Skip to main content

Edisi 22 Oktober 2017 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

minggu Kliwon, 22 oktober 2017

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 64 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

BPM/kmb41

ANTRE - Pengungsi saat antre untuk mendapatkan pelayanan potong rambut di Posko Pengungsian di UPT Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (21/10) kemarin.

Anak-anak Antusias Antre Potong Rambut RATUSAN warga pengungsi yang berada si Posko Pengungsian di UPT Pertanian Desa Rendang, Karangasem terlihat berbeda. Sebab, ratusan warga pengungsi dapat menikmati bakso. Selain itu, pengungsi juga diberikan pelayanan potong rambut. Ada juga pelatihan memasak pecel lele. Hal itu dilakukan serangkaian penyerahan bantuan pembaca Bali Post kepada pengungsi. Warga terlihat sangat menikmati bakso yang dibagikan tersebut. Tak ketinggalan Ketua WHDI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga, Nyonya Seniasih yang juga istri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan jajaran yang lainnya ikut menikmati bakso yang disajikan. Sejak potong rambut dibuka, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua tidak mau melewatkan kesempatan langka ini. Mereka rela mengantre demi mendapatkan

giliran pelayanan cukur rambut. Salah seorang anak, I Putu Merta Yasa (11), mengatakan kalau di sekolah dirinya memang sudah disuruh oleh gurunya untuk memotong rambutnya karena sudah mulai panjang. Tapi karena belum sempat, akhirnya dia belum potong rambut. ‘’Kebetulan ada relawan potong rambut, ya saya pakai kesempatan ini. Jadi, tidak usah ke tukang cukur lagi,’’ ujar siswa kelas IV itu. Sementara itu, Camat Rendang, I Wayan Mastra, mengucapkan banyak terima kasih kepada Kelompok Media Bali Post yang sudah menyalurkan bantuan logistik, pemberian bakso gratis, cukur gratis yang telah diberikan. “Saya sebagai Camat Rendang mewakili masyarakat pengungsi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan ini. Semoga dengan bantuan ini, mampu sedikit meringankan beban warga yang ada di pengungsian,” ucap Mastra. (nan)

Sehat bagi Warga Pengungsi

Menjaga Kesehatan Tulang dengan Bergerak MENJAGA kesehatan tulang kuncinya adalah bergerak. Bergerak bisa dengan kegiatan bersih-bersih di lingkungan posko pengungsian atau membantu sesama warga di pengungsian. Jika hanya duduk, namun tangan bergerak menurutnya itu tidak bergerak. Bergerak adalah semua organ gerak baik tangan, kaki, pinggang, lutut bergerak. “Menjaga kesehatan tulang yang paling penting adalah tulang harus hidup. Tulang hidup sama dengan bergerak. Agar tulang hidup, maka kita anjurkan untuk bergerak,” terang dr. Wien Aryana, Sp.OT., dokter spesialis tulang RSUP Sanglah, Jumat (20/10). Kebutuhan bergerak setiap orang berbeda-beda, tergantung usia. Kebutuhan bergerak anak-anak berbeda dengan orang tua atau orang dewasa. “Orang tua harus bergerak sesuai dengan kemampuannya, anak-anak bergerak tergantung kemampuannya,” imbuhnya.

Selain bergerak, tulang harus terkena matahari. Karena matahari merupakan vitamin D yang membantu metabolisme tulang agar tetap berjalan baik. Sementara dari sisi asupan, manusia membutuhkan kalsium 600-800mg/hari. Kebutuhan tersebut cukup didapat dari makanan yang dimakan. Kebutuhan kalsium akan meningkat jika seseorang dalam kondisi sakit. Bila perlu mengonsumsi suplemen tambahan untuk tulang. Sementara warga pengungsian kebanyakan tidur tidak beralaskan kasur, menurutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatan tulang. “Jika tulang dalam keadaan normal saja, tidak akan mengalami problem,” tandasnya. Namun jika seseorang telah mengalami masalah dengan tulangnya, seperti pada orang tua mengalami osteoporosis, maka tulangnya akan menjadi kaku sehingga sulit digerakkan.

“Sehingga ketika tidur di tempat yang keras, maka akan menjadi problem,” imbuh Wien yang juga praktik di BROS. Kekakuan yang terjadi akan menimbulkan nyeri pada bagian tubuh tertentu. “Nyeri adalah tanda atau keluhan dari penderita yang menunjukkan adanya gangguan pada struktur organ yang dikeluhkan. Kalau nyeri pinggang berarti gangguan pada tulang belakang pada pinggang,” jelasnya. Idealnya, seseorang yang tidur harus dibatasi dengan alas yang agak lunak untuk memisahkan tubuh dengan lantai. Dalam jangka waktu yang lama pun, jika tulang dalam kondisi normal tidur di lantai tidak akan menimbulkan efek yang gawat. Karena hal itu juga tergantung kebiasaan tidur setiap orang. Ada yang terbiasa tidur di tempat dengan alas agak keras ketika tidur di tempat yang agak lunak akan menimbulkan nyeri. Begitu juga sebaliknya. (may)

BPM/dok

BERGERAK - Selama di posko pengungsian, warga tak boleh diam. Berbuat sesuatu untuk kesehatan tulang seperti membuat kerajinan tangan.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


20 HALAMAN

NOMOR 64 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi ’’Sengker’’ Besakih dan Gunung Agung dengan Hati

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu Kliwon, 22 oktober 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Denpasar (Bali Post)-

Keagungan Gunung Agung dan Pura Besakih mesti di-sengker dengan keagungan hati dan bakti yang tulus. Dengan menjaga kesuciannya dan selalu berdoa memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kita berharap umat dianugerahi kerahayuan.

Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Dr. Ketut Widnya menyampaikan, konsep nyengker Gunung Agung dan dan kawasan Pura Besakih, menurut pandangan Hindu secara umum, terutama Siwa Siddhanta Indonesia, ada yang namanya konsep karunia. Artinya, Tuhan Siwa sangat BPM/dok bermurah hati kepaKetut Widnya da para sadhaka-nya atau penyembahnya/pemujanya. Dalam kakawin Lubdaka, kata dia, Siwa memberi karunia pembebasan kepada Lubdaka sehingga pemburu itu mencapai pembebasan dan masuk ke dalam Siwa loka. Demikian juga Dewa Siwa pernah memberikan sakti kepada seorang bendega di tepi Sungai Gangga sehingga tukang sampan tersebut bisa berjalan di atas air. Dikatakannya, Tuhan memberi karunia yang berlimpah ruah kepada umat manusia, seperti alam ini sebagai khamaduk yang memberikan segala kemakmuran yang tidak habis-habisnya kepada manusia dan makhluk lain yang hidup di dunia ini. Di sinilah alam dipuja sebagai ibu bumi yang akan memberikan kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan kepada semua makhluk di atas bumi. Karena itu, kata Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Ketut Widnya, manusia harus memuja Tuhan dalam semangat yadnya yang penuh keagungan, hati yang tulus serta keikhlasan tanpa motif-motif material selain untuk kesejahteraan umat manusia. Hal. 19 Mesti Dijaga

Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Ibu Made Raka S, Rp 1.000.000 Jl. Plawa 14 Denpasar I Kadek Budiarsa Rp 1.000.000 Ni Ketut Sudarmi, Rp 500.000 Jl. Kaswari Gg. III No. 5 Penatih AA Gede Wijaya Rp 150.000 Yoga, Denpasar Rp 50.000 Hal. 19 SMP Raj Yamuna

BPM/dok

WISMAN - Sebelum status awas Gunung Agung, Pura Besakih banyak dikunjungi wisman. Kini, kawasan ini sepi wisman dan pedagang karena masuk KRB. Kita perlu introspeksi, pariwisata untuk Bali atau Bali untuk pariwisata.

Manajemen Operasional Besakih Dibekukan Sementara Denpasar (Bali Post) Sejak hampir sepuluh bulan terakhir ini, pemandangan di seputar kawasan Pura Besakih memang beda. Pedagang canang dan minuman yang biasa memenuhi areal jalan setapak di sekeliling pura mulai berkurang. Kaum ibu dan anak-

anak yang biasa berjualan di sana kini dilarang oleh Manajemen Operasional (MO) Besakih yang mulai beroperasi 1 Januari lalu. Bukan itu saja, umat Hindu yang ngaturang bhakti ke Pura Besakih pun terasa seperti turis. Seorang pamedek ketika status awas Gunung

Agung berlaku dan dia bersama umat dari Karangasem yang madunungan atau ngungsi membantu persiapan upacara purnama kapat ditanya dengan nada tak ramah oleh petugas berseragam. Hal. 19 Tak Nyaman

Amlapura (Bali Post) Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati Wayan Artha Dipa setuju MO Besakih mesti dibekukan atau dihentikan operasionalnya sementara, karena dilarang melakukan aktivitas apa pun pada zona awas. Disinggung adanya wacana, agar menghentikan eksploitasi Pura Besakih sebagai objek wisata, Wabup Artha Dipa, belum

berani berkomentar terlalu jauh. Sebab, kalau menyinggung wacana ini, maka perdebatannya akan kembali pada tata ruang Bali, yang masih mengatur Kawasan Pura Besakih sebagai daya tarik pariwisata Bali. Selain itu, kalau menyikapi wacana ini lebih serius, maka perda yang mengatur Kawasan Pura Besakih sebagai daya tarik wisata juga harus direview lagi. Jalan tengahnya, kata Wabup

Artha Dipa, mungkin ke depan Badan Pengelola khususnya MO Besakih perlu mempertegas lagi, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Kawasan Pura Agung Besakih. Kemudian, batasanbatasan Pura Agung Besakih yang layak dan tidak layak dieksploitasi untuk kepentingan pariwisata. “Ini harus jelas ke depannya,” tegas Wabup Artha Dipa. Hal. 19 Sangat Alot

BPM/edi

DILARANG - Aparat memasang spanduk warga dilarang masuk Pura Besakih karena berada di KRB.

103 Koperasi dan 60 LPD Terdampak Status Awas

BPM/kmb41

Amlapura (Bali Post) Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali, Bintang Puspayoga, kembali menemui pengungsi di posko pengungsian di UPT Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (21/10) kemarin. Dalam kunjungan itu, Bintang Puspayoga didampingi istri Bupati Badung, Nyonya Seniasih, memberikan bantuan ratusan kotak pensil lengkap dengan isinya kepada anak-anak sekolah yang berada di pengungsian. Anak-anak yang menerima kotak pensil tersebut terlihat antusias menunggu giriran untuk menerima kotak pensil tersebut. Bintang Puspayoga bersama Tim Bakti Gunung Agung Bali Post dan Bali TV, juga menyerahkan punia dari pembaca Bali Post dan Bali TV, membagibagikan bakso dan memberi pelayanan cukur gratis. Selain itu, Bintang Puspayoga juga mendata SDM untuk didata guna diberikan beasiswa, pelatihan dan kesempatan magang kerja bagi pengungsi. Bintang Puspayoga mengaku sangat mengapresiasi dalam keadaan seperti ini masih banyak warga pengungsian yang masih tetap melakukan aktivitas. Hal. 19 Sangat Diapresiasi

PEMANDU wisatawan asing asli dari Besakih, I Nengah Suartana, mengungkapkan, semenjak ditutupnya pariwisata Besakih, selama itu pula, dirinya mengakui tidak pernah mendapatkan penghasilan dari pemandu pariwisata. Sebab, pendapatan yang di peroleh tergantung jumlah wisatawan yang datang. Hal. 19 Sewa ”Guide”

Pemkab Karangasem Dirugikan

ANAK-ANAK - Ketua WHDI, Bintang Puspayoga, bersama anak-anak di Posko Pengungsian, Rendang, Karangasem.

Bintang Puspayoga Siapkan Pelatihan

’’Guide’’ Lokal Minta Bagian

BPM/gik

TAMPAK SEPI - Suasana LPD Sibetan di Kecamatan Bebandem tampak sepi.

Instruksi pengosongan pada status awas Gunung Agung, tidak hanya berdampak terhadap warga, lembaga keuangan mikro yang ada di desa-desa zona awas, seperti LPD dan koperasi juga dibuat kelimpungan. Tercatat, ada 103 koperasi dari total 327 koperasi dan 60 LPD dari total 190 LPD di Karangasem terdampak akibat berada di zona awas. Ada yang memilih ikut mengungsi ke tempat mayoritas mengungsi, ada pula yang memilih tetap beroperasi di desa dengan berbagai pertimbangan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem, Gede Ngurah Yudiantara, belum lama ini, mengatakan pihaknya sudah mendata jumlah koperasi yang terdampak di 28 desa yang masuk zona awas. Terbanyak ada di Kecamatan Selat sebanyak 34 koperasi, antara lain; KPN Werhi Yasa, KSU Atma Jaya, KSU Partha Yoga, KSU Pancaka Tirtha, Koperasi Catur Darma, Koperasi Konsumsi Swakarya, Koperasi Sari Artha Sedana, Koperasi

Giri Murti, Koperasi Sri Sedana Kerti, Kopwan Lumbung Sari, Koperasi Wana Guna, Koperasi Giri Arta, Koperasi Guna Mulya, Kopinkra Sari Sedana, Koperasi Sinar Mandiri, Koperasi Sogra Sentana Parahita, Koperasi Tri Buana Tunggal, Koperasi Cinta Damai Mandiri, KSP Wirayudha, KSP Selat Mandiri, KSP Puspa Sedana, KSP Tri Mandiri, KSP Merdi Pala Sari, KSP Sri Sedana Yoga, KSP Sari Mulya, KSP Batu Agung, KSP Giri Sedana, KSP Taman Ayu Sedana, KSU Tabu Sedana, KSP Polos Sedana, KSP Karya Arta Sedana, KSU Bakti Yoga, KSP Sidi Arta dan KSP Ambara Santi. Sementara di Kecamatan Rendang ada 28 koperasi masuk zona awas, di antaranya; KPN Merta Dana, Koperasi Kembang Sari, Koperasi Sri Arta Guna, Koperasi Mertha Sari, Kopwan Sari Makmur, Koperasi Samba Mandiri, Kopwan Wini Ayu Sedana dan Koperasi Satya Sedanna. Hal. 19 Jineng Merta

Dampak Status Awas Gunung Agung

Tutup di Kota, Sejumlah Bank Ikut Mengungsi

Roda perekonomian Karangasem sulit bangkit dalam situasi seperti sekarang. Selain warga, lembaga perkantoran BUMN/ swasta juga masih enggan beroperasi di pusat Kota Amlapura. Meski sudah berulang kali ditegaskan bahwa Kota Amlapura masih di zona aman.

SEJUMLAH lembaga perbankan enggan balik beroperasi di Kota Amlapura, sejak Gunung Agung naik level awas pada 22 September lalu. Lembaga keuangan makro ini memilih tutup di kota, melainkan ikut mengungsi ke posko pengungsian dan ada yang bertahan di tempat operasional sementara di Kecamatan Manggis. Dua bank besar yang masih mengungsi yakni Bank Mandiri dan BNI. Bank di Jalan Sudirman, Amlapura ini, memilih tutup kantor karena ancaman erupsi Gunung Agung. Agar nasabahnya tidak bingung, pihak manajemen Bank

Mandiri memasang pengumuman di pintu kantornya, bahwa Bank Mandiri KCP Amlapura sementara pindah operasional ke KCP MMU Padangbai. Meski demikian, Bank Mandiri memastikan, tetap melayani kebutuhan transaksi. “Kami tetap melayani kebutuhan transaksi nasabah ATM yang tetap online 24 jam juga melalui elektronik banking (Mandiri Online, Mandiri Mobile, dan SMS Banking),” begitu penjelasan pihak Bank Mandiri kepada para nasabahnya melalui pengumuman itu. Hal. 19 BNI Juga Tutup

BPM/gik

TUTUP - Kantor Bank Mandiri di Jalan Sudirman sudah tutup sejak 22 September lalu.


4

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Memahami Infeksi Saluran Kemih INFEKSI saluran kemih adalah penyakit infeksi yang sering terjadi. Hampir sebagian masyarakat luas menganggap sepele tentang penyakit ini, Sampai terjadi keluhan yang berat baru berobat ke dokter. Untuk mengurangi kejadian ini, perlu kita memahami penyakit ini. Infeksi saluran kemih (ISK) sering terjadi pada wanita daripada pria. Ini dikarenakan secara anatomis saluran kemih pada wanita lebih pendek daripada pria. Faktor risiko terjadinya infeksi saluran kemih, yaitu kencing manis, kehamilan, batu ginjal, kelenjar prostat yang membesar, dll. Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang digunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ. ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urine oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal). Infeksi saluran kemih (ISK)

adalah adanya perkembangbiakan mikroorganisme pada saluran kemih, yang ditandai dengan adanya hasil pemeriksaan laboratorium, yaitu urine lengkap: Bakteriuria bermakna, lekosituria, dan adanya gejala klinis pada pasien. Ada bermacam-macam jenis infeksi saluran kencing. Salah satunya berdasarkan ada tidaknya gejala, ISK dapat dibagi: ISK simtomatik dan ISK asimptomatik. Gejala Gejala infeksi saluran kemih simtomatik: nyeri saat kencing, susah kencing, kencing sedikitsedikit dan sering/ anyang-anyangan, kadang bisa terjadi demam-menggigil, nyeri punggung di bawah iga (lokasi umum dari ginjal), nyeri perut bawah, mual dan muntah. Namun, pada kasus asimtomatik, seseorang yang menderita infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada saluran kemihnya tidak mengalami gejala sama sekali. Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya, namun mungkin juga berkembang. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, Anda sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai. Jika kondisi ini ditemukan lebih awal, maka infeksi yang di-

alami dapat diobati tanpa menimbulkan komplikasi apapun. Untuk memeriksa kondisi ini, dokter akan meminta Anda untuk menyertakan contoh air kemih untuk kepentingan tes laboratorium. Hasil tes kemudian akan menentukan apakah Anda menderita infeksi saluran kemih atau tidak. Mencegah Apabila hasil pemerikssan dari dokter, Anda dinyatakan mengalami infeksi saluran kencing maka pilihan perawatan utama bagi kondisi ini adalah pemberian antibiotik yang akan membunuh bakteri. Perlu diingat bahwa penting bagi pasien untuk menghabiskan obat-obatan yang diberikan dokter, meskipun kondisi mereka telah membaik. Hal ini untuk memastikan agar semua bakteri benar-benar mati. Selain antibiotik, dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi nyeri terutama jika nyeri yang dialami pasien cukup parah. Beberapa tips untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih (ISK): Meminum banyak air, lebih sering buang air kecil (tidak ditahan-tahan), dan menjaga kebersihan saluran kemih (Khususnya wanita). l dr. Laura Lay

KEMIH - Gejala infeksi saluran kemih simtomatik: nyeri saat kencing, susah kencing, kencing sedikit-sedikit dan sering/ anyang-anyangan, kadang bisa terjadi demam-menggigil, nyeri punggung di bawah iga (lokasi umum dari ginjal), nyeri perut bawah, mual dan muntah. Namun, Pada kasus asimtomatik, seseorang yang menderita infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada saluran kemihnya tidak mengalami gejala sama sekali. Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya, namun mungkin juga berkembang.

PERSENDIAN - Artritis Rematoid adalah suatu penyakit keradangan sistemik yang berlangsung kronik (berlangsung lama) yang melibatkan organ tubuh dan menyerang banyak sendi kecil. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Gejalanya kaku pada persendian dan sekitarnya selama 1 jam setelah bangun pagi. Menyerang lebih dari satu sendi secara bersamaan, biasanya sendi tangan dan bisa menyerang sendi tangan kanan dan kiri sekaligus (Artritis simetris).

Nyeri Sendi

PENYAKIT nyeri sendi sering disalahartikan di masyarakat, hampir semua keluhan nyeri sendi sering disebut dengan sakit rematik pada kebanyakan orang, padahal banyak penyakit yang keluhannya nyeri sendi tetapi ternyata bukan penyakit rematik. Di sini saya akan sedikit memberikan informasi beberapa penyakit yang keluhan utamanya berupa nyeri di persendian. 1. Osteoarthritis (OA), yaitu suatu penyakit yang terjadi karena adanya perubahan struktur rawan sendi. Pada umumnya penyakit ini menyerang sendi penyangga berat badan seperti tulang belakang, sendi panggul, lutut dan pergelangan kaki. Osteoarthritis merupakan penyebab utama kecacatan dan nyeri pada orang usia lanjut terutama dalam hubungannya dengan fungsi penyangga berat badan. Gejala utama penyakit ini ditandai dengan nyeri di persendian, terutama waktu bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan, mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat. Terdapat pembesaran sendi, bengkak, merah dan hambatan gerak pada sendisendi besar. Siapa saja yang bisa terserang penyakit ini: ü Laki-laki/perempuan berusia lebih dari 45 tahun atau

pada anak-anak yang kelebihan berat badan, pernah mengalami trauma atau malnutrisi. ü Sering melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. ü Pernah mengalami patah tulang disekitar sendi lutut dan panggul. Perjalanan penyakit ini umumnya baik, sebagian besar dapat diatasi dengan obat-obatan. Hanya pada kasus berat saja yang memerlukan operasi. 2. Artritis Gout adalah salah satu kelainan metabolisme asam urat yang ditandai dengan adanya endapan Kristal Monosodium Urat (MSU) pada jaringan sendi. Penyakit ini terbanyak menyerang pada pria (90%) dan pada wanita biasanya setelah menopause. Keluhan penyakit ini bisa berupa nyeri sendi yang bersifat akut (terjadi secara tiba-tiba/ mendadak) dan dalam pemeriksaan ditemukan pembengkakan pada sendi, nyeri tekan yang berlangsung beberapa hari sampai minggu, paling sering menyerang sendi ibu jari. Pada pemeriksaan asam urat terdapat kenaikan kadar asam urat pada pria >7 mg/dl dan wanita >6 mg/dl. Dengan penanganan yang baik, sebagian besar penderita dapat hidup secara normal. Pencegahannya bisa berupa mengurangi makanan yang tinggi purin, seperti; jeroan, alkohol, kaldu,

sarden, emping melinjo,tape, daging bebek. 3. Artritis Rematoid adalah suatu penyakit keradangan sistemik yang berlangsung kronik (berlangsung lama) yang melibatkan organ tubuh dan menyerang banyak sendi kecil. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Gejalanya adalah kaku pada persendian dan sekitarnya selama 1 jam setelah bangun pagi. Menyerang lebih dari satu sendi secara bersamaan,biasanya sendi tangan dan bisa menyerang sendi tangan kanan dan kiri sekaligus (Artritis simetris). Terjadi pembengkakan jaringan lunak atau persendian dan terkadang terlihat adanya penonjolan tulang. Kapan saya harus periksa ke dokter? Jika anda memiliki tandatanda dan gejala yang disebutkan di atas atau Anda punya pertanyaan lainnya, konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. Demikianlah artikel ini kami buat, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua, sehingga kita tidak terbiasa lagi menyebut sakit nyeri sendi dengan menyebut sakit rematik. Karena ternyata ada bermacam- macam jenis penyakit nyeri sendi yang mempunyai keluhan, gejala dan tentunya penanganan terapi yang berbeda. l Dr. Kadek Ayu Vigiawati

OSTEOARTHRITIS Osteoarthritis (OA) merupakan kelainan degenerasi (aging process) sendi, kebanyakan mengenai orang tua yang ditandai dengan proses degenerasi tulang rawan sendi, hipertofi (pembesaran) tulang pada tepi permukaan sendi dan kekakuan sendi setelah suatu masa kegiatan yang lama. Jadi osteoarthritis adalah kelainan klinis lokal pada tulang rawan sendi yang membentuk perubahan persendian dari segi biologi dan biomekanik akibat kegagalan tulang rawan hialin. Pada umumnya sendi yang terserang adalah sendi di tangan, lutut, pinggul dan tulang belakang dengan gejala umum berupa nyeri dan kekakuan pada sendi Tanda dan gejala Osteoarthritis sebagai berikut. 1. Timbul rasa sakit yang hilangtimbul pada bagian yang mengalami osteoarthritis terutama ketika bergerak atau setelah bergerak. 2. Sendi akan mengalami kekakuan dan kelemahan terutama pada pagi hari ketika bangun tidur atau setelah tubuh tidak beraktivitas. 3. Kekuatan otot akan berkurang, seperti OA pada tulang belakang (cervical, lumbal) atau bahkan lutut sehingga dapat timbul kelainan bentuk.

4. Tubuh tidak dapat bergerak secara fleksibel. 5. Ketika bergerak sendi seperti terasa terdengar suara Faktor Risiko 1. Faktor usia Risiko menderita osteoarthritis meningkat seiring dengan bertambahnya usia (biasanya terjadi pada usia 30 tahun keatas). 2. Faktor jenis kelamin Perempuan memiliki risiko lebih tinggi menderita osteoarthritis, berkaitan dengan siklus menstruasi dan biasa bersamaan dengan gejala osteoporosis. 3. Kegemukan atau obesitas Seseorang yang mengalami kegemukan atau obesitas memiliki risiko menderita osteoarthritis lebih tinggi pada lutut dan pinggul. Hal ini karena ada beban yang meningkat pada sendi dan potensi terjadi kerusakan sendi besar. 4. Cedera atau trauma. Cedera ketika bermain olahraga atau kecelakaan dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoarthritis. 5. Kegiatan sehari-hari. Melakukan kegiatan yang berulang-ulang yang membuat sendi bekerja lebih keras dapat meningkatkan resiko osteoarthritis.

CUACA yang tak menentu di tengah aktivitas yang sangat padat, dapat menurunkan kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, pengasuh mengajak pembaca untuk tetap berolah raga Senam Orhiba Ceria karena gerakannya yang mudah dan dan dapat diikuti oleh segala usia. Ikuti contoh berikut ini bersama instruktur Ni Ketut Ayu Budiasih, S.E. dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Penanaganan Osteoarthritis Terapi osteoarthritis pada umumnya adalah bersifat konservatif yaitu dengan pemberian medikamentosa berupa analgesik (anti nyeri) NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drugs), ditambah dengan supplement glucosamine dan chondroitin, juga fisioterapi seperti diatermi dan latihan kekuatan otot. Selain itu terapi lain yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang terjadi antara lain dengan terapi fisik seperti tai-chi, yoga, berenang atau berjalan untuk melatih kekuatan otot sekitar sendi, meningkatkan fleksibilitas gerakan. Serta mengontrol berat badan untuk mengurangi beban pada tulang sendi. l Antonius Hapindra K, MD

SENDI - Osteoarthritis merupakan kelainan degenerasi sendi, kebanyakan mengenai orang tua yang ditandai dengan proses degenerasi tulang rawan sendi, hipertofi (pembesaran) tulang pada tepi permukaan sendi dan kekakuan sendi setelah suatu masa kegiatan yang lama.

Senam Orhiba Ceria (7) Gb. I Badan hadap kiri, lengan kanan lurus dan lengan kiri ditekuk, kaki kanan lurus samping kanan (hitungan 1 – 2) lalu badan hadap depan kedua bahu dinaikturunkan (hitungan 3 – 4) lalu hitungan 5 – 8 ulangi dengan badan hadap ke kanan dengan cara yang sama.

Gb. II Silangkan kedua lengan depan dada lalu sentuhkan ke paha (hitungan 1 – 4) dan kedua siku lengan ditekuk sambil mengibaskan telapak tangan (hitungan 5 – 8). Ulangi gerakan Gb. I dan Gb. II. Setelah itu lanjutkan Gb. III. Gb. III Gerakan easy – walk mulai kaki kanan (hitungan 1 – 4) tepuk 3x, lalu lakukan mulai kaki kiri dengan cara yang sama (hitungan 5 – 8)

Dengan melakukan Senam Orhiba Ceria dengan rutin, kebugaran tubuh jadi milik kita dan salam bugar dari Lala Studio.

Kupon

Gb. IV Badan menyerong ke kanan sambil memutarkan kedua kepalan tangan depan dada (hitungan 1 -2) buka kaki kanan ke arah kanan sambil menekukkan kedua siku lengan badan hadap depan (hitungan 3 – 4) lanjutkan arah kebalikan dengan cara yang sama (hitungan 5 – 8).


5

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

CERPEN

SANG DALANG Oleh Citta Mandala Keniten

Suara kletak dari kayu-kayu itu meriuhkan suasana. Musikmusik dari alat musik tradisional mengalun mengiringi gerakan tangan yang sedang menarikan sesuatu. Bulan juga sedang menyaksikan tarian itu. Semua orang merapat saat mendengar suara-suara. Sinar dari obor yang kekuningan itu menambah hangat suasana. Apinya menggeliat juga menari dengan angin yang menggoda. Lengkap sudah, lapangan itu ramai dengan manusia yang siap menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk. Menanti sang dalang bercerita tentang sebuah kisah pewayangan yang menyimpan berjuta makna dan perjalanan hidup. Sunyi. Bersuaralah sang dalang yang wajahnya bersembunyi di balik kain putih lusuh dengan sinar kuning temaram itu. Suaranya terdengar serak dan berat. “Ini tentang Mahika…” *** Pagi itu, saat embun masih turun dengan gemulai, ada seorang laki-laki yang sedang memilih biji kopi yang sudah disangrai oleh seorang perempuan tua, yang ia sebut nenek. Laki-laki itu terlihat terpelajar dibalik baju lusuhnya. Mungkin ia kota. Kota di mana tumbuhan kopi berubah jadi gedung pencakar langit. Kota di mana tanah itu sangat berharga tinggi, tanah adalah uang di sana. Kota di mana kegilaan akan semua yang semu benar-benar jadi nyata. Kota yang tak tahu lagi, mana kepala dan mana kaki. Adiatmika. Seorang kota yang tak silau dengan sinar yang dipancarkan kota. Pemuda kota yang sedikit terdoktrin dengan kkehidupan mayarakat desa. Pemuda kota yang harusnya bisa hidup berkelebihan, tapi tak mau terus menetap di atas tempat yang semu itu. Adiatmika, pemuda kota yang ingat untuk menatap tanah yang tak hanya tentang uang. Seorang pemuda yang memilih untuk terjebak dalam kenyamanan ini di sebuah desa kecil jauh dari hiruk pikuk kota. Ia memilih untuk tenggelam dengan kopi-kopi itu. Di gudang kopi ini, ia tinggal bersama nenek bernama Surawi. Di gudang kopi ini lah ia mengenal gadis desa nan jelita. Mahika. Gadis yang bisa menggetarkan Adiatmika walau tanpa polesan perias wajah sedikit pun. Mahika yang bisa meluluhlantakan pertahanan Adiatmika, pemuda kota itu. Mereka akhirnya memutuskan untuk saling mengikat satu sama lain. Cinta Adiatmika berbalas dengan indah. Mereka berhak saling cemburu satu sama lain saat itu. Tatapan kesal karena merasa tak diperhatikan menjadi hal yang lumrah. Dan tawa mereka menjadi angin segar pengantar tidur yang akan berlabuh di sebuah ujung bernama mimpi indah. Serta pesanpesan yang beramplop rindu itu menjadi alsan senyum itu mengembang di wajah-wajah yang senang tiasa merona itu. Itu yang disebut kasmaran? Suatu malam. Adiatmika berkunjung untuk pertama kalinya kerumah perempuannya. Bukan kalung emas, anting dari mutiara atau sebuah cincin yang bertahtakan permata atau intan, tapi sebuah mawar merah yang sedang merekah. Keluarlah sang ayah yang kelihatan sangat bersahabat. Sandiwara? Dipanggilnya Mahika. Gadis itu keluar dengan dress lima senti bibawas lutut berwarna putih sedikit ada gais-garis coklatnya. Cantik, kau meluluhkan aku lagi,lagi,lagi. “Saya ingin mengajak anak perempuan bapak keluar, boleh?” Katanya santun. Hanya senyuman yang sedikit ambigu. Detik berlalu begitu pelan, menunggu jawaban itu keluar. Hanya ada helaan nafas dan sedikit suara angin yang menyentuh kulit mereka.

