TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS K. NADHA
12 HALAMAN NOMOR 213 TAHUN KE 72
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
SENIN PON, 23 MARET 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pelaku Curanmor Diringkus
Disita Ganja Seberat 3 Kg
Lovina Ditutup
Tim gabungan Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur (Dentim) melakukan penyelidikan di Pasar Kereneng, Dentim. Penyelidikan itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi menangkap I Gede Surya (34) saat hendak menjual motor hasil curiannya.
Penggagalan peredaran ganja di wilayah Bali dilakukan Tim Berantas BNNP Bali. Kali ini diamankan ganja seberat 3.195,7 gram dikirim dari Pekanbaru, Riau, Kamis (19/3) lalu.
Objek wisata Pantai Lovina resmi ditutup. Objek wisata maskot pariwisata di Bumi Den Bukit itu tutup mulai Sabtu (21/3) malam lalu.
BADUNG | HAL. 3 DENPASAR | HAL. 2
BULELENG | HAL. 10
STIMULUS EKONOMI TAK MAMPU SELAMATKAN PARIWISATA BALI Dampak Covid-19 tidak perlu ditanya. Bahkan stimulus ekonomi dan pariwisata yang dilakukan tak mampu menyelamatkan pariwisata Bali.
D
Bali Post/eka
PANTAI KUTA - Sambil mengendarai ATV, petugas Balawista mengawasi pengunjung di Pantai Kuta, Badung, Minggu (22/3) kemarin. Pascamerebaknya Covid-19, Pantai Kuta minim kunjungan wisatawan.
Tawur Tabuh Gentuh di Besakih
Di-”puput” Tiga Sulinggih Amlapura (Bali Post) Prosesi Tawur Tabuh Gentuh di bencingah Pura Agung Besakih, Karangasem, dilaksanakan Selasa (24/3) mulai pukul 10.00. Upacara serangkaian Karya Ida Batara Turun Kabeh ini di-puput tiga sulinggih. Tawur Tabuh Gentuh diawali dengan upacara Mapepada Senin (23/3) hari ini mulai pukul 10.00, dipuput dua sulinggih. Sejumlah wewalungan digunakan sebagai sarana upakara meliputi seekor kerbau suci, kidang, manjangan, banteng, kambing, asu bangbungkem, kucit butuan, angsa, dan sebagainya. Hal itu disampaikan Ketua Umum Panitia Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh, Jro Mangku Widiartha, Minggu (22/3) kemarin. Sehubungan dengan pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, Panitia Karya mengimbau umat se-Dharma bahwa pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih hanya melibatkan unsur-unsur pokok kelembagaan yang ada di Desa Adat Besakih. Umat yang akan melakukan persembahyangan ke Pura Besakih agar membatasi diri maksimal 25 orang. Mengacu pada ketentuan social distancing agar umat mengatur jarak, terutama pada saat melakukan pamuspaan. Sebelum memasuki utama mandala, pamedek diminta melakukan cuci tangan dengan cairan hand sanitizer pada tempat yang sudah disiapkan. ‘’Imbauan ini menindaklanjuti arahan Presiden RI melalui pidato tanggal 15 Maret 2020 tentang perkembangan penyebaran virus Corona, SE Gubernur Bali terkait pencegahan virus Corana, Maklumat Kapolri, Surat Edaran Bersama PHDI Bali, Majelis Desa Pakraman dan Pemerintah Provinsi Bali tentang perayaan Nyepi, tertanggal 17 Maret 2020, dan Instruksi Gubernur Bali No. 267/01-B/HK/2020 tentang pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi Çaka 1942 di Bali tanggal 25 Maret 2020,’’ ujarnya. Adapun puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh dilangsungkan pada 7 April dan berlangsung hingga 28 April 2020. (lun)
Kasus Covid-19
48 Orang Meninggal Tiga Dokter Jakarta (Bali Post) – Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 64 kasus menjadi 514 kasus dengan angka kematian bertambah 10 orang menjadi 48 orang per Minggu (22/3) kemarin, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. ‘’Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang,’’ ujar Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu kemarin. Penambahan sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus). Yuri menambahkan, dari korban yang meninggal itu, tiga di antaranya dokter. ‘’Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan dukacita yang sedalamdalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit Covid-19,’’ kata Yuri. Pemerintah bersedih karena hal itu me-
Pariwisata Bali Menuju Titik Nol Kementerian Luar Negeri RI mulai Jumat (20/3) melakukan penangguhan kebijakan bebas visa kunjungan selama satu bulan. Penangguhan kebijakan bebas visa ini merupakan tonggak awal pariwisata Bali menuju titik nol. www.bisnisbali.com
Sembuhkan Pengaruh Ilmu Hitam Pura Taman Campuan di Banjar Sala, Desa Abuan, Susut, Bangli, untuk malukat dipercaya menyembuhkan sakit, termasuk akibat pengaruh ilmu hitam.
Apakah migran tersebut datang dari negara yang terjangkit atau tidak. Untuk migran yang datang dari negara terjangkit Covid-19 maka akan dilakukan karantina. Dewa Made Indra
www.denpost.id
nesia, namun pemerintah nimpa Indonesia, argai tenaga kesehatan juga menghargai ng sudah mendedikasitersebut yang a bangsa dan negara. kan diri pada h bersedih untuk ini, ‘’Pemerintah dan kami menyampaikan rasa wa sedalam-dalamnya. belasungkawa a berada dalam pengYakinlah kita abdian yang benar, profesional rikan semuanya dan kita berikan kan rakyat kita untuk kebaikan yang dicintaii ini,’’ katanya. ya, tiga dokter Sebelumnya, unia akibat Comeninggal dunia vid-19 yakni dr. Hadio Ali r. Djoko JuKhazatsin, dr. dodjoko, dan dr. Adi Miran Dokter saputra. Ikatan DI) meIndonesia (IDI) nyak nyebut sebanyak es32 tenaga kesya ehatan lainnya ar juga terpapar bat Covid-19 akibat en. merawat pasien. (ant)
Tak Semua Naker Migran Dikarantina
Harian Bisnis Bali
Harian DENPOST
ekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahyuda mengatakan, Covid-19 ini berdampak besar pada ekonomi dan pariwisata. Stimulus yang dilakukan sekarang ini tidak akan bisa menyelamatkan pariwisata Bali. Sebelum Indonesia terdampak Covid-19, Bali sudah kehilangan Rp 7,1 triliun dari sektor pariwisata. Apalagi Menlu telah mengumumkan kebijakan menutup akses masuk ke dan keluar dari Indonesia, sehingga apa pun stimulusnya pada saat ini akan memiliki dampak kecil bagi pariwisata Bali. ‘’Demand menjadi inelastis bagaimanapun bentuk insentifnya. Yang pasti, dan juga sudah diprediksi oleh beberapa ekonom, adalah pada kestabilan pertumbuhan ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi RI diprediksi akan menurun dari yang ditargetkan pada tahun ini,’’ ujarnya, Sabtu (21/3). Seharusnya, permintaan akan produk impor juga akan menurun karena harga yang meningkat, dan begitu juga sebaliknya permintaan akan produk Indonesia dari luar negeri akan meningkat karena harganya rendah. Namun karena kebijakan stay at home yang berlaku sekarang ini, maka daya beli masyarakat akan menurun, yang berimbas pada rendahnya konsumsi rumah tangga. Penurunan konsumsi rumah tangga juga akan berdampak pada penurunan ekonomi karena sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap PDRB selama ini cukup tinggi yaitu 50 persen. Nilainya mencapai Rp 20 triliun, sehingga ekonomi akan sangat terasa turun jika konsumsi rumah tangga turun. (kmb42)
Kepala Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali
RATUSAN pekerja yang bekerja di luar negeri, Senin (23/3) ini akan tiba di Bali. Mereka akan menggunakan dua penerbangan dari rute berbeda. Satunya dari Dubai dengan pesawat udara Emirates Airlines EK-450 dan dari Doha dengan pesawat udara Qatar Airways QR-962. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir mengatakan, total penumpang dari dua penerbangan sebanyak 205 orang. Kepala Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam konfrensi persnya, Minggu (22/3) sore mengatakan, naker migran asal Bali yang datang di bandara akan dilakukan pemeriksaan. ‘’Apakah migran tersebut datang dari negara yang terjangkit atau tidak. Untuk migran yang datang dari negara terjangkit Covid-19 maka akan dilakukan karantina,’’ jelasnya.
Selain itu, nantinya juga akan dilanjutkan dengan pengecekan sertifikat kesehatan dari negara dia berangkat. ‘’Apabila dari sertifikat kesehatan itu diharuskan untuk dilakukan karantina, migran tersebut harus mengikuti proses karantina yang sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi,’’ katanya. Berdasarkan hasil rapat Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Minggu pagi kemarin, telah disiapkan tempat karantina bagi naker migran yang rencananya akan datang sebanyak 205 orang melalui Bandara Ngurah Rai. Ada beberapa tempat yang telah disiapkan untuk menampung sementara para migran yang datang. Di antaranya Bapelkes Tantu Jalan By-pass Prof. Mantra, BPSDM Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Balai Latihan Perhubungan Batubulan, dan beberapa tempat lainnya. (dar/edi)
Sejumlah Negara akan Jemput Warganya ke Bali Mangupura (Bali Post) Merebaknya wabah Corona, membuat beberapa penerbangan dari sejumlah negara dibatasi. Pembatasan penerbangan itu membuat banyak wisman yang berlibur di Bali kesulitan untuk kembali ke negaranya. Rupanya hal ini membuat sejumlah negara melakukan penjemputan khusus ke Bali. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, ElÀ Amir, mengatakan sudah menerima rencana evakuasi dari beberapa negara yang warganya masih ada di Bali. Dalam waktu dekat akan ada pesawat Polandia untuk evakuasi warganya. ‘’Pesawat akan datang Senin 23 Maret,’’ katanya, Minggu (22/3) kemarin. Pemerintah juga sudah mengeluarkan izin masuk untuk penerbangan dari empat negara yang akan melakukan penjemputan terhadap warganya yang masih ada di Indonesia. Dari empat penerbangan tersebut, dua di antaranya akan turun di Bali dan dua di Cengkareng. Keempat negara tersebut yakni Polandia dan Lhituania dengan tujuan Bali, sedangkan Kamboja dan Tiongkok dengan tujuan Cengkareng. Menurutnya, ketiga penerbangan dari empat negara ini sudah mendapat izin Flight Clearance (izin masuk Indonesia) dari tiga instansi. Yakni izin dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. ‘’Sudah ada izin masuk Indonesia buat Polandia, Lhituania dan Cambodia (Kamboja) dan China,’’ katanya. (kmb23)
Senin Pon, 23 Maret 2020
Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Nyepi Çaka 1942
Ajang ”Mulat Sarira”, Tingkatkan Kewaspadaan Sikapi Virus Corona
FIGUR
Tarik Mahasiswa Magang DWIJENDRA University Denpasar kini DWIJEND terus berb berbenah untuk menjadi kampusnya kaum milenial Bali. Nama Undwi kini diformat lebih l modern dan gaul menjadi Dwijendra University. Ini semua berkat ide cerdas Re Rektor baru, Dr. Ir. I Gede Sedana M.Sc.MMA M.Sc.MMA. Dia bukan orang baru di Undwi karena kar sebelumnya menjadi Dekan Fakultas Pertanian. Belum setahun menj menjabat, Gede Sedana bersama kab kabinet barunya sudah menghada masa serius, yakni ancaman dapi v virus Corona (Covid-19). Dia pun mengikuti SE Gubernur dan Kemendikbud untuk merumahkan mahasiswa dan dosennya selama dua pekan. Dia menegaskan bukan diliburkan, melainkan belajar di rumah lewat online, e-learning atau teleconference. Bahkan rektor yang ahli bidang padi unggul ini mengatakan semua mahasiswa FKIP Dwijendra University yang magang di sekolah, mahasiswa Fikom yang magang di industri pers, mahasiswa Pertanian yang magang di masyarakat dan instansi terkait ditarik ke rumah. Hal ini dilakukan guna menghormati SE Gubernur Bali untuk menghindari pertemuan melibatkan orang banyak. Selain itu program kerja sama internasional Dwijendra University dengan Malaysia, Thailand, Taiwan dan negara lain ditunda. Sedangkan beasiswa untuk krama Bali, dia sudah bertemu Gubernur Bali Wayan Koster guna memberi beasiswa bagi SDM yang memilih Prodi Bahasa Daerah Bali guna mendukung ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Selain kerja sama mengabdian masyarakat dan penelitian. (sue)
Melasti, Desa Adat Sesetan Hanya Libatkan Prajuru dan Pemangku Denpasar (Bali Post) Serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942, Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar serentak melaksanakan upacara Melasti, Minggu (22/3) kemarin. Namun, prosesi pamelastian tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap banjar adat/dinas yang ada di Desa Adat Sesetan hanya diwakili 4 orang prajuru beserta sejumlah pemangku masing-masing. Para prajuru dan pemangku ini hanya nunas tirta ke pantai, kemudian tirta tersebut dipercikkan ke Ida Batara Sesuhunan masing-masing banjar dan Pura Desa. Klian Adat Banjar Lantang Bejuh I Nyoman Suarjana, S.Pd., M.Fis. menyampaikan, pamelastian nyepen ini dilakukan sesuai dengan arahan Bendesa Adat Sesetan sesuai dengan intstruksi Gubernur Bali. Pamelastian hanya dilakukan oleh masingmasing perwakilan banjar
adat/dinas beserta sejumlah pemangku masing-masing. Ida Batara tidak lunga ke pantai seperti melasti pada tahun-tahun sebelumnya. Ida Batara tetap malinggih di Pura Desa dan pura yang ada di masing-masing banjar. “Ini dilakukan untuk mengurangi perkumpulan orang banyak, karena kita sedang menghadapi wabah virus Corona. Namun, makna dari pamelastian ini tetap kita dapatkan karena rangkaiannya tetap kita lakukan,” ujarnya. Dikatakan, upacara pamelastian dilakukan kurang lebih pukul 06.00 - 07.30 Wita. Setelah itu, masing-masing prajuru membawa tirta ke masing-masing banjar adat/ dinas. Sementara itu, terkait pangerupukan akan tetap dilaksanakan upacara pacaruan, namun tidak melibatkan banyak krama banjar, sedangkan pengarakan ogoh-ogoh ditiadakan. (win)
Bali Post/win
PAMELASTIAN - Suasana upacara pamelastian yang dilakukan sejumlah prajuru banjar adat dan beberapa pemangku Banjar Adat Lantang Bejuh, Desa Adat Sesetan, Minggu (22/3) kemarin.
TOPIK : TIDAK SEMUA NAKER PULANG DARI LN DIISOLASI
UMAT Hindu Bali akan segera memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1942. Seluruh rangkaian yang dimulai dari Pamelastian, Tawur Agung Kasanga, Nyepi dan Ngembak Geni sarat akan makna. Hari Suci Nyepi yang diperingati setiap tahun sekali pada kali ini jatuh pada 25 Maret mendatang. Kendati di tengah keprihatinan dengan mewabahnya virus Corona (Covid-19), yang melanda hampir semua negara, seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi dapat dilaksanakan dengan khidmat tanpa mengurangi makna, walaupun jumlah massa yang dibatasi. Upacara pamelastian atau melasti dilaksanakan sebagai wujud penyucian bhuana alit dan bhuana agung sebagai wujud sraddha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kendati tahun ini disepakati untuk pelaksanaan Melasti Ngubeng, makna yang terkandung di dalamnya pun masih kental dan tidak mengubah esensi makna pamelastian. Dilanjutkan dengan pelaksanaan
Tawur Agung Kasanga bertepatan dengan Tilem Sasih Kasanga yang serentak dilaksanakan di catus pata desa, catus pata kabupaten/kota. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya menetralisir aura negatif yang berada pada palemahan serta nyomya bhuta kala. Pada malam Pangerupukan identik dengan ngarak ogoh-ogoh, namun berkenaan dengan kewaspadaan dan mitigasi penyebaran Covid-19 maka khusus Kota Denpasar dilaksanakan penundaan. Sedangkan keesokan harinya merupakan pelaksanaan Hari Suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun Çaka 1942 dilaksanakan Catur Brata Panyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna sebagai ajang penyucian diri dengan mulat sarira. Pelaksanaan Catur Brata Panyepian ini diakhiri dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui dharma shanti. Beranjak dari makna Hari Suci Nyepi, Wali Kota Den-
pasar I.B. Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Minggu (22/3) kemarin mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi sebagai suatu yadnya suci meningkatkan sraddha bhakti dalam melaksanakan dharma agama dan dharma negara. Dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi ini Wali Kota Rai Mantra mengimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana hidup berdampingan menghormati keragaman budaya. Selain itu, Rai Mantra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi sebagai kontrol diri, mengingat sedang menghadapi bahaya virus Corona (Covid-19), mari kita tanggulangi dengan meningkatkan kesadaran diri kita. Sementara itu, Wawali
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Jaya Negara turut berpesan agar kita bersama-sama untuk meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri sebagai ajang mulat sarira. Sehingga seluruh umat manusia dapat terbebas dari marabahaya serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup. “Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi serta selamat Tahun
Baru Çaka 1942 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya. Semoga kita selalu dapat melakukan sraddha bhakti sesuai dengan swadharma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujar Rai Mantra dan Jaya Negara. (ad605)
Masyarakat Diminta Disiplin agar Bali Cepat ’’Recovery’’ Denpasar (Bali Post) -
Keputusan pemerintah menutup objek wisata di Bali didukung oleh Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali. PUTRI berharap agar masyarakat disiplin melakukan instruksi pemerintah, yaitu social distancing dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini bertujuan agar mata rantai virus cepat berhenti, sehingga objek wisata di Bali kembali buka. Recovery pariwisata dan ekonomi juga agar lebih cepat bisa dilakukan. ‘’Memang tidak ada jalan lain selain menutup objek wisata dan tempat-tempat wisata sementara, karena kita lebih mementingkan keselamatan
masyarakat,’’ kata Ketua PUTRI Bali Inda Trimafo Yudha dihubungi, Sabtu (21/3). Namun, Gek In --panggilan akrabnya-- berharap ada penekanan terkait waktu penutupan. Meski demikian, ia tidak menuntut pemerintah untuk memastikan waktu tutupnya, karena ia menyadari kembali bukanya objek wisata tergan-
tung dari kedisiplinan masyarakat mengikuti self distancing. ‘’Kalau masyarakat tertib, seperti di Wuhan, putus mata rantai virus itu. Tapi kalau masyarakat tidak sadar, itu yang susah,’’ ungkapnya. Jika upaya penutupan objek wisata ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus, ia sangat mendukung keputusan
Gubernur. Penutupan objek wisata ini ada dua hal yang perlu dipikirkan, yaitu tenaga kerja yang bekerja di dalamnya dan satwa pada objek wisata kebun binatang. Karena objek wisata yang menonjolkan konservasi hewan di Bali ada sekitar tujuh. ‘’Banyak objek wisata yang berkutat pada satwa yang merupakan bagian dari konservasi binatang. Kalau stop terlalu lama, bagaimana sustainability dari pangan satwa tersebut. Apakah ada bantuan alokasi untuk satwa karena satwa itu juga notabene adalah
satwa yang dilindungi. Tapi kalau jangka pendek, masih bisa,’’ bebernya. Menurutnya, penutupan objek wisata diharapkan tidak sampai berbulan-bulan atau lebih dari sebulan. Semakin cepat buka, semakin bagus karena waktu recovery pun butuh waktu lama. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Cegah Covid-19, Tempat Hiburan Malam Ditutup Denpasar (Bali Post) Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat terkait penanganan penyebaran Covid-19 atau virus Corona. Menindaklanjuti maklumat tersebut, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan menggelar video conference (vicon) dengan sejumlat camat di Denpasar dan Badung, Minggu (22/3) kemarin. Salah satu yang dibahas yaitu menutup tempat hiburan malam (THM). “Sudah dibahas tadi (penutupan THM - red) saat Bapak Kapolresta vicon dengan para camat. Mulai malam nanti Boshe ditutup. Hal ini dilaku-
kan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk menutup tempat hiburan malam sepenuhnya di tangan pemberi izin yaitu pemerintah daerah. Tidak boleh lagi, kita harus loyal dan ikuti imbauan pemerintah,” kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra. Kompol Gatra mengungkapkan, menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19, Polri mengadakan operasi terpusat meliputi Mabes, Polda dan Polres, yaitu Operasi Aman Nusa Agung II tahun 2020. “Sasarannya mencegah penyebaran Covid-19. Dalam operasi
ini dibentuk satgas-satgas, ada enam satgas,” tegasnya. Ada Satgas Deteksi bertugas mendeteksi dan menggali informasi di mana ada orang, barang dan tempat dicurigai bisa menyebabkan tersebarnya virus Corona. Satgas pencegahan, berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk TNI dalam melakukan penyuluhan keliling tentang upaya-upaya dilakukan guna mencegah penyebaran virus tersebut. Selanjutnya Satgas Penanganan, memproses orang yang terindikasi dan dikedepankan petugas kesehatan. Satgas Re-
habilitasi bertugas melakukan rehabilitasi. Sedangkan Satgas Penegakan Hukum memproses orang-orang menyebarkan hoax tentang virus ini yang berdampak keresahan masyarakat. Terakhir yaitu Satgas Bantuan Operasi bertugas menggelar patroli gabungan, membuat Posko Terpadu di Denpasar dan Badung. “Kekuatan Satgas ini, untuk Polresta 35 orang. Mereka ini merupakan anggota tangguh, inti dan pilihan. Untuk tahap awal operasi ini berlangsung dari tanggal 19 Maret sampai 17 April 2020. Setelah itu akan
dibahas lagi,” ujar mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa ini. Sementara dalam maklumat tersebut, Kapolri Idham Azis minta masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa. Kegiatan tersebut di antaranya seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, pawai, karnaval hingga resepsi. Apabila ditemukan perbuatan bertentangan dengan maklumat tersebut, maka akan ditindak sesuai perundang-undangan. (kmb36)
Senin Pon, 23 Maret 2020
Bentuk Penerapan ”Social Distancing” di Badung
Bupati Giri Prasta Pimpin Rapat via ”Teleconference” dengan Para Camat BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin rapat melalui teleconference bersama dengan seluruh camat yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Rapat berlangsung pada Minggu (22/3) kemarin dengan agenda pembahasan penanggulangan virus Corona (Covid-19) dan kesiapan menyambut hari raya Nyepi dalam situasi siaga Covid-19 di masing-masing wilayah kecamatan di Kabupaten Badung. Dalam teleconference tersebut, para camat yang terlibat mendengarkan arahan dari Bupati Giri Prasta dengan serius. Semua sependapat bahwa pandemi ini merupakan hal yang serius sehingga langkah antisipasi yang dilakukan harus serius pula. Di antaranya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga stamina tubuh, rutin melakukan olahraga, menjaga
pola makan, rajin mencuci tangan, serta tetap menerapkan social distancing sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus, meskipun dalam suasana euforia menyambut hari raya Nyepi. Bupati Giri Prasta menjelaskan, rapat melalui teleconference merupakan salah satu upaya menangkal penyebaran virus sekaligus bentuk penerapan social distancing (pembatasan sosial) yang tepat. “Pemkab ingin memastikan bahwa seluruh jajaran dan pegawai dalam kondisi sehat dan dapat menjalankan tugas dengan baik dan aman. Kami bertekad mendukung penuh pemerintah pusat dalam memerangi Covid-19 dan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan upacara agama serangkaian hari raya Nyepi Tahun Çaka 1942. Tentu kami juga mengimbau
Disita, Ganja Seberat Tiga Kilogram dari Pekanbaru Mangupura (Bali Post) Penggagalan peredaran ganja di wilayah Bali dilakukan Tim Berantas BNNP Bali. Kali ini diamankan ganja seberat 3.195,7 gram dikirim dari Pekanbaru, Riau, Kamis (19/3) lalu. Pelakunya, Beni Vebriadi (23), ditangkap di Jalan Legian, Kuta. “Pengungkapan kasus ini berkat kerja sama antara BNN RI dangan BNNP Bali. Pelaku ini merupakan sindikat pengedar ganja Pekanbaru-Bali,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H., Minggu (22/3) kemarin. Setelah mendapat informasi ada pengiriman ganja ke Bali, Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen, Kompol Saifudin Jufri, melakukan penyelidikan. Paket ganja tersebut dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman. Saat petugas ekspedisi mengirimkan paket sesuai alamat penerima yang tertera di resi di Jalan Raya Legian, Kuta, Kompol Saifudin bersama anggotanya melakukan pengintaian di sana dan melihat pelaku dengan gelagat mencurigakan sedang menerima paket kiriman. Dus besar tersebut lalu diletakkan di bagian depan sepeda motor Honda Vario. Saat itulah petugas langsung menyergapnya. “Ternyata pelaku melihat petugas, dia langsung melarikan diri dan meninggalkan sepeda mot-
ornya. Petugas langsung mengejarnya,” ujarnya. Pelaku berhasil ditangkap tidak jauh dari TKP. Petugas melakukan penggeledahan disaksikan pihak keamanan Desa Legian dan warga. Isi dus terbut tiga paket ganja seberat 3.195,7 gram brutto. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Bali untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain menangkap pelaku, petugas mengamankan barang bukti tiga bungkusan dibalut lakban warna coklat berisi ganja kering seberat 3.195,7 brutto dan satu handphone. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar Timur. “Pelaku sudah ditahan. Anggota kami masih mengembangkan kasus ini,” ujar Brigjen Suastawa. (kmb36)
kepada para camat untuk memberikan pengarahan kepada tokoh-tokoh masyarakat adat di wilayahnya masingmasing agar membatasi jumlah masyarakat yang terlibat dalam prosesi upacara serangkaian hari raya Nyepi,” tegas Giri Prasta. Lebih lanjut Bupati asal Plaga ini mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat semua aktivitas dan pelayanan pada masyarakat jadi terhenti. Sebaliknya, Pemkab Badung terus bekerja optimal meski menggunakan media komunikasi virtual. Hasilnya, kinerja pegawai menjadi lebih cepat, pekerjaan menjadi lebih efektif dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan yang paling penting masyarakat tetap dalam kondisi prima dan sehat sehingga dapat melaksanakan perayaan hari raya Nyepi
secara khidmat meskipun dalam situasi dan kondisi yang tidak seperti biasanya. “Meskipun masyarakat kita sedang menggelar prosesi upacara, tapi pencegahan ini wajib juga untuk dilakukan. Salah satunya dalam bentuk social distancing dan membatasi jumlah masyarakat yang terlibat dalam prosesi upacara. Ini kita lakukan tanpa menghilangkan esensi dari upacara maupun dresta yang berlaku di masing-masing desa adat. Ini merupakan langkah kita untuk melindungi masyarakat Badung dari Covid-19. Jadi, meskipun saat ini kita rapat terpisah secara jarak tapi tugas dan kewajiban masing-masing jajaran perangkat daerah dapat berjalan sebagaimana mestinya. Inilah wujud nyata bagaimana pola work from home yang benar dan tepat,” jelas Giri Prasta. (ad603)
RAPAT - Bupati Giri Prasta saat memimpin rapat melalui teleconference bersama dengan seluruh camat se-Badung, Minggu (22/3) kemarin.
Pantai Pandawa Ditutup Desa Adat Kutuh Lakukan Disinfeksi Mangupura (Bali Post) – Penutupan seluruh objek wisata di seluruh Kabupaten Badung langsung disikapi semua pihak, terutama para pengelola objek wisata. Mereka sepakat menutup tempat wisata ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Momen penutupan sementara ini dimanfaatkan prajuru Desa Adat Kutuh untuk melakukan aksi disinfeksi. Tak hanya di Pantai Pandawa, semua objek wisata di Kutuh, warung, ruko dan rumah warga disemprot cairan disinfektan, Minggu (22/3) kemarin.
PENYEMPROTAN - Desa Adat Kutuh melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh objek wisata, warung, ruko dan rumah warga, Minggu (22/3) kemarin.
Bali Post/ist
Bendesa Adat Kutuh Drs. Nyoman Mesir mengatakan, di tengah penutupan objek wisata, pihaknya beserta masyarakat setempat melaksanakan disinfeksi ke semua destinasi wisata yang ada di Desa Kutuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kini semakin mengkhawatirkan. “Semua destinasi wisata yang ada di wilayah kami disemprot dengan cairan disinfektan. Selain itu, warung, ruko, bahkan rumah warga juga disemprot. Kami sudah melakukan penyemprotan se-
jak Pantai Pandawa ditutup,” katanya. Pria yang juga sebagai Komisaris Bumda dan membawahi Badan Pengelola Objek Wisata Pantai Pandawa ini menjelaskan, sejumlah orang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan. Dengan menggunakan dua mobil pecalang setempat, semuanya disasar. Diperkirakan penyemprotan ini baru selesai, Senin (23/3) hari ini. “Kami sangat mendukung langkah antisipasi pemerintah dengan memberikan imbauan supaya kita tetap waspada. Apalagi,
sekarang penyebaran virus ini sudah makin meluas,” terangnya. Mantan anggota DPRD Badung ini mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hindari keramaian, jangan sering keluar rumah jika tidak begitu urgen dan selalu jaga kesehatan. “Kami harap wabah ini akan segera berlalu dan pemerintah cepat bisa menanganinya agar situasi di Bali berjalan seperti sedia kala. Sementara untuk penutupan objek wisata di Desa Kutuh akan dilakukan sampai 31 Maret,” katanya. (kmb21)
Senin Pon, 23 Maret 2020 han dari pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus ini.
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Dewa Agung Krishna Arimbawa Astungkara cepat berakhir, mari disiplin ikuti langkahlangkah pencegahan.
Tajuk Rencana Terlalu Banyak Rencana Aksi PENYELAMATAN pertanian di negeri ini sudah menjadi wahana berulang dan teorinya nyaris sama. Bahkan rencana aksi menyelamatkan pertanian juga bertumpuk-tumpuk. Birokrat dan akademisi mungkin sudah paham betul secara teori bagaimana cara membangun pertanian. Teori banyak, namun lahan tetap tak produktif. Teori pertanian banyak, namun lahan pertanian tetap beralih fungsi menjadi fasilitas pariwisata. Sepanjang tahun, kepedulian terhadap pertanian terbangun secara musiman. Pertama pada musim politik dan ketika memasuki musim wisatawan paceklik. Dalam konteks ini, tanpa diminta pun orang-orang bahkan politisi akan datang dan merapat dengan petani. Mereka sangat fasih bicara pertanian. Bahkan, janji politik membangun pertanian menyebar dan sudah tak bisa dihitung lagi. Namun, keberpihakan kepada petani pada musim politik bukan berorientasi pada peningkatan produksi, melainkan pada suara dukungan petani. Petani diajak dan dirayu untuk menjadi kader partai. Kalau musim paceklik wisatawan, situasinya mirip sama dengan yang terjadi saat ini. Krisis wisata telah berdampak buruk terhadap ekonomi publik. Bahkan, ada kecenderungan akan terus memburuk, jika daya tahan ekonomi global terkoreksi. Kita akan terpuruk pada situasi alami, situasi di mana banyak orang hidup dari sektor pertanian. Ketika kita mengandalkan pertanian menjadi daya dukung ekonomi, kita memang bertahun-tahun juga hidup dalam kesederhanaan. Makanya, saat itu harga-harga produk pertanian murah. Sayangnya, ketika dunia bergerak dan kita memasuki kejayaan ekonomi dengan membanggakan pariwisata, harga-harga produk pertanian tetap rendah. Akibatnya, orang malas menjadi petani dan memilih menjadi karyawan hotel atau pengusaha hotel. Logis dan wajar, sebagai sebuah pilihan. Kini, ketika tantangan itu datang dan kesadaran kita tentang pertanian tumbuh lagi, saatnya kita bergerak terukur. Jangan lagi terlalu banyak rencana aksi yang terkadang membuat kita sulit memilih. Pemerintah harus bergerak menyelamatkan pertanian. Ketika harga-harga produk pertanian bagai bumi dan langit dengan produk-produk nonpertanian, jangan harap generasi muda masuk dalam dunia ini. Buktinya, ketika investasi sektor pertanian ditawarkan peminatnya sangat rendah. Lain halnya ketika investasi wisata dinyatakan terbuka, pemodal berlomba menekuninya. Artinya, ketika pilihan itu tak sepadan, maka sangat logis orang memilih yang lebih baik dan menjanjikan keuntungan yang pasti. Artinya kita harus bergerak menyelamatkan pertanian di sawah, bukan bicara pertanian dari atas meja.
Putu Bj Sudamertha Lebih parah juga dari erupsi Gunung Agung.
Menata Ulang Pariwisata
lalu dan kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Salam rahayu sameton sami.
Dewa Santika Seluruh dunia juga sudah tahu kondisi sekarang.
Andi Sugianta Astungkara semuanya akan berakhir, mari ikuti ara-
Nyoman Acit Citaprana Semua akan berlalu, tapi harus ikuti anjuran pemerintah.
Jangan pengumpulan massa seperti melasti, ogoh-ogoh, tajen. Agus Darmawan Yang jadi pertanyaan, mengapa semua kegiatan yang ditiadakan, kenapa tidak ada langkah-langkah dari pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran selain hanya meliburkan ini itu atau meniadakan acara bersifat keramaian. Apakah tidak ada penanggulangan lebih riil seperti penyemprotan disinfektan, pengecekan suhu tubuh di seluruh tempat umum, pembagian masker gratis dan penyediaan sanitizer. Dan apabila kita lagi sakit atau tidak enak badan, isolasi diri di rumah, minum obat supaya sembuh. Hendra ‘doc’ Wirawan Semua negara mengalami, tidak hanya Bali. Jadi, mari bersama-sama mengencangkan ikat pinggang.
DAMPAK pandemi Covid-19 disebut-sebut lebih parah dibandingkan Bom Bali. Jika benar demikian maka perekonomian Bali akan terpuruk dalam kurun waktu cukup lama, mengingat tulang punggungnya yakni sektor pariwisata menjalani masa jeda. Recovery tak bisa sekejap mata. Sebab, selain faktor internal, persoalan ini juga terkait kondisi eksternal seperti menunggu pulihnya kondisi negara-negara terdampak. Saat ini saja sudah muncul ketidakpastian dan menurunnya kinerja pasar keuangan global. Selain itu, Bali harus bekerja keras memulihkan diri dan kepercayaan internasional. Netizen di akun Facebook @balipost berharap pandemi virus Corona bisa segera ditangani agar kondisi Bali kembali pulih. Netizen juga saling mengingatkan pentingnya mengikuti anjuran pemerintah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Soal terpuruknya pariwisata, mungkin sekarang memang waktunya jeda dan LVWLUDKDW VHMHQDN -DQJDQ PHQ\HUDK /DNXNDQ HÂżVLHQVL NHUMD NHUDV GDQ EHULQRvasi. Susun pula strategi untuk menata ulang pariwisata Bali demi mewujudkan quality tourism. Badai pasti berlalu. Made Wijaya Mari kita berdoa dengan keyakinan kita masing-masing semoga virus Corona ini cepat teratasi dan ikuti aturan pemerintah.
pasti ada hikmah di balik peristiwa ini.
Sugiono Sugiono Mari kita sama-sama berdoa dan bersabar dalam menghadapi ujian ini,
Ketut Astawa Suro Sabar sameton. Ini mungkin ujian untuk kita semua. Semoga cepat ber-
Reno Ardi Semoga cepat pulih kembali pariwisata Bali.
zPerintis : K.Nadha, zPemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata zRedaktur Eksekutif: Parwata zSekretaris Redaksi: Diah Dewi zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata zAnggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana zOmbudsman: Jimmy Silalahi. zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. „ WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Pon, 23 Maret 2020
Pencegahan Covid-19 Bisa Gunakan Dana Desa Tabanan (Bali Post) -
Pemerintah saat ini gencar melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Tentunya upaya ini memerlukan anggaran yang cukup besar. Anggaran dari pemerintah tentu tidak semua bisa digunakan untuk itu. Namun, kini dana yang ada di desa berupa Dana Desa juga bisa digunakan untuk upaya pencegahan penyebaran virus Corona di desa masing-masing. Apalagi, Kementerian Desa dan PDT sudah memberikan kewenangan untuk itu. Terkait hal tersebut, Satgas Penanggulangan Covid-19 Tabanan telah mengeluarkan edaran kepada seluruh desa terkait pemanfaatan Dana Desa untuk melakukan berbagai aktivitas mencegah penyebaran virus Corona, seperti penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan di desa, sekolah dan tempat lainnya. Sekda Tabanan I Gede Susila selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Tabanan mengatakan, surat edaran ke desa tersebut merujuk pada edaran Gubernur Bali bahwa dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 ini bisa menggunakan Dana Desa. Dikatakan,
sesuai aturan Dana Desa, dimungkinkan untuk kegiatan kesehatan. Dengan demikian, desa bisa menggunakan dana tersebut untuk upaya pencegahan virus Corona di wilayah masing-masing untuk pengadaan disinfektan termasuk melakukan penyemprotan di wilayah masing-masing secara rutin serta pengadaan hand sanitizer. ‘’Dana Desa bisa digunakan untuk hal itu,’’ ujar Susila, Minggu (22/3) kemarin. Dalam upaya penanggulangan virus Corona ini, katanya, semuanya bersama-sama bergerak termasuk di desa. Apalagi di desa juga sudah didirikan posko melibatkan
Bhabinkamtibmas Polri dan Babinsa TNI, sehingga program penanggulangan Covid-19 di desa terorganisir. ‘’Pelaksanaannya diawasi camat,’’ tegasnya. Susila mengatakan, dengan adanya kebijakan tersebut, desa harus melakukan revisi anggaran desa (APBDes) terkait program yang bersumber dari Dana Desa. Hal tersebut dimungkinkan dilakukan saat APBDes perubahan dan sekarang anggarannya sepenuhnya digunakan untuk upaya penanggulangan virus Corona. ‘’Nanti desa melakukan revisi anggaran saat perubahan APBDes,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/kmb28
WIFI CORNER - .HJLDWDQ SHQ\HPSURWDQ GHVLQIHNWDQ GL VHMXPODK DUHDO ZLĂ€ FRUQHU belum lama ini.
Batasi Interaksi Warga
œœ:L¿ &RUQHUœœ 'LQRQDNWLINDQ 6HPHQWDUD Tabanan (Bali Post) -
Mendukung program pemerintah dan supaya tidak dijadikan tempat berkerumun serta ajang nongkrong generasi muda maupun masyarakat umum, layanan wifi corner untuk sementara dinonaktifkan. Penonaktifan layanan ini dimulai sejak tanggal 20 Maret sampai dengan 30 Maret 2020 mendatang. Dikonfirmasi Minggu (22/3) kemarin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan Putu Dian Setiawan mengatakan, penonaktifan wifi corner berdasarkan surat edaran Gubernur Bali
tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Penonaktifan ini sekaligus juga upaya membatasi interaksi atau kontak masyarakat secara berlebihan, sehingga mampu meminimalisasi penyebaran virus. Dian meminta agar generasi muda maupun masyarakat umum yang kerap memanfaatkan layanan ini dapat memaklumi. ‘’Sementara untuk wiĂ€ BKK kami masih minta petunjuk atau persetujuan dari Pemprov Bali, khususnya Diskominfo Bali sehubungan wifi gratis tersebut adalah BKK Provinsi Bali dalam Program Bali Smart Island-
nya,’’ ujarnya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tabanan ini menyadari dalam suasana belajar di rumah (e-learning) bagi anak-anak sekolah dan work from home bagi masyarakat, layanan internet tersebut pasti sangat dibutuhkan. ‘’Akan tetapi juga berpotensi untuk tempat berkumpul atau berkerumun. Inilah dilematisnya, tapi kita harus utamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat,’’ terangnya dan menambahkan, layanan wifi gratis di Kabupaten Tabanan telah dipasang di 393 titik. (kmb28)
Bali Post/dok
DISINFEKTAN - Kegiatan penyemprotan disinfektan di areal DTW di Kabupaten Tabanan terus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
25 DTW di Tabanan Ditutup Sementara Tabanan (Bali Post) Instruksi Gubernur Bali Wayan Koster yang meminta agar objek wisata untuk sementara ditutup, direspons oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dalam rapat internal dengan jajaran OPD, Sabtu (21/3), melalui video conference diputuskan Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menjalankan instruksi dari Provinsi Bali untuk bisa memaksimalkan penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Seluruh kawasan objek wisata di Kabupaten Tabanan ditutup sementara mulai Minggu (22/3) sampai dengan Senin (30/3) mendatang. Dari data Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, setidaknya ada 25 DTW di Kabupaten
Tabanan. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, hasil koordinasi dengan pimpinan daerah (Bupati Tabanan), untuk sementara waktu DTW dan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Tabanan ditutup mulai tanggal 22 Maret sampai dengan 30 Maret 2020. Ditegaskan, penutupan ini dilakukan oleh seluruh kawasan objek wisata yang selama ini ada kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Selain tiga DTW andalan yakni Tanah Lot, Ulundanu Beratan dan Jatiluwih, kawasan wisata lainnya seperti Alas Kedaton, Air Panas Penatahan, TPB Margarana, Taman Kupu-kupu Lestari, dan
Museum Subak. Selama penutupan, kata Sukanada, kegiatan penyemprotan disinfektan telah disarankan oleh masing-masing pengelola untuk terus dilakukan agar bisa mencegah penyebaran Covid-19. Dikatakan, pimpinan daerah dalam rapat koordinasi Sabtu (21/3) juga menginstruksikan Kepala Dinas Nakertrans dan instansi terkait di Kabupaten Tabanan agar mencarikan solusi terhadap orang-orang yang terdampak kebijakan tersebut dengan memperhatikan kebijakan pemerintah pusat yang telah dikeluarkan. Sementara itu dari informasi yang dihimpun di sejumlah DTW, penutupan sementara ini direspons baik untuk bisa mendukung pro-
gram pemerintah mencegah penyebaran virus. Apalagi sebelum keluarnya keputusan tersebut, tingkat kunjungan wisatawan memang sudah mulai menurun sejak empat hari terakhir. Misalnya di DTW Tanah Lot, yang normalnya dikunjungi ribuan wisatawan mancanegara dan domestik, hingga Sabtu (21/3) siang hanya ada 249 orang. Sementara dua hari sebelumnya atau pada Jumat (20/3) di angka 992 orang. Antisipasi penyebaran virus juga telah dilakukan jajaran pihak pengelola mulai dari penyediaan hand sanitizer di pintu masuk kawasan, serta penyemprotan disinfektan rutin tiap pagi dan jamjam tertentu tiap harinya. (kmb28)
Senin Pon, 23 Maret 2020
Terus Berlanjut di Gianyar
Bupati Mahayastra Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan SEJAK minggu lalu, penyemprotan disinfektan terus dilakukan di wilayah Kabupaten Gianyar. Beberapa desa, berbagai instansi, dan pihak swasta ikut bersatu padu melakukan penyemprotan secara mandiri. Beberapa kali, Bupati Gianyar Made Mahayastra memimpin sendiri penyemprotan ini. Seperti yang terlihat Minggu (22/3) kemarin di ruas jalan protokol dan ruko pinggir jalan di seputaran Ubud dan seputaran Pasar Sukawati. Penyemprotan itu dimulai dari perempatan Catus Pata Ubud menuju patung Arjuna Peliatan, mengarah ke Banjar Kalah menuju Pertamina Pengosekan. Kemudian kembali melewati Objek Wisata Monkey Forest. Penyemprotan dilakukan menggunakan mobil khusus dekontaminasi biologis dan kimia dari Yonzipur 1818/ YKR. Kecanggihan mobil khusus itu mampu mencampur sendiri bahan kimia yang digunakan. Selain itu, bisa juga mengeluarkan air panas atau dingin sesuai kebutuhan penyemprotan. Bupati Mahayastra dalam kesempatan itu meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah pasti hadir di tengah masyarakat memberikan pembinaan, sosialisasi dan berbagai penanggulangan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Seperti penyemprotan dan perlindungan pada tenaga kesehatan. ‘’Ini
Gianyar (Bali Post) Personel gabungan TNI/Polri melakukan penutupan sejumlah keramaian, yakni judi tajen dan kafe remang-remang yang masih beroperasi pada Sabtu (21/3) malam. Upaya ini dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19 yang rentan tersebar lewat keramaian.
PENYEMPROTAN - Sebelum memimpin langsung penyemprotan disinfektan Bupati Mahayastra memberikan sosialisasi untuk selalu menjaga kesehatan dengan baik. artinya pemerintah telah hadir di tengah masyarakat. Kita sudah lakukan pembinaan, sosialisasi program yang diagendakan lanjut ke action penanggulangannya,’’ terang Mahayastra. Rencananya, Senin (23/3) ini Mahayastra akan membagikan disinfektan ke desadesa untuk dibagikan kepada masyarakat. ‘’Rencana besok akan diberikan disinfektan ke semua desa yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat. Kemudian, masyarakat kami harapkan melakukan penyemprotan secara mandiri di rumah masing-masing,’’ harap Mahayastra. Sebelumnya, Pemkab Gianyar juga telah melaku-
kan penyemprotan ke loslos pasar di Ubud. Saat ini menyasar jalan, ruko pinggir jalan, dan trotoar. Ke depan, Mahayastra juga akan memasang fasilitas umum, seperti wastafel untuk cuci tangan di tempat umum. Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 juga telah siap bekerja 24 jam demi penanggulangan Covid-19. Hadir pula dalam penyemprotan tersebut Wakil Bupati Gianyar, Sekda Gianyar serta beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Gianyar dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Komandan Yonzipur 1818/YKR bersama jajarannya, dan Kapolres Gianyar beserta jajaran. (ad590)
Pemkab Gianyar Tutup Enam DTW Gianyar (Bali Post) Enam daerah tujuan wisata (DTW) yang dikelola Pemkab Gianyar akhirnya ditutup sementara mulai Minggu (22/3) kemarin. Penutupan ini direncanakan hingga 31 Maret mendatang. Objek wisata di kawasan lainnya, diimbau ikut melakukan penutupan sementara. Kadisparda Gianyar, A.A. Gde Putrawan, mengungkapkan Pemkab Gianyar sudah mengeluarkan surat perihal penutupan sementara DTW, sesuai surat nomor 556/3701/Diparda/2020. “Terhitung mulai Minggu hari ini, kita menutup sementara DTW yang selama ini dikelola Pemkab Gianyar,� ucap A.A. Putawan, Minggu kemarin. Dijabarkan ada enam DTW yang dikelola pemkab yang ditutup, yakni Tirta Empul, Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu dan Canti Tebing Tegallinggah. “Semua objek ini sudah kita tutup, selama delapan hari ke depan, yakni hingga 31 Maret,� katanya. Nah selama penutupan ini, dikatakan, para petugas objek tetap bekerja namun digilir. Mereka tetap bertugas membersihkan areal DTW, serta menginformasikan kepada wisatawan jika ada yang datang, bahwa objek itu ditutup sementara. “Tetap ada yang berjaga di objek, untuk menginformasikan kalau ada yang datang, tetapi kita tidak menjual tiket selama delapan hari ke depan ini,� katanya. Namun khusus warga lokal yang ingin melakukan persembahyangan tetap diperbolehkan masuk, tanpa dikenakan biaya. Namun tidak dibolehkan berkun-
Tim Gabungan Tutup Tajen dan Kafe Remang-remang
jung untuk menikmati objek wisata. “Karena dominan objek kita ini kan areal suci. Jadi kalau ada warga lokal yang mau melakukan upacara, atau malukat seperti di Tirta Empul tetap kita persilakan,“ jabarnya. Lantas berapa Pemkab Gianyar kehilangan PAD dari penutupan ini, Agung Putrawan mengaku belum menghitung detail, karena sejak Januari hingga pertengahan Maret ini terus ter-
jadi penurunan kunjungan setiap harinya. Namun data terakhir hasil penerimaan harian di objek wisata Tirta Empul saja itu sekitar Rp 30 juta. “Tapi ini dengan kunjungan yang terus menurun, mungkin kita perkirakan (kehilangan pendapatan selama ditutup - red) untuk enam DTW ini maksimal Rp 50 juta. Berapa kira-kira totalnya tinggal dikalikan delapan hari saja,“ terang Agung Putrawan. (kmb35)
Tim gabungan awalnya mendatangi tempat judi tajen atau sabungan ayam yang diselenggarakan di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Sabtu (21/3) sore. Kala itu Bhabinkamtibmas Aiptu Kadek Sumerta bersama Babinsa Sertu Gusti Ngurah Mudnyana, Perbekel Siangan Ketut Berata dan Bendesa Ida Bagus Nyoman Ardana terjun langsung mendatangi arena tajen di Desa Siangan itu. Sebelum menutup, Bhabinkamtibmas Aiptu Kadek Sumerta menerangkan bahaya Covid-19 dan penanganannya. Di hadapan para bebotoh, Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar lebih banyak tinggal di rumah. Menerima penjelasan itu, bebotoh langsung membubarkan diri. Kapolsek Kota Gianyar KomSRO .HWXW 6XDVWLND GLNRQĂ€UPDVL Minggu (22/3) kemarin, membenarkan penutupan tajen itu di Wilkum Polsek Gianyar. Kapolsek Gianyar mengimbau untuk tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang selama kondisi ini. ‘’Kita tidak izinkan, bila masih ada tajen tentu akan dibubarkan oleh aparat kepolisian,’’ tegasnya. Tidak hanya tajen, tim gabungan ini juga mendatang kafe remang-remang yang masih buka Sabtu (21/3) malam. Ada enam kafe remangremang yang didatangi petugas malam Minggu itu. ‘’Ada
enam kafe yang kami datangi, beberapa di antaranya sudah ditutup petugas Satpol PP Gianyar,’’ katanya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar Made Watha menyatakan penutupan itu berdasarkan imbauan tentang larangan berkerumun, untuk
mencegah penularan Covid-19. Dikatakan, tim mendapati sejumlah kafe remang-remang yang nekat buka. Para cewek kafe juga nekat berkumpul melayani tamu. Ada belasan penghuni kafe terjaring dalam sidak penutupan itu. Mereka pun diberikan pembinaan. Watha menambahkan, kafe
remang-remang itu ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. ‘’Sampai situasi normal. Dalam artian (imbauan - red) telah dicabut oleh pemerintah, situasi dinyatakan pulih,’’ jelasnya. Bukankah kafe remangremang itu bodong? Watha membenarkan kafe remangremang tidak punya izin beroperasi di Gianyar. ‘’Izin keramaian kafe itu dari Polres. Namun, izin kusus belum ada,’’ tandasnya. (kmb35)
Senin Pon, 23 Maret 2020
’’Fastboat’’ Jangan Nekat Angkut WNA ke Nusa Penida Semarapura (Bali Post) -
Wabah Covid-19 membuat situasi berbalik arah bagi Nusa Penida. Dulu, wisatawan sangat dinanti datang ke kawasan pariwisata ini. Menyusul adanya instruksi menutup semua objek wisata, seluruh fastboat pun diultimatum agar sama sekali tidak nekat mengangkut warga negara asing (WNA). Ini demi menjaga keamanan bersama agar Nusa Penida steril dari ancaman Covid-19. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Minggu (22/3) kemairn mengatakan, seluruh pos pemungutan retribusi sebagai pintu masuk WNA di Nusa Penida sudah ditutup. Seluruh petugasnya juga diminta bekerja dari rumah. Guna menutup total akses WNA ke Nusa Penida, para pemilik boat diminta ikut melindungi Nusa Penida. ‘’Kepada pemilik jasa angkutan boat, tolong saat ini bantu kami ‘selamatkan’ Nusa Penida dari bahaya virus Corona,’’ pinta Bupati Suwirta.
