Skip to main content

Edisi Minggu 23 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 291 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

TOURING - Para peserta Bali Bersih Touring and Fun Merah Putih saat menuju finish di Jembatan Tukad Bangkung, Petang, Badung, Sabtu (22/6) kemarin.

Touring and Fun Merah Putih Wujudkan Bali Bersih Mangupura (Bali Post) Dalam mewujudkan Bali Bersih, Bali Post mengadakan Touring and Fun Merah Putih, Sabtu (22/6) kemarin. Acara diikuti ratusan peserta diawali dengan penandatanganan kampanye Bali Bersih oleh Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Kepala Dinas LHK Badung, Putu Eka Merthawan, Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, Made Widiani dari Astra Motor Bali serta Pimpinan Kelompok Pimpinan Bali Post, ABG Satria Naradha. Acara ini merupakan sinergis Bali Post dengan Astra Motor Bali, Pemkab Badung, dan pihak swasta terkait.

Setelah dilepas di depan Puspem Badung, peserta touring melewati rute Jalan Raya Sempidi, Simpang Lukluk, Jalan Raya Anggungan, Jalan Raya Penarungan, Jalan Oleg, Jalan Janger, Jalan Ciungwanara, Jalan Raya Sangeh, Petang, dan finish di Jembatan Tukad Bangkung. Di lokasi ini, peserta touring melakukan giat Bali Bersih yaitu mengumpulkan sampah non-organik dan penanaman pohon di area Jembatan Tukad Bangkung. Kepala Dinas LHK Badung Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si., yang mewakili Bupati Badung, menyampaikan Pemkab Badung terus berupaya agar kualitas kehidupan masyarakat di Kabupaten Badung meningkat. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan masyarakat. Upaya tersebut START - Kepala DLHK Badung Eka Merthawan bersama Ketua DPRD Putu Parwata melepas bendera start Touring and Fun Merah Putih.

melalui kebijakan kuratif (pengobatan) seperti peningkatan anggaran Program Krama Badung Sehat, program preventif, dan program promotif seperti kegiatan sosialisasi pengurangan risiko kesehatan d a r i

untuk kehidupan sehari-hari maupun bagi lingkungan. Selain itu, Kabupaten Badung juga mendukung upaya pengembangan inovasi dan teknologi yang bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan, seperti produk tem-

asap rokok serta keamanan berkendara seperti kemarin. Pemerintah Kabupaten Badung bersama masyarakat, institusi pemerintah, dan pihak swasta berkomitmen untuk mendukung upaya pengurangan risiko, baik

bakau alternatif yang dapat menjadi solusi bagi masalah rokok di Bali. Dengan pemahaman yang menyeluruh atas perubahan pola konsumsi dan pendekatan di belakangnya, ia berharap formulasi kebijakan

atas produk ini dapat menjadi jalan keluar bagi masyarakat Bali. Ketua DPRD Badung, Dr. Drs. I Putu Parwata M.K., M.M., mengatakan program yang dilakukan oleh Badung salah satunya adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik. Pihaknya juga melakukan beberapa terobosan dengan DLHK melalui program Gotik, Badung bebas sampah plastik, dan aksi nyata yang lain. DPRD juga membuat Perda penanggulangan sampah plastik. Putu Pawarta juga mengatakan selain sampah plastik, pihaknya juga mendukung inovasi dan teknologi yang bisa mengurangi risiko kesehatan dari rokok serta puntung rokok yang juga menjadi ancaman lingkungan, seperti produk tembakau alternatif. Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah rokok, ia menyatakan bahwa perkembangan produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko kesehatan dan polusi udara yang disebabkan oleh rokok. Hal. 11 Dampak Positif

Ratusan ’’Biker’’ Tanam Pohon Dukung Pariwisata Belok Sidan Mangupura (Bali Post) Bali Bersih Touring & Fun benar-benar berbasis lingkungan. Ratusan biker menanam pohon saat finish di kawasan Jembatan Tukad Bangkung, Petang. Saat itu juga diserahkan bibit pohon kelapa kepada kepala lingkungan yang ada di Desa Belok Sidan. Sebanyak 150 pohon jenis sawo kecik dan mahoni ditanam untuk menghijaukan dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hulu dalam rangka memyambut HUT ke-71 Bali Post. Ke-

TANAM POHON – Kepala DLHK Badung, Eka Merthawan, bersama perwakilan Astra Motor Bali dan pihak swasta memimpin penanaman pohon saat Touring and Fun Merah Putih di Belok Sidan.

giatan ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Astra Motor Bali, dan pihak swasta terkait. Penanaman pohon ini dilakukan langsung Kepala Dinas LHK Badung, Putu Eka Merthawan, bersama Sekretaris Kecamatan Petang, I Wayan Darma, Perbekel Belok Sidan, I Made Rumawan, Pimpinan Kelompok Media Bali Post, ABG Satria Naradha, Ni Made Widiani, perwakilan Astra Motor Bali, dan ratusan peserta touring. I Made Rumawan sangat menyambut baik kegiatan penghijauan di Desa Belok Sidan. Dengan dukungan Bali Post dan DLHK, kegiatan ini menurutnya sangat membantu kelestarian lingkungan, dalam rangka mendukung kemajuan pariwisata di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang. Hal. 11 Kawasan Pariwisata

BPM/eka

KLUB - Anggota klub motor PCX foto di depan motor kesayangannya.

BPM/eka

KLUB - Klub motor PDB Reborn ikut berpartisipasi.


2

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Tegakkan Pergub Sampah Plastik

BPM/kmb32

GENDER - Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, salah satunya diisi dengan lomba gender wayang anak-anak di Kalangan Ratna Kanda.

Gender Wayang Jadi Primadona di Kalangan Anak-anak LOMBA gender wayang anak-anak menjadi salah satu materi untuk memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Sabtu (22/6) kemarin. Lomba ini diikuti oleh Sanggar Sudawirat, Duta Kabupaten Badung dengan Sanggar Seni Mustika Dewi Paramita, Duta Kabupaten Buleleng serta Sanggar Seni Candra Dwani, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sekaa Gender Kesawa, Duta Kabupaten Klungkung. Lomba gender wayang anakanak masih berlanjut di lokasi yang sama, Minggu (23/6) ini. Pesertanya, Sekaa Gender Sidakarya, Duta Kota Denpasar dengan Sanggar Suara Murti, Duta Kabupaten Gianyar, serta Sanggar Tabuh Batel, Duta Kabupaten Tabanan dengan Sanggar Manik Asta Gina, Duta Kabupaten Jembrana. Salah seorang juri, I Wayan Sujana, mengatakan, aspek penilaian meliputi teknik, bentuk/komposisi lagu, kreativitas, penampilan/ekspresi, dan suara gender. “Karena ini merupakan tim, satu barung berempat. Jadi, dituntut harus seragam

dan seimbang. Kalau kualitas suara gamelan kurang, semua akan berpengaruh,” ujarnya. Menurut Sujana, para peserta yang mendapat giliran berlomba kemarin, secara umum sudah tampil dengan baik. Setiap duta kabupaten memiliki ciri khasnya masing-masing. “Hampir setiap daerah, teknik dan komposisinya beda. Walaupun namanya bisa sama, tapi lagunya beda karena mereka punya gaya masing-masing,” jelas Pembina Gender Wayang di Denpasar ini. Sujana menambahkan, gender wayang di Bali berkembang sangat pesat. Bahkan telah menjadi primadona di kalangan anak-anak. Terbukti, anakanak selalu antusias mengikuti setiap event lomba gender wayang. Baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Pihaknya optimis gender wayang ke depan akan tetap eksis dan semakin diminati. “Saya optimis sekali karena anak-anak sekarang banyak tertarik dan mencintai gender wayang karena bentuknya sangat unik, walaupun dari segi permainannya cukup rumit,” ujarnya. (kmb32)

BPM/kmb40

PALEBON - Prosesi palebon Jero Pasek Jempiring.

Tembakan Salvo Iringi ’’Palebon’’ Istri Pahlawan Kapten Mudita Bangli (Bali Post) Tembakan salvo mengiringi prosesi palebon Jero Pasek Jempiring, istri pejuang kemerdekaan Kapten Anak Agung Mudita, Sabtu (22/6) kemarin. Upacara palebon yang dilaksanakan di Setra Banjar Adat Pande, Kelurahan Cempaga dihadiri ribuan masyarakat. Berdasarkan pantauan, sebelum diberangkatkan ke setra, di kediaman almarhum di Puri Kilian Bangli digelar apel penghormatan jenazah secara militer yang dipimpin Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto. Tampak hadir dalam upacara penghormatan tersebut, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Bangli I Made Gianyar, Wabup Sedana Arta, Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo, Sekda I.B. Giri Putra, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Bangli, dan sejumlah pejabat lainnya. Putra almarhum, Anak Agung Anom Suarcana, yang ditemui di sela-sela prosesi palebon kemarin, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim dan Polres Bangli yang telah ikut serta dalam upacara perabuan ibunya. Terima kasih juga disampaikan kepada Bupati dan pejabat lainnya yang turut hadir dalam upacara kemarin. Agung Anom Suarcana dalam kesempatan itu mengenang kembali sosok almarhum. Ia mengungkapkan di mata keluarga, Jero Pasek Jempiring merupakan sosok wanita yang tangguh, keibuan, dan setia. Pascaditinggal wafat oleh Kapten Agung Mudita,

Jero Pasek Jempiring tak pernah berniat untuk menikah lagi. “Beliau concern membesarkan dan mendidik saya sampai beliau mengembuskan napas terakhirnya,” kata Anom Suarcana. Selama ini, Jero Pasek Jempiring menjadi panutan di keluarga. Ia berdoa ibunya yang telah berpulang karena sakit 28 Mei lalu bisa mendapat tempat di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto menyampaikan bahwa upacara perabuan jenazah secara militer ini dilaksanakan sebagai wujud penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa almarhum. Selaku inspektur upacara dan pribadi, Letkol Andy Pranoto menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Ia pun berdoa semoga Tuhan mmberikan ketabahan, kesabaran, dan perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan. “Dengan kepergian almarhum, kita semua telah kehilanangan putri bangsa terbaik yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip keprajuritan, setia kepada negara dan telah bekerja keras dalam mengemban tugas negara sebaik-baiknya. Semua yang telah dilakukan almarhum semasa hidupnya terutama dalam mengemban tugas negara dengan semangat dan penuh keikhlasan, hendaknya menjadi teladan bagi kita semua dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Dandim. (kmb40)

Satpol PP Sidak Pedagang di Areal Taman Budaya Denpasar (Bali Post) -

Satpol PP Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pedagang di areal Taman Budaya, Sabtu (22/6) kemarin. Sidak yang berlangsung pukul 11.30 wita itu terkait penegakan Pergub No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Satpol PP tidak hanya menyasar pedagang-pedagang besar, tetapi juga sejumlah pedagang asongan di lokasi penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI itu. “Kita periksa dan sita kantong plastiknya jika kedapatan masih menggunakan tas plastik,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Menurut Dewa Dharmadi, sebagian besar pedagang, baik di dalam areal Taman Budaya maupun di luar (belakang Taman Budaya, red), sudah mematuhi Pergub 97. Hal ini sebagaimana pengawasan rutin yang dilaksanakan Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali serta relawan Trash Hero. Upaya penegakan Pergub dilakukan secara terus-menerus untuk menumbuhkan kesadaran seluruh masyarakat Bali. Tidak hanya di acara PKB, tetapi juga para pengusaha atau pedagang di semua tempat. “Moto kita adalah mari jaga alam Bali dari bahaya sampah plastik,” jelasnya yang juga mengajak serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja, saat sidak. Hal ini, lanjut Dewa Dharmadi, merupakan komitmen kuat terhadap pelestarian adat, seni, dan budaya Bali sesuai visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali era baru. Salah satunya terus berbenah diri, dengan mengeluarkan regulasi yang memihak pelestarian adat istiadat, seni, dan budaya Bali. (kmb32)

BPM/ist

SIDAK - Satpol PP Provinsi Bali saat melakukan sidak untuk menegakkan Perda No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Pengurus Forkom Dewi 2019-2024 Dilantik

Desa Wisata Mati Suri akan Dihidupkan Kembali Denpasar (Bali Post) Pengurus Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) Bali periode 2019 – 2024 dilantik. Dengan kepengurusan yang baru, desa wisata (dewi) yang mati suri akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali. Karena dari 160 dewi di Bali, tidak lebih dari 20 dewi yang berjalan optimal. Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata (Dewi) periode 2019 – 2024, Mendra Astawa, mengatakan, masih sedikitnya dewi yang berjalan optimal, akan dilakukan upaya–upaya pembinaan ke depannya. Namun, pembinaan dan penguatan dewi dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholder seperti kampus, perbankan, pemerintah, swasta, dan media. Sehingga ia yakin jika satu dewi didukung oleh banyak pihak, dalam waktu singkat tidak sampai 3 tahun, 160 dewi itu akan memiliki kualitas yang lebih baik. Menurutnya, dewi agar bisa berkembang perlu dukungan dari masyarakat, community base tourism, pemerintah dan pengelolanya. Selain itu, melalui Forkom Dewi, ia akan men-

gajak desa–desa di Bali untuk membuat produk yang inovatif dan kreatif, memiliki ciri khas tersendiri dengan potensi desa masing-masing. Sehingga tidak akan terjadi banting harga untuk bisa bersaing antardewi. Salah satu caranya dengan mengangkat dan menggali setiap budaya yang ada menjadi keunikan sendiri sehingga wisatawan menemukan sesuatu yang baru di desa. “Kami berharap melalui sapta pesona agar pelaku dewi melakukan program itu sehinga ada kenyamanan, keindahan, rasa aman, wisatawan akan lebih panjang stay di tempat itu,” ujarnya Jumat (21/6), usai pelantikan dirinya sebagai Ketua Forkom Dewi bersama pengurus yang lain di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Forkom Dewi dikatakan tidak hanya memberikan rekomendasi atau SK pendirian dewi, tapi juga melakukan pembinaan pada dewi tersebut. “Yang jelas, dewi yang akan dibangun tidak serta merta menunjukkan modernisasi, tapi akan diklasifikasikan sesuai dengan potensi masing-masing desa,” tandasnya. Kementerian telah menetap-

kan standar desa wisata. Ia pun telah melakukan penilaian standar dewi sejak 2017 melalui desa wisata award. Salah satu standar yang harus dilakukan dewi adalah memiliki lembaga pengelola dewi seperti Pokdarwis dengan didukung pendanaan dari BUMDes. Melalui kepengurusan dewi yang baru diharapkan dapat menaikkan grade masingmasing desa. Ketua PHRI Badung Agung Rai Suryawawijaya mengatakan, Kabupaten Badung pun sudah membentuk Forum Komunikasi Desa Wisata, karena Bupati Badung dikatakan sangat concern memperbaiki destinasi desa wisata itu. Lebih dari Rp 1 miliar dana dikucurkan untuk lima dewi dalam rangka meningkatkan kualitas destinasi dunia. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya terus mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang ada di seputar Bali. “Kita harus kembangkan itu, kalau tidak berarti kita hanya membuat program wisatawan hanya datang satu kali ke Bali,” ujarnya. (kmb42)

AGENDA PKB XLI-2019 Minggu, 23 Juni 2019 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Lantai I, Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Lomba Makanan, peserta TP. PKK Kabupaten/ Kota Se-Bali Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Gender Wayang Anak - anak : -Sekaa Gender Sidakarya, Desa Sidakarya, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar dengan Sanggar Suara Murti, Br. Babakan, Desa Sukawati, Kec. Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar -Sanggar Tabuh Batel, Br. Kuwum Mambal, Desa Kuwum, Kec. Marga, Duta KabupatenTabanan dengan Sanggar Manik Asta Gina, Duta Kabupaten Jembrana Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang, SMPN 3 Semarapura, DutaKabupaten Klungkung

Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja, Sekaa Arja Gita Semara, DesaUbud, Kec. Ubud, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Janger Melampahan, Sekaa JangerKedaton, Br. Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Wanita Ning Pranjipani, Br. Patus Menak, Desa Pakraman Tulikup Kelod, Kec. Gianyar, Duta Kabupaten Gianyar dengan Komunitas Seni Bungan Dedari, Institut Seni Indonesia(ISI) Denpasar

Buka International Science and Invention Fair 2019

Wali Kota Rai Mantra Harapkan Jadi Ajang Ciptakan SDM Berkualitas SATU lagi event bertaraf internasional kembali digelar di Kota Denpasar. International Science and Invention Fair (ISIF) dihelat mulai dari 21 sampai 25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar. Pembukaan kegiatan ini dilakukan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu (22/6)

kemarin. Turut hadir pula pada kegiatan itu, Kadisdikpora Wayan Gunawan serta undangan lainnya. Wali Kota Rai Mantra mengapresiasi dilaksanakannya International Science and Invention Fair (ISIF) di Kota Denpasar. Terkait dengan sustainable development (pembangunan berkelanjutan) terutama

ISIF - International Science and Invention Fair (ISIF) dihelat mulai dari 21-25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar. Pembukaan kegiatan ini, Sabtu (22/6) kemarin, dilakukan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra.

pengembangan sumber daya manusia di Kota Denpasar, event sains internasional ini adalah wadah yang tepat untuk mengukur sejauh mana hasil pengembangan SDM terutama siswa-siswi sekolah di Kota Denpasar. “Ajang ini semoga dapat dimanfaatkan oleh anak-anak khususnya para peserta dari Kota Denpasar untuk menunjukkan keahlian mereka di bidang sains sekaligus membuktikan bahwa pelajar di Indonesia dapat bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi sudah sampai ke internasional. Saya berharap event semacam ini dapat terus diselenggarakan di Kota Denpasar untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan siap diuji di tingkat internasional,” ujar Rai Mantra. Ketua Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Deni Irawan, saat ditemui mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan program kerja IYSA bekerja sama dengan Kampus i3L Jakarta. ISIF merupakan event internasional di bidang

sains dan invensi pertama dari Indonesia yang diikuti 145 tim dari 11 negara di antaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Zambia, Turki, Turkmenistan, dan Vietnam. “ISIF sendiri merupakan perpaduan antara kompetisi dan pameran di bidang sains dan invensi tingkat internasional yang diselenggarakan dari tanggal 21 - 25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC) Denpasar, Bali,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, peserta ISIF merupakan pelajar SD hingga perguruan tinggi yang mempresentasikan hasil karyanya di bidang sains dan invensi. Mereka memamerkan karyanya dalam bentuk produk dan poster. Peserta yang sampai tahap ini adalah mereka yang telah lolos seleksi dari daerahnya masing–masing. Selain pameran, kegiatan ISIF juga berisi acara kebudayaan dari setiap negara partisipan dalam acara culture show. “Kami berharap dari acara ini dapat melahirkan peneliti muda terutama dari Indonesia,

dan semoga dengan penemuan serta inovasi ini dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Diharapkan pula dukungan dari pemerintah agar menambah motivasi bagi para siswa yang mengikuti lomba ini,” ujarnya. Salah satu peserta ISIF, Ni Putu Dina Nariswari, asal SMPN 10 Denpasar antusias dapat mengikuti event International Science and Invention Fair (ISIF) ini. Mengenai hasil karya penelitiannya, Dina menjelaskan bahwa dia dan kelompoknya mengembangkan obat kumur dari perpaduan selada laut (Sea Lettuce/Ulva Lactuca L) dengan buah pinang (Areca Cathecu) yang diklaim lebih ramah lingkungan, aman bagi kesehatan dan bahan bakunya mudah ditemukan di sekitar kita. Dina menambahkan, dengan mengikuti kompetisi ini, dapat bertemu dan berkompetisi dengan rekan-rekan dari seluruh dunia merupakan pengalaman berharga dan semoga dirinya beserta tim dapat meraih hasil maksimal yang dapat mengharumkan Kota Denpasar. (ad577)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Wage, 23 Juni 2019

”Palebon” Mantan Pejuang Penumpas DI/TII Diiringi Tembakan Salvo Gianyar (Balipost)Tembakan salvo dari delapan orang anggota Kepolisian Resort Gianyar mengantarkan peristirahatan terakhir dari mantan pejuang penumpas DI/TII, Daud Beureuh, Lettu Purnawirawan I Gusti Agung Ketut Murdita, di kuburan Desa Adat Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (22/6) kemarin. Upacara kedinasan berupa pelepasan jenazah dilakukan di rumah duka dipimpin Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Ketut Dwikora, dan persemayaman di kuburan Desa Adat Medahan dipimpin Kabag Sumda Polres Gianyar Kompol I Ketut Dana, S.H. Almarhum Lettu Purn.

I Gusti Agung Murdita, jabatan terakhirnya sebagai Kasubaglog Polres Gianyar meninggal dunia di RSU Sanjiwani, Gianyar, Minggu (9/6) lalu, pukul 19.45 Wita karena Sakit. Almarhum mengikuti pendidikan polri Sekolah Agen Polisi, lulus tahun 1957, dan mengikuti pendidikan secapa khusus tahun 1984. Selama mengabdi di kepolisian, almarhum sempat ditugaskan di beberapa daerah konflik. Salah satunya ditugaskan ke Aceh, dalam gerakan operasi militer terhadap peristiwa pemberontakan DI/TII Daud Beureuh. Dari keikutsertaan tersebut, almarhum diberikan tanda kehormatan Sa-

tyalancana Gerakan Operasi Militer(GOM) VII tahun 1957. Selain itu, almarhum juga mendapatkan tanda jasa/ bintang jasa, seperti Satya Lencana Kamtibmas Teladan Tuhun 1969, Satya Lencana Dwikora Wira Dharma tahun 1969, Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, dan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun. Pihak perwakilan keluarga, I Gusti Agung Putra Dyana, di sela upacara kedinasan, mengucapkan terima kasih atas perhatian pihak kepolisian atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum, juga permohonan maaf apabila selama hidupnya ada kesalahan. (kmb16) PANAHAN-Ny.Putri Suastini Koster saat membuka lomba kejuaraan Pacentokan Agung Jemparingan (panahan) se-Nusantara di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (22/6) kemarin.

Ny. Putri Koster:

Jemparingan Melatih Karakter Diri Fokus Mencapai Tujuan Luhur

JENAZAH-Upacara pemberangkatan jenazah dari rumah duka.

BPM/kmb16

REI Genjot Pemasaran ke Generasi Milenial Denpasar (Bali Post)DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali menyasar market milenial. Ini didasarkan pengalaman saat REI Expo tahun lalu, pembeli rumah 70 persen merupakan pembeli end user. Dari 70 persen tersebut, 40 persennya merupakan pembeli dari generasi milenial. Anggota DPD REI Bali Gede Semadi Putra mengatakan, segmentasi pasar yang dituju terutama saat REI Expo yang berlangsung dari 1–7 Juli nanti adalah generasi milenial. Menurutnya saat ini presentase pasarnya jauh lebih besar dari tahun–tahun sebelumnya. “Tahun 2013 ke bawah pembeli lebih banyak ke investor. Saat itu kita promosinya dan pasarnya memang untuk investor, yaitu orang-orang yang berinvestasi properti kemudian dijual kembali. Sekarang tipikal konsumen pembeli rumah adalah end user yang mana kisaran umurnya di bawah 40 tahun. Jadi bisa dikatakan mereka yang kelahiran tahun 80-an ke atas,” bebernya, Kamis (20/6) lalu. Mengingat segmen pas-

ar adalah generasi milenial, maka REI menawarkan rumah dengan harga Rp 148 juta yaitu rumah bersubsidi hingga Rp 3 miliar untuk rumah non subsidi. Harga tersebut dinilai dapat dijangkau oleh generasi milenial. Namun rumah yang banyak diminati adalah rumah dengan harga Rp 700 juta ke bawah. Rumah yang ditawarkan lokasinya mencakup di hampir semua kabupaten/kota di Bali. Namun untuk rumah bersubsidi ada di Tabanan, Negara, Buleleng, Karangasem, Klungkung. Diakui pada semester pertama tahun 2019 penjualan rumah mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini diakibatkan adanya Pemilu di tahun 2019. Namun dari grafik ia melihat mulai ada peningkatan setelah Pemilu. “Kondisi kondusif penjualan mulai merangkak naik,” imbuhnya. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Pramana Widura mengatakan, target penjualan rumah bersubsidi tahun ini adalah 3.500. Ia optimis dapat

mencapai target tersebut dengan adanya expo yang akan dilakukan REI. “Kita optimis dapat mencapai target karena harga–harga rumah yang kami tawarkan betul–betul terjangkau bagi masyarakat saat ini, dibandingkan tahun sebelumnya. Harga–harga sekarang jauh lebih menarik daripada harga sebelumnya,” tandasnya. Apalagi potensi pasar generasi milenial saat ini sangat besar sehingga penjualan rumah diyakini akan terdorong. Namun demikian masih terdapat sejumlah kendala yang dialami pembeli milenial yaitu down payment (DP). Namun dengan bergabungnya beberapa developer memungkinkan developer untuk menjual rumah hanya dengan uang muka 5 persen bahkan 1 persen untuk rumah subsidi. Serta didukung juga dengan gimmick dan diskon– diskon dari perbankan. Selain DP, kendala lainnya adalah harga rumah. Namun dengan penawaran harga rumah yang cukup terjangkau, akan menarik minat pembeli milenial. (kmb42)

REI-Pengurus DPD REI Bali saat press conference REI Expo 2019.

BPM/may

Denpasar (Bali Post) Ny. Putri Suastini Koster yang dikenal sebagai tokoh yang konsen terhadap berbagai pelestarian seni budaya didapuk untuk membuka lomba kejuaraan Pacentokan Agung Jemparingan (panahan) se-Nusantara di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (22/6). Lomba kejuaraan cabang olahraga yang tergolong sebagai bagian warisan budaya leluhur Nusantara ini digelar oleh Jepun Bali dengan diikuti sekitar 190 atlet jemparingan dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster berharap, melalui kegiatan semacam ini akan ikut membangkitkan dan melestarikan budaya warisan leluhur Nusantara. Menurutnya, lomba panahan sebetulnya terbilang sebagai salah satu adu ketangkasan yang telah ada sejak zaman dahulu. Ini dibuktikan dalam kisah wiracarita pewayangan. “Di balik adu ketangkasan panahan ini mengandung filosofi

yang sangat penting. Karena ketangkasan memanah membutuhkan rasa percaya diri, mampu menjaga keseimbangan serta konsentrasi untuk mengarahkan anak panah pada sasaran juga harus fokus, kuat, tulus dan lurus. Jadi panahan ini mengajarkan kita supaya melatih karakter diri secara berkelanjutan agar fokus dalam mencapai tujuan luhur,” jelasnya. Selain itu, dari olahraga pa-

nahan ini juga diharapkan akan ikut menumbuhkan budaya dan pendidikan budi pekerti, sekaligus menemukan bibit pemimpin sejak dini. Sementara Ketua Panitia Pelaksana Lomba Jemparingan Anak Agung Anom Giri mengatakan, lomba ini telah digelar untuk keempat kalinya. Tujuannya, guna menjaring bibit unggul yang nantinya mampu mewakili Bali di kancah nasional bahkan internasional.

“Kami juga berharap dari olahraga ini tumbuh dan berkembang generasi yang kuat dan fokus dalam membangun daerahnya masing-masing,” ungkapnya. Untuk Bali sendiri, cabang olahraga panahanan ini menurutnya telah berdiri di enam kabupaten/ kota. “Sudah ada enam kabupaten/kota yang aktif melatih dan mengadakan perlombaan jemparingan, yakni Tabanan, Singaraja, Denpasar, Klungkung, Gianyar, dan Badung,” sebutnya. Pihaknya berharap dengan prinsip Tut Wuri Handayani maka pola asuh yang baik dan mendidik akan mampu memunculkan atlet handal panahan yang berprestasi sehingga ikut mengharumkan nama daerah. (kmb)

Dari Festival Bunkasai

Membuat Hubungan Saraswati dan Jepang Makin Mesra Denpasar ( Bali Post)Setiap tahun mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing (FBA) Unmas Denpasar menggelar Festival Budaya Jepang yang diberi nama Bunkasai. Bunkasai ke-7 pada 2019 dibuka, Sabtu (22/6) kemarin oleh Konsul Jepang di Denpasar, Mr. Chiba Hirohisa, didampingi Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Rektor Unmas Made Sukamerta dan Dekan FBA Unmas, I Komang Sulatra, S.S., M.Hum. Hadir di acara itu unsur JIPA dan Monogatari Corporation. Agenda ini terselenggara berkat kerjasama FBA Unmas dengan Konjen Jepang di Denpasar dengan media partner Bali TV dan Wiyata Mandala. Ketua Panitia Dharma Mahendra mengungkapkan Bunkasai bertema ‘’Festival Selamatan‘’ berlangsung selama dua hari. Sabtu diisi dengan lomba Pidato Bahasa Jepang, juara I akan mewakili Bali ke ajang nasional dan internasional. Juga digelar story telling, karaoke, shoudoo, mangga, yukata dance, cosplay , dll. Minggu diisi dengan pagelaran seni nusantara dan Jepang serta festival kuliner. Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd., mengaku bangga FBA mampu melaksanakan Bunkasai secara berkelanjutan. Bersamaan dipilihnya pemimpin kedua negara agenda ini pas dijadikan momentum memperkuat

hubungan Bali dan Jepang. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., membenarkan kerja sama Yayasan Saraswati dengan Jepang sudah terjalin sejak 1980 bersama SMA Pertanian Saraswati. Saat itu Saraswati dilatih membuat dan menjual pupuk kompos serta bantuan tanaman hias. Kini anak-anak SD Saraswati rutin menjadi duta budaya ke Jepang. Kerja sama ini diperkuat lagi oleh FBA Unmas yang membuat nama Saraswati makin berkibar di masyarakat. Apalagi Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar pertama memberikan pelajaran bahasa Jepang kepada siswanya sejak SD. ‘’Ini artinya kerja sama ini berhasil dengan baik, membuat hubungan Konjen Jepang dan Saraswati makin mesra,’’

tegasnya. Konjen Jepang Chiba Hirohisa mengungkapkan 2019, adalah tahun istimewa dengan diangkatnya Kaisar Jepang yang baru menuju era harmoni. Makanya tema Bunkasai sangat pas dalam bentuk rasa syukur bersama rakyat Indonesia yang sukses memilih presiden. Dia setuju hubungan Saraswati dan Jepang makin mesra. Mahasiswa FBA ini yang mengemban amanah hubungan RI-Jepang melalui Bali. Apalagi Perguruan Saraswati diakuinya memiliki sejarah yang panjang menigkatkan hubungan RI dan Jepang. Sementara itu lomba pidato bahasa Jepang diikuti puluhan siswa SMA dan mahasiswa seBali. Juara I-III diborong mahasiswa Unmas masing-masing I Gede Sutirta, Oktavian Yudha

Pradana Tiljuir dan Hagi Hayu Siwi. Dekan FBA Unmasi Dr. I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., didampingi Wakil Dekan, Dr. IGA Sri Rwa Jayantini, M.Hum., mengungkapkan Bunkasai merupakan ajang kreativitas mahasiswa Prodi Sastra Jepang FBA Unmas untuk memberikan kesempatan kepada para anak SMA-SMK dan juga umum untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan berbahasa melalui lomba. Lewat ajang ini anak muda Bali makin banyak menguasai bahasa Jepang. Sebab menguasai bahasa asing adalah langkah menuju kesuksesan. Pada Penmaru 2019, FBA Unmas hanya menerima 300 mahasiswa untuk Sastra Inggris dan 80 orang untuk Sastra Jepang. (025)

BPM/sue

BUNKASAI - Konjen Jepang Chiba Hirohisa didampingi Bagus Ketut Lodji, Made Sukamerta dan Komang Sulatra saat membuka Bunkasai FBA Unmas.

Capek dan Pegal Setelah Keliling Areal PKB

”Refreshing” dengan Pijat di Stand Tunanetra PADA Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2019 kali ini, selain stand pameran tidak dipungut biaya sewa, Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti acara tahunan ini. Salah satu stand khusus penyandang disabilitas adalah stand pijat dan refleksi tunanetra yang berlokasi di wilayah stand kuliner PKB. Jadi bagi para pengunjung yang merasa lelah dan pegal sehabis mengelilingi areal PKB baik melihat pameran maupun pertunjukkan bisa refreshing dengan pijat di stand tunanetra ini. Stand khusus penyan-

dang tunanetra dengan layanan pijat dan refleksi ini diisi oleh Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bali. Anggota Pertuni Bali sendiri saat ini mencapai kurang lebih 300 anggota dari delapan kabupaten/ kota. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Pertuni Bali Nyoman Bawa saat ditemui di stand khusus tunanetra, setiap hari akan ada tiga terapis yang berjaga dan memberikan layanan. Adapun layanan yang bisa didapatkan di stand tersebut adalah layanan refleksi selama tigapuluh menit dengan tarif Rp 40.000. Layanan pijat setengah badan selama 30 menit den-

gan tarif Rp 40.000 dan pijat full body dengan durasi satu jam dengan tarif Rp 80.000. Bagi konsumen yang hendak dipijat dengan tiduran, juga disediakan dua tempat tidur. Untuk terapis, bisa dipilih konsumen. Karena setiap harinya ada terapis wanita maupun pria yang bertugas. Menurut Bawa, pijat dan refleksi diberikan dilakukan terapis yang bersertifikat dan memiliki efek menyegarkan kembali tubuh yang pegal-pegal akibat kelelahan. Jadi sangat disarankan bagi pengunjung yang ingin segar kembali setelah lelah beraktivitas maupun berjalan-jalan mengelilingi stand pameran

untuk mampir ke stand tunanetra ini. Bawa melanjutkan, tahun ini adalah kali pertama pihak Pertuni mengikuti even PKB dengan mengisi stand. Selama ini pihaknya hanya mendengar mengenai even tersebut melalui berita di radio tanpa terlibat langsung. Karena itu dengan kesempatan yang diberikan, ia mewakili Pertuni sangat berterima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan kesempatan pihaknya untuk mengikuti even PKB. ‘’Kami ikut bangga karena turut serta berkontribusi dalam even PKB sehingga kami juga bisa menunjukkan kemampuan kami,’’ ujarnya. (san)

BPM/san

PIJAT-Layanan pijat di stand Tunanetra yang berlokasi di areal kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB).


4

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Kejang Demam pada Anak

Apakah Berbahaya? setelah kejang anak sadar (biasa ditandai dengan menangis), dan demam. Ada 2 jenis kejang demam. Pertama adalah kejang demam sederhana yang ditandai dengan: kejang <15 menit, kejang tidak berulang dalam 24 jam, dan kejang meliputi semua bagian tubuh (kaku ataupun kelojotan). Jenis kedua adalah kejang demam kompleks yaitu ditandai dengan: kejang >15 menit, kejang berulang dalam 24 jam, dan kejang hanya pada satu sisi tubuh dan kemudian bisa berubah jadi seluruh tubuh. Apa yang harus dilakukan bila anak

kejang? Usahakan tetap tenang, jangan panik. Lalu lakukan hal-hal sebagai berikut: - Letakan anak di tempat yang aman; - Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan atau benda lain yang ada dalam mulut tidak membuat anak tersedak; - Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut seperti sendok. - Amati apa yang terjadi saat anak kejang agar dapat memberikan informasi kelak pada dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit

gawat darurat terdekat. - Apabila orangtua memiliki obat kejang di rumah, dapat diberikan melalui dubur saat anak kecang dengan dosis yang sesuai. Pada umumnya kejang demam tidak berbahaya. Kejang demam akan menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia >5 tahun. Sebagian besar anak akan sembuh tanpa komplikasi. Kecerdasan dan tumbuh kembangnya biasa tidak terganggu. ldr. Bella Kurnia

Orangtua akan mulai cemas bila anak mereka sakit. Hal yang paling sering membuat orangtua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terutama rumah sakit adalah demam. Saat demam orangtua akan cemas terutama apabila memiliki anak balita, mereka akan takut akan terjadi kejang pada anaknya saat demam. Kejang demam inilah yang biasa membuat orangtua panik. Apa itu kejang demam? Kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >38°C yang disebabkan oleh proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas dari kejang demam ini adalah demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam dan setelah kejang anak langsung sadar kembali (biasanya ditandai dengan tanggisan). Bila seorang anak pernah mengalami kejang namun tidak didahului oleh demam kemudian mengalami kejang kembali namun saat itu disertai demam maka anak tersebut tidak mengalami yang disebut kejang demam. Atau bila seorang anak mengalami kejang yang disertai dengan demam namun usianya kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun maka anak tersebut juga tidak dapat disebut mengalami kejang demam dan mungkin

yang menyebabkan anak tersebut kejang disertai demam adalah adanya infeksi di tempat lain. Apa penyebab kejang demam? Penyebabnya adalah demam yang terjadi secara mendadak. Demam tersebut dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam menyebabkan kejang pada anak yang satu, tetapi tidak pada anak yang lain. Hal ini diduga karena adanya faktor genetik yang berperan; dan ketahanan anak atau ambang suhu kejang anak berbeda-beda. Satu anak kejang saat suhu 38°C, tetapi anak lain mengalami kejang saat suhu 40°C. Gejala Gejala kejang demam pada anak adalah mata mendelik, tubuh kaku, kelojotan, saat kejang anak tidak sadar,

DEMAM - Kejang demam, adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >38°C yang disebabkan oleh proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Bila seorang anak pernah mengalami kejang namun tidak didahului oleh demam kemudian mengalami kejang kembali namun saat itu disertai demam maka anak tersebut tidak mengalami kejang demam.

Kisara

Berenang dan Menstruasi

Dear Kisara, perkenalkan namaku Kadek, 17 tahun. Aku suka banget berenang Kak, tapi kalau lagi menstruasi aku sering bingung Kak. Boleh gak sih kalau aku berenang pas menstruasi Kak? Apa gak bocor ya nanti darah mens-ku di kolam? Tolong dijawab ya Kak! Hi Kadek! Terima kasih sudah bertanya sama Kisara, ya! Pertanyaan kamu sering banget ditanyakan oleh teman-teman remaja putri yang lain, loh! Memang masih banyak banget nih remaja putri yang masih bingung dan takut untuk berenang saat menstruasi, terlebih untuk mereka yang mengikuti ekstra renang di sekolah. Sebenarnya boleh gak sih berenang saat menstruasi? Nah, Kisara bakalan coba menjawabnya ya! S a a t ka m u m e m u t u s k a n untuk berenang dalam periode menstruasi, ada dua hal yang harus kamu pertimbangkan, yaitu kegiatan berenang kamu dan kenyamanan kamu. Iyap, kenyamanan merupakan salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan, karena pasti kamu juga merasa tidak nyaman saat berenang dan sedang menstruasi, kan? Mungkin kamu akan tidak nyaman karena kolam renangnya kotor dan banyak bakteri yang bisa saja bikin vagina kamu semakin lembab atau bahkan kamu was-was karena takut darah menstruasi kamu bocor dan membuat kolam renang menjadi merah. Walaupun hal itu tidak terjadi, tapi kadang kita tetap takut dan merasa tidak nyaman, kan? Namun, jika kamu sudah yakin bahwa semua akan baikbaik saja, kamu bisa melanjutkan kegiatan berenang kamu saat menstruasi, kok! Saat kamu sedang menstruasi dan

ingin berenang, hal yang perlu kamu lakukan adalah memastikan pakaian renang kamu nyaman. Kemudian kamu bisa menggunakan pembalut yang baru atau bisa juga tidak menggunakan pembalut. Kalau kamu terbiasa menggunakan menstrual cup atau tampon, itu lebih baik untuk mengganti pembalut kamu. Kenapa? Karena kalau pembalut akan menyerap air kolam dan membuat vagina kamu menjadi lembab, bahkan bisa saja membuat bakteri jahat berkembang. Tapi jangan khawatir, kamu bisa segera ganti pembalut kamu dengan yang baru sesaat setelah selesai berenang. Selain itu, saat berenang darah menstruasi kamu tidak akan keluar karena ada tekanan dari air yang berlawanan. Hal ini menyebabkan darah menstruasi kamu seolah-olah tidak mengalir/berhenti, tapi setelah kamu keluar dari kolam renang, darah menstruasi kamu akan mengalir kembali. Jadi, kamu gak usah khawatir lagi kalau pas kamu berenang darah menstruasi kamu akan bocor dan membuat kolam renang merah, ya! Itu tidak akan terjadi hehehehe. Okay, jadi berenang saat menstruasi itu boleh-boleh saja ya! Asalkan kamu nyaman untuk berenang saat menstruasi. Kalau kamu tidak nyaman, lebih baik tunggu setelah menstruasi kamu selesai, ya!

Mengenal Pterigium

Selaput Putih pada Mata Pterigium berasal dari bahasa yunani, yaitu pteron yang artinya â&#x20AC;&#x153;wingâ&#x20AC;? atau sayap. Pterigium adalah suatu pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif. Pterigium ini berbentuk segitiga dengan puncak di daerah kornea dan basisnya terletak pada kelopak bagian hidung atau bagian luar. Pterigium ini bisa tumbuh pada satu mata ataupun kedua mata dan biasanya pterigium tidak memberikan gejala yang berarti sehingga pertumbuhannya tidak disadari. Pada tahap awal pterigium penderita sering merasa matanya terasa panas, perasaan mengganjal seperti ada benda asing, sering merah pada mata dan terjadi penurunan tajam penglihatan pada tahap selanjutnya yang dikarenakan astigmat. Hingga saat ini penyebab pasti pterigium masih belum diketahui secara pasti. Diduga disebabkan iritasi yang terus menerus dari angin, sinar matahari, udara yang panas dan debu. Beberapa faktor risiko pterigium yang lain adalah paparan ultraviolet, trauma mikro secara kronis pada mata, infeksi mikroba atau virus. Pterigium bisa terjadi pada laki-laki dan wanita, namun angka kejadian pada laki-laki lebih banyak 4x daripada wanita. Insiden kejadian pterigium tinggi pada orang berumur di bawah 20 â&#x20AC;&#x201C; 49 tahun. Pterigium rekuren sering terjadi pada umur muda dibandingkan dengan umur tua. Berhubungan dengan merokok, pendidikan rendah dan riwayat paparan lingkungan di luar rumah. Paparan Bila dari hasil anamnesis didapatkan faktor risiko dan paparan yang mendukung terjadinya pterigium serta pemeriksaan fisik mendapatkan gambaran selaput putih pada kornea, maka

sudah dapat didiagnosis pterigium. Diagnosis dapat ditegakkan tanpa harus dilakukan pemeriksaan lanjut. Berdasarkan stadium pterigium dibagi menjadi 4 derajat yaitu: derajat 1 jika pterigium hanya terbatas pada tepi kornea. Derajat II jika pterigium sudah melewati tepi dan belum mencapai pupil mata, tidak lebih dari 2 mm melewati kornea. Derajat III jika pterigium sudah melebihi derajat II tetapi tidak melebihi

pinggiran pupil mata dalam keadaan cahaya normal (diameter pupil sekitar 3-4 mm). Derajat IV jika pertumbuhan pterigium sudah melewati pupil sehingga mengganggu penglihat. Penanganan Penanganan pterigium pada tahap awal adalah berupa tindakan konservatif seperti penyuluhan pada pasien untuk mengurangi iritasi maupun paparan sinar ultraviolet dengan menggunakan

kacamata anti UV dan pemberian air mata buatan. Indikasi operasi pterigium yaitu pterigium yang menjalar ke kornea sampai lebih 3 mm dari limbus (derajat III), pterigium yang mencapai jarak lebih dari separuh antara limbus dan tepi pupil (derajat IV), pterigium yang sering memberikan keluhan mata merah, berair dan silau karena astigmatismus, dan kosmetika terutama untuk penderita wanita. ldr. Richardo Rusli

PTERIGIUM - Penyebab pasti pterigium masih belum diketahui secara pasti. Diduga disebabkan iritasi yang terus menerus dari angin, sinar matahari, udara yang panas dan debu. Beberapa faktor risiko pterigium yang lain adalah paparan ultraviolet, trauma mikro secara kronis pada mata, infeksi mikroba atau virus. Pterigium bisa terjadi pada laki-laki dan wanita, namun angka kejadian pada laki-laki lebih banyak 4x daripada wanita.


5

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Capricorn Kewaspadaan tetap harus dijaga sekalipun Anda sudah merasa berada di puncak. Karena permasalahan bisa timbul dari kelengahan dan kesembronoan yang seharusnya bisa dihindari. Di minggu ini kemujuran masih cukup bisa diandalkan, akan tetapi masalah yang datang juga tidak bisa diremehkan. Asmara: Sikapnya yang menjengkelkan itu tak perlu dihadapi dengan emosi karena hanya akan membikin suasana menjadi tidak terkendali. Aquarius Di minggu ini percayailah feeling dan tak perlu terpengaruh dengan prediksiprediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan di kemudian hari. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya walaupun Anda beranggapan apa yang Anda lakukan itu adalah benar. Pisces Tak perlu mengikuti jalan dan tingkah laku orang lain, biarkan orang lain mau bilang apa, asalkan Anda tetap sesuai dengan aturan yang ada. Jika mengalami kesulitan, lebih baik segera minta pendapat kepada orang yang lebih tua, agar masalahnya dapat segera teratasi dan tidak menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Asmara: Suasana perkasihan Anda agak menegang, dan itu timbul karena kesalahan Anda sendiri yang kurang bisa konsisten dengan apa yang Anda ucapkan. Aries Meski di minggu ini cukup banyak urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Suasananya memang kurang begitu menggairahkan, akan tetapi kewaspadaan dan kerja keras tetap harus dijaga agar prestasi kerja tetap bisa meningkat. Kebutuhan dapat teratasi semua sehingga Anda bisa tenang dan santai di minggu ini. Asmara: Buat apa punya kekasih kalau tidak bisa diajak berbagi baik suka ataupun duka, untuk itu tak perlu takut untuk curhat kepadanya. Taurus Jangan biarkan kesalahan berlarut-larut tanpa ada perubahan, karena itu akan memperburuk kondisi bisnis dan karier Anda saja. Bila dirasa hanya merugikan, lebih baik segera ditinggalkan jangan hanya memburu kesenangan sebentar akan tetapi penderitaan yang akan dirasakan tak ada habis-habisnya. Asmara: Jalan yang Anda hadapi berdua masih panjang dan penuh dengan liku-liku kehidupan, sehingga haruslah mempersiapkannya mulai dari sekarang. Gemini Usahakan untuk tidak statis karena tanpa ada gebrakan dan terobosan yang bervariasi sangatlah sulit untuk bisa meraih hasil maksimal seperti yang diharap-harapkan. Begitu juga terhadap berbagai rintangan yang muncul, cobalah dihadapi dengan kepala dingin dan hati tenang. Asmara: Nikmati kebahagiaan ini dengan banyak mengisi waktu bersamanya, dan jangan sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Cancer Situasi di minggu ini cukup mujur dan jauh dari rintangan yang berat, sehingga bisa lebih bebas bergerak tanpa takut terganjal oleh berbagai rintangan. Hanya saja cobalah untuk tidak banyak berbicara agar segala peluang itu tidak hanya diangan-angan saja. Bicaralah seperlunya saja itu akan lebih baik daripada Anda bicara banyak tetapi arahnya tidak jelas dan menyimpang dari visi dan misi Anda selama ini. Asmara: Coba Anda tidak cerewet satu hari hari saja pasti suasana akan lebih semarak dan lebih tenang. Leo Di saat ini Anda harus lebih berkonsentrasi pada apa yang menjadi rencana Anda, tak perlu terpecahkan oleh provokasi. Apa yang menurut Anda baik dan telah menjadi keyakinan Anda lebih baik segera saja dijalankan dengan penuh percaya diri pasti hasilnya akan bisa optimal. Kemujuran di minggu ini masih memihak Anda, sehingga jika ada kesempatan sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan. Asmara: Masih ada selisih pendapat dan itu adalah hal yang lumrah dan tak perlu diperpanjang, coba Anda yang lebih mengalah kepadanya. Virgo Cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, maka mau tidak mau Anda harus mengimbanginya dengan motivasi tinggi dan prestasi kerjanya harus lebih dipergiat lagi agar bisa lebih mudah dalam meraih segala peluang yang ada. Jangan cepat berpuas diri dulu dengan hasil yang telah diraih selama ini, teruslah kejar setiap peluang yang ada. Asmara: Tak perlu berpikiran yang bukan-bukan karena si dia amat sayang pada diri Anda hanya saja pikiran Anda yang selalu negatif kepadanya. Libra Bila pikiran kurang bisa konsentrasi sebaiknya tak perlu dipaksakan, cobalah hadapi segala tantangan dengan penuh ketenangan dan kesabaran. Di minggu ini peluang belum tertutup, sehingga tak perlu takut untuk mengambil tindakan berani untuk meraihnya. Asmara: Perlu konsentrasi pada masalah personal dan usahakan untuk tidak terganggu dengan masalah profesional atau urusan seminggu-minggu. Scorpio Jangan kaget jika apa yang Anda alami di minggu ini jauh dari perkiraan Anda sebelumnya, karena situasi memang sulit untuk diprediksikan. Jalani semua ini apa adanya tak perlu punya pikiran untuk melawan arus. Asmara: Jangan keburu emosi, dengarkan dulu penjelasannya barulah mengambil sikap, jangan sampai sikap terburu-buru menghancurkan impian yang telah susah payah Anda bangun selama ini dengannya. Sagitarius Usahakan untuk lebih teliti dan tidak sembrono dalam mengerjakan suatu rencana agar hasilnya bisa tepat pada sasaran. Tak perlu menghiraukan omongan orang yang akhirnya hanya akan membikin diri Anda menjadi lengah saja. Di saat seperti ini ketenangan dan kesabaran akan bisa menentukan kesuksesan yang akan Anda raih. Asmara: Suasana percintaan Anda kurang begitu menggairahkan, maka dari itu cobalah untuk sedikit agresif.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 23 - 29 Juni 2019

Seni Menjadi ”Wayang di Tangan Dalang Semesta” tasmat tvam uttistha yaso labhasva jitva satrun bhunksva rajyam samrddham mayaivaite nihatah purvam eva nimitta-matram bhava savya-sacin (Bhagavad-gita 11.33) “Oleh karena itu, bangkitlah untuk bertempur dan capailah kemuliaan, dan setelah mengalahkan musuh-musuh nikmatilah kerajaan yang gemah ripah loh jinawi subur sejahtera. Mereka semua ini jauh-jauh sebelumnya sudah Aku binasakan. Wahai Savyasaci Arjuna, jadikanlah dirimu sebagai alat di tangan-Ku.” Perahu kecil berlayar di lautan maha luas, tanpa kompas, lagi pula gelap gulita disebabkan hujan lebat serta topan dan badai. Nakhodanya barangkali cukup ahli tetapi apa yang dapat dia lakukan dalam keadaan berbahaya seperti itu? Demikian, kita membawa hidup manusia kita sepenuhnya tanpa arah dan tujuan serta tanpa tuntunan yang baik. Hidup tanpa arah dan tanpa tuntunan tersebut menimbulkan kecenderungan ego naik meluap menjadi besar mengalahkan luasnya laut Mediterranean (dimana penulis kini sedang berada) yang luasnya mencapai 2,5 juta km2. Jika sloka di atas diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, ia akan menjadi perahu besar, nakhoda hebat, peta besar, atau menjadi matahari bersinar terang benderang, dan juga akan menjadi kompas penunjuk arah yang sangat pasti, dari sangkan (asal muasal) sampai dengan paran (tujuan) manusia. Maka segala sesuatu yang dilakukan di dunia ini pastilah selalu berada dalam tuntunan serta arahanNya. Setelah menjelaskan ajaranajaran dari yang sangat sederhana sampai ajaran tinggi dan ra-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

hasia, seperti Raja Yoga, Karma Yoga, Bhakti Yoga, Jnana Yoga, dan juga tidak terbatas ajaran tinggi lainnya, maka pada akhirnya Krsna memberikan jalan “short cut” alias jalan pintas yang indah selamat melalui sloka di atas. Krsna mengatakan kepada Arjuna bahwa setelah mengetahui segala ajaran tersebut, tasmat (maka) tvam uttistha (bangunlah dan bangkitlah engkau), wahai Arjuna. Memahami posisi diri yang sedang hidup dalam lautan kesengsaraan maha luas, menumpang di perahu kecil, pada saat yang sama sedang terjadi badai topan besar atau tsunami, lalu apa yang bisa dilakukan selain jalan pintas indah selamat yang diajarkan oleh Krsna pada sloka di atas? Maka bangkitlah, sadarlah, bangunlah dari “tidur lelap dunia maya” yang diwakili oleh “aku dan milikku”. Keluarlah dari kungkungan kesadaran tersebut dan masukilah keinsyafan sang diri sejati. Biarkan sang diri menyadari bahwa dunia bukan kita, tetapi kita ada di dalam dunia, dan dunia ada di dalam kita. Bangkitlah, uttistha, bangunlah dari kesadaran tidur dalam kegelapan tanpa pengetahuan suci Veda. Keluarlah dari kegelapan yang tidak diterangi pengetahuan suci Veda. Dengan mengedepankan kesadaran sang diri sejati sambil tetap sibuk dalam kehidupan dunia material, Krsna menambahkan, “yaso labhasva”, capailah kemuliaan hidup di jalan Dharma. Dalam melangkah maju menggiring hidup demi mencapai tujuan agama “moksartham jagaddhitaya ca”, demi pencapaian kemuliaan hidup dunia material dan juga mencapai pembebasan langgeng dari

putaran kesengsaraan kelahiran dan kematian tanpa henti, maka orang harus mengalahkan musuh-musuhnya (jahi satrun). Krsna berkata kepada Arjuna, “Perangilah musuh-musuhmu dan jitva, kalahkanlah musuhmusuh semua”, terutama musuhmusuh di dalam diri, musuh yang paling dekat (musuh maparo) dan paling berbahaya serta paling mustahil dapat dikalahkan (kama-rupam durasadam). Krsna lebih jauh mengatakan jitva, atau kalahkanlah musuh-musuhmu, lalu nikmatilah kerajaan megah di dunia ini, kemuliaan dunia (bhunksva rajyam) yang dipenuhi oleh segala jenis kemuliaan hidup (samrddham). Dengan demikian, sloka di atas mengajarkan cara mendapatkan kemuliaan hidup lahir dan batin melalui jalan pintas yang indah serta mulia. Jika orang memastikan untuk meniti jalan pintas indah serta mulia tersebut dengan jujur dan tulus maka mereka akan menikmati hidup yang penuh kemuliaan lahir dan batin. Bagi mereka yang tulus dan penuh bhakti melaksanakan ajaran-ajaran suci Veda maka Hyang Parama Kawi akan mengatur segala kemuliaan hidup abdi-Nya tersebut. Hyang Parama Kawi berjanji akan bertanggung jawab penuh terhadap hidup para abdi yang tulus dalam berbhakti kepada-Nya. Tuhan mengatur segalanya bagaikan Ki Dalang memainkan wayang di atas kelir-Nya. Demikian pula, “purvam eva”, sejak jauh sebelumnya, Tuhan sudah mengatur segala sesuatu demi kemuliaan hidup abdi-Nya (mayaivaite nihatah). Tuhan sudah menyusun segalanya, tinggal abdi-Nya yang hendaknya berusaha dengan tekun mengabdikan diri sepenuhnya di bawah Carana Paduka Hyang Widhi, Tuhan Sang Maha Mengetahui dan Maha Pengendali segalanya. Yang diperlukan hanyalah kepasrahan dalam berbhakti kepadaNya. Penyerahan diri secara totalitas kepada Tuhan akan memaksa Tuhan memainkan wayang di atas kelir-Nya. Jalan pintas yang dikehendaki

oleh Hyang Parama Kawi hanyalah “nimitta-matram bhava “, alias jadilah alat di tangan-Nya. Arjuna memilih meninggalkan segala pengetahuan serta keterikatannya pada dunia dan hanya menyerahkan diri sepenuhnya di kaki padma-Nya serta menjadi dan hanya menjadi alat di tangan-Nya. Itulah yang menyebabkan Tuhan akhirnya “memainkan wayang di atas kelir-Nya”. Arjuna hanyalah alat di tangan Sang Pelaku. Ketika orang merasa “aku mampu” maka segalanya akan menjadi gagal. Ketika orang memilih “kupasrahkan segalanya di tangan Tuhan” maka segala keberhasilan akan menjadi miliknya. Kekuatan pasukan Pandava hanyalah berjumlah 7 aksauhini. Akan tetapi, karena pasukan tersebut dikomandani oleh jenderal-jenderal perang yang tiada tanding maka pasukan Kaurava yang berjumlah 11 aksauhini dapat dikalahkan, walau dengan cara tidak mudah. Tentu saja kepasrahan di sini tidak diartikan pasrah pasif melainkan pasrah aktif. Orang tetap giat berusaha mencapai tujuan dengan segala cara di dalam jalan Dharma. Pada akhir perjuangan kerasnya, segala hasil dari usahanya dipasrahkan pada keputusan Hyang Parama Kawi. Ketika kepasrahan terjadi maka ego akan menurun. Orang tidak akan menganggap diri sebagai pelaku melainkan di balik segalanya ada Sang Pelaku Sejati. Ketika itulah akan terjadi yang tidak mungkin menjadi mungkin. Banyak contoh terhadap hal tersebut dapat diungkap sehubungan dengan perang Kuruksetra yang melibatkan banyak kerajaan. Ada yang memihak Kaurava, ada yang memihak Pandava. Rukmi tidak memihak. Baladeva tidak memihak dan memilih melakukan perjalanan tirthayatra ke tempat-tempat suci. Akan tetapi, ada seorang raja yang tidak memihak tetapi ia memilih, “Perang ini adalah perang antara saudara. Demi memelihara hubungan baik, aku akan ikut serta dalam peperangan tetapi tidak memihak.”

Mendengar pernyataan raja Udupi tersebut, Krsna akhirnya memerintahkan agar ia bertanggungjawab terhadap konsumsi selama peperangan berlangsung. Raja Udupi menyanggupi dan menerimanya sebagai pelayanan mulia untuk dirinya. Satu hal penting yang diabaikan oleh semua raja, yaitu perang begitu besar, masakan untuk seluruh tentara yang akan bertempur di medan perang Kuruksetra jumlahnya ada 5 juta tentara. Itulah tanggungjawab yang dipilih oleh raja Udupi. Disibukkan oleh suasana peperangan, semua orang sama sekali tidak memperdulikan apa dan bagaimana konsumsi berjalan. Mereka hanya tahu bahwa berapa pun pasukan yang ada, sekian pula makanan tersedia. Raja Udupi tidak pernah menyianyiakan makanan. Selesai peperangan, Krsna, Pandava, Raja Udupi dan lainlain sedang duduk-duduk sambil berbincang-bincang. Yudhisthira menyatakan bahwa Raja Udupilah yang paling pantas mendapatkan pujian terdepan. Yudhisthira lanjut bertanya, “Bagaimana anda mengatur konsumsi bisa selalu pas, seberapa jumlah tentara perang maka sejumlah itu pula makanan tersedia?” Raja Udupi menjawab, “Saya mengikuti perintah Sri Krsna untuk bertanggungjawab hanya pada konsumsi dan itu saya lakukan sepenuh hati. Saya yakin tidak akan bisa menyelesaikan tugas berat tersebut tanpa karunia Sri Krsna.” Yudhisthira lanjut bertanya, “Bagaimana Anda bisa mengetahui jumlah tepat seperti itu?” Raja Udupi menjawab, “Setiap malam saya membawakan makanan kesukaan Krsna, yaitu kacang rebus. Saya selalu menghitung jumlah kacang yang saya bawakan. Keesokan harinya, saya hitung ulang jumlah kacangnya. Jika saya mendapatkan Krsna hanya makan kacang 10 buah, itu artinya besok tentara yang akan gugur di medan perang jumlahnya 10 ribu orang. Keesokan harinya saya kurangi jumlah makanan untuk 10 ribu orang tentara.” Ternyata dengan cara seperti itulah Raja Udupi tidak menyianyiakan makanan. Ia hanya menjadi “alat” di tangan Krsna.

MIMBAR AGAMA jahatan. Begitu pentingnya dan begitu banyaknya, maka kita perlu diingatkan pada waktuwaktu tertentu akan makna kasih yang mendasari keimanan kita. Standar tinggi ini tentu saja sangat baik apabila diaplikasikan kepada pasangan kita, antara suami-istri, terhadap anak-anak atau keluarga dan sahabat. Tapi kasih seperti ini akan jauh lebih membawa manfaat apabila diaplikasikan jauh melebihi itu, dengan menjangkau orang-orang diluar sana, yang belum kita kenal bahkan yang sulit dijangkau sekalipun. Kasih seperti inilah yang akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sebentuk kasih Surgawi yang sudah dipraktekkan oleh Allah sendiri lewat Kristus, kasih yang sudah mendatangkan keselamatan bagi kita dan mendamaikan hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan yang tadinya terputus akibat dosa. Lebih jauh lagi, orang yang memiliki kasih akan tahan menghadapi segala sesuatu, dan mau melihat sisi baik dari setiap orang, tidak pernah kehilangan harapan dan sabar. Mari kita lihat rangkaian ayat berikutnya. “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, meng-

harapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (ay 7). Lantas “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”. (ay 8). Semua yang lainnya pada suatu ketika akan lenyap, bahkan hingga tiga poin penting terakhir yaitu iman, pengharapan dan kasih, Firman Tuhan mengatakan bahwa diantara ketiganya yang paling besar itu adalah kasih. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (ay 13). Kata “kasih tidak berkesudahan” pada ayat 8 sesungguhnya mengandung pesan yang sangat penting. Dalam versi Amplified Bible dikatakan “Love never fails”. Kasih tidak akan pernah gagal, tidak pernah gagal untuk membuat perubahan-perubahan dalam kehidupan kita menuju ke arah yang lebih baik, tidak pernah gagal untuk memulihkan dan memperbaiki apa yang sudah rusak atau bahkan hancur. Seandainya alkitab diperas habis, maka semuanya akan yang akan kita peroleh adalah kasih. Semua bermuara kepada kasih. Ini pula yang menjadi dua hukum yang terutama yang

diberikan Yesus sendiri. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37-40). Mengasihi orang lain, seperti halnya Tuhan mengasihi kita, tanpa memandang siapa diri mereka, memilah-milah mana yang harus dikasihi dan mana yang boleh dibenci seperti yang dilakukan sebagian orang yang keliru dalam mengartikan makna kasih. Ada begitu banyak orang yang menjadi tawar karena tidak lagi merasakan kasih dalam hidupnya, dan mereka ini ada di sekitar anda dan saya. Jika anda menganggap bahwa kasih Tuhan nyata dalam hidup anda, jika anda menyadari bahwa Tuhan bukan hanya sumber kasih tetapi kasih itu sendiri, jika anda tahu bagaimana indahnya perasaan dikasihi dan mengasihi, sekarang saatnya untuk membagikan sukacita yang sama pada mereka yang membutuhkan. Semakin Anda mengenal kasih Tuhan, hendaknya semakin banyak pula kasih yang kita berikan pada sesama.

tangga dia gagal dan berkali-kali cerai. Celakanya, kendati berkehidupan sebagai selebriti, Tyson sering melakukan pelecehan seksual, termasuk terhadap Miss Black America, Desiree Washington, juga Naomi Campbell. Akibat ulahnya meski sedang terkenal, dia masuk-keluar penjara. Ketika menggigit kuping kanan Holyfield, wasit Mills Lane masih mengizinkannya meneruskan pertandingan setelah telinga lawannya diobati dan diplester. Bukannya kapok, sebelum ronde berakhir dia menggigit lagi kuping kiri lawannya lebih brutal, sehingga harus didiskwalifikasi dan selanjutnya tidak diizinkan bertanding selama setahun setelah itu,“ papar Rubag. “That’s the matter of character, demikian sering kudengar orang Barat berkomentar, yang kalau nggak salah berarti, sudah watak aslinya. Mbah Saeran, tetangga sebelah rumahku pernah berpesan dalam bahasa Jawa, nek watuk iso diobati Le, tapi nek watak ora ono obate! Benar, watak sulit diperbaiki, kendati orangnya sangat terpelajar sekali pun, sebab kepura-puraannya

berperilaku baik karena pendidikan tinggi, sekali waktu akan muncul. Terutama saat dia mengalami kekecewaan atau frustrasi. Agaknya Tyson membawa watak kelahiran yang disebut megalomania. Dalam bahasa Jawa disebut adigang, adigung, adiguna. Orang seperti ini sulit diajak berpikir kritis dan rasional, karena wataknya sudah dijerat ego sentries dan self oriented. Kalau boleh dikatakan, megalomania adalah narsisme tingkat ekstrem. Di otak dan hatinya sudah terpeteri motto, tidak boleh ada dua matahari, karena akulah matahari satusatunya! Ini semacam penyakit kejiwaan yang terkadang mempromosikan diri sebagai pelindung komunitas namun sesungguhnya bertujuan mengeksploitasi mereka yang dilindunginya. Kembali ke masalah Tyson, perbuatannya menggigit telinga lawan adalah bentuk frustrasi karena tidak mampu mengalahkan lawan, baik secara teknik bertinju maupun tenaga, sedangkan dia tidak legowo menjadi pecundang. Maka terjadilah tragedi memalukan dan menjijikkan itu!“ komentar

Nyoman Sudiantara. “Sindrom megalomania bila menginggapi politisi, dunia politik akan diliputi goro-goro atau kekacauan. Aku lebih setuju dengan ungkapan adigang, adigung dan adiguna bila terkait politik. Sebab dalam politik seorang megalom akan menggunakan secala cara untuk merengkuh kekuasaan. Karena merasa diri punya kekuatan berupa materi dan dukungan massa. Merasa diri unggul di bidang jabatan dan relasi elit. Membanggakan diri pernah berjasa terhadap nusa dan bangsa. Ketiga watak yang bersinergi dan menggebu-gebu menyebabkan musyawarah dalam menyelesaikan masalah terdepak. Suasana kasar, penuh fitnah serta kebohongan memperburuk citra politik, sehingga pemilu dalam berbagai jenjang bukan lagi ajang untuk memilih pemimpin dan penyelenggara negara, malah menjadi alat pemecah persatuan dan kesatuan. Karenanya, test kesehatan jiwa dan mental, kurasa paling penting dilakukan buat kandidat peserta kontestasi politik,“ usul Made Surjanegara.

Aspek-aspek yang Terkandung dalam Kasih PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13 KALAU ditanya tentang kasih, kebanyakan orang biasanya hanya mengacu kepada sebuah perasaan cinta antara pasangan. Dari ketertarikan kepada seseorang, dari mata turun ke hati, timbul rasa cinta yang mengarah kepada keinginan untuk menjalani dan menghabiskan hidup bersama dengannya. Itu adalah salah satu bentuk dari kasih. Tapi sebenarnya ada banyak lagi seluk beluk atau aspek-aspek penting dari kasih yang mungkin masih luput dari perhatian kita. Apa saja itu? Alkitab sudah membeberkannya dengan jelas, yaitu dalam 1 Korintus pasal 13. 1 Korintus 13 berbicara panjang lebar mengenai kasih. Kasih disana digambarkan bukan hanya sebatas dicintai oleh orang lain, namun lebih jauh berbicara mengenai aspek-aspek yang ada

dalam kasih. “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” (1 Korintus 13:4-6). Lihatlah bahwa ada begitu banyak aspek kasih yang jauh lebih dari keinginan untuk memiliki. Di dalam kasih ada: kesabaran, kemurahan hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri,tidak berisi kemarahan, tidak menyimpan kesalahan orang alias mendendam, menentang ketidakadilan, menyukai kebenaran menguatkan/memberi daya tahan untuk menghadapi segala sesuatu, memampukan untuk melihat sisi-sisi terbaik pada setiap orang, membuat kita terus hidup dalam pengharapan, dan membuat kita tabah dalam menanggung segala sesuatu. Inilah aspek-aspek kasih yang kalau dijalankan akan bermakna besar bagi tatanan kehidupan dunia yang damai, jauh dari kekerasan, kebencian dan ke-

Adigang, Adigung, dan Adiguna GENERASI X pasti banyak yang menyaksikan di layar kaca ketika Si Leher Beton menggigit telinga kanan dan kiri Evander Holyfield, 28 Juni 1997. Bila kelakuan tersebut dilakukan anak-anak kecil atau perkelahian jalanan, tentu bisa dimaklumi. Namun jika hal itu dilakukan di atas ring MGM Grand Arena, Caesar Palace Las Vegas, oleh seorang mantan juara sejati yang pernah meraih sabuk dari tiga organisasi tinju profesional dunia, WBA, WBC dan IBF, tentu sangat memalukan dan menjijikkan. “Itu terjadi di ronde ketiga dari pertandingan 12 ronde, yang akhirnya menenggelamkan karier Micahel Gerard Tyson yang biasa dipanggil Mike Tyson dan terkenal dengan julukan Si Leher Beton di Indonesia. Dia termasuk petinju termuda meraih gelar juara dunia versi WBA ketika berusia 20 tahun tahun 1986. Memang sih, kelakuannya sejak anakanak kurang terpuji, bahkan dia direkrut Cus D’Amato dari pusat

brolan BALE BANJAR ARIDUS rehabilitasi anak-anak, mengingat naluri dan bakatnya dalam berkelahi. Tidak begitu sukses di kancah amatir, tetapi saat melangkah ke profesional, kariernya melonjak karena tangannya seperti godam. Meski sempat beberapa kali kalah, namun dari 50 kemenangan 44 kali diakhirinya dengan KO dan TKO. Sukses mengisi pundit-pundi karena kehebatannya di atas ring, tapi dalam bercinta atau berumah-


Bali

6

Redité Wagé, 23 Juni 2019

Dresta Makepung

Tetamian Panglingsir Madasar Rasa Manyama Braya

BPM/dok

DRESTA wantah acara sané kamargiang utawi jagi kapanggihin ring galah-galah sané sampun kajantenang. Yéning kasinahang kantun adung ring kahanané mangkin, sampun majanten dresta punika setata kamargiang kantos mangkin olih krama pinaka sinalih tunggil tetamian budaya saking panglingsirnyané. Wénten akéh dresta sané katami olih krama sané jagi kapanggihin ring makatah parikrama utawi mabuaka jagi kamargiang ring galahé punika. Wénten sané marupa kasenian, plalianan miwah pidabdab upacara yadnya sané ketah kamargiang ring

pakraman utamanipun sané magama Hindu. Akéh taler sané ngawigunayang beburon ring pidabdab upacara utawi dresta inucap, sinalih tunggilnyané dresta Makepung sané kamargiang olih krama ring Kabupaten Jembrana. Makepung wantah parikrama tradisional sané sampun kamargiang saking nguni kantos mangkin ring galah sané sampun kajantenang. Napi malih makepung punika sujatiné wantah parikrama pacentokan sané kadasarin antuk rasa manyama braya sané mangkin dados sinalih tunggil cihna saking Jembrana. Ida Bagus Komang Sudiastawa,

Becikang Ngupapira SINALIH TUNGGIL dresta sané kamargiang ring wewidangan Jembrana wantah dresta makepung. Dresta inucap ngutamayang pisan ngawigunayang beburon kebo utawi misa. Punika mawinan krama sané ngamargiang utawi nelebin dresta inucap setata becik ngupapira misa druénnyané. Ida Bagus Komang Sudiastawa maosang, wénten makatah parikrama sané patut kamargiang ri kala ngupapira misa. Minakadi kapandusang antuk toya sané anget miwah madaging antuk don basé mangda kulitipun kenyat tur nénten lemes. Sujatiné dados kémanten ngawigunayang toya dingin, nanging jagi ngawinang kulitipun kembang tur dangan keni sakit. Sios punika, genahnyané taler becik kadabdabang. Nyabran semengan patut kagenahang ring sisin badané mangda prasida keni sunaran matan ai tur rit kala ujan miwah sampun peteng wawu kadedehang utawi kagenahang ring tengahing bada. Wénten taler kaicén jamu miwah kasuntik antuk antibiotik lan vitamin araina kantos kalih raina sadurung jagi macento kang. Sané utama, nénten pisan dados nganggén dopping mangda bayunipun nénten menék tuun. Ngeninin indik misa sané kanggén macentok, akéhan sané tegeh tur tulangipun agengan duaning yéning bawak tur tulangipun alit-alit sinah nénten prasida becat malaib. Wénten taler misa sané kaucap kirang becik kaanggén makepung, minakadi nénten madué ikuh utawi ikuhnyané bawak. Sios punika, wénten taler sané kupingnyané kasinahang magetep sinah nénten dados kaanggén duaning nganutin saking kapatutan indik sekala-niskala. “Yadiastun asapunika, wénten taler cecihnan misa sané kaucap becik utawi unggul, minakadi tanduk ipun mepaekan sareng kupingnyané sinah kajantenang becat palaib ipun. Sayan nampek sayan becat plaibnyané, asapunika taler tungkalikanipun,” dané maosang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. daa

1. dh,

gadis

2. daak

2. dhk/,

miskin

3. dabdab

3. dbÑb/,

telaten

4. dacin

4.

dcin/,

neraca

5. dadakan 5.

ddkn/,

tiba-tiba

6. dadalan

6.

ddln/,

sebab

7. dados

7. dedos/,

boleh

8. dahat

8.

sangat

9. dakén

9. dekn/,

dangkal

10. dalih

10. dli;,

mendakwa

dht/,

masan manyi ring wewidangan carik Jembrana sané pinaka jalaran nagingin galah embangnyané. Punika kamargiang ring Bulan Juli rauh Novémber antuk pidabdab pacentokan ageng kamargiang ping dasa utawi kalih minggu apisan ring raina Redité nanging kaselag-selag taler antuk pidabdab mapaurukan. “Sangkaning punika, tatkala minggu kapertama mapaurukan, sinah minggu kaping kalih jagi macentokan. Tatkala minggu kaping tiga mapaurukan sinah sané kaping pat dados macentok malih asapunika kantos puput galahipun,” baos dané.

Ngeninin indik buron sané kawigunayang, kabaosang wantah ngawigunayang kebo utawi misa muani, boya ngawigunayang sampi. Wusan matuuh awarsa wawu dados kapaurukang kantos sampun matuuh 1,5 warsa wawu prasida sareng makepung. Nénten wénten tata-titi indik soroh kebo napi kémanten sané dados utawi patut kanggén, sangkaning punika wénten sané nganggén misa muani putih apasang, wénten sané selem apasang, wénten taler sané selem lan putih apasang. Yadiastun misa inucap prasida kanggén makepung wantah kantos

matuuh 10 warsa kémanten, nanging kaadungang malih antuk kahananipunné. Tatkala buron inucap kaanggén ring pacentokan, patut pisan kadagingin antuk pepayasan sané kaadungang sareng panganggé “joki”. Sangkaning kapah dados kalih pahan utawi “blok” sinah panganggé lan warnan pepayasan saking soang-soang blok mabinayan. Minakadi conto tatkala pamilet lan apasang misa saking Ijogading Timur nganggén pepayasan mawarna barak, sinah pamilet saking Ijogading Barat jagi nganggén pepayasan mawarna gadang lan kuning tur setata

asapunika sané tetujon ipun wantah ngawi dangan para panodia utawi juri ngicénin biji utawi nilai. “Pepayasan ring misa utawi kebo inucap patut kanggén. Yéning nénten sinah misa nénten prasida katedunang ring pacentokan. Indik pepayasanipun nganutin pikayunan saking soang-soang joki miwah sané nuénang. Wénten sané nganggén grondongan, rumbing tur wénten tanduknyané maselop. Biasa wiadin bungah pepayasan misa lan cikarnyané wantah nganutin saking kahanan soang-soang krama,” dané nartayang. (was)

Soang-soang Misa Madué Genah Ngawit lan Panguntat

Bencingah

Basa Bali

krama Banjar Sawe, Batuagung, Jembrana sané sampun dados “joki” makepung saking kantun wimuda puniki maosang, dresta inucap medal sangkaning kramané akéhan petani tur madué galah mararian ajebos ri kala sampun masan manyi. Tatkala punika raris kawangun pupulan krama sané jagi ngamargiang makepung ring sawewengkon carik sané sampun mupu. Kasuén-suén parikrama inucap kamargiang dados dresta makepung ring sirkuit utawi margi sané sampun kakaryanin antuk tetujon kanggén genah makepung. Dresta inucap raris kamargiang ngawit

PAMARGIN dresta makepung kamargiang olih krama Jembrana ring pangawit masan manyi ring carik. Misa sané kanggén taler ngamargiang makatah parikrama mapaurukan sadurung jagi macentok. Sangkaning pinaka dresta sané kamargiang antuk pacentokan, sinah wénten parikrama sané patut kamargiang mangda kapolihang sapasira sané jayanti rumasuk ring makatah tata-titi sané nénten dados kalémpasin saking parikrama makepung mangda pidabdab dresta inucap prasida mamargi antar tur ngutamayang rasa manyama braya ring krama. Ngeninin indik parikrama makepung ring sajebag wewidangan Jembrana jagi kaepah dados kalih blok utawi pupulan. Wénten blok timur miwah blok barat. Blok timur wantah désa-désa sané magenah ring Dangin Tukad Ijogading, blok barat inggih punika sekancan désa sané magenah ring dauh tukad. Tetujon ngepah mangda ngawi dangan nabdabang para pamiletnyané, duaning kahanan inucap boya ngicalang rasa manyama tur sagilik saguluk salunglung sabayantaka ring pamilet makepung. Manut Ida Bagus Komang Sudiastawa, naen kapanggihin joki sané sampun lingsir nglawan sané kantun wimuda utawi alit. Krama sané lingsir ngasorang raga tatkala magenah ring ungkuran duaning tetujon sané karereh wantah nglestariang dresta tetamian pangling-

sir antuk kahanan rahayu, boya ngutamayang jayanti sané prasida ngawinang sengkala. Sios punika, wénten taler pararem sané kawigunayang natasin sekancan pikobet sané minab kapanggihin ring pamargin dresta. Manawita wénten joki sané nénten jujur macentokan miwah magumana ngawinang joki tiosan nemu sengkala. Indiké punika jagi kabligbagang ring pararem soang-soang blok tur karereh pamutus, minakadi tatkala jakti parikrama sané nénten patut kadi asapunika kamargiang olih joki inucap, sinah ipun nénten kadadosang nyarengin makepung kirang-langkung awarsa. Ri kala makepung, kamargiang pidabdab ipun setata blok barat nglawan blok timur, sakewanten nénten setata apasang nglawan apasang kémanten. Wénten taler kalih pasang nglawan apasang utawi 2 lawan 1. Punika kamargiang tatkala wénten blok sané akéhan nedunang pamilet, minakadi blok barat nedunang 15 pasang misa tur blok timur wantah 10 pasang misa. Yéning sampun asapunika sinah wénten galahnyané pacentokan sané kamedalang inggih punika kalih pasang saking blok barat jagi nglawan tur

ngapit apasang saking blok timur. Tatkala pacentokan inucap kamargiang kalih pasang wiadin tigang pasang, nénten majejer genah ipun sakéwanten magiringan antuk genah start soang-soang antuk selagan sané sampun kawilangin sadurungnyané. Asapunika taler genah finish utawi panguntatnyané sampun mabelat antuk wilangan sané sampun kajantenang. Apasang misa sané kabaos jayanti wantah misa sané prasida ngrereh genah finish druénnyané pinih dumunan, punika maw- inan

nénten arang apasang misa sané genah start-nyané ungkuran jagi nyalip tur dados dumunan neked ring genah finish. Nanging ring pidabdab ipun, makasami pamilet pacentokan jagi mamargi akaadan sané kirang langkung doh ipun 1,2 km, risampunné makasami sampun polih akaadan, wawu malih kakawitin ka genah pangawitnyané utawi malih akaadan kantos makasami puput polih paduman. Sangkaning punika, makasami pamilet pacentokan jagi malaib antuk doh kirang langkung 2,4 km. (was) MISA – Nénten wénten kapatutan indik warnan bulun kebo utawi misa sané kaanggén ring dresta makepung. Misa inucap patut becik kaupapira mangda prasida becik ring pamargin dresta inucap.

Dura désa

Jaranan Buto

Sesolahan ”Khas” Gumi Blambangan SESOLAHAN Jaranan Buto wantah sinalih tunggil sesolahan sané kasub ring wewidangan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Sesolahan puniki ngawigunayang properti jaran pateh sakadi sesolahan Kuda

Lumping, Jaran Kepang, utawi Jathilan. Sesolahan inucap wantah sesolahan “khas” Gumi Blambangan. Kocap, embasnyané kasenian Jaranan Buto wantah pinaka wentuk akulturasi budaya sané unik. Nyikiang kalih kabudayaan, budaya Osing (suku asli Banyuwangi) sareng kabudayaan Jawi Mataraman. Indik wastan sesolahan inucap, kocap ngambil aran saking tokoh legendaris Minakjinggo. Wénten sané maosang yéning Minakjinggo wantah jadma sané masirah raksasa sané ring basa Jawi kasenggung Buto. Parindikan sané minayang sesolahan Jaranan Buto sareng sesolahan jaranan tiosan wantah jaran-jaranan sané kawigunayang. Wentuknyané sakadi jaran nanging rupannyané sakadi raksasa utawi buto. Boya wantah jaranannyané kémanten, para pragina sané nyolahang ta-

ler mapayas sakadi raksasa sané aéng jangkep antuk caling rénggah taler marambut panjang. Kasenian jaranan puniki madué makudang-kudang carita miwah gerakan tari sané matios-tiosan. Parindikané punika ngawinang sesolahan Jaranan Buto kasengguh “unik”. Inggian carita, pepayasan, gamelan sané ngiringang taler matiosan sareng kasenian jaranan sané lumrah kauningin. Gamelan sané ngiringang minakadi kendang, kalih bonang, kalih gong ageng, kempul terompet, kecer sané kakaryanin saking tembaga, saha gamelan tiosan. Jaranan Buto ketah kasolahang ring jam dasa semeng kantos jam pat sore. Ring sesolahan inucap wénten nem belas kantos kalih dasa diri pragina sané mawit saking 8 sekaa. Ring galah sané sampun kajantenang, ipun pacang masolah antuk jaranan raksasa sané kakaryanin saking kulit lembu antuk ukiran raksasa. Ring pamucuk sesolahan, samian pragina pacang karauhan. Pragina inucap nénten éling ring raga tur nguberin krama sané mangoda antuk suwiran. Satios punika, pragina sané karauhan sida ngajeng api, kaca, ayam sané kantun idup, miwah akéh atraksi tiosan sané kamargiang. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Wagé, 23 Juni 2019 TUMBÉN tuni semengan Luh Sari atehanga tekén kurenanné ka peken Galiran, mirib tawanga tekén kurenanné jani suba paek rainan. Tawanga ia lakar liu mablanja. Nyak sajaan buka panarkan kurenanné, ia mablanja liu pesan. Magréndotan ia ngaba beblanjaan, duang kranjang gedé. Ané akranjang misi sarwa buah-buahan, ané buin akranjang sarwa kebasa, nangka, gedang, buah kacang lan don biu. “Bu Luh, tiang ngupah nyuun nggih!” Tukang suuné ngreremi. “Nggih, Mék. Bakta jebos ka tongos parkir daja nggih.” “Wénten malih?” “Wénten, Mék. Tiang kari mablanja malih. Kurenan tiangé ring tongos parkir ngantosang.” Luh Sari kenal pesan tekén tukang suuné ento. Biasa ia matlatonan ajaka dadua. Taén masi ia ngorta kanti duang jam lebih krana makelo kurenanné tusing tepukina di parkiran. Kurenanné enu ngorta ajaka juru parkiré, timpalné dugas ia masekolah di SMP pitulas tiban ané suba liwat. “Adi makelo Luh?” kurenané matakon. “Liu tiang mablanja Beli. Rainan suba paek. Punduhang malu sakabedik ané dadi oyongang makelo.” “Kadén nak ilang di tengah pekené. Mara okana alih ka tengah.” “Sing nyak macelep Beli ka tengah pang tawang raméné ditu. Masuuk anaké mablanja.” “Encén beblanjan tiangé Beli?” “Ento di bagasi, Luh.” “Adi a kranjang, Beli? Mémék tukang suuné nak duang kranjang titipin tiang.” “Dija ya mirib abana ajak mémék tukang suuné ento, Luh?” “Antosang dini Beli. Tiang lakar nelokin kemu buin.” Kondén majalan Luh Sari, saget teka mémék tukang suuné nyuun buin a kranjang. Géséh gayal ia nyuun. Sabilang a dangka ia marérén sambilanga ngunda angkian sawiréh angkiané ngangsur. Batisné ngejer sawireh kumat tujuné. Mara ia ukana matindakan jeg nylémpoh di arepanné Luh Sari. Kranjangé ulung uli sirahné, beblanjané masi mabrarakan uli kranjangé. “Mék, nak kénkén né?” “Ampura, Bu Luh. Nyelék keneh tiang Bu Luh. Basang tiangé seneb. Peluh matah-matah pesu. Batis tiangé enduk sajan.” Ia masaut sambilanga nuduk beblanjaané ané mabrarakan di samping mobilné Bu Luh. “Mek, marérén malu ditu di émboné. Tiang ja nuduk beblanjané.” Luh Sari tulungina tekén kurenané nuduk beblanjaané sakabesik laut kapunduhang buin di kranjangé. Sesubané ia ngemaang tukang suuné upah, ia lantas mulih krana tukang suuné masi suba segeran buin bayuné tur suba nyidaang buin nglanturang lakar kaupah nyuun. “Beli, pedalem mémék tukang suuné busan. Pasti kondén madaran ia tuni semengan satondéné maburuh nyuun.” “Sajan Luh. Suba lingsir nu masi ragané anteng ngalih gaé. Suba lebihin Luh ngemaang upah nyuun ragané?” “Suba, Beli.” Mirib tusing ngelah nyén buin jumahné ané idihina nasi

Utsaha Ta Larapana Ida Bagus Pawanasuta Beli. Ento awinan ia semengan suba maburuh nyuun di peken.” Liu pabligbagan Luh Sari ajak kurenané di mobile sambilanga ngeték sisan pipisné ané lakar anggona mablanja buin di Cahaya Melati. “Beli, marérén binjep di Cahaya Melati nah. Tiang lakar meli roti tekén kué kering. Buin mani panaké lakar teka. Nak suba libur kuliah koné ia uli bin mani.” “Nah, Luh.” *** Sesubané neked di arep tokoné, Luh Sari nepukin anak cerik ajaka dadua luh muani. Umurné sawatara ada petang tiban ané luh, limang tiban ané muani. Bokné lantang gading tusing taén kena suah. Awakné daki, panganggoné masi daki. Yén alih gobané miriban ia adi kaka. Ané muani nguber ané luh di trotoar di arep tokoné nganti ia ulung. Ngeling anaké cerik sawiréh entudné beréd pesu getih mapalu di bucun trotoaré. Ada lantas anak luh sawatara umurné telung dasa tiban nyagjagin. Mirib ia méménné. Sakéwala yén ia méménné, tusing adung tekén panganggon anaké cerik-cerik ento. Kamen lan bajun anaké luh ento tusing sanget daki. Kedenga lantas cerik-ceriké ento makadadua ajaka negak di cig-cigan tokoné. “Bu, nunas jinah, Bu. Siu dogén, Bu.” Anak luh ento ngenjuhang lima. Luh Sari tuara masaut. Ia ngenjuhang pipis laut majalan ka tengah

tokoné. Ada limolas menit makeloné ia mablanja, lantas ia mabayahan. Neked di ambén tokoné, anaké cerik ajaka dadua nu nongos ditu sakéwala anaké ané luh ané ngenah cara méménné suba tusing enu. “Bu, nunas jinah, Bu. Siu dogén. Bu.” Anaké cerik ento natakang lima. Luh Sari nolih laut ngemaang ngidih pipis. Di tengah mobilé, ia ngorta ajaka kurnané. “Beli, angen masi bana ajak anak ceriké ento makadadua.” “Nu cerik ia suba di jalané idihidih.” “Dija ya mémé bapanné, Beli?” “Men ento anaké luh ané ngedeng ia tuni sing ja méménné, Luh?” “Mirib méménné, Beli.” “Yén méménné, adi kedas pesan goba lan pangganggoné, Luh?” “Saja Beli. Sing adung ajaka cerikceriké ento yén ia méménné.” “Yén ia méménné, patakon beliné, dija ya kurenanné?” “Mirib jumahné Beli, yén sing kéto ia ngalih gaé, yén sing ngalih gaé ia mirib suba ngalain.” “Ah…, ngudiang somah anaké bakat tuturang, Luh.” Sesubané neked jumah, iteh ajaka dadua nuunang beblanjané. Kondén Luh Sari maan mategtegan negak, saget ada anak mageluran uli diwangané. “Jero, tumbasin tiang jero!” Ada ping telu anaké ento mageluran

sakéwala Luh Sari tuara ningeh sawiréh ia iteh ngitung lan nyarca beblanjané. “Jero dauhné, tumbasin tiang jero. Tiang makta lémat sareng gula ental.” “Nggih, mriki bakta,” pasautné Luh Sari. “Tumbasin ja tiang jero. Niki lemat ageng mangan aji limang tali. Niki ané alitan becik anggén matuésan aji telung tali.” “Mategtegan malu, Mék. Driki negak di ambéné!” “Uli dija mék?” “Tiang uli kaja kangin bongkol gunungé, Bu.” “Mih, joh pesan. Pidan mémék ampun mriki?” “Sampun uli telun tiang driki. Sampun paek rainan. Sambilang tiang ngadep tiuk, blakas, pangutik sareng gula ental.Apang wénten anggén marainan.” “Dija men mémék nginep driki?” “Tiang pules di pos polisiné, Bu. Ten baanga ajak polisiné tiang pules di émpér tokoné.” “Ampun maketelun mémék sirep di pos polisiné?” “Nggih, Bu. Kanggoang tiang pules di pos.” “Men buin pidan mémék lakar mulih?” “Bin mani semengn gati, Bu. Biasané semengan uli driki wénten mobil isuzu neked di penambangan kota, uli kota wénten mobil cenik ané tumpangin tiang neked di jalan gedéné di tanggun désané. Uli sisin jalan gedéné tiang majalan ka désa sawatara ajam tengah, Bu.” “Mih, joh pesan mémék majalan. Emm.., Blakasé aji kuda niki, Mék?’ “Niki ané masaung misi pangutik aji satak séket, Bu.” “Beli, belinin méméké blakas!” Ia ngelurin kurenané ané iteh ngamaang kedisné godem. “Nah Luh. Beliang suba Beli a besik.” Somahné nyautin uli balé daja. “Mék, tiang meli blakas besik, tiuk gedé ajak tiuk ané cenikan bin besik.” “Nggih, Bu. Ten numbas gula ental? Gula niki manis, Bu.” “Aji kuda gula entalé, mék?” “Ané makaput ulatan don ental ané gadang maelan, aji sasur. Ané cenikan makaput ulatan ental putih, aji slaé tali, Bu.” “Ané makaput gadang besik, ané makaput putih dadua, mék.” “Suksma, Bu. Sampun numbasin tiang. Dados ngidih yéh bedik, Bu? Bedak pesan tiang. Niki botol tiangé isinin, Bu.” Sasubané ia maan ngidih yéh, anaké ento laut pesu. Luh Sari ngrenggeng ajak somahné ané nu iteh ngurus kedisné. “Né mara peplajahan idup, Beli. Tuni semengan di peken, mémék tukang suuné ngemaang iraga conto. Yadian ia suba lingsir nu masi ngalih gaé nyuun. Mémék ané uli kaja kangin bongkol gunungé ané suba lingsir, nu masi madepan mai joh gumi nyuun penarak misi blakas, tiuk lan gula ental.” “Nah … ento suba, Luh. Utsaha ta larapana. Kadén kéto anaké lingsir wikan nyambat.” -0-

Putu Karina Putri Hermawan

Satua

Bangga Prasida dados ”Most Valuable Player”

Satua I Belog Mantu (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) MARA ia teked diwangan Ni Luh Sariné, magending ia kéné, “Don kacang don kekara, don pandoné kéto cang I Luh.” Pragat amonto gendingné, lantas ia macelep mulihan, krutuk-krutuk, kriang-kriang, kéto ciplakané di natahé. Laut takonina baan bapan Luh Sari, “Nyén ento di natahé? Mai ja menékan!” “Icang Bapa,” kéto I Belog geleng mungut kakul. Buin Pan Luh Sari matakon, “Apa daar cai Belog? Beh luung pesan asané, renyah kriangané dingeh bapa.” Masaut I Belog, “Apa, tain siapé ané tuh-tuh di témbok paoné, kadung pang liu kanyahnyah kakulang, basangé bas kalayahan.” Buin masaut bapan Luh Sari, “Saja Belog? Indaang idih bedik, nguda dot dadi baana, lemuh kinyukan cainé.” Masaut I Belog, “Nah tara né, bapa ké nyak naar tain siap, bapa suba madaar nasi.” Masaut bapan Luh Sari, “Nah, baang bapa abedik negarin, saja ya jaan. Yén saja mani bapa nganyahnyah nyen tain siap angan aceeng.” Suba jani kéto, baanga baan I Belog kakulné, ingen ada agemel. Daara baan Pan Luh Sari kruput-kruput, gelekanga, jaan pesan nyangluh sada manis asananga. Laut ia mamunyi, “Péh saja jaan pesan tain siapé manyahnyah, cara kakul matunu asana.” Kaukina pianakné, “Luh nyak, né I Belog maang tain siap manyahnyah. Tegarang sop bapa, péh jaané, tulén kakul matunu asané.” Masaut Luh Sari, “Sing bapa, icang sing ngidih Pa.” Buin mamunyi bapanné, “Jani suba tawang kené, tain siapé tuh-tuh manyahnyah, da nyen sampat-sampatanga tain siapé di paon nah Luh. Mani semengan dudukang nyen bapa lantasang lebengin, kénéang!” Teka bapa uli carik apang suba lebeng. Prah jaené.” Buin ia ngidih buin abedik sig I Belog, buin baanga kanti telah. (Masambung)

YADIASTUN wawu prasida ngamolihang jayanti I ring Most Valuable Player (MVP) Walikota Cup X Denpasar 2019, yowana istri punika sampun marasa liang tur bangga. Santukan saking nelebin olahraga baskét, ipun satmaka ngrasayang pikolih sané becik. “Plalianan baskét punika nabdabang indik kerjasama, nincapang kahanan becik ring angga sarira utamanipun indik motorik taler nglimbakang kahanan méntal,” baosnyané Putu Karina Putri Hermawan, asapunika arannyané. Ipun aktif pisan ring olahraga baskét. Ipun ngawitin olahraga puniki saking kelas 2 SD tatkala nyarengin Club Elite Baskétball tur raris mapaurukan ping kalih aminggu. “Sané dumun tiang kajantenang ring olahraga basket saking bapak tiangé, punika raris tiang kaajak mapaurukan sareng alit-alit lianan ring sekolah baskét. Tiang kajudi olih pelatih mangda nyarengin pacentokan sané jagi kamargiang. Saking pengalaman inucap raris tiang sayan seneng maplalianan baskét,” baos yowana istri sané seneng malali puniki. Yowana istri sané embas ring Denpasar, 30 Januari 2008 puniki raris nyarengin kejuaraan Pekan Olahraga Seni Pelajar (Porsenijar) Denpasar pinaka duta saking SD 3 Saraswati. Risampuné kasinahang waged, ipun raris ngranj i n g

ring Team Denpasar Timur tur nyarengin Porjar Denpasar. Ring Walikota Cup 2019 punika, ipun kajudi dados pemain sané pinih becik. Préstasi punika kapolihang sangkaning ipun waged pisan maplalian baskét. Karina – asapunika ipun ketah kasambat maosang, ring baskét punika wénten “tékniktéknik” sané patut katelebang. Minakadi Dribble, Lay Up, Under Basket, Stay Low miwah Shooting. Ipun taler ngawigunayang teknik Lay Up miwah sané tiosan. “Lay Up wantah téknik nyelepang bola antuk dribbling sambilang malaib sané kauntatin antuk matindakan ping kalih sinambi makta bola lan makecog sategeh-tegehné tur nyelepang bola,” baos ipun sané seneng ngajeng ulam, rujak buah, es krim lan yogurt puniki. Manut siswa kelas V C SD Saraswati 3 Denpasar puniki, makatah téknik punika nénten w énten kaw igunanipun yéning nénten kasarengin antuk semangat. “Yening sampun sesai mapaurukan, pikayunan nénten gelis menyerah. Napi malih waged kerjasama sareng team tur nénten gelis emosi,” baos Karina sané durung mikayunin cita-cita serius puniki. Yowana sané taler seneng ring ngelangi miwah maca buku satua puniki wantah siswa sané disiplin pisan. Yadiastun nénten wénten pacentokan ipun tetep setata mapaurukan. Sios ring club ipun taler mapaurukan ring jumah tur setata ngamargiang skipping ping 50, tur lay up ping 25. “Setata mapaurukan anggén ngamecikang stamina lan nincapang semangat taler éling ring kawagedan lawan,” asapunika pragina Bali sané naenin dados juara III Yoga sareng team SD 3 Saraswati Denpasar puniki maosang. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 8.mnwit,

Menawi ta, punikiw)rir*puti;,

puniki werirang putih, ptutæisn/,

patut pisan, mkli\ánÀid,

maka linggan Ida, rittÐlmnmãnin/,

ritatkala manambanin, su\ÐnСlitæk)pÞ¡sæus/,

sungkan kulit pakepluspus, ekoer*cc(pg)riti,

koréng cacar pageriti, sieyosßli;senhb*,

sios malih sané abang, multmãnuæu\ÐnÐyun/,

mula tamban sungkan kayun, hilkslh*edw,

ila kasalahang Déwa, b)cikæisn/, becik pisan,

r&pntrnßli\ái;,

ring Panataran malinggih, he\ánétun&hsbn/.

anggén jatuning asaban.

Saking Langit Bali Makenyem Mara jani langité galang Ulap tekén sunaran téjané Pakricik toyané mangusik Ngénggalang suaran kedisé macruit Cit, cit, cit, cit…….. Munyiné kadi sabehé ngantiang endang Maciri katungkasin sebet

Engket Neket Masuryak liang makeber Tanpa sebet nyerahang angga Tis manahé nyantos ilidin inguhé Angkuh… Lemuh… Embuh… Inguh… Isin guminé tandruh Setata ngédéngang kagelahan Nuding menék ngetug tangkah Beténé tanpa tolih Ulapé ngaé empet Liangé kagentosin sebet Ané jejek neket-neket Toya kutek kaurug engket Ida Ayu Putu Rita Ratna Dewi


8

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Sajak-sajak Ketut Sugiartha Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik â&#x20AC;&#x153;Kartunâ&#x20AC;? ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Soneta Malioboro

Soneta Asah Gobleg Keputusan adalah keberanian melipat sangsi dan menyimpannya Di gigirbukit Munduk. Diri berenang dalam dingin kabut Saat gerimis mengguyur. Tak menapi gigil rampas kehangatan Hanya simak napas memutih penakasembur asap Lapang kebun menghamparkan kenangan riuh Masa yang jauh. Saat berburu capung di dahan dan daun Dengan getah nangka. Lalu beramai nikmati bersama Teman sepermainan dalam aroma gurihdaging panggang

Malioboro kusekap dalam koper kenangan Seperti cerita yang tak selesai dikarang Kelak akan kubongkar dan kudedah

(2017)

Soneta Kaliurang Windhu Sagara

Batik,kaus dagadudan tiang lampubegitu merayu Menyulut rindu. Kencan senjaberjuta rasanya Musisi jalananmenjaja mimpi dari sudut ke sudut Hingga malam menurunkan keranda Malioboro masih memelukku saat ferry memekik Untuk terakhir kali. Ketapang kulambai Gilimanuk menenggelamkan haruku ke biru air

Tiada garis batas antara siang yang pucat danrembang petang Tapi malam mengkristalsaat bulan payungi angkasa Bersama kerlip bintang-bintang sepuhresah Kueja berlarat seloka yang terabai lama Rapal mantra dengan gigih gapai atap semesta Tiupkannyawa pada asa yang terkapar

Duapurnama di Yogya,tak semuaingatan terpahat Tumpah di dada menjelma kenanganyang menebar Rindu. Masihkah senja menyisakan kehangatan pada Emperan temoko saat aku kembali kelak?

Napas tersengal memanjat pagi yang kuyup Embun tiarap pada sirip dedaunan ketika surya Mengepakkan sayap. Kaki terus menapak jalan tikus Berbatu dan mendaki menuju goa-goa rahasia Hutan bergeming simak petikan gitar Sekelompok pendaki berkidung riang Dari balik dinding goa. Cemara tegak sadap Pesan tentang alam yang perkasa

(2013)

Soneta Pantai Indrayani Di balik rimbun gunung selatan Yogya Pagi menggeliat dijilat lidah-lidah ombak yang Rindu sarapan. Lapangan parkir masih mengantuk Berselimut embun dalam gumpalan debu

Suhu yang rebah cepatpinanglapar Tapi peluh tak terbendung jua Rambut lepek basah bersimbah

Pesisir landai adalah pematang yang memanggil untuk ditapak Kita bercanda ria dengan ombak seperti kanak-kanak Hitam batu karang menjulang menyapa minta dipanjat Tapi langkah tertahandi ujung sedotan air kelapa muda

Langkahterhentidi tikungan lembah Saat pedagang asong menyapa ramah Makin menegaskan pinta dahaga

Pagi membiru di Pantai Indrayani Saat pasir pesisir masih rata merona wajah perawan Tapi siang mengoyaknya dengan kaki-kaki bergegas (2013)

Puluhan truk menggeram di lapangan parkir Menumpahkan pengunjung entah dari mana Saatnya kita menyingkir kembali ke kota

Soneta Pantai Seseh I Wayan Nuriarta

(2013)

Menghijau pesisir bersolek tedung dan umbul Pawana menebar masa lalu memicu cemburu Kajeng Kliwon Pagerwesi kini jadi penanda pilu Saudara di ujung laut meluhur sebelum waktu Politik memang berlumur hasut dan muslihat Mengekalkan hasrat yang selalu gagalpaham Jiwa-jiwa yang hanya gemar berujar Nodai wajah pertiwi dengan tetes darah Terbaring di sini leluhur dari seberang Tak kuasa melempangkan jalan sejarah Karena murka tak kenal tawar menawar Di sini, saban enam ratus sepuluh hari Memanjat berlaksa doa dari cerukhati Untuk gerimis berkabut masa yang berlari (2019)

Kepada Kintamani

Cok Padmanaba

Fotografi BAGI penekun fotografi jurnalistik, istilah photo story tentunya bukan sesuatu yang asing. Karya fotografi yang merupakan kumpulan beberapa foto ini sengaja dibuat untuk menyampaikan sebuah cerita dari suatu tempat maupun peristiwa yang menarik perhatian publik. Umumnya, konsep photo story memadukan antara seni dan jurnalisme yang mempresentasikan karakter serta menyuguhkan emosi bagi yang melihatnya. Photo story bisa berupa foto naratif dan foto tematik. Foto naratif adalah kumpulan karya foto disusun berdasarkan urutan dari sebuah kejadian atau peristiwa. Contohnya, foto-foto yang merekam aktivitas seorang nelayan. Fotografer akan mengikuti aktivitas nelayan tersebut, mulai dari mempersiapkan peralatan menangkap ikan, berangkat melaut, kemudian pulang membawa hasil tangkapan. Sementara foto tematik merupakan kumpulan karya foto yang memfokuskan pada sebuah tema sentral atau tidak melulu terfokus pada sebuah tempat ataupun peristiwa tertentu. Kendati demikian, foto satu dengan foto lainnya tetap harus relevan dengan tema yang diangkat. Misalnya, isu tentang permasalahan pendidikan, lingkungan dan berbagai permasalahan sosial lainnya yang sedang menjadi perhatian publik. Dalam membuat photo story, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik atau tema yang ingin diangkat. Selanjutnya,

Beri aku kabut Dan lumut-lumut di pohon cemara Agar panah â&#x20AC;&#x201C;panah rindu Senantiasa gemersik berdesingan I Ketut Aryawan Kenceng

Catatan Kecil Tentang Galungan Pendar- pendar mekar Semburat kelopak hari Gunungan sesaji Aneka buah cinta, bunga rupa- rupa, liukan asap dupa menyampaikan khabar Sanggah merajan molek bersolek Kunjungan galungan berkesiuran Menyunggingkan kepak Sayap-sayap Kristal Di ruang- ruang berudara dedaun Hijau rimbun berkerumun Menuntun titian terang Menjaga tradisi moyang Menyatukan anak- anak rindu Selubuk gurau senda Kudapan kecil jajan leluhur Dekap hangat sanak saudara Merekatkan lengkung jarak Melukis jembatan pelangi sutera Untai jalinan kidung sukma Menekuk keruh kelujulang waktu I Ketut Aryawan Kenceng

PHOTO STORY

Kumpulan Foto yang Membangun Sebuah Cerita

melakukan semacam survei lokasi, mematangkan tema yang akan diangkat dan diakhiri dengan eksekusi foto. Eksekusi photo story yang baik adalah foto-foto

yang bercerita, di mana fotofoto tersebut dapat berdiri sendiri, memiliki berbagai teknik penyajian seperti sudut lebar dan potret dengan angle yang variatif.

Karya photo story yang baik harus memiliki urutan foto yang menarik, logis dan efektif bercerita serta memiliki Informasi yang jelas dan mampu menyampaikan

sebuah pesan yang baik kepada penikmatnya. Selain unsur-unsur di atas, ada beberapa hal mendasar yang juga sangat mempengaruhi kualitas se-

Hasil Tangkapan Hari Ini karya Anom Manik Agung

buah photo story. Di antaranya, penguasaan teknis pemotretan, wawasan dan kreativitas serta kejelian fotografer dalam merekam objek foto. Dengan begitu,

kumpulan foto-foto yang menyusun photo story itu akan mampu membangun sebuah citra yang utuh dari peristiswa atau isu yang diangkat. (ian)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 23 Juni 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Multi Daya Eleketric membutuhkan:Pramuniagamin.SMK & Sopir SIM A/B Hub.0818359084

B.BP.001.06.19.0000580

Company in Seminyak looking For 1.Villa Sales&Marketing, familiar with OTA. 2.Female Butler 3.Textile Graphic Designer. novi.atmoka@gmail.com / 736278

B.BP.001.06.19.0000552

Cr Sopir SPA Antar Jemput Tamu Hub.081246400852/081936214009

B.BP.001.06.19.0000460

Cr Spa Therapist u/ org asing bpglm bs mani + padi, mssge, dll Gj. bgs 081238438863 Sanur B.BP.004.06.19.0000568

Dcr ART berpengalaman sgra. Hub:081238226287 B.BP.004.06.19.0000573

SERVICE

SERVICE

SERVICE

Dbth Salesman 3 orng, Min.SMA Max.30th.Kend sendiri & SIM C. Lmrn lgsng Ke PT Banoli Motor. Jl.Buluh Indah 75 Dps.T9072907

B.BP.001.06.19.0000570

Dbthkan Sgr Kurir(3org)Driver (2org)Max 25th/SMK/SLTA,Krm CV ke PCP Express Jln.Raya Sesetan No.337 Sblh Br.Pegok T.0361-710021 WA:087863505558

B.BP.001.06.19.0000535

Dcr Akunting Pria,Min D3,Max 30th,SIM C,utamakan yg brpnglm Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps/9072907

B.BP.001.06.19.0000530

Dicari:FO,HK,Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta B.BP.001.06.19.0000538

Dcr krywati Admin/Koresponden & Packer brpglmn utk Cargo. Tlp.0361 4721455 / 08123640476 B.BP.001.06.19.0000575

Dcr sgr Therapist P/W bersedia ditmptkn di Dps, pglm diutmkan, Gj+Bns mnrik Hub.081239621123 (Massaji Spa) B.BP.001.06.19.0000400

Ubud Raya Resort mbt:Marketing (E-Commerce),FO(Front Office), Driver Hub.0818359084 B.BP.001.06.19.0000579

Dcr tng angkat kramik Jl.WR. Supratman 311, Lmr Hari Kerja B.BP.001.06.19.0000572

Dicari Guru TK dan Bagian Administrasi Hub.081338190577 B.BP.001.06.19.0000582

Salesman,Gdg u/Farmasy,Max.25 Th,SMA,Jujur,Rajin,Tdk Merokok Lam:PT.BKS,Jl.BungTomoV/14Dps B.BP.001.06.19.0000492

Scrub House Di cari therapist wanita Hub:081237825509 B.BP.004.06.19.0000541

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078

Dijual Innova G M/T.2005.Beige Rp.100 Jt-Net Tanpa Perantara minat serius Hub.085847804806

Djl Rmh Lt.2 Kmr tdr 4.Jln Tkd Balian Renon H.085100888379

B.BP.001.06.19.0000438

B.BP.001.06.19.0000571 ISUZU

Dijual Cepat Isuzu Panther Thn 2001 Matic Hub.0818355664 B.BP.001.06.19.0000533 NISSAN

Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078

TOYOTA

SUZUKI

Agya AT14+Ayla AT13+Swift GX14 Manualhub08123968148WASlah1

Jimny GX’95 AsBali Komplit Jl.Morotai 14 Dps

B.BP.001.06.19.0000540

B.BP.001.06.19.0000581

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.06.19.0000497

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

TOYOTA

Dicari PRT tinggal dalam, umur 25-35, pengalaman ,Gaji 2jt Hub.081999371348

B.BP.001.06.19.0000539

G.01

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijl Avanza G 210,Silver,M.Pri 122JtNego.HubWA:081339502799

Diperlukan segera 1 Reception wanita untuk Hotel,Bhs. Inggris Pendidikan min D1, Gaji s/d 4Jt. Lamaran dikirim ke : manager@klumpu.comTlp.0811203 0402 Jln.Kesari No.16B Sanur

Dicari Waker Lamaran ke: Jl.Moh Yamin No.50 Renon,Dps

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.164.06.19.0000398

B.BP.001.06.19.0000576

B.BP.164.06.19.0000399

B.BP.004.06.19.0000574

Rumah 1,02A 2Lt 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339 B.BP.001.06.19.0000463

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 2,8 Are Lok.Pusat Kota Jl.Salya Dps Hub.087862126787

B.BP.001.06.19.0000550

BUC Dijual Tanah Luas 3Are,Jl. Tukad Badung XIX, 081510600247

B.BP.001.06.19.0000564

DIJUAL TANAH

Dijual:BUC Tanah Kavling 2 Are Siap Bangun,Jln Masuk Aspal 6 Mtr.Jln Lingkungan Aspal 4 Mtr Hubungi:08112297601

B.BP.001.06.19.0000425

Dijual Tanah Kav.1,5A,1,3A & 2A BUC Jl.Purnawira III Padang Indah Dps Hub.08123972292

B.BP.001.06.19.0000527

Jual Tanah T.Badung,Umalas,Jl. Ratna,Br.Semer, 08123940424 TP

B.BP.001.06.19.0000326

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.05.19.0001020

KEHILANGAN

Kav 1Are aspek Prum Jl.Gutiswa XA Cekomaria Hub.085100811872

HlgBPKBNo.K13101357-ODK3852 EC AN. Nyoman Chandra Maharani

B.BP.001.06.19.0000534

B.BP.001.06.19.0000536


10

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Mendatar: 1. Satuan berat 4. Cangkul ; Pacul 8. Gunung berapi di Italia 9. Tanah liat cina 10. Kuliah kerja nyata 11. Istilah dalam tinju 12. Seksama ; Teliti 15. Negara beribu kota Rabat 17. National security agency 18. Dekat 20. Surat kepemilikan tanah (Bali) 21. Ahli Perekonomian 22. Kota terbesar kedua di perfektur wakayama jepang 23. Bakteria 24. Daun-daun muda mentah untuk lalapan 26. Sawah 27. Tarikan 29. Nama ibu Negara kita 32. Sisa hasil usaha 33. Batu tulis 34. Pengukur keasaman suatu zat 36. Lambang 37. Menimbang dengan sungguh ; Merenung 38. Babak ; Tahap

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

MANUSA YADNYA OTONAN - I Gst. Ngr Agung Dyaksa Ardyanta dan I Gst. Ngr. Agung Krisna Ardyana, anak dari pasangan I Gst. Ngr. Nym Arnawa, S.H. dengan I Gst. Ayu Suary Dewi, S.E. melakukan upacara otonan lan mapetik. Upacara dilangsungkan di Desa Singapadu Banjar Kutri, dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat.

Menurun: 2. Ribo nucleic acid 3. Merek pewangi pakaian/ cucian 4. Drama tanpa kata-kata 5. Janji untuk bertemu yang telah ditentukan bersama 6. Pantat ; Bagian belakang 7. Sapi kecil khas Sulawesi 9. Pengobatan untuk membunuh sel kanker 10. Bentuk ; Wujud 13. Makanan dari adonan terigu untuk lapisan luar, campuran telur, daging dan bumbu untuk lapisan dalam/isi. 14. Berpihak dan suka melawan atau menyusahkan 16. Peredaran bumi dan planet lain dalam mengelilingi matahari 19. Gila 20. Potongan untuk contoh membuat baju 22. Nama empu terkenal abad 14 di Majapahit 25. Baru masuk Islam 28. Asuransi kesehatan 30. Saluran pembuangan air di tepi jalan 31. Susah ; Berat (Bali) 35. Ujian akhir semester

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 403 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 29 Juni 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 7 Juli 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 401 Mendatar: 1. REMBEGA 5. MUZAKIR 9. KAKUS 10. AMN 11. KEBAB 12. ALL 13. IBA 14. HIRUK 17. TOKOH 20. ASTOR 22. TALENTA 24. RAHWANA 26. TORONTO 30. BUNAKEN 33. APRON 34. BILUR 37. SURAU 40. EBI 41. DRA 42. JALAK 43. MIR 44. TINJU 45. LUSTRUM 46. SENTENG Menurun: 1. RIKUH

2. MAKAR 3. EKSAK 4. ANALISA 5. MONITOR 6. ZAKAT 7. KUBIK 8. RUBAH 15. IGA 16. USE 18. OTW 19. OWN 20. ATITA 21. RABUN 23. LOR 25. ARK 27. OLI 28. OKU 29. OPTIMUM 30. BONDRES 31. ADU 32. EDA 34. BAJUL 35. LOLOS 36. REKOR 37. SATIN 38. RONDE 39. URUNG

Pemenang TTS No. 401 1. Ni Ketut Suwardi Br.Munduk Andong, Desa Bangli, Kec.Baturiti, Kab.Tabanan (HP:085-739-893-XXX) 2. I Wayan Suwena Jl.Tukad Campuan, Sukawati, Kab. Gianyar (HP:085-738-283XXX) 3. I Komang Yudi Krisna SD Negeri No.5 Dalung, Kuta Utara, Kab.Badung (HP:081-805-666-XXX) 4. I Dewa Ayu Damiati Dsn.Penarukan, Desa Bungbungan, Kec. Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:087-861-111-XXX) 5. Ni Wayan Rangin Br.Dinas Belong, Desa Karangasem, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:085-238-316-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Komang Suwastini Alamat : Kampus Universitas Mahendradatta, Jl.Ken Arok, Denpasar (HP:089-541-095-XXX)

Melacak Penyebab Keputihan ADANYA fenomena yang berkembang di masyarakat, bahwa setiap keputihan yang dialami perempuan harus dibasmi, ini tentu suatu pendapat yang keliru, karena tidak setiap keputihan memerlukan obat. Setiap pengeluaran cairan dari kemaluan perempuan atau laki-laki yang bukan darah dikenal sebagai keputihan. Selain keputihan dapat disertai keluhan lain, sepert : ada tidaknya rasa gatal dan/atau bau. Pada keputihan normal atau fisiologis, dimana keputihan yang biasanya dijumpai pada bayi, beberapa hari sebelum/setelah haid, selama masa subur, selama kontak seksual, kehamilan, dan sewaktu menyusui. Kondisi keputihan fisiologis ini tidak memerlukan penanganan/obat. Hal ini karena adanya pengaruh siklus hormon, yaitu: zat kimiawi yang mengatur metabolisme sel-sel termasuk organ reproduksi dalam tubuh. Keputihan normal ini tidak memiliki gejala/tanda/keluhan lain (gatal, berbau). Sementara keputihan yang abnormal atau patologis adalah keputihan yang disertai keluhan gatal dan/atau berbau. Keputihan tidak selalu berwarna putih, kadang kekuningan, kehijauan selain warna darah. Keputihan abnormal ini harus diobati/ dibasmi, tentu dengan mengetahui terlebih dahulu sumber penyebab dari keputihan tersebut. Berbagai etiologi/penyebab dari keputihan ada banyak sumber, seperti : bakteri, jamur, parasit, bahkan yang paling mekhawatirkan adalah penyebab virus, yakni : human papilloma virus (HPV) sebagai penyebab 99,9% kanker mulut

rahim yang tidak ada obatnya, namun masih ada upaya mencegahnya, yaitu: melalui pencegahan primer dengan vaksin serviks/mulut rahim (Cervarix dan Gardasil). dan pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan pemeriksaan Papaniculou’s smear (Pap’s Smear). Jika sudah terkena kanker mulut rahim, maka termasuk ke dalam pencegahan tertier dengan memberikan pelayanan kuratif, paliatif agar 5 years survival rate (kemampuan hidup lima tahun) lebih berkualitas. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk melacak sumber penyebab keputihan di antaranya; penyebab keputihan bakteri, jamur, parasit dapat menggunakan pemeriksaan hapusan/swab vagina, sedangkan untuk mendeteksi penyebab keputihan bersumber dari virus yang dapat merubah sel-sel di mulut rahim adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap’s Smear. Pengobatan yang ideal tentu dilakukan atas dasar pertimbangan diagnosis atau penyebab keputihan. Jika penyebabnya bakteri diberikan anti bakteri, jika penyebabnya parasit diberi anti parasit, jika penyebabnya jamur diberi anti jamur, namun jika penyebabnya virus tidak dapat diberikan antivirus. Khusus penyebab keputihan virus penanganannya sangat berbeda sangat bergantung pada derajat invasi virus (grading prakanker, kanker insitu, kanker). Sampai saat ini grading yang masih diyakini bisa diobati dan memiliki peluang sembuh hanya pada stadium kanker mulut rahim derajat I- II, sedangkan derajat III

dan IV tak dapat disembuhkan bahkan dapat menimbulkan gejala sisa/sekuele. Skrining invasi virus menggunakan metode pap’s smear salah satu alat/instrumen penunjang yang dapat digunakan mendeteksi kemungkinan infeksi virus, di samping ada metode yang lebih sederhana dan murah yaitu IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Makin dini derajat invasi virus makin berpeluang sembuh, termasuk sebelum paparan kanker ada disebut derajat lesi prakanker (Neoplasia intraepithelial sel (NIS)/Cervical Intraephitelial Neoplasia (CIN). Perubahan sel pada neoplasia ringan- sedang (NIS/CIN 1-2) masih bersifat reversible/bisa sembuh sering tidak bergejala, sedang yang CIN 3 masih bisa

berlanjut menjadi keganasan/ karsinoma tersembunyi (in situ) bahkan invasive (kanker) sering bergejala perdarahan intermenstruasi dan post kontak seksual, keputihan vagina purulen/kekuning-kuningan, berbau, berdarah. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis


Minggu Wage, 23 Juni 2019

Jelang Kongres PDI-P di Bali

Mega Makin Kuat, Didukung Semua DPD

Jokowi Tekankan ASEAN Tetap Bersatu Sikapi Situasi Dunia Bangkok Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sesi pleno KTT ASEAN yang ke-34 di Bangkok, Thailand. Jokowi hadir bersama sejumlah pemimpin negara ASEAN lainnya. Jokowi tiba di lokasi sesi pleno KTT ASEAN yang ke-34 di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Sabtu (22/6) kemarin, pukul 17.25 waktu setempat. PM Thailand Prayut Chan-o-cha langsung memberikan sambutan sesaat setelah para pemimpin negara ASEAN tiba di lokasi acara. Dalam sesi pleno tersebut, Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN (KSA) Kemenlu Jose Tavares. Dalam KTT ASEAN yang

ke-34 ini, Jokowi akan mendorong ASEAN tetap bersatu dan kokoh dalam menyikapi situasi dunia serta perkembangan global yang sangat dinamis saat ini. Kondisi global dinilai turut memengaruhi kawasan Asia Tenggara. “Salah satu upaya menyikapi situasi yang sangat dinamis ini, Presiden Jokowi akan mendorong agar negara-negara anggota ASEAN menyepakati pandangan bersama tentang konsep Indo-Pasifik ASEAN. Konsep ini sangat penting untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara yang telah berlangsung dengan baik di tengah dinamika geopolitik yang berkembang cepat,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Selain menghadiri KTT ASEAN, Presiden Jokowi juga akan memimpin KTT ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand

Growth Triangle (IMT-GT) Summit dan menghadiri pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Summit yang ke-13. Dari Bangkok dilaporkan bahwa Menteri Perdagangan Negara-negara ASEAN menyepakati perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/ RCEP) antara negara anggota ASEAN dapat diselesaikan pada 2019. “Menteri negara-negara ASEAN yang mengurusi perdagangan menyepakati dan berkomitmen untuk menyelesaikan RCEP tahun ini,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di selasela KTT ASEAN yang ke-34 di Bangkok, Thailand, Sabtu kemarin. Kesepakatan dan komitmen tersebut tercapai, lanjut dia, mengingat situasi global saat

ini. “Kita menyepakati dan tetap komitmen bahwa RCEP secara substansi harus selesai tahun ini. Kita tidak ada pilihan lain apalagi di tengah situasi global saat ini,” kata dia. “Kita sepakat bahwa substansi RCEP ini selesai di antara sesama negara-negara ASEAN, makanya kita meminta agar adanya fleksibilitas,” ujar dia. Menteri negara-negara ASEAN juga sepakat untuk saling memberikan dukungan satu sama lain dan melakukan komunikasi intens dalam penyelesaian RCEP ini. Terkait bab kompetisi berusaha yang belum disepakati negara-negara ASEAN pada KTT ASEAN yang ke-33, Menteri Enggartiasto mengatakan bahwa bab kompetisi berusaha sudah menemui kata mufakat. RCEP memiliki 21 bab kesepakatan yang harus disepakati sebelum nantinya resmi diimplementasikan. (ant)

Rekonstruksi Arja Klasik Khas Peliatan akan Hadir di PKB XLI

BPM/dok

MEGAWATI - Gubernur Bali Wayan Koster saat bersama Megawati di Bali.

Denpasar (Bali Post) Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, kini sedang berada di Bali serangkaian persiapan Kongres V di Sanur, 8 Agustus mendatang. Menurut sumber terpercaya, semua pimpinan DPD di Bali kini sedang merapat dan intens bertemu Megawati. Usulan daerah untuk meminta Megawati kembali memimpin PDI-P kian menguat. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, meyakinkan ada alasan kuat kader di daerah menginginkan Megawati Soekarnoputri memimpin kembali PDI Perjuangan. Kongres V di Bali 8 Agustus 2019 mendatang, kata dia, hanya akan jadi ajang pengesahan kembali Megawati. “Semua DPD sudah bulat mengusulkan kembali Bu Mega (sebagai ketua umum),” kata Bambang Sabtu (22/6) kemarin. Bambang menjelaskan salah satu alasan mempertahankan putri Soekarno itu adalah di kepemimpinannya PDI Perjuangan sangat solid. “Dipimpin Bu Mega partai solid, nggak

ada ribut,” ujarnya. Apalagi saat Rakernas partai yang digelar di Jakarta 19 Juni 2019 lalu, banyak memilih Megawati. Dengan demikian, bisa jadi saat Kongres V nanti hanya akan dijadikan sebagai ajang pengesahan kembali Megawati sebagai ketua umum. “Itu berarti isu regenerasi yang sempat disebut akan terjadi dalam kepemimpinan PDI Perjuangan tidak akan terjadi,” ujarnya. Sedangkan, apakah akan ada ketua harian atau bagaimana, nanti terserah Megawati. Sekjen PDI-P, Hasto Kristianto, mengatakan, sebelum diadakannya kongres, partainya membuka diri agar para kader di seluruh daerah membuka ‘‘panca-indera’’ politik masing-masing. Aspirasi itu ditampung pada

Minggu, 23 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Aerobik Dangdut Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Adi Parwa (2) Belajar Menggambar Menggambar Raja Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung,

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Menawa Ratna, Ngusaba desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (5) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Gigi Palsu Permanen Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali HUT Ke-17 Bali TV Indi Band Generation Widi Widiana, Famory Band Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang I Binor Poh Gading (1) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

konferensi cabang (konfercab) yang membawahi struktur tingkatan kecamatan hingga kelurahan dan desa. “Yang membedakan PDI Perjuangan dengan partai lain adalah peserta kongres itu sebagai utusan, mereka membawa mandat dari arus bawah, suara arus bawah ini yang didengarkan,” ujarnya. Menurut Hasto, agenda rakernas hingga kongres mendatang, salah satunya fokus pada penyelelarasan masa kepemimpinan pemerintahan saat ini yang akan berlanjut ke periode kedua. “Karena juga akan ikut bertanggung jawab terhadap visi misi Jokowi untuk dapat dijalankan dengan sebaikbaiknya. Itu memerlukan dukungan dari DPR, maka kami terus melakukan langkah konsolidasi,” kata dia. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI salah satunya akan menampilkan kesenian arja klasik khas Peliatan, Ubud. Kesenian hasil rekonstruksi itu akan dibawakan Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Gianyar, di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Minggu (23/6) malam. “Kejayaan arja pada masanya, menjadi memori yang tiada dua dalam perkembangan seni saat ini,” ujar Koodinator Sanggar I Wayan Sudiarsa yang akrab disapa Pacet. Menurut Pacet, arja merupakan salah satu bentuk kesenian rakyat yang bercerita tentang kisah Panji. Di dalamnya selalu terselip pesan-pesan tentang kebijaksanaan, serta intisari dari karya sastra dan lagu. Sayangnya, arja tak melulu bisa eksis mengikuti zaman. Namun mengalami pasang surut, hingga sampai pada titik generasi muda tidak lagi menjadikannya sebagai bentuk kesenian populer. “Upaya pelestariannya terkendala kurang menariknya kesenian arja untuk dipelajari lantaran susah dan pakem yang mengikat,” jelas Dosen Unhi Denpasar ini. Di Peliatan, Ubud khususnya, lanjut Pacet, arja pada masanya merupakan kesenian yang mencerminkan karakter

masyarakat setempat. Oleh karena itu, pihaknya terdorong untuk melestarikan arja agar tidak punah. Kendati, sanggar yang dipimpinnya harus melewati proses panjang. Dimulai dengan mempelajari gending/ tabuh yang akrab disebut Geguntangan kepada maestromaestro tabuh Geguntangan. Di antaranya Cokorda Alit Hendrawan, Dewa Nyoman Sura, dan Alm. Gusti Ketut Karta. “Kami lalu ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar sebagai Duta Arja Kla-

sik dalam PKB XLI. Kesempatan yang baik ini dijadikan sebagai tonggak awal dalam melanjutkan kesenian Arja Klasik Peliatan,” paparnya. Pacet menambahkan, proses latihan juga melibatkan seniman Arja Singapadu yaitu Ni Nyoman Candri (putri dari seniman Arja, Alm. I Made Kredek) dan I Ketut Kodi (putra dari seniman topeng dan sangging, Alm. I Wayan Tangguh). Pasalnya, jejak leluhur terdahulu memperlihatkan adanya hubungan istimewa antara Peliatan dan

Singapadu. Selain itu, Prof. I Wayan Dibia (putra seniman Arja, Alm. I Wayan Geria) juga ikut mendampingi dan berbagi pengalaman estetik kepada para penari dan penabuh. Sebagian besar para penari arja berasal dari Desa Singapadu sedangkan penabuh dari Desa Peliatan. “Hubungan para kreator terdahulu, diharapkan dapat disambung kembali dan proses perjalanan rekonstruksi Arja Klasik mendapatkan restu dari para leluhur terdahulu,” pungkasnya. (kmb32)

Kawasan Pariwisata

Dampak Positif Menurutnya, inovasi produk tembakau alternatif memiliki dampak positif karena pro terhadap lingkungan, namun tidak membatasi penikmat tembakau dewasa. ”Produk tembakau alternatif ini lebih ramah lingkungan dan tidak mengganggu orang lain di sekitarnya. Produk ini tidak menghasilkan asap, tapi uap,” tandasnya. (kmb42)

BPM/ist

ARJA - Sanggar Gamelan Suling Gita Semara saat melakukan geladi mementaskan arja klasik khas Peliatan, Ubud.

Sebagai kawasan pariwisata, kawasan Belok Sidan memiliki sejumlah spot wisata selain Jembatan Tukad Bangkung sebagai ikon. Di antaranya air terjun dan sumber air panas. Tidak hanya itu, dengan rencana dibangunnya Waduk Sidan, tentu kawasan itu juga akan menjadi lokasi wisata. “Selain Waduk Sidan, Pemkab Badung juga berencana membangun sentra techno park, kami meyakini,

kawasan Belok Sidan akan terus berkembang menjadi kawasan pariwisata,” katanya. Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap pihak lain ikut melakukan kegiatan serupa. “Kegiatan seperti ini selain memperkenalkan wilayah ini juga untuk melestarikan lingkungan,” ucapnya. Sementara salah seorang peserta touring yang juga Ketua CBR Club Indonesia, I Nyoman Adi Wiratama, sangat mendukung kegiatan

pelestarian lingkungan yang dirangkaikan dengan touring. Apalagi melibatkan klub sepeda motor yang selama ini juga sangat peduli terhadap aksi sosial seperti ini. “Kami sangat senang bisa diajak berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya. Selain diisi berbagai hiburan, Astra Motor Bali menggelar edukasi safety riding kepada seluruh peserta touring. Materi yang diberikan yaitu bagaimana menjadi pengendara yang baik dan benar untuk menjaga kes-

elamatan dalam berkendaraan. Mengecek fitur-fitur yang ada dalam kendaraan juga sangat penting dilakukan sebelum berkendaraan, sehingga selamat dalam berlalu lintas. Kegiatan sosialisasi safety riding merupakan upaya Astra Motor untuk memberi pengetahuan keselamatan dalam berkendaraan kepada masyarakat. Selain itu, mematuhi aturan rambu-rambu lalu lintas juga sangat penting diketahui dan dipahami pengendara. (kmb23)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Wage, 23 Juni 2019

Aksi Touring and Fun Merah Putih

BPM/eka/edi

Touring - Sejumlah kegiatan bernuansa lingkungan dan gembira digelar di acara Touring and Fun Merah Putih yang diadakan Bali Post bekerja sama dengan Pemkab Badung, Astra Motor Bali dan kalangan swasta lainnya. Mulai dari touring menikmati suasana alam Petang, penanaman pohon, safety riding, hingga penyerahan hadiah dan hiburan.

Bali United Pimpin Klasemen Liga 1 Gianyar (Bali Post) –

Bali United pantas dijuluki jago kandang. Tim Serdadu Tridatu sukses meraih kemenangan keempat beruntun setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (22/6) sore kemarin. Gol tunggal kesebelasan tuan rumah dicetak striker Ilija Spasojevic.

Kemenangan ini membawa Bali United memuncaki klasemen sementara kompetisi Shopee Liga 1 2019 dengan koleksi poin 12 hasil empat kemenangan. Sebelumnya, Fadil Sausu dan kawan-kawan melibas Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, dan juara bertahan Persija Jakarta. Gol yang dinantikan oleh publik Stadion Wayan Dipta tercipta pada menit ke-70. Memanfaatkan umpan tendangan

bebas playmaker Paulo Sergio, bola sundulan Spasojevic berhasil menembus gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra. Lahirnya gol ini membuat seisi Stadion Dipta bergemuruh. Lima menit menjelang laga usai, penyelamatan gemilang dilakukan oleh Wawan Hendrawan. Kiper Bali United ini berhasil menepis tendangan Hari Nur Yulianto kendati bola sempat berubah arah karena membentur salah satu pemain

Sanchez Bawa Chile ke Perempatfinal Salvador – Alexis Sanchez mengirim Chile ke babak perempatfinal turnamen sepak bola Copa America 2019. Penyerang Manchester United ini mencetak gol kemenangan timnya dengan skor 2-1 atas Ekuador di Salvador, Brazil, Sabtu (22/6) kemarin. Jose Fuenzalida memberi juara bertahan Chile keunggulan saat laga baru berjalan delapan menit. Enner Valencia menyamakan kedudukan bagi Ekuador dari titik penalti pada menit ke-26. Sanchez mengantongi golnya yang ke-43 untuk negaranya pada menit ke-51. Satu menit menjelang pertandingan berakhir, Chile bermain dengan 10 orang setelah Gabriel Achilier mendapat kartu merah. Gol itu merupakan yang kedua bagi Sanchez di Copa America setelah yang pertama ke gawang Jepang pada laga pembuka. Hasil ini membawa Chile bergabung dengan Kolombia sebagai tim yang lolos ke babak sistem gugur walau baru menuntaskan dua pertandingan. “Saya mengalami keseleo, semoga tidak terlalu serius. Di babak pertama, saya bermain dengan sedikit rasa sakit,” kata pemain berusia 30 tahun ini. Pertandingan berjalan keras yang memaksa wasit Patricio Loustau mengeluarkan sembilan kartu kuning dan merah. “Kami tidak memiliki kecerdasan untuk mengendalikan permainan setelah gol pertama. Ekuador bereaksi sangat baik dan menyamakan kedudukan di saat kami kehilangan bentuk,” sebut pelatih Chile Reinaldo Rueda. Chile menjadi pemuncak klasemen Grup C dengan 6 poin disusul Uruguay (4), Jepang (1), dan Ekuador (0). Pada pertandingan terakhir atau ketiga, Chile bertemu Uruguay untuk memperebutan juara grup di Maracana, sedangkan Jepang menantang Ekuador guna menentukan tim ketiga yang melaju ke delapan besar. Menurut Valencia, Ekuador sudah berusaha keras tetapi membuat kesalahan sehingga Chile bisa mencetak gol kemenangan. “Kami akan mencoba dan mengalahkan Jepang kemudian melihat di mana itu membawa kami,” ujarnya. Ekuador yang telah menelan dua kekalahan berturutturut harus mengalahkan Jepang di Belo Horizonte untuk mendapat tempat di perempatfinal. (afp/kmb)

belakang tim Serdadu Tridatu. Sampai wasit Iwan Sukoco meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah tetap bertahan. Bali United akan melanjutkan perjuangannya di Kompetisi Shopee Liga 1 2019 dengan bertandang ke markas Kalteng Putra di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 26 Juni nanti. Laga itu bakal menjadi laga tandang

pertama tim asuhan Stefano ‘’Teco’’ Cugurra musim ini. Tempo Cepat Pertandingan babak pertama berjalan dalam tempo cepat. Pada menit ke-11 PSIS mendapat peluang lewat tendangan Silvio Escobar, namun masih melambung tipis di atas gawang Wawan Hendrawan. PSSI menghasilkan peluang kedua melalui tendangan jarak jauh Fredyan Wahyu menjelang babak pertama usai yang melayang tipis di atas gawang tuan rumah. Bali United mendapat peluang emas pertama pada menit ke-15 melalui sundulan Spasojevic, tetapi mampu ditepis

kiper Jandia Eka Putra. Semenit berselang, giliran Willian Pacheco yang menyundul bola memanfaatkan umpan sepak pojok Paulo Sergio, namun masih ada pemain belakang PSIS yang mampu menghalau bola. Pada menit ke-17 kembali Bali United mendapat peluang lewat tendangan kaki kiri Fadil Sausu yang tepat di tangkapan penjaga gawang PSIS. Kesempatan emas berikutnya dihasilkan Paulo Sergio dari luar kotak penalti pada menit ke-21, namun kembali mampu diamankan Jandia Eka Putra. Selanjutnya, eksekusi tendangan bebas Stefano Lilipaly sukses dihadang kiper tim tamu pada menit ke-28. (kmb)

Jepun Bali Gelar Kejuaraan Panahan Tradisional Denpasar (Bali Post) – Jepun Bali Traditional Archery Club menyelenggarakan Jepun Bali Cup 2019 ‘’Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara”. Ajang ini dilaksanakan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Sabtu (22/6) pagi kemarin. Tercatat 190 pemanah adu kepiawaian memanah. Peserta termuda berusia 3 tahun, sedangkan tertua 70 tahun. Ketua Panitia Anak Agung Bagus Bayu Putra mengatakan, panahan tradisional (jemparingan) merupakan salah satu cabang olahraga yang mulai banyak diminati masyarakat Indonesia khususnya Bali. “Kami di Jepun Bali Traditional Archery Club (JBTAC) telah mencetak atlet mulai dari usia dini hingga dewasa. Melalui

kejuaraan ini, kami ingin membentuk generasi muda yang sehat, kuat jasmani, tangkas, dan cerdas serta mampu berprestasi di berbagai level,” ujarnya. Bayu yang didampingi Pembina JBTAC Anak Agung Anom Giri dan Daniel Morado Parulian menambahkan, Jepun Bali Cup 2019 bertujuan menyalurkan bakat olahraga sekaligus melestarikan budaya generasi muda. Selain itu, menjadi wadah bagi pencinta dan penggemar jemparingan se-Nusantara untuk berkompetisi dengan menjunjung nilai sportivitas, kejujuran, dan kekeluargaan. JBTAC berasaskan kekeluargaan dan gotong royong serta mengembangkan sikap rasa memiliki, mau berprestasi serta menjunjung tinggi sifat-sifat olahragawan sejati. ‘’Olahraga ini berlandaskan budaya, dapat

BPM/kmb

BERSAMA - Peserta Jepun Bali Cup 2019 Pacentokan Agung Jemparingan se-Nusantara foto bersama sebelum berlomba.

memberi kesehatan dan keterampilan secara mental dan fisik serta mampu membentuk dan membangun karakter generasi muda khususnya di Denpasar,” imbuh Anom Giri. Kategori lomba terdiri atas SD kelas I, II, III putra-putri, SD kelas IV, V, VI putra-putri, SMP putra-putri, SMA, dan umum putra-putri. Hadiah yang diperebutkan berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Kejuaraan dibuka Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini Koster ditandai pelepasan anak panah didampingi Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan. Turut mendampingi Ketua Perpani Bali IGN Wisnu Mataram, Ketua Perpani Denpasar I Nyoman Lodra, dan Sekjen Jemparingan Nusantara serta beberapa pemanah cilik. Ajang ini mendapat dukungan dari Pemprov Bali, Perpani Bali, Perpani Denpasar, Mannaqueen, Kanda Resto, dan beberapa sponsor lainnya. Dalam sambutannya, Bunda Putri Koster menyampaikan salam dari Gubernur Bali Wayan Koster. “Event panahan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter bagi anak-anak. Ada unsur budaya, tradisi, dan budi pekerti. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Semoga bisa menghasilkan atlet-atlet panahan tradisional yang berprestasi,” jelasnya. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 23 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu