyak unsur yang bergerak di bidang Napza seperti Yayasan Bali Samsara, konselor adiksi BNNP Bali, rumah damping hingga petugas RBM Desa Pemogan. ‘’Kami dalam acara ini diundang sebagai pembicara mengenai bahaya narkoba sekaligus juga melepas tim kami untuk keliling Indonesia membawakan pesan melalui Pergerakan Pemulihan,’’ ujarnya. Ia berharap lewat pergerakan pemulihan ini akan mencapai tujuan yaitu mengurangi penyalahgunaan narkoba di masyarakat sekaligus memberi-

LEPAS - Pelepasan Tim Pergerakan Pemulihan keliling Indonesia, Sabtu (21/9) lalu di Lapangan Berawa, Canggu. kan contoh kepada desa lain bagaimana Desa Pemogan menjadi desa bersih dari narkoba lewat RBM. Diharapkan setiap desa juga membentuk RBM untuk mewujudkan masyarakat bebas narkoba. ‘’Dalam kegiatan RBM dan pergerakan pemulihan ini saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa yang memberikan dukungan penuh pada RBM Desa Pemogan,’’ terangnya. Sementara itu, Petugas RBM Desa Pemogan Nyoman Gede Suwita berharap dengan adanya RBM di Desa Pemogan baik warga desa Pemogan khususnya dan Bali pada umumnya bergerak bersama-sama untuk memberantas narkoba. ‘’Bagaimanapun narkoba itu sangat berbahaya

dan diharapkan kita semua bisa bergerak bersama-sama memberantas narkoba,’’ ucapnya. Konselor adiksi BNNP Bali dan yayasan Bali Samsara Gede Denny Kartika Mukti mengatakan tujuan RBM Desa Pemogan dibentuk untuk mengidentifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan penjangkauan untuk mempermudah akses layanan, memberikan dukungan kesehatan dan sosial serta spiritual, melakukan rujukan ke layanan, dan melibatkan keluarga agar turut serta menjamin bahwa layanan rehabilitasi bisa terus berjalan. Sehingga bagi masyarakat yang hendak mencari informasi mengenai narkoba ataupun menjalani rehabilitasi bisa datang ke RBM Desa Pemogan atau Yayasan Bali Samsara. (ad659)

KSP Guna Prima Dana Resmi Jadi Koperasi Penyalur KUR KOPERASI Simpan Pinjam (KSP) Guna Prima Dana kini telah resmi terpilih sebagai salah satu koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). KSP yang dimanajeri I Wayan Suyatna ini menjadi koperasi penyalur KUR pertama di Bali. Terpilihnya Koperasi Guna Prima Dana membuatnya menjadi satu dari tiga koperasi di seluruh Indonesia yang terpilih sebagai koperasi penyalur KUR setelah Kospin Jasa yang ada di Pekalongan, Jawa Tengah dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas di Maumere, NTT. Simbolis penyerahan KUR dari KSP Guna Prima Dana pun sempat dilakukan Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Puspayoga dalam acara bertajuk ‘’Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan IKIP PGRI Bali’’ yang digelar di Kampus IKIP PGRI Bali, Sabtu (21/9). Dalam kesempatan tersebut, Menkop Puspayoga mengatakan KUR sangat penting sebagai salah satu unsur pembiayaan kepada masyarakat

yang ingin memulai usaha. Selain bank umum, koperasi juga dipilih sebagai penyalur KUR. Diakuinya, Presiden RI saat ini mulai mensejajarkan BUMN, perusahaan swasta, dan koperasi, terlebih saat ini sudah banyak koperasi beraset triliunan. ‘’Menyambut revolusi industri 4.0 segala sesuatu yang mendukung perkembangan dunia usaha harus dimudahkan, hadirnya koperasi dan UKM memiliki peran vital bagi terwujudnya revolusi industri,’’ ujarnya. Dinas Koperasi dan UKM Bali I Gede Indra mengatakan sudah seharusnya salah satu koperasi di Bali terpilih untuk bisa salurkan KUR, karena kepercayaan masyarakat terhadap koperasi di Bali sangat tinggi. Hal tersebut lantaran tak sedikit koperasi di Bali yang berkualitas, bahkan tak kalah dengan lembaga keuangan sekelas bank. ‘’Kami mendesak pihak Kementerian Koperasi agar salah satu koperasi di Bali bisa salurkan KUR,

akhirnya dari sekitar 20 koperasi yang diajukan, terpilihlah satu koperasi yang mampu dan lolos untuk bisa salurkan KUR,’’ ujarnya. Manajer KSP Guna Prima Dana I Wayan Suyatna mengungkapkan KUR KSP Guna Prima Dana merupakan pembiayaan yang diberikan kepada anggota yang bergerak di sektor UMKM. Yang ditujukan untuk meningkatkan dan memperluas pelayanan kepada UMKM produktif, meningkatkan kapasitas daya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi anggota. Lebih jauh diungkapkan, KUR KSP Guna Prima Dana berbentuk KUR mikro, dengan limit kredit sampai dengan Rp 25 juta per debitur. KSP Guna Prima Dana tahun ini mendapat plafon Rp 8,5 miliar dan sudah direalisasikan sebesar Rp 6,5 miliar untuk 260 orang anggota dan masih tersisa plafon Rp 2 miliar dan target pada Oktober 2019 plafon sebesar Rp

8,5 miliar sudah tersalurkan semua. Suyatna menjelaskan, saat ini KSP Guna Prima Dana sudah memiliki total aset sebesar Rp 150 miliar. ‘’Kita menjadi role model dari Kementerian Koperasi dari sisi aset kita yang paling kecil. Tidak harus koperasi besar, yang penting likuiditas sehat, siap ketentuan dan syarat dipenuhi seperti LDR, biaya operasional, NPL di bawah lima persen dan manajemen yang bagus,’’ ucapnya. Tahun depan ditarget bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 20 miliar. Dan ingin meningkatkan izin ke provinsi sehingga bisa menyalurkan KUR lebih luas lagi. ‘’Mayoritas anggota KSP Guna Prima Dana merupakan pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Badung. Di antaranya bergerak di sektor usaha suvenir, homestay, kerajinan, laundry, rent car, dan sebagainya,’’ imbuhnya. (kmb23/k150)

KUR - Penyerahan KUR dari KSP Guna Prima Dana kepada anggotanya dilakukan langsung Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Puspayoga.


Senin Umanis, 23 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjadikan SDM Bali Unggul BALI Merdeka, pernah menjadi wacana ketika Bali khususnya agama Hindu dilecehkan oleh oknum pejabat pusat. Namun itu hanya euforia. Tak lama kemudian hilang dan bahkan muncul wacana penguatan nasionalisme walaupun dalam posisi minoritas. Tak lama setelah itu kembali muncul ‘’merebut hak Bali’’. Nasibnya sama dengan ‘’Bali Merdeka’’ berangsur-angsur makin mengecil (namun belum hilang). Kalau kita simak, kedua ‘’jargon’’ tersebut berawal dari keprihatinan akan nasib Bali. Dipinggirkannya budaya dan SDM Bali. Padahal kita ketahui, masyarakat Bali kini babak belur menghadapi persaingan di tengah pariwisata budaya. Mereka tetap bertahan untuk menjadikan Bali tetap menjadi daya tarik. Lingkungan mereka jaga. Budaya juga tetap menjadi warna keseharian mereka. Namun sayang, mereka hanya ditonton. Mereka hanya dikagumi. Namun tidak memberi manfaat yang setimpal terhadap jerih payahnya sebagai pengusung budaya. Semestinya pemerintah hadir menanggulangi secara totalitas beban pelestarian, dengan melakukan perhitungan yang lebih memihak pada masyarakat Bali terkait hasil dari pariwisata termasuk ikutannya. Pemerintah juga harus hadir memberikan porsi yang lebih kepada masyarakat dan pengusaha Bali untuk hidup di rumahnya sendiri. Sebab, selama ini SDM Bali dikalahkan SDM dari luar, hanya karena alasan Bali banyak libur. Ini fakta yang sering terjadi. Mereka para pengusaha luar dengan percaya diri membuka lowongan kerja hanya untuk SDM non-Hindu. Alasannya seperti dibuat-buat. Orang Bali banyak libur. Syukur pemerintah melalui DPRD Bali cepat bereaksi. Pengusaha tersebut akhirnya minta maaf atas kelakuan yang dia sebut sebagai kekeliruan. Terakhir mereka pun dilarang beroperasi sementara untuk melengkapi izinnya. Berkaca dari kasus tersebut, tentu kita sangat miris. Pelestari budaya sekaligus pelaku budaya terpinggirkan di daerahnya sendiri. Hanya karena alasan sering libur. Ke depan pemerintah khususnya pemerintah daerah harus hadir. Harus ada regulasi yang secara tegas mengatur persentase penduduk lokal dengan orang luar. Tentu yang lokal lebih banyak dan posisi yang ditempati bukan hanya sekuriti atau tukang kebun. Semestinya tidak ada alasan bagi pengusaha untuk menempatkan pekerja Bali menempati posisi tukang kebun atau sekuriti. Adalah tanggung jawab perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pekerja lokal agar bisa menempati poisisi yang lebih tinggi. Publik harus mengajak pemerintah memahami persoalan ini, utamanya dukungan para elite kekuasaan, para tokoh dan yang pastinya dukungan rakyat. Ini merupakan hal penting dan mendasar, untuk membangun nasionalisme yang utuh. Nasionalisme atau semangat kebangsaan yang berdiri di atas kepentingan suku, ras dan agama. Ini juga upaya menghadirkan negara di tengah jeritan rakyat akan masa depannya. Kini sudah saatnya Bali menuntaskan persoalan dengan memperjuangkan apa yang menjadi hak Bali. Bila hal ini tidak segera dituntaskan, maka akan menimbulkan pertanyaan, apakah beban pelestarian yang dirasakan oleh rakyat, belum disadari juga oleh para pemangku kekuasaan. Pemerintah harus memahami kesulitan rakyat dengan beratnya beban sebagai pelestari budaya yang selama ini menjadi ‘’jualan’’ para elite untuk menarik minat wisatawan. Itu dari sisi penguasa dan investor. Lalu dari SDM Bali, apa yang mesti dilakukan. Mereka harus mawas diri. Mental priyayi dan pilih-pilih pekerjaan (kalau memang itu ada) harus dihapus. Generasi muda Bali harus jengah. Generasi muda Bali harus bangkit untuk membuktikan diri sebagai SDM unggul, SDM yang disiplin dan SDM yang jujur. Ketiganya; unggul, disiplin dan jujur penah menjadi ‘’merek’’ orang Bali di luar sana. Maka sudah semestinya ‘’merek’’ itu dikembalikan kepada jati diri orang Bali. Sebab, tantangan yang kita hadapi saat ini adalah persaingan yang demikian ketat. Tak hanya sesama warga bangsa, juga dengan SDM internasional.

S URAT PEMBACA

Visi Pendidikan dan SDM Inovatif Negeri ini tidak boleh dibiarkan mandek. Kemandekan berarti menutup peluang untuk tumbuh, berkembang dan maju. Pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan negara dapat dicapai jika ada inovasi. Secara definisi, inovasi merujuk antara lain kepada gagasan-gagasan baru yang lebih efektif dalam mencari solusi-solusi untuk menjawab aneka persoalan yang ada. Dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara kita, tidak sedikit persoalan saat ini yang sedang dihadapi negara kita dan harus segera dicarikan solusinya.