Pemilik boat diminta jangan memberikan kelonggaran sedikit pun terhadap WNA di tengah situasi seperti ini. Mengingat situasi saat ini sudah kian memburuk dan tidak memungkinkan diberikan toleransi. Dia mengakui boat butuh penumpang. Tetapi, untuk situasi saat ini, dia meminta agar pengusaha lebih mengedepankan keselamatan banyak orang. Sebab, kehadiran WNA menjadi sangat rentan menyebarkan virus Corona. ‘’Tolong kalau sudah ada WNA
mau nyeberang ke Nusa Penida, saya minta sementara ditolak. Fastboat jangan coba-coba nekat. Ini nantinya bisa menimbulkan masalah besar,’’ tegasnya. Selain kepada pengusaha fastboat, masyarakat umum juga diminta ikut berpartisipasi melakukan pengawasan. Tidak menutup kemungkinan ada saja yang lolos. Apalagi Klungkung sudah membentuk Posko Penanggulangan Covid-19 di setiap desa, termasuk di Nusa Penida. Posko ini melibatkan Bhabinka-
386 Ogoh-ogoh ’’Dimuseumkan’’ Semarapura (Bali Post) Ratusan ogoh-ogoh sudah telanjur dibuat, namun menjelang diarak saat pangerupukan, hal itu membuat semua yang direncanakan buyar menyusul terbitnya instruksi Gubernur Bali. Banyak STT (sekaa teruna-teruni) di setiap desa adat kecewa, karena sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya membuat ogoh-ogoh. Tetapi demi keselamatan bersama dari wabah Covid-19, ratusan ogoh-ogoh itu sementara harus ‘’dimuseumkan’’ di setiap banjar. Ratusan ogoh-ogoh sudah dibuat di empat kecamatan di seluruh Klungkung. Data yang diperoleh dari Polres Klungkung, di Kecamatan Banjarangkan sudah terdata sebanyak 91 ogoh-ogoh, Kecamatan Klungkung 84 ogoh-ogoh berukuran besar dan 47 ogoh-ogoh berukuran kecil. Kecamatan Nusa Penida ada 98 ogoh-ogoh dan Kecamatan Dawan 66 ogohogoh. Total, ada sebanyak 386 unit. Seluruhnya sudah terdata dengan baik, lengkap dengan penanggung jawabnya. Camat Klungkung Komang Gde Wisnuadi, Sabtu (21/3), menyampaikan pihaknya sudah meneruskan instruksi Gubernur Bali. Pada prinsipnya semua pihak mau menerima, meski kecewa. Pejabat ini menambahkan, agenda pawai ini akan direncanakan agar kalangan pemuda tidak kecewa. Tetapi, pelaksanaan pawai belum dipastikan kapan akan dilakukan. Setelah wabah Covid-19 mereda, akan dibicarakan lebih lanjut. ‘’Ada Desa Gelgel, rencananya bikin pawai itu. Bagaimana teknisnya, saya belum tahu detailnya. Baru opsi, tetapi bukan sekarang. Nanti setelah situasi aman,’’ tegasnya. Hal sama dikatakan Camat Banjarangkan I Gusti Agung Mahajaya. Ia mengatakan ogoh-ogoh akan disimpan di banjar.
Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung langsung mengumpulkan seluruh STT, setelah adanya instruksi Gubernur Bali tentang pelaran-
gan untuk mengarak ogohogoh. Meski mengaku kecewa, tetapi seluruh pihak di kalangan pemuda menerima keputusan itu. (kmb31)
mtibmas dan Babinsa, yang khusus memantau di setiap desa, untuk mengamankan semua instrumen yang dikeluarkan pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Terkait upaya pencegahan dengan cairan disinfektan, ini juga sudah disebar di seluruh kecamatan, termasuk di Nusa Penida menggunakan tandontandon air PDAM. Dia mengingatkan agar warga tetap memperhatikan aturan social distancing saat mengambilnya. Jangan justru berdesak-desakan. Setiap desa yang hendak melakukan upaya serupa juga dipersilakan. Bahkan, menjadi lebih bagus, karena membuat upaya pencegahan semakin kuat di tingkat desa. (kmb31)
Bali Post/kmb31
DILARANG ANGKUT WNA - Nusa Penida nampak kian sepi setelah ditutup untuk pariwisata. Fastboat pun dilarang nekat angkut WNA.
Senin Pon, 23 Maret 2020
Ajak Seluruh Warga Karangasem Covid-19, Jangan Hilangkan Esensi Hari Suci Nyepi Ikuti Instruksi Gubernur Cegah Covid-19 KETUA DPRD PRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana, S.Pd. ma pimpinan, angM.Si. atas nama taf DPRD Kabupaten gota beserta staf Karangasem mengucapkan Selamat epi Tahun Baru Çaka Hari Suci Nyepi tuh pada hari Rabu, 1942, yang jatuh 0. Gede Dana meng25 Maret 2020. luruh umat Hindu harapkan seluruh khususnya masyarakat Karangasem dapat melaksanakan Catur ian dengan tertib dan Brata Panyepian khusyuk. a mengatakan, meGede Dana entasi nilai luhur lalui implementasi ian, di tengah Brata Panyepian, wabah virus Corona yang sedang melanunia, da seluruh dunia, ia mengajak selundu ruh umat Hindu asa untuk senantiasa berdoa dan mumolat sarira memoan hon ke hadapan ng Ida Sang Hyang Widhi Wasa, h semoga wabah Covid-19 ini segera teratasi. “Kami mim-inta kepada masyarakat supaya bahu-membahu tutu rut membantu pemerintah ngi guna mengurangi baran risiko penyebaran a dengan virus Corona mengikuti anjuran engan tipemerintah dengan ta senandak panik serta
tiasa menjaga keseh kesehatan tubuh dengan melaks melaksanakan Perilaku Hidup Be Bersih dan Sehat (PHBS),” uc ucapnya. Gede Dana jug juga mendorong dalam pelaksanaan rangkaian u upacara hari raya Nyepi, seperti pelaksanaan Tawu Tawur Agung dan pengarakan og ogoh-ogoh agar senantiasa mengikuti m instruksi Gubernu Gubernur Bali, sehingga pelaksana pelaksanaan hari raya Nyepi di tenga tengah ancaman virus Corona teta tetap dapat berjalan dengan lancar dan khidmat khidma tanpa mengurang mengurangi esensi Nyepi itu sendiri. “Mari kita in patuhi instruksi Gubernur. Ini sebaga upaya sebagai untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Menginga gat, kasus po positif Covi vid-19 di B Bali terus bertamba Jadi, bah. mari kita jaga k kesehatan agar da dapat terdar seranhindar dari gan virus ini,” in Ajak Gede Dana. (ad601)
Gede Dana
B U P A T I Karangasem IGA Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1942, Rabu, 25 Maret 2020. “Rahajeng (Selamat) Rahina Suci Nyepi Çaka 1942 bagi umat seDharma se-Tanah Air. Semoga kita mampu menjalankan Catur Brata Panyepian dengan penuh khidmat demi keselamatan bumi beserta isinya,” kata Mas Sumatri didampingi Artha Dipa. Mas Sumatri mengatakan, perayaan Nyepi tahun ini terasa sangat berbeda akibat ancaman pandemi virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia, tak terkecuali Bali. Namun pihaknya meminta, wabah Covid-19 tidak menghilangkan esensi dari Nyepi. Sebaliknya, momentum memperkuat keyakinan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan menjalankan Catur Brata (empat pantangan), yakni Amati Geni (tidak menyalakan api) Amati Lelungan (tidak berpergian), Amati Lelanguan (tidak menghibur diri) dan Amati Karya (tidak
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.
beraktivitas). Demi keselamatan masyarakat, khususnya Karangasem, Bupati perempuan pertama di “Gumi Lahar” ini mengajak seluruh warganya mematuhi protap tentang antisipasi penyebaran Covid-19 serta mematuhi Instruksi Gubernur Bali Nomor;267/01-B/HK/2020 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942 di Bali. Salah satunya meniadakan pawai ogoh-ogoh dan membatasi umat ketika dilakukan upacara melasti. “Sebagai pimpinan daerah, kami sar a n k a n u m a t
Hindu dalam melaksanakan melasti dan tawur kasanga, mari batasi jumlah warga yang terlibat tanpa mengurangi makna dan khidmat beribadah. Ini adalah bentuk kepedulian kami,” saran Bupati Mas Sumatri sembari mengaku sudah melakukan upaya niskala (nangluk merana) dan sekala (penyemprotan disinfektan) di wilayahnya. Di tengah ancaman Covid-19, ia mengajak masyarakat tetap berpikir positif, sehingga bisa memetik hikmah dari setiap peristiwa. “Kejadian ini menyebabkan siswa belajar dari rumah, karyawan juga kerja dari rumah, momentum kita mendekatkan diri dengan keluarga yang selama ini punya kesibukan masing-masing. Tetaplah produktif dari rumah,” pintanya. Khusus untuk imbauan tidak diperkenankan melakukan pen-
garakan ogoh-ogoh, Mas Sumatri menyadari psikis generasi muda. Namun pihaknya kembali mengingatkan instruksi ini dikeluarkan oleh pemerintah demi keselamatan bersama. “Ogoh-ogoh adalah hasil kreativitas anak muda (STT) yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk pawai, tapi mau bagaimana lagi, gejala alam tidak bisa ditebak. Kami yakin STT di Karangasem dapat menerima dan mengikuti arahan dengan baik,” tegas Mas Sumatri. (ad602)
Senin Pon, 23 Maret 2020
Kesehatan
Hemodialisis dr. Zakaria J.P.
SEBAGAI salah satu terapi pengganti fungsi eksresi ginjal, hemodialisis (HD) atau cuci darah adalah proses pembersihan darah dari kelebihan zat sisa metabolisme (seperti toksin ureum, kreatinin), intoksikasi beberapa zat berbahaya yang terlarut darah, atau kelebihan zat pelarutnya (air atau serum darah) akibat penurunan/ kegagalan fungsi ginjal menggunakan mesin atau ginjal buatan. HD dilaksanakan di unit/ instalasi hemodialisis rumah sakit maupun klinik hemodialisis dalam pengawasan medis untuk mengelola kemungkinan komplikasi selama maupun sesudah HD yang terkadang dihadapi sebagian kecil pasien hemodialisis. Seperti menggigil, kram, pusing/nyeri kepala, lemas, mual-muntah, pingsan, sesak napas, tekanan darah meningkat atau menurun. Tahun 2007 laporan tahunan Pernefri mencatat 114.210 tindakan HD meningkat drastis menjadi 1.694.432 kali di tahun 2017. Hal ini diakibatkan pertambahan peserta JKN yang memiliki akses dan fasilitas
pembiayaan hemodialisis, yang sejalan dengan peningkatan kejadian diabetes dan hipertensi sebagai penyebab terbanyak gagal ginjal. Gagal ginjal atau Penyakit Ginjal Kronik (PGK) stadium 5 dengan nilai fungsi ginjal (LFG <15 ml/mnt/1,73m2) menjadi indikasi HD reguler dua kali seminggu dan HD terencana. HD darurat diindikasikan atas kegawatan ginjal (asidosis metabolik, tinggi kalium, sembab paru akut, sindrom uremia berat) dan keracunan akut (alkohol, obat, jengkol). HD preparatif dilaksanakan untuk persiapan operasi yang bertujuan menurunkan kadar ureum <100 mg/ dl, kreatinin <7 mg/dl dan kalium <5,5 meq/L dalam darah. Kondisi hemodinamik tidak stabil, keganasan lanjut, gagal organ lanjut (demensia, sirosis hati lanjut dengan gangguan fungsi saraf pusat), masalah akses vaskuler berat, dan AIDS stadium lanjut menjadi halangan pelaksanaan HD. Prinsip dasar proses hemodialisis adalah pengambilan sebagian volume darah pasien
melalui tusukan selang pada akses vaskuler (tusukan pembuluh darah besar lipat paha dan lengan, selang pembuluh darah besar di leher atau bawah tulang selangka, serta sambungan pembuluh darah pada lengan) untuk disaring oleh tabung ginjal buatan/dialiser yang berisi lembaran penyaring darah dan cairan dialisat menggunakan mesin dengan pengaturan khusus dan obat pengencer darah. Kemudian darah yang sudah disaring tersebut dikembalikan ke tubuh pasien melalui akses vaskuler yang ada. Pemanfaatan modalitas hemodialisis secara reguler, cito/kegawatan dan preparatif dengan optimal setidaknya dapat membantu tubuh menjalankan sebagian fungsi ginjal untuk menjaga mutu hidup pasien serta mengendalikan keseimbangan cairan dan sampah tubuh. Hemodialisis tidak dapat menyembuhkan gagal ginjal maupun memulihkan kerusakan jaringan ginjal dan fungsinya yang sudah ireversibel. (ad592)
Pemkab Diminta Sigap Tangkal Penyebaran Corona Bangli (Bali Post) –
Dewan di Bangli meminta Pemerintah Kabupaten Bangli lebih sigap menangkal penyebaran virus Corona. Pemkab juga diminta mulai memikirkan langkahlangkah antisipasi kelesuan ekonomi akibat dampak Corona itu. Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa menilai selama ini gerakan Pemkab Bangli dalam menangkal penyebaran virus Corona di Bangli masih minim dan lamban. Kalaupun ada kegiatan pencegahan seperti penyemprotan disinfektan, hanya dilakukan di beberapa tempat seperti perkantoran. Itu pun sifatnya sporadis. Dia membandingkan Bangli tidak seperti daerah lainnya. Di mana upaya pencegahan sudah dilakukan sejak awal munculnya wabah Corona itu dengan cara meningkatkan sterilisasi ke tempat-tempat umum di seluruh banjar hingga pelosok. ‘’Di Bangli action-nya minim sekali. Apa ini memang dianggap remeh?’’ ucap Sudiasa, Minggu (22/3) kemarin. Menurutnya, tidak ada alasan pemkab tidak pu-
nya biaya melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona itu. Dalam APBD telah dialokasikan dana tidak terduga yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu dalam keadaan seperti saat ini. Kalaupun dana yang dialokasikan itu kurang, pemkab bisa memanfaatkan dana yang disiapkan untuk kegiatan lain. ‘’Kita punya APBD Rp 1,2 triliun. Kalau pemerintah perlu dana, tinggal kita bicarakan bersama saja. Dari kegiatan mana bisa diambil dananya. Kami di dewan tidak mungkin tidak setuju, pasti mendorong itu,’’ terangnya. Virus Corona yang mewabah belakangan ini, dikhawatirkan politisi asal Desa Undisan, Tembuku itu, berdampak parah terhadap perekonomian masyarakat. Karenanya pihaknya mengingatkan pemerintah bersiap-
siap mengantisipasi kelesuan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Bupati, menurutnya, harus segera membuat program atau strategi untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari wabah Corona. ‘’Dengan adanya kasus ini dampak ekonominya tinggi sekali. Daya beli masyarakat jadi menurun. Semestinya pemkab sudah harus siap-siap membuat program antisipasi kelesuan ekonomi dan sebagainya,’’ jelasnya. Terkait instruksi Gubernur agar objek-objek wisata ditutup sementara untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus Corona di Bali, Sudiasa mendukung hal itu. Menurutnya, langkah itu memang harus dilakukan di tengah situasi seperti sekarang. Kepala Dinas Kesehatan
Bangli dr. Nengah Nadi secara terpisah mengatakan, Pemkab Bangli sudah melakukan langkah-langkah dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona. Selain melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat umum, pemantauan terhadap warga yang punya riwayat datang dari luar negeri juga sudah dilakukan. Dari data yang dimiliki Dinkes Bangli saat ini ada 190 warga yang jadi pantauan Dinkes melalui puskesmas-puskesmas. Nengah Nadi mengatakan, pihaknya mengusulkan pengadaan logistik seperti alat pelindung diri (APD), disinfektan, masker dan lainnya ke pemerintah provinsi dan pusat lewat BPBD. ‘’Kalau nanti umpamanya sudah ada status darurat kabupaten boleh pakai dana tidak terduga di kabupaten, kan sudah siap Rp 2 miliar. Sekarang operasionalnya biasa-biasa. Seperti ke lapangan, kita masih bisa, belum ada masalah,’’ kata Nadi. (kmb40)
Pemotor Tewas Tabrak Pohon Bangli (Bali Post) -
Bali Post/ist
KORBAN MENINGGAL - Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal terjadi di Jalan Kusumayudha jurusan Bangli – Kayuambua, tepatnya di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut, Sabtu (21/3) malam.
Seorang pengendara motor tewas setelah motor yang dikendarainya oleng dan menabrak pohon di Jalan Kusumayudha jurusan Bangli – Kayuambua, tepatnya di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut, Sabtu (21/3) malam. Peristiwa kecelakaan itu diduga terjadi karena korban kurang hati-hati saat melintasi jalan tikungan. Korban bernama I Wayan Sudiarta (44), warga Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut. Peristiwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.30 Wita itu berawal saat korban yang mengendarai motor Vario bernopol DK 4343 RZ melaju dari arah Banjar Tiga menuju Banjar Kayuambua. Saat melintasi jalan tikungan, korban yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi itu tiba-tiba tidak bisa
mengendalikan laju motor yang dikendarainya, sehingga oleng dan keluar dari badan jalan. Motornya kemudian menabrak sebuah pohon yang berada di bahu jalan. Benturan yang keras di bagian kepala menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian. Korban meninggal dengan luka robek pada bagian pelipis kiri, luka lebam di bagian mata kanan. Dari hidung dan telinga korban keluar darah. Korban kemudian dibawa ke RSUD Bangli untuk mendapat penanganan medis. Kasat Lantas Polres Bangli, AKP Nengah Sona, dikonfirmasi Minggu (22/3) pagi mengatakan, kasus kecelakaan itu telah ditangani instansinya. Saat kecelakaan terjadi, kata Sona, kondisi arus lalu lintas sepi. Di tempat kejadian juga nihil lampu penerangan jalan. (kmb40)
Senin Pon, 23 Maret 2020
Polairud Periksa Suhu Objek Wisata Tubuh ABK dan Penumpang Kapal Pantai Lovina Ditutup Singaraja (Bali Post) Objek wisata Pantai Lovina Kecamatan Buleleng resmi ditutup karena meluasnya wabah Covid-19. Objek wisata maskot pariwisata di Bumi Den Bukit itu tutup mulai Sabtu (21/3) malam lalu. Penutupan ini ditandai dengan pemasangan spanduk melintang tepat di depan pintu masuk menuju Pantai Lovina. Selain itu, brosur dan pamplet yang menginformasikan penutupan aktivitas wisata di Lovina itu disebar ke hotelhotel, restoran, pemandu wisata bahari, termasuk ke-
lompok pedagang suvenir. Salah satu tokoh pariwisata Lovina, Made Kardika, Minggu (22/3) kemarin mengatakan, sebelum memutuskan menutup aktivitas wi-
sata, para pelaku pariwisata, perangkat desa dan tokoh masyarakat melaksanakan rapat untuk menyikapi situasi wabah Covid-19 dan juga menyikapi instruksi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menutup objek wisata di Pulau Dewata. Dari rapat itu, pada intinya, pelaku pariwisata dan perangkat desa mendukung kebijakan pemerintah di tengah kondisi darurat Covid-19 ini. “Kami mendukung
Bali Post/ist
DITUTUP - Spanduk penutupan aktivitas wisata di Pantai Lovina dipasang oleh pihak pengelola. Ini sebagai dukungan terhadap instruksi Gubernur Bali Wayan Koster agar objek wisata di Pulau Dewata ditutup.
kebijakan pemerintah dan mulai kemarin malam (Sabtu 21/3) kita pasang spanduk penutupan di gapura pintu masuk Pantai Lovina. Sampai kapan, ini menunggu kebijakan pemerintah dan situasi di lapangan,” katanya. Menurut mantan anggota DPRD Buleleng Fraksi PDIP ini, sebelum ada instruksi penutupan, tingkat kunjungan wisatawan ke Lovina dan sekitarnya menurun drastis. Dia memperkirakan saat ini kunjungan wisatawan mancanegara tidak sampai 20 persen. Saat ini hanya wisatawan mancanegara yang sudah memiliki relasi saja masih berlibur ke Lovina. Sedangkan wisatawan yang memang menjadwalkan akan berlibur ke Bali Utara sudah ramai-ramai membatalkan pesanan kamar atau vila. “Tamu sudah semakin sepi sejak wabah ini, sekarang mungkin hotel atau vila yang sudah memiliki tamu langganan yang masih laku, namun bisa diprediksi, kunjungannya akan semakin sepi dan sekarang objek sudah ditutup, untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Deteksi dini terhadap penularan wabah Covid-19 dilakukan jajaran Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Buleleng, Minggu (22/3) kemarin. Personel Polairud bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan instansi teknis melakukan pemeriksaan suhu tubuh para anak buah kapal (ABK) dan penumpang kapal yang berlabuh di Palebuhan Barang Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Hasilnya, tidak ada ABK dan penumpang yang mengalami suhu badan di atas normal. Kasat Polairud AKP Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh ini dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya wabah Covid-19. Sesuai instruksi atasan, dia kemudian menyasar Pelabuhan Barang Celukan Bawang untuk memeriksa suhu tubuh para ABK dan penumpang kapal. Tercatat ada 21 ABK Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara dan 28 penumpang mengikuti pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat thermo-scaner. Kapal dengan bobot 51 gross ton ini berlayar dari Lombok, Nusa Tenggaran Barat (NTB) menuju Kepulauan Sapeken, Madura. Dengan hasil itu, mereka dinyatakan sehat dan diizinkan untuk melanjutkan pelayaran. Selain fokus mengawasi kesehatan para ABK dan pen-
Bali Post/ist
SUHU TUBUH - Personel Polairud dan instansi teknis melakukan pemeriksaan suhu tubuh puluhan ABK dan penumpang kapal motor yang berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Minggu (22/3) kemarin. umpang, Wayan Parta menyebut, pemeriksaan ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada ABK agar mempertimbangkan situasi pelayaran saat akan berlayar. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi cuaca buruk, sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan saat berlayar. Untuk itu, kemarin pihaknya meminta agar
ABK tetap merawat perangkat pelayaran dan menyiapkan life jacket, ring boy, pelampung, dan skoci. “Sekaligus kami melakukan patroli dialogis mengingatkan para ABK mengecek kondisi kapal dan komponen keselamatan lain harus tersedia, sehingga bisa dimanfaatkan ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan,” jelasnya. (kmb38)
Kelenteng Tua Juga Ditutup AKTIVITAS persembahyangan di tempat peribadatan Tri Dharma Seng Hong Bio dan Ling Gwan Kiong di kawasan Pelabuhan Buleleng ditutup mulai Minggu (22/3) kemarin. Kebijakan ini selain mengikuti instruksi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, pihak pengelola menutup aktivitas dengan pertimbangan mencegah penularan wabah Covid-19. Ketua Tempat Peribadatan (TITD) Seng Hong Bio dan Ling Gwan Kiong Wirasan-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Butuh:Sales Take Order,pengalaman, untuk pabrik di Tabanan Lmrn Email ke:info@tsbali.com B.BP.031.03.20.0000588
Dicari juru masak masakan khas Bali Asli pglm 3-5th dessert snack minuman dll, Hub.Jl.Diponegoro No.5 Dps Hp.08123812761 B.BP.001.03.20.0000585
jaya mengatakan, sebelum kebijakan menutup persembahyangan dan pengunjung lain setelah pihaknya menggelar pertemuan bersama pengurus. Dari pembahasan itu, disepakati untuk mengikuti instruksi pemerintah untuk mengurangi pertemuan banyak warga dalam satu tempat. Untuk itu, pihkanya memutuskan menutup sementara semua aktivitas persembahyangan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Di sisi lain, Wirasanjaya
mengatakan, sebelum penutupan ini seluruh areal kelenteng yang ada sejak zaman Belanda itu telah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Penyemportan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Kami permaklumkan umat beribadah dari rumah dan yang lain, demi keamanan bersama dan mengikuti instruksi pemerintah, kelenteng kami tutup sementara sampai situasi kembali normal,” katanya. (kmb38)
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.03.20.0000399
KEHILANGAN HlgBPKBNo.M08184276-ODK4234 OA AN.Waltherius Gerargus R.L B.BP.001.03.20.0000545
Hlg BPKB No.475319-O DK1615 OP An.Drs.Ida Bagus Nyoman Suyasa B.BP.001.03.20.0000543
Hlg BPKB No.G2950358-O DK1257AY An.Bayu Kartika Aji B.BP.001.03.20.0000541
BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409&081.338.344.155
Hlg BPKB No.KO0450847-O DK8947QW An.Sukarto, Badung B.BP.001.03.20.0000542
HlgBPKBNo.PO7400377-ODK2126 FBF An.Waltherius Gerardus L.H
B.BP.001.03.20.0000203
B.BP.001.03.20.0000544
SERVICE
BENGKEL LAS Free
SERVICE
Design
Money Back Guarantee
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com www.balipost.com balipost @balipostcom Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com m lfm bali globalradiobali globalfm
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat - SALON/SPA - FURNITURE JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL PAKET 1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali - HOTEL 1 menit - ASESORIS 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali - KULINER 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali - BIRO JASA BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764 - SERVICE
}
Senin Pon, 23 Maret 2020
Bupati Artha Imbau Tidak Ada Pengarakan Ogoh-ogoh Objek Wisata di Jembrana Ditutup
MENYIKAPI instruksi dari Gubernur Bali dan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, seluruh objek wisata yang ada di Jembrana ditutup. Desa-desa juga diharapkan membuat posko untuk mempercepat koordinasi
pencegahan penyebaran Covid-19. Pengarakan ogohogoh juga diimbau ditiadakan. Hal itu ditegaskan Bupati Jembrana I Putu Artha di sela-sela penyemprotan disinfektan serentak di fasilitas umum hingga ke kelurahan-kelurahan, Sabtu (21/3) pagi. Bupati Artha bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana di antaranya Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry M. Hanok mengatakan, selain pencegahan adanya keramaian, langkah-langkah antisipasi menjaga tempat-tempat umum tetap steril dengan penyemprotan disinfektan dilakukan. ‘’Kita tidak
tahu perkembangan seperti apa. Karena ini virus, bukan (sesuatu - red) yang bisa ditargetkan. Karena itu, saya selaku pimpinan daerah bersama Muspida mohon maaf kepada umat Hindu khususnya di Jembrana dengan adanya SE terbaru. Diimbau untuk masing-masing desa adat menyampaikan kepada sekaa teruna-teruni yang membuat ogoh-ogoh untuk tidak mengarak baik di tingkat banjar,’’ ujarnya. Menurut Bupati Artha, langkah ini bukan untuk melarang, tetapi sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi menyebarnya virus Corona. ‘’Lebih bagus kita tidak adakan hari ini (pengarakan ogoh-ogoh red), tapi di tahun depan kita melihat (sehat). Dari-
pada kita paksa, kesehatan terganggu. Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, pengarakan ogoh-ogoh tidak dilakukan,’’ tambahnya. Selain itu, sesuai dengan instruksi Satgas, di samping rutin melaksanakan penyemprotan serentak juga penutupan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Jembrana dilakukan. Pihaknya juga berharap upaya penyemprotan disinfektan ini dilakukan simultan bukan hanya pemerintah, tetapi pihak-pihak swasta juga ikut aktif melakukan upaya pencegahan ini. Desa juga diinstruksikan untuk aktif ikut melakukan pencegahan ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo memanfaatkan Dana Desa. (ad589)
Disparbud Jembrana Semprotkan Disinfektan di Objek Wisata DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jembrana, Sabtu (21/3), melaksanakan spraying atau penyemprotan disinfektan di sejumlah objek wisata di Jembrana. Kegiatan mulai dilaksanakan dari ujung timur Jembrana yaitu Objek Wisata Pantai Yeh Leh, Kecamatan Pekutatan dan Kolam Renang Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Demikian juga Objek Wisata Candikusuma, Kecamatan Melaya dan Objek Wisata Gilimanuk juga di-spraying. Kegiatan serupa sebelumnya sudah dilaksanakan di Objek Wisata Pantai Medewi. Kepala Disparbud Jembrana I Nengah Alit di sela-sela kegiatan itu mengatakan, spraying dilaksanakan guna mencegah penyebaran virus Corona. Pihaknya juga sudah menindaklanjuti surat edaran dari Sekda Provinsi Bali terkait penutupan objek wisata guna mencegah Coronavirus Dis-
OBJEK WISATA – Penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum termasuk objek wisata di Jembrana dilakukan Sabtu (21/3) lalu. ease 2019 (Covid-19) melalui social distancing. ‘’Kami akan taat menindaklanjuti edaran tersebut,’’ katanya. Meskipun sejumlah objek wisata ditutup, katanya, antisipasi penyebaran virus Corona dengan penyemprotan disinfektan ini tetap dilakukan. Terkait penutupan itu, Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Jembrana juga sudah mengirim edaran kepada Ketua Forkomdewi Jembrana, Ketua Pokdarwis se-Jembrana dan penjaga dan pengelola daya tarik wisata se-Jembrana agar melakukan penutupan, menghentikan kunjungan wisatawan pada objek wisata sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. (ad591)
SENIN PON, 23 2 MARET 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Seraya Kelola Sampah Bersinergi dengan Desa Dinas PERMASALAHAN sampah tak akan pernah habis dibahas. Sampah menjadi permasalahan klasik yang dialami oleh semua desa di Bali. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, guna menjaga kelestarian lingkungan. Seperti yang dilakukan Desa Adat Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Dalam penanganan sampah, desa adat berkolaborasi atau bersinergi dengan desa dinas. Seperti apa kolaborasi yang dilakukan Desa Adat Seraya dengan desa dinas dalam menangani sampah? Bendesa Adat Seraya I Made Salin mengatakan, sampah sudah menjadi permasalahan semua pihak. Desa Adat Seraya sejak tahun 2017 telah bersinergi dengan Desa Dinas Seraya terkait anggaran untuk penanganan sampah. ‘’Pihak desa adat dan
desa dinas menutuskan untuk bekerja sama, karena di desa adat kekurangan anggaran untuk penangan sampah di desa. Makanya kami kerjasamakan masalah anggaran,’’ ucapnya, belum lama ini. Salin mengatakan, dalam kerja sama tersebut, pihak
desa dinas menyiapkan anggaran, tenaga pemungut sampah, tenaga pengangkut dan biaya operasional. Sedangkan untuk pihak desa adat hanya memberikan insentif kepada krama yang bertugas untuk memilah sampah di sana. Pengangkutannya dilakukan
GEBUG ENDE - Tradisi Gebug Ende yang dimiliki Desa Adat Seraya.
Bali Post/nan
oleh petugas dari desa dinas. ‘’Informasinya dari desa dinas akan mencanangkan mobil pengangkut sampah di tahun 2020 ini. Semoga nanti bisa direalisasikan. Sedangkan untuk di desa adat juga akan melakukan pengadaan tempat-tempat sampah yang nantinya ditempatkan di Pura-pura yang ada, seperti Pura Puseh, Bale Agung, Dalem dan Bale Sanghyang,’’ katanya. Menurut Salin, Desa Adat Seraya juga berencana mengembangkan objek wisata spiritual, karena di Seraya terdapat cukup banyak pura. Rencananya, pura yang akan dijadikan sebagai objek wisata spiritual yakni Pura Bhur Bwah Swah. Pura ini berada di ketinggian yang ada di perbukitan. Di sana pemandangannya sangat indah. ‘’Untuk dapat mengembangkan pura itu agar bisa dijadikan sebagai objek wisata spiritual, maka lebih dulu harus membuat kelompok sadar wisata (pokdarwis). Untuk membuat pokdarwis, harus lebih dulu bekerja sama dengan desa dinas,’’ tegasnya. Disinggung dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali lewat BKK ke desa adat dipergunakan untuk apa, Salin menegaskan, dana tersebut nantinya bakal dipergunakan
untuk mendukung pengembangan LPD Desa Sera. Pasalnya, LPD yang dikelola desa adat baru kembali dikembangkans sejak Januari 2019 lalu. Pasalnya, LPD yang sudah berdiri sejak 1997 itu sempat tak berjalan akibat berbagai kendala. ‘’Saat ini LPD sudah memiliki aset sekitar Rp 638 juta. Nantinya, LPD ini akan didukung memakai dana BKK itu agar ke depannya terus berkembang. Karena keberadaan LPD sangat penting bagi masyarakat dan desa adat. Karena dengan adanya LPD, maka dapat membantu desa adat di dalam melaksanakan upacara di desa,’’ tegas Salin. Selain untuk pengembangan LPD, anggaran BKK juga dipergunakan untuk mendukung pelestarian seni dan budaya, yakni untuk pelestarian seni kelompok sebunan tari Sanghyang Jaran Putih, Sanghyang Penyalin
dan Sanghyang Dedari termasuk tradisi yang lainnya. Selama ini Desa Adat Seraya memiliki kesenian tradisi Gebug Ende yang sudah sangat terkenal. (nan)
Bali Post/nan
I Made Salin