ing, rangi hun.
tan Bangli selama sejak Maret 2014 dipindahkan dari as Kerobokan pasar ke Rutan pada akhir 2013.
lah bebas Mei mendapatkan khir pada hari atal 2017.
pu bayar pidana gganti (subsider) ng telah dijalani.
16 HALAMAN
NOMOR 94 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
50 Penceramah di 41 Masjid Lingkungan Pemerintah Terpapar Paham Radikal 19,4 Persen PNS Tak Setuju Ideologi Pancasila
’’Sebagai sebuah kecenderungan, kedua masalah ini harus dikelola dengan penuh kebijaksanaan sebelum berkembang menjadi sebuah kekuatan yang mampu merongrong pemerintah atau mengancam keutuhan NKRI.’’
Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah serius menyikapi data tentang rumah ibadah yang terpapar paham radikal. Demikian pula terhadap temuan Kemendagri tentang komunitas pegawai negeri sipil (PNS) yang menolak ideologi Pancasila. Ia mengutip data Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyebutkan bahwa ada 50 penceramah dari 41 masjid sudah terpapar paham radikal. Rinciannya 11 masjid di kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid milik BUMN. Selain itu, menurutnya, berdasarkan hasil survei Kemendagri menemukan bahwa sebanyak 19,4 persen PNS di Indonesia tidak setuju dengan ideologi Pancasila. ‘’Sebagai sebuah kecenderungan, kedua masalah ini harus dikelola dengan
penuh kebijaksanaan sebelum berkembang menjadi sebuah kekuatan yang mampu merongrong pemerintah atau mengancam keutuhan NKRI,’’ kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/11). Ia berharap pemerintah segera merumuskan langkahlangkah strategis untuk merespons dua kecenderungan itu, karena kedua fakta kecenderungan itu jangan dianggap remeh. Hal. 15 Keutuhan NKRI
’’BIN jangan menambah kekeruhan dengan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan, karena terkait dengan info sekian masjid terpapar paham radikal yang sudah ditolak Wakapolri yang lalu.’’
Lahan Eks Tiara Grosir Akhir tahun ini pembangunan Pasar Badung rampung. Para pedagang yang selama ini menggunakan lahan eks Tiara Grosir akan pindah ke pasar tersebut. Pemkot diminta merancang pemanfaatan lahan eks Tiara Grosir agar tidak kosong. Bahkan dewan mengusulkan agar lahan itu dikelola pihak ketiga. Halaman 2 Aplikasi iBadung Salah Logo
Harga Tomat Anjlok Kini petani tomat di kawasan Kaldera Batur, Kintamani merana. Pasalnya, harga jual tomat di tingkat petani anjlok. Biasanya harga tomat pada kisaran Rp 3.000 - Rp 5.000 per kilogram. Kini hanya laku dijual Rp 1.000 per kilogram.
Halaman 3
Sebagai Peringatan Dini
Hidayat Nurwahid Wakil Ketua MPR-RI
Konsumsi Ikan Rendah Tingkat konsumsi ikan di Tabanan tercatat 29,9 kg per kapita per tahun. Ini lebih rendah dibandingkan konsumsi nasional 38 kg per kapita per tahun dan Provinsi Bali 32,31 kg per kapita per tahun. Pemkab Tabanan berkomitmen meningkatkan mutu dan jumlah produksi ikan. Salah satu program yang dilakukan adalah sosialisasi dan kampanye gemar makan ikan. Halaman 7
Bambang Soesatyo Ketua DPR-RI
’’Saya kira pengumuman seperti ini justru membuat kegaduhan baru. Karena kita tidak jelas kriteriakriterianya seperti apa.’’ Fadli Zon Wakil Ketua DPR-RI
Halaman 14
SEBANYAK 50 penceramah di 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar radikal, kata Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto, Selasa (20/11) lalu. Ia mengatakan institusinya mendapatkan laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU bahwa ada 50 penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar paham radikal. Dia mengatakan, hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU sebagai peringatan dini dan ditindaklanjuti den-
gan pendalaman serta penelitian lanjutan oleh BIN. ‘’Masjidnya tidak radikal, tapi ada penceramahnya di masjid di lingkungan pemerintah semua di Jakarta,’’ kata Wawan. Wawan tidak menyebut secara jelas apakah penceramah tersebut terafialiasi dengan kelompok berajaran radikal tertentu atau tidak, namun yang pasti BIN terus melakukan pendalaman. Dia mengatakan pihak yang terpapar tersebut menyampaikan ujaran-ujaran kebencian
dan mengkafir-kafirkan orang lain. Wawan mengatakan, masjid yang berada di kementerian/lembaga maupun BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah agama tidak memengaruhi masyarakat. Menurutnya, BIN memberikan peringatan dini atau early warning system dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebinekaan. (ant)
Anggota ’’Bali Nine’’
Satu Bebas, Enam Masih di Lapas, Dua Dieksekusi Mati Sembilan warga Australia, 17 April 2005 ditangkap di Bali. Mereka diketahui membawa narkoba. Kesembilan orang tersebut dikenal dengan kelompok ‘’Bali nine’’. Dari jumlah itu, dua orang sudah dieksekusi mati 29 April 2015 di Nusakambangan. Mereka adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sementara enam lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup dan kini masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas). Mereka adalah Si Yi Chen, Michael Czugaj, Tach Duc Thanh Nguyen, Matthew Norman, Scott Rush, dan Martin Stephens.
Dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
BALI NINE:
Setelah banding, hukuman dikurangi menjadi 20 tahun.
Huni Rutan Bangli selama 4 tahun sejak Maret 2014 setelah dipindahkan dari Lapas Kerobokan Denpasar ke Rutan Negara pada akhir 2013.
Renae Lawrence
Sementara satu-satunya dan pidana denda sebesar Rp 1 milwanita dari kelompok tersebut iar, subsider enam bulan. Maryoto adalah Renae Lawrence. Ia divonis mengatakan, terpidana ‘’Bali Nine 20 tahun penjara. Tepat 21 Novem- itu’’ tidak membayar denda, seber kemarin, wanita yang sebagian hingga dia menjalani subsider hukumannya dijalani di Rutan enam bulan kurungan dan jika Bangli resmi dibebaskan dihitung bahwa masa penahanan Kantor Wilayah Kementerian habis 21 November 2018. Karena Hukum dan HAM Bali. Pembe- yang bersangkutan juga mendapatbasan itu juga ditandatangani oleh kan remisi hari kemerdekaan dan Kepala Rutan Bangli Nomor: W20. hari raya keagamaan. EB-PK.01.01.02-1397 tanggal 21 ‘’Proses administrasi telah diNovember. laksanakan sesuai dengan ketenKepala Kantor Wilayah Kement- tuan yang berlaku, diawali dengan erian Hukum17 dan HAM2005 Bali MaryoDitangkap April di Bali. dikeluarkan Surat Keterangan to Sumadi M.S., S.H., M.H. didam- Bebas yang ditandatangani oleh Menyelundupkan 8,2 kg .Kepala Rumah Tahanan Negara pingi Kadiv Imigrasiheroin Agato Simamora mengatakan, pembebasan Bangli,’’ jelas Maryoto. Namun sewanita berkebangsaan bebas murni, Andrew Chan Australia itu belum hukuman matisebagaimana setelah yang bersangkutan selesai ketentuan yang berlaku, yang menjalankan pidana berdasarkan bersangkutan kesehatannya. (eksekusidicek 29 April 2015 Keputusan Pengadilan Tinggi Dan pihak dokter mengatakan Denpasar Nomor : 21/Pid.B/2006/ Renae sehat. di Nusakambangan) PT.Dps tanggal 13 April 2006. Atas dasar itu, pihak Rutan Myuran hukuman mati terpidana 20 S e b e l u mSukumaran n y a d i s e b u t b a h w a Bangli menyerahkan terpidana sudah memenuhi unsur tahun itu ke Kantor Kelas 1 Imi(eksekusi Pasal 82 ayat (3) UU RI No.22 grasi Denpasar.29 April 2015 Tahun 1997 tentang Narkotika, Hal. 15 di Nusakambangan) berupa pidana penjara 20 tahun Sisa Terpidana
Sejatinya telah bebas Mei 2018 setelah mendapatkan remisi terakhir pada hari raya Natal 2017.
Masa penahanan bertambah karena tidak mampu bayar pidana denda Rp 1 miliar, atau pidana tambahan pengganti (subsider) selama enam bulan penjara di luar hukuman yang telah dijalani.
BALI NINE:
Bali Post/ist
RUTAN - Renae Lawrence saat keluar dari Rutan Kelas II B Bangli dikawal petugas.
Si Yi Chen hukuman seumur hidup Michael Czugaj hukuman seumur hidup Tach Duc Thanh Nguyen hukuman seumur hidup Semalam Langsung Dideportasi Matthew Norman hukuman seumur hidup Denpasar (Bali Post) Saat ditanya pesawat yang akan tasikan nilai-nilai HAM, jajaran Scott Rush hukuman seumur hidup Renae Lawrence semalam dide- menerbangkan terpidana narkotika Kanimsus Ngurah Rai memperteportasi melalui Bandara Ngurah kelompok ‘’Bali Nine’’ itu, Agato mukan anggota keluarga yaitu ibu, Martin Stephens hukuman seumur hidup Rai. Kepastian itu disampaikan Simamora tidak mau menjelaskan kakak, dan adik di Ruang Detensi Kadiv Imigrasi Dekpkum Bali dengan keamanan yang Imigrasi yaitu tempat penampunRenae Lawrence 20alasan tahun penjara Agato Simamora. ‘’Tiketnya sudah bersangkutan. ‘’Nomor paspor juga gan sementara bagi WNA yang ada. Nanti jam 21.00 ini kita de- kita rahasiakan,’’ sebutnya. (bebas 21 November dikenakan 2018) tindakan administratif
Renae Bertemu Ibu dan Kakaknya
portasi. Tinggal bording saja,’’ kata Agato Simamora.
Sebelum dideportasi, katanya, dalam rangka mengimplemen-
Keimigrasian. Lokasi berada di Area Kedatan-
gan TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Bandara Ngurah Rai. ‘’Kami juga memberitahukan kepada Renae bahwa nama dicantumkan dalam daftar tangkal dan tidak dapat lagi memasuki wilayah Indonesia,’’ katanya. Hal. 15 Rutan Bangli
Ditangkap 17 April 2005 di Bali. Menyelundupkan heroin 8,2 kg .
Andrew Chan
Myuran Sukumaran
Si Yi Chen Michael Czugaj Tach Duc Thanh Nguyen Matthew Norman Scott Rush Martin Stephens Renae Lawrence
hukuman mati (eksekusi 29 April 2015 di Nusakambangan) hukuman mati (eksekusi 29 April 2015 di Nusakambangan) hukuman seumur hidup hukuman seumur hidup hukuman seumur hidup hukuman seumur hidup hukuman seumur hidup hukuman seumur hidup 20 tahun penjara (bebas 21 November 2018)
Bali Post/ina
KETERANGAN PERS - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Maryoto Sumadi saat memberikan keterangan pers terkait pembebasan Renae Lawrence, terpidana kasus penyelundupan narkoba, di Rutan Kelas II B Bangli, Rabu (21/11) kemarin.
DENPASAR
2
Kamis Umanis, 22 November 2018
FIGUR Seminggu Tak Nyenyak Tidur SEJAK memimpin YPLP Kota PGRI Denpasar enam tahun silam, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. langsung tancap gas dengan visi menjadikan sekolah-sekolah PGRI di Denpasar berkualitas dan berkarakter. Salah satu program rutinnya adalah menggelar Porsenijar Sekolah PGRI Kota Denpasar. Tahun ini, Porsenijar Sekolah YPLP Kota PGRI ke-6 berkolaborasi dengan Bali Post Goes to School 2018 berlangsung sukses. Ia mengaku tidak nyanyak tidur selama seminggu menjelang hari H guna memikirkan karya besar ini. Sebab, di ajang ini ia sengaja melakukan show of power dengan melibatkan 22 sekolah dan 18.000 siswa dan guru. “Saya juga minta maaf jalur Kota Denpasar macet total saat pembukaan Porsenijar dan Bali Post Goes to School pada 19 November lalu,” tegasnya, Rabu (21/11) kemarin. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini juga sukses mempertahankan predikat juara umum I sebanyak lima kali. Bahkan, kali ini sekolahnya meraih juara umum untuk Bali Post Goes to School. “Kolaborasi dengan KMB ini membuat kami di YPLP Kota PGRI Denpasar makin besar dan dikenal,” ujarnya. Ia menegaskan, Porsenijar sekolah PGRI dan Bali Post Goes to School 2018 ini merupakan wujud bahwa sekolah PGRI di Denpasar sarat dengan pendidikan budaya dan karakter. Semua lomba diarahkan untuk memperkuat kompetensi siswa demi ajeg Bali. (sue)
Pansus XX Mulai Bahas Ranperda CSR Denpasar (Bali Post) – Ranperda tentang pelaksanaan kewajiban program tanggung jawab sosial dan lingkungan bersih atau yang lebih populer dengan Corporate Social Responsibility (CSR), akhirnya masuk ke meja dewan. Ranperda ini telah mengemuka sejak 2016 lalu, namun baru tahun ini bisa digarap. Pembahasan ranperda ini sudah mulai dilakukan oleh Pansus XX DPRD Denpasar. Ketua Pansus XX DPRD Denpasar Wayan Warka mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan rapat intern untuk mendalami ranperda yang baru mereka terima ini. “Kami mengawali dengan rapat intern dulu, sebelum nanti akan mengagendakan rapat dengan pihak eksekutif,” kata politisi PDI-P ini, Rabu (21/11) kemarin. Menurut Warka, Ranperda CSR ini dinilai sangat mendesak untuk dibahas dan dimiliki Pemkot Denpasar. Alasannya, selama ini keberadaan payung hukum terkait pengelolaan CSR dari perusahaan belum digarap dengan baik. Akibatnya, mereka jalan sendiri. “Ini perlu digarap agar penyaluran CSR bisa tepat,” katanya. Dalam draf ranperda yang masuk ke pansus, ada beberapa hal yang menjadi tujuan dari pembuatan perda ini, sebagaimana dimuat dalam pasal 4. Di antaranya terwujudnya batasan yang jelas tentang CSR serta pihak yang menjadi pelakunya. Adanya perlindungan hukum yang jelas dalam koordinasi CSR. Demikian pula dengan perda ini akan ada kepastian dan perlindungan hukum bagi pelaku dunia usaha dalam menyelenggarakan CSR. Sebelumnya, dalam rapat kerja dewan dengan pihak eksekutif, mengemuka sepanjang 2018 ini sejumlah ranperda sudah masuk ke meja dewan. Namun, belum semua ranperda berhasil dirampungkan. Beberapa ranperda masih dalam pembahasan yang dilakukan oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di dewan. Dipastikan menjelang akhir tahun ini, beberapa ranperda diprioritaskan untuk segera dirampungkan. Ketua Bapemperda DPRD Denpasar A.A. Putu Wibawa mengatakan, pembahasan terhadap ranperda dilakukan berdasarkan prioritas serta kebutuhan yang mendesak. Artinya, tidak semua ranperda yang masuk ke meja dewan dibahas sampai tuntas. Meski demikian, ranperda yang belum rampung bisa digarap pada tahun berikutnya. Ranperda yang akan digarap kembali pada sisa tahun ini, meliputi ranperda tentang bangunan gedung, izin konstruksi, serta beberapa ranperda tentang retribusi. (kmb12)
Pembuang Bayi Belum Tahu Anaknya Meninggal
Denpasar (Bali Post) Penyelidikan kasus pembuangan bayi oleh ibunya, Nicole Joan (32), di simpang Jalan By-pass Ngurah Rai-Jalan Danau Tempe, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Senin (19/11) lalu, banyak kendala. Selain minim saksi, kondisi Nicole hingga saat ini belum stabil diduga karena depresi. Mempertimbangkan kondisi tersebut, wanita asal California ini belum diberi tahu anaknya meninggal. “Tidak ada saksi yang melihat bagaimana cara Nicole membuang bayinya dari mobil. Sopir dan guide-nya sama sekali tidak tahu,” tegas Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika, Rabu (21/11) kemarin. Menurut Hadimastika, bayi Nicole yakni Arya Rose yang berusia sekitar dua bulan ini, setelah ditemukan warga langsung dibawa ke RS Bali Mandara Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur. “Sempat dirawat beberapa jam di sana, lalu dirujuk ke RSUP Sanglah. Bayi itu akhirnya meninggal, Selasa lalu. Ibunya juga dirujuk di RSUP Sanglah,” ujarnya. Karena kasus tersebut sedang diproses aparat kepolisian, Nicole sejak dirawat di RSUP Sanglah dijaga polisi. “Kami belum tahu apakah kasusnya bisa lanjut atau tidak. Kalau yang bersangkutan Nicole secara medis mengalami depresi atau kejiwaannya terganggu, maka proses kasus ini ditutup,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini. Apabila kondisinya pulih dan normal, lanjut Hadimastika, penyelidikannya akan dilanjutkan. Sampai saat ini, polisi belum bisa memeriksa Nicole. Padahal, keterangannya sangat penting untuk mengungkap motif kasus ini. “Cuma dia saja yang tahu kejadiannya. Kami tidak bisa menduga-duga,” katanya. Apakah ada upaya bunuh diri? “Kemungkinan itu ada, karena ibu korban setelah membuang bayinya, menjatuhkan dirinya dari mobil di dekat Polsek (Densel). Untungnya dia bisa diselamatkan,” tegas Hadimastika. Kenapa Nicole belum diberi tahu kalau bayinya meninggal? “Kalau dia tahu, kami khawatir kondisinya semakin parah. Maka dari itu, kami dan pihak Konsulat Amerika masih merahasiakannya,” katanya. (kmb36)
Topik :
Bali Post/eka
TERMINAL UBUNG - Denpasar merancang beberapa program untuk membuat Terminal Ubung ramai kembali. Salah satunya, diplot untuk tempat pedagang bermobil.
Lahan Eks Tiara Grosir Diusulkan Dikelola Pihak Ketiga
Denpasar (Bali Post) – Lahan eks Tiara Grosir di Jalan Cokroaminoto yang kini ditempati pedagang Pasar Badung, dalam waktu dekat ini dipastikan akan kosong. Mengingat, pada akhir tahun ini pembangunan Pasar Badung akan rampung. Setelah itu, para pedagang yang menempati tempat sementara di bangunan eks Tiara Grosir itu kembali pindah ke Pasar Badung. Artinya, lahan tersebut akan kembali kosong. Kondisi ini mulai dibahas jajaran DPRD Denpasar. Khususnya, terkait pemanfaatan lahan eks Tiara Grosir. Terlebih, lokasi lahannya sangat strategis. Karena itu, Pemkot diminta untuk merancang pemanfaatan lahan tersebut. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan, keberadaan la-
han itu harus dipikirkan agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat Denpasar. Apabila lahan itu tidak digunakan untuk kepentingan pemerintah ataupun fasilitas publik, sebaiknya diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. “Bila swasta yang mengelola, saya kira akan banyak keuntungan yang diterima Pemkot Denpasar,” kata
anggota Komisi III DPRD Denpasar ini, Rabu (21/11) kemarin. Mengapa pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga? Menurut Susruta, ada beberapa keuntungan bagi pemerintah. Selain akan mendapat pajaknya, nilai kontrak tersebut bisa digunakan untuk sektor lainnya. Bukan hanya itu, penyerapan tenaga kerja
juga akan terjadi, bila ada usaha di lokasi itu. Terkait usulan untuk pedagang bermobil, lokasi tersebut dinilai tidak tepat karena akan menambah kemacetan di kawasan itu. “Saya kira kalau pedagang bermobil, itu kurang tepat,” ujarnya yang didukung oleh anggota dewan lainnya, seperti Wayan Warka dan Gede Semara. Para wakil rakyat ini menilai, untuk tempat pedagang bermobil sebaiknya di Terminal Ubung. Selain lahannya luas, keberadaan terminal itu kini juga tidak maksimal. Bahkan, usulan ini sudah mengemuka sejak lama. Wali Kota Denpas-
ar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra juga sudah mengapresiasi usulan menjadikan Terminal Ubung sebagai tempat pedagang bermobil. Hanya, ia mengaku masih menunggu kajian secara menyeluruh. “Saya kira itu ide bagus. Namun, perlu kita kaji dulu. Bagus itu,” ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai sidang paripurna DPRD, beberapa waktu lalu. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Dewan Akomodasi Visi-Misi Gubernur Dalam APBD 2019 Denpasar (Bali Post) APBD Provinsi Bali Tahun 2019 menjadi APBD pertama dalam masa kepemimpinan Gubernur Wayan Koster-Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Sejumlah program prioritas yang menjadi visi-misi saat kampanye bahkan sudah mulai diakomodsikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Bali yang telah mendukung sepenuhnya program-program yang kami tuangkan di dalam APBD 2019. Termasuk bidang kesehatan dan infrastruktur yang membutuhkan anggaran cukup besar,” ujar Koster usai Rapat Paripurna di DPRD Bali, Rabu (21/11) kemarin. Alokasi anggaran untuk fungsi kesehatan mencapai 11,5 persen atau Rp 688,822 miliar. Seperempatnya atau sekitar Rp 170 miliar akan
dipakai untuk membiayai Universal Health Coverage (UHC). Kendati, UHC yang dimaksud baru menyentuh 95 persen penduduk Bali. “Lima persen ini kan pasti ada saja yang tidak. 95 persen yang sudah betul-betul teregistrasi, sudah kita lacak, ketemu orangnya by name by address. Kita sudah koordinasi juga dengan BPJS. Jadi, semua kabupaten/kota ini sudah akan menerapkan pelayanan kesehatan 95 persen masuk ke BPJS,” jelasnya. Menurut Koster, anggaran untuk UHC juga ada sharing dengan kabupaten/kota dengan komposisi 51 persen provinsi, 49 persen kabupaten/ kota. Kecuali Badung dan Denpasar yang siap menanggung 100 persen, serta Gianyar yang mampu meng-cover 60 persen. Secara keseluruhan, UHC di Bali membutuhkan anggaran sekitar Rp 350 miliar. Dari jumlah itu, provinsi menyum-
Denpasar ( Bali Post) Selama ini nasib guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bali terbilang paling menyedihkan. Untuk itu, Disdik Bali dan PGRI Bali mendesak pemerintah daerah (pemda) di Bali ikut memperhatikan nasib mereka dengan memberikan dana insentif kepada guru PAUD-TK di desa dan banjar. Kepala Dinas Pendidikan Bali TIA Kusuma Wardhani dan Ketua Provinsi PGRI Bali Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. mengatakan hal itu di sela-sela seminar nasional, Rabu (21/11) kemarin. Seminar bertajuk “Pengembangan Profesionalisme Guru” di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali itu serangkaian HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional. Saat itu juga digelar lomba karya tulis guru soal perlindungan hukum bagi profesi guru. Kusuma Wardhani mengungkapkan, masih banyak guru TK dan PAUD di banjar dan desa di Bali bergaji minim akibat keterbatasan dana dan siswa. Mereka semuanya ngayah demi pembangunan SDM bangsa. Sekalipun kini urusan pendidikan dasar bukan lagi menjadi wewenang provinsi, namun ia meminta semua guru PAUD dan TK di Bali juga diperhatikan oleh pemkab/pemkot setempat dengan mengikutkan mereka me-
nerima dana insentif. Kusuma Wardhani mengatakan, Presiden Jokowi memberi penekanan pada pentingnya pendidikan usia dini 0-6 tahun melalui pendampingan yang benar. Inilah yang menjadi tugas guru PAUD dan TK agar mereka menjadi SDM berkarakter. Tidak hanya itu, dana bantuan desa pakraman dan dana desa juga bisa dipakai sebagaian untuk mensejahterakan guru PAUD di tingkat paling bawah. Hal ini didukung Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Bali Dra. Tjok. Istri Mingguwati, M.M. Dikatakan, masalah utama yang dihadapi guru PAUD dan TK adalah soal kesejahteraan. Makanya ia setuju pemerintah harus hadir guna memberi jaminan proses pembelajaran dan pendidikan berlangsung kondusif. Ketua Provinsi PGRI Bali Gede Wenten Aryasuda membenarkan belum semua pemkab memberikan dana insentif kepada gurunya di daerah. Ia tak mau menyebut daerah mana saja yang belum. Ditegaskan, sebaiknya nasib guru di daerah tetap diperhatikan. Ia memaklumi semuanya tergantung pada kondisi keuangan daerah, namun PGRI Bali menginginkan agar semua anggotanya menikmati insentif sekalipun dengan jumlah beragam. “Ya, biar tidak muncul kecemburuan sosial.