Oleh Djoko Subinarto

S

umber daya manusia (SDM) yang berkualitas, jelas dibutuhkan bagi kemajuan negeri ini. Sektor pendidikan yang di dalamnya mencangkup proses kegiatan belajar dan mengajar, memegang peran krusial dalam hal menyiapkan SDM-SDM yang andal dan mumpuni di berbagai bidang kehidupan. Bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan tulang punggung untuk menggapai sebuah Indonesia modern yang lebih maju. Tujuan pokok belajar antara lain adalah untuk mengerti, memahami dan mencari solusi atas berbagai fenomena kehidupan yang kita hadapi. Kehidupan kita tidak pernah terlepas dari aneka fenomena dengan aneka persoalan yang mendampinginya. Fenomena sendiri adalah fakta atau situasi yang ada dan teramati yang menuntut sebuah penjelasan. Kehidupan dan peradaban kita tidak pernah stagnan. Ilmu dan teknologi terus berkembang. Pada saat yang sama, problem kehidupan yang kita hadapi juga kian beragam dan semakin kompleks. Semua itu adalah fakta yang harus kita terima. Pendidikan menjadi salah satu aspek mahapenting untuk membuat setiap individu mampu mengerti, memahami dan mencari solusi-solusi yang mungkin atas berbagai fenomena serta persoalan yang ada. Dengan demikian, idealnya setiap institusi pendidikan dituntut untuk selalu mampu menjawab tantangan zaman. Selama ini, siswa-siswi di sekolah-sekolah kita lazimnya belajar aneka subjek pelajaran yang terpisah-terpisah. Contohnya, pagi-pagi mereka belajar matematika, yang kemudian dilanjutkan dengan sejarah. Beranjak siang mereka belajar sains, geografi dan bahasa Inggris maupun subjek

pelajaran lainnya. Tiba waktunya menjelang ujian, mereka sibuk belajar bagaimana menjawab soal-soal untuk ujian, yang bentuknya lebih banyak berupa pilihan ganda. Mereka cukup memilih salah satu dari beberapa jawaban yang telah disediakan: A, B, C, D atau E. Sesungguhnya, tanpa harus belajar sedikit pun mereka tetap dapat menjawab setiap pertanyaan secara spekulatif. Persoalan apakah pilihan mereka tepat atau tidak, tentu itu lain ceritanya. Dewasa ini tidak sedikit sekolah kita yang lebih berfungsi sebagai lembaga pendidikan untuk latihan soal. Sekolah dikerdilkan hanya sebagai tempat untuk melatih siswa-siswi agar terampil menjawab persoalan-persoalan yang ada dalam kertas ujian. Padahal persoalan-persoalan yang nyata dan lebih menantang sesungguhnya ada di sekeliling mereka. Aneka persoalan kehidupan yang kita jalani dan hadapi itu sendiri tidak pernah berdiri sendiri, melainkan merupakan kesatuan dari aneka macam aspek dan beragam fenomena yang kompleks. Karenanya, mengajari anak

didik hanya dengan menyuapi mereka dengan subjek-subjek pelajaran yang terpisah dan terpotongpotong bisa jadi sudah tidak lagi memadai di zaman sekarang ini. Pendidikan harus senantiasa diarahkan agar para peserta didik memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menghadapi serta mengatasi persoalan-persoalan kehidupan, dan bukan hanya menyiapkan para peserta didik yang cuma lihai menyelesaikan persoalan-persoalan di atas kertas ujian. Dengan kata lain, sistem pendidikan harus mampu berkontribusi secara lebih kongkret bagi lahirnya solusi-solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Solusi sendiri muncul dari adanya kreativitas. Institusi pendidikan harus menjadi garda paling depan dalam mendorong lahirnya individu-individu kreatifsolutif. Pada titik ini, fokus utama dunia pendidikan kita sebaiknya selalu diarahkan kepada tumbuh dan berkembangnya pendidikan kreatif dan solutif. Salah satu caranya adalah dengan mempraktikkan sistem pendidikan yang tidak terlalu berat pada ujian-ujian formal di atas kertas, seperti yang

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat

Pendidikan menjadi salah satu aspek mahapenting untuk membuat setiap individu mampu mengerti, memahami dan mencari solusi-solusi yang mungkin atas berbagai fenomena, serta persoalan yang ada. Dengan demikian, idealnya setiap institusi pendidikan dituntut untuk selalu mampu menjawab tantangan zaman.

istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 461401-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak, dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

Kuliner Bali Masuk Hotel Gubernur Bali sudah membuat aturan agar buahbuahan lokal bisa menjadi buah pilihan di hotel-hotel. Pergub ini layak dijabarkan dan dipatuhi untuk mendukung pelestarian pohon buah-buahan khas Bali yang hampir punah. Setidaknya dengan cara ini juga membangun rasa peduli pengusaha hotel terhadap alam Bali. Jangan terlalu membuka pintu pada buah impor, padahal buah-buahan lokal masih bisa dikelola untuk kepariwisataan. Mudah-mudahan para profesor pertanian yang ada di Bali bisa memfasilitasi pelestarian tanaman buahbuhan yang khas Bali. Jika memungkinkan agar bisa dikembangkan lagi di desa-

desa. Jika memungkinkan saya juga berharap agar kuliner Bali juga bisa masuk hotel. Jaja laklak, klepon, jaja bendu dan lainnya layaknya juga bisa menjadi jajan selamat datang di hotel. Saya rasa banyak kuliner khas Bali yang masih bisa menjadi pilihan. Jika ini bisa masuk hotel, tentunya juga ada juru masak makanan khas Bali. Dan peluang orang Bali menjadi juru masak di hotel makin terbuka. Mudahmudahan semua pihak makin peduli Bali, bukan hanya melihat peluang investasi dan mencari untung di Bali. Kade Purnamayana Tabanan, Bali

dilakukan selama ini. Guru-guru kita sebaiknya diberikan keleluasaan lebih besar dalam mengembangkan materi ajar di luar kurikulum. Selama ini mereka seolah disandera oleh kurikulum. Mereka pontang-panting dikejar-kejar target kurikulum. Padahal sesungguhnya banyak hal di luar kurikulum yang bisa diajarkan oleh guru dan boleh jadi sangat bermanfaat bagi kehidupan nyata para peserta didik. Hal lainnya adalah soal fasilitas sekolah kita. Bukan rahasia lagi, masih banyak sekolah kita yang minim fasilitas. Ini pun harus segera dibenahi. Semakin lengkap fasilitas sebuah sekolah, maka semakin memungkinkan para guru untuk bisa mengajar secara lebih kreatif dan variatif yang pada gilirannya bakal pula memicu daya kreativitas para peserta didik. Secara Merata Tak kalah pentingnya adalah program wajib pendidikan dasar dan menengah. Keduanya mesti benar-benar bisa diwujudkan secara merata dan berkesinambungan. Sementara itu, program pendidikan vokasional dan pelatihan keterampilan mesti masif dilaksanakan hingga ke daerah-daerah pelosok terpencil. Pemerintah perlu mendorong terciptanya sinergi dan kolaborasi antara sektor pendidikan dan sektor industri. Kurikulum pendidikan diupayakan bukan hanya harus kekinian, tetapi juga mesti futuristik, sehingga berorientasi pula jauh ke masa depan. Beasiswa khusus bagi mereka yang berotak sangat cemerlang untuk belajar ke berbagai institusi pendidikan di luar negeri perlu terus digelontorkan. Tak ada salahnya pemerintah mengundang pula sejumlah profesor berkaliber internasional dari mancanegara untuk bekerja sama menciptakan pusat-pusat riset ilmu dan pengetahuan di dalam negeri. Porsi dana untuk riset perlu diperbesar. Inovasi-inovasi brilian untuk menjawab berbagai persoalan yang sedang dan akan dihadapi bangsa ini, akan lahir dari riset-riset berkualitas. Agar mampu melakukan riset berkualitas, para periset perlu ditopang dengan dana serta fasilitas yang memadai. Sekolah-sekolah khusus untuk anak yang memiliki talenta istimewa perlu didirikan. Anak bertalenta istimewa merupakan

aset bangsa yang sangat berharga. Negara, jika perlu membiayai anak-anak bertalenta istimewa ini untuk menimba ilmu ke luar negeri. Kita berharap pemerintah memang sungguh-sungguh berkomitmen menaikkan kualitas SDM kita melalui berbagai terobosan dan lompatan besar di sektor pendidikan kita. Dengan makin meningkatnya kualitas SDM bangsa ini, diharapkan akan semakin banyak inovasi-inovasi baru lahir dari putra-putri terbaik bangsa ini yang pada gilirannya ikut berkontribusi bagi kemajuan Republik ini. Penulis, kolumnis

POJOK Pajak Bumi dan Bangunan di Buleleng naik 10 kali lipat, ribuan wajib pajak ajukan keringanan. - Jangan bebani rakyat. *** Potensi pariwisata Pupuan diharapkan dimaksimalkan. - Jangan semua dijadikan objek wisata. *** Sejumlah pasal RKUHP rugikan pariwisata Bali, BPPD ajukan usulan revisi. - Siapa yang untung?

Warung Global

Anggota DPRD Juga Harus Ahli Keberadaan Tim Ahli di DPRD Bali yang menjadi sorotan Dewan juga disoroti Kawan Global. Pendengar setia Radio Global 96,5 FM ini menilai bahwa keberadaan tim ahli harus sesuai dengan namanya. Betul-betul memiliki keahlian. Jadi tim ahli bukanlah orang sembarangan, karena tim ahli selain sebagai ‘’penasihat’’ juga sebagai ‘’pendamping’’ Dewan dalam melaksanakan kinerjanya. Berikut pendapat mereka dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Perlukah Tim Ahli di DPRD?’’

Semua perlu keahlian, termasuk tim ahli. Demikian Fera di Tabanan. Bila perlu tim ahli berasal dari kalangan muda yang berani dan bersih. Tak perlu bergelar tinggi, tetapi tetap seleksi. Jika tim ahli tidak tahu tugasnya, bagaimana ini? Kan Dewan yang mengangkat tim ahli? Demikian Werdha di Gianyar. Jika ada tim ahli, sudah tentu anggaran keluar lagi. Ia setuju jika Dewan yang mengasah diri agar jadi ahli. Apalagi katanya banyak Dewan yang S-2 atau S-3. Dewan harus ahli, mampu jadi wakil rakyat. Tim ahli tidak perlu. Jika dibutuhkan, tetapi direkrut dengan seleksi yang ketat. Tanpa adanya tim ahli, sulit jalankan program. Demikian menurut Beratayasa di Sangeh. Tim ahli perlu dibentuk untuk membekingi dewan, tetapi tetap diseleksi. Dewan harus mampu memilih tim ahli secara profesional dan tepat guna. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Umanis, 23 September 2019

Potensi Pariwisata Pupuan Diharapkan Digarap Maksimal Tabanan (Bali Post) Kecamatan Pupuan memiliki potensi alam dan kearifan lokal luar biasa yang bisa dikemas menjadi atraksi wisata. Perkebunan kopi, bentang alam eksotis dan tempat wisata spiritual, menjadikan Pupuan sebagai destinasi wisata masa depan yang menjanjikan. Untuk itu, potensi pariwisata Pupuan perlu digarap secara lebih serius. Anggota dewan dari Pupuan Gusti Nyoman Omardani mengungkapkan, 14 desa di Kecamatan Pupuan memiliki potensi berbeda yang masing-masing bisa dikembangkan. Maka tak salah sebagian desa sudah mengantongi SK desa wisata. Tinggal bagaimana

Bali Post/bit

Gusti Nyoman Omardani

mempolakan agar kegiatan pariwisata bisa maksimal. Di sini perlu komitmen baik dari pemerintah, instansi terkait dan desa. ‘’Tidak mungkin bisa berkembang jika hanya satu atau dua desa saja yang menonjol, tetapi bagaimana sinergi antara 14 desa ini dengan potensi masing-masing. Jika digabungkan tentu saja bisa memberikan objek yang lebih lengkap,’’ terangnya, Minggu (22/9) kemarin. Dicontohkannya, Desa Pujungan terkenal dengan objek wisata spiritual, air terjun serta pengolahan kopi luwak dan kopi robusta. Kemudian, Desa Jelijih Punggang yang punya potensi kebun rakyat seperti manggis serta Desa Kebon Padangan dengan wisata air panas. Menurut Omardani, kalau dikembangkan potensinya dengan menerapkan sinergi antardesa, tentu daya tarik wisata Pupuan akan lebih menarik dan tidak monoton. Menggenjot agar hal itu bisa terwujud, saat ini legislatif dan eksekutif tengah mengambil beberapa langkah, seperti memasukkan pengembangan pariwisata dalam perencanaan daerah termasuk persiapan untuk RDTR maupun RTRW. ‘’Di sana ada kawasan pertanian yang paling besar, tidak kita ubah namun dipertahankan dan coba dipadukan dengan pariwisata,’’ terangnya. (kmb28)

Warga Yeh Gangga Minta Polair Kembali Diaktifkan

Tabanan (Bali Post) -

Pascakejadian tenggelamnya dua nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan belum lama ini, membuat warga setempat mendesak agar keberadaan petugas Polair di Yeh Gangga dan lifeguard kembali diaktifkan. Apalagi keberadaan wisata air membuat kunjungan wisatawan di salah satu pantai terfavorit di Tabanan ini cukup ramai, terutama di sore hari. Tentunya perlu ada keamanan ekstra. Warga Yeh Gangga, Gede Januarta, mengungkapkan sebelumnya sudah sempat ada petugas Polair yang stand by di Pantai Yeh Gangga. Bahkan

juga ada pos yang disiapkan. Namun saat ini mereka sudah tidak bertugas lagi. ‘’Posnya ada di Pantai Yeh Gangga, tetapi sekarang sudah

tidak ada petugas. Tidak tahu alasannya mengapa pindah ke arah timur. Padahal kami sangat ingin adanya Polair,’’ katanya, Minggu (22/9) kemarin.

Bali Post/bit

PERBAIKI JUKUNG - Nelayan Yeh Gangga memperbaiki jukungnya saat tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi belum lama ini.

Bendesa Adat Yeh Gangga Ketut Dolia juga sependapat. Dikatakannya, sekitar empat tahun lalu ada petugas Polair dari Polres Tabanan yang berjaga di Pantai Yeh Gangga. Hanya saja petugas kemudian ditarik untuk stand by di Tanah Lot. Menurut Dolia, adanya Polair di Pantai Yeh Gangga bertujuan untuk keamanan. Apalagi jumlah pengunjung terus meningkat. ‘’Dengan adanya Polair, kita masyarakat dan pengunjung merasa lebih bebas. Tidak hanya membantu dalam proses penyelamatan ketika ada peristiwa tenggelam, juga membantu mengamankan perahu, mesin dan jaring nelayan agar tidak dibawa kabur pencuri,’’ bebernya. Dengan tidak adanya Polair di Pantai Yeh Gangga, proses penyelamatan ketika ada orang tenggelam dilakukan oleh masyarakat setempat atau nelayan. ‘’Mohon kalau bisa dijembatani agar Polair bisa stand by lagi di Pantai Yeh Gangga dengan tujuan keamanan,’’ ungkap Dolia. Saat ini kunjungan wisatawan ke Pantai Yeh Gangga selalu ramai. Terlebih pada Sabtu dan Minggu kunjungan bisa mencapai ribuan terutama sore hari. Bahkan saat ombak bagus para peselancar akan datang ke Yeh Gangga khu-

susnya pantai bagian barat. ‘’Jumlah kunjungan secara pasti tidak bisa saya hitung. Tetapi kalau hari libur sampai seribu orang setiap harinya,’’ ucapnya Dolia. Sementara itu, Kepala Satpolair Polres Tabanan Iptu Ngurah Bagus Astawa membenarkan bahwa sebelumnya memang ada petugas yang stand by di Yeh Gangga. Namun soal penarikan petugas, dia menyatakan bahwa hal itu adalah kebijakan Kapolres Tabanan. Meski demikian dia menegaskan, meski tidak stand by langsung, tiap hari lima orang petugas Polair Polres Tabanan melakukan patroli di sepanjang pesisir pantai Tabanan. ‘’Semua pesisir kami pantau dan di Pantai Yeh Gangga kami pakai sistem patroli tetap sambangi ke sana. Kalau ada permintaan khusus terkait adanya kegiatan, kami langsung turun ke sana,’’ terangnya. Sementara untuk petugas Polair selama ini stand by di objek wisata Danau Beratan, Baturiti dan Pantai Tanah Lot, Kediri. “Kalau petugas stand by di Bedugul. Dan di Tanah Lot juga termasuk pantauan atau patroli. Stay di Tanah lot sekitar 12 jam, mulai dari jam 07.00 Wita sampai kunjungan wisata sepi,’’ jelasnya. (kmb28)

Dishub Tambah Trayek Trans Serasi Tabanan (Bali Post) Dinas Perhubungan Tabanan telah menambah jangkauan layanan angkutan khusus siswa, Trans Serasi. Dinas Perhubungan membeli layanan 72 armada. Hal tersebut guna memperluas jangkauan terutama untuk melayani rute 10 sekolah, yang sembilan sekolah di antaranya mulai dilayani tahun ini. Setelah proses lelang selesai, layanan 72 armada Trans Serasi tersebut dimulai per 20 September lalu dan berlangsung sampai Desember mendatang. Sementara untuk pembelian layanan tahun berikutnya akan dilelang, bersamaan lelang pembelian layanan armada Trans Serasi lainnya yang ter-

lebih dahulu beroperasi. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Trans Serasi Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Bagus Satriyadi, Minggu (22/9) kemarin mengatakan, pembelian layanan angkutan siswa ini hanya untuk jangka waktu 3,5 bulan dengan nilai anggaran Rp 1,094 miliar. Anggaran tersebut untuk pembelian layanan angkutan siswa pedesaan baru (bus kecil) dan Rp 388 juta untuk pembelian layanan Trans Serasi baru. Sementara untuk pembelian layanan di awal tahun 2020, akan kembali melalui proses lelang sekitar November mendatang. ‘’Setidaknya ada 23 sekolah total yang telah ter-

layani untuk program Trans Serasi,’’ ujarnya. Sementara itu, untuk melayani angkutan siswa di 10 sekolah baru di tahun ini ada penambahan 20 angkot dan 52 angdes (bus kecil) dengan total keduanya menjangkau 40 trayek baru. Perluasan layanan tersebut menjangkau sekolah, seperti SMPN 5 Kediri dan SMPN 6 Tabanan yang memang baru terbentuk di Kabupaten Tabanan sejak tahun ajaran 2018, selain juga SMPN 5 Baturiti, SMPN 1 Selemadeg, SMPN 1 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg Timur, SMPN 2 Marga, dan SMPN 3 Penebel. ‘’Satu lagi sekolah sebelumnya sudah dilayani yakni SMPN 1

Penebel,’’ terangnya. Meski diakui sejumlah siswa di sekolah baru yang telah terlayani sempat kebingungan karena sejumlah armada belum terpasang stiker Trans Serasi, namun diakui Bagus, animo siswa menggunakan moda transportasi ini sangat tinggi. Karena sebelum dioperasikan dengan subsidi dari pemerintah daerah, telah dilakukan kegiatan sosialisasi serta uji coba. ‘’Sudah banyak dan hampir penuh semua, itu artinya memang program ini mendapat respons baik oleh masyarakat karena memang salah satu tujuannya selain menghindari adanya kenakalan remaja juga untuk

menekan angka lakalantas yang melibatkan pelajar,’’ tegasnya. Hingga saat ini Trans Serasi sudah menjangkau 23 sekolah dengan 72 trayek tersebar yang di sembilan kecamatan di Kabupaten Tabanan, kecuali Selemadeg Barat. Jumlah armadanya yakni 100 unit angkot, 155 bus kecil, dan tiga bus sedang. Untuk GPS tracking, kata Bagus, telah terpasang di 164 armada. Terobosan GPS sistem ini muncul selain karena keterbatasan personel adalah untuk melakukan pencatatan real cost data pengamprahan. Sistem ini terkoneksi dengan petugas di kantor Dinas Perhubungan. (kmb28)

Bali Post/bit

TRANS SERASI - Angkutan siswa di Kabupaten Tabanan, Trans Serasi terua memperluas jangkauan layanan.


Senin Umanis, 23 September 2019

Atasi Banjir Dalam Kota

Drainase di Pinggir Jalan Sermakarma Digarap Singaraja (Bali Post) – Mendekati musim hujan tahun ini, penanganan daerah rawan banjir di sejumlah tempat di Buleleng mulai dikerjakan. Salah satunya daerah rawan banjir di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Tahun ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan penanganan banjir dalam kota. Cara mengatasinya, dibangun drainase di sepenjang Jalan Sermakarma ke utara hingga tembus di Pantai Penimbangan. Pantauan Bali Post, Minggu (22/9) kemarin, rekanan pemenang tender proyek itu mulai melakukan tahap awal pekerjaan. Di pinggir jalan itu mulai dibongkar menggunakan alat berat. Saluran yang sudah terbangun sebelumnya itu dibongar kemudian digali lebih dalam dan lebar. Sejak proyek itu dikerjakan, ada beberapa bangunan milik beberapa warga yang dekat saluran itu terkena jalur proyek. Selain itu, traffic light di simpang Desa Baktiseraga - Desa Panji, Kecamatan Sukasada, treffic light di simpang Baktiseraga-Pantai Penimbangan serta bangunan Candi Bentar

Bali Post/kmb38

PEMBUATAN DRAINASE – BWS Bali-Penida mulai mengerjakan proyek pembuatan drainase untuk menangani banjir di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Ribuan SPPT Dapat Keringanan Pajak

BADAN Keuangan Daerah (BKD) Buleleng sampai pertengahan tahun ini telah memutuskan keringanan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan maupun Perkotaan (PBB-P2). Keputusan ini setelah BKD memberikan ruang untuk menyampaikan keberatan atas kenaikan pajak hingga 10 kali lipat. Lalu bagaimanakah harapan ideal BKD terhadap masyarakat selaku wajib pajak itu? Dari data yang dihimpun di BKD, saat ini, sekitar 5.000 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) mengajukan keberatan dan pengurangan nominal pajak. Dari jumlah itu, 4.800 SPPT di antaranya telah memperoleh keputusan. Kepala BKD Buleleng Gede Sugiartha akhir pekan lalu mengatakan, beragam permohonan telah masuk ke BKD. Ada yang mengajukan pengurangan pajak, ada pula yang mengajukan keberatan terkait pajak itu. Permohonan keberatan itu diajukan apabila Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) itu dianggap tidak sesuai dengan klaster kawasan objek pajak itu sendiri. Sedangkan pengurangan diajukan kalau nominal pajak yang harus

dibayarkan itu dianggap memberatkan wajib pajak. “Setelah kami melakukan kajian berdasarkan kondisi subjek pajak dan kemampuan wajib pajak, dari 4.800 lembar SPPT yang sudah diputuskan. Ada yang diterima keberatannya, dan ada yang ditolak,” katanya. Mantan Sekretaris Kecamatan Buleleng itu menambahkan pemerintah bisa saja menyetujui pengurangan antara 60 sampai 90 persen dari nominal kenaikan pajak itu. Pengurangan itu akan digodok bersama tim yang memang berkompeten dengan hal tersebut. Pemerintah akan memperpanjang batas waktu pengajuan permohonan dan keberatan terkait PBB P2. Batas waktu yang tadinya diberikan

sampai 30 September 2019, kini diperpanjang hingga pengujung 2019 mendatang. “Dengan cara itu BKD berharap masyarakat yang sadar membayar pajak bisa semakin tinggi. Kami memperpanjang sampai akhir tahun anggaran,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, BKD menerbitkan sebanyak 202.188 SPPT. Di mana nilai ketetapan pajak sebesar Rp 40,4 miliar. Dari jumlah itu, 11.410 lembar SPPT di antaranya mengalami kenaikan. Nominal kenaikannya bervariasi antara Rp 1 hingga di atas Rp 50 juta. Selain itu, 36.330 SPPT mengalami penurunan nominal. Sedangkan, selebihnya, tidak mengalami perubahan. (mud)

ikut terkena jalur proyek itu. Sejauh ini sudah dikoordinasi dengan difasilitasi perangkat Desa Baktiseraga dan instansi terkait lainnya. Perbekel Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada membenarkan proyek penanganan banjir dalam kota di desanya itu telah dikerjakan. Sejak pemerintah pusat menyetujui proposal penanganan banjir itu kata Armada, pihaknya sudah melakukan pendekatan dan koordinasi melalui Ketua Lingkungan (Kaling), RT, dan komponen masyarakat lain di desanya. Tujuannya, meminta dukungan warga terkait bangunan yang terkena jalur

proyek. Dari pendekatan itu, beberapa warga yang kebetulan batas kepemilikan tanah atau bangunannya di pinggir jalan telah bersedia dilakukan pembongkaran. “Ada fasilitas umum, seperti traffic light dan candi bentar, jaringan pipa air bersih atau bangunan yang terkena jalur proyek,” katanya. Mantan Ketua Asosiasi Pengerajin Industri Kecil (APIK) Buleleng menambahkan, sejak ia menjabat sebagai perbekel, wilayahnya itu memang menjadi langganan banjir saat musim hujan. Banjir itu, tidak saja merendam rumah warga. Aliran banjir yang

berasal dari Daerah Irigasi (DI) Tiing Tali, Desa Panji, Sukasada itu juga merendam sekolah, dan badan jalan. Tidak ingin banjir di daerahnya jadi permanen. Akhirnya kebijakan Pemkab lahir, mengusulan bantuan penanganan banjir di dalam kota ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Usulan itu disetujui, sehingga 2019 ini Desa Baktiserga mendapat proyek normaliasi irigasi subak dan pembangunan drainase. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, pembuatan drainase sepanjang Jalan Sermakarma itu akan mengatasi terjadinya banjir dalam kota dengan permanen. Pihaknya telah berkoordinasi setelah pembangunannya, akses pejalan kaki di atas drainase yang ditutup itu harus mendapat prioritas. (kmb38)

Mobil Parkir Terbakar Singaraja (Bali Post) – Mobil dengan nomor polisi DK 1127 UE sekitar pukul 11.10 Wita tiba-tiba ditemukan terbakar saat parkir di pinggir jalan Singaraja – Bedugul, persisnya di depan SMPN 1 Sukasada, Minggu (22/9) kemarin. Beruntung, kebakaran itu cepat diketahui, sehingga sekitar 5 menit api bisa dipadamkan. Meski demikian, kaca depan, dasboard mobil mengalami kerusakan. Tidak diketahui penyebab pasti mobil abu-abu

metalik itu terbakar. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum kejadian, mobil tersebut dikendarai korban Tri Susanto (30) asal Malang, Jawa Timur (Jatim), tiba di Singaraja setelah menempuh perjalanan dari Denpasar. Di lokasi kejadian, pengemudi memarkir kendaraan dengan baik dan semua pintu dikunci. Belum terlalu lama mobil itu ditinggalkan

Susanto, tiba-tiba suara alarm mobilnya berbunyi keras. Saat bersamaan warga di sekitar lokasi kejadian melihat ada kepulan asap pekat di dalam mobil tepatya di bawah kemudi. Susanto pun memastikan keadaan mobilnya itu. Ia pun terkejut melihat ada api di dalam mobil. Dibantu kerabatnya dan warga, dia memadamkan api menggunakan peralatan manual. Karena api belum terlalu besar, sehingga sekitar

lima menit setelah kejadian, api berhasil dipadamkan. Akibat kebakaran itu, di bagian dashboard dan perangkat di bawah kemudi mobil mengalami kerusakan. Pengaruh panas menyebabkan kaca bagian depan mobil korban pecah. Kapolsek N. Landung mengatakan pemilik mobil tidak mengadukan kejadian itu ke polisi. Namun demikian, korban dan saksi lain tetap dimintai keterangan. Kerugian diperkirakan Rp 10 juta. (kmb38)

TERBAKAR– Mobil DK 1127 UE yang tiba-tiba saja terbakar saat diparkir di pinggir jalan Singaraja – Bedugul, Minggu (22/9) kemarin.


Senin Umanis, 23 September 2019

Gelar ”World Clean Up 2019”

Ratusan Masyarakat Desa Batuan Tumpah Ruah Pungut Sampah

RATUSAN warga Desa Batuan tumpah rumah turun ke jalan melakukan aksi bersih-bersih, Sabtu (21/9) pagi. Kegiatan memungut sampah ini diselenggarakan dalam rangka World Clean Up 2019. Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak di seluruh Kabupaten Gianyar. Kegiatan bersih-bersih di Desa Batuan ini diikuti seluruh komponen masyarakat desa setempat yang terdiri dari 17 banjar, termasuk pelajar yang masih di sekolah dasar. Kegiatan yang mendapat dukungan penuh manajemen Roemah Daun diselenggarakan di seluruh areal desa setempat. Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPR-RI terpilih Nyoman Parta, dan Ketua Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara yang selama ini dikenal konsen mengedukasi masyarakat

dalam menangani masalah sampah plastik. Ketua Forum Komunikasi Klian Banjar Dinas se-Desa Batuan Ketut Arsana mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mewujudkan Desa Batuan yang bersih, serta mengurangi penggunaan sampah plastik. Dikatakan, penggunaan sampah plastik harus diminimalisasi bersama. “Contoh kalau ke pasar, ibu-ibu harus gunakan tas ramah lingkungan,” katanya. Kegiatan ini juga bertujuan agar hidup bersih menjadi kebiasaan seluruh kalangan masyarakat di Desa Batuan. Khususnya untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai atau tempat lainnya. “Kalau buang sampah sembarangan, itu akan paling terlihat saat musim hujan, bisa memicu banjir karena gorong-gorong tersumbat

sampah,” katanya. Pj. Perbekel Batuan I Made Suarta mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan pihak Roemah Daun serta komunitas lingkungan. Kegiatan ini untuk merespons Perda Provinsi Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Timbulan Sampah Plastik. “Desa ingin membuktikan kepada pemerintah pusat atau Provinsi Bali, keseriusan kami menangani masalah sampah. Dengan demikian, World Clean Up 2019 itu kami laksanakan dengan baik, berkat didukung semua komponen masyarakat,” katanya. Dalam kegiatan ini, kata Suarta, semua komponen masyarakat tumpah ruah menjalankan Perda Provinsi Bali. Pihaknya berharap kegiatan ini terus berlanjut, untuk pengolahan sampah terutama pengepakan sampah plastik. “Kita

siap kelola di sini, hanya kami masih pikirkan tempat yang tepat, sehingga imbauan kami siapapun yang mempunyai sampah plastik dan organik bisa mempergunakan jasa kita di Batuan,” katanya. Sementara itu, Plt. Camat Sukawati A.A. Gde Putrawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua komponen masyarakat yang sudah antusias melaksanakan kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga berupaya mengedukasi masyarakat terkait hidup bersih dan pemilahan sampah. “Saat ini pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Gubernur Bali sudah mengeluarkan aturan timbulan sampah plastik. Masyarakat wajib memanfaatkan momentum ini untuk menjaga lingkungan bersih,” kata pejabat yang juga Kepala Dinas Pariwisata Gianyar ini. (ad716)

MENGEDUKASI - Anggota DPR-RI terpilih Nyoman Parta saat mengedukasi anak-anak SD di Desa Batuan tentang bahaya sampah plastik.


Senin Umanis, 23 September 2019

Piala Makepung Bupati Cup Direbut Ijogading Barat Negara (Bali Post) Makepung Bupati Cup, Minggu (22/9) kemarin di Sirkuit Makepung Blatung Cina, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara dimenangkan blok Ijogading Barat. Perlombaan yang diikuti ratusan pasang kerbau dari blok Barat dan blok Timur ini berjalan sangat ketat. Totalnya, 137 pasang kerbau blok Barat (Ijogading Barat) dan blok Timur (Ijogading Timur) sebanyak 103 pasang kerbau. Blok Ijogading Barat berhasil mendominasi perlombaan dan berhak menerima uang pembinaan serta trofi bergilir Bupati Cup. Blok Ijogading Barat tak terkalahkan pada dua grup, yaitu Grup A dan Grup C. Pada Grup C Blok Ijo Gading Barat mendominasi dengan memenangkan 22 balapan dan Ijogading Timur memenangkan 7

balapan. Namun di grup B, Blok Ijogading Timur balik mendominasi pertandingan, Blok Ijogading Timur memenangkan 13 balapan dan Blok Ijogading Barat memenangkan 6 Balapan. Sedangkan pada grup A, Ijogading Barat membalikkan keadaan dengan memenangkan 8 balapan sedangkan Ijogading Timur

hanya memenangkan 2 balapan. Seperti even-even sebelumnya, Makepung di akhir tahun ini mendapat sambutan ribuan penonton dari berbagai wilayah di Jembrana. Selain penonton lokal, sejumlah turis (wisatawan mancanegara) juga ikut menyaksikan even tersebut. (kmb26) MAKEPUNG - Dua pasang kerbau berpacu di lintasan sirkuit Blatung Cina, Kaliakah. Makepung Bupati Cup 2019 ini, blok Barat (Ijogading Barat) berhasil menggondol piala Bupati Cup.

60 Duktang di Gilimanuk Terjaring Penertiban Negara (Bali Post) Sejumlah penduduk pendatang (duktang) di Gilimanuk yang tidak tertib administrasi terjaring operasi kependudukan, Sabtu (21/9) malam. Penertiban yang dilakukan tim kelurahan yang dipimpin Sekretaris Kelurahan (Seklur) IB Tony Wirahadikusuma itu menyasar sejumlah tempat kos dan kontrakan. Penertiban ini juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas dan kepala lingkungan. Satu per satu rumah kos di beberapa lingkungan, didatangi dan petugas meminta identitas mereka. Beberapa duktang yang sudah lama tinggal ada yang belum memiliki surat lapor diri maupun surat keterangan tinggal sementara (SKTS). Oleh petugas, KTP yang bersangkutan langsung diamankan dan diminta untuk datang ke Kelurahan guna didata. Selain tempat tinggal sementara, tim dari kelurahan juga menyasar tempat hiburan malam. Beberapa pekerja di tempat hiburan tersebut mengaku belum memiliki SKTS karena sibuk. Selain itu juga ada yang mengaku baru pulang dari kampung untuk mencari persyaratan membuat SKTS. Dalam penertiban itu, tim mendapati 60 orang duktang yang melanggar. Sebanyak 36 di antaranya laki-laki. “Mereka ada yang buruh proyek, pedagang, dan kerja di hiburan malam,” terang IB Tony. Untuk selanjutnya, duktang ini akan dikumpulkan pada Senin hari ini di kelurahan guna diberikan pembinaan dan diminta untuk membuat surat lapor diri. Selain untuk ketertiban kependudukan, penertiban ini juga menciptakan situasi Kamtibmas di Kelurahan Gilimanuk. Kelurahan Gilimanuk yang merupakan pintu gerbang Bali memiliki mobilisasi penduduk keluar masuk Bali yang padat. Duktang ini juga diharapkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban. (kmb26)

Koleksi Foto Puri Agung Negara

Dari Masa Raja A.A. Bagus Negara hingga Gubernur Pertama Bali

Foto Jadul – Sejumlah foto lawas koleksi Puri Agung Negara dari tahun 1920-an hingga 1960 dipamerkan selama dua hari. Upaya ini diinisiasi para Yowana Puri guna mendekatkan puri dengan masyarakat.

Keberadaan Puri Agung Negara tidak terlepas dari sejarah Kota Negara. Mulai dari masa kerajaan, merebut kemerdekaan hingga mempertahankan kemerdekaan, Puri yang berada di jantung Kota Negara ini eksis dengan dinamika pada tiap masanya. Sejumlah kenangan berkaitan dengan eksistensi puri ini di masa 1920-an hingga 1960-an, termuat dalam ribuan foto yang hingga kini masih tersimpan baik. Foto-foto ini di antaranya merupakan koleksi Raja VII Puri Agung Negara, A.A. Bagus Negara dan Gubernur Bali pertama Anak Agung Bagus Sutedja. Kini setelah puluhan tahun tersimpan, sejumlah foto koleksi Puri Agung Negara dipertunjukkan bagi masyarakat umum. Total ada lima album berisi ribuan lembar foto zaman dulu (zadul). Masing-masing potret yang terpampang memiliki cerita yang panjang. Meskipun masih dalam balutan hitam putih, namun sangat jelas menggambarkan dinamika masyarakat Negara saat itu. Bukan saja terkait Puri, juga foto-foto jadul sejumlah wilayah di Jembrana, seperti di Candikusuma, Moding hingga Pengambengan. Yowana Pasemetonan Puri Agung Negara, A.A. Gde Agung Surya Sutedja, Minggu (22/9) kemarin mengatakan dengan dibukanya Puri melalui pameran foto diharapkan puri mampu menghilangkan jarak dengan masyarakat. Diakuinya, citra yang selama ini melekat pada Puri Agung Negara menjadi tempat yang tertutup dan jauh dari publisitas. Tak jarang, membuat masyarakat segan untuk ingin mengenal lebih dekat ataupun menceritakannya kepada generasi penerus. “Kami ingin menun-

jukkan kepada generasi muda khususnya puri, bahwa sebagai generasi muda milenial banyak hal positif yang mampu menjadi pengaruh dan inspirasi untuk dilakukan dan memberikan dampak pada lingkungan internal dan eksternal dari puri dan Jembrana,” terangnya didampingi A.A. Bagus Hendra Sugihantara Putra (Gong). Tak dapat dimungkiri Puri Agung Negara menjadi salah satu pusat dari sejarah Jembrana, budaya, heritage, resources sekaligus venue bagi siapapun yangg ingin mencari informasi bahkan mengadakan event di Jembrana. Surya Sutedja mengatakan total ada 1.392 lembar koleksi foto tua yang masih tersimpan bagus. Belum semua koleksi ditunjukkan ke publik melalui pameran ini. Rencananya kegiatan ini digelar rutin, sehingga semua foto bisa ditampilkan. “Kita rawat secara tradisional. Berupa album ada sekitar lima album. Beberapa juga ada yang rusak karena rayap. Tetapi hanya sedikit dari total semua koleksi,” terangnya. Selain dapat menyaksikan koleksi foto, masyarakat juga dapat melihat arsitektur Puri Agung Negara. Mulai dari bangunan depan (paviliun), hingga di bagian tengah puri. Beberapa bangunan juga masih dipertahankan dengan arsitektur Belanda. Meskipun sebagian besar arsitektur Belanda, tetapi tidak mengesampingkan ciri khas puri. Untuk mengenalkan puri, juga terdapat sejumlah kegiatan yang melibatkan generasi muda. Seperti lomba menulis aksara Bali, mewarnai gambar (anak-anak PAUD) hingga jaja Bali gratis. (olo)

Nelayan Hilang, Mesin Perahu Masih Hidup

Negara (Bali Post) – Nelayan asal Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Mulyadi (25), hilang saat melaut (mencari ikan), Minggu (22/9) pagi. Diduga nelayan ini terjatuh saat perjalanan menuju lokasi tangkap ikan di perairan Pengambengan. Hingga sore kemarin, tim gabungan dari SAR Pos Negara, BPBD Jembrana dan Polair Polres Jembrana bersama nelayan masih melakukan pencarian terhadap korban. Informasi yang dihimpun, korban hilang setelah pisah dengan rekannya, Nasrul Rahman (35). Sebelumnya, kedua nelayan ini dengan masing-masing jukung bermesin, berangkat bersama dari Pebuahan mencari ikan sekitar pukul 05.00 Wita. Keduanya berangkat menuju perairan Pengambengan. Sesampai di pertengahan perairan Ketapang Lampu (Pengambengan), kedua nelayan ini terpisah sekitar pukul 08.00 Wita. Dua jam kemudian, atau sekitar pukul 10.00 Wita, jukung atau sampan korban ditemukan Hakim, nelayan asal Banyubiru dalam keadaan kosong dan terombang-ambing tepatnya di perairan Ketapang Lampu.

Hakim curiga, sebab meskipun kosong (tanpa penumpang), kondisi mesin masih hidup. Mendapati itu, nelayan tesebut bersama nelayan lain membawa sampan korban ke tepian dan menginformasikan kejadian ini. Diduga korban hilang terjatuh dari perahu. Kasat Polair Jembrana Iptu Eddy Waluyo membenarkan adanya laporan nelayan diduga hilang tenggelam tersebut. “Masih kita lakukan pencarian, terutama di sekitar lokasi ditemukannya jukung,” terangnya. Sementara itu, dari SAR dan BPBD juga melakukan pencarian dengan titik pos dari Pantai Pebuahan, Banyubiru. Jukung milik korban yang masih dalam kondisi utuh tertambat di pinggir pantai tersebut. Hingga kemarin sore tim gabungan masih melakukan pencarian keberadaan korban. (kmb26)

JUKUNG - Jukung yang sebelumnya ditumpangi Mulyadi dibawa ke pinggir pantai di Pebuahan. Nelayan asal Pebuahan diketahui hilang di tengah laut dengan kondisi mesin jukung masih hidup.


Senin Umanis, 23 September 2019

Cegah Kasus Gigitan Anjing Rabies Petugas Gencar Lakukan Vaksinasi Amlapura (Bali Post) Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem semakin gencar melakukan vaksinasi anjing. Bahkan vaksinasi itu menyisir desa-desa yang masuk zona merah kasus rabies. Intensifnya dilakukan vaksinasi itu untuk meminimalisir kasus gigitan anjing di Bumi Lahar yang belakangan terus bertambah. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem I Made Ari Susanta mengatakan pihaknya terus melakukan vaksinasi anjing ke rumah-rumah warga yang ada di desa. Upaya itu dilakuakn guna mencegah terjadinya kasus gigitan anjing rabies yang belakangan semakin bertambah. Pasalnya, kasus gigitan anjing rabies itu sebelumnya terjadi di wilayah Banjar Abian Soan, Bungaya Kangin, dan Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem. ”Vaksinasi itu kita targetkan bisa mencapai 95 persen. Dari estimasi anjing yang ada di Karangasem

yang mencapai 54 ribu lebih. Sampai saat ini vaksinasi yang kita lakukan sudah mencapai 50 ribuan dosis,” ujarnya. Ari Susanta menambahkan, kasus gigitan anjing rabies tahun 2019 sudah mencapai 24 kasus. Sementara tahun 2018 kasus gigitan anjing positif rabies sebanyak 37 kasus. Dari 37 kasus gigitan rabies itu, satu orang meninggal dunia yakni warga asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. “Kita bentuk tim untuk memberikan vaksinasi ke daerah rawan rabies. Dan vaksinasi terus kita gencarkan,” tegasnya. (kmb41)

60 Calon Bertarung di Pilkel Serentak 2019

Satu Wakil Wanita Ikut Memeriahkan Pilkel

VAKSINASI ANJING - Petugas Dinas Pertanian Karangasem saat melakukan vaksinasi anjing.

Bali Post/kmb41

Rebut Emas Porprov 2019 Kesawa Ingin Jadi Pedansa Profesional PRESTASI gemilang ditorehkan Ni Putu Ayu Kesawa Deviana Putri pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di Tabanan 2019. Betapa tidak, Kaseva pada pesta multi-event antarkabupaten/kota di Bali itu sukses menyabet medali emas. Otomatis raihan medali tertinggi kemudian dapat dipersembahkan untuk Kabupaten Karangasem. Bagaimanakah rahasia dan kunci sukses Kesawa sehingga mampu merebut prestasi tertinggi di Bali?

Ni Putu Ayu Kesawa Deviana Putri (kiri)

Bali Post/ist

Ni Putu Ayu Kesawa Deviana Putri, Minggu (22/9) kemarin, mengungkapkan dirinya sangat bangga mampu mempersembahkan medali emas untuk kontingen Karangasem pada Porprov 2019. Medali emas itu disabet dari dansa kategori FFA Fasodoble. “Tentu saja, yang pertama saya sampaikan terima kasih kepada kedua orangtua yang selama ini sudah terus men-support perjuangan di olahraga ini. Tanpa adanya dukungan bapak dan ibu, mungkin saya tidak pernah meraih prestasi ini. Demikian juga kepada tim pelatih dan teman-teman yang ikut mendoakan, sehingga hasil ini bisa diraih,” ucap gadis yang mengenyam pendidikan di SMPN 5 Denpasar. Putri pertama pasangan Nyoman Putra Widiarsana

dan Ni Ketut Dwipayani itu berjanji akan terus mengasah kemampuan untuk dapat mengukir prestasi yang lebih tinggi. Tidak saja skop kabupaten, provinsi, juga nasional. “Saya akan mengikuti kejuaraan dansa bergensi di Malaysia yang bertajuk 17th Crystal Dancersport Championship, Oktober mendatang,’’ harapnya terkait rencananya. Semoga pada kejuaraan bergengsi dansa itu kembali mampu menorehkan prestasi terbaik. Ke depannya gadis yang berasal dari Banjar Dinas Desa Tengah Bebendem itu berharap dirinya ingin menjadi pedansa profesional. Orangtua Kaseva, I Nyoman Putra Widiarsana, mengatakan sangat bangga dengan raihan prestasi yang ditorehkan putrinya di Por-

prov Bali 2019, yang berlangsung di Tabanan belum lama ini. “Ini baru prestasi awal dari semuanya. Saya ingin anak itu terus mengasah kemampuannya untuk mengejar prestasi-prestasi yang lebih baik ke depannya,” harapnya. Selama ini putrinya sering menorehkan prestasi. Di antaranya sukses meraih juara I Kejurnas Dancesport tahun 2017, juara I Queen Cup Internasional Dance Championship 2017, juara I Porkab Karangasem 2018, juara I Porjar Provinsi 2019, dan juara I Indonesia Internasional Open Dance Championship 2019. Kemudian pada ajang Kejurda Dancesport antar-kabupaten/ kota se-Bali tahun 2019 ini Kesava meraih penghargaan Pedansa Berbakat Terbaik. (nan)

Amlapura (Bali Post) Sebanyak 60 calon perbekal akan bertarung pada pemilihan perbekel (pilkel) serentak gelombang III 2019 yang melibatkan 21 desa. Pilkel akan dilaksanakan 24 November mendatang. Namun dari jumlah tersebut yang ingin merebut kursi perbekel, ada satu calon perbekel perempuan. Kepala Dinas DPMD Karangasem I Nengah Mindra, Minggu (22/9) kemarin mengungkapkan, desa yang melaksanakan pilkel sebanyak 21 desa tersebar di sejumlah kecamatan. Desadesa yang akan menggelar pilkel itu adalah Kecamatan Karangasem yang paling sedikit, yakni hanya satu desa yakni Desa Seraya Barat. Sedangkan di Bebandem ada lima desa yakni Desa Bebandem, Desa Bungaya, Desa Sibetan, Desa Budekeling dan Desa Bhuana Giri. Untuk Kecamatan Selat ada empat desa yaitu Desa Selat, Desa Duda Utara, Desa Muncan dan Desa Peringsari, Sidemen satu desa yaitu Desa Telagatawang, Kecamatan Rendang ada empat desa meliputi Desa Besakih, Desa Rendang, Desa Nongan dan Desa Pesaban, Kecamatan Abang dua desa yakni Desa Bunutan dan Desa Tri Buana. Kemudian untuk kecamatan Kubu ada dua desa yakni Desa Ban d a n

Desa Tulamben, serta Kecamatan Manggis dua desa yaitu Desa Tenganan dan Desa Ulakan. “Dari jumlah desa yang mengikuti pilkel, ada 60 calon perbekel yang bertarung. Tercatat hanya ada satu calon perempuan yakni dari Desa Bunutan. Jumlah peserta calon perbekel terbanyak di masing-masing desa ada empat calon,” ungkapnya. Calon perbekel baru boleh melakukan kampanye, kata Mindra, pada tanggal 18-20 November. Sebelum aksi kampanye untuk penyampaian visi dan misi calon perbekal, pihaknya telah melaksanakan rapat pleno terkait pencocokan data perbekel serta terkait masalah lainnya. “Nantinya panitia pemilih di tingkat desa akan menyosialisasikan kepada masyarakat masing-masing calon yang akan bertarung,” jelasnya. Jumlah TPS pada pilkel serentak di 21 desa sebanyak 243 TPS. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar sebanyak 111. 280 pemilih. “Kita memohon kepada masyarakat yang melaksanakan pilkel yang sudah memiliki hak memilih supaya berpartisipasi ikut mencoblos di TPS yang telah disiapkan untuk menyalurkan hak pilihnya”. (kmb41)

I Nengah Mindra

Bali Post/kmb41


Senin Umanis, 23 September 2019

Bupati Suwirta ”Launching” Modul Pengelolaan Sampah untuk Generasi Muda

LAUNCHING MODUL - Bupati Suwirta bersama jajaran PT Indonesia Power dan para kepala sekolah saat launching modul ekstrakurikuler pengelolaan sampah.

BRI Kanca Semarapura Gelar Panen Hadiah Simpedes Periode I ”Grand Prize” Mobil Ertiga Dimenangkan Sudiani Panen Hadiah Simpedes periode I tahun 2019 dari BRI Kantor Cabang (Kanca) Semarapura berlangsung semarak. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini proses pengundian dipusatkan di Monumen Puputan Klungkung, Jumat (20/9) malam, sehingga menyedot perhatian ribuan warga sekitar. Panen Hadiah Simpedes selalu ditunggu-tunggu masyarakat Klungkung, khususnya para nasabah BRI Simpedes di Bumi Serombotan. Karena setiap semester memperebutkan grand prize satu unit mobil Suzuki Ertiga terbaru dan ragam hadiah menarik lainnya. Panen Hadiah Simpedes periode I memprebutkan hadiah total mencapai Rp 372.282.000. Sehingga selain grand prize mobil mewah Suzuki Ertiga, juga ada hadiah utama I berupa dua unit sepeda motor Yamaha Fino Premium, hadiah utama II dua unit sepeda motor Yamaha New X-Ride, hadiah utama III tiga unit sepeda motor Yamaha Mio S. Ada juga hadiah lainnya, berupa lima unit kulkas, lima mesin cuci, lima TV LED, sepuluh unit kompor gas, sepuluh kipas angin, serta berbagai hadiah menarik lainnya. Grand prize kali ini berhasil dimenangkan Ni Wayan Sudiani. Dia tak menyangka terpilih membawa pulang mobil tersebut. Bahkan, saking girangnya, ia langsung meminta suaminya

mengambil buku tabungannya guna mencocokkan nomor rekeningnya. Ternyata benar, Sudanilah pemenangnya. Pimpinan Cabang BRI Kanca Semarapura Eldi Ledelsa mengatakan Panen Hadiah Simpedes ini sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas nasabah Simpedes BRI. Dengan demikian, maka akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan tabungan Simpedes BRI. Ini akan dapat meningkatkan upaya penghimpunan dana pihak ketiga, sehingga dapat disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman, seperti KUR Mikro, dan Kupedes bagi pengusaha mikro dan juga pinjaman Briguna bagi masyarakat berpenghasilan tetap. Saat ini, Kantor Cabang BRI Semarapura memiliki 9 BRI Unit, seperti BRI Unit Batununggul, Tusan, Galiran, Klungkung, Gelgel, Aan, Selat, Sampalan dan Kusamba. Selain itu, juga ada 4 teras BRI, antara lain Teras Pasar Klungkung, Pasar Galiran, Mentigi dan Jungut Batu. Dari seluruh unit kerja mikro BRI ini, dilihat dari posisi Desember 2018, mencapai 83.434 penabung, dengan total dana simpanan terhimpun sebesar Rp 439,5 miliar. Dana ini sudah disalurkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 429,1 miliar kepada 17.311 peminjam. “Pada posisi 31 Agustus 2019, jumlah penabung sudah meningkat

menjadi 88.840 penabung. Sehingga, dana simpanan juga naik menjadi Rp 480,5 miliar. Artinya, terjadi pertumbuhan jumlah penabung, mencapai 5.406 penabung, dan pertumbuhan dana simpanan Rp 41 miliar,” katanya. Ledelsa menambahkan, BRI Semarapura bekerja sama dengan 557 Agen Brilink. Agen ini dapat melayani transaksi setoran pinjaman, setoran simpanan, tarik tunai, pembayaran tagihan PLN dan PDAM, pembelian pulsa dan berbagai transaksi lainnya. Ini untuk mempermudah akses masyarakat kepada BRI. Bahkan, nasabah bisa memanfaatkan fasilitas E-Channel dan E-Banking, melalui aplikasi Mobile Banking dan Internet Banking. Sehingga transaksi juga bisa dilakukan melalui HP. “Kami juga memiliki fitur baru yang disebut LINK AJA. Ini aplikasi pembayaran non tunai, yang bekerja sama dengan lembaga BUMN. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi transaksi tunai,” tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai membuka pengundian hadiah ini berharap kepada BRI untuk ikut mengedukasi masyarakat lewat UMKM. Sehingga BRI dapat menyalurkan dan membantu permodalan. Selain itu BRI juga dapat membantu mengedukasi dan membina usaha masyarakat. (ad740)

HADIAH - Pinca BRI Kanca Semarapura Eldi Ledelsa saat menyerahkan hadiah grand prize berupa satu unit mobil Ertiga kepada Sudiani beserta keluarga.

Keseriusan Pemkab Klungkung dalam menangani permasalahan sampah dibuktikan dengan membuat modul ekstrakurikuler pengelolaan sampah. Modul ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak para guru dan generasi muda untuk melakukan pengelolaan sampah. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta melakukan launching buku modul ekstrakurikuler pengelolaan sampah di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (22/9) kemarin. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan mengatakan, modul ekstrakurikuler pengenalan dan pengelolaan sampah ini, disusun berkat Kerjasama Pemkab Klungkung dan PT Indonesia Power. Modul ini berisi tentang persoalan mengenai sampah dan upaya mengatasinya. Dengan harapan melalui modul ini ke depan mampu berkontribusi dalam penyelesaian persoalan sampah melalui proses

pembiasaan yang diterapkan di masing-masing sekolah. Tentu dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dari tumpukan sampah, sebagai bagian integral dari penguatan pendidikan karakter. Direktur Utama PT Indonesia Power Ahsin Sidqi berharap ke depan sampah yang mengganggu masyarakat dapat dimanfaatkan menjadi produk yang sangat berguna, dengan menggunakan program sederhana yang diterapkan di Klungkung terkait penanganan sampah. Selain itu juga agar dapat menjadi pilihan untuk model pengelolaan sampah di seluruh Nusantara. Perwakilan Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan RI Prof. Sudarto P. Hadi mengatakan, Dewan Pertimbangan Proper merupakan pihak yang bertugas melakukan evaluasi terhadap para peserta Program Penilaian Peringkat Perusahaan. Sudarto menyampaikan terima kasih kepada

Bupati Suwirta yang telah menginisiasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Bupati Suwirta menyampaikan Pemkab Klungkung sejak awal berkomitmen dalam menangani Sampah. Ia berharap dengan adanya modul ini, generasi muda dapat menerapkan modul pengelolaan sampah ini di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Bupati pun menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan dan Dinas pendidikan Klungkung agar bekerja sama dengan STT PLN dalam memberikan edukasi ke sekolah terkait modul Pengelolaan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Sehingga modul dapat benar-benar berguna dalam mengatasi permasalahan sampah, dan dapat juga berguna bagi masyarakat. Bupati Suwirta melakukan launching 4 program yang memiliki keterkaitan antara satu program dengan program lainnya. Di antaranya launching modul Ekstrakurikuler

Pengelolaan Sampah, Bang Daus, Sekolah Nol Sampah (S0S) dan Pilah Sampah dari Sumbernya. “Keterkaitan antara program ini, pertama untuk menjadikan Sekolah Nol Sampah, diperlukan modul pengelolaan sampah. Selain modul, juga diperlukan dua kegiatan, yakni pilah sampah dari sumbernya dan menaruh sampah organik pada Bang Daus,” ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta meminta kepala sekolah, dan para guru di sekolah, baik SD, SMP, SMA/SMK agar modul pengelolaan sampah dapat diterapkan oleh generasi muda dan dilaksanakan dengan baik. Penyerahan modul dilaksanakan secara simbolis kepada lima kepala SD dan lima kepala SMP. Hadir dalam acara launching tersebut General Manager Bali Power generasi Unit IGAN Wardiana Yasa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Ngurah Kirana, serta undangan terkait lainnya. (ad738)

Pilah Sampah, Wajib Bikin ’’Bang Daus’’ Semarapura (Bali Post) -

Dalam upaya mengurangi sampah, Pemkab Klungkung melakukan berbagai upaya. Seperti inovasi TOSS, gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga dan yang sekarang sedang digalakkan adalah Bang Daus (Lubang Daur Ulang Sampah). Setiap gedung perkantoran, sekolah, pasar hingga rumah-rumah warga diwajibkan memiliki Bang Daus, untuk menampung khusus sampah organik. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, diminta Bupati Klungkung Nyoman Suwirta memberikan sanksi, bagi pihak yang belum menyediakan Bang Daus per 1 Oktober nanti. Bupati Suwirta mengingatkan kembali, agar Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung dan instansi terkait mulai menerapkan hukuman/sanksi kepada kantor, sekolah, atau rumah warga, bila tidak memiliki Bang Daus. Apalagi, kalau halamannya dalam keadaan kotor. “Fungsi Bang Daus untuk mengolah sampah organik seperti daundaunan, sisa canang dan makanan menjadi kompos. Pembuatan Bang Daus dapat dilakukan di areal perkantoran, sekolah, pasar dan rumah masing-masing. Dengan demikian akan terjadi pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPA,” kata Bupati Suwirta, saat memimpin perburuan sampah dalam Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik, Sabtu (21/9) lalu. Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan A.A. Ngurah Kirana, Minggu (22/9) kemarin menambahkan, aksi ini dipusatkan di Pasar Seni Klungkung dan Terminal Kota. Ratusan peserta mengikuti aksi ini, terdiri dari PNS, TNI, Polri, pelajar setingkat SMA/SMK, warga desa setempat, karang taruna serta PKK. Tidak hanya di Pasar Seni Klungkung dan Terminal Kota, kegiatan serupa juga diselenggarakan di masing-masing tingkat kecamatan dan desa. Kirana menambahkan, Bang Daus merupakan salah satu upaya untuk mengelola sampah dari sumber penghasil sampah, seperti rumah tangga, kantor maupun sekolah dan pusat-pusat kegiatan masyarakat lainnya. Jadi, setiap tempat ini membuat lubang dengan kedalaman beberapa meter. Sehingga, sampah organik langsung bisa ditempatkan di sana. Karena kalau organik, pasti akan menjadi kompos. Bagi lembaga/ instansi pemerintah maupun warga yang sudah menerima Surat Edaran Bupati Klungkung mengenai Bang Daus, tetapi belum dilaksanakan, Kirana menegaskan akan ada teguran tertulis dari pemerintah daerah. (kmb31)

Bali Post/gik

SAMPAH - Salah satu contoh Bang Daus, yang dipakai untuk menampung sampah organik di rumah warga.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Umanis, 23 September 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Driver utk Travel bs Bhs.English Hb.081337211188 B.BP.001.09.19.0000725

!!Dcr 2Karywati, 2Sopir SIM B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran(Dekat SPBU) B.BP.004.09.19.0000708

*Cr Security SIMA,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744 B.BP.001.09.19.0000496

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24 hours Email CV / WA 082266034910

B.BP.154.09.19.0000730

Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gj.2 Jt Serius Kerja Telp.087734684240

B.BP.004.09.19.0000729

Dcr Sales,Sopir SIM A/B1,Admin Gudang Hub: 081337011495 B.BP.004.09.19.0000554

Dcr Waiter speak English Resto Berawa Canggu WA 087838225522 B.BP.004.09.19.0000731

Dcr pelaksana lapangn u/Proyek Hotel&AdminProyekMinSTM&SMA PnglmnMin1th.WA081238131405

Dibutuhkan Tenaga Pengiriman Hub.08123879601 B.BP.001.09.19.0000703

Dicari Marketing Exscutive SMU Hub:085738562009 (Guntoro) B.BP.001.09.19.0000666

Nike Villas Sanur urgently need 1 Front Office, candidate must be spoken English, has computer skill and familiar with OTA system. Please send CV to us in Jalan Bumi Ayu No. 19 Sanur, or email to info-b@nikevillas.com For mor information please dial to 0361-286911/ 286912 B.BP.004.09.19.0000705

B.BP.004.09.19.0000713

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

SERVICE

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

SERVICE

RUPA-RUPA

Dicr Penjaga Kost SIM A,Max 35 Th,TdrDlm,KTP Bali.08123928624 B.BP.001.09.19.0000702

Dicari karyawan,STM Bangunan & Tehnik Mesin.untuk ditempatkan dihotel.lamaran ditujukan ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon Denpasar, Telp.0361-228667 B.BP.004.09.19.0000673

SMK Akreditasi A di Dps Butuh Menejer Koperasi,Staf LSP/LDP Staf IT. Lulusan SMK Terkait Hubungi: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000712

Travel bth Staff Accounting & Reservation Hub.08123803997 B.BP.004.09.19.0000636

Dcr Driver SIM A Pnglmn Travel min 1 thn, pny SIM A Hub Ketut 0361-4723386&WA082145214277 B.BP.004.09.19.0000635

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh LT 1,32A Lt 2 Jl.Tkd Balian G.Pasupati,085102714858 B.BP.001.09.19.0000585

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN GUDANG

DISEWAKAN KAMAR

Dikontrakan Gudang 6Are/Jl.IB. Mantra 188 Denpasar Timur(sisa 10th) Hub.Hp/WA:08113862300

Kost Elit Hrg 1,4-2,5Jt Jl.Tkd Musi IIIB/10A Renon, Jl.P.Bacan 10A.H:08123928624/085100492291

B.BP.001.09.19.0000600

B.BP.001.09.19.0000550

DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are, PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.HP:085238063577 B.BP.001.09.19.0000044

DIJUAL TANAH

Djl Tnh 160m2 Jl.Toyaning II Ungasan(Kawsn Vila) 08123662408

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.09.19.0000495

PROPERTY DIJUAL RUKO

KURSUS

Tnh Abianbase LT 2.35are Blkg RS Kapal Hub.Putu 08174746968

Ruko Gn.Rinjani 41B 4,5x16,LT 1are,2KT,2KM3500w08174746968

Mau Anak Anda sdh lancar baca dlm 1,5 bln? H.0878 6313 8729

B.BP.001.09.19.0000665

B.BP.001.09.19.0000664

B.BP.004.09.19.0000553

B.BP.001.09.19.0000727


Senin Umanis, 23 September 2019

Aksi Bersih Sampah Plastik

Kodim Kumpulkan Tiga Truk Sampah Bangli (Bali Post) Berbagai kegiatan dilaksanakan Kodim 1626/Bangli untuk menyambut HUT ke-74 TNI. Bertepatan dengan World Clean Up Day, Sabtu (21/9), Kodim Bangli menggelar kegiatan bersih sampah plastik. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, Kodim Bangli berhasil mengumpulkan sekitar tiga truk sampah. Bersih sampah plastik yang dilaksanakan Kodim Bangli melibatkan Polri, Pemkab, organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Tiga lokasi yang menjadi tempat kegiatan, yakni seputaran Pura Ulundanu Batur, Desa Pengotan dan Desa Bangbang di Kecamatan Tembuku. “Kegiatan yang sama juga dilaksanakan secara terpusat di Pantai Merta Sari Sanur Denpasar,” kata Pasiterdim

1626/Bangli Kapten Chb Komang Gita selaku koordinator kegiatan tersebut. Sementara itu, Dandim 1626/ Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono yang turut terjun dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan bersih sampah plastik ini merupakan rangkaian HUT ke-74 TNI tahun 2019 yang dilaksanakan bersinergi dengan Suksma Bali. “Kegiatan yang kita laksanakan hari ini sejalan dengan gagasan Gubernur Bali yang bertujuan untuk memelihara alam serta melestarikan lingkungan agar selalu bersih dan lestari,” kata Letkol Teddy. Dijelaskannya, selama ini Kodim Bangli telah secara rutin melaksanakan kegiatan serupa di beberapa tempat di wilayah Bangli. Baik dilaksanakan sendiri maupun bersinergi dengan instansi lain

SOSOK Kenali Bencana BENCANA alam atau ancaman keselamatan, bisa terjadi di mana dan kapan saja. Kita bisa saja menjadi pihak yang paling menderita karena berpotensi kehilangan harta dan sanak saudara, namun kita juga bisa menjadi aktor utama dalam penanganan bencana. “Karenanya kita perlu bersahabat dengan bencana dengan mengenali bencana itu sendiri,” kata Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli saat apel peringatan hari PMI ke-74, Sabtu (21/9) lalu. Menurutnya, mengenali bencana alam sangat penting. Dengan mengenali bencana alam, semua pihak akan bisa menghadapi bencana, selamat dan dapat melakukan pemulihan pascabencana. Sedana Arta mengatakan, mewujudkan Indonesia yang tangguh bencana, harus dilakukan melalui komitmen tinggi bersama-sama. Antara pemerintah, pemangku kepentingan, lembaga kemanusiaan dan yang terpenting keterlibatan masyarakat untuk secara bersama-sama mendukung usaha-usaha pengurangan risiko bencana. “Untuk membangun ketangguhan dalam penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tentu dukungan dari masyarakat adalah hal yang paling utama. PMI Kabupaten Bangli sangat berkomitmen untuk mewujudkan hal ini,” terangnya. (ina)

atau organisasi kemasyarakatan. Melalui kegiatan bersih sampah plastik itu, Letkol Teddy mengajak semua pihak untuk menjaga alam Bangli agar tetap terawat, tetap bersih dan lestari. Dengan melaksanakan gemar bersih yang mengandung makna bersih dalam berpikir, dalam berperilaku sehingga akan terwujud keharmonisan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. “Hal ini diperlukan kepedulian kita untuk ringan tangan dan mengelola sampah dengan baik, dan kegiatan ini kita akan laksanakan secara berkesinambungan,” imbuhnya. (kmb40) SAMPAH - Kegiatan bersih sampah plastik yang dilaksanakan Kodim 1626/Bangli melibatkan berbagai komponen di Bangli.

Kesulitan Pakan, Peternak Ramai-ramai Jual Sapi Bangli (Bali Post) -

Peternak sapi di Kintamani kesulitan mencari pakan hijau untuk ternak mereka. Kondisi ini terjadi akibat dampak kemarau panjang yang melanda sejak beberapa bulan terakhir. Tak ingin peliharannya kurus, sejumlah peternak pun ramairamai menjual sapi.

SAPI – Peternakan sapi milik salah satu warga di Bangli.

Air Terjun Tukad Barong Mulai Dilirik Wisatawan KECAMATAN Tembuku menyimpan banyak potensi wisata alam air terjun yang menawan. Sangat menarik dikunjungi. Air Terjun Tukad Barong salah satunya. Mencapai air terjun yang berlokasi di Banjar Umbalan, Desa Yangapi, Tembuku tersebut, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri tegalan dan melalui goa. Bagi yang suka berfoto, ada juga spot menarik yang bisa dikunjungi yakni jembatan akar. Air Terjun Tukad Barong terbilang sebagai objek wisata yang masih sangat baru. Keberadaan air terjun ini baru mulai diperkenalkan warga setempat beberapa bulan terakhir melalui sosial media. Karena baru, akses jalan menuju air terjun bisa dibilang belum memadai. Seba-

gian besar masih berupa jalan setapak tanah dan berdebu. Demikian juga dengan tempat parkir untuk kendaraan pengunjung, masih belum tersedia. Sementara ini, baru terpasang beberapa papan petunjuk jalan untuk mengarahkan pengunjung dari jalan raya ke lokasi air terjun. Untuk mencapai air terjun, pengunjung yang datang harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 kilometer. Dari lokasi parkir kendaraan di pinggir jalan raya, pengunjung pertama-tama harus menuruni jalan setapak kemudian melintasi tegalan. Sebelum sampai di lokasi air terjun, pengunjung yang suka berfoto bisa mengunjungi jembatan akar. Seperti namanya, jembatan sepanjang lima meter lebih itu terbentuk secara

Bali Post/ina

AIR TERJUN - Keindahan air Terjun Tukad Barong yang ada di dalam goa.

alami dari jalinan akar pohon berukuran besar. Puas berfoto, perjalanan bisa dilanjutkan ke lokasi air terjun. Untuk bisa melihat air terjun, pengunjung harus menyeberangi aliran air yang jernih setinggi mata kaki lalu menyusuri lorong tebing bebatuan seperti goa. Panjang goa dengan kondisi sedikit gelap yang harus dilalui hingga tiba di air terjun mencapai puluhan meter. Sesampainya di lokasi, semua rasa lelah akan terbayarkan. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan air terjun yang nampak seperti turun dari langit. Setelah menikmati keindahan air terjun, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan mengunjungi lokasi petirtan berupa pancoran yang benar-benar masih sangat alami. Klian Dinas Umbalan I Nengah Subagia didampingi Nengah Suparta selaku penggagas dan pengelola Air Terjun Tukad Barong ditemui, Minggu (22/9) kemarin mengatakan, air terjun Tukad Barong mulai diperkenalkan sejak empat bulan terakhir. Sejak pertama diperkenalkan, kebedaraan air terjun ini sudah banyak dikunjungi wisatawan. Tidak hanya lokal namun wisatawan mancanegara.

Ia menjelaskan, ide awal pihaknya menata dan mengembangkan Air Terjun Tukad Barong sebagai destinasi wisata baru, muncul setelah mengikuti Diklat. Dalam diklat itu, pihaknya didorong menggali dan mengangkat potensi wisata alam yang dimiliki. “Sejak itu kami mencoba menggali. Dan kami ingat kami di Yangapi punya jembatan akar, ada air terjun dalam goa, aliran bendungan Uma Selat yang menyerupai air terjun dan ada lokasi patirtan,” terangnya. Dari situlah, pihaknya mencoba melakukan penataan. Hingga kemudian dibentuklah Pokdarwis Tirta Buana Sari untuk selanjutnya mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Air Terjun Tukad Barong. “Kenapa dinamakan Air Terjun Tukad Barong, karena lokasinya berada di aliran Sungai Tukad Barong,” jelasnya. Subagia mengatakan, sejauh ini pengunjung yang datang ke Air Terjun Tukad Barong belum dikenai pungutan. Sebab keberadaan air terjun ini masih dalam tahap pengenalan. Setelah tertata, ke depan pihaknya berencana akan mengelolanya bekerja sama dengan BUMDes yang ada di Desa Yangapi. (ina)

Bali Post/ina

Salah seorang peternak sapi di Desa Belantih, I Nengah Wardana, Minggu (22/9) kemarin mengakui hal itu. Dia mengatakan, banyak peternak di desanya yang memilih menjual sapinya karena sulit pakan. Rumput gajah yang biasanya dijadikan pakan utama untuk sapi, kini sulit tumbuh akibat kemarau. “Karena sulit cari rumput, ada yang sampai terpaksa panjat pohon nangka. Asal hijau dan mau dimakan, dikasi sapinya,” ungkapnya. Pria yang merupakan perbekel di desa Belantih itu mengaku saat ini masih mempertahankan beberapa ekor sapinya karena masih bunting. Agar pertumbuhan sapinya bisa tetap terjaga di tengah sulitnya mencari pakan, ia pun harus memberi makanan tambahan seperti polar. Wardana tak bisa memastikan sampai kapan kesulitan pakan ter-

nak ini akan berlangsung. Dirinya hanya bisa berharap hujan segera turun sehingga rumput bisa kembali tumbuh. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Desa Belantih diakuinya sudah mulai gerimis. Untuk memohon hujan warga di desanya belum lama ini telah melaksanakan upacara ritual yang disebut nyeeb. “Kemarau seperti ini sebenarnya sudah biasa tiap tahun. Tapi tidak pernah seekstrem seperti ini,” terangnya. Tak hanya berdampak kesulitan pakan, musim kemarau yang melanda beberapa bulan terakhir ini juga diakuinya berdampak pada tanaman jeruk. Karena kering, tanaman jeruk petani banyak yang layu. Meski demikian, hal itu tak terlalu menjadi masalah bagi petani. Karena buah jeruknya masih bisa dan ada yang sudah laku dijual. (kmb40)


15

Senin Umanis, 23 September 2019

Menteri Puspayoga Kuliah Umum di IKIP PGRI Bali

PAKAR marketing sekaligus Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya mengharapkan kaum milenial terutama pemuda dan mahasiswa di Bali harus bisa memanfaatkan peluang yang ada dalam revolusi industri 4.0. Hermawan Kartajaya di Kampus IKIP PGRI Bali Denpasar, Sabtu (21/9), mengatakan revolusi industri 4.0 memang memungkinkan siapa pun untuk menjadi pengusaha. ‘’Tapi semakin sulit karena saingan semakin banyak,’’ katanya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kaum milenial untuk semakin inovatif, menggali potensi

diri, dan mengembangkan sesuatu yang belum dikembangkan oleh orang lain. Sementara itu, Pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Dewi Motik Pramono menekan-kan pentingnya cepat tanggap dalam memulai usaha. Pengusaha yang juga dikenal sebagai penulis, pengajar, dosen, dan motivator itu mengajak mahasiswa untuk mengambil peluang sesuai dengan minatnya ketika akan berwirausaha. Menurutnya, ada begitu banyak peluang memulai usaha karena semua kesempatan sejatinya ada di depan mata, terlebih dengan

revolusi industri 4.0. ‘’Start business from yourself. Action, action, action,’’ katanya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir. Terlebih, ia menekankan pada mahasiswa dan kaum milenial di Bali yang mayoritas telah memiliki jiwa kewirausahaan secara turun-temurun sehingga hanya perlu sedikit saja diasah agar semakin profesional. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengatakan di kampusnya mata kualiah kewirausahaan masuk dalam kurikulum sejak tiga tahun lalu. ‘’Materi tentang kewirausahaan ada di setiap program studi yang kami harapkan bisa mengajak semua

mahasiswa untuk mengenal dan mau berwirausaha,’’ katanya. Kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM termasuk sinergi program di dalamnya diharapkan semakin mencerahkan bagaimana berwirausaha dan mengenal pola pembiayaan untuk wirausaha pemula. Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menegaskan di era Revolusi Industri 4.0 siapa pun bisa menjadi pengusaha karena kemudahan berbasis teknologi yang berkembang pesat di dalamnya. ‘’Oleh karena itu kaum milenial yang sudah melek teknologi khususnya di Bali harus memanfaatkan peluang ini. Rev-

Merugikan Bali

Tak hanya itu, sejumlah pasal dalam RKUHP juga dinilai dapat mengganggu kepariwisataan Bali. Bahkan sebelum diberlakukan telah muncul sejumlah warning atau peringatan dari

pemerintah negara asing agar warga negaranya berhati-hati berkunjung ke Bali dengan kemungkinan disahkannya RKUHP. Misalnya situs peringatan perjalanan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Bahkan sejum-

Di antranya, katanya, bahwa teknologi adalah kunci dalam menghadapi masa depan dunia, termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan manusia sambil tetap menjaga keberlanjutan pembangunan dan kelestarian lingkungan. ‘’Bali adalah tempat yang tepat untuk menyeimbangkan aspek pembangunan dan kelestarian lingkungan, selain karena budaya luhur yang selama ini berkembang. Ini juga terkait dengan program Gubernur Wayan Koster dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Visi ini mengandung makna kemajuan yang lestari yang sejalan dengan motto ITB, yaitu in harmonia progression,’’ tegasnya. Pihaknya juga menilai visi Gubernur ini sarat dengan unsur penerapan iptek yang berwawasan lingkungan, termasuk tentang pengendalian sampah, penggunaan energi bersih, dan upaya menjaga pelestarian sumber daya alam. ‘’Kami jelas mengapresiasi terobosan dan pemikiran visioner salah satu alumni ITB yang kini menjadi Gubernur Bali. Dukungan dan apresiasi ini sebagai bentuk partisipasi langsung IA ITB menuju harmoni Bali,’’ jelasnya. Dikatakannya, IA ITB sangat mendukung visi ini, dan akan memobilisasi sumber daya manusia yang relevan untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Bukan hanya karena Gubernur Wayan Koster adalah salah satu alumni ITB yang sukses memimpin masyarakat, namun juga karena gebrakan Guber-

lah media massa terkemuka dari negeri kanguru dalam pemberitaan mereka menyarankan warga Australia agar menghindar untuk mengunjungi Pulau Dewata. Peringatan serupa tak tertutup kemungkinan juga bisa menyusul datang dari negara lain. (kmb)

Gubernur Koster mengatakan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ merupakan sebuah visi besar dan holistik tentang pembangunan Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Muaranya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekalaniskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno. Yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan yang diterapkan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama. Yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Demi terwujudnya visi pembangunan Bali tersebut, diperlukan peran dan dukungan semua pihak agar Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia terus dipandang baik dan berkualitas. ‘’Saya berharap ikatan alumni dapat memberikan masukan, pikiran, ide-ide, konsep untuk pembangunan Bali. Karena Bali merupakan bagian dari dunia. Karena 40 persen wisata Indonesia itu pintu masuknya dari Bali,’’ ujarnya. (kmb)

Senin, 23 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Adi Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping

11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita

Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali TV Shop 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Unjuk Prestasi Siswa SMPN 1 Kediri 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita DW TV

PGRI Bali di Denpasar 19-21 September 2019. Sejumlah kegiatan yang digelar pada kesempatan itu di antaranya Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir LPDB KUMKM, Sosialisasi dan Pemberkasan Sertifikasi Hak Cipta Produk, Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi, Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi Koperasi, Sosialisasi Pola Kemitraan Usaha Rantai Nilai, Pelatihan Technopreneur, Pelatihan Kewirausahaan Digital Entrepreneur bagi Pemuda dan Mahasiswa, dan Pelatihan Vocational Berbasis E-Commerce. (kmb)

Dapat Teratasi

Kesejahteraan Manusia nur Bali Wayan Koster sejalan dengan gerakan global Sustainable Development Goals,’’ jelasnya. Sebagai bentuk apresiasi Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mendaulat Gubernur Bali untuk menerima Ganesha Yasa Kerthi Utama, sebuah penghargaan yang diberikan kepada alumni ITB atas dedikasinya kepada negara dengan menjabat sebagai kepala daerah. Penghargaan ini diserahkan Ketua Umum IA ITB Ridwan Djamaludin kepada Gubernur kelahiran Desa Sembiran Kabupaten Buleleng tersebut. Penghargaan diterima Gubernur Koster yang juga alumni Fakultas Matematika dan IPA Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) Angkatan 1981 dari kampus legendaris Tanah Air tersebut, dalam acara gala dinner bersama Ikatan Alumni ITB di Rumah Jabatan Gubernur Jayasabha, Denpasar, Sabtu (21/9) malam. Selain Gubernur Koster, penghargaan serupa juga diberikan kepada kepala daerah/ wakil kepala daerah lain seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan, Wakil Wali Kota Bogor Dedi A Rahim, Wali Kota Payakumbuh Fahrizal Pahlevi, dan Bupati Agam Indra Catri. Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menaruh apresiasi atas dukungan IA ITB terhadap gerakan Bali mengawal peradabannnya. Gerakan Bali Era Baru yang kini bergulir adalah sebuah dedikasi dan bakti terhadap tanah Bali dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam, budaya, manusia dana peradabannya.

olusi industri 4.0 jangan diabaikan,’’ katanya. Untuk mendorong semakin banyaknya wirausaha di Bali, pihaknya bekerja sama dengan IKIP PGRI Bali untuk mengembangkan program kewirausahaan untuk mahasiswa. Maka pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Rektor IKIP PGRI Bali tentang Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa. Kerja sama itu melingkupi diselenggarakannya Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan IKIP

17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:30 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu Komang Darmayuda, Seniman Musik Serba Bisa 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV

‘’Mudah-mudahan dengan bantuan bedah rumah dari Badung ini, kebutuhan dasar akan rumah bagi masyarakat Klungkung sudah dapat teratasi. Sekarang sudah 250 bedah rumah dari Badung, sisanya tahun 2020 harus tuntas. Saya lebih baik mengabaikan pembangunan jalan daripada membiarkan masyarakat saya tidak punya rumah,’’ tegas Suwirta. Diharapkan pembangunan ini harus punya skala prioritas, apalagi pariwisata di Nusa Penida sudah maju. Diingatkan, saat kita menikmati keramaian jangan lupa pada sepi, sehingga suatu saat sepi datang kita siap menghadapinya. Karena 75 persen masyarakat Nusa Penida sudah terjun ke pariwisata yang sangat sensitif terhadap isu, bencana alam dan penyakit. ‘’Mari mulat sarira, jangan lupa keberadaan sepi dulu,’’ tambahnya. Sementara itu, Bupati Giri

Prasta mengatakan bantuan bedah rumah ini murni dari politik anggaran yang dilakukan bersinergi dengan enam kabupaten di Bali, termasuk Klungkung. Badung mempunyai tagline ‘’Badung Angelus Buana’’, Badung berbagi dari Badung untuk Bali. Dicontohkan di Buleleng dari 10 kecamatan yang betul-betul disasar adalah Sidatapa, Cempaga Tigawasa, Pedawa dan Banyusri. Sedangkan di Bangli yaitu Songan Balik Bukit dan Trunyan. Program ini pula sebagai implementasi dan mengikuti program Presiden Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran dan dari Badung membangun Bali dari pinggiran. ‘’Untuk di Klungkung tiang arahkan dulu di Nusa Penida, ke depan akan berlanjut, dengan bantuan ekonomi produktif sebesar Rp 15 juta. Serta mendukung pembangunan fisik seperti pura, balai banjar maupun fasilitas jalan di Klungkung,’’ jelasnya seraya mengharapkan bedah rumah sebaiknya dibangun seragam,

sebagai destinasi wisata ke depan. Bupati Giri Prasta juga sangat mendukung terlaksananya pembangunan dermaga segitiga emas di Nusa Penida tahun 2020. Tentunya akan sangat memperlancar kepariwisataan di Klungkung dan tentunya masyarakat

Nusa Penida yang diuntungkan. Untuk diketahui pada bulan April 2019 lalu, Bupati Badung juga telah menyerahkan bantuan hibah secara langsung kepada masyarakat Nusa Penida dan masyarakat Kabupaten Klungkung lainnya. (ad747)


SENIN UMANIS, 23 September 2019

BRI Kanca Kuta Lakukan Pengundian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2019

PENGUNDIAN - Pimpinan BRI Kantor Cabang Kuta I Gusti Gede Supanca Mahardika (tengah) menyerahkan kunci usai pengundian Panen Hadiah Simpedes periode I tahun 2019 bersama sejumlah saksi.

PT BANK Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau Bank BRI Kantor Cabang Kut a , J um at (2 0 /9 ) la lu menggelar pengundian Panen Hadiah Simpedes periode I tahun 2019. Bertempat di Food Court Legian, proses pengundian ini turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial dan sejumlah saksi. Ditemui di sela kegiatan, Pimpinan BRI Kantor Cabang Kuta I Gusti Gede Supanca Mahardika menjelaskan, pada pengundian Panen Hhadiah Simpedes periode I tahun 2019 ini, kupon yang diundi sebanyak 4.272.263 buah dari periode 1 Maret - 31 Agustus 2019. Yang mana kupon ini didapat dari kelipatan saldo rekening Rp 100.000 dengan total hadiah sebesar Rp 491.442.000. Dijelaskannya, guna meningkatkan pelayanan ter-

hadap nasabah yang sejalan dengan moto ‘’Melayani Dengan Setulus Hati’’ saat ini, jumlah jaringan kerja yang dimiliki mencapai 12 BRI Unit, 3 Teras, 4 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Kas dan 1 BRI Cabang yang keseluruhannya sudah terhubung secara online. Tidak hanya itu, saat ini seluruh layanan sudah didukung jaringan E-chanel yaitu 92 ATM, 365 EDC Merchant, 734 EDC Brilink, 100 EDC UKO, 16 mesin CRM. ‘’Kesemuanya itu merupakan wujud nyata komitmen selalu memanjakan para nasabah setia BRI. Sehingga bisa mempermudah dalam melakukan transaksi keuangan di unit kerja terdekat,’’ katanya. Ditambahkan, sampai dengan Agustus 2019, total dana pihak ketiga di BRI unit se-Kanca BRI Kuta

yakni Rp 933.063.042.087 dengan jumlah penyimpan sebanyak 110.418 orang. Sedangkan pinjaman yang sudah disalurkan BRI Unit se-Kanca BRI Kuta sampai Agustus 2019 yakni Rp 555.635.888.456 dengan jumlah peminjam sebanyak 19.639 orang. ‘’Sejalan dengan moto BRI ‘Melayani dengan Setulus Hati’, kami selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk pinjaman agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat luas dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Kuta,’’ pungkasnya. Adapun pemenang undian yang berhasil dihimpun yakni hadiah grandprize

berupa 1 unit mobil All New Ertiga 1.5 MC DX MT (GL) diraih I Nyoman Pugir Unit Jimbaran, Hadiah Utama I berupa 2 unit sepeda motor Honda New CBR 150 R/EDS diraih A.A. Nurah Made Trista dan I Ketut Sukada. Hadiah Utama II berupa 2 unit sepeda motor Honda New PCX 150 CBS diraih I Nengah Sember Wida dan Sutaman. Hadiah Utama III berupa 6 unit sepeda motor Honda All New Scoopy diraih Rio Waida, I Made Widia, Ni Kade Nila Yuni, Melkianus Rohi, Ni Wayan Seri Asih dan I Wayan Weca. Hadiah Utama IV berupa 7 unit sepeda motor Honda Vario ESP CBS diraih I Made Susila, I Wayan Suparta, Jaya Ginting, Djoko Purnama, S.E., I Wayan Ariaw, I Ketut Yasa dan I Wayan Lipur. (ad737)

Manggis Tabanan Diekspor ke Tiongkok KERAN ekspor buah manggis ke Tiongkok kembali terbuka bagi Indonesia. Peluang ini tidak dibuang sia-sia oleh petani manggis Tabanan. Pada tahun 2018, sebanyak 8.000 ton buah manggis Bali berhasil diekspor ke negara Tiongkok. Tentu, kualitas buah manggis penting dipertahankan di masa-masa mendatang. Untuk bisa meningkatkan kualitas manggis, selain menjalani sertifikasi kebun, petani juga mendapatkan bantuan intensifikasi dan ekstenfikasi pertanian oleh pemerintah. Kepala Bidang Pengembangan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian

Tabanan I Wayan Suandra mengatakan, pada tahun 2018, total ekspor manggis dari Bali tahun 2018 mencapai 8.000 ton. Pemenuhan buah manggis itu berasal dari daerah Tabanan dan Buleleng. ‘’Tahun ini diharapkan bisa kembali ekspor. Tetapi saat ini belum musim. Biasanya musim manggis bulan November,’’ ujarnya, baru-baru ini. Meningkatkan kualitas buah manggis agar bisa memenuhi syarat ekspor, lanjut Suandra, beberapa kelompok tani telah menjalani sertifikasi kebun. Dengan memiliki sertifikasi kebun artinya petani menerapkan

good agricultural practices (GAP) atau budi daya pertanian yang baik. Sertifikasi ini juga akan memudahkan jika ada permasalahan dari buah yang diekspor. ‘’Jadi kalau ada buah yang bermasalah akan dimudahkan cek dan riceknya. Dari kebun dan daerah mana karena sudah ada sertifikasinya,’’ jelas Suandra. Kelebihan kebun yang bersertifikat, kata Suandra, adalah hasilnya terutama manggis bisa lebih mahal dibandingkan dengan manggis yang dipetik dari kebun tidak bersertifikasi. Hal ini karena kebun yang bersertifikat artinya mulai dari penanaman, pemeliharaan

sampai panen mengikuti SOP sehingga hasilnya terjamin berkualitas. ‘’Harga menjadi lebih mahal karena kualitasnya ekspor dan untuk diekspor,’’ ujarnya. Harga buah manggis ekspor mencapai Rp 40.000 per kilogram. Selain mendorong petani menjalani sertifikasi kebun, tahun 2019 ini petani mendapatkan bantuan intensifikasi seluas 50 hektar dan ekstensifikasi seluas 50 hektar. Program ini dipusatkan di Selemadeg Barat, Tabanan. Suandra berharap cuaca mendukung tahun ini, sehingga petani bisa panen raya dan kemudian mengekspornya. (san)

Tari Rejang Gadung

Nyaris Punah, Kini Bangkit Lagi

Bali Post/may

KAPAS - Staf UPT Sipadu tengah memberikan pupuk bibit kapas.

Kapas Potensial Dikembangkan di Bali KEBUTUHAN kapas sangat tinggi di Bali. Namun kapas sulit diperoleh. Sebab, belum ada budi daya kapas di derah ini. Di sisi lain pertanian Bali sedang menggeliat dengan diekspornya komoditi pertanian ke luar negeri seperti mangga, manggis, salak dan buah naga. Momen ini tepat untuk mengembangkan pertanian di Bali. Komoditi pertanian yang potensial dikembangkan salah satunya kapas. Kepala UPT Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu) Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Dr. I Wayan Sunada, S.P., M.Agb. mengatakan, diperlukan komoditas tanaman yang bernilai ekonomis tinggi dan dibutuhkan masyarakat Bali. Bali masih memerlukan kapas untuk kelengkapan upacara adat, ritual keagamaan, dan juga sebagai bahan baku usaha kerajinan rumah tangga. ‘’Tapi di Bali belum ada budi daya kapas, sehingga masyarakat masih kesulitan memperoleh kapas,’’ tukasnya. Melalui sistem pertanian terpadu pihaknya sedang mengembangkan kapas di kelompok Sipadu. Sipadu membantu kelompok tani dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. ‘’Kami tengah mengembangkan benih kapas yang akan dibudidayakan di lahan kering dan lahan yang kurang produktif,’’ ungkap Sunada, belum lama ini. Kapas yang dikembangan jenis Kanesia. Kapas jenis baru ini ditanam di daerah Nusa Penida dan sudah dikirim benihnya untuk dikembangkan. Pengembangan benih ini untuk dapat menghasilkan pohon kapas yang beradaptasi di lahan mana pun. Namun kendala yang dihadapi adalah adanya hama dan penyakit yang menyerang pohon kapas pada saat panen, sehingga mengganggu kualitasnya. Keberadaan kapas yang dihasilkan oleh petani Nusa Penida ini cukup diminati oleh para pemintal benang lokal karena kualitasnya relatif bagus. Kelebihannya, seratnya lebih panjang sehingga cocok dijadikan benang untuk memenuhi permintaan masyarakat sebagai bahan kelengkapan upacara. ‘’Dengan pengembangan budi daya kapas ini kami harapkan petani pada kelompok Sipadu bisa mendapat nilai tambah ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali pada umumnya,’’ pungkasnya. (may)

TARI Rejang Gadung merupakan salah satu bentuk tari rerejangan yang tumbuh dan berkembang di Desa Gadungan, Slemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Tari ini biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara di Pura-pura setempat dan ditarikan oleh penari perempuan dari usia anakanak, remaja dan dewasa secara massal. Tidak perlu mahir dalam membawakan teknik geraknya maupun koreografinya. Yang terpenting adalah penari bisa mengikuti sesuai dengan iringannya dan ada penari yang mampu memberikan contoh gerakannya dengan mengambil posisi paling depan. Prioritas dalam pelaksanaannya adalah keikhlasan untuk

ikut berpartisipasi dalam membawakan tarian dimaksud sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan yang telah memberikan segalanya kepada umat. Kendati demikian, tari Rejang Gadung ini termasuk jenis tari yang cukup fenomenal. Dibilang tidak sulit, nyatanya tidak semua penari mampu melakukan gerakannya dengan benar. Bahkan, tidak semua orang berani mengambil posisi di depan karena harus memberikan contoh untuk penari yang di belakangnya. ‘’Dibilang sulit, nyatanya semua partisipan mampu menari sampai akhir pementasan sepanjang ada penari yang betul-betul menguasai tarinya dengan mengambil posisi di barisan terdepan,’’ ujar

praktisi tari Dr. Ni Made Arshiniwati, S.ST., M.Si., Minggu (22/9) kemarin. Melalui partisipasi menarikan tari Rejang Gadung, dosen ISI Denpasar ini mengatakan banyak hal yang dapat dipelajari oleh para penari, khususnya anak-anak dan generasi muda yang akan meneruskan budayanya ke generasi berikutnya. Para penari memperoleh pengalaman baik estetis, sosial maupun kultural. Pengalaman estetis diperoleh misalnya ketika penari berupaya menarikan tari Rejang Gadung sesuai dengan penekanan-penekanan dari musik pengiringnya, sehingga di dalamnya terjalin keharmonisan. Sementara itu, pengalaman sosial diperoleh melalui upaya

REJANG - Tari Rejang Gadung ditarikan kalangan dewasa, remaja dan anak-anak.

penari dalam beradaptasi agar gerakan tarinya tidak jauh berbeda dengan gerakan tari yang dibawakan oleh penari lain. Dengan demikian terlihat keseragaman gerak yang diupayakan secara maksimal. Sedangkan pengalaman kultural dapat diperoleh dari keterlibatan masing-masing peserta yang didasari atas rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Keterlibatan tersebut akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi para penari. Made Arshiniwati mengatakan bahwa tari Rejang Gadung yang merupakan hasil ciptaan sekitar tahun 1970-an oleh Men Sura (alm) sebagai penata tari, dengan Pan Londri (alm) sebagai penata tabuh sempat mengalami kepunahan.

Namun, patut disyukuri karena sekitar tahun 1986 beberapa mantan penarinya berhasil merekonstruksi tari dimaksud. Belakangan ini, tari Rejang Gadung nyaris meredup lagi akibat munculnya berbagai jenis tari khususnya tari Rejang yang dapat disaksikan dengan mudah baik melalui youtube, televisi maupun media elektronik lainnya. Tetapi berkat dukungan dari berbagai pihak dalam memotivasi masyarakat untuk memberikan pemahaman terhadap pelestariannya, kini tari Rejang Gadung mulai bangkit lagi. Bahkan, kesadaran masyarakat untuk memertahankan identitas dan ekspresi budayanya sudah kembali menguat. (win)

Bali Post/win


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook