Skip to main content

Edisi Kamis 23 April 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 236 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis wage, 23 april 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Wajib Masker di Desa Adat Renon

Kawasan Kuta Terus Diawasi

Bertambah, Warga Jembrana Positif Covid-19

Mulai Rabu (22/4), Desa Adat Renon memperketat pengawasan bagi warga yang masuk wilayah desa adat setempat. Bagi yang masuk wilayah desa tersebut wajib menggunakan masker.

Pihak Desa Adat Kuta tidak hanya mengatur jam operasional pasar dan toko modern di wilayahnya. Kawasan Pantai Kuta yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan juga ditutup untuk umum. MINGGU | HAL. 3

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana kembali bertambah, Rabu (22/4) kemarin. Informasi yang didapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, terdapat tambahan satu kasus baru.

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 4

Upacara ’’Paneduh Jagat’’ Dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih

Berharap Wabah Covid-19 Segera Berakhir

Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan upacara Paneduh Jagat dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Rabu (22/4) kemarin. Upacara ini merupakan langkah yang secara niskala untuk mencegah wabah Covid-19 semakin merebak dan berharap virus ini segera menghilang atau cepat berakhir. Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, upacara Paneduh Jagat ini merupakan upacara tambahan. Karena sebelumnya sejak Sasih Kaenem telah dilaksanakan upacara-upacara seperti di Pura Ulun Danu Batur, Pura Watu Klotok, dan yang lainnya. ‘’Saat Kasanga juga sudah dilakukan upacara di desa sampai di rumah tangga, dan sekarang digelar upacara Paneduh Jagat,’’ ujarnya. Agung Putra Sukahet menambahkan, dari Sasih Kaenem sampai Sasih Kadasa ini masih ngunya Kasanga, di mana para bhuta kala, sang Panca Maha Bhuta yang mempunyai kalangan. ‘’Maka dari itu, mari kita somya-kan atau bahagiakan sang Panca Maha Bhuta. Dengan bhuta kala somya lewat upacara ini, dan perilaku baik mulai dari perkataan, pikiran dan perbuatan yang bagus, maka kita mengharapkan agar bhuta kala dan alam semesta ini somya,’’ katanya. Agung Putra Sukahet menambahkan, somya itu artinya berubah dari karakter bhuta kala yang akan menimbulkan banyak penyakit, wereng sasab, gering, dan wabah Covid-19 ini. ‘’Kita berharap setelah

di-somya lewat upacara Paneduh Jagat ini, maka bhuta kala akan menjadi dewa penolong, pengasih, penyayang dan kemudian tidak lagi menimbulkan penyakit atau wabah seperti sekarang ini. Namun menimbulkan ketenteraman, kerukunan, kedamaian dan sehat. Selanjutnya, semua warga kembali dapat beraktivitas dan bekerja untuk mencari nafkah,’’ jelasnya. Ia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada semua krama Bali lebih meningkatkan sraddha bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Karena dengan sraddha bhakti itu akan mampu membuat tubuh lebih kuat. ‘’Doa ini sangat penting untuk memperkuat keyakinan dan bisa menaikkan imunitas tubuh. Dengan keyakinan itu, maka virus Corona bisa diantisipasi,’’ tegasnya. Sementara itu, Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha berharap, lewat upacara Paneduh Jagat yang dilaksanakan di Pura Agung Besakih, maka jagat bersih dari berbagai penyakit atau wabah virus seperti sekarang ini yakni Covid-19. ‘’Saya berharap, melalui Paneduh Jagat ini wabah Covid-19 ini hilang dan cepat berlalu. Sehingga masyarakat kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala,’’ katanya penuh harap. (kmb41) PANEDUH JAGAT – Suasana upacara Paneduh Jagat di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (22/4) kemarin.

Momentum Bangkitkan Semangat Gotong Royong Krama Bali ’’Jangan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tetapi kita harus bisa saling bantu-membantu. Apalagi, desa adat yang ada di Bali memiliki kekuatan yang luar biasa, baik dari segi menumbuhkan perekonomian masyarakat desa adat maupun kehidupan sosialnya krama-nya.’’

Dewa Gede Mahendra Putra Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali

’’Relaksasi kepada UMKM itu bagus, tapi support atau dukungan untuk likuiditas ini menjadi mendesak sekali. Itu yang tidak dilakukan oleh pemerintah, karena pemerintah banyak prioritas.’’ Viraguna Bagoes Oka Pengamat Ekonomi

OPINI

Guru dan Teknologi Saat Pandemi Covid-19 Oleh : Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.

SEJAK 16 Maret 2020, pemerintah RI menonaktifkan semua institusi, tak terkecuali semua sekolah dan kampus dari kegiatan pembelajaran di kelas, yang diganti dengan bekerja dan belajar dari rumah karena merebaknya pandemi virus Corona yang lebih dikenal dengan Covid-19. Virus mematikan yang dapat menyebar dengan cepat dan dapat membunuh siapa saja yang tidak disiplin mengindahkan peraturan, yakni social distancing, physical distancing, dan stay home. Kebijakan tersebut berimbas pada diberlakukannya pembelajaran dari rumah yang pada umumnya diselenggarakan secara online. Ada berbagai platform yang digunakan oleh para guru dalam melaksanakan pembelajaran online antara lain WhatsApp, Google Classroom, Google Meet, Zoom dan berbagai aplikasi lainnya. Hal. 7 Peran Guru

Denpasar (Bali Post) Menghadapi dampak pandemi Covid-19, krama Bali di masing-masing desa adat diharapkan kembali membangkitkan semangat gotong royong atau konsep manyama braya yang telah diwariskan sejak dahulu. Sebab, krama Bali sejak dulu telah memiliki jiwa gotong royong dan semangat manyama braya yang merupakan nilai-nilai dasar krama Bali. ‘’Dengan semangat gotong royong atau manyama braya, pada saat kondisi seperti inilah (pandemi Covid-19 - red) peran manusa yadnya krama Bali harus dimantapkan lagi. Tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tetapi masyarakat Bali harus kembali membangkitkan konsep manyama braya untuk saling membantu masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19,’’ tegas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Rabu (22/4) kemarin. Mahendra Putra mengatakan, semangat gotong royong atau konsep manyama braya yang dilakukan meru-

pakan tolok ukur seberapa jauh nilai-nilai kearifan lokal tersebut telah diterapkan oleh krama Bali. Apalagi, Bali memiliki ribuan desa adat sebagai garda terdepan untuk menjaga krama Bali, baik dari segi perekonomian maupun kehidupan sosial masyarakatnya. ‘’Jangan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tetapi kita harus bisa saling bantu-membantu. Apalagi, desa adat yang ada di Bali memiliki kekuatan yang luar biasa, baik dari segi menumbuhkan perekonomian masyarakat desa adat maupun kehidupan sosialnya krama-nya,’’ ujarnya. Selain itu, katanya, desa adat yang ada harus berperan aktif membantu pemerintah dalam hal pemetaan

krama Bali yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Sehingga dana realokasi dampak pandemi Covid-19 dari Kementerian Sosial bisa diskemakan dengan baik. Dengan begitu, dana realokasi pada Program Jaring Pengaman Sosial bisa sesuai dan tepat sasaran. Dana realokasi yang telah diusulkan, yaitu dana untuk kesehatan, pengaman sosial, dan ekonomi. ‘’Kami juga telah melaksanakan bantuan pangan non-tunai melalui sembako murah selama sembilan bulan, di samping juga telah mengusulkan bantuan tunai ke pusat yang telah dipetakan masing-masing kabupaten/ kota di Bali,’’ katanya. Hal. 7 Pendapatan Bali

Pasien Positif Covid-19 Asal Jembrana Meninggal

SEORANG pasien positif Covid-19 yang dirawat RSUP Sanglah meninggal dunia. Dikonfirmasi Rabu (22/4) kemarin, Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna membenarkan ada pasien Covid-19 meninggal. Dikatakan, pasien yang meninggal itu merupakan warga asal Negara, Jembrana. ‘’Memang benar ada yang meninggal, tetapi saya tidak tahu apakah PMI atau bukan. Lebih baik terkait Covid-19 pertanyaannya ke Satgas Covid-19,’’ ujar Kresna, Rabu kemarin. Dari informasi yang dihimpun Bali Post, pasien berjenis kelamin laki-laki itu bernama Ketut Suardana (52 tahun). Dia merupakan kru kapal pesiar. Kontak negara terjangkit diperkirakan di Portugal. Alamat

KTP pasien memang berasal dari Baler Bale Agung, Jembrana. Namun, dikatakan pasien sudah lama tinggal di Kesiman, Denpasar. Untuk riwayat perjalanan, pasien tiba di Bali pada 4 April 2020 dalam kondisi sakit. Kemudian diambil swab pada 5 April dan masuk rumah sakit pada 6 April di RSUP Sanglah dengan hasil swab positif Covid-19. Pasien meninggal pada tanggal 21 April 2020 dengan riwayat pneumonia berat. Dikonfirmasi terpisah, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana dr. I Gusti Agung Arisantha mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait satu orang pasien Covid-19 asal Jembrana meninggal dunia. Pasien itu warga ber-

KTP Jembrana dengan alamat Kelurahan Baler Bale Agung, namun sudah sejak lama tinggal di Denpasar. Pasien merupakan imported case, ada riwayat ke luar negeri ke daerah terjangkit (Portugal), sebagai crew kapal pesiar. ‘’Selama ini penanganannya tercatat di Gugus Tugas Denpasar, bukan di wilayah kerja Gugus Tugas Jembrana,’’ ujarnya. Menurut Agung Arisantha, pasien tersebut sudah dirawat 15 hari di RSUP Sanglah dengan hasil swab positif dan meninggal 21 April 2020 dengan riwayat pneumonia berat. Dari informasi yang diterimanya, pihak keluarga telah melangsungkan kremasi di Krematorium Mumbul, Badung, Rabu kemarin. Hal. 7 Almarhum Dikremasi

Ribuan WNA Tinggalkan Bali Yang Datang Didominasi Warga Tiongkok Denpasar (Bali Post) Secara akumulatif, perlintasan kedatangan dan keberangkatan warga negara asing (WNA) lewat Bandara Internasional Ngurah Rai memang menurun drastis. Namun, bukan berarti pascaditutupnya pintu masuk wilayah NKRI untuk wisatawan, kedatangan WNA berada di titik nol. Sebagaimana data yang diterima Bali Post dari Imi-

grasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melalui Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma, Rabu (22/4) kemarin, selama April 2020, persisnya dari 1 April hingga 20 April (20 hari), WNA yang datang ke Bali tercatat 567 orang. Sedangkan yang meninggalkan Bali melalui perlintasan Bandara Ngurah Rai tercatat 5.264 orang. Hal. 7 Warga Negara Tiongkok

’’Jumlah WNA yang tidak masuk crew yang masuk ke Bali hingga 20 April sebanyak 29 orang. Mereka pemegang izin tinggal Itas, Itap dan perwakilan diplomatik.’’ Putu Surya Dharma Humas Kemenkum HAM Bali


Kamis Wage, 23 April 2020

Pemkot Denpasar Lantik 243 CPNS Lewat ’’Teleconference’’

Kasus Covid-19 di Bali

Positif Bertambah 2 Meninggal 1 Orang Denpasar (Bali Post) Bali terus mengalami penambahan kasus positif Covid-19. Selain yang positif, penambahan pasien sembuh dan meninggal juga bertambah. Pada Rabu (22/4) kemarin, dari data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan pasien positif sebanyak 2 orang. Untuk itu, kumulatif kasus positif di Bali menjadi 152 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 5 kasus, sehingga totalnya mencapai 47 orang. Untuk yang meninggal bertambah 1 orang dan kini menjadi 4 orang. Sementara itu, dalam video conference-nya, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, di Indonesia terjadi penambahan 283 kasus terkonfirmasi positif. Kini, totalnya ada 7.418 kasus yang sudah ditangani Indonesia. Ia melanjutkan, untuk yang sehat ada penambahan 71 orang, sehingga totalnya menjadi 913 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 19 orang dan kini menjadi 635 korban jiwa. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 17.754 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 193.571 kasus. ‘’Sebagian sudah selesai menjalani masa karantina 14 hari,’’ ungkapnya. (iah)

Toko Bangunan Terbakar Denpasar (Bali Post) Kebakaran terjadi di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (21/4) lalu. Toko Bangunan UD Putra Bali 2 di lokasi itu terbakar sekitar pukul 21.00 Wita. Kapolsek Densel, Kompol I Nyoman Wirajaya, Rabu (22/4) kemarin mengatakan, pemilik toko adalah Kadek Suardika (33). Saat peristiwa terjadi, korban berada di rumah dan mendapat telepon bahwa toko bangunan miliknya terbakar. Selanjutnya korban mengecek ke lokasi dan melihat api sudah besar. Di dalam toko tersebut terdapat berbagai bahan bangunan seperti kayu, tripleks, cat, dan lain-lain dengan karyawan sebanyak enam orang.