bang Rp 170 miliar. “Kami juga menugaskan kepada tim untuk mengkaji semua keluhan masyarakat berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS. Semua kekurangannya akan kami perbaiki, kemudian itu akan dituangkan ke dalam Peraturan Gubernur. Sistemnya menjadi JKN plus KBS (Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera - red),” terangnya. Di bidang infrastruktur, lanjut Koster, sudah dialokasikan anggaran Rp 200 miliar untuk pembebasan lahan shortcut titik 1-10 di ruas jalan Mengwitani-Singaraja. Anggaran itu sudah termasuk untuk feasibility study dan DED. Shortcut 5-6 sudah dilakukan peletakan batu pertama beberapa waktu lalu. “Kemudian titik 3-4 tahun 2019, lantas titik 7-8 tahun 2020, titik 9-10 dan 1-2 itu di 2021. Semuanya
dari APBN (anggaran pembangunan - red). Kalau tidak selesai dari APBN, kita akan sharing dari provinsi sehingga 2021 semuanya sudah selesai,” imbuhnya. Koster menambahkan, program prioritas lain yang juga diakomodir dalam APBD 2019 menyangkut bidang pangan. Tahun 2019 akan dibangun industri pengolahan gabah di Tabanan dan Jembrana agar gabah petani tidak dijual keluar. Kemudian bagi desa adat, sudah dialokasikan anggaran masing-masing Rp 250 juta. Kalau Perda tentang Desa Adat bisa rampung bulan Februari 2019, anggaran itu tidak akan lagi memakai pola BKK. Tapi langsung dari Pemerintah Provinsi ditransfer ke kas atau rekening desa adat. “Supaya tidak ribet desa adatnya. Namun, kita akan memperbaiki juga petunjuk teknis penggunaan anggarannya supaya
lebih terarah, terfokus pada prioritas program tertentu, serta pendanaannya bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien,” katanya. Di tahun 2019, imbuh Koster, seluruh desa adat juga akan mendapatkan wifi gratis. Begitu juga untuk destinasi wisata, puskesmas, dan SMA/ SMK negeri yang ada di Bali. Total ada 2000 wifi gratis kerja sama dengan Telkom yang selanjutnya diintegrasikan dalam Bali Smart Island. Di bidang pendidikan khususnya, alokasi anggaran dalam APBD 2019 mencapai 28,87 persen atau Rp 1,972 triliun. “Kebijakan pembangunan pendidikan dalam rangka meningkatkan angka partisipasi dari 73 persen menjadi 80 persen anak-anak lulus SMP bisa masuk ke SMA dan SMK. Ini merupakan tahapan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun,” tegasnya. (kmb32)
Disdik dan PGRI Bali Desak Pemda Perhatikan Insentif untuk Guru PAUD/TK
Bali Post/025
SEMINAR - Kadisdik Bali TIA Kusuma Wardhani dan Gede Wenten Aryasuda saat Seminar “Pengembangan Profesi Guru”. Toh, guru adalah warga daerah itu juga,” ujarnya. Pada seminar yang diikuti 200 guru tersebut, pembicara Prof. Nyoman Dantes membahas soal tuntutan profesi guru dan model pembelajaran di abad ke-21. Ketua KPPAD Bali A.A. Sagung Anie Asmoro memaparkan soal kasus siswa dan guru di Bali serta pemecahannya dan Mawardi, S.H.,
M.H. dari Kajati Bali membahas perlindungan profesi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya untuk mewujudkan pendidkan bermutu. Menurut Wenten Aryasuda, tema ini diangkat karena saat ini guru menjalankan tugas masih dibayang-bayangi ketakutan terkena sanksi pidana saat menjalankan penegakan disiplin di sekolah. Melalui
seminar ini, para guru diberikan wawasan kategori tindakan mana yang diperkenankan dalam koridor mendidik. Sebab jika guru terus diteror dengan ancaman hukuman fisik, dikhawatirkan guru apatis menjalankan tugasnya. “Mau siswa mengerti atau tidak, guru cuek saja. Itu risikonya,” ujar Wenten Aryasuda. (025)
Kamis Umanis, 22 November 2018
BADUNG
Tinggi, Kasus Kebakaran di Badung Mangupura (Bali Post) -
Angka kasus kebakaran di Kabupaten Badung tahun ini cukup tinggi. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan setempat mencatat hingga Rabu (21/11) kemarin, telah melayani sebanyak 176 kali pengaduan kebakaran.
SIMULASI - Simulasi penanggulangan bencana kebakaran oleh anak-anak TK di Badung.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya mengatakan, dari jumlah tersebut, pengaduan paling banyak terjadi pada Oktober yang didominasi kebakaran sampah dan lahan kosong. Sementara angka terendah ada di Februari. ‘’Selama tahun 2018 ini, total kami sudah melayani pengaduan kebakaran sebanyak 176 kali. Data ini akan dijadikan bahan evaluasi kegiatan secara menyeluruh di tahun 2019,’’ ungkap Wayan
Sambil menunggu selesainya pembangunan, kami telah mengirim staf ke Kudus dan Pasar Jaya untuk belajar mengoperasikan CAS,’’ ujar Made Sutarma, Rabu (21/11) kemarin. Menurutnya, dalam pengelolaan CAS, Perumda sifatnya hanya tugas perbantuan. Pada saat panen raya pihaknya akan membeli komoditas tersebut dengan harga yang sesuai artinya tidak sampai merugikan petani. ‘’Anggaran Rp 9 miliar dari Pemkab Badung diperuntukkan antara lain untuk bangunan, peralatan CAS, pengoperasian dan pembelian komoditas hasil pertanian. Untuk tahap awal rencananya kita fokuskan pada komoditi cabai dan bawang,’’ ungkapnya.
gkan peralatannya sampai 15 Desember 2018,’’ ujarnya. Dewan Pengawas Perumda PD Pasar Badung A.A. Sagung Rosyawati menyebutkan, tujuan utama pembangunan CAS adalah untuk stabilisasi harga komoditas tertentu dan pengendalian inflasi sehingga petani tidak dirugikan. Fasilitas ini bukan diprioritaskan mencari keuntungan. Pihaknya saat ini sedang menyiapkan Perda Penyertaan Modal tahun 2019-2021, yang nilainya Rp 9 miliar lebih. Anggaran sebesar itu di antaranya untuk pembangunan dan pengadaan peralatan CAS sebesar Rp 5 miliar lebih dan sisanya sekitar Rp 4 miliar untuk pengelolaan hingga tahun 2021. (kmb27)
Bali Pos/ist
Kelola CAS, Perumda Belajar ke Kudus Mangupura (Bali Post) – Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang tengah dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung yang berlokasi di Pasar Petang, akan dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Badung. Perumda telah mengirimkan staf ke Kudus dan PD Pasar Jaya, Jakarta untuk belajar pengelolaan CAS. Direktur Perumda Pasar Badung I Made Sutarma mengatakan, pihaknya juga akan mendatangkan tenaga khusus dari Kudus dan PD Pasar Jaya untuk memberikan pelatihan kepada staf yang akan ditugaskan mengoperasikan CAS. ‘’Sesuai tugas yang diberikan pimpinan, kami siap mengoperasionalkan CAS.
Dijelaskan, pihaknya akan membeli komoditas pertanian yang dibutuhkan pada saat panen raya. Komoditas ini akan dibeli dengan harga yang sesuai. ‘’Artinya tidak sampai merugikan petani. Kedua, komoditas tersebut lantas disimpan dalam CAS, dan saat komoditas tersebut mulai langka di pasaran, akan didistribusikan sehingga stabilitas harga bisa terjaga,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba menerangkan, progres pembangunan gedung sampai saat ini mencapai 82,8 persen, sedangkan peralatannya mencapai 70 persen. ‘’Untuk kontrak penyelesaian gedung sampai tanggal 19 Desember, sedan-
Aplikasi iBadung Salah Logo media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca e-book. Dengan fitur-fitur media sosial, masyarakat dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Masyarakat juga dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang dibaca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru. Dalam aplikasi tersebut juga terdapat fitur-fitur unggulan iBadung, seperti ‘’Koleksi Buku’’ yang mengantarkan masyarakat menjelajahi ribuan judul ebook yang ada di iBadung. Pilih judul yang diinginkan, pinjam dan baca. Fitur ePustaka yang memungkinkan bergabung menjadi anggota perpustakaan digital dengan koleksi beragam dan menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman. Feed untuk melihat semua aktivitas pengguna iBadung seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam pengguna lain dan beragam aktivitas lainnya. Rak Buku yang merupakan rak buku virtual. Semua riwayat peminjaman buku tersimpan di dalamnya. Sementara fitur eReader akan memudahkan pembaca ebook di dalam iBadung. Untuk diketahui, jumlah kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Badung dari tahun 2017 hingga 2018 mengalami penurunan. Pada 2017 mencapai 15.240 orang dan di 2018 hingga Agustus sebanyak 10.103 orang. (kmb27)
LOGO - Logo aplikasi iBadung.
mereka bisa antisipasi sejak dini,’’ jelasnya. Ditambahkan, meningkatnya jumlah kebakaran sampah yang terjadi belakangan ini diperkirakan dipicu menguatnya gas methana pada suhu panas di siang hari serta tersedianya oksigen di atmosfer. Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati bila membakar sampah di siang hari. ‘’Kalau membakar sampah kami sarankan agar ditunggui,’’ tegasnya. (kmb27)
Kasus Kebakaran di Badung 2018 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober
14 Kasus 7 Kasus 13 Kasus 14 Kasus 18 Kasus 24 Kasus 13 Kasus 8 Kasus 25 Kasus 34 Kasus
Sumber : Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung
Bali Post/rah
KASUS NARKOBA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta merilis pengungkapan kasus narkoba modus baru yaitu dikemas khusus mirip obat.
Ratusan Butir Ekstasi Dikemas Mirip Obat
Mestinya Raksaka, Ditulis Raksasa Mangupura (Bali Post) – Ada yang aneh pada aplikasi iBadung yang diluncurkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung pada 20 September lalu. Aplikasi berbasis smart city untuk memudahkan masyarakat mencari judul buku ini memajang logo bertuliskan ‘’Çura Dharma Raksasa’’. Padahal tulisan yang benar ‘’Çura Dharma Raksaka’’. Hingga kini, aplikasi perpustakaan digital yang diluncurkan Sekda Badung itu telah diunduh ratusan orang. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung I Wayan Kristiani saat dikonfirmasi, Rabu (21/11) kemarin, tak mau berkomentar banyak soal logo tersebut. Dia lebih memilih menjelaskan perkembangan aplikasi tersebut. Menurutnya, perkembangan aplikasi yang dibuat Aksaramaya dari Jakarta itu cukup bagus. Hingga kemarin, sudah ada 581 anggota yang terdaftar. ‘’Peminjam buku sejumlah 595 untuk periode 20 September sampai 21 November,’’ imbuhnya. Pihaknya akan melakukan update aplikasi iBadung khususnya terkait konten. Sebab, aplikasi perpustakaan digital ini kurang sosialisasi dan koleksi buku yang masih sedikit. ‘’Program ke depan, kita akan menambah koleksi buku digital secara bertahap dan sosialisasi lebih banyak ke sekolah dan masyarakat,’’ ungkapnya. iBadung merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis
Wirya. Selain akibat kemarau panjang, kebakaran juga banyak terjadi akibat kebiasaan buruk masyarakat yang kurang mawas diri mengenai masalah kelistrikan. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran. ‘’Saat ini kami tengah gencar melakukan sosialisasi penanggulangan kebakaran di setiap kecamatan. Ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga
3
Bali Post/ist
Mangupura (Bali Post) Walau banyak kurirnya ditangkap, tapi napi yang menjadi pengendali peredaran narkoba tidak kapokkapok. Seperti pengakuan tersangka Abdul Manan (23) yang ditangkap pada Senin (19/11) lalu, di Jalan Sidakarya, Gang Dewata, Denpasar Selatan. Dia menerima pasokan dari napi berinisial G. Barang bukti yang disita berupa empat paket sabusabu (SS) seberat 31,73 gram bruto dan 200 butir ekstasi berlogo Omega. Ratusan butir ineks tersebut dikemas khusus mirip obat. Di kemasan tersebut, selain berisi logo ineks juga tercantum jumlah isi masingmasing kemasan. Terendusnya sepak terjang jaringan napi ini, kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta, Rabu (21/11) kemarin, setelah Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Beberapa hari melakukan pengintaian, polisi akhirnya mendapatkan informasi jika pelaku akan melakukan transaksi di depan kosnya. ‘’Pukul 19.30 Wita, pelaku ditangkap dan dari tangan-
nya diamankan satu paket sabu-sabu. Tersangka residivis, baru beberapa bulan lalu bebas dari LP Kerobokan. Dia empat kali mendapat kiriman dari napi tersebut,’’ tegasnya. Selanjutnya dilakukan penggeledahan. Saat polisi mengecek bagasi sepeda motornya, ditemukan tas berisi tiga paket SS dan 200 butir ekstasi. ‘’Total sabu-sabunya empat paket. Kemungkinan itu sisanya saja dan sebagian besar sudah beredar. Pelaku dapat fasilitas dari napi tersebut, di antaranya kos mewah seharga Rp 2,3 juta tiap bulan. Dia juga sering pindah-pindah kos,’’ ungkap AKP Djoko saat mendampingi Kapolres. Setelah penangkapan tersebut, datang anak buah Abdul yang bernama Ketut Sosiawan ke TKP. Polisi langsung menangkapnya dan disita tujuh paket SS seberat 2,61 gram bruto serta 14 butir ekstasi. ‘’Kalau tersangka Ketut S (Sosiawan) juga residivis. Dia pernah ditahan di Singaraja,’’ ungkapnya. Selain itu, polisi membekuk anggota jaringan narkoba lainnya, Erwan Kurniawan (36) pada Rabu (14/11) pukul 21.00 Wita. Buruh ban-
gunan ini diringkus di Perum Dalung Permai, Kuta Utara, dengan barang bukti satu paket SS seberat 1,12 gram bruto. Saat diinterogasi, Erwan mengaku mendapat narkoba itu dari Sahatman Hutagaol (38). Polisi memancing penjual obat ayam itu datang ke TKP. Pukul 21.30 Wita, Sahatman tiba di TKP dan langsung diringkus. Dari pelaku diamankan satu paket SS seberat 0,30 gram bruto. Polisi juga menangkap karyawan showroom mobil, Made Edy Susanto (29), pada Kamis (15/11) sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Nangka Utara, Denpasar Utara. Pelaku sempat melempar satu paket SS dengan maksud menghilangkan barang bukti tapi berhasil diamankan petugas. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamarnya di belakang showroom dan disita tiga paket SS. Total barang bukti yang diamankan yaitu empat paket SS seberat 1,18 gram bruto. ‘’Dari pengungkapan kasus ini kami menyelamatkan 2.300 orang Bali dari bahaya narkoba,’’ tegas Yudith. (kmb36)
Pramuka Siap Terjun Tanggulangi Bencana Mangupura (Bali Post) – Peran Pramuka di masyarakat sangat strategis dan dibutuhkan. Tak hanya sebagai penguatan karakter, Pramuka juga siap terjun dalam menanggulangi bencana, baik banjir, longsor, gunung api, maupun gempa bumi. Hal itu terungkap dalam apel Gema Bakti Pramuka Kwartir Cabang Badung Tahun 2018 di lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (21/11) kemarin. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan demontrasi pramuka peduli penanggulangan bencana. Kegiatan ini merupakan wujud kesiapan Pramuka untuk membantu Pemkab Badung dalam penanganan bencana. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, aktivitas dan kreativitas kepramukaan bertujuan mendorong perkembangan gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka juga untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang lebih andal dan lebih baik di masa depan. ‘’Seiring perkembangan era globalisasi dewasa ini yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi manusia tetap merupakan faktor
yang paling menentukan. Untuk itulah kita ingin membangun bangsa yang memiliki karakter serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat,’’ tegasnya. Tak hanya membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat, Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan itu mengatakan, peran Pramuka adalah membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan. ‘’Kita ingin pemuda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia. Karena pemuda yang demikianlah yang sanggup menghadapi tantangan globalisasi sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini serta sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik,’’ terangnya. Ketua panitia kegiatan Ketut Widia Astika menyampaikan, tema Gema Bakti Kwartir Kabupaten Badung adalah mewujudkan insan Pramuka yang cerdas dan berkarakter. ‘’Tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan setiap anggota Pramuka, melatih dan menanamkan semangat persaudaraan sesama anggota pramuka di wilayah Kabupaten Badung,’’ jelasnya. (kmb27)
Bali Post/par
PRAMUKA - Demonstrasi Pramuka peduli penanggulangan bencana di lapangan Puspem Badung, Rabu (21/11) kemarin.
4 A K T I V I T A S
INFO SEREMONIAL
2019, DPRD Banyuwangi Godok 20 Ranperda Banyuwangi (Bali Post) -
Tahun politik tak membuat kinerja DPRD Banyuwangi turun. Tahun 2019 sebanyak 20 rancangan perda (ranperda) ditargetkan rampung. Puluhan ranperda itu, enam di antaranya inisiatif dari DPRD. Salah satunya Ranperda tentang Sistem Perencanaaan Pembangunan Daerah. Ada juga Ranperda Sempadan Sungai serta Irigasi dan HIPPA. Sedangkan dari pemkab, salah satunya Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. ‘’Ada 20 ranperda yang kita tetapkan untuk digodok di tahun 2019,’’ kata juru bicara Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Banyuwangi Sofiandi Susiadi, Rabu (21/11) kemarin. Politisi Golkar ini menjelaskan, ranperda yang diteken DPRD menjadi program utama di tahun kerja 2019. Seluruhnya sudah melalui tahapan pembahasan internal di DPRD. ‘’Khusus yang inisiatif DPRD, merupakan usulan sesuai kebutuhan di masyarakat,’’ jelasnya.
Dia mencontohkan, Ranperda tentang Sempadan Sungai. Ranperda ini akan mengatur penggunaan lahan sempadan sungai, sehingga tidak dipakai secara sembarangan. Lalu, Ranperda Irigasi dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Ranperda ini, katanya, untuk melindungi kepentingan petani, sehingga tidak ada lagi keluhan perebutan air. Pihaknya berharap 20 ranperda ini bisa rampung di tahun 2019. Selain itu, DPRD mengesahkan dua rapperda di akhir tahun 2018. Masing-masing revisi Perda No.6/2014 tentang Penyertaan Modal ke Pihak Ketiga dan Perda RAPBD Tahun 2019. Khusus RAPBD 2019, total
S E R E M O N figur I dan Teknologi A Kuasai Ilmu Pengetahuan SOEKARNO-HATTA memproklamasikan kemerdekaan L Indonesia pada 17 Agustus 1945. P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Umanis, 22 November 2018
Perjuangan menuju kemerdekaan ketika itu didukung kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertempur untuk melawan pasukan Belanda. Di samping itu para diplomat Indonesia turut juga berjuang lewat perundingan dengan pihak Belanda. Perundingan ini diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Revolusi 1945 berhasil mendirikan negara Republik Indonesia, tetapi perjuangan belum selesai. Sekarang bangsa Indonesia sedang gencargencarnya melaksanakan pembangunan di segala bidang. ‘’Semangat revolusi 1945 adalah modal dasar bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya agar negeri ini tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Apalagi, founding father atau para pahlawan kita berjuang, tumpah darah memperjuangkannya,’’ tandas pengamat pendidikan I Wayan Budiartawan, Rabu (21/11) kemarin. Di era revolusi seperti saat ini, generasi muda mesti mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Kaum pelajar dan mahasiswa hendaknya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional. ‘’Tanpa iptek Indonesia akan menjadi negara yang paling terbelakang. Oleh karena itu iptek adalah satu-satunya jalan keluar agar bangsa ini bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya,’’ ujar Budiartawan yang merupakan alumni ITB ini. Beberapa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia antara lain kemiskinan, demokrasi, pelanggaran HAM dan gangguan keamanan. Gerakan separatis mengancam keutuhan NKRI. Pemilu yang bersih dan jujur adalah dambaan setiap insan Indonesia. Program pembangunan diarahkan agar dapat mengikis kemiskinan rakyat Indonesia. Sebab, pendapatan per kapita Indonesia masih jauh di bawah negara kecil seperti Singapura. ‘’Selain memiliki ilmu pengetahuan, generasi muda juga harus menguasai teknologi, sehingga bisa mengawal dan mengembangkan pembangunan negeri ini,’’ imbuhnya. (win)
Jalur Pendakian Diperbaiki, Kawah Ijen Ditutup Tiga Hari
Banyuwangi (Bali Post) Para pendaki yang akan mengunjungi Kawah Ijen, Banyuwangi, sepertinya harus bersabar. Pasalnya, kawah yang terkenal dengan api biru tersebut ditutup untuk umum selama tiga hari, mulai Rabu (21/11) kemarin. Penyebabnya, jalur pendakian ke puncak Ijen sedang diperbaiki. Perbaikan itu menyasar drainase di sepanjang jalur pendakian, sehingga keamanan pendaki bisa terjaga. Akibat penutupan pendakian tersebut membuat suasana di pintu masuk Ijen mendadak sepi. Hanya, sejumlah pekerja yang sibuk menggarap pengerjaan proyek. ‘’Kita tutup mulai 21 hingga 23 November. Jadi, ada perbaikan irigasi di sepanjang jalur pendakian,’’ kata Kepala Resor Taman Wisata Kawah Ijen Sigit Haribowo. Perbaikan infrastruktur pendakian itu, katanya, dimulai dari pos masuk hingga 1 kilometer menuju puncak Ijen. Sigit menambahkan, perbaikan drainase ini difokuskan di jalur pendakian yang rawan longsor. Apalagi, beberapa bulan ke depan memasuki musim penghujan. Ditambah lagi, memasuki musim libur akhir tahun. ‘’Hasil cek lapangan, ada beberapa titik jalur pendakian yang rawan longsor. Jadi, kita kebut perbaikan drainasenya,’’ tegasnya. Pihaknya khawatir jika jalur pendakian tak diperbaiki, maka akan sangat berbahaya bagi wisatawan. Apalagi, setiap harinya sekitar 1.000 pendaki memadati jalur ini hingga ke puncak. Selain perbaikan infrastruktur, penutupan jalur pendakian ke Ijen ini juga untuk merehabilitasi ekosistem. ‘’Jadi, ekosistem biar alami, tanpa ada yang mendaki satu pun,’’ imbuhnya. Tingginya angka kunjungan wisatawan, lanjut Sigit, ikut berdampak pada ekosistem di lokasi. Tak hanya bagi wisatawan, penutupan jalur pendakian juga diberlakukan bagi aktivitas penambangan belerang. Penambang yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan ikut libur. Dilarang mendaki. Akibatnya, aktivitas penambangan ikut sepi. Puluhan penambang yang biasanya berburu belerang memilih pulang. Pos yang biasa dipakai berkumpul para penambang ikut sepi. Hanya beberapa peralatan yang ditinggal pemiliknya. ‘’Ini benar-benar untuk pemurnian ekosistem, meski hanya tiga hari,’’ pungkas Sigit. (udi)
anggaran dipatok Rp 3,370 triliun. Dari jumlah ini, pendapatan asli daerah (PAD) dipatok senilai Rp 571 miliar. ‘’Pembahasan RAPBD sudah melalui pembahasan panjang antara Badan Anggaran dan Tim Pembahasan Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD),’’ kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Yusieni. Selanjutnya, Perda RAPBD tersebut akan menunggu fasilitasi di Pemprov Jatim. Harapannya, bisa segera turun, anggaran bisa lebih cepat diserap ke masyarakat. (udi) RANPERDA - Penandatanganan Ranperda APBD Banyuwangi Tahun 2019.
Sambangi Ribuan Warga Kusamba Klungkung dan Mas Ubud
Wedakarna Yakin ke Depan Generasi Milenial Sederhanakan Upakara Hindu
SAVE ENERGY. Dua kata yang selalu didengungkan tokoh muda Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendadatta Wedasteraputra Suyasa di berbagai kesempatan menghadiri undangan adat di seluruh di Bali. Karisma Shri Arya Wedakarna begitu membius ribuan krama adat yang mendengar dharma wacana yang selalu berisi dengan nasihatnasihat positif untuk kemajuan agama Hindu, terutama bagaimana peran generasi muda untuk menghadapi tantangan Bali ke depan. Hal ini terekam saat Shri Arya Wedakarna hadir di Desa Adat Kusamba, Klungkung dan karya yadnya di Desa Mas, Ubud, Gianyar. Wedakarna kembali menekankan perlunya perubahan besar-besaran dalam mindset umat Hindu menjalankan tradisi dan agamanya. Dan mengingatkan bahwa kebudayaan itu selalu menyesuaikan diri dengan kondisi zaman, namun tanpa melupakan esensinya. ‘’Ada rasa kebahagiaan tersendiri ketika tiang datang berkunjung ke seluruh Bali. Bertemu dengan tetua-tetua adat yang sebagian besar sudah segaris dalam pemikiran kesederhanaan upacara di Bali. Jika dulu citra sederhana itu hanya disematkan di desa-desa di Jembrana dan Buleleng saja, tapi sekarang kesederhanaan sudah merasuki Gianyar, Badung, Denpasar, Karangasem dan Klungkung. Jika daerah-daerah tua ini sudah melaksanakan ngaben massal, matatah massal, kesederhanaan upacara dan efisien, maka saya anggap misi
Satyagraha Hindu ini sudah berhasil. Sederhana yang tiang maksud bukan menghilangkan bebantenan atau upacara, tapi semua tetap dilaksanakan dengan tolok ukur, parameter, kemampuan kaum marhaen, efisien dari biaya dan juga waktu. Dalam agama Hindu, yang tidak bisa diubah hanya Kitab Suci Weda dan tentunya budaya, dresta, raja purana termasuk rsi purana pun bisa diubah sesuai dengan perkembangan zaman. Kehebatan Hindu itu adalah tidak pernah memaksa umatnya. Hindu memberikan kemerdekaan dalam Panca Sradha. Ini segaris dengan nilai Pancasila,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun meminta kepada semua pihak di Bali, baik puri dan geria untuk mendukung reformasi Hindu ini. Sebab jika tidak, maka eksistensi tokoh-tokoh Hindu akan tenggelam, khususnya di generasi milenial ini. ‘’Coba para panglingsir sekali-sekali tedun, turun ke bawah. Kini generasi muda Hindu di Bali sangat menyukai perubahan cepat. Perhatikan materi pembicaraan mereka selalu selangkah lebih maju. Anak muda Hindu kini bisa belajar mantra, pengetahuan Weda dari handphone dan gadget yang mereka miliki. Jnana mereka di satu sisi berkembang dengan adanya teknologi walau harus diarahkan juga. Maka dari itu, saya ajak agar tokoh di desa, jangan kaku, ikuti arus dan dukung perubahan agar Hindu Dharma ke depan menjadi besar. Ngiring Jas Merah, belajar dari kesalahan masa lalu,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Pesident The Hindu Center of
LAW Falculty Festival atau biasa yang disebut dengan Laws Fest merupakan sebuah program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Falkutas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar yang melibatkan semua elemen. Seperti BPM, komunitas yang berada pada naungan fakultas hingga koordinasi dengan semua dekanat, pegawai, dan dosen yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kali ini Laws Fest sudah keenam kalinya diselenggarakan dengan mengusung tema ‘’Creativity of The Youth’’. Kegiatan kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Di tahun ini Laws Fest diselenggarakan dalam kurun waktu satu bulan tujuh hari. Pembukaan dilaksanakan 10 Oktober 2018 dan dilanjutkan kegiatan seminar nasional di Auditorium Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati pukul 09.00-14.00 Wita. Pada kegiatan seminar ini menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya berasal dari instansi badan legislasi (baleg) yakni Dr. B. Hestu Cipto Handoyo, S.H., M.Hum., Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P. dan civitas akademika Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H.
dari FH Universitas Mahasaraswati (Unmas). Tema yang dibawakan adalah ‘’Peran Lembaga Negara dalam Menjamin Hak Konstitusional Warga Negara dalam Pencalonan Legislatif’’. Kegiatan ini dihadiri seluruh mahasiswa FH Unmas semester I dan III yang berjumlah 600 orang. Dalam kegiatan ini melibatkan 30 orang panitia. Diketuai Nyoman Ariane, penanggung jawab Ni Luh Putu Megayanti Agustini dan pengawas I Gusti Bagus Ngurah Agung. Selanjutnya diadakan kegiatan lomba debat hukum se-Bali. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Oktober 2018 di Auditorium Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati pukul 09.00 hingga pukul 16.00 Wita. Acara ini diikuti 7 tim dari lima universitas di Bali. Di antaranya Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Universitas Warmadewa (Unwar), Universitas Tabanan (Untab), dan Universitas Mahendradatta (Unmar). Dalam kegiatan ini dihadiri tiga juri yaitu Dr. Dra. I Gusti Ayu Diah Yuniti, M.Si., I Gede John Darmawan, S.H., M.Kn. dan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, S.T., S.H., M.Si. Juara III dalam kegiatan ini
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III membawa misi sosialisasi Piagam Tantular di Desa Kusamba, Klungkung dan di Desa Mas, Ubud, Gianyar. Indonesia ini. Ia pun mengutip gubahan Kitab Suci Bhagawad-Gita yang ditulis Prof. Ida Bagus Mantra (alm) saat beliau kuliah di India. Di mana ada sloka menyebutkan Maha Awatara Sri Krisna berbicara bahwa tradisi yang kolot harus dihancurkan dan agar umat di zaman kaliyuga mengutamakan jnana dalam mengitari hidup. ‘’Salah satu cara agar Hindu Bali bertahan, tiang minta seluruh semeton apa pun warih-
nya, baik Dalem, Arya, Bhujangga, Pasek, Bali Mula dan sebagainya agar segera melahirkan (embas) sulinggih. Dengan semakin banyak sulinggih, maka umat punya pilihan untuk mencari yang sederhana. Semua sulinggih adalah surya, apa pun trah dan wangsanya, astungkara fenomena ini dilaksanakan perlahan tapi pasti,’’ jelas Shri Wedakarna yang juga putra salah satu pendiri PHDI Bali Shri Wedastera Suyasa ini. (ad849)
diraih Unwar, juara II diraih Undiksha, dan juara I dimenangkan Unud. Sementara puncak Law Fest ini dilaksanakan di lapangan SMA Saraswati 1 (SLUA) Denpasar pada 17 November 2018 pukul 16.00 hingga pukul 23.00 Wita. Acara ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yakni penutupan yang dilakukan Wakil Rektor I Unmas Denpasar pada pukul 16.00 Wita.
Kemudian sesi kedua merupakan hiburan yang dimulai pukul 18.00 Wita. Dalam sesi kedua ini juga terdapat festival kuliner yang merupakan ciri khas dari Law Fest. Terdapat sepuluh stan makanan dan minuman, ditambah dengan hiburan musik, DJ dan lainnya. Dalam acara hiburan terdapat dua guest star yakni Lolot Band dan DJ Gween. (k250)
BEM FH Unmas Denpasar Gelar ’’Law Falculty Festival 2018’’
Laws Fest - Acara pembukaan Law Falculty Festival (Laws Fest) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Falkutas Hukum Universitas Mahasaraswati (FH Unmas) Denpasar.
Bangun Sinergi, Pangdam Kumpulkan Pelaku Pariwisata
Bali Post/ist
KAWAH IJEN - Wisatawan menikmati keindahan Kawah Ijen, Banyuwangi.
Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Selasa (20/11) lalu mengumpulkan puluhan pelaku pariwisata yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., Rabu (21/11) kemarin menyampaikan, pihaknya melaksanakan kegiatan rutin yakni bersilaturahmi dengan komponen masyarakat Bali. Mengemban tugas pokok sebagai alat negara bidang pertahanan untuk mempertahankan kedaulatan negara, tentu harus
bersinergi dengan seluruh masyarakat. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok tersebut, TNI Angkatan Darat perlu membangun kebersamaan dan keterpaduan dengan seluruh komponen bangsa melalui kegiatan silaturahmi. ‘’Tujuannya agar rasa kebersamaan dan kemanunggalan, TNI khususnya Kodam IX/Udayana dengan Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali tetap terjalin dan terpelihara dengan baik. Bapak Pangdam juga menyampaikan silaturahmi seperti ini merupakan media yang sangat efektif dalam rangka mem-
bangun sinergi, baik antarindividu, kelompok dan antarinstansi untuk mendapatkan masukan maupun pertimbangan dalam pelaksanaan tugas,’’ ujarnya. Perlu disadari bahwa segala bentuk pembangunan yang diselenggarakan pemerintah harus dilaksanakan dengan bersinergi, baik dalam lingkup sektoral maupun lintas sektoral. Untuk itu silaturahmi yang dilaksanakan tersebut sifatnya untuk saling tukar informasi antara TNI dengan komponen masyarakat. ‘’Beliau (Pangdam - red) mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Masyarakat
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Pariwisata Bali karena telah ikut peduli dan memberikan bantuan maksimal kepada saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat yang tertimpa musibah gempa bumi. Juga berdoa semoga bencana alam tidak terjadi lagi,’’ ucap Kapendam. Terkait memperingati Hari Juang Kartika Tahun 2018 pada Desembar mendatang, Kodam akan melaksanakan kegiatan karya bakti yaitu membersihkan lingkungan tempat-tempat ibadah, penghijauan dan merehab 15 unit rumah tidak layak yang ditempati Veteran PKRI di Kabupaten Karangasem. (kmb36)
Kamis Umanis, 22 November 2018
DAERAH
5
Diduga Korupsi, Dua Wanita Diadili
Denpasar (Bali Post) Dua orang wanita asal Karangasem, Rabu (21/11) kemarin diadili atas kasus korupsi. Mereka yang digiring ke Pengadilan Tipikor Denpasar adalah terdakwa Ni Wayan Murniati alias Bebel (47) asal Banjar Kubakal, Desa Pempatan dan Ni Ketut Wartini alias Gebrod (40), warga Banjar Kunyit, Desa Besakih, Rendang, Karangasem. Jaksa mengadili mereka atas dugaan menyalahgunakan pinjaman Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM) di Rendang. JPU I Made Santiawan dan Dian Musliana Sari menghadirkan kedua terdakwa di dalam berkas terpisah. Di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila disebutkan modus yang dilakukan adalah membuat kelompok fiktif, hingga kedua terdakwa merugikan keuangan negara hingga Rp 1,9 miliar. Masih dalam persidangan di Tipikor, dana pinjaman yang seharusnya untuk penambahan modal usaha, ternyata dipakai untuk kepentingan pribadi. Rinciannya, Wartini menggunakan dana Rp 1.670.780.000 dan Murniati memakai dana Rp 292.637.000. Disebutkan dalam dakwaan jaksa, mereka membuat kelompok fiktif untuk dipakai mengajukan pinjaman PNPM ke Kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rendang. Wartini sebagai pemrakarsa membuat 25 kelompok fiktif. Sedangkan Murniati hanya melakukan pinjaman lewat kelompok fiktif lebih sedikit yakni tujuh kali. Kelompok fiktif yang dibentuk yakni Langlang Buana 1 hingga 10. Untuk berkas anggota kelompok, seperti KTP didapat dengan menipu. Terdakwa pura-pura pinjam KTP saudara dan tetangga. Dia memasukkan nama saudara dan tetangga tanpa sepengetahuan bersangkutan. Setiap kelompok fiktif mengusulkan pinjaman Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Masa peminjaman bervariatif dari 8 bulan hingga 2 tahun. (kmb37)
SMK PGRI 5 Denpasar
Raih Predikat Kostum Terbaik
Bali Post/edi
JUARA - SMP PGRI 5 Denpasar yang menyabet juara lomba gerak dan lagu “Bali Post”..
SMP PGRI 5 Denpasar
Juara Lomba Gerak dan Lagu ’’Bali Post’’
SMP PGRI 5 Denpasar keluar sebagai pemenang pertama lomba gerak dan lagu Bali Post kategori SMP. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara Bali Post Goes to School yang sekaligus mengisi Porsenijar Sekolah PGRI di SMK PGRI 3 Denpasar, Sabtu (17/11). ‘’Persiapan kami dalam mengikuti lomba sebenarnya cukup singkat, kurang dari satu minggu karena sebelumnya kami mengikuti lomba PKTP tingkat Provinsi Bali,’’ tutur pembina di SMP PGRI 5 Denpasar I Gede Gunantara. Kendala waktu nyatanya tak membuat persiapan mereka menjadi asal-asalan. Kreativitas dikerahkan secara maksimal, terutama saat membuat kostum berbahan koran. Dari sanalah kemudian lahir kostum bernuansa kearifan lokal Bali. ‘’Kenapa kami memilih kostum yang ada tradisi Bali, kami berusaha menjaga kearifan lokal. Itu tujuan kami sekaligus meningkatkan kreativitas siswa,’’ jelasnya. Terkait Bali Post Goes to School, pihaknya mengapresiasi positif. Terlebih kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan minat baca siswa. Utamanya dalam menguatkan penanaman budaya literasi di sekolah selama 10 menit. ‘’Dalam lirik lagunya pun ada, ngiring baca koran. Itu saya suka sekali,’’ imbuh Gunantara. (rin)
JIKA SMK PGRI 3 Denpasar menyabet juara I lomba gerak dan lagu Bali Post, SMK PGRI 5 Denpasar harus puas berada di posisi kedua. Kendati menjadi juara II, SMK PGRI 5 Denpasar justru sukses meraih predikat kostum terbaik. Unsur tradisional yang begitu kuat menjadi ciri khas kostum tersebut.
‘’Saya mengangkat kearifan lokal, tentu ada unsur tradisionalnya. Unsurunsur tari Bali juga saya gunakan dalam figur Bali kostum itu,’’ ujar pembina di SMK PGRI 5 Denpasar I Kadek Agus Budiarta di sela-sela kegiatan Bali Post Goes to School sekaligus Porsenijar Sekolah PGRI di SMK PGRI 3 Denpasar,
KOMPAK, kreatif, dan menarik. Tiga kata ini menggambarkan tim SMK PGRI 3 Denpasar yang menyabet juara I lomba gerak dan lagu Bali Post kategori SMA/SMK. Sekolah ini keluar sebagai pemenang lantaran kekompakan dan kreativitas gerak, kostum berbahan koran yang menarik serta menyanyikan lagu Bali Post dengan apik. Mewakili SMK PGRI 3 Denpasar, Putu Ayu Anjali Aprilia Tara mengaku sangat bersyukur ketika juri mengumumkan timnya sebagai juara lomba gerak dan lagu Bali Post. Tak hanya senang, pengalaman baru ini pun tak pernah disangka-sangka sebelumnya. ‘’Kami latihan sekitar empat hari saja,’’ ungkapnya. Lomba gerak dan lagu Bali Post merupakan salah satu lomba yang digelar dalam acara Bali Post Goes to School. Selain itu masih ada lomba jurnalistik tingkat SMP dan
SMA/SMK, serta lomba fotografi tingkat SMP dan SMA/ SMK. Bali Post Goes to School salah satunya bertujuan menumbuhkan minat baca siswa. Itu sebabnya dalam lomba gerak dan lagu Bali Post, para peserta dituntut kreatif membuat kostum berbahan koran Bali Post. Dengan harapan, mereka tidak hanya membuat kostum, tetapi juga membaca isi koran yang dipakai. Di dalam lirik lagu, juga ada kalimat untuk mengajak para siswa giat membaca. ‘’Bali Post Goes to School ini sangat bagus untuk mencari bakat-bakat dari sekolah yang ada, bisa mengembangkan bakat itu lagi dan mengembangkan kreativitas siswa-siswi di sekolah,’’ imbuh Anjali. (rin)
Sabtu (17/11). Agus menyebut kostum ini terinspirasi dari moto Bali Post yang kerap mengangkat kearifan lokal Bali. Jika Bali Post menuangkan lewat tulisan-tulisan di koran, pihaknya menyampaikan lewat desain kostum untuk lomba gerak dan lagu Bali Post. Kostum ini dibuat dalam waktu kurang lebih
satu bulan. ‘’Biasanya kalau membuat kostum tarian kan bukan dari kertas. Ini menjadi menarik dan unik ketika koran bekas dipergunakan sebagai kostum sebuah tari yang d igerakkan. Cep at robek, itu menjadi kendala. Tingkat kesulitannya seperti itu,’’ ungkapnya. Ia berharap Bali Post
Goes to School dapat dilaksanakan berkelanjutan dari tahun ke tahun. Sebab, siswa-siswi baik di tingkat SMP maupun SMA/SMK dapat mengasah kreativitasnya melalui lomba-lomba yang digelar. ‘’Intinya, kami sangat setuju sekali adanya event seperti ini yang diselenggarakan oleh Bali Post,’’ tandasnya. (rin)
SMK PGRI 3 Denpasar Sabet Juara Lomba Gerak dan Lagu
JUARA - SMK PGRI 3 Denpasar yang menyabet juara I lomba gerak dan lagu Bali Post kategori SMA/SMK.
Gerakan Gema Perdamaian sebagai Bentuk Perkumpulan
Bali Post/win
GERAKAN PERDAMAIAN - Para inisiator dan Ketua Inisiator Gerakan Gema Perdamaian Ida Rsi Wisesanatha (tengah) berfoto bersama seusai melakukan penandatanganan Yayasan Gema Perdamaian di Puri Saren Dalung.
Denpasar (Bali Post) Gerakan Gema Perdamaian semakin diperlukan di tengah masyarakat. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman milenial di tengah kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat. Sebab, salah menggunakan teknologi ini, maka akan mengakibatkan bencana kemanusiaan. Terlebih maraknya berita-berita bohong (hoax) belakangan ini yang dapat memicu perselisihan antarindividu maupun kelompok masyarakat. Apalagi kondisi perpolitikan saat ini semakin panas karena cepatnya informasi yang dipergunakan untuk kepentingan kelompok tertentu guna memenangkan persaingan tidak sehat. Selain itu, masih banyak ancaman yang
dapat memengaruhi kesadaran masyarakat melupakan perdamaian. Di sisi lain tak banyak kelompok masyarakat yang melakukan gerakan sosial dengan menggaungkan perdamaian. Para inisiator Gema Perdamaian memandang perlu untuk berbenah diri dengan menyatukan visi dan misi. Menjadikan gerakan Gema Perdamaian ini sebagai wahana penyadaran akan pentingnya bersatu dalam menjalani hidup yang damai. Di usia ke-17 ini para inisiator yang dipimpin Ida Rsi Wisesanatha melakukan penandatanganan Yayasan Gema Perdamaian di Puri Saren, Dalung pada 10 November 2018. Penandatanganan dilaksanakan bertepatan
dengan Hari Pahlawan. Diharapkan melalui semagat kepahlawanan, Gema Perdamaian tetap diupayakan sepanjang waktu hingga anak-cucu kelak. Ida Rsi Wisesanatha selaku Ketua Steering Committee dan para inisiator Gema Perdamaian sepakat membentuk badan hukum untuk gerakan ini dalam bentuk Perkumpulan dan Yayasan Gema Perdamaian. Menurutnya, keduanya bertujuan untuk memperlancar urusan administrasi dan juga melegalisasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan sesuai visi dan misi Gema Perdamaian. I Kadek Adnyana ditugaskan sebagai Ketua Perkumpulan Gema Perdamaian, sedangkan sebagai Ketua Yayasan
Gema Perdamaian adalah Ir. Ketut Darmika. Selain penandatanganan juga diadakan rapat kecil dengan pembahasan rancangan Gema Perdamaian ke depan, sekaligus menyerahkan secara simbolis seluruh kegiatan teknis Gema Perdamaian kepada Perkumpulan Gema Perdamaian yang dinakhodai I Kadek Adnyana. Sementara para inisiator Gema Perdamaian ini yakni Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesanantha, Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., MBA., IGN Rai Suryawijaya, S.E., MBA., Putu Agus Antara, Pandita Sin Sidartha, dan Ir. Ketut Darmika. (win)
OPINI
6
Kamis Umanis, 22 November 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tantangan Mewariskan Semangat Perjuangan BULAN November bagi kita merupakan bulan istimewa. Ada beberapa peristiwa penting di dalamnya. Tidak hanya karena diperingati dan dirayakan, tetapi lebih jauh daripada itu adalah bagaimana memahami, meresapi kemudian menerapkan nilai-nilai yang telah dipahatkan itu. Dua di antara peristiwa penting itu adalah pada 10 November yang dirayakan sebagai Hari Pahlawan serta 20 November yang oleh masyarakat Bali diperingati sebagai Hari Puputan Margarana. Dua peristiwa nan epik dan heroik. Yang pertama bagaimana hebatnya perjuangan arek-arek Suroboyo yang menantang kehadiran pasukan Sekutu dan yang kedua adalah bagaimana teladan soal patriotisme yang diajarkan oleh I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya. Tentu, peringatan serta perayaan tidak berakhir di situ. Ada benang merah, ada substansi yang mesti dipahami dan diamalkan oleh generasi milenial saat ini. Pewarisan nilai-nilai kepahlawanan serta cinta Tanah Air itu adalah mutlak. Ada berbagai cara yang dipakai. Lewat seremonial yang bisa membangkitkan semangat kebangsaan, lewat proses edukasi, serta lewat duplikasi. Yang terakhir inilah, yang mesti digarap. Mereka ini tentu tidak mesti memanggul senjata mengusir musuh lewat berperang. Mereka melawan musuh yang cenderung ada di dalam diri mereka sendiri. Bagaimana menguatkan mental serta semangat kebangsaan. Ini yang harus dikobarkan terus. Menyemangati mereka tentu saja harus timbal balik. Tidak hanya mereka yang mesti disuruh semangat. Para generasi lama pun mesti mengajarkan contoh kepada mereka yang zaman now ini. Contoh yang baik, contoh yang benar, dan contoh yang mampu membuat bangga. Tidak adil kalau generasi sekarang saja yang dituntut macam-macam, sedangkan tidak ada imbal baliknya. Mesti ada banyak yang dicontoh. Mesti banyak yang membuat bangga dan meniru. Membuat duplikasi hal-hal yang terkandung dalam dua peristiwa heroik itu. Hal-hal yang membuat bulu kuduk mereka berdiri saat menyebutkan nama Indonesia. Ada sesuatu yang membuat mereka bergetar ketika menatap Sang Saka Merah Putih. Saat ini, ketika disuguhkan beberapa contoh buruk dari generasi yang semestinya mereka tiru, ya... ini masalah besar. Masalah besar bagi bangsa ini. Bagaimana mereka meneruskan tradisi kepahlawanan sementara banyak hal yang mereka tonton belakangan ini? Masalah korupsi, petinggi pemerintahan dan parpol yang rajin ke KPK dan kemudian masuk bui, pertikaian politik yang tidak berujung, masalah SARA dan sebagainya. Ini masalah pelik dan mesti dituntaskan. Mari, para pemuka masyarakat, pemuka agama, tokoh politik dan sebagainya, berikan mereka contoh bagus. Mereka masih perlu bimbingan di tengah situasi disrupsi ini. Pahlawan telah menitipkan Tanah Air ini kepada mereka. Mari kita serahkan dalam kondisi yang utuh. Kalau bisa jauh lebih baik ketika kita menerimanya dari para pejuang tangguh itu yang rela menumpahkan air mata, darah hanya tuntuk tegaknya Tanah Air, bangsa, dan republik ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Beasiswa Miskin (BSM) SMA 2018 Kami dari kelompok SMA swasta di Buleleng ingin mendapat penjelasan terkait bantuan beasiswa miskin (BSM) tahun 2018. Mengingat sampai bulan November 2018, belum ada tanda-tanda akan turunnya dana tersebut. Padahal, masingmasing sekolah sudah diberikan kuota jumlah siswa yang dapat BSM. Mohon penjelasan dari instansi terkait, mengingat dana tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak kami. M. Wirawan Ketua Ikatan Kepala SMA Swasta Buleleng
Wisata ke Taman Makam Pahlawan Dalam upaya membuat generasi kita sadar bahwa perjuangan untuk merebut kemerdekaan dilakukan dengan pengorbanan jiwa raga, maka ada baiknya ke depan anak-anak sekolah diajak berwisata ke Taman Makam Pahlawan (TMP). Setidaknya, upaya ini untuk membuat generasi muda makin dekat dengan sejarah perjuangan bangsanya. Hal ini juga untuk membangkitkan semangat juang generasi muda untuk membangun dan menjaga kemerdekaan ini. Ke depan, tentu peran guru dalam mengedukasi anak didiknya tetap menghormati jasa para pahlawannya di tengah modernisasi zaman dan perkembangan budaya dan mentalitas generasi muda dalam berbangsa dan bernegara. I Kadek Wirama Badung, Bali
Pesan dari Taman Pujaan Bangsa Margarana Tanggal 20 November 2018 ini, sudah 72 tahun pertempuran habis-habisan di Margarana. Pasukan Bali yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai menghadapi pasukan Belanda dalam upaya mempertahankana kemerdekaan negara. Sama dengan apa yang terjadi di Surabaya, ketika rakyat Surabaya habis-habisan menghadapi pasukan Sekutu yang berupaya masuk lagi ke Indonesia. Pertempuran Margarana dikenal sebagai Puputan Margarana. Pasukan Indonesia (Bali) bertempur sampai mati menghadapi tentara Belanda. Konon tentara Indonesia yang berjumlah sembilan puluhan itu mampu menewaskan empat ratusan tentara Belanda. Akan tetapi, karena persenjataan yang kalah modern dan jumlah pasukan yang lebih sedikit, anak-buah I Gusti Ngurah Rai akhirnya kalah tetapi meninggalkan jejak nama yang harum: pemberani dan menjaga martabat sebagai pasukan yang lebih mengutamakan kewibawaan prajurit demi mepertahankan tanah kemerdekaan Indonesia.
Oleh I Nyoman Darwita
P
esan pertama yang diperlihatkan oleh pasukan tempur Ciung Wanara ini adalah bahwa keterikatan antara pusat dengan daerah sudah demikian menyatu. Di sini, menyatu itu dimaksudkan mempunyai kesepakatan dan cara pandang yang sama terhadap kemerdekaan Indonesia. Dengan sendirinya juga mempunyai cara berpikir yang sama. Pada zaman mempertahankan kemerdekaan itu, pola pikir ini sangat diperlukan. Tujuannya adalah memberikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa Tanah Air yang dipertahankan itu bukan sekadar Jawa, juga bukan Sumatera tetapi seluruh wilayah seperti yang telah diproklamirkan tahun 1945. Maka, perjuangan rakyat Bali untuk mempertahankan negara ini merupakan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia. Artinya, apabila di daerah mana pun ada lagi upaya untuk kembali menjajah Indonesia, harus dilawan. Kedatangan
Belanda dan Sekutu ke Indonesia setelah kemerdekaan itu, adalah untuk memorakporandakan kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, jadi lebih dari pertempuran yang dilakukan di Marga itu adalah pada konteks puputan-nya. Di sini mengandung pemahaman yang jelas bahwa semangat sampai mati itu telah terbukti dilakukan, bukan sekadar omong-omong “merdeka atau mati”. Jiwa semangat dan pembuktian itulah yang diberikan oleh Puputan Margarana ke seluruh rakyat Indonesia: bahwa slogan merdeka atau mati itu bukan sekadar omongan mengambang, tetapi fakta di lapangan tempur. Memang ada kemudian yang memberikan sikap kritis terhadap puputan tersebut. Dalam arti, jika semua pasukan termasuk komandan gugur dalam pertempuran, tidak akan ada yang tahu, gambaran dari pertempuran itu: bagaimana strategi yang dilakukan, kesulitan apa yang ditemui, ujaran apa saja yang muncul sehari sebel-
umnya sampai seberapa banyak kebutuhan ransum yang tersedia. Semuanya ini merupakan bahan pengetahuan dalam pertempuran dan peperangan modern. Dengan semua informasi itu, akan mampu diperbaiki atau dibuat metode baru jika ada pertempuran atau peperangan berikut. Akan tetapi, itu terjadi 72 tahun yang lalu, ketika teknologi dan pengetahuan modern belum muncul. Meskipun kita tidak mampu mengorek lebih jauh tentang strategi yang dipakai tersebut, akan tetapi jejak heroisitas yang ditinggalkan pertempuran Margarana ini telah mampu memberikan pesan melewati batas-batas waktu. Juga mampu memberikan pesan simbolik kepada generasi baru terhadap pertempuran tersebut. Pesan simbolik yang harus dilihat dari hal ini adalah bahwa, di samping heroisitas tersebut, adalah adanya semangat bersama. Prajurit yang melakukan perlawanan dan kemudian menjadi pahlawan di Margarana itu bukan sekadar dari
Bali tetapi dari berbagai tempat di Indonesia. Batu nisan di Taman Pujaan Bangsa Margarana itu memberikan petunjuk kepada generasi baru bahwa untuk mempertahankan kemerdekaan dan keindonesiaan itu adalah dengan menciptakan semangat bersama, dan itu tidak ada yang membedakan suku, agama, ras dan golongan. Pesan simbolis ini demikian nyata terlihat di Margarana dan makam-makam pahlawan lain di Indonesia. Inilah pesan kedua dari pertempuran Maragarana tersebut. Dengan demikian, secara sosial taman makam ini merupakan sebuah bacaan yang luas tentang Indonesia dan tentang kemanusiaan. Bacaan tentang keindonesiaan dapat dilihat dari nama-nama para pejuang pahlawan yang dimakamkan di sana. Dari sejarah pertempurannya juga dapat dibaca tentang pembelaan habis-habisan terhadap Indonesia yang baru. Jika kemudian disejajarkan dengan taman makam yang lain di Indonesia, maka bacaan tentang kepahlawanan tersebut bukan saja sejarah tahun 1946 atau 1945 tetapi jauh sebelum itu juga telah ada. Bacaan tentang kemanusiaan akan terlihat setiap tanggal 20 November. Ratusan bahkan mungkin ribuan peziarah akan datang untuk melakukan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa tersebut. Mereka yang melakukan tabur bunga bukan sekadar tamu pengunjung, tetapi anak-cucu dan keturunan dari pahlawan tersebut. Bisa dibayangkan, berapa lembar cerita heroik, berapa jam narasi perjuangan dan betapa perjuangan istri atau suami yang ditinggalkan oleh para pahlawan itu, untuk menumbuhkan anak-anaknya sampai
Rekonstruksi SDM yang Berdaya Saing
Pada tahun 2018, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah meluncurkan road map (peta jalan) yang bernama “Making Indonesia 4.0”. Road map ini merupakan kebijakan srategis dan upaya implementatif pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) anak bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan dan penerapan industri 4.0. Penerapan industri 4.0 pastinya membawa konsekuensi terkait dengan kesiapan kita untuk berpacu agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Kini, sudah siapkah kita menghadapi era disrupsi teknologi ini agar tidak sekadar menjadi penonton dan pengikut dari revolusi industri, dan mampukah kita menjadi pionir atau menjadi korban dari inovasi digitalisasi teknologi yang berkembang pesat. Karena itu, sangatlah penting untuk melakukan penyesuaian dan rekonstruksi SDM terhadap berbagai akselerasi maupun perubahan, khususnya di bidang iptek serta revolusi industri dengan berbagai inovasinya. Realitas ini harus dibangun dengan penyiapan SDM yang berkompeten, yang memiliki skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan), dan attitude (sikap) agar dapat tampil sebagai transformer iptek yang tangguh. Tentunya ini menjadi sebuah warning, terkait dengan keseriusan kita dalam menyiapkan perangkat dan infrastuktur sumber daya manusia yang lebih inovatif. Riset McKinsey Global Institute (2015), menyatakan revolusi industri 4.0 memberikan konsekuensi serta dampak beribu kali lebih dahsyat dari revolusi industri sebelumnya. Sekadar catatan, industri 1.0 (dimulai 1784) dimulai dengan penggunaan mesin uap dalam
Oleh Dr. Jusuf Sunya, M.E. industri, kemudian industri 2.0 (dimulai 1870), mulai penggunaan produksi massal bertenaga listrik dan minyak, setelah itu pada awal tahun 1969 – kita memasuki sebuah era penggunaan teknologi informasi dan mesin automasi robotik sehingga kita lebih maju dalam penggunaan teknologi yang berbasis komputer. Kini di indutri 4.0 ini, diversifikasi tekonologi begitu dahsyat dengan integrasinya jaringan (internet of things) sehingga semua serba-digital seperti yang kita nikmati sekarang. Perubahan dan akselerasi digitalisasi dunia Industri 4.0 yang berkembang tanpa batas, telah dikuti dengan kemajuan teknologi automasi dan digitalisasi data dalam bidang industri, sehingga ada ancaman bagi lapangan kerja manusia mulai tergantikan oleh teknologi digital automasi. Hal ini memberikan konsekuensi akan hilangnya banyak lapangan kerja atau paling tidak, kesiapan lapangan kerja sempit dan terbatas. Pada era inilah, yang dibutuhkan hanyalah orang-orang yang berkompetensi dan berkualitas sehingga memiliki daya saing yang tangguh. Lantas bagaimana kita mengoneksikan “Making Indonesia 4.0”, dengan janji pemerintah terkait dengan pembukaan sepuluh juta lapangan kerja baru, serta implementasi industri 4.0 terhadap bonus demografi ke depan? Tentu ini sebuah tantangan besar dalam menyikapi dan road map yang telah diluncurkan pemerintah. Saatnya pemerintah tidak sekadar menjadi pemain utama dalan globalisasi, tetapi sudah harus meli-
batkan peran penuh sektor swasta yang benar-benar berkualifikasi dan berintegritas sehingga tata kelola SDM lebih memiliki “gereget” kompetitif. Pembangunan sektor swasta harus dilebihoptimalkan dengan kebutuhan dan tuntutan dunia. Disadari bahwa sektor swasta lebih mendasarkan pada pilihan terhadap pasar. Karena itu, perlu disesuaikan dengan sebuah rancang bangun peta jalan tersebut atas tata kelola dan daya bangun SDM agar lebih kompetitif dan multikompleks sehingga bonus demografi kita jalani dapat menjadi anugerah bagi masa depan Indonesia ke depan. Penguatan SDM harus berkualitas tinggi melalui pendidikan dan pelatihan dengan standar sertifikasi agar agenda besar ini dapat berjalan secara baik. Di samping itu, proses alih dan transfer teknologi perlu dipercepat. Kita perlu mendesain sebuah rancang bangun pelatihan yang berorietasi pada penguatan kompetensi dan peningkatan kapasitas melalui skiil, knowledge, dan attitude sebagai landasan pijaknya. Tentunya ini perlu dipercepat karena jumlah tenaga muda potensial kita cukup tinggi. Saat ini, mereka tumbuh sebagai remaja dan dewasa muda perlu ditangani secara serius agar melahirkan sumber daya insani yang berkarakter unggul. Mereka adalah masa depan bangsa. Ke depan, tantangan dan hambatan semakin sulit dan begitu kompetitif. Karena itu, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas semakin dibutuhkan, sejalan dengan perubahan zaman.
Semakin berkualitas sumber daya manusia, mereka lebih berdaya saing. Karena itu, beragam program pelatihan dihadirkan untuk meningkatkan keandalan seseorang termasuk, kecerdasan dan integritasnya. Faktor kunci pendidikan dan pelatihan memegang peranan penting, terutama menyiapkan kompetensi SDM yang berkualifikasi dan bersertikasi. Faktor kunci ini menjadi fokus dalam penataan tata kelola sumber daya insani sehingga jelas pemanfaatannya. Sedari awal aspek perencanaan SDM perlu dibenahi, link and macth antara sistem pendidikan dan dunia kerja, terutama menghadapi perkembangan teknologi digital. Karena ini akan memberi dampak pada penataan sistem yang mampu menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global. Menghadapi tantangan atas fenomena disruption era digitalisasi teknologi memerlukan sumber daya yang inovatif serta out of the box. Jika ini tidak dilakukan maka kita akan terempas dan tergilas dari arus perubahan. Kunci pengembangan SDM adalah dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu mempercepat peningkatan kompetensi kerja. Melalui investasi SDM, dengan peningkatan kompetensi maka kemampuan atau skill menjadi faktor kunci dari sebuah pertarungan besar di abad digital ini. Semoga ke depan harapan ini lebih bisa diselaraskan dengan realitas dan kondisi kekinian anak bangsa.
kemudian mampu meneruskan keturunan pada cucu dan buyut yang hadir dalam tabur bunga tersebut. Inilah merupakan rangkaian sejarah dan cerita yang dapat memberikan semangat kepada anak-anak muda Indonesia. Bagaimana pesan pertempuran itu kepada anak-anak muda sekarang? Banyak yang mengatakan jika generasi muda sekarang terlalu santai dalam menyikapi hidup. Bahkan tidak punyai ide dan ikutikutan latah bergaya: misalnya memakai tato yang tidak jelas. Perubahan sosial yang terjadi di Bali saat ini memang jauh melompat, seolah mengangkangi taman pahlawan yang didirikan di berbagai kota di Bali. Lompatan itu dapat dilihat dari tidak banyaknya anak-anak muda yang mencoba memanfaatkan Taman Makam Pahlawan sebagai sebuah kunjungan wisata. Anak-anak muda di Bali sekarang, harus diakui bersikap dan bergerak jauh dari arah itu. Padahal, Taman Pujaan Bangsa Margarana merupakan sebuah bacaan berguna dan indah untuk menambah wawasan dari generasi muda. Dari itu pikiran akan bergerak, menafsirkan berbagai fenomena masa lalu yang dapat menggugah semangat. Museum yang ada di tempat ini juga akan memberikan cerita panjang tentang bagaimana harus berjuang, meniti hidup dan berani menghadapi pilihan hidup. Jadi, sudah waktunya sekarang anak-muda Bali berhenti memamerkan kekuatan jalanan yang sama sekali tidak ada artinya. Cukup banyak anak muda Bali yang memamerkan kekuatannya di jalanan dengan pamer sepeda motor, mobil, tato dan sejenisnya. Tantangan hidup semakin besar ke depan. Cara untuk itu, mulailah menafsirkan segala artefak yang ada di Taman Makam Pahlawan. Tidak hanya di Margarana. Inilah yang menjadi kesan ketiga dari pertempuran Margarana.
POJOK Data BIN, 50 penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah berpaham radikal. - Kalah dengan penceramah Pancasila. *** Hasil survei Kemendagri, 19,4 persen PNS menolak ideologi Pancasila. - Jadi duri dalam daging. *** Pungutan 10 dolar pada wisman, wajar untuk pelestarian budaya dan lingkungan. - Perkokoh manusia, alam, dan budaya Bali.
Penulis, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate dan Peserta Diklatpim II BPSDM Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Umanis, 22 November 2018
CEK GEDUNG - Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat mengecek Gedung Kesenian Ketut Maria.
Gedung Maria Di-’’pelaspas Alit’’
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Pembangunan Gedung Kesenian I Ketut Maria telah mendekati rampung. Meski demikian, sudah dilakukan upacara mamakuh atau melaspas alit pada Rabu (21/11) kemarin. Pamelaspasan Alit dilakukan karena akan digunakan perdana untuk perayaan HUT ke-525 Kota Tabanan. Kesiapan gedung menjadi perhatian Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya. Dari pantauan di lapangan, tampak sejumlah pekerja dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan tengah melakukan pembersihan di areal Gedung Maria. Progres proyek sekitar 75 persen dan ditargetkan pada 2019 sudah seluruhnya ram pung. ‘’Memang belum rampung. Penataan taman juga belum,’’ ucap Wabup Sanjaya. Menurutnya, gedung megah ini sengaja akan digunakan untuk peringatan HUT Kota Tabanan. Hal ini untuk memperkenalkan kepada publik bahwa Kabupaten Tabanan memiliki gedung kesenian terbuka. ‘’Kita paksakan untuk HUT kota buka perdana, selanjutnya penataan akan dikerjakan lagi. Karena ini berkaitan dengan anggaran, jadi memang dilakukan secara bertahap. Tetapi target pada HUT
kota tahun 2019 sudah bisa launching,’’ terangnya. Yang menarik adalah keberadaan air mancur yang berlokasi tepat di sebelah gedung kesenian tersebut. Pada malam hari, air mancur ini tampak indah dan meriah. Air mancur ini menambah estetika kawasan kota. Kabid Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan Kadek Faridatini Suweca mengakui semua ini merupakan ide dan gagasan dari pimpinan daerah. Di samping berfungsi sebagai gedung kesenian, juga harus didukung sejumlah elemen pelengkap seperti tanaman, patung, taman, dan elemen air. ‘’Elemen air kami tuangkan dalam bentuk kolam air mancur, dan sesuai kemajuan zaman atau kekinian dibuat warnawarni dan meliuk-liuk,’’ ucapnya. Air mancur ini nantinya menjadi tanggung jawab DLH sebagai OPD yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan gedung Maria. ‘’Jadi, tidak hidup setiap hari melainkan diatur kemungkinan setiap malam Minggu, ataupun saat ada event kesenian, karena biaya pemeliharaan cukup besar,’’ imbuhnya. (kmb28)
E-Retribusi Pasar Tunggu Kesiapan Perbankan
Tabanan (Bali Post) -
Realisasi program E-Retribusi Pasar belum jelas. Padahal, awalnya launching ditargetkan pada September atau Oktober 2017 dengan sasaran 13 pasar yang ada di Tabanan. Program yang bertujuan meminimalisasi kebocoran pendapatan pasar itu sudah sempat diuji coba pada Juli 2017 di Pasar Umum Kediri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana didampingi Kabid Perdagangan, Ni Wayan Primayani, Rabu (21/11) kemarin, menjelaskan realisasi program ini masih menunggu kesiapan perbankan. Sebenarnya, E-Retribusi Pasar terbuka untuk semua kalangan perbankan, namun saat ini baru Bank BPD Bali yang mengajukan sebagai penyedia
layanan sistem sekaligus penyedia mesin layanan. ‘’Belum lama ini juga sudah dibahas dalam pertemuan dengan BI. Intinya, program E-Retribusi bukan kami yang melakukan pengadaan mesin tetapi perbankan yang memberikan sarana prasarananya,’’ terangnya. Ni Wayan Primayani menjelaskan, E-Retribusi Pasar ini awalnya dirancang dengan sistem barcode. Para
pedagang nantinya diwajibkan memiliki rekening Bank BPD Bali. Selanjutnya, pembayaran retribusi akan dipungut dengan pemotongan saldo yang dimiliki pedagang oleh petugas bank dengan cara men-scan barcode. Dari scan barcode tersebut, pembayaran retribusi akan didebet langsung dari rekening pedagang. Diakui Primayani, program tersebut masih diproses dan dalam tahap dirancang
ulang antara Bank BPD Bali dan BI. Pihak bank sudah meminta data dari Disperindag terkait jumlah pedagang pasar di Kabupaten Tabanan. ‘’Memang belum jalan. Sifatnya kami masih menunggu kesiapan dari bank, karena bukan kami yang melakukan pengadaan. Kami sifatnya hanya memfasilitasi atau teknisnya,’’ ucapnya. Untuk efektivitas penerapan program ini, kata dia, harus disiapkan sistem yang matang. Sebab, peluang atau celah kebocoran untuk pembayaran sistem tersebut cukup besar, sehingga sangat memungkinkan untuk munculnya kecurangan yang dilakukan pedagang. (kmb28)
Korupsi APBDes
Bendahara Desa Angkah Dihukum Empat Tahun Tujuh Bulan
Majelis hakim Tipikor Denpasar pimpinan I Made Sukereni dengan hakim anggota I Wayan Sukanila dan Hartono sepakat dengan JPU bahwa terdakwa Ni Wayan Suantini alias Bu Edi (45) terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana APBDes Angkah tahun anggaran 2017. Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun tujuh bulan kepada terdakwa yang merupakan Bendahara Desa Angkah, Tabanan.
Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. Masih dalam putusan yang dibacakan majelis hakim, terdakwa diberikan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 285.063.451. Jika tidak punya uang pengganti, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang negara. Jika tidak memenuhi, maka diganti dengan pidana penjara satu
tahun sembilan bulan. Atas putusan itu, JPU dari Kejari Tabanan masih menyatakan pikir-pikir. Sedangkan terdakwa memilih menerima putusan hakim tersebut. Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU Made Rai Joni Artha dan kawan-kawan menuntut supaya terdakwa dihukum tujuh tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dan wajib membayar uang pengganti kerugian
negara sebesar Rp 285.063.451. Sebelumnya dalam pembelaan, Ni Wayan Suantini mengaku sangat menyesal atas apa yang telah dia lakukan. Di hadapan majelis hakim, terdakwa dalam pledoinya mohon majelis hakim untuk memberikan hukuman yang seringan-ringannya. Ia juga memohon maaf kepada warga Desa Angkah dan keluarganya dan mengakui kesalahannya yang membuat dirinya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar. (kmb37)
Bali Post/san
MAKAN IKAN - Kampanye gerakan makan ikan yang dilaksanakan Pemkab Tabanan, Rabu (21/11) kemarin.
Rendah, Tingkat Konsumsi Ikan di Tabanan Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan jumlah produksi ikan. Salah satu program yang dilakukan adalah sosialisasi dan kampanye gemar makan ikan bagi anak TK/PAUD, SD, dan ibu menyusui yang berlangsung Rabu (21/11) kemarin, di Kantor Desa Gubug. Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian Hari Ikan Nasional yang ke-5 serta peringatan HUT ke-525 Kota Tabanan. Kepala Dinas Perikanan Tabanan Made Subagia mengatakan, berdasarkan data statistik perikanan dan kelautan, konsumsi ikan di Kabupaten Tabanan 29,9 kg per kapita per tahun. Jumlah ini lebih rendah dibanding tingkat konsumsi nasional 38 kg per kapita per tahun dan Provinsi Bali yang mencapai 32,31 kg per kapita per tahun. Guna meningkatkan kon-
sumsi ikan di Tabanan, kata Subagia, sudah ada beberapa langkah yang ditempuh yaitu pemberdayaan pelaku utama perikanan baik di sektor hulu maupun hilir sehingga mampu memproduksi ikan dan membuat aneka olahan ikan yang bergizi tinggi, harga terjangkau, dan digemari masyarakat. Ikan sebagai bahan pangan memiliki gizi yang tinggi. Ikan mengandung rata-rata 20 persen protein yang bermanfaat bagi tubuh dan mudah dicerna. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan jaringan otak, mencegah penyakit jantung, kolesterol dan penyakit berbahaya lainnya. Karenanya sangat penting bagi masyarakat untuk mengonsumsi ikan. ‘’Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan,
maka pemerintah menetapkan tanggal 21 november sebagai Hari Ikan Nasional. Melalui kesempatan ini, saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Tabanan mari kita kampanyekan gerakan makan ikan,’’ jelasnya. Panitia acara, Nyoman Suidnyana, mengatakan, tujuan gerakan makan ikan ini antara lain meningkatkan gizi masyarakat dan menumbuhkan kesadaran tentang manfaat penting mengonsumsi ikan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk pengenalan produk aneka hasil olahan ikan yang diproduksi oleh para Kelompok Pengolah dan Pemasar (Pokhlasar) di Kabupaten Tabanan. Sasaran kegiatan ini antara lain anak-anak SD di Desa Gubug. ‘’Sasaran dari kegiatan ini adalah anak SD 1, SD 2, SD 3, SD 4, dan SD 5 di Desa Gubug yang berjumlah 371 anak,’’ ungkapnya. (kmb24)
Desa Belimbing, Permata Hijau yang Belum Terasah JIKA mendengar nama Kabupaten Tabanan, hal yang terlintas adalah objek wisatanya yang sudah mendunia seperti Tanah Lot, Ulundanu Beratan, dan Jatiluwih. Pada kenyataannya, Tabanan masih banyak memiliki potensi pariwisata yang dapat memikat hati. Salah satu permata hijau yang belum terasah adalah Desa Belimbing. Desa ini memiliki pemandangan sawah yang tidak kalah dengan Jatiluwih. Tidak hanya itu, Desa Belimbing juga memiliki dua air terjun yang indah serta ciri khas pertanian berupa pohon aren yang menjadi bahan baku gula aren.
Bali Post/ist
TERASERING - Pemandangan sawah dengan teraseringnya menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Belimbing, Pupuan.
Desa Belimbing baik warga maupun perangkat desa dinas dan adat sebenarnya menyadari potensi ini sehingga sejak 2009, masyarakat desa ini sudah mulai merintis hendak menjadi desa wisata. Namun, untuk menjadi desa wisata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perangkat desa bersama warga bahumembahu menyiapkan fasilitas, mempromosikan sampai menyiapkan SDM untuk mengelola desa wisata. Perbekel Belimbing I Made Adi Suyana, Rabu (21/11) kemarin, mengatakan untuk mengelola desa wisata, Desa Belimbing telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2013. ‘’Sudah menjalani pelatihan, bahkan sempat menjadi juara harapan I pada lomba tingkat provinsi tahun 2015 lalu,’’ ujarnya.
Desa Belimbing, kata Adi Suyana, memiliki 360 hektar sawah dengan enam subak basah. Dinamai Desa Belimbing karena secara geografis menyerupai buah belimbing. Beberapa sisi dipotong oleh sungai dan kondisi lahannya miring sehingga untuk bisa bercocok tanam, lahan harus dibentuk terasering. Inilah yang menjadi keunikan desa ini. Tidak hanya itu, Desa Belimbing juga memiliki Pura Luhur Mekori yang dikelilingi hutan tropis seluas 18 hektar bersama populasi keranya. Daya tarik lainnya adalah air terjun. Saat ini baru dua air terjun yang bisa ditawarkan sebagai daya tarik wisata yaitu Selingsing Benben dan Selingsing Sade. ‘’Sebenarnya ada empat air terjun. Tetapi baru dua yang layak untuk ditawarkan sebagai daya tarik wisata. Dua lagi belum ada akses
masuk yang representatif,’’ jelas Adi Suyana. Meski sudah berjalan sejak tahun 2009, desa wisata Belimbing masih dalam tahap promosi. Belum ada pemasukan yang berarti untuk PAD desa karena belum adanya Perdes yang mengatur mengenai retribusi objek wisata di desa ini. Pihaknya sedang menunggu kebijakan program Nikosake sehingga nantinya perdes yang dikeluarkan tidak berbenturan dengan aturan dari pemkab. ‘’Desa Belimbing termasuk dalam kawasan Nikosake. Jadi, kami menunggu program ini jalan sepenuhnya di mana setiap kawasan Nikosake harus saling mendukung,’’ ujarnya. Meski masih dalam tahap promosi, tetapi pemasukan dari sektor pariwisata sudah dirasakan warga baik krama subak, guide lokal, pengelola homestay serta yang membuka usaha rumah makan. Meski belum banyak, tetapi beberapa wisatawan baik asing dan lokal sudah mulai sengaja datang ke Desa Belimbing dan tidak sekadar mampir untuk melepas penat. ‘’Dulu kebanyakan hanya mampir. Jika mau ke Lovina dari Tanah Lot atau sebaliknya, mereka berhenti dulu di Desa Belimbing. Tetapi sekarang sudah ada yang
sengaja datang untuk menikmati wisata di Desa Belimbing,’’ paparnya. Menurut Adi, wisata yang saat ini bisa dinikmati di Desa Belimbing adalah trekking. Tersedia jalur pendek, Sedang, dan panjang. Untuk bisa menikmati wisata ini, ada jasa guide lokal yang ditawarkan oleh penduduk setempat. ‘’Harganya sesuai kesepakatan antara wisatawan dengan guide-nya,’’ ujarnya. Tidak hanya itu, ada juga yang langsung menyiapkan makanan bagi wisatawan yang mengambil paket trekking. Potensi lain yang hendak digali adalah paket wisata pembuatan gula Aren. Jadi, wisatawan bisa mengikuti proses pembuatan gula aren, dari menyadap langsung di pohon sampai dengan membuat gulanya. Untuk mengikuti proses ini, wisatawan tentu harus menginap, dari sini juga akan dikembangkan homestay. Adi Suyana berharap dengan adanya program Nikosake ke depan, perkembangan desa wisata Belimbing akan lebih baik dan didukung desa lainnya yang berada di dalam kawasan Nikosake sehingga nantinya daerah wisata tidak hanya dikenal di Tabanan Utara dan Selatan saja tetapi Tabanan Barat. (kmb24)
BULELENG
8
Kamis Umanis, 22 November 2018
Terjadi Tiga Kebakaran dalam Sehari Singaraja (Bali Post) –
Walaupun hujan mulai turun beberapa hari terakhir ini, peristiwa kebakaran di daerah ini masih sering terjadi. Buktinya, Rabu (21/11) kemarin dalam sehari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menangani tiga paristiwa kebakaran. Dua dari tiga kebakaran secara terpisah itu melanda rumah permanen. Satu kejadian lainnya halaman pertanian.
Bali Post/ist
KEBAKARAN – Dalam sehari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng melakukan pemadaman kebakaran di tiga lokasi berbeda, Rabu (21/11) kemarin.
Apa penyebab kebakaran itu belum bisa dipastikan. Namun ada dugaan kebakaran itu akibat faktor kelalaian. Peristiwa kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Sebuah rumah permanen milik I Wayan Suyama (61) terbakar. Api dengan cepat membakar rumah berukuran 16 x 6 meter milik warga Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar. Medan yang berat di perbukitan dan terbatas mendapatkan sumber air, hal itu membuat api tidak bisa dipadamkan dengan singkat. Api baru bisa dijinakkan sekitar 1,5 jam setelah kejadian. Akibat peristiwa itu bangunan rumah milik korban tinggal menyisakan puing-puing kebakaran. Diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, disebutkan, salah satu anggota keluarga
pemilik rumah membuang bara api dari ruang dapur. Namun bara api itu belum dipadamkan. Diduga bara api itu membesar, kemudian merembet ke bagian induk bangunan rumah milik korban. Setelah kejadian itu, petugas pemadam kembali mendapat laporan kebakaran semak dan rumput kering di lahan kosong Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Lahan yang bersebelahan dengan gedung kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu terbakar sekitar pukul 11.15 Wita. Satu unit pemadam kebakaran diterjunkan memadamkan api yang membakar semak dan rumput liar kering itu. Tidak diketahui siapa yang membuat api di lahan kosong itu. Namun diduga kebakaran itu lantaran sisa api setelah sebelumnya seseorang membakar sampah yang tidak
dipadamkan dengan baik. Kebakaran juga melanda rumah seorang lanjut usia (lansia) Jro Mangku Gede Wayan Tandur (80), warga Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.10 Wita. Rumah permanen berukuran 20 x 12 meter persegi itu dengan cepat terbakar. Api baru bisa dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Beruntung, dalam kejadian ini pemilik rumah dan keluarganya selamat. Meski demikian, perlengkapan rumah tangga gagal diselamatkan. Bahkan, perhiasan emas, uang tunai, sertifikat tanah ikut terbakar. Tak heran, akibat kejadian ini, korban menelan kerugian puluhan juta rupiah. Kepala Dinas Pemadam
Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, pastinya penyebab kebakaran itu belum diketahui. Namun kemungkinan kebakaran itu dipicu kelalaian pemilik rumah saat membuang bara api tidak dipadamkan dengan baik. ‘’Kebakaran tidak memandang waktu dan musim, baik kemarau atau hujan. Buktinya, kita menerima tiga peristiwa kebakaran di lokasi terpisah. Apa penyebabnya belum bisa dipastikan. Hal itu masih dalam penyelidikan polisi,’’ katanya. Menghindari kasus serupa, mantan Sekretaris Camat Buleleng ini mengimbau agar warga tetap waspada terkait kemungkinan bencana kebakaran kendatipun sudah mulai turun hujan. Dia mengimbau warga agar tidak membakar sampah di lahan kosong tanpa pengawasan yang baik. Ketika meninggalkan rumah relatif lama, warga diminta memastikan tidak ada api bekas dupa sembahyang di dalam rumah atau memastikan kompor dan peralatan elektronik telah dipadamkan. (kmb38)
RS Pratama di Giri Emas dan Tangguwisia Tak Optimal
Dokter Spesialis Anestesi dan Radiologi Kosong Dua rumah sakit pratama atau yang lebih dikenal dengan rumah sakit tanpa kelas sekarang ini belum bisa beroperasi optimal. Pasalnya, RS pratama yang dibangun Pemkab Buleleng baik yang ada di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt maupun di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan baru sebatas bisa melayani Unit Gawat Darurat (UGD), selaian beberapa pasien yang memerlukan pelayanan poliklinik. Sedangkan pasien yang memerlukan tindakan operasi atau bedah belum bisa dilayani. Permasalahan krusial apakah yang membelit RS pratama itu sehingga operasi tidak bisa dilakukan di dua rumah sakit itu? BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Gede Supriatna, dan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Rabu (21/11) kemarin, melakukan kunjungan kerja (kunker)
tahun 2018 di Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan juga Tejakula. Bupati menegaskan, kedua rumah sakit pratama itu sejauh ini belum memiliki dokter spesialis anastesi dan juga spesialis radiologi. Pihaknya tidak tinggal diam. Sejatinya, ket-
ersedian dua dokter spesialis itu sudah diupayakan sejak rumah sakit pratama itu dibangun. Selain SDM, alat kesehatan (alkes) juga sudah dilengkapi. Hanya, target mengoperasikan secara penuh kedua rumah sakit pratama itu belum terwujud sampai sekarang. Pasalnya, kedua rumah sakit yang sekarang termasuk tipe D ini belum memenuhi syarat. Alasannya, masing-masing RS pratama itu tidak memiliki dokter spesialis anestesi dan spesialis radiologi. Meskipun RS itu belum beroperasi penuh, pelayanan di kedua rumah sakit pratama itu telah bisa menerima pasien rujukan baik peserta BPJS dan pasien umum dari puskesmas atau dokter praktik swasta. ‘’Kalau alat kesehatan dan tenaga medis di luar dokter spesialis itu sudah lengkap. Pelayanan UGD dan polikliniknya sudah jalan. Tinggal spesialis anestesi dan
radiologi yang belum punya. Karena itu, rumah sakit itu belum bisa melayani tindakan bedah atau operasi,’’ katanya. Menyusul masalah ini, pihaknya saat ini masih berjuang agar tidak terlalu lama terjadi vakum tanpa kehadiran dua dokter spesialis itu. Konon, upaya ini akan terjawab Desember 2018. Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendistribusikan tenaga dokter spesialis yang baru direkrut di beberapa daerah di Indonesia. Menyusul kebijakan itu, pihaknya berusaha melobi ke pusat agar keperluan spesialis anestesi dan radiologi itu bisa dipenuhi. Menunggu usulan itu disetujui, sementara pemerintah daerah menugaskan dokter spesialis anestesi dan spesialis radiologi di RSUD Buleleng. ‘’Informasinya, tanggal 30 November ini akan menarik dokter spesialis yang sudah
selesai Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), sehingga kesempatan ini kita coba usulkan agar dikasi dokter anestesi dan radiologi. Kalau bisa untuk kedua RS pratama itu baik di Giri Emas maupun di Tangguwisia,’’ jelasnya. Di sisi lain, Bupati menginstruksikan agar alat kesehatan yang sudah dibeli harus dimanfaatkan dengan baik. Pemkab bukan saja melengkapi alat kesehatan berkelas, namun kedua rumah sakit pratama itu diisi sarana laboratorium yang memadai. Karena itu, semua peralatan dan fasilitas di rumah sakit pratama itu wajib digunakan dengan baik. Kesan peralatan itu mubazir, bahkan hanya dijadikan barang pajangan harus dihindari. Cara peralatan itu harus dipakai sesuai protap –prosedur tetap. ‘’Saya minta alat kesehatan itu digunakan dengan baik. Jangan sampai alat itu
Bali Post/kmb38
RS PRATAMA - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) meninjau pengoperasian rumah sakit pratama di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Rabu (21/11) kemarin. dijadikan barang pajangan. Hal itu penting karena semua fasilitas yang ada semata-mata untuk meningkatkan cakupan kualitas kesehatan di daerah kita. Bahkan mu-
lai 2020 nanti, kita sudah bersinergi dengan Pemprov Bali, untuk meningkatkan cakupan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kita,’’ jelasnya. (mud)
Kamis Umanis, 22 November 2018
GIANYAR
9 Kronis, Pelanggaran Parkir di Ubud
Gianyar (Bali Post) Ibarat penyakit kronis, pelanggaran parkir di kawasan wisata Ubud menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Pemerintah bahkan memasang pelang larangan parkir hampir setiap sepuluh meter sepanjang ruas jalan di kampung turis itu. Namun, pemilik kendaraan yang membandel tetap melanggar, sampai akhirnya setengah badan jalan penuh dengan kendaraan parkir liar. Sementara penindakan yang beberapa kali dilakukan polisi nampak tidak digubris. Pantauan Bali Post, Rabu (21/11) kemarin, sejumlah jalur utama di kawasan wisata Ubud sudah terpasang pelang larangan parkir. Pelang
Meningkat, Kasus Kekerasan terhadap Anak Pemerintah Gaungkan GN-AKSA
Gianyar (Bali Post) Kasus kekerasan terhadap anak makin meningkat. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Salah satunya dengan melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti-Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA). Aktivis Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Gianyar Putu Vebby Diah Ardyanti, S.Psi. menjabarkan, kekerasan terhadap anak berdasarkan tempat kejadiannya, 24 persen kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan keluarga, 56 persen terjadi di lingkungan social, dan 17 persen di lingkungan sekolah. ‘’Contoh kenakalan anak yang memasuki usia remaja merupakan perilaku sosial yang menyimpang di tengahtengah masyarakat,’’ katanya. Vebby Diah Ardyanti mengatakan, kenakalan remaja lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, seperti perceraian orangtua sehingga anak kekurangan kasih sayang sejak kecil, keluarga yang tidak harmonis, pendidikan yang keliru di dalam keluarga, lingkungan yang kurang baik, serta informasi global yang kurang
mendidik. ‘’Sedangkan dari faktor internal, kenakalan anak yang memasuki usia remaja disebabkan oleh pencarian identitas diri, dan kontrol diri yang lemah,’’ ujarnya. Menurut Vebby Diah Ardyanti, Instruksi Presiden tersebut menegaskan agar semua komponen turut serta dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan seksual terhadap anak melalui GNAKSA. Dalam instruksi tersebut, Jaksa Agung mempercepat proses penanganan dan penyelesaian perkara yang berhubungan dengan kejahatan seksual terhadap anak, melakukan tuntutan pidana seberat mungkin terhadap pelaku tindak pidana kejahatan seksual terhadap anak dan melakukan pengawasan terhadap putusan pidana bersyarat, pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat terhadap pelaku tindak pidana
kejahatan seksual terhadap anak. Berdasarkan data Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar, dalam tiga tahun terakhir, terjadi peningktan kasus kekerasan dengan anak sebagai korban. Pada 2015, tercatat ada tiga orang anak sebagai korban, meningkat menjadi 10 anak pada 2016, sementara tahun berikutnya kembali naik menjadi 17 anak. Sementara pada tahun 2018 ini, hingga Agustus sudah tercatat 12 anak sebagai korban yang ditangani Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar. Selain kasus yang melibatkan anak-anak, Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar juga menangani kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan perempuan. Kasus KDRT yang melibatkan perempuan ini juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. (kmb35)
PARKIR - Sejumlah kendaraan yang parkir di Jalan Raya Dewi Sita, Ubud tanpa memedulikan rambu larangan parkir.
dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar ini bahkan dipasang kurang lebih setiap lima meter. Dalam pelang tercantum waktu larangan parkir dari pukul 06.00 hingga pukul 22.00 Wita. Pelanggaran parkir menggunakan bahu jalan ini masih dominan terpantau di Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, Jalan Monkey Forest, Jalan Suweta, dan yang paling parah di Jalan Dewi Sita. Pelanggaran didominasi kendaraan roda dua dan roda empat. Menurut informasi, kendaraan roda dua tersebut dominan milik karyawan art shop atau restoran. “Itu kebanyakan kendaraan karyawan, karena yang punya restoran tidak memiliki lahan parkir,” kata Wayan Uder, salah seorang warga Ubud. Yang paling mengganggu adalah kendaraan roda dua yang terparkir di trotoar. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan wisatawan, khususnya yang hendak berjalan
kaki. Sebab, trotoar memang menjadi hak pejalan kaki. Aparat kepolisian sebenarnya sudah berulang kali melakukan penertiban menggunakan mobil keliling. Bahkan, aparat harus menggunakan pengeras suara untuk memanggil pemilik kendaraan yang melanggar parkir. Saat petugas melakukan penertiban, sejumlah pelanggar langsung kocar-kacir memindahkan kendaraan. Namun ketika polisi sudah lewat, mereka kembali memarkir kendaraan tepat di ruas larangan parkir. Kasat Lantas Polres Gianyar Gusti Udayani Addi mengatakan, jajarannya masih berupaya melakukan penertiban terhadap para pelanggar parkir di kawasan kampung turis tersebut. Sebelum dilakukan penindakan, para pelanggar ini sudah diberikan imbauan dengan pengeras suara. “Ditunggu juga sudah, supaya kendaraannya digeser sendiri ke tempat parkir yang sudah tersedia,“ katanya. (kmb35)
Terduga Penganiaya Siswi SMK Diperiksa Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi terus mendalami kasus penganiayaan terhadap siswi berinisial DPS (15), yang videonya sempat viral di media sosial (medsos). Dalam kasus ini, dua remaja perempuan yang diduga sebagai pelaku digiring ke Mapolsek Ubud untuk dimintai keterangan, Rabu (21/11) kemarin. Dua remaja ini masing-masing berinisial ID (18) asal Blahbatuh dan AI (16) asal Tampaksiring. Kapolsek Ubud Kompol I Made Raka Sugita mengatakan, pascamendapat laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan video penganiayaan terhadap korban yang berumur 15 tahun itu. Setelah cukup informasi, polisi bertemu dengan orangtua terduga pelaku di wilayah Blahbatuh. Setelah diberi pemahaman, orangtua dari terduga pelaku langsung mengantar sendiri anaknya ke Mapolsek Ubud, Selasa (20/11) sore. “Keduanya kooperatif tanpa perlawanan,” jelas Raka Sugita seizin Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban dan pelaku, kata Raka Sugita, kronologi aksi penganiayaan itu hanya dipicu salah paham saat chating di medsos. Apakah terkait rebutan cowok idaman? “Kayaknya mengarah ke sana. Jadi, ada salah satu yang tersinggung,” ujarnya. Percakapan di medsos tersebut,
diketahui terjadi H-2 penganiayaan atau Kamis (15/11). Karena saling memanas, kedua kubu sepakat bertemu di wilayah Ubud, Sabtu (17/11), sepulang korban DPS dari salah satu SMK di Ubud. Kedua kubu masingmasing membawa anggota geng. Percakapan panas pun berujung aksi penganiayaan oleh ID (18) dan AI (16). Sesuai dengan video yang beredar, dalam hasil pemeriksaan juga terungkap korban ditendang pada bagian perut dan rambutnya dijambak, namun korban tidak melawan sama sekali. Bahkan, salah satu anggota geng dalam kerumunan tersebut spontan membuat story siaran langsung di akun instagram hingga video ini viral dan mendapat ribuan komentar miring. Terkait adanya pelanggaran UU ITE, polisi masih belum menentukan sejauh itu. “Jadi, informasi itu kan bisa diartikan beda. Semua ada plus-minusnya. Dia tak bermaksud menyebar, melainkan melakukan siaran langsung yang dia sendiri tidak tahu kejadiannya bakal seperti apa. Sementara yang mengunggah video itu sebatas saksi,” ujar Raka Sugita. Pada kesempatan itu, Raka Sugita berpesan agar tidak mudah menyebarkan kejadian yang belum tentu kebenarannya. “Jangan mudah terpancing dan jangan sedikit-sedikit bikin viral. Apalagi, pelaku dan korban ini masih di bawah umur. Jadilah nitizen
yang cerdas dan cermat,” pintanya. Terkait status dua pelaku yang mengaku anggota geng anak punk, Raka Sugita mengatakan, pengakuan tersebut sebatas mereka kerap nonton konser bersama. “Mereka ngakunya anak punk sebatas perkumpulan nonton konser saja. Tidak ada itu keanggotaannya,” jelasnya. Dalam kasus ini, kata Raka Sugita, dua terduga pelaku tersebut tidak harus ditahan. Pihaknya harus berhati-hati mengingat korban dan terduga pelaku masih di bawah umur. “Sedangkan satu pelaku lagi sudah dewasa,” jelasnya didampingi Kanitreskrim Polsek Ubud Iptu I Dewa Made Pramantara. Raka Sugita mengaku masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Gianyar dalam menangani kasus ini, terutama terkait penerapan pasal yang akan dipasangkan. Kendati demikian, proses hukum tetap berjalan. Dalam waktu dekat, polisi akan melakukan gelar perkara terhadap kasus ini. Berdasarkan hasil koordinasi itu, sementara keduanya dipasangkan Pasal 80 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Kalau pelaku yang di bawah umur, kita upayakan diversi. Yang dewasa kena ancaman tiga tahun enam bulan penjara,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Bawaslu Temukan Puluhan Pelanggaran APK KPU Surati Peserta Pemilu
Negara (Bali Post) –
KPU Jembrana menyurati puluhan peserta Pemilu 2019 di Jembrana guna menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang menyalahi aturan. Langkah ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Bawaslu Jembrana terkait banyaknya pelanggaran pemasangan APK, di antaranya pemasangan yang tidak sesuai tempat seperti di pohon dan di luar zona. Bila surat tersebut tidak ditanggapi, maka Bawaslu nantinya akan menertibkan bersama pihak terkait. Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, Rabu (21/11) kemarin mengatakan, dari rekomendasi yang dikirimkan Bawaslu, ada puluhan pelanggaran dari peserta pemilu terkait APK. Baik berupa baliho, spanduk
dan lain-lain. “Merata ada di seluruh kecamatan, kami sikapi dengan mengirimkan surat ke para peserta pemilu hari ini,” ujarnya. Tangkas didampingi Komisioner KPU Made Widiastra menambahkan, pelanggaran
yang paling dominan adalah lokasi pemasangan yang menyalahi dan sebenarnya dilarang. Misalnya dipaku di pohon serta di luar zona pemasangan yang ditentukan. Apabila dalam waktu satu hari setelah surat itu diterima
tidak ditindaklanjuti peserta pemilu, maka KPU akan menyampaikan ke Bawaslu untuk tindakan selanjutnya. Masih terkait APK, ketentuan zona pemasangan APK menurutnya juga telah direvisi. Namun, dari puluhan titik zona pemasangan hingga ke desa-desa, hanya di tiga titik saja. Di antaranya, di perempatan Loloan Barat, perempatan Dangintukadaya dan tugu Melaya. “Kalau yang di Melaya tidak ada masalah, hanya lebih detail di utara jalan,” tambah Widiastra.
Sedangkan untuk di perempatan Loloan Barat, APK dipindahkan di dekat jembatan depan kantor kelurahan lama. Dan di Dangintukadaya juga dipindah ke selatan dekat SD Sangkaragung. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan dihubungi terpisah membenarkan pihaknya telah mengirimkan rekomendasi kepada KPU Jembrana terkait pelanggaran APK ini. Menurutnya ada puluhan pelanggaran dari peserta pemilu, baik calon legislatif, parpol
Kamis Umanis, 22 November 2018 maupun pilpres. “Yang paling banyak (pelanggaran red) dipasang di pohon, itu menyalahi. Ada yang dipaku di pohon. Kami rekomendasi KPU untuk menindaklanjuti ke peserta pemilu. Kalau tidak ditanggapi dari peserta pemilu, akan kami tertibkan,” tandas Pande. Pihaknya memberikan waktu kepada masingmasing peserta pemilu yang APK-nya melanggar untuk menurunkan. Namun bilamana tidak ada tindakan, maka pihaknya bersama tim dari sejumlah instansi terkait akan melakukan penertiban. (kmb26)
Kamis Umanis, 22 November 2018
KARANGASEM
11
Pajak Galian C Bocor
Dewan Desak Eksekutif Segera Tindak Lanjuti Amlapura (Bali Post) -
Tingkat kebocoran pajak di sektor galian C di beberapa kawasan pertambangan bukan logam di Karangasem mencapai 80 persen. Tingginya kebocoran itu disebabkan retribusi pengusaha galian C itu tidak menggunakan faktur ketika mereka melakukan transaksi. Itu bisa terjadi karena banyak aktivitas galian C itu belum mengantongi izin. Atas kondisi itu, dewan mendesak pihak eksekutif supaya dapat menindaklanjuti dan memberi solusi kebocoran itu agar tidak terjadi lagi. Ke depannya, dewan tidak ingin, kondisi kontra produktif itu terus berlanjut. Sebab, situasi itu sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketua Komisi III I Gusti Agung Dwi Putra mengungkapkan hal itu, Rabu (21/11) kemarin.
Bali Post/kmb41
SIDAK - Petugas Satpol PP saat melakukan sidak terhadap aktivitas galian C yang belum mengantongi izin. Pendapatan pajak dari sektor galian C itu menurun drastis akibat mengalami kebocoran sangat tinggi.
Situasi yang kurang menguntungkan seperti itu kata Dwi Putra, jangan sampai terus berlanjut. Sebab, hal itu sangat berpengaruh terhadap PAD. Pihaknya meminta eksekutif supaya segera menindaklanjuti kondisi ini. ‘’Sehingga eksekutif dapat mengetahui apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi,’’ ujar I Gusti Agung Dwi Putra. Kondisi ini sangat merugikan keuangan daerah. Karena dengan tingginya kebocoran pajak dari aktivitas galian C, maka hal itu sangat berpengaruh terhadap PAD. Kebocoran itu ditengarai hingga puluhan miliar rupiah. Padahal, uang itu seharusnya bisa menjadi PAD. Namun, akhirnya uang
itu lenyap begitu saja tanpa ada kejelasan pencatatan dana tersebut. “Kita dorong eksekutif segera menindaklanjuti kondisi ini. Eksekutit harus mengecek di mana letak permasalahannya, sehingga kebocoran itu tidak sampai terjadi. Masalah seperti itu jangan sampai terus dibiarkan tanpa penanganan berarti. Itu masalah krusial terkait pendapatan daerah. Hal itu jangan dibiarkan seperti ini. Kebocoran itu sangat mengganggu pembangunan infrastruktur di Karangasem. Sebab, pembangunan itu ditunjang dari pendapatan yang diperoleh dari galian C itu,” tegasnya. Anggota dewan lainnya, Gede Dauh Suprapta, men-
gungkapkan jika pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kebocoran yang sangat tinggi utamanya dari pajak galian C itu. Apalagi sampai mencapai 80 persen. Atas kondisi itu, pihaknya meminta pemerintah daerah terus menelisik apa penyebab hingga kebocoran itu terjadi. “Apa pemicunya, itu harus dicari. Pada lini mana sebetulnya letak dan sumber kebocoran ini. Jangan hal itu terus dibiarkan berlanjut. Karena ini sangat berpengaruh terhadap PAD. Jangan sampai dana itu hilang sia-sia. Apalagi kebocoran dari galian C itu mencapai puluhan miliar,’’ ujarnya. Jika memang masih banyak pengusaha galian
C sampai saat ini belum mengantongi izin, supaya mereka segera mencari izin. Mengingat banyak, pengusaha belum mengantongi izin akibat adanya perubahan peraturan. Namun, pemerintah melalui Bupati telah mengeluarkan Legal Opinion (LO). ‘’Nah mekanisme seperti itu harus segera ditindaklanjuti agar para pengusaha memperoleh izin. Dengan begitu, para pengusaha galian C bisa dipungutin pajak,’’ ujarnya. Sebelumnya, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menjelaskan, jika kondisi itu tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Orang nomor dua di Karangasem itu meminta OPD terkait supaya segera melakukan koordinasi untuk mencari penyelesaian masalah itu. Perlu ditindaklanjuti dengan cara langsung turun ke bawah gunamemastikan adanya kebocoran itu. “Dalam waktu dekat, kita kembali melakukan rapat internal, guna mengambil langkah-langkah terkait kondisi kritis di sektor pendapatan melalui galian C ini,” jelas Artha Dipa. (kmb41)
Agenda Kerja 2019
Dewan Karangasem Siapkan 18 Ranperda DPRD Karangasem sepertinya melakukan persiapan matang agenda kerja tahun depan. Faktanya, dewan telah merancang masa kerja pada tahun 2019 secara seksama. Salah satunya pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) yang telah diajukan kepada eksekutif. Hal itu terungkap saat digelar rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu (21/11) kemarin. Selain mengusulkan pembahasan 18 ranperda, dewan pada rapat paripurna tahun depan juga akan mendengarkan pengantar Nota Keuangan Ranperda APBD 2019 mendatang. Dalam laporan Badan Pembentukan Perda yang dibacakan I Nyoman Musna
Antara mengatakan, 18 ranperda tersebut merupakan program kerja DPRD Karangasem khusus tahun 2019 mendatang. Pembahasannya dalam satu tahun anggaran itu dibagi masing-masing triwulan. Materi yang dibahas pada triwulan pertama, kata Musna Antara, dewan sudah mengagendakan target bisa membahas dan menyelesaikan empat ranperda. Begitu pula pada triwulan kedua, dewan menargetkan mampu menyelesaikan lima ranperda menjadi perda. “Program penyusunan sudah melibatkan tim ahli hukum daerah Karangasem,” ujar Musna di hadapan rapat paripurna. Sementara pada triwulan ketiga, pihaknya akan me-
nyusun lima perda. Untuk triwulan keempat, Bamperperda mengusulkan membahas empat perda. Selain merupakan perda inisiatif dewan, sejumlah perda merupakan perubahan atas perda sebelumnya telah layak diperbaiki. “Perlu komitmen yang konsisten agar pembentukan perda itu disesuaikan dengan apa yang telah disepakati bersama,” pintanya. Selain penyusunan program Bamperperda yang mengusulkan 18 ranperda pada tahun mendatang, paripurna yang dipimpin Ketua DPRD I Nengah Sumardi itu juga mendengarkan laporan pengantar nota keuangan Ranperda APBD 2019 oleh Wakil Bupati
Karangasem I Wayan Artha Dipa. Selain itu, dewan juga menerima draf Ranperda Penyertaan Modal di PT Bank BPD Bali, Perusahaan Air Minum Daerah, dan PT Jamkrida Bali Mandara pada tahun 2019 mendatang. Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa menyatakan, kebijakan umum APBD telah dimuat target pencapaian kinerja yang terukur dari setiap program dan kegiatan. Sedangkan struktur APBD tahun 2019 merupakan satukesatuan yang terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Untuk pendapatan asli daerah dalam anggaran induk tahun 2019, dirancang Rp 276 miliar lebih. Pendapa-
tan daerah itu didesain ada peningkatan Rp 42,3 miliar. “Dana perimbangan dari pemerintah juga mengalami kenaikan terutama dari DAU dan DAK,” ujar Artha Dipa. Ketua DPRD I Nengah Sumardi menyatakan Ranperda APBD Induk 2019 itu telah disampaikan oleh wakil bupati. Nantinya, dewan akan melakukan pembahasan secara lebih mendalam. Pembahasannya melibatkan TAPD Karangasem yang dalam rapat kerja itu telah disusun oleh badan musyawarah dewan. “Kami punya target melakukan pembahasan secepatnya. Sejauh ini, jadwalnya bahkan sudah disusun badan musyawarah dewan,” ujar Sumardi. (ad848)
PENETAPAN PERDA - Rapat paripurna dilaksanakan Rabu (21/11) kemarin. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat menerima pidato Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 dan Penyusunan Program Pembentukan Perda.
KLUNGKUNG
12
PENCURIAN - Kasubag Humas dan Kasat Reskrim Polres Klungkung, saat merilis hasil penyelidikan kasus pencurian di Mapolres Klungkung.
Mencuri di Dawan, Pogok Diringkus di Pasar Kreneng
Semarapura (Bali Post) Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat. Reskrim) Polres Klungkung berhasil mengungkap aksi pencurian di rumah Nengah Sadia di Banjar Pangi Kanginan, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Tersangkanya adalah I Nyoman Karma alias Pogok, asal Banjar Jurang Pait, Desa Kutampi, Nusa Penida. Ini terungkap setelah Sat Reskrim merilis kasusnya di Mapolres Klungkung, Rabu (21/11) kemarin. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan bersama Kanit I Sat Reskrim Polres Klungkung Ipda Ibnu Rudi Hartono langsung menggeber kasusnya berikut barang bukti hasil pencurian tersangka. Didampingi Ka-
subag Humas AKP Putu Gede Ardana, terungkap bahwa tersangka yang ditangkap di Pasar Kreneng Denpasar ini juga dicurigai melakukan beberapa aksi pencurian di sejumlah tempat. Namun, tidak semua hasil curian tersangka berhasil diamankan. Pihak kepolisian hanya mengamankan sejumlah barang bukti, berupa cincin, dompet dan HP. Sebab, sebagian besar barang buktinya telah berhasil dijual dan uang hasil dari pencurian tersebut telah habis dipakai oleh tersangka untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari lainnya. Kini, tersangka dan barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Klungkung untuk proses penanganan lebih lanjut.
Termasuk, untuk melakukan pengembangan terhadap sejumlah kasus pencurian lain yang semakin meresahkan warga dalam sepekan terakhir. Mulai dari aksi pencurian yang menyasar rumah kosong, hingga aksi maling yang membawa kabur sapi-sapi warga di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka, Sat Reskrim Polres Klungkung menilai tersangka telah melakukan pencurian dengan pemberatan. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara. (kmb31)
Kamis Umanis, 22 November 2018
Karakter ASN Lemah, Picu Konflik di Birokrasi
Semarapura (Bali Post) – Penyebab terjadinya konflik di lingkungan pemerintahan sangat banyak. Mulai kecemburuan sosial, ketidakharmonisan antarpegawai dan lainnya. Semua itu terjadi, karena karakter ASN yang masih lemah. Untuk menghindari ini diperlukan penguatan karakter dan kerja tim pada diri masing-masing pegawai, bahwa ada kepentingan umum pemerintah yang jauh lebih besar di depan. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat membuka sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan mencegah konflik sosial di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Rabu (21/11) kemarin. “Penyebab konflik di lingkungan pegawai banyak. Salah satu yang sulit diubah adalah karakter. Untuk itu diperlukan penguatan karakter pada diri masing-masing pegawai. Saya selalu melihat persoalannya di situ,” ujar Bupati Suwirta didampingi Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana. Di hadapan puluhan peserta sosialisasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klungkung, Bupati mengakui
konflik sosial di lingkungan pemerintahan sangat sering terjadi. Pihaknya mencontohkan saat pembuatan program aksi Gema Santi, banyak yang menyangsikan akan praktik program tersebut. Itu karena mereka di awal belum paham apa tujuan besarnya di depan. “Itu sudah termasuk konflik sosial. Jadi konflik sosial perlu dicegah untuk cipta kondisi di tengah lingkungan kerja, agar mengetahui arah, benar dan tidaknya dari sebuah kebijakan,” sebutnya. Tetapi, dalam menangani atau mencegah terjadinya konflik sosial perlu dilakukan langkah dengan memberikan penjelasan yang tepat. Sehingga permasalahan tersebut tidak sampai menggelinding begitu saja yang akan menam-
bah konflik berkepanjangan. “Konflik itu harus ditangani dengan memberi penjelasan dan pemahaman agar tidak berkepanjangan,” ucapnya. Sementara itu, terkait penyalahgunaan narkoba, Bupati asal Nusa Ceningan ini berharap kepada jajarannya agar jangan lemah dan selalu menguatkan karakter untuk menjauhi narkoba. Ketua Panitia Pelaksana Putu Anom Daniantaka menyebutkan, sosialisasi digelar dalam rangka memperingati HUT Korpri Kabupaten Klungkung Tahun 2018. Peserta sosialisasi terdiri dari perwakilan ASN masingmasing OPD Pemkab Klungkung. Sosialisasi digelar sehari dengan narasumber dari BNN Kabupaten Klungkung. (kmb31)
Memperingati Hari Ikan 2018
Bupati Suwirta Minta Produksi Ikan Ditingkatkan BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung I Wayan Durma menghadiri acara memperingati Hari Ikan Nasional V tahun 2018 di Balai Banjar Tulang Nyuh Desa Tegak, Rabu (21/11) kemarin. Acara ini untuk mengampanyekan gemar makan ikan, guna meningkatkan kesehatan tubuh. Melihat pentingnya makan ikan, Bupati Suwirta meminta agar ini dapat dipahami orangtua hingga anak-anak. “Jangan hanya pada Hari Ikan Nasional baru memakan ikan, tetapi yang terpenting bagaimana masyarakat bisa memakan ikan setiap saat karena kandungannya berguna bagi tubuh kita,” kata Suwirta.
Bupati Suwirta menugaskan kepada guru-guru di sekolah dasar untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya makan ikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung beserta staf, diminta mencari cara bagaimana meningkatkan produksi ikan agar produksi ikan seimbang dengan kebutuhan konsumsi ikan di Klungkung. “Jangan dulu bicara konsumsi tanpa ada produksi,” tegasnya. Bupati Suwirta mengharapkan agar di setiap desa terdapat kuliner olahan makanan dari ikan, baik itu ikan tawar maupun ikan laut. Menurutnya, dengan makan ikan, generasi muda dapat menjadi generasi yang handal dan generasi jenius. Sedangkan untuk orang dewasa ikan sangat baik dikonsumsi karena banyak mengandung protein.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Klungkung Ny. Ayu Suwirta menyatakan, Hari Ikan Nasional V dipadukan dengan pelaksanaan inovasi Klungkung, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ini diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat Klungkung tentang manfaat mengkonsumsi Ikan. Selain itu, juga pelaksanaan pelatihan tentang cara mengolah ikan yang baik dan bermutu. Ini untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Klungkung, terutama ibu-ibu yang tergabung dalam wadah Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR). Kegiatan yang sudah dilakukan antara Tim Forikan dengan Dinas
Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, antara lain pelatihan olahan hasil perikanan. Sasarannya ibu-ibu yang tergabung dalam PKK dan KWT Desa Tegak. Senam Gemari dan menyanyikan lagu Aku Suka Makan Ikan, dipandu siswa sekolah dasar di Desa Tegak dan Desa Selat serta hiburan tradisional Bondres yang membawakan acara sosialisasi Gemarikan dan Manfaat Ikan Bagi Masyarakat. Acara ini diikuti oleh sekitar 500 orang, terdiri dari PKK, siswa SD di Desa Selat, Tegak, Selisihan, dan undangan terkait lainnya. Sebelumnya, juga sudah digelar sosialisasi ke sekolah dasar, bimtek olahan hasil perikanan dan promosi produk olahan perikanan yang dilaksanakan pada Festival Agribisnis dan Festival Bahari 2018. (ad847)
HARI IKAN - Bupati Suwirta saat hadir dalam acara memperingati Hari Ikan Nasional dan bertemu dengan anak-anak Sekolah Dasar.
Kamis Umanis, 22 November 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,1 JT H:081239337135
B.BP.001.11.18.0000759
!Admin Min SMA-S1 CV:kencanasuryahrd@gmail.com
B.BP.001.11.18.0000677
Dcr 2 Tkg Bakar Sate Berpglman Gji 4,5Jt/Bln Hub Sate Plecing Arjuna Jl.Arjuna No.49 Dps B.BP.001.11.18.0000798
Dcr Desain&Tk.Sablon Garment Jl.Patih Nambi 7A 085100061049 B.BP.001.11.18.0000817
Dcr Segera 1 Orang Waitres Hub:9376132-33/089636747339 B.BP.001.11.18.0000684
Dcr Sgr Driver & Sales Min SMA /SMK Max 30th. Kirim CV&Lamaran ke PT.MSV Jl.MT Haryono No.9 Dps Hub.237982/085237071505 B.BP.001.11.18.0000826
Dicari Admin,Kepala Gudang & Karyawati Toko Jl.Gn.Andakasa No.35,08123817910/083114837375 B.BP.031.11.18.0000831
BIRO JASA
Dcr Tenaga Cuci Motor & Rental 3 org Hub.08563732769 Seminyak
Dicari tukang perak segera, Usia max 35 Th. hub.08113990076
Dcr Tng Srbutan,Laki2 Max.25Th DenBar,GjUMR,SMS.081936015543
Krywn Warung Sanur Gaji Min.2Jt (081999287722)
Dcr karyawan Cuci Mobil & Motor Hub.081338667019 di Sidakarya
Mrktg Funding & Lending, P.Tabungan Lam:KSP Gemilang Dana Jaya Nangka Slt 143 DPS/081933052277
B.BP.001.11.18.0000819
B.BP.001.11.18.0000646
B.BP.001.11.18.0000842
Dibutuhkan Admin wanita&Sopir, Tenaga Lapangan,Kurir,Pria Hub.CV.SKA Jl.Muding Indah 40A Gatsu Barat Ph.9078246
B.BP.001.11.18.0000802
Dibutuhkan Karyawan/iResepsionis, House Keeping,Chef WA: 081289897174 (Zara)
B.BP.004.11.18.0000808
Dicari Karyawan/ti u/Perusahan Perak.Hubungi:0361-8446108 B.BP.001.11.18.0000789
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655) B.BP.001.10.18.0000900
BIRO JASA
New Resto di seminyak Butuh Cook / Waitress SMS/WA >081338384364
B.BP.004.11.18.0000496
B.BP.004.11.18.0000793
B.BP.001.11.18.0000778
Sgr 5Satpam Sertifikat u/Htl*5 diSeminyak,GajiUMK,BPJS,THR. Hub.P.Griya12HP.081236014257
B.BP.001.11.18.0000820
Sgr! Adm L/P,Premptan Br.Anyar Kaja-Krobokan,Bdg 081999514998 B.BP.001.11.18.0000835
Sopir,Marketing,Logistik.Lmrn: CV Tristar Jl Cargo 24/T413324 B.BP.001.11.18.0000781
Toko Roti Butuh:Kasir&Pembuat Roti Segera Hub.081338136144 B.BP.001.11.18.0000823
Ymh BismaDicr:1.SMA/SMK/S1Ek 2.Mekanik. 3.Sopir Hub:T.Umar 142 DPS
JEEP
B.BP.004.11.18.0000830
Dibutuhkan PRT Tinggal Dalam Hubungi 08123660036 B.BP.001.11.18.0000845
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.01
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05
B.BP.001.11.18.0000815
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
Free
Wrangler 3.6 Th’2014 2pintu KM 14ribu Hub.081238116467 B.BP.141.11.18.0000837 KIA
Picanto th’2013 Putih Manual Tgn I H.98Jt Hub.087862270180 B.BP.001.11.18.0000836 NISSAN
Navara Sport Version Manual 2014 Hrg 245Jt. WA 08123807171 B.BP.004.11.18.0000840 TOYOTA
Agya’14 A/THtm,AvanzaG’14Pth Mercy & Kjng LGX’97 081807779807 B.BP.001.11.18.0000838
Hilux DCab Manual 2012 240Jt. WA 08123807171 B.BP.004.11.18.0000841
Innova Diesel AT’04+’10 AS DK Silver Terawat,087862547783/TT B.BP.001.11.18.0000825
Vellfire 2.4 Th’2014 Istimewa Mercedez E250 CGI Th’10 Hitam Hub.081999315168 B.BP.141.11.18.0000839
DIJUAL RUMAH
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
SERVICE
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH BIRO JASA
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Djl Rmh 200 m2 Lok:H.Wuruk G.8 Br.Kelandis,Dps,08123665546
Tnh 1,5are tembok keliling Jl. Gelogor Carik Gg.Kangguru No.2 085101818655
B.BP.012.11.18.0000594
DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh Lt2,Fas.Lengkap,Jl. Akasia XVI Gg.Celuring No.9Dps Hub.08999401994/089699581978
B.BP.001.11.18.0000780
Dikontrakan RumahPrumPersadasari 3Km/Grsi 0816570637 B.BP.001.11.18.0000827
DISEWAKAN RUKO Segera disewa hanya 75jt/tahun Ruko 2Lt SHM 104m2 tepi Jl.Cokroaminoto H.087856227779 nego
B.BP.033.11.18.0000834
DIJUAL TANAH Djl Tnh 1,5 Are Hunian Beteng Sari Gang Nusa Indah Penatih Hub:081337226708
B.BP.001.11.18.0000816
Kav.Baru@KtewelLT80M2Rp195Jt Truk Msk Dkt Bypass 0817340222 B.BP.001.11.18.0000821
B.BP.154.11.18.0000843
Tnh Kav Jl.Sedap Malam Dentim Hub.08123810142/081236666665 B.BP.001.11.18.0000788
DISEWAKAN GUDANG Dikontrakan Gudang + Kantor LT 1125,LB LT1 353,LT2 70m2,2KM, 5KT,PLN 3500Watt,Sumur Bor. A.Yani Utara.Hub:085238063577 B.BP.001.11.18.0000523
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008
KEHILANGAN Hlg BPKBNo.F7307403-0anNym Wiadnyana DK7401IE,081916297333 B.BP.154.11.18.0000844
BANGLI
14
Kamis Umanis, 22 November 2018
Keterlambatan Penyetoran Laporan Kinerja Hambat Pencairan TPP Guru
TOMAT - Tanaman tomat di kawasan Kaldera Batur, Kintamani.
Bali Post/ina
Anjlok, Harga Tomat Hanya Rp 1.000 Per Kg Bangli (Bali Post) –
Petani tomat di kawasan Kaldera Batur, Kintamani, merana. Masalahnya, harga jual tomat di tingkat petani anjlok. Tomat yang biasanya mampu dijual petani dengan kisaran harga Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kg, kini hanya laku dijual Rp 1.000 per kg. Salah seorang petani tomat I Nyoman Gede Parwata, Rabu (21/11) kemarin, mengungkapkan tomat dengan kualitas super hanya laku dijual dengan harga Rp 1.000 per kg. Sementara untuk yang kualitas tanggung, harganya lebih murah lagi yakni Rp 20 ribu per keranjang. ‘’Harga seperti sekarang sudah sejak dua bulanan terakhir,’’ kata petani asal Banjar Dalem Desa Songan ini. Menurutnya, anjloknya harga tomat diakibatkan
masa panen yang bersamaan dengan di daerah luar. Ini menyebabkan stok tomat melimpah. Dengan harga tomat yang terjun bebas, pihaknya harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Untuk merawat tanaman tomat, petani membutuhkan perawatan ekstra dan biaya yang tidak sedikit terutama membeli pupuk dan obat. Agar petani bisa mendapatkan untung, idealnya harga jual tomat di tingkat petani Rp 4.000-Rp 5.000 per kg. Parwata mengatakan,
akibat anjloknya harga tomat, tak sedikit petani yang memilih menelantarkan buah tomatnya di pohon. Pertimbangannya, jika dijual, harganya yang terlalu murah tidak menutupi biaya pemeliharaan. Di samping itu, jika dijual, petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos memetik dan membeli keranjang. ‘’Harga keranjang saja Rp 10 ribuan. Belum lagi ngeluarin biaya untuk tenaga pemetik harian. Banyak petani yang malas jualnya,’’
ujarnya. Namun khusus dirinya sendiri, Parwata mengaku tetap menjualnya meski harga tomat saat ini tak bisa memberikan keuntungan. Sama seperti harapan petani lainnya, dirinya sangat berharap harga tomat bisa segera membaik. Parwata menyampaikan, biasanya harga tomat jelang Tahun Baru menggembirakan petani. Di bulan yang sama tahun lalu, harga tomat mampu menembus Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kg. ‘’Harapan saya harga bisa naik. Karena saya masih punya tanaman tomat yang akan segera panen satu bulan lagi,’’ imbuhnya. (kmb40)
Soal Usulan Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional
Pemerintah Pusat Belum Berikan Jawaban
Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli tahun lalu mengusulkan Kapten A.A. Anom Mudita menjadi pahlawan nasional. Hanya, sampai saat ini belum ada perkembangan terkait rencana itu. Kepala Dinas Sosial Nengah Sukarta, Rabu (21/11) kemarin, mengatakan usulan agar Kapten A.A. Anom Mudita ditetapkan menjadi pahlawan nasional disampaikan pihaknya ke Kementerian Sosial. Pihaknya juga sudah menyerahkan buku tentang Kapten Mudita. Hanya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan respons, baik jawaban atau
tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait usulan tersebut. Diakuinya, proses usulan untuk menjadi pahlawan nasional harus melalui mekanisme panjang dan tidak mudah. Selain Dinas Sosial, sepengetahuannya, usulan serupa juga diajukan oleh keluarga Kapten Mudita. ‘’Kita bergeraknya bersama,’’ ujarnya. Menurut Sukarta, jika ditelusuri dari biografi perjuangan Kapten Mudita dalam memperjuangkan kemerdekaan, pahlawan asal Puri Kilian, Bangli itu sangat layak menjadi pahlawan nasional, karena jasa-jasa yang telah dilakukannya dalam memperjuang-
Musim Hujan, Warga Khawatir Kerusakan Jalan Makin Parah Bangli (Bali Post) Datangnya musim hujan mengundang kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah warga di Kintamani, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang sempat terkena bencana alam. Seperti warga Subak Titi Amerta, Bukit Payang, Desa Batur, Kintamani. Di musim hujan, warga khawatir, kerusakan jalan penghubung wilayah subak setempat dengan Desa Batur semakin parah. Klian Subak Titi Amerta Bukit Payang I Kadek Sukarta, Rabu (21/11) kemarin, mengungkapkan, kondisi jalan di wilayah subaknya rusak parah pascabencana alam awal tahun lalu. Kondisi itu cukup mengganggu aktivitas warga. Kerusakan jalan mengakibatkan kendaraan roda empat sulit melintas. Dengan datangnya musim hujan tahun ini, Sukarta mengaku khawatir kerusakan semakin parah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama krama subak melakukan gotong royong untuk mem-
perbaiki jalan dan saluran drainase. Gotong royong dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Agar tak bertambah parah, pihaknya mengharapkan kerusakan jalan bisa segera diperbaiki oleh pemerintah. Sebagaimana kabar yang diterimanya, perbaikan jalan baru akan dilakukan tahun 2019. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles kembali mendesak Pemkab Bangli segera melakukan perbaikan jalan menuju Bukit Payang. Menurutnya, jika jalan itu tak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan jalan bertambah parah dan berdampak pada terisolirnya warga. Kepala Dinas PUTRPerkim Bangli I Wayan Lawe mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani. Penyebabnya karena keterbatasan dana yang ada. Mengenai kerusakan jalan di Bukit Payang, Lawe belum bisa memastikan terkait perbaikannya. (kmb40)
kan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Dengan ditetapkannya Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional, akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bangli. ‘’Tujuan pengusulan ini adalah sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan,’’ imbuhnya. Rencana mengusulkan Kapten Mudita menjadi pahlawan nasional sudah muncul sejak 2017 lalu. Bupati Bangli I Made Gianyar sempat mengungkapkan pihaknya sangat setuju dengan pernyataan Ketua LVRI Provinsi Bali yang berharap Pemkab
mengusulkan ke pusat agar Kapten Mudita ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Saat peluncuran buku ‘’Merdeka Seratus Persen’’ di Penglipuran tahun lalu. Untuk menindaklanjuti harapan itu, Gianyar langsung memerintahkan Kepala Dinas Sosial agar mencari informasi lengkap tentang persyaratan dan mekanisme usulan. Sebagaimana diketahui, Kapten Mudita merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah pada 20 November 1947 di Desa Penglipuran, Bangli. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Tak kunjung cairnya tambahan perbaikan penghasilan (TPP) bagi para guru PNS di Kabupaten Bangli ditanggapi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli. Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Sedana mengatakan, belum cairnya TPP guru bukan disebabkan kesengajaan Disdikpora yang tidak memproses pengamprahan TPP melainkan karena beberapa kepala sekolah yang tak kunjung menyetorkan laporan kinerjanya ke Disdikpora sejak Juli lalu. ‘’Selama ini kesannya kita di dinas yang dipojokkan, tidak mengamprahkan, tidak memperhatikan nasib guru. Bukan itu. Penyebabnya karena ada oknum-oknum kepala sekolah yang malas belum setorkan laporan kinerjanya,’’ kata Sedana, Rabu (21/11) kemarin. Dijelaskannya, terkait pencairan TPP, seluruh guru setiap bulan wajib membuat laporan kinerja harian yang diteken kepala sekolah masing-masing. Demikian juga para kepala sekolah wajib membuat laporan atau jurnal kinerjanya untuk kemudian disetorkan ke Disdikpora tiap bulan. Selama ini Disdikpora memberikan batas waktu
penyetoran setiap tanggal 5. Namun hingga kemarin, dari ratusan sekolah TK, SD, dan SMP yang ada di Kabupaten Bangli, ada delapan kepala sekolah yang belum menyetorkan laporkan kinerja yang dimaksud. Keterlambatan itu, menyebabkan Disdikpora belum bisa mengamprah pencairan TPP bagi para guru, termasuk TPP untuk pegawai di Disdikpora Bangli pada Oktober. ‘’Hambatannya dari guru sendiri. Karena kan kita sifatnya kolektivitas. Kalau ada yang belum menyetorkan, ya terhambat pencairannya. Termasuk TPP bagi kami di Disdik,’’ ujarnya. Agar TPP bisa segera dicairkan, pihaknya melalui pengawas pembina selama ini sudah berulangkali mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk segera membuat dan menyetorkan laporan yang dimaksud. Hanya saja tidak semua menjalankan perintah tersebut. Sedana mengatakan, sebagaimana solusi dari Kadisdikpora, jika hingga hari ini delapan kepala sekolah tersebut tak kunjung menyetorkan laporannya, pihaknya terpaksa akan “meninggalkan” dan memproses pencairan TPP. ‘’Jangan sampai karena satu dua orang tidak tepat waktu, semua jadi tidak bisa terima
TPP,’’ ujarnya. Dia mengatakan, sesuai Perbup yang diterbitkan 13 Juli lalu, TPP bagi guru yang nantinya akan dicairkan hanya mulai dari Juli. Sementara untuk TPP Januari-Juni, pihaknya tidak bisa memastikannya. Untuk mencairkan TPP Januari-Juni, pihaknya saat ini masih berupaya meminta legal opinion (LO) ke Kejari Bangli. ‘’Harapan kita biar pengurus PGRI sama-sama meminta anggotanya untuk mengikuti permintaan atasannya. Sehingga tidak ada misinformasi, jangan sampai dia yang lambat, seolah-olah yang dipojokkan Disdik,’’ jelasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Bangli Nengah Wikrama mengungkapkan bahwa TPP bagi guru PNS di Bangli belum cair sejak Januari lalu. Dia mengatakan sesuai Perbup No. 17 Tahun 2018 yang diterbitkan Bupati pada Juli, tercantum pencairan TPP untuk guru PNS di Bangli akan dilakukan mulai Juli. Sementara untuk Januari-Juni, nasib pencairannya tidak jelas. ‘’Sejak terbit Perbupnya, sampai sekarang belum dibayar. Kendalanya apa, mungkin karena laporan kinerja dan sebagainya. Yang tahu itu Disdik,” ungkapnya. (kmb40)
Bali Post/ina
JAMBORE - Jambore PKK yang dilaksanakan di Museum Gunung Api Batur, Kintamani, Rabu (21/11) kemarin.
TP PKK Tingkatkan Wawasan Melalui Jambore Bangli (Bali Post) TP PKK Kabupaten Bangli kembali menggelar jambore di Museum Gunung Api Batur, Kintamani, Rabu (21/11) kemarin. Jambore yang diisi berbagai perlombaan itu diikuti perwakilan PKK dari empat kecamatan. Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan, Jambore PKK tahun 2018 diisi beberapa jenis lomba, yaitu lomba paduan suara, lomba yel yel, lomba kader penyuluh dan lomba pidato. Tujuan lomba untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta menjaring kemampuan kader peserta lomba sesuai dengan bidangnya masing-masing.
‘’Tentunya dengan lomba Jambore PKK seperti ini harapan kita semua setelah mengikuti lomba para peserta lomba dapat memberikan informasi sesuai bidangnya masing-masing dan tepat sasaran yakni kepada masyarakat umum,’’ kata Sariasih Sedana Arta. Pelaksanaan Jambore PKK Kabupaten Bangli mendapat apresiasi Bupati Bangli I Made Gianyar. Ia menilai yang ditampilkan perwakilan PKK dari empat kecamatan di Bangli sangat luar biasa terutama dari segi mental dan keberanian tampil. Menurutnya, PKK Bangli tidak kalah dengan PKK lainnya di Bali. Bupati bahkan mengaku bingung kalau harus me-
milih siapa yang terbaik. Sebab, menurutnya, semua peserta tampil baik dan pantas mendapat juara. Kalau boleh, semua jadi juara satu, semua saya kasi juara satu, karena semua pantas juara,’’ terangnya. Sementara itu, pembukaan jambore kemarin ditandai dengan pemotongan pita oleh Ny. Sariasih Sedana Arta. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Ida Ayu Giri Putra, Ketua Gatriwara Kabupaten Bangli Ny. Kutha Parwata dan sejumlah pimpinan OPD terkait. (kmb40)
15
Kamis Umanis, 22 November 2018
Perda Atraksi Budaya Disahkan
Tak Ada Tajen, Atur Soal Honor Seniman Ranperda tentang Atraksi Budaya Tradisional Bali resmi diketok palu menjadi perda dalam rapat paripurna di DPRD Bali, Rabu (21/11) kemarin. Ketua Pansus Ranperda Atraksi Budaya I Wayan Gunawan menyatakan bahwa perda tersebut sama sekali tidak mengatur materi tajen atau sabungan ayam sebagai judi. ‘’Hal ini penting kami tegaskan karena di tengah-tengah masyarakat Bali telanjur berkembang opini bahwa DPRD Bali akan melegalkan sabungan ayam,’’ ujar Gunawan saat membacakan laporan pansus.
Gunawan menegaskan, tajen tidak mungkin dilegalkan dengan perda, karena bertentangan dengan ketentuan hukum di atasnya. Ranperda Atraksi Budaya hanya memberi penegasan terhadap posisi sakral dan profan yang merupakan pilihan terbaik bila Bali tetap dijadikan destinasi wisata utama untuk Indonesia. ‘’Dengan kata lain,
bahwa produk-produk yang dijadikan komoditas daya tarik wisata adalah unsurunsur budaya Bali yang unik, dan dibatasi pada unsurunsur budaya yang bersifat profan,’’ jelas Ketua Fraksi Partai Golkar ini. Dalam batang tubuh Ranperda Atraksi Budaya, lanjut Gunawan, setiap pengusaha pariwisata wajib mementas-
kan atraksi budaya pada setiap penyelenggaraan dalam lingkup internasional, nasional, dan global. Termasuk wajib memberikan biaya jasa berupa honorarium yang layak. Atraksi budaya yang ditampilkan dalam bentuk seni tari dan tabuh harus memiliki piagam yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang. ‘’Dilarang memperton-
tonkan atau mempertunjukkan atraksi budaya yang bersifat sakral untuk daya tarik wisata di luar ruang dan waktu. Selanjutnya, pelanggaran atas hal tersebut dikenakan sanksi administrasi,’’ imbuh anggota Komisi I ini. Gunawan menambahkan, para pelaku seni juga harus mendapatkan penghargaan atau imbalan yang layak atas karya seninya. Terutama untuk pementasan yang bertujuan menghibur wisatawan. Pasalnya, imbalan untuk pementasan yang selama ini mereka terima masih jauh dari standar UMR. (kmb32)
Jokowi Minta Terus Perbaiki Investasi
Bali Post/ant
RAPAT - Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas kebijakan investasi dan perpajakan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11) kemarin. Bogor (Bali Post) Defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia perlu mendapatkan perbaikan dari investasi dan ekspor. Karena itu, Presiden Joko Widodo meminta para menterinya terus melakukan perbaikan di bidang investasi sehingga Indonesia lebih kompetitif. ‘’Agar lebih kompetitif, saya minta kebijakan-kebijakan yang terkait dengan investasi, insentif-insentif sistem perpajakan kita evaluasi secara berkala, sehingga
lebih menarik dibandingkan dengan negara-negara lain dan betul-betul bisa berjalan efektif dalam pelaksanaannya,’’ kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas kebijakan investasi dan perpajakan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11) kemarin. Kepala Negara menyebutkan bahwa defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia perlu mendapatkan perbaikan dari investasi dan ekspor. Presiden juga menegaskan
pemerintah akan memastikan investasi yang mendapatkan insentif adalah sektor-sektor yang betul-betul memperkuat industri dalam negeri dan memperkuat ekonomi nasional. ‘’Serta bisa mendorong transformasi ekonomi dari hilirisasi dari bahan mentah kepada industri pengolahan, dan juga memperkuat industri yang berorientasi ekspor yang bisa memberikan nilai tambah, sehingga kita bisa merevitalisasi industri dan dapat mengurangi impor bah-
an baku serta menumbuhkan industri manfaatkan sumber daya ekonomi lokal yang kita miliki,’’ harapnya. Selain itu, Jokowi meminta kebijakan investasi betul-betul didesain sesuai target kepentingan nasional. ‘’Bukan hanya dalam penciptaan lapangan kerja baru dan menurunkan angka pengangguran, tetapi juga harus bisa memperkuat pelaku ekonomi domestik khususnya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dengan manfaatkan peluang alih teknologi yang ada,’’ harapnya. Kepala Negara juga meminta kebijakan investasi tersebut dapat mendorong kemitraan usaha besar dengan usaha menengah, usaha kecil dan usaha mikro. Dalam rapat terbatas ini, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta beberapa menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (ant)
Rutan Bangli Renae Lawrence menjalanai hukuman di Rutan Bangli. Berdasarkan pantauan di Rutan Kelas II B Bangli, pembebasan
Renae mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Renae dikeluarkan dari Rutan Kelas II B Bangli sekitar pukul 17.00 Wita. Pascakeluar, perempuan kelahiran Newcastle 1977 itu langsung diboyong
menggunakan sebuah mobil berwarna hitam ke Bandara Internasional Ngurah Rai. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, dalam mengamankan pembebasan Renae Law-
rence pihaknya menurunkan 50 personel. Pengamanan dilakukan di areal lokasi rutan dan pengawalan ke bandara. Pengamanan yang wdilakukan standar, tidak ketat. (kmb37/kmb40)
Keutuhan NKRI
Katanya, apabila dibiarkan akan berkembang menjadi kekuatan yang mampu merongrong keutuhan NKRI. Maka sebelum berakumulasi dan berevolusi menjadi sebuah kekuatan, pemerintah melalui semua institusi terkait hendaknya segera merespons dua persoalan ini dengan sangat serius. ‘’Karena dua persoalan ini tumbuh dan berkembang di lingkungan birokrasi negara, pemerintah bisa dikatakan sudah kecolongan,’’ ujarnya. Menurutnya, yang paling mengejutkan adalah temuan tentang 19,4 persen PNS
yang menolak ideologi Pancasila. Itu menggambarkan masih ada kelemahan dalam proses perekrutan PNS di masa lalu. DPR berharap kelemahan dalam sistem perekrutan PNS segera diperbaiki. Sementara itu, Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon menilai pengumuman terkait ada 50 penceramah di 40 masjid di lingkungan kementerian/lembaga, justru menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat. ‘’Saya kira pengumuman-pengumuman seperti ini justru membuat kegaduhan baru. Karena kita tidak jelas kriteria-kriterianya seperti apa,’’ kata Fadli di Kompleks Parlemen, Ja-
karta, Rabu (21/11) kemarin. Hal itu, dikatakannya, terkait informasi yang disampaikan BIN mendapatkan laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) NU bahwa 50 penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar paham radikal. Dia menilai tugas aparatur intelijen adalah program deradikalisasi yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga seharusnya program tersebut yang dievaluasi apakah berjalan atau tidak. Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid menilai BIN jangan memperkeruh suasana dengan menyampaikan
informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan. ‘’BIN jangan menambah kekeruhan dengan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan karena terkait dengan info sekian masjid terpapar paham radikal yang sudah ditolak Wakapolri yang lalu,’’ kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu kemarin. Hidayat menilai informasi yang dimiliki BIN biasanya tidak disiarkan kepada masyarakat, namun disampaikan kepada Presiden sebagai user. Menurutnya, sebaiknya apabila ada masalah yang serius, harus diselesaikan segera sehingga jangan diumbar ke publik. (ant)
Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diprediksi 5,2 Persen Jakarta (Bali Post) Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada di kisaran 5,1-5,2 persen pada tahun depan. Itu lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2019 yang 5,3 persen. ‘’Kami berkeyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 masih berada pada rentang 5,1 persen hingga 5,2 persen atau kurang lebih sama dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2018,’’ kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam diskusi CORE Economic Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (21/11) kemarin. Menurut Faisal, target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen yang dipatok pemerintah untuk 2019 secara realistis masih sulit tercapai. Belanja pemerintah, lanjutnya, memang dapat digenjot untuk tumbuh lebih tinggi, tetapi dua sumber pertumbuhan yang lain yakni investasi dan net ekspor masih mengalami tekanan. ‘’Sementara konsumsi rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar PDB kemungkinan besar juga masih sukar tumbuh lebih dari 5,1 persen,’’ ujar Faisal. CORE memang memprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga, yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi domestik, masih bertahan pada level 5 persen pada 2019. Sejumlah kebijakan pemerintah yang bertujuan mendorong pening-
katan pendapatan dan daya beli diprediksi dapat menjaga tingkat konsumsi masyarakat antara lain rencana kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan premi jaminan sosial bagi ASN, TNI, dan Polri, peningkatan bantuan sosial untuk rakyat miskin, serta kenaikan upah minimum. Selain itu, ajang pesta
’’Kami berkeyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 masih berada pada rentang 5,1 persen hingga 5,2 persen atau kurang lebih sama dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2018.’’ Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal
demokrasi tahun depan diharapkan juga ikut mendorong konsumsi swasta. Alokasi belanja bantuan sosial sendiri meningkat 26,7 persen pada APBN 2019, setelah pada APBN 2018 meningkat 42,6 persen. ‘’Walaupun secara parsial efek dari masingmasing kebijakan tersebut terhadap keseluruhan konsumsi rumah tangga tidak terlalu besar, secara simultan
tetap berpotensi memiliki daya dorong signifikan terhadap konsumsi rumah tangga tahun depan,’’ ujar Faisal. Meskipun tantangan ekonomi yang dihadapi pada 2019 lebih besar, bukan berarti peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sudah tertutup. CORE meyakini bahwa untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global, pemerintah perlu melihat permasalahan ekonomi nasional dari akarnya serta lebih inovatif dalam mencari solusinya. ‘’Tidak sekadar menggunakan pendekatan-pendekatan instan untuk menghias kinerja ekonomi menjelang kontestasi di tahun politik semata, paling tidak pemerintah perlu menjaga agar kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan jangan sampai berdampak terhadap penurunan daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat, yang menjadi penopang utama ekonomi nasional,’’ kata Faisal. Mempertahankan harga BBM bersubsidi di dalam negeri, tuturnya, menjadi krusial untuk mencegah terkereknya inflasi dan melemahnya daya beli khususnya bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. Selain itu, upaya stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia juga perlu dilakukan secara cermat untuk menjaga optimisme konsumen dan pelaku usaha di dalam negeri. (ant)
Bali Post/ist
RAPAT PARIPURNA - Gubernur Bali Wayan Koster bersalaman usai rapat paripurna DPRD Bali, Rabu (21/11) kemarin.
Aset Tanah Pemprov Dapat Disewa hingga 30 Tahun Denpasar (Bali Post) Jangka waktu sewa aset Pemprov Bali dan kerja sama pemanfaatan barang milik daerah kini diatur paling lama 30 tahun. Kepastian hukum bagi investor ini diatur dalam Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yang ditetapkan menjadi perda dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (21/11) kemarin. ‘’Jangka waktu paling lama 30 tahun telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2014 Pasal 33 ayat (1) huruf k, dan dapat diperpanjang, sehingga hal tersebut telah sejalan dengan keinginan Pemprov Bali untuk memberikan kepastian hukum bagi investor,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah
Ngakan Made Samudra. Menurut Samudra, aset sebagai sumber pendapatan dan sumber investasi harus dimanfaatkan untuk menunjang pendapatan asli daerah. Kualitasnya mesti ditingkatkan dengan cara pensertifikatan dan pemberian penjelasan terkait luas, tata letak, kawasan, tata ruang, dan lainnya. Dengan demikian, investor yang ingin melakukan kerja sama pemanfaatan aset daerah akan memiliki informasi jelas dan lengkap. Selanjutnya, investor atau pihak swasta dan pemerintah daerah tinggal memilih dan menyepakati pola kerja sama yang tepat untuk aset itu. ‘’Tanpa sertifikat dan informasi tata ruang akan sulit bagi investor untuk memanfaatkan aset tersebut. Terutama terkait permohonan
IMB,’’ jelas politisi Demokrat ini. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, tidak semua aset tanah Pemprov dapat disewa hingga jangka waktu 30 tahun. Waktu sewa selama itu hanya untuk investasi skala besar dan membutuhkan tanah luas. Agar mencapai break event point, tentu tidak cukup dengan waktu sewa hanya 5 atau 10 tahun seperti aturan sebelumnya. ‘’Itu kan perlu waktu yang lama, kalau tidak kan investasinya tidak bisa masuk, bisa enggak balik. Jadi melihat skala investasinya juga. Kalau kecil, apalagi cuma kafe, paling lama 5 tahun,’’ ujarnya seraya mengatakan, sewa atau kerja sama itu pun bisa ditinjau setiap tahunnya. (kmb32)
Sisa Terpidana Kalapas Kelas II A Denpasar di Kerobokan Tonny Nainggolan ditanya soal sisa
terpidana anggota jaringan ‘’Bali Nine’’ menyebut bahwa terpidana ‘’Bali Nine’’ tinggal dua di Lapas Kerobokan. Mereka adalah Matthew Norman dan Si Yi Can. Keduanya
sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Kerobokan. ‘’Itu yang ada di Lapas Kerobokan. Kalau lapas lain, kita gak tahu,’’ sebutnya. (kmb37)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Kamis Umanis, 22 november 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Pangdam Cek Kesiapan Kejurnas Yong Moodo Denpasar (Bali Post) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yong Moodo memperebutkan Piala Kasad (Kasad Cup) ke-8 tahun 2018 akan digelar di Bali, 24-30 November. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto selaku ketua panitia mengecek kesiapan pelaksanaan ajang bergengsi tersebut, Senin (19/11) lalu. Hal itu disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. di GOR Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, Selasa (20/11). Menurut Kapendam, kegiatan pengecekan diawali pemaparan oleh masing-masing ketua seksi yang tergabung dalam kepanitiaan. Semua koordinator memaparkan kesiapannya sesuai bidangnya. ‘’Secara garis besar paparan intinya terkait kesiapan pelaksanaan Kejurnas Yong Moodo Piala Kasad yang diikuti 683 orang terdiri atas 546 atlet,’’ tegasnya. Kejurnas juga dihadiri 137 ofisial (pelatih) dari Kotama/ Balakpus Jajaran TNI-AD dan Pengda sebanyak 47 kontingen serta melibatkan wasit/juri nasional. Ajang ini memperebutkan 85 medali yang dibagi dalam tiga kategori yaitu perorangan putra-
Liga Nasional Eropa
Swedia dan Skotlandia Promosi
putri, beregu putra dan beregu Rangkaian Teknik Gerak (RTG) serta piala bergilir Kejurnas Yong Moodo Piala Kasad. Kategori perorangan putra dibagi menjadi kelas 90 kilogram (kg) ke atas dan ke bawah, 85 kg, 80 kg, 75 kg, 70 kg, 65 kg dan 60 kg. Sementara kategori perorangan putri dibagi menjadi kelas 65 kg ke atas dan ke bawah, 60 kg dan 55 kg. Para atlet memperebutkan 32 medali untuk kategori perorangan putra (8 emas, 8 perak dan 16 perunggu), 16 medali perorangan putri (4-4-8), 9 medali beregu RTG (3-3-3) dan 28 medali beregu putra (7-7-14). Menurut Kapendam, ketentuan umum dalam Kejuaraan Bela Diri Militer (Yong Moodo) Piala Kasad ke-8 ini menggunakan ketentuan dan peraturan pertandingan Federasi Yong Moodo Indonesia (YFI) dan Bujuknik BDM (KEP Kasad No.KEP/385/VI/2015) dengan sistem gugur (tanpa seeded). Kategori kelas sesuai timbangan berat badan, masing-masing Kotama/Balakpus/Pengda hanya boleh mengirim satu atlet pada tiap kelas dan atlet perorangan bisa ikut dalam kelas beregu. (kmb36)
Stockholm – Swedia mengalahkan Rusia dengan skor 2-0 dalam pertandingan Grup 2 Divisi B Liga Nasional Eropa di Friends Arena, Stockholm, Rabu (21/11) dini hari kemarin. Kemenangan berkat gol Victor Lindelof dan Marcus Berg ini membawa Swedia promosi ke Divisi A lewat catatan head to head yang lebih baik dibanding Rusia. Kedua tim menyelesaikan fase grup ini dengan 7 poin, namun Swedia tampil sebagai juara grup dan berhak naik ke strata tertinggi atau Divisi A Liga Nasional Eropa mendatang. Sedia memiliki peluang tambahan untuk lolos ke Piala Eropa 2020 via playoff jika memerlukannya. Sebaliknya, Turki terdegradasi ke Divisi C dengan 3 poin, menyusul kekalahan 0-1 dari Swedia pada Sabtu lalu. L a n g k a h Swedia diikuti Skotlandia usai menang 3-2 atas tamunya Israel dalam laga Grup 1 Divisi C di Hampden Park, Glasgow. Trigol yang diukir gelandang James CEDERA – Neymar mengalami cedera saat membela Brazil melawan Kamerun dalam pertandingan persahabatan, Rabu (21/11) kemarin.
Bali Post/ist
CEK - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto (tiga dari kiri) ketika mengecek kesiapan Kejurnas Yong Moodo Piala Kasad.
Susila Putra Tembus Delapan Besar
Mangupura (Bali Post) – Kesebelasan Susila Putra Sibangkaja mencetak kemenangan besar dalam lanjutan pertandingan kejuaraan sepak bola memperebutkan Piala Bupati Badung III/2018. Susila Putra mencukur Kutuh FC dengan skor 7-0 (3-0) pada laga babak 16 besar yang digelar di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Sibangkaja, Abiansemal, Rabu (21/11) kemarin. Kemenangan ini membawa Susila Putra menembus babak delapan besar, sedangkan Kutuh FC harus rela tersingkir. Susila Putra melaju ke 16 besar setelah menjadi juara Grup G, sedangkan Kutuh FC adalah peringkat kedua Grup D di bawah Uluwatu Putra yang keluar sebagai juara grup. Andi Pradana mengawali pesta gol Susila Putra ke gawang Kutuh FC yang dikawal Arya Adiana pada menit ke-9. Andi melengkapi hattrick-nya pada menit ke-46 dan 48. Gol-gol lainnya dihasilkan kapten tim Yoga Depayana pada menit ke-38 dan 87, Gung Gus Satria menit ke-55 dan Wahyu Permana menit ke-83. Manajer Tim Susila Putra, Ida Bagus Purnaya, mensyukuri kemenangan yang dipetik tim asuhan Galung Setyadi . Menurutnya, perjuangan untuk lolos ke bebak berikutnya sangat berat karena persaingan makin ketat dan berimbang. Untuk itu, ia minta pemainnya tetap rendah hati dan berlatih lebih keras lagi. (kmb)
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kejurnas Woodball
Tim Junior Bali Berjaya
Denpasar (Bali Post) Tim junior Bali berjaya dalam Kejurnas Woodball di Lapangan Dokdikjur Yonif Raider 600, Balikpapan, Kaltim, 17-20 November lalu. Tim junior Bali yang berkekuatan delapan atlet (4 putra dan 4 putri) tampil sebagai juara umum dengan membawa pulang 3 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Ketiga emas diperoleh di nomor perorangan stroke putra, perorangan fair way putra dan ganda stroke putri. Dua perak dihasilkan melalui nomor ganda stroke putra dan perorangan stroke putri. Dua perunggu disabet dari nomor perorangan stroke putri dan perorangan fair way putri. Sementara tim senior Bali harus puas menduduki juara umum II di bawah Jateng. Tim senior Bali yang menerjunkan 14 pemain (7 putra dan 7 putri) menggondol 4 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Emas diperoleh melalui nomor ganda stroke putra-putri, beregu fair way putra dan perorangan fair way putri. Perak didapat dari nomor ganda fair way putra, beregu fair way putri, perorangan
stroke putri dan beregu stroke putri. Perunggu dihasilkan dari nomor mix stroke, perorangan stroke putri dan ganda fair way putri. Ketua Harian Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Bali Maryoto Subekti di Denpasar, Rabu (21/11) kemarin, mengatakan
beberapa nomor andalan Bali lepas. Atlet perorangan stroke putra yang sempat memimpin beberapa hari akhirnya menduduki peringkat keempat. Tim beregu fair way putri dan beregu stroke putri yang semestinya mendulang emas hanya mendapat perak. (022)
Bali Post/ist
EMAS - Atlet Bali (tengah) mendulang medali emas pada Kejurnas Woodball di Balikpapan, Kaltim.
Pelatihan dan Penjurian Senam Poco-poco GWR di Bali TV
Bali Post/ist
DI MONAS - Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung (tengah) ketika mengikuti senam poco-poco di Monas, Jakarta.
Denpasar (Bali Post) Pelatihan dan sistem penjurian senam Poco-poco Guinness World Record (GWR) akan diadakan di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, Minggu (25/11) nanti. Sosialisasi ini menghadirkan dua penatar yaitu Dr. Lily G. Karmel, M.A. dari Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Pusat dan Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung, S.Pd., M.Fis. Grace Tangkudung menerangkan, senam Poco-poco GWR sudah mendunia serta digandrungi di Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Asia. ‘’Masyarakat dari berbagai belahan dunia banyak yang menggemari senam Poco-poco GWR. Apalagi rakyat Indonesia dituntut lebih awal atau mendahului piawai melakukan gerakan poco-poco,’’ ucap pemilik Lala Studio ini di Denpasar, Rabu (21/11) kemarin, Kemenpora juga gencar memperkenalkan gerakan senam Pocopococ GWR hingga pelosok Tanah Air. Beberapa provinsi sudah meng-
gelar kejuaraan seperti Banten. Untuk itu, Grace mengajak masyarakat Bali agar mengikuti pelatihan dan penjurian senam Poco-poco GWR. ‘’Saya mengharapkan pesertanya dari seluruh kabupaten dan kota supaya sosialisasi merata. Saya juga ingin diadakan lomba,’’ ucap Grace yang mengikuti senam poco-poco saat memecahkan rekor dunia atau Guinness World Record (GWR) di Monas, Jakarta, 5 Agustus lalu. Menurutnya, gerakan senam Poco-poco GWR mudah dan sederhana serta hanya memerlukan durasi enam menit. Gerakannya bisa disesuaikan dengan hasil kreasi masyarakat Bali, asalkan gerakan pakem dan standar dasarnya masih tetap dipertahankan. Grace mengajak calon peserta pelatihan secepatnya mendaftar karena akan diberikan sertifikat. Peserta bisa dari insan olahraga seperti guru, warga banjar, instruktur serta penghobi senam yang ingin mempelajari dan berminat terhadap gerakan senam Poco-poco GWR. (022)
Forrest membawa Skotlandia promosi ke Divisi B. Skotlandia memuncaki klasemen Grup 1 dengan 9 poin dari empat pertandingan, unggul tiga poin atas Israel dan enam angka atas Albania. Serbia juga melaju ke Divisi B berkat kemenangan 4-1 atas Lithuania di Grup 4. Serbia mengumpulkan 14 poin dari enam pertandingan, unggul dua poin atas Romania yang menang 1-0 di Montenegro. Skotlandia dan Serbia bergabung dengan Norwegia dan Finlandia yang telah lebih dulu meraih tiket ke Divisi B. Polandia berhasil menahan tuan rumah Portugal 1-1 dalam partai Divisi A di Estadio D. Afonso Henriques, Guimaraes. Portugal unggul terlebih dahulu melalui sundulan Andre Silva pada menit ke-34. Gol penyeimbang tim tamu dihasilkan Arkadiusz Milik dari titik penalti. Portugal telah lolos ke semifinal tahun depan sebagai juara Grup 3, sedangkan Polandia turun ke Divisi B. Neymar Brazil menang 1-0 atas Kamerun dalam pertandingan persahabatan. Richarlison membuat tim asuhan Tite mencatatkan enam kemenangan dan enam clean sheet sejak Piala Du-
nia 2018. Sebaliknya, hasil ini meneruskan start sulit Clarence Seedorf sebagai pelatih Kamerun. Pasukannya hanya mencatat satu kemenangan dalam lima pertandingan dengan hanya mencetak dua gol. Brazil kehilangan kapten Neymar karena cedera pada menit ke-7. Penyerang Paris St Germain (PSG) ini harus diganti karena cedera pada tulang kunci pahanya saat mencoba melepaskan tembakan ke gawang Kamerun. Menurut dokter Rodrigo Lasmar, pemulihan cedera yang dialami Neymar tidak akan memakan waktu lama. Pemain pengganti Italia Matteo Politano mencetak gol pada menit terakhir untuk mengamankan kemenangan 1-0 atas AS dalam pertandingan persahabatan di Luminus Arena, Genk, Belgia. Pelatih Italia Roberto Mancini melakukan tujuh perubahan dari tim yang bermain imbang 0-0 dengan Portugal pada Liga Nasional Eropa di Milan. Jepang memukul Kyrgystan 4-0 pada laga pemanasan di Toyota City. Pertandingan ini merupakan laga persahabatan terakhir bagi tim asuhan Hajime Moriyasu sebelum bertolak ke Uni Emirat Arab menghadapi Piala Asia pada Januari 2019. (ant/rtr)
PS Badung Tuan Rumah 32 Besar
Mangupura (Bali Post) Persatuan Sepak Bola (PS) Badung menjadi tuan rumah pertandingan babak 32 besar Grup D kompetisi Liga 3 Indonesia. Tim Keris satu pul dengan Lampung Sakti, Perssu Sumenep dan Persedikab Kabupaten Kediri (Jatim). PS Badung memulai laga meladeni Lampung Sakti di Stadion Samudra Kuta pada Senin (26/11) mendatang. Manajer Tim PS Badung Nyoman Graha Wicaksana menerima kepastian pihaknya menjadi tuan rumah pada Selasa (20/11). ‘’Kami menggunakan dua lapangan, yakni Stadion Samudra dan Lapangan Mandal Beji, Pecatu,’’ tutur pria yang akrab disapa Koming ini di Kuta, Rabu (21/11) kemarin. Ia mengakui faktor tuan rumah cukup menguntungkan bagi tim PS Badung yang dipoles duet pelatih AAK
Bramasta dan Kadek Loco Ediana menuju babak 16 besar. Koming berharap skuad Tim Keris tampil maksimal dan meraih prestasi mengkilap selama melakoni babak 32 besar. ‘’Kami ingin lolos ke babak 16 besar. Di antara empat kontestan grup ini, hanya dua tim yang melaju yakni juara dan runner-up grup,’’ jelas Ketua Askab PSSI Badung ini. Menurut pelatih AAK Bramastra, babak 16 besar dibagi menjadi empat grup atau tiap pul dihuni empat tim. Tim juara dan peringkat kedua grup melenggang ke babak delapan besar. Peserta babak delapan besar dipecah lagi ke dalam dua grup. Juara grup otomatis bertemu di laga final. Tim yang promosi ke Liga 2 musim kompetisi tahun depan adalah tiga besar tiap grup. ‘’Jadi, terdapat enam tiket promosi bagi tim Liga 3,’’ ungkapnya. (022)