“Dia itu berlian kami, kami beri nama berlian kami itu Mahika Sapta Bumi, dia halus, jangan kau buat dia sakit walau hanya segores saja!” Pasangan kekasih yang memang sedang merekah itupun meninggalkan rumah itu. Mereka kencan . Lima bulan sudah sejak hari itu. Hati Adiatmika memang sudah terikat oleh berlian berjalan itu. Santunnya, parasnya, hatinya, pemikirannya, tutur katanya, semuanya. Benar-benar mengikat laki-laki lulusan seni pewayangan itu. Adiatmika yang rambutnya sebahu, segala ocehan yang ringan dan senyebarkan aroma humoris. Jatuh tepat dihati gadis desa bernama Mahika yang sempurna. Malam itu. Aroma kopi Toraja itu. Memantapkan hatinya untuk mempersunting Mahika sang pujaan hati. Tekatnya bulat. Besok ia akan melamar gadisnya itu. Hatinya bahkan berdebar saat menyebut nama gadis itu. Besok, akan ku minta berlian mu itu, dan aku akan memanggil mu pak, Bapak, bukan Om lagi, gumamnya. Sampai akhirnya mata itu terlelap. Kata itu akhirnya benar-benar membuatnya tak merasa berpijak. Matanya seakan buta, ada sesuatu yang memenuhi isi kepala dan tubuhnya. Ia seperti melayang. Sungguh, mengatakan hal seperti itu, hal yang benar-benar dari hatikah? Sampai seperti itukah sensasinya? “Tapi aku belum seratus persen yakin kau bisa menjaga berlian kami” Yap. Itu sungguh menjatuhkannya ketanah lagi. Ia terbentur dan nyaris remuk. Mulutnya bisu seketika. Bagaimana ini? “Diam mu membuat saya semakin ragu” Bahkan ia tak menyiapkan kata-kata untuk situasi ini. “Saya tak jamin bisa menjaga berlian ini selamanya, tapi selagi saya bisa bernapas dan merasakan napas berlian ini di darah saya, saya akan berusaha menjaganya” Dan lamaranpun diterima.

berliannya itu. “Maaf Pak, kami sudah berusaha yang sebaik-baiknya.” Dunia benar-benar hancur saat itu. Om yang nyaris ia panggil Bapak itu terkulai lemas di lantai dan Ibu masih bisa bertahan di tengah ketidakpercayaannya. Dunia benarbenar runtuh dan menimpa Adiatmika. Suara tawa Mahika terus menggema di telinganya. Bayangan gadisnya itu berlari mengelilingi kepalanya. Suaranya memanggil Adiatmika juga terdengar jelas. Ia dipenuhi oleh perempuan itu. Inikah akhirnya? Benarkah begini ujungnya? Bahkan saat napas mereka belum mengalir di dalam darah satu sama lain, perempuan itu pergi? Tapi kenapa? Pertanyaan itu terus menuntu jawaban yang sebenarnya juga tak pernah ia tahu di mana ia akan menemukan

jawabnya. Sungguh ia seperti debu sekarang. Adiatmika debu dan Mahika angin yang sudah mempora-porandakannya serpihannya tercecer terbang dibawa angin dan terhempas jauh dari butiran yang lainnya. Laki-laki itu benar-benar kehilangan semuanya. Semuanya. Dunianya. Ia sedang menunggu gila sekarang. Adiatmika sedang berada disebuah ruang dan terdapat lorong yang gelap dan sepi, dulunya, beberapa jam lalu tempat itu bersinar karena sinar yang bernama Mahika, sekarang lenyap, tak ada yang bisa menolongnya keluar dari sana. 13.15, pemakaman. Tak ada kata yang bisa menggambarkan keadaan di sana. Diam menjadi jawaban dari semuanya. Raga perempuan itu masuk dalam kandungan lagi, kandungan yang

tak akan pernah membuatnya lahir lagi. Bukan untuk sembilan bulan, tapi selamanya. Mahika telah dikandung bumi, menyatu dengan pertiwi. Ia membumi untuk selamanya. Selamat jalan kekasih Adiatmika. Berlian bapak. *** Apa yang seharusnya dirasakan Adiatmika saat ini? Ia gila. Setahun setelah itu ia memutuskan untuk pergi ke banyak tempat. Ya, tentu saja bayang gadis itu masih mengikutinya. Ia sampai gila. Ia bersahabt dengan gunung sekarang. Ia ingin pergi jauh. Ia akan menitipkan semuanya tentang gadisnya itu dan menggantung di puncak sana. Malam itu, sedang ada pementasa wayang di sebuah lapangan di suatu desa kecil. Rindu untuk meli-

hat pertunjukan yang sebenar-nya energi itu juga mengalir didarah seoranga Adiatmika. Ini ranah ku, gumamnya. Ia menikmati pertunjukan itu. Dan di sana ia menemukan dirinya. *** “… dia adalah berlian ku, mereka susah senang bersama, dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia!” Sang dalang menambah seoarng tokoh dalam ceritanya. Wayang itu ia beri nama Mahika. Dalang itu gila? Tidak, ia hanya ingin terus mengingat dan membuatkan tempat untuk orang itu. Adiatmika memutuskan untuk menjadi dalang yang sejati. Ia akan bercerita tentang kisah-kisah yang selalu bahagia diakhirnya. Ia seperti berandai-andai saat berdalang. Kembali membayangkan jika, kisahnya bisa berakhir bahagia. Diakhir pertunjukan selalu ada bulir air mata yang jatuh. Sungguh ia sangat amat merindukan gadisnya itu. Bagaimana cara menjelaskan rasa rindu? Sang Dalang selalu bersembunyi di balik wayang-wayangnya. Mengarang cerita untuk menghibur penonton yang mendamba sebuah kisah yang berakhir bahagia. Tahukah kalian wahai pendamba kebahagiaan, ada air mata yang selalu menetes di balik itu. Becerita, semakin membuatnya tertusuk oleh ingatan dan kenyataan. Tapi di sisi lain hanya dengan itu ia setidaknya bisa mewujudkan khayalannya untuk bisa merasakan nafas Mahika mengalir didarahnya. Bagaimana ini? Ada yang bisa menjelaskan? Tidak! Mahika hidup dalam wayang itu, tentu Sang Dalang yang bersembunyi dibalik itu semua, Adiatmika merasa masih ada kebahagiaan di hari-harinya. “ Ini tentang seorang yang telah dikandung bumi dan cinta seorang yang menanti ia dikandung oleh bumi yang sama juga suatu hari nanti” *** Dengar, mungkin melupakan tak semudah saat mengingat, tapi bukankah ada satu tempat untuk tetap menyimpan semua itu. Ada satu ruang yang disebut hati. Terserahmu jika ingin mewujudkan khayalan mu. Tapi jangan jadikan itu sebagai penghambat mu. Jika itu pilihan mu, setidaknya rasa kehilangan orang, bisa kau bagikan dengan pesan yang berbeda. Beritahukanlah rasanya kehilang pada orang lain, agar tak merasa terpuruk yang sama. Bukankah itu tugas mu, Sang Dalang *** “Iya Pak, ada apa?” “Kau tahu, berlian ku yang sudah lama dikandung bumi, masih ingatkah kau?” Sesak itu mulai memenuhi Adiatmika Sang Dalang “Ia sangat mencintaimu, kau tahu berlian ku memilih menunggu mu di sana dengan keadaan yang sangat baik, ia tak mau menyusahkan mu di sini, dia menunggu mu di sana dengan keadaan bahagia, lebih baik dari keadaannya di sini” Air mata itu meleleh lagi. Apa sebenarnya yang ingin disampaikan orang tua ini, batinnya sambil menahan tangis. “Cepat selesaikan tugas mu di sini, dan susul dia di sana, tapi jangan bertindak bodoh, karena dia tidak akan menerima mu kalau kau mengakhiri hidupmu karena ia menunggu mu di sana” Telpon itu terputus. Sang dalang meleleh lagi.

*** “Ayo sini kita fotoan!” Mahika mengeluarkan phonselnya. Memasang wajah jelek dan sesekali tertawa. Siang itu mereka terlihat beda. Kebahagian itu benar-benar memancar. Jelas Dua bulan lagi mereka akan benar-benar bisa merasakan nafas mereka mengalir di dalam darah satu sama lain. Hampir satu hari mereka melewati hari bersama. Sebelum pukul 22.22 Adiatmika mengantar berlainnya pulang. Mengembalikan harta berharga milik orang tuanya itu kembali ke rumah. 06.15, ponsel Adiatmika berdering. Bukan alaram, karena ia hari itu tidak memiliki kegiatan lain selain bersantai di rumahnya. Mertua .Ia tercengang melihat siapa yang menelpon, ada apa laki-laki itu menelponnya di jam seperti itu. “Cepat ke sini, ini tentang Mahika”, nadanya bergetar, seperti sedang menyanggah air mata. Ia menagis? Kenapa? Adiatmika segera menuju lokasi yang dimaksud. Sebentar, rumah sakit? Laki-laki yang memiliki tattoo beraksara Bali di tangan kananya itu meremas gas motornya itu. Yang ada di kepalanya hanya wajah sang

Resensi Buku

Derak Babad Dalem Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Judul Buku : Babad Dalem Penulis : Tjokorda Raka Putra Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2012 Jumlah hal. : 363 hal.

BUKU ini ditulis untuk mengetahui dan mengenang kembali perjalanan leluhur yang sangat mulia agar semua keturunan mengetahui dengan baik bagaimana peran dan sesana beliau. Mengetahui perjalanan para leluhur untuk mengetahui sisi positif yang telah beliau lakukan dan dapat dijadikan sesuluh. Untuk mengetahui perjalanan para leluhur Warih Dalem di Bali, tidak bisa lepas dari perjalanan sejarah di Bali dan di Jawa pada masa sebelumnya, terutama masa kerajaan Majapahit. Buku ini juga menceritakan leluhur Warih Dalem semasa berada di Jawa dan kaitannya dengan semua kejadian di Jawa sampai perjalanannya tiba di Bali, dari zaman Samprangan, zaman Gelgel, zaman Klungkung, sampai masa Ida Dewa Agung Gde Oka Geg yang lebar (wafat) tahun 1964. Menarik untuk dijadikan pegangan memahami Bali. (osi)

Bagong Soebardjo

Wied. N


Refleksi

6

Menyelami Pesta Cahaya Dipavali

Deva imam uttarasmin jyotisi dharayantu (Atharva Veda 1.9.1)

Redaktur Khusus

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan umat manusia dalam naungan Sinar Suci Jyoti yang Utama.” Mantra dari Atharva Veda di atas mendoakan serta memohonkan ke hadapan Tuhan agar umat manusia selalu diizinkan berada dalam naungan sinar suci Jyoti yang penuh dengan kemuliaan. Juga didoakan agar manusia dikaruniai sinar Jyoti cemerlang dari segala arah (asya devah pradisi jyotir astu) yang memberikan segala jenis kemuliaan lahir batin, material spiritual kepada umat manusia. Jyoti adalah Dipa, lampu suci atau sinar suci penerang kegelapan. Kini umat Hindu Dharma di nusantara mulai diperkenalkan tentang perayaan lampu suci Dipa yang dinamakan Dipavali. Selamat bagi umat yang merayakannya. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa mengaruniai segala jenis kecemerlangan dalam hidup. Dipavali (baca: Dipawali) atau Divali pada awalnya hanya dirayakan oleh umat Hindu Dharma di India, khususnya di India Utara. Namun sekarang, perayaan Dipavali sudah mendunia. Orang-orang di seluruh dunia yang non-Hindu pun ikut merayakannya. Dipavali adalah festival cahaya Lampu Suci Dipa atau Dipaka yaitu lampu yang dibuat dari plintiran kapas dan minyak. Pada umumnya dipergunakan minyak ghee (minyak dibuat dari susu sapi). Jika tidak tersedia minyak ghee barulah orang mempergunakan minyak nabati lainnya. Asal usul yang melatar-belakangi festival Dipavali pada umumnya lebih banyak menyebutkan kembalinya Sri Rama dari pengasingannya ke Ayodhya setelah mengalahkan Ravana. Para penduduk yang merindukan rajanya segera membersihkan rumah, jalan dan lain-lain lalu pada malam hari menghiasi rumahnya dengan menyalakan lampu dipa. Terdapat pula beberapa cerita

weda

WAKYA Darmayasa latar belakang lainnya; pada hari yang diperingati ini diyakini Dewi Laksmi muncul dari pemutaran Mandaragiri yang dilakukan oleh para Dewa dan Asura, tepatnya pada Tilem di bulan suci Kartika. Oleh karena itulah pada hari Dipavali ini yang paling utama dipuja adalah Dewi Laksmi dan Ganesha. Pemujaan Ganesha dilakukan karena Ganesha sebagai Vighnesvara, yaitu Dewa yang menghalau segala halangan. Pada Tilem bulan Kartika Dewi Laksmi diselamatkan oleh Dewa Visnu dari tangan seorang raja sangat sakti bernama Bali. Hari Tilem bulan Kartika juga diyakini Krsna membunuh Narakasura dan membebaskan 16 ribu para gadis putri-putri para raja dan pendeta dari tahanan Narakasura. Pandava kembali dari pengasingannya pada Tilem bulan Kartika juga diyakini sebagai latar belakang peringatan Dipavali. Cerita lain menyebutkan Raja Vikramaditya di-abhisheka sebagai rajadhiraja pada hari yang sama. Sedangkan menurut agama Jaina, Mahavira Tirthakara mencapai moksa pada Tilem bulan Kartika, dan banyak lagi cerita lain yang merupakan asal usul festival Dipavali. Rama kembali ke Ayodhya, Pandava kembali dari pengasingan, Krsna membunuh Narakasura, dan Visnu menyelamatkan Dewi Laksmi dari Raja Bali, - menyebabkan Dipavali disebut sebagai hari kemenangan atau Vijaya Dashami. Hal ini pula menyebabkan beberapa tokoh Hindu Dharma di tanah air menghubunghubungkan Dipavali dengan perayaan Galungan dan Kuningan sebagai hari kemenangan Dharma (Kebenaran) melawan Adharma (Kejahatan). Festival Dipavali dirayakan selama 5 hari berturut-turut: (1).

Dhanteras: hari ini dilakukan pemujaan terhadap Kubera, dewa kekayaan. Umat memohon kesejahteraan dan rejeki yang baik. (2). Coudas: memohon dijauhkan dari kemiskinan, kegagalan, keputusasaan, dan lain-lain. (3). Dipavali: memuja Ganesha dan Dewi Laksmi dengan membersihkan serta menghias rumah dengan lampu dipaka. (4). Govardhan puja: Dewa Penguasa bukit suci Govardhan dimohonkan agar mengaruniai keluarga dengan segala kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan. (5). Bhai Duja: bersembahyang demi hubungan cinta kasih yang semakin erat antara saudara laki-perempuan. Hari ini, saudara perempuan mendoakan dan memasangkan Tilaka pada kening saudara lakinya. Sebelum perayaan Dipavali, biasanya orang membersihkan rumah dengan baik. Pada hari Dipavali tidak ada rumah yang tidak diterangi lampu dipaka. Seluruh jalan dihiasi dengan lampu dipaka berwarna-warni. Ada doa bagus yang disampaikan dalam menyambut Dipavali, sakalam timiram hantu prajnalokam tanotu vah bhuyad-dipotsavah so’yam sarva manggala-karakah yang artinya “diterangi oleh sinar indah cemerlang dari lampu-lampu dipa, semoga Dipavali ini memberikan karunia dan kesejahteraan dalam hidup anda”. Perihal Dhanteras terdapat cerita sebagai berikut: tersebutlah seorang raja bernama Raja Hima. Raja Hima mempunyai seorang putra yang ketika lahir peramal mengatakan bahwa putra raja akan meninggal dipatuk ular pada hari keempat pernikahannya. Ketika berusia 16 tahun putra mahkota dinikahkan dengan seorang gadis cantik pemuja Dewi Laksmi. Ia tahu ramalan tersebut. Pada hari keempat pernikahannya, ia menjaga suaminya dengan baik, begadang sambil menyanyi atau menyampaikan cerita kepada suaminya. Seluruh rumah dibersihkan, jalan yang kemungkinan akan dilewati oleh ular dibersihkan dengan baik dan ditaburkan uang emas dan perhiasan-perhiasan berharga. Tepat waktu ramalan, utusan Dewa Yama datang dalam wujud ular berbisa. Ular mencoba mema-

suki kamar putra raja, tetapi matanya menjadi silau karena ruangan terang benderang. Ular mencari jalan lain, akhirnya sampai pada tumpukan koin-koin emas dan terpaku di sana sambil mendengarkan nyanyian istri putra mahkota sampai pagi. Waktu ramalan sudah habis, maka ular utusan Dewa Yama, kembali ke tempat. Putra mahkota selamat dari kematiannya. Kejadian itu diyakini terjadi pada hari Dhanateras. Kini penerimaan perayaan Dipavali sudah mendunia. Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyampaikan sambutan khusus tentang Dipavali, “I am delighted to send my very best wishes to everyone celebrating Diwali.” PM Inggris memuji keutamaan Dipavali sebagai sinar terang yang menghalau kegelapan dan menegaskan sebagai perayaan untuk semua, “But the festival of lights isn’t just relevant to Hindus, Jains, Sikhs, and Buddhists, it is relevant to all of us, those of all faiths and none.” PM juga mengimbau semua untuk belajar dari contoh cara hidup yang diberikan oleh Shri Rama (we can all learn from the example set by Lord Rama). Lima hari perayaan Dipavali memperingati kembalinya Shri Rama ke Ayodhya yang mengajarkan kita pembentukan keluarga dan masyarakat yang kuat untuk mengambil jalan lurus serta menjauhkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Amerika untuk pertama kalinya mengadakan acara peringatan Dipavali di Gedung Putih. Presiden Trump mengatakan dengan bangga memperingati hari Dipavali di Gedung Putih, “Today, we proudly celebrate this holiday in the people’s house”. Barangkali sedikit disayangkan bahwa di tengah-tengah kehangatan dan kemeriahan dunia menyambut hari Dipavali ternyata umat di tanah air agak “terlambat” menerima informasi tentang perayaan Dipavali ini. Sosialisasi dari lembaga dan pejabat terkait barangkali belum terlaksana secara maksimal. Tentu saja tahun-tahun berikutnya umat dapat menerima perayaan Dipavali sebagai bagian dari Hindu Dharma walaupun tidak harus ikut merayakannya.

MIMBAR AGAMA Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Kami tahu bahwa Allah telah memilih kamu. Sebab, Injil yang kami beritakan disampaikan kepada kamu bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan kepastian yang kokoh. (1Tes 1:4-5a) Hari ini adalah Hari Minggu Evangelisasi. Evangelisasi itu apa? Evangelisasi adalah pewartaan kabar gembira (injil) mengenai Yesus Kristus (cf. Mrk 1:1) kepada semua bangsa (cf. Mat 28:19-20) dan kebudayaan. Melalui kuasa Roh Kudus (cf. Kis 1:8), injil diwartakan baik kepada orang-orang Kristiani maupun bukan Kristiani. (“Kamus Teologi” oleh Gerald O’Collins, SJ; p.76) Maka, Gereja Katolik berterimakasih kepada BALI POST yang berkenan menjadi salah satu media evangelisasi. Tuhan memberkatinya karena ikut menjadi media kabar keselamatan. Kutipkan yang mengawali tulisan ini, diambil dari bacaan kedua Misa hari ini; dan ‘Ruah’ mengingatkan pesan Sri Paus Fransiskus, “Evangelisasi adalah tugas Gereja. Setiap umat Kristiani ditantang untuk secara aktif terlibat dalam evangelisasi.” Oktober adalah Bulan Rosario, dan Oktober 2017 adalah Peringatan 100 tahun pesan Bunda Maria di Fatima. Dalam penampakan ke-6 (13 Oktober 1917), mereka yang hadir dalam penampakan terakhir ini sekitar 50-70 ribu orang. Bunda Maria antara lain menyatakan diri sebagai, “Aku adalah Ratu Rosario Suci.” dan Maria nampak semakin sedih dan meminta supaya kita jangan menyakiti hati Tuhan lagi. Dalam kesempatan ini, terjadi sebuah mukjizat. Ketiga gembala kecil, Yasinta, Fransisco dan Lusia, juga melihat Santa Maria berpakaian putih dengan mantol biru bersama Kanak-Kanak Yesus dan St. Yosef. Selanjutnya, mereka juga melihat Santa Maria dalam rupa Bunda Berdukacita dan Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. (Rm Stef. Buyung Florianus O.Carm dalam “Mengenang 100 Tahun Penampakan Maria di Fatima”

Evangelisasi tentang Doa Tiga Salam Maria Kita semua ikut bersyukur bahwa dalam bulan Oktober ini setiap hari banyak umat Katolik yang tekun mendaraskan Doa Rosario. Bukan hanya itu; pada akhir Doa Pagi dan Doa Malam mereka mengakhirinya dengan ‘Doa Tiga Salam Maria dari Tritunggal Mahakudus’ (bukan Novena Tiga Salam Maria). Pada kesempatan ini demi peneguhan hati, kami wartakan tentang ‘Doa Tiga Salam Maria’ itu yang melibatkan sejumlah orang kudus, antara lain St. Alfonsus Ligouri (1696-1787), St. Antonius dari Padua (1195-1231), St Leonardus dari Porto Mauritio (1676-1751). St Mechtildis (1241-1298) dan St Gertrude(1256-1301) Sementara St Mechtildisdan St Gertrude memadahkan Salam Maria, pada ibadat pagi Kabar Sukacita, terdengar suara: “Sesudah Kuasa Bapa, Kebijaksanaan Putra, dan Kelembutan yang rahim Roh Kudus, tiada suatupun yang mendekati kuasa, kebijaksanaan dan kelembutan yang rahim Santa Maria.” Santa Maria meminta pendarasan ‘Doa Tiga Salam Maria’ setiap hari, dan menyampaikan hal berikut kepada St Mechtildis:

“Salam Maria pertama demi menghormati Allah Bapa, yang kemahakuasaa-Nya mengangkat jiwaku begitu tinggi melampaui segala makhluk lain hingga, sesudah Allah, aku memiliki kuasa terbesar di surga dan di bumi. Di akhir ajalmu, aku akan mempergunakan kuasa Allah Bapa itu untuk melindungimu dari segala kuasa jahat.” “Salam Maria kedua demi menghormati Allah Putra, yang menyampaikan kebijaksanaan-Nya yang melampaui segala pengertian kepadaku. Di akhir ajalmu, aku akan mengisi jiwamu dengan terang dari kebijaksanaan itu hingga segala kegelapan ketidaktahuan dan kesesatan akan dihalau. “Salam Maria ketiga demi menghormati Allah Roh Kudus, yang memenuhi jiwaku dengan kemanisan kasih dan kelemahlembutan dan kerahiman-Nya. Di akhir ajalmu, aku akan mengubah kepahitan maut menjadi kemanisan dan sukacita ilahi.” Dalam suatu penampakan kepada St Gertrude, Bunda Maria menjanjikan hal berikut ini: “Kepada jiwa yang dengan setia mendaraskan ‘Tiga Salam Maria’, aku akan

menampakkan diri di saat ajalnya dengan semarak keindahan yang begitu luar biasa hingga memenuhi jiwa dengan penghiburan surgawi.” The Practice Of The Three Hail Marys menyajikan “Doa Penyerahan Diri kepada S.P. Maria dari Tritunggal Mahakudus” berikut ini.. “Dengan segenap hati aku memujimu, Perawan Tersuci, melampaui segenap para malaikat dan para kudus di Firdaus, Putri Bapa yang Kekal. Aku persembahkan kepadamu jiwaku dengan segala kemampuannya. Salam Maria… Demi perkandunganmu yang suci dan tanpa dosa, ya Maria, jadikan tubuhku murni dan jiwaku suci; lindungilah aku pagi ini [petang ini] dari dosa berat. “Dengan segenap hati aku memujimu, Perawan Tersuci, melampaui segenap para malaikat dan para kudus di Firdaus, Bunda Putra Allah yang terkasih. Aku persembahkan kepadamu tubuhku dengan segala inderanya. Salam Maria… Demi Perkandunganmu yang suci dan tanpa dosa, ya Maria, jadikan tubuhku murni dan jiwaku suci; lindungilah aku pagi ini [petang ini] dari dosa berat.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Capricorns Peruntungan: Keruwetan mulai teratasi namun mungkin akan muncul yang baru. Untuk itu jangan mudah percaya dengan omongan orang, berjalanlah dengan prinsip Anda sendiri danhiduplah yang sederhana. Kesehatan: Badan pegal-pegal segera saja dipijat, jangan tunda nanti. Keuangan: Perlu pengawasan ketat terhadap pengeluaran agar pemborosan tidak sampai terjadi diminggu ini. Asmara: Hadapilah tantangan kecil dengan hati yang besar dan lapang dada, jangan cepat menyerah. Aquarius Peruntungan: Pengaruh serta kewibawaan Anda sangat menentukan bagi keadaan sekeliling. Hindari rasa kurang percaya diri, sebab pada hakekatnya hal ini hanya akan merugikan saja. Jangan terpancing dengan omongan-omongan, semua itu hanya akan menghalangi langkah Anda kedepan. Kesehatan: Stamina cukup prima dan pikiran tampak lebih tenang, sehingga sesulit apapun masalah yang Anda hadapi akan teratasi dengan baik. Keuangan: Ibarat perahu layar saat ini kurang mendapat angin jadi jangan coba-coba dulu untuk main spekulasi. Asmara: Bersikaplah terbuka dengan pasangan Anda, sehingga bisa terhindarkan dari segala fitnah dan omongan yang tidak benar. Pisces Peruntungaan: Berhati-hatilah dalam melangkah. Sebab jika Anda salah dalam melangkahkan kaki maka bisa berakibat fatal. Bintang Anda cukup bersinar terang hanya saja ada ombak yang datang menghantam Anda, jika hati-hati maka akan selamat. Kesehatan: Biasakan berolahraga walau sebentar akan tetapi kontinu, itu akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Ingatlah diwaktu susah mencari uang, lantas jika banyak uang jangan sampai lupa diri. Asmara: Anda sedang mengalami gelombang pasang yang hebat, cobalah Anda mengerti dengan sikap yang Anda lakukan dengan memberi kepercayaan tanpa perlu mendiktenya, seperti yang selama ini Anda lakukan. Aries Peruntungan: Nikmati minggu ini dengan penuh kedamaian, tak perlu terbayang-bayang dengan persoalan yang menjengkelkan hati, biarkan yang lalu biarlah berlalu agar hati bisa selalu tenang dan tidak merasa galau. Karier: Ide dan rencana yang akan dilaksanakan sebaiknya mulai dipersiapkan sekarang, apalagi di minggu ini suasana hati tampak tenang dan mampu menciptakan inspirasi baru. Keuangan: Tidak ada masalah karena pemasukan dan pengeluaran masih cukup terkontrol. Asmara: Ada perkembangan yang menarik, si dia tampak cemburu berat minggu ini. Taurus Peruntungan: Keragu-raguan yang disertai sikap emosional tampaknya mendominasi setiap langkah Anda. Kalau hal ini dibiarkan terus sama sekali tak menguntungkan. Kesehatan: Migren cukup mengganggu konsentrasi dan ketenangan Anda, untuk itu berusahalah pikiran dibuat serileks mungkin. Keuangan: Ada hambatan yang mulai terasa di segi financial. Namun, bila Anda mampu mengatasi dengan baik, dampak risiko besar bisa dihindari. Asmara: Suasana tenang dan harmonis dan akan banyak kejadian yang membuat semuanya bahagia. Pertahankan suasana yang baik ini. Gemini Peruntungan: Minggu ini cukup semrawut maka dari itu jangan ragu untuk segera saja mengambil tindakan yang lebih tegas dan berani untuk melakukan pengaturan waktu yang baik dan seefisien mungkin. Terhadap tawaran kerjasama sebaiknya Anda pelajari dulu dan tak perlu tergesa-gesa ambil keputusan. Karier: Tenangkan pikiran dan hati Anda, agar dapat berpikir dengan jernih sekalipun dipertengahan minggu ada perubahan suasana yang tegang menjadi tenang. Kesehatan: Performa tubuh Anda tampak cukup baik dan segar serta bertenaga, sehingga dalam beraktifitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Cukup stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Walaupun menjengkelkan, tetapi suasana bisa dibilang cukup harmonis dan romantis. Cancer Peruntungan: Waspadalah pada mulut manis tapi berbisa di ekornya. Usahakan untuk tidak mudah terpengaruh oleh apapun di awal bulan ini karena banyak yang iri-hati dan ingin menjerumuskan Anda namun tidaklah nampak alias semuanya transparan. Karier: Jangan emosi apalagi sampai terjadi perang mulut agar tidak mempengaruhi kinerja Anda. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan, diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini, jangan menggunakan obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter pribadi Anda karena dampak negatifnya akan sulit untuk bisa dipantau. Keuangan: Rajinlah berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Usahakan untuk tidak marah walaupun ada hal yang menjengkelkan hati. Leo Peruntungan: Jangan berkecil hati dalam melaksanakan segala rencana yang sempat tertunda dimasa lalu, diawal bulan inilah saat yang tepat untuk memperjuangkannya apalagi bintang Pisces lagi pada posisi yang menguntungkan dan cukup mujur. Karier: Hidup ini bak roda berputar semuanya tidak ada yang langgeng, oleh sebab itu sangat beruntung bagi orang yang selalu eling dan waspada. Kesehatan: Jauhkan pikiran Anda dari ketegangan dan kecemasan agar kesehatan tidak sampai terganggu karenanya. Ada baiknya Anda menempatkan suatu permasalahan pada proporsi yang sebenarnya. Keuangan: Cash flow yang ada perlu diperhatikan, sehingga dapat menyadari dan bertindak lebih hati-hati dalam membelanjakan dana yang ada. Asmara: Cobalah intropeksi kedalam apakah sudah benar perhatian Anda kepadanya. Virgo Peruntungan: Diminggu ini perjalanan perbintangan Anda cukup bagus, walau banyak persoalan timbul tenggelam, namun semuanya bisa teratasi dengan baik. Tetaplah optimis, apalagi simpati orang lain terhadap Anda cukup besar sehingga Anda harus bisa lebih percaya diri dan yakin dengan apa yang telah menjadi keputusan Anda. Kesehatan: cuaca kurang begitu bersahabat, sehingga mau tidak mau Anda harus lebih bisa menjaga diri. Keuangan” Boleh meningkatkan hubungan kerja dengan partner lama, asal ada rasa saling pengertian. Asmara: Anda harus puas dengan apa yang selama ini dia berikan pada diri Anda. Libra Peruntungan: Waspadalah! Jangan sembrono apalagi mentang-mentang urusan lancar-lancar saja. Sebab ibarat cuaca bakal datang angin besar melandanya, oleh sebab itu apa salahnya kalau sedia payung sebelum hujan tiba. Karier: Jika ingin mendapatkan nilai lebih saat inilah merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Kesehatan: Jika lapar segera saja makan, tak perlu terus memikirkan persoalan kantor yang tak bakal kunjung selesai tersebut. Ingatlah akan penyakit maag yang Anda derita selama ini usahakan tidak sampai kambuh kembali. Keuangan: Pemborosan merupakan ancaman besar di awal bulan ini, jika tidak bisa berhemat maka kekacauan akan segera menerpa keuangan Anda. Asmara: Tak ada gunanya terus mengeluh didepannya, karena si dia sudah bosan dengan segala keluh kesah Anda. Scorpio Peruntungan: Egois dan rendah diri itu tidak ada untungnya, untuk itu alangkah baiknya disisihkan saja. Kalau dibiarkan berjalan terus yang rugi bukan orang lain tetapi diri sendiri. Kesehatan: Tidak ada problem hanya pandai-pandailah menjaga pola makan yang benar. Keuangan: Perbintangan Anda tampak kurang begitu baik, sehingga kalau dipaksakan untuk spekulasi harus membutuhkan konsentrasi tinggi untuk meraihnya. Asmara: Untuk lebih baiknya asmara memang tidak lantas tutup mata dan telinga, saran masuk mesti diterima dengan baik. Sagitarius Peruntungan: Isu di minggu ini ini sangat merugikan padahal kebenarannya sudah jelas disangsikan. Semua itu hadapilah dengan hati yang lapang dan kepala dingin, anggaplah semua ini merupakan ujian untuk meraih jenjang yang lebih tinggi. Kesehatan: Buat apa ngomongin orang kalau akhirnya diri Anda sendiri yang menjadi stres dan cepat marah karena pikiran negatif yang bisa timbul dari semua itu. Keuangan: Rezeki boleh dibilang cukup lancar dan membikin hati tenang. Asmara: Hindarilah pertikaian yang hanya akan memperburuk suasana dan ketenangan saja.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku

: 22 - 28 Oktober 2017


Redité Kliwon, 22 Oktober 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

RANGDA–

Bencingah

Tembang Bibi Rang-

Komang Indra Wirawan

da wantah

Rwa Bhinéda

KRAMA Hindu patut setata nyagra kahanan makudang-kudang tetamian budaya panglingsir mangda setata becik kawéntenanipun, sinalih tunggilnyané marupa barong miwah rangda. Dr. Komang Indra Wirawan S.Sn., M.Fil.H., akademisi taler budayawan Bali maosang, barong miwah rangda sujatiné wantah cihna sané mabinayan nanging saling BPM/was jangkepin utawi ketah kasengguh rwa bhineda. Nénten wantah nyinahang Purusa-Pradana utawi Siwa miwah Sakti kémanten, nanging taler nyinahang makudang-kudang parindikan sané mabinayan nanging setata masikian minakadi jelé kalawan melah sané setata nyarengin kahuripan krama. “Yadiastun barong miwah rangda nénten prasida kapasahang, sakéwanten nénten majanten krama soang-soang banjar utawi désa adat nyungsung makekalih soroh punika duaning patut nganutin sapunapi loka dresta miwah tetamian sima saking nguni,” baos dané. Manggalaning Yayasan Gases Bali puniki malih maosang, sajeroning agama Hindu wénten sané kawastanin Para Bhakti miwah Apara Bhakti. Tatkala krama sampun becik ngulengang manah tatkala nyinggihang Brahman utawi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sinah nénten ngawigunayang sarana malih, punika sané kawastanin antuk Para Bhakti. Sakéwanten yéning jnana krama inucap durung wikan sakadi punika, sinah sarana wantah kabuatang pisan mangda krama prasida ngulengang manahnyané majeng ring Ida Bhatara, punika sané kawastanin Apara Bhakti. “Sangkaning punika barong miwah rangda sané sampun kapasupati, prasida tur dados kanggén sarana ngulengang manah utawi kasungsung olih krama. Wangun sané nyejehin punika wantah niyasa kasidhian Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané sampun ngardi jagaté,” asapunika Wakil Dekan III Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali puniki maosang. (was)

I Ketut Sandika

Ngemit Raré SAKADI sané sampun kawedar i wawu, sekar raré utawi tembang raré wantah tembang tradisional Bali sané ketah kawigunayang olih alit-alit tatkala maplalianan utawi katembangang saraina, sinalih tunggilnyané marupa tembang Bibi Rangda. Manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., budayawan taler panyurat makudangkudang buku Kebudayaan Bali, nembangang Bibi Rangda sané madaging antuk tetuek tenget ring alit-alit utawi raré nénten ja ngawinang baya, sakéwanten saking nguni kasinahang mawiguna becik kanggén ngemit anak alit utawi raré sinambi ngulengang pikayunan nyinggihang Ida Bhatari Durga antuk prabawan Ida pinaka rangda mangda lédang Ida mapaica karahayuan. “Yéning becik-becik katilik, nembangang tembang inucap satmaka ngamargiang Nama Smaranam utawi nguncarang prabawan Ida BhataraBhatari pinaka prabawan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sangkaning punika minab nembangang Bibi Rangda kamargiang saking nguni pinaka jalaran mangda anak alit utawi raré nénten kagulgul olih sekancan kahanan niskala,” baos dané. Dané sané embas ring Nyalian, 11 Februari 1988 puniki malih maosang, yadiastun kocap nembangang tembang punika jagi ngrauhang “energi” niskala, sakéwanten patut kauningayang tetuek tembang asapunika taler tetuek Bibi Rangda utawi Bhatari Ibu sakadi sané munggah ring tembang inucap. Duaning tatkala raré utawi alit-alit sané nembangang, kajantenang sané rauh wantah “Ibu” utawi kasidhian Durga sané manados wit ipun sareng sami pinaka sinalih tunggil daging jagaté puniki. Sangkaning punika tatkala alit-alit nembangang Bibi Rangda sinambi nyinahang rasa girang miwah bagia, sinah kajantenang Ida jagi mapaica rasa liang bagia miwah manah suka. “Sangkaning punika, nembangang tembang Bibi Rangda sinambi maplalianan wantah kanggén ngicalang rasa takut saking kahanan tenget saking Bhatari Ibu utawi Ida Bhatari Durga sané kasinggihang ring tembang inucap,” baos Ketut Sandika. (was)

IX Angganing Bun Tan Pajalaran

(99)

tembang sané nyinahang kahanan tenget. Tembang puniki ketah katembangang sajeroning sesolahan calonarang. BPM/was

Bibi Rangda

Tattwa ”Sakti” ring Sekar Raré Bibi, Bibi Rangda apang durus karyan Bibi, Bibi majauman, Kelod Kangin jumah dané jegeg lengser… Suba jani keto tiang ngaba aled munyi, sesanganan kaon, jaja sirat, kakuluban bungan durén… Durén, durén ijo sumangkané kuning gading, kanti lampa nguda, salak nangka, kaliasem mangaroncé KRAMA Bali majanten uning utawi ketah mirengang tembang inucap, sinalih tunggil tembang alit-alit utawi sekar raré sané ketah katembangang ring Bali nguni kantos mangkin. Kruna tembangnyané nénten akéh sada bawak sané ngawinang nénten méweh katembangang. Napi malih nénten madaging ugeruger minakadi ngawigunayang pada lingsa sakadi ring sekar alit, majanten dangan katembangang sakadi nembangang “méongméong” utawi “juru pencar”. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., budayawan taler penulis bukubuku Kebudayaan Bali puniki maosang, tembang Bibi Rangda dumun ketah katembangang ri kala alit-alité maplalianan tradisional, minakadi maplalianan cing-

klak utawi maplalianan mengkebmengkeban tatkala nyelehin sapasira sané jagi mengkeb tur sapasira sané jagi ngalih. Ring parikrama plalianan maméongméongan taler katembangang Bibi Rangda inucap, pamekas risampuné wusan nembangang tembang méong-méong. “Nénten kauningayang sapasira sané ngardi tembang inucap, pidan miwah sapunapi tembang Bibi Rangda punika kakaryanin. Sakéwanten sangkaning nénten ngawigunayang tata-titi sakadi ring sekar alit utawi pupuh, sinah alit-alité lewih dangan nembangang,” baos dané. Manawita kaselehin krunakruna ring tembang inucap napi malih wénten kruna “rangda” ring murdan tembang, majanten

kasinahang kahanan tenget saking sekar raré punika. Yéning katilik kadasarin antuk makudangkudang sastra minakadi Lontar Rangda Kesian, Lontar Kala Tattwa, Siwa Tattwa Purana, Pangiwa taler Budhakecapi, Bibi Rangda sané ketah taler katembangang tatkala rangda masolah sajeroning calonarang wantah madaging antuk tetuek Tantra sané sujatiné katengetang. Minakadi kasinahang rangda sané kasengguh bibi-bibi sujatiné nyinahang krama istri utawi dados kabaosang Sakti. Manut lontar utawi sastra tantra kabaosang, Siwa nénten prasida ngamedalang utawi ngardi jagat taler sekancan dagingnyané yéning nénten kasarengin antuk Sakti pinaka cihna kasidhian. Malih dané maosang, lengkara salanturnyané inggih punika, apang durus karyan bibi satmaka nugesang manawita Sakti sampun prasida nyarengin pangriptaan jagat puniki, sinah patut pisan bibi majauman

utawi Sakti inucap ngamargiang panyikian purusa miwah prakerti. Majauman punika mawit saking kruna “jahum” utawi JAH miwah UM inggih punika “simulaktra” saking kruna Ang miwah Ah, inggih punika rwa binedha sané patut masikian dados Ong. Wusan punika genah ngamargiang majauman inucap wantah ring Kelod Kangin pinaka genah panyikian saking Kelod utawi barak miwah Kangin utawi putih satmaka niyasa panunggalan miwah kasidhian. Manut tetuek utawi tattwannyané, cihna warna putih wantah kama petak tur barak wantah kama bang, dadosné Kelod Kangin genah kalewihan utawi kajegégan sang kaweruhan. Sangkaning punika makasami jatmané meled ngrereh genah mangda ngamolihang kaweruhan punika sané kasinahang antuk lengkara jumah dané jegég léngsér. Sakti taler kaweruhan punika sané katuju tur risampuné kapolihang mangda prasida kanggén dasar nelebang

kasidhian miwah ri kala mareraosan utawi dados aled munyi. Kawijayan miwah dharma sané prasida ngasorang kakaonan wantah dados paatur-atur utawi sesanganan kaon tur dharmaning sesana inucap wantah jaja sirat utawi sesirat miwah sungsungan. Tios punika, mangda prasida ngicalang rasa takut kantos kapanggih kahanan kalepasan raga sakadi i buah semangka sané sampun tasak tur kelés saking punyanipun. Sampunang dados sakadi buah kati lampa nguda sané kelés sangkaning nénten kantun madaging getah. “Manawita kantun wimuda sapatutné ngamargiang tur nabdabang sekancan kahanan sekala sané becik. Risampuné prasida lepas saking pakilitan inucap tan bina sakadi kulit ari salak sané maklupasan, sinah uning yéning rasa masem, manis, pait, pakéh miwah sané tiosan punika wantah pepayasan kahuripan sané mangaroncé,” asapunika Ketut Sandika nartayang. (was)

Rangda, Niyasa Bhatari Ibu Sajeroning Gama Tirtha SAKADI sané sampun kauningayang, krama Hindu nami makudang-kudang tetamian saking panglingsir. Wénten sané marupa kapatutan adat utawi dresta, wénten marupa sesolahan seni miwah sané siosan. Krama Hindu taler madué cecihnan sajeroning parikrama magama, ketah ngawigunayang piranti-piranti sakadi arca utawi togog pinaka sarana ngulengang manah tatkala nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Wénten taler piranti niyasa Ida Bhatara-Bhatari sané marupa rangda sané akéhan jagi nyarengin barong sané manados sungsungan ring soang-soang banjar utawi désa adat. Manut Dr. Komang Indra Wirawan S.Sn., M.Fil.H., budayawan taler dosén IKIP PGRI Bali, rangda sujatiné wantah niyasa saking Sakti Durga sané kajantenang olih para panglingsir krama Hindu Bali sané ngamargiang Gama Tirtha. Punika wantah sangkaning rasa angob para panglingsir antuk sahanananing parikrama jagaté, minakadi indik embas-maurip-padem miwah makudang-kudang kahanan sané tiosan ring jagaté sané satmaka sampun wénten sané nabdabang. Sangkaning pikayunan puni-

ka, makasami nyelehin rangda pinaka wangun saking Bhatari Ibu sané pinih kautamayang sajeroning parikrama Bali nguni sané kantun nelebin Gama Tirtha utawi agama ring jagat agraris. Bhatari Ibu kajantenang pinaka Ida Bhatari sané ngembasang jagat taler sekancan dagingnyané antuk wangun minakadi prerai sané serem nyejehin satmaka niyasa sapunapi kasidhian jagat sané tan sida katandakin, susu sané lantang nglénténg cihna bhatari sané setata nyagra kahanan jagat, sané ngupapira taler mralina sangkaning kuasa ring sekancan mauripé. “Makasami punika wantah prabhawa Bhatari Ibu pinaka cihna saking palemahan utawi pertiwi sané becik miwah gemuh raharja, taler ngamedalang makudang-kudang tetanduran sané mabuat ring jatma, toya sané kaembahang saking susunnyané. Sangkaning punika kantos mangkin tetuek kagemuhan jagat kantun kasinahang antuk parikrama napak siti utawi napak pertiwi sajeroning sesolahan rangda,” baos dané. Sangkaning punika rangda manados simbol kahuripan sané “réligius-mistik” saking krama

Hindu Bali antuk parikrama magama tirtha. Dane malih maosang, rangda sakti utawi Bhatari Uma ketah kasinahang antuk kalih kahanan, inggih punika saumya utawi santa miwah kahanan kroda utawi raudra. Sakti ring kahanan raudra kasinahang antuk sakti sané krodha, nyejehin miwah sidhi saha kasinggihang antuk makudang-kudang wangun, minakadi Kalika, Kali, Candika, Karali tur ring Bali akéhan kasinggihang dados Durga antuk makéh agem-agemnyané. Ring sajeroning Puranik utawi Purana, Durga mateges antuk “benteng sané siteng” sangkaning punika Ida kasinggihang dados “sané nyagra kahanan sami” antuk wangun sané serem tur nyejehin. Ngeninin indik rangda sajeroning calonarang, Indra Wirawan maosang wantah parindikan utama sajeroning parikrama sesolahan inucap. Yéning nénten kadagingin rangda sinah nénten prasida kabaosang sesolahan calonarang, duaning tetujon sesolahan inucap kamargiang wantah dados parikrama nyomya Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit malarapan antuk parikrama masolah rangda. Dané malih maosang, sios nganutin kahanan

SASUKAT Luh Mégantari sareng Gusti Ngurah Jelada majanji saling tresnain nanging nénten kantos saling druénin alaki rabi, ngawinang tingkahné Luh Méga sada kadi kikuk. Biasanné yéning magandéng magelut kadi mapacaran, mangkin kasih kadi anak manyama. Reramanné marasa nyelsel ningalin abah pianakné masalin. Napi malih Gusti Ngurah Jelada marasa sedih, ajerih yén puniki ngawinang manahné Luh Méga ngekoh, nénten seleg malajah. Timpal-timpalné latihan Pramuka ngrasayang perobahan abahné Luh Méga arepé ring Ngurah Jelada sané biasanné soméh, setata garjita masalin kadi sendu, kenyemné sirna. “Beli Ngurah, Luh Méga, ampurayang yén tiang bani matakon sada pribadi tekén Beli Rah, ingeté iraga matimpal ajak gradag-grudug sesai,” baosné Déwa Gedé Ngurah alon. “Nggih,masalah napi? Orahang ja terus terang. Ten kénkén!” baosné Ngurah Jelada.

“Rasayang tiang ajak timpaltimpalé pada, Beli Rah ajak Luh Méga cara ten wawuh mara suud liburan aminggu. Napi Luh Méga ngambul, utawi cemburu Beli Rah ngelah pacar baru? Utawi malah Beli Ngurah ané cenidra mireng gatra miring Luh Méga ane selingkuh?” “Sira ngoraang tiang selingkuh? Kadén Déwa, Désak ajak timpal-timpalé nawang tiang setata jumah. Yén ada truna malali mulih paling-paling misan mindon tiangé mulih uli Denpasar lan Singaraja. Yén cemburu masih ten. Kadén biasa Tungurah setata rubung céwék di sekolahan. Iraga kari pada bébas bergaul,” baosné Luh Méga nyelag sada sengit. “Maksud Iangé sing kéto Mbok. Dadi jani tingalin cara sing mesra cara ipidan. Yén magandéng sing magelut, yén naar jaja, rujak, apa buin nasi bungkus sing nyak magibung. Iang takut kayang masuké malah sing seleg malajah. Kénkén né Mbok?” raosné Dék

Sutini “Ah sing ada apa Dék, Désak, Mang Juniathi pada. Tiang biasa dogén. Lamun sing percaya nééh jani kar madiman, asal sing pada ngepah iri nepukin,” baosné Ngurah Jelada saha ngelut Luh Méga ané mapi nyenger nanging nyerah ciuma pipinné kiwa tengen. “Naah ané kéto mara demen tiang nepukin. Dadinné timpalé milu sumringah yéning komandané liang. Tiang masih milu uuh cup uah.” Désak Marmita nyium Déwa Gedé Ngurah. Pramukané masuryak liang bubar sami budal. Ngurah Jelada lan Luh Méga magandéngan. Rauh jumah sang kalih ngraris ngojog ka paon ngarya darang ajengan, jangan kangkung matumis, fuyunghay, tim bé julit lan sambel goréng udang manis. Sami jaen ngulangunin. Sang kalih ngajeng magibung saling sopin, mesra kadi tan wénten walang ati malih. Usan ngajengang sesampuné nampedang ajengajengané ring lemari makané

BPM/was

NYUNGSUNG – Satios pinaka sinalih tunggil parindikan utama ring sesolahan calonarang, krama Hindu ketah nyungsung patapakan Ida Bhatara sané marupa rangda miwah barong. satuannyané, warnan rambut rangda sané mabina-binayan wantah nyinahang tegeh-andap paletan kasidhianipun tur majanten sesolahannyané mabina-binayan. Wénten sané ngawigunayang tabuh tunjang rangda, tunjang rarung, tunjang sari miwah sané siosan manut pangapti parikrama sesolahan inucap. “Ring parikrama sesolahan-

nyané, wénten sané kawastanin yantra miwah mudra saha sekancan parikramaipun minakadi; ulap, ngeraja singa, nyeléog miwah sané siosan wénten tetueknyané. Samian punika masaih ring mudra Ida Sang Sulinggih, inggih punika nuju kamanunggalan utawi sandining lango, sakéwanten kamedalang antuk tata-titi sesolahan,” dané negesang. (was)

sang kalih raris ngisis ring térasé, nyambilang marerasan indik pakrimik timpal-timpal Pramukané inunian ring lapangan. Sujatinné samian timpalné sayang lan tresnasih ring raganné. “Tungurah ampurayang tiang sané ten bisa ngaba sebeng mawinan timpalé pada sangsaya iraga madué masalah rumit sané tan sida puput pari purna kadi benangé samben.” “Sayang Luh Méga, nguda I Luh ngoraang masalah iragané tusing pragat. Yadiastun indik pragaté tusing ngulangunin manah. Yén para pahlawané berjuang sing takut mabéla pati ané kadanin puputan, asal guminé sida merdéka, ento masih madan pragat pari purna. Yén jani iraga tusing sida matemu makurenan, nanging saking tulus iraga nyidayang nyelametang kulawarga apang tusing camput, sujatinné ento masih madan yadnya puputan. Tresnan Beliné ajak I Luh sujatinné suba ngulangunin manah,

kayun reraman iragané soangsoang. Satmaka wujud bhaktin iragané tekén kawitan. Depang tresnan iragané langgeng aba kayang kawekas,” baosné Ngurah Jelada ngembeng-ngembeng toyan panonné. Luh Méga nganengneng Ngurah Jelada mabaos kadi ngemu duka lara, sareng ngwarangin tangis, raris malaib ka ruang tamu sigsigan. Ngurah Jelada taler nutug. Sang kalih magelut ring sofané. Toyan panonné campuh saling pagut. Kayunné nyag ajur kadi gedah pantigang. “Tungurah, yadian tulus rasa tan sida tiang nandang lara sesai magaleng yéh mata.” “Pangawit mula kéné. Tresnan iragané enu mredi amrih sukaning awak. Jani jalan tunggalang kadi bakti ring Widi. Ida ané nitahang jatu karman iragané. Depang tresnané maubah dadi welas asih. Cinta suci itu tidak selalu harus memiliki,” baosné Ngurah Jelada. (Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Kliwon, 22 Oktober 2017 TRADISI - Tradisi Kebo-

Pura Jagat Dumadi

keboan

Piodalan Saniscara Wagé Purnama Kanem

ring Désa

SATIOS ring Bali, ring dura Bali taler akéh kawéntenan wangunan suci agama Hindu. Inggian marupa genah patoyan, candi wiadin pura. Minakadi ring Surabaya, akéh pura inggian alit wiadin ageng kawangun irika. Sinalih tunggil pura alit sané kawangun ring wewidangan Gresik mawasta Pura Jagat Dumadi. Aran Pura Jagat Dumadi inucap sujatiné matetuk. Jagat artosnyané palemahan/ dunia, Dumadi tegesnyané durus/jadi. Mawinan punika, Jagat Dumadi mateges pura sané kawangun pinaka genah ngamargiang pamuspaan ring jagat puniki. Pura sané pinih kapertama kawangun ring Gresik puniki mawit kawangun daweg warsa 1970 olih panglingsir irika. Pura inucap sampun ketah kabecikang. Ring tanah sané jimbarnyané wantah 750 m2 kawangun makudang-kudang wangunan marupa Sanggar Pamujaan sané madinding bedég miwah mabataran tanah. Wangunan Padmasana kakaryanin saking triplék. Ring warsa 1985, krama mupulang dana punia miwah saking asil pamupon pamula-mulaan. Jinah inucap sané kawigunayang nglanturang pawangunan pura. Ngranjing ring warsa 2001, krama malih numbas tanah pinaka palebaan pura mangda nganutin Tri Mandala, inggian Utama Mandala, Madya Mandala, miwah Nista Mandala utawi jaba sisi. Wangunanwangunan pura malih kabecikang kantos mawasta jangkep tur puput. Daweg Purnama Kanem, 29 Desember 2001, kamargiang upacara mlaspas miwah ngenteg linggih ring Pura Jagat Dumadi. Ring ajeng pamedal wénten kalih patung. Ring sisi tengen pacang kapanggihin wangunan balé kulkul. Nyabran pujawali utawi piodalan, kulkul inucap kasuarayang pinaka cihna ring pura inucap wénten karya. Nyabran wénten pujawali, krama Hindu iriki nuur sulinggih saking Kenjeran utawi Malang. Soang-soang pura pastika nyungsung pratima utawi arca tiosan. Manut panglingsir Pura Jagat Dumadi, Mbah Gondo, precaya utawi nénten, mawali malih ka soang-soang pikayunan krama. “Sujatiné, samian agama punika pateh. Samian umat nyinggihang Tuhan antuk aran sané matios-tiosan. Sajeroning Hindu kasengguh Ida Hyang Widhi Wasa,” baosnyané. Akéh para yowana saking dura Jawi sané magama Hindu sané ngamargiang pamuspaan iriki. Satios ngamargiang pamuspaan, dané taler mareresik ring pura inucap. Nyabran raina Redité, ring pura inucap kamargiang parikrama pendidikan agama Hindu. Satios punika, akéh parindikan sané kamargiang ring pura inucap. Mawit saking piodalan sané kamargiang awarsa apisan, pamuspaan Purnama miwah Tilem sané kamargiang nyabran kalih bulan apisan, pamuspaan raina nyepi sané kamargiang nyabran warsa pinaka pakéling Warsa Saka, rainan Galungan, Kuningan, miwah rainan-rainan Hindu tiosan. (aldilla/ dewi/febe/uma)

kama-

Alasmalang, Banyuwangi rgiang daweg raina Redité, (1/10) lintang. Tradisi puniki kamargiang krama sadurung masan nandur

Dresta Kebo-keboan

(Bali Post/udi)

pantun.

Kamargiang Nuju Nandur Pantun Krama Désa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur madué dresta tawah sané kamargiang nyabran rauh masan nandur pantun. Krama ngamargiang dresta Kebo-keboan nyabran bulan Muharam utawi Suro sajeroning pananggalan Jawi. Warsa puniki, dresta turun-tumurun puniki kamargiang daweg Redité (1/10) lintang. Dresta/tradisi sané kamargiang puniki wantah cihna angayubagia antuk asil pamupon sané maliah. SAJERONING basa Jawi, kebo maartos kerbau. Pamargin tradisi puniki kakawitin antuk kenduri desa, kauntatin antuk rutial ider bumi utawi ngiterin wewidangan désa. Ri kala ider bumi, makudang-kudang “manusia kerbau” kaarak ngiterin désa. Nyabran bucun désa kamargiang upacara. Salami upacara kamargiang, “manusia kerbau” nyinahang pakaryan bercocok tanam. Minakadi matekap, nandur pantun, kantos majukut. “Kebo” sané kaarak wantah para petani sané kapayasin sakadi kebo. Awaknyané kauapin antuk adeng mawinan kantos selem denges, mirip sakadi kebo. Ring sirahnyané kadagingin pepayasan marupa tanduk kebo miwah magelang krincing ring tangan miwah batis. Acara kakawitin antuk syukuran miwah makan bersama ring pasimpangan margi. Wénten

roras tumpeng miwah sesajén kaaturang. Satios punika kasayagayang taler makudang-kudang olahan asil gumi krama irika. “Wilangan tumpeng miwah sesajén puniki pinaka niyasa bulan taler raina sané nyinahang siklus kahuripan manusa salami awarsa. Wénten roras bulan, pitung raina, miwah limang raina pasaran,” baos Indra Gunawan, sinunggil krama Desa Alasmalang. Wus punika, kamanggalain olih tokoh adat irika, makudang-kudang “manusia kerbau” kaarak ngiterin désa kairingang antuk gambelan khas Suku Using, angklung. Acara puniki kasengguh ider bumi. Para petani sané kapayasin sakadi kebo wénten sané karauhan. Dané mamargi sakadi kebo sané sedekan matekap. Dané taler makipu ring enduté, miwah ngliling ring sapanjang margi sané kalintangin. Ri kala

mamargi taler para kebo inucap makta piranti matekap. Pamargin upacara kauntatin antuk matekap miwah nyambehan benih pantun ring carik. Sajeroning pamarginnyané, benih pantun kasambehang olih Dewi Sri sané kamargiang olih sinalih tunggil yowana istri ring désa inucap. Wus benih kasambehang, krama marebut mangda polih benih inucap. Kaprecaya, benih inucap prasida ngicén kalanduhan tetanduran. Asil pamupon taler maliah. Satios pinaka cihna rasa angayubagia, tradisi Kebo-keboan puniki taler kaprecaya pinaka ritual panulak bala. Tradisi puniki sampun kamargiang ngawit 300 warsa lintang. Kala punika, Desa Alasmalang keni grubug. Salanturnyané, Buyut Karti, panglingsir désa inucap polih pawisik mangda ngamargiang upacara selamatan bersih desa. Antuk punika, krama ngamar-

Candi Sambisari

damping). Ring jaba sisi dinding wangunan candi utama, wénten wangunan relung sané madaging patung Durga Mahisasuramardini ring sisi Kaja, patung Ganesha ring sisi Kangin, patung Agastya ring sisi Kelod, miwah ring sisi Kauh wénten kalih patung Ma-

inan, araina sadurung Kebokeboan kamargiang, kakawitin dumun antuk nyekar ka genah makam Buyut Karti,” baos Indra. (kmb30/uma)

Satua

Satua I Siap Selem

Kapanggihin olih Petani CANDI Sambisari wantah sinalih tunggil Candi Hindu (Siwa) sané magenah ring wewidangan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Candi sané kawangun daweg abad kaping 9 masa pemerintahan Rakai Garung, Zaman Kerajaan Mataram Kuno puniki dumun naen kaurug antuk material vulkanik merapi. Salanturnyané daweg warsa 1996, candi puniki malih kapanggihin olih sinalih tunggil petani ring Désa Sambisari, sané salanturnyané kabecikang malih ring warsa 1986 olih Dinas Purbakala. Aran désa puniki sané salanturnyané kadadosang pinaka aran candi inucap. Kaiterin antuk pagehan beton antuk jimbar 50m x 48m, kompleks candi puniki madaging candi utama miwah kasarengin tetiga wangunan candi perwara (pen-

giang tradisi Kebo-keboan, para petani nyuti rupa dados kebo. “Buyut Karti wantah panglingsir Desa Alasmalang sané ngawitin tradisi puniki. Maw-

Kaketus saking Pupulan Satua Bali

BPM/ist

hakala miwah Nandiswara. Ring candi utama wénten Lingga-Yoni sané wangunnyané ageng. Daweg penggalian, satios wangunan candi, taler kapanggihin soroh benda purbakala tiosan minakadi, tembikar, perhiasan, cermin logam, miwah prasasti. (*)

ADA katuturan satua I Siap Selem ané ngelah panak pepitu, ané paling cerik tusing ngelah bulu madan I Doglagan. Sawai-wai I Siap Selem ngalih amah nganti ka dauh pangkungé. Sedek dina anu, ri kala I Siap Selem tekén panak-panakné ngalih amah dauh pangkungé, lantas langité magrudugan cihna lakar ujan. “Mé, lan jani mulih. Ento gulemé gedé pesan,” kéto panakné kelihan ngomong. “Aa Mé, tiang takut nyanan iraga ujanan dini,” panakné lénan milu masaut. “Cening jak makejang, lan jani ditu di umahé ento malu maémbon. Yén jani iraga mulih sinah iraga ujanan. Tolih ento adiné I Doglagan, ia tusing ngelah bulu. Yén ia ujanan pepes sinah ia bisa mati,” kéto I Siap Selem ngomong tekén panakné. Lantas I Siap Selem tekén panakné makapitu ngojog umah ané ada di sisin pangkungé. “Jero... Jero sané madué pondok niki, dados ké tiang milu maémbon?” kéto I Siap Selem matakon. Lantas pesu ané ngelah umahé, tusing lén tuah méong lua madan Méng Kuuk. “Ngéong ngéong.. ih Cai Siap Selem ngudiang Cai mai?” “Jero Méong, tiang mriki jagi maémbon mawinan tiang madué pianak-pianak kari alit. Tusing melah keneh tiangé ngajakin ngrobok ujan.” “Nah lamun buka kéto, lan mai macelep ka tengah,” ditu lantas Méng Kuuk ngajakin I Siap Selem tekéning pianakné mulihan. Sajaan lantas tuun ujan bales pesan ngaenang pangkungé blabar. Méng Kuuk nanjénin I Siap Selem apanga nginep di umahné. I Siap Selem nyak nginep krana ia madalem pianakné. Petengné I Siap Selem tusing ngidaang pules sinah ditu lantas ia ningeh Méng Kuuk marerembug ajaka panak-panakné. “Cening ajak makejang, petengé ené iraga lakar mapésta. Né Mémé ngelah siap pengina ngajak pianak pepitu,” kéto munyiné Méng Kuuk. “Tiang baang kibulné Mé!” kéto pasaut panakné. “Tiang baang kampidné Mé!” panakné lénan milu masaut. Ningeh tutur Méng Kuuk tekén panakné buka kéto, lantas I Siap Selem nundunin panak-panakné makejang. “Ning bangun Ning, ento Méng Kuuk nagih ngamah iraga. Mai jani iraga magedi uling dini. Cening malu makeber nyanan Mémé nutug.” Lantas sakabesik panak I Siap Selemé makeber ngecosin pangkung. Brrr.. Burr.. Suuak… kéto panakné ané paling kelih makeber. “Apa ento Siap Selem?” matakon I Méng Kuuk. “Ento don timbulé ulung,” kéto I Siap Selem nyautin. Brrr.. Burr.. Suuak… kéto panakné lénan makeber. “Apa ento Siap Selem?” Méng Kuuk buin matakon “Ento don tiingé ulung,” pasautné Siap Selem. Lantas sakabesik pianakné I Siap Selem makeber ngentasin pangkung. Jani enu I Siap Selem tekén I Doglagan dogén ditu di umahné Méng Kuuk. Mabesen lantas I Siap Selem tekén I Doglagan. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu KLIWON, 22 OKTOBER 2017

9

SPORT

Marquez Tetap Waspadai Dovi

Kane akan Pajang di Tembok

Madrid – Pertandingan melawan Real Madrid rupanya punya kesan yang spesial bagi seorang Harry Kane. Pasalnya, di laga tersebut Kane mendapatkan hadiah yang spesial yakni bertukar jersey dengan Cristiano Ronaldo. Tottenham Hotspur berjumpa Madrid di laga matchday ketiga Grup H Liga Champions di Bernabeu, tengah pekan lalu. Spurs sempat unggul dari gol bunuh diri Raphael Varane sebelum disamakan oleh penalti Ronaldo. Begitu laga usai, pemain kedua tim lalu melakukan tukar jersey. Momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Kane. Pemain berusia 24 tahun langsung menghampiri Ronaldo untuk meminta jersey miliknya. “Saya meminta jersey miliknya di akhir laga,” ujar Kane, Sabtu (21/10) kemarin. “Ronaldo adalah contoh yang saya tiru saat saya tumbuh dewasa. Mendapatkan jersey miliknya adalah hal yang bagus. Saya akan membingkainya dalam pigura. Saya memberikan jersey saya untuknya, saya tidak tahu akan diapakan olehnya,” sambungnya. Meski gagal mencetak gol, dan tidak mampu mempertahankan keunggulan, Kane tetap melihat laga melawan Madrid sebagai capaian yang spesial. Bomber timnas Inggris juga yakin bahwa fans Spurs senang dengan penampilan mereka di laga itu. “Itu adalah malam yang menyenangkan bagi kami. Kami bisa membayangkan ada rasa bangga dari fans kami. Seluruh klub juga bangga dengan h a s i l i t u , ” t u t u p Kane. (kmb33/ rtr)

BPM/rtr

Countiho Ingin Liverpool Menang Terus Maribor – Gelandang Liverpool, Philippe Coutinho merasa senang timnya meraih kemenangan perdana di Liga Champions musim ini. Coutinho pun meminta The Reds untuk mempertahankan tren positif tersebut. Liverpool tampil impresif saat bersua Maribor di Stadion Ljudski vrt pada matchday ketiga Grup E Liga Champions tengah pekan lalu. Turun dengan skuat terbaiknya, skuat Si Merah menang tujuh gol tanpa balas atas Maribor. Ketujuh gol Liverpool disarangkan Roberto Firmino pada menit ke-4 dan 54’, Philippe Coutinho menit ke-13, Mohamed Salah menit ke-19 dan 39’, Alex Oxlade-Chamberlain menit ke-86, dan Trent Alexander-Arnold menit ke-90. Bagi The Reds, ini adalah kemenangan yang perdana di ajang Liga Champions 2017-2018. Pada dua laga sebelumnya mereka ditahan 2-2 Sevilla dan bermain 1-1 melawan Spartak Moskow. Selain itu, Liverpool juga menyudahi torehan buruk dalam empat laga terakhir yang berkesudahan dengan skor sama imbang. “Tim ini sangat fokus dari menit awal. Sudah agak lama kami tidak menang. Kami selalu membuat peluang tanpa bisa mencetak gol. Tetapi pada laga ini semuanya berjalan dengan semestinya dan kami melakukannya dengan baik,” ujar Coutinho, Sabtu (21/10) kemarin. “Kami harus terus bekerja keras untuk bisa melanjutkan hal ini. Kami masih memiliki laga lain melawan Maribor di kandang, di mana kami berharap bisa bermain dengan bagus,” lanjutnya. Hasil positif ini membuat Liverpool kini bercokol di puncak Grup E dengan nilai lima. Mereka unggul produktivitas gol atas Sevilla yang menempati posisi kedua. (kmb33/rtr)

Bergantung Ketajaman Kane

London –

Duel panas akan tersaji akhir pekan ini saat Tottenham Hotspur kedatangan tamunya Liverpool di Wembley, Minggu (22/10) malam. Pertemuan ini menjadi pertemuan dua tim yang gemar bermain menyerang. Tottenham pulang ke Wembley dengan modal positif saat bermain imbang 1-1 melawan juara Liga Champions, Real Madrid tengah pekan ini. Hasil itu melambungkan kepercayaan diri tim asuhan Mauricio Pochettino saat kedatangan Liverpool, tim yang tengah mencari bentuk dan konsistensi di Premier League. Selain memiliki modal positif, Spurs tampaknya juga sudah mulai nyaman dengan Wembley. Di stadion nasional Inggris tersebut, Spurs memang kerap memiliki nasib buruk. Namun kemenangan atas Borussia Dortmund dan Bournemouth di sana membuat mereka terlihat semakin nyaman saat bermain di kandang. Spurs sendiri memiliki beberapa masalah cedera. Ben Davies, Victor Wanyama dan Erik Lamela disebut memiliki masalah dan akan absen pada pertandingan tersebut. Namun kabar gembira datang dengan kembalinya bek kiri Danny Rose. Bahkan Rose sudah sempat bermain sebagai pengganti saat melawan Real Madrid. Striker Hary Kane akan kembali menjadi tumpuan. Manajer Liverpool, Juergen Klopp mengomentari perbandingan ketajaman striker Tottenham Hotspur, Harry Kane dan bomber Manchester United, Romelu Lukaku. Klopp menilai Kane lebih berbahaya dibandingkan Lukaku di depan gawang. “Saya sebenarnya tidak berhak menilai keduanya (Kane dan Lukaku). Perbedaannya adalah Kane lebih banyak berperan dalam permainan ketika ia tidak mencetak gol, tapi saya yakin Lukaku akan seperti itu juga,” kata Klopp, Sabtu (21/10) kemarin. “Kami mencegah Lukaku menguasai bola, sama seperti terjadap kane. Namun jika kami hanya terfokus pada satu pemain, masih ada Dele Alli atau Christian Eriksen dengan tendangan dan umpan akurat,” imbuhnya. Klopp memprediksi, sinar Kane akan jadi tantangan besar bagi Spurs dalam beberapa tahun ke depan. Banyak klub besar yang akan membidik pemain tersebut untuk direkrut dari Spurs. Saat ini Kane dirumorkan tengah masuk radar Real Madrid untuk didatangkan ke klub raksasa La Liga Spanyol itu. “Akan menjadi tantangan yang amat besar bagi mereka dalam beberapa tahun ke depan karena Kane bukan hanya striker terbaik di Eropa, tapi juga 100 persen salah satu striker terbaik di dunia,” kata Klopp. Namun sang pemain mengaku ingin tetap setia bersama Spurs. “Saya senang jadi one-club man. Tergantung bagaimana masa depan klub dan sebagainya. Tapi saya telah mengatakan, saya ingin bertahan di sini,” ujar Kane. Kane menjelma menjadi salah satu striker paling berbahaya yang dimiliki Spurs. Di musim lalu Kane sukses mencetak 35 gol dari 38 penampilan buat klub berjuluk The Lily White tersebut. Pada musim ini, Kane berhasil mencetak 11 gol dari 11 pertandingan. Itu artinya, Kane tak pernah absen menjebol gawang lawan. Kecemerlangan Kane bersama Spurs menarik minta Real Madrid. Kane dianggap pas untuk menggantikan Karim Benzema yang telah menurun performanya. Kane memiliki klausul transfer 54 juta pound sterling atau Rp 962 miliar. Ia juga masih terikat kontrak hingga Juni 2022. Kane mengatakan, ada beberapa faktor yang membuatnya kerasan bermain bagi Spurs. “Pusat latihannya luar biasa, manajernya fantastis, dan kami punya tim muda. Jadi ini bagus,” kata Kane lagi. Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengatakan timnya akan menangani laga menghadapi Liverpool, layaknya saat mereka bermain imbang 1-1 kontra Real Madrid dalam ajang Liga Champions di tengah pekan lalu. Di laga tersebut kiper Spurs Hugo Lloris beberapa kali melakukan penyelamatan fantastis sehingga timnya bisa meraih satu poin di Santiago

Bernabeu. Usai laga sang manajer menyebut timnya punya kemampuan untuk bersaing menghadapi klub-klub elite Eropa. Kini mereka akan menghadapi salah satu klub besar di Liga Primer. Sekarang kami akan bermain seperti di laga kontra Real Madrid,” kata Pochettino. “Saya pikir itu adalah pengalam a n yang san-

gat bagus bagi kami untuk bermain di setiap laga dalam tiga pekan ke depan. Jika Anda ingin bermain di laga final atau kompetisi yang membutuhkan banyak energi, ini adalah periode untuk banyak belajar bagi kami,”imbuhnya. Spurs mengincar kemenangan keempatnya secara beruntun di ajang Liga Primer saat menjamu Liverpool di Wembley. Mereka kini menempati peringkat ketiga, tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Manchester City. Kubu Liverpool juga tengah dalam motivasi tinggi setelah menang besar tujuh gol tanpa balas melawan Maribor di Liga Champions tengah pekan ini. Kemenangan besar ini menjadi modal berharga saat melawan tim kuat seperti Tottenham. Namun melawan Spurs, Klopp harus membenahi lini belakang mereka. Dalam beberapa pertandingan terakhir, pertahanan The Reds memang terus mendapatkan kritikan karena seringkali kebobolan lewat golgol mudah. Menarik melihat siapa yang akan dimainkan di lini belakang saat berkunjung ke Wembley. Pada pertandingan nanti, Liverpool masih tak akan bisa memainkan penyerang terbaik mereka, Sadio Mane yang mengalami cedera. Begitu juga dengan belum pulihnya Adam Lallana juga membuat Mohamed Salah, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino tampaknya akan tetap jadi andalan, meskipun ada nama Daniel Sturridge yang bisa menjadi pembeda di tengah pertandingan. (kmb33/rtr/afp)

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Tottenham: Lloris, Trippier, Sanchez, Alderweireld, Vertonghen, Dier, Dembele, Alli, Eriksen, Son, Kane. Liverpool: Mignolet, Alexander-Arnold, Moreno, Lovren, Matip, Can, Henderson, Wijnaldum, Coutinho, Firmino, Salah. STATISTIK KEDUA TIM Head to Head Tottenham Hotspur vs Liverpool : 12/02/2017 : Liverpool 2–0 26/10/2016 : Liverpool 2–1 27/08/2016 : Tottenham Hotspur 1–1 02/04/2016 : Liverpool 1–1 17/10/2015 : Tottenham Hotspur 0–0

Tottenham Hotspur Tottenham Hotspur Liverpool Tottenham Hotspur Liverpool

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur: 18/10/2017 : Real Madrid 1 – 1 Tottenham Hotspur 14/10/2017 : Tottenham Hotspur 1 – 0 Bournemouth 30/09/2017 : Huddersfield 0 – 4 Tottenham Hotspur 27/09/2017 : APOEL 0 – 3 Tottenham Hotspur 23/09/2017 : West Ham United 2 – 3 Tottenham Hotspur

Philippe Coutinho

HAL 12

Spurs Vs Liverpool

Dapat Kaos Ronaldo

Hary Kane (kiri) dan Cristiano Ronaldo.

MotoGP Australia

BPM/rtr

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool : 18/10/2017 : Maribor 0–7 14/10/2017 : Liverpool 0–0 01/10/2017 : Newcastle United 1–1 27/09/2017 : Spartak Moscow 1–1 23/09/2017 : Leicester City 2–3

Liverpool Manchester United Liverpool Liverpool Liverpool


Bola

10

Nasib Montella di Ujung Tanduk

Milan – Pelatih Vincenzo Montella mendapat ultimatum dari manajemen AC Milan. Pelatih asal Italia ini dikabarkan harus bisa meraih enam poin dalam dua pertandingan mendatang, agar posisinya tetap aman. Montella sedang berada di bawah tekanan menyusul rangkaian hasil buruk yang diraih Rossoneri. Mereka mengalami tiga kekalahan beruntun dalam ajang Serie A dan hanya bermain imbang tanpa gol melawan AEK Athens dalam laga penyisihan grup Liga Europa. I n i y ang membuat manajemen mulai kehilangan kesabaran. Investasi besar selama bursa transfer musim panas 2017, di mana Milan memboyong setidaknya sepuluh muka baru, dinilai tidak sebanding dengan hasil dalam kompetisi. Sebuah surat kabar setempat melaporkan, Sabtu (21/10) kemarin bahwa Milan memberikan ultimatum kepada Montella agar memberikan hasil terbaik pada dua laga mendatang. Rossoneri harus menang saat melawan Genoa dan Chievo agar posisinya sebagai nahkoda tim tidak BPM/rtr diganti. Vicenzo Montella Menurut jadwal, Milan akan menjamu raksasa Serie A yang juga sang juara bertahan Juventus, di San Siro pada akhir Oktober. Meskipun demikian, manajemen tidak memasukkan laga tersebut ke dalam bagian dari ujian masa depan Montella, karena mereka hanya menuntut Milan menang dalam dua laga terdekat. Milan saat ini menempati urutan ke-10 klasemen sementara Liga Italia dengan raihan total 12 poin dari delapan laga yang sudah dilakoni. Leonardo Bonucci dan kawan-kawan baru meraih empat kemenangan dan empat kali kalah. Situasi ini berbanding terbalik dengan rival sekotanya, Inter Milan yang kini berada di jalur memperebutkan gelar juara. Nerazzurri menempati urutan kedua dengan nilai 22, hanya terpaut dua angka dari Napoli di puncak klasemen. Dalam laga terakhir Serie A pada 15 Oktober, Milan kalah 2-3 dalam Derby della Madonnina. Duel diwarnai kejar-mengejar gol di mana gol Inter diborong kapten Mauro Icardi pada menit ke-28, 63 dan 90, sedangkan gol Milan kontribusi dari Suso pada menit ke-58 dan hasil bunuh diri kiper Samir Handanovic pada menit ke-81. (kmb33/rtr)

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Real Madrid Vs Eibar

Real Madrid di Atas Angin Madrid –

Real Madrid akan menerima kunjungan Eibar pada lanjutan pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu, Senin (23/10) dini hari. Los Blancos mengincar poin penuh agar bisa mendekati Barcelona yang berada di puncak klasemen. Setelah meraih hasil imbang melawan Tottenham di Liga Champions, Madrid ingin kembali ke jalur kemenangan di pentas La Liga. Laga melawan Eibar adalah momen yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut.

Terlebih Madrid saat ini sedang tertinggal lima poin dari pimpinan klasemen Barcelona. Kemenangan menjadi harga mati bagi Madrid, karena hanya itu yang bisa menjaga kans mereka untuk mempertahankan gelar La Liga. Jelang laga melawan Eibar, kondisi Madrid sedang tidak sempurna. Beberapa pemain mereka seperti Gareth Bale, Mateo Kovacic dan Dani Carvajal harus absen karena masalah cedera. Meskipun begitu, Zinedine Zidane masih tetap mengandalkan sang bintang Cristiano Ronaldo untuk menjebol gawang Eibar. Ronaldo sudah mencetak gol perdananya di La Liga pada pekan lalu dan ingin kembali melakukannya. Zidane mengungkapkan bahwa dirinya cukup khawatir dengan kondisi kebugaran Marcelo dan Karim Benzema. Real Madrid gagal mendapatkan poin penuh saat ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 dalam matchday ketiga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu Kamis (19/10) dini hari lalu. Sesudah pertandingan, Zinedine Zidane mengungkapkan bahwa dirinya tidak begitu khawatir dengan performa timnya meski hanya bermain imbang. Pelatih asal Prancis ini justru lebih mengkhawatirkan kondisi kebugaran dua pemainnya, yaitu Marcelo dan Karim Benzema. Meski sudah dipastikan fit dan bermain cukup baik saat menghadapi Tottenham Hotspur, Zidane khawatir bahwa mereka tidak mampu mencapai penampilan terbaiknya kembali. “Saya tidak khawatir dengan apa yang saya lihat dari Benzema. Dia suka mencetak gol tapi Hugo Loris tampil fantastis dalam pertandingan ini,” ujarnya, Sabtu (21/10) kemarin. “Saya melihatnya membaik setiap hari, kita harus memiliki kesabaran untuk melihatnya kembali ke performa terbaik,” imbuhnya. Benzema tentu diharapkan oleh Zidane di lini depan untuk berkolaborasi dengan Ronaldo. Namun, pemain asal Prancis ini belum mencapai permainan terbaiknya. Sementara Marcelo diharapkan untuk mampu menutup lubang di lini

Mesut Ozil

BPM/rtr

Perkiraan Susunan Pemain Real Madrid (4-3-1-2): Navas; Marcelo, Ramos, Varane, Hakimi; Kroos, Casemiro, Modric; Isco; Ronaldo, Benzema. Eibar (5-3-2): Dmitrovic; Junca, Ramis, Oliveira, Arbilla, Capa; Garcia, Escalante; Jordan; Kike, Enrich. Statistik Head to Head 04/03/17 Eibar 02/10/16 Real Madrid 09/04/16 Real Madrid 29/11/15 Eibar 11/04/15 Real Madrid 23/11/14 Eibar

1-4 1 - 1 4-0 0-2 3-0 0-4

Real Madrid Eibar Eibar Real Madrid Eibar Real Madrid

Lima Pertandingan Terakhir Real Madrid 23/09/17 Deportivo Alaves 1 - 2 Real Madrid 27/09/17 Borussia Dortmund 1 - 3 Real Madrid 02/10/17 Real Madrid 2 - 0 Espanyol 14/10/17 Getafe 1 - 2 Real Madrid 18/10/17 Real Madrid 1 - 1 Tottenham Lima Pertandingan Terakhir Eibar 20/09/17 Barcelona 6 - 1 Eibar 24/09/17 Eibar 0 - 4 Celta Vigo 01/10/17 Villarreal 3 - 0 Eibar 05/10/17 Leganes 2 - 0 Eibar 15/10/17 Eibar 0 - 0 Deportivo La Coruna

West Ham Dipermalukan Brighton 0-3

Wenger Tak Pusingkan Ozil London – Manajer Arsenal, Arsene Wenger menilai rumor Mesut Ozil ke Manchester United sebagai hal yang wajar. Wenger meminta sang pemain tetap menunjukkan komitmen selama membela The Gunners. “Kami selalu berurusan dengan semua jenis spekulasi seperti dalam konteks Ozil saat ini. Kami selalu mengalami hal itu ketika ada pemain-pemain memasuki periode akhir dalam kontraknya,” kata Wenger, Sabtu (21/10) kemarin. “Akan tetapi, Anda seharusnya memberikan 100 persen selama berada di suatu tempat. Media-media mungkin akan memberitakan Ozil akan memperpanjang kontraknya besok. Situasi itu sama dan tidak akan mengubah apapun. Ketika bermain pada laga selanjutnya, tunjukkanlah komitmen 100 persen,” imbuhnya. Ozil diberitakan akan hengkang ke MU pada bursa transfer Januari 2018. Media-media Inggris mengklaim sang pemain telah mengatakan hal itu kepada rekan-rekannya di Arsenal. Situasi Ozil dipicu kontraknya yang berakhir pada Juni 2018 tidak kunjung diperpanjang manajemen Arsenal. Gelandang Jerman itu kabarnya menuntut gaji 350 ribu poundsterling atau sekitar Rp 6,12 miliar per pekan. Akan tetapi, Arsenal hanya bersedia menggaji Ozil senilai 275.000 poundsterling (Rp 4,8 miliar) per pekan. Andai tidak kunjung meneken kontrak anyar, Arsene Wenger terancam kehilangan Ozil dengan status bebas biaya transfer pada musim panas 2018. “Ketika pemain bermain untuk Arsenal, komitmennya tidak bisa dikaitkan dengan durasi kontrak. Namun itu harus dikaitkan dengan tanggung jawab dan ambisinya untuk memenangi setiap pertandingan,” tutur Wenger. Selain MU, sang pemain juga dikaitkan dengan Inter Milan. Kabar itu semakin menguat setelah Presiden Inter Milan, Erick Thohir mengungkapkan Ozil adalah sosok yang tepat untuk mengisi lini tengah timnya. (kmb33/rtr)

pertahanan setelah Real Madrid mengalami krisis di posisi bek sayap. Zinedine Zidane berharap keseimbangan Real Madrid tidak terganggu meski banyak pemain mereka yang cedera. Madrid sepertinya tidak akan kesulitan mengatasi perlawanan Eibar. Selain mendapat dukungan dari pendukungnya sendiri, Eibar sedang berada dalam kondisi sulit, sehingga mereka terpuruk di peringkat 16 dan terpaut satu poin dari zona degradasi. Tim asuhan Jose Luis Mendilibar itu tidak pernah meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di La Liga. Pekan lalu mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Deportivo La Coruna. Selain itu, Mendilibar juga harus kehilangan sejumlah pemainnya saat berkunjung ke markas Real Madrid. Fran Rico, Ivi, Pedro Leon dan Yoel harus menepi karena cedera. Eibar pernah menahan imbang Los Blancos 1-1 di Santiago Bernabeu pada musim kemarin. Dani Garcia dkk. berharap bisa melakukan keajaiban itu lagi sehingga hal ini harus menjadi perhatian Sergio Ramos dkk. (kmb33)

London – Brighton & Hove Albion memenangkan pertandingan tandang Premiership untuk pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir, saat mereka mengalahkan West Ham United dengan skor 3-0 di Stadion London pada Liga Inggris pekan kesembilan, Sabtu (21/10) dini hari kemarin. Striker Glenn Murray menjaringkan gol dua kali dan sepakan melengkung Jose Izquierdo dari luar kotak penalti mengangkat posisi Brighton sebagai tim promosi ke urutan 10 klasemen, meninggalkan West

ANDALAN - Cristiano Ronaldo akan menjadi andalan di lini depan Real Madrid saat melawan Eibar, Senin (23/10) dini hari nanti.

Ham di peringkat ke-17 pada tabel klasemen sementara. “Ini adalah penampilan buruk dari kami,” kata manajer West Ham, Slaven Bilic. Pelatih asal Kroasia tersebut posisinya dalam tekanan setelah menelan lima kali kalah dan hanya meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan liga. “Kami mencoba untuk kembali, tapi sangat sulit bagi saya untuk mengatakan sesuatu yang pintar sekarang. Yang bisa saya katakan adalah sangat mengecewakan dan membuat frustasi dan sebagai manajer saya bertanggung jawab penuh

atas hal itu,” katanya kepada situs resmi klub. Brighton tampil cemerlang dengan mencetak gol pembuka setelah 10 menit laga berjalan saat Murray memaksimalkan umpan tendangan bebas Pascal Gross. Izquierdo menambah keunggulan pada menit tambahan babak pertama melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Joe Hart. Murray menuntaskan pertandingan dengan skor 3-0 untuk kemenangan Brighton melalui gol penalti di menit ke75 setelah ia dijatuhkan Pablo Zabaleta. (ant)

Svilar, Kiper Muda Harapan Masa Depan Belgia Lisbon – Nama Mile Svilar mulai terdengar kala ia memperkuat timnya SL Benfica, dalam laga Liga Champions melawan tim raksasa Inggris, Manchester United. Pertandingan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi kiper asal Belgia tersebut. Svilar berhasil mencatatkan rekor sebagai kiper termuda yang mencatatkan debut di Liga Champions di usia 18 tahun 52 hari, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh kiper legendaris asal Spanyol, Iker Casillas. Sayangnya debut Svilar di kompetisi antarklub sepak bola paling bergengsi tersebut memiliki noda besar. Kiper belia tersebut salah mengantisipasi tendangan bebas Marcus Rashford yang berakibat pada kekalahan Benfica di akhir laga. Meskipun begitu, noda besar tersebut tidak sepenuhnya mengotori debut Svilar dan penampilannya yang cukup solid membuatnya mendapat simpati dari pemain MU, termasuk rekan senegaranya, Romelu Lukaku. Puja-puji juga datang kepada Svilar pascalaga usai. Tak mengherankan tentunya, karena Svilar adalah kiper yang berpotensi menjadi nomor satu Belgia dan klub top Eropa di masa depan. Bagi penggemar dan pemain gim simulasi sepak bola, Football Manager nama Mile Svilar mungkin familiar. Di gim tersebut Svilar memang salah satu kiper yang memiliki potensi tinggi. Namun

di dunia sebenarnya, wajar apabila Tribes baru mendengar nama Svilar seusai laga Liga Champions tersebut. Svilar sendiri memang baru bermain bagi Benfica dua kali setelah baru direkrut di awal musim ini. Sebelumnya, kiper dengan rambut kriting macam David Luiz ini mengawali kariernya di klub besar Belgia, Anderlecht. Ia tergabung di akademi Anderlecht dan menjadi tumpuan di tim junior. Namun tak sekalipun ia memperkuat tim senior Anderlecht, hingga di awal musim ini ia ditransfer ke Benfica dengan biaya sebesar 2,5 juta euro. Svilar akhirnya resmi menjalani debutnya di tim senior bagi Benfica di laga melawan klub semenjana, Olhanense setelah kiper utama Aguias, Julio Cesar mengalami cedera. Meski hanya melawan klub kecil, Svilar berhasil meyakinkan manajer Benfica, Rui Vitoria dengan mencatatkan clean sheet. Performa Svilar kala melawan Olhanense inilah yang mungkin membuat Vitoria berani menurunkan kiper tanpa pengalaman seperti dirinya untuk melawan MU di kompetisi sebesar Liga Champions. Ternyata, Svilar memang memiliki gen sebagai kiper yang mengalir dalam tubuhnya. Ayahnya, Ratko Svilar adalah seorang kiper yang bermain di Liga Serbia (dulu Yugoslavia) dan Belgia di tahun 1970 hingga pensiun di tahun 1996. Menariknya,

dulu Ratko adalah penggawa dari timnas Yugoslavia dan sekarang tercatat sebagai warga negara Serbia. Oleh karena itu, Svilar junior kini masih dapat memilih antara bendera Belgia atau Serbia yang akan ia bela di kemudian harinya. Walaupun begitu, Svilar telah memperkuat timnas Belgia junior dan menjadi langganan utama sejak U-16 hingga kini U-19. Mengingat bakat dan potensi yang ia miliki, besar kemungkinan ia akan menjadi penerus Thibaut Courtois sebagai nomor satu Belgia alih-alih memperkuat Serbia. Namun peran sang ayah, meskipun memperkuat negara yang berbeda, tentu tak dapat dikesampingkan dari perkembangan Svilar. Melawan MU di Liga Champions tentu menjadi pencapaian terbaik bagi Svilar sejauh

ini. Dilihat secara positif, sang pemain tentunya bermain baik mengingat gawangnya hanya kebobolan satu kali menghadapi lini serang The Red Devils yang mematikan. Kesalahan yang dibuatnya tentu hanya menjadi pelecut untuknya menjadi lebih baik ke depan. Setidaknya begitulah yang dikatakan Lukaku terhadap Svilar ketika para pemain MU berusaha untuk menghibur sang kiper yang terlihat terpukul pascalaga usai. Dikutip dari Metro, mantan penyerang Everton tersebut mengatakan pada Svilar bahwa ia hanya butuh terus bekerja keras dan tidak perlu khawatir atas kesalahan yang dibuatnya. Bagi Svilar, apa yang dikatakan rekan senegaranya ini amatlah berarti. Pujian juga datang dari bos

Mile Svilar

BPM/rtr

MU, Jose Mourinho. Salah satu manajer terbaik di dunia ini mengatakan bahwa Svilar adalah kiper yang berani dan akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. “Saya tahu betapa bagus dirinya dan saya telah menyampaikan kepada pemain saya untuk membuatnya tidak nyaman dalam keadaan bola mati. Dalam situasi tendangan bebas, saya tahu bahwa ia akan mengambil risiko, karena hanya kiper berani dan top saja yang akan melakukan hal itu. Sayangnya ia hanya tidak beruntung,” ujar Mourinho, Sabtu (21/10) kemarin. “Saya pikir ia adalah pemain luar biasa. Hanya kiper luar biasa yang kebobolan gol semacam ini. Ia memiliki potensi yang tak terhingga. Benfica harus siap untuk menerima tawaran besar dari klub top di masa depan untuk Svilar,” tambah mantan manajer Internazionale Milano tersebut. Bagi Svilar, diberikan kepercayaan di usia yang begitu muda untuk bermain melawan klub sekelas MU di ajang besar seperti Liga Champions, tentunya adalah sebuah pertanda bahwa ia diyakini oleh pelatihnya sendiri sebagai pemain muda yang penuh talenta. Kesalahan yang dibuatnya memang membuat timnya kehilangan poin, namun dengan kesalahan itu juga ia dapat belajar banyak dan menjadi lebih baik demi tim dan negaranya nanti. (kmb33/rtr)


Juara

11

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Ricuh, Madura United Kena Sanksi

Pamekasan (Bali Post) Komisi Disiplin PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada klub dan manajemen sepak bola Madura United FC, terkait kasus kericuhan yang terjadi saat klub berjuluk “Laskar Sape Kerrap” itu menjamu Pusamania Borneo FC, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan pada 13 Oktober lalu. Madura disanksi tidak boleh bermain kandang di Pulau Madura, dalam sisa laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2017, tanpa penonton. “Sanksi atas Madura United ini sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Komisi Disiplin PSSI beberapa hari lalu,” kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United FC Moh Alwi di Pamekasan, Sabtu (21/10) kemarin. Alwi menjelaskan, Madura United dinilai telah melakukan pelanggaran saat pertandingan berlangsung, hingga terjadi aksi kekerasan pada wasit asing yang memimpin pertandingan itu. “Ada dua stadion yang rencananya akan kami gunakan pada laga usiran, yakni Stadion Delta Sidoarjo dan Stadion Jember Sport Garden (SJSG),” katanya. Alwi mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola kedua stadion itu, untuk mengetahui stadion yang lebih memungkinkan untuk digunakan Madura United FC. Bagi Madura United, laga usiran kali ini merupakan kali kedua selama klub asal Pulau Garam Madura tersebut mengikuti kompetisi. Pertama terjadi saat turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) Grup A 2016. Kala itu Madura United diusir dari Madura dan terpaksa menggelar pertandingan di Stadion Delta Sidoarjo. “Yang pasti kami selalu akan berusaha agar pertandingan bisa terlaksana dengan baik di sisa kompetisi ini,” ujar Alwi. Sanksi Komdis PSSI juga merembet pada jadwal pertandingan Madura United. Khususnya, melawan Bhayangkara FC. Sebab dengan sanksi itu, pertandingan melawan Bhayangkara dipastikan diundur, yakni pada 8 November 2017. Semula pertandingan melawan Bhayangkara digelar 23 Oktober. Sementara saat menjamu Barito Putera tetap pada jadwal semula yaitu tanggal 5 November 2017. Sementara itu, kericuhan yang terjadi di Stadion Gelora Ratu Pamelingan saat Madura United menjadi PBFC, karena wasit asing yang memimpin pertandingan membuat keputusan yang merugikan pihak Madura United. Beberapa kali pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Pusamania Borneo FC, di dalam kotak penalti tidak disanksi, dan kejadian itu terekam jelas dalam sorotan kamera panitia. (ant)

BPM/ant

LEWAT - Pesepak bola Madura United (MU) Greg Nwokolo (kiri) melewati hadangan pesepak bola Pusamania Borneo FC (PBFC) Patrich Wanggai (kanan), dalam lanjutan kompetisi Liga 1, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (13/10) lalu.

Maliki Somma

Jatuh di Sentul PEMBALAP Denpasar Maliki Somma mengalami musibah di ajang Indospeed Racing Series (IRS), Honda Dream Cup, kelas 150 cc open di Sirkuit Sentul, pada sesi latihan bebas, Jumat (13/10) lalu. Ia menunggang Honda CBR 150 cc mengusung bendera Golden Racing Team Subang. Saat melewati tikungan, dia terjatuh karena ban belum panas, sehingga tak mau lengket dengan aspal. ‘’Saya bersyukur langsung ke pinggir sirkuit, jika tidak pembalap yang di belakang bisa menabrak saya,’’ ucap pembalap kelahiran Denpasar, 13 Agustus 2004 ini. Akibatnya, Maliki mengalami pergelangan tangan kiri, serta bahu atas kiri patah, sehingga praktis tidak bisa turun pada balapan resmi 14-15 Oktober lalu. Sebelumnya Maliki juga pernah patah kaki kiri kanan, bahu kanan dan tangan kiri, namun dirinya mengaku tak pernah kapok untuk terjun di arena balapan. ‘’Saya ingin jadi pembalap profesional,’’ kata Maliki. Prestasi Maliki pernah juara nasional motocross kelas 65 cc novice (2012), kemudian juara nasional berturur-turut tiga kali di kelas 65 cc pro (2013-2015). Kini pergelangan tangan kiri dan bahu atas kiri di-gips. ‘’Sebulan lagi gips ini mau dicabut, tetapi saya harus rajin control,’’ kata siswa kelas VIII SMP Raj Yamuna ini. Maliki sendiri membela Kota Denpasar di ajang Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, dan meraih perak pada kelas 125 cc beregu dan perunggu di kelas 125 perorangan. Maliki mulai menggeluti dunia balapan, sejak usia 3,5 tahun. (nel)

Putu Dewi Ayu Sakura

Fisik di Jepang Lebih Keras PEJUDO Putu Dewi Ayu Sakura pernah merasakan betapa kerasnya tempaan fisik di Jepang, sebab dirinya pernah ditempa di klub Warabi Judo Renmei, Kota Saitama, Jepang. ‘’Saya ini sejak kelas 2 SD, sudah berlatih judo. Soal jurus dan teknik judo dimana-mana sama, tetapi bedanya penggenjotan fisik di Negeri Matahari terbit lebih keras,’’ sebut putri pertama pasangan Ngurah Sukarta dengan Tomoko Tsugawa (alm) ini. Sakura kembali balik ke Bali pascasang ibu almarhum, dan melanjutkan sekolah di SD Raj Yamuna. Bakat dan talenta judo

Sakura makin bersinar dan juara di Porjar Denpasar. Sakura tercatat dua kali merebut emas pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, dan Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar untuk Kota Denpasar. Kini dia pun mewakili Bali guna berlaga di kelas -70 kg, pada kejuaraan internasional Wismoyo Cup, di GOR Kelapa Gading, Jakarta Utara. ‘’Saya belum tahu kekuatan lawan utamanya dari mancanegara, tetapi untuk level nasional pesaing saya dari Jabar,’’ sebut judoka kelahiran Denpasar, 20 April 2001 ini. Kendati demikian, Sakura tetap mematok medali emas, sebab sebagai poin dalam upaya

memuluskan langkah guna merebut tiket ke PON Papua 2020 mendatang. ‘’Saya harus bisa tampil di PON, sebab PON sebelumnya di Jabar saya masih terlalu muda,’’ kilah siswi kelas 1 SMA Dyatmika ini. Untuk mata pelajaran di sekolah, Sakura menyukai IPA. Bahkan dirinya bercita-cita menjadi dokter. Soal karier judo, Sakura mematok target mendulang emas PON, kemudian terpilih masuk pelatnas hingga bisa membela timnas Merah Putih, guna berlaga pada hajatan multievent. ‘’Saya ingin membela Indonesia pada ajang SEA Games atau Asian Games,’’ katanya. (nel)

Ganda Campuran Terjadi ’’All Indonesian Final’’ Yogyakarta (Bali Post)-

Ganda campuran junior Indonesia membukukan sejarah dengan menciptakan all Indonesian final di BWF World Junior Championships (Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior) 2017 yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta. Pada pertandingan semifinal di Yogyakarta Sabtu (21/10) kemarin, pasangan ganda campuran Indonesia yang pertama mengamankan tempat di final adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari meski harus bertanding tiga gim 18-21, 21-16, 21-13 atas pasangan Tiongkok Liu Shiwen/Li Wenmei. Kesuksesan pasangan yang diunggulkan di tempat ke-11 tersebut, diikuti oleh rekan senegaranya Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadhia Silva Ramadhanti menang dalam dua gim langsung atas pasangan Tiongkok Fan Qiuyue/Liu Xuanxuan 21-15, 21-14. “Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin menjadi juara. Tetapi sebenarnya all Indonesian final ini melebihi target kami,” kata Pelatih Ganda Campuran Indonesia Nova Widiyanto. Apalagi, lanjut Nova, pasangan Rinov/Mentari baru saja dipasangkan menjelang laga World Junior Championships. “Saat menentukan pasangan pun kami sedikit bertaruh. Kami bersyukur hasilnya bagus, karena bisa sampai ke final,” katanya. Untuk pertemuan final, Nova enggan berkomentar banyak karena kedua pasangan yang akan berlaga adalah anak asuhnya, sehingga kekutan mental akan menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan. Kedua pasangan tersebut, lanjut dia, memiliki tipe permainan yang berbeda. Rinov/Mentari memiliki pola permainan menyerang, sedangkan Rehan/

Fadhia memiliki pola permainan yang lebih sabar. “Saat semifinal pun kedua pasangan ini bertemu dengan lawan yang memiliki pola permainan yang hampir sama, sehingga hasilnya pun bagus. Mungkin jika lawannya berbeda, hasilnya juga bisa beda,” katanya. Sementara itu, Rinov/Mentari mengaku tidak dapat bermain lepas saat unggul di pertengahan gim pertama, sehingga lawan bisa mengembangkan permainan bahkan merebut gim pertama. “Permainan kami kurang bagus. Dilihat pun tidak bagus. Tetapi pelatih terus memotivasi kami untuk bisa bermain lebih tenang,” kata Rinov. Momentum bagi pasangan Rinov/Mentari datang saat smes keras Rinov mengenai mata Li, sehingga harus mendapatkan perawatan ringan. “Mungkin juga itu menjadi momentum kami untuk bangkit, karena bagaimanapun juga permainan mereka akan terganggu,” katanya. Rehan/Fadhia kompak mengatakan bahwa kunci kemenangan mereka di babak semifinal adalah bermain lepas, tanpa memikirkan beban harus menang. “Pokoknya bermain lepas saja. Permainan kami justru bisa keluar dan akhirnya menang,” kata Rehan. Meskipun akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Rehan/Fadhi dan Rinov/Mentari menegaskan akan menampilkan permainan terbaik mereka. (ant)

BPM/ant

MENANG - Ganda campuran junior Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadhia Silva Ramadhanti menang dalam dua gim langsung atas pasangan Tiongkok Fan Qiuyue/Liu Xuanxuan 21-15, 21-14 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (21/10) kemarin.

Terompah Putra Masuk Final Fornas

BPM/ant

PEMBUKKAN - Sejumlah atlet mengikuti proses pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke-XV di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/10) lalu.

Denpasar (Bali Post)Cabor terompah putra Bali yang diwakili FORMI Kota Denpasar masuk final pada ajang Fornas IV/2017 di Banjarmasin, Kalsel. Babak final akan dipertandingkan Minggu (22/10) ini. Sebelumnya tim terompah putra sempat melakukan protes kepada wasit, sebab dianggap keluar jalur garis. Karena itu pengawas pertandingan sampai turun tangan, hingga lomba harus diulang. Kenyataannya, tim terompah putra tetap finis terdepan. Humas FORMI Kota Denpasar Dewa Gede Rai yang dikontak Sabtu (21/10) kemarin, menjelaskan utusan

FORMI Kota Denpasar mengikuti empat cabor yakni hadang putri, terompah putra dan putri, enggrang (matajog), serta senam rekreasi. Senam rekreasi mendapatkan juara harapan 2, sedangkan hadang putri memperebutkan juara 3 dan 4, Minggu (22/10) ini. Dewa Rai mengakui venue di Fornas memakai jalan raya beraspal. Padahal selama ini para atlet Bali berlatih di lapangan berumput. Oleh sebab itu, atlet enggrang banyak yang jatuh karena licin. ‘’Atlet sekali jatuh saja, sudah dinyatakan kalah. Selama ini enggrang bahan bambu licin jika dipakai di atas aspal,’’ ucapnya. (022)

DKI Juara Umum Pomnas

BPM/nel

Makassar (Bali Post)Kontingen DKI Jakarta dipastikan keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XV di Makassar, Sulawesi Selatan, 14-21 Oktober 2017. “Tim Ibu Kota DKI Jakarta tampil sebagai juara umum, setelah mengumpulkan 51 medali emas, 32 perak dan 35 perunggu,” kata Pimpinan Humas Pomnas 2017 Ahmad Bahar, di Makassar,Sabtu (21/10) kemarin. Ia menjelaskan, perolehan medali DKI Jakarta tidak mampu terkejar kontingen Jawa Barat yang menjadi pesaing terdekatnya, sekaligus sebagai runner-up dengan mengamankan 27 medali emas, 24 perak dan 31 perunggu. Begitu pun dengan tuan rumah Sulawe-

si Selatan yang harus puas menempati peringkat ketiga, dengan 26 medali emas, 16 perak dan 22 perunggu. Ketua Kontingen Sulawesi Selatan Ilham Rasyid, mengatakan cabang olahraga petanque yang dilaksanakan paling akhir, memang menjadi penentuan posisi Sulsel di ajang olahraga mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut. “Seandainya Sulsel berhasil mengalahkan Jawa Barat saat semifinal di kategori double mix, berarti Sulsel yang mendapat tambahan emas dan berhak menempati posisi runner-up di bawah DKI Jakarta,” ujarnya. Meski demikian, kata dia prestasi yang diperoleh Sulsel sebagai juara umum III di Pomnas XV, sudah sesuai dengan target Kontingen Sulawesi Selatan. Ketua

Bapomi Sulsel Abd Rasyid, menanggapi capaian prestasi kontingen Sulawesi Selatan di urutan ketiga cukup memuaskan. “Pencapaian kami itu sudah sesuai dengan apa yang ditargetkan. Kami harus realistis melihat kekuatan olahraga dari kontingen DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur,” katanya. Ia menyebut posisi Sulsel di urutan ketiga sudah lebih baik dibandingkan dengan ketika Pomnas di Aceh dua tahun lalu, di mana Sulsel berada di urutan keenam. Pomnas XV 2017 mempertandingkan 14 cabang resmi dan dua ekshibisi, yakni sepak takraw, atletik, bola basket, voli indoor, bulu tangkis, catur, futsal, karate, kempo, pencak silat, petanque, renang, tarung derajat, dan tenis lapangan.(ant)

BPM/ist

FINAL - Cabor terompah putra yang diwakili FORMI Kota Denpasar masuk ke final pada Fornas IV/2017 di Banjarmasin, Kalsel.


Arena

12 Profil

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

MotoGP Australia

Marquez Tetap Waspadai Dovi

Phillip Island –

Marc Marquez tak mau terlena dengan pole position yang dia dapat di Phillip Island. Dari posisi 11, Andrea Dovizioso masih sangat dia waspadai. Marquez menjadi rider tercepat saat digelar Kualifikasi MotoGP Australia, Sabtu (21/10) kemarin. Catatan waktunya yang satu menit 28,386 detik lebih cepat 0,333 detik dari Maverick Vinales di urutan dua.

Alihkan Fokus ke 2018

PEBALAP Movistar Yamaha, Valentino Rossi sudah mengalihkan fokus untuk bangkit pada MotoGP musim depan. Pilihan tersebut diambil Rossi karena kansnya merebut gelar juara dunia MotoGP 2017 sudah dipastikan pupus. Rossi berada di peringkat kelima klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP 2017 dengan torehan 168 poin. Dia tertinggal 76 poin dari pemuncak klasemen, Marc Marquez yang menunggangi motor Repsol Honda. “Saya lebih peduli tentang masa depan dari pada saat ini,” ujar Valentino Rossi MotoGP 2017 menyisakan tiga balapan lagi yakni di Australia, Malaysia dan Valencia. Poin yang dimiliki Rossi sudah tidak bisa lagi mengejar The Baby Alien. “Karena kami berada di luar pertarungan kejuaraan dunia, balapan yang tersisa ini penting, tapi kami utamakan memikirkan tahun depan,” imbuh pebalap asal Italia ini. Juara dunia balap motor sembilan kali ini mengakui kegagalannya dalam persaingan juara MotoGP 2017. Menurut Rossi, Yamaha punya mimpi buruk ketika mengaspal dalam cuaca ekstrem seperti di Sirkuit Motegi, MotoGP Jepang. “Ini sangat aneh. Lihat saja Yamaha di jalurnya. Bahkan Johann Zarco yang sedang memakai motor 2016, dia cepat dalam keadaan basah tapi dalam lima lap terakhir dia harus melambat tiga sampai empat detik satu putaran, dari posisi keempat dia harus turun dari posisi ke delapan,” terangnya. “Jadi, ban tidak bekerja pada motor kami. Antara ide kami dan Michelin perlu pemahaman bagaimana membuat ban ini bekerja, karena mereka mengerjakan motor lainnya,” papar Valentino Rossi. (kmb33/rtr)

Rider Repsol Honda itu diuntungkan dengan hasil buruk yang didapat Andrea Dovizioso. Rider Ducati yang jadi pesaing utamanya dalam perebutan gelar juar dunia itu hanya bisa meraih posisi start 11. “Saya gembira dengan pole ini, tapi balapannya besok. Betul kalau Dovi berada di grid belakang, tapi di Motegi dia juga start dari posisi sembilan,” ucap Marquez. “Kami masih harus menunggu dan melihat bagaimana waktunya besok, karena sepertinya akan tidak stabil seperti hari ini. Saya akan memberikan 100 persen dan berjuang sejak start sampai finis,” imbuhnya. “Saya senang dengan kecepatan dan ritme saya sepanjang sesi kualifikasi. Sekarang kami hanya menunggu cuaca untuk balapan,” katanya. Marquez saat ini masih memuncaki klasemen pebalap dengan 244 poin dikumpulkan. Namun dia hanya unggul sebelas angka dari Dovi di urutan dua. MotoGP Australia sebenarnya jadi kesempatan Dovi untuk memangkas selisih poin atau mengudeta posisi Marquez. Namun yang terjadi malah ia harus start jauh di belakang Marquez. Memang tak ada yang mustahil, termasuk Dovizioso keluar sebagai juara seperti di MotoGP Jepang (Dovi start dari posisi sembilan). Tapi ini tetap saja jadi tugas berat bagi pembalap asal Italia tersebut. “Semua pembalap lain cukup lamban dengan medium. Jadi kami telah menyajikan kecepatan yang bagus. Namun sebagian besar pembalap mengambil ban belakang lunak di FP4. Dan di Q2, saya tidak memiliki perasaan bagus,” tegas Dovi. “Phillip Island memiliki karakter yang aneh. Anda harus punya banyak kepercayaan di tikungan cepat. Jika tidak sangat, mudah kehilangan sepersepuluh detik di setiap tikungan. Dan itulah yang

hasil finis kedua, apalagi juara persaingan masih akan ketat. Posisi keempat ditempati oleh Andrea Iannone dari Suzuki Ecstar. Jack Miller, Pol Espargaro, dan Valentino Rossi hanya berada di posisi ketujuh yang

terjadi,” ia menambahkan. Sementara Maverick Vinales yang mengantongi 203 poin sudah menyatakan sulit untuk bersaing dengan Dovizioso dan Marquez. Memang semuanya masih bisa terjadi, soalnya Vinales kali ini mampu berada start dari pos i s i kedua. Tentu j i k a d i a ber-

Hasil Kualifikasi 1. Marc Marquez 2. Maverick Viñales 3. Johann Zarco 4. Andrea Iannone 5. Jack Miller 6. Pol Espargaro 7. Valentino Rossi 8. Aleix Espargaro 9. Bradley Smith 10. Cal Crutchlow

Life Sport

Pengaruh Olahraga terhadap Sistem Imunitas

OLAHRAGA merupakan aktivitas fisik yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia, salah satunya adalah sistem imunitas. Apakah yang dimaksud dengan sistem imunitas? Sistem imunitas merupakan sistem pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Sistem imunitas memiliki fungsi yang sangat kompleks dan luas yaitu berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga tubuh kita tetap dalam keadaan sehat. Bagaimana olahraga dapat meningkatkan sistem imunitas dipaparkan oleh seorang pakar olahraga dr. Nila Wahyuni, M.Fis, bahwa berolahraga secara teratur dapat meningkatkan fungsi sistem imunitas dan memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi. Pengaruh kebiasaan olahraga terhadap sistem imunitas dapat dinilai dari kepekaan seseorang terhadap infeksi virus maupun bakteri, hal tersebut diperkuat oleh beberapa pe-

nelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas olahraga dengan kepekaan terhadap infeksi. Dosen di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini juga mengatakan, bahwa pengaruh olahraga terhadap sistem imunitas bersifat sangat individual yaitu sangat spesifik untuk masingmasing orang. Respons tubuh seseorang terhadap olahraga dengan intensitas tertentu akan berbeda dengan orang lain. Pengaruh olahraga terhadap sistem imunitas tergantung pada intensitas dan durasi olahraga serta sangat relatif tergantung tingkat kebugaran fisik seseorang. Olahraga harus dilakukan dengan intensitas dan durasi yang tepat untuk dapat meningkatkan fungsi sistem imunitas kita, karena intensitas olahraga yang tidak tepat justru akan merusak fungsi sistem imunitas. Intensitas olahraga yang tepat untuk dapat meningkatkan fungsi sistem imun adalah olahraga dengan inten-

tentu semakin sulit bagi balapap asal Italia itu bersaing meraih juara dunia. Valentino Rossi hanya mampu menempuh waktu 1 menit 29.030 detik. (kmb33/rtr)

sitas sedang. Olahraga dengan intensitas sedang adalah olahraga dengan intensitas 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Denyut jantung maksimal adalah 220-usia (untuk pria) dan 226-usia (untuk wanita). Olahraga dengan intensitas sedang akan dapat meningkatkan fungsi sistem imunitas, sehingga menurunkan risiko terjadinya infeksi. Peningkatan fungsi sistem imunitas ini disebabkan karena olahraga dengan intensitas sedang dapat meningkatkan produksi antibodi serta sel-sel darah putih yang berfungsi untuk menghancurkan virus maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita. Sebaliknya, apabila olahraga dilakukan secara berlebihan yaitu olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama akan merusak fungsi sistem imunitas dalam mencegah terjadinya infeksi. Pada olahraga dengan intensitas berat dan dengan durasi yang lama akan terjadi suatu fenomena yang disebut dengan fenomena open window. Menu-

rut keterangan dari dr. Nila, fenomena ini merupakan suatu periode di mana terjadi penurunan fungsi sistem imunitas setelah kita melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. Periode ini terjadi antara 3-72 jam setelah berolahraga dengan intensitas tinggi. Penurunan fungsi sistem imun pada periode waktu ini menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan mengalami infeksi. Durasi terjadinya periode ini bersifat sangat individual dan tergantung pada intensitas olahraga serta tingkat kebugaran fisik seseorang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa olahraga dapat meningkatkan sistem imunitas apabila dilakukan dengan intensitas yang tepat, sehingga penting bagi kita semua untuk benar-benar memperhatikan dan merencanakan intensitas olahraga yang akan dilakukan untuk memperoleh manfaat yang positif dari berolahraga terhadap sistem imunitas tubuh kita. (kmb33)

ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 28.386s ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 28.719s +0.333s FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 1m 28.744s +0.358s ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 28.937s +0.551s AUS EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 28.964s +0.578s ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 29.030s +0.644s ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 29.203s +0.817s ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 29.271s +0.885s GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 1m 29.321s +0.935s GBR LCR Honda (RC213V) 1m 29.429s +1.043s


Redité Kliwon, 22 Oktober 2017

I Kaki Dengkil

Sastra

Ksantawya SLABSAB-slebseb I Kaki Dengkil mamargi ring abiané. Éling-élinganga sané kén abiané nénten marginin lahar rihiné. Jawat lahar kebus utawi lahar émbon. Ring pamargin laharé sané nénten embahin toya, kanten batuné ageng-ageng malumut sesampuné keni sabeh utawi ingkup damuh. Wantah batuné sané ngraina keni toya, jabat ring bangketé utawi ring tukadé batuné nyeléng sakadi batu bulitan. Tanahé sané ngragas mabuk, arang taru mrasidayang urip utawi sané gemuh akéh kelapa sampun tegeh-tegeh, durung janten nénten keni lahar rihiné. Aéngan ring petugas, makasami tanahé sukatsukata antuk I Kaki Dengkil. Madaging macatet malih, puniki keni ujan batu, punika ambahan lahar, makasami sukata. Kocap nénten makasami guminé sané nampek Giri Tohlangkir keni lahar utawi ujan batu. Wantah ujan aon, wawu makasami keni. Punika nénten ring Tepisiring kamanten, makasami Jagat Baliné, Kangin, Kauh, Kaja, tur Kelod makasami keni ujan aon. Sesampuné kenyel slabsab-slebseb, KanginKauh, Kaja-Kelod, I Kaki Dengkil masayuban ring bongkol kelapa nyuh gadingé. Sampun kalih bungkul, kuud nyuh gadingé oyota toyané tur seluha dagingné. Kenjekan dangsah rasaanga tangkahné, piragina gerem-gerem anak ngorti. Dados wénten anak clamang-clamang? Kocap makasami mangda ngungsi. Asapunika Ipun matakén ring manah. Saking pagoané intipa anaké sané mabaosan punika iteh saling timpalin mabaos sambilanga tangar dengak-dengok. “Mai koné Wong Samaré nglingkung nglaut ilang. Grieg-grieg asané bulun kalongé. Madak apang tusing kacablek ajak iraga!” Sané asiki mabaos asapunika. Saking doh, élingina, silih sinunggil sané ngorti punika mawasta I Jerang. Kasengguh I Jerang santukan bokné jerang. Kocap I Jerang inan getapé. Sering malaib ngedubung sakadi wénten sané plaibina. Wawu takénina, kocap wénten anak gedé selem nguber Ipun. Ingkel-ingkel I Kaki Dengkil éling dawegé punika antuk jejehné I Jerang kantos ngencehin. Sané malih asiki I Précét, inan maboyané. “Adah, nu dogén precaya tekén ané boya-boya! Wong Samar takutin, madan Wong Samar tusing lakar ngenah. Yén ngenahang iba, luung masé ajak masawitra. Lamun tusing ngelah pipis, orain nyemak pipisné Gus Soplar anggota DPR-é. Da-da nyanan I Kaki Dengkil mulih, kadénanga Wong Samar ulian pengkungné tusing enyak ngungsi!” I Précét maboya asapunika. Ngawinang I Kaki Dengkil makebris kedék. Das uningina ring anaké mabligbagan punika sané wilangina enem diri. Santukan suaran kebris-kebrisan I Kaki Dengkilé naanang kedék punika, anaké sané mabaosan punika magésonan mamargi. Jejeh nyanan sayuwakti wénten Wong Samar sakadi nikaanga antuk petugasé. Sesampuné wargi Tepisiringé punika nglintang, I Kaki Dengkil malih negak masila lémpéh ring bongkol kelapa gadingé. Sampun nyoréang, Ipun kantun iteh bengang-bengong irika. Ri kenjekan bengongé punika, Ipun raris éling wantah sampun katah jatmané akidik-kidik nunas ampura, ksantawya asapunika kabaos. Ngraina matrisandya nunas ampura. Napi kamula geginané jatmané setata marasa pelih, ngawinang nunas ampura majeng Sang Hyang Widhi Wasa, ring Ida Bhatara Sesuhunan, ring Leluhur sinamian, ring Ida Bhatara Hyang Guru? “Ksantawya... Ksantawya... ngudiang ngidih pelih? Suba tawang Ida Bhatara Giri Tohlangkir lakar maletus, ngudiang ngoyong ditu? Ngudiang tusing pilih-pilihin ngalih tongos ipidan? Ida Bhatara bendu, apa iraga kamula demen pelih? Apang nyidaang ngidih pelih? Uripé kamula pelih, kanti sai-sai ngidih pelih?” I Kaki Dengkil malih ngwawanin mamanah boya-boya. “Apa I Mémé tur I Bapa pelih dugasé ngardi iraga, nyolong smara ngardi iraga, kanti lekad jatma pelih? Kamula ja kéto baos sastrané, yén nyolong smara kanti nadiang pianak kamula katinutin tekén kala dinané ento! Yén masmara tusing ngitungang déwasa masé kéto! Waluya tusing nyolong smara! Patuh lakar nglekadang jatma kahyangin antuk kala manut dinané.” I Kaki Dengkil ngamélmél mabaos asapunika padéwékan ring bongkol nyuh gadingé. Mailehan manah I Kaki Dengkilé ngumbara. Pungkuran puniki, makéhan anaké masakapan sampun bobot rihinan. Nénten ké boboté punika ulian nyolong smara? Sayan sué sayan ngakéhang jatmané lekad sané maawak manusa majiwa kala? Sampun nénten wénten sané kabaos masakapan nyikiang raga nariswari jagi ngwangun wangsa, ngwangun suputra. Ngrereh galah sané pinih mautama masakapan. Ngrereh déwasa mautama masmara ngwangun suputra. Asapunika manahanga antuk I Kaki Dengkil. Sayan wengi sampun sané mangkin. I Kaki Dengkil wawu marasa, wantah Ipun kantun ring abian. Nglintang sampun sandikaoné sané mangkin. Makleteg bayun I Kaki Dengkilé nyumanggemin wantah sujatiné saking lekad sampu makéhan jatmané majiwa kala! Napi malih kocap wénten sulinggih sané masakapan ajak pianakné ulian polih pawisik! Sinah pianakné jagi maawak manusa majihwa kala. “Ento kala ané mamunyi. Waluya madan Sang Angawarat. Ngudiang tidong baang anaké ngungsi? Lamun saja laut Ida Bhatara Tohlangkir matangi maletus lakar nibén anaké mulih uling pangungsian lakar kudiang? Seken enyak matanggungjawab?” Dados mrika lakuna baos I Kaki Dengkilé? Ksantawya... Ksantawiya... manasa, wacika, kayika dosah! (Jelantik)

Guru Léak I Gédé Putra Ariawan “DI sekolah liu ada léak!” saut Putri Semaraung. “Kikikiiiiiikiki….” Dadong Tibubeneng kedék ngrikik ningehang cucunné nyambatang léak di sekolah. Kendel atiné jani, pangléakan aji sumawang rangkup ané plajahina limang dasa tiban ngancan teguh. Sakadi undangan umahé, ilmu pangléakan i dadong suba neked di muncuk undangan paling tegeha. Nyansan wai nyansan wayah ilmuné. I dadong jani marasa andal tekén déwék, marasa ibané sakti tan patanding. Lamun ngomongang aji pangléakan sakadi: bajera kalika, aras ijo maya, garuda putih, camaour tala, kebo wangsul, bintang sumambang, jaya satru lan aji pangléakan ané lénan, makejang ento suba bakat plajahina tekén i dadong. “Kikikikiiiiiii….” Dadong Tibubeneng buin ngrikik. Kedékina cucunné. Buin kejepné, paningalan i dadong ané itunian cekok nadak malontod. Pabahané ngendih pesu api. “Putri Semaraung, cucun Dadong paling sayangang!” “Engkén Dong?” sautné. “Adah, né mara sing nawang awig-awig léak. Lamun pabahan dadongé suba ngendih, ené maciri dadong suba nglekas.

Suud ngaukin dadong, kaukin guru!” “Hihihii…” Putri Semaraung kedék. “Dadi kedék Ning? Payu malajah?” Putri Semaraung prajani siep, tanggehanga kedékné. Limané jani cakupanga duur pabahanné tur matimpuh di arep dadongné. “Inggih Guru!” sautné. “Nah, nah, lamun suba sayaga lan tuutin guru. Tegarang jani majujuk, adéng-adéng penékang batisé. Da bes tegeh ning! Ulung nyanan!” Tondén pragat dadongné mamunyi, dapetanga cucunné suba ulung betén kasuré. Batisné kajengklok kanti mapangsegan di téhelé. “Kikikiikiki....” dadongné kedék ingkél-ingkél nepukin cucunné malajah ngléak. “Aduh… duh… sakit....” “Ento suba adané Cening bengkung, rengas, sing demen ngidepang munyi guru. Da lén-lén Ning!” Dadongné jani jengat ngajahin cucunné ngléak. Putri Semaraung ané itunian aduh-aduh di betén kasuré paling ngalihin saklar lampu, idupanga lantas lampu kamarné. Paningalan dadongné ané itunian malontod prajani cekok. Api di pabahanné masi

ilang. I dadong ulap nepukin galang lampuné nyénterin awakné. “Duh! Né mara ya cucu beler! Nak ngudiang ngidupang lampu? Buung malajah ngléak?” patakon dadongné. “Éngkénang malajah ngléak? Batis icangé sakit! Saut cucunné. Putri Semaraung ngeling sengi-sengi nanggehang sakit. Kéweh asané ia majujuk. Ilmu léaké ngundang sengkala. I dadong marasa pelih nepukin batis cucunné beseh. Paekina cucunné, lantas kaubadin baan aji pangléakan. “Leserang batisé, suud nyebak!” Dadong Tibubeneng lantas makecuh di limané. Kecuhné ento lantas anggona ngusapin batis cucunné apanga ilang sakitné. “Cuh, cih, cah cuh nitya deha anggara saksi, pramaja musti atma kawikan angga nira. Cuh, cih, cah, cuh semara kecuh nira ning Putri Semaraung tan pejah api ning kala ah ah ah...” Suud ngacep aji pangléakanné ento ping telu, dadongné lantas ngorahin cucunné majujuk adéng-adéng. “Engkén, nyak iyingan batisé?” “Hihi…” Putri Semaraung makenyem. Kendel atiné jani. Beseh batisné ilang, kaubadin kecuh i dadong. “Gigisin kedék Ning! Elek atiné tekén pisaga dajan umahé.” “He... he.., ampura Guru!” Jam satu peteng Dadong Tibubeneng lantas magampilgampil. Lontar aji pangléakan ane itunian di duur dulangé kakaputin kasa putih misi rerajahan léak. Lontaré celepanga ka kotak cenik di tengah lemariné, lantas kuncina apanga sing ada anak ngamaling. “Lan jani sirep!” saut dadongné.

*** Jam lima semengan, Dadong Tibubeneng suba makupuk di paon. Nyakan padidina, ngaé darang nasi padidina, ngaé jaja padidi, muang inget ngaé yéh panes anggona cucunné manjus. I Dadong uli pidan biasa idup padidi. I Pekak suba ngalahin mati, makejang pianak lan cucu-cucunné merantau ka kota. Di désa tepukina kuna, kéweh maju ulian kéweh ngalih gegaén. Paling aget suba mukak warung sembako, bin sada warungé sesai uyak anggehan. Éngkenang nagih maju di désa, meli sera dogén biasa nganggeh kanti abulan. Ulian ento, Dadong Tibubeneng las nepukin pianak lan cucu-cucunné marantau kanti ka luar Bali. Nyén nawang mani puan pianak lan cucunné ento suksés. Tusing cara i dadong ané sabilang wai ngindeng di désa madagang jaja Bali. Ené suba mabukti, ulian merantau, cucunné ané madan Putri Semaraung suba dadi sarjana lan kaangkat dadi PNS. Bin sada

agetné suba maan tugas dadi guru SMP di désa padidi. “Dong!” Sagétan Putri Semaraung majujuk di jelanan paonné. Ia lantas negak di kursi barak plastik sambilanga matatakan jagut. Toliha dadongné makupuk padidina di paon uyak andus. “Mih… cucun dadong jegeg bulan suba bangun?” patakon i dadong ngaénang cucunné makenyem. Dapetanga dadongné suba ngaba klepon, laklak, lan klaudan matatakan tékor. Duur jajané misi nyuh makikih macampur gula Bali abedik. Putri Semaraung lantas nyemak jajané, ajenga ulian dot jaja uli pidan. Dadong Tibubeneng lantas ngaénang cucunné téh anget misi jahé. Lamun kenehang, miribang makelo i dadong mapisah ngajak cucunné. Ada nem tiban sesukat Putri Semaraung kuliah S1 lan S2 keguruan di Jawa. Putri Semaraung kapah ka Bali, sesaian ngomong di telepon dogén. Bin sada kapahkapah ulian i dadong sing ngelah telepon. Aget ada pisaga delod umahé ané sesasi ngemaang nyilih telepon. “Dadi malengok?” I Dadong nepukin cucunné ada kenahanga uli tuni. “Pelih Icang ibi sanja. Tusing ningehang munyi tondén apaapa suba ngaku dueg ngléak.” “Nah da ento uyutanga. Tusing dadi nyambatang léak. Telahang jajané.” Sambilang ngajeng jaja, Putri Semaraung mapineh. Ia sujatiné iri tekén dadongné padidi. Pidan ia bisa cara i dadong? Ngelah aji pangléakan ané paling sakti, ngelah aji ugig ané ngidang ngaé anaké jerih. Diastun suba lingsir, i dadong tusing taén marasa tua. Awakné cenik, gilik, kenceng, enu siteng masuunan ngindeng ngaba jaja. Tusing cara anak tua lénan ané rengkod lamun suba maumur pitung dasa tiban. Jam nem semengan, kruyukan siapé ngancan ramé. Putri Semaraung suba suud manjus, i dadong seleg ngantiang cucunné makikén. Makelo antosanga cucunné di ambén balé daja. I dadong suba ngebatang tikeh cenik. Ada nasi baas barak mawadah bakul cenik katimpalin bé siap makukus misi sambel tomat lalah manis apang cucunné nyak madaar makiré majalan ka sekolah. “Dong, mai milu ka sekolah! Léaké makacakan, Icang jejeh lan sakit ati ulian léak. Diolas isinin sekolahé panyengker apang aman!” “Léak apa makacakan di sekolah! Awak guru tusing pantes ngomongang léak di sekolah. Tusing ada leaké ngaenang jejeh apa buin kanti ngaé anaké sakit ati. Léak ento maraga suci kaplajahin baan keneh suci. Inget ibi sanja?

Batis Ceningé kajengklok ulian keneh Ceningé kasaput iri.” Saut dadongné tekén cucunné. Putri Semaraung prajani masemu galak lantas ngalahin dadongné. Sujatiné ia makeneh ngajakin dadongné ka sekolah apanga nawang, di sekolahan liu ada léak. Guru-guruné di sekolah nyakit ati nepukin leaké makacakan, demen ngaé uyut kanti guruné nyakit ati ngemasin mati ulian léak. Mara neked di gang delod umahné, Putri Semaraung malipetan ulian kaliwat gedeg ngenehang sekolah di tongosné ngajahin. “Dong! Icang sakit ati dadi guru!” saut Putri Semaraung nyangjagin dadongné. I Dadong makenyem nepukin cucunné mamedih di arepné. “Duh… Cening jegeg bulan, cucun dadong paling sayang. Nak ngudiang sakit ati? Suba aget Cening dadi guru, maan gegaén melah, dadi pegawai negeri sipil maan gaji tetep lan tunjangan kéné-kéto. Anaké kanti nombok satusan yuta apang ngidang dadi PNS. Né Cening suba aluh-aluhan maan gegaén. Ento ngudiang sakit ati?” “Dadong nawang? Léaké makacakan di sekolah! Léaké ngaénang Icang sakit ati! ” saut Putri Semaraung tungkas. “Dija ada léak di sekolah? Eda ngawang-ngawag ngomong léak!” I Dadong pedih ningehang cucunné setata nyambatang léak di sekolah. “Makejang muridé di sekolah adané léak! Panak léak demen nguluh munyi! Léak jelé! Léak beler! Léak berung! Léak tain sampi! Léak tain cicing!” saut Putri Semaraung ané setata sakit ati ulian ulah muridmuridé di sekolah. Muridé demen ngaé masalah. Sabilang ka tengah kelasé, satata kaukina Ibu Ceking tekén muridé ulian Putri Semaraung berag aking. “Oh… ulian ento Cening nyambat murid Ceningé di sekolah panak léak? Madasar sakit ati Cening cara kéné? Duh… Déwa Ratu, bawak pesan papineh Ceningé. Precuma Cening masekolah tegeh-tegeh pamuputné cara jani. Elek Dadong ningehang munyi Ceningé. Ilmu léaké nagih anggon Cening nyakitin murid padidi! Nak saja kenehé malajah ngléak?” “Saja!” Putri Semaraung gencang nyautin patakon dadongné. “Lamun Cening dueg ngléak, suud lakar Cening kaunina Ibu Ceking apa buin guru pengajian tekén murid Ceningé di sekolah!” “Apa kaunina?” “Guru léak!” saut dadongné nengkik. Putri Semaraung makelo mapineh lantas malaib ka tengah kamarné. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Ring Jagat Dwaraka

Gending Pengungsi

Olih : I K. Satria, S.Ag KACARITAYANG, risampun kulawargané kaliput sekancaning kadukan, raris rauh maharsi mautama, Ida Bhagawan Wyasa. Ida wantah maharsi sané mautama sané prasida ngamanggihin sekancan sané durung naen wénten ring jagaté. Akéh malih kautamanidané pinaka rsi mautama saha kasumbungang olih para rsi ring jagaté. Ida Bhagawan Wyasa raris napak genahé punika, digelis Ida ngandika majeng ring Sang Pritha taler kawéntenan Ida Sang Uttara, sakadi asapuniki pangandikanida: “Icalang sekancan duka sané dahat nénten mawiguna puniki! Uduh sang maraga istri sané mautama, sang putra sané dahat mawisésa wantah pacang medal saking kawéntenan Sang Wasudewa miwah sangkaning japa mantran titiangé! Putrané punika pacang dados prabhu sané mautama ngamel jagaté, ngentosin para Pandawa!” Antuk pangaksiané sané dahat cedang nuju genah Ida Sang Dhananjaya, nglantur Ida Bhagawan Wyasa ngandika sané taler karenge olih Ida Sang Prabhu Yudhistira putra Dharma punika. “Putrané punika pacang dados tetuladan jagat sangkaning ngamel jagat antuk kawicaksanan sané mautama pisan. Asapunika taler pacang kasungkemin para ratu sajebag jagat. Punika sané mawinan sampunang pisan rumasa sungsut antuk kadukan puniki. Wantah nénten kapatutang kulawarga mautama kaliput antuk kadukan sané panjang! Sampunang sangsaya, sané mangkin wirangang pikayunané, duaning sami sané baosang titiang punika pacang sumeken mamargi ngawit mangkin. Napi luir sané katurang olih brahmana luih saking wangsa Whrisni wantah pacang jati sakadi asapunika, cumpu pacang mamargi! Sampunang nénten precaya majeng ring makasami bebaosan sang maharsiné punika! Wénten sané kabaosang Sang Abhimanyu sampun mamargi nuju genah sané mautama sangkaning kautaman karmandané ring jagaté! Nénten patut ksatria mautama sakadi asapunika kasungsutang ring kahuripané puniki, nénten olih para ksatriané ring Pandawa, taler nénten patut kasungsutang olih makasami ksatriané sané mautama ring jagaté!” Punika sané mawinan gumanti sakadi anak sané wawu matangi saking pamereman kawéntenan Ida Sang Prabhu Yudhistira miwah ksatia Pandawané sami, sangkaning sampun polih ketél wacana Ida Bhagawan Wyasa! Sakadi asapunika parikraman tatkala punika.

13

Sakadi asapunika kacaritayang indik kautaman ksatriané sané pageh ring kadharman, putra sané medal sangkaning kautaman yadnya miwah karma sané mautama, madué kasempurnan, pikayunan hening miwah kadegdegan sajeroning ngamargiang kautamané punika. Madué rupa sané dahat rupawan utawi bagus sangkaning karipta antuk pamargin dharma, lianan ring punika, yéning nirgamayang sakadi kawéntenan sasiné ring Purnama Kartika kawéntenannyané. Sesampuné asapunika raris Ida Maharsi Wyasa ngaptiang pisan mangda Ida Sang Prabhu sayaga ring pikayunan ngamargiang yadnya sané mautama sané kabaosang Aswamédha Yadnya. Aswamédha Yadnya wantah yadnya sané ngawigunayang kuda. Sesampuné punika, Ida Sang Prabhu Yudhistira igum saha sayaga pacang ngamargiang yadnyané punika. Digelis kawéntenan Ida Brahmana suci Ida Bhagawan Wyasa raris ical saking genahé punika. Ida Sang Prabhu Yudhistira kacaritayang mangkin sesampuné mirengang paritetes saking Ida Bhagawan Wyasa sakadi asapunika, ngawinang égar pikayunan Ida Sang Prabhu jagi ngutamayang dharmané sané mautama pinaka jalaran mélanin kapatutan saha sayaga pacang ngelarang yadnya sané mautama. Kapertama, Ida Sang Prabhu Yudhistira maiguman majeng ring sametonidané makasami, sareng Ida Sang Arjuna, Ida Sang Bhima taler Sang Nakula miwah Sang Sahadewa. Irika Ida ngandika sakadi asapuniki. “Uduh Adi, samian ksatria Pandawa, minab Adi sampun ngresepang pitetes Ida Sang Brahmana mautama punika. Punika wantah sangkaning asih Idané majeng ring Panca Pandawa. Punika mawinan sané mangkin sampun kapitujuin pamargi ngruruh ayu malarapan antuk yadnya. Yadnyané punika raris pacang dados lantaran kautaman. Asapunika taler Adi sampun mirengang paritetes saking Ida Dang Guru Bhagawan Bhisma asapunika taler paritetes Ida Sang Prabhu Krishna. Sané kabaosang kapatutan wantah sané nénten lempas majeng ring pangandikan sang maraga luih sakadi sané sampun-sampun. Cutet sané mangkin mangda prasida satinut majeng ring sami sané kapituduh olih sang maraga wikan, nénten pisan dados tempal majeng ring sapituduh guru sané sampun kaloktah sakadi asapunika. (Masambung)

Rumasat sakadi pindang Masasah pajlempang Démpét maseksek Opek mlekpek Para warga jelata Cerik kelih bajang tua Madunungan désa-désa pisaga Krama kadang kanti seraya Nunas rna pitulung Nunas semita kenyung Nunas genah masayuban Mangda sida nutug kahuripan Wiréh jagi wénten bencana Gunung Agung jagi makeplug aya Sané tan prasida antuk natakin Napimalih nambakin Malaib labuh titiang patikaplug Driki-drika ngampel madugdug Saking Amlapura tiang ka Klungkung Nunas ampura tiang kirang langkung I Ketut Aryawan Kenceng


Jayanti

14

I Ketut Wirtawan

Cerakén

Nglestariang Kasenian Gambuh ”Gaya” Batuan

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

I KETUT Wirtawan, sadurungnyané nénten naen meled nelebin widang kasenian gambuh, napi malih nglimbakang kasenian inucap. Ring pikayunané, Wirtawan wantah meled dados guide, santukan kapikayunin asil saking dados guide ageng mawinan prasida nagingin kaperluané saraina. Nanging, pikayunan inucap wantah sawates pikayunan kémanten, nénten wénten selah sané becik sané prasida nyalantarayang daging pikayunan inucap. Nyabran mautsaha, asil sané kapolihang setata kaon. Sangkaning pitutur sinalih tunggil kulawargané, lanang kalih pianak puniki éling saha kayun malih nglestariang kasenian gambuh sané pinaka tetamian penglingsirnyané. Antuk punika, lanang sané embas ring Gianyar, 23 Juli 1969 pamuput kantos mangkin dados panglantur nglestariang kasenian Gambuh Gaya Batuan. “ Dum un, l e p a s s a ki ng SMA , tiang meled pisan dados guide. Kenah tiang dados guide nénten prasida katambakin, mawinan dumun tiang naen nyarengin kursus Basa Inggris. Nanging lacur, selah tiang dados guide wénten kémanten sané mialangin,” dané nyaritayang.

Pupuh Pangkur 31.eynÞ¡\humr*lmæ;,

Yén lunga umarang lampah, h\ápti,

Anggapatti, r&hj%m\)mãkin/,

ring ajeng mangembakin, bnsætirjêr&hu\С(,

Banaspati Rajya ring ungkur, mÉjptimr&kiw,

Mrajapati maring kiwa, bnsæti,

Banaspati, r&t)\)nÀidmlu\á¡;,

ring tengen Ida malungguh, bbutenhyÙelmæs/,

babutané aywa lémpas, hnÓepÉtkld)\)enêki. Anta Préta Kala Dengen yéki. Punika sané ngawinang,

Majanten Mapikolih Becik

hupkr,

upakara, mnusydñentit^,

manusa yadnyané titir, wwu2kduæomæunÓ¡tug/,

wawu lekad sampun tutug, s\áhnÓ¡kÑp)tn/,

sangga antuk dapetan, \erorsin/, ngarorasin,

\2psÀewonæuniku,

ngalepas awon puniku, rris*tutugÐmã¡hn/,

rarisang tutug kambuhan, tig*]]i;mzmã¡tin/.

tigang sasih manyambutin.

SEKANCAN kawecikan sané sampun kapolihang nénten ja ngawinang I Gede Wénten Aryasuda lali ring kahanan kaon sané naenin kapanggihin dumun. Minakadi kahanan ekonomi dané sané kirang becik tatkala dumun tur ngawinang pakéwuh abot pisan, nanging dané setata mautsaha mangda prasida becik masekolah. Dané marasa aget duaning madué rerama sané setata semangat, ngicénin piteket becik taler ngaptiang pisan mangda alit-alitnyané tetep masekolah. Kantun becik kaélingin tatkala kahanan ekonominyané dumun punika, Pak Wénten – asapunika dané ketah kasambat kantos maadolan es maidehan ring sajebag Banjar Penaban, sinalih tunggil banjar ring Kabupaten Karangasem mangda prasida manten ngamolihang jinah kanggén saraina taler kanggén prabéa masekolah. Sangkaning punika, Pak Wénten meled prasida setata mapitulung ring krama siosan, sinalih tunggil kamargiang

antuk mupulang wantuan dana miwah logistik tiosan sané jagi kaicén ring sameton pengungsi erupsi Gunung Agung. “Tiang ngrasayang pisan sapunapi kahanan taler rasa sebet sané karasayang olih para pengungsi Gunung Agung ring makudang-kudang genah pengungsian,” baos dané. Kacunduk ring acara ngicénin wantuan majeng petugas logistik ring Posko Induk Tanah Ampo, Karangasem Redité (8/10) lintang, Wénten Aryasuda nyatuayang kahanan kaonnyané sané dumun kamargiang dané sakéwanten pisaratnyané malajah tur masekolah ageng pisan. Risampuné dané menék kelih, Wénten Aryasuda sané embas ring Karangasem, 31 Desember 1958 puniki merantau ka Denpasar duaning meled mangda prasida masekolah sinambi makarya. Sakéwanten napi sané kapanggihin dané nénten ja becik sakadi sané kapikayunin, duaning tatkala punika akéh pisan pikobet sané

patut katepasin. Parindikan punika nénten ngawinang dané marasa sebet. Dané setata ngwiaktinin yéning sekancan parindikan sané kapolihang risampuné rauh galahnyané majanten jagi mapikolih becik. Punika sané setata kanggén nincapang pikayunan mangda nénten gelis mawali budal sadurung muputang parikrama sané kadasarin antuk becik mautsaha tur ngamedalang rasa bangga. “Tiang nyantenang yéning karma phala, maparilaksana becik nénten ja ngamedalang pikolih becik prajanian sakadi tatkala ngajeng tabia. Sané kautamayang wantah setata lascarya maparikrama,” baosnyané makenyem. Setata ngrasayang sapunapi kahanan kaon krama siosan ngawinang dané ngwangun rélawan PGRI Bali sané kasarengin olih para guru ring sajebag Bali. Sangkanig punika panyatusan guru rauh ngicénin wantuan majeng ring para pengungsi erupsi

Isin Gumi

”Arsitéktur” Bali Kagentosin ”Desain Minimalis” kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 17 Oktober 2017 lintang. Komang Budi Artana, Panji Ring aab jagat sakadi mangkin, krama seneng ring wangunan minimalis. Punika wantah hak soang-soang kra-

ma. Samian punika mawali malih ring kasenengan krama. Karasayang, antuk wangunan minimalis pacang lewih praktis. Indiké punika sané méweh katambengin. Putra, Pengastulan Perda miwah undang-undang punika yuktiné becik

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gulgul

1.

gulá¡l/,

1. ganggu

2.

gumpit

2.

gumæit/,

2. cubit

3.

gupuh

3.

gupu;,

3. rajin

4.

guyu

4.

guyu,

4. gurau

5.

jabag

5.

jbg/,

5. tidak sopan

6.

jadig

6.

jdig/,

6. angkuh

7.

jajal

7.

jjl/,

7. marahi

8.

jerih

8.

j)ri;,

8. kalah

9.

kabinawa

9.

kbinw,

9. luar biasa

10.

kt;,

10. banyak

10. katah

Pakaryan dados guide sané setata kapikayunin sahasa wénten sané mialangin. Wirtawan marasa wénten sané nguduhang anggané mangda mawali nelebin widang kasenian sané sampun kaplajahin saking alit miwah pinaka tetamian para penglingsirnyané. Parindikan inucap taler kasokong kulawargannyané mangda anggané mawali malih nelebin widang kasenian pamekas kasenian gambuh sané katamiang olih pekak dané. Sangkaning parindikan inucap, Wirtawan pamuput nglanturang kuliah ring STSI Denpasar utawi ISI Dénpasar sané mangkin, antuk ngambil jurusan tari, antuk tetujon sayan nelebin kabisan sané kaduénang. “Tiang marasa wénten panglimbak sané sayan becik ring anggan tiangé. Mawinan, tiang setata kasarengang pinaka duta seni kampus sané ketah masolah ring dura negara minakadi Eropa. Kala punika, nyolahang dramatari calonarang miwah légong,” tutur Wirtawan. Lanang sané sampun malajah ngigel ring yusa petang tiban puniki, pangawitné malajahin igelan Baris sané kaurukang olih pekak dané Alm. I Nyoman Kakul. Sangkaning kasarengang pinaka duta seni kampus, Wirtawan sayan kasub ring kampus wiadan ring désa, mawinan anggané setata sareng masolah. Inggian masolah ring Bali, dura Bali, wiadin dura negara. Mawit warsa 1996, Wirtawan ketah ulah-ulih ka dura negara, minakadi ka Jepang, Eropa, miwah negara-negara tiosan. Sakéwanten lacur, nampek ujian anggané sayan arang ka kampus mawinan dané nénten tamat kuliah. “Tiang nénten ngerti. Tiang wantah seleg ngigel taler ngajahin ngigel jumah. Tiang ketah ngajahin toris sané meled malajahin igelan Bali. Tiang taler nyokong sekaa Gambuh Batuan miwah sanggar seni tiosan masolah ka dura negara,” baos dané. Satios ngajahin ngigel, Wirtawan taler kantun seneng ngambar taler makarya tapel tari. Satios punika, dané naen polih penghargaan Wija Kusuma 2017 saking pemerinah Kabupaten Gianyar, satios penghargaan pinaka pengajar ring sinalih tunggil universitas ring dura negara. (bud/uma)

I Gedé Wénten Aryasuda

32.puniksen\win*,

ARSITEKTUR khas Bali sampun ngawit magésér ka desain minimalis. Yadiastun makudang-kudang perda ngatur parindikan arsitéktur Bali, nanging durung prasida nambengin pergéséran inucap. Kramané mangkin senengan ring desain minimalis, napi malih prabéa sané kabuatang lewih akidik. Parindikan punika

Redité Kliwon, 22 Oktober 2017

Bahasa Indonésia

pisan tetujoné, ngajegang arsitektur Bali pinaka warisan leluhur. Santukan salami puniki arsitéktur Bali taler sinalih tunggil wangunan sané prasida nudut manah para wisatawan rauh masesanjan ka Bali. Patut samian angganing sareng nglestariang. Ring walik punika, sinah nénten samian krama Bali prasida ngwangun antuk arsitéktur Bali. Gung Surya, Lovina Indik desain minimalis sané kapilih krama pastika wénten dasarnyané. Minakadi akidik nelasang lahan, prabéa lewih akidik, miwah pamiaraan lewih élah. Krama amangkinané akéhan mamilih sané lewih irit bahan rumasuk prabéa karasayang inganan. Tiosan punika indik bahan ngwangun antuk arsitéktur Bali sampun sayan arang pisan minakadi bata merah sukil kapolihang. Sengen, Nagesepaha Mangda nénten samian arsitéktur Bali magentos dados desain minimalis, yéning prasida wangunan instansi pemerintah lan swasta kategasang mangda ngwangun antuk gaya arsitéktur Bali. Santukan saking prabéa lan lahan pastika prasida ngwangun kantor antuk arsitektur Bali. (ama)

Gunung Agung ring Posko Induk Tanah Ampo. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar setata nyuksamayang pisan parikrama kahuripan sané sampun kalintangin punika duaning pamuputné prasida mapikolih becik. Punika nénten kasinahang saking rasa bangga duaning sampun prasida ngamargiang swadharma dados guru kémanten nanging punika taler sangkaning kurenan saking Ni Luh Putu Parmini prasida becik ngamargiang parikrama ring Organisasi Profesi Guru PGRI Provinsi Bali tur kajudi dados ketua umumnyané kantos mangkin ring periode kaping kalih. Enerjik miwah terbuka wantah cecihnan kepemimpinan dané sané taler katelebang ring sajeroning PD. PGRI Bali. Wénten Aryasuda maosang, ngamucukin PGRI wantah sesana sané “keweh-keweh aluh” napi malih antuk angga sané nénten akidik. Indik koordinasi miwah komunikasi setata kautsahayang mangda prasida mamargi becik

utamanipun sareng pengurus PGRI ring kabupatén miwah kota. Sios punika pikobet sajeroning guru nénten naenin telas tur setata kapanggihin, sangkaning éling ring punika Wénten Aryasuda setata mautsaha mélanin sekancan hak sané kadruénang olih para guru. Asapunika taler dados dasar dané setata mautsaha ngicalang pikobet para pengungsi utamanipun indik parikrama pendidikan oka-okanyané ring pengungsian mangda nénten mapangkedan yadiastun kahanan Gunung Agung durung prasida kajantenang kantos mangkin. “Tatkala sampun nyelehin dados guru, pikayunan guru patut pisan setata raket ring sajeroning angga soang-soang. Sinalih tunggilnyané wantah indik rasa manyamabraya sané ring Bali sayan nincap tur kasinahang antuk kawéntenan wantuan sané setata medal sangkaning kawéntenan kahanan Gunung Agung sakadi puniki,” baos dané makenyem. (ast/was)


15

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Bercermin ke Masa Silam Sejarah Kita Sendiri

l Kewajaran Sejarah, Hukum Alam dan Bedhol Negoro (1)

Situasi saling tidak pewrcaya, kebencian, permusuhan dan konflik antara pemeluk agama tiba-tiba marak dan menjadi kecemasan primer negara dan bangsa, membawa kita kepada perlunya bercermin ke masa silam sejarah kita sendiri. Misalnya, apakah dulu peralihan dari Kerajaan Majapahit ke Kesultanan Demak, diantarkan oleh perang agama atau tidal. Tetapi mungkin rak akan pernah bisa dibuktikan dengan metodologi sejarah apapun. BAHAN-BAHAN untuk meneliti tidak near-benar memadai. Setiap metode menghasilakn rumusan fakta yang juga berbeda, bahkan bisa bertentang. ANtara pendekatan akademis modern selama masa kolonial Belanda hingga era kemerdekaaan RI, banyak menghasilkan kesimpulan yang tidak sama disbanding catatan-catatan cultural, misalnya Babat. Bahkan cara membaca kitab sejarah yang sama, katakanlah Pararaton atau Sutasoma, hasilnya juga bisa bertentangan. PROSES verifikasi sejarah yang kemudian dicampuiri oleh program kekuasaan, proyek politik, persaingan antar agama, dalam skala nasional maupun global bahkan sudah sampai pada hawa wacana dimana Walisongo bisa dianggap tidak ada atau sekadar dongeng rakyar. Karena sumbernya adalah Babad dan informasi turun temurun. Yang sama sekali tidak bisa dibenarkan oleh metode akademik yang berlaku resmi di sekolah dan universitas. Bagi metode sejarah resmi, Waalisongo bisa secara kuat dihotesiskan sebagai mitologi. DI ERA 1970-80-an peneliti Kirdjomuljo bahkan dengan metode Honocoroko untuk meneliti sejarah, menghasilkan konklusi bahwa lokasi kerajaan Majapahit tidak di Trowulan Mojokerto, melainkan sekitar Bogor, Majapahit secara keseluruhan bukanlah kerajaan yang didirikan ileh Raden Wijaya pada 1293 dan berakhir pada 1498 M. Yang dicatat resmi oleh buku-buku sejarah sebagai majapahit sebenarnya adalah ujung dari rentang panjang Dinasti “Hit” , sesudah Dinasti “Ma” kemudian “Ja” lantas “Pa”. MENOLAK untuk memperdebatkan mana yang benar, karena segala sesuatunya tidak mencukupi untuk menjadi bangunan kebenaran. Di satu pihak memang bangsa Indonesia hari ini memerlukan pengetahuan apakah memang

kita punya sejarah perang Agama atau tidak. Sebab kalau memang pernah. Sekarang kita juga menjadi mudah menarik pedang dari rangkanya, gampang menarik pelatuk senapan, bahkan bunuh-membunuh kita simpulkan sebagai kewajaran sejarah dan semacam hokum alam-nya manusia. TAPI DI LAIN PIHAK, manusia bisa berpikir revolusioner bahkan radikal: ‘’Terserah dulu ada perang Agama atau tidak. Bahkan terserah kita punya masa silam atau tidak. Pun terserah kita punya masa depan atau tidak, karena besok sore Tuhan berhak mengkiamatkan kehidupan. Yang penting kita pastikan hari ini dan hari kapanpun bahwa kita tidak akan membunuh siapapun kecuali hewan kurban. Kita tidak akan melukai tubuh dan menyakiti hati sesame manusia. Bahkan tidak melukai alam dan menyinggung perasan Tuhan. Kita pastikan bahwa kita tidak akan melakukan Mo-Limo: maling, madon, minum, main, dan madat. Kita tidak merusak bumi dan menumpahkan darah, dalam keadaan bagaimanapun dan dengan alas an apapun.’’ SAYA SENDIRI hidup lebih setengah abad untuk menyayangi alam dan manusia serta bermesraan dengan Tuhan dan semua anggota Kabinet maupun Dubes-Dubes-Nya. SAYA MEMAAFKAN semua menjahati saya. Saya memeluk siapa saja yang menghardik, mengutuk, dan memfitnah saya. Bahkan saya sudah menandatangani kontrak untuk memaafkan siapapun sebelum ia atau mereka mendhalimi saya. SEBAB saya terpesona pada suatu kejadian di Keraton Majapahit. Pasukan Sembilan kuda putih, anggun di atas punggung kuda-kuda itu Sembilan pendekar yang berpakaian bawah putih atas putih dan surban putih. Pemimpin pasukan kecil itu, yang berderap paling depan, tidak berwajah sangar selayaknya seorang panglima perang. Tubuhnya juga agak lebih kecil dan lebih pendek disbanding para prajurit di belakangnya. Tidak pula membusungkan dada. Tidak tampil keperkasaan dari tegak leher dan kepalanya. PASUKAN ITU menuju Istana Majapahit, yang merupakan pusat koordinasi Kerajaan Kerajaan Perdikan Persemakmuran yang luasnya dua kali lipat wilayah Nusantara. Para penduduk di sepanjang jalanan dan desa-desa hunian yang dilewati oleh Pasukan Sembilan itu tergeta perasaannya. Terkesima oleh misterinya. Prabu Brawijaya dan semua perwira dan pejabat yang sedang berada di Keraton, juga kebingunan menyimpulkan siapa itu yang datang. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 9 Agustus 2017

Sastra yang Menjadi Konsepsi Sosial….(1) l Sekolah, Lingkungan, Keluarga dan Negara….

SEJAK zaman dahulu, karya sastra memiliki peluang merebut medan makna secara kontekstual di tengah pergulatan masyarakatnya, di mana sebuah karya dapat menjadi rujukan dalam berbagai peristiwa dan fenomena sosial. Ia hadir sebagai konsepsi bersama apakah berupa kebijakan (wisdom) ataupun semangat zaman (zetgezet). KONSEPSI-konsepsi tersebut tak hanya dicuplik dari judul karya, melainkan juga dari bagian yang ‘’enak dikutip’’. Bisa menyerupai kata mutiara, metaphor, kiasan, dan narasi-narasi inspiratif. Lebih dari itu, isi karya sangat menentukan ‘’keabadian’’-nya di tengah public. Tentu saja karya yang kuat secara estetik jadi garansi dalam proses dialektika semacam ini. Bahkan tidak jarang konsepsi estetis pengarang merepresentasikan semangat orang banyak. UNGKAPAN ‘’zaman edan’’ dari pujangga Ronggowarsito sampai sekarang tetap aktual, bahkan kain aktual, lantaran isinya berhasil merumuskan situasi zaman. ‘’Gurindam Dua Belas’’ karya Raja Ali Haji menjadi jujugan masyarakat Melayu misalnya tentang bahasa. ‘’Apabila melihat orang berilmu, lihat kepada budi bahasa.’’ Begitu pula Bula Malino karya La Ode Muhammad Idrus Qaimuddin, Sultan Buton, pastilah jadi rujukan masyarakat Wolio, misalnya dalam hakikat kematian: ‘’Matemo itu intaaka aalimu/ toku-tokuno paimia saalihi ’’ (Mati dinanti orang alim/ditunggu setiap orang saleh’’ Dari sastra dunia ada begitu banyak konsepsi, seperti ‘’apalah arti sebuah nama’’, Shekespeare atau ‘’pengecut mati berkali-kali, pahlawan mati hanya satu kali’’ dalam drama Saroyan dan seterusnya.

l Anggur

DARI SASTRA INDONESIA modern, muncul sejumlah konsepsi aktual, semisal ‘’tak satu jalan ke Roma.’’ Ungkapan ini berasal dari kumpulan cerpen Idrus, merupakan bentuk otimisme bahwa banyak jalan untuk mewujudkan gagasan atau cita-cita. Cerpen ‘’Robohnya Surau Kami’’ karya A.A. Navis sering dijadikan analog ‘’keruntuhan’’ institusi sosial selain surau. Sebutlah lumbung padi, sekolah, pasar desa, koperasi dan lain-lain. Sebutannya bisa berubah menjadi ‘’Robohnya Lumbung Kami,’’ ketika dilekatkan dengan hancurnya system pengelolaan pangan lokal. Atau ‘’Robohnya Sekolah Kami’’ sebagai potret suramnya dunia pendidikan. Begitu pula pasar desa yang ilang kumandange di tengah serbuan swalayan dan toko jaringan besar, serta koperasi yang berhadapan dengan koorporasi. Ungkapan ‘’adil sejak dalam pikiran,’’ Pramoelya Ananta Toer, telah menjadi spirit bersama yang tak lekang. Judul Novel N.H. Dini yang puitis, ‘’Langit dan Bumi Sahabat Kami,’’ niscaya menyertai ingatan kita tiap kali berhadapn dengan soal lingkungan. Satire ‘’Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’’ dari cerpen Seno Gumira Ajidarma, betapa pun terkesan ringan dan main-main, merepresentasikan sensor rezim, baik politik maupun moral. Dari Motinggo Busye ada ‘’Malam Jahanam’’ dan ‘’Dosa kita Semua Lebih dari sekadar judul, muatan karya bersangkutan sangat kompleks menggambarkan situasi sosial. Bayangkan, dalam satu malam terjadi anomali peristiwa yang menyingkap semua borok para pelaku drama, ‘’Malam Jahanam.’’ Peristiwa Mat Kontan, Paijah, Utay danb Sulaiman tersebut mencerminkan rentannya

Doa Orang-Orang Suci…. ZIARAH

SAGARA GIRI Burung burung Pohon Sembahyang

JKP - 109 NGAMPOENG SENI

Jumat KLIWON 27 Oktober 2017 Plus PUISI Sumpah Pemuda 89 Tahun besoknya 28 Oktober 2017 Made Edy Arudi: Tiga (3) sajak Anda yang mendapat giliran edisi yll anggap saja untuk merayakan ulang tahun Anda pas hari ini…. sawi sebiji titik Sebiji DARI BESAKIH Sanento Yuliman (APREBPM 1 Oktober 2017), karena Arudi seorang guru apalagi dari Bali Utara layak Anda pelajari ‘’kalah menang itu sehat’’ khas ungkapan orang Buleleng (SAR) Singaraja… Rasanya sajak itu baru dibikin beberapa hari yll, padahal sudah 47 tahun umurnya (1970) saat Sanento seusia Anda hari ini.

Undangan Terbuka “Ngampoeng Seni”

Jatijagat Kampung Puisi (JKP) dan Dapur Sastra Jakarta (DSJ) mengundang kawankawan menghadiri acara “Ngampoeng Seni” dan peluncuran buku puisi “Narasi Sepasang Kaos Kaki” karya Winar Ramelan dan “Imaji Biru” karya Dewi Salistiawati. Acara digelar pada Jumat, 27 Oktober 2017, jam 19.00 Wita di Jatijagat Kampung Puisi, Jl. Cok Tresna No. 109 Renon, Denpasar. Buku puisi akan dibedah oleh Puji Retno Hardiningtyas, S.S dipandu oleh Ngurah Arya Dimas. Selain itu acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi oleh Riri Satria, Nunung Noer El Niel, Emi Suy, Windu Setyaningsih, Na Dhien, Obe Achmad Marzuki, Kim Al Ghozali, Safitri Saraswati, Hendra Utay, dll. Acara terbuka untuk umum dan gratis. Silakan hadir.

A Tribute to Balinese Poet

Putu Vivi Lestari

Ubud Writers and Readers Festival secara khusus menggelar acara “a tribute to Balinese poet Putu Vivi Lestari”, pada Jumat, 27 Oktober 2017, jam 19.30 wita di Taman baca, Jl. Raya Sanggingan, Ubud, dengan pembacaan puisi oleh Warih Wisatsana, Mas Ruscitadewi, Wayan Jengki Sunarta, Pranita Dewi dan Kadek Sonia Piscayanti. Silakan Hadir...

Biar Bunga-bunga Mekar…. l Yang Membuka Semua Simpul

DI BODHGAYA, puluhan orang berhimpun di sebuah candi. Candi Mahabodhi. Para pengelana Tiongkok menyebutnya Mahabodhi Vihara. Yang lain menulis Sambodhi. Sebuah menara mirip piramida berdiri di tengah bangunan utama, dan empat menara serupa di sudut-sudutnya. Di dalamnya tampak patung Budha berlapis emas dalam postur menyentuh bumi. Punggungnya mengdap pohon bodhi. KAPAN persisnya candi setinggi lima meter ini didirikan? Tak ada yang tahu. Seorang meyakini, dari bentuk arsitekturnya, arsitektur zaman Gupta, berasal dari periode Asoka. Sebagian lain mengatakan candi dibangun oleh Amaradeva tahun 984 Masehi. Tapi, di celah-celah kekaburan itu, orang bisa mendapatkan keterangan-keterangan awal dari Fa Hien, yang mengunjungi India awal abad ke-5 M, dan hiuen Tseng yang berkunjung ke India antara tahun 629-640 M DI SINILAH akar pohon, di sinilah tempat yang kosong, di sinilah ‘’keabadian’’. Di sinilah tempat seorang duduk diam, melihat daun-daun jatuh dan bunga-bunga mekar, ketika musim datang dan pergi. Biarlah daun-daun berjatuhan. Biarlah bunga-bunga mekar sesukanya. Dan ketika daun-daun berjatuhan, ia tahu itu musim gugur. Ketika bunga-bunga mekar, ia tahu itu musim kumbang. relasi sosial kita. Semua pihak terlibat dan ikut mendorong terjadinya chaos. Hal yang sama terjadi dalam novel ‘’Dosa Kita Semua.’’ Hal ini bisa diaplikasikan pada sejumlah peristiwa. Misalnya, ketika terjadi kasus tewasnya Angelina di Denpasar, saya merasa situasi itu cocok belaka disimbolkan dengan ungkapan ‘’dosa kita semua’’ sebab semua pihak (sekolah, lingkungan, keluarga, negara) absen dalam dunia anak. MASIH DARI JAGAS PROSA, kita dapatkan konsepsi beserta modelnya yang sangat menarik dari Budi Darma lewat cerpen ‘’derabat’’. Derabat merupakan pertarungan dua tokoh yang seling berkarakter buruk (antagomis). Hal yang sekarang kian mendapat aktualisasi. Lihatlah dunia politik kita yang hingar-bingar, sulit menilai siapa yang benar sebab semua pihak atau kelompok memiliki karakter derajatnya sendiri. l Raudal Tanjung Benua

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

l Cinta yang Mengabdi dan Berbuah

Karena setelah semua mati, Tuhan tampak dalam cahaya, kita gema dalam doa. Tapi biarkan Tuhan mendoakan kita semua, tak satu pun dibiarkan mati dalam lumuran dosa dan hidup dalam palung apinya.Dan seperti nyala api membakar kayu jadi debu, demikian pula doa menghanguskan semua aib jadi abu. Doa ialah batas ‘’keabadian, keabadian ! ‘’perasaan ngeri. Batas ‘’kelengangan, kelengangan!’’ dari jurang-jurang yang dalam di luar jiwa ini. Dari air mata, yang membasahi tapak kaki, adalah jejak doa. Barangkali tak satu pun penyair modern yang menulis banyak puisipuisi ‘’doa’’ sepenuhnya jiwa dibandingkan Rabindranath Tagore, seorang pembawa suara kebudayaan spiritual India. Inilah permintaan padaMu, jungjunganku! Pukullah dan kenailah akar takut dalam hatiku! Berilah aku kekuatan menanggung senang dan sedih dengan rela hati. Berilah aku kekuatan membuat cintaku mengabdi dan berbuah.Berilah aku kekuatan supaya aku tak akan pernah menyingkirkan orang Miskin, dan merendahkan diriku terhadap kekerasan. Berilah aku kekuatan meninggikan budiku di atau kejadiankejadian sehari-hari yang tiada berarti. Dan berilah aku kekuatan memberikan kekuatanku dengan ikhlas kepada kemauanMu. Itulah yang dituliskan Tagore dalam sebuah ‘’doa’’ panjang dalam Gitanjalli, Seorang suci lain, Manikkavacakar, berkeluh kesah dengan hati yang lembut. Aku tak nyata. Aku tak nyata. Kebaktianku tak nyata! Betapa pun berdosa aku dapat sampai kahyangan asalkan terus menyeruMu. Bermuirah hatilah agar aku bisa mencapaiMu. Doa adalah pelipur lara. Adalah suara pembuka gerbang pintu surge. Pattinattar benar ketika ia berdoa dengan mata hatinya. Dosa-dosa dari perkataan, dosadosa dari pikiranDosa-dosa yang mendatangkan Maut dari perbuatan Dosa-dosa dari pengelihatan Dosa-dosa dari pengelihatan Dosa-dosa karena keraguan pada kitab suci

ITU DAHULU. Sekarang Bodhgaya telah jadi kota modern. Gemebyar. Biarabiara berdiri bersama guest house, pusatpusat meditasi, dan boutiqque. Setiap tahun jutaan orang datang berbondongbondong. Mereka tak putus-putusnya bergerak, riuh, berjalan dari gerbang, di sekitarnya rasa cemas. APAKAH yang mereka cari? Apa yang diburu-buru di Mahabodhi? Sebagaimana dialami Budha berabad-abad sebelumnya: Cahaya. Pencerahan. ‘’SAYA INGIN mengeluarkan dari hati manusia api ketamakan, kemarahan, dan kegilaan-kegilaan yang mengerikan,’’ kata Sakyamuni, seorang yang pernah menempuh jalan pengingkaran diri paling sulit, yang tak pernah menganggap ajaran atau sabdanya keramat atau harus dipercaya.

Wahai Tuhan Maha Tinggi, ampunilah semua dosaku Ini! Tapi doa paling terkenal menurut orang Hindu adalah Gayatri Mantram. Biar kami renungkan kemuliaan-Mu yang mulia, Savitri. Semoga Engkau menggerakkan pikiran-pikiran kami Savitri adalah dewa matahari pada zaman Veda. Dulu doa itu diucapkan pada awal pelajaran. Veda. Sekarang dalam doa pagi. Setelah itu, orang Hindu akan mengucapkan kalimat berikut: Entah seorang itu suci atau tidak atau apa pun statusnya. Jika ia memikirkan Dia yang bermata teratai, ia akan murni luar dalam Visnu matamu bagai bunga. Aku member pujian padaMu. Ampunilah dosadosaku. Aku menjalankan sandhya untuk memelihara nama baik…. Kemudian ia akan meratap. Siwa, penghancur segala sesuatu dalam empat belas dunia, hancurkan pula dosa-dosaku. Dan terus meratap, dan hatinya menjawab dengan suara-suara,m larut ke dalam nyala api. Agni, kami adalah saudarasaudaramu, kau adalah sumber hidup kami dan iman yang menangung. Persembahan dan penuh pemikiran. Engkau terang yang mengagumkan, menawan, bersinar, tamu, manusia, dan kekasih rakyat. Ada banyak teks Rig Veda yang membicakrakan doadoa suci Hindu. Dan kesalehan Rig Veda mencapai puncak dalam pujapuja yang ditujukan kepada Varuna. Hampir tidak ada kidung bagi Varuna dalam Rig Veda, doa untuk mohon pengampunan dosa tak disertakan. Apa pun hukumMu, Varuna, karena kami manusia, hari demi hari kami melanggarnya…. Jangan bairkan kami jadi mangsa kematian, dihancurkan kemarahanMu yang dahsyat. Untuk mendapatkan belas kasihMu, Varuna, dengan pujian kami ikat hari-Mu bagai kusir mengikar Kudanya yang ditambatkan. Wahai Varuna, Tuhan yang mulia, aku telah memasuki rumahMu yang megah dengan ratusan pintu, berilah aku perlindungan Tagore, Manikkavacakar, Pattinattar bukan nabi. Tapi ada api dan cahaya mistis di dalamnya, menembus keluar, memancarkan doa-doa. Yang tinggal di hati seorang: Gelombang suara. Yang jatuh di kesunyian kita saya menerkanya begitu, tapi itu bisa saja salah…

‘’Dan kegelisahan selalu kesia-siaan.’’ TAPI saya kira, itu juga yang diinginkan oleh kita semua, tak hanya para peziarah di Bodhgaya, menaklukkan iri hati dan kekecewaan yang berasal dari nafsu dan hasrat, serta menghancurkan kegelisahan yang mengikat. Tapi saya tak tahu: lebih mudah memaksakan penebusan dosa secara jasmani? Atau menderita, menikmati tiap lekuk-lekuknya, dalam kerendahan hati? Atau sabar menghadapi beban hidup setiap hari? ‘’Pencerahan’’, seperti tertulis dalam Iti Vuttaka, ‘’tak bisa dicapai oleh mereka yang lamban, bodoh, dan tumpul, melainkan mereka yang membuka semua simpul.’’ DI BODHGAYA, ada sesuatu yang terasa hadir di mana-mana: penderitaan. l Agus Roisalam

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

October-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Para Oktober Para : Sitor Situmorang, Bakdi Soemanto, Suminto A Sayuti, Dorothea Rosa Herliany, Bambang Widiatmoko, Edy Lyriscera, Otto Sukatno CR, Mahwi ATM Waiya, Made Edy Arudi, Heru Antoni, Muhammad Lutfi , Firdaus Akmal, Fitrah Anugerah, Zelfeni Wimra, Gantari Yasa, Mauliediya Yassin, Anisa Isti, Kurnia Effendi, Tengsoe Tjahjono, Leginah, Abdul Wachid BS, Robby Jannatan, Jefri al Malay SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam Oktober, Sampai-jumpa di JKP-109


Daerah

16

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

NGGAK ”MUDENG” !

Pemkab Tabanan Gelar Aksi dan Green Festival Kota Hijau Hijau Kotaku, Lestari Desaku

FESTIVAL-Suasana Aksi dan Green Festival Kota Hijau dengan Tema “Hijau Kotaku, Lestari Desaku”, dirangkai dengan Puputan Melawan Korupsi bersama KPK, Sabtu (21/10) kemarin. PEMERINTAH Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) setempat menggelar Aksi dan Green Festival Kota Hijau dengan Tema “Hijau Kotaku, Lestari Desaku”, dirangkai dengan Puputan Melawan Korupsi bersama KPK, Sabtu (21/10) kemarin. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi dan Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, membuka Aksi dan Green Festival Kota Hijau serta Puputan Melawan Korupsi, ditandai dengan pembacaan Deklarasi Anti Korupsi dari Anticorruption Messengers Bali 2017. Kegiatan atau acara yang digelar di TMP Pancaka Tirta, Tabanan juga dihadiri Anggota KPK-RI Benedicktus Siomalla Martin, Forkopinda Tabanan, Seluruh Kepala

OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala satker PBL PUPR Provinsi Bali beserta tim, Forum Komunitas Hijau Tabanan dan seluruh peserta, para siswa, masyarakat beserta seluruh undangan yang berkenan hadir. Tujuan dari kegiatan ini tiada lain dalam rangka Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang merupakan pengembangan Kota secara komprehensif, menggunakan pendekatan pembangunan secara berkelanjutan untuk mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Penyelenggaraan penataan ruang yang terintegrasi menjadi unsur penting didalam mewujudkan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau sebagai pembentuk kualitas ekologi Kota menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,” kata Bupati Eka. Dikatakannya, saat ini kawasan RTH di Kabupaten

Tabanan sebesar 52,96 persen dari keseluruhan kawasan perkotaan. Kondisi ini sangat menggembirakan. Karena, pasalnya masih melebihi persyaratan 30 persen menurut UU Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penataan Ruang. “Luar biasa, ini bisa Kita jadikan kebanggaan di Tabanan. Kita tata dengan baik, jaga dengan baik, sehingga ruang terbuka hijau di Tabanan lebih banyak lagi”, tegasnya. Meskipun begitu, dirinya merasa taman-taman di Kota masih dirasa kurang dari segi penataannya. Disebabkan terbatasnya kepemilikkan aset Pemerintah Daerah untuk dibangun taman kota yang representatif. Kota Tabanan saat ini berupaya mempertahankan dan meningkatkan Kota Tabanan sebagai Kota Hijau. “Kalau bisa, daerah lain selain Tabanan dan Penebel yang saat ini mau dibangun RTH, hendaknya mau memberikan atau meminjamkan lahan agar bisa kita dandani agar cantik daerahnya secantik bupatinya”, pungkas orang nomer satu di Tabanan tersebut. Srikandi asal Tegeh, Angseri ini juga menjelaskan bahwa tanpa RTH bisa menimbulkan banyaknya permasalahan lingkungan, seperti, polusi udara, banjir dan volume sampah yang tinggi, sehingga akhirnya menimbulkan penurunan kualitas ruang Kota dan lingkungan. “Permasalahan Kota merupakan permasalahan kompleks yang tidak bisa ditangani secara parsial. Tetapi harus secara komprehensif, melalui perencanaan yang

matang dengan tujuan memberikan solusi ke depan yang berkelanjutan ” jelas Eka. Begitupun juga dengan Korupsi, penerima Harmony Award 2017 ini mengatakan komitmenlah yang membawa langkahnya untuk berupaya memberantas korupsi. Komitmen dengan semua stakeholder termasuk KPK dan seluruh komponen masyarakat. “Kami semua berkomitmen untuk memberantas korupsi di seluruh Kabupaten. Dan kebetulan hari ini kita gabungkan dengan acara kami yaitu Festival Kota Hijau. Tadi kita sudah menerima plakatnya dan sudah kami ikrarkan, dan mudah-mudahan ini bisa menjadi hal yang membantu kami semua untuk menjaga Bangsa kita, terutama Tabanan. Sebelumnya, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melepas Gerak Jalan Sehat rangkaian Aksi dan Green Festival Kota Hijau di halaman depan TMP Pancaka Tirta. Yang diikuti oleh seluruh Kepala OPD beserta 5 orang staf di Lingkungan Pemkab Tabanan, Siswasiswi dari 7 SMA yang ada di Kota Tabanan beserta elemen Masyarakat dan undangan yang hadir. Dengan membawa misi Kebersihan. Gerak Jalan Sehat ini mewajibkan setiap peserta membawa kantong plastik besar, guna untuk tempat memungut sampah sembari melakukan gerak jalan sehat. Rute yang dilalui, start dari TMP Pancaka Tirta melalui Jalan Pahlawan menuju Pasar Tabanan, kemudian balik lagi menuju TMP Pancaka Tirta. (ad1383)

Pengukuhan dan Wisuda Stikes Advaita Medika Tabanan STIKES Advaita Medika Tabanan menggelar Sidang Senat Terbuka terkait pengukuhan dan wisuda program profesi Ners dan D-3 Kebidanan di Grand Inna Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu (21/10). Acara ini diikuti 12 wisudawan D-3 Kebidanan dan 22 wisudawan profesi Ners. Para lulusan diharapkan berkontribusi positif, baik langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM kesehatan di Bali maupun Indonesia. “Sebagai tenaga kesehatan yang baru lulus, sudah pasti dihadapkan pada permasalahan-permasalahan klasik, yaitu syndrome kurang percaya diri dengan kompetensi yang dimiliki, keterampilan beradaptasi untuk bekerja dalam tim dan kolaboratif, serta komunikasi yang kaku karena belum terbiasa,” ujar Ketua Stikes Advaita Medika Tabanan, I Wayan Surka, SSi.T., M.Kes., saat membacakan laporan pendidikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjut Surka, para alumni sebelumnya telah berkenan hadir memberikan motivasi kepada para wisudawan. Utamanya mengenai kiat-kiat dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Mengingat hampir 100 persen alumni Stikes yang

bernaung dibawah Yayasan Cipta Karya Darma ini telah terserap sebagai tenaga kerja atau tenaga kesehatan. Baik itu di pemerintah maupun rumah sakit swasta dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga pegawai kontrak. “Kebetulan lulusan kami dua angkatan sebelumnya sudah menjadi tenaga kesehatan sebagai PNS di unit-unit layanan kesehatan baik di rumah sakit maupun di Puskesmas,” jelasnya. Surka mengingatkan para wisudawan, bahwa setelah lulus mereka sebetulnya akan memasuki zona ketidaknyamanan yang baru. Zona itu bahkan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan masa perkuliahan, yakni dunia kerja. Namun, kesuksesan memang tidak dilahirkan dalam kenyamanan atau kemudahan. Masa depan juga jangan terlalu dikhawatirkan, karena rejeki masing-masing sudah ditetapkan oleh Sang Pemberi Rejeki. “Satu kata kunci dari kesuksesan adalah kemauan untuk belajar. Belajar untuk mengetahui sesuatu, melakukan sesuatu, menjadikan sesuatu, dan belajar untuk hidup bersama orang lain. Dengan belajar sepanjang hayat, mudah-mudahan para lulusan tetap survive dalam turbulensi yang serba tidak

menentu,” paparnya. Menurut Surka, Stikes Advaita Medika Tabanan saat ini didukung 43 tenaga kependidikan (dosen tetap yayasan) dan tujuh tenaga non kependidikan dalam menyelenggarakan proses pendidikan dengan baik. Terkait perkembangan akademik, program pendidikan ners meraih nilai rata-rata tertinggi uji kompetensi nasional tahun 2016 untuk regional Bali-Nusra yakni 71 persen. Sementara untuk Program D-3 Kebidanan, tingkat kelulusannya pada uji kompetensi nasional mencapai 98 persen. Program profesi Ners dan sarjana keperawatan juga telah meraih akreditasi B pada

bulan April lalu. Ketua Yayasan Cipta Karya Darma I Dewa Gede Ari Wirawan, mengapresiasi segala pencapaian manajemen Stikes Advaita Medika Tabanan selama delapan tahun berdiri. Termasuk akreditasi B yang sudah berhasil diraih. Ke depan pihak yayasan akan selalu mensupport program yang diajukan Stikes. Sementara untuk para lulusan, diharapkan bisa mengabdikan segala ilmunya kepada masyarakat. “Pada prinsipnya kami akan mendorong segala kemajuan yang akan dicapai Stikes Advaita Medika,” ujarnya. (ad1381)

WISUDA - Suasana pengukuhan dan wisuda program profesi ners dan D-3 kebidanan Stikes Advaita Medika Tabanan.

Reses Anggota DPRD Bali

Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat. Penjajahan di depan mata itu di Jakarta, selama ratusan tahun di tempat lain penjajahan terasa jauh, tapi di Jakarta bagi orang Jakarta kolonialisme di depan mata dirasakan sehari-hari. Kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan, mengusir kolonialisme, kita harus merasakan manfaat kemerdekaan. Jangan sampai Jakarta seperti yang ditulis dalam pepatah Madura, itik yang bertelor, ayam yang mengeram. “ Aku tersentak membaca untaian kalimat yang konon dilontarkan seorang gubernur yang baru dilantik, pada para pendukungnya di balai kota. Aku tidak begitu masalahkan di awal orasinya, konon Pak Gubernur juga menyindir masalah pribumi yang ditindas dan dikalahkan, namun setelah merdeka ingin menjadi tuan di negeri sendiri.Sebab, ku tahu Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998, melarang para bawahannya menggunakan istilah berbau kolonial tersebut, yang sebenarnya bertujuan memecahbelah kaum bumi putera di era penjajahan. Meskipun diklarifikasi, bahwa penggunaan istilah “pribumi“ dalam kontek kolonialisme Belanda, namun sebagai Warga Negara Indonesia aku pun berhak menafsir bagian pidato yang membuatku tersentak. Bukan tujuan ku bikin gaduh, namun ikut mengingatkan para pemimpin agar lebih berhati-hati dalam berwacana di depan publik. Pak Gubernur yang ku dengar telah khatam di bidang sains dan bergelar guru besar serta sempat menjadi rektor sebuah perguruan tinggi, rupanya kurang tertarik pada pelajaran sejarah. Perjuangan merebut kemerdekaan tidak mungkin akan berhasil bila hanya dilakukan segelintir penduduk di kepulauan Indonesia ini. Nama-nama pahlawan yang kini digunakan sebagai nama jalan di kota-kota besar, membuktikan bahwa seluruh rakyat Nusantara lah yang mengusir kolonialis Belanda dan Jepang dari Indonesia. Satu hal yang perlu diingat, mereka yang ingin menjadi tuan di negeri sendiri, paling awal harus mengusir mentalitas budak yang bercokol di hati dan otak sendiri,” ujar Rubag. “ Wah, dekat rumah dinas Pak Gubernur ada hamparan hijau yang indah guna mendapat udara segar bagi masyarakat, bernama Taman Suropati! Kalau saja beliau mau belajar sejarah, tanya Mbah Google ikhwal nama itu ! Tokoh sejarah ini kelahiran Bali tahun 1660 dan diberi gelar pahlawan nasional tahun 1975. Nama aslinya

Surawiroaji, saat kecil dijadikan budak dan dijual pada Beber, seorang kapiten Belanda, lalu dibawa ke Batavia dan dijual lagi pada atasannya bernama Moor. Setelah membeli budak itu, hoki dan keberuntungan Moor melonjak, sehingga anak itu diberi nama Untung. Melihat kejujuran dan keberaniannya, Untung direkrut jadi serdadu VOC atau kompeni. Berkat jasanya membunuh pemberontak bernama Suropati, namanya diadendum menjadi Untung Suropati. Meskipun kariernya menanjak, sifat jujur, berani dan adil membuatnya tidak simpati terhadap kesewenang-wenangan VOC. Bahkan saat putri Moor jatuh hati padanya, justru Untung Suropati yang dijebloskan ke penjara. Setelah berhasil membobol penjara bersama teman-teman, juga rakyat yang bersimpati padanya, dia melakukan pemberontakan pada VOC. Berkali-kali berhasil memenangkan pertempuran, namun karena persenjataan yang lengkap dan VOC juga dibantu begundal-begundalnya, Untung dan pasukannya terdesak lalu bergerak ke timur. Di Pasuruan dia sempat diangkat menjadi bupati, diberi gelar Tumenggung Wiranegara, “papar Wayan Wijaya sembari meneguk kopinya yang mendingin. “Minum dulu,aku lanjutkan ceritamu, karena aku juga tahu kisah itu. VOC kian kewalahan menghadapi sepak terjang Untung dan pasukannya, sehingga beberapa penguasa lokal bermental budak dihasut untuk ikut memerangi putera Bali itu. Karena perwiranya Kapten Tack dan puluhan serdadunya tewas, akhirnya Untung yang menjadikan Bangil sebagai pusat perlawanannya, dikurung secara ketat dan logistiknya diembargo. Meski menderita kelaparan, namun semangat perjuangannya tidak goyah. Akhirnya Untung Suropati gugur sebagai kusuma bangsa 5 Desember 1706. Kisah legendaris Untung, selain ditulis dalam Babad Tanah Jawi dan Babad Suropati, juga digurat dalam karya sastra oleh penulis Belanda bernama Nicolina Maria Sloot yang memakai nama samaran Melati Van Java. Karya berjudul Van Slaat Tot Vorst itu diterjemahkan FH Wiggers dengan tajuk “Dari Boedak Sampe Djadi Radja“. Mungkin terinspirasi dari judul itu ada komponis anonim menggubah sebuah lagu yang sering kunyanyikan saat duduk di Sekolah Rakyat ( kini Sekolah Dasar ) tahun 1950’an. Satu teladan patut kami tiru. Tentang gagah dan berani. Seorang Bali di zaman dahulu. Setia, lurus , tetap hati. Asalnya pun budak menjadi raja. Di negeri Pasuruan, dia bertahta. Tumenggung Wiranegara… Tumenggung Wiranegara, “ lantun Made Surjanegara. “Andai saja Pak Gubernur mau merenung sejenak di Taman Suropati, sore sebelum pulang ke rumah, kukira melek sejarah akan melengkapi melek hurufnya. Dari sejarah Untung Suropati keinginannya akan tumbuh untuk memahami sejarah

perjuangan rakyat Bali, di mana Semangat Puputan merupakan karakter intinya. Di zaman modern semangat tersebut tertuang dalam surat yang dikirim I Gusti Ngurah Rai ke Overste Termeulen, yang terpajang di tugu Puputan Margarana. Surat itu dikirim 18 Mei 1946 dan dua paragrap terakhir menunjukkan tekad “Cinta NKRI “ dan Semangat Puputan bila Belanda berkepala batu. Coba simak! Soal perundingan, kami serahkan kepada kebijaksanaan pemimpin-pemimpin kita di Jawa. Bali bukan tempatnya perundingan diplomatik dan saya bukan kompromis. Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai citacita kita tercapai. Selama tuan tinggal di Bali, pulau Bali tetap menjadi belanga pertumpahan darah, antara kita dan pihak tuan. Begitu isi dua paragraf tersebut dan itu tidak sekadar gertak sambal, karena pada 20 November 1946 I Gusti Ngurah Rai gugur bersama 95 pasukannya dihujani mesiu dan timah panas dari udara dan darat oleh serdadu NICA. Sekali-sekali Pak Gubernur beranjang sanalah ke Taman Pahlawan Margarana agar paham sejarah dan di sini tidak tertulis pepatah itik, ayam dan telor ! “ komentar Nyoman Muka. “ Seratus tahun sebelum Puputan Margarana, tepatnya 28 Juni 1846, serdadu Hindia Belanda menyerbu Buleleng dari laut, sehingga terjadi Perang Jagaraga yang berakhir 19 April 1849, pasca gugurnya Patih I Gusti Ketut Jelantik. Perang yang tidak seimbang ini mengakibatkan gugurnya 2.200 orang Buleleng dan mampusnya 264 serdadu Belanda. Namun perang berlanjut ke Kusamba, Klungkung pada 24-25 Mei 1849, di mana pasukan Kerajaan Kusanegara dipimpin seorang wanita bernama Dewa Agung Istri Kanya. Hebatnya, seorang jenderal Belanda yang sarat prestasi, AV Michiels modar terkena meriam tradisional diberi nama I Selisik, karena pelurunya konon bisa memburu sasarannya. Selain kedua perang itu, ada perang lebih berdarah yakni Puputan Badung ( 20 September 1906 ) dan Puputan Klungkung ( 28 April 1908 ). Ternyata orang Bali,bukan hanya dekat, malah berkali-kali melakukan ultimate fighting championship dengan kolonialis Berlanda. Meski para leluhur kita melakukan perang untuk membela kebenaran, harga diri dan mengusir penjajah dengan korban nyawa tak terhitung, belum pernah ada terdengar metafora tentang itik, telor dan ayam. Aku juga tidak tahu, apakah telor itik yang dikeram ayam, netasnya ayam ya? Kurasa yang netas itik, apalagi itik betina dibuahi itik jantan. Aku jadi nggak mudeng arti pepatah yang bertelor itik yang mengeram ayam, bila dikaitkan niat untuk menjadi tuan di negeri sendiri,“ kata Anom Wijaya menutup tuturnya. (Aridus )

Hancurkan Cita-cita Bangsa

Alit Putra di Badung, Sugawa Korry di Buleleng Bupati Suwirta Ajak Seluruh Lapisan Perangi Korupsi

WAKIL Ketua DPRD Bali I Gusti Bagus Alit Putra, melaksanakan kegiatan reses di Pura Gunung Agung, Banjar Angkeb, Gulingan, Mengwi, Badung, Jumat (20/10) lalu. Politisi Partai Demokrat ini diterima oleh Bendesa Adat I Nyoman Yasa, Kepala Dusun I Wayan Wardana, Klian Adat, Pande Made Yasa, serta masyarakat setempat. Dalam reses itu, Prajuru Adat Banjar Angkeb Canging memohon bantuan untuk melanjutkan pembangunan Pura Gunung Agung. “Pembangunan pura dikatakan sudah berjalan tetapi terdapat kekurangan dalam pembangunan lebih lanjut agar

seratus persen selesai,” ujar Alit Putra. Dikatakan, pembangunan yang masih belum dilakukan adalah pembangunan tembok panyengker, tempat sambyangan (tempat menaruh banten dalam setiap piodalan), bale gong, dan bale kulkul. Selain Prajuru Adat, Ketua STT Putra Persada Br. Angkeb Canging juga menyampaikan keluhannya. “Kalau keluhan STT terkait dengan keberadaan lapangan bola voli yang tidak bisa terpakai dan rusak karena keterbatasan biaya dalam pembangunan lapangan tersebut,” imbuh Alit Putra. Menurutnya, STT memohon bantuan

RESES - Wakil Ketua DPRD Bali I Gusti Bagus Alit Putra saat melaksanakan kegiatan reses di Pura Gunung Agung, Banjar Angkeb, Gulingan, Mengwi, Badung, Jumat (20/10) lalu.

biaya untuk pembangunan lapangan bola voli. Keberadaan lapangan bola voli dikatakan bisa membangkitkan gairah pemuda untuk berolahraga dan meningkatkan prestasi di bidang tersebut. Aspirasi selanjutnya, lanjut Alit Putra datang dari ibu-ibu PKK setempat. Diwakili oleh Ketua PKK Ni Putu Suningsih, memohon bantuan seragam PKK Banjar Angkeb Canging. Semua usulan atau aspirasi yang masuk telah ditampung dan akan diakomodir tahun depan. “Saya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat Banjar Angkeb Canging dalam pembangunan di wilayahnya,” pungkas Politisi dari Dapil Kabupaten Badung ini. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali dari Partai Golkar I Nyoman Sugawa Korry diselasela reses juga berkesempatan memberikan kuliah umum dalam Studium General mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Di sekolah tinggi agama Hindu itu, politisi asal Buleleng ini memberikan materi tentang “Generasi Muda dan Enterpreneurship” bersama Prof. Dr. Wayan Suarjaya dan Prof.Dr. Wayan Suweta, M.Si. “Kuliah umum ini untuk memberikan motivasi kepada

generasi muda agar siap dan bangga menjadi entrepreneur yang sukses dan mandiri,” ujarnya. Usai memberikan kuliah umum, Sugawa Korry juga didaulat oleh Ketua Komite dan Kepala SMK Negeri 1 Sawan untuk berdialog dengan para guru. “Saya berdialog dengan guru-guru yang belum punya ruang guru, dan kondisi sekolah yang bertembok sehingga sulit menjaga keamanan sekolah dan murid. Dan ternyata sebagian besar guru belum berstatus kontrak,” jelasnya. Menurut Sugawa Korry ada 40 guru yang terdiri dari 16 guru PNS, enam guru kontrak, 12 guru dibayar per jam tatap muka, dan enam guru mengabdi. Kemudian satu tenaga administrasi PNS dan 17 tenaga administrasi honorer. “Dari kondisi tersebut, dalam waktu dekat guru yang hanya dibayar Rp 50 ribu per jam mengajar dan guru mengabdi segera bisa ditetapkan sebagai guru kontrak, begitu juga tenaga administrasi,” imbuhnya. Selain itu, Sugawa Korry juga mengaku mendapat masukan dari Perangkat Desa Umajero yang berharap bisa dibantu membentuk BUMDes. Pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas PMD untuk segera ditindaklanjuti. (ad1378)

KASUS korupsi telah menjadi persoalan serius di negeri ini. Sejumlah pejabat daerah telah terseret ke ranah hukum. Bahkan sudah ada yang dibui. Kasus demikian menjadi perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, untuk diantisipasi. “Untuk mengantisipasi ini harus mampu mengendalikan diri,” tegasnya dalam kegiatan Sepeda Anti Korupsi Festival Komunitas tahun 2017 di depan Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (21/10) kemarin. Pada kegiatan yang dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dari kalangan Siswa SMP, SMA/ SMK yang ada di lingkungan Kabupaten Klungkung, bupati asal Nusa Ceningan ini menyatakan tindakan korupsi akan menghancurkan citacita besar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur. Maka dari itu, perlu ada komitmen yang sama dari seluruh lapisan untuk memerangi. “Korupsi sangat merugikan. Semuanya harus tegas mengatakan jauhi korupsi,” ungkapnya. Disampaikan pula, pengentasan kasus korupsi harus ada edukasi berkelanjutan.

FESTIVAL - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadiri kegiatan sepeda Anti Korupsi Festival Komunitas tahun 2017 di depan Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (21/10) kemarin. Tak hanya berhenti pada acara ini yang berlangsung setiap tahun. Namun, lembaga pendidikan dari tingkat yang paling rendah harus turut ambil andil. Demikian juga orangtua maupun masyarakat, harus menjadi contoh. “Harus ada langkah saling mengingatkan,” tegasnya. Pembentukkan generasi berkarakter dan berkualitas juga menjadi perhatian Pemkab. Itu dilakukan melalui pembinaan secara rutin kepada tenaga pendidik semua jenjang.

Sementara itu, perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aldi Nugraha, menyampaikan Festival Anti Korupsi Komunitas tahun 2017 ini untuk mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama bergerak dalam anti korupsi. Puncak kegiatan tahunan ini akan dilaksanakan pada Desember. “Pembukaan kegiatan sepeda anti korupsi ini dilaksanakan di Kantor Wali Kota Denpasar dan di sebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali,” tandasnya. (ad1380)


Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

!Perush Otomotif di Badung Bth SemuaPosisi,Lam+CV:bbm.rental @gmail.com /WA 081999661557

LOWONGAN

B.BP.166.10.17.0001379

Bth staff u/mani,padi,nailart & eyelash extention 18-35 th di Kuta&Seminyak T.081317193337

B.BP.004.10.17.0001140

CR-Housekpng Cwk/Cowk-Jl.Monky Forest.HB:975436-081337829594

B.BP.004.10.17.0001335

Cr Pembantu Gj 1,5 yg antar dpt 500 T.085222555444 lgs kerja

B.BP.001.10.17.0001300

Dcr Sales Executive Tnp Syarat Hub:WA/Tlp.081330729327

B.BP.001.10.17.0001352

Dcari staff Sushi & bar Rest Kokoya Jl.Danau Tamblingan 178 Sanur Hub.0361-289252

Cari Pembantu Rumah Tangga Tidur di Dalam H.082144123868

B.BP.001.10.17.0001198

B.BP.141.10.17.0001370

Dcr Admin Accounting Min D1 Dcr HouseKeeping/HK,FO, Accounting Hub.087860607745 Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta B.BP.101.10.17.0001303 B.BP.001.10.17.0001349 Dcr PRT 2 org, Br.Jeleka Batuan Dicari Sopir untuk Catering Sukawati,Gianyar H.0361-298439 Batubulan Hub.08123881589 B.BP.001.10.17.0001199 B.BP.153.10.17.0001348 Dibthkan Checker Gudang Wanita Dcr Pembantu Rmh Tangga & Tk max35Thn SMA/Sdrjt Penglmn di Kebun KTP Bali T:0811398825 bidangnya 1Thn CP:08113030707 B.BP.001.10.17.0000678

B.BP.004.10.17.0001347

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

KREDIT MANTAP* Sampai dengan

8

BIRO JASA

tahun

0821 4518 1527/0819 9994 4090 (DISC

SUPER

DUPER)

BALI WANGI KU

DIJUAL MOBIL

RA

S

C.0000403-MBL

WC

H

*Syarat & ketentuan berlaku

BA

STOCK READY

LIM

DP SUPER MURAH Mulai 23Jt-an* TERSEDIA UNIT TEST DRIVE DAVID

MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000522-BRJ

INTERIOR SERVICE

RUPA-RUPA

Dcr PRT tdr di Dlm Gaji 1,5jt Bung Tomo Ubung H.081805619554

Dicari Akunting Min D3 Segera Hubungi HP.081239177009

Dcr Staff:Kasir,Barista,Waiter/es, Kitchen Staff,Staff Gudang (Warung Upnormal) Lamaran Ke upnormaltohpati@gmail.com

Dicari PRT,tidur dalam Gj 2jt Bersih2,masak,cuci setrika Lok Penamparan.Hb.087846054463

B.BP.001.10.17.0001339

B.BP.001.10.17.0001294

Dcr Store Manager & Engineering u/Nirmala Sup.di Mengwi,Nusa Dua,Batubulan Hub.085646944627 Email:manhrd.nirmalasupermarke t@gmail.com

B.BP.001.10.17.0001360

Dcr Supir Sim A&C SLTA Umur 40 Th utk Konsultan Teknik.Perum Pesona Wisata Utama 7,Jl.Imam Bonjol. Tlp:0811395185

B.BP.001.10.17.0001336

Dcr Teknisi Komputer, bawa srt lam ke Sudirman Agung B25 Dps

B.BP.001.10.17.0001337

B.BP.001.10.17.0001270

B.BP.001.10.17.0001055

B.BP.001.10.17.0001334

B.BP.001.10.17.0001047

Rumah Bagus di Tangtu Ling. Villa. LT250m2, LB150m2 @2,2M 08123861163

Dicari:*Admin&General Cashier untuk perusahaan textile&Villa Seminyak,*Finance Controller Email:novi.atmoka@gmail.com

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.10.17.0001372

B.BP.001.10.17.0001289

B.BP.001.10.17.0001362

Dicr Sopir Berpengalaman SIM A & B1 lam lsg Yamaha Teuku Umar Barat 100X DPS.

B.BP.001.10.17.0001231

B.BP.001.10.17.0001216

Revolver Espresso urgently needs:Financial Controller, Runner / shopper staff CV to: inggrit@revolverespresso.com

B.BP.004.10.17.0001280

DAIHATSU

Luxio 1.5X ABS A/T’2009 Hijau Metalik Hub.081916796999 HONDA

B.BP.001.10.17.0001333 KIA

Picanto AT All New Th’15 Tgn 1 abu met, Hub.087862270180 B.BP.001.10.17.0001359 MITSUBISHI

Dijual Colt T’75 Plat Dps H.16Jt Nego Tlp.081238123770 B.BP.001.10.17.0001364

B.BP.001.10.17.0001344

Djl Tnh 4A Abntwg Kdiri Tbn 300 mtr dr Jl Raya H:082147030132 B.BP.101.10.17.0001377

Dijl tnh 45A lokasi Ds.Buangge Getasan Petang Hb.085100854499

B.BP.141.10.17.0001368

B.BP.001.10.17.0001298

B.BP.001.10.17.0001342

B.BP.001.10.17.0001266

Pojok Gatsu Tmr Sulatri 1are Disewakan Rmh LT2,Jl.LC Intan G.IV No6 Gatsu,Hub:08179777942 cocok bisnis/rmh 081237148880

B.BP.001.10.17.0001361

Stream 2006, Manual, Barang Istimewa,Terawat 081325072888

DIJUAL TANAH DISEWAKAN TANAH Djl Tanah ls 1are Hrg 500Jt Nego, BUC Oper Kontrakan Tnh+Rmh 2A Jl.Intan II Hub:08123848282 14Th 175Jt Hub:082144002999 B.BP.001.10.17.0000422

DIJUAL RUKO Dijual Ruko Baru @1,7M di Jl.Akasia Dps, 08123861163 B.BP.001.10.17.0001371

Rk 2Lt LB110 LT1,3A Jl.Bypass B.BP.001.10.17.0001214 DISEWAKAN RUMAH Ir .Soekarno Tabanan, Hrg 2,5M Kav.1Are LD8mtr,Akses Paving Dikont.2unt Rmh Lt2&1 Ruko Lt2 Nego,bs TT Mobil,081805609060 Rp185Jt/A @Ketewel,0817340222 Jl.Dewata Sdkarya,081239364588

B.BP.001.10.17.0001366

Dicri Marketing Min SMA/sederajat, GP 3jt Krm Lam Jl.Dewi Sri B.BP.001.10.17.0001063 Dcr 5 Supir,Gj Pkk+uang Mkn+Bns No.17 Kuta Gedung Studi Maya Hub Hp.081999414577 Hub:085100811446/087860258262 Dicr pria tmtn SMK/sdrjt Lmran ke PT.Ultranindo Sedayu untuk jadi Staf Administrasi Gudang Telp.0361-8476144/8447020

B.BP.001.10.17.0001374

Dijual rumah Jln.Mudutaki VI/7 Gatsu Barat Hub:087765274899

B.BP.031.10.17.0001345

Dicr pengepul Bikini+Penjahit Gj 2 minggu,Hub.0895321726839

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijual Prmhan Br Cluster @1,5M di Jl.Akasia Dps, 08123861163

Maintenance Mgr FT Bambu Indah Ubud,S1 or Elektro.min 4Yrs Exp.English Imperative. CV sent to: (maintanancemana gerjob@gmail.com )

Dicari segera Karyawati utk Laundry Jl.Nangka Sltn, Khusus Setrika Hub.089688493778 (SMS)

Informasi pasang iklan Telepon

TOYOTA

Djual Avz E manual/matic th’17 Dp20jt angs 4,8jt 087860930632

B.BP.001.10.17.0001273

DIJUAL RUMAH BUC Jl Rmh Bumi Dalung Permai Q27 415Jt Nego Hub.08123963047

B.BP.001.10.17.0001217

Dijl Rumah Lt 2,4 Are Jl.Raya Anggungan Lukluk Mengwi Hub.081338643548 (Kmg Surya W)

B.BP.001.10.17.0001222

Dkontrakan Rmh Lt2 diSidakarya Ada Kolam Renang,081239364588

B.BP.141.10.17.0001369

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.10.17.0001351

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.09.17.0000185

Djl Tanah 20A (Kerambitan) & Tnh 31,6A(Canggu)081558097478

B.BP.001.10.17.0001331

DIJUAL VILLA Luxury Villas Front Beach at Lovina 900m2, 5 Bed Rooms Luxury Villas at Bedugul 150m2 Hubungi:085724700201/Deena B.BP.004.10.17.0001376

DISEWAKAN KANTOR Disewakan Ktr Baru Bgs sekali 2lt di Jl.MH.Yamin Renon, @220Jt/thn, 08123861163 B.BP.001.10.17.0001373

B.BP.001.10.17.0001363

RUPA-RUPA Djl Habim 300 hrg 8000/kg, sdh cat sincromate H.081238504111 B.BP.001.10.17.0001375

Djl Kursi Refleksi & 3 Mesin Bordir Kepala 12, 081238355032 B.BP.001.10.17.0001204

KEHILANGAN Dompet jtuh diperkirakan antra Super Market Papito Br.Taman Krobokan dan Jln.Beraban Hub:082236331486 ada imbalan. B.BP.004.10.17.0001285


18

Asah

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan Pertanyaan TTS No. 318 Mendatar: 1. Binatang laut kecil dan lunak dengan kaki di kepala 5. Tombak berujung seperti anak panah yang ditem bakkan untuk menangkap ikan paus 8. Penggaris 10. Mempunyai daya tarik ; Bersifat menyenangkan 11. Adik dari Darma Wangsa 13. Bicara ; Perkataan 14. Raja ; Baginda 16. Salah satu racun pada rokok 18. Non government organization 19. Tindak pidana korupsi 22. Tiruan 25. Diulang : Nyinyir ; Bawel (Bali) 26. Alat tulis kantor 28. Acuh tak acuh ; Masa bodoh 29. Kain khas Indonesia 30. Nama sejenis kue dari terigu 32. Nama depan mantan ketua KPK yang pernah dipenjara 33. Unsur 34. Cagaran ; Jaminan 35. Bersifat kebangsaan Menurun: 1. Nama sebuah pulau di Bali 2. Lebih cepat dari pada daya tangkap pendengaran manusia 3. Pembenihan bakteri 4. Musik yang ditulis untuk orkes lengkap 5. Sejarah 6. Jin perempuan yang cantik 7. Badan antariksa Amerika 9. Anak baru gede 12. Masyarakat ekonomi Eropa 15. Jiwa ; Roh 16. Tembus pandang 17. Bolak balik 20. Salah satu partai politik di Indonesia 21. Pengerutan ; Penegangan 23. Awatara 24. Salah satu pemanis buatan 27. Satu istilah dalam tinju 29. Tumbuh-tumbuhan menjalar (Bali) 30. Masakan ; Hidangan 31. Cepat

Pusat Konservasi Elang Kamojang Lestarikan Populasi Elang Jawa Jakarta (Bali Post) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) yang berstandar internasional (IUCN) dalam penerapannya. Berdasarkan data yang diterima, pusat konservasi satwa langka ini khususnya elang jawa memiliki nilai investasi sebesar Rp 5 miliar dan mulai dibangun sejak 2014. Jumlah nilai tersebut didapat dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Corporate Secretary PGE, Tafif Azimudin menyatakan didirikannya Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) bertujuan menjamin kelestarian satwa yang nyaris punah. Investasi untuk keberlanjutan keragaman hayati tersebut meliputi peningkatan infrastruktur Pusat Konservasi Elang Kamojang, seperti pusat informasi, pondok kerja, pos jaga, kandang karantina, kandang observasi, kandang rehabilitasi, kandang pelatihan terbang, dan kandang display edukasi. Sejak berdiri pada 2015 dengan bersinergi bersama BBKSDA Jawa Barat dan Forum Raptor Indonesia, pusat konservasi ini telah menjadi sarana edukasi keragaman hayati dengan lebih dari 10 ribu

kunjungan, baik untuk riset maupun kunjungan sekolah. Sebagai tujuan wisata edukatif, di tempat ini pengunjung bisa melihat elang di kandang rehabilitasi sementara, mengetahui seluk beluk elang, serta menikmati suasana alam sekitarnya. Pusat Konservasi Elang Kamojang hingga Oktober ini telah menampung 119 ekor elang, 25 ekor di antaranya merupakan penyerahan dari warga, dan sudah dilepasliarkan sebanyak 20 ekor. Tafif menambahkan, keberadaan Pusat Konservasi Elang Kamojang di PGE Area Kamojang tidak hanya mendorong keberlanjutan habitat elang, tetapi juga memiliki efek berganda bagi masyarakat setempat. “Kehadiran PKEK telah memberdayakan masyarakat dalam penyediaan pakan ternak, di mana saat ini terdapat 50 peternak dengan omzet mencapai Rp84 juta per tahun,” jelasnya. Tak kalah pentingnya, PKEK telah melahirkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi berburu elang, dan secara sukarela menyerahkan elang tangkapan untuk dikonservasi dan dilepasliarkan. Program ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran musnahnya habitat elang jawa. Saat ini populasinya hanya berkisar 108 sampai 542 ekor, akibat perburuan dan perdagangan satwa. Data per tahun mencatat perdagangan ilegal elang jawa mencapai 30 samBPM/ant pai 40 ekor. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 318 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 28 Oktober 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 5 November 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 316 Mendatar: 1. Kelopak 4. Kesemek 7. Eda 8. Keteter 11. Suharto 13. Sup 15. Spendthrift 17. Arnal 18. Akibat 21. Tetanus 23. Nidasi 25. Nokia 26. Spontanitas

30. Aon 31. Niagara 33. Ngambul 35. Liu 36. Inisial 37. Startup Menurun: 1. KPK 2. Ocean 3. Keruh 4. Kas 5. Markandya 6. Kronologi

9. Empuk 10. Estate 12. UHF 14. Primadona 16. Taksi 18. Akuntansi 19. Inokulasi 20. Atlas 22. Undang 24. Suatu 27. Per 28. Tonus 29. Ipmor (Rompi) 32. All 34. Lap

Pemenang TTS No. 316 Ni Wayan Mariadnyani Jl. Gadung Sari Gg.III No.7 Penatih, Denpasar Timur (HP: 087 862 854460) I Ketut Murdika Br. Bandung, Desa Pandak Bandung, Kediri, Tabanan 82171 I Nyoman Sura Putra Jl. Gunung Merapi No.36 Denpasar Ni Wayan Suwati TK Samuscaya KumaraWerdhi, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 081 236 823350) I Made Supatra Jln. Plawa No.83, Pagan Kelod, Denpasar (HP: 081 236 37528) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ida Bagus Gde Gumuruh Alamat: Jl. Gunung Semeru No.15 Semarapura, Klungkung 80716

Gajah di Bengkulu di Ambang Kepunahan Bengkulu (Bali Post) “Sepertinya kita tidak bisa mencegah kepunahan gajah di Bengkulu. Hanya bisa memperlambat,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Abu Bakar Cekmat. Pernyataan itu menggambarkan suramnya masa depan satwa langka dilindungi gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) di wilayah Provinsi Bengkulu. Data, kata Abu, menunjukkan populasi satwa berbelalai panjang tersebut terus menyusut. Diperkirakan, tersisa 70 individu gajah liar yang hidup berkelompok dan terpisah. Penyusutan populasi dikarenakan perburuan liar untuk perdagangan bagian tubuh gajah, konflik yang tinggi antara manusia, pihak perkebunan dan gajah serta habitat yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan. Abu mengatakan saat ini kelompok-kelompok kecil gajah “terperangkap” dalam kantong-kantong habitat yang rentan terhadap gangguan. Kondisi ini dikhawatirkan semakin mempercepat kepunahan gajah sebab potensi konflik semakin tinggi. Tidak hanya potensi konflik, gajah yang hidup berkelompok dan tidak bisa bertemu dengan kawanan lain membuat potensi perkawinan sekerabat atau “inbreeding” semakin tinggi. Perkawinan sekerabat diketahui bisa menurunkan fungsi genetik sehingga dikhawatirkan mempercepat kepunahan satwa tersebut. Bila tak ada upaya nyata, kepunahan satwa kunci itu tak bisa dihindarkan, kata Abu dalam rapat koordinasi pembentukan koridor gajah yang digelar di Bengkulu, Rabu (18/10). Ekosistem Esensial Ancaman terhadap kelestarian gajah sumatera ini pun melatarbelakangi inisiatif para pihak membentuk koridor gajah Sumatera di Bengkulu. Koridor itu berupa kawasan ekosistem esensial yang berfungsi menyambung habitat yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan. Diskusi pertama telah digelar pada September 2017 yang menyepakati pembentukan tim percepatan inisiasi koridor gajah sumatera. Diskusi kedua menyepakati pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Gajah Sumatera di Lansekap Seblat, Bengkulu. Sejumlah pihak yang terlibat dalam forum antara lain Akar Network, gabungan delapan lembaga yang bekerja di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Balai Besar TNKS, Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, The Wildlife Conservation Society - Indonesia Program (WCSIP), perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anglo Eastern Plantations (AEP), dan perusahaan hak pengusahaan hutan PT Anugerah Pratama Inspirasi (API). Dosen Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu (Unib) Gunggung Senoaji mengatakan koridor gajah di lansekap Seblat sangat mendesak dalam upaya menyelamatkan gajah Sumatera yang tersisa di Provinsi Bengkulu. Koridor ini, katanya, akan menjadi penyambung atau rekoneksi habitat alami gajah yang telah terputus. Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) adalah ekosistem di luar kawasan hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami dan buatan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan. (ant)

Penjual Owa Jawa Ditangkap Sukabumi (Bali Post) -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menangkap pemuda warga Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjual secara daring owa jawa (hylobates moloch). “Tersangka berinsial DR (22) aktivitasnya sudah kami pantau sejak dirinya memposting owa jawa di grup jual beli Facebook pada 9 Oktober,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBKSDA Jabar Sudrajat di Mapolsek Sukalarang, Sukabumi, Jumat. Pengungkapan kasus penjualan primata dilindungi tersebut saat DR yang menggunakan identitas palsu di Facebook dengan nama Yunie memposting di beberapa grup jual beli hewan Sukabumi untuk menjual owa jawa yang dipeliharanya. Namun, postingan itu diketahui oleh aktivis perlindungan satwa dan langsung melaporkannya ke BBKSDA. Menerima laporan itu, BKSDA kemudian menelusurinya dan berhasil menangkap DR saat hendak transaksi hewan langka ini. Setelah menangkap pemuda itu petugas langsung menggelandangnya ke Mapolsek Sukalarang, beserta barang bukti satu ekor owa jawa. Rencananya, DR akan menjual ke seseorang penghobi dan mengajak ketemuan di SPBU Cimangkok, Sukalarang. “Kami masih meminta keterangan dari tersangka untuk mencari tahu dari mana owa jawa itu didapat, apakah membeli dari orang lain atau berburu,” tambahnya. Sudrajat mengatakan karena ulahnya menjual belikan hewan dilindungi, DR terancam dijerat dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 Juta. (ant)


19

Minggu Kliwon, 22 Oktober 2017

Jineng Merta Dari Hal. 3

JugaKoperasi Jineng Merta, Koperasi Tani Bukti Laksana, Koptan Arta Sedana, Koptan Artha Kusuma, Koperasi Tani Yasa Kerti, Koperasi Bajra Parta Sentana, Koperasi Merta Sanjiwani, Koperasi Sila Dana Kembang, Koperasi Merta Utama, KSU Sri Sedana Mandiri, Koperasi Tapa Sari, Koperasi Wana Sari Besakih, Koperasi Mekar Sari, Koperasi Dwi Purwa Sedana, KSP Karya Sedana, KSP Yowana Satya Kerti, KSP Basuki Sedana, KSP Dana Lestari, KSP Putri Lestari dan KSP Dana Attiwerdi. Koperasi yang masuk zona awas lainnya, tersebar di Kecamatan Kubu dan Bebandem masing-masing 18 koperasi dan Kecamatan Abang lima koperasi. Tercatat 18 koperasi di Kecamatan Kubu, antara lain KUD Catur Eka Guna, Kopertan Pertiwi Pala Sari, Koperasi Satwa Lestari, Koperasi Sekar Baruna, Koperasi Tani Buana Kusuma, Koptan Jati Karya, Koperasi Parasemeton, Koperasi Kembang Sinar Sari, Koperasi Pulesari, Koperasi Pejukung, Koperasi Tri Buana Jaya, Koperasi Tani Harta Mandiri, Koperasi moncol, Koperasi Nelayan Mina Jaya, KSP Wana Giri, KSP Sari Bumi Mandiri, KSP Mina Baruna dan KSP Tri Sula. Sedangkan, untuk 18 koperasi masuk zona awas di Kecamatan Bebandem, antara lain; KSU Jungutan, KSU Banjar Adat Dukuh, KSU Magistra Bali, KSU Amerta Sedana, Koperasi Desa Pakraman Saren, Koperasi Rambut Sedana, Koperasi Tunas Remaja, Koperasi Mes Nakti Ista Mandiri, Koperasi Mekar Sari, Koperasi Bina Usaha, Koperasi Guna Harta, Koperasi Gapoktan Satwa Merta Nadi, Koperasi Kembang Sari Nadi, Koperasi Kertha Sedana, Koperasi Artha Sraya, KSP CU Darma Harta, KSP Bebandem Mandiri dan KSP Suta Parikrama. Koperasi di Kecamatan Abang tercatat paling sedikit, hanya lima koperasi, di antaranya; Koperasi Merta Sari Koperasi Ananta Wijaya Group, Koperasi Surya Candra Mandiri, Koperasi Krisna Dana dan KSP Sraya Gawe. “Koperasi yang terdampak ini, sementara mengungsi ke titik pengungsian yang direkomendasikan pemerintah,” kata Yudiantara. Selain itu, ada pula koperasi yang pindah dengan mendekatkan diri terhadap lokasi warganya mengungsi yang merupakan mayoritas nasabahnya. Ini untuk memudahkan koperasi agar bisa beroperasi lagi, selama status awas Gunung Agung belum turun. Pemerintah

daerah belum bisa memastikan, berapa koperasi yang sudah kolaps menghadapi situasi ini dan berapa koperasi yang masih eksis. Proses pendataan terus dilakukan, karena beberapa koperasi informasinya sudah mulai kelimpungan, bila nasabahnya ingin menarik tabungannya. Sebab, dana cadangannya sudah tersedot habis, lantaran mayoritas nasabahnya sudah lebih dulu menarik dana tabungannya.

60 LPD Mohon Dana Likuiditas Tidak hanya koperasi, LPD sebagai lembaga keuangan mikro milik desa adat juga bernasib serupa. Tercatat ada 60 LPD masuk zona awas. Ketua BKS (Badan Kerja Sama) LPD Karangasem, I Made Mastiawan, belum lama ini, mengatakan meski ada 60 LPD masuk zona awas, dia memastikan kondisi keuangannya tidak semua kena dampak terburuk hingga membuat LPD itu bangkrut. Dia mencontohkan LPD Sibetan, Kecamatan Bebandem, dampak yang ditimbulkan terhadap keuangan tidak terlalu besar. Dia menegaskan, hal itu terjadi karena sebagian besar nasabahnya sudah menaruh kepercayaan yang besar terhadap LPD itu. Hal itu, terjadi karena upaya pendekatan secara personal yang dilakukan pengurus dan pengawas LPD kepada para nasabahnya. Demikian juga dengan pengurus LPD di desa lainnya. “Nasabah harus diyakinkan bahwa uang yang mereka simpan di LPD itu aman. Lagi pula kan lebih aman menyimpan uang di LPD, ketimbang membawa uang dalam jumlah banyak di lokasi pengungsian, sangat rawan. Ini yang saya tekankan terhadap para nasabah,” kata Mastiawan. Meski demikian, sebagai langkah antisipasi, BKS LPD Karangasem juga sudah melakukan langkah-langkah. Salah satunya berkoordinasi dengan LPD seBali di bawah naungan BKS LPD Provinsi Bali. Dukungan yang diberikan, yakni dengan penguatan dana penyangga likuiditas LPD di zona awas ini. Jumlah dana likuiditas yang dicairkan nanti kepada 60 LPD ini cukup besar, mencapai Rp 10,5 miliar. Dukungan likuiditas LPD ini bersumber dari iuran yang dikumpulkan BKS LPD Provinsi Bali dengan sistem penguatan dana. Ini tujuannya untuk memperkuat keuangan LPD yang masuk dalam zona awas, agar tidak kolaps menghadapi situasi saat ini. 60 LPD yang mengajukan dana penyangga likuiditas ini, antara lain; di Kecamatan Se-

lat, di antaranya LPD Badeg Tengah Rp 50 juta, Bukit Galah Rp 50 juta, Duda Rp 1 miliar, Geriana Kangin Rp 50 juta, Karangasari Rp 75 juta, Padangaji Rp 50 juta, Presana Rp 75 juta, Pura Rp 150 juta, Putung Rp 50 juta, Santi Rp 50 juta, Sebudi Rp 100 juta, Sebun Rp 50 juta, Selat Rp 150 juta, Sogra Rp 500 juta, Sukaluwih Rp 200 juta, Tegeh Rp 100 juta, Telung Buana Rp 25 juta, Umacetra Rp 60 juta dan Yeh Ha Rp 50 juta. Total dana likuiditas di Kecamatan Selat mencapai Rp 2,8 miliar. Distribusi dana penyangga likuiditas di kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Rendang, antara lain; LPD Batusesa Rp 100 juta, Besakih Rp 300 juta, Buk Cabe Rp 25 juta, Buyan Rp 25 juta, Kesimpar Rp 25 juta, Menanga Rp 300 juta, Pedukuhan Rp 100 juta, Pemuteran Rp 50 juta, Suwukan Rp 25 juta, Temukus Rp 150 juta, Tegenan Rp 200 juta dan Rendang Rp 1 miliar. Total dana likuiditas ke Kecamatan Rendang mencapai Rp 2,3 miliar. Kecamatan lainnya seperti Bebandem, antara lain; LPD Nangka Rp 200 juta, Umaanyar Rp 500 juta, Liligundi Rp 50 juta, Komala Rp 150 juta, Budakeling Rp 150 juta, Saren Rp 100 juta, Jungsri Rp 50 juta, Bebandem Rp 500 juta, Macang Rp 300 juta, Sibetan Rp 2 miliar dan Kastala Rp 25 juta. Total dana likuiditas untuk LPD di Kecamatan Bebandem, mencapai Rp 3,6 miliar. Dua kecamatan lainnya, Kecamatan Kubu dan Abang, LPD yang terdampak relatif lebih sedikit. Kecamatan Kubu, LPD yang terdampak dan memohon dana likuiditas di antaranya; LPD Muntig Rp 50 juta, Ban Rp 50 juta, Beluhu Rp 500 juta, Tianyar Rp 100 juta, Tigaron Rp 500 juta, Bukit Rp 50 juta dan Karobelahan juga Rp 50 juta. Total dana penyangga likuiditas di Kecamatan Kubu Rp 1,3 miliar. Sedangkan untuk Kecamatan Abang, antara lain; LPD Kesimpar Rp 250 juta, Tukad Besi Rp 50 juta, Datah Rp 100 juta, Bebayu Rp 50 juta dan Peselatan Rp 50 juta. Sehingga total di Kecamatan Abang hanya Rp 500 juta. “Dari jumlah itu, total dana penyangga likuiditas untuk LPD di lima kecamatan ini mencapai Rp 10,5 miliar,” tegas Mastiawan. Mastiawan mengakui, dalam situasi masih banyak warga sebagai nasabah mengungsi dari tempat tinggalnya, membuat operasional LPD terganggu. Terutama urusan kewajiban nasabah dalam pembayaran kredit dan pelayanan lainnya. Meski demikian, dia mengatakan LPD di zona awas sebagian besar masih bisa beroperasi. (gik)

Sangat Diapresiasi Dari Hal. 3

Sebab, mereka masih menyempatkan diri untuk melakukan aktivitas di rumah mereka masing-masing. Tak hanya di sini warga pengungsi yang ada di Sidemen juga melakukan hal yang sama. Hanya, mereka di sana melakukan aktivitas membuat kepe untuk dijual. Mengingat kegiatan itu merupakan pekerjaan kokok seharihari. “Ini sangat kita apresiasi. Itu artinya, warga pengungsi tidak diam saja di pengungsian. Kita harus melihat ke depan, isi waktu dengan semangat,” ucap Bintang Puspayoga. Dikatakannya, untuk memberikan pengalaman sebagai bekal mereka kedepannya, pihaknya akan memberikan pelatihan ekonomi produktif

Dari Hal. 3

Hal senada disampaikan Ketua Program Pascasarjana IHDN Denpasar Dr. Ketut Sumadi. Ia mengatakan, kesucian Gunung Agung dan kawasan Pura Besakih mesti selalu dijaga. Secara niskala kita perlu terus ngrastiti bhakti ke hadapan Ida Sang

sesuai dengan kemampuan dan minat para pengungsi. Sehingga pelatihan yang diberikan bisa maksimal dan pelatihan yang diberikan menjadi tepat sasaran dengan pemasaran yang jelas. “Nanti kita minta bantuan pak camat untuk mendata. Pelatihan apa yang diinginkan oleh pengungsi. Karena pelatihan yang diberikan akan menyesuaikan permintaan dari masyarakat. Jangan sampai kita berikan pelatihan A maunya masyarakat B, kan tidak nyambung. Jadi pelatihan akan menyesuaikan skill pengungsi,” katanya. Dijelaskan Nyonya Bintang Puspayoga, untuk pelatihan jangka pendek yang akan diberikan, pihaknya akan memberikan pelatihan majejahitan

pada 27 Oktober nanti. Kata dia, pelatihan itu diberikan mengingat dalam waktu dekat akan ada Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dengan majejaitan ini, nantinya sarana upacara yang dibuat bisa digunakan untuk Galungan dan tidak usah membeli lagi di pasar. “Untuk bahan nanti kita yang akan berikan. Mereka tinggal menjahit di pengungsian,” jelas Bintang Puspayoga. Camat Rendang I Wayan Mastra sangat mengapresiasi kedatangan Nyonya Bintang Puspayoga beserta jajarannya. Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kotak pensil yang telah diberikan kepada anak-anak sekolah yang ada di pengungsian Posko Pengungsian di UPT Pertanian. (kmb41)

Hyang Widhi Wasa, memohon kerahayuan jagat beserta isinya. Dalam konteks itu, Sumadi mengajak umat tak hentihentinya ngrastiti bhakti sesuai dengan semaya, dresta, dan sima sowang-sowang desa, memohon kerahayuan jagat beserta isinya dengan sarana canang atau banten

semampunya. Dengan ketulusan hati memuja batarabatari di Gunung Agung, Pura Besakih, leluhur, batara-batari sajebag jagat, Batari Giri Putri, dan Batara Pasupati. “Dengan selalu menyerahkan hati lewat bhakti, semoga Ida Sang Hyang Widi selalu menganugerahkan keselamatan dan kerahyuan,” ujarnya. (08)

Mesti Dijaga

Tak Nyaman Dari Hal. 3

Bahkan, disertai dengan kata-kata ‘’Siapa kamu jangan ikut -ikutan di sini saya berkuasa.’’ Kondisi ini membuat sejumlah umat tidak nyaman ngayah dan ngaturang bhakti. Kawasan Besakih sebelumnya juga gencar mau dijadikan cagar budaya dan KSPN di era Menpar Jero Wacik. Kini, kawasan Besakih dikelola oleh Badan Pengelola Besakih. Ketua Badan Pengelola Besakih dipegang langsung Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. Pelaksana lapangan Badan Pengelola di tangan Manajemen Operasional (MO) Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih. Badan Pengelola Besakih ini dibentuk 1 Januari 2017 lalu. Hasil pendapatan MO Besakih ini dibagi masing-masing 50 persen untuk pura, 25 persen untuk Pemkab Karangasem, dan 25 persen untuk desa pakraman. Wagub Sudikerta membantah ada unsur bisnis alias profit oriented. ‘’Itu tidak ada ke provinsi. Kalau ke kabupaten ya (ada kontribusi untuk PAD, red), ke kita (pemprov) nggak ada. Kita justru ngeluarin duit untuk pembiayaan pembangunannya. Jadi, kita nggak dapat apa-apa, tugas kita mengawasi, membuatkan peraturan-peraturan dan memfasilitasi pembangunanpembangunan fisik yang ada di sana,” tandasnya. Dikatakannya, pembentukan Badan Pengelola karena melihat pengelolaan Pura Besakih yang kacau balau, semrawut, dan tidak tertata dengan bagus. “Pada hakikatnya, dibentuknya Badan Pengelola ini tujuannya adalah untuk menata, mengelola Besakih itu menjadi lebih bagus dari yang sekarang ini sehingga mampu mewujudkan satu taksu terhadap alam Bali ini,” jelasnya. Taksu tersebut, lanjut Sudikerta, tentu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang ke Besakih. Dengan demikian, keberadaan Pura Besakih betul-betul bisa memberikan asas manfaat bagi kehidupan masyarakat. Sementara itu, pascastatus Awas Gunung Agung dan Pura Besakih masuk KRB, MO ini dihentikan sementara sampai siaga darurat bencana Gunung Agung dibekukan sementara. “Maka operasional daripada manajemen Besakih itu diputuskan berhenti sampai pada keputusan lebih lanjut. Kita menunggu tanggal 26 lagi perkembangannya,” ujar Sudikerta usai memimpin rapat terkait Badan Pengelola dan MO Kawasan Pura Agung Besakih di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/10) lalu. Rp 8 Juta sehari Manajer MO Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, I Ketut Sumendra mengatakan,

dalam sehari minimal ada 700 wisatawan yang berkunjung ke Pura Besakih. Dari jumlah itu, 75 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara yang dikenai tiket Rp 60 ribu. Pendapatan yang masuk ke MO berkisar Rp 7 hingga 8 juta per hari. “Kalau tiket kan Rp 60 ribu, sebenarnya kalau di Perda itu Rp 30 ribu untuk wisatawan asing. Ada titipan Rp 30 ribu lagi supaya tidak seperti pungutan liar, kayak dulu ada pemaksaan. Jadi, Rp 30 ribu untuk masuk ke MO, Rp 30 ribu untuk titipan itu, (untuk biaya) sarung, ojek, dan guidenya,” jelasnya. Sumendra mengaku tidak ada target khusus untuk MO mengenai pendapatan, hanya bergantung dari kunjungan wisatawan. Pihaknya kini mulai bekerja sama dengan PHRI dan ASITA untuk mendatangkan wisatawan ke Pura Besakih. Sebelum ada Badan Pengelola maupun MO, kerjasama itu sempat tertutup rapat lantaran wisatawan kerap komplain bila diajak ke Besakih. Pada saat rapat, bendahara MO sempat memaparkan pendapatan yang diperoleh sejak 1 Januari sampai 22 September 2017 pukul 14.00 wita. Secara keseluruhan mencapai Rp 10,151 miliar lebih, dengan belanja total Rp 6,99 miliar, biaya pengembangan Rp 101,461 juta, dan biaya promosi Rp 23,1 juta. Dengan demikian, saldo atau pendapatan bersih yang tersisa sebesar Rp 3,116 miliar. Pendapatan bersih inilah yang nanti akan dibagi-bagi untuk Pura Besakih (keperluan upakara, kesejahteraan pemangku dan pemeliharaan Pura), Desa Pakraman, dan Pemkab Karangasem. Pendapatan itu diperoleh dari penjualan tiket untuk wisatawan mancanegara sebanyak 153.604 lembar dengan nominal Rp 8,376 miliar dan tiket wisatawan nusantara yang terjual 22.504 lembar dengan nominal Rp 761,98 juta. Selain itu, pendapatan dari parkir seri A yang tiketnya terjual 39.741 lembar dengan nominal Rp 84,176 juta, parkir seri B terjual 143.817 lembar dengan nominal Rp 719,085 juta, parkir seri C 4283 lembar dengan nominal Rp 42,83 juta, dan parkir seri D terjual 1575 lembar dengan nominal Rp 3,15 juta. Kemudian, dari penjualan tiket pasar seri E sebanyak 4.119 lembar dengan nominal Rp 20,595 juta, dan tiket pasar seri F terjual 5.512 lembar dengan nominal Rp 73,790 juta. Dari segi belanja, yang paling menonjol adalah jenis belanja jasa. Dari pendapatan Rp 10,151 miliar, belanja jasa mencapai Rp 4,405 miliar. Jenis jasa itu adalah jasa guide lokal wisdom, jasa guide lokal wisman, fee sopir dan guide wisdom, fee sopir dan guide wisman, jasa penyewaan sarung, dan jasa penyewaan ojek. (kmb32)

Sangat Alot Dari Hal. 3

Pembentukan Badan Pengelola Kawasan Pura Agung Besakih ini sejak awal memang sangat alot, antara Desa Pakraman Besakih dengan Pemkab Karangasem saat itu. Khususnya titik temu pembagian keuntungannya agar dinilai adil. Sebelum akhirnya, pembentukan Badan Pengelola ini diambil alih oleh Pemprov Bali, karena deadlock berbulanbulan. Adanya Badan Pengelola memang membuat pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih lebih tertata, karena manajemen pengelolaannya jauh lebih bagus. Bahkan, adanya Badan Pengelola ini cukup mengurangi permasalahan utama sebelumnya, seperti pemerasan terhadap wisatawan oleh oknum pramuwisata setempat. Tetapi, belakangan MO Besakih sebagai petugas tek-

nis di lapangan juga sempat menjadi sorotan legislator. Karena dinilai terlalu gemuk. Pemkab Karangasem sendiri pun sempat gigit jari. Sebab, dengan pengelolaan melalui MO Besakih dengan puluhan pegawai di dalamnya, Pemkab Karangasem dirugikan karena PAD–nya justru jauh turun, karena hanya dapat 25 persen dari total keuntungan pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih. Bahkan, ini sempat menjadi sorotan di DPRD Karangasem saat rapat kerja tiap komisi dengan seluruh OPD. Sebab, setelah dikelola MO Besakih, terungkap saat itu PAD yang masuk ke Pemkab Karangasem hanya Rp 400 juta. Sedangkan, dulu saat masih dikelola sepenuhnya oleh Pemkab Karangasem PAD yang masuk dari pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih mencapai Rp 1,2 miliar. (kmb31)

BNI Juga Tutup Dari Hal. 3

Sama dengan Bank Mandiri, BNI KCP Amlapura juga menutup kantornya di Kota Amlapura. BNI KCP Amlapura di Jalan Ahmad Yani, Amlapura, hanya dijaga satu orang security, yang bertugas menjelaskan kepada para nasabah yang datang ke kantor tersebut. Sesuai dengan selebaran yang ditempel di pintu masuk bank, BNI KCP Amlapura tidak beroperasi sebelum aktivitas vulkanik Gunung Agung telah dinyatakan kembali normal oleh pihak berwenang. Sementara, seluruh aktivitas perbankan BNI KCP Amlapura dipindahkan ke BNI Layanan Gerak (BLG) yang berlokasi di Banjar Dinas Nyuh Tebel Kawasan Wisata Candidasa. Sedangkan, transaksi operasional perbankan lainnya juga dapat dilayani di outlet lainnya, seperti KCP Klungkung, KCP Gianyar dan lainnya. Sementara layanan e-banking (SMS Banking, Internet Banking, Mobile Banking, hingga PhoneBaning) masih dapat digunakan sebagai sarana transaksi. Beda dengan Bank Mandiri dan BNI, lembaga perbankan lainnya seperti BRI Kanca Amlapura, operasionalnya tetap berjalan seperti biasa. Pimpinan Cabang BRI Kanca Amlapura, I Gede Dianarta, Sabtu (21/10) kemarin, mengatakan sejak Gunung Agung dinyatakan naik level awas, Kantor Cabang Amlapura tetap melayani nasabah seperti biasa. Hanya, tujuh kantor unit yang ada zona awas dan sekitarnya sempat ikut mengungsi. “Setelah melihat perkembangan saat ini, lima kantor unit sudah akan dikembalikan beroperasi di tempat semula mulai Senin. Antara lain, Unit Tukadeling Kubu, Unit Menanga Rendang, Unit Bebandem, Unit Culik, dan Unit Subagan. Sementara yang belum kembali, Unit Selat dan Unit Kubu,” kata Dianarta. Pada intinya, meski sebelumnya sempat mengungsi dari kantor unit, tetapi operasionalnya tetap berjalan, namun di tempat pengungsian di Manggis. BRI sendiri sudah menyiapkan tempat altenatif, yang dipusatkan di Desa Manggis dan Sengkidu. Sehingga, kalau nanti pun terjadi erupsi dan berdampak hingga Kota Amlapura, maka operasional

BRI akan tetap berjalan seperti biasa. Restrukturisasi Kredit Selain antisipasi kantor operasional alternatif, BRI juga melakukan langkah-langkah terhadap persoalan kewajiban kredit nasabah yang tersendat karena harus mengungsi. Pertama, pihaknya mengecek data para nasabahnya yang ada di pengungsian, maupun nasabah yang memiliki usaha yang terdampak dari situasi saat ini. Apakah benar mengungsi dan bagaimana kondisi usahanya saat ini. Setelah itu, baru pihaknya bisa memberikan formulasi kebijakan restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit ini bentuknya ada berbagai macam, seperti bisa rescheduling atau penjadwalan ulang jangka waktu untuk tidak membayar bunga dulu, ada juga bisa diberikan keringanan bunga dan berbagai bentuk kebijakan lainnya. Dianarta menegaskan, tergantung jenis utangnya atau bisnisnya nasabah, sehingga kebijakan yang diberikan pihak bank tidak dipukul rata pada semua nasabah yang mengungsi dan kena dampak. Bagi nasabah yang masih bingung menghadapi persoalan ini, pihaknya menyarankan segera datang ke kantor unit terdekat atau langsung ke BRI Kanca Amlapura. Di sana akan dijelaskan, masalah yang dihadapi nasabah apa dan solusi formulasi restrukturisasi kreditnya apa. Disinggung berapa jumlah nasabah yang ada di pengungsian saat ini usai dilakukan pendataan, Dianarta mengatakan jumlahnya mencapai ribuan. Tetapi, belum dapat dipastikan, karena datanya terus berkembang. BRI Kanca Amlapura sendiri sudah ditunjuk sebagai koordinator A untuk wilayah Karangasem oleh Kementerian BUMN. Tugasnya, untuk mengoordinasikan bantuan yang diserahkan semua BUMN lainnya di Karangasem. Tidak hanya bantuan yang diserahkan langsung ke Pos Komando Tanah Ampo, tetapi juga bantuan yang diserahkan langsung ke lokasi pengungsian. Tujuannya, agar bantuannya proporsional, tidak tercecer dan tepat sasaran bekerja sama dengan BPBD Karangasem dan Provinsi Bali. (kmb31)

SMP Raj Yamuna Dari Hal. 3

OSIS SMP Raj Yamuna Denpasar Jumlah diterima hari ini Jumlah sebelumnya Jumlah seluruhnya

21 bungkus gula, 20 bungkus kopi, 2 dus pakaian layak pakai, 2 dus mi instan, 1 karung beras, 1 dus air mineral Rp Rp Rp

Sewa ’’Guide’’

Dari Hal. 3

Dikataknnya, per wisatawan dikenakan sewa jasa guide Rp 13.000. Nanti jumlah ini akan dikalikan jumlah wisatawan yang datang. Dana itu akan dibagi sesuai jumlah guide yang bertugas pada hari itu. “Kalau seperti sekarang ini tidak mendapatkan apa-apa. Setahun pariwisata ditutup, segitu saya tidak dapat uang dari pariwisata,” ungkap Suartana. Dia mendesak kepada MO hasil dari pemasukan dari pariwisata supaya bisa diperjuangkan untuk para guide. “Saya hanya bisa berharap, kalau memungkinkan supaya dana yang ada saat ini bisa disisihkan sekian persen untuk guide lokal Besakih,” harap Suartana. Humas Manajeman Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, I Gusti Bagus Karyawan, mengatakan dalam situasi begini MO jangan dibuang begitu saja. Karena bagaimanapun kondisinya, pihaknya tetap ingin mengabdi

2.700.000 495.183.598 497.883.598

dan ngayah untuk mengelola pariwisata Besakih agar lebih baik lagi ke depannya. Dikatakannyan, selama dibentuknya Badan Pengelola pendapatan yang sudah masuk mencapai Rp 10 miliar lebih. Kata dia, dari hasil itu, dana bersih yang terkumpul saat ini sekitar Rp 3 miliar lebih. Sementara dana yang lainnya sudah dipergunakan untuk bayar gaji petugas MO 24 orang dan tenaga kontrak 45 orang, perbaikan infrastruktur, penataan taman, fee untuk guide, sarung, ojek, pembelian peralatan tulis di kantor dan untuk keperluan yang lain. Sementara ketika disinggung masalah pembayaran gaji petugas, pria berjenggot itu menyatakan sesuai dengan kontrak yang ada di anggaran 2017 ini tentunya mengacu sampai 31 Desember 2017, maka gaji mereka tetap akan dibayar. Kami di MO sebatas pekerja harian. Kalau kondisi masih seperti ini, maka kita serahkan sepenuhnya ke Badan Pengelola,” ujar Karyawan. (nan)


Seni

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

20

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu KLIWON, 22 Oktober 2017

Peradah dan KMHDI Sultra

Serahkan Bantuan Logistik ke Posko Rendang Amlapura (Bali Post) Guna meringankan beban para pengungsi, Peradah dan KMHDI Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan logistik ke Posko Pengungsian di UPT Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (21/10) kemarin. Bantuan yang diserahkan tersebut diterima langsung Camat Rendang I Wayan Mastra di dampingi koordinator I Nengah Sama dan Pengelola Logistik di Posko Induk Kecamatan Rendang, I Wayan Sudiarta. Wakil Ketua Peradah Sulawesi Tenggara, Putu Pande Sugi Bali, mengungkapkan, bantuan yang diberikan dalam bentuk logistik. Selain itu, dana yang terkumpul untuk pengadaan itu merupakan hasil penggalangan dana dari umat Hindu seSulawesi Tenggara. Dana yang terkumpul dari penggalangan itu Rp 87 juta lebih. Jadi, dana yang dikumpulkan itu dikonversi menjadi logistik. “Bantuan logistik yang kita berikan berupa sayur mayur,

beras, bumbu dapur, susu, pampers, telur, kopi, gula dan yang lain,” ucap Sugi Bali. Selain logistik, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa MCK portable dan tandon air. Nanti bantuan ini akan diberikan ke posko pengungsian di Rendang dan ke beberapa titik pengungsian yang lainnya. “Bantuan MCK portable dan tandonnya memang belum sampai di sini. Karena bantuan itu kita pesan di luar Bali. Barang ini akan sampai besok pagi (hari ini, red) di Denpasar. Sehingga siangnya bantuan ini bisa kita salurkan ke sini dan ke lokasi lainnya,” katanya. Dia berharap, dengan bantuan yang diberikan ini, sedikitnya mampu mengurangi beban mereka di pengungsian. Dirinya meminta supaya petugas tidak melihat bantuan yang kita berikan. Tapi niat tulus membantu warga Karangasem yang sedang dalam kondisi seperti sekarang ini. “Semoga apa yang kita berikan bisa bermanfaat buat mereka,” harap Sugi Bali. (kmb41)

BPM/kmb41

LOGISTIK - Peradah dan KMHDI Sulawesi Tenggara saat menyerahkan bantuan logistik ke Posko Pengungsian di UPT Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (21/10) kemarin.

Tingkatkan Kualitas Generasi Muda

Gelar Lomba Taman Genu Wirasa DINAS Kebudayaan Kota Denpasar, Sabtu (21/10) kemarin, menggelar kegiatan Lomba Taman Genu Wirasa antar-sekaa teruna seKota Denpasar di Wantilan Pura Agung Lokanatha, Lumintang Denpasar. Taman Genu Wirasa merupakan kegiata dialog yang dikemas melalui pentas seni yang membahas permasalahan menyangkut Tri Hita Karana. Melalui Lomba Taman Genu Wirasa ini generasi muda diajak untuk peka terhadap permasalahan sosial yang muncul. Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberi kesem-

patan seluas-luasnya bagi para generasi muda untuk mempersatukan tujan serta meningkatkan kualitas diri terutama di era globalisasi dewasa ini. “Peningkatan kualitas diri melalui gelar kreativitas, tontonan serta tuntunan yang berlandaskan pada Tri Hita Karana,” ujar Rai Iswara. Koordinator Umum Lomba Cok Putra Wisnu Wardana mengatakan dari serangkaian evaluasi sekaa teruna se-Kota Denpasar menjadi salah satu bagian yang dinilai adalah Lomba Taman Genu Wirasa. Lebih lanjut Cok Putra Wisnu Wardana mengatakan dalam rangkaian evaluasi sekaa teruna

se-Kota Denpasar mengacu pada konsep Tri Hita Karana yang terdiri dari parhyangan, palemahan, dan pawongan. “Parhyangan atau dalam hal ini sekaa teruna menjadi sentral yang diharapkan mampu melaksanakan kegiatan spiritual yang menumbuhkan sikap-sikap positif. Melalui Taman Genu Wirasa inilah menjabarkan bagaimana melaksanakan dharma tula maupun dharma wacana. Palemahan bagaimana mereka peduli dengan lingkungan, dan Pawongan di mana sekaa teruna diharapkan mampu menata dan memberdayakan keorganisasian sekaa terunanya,” ungkap Cok Putra Wisnu Wardana. (kmb)

BPM/kmb

GENU - Suasana lomba Taman Genu Wirasa antar-sekaa teruna se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Sabtu (21/10) kemarin.

BPM/ist

God Bless

Masih Tetap Eksis USIA band senior God Bless kini 44 tahun. Sudah tua memang, dan hingga kini, band yang dibangun di Jakarta tanggal 5 Mei 1973 ini tetap eksis, tetap kokoh dan still going strong. Dalam perjalanannya, band ini acap jatuh bangun dan gonta-ganti personel. Terakhir, formasinya adalah Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah Gagola (bas), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum). Di tengah gempuran puluhan band pendatang baru dan junior yang hampir tiap hari terus bermunculan, nyatanya God Bless masih berdiri dan masih banyak dapat job. Setelah unjuk gigi di Jogjarockarta akhir September yang lalu di Stadion Kridosono, Yogyakarta, God Bless bakal menggebrak Jakarta Convention Center (JCC), 21 November 2017 mendatang. Dalam penampilannya di Jogjarockarta, God Bless boleh dikata merupakan band lokal terbaik yang dielu-elukan penggemarnya. Tentu saja, band Dream Theater

dari AS adalah penampil utama yang tidak boleh disepelekan begitu saja. Puluhan lagu lama dan anyar dibawakan God Bless dengan rancak dan padu. Dari Rumah Kita, Kehidupan, Panggung Sandiwara, Syair Kehidupan, Laskar, Lidah Petaka, dan sebagai nomor pemungkas Semut Hitam. Lagu Laskar digebrak dengan intro gamelan pentatonik Bali. Lagu ini ciptaan Ian Antono dan direkam bersama band bentukan Ian, Gong 2000, pascahengkang dari God Bless. Di JCC, God Bless menjadi band senior utama dalam konser bertajuk ‘Super Group - Live in Concert’ di mana band bentukan Ahmad Albar ini akan berhadapan dan ber-jam session (main sepanggung) bersama Gigi, Kahitna, Krakatau, dan Sheila On Seven. “Ini akan menjadi konser penutup tahun 2017,” ujar Kadri Mohammad, penggagas dan musikus konser ‘Super Group’ kepada penulis. Apa kiat dan rahasia God Bless yang pernah menerima

Lifetime Achievement Award Anugerah Musik Indonesia (AMI) tahun 2009? “Kita jaga visi dan toleransi antarpemain. Kebersamaan antara kita sangat penting dan utama. Kita rajin berolahraga dan mengutamakan semangat baja. Kalau pas latihan, ya latihan. Kalau istirahat, ya istirahat. Jangan dipaksakan. Kita ikuti saja seperti air mengalir,” jawab Iyek, panggilan akrab Ahmad Albar. Brian, personel muda dari Sheila On Seven (SO7) mengaku dia masih duduk di bangku SD tatkala Iyek cs berkibar di belantika musik rock di Indonesia. “Nama God Bless menjadi ikon permusikan tanah air. Mereka sangat kompak dan padu, enggak pernah bertengkar dan nyatanya, sampai kini masih tetap eksis. Kita nantinya di panggung akan ada

kolaborasi antarlima band,” ungkap Brian. Promotor dari Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi memaparkan, manajemen God Bless yang kini dipegang anak Ian Antono sangat terbuka, tidak rewel dan tidak banyak minta raider ketika teken kontrak. “God Bless menjadi contoh bagus buat band-band junior dan pendatang baru di negeri kita. Kekompakan mereka patut menjadi pembelajaran buat kita semua,” cetus Anas. Last but not least, God Bless adalah band terbaik milik Indonesia. Makin tua makin berminyak. Seperti lagu ‘‘Semut Hitam’’ yang meroket di tahun 1988, falsafah semut yang bersifat gotong royong dan terus maju mereka terapkan dalam kehidupan manajemen dan kehidupan sehari-hari Iyek cs. Maju jalan! (pik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook