terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
8 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 259 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu wage, 23 mei 2020 Sindikat Pemalsu Surat Kesehatan Pemudik Ditangkap Polres Badung menangkap sindikat pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan, Rabu (20/5) lalu. Pelakunya tiga orang asal Jawa Timur, yaitu Aan Setiawan (35), Ikwan Mudin (30) dan Sutomo (34). BADUNG | HAL. 3
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Anak Usia 7 Tahun Positif Covid-19
Rayakan Idul Fitri Tanpa Keramaian
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan memperbarui data perkembangan kasus pasien Covid-19 di Kabupaten Tabanan. Ada penambahan pasien positif Covid-19, yakni anak berusia 7 tahun asal Kecamatan Penebel, Tabanan.
Polres Klungkung mengumpulkan seluruh tokoh Muslim di Klungkung membahas persiapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syahwal 1441 Hijriah. Hasilnya, disepakati berlangsung tanpa keramaian.
TABANAN | HAL. 4
KLUNGKUNG | HAL. 5
GUBERNUR KOSTER TERBITKAN SURAT EDARAN PENGENDALIAN PERJALANAN Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran Nomor 10925 Tahun 2020 tentang Pengendalian Perjalanan Orang pada Pintu Masuk Wilayah Bali dan Percepatan Penanganan Covid-19. Berkenaan dengan berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Bali telah mengajukan surat kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor: 550/3563/Dishub, Tanggal 18 Mei 2020 Perihal: Pengendalian Penumpang pada Pintu Masuk Wilayah Bali. Menteri Perhubungan RI telah menyetujui permohonan Gubernur
Bali, melalui Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: Um.101/0002/DRJU. KSIHU 2020, Tanggal 20 Mei 2020 Perihal: Persyaratan Protokol Kesehatan PCR di Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai-Bali dan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: Um.002/39/18/ OJPL/2020, Tanggal 22 Mei 2020 Perihal: Persyaratan Protokol PCR di Pelabuhan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan Surat Edaran tentang Pengendalian Perjalanan Orang pada Pintu Masuk Wilayah Bali dan Percepatan Penanganan Covid-19. Tentunya, pemberlakuan Surat Edaran Gubernur Bali tersebut memerlukan dukungan semua pihak agar bisa dilaksanakan secara efektif dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Bali. Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mengatakan, sehubungan dengan berlakunya surat edaran tersebut, Provinsi Bali membatasi pelaku perjalanan memasuki wilayah Bali. Kecuali bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta,
OPINI
Jangan Gegabah Tangani Wabah Oleh: GPB Suka Arjawa PRESIDEN Joko Widodo telah mengatakan bahwa masih belum ada keputusan pemerintah untuk melonggarkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons atas berbagai wacana yang berkembang di masyarakat. Wacana itu cenderung didominasi oleh keinginan untuk lepas dari PSBB. Bahkan, mungkin sekali merupakan keinginan lepas dari terkungkung di rumah. Akan tetapi belakangan kemudian muncul juga pernyataan dari komponen pemerintah yang juga berkaitan dengan upaya pelonggaran tersebut. Di antaranya muncul ungkapan relaksasi PSBB. Tidak lain ini merupakan upaya untuk melonggarkan PSBB tersebut. Maka, meskipun Presiden telah menyatakan tidak ada kebijakan untuk melakukan pelonggaran tersebut, masyarakat telah menafsirkan akan ada pelonggaran itu. Dan seperti seolah menjadi ciri dari masyarakat kita, melakukan pelanggaran itu merupakan sebuah pilihan. Entah mereka merasa menang atas pelanggaran ini, merasa jantan atau memang masa bodoh dengan pelanggaran itu, yang berarti juga masa bodoh dengan keberadaannya sendiri. Ketika PSBB sudah ditetapkan di beberapa daerah di Jawa, telah ada banyak pelanggaran terhadap kebijakan tersebut, maka begitu ada kisi-kisi pelonggaran dari pemerintah, semakin menjadi-jadilah pelanggaran tersebut. Hal. 7 Kedisiplinan Masyarakat
atas dasar kepentingan pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar atau pelayanan fungsi ekonomi penting. Hal serupa juga berlaku bagi perjalanan pasien, karena membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, bagi perjalanan orang, karena anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sedang sakit keras atau meninggal dunia, bagi pekerja migran Indonesia (PMI), warga negara Indonesia dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dikatakan, dalam surat edaran itu juga ditegaskan pengelola dan pemangku kepentingan bandara pemberangkatan dan pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat. Yakni, hanya memberangkatkan atau menerima pelaku perjalanan dengan hasil negatif dari uji
swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh laboratorium rumah sakit pemerintah, laboratorium rumah sakit pemerintah daerah, atau laboratorium lain yang dirujuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19; surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari uji swab valid atau memiliki masa berlaku selama-lamanya 7 (tujuh) hari terhitung saat ketibaan pada pintu masuk wilayah Bali. Pengelola dan pemangku kepentingan pelabuhan penyeberangan atau angkutan laut pemberangkatan dan pengelola pintu masuk perairan wilayah Bali agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat. Yakni, hanya menerima pelaku perjalanan minimal dengan hasil negatif dari uji rapid test yang dikeluarkan oleh rumah sakit yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19, Dinas Kesehatan, atau pihak lain yang berwenang, surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari uji rapid test valid memiliki masa berlaku selama-lamanya 7 (tujuh) hari terhitung saat ketibaan pada pintu masuk
wilayah Bali. ‘’Kepada pimpinan manajemen maskapai yang memiliki slot penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, berkewajiban menunjuk petugas khusus yang melakukan verifikasi terhadap pelaku perjalanan telah memiliki surat keterangan hasil negatif dari uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) saat membeli tiket pesawat udara. Selain itu, pelaku perjalanan yang berencana masuk wilayah Bali melalui angkutan udara telah mengisi form aplikasi yang diakses pada alamat https://cekdiri.baliprov.go.id, dan dapat menunjukkan QR Code kepada petugas verifikasi,’’ katanya memaparkan. Kepada pimpinan manajemen angkutan penyeberangan, angkutan laut yang berhubungan dan/atau mengelola pintu masuk wilayah Bali, kata Koster, berkewajiban menunjuk petugas khusus yang melakukan verifikasi terhadap pelaku perjalanan telah memiliki surat keterangan hasil negatif dari uji rapid test saat membeli tiket angkutan penumpang, penyeberangan, dan angkutan laut. Hal. 7 Paiketan Pecalang
’’Bupati/wali kota se-Bali agar memfasilitasi dan menginformasikan Pengendalian Perjalanan Orang pada Pintu Masuk Wilayah Bali Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 kepada seluruh masyarakatnya melalui berbagai media cetak maupun elektronik.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Sinergi Lintas Kabupaten Tangani Kependudukan
Denpasar (Bali Post) Mobilitas penduduk ke Bali pascahari raya Lebaran diatensi khusus. Persyaratan khusus sudah dirancang. Penduduk yang ingin ke Bali diwajibkan menyiapkan administrasi kependudukan, termasuk penerapan protokol kesehatan secara tegas. Pelibatan Stagas Covid-19 juga dilakukan, termasuk memperkuat sinergitas lintas kabupaten/kota dalam penanganan kependudukan.
P
enegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Jumat (22/5) kemarin. Ditegaskan, upaya antisipasi kedatangan penduduk pendatang (duktang) saat arus mudik dan balik Lebaran tetap dilakukan. ‘’Kami melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mewanti-wanti agar masyarakat di Bali mempertimbangkan untuk mudik Lebaran. Pun dengan krama Bali yang berada di luar dae-
rah, khususnya daerah yang melakukan PSBB atau zona merah, dimohon untuk jangan dulu pulang ke Pulau Dewata. Hal ini tak lain untuk mencegah penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. Untuk mengantisipasi arus balik pasca-Lebaran nanti, katanya, pihaknya akan melakukan langkah tegas. Tindakan yang akan diambil tetap sesuai aturan dan protokol kesehatan. ‘’Pintu masuk Bali diawasi ketat dan kami telah berkoordinasi lintas kabupaten,’’ ujarnya. Pemprov Bali, kata Anom, salah satunya telah memberi-
Tidak Terbit Terkait Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah yang merupakan hari libur nasional, Bali Post tidak terbit pada Senin (25/5). Bali Post terbit kembali Selasa (26/5). Untuk itu kepada para pelanggan dan pemasang iklan mohon maklum. Beritaberita terkini Bali Post dapat diikuti di portal Balipost.com dan BALI POST NEWS di Bali TV. Penerbit
kan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam rangka pengendalian mobilisasi duktang atau penduduk nonpermanen kepada kabupaten/kota sebesar Rp 1,7 miliar. Masingmasing Rp 300 juta untuk Buleleng, Rp 750 juta untuk Jembrana, Rp 500 juta untuk Karangasem, dan Rp 150 juta untuk Denpasar. Fasilitasi dana pendamping diberikan untuk pelaksanaan tertib administrasi kependudukan di kabupaten/kota. Tertib administrasi kependudukan ditingkatkan untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di Bali, menekan laju pertumbuhan penduduk, dan terdatanya penduduk no permanen. ‘’Selain itu, mendorong penduduk untuk melengkapi dokumen kependudukan saat bepergian dan berdomisili di suatu wilayah,’’ paparnya. Untuk bisa masuk ke Bali pada kondisi sekarang, lanjut Anom, duktang tidak cukup hanya mengikuti persyaratan secara administrasi kependudukan (adminduk). Tetapi juga harus memenuhi
persyaratan yang ditetapkan Gugus Tugas terkait protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19. Seperti misalnya, membawa surat keterangan tugas/surat keterangan jalan dan menunjukkan hasil rapid test atau uji swab negatif. Mengingat, Bali masih harus siaga dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona. ‘’Kita tahu kan usaha Pemprov Bali sudah sangat maksimal menekan ini. Tentu kita juga berharap jangan sampai ketika arus balik justru akan mengganggu tatanan upaya Pemprov Bali
yang sudah berjalan efektif dan baik dalam menekan penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. Menurut Anom, pihaknya bersama Dinas Perhubungan dan lembaga adat sudah melakukan rapat koordinasi persiapan mengantisipasi arus balik. Pos-pos penjagaan di pintu masuk Bali pasti akan memperketat pemeriksaan. Kemudian, di desa dinas sudah terbentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 dan di desa adat pun sudah ada Satgas Gotong Royong. Hal. 7 Bali Lakukan Penjajakan
Ekonomi Bali Rapuh BALI POST dan Bali TV bekerja sama dengan Yayasan Dharma Naradha menerima titipan sumbangsih anda untuk menyiapkan sembako beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” peduli dampak Covid-19. Sumbangsih dapat disalurkan langsung ke Redaksi Bali Post dan Bali TV atau langsung melalui : 1. Rekening Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Renon No: 010.01.13.00003-7 a/n Yayasan Dharma Naradha. 2. Rekening BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada No : 0017-01-003115-30-6 a/n Yayasan Dharma Naradha Bukti transfer dapat di-WA ke 082118183588 JUMAT, 22 MEI 2020 AA, Denpasar Sri Astuti, Muding Sari NN, Denpasar
Rp Rp Rp
1.000.000 200.000 100.000
Jumlah Penerimaan Hari Ini Jumlah Penerimaan Sebelumnya Total Penerimaan
Rp 1.300.000 Rp 46.445.000 Rp 47.745.000
Perlu Bangun Model Perekonomian Baru
BERKACA dari pengalaman ekonomi Bali yang mengalami guncangan beberapa kali, seharusnya membuat Bali beranjak untuk membangun model perekonomian yang baru. Perekonomian yang bukan saja mengandalkan pariwisata dan pertanian, namun juga ekonomi kreatif. Untuk membangun ekonomi kreatif, modal utamanya adalah manusia dan teknologi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Agoes Gane-
sha Rahyuda mengatakan hal itu, Selasa (19/5) lalu. Menurut Ganesha Rahyuda, ketahanan ekonomi Bali yang mengandalkan pariwisata membuat sektor ekonomi sangat rapuh. Meskipun rapuh, namun cepat bounce back. ‘’Itu sifat alami perekonomian kita,’’ ujarnya. Melihat pengalaman sebelumnya, katanya, tenaga kerja Bali relatif fleksibel dan selalu siap untuk masuk ke pasar barang atau jasa. Seperti yang terjadi
saat pandemi Covid-19, masyarakat cepat melakukan perpindahan kegiatan usaha. Sehingga, ia mengaku optimis perekonomian Bali akan bounce back begitu gerbang demand dibuka. ‘’Kemungkinan kita akan masuk ke fase resesi, namun tidak lama jika transformasi kegiatan usaha segera dilakukan, seperti pegawai hotel kemudian masuk ke kegiatan logistik,’’ imbuhnya. Hal. 7 Bangun SDM
Nyoman Sender
Agoes Ganesha Rahyuda
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Pemkot Terima CSR APD dan Ventilator dari PT Tower Bersama Group 20.796 5.057 1.326 380 284 4
Kasus Positif Covid-19 Masih Didominasi Transmisi Lokal Denpasar (Bali Post) – Kasus positif Covid-19 di Bali kembali mengalami penambahan sebanyak 6 orang, Jumat (22/5) kemarin, sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 380 orang. Tambahan kasus baru ini semuanya adalah WNI, yang mayoritas tertular karena transmisi lokal. “Hari ini dilaporkan ada pertambahan 6 orang, terdiri dari imported case 2 orang dan transmisi lokal 4 orang,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat memberikan keterangan pers di Kantor Diskominfos Bali. Menurut Dewa Indra, jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Bali kini sebanyak 380 orang. Rinciannya, 8 WNA dan 372 WNI. Dari 372 WNI, 186 orang atau 51,05 persen merupakan imported case, 31 orang atau 8,16 persen tertular di daerah terjangkit luar Bali, dan 155 orang atau 40,79 persen merupakan transmisi lokal. “Dari akumulatif 380 orang itu, sudah sembuh sebanyak 284 orang atau 74,74 persen. Khusus untuk hari ini, pertambahan yang sembuh sebanyak 4 orang,” imbuhnya. Untuk pasien meninggal, kata Dewa Indra, masih tetap 4 orang. Kemudian kasus aktif atau pasien positif yang masih dalam perawatan sebanyak 92 orang. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streaming-nya mengatakan masih ada penambahan kasus positif sebanyak 634 orang, sehingga kumulatif menjadi 20.796 kasus. Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 219 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 5.057 pasien. Kasus meninggal bertambah 48 orang sehingga total kasus menjadi 1.326 orang. Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 47.150 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.028 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sudah ada 395 kabupaten/kota yang terdampak. (rin/iah)
Selundupkan Narkoba, Wanita Asal Banyuwangi Diadili Denpasar (Bali Post) Tergiur upah Rp 25 juta untuk menyelundupkan narkoba ke Bali, wanita asal Banyuwangi, terdakwa Bunga Erita Septya Putri harus berurusan dengan hukum. Fatalnya, perempuan berusia 27 tahun itu terancam hukuman berat karena dalam dakwaan JPU IGAP Mirah Awantara dalam sidang secara virtual, Rabu (20/5), terdakwa disebut mengimpor narkoba dari Malaysia. Di hadapan majelis hakim pimpinan Putu Gde Novyartha, jaksa m enya t a ka n t erd a kwa nekat menyelundupkan narkoba ke Bali lewat bra dan celana dalam karena diupah Rp 25 juta. Aksinya ketahuan pada 9 Februari 2020 pukul 14.00 Wita, saat masuk di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. JPU mengatakan, awalnya petugas dari Bea dan Cukai mendapat informasi dari petugas Imigrasi, bahwa ada seorang perempuan membawa narkoba dari Kuala Lumpur, Malaysia. Perempuan tersebut menump-
ang pesawat Malindo Air OD 306 rute Kuala Lumpur – Denpasar. Setelah terdakwa mengambil koper hitam miliknya, terdakwa kemudian dicegat petugas. Dari dalam koper ditemukan enam buah bong atau alat isap sabusabu. Petugas selanjutnya memeriksa pakaian yang ada di dalam koper terdakwa. Belum sempat memeriksa, terdakwa yang ketakutan akhirnya mengaku membawa narkoba yang disembunyikan di dalam bra yang dikenakan. Terdakwa juga mengeluarkan dua plastik klip berisi kristal bening diduga sabu dengan berat 48,73 gram netto (kode A1) dan 48,35 gram netto (kode A2). Selain itu juga sabusabu seberat 97,35 gram netto (kode B1); 48,66 gram netto (kode B2); dan 48, 62 gram netto (kode B3). Berat total narkoba yang dibawa terdakwa 291,71 gram netto atau seperempat kilogram. Atas dakwaan itu, terdakwa tidak keberatan, sehingga sidang akan dilanjutan setelah lebaran, dengan agenda pembuktian. (kmb37)
Topik : bangun model perekonomian bali
GUNA mendukung percepatan penanganan Covid-19, Pemkot Denpasar kembali menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan dari Tower Bersama Group. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Regional Manager Bali Nusra Tower Bersama Group, Kusbadi, ini diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di RSUD Wangaya, Kota Denpasar, Jumat (22/5) kemarin. Usai menerima bantuan, Jaya Negara turut meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Wangaya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Plt. Dirut RSUD Wangaya dr. Dewa Putu Alit Parwita dan Wakil Direktur RSUD Wangaya A.A. Putra Diana. Adapun rincian bantuan yang diserahkan, yakni 1 unit ventilator, 5.065 buah masker medis, 1.193 buah sarung tangan, 468 unit baju hazmat (hazmat gown) dan termometer sebanyak 4 unit. Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih
kepada PT Tower Bersama Group yang telah memberikan bantuan berupa APD dan ventilator kepada Pemkot Denpasar. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat guna mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. ‘’Atas nama Pemkot Denpasar kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, termasuk PT Tower Bersama Group yang telah memberikan berbagai bantuan APD dan ventilator,’’ jelasnya. Regional Manager Bali Nusra Tower Bersama Group Kusbadi berharap CSR berupa APD dan ventilator yang diserahkan tadi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar, sehingga dapat mendukung tim medis dalam bertugas menangani pasien Covid 19. Pihaknya juga berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan ditemukan vaksinya. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak terlena, melainkan tetap disiplin dan
TINJAU - Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat meninjau pelayanan kesehatan usai menerima bantuan CSR APD dan ventilator dari PT Tower Bersama Group, di RSUD Wangaya. waspada serta selalu memperhatikan protokol kesehatan. ‘’Semoga bantuan ini memberikan manfaat untuk mendukung penan-
ganan Covid-19, serta mari bersama untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ pungkasnya. (ad244)
Pengunggah Komentar Ancaman di Medsos Ditangkap Denpasar (Bali Post) -
Di tengah pandemi Covid-19, Tim Subdit V (Siber) Ditreskrimsus Polda Bali terus memantau penebar hoax dan unsur ancaman media sosial (medsos). Alhasil, polisi menangkap Jumadi (25) di tempat tinggalnya di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, Rabu (20/5) lalu. Pasalnya, pelaku memposting komentar mengandung unsur pengancaman di medsos.
Bali Post/ist
DITANGKAP - Jumadi saat ditangkap Tim Subdit V (Siber) Ditreskrimsus Polda Bali.
Kasubdit V Ditreskrimsus AKBP Gusti Ayu Suinaci, Jumat (22/5) kemarin mengatakan, pelaku membuat komentar pada postingan seseorang di Facebook dengan nama akun Jun Bintang. Adapun kalimat ‘’Pasti bisa ke Bali lg tenang saja klok di larang masuk Bali iya boom saja kyk dulu biyar mampus wkwkw’’. ‘’Yang bersangkutan (Jumadi) mengubah nama akunnya untuk menghilangkan jejak. Namun hasil penyelidikan, kami berhasil melacaknya,’ ungkapnya. Pelaku telah mengubah nama akun dan memberikan ko-
mentar pada postingan Facebook seseorang yang berisi muatan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui memposting postingan tersebut dengan alasan yang bersangkutan benci terhadap Polri karena dilarang mudik Lebaran. Polisi mengamankan barang bukti satu unit HP dan enam lembar screen capture. Saat ini pelaku ditahan di Rutan Mapolda Bali. ‘’Pelaku dipersangkakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45
ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,’’ kata mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Perbankan di Bali Diharapkan Bisa Bertahan Denpasar (Bali Post) Situasi pandemi Covid-19 membuat hampir semua sektor terkoreksi, termasuk jasa keuangan. Dari sisi target pertumbuhan kredit yang berkontribusi besar terhadap bisnis hampir seluruh IJK di Bali terkoreksi. Likuiditas IJK pun akan berdampak dengan pemberian restrukturisasi. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra berharap perbankan dan IJK di Bali dapat bertahan. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda ditemui Rabu (20/5) saat penyerahan bantuan dari pegawai OJK untuk masyarakat terdampak situasi Covid-19 mengatakan, kondisi ekonomi tidak bisa dimungkiri berdam-
pak pada bisnis jasa keuangan. Namun sampai posisi Maret 2020, kinerja perbankan baik BPR dan bank umum masih bagus, termasuk BPD Bali yang setiap minggu dipantau OJK terlihat likuiditasnya masih bagus. Terlihat dari data LDR (loan to deposit ratio) saat ini masih sekitar 70-80 persen lebih. Meski demikian, ia meyakini target kredit pasti akan terkoreksi. Target kredit yang semula 10 persen, bisa saja terkoreksi 2 - 3 persen. Namun, ia belum bisa memastikan persentase koreksi kreditnya mengingat situasi dalam ketidakpastian yang tinggi. Bank-bank di Bali seperti BPD Bali dan BPR diperkirakan akan menyampaikan koreksi rencana bisnisnya pada
Juni, karena dalam kondisi normal, perubahan RBB (rencana bisnis bank) disampaikan pada Juni. Industri jasa keuangan (IJK) dikatakan sedang melihat sektor yang masih dimungkinkan untuk disalurkan kredit. ‘’Dan ternyata memang informasi dari perbankan, ada sektor-sektor pertanian masih jalan. Sektor lain masih jalan sehingga permintaan kredit masih ada,’’ ujarnya. Bank saat ini juga fokus melakukan restrukturisasi. Dalam kebijakan restrukturisasi itu pun, perbankan dapat memberikan kredit baru pada nasabahnya. ‘’Jadi bisa saja dilihat secara selektif yang mana debitur-debitur yang bisa diberikan. Misalnya dia terdam-
pak, kemudian lakukan restrukturisasi tapi potensi bisnisnya, usahanya masih bagus. Jadi berikan modal tambahan, tapi itu selektif,’’ jelasnya. Meski dalam situasi Covid-19, pasti ada dampak pada perbankan termasuk likuiditas akibat dari melakukan restrukturisasi. Namun sampai Maret 2020, kondisi likuiditas IJK masih bagus. Ia berharap perbankan di Bali masih bisa bertahan, masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, dapat memberikan kredit yang sangat selektif pada pelaku usaha sehingga situasi sulit ini dapat terlewati dan semua komponen bisa keluar dari situasi ini, serta bergerak ke arah normal. (kmb42)
Lagi, Satu Dokter Positif Covid-19 Denpasar (Bali Post) Di Kota Denpasar, kembali ada tambahan dua orang positif Covid-19 per Jumat (22/5) kemarin. Satu orang merupakan pegawai salah satu BUMN di Denpasar yang berdomisili di Desa Dangin Puri Klod, dan satu lagi merupakan dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta di
Denpasar dan berdomisili di Desa Padangsambian Kelod. Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai. Menurutnya, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 2 orang ini penularannya merupakan kasus transmisi lokal. “Benar, baru saja
kami mendapatkan laporan dari tim surveillence bahwa ada penambahan kasus positif Covid-19 yang berdomisili di Desa Dangin Puri Klod dan Desa Padangsambian Kelod. Jumlah OTG ikut bertambah 6 orang per hari ini,” terangnya. Terkait dokter yang dinyatakan positif Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr.
Ketut Suarjaya, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Pihaknya menyebut kalau dokter ini, kini sedang dirawat di RSUP Sanglah dengan kondisi baik stabil. Namun demikian, pihaknya tidak tahu pasti sebelumnya terpapar di mana. “Ini merupakan transmisi lokal. Memang yang bersangkutan tanpa gejala,” katanya. (kmb23)
Edukasi Masyarakat tentang Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 BERBAGAI upaya telah dilakukan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Tanah Air. Namun edukasi pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19, terutama bagi masyarakat awam di desa-desa masih minim. Khususnya dalam penerapan social dan physical distancing serta pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal inilah yang mendorong Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Online Tematik Darurat Kesehatan Covid-19 di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Kegiatan KKN online ini melibatkan mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar yang menyasar keluarga binaan yang
dimiliki oleh mahasiswa semester VIII di Program COME 1.000 Hari Pertama Kehidupan FKIK Unwar. Kegiatan ini berlangsung pada April - Mei 2020. Ketua Penyelenggara KKN Online dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes. mengatakan, selama kegiatan KKN online berlangsung respons dari keluarga binaan sangat positif dan antusias dalam menerima setiap informasi yang diberikan oleh mahasiswa. Sebab, sebelum edukasi diberikan keluarga binaan belum menyadari pentingnya penggunaan masker dan pentingnya prinsip social dan physical distancing. Padahal masih banyak keluarga binaan yang harus melakukan pekerjaan di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ‘’Setelah diberikan edukasi mengenai
pentingnya penggunaan dan pemilihan tipe masker, langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar, serta protokol masuk rumah ketika sehabis bepergian, menunjukkan keluarga binaan sudah paham dan memperoleh pengetahuan dari edukasi yang diberikan. Bahkan, setelah itu keluarga binaan sangat paham dan mampu untuk melaksanakan pencegahan Covid-19 secara mandiri,’’ ujar dr. Pradnyawati, Kamis (21/5). Mengingat belum semua masyarakat Bali paham pentingnya protokol kesehatan Covid-19, diharapkan program semacam ini bisa terus diimplementasikan dengan keluarga binaan yang lebih banyak lagi. Sehingga mencegah adanya lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia, terutama di Provinsi Bali dapat dilakukan sesuai harapan. (win)
Bali Post/ist
dr. Luh Gede Pradnyawati, M.Kes.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata, Suka Adnyana. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Pemkab Badung Terima Bantuan dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk.
TERIMA BANTUAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa menerima bantuan dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19 dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. di RSD Mangusada, Jumat (22/5) kemarin.
Langgar Asimilasi, Napi Dijebloskan ke Sel Isolasi Mangupura (Bali Post) Sebanyak 671 narapidana di Bali menerima asimilasi berdasarkan Peraturan Kemenkum HAM RI No.10 Tahun 2020. Dari angka tersebut, kata Kalapas Kerobokan Yulius Sahruzah, Bc.IP., S.H., M.H., Jumat (22/5) kemarin, hanya satu orang yang ditangkap karena mengulangi perbuatannya. Dia adalah Ikhlas (29) yang ditangkap petugas BNNP karena kasus 2 kilogram ganja. Ikhlas dibekuk bersama rekannya yang sempat menghuni Lapas Bali Post/kmb37 Narkotika Bangli, Bayu Tama Yulius Sahruzah Pangestu (24). Menurut Kalapas Yulius Sahruzah, kasus ini sudah dilimpahkan. Oleh karena melanggar perjanjian asimilasi dalam pencegahan Covid-19, Iklhas kini disel di trap sel atau sel isolasi. ‘’Kami sel dia di sel khusus,’’ ujarnya. Disinggung soal jumlah narapidana dan tahanan saat ini, Kalapas mengatakan ada 1.317 orang. Jumlah ini berkurang setelah pengurangan asimilasi. Sebelum asimilasi sebanyak 1.657 orang. Ditambahkannya, ada surat Kemenkum HAM kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk tidak ada distribusi narapidana ke lapas atau rutan. Ini untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Jika ada perkara tahap II, setelah P21, tersangka tidak langsung dibawa ke lapas atau rutan. Ada kebijakan baru dari Kemenkum HAM RI, bahwa bagi terpidana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht, bisa dieksekusi ke dalam lapas atau rutan. Pihaknya mendapatkan informasi sudah ada enam narapidana yang dieksekusi. Mereka tidak dibawa ke Lapas Kerobokan, namun dititip di Rutan Bangli karena di sini ada blok isolasi. Atas data itu, Yulius Sahruzah juga menyangkal jika kasus kriminalitas itu terjadi karena asimilasi. Apalagi dari 671 orang penerima asimilasi, hanya satu orang yang ditangkap. (kmb37)
Tertimpa Pohon Kelapa Mobil Sedan Ringsek Mangupura (Bali Post) – Satu unit mobil sedan DK 371 FK yang diparkir di garasi rumah milik Ni Wayan Sutini (46) tertimpa pohon kelapa yang tumbang, Kamis (21/5) malam sekitar pukul 20.30 Wita. Kejadian itu mengakibatkan mobil ringsek. Musibah yang menimpa warga di Banjar Lambing, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal tersebut terjadi setelah angin kencang disertai hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Badung dua hari lalu. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Bagus Nyoman Wiranata, membenarkan terjadinya peristiwa itu. Mobil mengalami kerusakan cukup parah dengan kerugian mencapai Rp 50 juta. ‘’Ya, kejadiannya malam hari. Pohon kelapa berdiameter 40 cm dan panjang 20 meter menimpa garasi warga,’’ ungkapnya, Jumat (22/5) kemarin. Menurutnya, kaca depan mobil pecah dan kapnya rusak. Begitu pula bagian atap garasi rusak parah. Syukurlah pemilik mobil tidak mengalami cedera sedikit pun. Dari hasil pendataan di lapangan, korban mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta. Pagi kemarin, personel BPBD Badung membantu korban memangkas pohon kelapa yang tumbang. Petugas BPBD melakukan pemotongan mulai pukul 08.00 Wita dibantu oleh masyarakat sekitar. Mereka memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk memotong batang pohon kelapa. (kmb27)
Bali Post/kmb27
RUSAK PARAH - Mobil sedan rusak parah setelah ditimpa pohon kelapa tumbang.
HB.0000230
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung terus mendapatkan dukungan dan dorongan dari berbagai pihak dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19. Salah satunya dari PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Perusahaan tersebut memberikan bantuan kepada Pemkab Badung dalam hal ini RSUD Mangusada berupa 1 unit ventilator, masker 5.065 pieces, sarung tangan 1.193 pieces, Alat Pelindung Diri (baju hazmat) 468 unit dan 4 unit termometer. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Area Operation 3 PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Dwi Puja Sastra kepada Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa selaku Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung bertempat di RSD Mangusada, Kapal, Jumat (22/5) kemarin. Wabup Suiasa menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak khususnya PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. yang sudah membantu Pemkab Badung dalam mengatasi virus Corona. ‘’Ventilator ini salah satu peralatan yang sangat penting untuk perawatan pasien Covid-19. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Badung dan secara pribadi sangat berterima kasih dengan bantuan ini. Demikian pula halnya APD (baju hazmat), sangat membantu tenaga kesehatan dalam melaksanakan kewajibannya,’’ katanya. Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat terus bergotongroyong secara bersama-sama mencegah dan menanggulangi pandemi Covid-19 sehingga kehidupan sosial kemasyarakatan bisa segera pulih kembali. ‘’Semua pihak telah mengambil peran aktif dalam melawan pandemi melalui berbagai kontribusi yang mencakup
dukungan terhadap upaya-upaya Pemkab dalam memerangi virus Corona. Semoga dengan soliditas semua elemen bersama pemerintah dalam memerangi Covid-19 berjalan maksimal, sehingga situasi kembali normal,’’ imbuh Wabup Suiasa. Sementara itu, Direktur PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Gusandi dan Budianto Purwajo, didampingi Ronald Andy selaku GM melalui sambungan video conference dari Jakarta mengatakan, pemberian bantuan ini merupakan komitmen pihaknya untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. Terlebih, bantuan yang diberikan merupakan barang krusial yang memang sangat dibutuhkan dalam menangani pasien Covid-19. ‘’Ventilator dan APD sarung tangan dan masker memang dibutuhkan tenaga medis dalam menanggulangi pandemi Co-
vid-19. Kami harap semua ini bisa membantu untuk merawat pasien Covid-19,’’ ujarnya. Menurut Gusandi, pemberian bantuan ini disesuaikan dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan Pemkab Badung. ‘’Saat ini pihak kami memberikan bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19. Komitmen kami untuk terus membantu semua pihak utamanya pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung,’’ pungkasnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pj. Asisten Perekonomian dan Pembangunan A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Kadis Kominfo IGN Jaya Saputra, Dirut RSD Mangusada dr. Ketut Japa serta Regional Manager Bali Nusra PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. Kusbadi beserta jajarannya. (ad245)
Sindikat Pemalsu Surat Kesehatan Pemudik Ditangkap
Mangupura (Bali Post) -
Polres Badung menangkap sindikat pemalsu surat keterangan kesehatan dan surat jalan, Rabu (20/5) lalu. Pelakunya tiga orang asal Jawa Timur, yaitu Aan Setiawan (35), Ikwan Mudin (30) dan Sutomo (34). Mereka nyaris meloloskan puluhan pemudik. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Jumat (22/5) kemarin, mengatakan penangkapan dilakukan saat digelar penyisiran di Pos Pengamanan dan Penyekatan, Jalan Raya Mengwitani, Mengwi. Ketika petugas melakukan penyekatan pemudik pukul 00.30 Wita, ditemukan mobil travel dikemudikan oleh Aan Setiawan dari Bondowoso. Mobil tersebut membawa 19 pemudik. ‘’Setelah dicek, surat-surat keterangan kesehatan dan surat jalan yang ditunjukkan oleh sopir Aan Setiawan ternyata tidak sesuai dengan jumlah dan nama penumpangnya,’’ ujarnya. Selanjutnya dilakukan interogasi. Pelaku mengaku membuat surat keterangan kesehatan dan surat jalan palsu tersebut pada 8 Mei 2020 di warnet daerah Sesetan. Dia mencari contoh surat di internet, membuat stempel puskesmas serta PT Kreasi Sentosa
Abadi agar lebih meyakinkan keaslian surat yang dibuatnya. Pelaku sudah berulang kali menggunakan surat palsu tersebut untuk meloloskan penumpangnya dan luput dari pemeriksaan petugas. Dari perbuatan melanggar hukum itu, pelaku mendapat untung Rp 80 ribu per orang. Dalam kejadian ini disita 10 bendel dokumen masingmasing berisi dua lembar surat. Terdiri atas satu surat keterangan kesehatan dari Puskesmas IV Denpasar Selatan dan surat jalan dari PT Kreasi Sentosa Abadi. Satu amplop berisi suratsurat keterangan kesehatan dan surat jalan yang belum dipakai. Sementara pada Rabu pukul 21.30 Wita dibekuk Ikwan Mudin (30) dan Sutomo (34) di jalan yang sama. Menurut Oka Bawa, saat menggelar razia di depan Pospam Pengamanan dan Penyekatan Polres Badung diamankan Sutomo sebagai
Bali Post/ist
TANGKAP - Polres Badung merilis penangkapan sindikat pemalsu surat sehat dan surat jalan untuk pemudik. penanggung jawab penumpang mobil travel yang mengangkut 21 orang. Saat ditanyai mengenai surat-surat jalan, Sutomo asal Jember menyodorkan surat jalan 20 bendel ke petugas. Tiap bendel terdiri atas satu surat keterangan sehat dan satu surat jalan. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dokumen itu palsu. ‘’Sutomo bertugas sebagai pelaksana lapangan,’’ ungkapnya.
Hasil pemeriksaan Ikwan Mudin, dia menyiapkan surat keterangan kesehatan dan surat keterangan jalan dari perusahaan tersebut di Jawa. Surat palsu dibuat setelah memperoleh data pemudik yang menggunakan travel miliknya. Pelaku mencari contoh surat keterangan sehat dan surat jalan di internet. Tersangka Ikwan yang juga asal Jember mendapatkan keuntungan dari
keberhasilannya meloloskan penumpang dengan menggunakan surat palsu sebesar Rp 300 ribu hingga 500 ribu per orang. ‘’Dari kasus ini disita barang bukti 14 bendel surat. Surat palsu itu terdiri atas satu surat keterangan kesehatan dari RSUP Sanglah dan surat keterangan jalan dari perusahaan PT Subida Jaya,’’ tutur Iptu Oka Bawa. (kmb36)
Pemkab Awasi Barang Kedaluwarsa di Momen Lebaran
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan setempat mewaspadai peredaran barang tak layak konsumsi di tengah masyarakat menjelang Lebaran. Pasalnya, momen seperti ini biasanya digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mendapat keuntungan dari penjualan barang tak layak konsumsi seperti dengan harga miring dengan alasan cuci gudang. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana mengatakan telah menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan. Mereka bertugas mengecek apakah ada barang kedaluwarsa atau barang yang tidak memenuhi ketentuan lain yang dijual menjelang Idul Fitri. ‘’Selain memonitoring harga kebutuhan pokok, tim kami mengawasi langsung produk-produk yang sudah kedaluwarsa.
Sampai saat ini kami belum menemukan pelanggaran terkait barang tak layak konsumsi dijual oleh pedagang,’’ ujarnya, Jumat (22/5) kemarin. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kelayakan produk yang dibeli, sehingga aman dari barang-barang kedalu warsa. ‘’Kami tidak memberikan sanksi terhadap pedagang yang kedapatan menjual produk kedaluwarsa. Tapi jika ditemukan pedagang, kami mintadi masukkan ke gudang, tidak dipajang dan harus dimusnahkan,’’ tegasnya. Terkait harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, menurutnya, masih relatif stabil atau belum terjadi lonjakan harga yang signifikan. ‘’Sementara harga masih stabil, belum ada peningkatan harga yang tinggi,’’ ucapnya seraya merinci harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Badung.
Beras premium dijual Rp 12.000/kg, beras medium Rp 10.000/kg, kedelai impor Rp 11.000/kg, kedelai lokal Rp 10.000/kg, cabai merah besar dari Rp 12.000/kg naik menjadi Rp 14.000/kg, cabai kecil biasa dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 22.000/kg, cabai keriting Rp 35.000/kg, bawang merah Rp 48.000/kg, bawang putih Rp 28.000/ kg, tomat Rp 10.000/kg, kacang panjang Rp 7.000/kg, wortel impor Rp 18.000/kg dan wortel lokal Rp 12.000/ kg, gula pasir impor Rp 14.000/kg dan gula pasir lokal Rp 18.000/kg, tepung terigu biasa Rp 8.000/kg, minyak goreng Bimoli Rp 15.000/liter, minyak goreng curah Rp 9.000/liter, daging sapi kualitas I Rp 100.000/kg, daging sapi kualitas kedua Rp 90.000/ kg, daging ayam potong Rp 38.000/kg, daging babi Rp 50.000/kg, telur ayam ras Rp 30.000/krat, telur ayam kampung Rp 60.000/krat dan telur bebek Rp 60.000/ krat. (kmb27)
Bali Post/eka
KOPI - Seorang petani tengah merawat tanaman kopinya di Kiadan, Petang, Badung. Produk kopi di Badung Utara mulai banyak diminati masyarakat dan wisatawan, bahkan bijinya telah diekspor ke beberapa negara.
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Satu PMI Positif Covid-19
Negara (Bali Post) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana kembali mengonfirmasi tambahan satu kasus baru positif virus Corona, Jumat (22/5) kemarin. Pasien positif Covid-19 ini merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di salah satu hotel di Jembrana. ‘’Sesuai protap, yang bersangkutan kami rawat di RSU Negara. Jadi, saat ini di RSU Negara masih ada dua pasien positif Covid yang dirawat,’’ ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr. I Gusti Agung
Arisantha. Dengan tambahan ini, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana berjumlah 13 kasus, 11 orang sudah dinyatakan sembuh. PDP (pasien dalam pengawasan – red) yang dipulangkan dan dinyatakan sembuh juga bertambah. Sebanyak 24 PDP di Jembrana seluruhnya telah dinyatakan selesai menjalani perawatan. Menurut Arisantha, sebelum dinyatakan positif melalui tes swab, PMI tersebut menjalani rapid test dua kali. Pengambilan tes di Jakarta dan Denpasar hasilnya nonreaktif. Namun, setelah dilakukan swab yang mulai diterapkan
untuk PMI, hasilnya positif. Sementara itu, 57 PMI Jembrana yang masih menjalani karantina di hotel sudah menjalani tes swab. Total 340 orang PMI Jembrana mengikuti karantina. Dari jumlah ini, 190 sudah dipulangkan. ‘’Kami melakukan pemeriksaan swab kepada PMI yang menjalani karantina di hotel secara bertahap. Hasil swab itu sebagai penentu apakah PMI dinyatakan sehat dan bisa mengakhiri masa karantinanya,’’ ujarnya seraya menambahkan, di Jembrana kini ada tambahan 16 orang tenaga medis yang dibekali teknis pengambilan sampel swab. (kmb26)
Melalui ’’We Love Bali Movement’’
Pokli Bali Bantu Warga di Sekitar TPA Suwung
PAKET SEMBAKO - Koordinator Lapangan kegiatan We Love Bali Movement- “Jumpa Bersemi” Kelompok Ahli Wayan Kastawan (tengah) menyerahkan paket sembako kepada krama Bali yang berada di kawasan TPA Suwung. KELOMPOK Ahli (Pokli) Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali melalui program We Love Bali Movement menggelar aksi sosial, Jumat (22/5) kemarin. Bertema ‘‘Jumpa Bersemi (Jumat Pagi Berbagi Sembako Pokli)’’, aksi sosial ini diisi pembagian paket sembako untuk krama Bali yang terdampak Covid-19 di kawasan TPA Suwung, Denpasar Selatan. Menurut I Wayan Kastawan selaku Koordinator Lapangan kegiatan We Love Bali Movement-‘’Jumpa
Bersemi’’ Kelompok Ahli, kegiatan sosial seperti ini rencananya dilakukan di sembilan kabupaten/kota di Bali. Sebelumnya aksi serupa sudah dilaksanakan di kawasan Padangbai, Gilimanuk dan Goa Lawah. Dikatakannya, tujuan dilaksanakannya aksi sosial ini, selain untuk membantu warga yang terdampak langsung Covid-19, Pokli sekaligus ingin melihat dan mendengar keluhan, sebagai bahan masukan dalam kajian penyusunan program-program kebijakan
Pemerintah Provinsi Bali ke depan, baik itu pada saat mitigasi, pemulihan maupun normalisasi. Dalam hal ini diharapkan bisa menghasilkan suatu program yang tepat sasaran terkait apa yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya dan untuk Provinsi Bali. “Kami juga ingin melihat dan mendengar langsung dari masyarakat, sebagai bahan kajian penyusunan program ke depan,” ujarnya. Sementara itu, CEO Bali Yoni Group, Sri Ariani, yang juga berpartisipasi pada kegiatan ini menyampaikan, Bali Yoni Group sangat mendukung program sosial melalui Bali Mall. Bali Mall merupakan e-Market Place yang dibuat oleh anak-anak Bali untuk membantu perekonomian Bali. Pada Bali Mall akan ditampilkan produkproduk UKM agar pemulihan perekonomian segera bisa dilakukan. “Kami terus mendukung program Pokli dalam membangun Bali sesuai visi dan misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Kami juga berharap semoga Covid-19 segera berakhir,” ungkapnya. (bns)
Anak Usia 7 Tahun Positif Covid-19
Tabanan (Bali Post) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan memperbarui data perkembangan kasus pasien virus Corona, Jumat (22/5) kemarin. Ada tambahan pasien terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 yaitu kasus transmisi lokal anak berusia 7 tahun asal Kecamatan Penebel. Satgas Kesehatan tengah melakukan pelacakan untuk mencari tempat korban terpapar. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Diskominfo Tabanan Putu Dian Setiawan menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, ibu pasien bekerja di RSUP Sanglah, Denpasar. Sang anak mengalami sakit panas sudah cukup lama dan sempat berobat ke dokter di wilayah Denpasar sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah. ‘’Ibu dan ayah serta kakek dan nenek pasien sudah menjalani tes swab, tetapi hasilnya belum keluar,’’ terangnya, Jumat (22/5) kemarin. Dijelaskan, sebelumnya yang bersangkutan bersama keluarga tinggal di wilayah Badung. Oleh karena ada anjuran belajar di rumah, mereka sekeluarga memutuskan kembali ke kampung halaman di wilayah Penebel. Sampai kini pasien
anak tersebut masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Hingga sore kemarin, pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Tabanan sebanyak tiga orang. Dua pasien dirawat di RSUP Sanglah dan satu di Bapelkesmas Denpasar. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) delapan orang, satu dirawat di RSUP Sanglah dan tujuh orang di RS Nyitdah, Kediri. Sementara itu, tim Dinas Kesehatan Tabanan melakukan tes swab kedua bagi 39 PMI yang menjalani masa karantina terintegrasi. Di sisi lain, 30 orang PMI juga sudah rampung menjalani masa karantina dan telah dipulangkan. Menurut Gugus Tugas Tabanan, 455 PMI menjalani karantina. Dari jumlah ini, 356 sudah dipulangkan, sedangkan 99 orang masih menjalani masa karantina terintegrasi. (kmb28)
Bali Post/ist
TES SWAB - Satgas Kesehatan Tabanan melakukan tes swab kepada PMI yang menjalani karantina terintegrasi, Jumat (22/5) kemarin.
Warga Masuk Bali Diimbau Ikuti Protokol Covid-19 Negara (Bali Post) – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengimbau warga yang hendak masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk agar mengikuti pengecekan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Bali yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19 harus tetap dijaga. Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Bali di selasela melakukan pengecekan pengamanan arus Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Jumat (22/5) kemarin. Pengamatan Kapolda, arus orang dan kendaraan yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk tahun ini turun drastis 80 persen. Bahkan, petugas pengamanan baik dari kepolisian maupun TNI yang melakukan pengecekan jumlahnya lebih banyak dibandingkan orang yang hendak menyeberang. Kapolda Bali menyebut Gilimanuk bisa dikontrol oleh
petugas. Namun, yang menjadi perhatian dan perlu diantisipasi adalah arus balik pasca-Lebaran nanti. Golose juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali yang telah bersama-sama menjaga kesehatan dan menjalankan protokol Covid-19. ‘’Kita tidak sempurna melakukan pengamanan (Gilimanuk), tetapi tidak ada efek yang signifikan akibat penyeberangan. Kami apresiasi petugas serta stakeholder di Gilimanuk dan Ketapang yang bekerja sama luar biasa,’’ terangnya. Golose minta warga yang kembali ke Bali pasca-Lebaran agar dicek sesuai protokol Covid-19. ‘’Sampai sekarang hasil pengamatan dunia, Bali bisa melaksanakan yang terbaik dalam persentase antara tingkat kematian dan yang terpapar Covid-19. Bahkan (korban) kecelakaan lalu lintas lebih banyak dibandingkan Covid-19. Covid-19 empat meninggal, lakalantas sejak
Bali Post/kmb26
CEK KESIAPAN – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengecek kesiapan pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk. Januari 173 orang meninggal,’’ ujarnya. Kapolda Bali yang diterima Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Jeffry Marsonok Hanok dan Bupati Jembrana I Putu
Artha selanjutnya mengecek Pos Pengamanan dan Penyekatan Pelabuhan Gilimanuk serta menyerahkan bingkisan untuk anggota yang bertugas dan bantuan kepada 10 warga Gilimanuk yang terdampak Covid-19. (kmb26)
HB. 0000197
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Terlilit Ular Piton Pelajar Alami Hipoksia
Semarapura (Bali Post) Seorang pelajar yang sempat lehernya terlilit ular piton hingga tak sadarkan diri pada Kamis (21/5), akhirnya sudah diperbolehkan pulang. Hasil observasi RSUD Klungkung menyatakan kondisi pasien Gusti Ngurah Bagus Permana (16) sudah cukup baik, setelah diberikan oksigen. Pelajar yang tinggal di Jalan Ratna, Semarapura Klod ini sempat dinyatakan mengalami hipoksia hingga kepalanya membiru. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Jumat (22/5) kemarin mengatakan, hipoksia suatu kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh dalam mekanisme sirkulasi darah sesuai fungsi normalnya. Hipoksia ini berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya dengan cepat. ‘’Itulah sebabnya korban pingsan. Pingsan ini sesungguhnya cara tubuh memperoleh oksigen. Ketika pingsan terjadi aliran darah lebih banyak ke otak. Dengan demikian bisa memperoleh oksigen lebih banyak,’’ jelas dr. Kesuma. Melihat kondisi pasien dengan wajah sudah membiru, hal itu memperlihatkan dia tercekik lilitan ular piton itu cukup lama. Bahkan, ke t i ka sud a h mendapat penanganan, pemulihannya butuh waktu cukup lama agar kembali normal. Pasien itu sempat ‘’kesada-
ran berkabut’’ cukup lama. Seperti orang setengah sadar. Setelah diberikan oksigen full, baru kesadarannya berangsur membaik. Akhirnya nyawanya terselamatkan dari ancaman lilitan ular mematikan itu. ‘’Setelah observasi empat jam, pasien itu sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah pulih. Sekarang sudah normal,’’ tegasnya. Untuk memulihkan kondisinya secara total, dia harus beristirahat yang cukup. Jangan pula ulangi kesalahan yang sama. Karena kondisi hipoksia itu sangat berbahaya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Permana tibatiba jatuh di pinggir jalan saat naik motor di depan Pura Dalem Majapahit, Jalan Kresna Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kamis (21/5) siang. Warga sekitarnya kaget, karena dia nampak kesulitan bernapas, setelah dililit ular piton di bagian lehernya. Warga sekitar pun bergegas menolongnya. ‘’Sebagaimana informasi dari adik korban, Gusti Ayu Nopi Permitasari, korban baru menangkap ular piton. Karena itu belum sempat dibawa ke rumahnya. Rupanya korban sudah sering menangkap ular dan kemudian memeliharanya,’’ kata Kapolsek Kota Klungkung Kompol Nyoman Suparta. (kmb31)
dr. Nyoman Kesuma
Sepakat Rayakan Idul Fitri Tanpa Keramaian Semarapura (Bali Post) Polres Klungkung mengumpulkan seluruh tokoh Muslim di Klungkung membahas persiapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syahwal 1441 Hijriah, Jumat (22/5) kemarin. Pertemuannya dipimpin Kapolres Klungkung, AKBP Bima Arya Viyasa. Hasilnya, disepakati agar pelaksanaan Idul Fitri ini berlangsung tanpa keramaian, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa menyampaikan, Sholat Idul Fitri agar dilaksanakan di lingkungan kecil masing-masing atau di rumah. Tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah melalui MUI (Majelis Ulama Indonesia). Jangan mengambil risiko di tengah situasi yang belum stabil ini. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan, pada saat perayaan Idul Fitri nanti tetap mengacu kepada imbauan MUI Provinsi Bali. Sehingga di Kabupaten Klungkung pelaksanaannya tidak ada perbedaan dari imbauan tersebut. ‘’Semoga Idul Fitri nanti bisa berjalan lancar dan tetap selalu taati anjuran dari pemerintah,’’ harap Bupati Suwirta. (kmb31)
DUDUK BERSAMA - Kapolres, Bupati dan Dandim duduk bersama para tokoh Muslim saat membahas pelaksanaan Idul Fitri.
Dukung Revitalisasi Pasar Umum Gianyar Gianyar (Bali Post) Polemik revitalisasi Pasar Umum Gianyar belum menemukan titik terang. Namun sejumlah tokoh Desa Adat Gianyar mengajak semua pihak mendukung revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Hal ini tidak lain untuk menjaga situasi di desa adat agar tetap kondusif. Ketua Saba Desa Adat Gianyar Ida Bagus Nyoman Rai mengatakan, saat dirinya masih aktif sebagai DPRD Gianyar, rencana revitalisasi Pasar Umum Gianyar itu didukung penuh. Karena muaranya berorientasi pada peningkatan pendapatan bagi masyarakat. ‘’Harapan kita peningkatan performance Gianyar itu selaras dengan revitalisasi Pasar Umum Gianyar ini. Dengan direvitalisasi wajah kota pasti berubah. Nanti akan menjadi destinasi yang mengimbangi keberadaan puri. Pasar Gianyar punya brand tersendiri. Sebab, gerai penjualan, kuliner dan pasar tradisional dikelola
secara modern,’’ katanya. Terkait kepemilikan lahan Pasar Umum Gianyar, dikatakan, secara historis pada 1977, warga dipindahkan ke lokasi Jalan Gunung Agung itu lahannya disiapkan pemerintah. Dikatakan itu memang pengganti tanah, karena yang ditempati dulu dipergunakan untuk Pasar Umum Gianyar. ‘’Jadi pemerintah yang memindahkan. Semua sudah diganti oleh pemerintah,’’ katanya. Ketika kemudian desa adat mengklaim areal pasar sebagai kawasan tanah ayahan desa atau PKD, untuk itu Gus Rai enggan berkomentar. Ketua Komisi I DPRD Gianyar I Nyoman Alit Sutarya
menengarai ada pihak ketiga yang membenturkan desa adat dengan Pemkab. Setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Gianyar selalu dijadikan polemik. Alit menyatakan apa yang dilakukan Pemkab untuk Pasar Umum Gianyar bukan membangun baru melainkan revitalisasi. Ia mempertegas Pasar Umum Gianyar itu telah dibangun sejak tahun 1947 dan kemudian diperluas tahun 1977. Dalam proses itu sudah ada dasar-dasar penguat hukum, pernyataan melalui surat pernyataan warga terkait proses ganti rugi atau tukar guling. Selama kurun waktu itu tidak ada yang memper-
masalahkan soal status tanah. Bahkan tanah Pemkab yang dijadikan penukar sudah masuk menjadi tanah PKD atau ayahan desa. ‘’Dana sebesar Rp 250 miliar ini tidak mungkin terealisasi tanpa ada kejelasan tanahnya. Lalu, kenapa ketika ada revitalisasi baru dipermasalahkan,”’’ ujarnya heran. Alit mengajak stakeholder di desa adat menyikapi dengan bijak, agar jangan sampai Desa Adat Gianyar dibenturkan dengan pemerintah. Bila kondisi ini dibiarkan, ia khawatir masyarakat yang tidak paham akan terprovokasi. Sebelumnya, Ketua Fraksi Indonesia Raya Ngakan Ketut Putra, Rabu (20/5) lalu, menyatakan kalangan DPRD mendukung penuh langkah Bupati Gianyar I Made Mahayastra agar terus melanjutkan pembangunan proyek
Bangli (Bali Post) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli menyatakan, terdapat penambahan dua kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli, Jumat (22/5) kemarin. Satu di antaranya merupakan anak berusia 7 tahun. Anak yang
terkonfirmasi positif itu berasal dari Desa Demulih, Kecamatan Susut. Saat ini anak berjenis kelamin perempuan itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirawat di RSUP Sanglah. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, sebelum diketahui positif Covid-19, pasien itu awalnya dibawa ke UGD RSU Bangli dengan gejala sakit flu, yakni demam dan batuk pada 20 Mei. Kemudian pihak rumah sakit me-rapid test anak itu. Kemudian tes swab
21 Mei. Sehari kemudian hasil swabnya keluar positif Covid-19. Tambahan satu kasus positif Covid-19 lainnya adalah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Bangli. PMI itu dinyatakan positif dari hasil tes swab. Dia sebelumnya sempat menjalani karantina di hotel
selama 14 hari. Dengan adanya tambahan dua kasus positif Covid-19 tersebut, per Jumat (22/5) total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli mencapai 89 kasus. Rinciannya 64 sembuh dan 25 sedang dirawat. (kmb40)
Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat mulai ramai berkebun, bercocok tanam hingga bertani. Realitas itu diketahui dari tingginya permintaan pupuk organik olahan dari kompos itu. Kecenderungan masyarakat kini mulai sadar menggunakan pupuk organik yang memang lebih baik dari segala segi. Bagaimanakah cara membuat pupuk organik di Rumah Kompos Banjar Taro Kaja?
Tetapi dari sisa bahan itu saja dirasa belumlah cukup melengkapi nutrisi tanaman. Maka itu, Wardika menyempurnakan lagi dengan menambahkan unsur-unsur supaya bermanfaat untuk tanaman maupun tanah. ‘’Saya belajar dari Bapak Ketut Punia, penggiat pertanian organik dari Desa Batubulan. Beliau yang memberikan formulasi,’’ jelasnya. Dijabarkan, formula pupuk kompos yang ia racik, terdiri dari kompos ditambahkan kotoran kambing, abu sekam, daun bambu, dan jamur hayati. ‘’Daun bambu sangat baik untuk akar tanaman, jamur hayati untuk asupan tedikoderma. Jadi kelima unsur ini sangat dibutuhkan oleh tanaman maupun tanah untuk bercocok tanam organik,’’ jelasnya. Ke depan, Wardika bercitacita mengolah kompos menjadi pupuk organik dengan bantuan peralatan. Saat ini, diakui, proses pembuatan masih manual. Sebab, itu dalam proses pengerjaan diakui membutuhkan tenaga ekstra. ‘’Adanya mesin akan sangat membantu, tetapi terus terang saat ini saya belum bisa. Sekarang baru ada mesin pencacah donasi Rotary Club.
Ke depan saya perlu mesin pengayaknya untuk pengaduk semacam molen. Suatu saat tiang akan mampu mengupayakan, apakah dari hasil menabung atau donatur yang berkenan mensuport usaha ini,’’ ujarnya. Dalam proses produksi pupuk organik ini pihaknya tidak mengejar profit semata. Apa yang dilakukan merupakan
salah satu upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya di Desa Taro, untuk memilah sampah. ‘’Kita edukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumber. Saya sudah buktikan, ketika sampah terpilah dengan baik maka bahan yang biasanya banyak terbuang itu justru bisa bernilai guna,’’ tandasnya. (nik)
senilai ratusan miliar rupiah itu. ‘’Mekanisme sudah berjalan, mulai pertemuan bersama pedagang hingga ribuan pedagang sempat tanda tangan menyetujui rehab,’’ kata Ngakan Putra. Ditegaskan, DPRD Gianyar juga sudah menyetujui anggaran untuk merehab Pasar Umum Gianyar. Karena itu, dia meminta Bupati tetap menjalankan revitalisasi pasar. ‘’Jalankan saja, karena semua DPRD sudah setuju,’’ tegasnya. Ngakan Putra menekankan, tujuan rehab pasar itu untuk menjalankan roda perekonomian di tengah pandemi Covid-19. ‘’Bila pasar sudah bagus, tertata rapi, lebih modern, kan juga semua itu untuk rakyat Gianyar. Bahkan akan jadi kebanggaan kita bersama, pedagang dan pembeli akan lebih nyaman,’’ ujarnya. (kmb35)
Anak Perempuan Tujuh Tahun Positif Covid-19
Masyarakat Ramai Berkebun Pupuk Organik Diminati
PENGELOLA Rumah Kompos Taro di Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, I Wayan Wardika, mengatakan hal itu Kamis (21/5). Menurutnya, pesanan pupuk kompos mengalami peningkatan. Sejak dua bulan terakhir pihaknya sudah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 2,5 ton pupuk organik. ‘’Sekarang saya sedang memproduksi satu ton 700 kg pupuk organik yang telah dipesan masyarakat,’’ kata pria yang dulunya bekerja di kapal pesiar ini. Diungkapkan, pemesanan pupuk tidak saja dari seputaran Kabupaten Gianyar, namun juga dari Denpasar dan Badung. Tingginya peminat pupuk organik itu, diakui merupakan hasil dari rutinitasnya memilah dan mengumpulkan sampah organik
se-Desa Taro. ‘’Hampir dua tahun saya kumpulkan atau pilah sampah organik itu di Rumah Kompos Taro, akhirnya sekarang bermanfaat. Banyak orang ingin berkebun mengisi waktu bercocok tanam,’’ katanya. Melayani permintaan di daerah Denpasar dan Badung, Wardika menitip sejumlah pupuk di kawasan Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati dan di Yayasan Lengis Hijau Denpasar. ‘’Kebetulan kami ada komunitas, permintaan banyak dari mereka. Selebihnya dari masyarakat umum,’’ ungkapnya. Bapak dua anak ini menjelaskan, pupuk organik yang diproduksinya itu memiliki nutrisi yang baik untuk tanaman maupun tanah. Wardika memiliki bahan dijadikan pupuk organik berupa kompos.
PUPUK ORGANIK - Pengelola Rumah Kompos Taro, I Wayan Wardika, menunjukkan produksi pupuk organiknya.
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Bupati Mas Sumatri Tetap Usulkan BSU untuk Warga yang Terima Sembako BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos., M.AP. mengambil kebijakan akan mengusulkan calon penerima Bantuan Stimulus Usaha (BSU) yang difasilitasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali meskipun sebelumnya yang bersangkutan mendapatkan bantuan sembako dari pemkab. ‘’Kami akan setorkan data calon penerima BSU itu ke provinsi, kendatipun sebelumnya yang bersangkutan telah menerima sembako dari kami pemkab,’’ ujar Bupati Mas Sumatri, Jumat (22/5) kemarin. Kebijakan itu diambil Bupati Mas Sumatri usai bertemu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana kemarin sore di Renon selama dua jam. Walaupun hari libur, ia bersama Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Karangasem I Nengah Toya, S.E., M.AP. bergerak cepat menemui Kadiskop dan UMKM Provinsi Bali untuk membahas wacana yang berkembang yakni para penerima bantuan sembako itu tidak berhak menerima bantuan stimulus usaha (BSU), walau memang benar usaha kecilnya itu bangkrut akibat terdampak Covid-19. Bupati perempuan pertama di Karangasem ini menjabarkan argumentasinya atas kebijakan yang diambilnya itu. Bupati merujuk pada tiga skema penanganan Covid-19 oleh Pemprov Bali. Mas Sumatri menegaskan bahwa skema II yaitu Kebijakan Penanganan Dampak Covid-19 terhadap Ekonomi dengan pagu anggaran sebesar Rp 220 miliar. ‘’Pagu anggaran itu digunakan untuk penanganan atau penyelamatan kegiatan usaha akibat Covid-19. Saya ingat betul ucapan Pak Gubernur saat kami diberi penjelasan. Dokumennya ada kok. BSU itu tetap diberikan untuk penyelamatan kegiatan usaha warga,’’ jelasnya. Hal itu, kata Bupati, diperkuat dengan pertemuan 4 Mei 2020 yang dihadiri Kadiskop dan UKM se-Bali di Diskop
BSU - Bupati Mas Sumatri bersama pihak terkait saat membicarakan calon penerima Bantuan Stimulus Usaha (BSU). dan UKM Provinsi Bali yakni Sosialisasi Juknis Penggunaan Dana BTT Penyelamatan Usaha Akibat Dampak Covid-19 di Provinsi Bali. ‘’Jadi saya ulangi lagi, juknis penyelamatan usaha itu artinya apa? Penerima bantuan BSU itu adalah warga pemilik usaha kecil yang terdampak. Tentu, tidak adil dan tidak benar jika gara-gara mendapat sembako yang merupakan bagian dari Jaring Pengaman Sosial itu, lalu usaha kecil itu tidak boleh dapat BSU. Padahal nyatanyata usaha kecil dari warga itu ambruk karena Covid,’’ tegasnya. Mas Sumatri menganalogikan seorang penderita Covid-19 yang mendapatkan perawatan dari pemerintah. Orang ini telah mendapat bantuan kluster bidang kesehatan. Namun setelah sembuh, dia miskin dan tidak punya penghasilan. Karean itu dia juga dapat sembako dari jaring pengaman sosial. ‘’Jika dikatakan dobel bantuan, maka kasus begitu juga dobel bantuan yakni bantuan kesehatan dan jaring pengaman sosial. Tapi sebetulnya tidak masalah kan. Sebab, masyarakat memang perlu dan instruksi/UU memberikan payung hukumnya,’’ ucapnya. Ia menjelaskan, sama dengan yang diributkan sekarang ini. Seorang pedagang kecil saat ini mendapat sembako karena tidak memiliki cukup uang untuk bertahan hidup bersama keluarganya. Apa salahnya jika
dagangannya agar bisa pulih kembali, juga dibantu melalui bantuan stimulus usaha itu. ‘’Kan memang sasaran BSU untuk menyelamatkan usaha warga yang terdampak itu. Menyelamatkan orangnya dari kelaparan dengan jaring pengaman sosial,’’ terangnya. Sejauh ini tidak ditemukan ketentuan hukum bahwa bagi seseorang yang telah memperoleh sembako Jaring Pengaman Sosial, kata Bupati, juga tidak berhak atas BSU. Karena itu, Bupati memerintahkan seluruh kepala desa dan lurah untuk menyetorkan semua usulan yang memenuhi syarat sesuai surat edaran Pj. Sekda tanggal 8 Mei 2020. ‘’Sebelumnya sudah dapat sekadar sembako dari kami. Dan nanti akan tetap kami usulkan untuk BSU karena syarat lainnya memenuhi. Nanti kami yang akan menyetor datanya langsung ke provinsi,’’ ujarnya. Sebelumnya sempat diberitakan, bahwa para penerima bantuan sembako Pemkab Karangasem itu tidak berhak lagi atas Bantuan Stimulus Usaha (BSU). Bantuan stimulus usaha itu diperuntukkan bagi pelaku usaha informal seperti warung tradisional, pedagang asongan, pedagang kaki lima, pedagang keliling, industri rumah tangga, perajin, bengkel kecil, ojek konvensional/online, peternak dan pekerja harian, juga industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (ad236)
Seorang Pasien Positif Covid-19 di Gerokgak Singaraja (Bali Post) Setelah relatif tidak terjadi penambahan kasus baru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng kembali menemukan seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Tambahan pasien ini diberi kode PDP 61. Kasus baru ini adalah yang pertama kali di Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. mengatakan hal itu saat update kasus virus Corona, Jumat (22/5) kemarin. Menurutnya, PDP 61 itu diduga terinfeksi Covid-19 karena sebelumnya datang ke salah satu daerah transmisi lokal di Buleleng. Saat menjalani pengobatan, tim medis melakukan tes spesimen swab PCR pertama hasilnya negatif. Namun hasil tes kedua positif. Untuk menindaklanjuti temuan kasus
baru itu, gugus tugas melalukan tracking kepada siapa saja PDP 61 pernah melakukan kontak sosial. ‘’Itu merupakan pasien pertama yang terkonfirmasi positif di Gerokgak. Saat ini tim melakukan tracking untuk memastikan dengan siapa saja pasien ini pernah berinteraksi,’’ katanya. Sementara Kamis (21/5) lalu, ada tiga PDP (pasien dalam pengawasan) yang sudah dinyatakan sembuh. Pasien itu adalah PDP 21, PDP 44 dan PDP 47. Ketiganya adalah pasien transmisi lokal di Desa Bondalem Kecamatan Tejakula. PDP 21 dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas mulai 29 April 2020. Dia sudah 11 kali menjalani tes spesimen swab. PDP 44 dirawat sejak 6 Mei 2020 dan sembilan kali menjalani tes swab. Sedangkan PDP 47 dirawat sejak 7 Mei 2020, dan sudah di tes swab sebanyak
sembilan kali. ‘’Pasien yang dinyatakan sembuh karena memang tes spesimen swabnya dua kali berturut-turut negatif,’’ jelasnya. Selain itu, ada dua PDP yakni kode 56 dan PDP 60 dikarantina di RSP Giri Emas karena hasil rapid test-nya reaktif. Namun setelah menjalani tes spesimen swab dua kali, hasilnya berturut-turut negatif. Mengingat hasil swabnya dua kali negatif, maka dua PDP itu dinyatakan bukan dikategorikan pasien Covid-19. Sementara untuk PDP yang terkonfirmasi positif Covid sebanyak 52 orang. Pasien yang sembuh sebanyak 36 orang. Pasien yang masih dirawat di RSP Giri Emas 11 orang. Gugus Tugas tidak hentihentinya mengingatkan agar masyarakat disiplin mematuhi imbauan pemerintah, sehingga penyebaran virus ini bisa dikendalikan dengan baik. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Warga Desa Gitgit Kecamatan Sukasada mendadak heboh, Jumat (22/5) kemarin. Ini dipicu mobil DK 1250 QK tiba-tiba terbakar ketika melintas di Jalan Singaraja - Bedugul di kilometer 17 wilayah Banjar Dinas Wira Bhuana, Desa Gitgit. Diduga mobil yang dikemudikan warga negara asing (WNA) itu terbakar akibat terjadi korsleting jaringan kelistrikan pada mobil tersebut. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, pemilik mobil Doat Ludovic, WNA Prancis, namun tinggal
Dusun Dasong, Desa Pancasari itu baru saja selesai memperbaiki mobil miliknya. Dia perbaiki di sebuah bengkel di Lingkungan Sangket. Pemilik kendaraan itu kemudian kembali ke rumahnya di Pancasari. Awalnya, kendaraan melaju normal. Hanya, tiba di Km 17 Dusun Wira Bhuana mobilnya itu mogok. Pengemudi kemudian turun mengecek penyebab mobilnya itu mogok. Belum sempat mengecek dengan baik, pengemudi melihat ada asap dari dalam ruang mesin. Tidak berselang lama, kemudian api menyala dan membakar mobil itu. ‘’Pemilik mobil itu baru habis dari bengkel memper-
baiki mobilnya. Mobil itu belum sampai di rumah si pemilik, mobil itu mogok saat di perjalanan menuju rumahnya. Ketika dicek justru keluar asap dari bagian mesinya. Lalu muncul api dan dengan cepat membakar seluruh bagian mobil itu,’’ katanya. Api yang terus membesar berusaha dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dibantu warga. Sekitar pukul 15.00 Wita api berhasil dipadamkan. Saat proses pemadaman, arus lalu lintas di TKP terganggu. Warga dan pengguna jalan pun mendatangi lokasi kejadian, sehingga lalu lintas sempat terganggu. (kmb38)
Mobil Milik WNA Terbakar di Gitgit
Wakil DPRD Karangasem I Nengah Sumardi Mengucapkan Selamat Hari Idul Fitri 1441 Hijriah
Momentum Umat Muslim Doakan Nusantara agar Covid-19 Cepat Berakhir
PELAKSANAAN hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini memang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, suasana Idul Fitri tahun ini dirayakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski begitu, Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi berharap pelaksanaan Idul Fitri tahun ini bisa berjalan dengan khidmat dan lancar tanpa mengurangi makna. Di tengah situasi Covid-19 ini, momen perayaan Idul Fitri diharapkan bisa dijadikan momentum yang baik untuk mendoakan nusantara supaya virus Corona atau Covid-19 yang hingga kini masih menyebar bisa segera berakhir. Sumardi mengatakan, situasi berat saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat Karangasem, tidak terkecuali umat Muslim yang tinggal di gumi lahar ini. Karena di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, lantaran adanya imbaun dari pemerintah, akhirnya banyak umat Muslim tidak melaksanakan kegiatan mudik ke kampung halaman, dan memilih tetap tinggal di Karangasem mengikuti imbanuan pemerintah guna mencegah penyebaran virus Corona atau
Covid-19 semakin meluas. ‘’Kami berharap perayaan Idul Fitri di tengah suasana pandemi Covid-19, tetap berjalan dengan lancar tanpa mengurangi makna dari hari raya yang sudah rutin dirayakan setiap tahunnya itu. Kami berharap momen hari suci Idul Fitri ini dapat dipergunakan oleh umat Muslim untuk mendoakan nusantara agar Covid-19 ini bisa segera berakhir dan warga bisa kembali beraktivitas secara normal seperti sedia kala,’’ harap Sumardi. Sumardi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan untuk tetap disiplin menjaga kesehatan serta selalu menerapkan protap kesehatan yakni olah raga, hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. ‘’Kami juga mengimbau semua warga muslim ketika melakukan aktivitas selalu memakai alat pelindung diri (APD) berupa masker. Termasuk selalu menjaga jarak atau social distancing, menghindari kerumunan dan tidak merayakan secara berlebihan yang dapat melibatlan perkumpulan,’’ pinta Sumardi. (ad237)
I Nengah Sumardi
Desa Bebandem Buka Pasar untuk Masyarakat Amlapura (Bali Post) Desa Adat Bebandem melalui Satgas Gotong Royong sebelumnya sempat memberlakukan aturan tidak mengizinkan warga dari desa adat setempat berjualan di Pasar Bebandem. Alasannya, dilakukan penanganan Covid-19 secara intensif pasca-ada pedagang yang positif di pasar. Namun berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan desa adat, maka kembali pasar dibuka untuk masyarakat umum. Bendesa Adat Bebandem I Wayan Dana didampingi Ketua Satgas Gotong Royong I Gede Warsa, Jumat (22/5) kemarin mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, maka diputuskan aktivitas di Pasar Bebandem kembali dibuka untuk masyarakat umum. Sebelumnya, pihak pasar sempat tidak mengizinkan para pedagang dari luar Desa Adat Bebandem berjualan sejak
8 Mei lalu, setelah salah seorang pedagang positif Covid-19. ‘’Pasar Beteng, Kajeng dan Busaya kembali dibuka lagi untuk masyarakat umum. Aturan ini diberlakukan mulai 25 Mei nanti,’’ ujarnya. Dana menambahkan, meski pasar kembali dibuka untuk masyarakat umum, akan tetapi pihaknya tetap membuat aturan. Regulasi itu harus diikuti semua pihak.
Dikatakan, bagi krama Desa Adat Bebandem yang berjualan di pasar maupun masyarakat umum, wajib mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin penggunaan alat pelindung diri (APD) dan cuci tangan setiap masuk pasar. Intinya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, petugas juga diharapkan rutin melakukan penyemprotan dis-
infektan di dalam pasar. Selain di lingkungan pasar minimal tiga hari sekali. Guna menghindari kerumunan banyak orang di pasar, maka perlu dilakukan penertiban oleh pecalang desa adat. Penertiban akan dibantu Satpol PP, Limnas maupun petugas kepolisian. ‘’Kita berharap petugas pasar mau membantu menyosialisasi kebijakan ini kepada masyarakat, sehingga warga bisa memahami dan mematuhi aturan yang telah disepakati. Hal itu penting, untuk kebaikan bersama terkait pencegahan penyebaran Covid-19,’’ tegas Dana. (kmb41)
Sabtu Wage, 23 Mei 2020
Bali Lakukan Penjajakan dengan Banyuwangi
Kedisiplinan Masyarakat Masih Amburadul Sekali pelanggaran itu dilakukan akan dicontoh oleh yang lain dan semakin banyak yang melanggar, semakin banyak yang mencontoh. Di Bali, jalur Denpasar-Gilimanuk tidak ada bedanya frekuensi kendaraan berlalu-lalang seperti sebelum Covid-19 ini dikenal. Di Jakarta, kemacetan tetap terjadi di sekitar Pasar Tanah Abang. Begitu juga dengan kota-kota lain di Indonesia. Dari fenomena penyebaran Covid-19 di Indonesia, seharusnya tidak ada pemikiran sedikit pun untuk melakukan pelonggaran. Masih jelas sekali, baik dari sisi jumlah terjangkitnya maupun kedisiplinan masyarakat, sangat jauh dari keberhasilan menekan penyebaran. Kita tahu sekarang secara lebih jelas, bahwa seperti inilah kualitas sosial masyarakat. Dari sisi jumlah, virus Corona telah menjangkiti 20 ribu orang lebih. Tiada hari tanpa penambahan terjangkitnya virus Corona di Indonesia. Dalam beberapa hari mendatang mungkin sudah melampaui angka 21 ribu orang yang terjangkit. Bisa dibayangkan angka ini akan dapat beranak pinak lagi pada hari berikutnya. Memang benar empat ribuan yang sembuh, tetapi di atas seribu orang telah meninggal dunia. Katakanlah angka yang terjangkit itu masih 14 ribu, tetapi dengan tingkat kedisiplinan masyarakat yang masih amburadul
seperti ini, maka bahaya yang mengancam Indonesia masih signifikan. Penurunan di beberapa daerah, diikuti dengan peningkatan di daerah lain. Jadi, bagaimanapun seharusnya pemikiran untuk melonggarkan PSBB dan pelarangan lainnya, tidak ada. Sekali lagi pada tingkat pemikiran pun, ini tidak boleh ada. Apalagi kemudian diwacanakan oleh pejabat negara. Kurang lebih India dapatlah dikatakan sebagai contoh. Negara ini masih memperpanjang lockdown, meski semakin banyak pengangguran melanda negeri itu. Tetapi, itulah pilihan yang dilakukan negara tersebut demi masa depannya. Secara sosiologis, upaya pelonggaran dari ancaman virus Corona ini juga sangat tidak mendukung. Hubungan sosial antara individu dengan individu, dengan kelompok dan antara pihak apa pun, tidak akan dapat berlangsung dengan normal apabila ada gangguan dalam media hubungan sosial (interaksi) tersebut. Media untuk melakukan interaksi itu sangat banyak, dan yang paling utama adalah wacana (mulut, isyarat, benda). Media inilah yang justru mengancam karena amat berpotensi terpapar oleh virus. Faktor pendorong mengendapnya virus itu, justru interkasi (hubungan sosial) itu sendiri. Bisa dibayangkan, ketika kita berinteraksi justru diancam oleh alat interaksi itu sendiri. Pasti akan terjadi ganggguan di sini. Dalam studi-studi perubahan sosial, maka hubungan sosial yang
tidak baik akan menimbulkan konflik. Konflik yang paling berbahaya dalam masyarakat adalah kekerasan (konflik terbuka seperti perkelahian). Tetapi dalam konteks Covid-19 ini, konflik yang paling fatal adalah terpapar virus mematikan tersebut. Inilah yang harus diwaspadai. Barangkali keinginan menggebu untuk melonggarkan segala aturan ini dipengaruhi oleh wacana dari luar. Yang paling keras mungkin bergulirnya liga sepak bola Jerman (Bundesliga), pengenduran aturan di Italia, semakin normalnya China dan Jepang, lalu Selandia Baru yang sudah mulai membuka sekolah dan Australia yang telah sukses menekan sampai titik terendah (satu kasus?) terjangktnya Covid-19. Apabila boleh jujur diungkapkan, ada kelebihan pada mereka itu, yaitu kedisiplinan, kesadaran, dan kesiapan masyarakatnya untuk menerima pola kehidupan sosial yang berubah. Inilah yang disebut dengan pola kehidupan sosial normal yang baru (new normal). Pola hidup normal baru ini bukan sekedar wacana tetapi fakta yang memerlukan tantangan baru untuk melakukannya. Lihatlah Liga Jerman sebagai salah satu contoh. Pemain cadangan harus tinggal di tribun dengan memakai masker. Duduknya berjarak. Pemainnya tidak boleh berludah, tidak boleh berangkulan ketika merayakan keberhasilan mencetak gol. Jika harus mentekel lawan, mesti segera cepat menghin-
dar. Bayangkan, ini merupakan kebiasaan baru, berubah total dari kebiasaan yang sudah berlangung berdekadedekade, bahkan sejak sepak bola itu lahir. Pertanyaannya kemudian, apakah masyarakat kita bersiap dengan kondisi normal baru ini? Ada banyak anggota masyarakat yang memakai masker yang seenaknya, bahkan juga dari bahan kain kasar yang terbuka lubangnya. Mereka memakai masker sekadar menutup mulut (bukan hidung) demi menghindari pecalang! Jadi bukan untuk melindungi diri. Ketika sebuah pasar dinyatakan dibuka mulai pukul 11.00 sampai 15.00, yang terjadi bukannya rasa aman, tetapi justru menakutkan. Para pembeli justru datang serentak pukul 11.00 sehingga pasar kembali sesak. Masyarakat juga tidak mampu memanfaatkan lemari pendingin. Sudah jelas, lemari pendingin adalah sebuah alat yang dari sisi strategi berguna untuk mengalahkan waktu dan mengirit tenaga. Artinya dengan sayur atau daging yang dapat disimpan selama tiga hari, kita tidak perlu ke pasar setiap hari. Apa yang terjadi di masyarakat? Mereka tetap tiap hari ke pasar membeli sayur dan daging, alasannya bertemu kawan lama dan dapat menawar barang. Sekali lagi, jangan gegabah. Ini masalah penyakit yang membahayakan.
Pelaku perjalanan yang berencana masuk wilayah Bali melalui penyeberangan dan angkutan laut telah mengisi form aplikasi yang diakses pada alamat https:// cekdiri.baliprov.go.id. dan dapat menunjukkan QR Code kepada petugas verifikasi. ‘’Kepada pelaku perjala-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
Dcr 1.Adm Wnt, 2.Salesman/Girl Bedahulu 4 No.12 Dps Email : herryy.hr@gmail.com
Dicari!! Tnh Strategis di ring luar Denpasar u/dijual kembali Budget Rp.5-10Mil.082146112554
B.BP.001.05.20.0000233
calang agar melakukan verifikasi dan pengawasan secara terus-menerus terhadap keberadaan maupun perjalanan orang untuk pencegahan penyebaran Covid-19 serta mengoordinasikannya dengan pihak Posko Gotong Royong Pencegahan Covid-19 di desa. Bupati/wali kota se-Bali agar memfasilitasi dan menginformasikan Pengendalian Perjalanan Orang pada Pintu Masuk
Bali tidak hanya sebatas mempersyaratkan rapid test negatif bagi yang datang ke Bali lewat jalur darat, tetapi mereka juga harus mengisi data diri, sehingga pasti datang ke Bali tujuannya ke mana, pekerjaannya apa dan tinggal di mana. Pengisian data diri itu pun harus dibuktikan dengan QR Code yang didapat setelah mengisi form aplikasi di website resmi Pemprov Bali. ‘’Kalau kewajiban itu tidak bisa dipenuhi, maka sekalipun dia bawa rapid test maka tentu harus dikembalikan,’’ jelasnya. Dengan kata lain, lanjut Dewa Indra, ada double screening yang dilakukan untuk mengantisipasi kedatangan pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat. Terutama lonjakan arus orang setelah Idul Fitri. Pihaknya berharap bisa mengendalikan dan masalah ini pun sudah dibahas bersama Pemkab Jembrana, bahkan dengan Pemkab Banyuwangi. ‘’Telah dilakukan penjajakan awal oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan juga Jembrana serta pihak Banyuwangi. Nanti akan kami tindak lanjuti dengan rapat khusus membahas hal tersebut di Pelabuhan Gilimanuk,’’ tegasnya. (kmb32)
Menuju Bali era baru, pengamat ekonomi yang juga mantan praktisi perbankan Nyoman Sender mengatakan, ketahanan ekonomi ke depan sangat bergantung pada kualitas SDM di samping sumber daya alam (SDA) dan teknologi serta modal finansial. Menurut Sender, negara yang mempunyai SDM yang berkualitas dengan etos kerja yang tinggilah yang akan bisa bertahan dalam persaingan. Bahkan untuk menjadi
pemenang seperti China, negara tidak bisa hanya mengandalkan SDA, karena tanpa SDM yang berkualitas dan etos kerja yang tinggi, tidak akan bisa menang dalam persaingan. Setelah pandemi, katanya, tuntutan akan SDM yang lebih adaptif terhadap tuntutan zaman justru lebih penting lagi. Persyaratan SDM yang lebih berkualitas, melek teknologi, fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan yang semakin cepat dan kompetitif. Pelajaran dari adanya pandemi Covid-19 adalah masyarakat harus mampu men-
gubah kebiasaan-kebiasaan yang sudah usang seperti melakukan pekerjaan yang manual. Setelah pandemi, jenis pekerjaan yang serba otomatis dan online akan mewarnai lapangan pekerjaan atau bisnis masa depan. Beberapa bisnis seperti mall, restoran, lambat laun akan kurang dibutuhkan digantikan oleh transaksi online. ‘’Ada beberapa jenis bisnis yang akan mengalami perubahan cara atau praktik berbisnis ke depannya. Sehingga ke depan, daya dukung SDM yang melek teknologi, yang akan dibutuhkan,’’ tegasnya. (may)
Bangun SDM Melek Teknologi
Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Paiketan Pecalang agar Lakukan Pengawasan nan selain sebagaimana dimaksud yang melakukan perjalanan melalui pelabuh a n p e nyeberangan dan pelabuhan laut agar melakukan karantina mandiri sejak ketibaannya di wilayah desa adat dan/atau tempat lain yang dituju selama sisa waktu masa berlaku hasil rapid test sebelumnya dan berkewajiban melakukan rapid test berikutnya. Desa adat melalui Paiketan Pe-
Salah satu tugasnya adalah mendata arus keluar-masuknya penduduk di wilayah masing-masing. Termasuk di dalamnya melakukan pemantauan kedatangan penduduk baru. ‘’Di sini kan kita harapkan sinergitas antara perbekel dan bendesa adat. Selama ini kan sudah sangat solid sebagai pintu terakhir pengamanan wilayahnya,’’ imbuhnya. Anom menambahkan, teknis pelayanan adminduk selama ini diselenggarakan oleh Disdukcapil kabupaten/ kota. Provinsi hanya bersifat melakukan verifikasi atau validasi terkait dokumendokumen kependudukan. Misalnya, ada masyarakat luar Bali yang kehilangan KTP dan ingin mengecek data kependudukan seperti NIK, bisa datang ke provinsi. Sebab, database kependudukan secara nasional ada di provinsi. Hal senada juga dilontarkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Untuk pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara, katanya, sudah jelas harus memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan uji
swab menggunakan metode PCR yang mulai berlaku 28 Mei 2020. Lalu bagaimana untuk pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat? ‘’Untuk pelaku perjalanan menggunakan moda transportasi darat, agar memperlihatkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 berbasis rapid test,’’ ujar Dewa Made Indra saat memberikan keterangan pers di Kantor Diskominfos Bali, Jumat (22/5) kemarin. Menurut Dewa Indra, hal ini mempertimbangkan sejumlah aspek teknis. Mengingat, pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat biasanya berjumlah lebih banyak. Kemudian intensitasnya juga sangat tinggi, sehingga secara teknis agak sulit untuk mendapatkan uji swab. ‘’Tentu saja nanti pintupintu masuk Bali tetap akan kita jaga dengan sebaik-baiknya,’’ imbuh Sekda Provinsi Bali ini. Dewa Indra menambahkan, kebijakan tersebut diambil oleh Gubernur Bali Wayan Koster untuk merespons perkembangan situasi nasional saat ini, yakni mulai melonggarkan pembatasan-pembatasan transportasi. Kendati sebetulnya kebijakan Gubernur
Wilayah Bali Dalam Rangka Perce patan Penanganan Covid-19 kepada seluruh masyarakatnya melalui berbagai media cetak maupun elektronik,’’ kata mantan anggota DPR-RI ini seraya menambahkan, surat edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 28 Mei 2020 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan Covid-19. (kmb32)
DICARI TANAH
B.BP.004.05.20.0000239
PROPERTY PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 3.5A Hrg 750/A Tk.Badung Renon+35A Harga 125jt/A Ubud Tegalalang Hp.0811394712 B.BP.004.04.20.0000149
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
Rmh,Tj.Sr,Pdg Sambian; 1A, 2KT Hrg BU. WA: 08113986788
B.BP.004.05.20.0000240
BIRO JASA Anda mau bayar Pajak 0% ada PP 44,jg siap bantu SIUP-TDP-NPWP SPTTahunan,PPNHP081338344155 B.BP.001.05.20.0000242
DICARI TANAH
!!!Dicari tanah di Kuta Selatan Strtegis/view super,hrg miring Total Rp.5-10M.Ph 081238951150 B.BP.004.05.20.0000238
Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP, SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.05.20.0000061
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI
gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET Bronze Silver Gold
HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm
RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan
PAKET
300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan
BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
-
OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGEN PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS LIFE STYLE KULINER LOWONGAN
sabtu wage, 23 mei 2020 Harian untuk Umum
menanyakan berapa angka meterannya untuk mempermudah petugas.
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Putu Harta Gak adil sama sekali, yang 450 VA dikasih gratis, belum tentu mereka gak mampu. Survei dulu ke lapangan, pak.
Batasi Membuat Kekeliruan
Adi Satya Di saat masyarakat susah karena Corona, kok bisa pembayaran naik drastis, katanya komulatif rata-rata 3 bulan terakhir. Bagaimana PLN tahu kalau pemakaian listrik di konsumen naik atau turun?
Bali Post
Tajuk Rencana BERAPA kali kita harus membuat kekeliruan dalam perkara virus Corona ini. Yang paling awal, sekitar bulan Februari 2020 yang lalu, pemerintah menurunkan harga tiket pesawat demi mendorong pertumbuhan pariwisata. Ada kesan tidak peduli dengan merebaknya virus Corona di luar China. Penumpang pesawat menurun drastis setelah adanya virus tersebut. Malah beberapa minggu pemerintah tidak berhasil menemukan orang terjangkit virus ini di Indonesia. Kenyataannya virus memang kemudian merebak di Indonesia dan kelihatan tidak mampu ditekan sampai maksimal hingga bulan Mei ini. Banyak yang menyesal, jika saja sejak awal Indonesia awas terhadap virus ini, kemungkinan tidak akan sampai sebegini parahnya penyebaran virus Corona di Indonesia. Vietnam tidak pernah menyepelekan penyebaran virus ini, dan sekarang mereka berhasil mengendalikan. Demikian juga di Selandia Baru. Termasuk juga di Korea Selatan. Ini merupakan kekeliruan awal yang membuat Indonesia menerima risiko hingga sekarang. Kedua, ketika masker diributkan orang. Ada pernyataan bahwa masker tidak diperlukan untuk masyarakat yang sehat. Alat itu hanya untuk mereka yang sakit. Maka, masyarakat ramai-ramai tidak menggunakan masker. Padahal di luar negeri, sampai barisan tentara pun memakai masker. Demikian juga anggota parlemen yang bersidang. Belakangan akhirnya muncul ralat bahwa masker harus dipergunakan oleh masyarakat yang sehat untuk menghindari penyebaran virus Corona. Ada dugaan, pernyataan awal yang mengatakan tidak diperlukannya masker bagi orang sehat merupakan pernyataan politis untuk mengatasi kelangkaan masker di pasaran. Bayangkan, alangkah kacaunya sistem pertahanan kesehatan kita. Masker merupakan alat penahan penyebaran virus berbahaya yang paling awal harus dikenakan masyarakat. Tetapi justru alat inilah yang tidak ada, dan menghilang, dikorup dan disembunyikan oleh para cukong bisnis, dan kemudian dijual dengan harga mahal. Seharusnya masker itu gratis dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan. Boleh dikatakan, ini merupakan kekeliruan kedua di masa Covid di Indonesia. Sekarang, meskipun masker sudah bertebaran di pasaran, kita ragu dengan kualitas masker tersebut. Di mana-mana orang menjual masker kain, sampai penjual sate pun ikut-ikutan menjual masker. Ada yang mengenakan masker, tetapi hidungnya masih nongol keluar. Masker juga seperti hanya menempel di mulut saja. Kini, kita mendengar lagi kisi-kisi tentang pelonggaran aturan pembatasan sosial. Baik di tingkat pemerintah dan apalagi di masyarakat, semua gencar menginginkan pelonggaran aturan pembatasan sosial. Meski Presiden telah menyatakan masih belum melakukan itu, dan masih melakukan kajian, tetapi suara mamengkung masih kelihatan. Haruskah kita melakukan kekeliruan ketiga? Membuat dan memasang masker saja kita masih belum bagus, disiplin kita masih belum bisa diharapkan, pasar saja masih berdesakan, dan peningkatan orang terjangkit Covid-19 juga terus meningkat. Apakah dengan kondisi itu kita mau melonggarkan pembatasan sosial. Marilah berpikir logis sedikit. Mengalah untuk masa depan yang lebih baik. Mari kita batasi kegiatan kita untuk beberapa minggu lagi. Katanya orang sabar disayang Tuhan, dan mari alon-alon asal kelakon. Di mana nasihat tradisi ini kita pakai, kalau bukan di saat pandemik ini.
Aris Cheetah Budiartha Saya gak bego-bego amat waktu duduk di masa sekolah. Yang namanya rata-rata, gak mungkin lebih besar dari pembayaran tertinggi. Adiex Juni Alasan sekali ya. Di rumah saya hanya tiga orang. Hanya lampu dan TV satu butir tetap saja bayar listrik mahal karena ada kenaikan.
Gaduh Tarif Listrik PLN menyatakan tagihan listrik pelanggan yang tiba-tiba melonjak bukan karena ada kenaikan tarif listrik. Hal itu adalah upaya PLN menagih utang kepada pelanggan lantaran pada Maret tidak melakukan pencatatan angka stand meter. Berdasarkan Penjelasan GM PT PLN UID Bali I Nyoman Suwarjoni Astawa, PLN menagih berdasarkan rata-rata pemakaian saat masa normal sebelum ada Covid-19. Dalam hal ini, PLN memutuskan tidak melakukan pencatatan pada Maret, padahal pemakaian listrik pada bulan itu di tingkat rumah tangga seharusnya sudah naik karena kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Pencatatan tidak dilakukan guna mengantisipasi agar petugas tidak terpapar Covid-19 dan masyarakat pun merasa aman tidak dikunjungi orang asing. Penagihan utang inilah yang kemudian membuat masyarakat kaget. Apalagi secara bersamaan ada program gratis listrik untuk golongan 450 VA dan diskon 50 persen untuk golongan 900 VA. PLN sendiri mengakui sosialisasi kepada masyarakat kurang dan belum masif pada saat itu. Beragam komentar disampaikan netizen di akun Facebook @balipost menyikapi hal ini. Sebagian besar memang mempertanyakan kebijakan PLN tersebut. Tak sedikit yang menyatakan ketidakpuasannya atas pelayanan yang diberikan. Banyaknya keluhan di masyarakat membuktikan minimnya sosialisasi akhirnya hanya akan membuat gaduh di masyarakat. Ke depan, hal ini tidak boleh terjadi. Kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus disosialisasikan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Berikut komentar sejumlah netizen. Dewa Fanilly Yang jelas biaya PLN gratis yang bersubsidi dibebankan ke yang nonsubsidi (naik 100 persen). Saya di rumah pemakaian hampir sama bahkan lebih ngirit, tetapi tetap saja kenaikan 100 persen. Adnyana Dwipayana Ternyata yang pakai voucher tidak terpengaruh, masih tetap penghabisannya seperti bulan sebelumnya sesuai harga per kWh. Wayan Dedy Lesmana Saya pakai voucher juga, tetapi lebih cepat habisnya dibanding bulan-bulan sebelumnya. Saya sudah cek dengan harga yang sama memang dapat kWh-nya juga tetap sama, tapi kenapa jadi lebih cepat habis. Penggunaan padahal notabene sama dengan sebelumnya. Iketut Darmadi Sebenarnya bisa dihitung jumlah pe-
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Negari Angkat Potensi Desa DESA Adat Negari, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar tengah mempersiapkan potensi untuk dijadikan daya tarik wisata. Potensi tersebut mulai dari panorama persawahan hingga sejumlah pura di desa adat setempat. Upaya ini juga sejalan dengan program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Namun persiapan tersebut baru akan dijalankan setelah pandemi Covid-19 ini. Bendesa Adat Negari I Wayan Latra menerangkan, program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ dinilai tepat diterapkan pemerintah di Bali. Dikatakan, hal ini sesuai dengan desa kala patra di Bali. ‘’Bagus itu programnya, artinya sesuai dengan adat budaya Bali, karena ada upacara di laut, hutan, gunung dan lainnya. Jadi itu saya setuju,’’ katanya. Ia menambahkan, di Desa Adat Negari sudah menjalankan berbagai upacara yang mendukung keharmonisan, sesuai program Gubernur Bali. ‘’Misalnya pacaruan, ini sudah seperti harapan warga karena memang ada sejumlah upacara yang harus kita laksanakan,’’ ungkapnya.
Bali Post/nik
UNIK - Pura Puseh Desa Adat Negari yang unik dari segi ukiran sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan. Sementara itu, pihaknya tengah gencar melakukan pencegahan Covid-19. Hal ini dilakukan bersama satgas di desa adat setempat, dengan pengawasan di pasar dan daerah seputaran desa. ‘’Kalau Covid, kami sudah membuat satgas. Kami juga melakukan pengamanan di pasar dan sudah diupayakan sebaik mungkin agar buka pukul 07.00 Wita, dan rutin saya cek ke pasar. Setiap hari satgas berjaga,’’ ucapnya. Pihaknya juga sudah melakukan pembagian sembako pada 25 April lalu. Pembagian ini dilakukan dengan sistem kupon untuk 417 krama yang bisa ditukar dengan kebutuhan pokok hingga 25 Mei mendatang. Ke depan pihaknya berencana akan menggunakan BKK untuk membantu warga kurang mampu di desa adat setempat dalam memenuhi kebutuhan dapur. ‘’Dana BKK, Senin mendatang akan dibagikan untuk krama yang belum dapat. Dana BKK kan ada Rp 100 juta,’’ terangnya. Selain itu, pihaknya juga memiliki potensi wisata yang rencananya akan diangkat bila wabah Covid-19 ini sudah berlalu. Yakni dengan membuka kunjungan wisatawan
untuk sejumlah objek wisata di desa adat setempat. ‘’Kami menyiapkan desa wisata sebelum Covid-19 dengan membuka kunjungan ke pura, sawah hingga trekking,’’ imbuhnya. Belum lagi, Pura Puseh Desa Adat Negari yang berada di Jalan Raya Singapadu, yang marupakan jalur utama menuju Ubud hingga Kintamani, Bangli. Pura tersebut juga memiliki keunikan dari segi ukiran. Sebelum wabah ini menyebar juga kerap kali ada wisatawan yang mengunjungi pura tersebut. Namun rencana tersebut ditunda karena kondisi wabah Covid-19 yang belum mereda. Meski demikian, sejumlah persiapan sudah dimatangkan, sehingga bila pariwisata sudah terbuka, rencana tersebut dapat dijalankan. ‘’Dengan kondisi begini tidak bisa. Kami menunggu situasi membaik,’’ ungkapnya. Sementara itu, saat ini dominan krama di Desa Adat Negari masih bergerak pada industri ukiran. Terutama ukiran batu menggunakan bahan batu padas atau batu Jawa. ‘’Sampai saat ini, terlebih di tengah kondisi Covid-19, dominan warga masih bergerak mengukir batu padas,’’ tambahnya. (nik)
’’Bagus itu programnya, artinya sesuai dengan adat budaya Bali, karena ada upacara di laut, hutan, gunung dan lainnya. Jadi itu saya setuju.’’ I Wayan Latra
makaian daya dikalikan dengan harga yang ditentukan oleh PLN. Jadi, transparan terhadap pelanggan kalau mau berkata jujur. Rajesh Aishwaryasya Mahavira Sedikit pengalaman tentang pembayaran listrik non-pulsa. Sekitar tahun lalu, listrik dengan daya 900 VA, biasanya petugas datang cek meteran di rumah Karangasem. Nah, pada satu bulan tagihan listrik di rumah dibawakan surat tagihan sama petugas senilai Rp 560.000 di mana rata-rata biasanya Rp 100 ribu per bulan. Sontak kaget dan sempat tanya dengan petugas kenapa tagihan melonjak, petugas tersebut bilang bahwa bulan lalu tidak mencatat meteran karena rumah kosong. Padahal pintu gerbang tidak terkunci dan kami ada di belakang rumah. Jadi, ternyata ada pencatatan dengan kira-kira. Selama 6 sampai 7 bulan berikutnya kami bayar listrik hanya uang beban meter saja Rp 30 ribuan. Jadi, petugasnya sedikit ngawur. Beda halnya pada situasi Corona sekarang, satu
bulan ini saya tinggal lebih banyak di Karangasem, listrik di rumah Tabanan masih terpakai dengan standar rumah tangga dan cenderung harusnya menurun penggunaannya, tapi tagihannya melebihi tagihan bulan lalunya saat masih full di rumah. Aneh, dan banyak juga teman sharing di medsos hal yang sama. Dek Ar Selalu tidak mau kalah. Saya kaget sampai belum saya bayar karena kemahalan sekarang. Juga dulu aneh bin ajaib, tiba-tiba dapat tagihan beberapa tahun lalu dan harus dilunasi, jika tidak akan disegel. Ditanya ke cabang, katanya datanya tidak ketemu. Kok bisa? Terus itu data dari mana? Saya tunggu kabar, malah disegel, nyerah dah kita. Ketut Santosa Petugas kan bisa bekerja di rumah. Mencatat dari rumah juga bisa, dengan minta nomor telepon atau HP pemilik, dengan
Hendra Sucipta Saya mengalami lonjakan tarif listrik hampir 90 persen dari tarif-tarif sebelumnya. June Beecool Rismawan Saya hampir 90 persen naik, padahal anak masih kecil dan gak punya anak belajar dari rumah. Wayan Seta Dengan adanya kenaikan tarif listrik, otomatis ikut berkontribusi dalam menggratiskan saudàra kita yang memakai 450 VA secara tidak langsung.
Tanpa identitas dan surat keterangan sehat, duktang dipulangkan. - Biasanya jadi lahan ‘’negosiasi’’. *** Ekonomi Bali rapuh, perlu bangun model perekonomian baru. - Asal jangan era baru pola lama. *** Sepakat rayakan Idul Fitri tanpa keramaian. - Sepakat juga jaga Bali.