Untungnya saat itu toko sudah tutup, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Menurut Kompol Wirajaya, berdasarkan pengakuan saksi, Edi Susanto (41), dia sedang berbincang-bincang di dalam rumah dan mendengar ada yang berteriak kebakaran. ‘’Saksi keluar rumah dan melihat Toko Bangunan UD Putra Bali 2 terbakar,’’ jelasnya. Edi, lanjutnya, sempat membawa air dari rumah karena keterbatasan alat. Setelah itu petugas pemadam kebakaran dipanggil dan langsung melakukan pemadaman. Sekitar pukul 00.04 Wita, api berhasil dipadamkan dengan mengerahkan enam unit mobil PMK BPBD Kota Denpasar. (kmb36)

SEBANYAK 237 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Denpasar yang sudah lolos dalam seleksi tahun 2018 lalu ditambah enam orang tamatan IPDN dilantik menjadi PNS di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Denpasar. Pelantikan tersebut dilakukan lewat teleconference di 26 tempat secara bersamaan oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dengan titik utama penyumpahan sebagai perwakilan lima agama di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Rabu (22/4) kemarin. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta perwakilan CPNS. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Wayan Sudiana didampingi Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan, pelantikan lewat teleconference ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 10/SE/IV/2020 tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS atau sumpah/janji jabatan melalui media elektronik/teleconference pada masa status keadaan

darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona. Sudiana pun menyebut pihaknya menggelar pelantikan di tempat yang berbeda. Pihaknya melaksanakan pelantikan di 26 titik ruangan teleconference dibagi di empat kecamatan. Sedangkan di gedung DNA menjadi pusat tempat pelantikan dan hanya dihadiri perwakilan jenis jabatan dan agama PNS sebanyak 6 orang. ‘’Perwakilan hadir langsung ke DNA untuk disumpah didampingi rohaniwan masing-masing. Sedangkan peserta lain di grup masing-masing untuk teleconference, perwakilan jumlah 6 orang mewakili jenis jabatan dan agama PNS,’’ ungkapnya. Rai Mantra berharap dengan pelatikan PNS ini dapat memberi dampak positif dan menambah kinerja dalam melayani masyarakat. ‘’Kami harap PNS yang baru dilantik dapat menjadi contoh kepada masyarakat di dalam mengikuti peraturan serta disiplin,’’ ujarnya. Ia juga berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, PNS hendaknya mampu menjadi penggerak dalam membantu masyarakat, baik dalam pencegahan maupun menghimpun donasi bantuan terhadap dampak

sosial dan ekonomi akibat Covid-19. ‘’Untuk saat ini, PNS di lingkungan Pemkot Denpasar secara rutin memberi bantuan kepada masyarakat seperti pembagian masker, kebutuhan

pangan serta penyemprotan. Dengan kegiatan seperti itu diharapkan menjadi contoh bagi ASN lainnya dan masyarakat secara lebih luas,’’ ujarnya. (ad235)

’’Imported Case’’ Sulit Dikendalikan

Denpasar (Bali Post) -

Komposisi kasus positif Covid-19 di Bali terdiri dari 82,67 persen imported case dari luar negeri dan luar daerah serta 17,33 persen transmisi lokal. Ini sangat menentukan strategi yang diambil Pemprov dalam menangani penyebaran virus Corona. Lantaran mayoritas imported case, maka strategi yang diutamakan adalah screening atau pemeriksaan yang sangat ketat di pintu-pintu masuk Bali. ‘’Proses pemeriksaan di pintu masuk harus dilakukan dengan baik melalui serangkaian pemeriksaan. Baik suhu tubuh maupun rapid test,’’ ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Selasa (21/4). Tujuannya, lanjut Dewa Indra, untuk mengetahui segera setiap orang yang masuk Bali apakah positif (reaktif terhadap Covid-19)

atau tidak. Mereka dipilah, di mana yang positif ditangani Pemprov Bali supaya tidak masuk ke tengah masyarakat sebelum benar-benar sembuh. Dari akumulatif kasus positif Covid-19 sebanyak 150 orang, sebanyak 99 kasus merupakan imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan 17 orang terinfeksi pada daerah terjangkit di luar Bali. ‘’Imported case ini agak sulit dikendalikan karena

masih banyak warga masyarakat kita yang merupakan PMI (pekerja migran Indonesia) sedang pulang ke Bali,’’ katanya. Dewa Indra menambahkan, para PMI pulang ke Bali karena mereka juga menghadapi persoalan di tempatnya bekerja. Sehingga pemerintah tidak mungkin mengambil kebijakan untuk mengerem imported case. Misalnya dengan tidak mempersilakan para PMI yang notabene warga Bali untuk pulang ke

WFH Diperpanjang, ASN Tak Boleh Cuti dan Mudik

Denpasar (Bali Post) Masa pelaksanaan bekerja dari rumah (work from home/ WFH) para pegawai atau ASN di Bali telah diperpanjang hingga 13 Mei 2020. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 730/9251/MP/BKD yang ditujukan kepada bupati/wali kota se-Bali, pimpinan instansi vertikal di Bali, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali, dan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII. ‘’Walaupun WFH, tapi pegawai yang memberikan pelayanan publik tetap ngantor agar pelayanan itu tidak terputus hanya gara-gara virus Corona,’’ ujar Kepala BKD Provinsi Bali, I Ketut Lihadnyana, Rabu (22/4) kemarin. Selain itu, lanjut Lihadnyana, para pegawai tidak boleh melaksanakan cuti atau mudik.

Larangan ini sudah langsung disampaikan Presiden RI Joko Widodo. Kemudian turun Surat Edaran Menpan RB No.46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan atau Kegiatan Mudik dan atau Cuti bagi ASN dalam upaya Pencegahan Covid-19, serta Surat Edaran Gubernur Bali. ‘’WFH itu bukan berarti dia cuti atau izin, apalagi mudik. Dia bekerja, cuma dalam konteks Covid-19 ini bekerja di rumah sesuai dengan tugas dan fungsinya,’’ jelasnya. Menurut Lihadnyana, tugas dan fungsi pegawai atau ASN ada di masing-masing perangkat daerah dan apa yang dikerjakan itu harus dilaporkan. Para kepala perangkat daerah agar melakukan monitoring terhadap anak buahnya. Termasuk memberikan tugas untuk dilapor-

kan. Dengan demikian, kalau sampai ada yang cuti atau mudik pasti akan kelihatan. Bagi yang melanggar tentu akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkatannya. ‘’Nanti ada peringatan pertama, kedua, ketiga. Pada saat sanksi dijatuhkan, nanti kan ada tim penegakan disiplin,’’ terangnya. Lihadnyana menjelaskan, WFH bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. ASN diharapkan bisa memberi contoh terkait hal itu. Termasuk bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dan sekaligus meluruskan berita-berita yang tidak benar atau hoax. ASN juga diharapkan bisa memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai social dan physical distancing. ‘’Intinya menyadarkan masyarakat untuk mendisiplinkan diri,’’ tandasnya. (kmb32)

Pulau Dewata. Terpenting sekarang, walaupun PMI terus berdatangan, dipastikan telah melalui pemeriksaan ketat. ‘’Sehingga, meskipun kasus positif bertambah angkanya tetapi mereka tidak kita lepas ke tengah-tengah masyarakat sehingga mereka tidak menginfeksi orang lain,’’ paparnya. Di sisi lain, Dewa Indra mengaku tetap tidak mengabaikan yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena transmisi lokal. Meskipun persentasenya hanya 17,33 persen atau 26 orang dari total 150 kasus positif. ‘’Tentu kita berharap supaya angka ini tidak bertambah naik. Strategi untuk mengendalikan tentu

berbeda dengan strategi untuk menghadapi imported case,’’ imbuhnya. Menurut Dewa Indra, transmisi lokal bisa dicegah dengan disiplin menggunakan masker saat berada di luar rumah atau berinteraksi dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta menghindari keramaian dan berinteraksi dengan banyak orang. Mengingat banyak orang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala atau sehat. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

WN Jepang Dituntut Tujuh Tahun

Denpasar (Bali Post) Perbuatan terdakwa Kato Toshio sangat tidak patut ditiru. Di usianya yang menginjak 57 tahun, terdakwa asal Jepang ini diduga nekat mencabuli lima siswi PAUD (Pendikan Anak Usia Dini). Oleh JPU Hevy, dalam sidang virtual di PN Denpasar, Selasa (21/4) kemarin, terdakwa dituntut pidana penjara tujuh tahun dan juga denda Rp 5 juta subsider tiga bulan kurungan. Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan. Atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul. Aksi bejat terdakwa dilakukan pada anak di sebuah tempat di seputaran Denpasar Selatan. Terdakwa disebut melanggar Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat (4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU tentang Perlindungan Anak. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya, I Gusti Agung Kadek Suryananta dkk., bakal mengajukan pembelaan. Dalam pembelaannya, terdakwa membantah dakwaan JPU dan meminta majelis hakim yang diketuai IGN Putra Atmaja supaya membebaskan terdakwa dari tuntutan dan dibebaskan dari tahanan. “Kami memohon kepada majelis hakim menjatuhkan putusan yang amarnya menyatakan terdakwa Toshio Kato, secara sah dan menyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan,” pinta penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim. (kmb37)

Masuk Desa Adat Renon Diwajibkan Gunakan Masker

Bali Post/ist

PADAMKAN API - Petugas memadamkan api di Toko Bangunan UD Putra Bali 2.

Topik : momentum bangkitkan semangat gotong royong krama bali

LANGKAH sejumlah desa adat di Denpasar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan Desa Adat Renon. Mulai Rabu (22/4) kemarin Desa Adat Renon memperketat pengawasan bagi warga yang masuk wilayah desa adat setempat. Bagi yang masuk wilayah desa tersebut wajib menggunakan masker. Bila tidak menggunakan masker, tidak diizinkan masuk. Bendesa Adat Renon I Made Sutama mengatakan, pengawasan penggunaan masker ini dilakukan di sembilan pintu masuk desa. Selain itu, juga dilakukan di pasar serta tempat keramaian. Sebelumnya, juga sudah dilakukan sosialisasi, edukasi kepada warga Renon sendiri. Pihaknya juga memasang sejumlah spanduk imbauan di beberapa titik. Salah seorang pecalang yang sedang bertugas di pintu masuk di bundaran patung Renon mengatakan, mereka akan bertugas secara bergiliran. Ada tiga shift untuk menjaga setiap pintu masuk. Bagi yang tidak menggunakan masker diminta untuk balik. Kebijakan ini dilakukan setelah jajaran Desa Adat

Renon, Denpasar Selatan melakukan rapat yang melibatkan semua komponen yang ada. Di antaranya kelurahan, LPM, Sabha Desa, serta Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19. Dalam rapat yang digelar belum lama ini menghasilkan setidaknya enam poin penting untuk dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. Salah satu hasilnya, yakni membuat pararem untuk penggunaan masker di wilayah Desa Adat Renon. Bila ada orang yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan masuk wilayah atau wewidangan Desa Adat Renon. ‘’Bagi krama yang melanggar akan dikenai sanksi sosial,’’ jelas mantan Kabid Perairan PUPR Denpasar ini. Demikian pula di pasar, warung, toko dan tempat keramaian lainnya, wajib menggunakan masker. Juga harus ada hand sanitizer. Masyarakat diimbau tetap menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Keputusan rapat sinergisitas ini tertuang dalam surat No. 039/DAR/IV/2020 yang ditandatangani semua perwakilan rapat. (kmb12)

Bali Post/eka

MASKER - Pecalang Desa Pakraman Renon mengimbau pengendara kendaraan bermotor tanpa mengenakan masker yang hendak memasuki wilayah Renon, Denpasar, Rabu (22/4) kemarin.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Wage, 23 April 2020

Rakor dengan Kajari Badung

Wabup Suiasa Harapkan Pendampingan Optimalisasi Penggunaan Dana Desa TERKAIT kebijakan dan arahan pemerintah pusat yang meminta pemerintah daerah mencairkan dana desa untuk melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah mewabah, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda I Wayan Adi Arnawa, Kabalitbang Wayan Suambara dan Kadis PMD Komang Budhi Argawa menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Kajari Badung Hari Wibowo di Kantor Kejari Badung, Rabu (22/4) kemarin. Mengingat banyak pemerintah daerah (pemda) yang memilih berhati-hati dalam menindaklanjuti kebijakan dan arahan pemerintah pusat tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Badung menyikapinya secara proaktif dengan meminta

petunjuk, arahan dan pendampingan langsung kepada Kajari Badung agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. “Hari ini kami berkoordinasi dengan Bapak Kajari Badung untuk meminta petunjuk, arahan dan pendampingan dalam hal optimalisasi penggunaan dana desa untuk penanganan dan penanggulangan dampak Covid-19 guna meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujar Suiasa. Menurutnya, konsultasi dan koordinasi ini diperlukan oleh Pemkab Badung agar apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat bisa segera diimplementasikan oleh pemda secara gamblang tanpa ada keraguan dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Sementara itu, Kajari Ba-

FIGUR Kembali ke Jati Diri Tiru Karakter Petani KETIKA Bali dilanda wabah Covid-19, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII (Bali, NTB NTT) Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengajak masyarakat Bali kembali kepada pesan leluhur yakni menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi utama. Selain itu, krama Bali kembali belajar dengan meniru karakter petani. Dikatakannya, masyarakat dan budaya Bali hulunya adalah agraris, sehingga budaya tumbuh dan berkembang selaras, sejalan dan seirama dengan denyut nadi petani. Fakta menunjukkan secara ekonomi kekuatan utama masyarakat Bali sejak leluhur hingga tahun 80-an dominan digerakkan oleh pertanian dalam arti luas. Secara perlahan dominasi sektor primer digeser oleh sektor tersier yakni pariwisata, perdagangan, jasa dan lain-lain secara gradual, sehingga mulai tahun 2000-an sektor ini mulai mendominasi PDRB Bali. Fakta menunjukkan sektor tersier terutama industri pariwisata sangat rentan dengan berbagai isu seperti kolera, sampah, keamanan, kenyamanan dan sejenisnya. Itu bisa saja ‘’dimainkan’’ oleh pesaing atau adalah fakta. Di samping itu, fenomena alam seperti erupsi gunung, bom dan fenomena non-alam seperti Covid-19 sangat berimplikasi buruk terhadap ekonomi Bali, terutama industri pariwisata. Bahkan, tidak menutup kehidupan sosial, kultura politik dan aktivitas agama ikut terimbas. Oleh karena sektor tersier “terlanjur” menjadi motor penggerak utaman ekononi Bali. Kini, industri pariwisata dikoyak-koyak oleh wabah Covid-19 dan semua orang tak tahu kapan berakhirnya. Kata “jenuh” telah menjadi ungkapan atau pikiran hampir semua sahabat yang kita jumpai. Solusinya, kita tak boleh menyerah, pasrah, lelah, payah, kalah dan akhirnya layah. Makanya dia mengajak krama Bali kembali ke jati diri kebaliannya sebagai orang Bali yakni menggarap sektor pertanian. Dia mengajak ingat petuah leluhur sebagai petani dengan memanfaatkan lahan sempit untuk pertanian. Lahan satu are bisa dipakai kolam ikan, tanam kangkung dan sayuran lain. Tanam rempah-rempah dan kates walau belum berbuah. Fakta lainnya bisa olahraga membersihkan kebun dan ada kanalisasi kejenuhan tinggal di rumah. Jika semua bergerak ke pertanian, dia yakin secara ekonomi semeton Bali relatif teratasi dan kita tak lagi terasa terlalu jenuh. Dasi Astawa menegaskan, kita juga perlu meniru karakter petani, yakni gagal panen tetap tak banyak mengeluh dan terus bertani. Harga produksi turun saat panen tetap bersahaja dan tak panik. Mereka juga bertahan saat biaya produksi naik ketika musim tanam tetap. Mereka hanya mengadu ke alam saat ladang dan sawahnya diterjang banjir serta rela berlumpur dan berjemur berhari-hari. Badai, hujan, terik matahari dan dahaga jadi bagian dari keseharian mereka, tapi tetap setia. (sue)

dung Hari Wibowo mengatakan, pendampingan yang diminta oleh Pemkab tersebut akan dituangkan dalam surat kuasa khusus bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan pelaksanaannya di-backup oleh bidang intelijen dengan tujuan agar program dana desa di masa Covid-19 dapat segera terserap dan terlaksana secara padat karya tunai sehingga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat desa yang terpuruk akibat Covid-19. Kejaksaan Negeri Badung mendorong agar para perbekel semaksimal mungkin menggunakan dana APBDes untuk penanganan Covid-19. “Kami Kejaksaan Negeri Badung mendorong agar Pemerintah Desa semaksimal mungkin menggunakan dana APBDes untuk

penanganan Covid-19 di Kabupaten Badung,” kata Hari Wibowo. Hal ini lanjutnya, sesuai aturan di antaranya Surat Edaran (SE) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa dan yang lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Kajari Badung juga menekankan agar perbekel menggunakan dana APBDes secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Untuk mendukung semangat para perbekel supaya dapat bekerja dengan tenang dan nyaman, Kejari Badung akan memberikan Pendapat Hukum/ Legal Opinion dalam hal perubahan APBDes untuk penanggulangan Covid-19,” jelasnya. (ad239)

RAKOR - Wabup Badung I Ketut Suiasa saat menggelar rakor dengan Kajari Badung Hari Wibowo di Kantor Kejari Badung, Rabu (22/4) kemarin.

Perusahaan Tutup Bertambah

Mangupura (Bali Post) -

Perusahaan di Kabupaten Badung yang tidak beroperasi akibat dampak wabah Covid-19 terus bertambah sejak 1 April 2020. Jumlah perusahaan yang tutup menembus angka 394. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga mengungkapkan, ratusan perusahaan yang tutup dominan bergerak di sektor pariwisata, seperti perhotelan, vila dan restoran, termasuk beberapa jasa transportasi. ‘’Sebanyak 394 perusahaan tidak lagi beroperasi saat ini. Mereka secara bertahap menutup usahanya sejak 31 Maret

2020,’’ katanya, Rabu (22/4) kemarin. Menurutnya, dari segi jumlah terbilang kecil, karena berdasarkan data Disperinaker Badung, perusahaan di wilayah kabupaten ini kurang lebih 5 ribu. Namun, mengingat perusahaan yang tidak beroperasi terbilang besar, maka dampaknya cukup serius. ‘’Tercatat 394 perusahaan tidak beroperasi, sebanyak

30.317 orang pekerja harus dirumahkan. Angka ini lebih dari setengah pekerja di Badung yang tercatat sekitar 52 ribu,’’ jelasnya. Terkait jumlah pekerja yang kena PHK sampai saat ini, mantan Kabag Umum Setda Badung itu menyebut 612 orang. Dari laporan yang masuk terbanyak terjadi pada 7 April 2020, total 78 orang pekerja terkena PHK. Pada

31 Maret juga terbilang besar yakni 78 orang. Terbanyak ketiga hasil perekapan pada 16 April, yaitu 69 orang. Kepala Dinas Pariwisata Badung Made Badra tidak menampik ribuan pekerja yang dirumahkan adalah pekerja di sektor pariwisata. ‘’Ya, sangat parah (kondisi pariwisata Badung). Kami juga tidak bisa berbuat banyak, hanya menunggu kondisi membaik,’’ sebutnya. Birokrat asal Kuta ini telah melakukan komunikasi dengan Asosiasi General Manager (GM) di IHGMA agar mem-

perhatikan SDM yang kini dirumahkan. ‘’Saya sudah sempat bertemu dengan para general manager hotel, karena mereka kan tahu kondisi SDM-nya. Saya sudah berpesan ketika kondisi pulih tolong manfaatkan SDM yang dirumahkan ini, jangan merekrut yang baru lagi,’’ tegasnya. Dikatakannya, kondisi negara yang selama ini menyuplai wisatawan ke Bali, khususnya Badung, telah menutup diri. Seperti Australia, katanya, menutup diri sampai Juni mendatang. Begitu juga Amerika Serikat dan negara lainnya. (kmb27)

Karena Warisan, Paman Tebas Keponakan Karyawan di DTW Sangeh

Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di Geria Tulakan, Banjar Denkayu Baleran, Mengwi, Badung, Selasa (21/4) lalu. Ida Bagus Roy Warnaya (45) yang merupakan paman korban menebas keponakannya, Ida Bagus Kade Ari Sedana (18), menggunakan pedang. Akibatnya, siswa SMA ini mengalami beberapa luka dan pemicunya diduga masalah warisan. ‘’Ayah korban sudah meninggal. Pelaku telah ditangkap dan ditahan di Polsek Mengwi,’’ kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Rabu (22/4) kemarin. Menurut Iptu Oka Bawa, Selasa pukul 21.00 Wita, kakak korban, Ida Bagus Yoga Ditha (25), selesai sembahyang dan korban masih mandi. Saat itu Yoga dipanggil oleh pelaku dengan nada marah, namun tidak dihiraukan. Hal itu membuat pelaku semakin marah dan emosi. Pelaku masuk ke kamarnya dan mengambil sebilah pedang. Karena takut, Yoga lari ke belakang dan sembunyi di rumah tetangga. Yoga minta bantuan kepada tetangganya.

Kerja Hanya Beri Makan Kera

Bali Post/ist

DITAHAN – Pelaku penebasan, Ida Bagus Roy Warnaya (dua dari kiri), ditahan di Polsek Mengwi. Pada saat bersamaan, korban keluar dari kamar mandi dan dilihat oleh pelaku. Korban dan pelaku sempat adu mulut. Pelaku yang marah dan tersinggung langsung menyerang korban. Pelaku menusuk perut kanan korban satu kali. Selain itu, menebas punggung korban dua kali. ‘’Korban berteriak minta tolong. Mendengar teriakan adiknya, saksi (Yoga - red) masuk ke rumahnya. Dia melihat korban sudah dibonceng dengan sepeda motor dibawa ke rumah sakit. Sementara Yoga melaporkan kejadian ini

ke Polsek Mengwi,’’ ujarnya. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Polsek Mengwi dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi didampingi Panit Iptu I Made Mangku Buciana melakukan penyelidikan. Polisi lalu menangkap pelaku dan dibawa ke Polsek. ‘’Saat diperiksa, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan. Motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena ada ketidakcocokan terhadap keluarga korban sejak lama. Soal warisan,’’ jelasnya. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) – Kondisi pariwisata Bali semakin tak menentu akibat adanya wabah virus Corona. Pemerintah Kabupaten Badung telah tiga kali memperpanjang penutupan sementara objek wisata di wilayahnya. Kondisi ini kian membuat pelaku pariwisata terpuruk. Seperti diakui Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh, Made Sumohon, saat dimintai konfirmasinya, Rabu (22/4) kemarin. Menurutnya, pihaknya kini hanya bekerja mengurus kerumunan kera dan menjaga kebersihan objek wisata. ‘’Sejak ditutup pertama kami sudah mengatur jam kerja karyawan. Mereka hanya bekerja lima hari sekali untuk berjaga dan memberi makan kera sambil bersihbersih,’’ ujarnya. Pihaknya mempekerjakan 20 karyawan yang jam kerjanya digilir, sehingga tidak ada pekerja yang dirumahkan atau pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Yang semen-

tara dirumahkan adalah petugas kebersihan saja. Kami berharap Covid-19 berakhir, sehingga karyawan bisa kembali bekerja seperti biasa,’’ katanya. Dia mengakui tak dapat berbuat banyak dengan kondisi yang tengah terjadi. Bahkan, sebelum diberlakukan penutupan sementara, kunjungan wisatawan telah anjlok. Kedatangan wisatawan baik asing maupun domestik ke objek wisata yang menawarkan alam dan tingkah unik satwa kera ini dapat dihitung dengan jari. Kondisi ini terjadi pasca-Covid-19 dinyatakan mewabah di Indonesia, termasuk Bali. Menurut Sumohon, saat kondisi normal kedatangan wisatawan asing sampai ratusan orang per harinya, sedangkan sekarang hanya 70 hingga 95 orang. Pasar domestik juga menurun sekitar 30 orang per hari, dibandingkan hari normal yang mencapai 200 orang. (kmb27)

RS Unud Ajukan Pastikan Tak Ada Kerumunan Massa Program Sembako Gratis Belum Terealisasi Tambahan 40 Perawat Kawasan Kuta Terus Diawasi

Mangupura (Bali Post) – Rumah Sakit PTN Universitas Udayana (RS PTN Unud) yang resmi beroperasi menangani pasien Covid-19 terus melakukan pembenahan. Setelah sebelumnya menyiapkan 62 kamar tidur pasien, kini menambah lagi 35. Jadi, total 97 kamar tidur pasien pelayanan pasien Covid-19. ‘’Mudah-mudahan Sabtu minggu depan sudah tuntas semuanya,’’ kata Direktur RS PTN Unud Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K). saat dimintai konfirmasinya, Rabu (22/4) kemarin. Pihaknya juga akan menambah jumlah tenaga perawat. Sebanyak 60 perawat bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dinilai masih kurang untuk bisa merawat pasien yang terus bertambah. Untuk itu, RS Unud sudah mengajukan tambahan 40 tenaga perawat ke Diskes Bali, sehingga ada total 100 orang. Guna menangani pasien Covid-19, RS PTN Unud juga masih membutuhkan sejumlah tenaga teknis lainnya di luar perawat dan dokter. Di antaranya tenaga radiografer, laboran, pramusaji, Central Sterile Supply Department (CSSD) dan tenaga laundry. ‘’Kami sangat perlu tenaga laundry agar pakaian tenaga medis yang selesai dipakai bisa dicuci langsung di sini,’’ terang Samatra. Sementara tenaga dokter sudah mendapat dukungan penuh dari Fakultas Kedokteran Unud yang menurunkan dokter spesialis, nonspesialis dan residen. (kmb23)

Kasus DBD di Kuta Selatan Meningkat

Mangupura (Bali Post) – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di kawasan Kuta Selatan (Kutsel), Badung, terus meningkat. Data yang dimiliki UPTD Puskesmas Kuta Selatan, peningkatan kasus terlihat sejak Januari hingga pertengahan April 2020. Menurut Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Artha, pada Januari terjadi sebanyak 20 kasus. Februari meningkat mencapai 149 kasus. Peningkatan kembali terlihat pada Maret yakni 297 kasus dan April ini tercatat 263 kasus. ‘’Di Kuta Selatan ada total 728 kasus DBD,’’ katanya, Rabu (22/4) kemarin. Terkait meningkatnya DBD, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat Kuta agar PHBS serta menguras, menutup dan mengubur (3M) terus dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar saat pandemi Covid-19 kasus DBD tidak bertambah. ‘’Fogging hampir rutin dilakukan di masing-masing wilayah,’’ ujarnya. Kepala UPTD Puskesmas Kuta Selatan dr. IGNB Sastrawan Dj., M.Kes. merinci, wilayah Kelurahan Jimbaran mengalami peningkatan drastis pada Maret lalu mencapai 149 kasus DBD. April ini menurun menjadi 95 kasus. Pada April, kawasan yang mengalami lonjakan kasus DBD berada di wilayah Kelurahan Benoa, sebanyak 109 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan sebelumhya sebanyak 89 kasus. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Pihak Desa Adat Kuta tidak hanya mengatur jam operasional pasar dan toko modern di wilayahnya. Kawasan Pantai Kuta yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan juga ditutup untuk umum. Pihak Desa Adat Kuta memasang pagar penghalang di setiap pintu masuk menuju kawasan pantai. Dari pantauan di kawasan Kuta, Selasa (21/4) malam, sejumlah pecalang terlihat melakukan patroli. Mereka ingin memastikan tidak ada kerumunan warga sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. Ditemui di sela pemantauan, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, patroli rutin

dilakukan sesuai surat edaran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terkait penutupan objek wisata yang berlaku sampai 29 Mei mendatang. ‘’Untuk memastikan tidak ada aktivitas di kawasan Pantai Kuta, kami di Desa Adat Kuta terus melakukan pengawasan. Jangan sampai ada yang sampai naik tembok untuk bisa masuk pantai,’’ ujarnya. Pecalang desa juga rutin mengecek pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di sejumlah hotel dan melakukan pengawasan di sejumlah ruas jalan di Kuta. Pengawasan di setiap ruas jalan ini untuk memastikan tidak adanya aktivitas keramaian atau kumpulkumpul. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Program sembako gratis yang menjadi kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Badung hingga kini belum terealisasi. Kabarnya, Dinas Sosial setempat baru pada tahap validasi data penerima. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung Ketut Sudarsana membenarkan pihaknya tengah melakukan validasi data. ‘’Untuk bantuan sembako bagi warga yang terdampak wabah virus Corona masih dilakukan validasi data, karena merujuk SK Kementerian Sosial agar nanti tidak salah sasaran,’’ ujarnya saat dimintai konfirmasinya, Rabu (22/4) kemarin. Berdasarkan data di Kementerian Sosial, angka penerima bantuan yang diperoleh sebanyak 21 ribu orang. ‘’Ini perlu kami validasi juga ke tingkat desa apakah orang-orang ini sesuai dan apakah masih hidup atau sudah meninggal,’’ jelasnya. Menurutnya, terdapat tiga program dalam penanggulangan dan percepatan dampak Covid-19, yakni pemberian sem-

bako, bantuan sosial tunai dan pemberian bantuan kepada Program Keluarga Harapan. ‘’Data sudah kami klarifikasi di tingkat desa dan besok (hari ini) data ini dikirim ke pusat,’’ katanya seraya menyebut bantuan bagi pegawai PHK, kartu prakerja dan UMKM akan ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Dinas UMKM. Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa mengatakan, kebijakan pemberian insentif dan pemberian kartu prakerja bagi masyarakat Kabupaten Badung yang terkena PHK masih berproses. ‘’Setelah dilakukan pendataan dan penglasteran, baru nanti bisa ditentukan subjek penerimanya,’’ ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Badung mengeluarkan enam kebijakan strategis yang menjadi prioritas dalam pencegahan penyebaran dan percepatan penanggulangan Covid-19. Kebijakan itu mencakup menggratiskan pembayaran PDAM, sembako gratis, insentif bagi karyawan PHK dan dirumahkan dan lainnya. (kmb27)


Kamis Wage, 23 April 2020

Bupati Artha Bersama Forkopimda Sembahyang ’’Pemahayu Jagat’’ di Pura Jagatnatha Jembrana

SEMBAHYANG – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Forkopimda sembahyang ‘’Pemahayu Jagat’’ di Pura Jagatnatha dengan tetap menerapkan social distancing (jaga jarak).

PERKEMBANGAN penularan Covid-19 di Jembrana secara terus-menerus ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Meski demikian, sebagai umat beragama kita juga sangat perlu melakukan upacara untuk memohon keselamatan dan kedamaian bagi alam semesta agar wabah virus Corona segera berakhir. Bupati I Putu Artha bersama Forkopimda Jembrana di antaranya Ketua DPRD Ni Made

Usai ’’Nunas Ica’’

Krama Penatahan Tak Keluar Rumah

Tabanan (Bali Post) Krama Desa Penatahan, Kecamatan Penebel sangat antusias melaksanakan instruksi pemerintah terkait upaya mencegah penyebaran Covid-19 secara sekala dan niskala. Sesuai instruksi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali dan Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) agar desa adat di Bali melaksanakan NgenengNgening, krama Desa Penatahan berinisiatif melakukan Sipeng Adat atau tidak keluar rumah. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Penatahan, I Nengah Suartika, saat dimintai konfirmasinya, Rabu (22/4) kemarin. Ia menjelaskan, instruksi PHDI dan MDA memang tidak mewajibkan krama melakukan Sipeng

Adat, namun krama yang ada di wilayah Desa Penatahan terdiri atas tiga banjar adat dan enam banjar dinas lebih memilih tinggal di dalam rumah atau tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Dari pantauan petugas jaga di Pos Satgas Desa (Linmas, Pecalang dan Perangkat Desa), di wilayah Desa Penatahan sejak pagi hari tidak ada kendaraan yang melintas. Suasana sepi mulai terlihat setelah sejumlah krama adat bertepatan tilem sasih kadasa ini selesai melakukan upacara nunas ica bersama pemangku di Pura Kahyangan Tiga desa adat setempat dan menghaturkan upacara di Pangulun Setra. “Benar-benar seperti Nyepi. Usai upacara nunas ica, krama langsung pulang

ke rumah masing-masing dan memilih diam di rumah. Toko-toko semua tutup, tidak ada warga yang lalulalang. Petani yang punya sapi sudah nyabit pada Selasa (21/4). Intinya, krama sendiri yang berinisiatif dan saya pribadi sangat mengapresiasi niat ini,” terangnya. Sipeng berlangsung sampai pukul 18.00 Wita. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan Gusti Ngurah Supanji mengatakan, instruksi PHDI dan MDA sudah dijalankan sepenuhnya oleh desa adat di Kabupaten Tabanan. Ia mengharapkan wabah yang ada saat ini cepat hilang, sedangkan krama senantiasa diberikan kesehatan dan kerahayuan. (kmb28)

Energi

Transformasi PLN ’’Power Beyond Generations’’

SELAMA hampir 75 tahun PLN telah menghadapi berbagai tantangan untuk melistriki Tanah Air. Listrik tak hanya sebagai alat penerang, tetapi telah menjadi penggerak kehidupan. Listrik tidak hanya menjadi energi masa kini, tetapi juga di masa mendatang. Hal ini membawa PLN terus bergerak maju dengan melakukan transformasi guna menyiapkan kebutuhan listrik masa depan. Melalui launching Transformasi PLN bertajuk ‘’Power Beyond Generations’’, Selasa (21/4), PLN ingin membuat listrik dapat dinikmati semua pihak dan berkontribusi besar bagi kehidupan masyarakat. ‘’Selama tiga bulan ini, BOD mendengar dan menangkap aspirasi dari insan PLN. Aspirasi itu adalah keinginan untuk bertransfomasi. Membawa PLN menjadi lebih baik,’’ tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini. Untuk bertransformasi menjadi lebih baik, PLN berkomitmen beroperasi lebih efisien, efektif dan tepat sasaran untuk meningkatkan perekonomian negeri. Optimasi daya bertujuan mendapatkan hasil yang maksimal untuk meningkatkan kinerja dan kualitas kerja. PLN memulai dari penggunaan green energy sebagai pembangkit masa depan yang makin murah seiring berjalannya waktu. Upaya menghadirkan energi ramah lingkungan ini dilakukan untuk melindungi generasi masa depan. PLN melakukan Dispatch Optimization dengan mengontrol dan memaksimalkan penggunaan pembangkit-pembangkit yang paling andal dan ekonomis. PLN juga mulai mengubah pembangkit diesel dengan gas untuk menurunkan biaya pokok penyediaan. Guna menghadapi perubahan zaman, PLN juga terus mendorong inovasi dengan mendigitalisasi semua proses bisnis dan operasi. ‘’PLN harus adaptif terhadap tuntutan zaman, kreatif menangkap peluang dan mencari solusi,’’ tegas Zulkifli. PLN juga semakin berorientasi terhadap

kepuasan pelanggan dengan membuat proses pelanggan semakin terintegrasi. Salah satunya dengan terus mengembangkan aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan pelanggan dalam menikmati layanan PLN. ‘’Kekuatan untuk bertransformasi sudah ada dalam insan PLN. Berani menerima tantangan. Itulah yang akan menggerakkan transformasi PLN. Karena transformasi adalah aspirasi dari insan PLN sendiri,’’ tutup Zulkifli. (ad228)

Bali Post/kmb26

BERTAMBAH - Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jembrana, I Gusti Agung Arisantha, memberikan keterangan terkait bertambahnya warga positif. RSU Negara dan tiga orang dinyatakan sembuh. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 22 orang. Terkait karantina PMI, Arisantha mengatakan, dari 412 orang PMI asal Jembrana, sudah dikarantina 166 orang. Seluruhnya disebar di tiga hotel yang ditunjuk

Pemkab Jembrana sebagai rumah singgah. “Rapid test kedua kami akan ambil tanggal 25 April nanti. Apabila hasilnya negatif, PMI tetap wajib menyelesaikan karantina 14 harinya terlebih dahulu sebelum dibolehkan pulang ke rumah masing-masing,“ terangnya. (kmb26)

sanakan di Pura Jagatnatha, Pura-pura Dangkahyangan lainnya dan pura di setiap desa adat di Kabupaten Jembrana. ‘’Upacara ini sebagai wujud dan dukungan terhadap keputusan bersama PHDI dan MDA Provinsi Bali tentang pelaksanaan Nunas Ica, Ngeneng-Ngening Desa Adat di Bali dalam situasi Gering Agung Covid-19,’’ ungkapnya. Di sela-sela persembahyangan yang mengacu dan berpedoman pada protokol kesehatan (jaga jarak) itu, Bupati I Putu Artha sebagai umat beragama menga-

jak seluruh masyarakat tidak henti-hentinya berdoa guna memohon keselamatan ke hadapan Ida Hyang Pencipta alam semesta agar musibah yang sedang dihadapi bangsa segera berakhir. Namun, tidak hanya berdoa dan memohon begitu saja, semua masyarakat juga diajak bersamasama mengikuti imbauan pemerintah. ‘’Bergotong royong dan saling bahu-membahu melawan virus Corona dengan taat, patuh dan mengikuti protokol penanganan Covid-19 dari pemerintah,’’ terang Bupati Artha. (ad237)

Satu Pasien Positif Covid-19 Sembuh

Tabanan (Bali Post) -

Setelah menjalani perawatan di ruang isolasi UPTD RS Nyitdah, Kecamatan Kediri, satu pasien Covid-19 di Kabupaten Tabanan dikonfirmasi sembuh. Artinya, hingga Rabu (22/4) kemarin, tinggal tiga pasien asal Tabanan yang masih terkonfirmasi positif dan harus menjalani perawatan. Satu pasien dirawat di BRSU Tabanan dan dua pasien di RS PTN Unud, Badung. Menurut laporan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabanan yang diwakili oleh juru bicaranya, Putu Dian Setiawan, kondisi ketiga pasien stabil dan tidak lagi ada keluhan. Hanya, persediaan alat pelindung diri (APD) yang dilaporkan kurang. Terkait hal itu, Dian Setiawan yang juga Kepala Dinas

Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tabanan menjelaskan, persediaan APD saat ini hanya cukup untuk sebulan ke depan. Kekurangannya sudah diorder untuk proses pembelian. ‘’APD pasti dioptimalkan, jadi tidak sampai habis sekali. Jauh hari sudah disiapkan dengan baik,’’ terangnya. Sementara itu, pekerja migran Indonesia (PMI) yang

kini menjalani masa karantina di hotel dan penginapan di wilayah Kabupaten Tabanan sesuai laporan satgas berjumlah 137 orang. Dengan demikian masih tersedia sebanyak 240 kamar. Untuk menampung keluhan PMI di penginapan, satgas telah membuat layanan pengaduan yang sebisa mungkin bisa segera ditindaklanjuti. ‘’Keluhan su-

dah langsung ditindaklanjuti dengan pemberian pemahaman. Pemerintah daerah sudah berusaha memberikan fasilitas terbaik yang bisa disiapkan,’’ ucap Dian Setiawan. Gugus Tugas Tabanan pun memperhatikan kesehatan tim medis yang bertugas melakukan pemantauan di masing-masing tempat karantina. Yang bertugas khususnya tim pemantau dari kesehatan lebih diprioritaskan tenaga SDM muda. Tidak diperkenankan menggunakan tim medis berusia lanjut karena rentan tertular virus Corona. (kmb28)

Sosial

Civitas Akademika Unwar Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Tenaga Medis RS PTN Unud CIVITAS akademika Universitas Warmadewa (Unwar) ikut berpartisipasi meringankan beban tenaga medis yang bertugas di RS PTN Unud. Gerakan ini dilakukan mengingat tim medis merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. Apalagi dalam melakukan penanganan mereka sangat riskan tertular virus Corona. Sebanyak 300 paket sembako diserahkan oleh Wakil Rektor II Unwar, Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., kepada Direktur RS PTN Unud, Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K)., di RS PTN Unud, Selasa (21/4). Menurut Wakil Rektor II Unwar, Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., civitas akademika Universitas Warmadewa berusaha membantu dan berpartisipasi meringankan beban tenaga medis ini. Adapun jumlah yang diserahkan sebanyak 300 paket sembako. Paket sembako ini diberikan kepada tim medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19. “Selain paket sem-

Bertambah, Warga Jembrana Positif Covid-19

Negara (Bali Post) – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jembrana kembali bertambah, Rabu (22/4) kemarin. Informasi yang didapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, terdapat tambahan satu kasus baru. Dengan demikian, kasus positif Covid-19 yang sudah terkonfirmasi di daerah ini sebanyak 10 orang. “Kasus ke-10, imported case warga PMI asal Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Pasien saat ini dirawat di Denpasar,“ ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha. Menurutnya, tambahan kasus positif itu hasil pelacakan Gugus Provinsi Bali. Rapid test di UPTD Bapelkesmas Denpasar hasilnya positif. Selanjutnya melalui pemeriksaan swab terkonfirmasi positif Covid-19 sekaligus sebagai kasus ke-10 warga Jembrana. Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Jembrana menjadi 10 orang. Lima orang masih dirawat di

Sutarmi, Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dan sejumlah pejabat terbatas melakukan persembahyangan bersama di Pura Gede Jagatnatha Jembrana, Rabu (22/4) kemarin. Persembahyangan serangkaian upacara Pemahayu Jagat Alit di Pura Jagatnatha dan Pura Dangkhayangan yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Jembrana ini diawali menghaturkan Puja Tri Sandya. Pangempon Pura Jagatnatha, I Komang Ariawan, mengatakan upacara Pemahayu Jagat dilak-

bako, ada juga telur sebanyak 24 kerat,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, program pembagian sembako ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Gerakan pembagian sembako ini akan dilakukan berkelanjutan. Tidak hanya untuk tenaga medis, namun juga buat pihak-pihak yang membutuhkan di tengah wabah Covid-19. “Kami juga akan menyasar tukang suun, pekerja harian dan petugas di sejumlah rumah sakit lainnya yang membutuhkan,” terangnya. Pihaknya berharap apa yang sudah diberikan ini, bisa meringankan beban tenaga medis dan pihak-pihak yang membutuhkan. Selain itu, ia mengharapkan wabah Covid-19 segera berakhir. “Kami berharap ini (wabah Covid-19red) bisa segera berlalu,” kata Ni Putu Pertamawati. Terkait bantuan dari Universitas Warmadewa, Direktur RS PTN Unud, Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp.S(K)., menyampaikan terima kasih. Bantuan seperti

SEMBAKO - Suasana penyerahan secara simbolis ratusan paket sembako dari pihak Unwar kepada RS PTN Unud, Selasa (21/4). ini memang sangat dibutuhkan saat ini. Bantuan ini akan meningkatkan rasa percaya diri petugas yang bekerja di RS PTN Unud dalam memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19. Bantuan akan disalurkan untuk rekan-rekan di garda

terdepan, seperti perawat, petugas lab, petugas pembawa makanan dan satpam yang setiap hari kontak dengan kasus Covid-19. “Kami juga melengkapi para petugas ini dengan alat pelindung diri (APD),” jelas Purwa Samatra. (ad231)


Kamis Wage, 23 April 2020

”Ngeneng-Ngening” di Klungkung Tanpa Larangan Keluar Rumah SELURUH desa adat di Bali, melaksanakan ngeneng dan ngening sesuai arahan yang sudah disepakati MDA Bali dan PHDI Bali, Rabu (22/4) kemarin. Sejumlah desa adat melaksanakan arahan itu dengan larangan ke luar rumah. Namun, di Klungkung, seluruh desa adat melaksanakan arahan ngeneng dan ngening itu, tanpa adanya larangan ke luar rumah. Bendesa Madya MDA Klungkung Dewa Made Tirta mengatakan, pihaknya telah sepakat tidak meng-

gunakan istilah eka brata. Istilah brata, agar jangan lagi dipilah dari kesatuan Catur Brata Panyepian, agar tidak menimbulkan kerancuan di tengah masyarakat. Istilah ngeneng dan ngening itu dinilai paling tepat. Ngeneng dan Ngening ini digelar bertepatan Tilem Kadasa, Rabu (22/4) ini. Menurutnya, ngening itu bertujuan memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi. Dilaksanakan di masing-masing rumah tangga. Sesuai tuntunan sarana

dan rangkaian upacara yang sudah disebarkan kepada masyarakat. Demikian juga dudonan upacara di Pura Kahyangan Tiga di setiap desa yang dimulai digelar sekitar pukul 08.00 wita. Selanjutnya sekitar pukul 10.00 wita, dilanjutkan upakara di Ulun Setra di setiap desa. Dengan rangkaian upacara sama, sesuai kesepakatan MDA Bali dan PHDI Provinsi Bali. Upacara ini dipersembahkan kepada Ida Bhatara Yama. Agar, umat tetap diberikan kehidupan

’’Launching’’ Command Center

Bupati Mahayastra ’’Video Conference’’ dengan Seluruh Perbekel BUPATI Gianyar Made Mahayastra melakukan video conference dengan perbekel seluruh Gianyar terkait penanggulangan Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra melaunching Command Center, Rabu (22/4) kemarin. Command Center Kabupaten Gianyar merupakan pusat kendali berbasis teknologi informasi. Jadi, segala aktivitas pelayanan publik bisa terpantau dari ruangan itu. Bupati Mahayastra didampingi beberapa Kepala OPD juga mengucapkan terima kasih atas kinerja Satgas Penanggulangan Covid-19 baik di desa, yang mandiri maupun yang berkolaborasi dengan adat. Mereka sesungguhnya telah melakukan pekerjaan sangat mulia. Sampai saat ini, Gianyar sangat masif dalam memerangi Covid-19 ini. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada kades yang di daerahnya dipakai tempat karantina pekerja migran Indonesia (PMI). Pihaknya masih memiliki kurang lebih 100 kamar untuk karantina PMI maupun ABK. Bupati Mahayastra juga menyoroti jam buka-tutup pasar yang sempat dikeluhkan masyarakat. Bupati sendiri membuat suatu kebijakan bahwa pasar tradisional diperbolehkan buka pukul 07.00 pagi hingga 14.00 siang. Seiring dikeluarkannya surat edaran tersebut, memang di awal pemberlakuan terjadi penumpukan

sehat dan selamat. Senantiasa dijauhkan dari segala wabah yang berbahaya bagi masyarakat, seperti virus Corona saat ini. Semua proses itu disebut ngening. Ditambah lagi kesediaan umat lebih sering berserah diri ke hadapan Sang Pencipta. Selanjutnya ada ngeneng. Artinya tetap tinggal di rumah masing-masing. Sekalipun tinggal di rumah umat tetap harus mengikuti protokoler kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Tetap jaga jarak, jan-

gan bersentuhan, gunakan masker saat bepergian, rajin-rajin cuci tangan. Tetap hidup dengan pola PHBS dan Germas. “Siapa pun yang maboya, akan kena bahaya. Agar tidak kena bahaya mari ngeneng dan ngening. Intinya seperti itu,” tegasnya. Sejauh ini seluruh desa adat di Klungkung sudah melaksanakan ini. Belum ada desa adat melaksanakan aturan lain di luar arahan kesepakatan MDA Bali dan PHDI Bali. Misalnya, spesifik melarang tegas

Yon Zipur 18/YKR Gianyar Gelar Simulasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Gianyar (Bali Post) Mempersiapkan kemungkinan terburuk wabah Covid-19, Yon Zipur 18/YKR Gianyar menggelar simulasi pemakaman jenazah pasien terpapar Covid-19, Rabu (22/4) pagi. Proses simulasi pemakaman itu mengambil lokasi di kuburan sebelah timur SDN 7 Gianyar. Selama simulasi itu petugas melakukan pengamanan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Pemakaman itu berisiko tinggi terpapar Covid-19.

pembeli. Namun, Mahayastra mengakui seiring waktu, pedagang di pasar mulai sadar akan kesehatan dan kondisi pasar mulai kondusif. Di samping mengatur jam buka pasar tradisional, Bupati Mahayastra juga memberi ruang kepada pengurus desa untuk mengatur pedagang di desanya. Diharapkan tetap mengedepankan arahan protokol penanggulangan Covid-19. Demi membantu masyarakat di tengah pandemik ini, berbagai bantuan pun segera diturunkan ke masyarakat. Mulai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima setiap bulan selama tiga bulan. Di mana jumlah penerimanya meningkat dari 19.000 penerima PKH menjadi 22.000. Jadi ada penambahan 3.000 kepala keluarga penerima PKH.

Di samping itu, Bupati Gianyar juga telah melakukan pergeseran anggaran sehingga Gianyar siap memberikan bantuan kepada masyarakat. Begitu pula dengan program sembako, akan diberikan setidaknya kepada 18.000 kepala keluarga setiap bulan selama tiga bulan. Ada pula program bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama. Untuk ketepatan penerima bantuan, Bupati Mahayastra menyerahkan kepada kepala dusun dan kepala desa untuk mendata secara akurat. Bupati Mahayastra menegaskan agar bantuan yang akan dikucurkan itu memang benar-benar menyasar orang yang memang benar-benar membutuhkan. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial di masyarakat. Terlebih lagi agar tidak boleh ada mendapat bantuan dobel. (ad229)

warganya keluar rumah atau lainnya yang sifatnya larangan, bukan sekadar melaksanakan imbauan. Pihaknya menyadari setiap desa adat punya aturan adat tersendiri. Tetapi bila melaksanakan kegiatan di luar kesepakatan MDA dan PHDI Bali, tentu sedianya harus berkoordinasi dengan lembaga yang ada di atasnya seperti di MDA di kecamatan maupun di kabupaten. “Sehingga apapun aturan yang dibuat di desa adat dapat diterima oleh setiap warganya,” tegasnya. (gik)

Simulasi penanganan pemakaman jenazah pasien terpapar Covid-19 dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Proses pemakaman itu diawali penggunaan APD oleh tim simulasi penanganan jenazah Covid-19. Selanjutnya jenazah pasien yang terpapar Covid-19 itu dikeluarkan dari ruangan isolasi jenazah. Sekitar pukul 08.20 Wita, jenazah pasien terpapar itu di-wrapping yakni dibalut plastik dan disemprot cairan disinfektan, kemudian didoakan. Setelah itu, jenazah pasien terpapar dimasukkan ke dalam mobil ambulans selanjutnya dibawa ke kuburan. Selama simulasi berlangsung, arus lalin dialihkan. Terutama dari Jalan Raya Ciung Wenara depan RSUD Sanjiwani Gianyar ke arah timur sampai kuburan sebelah timur SDN 7 Gianyar. Setibanya di depan SDN 7 Gianyar, Jalan Patih Jelantik Gianyar,

seolah-olah jenazah yang terpapar Covid-19 itu dapat penolakan oknum warga. Menyikapi penolakan jenazah pasien terpapar Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun mendekati oknum masyarakat untuk melakukan mediasi. Pada simulasi itu diceritakan warga bisa menerima penjelasan petugas, setelah emosi warga mereda, proses penguburan dilakukan dengan lancar. Setelah jenazah dikuburkan, selanjutnya dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap tim medis yang melaksanakan penguburan jenazah itu. Disinfektan juga disemprotkan pada kendaraan yang digunakan mengangkut jenazah. Pasi Ops Yon Zipur/18 YKR Lettu Czi. Heru Trianto menjelaskan, simulasi ini mempersiapkan diri kesiagaan menghadapi kemungkinan terburuk

pemakaman korban Covid-19. Sehingga bila terjadi penolakan, petugas dapat mengambil tindakan dengan cepat. ‘’Jika nanti ada musibah pasien terpapar Covid-19 meninggal namun tidak ditangani, maka para tim Covid/tim medis sudah paham tahapan apa saja yang dilaksanakan terhadap jenazah tersebut,’’ jelasnya. Pemakaman jenazah ini memang berisiko tinggi terpapar virus. Guna meminimalkan risiko inilah, dilakukan prosedur menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Selain itu, pelaksanaan wrapping jenazah dibungkus sampai tujuh lapis. ‘’Kegiatan ini baru pertama kali. Ini sebagai antisipasi. Bila terjadi lonjakan kasus dan butuh banyak tenaga, pasukan kami telah siap,’’ katanya. Seluruh tahapan kegiatan simulasi ini sudah digelar sesuai standar penanganan jenazah positif Covid-19 Kementerian Kesehatan RI. Pasukan pun dipastikan telah siap menangani dan melaksanakan pemakaman sesuai standar. ‘’Sudah ada Unit Dekontaminasi untuk menangani jenazah, kendaraan maupun personel setelah melakukan pemakaman,’’ tandas Lettu Heru Trianto. (kmb35)

KETUA Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, menyerahkan bantuan sembako kepada industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Gianyar yang terdampak Covid-19. Bantuan itu diperuntukkan untuk 18 IKM di Kabupaten Gianyar. Bantuan itu merupakan wujud kepedulian Dekranasda Kabupaten Gianyar kepada pelaku IKM, agar bisa meringankan beban mereka. ‘’Musibah ini harus kita hadapi bersama. Sebagai Ketua Dekranasda saya merasa ikut prihatin. Tetapi saya harap kita harus bisa menjaga kekompakan. Bagaimana kita tidak boleh saling menyalahkan. Musibah ini harus kita hadapi bersama semoga bisa cepat berlalu,’’ harap Ny. Adnyani Mahayastra seusai menyerahkan bantuan kepada pelaku IKM di Pendopo Sekretariat Kantor TP PKK Kabupaten Gianyar, Rabu (22/4) kemarin. Dirinya menyadari, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, para pelaku IKM di Gianyar banyak ekonominya terpuruk. Usaha mereka tidak bisa beroperasi lagi. Akibatnya, banyak karyawan dirumahkan lantaran tidak ada orderan. Pastinya, hal itu tentu saja berdampak juga ke masalah sosial ekonomi mereka. Karena itu, Ny. Adnyani Mahayastra berharap bantuan paket sembako yang diberikan ini, meskipun tidak banyak, namun sedikit tidaknya diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka sehari-hari. Ditambahkan, beberapa hari lalu dirinya selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Gianyar, Ny.

Ayu Adnyana, telah menyalurkan bantuan Dekranas Pusat kepada dua IKM terdampak di Gianyar. Sementara itu salah satu pelaku IKM yang menerima bantuan, Gusti Putu Sriati, asal Desa Bona mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan pada dirinya dan pelaku IKM lainnya. Sebagai perajin sandal untuk hotel, Sriati mengaku seratus persen usahanya terdampak pandemi Covid-19. Sejak adanya pandemi ini, usahanya sejak Februari lalu telah berhenti total berproduksi. Karena itu, susah memenuhi kehidupan sehari-hari. Setelah itu ia banting setir, profesi kuli bangunan kemudian menjadi tumpuan hidupnya. ‘’Agar bisa bertahan, saya sejak awal Maret lalu bekerja menjadi buruh bangunan. Ya, mau bagaimana lagi. Itulah jalan satu-satunya untuk bisa bertahan hidup,’’ tuturnya sedih. Pandemi ini begitu dahsyat pengaruhnya bagi perajin seperti dirinya yang mengandalkan dunia pariwisata, khususnya hotel. Bom Bali maupun musibah meletusnya Gunung Agung

itu, malah tidak begitu berdampak besar, ia mengaku masih tetap bisa berproduksi. Dituturkan, terakhir dirinya mengirim sandal ke hotel yang pembeli tetapnya di Ubud, Jimbaran, Uluwatu serta hotel di Karangasem, Februari lalu. Namun, hingga kini belum dibayar. Sedangkan bahan baku masih menumpuk di rumahnya. Jika normal, biasanya Maret tamu sedang ramai-ramainya. Karena itu dirinya sudah menyiapkan pesanan pre-order untuk beberapa hotel. Namun kini semua menumpuk tidak bisa dijual. ‘’Saya tidak bisa menyalahkan pihak hotel. Mereka juga tidak beroperasi karena tidak ada tamu. Saya hanya bisa pasrah, semoga semua ini cepat berlalu,’’ ujar Gusti Sriati sedih. Gusti Putu Sriati berharap dan mungkin juga merupakan harapan semua pelaku IKM. Semoga perhatian pemerintah tidak berhenti sampai di sini saja. Semoga setelah pandemi Covid-19 ini, pemerintah maupun Dekranasda Kabupaten Gianyar tetap membantu agar mereka bisa bangkit dan berusaha kembali. (ad230)

Dekranasda Gianyar Serahkan Bantuan Sembako kepada IKM Terdampak Covid-19 Tak Kenal Lelah, Bupati Suwirta Datangi 23 Posko Satgas Gotong Royong Sekaligus

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta selaku Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung kembali membagikan 4.000 masker dan bingkisan serta hand sanitizer ketika mengunjungi Posko Satgas Gotong Royong Pencegahan Virus Corona (Covid-19) Desa Adat/Desa Dinas di Kecamatan Klungkung, Selasa (21/4) malam. Dia terus bergerak menyikapi setiap persoalan sekecil apa pun tanpa lelah. Ini membuat penanganan dari tingkat kabupaten hingga desa terorganisasi dengan baik. Turut mendampingi kegiatan tersebut, Camat Klungkung I Komang Gde Wisnuadi dan Danramil Klungkung Kapten Putu Suteja. Sebanyak 23 Posko Satgas Gotong Royong didatangi satu per satu. Di antaranya Posko Satgas Gotong Royong Desa Adat Akah, Desa Adat Apet, Desa Adat Bajing, Desa Adat Tegak, Desa Adat Takedan, Desa Adat Payungan, Desa Adat Gembalan, Desa Adat Gria Cucukan dan Desa Adat Selat. Dilanjutkan ke Posko Satgas Gotong Royong Desa Adat Tulang Nyuh, Desa Adat Tabu, Desa Adat Selisihan, Desa Adat Manduang, Desa Adat Besang Kawan, Desa Adat Besang Kangin, Desa Adat Sangkan Buana, Desa Adat Budaga, Desa Adat Kemoning, Desa Adat Satra, Desa Adat Jumpai, Desa Adat Tangkas, Desa Adat Semarapura

SERAHKAN MASKER - Bupati Suwirta saat menyerahkan masker, bingkisan maupum hand sanitizer saat datang ke salah satu Posko Goyong Royong Desa Adat. dan Desa Adat Gelgel yang mewilayahi tiga desa dinas yakni Desa Gelgel, Tojan dan Kamasan. Dari pengamatannya pada hari kedua itu, Bupati Suwirta melihat satgas gotong royong sudah berjalan dengan baik. Mereka terlihat sangat siap melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dari pemerintah. Baik itu tugas dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Semua pihak sudah bersatu padu berkoordinasi dengan desa adat maupun desa dinas. Pihaknya berharap koordinasi yang sudah terjalin itu, dapat menjadi modal kuat menangani maupun melawan Covid-19. ‘’Mari semua masyarakat bersatu padu. Sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat melalui masa-masa sulit ini dengan

baik. Kita pasti bisa lakukan bersama-sama agar semuanya berjalan maksimal,’’ harap Suwirta. Bupati Suwirta juga mengucapkan terima kasih kepada para perbekel, bendesa, prajuru adat maupun perangkat desa dan masyarakat lainnya. Ke depan agar tetap dapat menjalin kerja sama yang baik dalam menangani Covid-19. Terkait masyarakat Klungkung yang berstatus sebagai PMI, ketika Bupati Suwirta turun ke lapangan, dirinya melihat para PMI itu sudah melakukan karantina mandiri. Dia meminta kepada jajaran di dalam Gugus Tugas maupun Satgas di masing-masing desa adat/desa dinas itu agar selanjutnya mengawasi bersama masyarakat Klungkung yang berstatus PMI ini dengan baik. (ad236)


Kamis Wage, 23 April 2020

Terkait ’’Ngeneng-Ngening’’

Warga Selat Tak Diperkenankan Keluar Rumah

DESA Adat Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tidak memperkenankan warganya keluar dari pekarangan rumah, Rabu (22/4) kemarin. Warga kembali dapat beraktivitas seperti biasa, Kamis (23/4) hari ini. Kebijakan ini dilakukan, mengikuti keputusan bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat (MDA)

Provinsi Bali terkait nunas ica dan ngeneng-ngening, bertepatan tilem sasih kadasa. Bendesa Adat Selat, Jro Wayan Gede Mustika, mengatakan kebijakan yang diberlakukan di Desa Adat Selat itu berdasarkan keputusan PHDI dan MDA Provinsi Bali terkait pelaksanaan upacara nunas ica dan ngeneng-ngening yang diselenggarakan bertepatan tilem sasih

kadasa. ‘’Atas keputusan itu, kami Desa Adat Selat akhirnya membuat kebijakan kepada semua warga tidak boleh keluar pekarangan rumah,’’ ujarnya. Karena itu, kata Mustika, warung, toko-toko juga tutup termasuk pasar sementara tidak beroperasi. Keputusan itu berlaku sejak Rabu pukul 06.00 Wita hingga Kamis (23/4) pukul 06.00 Wita.

Kesehatan

Covid-19 pada Anak dan Remaja Bagaimana Kondisi Terkini dan Pencegahannya? Oleh dr. Putu Andrie Setiawan, S.Ked. AKHIR tahun 2019, sebuah penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan merebak di Tiongkok. Tidak berselang lama, penyakit yang diberi nama 2019 novel coronavirus disease (Covid-19) ini menyebar hampir di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Saat ini Covid-19 sudah menyebabkan dua juta kesakitan di seluruh dunia, terutama pada usia tua. Bagaimana dengan usia anak-anak dan remaja? Usia anak dan remaja (6-18 tahun) merupakan kelompok umur yang masih terikat dengan orang dewasa. Sehingga bagaimanapun juga pada usia ini tetap memiliki risiko terinfeksi Covid-19. Namun, risiko yang dimiliki anak sampai saat ini cenderung rendah. Penelitian oleh Dong Y, dkk. di Tiongkok yang melibatkan 2.135 anak dan remaja yang diduga mengalami Covid-19, dilaporkan hanya 34% yang positif Covid-19. Sedangkan dari 34% tersebut dominan bergejala ringan dan sedang. Pada penelitian yang sama dilaporkan hanya seorang anak meninggal. Hampir sama seperti di Tiongkok, jumlah kasus pada anak dan remaja yang dilaporkan oleh CDC di Amerika (AS) juga tergolong rendah dibandingkan usia >50 tahun. Data di AS menggambarkan jumlah anak yang dirawat di rumah sakit hanya sebanyak empat orang/1 juta penduduk. Sangat jauh dibandingkan usia >50 tahun (526 orang/1 juta penduduk). Di Indonesia sendiri, data yang menampilkan kondisi sebaran Covid-19 pada anak dan remaja masih terbatas. Namun beberapa artikel berita menyatakan sudah ada anak yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Apa saja gejala yang mungkin timbul pada anak? Diketahui, Covid-19 menampilkan gejala yang dominan ringan-sedang pada anak dan remaja. Gejala ini mirip dengan gejala infeksi virus (influenza) pada umumnya meliputi demam, batuk, pilek, bersin, dan mudah lelah. Untuk gejala berat, anak

dan remaja cenderung mengalami pneumonia dengan gejala demam tinggi, batuk kering, sesak, dan bercak pada paru-paru saat rontgen dada. Gejala sakit berat lebih membahayakan apabila anak itu memiliki penyakit kronis karena dapat menurunkan sistem kekebalan tubuhnya. Apa yang menyebabkan jumlah anak yang mengalami Covid-19 cenderung sedikit dan bergejala lebih ringan? Kita ketahui gejala pada anak cenderung lebih ringan. Bahkan ada yang tidak bergejala. Apabila gejala yang ditampilkan ringan. Tentunya hal itu membuat kesadaran orangtua untuk memeriksakan anaknya menjadi berkurang. Selain itu, akses yang terbatas untuk memeriksakan diri dan pengetahuan orangtua yang minim terkait wabah ini juga menjadi alasan mengapa jumlah anak yang dilaporkan mengalami infeksi sangat rendah. Sampai saat ini belum diketahui jelas apa yang menyebabkan Covid-19 dominan hanya menampilkan gejala ringan-sedang. Beberapa ahli berpendapat, reseptor ACE2, sebuah bagian sel untuk mengenali virus belum banyak terdapat dalam tubuh anak dan remaja. Reseptor ACE2 ini semacam pintu yang memberikan kesempatan Covid-19 berkembang lebih banyak. Walaupun anak dan remaja menampilkan gejala ringan. Penyakit Covid-19 itu tidak boleh dianggap remeh. Perlu diperhatikan bahwa anak yang menampilkan gejala ringan itu, tetap dapat menularkan virus kepada orang dewasa diperparah lagi kepada orang tua, dengan adanya penyakit kronis (tekanan darah tinggi, kencing manis, stroke, dll). Tetap anak-anak itu dianjurkan berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, tetap makan-makanan bergizi, menggunakan masker, dan jika sakit segera konsultasikan anak pada dokter keluarga. (ad238)

‘’Warga sangat tertib mengikuti keputusan ini. Boleh keluar, kecuali sifatnya emergecy. Misalnya ada orang sakit, hal itu tidak masalah diantar ke puskesmas,’’ katanya. Apa yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 agar tidak semakin meluas. Terlebih, sudah ada warga Karangasem yang terjangkit Covid-19.

Ketua MDA Kabupaten Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, adanya desa adat yang membatasi warganya beraktivitas keluar rumah berkaitan ngeneng-ngening ini, hal itu sangat diapresiasi. Itu artinya, desa tersebut telah mengikuti imbauan pemerintah, agar selalu diam di rumah dan tidak melakukan aktivitas melibatkan kerumunan

masyarakat. ‘’Kami berterima kasih atas apa yang dilakukan Desa Adat Selat itu. Mereka sangat taat mengikuti imbauan pemerintah. Apa yang dilaksanakan itu artinya sebagai sujud bakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Karena ngeneng-ngening itu pada hakikatnya berkorelasi dengan pikiran, perkataan, perbuatan alias tindakan,’’ jelasnya. (eka)

Miliki Riwayat ke Luar Negeri

Dua Pasien Positif Covid-19

Singaraja (Bali Post) Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali ditemukan di Buleleng. Sampai Rabu (22/4) kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mencatat ada dua tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dua pasien itu sama-sama memiliki riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri karena bekerja. Dengan tambahan dua pasien positif, hingga saat ini di Buleleng ada 11 orang positif Covid-19. Pada hari yang sama pasien yang sembuh kembali bertambah. Seorang pasien seteleh menjalankan dua kali tes swab PCR, hasilnya negatif, sehingga tim medis memperbolehkan pasien bersangkutan pulang. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. menyampaikan update kasus Covid-19, Rabu kemarin. Menurutnya, kedua pasien yang terkonfirmasi positif itu sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG). Meski berstatus OTG,

tetapi keduanya dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Saat itu, keduanya kemudian menjalani rapid test. Dari tes cepat itu, hasilnya positif terinfeksi Covid-19. Tim medis kemudian menindaklanjuti melakukan tes swab PCR. Hasilnya, sampel swab dari pasien dengan kode 16 dan kode 17 itu terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, keduanya menjalani tahapan perawatan lebih lanjut di ruang isolasi RSP Giri Emas. Dengan penambahan dua pasien positif ini, sehingga

kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali Utara sekarang menjadi 11 orang. ‘’Jadi keduanya sama-sama punya riwayat kerja ke luar negeri. Saat rapid test dan swab mereka terkonfirmasi positif, sehingga masing-masing sekarang dirawat di ruang isolasi RSP Giri Emas,’’ katanya. Kasus terkonfirmasi positif bertambah lagi dua orang, sedangkan pasien yang berhasil sembuh juga bertambah. Ada seorang pasien kode 14 setelah menjalani pengobatan dan mengikuti dua kali tes swab PCR hasilnya negatif. Dengan kesembuhan seorang pasien itu, sehingga sekarang pasien yang sembuh di Buleleng sebanyak lima orang. ‘’Kasusnya berfluktuasi antara kasus baru masuk dengan yang telah sembuh,’’ jelasnya. Setelah pasien kode 13 yang sebelumnya terkonfirmasi positif,

MENYIKAPI kondisi terkini terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona, sesuai imbauan pemerintah, warga wajib menggunakan masker saat sedang keluar rumah. Dealer Kecak Motor sebagai salah satu jaringan resmi sepeda motor Honda, di bawah naungan Main Dealer Astra Motor Bali, turut berkontribusi mendukung program pemerintah itu. Melalui gerakan Satu Hati Berbagi, Tiem Dealer Kecak Motor melakukan kegiatan sosial yaitu membagikan total 400 masker gratis secara bertahap di beberapa titik. Di antaranya di perempatan Jalan Dalung persis di depan dealer menyasar para pengendara. Selain itu ke banjar di sekitar dealer kepada warga yang tidak memakai masker. Termasuk membagikan masker kepada pedagang di pasar maupun pengunjung pasar dan juga ke panti asuhan. Dalam penyebaran masker yang dilakukan Dealer Kecak Motor itu dikreasi secara unik, yakni membawa papan berisikan slogan edukasi dan ajakan memakai masker. Berbagai kalimat unik

pun ditulis dalam papan tersebut. Di antaranya ‘’Anggo Maskerne, Apang Ngidang Birthday Tahun Depan’’, ada juga ‘’Yang Pakai Masker Pasti Ganteng” dan juga ‘’Ane Nganggo Masker Pasti Nu Idup’’ dan kalimat lainnya yang cukup menarik perhatian masyarakat. PIC Dealer Kecak Motor Komang Regi mengatakan, kegiatan ini sekaligus memberikan motivasi dan edukasi serta membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker guna pencegahan virus Corona. Hal itu sejalan dengan campaign ‘’Satu Hati Bersama Indonesia Sehat’’. ‘’Gerakan bersama-sama membagikan masker ini sekaligus mengedukasi dengan cara unik melalui pesan kalimat lucu-lucu. Hal itu kami harap dapat menggugah masyarakat selalu memperhatikan kesehatan. Jaga kesehatan itu dimulai dari diri sendiri. Rutin memakai masker. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat untuk masyarakat. Kami ikut berkontribusi membantu masyarakat di saat kondisi

sekarang. Harapan kami kondisi ini segera berakhir. Masyarakat sehat, semoga perekonomian yang lesu saat ini bisa bangkit kembali,’’ harap Komang Regi. Selain pembagian masker, sebelumnya Dealer Kecak Motor juga telah melakukan pembagian sembako di area Dalung. Penyediaan wastafel pun dilakukan di area dealer untuk konsumen dan

kata Gede Suyasa, gugus tugas kemudian melakukan tracking menelusuri kemungkinan penularan virus itu. Tracking itu menyasar 41 orang petugas di rumah sakit tempat pasien itu dirawat dan sudah selesai di-tracking oleh seorang petugas puskesmas. Sebanyak 42 orang itu kemudian berstatus orang tanpa gejala (OTG) setelah mengikuti rapid test. Puluhan OTG itu sendiri pernah berinteraksi dengan pasien yang kesehariannya sebagai pedagang itu. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, gugus tugas menginstruksikan mereka melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. ‘’OTG ini kontak dengan pasien yang sudah lebih awal terkonfirmasi positif. Saat ini sudah melakukan karantina mandiri. Sehingga kalau menunjukkan gejala, maka gugus tugas bisa mengambil tindakan medis,’’ jelasnya. (kmb38)

masyarakat sekitar. Action itu sebagai wujud berbagi. Dealer Kecak juga memberikan sumbangan kepada Panti Asuhan Sidhi Astu dan penyemprotan disinfektan di Desa Petang. Baru saja mensupport tenda untuk masyarakat di wilayah Plaga yang sedang menjalankan karantina wilayah. Rencana berikutnya berbagi di panti jumpo. (bns)

Unik, Aksi Dealer Honda Kecak Motor Edukasi dan Bagikan Masker


Kamis Wage, 23 April 2020

Pendapatan Bali Bergantung pada Pariwisata

Peran Guru Tak Tergantikan Bagi sebagian besar guru yang sudah biasa dengan pemanfaatan teknologi dalam mengajar online tentu tidak masalah, namun sebagian lainnya yang masih gagap teknologi bisa jadi stres kurang tahu apa yang mesti dilakukan atau terpaksa mau belajar atau bahkan sebaliknya menggunakan kesempatan tersebut untuk berlibur alias tidak mengajar. Toh juga harus diam di rumah. Tidak ada orang yang tahu mau mengajar atau tidak. Yang penting peserta didik diberi tugas saja, itu sudah cukup, dan nanti ketika situasi sudah kondusif tugas dikumpulkan dan kemudian diberikan penilaian. Bagi para guru yang biasa menggunakan teknologi dalam mengajar, pembelajaran online justru membuat tugas mengajar menjadi tambah berat. Mengapa demikian? Karena pembelajaran online menuntut bukan hanya penyiapan bahan ajar secara online, tetapi juga pemberian tugas secara online, yang kemudian menuntut kerja ekstra untuk mencermati tugas, mendiskusikannya secara online, dan kemudian memberikan feedback terhadap tugas mereka juga secara online. Ini kalau guru tersebut berpikir ideal yang pasti. Teknologi dalam kondisi seperti ini memang berperan sangat kuat dalam menerjadikan pembelajaran. Kurikulum 2013 revisi juga telah mengindikasikan penekanan pada pembelajaran TIK. sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, memang ke depan ini pembelajaran akan lebih ditekankan pada penggunaan teknologi. Covid-19 menjadi cikal bakal pemanfaatan teknologi yang masif di berbagai sektor termasuk di dunia pendidikan. Teknologi memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, berbagai tugas guru dalam hal memberikan pengetahuan ataupun informasi memang dapat digantikan oleh teknologi. Akankah tugas guru tergantikan oleh keberadaan teknologi yang semakin di depan ini? Baru memasuki tiga minggu masa karantina belajar dari rumah, peserta didik anakanak ataupun dewasa mulai

merasakan kebosanan dan kejenuhan karena terus belajar melalui online, mencari sumber-sumber rujukan secara online, membuat tugas secara online, dan berdiskusi tugas dengan teman juga secara online, serta belajar dengan guru melalui forum diksusi juga online dengan menggunakan laptop atau gadget lainnya. Mereka kebanyakan mengeluh masalah pengeluaran yang melonjak karena beli pulsa. Ada juga yang memasalahkan tidak ada sinyal atau tidak ada koneksi karena tinggal di desa. Beberapa bahkan mengeluh sakit kepala karena terus di depan laptop atau gadget, karena semua guru atau dosen menggunakan pembelajaran online. Tak pelak mereka sudah mulai rindu ingin kembali ke sekolah atau ke kampus. Sudah kangen sekolah atau kampus, guru atau dosen, dan temanteman katanya. Seorang anak kecil yang menangis dalam videonya yang viral mewakili kegundahan dan kesedihan para peserta didik lainnya bahwa mereka sudah sangat kangen ketemu ibu/bapak guru dan teman-temannya di sekolah. Pebelajar dewasa juga sama, sebagai pendidik penulis juga bertanya kepada sejumlah mahasiswa dari enam kelas yang diajarnya, mereka menyatakan sudah bosan dengan situasi belajar dari rumah dan ingin segera kembali ke kampus. Ada apa dengan teknologi? Bukankah teknologi menyediakan apa saja yang kita butuhkan? Ternyata tidak semua. Ada sisi-sisi lain yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Apa itu? Sisi kemanusiaan sebuah pendidikan. Ketika mereka belajar di sekolah, mereka bertemu dengan guru dan temanteman. Guru yang dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus berbagi ilmu pengetahuan, mengajarkan berbagai keterampilan untuk kecakapan hidupnya kelak, dan mengajarkan nilai-nilai karakter yang berguna dalam hidup. Tak kalah penting kebersamaan dengan teman-teman di kelas belajar secara kolaboratif untuk saling membangun pengetahuan dan saling menyemangati dalam mengkreasikan dan menampilkan sebuah karya di depan kelas merupakan sebuah rutinitas alamiah yang menja-

Print & On Line Radio

dikan mereka benar-benar sebagai manusia. Saling memberi dan saling menerima. Begitu pula sebaliknya, para guru bisa dipastikan mengalami hal yang sama, merasakan kebosanan dan kejenuhan ditambah rasa sakit yang mulai mendera seperti mata perih, kepala dan pundak terasa berat, serta punggung pegal duduk kelamaan di depan laptop. Mereka baik yang masih muda apalagi yang sudah mulai uzur mulai merindukan suasana hangat sebuah sekolah yang penuh keceriaan dan canda tawa anak-anak. Mereka kangen untuk bertemu dengan siswa atau mahasiswa di kelas untuk belajar sambil bersenda gurau. Termasuk bertemu dengan para guru dan staf kependidikan lainnya untuk saling berbagi pengetahuan dan informasi penting lainnya di sekolah. Teknologi hanyalah sebuah alat yang dapat melengkapi kehidupan manusia. Meski teknologi saat ini sangatlah maju, namun teknologi tidak mampu menggantikan sisisisi kemanusiaan pendidikan. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang bukan hanya menyentuh sisi kecerdasan semata (kognitif), namun yang terpenting adalah keterampilan (psikomotor), dan sikap dan perilaku (afektif) yang dapat diterjadikan dengan kehadiran pendidik secara face to face di kelas. Pembelajaran akan menjadi lebih optimal bila peserta didik dapat belajar secara kolaboratif dengan sesama teman sebaya, karena sesungguhnya manusia mengonstruksi pembelajarannya secara sosial (social constructivism), baik belajar dari pendidik maupun dari teman sebaya. Inilah sisi humanistik yang hilang dalam masa pandemi ini. Sampai kapankah? Kita tidak pernah tahu. Mari kita berdoa agar situasi ini segera berakhir dan kita semua, khususnya pendidik dan peserta didik di berbagai institusi formal dapat kembali melaksanakan aktivitas secara normal. Penulis, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha

Dukungan Lembaga Keuangan Sementara itu, pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka mengatakan, pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan dampak serius bagi

perekonomian nasional. Bali yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata paling terpukul akibat Covid-19 ini. Pasalnya, hampir 70 persen pendapatan Bali bergantung pada sektor pariwisata. Ditegaskan, ekonomi dan bisnis sangat tergantung pada aspek politik, sosial, pendidikan, dan budaya yang landasan dasarnya adalah transparansi, akuntabilitas, kepercayaan dan tanggung jawab. Sehingga apabila semua aspek menjalankan prinsip yang sama, maka ekonomi dan bisnis bisa berjalan baik. Berbicara kondisi ekonomi dan bisnis secara menyeluruh, katanya, tidak bisa dilihat saat ini saja. Sebab, dibandingkan pada tahun 2018 dan 2019, kita telah diingatkan dan menghadapi turbulensi ekonomi global. Bahkan, pertumbuhan eko-

nomi nasional tertekan di bawah 4 persen. Namun, pada saat itu pemerintah masih lalai. Sehingga pada saat terdampak pandemi Covid-19, ekonomi nasi onal berada pada titik komplikasi atau stadium 4 di tingkat dunia. ‘’Karena kondisinya (ekonomi nasional red) komplikasi, maka Bali paling tertekan karena 70 persen pendapatan Bali bergantung pada pariwisata,’’ tegas Viraguna. Kendati demikian, pihaknya optimis ekonomi nasional dan Bali akan segera pulih. Meskipun banyak tekanan, tetapi masih banyak peluang yang bisa dibangkitkan asalkan semua pihak mau cermat dan komit untuk melakukan langkah-langkah awal. ‘’Relaksasi kepada UMKM itu bagus, tapi support atau dukungan untuk likuiditas ini menjadi mendesak

sekali. Itu yang tidak dilakukan oleh pemerintah, karena pemerintah banyak prioritas,’’ katanya. Viraguna mengatakan, tiga prioritas utama pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, yaitu memutus rantai penyebaran Covid-19, jaring pengaman sosial, dan memberikan relaksasi kepada pelaku UMKM. Namun untuk membangkitkan kembali ekonomi nasional, pemerintah harus mem-back-up dunia keuangan dan perbankan untuk mendukung prioritas ketiga, yaitu relaksasi dalam bentuk kredit likuiditas. ‘’Ada surat berharga dijual yang saya perkirakan seharga Rp 2.000 triliun untuk segera men-support semua lembaga keuangan untuk merelaksasi dan membantu dunia UMKM supaya tetap bisa bertahan,’’ tandasnya. (win)

Tempat tinggal seperti yang tertera di KTP, katanya, merupakan rumah singgah yang ditempati orangtua serta keluarga lainnya. Sementara istri dan anaknya sudah mene-

tap di Denpasar. Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma mengatakan, pasien tersebut memang masih KTP Jembrana dengan alamat di Baler Bale Agung. Namun yang bersangkutan ini sudah menetap lama di Denpasar bersama istri dan kelu-

arganya. ‘’Yang di sini cuma orangtuanya, dan keponakan. Di sini semacam rumah singgah dan sejak pulang tidak sempat ke sini. Informasi yang saya terima, almarhum sudah dikremasi tadi pukul 15.30 Wita (Rabu kemarin - red) di Mumbul,’’ ujarnya.

Sementara itu, pihak kelurahan juga sudah mengecek bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak ada tracking di Negara. Karena sejak datang ke Bali sudah langsung dirawat di RSUP Sanglah. (Tim BP)

Yang menarik, dari data yang diterima, dari 567 kedatangan WNA, di peringkat pertama adalah WNA asal Tiongkok, yakni berjumlah 92 orang. Lima besar lainnya, dari India 84 orang, Spanyol 49 orang, Jepang 35

orang dan Inggris 22 orang. Sementara yang meninggalkan Bali, dalam peringkat lima besar yakni Korea 724 orang, diiikuti Rusia 690 orang, Tiongkok 404 orang, Jepang 393 orang dan Swedia 383 orang. Lantas, mengapa orang asing (567 orang), bahkan Tiongkok menduduki per-

ingkat pertama bisa datang ke Bali? Humas Kemenkum HAM Bali Surya Dharma menegaskan, dari 567 orang WNA itu tidak ada yang terdaftar sebagai wisatawan. Namun, mereka datang sebahai crew kapal, pemegang Izin Tinggal Terbatas (Itas), Izin Tinggal Tetap (Itap) dan perwakilan diplomatik.

‘’Jumlah WNA yang tidak masuk crew yang masuk ke Bali hingga 20 April sebanyak 29 orang. Mereka pemegang izin tinggal Itas, Itap dan perwakilan diplomatik,’’ ujarnya. Sementaar sisanya, katanya, adalah crew kapal, pesawat, dan juga pesawat kargo dengan crew orang asing. (kmb37)

Selain itu, bantuan juga telah diberikan kepada kelompok rentan (difabel, lansia, telantar, dan miskin - red) dan panti asuhan di seluruh Bali. Bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari masyarakat, relawan dan dunia usaha. ‘’Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha harus bahu-membahu. Saling bersinergi untuk bisa memecahkan masalah ini, terutama agar masyarakat Bali jangan sampai ada yang kelaparan akibat Covid-19,’’ tegasnya.

Almarhum Dikremasi di Mumbul

Warga Negara Tiongkok Mendominasi

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat GENTA BALI

gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET Bronze Silver Gold

HARIAN DENPOST 1 kolom x 45 mm 1 kolom x 100 mm 1 kolom x 150 mm

RADIO GENTA 12 x siar / bulan 24 x siar / bulan 36 x siar / bulan

PAKET

300.000,- / bulan 400.000,- / bulan 800.000,- / bulan

BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


kamis wage, 23 April 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Jangan Sampai Lepas Kendali PERPANJANGAN siswa belajar dari rumah memang sebuah keputusan tepat di tengah masih tidak menentunya kondisi wabah Covid-19 ini. Memaksa kegiatan belajar mengajar langsung dari rumah, tentu sangat berisiko. Dan inilah yang sangat mendasari keputusan pemerintah di beberapa daerah untuk melakukan hal tersebut. Dari sekian lama sudah hal ini berlaku, tentu mari diadakan semacam evaluasi agar materi pelajaran itu tidak berlalu begitu saja. Artinya, justru tidak dimengerti oleh banyak siswa karena bagaimanapun juga ini sebuah lompatan teknologi yang begitu tiba-tiba. Tidak semua siswa siap. Tidak semua orangtua siap dan terlebih lagi, tidak semua guru siap. Mesti ada evaluasi, jangan biarkan siswa itu ‘’lepas kendali’’ dan semakin terlibat dalam kegiatan yang tidak produktif di rumah yang justru membosankan. Seperti telanjur asyik main game, sehingga lupa belajar, dan tidak terbiasa dengan pola belajar jarak jauh dengan menggunakan perangkat teknologi. Tetapi bagi siswa yang memang anak-anak milenial, jenjang ini tidaklah begitu sulit mereka lalui karena sudah sangat akrab. Yang juga jadi masalah adalah, apakah semua guru siap? Tidak semua guru punya cara, inovasi, kreasi dan sebagainya, meskipun mereka sudah punya acuan konvensional dalam teknik mengajar. Ini dalam moda yang lain. Maka perlu kepala sekolah bersangkutan melakukan evaluasi. Apa yang sebenarnya sudah dikerjakan para gurunya. Apakah mereka sudah secara kontinu bertatap muka di dunia virtual dengan anak didiknya. Apa saja yang telah dikerjakan, apa saja kendalanya, sejauh mana hal itu efektif dan sebagainya. Ini mesti ada ukurannya dan dinilai. Ini bukan musim liburan, baik bagi siswa maupun bagi guru. Ini tetap dalam kondisi masa belajar mengajar, tentu dalam kondisi yang berbeda. Bagaimana mengukur serta menilai bahwa guru itu ‘’selalu’’ terhubung dengan anak didiknya. Ini mesti dicek oleh kepala sekolah. Terlebih lagi, sudah sejauh mana daya serapan yang semestinya sudah dilalui. Jadi, tidak usah terlalu muluk-muluk karena kondisinya memang berbeda dan baru memulai. Perlu juga dan memang sebuah keharusan bahwa Dinas Pendidikan juga melakukan kontrol terhadap sekolah-sekolah. Ada ukurannya, ada target-target yang mesti dicapai. Jangan berlehaleha, jangan santai, ini bukan liburan. Itu baru pada substansi pelajarannya saja. Ini memang susah dan rumit. Belum kita masuk ke dalam materi kondisi kekinian, terutama masalah ekonomi keluarga bersangkutan. Apakah mereka punya perangkat untuk terus belajar jarak jauh? Bagaimana gawainya? Bagaimana pulsanya, bagaimana kualitas koneksi internetnya? Sekali lagi, ini masalah kompleks. Mari dengan kepala jernih dan hati lapang melakukannya sesuai dengan tugas, tanggung jawab serta kewajiban masing-masing.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mohon Perhatikan Aspirasi Rakyat Saya secara pribadi menyampaikan rasa terima kasih kepada para dokter dan paramedis dan manajemen rumah sakit yang telah secara profesional dan tanpa mengenal waktu merawat saudara kami yang terdampak virus Corona. Pengorbanan kalian saya sangat apresiasi sebagai bentuk rasa kemanusiaan yang teramat dalam. Demikian juga kepada pemerintah yang telah melakukan langkah–langkah sangat jelas menjaga Bali dan menekan penyebaran wabah ini. Mungkin pada masa ini jabatan dan kekuasaan tidak memberikan kenyamanan. Bahkan, saat ini tugas dan beban moral pejabat sangat berat. Namun, dalam mencegah penularan Covid-19 saya juga berharap agar pemerintah selain dapat mengambil kebijakan juga mendengar aspirasi masyarakat termasuk aspirasi desa adat. Mungkin memang ada protokoler dan aturan yang harus dipatuhi pengambil kebijakan. Namun, aspirasi yang mungkin juga dasarnya atas dasar kepedulian pada Bali juga perlu diapresiasi. Lakukan komunikasi secara lebih baik. Ini untuk memastikan sinergi mencegah Covid-19 tanpa perbedaan pendapat. I Putu Suka Denpasar, Bali

POJOK Momentum bangkitkan semangat gotong royong krama Bali. - Momentum kesejahteraan krama Bali kapan? *** Ribuan WNA tinggalkan Bali. - Belum tentu kembali ke Bali. *** Pasien positif Covid-19 asal Jembrana meninggal. - Imbauannya, tingkatkan kewaspadaan.

Grafis : Putu Suarsana/Bali Post

Fokus Batasi Mobilitas Penduduk

POTENSI eksodus penduduk karena Bali masih dianggap zona aman dari Covid-19 siap diantisipasi Pemprov Bali. Jika ada kemungkinan tersebut, Pemprov Bali akan mengambil kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi teranyar dan yang terpenting perlindungan terhadap masyarakat Bali. Namun untuk saat ini, Instruksi Gubernur Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali masih berlaku. Poin pentingnya, membatasi kedatangan orang dari luar Bali. Selain urusan logistik, kesehatan dan dinas lainnya, seseorang tidak diizinkan atau sangat dibatasi untuk masuk Bali. Sejumlah netizen menyampaikan pendapatnya mengenai hal ini di akun Facebook @balipost. Sebagian besar meminta Pemprov Bali bersikap lebih tegas. Jangan sampai terjadi eksodus penduduk ke Bali. Sebab, Bali bukan zona aman. Masyarakat Bali sendiri tengah berjuang keras mengantisipasi penyebaran virus Corona sekaligus dampaknya pada perekonomian. Jangankan menghadapi potensi kerawanan akibat eksodus penduduk, pintu masuk sudah dibatasi pun tak jadi jaminan penyebaran virus Corona bisa ditekan. Buktinya, saat ini angka pasien positif Covid-19 terus naik. Maka dari itu, pemerintah diminta tetap fokus membatasi mobilitas penduduk. Berikut komentar sejumlah netizen. Gede Suarmita Jangan bangga dulu kalau Bali dibilang aman. Kami semua warga Bali masih waswas dengan adanya Covid-19. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan lagi pula pemerintah daerah mengimbau agar warganya tidak keluar rumah ataupun bepergian jauh dari bulan kemarin. Kalau sekarang mengizinkan orang luar Bali berbondong-bondong datang ke Bali, apakah tidak malu dengan masyarakat Bali? Jangan sekali-sekali permainkan perasaan kami yang ada di Bali. Tiik PiTiik Gede Suarmita, saya sependapat. Kita orang Bali berusaha agar Bali tidak punah tapi kenapa pemerintah tidak mau ikut serta membantu dengan melarang mereka masuk Bali. Ada berita anak punk masuk Bali tanpa tujuan yang jelas. Transmisi lokal padahal

sudah mulai bertambah, dari mananya aman? PSBB katanya masih jauh, apa mau menunggu sampai banyak sameton yang tumbang? Kasihan tim medisnya kalau begini. Jangan baru banyak yang sembuh bisa berbangga diri. Made Suarbawa Kalau bisa gudang logistik dipusatkan di Gilimanuk. Untuk distribusi, manfaatkan transpor dan orang lokal dulu. Jadi, untuk mengantisipasi mobilitas orang transpor dari daerah lain. Ini sudah masuk darurat sipil. Jadi, yang tegas untuk semua orang. Jangan kami yang di daerah saja disuruh membatasi gerak, tetapi yang dari luar bebas berkeliaran. Smara Jaya Siapa bilang Bali aman? Di sini seratus persen bergantung pada pariwisata dan pariwisata bangkrut. Jadi, un-

tuk apa mereka eksodus ke Bali. Apa enggak takut kelaparan sampai di sini? Kalau nanti pariwisata sudah pulih wajarlah berbondong-bondong ke Bali. Endar Setiawan Bentar lagi puasa dan sekarang lagi musim Corona. Enggak bakalan ada eksodus, toh Bali juga 100 lebih yang positif. Dewa Kenji Bali Jaga ketat Gilimanuk dan airport, pak. Kalau bukan KTP Bali, jangan dikasih masuk. Lelah saya ngomong. Saya disuruh di rumah, yang luar Bali santai masuk. Ya… kalau tidak bawa penyakit. Wayan Beach Jangan banyak gaya ngomongnya. Beri ketegasan. Kami sudah menahan

lapar di rumah dan kehilangan pekerjaan. Suardika Wayan Tegas dan lugas saja komandan. Ambil keputusan politik yang cerdas dan bertanggung jawab! Mang Kedot Tolong segera ambil sikap tegas. Jangan hanya wacana saja. Mangku Moerah Aman apa, sekarang saja 150 positif. Itu namanya aman? Dewa Ariawan Tutup semua pintu masuk untuk lalu lintas orang, sedangkan logistik tetap jalan. Pilih yang mana lebih baik, melarat dua minggu atau hidup penuh ketidakpastian berbulan-bulan?

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Kutuh Kelod Terapkan ID bagi Krama Pendatang PENDUDUK (krama) pendatang yang menetap di Banjar Adat Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kerambitan, kini diwajibkan menyetorkan fotokopi KTP untuk dibuatkan identitas (ID) oleh Satgas Gotong Royong. Hal ini dilakukan untuk membatasi mobilitas warga keluar-masuk wilayah banjar setempat. Tanpa memiliki ID tersebut, warga di luar Banjar Kutuh Kelod akan didata satgas, terkait maksud dan keperluannya. Ini juga merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19.

T

erkait penerapan ID bagi penduduk pendatang (duktang) non-KTP setempat, Bendesa Adat Kutuh Kelod I Made Kusuma Hadi didampingi Klian Dinas Kutuh Kelod I Made Artawan menjelaskan, upaya ini untuk mempermudah pendataan duktang yang menetap di desa, sehingga akses keluar-masuk warga bisa terus terpantau. ‘’Jadi ID ini wajib ditunjukkan saat keluar-masuk wilayah nantinya di pos Satgas. Ini diberlakukan mulai 19 April karena saat ini masih berproses untuk pendataan dan pemberian ID,’’

terangnya, belum lama ini. Meski demikian, pembatasan akses keluar-masuk wilayah banjar adat setempat tentu tidak bersifat saklek. Apalagi bagi mobilitas kendaraan pengangkut barang kebutuhan sembako tetap diperbolehkan melintas, di mana untuk kendaraan pengangkut barang ini juga sudah dilakukan pendataan sebelumnya. Begitupun untuk warga dari desa lain yang h e n d a k bertamu juga masih diperbolehkan, namun dibatasi hanya dua jam. Itu pun maksimal hanya sampai pukul 21.00 Wita, kecuali halhal yang bersif a t

Bali Post/bit

TANDA - Pembuatan ID bagi krama pendatang untuk nantinya digunakan sebagai tanda keluar-masuknya wilayah Banjar Adat Kutuh Kelod. emergency. ‘’Ini upaya kami untuk bisa memutus penyebaran virus, di samping pula kegiatan rutin yang terus dilaksanakan seperti penyemprotan desinfektan dua kali selama seminggu di tiap-tiap rumah, dan pencegahan di pintu masuk wilayah,’’ ucapnya. Terkait percepatan penanganan Covid-19

dan dampak ekonomi yang ditimbulkan, satgas kini diperbolehkan menggunakan sebagian dana desa adat. Di mana dana sebesar Rp 50 juta dipakai untuk penanganan Covid-19 dan Rp 100 juta lagi untuk membantu ekonomi masyarakat. Khusus untuk Desa Adat Kutuh Kelod, sebagian dana desa adat tersebut akan

diarahkan untuk pembelian obat-obatan seperti desinfektan dan hand sanitizer serta akan dimanfaatkan untuk pemberian sembako bagi 195 krama adat. Serta untuk kegiatan upacara keagamaan seperti yang diinstruksikan pemerintah. Di mana Satgas Desa Adat bergerak secara sekala dan niskala. (bit)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 23 April 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu